What’S Up
24
7 - 13 Juli 2014
Memahami Arti Sebuah Pelayanan Hidup adalah pilihan.Dalam hidup pasti ada benar dan salah.Satu dari kedua jalan itu pasti kita pilih, dan ketika kita diam tidak memilih, itu pun suatu pilihan.Ketika apa yang kita lakukan itu disebut benar, berarti ada sesuatu lain yang salah.Demikian sebaliknya, kita tahu bahwa itu salah, karena ada kebenaran.Namun, ketika kita hanya memilih diam, apakah kita tahu mana yang sesungguhnya benar, dan mana yang salah?
S
emua yang terjadi dalam hidup kita sekarang ini tak terlepas dari karma kita terdahulu. Demikian halnya dengan orang-orang di sekitar kita dalam kehidupan sekarang ini, tak lain adalah orang-orang yang pernah kita temui di kehidupan kita sebelumnya. Kenapa kita dipertemukan dengan orang-orang tersebut di kehidupan sekarang? Karena di antara kita dan mereka masih ada hutang karma yang belum terselesaikan. Karena itu pula kita diberikan kesempatan hidup untuk menyelesaikan hutang-hutang tersebut. “Jadi, perbanyaklah melakukan karma baik di kehidupan sekarang ini dengan melakukan pelayanan,” ujar Bunda Arsaningsih. Apa bedanya pelayanan dengan donasi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata “donasi” adalah sumbangan tetap (berupa uang atau materi) dari penderma kepada perkumpulan, sedangkan “pelayanan” adalah sumbangan yang pada dasarnya tidak berwujud, bisa berbentuk aktivitas, tidak berupa material, bisa berupa jasa, ide, konsep atau berbagai
Pelayanan Workshop SOUL bagi Pemkab Gianyar, prajuru adat dan masyarakat umum di Balai Budaya Gianyar
hal yang berhubungan dengan bantuan secara ikhlas. Jadi, jelas sekali bahwa antara “pelayanan” dengan “donasi” berbeda. Hal ini merupakan hal yang fundamental yang diajarkan oleh Bunda Arsa ningsih. Ia menekankan bahwa pelayanan disebabkan oleh rasa cinta dan kasih sayang, walaupun antara donasi dan pelayanan tujuannya sama, yakni memberikan sesuatu kepada orang lain,
tetapi sangat jelas berbeda. Dan, secara gamblang “pelayanan” berdasar pada melakukan sesuatu tanpa ada tendensi apapun baik itu pengharapan, timbal balik, ataupun ekspos untuk mendapatkan pengakuan. Sedangkan donasi biasanya memiliki tendensi tertentu. Jelas sekali bahwa hal ini memiliki makna yang sangat berbeda, karena menyangkut masalah “keikhlasan”. Bunda Arsaningsih, selaku
Founder Yayasan Cahaya Cinta Kasih senantiasa berupaya melakukan swadharmanya sebagai Guru dengan melakukan pelayanan, yaitu memberikan pencerahan jiwa kepada masyarakat luas agar mereka bisa memahami arti hidup dari kehidupan itu sendiri. Di dalam konsep melakukan pelayanan, perlu dipahami bahwa kita harus bijaksana dalam memilih suatu pelayanan. Seperti konsep pemahaman universal yang diajarkan oleh Bunda Arsa ningsih tentang hukum menanam ditempat yang subur. Kadangkala orang beranggapan menanam di semua tempat akan menghasilkan hasil yang sama, dan hal itu belumlah tepat adanya karena tidak adanya alat ukur yang dipakai. Melalui konsep pemahaman energi yang diajarkan oleh Bunda Arsaningsih, segala hal dapat kita ukur yang akhirnya kita akan mampu melakukan proses pelayanan yang tepat untuk menanam karma yang baik, walaupun tidak mengharapkan hasil atas hal tersebut. Karena, setiap hasil kerja
atau pelayanan yang dilakukan kita persembahkan kepada Tuhan. Workshop Spirit of Universal Life (SOUL) yang merupakan bagian dari pelayanan Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) senantiasa siap melakukan kegiatan semacam ini, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam rangka mengembalikan nilai-nilai budi pekerti, perbaikan moral, dan revolusi mental bagi para penerus bangsa yang selama ini terusmenerus tergerus oleh arus glo-
balisasi. Hal ini sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Workshop SOUL telah rutin diselenggarakan setiap bulannya. Bagi yang berminat mengikuti workshop ini dapat menghubungi kantor Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) yang beralamat di Lt.2, Klinik Bersalin Anugerah, Jln. Gunung Sanghyang No. 118 D Denpasar, Tlp. (0361) 7463858 atau (0361) 419347. –Inten Indarawati
Workshop SOUL Berdampak Positif Workshop SOUL bertema “Membangun Pura di Dalam Diri” yang dilaksanakan belum lama ini oleh Pemkab Gianyar memberikan dampak positif serta membuka pemahaman terhadap nilai-nilai pelayanan. Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Geria meng ungkapkan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh SOUL untuk desa adat Gianyar, harapannya sudah sesuai dengan temanya yaitu “Membangun Pura Dalam Diri”, yang tujuannya agar para peserta mendapatkan spirit sebelum melakukan karya agung, berupa pencerahan dan pemahaman hakikat cinta kasih dan energi Ilahi. Energi ini sebagai bekal kekuatan para prajuru adat dan masyarakat untuk melakukan pelayanannya.
Pelayanan Workshop SOUL kepada pemangku dan umat Hindu di sekitar Pura Alas Purwo, Banyuwangi
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
Kuliner Ria
Dalam pertemuan tersebut, tersirat adanya kesamaan tujuan dalam menggarap segmen kuliner. Tokoh sebagai media yang menyasar segmen wanita sedangkan Gandum Mas Kencana dalam pemasaran produknya juga menyasar pecinta kuliner yang ma yoritas kaum wanita. Kesamaan tujuan ini diharapkan menjadi modal untuk melakukan sinergi dalam berbagai bentuk kegiatan. Kuliner memang menjadi
incaran masyarakat saat ini. Maraknya tayangan dan berita kuliner di media elektronik dan media cetak. Dari anak-anak hingga dewasa tertarik dengan wisata kuliner, cooking class, bahkan demo masak. Profesi chef pun menjadi profesi yang banyak diidam-idamkan anak-anak. Di Pesta Kesenian Bali (PKB), wisata kuliner menjadi salah satu alasan pengunjung. Berbagai jenis makanan tradisional bisa didapatkan selama pelaksanaan PKB. Namun, yang disayangkan adalah tidak adanya lomba kuliner seperti tahun sebelumnya. Ketua Panitia Pelaksana PKB beralasan, format lomba kuliner yang menjadi permasalah an. Panitia ingin penilaian yang objektif sehingga tidak menimbulkan permasalahan setelah lomba. Namun, aspirasi untuk menggelar lomba kuliner sudah ditampung dan akan dicarikan format lomba yang tepat. Satu hal yang tak kalah penting adalah resep-resep sederhana yang bisa dikreasikan menjadi makanan istimewa. Edisi kali ini kami menyajikan beberapa resep yang bisa dicoba di rumah untuk hidangan buka puasa ataupun hidangan acara lain. Selamat berkuliner ria. Salam
sar di taruh di kepala. Pekerjaan itu lumayan berat karena jarak vila dari restoran lumayan jauh dan mesti jalan kaki. Walaupun lumayan berat tetapi saya menikmati pekerjaan itu apalagi kalau sudah mendapatkan uang tip dari tamu. Pada suatu ketika saya ditugaskan untuk menjaga bar yang letaknya tidak jauh dari restoran. Di sana saya bertugas untuk membuatkan minuman bagi para tamu yang ingin memesan. Saya sama sekali tidak punya pengalaman untuk itu tetapi senior saya percaya saya bisa mengerjakanya. Di ruangan bar yang sempit dan dipenuhi berbagai macam botol cocktail, soft drink, liquer, saya mulai menghafal cara membuat beraneka minuman yang resepnya sudah ditempel di dinding bar. Suatu sore datang seorang tamu laki- laki setengah baya yang menghampiri saya di sana. Dia begitu ramah kepada saya, karena keasyikan mengobrol sampai-sampai saya lupa menawarkan minuman untuknya. Dia berkata kepada saya, “Seharusnya kalau ada tamu datang kamu menawarkan minuman untuknya”. Saya terkejut dan malu mendengar kata-katanya
itu. Saya minta maaf dan langsung menawarkan minuman untuknya. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah owner dari hotel itu. Bodohnya lagi saya tidak mengerti apa arti owner dalam bahasa Indonesia. Untungnya saat itu datang senior saya dengan wajah sedikit cemas langsung menawarkan minuman kesukaan dari tamu itu. Setelah mendapatkan minumanya dan pergi, senior saya pun mengingatkan saya siapa tamu itu dan apa minuman kesukaanya yang mesti saya tawarkan ketika dia datang. Lagi- lagi saya diberitahu bahwa tamu itu adalah owner hotel. Tetapi, saya tetap tidak paham sampai akhirnya dengan polosnya saya bertanya, “Owner itu maksudnya apa?” Senior saya menjawab, owner itu artinya orang yang punya hotel, jawabnya dengan sedikit tersenyum. OMG…betapa malu dan bodohnya saya, tetapi itulah pengalaman, membuat kita belajar akan sesuatu. Sampai sekarang saya bekerja di hotel, saya tidak pernah melupakan kejadian itu. Sering kali kita belajar sesuatu dari kesalahan itu sendiri. Jadi jangan pernah takut salah jika kamu mau belajar. Wayan Sumiati, Kedewatan
Kunjungan I Gede Putra Yasa, Area Sales Supervisor Gandum Mas Kencana dan Tri Ayu, Asisten MD Gandum Mas Kencana
Kamis (3/7), Tokoh dikunjungi I Gede Putra Yasa, Area Sales Supervisor Gandum Mas Kencana dan Tri Ayu, Asisten MD Gandum Mas Kencana. Dalam kunjungan ini, Gandum Mas Kencana yang me miliki produk bahan baku kuliner memaparkan beberapa kegiatan yang pernah mereka laksanakan.
Owner Waktu itu saya masih menuntut ilmu di salah satu sekolah kejuruan pariwisata di daerah Singakerta, Ubud. Siswa yang sudah menginjak tahun kedua diterjunkan ke perhotelan untuk training sesuai dengan bidang masing-masing yang dipilih. Saya memilih untuk melamar di bagian food & beverage service sebagai waitress di salah satu hotel berbintang tidak jauh dari tempat tinggal saya. Saya pun membawa surat pengantar dari sekolah beserta data lainya untuk melamar di sana. Setelah interview dengan memakai bahasa Inggris oleh manajer restoran, tanpa pikir panjang dia menerima saya dan meminta saya untuk langsung training pada hari itu juga. Saya diantar untuk ke ruang ganti pakaian dan diarahkan oleh senior saya untuk belajar apa saja yang mesti saya kerjakan selama di sana. Di hotel itu ada satu restoran, bar dan pool bar yang tempatnya terpisah. Sebagai peserta training tidak banyak pekerjaan yang berhubungan dengan tamu yang dilimpahkan ke saya, tetapi setelah belajar banyak hal dalam sebulan itu dikit demi sedikit saya belajar menyajikan makanan dan taking order pesanan tamu. Bahkan sering kali saya membawa orderan room service ke kamar tamu dengan nampan be-
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
7 - 13 juli 2014
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
JOKOWI
Tak jelas bagaimana jalannya, semua tahu Amat akan mencoblos nomor dua. Menurut tafsiran Amat, mungkin istrinya yang tak sengaja sudah terpancing. Padahal Bu Amat sempat berbisik pada Bu Ketut, Amat sudah beralih cinta ke satu. Masalahnya, ada wartawan datang mau wawancara. Amat sudah mengelak. Tapi kuli tinta terus mendesak. “Suara Bapak, sangat penting, Pak Amat!” “Maaf, Dik, Bapak orang biasa. Suara Bapak tidak ada gunanya. Lebih baik adik mewawancarai orang kaya di ujung itu. Suaranya berpengaruh. Paling tidak pada para pegawainya yang hampir 100 orang. Ke sana saja. Pasti dia juga senang diwawancarai.” “O, tidak, Pak. Justru orang biasa seperti Bapak mayoritas pemilih yang akan menentukan pemenang. Elit kita, kelas menengah kita memang lantang dan hebat koar-koarnya, tapi tetap saja satu kepala satu suara. Bukan mereka yang menentukan, mereka sendiri lupa itu! Bapak yang pegang kunci tanpa Bapak sadari!” Amat tak bisa mengelak lagi. “Kalau begitu, apa yang mau Adik tanyakan? “Begini, Pak, kami tidak mau menanyakan yang sudah biasa ditanyakan media lain. Pertanyaannya agak aneh, nyeleneh, tapi kami mengharapkan Bapak menjawab jujur. Oke?” Amat berpikir. “Maksud saya, bukan aneh negatif, tapi untuk membangun. Oke Pak?” “Baik.” “Boleh kami rekam?” “Boleh.” Wartawan itu menyiapkan alatnya. “Jadi Bapak akan memilih nomor dua?” Amat terkejut. “Kok tahu?” “Berarti betul nomor dua. Kelemahan apa yang Bapak lihat pada nomor satu, yang membedakannya dengan nomor dua, sehingga Bapak memilih nomor dua?” Amat menjawab hati-hati. “Saya tidak melihat perbedaannya, tapi persamaannya.” “Apa persamaannya?” “Keduanya mau dipilih jadi presiden.” Wartawan itu tersenyum. “Betul! Terus?” “Keduanya mau membangun Indonesia dan berpihak pada rakyat. Betul tidak, Dik?”” “Betul. Tapi mengapa nomor dua jadi pilihan Bapak?” “Sebab Bapak hanya boleh pilih satu? Betul tidak?” “Betul, tapi kenapa nomor dua?” Amat berpikir. “Maksud Adik, kenapa bukan nomor satu!” “Betul. Kenapa bukan nomor satu?” “Karena meskipun sama-sama memiliki kekuatan, juga masing-masing punya kelemahan. Betul tidak?” “Betul sekali, Pak Amat apa kelemahan nomor satu?!” “Adik ini sebagai wartawan pasti sudah paham apa kekuatan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Sebab untuk menemukan kelemahannya, kelemahan siapa pun, kelemahan apa pun, kita harus terlebih dahulu menguasai apa kekuatannya. Betul tidak?” “Betul, Pak.” “Adik sebagai wartawan tidak mungkin tidak tahu! Tahu kan kekuatan Pak Prabowo?” “Tahu, Pak?” “Ya pasti tahu. Bagaimana bisa menulis berita kalau tidak tahu itu. Di mana kekuatan beliau menurut Adik?” “Ya, kalau nyimak debat-debat capres di TV, saya kira kekuatan Pak Prabowo dalam visinya terhadap masa depan Indonesia. Beliau fasih dan vokal menguraikan apa dan bagaimana Indonesia seharusnya di masa depan. Seperti seorang kapten kapal atau nahkoda di laut, kalau bisa memastikan arah yang dituju, kapal akan bergerak pasti ke arah tujuan!” Amat mengacungkan jempolnya. “Dan, Pak jokowi?” “Jokowi lain lagi. Beliau adalah orang lapangan yang menguasai betul medan. Teori tentang visi Indonesia bagi beliau sudah digariskan tuntas oleh para pemimpin terdahulu. Hanya realisasinya yang belum. Beliau adalah sosok yang akan fokus pada mewujudkan realisasi mimpi-mimpi yang tak kunjung diwujudkan itu!” Amat kembali menunjukkan jempolnya. “Betul sekali. Ternyata Adik benar-benar wartawan sejati. Adik bertanya kepada Bapak bukan karena tidak tahu. Bahkan adik mungkin lebih tahu dari Bapak. Tapi sebagai wartawan Adik harus mendengarkan pendapat dari mulut Bapak kata demi kata? Betul tidak, Dik?” “Betul Pak. Kami wartawan tidak boleh memihak. Harus memberikan informasi objektif pada rakyat. Itu sudah doktrin dan komitmen yang tak bisa ditawar.” “Walau pun Adik jelas punya pandangan sendiri?” “Sama sekali tidak boleh mengemukakan pendapat sendiri. Itu bedanya wartawan dengan tukang obat, Pak!” “Tapi kalau begitu pendapat Adik nanti lama-lama bisa terpengaruh dan berubah. Seperti kata pepatah: alah bisa karena biasa!” Wartawan itu tertawa. “Tak mungkin, Pak Amat. Sebagai wartawan saya harus objektif. Tapi sebagai pribadi buat saya menang atau kalah tetap: Jokowi.” Baterei habis. Wawancara tak bisa dilanjutkan.
Putu Wijaya
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
7 - 13 juli 2014
Mozaik
23
Menghitung Langkah saat Berlari Ketidaksempurnaan tubuh tidak menjadi alasan seseorang untuk terpuruk namun justru seharusnya bangkit. Demikian halnya dengan sejumlah penyandang cacat di Bali yang berhasil menoreh beragam prestasi khususnya di cabang olahraga. Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Daerah Provinsi Bali yang kini telah berganti nama menjadi National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Bali adalah badan yang berperan aktif dalam mengembangkan olahraga khususnya bagi para penyandang cacat. Organisasi ini dirintis 7 Februari 1976 oleh I Gede Nyoman Sumitha yang dilantik sebagai ketua 7 Juni 1977. Hingga saat ini Sumitha masih menjadi ketua NPC Provinsi Bali. Cabang olahraga yang dibina di NPC Provinsi Bali di antaranya angkat berat, atletik, bulutangkis, catur, renang, futsal, tenis kursi roda, tenis meja, voli duduk, dan panahan. NPC sebagai wadah pembinaan olahraga dari berbagai katagori kecacatan seperti tunanetra, tunarungu wicara, tunadaksa dan cerebral palsy. Latihan khusus kerap dijalani para atlet penyandang cacat. “Latihan yang dilakukan sudah tentu berbeda dari biasanya. Misalnya seorang penyandang tunanetra latihan dengan tepukan tangan jika akan mengikuti perlombaan renang dan berlari. Dengan menghitung langkah, jika berlari, dan dalam olahraga tenis meja penderita tunanetra bermain di bawah net,” jelas Sumitha. Selama keikutsertaan NPC Provinsi Bali dalam event-event nasional dan internasional, atlet-atletnya telah banyak mengukir prestasi dalam berbagai cabang olahraga. Ini menjadi bukti para atlet penyandang cacat dari Bali aktif dalam berbagai ajang pertandingan Olahraga Penyandang Cacat hingga lingkup internasional.
Prestasi yang diraih antara lain dari ajang ASEAN Paragames VII di Myanmar, Multievent ASEAN Youth Paragames di Malaysia, dan Single Event 2014 IPC Powerlifting World Championships Dubai. Atlet-atlet yang berprestasi itu di antaranya I Gede Nyoman Oka, I Putu Sarwada, Ni Putu Christiani, Ni Nengah Widiasih, Ni Ketut Mursi, dan Ni Made Ariyanti Putri. I Putu Sarwada penyandang tunagrahita/ TG 20 menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam cabang olahraga atletik yaitu lari. Empat medali disabetnya. Medali emas lari estafet 100x4 meter dan 400x4 meter, medali perak lari 100 meter serta medali perunggu lari 200 meter. Ni Nengah Widiasih penyandang tunadaksa menyumbangkan medali emas angkat berat di kelas 40 dan tercatat angkatan terbaiknya 90 kilogram. Penyandang tunadaksa lain yakni Ni Putu Christiani menyumbangkan medali emas dalam ajang lempar cakram dan medali perak lempar lembing. Ni Ketut Mursi penyandang tunanetra B1 memperkuat kontingen Indonesia dalam ajang ASEAN Paragames VII di Myanmar cabang olahraga catur. Di ajang ASEAN Paralympic Games VII itu, kontingen Indonesia menduduki juara umum I dengan perolehan 99 emas, 69 perak, dan 49 perunggu. Thailand menduduki juara umum II. Prestasi ini sangat membanggakan Sumitha. “Hal ini
Life Time Program JRP Fokus John Robert Powers (JRP) adalah pada pengembangan kepribadian dan keterampilan berkomunikasi, yang materinya selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Hal ini, disampaikan Indayati Oetomo, International Director John Robert Power Indonesia ini, pada acara John Robert Power Gathering, Rabu (25/6) di Warung Bendega. Pendidikan kepribadian ini, katanya menjadi sangat penting di era sekarang. Apalagi bagi anak-anak, sangat bagus jika sejak usia dini, sudah mendapatkan bekal kepribadian, sehingga mereka nantinya menjadi generasi yang berkarakter dan siap memaksimalkan potensinya. Memang, eksistensi JRP, Indonesia di bidang pendidikan khususnya pengembangan kepribadian, tak perlu diragukan lagi. Pioner sekolah kepribadian ini terbukti telah sangat banyak berhasil mengembangkan pribadipribadi berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga politisi yang mengikut program-programnya. Begitu juga dengan kiprahnya di Denpasar, Bali selama ini. Mulyani, Branch Manager JRP, Denpasar mengatakan akan lebih baik jika seseorang memilih Life Time Program, karena memiliki kesempatan untuk terus mengikuti programprogram yang disiapkan. – Sri Ardhini
Workshop Tengkuluk Lelunakan
Atlet NPC Provinsi Bali
tidak akan tercapai tanpa keseriusan, ketekunan dan kedisiplinan para atlet,” ucapnya. Selain berkeinginan memajukan para atlet penyandang cacat dalam hal olahraga. Sumitha mengaku ingin membuat buku biografi. “Saya ingin menciptakan sebuah karya agar orang lain dapat mengenal saya,” ujarnya. Ia mengaku keluarga menjadi motivasinya dalam hidup walaupun memiliki berbagai kekurangan. “Dukungan dari keluarga membuat saya lebih semangat menjalani hidup serta keinginan dari sendiri agar bisa berkembang,” tegasnya. -Ari
Workshop Tengkuluk Lelunakan yang digelar Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post) bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Palatihan (LKP) Agung, Viva Cosmetic, WHDI Bali, dan pemerhati Perempuan Bali, dilaksanakan Rabu (2/7) di LKP Agung di Jalan Anggrek, Kreneng, Denpasar. Acara yang dihadiri pemerhati perempuan, Dayu kondi, Ny. Satria Naradha, serta Elly dan Desak Asrihati dari WHDI tersebut diikuti sekitar 50 perempuan. Mereka antusias menyimak pemaparan AA Ayu Ketut Agung (pemilik LKP Agung) yang langsung mempraktikkan cara membuat tengkuluk lelunakan yang mudah dan simpel. –Inten Indrawati
Metropolitan
22
IGA Primaningrat, S.E.
Jakarta Siapkan ERP
Suka Tantangan Baru
Lebih Mahal dari Tarif Tol Jakarta akan menjadi makin mahal, khususnya bagi para pemilik mobil pribadi yang kerap wara-wiri di jalan-jalan utama pada jam-jam sibuk. Jika melalui jalan-jalan utama yang berada dalam area three in one, pemilik mobil pribadi harus merogoh koceknya dalam-dalam. Ia harus membayar antara Rp 20 ribu–Rp 40 ribu untuk sekali melintas. Per tengahan Juli ini penerapan jalan berbayar atau ERP (electronic road pricing) akan diujicobakan di sejumlah jalan yang selama ini memberlakukan three in one.
Gerbang ERP di Singapura lengkap dengan pemberitahuan tarifnya
T
arif sampai kini be lum diputuskan. Na mun yang pasti jauh lebih tinggi dari tarif tol yang hanya Rp 8 ribu, itupun untuk jalan yang lumayan panjang. Jalan-jalan three in one relatif tidak seberapa panjang. Bisakah Anda membayangkan, jika terpaksa harus melalui beberapa jalan yang berada di wilayah three in on da lam satu hari, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Misalnya saja, dua kali masuk jalur three in one, maka setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp 40 ribu-Rp 80 ribu. Alangkah mahalnya! Maksud pengenaan tarif tinggi ini untuk membuat kapok para pemilik kendaraan pribadi yang kantongnya pas-pasan. Dengan begitu mereka akan beralih ke transportasi umum. Saat ini lang
kah tersebut dianggap paling manjur oleh Pemda DKI Jakarta dalam mengurangi kemacetan lalu lintas. Entah, apakah sudah dikaji, solusi ini berarti akan memindah kan kemacetan lalu lintas ke ruas jalan lain di luar zona three in one. Bisa jadi nantinya, hanya orangorang yang berkantong tebal saja yang ‘santai’ wara-wiri lewat jalur-jalur three in one di jam-jam sibuk pukul 07.00-10.00 dan pukul 16.30-19.00. Di luar jam –jam itu, kendaraan pribadi bebas melintas tanpa bayar. Sedang hari Sabtu, Minggu dan hari raya, ERP tidak berlaku. Memang, sudah saatnya Pemda DKI mengambil langkah tegas dalam mengurangi ke macetan yang kian parah. Apalagi sepertinya kebijakan pajak pro gresif terhadap pemilik lebih
dari satu kendaraan, tidak terlihat dampaknya. Pertumbuhan kend araan masih tetap tinggi. Berdasar kan data, pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 11% per tahun sementara pertumbuhan jalan tidak mencapai 1% . Maka wajar saja Jakarta menjadi makin macet. Sejumlah kota seperti Lon don (Inggris), Singapura, dan Stockholm (Swedia), telah me nerapkan sistem ini. Tarifnya pun tak tanggung-tanggung. Di London, misalnya, adalah kota yang menerapkan pajak ke macetan tertinggi di dunia yakni 11,50 poundsterling atau seki tar Rp 235 ribu. Di Singapura tarifnya bervariasi. Misalnya untuk jalan sibuk Woodlands ke Raffles Place melalui Yishun -
Sosialita
7 - 13 juli 2014
7 - 13 Juli 2014
Menjadi model sudah dilakoni sejak SMP. Itu pun lantaran, wajahnya disebut sangat fotogenik. Mulailah ia mencoba menekuni modeling mulai dari fotomodel hingga ke catwalk. Pembangunan gate ERP di Jakarta
CTE - CBD menghabiskan biaya sekitar 15 dolar Singapura atau Rp 143.447. Pada jam makan siang, tarifnya 2 dolar Singapura. Pemberlakuan ERP di Singapura berhasil menurunkan jumlah kendaraan yang melintas pada jam sibuk hingga 25.000 unit dan kecepatan kendaraan meningkat hingga 20%. Sementara tarif ERP di Stockholm Swedia juga bervariasi tergantung jam sibuk. Namun tertinggi pada jam sibuk sore hari yakni Rp 35 ribu dan pergi kantor atau pagi hari yakni Rp 26 ribu. Lalu seperti apa penerapan ERP ini? Saat ini pembangunan gerbang ERP di depan Panin Bank, Jl Jend Sudirman, sedang dikerjakan. Untuk tahap permulaan dipasang di jalur lambat, setelah itu jalur cepat. Total panjangnya gerbang 14 meter. Gate ERP memiliki 3 alat deteksi yaitu; VDC Passage (sensor untuk mendeteksi jenis kendaraan), VR sensor (kamera yang bisa mengambil gambar plat nomor kendaraan kalau melanggar aturan atau sisi pengawasan), dan yang terakhir adalah Transceivers (penerima data dari OBU). Tiga
tkh/adji k
mesin itu untuk satu set pen deteksi ERP. Nantinya, setiap pemilik mobil harus membeli alat OBU (on board unit) untuk dipasang di mobilnya. Di dalam OBU ini akan dipasang chip yang berisi saldo tertentu. Saldo uang itu akan dipotong setiap kendaraan itu melintas di area ERP. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M. Akbar mengata kan, gerbang ERP tidak memiliki pintu, artinya, semua kendaraan tetap bisa melintas. Hanya saja, bagi kendaraan yang tidak me miliki OBU atau ber-OBU tapi saldo kurang, pemiliknya akan dikirimi surat tilang plus denda. “Kami bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk data ken daraan yang lewat. Jadi semuanya terekam, pemilik kendaraan akan dapat diketahui. Jika yang ber sangkutan tidak mengindahkan su rat tagihan ini, maka dia pasti akan kesulitan mengurus perpanjangan STNK yang harus dilakukan setiap tahun. Karena diharuskan mem bayar berikut denda yang makin lama akan makin mahal,” jelasnya. –Diana Runtu
Potensi Pendapatan Rp 4 Miliar Berbeda dengan tarif tol yang dievaluasi setiap dua tahun, tarif ERP justru bisa fluktuatif setiap bulan dengan tolok ukur adalah kemacetan lalu lintas. Kecepatan kendaraan di jalan-jalan ber-ERP pada jam sibuk, minimal harus 3040 km per jam. Jika di bawah itu, maka tarif akan dinaikkan. Misal nya, sekali melintas Rp 20 ribu, akan dinaikkan menjadi Rp 30 ribu, begitu seterusnya jika kon disi tidak berubah. Namun, jika ternyata setelah ERP kecepatan kendaraan bisa melampaui 40 km per jam, maka tarif ERP akan diturunkan. Berdasarkan data, 200 ribu unit mobil melintas perhari di jalan utama Ibukota. Jika tarif ERP yang diterapkan Rp 20 ribu dikalikan 200 ribu unit maka potensi pendapatan dari ERP men capai Rp 4 miliar sehari. Pendapatan ini akan dikelola untuk memperkuat kondisi pelayanan angkutan umum di Jakarta dan fasilitas transportasi publik lainnya. Menurut Kepala Dinas Per hubungan DKI Jakarta M. Akbar, tahap uji coba akan berjalan selama enam bulan dan belum dikenakan biaya. Tahapan ini selain untuk
mengetes tingkat kemacetan lalu lintas di zona ERP juga untuk melihat apakah peralatan di gerbang ERP dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika segala sesuatu berjalan mu lus, maka tahun depan, 2015, ERP akan di berlakukan penuh alias semua kendaraan yang lewat harus bayar sesuai tarif yang berlaku. Lalu bagaimana dengan kendaraan roda dua? Berdasarkan data, jumlah kendaraan roda dua yang melintasi jalan-jalan di Jakarta mencapai 2 juta unit lebih. Namun, untuk tahap awal, hanya mobil pribadi yang menjadi sasaran ERP. Hanya saja nantinya akan dilakukan pengaturan tertentu khususnya untuk jalan-jalan ERP. –Diana Runtu
I
GA Primaningrat, S.E., terus mencari jati diri nya. Ketertarikan pada dunia cuap-cuap mem buatnya terpikat menjadi master of ceremony. Berbagai acara telah dipercayakan pada perempuan kelahiran 26 Oktober 1987 ini. Ia merambah ke dunia presenter di salah satu televisi swasta na sional. Keinginannya untuk terus berkembang, membuat ibu dua anak ini, selalu ingin meng ekspresikan diri dengan tan tangan baru. Kesukaannya pada musik, membuatnya tertantang menjadi disc jockey atau DJ. Perempuan yang akrab disapa Iga ini menuturkan, menjadi DJ memang tak mudah. “Hal mendasar yang menjadi tanggung jawab utama seorang DJ adalah memberi kan hiburan musik kepada sekelom pok orang yang selera musiknya beragam. Hal tersebut berarti, seorang DJ harus memahami apa yang para penonton ingin dengarkan,” kata Iga. Ia menambahkan, agar sukses meniti karier sebagai DJ, tidak hanya membu tuhkan wawasan yang luas tentang musik, tetapi juga ke mampuan dalam bekerja sama dengan orang lain, berinteraksi dengan para pengunjung, dan profesional. Iga pun mencoba berlatih dengan seorang teman yang duluan sudah berkarier sebagai DJ. Kemudian dia melanjutkan dengan kursus agar lebih pro fesional. “Meskipun profesi se bagai DJ sering dipandang penuh kesenangan dan glamor, namun diperlukan kerja keras dan dedi kasi yang tinggi agar menjadi terampil dan profesional,” ujar Iga. Banyak job sudah mengalir ke tangan Iga sebagai DJ. Kini, ada tantangan baru buatnya. “Saya suka men coba hal baru. Prinsip saya, kalau orang lain bisa, mengapa saya tidak,” tuturnya. Dunia akting, diburunya. Be berapakali ia ikut dalam FTV, dan kini sudah merambah ke layar lebar yang judulnya
masih dirahasiakannya. “Tunggu saja yah,” kata putri I Gusti Ngu rah Surya, S.E., dan Dra. IGA Oka Netrawati, M.Erg. ini sembari tertawa. MENCARI REMAJA MULTITALENTA Dengan seabrek kegiatan nya, Iga m e
ngatakan, tetap menikmati semua aktivitasnya. Ia menuturkan, menjalankan semua dengan apa adanya. “Saya sih tidak terlalu am bisi, tapi saya lebih ke jalani saja mengalir seperti air. Karier saya seperti ini semua karena men galir begitu saja. Malah dulunya ingin menjadi desainer. Sekarang malah masuk dunia entertainer. Tapi saya rasa masih tetap ada hubungan yah,” tutur ibunda Deva Natadiningrat dan Kresna Dwipayanadiningrat ini. Untuk seni vokal, Iga belum berani menerima tawaran nyanyi. “Saya fokus pada model, akting, dan DJ saja dulu. Walaupun ada tawaran dari manajemen Jakarta,” tutur kakak dari I Gusti Ngurah Damara Ningrat ini. Karier yang sukses, tak mem buat Iga pelit berbagi tips sukses. Dengan bendera “Glam ous”, Iga membina 75 model remaja usia 16 sampai 22 tahun. Selain model, mereka juga DJ dan MC. “Saya memang mencari remaja-remaja yang multi talenta,” ucap Iga. Malang melintang di dunia entertainment Jakarta, Bandung, dan Surabaya membuat Iga ter pilih menjadi Ketua Persatuan Artis Remaja & Cilik Indonesia (PARCI) Kabupaten Badung. Tokoh muda bidang fotografi Indonesia Casko Wibowo yang juga ketua DPD PARCI Provinsi Bali, NTB, dan NTT, melantik IGA Primaningrat, tahun lalu. Menurut Iga, masa jabatan lima tahun yang dia emban akan dipergunakan untuk membangun kepentingan keartisan remaja dan cilik di Bali. “Sebagai contoh, kami akan membuka kursus dan workshop presenter, model, akting, olah vokal dan juga fotografi. Harus ada dulu para artis yang mempunyai kemampuan dan terlatih, baru kami beri akses ke pertelevisian, agar ke depan artis kita tidak hanya dapat porsi se bagai penggembira,” ujarnya. Dengan dibantu wakil ketua PARCI Badung Ida Bagus Abi, humas Jeje Ripit, dan sekretaris Lili, Iga berharap, PARCI di Bali, khususnya di Badung, dapat berkembang dengan pesat. Ia menambahkan, banyak mengenal orang-orang di dunia entertain-
3 ment dan mempunyai akses yang baik di pertelevisian nasional. Setelah urusan karier lancar, Iga sedang memikir kan urusan pendidikan nya. Perempuan yang masuk dalam Ripit Management ini berniat melanjut kan pendidikan nya ke jenjang yang lebih ting gi. “Pengennya melanjutkan ke Magister Manajemen,” tutur peraih Juara Favorit Majalah Sam pul Gadis saat SMA ini. BELAJAR MENULIS Menurut Iga, ia termotivasi dari orangtuanya, yang berprofesi sebagai dosen, dan khusus ibunya, walaupun sudah berusia 53 tahun, ingin melanjutkan pendidikan ke jejang doktor. Iga mengaku tak ada yang mengarahkan dirinya menjadi model. Itu memang karena oto didak. Kini, Iga melihat potensi seni pada kedua putranya. “Si sulung walaupun masih SD, sudah terlihat suka fotografi. Begitu juga si bungsu, jago gambar. Ya saya biarkan bakat mereka mengalir apa adanya. Saya selaku orangtua hanya mendukung,” tuturnya. Menurut Iga, kedua anaknya sering dibawa ke lokasi syuting agar mereka mengenal pekerjaan ibunya sejak kecil. “Kalau mereka mau mengikuti saya di dunia entertainment, itu dilakukan dari dirinya
sendiri, bukan paksaan,” katanya. Iga mensyukuri hidupnya penuh dengan kemudahan sejak dulu dan ia berharap kariernya terus meningkat bersama ke hidupan keluarganya ke depan. Ia tak mau terlalu muluk-muluk. “Saya teringat pesan orangtua saya, biarkan karier berjalan tahap demi tahap,” ucapnya dengan semangat. Keinginannya yang terpendam ingin membuat catatan kehidupan pribadinya, termasuk perjalan an kariernya. “Saya lagi belajar menulis. Jika bisa terwujud buku itu akan saya persembahkan untuk orang yang sangat berarti dalam hidup saya, yang selalu mendukung selama ini,” tutur Iga mengakhiri obrolan bersama Tokoh. –Wirati Astiti
4
Inspirasi
7 - 13 juli 2014
Galau Justru Temukan “Rumus” “S
aat itu saya benar-benar kacau, nggak tahu mau ngapain. Di rumah saja kan nggak betah karena saya sudah terbiasa kerja,” ungkapnya menceritakan kegalauan saat itu. Suatu ketika, lanjut Yani, begitu ia akrab disapa, yang ditemui di sela-sela pameran produk UKM di depan Nusantara III Gedung DPR/MPR RI, seorang temannya datang dari Thailand membawa berbagai kerajinan pernak-pernik mote dari Negeri Gajah itu. “Saya tertarik dan bertanya ini-itu pada teman saya. Dia pun memberi saya ‘rumus’ membuatnya, yang kemudian saya kembangkan sendiri,” ungkapnya. Sejak itu ia jadi rajin membuat kerajinan mote dengan desain yang dikembangkannya sendiri. Seiring dengan itu, minatnya pada seni desain ikut tumbuh. Semuanya ia pelajari secara otodidak. Bisa jadi, ia memang memiliki bakat mendesain, buktinya banyak pu-
jian yang didapatnya terkait desain produknya yang unik. Menurut Yani, ia tak tahu hal itu (desain) karena sebelumnya tak pernah bersentuhan dengan kerajinan maupun seni mendesain. Dulu, ujarnya, ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak pernah terpikir soal membuat kerajinan, desain, apalagi bisnis kerajinan seperti yang ditekuninya sekarang. Yani termasuk beruntung. Di saat galau tak memiliki pekerjaan, ia justru menemukan sesuatu yang menarik yang ternyata memiliki prospek yang bernilai ekonomi.
“Teman-teman saya bilang bagus dan unik, lalu dibeli...hahahha... Saya makin semangat karena mereka ‘PD’ memakai tas buatan saya pada acara pesta,” ujar Yani yang memulai bisnisnya dengan modal yang tak seberapa. Gara-gara itu, Yani yang memang sedang jobless pun terinspirasi untuk berbisnis. Apalagi, berkat promosi dari mulut ke mulut, dia mulai mendapat pesanan. “Saya pikir, lebih baik saya terjun ke bisnis ini,” ujarnya. Seiring dengan kemampuannya yang semakin berkembang, ia pun makin berani mendesain aneka produk, bukan hanya tas tapi produk fashion lainnya, seperti aksesori, perlengkapan rumah tangga seperti lampu hias, keranjang aqua, dll. Bahan-bahan yang digunakan pun bukan hanya motemote, tapi juga mutiara, kerang, juga bunga-bunga akrilik warnawarni yang indah. KUALITAS DAN KEUNIKAN DESAIN Menurut Yani, salah satu kiat hingga ia bisa bertahan di bisnis kerajinan pernak-pernik ini, selain ketekunan adalah mempertahankan kualitas produk serta keunikan desain. Dia tak suka membuat produk yang sudah pasaran alias model yang sudah banyak beredar di pasaran. “Saya berusaha menciptakan sesuatu yang unik. Saya ini se-
orang yang perfectionist, segalagalanya maunya sempurna. Teman saya sampai bilang, tidak harus perfect banget, tapi saya tidak bisa. Menurut saya, produk saya harus berkualitas bagus, desain unik, tidak sama dengan yang lain. Soal keuntungan, prinsip saya tidak harus terlalu banyak, yang terpenting barang cepat keluar (laku). Dengan begitu saya bisa terus (cepat) berproduksi,” kata Yani yang mengusung merek ‘Nara’s Breads Collection’ untuk produknya. Diakui Yani, saingan di bisnis pernak-pernik ini luar biasa banyak. Karena itu, ia harus rajin inovasi produk, desain harus up to date sehingga tidak ketinggalan dengan yang lain. “Mendesain bagi saya adalah bagian terumit. Mungkin ini karena karakter saya yang perfectionist. Untuk mendesain sesuatu yang baru, tidak bisa sekali jadi. Harus berkali-kali untuk mendapatkan bentuk yang saya inginkan. Itulah yang membuat lama,” katanya. Untuk memasarkan produk, Yani rajin berpameran. Di Jakarta, katanya, banyak sekali event pameran kerajinan baik berskala kecil maupun besar. Beruntung, ia berada dalam binaan UKM Pemda DKI Jakarta sehingga ia kerap mendapat kesempatan untuk berpameran gratis. Salah satunya adalah pada Jakarta Fair 2014 lalu, di mana ia mendapat kesempatan
21
Bersihkan Bale-bale dari Darah
Rochyani Ichwan
Krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998 memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Mereka yang tadinya bekerja mapan di perusahaan, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena perusahaan goncang dan akhirnya gulung tikar. Dampak itu juga dirasakan oleh Rochyani Ichwan (42) yang ketika itu sudah mapan bekerja di sebuah perusahaan. Lulusan FISIP Padjajaran ini akhirnya kehilangan pekerjaan karena perusahaannya collaps.
Mandalika
7 - 13 juli 2014
Kebahagiaan menerima anggota keluarga baru selalu dirayakan dengan berbagai kegiatan sebagai ungkapan rasa syukur akan kelahiran bayi dalam keluarga tersebut. Rangkaian kegiatan dalam menerima ”tamu” baru itu, dalam tradisi masyarakat Mbojo, masih banyak dilakukan.
berpameran gratis selama 15 hari di stan Pemda DKI Jakarta. “Saya dan beberapa teman dapat kesempatan berjualan selama dua pekan, lumayan. Hampir semua produk yang saya bawa habis terjual. Tempat tisu yang saya bawa cukup banyak, hanya tersisa dua, keranjang aqua yang harganya Rp 150-350, habis. Belum lagi item lainnya, semuanya laku. Pokoknya, jualan saya di Jakarta Fair bagus sekali,” ujarnya bersemangat. Untungnya, kata Yani, meski tidak ada pameran, workshopnya berproduksi setiap hari, sehingga ketika permintaan tinggi ia bisa memenuhinya dalam seketika. Bukan hanya di Jakarta Fair, katanya, diberbagai pameran kerajinan yang diikutinya, tingkat keterjualan produknya tergolong tinggi. “Setiap kali ikut pameran, rata-rata sukses, ya. Para pembeli saya bilang, produk saya lain dari yang lain,” tambah Yani yang mengaku tidak pernah merugi setiap ikut pameran/bazar. “Kalaupun penjualan tak terlalu bagus, tapi saya selalu pulang membawa keuntungan meski tipis”. Selain rajin berpameran, ia juga sudah menyebarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia, di antaranya ke Papua, Gorontalo, dan Balikpapan. “Ke Papua misalnya, setiap 3-4 bulan, saya melakukan pengiriman dengan nilai yang lumayan. Begitu juga ke daerah lainnya. Saya berharap produk saya bisa menyebar ke seluruh daerah di Indonesia, “ ujar Yani, seraya menambahkan, dalam bertransaksi memberlakukan pembayaran cash. “Saya tidak mau konsinyasi, takut!’ katanya. Saat ini, lanjutnya, selain memiliki tujuh pekerja tetap, ia juga mempekerjakan sejumlah tenaga lepas. Hal ini selain karena banyaknya pesanan juga untuk mengisi stok barang. “Ini kan produk handmade, jadi mengerjakannya perlu waktu lama. Nah kalau mendapat banyak pesanan, sementara waktu yang diberikan
A
Rochyani Ichwan
sempit, kami bisa kewalahan kalau tidak ada stok. Selain itu stok barang ini juga untuk pengiriman ke daerah-daerah. Karena itu kami berproduksi setiap hari,” jelasnya. Untuk produknya, Yani menyasar ke segmen menengah karena itu harga produknya pun relative terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 400 ribu. Na-
mun, tambahnya, bukan berarti dia tidak bisa membuat produk mahal. Hanya saja untuk barang-barang tertentu dengan harga-harga tertentu, biasanya dibuat berdasarkan pesanan. Atau, kalaupun membuat stok, hanya satu-dua buah sebagai sampel. Selama menekuni bisnis ini, tambah Yani, boleh dibilang ia tidak menemui hambatan yang berarti. Sepuluh tahun menekuni kerajinan ini, Yani menjadi semakin sadar bahwa untuk berkembang tak harus bekerja di kantoran. Justru dengan menjadi wiraswasta masa depan menjadi lebih menjanjikan. Apalagi di Indonesia, di mana industri kreative sedang bangkit dan mendapat banyak support dari berbagai pihak. “Asalkan tekun, mau bekerja keras dan rajin berinovasi, pasti bisa berjalan. Tentu saja selalu memohon kepada Tuhan agar diberi kemudahan dalam berusaha,” tandasnya. -Diana Runtu
dalah cafi sari yakni kegiatan sederhana membersihkan bayi secara simbolik dari lumuran darah sesaat setelah bayi lahir. Hal ini biasanya dilakukan oleh dukun beranak atau di Dompu dikenal dengan nama sando nggando. Namun, dalam perkembangannya, para keluarga melakukan kegiatan cafi sari ini selalu dirangkaikan dengan syukuran kelahiran sang bayi pada hari ke tujuh atau setelah tali pusarnya jatuh atau dikenal dengan nama mabu woke. Sesungguhnya, cafi sari ini memiliki arti menyapu balebale. Menyapu juga dapat diartikan dengan membersihkan. Dalam Bahasa Bima, cafi sari dalam hal ini mengandung arti membersihkan bale-bale dari kotoran serta darah ibu ketika melahirkan bayinya, agar rumah menjadi bersih dan menyediakan udara serta kondisi rumah yang baik bagi si bayi yang baru lahir. Masyarakat Mbojo tradisional, biasanya rata-rata memiliki bale bambu yang fungsinya sebagai tempat bersantai atau dulu kerap dipakai juga sebagai tempat melahirkan bagi para ibu. Bale bambu ini disebut dengan sarangge. Di sarangge inilah, bayi dilahirkan dibantu oleh sando. Meski sekarang, hampir tidak ada lagi masyarakat Mbojo yang melahirkan di bale-bale bambu, tradisi yang sarat dengan simbol-simbol ini masih kerap digelar. Selain bermakna sebagai bagian dari membersihkan bayi, cafi sari juga bermakna sebagai rasa syukur keluarga dikaruniai anggota keluarga baru. Karena itulah cafi sari kerap dirangkai dengan kegiatan tradisi lainnya seperti turun tanah dan potong rambut. Ketika tradisi potong rambut dan turun tanah dilakukan, biasanya juga dirangkaikan dengan aqiqah. Saat ini, telapak kaki bayi
akan dibolehkan untuk bersentuhan langsung dengan tanah. Dalam prosesi tradisi ini, kaki bayi akan disentuhkan dengan tanah yang diambil dari tanah pada lingkungan masjid yang telah dihaluskan dan diletakkan pada daun pisang yang sangat muda yang baru keluar menjadi pucuk pisang dalam keadaan masih melingkar, yang disebut soro kalo. ”Tanah yang diambil dari lingkungan masjid ini dianggap sebagai tanah yang suci, sebagai simbol bahwa bayi yang baru lahir itu dalam keadaan suci dan diperkenalkan dengan
nya. Sama artinya dengan bayi yang baru lahir, baru membuka mata, langsung menatap dunia yang penuh kebaikan. Sehingga, dalam perjalanan hidupnya kelak, ia akan mengikuti hal-hal yang baik dan terhindar dari perbuatan dan hal-hal yang buruk. ”Injak tanah merupakan simbol, awal bahwa masyarakat suku Mbojo mengajarkan bayi-bayi ini seba-
Simbol-simbol kehidupan dalam tradisi Cafi Sari
tanah tempatnya nanti berpijak adalah tanah yang suci. Sekaligus sebagai simbol doa dari orangtua dan masyarakat sosial yang ikut terlibat dalam kegiatan tradisi ini, bahwa kelak bayi ini akan menjalani kehidupannya yang baik dan berjalan di jalan yang benar,” ungkap Hj. Fatima, salah seorang tokoh masyarakat yang biasa memandu kegiatan tradisi ini. Demikian pula dengan soro kalo, sebagai simbol kelahiran baru, belum sempat membuka daunnya dan masih sangat bebas dari kontaminasi lingkungan-
gai generasi penerus yang dapat berjalan pada jalan yang benar dengan harapan menanamkan rasa tanggung jawab untuk dapat menempatkan diri di mana pun ia berada untuk menjalani kehidupannya kelak,” imbuh Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima yang konsen dalam pelestarian tradisi dan budaya Mbojo. ”Di mana langit dijunjung, di situlah tanak dipijak. Peribahasa inilah yang secara tidak langsung menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Suku Mbojo, di Bima dan Dompu. Kemampuan beradaptasi dengan
Cafi Sari, kegiatan sederhana membersihkan bayi secara simbolik dari lumuran darah sesaat setelah bayi lahir
situasi dan keadaan lah yang diharapkan kepada generasi penerusnya,” ujar Budi AR, budayawan Mbojo, yang tinggal di Dompu menimpali. SAJIAN HASIL BUMI Dalam tiap kegiatan tradisi dalam siklus hidup masyarakat Suku Mbojo, baik itu kiri loko, cafi sari, injak tanah, khitan dan saraso serta peta kapanca, selalu disertai dengan menghadirkan serupa sesajian yang lengkap dari hasil bumi, penganan dan simbol-simbol lainnya, seperti beras, padi, nasi, kelapa, buahbuahan, kue dan lilin serta lainnya. Ada pula periuk baru, kain kafan, benang putih dan sebagainya. ”Serangkaian sajian ini tidak dimaknai sebagai persembahan bagi kehidupan lain, melainkan sebagai simbol semata. Bahwa, dalam kehidupan yang akan dijalani oleh bayi kelak atau anak-anak yang dikhitan maupun saraso atau juga kepada calon pengantin dalam peta kapanca, banyak sekali kekayaan bumi ini yang telah disiapkan oleh Sang Pencipta untuk kehidupannya kelak,” kata Hj. Fatima. Tinggal bagaimana kelak mereka dapat memanfaatkan kekayaan alam itu lewat tangan-tangan mereka yang bekerja di jalan yang benar dan diridhoi. Ini merupakan simbol ikhtiar dari yang berhajat untuk memperkenalkan bendabenda tersebut sebagai sumber kehidupan bagi kehidupannya di
masa depan. Di antara sajian yang selalu menjadi pelengkap tiap tradisi siklus hidup masyarakat Suku Mbojo ini, terdapat buah yang berbuah di atas seperti buahbuahan, kelapa dan lainnya. Ada pula umbi-umbian yang ada di dalam tanah. ”Bahwa ada banyak kekayaan alam yang tersedia bagi kehidupan manusia, di bumi maupun di dalam tanah,” kata Hj. Fatima. Serta, banyak penganan yang diolah dari hasil bumi itu seperti kue-kue. Juga, ada beras kuning dan padi yang disangrai sehingga mekar berwarna putih dan tampak demikian cantik rupanya. Ini sebagai simbol mengajarkan kreativitas dalam mengolah sumber-sumber penghasilan nantinya. Bahwa beras tidak mesti berwarna putih dan padi tidak mesti hanya ada di dalam kulit arinya, melainkan dapat diolah dengan banyak cara. Adapun lilin sebagai simbol penerang bagi jalan-jalan kehidupan yang akan dilalui kelak. Sementara itu, periuk baru yang dililit kain kafan dan benang putih yang juga selalu dihadirkan merupakan simbol untuk mengingatkan, bahwa dalam kehidupan manusia ada kelahiran (kehidupan baru) dan juga pasti akan ada kematian. ”Ketika manusia mati, maka ia hanya akan pulang dengan kain kafan yang dibuat dari benang-benang berwarna putih,” lanjutnya. –Naniek I Taufan
Cafi sari selalu dibarengi dengan acara tradisi lainnya seperti injak tanah dan potong rambut
20
Nine
7 - 13 juli 2014
Punya Beberapa Rumah Hasil Berjualan Sate
Terinspirasi Anak Disabilitas Tidak gampang berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak disabi litas (berkebutuhan khusus), apalagi mereka yang tunarungu (tak bisa bicara). Namun, itu memberikan tantangan tersendiri bagi Rahtut vokalis XXX (baca triple X) yang sukses menyutradarai Film “Widya Jemari Jiwaku Menari”. Film berdurasi satu jam yang diluncurkan tahun lalu itu mampu menyentuh hati orang yang menontonnya.
Antrian panjang menjadi pemandangan keseharian sore hari di sebuah warung sederhana di Rembige Mataram. Asap mengepul menyebarkan aroma khas dari sate yang tengah dibakar. Aroma bumbu khas sate Rembige yang mengundang selera dari kuliner khas di Kota Mataram yang sangat digemari ini. Antrian ini akan semakin panjang ketika bulan puasa tiba. Karena sate Rembige menjadi salah satu kuliner yang paling banyak dicari di bulan puasa.
A
Sinaseh
tersebut. “Biar ramai dan agar tiap hari saya punya kawan,” katanya. Ini sengaja dilakukannya, agar bisa membantunya dari rasa kehilangan sejak suaminya pergi dan bisa terobati. Sinaseh adalah perempuan biasa. Namun, mampu bangkit dari ancaman keterpurukan ekonomi ketika ditinggal suaminya dengan memberdayakan diri menjadi lebih baik. Nama Sate Rembige diambil berdasarkan nama tempatnya berasal yakni Rembige, yang wilayahnya berada di sebelah timur eks Bandara Selaparang Mataram. Selain Sinaseh, para pedagang sate Rembige, setiap sore hingga malam hari berjejer di sepanjang jalan Dr. Wahidin, Mataram ini. Namun, tempat yang paling ramai dikunjungi adalah
sate Rembige milik Sinaseh, yang lokasinya berada di sebelah utara traffic light Rembige. Tiap sore, warung sate sederhana ini selalu dipenuhi oleh pelanggan, baik yang datang untuk menikmati langsung sate ini di tempatnya, maupun mereka yang membeli untuk dibawa pulang. Jejeran para pembeli ini akan sangat lebih tampak lagi saat bulan puasa. Sinaseh mengaku, awal kepiawaiannya meracik bumbu sate ini menjadi terasa pedas dan manis yang pas ini, didasarkan pengalamannya ketika bekerja sebagai pembuat sate pada orang lain, lebih dari 20 tahun yang lalu. Sebelumnya, ia bekerja pada orang lain selama lima tahun. Namun, sejak sekitar 20an tahun yang lalu, ia telah memulai usaha tersebut dengan modal dan kemampuannya sendiri. Tidak mudah memang merebut hati para penikmat sate Rembige seperti sekarang ini dengan rasa yang pas dan khas. Ia mengaku, butuh waktu yang panjang untuk membuat rasa sate Rembige tidak berubah, sehingga ia tidak kehilangan pelanggan, bahkan semakin hari pelanggannya semakin banyak. Satu rahasia bumbu yang membuat rasanya tidak berubah, yakni ia selalu menimbang berat bumbu dengan berat yang sama tiap harinya. Bayangkan, usaha yang diawalinya dengan lima kilogram daging sapi ini, kini telah berkembang bahkan menjadi lebih dari 100 kilogram perharinya. Dalam
M
sehari, Sinaseh membeli daging bagian lulur dan paha kelas satu yang empuk itu. Ribuan tusuk sate khas Lombok dihasilkan setiap harinya. Jika dulu Sinaseh menumpang bekerja pada orang lain, maka kini ia telah membuka lapangan kerja bagi para ibu di sekitar tempatnya tinggal, di Rembige Dasan Lekong, Rembige Mataram. Ia memiliki karyawan tetap yang merupakan kerabat dan tetangganya yang membantunya tiap hari. Puluhan ribu rupiah dihasilkan para ibu rumah tangga ini tiap harinya yang bekerja sebagai penusuk sate, pengipas serta membungkus sate di warung sederhana ini. Warung sate Rembige ini tidak pernah libur, kecuali lebaran dan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang merupakan salah satu hari besar penting lainnya. “Untuk memenuhi kebutuhan puluhan ribu bahkan ratusan ribu tusuk sate dalam sebulan, saya memasok tusuk sate bahkan dari Lombok Timur, yang bisa menghabiskan Rp 2 jutaan dalam sebulan,” ujarnya. Di bawah kontrolnya, tiap hari tampak kesibukan ibu-ibu menyiapkan sate yang akan dijual pada sore harinya. Sinaseh sendiri telah mulai beraktivitas membuat bumbu sejak subuh hari. Dan ia selalu bergegas menuju Pasar Kebon Roek, Ampenan untuk membeli daging pada langganannya, pada jam 07.00. Sepulangnya dari pasar, aktivitas karyawannya dimulai pada jam 09.00, mulai
Para ibu rumah tangga di sekitar rumahnya di Rembige yang bekerja untuk memenuhi permintaan sate yang tinggi, khususnya di bulan puasa
5
Rahtut XXX
Sinaseh
dalah Sinaseh (47), sang koki sekaligus pemilik sate yang terkenal ini, telah 28 tahun menggeluti usaha rumah tangganya ini. Kegigihannya dalam berusaha telah mencerminkan bahwa tidak ada perjuangan yang tidak menawarkan keberhasilan. Ia bekerja keras untuk dapat membiayai kehidupannya dengan anak-anaknya, terutama sejak ditinggal meninggal suami. Usaha yang digelutinya ini telah berkembang dengan baik. Sejak memilih menggeluti usaha ini, Sinaseh telah yakin akan pilihannya. Karena dari usaha inilah ia membiayai semua kebutuhan ekonomi keluarganya dan ia bisa menjadi perempuan yang mandiri. Karena itu, sepeninggal suaminya, kehidupan ekonomi Sinaseh tidak pernah terganggu. “Secara ekonomi saya tidak kekurangan, namun saya kehilangan kasih sayang suami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca mengenang suami yang sangat dicintainya. Kepergian suaminya yang sangat mendadak dan tiba-tiba itulah yang membuatnya masih kuat mengenangnya. Ia mengaku sempat shock berat ketika ditinggal suaminya pada hari Minggu yang kelam, beberapa tahun silam. Pusat pembuatan sate Rembige miliknya yang sebelumnya hanya dibuat di rumahnya yang berdekatan dengan jalan raya, kini sebagian dialihkan ke rumah miliknya di tengah kampung
Inspirasi
7 - 13 juli 2014
dari mencuci daging hingga bersih, memotong-montong, mencampurnya dengan bumbu dan menusuk daging pada tusuk sate. Kegiatan ini berlangsung hingga siang hari sebelum akhirnya dijual pada sore harinya. Sate Rembige selalu disajkan dengan bahan dan bumbu yang segar tiap hari, karena sangat jarang sate ini tidak terjual semuanya. Dalam sehari, sate dagangannya nyaris tak pernah tersisa, selalu habis terjual. Sinaseh membawa pulang uang hasil dagangannya dalam jumlah jutaan rupiah. “Bahkan pernah yang tertinggi Rp 10 juta sehari,” ujarnya. Dari usaha ini, selama sekitar 20 tahun, menurut Sinaseh, ekonomi keluarganya bergulir dengan sangat baik. Ia bahkan telah memiliki beberapa rumah dan beberapa sepeda motor untuk anak-anaknya. Ia juga mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga pendidikan tinggi. Rasa pedas sate Rembige inilah yang menjadi kekhasan “Lomboknya”. Ditambah dengan rasa manis yang pas (tidak terlalu manis seperti masakan Jawa), sate ini terasa lezat. Tidak ada bumbu kacang atau bumbu lainnya pada sate ini setelah matang, melainkan bumbu khas itu telah dicampur dengan daging sebelum dibakar. Jadi, tidak perlu ditambahkan racikan lainnya, sate ini sudah sangat pas rasanya. Untuk urusan bumbu, Sinaseh selalu meraciknya sendiri. Dari tangannyalah, rasa dan aroma sate Pembige tidak pernah berubah. Sate ini biasanya dimakan dengan lontong dan pelecing. Harga satu porsi sate Rembige Rp 15.000. Meski masih dikemas dengan cara sederhana dan cenderung biasa, warung ini terus bertambah pelanggannya. Instansi-instansi pemerintah maupun swasta, menjadi pelanggan tetap sate ini tak terkecuali perusahaan-perusahaan katering dan hotel-hotel berbintang. Bahkan, sate ini telah pula dijadikan oleh-oleh hingga keluar daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. -Naniek I. Taufan
enariknya, dalam film pendek yang diprakarsai Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) tersebut, aktor dan aktrisnya diperankan langsung oleh anak tunarungu. “Dalam film pada umumnya, tokoh tunarungu diperankan oleh orang biasa. Namun, di film ini, pemerannya memang benar-benar anak tunarungu. Jadi, mereka memerankan dirinya sendiri,” ujarnya. Mungkim inilah yang mebuat film ini begitu kuat, meski kendala yang dihadapi pun diakuinya cukup besar. “Karena tidak bisa berbicara dan otomatis tak bisa mendengar, kami tak bisa memberikan aba-aba ‘action’ atau ‘cut’ dengan ucapan atau teriakan dari kejauhan, melainkan harus langsung ke depan pemain atau menyentuhnya. Tetapi, ini benarbenar pengalaman luar biasa bagi saya,” tutur pemilik nama I Gusti Ngurah Marianta ini. Sebelumnya, Rahtut yang ikut tergabung struktur organisasi BK3S ini telah juga membuat sebuah album untuk anak-anak tunanetra yang bertitel “Tak Ada yang Sempurna”. Pada anak tunanetra ini, jenis seni vokal sangat memungkinkan dikembangkan bagi mereka. Rahtut pun melatih mereka dalam kegiatan drama musikal. Keterlibatan pria kelahiran tahun 1970 ini dalam BK3S dilatarbelakangi dengan keinginannya untuk mengangkat potensi anak disabilitas dan memberikan motivasi bagi mereka. Rahtut tak mau seperti orang lain yang melihat anak disabilitas ini iba, lantas memberikan materi yang dinilainya hanya bermanfaat sesaat. Menurut Rahtut, bantuan itu bagusnya berupa sesuatu yang bisa mengangkat potensi yang mereka miliki. Seperti motivasi untuk berani menunjukkan diri atau tampil di depan umum. Dan, ternyata, mereka mampu. Rahtut terus
Rahtut XXX
memutar otak untuk mencari dan menggali potensi apa yang bisa dikembangkan dari kekurangan mereka itu. Saat ini, suami AA Sagung Inten Trisnarini ini tengah menggarap sebuah buku yang ditulis anak tunadaksa (cacat fisik). Anak ini diceritakan Rahtut adalah juara menulis esay tingkat nasional. “Rencananya saya buatkan buku tentang biografi dia, dan saya juga minta dia menuliskan cerita tentang teman-temannya. Konsepnya, saya meminta tulisan yang memotivasi, seolah-olah dia adalah motivator,” jelasnya. Proses pembuatan buku ini dikatakannya masih tahap awal, dan ia menargetkan akhir tahun ini sudah rampung. SEKADAR ISENG Grup Band XXX berdiri 10 Oktober 2003. Kelahiran grup band ini pun dikisahkan Rahtut karena iseng. Rahtut yang lulusan Seni Lukis PSSRD (Program Studi Seni Rupa Desain) Unud saat itu menekuni dunia video shoting. BaliTV yang merupakan siaran televisi lokal saat itu sedang booming.Video klip lagu-lagu Bali hampir setiap saat bisa disaksikan di BaliTV. Ayah Maya, Milla, dan Ami ini pun berinisiatif untuk membuat
single sekaligus membuatkan video klipnya untuk ditayangkan di BaliTV. Kebetulan kedua adiknya, Rahtu (vokalis) dan Rahming (gitar) memang bergerak di bidang itu. Mereka dan grupnya malah sudah biasa manggung di kafe-kafe dan hotel. “Saya mengajak mereka untuk membuat lagu sendiri dan langsung membawakannya. Masak terus menyanyikan lagu orang. Saya bilang, jika kita memang senang di dunia ini, mari kita membuat suatu karya,” ujar Rahtut. Single album “Sami Bagia” yang dinyanyikannya duet dengan Rahtu rupanya disambut antusias masyarakat Bali. Saat itu, mereka yang belum merencanakan sebuah nama, iseng menuliskan huruf XXX sebagai title grup mereka. Nama itu diakui Rahtut terinspirasi dari kata “Mr. X” yang biasanya diberikan kepada orang yang tidak diketahui identitasnya. Akhirnya, title XXX itu pun familiar dan dibaca orang “triple x” hingga kini. Mendapat respons yang luar biasa itu, akhirnya menginspirasi Rahtut untuk membuat sebuah album. Dan, kini formasi XXX adalah Rahtut (vokal), Rahtu (vokal), dan Rahming (gitar), dan pada band ada Sila (keyboard/gitsar), dan Rah Alit (drum). Lagu-lagu XXX yang sebagian besar diciptakannya sendiri ini diungkapkannya terinspirasi dari ke-
Grup Band XXX
hidupan sehari-hari. Ada bertema cinta, namun lebih banyak bertema tradisi Bali. Dalam berkarya atau menciptakan lagu, Rahtut tak sekadar membuat lagu. Ia ingin lagu-lagunya itu juga mengedukasi masyarakat. Ini bisa dikihat dari beberapa lagu ciptaannya yang mengadopsi muatan tradisi lokal seperti “Omed-omedan”, “Cupak Grantang”, dan “Sangut Delem”. Paling tidak, masyarakat terutama anak muda sekarang yang mendengar lagunya itu menjadi mengenal dan akhirnya mencari tahu tentang cerita itu. Dalam memilih lirik lagu pun ia sangat berhati-hati. Sebelumnya, Rahtut pasti mengumpulkan ban-
Rahtut saat melatih drama musikal untuk anak-anak disabilitas yang dihadiri Ketua BK3S Denpasar Ny. Selly D. Mantra
yak bahan/materi tentang cerita itu, baik itu dari lontar atau dari tokoh-tokoh masyarakat. Lagu “Omed-omedan” misalnya. Dalam penggarapannya, Rahtut langsung terjun ke daerah Sesetan tempat tradisi itu berlangsung dan menggali banyak informasi dengan tokoh di desa tersebut. “Sekarng ini saya masih mencari-cari tradisi-tradisi lokal kita untuk saya jadikan lagi. Seperti, upacara pangerebongan di Kesiman, dan di daerah lainnya,” ungkapnya. Rahtut yang kini mengaku sibuk mensupport kegiatan Festival Rare Bali yang akan digelar 7-9 Agustus mendatang di Rumah Budaya Penggak Men Mersi, di Jalan WR Supratman, Kesiman Denpasar ini, memiliki impian besar untuk bisa menggabungkan semua unsur seni dalam sebuah pementasan (seni pertunjukkan). “Unsur seni musik, tari, vokal, pedalangan, lukis, bahkan seni rupa lainnya seperti keramik dan patung, saya kira pasti bisa digabungkan, dan semuanya dikomandoi oleh seorang dalang. Saya masih mencari-cari konsep dan formatnya. Dan tentunya, ini akan bisa terwujud jika ada dukungan dari teman-teman seniman yang lain,” harapnya. –Inten Indrawati
Woman on Top
6
Keterbatasan fisik tak menjadi halangan untuk berkiprah. Keterbatasan fisik malah membuat seseorang lebih bersembangat untuk mengabdikan diri. Hal inilah yang dilakoni Dr. dr. Dyah Pradnyaparamita Duarsa, M.Si. Ia baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perkumpulan Ke luarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali periode 2014-2018.
“M
ungkin ini sudah jalan hidup saya. Dulu saya aktif di gerakan Zero Population Growth (ZPG) . Gerakan ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan PKBI. Kedua organisasi ini samasama bertujuan memberdayakan masyarakat dalam merencanakan keluarga (kelahiran, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan). Ada nilai-nilai yang sejalan dalam pelaksanaan kedua organisasi ini,” ujar dr. Mita. Ia menuturkan mulai aktif di ZPG yang dipimpin Widminarko tahun 1977. Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ketika itu, ia banyak mengikuti kegiatan ceramah. Sebagai pemula, perempuan
kelahiran 4 Juli ini harus berceramah di hadapan mahasiswa dan remaja. Situasi ini tidak terlalu sulit karena “frekuensi” mereka sama. Tetapi, kalau berceramah di masyarakat umum, ini kadang menyulitan karena “frekuensi” tidak sama. “Untung Mas Wid bijak, pertanyaan disampaikan tertulis, kami sebagai penceramah muda dipersilakan memilih mana yang bisa dijawab,” kenang dr. Mita yang bertemu jodoh di ZPG. Lelaki itu adalah Komang Budhiarta. Dari perkawinan ini, mereka memiliki 4 putri, Killara Budhiarta, Kirana Budhiarta, Dita Budhiarta, dan Rena Budhiarta. Perjalanan karier dr. Mita melesat. Setelah lulus menjadi dokter, ia menjadi Kepala Puskesmas Blahkiuh. Tahun 1992-1997, ia menjadi ang-
gota DPRD Bali. Sebagai dosen, ia juga mengemban jabatan Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Udayana selama 2 periode. “Tahun 2008 setelah suami saya meninggal, saya harus mereposisi diri. Saya sebagai single parent harus melakukan apa yang sudah kami rencanakan untuk masa depan anakanak. Untungnya anak-anak bisa memahami kondisi. Ada nilai-nilai yang saya dapatkan ketika aktif di ZPG dan PKBI yang saya terapkan di keluarga. Sebaliknya, nilai-nilai yang saya dapatkan di keluarga saya aplikasikan juga di organisasi,” ujar perempuan yang masih aktif mengajar ini. Ia mencontohkan, memberi kebebasan kepada putri-putrinya untuk memilih masa depannya. Putri pertamanya menekuni bidang desain, putri kedua dan ketiga menjadi dokter sedangkan si bungsu kelas 3 SMP. Dokter Mita tidak pernah menyangka perjalanan hidupnya. Tahun lalu ia terjatuh di rumah. Awalnya hanya luka lecet. Setahun kemudian baru terasa sakit. Ia melakukan pemeriksaan MRI dan mengetahui ada dislokasi di dua segmen yang berkiatan dengan saraf. Ia pun harus bed rest selama dua minggu setelah operasi. “Saya kaget karena saya tidak bisa jalan. Untungnya banyak teman-teman yang memberikan semangat. Bahkan ada orang yang tidak saya kenal pun memberikan dukungan bagaimana
mengatasi kondisi ini. Saya meyakinkan diri, saya tidak sendirian. Saya harus melanjutkan hidup ini,” tegasnya. Ia pun giat berlatih dan pantang menyerah, mulai dari menggunakan kursi roda, alat bantu berjalan hingga berlatih menggunakan treadmill. Kondisi ini tak membuat dr. Mita menyerah. Ia tetap ke kampus untuk mengajar, menguji, me-review jurnal, memberi ceramah, dan kegiatan akademis lainnya. PARENT CENTER Ketika PKBI Provinsi Bali melakukan pergantian pengurus, dr. Mita pun
19
Wanita dan PKB
Dr. dr. Dyah Pradnyaparamita Duarsa, M.Si
Pantang Menyerah
Sudut Pandang
7 - 13 juli 2014
7 - 13 juli 2014
secara aklamasi ditunjuk untuk menggantikan Prof. Dr. dr. Mangku Karmaya. “Ini tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya. Saya tentu berharap melakukan yang terbaik untuk PKBI. Sudah jodoh saya bergabung dengan organisasi yang bersentuhan dengan sisi kemanusiaan yang tidak membedakan kelompok marginal (gay, PSK, difabel, dll). Ini salah satu nilai mulia yang saya dapatkan dari dulu. Pengurus pun saya ajak untuk membuat pakta integritas,” paparnya. Salah satu program yang dirancang di PKBI Provinsi Bali adalah menjadikan organisasi ini excellent center. Selama ini sudah ada youth center dan yang sedang digagas adalah parent center yang melibatkan komisi ahli dari psikiater, dokter anak, dokter kandungan, ahli hukum dan yang lainnya. “Kami ingin mengembangkan semua potensi yang ada, bekerja sama dengan tiga pilar (dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat) untuk memberdayakan pembentukan keluarga yang berencana,” paparnya seraya mengatakan salah satu visi PKBI adalah menjadi excellent center yang mandiri tahun 2020. –Ngurah Budi
Antara Apresiasi dan Partisipasi Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVI berlangsung di tengah suasana Piala Dunia 2014 dan pemilihan Presiden (pilpres) 20142019. Banyaknya acara ini tak mengurangi minat masyarakat untuk datang ke PKB. Bagaimana peran wanita selama PKB dan apa harapan wanita untuk PKB yang akan datang?
S
uasana PKB tahun 2004 ini relatif tertib dan kondusif jika dilihat dari penataan acara maupun fasilitas-fasilitas yang disediakan. “Dari sudut pandang saya, pengunjung sepertinya ada segmentasi tersendiri. Usia 5 tahun sampai dengan 17 tahun lebih berminat ke pedagang kaki lima, usia 17 tahun sampai dengan 35 tahun berminat melihat pameran, sedangkan usia 40 tahun ke atas lebih berminat ke kesenian,” ujar Putu Mia Rahmawati dari I Nyoman Mudita Gold & Silver yang ikut dalam pameran PKB. Khusus event untuk wanita, Mia berharap adanya pelatihan kuliner tradisional khas Bali. Tujuannya, anak-anak lebih menggemari dan menghargai unsur tradisional dalam masakan mereka. “Perlu ada juga pelatihan singkat yang bisa diikuti oleh pengunjung wanita perihal pembuatan banten maupun sarana upacara. Dengan sosialisasi ini, pengetahu an maupun sarana upacara. Dengan sosialisasi ini, tradisi, budaya, dan agama akan makin kuat,” kata Mia rutin ke PKB karena usaha keluarganya ikut pameran. Untuk PKB yang akan datang, ia menyarankan penyelenggara memperhatikan fasilitas parkir dan fasilitas AC di ruang pameran. Hal senada juga diungkapkan Kadek Julia Maha Dewi, adik Mia. “Perlu ada lomba memasak
khas tradisional untuk memper kenalkan makanan tradisional setiap kabupaten/kota di Bali,” ujar Julia. Menurutnya, event kuliner sangat diminati pengunjung. Julia mengamati kaum remaja biasanya lebih menikmati menu kuliner yang ada di PKB. Pengunjung usia 27 tahun-49 tahun lebih menyukai suasana pameran sedangkan usia 50 tahun ke atas lebih menyukai acara pementasan seni budaya. Secara umum, Julia melihat suasana PKB tahun ini sama seperti tahun lalu masih tetap ramai pengunjung. Tahun ini lebih ada kemajuan karena dari peserta pameran diseleksi. PENILAIAN SUBJEKTIF Di sisi lain, PKB yang rutin digelar tiap tahun, menuai kritikan masyarakat karena monoton dan pengunjung ramai bukan menonton pertunjukkan tapi memadati pedagang kaki lima. Peran wanita juga sangat minim dilibatkan dalam berkesenian, termasuk potensi seniman tua. Kegiatan kewanita an seperti lomba kuliner juga ditiadakan. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Ketut Suastika, yang juga Ketua Panitia Pesta Kesenian Bali XXXVI, Rabu (2/7) mengatakan lomba kuliner memang ditiadakan, karena kompetisi selama ini, dinilai kurang objektif lebih banyak unsur subjektif yang masuk, se hingga memicu salah paham.
Julia (kiri) dan Mia di stan I Nyoman Mudita Gold & Silver
“Kami masih mencari format untuk ke depannya, kalau memang harus lomba, sebaiknya seperti apa. Kegiatan kuliner juga banyak, tidak harus dalam PKB. Mungkin kami pikirkan kegiatan lain di luar PKB,” ujarnya. Untuk keterlibatan peran wanita dalam berkesenian, kata Suastika, sebenarnya sudah cukup. “Dalam berbagai pertunjukkan wanita selalu dilibatkan, bukan saja gong kebyar wanita, tapi pertunjukkan– pertunjukkan lain seperti kegiatan utsawa dharma gita, wanita selalu ada. Kami sedang pelajari juga, minimnya keterlibatan wanita apakah karena ruang untuk mengakomodir kurang atau dari wanitanya sendiri kurang mau berpartisipasi,” kata Suastika. Untuk seniman tua, ia menambahkan, tidak lagi disebut seniman tua, tapi penggiat seni sudah diberikan porsi khusus satu kali dalam sebulan. Penggiat seni ini diberikan apresiasi berupa penghargaan termasuk diberikan kesem patan menunjukkan kebolehannya. Disamping itu, dalam tiap pertunjukkan, penggiat seni ini pasti ada saja terlibat, apakah itu dalam pertunjukkan bondres, arja, atau gambang. Ia menilai, kesenian yang ditam pilkan dalam ajang PKB, tidaklah sepenuhnya monoton, namun, sudah banyak kreasi dan inovasi yang dilakukan. “Kalau kita melihat secara utuh, mulai dari jenis tarian dan tabuh, pasti ada dinamika dan inovasinya. Dalam pawai PKB ada yang baru yakni keterlibatan personil TNI termasuk dalam pagelar an di Taman Budaya,” ujarnya. TARIF PARKIR RUMAHAN Terhadap ciptaan-ciptaan baru, mulai tahun ini, akan diagendakan Taman Budaya menyelenggarakan pagelaran seni budaya paska-PKB. Acara akan dimulai setelah penutupan PKB. Kesenian yang tidak tampil dalam ajang PKB, akan ditampilkan dalam pagelaran tersebut. “Kami sedang menggagas program agar tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, Taman Budaya menampilkan pertunjukkan yang berkualitas. Selain itu, sejak tahun lalu, Taman Budaya sudah memiliki program pelatihan menari Bali untuk anak-anak,” kata Suastika. Menurutnya seni budaya tidak sekadar persembahan keagamaan, namun mampu menggerakkan ekonomi. Ada beberapa penari profesional Bali diminta lembaga kesenian luar negeri untuk memberikan pelatihan komunitas di
I Ketut Suastika
sana, terutama AS yang rutin memintanya. “Ada staf di Dinas Kebudayaan yang turut berpartisipasi mengajar tiap tahun. Kegiatan tersebut, selain bermanfaat untuk
dirinya sendiri juga untuk perkembangan seni budaya dan promosi gratis pariwisata,” ujarnya. Ia menyatakan, dalam ajang PKB banyak pihak yang harus diajak bekerja sama. Keluhan yang paling banyak soal parkir di seputaran Taman Budaya, dan pedagang yang murni berjualan sepanjang Jalan Nusa Indah. “Saya mengimbau, mengurangi krodit sebaiknya menggunakan jasa shuttle bus yang sudah disiapkan pasti nyaman. Kepada kelompok masyarakat yang menyewakan halaman rumahnya untuk parkir jangan menerapkan tarif parkir tinggi. Pedagang murni di seputaran jalan, juga agar lebih rapi dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung, termasuk jangan membuang sampah sembarangan. Dukungan masyarakat sekitar juga penting karena juga merupakan citra PKB,” tegas Suastika. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Menjaga Kreativitas dan Kualitas Terbaik
Butik Minardi lokasinya tepat di samping tangga naik ke Gedung Ksirarnawa
Seni lukis gaya Kamasan selalu memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan bisa menjadi makin istimewa ketika dihadirkan dalam beragam bentuk kerajinan lainnya. Apalagi, kerajinan yang satu ini memang berbeda dengan lukisan dari daerah lainnya di Bali. Seperti hasil karya Ni Ketut Murti (63), dari Kamasan, Klungkung. Ia yang sudah 34 tahun selalu berpartisipasi di ajang PKB, saat ditemui di stan-nya yang terletak di lantai bawah gedung Ksirarnawa mengatakan, selalu membawa seni lukis khas daerah kelahirannya, untuk turut mengisi pameran kerajinan di PKB. Respons yang diperolehnya di PKB, sejak awal keikutsertaannya hingga kini selalu positif. Bagi Murti ini berarti masyrakat ikut menjaga dan menghargai aset budaya yang menjadi kebanggaan Bali ini. Lukisan klasik Bali yang disebutsebut sudah ada sejak abad ke 14 ini, diyakini akan tetap lestari, sebab diwarisikan satu generasi ke generasi berikutnya Agar karyanya selalu dicari istri pelukis I Made Sondra ini mengaku tiap tahunnya selalu mengembangkan kreativitasnya. Ia tidak hanya mengandalkan lukisan tapi juga berkreasi membuat berbagai cenderamata dengan gaya Kamasan. Inovasinya pun bisa dilihat pada media lainnya seperti tas, kipas, dompet telur, vas bunga, kotak pensil bambu, kotak tisu,
kotak perhiasan, asbak, tempat gula, kipas, mainan anak-anak seperti alat-alat musik tradisional hingga helm. “Kalau untuk tahun ini kreasi kipas untuk prewedding kami cukup laris. Selain itu juga,yang cukup banyak peminatnya adalah alat-alat upakara salah satunya tempat kwangen,” katanya. KEBAYA MODIFIKASI Dari kreasi yang berbeda ada lagi wanita yang sukses hadir di ajang PKB. Mira, pemilik Minardi Boutique ini, mengatakan pada PKB kali ini, koleksi kebaya modifikasi sangat digemari pengunjung. “Me reka bukan hanya melihat tapi juga membeli,” katanya sumringah. Mira memang dikenal sa ngat produktif dan kreatif dalam berkarya, menciptakan kebayakebaya yang berakar dari busana khas Indonesia ini. Ia berhasil mentransformasikannya menjadi busana modern yang cantik, anggun, dan terlihat mewah. Kreativitas mendesain kebaya ini bagi Mira juga menjadi salah satu ekspresi rasa cinta terhadap budaya bangsa, sekaligus memberikan aura keanggunan dan kecantikan kepada pemakainya Ibu seorang anak ini memiliki pemikiran yang sama dengan Murti. Jika mengikuti ajang pameran apapun bentuknya, untuk mendapatkan respons terbaik yang diperlukan adalah kreativitas selain selalu menjaga kualitas. -Sri Ardhini
Kreasi
18
7 - 13 juli 2014
Mari Membuat Layangan
Gali Lubang Tutup Lubang Menikah di usia dini bukan pilihan yang secara sadar diambil Rahma. Kisah perjalanan hidupnya bersama sang bunda yang berat. Apalagi setelah ibunya bercerai dengan ayahnya. Mereka harus siap menantang kerasnya kehidupan untuk dapat berdiri “tegak”. Usai berpisah, ibundanya membawa Rahma dan ketiga saudaranya yang lain pulang ke kampung halamannya di NTB. Sebelumnya sempat hidup berkecukupan di Jakarta. Ia tidak mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi pada orangtuanya, selain di hari terakhir ibunya membawa mereka berempat ke sebuah stasiun yang kemudian mengantar mereka hingga ke NTB.
W
Acara “Belajar Membuat Layangan” di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (28/6)
M
e n a r i k n ya la gi, acara yang menghadirkan Undagi Layangan, Internasional Kite Maestro IB Ugrasena Narendra ini, penggagasnya juga anak-anak, yakni Putra Agung (9). Saat ditanya, murid yang biasa disapa Ajus dan saat ini duduk di kelas IV SD Cipta Dharma, mengatakan acara belajar membuat layangan tersebut sengaja dilaksanakan untuk temanteman sebayanya yang memiliki hobi bermain layangan sekaligus mengisi waktu liburannya. Saat itu, lebih dari 50 anak sekolah dasar memadati Wantilan Bali TV, da-
lam suasana ramai dan seru mencoba membuat layang-layang. Nampak di antara mereka beberapa anak perempuan juga tidak kalah asyik ikut belajar membuat layangan. Pada kesempatan tersebut Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga, memberikan apresiasinya dan me ngatakan bahwa acara belajar membuat layangan ini adalah ide kegiatan yang sangat cerdas. Sebab, dengan hadirnya tokoh senior pembuat layangan, anak-anak akan mendapatkan pelajaran yang baik termasuk filosofi di dalamnya. Selain itu, aktivitas ini juga bagus sebagai penanaman karakter sejak
Ajus dan teman-teman sekolahnya
Anak perempuan juga asik membuat layangan
dini, dan lebih awal menumbuhkan rasa cinta pada tradisi dan budaya daerahnya. Ke depannya, ia berharap anak-anak tersebut bisa menjadi ge nerasi yang cerdas, mandiri serta sehat mental dan spiritual. Sementara, Ketua Lentera Anak Bali (LAB) dr. AA Sri Wahyuni., Sp.,KJ., menyampaikan acara tersebut baik untuk mengisi waktu liburan agar anakanak tidak terlalu banyak berada di depan televisi. Kalau pun ingin bermain game, cukup satu jam sehari. Dokter Yuni juga sempat membangkitkan semangat anak-anak de ngan mengajak berkomunikasi sambil menyampaikan jika berkreasi membuat layangan dengan tas kresek yang ada di rumah, ini berarti anak-anak turut menyelamatkan lingkungan. Layangan, lanjut dokter Yuni bisa dibuat dalam ukuran kecil, dengan beragam model atau bentuk dan ditempel di buku. Bisa juga ditempel di dinding sebagai hiasan, selain diterbangkan. Tak lupa, diingatkannya saat bermain hendaknya hati-hati dan tidak di jalan raya. Sedangkan IB Ugrasena, bersama sang istri Raden Ajeng Helmi Ginanti, yang telah lebih dari 20 tahun bermain layanglayang serta meraih prestasi di dalam maupun di luar negeri ini sangat senang sebab anak-anak yang hadir memang sangat mencintai layang-layang. Terbukti mereka sudah tahu nama layangan tradisional Bali, seperti bebean. IB Ugrasena menyampaikan filosofi layang-layang yang menggambarkan keseimbangan, karena mencakup tiga hal yakni hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Layangan, dikatakannya juga berkaitan erat dengan cerita Rare Angon, yang merupakan manifestasinya Dewa Siwa, Dewa-nya layang-layang. Ia mengisahkan bisa berkeliling dunia pun karena layang-layang. Bahkan, katanya Bali dan Indonesia dikenal, salah satunya karena layanglayang. IB Ugrasena juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama
Story
G ara- gara R entenir
Melayangan adalah kegiatan yang menye nangkan, apalagi kalau bisa membuatnya sendiri. Hal ini terlihat pada acara “Belajar Membuat Layangan,” di Wantilan Bali TV Denpasar, Sabtu (28/6). Nampak wajah-wajah gembira dan penuh semangat, sebab mereka bisa belajar sambil bermain.
Ajus bersama Pedanda Gede Putra Telabah, dan Ny. Bintang Puspayoga
Life
7 - 13 juli 2014
menyelamatkan tradisi layang-layang Bali. Selanjutnya, ia mengungkapkan bermain layanglayang merupakan kebahagiaan dalam satu keluarga. Akan tidak nyaman jika sendiri, bisa juga dengan satu desa bahkan satu pulau dan satu negara. Bermain layang-layang pun termasuk ikut menyelamatkan alam serta membantu meng-counter beragam teknologi salah satunya permainan game , agar anak-anak tidak tergerus di dalamnya. Kegiatan “Belajar Membuat Layangan” untuk anak-anak tersebut
Foto bersama usai acara belajar membuat layangan
semakin semarak dengan hadirnya persembahan ”Cak” dari para lansia yang tergabung dalam komunitas Gebuh atau Gerakan Bali Utuh. Pada acara yang penuh suasana ceria tersebut juga, tak ketinggalan musisi Bali yang dikenal dengan nama Mr. Botak juga hadir. Ia mengaku sa ngat menyukai permainan ini sebab sejak berusia satu tahun ia sudah digendong sang nenek diajak menyaksikan lomba layang-layang. Selanjutnya, Mr. Botak bersama anak-anak bermain layangan di halaman Bali TV sambil menghibur dengan menyanyikan lagunya “Rare Angon”, yang juga menceritakan tentang permainan layang-layang. Di akhir acara yang sempat disaksikan Pedande Gede Putra Telabah tersebut, diresmikan pula sebuah komunitas anak-anak Bali pecinta layangan yang diberi nama “Darmawangsa”. Komunitas ini langsung dimotori oleh Ajus sang penggagas acara “Belajar Membuat Layangan”. – Sri Ardhini
Terima Kasih Kepada Pendukung Acara lViro Drinking Water lCNI
lMaharani Hotel lWHDI Provinsi Bali lBounty Cruise
lBunda Arsaningsih (Yayasan Cahaya Cinta Kasih) lLilik Witari
Ajus belajar membuat simpul tali
aktu itu, usianya belum masuk sekolah. Ia ingat dua kakaknya sedang asyik-asyiknya bersekolah. “Kalau tidak salah, kakak saya sekolah kelas tiga SD dan yang satu lagi kelas satu SD,” ungkapnya. Adik bungsunya seingat Rahma masih menyusui. Betapa berat perjalanan yang mereka tempuh kala itu. Selama tiga hari dua malam, ia ingat almarhum ibundanya, ibu yang di matanya adalah perempuan perkasa itu, kerepotan mengurus mereka berempat selama perjalanan. “Belum lagi, waktu itu sepertinya uang ibu terbatas hingga kami tidak bisa jajan yang kami inginkan. Saya melihat ibu sedih sekali melihat kami,” katanya. Penderitaan itu belum berakhir, karena tiba di kampung halaman, keluarga tidak bisa menerima mereka dengan kasih sayang. Mereka yang tadinya hidup lumayan berkecukupan di Jakarta, harus ikut membantu pekerjaan rumah sepanjang hari. Ia melihat ibunya dengan tabah membanting tulang bekerja di rumah keluarga itu karena mereka menumpang di sana. Kekasaran pemilik rumah yang masih keluarga mereka itu terjadi tanpa bisa ditolak karena mereka tidak punya pilihan lain. Sikap kasar itulah yang membuat Rahma banyak melawan. Jika dua kakaknya tidak berani melawan, Rahma malah berani melakukannya. “Saya tidak tega melihat ibu dikasari,” ungkapnya. Peristiwa demi peristiwa pahit inilah yang membuat sikap-sikap “perlawanan” Rahma keluar. Meski ia mendapat sanksi dari pemilik rumah yang lebih keras dari biasanya, ia bergeming. Ia melawan dengan sikap-sikapnya. Rupanya hal inilah yang membuat Rahma mencari cara menyikapi semua persoalan yang muncul dengan caranya sendiri. Cara berpikir anak-anak namun terbilang cerdas. Ia hanya tidak ingin melihat apalagi merasakan kesewenangwenangan. Dari pengalaman itu ia menjadi mampu mengambil keputusan-keputusan sendiri jika mengalami masalah, tentu dengan caranya. Ia tergolong anak yang bandel namun cerdas menyikapi situasi. Rahma menjadi seorang anak yang pemberani, percaya diri dan tidak pernah takut pada apa pun. Karakternya rupanya terbentuk dari situasi yang keras itu. Cukup lama ia menjalani kehidupan seperti itu. Membuat ia menjadi di kenal di sekolah maupun di kampungnya. Wajahnya yang tergolong cantik dengan kulit yang putih, membuat ia disukai oleh banyak laki-laki. “Saya
punya banyak pacar dulu,” ujarnya tertawa. Tiap kali ia pulang kampung kini, orang masih mengingatnya sebagai Rahma yang dulu sangat dikenal, baik karena bandel maupun karena kecantikannya. Keinginan untuk membawa ibu dan kakak-kakak serta adiknya keluar dari pahitnya kehidupan itu, membuat ia memilih menikah di usia 17 tahun dengan seorang laki-laki yang sudah mapan bekerja. Harapannya setelah menikah ia bisa membawa ibu dan saudaranya itu tinggal bersamanya. Beruntung ia mendapatkan laki-laki yang baik sesuai dengan harapannya. Tahun 1981, ia pun menikah dan ibu serta saudaranya tinggal bersamanya dengan tenang. Sementara itu kehidupan mereka tenang, ia bahagia dan memiliki seorang anak perempuan yang lahir setahun kemudian. Ibu dan saudaranya pun hidup tenang bersamanya. Ke i n g i n a n u n t u k membantu ibu dan saudaranya yang besar membuat ia mengambil keputusan membeli sebuah rumah yang bisa ditempati oleh ibunya itu agar kehidupan mereka berjalan normal. Dalam hitung-hitungan penghasilan suaminya, ia merasa mampu membeli rumah yang kebetulan dijual mendadak karena pemilik rumah mem butuhkan uang. Pikirannya yang masih kecil itu mengambil keputusan sendiri tanpa mem beritahu suaminya yang kala itu kebetulan pula sedang keluar kota dalam waktu dua bulan untuk menjalani pendidikan. “Ada orang datang jual rumah, lumayan murah saya tertarik membelinya untuk ditempati ibu dan saudara saudara,” ujarnya. “MELARIKAN DIRI” Ka l a i t u , k o m u nikasi tidak semudah sekarang. Ia tidak bisa menghubungi suaminya yang tengah mengikuti pendidikan. Sementara pemilik rumah meminta uang segera jika ia memang ingin membelinya. Keputusa n pun diambilnya sendiri. Akhir nya untuk bisa membayar rumah itu, ia pun
meminjam uang dari seorang yang direkomendasikan oleh pemilik rumah. Dari sinilah kehancuran hidup Rahma dimulai. Rupanya tempat ia meminjam uang itu adalah seorang rentenir yang kejam. Bulan-bulan pertama ia masih dapat membayar
7 kemudian. Sang rentenir menagih pembayaran dengan bunga berkalikali lipat, dengan banyak alasan yang tidak bisa dimengertinya waktu itu. Ia baru saja berusia 19 tahun kala itu. Tiap kali datang menangih rentenir itu mengancamnya. Beruntung ia datang ketika suaminya bekerja. Namun karena pola tagihan yang tidak teratur membuat ia takut jika suaminya mengetahui masalah bahwa si rentenir suka datang menagih sambil berteriak-teriak membuat para tetangga tahu bahwa ia tengah bermasalah. “Karena tidak ingin membuat suami saya malu, akhirnya saya pinjam uang lagi pada rentenir
www.mediaislamnet.com
cicilan pada rentenir tersebut. Hingga akhirnya suaminya pulang, ia memberitahukannya bahwa ia telah membeli rumah yang kini ditempati oleh ibu dan saudara-saudaranya. Suaminya tidak masalah, karena ia berpikir Rahma meminjam uang di tempat yang wajar. Masalah itu mulai terjadi setahun
lainnya agar bisa menutupi rentenir satunya,” ujarnya. Nasibnya sama. Ia bertemu dengan rentenir yang serupa. Hidup berkalang hutang pun ia lakoni. Gali lubang tutup lubang di belakang suaminya. Parahnya, ia tidak bisa menanggung beban utang. Ketika suaminya tahu hal itu, suaminya
sempat marah padanya. Pertengkaran-pertengkaran dengan suami nya pun tak terelakkan. Namun begitu, suaminya tidak pernah berniat menceraikannya. Kebaikannya itu yang membuat ia berusaha sendiri di belakang suaminya untuk segera melunasi utang-utang lilitan rentenir itu, yang telah bunga berbunga hingga ratusan kali lipat. Ia berbisnis macam-macam. Ia jatuh bangun dalam berbagai bisnis yang dijalankannya. Sekali ia bangun terkadang dua kali ia jatuh. Ia bangun lagi jatuh lagi bangun dan jatuh lagi. Berulang-ulang ia alami itu hutang pun tak dapat dilunasinya. Ia terpuruk, namun beruntung suaminya mendapat promosi pindah tugas ke provinsi lain. Di sanalah ia sempat “melarikan” diri dari utang-utangnya itu. “Saya bukannya tidak mau membayarnya, tapi sudah keterlaluan. Seingat saya beberapa orang rentenir itu telah saya bayar lunas berulang-ulang kali, namun saya tetap ditagihnya,” katanya. Karena itulah, ia malas membayar lagi. Ia contohkan, jika ia pinjam uang Rp 500.000 waktu itu, ia telah membayar hingga Rp 5-8 juta. Semua itu terjadi karena jika ia telat membayar, terhitung bunganya berbunga lagi. Di kota yang baru itulah, sejak 12 tahun lalu, ia membangun bisnis yang lumayan menjanjikan di bidang mebel. Kini ia sukses menjalankan bisnis itu dan sukses pula bertahan dengan suaminya, meski dalam perjalanan yang sangat berat. “Alhamdulillah, sekarang hidup saya tenang. Semoga almarhumah ibu bahagia di alam sana,” ungkapnya tersenyum namun air matanya menetes. Ia sedih mengingat betapa ia belum bisa membahagiakan ibundanya hingga akhir hayatnya. -Naniek I. Taufan
Bunda & Ananda
8
7 - 13 juli 2014
Mengajarkan Puasa pada Anak Menjelang adzan Magrib berkumandang, orang tua dan anak-anak berkumpul untuk melaksanakan buka puasa. Begitu pula keluarga Maya (42), menyambut momen buka puasa ini bersama dua anaknya Karishma Maharani (10) dan Rafka Kumara Aradea (8). Kedua anak ini menanti kumandang adzan magrib dengan duduk di depan menu buka puasa yang tersaji mengundang selera. Tak lama kemudian adzan pun berkumandang, kedua anak ini segera minum air putih untuk berbuka puasa.
Griya
7 - 13 juli 2014
Gemericik Air dalam Rumah Patung Catur Muka yang berada di pusat Kota Denpasar, kini menjadi objek wisata baru yang banyak dikunjungi masyarakat, khususnya saat malam hari. Kenapa? Ini tak terlepas dari keindahan atraksi air mancur pada kolam yang mengelilingi patung tersebut. Pada malam hari, atraksi air mancur ini dilengkapi pula dengan penyinaran berwarna-warni, sehingga menambah keindahannya.
Keluarga Maya saat berbuka puasa. Anak-anaknya telah belajar berpuasa sejak usia dini
TGH. Hasanain
D
i rumah lain, Ana (34) juga tengah berbuka puasa dengan keluarganya termasuk anaknya Aura Luna Azkiya (6). Si kecil Aura tampak antusias ikut berbuka puasa padahal ia sudah tiga kali berbuka. Maklum Aura baru pada tahap belajar puasa. Keluarga Maya dan Ana yang bekerja sebagai guru dan PNS ini memang mengenalkan dan membiasakan anak-anak mereka puasa sejak usia dini. Karishma yang kini duduk di kelas 5 sekolah dasar sudah berpuasa penuh sejak tahun lalu meski belum penuh sebulan dan Rafka kali ini telah berpuasa penuh. Sedangkan Aura tahun ini sedang belajar puasa. Ketiga anak ini belajar berpuasa secara bertahap. Maya dan Ana mengajarkan anakanak mereka berpuasa mulai dari membangunkan mereka untuk ikut makan sahur sejak mereka berusia 3-5 lima tahun. Sampai mengajarkan mereka berpuasa mulai dari puasa setengah hari hingga akhirnya Karishma dan Rafka mampu berpuasa satu hari penuh. “Puasa kali ini Aura masih berpuasa “buka tutup”, pagi tidak makan hingga sekitar jam 10 ia baru makan. Setelah itu ia kembali berpuasa dan makan saat ia sudah benar-benar tidak tahan. Begitu seterusnya,” kata Ana. Ini juga dilakukan Karishma dan Rafka ketika masih belajar
puasa. “Syukurlah puasa kali ini kelas 4 sekolah dasar. Karena yang mereka berpuasa lancar full seMenurut Wahidah, membia- menilai puasa harian, hingga hari ini,” ungkap sakan dan mengajarkan anak ber- itu Allah,” kata Maya. Sama halnya dengan Maya puasa sejak dini memang harus TGH. Hasanain dan Ana, Wahidah (39), juga dilakukan oleh orang tua muslim Juwaini, pendimemperkenalkan dan mengajar- karena kewajiban berpuasa itu ri dan pimpikan kelima anaknya, Abdurabil adalah kewajiban individu yang n a n Po n d o k Alamin (12), Aruhaniatul Alya tidak bisa berwakil di saat masuk Pesantren Nu(11), Zakiatun Nufus (9), Zir- usia aqil baliq. Dan kewajiban rul Haramain watul Muhlisa (7) dan Rifda Sahi- berpuasa pada saatnya akan bisa di Kecamatan ra (5) untuk berpuasa sejak dini. dilakukan dengan baik ketika Narmada, KaBerbeda dengan Maya dan Ana, sebelumnya sudah dibiasakan. bupaten LomWahidah sedikit lebih “repot” Inilah yang terjadi delapan anak bok Barat. dan membutuhkan kerja ekstra tersebut empat di antara mereka Kesadaran dalam mengajarkan anak-anaknya telah mampu berpuasa penuh berpuasa itu untuk berpuasa mengingat atas bimbingan dan teladan harus datang usia mereka bisa dikadari orang tua mereka. dari diri sendtakan sepantaran. Ibaratnya mereka iri, karena itu Namun tidak ada telah siap berpua- m e l a t i h d a n yang sulit bagi sa bahkan sebe- m e b i a s a k a n Direktur Sekolum waktunya anak berpuasa lah Dasar Iswajib berpua- sejak dini itu lam Terpadu sa. “Belajar penting. Dan Maya membiasakan anak-anak berpuasa sejak kecil (SDIT) Anak b e r p u a s a mengingat puaSholeh ini itu sifatnya sa adalah ibadah yang spesial yang tanpa roda bantuan mereka pun menghpembiasaan. membutuhkan kejujuran khusus akan bisa menggenjot sepeda adapi buah N a n t i n y a dalam mengerjakannya, maka roda dua (muka belakang) tersehatinya saat puasa akan peran orang tua menjadi san- but dengan selamat tentu atas belajar puar i n g a n d i - gat penting. “Orang tua harus izin Allah,” ujarnya. sa. Mereka l a k u k a n memberi contoh berpuasa dan Semakin cepat anak-anak belajar berj i k a s u d a h mengajarkan anak-anak untuk diajarkan berpuasa akan semakin puasa rataterbiasa dan memahami kewajiban berpuasa baik. Karena itu akan tertanam rata sejak usia akan tumbuh sedini mungkin,” kata Hasanain. menjadi sebuah kewajiban. Masa 6-8 tahun. kesadaran pada Ia mengibaratkan belajar kanak-kanak adalah masa pemWahidah dengan si bungsu Maklum, bana n a k a n a k i t u berpuasa bagi anak-anak itu sep- binaan karakter maka orang tua Rifda yang kini yak pertanyaan bahwa puasa ada- erti naik sepeda. Awalnya naik harus tepat dalam mengarahkanbelajar puasa bahkan protes yang lah wajib dilakukan sepeda dengan roda bantu (roda nya karena pembinaan karakter terlontar dari anak yang bagi orang Islam,” kata belakang tiga). Dibutuhkan kes- adalah landasan mutlak bagi satu pada anak yang lainnya ke- Wahidah. eimbangan yang baik agar anak kepribadian anak. “Dalam mentika yang lain berbuka sementara Dalam hal ini, peran orang tua mampu mengendarai sepeda gajarkan anak-anak berpuasa, yang lain lagi dimotivasi untuk sangat penting dan paling utama roda dua (naik sepeda normal). orang tua tidak perlu banyak beterus berpuasa. Sebagai orang selain memberi contoh berpuasa Orang tua tentu mengambil ragumen melainkan memberikan tua, Wahidah merasakan benar juga memberikan pemahaman peran penting bagaimana agar contoh dan teladan. Anak-anak kebahagiaan manakala harus tentang keutamaan puasa yang anak-anaknya bisa naik sepeda tidak boleh dipaksa berpuasa sehmenjelaskan hal ini. “Saya meli- perlu dikerjakan. “Berbeda den- roda dua dalam keseimbangan ingga membuat mereka tertekan hat ada anak yang kuat ada juga gan ibadah lain, puasa itu spe- yang baik agar tidak terjadi ke- melainkan dibimbing berpuasa tidak kuat misalnya saat sakit. sial, yang dilakukan merupakan celakaan. Untuk itu tugas orang sesuai dengan tahapan-tahapan Saya harus berulang-ulang men- persembahan untuk Allah, oleh tua adalah menuntun anak-anak sesuai usianya,” katanya. jelaskan mengapa ada yang boleh sebab itu manusia melakukan- ini dari bersepada roda tiga Begitu penting dan utamanya buka karena sakit dan mengapa nya harus dengan kejujuran. Dan meningkat menjadi roda dua dan berpuasa, jika diperlukan agar yang lain harus berusaha melan- nilai-nilai kejujuran itu tidak bisa akhirnya mampu memakai roda anak mau belajar berpuasa juga jutkan,” kata Wahidah. Berlatar dikatakan melainkan dilakukan. belakang satu. “Dan akhirnya dengan hadiah-hadiah sebagai belakang sebagai seorang penpenyemangatnya. “Karena hadiah didik, Wahidah mampu dengan yang diberikan dengan maksud “Saya melihat ada anak yang kuat ada juga sabar melewati hal itu, hingga yang baik akan menjadi stimulan tidak kuat misalnya saat sakit. Saya harus akhirnya kini keempat anaknya bagi anak untuk mau berusaha sudah bisa berpuasa full kecuali keras meraih prestasi dalam ibaberulang-ulang menjelaskan mengapa ada si bungsu Rifda yang masih beladah puasanya,” ujar penerima yang boleh buka karena sakit dan mengapa jar puasa. Abdurabil Alamin dan penghargaan Ramon Magsaysay Aruhaniatul Alya malah telah full di Filipina tahun 2011 ini. yang lain harus berusaha melanjutkan” berpuasa selama sebulan saat -Naniek I. Taufan
17
Nyoman Surija saat meladeni pengunjung yang tertarik dengan produk air mancurnya
A
ir memang menjadi salah satu unsur terpenting dalam taman. Selain dibutuhkan oleh tanaman, air mampu memberikan nilai lebih dan sentuhan tersendiri pada taman. Umumnya, unsur air ini diaplikasikan dengan keberadaan sebuah kolam. Mengapa masyarakat membuat sebuah taman di rumahnya, yang ditanami berbagai macam tanaman, bahkan menambahkan unsur air? Sudah pasti itu karena masyarakat ingin memberikan kesan hijau dan asri pada huniannya. Pendek kata, mereka ingin alami, seperti di alam bebas dengan banyak tumbuhan bahkan suara gemericik air. Karena itu pula, kolam-kolam ikan penghias taman banyak dibuat digemericiki air, baik itu air yang dibuat keluar dari tebing-tebing buatan atau keluar dari sebuah patung. Yang jelas,
suara gemericik air inilah yang memang dicari. Seperti pengakuan salah seorang pengunjung stan Sari Mulya di areal PKB, Ketut Djirna. Ia mengaku tertarik untuk membeli produk air mancur minimalis yang dipamerkan itu. “Air yang terus mengalir dengan suara gemericiknya membuat kita yang mendengarnya menjadi tenang dan seperti di alam bebas,” ujarnya. Banyak sumber menyebutkan, suara air mengalir akan memberikan suasana rileks dan tenang. Ini bisa membantu menenangkan emosi dan pikiran sehingga diyakini bisa mengurangi atau menghilangkan stres. Suara gemericik yang dihasilkan ini kerap disebut air mancur (water fountain). Air mancur dapat ditempatkan di berbagai sudut di taman rumah, yang bisa dipakai center point (pusat perhatian)
sekaligus sebagai sumber relaksasi yang sangat baik. “Air mancur tidak hanya untuk taman di luar rumah, bisa juga ditempatkan di dalam rumah,” ujar Nyoman Surija, penjaga stan Sari Mulya. Menurut pria asal Gianyar yang turut terlibat dalam proses pembuatan air mancur minimalis di tempat bekerjanya tersebut, air mancur minimalis sangat memungkinkan diletakkan di dalam rumah karena kini sudah banyak yang menawarkan produk air mancur minimalis dalam pot. Pilihannya pun cukup bervariasi, ada yang berbentuk bola atau kerap disebut air mancur bola. Ada juga model air mancur bentuk susun tujuh, susun delapan,
Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur ini umumnya menggunakan batu paras Taro. Ada pula yang dikombinasikan dengan material fiberglass. “Bentuk dan ukuran air mancur minimalis bisa disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki,” imbuhnya. Nyoman Surija mengatakan, air mancur minimalis seperti yang diproduksi di tempatnya itu, oleh masyarakat umumnya ditempatkan pada aling-aling. Rata-rata tinggi produk air mancur tersebut 1,5 meter. Harga yang ditawarkan juga cukup menarik. Sebuah produk air mancur dengan bentuk susun
enam yang dilengkapi patung (Ganesha, Buddha) pada bagian tengah, plus mesin air ditawarkan seharga Rp 950 ribu. Bentuk pilihan lain juga tersedia, harganya tergantung bentuk dan variasi produk tersebut. Kolam air mancur baik yang ditempatkan di taman (luar) rumah maupun di dalam rumah, bisa menjadi pilihan pas bagi Anda yang ingin menikmati suasana alam dengan gemericik air mengalir. Tambahan furnitur taman yang tahan cuaca akan membantu Anda menikmati keindahan taman air mancur dengan santai dan tenang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merawat air mancur:
atau susun sembilan, yang kerap juga disebut air mancur tumpah tujuh canting, tumpah delapan canting, dan seterusnya. Materialnya pun bermacammacam, ada yang terbuat dari metal, fiberglass, kayu, tembaga, stainless steel, porselen, concrete, cetakan atau batu alam. Produk air mancur di Sari Mulya dan beberapa tempat lain di sepanjang
Beberapa model kolam air mancur minimalis
- Pergantian air harus dilakukan secara teratur, kuras tiap minggu. Jika tidak diganti secara teratur, air mancur akan kotor dan berwarna hijau karena tumbuhnya lumut. - Pembersihan air mancur yang teratur akan membuat keindahannya tetap terjaga. Keringkan air mancur secara teratur dan bersihkan dengan cara menggosok. Air mancur yang tidak dibersihkan secara teratur dan dibiarkan terlalu lama kotor akan menyusahkan proses pembersihan selanjutnya. –Inten Indrawati
16
Edukasi
7 - 13 juli 2014
T
IKIP PGRI Bali Buka Pendaftaran Gelombang II
Bebas Uang Gedung dan SPP Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) IKIP PGRI Bali Tahun Ajaran 2014/2015 Gelombang I sudah berlangsung Senin (30/6) berupa tes tulis dan wawancara, dan Selasa (1/7) khusus bagi calon mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FPOK), berupa tes kebugaran. Dari 514 peserta seleksi yang dinyatakan lulus sebanyak 472 orang. “Ada 42 peserta yang tidak lulus,” tegas Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Balu (Penmaru) Drs. Pade Wayan Bawa, M.Si.
C
alon mahasiswa baru yang berasal dari seluruh wilayah Bali, NTB, NTT, dan Jawa Timur tersebut tersebar di lima fakultas yang ada di IKIP PGRI Bali. Mereka yang diterima di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Jurusan Bimbingan Konseling (BK) sebanyak 44 orang; Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), jurusan Bahasa Indonesia 47 orang, Bahasa Daerah (Bali) 7, Seni rupa 7, Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) 33; Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial (FPIPS), Jurusan Sejarah 18, Ekonomi 47; Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan(FPOK) Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 128 orang; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Jurus
Bila berkesempatan mengunjungi Sulawesi Utara, sempatkanlah ke Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Di sana ada beragam objek wisata yang bisa dijumpai. Salah satunya Batu Nona.
K
ema adalah kota kecamatan di Minahasa Utara yang sangat terkenal sebagai penghasil ikan. Kema merupakan tulang punggung penghasil ikan untuk provinsi Sulawesi Utara. Status sebagai daerah penghasil ikan, makin menunjang posisi Batu Nona sebagai kawasan wisata yang belakangan mulai dilirik banyak wisatawan, baik asing maupun domestik. Di sini, pengunjung akan dimanjakan dengan kuliner ikan laut yang sangat lezat dengan harga terjangkau. Aneka jenis ikan laut yang sangat segar, siap dihidangkan dalam berbagai olahan khas Sulawesi Utara. Dibakar dengan sambal dabu-dabu, diolah woku, semua menjanjikan cita-rasa yang sensasional. Kawasan wisata bahari Batu Nona memiliki nilai khusus bagi masyarakat setempat. Keberadaan batu yang menyerupai sosok nona (perempuan) di tengah laut, disertai legenda yang menyertainya, membuat Batu Nona makin menarik. Salah satu versi, dan versi ini yang paling banyak dituturkan masyarakat
an Matematika 94, dan Jurusan Biologi 47. IKIP PGRI Bali akan menerima 1.000 mahasiswa baru sesuai dengan daya tampung dan jumlah keluaran tahun ini. Pendaftaran Gelombang II dibuka mulai 30 Juni s.d. 2 Agustus 2014. Testing akan dilaksanakan 4 Agustus 2014 di Kampus IKIP PGRI Jln. Seroja, Tonja Denpasar. Tlp. (0361) 431434. Pande Wayan Bawa yang juga PR I ini mengimbuhkan, bahwa sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh mahasiswa baru tidak dikenakan uang gedung. Sementara, khusus untuk Jurusan Sejarah, Bahasa Bali, Seni Rupa, dan Sendratasik, baik yang memilih kelas pagi maupun sore dibebaskan uang SPP alias gratis. “Meski gratis, mutu dan kualitas proses belajar mengajar tetap kami jaga. Kami ingin tetap menjaga dan mengemban amanat almarhum Prof. Mantra untuk tetap menjaga dan
Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, dan Pande Wayan Bawa meninjau Pelaksanaan SPMB di IKIP PGRI Bali
melestarikan bahasa Bali dan seni tradisi Bali,” imbuhnya. Menurunnya minat calon mahasiswa memilih Jurusan Bahasa Bali ini ditanggapi Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. sebagai imbas penghapusan Mata Pelajaran Bahasa Bali dari Kurikulum 2013. “Padahal, sudah ada Pergub Bali No. 20 tahun 2013 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pasal-pasal di Pergub ini sudah jelas disebutkan bahwa Bahasa Daerah Bali diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri pada muatan lokal,” ujarnya. Namun, menurut Rektor Suarta yang diiyakan Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd, sepertinya Pergub yang mem-
perkuat posisi guru itu semestinya diikuti dengan tindakan nyata keberpihakan pada nasib guru Bahasa Bali di daerah. “Kami berharap pemerintah lebih banyak lagi mengangkat guru Bahasa Bali di sekolah-sekolah,” ujar Arthanegara. Meski demikian, IKIP PGRI Bali tetap menjaga komitmennya untuk melestarikan dan menjaga bahasa Ibu ini dengan menggratiskan SPP. Selain itu, kualitas dosen juga terus ditingkatkan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sekarang ini IKIP PGRI Bali telah memiliki dosen bertitel doktor sebanyak 11 orang, dan kandidat doktor delapan orang. IKIP PGRI Bali pun kini tengah menggenjot pembukaan S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia yang sudah sampai pada tahap kelima, dan pembukaan
S-1 PGSD. Hal ini pun tentunya diimbangi dengan pembangunan saranaprasana terus menerus untuk mencapai proses belajar mengajar yang maksimal. Arthanegara mengatakan dalam empat tahun ke depan ini pembangunan secara fisik akan difokuskan pada sentralisasi kampus di Jalan Seroja Denpasar. Karena sekarang ini, proses perkuliahan masih terpisah menjadi dua yakni di kampus pusat dan di kampus II di Jalan Akasia, yang dikarenakan membludaknya minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan di IKIP PGRI Bali. “Lahan seluas 26 are di kampus pusat ini sudah menjadi milik kampus dan kami akan membangun 30 gedung lagi serta menatanya dalam empat tahun ke depan ini agar semua PBM terpusat di sini,” ujarnya. –ten
“Dewi Laut” Penjaga Kema
Bukit menuju Batu Nona
Kema, Minahasa Utara adalah mitos tentang seorang putri yang menolak ketika hendak dipersunting seorang raja bernama Mansio. Merasa malu karena pinangannya ditolak, sang putri pun dikutuk menjadi batu. Versi lain mengisahkan cerita yang lain pula. Batu Nona tak lain adalah sebuah batu sakral di pinggir laut, tepatnya Teluk Kema. Kebetulan saja, batu itu –karena tempaan ombak—membentuk sosok perempuan (nona). Di batu itu pula, dipercaya sebagian masyarakat tempat berdiam Dewi Laut yang sangat cantik. Mungkin seperti mitos Nyi Roro Kidul di masyarakat pesisir Pulau Jawa. Dewi Laut itu pula yang menjaga kawasan Kema dan Minahasa Utara pada umumnya, dari ancaman pe perangan. Siapa pun, yang memulai peperangan dari Teluk Kema yang tak jauh dari Batu Nona, maka dia akan binasa. Masyarakat mempercayai, pada zaman dahulu, sejumlah kapal Portugis dan Spanyol tenggelam di
Kema. Hilang begitu saja, dan tidak pernah dijumpai bangkainya hingga hari ini. Boleh percaya, boleh tidak, wilayah Kema memang termasuk wilayah yang di kemudian hari terkenal aman-tenteram dan damai. Bahkan ketika perang revolusi maupun jauh sebelumnya, tidak pernah berkobar peperangan dahsyat di daerah ini. Konon, itu semua karena pengaruh magis Batu Nona, tempat bersemayam Dewi Laut. Sebelum ada pembangunan resort dan sejumlah pekerjaan terkait proyek perikanan, masyarakat bisa menyisir bukit yang menjorok ke laut. Dari sana, kita bisa melihat wujud batu nona di tengah laut. Akan tetapi, jika Anda berkunjung sekarang, sudah tidak bisa lagi menyaksikan batu nona dengan berjalan kaki, melainkan harus menyewa speed boat atau kendaraan air lain. Tak jauh dari lokasi batu nona, kini bercokol sebuah resort yang
menggunakan nama Batu Nona. Manajemen pengelolanya pun membangun patung seorang perempuan atau nona yang sangat tinggi dan besar sebagai ikon resort. Resort itu bernama Batu Nona Resort & Watersport. Di lokasi ini, para wisatawan bisa memanjakan diri dengan aneka permainan air seperti banana boat, doughnut, jet-ski, boat, dan kolam renang. Resort ini hampir bisa dibilang, menyatu dengan masyarakat nelayan yang ada di sekelilingnya. Tak heran, di luar pagar resort, tampak deret an kapal nelayan. Ada yang sedang sandar, ada pula yang sedang dalam perbaikan. Dari titik ini, di kejauhan tampak Gunung Klabat menjulang dengan anggunnya. PANTAI FIRDAUS Lokasi Batu Nona hanya berjarak 35 km dari bandara Sam Ratulangi, Manado. Tak heran jika tidak sedikit turis yang langsung menuju Batu
Nona dari Bandara, tanpa harus masuk kota Manado terlebih dahulu. Bahkan dari pusat ibukota kabupaten Airmadidi, bisa menjangkau Batu Nona hanya dengan menempuh perjalanan 30 menit. Dari kota Manado, diperlukan waktu tempuh sekitar 2 jam, untuk jarak 65 km. Meski begitu, perjalanan Manado ke Kema (Batu Nona), dijamin tidak akan membosankan. Jalanan menuju Bitung, kemudian Kema, cukup mulus. Sebelum sampai ke Batu Nona, ada papan petunjuk Pantai Firdaus. Mampirlah. Dinamakan Pantai Firdaus, atau Pantai Surga, karena keindahan pantainya. Sekilas, pantai Firdaus memang sangat indah, tetapi menyandingkan dengan keindahan surga, rasanya memang cukup berlebihan. Akan tetapi, ketika ditanyakan ke masyarakat sekitar, mereka mengatakan, keindahan Pantai Firdaus memang unik. Keindahan pantainya akan sempurna ketika berpadunya ketepatan cuaca dan waktu. Jika keduanya pas, pantai Firdaus, kata mereka, adalah pantai paling indah di atas bumi. Selanjutnya, perjalanan menuju Batu Nona di tenggara pantai Manado, tak jauh lagi. Segera setelah melewati gerbang Kawasan Wisata Batu Nona, kita akan menyaksikan pembudidayaan ikan di kiri-kanan jalan, sepanjang sapuan mata memandang. Di kiri jalan, berjejer warung-warung kecil yang menyediakan aneka penga nan dan minuman ringan. —Diana Runtu
Dara
7 - 13 juli 2014
iap band memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya disukai para fans. Ada yang memiliki jenis musik yang unik, karakter personil yang unik, dan lainlain. Band yang satu ini mencoba menjadi berbeda dari yang lain: menggunakan alat musik yang unik. Alat musik sudah menjadi sarana utama dalam bermusik. Namun, bagaimana jika alat musik tersebut diganti dengan menggunakan gadget? i_Primers adalah band yang menggunakan alat yang unik dalam bermusik yaitu gadget. Band ini bermarkas di kampus STMIK Primakara. Gadget yang digunakan iPad. Band ini terdiri dari lima orang mahasiswa STMIK Primakara. Mereka adalah Yandy (vokalis dan guitar rhythm), Agus (bassist), Nyinyik (vokalis dan guitar rhythm), Cherizta (guitar melody), dan Krisna (drummer). Tiap personil memiliki iPad dan memiliki aplikasi alat musik pada iPadnya sesuai dengan posisi mereka di band. Indra adalah pendiri dan orang yang memberi support hingga terbentuknya band ini. “Sebenarnya saat saya kuliah dulu ingin sering bermusik tapi tidak pernah dapat jatah studio karena sesuatu hal,”
9
i_Primers
Cukup Bawa iPad dan Speaker ucap Indra. Berawal dari keinginan Indra yang ingin memiliki band digital, ia lalu menemukan beberapa adik kelasnya yang memiliki hobi yang selaras pula dengannya yang suka IT dan main musik. “Awalnya kami isengiseng coba pakai gadget Android ternyata kualitas musiknya kurang maksimal, lalu kami coba pakai komputer tapi ternyata kurang efektif saat memainkannya, lalu akhirnya kami coba pakai iPad dan saat kita iseng main, kebetulan saat itu didengar oleh Ketua Yayasan STMIK Primakara. Saat itu Ketua Yayasan langsung berkata, kenapa tidak coba buat band tapi dengan menggunakan gadget? Lalu terbentuklah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) musik dan akhirnya terbentuklah i_Primers,” cerita Indra. Penggunaan nama i_Primers tentunya tidak secara asal namun memiliki cerita tersendiri. “Huruf ‘i’ itu diambil dari ciri khas nama gadget yang kami pakai yaitu iPad, sedangkan nama Primers adalah sebutan untuk mahasiswa S T M I K Primakara ini,” ucap Indra. Teknik memainkan alat musik dengan gadget mirip dengan menggunakan alat musik aslinya namun tentu ada perbedaannya. Misalkan seperti gitar, menurut Indra bermain gitar dalam gadget lebih sulit daripada bermain gitar yang nyata. Karena senar gitarnya nyata jadi tidak bisa ditekan seperti aslinya jadi kadang terasa janggal
bagi yang biasa memainkan gitar. Teknik memainkan alat musik menggunakan gadget selain memerlukan skill juga memerlukan feeling. Bila feeling-nya sudah didapat maka tentu akan dapat bermain dengan baik. Saat berlatih, selain menggunakan iPad tiap personil juga menggunakan speaker karena jika menggunakan speaker iPad saja hasilnya kurang maksimal. Jadi tiap iPad memiliki pasangan speakernya masing-masing. Mengenai genre yang dimainkan, band ini tidak mengkhususkan diri pada genre yang spesifik. “Asalkan musiknya enak didengar, genre tidak masalah, kecuali dangdut,” ujar Indra sambil tertawa. Saat ini, i_Primers masih dalam proses pembuatan lagu. Indra mengaku i_Primers sudah
pernah menggarap lagu untuk kampus STMIK Primakara yang berjudul “Luar Biasa”. Indra juga mengatakan bahwa i_Primers sudah sering manggung di berbagai event. Salah satunya yang paling bergengsi yaitu saat acara Detik (Denpasar Teknologi Informasi) Festival di lapangan Lumintang, Denpasar. Disana i_Primers mendapat sambutan Kadis Kominfo dan berkat penampilannya yang impresif, band ini kembali diundang untuk mengisi di acara yang serupa tahun depan. Meskipun baru berjalan selama empat bulan, namun band ini sudah membuat berbagai terobosan. “Sekarang ini kami sedang mengembangkan aplikasi musik yang baru dan unik, yaitu aplikasi alat musik gamelan yang kompatibel dengan gadget buatan Apple ini. Dijadwalkan selesai sebentar lagi,” ujar Indra. Tiap hal dapat dilihat sisi positif dan negatifnya. Begitu pula dengan band ini. Ngeband dengan sarana gadget tentu memiliki kelebihan maupun kekurangan tersendiri. Seperti yang diungkapkan Indra, kelebihan ngeband de ngan menggunakan gadget simpel karena tidak perlu membawa alat musik yang besar atau berat, cukup membawa iPad dan speaker kemana-mana. Kekurangannya yaitu sulit untuk berimprovisasi, “Contohnya saat bermain drum, drum yang nyata kan keras kecilnya suara bisa diatur melalui pukulan kita, nah jika drum pada gadget jika ditekan sedikit maupun keras maka bunyinya tetap sama
kerasnya,” ujar Indra. Kekurangan lain yaitu kadang kurang dapat berinteraksi dengan penonton. Ini dikarenakan personil masih harus melihat iPad saat bermusik. Selain sebagai personil band, anggota i_Primers juga masih berstatus sebagai mahasiswa yang terikat oleh tugas. Jadi mereka berlatih saat jam pulang kampus. “Mengumpulkan kami juga tidak susah karena satu geng jadi biasanya selalu bareng,” ungkap Yandy. Ketika ditanya pengalaman paling mengesankan, personil i_Primers kompak menjawabnya dengan sama yaitu saat tampil menyanyikan lagu dari band rock XXX yang disaksikan langsung dengan sang pemilik lagu. Pengalaman yang tidak mengenakkan bagi mereka misalnya ssat manggung, gadget mereka tiba-tiba error dan mati. Indra menyatakan harapannya pada dunia musik yang menggunakan gadget. “Bermusik de ngan gadget seperti ini, ia dapat mengubah mindset masyarakat tentang penggunaan gadget. Selama ini masyarakat berpendapat bahwa penggunaan gadget hanya untuk hal negatif. Dengan melakukan kegiatan seperti ini kami berharap bisa menjadi inspirasi untuk masyarakat untuk menggunakan gadget ke arah positif. Bisa juga menjadi edukasi bagi anak-anak agar tidak menggunakan gadget untuk bermain games saja namun juga untuk kegiatan positif seperti bermusik yang kami lakukan ini,” tegasnya. -Ari
10
Bugar
7 - 13 juli 2014
Perawatan Biang Keringat pada Bayi dan Balita
Biang keringat sering disebut keringat buntet atau dalam istilah kedokteran disebut miliaria. Ini merupakan ke lainan kulit yang timbul akibat keringat berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat di dahi, leher, bagianbagian badan yang tertutup pakaian (dada dan punggung) serta tempat yang mengalami tekanan atau gesekan pakai an dan dapat juga di kepala.
B
iang keringat sering ditemu kan pada bayi dan balita maupun pada orang dewasa yang tinggal di daerah tro pis. Biang keringat sebenarnya kelainan kulit yang ringan. Tetapi, karena sering kali terdapat kekeliruan pada perawatan kulitnya, penyakit ini dapat berlanjut menjadi bisul akibat infeksi bakteri atau dapat disertai infeksi jamur. Karena itu perlu perawatan khusus dan pengobatan yang tepat agar kulitnya tetap bersih dan sehat. Faktor penyebab timbulnya biang keringat: - Udara panas dan lembab dengan ven tilasi udara yang kurang baik. - Pakaian yang terlalu tebal dan ketat. - Aktivitas yang terlalu berlebihan. - Setelah menderita sakit panas. Keluhan dan bentuk kelainan kulitnya: Berdasarkan kelainan kulitnya terda pat 3 bentuk biang keringat, yaitu:
Miliaria kristalina Kelainan kulitnya berupa gelem bung kecil berukuran 1-2 mm, berisi cairan jernih seperti tetesan air tanpa disertai kemerahan pada kulit. Lokas inya dapat ditemukan di dahi, leher,
kulit, terutama ditemukan pada ba dan, lengan dan tungkai. Kelainan ini tidak gatal dan jarang memberikan keluhan. -
-
dada dan punggung. Bentuk ini umum nya tidak memberikan keluhan dan cepat sembuh dengan meninggalkan sisik halus. -
-
Miliaria rubra Kelainan kulitnya berupa banyak gelembung merah kecil berukuran 1-2 mm, dapat tersebar maupun berke lompok di daerah gesekan dan tertu tup pakaian. Bentuk ini memberikan keluhan sangat gatal dan pedih bila berkeringat.
Miliaria profunda Kelainan kulitnya berupa bintik putih, keras, berukuran 1-3 mm dan tidak disertai kemerahan pada
Cara pencegahannya : Bayi atau anak tetap dianjurkan mandi secara teratur paling sedikit dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun Bila berkeringat sesering mungkin dibasuh menggunakan handuk (lap basah) lalu dikeringkan dengan kain yang lembut, setelah itu dapat diberi kan bedak tabur atau bedak kocok yang berfungsi untuk mendinginkan dan mengurangi rasa gatal serta gesekan pada kulit yang kering. Jangan memberikan bedak tanpa membasuh keringat terlebih dahulu karena hal ini akan memperparah penyumbatan sehingga mempermu dah terjadinya infeksi bakteri atau jamur. Hindari penggunaan pakaian yang tebal maupun pakaian yang berbahan nilon atau wol yang tidak menyerap keringat.
Cara pengobatannya : - Sebenarnya pengobatan khusus tidak diperlukan, cukup dengan pencegah an dan perawatan kulit yang benar. - Bila biang keringat berupa gelembung kecil yang tidak disertai dengan ke merahan, kering dan tanpa keluhan, dapat diberikan bedak tabur atau bedak kocok segera setelah mandi. - Bila keluhan kulit basah, tidak boleh ditaburkan bedak karena akan terben tuk gumpalan yang memperparah sum batan kelenjar dan gumpalan tersebut juga akan menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan kuman. - Bila keluhan sangat gatal, pedih, terdapat luka atau lecet dan timbul bisul akibat infeksi, penderita sebaik nya dibawa ke dokter. Dokter akan memberikan obat minum serta krim atau salep bila diperlukan. - Bila timbul bisul, jangan dipijat ka rena kuman dapat menyebar ke kulit sekitarnya sehingga kelainan makin luas.
Urban Kebaya Elegan Setiap potong busana yang menawan, tentu me rupakan hasil kedalaman interpretasi dari seorang perancang. Seperti deretan kebaya karya Ferry Daud kali ini.
I
nsprirasinya diangkat dari keindahan keanekaragam an budaya Nusantara. Gaya modifikasi yang digarapnya pun kaya dengan detil, namun tetap terlihat anggun. Karena ingin mempersembahkan koleksinya untuk kalangan remaja dan ibu-ibu muda, maka pilihan
dr. Tinna Aswirani, Sp.KK
Hubungan biang keringat dengan jenis makanan tertentu: Untuk kelainan ini penderita sama sekali tidak dianjurkan pantang terhadap jenis makanan tertentu karena tidak ada hubungan dengan penyebab terjadinya biang keringat tersebut. Namun, sebaik nya tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang masih panas. Kesimpulan : Untuk mencegah biang keringat pada bayi dan balita, sebaiknya orangtua mengetahui berbagai faktor pencetus, cara pencegahan dan cara perawatan kulitnya selain faktor higiene perorangan maupun lingkungan anak. dr. Tinna Aswirani, Sp.KK Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS: 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C
Style
7 - 13 juli 2014
warnanyapun lebih beragam. Selain itu ia juga condong mengetengahkan perpaduan kebaya tradisional dengan gaya hidup modern. Urban kebaya milik Ferry Daud ini sangat bisa dipadankan dengan beragam item fashion selain kain panjang. Maka, kebaya inovasi ini cocok dikenakan di acara-acara pesta dan formal.
Begitulah Ferry Daud, apapun yang menjadi inspirasinya, ia selalu hadir dan konsisten dengan ciri khas rancangannya yang simpel, elegan, dan mewah. Tips: Yang perlu diingat dan diperhati kan agar tetap tampil cantik saat berkebaya adalah bentuk tubuh. Jangan memaksakan kebaya yang tidak pantas dikenakan hanya karena modelnya sedang tren. Kalau ke acara pesta yang ter golong santai pilih potongan kebaya yang lebih sederhana. – Sri Ardhini
15
Jelita
14
7 - 13 juli 2014
Kiat Jaga Kehalusan Tangan dan Kaki Tentu sangat senang jika memiliki kulit wajah yang segar, lembut, dan sehat. Begitu juga dengan tangan dan kaki, diharapkan memiliki kon disi yang juga terawat. Sebab, kulit tangan dan kaki yang bersih, halus, dan sehat akan menjadikan seseorang lebih percaya diri, juga menunjang penampilan secara keseluruhan.
B
icara tangan dan kaki, untuk hasil terbaik, perlu dirawat dengan tepat dan rutin. Apalagi bagi perempuan yang banyak berada di ruangan ber-AC, sering terpapar panas matahari yang menyengat, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau deterjen. Hal ini, disebut-sebut mudah dan cepat mengakibatkan kondisi tangan tidak sehat, seperti kekeringan dan telapak kaki pecah-pecah. Suci Setiawati, Manajer Spa Bali Tangi yang biasa disapa Tia ini, menyarankan untuk rajin-rajin mengoleskan pelembab. “Ter utama setiap habis mandi jangan lupa melembabkan kulit tangan
menit adalah relaksasi yang murah. Jika digosok perlahan, sisa sel kulit mati pun akan terangkat keluar. Bagi yang aktivitasnyan padat, lakukan 2-3 kali dalam seminggu. “Ini juga bisa dilakukan untuk meringankan pegal-pegal dan mengatasi kulit kaki yang ke ring dan pecah-pecah,” katanya.
Beberapa tips merawat tangan dan kaki: Suci Setiawati
dan kaki dengan body lotion atau body butter. Biarkan meresap secara maksimal sehingga kita akan merasakan perbedaan tekstur serta kehalusannya. Akan lebih baik jika body lotion yang digunakan mengandung banyak moisturizer atau minyak zaitun,” sarannya. Selain itu, katanya jangan sepelekan debu karena selain membuat kotor, juga dapat membuat telapak kaki atau tangan pecah-pecah dan tidak halus atau kasar. Untuk ini, bagi yang biasa mengendarai sepeda motor, upayakan memakai kaus kaki saat berkendara. Begitu juga saat berada di dalam rumah jangan lupa mengenakan sandal. “ Juga
Akan lebih bagus lagi dengan menambahkan minyak esensial, misalnya rose oil atau lavender oil ke dalam air yang digunakan untuk merendam guna melembabkan dan melembutkan kulit kaki ter sebut, setelah itu keringkan kaki dengan handuk lembut dan olesi pelembab secara merata.–Sri Ardhini
ingat memakai sarung tangan saat mengerjakan sesuatu yang memungkinkan membuat kulit tangan tergesek,” ujarnya. Untuk kulit kaki dan tangan yang sangat kering, memanfaatkan minyak zaitun adalah cara paling mudah dan efektif untuk perawatan alami mengatasi kulit kaki dan tangan. Selain itu, madu juga bisa digunakan dengan dioleskan atau bisa juga dipilih yang sudah dibuat praktis menjadi sabun, karena kandungan vitamin dan mineralnya sangat tinggi, sehingga mampu menghaluskan kulit kaki dan kulit siku yang kering. Selanjutnya, dikatakan oleh Tia, merendam kaki dalam air hangat dan garam sekitar 10 - 15
D
i zaman modern ini terutama di perkotaan, ba nyak para ibu yang tak menyusui bayinya. Ber bagai penyebab menjadi alasannya, mulai dari sibuk dengan pekerjaannya sampai ketakutan dengan bentuk payudaranya kelak akibat menyusui. Apa saja manfaat ASI untuk bayi dan manfaat menyusui bagi sang ibu? Berikut penjelasan dr. Made Sumiartini, Sp.A.
l Untuk menjaga kaki segar, mencegah aroma tak sedap, taburkan bedak tabur dengan khasiat deodorizing setiap pagi.
l Ambil foot filler gosokkan ke siku dan batu apung untuk gosokkan ke tumit kaki.
l Jika bagian siku terasa kering, oleskan body butter yaitu lotion yang mengandung olive oil dan jojoba oil sebelum tidur.
l Setidaknya seminggu sekali, gunakan scrub untuk tangan dan kaki.
l Sebelum tidur, rendamlah kaki dalam air hangat dengan campuran cream footh bath yang mengandung lavender. Ren daman ini membuat kaki terasa lembut dan lembab, juga bersih hingga ke pori-pori. Keringkan dengan handuk, lalu oleskan krim khusus kaki yang mengandung vitamin untuk kulit.
11
Apa Ada di ASI?
l Sebisa mungkin hindari bahan-bahan iritan, seperti deterjen atau pembersih lain dari bahan keras untuk mengurangi gangguan kulit kering baik pada tangan maupun kaki.
l Begitu juga untuk kaki pecah-pecah, lakukan segera dan jangan menunda melakukan perawatan secara tepat.
Mitos
7 - 13 juli 2014
Mitos: Berikan ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan Fakta: Benar. ASI (air susu ibu) eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan lain, seperti susu formula, air teh, pisang, papaya, bubur susu, biskuit, nasi tim, dan yang lainnya kepada bayi berumur 0 sampai 6 bulan. Karena, tidak ada yang lebih bagus dari ASI
yang mengandung zat kekebalan tubuh yang tak bisa tergantikan, seperti mulitivitamin, protein, karbohidrat, mikronutrien, dll. Susu formula tebaik dan termahal sekali pun tak bisa mengalahkannya. ASI tak seperti susu formula yang menyesesuaikan kandungan gizi dengan umur bayi. ASI baik untuk bayi usia berapa pun, entah itu bayi prematur, bayi dengan berat badan rendah, bahkan bayi yang sedang diare. Mitos: Susu formula lebih mencegah bayi kurang gizi dibandingkan ASI Fakta: Tidak benar. Kekurang an gizi pada bayi bukan karena tidak minum susu formula, tetapi karena tidak diberikan ASI dan makanan pendamping secara benar. Akibat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping ASI yang salah. Dengan pemberian ASI ekslusif selama enam bulan
dan makanan pendamping yang tepat, bayi tidak saja tumbuh sehat dan cerdas tetapi juga mengalami pertumbuhan emosi dan intelektual yang prima. Selain itu, ASI juga meningkatkan emosi antara bayi dan ibu menjadi lebih erat. Hal itu disebabkan selama proses pemberian ASI terjadi kontak fisik karena bayi berada dalam pelukan ibunya. Mitos: Agar tidak kelaparan, bayi berusia enam bulan boleh diberikan pisang. Fakta: Salah. Karena, sistem pencernaan dan lapisan penyerap nya belum sempurna dan belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan selain ASI. ASI mudah dicerna karena mengandung enzim-enzim. Selain ASI, makanan lain yang diberikan pada bayi akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhir nya bayi jadi muntah. Di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan bayi pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapan pun ia menginginkannya. Pisang boleh diberikan kepada bayi di
dr. Made Sumiartini, Sp.A.
atas enam bulan karena pada usia tersebut fungsi penyerapan dan pencernaannya sudah siap. Dengan hanya minum ASI selama enam bulan, tidak memberatkan fungsi ginjal bayi. Sistem ekskresi bayi baru lahir sampai dengan usia enam bulan belum sempurna, sehingga bila diberi makanan dengan osmolaritas yang tinggi (seperti susu formula atau buah-buahan) akan memberatkan fungsi ginjal. Yang paling penting diketahui dan tak perlu dikhawatirkan adalah komposisi dan volume ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai dengan enam bulan. Bahkan, beberapa hasil penelitian menunjukkan pemberian ASI menghindarkan anak dari penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru, dan radang otak. Juga, tidak akan mengalami sembelit dan jarang terkena aler gi, memperindah kulit dan gigi serta bentuk rahang. Studi juga mengindikasikan anak yang mendapatkan ASI memiliki risiko lebih rendah terkena obesitas, diabetes, dan kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI
mendukung sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan yang terdapat pada kolostrum (cairan kuning kental pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh). ASI menyempurnakan pertumbuhan bayi sehingga menjadikan bayi sehat dan cerdas. Bayi yang terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual quetient (SQ) yang baik. Menyusui secara eksklusif selama enam bulan juga berdampak pada penundaan haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Pemberian makanan atau minuman selain ASI sebelum enam bulan secara tidak langsung akan mengurangi produksi ASI dikarenakan frekuensi bayi untuk menyusu berkurang karena sudah kenyang. Selain untuk bayi, manfaatnya juga besar bagi ibu menyusui. Karena, isapan bayi pada payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Hal ini disebabkan karena pada saat bayi lahir dan segera disusukan ke ibunya, rangsangan hisapan bayi pada payudara akan diteruskan ke hipofisis pars posterior yang akan mengeluarkan hormon progesteron. Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan ovarium. Cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa ada korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker, baik itu kanker payudara ataupun kanker ovarium. Dengan menyusui menjadikan hubungan ibu dan bayi makin dekat. –Inten Indrawati
Takut Suami Suka “yang Muda”
“Dok, saya belum lama menikah dan sudah mempunyai satu orang anak. Kehidupan rumah tangga saya rukunrukun saja. Tetapi belakangan ini suami sering meminta hal yang aneh saat ingin berhubungan seksual, misalnya belakangan ini meminta saya untuk memakai rok sekolahan dulu pada saat bercinta. Saya bertanya-tanya kenapa dia terobsesi supaya saat berpenampil an seperti itu. Ketika saya tanya, dia hanya jawab cuma iseng saja. Apakah ini bisa berarti dia sudah mulai bosan atau ada kecenderungan dia untuk selalu terobsesi dengan cewek yang ‘fresh’ atau muda-muda begitu dok? Saya takut dok, karena bagaimanapun fisik saya pasti berubah saat hamil dan melahirkan. Lalu bagaimana cara saya untuk mengatasi hal ini? (Ratih, Denpasar) Pertanyaan yang bisa jadi dirasakan sama oleh banyak orang lain juga. Tentang sebuah kebosanan. Bagian yang mengejutkan adalah karena ada
k e i n g i n a n u n t u k mengubah pasangan dengan gaya pakaian tertentu yang dianggap aneh. Jika aktivitas seksual yang dilakukan selama ini sudah mulai terasa hambar dan tanpa rasa, akhirnya kebosanan melanda. Bolehboleh dan sah saja berpikir untuk “mengganti pasangan Anda”. Tapi, sebaiknya jangan terjebak. Tentu saja seharusnya bukannya pasangan kita diganti dengan pasangan yang baru. Sama sekali bukan. Yang dimaksud adalah mengubah pasangan kita untuk kembali lebih bergairah, menjadi lebih menarik, menjadi lebih segar, menjadi lebih bersemangat, atau dengan variasi lainnya sebagai sebuah fantasi yang menyegarkan, sehingga romantisme seksual yang selama ini meredup, akan dapat menyala kembali dengan penuh luapan gairah, seperti di awal pertemuan, atau malah bisa lebih dari itu. Asal memang sebelumnya disepakati dulu bersama. Kebosanan dalam seks memang sering terjadi. Tidak lagi menyenangkan seperti saat masih pengantin baru atau di awal aktivitas seksual dilakukan, dan hanya terkesan rutinitas yang itu-itu saja. Sesungguhnya masih banyak cara yang bisa dilakukan pasangan untuk tetap membuat suasana tetap hangat membara. Dengan mengubah semua
yang membuat bosan pada pasangan, termasuk juga pada diri Anda. Sebelum melakukan perubahan, perlu dicari tahu dulu, apa yang menyebabkan terjadi penurunan romantisme dan gairah bersama. Beberapa masalah berikut sering kali menjadi penyebabnya: 1) Kurang Romantis. Jika Anda berdua selama ini bersikap biasa-biasa saja, tidak mengherankan kalau hubungan berubah menjadi dingin. Ibarat kopi panas yang walaupun nikmat tetapi jika didiamkan lama juga akan jadi dingin dan tidak lagi nikmat. Kejenuhan pekerjaan yang seakan tak ada habisnya serta segala kesibukan dari hari ke hari memang membuat kita kerap lupa memberikan perhatian pada pasangan kita. Bahkan sering melupakan betapa berartinya pasangan kita, dan melupakan melewatkan waktu bersamanya. 2) Foreplay Tidak Pernah Maksimal. Seks merupakan hal yang menggairahkan, terasa menyenangkan dan bisa dilakukan berulang-ulang kali. Bisa jadi itu dulu, dan tidak lagi dirasakan saat ini. Saat ini malah bisa dirasakan seks yang membosankan dan hanya berlangsung beberapa menit saja. Penyebab paling sering adalah kurangnya foreplay. Banyak pasangan yang tidak tahu atau malah melewatkan sesi ini dengan menganggapnya tidak penting. Tentu saja itu keliru. 3)Tidak Pernah Mencoba Hal-hal Baru. Setiap sesi hubungan seksual juga memiliki arti memberi kesempatan untuk saling
berbagi kesenangan pada pasangan. Berhubungan seksual dengan gaya yang sama dari waktu ke waktu tentunya akan menjadi sesuatu yang membosankan. Luapkan fantasi Anda, mainkan peranperan yang berbeda, kenakan busana yang menggoda. Bisa juga bermain-main dengan pencahayaan, bermain peran tertentu yang bisa membangkitkan gairah semisal menjadi perawat seksi, dokter seksi dan apa pun yang ingin Anda lakukan di ranjang. Pasti akan menjadi seru. Lalu, bagaimana solusinya? Tidak masalah kalau memang pasangan Anda ingin melakukan variasi agar menjadikan Anda serasa orang baru kembali. Kembali segar dan menggairahkan, karena ini baik buat Anda dan baik juga buat dia. Tapi, tentu saja harus ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai langkahlangkah membuatnya jadi berhasil. Bicarakan berdua Tentu saja jangan meminta pasangan dengan tiba-tiba dan memaksa. Semua perlu dibicarakan dulu, berdua. Sampai benar-benar disetujui bersama. Tentu saja pilih waktu yang luang dan lebih menyenangkan buat membicarakannya. Sampaikan semua keinginan dengan lepas, sampai mendapat kesepakatan bersama. Diskusikan cara mengatasi kebosanan Jika ingin memperbaiki kehidupan seks Anda, maka ini adalah sebuah keharusan. Tidak ada kan yang ingin ke-
hidupan seksnya membosankan terus? So, pastikan Anda sudah memberanikan membahas semua penyebab kebosanan dengan pasangan. Beranikan diri untuk meminta pasangan untuk lebih romantis. Beranikan diri untuk meminta pasangan untuk lebih berani dan lebih lama untuk melakukan eksplorasi foreplay. Beranikan diri untuk meminta pasangan buat melakukan hal-hal yang baru di ranjang. Lakukan perubahan yang disetujui bersama Mencoba memunculkan suasana baru, pakaian yang lebih segar dan menggoda, tampilan yang lebih seksi dan segar, bisa saja dengan merapikan rambut misalnya, buat semuanya menjadi berubah lebih menarik lagi. Lakukan klimaks perubahan pada hari-hari spesial, dan saat itu sudah dilakukan, Anda sudah berhasil melakukan “mengganti pasangan Anda” menjadi lebih segar, tentu saja dengan disepakati bersama dan disesuaikan dengan kondisi. Buat kejutan lagi Jangan berhenti sampai di sana. Lakukan kejutan-kejutan lagi. Bisa dengan memberikan hadiah paska-berhubungan seksual seperti makanan kesukaan, coklat lezat yang memikat, tontonan video romantis di kamar tidur, atau malah ajak lagi untuk melakukan hubungan seksual yang masih membara di babak selanjutnya. Jadikanlah sesi “dessert” menjadi sangat berkesan dan tak terlupakan.
Kuliner Sup Jamur Kelapa Muda Kreasi Kelapa Muda Kentang Melingkar K ala Twisty Potato 12
7 - 13 juli 2014
Chef Wayan Perean
elapa muda tak hanya enak untuk diminum airnya, tapi daging kelapa muda yang lembut juga sedap dijadikan bahan makanan. Wayan Perean, Executive Chef CaesarRestaurant & Pastry Bakery mencoba berkreasi dengan kelapa muda. Aneka menu spesial tercipta dari tangan terampilnya. Satu di antara kreasinya, malah memadupadankan kelapa muda dengan singkong. Menurutnya, makan singkong bukan berarti kita anak singkong. Namun, singkong merupakan salah satu alternatif makanan yang mampu mengenyangkan dan juga banyak
mengandung karbohidrat. Perean berbagi dengan pembaca Tokoh dengan menyajikan tiga resep andalan yang sudah diujicobakan, yakni Sup Jamur Kelapa Muda, Pan Fried Sweet Corn and Cassava, dan Tumis Jamur Kelapa Muda. Selamat mencoba.
Bahan: 1 buah: kelapa muda, kerok 2 buah: jamur diiris 60 gr: bawang putih cincang 50 gr: bawang Bombay 50 gr: bawang merah Garam dan merica secukupnya 2 sdm: minyak goreng tandusan
- Tambahkan kaldu ayam, biarkan mendidih. Jika sudah mendidih kecilkan api, masukkan kelapa muda, masak sekitar lima menit. Bumbui dengan garam dan merica. Jika mau lebih enak tambahkan wine. Kemudian sajikan.
Cara membuat: - Panaskan wajan, tumis bawang bombay dan bawang merah, aduk hingga mengeluarkan aroma, tambahkan bawang putih dan jamur, aduk hingga rata.
Konsep sajian makanan dari food truck ala Amerika sedang menjadi tren di ibu kota, begitu juga di Denpasar. Food truck menawarkan suasana santai, sensasi makanan yang berbeda, hingga sajian bercita rasa tinggi. Yuk, kita cicipi salah satu sajian food truck ini. Namanya Twisty Potato.
tkh/net
Tumis Jamur Kelapa Muda Bahan: ½ butir 50 gr 30 gr 1 biji 2 siung
: kelapa muda kerok isinya : jamur champignon diiris : bawang putih dicincang : cabai merah : bawang merah ½ sdt: terasi
2 sdm 2 sdm
: minyak goreng tandusan : santan Cara membuat: - Isi kelapa muda dipotong dadu. - Kemudian cabai merah, bawang merah, dan terasi diulek jadi satu. Jika ingin pedas, tambahkan 3 biji cabai rawit merah bersamaan dengan bumbu
yang dihaluskan tadi. - Panaskan wajan, tuang minyak tunggu sampai panas. Jika sudah panas masukkan kelapa muda dan jamur aduk sebentar, lalu masukan bumbu yang sudah dihaluskan tadi, aduk rata hingga mengeluarkan aroma. - Tambahkan santan, kembali aduk rata, masak kira-kira lima menit - Sajikan dengan nasi putih.
Snack kentang melingkar
Pan Fried Sweet Corn and Cassava Bahan: - 100 gr: singkong parut kasar - 50 gr: jagung manis diiris - ½ butir: kelapa muda diambil isinya memanjang - 50 gr: bawang Bombay, diiris - 2 siung: bawang putih, diiris - 2 siung: bawang merah, diiris - 100 ml: minyak goreng tandusan - Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Campur singkong dan jagung manis. Beri bumbu dan irisan bawang tadi. Tambahkan juga kelapa muda. - Cetak adonan singkong tadi.
- -
-
-
Gunakan sendok sayur yang agak cekung. Panaskan wajan tuang minyak goreng. Goreng singkong yang sudah dicetak tadi dengan api kecil. Bolak-balik agar kematangannya rata. Sambil menunggu singkong matang, siapkan kacang panjang yang sudah direbus dan kelapa muda untuk hiasan Panaskan black pepper sauce yang sudah jadi. Sajikan jagung singkong yang sudah matang tadi di piring saji. Siram dengan black pepper sauce, sajikan dalam keadaan panas.
Guling Udang Guling udang merupakan menu baru di Bale Udang . Cara membuat: - 8 ekor udang galah segar dibersihkan, belah punggungnya, hilangkan kotorannya. Biarkan utuh dengan kepalanya, ditusuk satu-satu dari ekor ke kepala dengan tusuk sate. - Sate udang tadi direndam de ngan bumbu baceman. Biarkan sekitar 5 menit, angkat dan tiriskan, lalu digoreng setengah matang. Setelah itu dipanggang disertai dengan baluran bumbu guling. Setelah matang dan aroma bumbu tercium harum, angkat dan sajikan selagi panas. - Udang guling ini sangat cocok disajikan dengan sambal matah
atau sambal bongkot. - Bumbu untuk merendam atau baceman: - 25 gram kunyit, 50 gram bawang putih, 50 gram bawang merah, 75 gram garam, 75 gram jahe, dan 1 liter air.
Sarwan Bahan: - 500 gr : kepiting rebus - 3 siung : bawang putih, cincang halus - 3 ruas : jari jahe, memarkan - 1 biji : bawang Bombay, iris korek api - 75 gr : kacang polong kaleng - 2 sdm : margarin - 5 sdm : saos pedas - 4 sdm : saos tomat - ½ sdt : lada bubuk - ½ sdm : minyak wijen - 2 sdm : air jeruk lemon
- Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya - 350 ml : air
Cara membuat: - Semua bahan dihaluskan sebelum ditumis. -Wirati Astiti
Mobil kentang
- Masak dengan api sedang hingga matang - Masakan siap dihidangkan.
Cara membuat: - Panaskan margarin, masukkan bawang putih, jahe, tumis hingga harum - Masukkan bawang Bombay, kacang polong, aduk hingga layu - Ta m b a h k a n a i r hingga mendidih lalu masukkan semua bahan menjadi satu dan ukeplah
Bahan: 20 gr 150 gr 200 ml 200 gr ½ sdt Chef Wijana dari Bale Udang
error hampir lebih kurang seminggu untuk mendapatkan rasa, warna dan renyah kentang goreng yang pas,” imbuh karyawati salah satu bank swasta ini. Ia berpikir, rasanya lebih menguntungkan dan praktis kalau berjualan menggunakan mobil keliling. Konsep
Kepiting Saus Pedas Mercon
Talam Ubi Jagung
Cara membuat: - Semua bahan dihaluskan sebelum dicampur air. Bumbu guling : - 100 gram bawang merah, 50 gram bawang putih, 25 gram kemiri, 25 gram kencur, 20 gram jahe, 20 gram sereh, 30 gram lengkuas, 40 gram kunyit, 30 gram cabai rawit merah, 10 gram gula merah, 10 gram terasi, 500 ml minyak goreng.
Makanan ini terinspirasi dari camilan masyarakat Korea Selatan. Jika bertandang ke Myoundong, salah satu tempat nongkrong anak muda di Korea selatan, kita akan melihat banyak gerai kentang melingkar seperti ini. Kentang melingkar ini juga ditemui I Dewa Ayu Novia Saraswasti atau biasa disapa Bu Novi ketika sedang liburan bersama keluarganya ke Kota Malang.
“Waktu itu di Taman Kota di Kota Malang sedang digelar car free day. Saya melihat banyak dagangan makanan dijual dengan berbagai macam kreasi. Salah satunya, kentang melingkar ini. Begitu banyak orang yang mengantri untuk membelinya. Kami pun tertarik untuk mencicipinya,” tutur istri dr. Made Agus Hendrayana,M.Ked ini. Bulan Februari, Novi yang sedang berjalan-jalan bersama keluarganya ke Mal Denpasar Juction, melihat ada pameran franchise, salah satunya tentang kentang melingkar ini. Ia tertarik akan kreasi makanan kentang melingkar ini yang masih jarang di Bali. “Saat memutuskan untuk mencoba, saya membeli alat masak dan gerobak yang siap jualan dengan mengembangkan sendiri kreasi kentangnya dengan memakai merk sendiri,” ujarnya. Untuk belajar membuat kentang melingkar ini lebih banyak lewat internet. Ada website-nya untuk belajar. Saya yang didukung penuh oleh suami mencoba terus belajar di rumah untuk mempraktikkannya. Karena untuk mendapatkan gorengan kentang yang pas, tidak mudah. “Saya terus trial and
: : : : :
ubi, kukus, haluskan tepung kanji santan kental gula pasir garam
Lapisan: 175 ml : 35 gr : 10 gr : 1 buah :
santan tepung beras tepung kanji jagung manis, rebus, iris bulirnya
7 - 13 juli 2014
13
Novi dan putrinya
ini dinilai lebih mudah untuk mendapatkan pembeli di mana ada keramaian. Maka, Novi menyiapkan satu unit mobil pick up dan mendesain box di mobil yang bisa dibuka pada ketiga sisi box mobilnya dan menempatkan gerobak di dalamnya. Setelah semuanya siap, Novi mencari dua karyawan yang membantunya. “Baru seminggu buka, sambutan masyarakat sudah sangat antusias,” kata Novi. Mobil untuk jualan dibuat semeriah mungkin dengan stiker branding warna-warni dengan aneka gambar kentang melingkar. Satu kentang melingkar yang besar dijual Rp 5000 dan yang kecil Rp 2000, tentu tidak mahal bagi umumnya masyarakat terutama anak-anak sebagai konsumen utama. Ada empat rasa yang paling digemari, keju, barbeque, rumput laut, dan balado yang pedas. Ia juga menyedaikan mayonaise, saus tomat, dan saus sambal sesuai selera konsumen. Untuk hari-hari
biasa Senin sampai Sabtu, dari pagi sampai siang, mobil twisty potato berkeliling ke sekolah-sekolah, ikut event-event tertentu dan tempat keramaian lainnya. Saat car free day hari Minggu di lapangan Renon menjadi targetnya. Selain itu, tempat mangkal twisty potato di parkiran Taman Kota Lumintang Denpasar tiap sore hari mulai pukul 15.00 sampai 18.30 Wita. “Sambutan masyarakat bagus, terutama konsumen lebih banyak anak-anak. Hari ketiga buka saat hari Minggu malah sudah laku 60 buah,” kata Novi. Sehari-hari, mobil twisty potato dikelola dua karyawan Novi. Hari Sabtu dan Minggu, saat Novi libur kerja, ia ikut membantu. Kadang ia ikut menggoreng ketika pembeli ramai. Menurut Novi, jika ada yang tertarik untuk melakukan franchise, ia tak segan-segan berbagi ilmu. “Kami akan ajari sampai bisa dan kami faslilitasi,” ucap ibu satu anak ini. Ke depan, Novi ingin mengembangkan snack lainnya seperti curly potato, ubi kuning goreng, dan juga twister dog yaitu perpaduan kentang dan sosis. “Resepnya sedang dipelajari agar dapat menghasilkan snack yang enak dan digemari,” ucap Novi. –Wirati Astiti
Cappuccino Bahan: 4 sdm : kopi instan 4 sdm : gula pasir Sus panas secukupnya Whipping cream secukupnya Kayu manis bubuk secukupnya Cara membuat: - Campur ekstrak kopi dengan gula dan susu panas, tempatkan dalam gelas saji - Semprotkan whipping cream, taburi kayu manis bubuk - Hidangkan.
Cara membuat: - Campurkan ubi halus dengan tepung kanji, aduk lalu sisihkan - Panaskan santan, gula pasir, garam, sambil terus diaduk hingga mendidih, angkat, tuangkan ke dalam campuran ubi, aduk rata - Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi minyak goreng, diamkan hingga dingin - Sajikan di atas piring saji, siap dihidangkan.
Kuliner Sup Jamur Kelapa Muda Kreasi Kelapa Muda Kentang Melingkar K ala Twisty Potato 12
7 - 13 juli 2014
Chef Wayan Perean
elapa muda tak hanya enak untuk diminum airnya, tapi daging kelapa muda yang lembut juga sedap dijadikan bahan makanan. Wayan Perean, Executive Chef CaesarRestaurant & Pastry Bakery mencoba berkreasi dengan kelapa muda. Aneka menu spesial tercipta dari tangan terampilnya. Satu di antara kreasinya, malah memadupadankan kelapa muda dengan singkong. Menurutnya, makan singkong bukan berarti kita anak singkong. Namun, singkong merupakan salah satu alternatif makanan yang mampu mengenyangkan dan juga banyak
mengandung karbohidrat. Perean berbagi dengan pembaca Tokoh dengan menyajikan tiga resep andalan yang sudah diujicobakan, yakni Sup Jamur Kelapa Muda, Pan Fried Sweet Corn and Cassava, dan Tumis Jamur Kelapa Muda. Selamat mencoba.
Bahan: 1 buah: kelapa muda, kerok 2 buah: jamur diiris 60 gr: bawang putih cincang 50 gr: bawang Bombay 50 gr: bawang merah Garam dan merica secukupnya 2 sdm: minyak goreng tandusan
- Tambahkan kaldu ayam, biarkan mendidih. Jika sudah mendidih kecilkan api, masukkan kelapa muda, masak sekitar lima menit. Bumbui dengan garam dan merica. Jika mau lebih enak tambahkan wine. Kemudian sajikan.
Cara membuat: - Panaskan wajan, tumis bawang bombay dan bawang merah, aduk hingga mengeluarkan aroma, tambahkan bawang putih dan jamur, aduk hingga rata.
Konsep sajian makanan dari food truck ala Amerika sedang menjadi tren di ibu kota, begitu juga di Denpasar. Food truck menawarkan suasana santai, sensasi makanan yang berbeda, hingga sajian bercita rasa tinggi. Yuk, kita cicipi salah satu sajian food truck ini. Namanya Twisty Potato.
tkh/net
Tumis Jamur Kelapa Muda Bahan: ½ butir 50 gr 30 gr 1 biji 2 siung
: kelapa muda kerok isinya : jamur champignon diiris : bawang putih dicincang : cabai merah : bawang merah ½ sdt: terasi
2 sdm 2 sdm
: minyak goreng tandusan : santan Cara membuat: - Isi kelapa muda dipotong dadu. - Kemudian cabai merah, bawang merah, dan terasi diulek jadi satu. Jika ingin pedas, tambahkan 3 biji cabai rawit merah bersamaan dengan bumbu
yang dihaluskan tadi. - Panaskan wajan, tuang minyak tunggu sampai panas. Jika sudah panas masukkan kelapa muda dan jamur aduk sebentar, lalu masukan bumbu yang sudah dihaluskan tadi, aduk rata hingga mengeluarkan aroma. - Tambahkan santan, kembali aduk rata, masak kira-kira lima menit - Sajikan dengan nasi putih.
Snack kentang melingkar
Pan Fried Sweet Corn and Cassava Bahan: - 100 gr: singkong parut kasar - 50 gr: jagung manis diiris - ½ butir: kelapa muda diambil isinya memanjang - 50 gr: bawang Bombay, diiris - 2 siung: bawang putih, diiris - 2 siung: bawang merah, diiris - 100 ml: minyak goreng tandusan - Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Campur singkong dan jagung manis. Beri bumbu dan irisan bawang tadi. Tambahkan juga kelapa muda. - Cetak adonan singkong tadi.
- -
-
-
Gunakan sendok sayur yang agak cekung. Panaskan wajan tuang minyak goreng. Goreng singkong yang sudah dicetak tadi dengan api kecil. Bolak-balik agar kematangannya rata. Sambil menunggu singkong matang, siapkan kacang panjang yang sudah direbus dan kelapa muda untuk hiasan Panaskan black pepper sauce yang sudah jadi. Sajikan jagung singkong yang sudah matang tadi di piring saji. Siram dengan black pepper sauce, sajikan dalam keadaan panas.
Guling Udang Guling udang merupakan menu baru di Bale Udang . Cara membuat: - 8 ekor udang galah segar dibersihkan, belah punggungnya, hilangkan kotorannya. Biarkan utuh dengan kepalanya, ditusuk satu-satu dari ekor ke kepala dengan tusuk sate. - Sate udang tadi direndam de ngan bumbu baceman. Biarkan sekitar 5 menit, angkat dan tiriskan, lalu digoreng setengah matang. Setelah itu dipanggang disertai dengan baluran bumbu guling. Setelah matang dan aroma bumbu tercium harum, angkat dan sajikan selagi panas. - Udang guling ini sangat cocok disajikan dengan sambal matah
atau sambal bongkot. - Bumbu untuk merendam atau baceman: - 25 gram kunyit, 50 gram bawang putih, 50 gram bawang merah, 75 gram garam, 75 gram jahe, dan 1 liter air.
Sarwan Bahan: - 500 gr : kepiting rebus - 3 siung : bawang putih, cincang halus - 3 ruas : jari jahe, memarkan - 1 biji : bawang Bombay, iris korek api - 75 gr : kacang polong kaleng - 2 sdm : margarin - 5 sdm : saos pedas - 4 sdm : saos tomat - ½ sdt : lada bubuk - ½ sdm : minyak wijen - 2 sdm : air jeruk lemon
- Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya - 350 ml : air
Cara membuat: - Semua bahan dihaluskan sebelum ditumis. -Wirati Astiti
Mobil kentang
- Masak dengan api sedang hingga matang - Masakan siap dihidangkan.
Cara membuat: - Panaskan margarin, masukkan bawang putih, jahe, tumis hingga harum - Masukkan bawang Bombay, kacang polong, aduk hingga layu - Ta m b a h k a n a i r hingga mendidih lalu masukkan semua bahan menjadi satu dan ukeplah
Bahan: 20 gr 150 gr 200 ml 200 gr ½ sdt Chef Wijana dari Bale Udang
error hampir lebih kurang seminggu untuk mendapatkan rasa, warna dan renyah kentang goreng yang pas,” imbuh karyawati salah satu bank swasta ini. Ia berpikir, rasanya lebih menguntungkan dan praktis kalau berjualan menggunakan mobil keliling. Konsep
Kepiting Saus Pedas Mercon
Talam Ubi Jagung
Cara membuat: - Semua bahan dihaluskan sebelum dicampur air. Bumbu guling : - 100 gram bawang merah, 50 gram bawang putih, 25 gram kemiri, 25 gram kencur, 20 gram jahe, 20 gram sereh, 30 gram lengkuas, 40 gram kunyit, 30 gram cabai rawit merah, 10 gram gula merah, 10 gram terasi, 500 ml minyak goreng.
Makanan ini terinspirasi dari camilan masyarakat Korea Selatan. Jika bertandang ke Myoundong, salah satu tempat nongkrong anak muda di Korea selatan, kita akan melihat banyak gerai kentang melingkar seperti ini. Kentang melingkar ini juga ditemui I Dewa Ayu Novia Saraswasti atau biasa disapa Bu Novi ketika sedang liburan bersama keluarganya ke Kota Malang.
“Waktu itu di Taman Kota di Kota Malang sedang digelar car free day. Saya melihat banyak dagangan makanan dijual dengan berbagai macam kreasi. Salah satunya, kentang melingkar ini. Begitu banyak orang yang mengantri untuk membelinya. Kami pun tertarik untuk mencicipinya,” tutur istri dr. Made Agus Hendrayana,M.Ked ini. Bulan Februari, Novi yang sedang berjalan-jalan bersama keluarganya ke Mal Denpasar Juction, melihat ada pameran franchise, salah satunya tentang kentang melingkar ini. Ia tertarik akan kreasi makanan kentang melingkar ini yang masih jarang di Bali. “Saat memutuskan untuk mencoba, saya membeli alat masak dan gerobak yang siap jualan dengan mengembangkan sendiri kreasi kentangnya dengan memakai merk sendiri,” ujarnya. Untuk belajar membuat kentang melingkar ini lebih banyak lewat internet. Ada website-nya untuk belajar. Saya yang didukung penuh oleh suami mencoba terus belajar di rumah untuk mempraktikkannya. Karena untuk mendapatkan gorengan kentang yang pas, tidak mudah. “Saya terus trial and
: : : : :
ubi, kukus, haluskan tepung kanji santan kental gula pasir garam
Lapisan: 175 ml : 35 gr : 10 gr : 1 buah :
santan tepung beras tepung kanji jagung manis, rebus, iris bulirnya
7 - 13 juli 2014
13
Novi dan putrinya
ini dinilai lebih mudah untuk mendapatkan pembeli di mana ada keramaian. Maka, Novi menyiapkan satu unit mobil pick up dan mendesain box di mobil yang bisa dibuka pada ketiga sisi box mobilnya dan menempatkan gerobak di dalamnya. Setelah semuanya siap, Novi mencari dua karyawan yang membantunya. “Baru seminggu buka, sambutan masyarakat sudah sangat antusias,” kata Novi. Mobil untuk jualan dibuat semeriah mungkin dengan stiker branding warna-warni dengan aneka gambar kentang melingkar. Satu kentang melingkar yang besar dijual Rp 5000 dan yang kecil Rp 2000, tentu tidak mahal bagi umumnya masyarakat terutama anak-anak sebagai konsumen utama. Ada empat rasa yang paling digemari, keju, barbeque, rumput laut, dan balado yang pedas. Ia juga menyedaikan mayonaise, saus tomat, dan saus sambal sesuai selera konsumen. Untuk hari-hari
biasa Senin sampai Sabtu, dari pagi sampai siang, mobil twisty potato berkeliling ke sekolah-sekolah, ikut event-event tertentu dan tempat keramaian lainnya. Saat car free day hari Minggu di lapangan Renon menjadi targetnya. Selain itu, tempat mangkal twisty potato di parkiran Taman Kota Lumintang Denpasar tiap sore hari mulai pukul 15.00 sampai 18.30 Wita. “Sambutan masyarakat bagus, terutama konsumen lebih banyak anak-anak. Hari ketiga buka saat hari Minggu malah sudah laku 60 buah,” kata Novi. Sehari-hari, mobil twisty potato dikelola dua karyawan Novi. Hari Sabtu dan Minggu, saat Novi libur kerja, ia ikut membantu. Kadang ia ikut menggoreng ketika pembeli ramai. Menurut Novi, jika ada yang tertarik untuk melakukan franchise, ia tak segan-segan berbagi ilmu. “Kami akan ajari sampai bisa dan kami faslilitasi,” ucap ibu satu anak ini. Ke depan, Novi ingin mengembangkan snack lainnya seperti curly potato, ubi kuning goreng, dan juga twister dog yaitu perpaduan kentang dan sosis. “Resepnya sedang dipelajari agar dapat menghasilkan snack yang enak dan digemari,” ucap Novi. –Wirati Astiti
Cappuccino Bahan: 4 sdm : kopi instan 4 sdm : gula pasir Sus panas secukupnya Whipping cream secukupnya Kayu manis bubuk secukupnya Cara membuat: - Campur ekstrak kopi dengan gula dan susu panas, tempatkan dalam gelas saji - Semprotkan whipping cream, taburi kayu manis bubuk - Hidangkan.
Cara membuat: - Campurkan ubi halus dengan tepung kanji, aduk lalu sisihkan - Panaskan santan, gula pasir, garam, sambil terus diaduk hingga mendidih, angkat, tuangkan ke dalam campuran ubi, aduk rata - Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi minyak goreng, diamkan hingga dingin - Sajikan di atas piring saji, siap dihidangkan.
Jelita
14
7 - 13 juli 2014
Kiat Jaga Kehalusan Tangan dan Kaki Tentu sangat senang jika memiliki kulit wajah yang segar, lembut, dan sehat. Begitu juga dengan tangan dan kaki, diharapkan memiliki kon disi yang juga terawat. Sebab, kulit tangan dan kaki yang bersih, halus, dan sehat akan menjadikan seseorang lebih percaya diri, juga menunjang penampilan secara keseluruhan.
B
icara tangan dan kaki, untuk hasil terbaik, perlu dirawat dengan tepat dan rutin. Apalagi bagi perempuan yang banyak berada di ruangan ber-AC, sering terpapar panas matahari yang menyengat, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau deterjen. Hal ini, disebut-sebut mudah dan cepat mengakibatkan kondisi tangan tidak sehat, seperti kekeringan dan telapak kaki pecah-pecah. Suci Setiawati, Manajer Spa Bali Tangi yang biasa disapa Tia ini, menyarankan untuk rajin-rajin mengoleskan pelembab. “Ter utama setiap habis mandi jangan lupa melembabkan kulit tangan
menit adalah relaksasi yang murah. Jika digosok perlahan, sisa sel kulit mati pun akan terangkat keluar. Bagi yang aktivitasnyan padat, lakukan 2-3 kali dalam seminggu. “Ini juga bisa dilakukan untuk meringankan pegal-pegal dan mengatasi kulit kaki yang ke ring dan pecah-pecah,” katanya.
Beberapa tips merawat tangan dan kaki: Suci Setiawati
dan kaki dengan body lotion atau body butter. Biarkan meresap secara maksimal sehingga kita akan merasakan perbedaan tekstur serta kehalusannya. Akan lebih baik jika body lotion yang digunakan mengandung banyak moisturizer atau minyak zaitun,” sarannya. Selain itu, katanya jangan sepelekan debu karena selain membuat kotor, juga dapat membuat telapak kaki atau tangan pecah-pecah dan tidak halus atau kasar. Untuk ini, bagi yang biasa mengendarai sepeda motor, upayakan memakai kaus kaki saat berkendara. Begitu juga saat berada di dalam rumah jangan lupa mengenakan sandal. “ Juga
Akan lebih bagus lagi dengan menambahkan minyak esensial, misalnya rose oil atau lavender oil ke dalam air yang digunakan untuk merendam guna melembabkan dan melembutkan kulit kaki ter sebut, setelah itu keringkan kaki dengan handuk lembut dan olesi pelembab secara merata.–Sri Ardhini
ingat memakai sarung tangan saat mengerjakan sesuatu yang memungkinkan membuat kulit tangan tergesek,” ujarnya. Untuk kulit kaki dan tangan yang sangat kering, memanfaatkan minyak zaitun adalah cara paling mudah dan efektif untuk perawatan alami mengatasi kulit kaki dan tangan. Selain itu, madu juga bisa digunakan dengan dioleskan atau bisa juga dipilih yang sudah dibuat praktis menjadi sabun, karena kandungan vitamin dan mineralnya sangat tinggi, sehingga mampu menghaluskan kulit kaki dan kulit siku yang kering. Selanjutnya, dikatakan oleh Tia, merendam kaki dalam air hangat dan garam sekitar 10 - 15
D
i zaman modern ini terutama di perkotaan, ba nyak para ibu yang tak menyusui bayinya. Ber bagai penyebab menjadi alasannya, mulai dari sibuk dengan pekerjaannya sampai ketakutan dengan bentuk payudaranya kelak akibat menyusui. Apa saja manfaat ASI untuk bayi dan manfaat menyusui bagi sang ibu? Berikut penjelasan dr. Made Sumiartini, Sp.A.
l Untuk menjaga kaki segar, mencegah aroma tak sedap, taburkan bedak tabur dengan khasiat deodorizing setiap pagi.
l Ambil foot filler gosokkan ke siku dan batu apung untuk gosokkan ke tumit kaki.
l Jika bagian siku terasa kering, oleskan body butter yaitu lotion yang mengandung olive oil dan jojoba oil sebelum tidur.
l Setidaknya seminggu sekali, gunakan scrub untuk tangan dan kaki.
l Sebelum tidur, rendamlah kaki dalam air hangat dengan campuran cream footh bath yang mengandung lavender. Ren daman ini membuat kaki terasa lembut dan lembab, juga bersih hingga ke pori-pori. Keringkan dengan handuk, lalu oleskan krim khusus kaki yang mengandung vitamin untuk kulit.
11
Apa Ada di ASI?
l Sebisa mungkin hindari bahan-bahan iritan, seperti deterjen atau pembersih lain dari bahan keras untuk mengurangi gangguan kulit kering baik pada tangan maupun kaki.
l Begitu juga untuk kaki pecah-pecah, lakukan segera dan jangan menunda melakukan perawatan secara tepat.
Mitos
7 - 13 juli 2014
Mitos: Berikan ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan Fakta: Benar. ASI (air susu ibu) eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan lain, seperti susu formula, air teh, pisang, papaya, bubur susu, biskuit, nasi tim, dan yang lainnya kepada bayi berumur 0 sampai 6 bulan. Karena, tidak ada yang lebih bagus dari ASI
yang mengandung zat kekebalan tubuh yang tak bisa tergantikan, seperti mulitivitamin, protein, karbohidrat, mikronutrien, dll. Susu formula tebaik dan termahal sekali pun tak bisa mengalahkannya. ASI tak seperti susu formula yang menyesesuaikan kandungan gizi dengan umur bayi. ASI baik untuk bayi usia berapa pun, entah itu bayi prematur, bayi dengan berat badan rendah, bahkan bayi yang sedang diare. Mitos: Susu formula lebih mencegah bayi kurang gizi dibandingkan ASI Fakta: Tidak benar. Kekurang an gizi pada bayi bukan karena tidak minum susu formula, tetapi karena tidak diberikan ASI dan makanan pendamping secara benar. Akibat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping ASI yang salah. Dengan pemberian ASI ekslusif selama enam bulan
dan makanan pendamping yang tepat, bayi tidak saja tumbuh sehat dan cerdas tetapi juga mengalami pertumbuhan emosi dan intelektual yang prima. Selain itu, ASI juga meningkatkan emosi antara bayi dan ibu menjadi lebih erat. Hal itu disebabkan selama proses pemberian ASI terjadi kontak fisik karena bayi berada dalam pelukan ibunya. Mitos: Agar tidak kelaparan, bayi berusia enam bulan boleh diberikan pisang. Fakta: Salah. Karena, sistem pencernaan dan lapisan penyerap nya belum sempurna dan belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan selain ASI. ASI mudah dicerna karena mengandung enzim-enzim. Selain ASI, makanan lain yang diberikan pada bayi akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhir nya bayi jadi muntah. Di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan bayi pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapan pun ia menginginkannya. Pisang boleh diberikan kepada bayi di
dr. Made Sumiartini, Sp.A.
atas enam bulan karena pada usia tersebut fungsi penyerapan dan pencernaannya sudah siap. Dengan hanya minum ASI selama enam bulan, tidak memberatkan fungsi ginjal bayi. Sistem ekskresi bayi baru lahir sampai dengan usia enam bulan belum sempurna, sehingga bila diberi makanan dengan osmolaritas yang tinggi (seperti susu formula atau buah-buahan) akan memberatkan fungsi ginjal. Yang paling penting diketahui dan tak perlu dikhawatirkan adalah komposisi dan volume ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai dengan enam bulan. Bahkan, beberapa hasil penelitian menunjukkan pemberian ASI menghindarkan anak dari penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru, dan radang otak. Juga, tidak akan mengalami sembelit dan jarang terkena aler gi, memperindah kulit dan gigi serta bentuk rahang. Studi juga mengindikasikan anak yang mendapatkan ASI memiliki risiko lebih rendah terkena obesitas, diabetes, dan kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI
mendukung sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan yang terdapat pada kolostrum (cairan kuning kental pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh). ASI menyempurnakan pertumbuhan bayi sehingga menjadikan bayi sehat dan cerdas. Bayi yang terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual quetient (SQ) yang baik. Menyusui secara eksklusif selama enam bulan juga berdampak pada penundaan haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Pemberian makanan atau minuman selain ASI sebelum enam bulan secara tidak langsung akan mengurangi produksi ASI dikarenakan frekuensi bayi untuk menyusu berkurang karena sudah kenyang. Selain untuk bayi, manfaatnya juga besar bagi ibu menyusui. Karena, isapan bayi pada payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Hal ini disebabkan karena pada saat bayi lahir dan segera disusukan ke ibunya, rangsangan hisapan bayi pada payudara akan diteruskan ke hipofisis pars posterior yang akan mengeluarkan hormon progesteron. Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan ovarium. Cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa ada korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker, baik itu kanker payudara ataupun kanker ovarium. Dengan menyusui menjadikan hubungan ibu dan bayi makin dekat. –Inten Indrawati
Takut Suami Suka “yang Muda”
“Dok, saya belum lama menikah dan sudah mempunyai satu orang anak. Kehidupan rumah tangga saya rukunrukun saja. Tetapi belakangan ini suami sering meminta hal yang aneh saat ingin berhubungan seksual, misalnya belakangan ini meminta saya untuk memakai rok sekolahan dulu pada saat bercinta. Saya bertanya-tanya kenapa dia terobsesi supaya saat berpenampil an seperti itu. Ketika saya tanya, dia hanya jawab cuma iseng saja. Apakah ini bisa berarti dia sudah mulai bosan atau ada kecenderungan dia untuk selalu terobsesi dengan cewek yang ‘fresh’ atau muda-muda begitu dok? Saya takut dok, karena bagaimanapun fisik saya pasti berubah saat hamil dan melahirkan. Lalu bagaimana cara saya untuk mengatasi hal ini? (Ratih, Denpasar) Pertanyaan yang bisa jadi dirasakan sama oleh banyak orang lain juga. Tentang sebuah kebosanan. Bagian yang mengejutkan adalah karena ada
k e i n g i n a n u n t u k mengubah pasangan dengan gaya pakaian tertentu yang dianggap aneh. Jika aktivitas seksual yang dilakukan selama ini sudah mulai terasa hambar dan tanpa rasa, akhirnya kebosanan melanda. Bolehboleh dan sah saja berpikir untuk “mengganti pasangan Anda”. Tapi, sebaiknya jangan terjebak. Tentu saja seharusnya bukannya pasangan kita diganti dengan pasangan yang baru. Sama sekali bukan. Yang dimaksud adalah mengubah pasangan kita untuk kembali lebih bergairah, menjadi lebih menarik, menjadi lebih segar, menjadi lebih bersemangat, atau dengan variasi lainnya sebagai sebuah fantasi yang menyegarkan, sehingga romantisme seksual yang selama ini meredup, akan dapat menyala kembali dengan penuh luapan gairah, seperti di awal pertemuan, atau malah bisa lebih dari itu. Asal memang sebelumnya disepakati dulu bersama. Kebosanan dalam seks memang sering terjadi. Tidak lagi menyenangkan seperti saat masih pengantin baru atau di awal aktivitas seksual dilakukan, dan hanya terkesan rutinitas yang itu-itu saja. Sesungguhnya masih banyak cara yang bisa dilakukan pasangan untuk tetap membuat suasana tetap hangat membara. Dengan mengubah semua
yang membuat bosan pada pasangan, termasuk juga pada diri Anda. Sebelum melakukan perubahan, perlu dicari tahu dulu, apa yang menyebabkan terjadi penurunan romantisme dan gairah bersama. Beberapa masalah berikut sering kali menjadi penyebabnya: 1) Kurang Romantis. Jika Anda berdua selama ini bersikap biasa-biasa saja, tidak mengherankan kalau hubungan berubah menjadi dingin. Ibarat kopi panas yang walaupun nikmat tetapi jika didiamkan lama juga akan jadi dingin dan tidak lagi nikmat. Kejenuhan pekerjaan yang seakan tak ada habisnya serta segala kesibukan dari hari ke hari memang membuat kita kerap lupa memberikan perhatian pada pasangan kita. Bahkan sering melupakan betapa berartinya pasangan kita, dan melupakan melewatkan waktu bersamanya. 2) Foreplay Tidak Pernah Maksimal. Seks merupakan hal yang menggairahkan, terasa menyenangkan dan bisa dilakukan berulang-ulang kali. Bisa jadi itu dulu, dan tidak lagi dirasakan saat ini. Saat ini malah bisa dirasakan seks yang membosankan dan hanya berlangsung beberapa menit saja. Penyebab paling sering adalah kurangnya foreplay. Banyak pasangan yang tidak tahu atau malah melewatkan sesi ini dengan menganggapnya tidak penting. Tentu saja itu keliru. 3)Tidak Pernah Mencoba Hal-hal Baru. Setiap sesi hubungan seksual juga memiliki arti memberi kesempatan untuk saling
berbagi kesenangan pada pasangan. Berhubungan seksual dengan gaya yang sama dari waktu ke waktu tentunya akan menjadi sesuatu yang membosankan. Luapkan fantasi Anda, mainkan peranperan yang berbeda, kenakan busana yang menggoda. Bisa juga bermain-main dengan pencahayaan, bermain peran tertentu yang bisa membangkitkan gairah semisal menjadi perawat seksi, dokter seksi dan apa pun yang ingin Anda lakukan di ranjang. Pasti akan menjadi seru. Lalu, bagaimana solusinya? Tidak masalah kalau memang pasangan Anda ingin melakukan variasi agar menjadikan Anda serasa orang baru kembali. Kembali segar dan menggairahkan, karena ini baik buat Anda dan baik juga buat dia. Tapi, tentu saja harus ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai langkahlangkah membuatnya jadi berhasil. Bicarakan berdua Tentu saja jangan meminta pasangan dengan tiba-tiba dan memaksa. Semua perlu dibicarakan dulu, berdua. Sampai benar-benar disetujui bersama. Tentu saja pilih waktu yang luang dan lebih menyenangkan buat membicarakannya. Sampaikan semua keinginan dengan lepas, sampai mendapat kesepakatan bersama. Diskusikan cara mengatasi kebosanan Jika ingin memperbaiki kehidupan seks Anda, maka ini adalah sebuah keharusan. Tidak ada kan yang ingin ke-
hidupan seksnya membosankan terus? So, pastikan Anda sudah memberanikan membahas semua penyebab kebosanan dengan pasangan. Beranikan diri untuk meminta pasangan untuk lebih romantis. Beranikan diri untuk meminta pasangan untuk lebih berani dan lebih lama untuk melakukan eksplorasi foreplay. Beranikan diri untuk meminta pasangan buat melakukan hal-hal yang baru di ranjang. Lakukan perubahan yang disetujui bersama Mencoba memunculkan suasana baru, pakaian yang lebih segar dan menggoda, tampilan yang lebih seksi dan segar, bisa saja dengan merapikan rambut misalnya, buat semuanya menjadi berubah lebih menarik lagi. Lakukan klimaks perubahan pada hari-hari spesial, dan saat itu sudah dilakukan, Anda sudah berhasil melakukan “mengganti pasangan Anda” menjadi lebih segar, tentu saja dengan disepakati bersama dan disesuaikan dengan kondisi. Buat kejutan lagi Jangan berhenti sampai di sana. Lakukan kejutan-kejutan lagi. Bisa dengan memberikan hadiah paska-berhubungan seksual seperti makanan kesukaan, coklat lezat yang memikat, tontonan video romantis di kamar tidur, atau malah ajak lagi untuk melakukan hubungan seksual yang masih membara di babak selanjutnya. Jadikanlah sesi “dessert” menjadi sangat berkesan dan tak terlupakan.
10
Bugar
7 - 13 juli 2014
Perawatan Biang Keringat pada Bayi dan Balita
Biang keringat sering disebut keringat buntet atau dalam istilah kedokteran disebut miliaria. Ini merupakan ke lainan kulit yang timbul akibat keringat berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat di dahi, leher, bagianbagian badan yang tertutup pakaian (dada dan punggung) serta tempat yang mengalami tekanan atau gesekan pakai an dan dapat juga di kepala.
B
iang keringat sering ditemu kan pada bayi dan balita maupun pada orang dewasa yang tinggal di daerah tro pis. Biang keringat sebenarnya kelainan kulit yang ringan. Tetapi, karena sering kali terdapat kekeliruan pada perawatan kulitnya, penyakit ini dapat berlanjut menjadi bisul akibat infeksi bakteri atau dapat disertai infeksi jamur. Karena itu perlu perawatan khusus dan pengobatan yang tepat agar kulitnya tetap bersih dan sehat. Faktor penyebab timbulnya biang keringat: - Udara panas dan lembab dengan ven tilasi udara yang kurang baik. - Pakaian yang terlalu tebal dan ketat. - Aktivitas yang terlalu berlebihan. - Setelah menderita sakit panas. Keluhan dan bentuk kelainan kulitnya: Berdasarkan kelainan kulitnya terda pat 3 bentuk biang keringat, yaitu:
Miliaria kristalina Kelainan kulitnya berupa gelem bung kecil berukuran 1-2 mm, berisi cairan jernih seperti tetesan air tanpa disertai kemerahan pada kulit. Lokas inya dapat ditemukan di dahi, leher,
kulit, terutama ditemukan pada ba dan, lengan dan tungkai. Kelainan ini tidak gatal dan jarang memberikan keluhan. -
-
dada dan punggung. Bentuk ini umum nya tidak memberikan keluhan dan cepat sembuh dengan meninggalkan sisik halus. -
-
Miliaria rubra Kelainan kulitnya berupa banyak gelembung merah kecil berukuran 1-2 mm, dapat tersebar maupun berke lompok di daerah gesekan dan tertu tup pakaian. Bentuk ini memberikan keluhan sangat gatal dan pedih bila berkeringat.
Miliaria profunda Kelainan kulitnya berupa bintik putih, keras, berukuran 1-3 mm dan tidak disertai kemerahan pada
Cara pencegahannya : Bayi atau anak tetap dianjurkan mandi secara teratur paling sedikit dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun Bila berkeringat sesering mungkin dibasuh menggunakan handuk (lap basah) lalu dikeringkan dengan kain yang lembut, setelah itu dapat diberi kan bedak tabur atau bedak kocok yang berfungsi untuk mendinginkan dan mengurangi rasa gatal serta gesekan pada kulit yang kering. Jangan memberikan bedak tanpa membasuh keringat terlebih dahulu karena hal ini akan memperparah penyumbatan sehingga mempermu dah terjadinya infeksi bakteri atau jamur. Hindari penggunaan pakaian yang tebal maupun pakaian yang berbahan nilon atau wol yang tidak menyerap keringat.
Cara pengobatannya : - Sebenarnya pengobatan khusus tidak diperlukan, cukup dengan pencegah an dan perawatan kulit yang benar. - Bila biang keringat berupa gelembung kecil yang tidak disertai dengan ke merahan, kering dan tanpa keluhan, dapat diberikan bedak tabur atau bedak kocok segera setelah mandi. - Bila keluhan kulit basah, tidak boleh ditaburkan bedak karena akan terben tuk gumpalan yang memperparah sum batan kelenjar dan gumpalan tersebut juga akan menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan kuman. - Bila keluhan sangat gatal, pedih, terdapat luka atau lecet dan timbul bisul akibat infeksi, penderita sebaik nya dibawa ke dokter. Dokter akan memberikan obat minum serta krim atau salep bila diperlukan. - Bila timbul bisul, jangan dipijat ka rena kuman dapat menyebar ke kulit sekitarnya sehingga kelainan makin luas.
Urban Kebaya Elegan Setiap potong busana yang menawan, tentu me rupakan hasil kedalaman interpretasi dari seorang perancang. Seperti deretan kebaya karya Ferry Daud kali ini.
I
nsprirasinya diangkat dari keindahan keanekaragam an budaya Nusantara. Gaya modifikasi yang digarapnya pun kaya dengan detil, namun tetap terlihat anggun. Karena ingin mempersembahkan koleksinya untuk kalangan remaja dan ibu-ibu muda, maka pilihan
dr. Tinna Aswirani, Sp.KK
Hubungan biang keringat dengan jenis makanan tertentu: Untuk kelainan ini penderita sama sekali tidak dianjurkan pantang terhadap jenis makanan tertentu karena tidak ada hubungan dengan penyebab terjadinya biang keringat tersebut. Namun, sebaik nya tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang masih panas. Kesimpulan : Untuk mencegah biang keringat pada bayi dan balita, sebaiknya orangtua mengetahui berbagai faktor pencetus, cara pencegahan dan cara perawatan kulitnya selain faktor higiene perorangan maupun lingkungan anak. dr. Tinna Aswirani, Sp.KK Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS: 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C
Style
7 - 13 juli 2014
warnanyapun lebih beragam. Selain itu ia juga condong mengetengahkan perpaduan kebaya tradisional dengan gaya hidup modern. Urban kebaya milik Ferry Daud ini sangat bisa dipadankan dengan beragam item fashion selain kain panjang. Maka, kebaya inovasi ini cocok dikenakan di acara-acara pesta dan formal.
Begitulah Ferry Daud, apapun yang menjadi inspirasinya, ia selalu hadir dan konsisten dengan ciri khas rancangannya yang simpel, elegan, dan mewah. Tips: Yang perlu diingat dan diperhati kan agar tetap tampil cantik saat berkebaya adalah bentuk tubuh. Jangan memaksakan kebaya yang tidak pantas dikenakan hanya karena modelnya sedang tren. Kalau ke acara pesta yang ter golong santai pilih potongan kebaya yang lebih sederhana. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
7 - 13 juli 2014
T
IKIP PGRI Bali Buka Pendaftaran Gelombang II
Bebas Uang Gedung dan SPP Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) IKIP PGRI Bali Tahun Ajaran 2014/2015 Gelombang I sudah berlangsung Senin (30/6) berupa tes tulis dan wawancara, dan Selasa (1/7) khusus bagi calon mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FPOK), berupa tes kebugaran. Dari 514 peserta seleksi yang dinyatakan lulus sebanyak 472 orang. “Ada 42 peserta yang tidak lulus,” tegas Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Balu (Penmaru) Drs. Pade Wayan Bawa, M.Si.
C
alon mahasiswa baru yang berasal dari seluruh wilayah Bali, NTB, NTT, dan Jawa Timur tersebut tersebar di lima fakultas yang ada di IKIP PGRI Bali. Mereka yang diterima di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Jurusan Bimbingan Konseling (BK) sebanyak 44 orang; Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), jurusan Bahasa Indonesia 47 orang, Bahasa Daerah (Bali) 7, Seni rupa 7, Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) 33; Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial (FPIPS), Jurusan Sejarah 18, Ekonomi 47; Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan(FPOK) Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 128 orang; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Jurus
Bila berkesempatan mengunjungi Sulawesi Utara, sempatkanlah ke Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Di sana ada beragam objek wisata yang bisa dijumpai. Salah satunya Batu Nona.
K
ema adalah kota kecamatan di Minahasa Utara yang sangat terkenal sebagai penghasil ikan. Kema merupakan tulang punggung penghasil ikan untuk provinsi Sulawesi Utara. Status sebagai daerah penghasil ikan, makin menunjang posisi Batu Nona sebagai kawasan wisata yang belakangan mulai dilirik banyak wisatawan, baik asing maupun domestik. Di sini, pengunjung akan dimanjakan dengan kuliner ikan laut yang sangat lezat dengan harga terjangkau. Aneka jenis ikan laut yang sangat segar, siap dihidangkan dalam berbagai olahan khas Sulawesi Utara. Dibakar dengan sambal dabu-dabu, diolah woku, semua menjanjikan cita-rasa yang sensasional. Kawasan wisata bahari Batu Nona memiliki nilai khusus bagi masyarakat setempat. Keberadaan batu yang menyerupai sosok nona (perempuan) di tengah laut, disertai legenda yang menyertainya, membuat Batu Nona makin menarik. Salah satu versi, dan versi ini yang paling banyak dituturkan masyarakat
an Matematika 94, dan Jurusan Biologi 47. IKIP PGRI Bali akan menerima 1.000 mahasiswa baru sesuai dengan daya tampung dan jumlah keluaran tahun ini. Pendaftaran Gelombang II dibuka mulai 30 Juni s.d. 2 Agustus 2014. Testing akan dilaksanakan 4 Agustus 2014 di Kampus IKIP PGRI Jln. Seroja, Tonja Denpasar. Tlp. (0361) 431434. Pande Wayan Bawa yang juga PR I ini mengimbuhkan, bahwa sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh mahasiswa baru tidak dikenakan uang gedung. Sementara, khusus untuk Jurusan Sejarah, Bahasa Bali, Seni Rupa, dan Sendratasik, baik yang memilih kelas pagi maupun sore dibebaskan uang SPP alias gratis. “Meski gratis, mutu dan kualitas proses belajar mengajar tetap kami jaga. Kami ingin tetap menjaga dan mengemban amanat almarhum Prof. Mantra untuk tetap menjaga dan
Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, dan Pande Wayan Bawa meninjau Pelaksanaan SPMB di IKIP PGRI Bali
melestarikan bahasa Bali dan seni tradisi Bali,” imbuhnya. Menurunnya minat calon mahasiswa memilih Jurusan Bahasa Bali ini ditanggapi Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. sebagai imbas penghapusan Mata Pelajaran Bahasa Bali dari Kurikulum 2013. “Padahal, sudah ada Pergub Bali No. 20 tahun 2013 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pasal-pasal di Pergub ini sudah jelas disebutkan bahwa Bahasa Daerah Bali diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri pada muatan lokal,” ujarnya. Namun, menurut Rektor Suarta yang diiyakan Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd, sepertinya Pergub yang mem-
perkuat posisi guru itu semestinya diikuti dengan tindakan nyata keberpihakan pada nasib guru Bahasa Bali di daerah. “Kami berharap pemerintah lebih banyak lagi mengangkat guru Bahasa Bali di sekolah-sekolah,” ujar Arthanegara. Meski demikian, IKIP PGRI Bali tetap menjaga komitmennya untuk melestarikan dan menjaga bahasa Ibu ini dengan menggratiskan SPP. Selain itu, kualitas dosen juga terus ditingkatkan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sekarang ini IKIP PGRI Bali telah memiliki dosen bertitel doktor sebanyak 11 orang, dan kandidat doktor delapan orang. IKIP PGRI Bali pun kini tengah menggenjot pembukaan S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia yang sudah sampai pada tahap kelima, dan pembukaan
S-1 PGSD. Hal ini pun tentunya diimbangi dengan pembangunan saranaprasana terus menerus untuk mencapai proses belajar mengajar yang maksimal. Arthanegara mengatakan dalam empat tahun ke depan ini pembangunan secara fisik akan difokuskan pada sentralisasi kampus di Jalan Seroja Denpasar. Karena sekarang ini, proses perkuliahan masih terpisah menjadi dua yakni di kampus pusat dan di kampus II di Jalan Akasia, yang dikarenakan membludaknya minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan di IKIP PGRI Bali. “Lahan seluas 26 are di kampus pusat ini sudah menjadi milik kampus dan kami akan membangun 30 gedung lagi serta menatanya dalam empat tahun ke depan ini agar semua PBM terpusat di sini,” ujarnya. –ten
“Dewi Laut” Penjaga Kema
Bukit menuju Batu Nona
Kema, Minahasa Utara adalah mitos tentang seorang putri yang menolak ketika hendak dipersunting seorang raja bernama Mansio. Merasa malu karena pinangannya ditolak, sang putri pun dikutuk menjadi batu. Versi lain mengisahkan cerita yang lain pula. Batu Nona tak lain adalah sebuah batu sakral di pinggir laut, tepatnya Teluk Kema. Kebetulan saja, batu itu –karena tempaan ombak—membentuk sosok perempuan (nona). Di batu itu pula, dipercaya sebagian masyarakat tempat berdiam Dewi Laut yang sangat cantik. Mungkin seperti mitos Nyi Roro Kidul di masyarakat pesisir Pulau Jawa. Dewi Laut itu pula yang menjaga kawasan Kema dan Minahasa Utara pada umumnya, dari ancaman pe perangan. Siapa pun, yang memulai peperangan dari Teluk Kema yang tak jauh dari Batu Nona, maka dia akan binasa. Masyarakat mempercayai, pada zaman dahulu, sejumlah kapal Portugis dan Spanyol tenggelam di
Kema. Hilang begitu saja, dan tidak pernah dijumpai bangkainya hingga hari ini. Boleh percaya, boleh tidak, wilayah Kema memang termasuk wilayah yang di kemudian hari terkenal aman-tenteram dan damai. Bahkan ketika perang revolusi maupun jauh sebelumnya, tidak pernah berkobar peperangan dahsyat di daerah ini. Konon, itu semua karena pengaruh magis Batu Nona, tempat bersemayam Dewi Laut. Sebelum ada pembangunan resort dan sejumlah pekerjaan terkait proyek perikanan, masyarakat bisa menyisir bukit yang menjorok ke laut. Dari sana, kita bisa melihat wujud batu nona di tengah laut. Akan tetapi, jika Anda berkunjung sekarang, sudah tidak bisa lagi menyaksikan batu nona dengan berjalan kaki, melainkan harus menyewa speed boat atau kendaraan air lain. Tak jauh dari lokasi batu nona, kini bercokol sebuah resort yang
menggunakan nama Batu Nona. Manajemen pengelolanya pun membangun patung seorang perempuan atau nona yang sangat tinggi dan besar sebagai ikon resort. Resort itu bernama Batu Nona Resort & Watersport. Di lokasi ini, para wisatawan bisa memanjakan diri dengan aneka permainan air seperti banana boat, doughnut, jet-ski, boat, dan kolam renang. Resort ini hampir bisa dibilang, menyatu dengan masyarakat nelayan yang ada di sekelilingnya. Tak heran, di luar pagar resort, tampak deret an kapal nelayan. Ada yang sedang sandar, ada pula yang sedang dalam perbaikan. Dari titik ini, di kejauhan tampak Gunung Klabat menjulang dengan anggunnya. PANTAI FIRDAUS Lokasi Batu Nona hanya berjarak 35 km dari bandara Sam Ratulangi, Manado. Tak heran jika tidak sedikit turis yang langsung menuju Batu
Nona dari Bandara, tanpa harus masuk kota Manado terlebih dahulu. Bahkan dari pusat ibukota kabupaten Airmadidi, bisa menjangkau Batu Nona hanya dengan menempuh perjalanan 30 menit. Dari kota Manado, diperlukan waktu tempuh sekitar 2 jam, untuk jarak 65 km. Meski begitu, perjalanan Manado ke Kema (Batu Nona), dijamin tidak akan membosankan. Jalanan menuju Bitung, kemudian Kema, cukup mulus. Sebelum sampai ke Batu Nona, ada papan petunjuk Pantai Firdaus. Mampirlah. Dinamakan Pantai Firdaus, atau Pantai Surga, karena keindahan pantainya. Sekilas, pantai Firdaus memang sangat indah, tetapi menyandingkan dengan keindahan surga, rasanya memang cukup berlebihan. Akan tetapi, ketika ditanyakan ke masyarakat sekitar, mereka mengatakan, keindahan Pantai Firdaus memang unik. Keindahan pantainya akan sempurna ketika berpadunya ketepatan cuaca dan waktu. Jika keduanya pas, pantai Firdaus, kata mereka, adalah pantai paling indah di atas bumi. Selanjutnya, perjalanan menuju Batu Nona di tenggara pantai Manado, tak jauh lagi. Segera setelah melewati gerbang Kawasan Wisata Batu Nona, kita akan menyaksikan pembudidayaan ikan di kiri-kanan jalan, sepanjang sapuan mata memandang. Di kiri jalan, berjejer warung-warung kecil yang menyediakan aneka penga nan dan minuman ringan. —Diana Runtu
Dara
7 - 13 juli 2014
iap band memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya disukai para fans. Ada yang memiliki jenis musik yang unik, karakter personil yang unik, dan lainlain. Band yang satu ini mencoba menjadi berbeda dari yang lain: menggunakan alat musik yang unik. Alat musik sudah menjadi sarana utama dalam bermusik. Namun, bagaimana jika alat musik tersebut diganti dengan menggunakan gadget? i_Primers adalah band yang menggunakan alat yang unik dalam bermusik yaitu gadget. Band ini bermarkas di kampus STMIK Primakara. Gadget yang digunakan iPad. Band ini terdiri dari lima orang mahasiswa STMIK Primakara. Mereka adalah Yandy (vokalis dan guitar rhythm), Agus (bassist), Nyinyik (vokalis dan guitar rhythm), Cherizta (guitar melody), dan Krisna (drummer). Tiap personil memiliki iPad dan memiliki aplikasi alat musik pada iPadnya sesuai dengan posisi mereka di band. Indra adalah pendiri dan orang yang memberi support hingga terbentuknya band ini. “Sebenarnya saat saya kuliah dulu ingin sering bermusik tapi tidak pernah dapat jatah studio karena sesuatu hal,”
9
i_Primers
Cukup Bawa iPad dan Speaker ucap Indra. Berawal dari keinginan Indra yang ingin memiliki band digital, ia lalu menemukan beberapa adik kelasnya yang memiliki hobi yang selaras pula dengannya yang suka IT dan main musik. “Awalnya kami isengiseng coba pakai gadget Android ternyata kualitas musiknya kurang maksimal, lalu kami coba pakai komputer tapi ternyata kurang efektif saat memainkannya, lalu akhirnya kami coba pakai iPad dan saat kita iseng main, kebetulan saat itu didengar oleh Ketua Yayasan STMIK Primakara. Saat itu Ketua Yayasan langsung berkata, kenapa tidak coba buat band tapi dengan menggunakan gadget? Lalu terbentuklah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) musik dan akhirnya terbentuklah i_Primers,” cerita Indra. Penggunaan nama i_Primers tentunya tidak secara asal namun memiliki cerita tersendiri. “Huruf ‘i’ itu diambil dari ciri khas nama gadget yang kami pakai yaitu iPad, sedangkan nama Primers adalah sebutan untuk mahasiswa S T M I K Primakara ini,” ucap Indra. Teknik memainkan alat musik dengan gadget mirip dengan menggunakan alat musik aslinya namun tentu ada perbedaannya. Misalkan seperti gitar, menurut Indra bermain gitar dalam gadget lebih sulit daripada bermain gitar yang nyata. Karena senar gitarnya nyata jadi tidak bisa ditekan seperti aslinya jadi kadang terasa janggal
bagi yang biasa memainkan gitar. Teknik memainkan alat musik menggunakan gadget selain memerlukan skill juga memerlukan feeling. Bila feeling-nya sudah didapat maka tentu akan dapat bermain dengan baik. Saat berlatih, selain menggunakan iPad tiap personil juga menggunakan speaker karena jika menggunakan speaker iPad saja hasilnya kurang maksimal. Jadi tiap iPad memiliki pasangan speakernya masing-masing. Mengenai genre yang dimainkan, band ini tidak mengkhususkan diri pada genre yang spesifik. “Asalkan musiknya enak didengar, genre tidak masalah, kecuali dangdut,” ujar Indra sambil tertawa. Saat ini, i_Primers masih dalam proses pembuatan lagu. Indra mengaku i_Primers sudah
pernah menggarap lagu untuk kampus STMIK Primakara yang berjudul “Luar Biasa”. Indra juga mengatakan bahwa i_Primers sudah sering manggung di berbagai event. Salah satunya yang paling bergengsi yaitu saat acara Detik (Denpasar Teknologi Informasi) Festival di lapangan Lumintang, Denpasar. Disana i_Primers mendapat sambutan Kadis Kominfo dan berkat penampilannya yang impresif, band ini kembali diundang untuk mengisi di acara yang serupa tahun depan. Meskipun baru berjalan selama empat bulan, namun band ini sudah membuat berbagai terobosan. “Sekarang ini kami sedang mengembangkan aplikasi musik yang baru dan unik, yaitu aplikasi alat musik gamelan yang kompatibel dengan gadget buatan Apple ini. Dijadwalkan selesai sebentar lagi,” ujar Indra. Tiap hal dapat dilihat sisi positif dan negatifnya. Begitu pula dengan band ini. Ngeband dengan sarana gadget tentu memiliki kelebihan maupun kekurangan tersendiri. Seperti yang diungkapkan Indra, kelebihan ngeband de ngan menggunakan gadget simpel karena tidak perlu membawa alat musik yang besar atau berat, cukup membawa iPad dan speaker kemana-mana. Kekurangannya yaitu sulit untuk berimprovisasi, “Contohnya saat bermain drum, drum yang nyata kan keras kecilnya suara bisa diatur melalui pukulan kita, nah jika drum pada gadget jika ditekan sedikit maupun keras maka bunyinya tetap sama
kerasnya,” ujar Indra. Kekurangan lain yaitu kadang kurang dapat berinteraksi dengan penonton. Ini dikarenakan personil masih harus melihat iPad saat bermusik. Selain sebagai personil band, anggota i_Primers juga masih berstatus sebagai mahasiswa yang terikat oleh tugas. Jadi mereka berlatih saat jam pulang kampus. “Mengumpulkan kami juga tidak susah karena satu geng jadi biasanya selalu bareng,” ungkap Yandy. Ketika ditanya pengalaman paling mengesankan, personil i_Primers kompak menjawabnya dengan sama yaitu saat tampil menyanyikan lagu dari band rock XXX yang disaksikan langsung dengan sang pemilik lagu. Pengalaman yang tidak mengenakkan bagi mereka misalnya ssat manggung, gadget mereka tiba-tiba error dan mati. Indra menyatakan harapannya pada dunia musik yang menggunakan gadget. “Bermusik de ngan gadget seperti ini, ia dapat mengubah mindset masyarakat tentang penggunaan gadget. Selama ini masyarakat berpendapat bahwa penggunaan gadget hanya untuk hal negatif. Dengan melakukan kegiatan seperti ini kami berharap bisa menjadi inspirasi untuk masyarakat untuk menggunakan gadget ke arah positif. Bisa juga menjadi edukasi bagi anak-anak agar tidak menggunakan gadget untuk bermain games saja namun juga untuk kegiatan positif seperti bermusik yang kami lakukan ini,” tegasnya. -Ari
Bunda & Ananda
8
7 - 13 juli 2014
Mengajarkan Puasa pada Anak Menjelang adzan Magrib berkumandang, orang tua dan anak-anak berkumpul untuk melaksanakan buka puasa. Begitu pula keluarga Maya (42), menyambut momen buka puasa ini bersama dua anaknya Karishma Maharani (10) dan Rafka Kumara Aradea (8). Kedua anak ini menanti kumandang adzan magrib dengan duduk di depan menu buka puasa yang tersaji mengundang selera. Tak lama kemudian adzan pun berkumandang, kedua anak ini segera minum air putih untuk berbuka puasa.
Griya
7 - 13 juli 2014
Gemericik Air dalam Rumah Patung Catur Muka yang berada di pusat Kota Denpasar, kini menjadi objek wisata baru yang banyak dikunjungi masyarakat, khususnya saat malam hari. Kenapa? Ini tak terlepas dari keindahan atraksi air mancur pada kolam yang mengelilingi patung tersebut. Pada malam hari, atraksi air mancur ini dilengkapi pula dengan penyinaran berwarna-warni, sehingga menambah keindahannya.
Keluarga Maya saat berbuka puasa. Anak-anaknya telah belajar berpuasa sejak usia dini
TGH. Hasanain
D
i rumah lain, Ana (34) juga tengah berbuka puasa dengan keluarganya termasuk anaknya Aura Luna Azkiya (6). Si kecil Aura tampak antusias ikut berbuka puasa padahal ia sudah tiga kali berbuka. Maklum Aura baru pada tahap belajar puasa. Keluarga Maya dan Ana yang bekerja sebagai guru dan PNS ini memang mengenalkan dan membiasakan anak-anak mereka puasa sejak usia dini. Karishma yang kini duduk di kelas 5 sekolah dasar sudah berpuasa penuh sejak tahun lalu meski belum penuh sebulan dan Rafka kali ini telah berpuasa penuh. Sedangkan Aura tahun ini sedang belajar puasa. Ketiga anak ini belajar berpuasa secara bertahap. Maya dan Ana mengajarkan anakanak mereka berpuasa mulai dari membangunkan mereka untuk ikut makan sahur sejak mereka berusia 3-5 lima tahun. Sampai mengajarkan mereka berpuasa mulai dari puasa setengah hari hingga akhirnya Karishma dan Rafka mampu berpuasa satu hari penuh. “Puasa kali ini Aura masih berpuasa “buka tutup”, pagi tidak makan hingga sekitar jam 10 ia baru makan. Setelah itu ia kembali berpuasa dan makan saat ia sudah benar-benar tidak tahan. Begitu seterusnya,” kata Ana. Ini juga dilakukan Karishma dan Rafka ketika masih belajar
puasa. “Syukurlah puasa kali ini kelas 4 sekolah dasar. Karena yang mereka berpuasa lancar full seMenurut Wahidah, membia- menilai puasa harian, hingga hari ini,” ungkap sakan dan mengajarkan anak ber- itu Allah,” kata Maya. Sama halnya dengan Maya puasa sejak dini memang harus TGH. Hasanain dan Ana, Wahidah (39), juga dilakukan oleh orang tua muslim Juwaini, pendimemperkenalkan dan mengajar- karena kewajiban berpuasa itu ri dan pimpikan kelima anaknya, Abdurabil adalah kewajiban individu yang n a n Po n d o k Alamin (12), Aruhaniatul Alya tidak bisa berwakil di saat masuk Pesantren Nu(11), Zakiatun Nufus (9), Zir- usia aqil baliq. Dan kewajiban rul Haramain watul Muhlisa (7) dan Rifda Sahi- berpuasa pada saatnya akan bisa di Kecamatan ra (5) untuk berpuasa sejak dini. dilakukan dengan baik ketika Narmada, KaBerbeda dengan Maya dan Ana, sebelumnya sudah dibiasakan. bupaten LomWahidah sedikit lebih “repot” Inilah yang terjadi delapan anak bok Barat. dan membutuhkan kerja ekstra tersebut empat di antara mereka Kesadaran dalam mengajarkan anak-anaknya telah mampu berpuasa penuh berpuasa itu untuk berpuasa mengingat atas bimbingan dan teladan harus datang usia mereka bisa dikadari orang tua mereka. dari diri sendtakan sepantaran. Ibaratnya mereka iri, karena itu Namun tidak ada telah siap berpua- m e l a t i h d a n yang sulit bagi sa bahkan sebe- m e b i a s a k a n Direktur Sekolum waktunya anak berpuasa lah Dasar Iswajib berpua- sejak dini itu lam Terpadu sa. “Belajar penting. Dan Maya membiasakan anak-anak berpuasa sejak kecil (SDIT) Anak b e r p u a s a mengingat puaSholeh ini itu sifatnya sa adalah ibadah yang spesial yang tanpa roda bantuan mereka pun menghpembiasaan. membutuhkan kejujuran khusus akan bisa menggenjot sepeda adapi buah N a n t i n y a dalam mengerjakannya, maka roda dua (muka belakang) tersehatinya saat puasa akan peran orang tua menjadi san- but dengan selamat tentu atas belajar puar i n g a n d i - gat penting. “Orang tua harus izin Allah,” ujarnya. sa. Mereka l a k u k a n memberi contoh berpuasa dan Semakin cepat anak-anak belajar berj i k a s u d a h mengajarkan anak-anak untuk diajarkan berpuasa akan semakin puasa rataterbiasa dan memahami kewajiban berpuasa baik. Karena itu akan tertanam rata sejak usia akan tumbuh sedini mungkin,” kata Hasanain. menjadi sebuah kewajiban. Masa 6-8 tahun. kesadaran pada Ia mengibaratkan belajar kanak-kanak adalah masa pemWahidah dengan si bungsu Maklum, bana n a k a n a k i t u berpuasa bagi anak-anak itu sep- binaan karakter maka orang tua Rifda yang kini yak pertanyaan bahwa puasa ada- erti naik sepeda. Awalnya naik harus tepat dalam mengarahkanbelajar puasa bahkan protes yang lah wajib dilakukan sepeda dengan roda bantu (roda nya karena pembinaan karakter terlontar dari anak yang bagi orang Islam,” kata belakang tiga). Dibutuhkan kes- adalah landasan mutlak bagi satu pada anak yang lainnya ke- Wahidah. eimbangan yang baik agar anak kepribadian anak. “Dalam mentika yang lain berbuka sementara Dalam hal ini, peran orang tua mampu mengendarai sepeda gajarkan anak-anak berpuasa, yang lain lagi dimotivasi untuk sangat penting dan paling utama roda dua (naik sepeda normal). orang tua tidak perlu banyak beterus berpuasa. Sebagai orang selain memberi contoh berpuasa Orang tua tentu mengambil ragumen melainkan memberikan tua, Wahidah merasakan benar juga memberikan pemahaman peran penting bagaimana agar contoh dan teladan. Anak-anak kebahagiaan manakala harus tentang keutamaan puasa yang anak-anaknya bisa naik sepeda tidak boleh dipaksa berpuasa sehmenjelaskan hal ini. “Saya meli- perlu dikerjakan. “Berbeda den- roda dua dalam keseimbangan ingga membuat mereka tertekan hat ada anak yang kuat ada juga gan ibadah lain, puasa itu spe- yang baik agar tidak terjadi ke- melainkan dibimbing berpuasa tidak kuat misalnya saat sakit. sial, yang dilakukan merupakan celakaan. Untuk itu tugas orang sesuai dengan tahapan-tahapan Saya harus berulang-ulang men- persembahan untuk Allah, oleh tua adalah menuntun anak-anak sesuai usianya,” katanya. jelaskan mengapa ada yang boleh sebab itu manusia melakukan- ini dari bersepada roda tiga Begitu penting dan utamanya buka karena sakit dan mengapa nya harus dengan kejujuran. Dan meningkat menjadi roda dua dan berpuasa, jika diperlukan agar yang lain harus berusaha melan- nilai-nilai kejujuran itu tidak bisa akhirnya mampu memakai roda anak mau belajar berpuasa juga jutkan,” kata Wahidah. Berlatar dikatakan melainkan dilakukan. belakang satu. “Dan akhirnya dengan hadiah-hadiah sebagai belakang sebagai seorang penpenyemangatnya. “Karena hadiah didik, Wahidah mampu dengan yang diberikan dengan maksud “Saya melihat ada anak yang kuat ada juga sabar melewati hal itu, hingga yang baik akan menjadi stimulan tidak kuat misalnya saat sakit. Saya harus akhirnya kini keempat anaknya bagi anak untuk mau berusaha sudah bisa berpuasa full kecuali keras meraih prestasi dalam ibaberulang-ulang menjelaskan mengapa ada si bungsu Rifda yang masih beladah puasanya,” ujar penerima yang boleh buka karena sakit dan mengapa jar puasa. Abdurabil Alamin dan penghargaan Ramon Magsaysay Aruhaniatul Alya malah telah full di Filipina tahun 2011 ini. yang lain harus berusaha melanjutkan” berpuasa selama sebulan saat -Naniek I. Taufan
17
Nyoman Surija saat meladeni pengunjung yang tertarik dengan produk air mancurnya
A
ir memang menjadi salah satu unsur terpenting dalam taman. Selain dibutuhkan oleh tanaman, air mampu memberikan nilai lebih dan sentuhan tersendiri pada taman. Umumnya, unsur air ini diaplikasikan dengan keberadaan sebuah kolam. Mengapa masyarakat membuat sebuah taman di rumahnya, yang ditanami berbagai macam tanaman, bahkan menambahkan unsur air? Sudah pasti itu karena masyarakat ingin memberikan kesan hijau dan asri pada huniannya. Pendek kata, mereka ingin alami, seperti di alam bebas dengan banyak tumbuhan bahkan suara gemericik air. Karena itu pula, kolam-kolam ikan penghias taman banyak dibuat digemericiki air, baik itu air yang dibuat keluar dari tebing-tebing buatan atau keluar dari sebuah patung. Yang jelas,
suara gemericik air inilah yang memang dicari. Seperti pengakuan salah seorang pengunjung stan Sari Mulya di areal PKB, Ketut Djirna. Ia mengaku tertarik untuk membeli produk air mancur minimalis yang dipamerkan itu. “Air yang terus mengalir dengan suara gemericiknya membuat kita yang mendengarnya menjadi tenang dan seperti di alam bebas,” ujarnya. Banyak sumber menyebutkan, suara air mengalir akan memberikan suasana rileks dan tenang. Ini bisa membantu menenangkan emosi dan pikiran sehingga diyakini bisa mengurangi atau menghilangkan stres. Suara gemericik yang dihasilkan ini kerap disebut air mancur (water fountain). Air mancur dapat ditempatkan di berbagai sudut di taman rumah, yang bisa dipakai center point (pusat perhatian)
sekaligus sebagai sumber relaksasi yang sangat baik. “Air mancur tidak hanya untuk taman di luar rumah, bisa juga ditempatkan di dalam rumah,” ujar Nyoman Surija, penjaga stan Sari Mulya. Menurut pria asal Gianyar yang turut terlibat dalam proses pembuatan air mancur minimalis di tempat bekerjanya tersebut, air mancur minimalis sangat memungkinkan diletakkan di dalam rumah karena kini sudah banyak yang menawarkan produk air mancur minimalis dalam pot. Pilihannya pun cukup bervariasi, ada yang berbentuk bola atau kerap disebut air mancur bola. Ada juga model air mancur bentuk susun tujuh, susun delapan,
Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur ini umumnya menggunakan batu paras Taro. Ada pula yang dikombinasikan dengan material fiberglass. “Bentuk dan ukuran air mancur minimalis bisa disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki,” imbuhnya. Nyoman Surija mengatakan, air mancur minimalis seperti yang diproduksi di tempatnya itu, oleh masyarakat umumnya ditempatkan pada aling-aling. Rata-rata tinggi produk air mancur tersebut 1,5 meter. Harga yang ditawarkan juga cukup menarik. Sebuah produk air mancur dengan bentuk susun
enam yang dilengkapi patung (Ganesha, Buddha) pada bagian tengah, plus mesin air ditawarkan seharga Rp 950 ribu. Bentuk pilihan lain juga tersedia, harganya tergantung bentuk dan variasi produk tersebut. Kolam air mancur baik yang ditempatkan di taman (luar) rumah maupun di dalam rumah, bisa menjadi pilihan pas bagi Anda yang ingin menikmati suasana alam dengan gemericik air mengalir. Tambahan furnitur taman yang tahan cuaca akan membantu Anda menikmati keindahan taman air mancur dengan santai dan tenang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merawat air mancur:
atau susun sembilan, yang kerap juga disebut air mancur tumpah tujuh canting, tumpah delapan canting, dan seterusnya. Materialnya pun bermacammacam, ada yang terbuat dari metal, fiberglass, kayu, tembaga, stainless steel, porselen, concrete, cetakan atau batu alam. Produk air mancur di Sari Mulya dan beberapa tempat lain di sepanjang
Beberapa model kolam air mancur minimalis
- Pergantian air harus dilakukan secara teratur, kuras tiap minggu. Jika tidak diganti secara teratur, air mancur akan kotor dan berwarna hijau karena tumbuhnya lumut. - Pembersihan air mancur yang teratur akan membuat keindahannya tetap terjaga. Keringkan air mancur secara teratur dan bersihkan dengan cara menggosok. Air mancur yang tidak dibersihkan secara teratur dan dibiarkan terlalu lama kotor akan menyusahkan proses pembersihan selanjutnya. –Inten Indrawati
Kreasi
18
7 - 13 juli 2014
Mari Membuat Layangan
Gali Lubang Tutup Lubang Menikah di usia dini bukan pilihan yang secara sadar diambil Rahma. Kisah perjalanan hidupnya bersama sang bunda yang berat. Apalagi setelah ibunya bercerai dengan ayahnya. Mereka harus siap menantang kerasnya kehidupan untuk dapat berdiri “tegak”. Usai berpisah, ibundanya membawa Rahma dan ketiga saudaranya yang lain pulang ke kampung halamannya di NTB. Sebelumnya sempat hidup berkecukupan di Jakarta. Ia tidak mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi pada orangtuanya, selain di hari terakhir ibunya membawa mereka berempat ke sebuah stasiun yang kemudian mengantar mereka hingga ke NTB.
W
Acara “Belajar Membuat Layangan” di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (28/6)
M
e n a r i k n ya la gi, acara yang menghadirkan Undagi Layangan, Internasional Kite Maestro IB Ugrasena Narendra ini, penggagasnya juga anak-anak, yakni Putra Agung (9). Saat ditanya, murid yang biasa disapa Ajus dan saat ini duduk di kelas IV SD Cipta Dharma, mengatakan acara belajar membuat layangan tersebut sengaja dilaksanakan untuk temanteman sebayanya yang memiliki hobi bermain layangan sekaligus mengisi waktu liburannya. Saat itu, lebih dari 50 anak sekolah dasar memadati Wantilan Bali TV, da-
lam suasana ramai dan seru mencoba membuat layang-layang. Nampak di antara mereka beberapa anak perempuan juga tidak kalah asyik ikut belajar membuat layangan. Pada kesempatan tersebut Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga, memberikan apresiasinya dan me ngatakan bahwa acara belajar membuat layangan ini adalah ide kegiatan yang sangat cerdas. Sebab, dengan hadirnya tokoh senior pembuat layangan, anak-anak akan mendapatkan pelajaran yang baik termasuk filosofi di dalamnya. Selain itu, aktivitas ini juga bagus sebagai penanaman karakter sejak
Ajus dan teman-teman sekolahnya
Anak perempuan juga asik membuat layangan
dini, dan lebih awal menumbuhkan rasa cinta pada tradisi dan budaya daerahnya. Ke depannya, ia berharap anak-anak tersebut bisa menjadi ge nerasi yang cerdas, mandiri serta sehat mental dan spiritual. Sementara, Ketua Lentera Anak Bali (LAB) dr. AA Sri Wahyuni., Sp.,KJ., menyampaikan acara tersebut baik untuk mengisi waktu liburan agar anakanak tidak terlalu banyak berada di depan televisi. Kalau pun ingin bermain game, cukup satu jam sehari. Dokter Yuni juga sempat membangkitkan semangat anak-anak de ngan mengajak berkomunikasi sambil menyampaikan jika berkreasi membuat layangan dengan tas kresek yang ada di rumah, ini berarti anak-anak turut menyelamatkan lingkungan. Layangan, lanjut dokter Yuni bisa dibuat dalam ukuran kecil, dengan beragam model atau bentuk dan ditempel di buku. Bisa juga ditempel di dinding sebagai hiasan, selain diterbangkan. Tak lupa, diingatkannya saat bermain hendaknya hati-hati dan tidak di jalan raya. Sedangkan IB Ugrasena, bersama sang istri Raden Ajeng Helmi Ginanti, yang telah lebih dari 20 tahun bermain layanglayang serta meraih prestasi di dalam maupun di luar negeri ini sangat senang sebab anak-anak yang hadir memang sangat mencintai layang-layang. Terbukti mereka sudah tahu nama layangan tradisional Bali, seperti bebean. IB Ugrasena menyampaikan filosofi layang-layang yang menggambarkan keseimbangan, karena mencakup tiga hal yakni hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Layangan, dikatakannya juga berkaitan erat dengan cerita Rare Angon, yang merupakan manifestasinya Dewa Siwa, Dewa-nya layang-layang. Ia mengisahkan bisa berkeliling dunia pun karena layang-layang. Bahkan, katanya Bali dan Indonesia dikenal, salah satunya karena layanglayang. IB Ugrasena juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama
Story
G ara- gara R entenir
Melayangan adalah kegiatan yang menye nangkan, apalagi kalau bisa membuatnya sendiri. Hal ini terlihat pada acara “Belajar Membuat Layangan,” di Wantilan Bali TV Denpasar, Sabtu (28/6). Nampak wajah-wajah gembira dan penuh semangat, sebab mereka bisa belajar sambil bermain.
Ajus bersama Pedanda Gede Putra Telabah, dan Ny. Bintang Puspayoga
Life
7 - 13 juli 2014
menyelamatkan tradisi layang-layang Bali. Selanjutnya, ia mengungkapkan bermain layanglayang merupakan kebahagiaan dalam satu keluarga. Akan tidak nyaman jika sendiri, bisa juga dengan satu desa bahkan satu pulau dan satu negara. Bermain layang-layang pun termasuk ikut menyelamatkan alam serta membantu meng-counter beragam teknologi salah satunya permainan game , agar anak-anak tidak tergerus di dalamnya. Kegiatan “Belajar Membuat Layangan” untuk anak-anak tersebut
Foto bersama usai acara belajar membuat layangan
semakin semarak dengan hadirnya persembahan ”Cak” dari para lansia yang tergabung dalam komunitas Gebuh atau Gerakan Bali Utuh. Pada acara yang penuh suasana ceria tersebut juga, tak ketinggalan musisi Bali yang dikenal dengan nama Mr. Botak juga hadir. Ia mengaku sa ngat menyukai permainan ini sebab sejak berusia satu tahun ia sudah digendong sang nenek diajak menyaksikan lomba layang-layang. Selanjutnya, Mr. Botak bersama anak-anak bermain layangan di halaman Bali TV sambil menghibur dengan menyanyikan lagunya “Rare Angon”, yang juga menceritakan tentang permainan layang-layang. Di akhir acara yang sempat disaksikan Pedande Gede Putra Telabah tersebut, diresmikan pula sebuah komunitas anak-anak Bali pecinta layangan yang diberi nama “Darmawangsa”. Komunitas ini langsung dimotori oleh Ajus sang penggagas acara “Belajar Membuat Layangan”. – Sri Ardhini
Terima Kasih Kepada Pendukung Acara lViro Drinking Water lCNI
lMaharani Hotel lWHDI Provinsi Bali lBounty Cruise
lBunda Arsaningsih (Yayasan Cahaya Cinta Kasih) lLilik Witari
Ajus belajar membuat simpul tali
aktu itu, usianya belum masuk sekolah. Ia ingat dua kakaknya sedang asyik-asyiknya bersekolah. “Kalau tidak salah, kakak saya sekolah kelas tiga SD dan yang satu lagi kelas satu SD,” ungkapnya. Adik bungsunya seingat Rahma masih menyusui. Betapa berat perjalanan yang mereka tempuh kala itu. Selama tiga hari dua malam, ia ingat almarhum ibundanya, ibu yang di matanya adalah perempuan perkasa itu, kerepotan mengurus mereka berempat selama perjalanan. “Belum lagi, waktu itu sepertinya uang ibu terbatas hingga kami tidak bisa jajan yang kami inginkan. Saya melihat ibu sedih sekali melihat kami,” katanya. Penderitaan itu belum berakhir, karena tiba di kampung halaman, keluarga tidak bisa menerima mereka dengan kasih sayang. Mereka yang tadinya hidup lumayan berkecukupan di Jakarta, harus ikut membantu pekerjaan rumah sepanjang hari. Ia melihat ibunya dengan tabah membanting tulang bekerja di rumah keluarga itu karena mereka menumpang di sana. Kekasaran pemilik rumah yang masih keluarga mereka itu terjadi tanpa bisa ditolak karena mereka tidak punya pilihan lain. Sikap kasar itulah yang membuat Rahma banyak melawan. Jika dua kakaknya tidak berani melawan, Rahma malah berani melakukannya. “Saya tidak tega melihat ibu dikasari,” ungkapnya. Peristiwa demi peristiwa pahit inilah yang membuat sikap-sikap “perlawanan” Rahma keluar. Meski ia mendapat sanksi dari pemilik rumah yang lebih keras dari biasanya, ia bergeming. Ia melawan dengan sikap-sikapnya. Rupanya hal inilah yang membuat Rahma mencari cara menyikapi semua persoalan yang muncul dengan caranya sendiri. Cara berpikir anak-anak namun terbilang cerdas. Ia hanya tidak ingin melihat apalagi merasakan kesewenangwenangan. Dari pengalaman itu ia menjadi mampu mengambil keputusan-keputusan sendiri jika mengalami masalah, tentu dengan caranya. Ia tergolong anak yang bandel namun cerdas menyikapi situasi. Rahma menjadi seorang anak yang pemberani, percaya diri dan tidak pernah takut pada apa pun. Karakternya rupanya terbentuk dari situasi yang keras itu. Cukup lama ia menjalani kehidupan seperti itu. Membuat ia menjadi di kenal di sekolah maupun di kampungnya. Wajahnya yang tergolong cantik dengan kulit yang putih, membuat ia disukai oleh banyak laki-laki. “Saya
punya banyak pacar dulu,” ujarnya tertawa. Tiap kali ia pulang kampung kini, orang masih mengingatnya sebagai Rahma yang dulu sangat dikenal, baik karena bandel maupun karena kecantikannya. Keinginan untuk membawa ibu dan kakak-kakak serta adiknya keluar dari pahitnya kehidupan itu, membuat ia memilih menikah di usia 17 tahun dengan seorang laki-laki yang sudah mapan bekerja. Harapannya setelah menikah ia bisa membawa ibu dan saudaranya itu tinggal bersamanya. Beruntung ia mendapatkan laki-laki yang baik sesuai dengan harapannya. Tahun 1981, ia pun menikah dan ibu serta saudaranya tinggal bersamanya dengan tenang. Sementara itu kehidupan mereka tenang, ia bahagia dan memiliki seorang anak perempuan yang lahir setahun kemudian. Ibu dan saudaranya pun hidup tenang bersamanya. Ke i n g i n a n u n t u k membantu ibu dan saudaranya yang besar membuat ia mengambil keputusan membeli sebuah rumah yang bisa ditempati oleh ibunya itu agar kehidupan mereka berjalan normal. Dalam hitung-hitungan penghasilan suaminya, ia merasa mampu membeli rumah yang kebetulan dijual mendadak karena pemilik rumah mem butuhkan uang. Pikirannya yang masih kecil itu mengambil keputusan sendiri tanpa mem beritahu suaminya yang kala itu kebetulan pula sedang keluar kota dalam waktu dua bulan untuk menjalani pendidikan. “Ada orang datang jual rumah, lumayan murah saya tertarik membelinya untuk ditempati ibu dan saudara saudara,” ujarnya. “MELARIKAN DIRI” Ka l a i t u , k o m u nikasi tidak semudah sekarang. Ia tidak bisa menghubungi suaminya yang tengah mengikuti pendidikan. Sementara pemilik rumah meminta uang segera jika ia memang ingin membelinya. Keputusa n pun diambilnya sendiri. Akhir nya untuk bisa membayar rumah itu, ia pun
meminjam uang dari seorang yang direkomendasikan oleh pemilik rumah. Dari sinilah kehancuran hidup Rahma dimulai. Rupanya tempat ia meminjam uang itu adalah seorang rentenir yang kejam. Bulan-bulan pertama ia masih dapat membayar
7 kemudian. Sang rentenir menagih pembayaran dengan bunga berkalikali lipat, dengan banyak alasan yang tidak bisa dimengertinya waktu itu. Ia baru saja berusia 19 tahun kala itu. Tiap kali datang menangih rentenir itu mengancamnya. Beruntung ia datang ketika suaminya bekerja. Namun karena pola tagihan yang tidak teratur membuat ia takut jika suaminya mengetahui masalah bahwa si rentenir suka datang menagih sambil berteriak-teriak membuat para tetangga tahu bahwa ia tengah bermasalah. “Karena tidak ingin membuat suami saya malu, akhirnya saya pinjam uang lagi pada rentenir
www.mediaislamnet.com
cicilan pada rentenir tersebut. Hingga akhirnya suaminya pulang, ia memberitahukannya bahwa ia telah membeli rumah yang kini ditempati oleh ibu dan saudara-saudaranya. Suaminya tidak masalah, karena ia berpikir Rahma meminjam uang di tempat yang wajar. Masalah itu mulai terjadi setahun
lainnya agar bisa menutupi rentenir satunya,” ujarnya. Nasibnya sama. Ia bertemu dengan rentenir yang serupa. Hidup berkalang hutang pun ia lakoni. Gali lubang tutup lubang di belakang suaminya. Parahnya, ia tidak bisa menanggung beban utang. Ketika suaminya tahu hal itu, suaminya
sempat marah padanya. Pertengkaran-pertengkaran dengan suami nya pun tak terelakkan. Namun begitu, suaminya tidak pernah berniat menceraikannya. Kebaikannya itu yang membuat ia berusaha sendiri di belakang suaminya untuk segera melunasi utang-utang lilitan rentenir itu, yang telah bunga berbunga hingga ratusan kali lipat. Ia berbisnis macam-macam. Ia jatuh bangun dalam berbagai bisnis yang dijalankannya. Sekali ia bangun terkadang dua kali ia jatuh. Ia bangun lagi jatuh lagi bangun dan jatuh lagi. Berulang-ulang ia alami itu hutang pun tak dapat dilunasinya. Ia terpuruk, namun beruntung suaminya mendapat promosi pindah tugas ke provinsi lain. Di sanalah ia sempat “melarikan” diri dari utang-utangnya itu. “Saya bukannya tidak mau membayarnya, tapi sudah keterlaluan. Seingat saya beberapa orang rentenir itu telah saya bayar lunas berulang-ulang kali, namun saya tetap ditagihnya,” katanya. Karena itulah, ia malas membayar lagi. Ia contohkan, jika ia pinjam uang Rp 500.000 waktu itu, ia telah membayar hingga Rp 5-8 juta. Semua itu terjadi karena jika ia telat membayar, terhitung bunganya berbunga lagi. Di kota yang baru itulah, sejak 12 tahun lalu, ia membangun bisnis yang lumayan menjanjikan di bidang mebel. Kini ia sukses menjalankan bisnis itu dan sukses pula bertahan dengan suaminya, meski dalam perjalanan yang sangat berat. “Alhamdulillah, sekarang hidup saya tenang. Semoga almarhumah ibu bahagia di alam sana,” ungkapnya tersenyum namun air matanya menetes. Ia sedih mengingat betapa ia belum bisa membahagiakan ibundanya hingga akhir hayatnya. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
Keterbatasan fisik tak menjadi halangan untuk berkiprah. Keterbatasan fisik malah membuat seseorang lebih bersembangat untuk mengabdikan diri. Hal inilah yang dilakoni Dr. dr. Dyah Pradnyaparamita Duarsa, M.Si. Ia baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perkumpulan Ke luarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali periode 2014-2018.
“M
ungkin ini sudah jalan hidup saya. Dulu saya aktif di gerakan Zero Population Growth (ZPG) . Gerakan ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan PKBI. Kedua organisasi ini samasama bertujuan memberdayakan masyarakat dalam merencanakan keluarga (kelahiran, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan). Ada nilai-nilai yang sejalan dalam pelaksanaan kedua organisasi ini,” ujar dr. Mita. Ia menuturkan mulai aktif di ZPG yang dipimpin Widminarko tahun 1977. Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ketika itu, ia banyak mengikuti kegiatan ceramah. Sebagai pemula, perempuan
kelahiran 4 Juli ini harus berceramah di hadapan mahasiswa dan remaja. Situasi ini tidak terlalu sulit karena “frekuensi” mereka sama. Tetapi, kalau berceramah di masyarakat umum, ini kadang menyulitan karena “frekuensi” tidak sama. “Untung Mas Wid bijak, pertanyaan disampaikan tertulis, kami sebagai penceramah muda dipersilakan memilih mana yang bisa dijawab,” kenang dr. Mita yang bertemu jodoh di ZPG. Lelaki itu adalah Komang Budhiarta. Dari perkawinan ini, mereka memiliki 4 putri, Killara Budhiarta, Kirana Budhiarta, Dita Budhiarta, dan Rena Budhiarta. Perjalanan karier dr. Mita melesat. Setelah lulus menjadi dokter, ia menjadi Kepala Puskesmas Blahkiuh. Tahun 1992-1997, ia menjadi ang-
gota DPRD Bali. Sebagai dosen, ia juga mengemban jabatan Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Udayana selama 2 periode. “Tahun 2008 setelah suami saya meninggal, saya harus mereposisi diri. Saya sebagai single parent harus melakukan apa yang sudah kami rencanakan untuk masa depan anakanak. Untungnya anak-anak bisa memahami kondisi. Ada nilai-nilai yang saya dapatkan ketika aktif di ZPG dan PKBI yang saya terapkan di keluarga. Sebaliknya, nilai-nilai yang saya dapatkan di keluarga saya aplikasikan juga di organisasi,” ujar perempuan yang masih aktif mengajar ini. Ia mencontohkan, memberi kebebasan kepada putri-putrinya untuk memilih masa depannya. Putri pertamanya menekuni bidang desain, putri kedua dan ketiga menjadi dokter sedangkan si bungsu kelas 3 SMP. Dokter Mita tidak pernah menyangka perjalanan hidupnya. Tahun lalu ia terjatuh di rumah. Awalnya hanya luka lecet. Setahun kemudian baru terasa sakit. Ia melakukan pemeriksaan MRI dan mengetahui ada dislokasi di dua segmen yang berkiatan dengan saraf. Ia pun harus bed rest selama dua minggu setelah operasi. “Saya kaget karena saya tidak bisa jalan. Untungnya banyak teman-teman yang memberikan semangat. Bahkan ada orang yang tidak saya kenal pun memberikan dukungan bagaimana
mengatasi kondisi ini. Saya meyakinkan diri, saya tidak sendirian. Saya harus melanjutkan hidup ini,” tegasnya. Ia pun giat berlatih dan pantang menyerah, mulai dari menggunakan kursi roda, alat bantu berjalan hingga berlatih menggunakan treadmill. Kondisi ini tak membuat dr. Mita menyerah. Ia tetap ke kampus untuk mengajar, menguji, me-review jurnal, memberi ceramah, dan kegiatan akademis lainnya. PARENT CENTER Ketika PKBI Provinsi Bali melakukan pergantian pengurus, dr. Mita pun
19
Wanita dan PKB
Dr. dr. Dyah Pradnyaparamita Duarsa, M.Si
Pantang Menyerah
Sudut Pandang
7 - 13 juli 2014
7 - 13 juli 2014
secara aklamasi ditunjuk untuk menggantikan Prof. Dr. dr. Mangku Karmaya. “Ini tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya. Saya tentu berharap melakukan yang terbaik untuk PKBI. Sudah jodoh saya bergabung dengan organisasi yang bersentuhan dengan sisi kemanusiaan yang tidak membedakan kelompok marginal (gay, PSK, difabel, dll). Ini salah satu nilai mulia yang saya dapatkan dari dulu. Pengurus pun saya ajak untuk membuat pakta integritas,” paparnya. Salah satu program yang dirancang di PKBI Provinsi Bali adalah menjadikan organisasi ini excellent center. Selama ini sudah ada youth center dan yang sedang digagas adalah parent center yang melibatkan komisi ahli dari psikiater, dokter anak, dokter kandungan, ahli hukum dan yang lainnya. “Kami ingin mengembangkan semua potensi yang ada, bekerja sama dengan tiga pilar (dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat) untuk memberdayakan pembentukan keluarga yang berencana,” paparnya seraya mengatakan salah satu visi PKBI adalah menjadi excellent center yang mandiri tahun 2020. –Ngurah Budi
Antara Apresiasi dan Partisipasi Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVI berlangsung di tengah suasana Piala Dunia 2014 dan pemilihan Presiden (pilpres) 20142019. Banyaknya acara ini tak mengurangi minat masyarakat untuk datang ke PKB. Bagaimana peran wanita selama PKB dan apa harapan wanita untuk PKB yang akan datang?
S
uasana PKB tahun 2004 ini relatif tertib dan kondusif jika dilihat dari penataan acara maupun fasilitas-fasilitas yang disediakan. “Dari sudut pandang saya, pengunjung sepertinya ada segmentasi tersendiri. Usia 5 tahun sampai dengan 17 tahun lebih berminat ke pedagang kaki lima, usia 17 tahun sampai dengan 35 tahun berminat melihat pameran, sedangkan usia 40 tahun ke atas lebih berminat ke kesenian,” ujar Putu Mia Rahmawati dari I Nyoman Mudita Gold & Silver yang ikut dalam pameran PKB. Khusus event untuk wanita, Mia berharap adanya pelatihan kuliner tradisional khas Bali. Tujuannya, anak-anak lebih menggemari dan menghargai unsur tradisional dalam masakan mereka. “Perlu ada juga pelatihan singkat yang bisa diikuti oleh pengunjung wanita perihal pembuatan banten maupun sarana upacara. Dengan sosialisasi ini, pengetahu an maupun sarana upacara. Dengan sosialisasi ini, tradisi, budaya, dan agama akan makin kuat,” kata Mia rutin ke PKB karena usaha keluarganya ikut pameran. Untuk PKB yang akan datang, ia menyarankan penyelenggara memperhatikan fasilitas parkir dan fasilitas AC di ruang pameran. Hal senada juga diungkapkan Kadek Julia Maha Dewi, adik Mia. “Perlu ada lomba memasak
khas tradisional untuk memper kenalkan makanan tradisional setiap kabupaten/kota di Bali,” ujar Julia. Menurutnya, event kuliner sangat diminati pengunjung. Julia mengamati kaum remaja biasanya lebih menikmati menu kuliner yang ada di PKB. Pengunjung usia 27 tahun-49 tahun lebih menyukai suasana pameran sedangkan usia 50 tahun ke atas lebih menyukai acara pementasan seni budaya. Secara umum, Julia melihat suasana PKB tahun ini sama seperti tahun lalu masih tetap ramai pengunjung. Tahun ini lebih ada kemajuan karena dari peserta pameran diseleksi. PENILAIAN SUBJEKTIF Di sisi lain, PKB yang rutin digelar tiap tahun, menuai kritikan masyarakat karena monoton dan pengunjung ramai bukan menonton pertunjukkan tapi memadati pedagang kaki lima. Peran wanita juga sangat minim dilibatkan dalam berkesenian, termasuk potensi seniman tua. Kegiatan kewanita an seperti lomba kuliner juga ditiadakan. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Ketut Suastika, yang juga Ketua Panitia Pesta Kesenian Bali XXXVI, Rabu (2/7) mengatakan lomba kuliner memang ditiadakan, karena kompetisi selama ini, dinilai kurang objektif lebih banyak unsur subjektif yang masuk, se hingga memicu salah paham.
Julia (kiri) dan Mia di stan I Nyoman Mudita Gold & Silver
“Kami masih mencari format untuk ke depannya, kalau memang harus lomba, sebaiknya seperti apa. Kegiatan kuliner juga banyak, tidak harus dalam PKB. Mungkin kami pikirkan kegiatan lain di luar PKB,” ujarnya. Untuk keterlibatan peran wanita dalam berkesenian, kata Suastika, sebenarnya sudah cukup. “Dalam berbagai pertunjukkan wanita selalu dilibatkan, bukan saja gong kebyar wanita, tapi pertunjukkan– pertunjukkan lain seperti kegiatan utsawa dharma gita, wanita selalu ada. Kami sedang pelajari juga, minimnya keterlibatan wanita apakah karena ruang untuk mengakomodir kurang atau dari wanitanya sendiri kurang mau berpartisipasi,” kata Suastika. Untuk seniman tua, ia menambahkan, tidak lagi disebut seniman tua, tapi penggiat seni sudah diberikan porsi khusus satu kali dalam sebulan. Penggiat seni ini diberikan apresiasi berupa penghargaan termasuk diberikan kesem patan menunjukkan kebolehannya. Disamping itu, dalam tiap pertunjukkan, penggiat seni ini pasti ada saja terlibat, apakah itu dalam pertunjukkan bondres, arja, atau gambang. Ia menilai, kesenian yang ditam pilkan dalam ajang PKB, tidaklah sepenuhnya monoton, namun, sudah banyak kreasi dan inovasi yang dilakukan. “Kalau kita melihat secara utuh, mulai dari jenis tarian dan tabuh, pasti ada dinamika dan inovasinya. Dalam pawai PKB ada yang baru yakni keterlibatan personil TNI termasuk dalam pagelar an di Taman Budaya,” ujarnya. TARIF PARKIR RUMAHAN Terhadap ciptaan-ciptaan baru, mulai tahun ini, akan diagendakan Taman Budaya menyelenggarakan pagelaran seni budaya paska-PKB. Acara akan dimulai setelah penutupan PKB. Kesenian yang tidak tampil dalam ajang PKB, akan ditampilkan dalam pagelaran tersebut. “Kami sedang menggagas program agar tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, Taman Budaya menampilkan pertunjukkan yang berkualitas. Selain itu, sejak tahun lalu, Taman Budaya sudah memiliki program pelatihan menari Bali untuk anak-anak,” kata Suastika. Menurutnya seni budaya tidak sekadar persembahan keagamaan, namun mampu menggerakkan ekonomi. Ada beberapa penari profesional Bali diminta lembaga kesenian luar negeri untuk memberikan pelatihan komunitas di
I Ketut Suastika
sana, terutama AS yang rutin memintanya. “Ada staf di Dinas Kebudayaan yang turut berpartisipasi mengajar tiap tahun. Kegiatan tersebut, selain bermanfaat untuk
dirinya sendiri juga untuk perkembangan seni budaya dan promosi gratis pariwisata,” ujarnya. Ia menyatakan, dalam ajang PKB banyak pihak yang harus diajak bekerja sama. Keluhan yang paling banyak soal parkir di seputaran Taman Budaya, dan pedagang yang murni berjualan sepanjang Jalan Nusa Indah. “Saya mengimbau, mengurangi krodit sebaiknya menggunakan jasa shuttle bus yang sudah disiapkan pasti nyaman. Kepada kelompok masyarakat yang menyewakan halaman rumahnya untuk parkir jangan menerapkan tarif parkir tinggi. Pedagang murni di seputaran jalan, juga agar lebih rapi dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung, termasuk jangan membuang sampah sembarangan. Dukungan masyarakat sekitar juga penting karena juga merupakan citra PKB,” tegas Suastika. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Menjaga Kreativitas dan Kualitas Terbaik
Butik Minardi lokasinya tepat di samping tangga naik ke Gedung Ksirarnawa
Seni lukis gaya Kamasan selalu memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan bisa menjadi makin istimewa ketika dihadirkan dalam beragam bentuk kerajinan lainnya. Apalagi, kerajinan yang satu ini memang berbeda dengan lukisan dari daerah lainnya di Bali. Seperti hasil karya Ni Ketut Murti (63), dari Kamasan, Klungkung. Ia yang sudah 34 tahun selalu berpartisipasi di ajang PKB, saat ditemui di stan-nya yang terletak di lantai bawah gedung Ksirarnawa mengatakan, selalu membawa seni lukis khas daerah kelahirannya, untuk turut mengisi pameran kerajinan di PKB. Respons yang diperolehnya di PKB, sejak awal keikutsertaannya hingga kini selalu positif. Bagi Murti ini berarti masyrakat ikut menjaga dan menghargai aset budaya yang menjadi kebanggaan Bali ini. Lukisan klasik Bali yang disebutsebut sudah ada sejak abad ke 14 ini, diyakini akan tetap lestari, sebab diwarisikan satu generasi ke generasi berikutnya Agar karyanya selalu dicari istri pelukis I Made Sondra ini mengaku tiap tahunnya selalu mengembangkan kreativitasnya. Ia tidak hanya mengandalkan lukisan tapi juga berkreasi membuat berbagai cenderamata dengan gaya Kamasan. Inovasinya pun bisa dilihat pada media lainnya seperti tas, kipas, dompet telur, vas bunga, kotak pensil bambu, kotak tisu,
kotak perhiasan, asbak, tempat gula, kipas, mainan anak-anak seperti alat-alat musik tradisional hingga helm. “Kalau untuk tahun ini kreasi kipas untuk prewedding kami cukup laris. Selain itu juga,yang cukup banyak peminatnya adalah alat-alat upakara salah satunya tempat kwangen,” katanya. KEBAYA MODIFIKASI Dari kreasi yang berbeda ada lagi wanita yang sukses hadir di ajang PKB. Mira, pemilik Minardi Boutique ini, mengatakan pada PKB kali ini, koleksi kebaya modifikasi sangat digemari pengunjung. “Me reka bukan hanya melihat tapi juga membeli,” katanya sumringah. Mira memang dikenal sa ngat produktif dan kreatif dalam berkarya, menciptakan kebayakebaya yang berakar dari busana khas Indonesia ini. Ia berhasil mentransformasikannya menjadi busana modern yang cantik, anggun, dan terlihat mewah. Kreativitas mendesain kebaya ini bagi Mira juga menjadi salah satu ekspresi rasa cinta terhadap budaya bangsa, sekaligus memberikan aura keanggunan dan kecantikan kepada pemakainya Ibu seorang anak ini memiliki pemikiran yang sama dengan Murti. Jika mengikuti ajang pameran apapun bentuknya, untuk mendapatkan respons terbaik yang diperlukan adalah kreativitas selain selalu menjaga kualitas. -Sri Ardhini
20
Nine
7 - 13 juli 2014
Punya Beberapa Rumah Hasil Berjualan Sate
Terinspirasi Anak Disabilitas Tidak gampang berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak disabi litas (berkebutuhan khusus), apalagi mereka yang tunarungu (tak bisa bicara). Namun, itu memberikan tantangan tersendiri bagi Rahtut vokalis XXX (baca triple X) yang sukses menyutradarai Film “Widya Jemari Jiwaku Menari”. Film berdurasi satu jam yang diluncurkan tahun lalu itu mampu menyentuh hati orang yang menontonnya.
Antrian panjang menjadi pemandangan keseharian sore hari di sebuah warung sederhana di Rembige Mataram. Asap mengepul menyebarkan aroma khas dari sate yang tengah dibakar. Aroma bumbu khas sate Rembige yang mengundang selera dari kuliner khas di Kota Mataram yang sangat digemari ini. Antrian ini akan semakin panjang ketika bulan puasa tiba. Karena sate Rembige menjadi salah satu kuliner yang paling banyak dicari di bulan puasa.
A
Sinaseh
tersebut. “Biar ramai dan agar tiap hari saya punya kawan,” katanya. Ini sengaja dilakukannya, agar bisa membantunya dari rasa kehilangan sejak suaminya pergi dan bisa terobati. Sinaseh adalah perempuan biasa. Namun, mampu bangkit dari ancaman keterpurukan ekonomi ketika ditinggal suaminya dengan memberdayakan diri menjadi lebih baik. Nama Sate Rembige diambil berdasarkan nama tempatnya berasal yakni Rembige, yang wilayahnya berada di sebelah timur eks Bandara Selaparang Mataram. Selain Sinaseh, para pedagang sate Rembige, setiap sore hingga malam hari berjejer di sepanjang jalan Dr. Wahidin, Mataram ini. Namun, tempat yang paling ramai dikunjungi adalah
sate Rembige milik Sinaseh, yang lokasinya berada di sebelah utara traffic light Rembige. Tiap sore, warung sate sederhana ini selalu dipenuhi oleh pelanggan, baik yang datang untuk menikmati langsung sate ini di tempatnya, maupun mereka yang membeli untuk dibawa pulang. Jejeran para pembeli ini akan sangat lebih tampak lagi saat bulan puasa. Sinaseh mengaku, awal kepiawaiannya meracik bumbu sate ini menjadi terasa pedas dan manis yang pas ini, didasarkan pengalamannya ketika bekerja sebagai pembuat sate pada orang lain, lebih dari 20 tahun yang lalu. Sebelumnya, ia bekerja pada orang lain selama lima tahun. Namun, sejak sekitar 20an tahun yang lalu, ia telah memulai usaha tersebut dengan modal dan kemampuannya sendiri. Tidak mudah memang merebut hati para penikmat sate Rembige seperti sekarang ini dengan rasa yang pas dan khas. Ia mengaku, butuh waktu yang panjang untuk membuat rasa sate Rembige tidak berubah, sehingga ia tidak kehilangan pelanggan, bahkan semakin hari pelanggannya semakin banyak. Satu rahasia bumbu yang membuat rasanya tidak berubah, yakni ia selalu menimbang berat bumbu dengan berat yang sama tiap harinya. Bayangkan, usaha yang diawalinya dengan lima kilogram daging sapi ini, kini telah berkembang bahkan menjadi lebih dari 100 kilogram perharinya. Dalam
M
sehari, Sinaseh membeli daging bagian lulur dan paha kelas satu yang empuk itu. Ribuan tusuk sate khas Lombok dihasilkan setiap harinya. Jika dulu Sinaseh menumpang bekerja pada orang lain, maka kini ia telah membuka lapangan kerja bagi para ibu di sekitar tempatnya tinggal, di Rembige Dasan Lekong, Rembige Mataram. Ia memiliki karyawan tetap yang merupakan kerabat dan tetangganya yang membantunya tiap hari. Puluhan ribu rupiah dihasilkan para ibu rumah tangga ini tiap harinya yang bekerja sebagai penusuk sate, pengipas serta membungkus sate di warung sederhana ini. Warung sate Rembige ini tidak pernah libur, kecuali lebaran dan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang merupakan salah satu hari besar penting lainnya. “Untuk memenuhi kebutuhan puluhan ribu bahkan ratusan ribu tusuk sate dalam sebulan, saya memasok tusuk sate bahkan dari Lombok Timur, yang bisa menghabiskan Rp 2 jutaan dalam sebulan,” ujarnya. Di bawah kontrolnya, tiap hari tampak kesibukan ibu-ibu menyiapkan sate yang akan dijual pada sore harinya. Sinaseh sendiri telah mulai beraktivitas membuat bumbu sejak subuh hari. Dan ia selalu bergegas menuju Pasar Kebon Roek, Ampenan untuk membeli daging pada langganannya, pada jam 07.00. Sepulangnya dari pasar, aktivitas karyawannya dimulai pada jam 09.00, mulai
Para ibu rumah tangga di sekitar rumahnya di Rembige yang bekerja untuk memenuhi permintaan sate yang tinggi, khususnya di bulan puasa
5
Rahtut XXX
Sinaseh
dalah Sinaseh (47), sang koki sekaligus pemilik sate yang terkenal ini, telah 28 tahun menggeluti usaha rumah tangganya ini. Kegigihannya dalam berusaha telah mencerminkan bahwa tidak ada perjuangan yang tidak menawarkan keberhasilan. Ia bekerja keras untuk dapat membiayai kehidupannya dengan anak-anaknya, terutama sejak ditinggal meninggal suami. Usaha yang digelutinya ini telah berkembang dengan baik. Sejak memilih menggeluti usaha ini, Sinaseh telah yakin akan pilihannya. Karena dari usaha inilah ia membiayai semua kebutuhan ekonomi keluarganya dan ia bisa menjadi perempuan yang mandiri. Karena itu, sepeninggal suaminya, kehidupan ekonomi Sinaseh tidak pernah terganggu. “Secara ekonomi saya tidak kekurangan, namun saya kehilangan kasih sayang suami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca mengenang suami yang sangat dicintainya. Kepergian suaminya yang sangat mendadak dan tiba-tiba itulah yang membuatnya masih kuat mengenangnya. Ia mengaku sempat shock berat ketika ditinggal suaminya pada hari Minggu yang kelam, beberapa tahun silam. Pusat pembuatan sate Rembige miliknya yang sebelumnya hanya dibuat di rumahnya yang berdekatan dengan jalan raya, kini sebagian dialihkan ke rumah miliknya di tengah kampung
Inspirasi
7 - 13 juli 2014
dari mencuci daging hingga bersih, memotong-montong, mencampurnya dengan bumbu dan menusuk daging pada tusuk sate. Kegiatan ini berlangsung hingga siang hari sebelum akhirnya dijual pada sore harinya. Sate Rembige selalu disajkan dengan bahan dan bumbu yang segar tiap hari, karena sangat jarang sate ini tidak terjual semuanya. Dalam sehari, sate dagangannya nyaris tak pernah tersisa, selalu habis terjual. Sinaseh membawa pulang uang hasil dagangannya dalam jumlah jutaan rupiah. “Bahkan pernah yang tertinggi Rp 10 juta sehari,” ujarnya. Dari usaha ini, selama sekitar 20 tahun, menurut Sinaseh, ekonomi keluarganya bergulir dengan sangat baik. Ia bahkan telah memiliki beberapa rumah dan beberapa sepeda motor untuk anak-anaknya. Ia juga mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga pendidikan tinggi. Rasa pedas sate Rembige inilah yang menjadi kekhasan “Lomboknya”. Ditambah dengan rasa manis yang pas (tidak terlalu manis seperti masakan Jawa), sate ini terasa lezat. Tidak ada bumbu kacang atau bumbu lainnya pada sate ini setelah matang, melainkan bumbu khas itu telah dicampur dengan daging sebelum dibakar. Jadi, tidak perlu ditambahkan racikan lainnya, sate ini sudah sangat pas rasanya. Untuk urusan bumbu, Sinaseh selalu meraciknya sendiri. Dari tangannyalah, rasa dan aroma sate Pembige tidak pernah berubah. Sate ini biasanya dimakan dengan lontong dan pelecing. Harga satu porsi sate Rembige Rp 15.000. Meski masih dikemas dengan cara sederhana dan cenderung biasa, warung ini terus bertambah pelanggannya. Instansi-instansi pemerintah maupun swasta, menjadi pelanggan tetap sate ini tak terkecuali perusahaan-perusahaan katering dan hotel-hotel berbintang. Bahkan, sate ini telah pula dijadikan oleh-oleh hingga keluar daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. -Naniek I. Taufan
enariknya, dalam film pendek yang diprakarsai Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) tersebut, aktor dan aktrisnya diperankan langsung oleh anak tunarungu. “Dalam film pada umumnya, tokoh tunarungu diperankan oleh orang biasa. Namun, di film ini, pemerannya memang benar-benar anak tunarungu. Jadi, mereka memerankan dirinya sendiri,” ujarnya. Mungkim inilah yang mebuat film ini begitu kuat, meski kendala yang dihadapi pun diakuinya cukup besar. “Karena tidak bisa berbicara dan otomatis tak bisa mendengar, kami tak bisa memberikan aba-aba ‘action’ atau ‘cut’ dengan ucapan atau teriakan dari kejauhan, melainkan harus langsung ke depan pemain atau menyentuhnya. Tetapi, ini benarbenar pengalaman luar biasa bagi saya,” tutur pemilik nama I Gusti Ngurah Marianta ini. Sebelumnya, Rahtut yang ikut tergabung struktur organisasi BK3S ini telah juga membuat sebuah album untuk anak-anak tunanetra yang bertitel “Tak Ada yang Sempurna”. Pada anak tunanetra ini, jenis seni vokal sangat memungkinkan dikembangkan bagi mereka. Rahtut pun melatih mereka dalam kegiatan drama musikal. Keterlibatan pria kelahiran tahun 1970 ini dalam BK3S dilatarbelakangi dengan keinginannya untuk mengangkat potensi anak disabilitas dan memberikan motivasi bagi mereka. Rahtut tak mau seperti orang lain yang melihat anak disabilitas ini iba, lantas memberikan materi yang dinilainya hanya bermanfaat sesaat. Menurut Rahtut, bantuan itu bagusnya berupa sesuatu yang bisa mengangkat potensi yang mereka miliki. Seperti motivasi untuk berani menunjukkan diri atau tampil di depan umum. Dan, ternyata, mereka mampu. Rahtut terus
Rahtut XXX
memutar otak untuk mencari dan menggali potensi apa yang bisa dikembangkan dari kekurangan mereka itu. Saat ini, suami AA Sagung Inten Trisnarini ini tengah menggarap sebuah buku yang ditulis anak tunadaksa (cacat fisik). Anak ini diceritakan Rahtut adalah juara menulis esay tingkat nasional. “Rencananya saya buatkan buku tentang biografi dia, dan saya juga minta dia menuliskan cerita tentang teman-temannya. Konsepnya, saya meminta tulisan yang memotivasi, seolah-olah dia adalah motivator,” jelasnya. Proses pembuatan buku ini dikatakannya masih tahap awal, dan ia menargetkan akhir tahun ini sudah rampung. SEKADAR ISENG Grup Band XXX berdiri 10 Oktober 2003. Kelahiran grup band ini pun dikisahkan Rahtut karena iseng. Rahtut yang lulusan Seni Lukis PSSRD (Program Studi Seni Rupa Desain) Unud saat itu menekuni dunia video shoting. BaliTV yang merupakan siaran televisi lokal saat itu sedang booming.Video klip lagu-lagu Bali hampir setiap saat bisa disaksikan di BaliTV. Ayah Maya, Milla, dan Ami ini pun berinisiatif untuk membuat
single sekaligus membuatkan video klipnya untuk ditayangkan di BaliTV. Kebetulan kedua adiknya, Rahtu (vokalis) dan Rahming (gitar) memang bergerak di bidang itu. Mereka dan grupnya malah sudah biasa manggung di kafe-kafe dan hotel. “Saya mengajak mereka untuk membuat lagu sendiri dan langsung membawakannya. Masak terus menyanyikan lagu orang. Saya bilang, jika kita memang senang di dunia ini, mari kita membuat suatu karya,” ujar Rahtut. Single album “Sami Bagia” yang dinyanyikannya duet dengan Rahtu rupanya disambut antusias masyarakat Bali. Saat itu, mereka yang belum merencanakan sebuah nama, iseng menuliskan huruf XXX sebagai title grup mereka. Nama itu diakui Rahtut terinspirasi dari kata “Mr. X” yang biasanya diberikan kepada orang yang tidak diketahui identitasnya. Akhirnya, title XXX itu pun familiar dan dibaca orang “triple x” hingga kini. Mendapat respons yang luar biasa itu, akhirnya menginspirasi Rahtut untuk membuat sebuah album. Dan, kini formasi XXX adalah Rahtut (vokal), Rahtu (vokal), dan Rahming (gitar), dan pada band ada Sila (keyboard/gitsar), dan Rah Alit (drum). Lagu-lagu XXX yang sebagian besar diciptakannya sendiri ini diungkapkannya terinspirasi dari ke-
Grup Band XXX
hidupan sehari-hari. Ada bertema cinta, namun lebih banyak bertema tradisi Bali. Dalam berkarya atau menciptakan lagu, Rahtut tak sekadar membuat lagu. Ia ingin lagu-lagunya itu juga mengedukasi masyarakat. Ini bisa dikihat dari beberapa lagu ciptaannya yang mengadopsi muatan tradisi lokal seperti “Omed-omedan”, “Cupak Grantang”, dan “Sangut Delem”. Paling tidak, masyarakat terutama anak muda sekarang yang mendengar lagunya itu menjadi mengenal dan akhirnya mencari tahu tentang cerita itu. Dalam memilih lirik lagu pun ia sangat berhati-hati. Sebelumnya, Rahtut pasti mengumpulkan ban-
Rahtut saat melatih drama musikal untuk anak-anak disabilitas yang dihadiri Ketua BK3S Denpasar Ny. Selly D. Mantra
yak bahan/materi tentang cerita itu, baik itu dari lontar atau dari tokoh-tokoh masyarakat. Lagu “Omed-omedan” misalnya. Dalam penggarapannya, Rahtut langsung terjun ke daerah Sesetan tempat tradisi itu berlangsung dan menggali banyak informasi dengan tokoh di desa tersebut. “Sekarng ini saya masih mencari-cari tradisi-tradisi lokal kita untuk saya jadikan lagi. Seperti, upacara pangerebongan di Kesiman, dan di daerah lainnya,” ungkapnya. Rahtut yang kini mengaku sibuk mensupport kegiatan Festival Rare Bali yang akan digelar 7-9 Agustus mendatang di Rumah Budaya Penggak Men Mersi, di Jalan WR Supratman, Kesiman Denpasar ini, memiliki impian besar untuk bisa menggabungkan semua unsur seni dalam sebuah pementasan (seni pertunjukkan). “Unsur seni musik, tari, vokal, pedalangan, lukis, bahkan seni rupa lainnya seperti keramik dan patung, saya kira pasti bisa digabungkan, dan semuanya dikomandoi oleh seorang dalang. Saya masih mencari-cari konsep dan formatnya. Dan tentunya, ini akan bisa terwujud jika ada dukungan dari teman-teman seniman yang lain,” harapnya. –Inten Indrawati
4
Inspirasi
7 - 13 juli 2014
Galau Justru Temukan “Rumus” “S
aat itu saya benar-benar kacau, nggak tahu mau ngapain. Di rumah saja kan nggak betah karena saya sudah terbiasa kerja,” ungkapnya menceritakan kegalauan saat itu. Suatu ketika, lanjut Yani, begitu ia akrab disapa, yang ditemui di sela-sela pameran produk UKM di depan Nusantara III Gedung DPR/MPR RI, seorang temannya datang dari Thailand membawa berbagai kerajinan pernak-pernik mote dari Negeri Gajah itu. “Saya tertarik dan bertanya ini-itu pada teman saya. Dia pun memberi saya ‘rumus’ membuatnya, yang kemudian saya kembangkan sendiri,” ungkapnya. Sejak itu ia jadi rajin membuat kerajinan mote dengan desain yang dikembangkannya sendiri. Seiring dengan itu, minatnya pada seni desain ikut tumbuh. Semuanya ia pelajari secara otodidak. Bisa jadi, ia memang memiliki bakat mendesain, buktinya banyak pu-
jian yang didapatnya terkait desain produknya yang unik. Menurut Yani, ia tak tahu hal itu (desain) karena sebelumnya tak pernah bersentuhan dengan kerajinan maupun seni mendesain. Dulu, ujarnya, ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak pernah terpikir soal membuat kerajinan, desain, apalagi bisnis kerajinan seperti yang ditekuninya sekarang. Yani termasuk beruntung. Di saat galau tak memiliki pekerjaan, ia justru menemukan sesuatu yang menarik yang ternyata memiliki prospek yang bernilai ekonomi.
“Teman-teman saya bilang bagus dan unik, lalu dibeli...hahahha... Saya makin semangat karena mereka ‘PD’ memakai tas buatan saya pada acara pesta,” ujar Yani yang memulai bisnisnya dengan modal yang tak seberapa. Gara-gara itu, Yani yang memang sedang jobless pun terinspirasi untuk berbisnis. Apalagi, berkat promosi dari mulut ke mulut, dia mulai mendapat pesanan. “Saya pikir, lebih baik saya terjun ke bisnis ini,” ujarnya. Seiring dengan kemampuannya yang semakin berkembang, ia pun makin berani mendesain aneka produk, bukan hanya tas tapi produk fashion lainnya, seperti aksesori, perlengkapan rumah tangga seperti lampu hias, keranjang aqua, dll. Bahan-bahan yang digunakan pun bukan hanya motemote, tapi juga mutiara, kerang, juga bunga-bunga akrilik warnawarni yang indah. KUALITAS DAN KEUNIKAN DESAIN Menurut Yani, salah satu kiat hingga ia bisa bertahan di bisnis kerajinan pernak-pernik ini, selain ketekunan adalah mempertahankan kualitas produk serta keunikan desain. Dia tak suka membuat produk yang sudah pasaran alias model yang sudah banyak beredar di pasaran. “Saya berusaha menciptakan sesuatu yang unik. Saya ini se-
orang yang perfectionist, segalagalanya maunya sempurna. Teman saya sampai bilang, tidak harus perfect banget, tapi saya tidak bisa. Menurut saya, produk saya harus berkualitas bagus, desain unik, tidak sama dengan yang lain. Soal keuntungan, prinsip saya tidak harus terlalu banyak, yang terpenting barang cepat keluar (laku). Dengan begitu saya bisa terus (cepat) berproduksi,” kata Yani yang mengusung merek ‘Nara’s Breads Collection’ untuk produknya. Diakui Yani, saingan di bisnis pernak-pernik ini luar biasa banyak. Karena itu, ia harus rajin inovasi produk, desain harus up to date sehingga tidak ketinggalan dengan yang lain. “Mendesain bagi saya adalah bagian terumit. Mungkin ini karena karakter saya yang perfectionist. Untuk mendesain sesuatu yang baru, tidak bisa sekali jadi. Harus berkali-kali untuk mendapatkan bentuk yang saya inginkan. Itulah yang membuat lama,” katanya. Untuk memasarkan produk, Yani rajin berpameran. Di Jakarta, katanya, banyak sekali event pameran kerajinan baik berskala kecil maupun besar. Beruntung, ia berada dalam binaan UKM Pemda DKI Jakarta sehingga ia kerap mendapat kesempatan untuk berpameran gratis. Salah satunya adalah pada Jakarta Fair 2014 lalu, di mana ia mendapat kesempatan
21
Bersihkan Bale-bale dari Darah
Rochyani Ichwan
Krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998 memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Mereka yang tadinya bekerja mapan di perusahaan, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena perusahaan goncang dan akhirnya gulung tikar. Dampak itu juga dirasakan oleh Rochyani Ichwan (42) yang ketika itu sudah mapan bekerja di sebuah perusahaan. Lulusan FISIP Padjajaran ini akhirnya kehilangan pekerjaan karena perusahaannya collaps.
Mandalika
7 - 13 juli 2014
Kebahagiaan menerima anggota keluarga baru selalu dirayakan dengan berbagai kegiatan sebagai ungkapan rasa syukur akan kelahiran bayi dalam keluarga tersebut. Rangkaian kegiatan dalam menerima ”tamu” baru itu, dalam tradisi masyarakat Mbojo, masih banyak dilakukan.
berpameran gratis selama 15 hari di stan Pemda DKI Jakarta. “Saya dan beberapa teman dapat kesempatan berjualan selama dua pekan, lumayan. Hampir semua produk yang saya bawa habis terjual. Tempat tisu yang saya bawa cukup banyak, hanya tersisa dua, keranjang aqua yang harganya Rp 150-350, habis. Belum lagi item lainnya, semuanya laku. Pokoknya, jualan saya di Jakarta Fair bagus sekali,” ujarnya bersemangat. Untungnya, kata Yani, meski tidak ada pameran, workshopnya berproduksi setiap hari, sehingga ketika permintaan tinggi ia bisa memenuhinya dalam seketika. Bukan hanya di Jakarta Fair, katanya, diberbagai pameran kerajinan yang diikutinya, tingkat keterjualan produknya tergolong tinggi. “Setiap kali ikut pameran, rata-rata sukses, ya. Para pembeli saya bilang, produk saya lain dari yang lain,” tambah Yani yang mengaku tidak pernah merugi setiap ikut pameran/bazar. “Kalaupun penjualan tak terlalu bagus, tapi saya selalu pulang membawa keuntungan meski tipis”. Selain rajin berpameran, ia juga sudah menyebarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia, di antaranya ke Papua, Gorontalo, dan Balikpapan. “Ke Papua misalnya, setiap 3-4 bulan, saya melakukan pengiriman dengan nilai yang lumayan. Begitu juga ke daerah lainnya. Saya berharap produk saya bisa menyebar ke seluruh daerah di Indonesia, “ ujar Yani, seraya menambahkan, dalam bertransaksi memberlakukan pembayaran cash. “Saya tidak mau konsinyasi, takut!’ katanya. Saat ini, lanjutnya, selain memiliki tujuh pekerja tetap, ia juga mempekerjakan sejumlah tenaga lepas. Hal ini selain karena banyaknya pesanan juga untuk mengisi stok barang. “Ini kan produk handmade, jadi mengerjakannya perlu waktu lama. Nah kalau mendapat banyak pesanan, sementara waktu yang diberikan
A
Rochyani Ichwan
sempit, kami bisa kewalahan kalau tidak ada stok. Selain itu stok barang ini juga untuk pengiriman ke daerah-daerah. Karena itu kami berproduksi setiap hari,” jelasnya. Untuk produknya, Yani menyasar ke segmen menengah karena itu harga produknya pun relative terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 400 ribu. Na-
mun, tambahnya, bukan berarti dia tidak bisa membuat produk mahal. Hanya saja untuk barang-barang tertentu dengan harga-harga tertentu, biasanya dibuat berdasarkan pesanan. Atau, kalaupun membuat stok, hanya satu-dua buah sebagai sampel. Selama menekuni bisnis ini, tambah Yani, boleh dibilang ia tidak menemui hambatan yang berarti. Sepuluh tahun menekuni kerajinan ini, Yani menjadi semakin sadar bahwa untuk berkembang tak harus bekerja di kantoran. Justru dengan menjadi wiraswasta masa depan menjadi lebih menjanjikan. Apalagi di Indonesia, di mana industri kreative sedang bangkit dan mendapat banyak support dari berbagai pihak. “Asalkan tekun, mau bekerja keras dan rajin berinovasi, pasti bisa berjalan. Tentu saja selalu memohon kepada Tuhan agar diberi kemudahan dalam berusaha,” tandasnya. -Diana Runtu
dalah cafi sari yakni kegiatan sederhana membersihkan bayi secara simbolik dari lumuran darah sesaat setelah bayi lahir. Hal ini biasanya dilakukan oleh dukun beranak atau di Dompu dikenal dengan nama sando nggando. Namun, dalam perkembangannya, para keluarga melakukan kegiatan cafi sari ini selalu dirangkaikan dengan syukuran kelahiran sang bayi pada hari ke tujuh atau setelah tali pusarnya jatuh atau dikenal dengan nama mabu woke. Sesungguhnya, cafi sari ini memiliki arti menyapu balebale. Menyapu juga dapat diartikan dengan membersihkan. Dalam Bahasa Bima, cafi sari dalam hal ini mengandung arti membersihkan bale-bale dari kotoran serta darah ibu ketika melahirkan bayinya, agar rumah menjadi bersih dan menyediakan udara serta kondisi rumah yang baik bagi si bayi yang baru lahir. Masyarakat Mbojo tradisional, biasanya rata-rata memiliki bale bambu yang fungsinya sebagai tempat bersantai atau dulu kerap dipakai juga sebagai tempat melahirkan bagi para ibu. Bale bambu ini disebut dengan sarangge. Di sarangge inilah, bayi dilahirkan dibantu oleh sando. Meski sekarang, hampir tidak ada lagi masyarakat Mbojo yang melahirkan di bale-bale bambu, tradisi yang sarat dengan simbol-simbol ini masih kerap digelar. Selain bermakna sebagai bagian dari membersihkan bayi, cafi sari juga bermakna sebagai rasa syukur keluarga dikaruniai anggota keluarga baru. Karena itulah cafi sari kerap dirangkai dengan kegiatan tradisi lainnya seperti turun tanah dan potong rambut. Ketika tradisi potong rambut dan turun tanah dilakukan, biasanya juga dirangkaikan dengan aqiqah. Saat ini, telapak kaki bayi
akan dibolehkan untuk bersentuhan langsung dengan tanah. Dalam prosesi tradisi ini, kaki bayi akan disentuhkan dengan tanah yang diambil dari tanah pada lingkungan masjid yang telah dihaluskan dan diletakkan pada daun pisang yang sangat muda yang baru keluar menjadi pucuk pisang dalam keadaan masih melingkar, yang disebut soro kalo. ”Tanah yang diambil dari lingkungan masjid ini dianggap sebagai tanah yang suci, sebagai simbol bahwa bayi yang baru lahir itu dalam keadaan suci dan diperkenalkan dengan
nya. Sama artinya dengan bayi yang baru lahir, baru membuka mata, langsung menatap dunia yang penuh kebaikan. Sehingga, dalam perjalanan hidupnya kelak, ia akan mengikuti hal-hal yang baik dan terhindar dari perbuatan dan hal-hal yang buruk. ”Injak tanah merupakan simbol, awal bahwa masyarakat suku Mbojo mengajarkan bayi-bayi ini seba-
Simbol-simbol kehidupan dalam tradisi Cafi Sari
tanah tempatnya nanti berpijak adalah tanah yang suci. Sekaligus sebagai simbol doa dari orangtua dan masyarakat sosial yang ikut terlibat dalam kegiatan tradisi ini, bahwa kelak bayi ini akan menjalani kehidupannya yang baik dan berjalan di jalan yang benar,” ungkap Hj. Fatima, salah seorang tokoh masyarakat yang biasa memandu kegiatan tradisi ini. Demikian pula dengan soro kalo, sebagai simbol kelahiran baru, belum sempat membuka daunnya dan masih sangat bebas dari kontaminasi lingkungan-
gai generasi penerus yang dapat berjalan pada jalan yang benar dengan harapan menanamkan rasa tanggung jawab untuk dapat menempatkan diri di mana pun ia berada untuk menjalani kehidupannya kelak,” imbuh Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima yang konsen dalam pelestarian tradisi dan budaya Mbojo. ”Di mana langit dijunjung, di situlah tanak dipijak. Peribahasa inilah yang secara tidak langsung menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Suku Mbojo, di Bima dan Dompu. Kemampuan beradaptasi dengan
Cafi Sari, kegiatan sederhana membersihkan bayi secara simbolik dari lumuran darah sesaat setelah bayi lahir
situasi dan keadaan lah yang diharapkan kepada generasi penerusnya,” ujar Budi AR, budayawan Mbojo, yang tinggal di Dompu menimpali. SAJIAN HASIL BUMI Dalam tiap kegiatan tradisi dalam siklus hidup masyarakat Suku Mbojo, baik itu kiri loko, cafi sari, injak tanah, khitan dan saraso serta peta kapanca, selalu disertai dengan menghadirkan serupa sesajian yang lengkap dari hasil bumi, penganan dan simbol-simbol lainnya, seperti beras, padi, nasi, kelapa, buahbuahan, kue dan lilin serta lainnya. Ada pula periuk baru, kain kafan, benang putih dan sebagainya. ”Serangkaian sajian ini tidak dimaknai sebagai persembahan bagi kehidupan lain, melainkan sebagai simbol semata. Bahwa, dalam kehidupan yang akan dijalani oleh bayi kelak atau anak-anak yang dikhitan maupun saraso atau juga kepada calon pengantin dalam peta kapanca, banyak sekali kekayaan bumi ini yang telah disiapkan oleh Sang Pencipta untuk kehidupannya kelak,” kata Hj. Fatima. Tinggal bagaimana kelak mereka dapat memanfaatkan kekayaan alam itu lewat tangan-tangan mereka yang bekerja di jalan yang benar dan diridhoi. Ini merupakan simbol ikhtiar dari yang berhajat untuk memperkenalkan bendabenda tersebut sebagai sumber kehidupan bagi kehidupannya di
masa depan. Di antara sajian yang selalu menjadi pelengkap tiap tradisi siklus hidup masyarakat Suku Mbojo ini, terdapat buah yang berbuah di atas seperti buahbuahan, kelapa dan lainnya. Ada pula umbi-umbian yang ada di dalam tanah. ”Bahwa ada banyak kekayaan alam yang tersedia bagi kehidupan manusia, di bumi maupun di dalam tanah,” kata Hj. Fatima. Serta, banyak penganan yang diolah dari hasil bumi itu seperti kue-kue. Juga, ada beras kuning dan padi yang disangrai sehingga mekar berwarna putih dan tampak demikian cantik rupanya. Ini sebagai simbol mengajarkan kreativitas dalam mengolah sumber-sumber penghasilan nantinya. Bahwa beras tidak mesti berwarna putih dan padi tidak mesti hanya ada di dalam kulit arinya, melainkan dapat diolah dengan banyak cara. Adapun lilin sebagai simbol penerang bagi jalan-jalan kehidupan yang akan dilalui kelak. Sementara itu, periuk baru yang dililit kain kafan dan benang putih yang juga selalu dihadirkan merupakan simbol untuk mengingatkan, bahwa dalam kehidupan manusia ada kelahiran (kehidupan baru) dan juga pasti akan ada kematian. ”Ketika manusia mati, maka ia hanya akan pulang dengan kain kafan yang dibuat dari benang-benang berwarna putih,” lanjutnya. –Naniek I Taufan
Cafi sari selalu dibarengi dengan acara tradisi lainnya seperti injak tanah dan potong rambut
Metropolitan
22
IGA Primaningrat, S.E.
Jakarta Siapkan ERP
Suka Tantangan Baru
Lebih Mahal dari Tarif Tol Jakarta akan menjadi makin mahal, khususnya bagi para pemilik mobil pribadi yang kerap wara-wiri di jalan-jalan utama pada jam-jam sibuk. Jika melalui jalan-jalan utama yang berada dalam area three in one, pemilik mobil pribadi harus merogoh koceknya dalam-dalam. Ia harus membayar antara Rp 20 ribu–Rp 40 ribu untuk sekali melintas. Per tengahan Juli ini penerapan jalan berbayar atau ERP (electronic road pricing) akan diujicobakan di sejumlah jalan yang selama ini memberlakukan three in one.
Gerbang ERP di Singapura lengkap dengan pemberitahuan tarifnya
T
arif sampai kini be lum diputuskan. Na mun yang pasti jauh lebih tinggi dari tarif tol yang hanya Rp 8 ribu, itupun untuk jalan yang lumayan panjang. Jalan-jalan three in one relatif tidak seberapa panjang. Bisakah Anda membayangkan, jika terpaksa harus melalui beberapa jalan yang berada di wilayah three in on da lam satu hari, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Misalnya saja, dua kali masuk jalur three in one, maka setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp 40 ribu-Rp 80 ribu. Alangkah mahalnya! Maksud pengenaan tarif tinggi ini untuk membuat kapok para pemilik kendaraan pribadi yang kantongnya pas-pasan. Dengan begitu mereka akan beralih ke transportasi umum. Saat ini lang
kah tersebut dianggap paling manjur oleh Pemda DKI Jakarta dalam mengurangi kemacetan lalu lintas. Entah, apakah sudah dikaji, solusi ini berarti akan memindah kan kemacetan lalu lintas ke ruas jalan lain di luar zona three in one. Bisa jadi nantinya, hanya orangorang yang berkantong tebal saja yang ‘santai’ wara-wiri lewat jalur-jalur three in one di jam-jam sibuk pukul 07.00-10.00 dan pukul 16.30-19.00. Di luar jam –jam itu, kendaraan pribadi bebas melintas tanpa bayar. Sedang hari Sabtu, Minggu dan hari raya, ERP tidak berlaku. Memang, sudah saatnya Pemda DKI mengambil langkah tegas dalam mengurangi ke macetan yang kian parah. Apalagi sepertinya kebijakan pajak pro gresif terhadap pemilik lebih
dari satu kendaraan, tidak terlihat dampaknya. Pertumbuhan kend araan masih tetap tinggi. Berdasar kan data, pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 11% per tahun sementara pertumbuhan jalan tidak mencapai 1% . Maka wajar saja Jakarta menjadi makin macet. Sejumlah kota seperti Lon don (Inggris), Singapura, dan Stockholm (Swedia), telah me nerapkan sistem ini. Tarifnya pun tak tanggung-tanggung. Di London, misalnya, adalah kota yang menerapkan pajak ke macetan tertinggi di dunia yakni 11,50 poundsterling atau seki tar Rp 235 ribu. Di Singapura tarifnya bervariasi. Misalnya untuk jalan sibuk Woodlands ke Raffles Place melalui Yishun -
Sosialita
7 - 13 juli 2014
7 - 13 Juli 2014
Menjadi model sudah dilakoni sejak SMP. Itu pun lantaran, wajahnya disebut sangat fotogenik. Mulailah ia mencoba menekuni modeling mulai dari fotomodel hingga ke catwalk. Pembangunan gate ERP di Jakarta
CTE - CBD menghabiskan biaya sekitar 15 dolar Singapura atau Rp 143.447. Pada jam makan siang, tarifnya 2 dolar Singapura. Pemberlakuan ERP di Singapura berhasil menurunkan jumlah kendaraan yang melintas pada jam sibuk hingga 25.000 unit dan kecepatan kendaraan meningkat hingga 20%. Sementara tarif ERP di Stockholm Swedia juga bervariasi tergantung jam sibuk. Namun tertinggi pada jam sibuk sore hari yakni Rp 35 ribu dan pergi kantor atau pagi hari yakni Rp 26 ribu. Lalu seperti apa penerapan ERP ini? Saat ini pembangunan gerbang ERP di depan Panin Bank, Jl Jend Sudirman, sedang dikerjakan. Untuk tahap permulaan dipasang di jalur lambat, setelah itu jalur cepat. Total panjangnya gerbang 14 meter. Gate ERP memiliki 3 alat deteksi yaitu; VDC Passage (sensor untuk mendeteksi jenis kendaraan), VR sensor (kamera yang bisa mengambil gambar plat nomor kendaraan kalau melanggar aturan atau sisi pengawasan), dan yang terakhir adalah Transceivers (penerima data dari OBU). Tiga
tkh/adji k
mesin itu untuk satu set pen deteksi ERP. Nantinya, setiap pemilik mobil harus membeli alat OBU (on board unit) untuk dipasang di mobilnya. Di dalam OBU ini akan dipasang chip yang berisi saldo tertentu. Saldo uang itu akan dipotong setiap kendaraan itu melintas di area ERP. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M. Akbar mengata kan, gerbang ERP tidak memiliki pintu, artinya, semua kendaraan tetap bisa melintas. Hanya saja, bagi kendaraan yang tidak me miliki OBU atau ber-OBU tapi saldo kurang, pemiliknya akan dikirimi surat tilang plus denda. “Kami bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk data ken daraan yang lewat. Jadi semuanya terekam, pemilik kendaraan akan dapat diketahui. Jika yang ber sangkutan tidak mengindahkan su rat tagihan ini, maka dia pasti akan kesulitan mengurus perpanjangan STNK yang harus dilakukan setiap tahun. Karena diharuskan mem bayar berikut denda yang makin lama akan makin mahal,” jelasnya. –Diana Runtu
Potensi Pendapatan Rp 4 Miliar Berbeda dengan tarif tol yang dievaluasi setiap dua tahun, tarif ERP justru bisa fluktuatif setiap bulan dengan tolok ukur adalah kemacetan lalu lintas. Kecepatan kendaraan di jalan-jalan ber-ERP pada jam sibuk, minimal harus 3040 km per jam. Jika di bawah itu, maka tarif akan dinaikkan. Misal nya, sekali melintas Rp 20 ribu, akan dinaikkan menjadi Rp 30 ribu, begitu seterusnya jika kon disi tidak berubah. Namun, jika ternyata setelah ERP kecepatan kendaraan bisa melampaui 40 km per jam, maka tarif ERP akan diturunkan. Berdasarkan data, 200 ribu unit mobil melintas perhari di jalan utama Ibukota. Jika tarif ERP yang diterapkan Rp 20 ribu dikalikan 200 ribu unit maka potensi pendapatan dari ERP men capai Rp 4 miliar sehari. Pendapatan ini akan dikelola untuk memperkuat kondisi pelayanan angkutan umum di Jakarta dan fasilitas transportasi publik lainnya. Menurut Kepala Dinas Per hubungan DKI Jakarta M. Akbar, tahap uji coba akan berjalan selama enam bulan dan belum dikenakan biaya. Tahapan ini selain untuk
mengetes tingkat kemacetan lalu lintas di zona ERP juga untuk melihat apakah peralatan di gerbang ERP dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika segala sesuatu berjalan mu lus, maka tahun depan, 2015, ERP akan di berlakukan penuh alias semua kendaraan yang lewat harus bayar sesuai tarif yang berlaku. Lalu bagaimana dengan kendaraan roda dua? Berdasarkan data, jumlah kendaraan roda dua yang melintasi jalan-jalan di Jakarta mencapai 2 juta unit lebih. Namun, untuk tahap awal, hanya mobil pribadi yang menjadi sasaran ERP. Hanya saja nantinya akan dilakukan pengaturan tertentu khususnya untuk jalan-jalan ERP. –Diana Runtu
I
GA Primaningrat, S.E., terus mencari jati diri nya. Ketertarikan pada dunia cuap-cuap mem buatnya terpikat menjadi master of ceremony. Berbagai acara telah dipercayakan pada perempuan kelahiran 26 Oktober 1987 ini. Ia merambah ke dunia presenter di salah satu televisi swasta na sional. Keinginannya untuk terus berkembang, membuat ibu dua anak ini, selalu ingin meng ekspresikan diri dengan tan tangan baru. Kesukaannya pada musik, membuatnya tertantang menjadi disc jockey atau DJ. Perempuan yang akrab disapa Iga ini menuturkan, menjadi DJ memang tak mudah. “Hal mendasar yang menjadi tanggung jawab utama seorang DJ adalah memberi kan hiburan musik kepada sekelom pok orang yang selera musiknya beragam. Hal tersebut berarti, seorang DJ harus memahami apa yang para penonton ingin dengarkan,” kata Iga. Ia menambahkan, agar sukses meniti karier sebagai DJ, tidak hanya membu tuhkan wawasan yang luas tentang musik, tetapi juga ke mampuan dalam bekerja sama dengan orang lain, berinteraksi dengan para pengunjung, dan profesional. Iga pun mencoba berlatih dengan seorang teman yang duluan sudah berkarier sebagai DJ. Kemudian dia melanjutkan dengan kursus agar lebih pro fesional. “Meskipun profesi se bagai DJ sering dipandang penuh kesenangan dan glamor, namun diperlukan kerja keras dan dedi kasi yang tinggi agar menjadi terampil dan profesional,” ujar Iga. Banyak job sudah mengalir ke tangan Iga sebagai DJ. Kini, ada tantangan baru buatnya. “Saya suka men coba hal baru. Prinsip saya, kalau orang lain bisa, mengapa saya tidak,” tuturnya. Dunia akting, diburunya. Be berapakali ia ikut dalam FTV, dan kini sudah merambah ke layar lebar yang judulnya
masih dirahasiakannya. “Tunggu saja yah,” kata putri I Gusti Ngu rah Surya, S.E., dan Dra. IGA Oka Netrawati, M.Erg. ini sembari tertawa. MENCARI REMAJA MULTITALENTA Dengan seabrek kegiatan nya, Iga m e
ngatakan, tetap menikmati semua aktivitasnya. Ia menuturkan, menjalankan semua dengan apa adanya. “Saya sih tidak terlalu am bisi, tapi saya lebih ke jalani saja mengalir seperti air. Karier saya seperti ini semua karena men galir begitu saja. Malah dulunya ingin menjadi desainer. Sekarang malah masuk dunia entertainer. Tapi saya rasa masih tetap ada hubungan yah,” tutur ibunda Deva Natadiningrat dan Kresna Dwipayanadiningrat ini. Untuk seni vokal, Iga belum berani menerima tawaran nyanyi. “Saya fokus pada model, akting, dan DJ saja dulu. Walaupun ada tawaran dari manajemen Jakarta,” tutur kakak dari I Gusti Ngurah Damara Ningrat ini. Karier yang sukses, tak mem buat Iga pelit berbagi tips sukses. Dengan bendera “Glam ous”, Iga membina 75 model remaja usia 16 sampai 22 tahun. Selain model, mereka juga DJ dan MC. “Saya memang mencari remaja-remaja yang multi talenta,” ucap Iga. Malang melintang di dunia entertainment Jakarta, Bandung, dan Surabaya membuat Iga ter pilih menjadi Ketua Persatuan Artis Remaja & Cilik Indonesia (PARCI) Kabupaten Badung. Tokoh muda bidang fotografi Indonesia Casko Wibowo yang juga ketua DPD PARCI Provinsi Bali, NTB, dan NTT, melantik IGA Primaningrat, tahun lalu. Menurut Iga, masa jabatan lima tahun yang dia emban akan dipergunakan untuk membangun kepentingan keartisan remaja dan cilik di Bali. “Sebagai contoh, kami akan membuka kursus dan workshop presenter, model, akting, olah vokal dan juga fotografi. Harus ada dulu para artis yang mempunyai kemampuan dan terlatih, baru kami beri akses ke pertelevisian, agar ke depan artis kita tidak hanya dapat porsi se bagai penggembira,” ujarnya. Dengan dibantu wakil ketua PARCI Badung Ida Bagus Abi, humas Jeje Ripit, dan sekretaris Lili, Iga berharap, PARCI di Bali, khususnya di Badung, dapat berkembang dengan pesat. Ia menambahkan, banyak mengenal orang-orang di dunia entertain-
3 ment dan mempunyai akses yang baik di pertelevisian nasional. Setelah urusan karier lancar, Iga sedang memikir kan urusan pendidikan nya. Perempuan yang masuk dalam Ripit Management ini berniat melanjut kan pendidikan nya ke jenjang yang lebih ting gi. “Pengennya melanjutkan ke Magister Manajemen,” tutur peraih Juara Favorit Majalah Sam pul Gadis saat SMA ini. BELAJAR MENULIS Menurut Iga, ia termotivasi dari orangtuanya, yang berprofesi sebagai dosen, dan khusus ibunya, walaupun sudah berusia 53 tahun, ingin melanjutkan pendidikan ke jejang doktor. Iga mengaku tak ada yang mengarahkan dirinya menjadi model. Itu memang karena oto didak. Kini, Iga melihat potensi seni pada kedua putranya. “Si sulung walaupun masih SD, sudah terlihat suka fotografi. Begitu juga si bungsu, jago gambar. Ya saya biarkan bakat mereka mengalir apa adanya. Saya selaku orangtua hanya mendukung,” tuturnya. Menurut Iga, kedua anaknya sering dibawa ke lokasi syuting agar mereka mengenal pekerjaan ibunya sejak kecil. “Kalau mereka mau mengikuti saya di dunia entertainment, itu dilakukan dari dirinya
sendiri, bukan paksaan,” katanya. Iga mensyukuri hidupnya penuh dengan kemudahan sejak dulu dan ia berharap kariernya terus meningkat bersama ke hidupan keluarganya ke depan. Ia tak mau terlalu muluk-muluk. “Saya teringat pesan orangtua saya, biarkan karier berjalan tahap demi tahap,” ucapnya dengan semangat. Keinginannya yang terpendam ingin membuat catatan kehidupan pribadinya, termasuk perjalan an kariernya. “Saya lagi belajar menulis. Jika bisa terwujud buku itu akan saya persembahkan untuk orang yang sangat berarti dalam hidup saya, yang selalu mendukung selama ini,” tutur Iga mengakhiri obrolan bersama Tokoh. –Wirati Astiti
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
Kuliner Ria
Dalam pertemuan tersebut, tersirat adanya kesamaan tujuan dalam menggarap segmen kuliner. Tokoh sebagai media yang menyasar segmen wanita sedangkan Gandum Mas Kencana dalam pemasaran produknya juga menyasar pecinta kuliner yang ma yoritas kaum wanita. Kesamaan tujuan ini diharapkan menjadi modal untuk melakukan sinergi dalam berbagai bentuk kegiatan. Kuliner memang menjadi
incaran masyarakat saat ini. Maraknya tayangan dan berita kuliner di media elektronik dan media cetak. Dari anak-anak hingga dewasa tertarik dengan wisata kuliner, cooking class, bahkan demo masak. Profesi chef pun menjadi profesi yang banyak diidam-idamkan anak-anak. Di Pesta Kesenian Bali (PKB), wisata kuliner menjadi salah satu alasan pengunjung. Berbagai jenis makanan tradisional bisa didapatkan selama pelaksanaan PKB. Namun, yang disayangkan adalah tidak adanya lomba kuliner seperti tahun sebelumnya. Ketua Panitia Pelaksana PKB beralasan, format lomba kuliner yang menjadi permasalah an. Panitia ingin penilaian yang objektif sehingga tidak menimbulkan permasalahan setelah lomba. Namun, aspirasi untuk menggelar lomba kuliner sudah ditampung dan akan dicarikan format lomba yang tepat. Satu hal yang tak kalah penting adalah resep-resep sederhana yang bisa dikreasikan menjadi makanan istimewa. Edisi kali ini kami menyajikan beberapa resep yang bisa dicoba di rumah untuk hidangan buka puasa ataupun hidangan acara lain. Selamat berkuliner ria. Salam
sar di taruh di kepala. Pekerjaan itu lumayan berat karena jarak vila dari restoran lumayan jauh dan mesti jalan kaki. Walaupun lumayan berat tetapi saya menikmati pekerjaan itu apalagi kalau sudah mendapatkan uang tip dari tamu. Pada suatu ketika saya ditugaskan untuk menjaga bar yang letaknya tidak jauh dari restoran. Di sana saya bertugas untuk membuatkan minuman bagi para tamu yang ingin memesan. Saya sama sekali tidak punya pengalaman untuk itu tetapi senior saya percaya saya bisa mengerjakanya. Di ruangan bar yang sempit dan dipenuhi berbagai macam botol cocktail, soft drink, liquer, saya mulai menghafal cara membuat beraneka minuman yang resepnya sudah ditempel di dinding bar. Suatu sore datang seorang tamu laki- laki setengah baya yang menghampiri saya di sana. Dia begitu ramah kepada saya, karena keasyikan mengobrol sampai-sampai saya lupa menawarkan minuman untuknya. Dia berkata kepada saya, “Seharusnya kalau ada tamu datang kamu menawarkan minuman untuknya”. Saya terkejut dan malu mendengar kata-katanya
itu. Saya minta maaf dan langsung menawarkan minuman untuknya. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah owner dari hotel itu. Bodohnya lagi saya tidak mengerti apa arti owner dalam bahasa Indonesia. Untungnya saat itu datang senior saya dengan wajah sedikit cemas langsung menawarkan minuman kesukaan dari tamu itu. Setelah mendapatkan minumanya dan pergi, senior saya pun mengingatkan saya siapa tamu itu dan apa minuman kesukaanya yang mesti saya tawarkan ketika dia datang. Lagi- lagi saya diberitahu bahwa tamu itu adalah owner hotel. Tetapi, saya tetap tidak paham sampai akhirnya dengan polosnya saya bertanya, “Owner itu maksudnya apa?” Senior saya menjawab, owner itu artinya orang yang punya hotel, jawabnya dengan sedikit tersenyum. OMG…betapa malu dan bodohnya saya, tetapi itulah pengalaman, membuat kita belajar akan sesuatu. Sampai sekarang saya bekerja di hotel, saya tidak pernah melupakan kejadian itu. Sering kali kita belajar sesuatu dari kesalahan itu sendiri. Jadi jangan pernah takut salah jika kamu mau belajar. Wayan Sumiati, Kedewatan
Kunjungan I Gede Putra Yasa, Area Sales Supervisor Gandum Mas Kencana dan Tri Ayu, Asisten MD Gandum Mas Kencana
Kamis (3/7), Tokoh dikunjungi I Gede Putra Yasa, Area Sales Supervisor Gandum Mas Kencana dan Tri Ayu, Asisten MD Gandum Mas Kencana. Dalam kunjungan ini, Gandum Mas Kencana yang me miliki produk bahan baku kuliner memaparkan beberapa kegiatan yang pernah mereka laksanakan.
Owner Waktu itu saya masih menuntut ilmu di salah satu sekolah kejuruan pariwisata di daerah Singakerta, Ubud. Siswa yang sudah menginjak tahun kedua diterjunkan ke perhotelan untuk training sesuai dengan bidang masing-masing yang dipilih. Saya memilih untuk melamar di bagian food & beverage service sebagai waitress di salah satu hotel berbintang tidak jauh dari tempat tinggal saya. Saya pun membawa surat pengantar dari sekolah beserta data lainya untuk melamar di sana. Setelah interview dengan memakai bahasa Inggris oleh manajer restoran, tanpa pikir panjang dia menerima saya dan meminta saya untuk langsung training pada hari itu juga. Saya diantar untuk ke ruang ganti pakaian dan diarahkan oleh senior saya untuk belajar apa saja yang mesti saya kerjakan selama di sana. Di hotel itu ada satu restoran, bar dan pool bar yang tempatnya terpisah. Sebagai peserta training tidak banyak pekerjaan yang berhubungan dengan tamu yang dilimpahkan ke saya, tetapi setelah belajar banyak hal dalam sebulan itu dikit demi sedikit saya belajar menyajikan makanan dan taking order pesanan tamu. Bahkan sering kali saya membawa orderan room service ke kamar tamu dengan nampan be-
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
7 - 13 juli 2014
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
JOKOWI
Tak jelas bagaimana jalannya, semua tahu Amat akan mencoblos nomor dua. Menurut tafsiran Amat, mungkin istrinya yang tak sengaja sudah terpancing. Padahal Bu Amat sempat berbisik pada Bu Ketut, Amat sudah beralih cinta ke satu. Masalahnya, ada wartawan datang mau wawancara. Amat sudah mengelak. Tapi kuli tinta terus mendesak. “Suara Bapak, sangat penting, Pak Amat!” “Maaf, Dik, Bapak orang biasa. Suara Bapak tidak ada gunanya. Lebih baik adik mewawancarai orang kaya di ujung itu. Suaranya berpengaruh. Paling tidak pada para pegawainya yang hampir 100 orang. Ke sana saja. Pasti dia juga senang diwawancarai.” “O, tidak, Pak. Justru orang biasa seperti Bapak mayoritas pemilih yang akan menentukan pemenang. Elit kita, kelas menengah kita memang lantang dan hebat koar-koarnya, tapi tetap saja satu kepala satu suara. Bukan mereka yang menentukan, mereka sendiri lupa itu! Bapak yang pegang kunci tanpa Bapak sadari!” Amat tak bisa mengelak lagi. “Kalau begitu, apa yang mau Adik tanyakan? “Begini, Pak, kami tidak mau menanyakan yang sudah biasa ditanyakan media lain. Pertanyaannya agak aneh, nyeleneh, tapi kami mengharapkan Bapak menjawab jujur. Oke?” Amat berpikir. “Maksud saya, bukan aneh negatif, tapi untuk membangun. Oke Pak?” “Baik.” “Boleh kami rekam?” “Boleh.” Wartawan itu menyiapkan alatnya. “Jadi Bapak akan memilih nomor dua?” Amat terkejut. “Kok tahu?” “Berarti betul nomor dua. Kelemahan apa yang Bapak lihat pada nomor satu, yang membedakannya dengan nomor dua, sehingga Bapak memilih nomor dua?” Amat menjawab hati-hati. “Saya tidak melihat perbedaannya, tapi persamaannya.” “Apa persamaannya?” “Keduanya mau dipilih jadi presiden.” Wartawan itu tersenyum. “Betul! Terus?” “Keduanya mau membangun Indonesia dan berpihak pada rakyat. Betul tidak, Dik?”” “Betul. Tapi mengapa nomor dua jadi pilihan Bapak?” “Sebab Bapak hanya boleh pilih satu? Betul tidak?” “Betul, tapi kenapa nomor dua?” Amat berpikir. “Maksud Adik, kenapa bukan nomor satu!” “Betul. Kenapa bukan nomor satu?” “Karena meskipun sama-sama memiliki kekuatan, juga masing-masing punya kelemahan. Betul tidak?” “Betul sekali, Pak Amat apa kelemahan nomor satu?!” “Adik ini sebagai wartawan pasti sudah paham apa kekuatan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Sebab untuk menemukan kelemahannya, kelemahan siapa pun, kelemahan apa pun, kita harus terlebih dahulu menguasai apa kekuatannya. Betul tidak?” “Betul, Pak.” “Adik sebagai wartawan tidak mungkin tidak tahu! Tahu kan kekuatan Pak Prabowo?” “Tahu, Pak?” “Ya pasti tahu. Bagaimana bisa menulis berita kalau tidak tahu itu. Di mana kekuatan beliau menurut Adik?” “Ya, kalau nyimak debat-debat capres di TV, saya kira kekuatan Pak Prabowo dalam visinya terhadap masa depan Indonesia. Beliau fasih dan vokal menguraikan apa dan bagaimana Indonesia seharusnya di masa depan. Seperti seorang kapten kapal atau nahkoda di laut, kalau bisa memastikan arah yang dituju, kapal akan bergerak pasti ke arah tujuan!” Amat mengacungkan jempolnya. “Dan, Pak jokowi?” “Jokowi lain lagi. Beliau adalah orang lapangan yang menguasai betul medan. Teori tentang visi Indonesia bagi beliau sudah digariskan tuntas oleh para pemimpin terdahulu. Hanya realisasinya yang belum. Beliau adalah sosok yang akan fokus pada mewujudkan realisasi mimpi-mimpi yang tak kunjung diwujudkan itu!” Amat kembali menunjukkan jempolnya. “Betul sekali. Ternyata Adik benar-benar wartawan sejati. Adik bertanya kepada Bapak bukan karena tidak tahu. Bahkan adik mungkin lebih tahu dari Bapak. Tapi sebagai wartawan Adik harus mendengarkan pendapat dari mulut Bapak kata demi kata? Betul tidak, Dik?” “Betul Pak. Kami wartawan tidak boleh memihak. Harus memberikan informasi objektif pada rakyat. Itu sudah doktrin dan komitmen yang tak bisa ditawar.” “Walau pun Adik jelas punya pandangan sendiri?” “Sama sekali tidak boleh mengemukakan pendapat sendiri. Itu bedanya wartawan dengan tukang obat, Pak!” “Tapi kalau begitu pendapat Adik nanti lama-lama bisa terpengaruh dan berubah. Seperti kata pepatah: alah bisa karena biasa!” Wartawan itu tertawa. “Tak mungkin, Pak Amat. Sebagai wartawan saya harus objektif. Tapi sebagai pribadi buat saya menang atau kalah tetap: Jokowi.” Baterei habis. Wawancara tak bisa dilanjutkan.
Putu Wijaya
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
7 - 13 juli 2014
Mozaik
23
Menghitung Langkah saat Berlari Ketidaksempurnaan tubuh tidak menjadi alasan seseorang untuk terpuruk namun justru seharusnya bangkit. Demikian halnya dengan sejumlah penyandang cacat di Bali yang berhasil menoreh beragam prestasi khususnya di cabang olahraga. Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Daerah Provinsi Bali yang kini telah berganti nama menjadi National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Bali adalah badan yang berperan aktif dalam mengembangkan olahraga khususnya bagi para penyandang cacat. Organisasi ini dirintis 7 Februari 1976 oleh I Gede Nyoman Sumitha yang dilantik sebagai ketua 7 Juni 1977. Hingga saat ini Sumitha masih menjadi ketua NPC Provinsi Bali. Cabang olahraga yang dibina di NPC Provinsi Bali di antaranya angkat berat, atletik, bulutangkis, catur, renang, futsal, tenis kursi roda, tenis meja, voli duduk, dan panahan. NPC sebagai wadah pembinaan olahraga dari berbagai katagori kecacatan seperti tunanetra, tunarungu wicara, tunadaksa dan cerebral palsy. Latihan khusus kerap dijalani para atlet penyandang cacat. “Latihan yang dilakukan sudah tentu berbeda dari biasanya. Misalnya seorang penyandang tunanetra latihan dengan tepukan tangan jika akan mengikuti perlombaan renang dan berlari. Dengan menghitung langkah, jika berlari, dan dalam olahraga tenis meja penderita tunanetra bermain di bawah net,” jelas Sumitha. Selama keikutsertaan NPC Provinsi Bali dalam event-event nasional dan internasional, atlet-atletnya telah banyak mengukir prestasi dalam berbagai cabang olahraga. Ini menjadi bukti para atlet penyandang cacat dari Bali aktif dalam berbagai ajang pertandingan Olahraga Penyandang Cacat hingga lingkup internasional.
Prestasi yang diraih antara lain dari ajang ASEAN Paragames VII di Myanmar, Multievent ASEAN Youth Paragames di Malaysia, dan Single Event 2014 IPC Powerlifting World Championships Dubai. Atlet-atlet yang berprestasi itu di antaranya I Gede Nyoman Oka, I Putu Sarwada, Ni Putu Christiani, Ni Nengah Widiasih, Ni Ketut Mursi, dan Ni Made Ariyanti Putri. I Putu Sarwada penyandang tunagrahita/ TG 20 menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam cabang olahraga atletik yaitu lari. Empat medali disabetnya. Medali emas lari estafet 100x4 meter dan 400x4 meter, medali perak lari 100 meter serta medali perunggu lari 200 meter. Ni Nengah Widiasih penyandang tunadaksa menyumbangkan medali emas angkat berat di kelas 40 dan tercatat angkatan terbaiknya 90 kilogram. Penyandang tunadaksa lain yakni Ni Putu Christiani menyumbangkan medali emas dalam ajang lempar cakram dan medali perak lempar lembing. Ni Ketut Mursi penyandang tunanetra B1 memperkuat kontingen Indonesia dalam ajang ASEAN Paragames VII di Myanmar cabang olahraga catur. Di ajang ASEAN Paralympic Games VII itu, kontingen Indonesia menduduki juara umum I dengan perolehan 99 emas, 69 perak, dan 49 perunggu. Thailand menduduki juara umum II. Prestasi ini sangat membanggakan Sumitha. “Hal ini
Life Time Program JRP Fokus John Robert Powers (JRP) adalah pada pengembangan kepribadian dan keterampilan berkomunikasi, yang materinya selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Hal ini, disampaikan Indayati Oetomo, International Director John Robert Power Indonesia ini, pada acara John Robert Power Gathering, Rabu (25/6) di Warung Bendega. Pendidikan kepribadian ini, katanya menjadi sangat penting di era sekarang. Apalagi bagi anak-anak, sangat bagus jika sejak usia dini, sudah mendapatkan bekal kepribadian, sehingga mereka nantinya menjadi generasi yang berkarakter dan siap memaksimalkan potensinya. Memang, eksistensi JRP, Indonesia di bidang pendidikan khususnya pengembangan kepribadian, tak perlu diragukan lagi. Pioner sekolah kepribadian ini terbukti telah sangat banyak berhasil mengembangkan pribadipribadi berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga politisi yang mengikut program-programnya. Begitu juga dengan kiprahnya di Denpasar, Bali selama ini. Mulyani, Branch Manager JRP, Denpasar mengatakan akan lebih baik jika seseorang memilih Life Time Program, karena memiliki kesempatan untuk terus mengikuti programprogram yang disiapkan. – Sri Ardhini
Workshop Tengkuluk Lelunakan
Atlet NPC Provinsi Bali
tidak akan tercapai tanpa keseriusan, ketekunan dan kedisiplinan para atlet,” ucapnya. Selain berkeinginan memajukan para atlet penyandang cacat dalam hal olahraga. Sumitha mengaku ingin membuat buku biografi. “Saya ingin menciptakan sebuah karya agar orang lain dapat mengenal saya,” ujarnya. Ia mengaku keluarga menjadi motivasinya dalam hidup walaupun memiliki berbagai kekurangan. “Dukungan dari keluarga membuat saya lebih semangat menjalani hidup serta keinginan dari sendiri agar bisa berkembang,” tegasnya. -Ari
Workshop Tengkuluk Lelunakan yang digelar Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post) bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Palatihan (LKP) Agung, Viva Cosmetic, WHDI Bali, dan pemerhati Perempuan Bali, dilaksanakan Rabu (2/7) di LKP Agung di Jalan Anggrek, Kreneng, Denpasar. Acara yang dihadiri pemerhati perempuan, Dayu kondi, Ny. Satria Naradha, serta Elly dan Desak Asrihati dari WHDI tersebut diikuti sekitar 50 perempuan. Mereka antusias menyimak pemaparan AA Ayu Ketut Agung (pemilik LKP Agung) yang langsung mempraktikkan cara membuat tengkuluk lelunakan yang mudah dan simpel. –Inten Indrawati
What’S Up
24
7 - 13 Juli 2014
Memahami Arti Sebuah Pelayanan Hidup adalah pilihan.Dalam hidup pasti ada benar dan salah.Satu dari kedua jalan itu pasti kita pilih, dan ketika kita diam tidak memilih, itu pun suatu pilihan.Ketika apa yang kita lakukan itu disebut benar, berarti ada sesuatu lain yang salah.Demikian sebaliknya, kita tahu bahwa itu salah, karena ada kebenaran.Namun, ketika kita hanya memilih diam, apakah kita tahu mana yang sesungguhnya benar, dan mana yang salah?
S
emua yang terjadi dalam hidup kita sekarang ini tak terlepas dari karma kita terdahulu. Demikian halnya dengan orang-orang di sekitar kita dalam kehidupan sekarang ini, tak lain adalah orang-orang yang pernah kita temui di kehidupan kita sebelumnya. Kenapa kita dipertemukan dengan orang-orang tersebut di kehidupan sekarang? Karena di antara kita dan mereka masih ada hutang karma yang belum terselesaikan. Karena itu pula kita diberikan kesempatan hidup untuk menyelesaikan hutang-hutang tersebut. “Jadi, perbanyaklah melakukan karma baik di kehidupan sekarang ini dengan melakukan pelayanan,” ujar Bunda Arsaningsih. Apa bedanya pelayanan dengan donasi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata “donasi” adalah sumbangan tetap (berupa uang atau materi) dari penderma kepada perkumpulan, sedangkan “pelayanan” adalah sumbangan yang pada dasarnya tidak berwujud, bisa berbentuk aktivitas, tidak berupa material, bisa berupa jasa, ide, konsep atau berbagai
Pelayanan Workshop SOUL bagi Pemkab Gianyar, prajuru adat dan masyarakat umum di Balai Budaya Gianyar
hal yang berhubungan dengan bantuan secara ikhlas. Jadi, jelas sekali bahwa antara “pelayanan” dengan “donasi” berbeda. Hal ini merupakan hal yang fundamental yang diajarkan oleh Bunda Arsa ningsih. Ia menekankan bahwa pelayanan disebabkan oleh rasa cinta dan kasih sayang, walaupun antara donasi dan pelayanan tujuannya sama, yakni memberikan sesuatu kepada orang lain,
tetapi sangat jelas berbeda. Dan, secara gamblang “pelayanan” berdasar pada melakukan sesuatu tanpa ada tendensi apapun baik itu pengharapan, timbal balik, ataupun ekspos untuk mendapatkan pengakuan. Sedangkan donasi biasanya memiliki tendensi tertentu. Jelas sekali bahwa hal ini memiliki makna yang sangat berbeda, karena menyangkut masalah “keikhlasan”. Bunda Arsaningsih, selaku
Founder Yayasan Cahaya Cinta Kasih senantiasa berupaya melakukan swadharmanya sebagai Guru dengan melakukan pelayanan, yaitu memberikan pencerahan jiwa kepada masyarakat luas agar mereka bisa memahami arti hidup dari kehidupan itu sendiri. Di dalam konsep melakukan pelayanan, perlu dipahami bahwa kita harus bijaksana dalam memilih suatu pelayanan. Seperti konsep pemahaman universal yang diajarkan oleh Bunda Arsa ningsih tentang hukum menanam ditempat yang subur. Kadangkala orang beranggapan menanam di semua tempat akan menghasilkan hasil yang sama, dan hal itu belumlah tepat adanya karena tidak adanya alat ukur yang dipakai. Melalui konsep pemahaman energi yang diajarkan oleh Bunda Arsaningsih, segala hal dapat kita ukur yang akhirnya kita akan mampu melakukan proses pelayanan yang tepat untuk menanam karma yang baik, walaupun tidak mengharapkan hasil atas hal tersebut. Karena, setiap hasil kerja
atau pelayanan yang dilakukan kita persembahkan kepada Tuhan. Workshop Spirit of Universal Life (SOUL) yang merupakan bagian dari pelayanan Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) senantiasa siap melakukan kegiatan semacam ini, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam rangka mengembalikan nilai-nilai budi pekerti, perbaikan moral, dan revolusi mental bagi para penerus bangsa yang selama ini terusmenerus tergerus oleh arus glo-
balisasi. Hal ini sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Workshop SOUL telah rutin diselenggarakan setiap bulannya. Bagi yang berminat mengikuti workshop ini dapat menghubungi kantor Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) yang beralamat di Lt.2, Klinik Bersalin Anugerah, Jln. Gunung Sanghyang No. 118 D Denpasar, Tlp. (0361) 7463858 atau (0361) 419347. –Inten Indarawati
Workshop SOUL Berdampak Positif Workshop SOUL bertema “Membangun Pura di Dalam Diri” yang dilaksanakan belum lama ini oleh Pemkab Gianyar memberikan dampak positif serta membuka pemahaman terhadap nilai-nilai pelayanan. Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Geria meng ungkapkan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh SOUL untuk desa adat Gianyar, harapannya sudah sesuai dengan temanya yaitu “Membangun Pura Dalam Diri”, yang tujuannya agar para peserta mendapatkan spirit sebelum melakukan karya agung, berupa pencerahan dan pemahaman hakikat cinta kasih dan energi Ilahi. Energi ini sebagai bekal kekuatan para prajuru adat dan masyarakat untuk melakukan pelayanannya.
Pelayanan Workshop SOUL kepada pemangku dan umat Hindu di sekitar Pura Alas Purwo, Banyuwangi