24
Sudut Pandang
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Kibarkan Bendera Merah Putih Agustus menjadi bulan yang sangat penting karena, identik dengan bulan kemerdekaan. Se mangat merah putih mewarnai set iap kegiatan yang di lakukan masyarakat Indonesia. Apa aksi nyata yang mere ka lakukan dalam mengisi kemer dekaan?
M
enurut Eka Santhi Dewi, atau yang akrab disapa Iin, aksi nyata seman gat kemerdekaan, adalah men gibarkan bendera merah putih. Aksi ini mungkin bagi sebagian orang sangat sederhana, namun,
Rahayuni
Eka Santhi Dewi
mengibarkan bendera adalah hal wajib yang harus dilakukan. Ia melihat, banyak juga orang lain yang tidak mengibarkan bendera, bahkan, mereka tak punya ben dera merah putih. Dengan men gibarkan bendera merah putih kita menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah berkorban demi kemerdekaan Indonesia, kata Iin.
Selain itu, aksi lain yang di lakukan adalah mencintai produk dalam negeri dengan bangga memakai produk lokal. Saya tidak suka pakai barang branding luar negeri yang kw-kw itu. Lebih baik saya pakai produk lokal dalam negeri yang asli. Itu menambah kecintaan saya kepada negeri sendiri, ucap ibu dua anak ini. Sebagai warga negara yang
baik dalam mengisi kemerdekaan, ia berusaha terus belajar. “Banyak hal yang bisa saya lakukan untuk menambah wawasan, mengisi diri dengan berbagai seminarseminar motivasi, kewirausahaan, agar perempuan menjadi lebih berdaya. Perempuan juga harus maju, dan berjalan sejajar dengan laki-laki, kata Iin. Sementara, bagi Made Raha yuni, mengisi kemerdekaan, perempuan harus bisa member dayakan diri dan juga menjadi motivasi bagi orang lain. Dengan usaha pelatihan kecantikan Can dra Dewi yang ia miliki, ia me ngajak para perempuan agar bisa menambah penghasilan. Selain bisa membuka salon sendiri, para lulusan Candra Dewi, bisa juga menerima panggilan merias dari rumah ke rumah. Sampai saat ini, Rahayuni sudah memberikan kursus kepada ribuan perempuan di Tabanan. Apa yang saya laku kan, hanya memiliki satu tujuan, agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi, kata Rahayuni. Selain itu, bulan Agustus menja
Bekali Ilmu Kewarganegaraan Sebelum ke Luar Negeri Bagaimana pengelola lembaga pendidikan memaknai hari ulang tahun kemerdekaan? Apa aksi nyata yang mereka lakukan dalam mengisi kemerdekaan? Berikut pemaparan Drs. IGB Arthane gara, S.H., M.H., M.Pd., Ketua YPLP IKIP PGRI Bali. “Menjelang 17 Agustus ini, kami Badan Penyelenggara Per guruan Tinggi IKIP PGRI Bali melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik dan mental. Bersifat fisik dengan mengadakan lomba-lomba dan menghias kam pus. Mentalnya, dengan melaku kan persembahyangan bersama, tabur bunga ke makam Pancaka Tirta. Juga diisi dengan ceramahceramah tentang nasionalisme, bela negara, dan semangat 45,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pelepasan mahasiswa FPMIPA IKIP PGRI Bali, Jumat (12/8) di Hotel Nikki Denpasar. Arthanegara mengatakan, kita menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Karena itu, pemuda seharusnya tak hanya pintar secara akademis, tapi juga mampu menghayati nilai-nilai luhur yang ada dalam dasar negara. Bagaimana pun hebatnya kita dalam akademis tapi jika mental/karakternya tak sesuai, bisa merugikan bangsa itu sendiri. Ia menuturkan pengalamannya saat dulu menjadi Ketua KNPI, selau menanamkan nilai-nilai tersebut. “Kita adalah orang Indonesia yang lahir di Bali, kita adalah orang Indonesia yang lahir di Sumbawa, kita adalah orang In donesia yang lahir di, Papua. Kita tidak dipisahkan oleh laut tapi kita dihubungkan sebagi Negara
Kesatuan Republik Indonesia”. Ka limat tersebut selalu diungkapkan nya dalam pidato/sambutannya. Dalam kondisi kekinian, dengan padatnya kesibukan dan pengaruh teknologi yang makin gencar, kekuatan nasionalisme ini dika takannya harus lebih lagi diper tahankan. Ia kembali ke memori silam ketika di tahun 1965 ia mendapatkan beasiswa belajar ke Negeri Tiongkok. Saat itu, orangorang yang akan bersekolah ke luar negeri diberikan pembekalan/ pendidikan kewiraan, kemiliteran, cinta pada tanah air, dan diajak ziarah ke makam pahlawan. Hal ini dikatakannya sangat banyak bermanfaat, paling tidak untuk dirinya saat itu. “Jika saja saya tidak mendapatkan pembekalan ini, jiwa nasionalisme itu tak ditananamkan, ketika ada kemelut di dalam negeri (waktu itu G30S PKI), mungkin saya lebih memilih tinggal di luar negeri dengan segala kenyamanan nya, daripada kembali ke Indo nesia dengan kemelutnya,” tutur Arthanegara. Jujur ia mengakui, jika kembali ke Indonesia kondisi agak melarat. Sementara di LN, pagi sudah bisa minum bir, dan Sabtu-Minggu bisa dansa. Namun karena kecintaannya pada tanah kelahiran, karena rasa nasionalisme yang ditanamkan be gitu kuat oleh pemimpin-pemimpin terdahulu, ia memutuskan pulang ke Indonesia. “Apapun yang terjadi, write or wrong is my country. Meski hujan emas di negeri orang, masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Itu yang memotivasi saya secara pribadi waktu itu tahun 1965, makanya memilih pulang,” ujarnya. Ia juga bersyukur sebelum be
Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd.
Drs. I Wayan Suaba, MBA
rangkat ke Tiongkok, seorang tokoh waktu itu mengajaknya berkeliling di Jakarta. Ia diajak ke Hotel Indonesia, hotel terbe sar di Indonesia, melihat betapa megahnya hotel itu dan belajar naik lift. Diajak ke Senayan, bahwa kita juga punya lapangan hebat . “Saya sangat bersyukur sekali, sehingga ketika di LN saya tidak lagi terbengong-bengong melihat hotel dan lapangan yang besar. Bahwa Indonesia juga punya yang hebat, tidak sampai bengong dan membanding-bandingkan apa yang ada di luar negeri dan di dalam neg eri. Nilai-nilai itu yang ditanamkan sehingga menimbulkan kebanggaan menjadi warga Negara Indonesia,” tuturnya. . Karena itu ia menegaskan, dalam pendidikan karakter inilah peluang kita menanamkan nilai cinta tanah air dan kepribadian bangsa. Ia juga mengatakan, berorganisasi itu sangat penting. Saat jadi pemuda
dulu, Arthanegara pernah menja bat sebagai Wakil ketua Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Bali, anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sekre taris Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN)-milik Partai Nasional Indo nesia (PNI). “Karena pengalaman berorganisasi itu banyak membantu kita berpikir krtitis, sehingga tidak menelan mentah-mentah apa yang kita dengar. Karena pelajaran di Tiongkok waktu itu penuh dengan doktrin-doktrin komunis yang san gat berbeda dengan prinsip kita, dan waktu itu kita siap dan sering beragumentasi dengan dosen. KURANG SOSIALISASI Sementara, dalam pengamatan Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara Drs. I Wayan Suaba, MBA, sebetulnya dasar-dasar jiwa nasion alisme yang sudah ditanamakan kepada anak-anak sekarang teru tama melalui lembaga pendidikan
di hal yang spesial baginya, karena ia berkesempatan bersama para seniman di Buleleng melakukan aksi berkarya bagi bangsa lewat berkesenian. Bersama artis multi talenta Putri Suastini, ia berkesem patan berbagi dengan para seni man di Buleleng. Satu puisi karya Dhenok yang berjudul Percakapan Anak dan Bundanya, menjadi satu puisi yang dibacakan Rahayuni. Ia mengatakan, tujuan kegiatan terse but, adalah untuk melestarikan seni budaya dan memberdayakan perempuan di bidang kesenian. Sementara, bagi Rathi, bu lan Agustus menjadi momen is timewa, karena selain Austus bulan kemerdekaan, Agustus juga merupakan hari ulangtahunnya. Ia melakukan aksi nyata dengan ber bagi dengan sesama yakni mem berikan bantuan sembako kepada 3 keluarga yang memiliki anak tunagrahita di Renon. “Kegiatan ini hanya salah satu kegiatan seder hana yang saya lakukan untuk mengisi kemerdekaan agar men jadi orang yang lebih bermakna, kata Rathi. -Wirati Astiti dikatakannya sudah bagus. Hanya saja sosialisasi untuk pengarah annya masih kurang. Untuk itu ke depannya, Suaba yang juga Bendesa Adat Desa Pekraman Kelating, Tabanan ini berharap di desa-desa saat apa kegiatan adat, menyelipkan kegiatan darma wa cana, memberikan pendalaman apa saja, seperti cara sembahyang, bebantenan, termasuk wawasan kebangsaan, seperti jiwa bela neg ara dan bagaimana menjadi warga negara yang baik dan benar. Pesraman kilat yang meng hadirkan unsur penegak hukum atau sulinggih, selama ini dini lainya kurang mengena. Karena biasanya selepas kegiatan itu, apa yang didapatkan juga lepas karena kurang menyentuh ke akarnya. Karena itu ia kembali menegaskan sosialisasinya harus terus digen carkan dan kontinyu. Ia mengajak kita melongok kembali ke zaman dulu, namun bukan berarti ingin seperti dulu. Ia berpendapat Penataran P4 seharusnya tidak dihapuskan, se hingga Pancasila tak sekadar hapal tapi benar-benar dijiwai. “Ayo kini kembali tanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan memperkuat jiwa kebangsaan kita,” ujarnya. Hal itu pula yang kerap ia sam paikan kepada para kepala sekolah (TK, SD,SMP Pelangi Dharma Nusantara yang berada di bawah naungan Yayasan Pelangi Dharma Negara). Bagaimana melaksana kan pendidikan yang baik dan be nar sebagaimana visi misi yayasan yang ingin membantu pemerintah untuk ikut mencerdaskan tunas bangsa menjadi anak berbudi luhur, beretika, cerdas dan hor mat pada tiga guru, guru rupaka (orangtua), guru pengajian (guru di sekolah), dan guru wisesa (pemerintah). Dalam kaitan peringatan 17 Agustus, Suaba memberikan ara han kepada kepala-kepala seko lah untuk mengadakan kegiatankegiatan yang dapat memupuk rasa nasionalisme dan kebang gasaan. –Inten Indrawati
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
GORO-GORO Agustus hanya jadi lautan merahputih pada tanggal 17. “Kok hanya satu hari, Agustus Putu Wijaya kan 31 hari?!” gugat Amat. “Memang, apa Bapak mau 32?!” tukas Bu Amat, karena pagipagi suaminya sudah rewel. Amat tidak mau cari perkara, karena masih berharap malam itu tetap indah. Ia ngerumpi ke warung mencari tong sampah untuk unek-uneknya. “Kok tak pasang bendera Pak Cok?” Tukang warung bingung. “Kenapa Pak Amat ada orang penting meninggal?” Giliran Amat kaget. Lalu membentak. “Ini kan Agustus, Pak Cok!” Cok ketawa. “Ya memang Pak Amat! Bapak kira masih bulan Juli?” Amat marah. Ia tak jadi beli krupuk. Lalu mencari Pak Made. “Pak Made, si Cok itu tidak tahu, kita sudah masuk bulan
proklamasi!” Pak Made ketawa. “Ya, begitulah, Pak Amat, kalau dia tahu dia tidak akan jadi tukang warung, tapi caleg!” “Kalau semua rakyat melempem seperti dia, alamat kita akan dijajah lagi!” “Kenapa begitu, Pak Amat?’ “Habis kalau nasionalismenya sudah tak ada, jiwa patriotiknya sudah luntur, kita gampang sekali dicaplok!” “Dicaplok siapa Pak Amat?” “Ya siapa lagi, neokolim, Pak Made!” Pak Made berhenti memperbaiki motornya, lalu menatap Amat. “Pak Amat sekarang lain. Jadi suka ngurus politik, ya? Mau nyaleg apa?” “Bukan begitu Pak Made, ini Agustus, saya heran, sudah beberapa tahun ini saya simak, kok Agustus tidak jadi lautan merahputih lagi?” Pak Made mulai paham. “O, itu maksudnya! Tapi kan tanggal 17-nya belum?” “Nah itu dia, Pak Made! Dulu,
Ekspresso
LAUTAN MERAH PUTIH begitu masuk Agustus, kan sudah rame ada pertandingan. Kerja bakti. Perlombaan membuat pintu gerbang, pagar rumah, pawai, renungan suci tengah malam di makam pahlawan dan lautan merah-putih sebulan penuh. Semua tanda kita merasa memiliki negara yang direbut dengan revolusi ini. Rasa memiliki yang akan membuat kita bertanggungjawab untuk mempertahankannya! Nah, kalau semua itu sekarang melempem, berarti semangat kita sudah kendor!” Pak Made berhenti ngurus motornya, lalu ngurus Amat. “Pak Amat betul, tetapi salah!” “Salah?” “Ya! Dulu kita gembar-gembor soal nasionalisme, kita bikin lautan merah putih, supaya anak cucu kita paham. Seperti orang nanam pohon! Memang itu sangat perlu dulu! Dulu tapi! Sekarang pohon yang kita tanam itu sudah besar dan kita berteduh di bawahnya. Lautan merah putih itu sudah jadi, tersimpan di dalam hati sanubari. Jadi sudah tidak perlu heboh lagi seperti dulu. Yang perlu sekarang,
Wanita dan Gosip “Eh… tahu ngga sih…”. Menjadi awalan yang singkat untuk memperpanjang pembicaraan dan merapatkan posisi yang berjauhan. Ketika disampaikan dengan suara berbisik, mungkin akan terdengar semakin asyik. Obrolan ini biasanya membahas tentang orang lain, tidak selalu negatif namun juga sisi positif yang biasa kita kenali dengan istilah gosip. Sejauh ini cukup banyak orang yang membahas akan sisi negatif bergosip. Banyak yang menilai jika gosip merupakan sesuatu yang kurang baik “tidak baik menceritakan orang lain”. Terlepas dari nilai budi pekerti dan norma, konten dan siapa yang menjadi perbincangan dalam gosip, kali ini coba kita memandang gosip dari sisi yang berbeda. Wanita dan gosip nampak sebagai dua hal yang lekat. Banyak orang menilai jika wanita adalah pribadi yang sangat menyukai kegiatan bergosip. Pada dasarnya gosip merupakan bagian dari komunikasi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komunikasi yang kita lakukan mengandung muatan gosip terutama dalam seting tempat kerja. Sebenarnya, kesan tersebut muncul karena kebiasaan wanita pada umumnya yang lebih
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.
komunikatif dengan penggunaan kata yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Bagi wanita, bergosip mengandung muatan intimasi atau keakraban yang membuat hubungan pertemanan yang semakin lekat. Mengapa gosip menjadi hal yang menyenangkan dan berantai? Gosip digunakan sebagai media sosialisasi. Dengan gosip, wanita dapat menjalin relasi antara satu orang dengan yang lainnya. Selain itu, studi ilmiah menjelaskan jika pada dasarnya manusia
memiliki dorongan yang kuat untuk mengetahui kehidupan orang lain. Sehingga gosip dilakukan sebagai bentuk pencapaian atas kebutuhan dasar tersebut. Pada dasarnya manusia juga memiliki kecenderungan untuk bertindak secara konformis (ikut dengan kelompok) tanpa mempertimbangkan baik buruknya dengan tujuan agar dapat diterima oleh kelompoknya. Karena manusia adalah mahluk sosial yang juga memiliki kebutuhan untuk dihargai dan menghargai, mendorong seseorang untuk merapat ketika mendengarkan berita tentang orang lain. Terdapat banyak hal yang mengaktifkan keingian seseorang untuk bergosip. Diantaranya adalah kebutuhan untuk didengarkan oleh orang lain atau yang dikenal dengan istilah self-importance. Seseorang akan merasa berharga dan diterima oleh lingkungannya ketika berita yang disampaikannya menunjukkan respon yang positif. Gosip juga dinilai sebagai media untuk mengurangi stres dan kecemasan yang dirasakan seseorang. Hal ini terjadi karena ketika seseorang bergosip dapat meningkatkan kesehatan emosi seseorang. Ketika kita bergosip terutama hal negatif, sesungguhnya
untuk orang seperti saya, motor saya harus tokcer, sebab ini untuk bekerja, mengisi kemerdekaan. Pak Cok harus buka warungnya sebab kalau tidak para langganannya nanti kelaparan. Dia mengisi kemerdekaan dengan kerjanya. Bendera sudah berkibar terus di hatinya, tak usah dipasang lagi!” Amat, langsung mau menjawab, tapi Pak Made memotong. “Ngomong-ngomong, Pak Amat ribut soal lautan merah putih, ya?” “Betul!” “Tapi kenapa Pak Amat sendiri tak masang bendera?” “Tidak masang bagaimana? Siapa bilang! Sejak tanggal satu Agustus, siang-malam saya sudah masang 3 bendera. Depan rumah, samping kanan dan kiri!” Pak Made ketawa. “Satu saja cukup Pak Amat.
kita bukanlah membenci orang tersebut. Melainkan situasi yang mungkin membuat kita terancam dan kurang menyenangkan. Saat gosip tersampaikan pada orang lain, kita juga akan mengekspresikan emosi negatif yang kita rasakan. Maka emosi negatif dilepaskan, seseorang akan merasa lebih nyaman dan ringan. Selain itu, pada sebagian orang begosip dapat mengurangi rasa kesepian, dengan cara mengetahui informasi dari orang lain. Ketika kita membicarakan tentang keburukan orang lain adanya pandangan bahwa kita masih lebih baik darinya (sebagai bentuk penghargaan atas diri). Intensitasnya semakin tinggi dan sulit terputus karena secara tidak langsung ada sensasi positif yang dirasakan ketika bergosip. Melihat sekian banyak hal yang bisa terjadi ketika bergosip, maka tidak salah menurut kajian ilmu perilaku, ketika seseorang mendapatkan penguatan atas perilakunya, maka
Banyak bendera tidak berarti nasionalismenya dobel! Memang jualan bendera sekarang?” “Ya tidak.” “Dan siang saja pak Amat! Jangan pasang bendera malam, ada aturannya. Lagian saya lewat depan rumah Bapak tadi, saya tidak lihat ada bendera! Kalau mau lautan merah putih, kasih contoh dong!” Amat terkejut, lalu bergegas pulang. Ternyata memang tak ada bendera. “Sudah tak simpan!” bentak Bu Amat. “Habis, malu! Tetangga nyindir, apa kita banting stir jual bendera sekarang? Tapi kok sudah pada luntur, memang bendera pusaka, kata pak Made!” “Tapi yang baru kan ada satu, kok ikut diturunkan?” “Ya kan belum 17 Agustus, sayang nanti warnanya luntur !”
ia akan mengulangi melakukan perbuatan tersebut. Misalnya saja saat seseorang bergosip, maka ia merasa jika dirinya didengarkan dan berharga dengan memberikan informasi pada orang lain. Ketika ia menyampakan hal tersebut, banyak orang yang merespons secara positif. Hal tersebutlah yang membuat seseorang menjadi “ketagihan” untuk selalu bergosip. Dibalik sisi negatif, bergosip juga memiliki makna sendiri ketika seseorang yang melakukannya. Maka tak jarang kita melihat orang akan membicarakan kehidupan orang lain sebagai bentuk pembanding diri dan mengukur sudah sejauh apa dirinya melakukan pencapaian tersebut. Dengan kata lain, ketika memaknai gosip secara positif, sebenarnya bisa digunakan sebagai media membangun diri atau self improvement. Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. Mahasiswa
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
23
Disperindag Kota Denpasar Gelar FGD Pasar Rakyat Menuju Smart City
Belakangan ini muncul kembali istilah Kota Tematik. Kota kecil dan menengah yang lebih mengeksplor potensi lokal, kenyamanan dan humanisme. Muncul kemudian Kota Hijau atau Kota Sehat atau Kota Berkelanjutan. Berikutnya dengan pesatnya teknologi informatika (TIK), setelah sebutan Kota Kreatif, muncul Kota Cerdas atau Smart City.
K
I Wayan Gatra
arena Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali, menjadikan Kota ini sebagai pusat pembangunan, pemerintahan juga perekonomian di tengah-tengah penduduk yang sangat beragam. Berbagai langkah strategis telah diupayakan Pemerintah Kota Denpasar menuju Denpasar Smart City. Untuk mendukung pemerintah Kota Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pasar Menuju Smart City yang dihadiri Pengelola Pasar Desa se-Kota Denpasar, dan instansi terkait pada Kamis (10/8) di Sewaka Dharma, Lumintang.
Dalam acara diskusi tersebut dibahas tentang Denparas Smart City dalam dimensi Smart Economy atau Ekonomi Pintar. Maka, dalam pengelolaan pasar rakyat pun diterapkan konsep Smart City. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. didampingi Kabid Kerjasama dan Perlindungan Konsumen, Jarot Iswayudi, dan Kasi Perdagangan Usaha Perdagangan, Laxmy Saraswaty, S.S.,M.Si. Dikatakan oleh Wayan Gatra, dengan langkah smart economy, pasar rakyat dibangun memiliki character building yang dapat membuka akses pasar bagi para pengunjung sehingga mampu memberikan kenyamanan dan happiness bagi konsumen. Pasar rakyat juga sudah selayaknya dapat dijadikan
sebagai pasar rekreasi di Kota Denpasar. Dan, hal yang paling utama adalah pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal tanpa mengubah ciri khasnya. Menurut Wayan Gatra, definisi Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, serta memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. Maka, Smart City da-
pat disimpulkan memanfaatkan sumber informasi dan menggunakan teknologi yang canggih dan mempermudah kehidupan. Selanjutnya, I Wayan Agus Indrawan, S.T., Kepala Pasar Phula Kerti mengatakan bahwa pasar rakyat sebagai suatu lembaga ekonomi memiliki fungsi strategis di antaranya sebagai simpul kekuatan ekonomi lokal yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Membuka kesempatan kerja dan menyediakan sarana berjualan utamanya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Dan,
pastinya menjadi hulu sekaligus muara perekonomian informal yang merupakan tulang punggung perekonomian. Lantas dikatakan oleh Agus Indrawan, untuk lebih dilirik dan menuju pasar rakyat sebagai satu destinasi rekreasi wisata, perlu penanganan penataan pasar wisata belanja yang dapat mengankat citra kekinian tanpa mengubah keasrian barang yang diperjualbelikan. Di samping, diperlukan penyediaan fasilitas penunjang kegiatan wisata belanja tradisional sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk singgah lebih lama. –ard
City di pasar rakyat adalah agar mampu merevitalisasi manajemen pengelolaan pasar. Di samping itu, adanya pembenahan pada fisik bangunan yang tetap berbudaya. Pasar Badung dan Pasar Kumbasari di Kota Denpasar adalah 2 dari 51 pasar tradisional yang masuk ke dalam paket destinasi wisata Denpasar Heritage City Tour. Para turis mancanegara menikmati belanja di pasar tradisional, yang suasana serta aromanya sangat khas. Pada FGD kali ini juga beberapa respons balik atau masukan pun tercatat di antaranya dari I Wayan Warta (Kepala Pasar Intaran Sanur), yang mengatakan Denpasar Goes To Smart City sangat bagus untuk dilaksanakan namun diperlukan rutinitas pembinaan ke seluruh pasar. Faktor SDM pedagang perlu diberikan pendidikan secara
bertahap. Kemudian, Kt. Ardana (Kepala Pasar Adat Ubung) menyampaikan bahwa perlunya pendampingan dari Pemerintah Kota Denpasar terkait pemberdayaan pasar rakyat di Kota Denpasar. Sedangkan I Made Arta (Kepala Pasar Penatih) menyebutkan jika minat berbelanja ke pasar tradisional atau pasar rakyat tidak mengalami penurunan. Hanya saja perlu dilakukan inovasi untuk merangsang generasi muda mau dan tetap berbelanja ke pasar rakyat ini. Selanjutnya, I Nyoman Sugiarta, Amd (Kepala Pasar Serangan) menyatakan kalau Pasar Serangan memiliki potensi sebagai pasar ikan. Pasar rekreasi wisata perlu diperhatikan kelayakan dan kenyamanannya sehingga sangat diperlukan bantuan dari pemerintah. -ard
Pasar Rakyat sebagai Destinasi Wisata
Ketua Forum Peduli Pasar Desa, Kota Denpasar I Nyoman Suwarta mengatakan menegaskan, kualitas hidup yang lebih tinggi menjadi dambaan semua orang. Menjawab keinginan setiap orang terhadap kualitas hidup yang mudah dan sehat, maka muncul berbagai metode dan strategi untuk mencapainya. Salah satunya adalah konsep perencanaan kota cerdas (Smart City). Smart City, jelas Suwarta memiliki manfaat dan membantu perihal bagaimana melestarikan lingkungan, meningkatkan daya saing ekonomi dan pembangunan
masyarakat yang madani. Memperbaiki permasalahan di masyarakat. Meningkatkan pelayanan publik, menciptakan pemerintahan yang lebih baik, mencerdaskan masyarakat, mengelola potensi kota dan SDM. Sedangkan manfaat Smart City bagi pengelola pasar adalah penerapan konsep kota cerdas dengan memanfaatkan TIK untuk mewujudkan pelayanan pada masyarakat yang lebih baik. Konsep Smart City, lanjut Suwarta akan meningkatkan paritisipasi masyarakat dan pemerintah dalam memanfaatkan data, aplikasi, memberi masukan
maupun kritikan secara mudah. Suwarta juga menyatakan , Smart City mempunyai 6 indikator. Di antaranya, Smart Governance (pemerintah transparan, informatif dan responsif), Smart Economy (menumbuhkan produktivitas dengan kewirausahaan dan semangat inovasi), Smart People (meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas hidup layak), Smart Mobility (penyediaan sistem transportasi dan insfrastruktur), Smart Life (hidup pintar berbudaya) dan Smart Living (mewujudkan kota sehat dan layak huni). Berikutnya implementasi Smart
22
Sosialita
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Ada begitu banyak artis dan selebriti Indonesia yang mengagumi Presiden pertama, Ir Sukarno. Sebut saja misalnya Ahmad Dhani, Ari Sudarsono, Ario Bayu, Baim Wong. Akan tetapi tidaklah afdol jika tidak menyebut satu nama ini: Tio Pakusadewo.
B
agaimana jika rasa kagum itu kemudian tersalurkan dengan memerankan tokoh yang dikaguminya? “Saya harus jujur mengatakan, susah. Tidak mudah memerankan tokoh Bung Karno. Perlu waktu sedikitnya tiga bulan untuk mendalami karakter Bung Karno,” ujar Tio Pakusadewo, pemeran Bung Karno dalam film “Pantja Sila: Citacita dan Realita”. Dijumpai saat taping acara “Mata Najwa” di Metro TV, pekan lalu, Tio bahkan mengaku, di antara ratusan peran yang pernah dimainkan, memerankan Bung Karno adalah yang tersulit. “Sebuah interpretasi atas fakta sejarah, jauh lebih susah ketimbang interpretasi atas karakter tokoh apa pun yang bersifat fiktif,” ujar Aktor Terbaik pada FFI 1991 itu. Dalam film “Pantja Sila: Citacita dan Realita” yang mulai tayang 17 Agustus 2016 itu, Tio harus “mendekam” tiga bulan lamanya untuk mendalami karakter dan dan menghafal pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Pidato yang di kemudian hari dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Proses internalisasi karakter serta hafalan naskah, disebut Tio sebagai sebuah fase teknis. Masih ada satu fase, yakni fase spiritual yang menurut Tio tak kalah penting. Untuk mendapatkan “ruh” dan “jiwa” Bung Karno, Tio memerlukan beberapa kali ziarah ke makam Putra Sang Fajar di Blitar. Aktivitas “sowan” ke Bung Karno melalui ziarah, ia rasakan sangat membantu. Di haribaan nisan Bung Karno, aktor berusia 53 tahun itu bisa khidmat berkirim doa, berkomunikasi, bahkan menekuk tengkuk dalam-dalam, mencoba menghayati lakon hidup Bung Karno. Lakon
Meski hingga saat ini ia memilih dua aktivitas yakni bekerja dan berkaya, namun Heny Shanti memilih untuk lebih konsentrasi mengurus usahanya yang bergerak di bidang distribusi ikan laut ke seluruh wilayah Bali. Berkarya di bidang seni hanya sesekali dilakoninya untuk menyeimbangkan kesibukan kerjanya dengan hobinya.
“Pantja Sila: Cita-cita dan Realita”
Intisari Pidato Bung Karno
J
Ir Sukarno
Tio Pakusadewo bangga perankan Tokoh Sukarno
perjuangan, lakon pembuangan, lakon memimpin bangsa dan negara, dan lebih khusus lagi, lakon ketika berpidato 1 Juni 1945 di Dokuritu Zyunbi Tyosakkai atau BPUPK. Dalam sidang BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan) yang mulai digelar 28 Mei 1945 itu, Ketua dr KRT Radjiman Wediodiningrat meminta kepada 62 anggota BPUPKI untuk mengemukakan dasar-dasar negara Indonesia merdeka. Satu per satu anggota berbicara. Dari risalah yang terpublikasi, belum satu pun pembicara yang secara tegas mengupas tuntas soal dasar negara. Bung Karno sebagai anggota BPUPKI yang berkesempatan naik ke mimbar tanggal 1 Juni 1945, menjawab tuntas permintaan dr Radjiman dan harapan BPUPKI pada umumnya. “Sebuah pidato yang monumental. Dari buku karya Roso Daras saya juga mengetahui, bagaimana Bung Karno pada malam tanggal 1 Juni, gelisah tak bisa tidur. Pikirannya berkecamuk menyongsong 1 Juni. Hingga tengah malam, Bung Karno keluar dari kamar
Poster film Pantja Sila Cita-Cita dan Realita
TIO PAKUSADEWO BANGGA PERANKAN TOKOH SUKARNO
tidurnya dan berjalan ke halaman belakang rumah. Ia menengadah ke langit yang cerah. Spontan ia berdoa. Doa khusus, meminta berkah Tuhan yang Maha Kuasa, agar membimbing pikiran serta kata-kata yang akan dipidatokan keesokan harinya. Sebab Bung Karno sadar betul, topik dasar negara, ideologi negara, adalah persoalan yang sangat fundamental bagi kelanjutan Indonesia merdeka,” papar Tio. Problem besar dialami Tio adalah menghafal sekaligus menghayati pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. “Menghafal teks yang demikian panjang, tentu tidak mudah. Ingat ya, pidato 1 Juni itu disampaikan Bung Karno secara lisan. Beruntung notulensi sidang BPUPKI begitu baik, sehingga kita sekarang bisa membacanya secara utuh. Dari pidato lisan yang kemudian disajikan dalam teks, saya sadar betul tentang kejeniusan seorang Sukarno,” kata aktor bernama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo itu. Bung Karno dalam pidato 1 Juni, muncul sebagai negarawan sejati. Ia berwawasan luas, tetapi senantiasa berpijak pada jati diri bangsa. Ihwal dasar negara misalnya, Sukarno dalam pidatonya menjabarkan dengan sangat gamblang contoh-contoh dasar negara di berbagai negara, seperti San Min Chu I di Cina, Islamisme di Timur Tengah, Manifesto Komunis, Liberalisme, dan lain-lain. Nah, apakah kita akan meniru dasar negara dari negara lain? Tidak. Bung Karno kemudian menawarkan lima butir mutiara dasar negara yang digali dari akar budaya bangsa. Nilainilai ketuhanan, sosio-demokrasi dan sosio-ekonomi, dijabarkan dengan sangat gamblang dan lugas. Lima sila yang bisa diperas menjadi trisila, bahkan bisa juga diperas menjadi ekasila: Gotong Royong. “Nilai-nilai Pancasila, sungguh tidak boleh hilang dari setiap sanubari anak bangsa. Tidak boleh hilang, apalagi sampai tercerabut,” tandasnya. Tentu saja, waktu tiga bulan, termasuk yang dihabiskan secara khusus di Singapura, tidaklah cukup untuk menghafal dan menghayati teks pidato Bung Karno itu. “Setidaknya agak hafal. Sebab, ini menyangkut teknis pengambilan gambar. Saya harus berpidato tanpa teks. Itu intinya. Nah, dalam berpidato, ada muatan lain selain akting, yakni bagaimana pesan pidato bisa sampai kepada khalayak. Proses syuting yang cut-to-cut juga memerlukan konsistensi continuity
agar gambar jadinya, mengalir, serta memudahkan proses editing,” papar peraih piala Citra dalam film “Lagu untuk Seruni” itu. TIDAK MELUPAKAN SEJARAH Aktor watak yang juga dikenal idealis ini, hanya ingin, pesan yang disampaikan bisa ditangkap oleh audiens. Tio sangat berharap, generasi muda tidak melupakan sejarah. Generasi muda mengapresiasi pemikiran para pendiri bangsa yang dikatakannya jauh lebih hebat dibanding generasi sesudahnya. Bahkan Tio mengajak generasi muda untuk lebih mencintai Indonesia. Cara terbaik berbakti untuk negeri adalah ikut terlibat dalam setiap proses perubahan bangsa melalui kegiatan yang positif. “Itu jauh lebih baik daripada jadi anggota dewan tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Tio yang memang terkenal vokal. Kembali ke film “Pantja Sila: Cita-cita dan Realita”, Tio terlibat sangat dalam. Ia tidak saja menjadi pemeran Sukarno, tetapi juga terlibat dalam proses produksinya sebagai produser. Untuk penyutradaraan, Tio pun ikut andil membantu sutradara Tino Saroengallo. Yang pasti, ujar Tio, ia tergerak menggarap film itu karena dorongan yang kuat untuk lebih menggali api Pancasila. Ditambah keprihatinan tentang makin pudarnya pemahaman dan penghayatan Pancasila pada bangsa kita. Tio mencontohkan ihwal terkikisnya spirit toleransi, terkikisnya jiwa gotong royong, terpinggirkannya praktik musyawarah untuk mufakat, makin jauhnya nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Dan, yang lebih memprihatinkan lagi, persatuan Indonesia makin kendor. Baik dibuat kendor oleh anasir asing dibantu kaki-tangannya di sini, atau memang kendor karena penguasa tidak berusaha untuk merekatkan persatuan secara terus-menerus. Fokus film “Pantja Sila: Cita-Cita dan Realita” yang berdurasi 78 menit itu adalah pada intisari pidato Bung Karno. Mulai dari diksi, intonasi serta frasa kata demi kata yang diucapkan Bung Karno dalam berpidato disajikan melalui film ini. “Ini film yang sangat serius dan membuat saya bangga. Saya latihan paling lama, pengerjaan yang paling sulit, dan benar-benar berat sekali film ini. Semoga apa yang saya lakukan bisa tersampaikan pada
masyarakat,” ucap aktor kelahiran 2 September 1963 silam ini. BEBAN TERBERAT Ditanya ihwal beban terberat memerankan tokoh Sukarno, Tio menjawab, “Bebannya adalah enggak boleh sembarangan, nggak boleh menyimpang dari figur tersebut. Saya mohon izin juga, sowan ke makam Presiden Sukarno juga, saya nyekar, dan dua tahun tiga tahun kemudian baru mulai syuting,” tandas Tio Pakusadewo, seraya menambahkan, “Jadi film ini benar-benar membutuhkan
ika tahun-tahun sebelumnya dirinya cukup sibuk membintang beragam judul FTV di TV nasional, kemudian menyusul nyanyi dan teater, maka tahun ini Heny mengaku lebih fokus berbisnis. “ Saya konsen menjalankan usaha yang selama ini sudah dirintis oleh almarhum suami saya,” begitu diucapkan istri Karmawan Tan (alm) ini. Namun, menurut Heny, berkat dukungan keluarga dan para sahabatnya, ia mampu bangkit dari keterpurukan akibat ditinggal sang suami. Saat ini katanya ia sudah mulai membuka diri kembali, perlahan juga mulai aktif lagi berkarya dan berkegiatan. Ditanya soal tawaran nyanyi, sambil tersenyum Heny mengatakan ia sudah kembali bersedia menerima juga. “Yang penting tugas malam untuk urusan usaha peninggalan suami tidak sampai terganggu,” kata Heny yang sempat meluncurkan singel “Godoh Rujak Gedang” ciptaan Dwi Negari, “Candra Semara” ciptaan Purwa Bisana, dan dua tembang ciptaan Dek Artha yakni “Nransfer Cinta” dan “Harus Kuat”.
Tio Pakusadewo
banyak energi, di samping waktu.” Bagi Tio film ini penting sekali untuk dibuat, “Aktor punya tanggung jawab bukan hanya kepada keluarga dan dirinya sendiri, tapi juga tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat.” Lalu ia menambahkan, “Sudah lama saya ingin berperan sebagai Presiden Sukarno. Saya banyak membaca buku tentang beliau, lalu ketika saya membaca isi pidato ini, saya tergugah.” Dari sisi teknis, kesulitan lain yang dirasakan ketika memproduksi film ini adalah tidak adanya arsip atau rekaman pidato Bung Karno tentang lahirnya Pancasila. Karenanya, tim produksi harus mereka ulang berdasaran materi naskah atau teks pidato yang ada. Film garapan Jakarta Media Syndication dan Geppetto Productions ini turut dibintangi oleh Jantra Suryaman sebagai Ki Bagoes Hadikoesoemo, Wicaksono Wisnu Legowo sebagai R. Abikoesno Tjokrosoejoso, Teuku Rifku Wikana sebagai M. Yamin, Verdi Soleiman sebagai Liem Koen Hian. -Diana Runtu
Heny Shanti saat menyanyikan lagu mandarin
Edisi 914/ 15 - 21 AGUSTUS 2016
Heny Shanti
3
Seimbangkan Bekerja dan Berkarya Saat acara HUT Bali TV tahun 2016, ia juga sempat ikut memeriahkannya dengan menembangkan lagu “Nransfer Cinta”. “Rasanya bahagia sekali sewaktu diminta ikut meramaikan acara besar Bali TV ini. Apalagi penonton begitu berjubel dan full banget waktu itu,” tuturnya tersenyum Sebagai artis yang merasa ikut dibesarkan oleh Bali TV dan Kelompok Media Bali Post, Heny Shanti menggungkan harapannya agar kedepannya media kesayangannya ini semakin maju dalam memberikan informasi terkini. Selain itu tetap bisa menjadi wadah buat para seniman agar tetap bisa menampilkan karya-karyanya.
lam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Masih terkait teater, katanya jika akan ada pementasan,biasanya Abu Bakar meminta rutin latihan seminggu lima kali selama dua sampai tiga bulan menjelang pementasan. Mengenai pementasan
Melihat jam terbangnya di dunia seni, baik sinetron maupun bernyanyi, bagi Heni setiap penampilan memiliki kesan dan catatan tersendiri. “Yang terakhir saya tampil beberapa hari lalu juga punya cerita dan kesan tersendiri saat saya nyanyikan lagu Mandarin Yue Liang Biao Wo De Qin…..sebab almarhum suami belum sempat menyaksikan saya nyanyikan lagu itu di atas panggung. Saya sempat mengatakan padanya saya harus bisa menyanyikan lagu itu, karena almarhum juga yang mengunduhkan dan mencatatkan liriknya. Selesai menyanyikan lagu itu saya menangis…,” katanya sedikit terbata. Aktivitas di teater saat, menurut putri ketujuh pasutri Sri Yuliati dan Suparwan ini, sudah mulai pemanasan untuk terjun total kembali nantinya. Disela sela waktunya, ia menerima tawaran untuk menjadi juri lomba tarik suara maupun modeling, yang cukup banyak dilakukannya menjelang dan da-
belum lama ini, katanya tergolong langkah pemanasan yang dilakukannya saya untuk persiapan kembali ke dunia teater. “Semoga saja saya bisa membagi waktu dengan baik dan bijak antara usaha dan berkegiatan di teater ini,” katanya
ISTIRAHAT DARI SINETRON Selanjutnya Heny Shanti dengan mimik serius mengatakan kalau untuk sinetron sementara ia break dulu, sampai benar-benar bisa menata waktu antara pekerjaan dan jadwal syuting
Heny Shanti saat nyanyi di HUT BaliTV
Heny Shanti di acara Samatra Arti Bali
yang selama ini tidak bisa diajak kompromi. “Memang masih sering sih datang tawaran untuk sinetron ataupun film layar lebar, meskipun peran kecil tapi msih belum berani menerimanya. Saya khawatir jadi tidak fokus, karena masih kepikiran usaha peninggalan suami yang harus terus dipantau tiap malam,” katanya. Henya merasakan selama ini dan hingga saat ini banyak sekali pihak yang mendukungnya baik untuk selalu tampil di sinetron, film maupun teater. Meskipun ia selama ini tidak pernah memakai manajemen artis atau agensi tapi, mereka para sahabatnya selalu rajin memberi info serta menawarinya untuk terlibat dalam berbagi projek film atau sinetron. Namun, keputusan untuk istirahat sementara di sinetron sudah sangat bulat, dan mengalihkannya kecintaan pada seni peran ini dengan bermain teater disamping menyanyi. Heny pernah menyampaikan ke pihak management agency, dirinya mau syuting asal jam kerjanya tidak terganggu. “Saya hanya bisa syuting dari pukul 15.00 sampai pukul 18.00 saja…hahahaa kayak artis papan atas saja ya,” ujarnya menyudahi percakapan. – Sri Ardhini
4
Sebagian orang Indonesia umumnya hafal dengan refrain lagu ini,”Merah putih teruslah kau berkibar. Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini. Merah putih teruslah kau berkibar di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini. Merah putih teruslah kau berkibar...Ku akan selalu menjagamu”. Lagu bernada patriotik ciptaan Eross, gitaris Sheila on 7, sudah 14 tahun usianya, namun hingga kini tetap terdengar bahkan selalu menjadi favorit diperdengarkan pada Bulan Kemerdekaan.
A
Inspirasi
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
dalah Kikan Namara yang kala itu masih tergabung dalam group band ‘Cokelat’ yang mempopulerkan lagu berjudul ‘Bendera’, itu. Lewat lagu tersebut, nama Kikan juga band Cokelat makin populer lantaran demam lagu ‘Bendera’ terus bertahan hingga belasan tahun. Banyak orang yang antusias mendengarkan lagu ini karena ‘roh nasionalismenya’ yang begitu kental yang dibungkus dengan musik modern. Lagu ini sanggup menggelorakan rasa nasionalisme setiap orang Indonesia yang
Kikan Namara
Berkah Lagu “Bendera”
mendengarkannya. Maka tak heran, sejak lagu itu meluncur pada 2002 hingga kini, Kikan kerap menyanyikannya dalam setiap kesempatan manggung, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan kadang munculnya lagu itu bukan karena inisiatifnya, tapi para penonton lah yang meminta ia memperdengarkan lagu ini. Walhasil, ini seperti menjadi lagu wajib baginya dalam setiap pertunjukkan. “Iya, apalagi di Bulan Agustus, lagu ini seperti lagu wajib,” ungkap Kikan. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di luar negeri pun, di mana ia bernyanyi di hadapan orang-orang Indonesia di negeri asing, diminta menyanyikan lagu ini. “Lagu ini memang luar biasa, sanggup mempersatukan kita semua,” tambahnya. Ibu dua anak ini mengaku sangat bersyukur dan bangga mendapat kesempatan menyanyikan lagu yang bisa membangkitkan semangat kebangsaan. “Saya ingin setiap anggota masyarakat, terutama generasi muda, terus dan selalu punya kebanggaan akan tanah airnya.
Saya ingin menyemangati mereka untuk berkarya lewat apapun profesi mereka. Saya percaya di setiap lubuk hati yang terdalam pasti menyimpan kebanggaan dan rasa syukur terlahir di tanah tercinta ini,” kata wanita kelahiran Jakarta, September 1976 ini. Sebenarnya, lanjut Kikan, menyanyikan lagu bertema nasionalisme bukan hanya lagu ‘Bendera’ saja. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap diminta menyanyikan lagu-lagu bertema cinta tanah air. Bahkan dulu ketika masih tergabung dengan band Cokelat pun hal itu kerap dilakukan. Band yang telah membesarkan namanya itu, kerap kali mengusung tema nasionalisme dalam penampilannya. Lihat saja album yang pernah diluncurkan salah satunya adalah ‘Indonesiaku’ yang berisi sejumlah lagu bernuansa patriotik, yang diaransemen ulang. Tapi memang, aku Kikan, ‘Bendera’ seolah memiliki arti khusus baginya. Bahkan setelah keluar dari Cokelat pada 2010, ia yang bersolo karier tetap menyanyikan lagu ‘Bendera’ milik Cokelat. Bagi Kikan, langkahnya dalam berkarya ini adalah bagian dari pengabdiannya sebagai bangsa Indonesia. Sebenarnya, lagu ini telah dicoba dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi, namun entah kenapa sebagian orang merasakan hal yang berbeda. Spirit yang dirasakan terasa berbeda. Entahlah. Bisa jadi ini karena karakter suara juga penjiwaan. Ketika hal itu ditanyakan pada Kikan, ia mengaku bingung menjawabnya. “Wahhh saya agak bingung ya menanggapi hal ini. Tapi mungkin analisanya begini, menurut saya ada banyak sekali penyanyi bagus di negeri ini lengkap dengan karakter dan cara mengintepretasikan masing-masing. Namun, setiap lagu itu punya identitasnya masing-masing, terutama lagu-lagu bertema nasionalisme. Sang penyanyi harus punya kepekaan atau sensitivitas yang tinggi untuk bisa membangkitkan semangat orang yang mendengarkan lagu tersebut,” tutur mantan vokalis Cokelat itu. Tentunya bukan hal mudah. “Saya bersyukur dikaruniai kemampuan ini oleh Tuhan. Termasuk lagu ‘Bendera’ yang menjadi ‘lagu wajib’ di bulan Agustus. Menurut saya hal tersebut merupakan salah satu pencapaian terbaik saya sebagai
Mandalika
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
21
22 Kontingen Guru NTB melaju ke Nasional Menjadi guru di masa sekarang tidaklah cukup hanya mengajar dan mendidik secara konvensional, mengikuti teks buku dari masa ke masa, melainkan harus kreatif dan inovatif demi memberikan pendidikan, pengetahuan serta cara mengajar yang komprehensif bagi anak-anak didiknya. Karena itulah dibutuhkan guru-guru yang memiliki potensi, kapasitas dan juga kapabilitas yang mumpuni untuk itu. Dan guru, mestilah berlomba-lomba untuk itu, untuk meraih prestasi demi kemajuan pendidikan di negeri ini, termasuk pula di Nusa Tenggara Barat.
G
u r u - g u r u b e rprestasi dari Bumi Gora terus bermunculan dalam pembangunan dunia pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tentulah hal ini sangat dibutuhkan oleh daerah ini. Sebanyak 22 orang yang tergabung dalam kontingen guru Nusa Tenggara Barat yang telah lulus seleksi tingkat provinsi, dalam waktu dekat akan Foto: kapanlagi.com
K i k a n penyanyi,” kata Kikan seraya berharap kedepannya lagu ‘Bendera’ benar-benar resmi menjadi lagu wajib nasional. KEBANJIRAN JOB DI BULAN KEMERDEKAAN Bicara tentang Bulan Kemerdekaan, Kikan mengaku dirinya sempat mendapat julukan ‘Artis Tujuhbelasan’. Ini lantaran ia selalu kebanjiran job setiap Bulan Agustus, yang sebagian besar terkait dengan perayaan 17 Agustusan. “Iya betul, alhamdullah banget ya setiap Bulan Agustus pasti banyak sekali job yang datang untuk menyanyi di acaraacara Kemerdekaan. Sekarang saja jadwalnya selama sebulan sudah padat sekali. Itu makanya muncul sebutan ‘Artis Tujuhbelasan’, dan aku tidak keberatan sama sekali dengan sebutan itu.. hahahha,” kata Kikan sambil tertawa. “Ha..hahaa iya nggak apaapa, kan nggak banyak musisi yang menyandang predikat itu,” tambahnya. Ia percaya itu merupakan berkah baginya juga crew managementnya. Ia pribadi pun mengaku puas jika lewat lagulagu bernuansa nasionalisme yang dinyanyikannya di berbagai tempat yang dikunjungi di Bulan Agustus, bisa membangkitkan semangat bagi para pendengarnya. “Saya bahagia bisa menjadi inspirasi dan selalu merasa sangat senang saat saya merasa berguna bagi orang lain,” katanya. Bagi Kikan sering menyanyi lagu-lagu nasional bukan hanya menularkan semangat nasional-
isme kepada orang lain tapi juga sekaligus memelihara semangat itu dalam dirinya. Apalagi di Bulan Agustus yang dirasakannya sangat spesial. Menjawab pertanyaan tentang makna kemerdekaan baginya, Kikan yang kini bekerja sama lagi dengan band ‘Cokelat’ mengatakan, bagi dirinya makna kemerdekaan itu berbeda dengan 71 tahun lalu ketika negeri ini baru saja terlepas dari penjajahan. Hari ini, tegas Kikan, meski Indonesia telah 71 tahun merdeka, namun ia belum merasakan kemerdekaan sepenuhnya. Hal ini karena kita sebagai bangsa masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan kompleks, seperti; kekerasan terhadap perempuan dan anakanak, human trafficking, child labour, perusakan alam, pendidikan yang belum merata dan lain-lain. “Bagi saya, Indonesia belum sepenuhnya merdeka apabila hal-hal tersebut belum jelas penegakkan hukumnya,” tegasnya. Memasuki usia Indonesia yang ke-71 tahun, Kikan menyampaikan sejumlah pesan untuk masyarakat Indonesia. “Pesan saya simple saja. Seperti apapun kondisi negeri kita saat ini, banggalah selalu menjadi orang Indonesia. Memberikan kritik, itu penting. Tapi jangan lupa bahwa berbuat sesuatu yang nyata untuk bangsa, itu jauh lebih penting. Kita lahir, besar, dan tumbuh di sini. Pastikan Anda semua memberikan kontribusi yang berarti untuk Indonesia,” kata Kikan menutup pembicaraan. –Diana Runtu
berangkat mewakili NTB mengikuti ajang lomba guru, kepala sekolah, pengawas berprestasi tingkat Nasional di Jakarta. Mereka terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, kepala tata usaha dan pustakawan yang ada di Nusa Tenggara Barat. “Bekali diri dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, semoga kontingen NTB dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ungkap
Wakil Gubernur NTB bersama kontingen NTB yang akan mengikuti lomba guru, kepala sekolah, pengawas, kepala tata usaha dan pustakawan berprestasi tingkat nasional
H. Muh. Amin, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat saat melepas kontingen NTB beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB. Wakil Gubernur NTB ini berpesan kepada seluruh kontingen untuk senantiasa menjaga nama baik daerah dengan terus mengembangkan diri. “Jadikan
segala prestasi yang sudah diraih selama ini menjadi spirit untuk lebih mengembangkan diri,” pesannya. Kontingen NTB diharapkan tidak hanya berperan sebagai duta pendidikan bagi daerah ini, melainkan harus mampu memberi informasi yang positif mengenai NTB, dalam berbagai aspek terutama dalam mempromosikan
Bumi Gora. “Yang paling penting adalah bagaimana agar bapak dan ibu dapat berperan menjadi duta daerah yang mempromosikan Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional, baik itu dari sektor pariwisata, ekonomi, pertanian, kelautan dan perikanan serta potensi lainnya,” ujarnya berharap. –Naniek I. Taufan
Mengenal Nusantara Gubernur Lepas Kontingen Jamnas X Antara Siswa Jambi dan NTB Tenggara Barat. Ia berpesan kepada seluruh peserta Jamnas X Tahun 2016, untuk dapat membawa nama baik dan mengharumkan NTB di Jambore Nasional ini. “Anakanakku sekalian, kalian adalah anggota Praja Muda Karana (Pramuka) yang beruntung Wakil Gubernur NTB saat melepas kontingen NTB bisa ke Cibubur, Beberapa waktu lalu Gedung Graha tunjukkan bahwa pramuka NTB adalah Bhakti Praja Kantor Gubernur Provinsi pramuka yang hebat,” ungkap GuberNusa Tenggara Barat dipadati oleh nur yang berharap dan yakin bahwa para peserta pramuka Kwartir Daerah kontingen NTB akan pulang membawa NTB (Kwarda) yang mengikuti acara tanda kehormatan dan prestasi-prestasi pelepasan kontingen Jambore Na- besar. sional (Jamnas) X Tahun 2016, yang Menurutnya kecerdasan dan kepinberlangsung dari tanggal 14 Agustus taran tidak cukup untuk membangun sampai dengan 21 Agustus 2016 di Indonesia, yang paling penting dan dibubumi perkemahan Cibubur, Jakarta dan tuhkan adalah kepribadian yang kokoh rencananya akan dibuka langsung oleh dan mulia yang terbangun dengan baik. Presiden Republik Indonesia. Tidak Dan pramuka menjadi salah satu ujung hanya lautan peserta pramuka saja yang tombak untuk membangun generasi terlihat, melainkan juga para Pembina bangsa ini yang memiliki kepribadian Pramuka yang turut antusias mengikuti yang kuat, tangguh dan kokoh guna Jamnas kali ini. melanjutkan estafet kepemimpinan di Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul negeri ini. Majdi, dalam kapasitas sebagai Ketua Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang Majelis Pembimbing Daerah NTB juga merupakan Ketua Kwartir Daerah melakukan penyematan beberapa Gerakan Pramuka NTB Ir. H. Rosiady penghargaan yang dilanjutkan dengan H. Sayuti, bahwa jumlah peserta yang penyerahan bendera pramuka kepada mengikuti Jamnas tahun ini kurang lebih Ketua Kontingen Pramuka, Fathul Gani, 443 peserta utusan NTB. Ia juga mengaM.Si. sebagai tanda pelepasan kontingen takan tema atau tujuan Jamnas tahun ini utusan NTB secara resmi. sangat berbeda dari tahun sebelumnya Gubernur NTB mengaku sangat yakni, “Keren Gembira Asyik”. “Saya bersyukur dan bangga atas sepanjang mendoakan semoga seluruh peserta Jamusia organisasi pramuka yang telah mem- nas sehat wal’afiat agar dapat bergemberikan pengabdiannya kepada Negara bira dalam mengikuti Jamnas tahun ini,” Republik Indonesia, termasuk adi Nusa ungkapnya. –Naniek I. Taufan
“Selamat datang kepada anak-anak ku nesia ke depan ada di tangan kalian sebagai dari Provinsi Jambi, anggap NTB sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya. rumah kedua kalian, nikmati keindahannya, Program pertukaran pelajar yang kenali orang-orangnya, dalami kebudayaan bekerjasama dengan 70 BUMN ini bukanlah dan kebiasaannya. Insya Allah di dalamnya kegiatan terakhir para siswa, akan tetapi akan banyak pelajaran dan kemanfaatan akan terus dipantau melalui forum alumni untuk masa depan kalian. Bagi anak-anakku SMN. “Ke depannya anak-anak yang prestadari NTB, jadilah Duta NTB yang mem- sinya tetap baik atau bahkan meningkat banggakan dan dapat membawa nama baik akan mendapat beasiswa pendidikan,” ujar NTB di Provinsi Jambi,” ungkap Gubernur Edward Nurdin yang mewakili KemenNTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat acara terian BUMN. Mereka ini dipersiapkan Pelepasan dan Penerimaan Siswa Mengenal untuk menghadapi persaingan global yang Nusantara asal Provinsi NTB dan Jambi, begitu terbuka, yang membutuhkan SDM yang diikuti oleh 20 siswa asal NTB dan yang lebih harus ditingkatkan lagi. Sebelum 20 siswa asal Jambi. diberangkatkan, para siswa dari NTB ini Kegiatan mengenal nusantara antara terlebih dahulu telah mengikuti pembekalan, siswa dari Provinsi Jambi dan Provinsi NTB sehingga nantinya siswa dapat mempersiapini adalah kegiatan semacam pertukaran kan diri untuk mengikuti rangkaian program pelajar yang akan belajar dan mencari pengenalan bidang sosial dan budaya, penpengalaman di luar daerahnya sendiri. didikan dan perekonomian selama tujuh “Segala kebaikan yang diterima siswa NTB hari di Provinsi Jambi. di Jambi dan siswa Jambi di NTB jadikan Program rutin tahunan ini terselenggara sebagai pengalaman dan pembelajaran atas kerjasama Pemerintah Provinsi NTB untuk ke depannya dapat diterapkan di dan Provinsi Jambi, PT. PGN, PT. ITDC daerah masing-masing,” kata Majdi yang Jasa Raharja, yang telah menyeleksi 20 siswa menyisipkan nasihat-nasihat kepada para dan dua guru teladan dari 10 Kabupaten pelajar ini. se-NTB ini. Kegiatan ini merupakan bagian Menurutnya, sebesar apapun suatu dari upaya menanamkan rasa bangga dan negara apabila tidak ada rasa persaudaraan menambah kecintaan anak-anak sebagai yang kuat, maka negara tersebut suatu saat generasi penerus terhadap keragaman di akan pecah tercerai berai. “Di Indone- Nusantara ini. -Naniek I. Taufan sia banyak pulau-pulau dan lautan yang luas memisahkan satu pulau dengan pulau lainnya. Namun Indonesia tetap satu, meski budaya, agama dan kebiasaan beragam, akan tetapi karena kita punya rasa persaudaraan sebagai perekat bangsa, maka kita bisa bersatu. Yang kalian lakukan ini adalah salah satu hal dalam merawat Indonesia menjadi semakin kokoh Para Siswa Mengenal Nusantara asal Provinsi NTB dan Jambi dan kuat, karena Indo-
20
Nine
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Baiq Indraningsih
Banjar Jadi Spirit Dirikan Komunitas IBRA
Lahir dan besar sebagai warga asli Kampung Banjar di Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan Kota Mataram, membuat Baiq Indraningsih merasa peduli pada kampung halamannya ini. Selepas kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram tahun 1998, ia mulai menggeluti dunia Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Selama menekuni dunia LSM ia banyak datang ke tempat-tempat bahkan di luar NTB untuk melakukan perberdayaan masyarakat. Dari sana terpikir olehnya bahwa mengapa ia tidak membangun kampungnya sendiri saja? Pemikiran ingin memajukan kampungnya inilah yang kemudian “memulangkannya” ke Banjar.
M
asa kecil yang diingatnya dari Banjar adalah bermain di sungai yang bersih dan di sepanjang pantai yang tidak jauh dari rumahnya serta persawahan yang hijau membentang. Mencari ikan-ikan kecil yang sangat banyak di sungai tersebut. Lingkungan yang asri serta bersih, itulah kenangan paling diingatnya tentang masa kecilnya di Kampung Banjar yang letaknya di sekitar Pantai Ampenan dan kota pelabuhan tempo dulu. “Sekarang hal itu tidak bisa dijumpai lagi,” ungkapnya. Berangkat dari kerindunannya akan masa kecilnya yang menyenangkan dengan lingkungan yang bersih, membuat ia tergerak untuk mendapati kembali hal tersebut. Meski tentu saja ia sadar bahwa apa yang pernah dialaminya di masa kecil itu tidak mungkin bisa
Baiq Indraningsih
sepenuhnya kembali, setidaknya ia ingin memulai dari hal-hal kecil. “Sawah memang sudah tidak ada karena sekarang telah penuh oleh perumahan penduduk. Namun ada sungai dan pantai yang masih bisa
kita bersihkan,” ungkapnya. Sungai Jangkok dan pantai yang melintasi kampungnya, itulah target pertama kali yang ada di pikirannya. Untuk mewujudkan mimpinya menjadikan Banjar yang bersih dengan sungai asri serta pantai yang juga bersih, ia pun membentuk sebuah kelompok/komunitas yang diberinya nama IBRA yang berangkat dari pikiran sederhana dan memulai melakukan sesuatu dari hal-hal yang sederhana, sesederhana nama yang dipilihnya. IBRA adalah singkatan dari Ini Baru Banjar yang dibentuknya tahun 2013. Kata Banjarlah yang diambil oleh Indi sebagai spiritnya. Dan di tahun yang sama itu pula, sebuah program ditetapkannya dengan nama Banjar Beresberes dengan target utama fokus pada membersihkan sungai Jangkok yang melintasi kelurahan Banjar yang memiliki tiga lingkungan,
Rumah Pintar LIBRA
Banyak perkumpulan ataupun komunitas yang ada selama ini hanya sebagai perkumpulan biasa saja. Namun bagi Indi, IBRA harus memiliki semangat sesuai dengan namanya, bahwa Banjar adalah milik bersama dan menjadikan Banjar yang asri adalah tanggung jawab bersama. “Alhamdulillah kami semua dapat bekerja dan bergerak bersama bergandeng tangan dalam satu tanggung jawab,” ungkap Indi yang menjadi pendorong utama gerakan ini.
Awalnya, target utamanya adalah bersih-bersih sungai Jangkok, khususnya yang melintasi Kelurahan Banjar. Pemandangan sungai Jangkok yang jorok dan menebar bau tidak sedap menjadi target pertamanya untuk dibersihkan. Tak segan-segan Indi turun ke sungai untuk membersihkan sungai yang dipenuhi oleh sampah yang sangat banyak itu. Ia beruntung, karena pemuda dan warga Banjar serta pemerintah desanya mendukung upayanya ini sehingga menjadi modal yang
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Ny. Bintang Puspayoga
5
Ajak Generasi Muda Peduli Budaya dan Lingkungan Suasana Pandawa Stage Hotel Inna Grand Bali Beach, Sabtu (6/8) sore hingga malam sangat meriah. Beberapa stand yang memamerkan kerajinan khas Bali menjadi daya tarik para tetamu. Mereka adalah rombongan Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama para Duta Besar. Begitu ada kerajinan yang disukai, mereka langsung membeli.
T
ak jauh dari lokasi pameran, Ny. Bintang Puspayoga ikut memantau suasana. Sesekali istri Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga ini berbincang dengan Samuel Wattimena dan Bagus Saka dari Sakabros yang bertugas mengurus acara dinner tersebut. Mereka tengah menunggu kedatangan Ketua Umum YKRI Megawati Soekarnoputri.
Taman Muara Jangkok yang kini telah bersih dan Asri
yakni Lingkungan Banjar, Lingkungan Sintung dan Lingkungan Selaparang. Selain itu, komunitas ini membagikan dua kantong plastik pada masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Ada pula kegiatan lain seperti lomba mural di sepanjang dinding bagian atas Sungai Jangkok serta lomba mewarnai tong sampah. Indi juga menggerakkan sekolah-sekolah yang ada di Banjar untuk ikut serta membersihkan sungai dan pantai pada waktu yang disepakati tanpa mengganggu jam belajar murid. Dalam komunitas ini ia menggerakkan Bajang-bajang (pemudapemuda dan remaja) Banjar juga
masyarakat untuk turut serta menjadikan Banjar sebagai wilayah yang asri karena memiliki potensi yang menurutnya sangat besar, dengan cara bergerak bersama. Dibantu pula oleh para kader PKK, kader Posyandu serta remaja masjid. “Sangat banyak potensi yang bisa digerakkan di kampung ini, kami punya pemuda, punya masyarakat, di sini juga ada pabrik kecap, pabrik roti ada pula bank sampah serta komunitas Kardus (Kampanye Hidup Bersih dan Sehat) yang bergerak di daur ulang sampah,” ujarnya. Semua potensi inilah yang kemudian digerakkannya dengan semangat gotong royong. –Nanik I. Taufan
Banjar Milik Bersama cukup baginya. Atas aktivitasnya sebagai Ketua Komunitas Peduli Sungai Perempuan, tahun 2015 Indi mendapatkan penghargaan Tupperware She Can. Kini bersama komunitas IBRA dengan dukungan masyarakat serta kelurahan setempat, ia terus mempersiapkan untuk membantu Kelurahan Banjar mewujudkan sebagai wilayah Ekowisata. Untuk mewujudkan hal ini, ia menyatukan seluruh potensi yang ada di Banjar. Pada tahun 2013, IBRA yang bekerjasama dengan kelurahan setempat telah menyelenggarakan lomba RT terbersih dengan hadiah satu ekor kambing dan bendera hijau untuk yang juara pertama. Sedangkan RT terkotor mendapatkan bendera hitam. “Hanya ada satu juara yakni juara pertama dengan bendera hijau,” ungkapnya. Membawa konsep Banjar menuju Ekowisata dari Kelurahan Banjar dengan segala inovasi dan kreatifitasnya, Indi dengan komunitas IBRA juga Kelurahan Banjar keluar sebagai Juara II Nasional dalam Lomba Komunitas Peduli Sungai di Yogyakarta pada tahun 2015 lalu. Semua itu diraihnya
Inspirasi
karena Indi berani bermimpi. “Berani mimpi itu penting. Karena dari mimpi yang disertai usaha sungguh-sungguh itulah semua bisa terwujud,” ungkapnya. Kini Indi bersama IBRA terus menuju proses mewujudkan mimpi Banjar sebagai desa Ekowisata. Masih banyak yang harus dilakukannya namun dengan semangat yang tetap terjaga, Indi merasa mampu melakukannya apalagi ia mendapatkan support yang besar dari seluruh elemen yang ada di Banjar. Kini IBRA telah memiliki sebuah Rumah Pintar yang diberi nama LIBRA yang
baru Februari 2016 lalu diresmikan. Di rumah pintar Libra yang berlokasi di samping rumah Indi ini terdapat perpustakaan yang buku-buku serta majalah dan bacaan lainnya dari sumbangan masyarakat. “Anak-anak sekolah yang rumahnya di barat pulang ke timur atau sebaliknya, biasanya mampir untuk membaca atau meminjam buku. Ada juga kursus gratis Bahasa Inggris untuk anakanak. Pengajarnya dari volunter yang mau berbagi,” ujar Indi yang manganggap potensi besar dari Banjar adalah anak-anak mudanya yang mau peduli. -Naniek I. Taufan
Indi saat menerima sumbangan buku dari LPA Mataram
Ny. Bintang Puspayoga ikut terlibat dalam mendekorasi lokasi acara berharap para tamu yang kebanyakan warna negara asing ini mendapatkan kesan Bali. Hiburan khas Bali seperti tabuh Semar Pegulingan, rindik, tari Kupu-Kupu, dan hiasan berupa gebogan, tamiang, serta cane sangat mendukung suasana ini. “Kami sengaja menampilkan anak-anak dan generasi muda untuk menari dan menabuh sebagai bentuk nyata bahwa generasi muda Bali menjaga budaya Bali. Dari sisi lingkungan, bahan-bahan yang dipakai hiasan juga bahan alami sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan stand yang ikut pameran merupakan mitra kerja dan binaan Kementerian Koperasi dan UKM. Ketika Megawati bersama rombongan tiba di lokasi pukul 19.00. Ny. Bintang Puspayoga dan beberapa pejabat di Bali seperti Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyatno, Bupati Badung Giri Prasta dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara turut mendampingi mantan Presiden RI ke-5 tersebut. Mereka menyempatkan diri berfoto di booth yang disiapkan di Ny. Bintang Puspayoga menerima novel lokasi acara. dari Helga Rif
Ny. Bintang Puspayoga bersama para pengisi acara dinner YKRI
YKRI merupakan organisasi yang didirikan 21 April 2001 sebagai lembaga perantara bantuan (yayasan) yang diperuntukkan bagi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Yayasan ini mendukung pelestarian keanekaragaman tumbuhan tropis Indonesia, khususnya spesies tumbuh-tumbuhan yang dikategorikan langka. Misi dari YKRI adalah memberikan kontribusi terhadap pelestarian spesies tumbuhan Indonesia yang hampir punah melalui program kolaborasi dengan kebun raya Indonesia, dengan mempromosikan dan mengumpulkan koleksi spesies tumbuhan yang hampir punah; eksplorasi tumbuhan; pembiakan spesies tumbuhan yang hampir punah; mendirikan suatu koleksi spesies tumbuhan tropis terlengkap di dunia; dan melindungi benih-benihnya bagi pemanfaatan secara potensial dimasa yang akan datang. Misi untuk memelihara pelestarian
Tingkatkan Inovasi dan Kualitas Produksi
Aktivitas Ny. Bintang Puspayoga cukup padat. Sebagai istri Menteri Koperasi dan UKM, ia ikut dalam kegiatan Hari Koperasi Nasional ke-69 di Jambi. Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM berkoordinasi dengan DWP Provinsi Jambi mengadakan kegiatan peduli dan berbagi dengan masyrakat prasejahtera di 3 desa. Mereka juga mengunjungi dan memberi santunan bagi anak-anak Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Sosial Anak (YKSA) Ainul Yaqien. Ny. Bintang Puspayoga didampingi istri Wakil Gubernur Jambi yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK dan Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj.Rahima Fachrori Umar menyempatkan melakukan peninjauan ke beberapa industri rumah tangga di Jambi. Saat mengunjungi usaha tas dari kulit ular, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Ker-
ajinan Nasional ini mengatakan dari hulu sampai hilirnya sudah ada di Jambi. Mulai dari bahan baku, produksi, dan pasarnya. Malah para perajin sudah memiliki pembeli. “Banyak potensi yang ada. Ada anak putus sekolah bersedia menjadi penenun. Untuk bantuan perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait. Saya bangga dan memberikan apresiasi un-
tuk perajin di Jambi,” tegas Ny. Bintang Puspayoga. Namun, ia memberi catatan, perajin harus terus meningkatkan inovasi, mengembangkan sumber dayanya, serta kualitas produksinya. Dari hasil kunjungannya tersebut akan dilakukan evaluasi, mana potensi besar yang ada mesti kembangkan, dan kekurangannya diperbaiki. –Sri Ardhini
Ny. Bintang Puspayoga ketika mengunjungi perajin di Jambi
Suasana dinner YKRI
spesies tumbuhan yang hampir punah secara jelas tercantum pada moto YKRI, yaitu “Membantu yang Hampir Punah dan Menyelamatkan yang Masih Ada”. Selain mengajak sahabat YKRI dan para dubes untuk dinner, Megawati juga mengajak mereka untuk mengunjungi Kebun Raya Eka Karya Begudul dan Istana Tampaksiring. Putri Proklamator RI ini berharap kekayaan alam seperti pepohonan, tumbuhan, dan bunga-bungaan asli Indonesia bisa dilestarikan untuk menghindari kepunahan. Duta Besar Zimbabwe untuk Indonesia Alice Mageza memberi apresiasi terhadap apa
yang sudah dilakukan Megawati bersama YKRI. “Terima kasih atas jamuan makan malam ini dan acara yang sudah dilakukan Ibu Megawati dan tim YKRI,” ujar Alice. Sepanjang acara, Megawati yang duduk bersama Ny. Bintang Puspayoga dan Alice Mageza juga menikmati hiburan yang dipersembahkan Dinas Pariwisata Sulawesi Utara sembari menyaksikan video tentang aktivitas YKRI. Di sela-sela dinner, mereka menerima ajakan untuk foto bersama undangan. Sebelum acara berakhir. Megawati dan Ny. Bintang Puspayoga juga meninjau stand-stand pameran di areal tersebut. –Ngurah Budi
Megawati Soekarnoputri bersama Ny. Bintang Puspayoga
6
Woman on Top
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Hari itu di salah satu ruangan Unique Ballroom, Hotel Harris Denpasar, terlihat penuh. Sekitar 7540 orang dari seluruh Bali, hadir untuk menyaksikan acara ”Launching Saskia Hardcup Milk Coffee dan Barbara Long Germanium Cofffee” pada Minggu (7/8).
R
upanya para BC Fiori yang datang dari Tabanan, Negara, Singaraja, Klungkung, Karangasem, Penatih, Gianyar, Kuta, Nusa Dua dan Denpasar. Undangan yang sebagian besar perempuan tersebut , penasaran ingin segera mengetahui seperti apa produk terbaru yang diluncurkan oleh Fiori. Pada acara yang dipandu oleh MC Manik Tenaya tersebut, serta dihadiri langsung oleh Otto Guswito, pemilik PT FVI ini setelah sambutan dari Dian Wulansari salah seorang BC dari Bali dan dari Management Fiori Pusat, Ivana, hadir Siane yang dengan gamblang menjelaskan tentang produk baru yang di launching. Siane menyampaikan pada seluruh undangan untuk melengkapi penampilan keseharian dengan Barbara Germanium agar tampil lebih ideal dan lebih sehat. Selain itu dikatakannya produk ini mampu menampilkan tubuh lebih ramping dari ukuran gaun Anda sebelumnya, hanya dalam hitungan kurang dari 5 menit. Dalam sekejab akan tampak ramping dan seksi secara menakjubkan dan tampil lebih percaya diri dengan cara mudah serta nyaman sepanjang hari, sebab produk ini juga sangat cocok digunakan setiap hari saat beraktivitas. Siane juga mengatakan kalau “Barbara” sangat membantu menopang tulang belakang, meratakan perut dan merampingkan pinggang mulai bagian bawah payudara sampai pinggul. Mengenai cara pemakaiannya, dimulai pagi hari sebelum makan dan dilepas pada malam hari setelah selesai makan/ tidak makan lagi. Hasilnya tanpa disadari mereka yang mengenakannya berhasil mengurangi porsi makan yang berlebihan, hingga lemak tubuh yang dipakai untuk energi dan proses perampingan terjadi. Dengan begitu, kita tidak perlu makan obat, tidak perlu pakai krim pelangsing, tindakan yang menyiksa atau operasi dengan risiko tinggi. Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan jika “Barbara” tersedia dalam 2 pilihan yakni Barbara Short dan Long Germsanium , dengan bahan power net dan lace . Memiliki i 4 spiral bone (stick) , 2 di depan agak samping untuk membentuk lekuk pinggang, dan 2 lagi di bela-
Tampil Ideal dengan Barbara Milk Coffee dan Barbara Germanium
Germanium dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan menyerap panas tubuh, mengumpulkan dan memancarkan kembali kebagian tubuh yang mengalami masalah sirkulasi darah. Germanium meningkatkan kemampuan sel untuk menghasilkan energi dengan meningkatkan suplai oksigen di dalam sel. Manfaat Germanium antara lain: 1. Memperbaiki mutu tidur, cukup 4 ~ 5 jam sehari 2. Melancarkan peredaran darah. 3. Meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh hingga merasa lebih segar. 4. Meningkatkan metabolisme tubuh. 5. Mencegah pertumbuhan bakteri. 6. Meningkatkan imunitas tubuh
Foto Bersama Semua BC FIORI Bali bersama Otto Guswito pemilik PT FVI
kang memaksimalkan perampingan serta memberi efek lebih ketat dan untuk menopang tulang belakang. Pilihan bagi yang suka agak ketat dan ingin proses pembentukan lebih cepat, layaknya putri keraton yang biasa pakai stagen ketat serta untuk yang memiliki lemak berlebihan pada bagian perut. Germanium merupakan mineral non logam/material yang memiliki karakteristik semi konduktor kuat yang berguna bagi tubuh manusia. Dr MD Ishigaki di Jepang mengaplikasikan Germanium pada band tangan untuk pergelangan tangan pasien. Setelah 12 menit, terbukti bahwa suhu tangan pasien telah meningkat lebih dari 32 derajat celcius. Dengan fitur ini terbukti
Pemenang Utama door Prize
week end. Coba sekarang sebutkan, selain karena dapat menonton film-film terbaru, hal apa yang membuat ingin menonton di bioskop. Saya yakin penyebab salah satunya adalah “sensasi” ketika berada dalam gedung bioskop. Cineplex group 21 terkenal dengan salah satu motonya yaitu “ Uncompromised Quality” (kualitas yang tidak dapat dikompromikan). Sensasi di atas sangat erat hubungannya dengan moto tersebut. Yang pertama kita lihat dengan gedung bioskop yang mewah dan modern, kemudian penggunaan teknologi yang terus diperbaharui. Bayangkan jika film sudah diproduksi dengan teknologi tertentu yang canggih tetapi ditayangkan di theater yang tidak menggunakan teknologi yang sama. Tentu hasilnya percuma saja bukan? Seperti efek gambar dan suara yang ditimbulkan tidak dapat dinikmati penonton dengan maksimal alias tidak dapat memberikan sensasi terhadap penontonnya. Gedung theater yang mewah dan modern, layar yang lebar, format suara Dobly Digital, pengaturan sound system THX, bahkan sampai dapat menggetarkan tempat duduk penonton, itu adalah hal-hal yang harus dipenuhi sesuai standar. Dan kita istilahkan dengan TEKS BOOK. Sudah ada aturan baku untuk diterapkan. Kalau kita amati, banyak perusahaan besar bahkan yang menengah dan kecil pun sudah mulai menstandarkan premises yang ada. Berbekal pengalaman pernah menjadi supervisor di HRD di BUMN tempat saya
Kelompok masyarakat tiga desa di Tuban mulai memproduksi sarung tenun. Kelom pok ini berada di ring I PT Semen Gresik di Kecamatan Kerek, Kecamatan Merakurak dan Tambakboyo.
S
ebelumnya mereka telah mengikuti pelatihan untuk membuat sarung tenun yang dilakukan perusahaan berbasis di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek tersebut. Pelatihan yang dilakukan perusahaan semen milik negara itu dilakukan sejak pertengahan 2015 lalu. Saat ini warga yang menjadi peserta pelatihan mulai memproduksi sarung tenun dengan merek Sarung Tenun Tuban. Meski sejauh ini produk
Warga Tuban Buat Sarung Tenun
masih dipasarkan di kalangan terbatas, namun sudah mampu menambah penghasilan bagi para wanita yang umumnya petani atau buruh tani. “Sampai saat ini masih dalam pendampingan selama satu tahun setelah pelatihan,” ujar Irfan Arif Abdillah, pendamping program pelatihan sarung tenun Tuban. Dalam program pelatihan ini terdapat sedikitnya 30 peserta. Seluruhnya merupakan warga ring satu yang tinggal di Desa Mliwang, Kecamatan Tambakboyo, Desa
Pada kesemptan tersebut dimeriahkan dengan banyak doorprize dan hadiah utama sepeda motor tersebut, Komang Sukartini salah seorang leader Fiori di Bali juga sempat menyampaikan testimoninya. – Sri Ardhini/bns
Testimoni dengan Ibu Ni Nym. Sukartini
Teks Book… Salam Senyum, Tax Amnesty… dua kata yang lagi ramai di jagad nusantara ini, terutama di kalangan para pemilik ‘asset’ dengan tag line yang sangat menyentuh…”Ungkap … Tebus … Lega”. Urutan tag line itu memberikan kemudahan pada pihak yang ingin segera menyelesaikan hal yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah berupa “Tax Amnesty”. Berbeda dengan Tax (dibaca teks) di atas, tulisan saya kali ini akan membahas tentang “teks book” di dunia service/layanan. Dari beberapa literatur yang saya baca dan dari pengalaman baik menjadi karyawan di bidang jasa yang juga dipadatkan menjadi seorang trainer berbagai perusahaan, service/layanan itu sendiri mengandung makna yaitu “keseluruhan pengalaman ketika berhubungan dengan perusahaan penyedia jasa, sejak pelanggan datang, berhubungan dengan petugas, fasilitas yang disediakan (premises), sampai merasakan manfaat dari jasa/ produk yang dibeli/digunakan oleh pelanggan. Di beberapa tulisan saya sebelumnya lebih membahas tentang orang yang melayani pelanggan (customer service), namun kali ini saya tertarik untuk mengungkapkan hal yang berhubungan dengan presmises/ fasilitas yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri. Ayoooo… pembaca setia .. siapa yang sering menonton film di bioskop? Saya dan keluarga termasuk gemar menonton film layar lebar dan selalu diagendakan ketika
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
bekerja, yang salah satunya membawahi bagian logistik. Dimana kita dituntut untuk menstandarkan premises di seluruh kantor yang ada di bawah wilayah kerja kita. Tentunya tidak sesulit menstandarkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melayani pelanggan, karena standar ini sudah TEKS BOOK ( sudah ditetapkan oleh manajemen tertinggi ) dan standar premises ini tentunya harus dilakukan copy paste untuk menunjang keberhasilan sebuah service/layanan. Sama dengan moto dari perusahan bioskop Cineplex 21, bahwa tidak ada kompromi untuk hal hal yang berbau premises. Sesuai dengan aturan yang sudah dibakukan, semua dibuat dengan list spect yang sudah ditentukan. Benar-benar teks book. Heheheheheh… Kembali dengan tag line Tax Amnesty yaitu “ungkap, tebus , lega”, dalam teks book di dunia layanan juga bisa kita tiru penerapan tag line tersebut. Ungkap…. Mari kita ungkapkan dengan MEMBACA aturan- aturan standar yang sudah menjadi kebijakan manajemen dalam menstandarkan premises. Seperti warna, bahan, bentuk, letak, ukuran, dan lain sebagainya. Dalam penerapannya, banyak hal yang dilalaikan karena berbagai alasan seperti faktor biaya, sulitnya mencari bahan, atau bahkan tidak mengetahui standar yang ditetapkan. Tebus… Mari kita tebus dengan melakukan PEMBENAHAN dengan nyata. Dan waktu penyelesaiannya sudah ditentukan juga. Contoh, menstandarkan tanda/ sign di seluruh ruangan kantor. Pernahkah kita pergi ke suatu tempat dan kita bingung mencari di mana toiletnya?... heheheh…
bahkan kita harus bertanya ke sana-ke mari untuk sekadar mencari ruangan kecil yang menjadi salah satu area publik. Naaah … untuk menstandarkan hal tersebut cukup dengan tidak lebih dari 1 hari saja kan? Lega… kelegaan ini sangat berkaitan dengan proses yang sudah kita lakukan. Dan kita sebut dengan KENYAMANAN… Aspek premises sangat membantu kepuasaan pelanggan kita karena kenyamanan dapat diciptakan dengan mudah, asal kita berkomitmen untuk melakukannya. Kalau pelanggan sudah nyaman, tentu mereka akan senang dan akan datang kembali ke perusahaan kita menjadi pelanggan yang setia. Pembaca setia Dhanis Art In Service, kita tahu bahwa memperbaiki layanan salah satunya juga mempunyai makna MENGAMBIL TINDAKAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI BAGI ORANG LAIN (Ron Kaufman:Uplifting Service). Ini merupakan kata-kata yang sederhana namun ampuh. Dan layanan bukan hanya dipandang juga diukur dari segi transaksi bisnis, kolega atau untung ruginya saja. Tetapi bagaimana layanan itu dapat menciptakan sebuah nilai bagi orang lain yang memuat tentang Humanisme (kemanusiaan). Mari kita memulai dengan TEKS BOOK.. memenuhi standar dari presmises yang telah ditentukan. Ingin mengetahui tentang standar-standar premises di bidang layanan? Silahkan hubungi Manajemen kami, dan kami siap membantu. Salam 3SP, Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com
Kedungrejo, Kecamatan Kerek dan Desa Sumberarum, Kecamatan Merakurak. Saat ini mereka yang telah mendapat pelatihan tersebut mampu menghasilkan 50 sarung tenun lebih per bulan. “Sekarang masih terbatas, mengingat perajinnya masih dikatakan belajar. Idealnya untuk menghasilkan satu sarung maksimal 2 hari, namun sekarang ini rata-rata masih satu minggu untuk satu potong sarung per orang,” ujar Irfan. Lebih lanjut dijelaskan pihaknya mendampingi mulai produksi hingga pemasaran, termasuk desain produk dan kemasannya. Sebab target Semen Gresik adalah mereka mampu menjadi mandiri nantinya. Sementara itu, pelatih tenun Tuban, Thioful Khoir mengatakan memproduksi sarung tenun memang perlu ketelatenan dan keuletan. Apalagi produk ini cukup rumit bagi orang yang baru menggeluti industri tenun. Untuk menjadi penenun profesional tidak cukup waktu satu dua bulan, namun paling sedikit satu tahun. “Memang target kami semua binaan ini mahir, nanti jika memang ini berhasil tidak hanya menenun, namun juga akan ada pelatihan lanjutan berupa pembuatan motif dan
19
Seorang warga di Tuban sedang memintal sarung tenun
pengolahan bahan dasar menenun. Kini mereka hanya memproduksi dari bahan setengah jadi,” katanya. Meski sementara ini pemasaran masih belum ditangani sendiri, mereka juga telah mendapatkan tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan rumah tangga. “Peserta semua petani, kalau tidak di ladang saat tanam atau panen ibu-ibu disini banyak yang menganggur. Ini bisa menambah penghasilan,” ungkap Kasifa, warga Kedungrejo, Kerek saat menenun. Banyaknya penghasilan mereka
tergantung banyaknya sarung yang diproduksi, per potong Rp 50.000, seminggu bisa dapat tiga. Itu pun jika mereka tidak pergi ke ladang untuk bertani. Sementara itu menurut Kepala Biro Humas dan CSR PT Semen Gresik, Wahyu Dharmawan, perusahaannya memang mempunyai program bantuan permodalan bagi pelaku UKM. “Bantuan itu memang ada, tinggal mereka mengajukan saja. Nanti akan ada tim yang bakal melakukan survei,” terang Wahyu. -Oso
Serangan Burung Repotkan Petani Tulungagung
Tanaman Padi yang diserang burung
Di musim seperti ini, tak banyak daerah di Jawa Timur yang dapat menanam padi. Terutama di daerahdaerah tadah hujan, seperti Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pasuruan, dan lain sebagainya. Tapi di Tulungagung, hampir semua lahan pertanian tumbuh subur tanaman padi. Karena di kota marmer ini, irigasinya berfungsi dengan baik. Persoalan kini, disaat padi mulai berisi, justru diserang ribuan burung pipit. Burung berukuran kecil ini, tidak hanya makan, tapi juga merontokkan biji padi. Hal ini seperti yang terjadi di lahan pertanian Desa Balerejo, Kecamatan Kauman. Di derah ini, hampir setiap hari para petani selalu direpotkan dengan keberadaan burung pipit ini. “Mulai pagi sampai sore, selalu saya jaga. Kalau nggak gitu, mana kebagian sama burung,” kata Mukalil, salah satu petani. Menurut Mukalil, kedatangan burung pipit ini, setiap hari jumlah-
nya mencapai ribuan. Karena pada saat burung hinggap di tanaman, semua hamparan padi terlihat warna coklat burung. Begitu diusir, burungburung ini terbang. Tapi tidak jauh. Mereka pindah ke lain tempat dan menghabiskan biji padi yang lain. Begitu seterusnya. Inilah yang membuat para petani jengkel dengan keberadaan burung kecil nakal ini. Untuk menanggulanginya, para petani di Desa Balerejo sepakat memasang jaring untuk melindungi tanaman padinya. Dengan demikian, burung diharapkan tidak dapat hinggap pada tanaman padi. “Kalau dipasang jaring seperti agak lumayan,” kata Mukalil sedikit lega karena tanaman padinya terlindungi dari serangan burung. Meskipun Mukalil harus mengeluarkan uang tambahan untuk beli jaring, ia mengaku lebih tenang. Sebab ia yakin, dengan pemasangan jaring secara serentak, masih ada sisa banyak tanaman padi yang bisa di-
panen. Paling tidak, ia menargetkan 80% panen. “Mudah-mudahan saja, yang penting kita sudah berusaha,” katanya santai. Serangan burung ini, memang bukan yang pertama kali terjadi di Desa Balerejo. Hampir setiap musim disaat tanaman padi mulai berbuah, serangan burung pipit ini selalu ada. Ibaratnya seperti ada gula ada semut. Namun tahun ini, masih kata Mukalil, serangan burung lebih besar dibanding yang sudah-sudah. Hal ini disebabkan, minimnya tanaman padi di daerah lain, sehingga burung menyerbu wilayah Tulungagung. Dengan kata lain persediaan makanan yang didapat burung di arena persawahan berkurang. Untuk itu, petani tulen ini berharap tanaman padinya segera menguning, dan memasuki musim panen. “Kalau sudah muncul padinya seperti ini, paling lama sebulan panen,” kata lelaki berkulit sawo matang ini. -Khoirul Abadi
Mukalil
Toyota Calya Hadir di Bali
Auto2000 memperkenalkan Toyota Calya di Bali melalui event yang dilaksanakan di lapangan Renon, Denpasar, 12-13 Agustus 2016. Sebelumnya All New Calya diperkenalkan secara nasional melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Tangerang. Biyouzmal, Operation Manager Auto2000 area Kalimantan-Bali menjelaskan Calya hadir dengan target keluarga muda dan pemilik mobil pertama. Nama Calya diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya sempurna. Sebagai mobil yang masuk di segmen new entry MPV, Calya diharapkan menjadu kendaraan sempurna bagi konsumen. Peluncuran Calya di Bali ditandai dengan penyerahan mobil kepada pembeli pertama yang bernama I Nengah Suwadi. Biyouzmal turut didampingi Sayifuddin (Kepala Cabang Auto2000 Gianyar), Haris Prasetya (Kepala Cabang Auto2000 Denpasar), Wahyu Adhie (Kepala Cabang Auto2000 Sanur), Triyana Anom (Kepala Cabang Auto2000 Tabanan), dan Jun Felix (Kepala Cabang Auto2000 Singaraja). –Ngurah Budi
18
Edisi 914/15 - 21 agustus 2016
Endek Buleleng merupakan salah satu produk kebudayaan lintas generasi yang keberadaanya saat ini mulai diminati. Hal ini terbukti dari lembaga-lembaga pemerintahan dan sekolah-sekolah yang menggunakan kain endek sebagai seragam resmi. Ini lantaran endek memiliki banyak motif yang indah.
l a iv n r a C k e d n E g n le Bule
Jadikan Endek Komoditas Unggulan Buleleng
P
emkab Buleleng melalui Badan Perencanaan d a n Pe m b a n g u n a n Daerah (Bappeda) menggelar Buleleng Endek Carnival (BEC) ke-3 tahun 2016 sebagai ajang promosi dan membangkitkan kembali semangat perajin Endek Buleleng, Jumat (5/8). Sejak pertama dilaksanakan, peran BEC dirasa sangat membantu dalam promosi sehingga setiap tahunnya produksi endek terus meningkat dan pemesannya pun tidak hanya masyarakat lokal melainkan mancanegara. Kepala Bappeda Buleleng Gede Darmaja, mengatakan sejak pertama kali pelaksanaan BEC yang menjadi target adalah kain endek
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membuka BEC
khas Buleleng menjadi komoditas unggulan Buleleng. “Ketika orang berbicara batik, akan identik de ngan Pekalongan, begitu juga kami
harapkan ketika seseorang berbicara endek tujuannya adalah Buleleng,” paparnya. BEC tahun ini mengangkat tema
“Metamorfosis Endek Den Bukit” yang merupakan perkembangan endek baik dari segi motif, desain maupun fungsi dari masa ke masa.
Life Para peserta lomba dituntut dapat berkreasi sebab tema yang diambil mengharuskan peserta untuk berimajinasi. “Mereka harus menciptakan sebuah kreasi karena yang menjadi bahan penilaian adalah bagaimana endek tempo dulu, sekarang, dan masa depan,” jelas Darmaja. Ia juga mengungkapkan kain endek yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin menyebabkan harga yang sulit dijangkau oleh masyarakat. Hal tersebut menyebabkan banyak masyarakat yang ingin menggunakan endek namun terkendala oleh harga selangit. Melalui BEC, pemerintah ingin para perajin memproduksi endek mulai dari harga terendah, menengah, dan harga tertinggi. “Kalau endek bisa dibeli oleh semua lapisan masyarakat maka sangat diyakini usaha mikro dapat berkembang,” imbuhnya. Ini merupakan tantangan bagi perajin endek untuk dapat membuat produk dengan berbagai kualitas tergantung dari sasaran yang akan menjadi pembeli. BEC kali ini tidak hanya melibatkan para desainer melainkan para perajin endek, sejumlah sekolah, dan komunitas-komunitas yang ada di Buleleng. “Secara keseluruhan peserta carnival kurang lebih 800 orang yang akan diikuti oleh peserta pawai pembangunan,” lanjutnya. Ke depannya BEC bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik dari pengetahuan perancana ngan busana carnival maupun melatih kepercayaan diri generasi muda. BEC juga jadi ajang hiburan bagi masyarakat Buleleng serta pengembangan perekonomian bagi para perajin endek Buleleng. Ajang itupun mendapat apresiasi positif masyarakat. Terbukti Jalan Ngurah Rai, tempat berlangsungnya BEC dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan acara tersebut. -Wiwin
Tumbuhkan Kecintaan Kawasan Bahari Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaknai hari kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya adalah lomba perahu layar. Merupakan agenda tahunan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap kawasan bahari. Lomba yang mengambil start di Pantai Kerobokan kecamatan Sangsit tersebut diikuti oleh 103 peserta. Kepala Diskanla Ni Made Arnika mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun lalu. “Tahun lalu sekitar 80an tetapi sekarang sudah ada peningkatan,” jelasnya di sela-sela lomba pekan
lalu. Peserta lomba berasal dari 6 kecamatan dari Buleleng yang memiliki wilayah pantai atau pesisir di antaranya kecamatan Gerokgak, Banjar, Seririt, Buleleng, Sawan, dan Tejakula. Arnika mengungkapkan jika panitia lomba membebaskan besar layar yang digunakan asalkan setiap perahu dikemudikan oleh dua orang juri kemudi. “Kami bermaksud melestarikan warisan bahari tradisional perahu layar yang tidak menggunakan mesin dan ramah lingkungan,” lanjutnya. Disamping itu, lomba tersebut dimaksudkan untuk mengasah ketrampilan mengemudikan perahu serta ketahanan fisik para nelayan. Lomba ini jadi khas karena harus ada keahl-
ian para nelayan untuk membaca arah angin. “Nelayan yang paling tanggap memanfaatkan arah angin dialah yang berkesempatan menjadi juara,” jelas Arnika. Sementara itu, wakil Bupati Buleleng Dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG yang secara resmi membuka lomba perahu layar mengatakan tahun depan hadiah bagi pemenang lomba harus ditambah dari hadiah total yang diperebutkan Rp 25,5 juta. “Tahun depan anggaran mesti ditambah, minimal kalau dapat TV harus di atas 30 inch,” kata Sutjidra. Lomba yang mengambil garis finish di Pantai Binaria desa Kalibukbuk tersebut menempuh jarak sekitar 15 km dengan waktu tem-
puh kurang lebih 2 jam. Tak pelak, tahun ini Arnika sangat mempersiapkan segala sesuatunya tidak terkecuali kesehatan para peserta lomba. Arnika mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi tekait. Guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dalam pelaksanan lomba, pihaknya telah mengasuransikan seluruh peserta lomba. Sebelum mengambil start, seluruh peserta juga akan menjalani cek kesehatan untuk memastikan peserta dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. “Karena lomba ini memerlukan tenaga yang besar, pesertanya wajib dalam keadaan sehat dan prima,” imbuhnya. Masyarakat yang menunggu
yang menyaksikan perlombaang dari garis start maupun garis finish pun sangat antusias. Bahkan masyarakat di Lovina baik lokal maupun mancanegara yang berduyun-duyun ingin menonton datang dua jam sebelum perahu sampai di garis finish. Komang Budayasa yang berasal dari banjar Munduk desa Anturan mengatakan sebagai masyarakat lokal dirinya sangat mengapresiasi adanya lomba perahu layar, karena mampu menunjang kunjungan wisatawan lokal maupun asing. “Terkadang di hari biasa kunjungan wisatawan sepi, dengan adanya atraksi ini wisata Lovina semakin ramai pengunjung,” tandasnya. -Wiwin
Story
Zahra (25) tertunduk di dekat makam kakak laki-laki yang semasa hidupnya sama sekali tidak pernah dengannya. Sedari awal proses pemakaman di salah satu pemakaman umum di Kota Mataram, ia hanya berdiri di pojok areal makam tersebut sambil menangis. Sesekali orang memperhatikannya mengira bahwa ia adalah keluarga dari yang meninggal. Namun, tidak seorang pun dari keluarga orang yang dimakamkan itu mengenalnya. Hanya ada satu orang dari pengantar jenazah tersebut yang mengenalnya, Ardian yang merupakan kawan kuliahnya.
S
ebelum jenazah datang ke pemakaman, Zahra sudah menunggu dengan wajah sedih. Ia berdiri sampai seluruh proses pemakamam usai. Lalu, setelah seluruh prosesi pemakaman selesai dan semua pengantar jenazah pulang, Zahra mendekati makam tersebut. Kedua tangannya diangkat sembari mendoakan kakak laki-laki, saudara yang tidak pernah ia kenal semasa hidupnya. Air matanya berlinang hingga fajar menyingsing dan ia beranjak pulang. Kisah hidup Zahra rupanya penuh dengan kesedihan. “Dia tahu yang meninggal itu kakaknya, namun ia tidak berani mengatakan hal tersebut,
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Pertemuan Pertama dan Terakhir khususnya pada keluarga kakaknya,” ujar Ardian. Zahra lahir dari ibu yang merupakan istri kedua dari ayah kakaknya yang baru saja meninggal itu. “Perkawinan resmi yang dilakukan ibu dan ayahnya memang dilakukan secara diam-diam,” ujar Ardian yang baru saat ke pemakaman mengetahui jika Zahra adalah adik dari sahabatnya yang meninggal itu. Pulang dari pemakaman itulah Zahra bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya. Sesungguhnya hidup Zahra bersama ayah dan ibunya sangat bahagia hingga suatu ketika saat ia berusia 10 tahun semua berubah. “Ibu tirinya (istri pertama ayahnya) mendatangi mereka dengan caci maki yang keji,” kata Ardian. Seingat Zahra sejak itulah ayahnya tidak pernah kembali. Ia hanya mendengar kabar bahwa istri pertamanya melarang ayahnya mengunjungi mereka. “Bahkan akhirnya memintanya untuk menceraikannya,” ujarnya.
Mozaik
Perceraian ayah dan ibunya terjadi saat ia berusia 11 tahun dan Zahra tidak pernah lagi bertemu dengan ayahnya. Hingga akhirnya saat ia berusia 18 tahun ayahnya sakit keras di rumah istri pertamanya dan ia ingin sekali menjenguknya. Zahra yang telah dewasa itu datang dengan harapan bisa
patnya. “Yang menyakitkan bagi Zahra adalah ia dituduh datang hanya untuk menanti kematian ayahnya agar ia dapat memperoleh warisan,” kata Ardian. Ketika Zahra pulang dengan wajah sedih, ibu tirinya mengucapkan katakata yang sangat menyakitkan bahwa ia diharamkan untuk menjenguk ayahnya lagi. Sejak itulah ia tidak pernah bertemu dengan ayahnya hingga ayahnya meninggal tahun 2007 lalu. Ia hanya sempat melihat jenazah ayahnya saat pemakaman dilakukan. Itu pun dari jauh karena ia tidak berani mendekat. Hal yang sama juga terjadi ketika ia ingin sekali mengantar kakak laki-lakinya itu untuk terakhir kali namun ia tidak berani mendekat. Sudah lama sesungguhnya Zahra ingin bertemu kakaknya namun takut pada ancaman ibu tirinya. www.hipwee.com Zahra tidak mengetahui bahwa kakak laki-lakinya itu memiliki menjenguk ayahnya yang tengah sakit sifat yang baik dan juga selama ini telah keras. Namun apa lacur, ibu tirinya berniat mencari keberadaannya. “Saya menghalanginya dan kembali mengum- tahu kakak laki-lakinya, sahabat saya itu ingin mencari adik perempuannya itu, tapi tidak tahu harus ke mana. Sementara saya sendiri tidak tahu kalau yang dimaksud itu adalah Zahra. Maka pertemuan saya dengan Zahra di pemakaman itulah baru saya mengetahuinya,” kata Ardian yang kaget bukan main saat mengetahui hal itu. Sahabatnya itu pernah bilang, bahwa adik perempuannya itu pasti membutuhkannya ketika ia menikah karena ia satu-satunya saudara laki-lakinya. tetap bertahan menjalankan usahanya sebab masih Zahra sendiri tidak memiliki saudara memiliki beberapa langganan dari hotel-hotel yang lainnya. Maka dalam hal perwalian nikah, kakak laki-laki satu-satunya itulah di Hawaii, Jamaica, dan beberapa negara lainnya. yang akan menjadi wali nikahnya setelah
Pelapah Pisang Kombinasi Pasir dan Air Brush Sebagai salah satu tempat tujuan wisata bagi orang asing, kabupaten Buleleng menawarkan berbagai jenis kerajinan yang dibuat untuk meningkatkan perekonomian. Mulai dari kerajinan sederhana dengan cara dan bahan pembuatan yang unik hingga kerajinan yang memiliki nilai estetika dan harga jual tinggi. Salah satu kerajinan yang masih tetap ada hingga sekarang adalah berbagai jenis barang-barang yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan seperti pelepah pisang. Desa Ambengan merupakan salah satu tempat yang masih memroduksi berbagai jenis kerajinan dari pelepah pisang. Ketut Rasio adalah salah satu pemilik industri rumahan yang saat ini masih mengandalkan kerajinan pelepah pisang sebagai tumpuan ekonomi keluarganya. “Saya melanjutkan bisnis dari kakak ipar yang sejak tahun 1995 sudah menekuni usaha ini, namun saya mulai bergabung pada tahun 2011,” paparnya. Menurutnya, kerajinan dari pelepah pisang sudah menjadi ikon bagi desa Ambengan. Bahkan produksiannya pun tidak pernah sepi, akan tetapi sejak krisis moneter hingga krisis global yang melanda, ia kehilangan para pelanggan dari berbagai negara. Omzet ratusan juta rupiah yang pernah diraup setiap bulannya harus direlakan. Meskipun saat ini peminatnya tidak sebanyak dulu, Rasio
Kerajinan dari pelepah pisang
“Tetap dijalankan meskipun omzet saat ini menurun drastis,” imbuhnya. Barang-barang yang dibuat dari bahan pelepah pisang biasanya berupa bingkai foto, buku tulis kecil, buku tulis besar, dan buku catatan. Harga terendah mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 23 ribu tergantung dari ukuran. Pria kelahiran 14 April 1975 itu juga mengatakan bahwa meski bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan dari alam akan tetapi saat ini bahan-bahan tersebut tetap dibeli. “Biasanya pakai pelepah pisang maupun buah lentoro kalau mau cari gampang karena banyak hidup liar, namun kami membeli bahan-bahan tersebut dari warga di sini,” jelasnya. Bahan baku yang serba dibeli membuat keuntungan yang di dapat tidak seberapa. Meskipun demikian, Rasio tetap mempertahankan usahanya karena merasa senang usahanya dapat menyerap tenaga kerja lokal yang ada di sekitar rumah. “Pekerjanya orang-orang dari sini biasanya mereka bekerja di rumah kalau sudah selesai baru di bawa ke sini,” ujar Rasio. Pria yang sekaligus menjadi petani tersebut juga menuturkan bahwa untuk menarik minat para pembeli, ia sengaja melakukan inovasi terhadap hasil produk yang dihasilkan. “Kalau biasanya hanya pakai bahan pelepah pisang saat ini kami mencoba mengombinasikannya dengan pasir dan air brush,”katanya. Uniknya ide tersebut muncul dari pembeli asing yang ingin memesan kerajinan dikombinasikan dengan pasir dan cat. Untuk membuat kreasi tersebut ia harus memesan desain sehingga harga jualnya menjadi lebih tinggi. Ditanya soal pemasaran, ia mengatakan hanya melayani pasar ekspor, karena di pasar lokal usahanya kalah saing dari segi harga. “Kalau jualnya ke orang lokal pasti kalah di harga sebab kami kan statusnya pengepul,” tegasnya. Namun, Rasio mengklaim bahwa barang-barang kerajinannya dapat bersaing. -Wiwin
7
ayahnya tiada. Lagi pula, ayahnya juga tidak memiliki saudara laki-laki. “Maka sahabat saya yang meninggal itulah yang akan menjadi wali nikahnya,” kata Ardian. Itulah sebabnya sahabatnya itu ingin sekali bertemu dengan Zahra. Di hari meninggalnya kakak lakilakinya itu, Zahra yang telah memakai hijab tidak banyak yang mengenalinya. Ia sangat ingin melihat wajah kakaknya tersebut. karena para pelayat sangat ramai, Zahra memberanikan diri mendekat dan masuk ke rumah ibu tirinya itu demi bisa melihat wajah kakaknya, karena tiap pelayat dapat melihat membuka wajah sebagai penghormatan terakhir. “Zahra menahan air matanya untuk tidak menangis agar tidak menimbulkan kecurigaan keluarga yang ada di sekitar jenazah kakaknya itu,” kata Ardian. Orang-orang menganggapnya sebagai pelayat dari kawan, sahabat atau kerabat serta tetangga dan juga kenalan sehingga ia bisa dengan leluasa masuk tanpa bisa dikenali dengan detil wajahnya. Tak dapat menahan sedih, Zahra kemudian pergi dari rumah tersebut menuju pemakaman dan menangis sejadi-jadinya di dekat lubang makam kakaknya yang telah digali. Berjam-jam ia duduk menanti jenazah kakaknya sampai tiba di pemakaman usai Salat Ashar. Itulah terakhir kalinya ia melihat jasad kakak laki-lakinya yang tertutup kain kafan dimasukkan ke dalam liang lahat. Kakaknya yang menurut cerita orang-orang adalah laki-laki yang berhati mulia. Di sinilah ia bertemu Ardian yang mengungkapkan bahwa kakaknya itu sudah lama ingin mencarinya. “Kenapa kamu melayat ke sini? Siapa mu yang meninggal ini?” tanya Ardian pada Zahra di pemakaman. “Yang meninggal ini adalah kakak saya,” ungkap Zahra kala itu. Sayang sekali pertemuan pertama dan terakhirnya dengan kakaknya itu setelah ia tiada. Padahal jika saja ada momentum yang mempertemukannya dengan Ardian dalam peristiwa lain, mungin kakak beradik ini sudah lama bisa bertemu. “Tapi begitulah tampaknya perjalanan hidup Zahra,” kata Ardian yang juga mengungkapkan bahwa tidak lama lagi Zahra akan menikah. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Tanamankan Semangat Nasionalisme sejak Dini
17
Suasana Taman Kota Lumintang, Jumat (12/8) didominasi merah dan putih. Mereka mengikuti Parade Merah Putih yang diadakan IGTKI PGRI Kota Denpasar. Pesertanya tak hanya anak-anak TK se-Kota Denpasar, orangtua pun turut mendampingi anaknya.
“P
arade Merah Putih merupakan kegiatan rutin kami menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatannya berupa parade di sekitar Taman Kota sambil menampilkan beberapa atraksi dan membawa bendera merah putih. Kami ingin menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotik sejak dini,” ujar Nyoman Darmini, S.Pd. M.Pd,, Ketua Panitia Parade Merah Putih AnakAnak TK se-Kota Denpasar. Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini menambahkan melalui kegiatan ini, anak-anak akan mencintai tanah air dan mengenal sejarah perjuangan bangsa. Selain kegiatan Parade Merah Putih, anak-anak TK Negeri Denpasar juga diajak untuk berkunjung ke Museum Bali untuk melihat peninggalan sejarah di zaman penjajahan hingga kemerdekaan. Sementara itu, Drs. Tjok Istri Minggu Wathini, M.Pd. sebagai penggagas Parade Merah Putih menuturkan, awalnya kegiatan ini hanya dilakukan TK Negeri Pembina Denpasar beberapa tahun silam sebagai bagian dari tema cinta tanah air. “Kami pawai keliling sekolah hingga membuat jalan macet. Kami juga ditegur polisi karena tidak memberitahu kegiatan. Setelah dua kali, akhirnya kami koordinasi dengan pihak kepolisian dan peserta bertambah dari TK-TK di gugus Mawar Denpasar Utara,” ungkap mantan Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini. Kegiatan kemudian mendapat dukungan Wali Kota Denpasar kala itu AA Ngurah Puspayoga
dan dilanjutkan Wali Kota berikutnya IB Rai Dharmawijaya Mantra. Hingga kini, Wali Kota dan bersama istri, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang juga didaulat sebagai Bunda PAUD selalu hadir dalam kegiatan Parade Merah Putih. “Kami ingin anak-anak mendapat materi pembelajaran langsung dengan mengamati dan menceritakan. Melalui Parade Merah Putih, mereka sekaligus belajar tentang cinta tanah air dan negaraku. Jadi materi tidak hanya di kelas saja, tetapi langsung di lapangan. Memori anak kecil akan merekam semua yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Nanti, setelah besar baru mereka sadar, ternyata kegiatan yang dilakukan dulu itu, ini lo manfaatnya,” jelas Tjok Minggu. BALI MERAH PUTIH Kegiatan yang berkaitan dengan semangat nasionalisme juga dilakukan Korem 163/Wirasatya dan Kodam IX/Udayana dengan program Bali Merah Putih. Kegiatannya berupa pengibaran 17 bendera merah putih ukuran besar, 8 bendera ukuran sedang dan 2.016 bendera ukuran kecil serta 71 layang-layang merah putih di Pantai Kuta. “Untuk menjadi pemimpin harus disiapkan sejak dini. Salah satuya dengan pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan bela negara. Pemimpin inilah yang nantinya akan melanjutnya perjuangan untuk mengisi kemerdekaan RI,” tegas Danrem 163/Wirasatya Kolonel (Inf) I Nyoman Cantiasa. Danrem pun menghimbau
Danrem 163/Wirasatya melepas peserta Bali Merah Putih
Gubernur NTB
Wakil Gubernur NTB
Dr. TGH. M. ZAINUL MAJDI, M.A.
H. MUH. AMIN, S.H., M.Si.
Peserta parade Merah Putih se-Kota Denpasar
kepada masyarakat agar senantiasa memberikan perhatian yang lebih kepada dunia pendidikan karena mendidik generasi muda merupakan tanggung jawab kita semua. Jika para orangtua sibuk bekerja dan cenderung sedikit menanamkan nilai-nilai perjuangan tersebut kepada anaknya, maka TNI bersama para guru dan stakeholder harus berperan. “Saya perintahkan Dandim dan
Danramil tiap hari masuk ke sekolah-sekolah untuk menggelorakan bela negara dan wawasan kebangsaan. Jangan dibiarkan anak-anak kita tidak terarah dan rasa nasionalismenya berkurang,” tegas Cantiasa. Menurutnya pembinaan bela negara itu harus dilakukan dengan simultan dan menyeluruh. Dimulai dengan tingkat pelajar hingga masyarakat umum. Selain untuk
memupuk dan menguatkan rasa nasionalisme, pembinaan tersebut menjadi bagian upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa. Pihaknya masuk ke sekolah-sekolah karena tunas-tunas bangsa dididik di sana sehingga harus mendapat pembinaan cinta tanah air. Jangan sampai mereka gampang terjerumus ke hal-hal negatif yang justru merugikan bangsa ini. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
PRABU KANTONGBOLONG
Ketika kerajaan Amarta yang diperintah oleh Prabu Yudistira mengalami malapetaka, keadaan istana kalang-kabut. Ditambah lagi menghadapi serbuan kerajaan-kerajaan tetangga. Keluarga Made Taro kerajaan harus mengungsi. Mereka terpaksa menitipkan selembar surat sakti yang sangat dirahasiakan itu kepada panakawan yang bernama Petruk. “Amankanlah surat itu, jangan sampai jatuh ke tangan musuh! Kalau keadaan sudah aman, serahkanlah kembali surat itu kepada keluarga Pandawa,” demikian perintah Raja. Petruk yang bertubuh kurus, jangkung, dan berhidung mancung itu sangat senang menerima surat sakti itu. Ia sangat dipercaya keluarga Pandawa karena setia, rajin dan patuh. Namun setelah surat sakti itu berada di genggamannya, ia berubah pikiran. Katanya, “Sekaranglah saat yang tepat untuk mengubah nasib. Tak perlu selamanya menjadi abdi. Sekali-sekali jadi orang kelas ataslah!” Ia menguji-coba surat itu berkali-kali di rumahnya. “Benar-benar ampuh!” serunya. Setiap dibuka, surat itu memancarkan cahaya panas, sehingga tak suatu pun yang luput dari bahaya. Maka, tak perlu berpikir panjang lagi, ia mendatangi sebuah kerajaan. Dengan memperlihatkan surat itu, semua prajurit, pengawal istana dan rajanya tunduk kepadanya. “Hai, Rakyatku!” katanya di depan rakyat kerajaan baru itu. “Aku bukan Petruk yang dulu, tetapi seorang raja. Namaku sekarang adalah Prabu Kantongbolong. Kerajaanku bernama kerajaan
Kantongbolong. Ingat itu baik-baik!” Raja yang beruntung itu lupa sama sekali akan riwayatnya. Ia merasa diri sangat sakti, berkuasa dan ditakuti semua raja. Ia pun tak segan-segan menyerbu kerajaan-kerajaan lainnya. Berkali-kali ia berpidato di kerajaan yang baru ditaklukkannya itu, “Rajamu sekarang adalah Prabu Kantongbolong! Ingat itu baik-baik!” Syahdan, berita tentang Prabu Kantongbolong yang tak lain adalah si Petruk, sampai pula ke telinga Yudistira dan Kresna. Ketika kedua raja itu bertemu, tiba-tiba mendapat surat dari Prabu Kantongbolong. Isinya, “Hai, Yudistira raja Amarta, dan Kresna raja Dwarawati! Mulai saat ini kedua kerajaan itu berada di bawah kekuasaanku!” Kedua raja itu sangat marah lalu sepakat untuk bersama-sama menghadapi musuh yang sombong itu. Dibuatnya sebuah akal. Mereka menunjuk tiga panakawannya, Semar, Gareng dan Bagong, mengintai Prabu Kantongbolong. Tiga panakawan itu tak lain adalah keluarga Petruk. Pada saat raja yang sombong itu tidur lelap, ketiga panakawan itu masuk ke peraduan raja. Mereka lalu mencekik leher raja dan mencopot mahkotanya. Dari dalam mahkota itu keluarlah surat sakti yang dirahasiakan itu. Prabu Kantongbolong tidak berdaya. Ia kembali menyadari dirinya sebagai panakawan yang bernama Petruk. Di depan ayahnya, Semar, kakaknya, Gareng, dan adiknya, Bagong, ia menghormat dan minta maaf. Raja Yudistira dan Raja Kresna kemudian mengumumkan bahwa keamanan kerajaan telah pulih kembali. Karena si Petruk, mantan Prabu Kantongbolong itu telah menyadari kesalahannya dan mohon maaf, maka ia mendapat pengampunan dan diterima kembali menjadi panakawan di Kerajaan Amarta. (Jawa)
GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT ATAS NAMA PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Mengucapkan
Terima Kasih dan Penghargaan Setinggi-tingginya atas Peran dan Partisipasi Seluruh Pihak dalam Menyukseskan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016 Gubernur NTB
Dr. TGH. M. ZAINUL MAJDI, M.A.
Semoga Allah SWT selalu Memberkahi Kita melalui Ayat-ayat Suci yang Menggema di Bumi Nusa Tenggara Barat, Amin.
Wakil Gubernur NTB
H. MUH. AMIN, S.H., M.Si.
16
Edukasi
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Dari serangkaian seleksi dan pembekalan selama sebulan, akhirnya pasangan I Gede Hadika Kresna Wirawan dan Ni Nyoman Clara Listya Dewi berhak menyandang gelar sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2016. Selanjutnya, mereka akan mewakili Bali dalam pemilihan Duta Bahasa Nasional di Badan Bahasa Jakarta pada bulan Oktober 2016.
M
alam Final Pemilihan Duta Bahasa yang merupakan agenda tahunan Balai Bahasa Bali tersebut dilangsungkan di Gedung Citta Klangen ISI Denpasar, Sabtu 6 Agustus 2016. Acara dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, perwakilan ISI Denpasar, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jegeg Bagus, duta-duta yang ada di Bali, serta perwakilan para sponsor. Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Drs. I Wayan Tama, M.Hum., optimis tahun ini Bali akan kembali meraih peringkat nasional, meski persaingan dari tahun ke tahun makin ketat. “Kami sangat optimis, karena untuk mencapai puncaknya, Duta Bahasa Bali ini diberikan berbagai tempaan sehingga kualitasnya luar biasa,” ucapnya optimis. Pemilihan Duta Bahasa dimaksudkan sebagai salah satu upaya pembinaan bahasa dan penumbuhan kesadaran penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di kalangan generasi muda. ”Seorang duta bahasa harus memiliki kemahiran berbahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah yang dapat menjadi contoh bagi kaum muda lainnya. Mereka akan menjadi mitra Balai Bahasa dalam upaya pembinaan bahasa dan menjadikan generasi yang
Bermain perang-perangan biasanya dilakukan anak-anak di halaman rumah. Bagaimana jika orang dewasa yang main perang-perangan? Wahana yang tersedia di Keramas Park bisa menjadi pilihan. Apa saja syaratnya agar bisa jadi pemain perang? Helm, rompi, dan senjata laras panjang sudah tertata rapi. Ada rompi warna hitam dan ada yang warna hijau. Masing-masing regu terdiri dari 5 orang. Regu hitam versus regu hijau. Begitu rompi dipakai, senjata disandang, dan helm dipasang, Anda serasa prajurit yang siap berperang di medan tempur. Lokasi perang berada di areal seluas 20 are di Keramas Park. Semak-semak dan pohon sengon yang tumbuh di areal tersebut membuat pemain serasa berada di tengah hutan. Sebelum mulai perang, instruktur akan memberikan rambu-rambu tentang permainan ini. “Masing-masing pemain dibekali magazin yang isinya 300 peluru. Permainan selesai begitu peluru habis. Harap diingat, jangan sesekali membuka helm saat permainan berlangsung atau Anda berada di area perang. Jangan melewati garis batas areal ini,” ujar Ketut Astawa, Operational Manager Keramas Park yang mendampingi instruktur permainan air soft gun ini. Setelah kedua regu siap, permainan pun dimulai. Suara tembakan mendesing. Pergerakan pemain di “hutan kecil” sangat rapi. Ada yang merayap, ada yang jalan jongkok. Tak jarang terdengar suara mengaduh bagi yang kena peluru dibarengi dengan suara tawa dari teman atau musuhnya. Semua bergembira menjadi pasukan tempur. Bagi yang pelurunya habis, langsung angkat senjata dan keluar dari arena.
Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali 2016
Hadika dan Clara Wakili Bali ke Tingkat Nasional mampu mengomunikasikan gagasan secara berkualitas,” ujar Wayan Tama. Ia menegaskan, bahasa adalah pembentuk manusia yang sesungguhnya. Bahkan, jika ditinjau dari faktor kebahasaan, bahasa merupakan pendobrak kaum penjajah dulu. Dengan slogan “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah (Bahasa Bali), Pelajari Bahasa Asing”, sehingga repertoar kebahasaan kita di Bali bisa tertata dengan baik. “Ini yang disebut penguasaan multilingual yang sejajar, kita harus mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar, berbahasa daerah yang tertata, dan berbahasa asing yang baik. Ketiganya kita perlukan tapi bisa menyesuaikan situasi dan kondisinya,” ucapnya. Tahun ini, jumlah peserta meningkat cukup signifikan. “Tahun lalu pesertanya kurang dari 75 orang, tapi tahun ini hampir diikuti 100 peserta. Pesertanya masih didominasi kaum peremI Gede Hadika Kresna Wirawan dan puan, meskipun kualitas Ni Nyoman Clara Listya Dewi terpilih peserta laki-laki juga sangat menjadi Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2016 bagus,” papar Koordinator Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali I dan daerah, serta menguasai salah satu bahasa asing. Calon peserta diwajibkan Nyoman Sutrisna, S.S. Mereka yang mengikuti pemilihan untuk mengirim karangan argumentasi ini telah memenuhi kriteria, di antaran- dalam bahasa Indonesia dengan tema ya pemuda dan pemudi berusia 18-25 “Pemuda dan Bahasa”. Dalam proses Pemilihan Duta Batahun, ber-KTP Bali, belum menikah, berkepribadian dan berpenampilan hasa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2016 menarik, mahir berbahasa Indonesia ini melibatkan tiga pakar bahasa sebagai
Serunya Bermain Air di Keramas Park
tim juri utama. Mereka adalah Drs. I Nyoman Clara Listya Dewi, I Made Dwi Wayan Tama, M.Hum. (Balai Bahasa Hita Darmawan, Gek Ayu Krismayogi, Provinsi Bali), Drs. I Made Madia, I Wayan Adi Pranata, S.Ked., Novita M.Hum., dan Dr. I G.A.A. Mas Tri Ad- Mulyana, Kadek Hendra Darmawan, nyani, S.S., M.Hum. (keduanya adalah Putu Ayu Adiyanti, I Komang Sukarma, dosen Fakultas Sastra dan Budaya, Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, I Putu Universitas Udayana). Tim Juri Utama Rama Candra, Anak Agung Istri Devi ini didampingi oleh beberapa praktisi Wulandari, I Wayan Juniartawan, Gusti dari Duta Bahasa Nasional dan dari Ayu Made Dwi Adi Susanti, I Wayan komunitas yang ahli di bidangnya. Dedi Putra, Ni Kadek Desiani, Putu Sutrisna menjelaskan seleksi pada Bagus Mahardika, dan Ayu Riesky. tahun ini diawali dengan pengumpulan Berikutnya, pembekalan calon makalah yang ditutup pada Duta Bahasa dilaksanaakhir 1 Juli 2016. Dari seleksi kan pada 1 s.d. 3 Agusmakalah tersebut terjaring tus 2016. Kegiatan ini 65 peserta yang lolos untuk diisi dengan pembekamengikuti Uji Kemahiran lan oleh ketiga dewan Berbahasa Indonesia (UKBI) juri dan pembekalan yang diadakan pada tanggal kepribadian oleh Ni 14 Juli 2016. Dari hasil tes, Nyoman Krisna Kumaskor tertinggi diperoleh oleh layani, S.S. (Duta BaPutu Ayu Adiyanti dengan hasa Nasional 2010 dan predikat Istimewa. AkumuPutri Pariwisata), tanya lasi nilai makalah dan UKBI jawab, presentasi, dedigunakan untuk menentukan bat, dan tes kemahiran finalis Duta Bahasa Provinsi berbahasa daerah dan Bali 2016. Mereka adalah I bahasa asing. Semua Putu Angga Wijaya Sandy, kegiatan seleksi dilakA A Made Ariasih, I Gede sanakan di Balai Bahasa Wayan Tama Hadika, Kresna Wirawan, Ni Bali. –ard,ten
PEMENANG PEMILIHAN DUTA BAHASA PROVINSI BALI 2016 Juara I: Ni Nyoman Clara Listya Dewi - I Gede Hadika Kresna Wirawan Juara II: Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti – I Wayan Dedi Putra Juara III: Gek Ayu Krismayogi – I Wayan Adi Pranata, S.Ked. Harapan I: A A Made Ariasih – I Putu Rama Candra Harapan II: Anak Agung Istri Devi Wulandari Putra – Putu Bagus Mahardika Harapan III: Putu Ayu Adiyanti – I Made Dwi Hita Darmawan
Soft Gun
Permainan flying fox
Areal permainan air soft gun
“Bermain air soft gun ini khusus untuk dewasa karena senjata berat. Pemain harus menggunakan sepatu, celana panjang, dan kaus lengan panjang untuk menghindari luka tersayat semak-semak. Ikuti aturan, pasti permainan menyenangkan,” ujar Astawa berpromosi. Ia menambahkan untuk bermain air soft gun ini, per orang
membayar Rp 150 ribu. Selain bermain air soft gun, Keramas Park juga menyediakan wahana flying fox dan ATV. Kedua permainan ini sangat cocok untuk menguji adrenalin. Berjalan di jembatan tali lalu memanjat lokasi start flying fox sudah membuat jantung berdegup. Begitu meluncur di tali, teriakan kerap dikeluarkan
Suasana Keramas Park
pemain flying fox untuk menghilangkan ketakutan. Usai bermain flying fox, lanjutkan dengan mengendarai ATV. Motor dengan penggerak empat roda ini mampu melewati tanjakan dan kubangan air. “Kalau bermain ATV, jangan sampai menurunkan kaki. Kalau kaki turun, keseimbangan goyang, Anda bisa tertimpa motor,” jelas Astawa. Medan berkelok dengan tanjakan dan turunan yang curam membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Bagi yang mau beraksi lebih ekstrem, bisa ngebut sambil melintasi genangan
air. Tiga putaran untuk satu pemain dijamin membuat Anda akan ketagihan. Usai bermain, manjakan diri dengan berenang di kolam. Keramas Park juga menyediakan wahana permainan untuk anak-anak dan lapangan terbuka. Lapangan ini bisa dipakai untuk bermain futsal atau dijadikan arena outbond. Jika ingin berkemah juga bisa karena ada beberapa bangunan mirip rumah teletubbies. Kenyamanan dengan fasilitas dan wahana menengah ke atas tetapi harga menengah ke bawah hanya bisa didapatkan di Keramas Park. –Ngurah Budi
Instruktur memberi pengarahan sebelum permainan air soft gun
Sudut Pandang Diakui atau tidak, mo dernisasi dan globalisasi telah menggerogoti nilai-nilai nasionalisme. Yang paling terasa adalah di bidang budaya, di mana sebagian masyarakat kita seolah lebih suka budaya negeri lain ketimbang mengusung budaya sendiri. Gejala yang mengkhawatirkan ini sekaligus memprihatinkan, kita bersama.
K
eprihatinan itu juga dirasakan oleh Sruti Respati, seniman Jawa yang dalam berbagai kesempatan berkarya berupaya tetap konsisten menjunjung kebudayaan negeri sendiri, sembari menularkannya kepada masyarakat. “Kalau dibilang prihatin, memang prihatin ya. Mau nggak mau kita memang harus mengakui bahwa nilai-nilai yang merupakan karakter bangsa kita telah mulai tergerus oleh arus modernisasi. Pengaruh globalisasi begitu kuat, khususnya di kalangan generasi muda. Ini merupakan tantangan juga ‘PR’ buat kita semua. Harus ada cara untuk mengembalikan kepedulian kita semua. Bagaimana membangkitkan nasionalisme di kalangan anak-anak muda, ini yang penting dilakukan. Bagaimana membuat agar generasi muda yang merupakan harapan bangsa peduli pada nilai-nilai keindonesiaan, nilai-nilai budaya sendiri,” ungkap Sruti yang baru-baru ini tampil dalam konser hari kemerdekaan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Jika itu tidak dilakukan, dia tak bisa membayangkan akan jadi seperti apa bangsa ini puluhan tahun ke depan. “Bisa jadi 20 atau 30 tahun ke depan, kita tidak tahu lagi bagaimana cara mengenalkan budaya negeri kita kepada generasi muda pada masa itu lantaran sudah hilang,” tambahnya mengingatkan. Menurutnya, semua orang Indonesia harus terlibat dalam menggelorakan semangat ‘merah putih’ , dan para seniman entah itu penyanyi, artis, adalah salah
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Menularkan Cinta Tanah Air lewat Karya Seni
satu pihak yang paling harus bergerak untuk melakukan ‘pekerjaan besar’ (membangkitkan nasionalisme) ini lewat karya-karyanya. “Seperti saya misalnya, sebagai penyanyi adalah salah satu yang pas untuk mempromosikan budaya kita. Itu yang saya lakukan lewat karya-karya saya melestarikan kesenian tradisi negeri. Bukan hanya lewat lagu tapi juga penampilan, misalnya kebaya yang kerap saya kenakan atau konde,” lanjutnya sembari menambahkan, pihak media pun juga harus ikut bersama melakukan ‘pekerjaan besar’ ini, lewat publikasinya. Tentunya, diakui wanita kelahiran Solo 1980, agar bisa memikat hati kalangan muda, harus ada ideide kreatif yang dimunculkan.
terpenting adalah kemasannya. Dengan begitu kalangan muda bisa tertarik, dan mulai peduli. Untuk mencapai tujuan utama yakni menularkan kecintaan terhadap budaya sendiri, tambah Sruti, kita harus bisa mema-
hami sikap dan minat anak muda. “Apa sih yang disukai anak muda? Musik apa yang mereka gemari, rock, pop, jazz, atau seni kotemporer. Dari sini lah kita bisa masuk untuk memikat mereka”. “Ketika sudah ada kepedulian maka akan muncul cinta. Jadi anak muda tidak
Sruti Respati perlu dipaksa untuk menyukai karena rasa itu sudah muncul dengan sendirinya dari dalam. Setelah proses ini berjalan maka sesekali atau saat-saat tertentu kita tampilkan kesenian tradisi kita,” tambah Sruti yang pada 20 Agustus 2016 tampil dalam event Prambanan Jazz di Candi Prambanan Yogyakarta. Sruti pun memberi contoh lagu keroncong yang sebagian orang menyebutnya sebagai musik jadul, juga mulai digemari kalangan muda. Itu karena kreativitas. “Ternyata yang namanya musik keroncong asyik juga didengarkan. Anak muda mulai tertarik karena ada sentuhan krea tivita s yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Inilah salah satu upaya melestarikan musik keroncong,” ucapnya. Tapi sebetulnya, kata Sru-
Dalam bidang seni misalnya, tidak melulu kesenian tradisional tapi juga seni kreatif yang tentunya tidak meninggalkan u n s u r- u n s u r tradisi. Yang
9
ti lebih jauh, dalam bidang apapun kita berkarya tetap bisa mempertahankan karakter kita sebagai bangsa Indonesia. Entah itu penyanyi, artis bahkan peneliti pun tetap bisa menampilkan karakter bangsa. Karena pada dasarnya setiap orang yang berkarya, dalam hal apapun, selalu mencari karakter dalam karyanya. “Nah jika kita sudah tahu jati diri kita sebagai orang Indonesia, dengan adat ketimurannya dan kebudayaannya yang beragam, kebudayaannya yang agung, pastilah akan memberi sentuhan yang berbeda pada karyakaryanya apapun itu,” kata Sruti yang bukan saja piawai menyanyi keroncong juga menari. Di Bulan Kemerdekaan ini, kata Sruti lagi, menjadi momen yang tepat untuk menggelorakan kembali nasionalisme. Dan bagi dirinya pribadi pun, inilah salah satu kesempatan baginya untuk menularkan cinta tanah air pada masyarakat lewat penampilanpenampilannya di berbagai event. Sruti bersyukur bahwa sepanjang Agustus ini dirinya mendapat banyak job yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. “Iya betul, ini lumayan banget ya, sepanjang Agustus ada banyak agenda. Minggu lalu aku baru saja konser bernuansa patriotik bersama mas Indro”. “Kita bercerita tentang bagaimana perjuangan, bagaimana Indonesia yang kaya dengan kebudayaan dan alam menjadi magnet bagi banyak negara di dunia. Kita juga bercerita tentang perjuangan kemerdekaan yang berpuluh-puluh tahun, tapi setelah merdeka, masih juga negara lain ingin ‘menguasai’ kita. Itu terjadi karena kita adalah negara yang kaya,” paparnya panjang-lebar. –Diana Runtu
Berikan Prestasi Terbaik Bulan Agustus selalu identik dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, di bulan ini masyarakat dengan suka cita memperingatinya dengan berbagai macam kegiatan. Mulai dari perlombaan, pawai, hingga upacara pengibaran bendera merah putih. Tetapi, jangan sampai memaknai hari kemerdekaan tersebut sebagai kebebasan yang tidak terbatas. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala II Sekolah Tinggi Agama Hindu Mpu Kuturan Singaraja, Dra. Ni Wayan Murniti, M.Ag. Sebagai warga negara yang baik, memaknai hari kemerdekaan harus dengan bijak. Menurutnya kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang tidak keluar dari aturan maupun kewajiban. Dalam melaksanakan tugas misalnya, jangan sampai ada tekanan tetapi harus sesuai dengan arahan dan bimbingan dari atasan, tutur perempuan kelahiran 19 Agustus 1966 tersebut. Begitu juga dalam sebuah keluarga, jangan pernah mengartikan kemerdekaan terse-
Dra. Ni Wayan Murniti, M.Ag.
but sebebas-bebasnya. Lakilaki dan perempuan itu sama, mengemban tugas masing-masing, jelasnya. Sebagai orangtua ia juga menambahkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam menanamkan rasa nasionalisme terhadap anak-anak. Orangtua harus belajar lebih dulu sehingga dapat menerapkan dan menjadi contoh kepada anak, jelasnya. Cara yang paling sederhana dan
nyata untuk memaknai hari kemerdekaan dalam keluarga adalah memasang bendera merah putih di rumah. Itu sebagai rasa syukur yang diterapkan dalam lingkungan keluarga, imbuh perempuan yang hobi membuat bahan upakara tersebut. Memaknai hari kemerdekaan tersebut dalam keluarga juga dilakukan dengan cara kebebasan dalam menuangkan ide maupun berpendapat. Tidak dimungkiri jika dalam hubungan orangtua dan anak-anak kadang kala memang terjadi perselisihan, akan tetapi sebagai orangtua harus bijak dalam menyikapi persoalan tersebut. Anak-anak kadang punya pendapat sendiri, tugas orangtua hanya membimbing dan mengarahkan, ujarnya. Perempuan yang berasal dari Singaraja ini juga berharap masyarakat dapat memaknai kebebasan dengan bertanggung jawab. Begitu juga dengan yang harus menerapkan aturanaturan dan menjalankan dengan tegas aturan tersebut sehingga kebebasan yang dimaksud tidak disalahartikan. Kadang-kadang seseorang berbuat kesalahan dan terus mengulangi kelihatan
tidak ada efek jera sehingga sangat perlu pemerintah menegaskan aturan atau norma, tandasnya. CINTAI PRODUK LOKAL Sementara itu, Komang Ayu Suseni S.Pd.,M.Pd. dosen Agama Hindu di STAH N Mpu Kuturan juga sangat mensyukuri hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai seorang akademis, peran pendidikan sangat sentral dalam membentuk pribadi siswa yang memiliki semangat juang dan rasa nasionalis tinggi. Jika dibanding dengan para pejuang dahulu merebut kemerdekaan, saat ini masyarakat hanya perlu memaknai dan melakukan aksi nyata untuk memperingati hari kemerdekaan tersebut. Dalam dunia pendidikan, cara yang paling sederhana untuk memaknai hari kemerdekaan adalah siswa diharapkan dapat menyumbangkan prestasi terbaiknya. Saat ini sudah banyak generasi muda yang mampu bersaing dalam dunia pendidikan di internasional melalui olimpiade. Ini membuktikan bahwa mereka dapat memajukan bangsa melalui dunia pendidikan, paparnya.
Komang Ayu Suseni S.Pd.,M.Pd.
Mahasiswa juga diharapkan dapat aktif dalam berbagai organisasi dalam kampus. Ini akan membuat mahasiswa lebih peduli dengan lingkungannya, imbuhnya. Selain de ngan prestasi, cara paling klasik untuk memaknai kemerdekaan adalah mencintai produk lokal. Ini terbukti dari kampus tempatnya bekerja selalu memakai batik setiap hari Kamis. Kami tidak hanya memberi contoh tetapi juga harus menjadi contoh agar mereka benar-benar paham, jelasnya. -Wiwin
10
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Komunitas Cinta Berkain Bali Diresmikan
Kreasi
Jaga, Kembangkan, dan Lestarikan Kain Tradisional Nusantara Kebersamaan dan kebahagiaan tergambar saat berlangsungnya peresmian dan pelantikan pengurus Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia Provinsi Bali oleh Ketua Umum KCB Indonesia Pusat, Sita Hanimastuty Agustanzil, di Plumeria Ballroom Hotel Padma Legian, Kuta, Sabtu (6/8).
Fashion Show oleh anggota KCB INA Bali saat acara Deklarasi KCB INA Bali
A
c a ra d i h a d i r i Ke t u a Dekransada Bali Ny. Ayu Pastika, Ny. Sri Utari Naradha dan jajaran pengurus pusat dan tamu undangan lainnya. Hampir seluruh tamu yang hadir tampil cantik, menarik dan anggun mengenakan beragam kain Bali dan kain tradisional nusantara lainnya. Ketua Umum KCB Indonesia Pusat sekaligus pendiri KCB Indonesia, menyampaikan pesannya agar pengurus inti yang dilantik, agar serius dan berkomitmen menjalankan KCB Indonesia Provinsi Bali, sesuai aturan KCB Indonesia Pusat.
Begitu pula dalam menjalankan tugas dan fungsi kepengurusan, terutama kepada Ketua dan jajaran pengurus KCBI Bali Provinsi, dan jajaran pengurus 2016 - 2019 agar bergandengan tangan dengan komunikasi yang efektif menjadikan komunitas ini bukan hanya menjadi maju dan besar tapi juga terhormat dan dipercaya oleh masyarakat luas sesuai visi misi KCB Indonesia yang taujuannya mulia. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika, menyambut baik keberadaan KCB Indonesia Provinsi
Bali. Keberadaannya diharapkan dapat menghidupkan kebanggaan serta minat masyarakat menggunakan kain tradisional. KCB Provinsi Bali, katanya sebagai wadah berkumpulnya perempuan dari berbagai profesi merupakan bentuk komitmen para anak bangsa dalam pelestarian dan pengembangan kain tradisional yang merupakan warisan budaya yang adiluhung. Ny. Ayu Pastika berharap kainkain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional bahkan di area global. Hal ini, bisa membawa hal positif demi mendorong para pengusaha, pengrajin, juga kalangan desainer. Mereka akan semakin kreatif, inovatif dan produktif, dan ini nantinya mendorong bertumbuhnya perekonomian . Istri Gubernur Bali ini juga mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli pada keberadaan kain tradisional. Begitu juga kepada KCB Indonesia Provinsi Bali, disamping melestarikan juga berupaya menghidupkan tradisi mengenakan kain tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika MARI BERKAIN Di era modern ini, seiring perkembangan zaman, eksistensi kain tradisional semakin tergeser oleh mode berbusana yang lebih
Deklarasi KCB INA Bali di Padma Hotel Legian yang dhadiri Ny. Ayu Pastika Ketua Dekrnas Bali dan Sita Agustanzil Ketua Umum KCBI INA Pusat Kuta
stylish dan kekinian. Kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap warisan tradisi kain nusantara menyebabkan mayoritas masyarakat menilai mengenakan kain sebagai busana sehari-hari adalah kurang praktis. Berangkat dari keprihatinan ini, sekelompok wanita yang diprakarsai Sita H. Agustanzil mendirikan suatu komunitas yang bercita-cita untuk menjaga eksistensi kain tradisional Indonesia yang mampu diseimbangkan dengan mode berbusana masa kini. Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia, hadir menjadi garda terdepan Indonesia untuk melestarikan budaya berkain nusantara. Anggota KCB sendiri telah mencapai 800 orang dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Kini, giliran Bali turut mengampanyekan gerakan cinta berkain n u s a n t a ra . Terlebih, Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia, Sita H. Agustanzil hadir lang-
sung meresmikan KCB Indonesia Provinsi Bali pekan lalu. Di Bali sejak dahulu Bali terkenal dengan kemampuannya mengasimilasi antara budaya lokal dengan pengaruh luar Bali. Mereka mampu mempertahankan budaya berbusana kain selama berabad-abad dan bangga dengan busana berkain yang digunakan, termasuk kalangan muda-mudinya. Karenanya, sangatlah tepat KCB Indonesia Provinsi Bali ini tumbuh dan berkembang di Bali yang kita cintai ini. Dengan memakai kain, para perempuan memberikan image positif di mata dunia, sekaligus menularkan budaya berkain, dan memberikan stigma bahwa berkain di era modern dapat menjadi tren baru. Dengan berdirinya KCB Indonesia Provinsi Bali ini, diharapkan mampu menyemangati para perempuan Indonesia, khususnya Bali untuk terbiasa dan bangga memakai kain tradisional sebagai busana pilihan sehari-hari, baik resmi maupun informal. Dengan tercapainya citacita tersebut perempuan Indonesia tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga meningkatkan taraf hidup para perajin kain nusantara. - Sri Ardhini
Pendiri & Ketua KCB Indonesia Sita Hanimastuty Agustanzil
Penampilan Lenggang Berkain oleh anggota KCBI Ina Bali di acara Deklarasi KCBI INA Bali
Bazar oleh anggota KCBI INA Bali saat Deklrasi di Hotel Padma, Legian Kuta
Dewan Penasehat : - Ketua Dekranas Provinsi Bali - Ketua Dekranasda Kab/Kota Se-Bali - Sotjawaruni Kumala Palar/Runi Palar -A.A. Ngurah Anom Mayun Konta Tenaya -A. A. Sri Utari Naradha Ketua KCB Indonesia Prov Bali : - Mayke Boestami Anderson Wakil Ketua -Byang Mangku Hipno Sekretaris Umum : - Jro Puspawati Saskara, S Par
KCB INA Bali saat berkunjung ke kediaman Anom Mayun Penasihat KCBI INA Bali
Foto bersama Ny. Ayu Pastika Ketua Dekranas Provinsi Bali usai Deklarasi KCBI INA Bali
KCB INA Bali usai bertemu AA Sri Utari Penasihat KCB Ina Bali
KCB INA Bali usai audesni dengan IA Selly D Mantra Ketua Dekranasda Kota Denpasar
Bendahara Umum : - R. Ayu Nartati DH Wilson Terima Kasih Kepada 1. Bank BRI 2. Bank BNI 3. ITDC 4. Padma Resort Legian 5. Rob Peetoom 6. Minyak Oles Bokasi 7. Parigata 8. Kelompok Media Bali Post Dan seluruh pendukung acara
Style
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Pesona Linggayoni Hipmi Fashion Week (HFW) yang di gelar di Beachwalk, Kuta dengan tema “Where Fashion Meet Culture” berakhir. Kehadirannya memberi warna tersendiri bagi perkembangan dunia fashion di Bali.
L
inggayoni, adalah salah satu brand anyar yang turut menyemaraknnya acara tersebut. Inda Trimafo pemilik Linggayoni, sebagai designer new comers , berharap karyanya bisa lebih lagi membawa dunia fashion Bali ke tingkat nasional bahkan international seperti yang sempat di lakukannya ketika memperkenalkan koleksi Linggayoni pada ‘Hongkong Fashion Week Exhibition “ Juni silam. Dikatakannya ia terinspirasi makna Linggayoni, yang secara
filosofi sebagai kekuatan kreatif yang menggerakkan seluruh alam semesta dengan bersatunya energi laki - laki dan perempuan. Ketua HIPMI Bali yang sarat pengalaman menjelajah mancanegara ini, mengaku melalui Linggayoni ia mengeksplor hobinya di bidang fashion dengan menggali potensi lokal. Istimewanya Linggayoni berhasil mengangkat eksistensi kekayaan dan warisan budaya lokal ini sebagai bagian dari life style Dengan inovasinya, koleksi ready to wear Linggayoni tersedia bagi wanita dan pria, mulai dari gaya ses-
Gek Inda
uai iklim tropis yang santai atau kasual sampai desain yang smart dan elegan. Berikut beberapa desain dari Linggayoni yang tampil di panggung Hipmi Fashion Week beberapa waktu lalu. – Sri Ardhini
15
Merawat tubuh menjadi hal mutlak yang diperlukan untuk bisa tampil bersih sehat cantik dan menarik. Perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri maupun ke salon, spa, klinik, maupun rumah kecantikan adalah luluran. “Manfaat lulur ini pada intinya adalah mengangkat sel kulit mati sekaligus memberikan nutrisi pada kulit,� ujar Deli Bunga Saravistha, pemilik Indah Kirana Rumah Lulur & Kecantikan & Ceragem.
V
Jelita
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
arian lulur dikatakan sangat beragam dan memiliki manfaatnya masing-masing. Sebut saja lulur mangir, yang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, meredakan peradangan, menghaluskan kulit, melembabkan kulit, serta membuat kulit tampak cerah alami. Ada juga lulur rempah susu, yang mengandung banyak manfaat yaitu mengecilkan poripori kulit, mengurangi iritasi kulit, mengangkat sel-sel kulit mati, mencerahkan kulit, serta memberikan efek segar dan menenangkan. Lulur kopi, berkhasiat untuk menghaluskan kulit, menghilangkan noda hitam akibat paparan sinar UV, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan bau badan, menghilangkan selulit terutama bagi para ibu-ibu pasca melahirkan, menyegarkan tubuh dan menghilangkan penat, membantu mempercepat proses pelarutan lemak&membentuk tubuh. Lulur green tea berkhasiat sebagai antioksidan dan memberikan vitamin, mengangkat sel kulit mati, menutrisi kulit, memperbaiki sirkulasi O2 dan melancarkan peredaran darah, mencerahkan kulit, menjaga kelembaban dan mencegah kulit jadi keriput. Lulur cendana berkhasiat sebagai penangkal radikal bebas, mendinginkan kulit serta membuat kulit menjadi lebih halus dan lembut, menjaga elastisitas kulit, serta menyegarkan dengan aroma khas cendana. Lulur cokelat berkhasiat untuk mengangkat sel kulit mati, menetralkan kulit yang iritasi sekaligus memberi nutrisi, merevitalisasi sel sel kulit baru dan menjaga kelembaban, menghilangkan bekas jerawat, flek hitam dan memberi proteksi dari UVA dan UVB. Tersedia pula lulur dengan
Sehat dan Fresh dengan Luluran varian buah, seperti lulur alpukat yang berkhasiat melembabkan kulit sehingga membuat kulit tampak lebih lembut dan mengandung vitamin E dan omega 3. “Ini cocok untuk mereka yang memiliki kulit kering,� ucapnya. Lulur strawberry berkhasiat mengencangkan kulit dan menyehatkan keremajaan kulit. Mengandung salah satu jenis asam beta-hidrosi, serta mengandung vitamin B, C, E, dan K. Lulur bengkoang berkhasiat mencerahkan warna kulit sehingga tampak lebih putih/cerah. Bengkoang memiliki sifat kimiawi dan fermakologis yang manis, dingin, sejuk sehingga memiliki khasiat mendinginkan kulit. Selain itu, ada juga lulur lavender yang berkhasiat mengendorkan serta melemaskan sistem kerja urat-urat syaraf dan otototot yang tegang. Juga bermanfaat menghaluskan kulit terbakar, bekas luka atau terkelupas. Jadi, pemilihannya disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit. Pada prinsipnya, semua lulur kalau digunakan secara rutin maka kulit akan nampak halus dan bercahaya sehingga terlihat sehat dan fresh. TAHAPAN PENGGUNAAN LULUR Deli menjelaskan tahap-tahap penggunaan lulur. Pertamatama dilakukan pemijatan pada kulit dengan tujuan melenturkan otot-otot yang tegang agar menjadi lebih rileks. Kemudian lulur dibalurkan ke sekujur tubuh sampai setengah kering. Pada saat ini lulur sekaligus memberikan
nutrisi pada kulit yang terserap melalui pori-pori. Barulah kemudian masuk ke tahapan berikutnya, pengangkatan sel-sel kulit mati dengan cara digosok. Setelah luluran disarankan menggunakan masker badan, apalagi sehabis lulur suka memakai steam badan. “Masker badan akan membantu menormalkan pori-pori yang tadinya mengembang saat proses steam. Kalau mau dilewati, tidak masalah. Tapi mandinya di bilasan terakhir, sebaiknya memakai air dingin, jangan memakai air hangat lagi. Hal ini untuk menghindari pori-pori kulit membesar,� jelasnya. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan ini? Untuk luluran yang da-
UV. Sementara untuk masker badan, tiap hari juga bisa tapi disesuaikan saja dengan kebutuhan kulit masing-masing. Varian untuk masker badan juga sangat bervariasi, kurang lebih hampir sama seperti varian lulur. Usia berapa yang pas untuk memulai perawatan ini? Deli mengatakan, penggunaan lulur bisa dimulai sejak usia remaja karena sudah mulai produktif melakukan akvifitas di luar ruangan. Apalagi di usia ini, umumnya para remaja sudah mulai aktif menggunakan produk kosmetik yang lumayan memberikan pengaruh negatif bagi kulit jika kurang tepat pemilihannya. Berikutnya, perawatan lanjutan setelah luluran dan masker badan sangat disailustrasi rankan selalu menggunakan lam prosesnya terdapat tahapan hand and body lotion. Untuk pengangkatan sel kulit mati, kita yang aktif di luar ruangan cukup dilakukan 2 minggu sekali sebaiknya memakai lotion yang untuk orang yang tidak begitu ak- memiliki ultraviolet protector tif di luar ruangan. Dan, seminggu minimal SPF 30, apalagi kalau sekali untuk mereka yang sangat siang bolong masih harus sering aktif di luar ruangan, karena pasti mondar-mandir di luaran. Jika akan lebih sering terpapar sinar mereka yang sering di rungan ber- AC sebaiknya memakai lotion yang memiliki kelembaban ekstra atau kalau perlu pakai body butter yang biasanya cenderung lebih tinggi kadar minyaknya sehingga bisa memberikan kelembaban lebih bagi kulit. Terlalu sering di ruangan ber-AC akan membuat kulit menjadi kering dan gampang keriput. –Inten Indrawati
Deli Bunga Saravistha
14
Bugar Penyakit di bidang reumatik sangat banyak jumlahnya lebih kurang 200 jenis diagnosis dan berbagai macam sumber penyebab penyakit tersebut. Menurut dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR,M.Kes., nyeri merupakan respon sistem saraf pusat terhadap suatu impuls yang dikirim oleh reseptor saraf nyeri yang kita sebut nosiseptor dari bagian tubuh tertentu, selanjutnya menimbulkan suatu rasa tidak nyaman dari bagian tubuh tersebut. Khususnya pada kaki manusia yang menimbulkan rasa nyeri dapat dari berbagai sumber di kaki.
K
aki manusia dibagi menjadi 3 bagian yaitu: bagian belakang disebut hind foot, bagian tengah disebut mid foot, bagian depan disebut fore foot. Kaki yang normal ditandai sebagai berikut : bebas nyeri, keseimbangan otot normal, tidak kontraktur, menumpu beban di 3 titik, tumit sentral , jari jari lurus dan bergerak leluasa. Penyebab nyeri kaki bisa bersumber dari tulang, sendi ataupun jaringan sekitar sendi seperti tendon, ligamen maupun bursa. Ia menyebutkan, ada beberapa penyakit yang sangat sering muncul sebagai penyebab nyeri kaki di luar akibat trauma, antara lain:
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
11
Serba-serbi Nyeri Kaki (2) Penyakit Artritis Reumatoid
Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang sistemik namun paling sering menyerang sendi-sendi kecil khususnya jari-jari kaki dan tangan. Artritis rheumatoid ditandai dengan bengkak dan nyeri pada jari-jari kaki ataupun tangan sehingga member tampilan jarijari seperti sosis. Bila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan kecacatan pada jemari tersebut dan bisa menyerang organ-organ vital tubuh lainnya. Penanganan penyakit ini harus menggunakan obat-obat sistemik yang dikategorikan obat imunosupresan untuk menekan reaksi imun yang terjadi.
yang sistemik, diberikan juga obat yang bekerja sebagai anti interleukin 6, preparat obat anti radang topikal, olahraga dalam posisi berbaring atau duduk, bila pasien mengalami kelebihan berat badan upaya turun berat badan harus dilakukan. (4) Plantar fasciitis Rasa nyeri yang muncul khususnya dirasakan di bagian kaki belakang daerah telapak kaki. Nyeri dirasakan kala berjalan atau menjejakkan kaki, bila ditekan daerah tersebut akan terasa nyeri yang luar biasa. Penyakit ini tidak ditandai gejala bengkak ataupun nyeri sendi. Diagnosis ditegakkan bisa dibantu dengan pemeriksaan radiologi sederhana dengan titik sentrum di daerah fore foot, sering didapatkan suatu spur pada tulang kalkaneus. Penangannanya bisa melalui penggunan silicon insole khusus, pemberian topikal obat radang, bila dipandang perlu dilakukan injeksi obat steroid. (5) Tendinitis Achilles
(1) Penyakit Gout (3) Penyakit Osteoartritis
Penyakit reumatik yang satu ini dikaitkan dengan Penyakit gout terkenal di masyarakat sebagai penyakit proses penuaan sehingga dikelompokkan penyakit degenakibat tingginya kadar asam urat serum melebihi 6,5 eratif. Rasa nyeri pada kaki akan muncul lebih dirasakan mg/dl. Pada saat titik jenuh kristalisasi asam urat serum kala istirahat setelah beraktivitas khususnya di malam terlampau sehingga terbentuk kristal monosodium urat hari, disertai rasa kaku, namun rasa nyeri ini sangat (MSU), maka Kristal MSU akan mengalami deposisi jarang disertai pembengkakan sendi-sendi. Penyakit ini atau mengendap di berbagai jaringan tubuh khususnya juga bisa menimbulkan kecacatan pada kaki khususnya terbanyak di sendi dan jaringan sekitar sendi. Pada kaki jemari kaki. Penanganannya selain obat mengatasi nyeri yang paling sering terjadi serangan artritis gout akut di sendi metatarsofalangeal I, jadi daerah kaki yang menjadi sasaran bisa MTP I, punggung kaki atau pergelangan kaki. Gejala khas radang sendi akut dan tiba-tiba umumnya pagi hari, rasa nyeri hebat bahkan sampai sulit berjalan, kulit sekitar merah, panas bila disentuh saja sudah sangat nyeri. Pada penyakit gout yang sudah kronis atau menahun akan menimbulkan kecacatan yang disebut tofus, bahkan bisa merusak kondisi tulang kaki di bawah tofus tersebut. Penanganan artritis gout yang akut berbeda dengan yang kronis, selain sendi yang bengkak dilakukan kompres dingin dan pemberian obat antiradang topical juga diberikan obat anti radang sistemik yang dikombinasi dengan obat khusus bekerja di sel neutrofil, setelah artritis gout mereda barulah diberikan obat yang dikelompokkan golongan dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, xantin oksidase inhibitor. Sp.PD-KR,M.Kes.
Salah satu penyebab nyeri seputar pergelangan kaki adalah radang pada lokasi perlekatan tendon Achilles pada tulang kalkaneus. Radang tendon yang disebut tendinitis ini terjadi sebagai akibat peregangan tendon yang luar biasa dan tiba-tiba umumnya dialami oleh para atlet. Pada lokasi tendon achilles yang meradang akan dirasakan nyeri hebat, kulit kemerahan, sedikit bengkak, sehingga sulit berjalan. Penanganannya selain dilakukan kompres dingin, pemberian obat radang topical maupun sistemik, kaki harus istirahat. –Wirati Astiti
12
Kuliner
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Kreasi Ikan Tuna I
kan tuna merupakan makanan yang rendah kalori, tetapi mempunyai protein tinggi yang baik untuk otak. Semua manfaat tersebut berasal dari asam omega 3 lemak tak jenuh ganda, populer disebut sebagai omega 3, yang banyak terdapat dalam minyak ikan termasuk ikan tuna. Kali ini, Kelompok Buana Bina Boga, Kecamatan Denpasar Timur, PKK Kota Denpasar, berbagi resep kreasi ikan tuna dengan pembaca tokoh. Kelompok Buana Bina Boga sehari-hari berjualan di Warung Pengkol Jalan Sedap Malam Denpasar. Mereka menjual aneka menu tradisional Bali seperti sate, pepes, dan betutu. Kelompok Buana Bina Boga sudah dibentuk sejak tahun 1997. Awal dibentuk hanya
Kombinasi Sari Wortel Brocolly Isi Seafood Bahan: 3 bungkus : agar-agar 50 gr : tuna diblender 1 buah : wortel 1 buah : brokoli 150 gr : gula pasir Garam secukupnya Cara membuat: - Wortel diparut/diblender, ambil sarinya
- Brokoli diparut/dilender, ambil sarinya - Masing-masing agar direbus diberi gula, garam, dan tuna, kemudian diberi masingmasing wortel dan brokoli. - Cara mencetaknya, tuang agar-agar murni/putih pertama ke gelas, kemudian agar-agar brokoli, terakhir agar-agar wortel. Dinginkan.
Timbungan Tuna Sambal Matah ICA Bali
Bahan: 400 gr : ikan tuna, dipotong-potong 150 gr : bawang merah goreng 100 gr : lombok merah besar 50 gr : cabai rawit 5 batang : sereh 20 gr : terasi bakar 2 buah : jeruk lemo 2 lembar : daun jeruk 15 gr : daun ketumbar Garam secukupnya
Cara membuat: - Iris tipis bawang merah, lombok merah, cabai rawit, dan sereh, dan daun jeruk dicincang. Campur bahan jadi satu, tambahkan terasi dan garam secukupnya. Lalu campurkan dengan tuna yang telah dipotong-potong. Tambahkan
Perwakilan kelompok Buana Bina Boga, Ni Nyoman Artini dan AA Sagung Yastini.
beranggotakan 5 orang. Tahun 2013, ada tambahan anggota sehingga kini jumlah anggotanya
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
10 orang. Jika Anda tertarik mencoba kreasi ikan tuna ini, berikut resepnya. –Wirati Astiti
Resep ini didemokan para chef dari ICA Bali saat lomba masak serba ikan di Art Centre Denpasar
perasan air jeruk lemo, dan masukkan daun ketumbar. - Siapkan cetakan dari sebilah bambu yang sudah dipotong ukuran 10 cm. Masukkan adonan ikan ke dalam cetakan bambu,
lalu tutup ujung bambu dengan aluminium foil, masak di atas pemanggangan lebih kurang 15-20 menit. Angkat setelah matang, dan tercium bau wangi, keluarkan dari cetakan dan sajikan.
13
Abon Tongkol Nasi Gulung
Bahan: 700 gr : ikan tongkol rebus 80 gr : bawang merah 100 gr : bawang suing 50 gr : kemiri 5 gr : ketumbar 20 gr : lombok merah 10 gr : cabai rawit 2 gr : daun salam 50 gr : sereh 500 gr : nasi Garam secukupnya
Cara membuat: - Haluskan semua bumbu, suwir halus ikan yang sudah direbus tadi.
ICA Bali
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, lalu masukkan ikan tadi. Masukkan daun salam, sereh yang sudah dimemarkan, dan garam secukupnya. Masak dengan api kecil sekitar 2 jam sampai matang. - Siapkan nasi putih, tata nasi di atas daun pisang, lalu taburkan abon tongkol di atas nasi. Gulung nasi, kemudian potongpotong sesuai selera. Tata potongan nasi tadi di piring. Beri taburan abon di atas nasi agar lebih manis. Siap sajikan.
Tuna Gulung Bumbu Mangot Bahan: 800 gr : ikan tuna fillet 2 buah : jeruk nipis 100 gr : paprika merah cincang kasar 100 gr : paprika hijau cincang kasar 100 gr : wortel cincang 3 lembar : daun salam 1 batang : sereh 4 lembar : daun jeruk purut 10 lembar: daun bayam direbus
Cara membuat tuna gulung: - Ikan tuna dibagi dua, setengahnya dipipihkan dan bagian yang lainnya dicincang halus. - Masukkan tuna cincang ke mangkuk, tambahkan wortel, paprika merah dan hijau, setengah bumbu mangot, beri perasan air jeruk nipis, garam,
dan merica, aduk hingga rata. - Ambil tuna yang sudah dipipihkan, beri perasan air jeruk nipis, garam, merica, beri daun bayam di atasnya. Kemudian letakkan adonan tuna campur di atas bayam. Gulung dan bungkus dengan aluminium foil. Kukus 25 menit.
Bebek Bumbu Kacang
ti ikma
Aneka Mie & Spaghetti
N Hanya di...
Cafe Mie Santai
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
Bumbu mangot: 50 gr : bongkot muda 25 gr : kemiri 25 gr : bawan gmerah 15 gr : bawang putih 20 gr : lombok merah 20 gr : cabai rawit 20 gr : kunir 15 gr : jahe 2 gr : meirca bubuk Garam secukupnya
Ciri Khas Taiwan
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu Berlaku mulai tanggal 8 s.d. 31 Agustus 2016
rapa Nikmati bebe !!! Menu Baru
Cara membuat bumbu mangot: - Haluskan bumbu, tumis sampai harum. Tambahkan daun salam, sereh, daun jeruk purut, Sisihkan.
Coffee Cookie Crumble Frappuccino
Spaghetti Linguine Pescatore
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Mousse Segara Madu Bahan: 150 gr : tepung kentang 100 gr : tuna diblender 300 ml : air 50 gr : gula Garam secukupnya Udang rebus Cara membuat: - Tepung kentang dicairkan dengan air, tambahkan gula dan garam, dimasak sampai menjadi bubur. - Masukkan ikan tuna yang sudah dihaluskan ke dalam adonan bubur. Masak sampai matang.
Nikmati
Chinese & Balinese Food & Aneka Es Taiwan
Hanya di...
Cafe Santai Berlaku mulai tanggal 15 s.d. 21 Agustus 2016
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu
Murah Meriah & Bersih
Es Momochacha
Kangkung Balacan
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
Sarwan Bahan : 1 ekor : bebek, potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis
1 sdm : garam 2 lembar : daun pepaya, remas-remas 1 sdm : gula merah 200 gr : kacang tanah sangrai, tumbuk kasar 3 sdm : kecap manis 1 sdm : air asam 250 ml : santan encer Garam, kaldu bubuk secukupnya.
Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 1 sdt : ketumbar sangrai ½ sdt : jinten sangrai 5 buah : cabe besar merah Cara Membuat: - Lumuri bebek dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit. - Cuci bersih, bungkus dengan daun pepaya, diamkan lagi selama 15 menit lalu cuci kembali, sisihkan. - Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan bebek masak hingga berubah warna lalu masukkan santan encer dan masukkan bumbu-bumbu lainnya - Masak hingga bebek matang dan empuk serta bumbu agak mengental siap disajikan.
Bebek Bumbu Rujak
Bahan: 1 ekor : bebek, potong-potong menurut selera 100 ml : santan kental 2 lembar : daun salam 2 batang : serai, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk, minyak goreng, air secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 5 butir : kemiri sangrai 4 buah : cabe besar merah
7 buah : cabe rawit 2 ruas : jari jahe Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun salam, serai, aduk-aduk hingga harum, lalu masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan potongan bebek. - Tutup sampai mendidih dan bebek lunak dan matang, lalu masukkan santan kental. Adukaduk hingga bumbu meresap dan agak mengering. Siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Kreasi Ikan Tuna I
kan tuna merupakan makanan yang rendah kalori, tetapi mempunyai protein tinggi yang baik untuk otak. Semua manfaat tersebut berasal dari asam omega 3 lemak tak jenuh ganda, populer disebut sebagai omega 3, yang banyak terdapat dalam minyak ikan termasuk ikan tuna. Kali ini, Kelompok Buana Bina Boga, Kecamatan Denpasar Timur, PKK Kota Denpasar, berbagi resep kreasi ikan tuna dengan pembaca tokoh. Kelompok Buana Bina Boga sehari-hari berjualan di Warung Pengkol Jalan Sedap Malam Denpasar. Mereka menjual aneka menu tradisional Bali seperti sate, pepes, dan betutu. Kelompok Buana Bina Boga sudah dibentuk sejak tahun 1997. Awal dibentuk hanya
Kombinasi Sari Wortel Brocolly Isi Seafood Bahan: 3 bungkus : agar-agar 50 gr : tuna diblender 1 buah : wortel 1 buah : brokoli 150 gr : gula pasir Garam secukupnya Cara membuat: - Wortel diparut/diblender, ambil sarinya
- Brokoli diparut/dilender, ambil sarinya - Masing-masing agar direbus diberi gula, garam, dan tuna, kemudian diberi masingmasing wortel dan brokoli. - Cara mencetaknya, tuang agar-agar murni/putih pertama ke gelas, kemudian agar-agar brokoli, terakhir agar-agar wortel. Dinginkan.
Timbungan Tuna Sambal Matah ICA Bali
Bahan: 400 gr : ikan tuna, dipotong-potong 150 gr : bawang merah goreng 100 gr : lombok merah besar 50 gr : cabai rawit 5 batang : sereh 20 gr : terasi bakar 2 buah : jeruk lemo 2 lembar : daun jeruk 15 gr : daun ketumbar Garam secukupnya
Cara membuat: - Iris tipis bawang merah, lombok merah, cabai rawit, dan sereh, dan daun jeruk dicincang. Campur bahan jadi satu, tambahkan terasi dan garam secukupnya. Lalu campurkan dengan tuna yang telah dipotong-potong. Tambahkan
Perwakilan kelompok Buana Bina Boga, Ni Nyoman Artini dan AA Sagung Yastini.
beranggotakan 5 orang. Tahun 2013, ada tambahan anggota sehingga kini jumlah anggotanya
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
10 orang. Jika Anda tertarik mencoba kreasi ikan tuna ini, berikut resepnya. –Wirati Astiti
Resep ini didemokan para chef dari ICA Bali saat lomba masak serba ikan di Art Centre Denpasar
perasan air jeruk lemo, dan masukkan daun ketumbar. - Siapkan cetakan dari sebilah bambu yang sudah dipotong ukuran 10 cm. Masukkan adonan ikan ke dalam cetakan bambu,
lalu tutup ujung bambu dengan aluminium foil, masak di atas pemanggangan lebih kurang 15-20 menit. Angkat setelah matang, dan tercium bau wangi, keluarkan dari cetakan dan sajikan.
13
Abon Tongkol Nasi Gulung
Bahan: 700 gr : ikan tongkol rebus 80 gr : bawang merah 100 gr : bawang suing 50 gr : kemiri 5 gr : ketumbar 20 gr : lombok merah 10 gr : cabai rawit 2 gr : daun salam 50 gr : sereh 500 gr : nasi Garam secukupnya
Cara membuat: - Haluskan semua bumbu, suwir halus ikan yang sudah direbus tadi.
ICA Bali
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, lalu masukkan ikan tadi. Masukkan daun salam, sereh yang sudah dimemarkan, dan garam secukupnya. Masak dengan api kecil sekitar 2 jam sampai matang. - Siapkan nasi putih, tata nasi di atas daun pisang, lalu taburkan abon tongkol di atas nasi. Gulung nasi, kemudian potongpotong sesuai selera. Tata potongan nasi tadi di piring. Beri taburan abon di atas nasi agar lebih manis. Siap sajikan.
Tuna Gulung Bumbu Mangot Bahan: 800 gr : ikan tuna fillet 2 buah : jeruk nipis 100 gr : paprika merah cincang kasar 100 gr : paprika hijau cincang kasar 100 gr : wortel cincang 3 lembar : daun salam 1 batang : sereh 4 lembar : daun jeruk purut 10 lembar: daun bayam direbus
Cara membuat tuna gulung: - Ikan tuna dibagi dua, setengahnya dipipihkan dan bagian yang lainnya dicincang halus. - Masukkan tuna cincang ke mangkuk, tambahkan wortel, paprika merah dan hijau, setengah bumbu mangot, beri perasan air jeruk nipis, garam,
dan merica, aduk hingga rata. - Ambil tuna yang sudah dipipihkan, beri perasan air jeruk nipis, garam, merica, beri daun bayam di atasnya. Kemudian letakkan adonan tuna campur di atas bayam. Gulung dan bungkus dengan aluminium foil. Kukus 25 menit.
Bebek Bumbu Kacang
ti ikma
Aneka Mie & Spaghetti
N Hanya di...
Cafe Mie Santai
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
Bumbu mangot: 50 gr : bongkot muda 25 gr : kemiri 25 gr : bawan gmerah 15 gr : bawang putih 20 gr : lombok merah 20 gr : cabai rawit 20 gr : kunir 15 gr : jahe 2 gr : meirca bubuk Garam secukupnya
Ciri Khas Taiwan
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu Berlaku mulai tanggal 8 s.d. 31 Agustus 2016
rapa Nikmati bebe !!! Menu Baru
Cara membuat bumbu mangot: - Haluskan bumbu, tumis sampai harum. Tambahkan daun salam, sereh, daun jeruk purut, Sisihkan.
Coffee Cookie Crumble Frappuccino
Spaghetti Linguine Pescatore
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Mousse Segara Madu Bahan: 150 gr : tepung kentang 100 gr : tuna diblender 300 ml : air 50 gr : gula Garam secukupnya Udang rebus Cara membuat: - Tepung kentang dicairkan dengan air, tambahkan gula dan garam, dimasak sampai menjadi bubur. - Masukkan ikan tuna yang sudah dihaluskan ke dalam adonan bubur. Masak sampai matang.
Nikmati
Chinese & Balinese Food & Aneka Es Taiwan
Hanya di...
Cafe Santai Berlaku mulai tanggal 15 s.d. 21 Agustus 2016
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu
Murah Meriah & Bersih
Es Momochacha
Kangkung Balacan
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
Sarwan Bahan : 1 ekor : bebek, potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis
1 sdm : garam 2 lembar : daun pepaya, remas-remas 1 sdm : gula merah 200 gr : kacang tanah sangrai, tumbuk kasar 3 sdm : kecap manis 1 sdm : air asam 250 ml : santan encer Garam, kaldu bubuk secukupnya.
Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 1 sdt : ketumbar sangrai ½ sdt : jinten sangrai 5 buah : cabe besar merah Cara Membuat: - Lumuri bebek dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit. - Cuci bersih, bungkus dengan daun pepaya, diamkan lagi selama 15 menit lalu cuci kembali, sisihkan. - Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan bebek masak hingga berubah warna lalu masukkan santan encer dan masukkan bumbu-bumbu lainnya - Masak hingga bebek matang dan empuk serta bumbu agak mengental siap disajikan.
Bebek Bumbu Rujak
Bahan: 1 ekor : bebek, potong-potong menurut selera 100 ml : santan kental 2 lembar : daun salam 2 batang : serai, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk, minyak goreng, air secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 5 butir : kemiri sangrai 4 buah : cabe besar merah
7 buah : cabe rawit 2 ruas : jari jahe Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun salam, serai, aduk-aduk hingga harum, lalu masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan potongan bebek. - Tutup sampai mendidih dan bebek lunak dan matang, lalu masukkan santan kental. Adukaduk hingga bumbu meresap dan agak mengering. Siap disajikan.
Merawat tubuh menjadi hal mutlak yang diperlukan untuk bisa tampil bersih sehat cantik dan menarik. Perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri maupun ke salon, spa, klinik, maupun rumah kecantikan adalah luluran. “Manfaat lulur ini pada intinya adalah mengangkat sel kulit mati sekaligus memberikan nutrisi pada kulit,� ujar Deli Bunga Saravistha, pemilik Indah Kirana Rumah Lulur & Kecantikan & Ceragem.
V
Jelita
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
arian lulur dikatakan sangat beragam dan memiliki manfaatnya masing-masing. Sebut saja lulur mangir, yang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, meredakan peradangan, menghaluskan kulit, melembabkan kulit, serta membuat kulit tampak cerah alami. Ada juga lulur rempah susu, yang mengandung banyak manfaat yaitu mengecilkan poripori kulit, mengurangi iritasi kulit, mengangkat sel-sel kulit mati, mencerahkan kulit, serta memberikan efek segar dan menenangkan. Lulur kopi, berkhasiat untuk menghaluskan kulit, menghilangkan noda hitam akibat paparan sinar UV, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan bau badan, menghilangkan selulit terutama bagi para ibu-ibu pasca melahirkan, menyegarkan tubuh dan menghilangkan penat, membantu mempercepat proses pelarutan lemak&membentuk tubuh. Lulur green tea berkhasiat sebagai antioksidan dan memberikan vitamin, mengangkat sel kulit mati, menutrisi kulit, memperbaiki sirkulasi O2 dan melancarkan peredaran darah, mencerahkan kulit, menjaga kelembaban dan mencegah kulit jadi keriput. Lulur cendana berkhasiat sebagai penangkal radikal bebas, mendinginkan kulit serta membuat kulit menjadi lebih halus dan lembut, menjaga elastisitas kulit, serta menyegarkan dengan aroma khas cendana. Lulur cokelat berkhasiat untuk mengangkat sel kulit mati, menetralkan kulit yang iritasi sekaligus memberi nutrisi, merevitalisasi sel sel kulit baru dan menjaga kelembaban, menghilangkan bekas jerawat, flek hitam dan memberi proteksi dari UVA dan UVB. Tersedia pula lulur dengan
Sehat dan Fresh dengan Luluran varian buah, seperti lulur alpukat yang berkhasiat melembabkan kulit sehingga membuat kulit tampak lebih lembut dan mengandung vitamin E dan omega 3. “Ini cocok untuk mereka yang memiliki kulit kering,� ucapnya. Lulur strawberry berkhasiat mengencangkan kulit dan menyehatkan keremajaan kulit. Mengandung salah satu jenis asam beta-hidrosi, serta mengandung vitamin B, C, E, dan K. Lulur bengkoang berkhasiat mencerahkan warna kulit sehingga tampak lebih putih/cerah. Bengkoang memiliki sifat kimiawi dan fermakologis yang manis, dingin, sejuk sehingga memiliki khasiat mendinginkan kulit. Selain itu, ada juga lulur lavender yang berkhasiat mengendorkan serta melemaskan sistem kerja urat-urat syaraf dan otototot yang tegang. Juga bermanfaat menghaluskan kulit terbakar, bekas luka atau terkelupas. Jadi, pemilihannya disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit. Pada prinsipnya, semua lulur kalau digunakan secara rutin maka kulit akan nampak halus dan bercahaya sehingga terlihat sehat dan fresh. TAHAPAN PENGGUNAAN LULUR Deli menjelaskan tahap-tahap penggunaan lulur. Pertamatama dilakukan pemijatan pada kulit dengan tujuan melenturkan otot-otot yang tegang agar menjadi lebih rileks. Kemudian lulur dibalurkan ke sekujur tubuh sampai setengah kering. Pada saat ini lulur sekaligus memberikan
nutrisi pada kulit yang terserap melalui pori-pori. Barulah kemudian masuk ke tahapan berikutnya, pengangkatan sel-sel kulit mati dengan cara digosok. Setelah luluran disarankan menggunakan masker badan, apalagi sehabis lulur suka memakai steam badan. “Masker badan akan membantu menormalkan pori-pori yang tadinya mengembang saat proses steam. Kalau mau dilewati, tidak masalah. Tapi mandinya di bilasan terakhir, sebaiknya memakai air dingin, jangan memakai air hangat lagi. Hal ini untuk menghindari pori-pori kulit membesar,� jelasnya. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan ini? Untuk luluran yang da-
UV. Sementara untuk masker badan, tiap hari juga bisa tapi disesuaikan saja dengan kebutuhan kulit masing-masing. Varian untuk masker badan juga sangat bervariasi, kurang lebih hampir sama seperti varian lulur. Usia berapa yang pas untuk memulai perawatan ini? Deli mengatakan, penggunaan lulur bisa dimulai sejak usia remaja karena sudah mulai produktif melakukan akvifitas di luar ruangan. Apalagi di usia ini, umumnya para remaja sudah mulai aktif menggunakan produk kosmetik yang lumayan memberikan pengaruh negatif bagi kulit jika kurang tepat pemilihannya. Berikutnya, perawatan lanjutan setelah luluran dan masker badan sangat disailustrasi rankan selalu menggunakan lam prosesnya terdapat tahapan hand and body lotion. Untuk pengangkatan sel kulit mati, kita yang aktif di luar ruangan cukup dilakukan 2 minggu sekali sebaiknya memakai lotion yang untuk orang yang tidak begitu ak- memiliki ultraviolet protector tif di luar ruangan. Dan, seminggu minimal SPF 30, apalagi kalau sekali untuk mereka yang sangat siang bolong masih harus sering aktif di luar ruangan, karena pasti mondar-mandir di luaran. Jika akan lebih sering terpapar sinar mereka yang sering di rungan ber- AC sebaiknya memakai lotion yang memiliki kelembaban ekstra atau kalau perlu pakai body butter yang biasanya cenderung lebih tinggi kadar minyaknya sehingga bisa memberikan kelembaban lebih bagi kulit. Terlalu sering di ruangan ber-AC akan membuat kulit menjadi kering dan gampang keriput. –Inten Indrawati
Deli Bunga Saravistha
14
Bugar Penyakit di bidang reumatik sangat banyak jumlahnya lebih kurang 200 jenis diagnosis dan berbagai macam sumber penyebab penyakit tersebut. Menurut dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR,M.Kes., nyeri merupakan respon sistem saraf pusat terhadap suatu impuls yang dikirim oleh reseptor saraf nyeri yang kita sebut nosiseptor dari bagian tubuh tertentu, selanjutnya menimbulkan suatu rasa tidak nyaman dari bagian tubuh tersebut. Khususnya pada kaki manusia yang menimbulkan rasa nyeri dapat dari berbagai sumber di kaki.
K
aki manusia dibagi menjadi 3 bagian yaitu: bagian belakang disebut hind foot, bagian tengah disebut mid foot, bagian depan disebut fore foot. Kaki yang normal ditandai sebagai berikut : bebas nyeri, keseimbangan otot normal, tidak kontraktur, menumpu beban di 3 titik, tumit sentral , jari jari lurus dan bergerak leluasa. Penyebab nyeri kaki bisa bersumber dari tulang, sendi ataupun jaringan sekitar sendi seperti tendon, ligamen maupun bursa. Ia menyebutkan, ada beberapa penyakit yang sangat sering muncul sebagai penyebab nyeri kaki di luar akibat trauma, antara lain:
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
11
Serba-serbi Nyeri Kaki (2) Penyakit Artritis Reumatoid
Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang sistemik namun paling sering menyerang sendi-sendi kecil khususnya jari-jari kaki dan tangan. Artritis rheumatoid ditandai dengan bengkak dan nyeri pada jari-jari kaki ataupun tangan sehingga member tampilan jarijari seperti sosis. Bila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan kecacatan pada jemari tersebut dan bisa menyerang organ-organ vital tubuh lainnya. Penanganan penyakit ini harus menggunakan obat-obat sistemik yang dikategorikan obat imunosupresan untuk menekan reaksi imun yang terjadi.
yang sistemik, diberikan juga obat yang bekerja sebagai anti interleukin 6, preparat obat anti radang topikal, olahraga dalam posisi berbaring atau duduk, bila pasien mengalami kelebihan berat badan upaya turun berat badan harus dilakukan. (4) Plantar fasciitis Rasa nyeri yang muncul khususnya dirasakan di bagian kaki belakang daerah telapak kaki. Nyeri dirasakan kala berjalan atau menjejakkan kaki, bila ditekan daerah tersebut akan terasa nyeri yang luar biasa. Penyakit ini tidak ditandai gejala bengkak ataupun nyeri sendi. Diagnosis ditegakkan bisa dibantu dengan pemeriksaan radiologi sederhana dengan titik sentrum di daerah fore foot, sering didapatkan suatu spur pada tulang kalkaneus. Penangannanya bisa melalui penggunan silicon insole khusus, pemberian topikal obat radang, bila dipandang perlu dilakukan injeksi obat steroid. (5) Tendinitis Achilles
(1) Penyakit Gout (3) Penyakit Osteoartritis
Penyakit reumatik yang satu ini dikaitkan dengan Penyakit gout terkenal di masyarakat sebagai penyakit proses penuaan sehingga dikelompokkan penyakit degenakibat tingginya kadar asam urat serum melebihi 6,5 eratif. Rasa nyeri pada kaki akan muncul lebih dirasakan mg/dl. Pada saat titik jenuh kristalisasi asam urat serum kala istirahat setelah beraktivitas khususnya di malam terlampau sehingga terbentuk kristal monosodium urat hari, disertai rasa kaku, namun rasa nyeri ini sangat (MSU), maka Kristal MSU akan mengalami deposisi jarang disertai pembengkakan sendi-sendi. Penyakit ini atau mengendap di berbagai jaringan tubuh khususnya juga bisa menimbulkan kecacatan pada kaki khususnya terbanyak di sendi dan jaringan sekitar sendi. Pada kaki jemari kaki. Penanganannya selain obat mengatasi nyeri yang paling sering terjadi serangan artritis gout akut di sendi metatarsofalangeal I, jadi daerah kaki yang menjadi sasaran bisa MTP I, punggung kaki atau pergelangan kaki. Gejala khas radang sendi akut dan tiba-tiba umumnya pagi hari, rasa nyeri hebat bahkan sampai sulit berjalan, kulit sekitar merah, panas bila disentuh saja sudah sangat nyeri. Pada penyakit gout yang sudah kronis atau menahun akan menimbulkan kecacatan yang disebut tofus, bahkan bisa merusak kondisi tulang kaki di bawah tofus tersebut. Penanganan artritis gout yang akut berbeda dengan yang kronis, selain sendi yang bengkak dilakukan kompres dingin dan pemberian obat antiradang topical juga diberikan obat anti radang sistemik yang dikombinasi dengan obat khusus bekerja di sel neutrofil, setelah artritis gout mereda barulah diberikan obat yang dikelompokkan golongan dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, xantin oksidase inhibitor. Sp.PD-KR,M.Kes.
Salah satu penyebab nyeri seputar pergelangan kaki adalah radang pada lokasi perlekatan tendon Achilles pada tulang kalkaneus. Radang tendon yang disebut tendinitis ini terjadi sebagai akibat peregangan tendon yang luar biasa dan tiba-tiba umumnya dialami oleh para atlet. Pada lokasi tendon achilles yang meradang akan dirasakan nyeri hebat, kulit kemerahan, sedikit bengkak, sehingga sulit berjalan. Penanganannya selain dilakukan kompres dingin, pemberian obat radang topical maupun sistemik, kaki harus istirahat. –Wirati Astiti
10
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Komunitas Cinta Berkain Bali Diresmikan
Kreasi
Jaga, Kembangkan, dan Lestarikan Kain Tradisional Nusantara Kebersamaan dan kebahagiaan tergambar saat berlangsungnya peresmian dan pelantikan pengurus Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia Provinsi Bali oleh Ketua Umum KCB Indonesia Pusat, Sita Hanimastuty Agustanzil, di Plumeria Ballroom Hotel Padma Legian, Kuta, Sabtu (6/8).
Fashion Show oleh anggota KCB INA Bali saat acara Deklarasi KCB INA Bali
A
c a ra d i h a d i r i Ke t u a Dekransada Bali Ny. Ayu Pastika, Ny. Sri Utari Naradha dan jajaran pengurus pusat dan tamu undangan lainnya. Hampir seluruh tamu yang hadir tampil cantik, menarik dan anggun mengenakan beragam kain Bali dan kain tradisional nusantara lainnya. Ketua Umum KCB Indonesia Pusat sekaligus pendiri KCB Indonesia, menyampaikan pesannya agar pengurus inti yang dilantik, agar serius dan berkomitmen menjalankan KCB Indonesia Provinsi Bali, sesuai aturan KCB Indonesia Pusat.
Begitu pula dalam menjalankan tugas dan fungsi kepengurusan, terutama kepada Ketua dan jajaran pengurus KCBI Bali Provinsi, dan jajaran pengurus 2016 - 2019 agar bergandengan tangan dengan komunikasi yang efektif menjadikan komunitas ini bukan hanya menjadi maju dan besar tapi juga terhormat dan dipercaya oleh masyarakat luas sesuai visi misi KCB Indonesia yang taujuannya mulia. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika, menyambut baik keberadaan KCB Indonesia Provinsi
Bali. Keberadaannya diharapkan dapat menghidupkan kebanggaan serta minat masyarakat menggunakan kain tradisional. KCB Provinsi Bali, katanya sebagai wadah berkumpulnya perempuan dari berbagai profesi merupakan bentuk komitmen para anak bangsa dalam pelestarian dan pengembangan kain tradisional yang merupakan warisan budaya yang adiluhung. Ny. Ayu Pastika berharap kainkain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional bahkan di area global. Hal ini, bisa membawa hal positif demi mendorong para pengusaha, pengrajin, juga kalangan desainer. Mereka akan semakin kreatif, inovatif dan produktif, dan ini nantinya mendorong bertumbuhnya perekonomian . Istri Gubernur Bali ini juga mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli pada keberadaan kain tradisional. Begitu juga kepada KCB Indonesia Provinsi Bali, disamping melestarikan juga berupaya menghidupkan tradisi mengenakan kain tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika MARI BERKAIN Di era modern ini, seiring perkembangan zaman, eksistensi kain tradisional semakin tergeser oleh mode berbusana yang lebih
Deklarasi KCB INA Bali di Padma Hotel Legian yang dhadiri Ny. Ayu Pastika Ketua Dekrnas Bali dan Sita Agustanzil Ketua Umum KCBI INA Pusat Kuta
stylish dan kekinian. Kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap warisan tradisi kain nusantara menyebabkan mayoritas masyarakat menilai mengenakan kain sebagai busana sehari-hari adalah kurang praktis. Berangkat dari keprihatinan ini, sekelompok wanita yang diprakarsai Sita H. Agustanzil mendirikan suatu komunitas yang bercita-cita untuk menjaga eksistensi kain tradisional Indonesia yang mampu diseimbangkan dengan mode berbusana masa kini. Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia, hadir menjadi garda terdepan Indonesia untuk melestarikan budaya berkain nusantara. Anggota KCB sendiri telah mencapai 800 orang dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Kini, giliran Bali turut mengampanyekan gerakan cinta berkain n u s a n t a ra . Terlebih, Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia, Sita H. Agustanzil hadir lang-
sung meresmikan KCB Indonesia Provinsi Bali pekan lalu. Di Bali sejak dahulu Bali terkenal dengan kemampuannya mengasimilasi antara budaya lokal dengan pengaruh luar Bali. Mereka mampu mempertahankan budaya berbusana kain selama berabad-abad dan bangga dengan busana berkain yang digunakan, termasuk kalangan muda-mudinya. Karenanya, sangatlah tepat KCB Indonesia Provinsi Bali ini tumbuh dan berkembang di Bali yang kita cintai ini. Dengan memakai kain, para perempuan memberikan image positif di mata dunia, sekaligus menularkan budaya berkain, dan memberikan stigma bahwa berkain di era modern dapat menjadi tren baru. Dengan berdirinya KCB Indonesia Provinsi Bali ini, diharapkan mampu menyemangati para perempuan Indonesia, khususnya Bali untuk terbiasa dan bangga memakai kain tradisional sebagai busana pilihan sehari-hari, baik resmi maupun informal. Dengan tercapainya citacita tersebut perempuan Indonesia tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga meningkatkan taraf hidup para perajin kain nusantara. - Sri Ardhini
Pendiri & Ketua KCB Indonesia Sita Hanimastuty Agustanzil
Penampilan Lenggang Berkain oleh anggota KCBI Ina Bali di acara Deklarasi KCBI INA Bali
Bazar oleh anggota KCBI INA Bali saat Deklrasi di Hotel Padma, Legian Kuta
Dewan Penasehat : - Ketua Dekranas Provinsi Bali - Ketua Dekranasda Kab/Kota Se-Bali - Sotjawaruni Kumala Palar/Runi Palar -A.A. Ngurah Anom Mayun Konta Tenaya -A. A. Sri Utari Naradha Ketua KCB Indonesia Prov Bali : - Mayke Boestami Anderson Wakil Ketua -Byang Mangku Hipno Sekretaris Umum : - Jro Puspawati Saskara, S Par
KCB INA Bali saat berkunjung ke kediaman Anom Mayun Penasihat KCBI INA Bali
Foto bersama Ny. Ayu Pastika Ketua Dekranas Provinsi Bali usai Deklarasi KCBI INA Bali
KCB INA Bali usai bertemu AA Sri Utari Penasihat KCB Ina Bali
KCB INA Bali usai audesni dengan IA Selly D Mantra Ketua Dekranasda Kota Denpasar
Bendahara Umum : - R. Ayu Nartati DH Wilson Terima Kasih Kepada 1. Bank BRI 2. Bank BNI 3. ITDC 4. Padma Resort Legian 5. Rob Peetoom 6. Minyak Oles Bokasi 7. Parigata 8. Kelompok Media Bali Post Dan seluruh pendukung acara
Style
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Pesona Linggayoni Hipmi Fashion Week (HFW) yang di gelar di Beachwalk, Kuta dengan tema “Where Fashion Meet Culture” berakhir. Kehadirannya memberi warna tersendiri bagi perkembangan dunia fashion di Bali.
L
inggayoni, adalah salah satu brand anyar yang turut menyemaraknnya acara tersebut. Inda Trimafo pemilik Linggayoni, sebagai designer new comers , berharap karyanya bisa lebih lagi membawa dunia fashion Bali ke tingkat nasional bahkan international seperti yang sempat di lakukannya ketika memperkenalkan koleksi Linggayoni pada ‘Hongkong Fashion Week Exhibition “ Juni silam. Dikatakannya ia terinspirasi makna Linggayoni, yang secara
filosofi sebagai kekuatan kreatif yang menggerakkan seluruh alam semesta dengan bersatunya energi laki - laki dan perempuan. Ketua HIPMI Bali yang sarat pengalaman menjelajah mancanegara ini, mengaku melalui Linggayoni ia mengeksplor hobinya di bidang fashion dengan menggali potensi lokal. Istimewanya Linggayoni berhasil mengangkat eksistensi kekayaan dan warisan budaya lokal ini sebagai bagian dari life style Dengan inovasinya, koleksi ready to wear Linggayoni tersedia bagi wanita dan pria, mulai dari gaya ses-
Gek Inda
uai iklim tropis yang santai atau kasual sampai desain yang smart dan elegan. Berikut beberapa desain dari Linggayoni yang tampil di panggung Hipmi Fashion Week beberapa waktu lalu. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Dari serangkaian seleksi dan pembekalan selama sebulan, akhirnya pasangan I Gede Hadika Kresna Wirawan dan Ni Nyoman Clara Listya Dewi berhak menyandang gelar sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2016. Selanjutnya, mereka akan mewakili Bali dalam pemilihan Duta Bahasa Nasional di Badan Bahasa Jakarta pada bulan Oktober 2016.
M
alam Final Pemilihan Duta Bahasa yang merupakan agenda tahunan Balai Bahasa Bali tersebut dilangsungkan di Gedung Citta Klangen ISI Denpasar, Sabtu 6 Agustus 2016. Acara dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, perwakilan ISI Denpasar, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jegeg Bagus, duta-duta yang ada di Bali, serta perwakilan para sponsor. Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Drs. I Wayan Tama, M.Hum., optimis tahun ini Bali akan kembali meraih peringkat nasional, meski persaingan dari tahun ke tahun makin ketat. “Kami sangat optimis, karena untuk mencapai puncaknya, Duta Bahasa Bali ini diberikan berbagai tempaan sehingga kualitasnya luar biasa,” ucapnya optimis. Pemilihan Duta Bahasa dimaksudkan sebagai salah satu upaya pembinaan bahasa dan penumbuhan kesadaran penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di kalangan generasi muda. ”Seorang duta bahasa harus memiliki kemahiran berbahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah yang dapat menjadi contoh bagi kaum muda lainnya. Mereka akan menjadi mitra Balai Bahasa dalam upaya pembinaan bahasa dan menjadikan generasi yang
Bermain perang-perangan biasanya dilakukan anak-anak di halaman rumah. Bagaimana jika orang dewasa yang main perang-perangan? Wahana yang tersedia di Keramas Park bisa menjadi pilihan. Apa saja syaratnya agar bisa jadi pemain perang? Helm, rompi, dan senjata laras panjang sudah tertata rapi. Ada rompi warna hitam dan ada yang warna hijau. Masing-masing regu terdiri dari 5 orang. Regu hitam versus regu hijau. Begitu rompi dipakai, senjata disandang, dan helm dipasang, Anda serasa prajurit yang siap berperang di medan tempur. Lokasi perang berada di areal seluas 20 are di Keramas Park. Semak-semak dan pohon sengon yang tumbuh di areal tersebut membuat pemain serasa berada di tengah hutan. Sebelum mulai perang, instruktur akan memberikan rambu-rambu tentang permainan ini. “Masing-masing pemain dibekali magazin yang isinya 300 peluru. Permainan selesai begitu peluru habis. Harap diingat, jangan sesekali membuka helm saat permainan berlangsung atau Anda berada di area perang. Jangan melewati garis batas areal ini,” ujar Ketut Astawa, Operational Manager Keramas Park yang mendampingi instruktur permainan air soft gun ini. Setelah kedua regu siap, permainan pun dimulai. Suara tembakan mendesing. Pergerakan pemain di “hutan kecil” sangat rapi. Ada yang merayap, ada yang jalan jongkok. Tak jarang terdengar suara mengaduh bagi yang kena peluru dibarengi dengan suara tawa dari teman atau musuhnya. Semua bergembira menjadi pasukan tempur. Bagi yang pelurunya habis, langsung angkat senjata dan keluar dari arena.
Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali 2016
Hadika dan Clara Wakili Bali ke Tingkat Nasional mampu mengomunikasikan gagasan secara berkualitas,” ujar Wayan Tama. Ia menegaskan, bahasa adalah pembentuk manusia yang sesungguhnya. Bahkan, jika ditinjau dari faktor kebahasaan, bahasa merupakan pendobrak kaum penjajah dulu. Dengan slogan “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah (Bahasa Bali), Pelajari Bahasa Asing”, sehingga repertoar kebahasaan kita di Bali bisa tertata dengan baik. “Ini yang disebut penguasaan multilingual yang sejajar, kita harus mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar, berbahasa daerah yang tertata, dan berbahasa asing yang baik. Ketiganya kita perlukan tapi bisa menyesuaikan situasi dan kondisinya,” ucapnya. Tahun ini, jumlah peserta meningkat cukup signifikan. “Tahun lalu pesertanya kurang dari 75 orang, tapi tahun ini hampir diikuti 100 peserta. Pesertanya masih didominasi kaum peremI Gede Hadika Kresna Wirawan dan puan, meskipun kualitas Ni Nyoman Clara Listya Dewi terpilih peserta laki-laki juga sangat menjadi Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2016 bagus,” papar Koordinator Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali I dan daerah, serta menguasai salah satu bahasa asing. Calon peserta diwajibkan Nyoman Sutrisna, S.S. Mereka yang mengikuti pemilihan untuk mengirim karangan argumentasi ini telah memenuhi kriteria, di antaran- dalam bahasa Indonesia dengan tema ya pemuda dan pemudi berusia 18-25 “Pemuda dan Bahasa”. Dalam proses Pemilihan Duta Batahun, ber-KTP Bali, belum menikah, berkepribadian dan berpenampilan hasa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2016 menarik, mahir berbahasa Indonesia ini melibatkan tiga pakar bahasa sebagai
Serunya Bermain Air di Keramas Park
tim juri utama. Mereka adalah Drs. I Nyoman Clara Listya Dewi, I Made Dwi Wayan Tama, M.Hum. (Balai Bahasa Hita Darmawan, Gek Ayu Krismayogi, Provinsi Bali), Drs. I Made Madia, I Wayan Adi Pranata, S.Ked., Novita M.Hum., dan Dr. I G.A.A. Mas Tri Ad- Mulyana, Kadek Hendra Darmawan, nyani, S.S., M.Hum. (keduanya adalah Putu Ayu Adiyanti, I Komang Sukarma, dosen Fakultas Sastra dan Budaya, Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, I Putu Universitas Udayana). Tim Juri Utama Rama Candra, Anak Agung Istri Devi ini didampingi oleh beberapa praktisi Wulandari, I Wayan Juniartawan, Gusti dari Duta Bahasa Nasional dan dari Ayu Made Dwi Adi Susanti, I Wayan komunitas yang ahli di bidangnya. Dedi Putra, Ni Kadek Desiani, Putu Sutrisna menjelaskan seleksi pada Bagus Mahardika, dan Ayu Riesky. tahun ini diawali dengan pengumpulan Berikutnya, pembekalan calon makalah yang ditutup pada Duta Bahasa dilaksanaakhir 1 Juli 2016. Dari seleksi kan pada 1 s.d. 3 Agusmakalah tersebut terjaring tus 2016. Kegiatan ini 65 peserta yang lolos untuk diisi dengan pembekamengikuti Uji Kemahiran lan oleh ketiga dewan Berbahasa Indonesia (UKBI) juri dan pembekalan yang diadakan pada tanggal kepribadian oleh Ni 14 Juli 2016. Dari hasil tes, Nyoman Krisna Kumaskor tertinggi diperoleh oleh layani, S.S. (Duta BaPutu Ayu Adiyanti dengan hasa Nasional 2010 dan predikat Istimewa. AkumuPutri Pariwisata), tanya lasi nilai makalah dan UKBI jawab, presentasi, dedigunakan untuk menentukan bat, dan tes kemahiran finalis Duta Bahasa Provinsi berbahasa daerah dan Bali 2016. Mereka adalah I bahasa asing. Semua Putu Angga Wijaya Sandy, kegiatan seleksi dilakA A Made Ariasih, I Gede sanakan di Balai Bahasa Wayan Tama Hadika, Kresna Wirawan, Ni Bali. –ard,ten
PEMENANG PEMILIHAN DUTA BAHASA PROVINSI BALI 2016 Juara I: Ni Nyoman Clara Listya Dewi - I Gede Hadika Kresna Wirawan Juara II: Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti – I Wayan Dedi Putra Juara III: Gek Ayu Krismayogi – I Wayan Adi Pranata, S.Ked. Harapan I: A A Made Ariasih – I Putu Rama Candra Harapan II: Anak Agung Istri Devi Wulandari Putra – Putu Bagus Mahardika Harapan III: Putu Ayu Adiyanti – I Made Dwi Hita Darmawan
Soft Gun
Permainan flying fox
Areal permainan air soft gun
“Bermain air soft gun ini khusus untuk dewasa karena senjata berat. Pemain harus menggunakan sepatu, celana panjang, dan kaus lengan panjang untuk menghindari luka tersayat semak-semak. Ikuti aturan, pasti permainan menyenangkan,” ujar Astawa berpromosi. Ia menambahkan untuk bermain air soft gun ini, per orang
membayar Rp 150 ribu. Selain bermain air soft gun, Keramas Park juga menyediakan wahana flying fox dan ATV. Kedua permainan ini sangat cocok untuk menguji adrenalin. Berjalan di jembatan tali lalu memanjat lokasi start flying fox sudah membuat jantung berdegup. Begitu meluncur di tali, teriakan kerap dikeluarkan
Suasana Keramas Park
pemain flying fox untuk menghilangkan ketakutan. Usai bermain flying fox, lanjutkan dengan mengendarai ATV. Motor dengan penggerak empat roda ini mampu melewati tanjakan dan kubangan air. “Kalau bermain ATV, jangan sampai menurunkan kaki. Kalau kaki turun, keseimbangan goyang, Anda bisa tertimpa motor,” jelas Astawa. Medan berkelok dengan tanjakan dan turunan yang curam membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Bagi yang mau beraksi lebih ekstrem, bisa ngebut sambil melintasi genangan
air. Tiga putaran untuk satu pemain dijamin membuat Anda akan ketagihan. Usai bermain, manjakan diri dengan berenang di kolam. Keramas Park juga menyediakan wahana permainan untuk anak-anak dan lapangan terbuka. Lapangan ini bisa dipakai untuk bermain futsal atau dijadikan arena outbond. Jika ingin berkemah juga bisa karena ada beberapa bangunan mirip rumah teletubbies. Kenyamanan dengan fasilitas dan wahana menengah ke atas tetapi harga menengah ke bawah hanya bisa didapatkan di Keramas Park. –Ngurah Budi
Instruktur memberi pengarahan sebelum permainan air soft gun
Sudut Pandang Diakui atau tidak, mo dernisasi dan globalisasi telah menggerogoti nilai-nilai nasionalisme. Yang paling terasa adalah di bidang budaya, di mana sebagian masyarakat kita seolah lebih suka budaya negeri lain ketimbang mengusung budaya sendiri. Gejala yang mengkhawatirkan ini sekaligus memprihatinkan, kita bersama.
K
eprihatinan itu juga dirasakan oleh Sruti Respati, seniman Jawa yang dalam berbagai kesempatan berkarya berupaya tetap konsisten menjunjung kebudayaan negeri sendiri, sembari menularkannya kepada masyarakat. “Kalau dibilang prihatin, memang prihatin ya. Mau nggak mau kita memang harus mengakui bahwa nilai-nilai yang merupakan karakter bangsa kita telah mulai tergerus oleh arus modernisasi. Pengaruh globalisasi begitu kuat, khususnya di kalangan generasi muda. Ini merupakan tantangan juga ‘PR’ buat kita semua. Harus ada cara untuk mengembalikan kepedulian kita semua. Bagaimana membangkitkan nasionalisme di kalangan anak-anak muda, ini yang penting dilakukan. Bagaimana membuat agar generasi muda yang merupakan harapan bangsa peduli pada nilai-nilai keindonesiaan, nilai-nilai budaya sendiri,” ungkap Sruti yang baru-baru ini tampil dalam konser hari kemerdekaan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Jika itu tidak dilakukan, dia tak bisa membayangkan akan jadi seperti apa bangsa ini puluhan tahun ke depan. “Bisa jadi 20 atau 30 tahun ke depan, kita tidak tahu lagi bagaimana cara mengenalkan budaya negeri kita kepada generasi muda pada masa itu lantaran sudah hilang,” tambahnya mengingatkan. Menurutnya, semua orang Indonesia harus terlibat dalam menggelorakan semangat ‘merah putih’ , dan para seniman entah itu penyanyi, artis, adalah salah
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Menularkan Cinta Tanah Air lewat Karya Seni
satu pihak yang paling harus bergerak untuk melakukan ‘pekerjaan besar’ (membangkitkan nasionalisme) ini lewat karya-karyanya. “Seperti saya misalnya, sebagai penyanyi adalah salah satu yang pas untuk mempromosikan budaya kita. Itu yang saya lakukan lewat karya-karya saya melestarikan kesenian tradisi negeri. Bukan hanya lewat lagu tapi juga penampilan, misalnya kebaya yang kerap saya kenakan atau konde,” lanjutnya sembari menambahkan, pihak media pun juga harus ikut bersama melakukan ‘pekerjaan besar’ ini, lewat publikasinya. Tentunya, diakui wanita kelahiran Solo 1980, agar bisa memikat hati kalangan muda, harus ada ideide kreatif yang dimunculkan.
terpenting adalah kemasannya. Dengan begitu kalangan muda bisa tertarik, dan mulai peduli. Untuk mencapai tujuan utama yakni menularkan kecintaan terhadap budaya sendiri, tambah Sruti, kita harus bisa mema-
hami sikap dan minat anak muda. “Apa sih yang disukai anak muda? Musik apa yang mereka gemari, rock, pop, jazz, atau seni kotemporer. Dari sini lah kita bisa masuk untuk memikat mereka”. “Ketika sudah ada kepedulian maka akan muncul cinta. Jadi anak muda tidak
Sruti Respati perlu dipaksa untuk menyukai karena rasa itu sudah muncul dengan sendirinya dari dalam. Setelah proses ini berjalan maka sesekali atau saat-saat tertentu kita tampilkan kesenian tradisi kita,” tambah Sruti yang pada 20 Agustus 2016 tampil dalam event Prambanan Jazz di Candi Prambanan Yogyakarta. Sruti pun memberi contoh lagu keroncong yang sebagian orang menyebutnya sebagai musik jadul, juga mulai digemari kalangan muda. Itu karena kreativitas. “Ternyata yang namanya musik keroncong asyik juga didengarkan. Anak muda mulai tertarik karena ada sentuhan krea tivita s yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Inilah salah satu upaya melestarikan musik keroncong,” ucapnya. Tapi sebetulnya, kata Sru-
Dalam bidang seni misalnya, tidak melulu kesenian tradisional tapi juga seni kreatif yang tentunya tidak meninggalkan u n s u r- u n s u r tradisi. Yang
9
ti lebih jauh, dalam bidang apapun kita berkarya tetap bisa mempertahankan karakter kita sebagai bangsa Indonesia. Entah itu penyanyi, artis bahkan peneliti pun tetap bisa menampilkan karakter bangsa. Karena pada dasarnya setiap orang yang berkarya, dalam hal apapun, selalu mencari karakter dalam karyanya. “Nah jika kita sudah tahu jati diri kita sebagai orang Indonesia, dengan adat ketimurannya dan kebudayaannya yang beragam, kebudayaannya yang agung, pastilah akan memberi sentuhan yang berbeda pada karyakaryanya apapun itu,” kata Sruti yang bukan saja piawai menyanyi keroncong juga menari. Di Bulan Kemerdekaan ini, kata Sruti lagi, menjadi momen yang tepat untuk menggelorakan kembali nasionalisme. Dan bagi dirinya pribadi pun, inilah salah satu kesempatan baginya untuk menularkan cinta tanah air pada masyarakat lewat penampilanpenampilannya di berbagai event. Sruti bersyukur bahwa sepanjang Agustus ini dirinya mendapat banyak job yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. “Iya betul, ini lumayan banget ya, sepanjang Agustus ada banyak agenda. Minggu lalu aku baru saja konser bernuansa patriotik bersama mas Indro”. “Kita bercerita tentang bagaimana perjuangan, bagaimana Indonesia yang kaya dengan kebudayaan dan alam menjadi magnet bagi banyak negara di dunia. Kita juga bercerita tentang perjuangan kemerdekaan yang berpuluh-puluh tahun, tapi setelah merdeka, masih juga negara lain ingin ‘menguasai’ kita. Itu terjadi karena kita adalah negara yang kaya,” paparnya panjang-lebar. –Diana Runtu
Berikan Prestasi Terbaik Bulan Agustus selalu identik dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, di bulan ini masyarakat dengan suka cita memperingatinya dengan berbagai macam kegiatan. Mulai dari perlombaan, pawai, hingga upacara pengibaran bendera merah putih. Tetapi, jangan sampai memaknai hari kemerdekaan tersebut sebagai kebebasan yang tidak terbatas. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala II Sekolah Tinggi Agama Hindu Mpu Kuturan Singaraja, Dra. Ni Wayan Murniti, M.Ag. Sebagai warga negara yang baik, memaknai hari kemerdekaan harus dengan bijak. Menurutnya kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang tidak keluar dari aturan maupun kewajiban. Dalam melaksanakan tugas misalnya, jangan sampai ada tekanan tetapi harus sesuai dengan arahan dan bimbingan dari atasan, tutur perempuan kelahiran 19 Agustus 1966 tersebut. Begitu juga dalam sebuah keluarga, jangan pernah mengartikan kemerdekaan terse-
Dra. Ni Wayan Murniti, M.Ag.
but sebebas-bebasnya. Lakilaki dan perempuan itu sama, mengemban tugas masing-masing, jelasnya. Sebagai orangtua ia juga menambahkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam menanamkan rasa nasionalisme terhadap anak-anak. Orangtua harus belajar lebih dulu sehingga dapat menerapkan dan menjadi contoh kepada anak, jelasnya. Cara yang paling sederhana dan
nyata untuk memaknai hari kemerdekaan dalam keluarga adalah memasang bendera merah putih di rumah. Itu sebagai rasa syukur yang diterapkan dalam lingkungan keluarga, imbuh perempuan yang hobi membuat bahan upakara tersebut. Memaknai hari kemerdekaan tersebut dalam keluarga juga dilakukan dengan cara kebebasan dalam menuangkan ide maupun berpendapat. Tidak dimungkiri jika dalam hubungan orangtua dan anak-anak kadang kala memang terjadi perselisihan, akan tetapi sebagai orangtua harus bijak dalam menyikapi persoalan tersebut. Anak-anak kadang punya pendapat sendiri, tugas orangtua hanya membimbing dan mengarahkan, ujarnya. Perempuan yang berasal dari Singaraja ini juga berharap masyarakat dapat memaknai kebebasan dengan bertanggung jawab. Begitu juga dengan yang harus menerapkan aturanaturan dan menjalankan dengan tegas aturan tersebut sehingga kebebasan yang dimaksud tidak disalahartikan. Kadang-kadang seseorang berbuat kesalahan dan terus mengulangi kelihatan
tidak ada efek jera sehingga sangat perlu pemerintah menegaskan aturan atau norma, tandasnya. CINTAI PRODUK LOKAL Sementara itu, Komang Ayu Suseni S.Pd.,M.Pd. dosen Agama Hindu di STAH N Mpu Kuturan juga sangat mensyukuri hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai seorang akademis, peran pendidikan sangat sentral dalam membentuk pribadi siswa yang memiliki semangat juang dan rasa nasionalis tinggi. Jika dibanding dengan para pejuang dahulu merebut kemerdekaan, saat ini masyarakat hanya perlu memaknai dan melakukan aksi nyata untuk memperingati hari kemerdekaan tersebut. Dalam dunia pendidikan, cara yang paling sederhana untuk memaknai hari kemerdekaan adalah siswa diharapkan dapat menyumbangkan prestasi terbaiknya. Saat ini sudah banyak generasi muda yang mampu bersaing dalam dunia pendidikan di internasional melalui olimpiade. Ini membuktikan bahwa mereka dapat memajukan bangsa melalui dunia pendidikan, paparnya.
Komang Ayu Suseni S.Pd.,M.Pd.
Mahasiswa juga diharapkan dapat aktif dalam berbagai organisasi dalam kampus. Ini akan membuat mahasiswa lebih peduli dengan lingkungannya, imbuhnya. Selain de ngan prestasi, cara paling klasik untuk memaknai kemerdekaan adalah mencintai produk lokal. Ini terbukti dari kampus tempatnya bekerja selalu memakai batik setiap hari Kamis. Kami tidak hanya memberi contoh tetapi juga harus menjadi contoh agar mereka benar-benar paham, jelasnya. -Wiwin
8
Bunda & Ananda
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Tanamankan Semangat Nasionalisme sejak Dini
17
Suasana Taman Kota Lumintang, Jumat (12/8) didominasi merah dan putih. Mereka mengikuti Parade Merah Putih yang diadakan IGTKI PGRI Kota Denpasar. Pesertanya tak hanya anak-anak TK se-Kota Denpasar, orangtua pun turut mendampingi anaknya.
“P
arade Merah Putih merupakan kegiatan rutin kami menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatannya berupa parade di sekitar Taman Kota sambil menampilkan beberapa atraksi dan membawa bendera merah putih. Kami ingin menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotik sejak dini,” ujar Nyoman Darmini, S.Pd. M.Pd,, Ketua Panitia Parade Merah Putih AnakAnak TK se-Kota Denpasar. Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini menambahkan melalui kegiatan ini, anak-anak akan mencintai tanah air dan mengenal sejarah perjuangan bangsa. Selain kegiatan Parade Merah Putih, anak-anak TK Negeri Denpasar juga diajak untuk berkunjung ke Museum Bali untuk melihat peninggalan sejarah di zaman penjajahan hingga kemerdekaan. Sementara itu, Drs. Tjok Istri Minggu Wathini, M.Pd. sebagai penggagas Parade Merah Putih menuturkan, awalnya kegiatan ini hanya dilakukan TK Negeri Pembina Denpasar beberapa tahun silam sebagai bagian dari tema cinta tanah air. “Kami pawai keliling sekolah hingga membuat jalan macet. Kami juga ditegur polisi karena tidak memberitahu kegiatan. Setelah dua kali, akhirnya kami koordinasi dengan pihak kepolisian dan peserta bertambah dari TK-TK di gugus Mawar Denpasar Utara,” ungkap mantan Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini. Kegiatan kemudian mendapat dukungan Wali Kota Denpasar kala itu AA Ngurah Puspayoga
dan dilanjutkan Wali Kota berikutnya IB Rai Dharmawijaya Mantra. Hingga kini, Wali Kota dan bersama istri, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang juga didaulat sebagai Bunda PAUD selalu hadir dalam kegiatan Parade Merah Putih. “Kami ingin anak-anak mendapat materi pembelajaran langsung dengan mengamati dan menceritakan. Melalui Parade Merah Putih, mereka sekaligus belajar tentang cinta tanah air dan negaraku. Jadi materi tidak hanya di kelas saja, tetapi langsung di lapangan. Memori anak kecil akan merekam semua yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Nanti, setelah besar baru mereka sadar, ternyata kegiatan yang dilakukan dulu itu, ini lo manfaatnya,” jelas Tjok Minggu. BALI MERAH PUTIH Kegiatan yang berkaitan dengan semangat nasionalisme juga dilakukan Korem 163/Wirasatya dan Kodam IX/Udayana dengan program Bali Merah Putih. Kegiatannya berupa pengibaran 17 bendera merah putih ukuran besar, 8 bendera ukuran sedang dan 2.016 bendera ukuran kecil serta 71 layang-layang merah putih di Pantai Kuta. “Untuk menjadi pemimpin harus disiapkan sejak dini. Salah satuya dengan pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan bela negara. Pemimpin inilah yang nantinya akan melanjutnya perjuangan untuk mengisi kemerdekaan RI,” tegas Danrem 163/Wirasatya Kolonel (Inf) I Nyoman Cantiasa. Danrem pun menghimbau
Danrem 163/Wirasatya melepas peserta Bali Merah Putih
Gubernur NTB
Wakil Gubernur NTB
Dr. TGH. M. ZAINUL MAJDI, M.A.
H. MUH. AMIN, S.H., M.Si.
Peserta parade Merah Putih se-Kota Denpasar
kepada masyarakat agar senantiasa memberikan perhatian yang lebih kepada dunia pendidikan karena mendidik generasi muda merupakan tanggung jawab kita semua. Jika para orangtua sibuk bekerja dan cenderung sedikit menanamkan nilai-nilai perjuangan tersebut kepada anaknya, maka TNI bersama para guru dan stakeholder harus berperan. “Saya perintahkan Dandim dan
Danramil tiap hari masuk ke sekolah-sekolah untuk menggelorakan bela negara dan wawasan kebangsaan. Jangan dibiarkan anak-anak kita tidak terarah dan rasa nasionalismenya berkurang,” tegas Cantiasa. Menurutnya pembinaan bela negara itu harus dilakukan dengan simultan dan menyeluruh. Dimulai dengan tingkat pelajar hingga masyarakat umum. Selain untuk
memupuk dan menguatkan rasa nasionalisme, pembinaan tersebut menjadi bagian upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa. Pihaknya masuk ke sekolah-sekolah karena tunas-tunas bangsa dididik di sana sehingga harus mendapat pembinaan cinta tanah air. Jangan sampai mereka gampang terjerumus ke hal-hal negatif yang justru merugikan bangsa ini. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
PRABU KANTONGBOLONG
Ketika kerajaan Amarta yang diperintah oleh Prabu Yudistira mengalami malapetaka, keadaan istana kalang-kabut. Ditambah lagi menghadapi serbuan kerajaan-kerajaan tetangga. Keluarga Made Taro kerajaan harus mengungsi. Mereka terpaksa menitipkan selembar surat sakti yang sangat dirahasiakan itu kepada panakawan yang bernama Petruk. “Amankanlah surat itu, jangan sampai jatuh ke tangan musuh! Kalau keadaan sudah aman, serahkanlah kembali surat itu kepada keluarga Pandawa,” demikian perintah Raja. Petruk yang bertubuh kurus, jangkung, dan berhidung mancung itu sangat senang menerima surat sakti itu. Ia sangat dipercaya keluarga Pandawa karena setia, rajin dan patuh. Namun setelah surat sakti itu berada di genggamannya, ia berubah pikiran. Katanya, “Sekaranglah saat yang tepat untuk mengubah nasib. Tak perlu selamanya menjadi abdi. Sekali-sekali jadi orang kelas ataslah!” Ia menguji-coba surat itu berkali-kali di rumahnya. “Benar-benar ampuh!” serunya. Setiap dibuka, surat itu memancarkan cahaya panas, sehingga tak suatu pun yang luput dari bahaya. Maka, tak perlu berpikir panjang lagi, ia mendatangi sebuah kerajaan. Dengan memperlihatkan surat itu, semua prajurit, pengawal istana dan rajanya tunduk kepadanya. “Hai, Rakyatku!” katanya di depan rakyat kerajaan baru itu. “Aku bukan Petruk yang dulu, tetapi seorang raja. Namaku sekarang adalah Prabu Kantongbolong. Kerajaanku bernama kerajaan
Kantongbolong. Ingat itu baik-baik!” Raja yang beruntung itu lupa sama sekali akan riwayatnya. Ia merasa diri sangat sakti, berkuasa dan ditakuti semua raja. Ia pun tak segan-segan menyerbu kerajaan-kerajaan lainnya. Berkali-kali ia berpidato di kerajaan yang baru ditaklukkannya itu, “Rajamu sekarang adalah Prabu Kantongbolong! Ingat itu baik-baik!” Syahdan, berita tentang Prabu Kantongbolong yang tak lain adalah si Petruk, sampai pula ke telinga Yudistira dan Kresna. Ketika kedua raja itu bertemu, tiba-tiba mendapat surat dari Prabu Kantongbolong. Isinya, “Hai, Yudistira raja Amarta, dan Kresna raja Dwarawati! Mulai saat ini kedua kerajaan itu berada di bawah kekuasaanku!” Kedua raja itu sangat marah lalu sepakat untuk bersama-sama menghadapi musuh yang sombong itu. Dibuatnya sebuah akal. Mereka menunjuk tiga panakawannya, Semar, Gareng dan Bagong, mengintai Prabu Kantongbolong. Tiga panakawan itu tak lain adalah keluarga Petruk. Pada saat raja yang sombong itu tidur lelap, ketiga panakawan itu masuk ke peraduan raja. Mereka lalu mencekik leher raja dan mencopot mahkotanya. Dari dalam mahkota itu keluarlah surat sakti yang dirahasiakan itu. Prabu Kantongbolong tidak berdaya. Ia kembali menyadari dirinya sebagai panakawan yang bernama Petruk. Di depan ayahnya, Semar, kakaknya, Gareng, dan adiknya, Bagong, ia menghormat dan minta maaf. Raja Yudistira dan Raja Kresna kemudian mengumumkan bahwa keamanan kerajaan telah pulih kembali. Karena si Petruk, mantan Prabu Kantongbolong itu telah menyadari kesalahannya dan mohon maaf, maka ia mendapat pengampunan dan diterima kembali menjadi panakawan di Kerajaan Amarta. (Jawa)
GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT ATAS NAMA PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Mengucapkan
Terima Kasih dan Penghargaan Setinggi-tingginya atas Peran dan Partisipasi Seluruh Pihak dalam Menyukseskan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016 Gubernur NTB
Dr. TGH. M. ZAINUL MAJDI, M.A.
Semoga Allah SWT selalu Memberkahi Kita melalui Ayat-ayat Suci yang Menggema di Bumi Nusa Tenggara Barat, Amin.
Wakil Gubernur NTB
H. MUH. AMIN, S.H., M.Si.
18
Edisi 914/15 - 21 agustus 2016
Endek Buleleng merupakan salah satu produk kebudayaan lintas generasi yang keberadaanya saat ini mulai diminati. Hal ini terbukti dari lembaga-lembaga pemerintahan dan sekolah-sekolah yang menggunakan kain endek sebagai seragam resmi. Ini lantaran endek memiliki banyak motif yang indah.
l a iv n r a C k e d n E g n le Bule
Jadikan Endek Komoditas Unggulan Buleleng
P
emkab Buleleng melalui Badan Perencanaan d a n Pe m b a n g u n a n Daerah (Bappeda) menggelar Buleleng Endek Carnival (BEC) ke-3 tahun 2016 sebagai ajang promosi dan membangkitkan kembali semangat perajin Endek Buleleng, Jumat (5/8). Sejak pertama dilaksanakan, peran BEC dirasa sangat membantu dalam promosi sehingga setiap tahunnya produksi endek terus meningkat dan pemesannya pun tidak hanya masyarakat lokal melainkan mancanegara. Kepala Bappeda Buleleng Gede Darmaja, mengatakan sejak pertama kali pelaksanaan BEC yang menjadi target adalah kain endek
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membuka BEC
khas Buleleng menjadi komoditas unggulan Buleleng. “Ketika orang berbicara batik, akan identik de ngan Pekalongan, begitu juga kami
harapkan ketika seseorang berbicara endek tujuannya adalah Buleleng,” paparnya. BEC tahun ini mengangkat tema
“Metamorfosis Endek Den Bukit” yang merupakan perkembangan endek baik dari segi motif, desain maupun fungsi dari masa ke masa.
Life Para peserta lomba dituntut dapat berkreasi sebab tema yang diambil mengharuskan peserta untuk berimajinasi. “Mereka harus menciptakan sebuah kreasi karena yang menjadi bahan penilaian adalah bagaimana endek tempo dulu, sekarang, dan masa depan,” jelas Darmaja. Ia juga mengungkapkan kain endek yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin menyebabkan harga yang sulit dijangkau oleh masyarakat. Hal tersebut menyebabkan banyak masyarakat yang ingin menggunakan endek namun terkendala oleh harga selangit. Melalui BEC, pemerintah ingin para perajin memproduksi endek mulai dari harga terendah, menengah, dan harga tertinggi. “Kalau endek bisa dibeli oleh semua lapisan masyarakat maka sangat diyakini usaha mikro dapat berkembang,” imbuhnya. Ini merupakan tantangan bagi perajin endek untuk dapat membuat produk dengan berbagai kualitas tergantung dari sasaran yang akan menjadi pembeli. BEC kali ini tidak hanya melibatkan para desainer melainkan para perajin endek, sejumlah sekolah, dan komunitas-komunitas yang ada di Buleleng. “Secara keseluruhan peserta carnival kurang lebih 800 orang yang akan diikuti oleh peserta pawai pembangunan,” lanjutnya. Ke depannya BEC bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik dari pengetahuan perancana ngan busana carnival maupun melatih kepercayaan diri generasi muda. BEC juga jadi ajang hiburan bagi masyarakat Buleleng serta pengembangan perekonomian bagi para perajin endek Buleleng. Ajang itupun mendapat apresiasi positif masyarakat. Terbukti Jalan Ngurah Rai, tempat berlangsungnya BEC dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan acara tersebut. -Wiwin
Tumbuhkan Kecintaan Kawasan Bahari Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaknai hari kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya adalah lomba perahu layar. Merupakan agenda tahunan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap kawasan bahari. Lomba yang mengambil start di Pantai Kerobokan kecamatan Sangsit tersebut diikuti oleh 103 peserta. Kepala Diskanla Ni Made Arnika mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun lalu. “Tahun lalu sekitar 80an tetapi sekarang sudah ada peningkatan,” jelasnya di sela-sela lomba pekan
lalu. Peserta lomba berasal dari 6 kecamatan dari Buleleng yang memiliki wilayah pantai atau pesisir di antaranya kecamatan Gerokgak, Banjar, Seririt, Buleleng, Sawan, dan Tejakula. Arnika mengungkapkan jika panitia lomba membebaskan besar layar yang digunakan asalkan setiap perahu dikemudikan oleh dua orang juri kemudi. “Kami bermaksud melestarikan warisan bahari tradisional perahu layar yang tidak menggunakan mesin dan ramah lingkungan,” lanjutnya. Disamping itu, lomba tersebut dimaksudkan untuk mengasah ketrampilan mengemudikan perahu serta ketahanan fisik para nelayan. Lomba ini jadi khas karena harus ada keahl-
ian para nelayan untuk membaca arah angin. “Nelayan yang paling tanggap memanfaatkan arah angin dialah yang berkesempatan menjadi juara,” jelas Arnika. Sementara itu, wakil Bupati Buleleng Dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG yang secara resmi membuka lomba perahu layar mengatakan tahun depan hadiah bagi pemenang lomba harus ditambah dari hadiah total yang diperebutkan Rp 25,5 juta. “Tahun depan anggaran mesti ditambah, minimal kalau dapat TV harus di atas 30 inch,” kata Sutjidra. Lomba yang mengambil garis finish di Pantai Binaria desa Kalibukbuk tersebut menempuh jarak sekitar 15 km dengan waktu tem-
puh kurang lebih 2 jam. Tak pelak, tahun ini Arnika sangat mempersiapkan segala sesuatunya tidak terkecuali kesehatan para peserta lomba. Arnika mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi tekait. Guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dalam pelaksanan lomba, pihaknya telah mengasuransikan seluruh peserta lomba. Sebelum mengambil start, seluruh peserta juga akan menjalani cek kesehatan untuk memastikan peserta dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. “Karena lomba ini memerlukan tenaga yang besar, pesertanya wajib dalam keadaan sehat dan prima,” imbuhnya. Masyarakat yang menunggu
yang menyaksikan perlombaang dari garis start maupun garis finish pun sangat antusias. Bahkan masyarakat di Lovina baik lokal maupun mancanegara yang berduyun-duyun ingin menonton datang dua jam sebelum perahu sampai di garis finish. Komang Budayasa yang berasal dari banjar Munduk desa Anturan mengatakan sebagai masyarakat lokal dirinya sangat mengapresiasi adanya lomba perahu layar, karena mampu menunjang kunjungan wisatawan lokal maupun asing. “Terkadang di hari biasa kunjungan wisatawan sepi, dengan adanya atraksi ini wisata Lovina semakin ramai pengunjung,” tandasnya. -Wiwin
Story
Zahra (25) tertunduk di dekat makam kakak laki-laki yang semasa hidupnya sama sekali tidak pernah dengannya. Sedari awal proses pemakaman di salah satu pemakaman umum di Kota Mataram, ia hanya berdiri di pojok areal makam tersebut sambil menangis. Sesekali orang memperhatikannya mengira bahwa ia adalah keluarga dari yang meninggal. Namun, tidak seorang pun dari keluarga orang yang dimakamkan itu mengenalnya. Hanya ada satu orang dari pengantar jenazah tersebut yang mengenalnya, Ardian yang merupakan kawan kuliahnya.
S
ebelum jenazah datang ke pemakaman, Zahra sudah menunggu dengan wajah sedih. Ia berdiri sampai seluruh proses pemakamam usai. Lalu, setelah seluruh prosesi pemakaman selesai dan semua pengantar jenazah pulang, Zahra mendekati makam tersebut. Kedua tangannya diangkat sembari mendoakan kakak laki-laki, saudara yang tidak pernah ia kenal semasa hidupnya. Air matanya berlinang hingga fajar menyingsing dan ia beranjak pulang. Kisah hidup Zahra rupanya penuh dengan kesedihan. “Dia tahu yang meninggal itu kakaknya, namun ia tidak berani mengatakan hal tersebut,
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Pertemuan Pertama dan Terakhir khususnya pada keluarga kakaknya,” ujar Ardian. Zahra lahir dari ibu yang merupakan istri kedua dari ayah kakaknya yang baru saja meninggal itu. “Perkawinan resmi yang dilakukan ibu dan ayahnya memang dilakukan secara diam-diam,” ujar Ardian yang baru saat ke pemakaman mengetahui jika Zahra adalah adik dari sahabatnya yang meninggal itu. Pulang dari pemakaman itulah Zahra bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya. Sesungguhnya hidup Zahra bersama ayah dan ibunya sangat bahagia hingga suatu ketika saat ia berusia 10 tahun semua berubah. “Ibu tirinya (istri pertama ayahnya) mendatangi mereka dengan caci maki yang keji,” kata Ardian. Seingat Zahra sejak itulah ayahnya tidak pernah kembali. Ia hanya mendengar kabar bahwa istri pertamanya melarang ayahnya mengunjungi mereka. “Bahkan akhirnya memintanya untuk menceraikannya,” ujarnya.
Mozaik
Perceraian ayah dan ibunya terjadi saat ia berusia 11 tahun dan Zahra tidak pernah lagi bertemu dengan ayahnya. Hingga akhirnya saat ia berusia 18 tahun ayahnya sakit keras di rumah istri pertamanya dan ia ingin sekali menjenguknya. Zahra yang telah dewasa itu datang dengan harapan bisa
patnya. “Yang menyakitkan bagi Zahra adalah ia dituduh datang hanya untuk menanti kematian ayahnya agar ia dapat memperoleh warisan,” kata Ardian. Ketika Zahra pulang dengan wajah sedih, ibu tirinya mengucapkan katakata yang sangat menyakitkan bahwa ia diharamkan untuk menjenguk ayahnya lagi. Sejak itulah ia tidak pernah bertemu dengan ayahnya hingga ayahnya meninggal tahun 2007 lalu. Ia hanya sempat melihat jenazah ayahnya saat pemakaman dilakukan. Itu pun dari jauh karena ia tidak berani mendekat. Hal yang sama juga terjadi ketika ia ingin sekali mengantar kakak laki-lakinya itu untuk terakhir kali namun ia tidak berani mendekat. Sudah lama sesungguhnya Zahra ingin bertemu kakaknya namun takut pada ancaman ibu tirinya. www.hipwee.com Zahra tidak mengetahui bahwa kakak laki-lakinya itu memiliki menjenguk ayahnya yang tengah sakit sifat yang baik dan juga selama ini telah keras. Namun apa lacur, ibu tirinya berniat mencari keberadaannya. “Saya menghalanginya dan kembali mengum- tahu kakak laki-lakinya, sahabat saya itu ingin mencari adik perempuannya itu, tapi tidak tahu harus ke mana. Sementara saya sendiri tidak tahu kalau yang dimaksud itu adalah Zahra. Maka pertemuan saya dengan Zahra di pemakaman itulah baru saya mengetahuinya,” kata Ardian yang kaget bukan main saat mengetahui hal itu. Sahabatnya itu pernah bilang, bahwa adik perempuannya itu pasti membutuhkannya ketika ia menikah karena ia satu-satunya saudara laki-lakinya. tetap bertahan menjalankan usahanya sebab masih Zahra sendiri tidak memiliki saudara memiliki beberapa langganan dari hotel-hotel yang lainnya. Maka dalam hal perwalian nikah, kakak laki-laki satu-satunya itulah di Hawaii, Jamaica, dan beberapa negara lainnya. yang akan menjadi wali nikahnya setelah
Pelapah Pisang Kombinasi Pasir dan Air Brush Sebagai salah satu tempat tujuan wisata bagi orang asing, kabupaten Buleleng menawarkan berbagai jenis kerajinan yang dibuat untuk meningkatkan perekonomian. Mulai dari kerajinan sederhana dengan cara dan bahan pembuatan yang unik hingga kerajinan yang memiliki nilai estetika dan harga jual tinggi. Salah satu kerajinan yang masih tetap ada hingga sekarang adalah berbagai jenis barang-barang yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan seperti pelepah pisang. Desa Ambengan merupakan salah satu tempat yang masih memroduksi berbagai jenis kerajinan dari pelepah pisang. Ketut Rasio adalah salah satu pemilik industri rumahan yang saat ini masih mengandalkan kerajinan pelepah pisang sebagai tumpuan ekonomi keluarganya. “Saya melanjutkan bisnis dari kakak ipar yang sejak tahun 1995 sudah menekuni usaha ini, namun saya mulai bergabung pada tahun 2011,” paparnya. Menurutnya, kerajinan dari pelepah pisang sudah menjadi ikon bagi desa Ambengan. Bahkan produksiannya pun tidak pernah sepi, akan tetapi sejak krisis moneter hingga krisis global yang melanda, ia kehilangan para pelanggan dari berbagai negara. Omzet ratusan juta rupiah yang pernah diraup setiap bulannya harus direlakan. Meskipun saat ini peminatnya tidak sebanyak dulu, Rasio
Kerajinan dari pelepah pisang
“Tetap dijalankan meskipun omzet saat ini menurun drastis,” imbuhnya. Barang-barang yang dibuat dari bahan pelepah pisang biasanya berupa bingkai foto, buku tulis kecil, buku tulis besar, dan buku catatan. Harga terendah mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 23 ribu tergantung dari ukuran. Pria kelahiran 14 April 1975 itu juga mengatakan bahwa meski bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan dari alam akan tetapi saat ini bahan-bahan tersebut tetap dibeli. “Biasanya pakai pelepah pisang maupun buah lentoro kalau mau cari gampang karena banyak hidup liar, namun kami membeli bahan-bahan tersebut dari warga di sini,” jelasnya. Bahan baku yang serba dibeli membuat keuntungan yang di dapat tidak seberapa. Meskipun demikian, Rasio tetap mempertahankan usahanya karena merasa senang usahanya dapat menyerap tenaga kerja lokal yang ada di sekitar rumah. “Pekerjanya orang-orang dari sini biasanya mereka bekerja di rumah kalau sudah selesai baru di bawa ke sini,” ujar Rasio. Pria yang sekaligus menjadi petani tersebut juga menuturkan bahwa untuk menarik minat para pembeli, ia sengaja melakukan inovasi terhadap hasil produk yang dihasilkan. “Kalau biasanya hanya pakai bahan pelepah pisang saat ini kami mencoba mengombinasikannya dengan pasir dan air brush,”katanya. Uniknya ide tersebut muncul dari pembeli asing yang ingin memesan kerajinan dikombinasikan dengan pasir dan cat. Untuk membuat kreasi tersebut ia harus memesan desain sehingga harga jualnya menjadi lebih tinggi. Ditanya soal pemasaran, ia mengatakan hanya melayani pasar ekspor, karena di pasar lokal usahanya kalah saing dari segi harga. “Kalau jualnya ke orang lokal pasti kalah di harga sebab kami kan statusnya pengepul,” tegasnya. Namun, Rasio mengklaim bahwa barang-barang kerajinannya dapat bersaing. -Wiwin
7
ayahnya tiada. Lagi pula, ayahnya juga tidak memiliki saudara laki-laki. “Maka sahabat saya yang meninggal itulah yang akan menjadi wali nikahnya,” kata Ardian. Itulah sebabnya sahabatnya itu ingin sekali bertemu dengan Zahra. Di hari meninggalnya kakak lakilakinya itu, Zahra yang telah memakai hijab tidak banyak yang mengenalinya. Ia sangat ingin melihat wajah kakaknya tersebut. karena para pelayat sangat ramai, Zahra memberanikan diri mendekat dan masuk ke rumah ibu tirinya itu demi bisa melihat wajah kakaknya, karena tiap pelayat dapat melihat membuka wajah sebagai penghormatan terakhir. “Zahra menahan air matanya untuk tidak menangis agar tidak menimbulkan kecurigaan keluarga yang ada di sekitar jenazah kakaknya itu,” kata Ardian. Orang-orang menganggapnya sebagai pelayat dari kawan, sahabat atau kerabat serta tetangga dan juga kenalan sehingga ia bisa dengan leluasa masuk tanpa bisa dikenali dengan detil wajahnya. Tak dapat menahan sedih, Zahra kemudian pergi dari rumah tersebut menuju pemakaman dan menangis sejadi-jadinya di dekat lubang makam kakaknya yang telah digali. Berjam-jam ia duduk menanti jenazah kakaknya sampai tiba di pemakaman usai Salat Ashar. Itulah terakhir kalinya ia melihat jasad kakak laki-lakinya yang tertutup kain kafan dimasukkan ke dalam liang lahat. Kakaknya yang menurut cerita orang-orang adalah laki-laki yang berhati mulia. Di sinilah ia bertemu Ardian yang mengungkapkan bahwa kakaknya itu sudah lama ingin mencarinya. “Kenapa kamu melayat ke sini? Siapa mu yang meninggal ini?” tanya Ardian pada Zahra di pemakaman. “Yang meninggal ini adalah kakak saya,” ungkap Zahra kala itu. Sayang sekali pertemuan pertama dan terakhirnya dengan kakaknya itu setelah ia tiada. Padahal jika saja ada momentum yang mempertemukannya dengan Ardian dalam peristiwa lain, mungin kakak beradik ini sudah lama bisa bertemu. “Tapi begitulah tampaknya perjalanan hidup Zahra,” kata Ardian yang juga mengungkapkan bahwa tidak lama lagi Zahra akan menikah. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Hari itu di salah satu ruangan Unique Ballroom, Hotel Harris Denpasar, terlihat penuh. Sekitar 7540 orang dari seluruh Bali, hadir untuk menyaksikan acara ”Launching Saskia Hardcup Milk Coffee dan Barbara Long Germanium Cofffee” pada Minggu (7/8).
R
upanya para BC Fiori yang datang dari Tabanan, Negara, Singaraja, Klungkung, Karangasem, Penatih, Gianyar, Kuta, Nusa Dua dan Denpasar. Undangan yang sebagian besar perempuan tersebut , penasaran ingin segera mengetahui seperti apa produk terbaru yang diluncurkan oleh Fiori. Pada acara yang dipandu oleh MC Manik Tenaya tersebut, serta dihadiri langsung oleh Otto Guswito, pemilik PT FVI ini setelah sambutan dari Dian Wulansari salah seorang BC dari Bali dan dari Management Fiori Pusat, Ivana, hadir Siane yang dengan gamblang menjelaskan tentang produk baru yang di launching. Siane menyampaikan pada seluruh undangan untuk melengkapi penampilan keseharian dengan Barbara Germanium agar tampil lebih ideal dan lebih sehat. Selain itu dikatakannya produk ini mampu menampilkan tubuh lebih ramping dari ukuran gaun Anda sebelumnya, hanya dalam hitungan kurang dari 5 menit. Dalam sekejab akan tampak ramping dan seksi secara menakjubkan dan tampil lebih percaya diri dengan cara mudah serta nyaman sepanjang hari, sebab produk ini juga sangat cocok digunakan setiap hari saat beraktivitas. Siane juga mengatakan kalau “Barbara” sangat membantu menopang tulang belakang, meratakan perut dan merampingkan pinggang mulai bagian bawah payudara sampai pinggul. Mengenai cara pemakaiannya, dimulai pagi hari sebelum makan dan dilepas pada malam hari setelah selesai makan/ tidak makan lagi. Hasilnya tanpa disadari mereka yang mengenakannya berhasil mengurangi porsi makan yang berlebihan, hingga lemak tubuh yang dipakai untuk energi dan proses perampingan terjadi. Dengan begitu, kita tidak perlu makan obat, tidak perlu pakai krim pelangsing, tindakan yang menyiksa atau operasi dengan risiko tinggi. Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan jika “Barbara” tersedia dalam 2 pilihan yakni Barbara Short dan Long Germsanium , dengan bahan power net dan lace . Memiliki i 4 spiral bone (stick) , 2 di depan agak samping untuk membentuk lekuk pinggang, dan 2 lagi di bela-
Tampil Ideal dengan Barbara Milk Coffee dan Barbara Germanium
Germanium dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan menyerap panas tubuh, mengumpulkan dan memancarkan kembali kebagian tubuh yang mengalami masalah sirkulasi darah. Germanium meningkatkan kemampuan sel untuk menghasilkan energi dengan meningkatkan suplai oksigen di dalam sel. Manfaat Germanium antara lain: 1. Memperbaiki mutu tidur, cukup 4 ~ 5 jam sehari 2. Melancarkan peredaran darah. 3. Meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh hingga merasa lebih segar. 4. Meningkatkan metabolisme tubuh. 5. Mencegah pertumbuhan bakteri. 6. Meningkatkan imunitas tubuh
Foto Bersama Semua BC FIORI Bali bersama Otto Guswito pemilik PT FVI
kang memaksimalkan perampingan serta memberi efek lebih ketat dan untuk menopang tulang belakang. Pilihan bagi yang suka agak ketat dan ingin proses pembentukan lebih cepat, layaknya putri keraton yang biasa pakai stagen ketat serta untuk yang memiliki lemak berlebihan pada bagian perut. Germanium merupakan mineral non logam/material yang memiliki karakteristik semi konduktor kuat yang berguna bagi tubuh manusia. Dr MD Ishigaki di Jepang mengaplikasikan Germanium pada band tangan untuk pergelangan tangan pasien. Setelah 12 menit, terbukti bahwa suhu tangan pasien telah meningkat lebih dari 32 derajat celcius. Dengan fitur ini terbukti
Pemenang Utama door Prize
week end. Coba sekarang sebutkan, selain karena dapat menonton film-film terbaru, hal apa yang membuat ingin menonton di bioskop. Saya yakin penyebab salah satunya adalah “sensasi” ketika berada dalam gedung bioskop. Cineplex group 21 terkenal dengan salah satu motonya yaitu “ Uncompromised Quality” (kualitas yang tidak dapat dikompromikan). Sensasi di atas sangat erat hubungannya dengan moto tersebut. Yang pertama kita lihat dengan gedung bioskop yang mewah dan modern, kemudian penggunaan teknologi yang terus diperbaharui. Bayangkan jika film sudah diproduksi dengan teknologi tertentu yang canggih tetapi ditayangkan di theater yang tidak menggunakan teknologi yang sama. Tentu hasilnya percuma saja bukan? Seperti efek gambar dan suara yang ditimbulkan tidak dapat dinikmati penonton dengan maksimal alias tidak dapat memberikan sensasi terhadap penontonnya. Gedung theater yang mewah dan modern, layar yang lebar, format suara Dobly Digital, pengaturan sound system THX, bahkan sampai dapat menggetarkan tempat duduk penonton, itu adalah hal-hal yang harus dipenuhi sesuai standar. Dan kita istilahkan dengan TEKS BOOK. Sudah ada aturan baku untuk diterapkan. Kalau kita amati, banyak perusahaan besar bahkan yang menengah dan kecil pun sudah mulai menstandarkan premises yang ada. Berbekal pengalaman pernah menjadi supervisor di HRD di BUMN tempat saya
Kelompok masyarakat tiga desa di Tuban mulai memproduksi sarung tenun. Kelom pok ini berada di ring I PT Semen Gresik di Kecamatan Kerek, Kecamatan Merakurak dan Tambakboyo.
S
ebelumnya mereka telah mengikuti pelatihan untuk membuat sarung tenun yang dilakukan perusahaan berbasis di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek tersebut. Pelatihan yang dilakukan perusahaan semen milik negara itu dilakukan sejak pertengahan 2015 lalu. Saat ini warga yang menjadi peserta pelatihan mulai memproduksi sarung tenun dengan merek Sarung Tenun Tuban. Meski sejauh ini produk
Warga Tuban Buat Sarung Tenun
masih dipasarkan di kalangan terbatas, namun sudah mampu menambah penghasilan bagi para wanita yang umumnya petani atau buruh tani. “Sampai saat ini masih dalam pendampingan selama satu tahun setelah pelatihan,” ujar Irfan Arif Abdillah, pendamping program pelatihan sarung tenun Tuban. Dalam program pelatihan ini terdapat sedikitnya 30 peserta. Seluruhnya merupakan warga ring satu yang tinggal di Desa Mliwang, Kecamatan Tambakboyo, Desa
Pada kesemptan tersebut dimeriahkan dengan banyak doorprize dan hadiah utama sepeda motor tersebut, Komang Sukartini salah seorang leader Fiori di Bali juga sempat menyampaikan testimoninya. – Sri Ardhini/bns
Testimoni dengan Ibu Ni Nym. Sukartini
Teks Book… Salam Senyum, Tax Amnesty… dua kata yang lagi ramai di jagad nusantara ini, terutama di kalangan para pemilik ‘asset’ dengan tag line yang sangat menyentuh…”Ungkap … Tebus … Lega”. Urutan tag line itu memberikan kemudahan pada pihak yang ingin segera menyelesaikan hal yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah berupa “Tax Amnesty”. Berbeda dengan Tax (dibaca teks) di atas, tulisan saya kali ini akan membahas tentang “teks book” di dunia service/layanan. Dari beberapa literatur yang saya baca dan dari pengalaman baik menjadi karyawan di bidang jasa yang juga dipadatkan menjadi seorang trainer berbagai perusahaan, service/layanan itu sendiri mengandung makna yaitu “keseluruhan pengalaman ketika berhubungan dengan perusahaan penyedia jasa, sejak pelanggan datang, berhubungan dengan petugas, fasilitas yang disediakan (premises), sampai merasakan manfaat dari jasa/ produk yang dibeli/digunakan oleh pelanggan. Di beberapa tulisan saya sebelumnya lebih membahas tentang orang yang melayani pelanggan (customer service), namun kali ini saya tertarik untuk mengungkapkan hal yang berhubungan dengan presmises/ fasilitas yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri. Ayoooo… pembaca setia .. siapa yang sering menonton film di bioskop? Saya dan keluarga termasuk gemar menonton film layar lebar dan selalu diagendakan ketika
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
bekerja, yang salah satunya membawahi bagian logistik. Dimana kita dituntut untuk menstandarkan premises di seluruh kantor yang ada di bawah wilayah kerja kita. Tentunya tidak sesulit menstandarkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melayani pelanggan, karena standar ini sudah TEKS BOOK ( sudah ditetapkan oleh manajemen tertinggi ) dan standar premises ini tentunya harus dilakukan copy paste untuk menunjang keberhasilan sebuah service/layanan. Sama dengan moto dari perusahan bioskop Cineplex 21, bahwa tidak ada kompromi untuk hal hal yang berbau premises. Sesuai dengan aturan yang sudah dibakukan, semua dibuat dengan list spect yang sudah ditentukan. Benar-benar teks book. Heheheheheh… Kembali dengan tag line Tax Amnesty yaitu “ungkap, tebus , lega”, dalam teks book di dunia layanan juga bisa kita tiru penerapan tag line tersebut. Ungkap…. Mari kita ungkapkan dengan MEMBACA aturan- aturan standar yang sudah menjadi kebijakan manajemen dalam menstandarkan premises. Seperti warna, bahan, bentuk, letak, ukuran, dan lain sebagainya. Dalam penerapannya, banyak hal yang dilalaikan karena berbagai alasan seperti faktor biaya, sulitnya mencari bahan, atau bahkan tidak mengetahui standar yang ditetapkan. Tebus… Mari kita tebus dengan melakukan PEMBENAHAN dengan nyata. Dan waktu penyelesaiannya sudah ditentukan juga. Contoh, menstandarkan tanda/ sign di seluruh ruangan kantor. Pernahkah kita pergi ke suatu tempat dan kita bingung mencari di mana toiletnya?... heheheh…
bahkan kita harus bertanya ke sana-ke mari untuk sekadar mencari ruangan kecil yang menjadi salah satu area publik. Naaah … untuk menstandarkan hal tersebut cukup dengan tidak lebih dari 1 hari saja kan? Lega… kelegaan ini sangat berkaitan dengan proses yang sudah kita lakukan. Dan kita sebut dengan KENYAMANAN… Aspek premises sangat membantu kepuasaan pelanggan kita karena kenyamanan dapat diciptakan dengan mudah, asal kita berkomitmen untuk melakukannya. Kalau pelanggan sudah nyaman, tentu mereka akan senang dan akan datang kembali ke perusahaan kita menjadi pelanggan yang setia. Pembaca setia Dhanis Art In Service, kita tahu bahwa memperbaiki layanan salah satunya juga mempunyai makna MENGAMBIL TINDAKAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI BAGI ORANG LAIN (Ron Kaufman:Uplifting Service). Ini merupakan kata-kata yang sederhana namun ampuh. Dan layanan bukan hanya dipandang juga diukur dari segi transaksi bisnis, kolega atau untung ruginya saja. Tetapi bagaimana layanan itu dapat menciptakan sebuah nilai bagi orang lain yang memuat tentang Humanisme (kemanusiaan). Mari kita memulai dengan TEKS BOOK.. memenuhi standar dari presmises yang telah ditentukan. Ingin mengetahui tentang standar-standar premises di bidang layanan? Silahkan hubungi Manajemen kami, dan kami siap membantu. Salam 3SP, Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com
Kedungrejo, Kecamatan Kerek dan Desa Sumberarum, Kecamatan Merakurak. Saat ini mereka yang telah mendapat pelatihan tersebut mampu menghasilkan 50 sarung tenun lebih per bulan. “Sekarang masih terbatas, mengingat perajinnya masih dikatakan belajar. Idealnya untuk menghasilkan satu sarung maksimal 2 hari, namun sekarang ini rata-rata masih satu minggu untuk satu potong sarung per orang,” ujar Irfan. Lebih lanjut dijelaskan pihaknya mendampingi mulai produksi hingga pemasaran, termasuk desain produk dan kemasannya. Sebab target Semen Gresik adalah mereka mampu menjadi mandiri nantinya. Sementara itu, pelatih tenun Tuban, Thioful Khoir mengatakan memproduksi sarung tenun memang perlu ketelatenan dan keuletan. Apalagi produk ini cukup rumit bagi orang yang baru menggeluti industri tenun. Untuk menjadi penenun profesional tidak cukup waktu satu dua bulan, namun paling sedikit satu tahun. “Memang target kami semua binaan ini mahir, nanti jika memang ini berhasil tidak hanya menenun, namun juga akan ada pelatihan lanjutan berupa pembuatan motif dan
19
Seorang warga di Tuban sedang memintal sarung tenun
pengolahan bahan dasar menenun. Kini mereka hanya memproduksi dari bahan setengah jadi,” katanya. Meski sementara ini pemasaran masih belum ditangani sendiri, mereka juga telah mendapatkan tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan rumah tangga. “Peserta semua petani, kalau tidak di ladang saat tanam atau panen ibu-ibu disini banyak yang menganggur. Ini bisa menambah penghasilan,” ungkap Kasifa, warga Kedungrejo, Kerek saat menenun. Banyaknya penghasilan mereka
tergantung banyaknya sarung yang diproduksi, per potong Rp 50.000, seminggu bisa dapat tiga. Itu pun jika mereka tidak pergi ke ladang untuk bertani. Sementara itu menurut Kepala Biro Humas dan CSR PT Semen Gresik, Wahyu Dharmawan, perusahaannya memang mempunyai program bantuan permodalan bagi pelaku UKM. “Bantuan itu memang ada, tinggal mereka mengajukan saja. Nanti akan ada tim yang bakal melakukan survei,” terang Wahyu. -Oso
Serangan Burung Repotkan Petani Tulungagung
Tanaman Padi yang diserang burung
Di musim seperti ini, tak banyak daerah di Jawa Timur yang dapat menanam padi. Terutama di daerahdaerah tadah hujan, seperti Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pasuruan, dan lain sebagainya. Tapi di Tulungagung, hampir semua lahan pertanian tumbuh subur tanaman padi. Karena di kota marmer ini, irigasinya berfungsi dengan baik. Persoalan kini, disaat padi mulai berisi, justru diserang ribuan burung pipit. Burung berukuran kecil ini, tidak hanya makan, tapi juga merontokkan biji padi. Hal ini seperti yang terjadi di lahan pertanian Desa Balerejo, Kecamatan Kauman. Di derah ini, hampir setiap hari para petani selalu direpotkan dengan keberadaan burung pipit ini. “Mulai pagi sampai sore, selalu saya jaga. Kalau nggak gitu, mana kebagian sama burung,” kata Mukalil, salah satu petani. Menurut Mukalil, kedatangan burung pipit ini, setiap hari jumlah-
nya mencapai ribuan. Karena pada saat burung hinggap di tanaman, semua hamparan padi terlihat warna coklat burung. Begitu diusir, burungburung ini terbang. Tapi tidak jauh. Mereka pindah ke lain tempat dan menghabiskan biji padi yang lain. Begitu seterusnya. Inilah yang membuat para petani jengkel dengan keberadaan burung kecil nakal ini. Untuk menanggulanginya, para petani di Desa Balerejo sepakat memasang jaring untuk melindungi tanaman padinya. Dengan demikian, burung diharapkan tidak dapat hinggap pada tanaman padi. “Kalau dipasang jaring seperti agak lumayan,” kata Mukalil sedikit lega karena tanaman padinya terlindungi dari serangan burung. Meskipun Mukalil harus mengeluarkan uang tambahan untuk beli jaring, ia mengaku lebih tenang. Sebab ia yakin, dengan pemasangan jaring secara serentak, masih ada sisa banyak tanaman padi yang bisa di-
panen. Paling tidak, ia menargetkan 80% panen. “Mudah-mudahan saja, yang penting kita sudah berusaha,” katanya santai. Serangan burung ini, memang bukan yang pertama kali terjadi di Desa Balerejo. Hampir setiap musim disaat tanaman padi mulai berbuah, serangan burung pipit ini selalu ada. Ibaratnya seperti ada gula ada semut. Namun tahun ini, masih kata Mukalil, serangan burung lebih besar dibanding yang sudah-sudah. Hal ini disebabkan, minimnya tanaman padi di daerah lain, sehingga burung menyerbu wilayah Tulungagung. Dengan kata lain persediaan makanan yang didapat burung di arena persawahan berkurang. Untuk itu, petani tulen ini berharap tanaman padinya segera menguning, dan memasuki musim panen. “Kalau sudah muncul padinya seperti ini, paling lama sebulan panen,” kata lelaki berkulit sawo matang ini. -Khoirul Abadi
Mukalil
Toyota Calya Hadir di Bali
Auto2000 memperkenalkan Toyota Calya di Bali melalui event yang dilaksanakan di lapangan Renon, Denpasar, 12-13 Agustus 2016. Sebelumnya All New Calya diperkenalkan secara nasional melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Tangerang. Biyouzmal, Operation Manager Auto2000 area Kalimantan-Bali menjelaskan Calya hadir dengan target keluarga muda dan pemilik mobil pertama. Nama Calya diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya sempurna. Sebagai mobil yang masuk di segmen new entry MPV, Calya diharapkan menjadu kendaraan sempurna bagi konsumen. Peluncuran Calya di Bali ditandai dengan penyerahan mobil kepada pembeli pertama yang bernama I Nengah Suwadi. Biyouzmal turut didampingi Sayifuddin (Kepala Cabang Auto2000 Gianyar), Haris Prasetya (Kepala Cabang Auto2000 Denpasar), Wahyu Adhie (Kepala Cabang Auto2000 Sanur), Triyana Anom (Kepala Cabang Auto2000 Tabanan), dan Jun Felix (Kepala Cabang Auto2000 Singaraja). –Ngurah Budi
20
Nine
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Baiq Indraningsih
Banjar Jadi Spirit Dirikan Komunitas IBRA
Lahir dan besar sebagai warga asli Kampung Banjar di Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan Kota Mataram, membuat Baiq Indraningsih merasa peduli pada kampung halamannya ini. Selepas kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram tahun 1998, ia mulai menggeluti dunia Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Selama menekuni dunia LSM ia banyak datang ke tempat-tempat bahkan di luar NTB untuk melakukan perberdayaan masyarakat. Dari sana terpikir olehnya bahwa mengapa ia tidak membangun kampungnya sendiri saja? Pemikiran ingin memajukan kampungnya inilah yang kemudian “memulangkannya” ke Banjar.
M
asa kecil yang diingatnya dari Banjar adalah bermain di sungai yang bersih dan di sepanjang pantai yang tidak jauh dari rumahnya serta persawahan yang hijau membentang. Mencari ikan-ikan kecil yang sangat banyak di sungai tersebut. Lingkungan yang asri serta bersih, itulah kenangan paling diingatnya tentang masa kecilnya di Kampung Banjar yang letaknya di sekitar Pantai Ampenan dan kota pelabuhan tempo dulu. “Sekarang hal itu tidak bisa dijumpai lagi,” ungkapnya. Berangkat dari kerindunannya akan masa kecilnya yang menyenangkan dengan lingkungan yang bersih, membuat ia tergerak untuk mendapati kembali hal tersebut. Meski tentu saja ia sadar bahwa apa yang pernah dialaminya di masa kecil itu tidak mungkin bisa
Baiq Indraningsih
sepenuhnya kembali, setidaknya ia ingin memulai dari hal-hal kecil. “Sawah memang sudah tidak ada karena sekarang telah penuh oleh perumahan penduduk. Namun ada sungai dan pantai yang masih bisa
kita bersihkan,” ungkapnya. Sungai Jangkok dan pantai yang melintasi kampungnya, itulah target pertama kali yang ada di pikirannya. Untuk mewujudkan mimpinya menjadikan Banjar yang bersih dengan sungai asri serta pantai yang juga bersih, ia pun membentuk sebuah kelompok/komunitas yang diberinya nama IBRA yang berangkat dari pikiran sederhana dan memulai melakukan sesuatu dari hal-hal yang sederhana, sesederhana nama yang dipilihnya. IBRA adalah singkatan dari Ini Baru Banjar yang dibentuknya tahun 2013. Kata Banjarlah yang diambil oleh Indi sebagai spiritnya. Dan di tahun yang sama itu pula, sebuah program ditetapkannya dengan nama Banjar Beresberes dengan target utama fokus pada membersihkan sungai Jangkok yang melintasi kelurahan Banjar yang memiliki tiga lingkungan,
Rumah Pintar LIBRA
Banyak perkumpulan ataupun komunitas yang ada selama ini hanya sebagai perkumpulan biasa saja. Namun bagi Indi, IBRA harus memiliki semangat sesuai dengan namanya, bahwa Banjar adalah milik bersama dan menjadikan Banjar yang asri adalah tanggung jawab bersama. “Alhamdulillah kami semua dapat bekerja dan bergerak bersama bergandeng tangan dalam satu tanggung jawab,” ungkap Indi yang menjadi pendorong utama gerakan ini.
Awalnya, target utamanya adalah bersih-bersih sungai Jangkok, khususnya yang melintasi Kelurahan Banjar. Pemandangan sungai Jangkok yang jorok dan menebar bau tidak sedap menjadi target pertamanya untuk dibersihkan. Tak segan-segan Indi turun ke sungai untuk membersihkan sungai yang dipenuhi oleh sampah yang sangat banyak itu. Ia beruntung, karena pemuda dan warga Banjar serta pemerintah desanya mendukung upayanya ini sehingga menjadi modal yang
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Ny. Bintang Puspayoga
5
Ajak Generasi Muda Peduli Budaya dan Lingkungan Suasana Pandawa Stage Hotel Inna Grand Bali Beach, Sabtu (6/8) sore hingga malam sangat meriah. Beberapa stand yang memamerkan kerajinan khas Bali menjadi daya tarik para tetamu. Mereka adalah rombongan Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama para Duta Besar. Begitu ada kerajinan yang disukai, mereka langsung membeli.
T
ak jauh dari lokasi pameran, Ny. Bintang Puspayoga ikut memantau suasana. Sesekali istri Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga ini berbincang dengan Samuel Wattimena dan Bagus Saka dari Sakabros yang bertugas mengurus acara dinner tersebut. Mereka tengah menunggu kedatangan Ketua Umum YKRI Megawati Soekarnoputri.
Taman Muara Jangkok yang kini telah bersih dan Asri
yakni Lingkungan Banjar, Lingkungan Sintung dan Lingkungan Selaparang. Selain itu, komunitas ini membagikan dua kantong plastik pada masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Ada pula kegiatan lain seperti lomba mural di sepanjang dinding bagian atas Sungai Jangkok serta lomba mewarnai tong sampah. Indi juga menggerakkan sekolah-sekolah yang ada di Banjar untuk ikut serta membersihkan sungai dan pantai pada waktu yang disepakati tanpa mengganggu jam belajar murid. Dalam komunitas ini ia menggerakkan Bajang-bajang (pemudapemuda dan remaja) Banjar juga
masyarakat untuk turut serta menjadikan Banjar sebagai wilayah yang asri karena memiliki potensi yang menurutnya sangat besar, dengan cara bergerak bersama. Dibantu pula oleh para kader PKK, kader Posyandu serta remaja masjid. “Sangat banyak potensi yang bisa digerakkan di kampung ini, kami punya pemuda, punya masyarakat, di sini juga ada pabrik kecap, pabrik roti ada pula bank sampah serta komunitas Kardus (Kampanye Hidup Bersih dan Sehat) yang bergerak di daur ulang sampah,” ujarnya. Semua potensi inilah yang kemudian digerakkannya dengan semangat gotong royong. –Nanik I. Taufan
Banjar Milik Bersama cukup baginya. Atas aktivitasnya sebagai Ketua Komunitas Peduli Sungai Perempuan, tahun 2015 Indi mendapatkan penghargaan Tupperware She Can. Kini bersama komunitas IBRA dengan dukungan masyarakat serta kelurahan setempat, ia terus mempersiapkan untuk membantu Kelurahan Banjar mewujudkan sebagai wilayah Ekowisata. Untuk mewujudkan hal ini, ia menyatukan seluruh potensi yang ada di Banjar. Pada tahun 2013, IBRA yang bekerjasama dengan kelurahan setempat telah menyelenggarakan lomba RT terbersih dengan hadiah satu ekor kambing dan bendera hijau untuk yang juara pertama. Sedangkan RT terkotor mendapatkan bendera hitam. “Hanya ada satu juara yakni juara pertama dengan bendera hijau,” ungkapnya. Membawa konsep Banjar menuju Ekowisata dari Kelurahan Banjar dengan segala inovasi dan kreatifitasnya, Indi dengan komunitas IBRA juga Kelurahan Banjar keluar sebagai Juara II Nasional dalam Lomba Komunitas Peduli Sungai di Yogyakarta pada tahun 2015 lalu. Semua itu diraihnya
Inspirasi
karena Indi berani bermimpi. “Berani mimpi itu penting. Karena dari mimpi yang disertai usaha sungguh-sungguh itulah semua bisa terwujud,” ungkapnya. Kini Indi bersama IBRA terus menuju proses mewujudkan mimpi Banjar sebagai desa Ekowisata. Masih banyak yang harus dilakukannya namun dengan semangat yang tetap terjaga, Indi merasa mampu melakukannya apalagi ia mendapatkan support yang besar dari seluruh elemen yang ada di Banjar. Kini IBRA telah memiliki sebuah Rumah Pintar yang diberi nama LIBRA yang
baru Februari 2016 lalu diresmikan. Di rumah pintar Libra yang berlokasi di samping rumah Indi ini terdapat perpustakaan yang buku-buku serta majalah dan bacaan lainnya dari sumbangan masyarakat. “Anak-anak sekolah yang rumahnya di barat pulang ke timur atau sebaliknya, biasanya mampir untuk membaca atau meminjam buku. Ada juga kursus gratis Bahasa Inggris untuk anakanak. Pengajarnya dari volunter yang mau berbagi,” ujar Indi yang manganggap potensi besar dari Banjar adalah anak-anak mudanya yang mau peduli. -Naniek I. Taufan
Indi saat menerima sumbangan buku dari LPA Mataram
Ny. Bintang Puspayoga ikut terlibat dalam mendekorasi lokasi acara berharap para tamu yang kebanyakan warna negara asing ini mendapatkan kesan Bali. Hiburan khas Bali seperti tabuh Semar Pegulingan, rindik, tari Kupu-Kupu, dan hiasan berupa gebogan, tamiang, serta cane sangat mendukung suasana ini. “Kami sengaja menampilkan anak-anak dan generasi muda untuk menari dan menabuh sebagai bentuk nyata bahwa generasi muda Bali menjaga budaya Bali. Dari sisi lingkungan, bahan-bahan yang dipakai hiasan juga bahan alami sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan stand yang ikut pameran merupakan mitra kerja dan binaan Kementerian Koperasi dan UKM. Ketika Megawati bersama rombongan tiba di lokasi pukul 19.00. Ny. Bintang Puspayoga dan beberapa pejabat di Bali seperti Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyatno, Bupati Badung Giri Prasta dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara turut mendampingi mantan Presiden RI ke-5 tersebut. Mereka menyempatkan diri berfoto di booth yang disiapkan di Ny. Bintang Puspayoga menerima novel lokasi acara. dari Helga Rif
Ny. Bintang Puspayoga bersama para pengisi acara dinner YKRI
YKRI merupakan organisasi yang didirikan 21 April 2001 sebagai lembaga perantara bantuan (yayasan) yang diperuntukkan bagi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Yayasan ini mendukung pelestarian keanekaragaman tumbuhan tropis Indonesia, khususnya spesies tumbuh-tumbuhan yang dikategorikan langka. Misi dari YKRI adalah memberikan kontribusi terhadap pelestarian spesies tumbuhan Indonesia yang hampir punah melalui program kolaborasi dengan kebun raya Indonesia, dengan mempromosikan dan mengumpulkan koleksi spesies tumbuhan yang hampir punah; eksplorasi tumbuhan; pembiakan spesies tumbuhan yang hampir punah; mendirikan suatu koleksi spesies tumbuhan tropis terlengkap di dunia; dan melindungi benih-benihnya bagi pemanfaatan secara potensial dimasa yang akan datang. Misi untuk memelihara pelestarian
Tingkatkan Inovasi dan Kualitas Produksi
Aktivitas Ny. Bintang Puspayoga cukup padat. Sebagai istri Menteri Koperasi dan UKM, ia ikut dalam kegiatan Hari Koperasi Nasional ke-69 di Jambi. Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM berkoordinasi dengan DWP Provinsi Jambi mengadakan kegiatan peduli dan berbagi dengan masyrakat prasejahtera di 3 desa. Mereka juga mengunjungi dan memberi santunan bagi anak-anak Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Sosial Anak (YKSA) Ainul Yaqien. Ny. Bintang Puspayoga didampingi istri Wakil Gubernur Jambi yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK dan Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj.Rahima Fachrori Umar menyempatkan melakukan peninjauan ke beberapa industri rumah tangga di Jambi. Saat mengunjungi usaha tas dari kulit ular, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Ker-
ajinan Nasional ini mengatakan dari hulu sampai hilirnya sudah ada di Jambi. Mulai dari bahan baku, produksi, dan pasarnya. Malah para perajin sudah memiliki pembeli. “Banyak potensi yang ada. Ada anak putus sekolah bersedia menjadi penenun. Untuk bantuan perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait. Saya bangga dan memberikan apresiasi un-
tuk perajin di Jambi,” tegas Ny. Bintang Puspayoga. Namun, ia memberi catatan, perajin harus terus meningkatkan inovasi, mengembangkan sumber dayanya, serta kualitas produksinya. Dari hasil kunjungannya tersebut akan dilakukan evaluasi, mana potensi besar yang ada mesti kembangkan, dan kekurangannya diperbaiki. –Sri Ardhini
Ny. Bintang Puspayoga ketika mengunjungi perajin di Jambi
Suasana dinner YKRI
spesies tumbuhan yang hampir punah secara jelas tercantum pada moto YKRI, yaitu “Membantu yang Hampir Punah dan Menyelamatkan yang Masih Ada”. Selain mengajak sahabat YKRI dan para dubes untuk dinner, Megawati juga mengajak mereka untuk mengunjungi Kebun Raya Eka Karya Begudul dan Istana Tampaksiring. Putri Proklamator RI ini berharap kekayaan alam seperti pepohonan, tumbuhan, dan bunga-bungaan asli Indonesia bisa dilestarikan untuk menghindari kepunahan. Duta Besar Zimbabwe untuk Indonesia Alice Mageza memberi apresiasi terhadap apa
yang sudah dilakukan Megawati bersama YKRI. “Terima kasih atas jamuan makan malam ini dan acara yang sudah dilakukan Ibu Megawati dan tim YKRI,” ujar Alice. Sepanjang acara, Megawati yang duduk bersama Ny. Bintang Puspayoga dan Alice Mageza juga menikmati hiburan yang dipersembahkan Dinas Pariwisata Sulawesi Utara sembari menyaksikan video tentang aktivitas YKRI. Di sela-sela dinner, mereka menerima ajakan untuk foto bersama undangan. Sebelum acara berakhir. Megawati dan Ny. Bintang Puspayoga juga meninjau stand-stand pameran di areal tersebut. –Ngurah Budi
Megawati Soekarnoputri bersama Ny. Bintang Puspayoga
4
Sebagian orang Indonesia umumnya hafal dengan refrain lagu ini,”Merah putih teruslah kau berkibar. Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini. Merah putih teruslah kau berkibar di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini. Merah putih teruslah kau berkibar...Ku akan selalu menjagamu”. Lagu bernada patriotik ciptaan Eross, gitaris Sheila on 7, sudah 14 tahun usianya, namun hingga kini tetap terdengar bahkan selalu menjadi favorit diperdengarkan pada Bulan Kemerdekaan.
A
Inspirasi
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
dalah Kikan Namara yang kala itu masih tergabung dalam group band ‘Cokelat’ yang mempopulerkan lagu berjudul ‘Bendera’, itu. Lewat lagu tersebut, nama Kikan juga band Cokelat makin populer lantaran demam lagu ‘Bendera’ terus bertahan hingga belasan tahun. Banyak orang yang antusias mendengarkan lagu ini karena ‘roh nasionalismenya’ yang begitu kental yang dibungkus dengan musik modern. Lagu ini sanggup menggelorakan rasa nasionalisme setiap orang Indonesia yang
Kikan Namara
Berkah Lagu “Bendera”
mendengarkannya. Maka tak heran, sejak lagu itu meluncur pada 2002 hingga kini, Kikan kerap menyanyikannya dalam setiap kesempatan manggung, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan kadang munculnya lagu itu bukan karena inisiatifnya, tapi para penonton lah yang meminta ia memperdengarkan lagu ini. Walhasil, ini seperti menjadi lagu wajib baginya dalam setiap pertunjukkan. “Iya, apalagi di Bulan Agustus, lagu ini seperti lagu wajib,” ungkap Kikan. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di luar negeri pun, di mana ia bernyanyi di hadapan orang-orang Indonesia di negeri asing, diminta menyanyikan lagu ini. “Lagu ini memang luar biasa, sanggup mempersatukan kita semua,” tambahnya. Ibu dua anak ini mengaku sangat bersyukur dan bangga mendapat kesempatan menyanyikan lagu yang bisa membangkitkan semangat kebangsaan. “Saya ingin setiap anggota masyarakat, terutama generasi muda, terus dan selalu punya kebanggaan akan tanah airnya.
Saya ingin menyemangati mereka untuk berkarya lewat apapun profesi mereka. Saya percaya di setiap lubuk hati yang terdalam pasti menyimpan kebanggaan dan rasa syukur terlahir di tanah tercinta ini,” kata wanita kelahiran Jakarta, September 1976 ini. Sebenarnya, lanjut Kikan, menyanyikan lagu bertema nasionalisme bukan hanya lagu ‘Bendera’ saja. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap diminta menyanyikan lagu-lagu bertema cinta tanah air. Bahkan dulu ketika masih tergabung dengan band Cokelat pun hal itu kerap dilakukan. Band yang telah membesarkan namanya itu, kerap kali mengusung tema nasionalisme dalam penampilannya. Lihat saja album yang pernah diluncurkan salah satunya adalah ‘Indonesiaku’ yang berisi sejumlah lagu bernuansa patriotik, yang diaransemen ulang. Tapi memang, aku Kikan, ‘Bendera’ seolah memiliki arti khusus baginya. Bahkan setelah keluar dari Cokelat pada 2010, ia yang bersolo karier tetap menyanyikan lagu ‘Bendera’ milik Cokelat. Bagi Kikan, langkahnya dalam berkarya ini adalah bagian dari pengabdiannya sebagai bangsa Indonesia. Sebenarnya, lagu ini telah dicoba dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi, namun entah kenapa sebagian orang merasakan hal yang berbeda. Spirit yang dirasakan terasa berbeda. Entahlah. Bisa jadi ini karena karakter suara juga penjiwaan. Ketika hal itu ditanyakan pada Kikan, ia mengaku bingung menjawabnya. “Wahhh saya agak bingung ya menanggapi hal ini. Tapi mungkin analisanya begini, menurut saya ada banyak sekali penyanyi bagus di negeri ini lengkap dengan karakter dan cara mengintepretasikan masing-masing. Namun, setiap lagu itu punya identitasnya masing-masing, terutama lagu-lagu bertema nasionalisme. Sang penyanyi harus punya kepekaan atau sensitivitas yang tinggi untuk bisa membangkitkan semangat orang yang mendengarkan lagu tersebut,” tutur mantan vokalis Cokelat itu. Tentunya bukan hal mudah. “Saya bersyukur dikaruniai kemampuan ini oleh Tuhan. Termasuk lagu ‘Bendera’ yang menjadi ‘lagu wajib’ di bulan Agustus. Menurut saya hal tersebut merupakan salah satu pencapaian terbaik saya sebagai
Mandalika
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
21
22 Kontingen Guru NTB melaju ke Nasional Menjadi guru di masa sekarang tidaklah cukup hanya mengajar dan mendidik secara konvensional, mengikuti teks buku dari masa ke masa, melainkan harus kreatif dan inovatif demi memberikan pendidikan, pengetahuan serta cara mengajar yang komprehensif bagi anak-anak didiknya. Karena itulah dibutuhkan guru-guru yang memiliki potensi, kapasitas dan juga kapabilitas yang mumpuni untuk itu. Dan guru, mestilah berlomba-lomba untuk itu, untuk meraih prestasi demi kemajuan pendidikan di negeri ini, termasuk pula di Nusa Tenggara Barat.
G
u r u - g u r u b e rprestasi dari Bumi Gora terus bermunculan dalam pembangunan dunia pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tentulah hal ini sangat dibutuhkan oleh daerah ini. Sebanyak 22 orang yang tergabung dalam kontingen guru Nusa Tenggara Barat yang telah lulus seleksi tingkat provinsi, dalam waktu dekat akan Foto: kapanlagi.com
K i k a n penyanyi,” kata Kikan seraya berharap kedepannya lagu ‘Bendera’ benar-benar resmi menjadi lagu wajib nasional. KEBANJIRAN JOB DI BULAN KEMERDEKAAN Bicara tentang Bulan Kemerdekaan, Kikan mengaku dirinya sempat mendapat julukan ‘Artis Tujuhbelasan’. Ini lantaran ia selalu kebanjiran job setiap Bulan Agustus, yang sebagian besar terkait dengan perayaan 17 Agustusan. “Iya betul, alhamdullah banget ya setiap Bulan Agustus pasti banyak sekali job yang datang untuk menyanyi di acaraacara Kemerdekaan. Sekarang saja jadwalnya selama sebulan sudah padat sekali. Itu makanya muncul sebutan ‘Artis Tujuhbelasan’, dan aku tidak keberatan sama sekali dengan sebutan itu.. hahahha,” kata Kikan sambil tertawa. “Ha..hahaa iya nggak apaapa, kan nggak banyak musisi yang menyandang predikat itu,” tambahnya. Ia percaya itu merupakan berkah baginya juga crew managementnya. Ia pribadi pun mengaku puas jika lewat lagulagu bernuansa nasionalisme yang dinyanyikannya di berbagai tempat yang dikunjungi di Bulan Agustus, bisa membangkitkan semangat bagi para pendengarnya. “Saya bahagia bisa menjadi inspirasi dan selalu merasa sangat senang saat saya merasa berguna bagi orang lain,” katanya. Bagi Kikan sering menyanyi lagu-lagu nasional bukan hanya menularkan semangat nasional-
isme kepada orang lain tapi juga sekaligus memelihara semangat itu dalam dirinya. Apalagi di Bulan Agustus yang dirasakannya sangat spesial. Menjawab pertanyaan tentang makna kemerdekaan baginya, Kikan yang kini bekerja sama lagi dengan band ‘Cokelat’ mengatakan, bagi dirinya makna kemerdekaan itu berbeda dengan 71 tahun lalu ketika negeri ini baru saja terlepas dari penjajahan. Hari ini, tegas Kikan, meski Indonesia telah 71 tahun merdeka, namun ia belum merasakan kemerdekaan sepenuhnya. Hal ini karena kita sebagai bangsa masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan kompleks, seperti; kekerasan terhadap perempuan dan anakanak, human trafficking, child labour, perusakan alam, pendidikan yang belum merata dan lain-lain. “Bagi saya, Indonesia belum sepenuhnya merdeka apabila hal-hal tersebut belum jelas penegakkan hukumnya,” tegasnya. Memasuki usia Indonesia yang ke-71 tahun, Kikan menyampaikan sejumlah pesan untuk masyarakat Indonesia. “Pesan saya simple saja. Seperti apapun kondisi negeri kita saat ini, banggalah selalu menjadi orang Indonesia. Memberikan kritik, itu penting. Tapi jangan lupa bahwa berbuat sesuatu yang nyata untuk bangsa, itu jauh lebih penting. Kita lahir, besar, dan tumbuh di sini. Pastikan Anda semua memberikan kontribusi yang berarti untuk Indonesia,” kata Kikan menutup pembicaraan. –Diana Runtu
berangkat mewakili NTB mengikuti ajang lomba guru, kepala sekolah, pengawas berprestasi tingkat Nasional di Jakarta. Mereka terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, kepala tata usaha dan pustakawan yang ada di Nusa Tenggara Barat. “Bekali diri dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, semoga kontingen NTB dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ungkap
Wakil Gubernur NTB bersama kontingen NTB yang akan mengikuti lomba guru, kepala sekolah, pengawas, kepala tata usaha dan pustakawan berprestasi tingkat nasional
H. Muh. Amin, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat saat melepas kontingen NTB beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB. Wakil Gubernur NTB ini berpesan kepada seluruh kontingen untuk senantiasa menjaga nama baik daerah dengan terus mengembangkan diri. “Jadikan
segala prestasi yang sudah diraih selama ini menjadi spirit untuk lebih mengembangkan diri,” pesannya. Kontingen NTB diharapkan tidak hanya berperan sebagai duta pendidikan bagi daerah ini, melainkan harus mampu memberi informasi yang positif mengenai NTB, dalam berbagai aspek terutama dalam mempromosikan
Bumi Gora. “Yang paling penting adalah bagaimana agar bapak dan ibu dapat berperan menjadi duta daerah yang mempromosikan Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional, baik itu dari sektor pariwisata, ekonomi, pertanian, kelautan dan perikanan serta potensi lainnya,” ujarnya berharap. –Naniek I. Taufan
Mengenal Nusantara Gubernur Lepas Kontingen Jamnas X Antara Siswa Jambi dan NTB Tenggara Barat. Ia berpesan kepada seluruh peserta Jamnas X Tahun 2016, untuk dapat membawa nama baik dan mengharumkan NTB di Jambore Nasional ini. “Anakanakku sekalian, kalian adalah anggota Praja Muda Karana (Pramuka) yang beruntung Wakil Gubernur NTB saat melepas kontingen NTB bisa ke Cibubur, Beberapa waktu lalu Gedung Graha tunjukkan bahwa pramuka NTB adalah Bhakti Praja Kantor Gubernur Provinsi pramuka yang hebat,” ungkap GuberNusa Tenggara Barat dipadati oleh nur yang berharap dan yakin bahwa para peserta pramuka Kwartir Daerah kontingen NTB akan pulang membawa NTB (Kwarda) yang mengikuti acara tanda kehormatan dan prestasi-prestasi pelepasan kontingen Jambore Na- besar. sional (Jamnas) X Tahun 2016, yang Menurutnya kecerdasan dan kepinberlangsung dari tanggal 14 Agustus taran tidak cukup untuk membangun sampai dengan 21 Agustus 2016 di Indonesia, yang paling penting dan dibubumi perkemahan Cibubur, Jakarta dan tuhkan adalah kepribadian yang kokoh rencananya akan dibuka langsung oleh dan mulia yang terbangun dengan baik. Presiden Republik Indonesia. Tidak Dan pramuka menjadi salah satu ujung hanya lautan peserta pramuka saja yang tombak untuk membangun generasi terlihat, melainkan juga para Pembina bangsa ini yang memiliki kepribadian Pramuka yang turut antusias mengikuti yang kuat, tangguh dan kokoh guna Jamnas kali ini. melanjutkan estafet kepemimpinan di Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul negeri ini. Majdi, dalam kapasitas sebagai Ketua Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang Majelis Pembimbing Daerah NTB juga merupakan Ketua Kwartir Daerah melakukan penyematan beberapa Gerakan Pramuka NTB Ir. H. Rosiady penghargaan yang dilanjutkan dengan H. Sayuti, bahwa jumlah peserta yang penyerahan bendera pramuka kepada mengikuti Jamnas tahun ini kurang lebih Ketua Kontingen Pramuka, Fathul Gani, 443 peserta utusan NTB. Ia juga mengaM.Si. sebagai tanda pelepasan kontingen takan tema atau tujuan Jamnas tahun ini utusan NTB secara resmi. sangat berbeda dari tahun sebelumnya Gubernur NTB mengaku sangat yakni, “Keren Gembira Asyik”. “Saya bersyukur dan bangga atas sepanjang mendoakan semoga seluruh peserta Jamusia organisasi pramuka yang telah mem- nas sehat wal’afiat agar dapat bergemberikan pengabdiannya kepada Negara bira dalam mengikuti Jamnas tahun ini,” Republik Indonesia, termasuk adi Nusa ungkapnya. –Naniek I. Taufan
“Selamat datang kepada anak-anak ku nesia ke depan ada di tangan kalian sebagai dari Provinsi Jambi, anggap NTB sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya. rumah kedua kalian, nikmati keindahannya, Program pertukaran pelajar yang kenali orang-orangnya, dalami kebudayaan bekerjasama dengan 70 BUMN ini bukanlah dan kebiasaannya. Insya Allah di dalamnya kegiatan terakhir para siswa, akan tetapi akan banyak pelajaran dan kemanfaatan akan terus dipantau melalui forum alumni untuk masa depan kalian. Bagi anak-anakku SMN. “Ke depannya anak-anak yang prestadari NTB, jadilah Duta NTB yang mem- sinya tetap baik atau bahkan meningkat banggakan dan dapat membawa nama baik akan mendapat beasiswa pendidikan,” ujar NTB di Provinsi Jambi,” ungkap Gubernur Edward Nurdin yang mewakili KemenNTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat acara terian BUMN. Mereka ini dipersiapkan Pelepasan dan Penerimaan Siswa Mengenal untuk menghadapi persaingan global yang Nusantara asal Provinsi NTB dan Jambi, begitu terbuka, yang membutuhkan SDM yang diikuti oleh 20 siswa asal NTB dan yang lebih harus ditingkatkan lagi. Sebelum 20 siswa asal Jambi. diberangkatkan, para siswa dari NTB ini Kegiatan mengenal nusantara antara terlebih dahulu telah mengikuti pembekalan, siswa dari Provinsi Jambi dan Provinsi NTB sehingga nantinya siswa dapat mempersiapini adalah kegiatan semacam pertukaran kan diri untuk mengikuti rangkaian program pelajar yang akan belajar dan mencari pengenalan bidang sosial dan budaya, penpengalaman di luar daerahnya sendiri. didikan dan perekonomian selama tujuh “Segala kebaikan yang diterima siswa NTB hari di Provinsi Jambi. di Jambi dan siswa Jambi di NTB jadikan Program rutin tahunan ini terselenggara sebagai pengalaman dan pembelajaran atas kerjasama Pemerintah Provinsi NTB untuk ke depannya dapat diterapkan di dan Provinsi Jambi, PT. PGN, PT. ITDC daerah masing-masing,” kata Majdi yang Jasa Raharja, yang telah menyeleksi 20 siswa menyisipkan nasihat-nasihat kepada para dan dua guru teladan dari 10 Kabupaten pelajar ini. se-NTB ini. Kegiatan ini merupakan bagian Menurutnya, sebesar apapun suatu dari upaya menanamkan rasa bangga dan negara apabila tidak ada rasa persaudaraan menambah kecintaan anak-anak sebagai yang kuat, maka negara tersebut suatu saat generasi penerus terhadap keragaman di akan pecah tercerai berai. “Di Indone- Nusantara ini. -Naniek I. Taufan sia banyak pulau-pulau dan lautan yang luas memisahkan satu pulau dengan pulau lainnya. Namun Indonesia tetap satu, meski budaya, agama dan kebiasaan beragam, akan tetapi karena kita punya rasa persaudaraan sebagai perekat bangsa, maka kita bisa bersatu. Yang kalian lakukan ini adalah salah satu hal dalam merawat Indonesia menjadi semakin kokoh Para Siswa Mengenal Nusantara asal Provinsi NTB dan Jambi dan kuat, karena Indo-
22
Sosialita
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Ada begitu banyak artis dan selebriti Indonesia yang mengagumi Presiden pertama, Ir Sukarno. Sebut saja misalnya Ahmad Dhani, Ari Sudarsono, Ario Bayu, Baim Wong. Akan tetapi tidaklah afdol jika tidak menyebut satu nama ini: Tio Pakusadewo.
B
agaimana jika rasa kagum itu kemudian tersalurkan dengan memerankan tokoh yang dikaguminya? “Saya harus jujur mengatakan, susah. Tidak mudah memerankan tokoh Bung Karno. Perlu waktu sedikitnya tiga bulan untuk mendalami karakter Bung Karno,” ujar Tio Pakusadewo, pemeran Bung Karno dalam film “Pantja Sila: Citacita dan Realita”. Dijumpai saat taping acara “Mata Najwa” di Metro TV, pekan lalu, Tio bahkan mengaku, di antara ratusan peran yang pernah dimainkan, memerankan Bung Karno adalah yang tersulit. “Sebuah interpretasi atas fakta sejarah, jauh lebih susah ketimbang interpretasi atas karakter tokoh apa pun yang bersifat fiktif,” ujar Aktor Terbaik pada FFI 1991 itu. Dalam film “Pantja Sila: Citacita dan Realita” yang mulai tayang 17 Agustus 2016 itu, Tio harus “mendekam” tiga bulan lamanya untuk mendalami karakter dan dan menghafal pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Pidato yang di kemudian hari dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Proses internalisasi karakter serta hafalan naskah, disebut Tio sebagai sebuah fase teknis. Masih ada satu fase, yakni fase spiritual yang menurut Tio tak kalah penting. Untuk mendapatkan “ruh” dan “jiwa” Bung Karno, Tio memerlukan beberapa kali ziarah ke makam Putra Sang Fajar di Blitar. Aktivitas “sowan” ke Bung Karno melalui ziarah, ia rasakan sangat membantu. Di haribaan nisan Bung Karno, aktor berusia 53 tahun itu bisa khidmat berkirim doa, berkomunikasi, bahkan menekuk tengkuk dalam-dalam, mencoba menghayati lakon hidup Bung Karno. Lakon
Meski hingga saat ini ia memilih dua aktivitas yakni bekerja dan berkaya, namun Heny Shanti memilih untuk lebih konsentrasi mengurus usahanya yang bergerak di bidang distribusi ikan laut ke seluruh wilayah Bali. Berkarya di bidang seni hanya sesekali dilakoninya untuk menyeimbangkan kesibukan kerjanya dengan hobinya.
“Pantja Sila: Cita-cita dan Realita”
Intisari Pidato Bung Karno
J
Ir Sukarno
Tio Pakusadewo bangga perankan Tokoh Sukarno
perjuangan, lakon pembuangan, lakon memimpin bangsa dan negara, dan lebih khusus lagi, lakon ketika berpidato 1 Juni 1945 di Dokuritu Zyunbi Tyosakkai atau BPUPK. Dalam sidang BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan) yang mulai digelar 28 Mei 1945 itu, Ketua dr KRT Radjiman Wediodiningrat meminta kepada 62 anggota BPUPKI untuk mengemukakan dasar-dasar negara Indonesia merdeka. Satu per satu anggota berbicara. Dari risalah yang terpublikasi, belum satu pun pembicara yang secara tegas mengupas tuntas soal dasar negara. Bung Karno sebagai anggota BPUPKI yang berkesempatan naik ke mimbar tanggal 1 Juni 1945, menjawab tuntas permintaan dr Radjiman dan harapan BPUPKI pada umumnya. “Sebuah pidato yang monumental. Dari buku karya Roso Daras saya juga mengetahui, bagaimana Bung Karno pada malam tanggal 1 Juni, gelisah tak bisa tidur. Pikirannya berkecamuk menyongsong 1 Juni. Hingga tengah malam, Bung Karno keluar dari kamar
Poster film Pantja Sila Cita-Cita dan Realita
TIO PAKUSADEWO BANGGA PERANKAN TOKOH SUKARNO
tidurnya dan berjalan ke halaman belakang rumah. Ia menengadah ke langit yang cerah. Spontan ia berdoa. Doa khusus, meminta berkah Tuhan yang Maha Kuasa, agar membimbing pikiran serta kata-kata yang akan dipidatokan keesokan harinya. Sebab Bung Karno sadar betul, topik dasar negara, ideologi negara, adalah persoalan yang sangat fundamental bagi kelanjutan Indonesia merdeka,” papar Tio. Problem besar dialami Tio adalah menghafal sekaligus menghayati pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. “Menghafal teks yang demikian panjang, tentu tidak mudah. Ingat ya, pidato 1 Juni itu disampaikan Bung Karno secara lisan. Beruntung notulensi sidang BPUPKI begitu baik, sehingga kita sekarang bisa membacanya secara utuh. Dari pidato lisan yang kemudian disajikan dalam teks, saya sadar betul tentang kejeniusan seorang Sukarno,” kata aktor bernama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo itu. Bung Karno dalam pidato 1 Juni, muncul sebagai negarawan sejati. Ia berwawasan luas, tetapi senantiasa berpijak pada jati diri bangsa. Ihwal dasar negara misalnya, Sukarno dalam pidatonya menjabarkan dengan sangat gamblang contoh-contoh dasar negara di berbagai negara, seperti San Min Chu I di Cina, Islamisme di Timur Tengah, Manifesto Komunis, Liberalisme, dan lain-lain. Nah, apakah kita akan meniru dasar negara dari negara lain? Tidak. Bung Karno kemudian menawarkan lima butir mutiara dasar negara yang digali dari akar budaya bangsa. Nilainilai ketuhanan, sosio-demokrasi dan sosio-ekonomi, dijabarkan dengan sangat gamblang dan lugas. Lima sila yang bisa diperas menjadi trisila, bahkan bisa juga diperas menjadi ekasila: Gotong Royong. “Nilai-nilai Pancasila, sungguh tidak boleh hilang dari setiap sanubari anak bangsa. Tidak boleh hilang, apalagi sampai tercerabut,” tandasnya. Tentu saja, waktu tiga bulan, termasuk yang dihabiskan secara khusus di Singapura, tidaklah cukup untuk menghafal dan menghayati teks pidato Bung Karno itu. “Setidaknya agak hafal. Sebab, ini menyangkut teknis pengambilan gambar. Saya harus berpidato tanpa teks. Itu intinya. Nah, dalam berpidato, ada muatan lain selain akting, yakni bagaimana pesan pidato bisa sampai kepada khalayak. Proses syuting yang cut-to-cut juga memerlukan konsistensi continuity
agar gambar jadinya, mengalir, serta memudahkan proses editing,” papar peraih piala Citra dalam film “Lagu untuk Seruni” itu. TIDAK MELUPAKAN SEJARAH Aktor watak yang juga dikenal idealis ini, hanya ingin, pesan yang disampaikan bisa ditangkap oleh audiens. Tio sangat berharap, generasi muda tidak melupakan sejarah. Generasi muda mengapresiasi pemikiran para pendiri bangsa yang dikatakannya jauh lebih hebat dibanding generasi sesudahnya. Bahkan Tio mengajak generasi muda untuk lebih mencintai Indonesia. Cara terbaik berbakti untuk negeri adalah ikut terlibat dalam setiap proses perubahan bangsa melalui kegiatan yang positif. “Itu jauh lebih baik daripada jadi anggota dewan tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Tio yang memang terkenal vokal. Kembali ke film “Pantja Sila: Cita-cita dan Realita”, Tio terlibat sangat dalam. Ia tidak saja menjadi pemeran Sukarno, tetapi juga terlibat dalam proses produksinya sebagai produser. Untuk penyutradaraan, Tio pun ikut andil membantu sutradara Tino Saroengallo. Yang pasti, ujar Tio, ia tergerak menggarap film itu karena dorongan yang kuat untuk lebih menggali api Pancasila. Ditambah keprihatinan tentang makin pudarnya pemahaman dan penghayatan Pancasila pada bangsa kita. Tio mencontohkan ihwal terkikisnya spirit toleransi, terkikisnya jiwa gotong royong, terpinggirkannya praktik musyawarah untuk mufakat, makin jauhnya nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Dan, yang lebih memprihatinkan lagi, persatuan Indonesia makin kendor. Baik dibuat kendor oleh anasir asing dibantu kaki-tangannya di sini, atau memang kendor karena penguasa tidak berusaha untuk merekatkan persatuan secara terus-menerus. Fokus film “Pantja Sila: Cita-Cita dan Realita” yang berdurasi 78 menit itu adalah pada intisari pidato Bung Karno. Mulai dari diksi, intonasi serta frasa kata demi kata yang diucapkan Bung Karno dalam berpidato disajikan melalui film ini. “Ini film yang sangat serius dan membuat saya bangga. Saya latihan paling lama, pengerjaan yang paling sulit, dan benar-benar berat sekali film ini. Semoga apa yang saya lakukan bisa tersampaikan pada
masyarakat,” ucap aktor kelahiran 2 September 1963 silam ini. BEBAN TERBERAT Ditanya ihwal beban terberat memerankan tokoh Sukarno, Tio menjawab, “Bebannya adalah enggak boleh sembarangan, nggak boleh menyimpang dari figur tersebut. Saya mohon izin juga, sowan ke makam Presiden Sukarno juga, saya nyekar, dan dua tahun tiga tahun kemudian baru mulai syuting,” tandas Tio Pakusadewo, seraya menambahkan, “Jadi film ini benar-benar membutuhkan
ika tahun-tahun sebelumnya dirinya cukup sibuk membintang beragam judul FTV di TV nasional, kemudian menyusul nyanyi dan teater, maka tahun ini Heny mengaku lebih fokus berbisnis. “ Saya konsen menjalankan usaha yang selama ini sudah dirintis oleh almarhum suami saya,” begitu diucapkan istri Karmawan Tan (alm) ini. Namun, menurut Heny, berkat dukungan keluarga dan para sahabatnya, ia mampu bangkit dari keterpurukan akibat ditinggal sang suami. Saat ini katanya ia sudah mulai membuka diri kembali, perlahan juga mulai aktif lagi berkarya dan berkegiatan. Ditanya soal tawaran nyanyi, sambil tersenyum Heny mengatakan ia sudah kembali bersedia menerima juga. “Yang penting tugas malam untuk urusan usaha peninggalan suami tidak sampai terganggu,” kata Heny yang sempat meluncurkan singel “Godoh Rujak Gedang” ciptaan Dwi Negari, “Candra Semara” ciptaan Purwa Bisana, dan dua tembang ciptaan Dek Artha yakni “Nransfer Cinta” dan “Harus Kuat”.
Tio Pakusadewo
banyak energi, di samping waktu.” Bagi Tio film ini penting sekali untuk dibuat, “Aktor punya tanggung jawab bukan hanya kepada keluarga dan dirinya sendiri, tapi juga tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat.” Lalu ia menambahkan, “Sudah lama saya ingin berperan sebagai Presiden Sukarno. Saya banyak membaca buku tentang beliau, lalu ketika saya membaca isi pidato ini, saya tergugah.” Dari sisi teknis, kesulitan lain yang dirasakan ketika memproduksi film ini adalah tidak adanya arsip atau rekaman pidato Bung Karno tentang lahirnya Pancasila. Karenanya, tim produksi harus mereka ulang berdasaran materi naskah atau teks pidato yang ada. Film garapan Jakarta Media Syndication dan Geppetto Productions ini turut dibintangi oleh Jantra Suryaman sebagai Ki Bagoes Hadikoesoemo, Wicaksono Wisnu Legowo sebagai R. Abikoesno Tjokrosoejoso, Teuku Rifku Wikana sebagai M. Yamin, Verdi Soleiman sebagai Liem Koen Hian. -Diana Runtu
Heny Shanti saat menyanyikan lagu mandarin
Edisi 914/ 15 - 21 AGUSTUS 2016
Heny Shanti
3
Seimbangkan Bekerja dan Berkarya Saat acara HUT Bali TV tahun 2016, ia juga sempat ikut memeriahkannya dengan menembangkan lagu “Nransfer Cinta”. “Rasanya bahagia sekali sewaktu diminta ikut meramaikan acara besar Bali TV ini. Apalagi penonton begitu berjubel dan full banget waktu itu,” tuturnya tersenyum Sebagai artis yang merasa ikut dibesarkan oleh Bali TV dan Kelompok Media Bali Post, Heny Shanti menggungkan harapannya agar kedepannya media kesayangannya ini semakin maju dalam memberikan informasi terkini. Selain itu tetap bisa menjadi wadah buat para seniman agar tetap bisa menampilkan karya-karyanya.
lam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Masih terkait teater, katanya jika akan ada pementasan,biasanya Abu Bakar meminta rutin latihan seminggu lima kali selama dua sampai tiga bulan menjelang pementasan. Mengenai pementasan
Melihat jam terbangnya di dunia seni, baik sinetron maupun bernyanyi, bagi Heni setiap penampilan memiliki kesan dan catatan tersendiri. “Yang terakhir saya tampil beberapa hari lalu juga punya cerita dan kesan tersendiri saat saya nyanyikan lagu Mandarin Yue Liang Biao Wo De Qin…..sebab almarhum suami belum sempat menyaksikan saya nyanyikan lagu itu di atas panggung. Saya sempat mengatakan padanya saya harus bisa menyanyikan lagu itu, karena almarhum juga yang mengunduhkan dan mencatatkan liriknya. Selesai menyanyikan lagu itu saya menangis…,” katanya sedikit terbata. Aktivitas di teater saat, menurut putri ketujuh pasutri Sri Yuliati dan Suparwan ini, sudah mulai pemanasan untuk terjun total kembali nantinya. Disela sela waktunya, ia menerima tawaran untuk menjadi juri lomba tarik suara maupun modeling, yang cukup banyak dilakukannya menjelang dan da-
belum lama ini, katanya tergolong langkah pemanasan yang dilakukannya saya untuk persiapan kembali ke dunia teater. “Semoga saja saya bisa membagi waktu dengan baik dan bijak antara usaha dan berkegiatan di teater ini,” katanya
ISTIRAHAT DARI SINETRON Selanjutnya Heny Shanti dengan mimik serius mengatakan kalau untuk sinetron sementara ia break dulu, sampai benar-benar bisa menata waktu antara pekerjaan dan jadwal syuting
Heny Shanti saat nyanyi di HUT BaliTV
Heny Shanti di acara Samatra Arti Bali
yang selama ini tidak bisa diajak kompromi. “Memang masih sering sih datang tawaran untuk sinetron ataupun film layar lebar, meskipun peran kecil tapi msih belum berani menerimanya. Saya khawatir jadi tidak fokus, karena masih kepikiran usaha peninggalan suami yang harus terus dipantau tiap malam,” katanya. Henya merasakan selama ini dan hingga saat ini banyak sekali pihak yang mendukungnya baik untuk selalu tampil di sinetron, film maupun teater. Meskipun ia selama ini tidak pernah memakai manajemen artis atau agensi tapi, mereka para sahabatnya selalu rajin memberi info serta menawarinya untuk terlibat dalam berbagi projek film atau sinetron. Namun, keputusan untuk istirahat sementara di sinetron sudah sangat bulat, dan mengalihkannya kecintaan pada seni peran ini dengan bermain teater disamping menyanyi. Heny pernah menyampaikan ke pihak management agency, dirinya mau syuting asal jam kerjanya tidak terganggu. “Saya hanya bisa syuting dari pukul 15.00 sampai pukul 18.00 saja…hahahaa kayak artis papan atas saja ya,” ujarnya menyudahi percakapan. – Sri Ardhini
2
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
GORO-GORO Agustus hanya jadi lautan merahputih pada tanggal 17. “Kok hanya satu hari, Agustus Putu Wijaya kan 31 hari?!” gugat Amat. “Memang, apa Bapak mau 32?!” tukas Bu Amat, karena pagipagi suaminya sudah rewel. Amat tidak mau cari perkara, karena masih berharap malam itu tetap indah. Ia ngerumpi ke warung mencari tong sampah untuk unek-uneknya. “Kok tak pasang bendera Pak Cok?” Tukang warung bingung. “Kenapa Pak Amat ada orang penting meninggal?” Giliran Amat kaget. Lalu membentak. “Ini kan Agustus, Pak Cok!” Cok ketawa. “Ya memang Pak Amat! Bapak kira masih bulan Juli?” Amat marah. Ia tak jadi beli krupuk. Lalu mencari Pak Made. “Pak Made, si Cok itu tidak tahu, kita sudah masuk bulan
proklamasi!” Pak Made ketawa. “Ya, begitulah, Pak Amat, kalau dia tahu dia tidak akan jadi tukang warung, tapi caleg!” “Kalau semua rakyat melempem seperti dia, alamat kita akan dijajah lagi!” “Kenapa begitu, Pak Amat?’ “Habis kalau nasionalismenya sudah tak ada, jiwa patriotiknya sudah luntur, kita gampang sekali dicaplok!” “Dicaplok siapa Pak Amat?” “Ya siapa lagi, neokolim, Pak Made!” Pak Made berhenti memperbaiki motornya, lalu menatap Amat. “Pak Amat sekarang lain. Jadi suka ngurus politik, ya? Mau nyaleg apa?” “Bukan begitu Pak Made, ini Agustus, saya heran, sudah beberapa tahun ini saya simak, kok Agustus tidak jadi lautan merahputih lagi?” Pak Made mulai paham. “O, itu maksudnya! Tapi kan tanggal 17-nya belum?” “Nah itu dia, Pak Made! Dulu,
Ekspresso
LAUTAN MERAH PUTIH begitu masuk Agustus, kan sudah rame ada pertandingan. Kerja bakti. Perlombaan membuat pintu gerbang, pagar rumah, pawai, renungan suci tengah malam di makam pahlawan dan lautan merah-putih sebulan penuh. Semua tanda kita merasa memiliki negara yang direbut dengan revolusi ini. Rasa memiliki yang akan membuat kita bertanggungjawab untuk mempertahankannya! Nah, kalau semua itu sekarang melempem, berarti semangat kita sudah kendor!” Pak Made berhenti ngurus motornya, lalu ngurus Amat. “Pak Amat betul, tetapi salah!” “Salah?” “Ya! Dulu kita gembar-gembor soal nasionalisme, kita bikin lautan merah putih, supaya anak cucu kita paham. Seperti orang nanam pohon! Memang itu sangat perlu dulu! Dulu tapi! Sekarang pohon yang kita tanam itu sudah besar dan kita berteduh di bawahnya. Lautan merah putih itu sudah jadi, tersimpan di dalam hati sanubari. Jadi sudah tidak perlu heboh lagi seperti dulu. Yang perlu sekarang,
Wanita dan Gosip “Eh… tahu ngga sih…”. Menjadi awalan yang singkat untuk memperpanjang pembicaraan dan merapatkan posisi yang berjauhan. Ketika disampaikan dengan suara berbisik, mungkin akan terdengar semakin asyik. Obrolan ini biasanya membahas tentang orang lain, tidak selalu negatif namun juga sisi positif yang biasa kita kenali dengan istilah gosip. Sejauh ini cukup banyak orang yang membahas akan sisi negatif bergosip. Banyak yang menilai jika gosip merupakan sesuatu yang kurang baik “tidak baik menceritakan orang lain”. Terlepas dari nilai budi pekerti dan norma, konten dan siapa yang menjadi perbincangan dalam gosip, kali ini coba kita memandang gosip dari sisi yang berbeda. Wanita dan gosip nampak sebagai dua hal yang lekat. Banyak orang menilai jika wanita adalah pribadi yang sangat menyukai kegiatan bergosip. Pada dasarnya gosip merupakan bagian dari komunikasi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komunikasi yang kita lakukan mengandung muatan gosip terutama dalam seting tempat kerja. Sebenarnya, kesan tersebut muncul karena kebiasaan wanita pada umumnya yang lebih
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.
komunikatif dengan penggunaan kata yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Bagi wanita, bergosip mengandung muatan intimasi atau keakraban yang membuat hubungan pertemanan yang semakin lekat. Mengapa gosip menjadi hal yang menyenangkan dan berantai? Gosip digunakan sebagai media sosialisasi. Dengan gosip, wanita dapat menjalin relasi antara satu orang dengan yang lainnya. Selain itu, studi ilmiah menjelaskan jika pada dasarnya manusia
memiliki dorongan yang kuat untuk mengetahui kehidupan orang lain. Sehingga gosip dilakukan sebagai bentuk pencapaian atas kebutuhan dasar tersebut. Pada dasarnya manusia juga memiliki kecenderungan untuk bertindak secara konformis (ikut dengan kelompok) tanpa mempertimbangkan baik buruknya dengan tujuan agar dapat diterima oleh kelompoknya. Karena manusia adalah mahluk sosial yang juga memiliki kebutuhan untuk dihargai dan menghargai, mendorong seseorang untuk merapat ketika mendengarkan berita tentang orang lain. Terdapat banyak hal yang mengaktifkan keingian seseorang untuk bergosip. Diantaranya adalah kebutuhan untuk didengarkan oleh orang lain atau yang dikenal dengan istilah self-importance. Seseorang akan merasa berharga dan diterima oleh lingkungannya ketika berita yang disampaikannya menunjukkan respon yang positif. Gosip juga dinilai sebagai media untuk mengurangi stres dan kecemasan yang dirasakan seseorang. Hal ini terjadi karena ketika seseorang bergosip dapat meningkatkan kesehatan emosi seseorang. Ketika kita bergosip terutama hal negatif, sesungguhnya
untuk orang seperti saya, motor saya harus tokcer, sebab ini untuk bekerja, mengisi kemerdekaan. Pak Cok harus buka warungnya sebab kalau tidak para langganannya nanti kelaparan. Dia mengisi kemerdekaan dengan kerjanya. Bendera sudah berkibar terus di hatinya, tak usah dipasang lagi!” Amat, langsung mau menjawab, tapi Pak Made memotong. “Ngomong-ngomong, Pak Amat ribut soal lautan merah putih, ya?” “Betul!” “Tapi kenapa Pak Amat sendiri tak masang bendera?” “Tidak masang bagaimana? Siapa bilang! Sejak tanggal satu Agustus, siang-malam saya sudah masang 3 bendera. Depan rumah, samping kanan dan kiri!” Pak Made ketawa. “Satu saja cukup Pak Amat.
kita bukanlah membenci orang tersebut. Melainkan situasi yang mungkin membuat kita terancam dan kurang menyenangkan. Saat gosip tersampaikan pada orang lain, kita juga akan mengekspresikan emosi negatif yang kita rasakan. Maka emosi negatif dilepaskan, seseorang akan merasa lebih nyaman dan ringan. Selain itu, pada sebagian orang begosip dapat mengurangi rasa kesepian, dengan cara mengetahui informasi dari orang lain. Ketika kita membicarakan tentang keburukan orang lain adanya pandangan bahwa kita masih lebih baik darinya (sebagai bentuk penghargaan atas diri). Intensitasnya semakin tinggi dan sulit terputus karena secara tidak langsung ada sensasi positif yang dirasakan ketika bergosip. Melihat sekian banyak hal yang bisa terjadi ketika bergosip, maka tidak salah menurut kajian ilmu perilaku, ketika seseorang mendapatkan penguatan atas perilakunya, maka
Banyak bendera tidak berarti nasionalismenya dobel! Memang jualan bendera sekarang?” “Ya tidak.” “Dan siang saja pak Amat! Jangan pasang bendera malam, ada aturannya. Lagian saya lewat depan rumah Bapak tadi, saya tidak lihat ada bendera! Kalau mau lautan merah putih, kasih contoh dong!” Amat terkejut, lalu bergegas pulang. Ternyata memang tak ada bendera. “Sudah tak simpan!” bentak Bu Amat. “Habis, malu! Tetangga nyindir, apa kita banting stir jual bendera sekarang? Tapi kok sudah pada luntur, memang bendera pusaka, kata pak Made!” “Tapi yang baru kan ada satu, kok ikut diturunkan?” “Ya kan belum 17 Agustus, sayang nanti warnanya luntur !”
ia akan mengulangi melakukan perbuatan tersebut. Misalnya saja saat seseorang bergosip, maka ia merasa jika dirinya didengarkan dan berharga dengan memberikan informasi pada orang lain. Ketika ia menyampakan hal tersebut, banyak orang yang merespons secara positif. Hal tersebutlah yang membuat seseorang menjadi “ketagihan” untuk selalu bergosip. Dibalik sisi negatif, bergosip juga memiliki makna sendiri ketika seseorang yang melakukannya. Maka tak jarang kita melihat orang akan membicarakan kehidupan orang lain sebagai bentuk pembanding diri dan mengukur sudah sejauh apa dirinya melakukan pencapaian tersebut. Dengan kata lain, ketika memaknai gosip secara positif, sebenarnya bisa digunakan sebagai media membangun diri atau self improvement. Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. Mahasiswa
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
23
Disperindag Kota Denpasar Gelar FGD Pasar Rakyat Menuju Smart City
Belakangan ini muncul kembali istilah Kota Tematik. Kota kecil dan menengah yang lebih mengeksplor potensi lokal, kenyamanan dan humanisme. Muncul kemudian Kota Hijau atau Kota Sehat atau Kota Berkelanjutan. Berikutnya dengan pesatnya teknologi informatika (TIK), setelah sebutan Kota Kreatif, muncul Kota Cerdas atau Smart City.
K
I Wayan Gatra
arena Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali, menjadikan Kota ini sebagai pusat pembangunan, pemerintahan juga perekonomian di tengah-tengah penduduk yang sangat beragam. Berbagai langkah strategis telah diupayakan Pemerintah Kota Denpasar menuju Denpasar Smart City. Untuk mendukung pemerintah Kota Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pasar Menuju Smart City yang dihadiri Pengelola Pasar Desa se-Kota Denpasar, dan instansi terkait pada Kamis (10/8) di Sewaka Dharma, Lumintang.
Dalam acara diskusi tersebut dibahas tentang Denparas Smart City dalam dimensi Smart Economy atau Ekonomi Pintar. Maka, dalam pengelolaan pasar rakyat pun diterapkan konsep Smart City. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. didampingi Kabid Kerjasama dan Perlindungan Konsumen, Jarot Iswayudi, dan Kasi Perdagangan Usaha Perdagangan, Laxmy Saraswaty, S.S.,M.Si. Dikatakan oleh Wayan Gatra, dengan langkah smart economy, pasar rakyat dibangun memiliki character building yang dapat membuka akses pasar bagi para pengunjung sehingga mampu memberikan kenyamanan dan happiness bagi konsumen. Pasar rakyat juga sudah selayaknya dapat dijadikan
sebagai pasar rekreasi di Kota Denpasar. Dan, hal yang paling utama adalah pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal tanpa mengubah ciri khasnya. Menurut Wayan Gatra, definisi Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, serta memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. Maka, Smart City da-
pat disimpulkan memanfaatkan sumber informasi dan menggunakan teknologi yang canggih dan mempermudah kehidupan. Selanjutnya, I Wayan Agus Indrawan, S.T., Kepala Pasar Phula Kerti mengatakan bahwa pasar rakyat sebagai suatu lembaga ekonomi memiliki fungsi strategis di antaranya sebagai simpul kekuatan ekonomi lokal yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Membuka kesempatan kerja dan menyediakan sarana berjualan utamanya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Dan,
pastinya menjadi hulu sekaligus muara perekonomian informal yang merupakan tulang punggung perekonomian. Lantas dikatakan oleh Agus Indrawan, untuk lebih dilirik dan menuju pasar rakyat sebagai satu destinasi rekreasi wisata, perlu penanganan penataan pasar wisata belanja yang dapat mengankat citra kekinian tanpa mengubah keasrian barang yang diperjualbelikan. Di samping, diperlukan penyediaan fasilitas penunjang kegiatan wisata belanja tradisional sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk singgah lebih lama. –ard
City di pasar rakyat adalah agar mampu merevitalisasi manajemen pengelolaan pasar. Di samping itu, adanya pembenahan pada fisik bangunan yang tetap berbudaya. Pasar Badung dan Pasar Kumbasari di Kota Denpasar adalah 2 dari 51 pasar tradisional yang masuk ke dalam paket destinasi wisata Denpasar Heritage City Tour. Para turis mancanegara menikmati belanja di pasar tradisional, yang suasana serta aromanya sangat khas. Pada FGD kali ini juga beberapa respons balik atau masukan pun tercatat di antaranya dari I Wayan Warta (Kepala Pasar Intaran Sanur), yang mengatakan Denpasar Goes To Smart City sangat bagus untuk dilaksanakan namun diperlukan rutinitas pembinaan ke seluruh pasar. Faktor SDM pedagang perlu diberikan pendidikan secara
bertahap. Kemudian, Kt. Ardana (Kepala Pasar Adat Ubung) menyampaikan bahwa perlunya pendampingan dari Pemerintah Kota Denpasar terkait pemberdayaan pasar rakyat di Kota Denpasar. Sedangkan I Made Arta (Kepala Pasar Penatih) menyebutkan jika minat berbelanja ke pasar tradisional atau pasar rakyat tidak mengalami penurunan. Hanya saja perlu dilakukan inovasi untuk merangsang generasi muda mau dan tetap berbelanja ke pasar rakyat ini. Selanjutnya, I Nyoman Sugiarta, Amd (Kepala Pasar Serangan) menyatakan kalau Pasar Serangan memiliki potensi sebagai pasar ikan. Pasar rekreasi wisata perlu diperhatikan kelayakan dan kenyamanannya sehingga sangat diperlukan bantuan dari pemerintah. -ard
Pasar Rakyat sebagai Destinasi Wisata
Ketua Forum Peduli Pasar Desa, Kota Denpasar I Nyoman Suwarta mengatakan menegaskan, kualitas hidup yang lebih tinggi menjadi dambaan semua orang. Menjawab keinginan setiap orang terhadap kualitas hidup yang mudah dan sehat, maka muncul berbagai metode dan strategi untuk mencapainya. Salah satunya adalah konsep perencanaan kota cerdas (Smart City). Smart City, jelas Suwarta memiliki manfaat dan membantu perihal bagaimana melestarikan lingkungan, meningkatkan daya saing ekonomi dan pembangunan
masyarakat yang madani. Memperbaiki permasalahan di masyarakat. Meningkatkan pelayanan publik, menciptakan pemerintahan yang lebih baik, mencerdaskan masyarakat, mengelola potensi kota dan SDM. Sedangkan manfaat Smart City bagi pengelola pasar adalah penerapan konsep kota cerdas dengan memanfaatkan TIK untuk mewujudkan pelayanan pada masyarakat yang lebih baik. Konsep Smart City, lanjut Suwarta akan meningkatkan paritisipasi masyarakat dan pemerintah dalam memanfaatkan data, aplikasi, memberi masukan
maupun kritikan secara mudah. Suwarta juga menyatakan , Smart City mempunyai 6 indikator. Di antaranya, Smart Governance (pemerintah transparan, informatif dan responsif), Smart Economy (menumbuhkan produktivitas dengan kewirausahaan dan semangat inovasi), Smart People (meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas hidup layak), Smart Mobility (penyediaan sistem transportasi dan insfrastruktur), Smart Life (hidup pintar berbudaya) dan Smart Living (mewujudkan kota sehat dan layak huni). Berikutnya implementasi Smart
24
Sudut Pandang
Edisi 914/ 15 - 21 agustus 2016
Kibarkan Bendera Merah Putih Agustus menjadi bulan yang sangat penting karena, identik dengan bulan kemerdekaan. Se mangat merah putih mewarnai set iap kegiatan yang di lakukan masyarakat Indonesia. Apa aksi nyata yang mere ka lakukan dalam mengisi kemer dekaan?
M
enurut Eka Santhi Dewi, atau yang akrab disapa Iin, aksi nyata seman gat kemerdekaan, adalah men gibarkan bendera merah putih. Aksi ini mungkin bagi sebagian orang sangat sederhana, namun,
Rahayuni
Eka Santhi Dewi
mengibarkan bendera adalah hal wajib yang harus dilakukan. Ia melihat, banyak juga orang lain yang tidak mengibarkan bendera, bahkan, mereka tak punya ben dera merah putih. Dengan men gibarkan bendera merah putih kita menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah berkorban demi kemerdekaan Indonesia, kata Iin.
Selain itu, aksi lain yang di lakukan adalah mencintai produk dalam negeri dengan bangga memakai produk lokal. Saya tidak suka pakai barang branding luar negeri yang kw-kw itu. Lebih baik saya pakai produk lokal dalam negeri yang asli. Itu menambah kecintaan saya kepada negeri sendiri, ucap ibu dua anak ini. Sebagai warga negara yang
baik dalam mengisi kemerdekaan, ia berusaha terus belajar. “Banyak hal yang bisa saya lakukan untuk menambah wawasan, mengisi diri dengan berbagai seminarseminar motivasi, kewirausahaan, agar perempuan menjadi lebih berdaya. Perempuan juga harus maju, dan berjalan sejajar dengan laki-laki, kata Iin. Sementara, bagi Made Raha yuni, mengisi kemerdekaan, perempuan harus bisa member dayakan diri dan juga menjadi motivasi bagi orang lain. Dengan usaha pelatihan kecantikan Can dra Dewi yang ia miliki, ia me ngajak para perempuan agar bisa menambah penghasilan. Selain bisa membuka salon sendiri, para lulusan Candra Dewi, bisa juga menerima panggilan merias dari rumah ke rumah. Sampai saat ini, Rahayuni sudah memberikan kursus kepada ribuan perempuan di Tabanan. Apa yang saya laku kan, hanya memiliki satu tujuan, agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi, kata Rahayuni. Selain itu, bulan Agustus menja
Bekali Ilmu Kewarganegaraan Sebelum ke Luar Negeri Bagaimana pengelola lembaga pendidikan memaknai hari ulang tahun kemerdekaan? Apa aksi nyata yang mereka lakukan dalam mengisi kemerdekaan? Berikut pemaparan Drs. IGB Arthane gara, S.H., M.H., M.Pd., Ketua YPLP IKIP PGRI Bali. “Menjelang 17 Agustus ini, kami Badan Penyelenggara Per guruan Tinggi IKIP PGRI Bali melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik dan mental. Bersifat fisik dengan mengadakan lomba-lomba dan menghias kam pus. Mentalnya, dengan melaku kan persembahyangan bersama, tabur bunga ke makam Pancaka Tirta. Juga diisi dengan ceramahceramah tentang nasionalisme, bela negara, dan semangat 45,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pelepasan mahasiswa FPMIPA IKIP PGRI Bali, Jumat (12/8) di Hotel Nikki Denpasar. Arthanegara mengatakan, kita menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Karena itu, pemuda seharusnya tak hanya pintar secara akademis, tapi juga mampu menghayati nilai-nilai luhur yang ada dalam dasar negara. Bagaimana pun hebatnya kita dalam akademis tapi jika mental/karakternya tak sesuai, bisa merugikan bangsa itu sendiri. Ia menuturkan pengalamannya saat dulu menjadi Ketua KNPI, selau menanamkan nilai-nilai tersebut. “Kita adalah orang Indonesia yang lahir di Bali, kita adalah orang Indonesia yang lahir di Sumbawa, kita adalah orang In donesia yang lahir di, Papua. Kita tidak dipisahkan oleh laut tapi kita dihubungkan sebagi Negara
Kesatuan Republik Indonesia”. Ka limat tersebut selalu diungkapkan nya dalam pidato/sambutannya. Dalam kondisi kekinian, dengan padatnya kesibukan dan pengaruh teknologi yang makin gencar, kekuatan nasionalisme ini dika takannya harus lebih lagi diper tahankan. Ia kembali ke memori silam ketika di tahun 1965 ia mendapatkan beasiswa belajar ke Negeri Tiongkok. Saat itu, orangorang yang akan bersekolah ke luar negeri diberikan pembekalan/ pendidikan kewiraan, kemiliteran, cinta pada tanah air, dan diajak ziarah ke makam pahlawan. Hal ini dikatakannya sangat banyak bermanfaat, paling tidak untuk dirinya saat itu. “Jika saja saya tidak mendapatkan pembekalan ini, jiwa nasionalisme itu tak ditananamkan, ketika ada kemelut di dalam negeri (waktu itu G30S PKI), mungkin saya lebih memilih tinggal di luar negeri dengan segala kenyamanan nya, daripada kembali ke Indo nesia dengan kemelutnya,” tutur Arthanegara. Jujur ia mengakui, jika kembali ke Indonesia kondisi agak melarat. Sementara di LN, pagi sudah bisa minum bir, dan Sabtu-Minggu bisa dansa. Namun karena kecintaannya pada tanah kelahiran, karena rasa nasionalisme yang ditanamkan be gitu kuat oleh pemimpin-pemimpin terdahulu, ia memutuskan pulang ke Indonesia. “Apapun yang terjadi, write or wrong is my country. Meski hujan emas di negeri orang, masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Itu yang memotivasi saya secara pribadi waktu itu tahun 1965, makanya memilih pulang,” ujarnya. Ia juga bersyukur sebelum be
Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd.
Drs. I Wayan Suaba, MBA
rangkat ke Tiongkok, seorang tokoh waktu itu mengajaknya berkeliling di Jakarta. Ia diajak ke Hotel Indonesia, hotel terbe sar di Indonesia, melihat betapa megahnya hotel itu dan belajar naik lift. Diajak ke Senayan, bahwa kita juga punya lapangan hebat . “Saya sangat bersyukur sekali, sehingga ketika di LN saya tidak lagi terbengong-bengong melihat hotel dan lapangan yang besar. Bahwa Indonesia juga punya yang hebat, tidak sampai bengong dan membanding-bandingkan apa yang ada di luar negeri dan di dalam neg eri. Nilai-nilai itu yang ditanamkan sehingga menimbulkan kebanggaan menjadi warga Negara Indonesia,” tuturnya. . Karena itu ia menegaskan, dalam pendidikan karakter inilah peluang kita menanamkan nilai cinta tanah air dan kepribadian bangsa. Ia juga mengatakan, berorganisasi itu sangat penting. Saat jadi pemuda
dulu, Arthanegara pernah menja bat sebagai Wakil ketua Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Bali, anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sekre taris Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN)-milik Partai Nasional Indo nesia (PNI). “Karena pengalaman berorganisasi itu banyak membantu kita berpikir krtitis, sehingga tidak menelan mentah-mentah apa yang kita dengar. Karena pelajaran di Tiongkok waktu itu penuh dengan doktrin-doktrin komunis yang san gat berbeda dengan prinsip kita, dan waktu itu kita siap dan sering beragumentasi dengan dosen. KURANG SOSIALISASI Sementara, dalam pengamatan Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara Drs. I Wayan Suaba, MBA, sebetulnya dasar-dasar jiwa nasion alisme yang sudah ditanamakan kepada anak-anak sekarang teru tama melalui lembaga pendidikan
di hal yang spesial baginya, karena ia berkesempatan bersama para seniman di Buleleng melakukan aksi berkarya bagi bangsa lewat berkesenian. Bersama artis multi talenta Putri Suastini, ia berkesem patan berbagi dengan para seni man di Buleleng. Satu puisi karya Dhenok yang berjudul Percakapan Anak dan Bundanya, menjadi satu puisi yang dibacakan Rahayuni. Ia mengatakan, tujuan kegiatan terse but, adalah untuk melestarikan seni budaya dan memberdayakan perempuan di bidang kesenian. Sementara, bagi Rathi, bu lan Agustus menjadi momen is timewa, karena selain Austus bulan kemerdekaan, Agustus juga merupakan hari ulangtahunnya. Ia melakukan aksi nyata dengan ber bagi dengan sesama yakni mem berikan bantuan sembako kepada 3 keluarga yang memiliki anak tunagrahita di Renon. “Kegiatan ini hanya salah satu kegiatan seder hana yang saya lakukan untuk mengisi kemerdekaan agar men jadi orang yang lebih bermakna, kata Rathi. -Wirati Astiti dikatakannya sudah bagus. Hanya saja sosialisasi untuk pengarah annya masih kurang. Untuk itu ke depannya, Suaba yang juga Bendesa Adat Desa Pekraman Kelating, Tabanan ini berharap di desa-desa saat apa kegiatan adat, menyelipkan kegiatan darma wa cana, memberikan pendalaman apa saja, seperti cara sembahyang, bebantenan, termasuk wawasan kebangsaan, seperti jiwa bela neg ara dan bagaimana menjadi warga negara yang baik dan benar. Pesraman kilat yang meng hadirkan unsur penegak hukum atau sulinggih, selama ini dini lainya kurang mengena. Karena biasanya selepas kegiatan itu, apa yang didapatkan juga lepas karena kurang menyentuh ke akarnya. Karena itu ia kembali menegaskan sosialisasinya harus terus digen carkan dan kontinyu. Ia mengajak kita melongok kembali ke zaman dulu, namun bukan berarti ingin seperti dulu. Ia berpendapat Penataran P4 seharusnya tidak dihapuskan, se hingga Pancasila tak sekadar hapal tapi benar-benar dijiwai. “Ayo kini kembali tanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan memperkuat jiwa kebangsaan kita,” ujarnya. Hal itu pula yang kerap ia sam paikan kepada para kepala sekolah (TK, SD,SMP Pelangi Dharma Nusantara yang berada di bawah naungan Yayasan Pelangi Dharma Negara). Bagaimana melaksana kan pendidikan yang baik dan be nar sebagaimana visi misi yayasan yang ingin membantu pemerintah untuk ikut mencerdaskan tunas bangsa menjadi anak berbudi luhur, beretika, cerdas dan hor mat pada tiga guru, guru rupaka (orangtua), guru pengajian (guru di sekolah), dan guru wisesa (pemerintah). Dalam kaitan peringatan 17 Agustus, Suaba memberikan ara han kepada kepala-kepala seko lah untuk mengadakan kegiatankegiatan yang dapat memupuk rasa nasionalisme dan kebang gasaan. –Inten Indrawati
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id