Skip to main content

Tokoh Edisi 803 | Tokoh

Page 1

What’S Up

24

30 Juni - 6 Juli 2014

Workshop SOUL Donasikan untuk Pura Oktober 2015, Desa Adat Gianyar berencana akan melaksanakan karya agung penyegjeg dan peneduh jagat di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat ­Gianyar. Upacara ini diperkirakan akan membutuhkan biaya cukup besar, lebih kurang Rp 2 M. Untuk merealisasikan rencana ini, Bendesa Adat setem­pat mem­ bentuk tim penggalian dana. “Muncul beberapa inisiatif upaya penggalian dana, yang salah satunya adalah menyelenggarakan Workshop SOUL (Spirit of Universal Life), menggandeng Yayasan Cahaya Cinta Kasih, dan bekerjasama dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten ­Gianyar,” ujar Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Geria.

Bunda Arsaningsih menuntun seorang peserta Workshop SOUL “Membangun Pura di Dalam Diri” untuk melakukan keterhubungan dengan Tuhan

G

ayung bersambut. Pemda Gianyar, yang dalam hal ini Bupati Gianyar melihat adanya kebutuhan untuk melakukan program-program motivasi kepada karyawannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mendukung penuh kegiatan ini. Masyarakat umum pun merespons positif dan antusias mengikutinya. Dari 150 peserta yang ditargetkan, tercatat 200 peserta yang terdaftar, yakni 125 orang dari Pemda, dan sisanya adalah dari kalangan prajuru adat dan pemangku di Desa Adat Gianyar, serta masyarakat umum. Workshop SOUL bertema “Membangun Pura di Dalam Diri”, yang dilangsungkan Sabtu (21/6) di Balai Budaya Gianyar itu dibuka Bupati Giayar yang diwakili oleh Asisten Adminitrasi Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Gianyar, Ketut Suweta. Para peserta tampak serius mengikuti

workshop yang dipandu langsung guru energi, Bunda Arsaningsih tersebut. Kekuatan ENERGI Dalam workshop berdurasi 5 jam tersebut, para peserta diperkenalkan tentang konsep energi. Seperti, dengan memperlihatkan aura dalam tubuh, mengukur dan memperkuat aliran energi pada masing-masing tubuh peserta. Bunda Arsaningsih mempraktikkan cara sederhana mengukur saluran energi Illahi pada seorang peserta laki-laki. Namun sebelumnya, ia meminta peserta tersebut untuk membuka udeng/ destarnya. “Ini agar salurannya terbuka, tidak terhambat,” ujar Bunda Arsaningsih. Ia juga menjelaskan bahwa dalam tubuh setiap orang memiliki titik-titik cakra yang bisa diaktifkan dan bermanfaat untuk kesehatan mereka. Tradisi Hindu di Bali seperti memakai udeng oleh kaum

pria, dikatakannya berfungsi untuk mengaktifkan cakra, sehingga lebih cepat untuk menghubungkan diri dengan Tuhan. Sementara, selendang yang dililitkan di pimggang oleh kaum perempuan, berfungsi menguatkan cakra pusar. “Dalam kesempatan lain, bisa juga melilitkan selendang di leher untuk mengaktifkan cakra mahkota,” ungkapnya. Pada sesi terakhir, peserta dituntun untuk melepaskan semua unsur Sad Ripu (enam kegelapan) yang terekam dalam diri, yakni kama(nafsu), lobha (tamak, rakus), krodha (kemarahan), moha (kebingungan), mada (mabuk), matsarya (iri hati, dengki). Mereka juga diminta meminta maaf dan menarik benang-benang kemarahan yang telah dikirimkan kepada orang lain. Demikian sebaliknya, memaafkan dan mengirimkan benang-benang cinta kasih kepada orang lain. “Dengan begitu, aura seseorang yang tadinya tipis

dan gelap karena energi-energi negatif, menjadi semakin tebal dan cerah karena dipenuhi dengan energi-energi positif,” jelasnya. Beberapa peserta terlihat menangis ketika mengikuti tahapan meditasi ini. DONASI UNTUK PURA Di akhir acara, panitia menyerahkan hasil donasi peserta kepada Founder Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Bunda Arsaningsih, yang kemudian dikembalikan sepenuhnya kepada Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Geria untuk karya agung di pura tersebut. Dewa Made Geria mengatakan kegiatan yang diselenggarakan untuk penggalian dana tersebut dan menggandeng Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dengan tema “Membangun Pura di Dalam Diri”, para peserta mendapatkan spirit sebelum melakukan karya agung. “Saya berharap para pemangku, prajuru adat, dan peserta lain memiliki pencerahan dan pemahaman hakikat cinta kasih dan energi Illahi. Energi ini sebagai bekal kekuatan para prajuru dan masyarakat untuk melakukan pelayanan,” ujarnya. Dan yang perlu dicatat, ini adalah kali pertamanya BKD Gi-

Dewa Made Geria

anyar bekerjasama dengan Desa Adat menyelenggarakan suatu kegiatan. Hal positif ini seyogiayanya bisa menjadi contoh BKD di kabupaten lain dalam upaya melibatkan masyarakat dalam proses kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak positif, baik kepada aparat Pemda maupun masyarakat. Selain kegiatan ini, panitia karya juga membuat 10 ribu kupon donasi ke masyarakat Gianyar dengan harga Rp 20ribu. Dan semuanya ini didonasikan sepenuhnya untuk pelaksanaan karya agung penyegjeg dan peneduh jagat di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Gianyar. –ten

Penyerahan hasil donasi workshop oleh Bunda Arsaningsih kepada Bendesa Desa Adat Gianyar

Bunda Arsaningsih (duduk di tengah) berfoto bersama peserta workshop


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

“Taruhan”

Sebuah papan terpasang di tempat pencucian motor. Ada tulisan nama-nama negara peserta Piala Dunia 2014 dan nama-nama orang. Ini adalah papan taruhan penggila bola sekaligus pencari keberuntungan. Perhelatan Piala Dunia membuat bursa taruhan dari yang ala kadarnya sampai yang profesional menjadi incaran. Taruhan pun macam-macam, mulai dari nasi bungkus, rokok, hingga uang. Motifnya juga macam-macam, ada yang sekadar iseng, diajak teman, bahkan mencari uang dengan cara mudah. Taruhan berasal dari kata taruh yang artinya letakkan. Taruhan secara umum didefinisikan uang yang diletakkkan atau dipasang di perjudian. Kata taruhan tidak selamanya berkonotasi negatif. Pada masa perang kemerdekaan, pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk meraih kemerdekaan bangsa. Mempertaruhkan memang tidak selamanya berkaitan dengan uang. Namun, sesuatu yang sangat kita anggap penting, misalnya jiwa dan raga, bahkan masa depan. Ketika orangtua sibuk untuk mengurus anaknya agar bisa mendapatkan sekol ah, ini bisa dikate g o r i k a n pertaruhan orangtua. Anak dan pendidikan merupakan investasi. Investasi masa de-

pan inilah yang dipertaruhkan saat ini. Jika orangtua dan anak tidak memiliki kesamaan persepsi dalam menentukan masa depan, itu mungkin bisa menyebabkan permasalahan di kemudian hari. Tetapi, bila orangtua dan anak memiliki kesamaan persepsi tentang apa yang mereka inginkan dan harapan, ini akan mempermudah langkah me­ reka. Pertaruhan di masa depan mulai dari saat ini. Lakukan persiapan dengan baik, analisa dengan melihat strengths, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT). “Modal” awal inilah yang akan menentukan hasil yang kita dapat nanti.

30 JUNI - 6 juli 2014

Woman on Top Memasuki pertengahan tahun 2014, Tokoh kembali melakukan inovasi. Tokoh sebagai media yang menyasar segmentasi wanita ingin meningkatkan peran dalam pemberdayaan wanita. Salah satu upaya itu kami lakukan dengan menghadirkan rubrik “Sosialita”, “Woman on Top”, “Edukasi”, “Kreasi”, dan “Mozaik’’. Kami ingin kehadiran rubrik-rubrik ini akan menambah khazanah pengetahuan dan referensi kaum wanita untuk menghadapi masa depan. Rubrik lainnya, seperti ‘‘Inspirasi’’, “Life Story’’, “Bunda & Ananda”, “Dara’’, ‘‘Jelita’’, ‘‘Style’’, ‘‘Kuliner’’, ‘‘Griya’’ serta rubrik dari NTB dan Jakarta tetap kami pertahankan. Semoga apa yang kami sajikan bisa bermanfaat untuk kita. Salam

Mohon informasi nomor kontak Yoga Markandeya dan Yoga Touch yang dimuat Tokoh edisi 802. Ayu, Denpasar; Wayan, Buluh Indah Pasraman Markandeya. Jln. Hayam Wuruk, Denpasar. Hubungi Bunda Dian (082 1451 42424); Yoga Touch hubungi Dada Vibha (087 760 130 874) Mohon informasi alamat dan nomor kontak tentang Beanbag yang dimuat Tokoh edisi 801 di rubrik Griya. Ruscita, Denpasar MK Natural. Jln. Teuku Umar Barat No. 183, By Pass Baru Marlboro, Denpasar. Tlp. (0361) 7432823, 081353149113, 08135335484 Mohon informasi alamat dan nomor kontak Bhaktivedanta Aca­ demy yang dimuat Tokoh edisi 799 Paramita, Denpasar Jln. Tukad Balian, Perum Nuansa Balian Permai. ­ arketing Office: Apotek Dwi Shanti. Jln. Tukad Yeh M Aya. Tlp. (0361) 5571010

Salah Sangka pada Nenek Jepang Aku bekerja di salah satu hotel berbintang di kawasan Ubud. Tugasku di Front Office Departement. Kejadian yang konyol dan memalukan ini dialami temanku, sebut saja namanya Boy. Boy ini punya karakter yang ceplas-­c eplos, konyol, sekaligus jahil. Kalau sudah bercanda, kadang kebablaskan tanpa bisa dikontrol. Suatu hari, ada tamu Jepang yang sudah tua, check in di hotel tempat kami bekerja. Dengan percaya diri, Boy menyambut kedatangan si nenek Jepang serta melayani proses check in. Semua percakapan dalam Bahasa Jepang karena Boy memang jago berbahasa Jepang.

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Setelah semua beres, sambil bercanda Boy menggoda nenek Jepang dengan Bahasa Bali ka­ rena yakin si nenek Jepang tidak mengerti bahasa Bali. “Kenken ci dong…apa tagih buin?? Jeneng ci cara bojog di Monkey Forest nok…”. Tanpa diduga, si nenek Jepang menyahut dengan Bahasa Bali juga. “Apa orahang ci? Jeneng ci masih patuh cara bojog di Monkey Forest. Macem-macem gen ci ken cang mara cang tua..”

OMG, alangkah terkejutnya Si Boy karena nenek Jepang ini fasih berbahasa Bali. Ternyata si nenek Jepang sudah lama tinggal di Bali. Seketika wajah Si Boy merah padam. Ia clingak-clinguk tanpa mampu menyembunyikan rasa malu. Nenek Jepang ini komplin berat dan langsung minta check out saat itu juga. Kami tak mampu menahan tawa akibat kelakuan Si Boy. Putu Sutriasih, Gianyar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

debat capres

Para tetangga ribut membicarakan debat capres di televisi. Mereka bicara dengan sengit, siapa yang menang. Putu Wijaya Tentu saja masing-masing memenangkan pilihannya sambil mencerca saingannya. “Ini akibatnya kalau calon presiden hanya dua. Pasti jadi duel,” kata Amat, ketika istrinya pulang mengadu. “Kalau sudah duel, hanya ada kalah atau menang. Siapa yang tak mau menang. Lalu siapa yang mau kalah? Ibu tidak usah ikut-ikutan berantem!!” Bu Amat mengangguk. “Saya diam saja, Pak, mendengar mereka setelah habis nonton lalu bertengkar!” “Itulah! Masak memilih presiden seperti anak kecil adu jangkerik. Cari kalah menang! Itu yang senang televisinya, dapat banyak iklan. Rakyat jadi bertengkar, padahal yang berdebat, selesai acara salam-salaman. Ibu jangan buang-buang waktu ikut-ikutan, nanti pusing. Bisa-bisa berubah pikiran, mau milih yang menang! Ya tidak?!” Bu Amat tak menjawab. Tapi dalam hati membenarkan. “Siapa yang tidak ingin menang, Pak, “ katanya dalam hati. Esoknya, Bu Amat bertandang ke rumah tetangga yang pro nomor satu. Ia langsung diserbu pujian terhadap idolanya. “Bukan kebetulan nomor satu itu jatuh. Di balik undian itu pasti ada pesan dari atas sana, bahwa sudah waktunya negara kita mendapat pemimpin yang pas dengan situasi sekarang. Tegas, keras, berani mengambil risiko dan memiliki wawasan jauh dan luas. Pintar bicara dan kaya sehingga dijamin tidak akan mungkin korupsi!” Bu Amat mendengarkan sebagai seorang pendengar yang baik. Tak sepatah pun berkomentar. Tetangga itu jadi makin bersemangat bicara. Akhirnya, ketika pamit pulang, Bu Amat diberi oleh-oleh setentengan plastik mangga arum manis dari kebunnya. Malam hari, seorang teman lama bertandang ke rumah Amat. Iseng Amat bertanya soal debat capres. Jawabannya berapi-api. Bu Amat lalu pasang kuping di kamar. “Jadi Pak Amat tidak nonton?” “Tidak. Setelah selesai, baru tahu. Ramai ya?” “Yang ramai yang nonton, setelah acaranya selesai. Itulah!” “Kok itulah?” “Ya terang saja, tukang ngomong berkoar lantang, yang biasa bekerja hanya mendengarkan kicau burung. Itu bikin bingung rakyat yang tidak tahu mana yang harus dipilih. Sebagai penonton, rakyat hanya menyimak apa yang ditonton. Tapi yang ditonton itu kan hanya omongan. Persoalan sebenarnya dalam keadaan nyata ada di lapangan. Tujuan negara kita sudah dirumuskan dengan komplit oleh para pemimpin seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir dan sebagainya. Tidak perlu dinyanyikan lagi. Pelaksanaannya yang belum beres. Itu memerlukan seorang pekerja tangguh yang jujur dan sudah berperngalaman, bukan orator!” Bu Amat tertidur. Tengah malam ia bangun ternyata Amat sudah di sampingnya. Tetapi belum tidur. Amat duduk bengong, seperti memikirkan sesuatu. “Kenapa, Pak?” Amat menoleh. “Bapak bingung sekarang, mau milih siapa?” “Tidak semua orang seperti kita, tahu masalah dan punya pilihan karena sudah banyak pertimbangan. Tidak! Bapak tidak bingung siapa yang harus dipilih.” “Lalu apa?” “Bapak memikirkan rakyat banyak. Kebanyakan rakyat tidak tahu kenapa mereka mencoblos pilihannya. Banyak yang mencoblos karena melihat fotonya yang bagus atau ikut-ikutan sekitarnya. Atau, karena duit. Banyak yang tidak tahu pemimpin macam mana yang sekarang kita perlukan. Itu semua karena rakyat tidak diberikan bekal cukup atau tidak dididik untuk mampu memilih. Semua informasi bukan menambah pintar masyarakat, tapi membuat mereka makin tertutup mata pada persoalan yang sedang kita hadapi. Jadi sebenarnya semua hanya ingin menang, tak ada yang memikirkan Indonesia. Rakyat hanya dipakai sebagai dalih, sebenarnya dijadikan korban.” “Jadi sebaiknya bagaimana?” Amat berpikir. “Debat di televisi itu bukannya usaha mencerdaskan rakyat, Pak?” “Ya, kalau yang berdebat itu bicara langsung kepada rakyat pemirsa menjelaskan apa yang akan dilakukannya untuk rakyat, kalau memimpin. Bukan hanya menjawab moderator atau menanggapi lawannya. Itu pertandingan tinju. Rakyat bukannya dicerdaskan, tapi digiring jadi penonton!” “Rakyat? Jadi termasuk kita?” “Ya. Tapi kita bisa menolak. Mereka yang lain lebih banyak makin terbiasa lagi hanya jadi mesin penelan! Opininya sudah digiring” “Saya tidak!” kata Bu Amat ketus, karena merasa tersindir, lalu tidur.

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik 23 Gabungkan Karnaval AFL dengan Pementasan ala Broadway 30 JUNI - 6 juli 2014

Karnaval AFL (Australian Football League) terbesar di Asia diadakan di The New Canggu Club, awal Juni 2014. Ada 23 tim yang mengikuti “2014 Aquarius Bali Masters Football Tournament” ini. Tiap tim berpartisipasi dengan mengikuti aturan 9-a-side yang telah dimodifikasi khusus. Hanya pemain yang berusia 35 tahun ke atas yang dapat bersaing dalam pertan­ dingan ini. Dengan sepuluh menit per ronde dan waktu istirahat yang singkat, pertandingan mengalir dengan cepat.

T

im memulai pertan­ dingan ini dengan sa­ ngat antusias meskipun usia mereka sudah dikatakan tidak muda lagi. Hingga akhir pertandingan, tim “Singapore Wombats” pun merebut piala dan me­ mastikan posisi mereka sebagai yang terbaik di Bali Masters tahun 2014. Karnaval olah raga ini juga mampu menarik penonton pendukung pada hari Jumat dan Sabtu. Banyak di antara mereka yang juga menikmati makanan dan minuman yang disediakan di Restoran Canggu Club Bali sambil menonton pertandingan di bawah tenda-tenda hijau di pinggir lapangan pertandingan. Selain pengunjung, para pemain pun disuguhi berbagai makanan dan minuman dengan baik. Pertandingan ini pun diselingi pertandingan persahabatan “The Geckos Football Club Juniors” melawan tim dari “Singapore Sharks”. The New Canggu Club Bali di Canggu, Kuta Utara ini berdiri sejak

2006. Awalnya, Canggu Club Bali lebih dikenal masyarakat menengah ke atas, namun sejak tahun lalu Canggu Club Bali diambil alih oleh Semara Resort Group dan dirombak besar-besaran. Kini, The New Canggu Club Bali menjadi salah satu entertainment sport yang memiliki berbagai fasilitas mulai dari gym, spa, water

park, tenis dan lain sebagainya. Kami berusaha menarik pelanggan dari segala kalangan. “Melalui Karnaval AFK, kami ingin mengenalkan The “New” Canggu Club Bali baik bagi para wisatawan domestik maupun wisatawan asing,” ujar Maria Miranda, marketing Canggu Club Bali. Selain turnamen football terbesar se-Asia ini, pada saat yang bersamaan dilaksanakan pementasan ‘Grease- The Broadway Musical’ hasil produksi ‘The Centre Stage’. Ada 25 anak-anak sekolah dengan rentang usia 9 sampai 14 tahun memamerkan bakat-bakat yang sungguh luar biasa hingga membuat banyak dari penonton pun turut bernyanyi bersama sambil tersenyum senang. Mereka dibina Melanie Jones yang akrab disapa Ms. Jones. –Hemma

Prodia Gelar Semnas Kesehatan Reproduksi Kesehatan reproduksi merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap pasangan yang telah atau yang akan menikah agar mereka dapat menikmati kehidupan seksualnya dan mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dan aman. Fakta mengungkapkan bahwa gangguan reproduksi pada pria dapat berakibat terhadap kualitas sperma yang tidak baik, infeksi saluran reproduksi, disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Hal ini diungkap dan dikupas tuntas dalam Seminar Nasional : Reproduksi Sehat, Keluarga Hangat, yang digelar Prodia, Sabtu (21/6) di Sanur Paradise Plaza Hotel, Denpasar, Bali. Menghadirkan narasumber dr. Made Suyasa Jaya, Sp. OG (K), Prof. Dr.dr Jahya Alex Pangkahila,M.Sc,Sp. And., dan Nancy Pakpahan Apt.,M.Kes. Prof. Alex menyampaikan, pada wanita, gangguan kesehatan reproduksi bisa beragam mulai dari gangguan hormon, penyakit infeksi panggul, infertilitas, kista hingga kanker leher rahim. Hal inilah yang seringkali dihadapi para pasangan sehingga sulit memperoleh keturunan. “Kasus infertilitas (kesulitan mendapat keturunan) merupakan salah satu kasus yang seringkali terjadi pada pasangan yang telah menikah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, masih sangat kurang. Sumber data menyebutkan, kasus infertilitas meningkat lebih dari 10%, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya. Dokter Suyasa Jaya menyoroti tingginya kasus aborsi di Indonesia yang seperti fenomena gunung es. Tindakan aborsi ini tentunya akan berpengaruh besar bagi kesehatan alat reproduksi wanita, dan bukan tidak mungkin bisa menyebabkan tumor pada rahim. “Tumor jinak pada rahim (mioma) bisa menyebabkan infertilitas jika tumbuhnya ke arah rongga rahim,” tegasnya. Untuk upaya pencegahan, Nancy Pakpahan Apt., M.Kes menyarankan melakukan pemeriksaan terkait

Sosialisasi Vertikultur

Upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup terus dilakukan. Tujuannya, mengajak masyarakat sadar dan mengedepankan gaya hidup berwawasan lingkungan. Upaya ini direalisasikan Astra International dengan kegiatan “Astra Green Lifestyle Campaign”, Minggu (22/6) di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Faris Henky Irawan, Ketua Pengurus Group Astra Bali mengatakan acara yang diselenggarakan berupa jalan sehat, senam, serta sosialisasi pemanfaatan lahan sempit dengan teknik vertikultur. Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertikal. Teknik ini dapat dikembangkan di lahan dan pekarangan rumah. Sosialisasi teknik vertikultur ini bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. -wah

Telkomsel BTC Gadget FLASHtival

Telkomsel bersama BTC Mobile Phone menggelar promo Gadget FLASHtival yang memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mendapatkan hadiah senilai ratusan juta rupiah berupa satu unit mobil Daihatsu Ayla, tiga unit motor Yamaha Mio, 12 unit smartphone Samsung Galaxy, enam unit smartphone Oppo, serta pulsa Telkomsel. Promo ini berlaku untuk pelanggan yang melakukan pembelian paket bundling smartphone Telkomsel di BTC Mobile Phone di Jalan Teuku Umar, Denpasar dan Jalan Blambangan, Kuta. Masyarakat yang membeli paket bundling seharga minimal Rp 1 juta akan mendapatkan satu kupon undian. Manager Telkomsel Branch Denpasar Kusnandar yang didampingi Tony Wijaya, GM BTC Mobile Phone mengatakan, promo ini berlaku hingga 31 Agustus 2014. Pengundian smartphone Samsung Galaxy, Oppo, dan pulsa Telkomsel dilakukan sebulan sekali, sepeda motor Yamaha Mio diundi dua bulan sekali. Puncak pengundian untuk grandprize mobil Daihatsu Ayla akan dilaksanakan September 2014. –Ngurah Budi

Dari kiri: Nancy Pakpahan, Prof. Alex Pangkahila, dr. Suyasa Jaya, dan Antonius Erbano dalam Semnas Kesehatan Reproduksi

kesehatan reproduksi pria dan wanita, seperti panel Ammenorhea, penyakit infeksi (PID: pelvic inflammatory disease) dan panel kesuburan pria. Branch Manager Prodia, Antonius Erbano, S.Si., Apt. mengimbuhkan, melalui ��������������������� semnas��������������� ini, Laboratorium Klinik Prodia mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan reproduksi sangat penting untuk diketahui sejak dini sebab berawal dari pasangan yang cerdas dan sehat maka akan terlahir generasi penerus yang cerdas dan sehat juga. Talkshow dengan tema “Kesehatan Reproduksi” ini diadakan di 18 kota besar di Indonesia. Agenda rutin Prodia ini dikatakannya merupakan salah satu komitmen Prodia untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai masalah kesehatan dan berpartisipasi membantu pemerintah untuk mewujudkan tujuan pemerintah yaitu masyarakat Indonesia yang sehat. PREMARITAL CHECK UP (Check up sebelum menikah). Dapatkan keringanan biaya hingga Rp 250 ribuan selama 15 Juni s.d. 15 Juli 2014, hanya di Laboratorium Klinik Prodia Cabang Jawa Timur-Bali-NTB. Info Cabang Denpasar, tlp. 0361 261001. –ten

Pernikahan Agung India

Sebagai bagian dari kontribusi India dalam Pesta Kesenian Bali yang ke-36, Konsulat Jenderal India di Bali, dengan dukungan dari Dewan Hubungan Kebudayaan India (ICCR), menyajikan pertunjukan musikal “Pernikahan Agung India”, Selasa (24/6) di gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar. Konsul Jenderal India A.S. Takhi mengatakan pertunjukan tari berbasis Bollywood populer ini pertamakalinya digelar Bali. Dia juga memaparkan Bali sebagai tujuan populer bagi pernikahan orang India. Industri pernikahan India bernilai lebih dari US$ 38 milliar tiap tahun dan bertumbuh tiap tahunnya 25%-30%. Pernikahan India merupakan rentetan beberapa hari yang luar biasa dan memberikan kontribusi besar terhadap perkonomian. Hal inilah yang diharapkan untuk Asosiasi Pernikahan Bali yang baru saja dibentuk dan lembaga pariwisata Bali terkait lainnya untuk mempromosikan Bali bagi pernikahan India, selain budaya, air dan petualangan pariwisata, sebagai ‘daerah tujuan pernikahan’ yang populer di kalangan keluarga makmur India. --rls


Metropolitan

22

30 JUNI - 6 juli 2014

30 JUNI - 6 Juli 2014

Sosialita

3

Kompyang Pariadnyani

Kepulauan Seribu

“Mutiara” Ujung Jakarta Mungkin belum banyak orang yang ngeh kalau Jakarta juga memiliki pulau. Bahkan tak tanggung-tanggung, jumlah pulaunya mencapai ratusan pulau. Saking banyaknya pulau-pulau ter­ sebut maka gugusan pulau-pulau itu pun diberi nama Kepulauan Seribu. Sebenarnya jumlah total pulau-pulau tersebut sekitar 342 buah, itu sudah termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang yang bervegetasi maupun tidak.

T

api, yang masuk daerah administratif Jakarta hanyalah 110 pulau, itu pun hanya 11 pulau yang dihuni oleh masyarakat yang jumlahnya sekitar 20.000 jiwa. Mereka tinggal menyebar antara lain di Pulau Pramuka yang menjadi ibukota dari Kecamatan Kepulauan Seribu, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dll. Sedang pulau yang dikelola se­bagai objek wisata jumlahnya sekitar 40-an namun hanya 20-an yang masuk kategori lengkap. Sementara selebihnya adalah pulau-pulau yang tak berpenghuni. Kepulauan Seribu sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa bagi dunia pariwisata Indonesia, khususnya Jakarta. Namun sayangnya, potensi ini masih kurang ter­garap maksimal sehingga keberadaan Kepulauan Seribu dan keindahannya pun masih kurang gaungnya. Padahal Kepulauan Seribu mempunyai Taman Nasional Laut yang luar biasa indah yang tak kalah dengan Taman Laut lainnya di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah kunjungan wisatawan dari 2010-2013 awal, 1.498.470 orang, 15.521 orang di antaranya dari mancanegara. Masih minimnya jumlah kunjungan wisatawan ini tentunya membuat pemerintah setempat serta mereka yang terlibat dalam pengembangan pariwisata Kepulauan Seribu bekerja keras untuk mendongkrak angka kunjungan.

Hasilnya cukup menakjubkan, tahun 2013 lalu jumlah kunjungan wisatawan meningkat sangat signifi­ kan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai lebih dari 100% dibanding tahun 2012 lalu. Kalau tahun 2012 jumlah kunjungan hanya 659.659 orang maka 2013 jumlahnya mencapai lebih dari 1 juta orang. Ini berarti melampaui dari target yang ditetapkan yakni 1 juta kunjungan. Meskipun agak ‘telat’ namun perkembangan wisata bahari di ujung Utara Jakarta ini, makin menjanjikan. Kini wisatawan daerah yang datang ke Jakarta yang ingin menikmati wisata pantai, tidak lagi hanya disodorkan pantai Ancol tapi juga ditawarkan keindahan Taman Laut dan pulau-pulaunya. Apalagi jika berbicara jarak, letak pulau-pulau itu tidak terlalu jauh dari Jakarta. FAVORIT PRESIDEN SUKARNO Yang terdekat adalah Pulau Ayer yang dapat dicapai hanya dalam tempo 30 menit dari Pantai Marina, Ancol. Pulau ini boleh dibilang sebagai salah satu pulau unggulan wisata Kepulauan Seribu. Saking indahnya, Pulau Ayer yang memiliki luas 10 hektare ini, dijuluki sebagai ‘Mutiara Kepulauan’. Konon, pulau ini merupakan salah satu tempat berlibur favorit Presiden Sukarno. Presiden pertama Indonesia ini juga pernah mengajak sahabatnya Presiden Tito (Yugoslavia) dan mantan Sekretarias Jenderal PBB U Nu,

berkunjung ke pulau ini. Selain Pulau Ayer masih banyak lagi pulau-pulau lain yang tak kalah menariknya. Sebut saja Pulau Bidadari, Pulau Tidung, Pulau Ondrust, dll. Hanya saja letaknya memang tidak sedekat Pulau Ayer. Untuk mencapai pulau-pulau lain dibutuhkan waktu rata-rata sekitar 1 jaman. Tentu saja tergantung dari kapal apa yang digunakan. Jika menggunakan kapal tradisional milik nelayan, maka waktu tempuh bisa lebih lama lagi. Tapi tentu saja dengan ongkos jauh lebih murah. Tahun 1980-an dan 1990-an, Kepulauan Seribu sebagai tempat wisata alternatif di Jakarta sudah

memperlihatkan geliatnya. Banyak masyarakat Jakarta berkunjung ke sana untuk refreshing, melupakan kepenatan dan kejenuhan tinggal di kota yang sibuk. Keindahan pantai dan laut yang kaya biodata laut ini, dirasakan mampu membuang segala stres akibat rutinitas harian. Penginapan dan restauran bahkan tenda-tenda juga disewakan. Jadi jika pengunjung ingin menikmati kehidupan alam terbuka, bermalam di pantai, tak perlu khawatir karena ada tenda-tenda di pinggir pantai yang disediakan dengan harga terjangkau. Untuk makanan, jika Anda tidak ingin menikmati makanan di restoran

atau di rumah makan, bisa juga membawa perlengkapan masak sendiri berikut bahan makanan yang akan dimasak. Dari pagi, siang hingga sore hari, Anda dapat bermain-main di pantai, atau jika suka bisa berenang. Bagi yang menyukai diving dan snorkling, itu bukan hal yang sulit. Tak perlu bawa peralatan-peralatan ter­s­e­ but, tapi di sana disiapkan penyewaan perlengkapan snorkeling. Bagi mereka yang suka aktivitas laut, Kepulauan Seribu boleh dibilang adalah ‘surganya’. Pantai yang indah dengan pasir putih yang terhampar, ibarat menjadi tempat paling nyaman di dunia. –Diana Runtu

Pulau Onrust Pulau Adaptasi

Sisa-sisa benteng Belanda di Pulau Onrust

Jika Anda penggemar sejarah, Anda bisa mampir ke Pulau Onrust untuk menyaksikan ‘jejak’ Belanda di pulau itu. Ada banyak peninggalan dari masa kolonial Belanda, yang berupa bangunan atau pun hanya puing-puing. Misalnya saja bangunan bekas benteng tentara Belanda, rumah sakit, juga ada kompleks pemakamanan orang Belanda. Di pulau ini juga dimakamkan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, pemimpin dari gerakan DI/TII. Sekilas cerita tentang Pulau Onrust yang dulunya disebut Pulau Kapal lantaran banyaknya kapal Belanda bersandar di sana sebelum menuju Batavia (Jakarta). Tak heran karena dulunya pulau ini merupakan pelabuhan VOC sebelum pindah ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekaligus menjadi markas tentara Belanda. Di sinilah tempat bongkar muat logistik perang Belanda.

Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi a­ srama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di sekitar pulau ini, ada Pulau Bidadari, Pulau Cipir atau Pulau Kahyangan, dan Pulau Kelor yang dibangun untuk mendukung pulau ini. Di Pulau Bidadari yang dulunya memiliki dua nama Pulau Sakit dan Pulau Purmerend, pada zaman VOC, menjadi tempat karantina penderita lepra. Bangunan asrama haji juga pernah didirikan di sini namun berfungsi hanya sampai tahun 1933, setelah itu pulau yang sarat dengan jejak sejarah ini, dibiarkan kosong tak berpenghuni. Pada tahun 1970 barulah dibangun resort dan namanya diganti menjadi Pulau Bidadari untuk menarik wisatawan. –Diana Runtu

Sempurna dengan Sulaman Tampil cantik dan menawan merupakan ­idaman tiap perempuan. Penampilan yang prima ­m enunjang kepercayaan diri. Apalagi wajah ­m enjadi sangat penting, karena wajah merupakan cerminan kepribadian seseorang.

P

erkembangan teknologi kecantik­ an belakangan ini sangat memanjakan perempuan yang peduli de­ ngan penampilan. Saat ini, teknik yang banyak menjadi incaran para perempuan adalah sulam alis, sulam bibir dan sulam eyeliner. Ini membuat Ir. Kompyang Pariadnyani, pemilik Adibi Salon & Spa di Jalan Letda Tantular, Renon, Denpasar ini menjadi sangat sibuk. Istri Ir. AA Bagus Kurniawan dari Puri Kelodan Ubud, yang biasa disapa Jero Melati ini, tercatat sebagai salah seorang yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang sulam alis, bibir, dan eyeliner. Ia pun sangat sibuk menentukan jadwal untuk mereka yang ingin menggunakan keahliannya menyulam alis. “Hingga kini, sulam alis masih menjadi pilihan terbanyak. Ke­ indahan mata seringkali disebut– sebut mampu merepresentasikan kecantikan. Selanjutnya menjadi lebih sempurna dengan keindah­ an alis yang membingkainya. Begitu alis dibentuk dengan baik , “segera efeknya mengoreksi menjadi lebih segar dan dramatis,” ujar Jero Melati. Selain itu dengan alis yang indah, bonusnya seseorang jadi punya citra diri dan energi yang positif serta dari sisi feng shui , dengan wajah yang sempurna juga akan mendapatkan peruntungan dan kesehatan.. Seiring tingginya permintaan, teknik sulam alis pun makin canggih. Dari awalnya hanya dua dimensi (2D), kini sudah sampai enam dimensi (6D). Jero Melati sebagai salah satu ahli sulam alis berstandar internasional ini, mengaku lebih banyak melayani permintaan sulam alis 6D.

“Sulam alis 6D, makin canggih dan keliatan dimensinya, ada bayangan di balik seratnya makin hidup. Tintanya pun berbeda-,” tuturnya kepada Tokoh. Ibu dari AA ­Adhyat­mika Okta Kurnia, AA Abymantra Agusta Kurnia dan AA Arhycinara June Kurnia ini, menuturkan, makin tinggi dimensinya, makin cantik dan alami pembentukan alisnya. Hal itu karena pemakaian tinta untuk melakukan penyulaman alis juga ber­beda-beda tiap dimensinya,” papar putri pasutri I Made Yasa dan Ni Made Rai (almh) ini. Terlebih dengan kesibukan perempuan zaman sekarang, mereka dituntut bergerak cepat. “Perlu cara yang tidak merepotkan tapi praktis untuk menjaga penampilannya. Maka, sulam menjadi cara untuk membuat alis mata terlihat lebih indah dan alami tanpa harus menggoreskan pensil alis setiap harinya,” kata sarjana teknik industri ini. Ia menambahkan sulam alis yang ada kini makin bervariasi, mulai dari 2D hingga 6D. Dalam teknik sulaman alis 6D, terdapat semacam bayang­a n dibalik serat-serat

yang digunakan untuk sulam alis, sehingga terlihat bukan hanya lebih alami lagi juga makin hidup. Kualitas tinta yang digunakan pun lebih berkualitas dengan hasil maksimal. Tinta yang digunakan juga lebih ringan di kulit karena unsurnya organik. Sulam alis juga sangat bermanfaat membantu membentuk alis yang kurang sempurna, seperti terlalu pendek, terputus, terlalu tipis hingga warna yang terlalu muda. Jero Melati mengingatkan sebelum melakukan sulam alis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Baginya lebih b a i k

Jero Melati dan keluarga

memilih sendiri bentuk alis yang diinginkan. “Persepsi tiap orang berbeda tentang bentuk alis yang cocok, sehingga puas setelah proses sulam alis terjadi,” ujar perempuan yang hobi travelling ini sambil menambahkan di salonnya tersedia juga perawatan kecantikan lainnya. Sebelum proses sulam dilakukan, pasien menjalani anestesi lokal di kulit alis yang akan disulam. Dari pengalamannya, Jero Melati mengatakan, ia tidak pernah menemui kasus alergi, parut, atau keloid akibat proses sulam alis. Meski begitu, sulam alis sama sekali tidak disarankan untuk pengidap diabetes. Selain itu, setelah proses penyulaman selesai, dianjurkan tidak mengonsumsi makanan yang me­ nimbulkan alergi pada kulit. Juga tidak sering menggosok alis mata, supaya sulam alis lebih awet. PAHAMI KEPRIBADIAN Pilihan lain yang juga ter­ sedia adalah sulam bibir. Warna tinta akan disesuaikan de­ ngan warna kulit, dan selera. Bibir jadi lebih menarik lebih merah merona dan mempertegas garis bibir tanpa harus menggunakan lipstik. Hingga bangun tidur pun sudah sempurna, tak perlu lagi berlama-lama mematut diri didepan cermin. Lebih praktis dan tetap tampil cantik. “Pewarnaan dari sulam bibir ini dapat bertahan dua hingga lima tahun dengan catatan rajin merawat­nya,” kata Jero Melati

yang belajar teknik sulam dan selalu memperbarui ilmunya dengan ahli dari Korea ini. Untuk sulam eyeliner, teknik­ nya dan konsepnya sama tapi aplikasinya lebih sulit, karena kulit di kelopak mata itu lebih sensitif. Lengkungnya juga tiap orang berbeda, dan harus benar-benar teliti karena medannya yang memang berbeda dengan kulit alis. Ia menyebut efek sulam eyeliner membuat garis mata lebih nyata. Sehingga, bola mata terlihat lebih besar dan indah. “Ada beberapa tone warna untuk eyeliner. Kepri­ badian dan kesukaan mereka penting dipahami, karena merekalah yang akan melihat wajah sendiri setiap hari,” ungkap Jero Melati. Menjadi cantik dengan cara praktis seperti dengan sulam alis, bibir dan eyeliner ternyata juga harus mematuhi persyaratan untuk pantang pada suatu hal, seperti pada sulam alis. Sulam bibir pun untuk hasil terbaik ada pantangan yang harus diingat, seperti setelah sulam bibir 24 jam tidak boleh sikat gigi, harus dijaga bersih tidak boleh kena kotoran. Selama satu minggu tidak boleh makan gorengan, seafood dan makanan pedas. Banyak makan buah dan sayur agar bibir cepat sembuh. Selama belum terkelupas, bibir tidak boleh kena air, sabun, dan kosmetik. Disisnggung soal keluarga , Jero Melati mengaku mendapat suport yang penuh dari anak-anak dan sumi tercinta. Terlebih setelah dirinya dnegan rela meninggalkan stausbnya sebagi PNS, demi lebih memudahkan nyamengatur waktunya bersama keluarga. Saat ini saya merasa inilah passion saya,”katanya. –ard


Inspirasi

4

30 JUNI - 6 juli 2014

Tiga Inovasi

dr. Made Ayu Witriasih

“S

aya bangga be­ kerja di puskesmas karena sebagai garda terdepan dalam memberi pelayanan masyarakat. Kami dituntut bekerja profesional, pintar, dan berwawasan luas. Usia puskesmas sudah lima tahun, kami ingin menjadi balita super aktif,” ujar perempuan yang akrab disapa dr. Ayu, usai Musda PKBI di Denpasar, Kamis (26/6). Mendapatkan predikat puskesmas terbaik Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Regional Jawa-Bali, ia menjalankan tiga inovatif. Pertama, program IUD pascaoperasi. “Kebetulan puskesmas Densel IV memiliki rawat inap, kami sekaligus menjalankan program IUD pascaoperasi. Sebelumnya, pasien diberi konseling dengan persetujuan. Konseling dilakukan mulai dari hamil agar dia bisa memilih dan menentukan sendiri kapan dia hamil lagi. Perempuan juga punya hak reproduksi. Pasang KB tidak harus izin suami,” ujar dokter keluarga Konsulat Belgia, Kejaksaan, dan para pemangku di wilayah KutaSeminyak ini. Menurutnya, dengan ber-KB pasca melahirkan dapat menekan kehamilan tak diinginkan, menekan bahaya persalinan seperti keguguran dan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Sehingga mereka dapat meren­ canakan keluarga dan kapan

Kunjungan Sekjen PBB Ban Ki-moon ke Puskesmas Densel IV

kesehatan. Dalam kuisioner ditanya apakah masyarakat sudah biasa menimbang balita, apakah sudah ke posyandu, dll. Hasil survei ini diumumkan ke masyarakat. Setelah itu, masyarakat yang menentukan program kesehatan apa yang diutamakan sehingga sesuai de­ ngan aspirasi masyarakat. Dalam waktu lima tahun, Puskesmas Densel IV juga me­ lakukan berbagai inovasi se­ hingga menjadi yang terlengkap di Kota Denpasar. Mulai dari klinik sanitasi lingkungan, klinik gizi medik, klinik laktasi, klinik remaja, klinik KB, dan lansia. Bagi warga Kota Denpasar yang ber-KTP Denpasar, mereka saat melahirkan langsung mendapat-

Kunjungan Menpan ke Puskesmas Densel IV

puskesmas jika membutuhkan pelayanan kesehatan. “Ada seruan dan promosi lewat backdrop dari tokoh masyarakat di daerah Pedungan,” kata dr. Ayu, sebagai promosi menarik minat masyarakat berobat ke puskesmas. Ra t a - r a t a k u n j u n g a n k e Puskesmas Densel IV 265 orang per hari. Berbagai promosi juga dilakukan lewat kearifan lokal yakni dalam pementasan bondres diselipkan promosi-promosi kesehatan. Ia juga melakukan survei mawas diri yakni menyebarkan kuisioner ke masyarakat tentang

21

Suasana khas yang menjadi tradisi masyarakat Bima dalam menyambut bulan Ramadan, masih tampak di beberapa daerah di Kabupaten Bima. Salah satunya di Desa Rato, Kecamatan Bolo yang hingga kini masyarakatnya masih banyak yang melakukan tradisi Doa Wura Bola. Sekitar dua minggu sebelum Ramadan tiba, masyarakat di sana secara bergantian melakukan doa ini.

Prestasi teranyar diraih Puskesmas Denpasar Selatan (Densel) IV sebagai Puskesmas terbaik Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Regional Jawa-Bali. Prestasi ini tentu tidak lepas dari ­kepiawaian dr. Made Ayu Witriasih sebagai Kepala Puskesmas ­Densel IV. Apa gebrakan inovasi yang dilakukan? Indonesian Education Partnership, melakukan studi banding melihat secara keseluruhan pelayanan Puskesmas Densel IV. Sekolah perawat Swedia, tiap enam bulan melakukan PKL bekerja sama dengan mahasiswa keperawatan Unud. Dengan moto CINTA: cepat, inovatif, nyaman, dan transparan, Puskesmas Densel IV melayani 24 jam. Dalam menjalankan fungsi puskesmas, dr. Ayu mengimplementasikan dengan melakukan advokasi kepada tokoh masyarakat dalam segala ke­ giatan baik resmi maupun tidak resmi. “Para tokoh masyarakat ini juga harus menjadi pionir pelayanan kesehatan di wilayah mereka. Tugas memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat tugas kita bersama,” kata relawan PKBI ini. Salah satu usaha yang telah berhasil dilakukan, lurah Pe­d ung­a n juga ikut mempromosikan kesehatan dan meng­ ajak warganya untuk datang ke

Mandalika

Pendatang pun Terlibat Barantat

d r. Ay u Wi t r i a s i h

punya anak. Inovasi yang ke­ dua, deteksi dini kanker serviks. Cara yang dilakukan dengan meneteskan cairan IVA ke liang vagina kemudian akan diketahui secara cepat apakah dia sehat atau diduga terkena infeksi. “Bagi yang bermasalah, akan diberikan terapi cryo. Kemudian dievaluasi, kalau sudah membaik, KB bisa pasang,” kata dr. Ayu. Inovasi ketiga, keterpaduan klinik KB dengan pemberdayaan masyara­ kat melalui seka ­teruna-teruni (STT) di wilayah Pedung­ an. “Di Puskesmas Densel IV terdapat klinik khusus untuk remaja. Alasan klinik ini dibuka, berdasarkan penelitian saya, dari tahun 2011 sampai 2012 terjadi peningkatan kehamilan tak diinginkan (KTD) pada remaja. Dengan alasan tersebut, klinik remaja dibuka. Penggarapannya, menyasar remaja yang sudah KTD dan remaja yang belum terjamah seksual. Kami sudah punya kelompok sebaya di 14 banjar di Pedungan,” ujar Penasihat Tiara Kusuma Pemprov. Bali. Perempuan usia 52 tahun ini menambahkan, klinik remaja Densel IV tidak saja melayani masyarakat seputar Pedungan, bagi remaja Kota Denpasar yang memiliki masalah bisa datang juga ke klinik ini. “Konseling akan dilakukan konselor yang sudah mendapatkan pelatihan dan terampil di bidangnya,” kata Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Bali ini. Dengan meningkatnya pres­ tasi Puskesmas Densel IV, ba­ nyak universitas atau instansi melakukan studi banding. Saat ini Puskesmas Densel IV sudah mendapatkan ISO 9001-2008. Kontigen Vietnam melakukan kunjungan untuk melihat pusat pelayanan dasar yang mampu melayani KB. Ada juga, Women Kobe University Jepang sudah tiga kali mengirim mahasiswanya bel­ ajar tentang penanganan gizi di tingkat pelayanan dasar. G ­ erman

30 JUNI - 6 juli 2014

kan akta kelahiran bayi mereka secara gratis. Sejak tiga bulan lalu, sudah dibuka klinik VCT untuk screening HIV/AIDS. Sudah ditemukan 6 positif HIV/ AIDS. Dokter Ayu mengakui, keberhasilan yang telah dilakukan Puskesmas Densel IV, bukan hanya prestasinya semata, namun, kerja sama tim termasuk lintas sektoral juga sangat berperan. Sebagai PNS, ia memang bekerja 8 jam, tapi dalam mengelola puskesmas, ia sudah memiliki kiat agar puskesmas tetap terpantau siaga 24 jam. “Masing-masing program sudah ada dokter koordinator,

se­h ingga kalau ada apa-apa, mereka yang bertanggungjawab. Saya bisa memanggil mereka kapan saja. Saya juga tidak ada batasan. Semua staf harus terbiasa masuk ruang pimpinan. Tidak boleh takut masuk ruang pimpinan. Ketika mereka punya masalah baik kantor maupun pribadi, mereka bisa curhat ke saya,” ujar dosen di Stikes Bali, PSIK dan IKM Unud, dan FK Universitas Warwadewa ini tentang kiatnya membuat tim yang solid. Ada hal rutin yang dilakukan dr. Ayu, tiap pagi. Ketika sampai di puskesmas, ia berkeliling melihat pelayanan sekitar 1-2 jam. Ia mengecek apakah sistem pelayanan sudah berjalan dengan baik. Termasuk mengecek staf yang tidak masuk, kekosongan di poliklinik dan kebersihan. Setelah itu, ia baru masuk ke ruangannya. Satu kiat yang ia lakukan untuk memantau kepuasan pasien adalah meletakkan kotak saran di pintu masuk. Satu call center juga disiapkan untuk pengaduan yang langsung diterima di ponsel dr. Ayu. Dalam mengelola manajemen, ia melibatkan semua staf termasuk petugas jaga malam, tukang kebun, bagian adminis­ trasi. Mereka semua dilatih memberikan bantuan hidup dasar emergency. “Tujuannya, agar mereka siap membantu tim gerak cepat jika dalam keadaan darurat, bukan menjadi penonton saja,” tuturnya. Setelah menjalankan paket kesehatan reproduksi komprehensif mulai dari kesehatan ibu dan anak, KB, reproduksi remaja, IMS, HIV/AIDS, kespro lansia, Puskesmas Densel IV kini ditunjuk menjalankan program tata laksana kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sesuai moto dr. Ayu, tidak mau setengah-setengah, ia menuturkan selalu menikmati perannya dalam berkarier. “Saya enjoy saja dan menikmati ke­ sibukan dengan happy,” tuturnya sembari tertawa. –Wirati Astiti

D

oa Wura Bola artinya doa atau selamatan menyambut bulan baru Ramadan. Tradisi ini hingga saat ini masih hidup dalam masyarakat Bima meski tidak seramai dulu. Biasanya, mulai dari seminggu hingga dua hari menjelang puasa, dalam satu kampung setiap malam warga bergantian menyelenggarakan hajatan menyambut bulan Ramadan ini. Gang-gang selalu ramai oleh bapak-bapak yang bergantian mendatangi tempat hajatan. Bahkan dalam satu malam, hajatan Doa Wura Bola ini diselenggarakan oleh beberapa warga, sehingga jangko dalam bahasa Bima yang artinya oleholeh dari hajatan tersebut menjadi lebih banyak dibawa pulang oleh para bapak. Kartini (40) mengaku, di saat masih kecil, ia selalu menantikan hari-hari menjelang datangnya bulan puasa tersebut. Karena di malam-malam itulah, ia akan mendapatkan oleh-oleh berupa jangko dengan satu makanan khasnya yakni, oha mina. Oha mina memang menjadi ciri khas Doa Wura Bola ini. Selain itu, jangko juga berupa penganan dan kue-kue kering seperti pangaha bunga (jajan berbentuk bunga terbuat dari ketan). Oha mina adalah menu utama dalam Doa Wura Bola. Terbuat dari ketan seperti nasi Rasul di Lombok. Hanya saja jika nasi Rasul berwarna kuning, sedangkan oha mina berwarna putih ketan biasa. Kesibukan menyiapkan acara ini akan silih berganti tampak di dapur-dapur warga. Di masa

dahulu, secara bergiliran tenaga ibu-ibu rumah tangga diperlukan untuk membantu tetangga lainnya menyiapkan keperluan doa, khususnya konsumsi. Namun sekarang, hal itu berbeda dengan fasilitas memasak yang sudah lebih baik, bisa memasak lebih mudah dan cepat, hal tersebut tidak lagi dilakukan secara beramai-ramai. Mengingat pula dalam melakukan Doa Wura Bola, yang diundang hanyalah tetangga terdekat, sekitar 10-20 orang saja, maka para ibu bisa menyiapkannya sendiri. “Paling-paling dibantu satu dua tetangga saja,” ungkap Rahayu, salah seorang penyelenggara Doa Wura Bola. Lagipula dalam Doa Wura Bola, makanan usai berdoa yang disajikan bukanlah makanan yang beragam dalam jumlah yang banyak seperti pada hajatan-hajatan khusus atau resepsi, melainkan menu sederhana, bahkan bisa sama seperti yang dimakan pemilik rumah. Hanya saja dimasak sedikit lebih banyak dari biasanya untuk porsi 10-20 orang saja. Simpel dan sederhana namun penuh makna. BARANTAT DI SUMBAWA Selain masyarakat Bima yang memiliki tradisi ini, masyarakat Sumbawa juga mempunyai tradisi dalam menyambut bulan Ramadan, yakni Barantat. Bagi masyarakat di Sumbawa, kegembiraan menyambut bulan Ramadan selayaknya dirasakan oleh semua umat muslim. Baik bagi mereka yang mampu maupun tidak mampu. Hal inilah yang

Doa wura bola, sederhana namun penuh makna

Barantat, tradisi saling mengantar sesuatu kepada keluarga yang lebih tua atau pun tetangga. (Foto momen parade budaya di Nusa Tenggara Barat)

membuat masyarakat Sumbawa masih mempertahankan tradisi Barantat dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi Barantat yakni tradisi saling mengantar sesuatu kepada keluarga yang lebih tua atau pun tetangga. “Meski tidak lagi seramai dulu, tradisi ini masih hidup di tengah masyarakat Sumbawa terutama bagi yang masih tinggal di pedesaan,” kata Mustakim Biawan, Budayawan Sumbawa. Tradisi Barantat sangat mencerminkan ciri khas kehidupan pedesaan. Dalam tradisi Barantat ini, mereka yang berusia lebih muda seperti anak atau keponakan atau cucu akan mengantar bahanbahan makanan pokok juga uang. Antaran ini dimaksudkan sebagai persiapan bahan makanan pokok bagi para orangtua. “Sebagai penghormatan sekaligus pengabdian dari mereka yang muda kepada keluarga yang lebih tua, sekaligus memastikan para orangtua tidak kekurangan terutama bahan makanan pokok dalam bulan Ramadan,” kata Mustakim. Selain keluarga yang lebih tua, tradisi Barantat juga berlaku kepada para tetangga yang tua. Maka kesan barter pun sangat terasa dalam tradisi Barantat ini. Tradisi ini dilakukan pada waktu yang paling baik yakni satu hingga dua hari menjelang bulan Ramadan. “Karenanya, hawa Ramadan mulai terasa dalam masyarakat Sumbawa yang masih melaksanakan tradisi ini sejak satu hingga dua hari sebelum puasa tiba. Kampung menjadi terasa lebih hangat karena ramainya warga yang saling mengantar sesuatu,” ujarnya. Intinya, dalam tradisi Barantat yang mengedepankan nilai gotong royong ini, masyarakat Sumbawa tidak ingin melihat keluarganya tidak siap atau pun kekurangan dalam menghadapi ibadah di

Jangko khas, berupa oha mina dan kue-kue

bulan suci tersebut. Selain mengantarkan sesuatu yang berharga untuk persiapan puasa saat Barantat, tradisi Sumbawa ini juga membuka peluang silaturrahmi antarwarga atau masingmasing keluarga saling memastikan dalam keadaan baik-baik saja agar maksimal ibadahnya selama bulan Ramadan. Karena itulah, Barantat dilakukan langsung oleh yang berkepentingan tanpa dititip, karena bukan hanya materi saja yang ingin dipastikan tercukupi tetapi kesiapan lahir batin menghadapi puasa dalam keadaan sehat. Sebelumnya, dalam tradisi Barantat dua hingga satu hari sebelum puasa tiba, akan terlihat masyarakat berbondong-bondong menjunjung baki di kepalanya. Baki berisi bahan makanan. Namun, seiring perkembangan zaman, saat ini tidak lagi banyak yang menggunakan baki sebagai wadah hantaran, melainkan menggunakan tas kresek plastik atau lainnya. Menurut Mustakim, bahkan bahan makanan pokok pun kini lebih banyak tergantikan dengan uang karena dianggap praktis. Zaman memang tidak bisa dihentikan, ia melaju mengikuti perkembangannya yang melesat bersama kemajuan peradaban ma-

nusia. Modernisasi, kata Mustakim, bisa saja menyusutkan tradisi Barantat dalam konteks materialistiknya tapi tidak menghapusnya. Karena sukar menghapus nilai kebaikan dalam jiwa manusia. Meski demikian, katanya, tak bisa diharamkan jika manusia kini memilih hal-hal yang praktis tapi tidak mengikis roh basiru (gotong royong) dari tradisi Barantat tersebut. Uniknya, kelebihan dari tradisi Barantat ini adalah bahwa bukan hanya orang Sumbawa saja yang saling mengantar melainkan juga bisa pada pendatang yang tinggal di kampung tersebut. Menurutnya, pendatang bagi orang Sumbawa yang dikenal terbuka, adalah juga dianggap sebagai keluarga. Maka tidak heran, ketika tradisi ini masih hidup dengan baik di tengah masyarakat Sumbawa, pendatang pun akan ikut menjadi bagian dari tradisi ini. Sebait lawas yang lebih kurang artinya, disampaikan Mustakim, “biar pun ia orang lain asal bisa menyenangkan kita, maka kita anggap sebagai keluarga”. Ini menggambarkan, bahwa betapa terbuka dan bersahabatnya orang Sumbawa terhadap pendatang. Karena itulah, dalam tradisi Barantat pendatang pun menjadi bagian di dalamnya. -Naniek I. Taufan


20

Nine

30 JUNI - 6 juli 2014

Lestarikan Kagape, Kuliner Khas Mbojo Bertahan dalam sebuah pertaruhan tradisi kuliner secara turuntemurun, di tengah gempuran kuliner-kuliner instan, tidak semua orang bisa melakukannya. Meski tidak menghasilkan keuntungan yang banyak, sebagian dari mereka yang bertahan itu tidak hanya berpikir keuntungan secara ekonomi melainkan lebih dari itu, pada persoalan indentitas dan ciri khas yang sudah melekat dalam diri mereka.

perlu dipelajari secara khusus Ikatan-ikatan jeroan ini lalu melainkan karena tiap waktu ia dimasak kembali ke dalam kuah melihat proses pembuatannya tersebut sambil memasukan goreini. Karena itu, dengan sendirinya ngan bumbu yang terbuat dari Aminah menjadi bagian dari usaha ketumbar, jahe, merica, bawang rumah tangga tersebut. putih, bawang merah, cabe merah Masih tetap lestarinya kagape dan cabe kecil serta jinten ditumarena itulah, para dengan bumbu yang asli, tidak buk menggunakan lesung batu dan pelestari kuliner lepas dari ketersediaan bahan tidak terlalu halus untuk mendakhas ini masih bisa baku berupa kikil dan jeroan patkan rasa yang lebih nikmat. bertahan hingga yang tiap hari dapat mereka per- Saat menggoreng bumbu, kunyit saat ini. Salah satunya adalah oleh dari penjagalan-penjagalan bubuk dimasukan secukupnya dan pelestari kuliner asal Bima berternak di sekitar rumah mereka. digoreng hingga berwarna kuning. nama Aminah. Ia menghabiskan Tiap subuh tiba, Amilebih dari separuh usianya untuk nah membeli jeroan dan berjualan kagape, kuliner khas kaki-kaki sapi yang diambil Bima yang terbuat dari jeroan urat-urat khusus pada dan kaki-kaki sapi. Dari pagi bagian kaki ke bawah yang hingga menjelang malam, ia selalu disebut papuku juga lidah sibuk dengan pekerjaannya ini. dan daging-daging pada Aminah, adalah satu dari tidak Bahan dan bumbu kagape yang masih asli di tangan Aminah bagian kepala sapi. Selain banyak perempuan yang mau bersusah-payah mempertahankan ibunya. Aminah menikmati benar dua desa ini juga telah berlangsung itu bahan kagape juga dikuliner khas ini agar bisa dinikmati seluruh aktivitas membeli bahan dari masa ke masa. Bumbu dan campur dengan kikil yang kekhasan cita rasanya oleh anak- baku tiap usai shalat subuh, me- cara pengolahan serta mema- disebut kopa kepala sapi masak dan berjualan kagape mulai saknya merupakan warisan leluhur yang utuh. Harganya lebih anak Bima masa kini. Adzan magrib berkumandang, siang hingga keluar berjualan usai para pembuatnya pada masa kini. murah dari daging. Kaki-kaki sapi tersebut Aminah (58) bergegas pulang. shalat asar dan pulang ke rumah Seperti telah melekat dalam keseharian Aminah yang masih terus diambil urat-uratnya seteDengan panci berukuran besar selalu menjelang magrib tiba. menjajakan kagape, membuat ku- lah itu tulang dibelah untuk yang dijunjung di kepalanya, ia SOTO KHAS MBOJO liner khas ini tidak dapat dilepaskan diambil sumsum sebagai mempercepat langkahnya untuk Terbuat dari berbagai macam dari dapur-dapur mereka. Kagape pelengkap dan pemanis segera tiba di rumahnya di Kampo Sigi, Desa Rato, Kecamatan Bolo, jeroan sapi atau kerbau serta kikil, merupakan salah satu usaha rumah kagape. Semua bahan ini, Bima. Hari itu, seperti juga hari- kagape menjadi salah satu kuliner tangga bagi para ibu di dua tem- selain sumsum, direbus hari sebelumnya, seluruh kagape khas masyarakat Mbojo yang yang pat tersebut. Dari pada diam tak hingga matang dan empuk yang dijualnya berkeliling desa masih diolah secara tradisional bekerja, mereka memilih untuk dengan garam. Setelah masuk dari satu gang ke gang dan memiliki ciri khas diikat-ikat tetap berjualan dan menularkan matang semua bahan diiris lainnya, laku tak tersisa. Kegiatan antara jeroan yang satu dengan keahlian yang dapat memberikan kecil-kecil sambil mengikat berjualan keliling seperti ini telah yang lainnya. Jika dilihat dari pemasukan sejumlah uang tiap hari jeroan satu sama lain dendilakoninya puluhan tahun melan- tampilannya dengan kuah yang untuk kebutuhan rumah tangga ini, gan tali. Dari ikatan-ikatan inilah Aminah bisa langsung jutkan kebiasaan dari nenek dan kuning segar, kagape merupakan kepada anak-anak mereka. masakan yang dikenal Meskipun keuntungan dari dapat menghitung berapa secara umum yakni berjualan kagape tidak seberapa, hasil dagangannya hari itu. soto. Namun rasanya Aminah mengaku, tidak masalah Selain itu juga memudahsangat berbeda den- karena semua berangkat dari kan hasil penjualan dan Bumbu kagape masih ditumbuk secara tradisional gan soto pada um- kebiasaan. Ada yang kurang dari agar pelanggan tetap memumnya karena bumbu kesehariannya jika sesekali ia absen peroleh jumlah yang sama tiap kali Bersama bumbu ini bahan baku yang dipakai bukanlah berjualan karena ada kendala yang membeli kagape dengan harga kagape direbus hingga mendidih bumbu lengkap me- benar-benar membuatnya tidak yang sama. Satu ikatan dijual den- dan api dimatikan. lainkan bumbu-bum- dapat berjualan kagape. Hal ini gan harga Rp 5.000. Aminah sangat Karena memasak kagape kebu sederhana yang bisa dimaklumi karena sejak kecil, menjaga kepentingan pelanggan- banyakan dilakukan pagi hari, biditumbuk setengah remaja, dewasa dan memasuki nya untuk mendapatkan kagape asanya menjelang berangkat berhalus ala “Chef Mbo- usia tua, keluarganya secara estafet sejumlah uang yang dibayarkannya jualan usai Salat Asar, barulah kajo” yang diracik secara menurunkan keahlian yang tidak untuk membeli. gape dipanaskan sekali lagi hingga tradisional. Kagape mendidih untuk menjaga kesegamerupakan soto khas ran rasanya. Para penjual kagape masyarakat Mbojo. masih tetap mempertahankan Kagape masih damemasak kagape menggunakan pat dijumpai dengan kayu bakar. Menurut mereka yang mudah di dua desa pernah mencobanya agar praktis, sentra penjangalan termemasak kagape menggunakan nak di Kecamatan Bolo, kompor menyebabkan urat-urat yakni di Kampo Sigi dan yang dimasak tidak bisa empuk. Dorowila Desa Rato. Karena itulah sebagai salah seKuliner khas ini setiap orang pelestari kagape, Aminah hari selalu dibuat dan tetap memakai kayu bakar hingga dijajakan oleh mersaat ini. Kagape soto khas Mbojo eka yang memang seterbuat dari bahan-bahan dan cara turun-temurun bumbu alami tanpa bahan penmenggeluti keahlian gawet yang merupakan salah satu Tiap hari Aminah selalu menghabiskan waktunya dan usaha ini. Aktivitas keistimewaan masakan-masakan untuk mengurus pembuatan kagape untuk dijual Kagape Bima masih dijual di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bima pada sore harinya pembuatan kagape di tradisional. -Naniek I. Taufan

K

Inspirasi

30 JUNI - 6 juli 2014

5

Tak Sengaja Jadi Pekerja Sosial Ade Irma

Menjadi pekerja sosial bukanlah hal yang mudah. Diperlukan banyak pengorbanan, kesabaran ekstra dalam menjalankan pekerjaan mulia itu. Apalagi menjadi pekerja sosial yang mengurusi orang-orang cacat seperti yang dilakukan Ade Irma. Yang namanya dicaci-maki bahkan diusir oleh pihak keluarga yang ingin dibantunya, bukan hal yang asing lagi bagi Irma yang telah 13 tahun berkecimpung sebagai relawan di Dinas Sosial Jakarta Pusat.

N

amun perlakuanperlakuan yang tak menyenangkan itu tidak membuatnya berkecil hati. Rasa kasih dan kesabaran yang tinggi adalah kuncinya. Tanpa dua hal itu, mungkin Ade sudah ‘lari terbirit-birit’ begitu si pemilik rumah memaki atau mengusirnya. Atau lebih ‘ekstrem’ lagi, ia ‘kabur’ meninggalkan pekerjaannya sebagai relawan. Namun hal itu tidak dilakukannya. Ia justru semakin mantap, hasratnya membantu sesama tidak mengendur. “Wah kalau yang namanya pengalaman tidak mengenakkan terkait dengan tugas saya ini, banyak sekali. Karena saya bertemu dengan banyak orang dengan beragam karakter. Yang namanya dimaki, diusir, bahkan ditutupi pintu rumah sudah pernah saya alami, padahal saya datang untuk membantu mereka,” ungkap Ade Irma yang ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tugas Irma sebenarnya adalah mendata keberadaan orangorang cacat di wilayahnya sekaligus memberi bantuan pada yang tidak mampu. Jika penyandang difabel itu mengalami kecacatan yang permanen dan tidak dapat mandiri maka bantuan yang diberikan adalah tunjangan bulanan yang besarnya Rp 200-300 ribu. Sedang bagi mereka yang cacat namun masih bisa mandiri maka akan diberi bantuan belajar ketrampilan dan modal untuk berusaha. “Pendataan ini untuk keseluruhan penyandang cacat tapi bantuan keuangan hanya untuk mereka dari kalangan tak mampu,” tambahnya. Namun ucapnya, pekerjaannya tidak selalu berjalan mulus.

Ade Irma dan kerajinan karya para ibu binaannya di wilayah Dinas Sosial Jakarta Pusat

Pasalnya, dia datang bukan sekadar mendata jumlah tapi juga harus membuat profil yang bersangkutan (penyandang difabel) . Ini berarti ia harus mewawancarai keluarganya, bertanya ini dan itu. “Di sinilah masalahnya. Pihak keluarga atau orangtuanya kadang tidak suka bahkan marah. Jika kondisinya seperti itu, saya berusaha menenangkan mereka, memberikan penjelasan sebaikbaiknya agar mereka tidak salah paham dengan maksud saya,” tambahnya. Dari berbagai pengalaman tersebut, akhirnya Ade tahu apa penyebab pihak keluarga marah padanya. Ternyata mereka malu dan tidak ingin masalah keluarganya diketahui pihak luar. “Suatu ketika saya datang ke sebuah rumah untuk melakukan pendataan. Saya mendapat informasi di rumah tersebut tinggal anak penyandang difabel. Usia anak itu empat tahun tidak bisa ngapa-ngapain karena kak-

“Kebetulan ketika semasa hidup, suami saya aktif sebagai Ketua RW dan saya kerap ­terlibat dalam kegiatan PKK sehingga ­cukup paham dengan adanya bantuan dana ­pemberdayaan masyarakat dari Dinas Sosial. Jadi saya ajukan proposal untuk bantuan dana usaha untuk para ibu itu”

inya terlipat. Awalnya ibunya tak mau menerima saya. Tapi saya berusaha menjelaskan, sampai akhirnya ibu itu menangis. Dia bilang dia malu dengan kondisi anaknya dan tidak ingin masalah tersebut diketahui banyak orang. Lalu saya beri penjelasan panjang lebar, termasuk agar menerima dengan ikhlas keadaan anaknya. Saya bilang, ibu jangan malu, karena kondisi ini adalah pemberian Tuhan,” tutur Ade yang tak jarang menitikkan air mata melihat kondisi memprihatinkan anak-anak penyandang difabel di daerahnya.

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Menjadi pekerja sosial untuk penyandang difabel, tutur Ade, bisa dibilang secara tidak sengaja. Sebelumnya, ia hanyalah aktivis pemberdayaan perempuan di lingkungan tempat tinggalnya di bilangan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Kegiatan itupun dilakukan, pada awalnya, hanya karena ingin mengisi waktu luang. “Suami saya sudah meninggal, anak-anak semua sudah bekerja, mereka memiliki kegiatan masing-masing. Saya sendiri di rumah, banyak waktu kosong,” lanjutnya. Ade dan beberapa temantemannya mengumpulkan para ibu di lingkungannya yang masih memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan kreatifproduktif. Para ibu ini dikumpulkan, lalu dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan minat. Misalnya, yang gemar memasak dan kerajinan. Kepada para ibu yang gemar memasak dan ingin berbisnis makanan, diberi peluang dalam permodalan. Sedang yang gemar kerajinan, khususnya kerajinan daur ulang, mendapat kursus gratis belajar ketrampilan. Produk yang dihasilkan para ibu ini juga dibantu dalam pemasarannya. “Kebetulan ketika semasa hidup, suami saya aktif sebagai Ketua RW dan saya kerap terlibat dalam kegiatan PKK sehingga cukup paham dengan adanya bantuan dana pemberdayaan masyarakat dari Dinas Sosial. Jadi saya ajukan proposal untuk bantuan dana usaha untuk para

ibu itu,” ungkapnya. Suatu yang sangat disyukurinya, banyak dari para ibu yang dibinanya itu, pada akhirnya berhasil membangun usaha sendiri meskipun dalam skala kecil. “Dengan begitu perempuan bukan hanya dapat menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga tapi juga membantu perekonomian keluarga. Apalagi pekerjaan sampingan itu, bisa dilakukan di rumah. Itu artinya, dia tetap bisa memperhatikan keluarganya, mengawasi anak-anaknya, sembari bekerja,” jelas Ade. Lalu Ade menunjukkan sejumlah produk kerajinan daur ulang karya ibu-ibu binaannya yang laris manis saat berpameran di Jakarta Fair Kemayoran. “Mereka membuat di rumah masingmasing, bahan-bahannya saya yang berikan. Setelah kerajinan itu jadi, saya yang memasarkannya dari satu basar ke basar yang lain,” tambahnya. Lalu, atas kerja keras Ade, berapa banyak imbalan yang diterimanya? Menurut ibu tiga anak ini, tidak banyak dan itupun didapat jika ada sebuah proyek yang harus dikerjakan. Namun, katanya lagi, bukan uang yang dicarinya dalam melakukan pekerjaan sosial, melainkan kepuasan batin karena usahanya mendatangkan manfaat bagi orang lain. “Kalau bicara materi, saya rasa cukup, karena semua anak saya sudah bekerja dan mereka membantu saya secara finansial. Jadi saya aktif di bidang ini niatnya agar diri dan kemampuan saya bermanfaat untuk orang lain,” tandasnya. -Diana Runtu

Aneka kerajian mote karya para ibu binaan Ade Irma


Woman on Top

6

30 JUNI - 6 juli 2014

Seni Hadapi Konflik Menjadi camat bagi seorang perempuan, memiliki banyak tan­ tangan. Apalagi, saat terjadi gesekan atau konflik. Sesuai fungsi dan tugas camat, mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ke­ tentraman dan ketertiban umum, perempuan dituntut memiliki kemampuan menyelesaikan perselisihan dengan damai. Itulah seni dalam mengayomi masyarakat,” ujar Camat Kuta Utara, Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, M.Si., saat ditemui Tokoh usai Lomba ­Utsawa Dharma Gita di Puspem Badung, Selasa (24/6).

H

ari tu, Bu Yuyun terlihat sangat anggun dengan memak a i k a i n kebaya hijau dan sanggul Bali. Namun, menurutnya, sehari-hari, ia lebih suka berambut pendek, karena lebih simpel. “Karena berbusana adat Bali, rambut saya disanggul. Rambut asli saya pendek dari dulu,” ujarnya sembari tersenyum. Perempuan murah senyum ini menuturkan, menikmati peran­nya sebagai camat. “Semua pekerjaan saya rasa sama, pasti ada tantangannya. Tergantung kita menyikapinya. Selama tiga tahun menjabat camat, saya rasakan malah banyak sukanya. Kesulitannya justru saya anggap tantangan untuk menyelesaikannya,” jawab Bu Yuyun, ketika ditanya suka-

duka selama menjadi camat. Kecamatan Kuta Utara me­ rupakan daerah pendukung pariwisata di wilayah Selatan. Kuta Utara merupakan poros strategis yang memiliki tiga kelurahan Ke­robokan Kaja, Kerobokan, Kerobokan Kelod, Dalung, Tibubeneng, dan Canggu. “Dengan banyaknya masyarakat pendatang atau urban, dan berkembangnya pariwisata, potensi ini tidak terlepas dari permasalahan. Keamanan benar-benar menajdi perhatian yang serius. Jangan sampai tempat strategis ini tak mampu mengatasi soal keamanan,” kata Yuyun dengan tegas. Ia tak menampik banyak tantangan dalam menjalankan tugasnya sebagai camat di wilayah Kuta Utara. “Pernah ada masalah, satu kafe di Batu Belig tanpa izin. Ke-

hadiran kafe ini sangat disambut baik desa adat karena akan banyak menyerap tenaga kerja setempat. Sementara, di wilayah tersebut tidak boleh dibangun kafe. Tugas sebagai camat, saya harus dapat menyambungkan program pemerintah dan menyerap aspirasi masyarakat. Ini memerlukan ketegasan dan komitmen. Posisi saya ada di tengah-tengah. Saat itu, suasana sangat panas, apalagi banyak preman ikut berjaga-jaga. Saya merasa sangat bersyukur sebagai perempuan. Dengan jiwa keibuan dan kelembutan, saya mencoba memediasi ber­ komunikasi dua arah, agar tidak terjadi benturan. Satpol PP saya minta mundur dulu. Saya coba hadapi situasi panas dengan sifat kewanitaan. Saya ajak investor berkomunikasi dan saya jelaskan

Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, M.Si.

sesuai aturan, di tempat itu tidak boleh membangun vila. Walaupun saya sudah melihat, masyarakat sekitar sudah angkat senjata, tapi saya mencoba berpikir positif. Dengan keyakinan dan kelembut­ an, saya yakin, kekerasan tidak harus dilawan dengan kekerasan. Syukurlah, akhirnya, masalah bisa diatasi tanpa kekerasan,” ungkap Alumnus APDN Mataram ini. TIDUR DI TROTOAR Dalam menjalankan pemerintahan di kantor pun, ia selalu menerapkan sistem humanis. “Saya harus tahu kapan saya

bersikap tegas dan kapan sifat kewanitaan yang dimunculkan. Dalam setiap masalah di kantor, saya coba kedepankan sifat seorang ibu, yang bisa menerima curhat, sikap mengayomi, tanpa harus ada jarak,” kata perempuan kelahiran 6 Juni 1967 ini. Dengan staf sebanyak 60 orang dan didominasi sebagian besar laki-laki, tak membuat Yuyun merasa risih. “Mungkin karena kebiasaan saya sejak kecil tomboi, jadi saya pribadi tak pernah merasa risih ketika harus berhadapan dengan laki-laki,” imbuh Yuyun sembari tertawa. Ia menuturkan, malah pernah tidur di trotoar jalan selama tiga hari bersama para prajurit, saat terjadi kerusuhan di Lapas Denpasar. Hal itu dilakukannya demi memantau keamanan di sekitar Lapas Denpasar, yang termasuk daerah wilayah Kuta Utara. Menurut Yuyun,tugas utama camat bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah, sehingga diperlukan suatu komitmen dan tanggungjawab. Langkah strategis yang dilakukan Yuyun, membangun sinergi dengan berbagai pihak, tokoh masyarakat maupun tokoh adat, dan aparat keamanan. –Wirati Astiti

Sudut Pandang

30 JUNI - 6 juli 2014

19

Pilih Sekolah Dekat Rumah Tahun Ajaran Baru sebentar lagi. Para orangtua sudah sibuk mencari sekolah untuk putra-putri mereka. Berbagai alasan menjadi pertimbangan, seperti lokasi sekolah, jarak antara rumah dan sekolah, para guru, termasuk biaya pendidikan.

“P

ertimbangan saya yang pertama lokasi dan jarak sekolah dari rumah. Karena anak saya mau masuk kelas 1 SD, masih kecil. Saya lebih praktis mengantarnya dengan kendaraan pribadi dibandingkan naik angkutan umum. Jarak dari rumah ke sekolah cuma lima menit,” ujar Agustin, seorang karyawati perusahaan swasta.

M e n u r u t n y a , s e l a i n p e r­ timbangan lokasi, kualitas sekolah juga menjadi perhatiannya. “Saya cenderung memilih sekolah swasta untuk SD karena guru-gurunya lebih komunikatif. Selain itu, saya dengar dari teman-teman, kalau SD Negeri, siswanya sering disuruh bersih-bersih di sekolah bawa sapu dan ember,” kata ibu dua anak ini. Ia menambahkan, sekolah

dasar yang menjadi targetnya, sekolah yang banyak memiliki pilihan ekstrakurikuler. “Dengan banyak pilihan ekstrakurikuler, anak saya dapat mengembangkan keterampilannya. Saya tertarik ada marching band di sekolah yang baru ini,” ucapnya. Ni Wayan Supertini lain lagi. Ia lebih memilih sekolah negeri untuk anaknya Krisna yang masuk SMP. “Lokasi jelas menjadi pertimbangan. Kebetulan rumah di Siulan jadi saya pilih SMP Negeri di Sanur. Kebetulan ada jalur transportasi umum Sarbagita, jadi lebih memudahkan. Paling pagi jadwal Sarbagita mulai pukul 06.00. Jadi anak saya bisa ke sekolah dengan tenang tanpa telat,” ujarnya. Anaknya yang sulung diarahkan memilih SMK. “Berhubung tidak ada SMK negeri yang terdekat, saya pilihkan SMK swasta. Alasan­ nya, selain setelah tamat lebih mudah mencarikan pekerjaan,

Sekolah Swasta jangan Tutup Duluan SMP Nasional Denpasar yang bernaung dibawah Perdiknas Denpasar di era teknologi canggih ini sudah memanfaatkan teknologi. Kepala Sekolah SMP Nasional, Drs. I Nyoman Sudana mengatakan sejak Desember tahun lalu ia sudah melancarkan informasi pe­nerimaan murid baru di sekolahnya melalui pesan singkat di ponsel. Hal yang sederhana ini, mendapat sambutan positif. Para orangtua calon siswa ternyata berdatangan ke sekolah untuk mengetahui lebih jelas persyaratannya sekaligus melihat langsung fasilitas yang dimiliki sekolah yang memiliki tagline “Sekolah Para Sahabat dan Keluarga” Marketer SMP Nasional yang terdiri dari kepala sekolah dan para guru bisa menerjemahkan tagline tersebut. “Sederhana dan sampai pada tujuan,” katanya sambil menekankan ini cukup efektif disamping menghemat anggaran. Media konvensional semacam menggelar spanduk dan papan reklame masih digunakan di lokasi terdekat namun kurang mengena pada sasaran begitu juga melalui internet. “Para orangtua calon siswa lebih banyak langsung datang ke sekolah mencari info sekaligus melihat sarana yanga ada, bahkan mereka juga bisa melihat proses belajar yang ada,” kata Sudana. Ia menambahkan fasilitas yang dimiliki sekolah lengkap, mulai dari laboratorium, ruang perpustakaaan dan yang lainnnya. Tersedia juga beragam beasiswa. Bagi siswa yang memiliki kakak kandung di kelas VIII dan IX diberikan diskon 50% untuk uang pembangunan. “Kami memang membuka pendaftaran hingga tanggal 12 Juli 2014. Namun, penerimaan siswa tidak

Nyoman Sudana

Ir. IGN Eddy Mulya

akan dilakukan berlebihan. Semua akan disesuaikan rasio kelas dan para pendidik yang ada,” tegas Sudana.

yang ingin melanjutkan sekolah di Denpasar, Eddy mengatakan ada kuota 5% untuk SMP dan 10% untuk SMA. “Tidak bisa dimungkiri, Denpasar merupakan barometer pendidikan di Bali. Karena itu banyak siswa dari luar Denpasar yang mendaftar. Kami member peluang sesuai kuota tersebut. Syarat pertama tentu nilai yang dimiliki siswa, apakah masuk dalam nilai yang diterima di seklah. Kalau syarat pertama ini tidak lolos, tentu kuota akan hangus dengan sendirinya. Tetapi, kalau syarat pertama sudah mencukupi, berikut­nya kuota yang menjadi patokan. Pengalaman dari tahuntahun sebelumnya, tidak semua kuota ini terpenuhi,” tegasnya. Satu hal yang diingatkan Kadisdikpora Denpasar untuk sekolah khususnya sekolah swasta agar jangan menutup pendaftaran lebih dulu. Hal ini member peluang bagi siswa yang tidak lolos di sekolah negeri untuk mendaftar di sekolah swasta. –Sri Ardhini/Ngurah Budi

KUOTA LUAR DAERAH Pemerintah terus melakukan evaluasi mengenai cara penerimaan siswa baru. Pendaftaran secara online merupakan pola yang dianggap pemerintah cukup adil. “Peserta didik tinggal mendaftar secara online. Pengaturan nilai yang bisa masuk sekolah yang diinginkan tergantung dari pemeringkatan nilai yang dilakukan secara otomatis,” papar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, M.Si. Eddy menegaskan peserta tinggal mengikuti petunjuk. Orangtua pun diharapkan tidak terlalu resah karena dengan sistem online, pemeringkatan nilai ini dilakukan sistem. Mengenai kuota untuk siswa yang berasal dari luar Denpasar

Supertini

Drs. IB Suyasaputra

tamatan SMK lebih banyak mendapatkan keterampilan yang dapat digunakan sebagai kecakapan hidup. Kalau nanti mau melanjutkan ke perguruan tinggi, bisa sembari kerja,” tandas Supertini. Ia juga menyarankan anaknya untuk memilih akutansi. “Jurusan akutansi saya pilihkan karena ilmu keuangan pasti berguna di semua perusahaan sehingga lebih banyak pilihan untuk mencari lapangan pekerjaan. Saya amati juga, dia tertarik di akutansi,” kata Supertini. Namun, ada hal yang disesalkan ibu tiga anak ini. “Masuk sekolah negeri walaupun tak bayar SPP, tapi ada saja bayaran yang harus disetor, seperti bayar komite, atau bayar yang lain. Orangtua yang menjadi beban. Terus apa bedanya dengan sekolah swasta yang bayar. Mestinya pemerintah lebih memberikan perhatian,” ucap Supertini. Dek In, seorang karyawati swasta juga menuturkan peng­ alamannya mengurus pendaftaran sekolah menengah untuk anak sulungnya. “Sekarang memang zaman teknologi, pendaftaran bisa online. Tetapi, tetap saja harus datang ke sekolah untuk melakukan verifikasi. Proses ini lebih lama daripada pendaftaran manual,” ujarnya. Ia juga khawatir, untuk urusan pendaftaran saja sudah ribet, bagaimana dengan urusan keuangan. Diakuinya pendaftaran online ini tidak dikenakan biaya, hanya perlu uang untuk ke warnet kalau di rumah tidak punya fasilitas internet atau biaya pulsa kalau di rumah pakai modem. “Mudah-mudahan saja proses seleksi benar-benar objektif dan transparan, jadi tidak ada yang main uang,” tegas ibu dua anak ini

lingkungan, pelayanan prima, dan berwawasan meta kecerdasan. Meta kecerdasan itu, dijelaskan Kepala Sekolah Drs. IB Suyasaputra, yakni intelektual emosional, sosial, dan spiritual. Kecerdasan diawali dengan meta spiritual, yang diaplikasikan dengan melakukan persembahyangan sebelum meng­ awali proses belajar-mengajar, sehingga disiplin warga sekolah baik guru maupun siswa betul-betul bisa dikondisikan. “Karena awal dari prestasi adalah disiplin,” tegasnya. Sekolah ini pun menetapkan mengawali jam belajar pukul 6.50 sejak tiga tahun lalu hingga sekarang. Pengayaan materi pembelajaran diambil setelah jam belajar formal usai. Jadi, sore hari hanya jam ­ekskul. “Kami selalu koordinasikan terkait pelayanan pada anak agar benar-benar efektif,” imbuhnya. Menurut Suyasaputra semua itu sesungguhnya peran dari anak. Anak sebagai subjek didik. Mereka yang akan menjadi corong bagaimana pelayanan sekolahnya. Secara tidak langsung pula, itu menjadi informasi ke masyarakat luas akan keberadaan dan kualitas sebuah sekolah. Dengan bangga ia menyebut ada tiga alumni SMAN 7 Denpasar dikarantina di Jakarta untuk rencana melanjutkan studi ke Jerman. Dari tiga itu, satu orang masuk empat besar di Indonesia. Belum lagi alumni lainnya yang berhasil menduduki jabatan penting dalam pemerintahan ataupun sukses dalam kariernya. Suyasaputra mengatakan calon peserta didik baru yang sudah melakukan sertifikasi di SMAN 7 sebanyak 760 orang. Padahal, daya tampung sekolah ini untuk jalur NEM hanya 240 orang. Sementara, untuk jalur prestasi disediakan 80 orang dan jalur miskin 20 orang. “Sesungguhnya SMAN 7 tidak ada promosi dalam merekrut siswa. Kami hanya berbuat dari visi dan moto itu. Selanjutnya, masyarakat yang membaca kondisi sekolah kami,” ujarnya. Tahun ini, SMAN 7 menduduki nilai rata-rata tertinggi kedua di Bali untuk UN dan nilai ratarata tertinggi untuk pemantapan provinsi. Tak hanya unggul dalam akademis, SMAN 7 Denpasar yang merupakan sekolah binaan Direktorat berbasiskan pendidikan IT, juga merupakan sekolah plus olahraga dan seni. –Wirati Astiti/

SISWA CORONG SEKOLAH Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2014 di sekolah menengah dilakukan lewat online. Calon peserta didik dihadapkan pada beberapa pilih­ an sekolah. Pihak sekolah pun memiliki kiat-kiat khusus untuk menarik calon peserta didik baru. SMAN 7 Denpasar misalnya, dari tahun ke tahun, pamor sekolah ini dibentuk melalui proses pembinaan sekolah yang tetap berpegang pada visi, sekolah unggul dalam akademis, peduli

Inten Indrawati


Kreasi

18

Gairah Wanita Bali di Gamelan Kini, kaum wanita Bali jago menggoyang panggul. Alat pemukul gamelan yang sebelumnya hanya dimonopoli kaum pria itu, belakangan ini kian lincah diayun para wanita, saat mereka meniti nada-nada gamelan. Tengoklah Parade Gong Kebyar Wanita di arena PKB XXXVI 2014. Penampilan utusan Kabu­paten Gianyar versus duta Kabupaten Bangli pada Senin (16/6) malam, sarat gairah. Gianyar diwakili oleh Sekaa Gong Wanita Mekar Sari Balerung Peliatan Ubud, sedangkan Bangli menampilkan Sekaa Gong Wanita Genta Nare Swari Desa Demulih.

K

edua grup pe­ nabuh wanita dari dua kabupaten yang bertetangga itu saling unjuk kebolehan secara bergantian. Diawali dengan pe­ nampilan tabuh Goris oleh Bangli yang dibalas dengan tabuh Bulan Menari oleh Gianyar. Selanjutkan kedua grup saling menyajikan tari Tenun ciptaan tahun 1957. Bangli mengakhiri suguhannya dengan tari kreasi bertajuk Dadong Rerod nan kocak sedangkan Gianyar mempesona penonton dengan tari kreasi berjudul Guru Agung yang bertutur tentang kiprah seorang tokoh seni asal Peliatan, Anak Agung Gede Mandra (alm). Kiprah wanita Bali dalam kancah kesenian pada umumnya memang sangat dominan di tiap lini. Dalam bidang seni tari misalnya, seakan menjadi keterampilan “wajib” bagi wanita Bali. Akan tetapi dalam hal menabuh gamelan, sejak dulu memang tak tampak, atau mung­ kin belum ada. Bahkan gamelan seolah-olah “tabu” dan leteh bila disentuh kaum wanita. Namun, kini ketika kesempatan untuk

menjelajahi seni musik tradisonal Bali itu terbuka, mereka me­nerjang penuh semangat. Tonggak dilazimkannya wa­ nita Bali berkecimpung di dunia gamelan berawal di arena PKB. Salah satu primadona pesta seni adalah parade Gong Kebyar. Dengan seragam baju kebaya yang berbinar, sanggul nan rapi, dan polesan mike-up cerah, mereka tampil penuh percaya diri. Saat menyajikan tabuh, bukan hanya panggul mereka yang bermain lincah, tapi juga lenggak-lenggok tubuh mereka—disertai senyum tersungging--juga menjadi bagian dari sebuah seni pentas. Dari arena PKB itu, sema­ ngat kaum wanita Bali menggauli gamelan kemudian merambah ke tengah-tengah masyarakat. Kini begitu sering dapat dilihat ibuibu PKK dengan suntuk berlatih menabuh gamelan di bale banjar atau mungkin di sanggar-sanggar seni. Sekarang tidak terasa aneh lagi bila ritual keagamaan disertai oleh penyajian gamelan oleh grup gamelan kaum wanita. Selain me­ nyajikan musik instrumental, ada

Life

Story

Kawin-Cerai demi Anak Laki-laki Seorang perempuan duduk termangu mendengarkan cerita penumpang lain di Bandara Internasional Lombok (BIL). Perempuan yang bercerita itu meng­gendong seorang bayi yang berusia 7 bulan. Ia baru saja lari dari rumahnya di Mata­ram. Ia tidak ingin menceritakan dari mana ia berasal. Dari tiketnya, ia naik pesawat menuju Pulau Jawa.

Penampilan Gong Kebyar wanita duta Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli di panggung Ardha Candra, Taman Budaya Bali, 16 Juni 2014.

juga yang lengkap sanggup mengir­ ingi pementasan tari Rejang, Baris Gede dan Topeng Sidakarya. Ngayah dalam konteks upaca­ ra keagamaan adalah menjadi salah satu penyangga eksistensi kesenian Bali. Hadirnya kelompokkelompok gamelan kaum wanita sekarang ini utamanya sangat distimulasi oleh emosi religusitas tersebut. Bila akan menyongsong datangnya piodalan agung di Pura lingkungan mereka, gairah untuk membentuk grup gamelan wanita mengemuka. Atau, bila memang grup itu telah terbentuk, mereka akan mengadakan latihan-latihan, meningkatkan keterampilannya, dan lebih menggalang kerja sama penyajian musikalnya. Gamelan yang diduga muncul di Bali Utara pada tahun 1915 ini berfungsi fleksibel menyertai ber­

bagai kepentingan pentas seni, baik presentasi estetik murni maupun persembahan dalam konteks ritual keagamaan. Gaya permainannya yang cepat, energik, atraktif, ra­ mai dengan variasi jeda-jeda yang diungkapkan dengan penuh daya pikat, bergairah, dianggap me­ wakili dan menjadi ciri khas musik Bali secara keseluruhan. Bali memiliki tak kurang 25 jenis ensambel gamelan, dari gamelan yang tergolong tua seperti misalnya Slonding dan Gambang, hingga bentuk-bentuk gamelan baru seperti Gong Kebyar itu sendiri. Ada baiknya kaum wa­ nita juga melirik gamelan di luar Gong Kebyar, terutama gamelan yang memang eksis di lingkungan mere­ka sendiri. Mungkin gamelan semacam Gambang yang teduh dan tenang, lebih cocok ditabuh

dengan penuh kelembutan oleh karakter feminim kaum wanita. Wanita Bali dikenal perkasa. Artinya, selain memiliki kelembu­ tan hati, juga dikarunia kekerasan jiwa, Karena itu, rupanya tak menjadi kendala besar bagi mereka untuk menggauli jenis kesenian yang selama ini “dikangkangi” kaum laki-laki. Hanya, satu kendala yang menghadang kaum perem­ puan Bali dalam kiprahnya di dunia seni, khususnya gamelan, adalah kodrati biologis mereka, terutama bila dikaitkan saat harus berpartisi­ pasi dalam ritual ke­agamaan. Men­ truasi, siklus bulanan yang harus diterima oleh kaum perempuan sering menghambat dan mem­ buyarkan semangat ngayah yang sudah jauh-jauh hari dipersiapkan dan ditunggu-tunggu. –Suartaya

Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (5-habis) saikan repetisi tersebut dengan aman.

Satu teknik yang sangat efektif yang sering digunakan adalah eksplosif. Menggerakkan beban secara eksplosif saat gerakan konsentrik (positif) dalam latihan akan mengerahkan kekuatan yang besar, sehingga menyebab­ kan rekrutmen motoneuron yang terbesar. Ingatlah bahwa motoneuron terbesarlah yang menggerakkan serabut 2b. Sebuah tehnik lain yang sering saya gunakan dan ajarkan adalah percepatan. Setelah mengerahkan tenaga secara eksplosif, saya akan mempercepat gerakan sepan­ jang rentang positif. Inilah cara terbaik untuk mengerah­ kan daya yang besar sehingga serabut otot yang terpakai untuk meggerakkan beban akan tumbuh maksimal. Saya akan menggunakan analogi sprinter legendaris Carl Lewis ketika ia mencatat rekor dunia lari 100 meter. Saat start ia menggunakan ledakan tenaga yang besar, tetapi makin ia mendekati finish, ia mengalami percepatan yang makin tinggi. 10 meter terakhir (dari 90 meter ke 100 meter) bagi Carl Lewis bahkan lebih cepat daripada 10 meter pertama (dari 0 meter ke 10 meter). Tips terakhir untuk merekrut serabut 2b adalah untuk membawa set Anda ke gagal positif. Gagal positif adalah keadaan di mana Anda sudah tidak lagi bisa menyelesaikan rep terakhir Anda di antara 4-12. Ada­ lah suatu ide yang baik untuk memiliki seorang spotter membantu Anda menyelesaikan repetisi terakhir, karena ia akan memberikan keyakinan bagi Anda untuk menyele­

30 JUNI - 6 juli 2014

30 JUNI - 6 juli 2014

Sistem Energi Tubuh Sistem ATP-CP Tubuh manusia harus selalu disuplai oleh energi kimiawi untuk melakukan kegiatan otot. Bahan dasar untuk melakukan kegiatan otot dan mendapatkan pertumbuhan otot adalah dari makanan. Sumber utama energi tubuh manusia bukanlah karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh mendapatkan semua energinya dari ATP (ade­nosine triphosphate) yang dibuat di dalam tubuh dari reaksi kimiawi yang terjadi dari perubahan makanan ke energi siap pakai. ATP digunakan untuk mencerna, kontraksi otot, trans­ misi sinyal syaraf, sirkulasi darah, pertubuhan otot, dan fungsi-fungsi kelenjar tubuh. Ketika salah satu molekul phosphate dipecahkan dari rantainya, energi besar ter­ produksi. ATP = adenosine + phosphate + phosphate + phosphate Energi besar terbentuk, menyisakan… ADP = adenosine + phosphate + phosphate Setiap sel di dalam tubuh menggunakan sistem energi ini untuk bertahan hidup. Sistem CP Meskipun ATP merupakan sumber energi untuk semua sel, jumlah yang tersedia untuk satu kali adalah maksimal 90 gram. Ini adalah jumlah yang sangat kecil dan memungkinkan hanya untuk latihan selama beberapa detik. Oleh karena itu ATP harus selalu diproduksi ulang. Creatine Phosphate (CP) yang ditemukan di dalam otot dan jumlahnya 3 kali lipat ATP. Ketika CP dihan­ curkan untuk membuat energi, lebih banyak energi yang

digunakan dariapda ketika ATP yang terpecahkan untuk energi. Berhubung pemecahan CP memproduksi lebih banyak energi daripada pemecahan ATP, CP bisa dengan mudah mengembalikan ATP. Seluruh sistem ATP-CP me­ mungkinkan kerja otot maksimal sampai selama 15 detik. Dibutuhkan 60-90 detik untuk menyelesaikan produk­ si ulang ATP, jadi adalah sangat baik untuk menunggu setidaknya 60-90 detik sebagai momentum istirahat antar set. CP terpecahkan menjadi energi – CP yang tersisa menyalurkan energi untuk mengubah ADP menjadi ATP – CP + ADP = ATP baru Umumnya 1 set membutuhkan lebih kurang 15 detik, oleh karena itu sistem energi yang terpakai total adalah sistem ATP-CP. Berhubung cadangan ATP sangat terbatas, oleh karena itu latihan beban sebaiknya tidak berlangsung terlalu lama. Resintesa ATP juga membutuhkan waktu, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk kembali ke set berikutnya. Berilah cukup waktu bagi diri Anda untuk beristirahat dan tubuh Anda untuk membuat ATP-nya kembali. Saya merekomendasikan istirahat antara 1-2 menit antar set dan maksimal bisa sampai 4 menit untuk latihan-latihan berat seperti deadlift, squat, dan benchpress. Anda sebaiknya beristirahat cukup lama untuk mengembalikan detak jantung cukup rendah agar saat melakukan set berikutnya, ototlah yang mencapai kega­ galan, bukan nafas Anda. Tanda-tanda Overtraining Berkurangnya tenaga Otot terlihat tipis dan tidak mudah terpompa Meningkatnya kebutuhan akan stimulan Kurang agresif saat latihan Merasa ke gym adalah suatu beban Perlu waktu tidur yang lebih panjang Otot pegal yang tak berkesudahan.

S

ambil menyusui bayi­ nya, ia membelai rambut anak perem­ puannya yang berusia lima tahun yang tengah ter­lelap di sampingnya. Air matanya me­ netes sambil menceritakan kisah hidupnya dengan seorang laki-laki

berusaha apa-apa. “Sudah saya yang kasih makan, saya dianiaya seenaknya,” katanya menyesal. Perlakuan suaminya seringkali menyakitkan. Kalau hanya aniaya fisik mung­

yang dikenalnya sebagai pemuda berwajah alim. La­ ki-laki itu akhirnya menjadi suaminya. “Tampang seperti orang alim bukan jaminan lakilaki itu baik,” ujarnya pelan.

kin bisa ia terima, tapi makin lama ia makin men­ jadi-jadi. Pa­caran sana sini hingga akhirnya ia terjebak kehamilan seorang gadis yang membuat­ nya harus menikahi gadis itu. Ironisnya, di hari pernikahannya Ia mengalami betapa bejatnya itu, ia datang pada istrinya untuk suaminya itu. Sejak kawin tidak meminta istri­n ya mendandani pernah ada perlakuan baik yang anaknya yang berusia lima tahun diterimanya. Ia sendiri heran itu untuk hadir di acara pernikah­ me­ngapa bisa bertahan sampai annya. Sungguh bejat laki-laki itu. enam tahun bersamanya. Padahal “Saya sendiri tidak tahu mengapa dalam rumah tangganya, dialah mampu bertahan dan dengan yang bekerja menafkahi kel­uar­ polos mendandani putri saya dan ga. Suaminya malah tidak mau menyuruhnya hadir di pernikah­ an ayahnya,” kata perempuan itu. Kisah ini meng­ ingatkan Mariana (65), perempuan yang mendengar cerita itu tentang kisah ibunya. Ayah Mariana beberapa kali kawin. Ada yang tidak memiliki anak dan ada juga yang mendapatkan anak Mengenang masa kecil perempuan. Hingga pada perkawinan terakhir, barulah ayahnya mendapatkan anak laki-laki. Ibundanya memang tidak dapat memiliki anak laki-laki karena ada masalah dengan rahimnya. Mariana sendiri bersaudara empat orang dan semuanya perempuan. Sejauh itu, perkawinan ayahnya kerapkali dilanda badai perceraian dengan istri-istri mudanya. Seingat Mariana, saat me­ninggal ayahnya tidak hidup ber­ sama istri-istrinya melainkan semua istri telah dicerai. “Saat ayah meninggal, hanya ibu saya istri ayah,” ujarnya. Perceraian-perceraian yang dialami ayahnya sebenarnya lebih banyak karena ketidakcocokan mengingat istri-istri muda ayahnya usianya memang masih muda dibanding ayahnya yang makin menua. Ia ingat di masa remajanya. Ketika ayahnya hendak kawin anak-anaknya diminta hadir menyaksikan. “Kami berempat selalu hadir saat ayah ijab kabul,” katanya. Dengan polos mereka akan pulang kembali ke rumah setelah seluruh rangkaian acara perkawinan itu selesai. Naik delman yang kala itu belum ban­ yak dimiliki orang lain, mereka berempat biasanya sama-sama terdiam sepanjang perjalanan pulang. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. “Yang ada di kepala saya saat itu, begitu tiba di rumah pasti ibu sedang tidur di kamar dalam posisi telungkup,” ujarnya. Ia hafal benar bagaimana cara ibunya menanggung derita agar tidak terlihat dengan jelas oleh anak-anaknya. Dengan menekan dadanya di tempat tidur. Saat itu terjadi, Mariana sebagai anak sulunglah yang akan menghibur ibundanya. Ia akan memijat kaki dan bahunya sambil me­ngajaknya meng­ obrol. “Hebatnya ibu selalu bisa tersenyum,” kata Mariana yang sangat mengagumi kesabaran ibundanya. Hebatnya lagi, manakala ayahnya pulang ke rumah pertama kali setelah kawin lagi, biasanya hari keempat, ibu selalu menyambutnya dengan tersenyum. “Ibu menjadi repot menyiapkan makanan untuk ayah,” ujarnya. Menurutnya, mungkin sikap ibu itulah yang membuat ayah sangat mencintai ibunya. Peristiwa demi peristiwa itu telah menjadi catatan dalam perjalanan hidupnya. Ia menyimpan “catatan” itu untuk dikisahkan pada anak-anaknya. Dari kisah itulah, ia mengingatkan anak-anak dan menantunya untuk tidak meniru melainkan menjadikannya pelajaran. “Jangan sampai anak-anak saya merasakan hal itu,” katanya menutup obrolan.

“Saya sendiri tidak tahu

mengapa mampu bertahan dan dengan polos men­ dandani putri saya dan menyuruhnya hadir di per­ nikahan ayahnya”

Hadir tiap Ijab Kabul

-Naniek I. Taufan

7 saat ayahnya menikah berkali-kali, bukanlah hal yang menyenangkan bagi Mariana. Ia ingat betapa ha­ncurnya hati sang bunda tiap kali ayahnya kawin lagi. Ia kerap menyaksikan perempuan sabar itu, menangis di bawah bantal di atas tempat tidurnya pada hari di mana ayahnya melangsungkan perkawinan. “Itu berkali-kali saya saksikan ibu berderai air mata saat hari perkawinan ayah,” kata Mariana. Ia sendiri tidak habis pikir mengapa ibundanya kuat ber­ tahan dengan situasi itu. Ia yang kala itu masih berusia remaja,

hanya mendengar kalimat luar biasa dari sang bunda bahwa ia tidak akan pernah ber­ cerai dengan ayahnya. Sebagai istri pertama, ibundanya bertekad tidak akan bercerai apa pun yang terjadi. Kebetulan sekali ayahan­ danya juga telah berjanji untuk tidak pernah menceraikan ibun­ danya. Di tengah kebanggaannya akan tekad ayah dan ibundanya untuk saling mencintai satu sama lain sampai maut memisahkan, ia mengaku tidak mengerti mengapa ayahnya seringkali kawin lagi. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa perkawinan-perkawinan ayahnya itu demi mendapatkan anak laki-laki. “Saya tidak paham dengan hal ini. Saya melihat ayah dan ibu saya akur-akur saja meski saya tidak melihat sikap ibu setuju atau tidak dengan perkawinan ayah itu,” katanya. Ia menduga kemungkinan ayahnya meminta baik-baik pada ibunya tiap kali ­ingin kawin dan ibunya meng­ izinkan meski sakit hati yang tak terkira. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

30 JUNI - 6 juli 2014

30 JUNI - 6 juli 2014

Griya

Cara Tepat Belajar Membaca Memajang Koleksi Mug

Membaca adalah salah satu aktivitas penting dalam tumbuh kembang anak. Hal ini berkaitan dengan perkembang­an kognitif. Berbagai tempat kursus bermunculan mengajarkan baca tulis dan hitung. Anak-anak praTK diajarkan tulis dan hitung. Mengajarkan membaca pada usia dini ini pun me­ nimbulkan pro dan kontra sampai saat ini.

S

istem pendidikan di Indonesia antara prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Sekolah Dasar tampak tidak selaras. Di satu pihak, Kementerian Pendidikan tidak membolehkan murid-murid prasekolah diajarkan calistung (baca, tulis, hitung), tetapi di lain pihak tak sedikit SD yang menyeleksi murid baru dengan tes baca tulis. Apakah ini tepat dan bagaimana cara mengajarkannya? Menurut Agus Binti Kh, Psi, CH,CHt, M.NLP., pada prinsipnya, muatan apa pun (termasuk membaca) dapat diajarkan kepada anak (dalam hal ini prasekolah), selama teknik pengajaran yang digunakan sesuai dengan tahap perkembangan dan dunia anak-anak serta tidak ada unsur pemaksaan. “Yyang perlu dicermati sebelum membahas tepat atau tidaknya mengajarkan anak belajar membaca pada usia dini, alangkah menariknya

jika orangtua dan pendidik terlebih dahulu memahami tahapan perkembangan pada anak,” ujar pemilik Madania Center, Konsultan Psikologi dan Klinik Hypnotherapy ini. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya . Anak usia dini berada pada rentang usia 0-6 tahun . Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia (golden age). Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak. Para orangtua hendaknya memahami dengan baik mengenai usia emas anak dan paham terhadap pendidikan yang harus diberikan kepada anak pada usia tersebut. Usia emas merupakan masa-

Tips menstimulasi anak bisa membaca dengan cara yang menyenangkan : - Membiasakan bercerita atau membacakan buku cerita pada anak dari kecil/bayi. - Ajarkan konsep membaca dengan menstimulasi anak mengenal bunyi dan bentuk. - Berlatih mengidentifikasi dengan mengenalkan benda, anggota tubuh, angka dsb. Memberikan stimulasi dengan gambar sesuai dengan teori perkembangan anak bahwa sebelum belajar hal-hal abstrak anak diperkenalkan dengan hal yang konkrit terlebih dahulu, kemudian semikonkrit lalu abstrak. - Stimulasi anak dengan permainan menemukan pasangan/ matching gambar. Orangtua dapat menyebarkan kartu-kartu yang berisikan berbagai macam bentuk huruf. Kemudian anak diminta untuk mencari pasangan yang sama antar huruf tersebut. Permainan ini sesuai untuk anak berusia 1 sampai 1,5 tahun. Permainan ini akan memicu perkembangan otak kanan anak. Anak akan belajar mengenali bentuk, mencocokkan dan berimajinasi, sehingga memudahkan anak bisa membaca cepat. - Membaca buka mengeja. Mengajar membaca pada anak adalah mengenalkan satu kata bermakna dan kata tersebut sudah terekam di pikiran anak /sudah sering diucapkan sehingga kita bisa menggunakan kartu baca atau gambar untuk mengajarkan membaca pada anak. - Satu hal penting, dalam memahami cara mengajarkan membaca pada anak bukanlah secara konvensional . Mengajarkan membaca anak adalah dengan cara memberikan stimulasi dari kecil sehingga anak mengenal, memahami dengan permainan dan situasi yang menyenangkan. Dalam hal ini, orangtua jangan sekadar menjadi ”guru” yang hanya memerintah ini dan itu, namun jadilah teman bagi anak. Bermainlah bersamanya, menarilah bersama, bernyanyilah bersama. Dan yang lebih penting adalah suasana yang fun dan tidak membebani anak akan membuatnya lebih menikmati proses belajar membaca ini. Selamat mencoba.

masa yang paling penting. Karena itu, pengoptimalan dalam mendidik anak harus diberikan secara penuh. Namun, kebanyakan para orangtua belum memahami sepenuhnya dengan baik pentingnya masa golden age. Pada masa itu, para orangtua menganggap nak-anak belum mampu berpikir dengan baik sehingga menganggap bahwa anaknya belum paham dan belum layak untuk diberikan pendidikan ataupun pengertian secara serius. Sehingga, tak jarang beberapa orangtua bersikap kasar di depan anak ataupun bertengkar di depan anak. Selain itu, perhatian yang diberikan orangtua kepada anaknya hanyalah perhatian yang ala kadarnya. Untuk mewujudkan masa keemasan anak secara maksimal, peran yang harus dilakukan orangtua adalah dengan memberikan pendidikan dan stimulasi secara maksimal pula. Karena itu, para orangtua harus memahami dan memiliki kemampuan yang baik dalam mendidik anak. Dan, tentunya, orangtua juga membutuhkan media mainan sebagai alat bantu ataupun media lainnya yang digunakan sebagai sarana stimulasi untuk anak. Anak pada usia emas atau golden age harus diberikan konsep-konsep dasar untuk memahami dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitar, mengenal beberapa keterampilan untuk memaksimalkan kemampuan motoriknya, visual dan pola pembentukkan kebiasaan yang baik sehingga akan menjadi pedoman untuk anak di kehidupan setelah anak memasuki usia dewasa. Untuk itu, anak di bawah usia tiga tahun lebih mudah diberikan stimulasi karena otak kanan, pada masa tersebut mengalami kondisi yang paling optimal. Pada masa ini, anak akan menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan dan disentuh dari lingkungan sekitar mereka. “Hal ini penting menjadi perhatian bagi orang tua. Alam bawah sadar anak sangat aktif pada masa ini,” tegasnya. Hal apapun yang didapat dari lingkungan akan dengan mudah masuk ke alam bawah sadarnya.Untuk itu, masa-masa keemasan tersebut perlu diisi dengan berbagai rangsangan yang mengoptimalkan perkembangan otak anak. Semakin banyak yang dipelajari anak dari lingkungan, akan semakin banyak pula hubungan antarsaraf

dapat dilakukan secara langsung oleh orangtua dengan menciptakan lingkungan yang aman sehingga anak akan merasa nyaman mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Dengan stimulasi diharapkan kemampuan anak, baik itu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosialnya akan berkembang baik. Perkembangan kemampuan ini akan menjadi faktor penting terhadap perkembangan kecerdasan anak di kemudian hari. Stimulasi yang diberikan pada anak dapat mencakup empat macam stimulasi yaitu sentuhan, keseimbangan, pendengaran dan visual. Pada masa golden age ini, sebaiknya anak jangan terlalu dijejali dengan hal-hal yang bersifat kognitif. Anak jangan Bunda Agus terlalu banyak diberikan pelaja(sinapsis) yang terbentuk di otak ran menghitung (matematika), anak. Semakin banyak hubungan pengetahuan bahasa (misalnya antarsaraf (sinapsis) yang terben- memaksa anak kursus Bahasa tuk, kemungkinan anak tersebut Inggris) dan lainnya yang lebih akan bertambah cerdas. bersifat pengembangan otak Riset ilmiah menunjukkan kiri. Dan pada masa golden age bahwa kapasitas penyimpanan kita bisa memberikan stimulasi otak kanan pada manusia adalah atau rangsangan perkembangan 10.000 kali dibandingkan dengan otak anak adalah dengan menotak kiri. Berbagai penelitian gajarkan membaca. yang dilakukan oleh Profesor Membaca pada usia dini tak Shichida dari Jepang menunjuk- hanya berguna untuk menamkan bahwa otak anak berusia 3 bah pembendaharaan kata pada tahun telah menyelesaikan 60% anak, tetapi juga dapat melatih perkembangan otaknya dan te- konsentrasi mereka. Pada anak lah menyelesaikan hampir 90% usia prasekolah, tentu tak harus perkembangan otaknya sebelum memasukkan mereka ke kursus anak berusia 6 tahun. Orangtua bimbingan membaca. Para orangharus menyadari bahwa setelah tua pun dapat dengan mudah anak berusia 6 tahun, perkem- mengajarkan anak mereka belabangan otak kanannya akan jar membaca di rumah. Dengan mulai menurun. Periode anak mengajarkan mereka secara di bawah 3 tahun merupakan langsung orangtua dapat meninperiode yang paling kaya dalam gkatkan kualitas interaksi dengan perkembangan otak kanan anak. buah hati mereka. Jika kita bisa melakukan stimuKendala yang sering di jumpai lasi yang tepat pada periode ini, pada orangtua ketika mengajaranak akan mempunyai memori kan anak-anak mereka belajar yang kuat, kreatif dan berimaji- membaca adalah anak yang engnasi tinggi. gan memperhatikan ketika mereStimulasi memegang peranan ka diajarkan membaca. Selain itu, penting dalam perkembangan kebosanan dan ketidaktertarikan anak pada masa golden age. pada belajar membaca terkadang Stimulasi merupakan cara yang membuat para orangtua menysangat baik untuk mengem- erah mengajarkan anak mereka bangkan kemampuan anak dan belajar membaca. Inten Indrawati

17

Berbagai hal dilakukan orang untuk mengingat tempat-tempat yang pernah ­mereka kunjungi. Membeli barang yang berisi nama kota atau negara wajib dilakukan. ­Selanjutnya mengumpulkan barangbarang itu ­sebagai koleksi. Salah satu yang memiliki koleksi adalah Faizin Kadni. Ia memiliki koleksi mug Starbucks.

Faizin Kadni

“S

aya mulai mengoleksi mug tahun 2009. Beli mug pertama kali di Jepang. Sejak itu, tiap berkunjung ke kota atau negara yang ada Starbucks, wajib masuk untuk membeli mug. Sampai sekarang saya masih memburu mug-mug ikon ini,” ungkap pria asal Kerinci, Jambi ini.

“Kalau ada mug yang dobel atau saya sudah punya kemudian di­ berikan lagi, saya pilih mug saya diberikan ke orang lain ­untuk ­tukaran. Hadiah dari teman yang saya ­simpan”

Faizin dulu sering membeli piring-piring kecil yang berisi gambar kota atau negara. Lamakelamaan, lemarinya penuh. Ia ingin sesuatu yang berbeda untuk koleksi. Pilihannya mug karena mug ini praktis dan ada gambar kota atau negara juga. Mengoleksi mug dari Starbucks tak lepas dari kegemaran alumnus Ilmu Hubungan Internasional, UPN “Veteran” Yogyakarta ini minum kopi. Tiap ada acara ke luar kota atau luar negeri, ia menyempatkan mencari kedai kopi. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui. Sambil minum kopi bisa mengumpulkan koleksi mug. Koleksi mug Faizin sudah lebih dari 300 buah. Ia menempatkan mug-mug ini di lemari khusus, dipajang di meja, bahkan masih ada yang belum dibuka dari kotaknya. “Dulu sudah tersimpan rapi, tetapi karena pindah rumah, belum sempat menata lagi. Di rumah baru saya sudah siapkan lemari

pajang agar semua koleksi bisa tersimpan dan bisa dinikmati,” ujar freelance tour arrangement yang menetap di Cibubur, Jakarta ini. Cara perawatan koleksi mug ini cukup mudah, hanya dengan mengelap. Perawatan lainnya tidak ribet asalkan tempat menyimpannya sudah bagus. Yang terpenting adalah menjaga kualitas warna dan tulisan yang tertera di mug. HADIAH TEMAN Mengoleksi mug membuatnya aktif berburu mug. “Saya pilih Starbucks karena ada dimana-mana. Di negara-negara Eropa, kedai kopi ini banyak ada di stasiun kereta. Tiap berhenti di stasiun, kalau ada waktu luang, saya sempatkan minum kopi sambil membeli mug. Tapi, kalau waktu mepet, hanya beli mug. Sampai di rumah, mug ikon ini lebih memuaskan daripada barang-barang lain. Perjuangan untuk mendapatkannya berpacu

dengan waktu,” kata Faizin. Dari 300 koleksi mug-nya ia memiliki yang termurah berharga Rp 105 ribu yang berasal dari Indonesia dan yang termahal Rp 260 ribu yang dibeli di Zurich, Swis. Kedai kopi di Zurich juga menjadi idolanya karena berada di tepian sungai di tengah kota. Pemandangan ini sangat nyaman berpadu dengan acara minum kopi. Selain membeli sendiri, Faizin sering mendapat hadiah dari temannya. Salah seorang teman-

nya, Julia Pang berprofesi sebagai pramugari sudah hapal dan sering memberikan mug. “Kalau ada mug yang dobel atau saya sudah punya kemudian diberikan lagi, saya pilih mug saya diberikan ke orang lain untuk tukaran. Hadiah dari teman yang saya simpan,” ujar kolektor yang juga bergabung dengan Indonesian Starbucks Collector dan perkumpulan kolektor mug Starbucks dari seluruh dunia ini. –Ngurah Budi


Edukasi

16

30 JUNI - 6 juli 2014

PKBM Ujung Tombak Pendidikan

Kehadiran Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam Rakernas PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) se-Indonesia yang dilaksanakan di PKBM Agung belum lama ini, menjadi kejutan luar biasa bagi para peserta. Karena menurut mereka, selama ini belum ada kepala daerah yang mau hadir dalam kegiatan seperti itu. “PKBM kurang mendapat perhatian pemerintah, masih dipandang sebelah mata. Rakernas ini untuk menyatukan pendapat dan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk diajukan ke pusat. Salah satunya, semua program pendidikan nonformal dikembalikan ke Ditjen PAUDNI sesuai UU No. 20 tahun 2003 tentang Pen­didikan Nonformal,” ujar Ketua Umum DPP PKBM Indonesia, Raden Ayu Sri Sumarwati.

W

ali Kota Denpasar menyadari banyak hal yang belum bisa terjangkau oleh pendidikan formal, seperti buta aksara dan putus sekolah. “PKBM inilah yang merupakan ujung tombak untuk membantu meningkatkan pendidikan,” ujarnya. Pendidikan harus menjadi prioritas agar masyarakat bisa lebih mandiri. Sebagai tantangan ke depan, PKBM pun diharapkan tak hanya mem­ berikan kejar paket (A, B, C), tapi juga harus memberikan kekuatan karakter. Pendidikan karakter yang dibangun di sini tidak bisa dilihat hasilnya dalam 5 atau 10 tahun, karena ini meru­ pakan monumen maya yang sangat ber­manfaat untuk meningkatkan kes­ ejahteraan. “Jika kaya materi namun tak kaya SDM, kita akan habis. Ke depan, hanya mereka yang memiliki karakter yang bisa maju,” tegasnya. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan N a ­ sional, pendidikan

terdiri dari tiga jalur, yakni formal, non­ formal, dan informal. Kepala UPT BPKB (Balai Pusat Kegiatan Belajar) Bali Drs. I Wayan Sudarsana, M.Pd. menjelaskan program-program yang ada dalam pendidikan nonformal mencakup dua hal, yakni kegiatan pembelajaran dan kegiatan nonpembelajaran. Yang termasuk dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari bawah yakni PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Di PAUD ada Tempat Penitipan Anak

(TPA), kelompok bermain/PG, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang terintegrasi dengan posyandu. Ada program kesetaraan, yakni kejar paket A (setara SD), kejar paket B (setara SMP), dan kejar paket C (setara SMA). Ada juga program keaksaraan untuk menyasar masyarakat yang buta aksara. Program keterampilan lain yang men­ cakup kursus-kursus dan pendidikan perempuan. Kegiatan nonpembelajaran ini menurut Wayan Sudarsana sifatnya produktif, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kelompok usa­ ha masyarakat, kelompok seni, dan ­k elompok usaha produktif. PKBM berbasis masyarakat, dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat. Se­ muanya itu bisa terlaksana baik, ter­ gantung pengelola, tutor/instruktur dalam proses belajar-mengajar di PKBM. “Masyarakat dari kelompok ekonomi tak mampu yang tidak bisa ditampung di pendidikan formal, bisa ditampung di pendidikan nonfor­ mal, salah satunya PKBM, “ ujarnya.

LULUS KEJAR PAKET JADI PRAMUGARI PKBM ini tersebar di desa, keca­ matan, di masyarakat yang bersifat pra­ karsa mandiri. Di kabupaten/kota ada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Kedua lembaga pendidikan ini bersinergi. SKB bisa memberikan pembinaan dan pengawasan kepada PKBM yang ada di wilayahnya. Tugas pokok dan fungsi SKB, memberikan program pendidikan percontohan yang benar-benar bisa di­ pakai di PKBM, memberikan pembinaan dan pengawasan (monitoring), sehingga bisa berjalan dengan baik. Di provinsi ada BPKB yang tugas pokok dan fungsinya adalah melakukan pengem­ bangan model-model, memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat). Dalam program keaksaran dasar yakni belajar dengan kelompok di masyarakat, banyak menemui kendala. Di antaranya, masyarakat sulit dikumpulkan karena masing-masing memiliki kepentingan dan waktu yang berbeda-beda, dan juga masih malu. Peran BPKB men­ carikan solusinya. “Kami memberikan solusi dengan program pendidikan berbasis ke­ luarga, yakni bisa melalui kakak, orangtua, atau keluarga terdekat lain­ nya dan didampingi tu­ tor,” papar Sudarsana. Dari 80 PKBM di Bali, tercatat ada dela­ pan PKBM di Denpasar, salah satunya adalah PKBM Agung di Jalan Rampai No. 2 Denpasar. Pengelolanya, Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M. mengatakan PKBM yang

Drs. I Wayan Sudarsana, M.Pd.

berdiri sejak enam tahun lalu itu melak­ sanakan kegiatan pembelajaran tiap Senin, Rabu, dan Jumat, mulai pukul 19.00 sampai 21.00. Keberadaannya yang dekat dengan pasar ini dikatakan­ nya cukup memudahkan akses promo­ sinya ke masyarakat yang memang dari masyarakat kurang mampu, seperti gelandangan dan pedagang keliling. Di PKBM Agung ini, anak-anak kejar paket diberikan tambahan keterampi­ lan tata rias, menjahit, memasak, dan menari. Tak sedikit pula dari me­reka mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan, salah seorang lulusan anak kejar paket diterima sebagai pramugari di salah satu penerbangan besar di Indonesia. “Mereka ini sebenarnya mampu, hanya saja mereka tak memiliki kesempatan ekonomi dan waktu untuk bisa masuk di lembaga pendidikan formal,” tandas­ nya. –Inten Indrawati

Jembatan Cinta di Atas Laut

B

agi yang ingin berlibur ke Jakarta, jangan lupa mampir ke Ta­ man Nasional Laut Kepulauan Seribu. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Jakarta. Jarak pulau terdekat bisa ditempuh dalam tempo 30 menit. Namun rata-rata untuk mencapai pulau itu adalah antara 1 jam hingga 3 jam tergan­ tung pulau yang dituju. Yang tak kalah menariknya, khususnya untuk mereka yang memiliki dana liburan terbatas, Anda tidak perlu harus mengeluarkan dana besar untuk bisa menikmati semua ‘pe­tualangan’ di pulau-pulau itu, termasuk me­ nikmati ‘surga’ bawah laut. Sebenarnya ada beberapa tem­ pat pemberangkatan menuju Taman Laut Kepulauan Seribu dan pulau-

pulau di sekitarnya, namun yang pal­ ing populer adalah Pelabuhan Muara Angke, Pelabuhan Kali Adem dan dermaga Marina Ancol yang berada di lingkungan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Ongkos murah meriah bisa didapat di Muara Angke di mana tarif kapal rata-rata Rp 33 ribu untuk sekali jalan. Di pelabuhan ini umumnya ka­ palnya adalah kapal tradisional atau kapal kayu, karenanya waktu tem­ puhnya bisa lebih lama ketimbang kapal baru, apalagi jika dibanding dengan kapal cepat yang mangkal di dermaga Marina. Di Pelabuhan Kali Adem, menggunakan KM LumbaLumba dan KM Kerapu dengan tarif sekali jalan antara Rp 40-50 ribu. Datang ke ke Kepulauan Seribu sepertinya kurang afdol jika tidak

Pulau Tidung Taman Nasional Kepulauan Seribu

Jembatan cinta di atas laut yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil

berkunjung ke Taman Laut. Sampai di sana Anda dapat berbagai pilihan rekreasi, namun sebelumnya mem­ bayar karcis Rp 2.500 untuk turis lokal (Rp 20.000 untuk turis asing). Di sana juga disediakan tempat untuk berkemah dengan biaya Rp 20 ribu per hari. Jika ingin diving, tarifnya Rp 50 ribu dan snorkeling Rp 40 ribu, kano Rp 20 ribu dan selancar Rp 40 ribu. Lumayan murah, kan! Sebagian besar pantai di Taman Laut dilindungi hutan bakau. Fauna di kawasan ini diperkirakan sekitar 17 jenis burung, 350 jenis ikan karang, 2 jenis kima, 3 kelompok ganggang, 101 jenis moluska, 237 jenis ter­ umbu karang, dan 6 jenis rumput laut. Sementara flora didominasi tumbuhan pantai, seperti nyamplung, butun , bogem , sukun. Kekahasan sumber daya alam Taman Laut juga menjadi daya tarik tersendiri, berupa ekosistem karang yang unik yaitu ter­ umbu karang. Pulau-pulau di kawasan

ini dikelilingi terumbu karang tepian dengan kedalaman 1-20 meter. Dari Taman Laut, jangan lupa mampir ke Pulau Tidung Besar. Bahkan jika ingin menghabiskan satu malam di Pulau Tidung pun san­ gat direkomendasikan. Banyak hal menarik bisa dijumpai di sini. Jika dibanding dengan pulau lain, Pulau Tidung tergolong paling lengkap fasilitasnya. Dari kecantikan alamnya, pantainya, keindahan kehidupan bawah laut, dll. Hal yang membuat murah karena segala fasilitas tersebut dikelola oleh masyarakat setempat. Penginapan misalnya, jika rombongan atau sekitar empat orang bisa me­ nyewa kamar besar dengan biayanya Rp 300-Rp 400 ribu yang dapat diisi lebih dari empat orang. Jika ingin berkeliling Pulau Tidung, ada tempat penyewaan sepeda dengan biaya Rp 15 ribu. Satu hal yang jangan dilupakan, datanglah ke ‘Jembatan Cinta’. Ini

adalah jembatan yang menghubung­ kan antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang tidak berpenghuni. Pulau Tidung Kecil adalah tempat budidaya mangrove. Anda bisa menelusurinya dengan bersepeda melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang sekaligus menikmati pantai sepi yang pasirnya putih lembut. Pengalaman menakjubkan seka­ ligus mendebarkan saat berjalan di ‘Jembatan Cinta’ yang terbuat dari kayu sepanjang 800 meter melin­ tasi cekungan laut yang agak dalam. Entah mengapa jembatan itu populer dengan sebutan ‘Jembatan Cinta’, namun yang pasti jembatan setinggi 6 meter dari permukaan laut itu, kerap dijadikan arena terjun oleh para wisatawan yang ingin berenang di laut, atau menjadi arena bermain anak-anak penduduk setempat sem­ bari memperagakan loncat indah. –Diana Runtu

Dara

30 JUNI - 6 juli 2014

9

Bahar Sangkur

Raih yang Besar perlu Korban Besar Sebuah program pendidikan soft skill untuk melatih jiwa kepemimpinan sangat diperlukan para mahasiswa. Berbekal kemampuan akademis dan kemampuan soft skill seperti yang diajarkan dalam program XL Future Leader, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk bersaing dengan dalam merebut posisi-posisi penting di berbagai bidang. Salah satu pemenang program ini adalah Bahar Sangkur Gusasih, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

B

ahar mampu me­ ngalahkan 5.000 peserta seluruh Indonesia dalam program ini. Setelah dua tahun pelaksanaan XL Future Leader ini, baru satu orang dari Bali yang mampu menembus final hingga menjadi pemenang dalam XL Future Leader. “Program ini sebe­ narnya bertujuan menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki level kepemimpi­ nan secara global, ” ujarnya. Ia mengatakan ada tiga alasan dirinya tertarik ikut XL Future Leader 2013. “Pertama, program yang diselenggarakan itu untuk mengembangkan diri. Kedua, kesem­p atan untuk mengem­ bangkan jaringan bersama pe­ muda-pemuda pilihan yang ada di Indonesia. Ketiga, fasilitas yang disediakan XL untuk pemenang program ini. Fasilitasnya itu ada laptop, smartphone, dan pulsa 200 ribu setiap bulannya,” ung­ kap Bahar tentang program yang

diperuntukkan bagi mahasiswa S-1 dibawah 21 tahun ini. Menjadi pemenang XL Future Leader ini tentu saja tidak mudah. Ada beberapa tahapan, mulai dari tahap seleksi berkas, seleksi tes tulis, seleksi small group discussion, seleksi wawancara. Setelah tahapan tersebut, itu diseleksi menjadi 20 orang dalam satu re­ gional. Sehingga, total dari seluruh regional ada 136 orang. “Tentu saja tidak mudah untuk lolos dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Untuk tahap seleksi tulis itu harus dipersiapkan dengan baik, kemudian small group discussion agar dapat lolos tidak hanya pintar berbicara namun juga harus men­ dengarkan pendapat orang lain. Kemudian saat wawancara harus be your self, ” papar pria kelahiran 26 Oktober 1992 ini. Pada tahap seleksi berkas ta­ hun lalu, Bahar Sangkur ternyata tidak hanya sendiri yang menjadi wakil Bali. Ada tiga orang yang lolos dalam tahap seleksi ber­

kas. Tetapi untuk melanjutkan tahap seleksi tulis yang diadakan di Surabaya, dua orang lainnya memilih untuk mengundurkan diri karena akomodasi ke Surabaya ditanggung oleh peserta. Bahar mau mengorbankan uang dan waktu kuliah karena menurutnya, untuk meraih sesuatu yang besar harus mengorbankan yang sama besarnya. INVESTASI YANG TEPAT Dalam program ini ada tiga hal yang dikembangkan, yakni effective communication, entrepreneurship dan mengelola perubahan. Ketiga program ini diadakan ber­ dasarkan riset dari 1.000 CEO di dunia bahwa ke depan pemimpinpemimpin dunia akan menghadapi ketiga tantangan tersebut. “Di XL Future Leader ini kami diajarkan ketiga hal tersebut. Yang paling saya rasakan setelah ikut dalam XL Future Leader ini adalah dulu saya kebetulan adalah Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa di FK Unud, setelah itu saya punya banyak ide besar yang ingin saya terapkan. Namun, pada saat itu saya belum mendapat kesempat­ an untuk menerapkan ide-ide itu. Di XL Future Leader ini kami diajari meramu ide-ide kami seh­ ingga saat menyampaikannya bisa singkat, padat dan jelas,“ ucap mahasiswa semester 8 ini. Sebagai pemenang Xl Future Leader, Bahar Sangkur dikontrak selama dua tahun untuk men­ jalani pelatihan. Dari 136 orang yang lolos XL Future Leader ini, dipecah menjadi beberapa region. Region ini bertujuan un­ tuk memudahkan pelatihan yang

Bahar Sangkur

diadakan di masing-masing region tiap dua bulan sekali. Kebetulan Bali berada di region Surabaya, sehingga tiap dua bulan saya ke Surabaya untuk mengikuti pelatih­ an. Semua akomodasi sampai uang saku ditanggung XL. Materi di kelas disampaikan dalam Ba­ hasa Inggris dan mentornya dari Amerika Serikat. Yang menarik dari program ini adalah walaupun berbahasa Inggris, peserta bebas mengucapkan sebisanya walaupun grammar salah. Pelatihan tiap Sabtu-Minggu ini tentu saja tidak mengganggu waktu kuliah. Namun, tiap selesai pelatihan diberikan tugas-tugas terkait materi untuk pertemuan selanjutnya. “Waktu yang saya gunakan untuk mengerjakan tugas-tugas ini bermanfaat untuk mengembangkan diri. Ber­investasi untuk sesuatu hal yang tepat bu­ kanlah suatu hal yang salah,” ung­ kap putra kedua pasangan Agus Hariyadi dan Sumarsih ini. Bahar memiliki harapan agar ke depannya lebih banyak lagi ma­ hasiswa Bali yang mengikuti event pelatihan seperti ini, sehingga lebih banyak mahasiswa yang ter­ inspirasi untuk berani menggapai cita-citanya. “Harap­an terbesar

saya, siapa pun yang selanjutnya terpilih dalam program XL Fu­ ture Leader ini agar memanfaat­ kan ilmu yang didapat kannya, dan dapat juga ber­manfaat bagi teman-teman mahasiswa lain,” tegasnya. Bahar yang berasal dari Solo juga menuturkan dirinya berada di Bali, berawal dari kegagalan men­ cari Fakultas Kedokteran di Jawa dan Kalimantan. Saat terakhir, ia memilih FK Universitas Udayana. Di Universitas Udayana ini banyak pengalaman yang didapatkannya. Mulai dari menjadi Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FK Unud 2013, relawan organisasi kema­ nusiaan Bulan Sabit Merah Indo­ nesia Provinsi Bali. Ia juga meraih prestasi Danamon Young Leaders Award 2013, Nutrifood Leader­ ship Award 2013, delegasi Indo­ nesia untuk Asean Youth Forum 2014 di Myanmar, delegasi Indo­ nesia APEC Voices of the Future 2013, delegasi Indonesia untuk Open Government Partner­ship Asia Pasifik Regional 2014 dan delegasi Indonesia di Asean Youth Leadership Camp 2014 di Thai­ land, Agustus mendatang. Pria yang hobi travelling ini memiliki cita-cita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Itu yang me­ latarbelakanginya untuk terjun ke dunia kedokteran. Namun, set­ elah mengikuti XL Future Leaders ini ia mulai berpikir untuk menjadi seorang pemimpin yang mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang baik bagi banyak orang. Apalagi CEO XL Hasnul Suhaemi sudah memberi tantangan bagi pemenang XL Future Leader untuk ikut CEO Challenge selama seminggu. Tugasnya menjadi CEO XL selama seminggu dan men­ dapat semua fasilitas CEO. -Hemma


10

Bugar

30 JUNI - 6 juli 2014

Terbebas dari Kulit Kering

Kulit kering atau dalam istilah medis xerosis, meru­ pakan kondisi yang sering terjadi, dengan frekuensi meningkat ada saat musim dingin karena kelemba­ ban yang rendah. Selain itu tanpa kita sadari, kebi­ asaan mandi yang terlalu sering juga memicu kulit menjadi kering dan gatal. Di negara empat musim, xerosis juga disebut dengan “winter itch” karena kon­ disinya makin buruk saat musim dingin.

A

rea badan yang mudah menjadi kering adalah area dimana jumlah kelenjar minyak sedikit, seperti lengan, siku, badan, paha, lutut dan kaki. Pada sebagian besar orang kondisi ini hanya sedikit mengganggu, namun bagi beberapa orang gatal yang dirasakan dapat sangat berat sehingga menimbulkan gangguan emosional. Mereka akan cenderung menggaruk hingga kulit berdarah. Xerosis tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu, dapat ditemukan mulai dari anak kecil, dewasa muda, orang tua, bahkan remaja. Namun secara umum, makin tua usia seseorang, kecend­ erungan xerosis yang dialami makin memburuk. Air sangat berperan menimbulkan kulit kering. Meskipun sepertinya terlintas di pikiran kita air sehar­ usnya membantu mengatasi kulit kering. Air benar-benar membilas habis minyak kulit yang penting untuk mempertahankan kandungan air pada kulit. Minyak pada kulit merupakan pelembab alami yang penting untuk membuat kulit lembab dan halus. Proses pencucian/mandi berulang kali menghilangkan lapisan minyak ini. Hal ini memicu proses penguapan air dari dalam kulit, sehingga menjadi penyebab utama kulit kering. Meru­ pakan sebuah fakta, keluhan kulit kering menjadi suatu hal yang makin sering ditemukan saat ini, berkaitan

dengan kebiasaan orang makin ser­ ing mandi. Keluhan sering memberat saat malam hari. Faktor predisposisi lain yang dapat memicu kulit kering adalah penggunaan sabun antibakteri berlebihan, kebiasaan mandi dengan air panas, berenang berlebihan di air yang mengandung chlorin, penyakit metabolik dan endokrin seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif, dehidrasi yang ditandai dengan kulit kembali lambat setelah dilakukan pencubitan, konsumsi alkohol dan kafein, obat-obatan diuretik, antihis­ tamin dan acne. Penderita diabetes sering mengalami kulit kering pada bagian kaki dan dapat memicu komp­ likasi serius, seperti ulkus, infeksi dan celah pada kulit (fisura). Kulit kering dipicu oleh kehilangan air berlebihan dari lapisan atas kulit, menyebabkan dehidrasi dan kering­ nya lapisan kulit atas yang disebut korneosit. Lapisan ini memerlukan 10-20% konsentrasi air untuk mem­ pertahankan integritasnya. Normal­ nya terdapat lemak di lapisan kulit bagian atas yang berperan sebagai penjaga keseimbangan air, dan kehi­ langan lemak di kulit dapat mening­ katkan kehilangan air hingga 75 kali dibandingkan kulit sehat. Saat kulit menjadi kering, lapisan sel kulit mati menjadi kaku, berkerut, elastisitas menurun, menimbulkan jarak antar sel sehingga menimbulkan retakan pada kulit menyebabkan kulit tampak

dr. Ni Nyoman Indra Lesthari Sp.KK

kasar. Fenomena retak ini menyebab­ kan timbulnya fisura atau celah ke bagian lebih dalam dari kulit yang kemudian menjadi iritasi, inflamasi dan akan terasa sangat gatal. Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit yang sangat kering ? Pertama tentunya kurangi kebiasaan terlalu sering mandi, hindari peng­ gunaan sabun yang sifatnya menger­ ingkan, terutama yang mengandung deodoran dan parfum atau yang bersifat alkali, jangan menggosok sabun berlebihan karena terkena air yang mengandung sabun sudah cukup membersihkan kulit. Gunakan air din­ gin dan hindari air panas karena makin panas air mandi, makin banyak pelem­ bab alami yang hilang dari kulit. Pe r a w a t a n p a d a k u l i t k e r i n g tentunya mengembalikan kelemba­ ban kulit. Dapat dilakukan dengan mengoleskan moisturizer/pelembab. Moisturizer dapat mencegah dan mengobati kulit kering., tapi bukan hanya itu, termasuk melindungi ku­

lit sensitif, meningkatkan elastisitas kulit dan memperbaiki tekstur, serta menutupi kekurangan kulit. Mereka juga berfungsi sebagai barrier se­ mentara. Moisturizer mengandung kombinasi dari humektan, emolien dan bahan lain. Untuk memperbaiki kulit kering, pilihlah moisturizer yang sifatnya lebih berat, berbahan dasar minyak. Saat terbaik untuk mengoles­ kan pelembab adalah segera setelah mandi, sehingga air dapat dipertah­ ankan pada kulit, mempertahankan kelembaban kulit. Pada kasus xerosis yang berat, penanganan dapat diban­ tu dengan pengolesan pelembab yang diperoleh melalui peresepan dokter, dengan bahan dasar petrolatum yang lebih efektif mencegah penguapan air dari kulit. Kadang juga diberikan salep steroid jika mulai ditemukan tanda peradangan. Pilih menggunakan sabun yang ringan saat mandi, hindari menggosok kulit saat mengeringkan, cukup hanya dengan menekan-nekan handuk pada kulit. Minyak zaitun (extra virgin) juga bagus untuk me­ lembabkan kulit. Selain itu, menjaga asupan diet yang seimbang, olah raga rutin dan minum banyak air memberikan ban­ yak pengaruh terhadap kulit men­ jadi lembab dan sehat. Jika aktivitas mengharuskan Anda berada di bawah sinar matahari, gunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih. Jika Anda penderita diabetes, amati kaki secara teratur dari tanda-tanda xerosis serta komplikasinya. Jaga kulit selalu lem­ bab untuk mencegah kulit kering dan retak-retak. dr. Ni Nyoman Indra Lesthari Sp.KK Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS: 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C

Style

30 JUNI - 6 juli 2014

Bergaya dengan Tunik dari Mama Leon Koleksi busana kasual dan siap pakai dari Mama & Leon menjadi pi­ lihan Tokoh pekan ini. Rancangan dengan siluet yang simpel, ­lengkap dengan ciri khas ornamen border dan detailnya yang cantik. Tak ketinggalan pula kerawangan yang sangat menarik dan unik.

M

elalui brand “Saarah”, ran­ cangan busana dari Mama & Leon ini semakin menawan dengan dominasi aplikasi bordir aneka motif bunga dan daun. Begitu pula dengan beberapa

pilihan warna cerah menjadikan busana berbahan 100% rayon, ini terlihat semakin segar, ceria sekaligus nyaman dikenakan. Begitulah deretan busana de­ ngan ukuran longgar, yang dikenal dengan tunik ini sangat tepat dikenakan para perempuan yang

aktif. Menggunakan brand “Saarah” sekalipun untuk acara santai, namun penampilan tetap fashionable disertai pula kesan jenjang yang ditimbulkannya. Untuk varias gaya, tunik–tunik ini dapat dipadu­ padankan dengan celana, legging maupun sarung. – Sri Ardhini

15


Jelita

14

30 JUNI - 6 juli 2014

Jangan Sembarangan Pencet Jerawat Kulit berjerawat memang sangat mengganggu penampilan. Secantik apapun perempuan, na­ mun jika di wajahnya ditumbuhi jerawat ten­ tu akan sangat mengganggu dan me­ngurangi rasa percaya diri. Lantas apa langkah untuk menghilangkan bahkan mencegahnya?

d

r. Kadek Trisnadewi pemilik Indivara Aesthetic mengatakan, jerawat adalah penyakit kulit akibat peradangan menahun, dari folikel pilosebacea yang ditandai adanya komedo, papul, pustul, nodul, dan kista pada tempat predileksi yakni wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Penyebab jerawat katanya multifaktor, antara lain, produksi sebum yang meningkat, tersumbatnya kelenjar sebum, infeksi oleh bakteri P. acne, peningkatan kadar hormon, stres, usia, ras, makanan dan cuaca. Sedangkan, faktor makanan masih kontroversial, tetapi pada beberapa orang makanan memang memicu terjadinya jerawat. Usaha penanganan jerawat, menurut dokter Kadek meliputi pencegahan (preventif), dan usaha untuk menghilangkan jerawat (kuratif). Usaha untuk pencegahan diantaranya : lMeskipun masih kontroversial, sebaiknya melakukan diet rendah lemak dan karbohidrat l Melakukan perawatan atau pembersihan kulit yang baik dan benar lHidup teratur dan sehat, istirahat yang cukup dan berolahraga sesuai kondisi tubuh. l Pemakaian kosmetik tidak berlebihan. Hindari foundation dan bedak padat. Untuk sehari hari gunakan bedak tabur. lHindari minuman keras yang berlebihan, rokok dan lingkungan yang tidak sehat. lHindari debu Sedangkan untuk menghilangkannya, dengan pemakaian produk antijerawat, perawatan rutin di klinik yang menangani masalah kulit dengan sebelumnya berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh resep pengobatan. Bicara lama proses penyem-

www.blodspot.com

buhan, dokter Kadek menyatakan hal ini tergantung banyak faktor seperti respon individual, ke­ taatan mengikuti saran perawatan atau pengobatan, tingkat keparah­ an jerawat, ketepatan pemilihan jenis perawatan atau pengobatan sesuai masalahnya. “Rata- rata dengan perawatan rutin, minimal dua minggu sudah ada perbaikan,”katanya. Kembali ditekankannya, lama tidaknya penyembuhan jerawat tergantung banyak faktor. Kalau perawatannya tepat dan dilakukan secara rutin dapat mempercepat penyembuhan. Tapi, bisa juga tergantung respon individunya. “Misalnya ada dua orang bersaudara kandung, sama-sama bermasalah dengan jerawat dan jenis keparahan pun sama. Kemudian diobati dengan terapi yang sama, belum tentu bersamaan sembuhnya. Sebab, masih tergantung banyak faktor lainnya salah satunya respon individual ,”tuturnya. Jerawat, lanjutnya penyebabnya selalu ada di sekitar kita, sehingga sering kambuh dan perlu perawatan berkelanjutan. Selama penyebabnya ada, tetap perlu perawatan untuk mencegahnya. Tetapi pada beberapa orang, seiring bertambahnya usia, hormon menurun, jerawat tidak lagi muncul. Pada kasus seperti

ini perawatan jerawat tidak diperlukan lagi. Dijelaskannya pula, kalau tingkat sensitifitas kulit pun memengaruhi efektivitas pengobatan jerawat akibat tidak tercapainya dosis obat karena terjadi iritasi di kulit. “Kulit sensitif mudah teriritasi obat atau produk tertentu dengan dosis rendah sekalipun,”tegasnya. Sementara soal pemencetan jerawat dikatakannya boleh saja dilakukan, asal dikerjakan oleh tenaga terlatih. “Tidak semua jenis jerawat boleh dipencet. Jerawat kistik atau jerawat yang besar-besar dan kalau sembuh meninggalkan bekas ini, sama sekali tidak boleh dipencet. Yang boleh dipencet hanya komedo dan jerawat kecil yang sudah matang,”paparnya. POLA HIDUP SEHAT Selanjutnya dokter Kadek memberikan catatan, pola hidup sehat juga dapat mencegah timbulnya jerawat, atau setidaknya bisa mengurangi tingkat keparahan jerawat. Ia menyarankan beberapa tips, diantaranya: lMinum air putih yang cukup membantu menjaga kesehatan ­organ tubuh termasuk kulit se­ hingga proses penyembuhan jerawat bisa lebih cepat dan bekas­ nyapun menjadi minimal. l Mengurangi gorengan atau makanan berlemak belum tentu

dr. Kadek Trisnadewi

mencegah timbulnya jerawat. Pada beberapa orang, makanan tidak berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. lVitamin yang mengurangi atau menyembuhkan jerawat adalah vitamin A, bukan vitamin E. Vitamin E bagus untuk melembabkan kulit, tapi kalau berlebihan justru bisa memicu timbulnya jerawat pada beberapa orang. Jadi, konsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin A, tapi tetap tidak boleh berlebihan. l Tidur yang cukup membuat tubuh lebih relax sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan stres (stres memicu timbulnya jerawat). Tidur juga membantu perbaikan sel sehingga penyembuh­ an jerawat bisa dipercepat.

lJangan menyentuh atau memencet jerawat dengan tangan langsung. Kontak dengan tangan justru bisa menambah parah jerawat menjadi radang dan bekasnya semakin sulit dihilangkan apalagi disentuh dengan tangan yang tidak steril. lBersihkan wajah secara teratur. Membersihkan muka secara teratur setiap hari menggunakan sabun khusus muka juga dapat mengurangi kuman penyebab bekas jerawat membandel. l Jauhkan rambut dari wajah. Kalau berambut panjang, sebaiknya dijepit atau diikat supaya tidak terlalu sering mengenai bekas jerawat karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit muka. lTipe kulit berminyak ditandai dengan pori-pori yang lebar se­ hingga mudah terjadi sumbatan, yang akhirnya membentuk komedo. Disamping itu produksi sebumnya juga banyak sehingga mudah menyumbat pori-pori. l Komedo apabila terinfeksi oleh kuman penyebab jerawat akan terjadi peradangan sehigga timbul jerawat. Jerawat tidak hanya timbul di muka, tapi juga timbul di punggung , lengan atas, dan dada atau daerah-daerah berminyak. lKelelahan dapat menurunkan kondisi tubuh sehingga sistem pertahanan tubuhpun menurun dan akibatnya kuman penyebab jerawat menjadi lebih aktif sehingga terjadi peradangan.–Sri Ardhini

Mitos

30 JUNI - 6 juli 2014

11

Hubungan Seks membuat Cerdas? Seks bukan lagi hal tabu untuk diper­ bincangkan. Seks bahkan mampu men­ jaga hubungan pasangan suami-istri tetap langgeng dan harmonis. Karena itu, ­komunikasi seksual antarpasangan sangatlah penting. Banyak mitos tentang seks yang kebenarannya masih diragukan. Berikut penjelasan pakar seksologi Prof. Dr.dr. Jahya Alex Pangkahila,M.Sc,Sp.And. Mitos: Wanita bukan makhluk visual seperti pria yang lebih suka berfantasi seks. Fakta: Benar. Dalam kontak seksual, wanita lebih banyak melibatkan perasaan, seperti perilaku pasangan yang romantis atau perhatian. Kata-kata manis dari pasangan bisa membuat wanita terangsang. Sementara. pria lebih tertarik pada bodi/fisik luar tubuh wanita. Gairah seksual (libido) pada pria lebih mudah terangsang terhadap sesuatu yang erotis. Karena itu, pria lebih suka berfantasi, meski ada juga wanita namun presentasinya kecil. Mitos: Hanya hormon yang membuat wanita bisa bergairah. Fakta: Tidak selalu. Hormon itu dari fisik. Namun, sesunguhnya, wanita lebih cepat terangsang lewat komunikasi seksual. Seperti, perilaku, perhatian sikap dirayu, ditunjang dengan kondisi fisik yang akan menghasilkan hormon seksual untuk melakukan hubungan seksual.

Mitos: Berhubungan seks secara teratur bisa membuat Anda makin cerdas Fakta: Benar. Ini pengertiannya, bahwa setelah melakukan hubungan seksual, muncul perasaan gembira, pola hidup tenang. Jika gairah seksual tidak tersalurkan, kejiwaan umumnya susah dikontrol sehingga bisa menimbulkan marah, kesal, dsb. Karena itu, lakukan hubungan seks secara rutin minimal dua kali seminggu Mitos: Nafsu wanita lebih besar dari nafsu seks pria. Fakta: Tidak selalu. Tidak ada perbedaan antara nafsu seks wanita dengan pria karena memiliki kadar hormonal yang serupa baik progesteron, estrogen

maupun testosteron pada pria. Yang menjadi perbedaan, cara menyampaikan ekspresi. Pria cenderung ekspresif dalam menujukkan nafsu seksnya, sedangkan wanita cenderung lebih pemalu dan dapat menyimpan nafsunya untuk diekspresikan ketika berhubungan seksual dengan pasangannya. Mitos: Posisi di atas membuat wanita cepat orgasme Fakta: Betul. Karena dengan mengambil posisi di atas, wanita akan lebih cepat terangsang. Wanita bisa mengatur dan mengarahkan ujung kelamin laki-laki pada daerah peka pada

kemaluan wanita. Posisi ini paling mudah untuk mencari G-spot karena wanita memiliki banyak ruang untuk bergerak. Posisi wanita di atas sebenarnya dapat menstimulasi wanita untuk mendapatkan orgasme yang hebat. Karena dengan posisi itu wanita dapat mengontrol arah penetrasi yang tepat. Namun, semuanya itu bisa tercapai, kembali tergantung jika wanita dalam kondisi mood dan nafsu yang tinggi. Mitos: Orgasme = G-spot Fakta: Salah. Orgasme adalah pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikirandifokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan. G-spot merupakan titik erotis paling ampuh bila dirangsang akan memudahkan pria mengantarkan wanita mencapai orgasme. Para ahli menemukan dalam bagian itu banyak terdapat saraf yang sangat sensitif yang apabila dirangsang bisa membuat wanita mengalami kenikmatan luar biasa. Singkatnya, orgasme adalah perasaan nikmat

Prof. Alex Pangkahila

(kepuasan) yang didapat melalui hubungan seksual maupun rangsangan seksual. Sementara G-spot adalah satu titik/organ dalam vagina yang sensitif dan mudah terangsang yang bisa menyebabkan orgasme. Letak titik sensitif perempuan itu berada sekitar 3 cm dari luar. Ketika wanita terangsang, bagian itu akan membesar. Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris. Namun, kepuasan wanita tersebut diperoleh juga dengan bergantung kepada mood, foreplay dan posisi seks yang membuat wanita merasa nyaman dan selanjutnya meningkatkan nafsu wanita dan seks mereka untuk memperoleh orgasme. –Inten Indrawati

Memaksimalkan Orgasme

“Dok, saya belakangan ini tiap kali bercinta dengan pasangan saya kok dia jadi susah mendapatkan orgasme ya? Kalaupun dapat, tidak lagi memuaskan. Apa ada tipsnya? Terima kasih, dok. “ (Agus, 24th) Gangguan atau disfungsi ­ rgasme adalah terhambatnya atau o tidak tercapainya orgasme yang bersifat menetap atau berulang setelah memasuki mendapatkan rangsangan yang cukup selama melakukan aktivitas seksual. Penyebabnya dapat berupa penyebab fisik misalnya gangguan sistem saraf pusat seperti pada penyakit multiple sklerosis, parkinson dan beberapa jenis operasi yang

mengangkat jaringan saraf di area pinggang. Atau malah sering kali gangguan psikis seperti kecemasan, perasaan takut hamil, dan kejenuhan terhadap pasangan. Semua ini sesungguhnya yang menjadi fokus perhatian untuk dapat mencari cara yang tepat jika ada gangguan orgasme. Gangguan orgasme yang terjadi pada perempuan, seringkali disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hambatan psikis, tidak ada komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, posisi hubungan seksual yang tidak efektif, disfungsi seksual di pihak laki-laki, dan meningkatnya nilai ambang sensitivitas karena penyakit saraf tertentu. Kurangnya rangsangan seksual yang diterima menyebabkan perempuan gagal mencapai orgasme. Rangsangan pendahuluan seringkali sangat diperlukan agar perempuan menjadi siap dan cukup terangsang sebelum melakukan hubungan seksual. Lalu bagaimana memaksimalkan orgasme itu, ada dua cara yang bisa jadi fokus.

Berikut ini adalah cara atau tipsnya. Pertama: Maksimalkan­foreplay. Dengan memaksimalkan foreplay akan membuka kesempatan untuk mendapatkan orgasme yang pertama terlebih dahulu. Jangan pernah meremehkan babak pemanasan ini. Ini bisa dilatih. Bagaimana tekniknya? Rileks dulu. Relaksasi diri. Membuat semuanya lebih nyaman dan tenang, agar komunikasi seksual juga bisa lepas dan nyaman dan dimulai dengan cumbuan di tempat atau bagian tubuh yang diingini atau disenangi. Sebaiknya dari atas, turun ke bawah. Tentu saja dengan sambil memvariasikan dengan gerakan meraba, menjilat dan menghisap. Payudara dan vagina adalah target foreplay utama, karena dua organ tubuh ini memiliki banyak sekali saraf sensorik berkumpul, sebagai jaminan sensitifitas terhadap rangsangan seksual. Ini dulu yang banyak dieksplorasi. Perlu kreativitas juga untuk memaksimalkan eksplorasinya. Rasa nikmat yang menyebar ke seluruh tubuh akan membuat perempuan cepat men­ dapatkan orgasme. Seringkali sampai di tahap ini sudah bisa menjadi

­orgasme pertama bagi perempuan. Perempuan sedikit berbeda dengan laki-laki, selama hubungan seksual belum tuntas dan masih bisa dilakukan, maka perempuan masih sanggup untuk melanjutkan hubungan seksual lagi. Kecuali bila hubungan seksual memang telah usai dilakukan. Untuk mencapai fase kedua orgasme tidak lagi menjadi sulit. Orgasme kedua dan ketiga mudah di dapat. Tentu saja dengan mengubah sasaran. Sasaran berikutnya adalah G-spot, yaitu daerah di sebelah dalam vagina yang bila ketemu dan teraba akan terasa sedikit menonjol, sekitar 1,5 sampai 3 cm dari bibir luar vagina dan ini bisa dieksplorasi juga dengan menggunakan tangan. Sampai di sini sudah bisa mendapatkan orgasme yang kedua. Orgasme yang berikutnya bisa didapatkan dari penetrasi atau hubungan seksual yang biasa. Kedua: Memperbaiki ­Komunikasi Seksual. Masalah orgasme pada perempuan sesungguhnya relatif mudah diselesaikan. Kuncinya adalah dengan melibatkan pasangan dan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Kecuali memang

masalahnya ada di pihak laki-laki. Itu lain lagi, justru laki-laki yang harus diterapi atau dicari solusi untuk disehatkan kembali secara seksual. Jangan pernah berlamalama membiarkan perempuan untuk tidak menikmati orgasmenya, perempuan yang tidak mencapai orgasme seringkali memunculkan akibat dan pengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, cemas atau gangguan tidur. Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung. Seandainya diperlukan untuk melakukan konseling khusus dan sex therapy, maka sangat perlu dilakukan dengan melibatkan pasangan, karena sesungguhnya, sekali lagi, permasalahan orgasme pada perempuan bisa saja disebabkan karena permasalahan seksual pada laki-laki pasangannya.


Kuliner

12

30 JUNI - 6 juli 2014

Sate Biawak yang Berkhasiat

T

ak hanya bagi pen­ derita penyakit, pecinta kuliner juga ingin menikmati daging biawak dan kelinci yang tergolong empuk dan

lezat. Hidangan ini enak dimakan ketika masih dalam kondisi panas. “Makan daging biawak memang menyembuhkan penyakit gatalgatal kulit. Malah kata suami saya

Kue Wafel Bahan: 4 butir : kuning telur 3 butir : putih telur 150 gr : gula pasir 125 gr : tepung terigu 1/2 sdm : margarin, dilelehkan 1/4 sdt : garam 200 ml : santan dari 1/2 butir kelapa

Bahan pengembang (biang): 75 gr : tepung terigu 1/2 sdm : ragi instan l : air hangat Cara membuat: - Campur semua adonan biang hingga rata. Diamkan 30 menit. - Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang, sisihkan. - Campur adonan biang, tepung

Si Manis Wafel Wafel adalah salah satu kue yang lembut, empuk, dan manis. Bentuknya unik pada tekstur

kue karena berasal dari cetakan kue yang berkotak-kotak. Kue ini juga terpajang di salah

- - - - - - -

terigu, margarin dan garam, aduk hingga rata. Tuangkan santan sedikit-demi sedikit, aduk rata. Tuangkan kocokan telur, aduk rata. Diamkan adonan hingga 2 jam. Panaskan cetakan wafel, oles dengan margarin tipis. Tuang adonan hingga 3/4 bagian cetakan. Biarkan setengah matang. Balik cetakan dan tunggu hingga wafel matang. Sajikan wafel selagi hangat dengan aneka topping.

satu stan kuliner Pesta Kesenian Bali. Stan Hosana Waffle menjual kue wafel dengan aneka isian, mulai dari cokelat keju, cokelat, stroberi, bluberi, srikaya, nenas, fla susu, capucino, dan tiramisu. Satu kotak kue ini dijual Rp 13 ribu dengan satu varian rasa. Menurut penjaga stan Hosana Waffle Nandia dan Intan, pembeli biasanya paling suka isi cokelat keju dan tiramisu. Biasanya, para penjaga stan ini sudah membawa adonan jadi, sehingga di tempat itu hanya tinggal mencetak. Mencetak kue juga tak lama. “Setelah adonan dituangkan ke cetakan, hanya menunggu dua menit, kue sudah matang,” tutur siswa magang dari sekolah pariwisata tersebut. Membuat adonan kue wafel juga sangat mudah dan Anda bisa menggunakan bahan sederhana yang ada di dapur . Mari kita praktikkan resep wafel yang empuk dan enak ini. -Wirati Astiti

13

Brownies Kukus Mekar

Kue brownies adalah kue cokelat dalam bentuk datar yang terinsiprasi dari cake yang bantat alias tidak mengembang. Kue brownies ada yang dipanggang dan ­dikukus. Kini ada kreasi baru kue brownies kukus yang mekar. Rasanya sama enaknya cokelat lembut dan lebih menarik karena di atasnya mekar seperti bunga.

Konon penderita penyakit asma dan paru-paru dapat disembuhkan dengan memakan daging kelinci, sedangkan daging biawak dapat menyembuhkan penyakit gatal kulit. Bahkan, ada yang menyebut khasiat sate biawak untuk menambah vitalitas laki-laki. Obat tradisional ini cukup terkenal bagi mereka yang sudah merasakan khasiat menjajaki sate biawak dan kelinci. bisa untuk menambah vitalitas,” ucap Ayu Kencana, salah seorang pengunjung stan kuliner Pesta Kesenian Bali, di Art Centre Denpasar. Stan milik Komang Sugiantara menjual aneka sate, mulai dari sate ayam, sate kakul, sate kelinci, dan sate biawak. Sang istri, Putu Noviyanti mengatakan, seharihari mereka biasa berjualan di Jalan Nangka. Perempuan asal Karangasem ini menuturkan ketertarikannya berjualan sate biawak lantaran sate biawak belum biasa. Apalagi khasiatnya sudah sangat terkenal untuk menghilangkan gatal-gatal. “Yang beli biasanya orang yang sudah tahu khasiatnya,” kata Noviyanti. Untuk bahan baku biawak, menurut Noviyanti, tidak sulit mencarinya karena ada orang yang khusus membawakan. Satu hari, ia bisa menghabiskan 8 kilo-

Kuliner

30 JUNI - 6 juli 2014

K

gram daging biawak. Satu biji sate biawak dijual Rp 1500. Untuk membuat sate biawak menjadi masakan yang lezat, Noviyanti menggunakan bumbu khas Bali. “Dengan banyak mengandung rempah-rempah, sate daging biawak terasa seperti daging kambing. Malah lebih enak,” ujarnya berpromosi. Setelah daging bawak dicampur dengan bumbu Bali, kemudian diungkep seharian. Besoknya dipanggang. Hidangan sate biawak dilengkapi bumbu kacang. Menurut Noviyanti, untuk bumbu kacang buatannya, hampir mirip dengan bahan bumbu

gado-gado. “Ada kacang tanah, cabai merah besar, terasi, kencur, bawang putih, dan gula. Memang harus agak manis agar rasanya menyatu,” jelasnya. Menurutnya, ke depan, prospek sate daging biawak sangat bagus dan menjanjikan karena belum banyak rumah makan yang menjual. Apalagi, kini masyarakat mulai sadar untuk mengonsumsi makanan yang juga mengandung khasiat obat seperti daging biawak ini. Apakah Anda tertarik? silakan kunjungi stan kuliner Pesta Kesenian Bali sebelum ditutup tanggal 13 Juli. –Wirati Astiti

ue ini diujicobakan seorang pecinta kuliner yakni Wawan Darmawan. Ke­ sibukannya sebagai presenter Bali TV, membuatnya tertarik mengisi waktu luang dengan menyalurkan hobi membuat kue. “Ya hitung-hitung untuk refresing sekaligus menyalurkan hobi,” ujar Wawan. Berbagai macam kue dikuasainya, seperti aneka bolu, roti kukus, sumping waluh, kaliadrem, kue mangkok. Walaupun Wawan hanya tinggal di rumah kos, ia tetap bisa menyalurkan hobinya. Alat-alat yang digunakan juga disesuaikan dengan kondisi anak kos. Namun karena hobi, Wawan sudah mulai mencicil satu-persatu perlengkapan membuat kue. Malah, ia sudah memiliki satu oven. Awalnya, Wawan suka sering melihat neneknya membuat kue khas Bali. Dari sering melihat, Wawan akhirnya terbiasa. Saat upacara adat, sebagai anak sulung, ia selalu membantu ibunya membuat kue. “Dulu, saya sering menjual hasil kreasi saya. Karena saat hari raya, saya sering membuat kue untuk sarana upacara, banyak tetangga dan keluarga yang tertarik memesan. Namun, karena kesibukan bekerja, saya tak mampu melayani pesanan. “Pulang kerja capek, saya gunakan waktu untuk istirahat,” tuturnya. Namun terkadang, ketika libur bekerja, ia tergoda membuat kue lagi. “Biasanya saya lihat resep di TV, majalah, atau cari-cari di internet. Saya lihat menarik dan bagus, jadi ingin mencoba,” kata Wawan. Dalam membuat kue, ia tak selalu berhasil. Pernah saja gagal alias tidak mekar. Namun, Wawan selalu bereksperimen untuk mendapatkan hasil terbaik. “Kue brownies ini sudah dua tiga kali saya coba. Yang pertama, gagal tidak mau mekar. Saya pakai resep

Brownies Kukus Mekar

Wawan saat membuat brownies kukus

kedua dan berhasil. Saya mencoba berbagi dengan teman-teman dan menunjukkan hasilnya. Mereka bilang enak,” ucap Wawan. Menurutnya, kesulitan dalam membuat kue, adalah ketelitian dalam mengukur bahan. “Karena ketepatan ukuran akan membuat kue berhasil mengembang. Membuat kue berbeda dengan memasak. Kalau salah, masakan tetap bisa dimodifikasi. Kalau kue, tidak,” jawab Wawan, ketika ditanya kesulitannya membuat kue. Ke depan, Wawan punya harapan besar. Ia ingin sekali mempunyai toko kue. “Saya ingin punya toko kue untuk jangka panjang,” katanya berharap. Berikut resep kue brownies kukus mekar dari Wawan untuk pembaca Tokoh.

Bahan: 200 ml 1 butir 150 gr ½ sdt ¼ sdt ¼ sdt 225 gr 25 gr 100 gr ½ sdt

: : : : : : : : : :

susu cair cokelat telur gula pasir soda kue baking powder garam tepung terigu cokelat bubuk minyak goreng emulsifier

Cara membuat: - Tepung terigu, bubuk cokelat, baking powder, soda kue, dicampur jadi satu. - Telur ayam, gula pasir, dan emulsifier dikocok sampai mengembang. - Susu cair dicampur degan garam, sisihkan. - Setelah adonan tercampur rata, masukkan campuran tepung. Tambahkan susu cair. Aduk rata. - Terakhir masukkan minyak. - Siapkan cetakan roti kukus, beri cup dari kertas. - Isi cetakan dengan adonan dan siap dikukus selama 15 menit. -Wirati Astiti

Sosis Crispy

Udang Saos Sambal Taoco Sarwan Bahan: - 350 gr : udang, bersihkan, buang kulitnya, sisakan ekornya, belah punggung - 1 buah: bawang bombai, iris korek api - 2 ruas : jari jahe, memarkan - 4 siung: bawang putih, rajang halus - 4 buah : cabe merah, buang bijinya, iris korek api - 4 buah : cabe hijau, buang bijinya, iris korek api - 7 buah : cabe kecil, iris halus

- 150 gr : jamur tiram, suwirsuwir - 1 sdm : saos tiram - 1 sdm : kecap asin - 1 sdt : merica bubuk - Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya - Margarin/minyak goreng secukupnya - 200 ml air Cara membuat: - Panaskan margarin atau minyak, masukkan bawang putih, jahe, orak-arik hingga harum - Masukkan udang, masak hingga berubah warna - Masukkan bawang Bombay, cabe merah dan cabe hijau,

cabe kecil, bolak-balik, lalu tambahkan air dan bahan lainnya - Masak sampai matang - Makanan siap disajikan

Jus Kiwi Bahan: 200 gr : kiwi 200 gr : anggur 150 ml : susu segar 200 ml : sirup 100 ml : madu Es batu secukupnya

dalam blender - Blender hingga halus - Tuangkan ke dalam gelas saji - Siap dinikmati - Jika menggunakan kiwi hijau, pilihlah anggur hijau dan sirup (coco pandan) Cara membuat: warna hijau juga agar war- Masukkan semua bahan nanya serasi.

Bahan: - 8 biji : sosis sapi - 1 butir telur ayam, ambil putih telurnya dan sisihkan kuning telurnya - 1 sdm : tepung beras - 50 gr : tepung bumbu siap pakai - Minyak goreng secukupnya Bahan saos: - 1 biji : tomat besar, rebus dan haluskan - 1 siung : bawang putih, memarkan - 2 sdm : saos tomat - 2 sdm : kacang polong - 2 sdm : jagung manis pipil - 2 sdm : minyak goreng - 75 ml : air - 2 sdm : gula pasir

Garam secukupnya Cara membuat: - Bilah serong setiap sosis menjadi dua bagian - Campur tepung bumbu dan tepung beras, aduk rata - Celupkan potongan sosis dalam putih telur, lalu balut dengan tepung bumbu - Goreng sosis hingga kecokelatan dan matang, angkat, tiriskan - Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum, masukkan tomat, saos tomat, air, gula, merica, masak hingga mendidih - Tambahkan kacang polong dan jagung manis, aduk merata, lalu angkat - Siap dihidangkan, sajikan sosis crispy dengan saos.


Kuliner

12

30 JUNI - 6 juli 2014

Sate Biawak yang Berkhasiat

T

ak hanya bagi pen­ derita penyakit, pecinta kuliner juga ingin menikmati daging biawak dan kelinci yang tergolong empuk dan

lezat. Hidangan ini enak dimakan ketika masih dalam kondisi panas. “Makan daging biawak memang menyembuhkan penyakit gatalgatal kulit. Malah kata suami saya

Kue Wafel Bahan: 4 butir : kuning telur 3 butir : putih telur 150 gr : gula pasir 125 gr : tepung terigu 1/2 sdm : margarin, dilelehkan 1/4 sdt : garam 200 ml : santan dari 1/2 butir kelapa

Bahan pengembang (biang): 75 gr : tepung terigu 1/2 sdm : ragi instan l : air hangat Cara membuat: - Campur semua adonan biang hingga rata. Diamkan 30 menit. - Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang, sisihkan. - Campur adonan biang, tepung

Si Manis Wafel Wafel adalah salah satu kue yang lembut, empuk, dan manis. Bentuknya unik pada tekstur

kue karena berasal dari cetakan kue yang berkotak-kotak. Kue ini juga terpajang di salah

- - - - - - -

terigu, margarin dan garam, aduk hingga rata. Tuangkan santan sedikit-demi sedikit, aduk rata. Tuangkan kocokan telur, aduk rata. Diamkan adonan hingga 2 jam. Panaskan cetakan wafel, oles dengan margarin tipis. Tuang adonan hingga 3/4 bagian cetakan. Biarkan setengah matang. Balik cetakan dan tunggu hingga wafel matang. Sajikan wafel selagi hangat dengan aneka topping.

satu stan kuliner Pesta Kesenian Bali. Stan Hosana Waffle menjual kue wafel dengan aneka isian, mulai dari cokelat keju, cokelat, stroberi, bluberi, srikaya, nenas, fla susu, capucino, dan tiramisu. Satu kotak kue ini dijual Rp 13 ribu dengan satu varian rasa. Menurut penjaga stan Hosana Waffle Nandia dan Intan, pembeli biasanya paling suka isi cokelat keju dan tiramisu. Biasanya, para penjaga stan ini sudah membawa adonan jadi, sehingga di tempat itu hanya tinggal mencetak. Mencetak kue juga tak lama. “Setelah adonan dituangkan ke cetakan, hanya menunggu dua menit, kue sudah matang,” tutur siswa magang dari sekolah pariwisata tersebut. Membuat adonan kue wafel juga sangat mudah dan Anda bisa menggunakan bahan sederhana yang ada di dapur . Mari kita praktikkan resep wafel yang empuk dan enak ini. -Wirati Astiti

13

Brownies Kukus Mekar

Kue brownies adalah kue cokelat dalam bentuk datar yang terinsiprasi dari cake yang bantat alias tidak mengembang. Kue brownies ada yang dipanggang dan ­dikukus. Kini ada kreasi baru kue brownies kukus yang mekar. Rasanya sama enaknya cokelat lembut dan lebih menarik karena di atasnya mekar seperti bunga.

Konon penderita penyakit asma dan paru-paru dapat disembuhkan dengan memakan daging kelinci, sedangkan daging biawak dapat menyembuhkan penyakit gatal kulit. Bahkan, ada yang menyebut khasiat sate biawak untuk menambah vitalitas laki-laki. Obat tradisional ini cukup terkenal bagi mereka yang sudah merasakan khasiat menjajaki sate biawak dan kelinci. bisa untuk menambah vitalitas,” ucap Ayu Kencana, salah seorang pengunjung stan kuliner Pesta Kesenian Bali, di Art Centre Denpasar. Stan milik Komang Sugiantara menjual aneka sate, mulai dari sate ayam, sate kakul, sate kelinci, dan sate biawak. Sang istri, Putu Noviyanti mengatakan, seharihari mereka biasa berjualan di Jalan Nangka. Perempuan asal Karangasem ini menuturkan ketertarikannya berjualan sate biawak lantaran sate biawak belum biasa. Apalagi khasiatnya sudah sangat terkenal untuk menghilangkan gatal-gatal. “Yang beli biasanya orang yang sudah tahu khasiatnya,” kata Noviyanti. Untuk bahan baku biawak, menurut Noviyanti, tidak sulit mencarinya karena ada orang yang khusus membawakan. Satu hari, ia bisa menghabiskan 8 kilo-

Kuliner

30 JUNI - 6 juli 2014

K

gram daging biawak. Satu biji sate biawak dijual Rp 1500. Untuk membuat sate biawak menjadi masakan yang lezat, Noviyanti menggunakan bumbu khas Bali. “Dengan banyak mengandung rempah-rempah, sate daging biawak terasa seperti daging kambing. Malah lebih enak,” ujarnya berpromosi. Setelah daging bawak dicampur dengan bumbu Bali, kemudian diungkep seharian. Besoknya dipanggang. Hidangan sate biawak dilengkapi bumbu kacang. Menurut Noviyanti, untuk bumbu kacang buatannya, hampir mirip dengan bahan bumbu

gado-gado. “Ada kacang tanah, cabai merah besar, terasi, kencur, bawang putih, dan gula. Memang harus agak manis agar rasanya menyatu,” jelasnya. Menurutnya, ke depan, prospek sate daging biawak sangat bagus dan menjanjikan karena belum banyak rumah makan yang menjual. Apalagi, kini masyarakat mulai sadar untuk mengonsumsi makanan yang juga mengandung khasiat obat seperti daging biawak ini. Apakah Anda tertarik? silakan kunjungi stan kuliner Pesta Kesenian Bali sebelum ditutup tanggal 13 Juli. –Wirati Astiti

ue ini diujicobakan seorang pecinta kuliner yakni Wawan Darmawan. Ke­ sibukannya sebagai presenter Bali TV, membuatnya tertarik mengisi waktu luang dengan menyalurkan hobi membuat kue. “Ya hitung-hitung untuk refresing sekaligus menyalurkan hobi,” ujar Wawan. Berbagai macam kue dikuasainya, seperti aneka bolu, roti kukus, sumping waluh, kaliadrem, kue mangkok. Walaupun Wawan hanya tinggal di rumah kos, ia tetap bisa menyalurkan hobinya. Alat-alat yang digunakan juga disesuaikan dengan kondisi anak kos. Namun karena hobi, Wawan sudah mulai mencicil satu-persatu perlengkapan membuat kue. Malah, ia sudah memiliki satu oven. Awalnya, Wawan suka sering melihat neneknya membuat kue khas Bali. Dari sering melihat, Wawan akhirnya terbiasa. Saat upacara adat, sebagai anak sulung, ia selalu membantu ibunya membuat kue. “Dulu, saya sering menjual hasil kreasi saya. Karena saat hari raya, saya sering membuat kue untuk sarana upacara, banyak tetangga dan keluarga yang tertarik memesan. Namun, karena kesibukan bekerja, saya tak mampu melayani pesanan. “Pulang kerja capek, saya gunakan waktu untuk istirahat,” tuturnya. Namun terkadang, ketika libur bekerja, ia tergoda membuat kue lagi. “Biasanya saya lihat resep di TV, majalah, atau cari-cari di internet. Saya lihat menarik dan bagus, jadi ingin mencoba,” kata Wawan. Dalam membuat kue, ia tak selalu berhasil. Pernah saja gagal alias tidak mekar. Namun, Wawan selalu bereksperimen untuk mendapatkan hasil terbaik. “Kue brownies ini sudah dua tiga kali saya coba. Yang pertama, gagal tidak mau mekar. Saya pakai resep

Brownies Kukus Mekar

Wawan saat membuat brownies kukus

kedua dan berhasil. Saya mencoba berbagi dengan teman-teman dan menunjukkan hasilnya. Mereka bilang enak,” ucap Wawan. Menurutnya, kesulitan dalam membuat kue, adalah ketelitian dalam mengukur bahan. “Karena ketepatan ukuran akan membuat kue berhasil mengembang. Membuat kue berbeda dengan memasak. Kalau salah, masakan tetap bisa dimodifikasi. Kalau kue, tidak,” jawab Wawan, ketika ditanya kesulitannya membuat kue. Ke depan, Wawan punya harapan besar. Ia ingin sekali mempunyai toko kue. “Saya ingin punya toko kue untuk jangka panjang,” katanya berharap. Berikut resep kue brownies kukus mekar dari Wawan untuk pembaca Tokoh.

Bahan: 200 ml 1 butir 150 gr ½ sdt ¼ sdt ¼ sdt 225 gr 25 gr 100 gr ½ sdt

: : : : : : : : : :

susu cair cokelat telur gula pasir soda kue baking powder garam tepung terigu cokelat bubuk minyak goreng emulsifier

Cara membuat: - Tepung terigu, bubuk cokelat, baking powder, soda kue, dicampur jadi satu. - Telur ayam, gula pasir, dan emulsifier dikocok sampai mengembang. - Susu cair dicampur degan garam, sisihkan. - Setelah adonan tercampur rata, masukkan campuran tepung. Tambahkan susu cair. Aduk rata. - Terakhir masukkan minyak. - Siapkan cetakan roti kukus, beri cup dari kertas. - Isi cetakan dengan adonan dan siap dikukus selama 15 menit. -Wirati Astiti

Sosis Crispy

Udang Saos Sambal Taoco Sarwan Bahan: - 350 gr : udang, bersihkan, buang kulitnya, sisakan ekornya, belah punggung - 1 buah: bawang bombai, iris korek api - 2 ruas : jari jahe, memarkan - 4 siung: bawang putih, rajang halus - 4 buah : cabe merah, buang bijinya, iris korek api - 4 buah : cabe hijau, buang bijinya, iris korek api - 7 buah : cabe kecil, iris halus

- 150 gr : jamur tiram, suwirsuwir - 1 sdm : saos tiram - 1 sdm : kecap asin - 1 sdt : merica bubuk - Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya - Margarin/minyak goreng secukupnya - 200 ml air Cara membuat: - Panaskan margarin atau minyak, masukkan bawang putih, jahe, orak-arik hingga harum - Masukkan udang, masak hingga berubah warna - Masukkan bawang Bombay, cabe merah dan cabe hijau,

cabe kecil, bolak-balik, lalu tambahkan air dan bahan lainnya - Masak sampai matang - Makanan siap disajikan

Jus Kiwi Bahan: 200 gr : kiwi 200 gr : anggur 150 ml : susu segar 200 ml : sirup 100 ml : madu Es batu secukupnya

dalam blender - Blender hingga halus - Tuangkan ke dalam gelas saji - Siap dinikmati - Jika menggunakan kiwi hijau, pilihlah anggur hijau dan sirup (coco pandan) Cara membuat: warna hijau juga agar war- Masukkan semua bahan nanya serasi.

Bahan: - 8 biji : sosis sapi - 1 butir telur ayam, ambil putih telurnya dan sisihkan kuning telurnya - 1 sdm : tepung beras - 50 gr : tepung bumbu siap pakai - Minyak goreng secukupnya Bahan saos: - 1 biji : tomat besar, rebus dan haluskan - 1 siung : bawang putih, memarkan - 2 sdm : saos tomat - 2 sdm : kacang polong - 2 sdm : jagung manis pipil - 2 sdm : minyak goreng - 75 ml : air - 2 sdm : gula pasir

Garam secukupnya Cara membuat: - Bilah serong setiap sosis menjadi dua bagian - Campur tepung bumbu dan tepung beras, aduk rata - Celupkan potongan sosis dalam putih telur, lalu balut dengan tepung bumbu - Goreng sosis hingga kecokelatan dan matang, angkat, tiriskan - Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum, masukkan tomat, saos tomat, air, gula, merica, masak hingga mendidih - Tambahkan kacang polong dan jagung manis, aduk merata, lalu angkat - Siap dihidangkan, sajikan sosis crispy dengan saos.


Jelita

14

30 JUNI - 6 juli 2014

Jangan Sembarangan Pencet Jerawat Kulit berjerawat memang sangat mengganggu penampilan. Secantik apapun perempuan, na­ mun jika di wajahnya ditumbuhi jerawat ten­ tu akan sangat mengganggu dan me­ngurangi rasa percaya diri. Lantas apa langkah untuk menghilangkan bahkan mencegahnya?

d

r. Kadek Trisnadewi pemilik Indivara Aesthetic mengatakan, jerawat adalah penyakit kulit akibat peradangan menahun, dari folikel pilosebacea yang ditandai adanya komedo, papul, pustul, nodul, dan kista pada tempat predileksi yakni wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Penyebab jerawat katanya multifaktor, antara lain, produksi sebum yang meningkat, tersumbatnya kelenjar sebum, infeksi oleh bakteri P. acne, peningkatan kadar hormon, stres, usia, ras, makanan dan cuaca. Sedangkan, faktor makanan masih kontroversial, tetapi pada beberapa orang makanan memang memicu terjadinya jerawat. Usaha penanganan jerawat, menurut dokter Kadek meliputi pencegahan (preventif), dan usaha untuk menghilangkan jerawat (kuratif). Usaha untuk pencegahan diantaranya : lMeskipun masih kontroversial, sebaiknya melakukan diet rendah lemak dan karbohidrat l Melakukan perawatan atau pembersihan kulit yang baik dan benar lHidup teratur dan sehat, istirahat yang cukup dan berolahraga sesuai kondisi tubuh. l Pemakaian kosmetik tidak berlebihan. Hindari foundation dan bedak padat. Untuk sehari hari gunakan bedak tabur. lHindari minuman keras yang berlebihan, rokok dan lingkungan yang tidak sehat. lHindari debu Sedangkan untuk menghilangkannya, dengan pemakaian produk antijerawat, perawatan rutin di klinik yang menangani masalah kulit dengan sebelumnya berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh resep pengobatan. Bicara lama proses penyem-

www.blodspot.com

buhan, dokter Kadek menyatakan hal ini tergantung banyak faktor seperti respon individual, ke­ taatan mengikuti saran perawatan atau pengobatan, tingkat keparah­ an jerawat, ketepatan pemilihan jenis perawatan atau pengobatan sesuai masalahnya. “Rata- rata dengan perawatan rutin, minimal dua minggu sudah ada perbaikan,”katanya. Kembali ditekankannya, lama tidaknya penyembuhan jerawat tergantung banyak faktor. Kalau perawatannya tepat dan dilakukan secara rutin dapat mempercepat penyembuhan. Tapi, bisa juga tergantung respon individunya. “Misalnya ada dua orang bersaudara kandung, sama-sama bermasalah dengan jerawat dan jenis keparahan pun sama. Kemudian diobati dengan terapi yang sama, belum tentu bersamaan sembuhnya. Sebab, masih tergantung banyak faktor lainnya salah satunya respon individual ,”tuturnya. Jerawat, lanjutnya penyebabnya selalu ada di sekitar kita, sehingga sering kambuh dan perlu perawatan berkelanjutan. Selama penyebabnya ada, tetap perlu perawatan untuk mencegahnya. Tetapi pada beberapa orang, seiring bertambahnya usia, hormon menurun, jerawat tidak lagi muncul. Pada kasus seperti

ini perawatan jerawat tidak diperlukan lagi. Dijelaskannya pula, kalau tingkat sensitifitas kulit pun memengaruhi efektivitas pengobatan jerawat akibat tidak tercapainya dosis obat karena terjadi iritasi di kulit. “Kulit sensitif mudah teriritasi obat atau produk tertentu dengan dosis rendah sekalipun,”tegasnya. Sementara soal pemencetan jerawat dikatakannya boleh saja dilakukan, asal dikerjakan oleh tenaga terlatih. “Tidak semua jenis jerawat boleh dipencet. Jerawat kistik atau jerawat yang besar-besar dan kalau sembuh meninggalkan bekas ini, sama sekali tidak boleh dipencet. Yang boleh dipencet hanya komedo dan jerawat kecil yang sudah matang,”paparnya. POLA HIDUP SEHAT Selanjutnya dokter Kadek memberikan catatan, pola hidup sehat juga dapat mencegah timbulnya jerawat, atau setidaknya bisa mengurangi tingkat keparahan jerawat. Ia menyarankan beberapa tips, diantaranya: lMinum air putih yang cukup membantu menjaga kesehatan ­organ tubuh termasuk kulit se­ hingga proses penyembuhan jerawat bisa lebih cepat dan bekas­ nyapun menjadi minimal. l Mengurangi gorengan atau makanan berlemak belum tentu

dr. Kadek Trisnadewi

mencegah timbulnya jerawat. Pada beberapa orang, makanan tidak berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. lVitamin yang mengurangi atau menyembuhkan jerawat adalah vitamin A, bukan vitamin E. Vitamin E bagus untuk melembabkan kulit, tapi kalau berlebihan justru bisa memicu timbulnya jerawat pada beberapa orang. Jadi, konsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin A, tapi tetap tidak boleh berlebihan. l Tidur yang cukup membuat tubuh lebih relax sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan stres (stres memicu timbulnya jerawat). Tidur juga membantu perbaikan sel sehingga penyembuh­ an jerawat bisa dipercepat.

lJangan menyentuh atau memencet jerawat dengan tangan langsung. Kontak dengan tangan justru bisa menambah parah jerawat menjadi radang dan bekasnya semakin sulit dihilangkan apalagi disentuh dengan tangan yang tidak steril. lBersihkan wajah secara teratur. Membersihkan muka secara teratur setiap hari menggunakan sabun khusus muka juga dapat mengurangi kuman penyebab bekas jerawat membandel. l Jauhkan rambut dari wajah. Kalau berambut panjang, sebaiknya dijepit atau diikat supaya tidak terlalu sering mengenai bekas jerawat karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit muka. lTipe kulit berminyak ditandai dengan pori-pori yang lebar se­ hingga mudah terjadi sumbatan, yang akhirnya membentuk komedo. Disamping itu produksi sebumnya juga banyak sehingga mudah menyumbat pori-pori. l Komedo apabila terinfeksi oleh kuman penyebab jerawat akan terjadi peradangan sehigga timbul jerawat. Jerawat tidak hanya timbul di muka, tapi juga timbul di punggung , lengan atas, dan dada atau daerah-daerah berminyak. lKelelahan dapat menurunkan kondisi tubuh sehingga sistem pertahanan tubuhpun menurun dan akibatnya kuman penyebab jerawat menjadi lebih aktif sehingga terjadi peradangan.–Sri Ardhini

Mitos

30 JUNI - 6 juli 2014

11

Hubungan Seks membuat Cerdas? Seks bukan lagi hal tabu untuk diper­ bincangkan. Seks bahkan mampu men­ jaga hubungan pasangan suami-istri tetap langgeng dan harmonis. Karena itu, ­komunikasi seksual antarpasangan sangatlah penting. Banyak mitos tentang seks yang kebenarannya masih diragukan. Berikut penjelasan pakar seksologi Prof. Dr.dr. Jahya Alex Pangkahila,M.Sc,Sp.And. Mitos: Wanita bukan makhluk visual seperti pria yang lebih suka berfantasi seks. Fakta: Benar. Dalam kontak seksual, wanita lebih banyak melibatkan perasaan, seperti perilaku pasangan yang romantis atau perhatian. Kata-kata manis dari pasangan bisa membuat wanita terangsang. Sementara. pria lebih tertarik pada bodi/fisik luar tubuh wanita. Gairah seksual (libido) pada pria lebih mudah terangsang terhadap sesuatu yang erotis. Karena itu, pria lebih suka berfantasi, meski ada juga wanita namun presentasinya kecil. Mitos: Hanya hormon yang membuat wanita bisa bergairah. Fakta: Tidak selalu. Hormon itu dari fisik. Namun, sesunguhnya, wanita lebih cepat terangsang lewat komunikasi seksual. Seperti, perilaku, perhatian sikap dirayu, ditunjang dengan kondisi fisik yang akan menghasilkan hormon seksual untuk melakukan hubungan seksual.

Mitos: Berhubungan seks secara teratur bisa membuat Anda makin cerdas Fakta: Benar. Ini pengertiannya, bahwa setelah melakukan hubungan seksual, muncul perasaan gembira, pola hidup tenang. Jika gairah seksual tidak tersalurkan, kejiwaan umumnya susah dikontrol sehingga bisa menimbulkan marah, kesal, dsb. Karena itu, lakukan hubungan seks secara rutin minimal dua kali seminggu Mitos: Nafsu wanita lebih besar dari nafsu seks pria. Fakta: Tidak selalu. Tidak ada perbedaan antara nafsu seks wanita dengan pria karena memiliki kadar hormonal yang serupa baik progesteron, estrogen

maupun testosteron pada pria. Yang menjadi perbedaan, cara menyampaikan ekspresi. Pria cenderung ekspresif dalam menujukkan nafsu seksnya, sedangkan wanita cenderung lebih pemalu dan dapat menyimpan nafsunya untuk diekspresikan ketika berhubungan seksual dengan pasangannya. Mitos: Posisi di atas membuat wanita cepat orgasme Fakta: Betul. Karena dengan mengambil posisi di atas, wanita akan lebih cepat terangsang. Wanita bisa mengatur dan mengarahkan ujung kelamin laki-laki pada daerah peka pada

kemaluan wanita. Posisi ini paling mudah untuk mencari G-spot karena wanita memiliki banyak ruang untuk bergerak. Posisi wanita di atas sebenarnya dapat menstimulasi wanita untuk mendapatkan orgasme yang hebat. Karena dengan posisi itu wanita dapat mengontrol arah penetrasi yang tepat. Namun, semuanya itu bisa tercapai, kembali tergantung jika wanita dalam kondisi mood dan nafsu yang tinggi. Mitos: Orgasme = G-spot Fakta: Salah. Orgasme adalah pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikirandifokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan. G-spot merupakan titik erotis paling ampuh bila dirangsang akan memudahkan pria mengantarkan wanita mencapai orgasme. Para ahli menemukan dalam bagian itu banyak terdapat saraf yang sangat sensitif yang apabila dirangsang bisa membuat wanita mengalami kenikmatan luar biasa. Singkatnya, orgasme adalah perasaan nikmat

Prof. Alex Pangkahila

(kepuasan) yang didapat melalui hubungan seksual maupun rangsangan seksual. Sementara G-spot adalah satu titik/organ dalam vagina yang sensitif dan mudah terangsang yang bisa menyebabkan orgasme. Letak titik sensitif perempuan itu berada sekitar 3 cm dari luar. Ketika wanita terangsang, bagian itu akan membesar. Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris. Namun, kepuasan wanita tersebut diperoleh juga dengan bergantung kepada mood, foreplay dan posisi seks yang membuat wanita merasa nyaman dan selanjutnya meningkatkan nafsu wanita dan seks mereka untuk memperoleh orgasme. –Inten Indrawati

Memaksimalkan Orgasme

“Dok, saya belakangan ini tiap kali bercinta dengan pasangan saya kok dia jadi susah mendapatkan orgasme ya? Kalaupun dapat, tidak lagi memuaskan. Apa ada tipsnya? Terima kasih, dok. “ (Agus, 24th) Gangguan atau disfungsi ­ rgasme adalah terhambatnya atau o tidak tercapainya orgasme yang bersifat menetap atau berulang setelah memasuki mendapatkan rangsangan yang cukup selama melakukan aktivitas seksual. Penyebabnya dapat berupa penyebab fisik misalnya gangguan sistem saraf pusat seperti pada penyakit multiple sklerosis, parkinson dan beberapa jenis operasi yang

mengangkat jaringan saraf di area pinggang. Atau malah sering kali gangguan psikis seperti kecemasan, perasaan takut hamil, dan kejenuhan terhadap pasangan. Semua ini sesungguhnya yang menjadi fokus perhatian untuk dapat mencari cara yang tepat jika ada gangguan orgasme. Gangguan orgasme yang terjadi pada perempuan, seringkali disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hambatan psikis, tidak ada komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, posisi hubungan seksual yang tidak efektif, disfungsi seksual di pihak laki-laki, dan meningkatnya nilai ambang sensitivitas karena penyakit saraf tertentu. Kurangnya rangsangan seksual yang diterima menyebabkan perempuan gagal mencapai orgasme. Rangsangan pendahuluan seringkali sangat diperlukan agar perempuan menjadi siap dan cukup terangsang sebelum melakukan hubungan seksual. Lalu bagaimana memaksimalkan orgasme itu, ada dua cara yang bisa jadi fokus.

Berikut ini adalah cara atau tipsnya. Pertama: Maksimalkan­foreplay. Dengan memaksimalkan foreplay akan membuka kesempatan untuk mendapatkan orgasme yang pertama terlebih dahulu. Jangan pernah meremehkan babak pemanasan ini. Ini bisa dilatih. Bagaimana tekniknya? Rileks dulu. Relaksasi diri. Membuat semuanya lebih nyaman dan tenang, agar komunikasi seksual juga bisa lepas dan nyaman dan dimulai dengan cumbuan di tempat atau bagian tubuh yang diingini atau disenangi. Sebaiknya dari atas, turun ke bawah. Tentu saja dengan sambil memvariasikan dengan gerakan meraba, menjilat dan menghisap. Payudara dan vagina adalah target foreplay utama, karena dua organ tubuh ini memiliki banyak sekali saraf sensorik berkumpul, sebagai jaminan sensitifitas terhadap rangsangan seksual. Ini dulu yang banyak dieksplorasi. Perlu kreativitas juga untuk memaksimalkan eksplorasinya. Rasa nikmat yang menyebar ke seluruh tubuh akan membuat perempuan cepat men­ dapatkan orgasme. Seringkali sampai di tahap ini sudah bisa menjadi

­orgasme pertama bagi perempuan. Perempuan sedikit berbeda dengan laki-laki, selama hubungan seksual belum tuntas dan masih bisa dilakukan, maka perempuan masih sanggup untuk melanjutkan hubungan seksual lagi. Kecuali bila hubungan seksual memang telah usai dilakukan. Untuk mencapai fase kedua orgasme tidak lagi menjadi sulit. Orgasme kedua dan ketiga mudah di dapat. Tentu saja dengan mengubah sasaran. Sasaran berikutnya adalah G-spot, yaitu daerah di sebelah dalam vagina yang bila ketemu dan teraba akan terasa sedikit menonjol, sekitar 1,5 sampai 3 cm dari bibir luar vagina dan ini bisa dieksplorasi juga dengan menggunakan tangan. Sampai di sini sudah bisa mendapatkan orgasme yang kedua. Orgasme yang berikutnya bisa didapatkan dari penetrasi atau hubungan seksual yang biasa. Kedua: Memperbaiki ­Komunikasi Seksual. Masalah orgasme pada perempuan sesungguhnya relatif mudah diselesaikan. Kuncinya adalah dengan melibatkan pasangan dan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Kecuali memang

masalahnya ada di pihak laki-laki. Itu lain lagi, justru laki-laki yang harus diterapi atau dicari solusi untuk disehatkan kembali secara seksual. Jangan pernah berlamalama membiarkan perempuan untuk tidak menikmati orgasmenya, perempuan yang tidak mencapai orgasme seringkali memunculkan akibat dan pengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, cemas atau gangguan tidur. Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung. Seandainya diperlukan untuk melakukan konseling khusus dan sex therapy, maka sangat perlu dilakukan dengan melibatkan pasangan, karena sesungguhnya, sekali lagi, permasalahan orgasme pada perempuan bisa saja disebabkan karena permasalahan seksual pada laki-laki pasangannya.


10

Bugar

30 JUNI - 6 juli 2014

Terbebas dari Kulit Kering

Kulit kering atau dalam istilah medis xerosis, meru­ pakan kondisi yang sering terjadi, dengan frekuensi meningkat ada saat musim dingin karena kelemba­ ban yang rendah. Selain itu tanpa kita sadari, kebi­ asaan mandi yang terlalu sering juga memicu kulit menjadi kering dan gatal. Di negara empat musim, xerosis juga disebut dengan “winter itch” karena kon­ disinya makin buruk saat musim dingin.

A

rea badan yang mudah menjadi kering adalah area dimana jumlah kelenjar minyak sedikit, seperti lengan, siku, badan, paha, lutut dan kaki. Pada sebagian besar orang kondisi ini hanya sedikit mengganggu, namun bagi beberapa orang gatal yang dirasakan dapat sangat berat sehingga menimbulkan gangguan emosional. Mereka akan cenderung menggaruk hingga kulit berdarah. Xerosis tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu, dapat ditemukan mulai dari anak kecil, dewasa muda, orang tua, bahkan remaja. Namun secara umum, makin tua usia seseorang, kecend­ erungan xerosis yang dialami makin memburuk. Air sangat berperan menimbulkan kulit kering. Meskipun sepertinya terlintas di pikiran kita air sehar­ usnya membantu mengatasi kulit kering. Air benar-benar membilas habis minyak kulit yang penting untuk mempertahankan kandungan air pada kulit. Minyak pada kulit merupakan pelembab alami yang penting untuk membuat kulit lembab dan halus. Proses pencucian/mandi berulang kali menghilangkan lapisan minyak ini. Hal ini memicu proses penguapan air dari dalam kulit, sehingga menjadi penyebab utama kulit kering. Meru­ pakan sebuah fakta, keluhan kulit kering menjadi suatu hal yang makin sering ditemukan saat ini, berkaitan

dengan kebiasaan orang makin ser­ ing mandi. Keluhan sering memberat saat malam hari. Faktor predisposisi lain yang dapat memicu kulit kering adalah penggunaan sabun antibakteri berlebihan, kebiasaan mandi dengan air panas, berenang berlebihan di air yang mengandung chlorin, penyakit metabolik dan endokrin seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif, dehidrasi yang ditandai dengan kulit kembali lambat setelah dilakukan pencubitan, konsumsi alkohol dan kafein, obat-obatan diuretik, antihis­ tamin dan acne. Penderita diabetes sering mengalami kulit kering pada bagian kaki dan dapat memicu komp­ likasi serius, seperti ulkus, infeksi dan celah pada kulit (fisura). Kulit kering dipicu oleh kehilangan air berlebihan dari lapisan atas kulit, menyebabkan dehidrasi dan kering­ nya lapisan kulit atas yang disebut korneosit. Lapisan ini memerlukan 10-20% konsentrasi air untuk mem­ pertahankan integritasnya. Normal­ nya terdapat lemak di lapisan kulit bagian atas yang berperan sebagai penjaga keseimbangan air, dan kehi­ langan lemak di kulit dapat mening­ katkan kehilangan air hingga 75 kali dibandingkan kulit sehat. Saat kulit menjadi kering, lapisan sel kulit mati menjadi kaku, berkerut, elastisitas menurun, menimbulkan jarak antar sel sehingga menimbulkan retakan pada kulit menyebabkan kulit tampak

dr. Ni Nyoman Indra Lesthari Sp.KK

kasar. Fenomena retak ini menyebab­ kan timbulnya fisura atau celah ke bagian lebih dalam dari kulit yang kemudian menjadi iritasi, inflamasi dan akan terasa sangat gatal. Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit yang sangat kering ? Pertama tentunya kurangi kebiasaan terlalu sering mandi, hindari peng­ gunaan sabun yang sifatnya menger­ ingkan, terutama yang mengandung deodoran dan parfum atau yang bersifat alkali, jangan menggosok sabun berlebihan karena terkena air yang mengandung sabun sudah cukup membersihkan kulit. Gunakan air din­ gin dan hindari air panas karena makin panas air mandi, makin banyak pelem­ bab alami yang hilang dari kulit. Pe r a w a t a n p a d a k u l i t k e r i n g tentunya mengembalikan kelemba­ ban kulit. Dapat dilakukan dengan mengoleskan moisturizer/pelembab. Moisturizer dapat mencegah dan mengobati kulit kering., tapi bukan hanya itu, termasuk melindungi ku­

lit sensitif, meningkatkan elastisitas kulit dan memperbaiki tekstur, serta menutupi kekurangan kulit. Mereka juga berfungsi sebagai barrier se­ mentara. Moisturizer mengandung kombinasi dari humektan, emolien dan bahan lain. Untuk memperbaiki kulit kering, pilihlah moisturizer yang sifatnya lebih berat, berbahan dasar minyak. Saat terbaik untuk mengoles­ kan pelembab adalah segera setelah mandi, sehingga air dapat dipertah­ ankan pada kulit, mempertahankan kelembaban kulit. Pada kasus xerosis yang berat, penanganan dapat diban­ tu dengan pengolesan pelembab yang diperoleh melalui peresepan dokter, dengan bahan dasar petrolatum yang lebih efektif mencegah penguapan air dari kulit. Kadang juga diberikan salep steroid jika mulai ditemukan tanda peradangan. Pilih menggunakan sabun yang ringan saat mandi, hindari menggosok kulit saat mengeringkan, cukup hanya dengan menekan-nekan handuk pada kulit. Minyak zaitun (extra virgin) juga bagus untuk me­ lembabkan kulit. Selain itu, menjaga asupan diet yang seimbang, olah raga rutin dan minum banyak air memberikan ban­ yak pengaruh terhadap kulit men­ jadi lembab dan sehat. Jika aktivitas mengharuskan Anda berada di bawah sinar matahari, gunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih. Jika Anda penderita diabetes, amati kaki secara teratur dari tanda-tanda xerosis serta komplikasinya. Jaga kulit selalu lem­ bab untuk mencegah kulit kering dan retak-retak. dr. Ni Nyoman Indra Lesthari Sp.KK Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS: 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C

Style

30 JUNI - 6 juli 2014

Bergaya dengan Tunik dari Mama Leon Koleksi busana kasual dan siap pakai dari Mama & Leon menjadi pi­ lihan Tokoh pekan ini. Rancangan dengan siluet yang simpel, ­lengkap dengan ciri khas ornamen border dan detailnya yang cantik. Tak ketinggalan pula kerawangan yang sangat menarik dan unik.

M

elalui brand “Saarah”, ran­ cangan busana dari Mama & Leon ini semakin menawan dengan dominasi aplikasi bordir aneka motif bunga dan daun. Begitu pula dengan beberapa

pilihan warna cerah menjadikan busana berbahan 100% rayon, ini terlihat semakin segar, ceria sekaligus nyaman dikenakan. Begitulah deretan busana de­ ngan ukuran longgar, yang dikenal dengan tunik ini sangat tepat dikenakan para perempuan yang

aktif. Menggunakan brand “Saarah” sekalipun untuk acara santai, namun penampilan tetap fashionable disertai pula kesan jenjang yang ditimbulkannya. Untuk varias gaya, tunik–tunik ini dapat dipadu­ padankan dengan celana, legging maupun sarung. – Sri Ardhini

15


Edukasi

16

30 JUNI - 6 juli 2014

PKBM Ujung Tombak Pendidikan

Kehadiran Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam Rakernas PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) se-Indonesia yang dilaksanakan di PKBM Agung belum lama ini, menjadi kejutan luar biasa bagi para peserta. Karena menurut mereka, selama ini belum ada kepala daerah yang mau hadir dalam kegiatan seperti itu. “PKBM kurang mendapat perhatian pemerintah, masih dipandang sebelah mata. Rakernas ini untuk menyatukan pendapat dan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk diajukan ke pusat. Salah satunya, semua program pendidikan nonformal dikembalikan ke Ditjen PAUDNI sesuai UU No. 20 tahun 2003 tentang Pen­didikan Nonformal,” ujar Ketua Umum DPP PKBM Indonesia, Raden Ayu Sri Sumarwati.

W

ali Kota Denpasar menyadari banyak hal yang belum bisa terjangkau oleh pendidikan formal, seperti buta aksara dan putus sekolah. “PKBM inilah yang merupakan ujung tombak untuk membantu meningkatkan pendidikan,” ujarnya. Pendidikan harus menjadi prioritas agar masyarakat bisa lebih mandiri. Sebagai tantangan ke depan, PKBM pun diharapkan tak hanya mem­ berikan kejar paket (A, B, C), tapi juga harus memberikan kekuatan karakter. Pendidikan karakter yang dibangun di sini tidak bisa dilihat hasilnya dalam 5 atau 10 tahun, karena ini meru­ pakan monumen maya yang sangat ber­manfaat untuk meningkatkan kes­ ejahteraan. “Jika kaya materi namun tak kaya SDM, kita akan habis. Ke depan, hanya mereka yang memiliki karakter yang bisa maju,” tegasnya. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan N a ­ sional, pendidikan

terdiri dari tiga jalur, yakni formal, non­ formal, dan informal. Kepala UPT BPKB (Balai Pusat Kegiatan Belajar) Bali Drs. I Wayan Sudarsana, M.Pd. menjelaskan program-program yang ada dalam pendidikan nonformal mencakup dua hal, yakni kegiatan pembelajaran dan kegiatan nonpembelajaran. Yang termasuk dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari bawah yakni PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Di PAUD ada Tempat Penitipan Anak

(TPA), kelompok bermain/PG, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang terintegrasi dengan posyandu. Ada program kesetaraan, yakni kejar paket A (setara SD), kejar paket B (setara SMP), dan kejar paket C (setara SMA). Ada juga program keaksaraan untuk menyasar masyarakat yang buta aksara. Program keterampilan lain yang men­ cakup kursus-kursus dan pendidikan perempuan. Kegiatan nonpembelajaran ini menurut Wayan Sudarsana sifatnya produktif, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kelompok usa­ ha masyarakat, kelompok seni, dan ­k elompok usaha produktif. PKBM berbasis masyarakat, dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat. Se­ muanya itu bisa terlaksana baik, ter­ gantung pengelola, tutor/instruktur dalam proses belajar-mengajar di PKBM. “Masyarakat dari kelompok ekonomi tak mampu yang tidak bisa ditampung di pendidikan formal, bisa ditampung di pendidikan nonfor­ mal, salah satunya PKBM, “ ujarnya.

LULUS KEJAR PAKET JADI PRAMUGARI PKBM ini tersebar di desa, keca­ matan, di masyarakat yang bersifat pra­ karsa mandiri. Di kabupaten/kota ada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Kedua lembaga pendidikan ini bersinergi. SKB bisa memberikan pembinaan dan pengawasan kepada PKBM yang ada di wilayahnya. Tugas pokok dan fungsi SKB, memberikan program pendidikan percontohan yang benar-benar bisa di­ pakai di PKBM, memberikan pembinaan dan pengawasan (monitoring), sehingga bisa berjalan dengan baik. Di provinsi ada BPKB yang tugas pokok dan fungsinya adalah melakukan pengem­ bangan model-model, memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat). Dalam program keaksaran dasar yakni belajar dengan kelompok di masyarakat, banyak menemui kendala. Di antaranya, masyarakat sulit dikumpulkan karena masing-masing memiliki kepentingan dan waktu yang berbeda-beda, dan juga masih malu. Peran BPKB men­ carikan solusinya. “Kami memberikan solusi dengan program pendidikan berbasis ke­ luarga, yakni bisa melalui kakak, orangtua, atau keluarga terdekat lain­ nya dan didampingi tu­ tor,” papar Sudarsana. Dari 80 PKBM di Bali, tercatat ada dela­ pan PKBM di Denpasar, salah satunya adalah PKBM Agung di Jalan Rampai No. 2 Denpasar. Pengelolanya, Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M. mengatakan PKBM yang

Drs. I Wayan Sudarsana, M.Pd.

berdiri sejak enam tahun lalu itu melak­ sanakan kegiatan pembelajaran tiap Senin, Rabu, dan Jumat, mulai pukul 19.00 sampai 21.00. Keberadaannya yang dekat dengan pasar ini dikatakan­ nya cukup memudahkan akses promo­ sinya ke masyarakat yang memang dari masyarakat kurang mampu, seperti gelandangan dan pedagang keliling. Di PKBM Agung ini, anak-anak kejar paket diberikan tambahan keterampi­ lan tata rias, menjahit, memasak, dan menari. Tak sedikit pula dari me­reka mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan, salah seorang lulusan anak kejar paket diterima sebagai pramugari di salah satu penerbangan besar di Indonesia. “Mereka ini sebenarnya mampu, hanya saja mereka tak memiliki kesempatan ekonomi dan waktu untuk bisa masuk di lembaga pendidikan formal,” tandas­ nya. –Inten Indrawati

Jembatan Cinta di Atas Laut

B

agi yang ingin berlibur ke Jakarta, jangan lupa mampir ke Ta­ man Nasional Laut Kepulauan Seribu. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Jakarta. Jarak pulau terdekat bisa ditempuh dalam tempo 30 menit. Namun rata-rata untuk mencapai pulau itu adalah antara 1 jam hingga 3 jam tergan­ tung pulau yang dituju. Yang tak kalah menariknya, khususnya untuk mereka yang memiliki dana liburan terbatas, Anda tidak perlu harus mengeluarkan dana besar untuk bisa menikmati semua ‘pe­tualangan’ di pulau-pulau itu, termasuk me­ nikmati ‘surga’ bawah laut. Sebenarnya ada beberapa tem­ pat pemberangkatan menuju Taman Laut Kepulauan Seribu dan pulau-

pulau di sekitarnya, namun yang pal­ ing populer adalah Pelabuhan Muara Angke, Pelabuhan Kali Adem dan dermaga Marina Ancol yang berada di lingkungan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Ongkos murah meriah bisa didapat di Muara Angke di mana tarif kapal rata-rata Rp 33 ribu untuk sekali jalan. Di pelabuhan ini umumnya ka­ palnya adalah kapal tradisional atau kapal kayu, karenanya waktu tem­ puhnya bisa lebih lama ketimbang kapal baru, apalagi jika dibanding dengan kapal cepat yang mangkal di dermaga Marina. Di Pelabuhan Kali Adem, menggunakan KM LumbaLumba dan KM Kerapu dengan tarif sekali jalan antara Rp 40-50 ribu. Datang ke ke Kepulauan Seribu sepertinya kurang afdol jika tidak

Pulau Tidung Taman Nasional Kepulauan Seribu

Jembatan cinta di atas laut yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil

berkunjung ke Taman Laut. Sampai di sana Anda dapat berbagai pilihan rekreasi, namun sebelumnya mem­ bayar karcis Rp 2.500 untuk turis lokal (Rp 20.000 untuk turis asing). Di sana juga disediakan tempat untuk berkemah dengan biaya Rp 20 ribu per hari. Jika ingin diving, tarifnya Rp 50 ribu dan snorkeling Rp 40 ribu, kano Rp 20 ribu dan selancar Rp 40 ribu. Lumayan murah, kan! Sebagian besar pantai di Taman Laut dilindungi hutan bakau. Fauna di kawasan ini diperkirakan sekitar 17 jenis burung, 350 jenis ikan karang, 2 jenis kima, 3 kelompok ganggang, 101 jenis moluska, 237 jenis ter­ umbu karang, dan 6 jenis rumput laut. Sementara flora didominasi tumbuhan pantai, seperti nyamplung, butun , bogem , sukun. Kekahasan sumber daya alam Taman Laut juga menjadi daya tarik tersendiri, berupa ekosistem karang yang unik yaitu ter­ umbu karang. Pulau-pulau di kawasan

ini dikelilingi terumbu karang tepian dengan kedalaman 1-20 meter. Dari Taman Laut, jangan lupa mampir ke Pulau Tidung Besar. Bahkan jika ingin menghabiskan satu malam di Pulau Tidung pun san­ gat direkomendasikan. Banyak hal menarik bisa dijumpai di sini. Jika dibanding dengan pulau lain, Pulau Tidung tergolong paling lengkap fasilitasnya. Dari kecantikan alamnya, pantainya, keindahan kehidupan bawah laut, dll. Hal yang membuat murah karena segala fasilitas tersebut dikelola oleh masyarakat setempat. Penginapan misalnya, jika rombongan atau sekitar empat orang bisa me­ nyewa kamar besar dengan biayanya Rp 300-Rp 400 ribu yang dapat diisi lebih dari empat orang. Jika ingin berkeliling Pulau Tidung, ada tempat penyewaan sepeda dengan biaya Rp 15 ribu. Satu hal yang jangan dilupakan, datanglah ke ‘Jembatan Cinta’. Ini

adalah jembatan yang menghubung­ kan antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang tidak berpenghuni. Pulau Tidung Kecil adalah tempat budidaya mangrove. Anda bisa menelusurinya dengan bersepeda melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang sekaligus menikmati pantai sepi yang pasirnya putih lembut. Pengalaman menakjubkan seka­ ligus mendebarkan saat berjalan di ‘Jembatan Cinta’ yang terbuat dari kayu sepanjang 800 meter melin­ tasi cekungan laut yang agak dalam. Entah mengapa jembatan itu populer dengan sebutan ‘Jembatan Cinta’, namun yang pasti jembatan setinggi 6 meter dari permukaan laut itu, kerap dijadikan arena terjun oleh para wisatawan yang ingin berenang di laut, atau menjadi arena bermain anak-anak penduduk setempat sem­ bari memperagakan loncat indah. –Diana Runtu

Dara

30 JUNI - 6 juli 2014

9

Bahar Sangkur

Raih yang Besar perlu Korban Besar Sebuah program pendidikan soft skill untuk melatih jiwa kepemimpinan sangat diperlukan para mahasiswa. Berbekal kemampuan akademis dan kemampuan soft skill seperti yang diajarkan dalam program XL Future Leader, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk bersaing dengan dalam merebut posisi-posisi penting di berbagai bidang. Salah satu pemenang program ini adalah Bahar Sangkur Gusasih, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

B

ahar mampu me­ ngalahkan 5.000 peserta seluruh Indonesia dalam program ini. Setelah dua tahun pelaksanaan XL Future Leader ini, baru satu orang dari Bali yang mampu menembus final hingga menjadi pemenang dalam XL Future Leader. “Program ini sebe­ narnya bertujuan menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki level kepemimpi­ nan secara global, ” ujarnya. Ia mengatakan ada tiga alasan dirinya tertarik ikut XL Future Leader 2013. “Pertama, program yang diselenggarakan itu untuk mengembangkan diri. Kedua, kesem­p atan untuk mengem­ bangkan jaringan bersama pe­ muda-pemuda pilihan yang ada di Indonesia. Ketiga, fasilitas yang disediakan XL untuk pemenang program ini. Fasilitasnya itu ada laptop, smartphone, dan pulsa 200 ribu setiap bulannya,” ung­ kap Bahar tentang program yang

diperuntukkan bagi mahasiswa S-1 dibawah 21 tahun ini. Menjadi pemenang XL Future Leader ini tentu saja tidak mudah. Ada beberapa tahapan, mulai dari tahap seleksi berkas, seleksi tes tulis, seleksi small group discussion, seleksi wawancara. Setelah tahapan tersebut, itu diseleksi menjadi 20 orang dalam satu re­ gional. Sehingga, total dari seluruh regional ada 136 orang. “Tentu saja tidak mudah untuk lolos dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Untuk tahap seleksi tulis itu harus dipersiapkan dengan baik, kemudian small group discussion agar dapat lolos tidak hanya pintar berbicara namun juga harus men­ dengarkan pendapat orang lain. Kemudian saat wawancara harus be your self, ” papar pria kelahiran 26 Oktober 1992 ini. Pada tahap seleksi berkas ta­ hun lalu, Bahar Sangkur ternyata tidak hanya sendiri yang menjadi wakil Bali. Ada tiga orang yang lolos dalam tahap seleksi ber­

kas. Tetapi untuk melanjutkan tahap seleksi tulis yang diadakan di Surabaya, dua orang lainnya memilih untuk mengundurkan diri karena akomodasi ke Surabaya ditanggung oleh peserta. Bahar mau mengorbankan uang dan waktu kuliah karena menurutnya, untuk meraih sesuatu yang besar harus mengorbankan yang sama besarnya. INVESTASI YANG TEPAT Dalam program ini ada tiga hal yang dikembangkan, yakni effective communication, entrepreneurship dan mengelola perubahan. Ketiga program ini diadakan ber­ dasarkan riset dari 1.000 CEO di dunia bahwa ke depan pemimpinpemimpin dunia akan menghadapi ketiga tantangan tersebut. “Di XL Future Leader ini kami diajarkan ketiga hal tersebut. Yang paling saya rasakan setelah ikut dalam XL Future Leader ini adalah dulu saya kebetulan adalah Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa di FK Unud, setelah itu saya punya banyak ide besar yang ingin saya terapkan. Namun, pada saat itu saya belum mendapat kesempat­ an untuk menerapkan ide-ide itu. Di XL Future Leader ini kami diajari meramu ide-ide kami seh­ ingga saat menyampaikannya bisa singkat, padat dan jelas,“ ucap mahasiswa semester 8 ini. Sebagai pemenang Xl Future Leader, Bahar Sangkur dikontrak selama dua tahun untuk men­ jalani pelatihan. Dari 136 orang yang lolos XL Future Leader ini, dipecah menjadi beberapa region. Region ini bertujuan un­ tuk memudahkan pelatihan yang

Bahar Sangkur

diadakan di masing-masing region tiap dua bulan sekali. Kebetulan Bali berada di region Surabaya, sehingga tiap dua bulan saya ke Surabaya untuk mengikuti pelatih­ an. Semua akomodasi sampai uang saku ditanggung XL. Materi di kelas disampaikan dalam Ba­ hasa Inggris dan mentornya dari Amerika Serikat. Yang menarik dari program ini adalah walaupun berbahasa Inggris, peserta bebas mengucapkan sebisanya walaupun grammar salah. Pelatihan tiap Sabtu-Minggu ini tentu saja tidak mengganggu waktu kuliah. Namun, tiap selesai pelatihan diberikan tugas-tugas terkait materi untuk pertemuan selanjutnya. “Waktu yang saya gunakan untuk mengerjakan tugas-tugas ini bermanfaat untuk mengembangkan diri. Ber­investasi untuk sesuatu hal yang tepat bu­ kanlah suatu hal yang salah,” ung­ kap putra kedua pasangan Agus Hariyadi dan Sumarsih ini. Bahar memiliki harapan agar ke depannya lebih banyak lagi ma­ hasiswa Bali yang mengikuti event pelatihan seperti ini, sehingga lebih banyak mahasiswa yang ter­ inspirasi untuk berani menggapai cita-citanya. “Harap­an terbesar

saya, siapa pun yang selanjutnya terpilih dalam program XL Fu­ ture Leader ini agar memanfaat­ kan ilmu yang didapat kannya, dan dapat juga ber­manfaat bagi teman-teman mahasiswa lain,” tegasnya. Bahar yang berasal dari Solo juga menuturkan dirinya berada di Bali, berawal dari kegagalan men­ cari Fakultas Kedokteran di Jawa dan Kalimantan. Saat terakhir, ia memilih FK Universitas Udayana. Di Universitas Udayana ini banyak pengalaman yang didapatkannya. Mulai dari menjadi Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FK Unud 2013, relawan organisasi kema­ nusiaan Bulan Sabit Merah Indo­ nesia Provinsi Bali. Ia juga meraih prestasi Danamon Young Leaders Award 2013, Nutrifood Leader­ ship Award 2013, delegasi Indo­ nesia untuk Asean Youth Forum 2014 di Myanmar, delegasi Indo­ nesia APEC Voices of the Future 2013, delegasi Indonesia untuk Open Government Partner­ship Asia Pasifik Regional 2014 dan delegasi Indonesia di Asean Youth Leadership Camp 2014 di Thai­ land, Agustus mendatang. Pria yang hobi travelling ini memiliki cita-cita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Itu yang me­ latarbelakanginya untuk terjun ke dunia kedokteran. Namun, set­ elah mengikuti XL Future Leaders ini ia mulai berpikir untuk menjadi seorang pemimpin yang mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang baik bagi banyak orang. Apalagi CEO XL Hasnul Suhaemi sudah memberi tantangan bagi pemenang XL Future Leader untuk ikut CEO Challenge selama seminggu. Tugasnya menjadi CEO XL selama seminggu dan men­ dapat semua fasilitas CEO. -Hemma


8

Bunda & Ananda

30 JUNI - 6 juli 2014

30 JUNI - 6 juli 2014

Griya

Cara Tepat Belajar Membaca Memajang Koleksi Mug

Membaca adalah salah satu aktivitas penting dalam tumbuh kembang anak. Hal ini berkaitan dengan perkembang­an kognitif. Berbagai tempat kursus bermunculan mengajarkan baca tulis dan hitung. Anak-anak praTK diajarkan tulis dan hitung. Mengajarkan membaca pada usia dini ini pun me­ nimbulkan pro dan kontra sampai saat ini.

S

istem pendidikan di Indonesia antara prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Sekolah Dasar tampak tidak selaras. Di satu pihak, Kementerian Pendidikan tidak membolehkan murid-murid prasekolah diajarkan calistung (baca, tulis, hitung), tetapi di lain pihak tak sedikit SD yang menyeleksi murid baru dengan tes baca tulis. Apakah ini tepat dan bagaimana cara mengajarkannya? Menurut Agus Binti Kh, Psi, CH,CHt, M.NLP., pada prinsipnya, muatan apa pun (termasuk membaca) dapat diajarkan kepada anak (dalam hal ini prasekolah), selama teknik pengajaran yang digunakan sesuai dengan tahap perkembangan dan dunia anak-anak serta tidak ada unsur pemaksaan. “Yyang perlu dicermati sebelum membahas tepat atau tidaknya mengajarkan anak belajar membaca pada usia dini, alangkah menariknya

jika orangtua dan pendidik terlebih dahulu memahami tahapan perkembangan pada anak,” ujar pemilik Madania Center, Konsultan Psikologi dan Klinik Hypnotherapy ini. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya . Anak usia dini berada pada rentang usia 0-6 tahun . Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia (golden age). Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak. Para orangtua hendaknya memahami dengan baik mengenai usia emas anak dan paham terhadap pendidikan yang harus diberikan kepada anak pada usia tersebut. Usia emas merupakan masa-

Tips menstimulasi anak bisa membaca dengan cara yang menyenangkan : - Membiasakan bercerita atau membacakan buku cerita pada anak dari kecil/bayi. - Ajarkan konsep membaca dengan menstimulasi anak mengenal bunyi dan bentuk. - Berlatih mengidentifikasi dengan mengenalkan benda, anggota tubuh, angka dsb. Memberikan stimulasi dengan gambar sesuai dengan teori perkembangan anak bahwa sebelum belajar hal-hal abstrak anak diperkenalkan dengan hal yang konkrit terlebih dahulu, kemudian semikonkrit lalu abstrak. - Stimulasi anak dengan permainan menemukan pasangan/ matching gambar. Orangtua dapat menyebarkan kartu-kartu yang berisikan berbagai macam bentuk huruf. Kemudian anak diminta untuk mencari pasangan yang sama antar huruf tersebut. Permainan ini sesuai untuk anak berusia 1 sampai 1,5 tahun. Permainan ini akan memicu perkembangan otak kanan anak. Anak akan belajar mengenali bentuk, mencocokkan dan berimajinasi, sehingga memudahkan anak bisa membaca cepat. - Membaca buka mengeja. Mengajar membaca pada anak adalah mengenalkan satu kata bermakna dan kata tersebut sudah terekam di pikiran anak /sudah sering diucapkan sehingga kita bisa menggunakan kartu baca atau gambar untuk mengajarkan membaca pada anak. - Satu hal penting, dalam memahami cara mengajarkan membaca pada anak bukanlah secara konvensional . Mengajarkan membaca anak adalah dengan cara memberikan stimulasi dari kecil sehingga anak mengenal, memahami dengan permainan dan situasi yang menyenangkan. Dalam hal ini, orangtua jangan sekadar menjadi ”guru” yang hanya memerintah ini dan itu, namun jadilah teman bagi anak. Bermainlah bersamanya, menarilah bersama, bernyanyilah bersama. Dan yang lebih penting adalah suasana yang fun dan tidak membebani anak akan membuatnya lebih menikmati proses belajar membaca ini. Selamat mencoba.

masa yang paling penting. Karena itu, pengoptimalan dalam mendidik anak harus diberikan secara penuh. Namun, kebanyakan para orangtua belum memahami sepenuhnya dengan baik pentingnya masa golden age. Pada masa itu, para orangtua menganggap nak-anak belum mampu berpikir dengan baik sehingga menganggap bahwa anaknya belum paham dan belum layak untuk diberikan pendidikan ataupun pengertian secara serius. Sehingga, tak jarang beberapa orangtua bersikap kasar di depan anak ataupun bertengkar di depan anak. Selain itu, perhatian yang diberikan orangtua kepada anaknya hanyalah perhatian yang ala kadarnya. Untuk mewujudkan masa keemasan anak secara maksimal, peran yang harus dilakukan orangtua adalah dengan memberikan pendidikan dan stimulasi secara maksimal pula. Karena itu, para orangtua harus memahami dan memiliki kemampuan yang baik dalam mendidik anak. Dan, tentunya, orangtua juga membutuhkan media mainan sebagai alat bantu ataupun media lainnya yang digunakan sebagai sarana stimulasi untuk anak. Anak pada usia emas atau golden age harus diberikan konsep-konsep dasar untuk memahami dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitar, mengenal beberapa keterampilan untuk memaksimalkan kemampuan motoriknya, visual dan pola pembentukkan kebiasaan yang baik sehingga akan menjadi pedoman untuk anak di kehidupan setelah anak memasuki usia dewasa. Untuk itu, anak di bawah usia tiga tahun lebih mudah diberikan stimulasi karena otak kanan, pada masa tersebut mengalami kondisi yang paling optimal. Pada masa ini, anak akan menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan dan disentuh dari lingkungan sekitar mereka. “Hal ini penting menjadi perhatian bagi orang tua. Alam bawah sadar anak sangat aktif pada masa ini,” tegasnya. Hal apapun yang didapat dari lingkungan akan dengan mudah masuk ke alam bawah sadarnya.Untuk itu, masa-masa keemasan tersebut perlu diisi dengan berbagai rangsangan yang mengoptimalkan perkembangan otak anak. Semakin banyak yang dipelajari anak dari lingkungan, akan semakin banyak pula hubungan antarsaraf

dapat dilakukan secara langsung oleh orangtua dengan menciptakan lingkungan yang aman sehingga anak akan merasa nyaman mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Dengan stimulasi diharapkan kemampuan anak, baik itu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosialnya akan berkembang baik. Perkembangan kemampuan ini akan menjadi faktor penting terhadap perkembangan kecerdasan anak di kemudian hari. Stimulasi yang diberikan pada anak dapat mencakup empat macam stimulasi yaitu sentuhan, keseimbangan, pendengaran dan visual. Pada masa golden age ini, sebaiknya anak jangan terlalu dijejali dengan hal-hal yang bersifat kognitif. Anak jangan Bunda Agus terlalu banyak diberikan pelaja(sinapsis) yang terbentuk di otak ran menghitung (matematika), anak. Semakin banyak hubungan pengetahuan bahasa (misalnya antarsaraf (sinapsis) yang terben- memaksa anak kursus Bahasa tuk, kemungkinan anak tersebut Inggris) dan lainnya yang lebih akan bertambah cerdas. bersifat pengembangan otak Riset ilmiah menunjukkan kiri. Dan pada masa golden age bahwa kapasitas penyimpanan kita bisa memberikan stimulasi otak kanan pada manusia adalah atau rangsangan perkembangan 10.000 kali dibandingkan dengan otak anak adalah dengan menotak kiri. Berbagai penelitian gajarkan membaca. yang dilakukan oleh Profesor Membaca pada usia dini tak Shichida dari Jepang menunjuk- hanya berguna untuk menamkan bahwa otak anak berusia 3 bah pembendaharaan kata pada tahun telah menyelesaikan 60% anak, tetapi juga dapat melatih perkembangan otaknya dan te- konsentrasi mereka. Pada anak lah menyelesaikan hampir 90% usia prasekolah, tentu tak harus perkembangan otaknya sebelum memasukkan mereka ke kursus anak berusia 6 tahun. Orangtua bimbingan membaca. Para orangharus menyadari bahwa setelah tua pun dapat dengan mudah anak berusia 6 tahun, perkem- mengajarkan anak mereka belabangan otak kanannya akan jar membaca di rumah. Dengan mulai menurun. Periode anak mengajarkan mereka secara di bawah 3 tahun merupakan langsung orangtua dapat meninperiode yang paling kaya dalam gkatkan kualitas interaksi dengan perkembangan otak kanan anak. buah hati mereka. Jika kita bisa melakukan stimuKendala yang sering di jumpai lasi yang tepat pada periode ini, pada orangtua ketika mengajaranak akan mempunyai memori kan anak-anak mereka belajar yang kuat, kreatif dan berimaji- membaca adalah anak yang engnasi tinggi. gan memperhatikan ketika mereStimulasi memegang peranan ka diajarkan membaca. Selain itu, penting dalam perkembangan kebosanan dan ketidaktertarikan anak pada masa golden age. pada belajar membaca terkadang Stimulasi merupakan cara yang membuat para orangtua menysangat baik untuk mengem- erah mengajarkan anak mereka bangkan kemampuan anak dan belajar membaca. Inten Indrawati

17

Berbagai hal dilakukan orang untuk mengingat tempat-tempat yang pernah ­mereka kunjungi. Membeli barang yang berisi nama kota atau negara wajib dilakukan. ­Selanjutnya mengumpulkan barangbarang itu ­sebagai koleksi. Salah satu yang memiliki koleksi adalah Faizin Kadni. Ia memiliki koleksi mug Starbucks.

Faizin Kadni

“S

aya mulai mengoleksi mug tahun 2009. Beli mug pertama kali di Jepang. Sejak itu, tiap berkunjung ke kota atau negara yang ada Starbucks, wajib masuk untuk membeli mug. Sampai sekarang saya masih memburu mug-mug ikon ini,” ungkap pria asal Kerinci, Jambi ini.

“Kalau ada mug yang dobel atau saya sudah punya kemudian di­ berikan lagi, saya pilih mug saya diberikan ke orang lain ­untuk ­tukaran. Hadiah dari teman yang saya ­simpan”

Faizin dulu sering membeli piring-piring kecil yang berisi gambar kota atau negara. Lamakelamaan, lemarinya penuh. Ia ingin sesuatu yang berbeda untuk koleksi. Pilihannya mug karena mug ini praktis dan ada gambar kota atau negara juga. Mengoleksi mug dari Starbucks tak lepas dari kegemaran alumnus Ilmu Hubungan Internasional, UPN “Veteran” Yogyakarta ini minum kopi. Tiap ada acara ke luar kota atau luar negeri, ia menyempatkan mencari kedai kopi. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui. Sambil minum kopi bisa mengumpulkan koleksi mug. Koleksi mug Faizin sudah lebih dari 300 buah. Ia menempatkan mug-mug ini di lemari khusus, dipajang di meja, bahkan masih ada yang belum dibuka dari kotaknya. “Dulu sudah tersimpan rapi, tetapi karena pindah rumah, belum sempat menata lagi. Di rumah baru saya sudah siapkan lemari

pajang agar semua koleksi bisa tersimpan dan bisa dinikmati,” ujar freelance tour arrangement yang menetap di Cibubur, Jakarta ini. Cara perawatan koleksi mug ini cukup mudah, hanya dengan mengelap. Perawatan lainnya tidak ribet asalkan tempat menyimpannya sudah bagus. Yang terpenting adalah menjaga kualitas warna dan tulisan yang tertera di mug. HADIAH TEMAN Mengoleksi mug membuatnya aktif berburu mug. “Saya pilih Starbucks karena ada dimana-mana. Di negara-negara Eropa, kedai kopi ini banyak ada di stasiun kereta. Tiap berhenti di stasiun, kalau ada waktu luang, saya sempatkan minum kopi sambil membeli mug. Tapi, kalau waktu mepet, hanya beli mug. Sampai di rumah, mug ikon ini lebih memuaskan daripada barang-barang lain. Perjuangan untuk mendapatkannya berpacu

dengan waktu,” kata Faizin. Dari 300 koleksi mug-nya ia memiliki yang termurah berharga Rp 105 ribu yang berasal dari Indonesia dan yang termahal Rp 260 ribu yang dibeli di Zurich, Swis. Kedai kopi di Zurich juga menjadi idolanya karena berada di tepian sungai di tengah kota. Pemandangan ini sangat nyaman berpadu dengan acara minum kopi. Selain membeli sendiri, Faizin sering mendapat hadiah dari temannya. Salah seorang teman-

nya, Julia Pang berprofesi sebagai pramugari sudah hapal dan sering memberikan mug. “Kalau ada mug yang dobel atau saya sudah punya kemudian diberikan lagi, saya pilih mug saya diberikan ke orang lain untuk tukaran. Hadiah dari teman yang saya simpan,” ujar kolektor yang juga bergabung dengan Indonesian Starbucks Collector dan perkumpulan kolektor mug Starbucks dari seluruh dunia ini. –Ngurah Budi


Kreasi

18

Gairah Wanita Bali di Gamelan Kini, kaum wanita Bali jago menggoyang panggul. Alat pemukul gamelan yang sebelumnya hanya dimonopoli kaum pria itu, belakangan ini kian lincah diayun para wanita, saat mereka meniti nada-nada gamelan. Tengoklah Parade Gong Kebyar Wanita di arena PKB XXXVI 2014. Penampilan utusan Kabu­paten Gianyar versus duta Kabupaten Bangli pada Senin (16/6) malam, sarat gairah. Gianyar diwakili oleh Sekaa Gong Wanita Mekar Sari Balerung Peliatan Ubud, sedangkan Bangli menampilkan Sekaa Gong Wanita Genta Nare Swari Desa Demulih.

K

edua grup pe­ nabuh wanita dari dua kabupaten yang bertetangga itu saling unjuk kebolehan secara bergantian. Diawali dengan pe­ nampilan tabuh Goris oleh Bangli yang dibalas dengan tabuh Bulan Menari oleh Gianyar. Selanjutkan kedua grup saling menyajikan tari Tenun ciptaan tahun 1957. Bangli mengakhiri suguhannya dengan tari kreasi bertajuk Dadong Rerod nan kocak sedangkan Gianyar mempesona penonton dengan tari kreasi berjudul Guru Agung yang bertutur tentang kiprah seorang tokoh seni asal Peliatan, Anak Agung Gede Mandra (alm). Kiprah wanita Bali dalam kancah kesenian pada umumnya memang sangat dominan di tiap lini. Dalam bidang seni tari misalnya, seakan menjadi keterampilan “wajib” bagi wanita Bali. Akan tetapi dalam hal menabuh gamelan, sejak dulu memang tak tampak, atau mung­ kin belum ada. Bahkan gamelan seolah-olah “tabu” dan leteh bila disentuh kaum wanita. Namun, kini ketika kesempatan untuk

menjelajahi seni musik tradisonal Bali itu terbuka, mereka me­nerjang penuh semangat. Tonggak dilazimkannya wa­ nita Bali berkecimpung di dunia gamelan berawal di arena PKB. Salah satu primadona pesta seni adalah parade Gong Kebyar. Dengan seragam baju kebaya yang berbinar, sanggul nan rapi, dan polesan mike-up cerah, mereka tampil penuh percaya diri. Saat menyajikan tabuh, bukan hanya panggul mereka yang bermain lincah, tapi juga lenggak-lenggok tubuh mereka—disertai senyum tersungging--juga menjadi bagian dari sebuah seni pentas. Dari arena PKB itu, sema­ ngat kaum wanita Bali menggauli gamelan kemudian merambah ke tengah-tengah masyarakat. Kini begitu sering dapat dilihat ibuibu PKK dengan suntuk berlatih menabuh gamelan di bale banjar atau mungkin di sanggar-sanggar seni. Sekarang tidak terasa aneh lagi bila ritual keagamaan disertai oleh penyajian gamelan oleh grup gamelan kaum wanita. Selain me­ nyajikan musik instrumental, ada

Life

Story

Kawin-Cerai demi Anak Laki-laki Seorang perempuan duduk termangu mendengarkan cerita penumpang lain di Bandara Internasional Lombok (BIL). Perempuan yang bercerita itu meng­gendong seorang bayi yang berusia 7 bulan. Ia baru saja lari dari rumahnya di Mata­ram. Ia tidak ingin menceritakan dari mana ia berasal. Dari tiketnya, ia naik pesawat menuju Pulau Jawa.

Penampilan Gong Kebyar wanita duta Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli di panggung Ardha Candra, Taman Budaya Bali, 16 Juni 2014.

juga yang lengkap sanggup mengir­ ingi pementasan tari Rejang, Baris Gede dan Topeng Sidakarya. Ngayah dalam konteks upaca­ ra keagamaan adalah menjadi salah satu penyangga eksistensi kesenian Bali. Hadirnya kelompokkelompok gamelan kaum wanita sekarang ini utamanya sangat distimulasi oleh emosi religusitas tersebut. Bila akan menyongsong datangnya piodalan agung di Pura lingkungan mereka, gairah untuk membentuk grup gamelan wanita mengemuka. Atau, bila memang grup itu telah terbentuk, mereka akan mengadakan latihan-latihan, meningkatkan keterampilannya, dan lebih menggalang kerja sama penyajian musikalnya. Gamelan yang diduga muncul di Bali Utara pada tahun 1915 ini berfungsi fleksibel menyertai ber­

bagai kepentingan pentas seni, baik presentasi estetik murni maupun persembahan dalam konteks ritual keagamaan. Gaya permainannya yang cepat, energik, atraktif, ra­ mai dengan variasi jeda-jeda yang diungkapkan dengan penuh daya pikat, bergairah, dianggap me­ wakili dan menjadi ciri khas musik Bali secara keseluruhan. Bali memiliki tak kurang 25 jenis ensambel gamelan, dari gamelan yang tergolong tua seperti misalnya Slonding dan Gambang, hingga bentuk-bentuk gamelan baru seperti Gong Kebyar itu sendiri. Ada baiknya kaum wa­ nita juga melirik gamelan di luar Gong Kebyar, terutama gamelan yang memang eksis di lingkungan mere­ka sendiri. Mungkin gamelan semacam Gambang yang teduh dan tenang, lebih cocok ditabuh

dengan penuh kelembutan oleh karakter feminim kaum wanita. Wanita Bali dikenal perkasa. Artinya, selain memiliki kelembu­ tan hati, juga dikarunia kekerasan jiwa, Karena itu, rupanya tak menjadi kendala besar bagi mereka untuk menggauli jenis kesenian yang selama ini “dikangkangi” kaum laki-laki. Hanya, satu kendala yang menghadang kaum perem­ puan Bali dalam kiprahnya di dunia seni, khususnya gamelan, adalah kodrati biologis mereka, terutama bila dikaitkan saat harus berpartisi­ pasi dalam ritual ke­agamaan. Men­ truasi, siklus bulanan yang harus diterima oleh kaum perempuan sering menghambat dan mem­ buyarkan semangat ngayah yang sudah jauh-jauh hari dipersiapkan dan ditunggu-tunggu. –Suartaya

Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (5-habis) saikan repetisi tersebut dengan aman.

Satu teknik yang sangat efektif yang sering digunakan adalah eksplosif. Menggerakkan beban secara eksplosif saat gerakan konsentrik (positif) dalam latihan akan mengerahkan kekuatan yang besar, sehingga menyebab­ kan rekrutmen motoneuron yang terbesar. Ingatlah bahwa motoneuron terbesarlah yang menggerakkan serabut 2b. Sebuah tehnik lain yang sering saya gunakan dan ajarkan adalah percepatan. Setelah mengerahkan tenaga secara eksplosif, saya akan mempercepat gerakan sepan­ jang rentang positif. Inilah cara terbaik untuk mengerah­ kan daya yang besar sehingga serabut otot yang terpakai untuk meggerakkan beban akan tumbuh maksimal. Saya akan menggunakan analogi sprinter legendaris Carl Lewis ketika ia mencatat rekor dunia lari 100 meter. Saat start ia menggunakan ledakan tenaga yang besar, tetapi makin ia mendekati finish, ia mengalami percepatan yang makin tinggi. 10 meter terakhir (dari 90 meter ke 100 meter) bagi Carl Lewis bahkan lebih cepat daripada 10 meter pertama (dari 0 meter ke 10 meter). Tips terakhir untuk merekrut serabut 2b adalah untuk membawa set Anda ke gagal positif. Gagal positif adalah keadaan di mana Anda sudah tidak lagi bisa menyelesaikan rep terakhir Anda di antara 4-12. Ada­ lah suatu ide yang baik untuk memiliki seorang spotter membantu Anda menyelesaikan repetisi terakhir, karena ia akan memberikan keyakinan bagi Anda untuk menyele­

30 JUNI - 6 juli 2014

30 JUNI - 6 juli 2014

Sistem Energi Tubuh Sistem ATP-CP Tubuh manusia harus selalu disuplai oleh energi kimiawi untuk melakukan kegiatan otot. Bahan dasar untuk melakukan kegiatan otot dan mendapatkan pertumbuhan otot adalah dari makanan. Sumber utama energi tubuh manusia bukanlah karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh mendapatkan semua energinya dari ATP (ade­nosine triphosphate) yang dibuat di dalam tubuh dari reaksi kimiawi yang terjadi dari perubahan makanan ke energi siap pakai. ATP digunakan untuk mencerna, kontraksi otot, trans­ misi sinyal syaraf, sirkulasi darah, pertubuhan otot, dan fungsi-fungsi kelenjar tubuh. Ketika salah satu molekul phosphate dipecahkan dari rantainya, energi besar ter­ produksi. ATP = adenosine + phosphate + phosphate + phosphate Energi besar terbentuk, menyisakan… ADP = adenosine + phosphate + phosphate Setiap sel di dalam tubuh menggunakan sistem energi ini untuk bertahan hidup. Sistem CP Meskipun ATP merupakan sumber energi untuk semua sel, jumlah yang tersedia untuk satu kali adalah maksimal 90 gram. Ini adalah jumlah yang sangat kecil dan memungkinkan hanya untuk latihan selama beberapa detik. Oleh karena itu ATP harus selalu diproduksi ulang. Creatine Phosphate (CP) yang ditemukan di dalam otot dan jumlahnya 3 kali lipat ATP. Ketika CP dihan­ curkan untuk membuat energi, lebih banyak energi yang

digunakan dariapda ketika ATP yang terpecahkan untuk energi. Berhubung pemecahan CP memproduksi lebih banyak energi daripada pemecahan ATP, CP bisa dengan mudah mengembalikan ATP. Seluruh sistem ATP-CP me­ mungkinkan kerja otot maksimal sampai selama 15 detik. Dibutuhkan 60-90 detik untuk menyelesaikan produk­ si ulang ATP, jadi adalah sangat baik untuk menunggu setidaknya 60-90 detik sebagai momentum istirahat antar set. CP terpecahkan menjadi energi – CP yang tersisa menyalurkan energi untuk mengubah ADP menjadi ATP – CP + ADP = ATP baru Umumnya 1 set membutuhkan lebih kurang 15 detik, oleh karena itu sistem energi yang terpakai total adalah sistem ATP-CP. Berhubung cadangan ATP sangat terbatas, oleh karena itu latihan beban sebaiknya tidak berlangsung terlalu lama. Resintesa ATP juga membutuhkan waktu, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk kembali ke set berikutnya. Berilah cukup waktu bagi diri Anda untuk beristirahat dan tubuh Anda untuk membuat ATP-nya kembali. Saya merekomendasikan istirahat antara 1-2 menit antar set dan maksimal bisa sampai 4 menit untuk latihan-latihan berat seperti deadlift, squat, dan benchpress. Anda sebaiknya beristirahat cukup lama untuk mengembalikan detak jantung cukup rendah agar saat melakukan set berikutnya, ototlah yang mencapai kega­ galan, bukan nafas Anda. Tanda-tanda Overtraining Berkurangnya tenaga Otot terlihat tipis dan tidak mudah terpompa Meningkatnya kebutuhan akan stimulan Kurang agresif saat latihan Merasa ke gym adalah suatu beban Perlu waktu tidur yang lebih panjang Otot pegal yang tak berkesudahan.

S

ambil menyusui bayi­ nya, ia membelai rambut anak perem­ puannya yang berusia lima tahun yang tengah ter­lelap di sampingnya. Air matanya me­ netes sambil menceritakan kisah hidupnya dengan seorang laki-laki

berusaha apa-apa. “Sudah saya yang kasih makan, saya dianiaya seenaknya,” katanya menyesal. Perlakuan suaminya seringkali menyakitkan. Kalau hanya aniaya fisik mung­

yang dikenalnya sebagai pemuda berwajah alim. La­ ki-laki itu akhirnya menjadi suaminya. “Tampang seperti orang alim bukan jaminan lakilaki itu baik,” ujarnya pelan.

kin bisa ia terima, tapi makin lama ia makin men­ jadi-jadi. Pa­caran sana sini hingga akhirnya ia terjebak kehamilan seorang gadis yang membuat­ nya harus menikahi gadis itu. Ironisnya, di hari pernikahannya Ia mengalami betapa bejatnya itu, ia datang pada istrinya untuk suaminya itu. Sejak kawin tidak meminta istri­n ya mendandani pernah ada perlakuan baik yang anaknya yang berusia lima tahun diterimanya. Ia sendiri heran itu untuk hadir di acara pernikah­ me­ngapa bisa bertahan sampai annya. Sungguh bejat laki-laki itu. enam tahun bersamanya. Padahal “Saya sendiri tidak tahu mengapa dalam rumah tangganya, dialah mampu bertahan dan dengan yang bekerja menafkahi kel­uar­ polos mendandani putri saya dan ga. Suaminya malah tidak mau menyuruhnya hadir di pernikah­ an ayahnya,” kata perempuan itu. Kisah ini meng­ ingatkan Mariana (65), perempuan yang mendengar cerita itu tentang kisah ibunya. Ayah Mariana beberapa kali kawin. Ada yang tidak memiliki anak dan ada juga yang mendapatkan anak Mengenang masa kecil perempuan. Hingga pada perkawinan terakhir, barulah ayahnya mendapatkan anak laki-laki. Ibundanya memang tidak dapat memiliki anak laki-laki karena ada masalah dengan rahimnya. Mariana sendiri bersaudara empat orang dan semuanya perempuan. Sejauh itu, perkawinan ayahnya kerapkali dilanda badai perceraian dengan istri-istri mudanya. Seingat Mariana, saat me­ninggal ayahnya tidak hidup ber­ sama istri-istrinya melainkan semua istri telah dicerai. “Saat ayah meninggal, hanya ibu saya istri ayah,” ujarnya. Perceraian-perceraian yang dialami ayahnya sebenarnya lebih banyak karena ketidakcocokan mengingat istri-istri muda ayahnya usianya memang masih muda dibanding ayahnya yang makin menua. Ia ingat di masa remajanya. Ketika ayahnya hendak kawin anak-anaknya diminta hadir menyaksikan. “Kami berempat selalu hadir saat ayah ijab kabul,” katanya. Dengan polos mereka akan pulang kembali ke rumah setelah seluruh rangkaian acara perkawinan itu selesai. Naik delman yang kala itu belum ban­ yak dimiliki orang lain, mereka berempat biasanya sama-sama terdiam sepanjang perjalanan pulang. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. “Yang ada di kepala saya saat itu, begitu tiba di rumah pasti ibu sedang tidur di kamar dalam posisi telungkup,” ujarnya. Ia hafal benar bagaimana cara ibunya menanggung derita agar tidak terlihat dengan jelas oleh anak-anaknya. Dengan menekan dadanya di tempat tidur. Saat itu terjadi, Mariana sebagai anak sulunglah yang akan menghibur ibundanya. Ia akan memijat kaki dan bahunya sambil me­ngajaknya meng­ obrol. “Hebatnya ibu selalu bisa tersenyum,” kata Mariana yang sangat mengagumi kesabaran ibundanya. Hebatnya lagi, manakala ayahnya pulang ke rumah pertama kali setelah kawin lagi, biasanya hari keempat, ibu selalu menyambutnya dengan tersenyum. “Ibu menjadi repot menyiapkan makanan untuk ayah,” ujarnya. Menurutnya, mungkin sikap ibu itulah yang membuat ayah sangat mencintai ibunya. Peristiwa demi peristiwa itu telah menjadi catatan dalam perjalanan hidupnya. Ia menyimpan “catatan” itu untuk dikisahkan pada anak-anaknya. Dari kisah itulah, ia mengingatkan anak-anak dan menantunya untuk tidak meniru melainkan menjadikannya pelajaran. “Jangan sampai anak-anak saya merasakan hal itu,” katanya menutup obrolan.

“Saya sendiri tidak tahu

mengapa mampu bertahan dan dengan polos men­ dandani putri saya dan menyuruhnya hadir di per­ nikahan ayahnya”

Hadir tiap Ijab Kabul

-Naniek I. Taufan

7 saat ayahnya menikah berkali-kali, bukanlah hal yang menyenangkan bagi Mariana. Ia ingat betapa ha­ncurnya hati sang bunda tiap kali ayahnya kawin lagi. Ia kerap menyaksikan perempuan sabar itu, menangis di bawah bantal di atas tempat tidurnya pada hari di mana ayahnya melangsungkan perkawinan. “Itu berkali-kali saya saksikan ibu berderai air mata saat hari perkawinan ayah,” kata Mariana. Ia sendiri tidak habis pikir mengapa ibundanya kuat ber­ tahan dengan situasi itu. Ia yang kala itu masih berusia remaja,

hanya mendengar kalimat luar biasa dari sang bunda bahwa ia tidak akan pernah ber­ cerai dengan ayahnya. Sebagai istri pertama, ibundanya bertekad tidak akan bercerai apa pun yang terjadi. Kebetulan sekali ayahan­ danya juga telah berjanji untuk tidak pernah menceraikan ibun­ danya. Di tengah kebanggaannya akan tekad ayah dan ibundanya untuk saling mencintai satu sama lain sampai maut memisahkan, ia mengaku tidak mengerti mengapa ayahnya seringkali kawin lagi. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa perkawinan-perkawinan ayahnya itu demi mendapatkan anak laki-laki. “Saya tidak paham dengan hal ini. Saya melihat ayah dan ibu saya akur-akur saja meski saya tidak melihat sikap ibu setuju atau tidak dengan perkawinan ayah itu,” katanya. Ia menduga kemungkinan ayahnya meminta baik-baik pada ibunya tiap kali ­ingin kawin dan ibunya meng­ izinkan meski sakit hati yang tak terkira. -Naniek I. Taufan


Woman on Top

6

30 JUNI - 6 juli 2014

Seni Hadapi Konflik Menjadi camat bagi seorang perempuan, memiliki banyak tan­ tangan. Apalagi, saat terjadi gesekan atau konflik. Sesuai fungsi dan tugas camat, mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ke­ tentraman dan ketertiban umum, perempuan dituntut memiliki kemampuan menyelesaikan perselisihan dengan damai. Itulah seni dalam mengayomi masyarakat,” ujar Camat Kuta Utara, Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, M.Si., saat ditemui Tokoh usai Lomba ­Utsawa Dharma Gita di Puspem Badung, Selasa (24/6).

H

ari tu, Bu Yuyun terlihat sangat anggun dengan memak a i k a i n kebaya hijau dan sanggul Bali. Namun, menurutnya, sehari-hari, ia lebih suka berambut pendek, karena lebih simpel. “Karena berbusana adat Bali, rambut saya disanggul. Rambut asli saya pendek dari dulu,” ujarnya sembari tersenyum. Perempuan murah senyum ini menuturkan, menikmati peran­nya sebagai camat. “Semua pekerjaan saya rasa sama, pasti ada tantangannya. Tergantung kita menyikapinya. Selama tiga tahun menjabat camat, saya rasakan malah banyak sukanya. Kesulitannya justru saya anggap tantangan untuk menyelesaikannya,” jawab Bu Yuyun, ketika ditanya suka-

duka selama menjadi camat. Kecamatan Kuta Utara me­ rupakan daerah pendukung pariwisata di wilayah Selatan. Kuta Utara merupakan poros strategis yang memiliki tiga kelurahan Ke­robokan Kaja, Kerobokan, Kerobokan Kelod, Dalung, Tibubeneng, dan Canggu. “Dengan banyaknya masyarakat pendatang atau urban, dan berkembangnya pariwisata, potensi ini tidak terlepas dari permasalahan. Keamanan benar-benar menajdi perhatian yang serius. Jangan sampai tempat strategis ini tak mampu mengatasi soal keamanan,” kata Yuyun dengan tegas. Ia tak menampik banyak tantangan dalam menjalankan tugasnya sebagai camat di wilayah Kuta Utara. “Pernah ada masalah, satu kafe di Batu Belig tanpa izin. Ke-

hadiran kafe ini sangat disambut baik desa adat karena akan banyak menyerap tenaga kerja setempat. Sementara, di wilayah tersebut tidak boleh dibangun kafe. Tugas sebagai camat, saya harus dapat menyambungkan program pemerintah dan menyerap aspirasi masyarakat. Ini memerlukan ketegasan dan komitmen. Posisi saya ada di tengah-tengah. Saat itu, suasana sangat panas, apalagi banyak preman ikut berjaga-jaga. Saya merasa sangat bersyukur sebagai perempuan. Dengan jiwa keibuan dan kelembutan, saya mencoba memediasi ber­ komunikasi dua arah, agar tidak terjadi benturan. Satpol PP saya minta mundur dulu. Saya coba hadapi situasi panas dengan sifat kewanitaan. Saya ajak investor berkomunikasi dan saya jelaskan

Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, M.Si.

sesuai aturan, di tempat itu tidak boleh membangun vila. Walaupun saya sudah melihat, masyarakat sekitar sudah angkat senjata, tapi saya mencoba berpikir positif. Dengan keyakinan dan kelembut­ an, saya yakin, kekerasan tidak harus dilawan dengan kekerasan. Syukurlah, akhirnya, masalah bisa diatasi tanpa kekerasan,” ungkap Alumnus APDN Mataram ini. TIDUR DI TROTOAR Dalam menjalankan pemerintahan di kantor pun, ia selalu menerapkan sistem humanis. “Saya harus tahu kapan saya

bersikap tegas dan kapan sifat kewanitaan yang dimunculkan. Dalam setiap masalah di kantor, saya coba kedepankan sifat seorang ibu, yang bisa menerima curhat, sikap mengayomi, tanpa harus ada jarak,” kata perempuan kelahiran 6 Juni 1967 ini. Dengan staf sebanyak 60 orang dan didominasi sebagian besar laki-laki, tak membuat Yuyun merasa risih. “Mungkin karena kebiasaan saya sejak kecil tomboi, jadi saya pribadi tak pernah merasa risih ketika harus berhadapan dengan laki-laki,” imbuh Yuyun sembari tertawa. Ia menuturkan, malah pernah tidur di trotoar jalan selama tiga hari bersama para prajurit, saat terjadi kerusuhan di Lapas Denpasar. Hal itu dilakukannya demi memantau keamanan di sekitar Lapas Denpasar, yang termasuk daerah wilayah Kuta Utara. Menurut Yuyun,tugas utama camat bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah, sehingga diperlukan suatu komitmen dan tanggungjawab. Langkah strategis yang dilakukan Yuyun, membangun sinergi dengan berbagai pihak, tokoh masyarakat maupun tokoh adat, dan aparat keamanan. –Wirati Astiti

Sudut Pandang

30 JUNI - 6 juli 2014

19

Pilih Sekolah Dekat Rumah Tahun Ajaran Baru sebentar lagi. Para orangtua sudah sibuk mencari sekolah untuk putra-putri mereka. Berbagai alasan menjadi pertimbangan, seperti lokasi sekolah, jarak antara rumah dan sekolah, para guru, termasuk biaya pendidikan.

“P

ertimbangan saya yang pertama lokasi dan jarak sekolah dari rumah. Karena anak saya mau masuk kelas 1 SD, masih kecil. Saya lebih praktis mengantarnya dengan kendaraan pribadi dibandingkan naik angkutan umum. Jarak dari rumah ke sekolah cuma lima menit,” ujar Agustin, seorang karyawati perusahaan swasta.

M e n u r u t n y a , s e l a i n p e r­ timbangan lokasi, kualitas sekolah juga menjadi perhatiannya. “Saya cenderung memilih sekolah swasta untuk SD karena guru-gurunya lebih komunikatif. Selain itu, saya dengar dari teman-teman, kalau SD Negeri, siswanya sering disuruh bersih-bersih di sekolah bawa sapu dan ember,” kata ibu dua anak ini. Ia menambahkan, sekolah

dasar yang menjadi targetnya, sekolah yang banyak memiliki pilihan ekstrakurikuler. “Dengan banyak pilihan ekstrakurikuler, anak saya dapat mengembangkan keterampilannya. Saya tertarik ada marching band di sekolah yang baru ini,” ucapnya. Ni Wayan Supertini lain lagi. Ia lebih memilih sekolah negeri untuk anaknya Krisna yang masuk SMP. “Lokasi jelas menjadi pertimbangan. Kebetulan rumah di Siulan jadi saya pilih SMP Negeri di Sanur. Kebetulan ada jalur transportasi umum Sarbagita, jadi lebih memudahkan. Paling pagi jadwal Sarbagita mulai pukul 06.00. Jadi anak saya bisa ke sekolah dengan tenang tanpa telat,” ujarnya. Anaknya yang sulung diarahkan memilih SMK. “Berhubung tidak ada SMK negeri yang terdekat, saya pilihkan SMK swasta. Alasan­ nya, selain setelah tamat lebih mudah mencarikan pekerjaan,

Sekolah Swasta jangan Tutup Duluan SMP Nasional Denpasar yang bernaung dibawah Perdiknas Denpasar di era teknologi canggih ini sudah memanfaatkan teknologi. Kepala Sekolah SMP Nasional, Drs. I Nyoman Sudana mengatakan sejak Desember tahun lalu ia sudah melancarkan informasi pe­nerimaan murid baru di sekolahnya melalui pesan singkat di ponsel. Hal yang sederhana ini, mendapat sambutan positif. Para orangtua calon siswa ternyata berdatangan ke sekolah untuk mengetahui lebih jelas persyaratannya sekaligus melihat langsung fasilitas yang dimiliki sekolah yang memiliki tagline “Sekolah Para Sahabat dan Keluarga” Marketer SMP Nasional yang terdiri dari kepala sekolah dan para guru bisa menerjemahkan tagline tersebut. “Sederhana dan sampai pada tujuan,” katanya sambil menekankan ini cukup efektif disamping menghemat anggaran. Media konvensional semacam menggelar spanduk dan papan reklame masih digunakan di lokasi terdekat namun kurang mengena pada sasaran begitu juga melalui internet. “Para orangtua calon siswa lebih banyak langsung datang ke sekolah mencari info sekaligus melihat sarana yanga ada, bahkan mereka juga bisa melihat proses belajar yang ada,” kata Sudana. Ia menambahkan fasilitas yang dimiliki sekolah lengkap, mulai dari laboratorium, ruang perpustakaaan dan yang lainnnya. Tersedia juga beragam beasiswa. Bagi siswa yang memiliki kakak kandung di kelas VIII dan IX diberikan diskon 50% untuk uang pembangunan. “Kami memang membuka pendaftaran hingga tanggal 12 Juli 2014. Namun, penerimaan siswa tidak

Nyoman Sudana

Ir. IGN Eddy Mulya

akan dilakukan berlebihan. Semua akan disesuaikan rasio kelas dan para pendidik yang ada,” tegas Sudana.

yang ingin melanjutkan sekolah di Denpasar, Eddy mengatakan ada kuota 5% untuk SMP dan 10% untuk SMA. “Tidak bisa dimungkiri, Denpasar merupakan barometer pendidikan di Bali. Karena itu banyak siswa dari luar Denpasar yang mendaftar. Kami member peluang sesuai kuota tersebut. Syarat pertama tentu nilai yang dimiliki siswa, apakah masuk dalam nilai yang diterima di seklah. Kalau syarat pertama ini tidak lolos, tentu kuota akan hangus dengan sendirinya. Tetapi, kalau syarat pertama sudah mencukupi, berikut­nya kuota yang menjadi patokan. Pengalaman dari tahuntahun sebelumnya, tidak semua kuota ini terpenuhi,” tegasnya. Satu hal yang diingatkan Kadisdikpora Denpasar untuk sekolah khususnya sekolah swasta agar jangan menutup pendaftaran lebih dulu. Hal ini member peluang bagi siswa yang tidak lolos di sekolah negeri untuk mendaftar di sekolah swasta. –Sri Ardhini/Ngurah Budi

KUOTA LUAR DAERAH Pemerintah terus melakukan evaluasi mengenai cara penerimaan siswa baru. Pendaftaran secara online merupakan pola yang dianggap pemerintah cukup adil. “Peserta didik tinggal mendaftar secara online. Pengaturan nilai yang bisa masuk sekolah yang diinginkan tergantung dari pemeringkatan nilai yang dilakukan secara otomatis,” papar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, M.Si. Eddy menegaskan peserta tinggal mengikuti petunjuk. Orangtua pun diharapkan tidak terlalu resah karena dengan sistem online, pemeringkatan nilai ini dilakukan sistem. Mengenai kuota untuk siswa yang berasal dari luar Denpasar

Supertini

Drs. IB Suyasaputra

tamatan SMK lebih banyak mendapatkan keterampilan yang dapat digunakan sebagai kecakapan hidup. Kalau nanti mau melanjutkan ke perguruan tinggi, bisa sembari kerja,” tandas Supertini. Ia juga menyarankan anaknya untuk memilih akutansi. “Jurusan akutansi saya pilihkan karena ilmu keuangan pasti berguna di semua perusahaan sehingga lebih banyak pilihan untuk mencari lapangan pekerjaan. Saya amati juga, dia tertarik di akutansi,” kata Supertini. Namun, ada hal yang disesalkan ibu tiga anak ini. “Masuk sekolah negeri walaupun tak bayar SPP, tapi ada saja bayaran yang harus disetor, seperti bayar komite, atau bayar yang lain. Orangtua yang menjadi beban. Terus apa bedanya dengan sekolah swasta yang bayar. Mestinya pemerintah lebih memberikan perhatian,” ucap Supertini. Dek In, seorang karyawati swasta juga menuturkan peng­ alamannya mengurus pendaftaran sekolah menengah untuk anak sulungnya. “Sekarang memang zaman teknologi, pendaftaran bisa online. Tetapi, tetap saja harus datang ke sekolah untuk melakukan verifikasi. Proses ini lebih lama daripada pendaftaran manual,” ujarnya. Ia juga khawatir, untuk urusan pendaftaran saja sudah ribet, bagaimana dengan urusan keuangan. Diakuinya pendaftaran online ini tidak dikenakan biaya, hanya perlu uang untuk ke warnet kalau di rumah tidak punya fasilitas internet atau biaya pulsa kalau di rumah pakai modem. “Mudah-mudahan saja proses seleksi benar-benar objektif dan transparan, jadi tidak ada yang main uang,” tegas ibu dua anak ini

lingkungan, pelayanan prima, dan berwawasan meta kecerdasan. Meta kecerdasan itu, dijelaskan Kepala Sekolah Drs. IB Suyasaputra, yakni intelektual emosional, sosial, dan spiritual. Kecerdasan diawali dengan meta spiritual, yang diaplikasikan dengan melakukan persembahyangan sebelum meng­ awali proses belajar-mengajar, sehingga disiplin warga sekolah baik guru maupun siswa betul-betul bisa dikondisikan. “Karena awal dari prestasi adalah disiplin,” tegasnya. Sekolah ini pun menetapkan mengawali jam belajar pukul 6.50 sejak tiga tahun lalu hingga sekarang. Pengayaan materi pembelajaran diambil setelah jam belajar formal usai. Jadi, sore hari hanya jam ­ekskul. “Kami selalu koordinasikan terkait pelayanan pada anak agar benar-benar efektif,” imbuhnya. Menurut Suyasaputra semua itu sesungguhnya peran dari anak. Anak sebagai subjek didik. Mereka yang akan menjadi corong bagaimana pelayanan sekolahnya. Secara tidak langsung pula, itu menjadi informasi ke masyarakat luas akan keberadaan dan kualitas sebuah sekolah. Dengan bangga ia menyebut ada tiga alumni SMAN 7 Denpasar dikarantina di Jakarta untuk rencana melanjutkan studi ke Jerman. Dari tiga itu, satu orang masuk empat besar di Indonesia. Belum lagi alumni lainnya yang berhasil menduduki jabatan penting dalam pemerintahan ataupun sukses dalam kariernya. Suyasaputra mengatakan calon peserta didik baru yang sudah melakukan sertifikasi di SMAN 7 sebanyak 760 orang. Padahal, daya tampung sekolah ini untuk jalur NEM hanya 240 orang. Sementara, untuk jalur prestasi disediakan 80 orang dan jalur miskin 20 orang. “Sesungguhnya SMAN 7 tidak ada promosi dalam merekrut siswa. Kami hanya berbuat dari visi dan moto itu. Selanjutnya, masyarakat yang membaca kondisi sekolah kami,” ujarnya. Tahun ini, SMAN 7 menduduki nilai rata-rata tertinggi kedua di Bali untuk UN dan nilai ratarata tertinggi untuk pemantapan provinsi. Tak hanya unggul dalam akademis, SMAN 7 Denpasar yang merupakan sekolah binaan Direktorat berbasiskan pendidikan IT, juga merupakan sekolah plus olahraga dan seni. –Wirati Astiti/

SISWA CORONG SEKOLAH Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2014 di sekolah menengah dilakukan lewat online. Calon peserta didik dihadapkan pada beberapa pilih­ an sekolah. Pihak sekolah pun memiliki kiat-kiat khusus untuk menarik calon peserta didik baru. SMAN 7 Denpasar misalnya, dari tahun ke tahun, pamor sekolah ini dibentuk melalui proses pembinaan sekolah yang tetap berpegang pada visi, sekolah unggul dalam akademis, peduli

Inten Indrawati


20

Nine

30 JUNI - 6 juli 2014

Lestarikan Kagape, Kuliner Khas Mbojo Bertahan dalam sebuah pertaruhan tradisi kuliner secara turuntemurun, di tengah gempuran kuliner-kuliner instan, tidak semua orang bisa melakukannya. Meski tidak menghasilkan keuntungan yang banyak, sebagian dari mereka yang bertahan itu tidak hanya berpikir keuntungan secara ekonomi melainkan lebih dari itu, pada persoalan indentitas dan ciri khas yang sudah melekat dalam diri mereka.

perlu dipelajari secara khusus Ikatan-ikatan jeroan ini lalu melainkan karena tiap waktu ia dimasak kembali ke dalam kuah melihat proses pembuatannya tersebut sambil memasukan goreini. Karena itu, dengan sendirinya ngan bumbu yang terbuat dari Aminah menjadi bagian dari usaha ketumbar, jahe, merica, bawang rumah tangga tersebut. putih, bawang merah, cabe merah Masih tetap lestarinya kagape dan cabe kecil serta jinten ditumarena itulah, para dengan bumbu yang asli, tidak buk menggunakan lesung batu dan pelestari kuliner lepas dari ketersediaan bahan tidak terlalu halus untuk mendakhas ini masih bisa baku berupa kikil dan jeroan patkan rasa yang lebih nikmat. bertahan hingga yang tiap hari dapat mereka per- Saat menggoreng bumbu, kunyit saat ini. Salah satunya adalah oleh dari penjagalan-penjagalan bubuk dimasukan secukupnya dan pelestari kuliner asal Bima berternak di sekitar rumah mereka. digoreng hingga berwarna kuning. nama Aminah. Ia menghabiskan Tiap subuh tiba, Amilebih dari separuh usianya untuk nah membeli jeroan dan berjualan kagape, kuliner khas kaki-kaki sapi yang diambil Bima yang terbuat dari jeroan urat-urat khusus pada dan kaki-kaki sapi. Dari pagi bagian kaki ke bawah yang hingga menjelang malam, ia selalu disebut papuku juga lidah sibuk dengan pekerjaannya ini. dan daging-daging pada Aminah, adalah satu dari tidak Bahan dan bumbu kagape yang masih asli di tangan Aminah bagian kepala sapi. Selain banyak perempuan yang mau bersusah-payah mempertahankan ibunya. Aminah menikmati benar dua desa ini juga telah berlangsung itu bahan kagape juga dikuliner khas ini agar bisa dinikmati seluruh aktivitas membeli bahan dari masa ke masa. Bumbu dan campur dengan kikil yang kekhasan cita rasanya oleh anak- baku tiap usai shalat subuh, me- cara pengolahan serta mema- disebut kopa kepala sapi masak dan berjualan kagape mulai saknya merupakan warisan leluhur yang utuh. Harganya lebih anak Bima masa kini. Adzan magrib berkumandang, siang hingga keluar berjualan usai para pembuatnya pada masa kini. murah dari daging. Kaki-kaki sapi tersebut Aminah (58) bergegas pulang. shalat asar dan pulang ke rumah Seperti telah melekat dalam keseharian Aminah yang masih terus diambil urat-uratnya seteDengan panci berukuran besar selalu menjelang magrib tiba. menjajakan kagape, membuat ku- lah itu tulang dibelah untuk yang dijunjung di kepalanya, ia SOTO KHAS MBOJO liner khas ini tidak dapat dilepaskan diambil sumsum sebagai mempercepat langkahnya untuk Terbuat dari berbagai macam dari dapur-dapur mereka. Kagape pelengkap dan pemanis segera tiba di rumahnya di Kampo Sigi, Desa Rato, Kecamatan Bolo, jeroan sapi atau kerbau serta kikil, merupakan salah satu usaha rumah kagape. Semua bahan ini, Bima. Hari itu, seperti juga hari- kagape menjadi salah satu kuliner tangga bagi para ibu di dua tem- selain sumsum, direbus hari sebelumnya, seluruh kagape khas masyarakat Mbojo yang yang pat tersebut. Dari pada diam tak hingga matang dan empuk yang dijualnya berkeliling desa masih diolah secara tradisional bekerja, mereka memilih untuk dengan garam. Setelah masuk dari satu gang ke gang dan memiliki ciri khas diikat-ikat tetap berjualan dan menularkan matang semua bahan diiris lainnya, laku tak tersisa. Kegiatan antara jeroan yang satu dengan keahlian yang dapat memberikan kecil-kecil sambil mengikat berjualan keliling seperti ini telah yang lainnya. Jika dilihat dari pemasukan sejumlah uang tiap hari jeroan satu sama lain dendilakoninya puluhan tahun melan- tampilannya dengan kuah yang untuk kebutuhan rumah tangga ini, gan tali. Dari ikatan-ikatan inilah Aminah bisa langsung jutkan kebiasaan dari nenek dan kuning segar, kagape merupakan kepada anak-anak mereka. masakan yang dikenal Meskipun keuntungan dari dapat menghitung berapa secara umum yakni berjualan kagape tidak seberapa, hasil dagangannya hari itu. soto. Namun rasanya Aminah mengaku, tidak masalah Selain itu juga memudahsangat berbeda den- karena semua berangkat dari kan hasil penjualan dan Bumbu kagape masih ditumbuk secara tradisional gan soto pada um- kebiasaan. Ada yang kurang dari agar pelanggan tetap memumnya karena bumbu kesehariannya jika sesekali ia absen peroleh jumlah yang sama tiap kali Bersama bumbu ini bahan baku yang dipakai bukanlah berjualan karena ada kendala yang membeli kagape dengan harga kagape direbus hingga mendidih bumbu lengkap me- benar-benar membuatnya tidak yang sama. Satu ikatan dijual den- dan api dimatikan. lainkan bumbu-bum- dapat berjualan kagape. Hal ini gan harga Rp 5.000. Aminah sangat Karena memasak kagape kebu sederhana yang bisa dimaklumi karena sejak kecil, menjaga kepentingan pelanggan- banyakan dilakukan pagi hari, biditumbuk setengah remaja, dewasa dan memasuki nya untuk mendapatkan kagape asanya menjelang berangkat berhalus ala “Chef Mbo- usia tua, keluarganya secara estafet sejumlah uang yang dibayarkannya jualan usai Salat Asar, barulah kajo” yang diracik secara menurunkan keahlian yang tidak untuk membeli. gape dipanaskan sekali lagi hingga tradisional. Kagape mendidih untuk menjaga kesegamerupakan soto khas ran rasanya. Para penjual kagape masyarakat Mbojo. masih tetap mempertahankan Kagape masih damemasak kagape menggunakan pat dijumpai dengan kayu bakar. Menurut mereka yang mudah di dua desa pernah mencobanya agar praktis, sentra penjangalan termemasak kagape menggunakan nak di Kecamatan Bolo, kompor menyebabkan urat-urat yakni di Kampo Sigi dan yang dimasak tidak bisa empuk. Dorowila Desa Rato. Karena itulah sebagai salah seKuliner khas ini setiap orang pelestari kagape, Aminah hari selalu dibuat dan tetap memakai kayu bakar hingga dijajakan oleh mersaat ini. Kagape soto khas Mbojo eka yang memang seterbuat dari bahan-bahan dan cara turun-temurun bumbu alami tanpa bahan penmenggeluti keahlian gawet yang merupakan salah satu Tiap hari Aminah selalu menghabiskan waktunya dan usaha ini. Aktivitas keistimewaan masakan-masakan untuk mengurus pembuatan kagape untuk dijual Kagape Bima masih dijual di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bima pada sore harinya pembuatan kagape di tradisional. -Naniek I. Taufan

K

Inspirasi

30 JUNI - 6 juli 2014

5

Tak Sengaja Jadi Pekerja Sosial Ade Irma

Menjadi pekerja sosial bukanlah hal yang mudah. Diperlukan banyak pengorbanan, kesabaran ekstra dalam menjalankan pekerjaan mulia itu. Apalagi menjadi pekerja sosial yang mengurusi orang-orang cacat seperti yang dilakukan Ade Irma. Yang namanya dicaci-maki bahkan diusir oleh pihak keluarga yang ingin dibantunya, bukan hal yang asing lagi bagi Irma yang telah 13 tahun berkecimpung sebagai relawan di Dinas Sosial Jakarta Pusat.

N

amun perlakuanperlakuan yang tak menyenangkan itu tidak membuatnya berkecil hati. Rasa kasih dan kesabaran yang tinggi adalah kuncinya. Tanpa dua hal itu, mungkin Ade sudah ‘lari terbirit-birit’ begitu si pemilik rumah memaki atau mengusirnya. Atau lebih ‘ekstrem’ lagi, ia ‘kabur’ meninggalkan pekerjaannya sebagai relawan. Namun hal itu tidak dilakukannya. Ia justru semakin mantap, hasratnya membantu sesama tidak mengendur. “Wah kalau yang namanya pengalaman tidak mengenakkan terkait dengan tugas saya ini, banyak sekali. Karena saya bertemu dengan banyak orang dengan beragam karakter. Yang namanya dimaki, diusir, bahkan ditutupi pintu rumah sudah pernah saya alami, padahal saya datang untuk membantu mereka,” ungkap Ade Irma yang ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tugas Irma sebenarnya adalah mendata keberadaan orangorang cacat di wilayahnya sekaligus memberi bantuan pada yang tidak mampu. Jika penyandang difabel itu mengalami kecacatan yang permanen dan tidak dapat mandiri maka bantuan yang diberikan adalah tunjangan bulanan yang besarnya Rp 200-300 ribu. Sedang bagi mereka yang cacat namun masih bisa mandiri maka akan diberi bantuan belajar ketrampilan dan modal untuk berusaha. “Pendataan ini untuk keseluruhan penyandang cacat tapi bantuan keuangan hanya untuk mereka dari kalangan tak mampu,” tambahnya. Namun ucapnya, pekerjaannya tidak selalu berjalan mulus.

Ade Irma dan kerajinan karya para ibu binaannya di wilayah Dinas Sosial Jakarta Pusat

Pasalnya, dia datang bukan sekadar mendata jumlah tapi juga harus membuat profil yang bersangkutan (penyandang difabel) . Ini berarti ia harus mewawancarai keluarganya, bertanya ini dan itu. “Di sinilah masalahnya. Pihak keluarga atau orangtuanya kadang tidak suka bahkan marah. Jika kondisinya seperti itu, saya berusaha menenangkan mereka, memberikan penjelasan sebaikbaiknya agar mereka tidak salah paham dengan maksud saya,” tambahnya. Dari berbagai pengalaman tersebut, akhirnya Ade tahu apa penyebab pihak keluarga marah padanya. Ternyata mereka malu dan tidak ingin masalah keluarganya diketahui pihak luar. “Suatu ketika saya datang ke sebuah rumah untuk melakukan pendataan. Saya mendapat informasi di rumah tersebut tinggal anak penyandang difabel. Usia anak itu empat tahun tidak bisa ngapa-ngapain karena kak-

“Kebetulan ketika semasa hidup, suami saya aktif sebagai Ketua RW dan saya kerap ­terlibat dalam kegiatan PKK sehingga ­cukup paham dengan adanya bantuan dana ­pemberdayaan masyarakat dari Dinas Sosial. Jadi saya ajukan proposal untuk bantuan dana usaha untuk para ibu itu”

inya terlipat. Awalnya ibunya tak mau menerima saya. Tapi saya berusaha menjelaskan, sampai akhirnya ibu itu menangis. Dia bilang dia malu dengan kondisi anaknya dan tidak ingin masalah tersebut diketahui banyak orang. Lalu saya beri penjelasan panjang lebar, termasuk agar menerima dengan ikhlas keadaan anaknya. Saya bilang, ibu jangan malu, karena kondisi ini adalah pemberian Tuhan,” tutur Ade yang tak jarang menitikkan air mata melihat kondisi memprihatinkan anak-anak penyandang difabel di daerahnya.

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Menjadi pekerja sosial untuk penyandang difabel, tutur Ade, bisa dibilang secara tidak sengaja. Sebelumnya, ia hanyalah aktivis pemberdayaan perempuan di lingkungan tempat tinggalnya di bilangan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Kegiatan itupun dilakukan, pada awalnya, hanya karena ingin mengisi waktu luang. “Suami saya sudah meninggal, anak-anak semua sudah bekerja, mereka memiliki kegiatan masing-masing. Saya sendiri di rumah, banyak waktu kosong,” lanjutnya. Ade dan beberapa temantemannya mengumpulkan para ibu di lingkungannya yang masih memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan kreatifproduktif. Para ibu ini dikumpulkan, lalu dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan minat. Misalnya, yang gemar memasak dan kerajinan. Kepada para ibu yang gemar memasak dan ingin berbisnis makanan, diberi peluang dalam permodalan. Sedang yang gemar kerajinan, khususnya kerajinan daur ulang, mendapat kursus gratis belajar ketrampilan. Produk yang dihasilkan para ibu ini juga dibantu dalam pemasarannya. “Kebetulan ketika semasa hidup, suami saya aktif sebagai Ketua RW dan saya kerap terlibat dalam kegiatan PKK sehingga cukup paham dengan adanya bantuan dana pemberdayaan masyarakat dari Dinas Sosial. Jadi saya ajukan proposal untuk bantuan dana usaha untuk para

ibu itu,” ungkapnya. Suatu yang sangat disyukurinya, banyak dari para ibu yang dibinanya itu, pada akhirnya berhasil membangun usaha sendiri meskipun dalam skala kecil. “Dengan begitu perempuan bukan hanya dapat menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga tapi juga membantu perekonomian keluarga. Apalagi pekerjaan sampingan itu, bisa dilakukan di rumah. Itu artinya, dia tetap bisa memperhatikan keluarganya, mengawasi anak-anaknya, sembari bekerja,” jelas Ade. Lalu Ade menunjukkan sejumlah produk kerajinan daur ulang karya ibu-ibu binaannya yang laris manis saat berpameran di Jakarta Fair Kemayoran. “Mereka membuat di rumah masingmasing, bahan-bahannya saya yang berikan. Setelah kerajinan itu jadi, saya yang memasarkannya dari satu basar ke basar yang lain,” tambahnya. Lalu, atas kerja keras Ade, berapa banyak imbalan yang diterimanya? Menurut ibu tiga anak ini, tidak banyak dan itupun didapat jika ada sebuah proyek yang harus dikerjakan. Namun, katanya lagi, bukan uang yang dicarinya dalam melakukan pekerjaan sosial, melainkan kepuasan batin karena usahanya mendatangkan manfaat bagi orang lain. “Kalau bicara materi, saya rasa cukup, karena semua anak saya sudah bekerja dan mereka membantu saya secara finansial. Jadi saya aktif di bidang ini niatnya agar diri dan kemampuan saya bermanfaat untuk orang lain,” tandasnya. -Diana Runtu

Aneka kerajian mote karya para ibu binaan Ade Irma


Inspirasi

4

30 JUNI - 6 juli 2014

Tiga Inovasi

dr. Made Ayu Witriasih

“S

aya bangga be­ kerja di puskesmas karena sebagai garda terdepan dalam memberi pelayanan masyarakat. Kami dituntut bekerja profesional, pintar, dan berwawasan luas. Usia puskesmas sudah lima tahun, kami ingin menjadi balita super aktif,” ujar perempuan yang akrab disapa dr. Ayu, usai Musda PKBI di Denpasar, Kamis (26/6). Mendapatkan predikat puskesmas terbaik Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Regional Jawa-Bali, ia menjalankan tiga inovatif. Pertama, program IUD pascaoperasi. “Kebetulan puskesmas Densel IV memiliki rawat inap, kami sekaligus menjalankan program IUD pascaoperasi. Sebelumnya, pasien diberi konseling dengan persetujuan. Konseling dilakukan mulai dari hamil agar dia bisa memilih dan menentukan sendiri kapan dia hamil lagi. Perempuan juga punya hak reproduksi. Pasang KB tidak harus izin suami,” ujar dokter keluarga Konsulat Belgia, Kejaksaan, dan para pemangku di wilayah KutaSeminyak ini. Menurutnya, dengan ber-KB pasca melahirkan dapat menekan kehamilan tak diinginkan, menekan bahaya persalinan seperti keguguran dan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Sehingga mereka dapat meren­ canakan keluarga dan kapan

Kunjungan Sekjen PBB Ban Ki-moon ke Puskesmas Densel IV

kesehatan. Dalam kuisioner ditanya apakah masyarakat sudah biasa menimbang balita, apakah sudah ke posyandu, dll. Hasil survei ini diumumkan ke masyarakat. Setelah itu, masyarakat yang menentukan program kesehatan apa yang diutamakan sehingga sesuai de­ ngan aspirasi masyarakat. Dalam waktu lima tahun, Puskesmas Densel IV juga me­ lakukan berbagai inovasi se­ hingga menjadi yang terlengkap di Kota Denpasar. Mulai dari klinik sanitasi lingkungan, klinik gizi medik, klinik laktasi, klinik remaja, klinik KB, dan lansia. Bagi warga Kota Denpasar yang ber-KTP Denpasar, mereka saat melahirkan langsung mendapat-

Kunjungan Menpan ke Puskesmas Densel IV

puskesmas jika membutuhkan pelayanan kesehatan. “Ada seruan dan promosi lewat backdrop dari tokoh masyarakat di daerah Pedungan,” kata dr. Ayu, sebagai promosi menarik minat masyarakat berobat ke puskesmas. Ra t a - r a t a k u n j u n g a n k e Puskesmas Densel IV 265 orang per hari. Berbagai promosi juga dilakukan lewat kearifan lokal yakni dalam pementasan bondres diselipkan promosi-promosi kesehatan. Ia juga melakukan survei mawas diri yakni menyebarkan kuisioner ke masyarakat tentang

21

Suasana khas yang menjadi tradisi masyarakat Bima dalam menyambut bulan Ramadan, masih tampak di beberapa daerah di Kabupaten Bima. Salah satunya di Desa Rato, Kecamatan Bolo yang hingga kini masyarakatnya masih banyak yang melakukan tradisi Doa Wura Bola. Sekitar dua minggu sebelum Ramadan tiba, masyarakat di sana secara bergantian melakukan doa ini.

Prestasi teranyar diraih Puskesmas Denpasar Selatan (Densel) IV sebagai Puskesmas terbaik Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Regional Jawa-Bali. Prestasi ini tentu tidak lepas dari ­kepiawaian dr. Made Ayu Witriasih sebagai Kepala Puskesmas ­Densel IV. Apa gebrakan inovasi yang dilakukan? Indonesian Education Partnership, melakukan studi banding melihat secara keseluruhan pelayanan Puskesmas Densel IV. Sekolah perawat Swedia, tiap enam bulan melakukan PKL bekerja sama dengan mahasiswa keperawatan Unud. Dengan moto CINTA: cepat, inovatif, nyaman, dan transparan, Puskesmas Densel IV melayani 24 jam. Dalam menjalankan fungsi puskesmas, dr. Ayu mengimplementasikan dengan melakukan advokasi kepada tokoh masyarakat dalam segala ke­ giatan baik resmi maupun tidak resmi. “Para tokoh masyarakat ini juga harus menjadi pionir pelayanan kesehatan di wilayah mereka. Tugas memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat tugas kita bersama,” kata relawan PKBI ini. Salah satu usaha yang telah berhasil dilakukan, lurah Pe­d ung­a n juga ikut mempromosikan kesehatan dan meng­ ajak warganya untuk datang ke

Mandalika

Pendatang pun Terlibat Barantat

d r. Ay u Wi t r i a s i h

punya anak. Inovasi yang ke­ dua, deteksi dini kanker serviks. Cara yang dilakukan dengan meneteskan cairan IVA ke liang vagina kemudian akan diketahui secara cepat apakah dia sehat atau diduga terkena infeksi. “Bagi yang bermasalah, akan diberikan terapi cryo. Kemudian dievaluasi, kalau sudah membaik, KB bisa pasang,” kata dr. Ayu. Inovasi ketiga, keterpaduan klinik KB dengan pemberdayaan masyara­ kat melalui seka ­teruna-teruni (STT) di wilayah Pedung­ an. “Di Puskesmas Densel IV terdapat klinik khusus untuk remaja. Alasan klinik ini dibuka, berdasarkan penelitian saya, dari tahun 2011 sampai 2012 terjadi peningkatan kehamilan tak diinginkan (KTD) pada remaja. Dengan alasan tersebut, klinik remaja dibuka. Penggarapannya, menyasar remaja yang sudah KTD dan remaja yang belum terjamah seksual. Kami sudah punya kelompok sebaya di 14 banjar di Pedungan,” ujar Penasihat Tiara Kusuma Pemprov. Bali. Perempuan usia 52 tahun ini menambahkan, klinik remaja Densel IV tidak saja melayani masyarakat seputar Pedungan, bagi remaja Kota Denpasar yang memiliki masalah bisa datang juga ke klinik ini. “Konseling akan dilakukan konselor yang sudah mendapatkan pelatihan dan terampil di bidangnya,” kata Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Bali ini. Dengan meningkatnya pres­ tasi Puskesmas Densel IV, ba­ nyak universitas atau instansi melakukan studi banding. Saat ini Puskesmas Densel IV sudah mendapatkan ISO 9001-2008. Kontigen Vietnam melakukan kunjungan untuk melihat pusat pelayanan dasar yang mampu melayani KB. Ada juga, Women Kobe University Jepang sudah tiga kali mengirim mahasiswanya bel­ ajar tentang penanganan gizi di tingkat pelayanan dasar. G ­ erman

30 JUNI - 6 juli 2014

kan akta kelahiran bayi mereka secara gratis. Sejak tiga bulan lalu, sudah dibuka klinik VCT untuk screening HIV/AIDS. Sudah ditemukan 6 positif HIV/ AIDS. Dokter Ayu mengakui, keberhasilan yang telah dilakukan Puskesmas Densel IV, bukan hanya prestasinya semata, namun, kerja sama tim termasuk lintas sektoral juga sangat berperan. Sebagai PNS, ia memang bekerja 8 jam, tapi dalam mengelola puskesmas, ia sudah memiliki kiat agar puskesmas tetap terpantau siaga 24 jam. “Masing-masing program sudah ada dokter koordinator,

se­h ingga kalau ada apa-apa, mereka yang bertanggungjawab. Saya bisa memanggil mereka kapan saja. Saya juga tidak ada batasan. Semua staf harus terbiasa masuk ruang pimpinan. Tidak boleh takut masuk ruang pimpinan. Ketika mereka punya masalah baik kantor maupun pribadi, mereka bisa curhat ke saya,” ujar dosen di Stikes Bali, PSIK dan IKM Unud, dan FK Universitas Warwadewa ini tentang kiatnya membuat tim yang solid. Ada hal rutin yang dilakukan dr. Ayu, tiap pagi. Ketika sampai di puskesmas, ia berkeliling melihat pelayanan sekitar 1-2 jam. Ia mengecek apakah sistem pelayanan sudah berjalan dengan baik. Termasuk mengecek staf yang tidak masuk, kekosongan di poliklinik dan kebersihan. Setelah itu, ia baru masuk ke ruangannya. Satu kiat yang ia lakukan untuk memantau kepuasan pasien adalah meletakkan kotak saran di pintu masuk. Satu call center juga disiapkan untuk pengaduan yang langsung diterima di ponsel dr. Ayu. Dalam mengelola manajemen, ia melibatkan semua staf termasuk petugas jaga malam, tukang kebun, bagian adminis­ trasi. Mereka semua dilatih memberikan bantuan hidup dasar emergency. “Tujuannya, agar mereka siap membantu tim gerak cepat jika dalam keadaan darurat, bukan menjadi penonton saja,” tuturnya. Setelah menjalankan paket kesehatan reproduksi komprehensif mulai dari kesehatan ibu dan anak, KB, reproduksi remaja, IMS, HIV/AIDS, kespro lansia, Puskesmas Densel IV kini ditunjuk menjalankan program tata laksana kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sesuai moto dr. Ayu, tidak mau setengah-setengah, ia menuturkan selalu menikmati perannya dalam berkarier. “Saya enjoy saja dan menikmati ke­ sibukan dengan happy,” tuturnya sembari tertawa. –Wirati Astiti

D

oa Wura Bola artinya doa atau selamatan menyambut bulan baru Ramadan. Tradisi ini hingga saat ini masih hidup dalam masyarakat Bima meski tidak seramai dulu. Biasanya, mulai dari seminggu hingga dua hari menjelang puasa, dalam satu kampung setiap malam warga bergantian menyelenggarakan hajatan menyambut bulan Ramadan ini. Gang-gang selalu ramai oleh bapak-bapak yang bergantian mendatangi tempat hajatan. Bahkan dalam satu malam, hajatan Doa Wura Bola ini diselenggarakan oleh beberapa warga, sehingga jangko dalam bahasa Bima yang artinya oleholeh dari hajatan tersebut menjadi lebih banyak dibawa pulang oleh para bapak. Kartini (40) mengaku, di saat masih kecil, ia selalu menantikan hari-hari menjelang datangnya bulan puasa tersebut. Karena di malam-malam itulah, ia akan mendapatkan oleh-oleh berupa jangko dengan satu makanan khasnya yakni, oha mina. Oha mina memang menjadi ciri khas Doa Wura Bola ini. Selain itu, jangko juga berupa penganan dan kue-kue kering seperti pangaha bunga (jajan berbentuk bunga terbuat dari ketan). Oha mina adalah menu utama dalam Doa Wura Bola. Terbuat dari ketan seperti nasi Rasul di Lombok. Hanya saja jika nasi Rasul berwarna kuning, sedangkan oha mina berwarna putih ketan biasa. Kesibukan menyiapkan acara ini akan silih berganti tampak di dapur-dapur warga. Di masa

dahulu, secara bergiliran tenaga ibu-ibu rumah tangga diperlukan untuk membantu tetangga lainnya menyiapkan keperluan doa, khususnya konsumsi. Namun sekarang, hal itu berbeda dengan fasilitas memasak yang sudah lebih baik, bisa memasak lebih mudah dan cepat, hal tersebut tidak lagi dilakukan secara beramai-ramai. Mengingat pula dalam melakukan Doa Wura Bola, yang diundang hanyalah tetangga terdekat, sekitar 10-20 orang saja, maka para ibu bisa menyiapkannya sendiri. “Paling-paling dibantu satu dua tetangga saja,” ungkap Rahayu, salah seorang penyelenggara Doa Wura Bola. Lagipula dalam Doa Wura Bola, makanan usai berdoa yang disajikan bukanlah makanan yang beragam dalam jumlah yang banyak seperti pada hajatan-hajatan khusus atau resepsi, melainkan menu sederhana, bahkan bisa sama seperti yang dimakan pemilik rumah. Hanya saja dimasak sedikit lebih banyak dari biasanya untuk porsi 10-20 orang saja. Simpel dan sederhana namun penuh makna. BARANTAT DI SUMBAWA Selain masyarakat Bima yang memiliki tradisi ini, masyarakat Sumbawa juga mempunyai tradisi dalam menyambut bulan Ramadan, yakni Barantat. Bagi masyarakat di Sumbawa, kegembiraan menyambut bulan Ramadan selayaknya dirasakan oleh semua umat muslim. Baik bagi mereka yang mampu maupun tidak mampu. Hal inilah yang

Doa wura bola, sederhana namun penuh makna

Barantat, tradisi saling mengantar sesuatu kepada keluarga yang lebih tua atau pun tetangga. (Foto momen parade budaya di Nusa Tenggara Barat)

membuat masyarakat Sumbawa masih mempertahankan tradisi Barantat dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi Barantat yakni tradisi saling mengantar sesuatu kepada keluarga yang lebih tua atau pun tetangga. “Meski tidak lagi seramai dulu, tradisi ini masih hidup di tengah masyarakat Sumbawa terutama bagi yang masih tinggal di pedesaan,” kata Mustakim Biawan, Budayawan Sumbawa. Tradisi Barantat sangat mencerminkan ciri khas kehidupan pedesaan. Dalam tradisi Barantat ini, mereka yang berusia lebih muda seperti anak atau keponakan atau cucu akan mengantar bahanbahan makanan pokok juga uang. Antaran ini dimaksudkan sebagai persiapan bahan makanan pokok bagi para orangtua. “Sebagai penghormatan sekaligus pengabdian dari mereka yang muda kepada keluarga yang lebih tua, sekaligus memastikan para orangtua tidak kekurangan terutama bahan makanan pokok dalam bulan Ramadan,” kata Mustakim. Selain keluarga yang lebih tua, tradisi Barantat juga berlaku kepada para tetangga yang tua. Maka kesan barter pun sangat terasa dalam tradisi Barantat ini. Tradisi ini dilakukan pada waktu yang paling baik yakni satu hingga dua hari menjelang bulan Ramadan. “Karenanya, hawa Ramadan mulai terasa dalam masyarakat Sumbawa yang masih melaksanakan tradisi ini sejak satu hingga dua hari sebelum puasa tiba. Kampung menjadi terasa lebih hangat karena ramainya warga yang saling mengantar sesuatu,” ujarnya. Intinya, dalam tradisi Barantat yang mengedepankan nilai gotong royong ini, masyarakat Sumbawa tidak ingin melihat keluarganya tidak siap atau pun kekurangan dalam menghadapi ibadah di

Jangko khas, berupa oha mina dan kue-kue

bulan suci tersebut. Selain mengantarkan sesuatu yang berharga untuk persiapan puasa saat Barantat, tradisi Sumbawa ini juga membuka peluang silaturrahmi antarwarga atau masingmasing keluarga saling memastikan dalam keadaan baik-baik saja agar maksimal ibadahnya selama bulan Ramadan. Karena itulah, Barantat dilakukan langsung oleh yang berkepentingan tanpa dititip, karena bukan hanya materi saja yang ingin dipastikan tercukupi tetapi kesiapan lahir batin menghadapi puasa dalam keadaan sehat. Sebelumnya, dalam tradisi Barantat dua hingga satu hari sebelum puasa tiba, akan terlihat masyarakat berbondong-bondong menjunjung baki di kepalanya. Baki berisi bahan makanan. Namun, seiring perkembangan zaman, saat ini tidak lagi banyak yang menggunakan baki sebagai wadah hantaran, melainkan menggunakan tas kresek plastik atau lainnya. Menurut Mustakim, bahkan bahan makanan pokok pun kini lebih banyak tergantikan dengan uang karena dianggap praktis. Zaman memang tidak bisa dihentikan, ia melaju mengikuti perkembangannya yang melesat bersama kemajuan peradaban ma-

nusia. Modernisasi, kata Mustakim, bisa saja menyusutkan tradisi Barantat dalam konteks materialistiknya tapi tidak menghapusnya. Karena sukar menghapus nilai kebaikan dalam jiwa manusia. Meski demikian, katanya, tak bisa diharamkan jika manusia kini memilih hal-hal yang praktis tapi tidak mengikis roh basiru (gotong royong) dari tradisi Barantat tersebut. Uniknya, kelebihan dari tradisi Barantat ini adalah bahwa bukan hanya orang Sumbawa saja yang saling mengantar melainkan juga bisa pada pendatang yang tinggal di kampung tersebut. Menurutnya, pendatang bagi orang Sumbawa yang dikenal terbuka, adalah juga dianggap sebagai keluarga. Maka tidak heran, ketika tradisi ini masih hidup dengan baik di tengah masyarakat Sumbawa, pendatang pun akan ikut menjadi bagian dari tradisi ini. Sebait lawas yang lebih kurang artinya, disampaikan Mustakim, “biar pun ia orang lain asal bisa menyenangkan kita, maka kita anggap sebagai keluarga”. Ini menggambarkan, bahwa betapa terbuka dan bersahabatnya orang Sumbawa terhadap pendatang. Karena itulah, dalam tradisi Barantat pendatang pun menjadi bagian di dalamnya. -Naniek I. Taufan


Metropolitan

22

30 JUNI - 6 juli 2014

30 JUNI - 6 Juli 2014

Sosialita

3

Kompyang Pariadnyani

Kepulauan Seribu

“Mutiara” Ujung Jakarta Mungkin belum banyak orang yang ngeh kalau Jakarta juga memiliki pulau. Bahkan tak tanggung-tanggung, jumlah pulaunya mencapai ratusan pulau. Saking banyaknya pulau-pulau ter­ sebut maka gugusan pulau-pulau itu pun diberi nama Kepulauan Seribu. Sebenarnya jumlah total pulau-pulau tersebut sekitar 342 buah, itu sudah termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang yang bervegetasi maupun tidak.

T

api, yang masuk daerah administratif Jakarta hanyalah 110 pulau, itu pun hanya 11 pulau yang dihuni oleh masyarakat yang jumlahnya sekitar 20.000 jiwa. Mereka tinggal menyebar antara lain di Pulau Pramuka yang menjadi ibukota dari Kecamatan Kepulauan Seribu, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dll. Sedang pulau yang dikelola se­bagai objek wisata jumlahnya sekitar 40-an namun hanya 20-an yang masuk kategori lengkap. Sementara selebihnya adalah pulau-pulau yang tak berpenghuni. Kepulauan Seribu sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa bagi dunia pariwisata Indonesia, khususnya Jakarta. Namun sayangnya, potensi ini masih kurang ter­garap maksimal sehingga keberadaan Kepulauan Seribu dan keindahannya pun masih kurang gaungnya. Padahal Kepulauan Seribu mempunyai Taman Nasional Laut yang luar biasa indah yang tak kalah dengan Taman Laut lainnya di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah kunjungan wisatawan dari 2010-2013 awal, 1.498.470 orang, 15.521 orang di antaranya dari mancanegara. Masih minimnya jumlah kunjungan wisatawan ini tentunya membuat pemerintah setempat serta mereka yang terlibat dalam pengembangan pariwisata Kepulauan Seribu bekerja keras untuk mendongkrak angka kunjungan.

Hasilnya cukup menakjubkan, tahun 2013 lalu jumlah kunjungan wisatawan meningkat sangat signifi­ kan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai lebih dari 100% dibanding tahun 2012 lalu. Kalau tahun 2012 jumlah kunjungan hanya 659.659 orang maka 2013 jumlahnya mencapai lebih dari 1 juta orang. Ini berarti melampaui dari target yang ditetapkan yakni 1 juta kunjungan. Meskipun agak ‘telat’ namun perkembangan wisata bahari di ujung Utara Jakarta ini, makin menjanjikan. Kini wisatawan daerah yang datang ke Jakarta yang ingin menikmati wisata pantai, tidak lagi hanya disodorkan pantai Ancol tapi juga ditawarkan keindahan Taman Laut dan pulau-pulaunya. Apalagi jika berbicara jarak, letak pulau-pulau itu tidak terlalu jauh dari Jakarta. FAVORIT PRESIDEN SUKARNO Yang terdekat adalah Pulau Ayer yang dapat dicapai hanya dalam tempo 30 menit dari Pantai Marina, Ancol. Pulau ini boleh dibilang sebagai salah satu pulau unggulan wisata Kepulauan Seribu. Saking indahnya, Pulau Ayer yang memiliki luas 10 hektare ini, dijuluki sebagai ‘Mutiara Kepulauan’. Konon, pulau ini merupakan salah satu tempat berlibur favorit Presiden Sukarno. Presiden pertama Indonesia ini juga pernah mengajak sahabatnya Presiden Tito (Yugoslavia) dan mantan Sekretarias Jenderal PBB U Nu,

berkunjung ke pulau ini. Selain Pulau Ayer masih banyak lagi pulau-pulau lain yang tak kalah menariknya. Sebut saja Pulau Bidadari, Pulau Tidung, Pulau Ondrust, dll. Hanya saja letaknya memang tidak sedekat Pulau Ayer. Untuk mencapai pulau-pulau lain dibutuhkan waktu rata-rata sekitar 1 jaman. Tentu saja tergantung dari kapal apa yang digunakan. Jika menggunakan kapal tradisional milik nelayan, maka waktu tempuh bisa lebih lama lagi. Tapi tentu saja dengan ongkos jauh lebih murah. Tahun 1980-an dan 1990-an, Kepulauan Seribu sebagai tempat wisata alternatif di Jakarta sudah

memperlihatkan geliatnya. Banyak masyarakat Jakarta berkunjung ke sana untuk refreshing, melupakan kepenatan dan kejenuhan tinggal di kota yang sibuk. Keindahan pantai dan laut yang kaya biodata laut ini, dirasakan mampu membuang segala stres akibat rutinitas harian. Penginapan dan restauran bahkan tenda-tenda juga disewakan. Jadi jika pengunjung ingin menikmati kehidupan alam terbuka, bermalam di pantai, tak perlu khawatir karena ada tenda-tenda di pinggir pantai yang disediakan dengan harga terjangkau. Untuk makanan, jika Anda tidak ingin menikmati makanan di restoran

atau di rumah makan, bisa juga membawa perlengkapan masak sendiri berikut bahan makanan yang akan dimasak. Dari pagi, siang hingga sore hari, Anda dapat bermain-main di pantai, atau jika suka bisa berenang. Bagi yang menyukai diving dan snorkling, itu bukan hal yang sulit. Tak perlu bawa peralatan-peralatan ter­s­e­ but, tapi di sana disiapkan penyewaan perlengkapan snorkeling. Bagi mereka yang suka aktivitas laut, Kepulauan Seribu boleh dibilang adalah ‘surganya’. Pantai yang indah dengan pasir putih yang terhampar, ibarat menjadi tempat paling nyaman di dunia. –Diana Runtu

Pulau Onrust Pulau Adaptasi

Sisa-sisa benteng Belanda di Pulau Onrust

Jika Anda penggemar sejarah, Anda bisa mampir ke Pulau Onrust untuk menyaksikan ‘jejak’ Belanda di pulau itu. Ada banyak peninggalan dari masa kolonial Belanda, yang berupa bangunan atau pun hanya puing-puing. Misalnya saja bangunan bekas benteng tentara Belanda, rumah sakit, juga ada kompleks pemakamanan orang Belanda. Di pulau ini juga dimakamkan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, pemimpin dari gerakan DI/TII. Sekilas cerita tentang Pulau Onrust yang dulunya disebut Pulau Kapal lantaran banyaknya kapal Belanda bersandar di sana sebelum menuju Batavia (Jakarta). Tak heran karena dulunya pulau ini merupakan pelabuhan VOC sebelum pindah ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekaligus menjadi markas tentara Belanda. Di sinilah tempat bongkar muat logistik perang Belanda.

Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi a­ srama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di sekitar pulau ini, ada Pulau Bidadari, Pulau Cipir atau Pulau Kahyangan, dan Pulau Kelor yang dibangun untuk mendukung pulau ini. Di Pulau Bidadari yang dulunya memiliki dua nama Pulau Sakit dan Pulau Purmerend, pada zaman VOC, menjadi tempat karantina penderita lepra. Bangunan asrama haji juga pernah didirikan di sini namun berfungsi hanya sampai tahun 1933, setelah itu pulau yang sarat dengan jejak sejarah ini, dibiarkan kosong tak berpenghuni. Pada tahun 1970 barulah dibangun resort dan namanya diganti menjadi Pulau Bidadari untuk menarik wisatawan. –Diana Runtu

Sempurna dengan Sulaman Tampil cantik dan menawan merupakan ­idaman tiap perempuan. Penampilan yang prima ­m enunjang kepercayaan diri. Apalagi wajah ­m enjadi sangat penting, karena wajah merupakan cerminan kepribadian seseorang.

P

erkembangan teknologi kecantik­ an belakangan ini sangat memanjakan perempuan yang peduli de­ ngan penampilan. Saat ini, teknik yang banyak menjadi incaran para perempuan adalah sulam alis, sulam bibir dan sulam eyeliner. Ini membuat Ir. Kompyang Pariadnyani, pemilik Adibi Salon & Spa di Jalan Letda Tantular, Renon, Denpasar ini menjadi sangat sibuk. Istri Ir. AA Bagus Kurniawan dari Puri Kelodan Ubud, yang biasa disapa Jero Melati ini, tercatat sebagai salah seorang yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang sulam alis, bibir, dan eyeliner. Ia pun sangat sibuk menentukan jadwal untuk mereka yang ingin menggunakan keahliannya menyulam alis. “Hingga kini, sulam alis masih menjadi pilihan terbanyak. Ke­ indahan mata seringkali disebut– sebut mampu merepresentasikan kecantikan. Selanjutnya menjadi lebih sempurna dengan keindah­ an alis yang membingkainya. Begitu alis dibentuk dengan baik , “segera efeknya mengoreksi menjadi lebih segar dan dramatis,” ujar Jero Melati. Selain itu dengan alis yang indah, bonusnya seseorang jadi punya citra diri dan energi yang positif serta dari sisi feng shui , dengan wajah yang sempurna juga akan mendapatkan peruntungan dan kesehatan.. Seiring tingginya permintaan, teknik sulam alis pun makin canggih. Dari awalnya hanya dua dimensi (2D), kini sudah sampai enam dimensi (6D). Jero Melati sebagai salah satu ahli sulam alis berstandar internasional ini, mengaku lebih banyak melayani permintaan sulam alis 6D.

“Sulam alis 6D, makin canggih dan keliatan dimensinya, ada bayangan di balik seratnya makin hidup. Tintanya pun berbeda-,” tuturnya kepada Tokoh. Ibu dari AA ­Adhyat­mika Okta Kurnia, AA Abymantra Agusta Kurnia dan AA Arhycinara June Kurnia ini, menuturkan, makin tinggi dimensinya, makin cantik dan alami pembentukan alisnya. Hal itu karena pemakaian tinta untuk melakukan penyulaman alis juga ber­beda-beda tiap dimensinya,” papar putri pasutri I Made Yasa dan Ni Made Rai (almh) ini. Terlebih dengan kesibukan perempuan zaman sekarang, mereka dituntut bergerak cepat. “Perlu cara yang tidak merepotkan tapi praktis untuk menjaga penampilannya. Maka, sulam menjadi cara untuk membuat alis mata terlihat lebih indah dan alami tanpa harus menggoreskan pensil alis setiap harinya,” kata sarjana teknik industri ini. Ia menambahkan sulam alis yang ada kini makin bervariasi, mulai dari 2D hingga 6D. Dalam teknik sulaman alis 6D, terdapat semacam bayang­a n dibalik serat-serat

yang digunakan untuk sulam alis, sehingga terlihat bukan hanya lebih alami lagi juga makin hidup. Kualitas tinta yang digunakan pun lebih berkualitas dengan hasil maksimal. Tinta yang digunakan juga lebih ringan di kulit karena unsurnya organik. Sulam alis juga sangat bermanfaat membantu membentuk alis yang kurang sempurna, seperti terlalu pendek, terputus, terlalu tipis hingga warna yang terlalu muda. Jero Melati mengingatkan sebelum melakukan sulam alis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Baginya lebih b a i k

Jero Melati dan keluarga

memilih sendiri bentuk alis yang diinginkan. “Persepsi tiap orang berbeda tentang bentuk alis yang cocok, sehingga puas setelah proses sulam alis terjadi,” ujar perempuan yang hobi travelling ini sambil menambahkan di salonnya tersedia juga perawatan kecantikan lainnya. Sebelum proses sulam dilakukan, pasien menjalani anestesi lokal di kulit alis yang akan disulam. Dari pengalamannya, Jero Melati mengatakan, ia tidak pernah menemui kasus alergi, parut, atau keloid akibat proses sulam alis. Meski begitu, sulam alis sama sekali tidak disarankan untuk pengidap diabetes. Selain itu, setelah proses penyulaman selesai, dianjurkan tidak mengonsumsi makanan yang me­ nimbulkan alergi pada kulit. Juga tidak sering menggosok alis mata, supaya sulam alis lebih awet. PAHAMI KEPRIBADIAN Pilihan lain yang juga ter­ sedia adalah sulam bibir. Warna tinta akan disesuaikan de­ ngan warna kulit, dan selera. Bibir jadi lebih menarik lebih merah merona dan mempertegas garis bibir tanpa harus menggunakan lipstik. Hingga bangun tidur pun sudah sempurna, tak perlu lagi berlama-lama mematut diri didepan cermin. Lebih praktis dan tetap tampil cantik. “Pewarnaan dari sulam bibir ini dapat bertahan dua hingga lima tahun dengan catatan rajin merawat­nya,” kata Jero Melati

yang belajar teknik sulam dan selalu memperbarui ilmunya dengan ahli dari Korea ini. Untuk sulam eyeliner, teknik­ nya dan konsepnya sama tapi aplikasinya lebih sulit, karena kulit di kelopak mata itu lebih sensitif. Lengkungnya juga tiap orang berbeda, dan harus benar-benar teliti karena medannya yang memang berbeda dengan kulit alis. Ia menyebut efek sulam eyeliner membuat garis mata lebih nyata. Sehingga, bola mata terlihat lebih besar dan indah. “Ada beberapa tone warna untuk eyeliner. Kepri­ badian dan kesukaan mereka penting dipahami, karena merekalah yang akan melihat wajah sendiri setiap hari,” ungkap Jero Melati. Menjadi cantik dengan cara praktis seperti dengan sulam alis, bibir dan eyeliner ternyata juga harus mematuhi persyaratan untuk pantang pada suatu hal, seperti pada sulam alis. Sulam bibir pun untuk hasil terbaik ada pantangan yang harus diingat, seperti setelah sulam bibir 24 jam tidak boleh sikat gigi, harus dijaga bersih tidak boleh kena kotoran. Selama satu minggu tidak boleh makan gorengan, seafood dan makanan pedas. Banyak makan buah dan sayur agar bibir cepat sembuh. Selama belum terkelupas, bibir tidak boleh kena air, sabun, dan kosmetik. Disisnggung soal keluarga , Jero Melati mengaku mendapat suport yang penuh dari anak-anak dan sumi tercinta. Terlebih setelah dirinya dnegan rela meninggalkan stausbnya sebagi PNS, demi lebih memudahkan nyamengatur waktunya bersama keluarga. Saat ini saya merasa inilah passion saya,”katanya. –ard


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

“Taruhan”

Sebuah papan terpasang di tempat pencucian motor. Ada tulisan nama-nama negara peserta Piala Dunia 2014 dan nama-nama orang. Ini adalah papan taruhan penggila bola sekaligus pencari keberuntungan. Perhelatan Piala Dunia membuat bursa taruhan dari yang ala kadarnya sampai yang profesional menjadi incaran. Taruhan pun macam-macam, mulai dari nasi bungkus, rokok, hingga uang. Motifnya juga macam-macam, ada yang sekadar iseng, diajak teman, bahkan mencari uang dengan cara mudah. Taruhan berasal dari kata taruh yang artinya letakkan. Taruhan secara umum didefinisikan uang yang diletakkkan atau dipasang di perjudian. Kata taruhan tidak selamanya berkonotasi negatif. Pada masa perang kemerdekaan, pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk meraih kemerdekaan bangsa. Mempertaruhkan memang tidak selamanya berkaitan dengan uang. Namun, sesuatu yang sangat kita anggap penting, misalnya jiwa dan raga, bahkan masa depan. Ketika orangtua sibuk untuk mengurus anaknya agar bisa mendapatkan sekol ah, ini bisa dikate g o r i k a n pertaruhan orangtua. Anak dan pendidikan merupakan investasi. Investasi masa de-

pan inilah yang dipertaruhkan saat ini. Jika orangtua dan anak tidak memiliki kesamaan persepsi dalam menentukan masa depan, itu mungkin bisa menyebabkan permasalahan di kemudian hari. Tetapi, bila orangtua dan anak memiliki kesamaan persepsi tentang apa yang mereka inginkan dan harapan, ini akan mempermudah langkah me­ reka. Pertaruhan di masa depan mulai dari saat ini. Lakukan persiapan dengan baik, analisa dengan melihat strengths, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT). “Modal” awal inilah yang akan menentukan hasil yang kita dapat nanti.

30 JUNI - 6 juli 2014

Woman on Top Memasuki pertengahan tahun 2014, Tokoh kembali melakukan inovasi. Tokoh sebagai media yang menyasar segmentasi wanita ingin meningkatkan peran dalam pemberdayaan wanita. Salah satu upaya itu kami lakukan dengan menghadirkan rubrik “Sosialita”, “Woman on Top”, “Edukasi”, “Kreasi”, dan “Mozaik’’. Kami ingin kehadiran rubrik-rubrik ini akan menambah khazanah pengetahuan dan referensi kaum wanita untuk menghadapi masa depan. Rubrik lainnya, seperti ‘‘Inspirasi’’, “Life Story’’, “Bunda & Ananda”, “Dara’’, ‘‘Jelita’’, ‘‘Style’’, ‘‘Kuliner’’, ‘‘Griya’’ serta rubrik dari NTB dan Jakarta tetap kami pertahankan. Semoga apa yang kami sajikan bisa bermanfaat untuk kita. Salam

Mohon informasi nomor kontak Yoga Markandeya dan Yoga Touch yang dimuat Tokoh edisi 802. Ayu, Denpasar; Wayan, Buluh Indah Pasraman Markandeya. Jln. Hayam Wuruk, Denpasar. Hubungi Bunda Dian (082 1451 42424); Yoga Touch hubungi Dada Vibha (087 760 130 874) Mohon informasi alamat dan nomor kontak tentang Beanbag yang dimuat Tokoh edisi 801 di rubrik Griya. Ruscita, Denpasar MK Natural. Jln. Teuku Umar Barat No. 183, By Pass Baru Marlboro, Denpasar. Tlp. (0361) 7432823, 081353149113, 08135335484 Mohon informasi alamat dan nomor kontak Bhaktivedanta Aca­ demy yang dimuat Tokoh edisi 799 Paramita, Denpasar Jln. Tukad Balian, Perum Nuansa Balian Permai. ­ arketing Office: Apotek Dwi Shanti. Jln. Tukad Yeh M Aya. Tlp. (0361) 5571010

Salah Sangka pada Nenek Jepang Aku bekerja di salah satu hotel berbintang di kawasan Ubud. Tugasku di Front Office Departement. Kejadian yang konyol dan memalukan ini dialami temanku, sebut saja namanya Boy. Boy ini punya karakter yang ceplas-­c eplos, konyol, sekaligus jahil. Kalau sudah bercanda, kadang kebablaskan tanpa bisa dikontrol. Suatu hari, ada tamu Jepang yang sudah tua, check in di hotel tempat kami bekerja. Dengan percaya diri, Boy menyambut kedatangan si nenek Jepang serta melayani proses check in. Semua percakapan dalam Bahasa Jepang karena Boy memang jago berbahasa Jepang.

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Setelah semua beres, sambil bercanda Boy menggoda nenek Jepang dengan Bahasa Bali ka­ rena yakin si nenek Jepang tidak mengerti bahasa Bali. “Kenken ci dong…apa tagih buin?? Jeneng ci cara bojog di Monkey Forest nok…”. Tanpa diduga, si nenek Jepang menyahut dengan Bahasa Bali juga. “Apa orahang ci? Jeneng ci masih patuh cara bojog di Monkey Forest. Macem-macem gen ci ken cang mara cang tua..”

OMG, alangkah terkejutnya Si Boy karena nenek Jepang ini fasih berbahasa Bali. Ternyata si nenek Jepang sudah lama tinggal di Bali. Seketika wajah Si Boy merah padam. Ia clingak-clinguk tanpa mampu menyembunyikan rasa malu. Nenek Jepang ini komplin berat dan langsung minta check out saat itu juga. Kami tak mampu menahan tawa akibat kelakuan Si Boy. Putu Sutriasih, Gianyar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

debat capres

Para tetangga ribut membicarakan debat capres di televisi. Mereka bicara dengan sengit, siapa yang menang. Putu Wijaya Tentu saja masing-masing memenangkan pilihannya sambil mencerca saingannya. “Ini akibatnya kalau calon presiden hanya dua. Pasti jadi duel,” kata Amat, ketika istrinya pulang mengadu. “Kalau sudah duel, hanya ada kalah atau menang. Siapa yang tak mau menang. Lalu siapa yang mau kalah? Ibu tidak usah ikut-ikutan berantem!!” Bu Amat mengangguk. “Saya diam saja, Pak, mendengar mereka setelah habis nonton lalu bertengkar!” “Itulah! Masak memilih presiden seperti anak kecil adu jangkerik. Cari kalah menang! Itu yang senang televisinya, dapat banyak iklan. Rakyat jadi bertengkar, padahal yang berdebat, selesai acara salam-salaman. Ibu jangan buang-buang waktu ikut-ikutan, nanti pusing. Bisa-bisa berubah pikiran, mau milih yang menang! Ya tidak?!” Bu Amat tak menjawab. Tapi dalam hati membenarkan. “Siapa yang tidak ingin menang, Pak, “ katanya dalam hati. Esoknya, Bu Amat bertandang ke rumah tetangga yang pro nomor satu. Ia langsung diserbu pujian terhadap idolanya. “Bukan kebetulan nomor satu itu jatuh. Di balik undian itu pasti ada pesan dari atas sana, bahwa sudah waktunya negara kita mendapat pemimpin yang pas dengan situasi sekarang. Tegas, keras, berani mengambil risiko dan memiliki wawasan jauh dan luas. Pintar bicara dan kaya sehingga dijamin tidak akan mungkin korupsi!” Bu Amat mendengarkan sebagai seorang pendengar yang baik. Tak sepatah pun berkomentar. Tetangga itu jadi makin bersemangat bicara. Akhirnya, ketika pamit pulang, Bu Amat diberi oleh-oleh setentengan plastik mangga arum manis dari kebunnya. Malam hari, seorang teman lama bertandang ke rumah Amat. Iseng Amat bertanya soal debat capres. Jawabannya berapi-api. Bu Amat lalu pasang kuping di kamar. “Jadi Pak Amat tidak nonton?” “Tidak. Setelah selesai, baru tahu. Ramai ya?” “Yang ramai yang nonton, setelah acaranya selesai. Itulah!” “Kok itulah?” “Ya terang saja, tukang ngomong berkoar lantang, yang biasa bekerja hanya mendengarkan kicau burung. Itu bikin bingung rakyat yang tidak tahu mana yang harus dipilih. Sebagai penonton, rakyat hanya menyimak apa yang ditonton. Tapi yang ditonton itu kan hanya omongan. Persoalan sebenarnya dalam keadaan nyata ada di lapangan. Tujuan negara kita sudah dirumuskan dengan komplit oleh para pemimpin seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir dan sebagainya. Tidak perlu dinyanyikan lagi. Pelaksanaannya yang belum beres. Itu memerlukan seorang pekerja tangguh yang jujur dan sudah berperngalaman, bukan orator!” Bu Amat tertidur. Tengah malam ia bangun ternyata Amat sudah di sampingnya. Tetapi belum tidur. Amat duduk bengong, seperti memikirkan sesuatu. “Kenapa, Pak?” Amat menoleh. “Bapak bingung sekarang, mau milih siapa?” “Tidak semua orang seperti kita, tahu masalah dan punya pilihan karena sudah banyak pertimbangan. Tidak! Bapak tidak bingung siapa yang harus dipilih.” “Lalu apa?” “Bapak memikirkan rakyat banyak. Kebanyakan rakyat tidak tahu kenapa mereka mencoblos pilihannya. Banyak yang mencoblos karena melihat fotonya yang bagus atau ikut-ikutan sekitarnya. Atau, karena duit. Banyak yang tidak tahu pemimpin macam mana yang sekarang kita perlukan. Itu semua karena rakyat tidak diberikan bekal cukup atau tidak dididik untuk mampu memilih. Semua informasi bukan menambah pintar masyarakat, tapi membuat mereka makin tertutup mata pada persoalan yang sedang kita hadapi. Jadi sebenarnya semua hanya ingin menang, tak ada yang memikirkan Indonesia. Rakyat hanya dipakai sebagai dalih, sebenarnya dijadikan korban.” “Jadi sebaiknya bagaimana?” Amat berpikir. “Debat di televisi itu bukannya usaha mencerdaskan rakyat, Pak?” “Ya, kalau yang berdebat itu bicara langsung kepada rakyat pemirsa menjelaskan apa yang akan dilakukannya untuk rakyat, kalau memimpin. Bukan hanya menjawab moderator atau menanggapi lawannya. Itu pertandingan tinju. Rakyat bukannya dicerdaskan, tapi digiring jadi penonton!” “Rakyat? Jadi termasuk kita?” “Ya. Tapi kita bisa menolak. Mereka yang lain lebih banyak makin terbiasa lagi hanya jadi mesin penelan! Opininya sudah digiring” “Saya tidak!” kata Bu Amat ketus, karena merasa tersindir, lalu tidur.

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik 23 Gabungkan Karnaval AFL dengan Pementasan ala Broadway 30 JUNI - 6 juli 2014

Karnaval AFL (Australian Football League) terbesar di Asia diadakan di The New Canggu Club, awal Juni 2014. Ada 23 tim yang mengikuti “2014 Aquarius Bali Masters Football Tournament” ini. Tiap tim berpartisipasi dengan mengikuti aturan 9-a-side yang telah dimodifikasi khusus. Hanya pemain yang berusia 35 tahun ke atas yang dapat bersaing dalam pertan­ dingan ini. Dengan sepuluh menit per ronde dan waktu istirahat yang singkat, pertandingan mengalir dengan cepat.

T

im memulai pertan­ dingan ini dengan sa­ ngat antusias meskipun usia mereka sudah dikatakan tidak muda lagi. Hingga akhir pertandingan, tim “Singapore Wombats” pun merebut piala dan me­ mastikan posisi mereka sebagai yang terbaik di Bali Masters tahun 2014. Karnaval olah raga ini juga mampu menarik penonton pendukung pada hari Jumat dan Sabtu. Banyak di antara mereka yang juga menikmati makanan dan minuman yang disediakan di Restoran Canggu Club Bali sambil menonton pertandingan di bawah tenda-tenda hijau di pinggir lapangan pertandingan. Selain pengunjung, para pemain pun disuguhi berbagai makanan dan minuman dengan baik. Pertandingan ini pun diselingi pertandingan persahabatan “The Geckos Football Club Juniors” melawan tim dari “Singapore Sharks”. The New Canggu Club Bali di Canggu, Kuta Utara ini berdiri sejak

2006. Awalnya, Canggu Club Bali lebih dikenal masyarakat menengah ke atas, namun sejak tahun lalu Canggu Club Bali diambil alih oleh Semara Resort Group dan dirombak besar-besaran. Kini, The New Canggu Club Bali menjadi salah satu entertainment sport yang memiliki berbagai fasilitas mulai dari gym, spa, water

park, tenis dan lain sebagainya. Kami berusaha menarik pelanggan dari segala kalangan. “Melalui Karnaval AFK, kami ingin mengenalkan The “New” Canggu Club Bali baik bagi para wisatawan domestik maupun wisatawan asing,” ujar Maria Miranda, marketing Canggu Club Bali. Selain turnamen football terbesar se-Asia ini, pada saat yang bersamaan dilaksanakan pementasan ‘Grease- The Broadway Musical’ hasil produksi ‘The Centre Stage’. Ada 25 anak-anak sekolah dengan rentang usia 9 sampai 14 tahun memamerkan bakat-bakat yang sungguh luar biasa hingga membuat banyak dari penonton pun turut bernyanyi bersama sambil tersenyum senang. Mereka dibina Melanie Jones yang akrab disapa Ms. Jones. –Hemma

Prodia Gelar Semnas Kesehatan Reproduksi Kesehatan reproduksi merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap pasangan yang telah atau yang akan menikah agar mereka dapat menikmati kehidupan seksualnya dan mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dan aman. Fakta mengungkapkan bahwa gangguan reproduksi pada pria dapat berakibat terhadap kualitas sperma yang tidak baik, infeksi saluran reproduksi, disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Hal ini diungkap dan dikupas tuntas dalam Seminar Nasional : Reproduksi Sehat, Keluarga Hangat, yang digelar Prodia, Sabtu (21/6) di Sanur Paradise Plaza Hotel, Denpasar, Bali. Menghadirkan narasumber dr. Made Suyasa Jaya, Sp. OG (K), Prof. Dr.dr Jahya Alex Pangkahila,M.Sc,Sp. And., dan Nancy Pakpahan Apt.,M.Kes. Prof. Alex menyampaikan, pada wanita, gangguan kesehatan reproduksi bisa beragam mulai dari gangguan hormon, penyakit infeksi panggul, infertilitas, kista hingga kanker leher rahim. Hal inilah yang seringkali dihadapi para pasangan sehingga sulit memperoleh keturunan. “Kasus infertilitas (kesulitan mendapat keturunan) merupakan salah satu kasus yang seringkali terjadi pada pasangan yang telah menikah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, masih sangat kurang. Sumber data menyebutkan, kasus infertilitas meningkat lebih dari 10%, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya. Dokter Suyasa Jaya menyoroti tingginya kasus aborsi di Indonesia yang seperti fenomena gunung es. Tindakan aborsi ini tentunya akan berpengaruh besar bagi kesehatan alat reproduksi wanita, dan bukan tidak mungkin bisa menyebabkan tumor pada rahim. “Tumor jinak pada rahim (mioma) bisa menyebabkan infertilitas jika tumbuhnya ke arah rongga rahim,” tegasnya. Untuk upaya pencegahan, Nancy Pakpahan Apt., M.Kes menyarankan melakukan pemeriksaan terkait

Sosialisasi Vertikultur

Upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup terus dilakukan. Tujuannya, mengajak masyarakat sadar dan mengedepankan gaya hidup berwawasan lingkungan. Upaya ini direalisasikan Astra International dengan kegiatan “Astra Green Lifestyle Campaign”, Minggu (22/6) di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Faris Henky Irawan, Ketua Pengurus Group Astra Bali mengatakan acara yang diselenggarakan berupa jalan sehat, senam, serta sosialisasi pemanfaatan lahan sempit dengan teknik vertikultur. Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertikal. Teknik ini dapat dikembangkan di lahan dan pekarangan rumah. Sosialisasi teknik vertikultur ini bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. -wah

Telkomsel BTC Gadget FLASHtival

Telkomsel bersama BTC Mobile Phone menggelar promo Gadget FLASHtival yang memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mendapatkan hadiah senilai ratusan juta rupiah berupa satu unit mobil Daihatsu Ayla, tiga unit motor Yamaha Mio, 12 unit smartphone Samsung Galaxy, enam unit smartphone Oppo, serta pulsa Telkomsel. Promo ini berlaku untuk pelanggan yang melakukan pembelian paket bundling smartphone Telkomsel di BTC Mobile Phone di Jalan Teuku Umar, Denpasar dan Jalan Blambangan, Kuta. Masyarakat yang membeli paket bundling seharga minimal Rp 1 juta akan mendapatkan satu kupon undian. Manager Telkomsel Branch Denpasar Kusnandar yang didampingi Tony Wijaya, GM BTC Mobile Phone mengatakan, promo ini berlaku hingga 31 Agustus 2014. Pengundian smartphone Samsung Galaxy, Oppo, dan pulsa Telkomsel dilakukan sebulan sekali, sepeda motor Yamaha Mio diundi dua bulan sekali. Puncak pengundian untuk grandprize mobil Daihatsu Ayla akan dilaksanakan September 2014. –Ngurah Budi

Dari kiri: Nancy Pakpahan, Prof. Alex Pangkahila, dr. Suyasa Jaya, dan Antonius Erbano dalam Semnas Kesehatan Reproduksi

kesehatan reproduksi pria dan wanita, seperti panel Ammenorhea, penyakit infeksi (PID: pelvic inflammatory disease) dan panel kesuburan pria. Branch Manager Prodia, Antonius Erbano, S.Si., Apt. mengimbuhkan, melalui ��������������������� semnas��������������� ini, Laboratorium Klinik Prodia mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan reproduksi sangat penting untuk diketahui sejak dini sebab berawal dari pasangan yang cerdas dan sehat maka akan terlahir generasi penerus yang cerdas dan sehat juga. Talkshow dengan tema “Kesehatan Reproduksi” ini diadakan di 18 kota besar di Indonesia. Agenda rutin Prodia ini dikatakannya merupakan salah satu komitmen Prodia untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai masalah kesehatan dan berpartisipasi membantu pemerintah untuk mewujudkan tujuan pemerintah yaitu masyarakat Indonesia yang sehat. PREMARITAL CHECK UP (Check up sebelum menikah). Dapatkan keringanan biaya hingga Rp 250 ribuan selama 15 Juni s.d. 15 Juli 2014, hanya di Laboratorium Klinik Prodia Cabang Jawa Timur-Bali-NTB. Info Cabang Denpasar, tlp. 0361 261001. –ten

Pernikahan Agung India

Sebagai bagian dari kontribusi India dalam Pesta Kesenian Bali yang ke-36, Konsulat Jenderal India di Bali, dengan dukungan dari Dewan Hubungan Kebudayaan India (ICCR), menyajikan pertunjukan musikal “Pernikahan Agung India”, Selasa (24/6) di gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar. Konsul Jenderal India A.S. Takhi mengatakan pertunjukan tari berbasis Bollywood populer ini pertamakalinya digelar Bali. Dia juga memaparkan Bali sebagai tujuan populer bagi pernikahan orang India. Industri pernikahan India bernilai lebih dari US$ 38 milliar tiap tahun dan bertumbuh tiap tahunnya 25%-30%. Pernikahan India merupakan rentetan beberapa hari yang luar biasa dan memberikan kontribusi besar terhadap perkonomian. Hal inilah yang diharapkan untuk Asosiasi Pernikahan Bali yang baru saja dibentuk dan lembaga pariwisata Bali terkait lainnya untuk mempromosikan Bali bagi pernikahan India, selain budaya, air dan petualangan pariwisata, sebagai ‘daerah tujuan pernikahan’ yang populer di kalangan keluarga makmur India. --rls


What’S Up

24

30 Juni - 6 Juli 2014

Workshop SOUL Donasikan untuk Pura Oktober 2015, Desa Adat Gianyar berencana akan melaksanakan karya agung penyegjeg dan peneduh jagat di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat ­Gianyar. Upacara ini diperkirakan akan membutuhkan biaya cukup besar, lebih kurang Rp 2 M. Untuk merealisasikan rencana ini, Bendesa Adat setem­pat mem­ bentuk tim penggalian dana. “Muncul beberapa inisiatif upaya penggalian dana, yang salah satunya adalah menyelenggarakan Workshop SOUL (Spirit of Universal Life), menggandeng Yayasan Cahaya Cinta Kasih, dan bekerjasama dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten ­Gianyar,” ujar Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Geria.

Bunda Arsaningsih menuntun seorang peserta Workshop SOUL “Membangun Pura di Dalam Diri” untuk melakukan keterhubungan dengan Tuhan

G

ayung bersambut. Pemda Gianyar, yang dalam hal ini Bupati Gianyar melihat adanya kebutuhan untuk melakukan program-program motivasi kepada karyawannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mendukung penuh kegiatan ini. Masyarakat umum pun merespons positif dan antusias mengikutinya. Dari 150 peserta yang ditargetkan, tercatat 200 peserta yang terdaftar, yakni 125 orang dari Pemda, dan sisanya adalah dari kalangan prajuru adat dan pemangku di Desa Adat Gianyar, serta masyarakat umum. Workshop SOUL bertema “Membangun Pura di Dalam Diri”, yang dilangsungkan Sabtu (21/6) di Balai Budaya Gianyar itu dibuka Bupati Giayar yang diwakili oleh Asisten Adminitrasi Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Gianyar, Ketut Suweta. Para peserta tampak serius mengikuti

workshop yang dipandu langsung guru energi, Bunda Arsaningsih tersebut. Kekuatan ENERGI Dalam workshop berdurasi 5 jam tersebut, para peserta diperkenalkan tentang konsep energi. Seperti, dengan memperlihatkan aura dalam tubuh, mengukur dan memperkuat aliran energi pada masing-masing tubuh peserta. Bunda Arsaningsih mempraktikkan cara sederhana mengukur saluran energi Illahi pada seorang peserta laki-laki. Namun sebelumnya, ia meminta peserta tersebut untuk membuka udeng/ destarnya. “Ini agar salurannya terbuka, tidak terhambat,” ujar Bunda Arsaningsih. Ia juga menjelaskan bahwa dalam tubuh setiap orang memiliki titik-titik cakra yang bisa diaktifkan dan bermanfaat untuk kesehatan mereka. Tradisi Hindu di Bali seperti memakai udeng oleh kaum

pria, dikatakannya berfungsi untuk mengaktifkan cakra, sehingga lebih cepat untuk menghubungkan diri dengan Tuhan. Sementara, selendang yang dililitkan di pimggang oleh kaum perempuan, berfungsi menguatkan cakra pusar. “Dalam kesempatan lain, bisa juga melilitkan selendang di leher untuk mengaktifkan cakra mahkota,” ungkapnya. Pada sesi terakhir, peserta dituntun untuk melepaskan semua unsur Sad Ripu (enam kegelapan) yang terekam dalam diri, yakni kama(nafsu), lobha (tamak, rakus), krodha (kemarahan), moha (kebingungan), mada (mabuk), matsarya (iri hati, dengki). Mereka juga diminta meminta maaf dan menarik benang-benang kemarahan yang telah dikirimkan kepada orang lain. Demikian sebaliknya, memaafkan dan mengirimkan benang-benang cinta kasih kepada orang lain. “Dengan begitu, aura seseorang yang tadinya tipis

dan gelap karena energi-energi negatif, menjadi semakin tebal dan cerah karena dipenuhi dengan energi-energi positif,” jelasnya. Beberapa peserta terlihat menangis ketika mengikuti tahapan meditasi ini. DONASI UNTUK PURA Di akhir acara, panitia menyerahkan hasil donasi peserta kepada Founder Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Bunda Arsaningsih, yang kemudian dikembalikan sepenuhnya kepada Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Geria untuk karya agung di pura tersebut. Dewa Made Geria mengatakan kegiatan yang diselenggarakan untuk penggalian dana tersebut dan menggandeng Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dengan tema “Membangun Pura di Dalam Diri”, para peserta mendapatkan spirit sebelum melakukan karya agung. “Saya berharap para pemangku, prajuru adat, dan peserta lain memiliki pencerahan dan pemahaman hakikat cinta kasih dan energi Illahi. Energi ini sebagai bekal kekuatan para prajuru dan masyarakat untuk melakukan pelayanan,” ujarnya. Dan yang perlu dicatat, ini adalah kali pertamanya BKD Gi-

Dewa Made Geria

anyar bekerjasama dengan Desa Adat menyelenggarakan suatu kegiatan. Hal positif ini seyogiayanya bisa menjadi contoh BKD di kabupaten lain dalam upaya melibatkan masyarakat dalam proses kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak positif, baik kepada aparat Pemda maupun masyarakat. Selain kegiatan ini, panitia karya juga membuat 10 ribu kupon donasi ke masyarakat Gianyar dengan harga Rp 20ribu. Dan semuanya ini didonasikan sepenuhnya untuk pelaksanaan karya agung penyegjeg dan peneduh jagat di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Gianyar. –ten

Penyerahan hasil donasi workshop oleh Bunda Arsaningsih kepada Bendesa Desa Adat Gianyar

Bunda Arsaningsih (duduk di tengah) berfoto bersama peserta workshop


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook