Skip to main content

Tokoh Edisi 802 | Tokoh

Page 1

23 - 29 Juni 2014

24

Melestarikan Legong di Jakarta Mengembangkan budaya leluhur dan menjaga eksistensinya, di kota metropolitan seper­ti Jakarta yang sangat plural, bukan hal yang mudah. Namun, dengan dedikasi yang tinggi dan ketekunan, tujuan mulia itu bisa tercapai. Itu terlihat dari kiprah Bengkel Tari Ayu Bulan yang usianya Oktober tahun ini genap 20 tahun. Adalah dedikasi yang tinggi dari Dr. dr. Ayu Bulantrisna Djelantik yang kemudian menurun kepada anak didiknya, yang menjadikan komunitas tari Bali khususnya tari-tarian berakar legong bisa bertahan puluhan tahun.

N

i Nyoman Trianawati, koordinator Bengkel Tari Ayu Bulan di Jakarta menuturkan, komunitas ini didirikan Ayu Bulan di Bandung, Jawa Barat pada 1994. Pada masa itu perkembangan legong, khususnya di luar Bali, belumlah seperti sekarang. “Dulu di sanggar-sangar tari, legong hanya masuk dalam salah satu kurikulum pelajaran tari Bali. Jadi setelah belajar sejumlah tari Bali, tingkatan terakhir itu biasanya diajarkan legong, itu pun dengan versi yang terbatas,” ujarnya. “Legong itu di kurikulum pelajaran tari Bali berada di tingkat advance kare­ na memang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi,” tambah Putri Minangsari

alias Mimi dan Adrienna Hamidah Wallis, yang ikut mendampingi Nyoman saat berbincang-bincang seputar perkembangan komunitas legong di Jakarta. Baik Nyoman, Mimi dan Adrienna, baru bersentuhan dengan legong sepenuhnya saat mereka menetap di Bandung untuk kuliah. Ketiganya masuk Bengkel Tari Ayu Bulan, yang ketika itu baru didirikan. “Untuk menjadi penari legong, tidak mudah. Kami dites dulu oleh Bu Bulan. Kebetulan juga, saat itu akan ada pementasan. Bu Bulan ingin penari-penari yang sudah jadi,” ungkap Nyoman yang dites melakukan agem. “Ternyata agem saya salah, lalu Bu Bulan membetulkan,” ujar Nyoman sembari tertawa. “Namun akhirnya saya lolos juga jadi penari legong setelah Bu Bulan melihat saya menari,” tambahnya lagi. Lain lagi dengan cerita Rienna yang sangat mencintai

tari-tarian Bali, khususnya legong, meski ia bukan berasal dari Bali. “Saya besar di Jakarta, sejak usia lima tahun sudah belajar berbagai tari-tarian daerah, namun yang utama adalah tarian Bali. Ketika saya pindah ke Bandung untuk kuliah, dapat info ada bengkel tari yang baru buka khusus mengajarkan legong. Rasanya senang banget. Waktu di Jakarta hanya diajarkan satu versi yakni Legong Keraton. Setelah masuk bengkel Bu Bulan, saya baru tahu kalau ternyata legong memiliki banyak versi,” ungkap wanita asal Ternate ini. Entah bagaimana, tarian legong membuatnya ‘tergila-gila’. “Pokoknya aku suka banget. Ini tarian klasik banget. Beda dengan tarian lain. Ibaratnya, orang belajar tidak sekadar menghafal

saja tapi juga harus mendalami sehingga dapat menjiwai. Jadi bukan sekadar hafal dan lentur,” ungkap Rienna. Hal itu pun diiyakan oleh Nyoman dan Mimi. Ketiganya mengakui mempelajari dan menguasai tarian ini, merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Bahkan, sekalipun telah puluhan tahun menekuni tarian ini, tetap saja mereka merasa harus terus belajar

untuk menyempurnakan. “Tarian ini tingkat kesulitannya tinggi. Bagi kami yang hobi menari ini justru merupakan tantangan tersendiri,” tambah Nyoman yang meski telah kembali ke Jakarta (1997) tetap berupaya melestarikan tarian legong. SOSIALISASI KE SEKOLAH-SEKOLAH Untuk menyebarluaskan legong, Nyoman bersama teman-temannya berinisiatif masuk ke sekolah-sekolah di Jakarta. “Ternyata banyak yang tidak tahu legong. Maka momen itu kami gunakan sekaligus untuk memperkenalkan legong. Waktu kami menari di depan murid-murid, kami membawakan Legong Lasem, mereka bengong… hahhha. Apalagi ketika ada salah satu gerakan yang seperti ka­ yang…wahh mereka teriak...,” ungkap ibu satu anak ini. Para murid itu tampak tertarik. Namun saat itu, Nyoman dan teman-temannya datang ke sekolah-sekolah bukan berniat mencari murid sanggar tari, namun lebih kepada memperkenalkan budaya Bali. “Kami waktu itu bukan mencari murid, tapi lebih pada memperkenalkan tarian Bali. Jika mereka tertarik, bisa belajar di mana saja karena di Jakarta kan ada banyak sanggar tari Bali,” ucapnya. Soal awal terbentuknya komunitas legong di Jakarta, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan, Bandung mengatakan, ketika ada tawaran pementasan tari tahun 2002. Maka ia pun mengumpulkan temantemannya alumni Bengkel Ta r i A y u Bulan, Ban­ dung, yang kebetulan sudah menetap kembali di Jakarta. “Waktu itu kami berempat tanpa Rienna yang kuliah di Australia. Saya baru bertemu Rienna kembali saat di toko buku. Akhir­nya kumpul lagi di Jakarta dan kami mengembangkan komunitas legong di sini,” ujarnya.

Rienna sendiri setelah dari Bandung, melanjutkan kuliah di Sidney University, Australia. Setelah tawaran pementasan pertama itu, Bengkel Tari Ayu Bulan Jakarta pun menjadi sering mendapat tawaran tampil. Salah satu pementasan terbesar mereka adalah saat pergelaran akbar yang merupakan kolaborasi kesenian klasik Jawa dan Bali bertajuk, “The Amazing Bedoyo Legong Calonarang, kreasi dua maestro tari, Ayu Bulantrisna Djelantik dan Retro Maruti. Pertunjukkan ini melibatkan sekitar 50 orang, 18 di antaranya adalah penari. “Pertunjukkan ini mendapat sambutan hangat, sampai-sampai kami diundang ke Singapura untuk menampilkan Calonarang. Setidaknya enam kali

Diakui Mimi yang juga berprofesi sebagai penulis, tidak mudah menjaga eksistensi komunitas tari karena banyak anggotanya sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing. Di sisi lain, mengembangkan komunitas ini bukan tantangan yang ringan. “Kalau dibilang sulit, ya sulit ya. Misalnya saja kalau kita mau mencari tempat pementasan atau sponsor itu tidak mudah,” tuturnya, Meski begitu, para penari Bengkel Tari Ayu Bulan, Jakarta tetap semangat. Mereka tetap rajin berlatih, setidaknya seminggu sekali. “Bahkan di sela-sela kesibukan kerja, kami sempat-sempatkan tetap berlatih,” katanya. Hasilnya bisa terlihat, tarian legong khususnya makin dikenal dan mereka kerap

kami menampilkan Calonarang, yakni tahun 2006, kemudian tahun 2007, dan 2009. Setidaknya enam kali digelar. Bahkan kami diundang ke Singapura untuk menampilkan sendratari ini,” ujar Mimi sembari menambahkan awalnya pertunjukkan ini adalah untuk memeriahkan HUT ke-30 kelompok tari Padnecwara milik Retno Maruti.

mendapat undangan pementasan. Di antaranya di kedutaan besar negeri sahabat, TIM, Galeri Indonesia Kaya, dll. Tapi, banyaknya tawaran pementasan itu kadang membuat mereka kewalahan. Jumlah penari yang tidak mencukupi. Untungnya, sejak awal tahun 2014 ini, pendiri Bengkel Tari Ayu Bulan membuka kelas baru untuk tarian Bali, dengan begitu nantinya bisa dijaring bibit-bibit baru. Studio ini menjaring anak-anak dan orang dewasa yang tertarik mempelajari tari-tarian Bali. “Kelas baru ini dibuka sekaligus di dua tempat, yakni di bilangan Bintaro dan di Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ini karena banyak permintaan ingin belajar tari pada Bu Bulan. Pesertanya cukup banyak, baik anak anak maupun orang dewasa, Harapan kami dari sana akan bermunculan banyak penari yang potensial, khususnya untuk legong,” ungkap Mimi yang bersama teman-temannya tengah sibuk mempersiapkan pementasan Legong Semarandana dalam rangka HUT ke-20 Bengkel Tari Ayu Bulan. –Diana Runtu

MELESTARIKAN BUDAYA Menurut Mimi, melestarikan budaya warisan leluhur seyogianya merupakan kewajiban putra-putri Bali. Apalagi, ucapnya, mereka yang tinggal di luar Bali. Itu juga yang ditanamkan ayahnya kepada mereka sejak kecil. “Kami bersaudara empat orang, semuanya perempuan. Sejak kecil kami wajib belajar tari-tarian Bali. Jadi setidaknya, sekalipun besar di Jakarta, kami tahu budaya sendiri. Setelah dewasa, kesadaran melestarikan budaya kami, khususnya tari-tarian, muncul dengan sendirinya,” tutur Mimi yang sempat lama vakum dari pentas tari karena mengurus keluarga.


EKSPRESSO

2

24 Bagi 3

Suasana kemeriahan Piala Dunia 2014 masih berlangsung. Para penggila bola tetap setia mengikuti aksi tim-tim mereka. Acara nonton bareng pun banyak digelar untuk mendapatkan suasana meriah. Tetapi, satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengendalikan diri selama ajang Piala Dunia ini. Seorang teman bercerita tentang temannya yang masuk rumah sakit gara-gara Piala Dunia. Apa hubungan Piala Dunia di Brazil dengan rumah sakit di Bali? Apakah teman yang sakit itu seorang pemain dari tim peserta Piala Dunia atau dia seorang official? Jawabannya bukan. Teman ini masuk rumah sakit karena stress. Usia yang sudah lebih dari setengah abad membuatnya

O

M G

lupa dengan kondisi tubuh. Ia kerap begadang sejak Piala Dunia dimulai. Selain menonton, ia juga taruhan. Awalnya menang taruhan, lama-lama kalah sampai uang kemenangan dan modal dasar habis. Karena kalah ia stres, penyakit gula darah kambuh akhirnya masuk rumah sakit. Makin tua usia, makin lemah kondisi tubuh. Faktor kebugaran jangan disepelekan. Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg, mengatakan kebugaran tubuh berkaitan dengan aktivitas rutin yang dilakukan. Kebugaran tubuh artinya kondisi dimana tubuh siap melakukan pekerjaan rutin. Setelah pekerjaan rutin itu selesai, masih ada energi cadangan untuk melakukan tugas emer-

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

gency, dan sesudahnya masih bisa melakukan tugas sosial di rumah tangga. Semua itu dilakukan tanpa rasa lelah. Kalau ada rasa lelah, kemudian istirahat dengan cara tidur, lalu keesokan harinya bangun dalam kondisi fit dan tanpa rasa lelah, itulah kebugaran. Untuk mencapai kebugaran ini, hal terpenting yang dilakukan adalah membudayakan pola hidup sehat. Dalam sehari ada waktu 24 jam. Waktu ini harus dibagi 8 jam untuk bekerja, 8 jam menikmati hidup, dan 8 jam tidur. Tidur menjadi hal penting karena bagian dari pemulihan kondisi tubuh ke level semula. Selain itu, ingat makan makanan yang sehat, dan rutin berolahraga Kebugaran ini berbeda untuk masing-masing orang karena disesuaikan dengan pekerjaan yang ditekuni. Bagi seorang atlet seperti pemain sepak bola tentu beda tingkat kebugarannya dengan seorang petani atau seorang pekerja kantoran. Jadi, jika ingin tetap bugar, ikutilah pola hidup sehat. Salam

RALAT Terjadi kekeliruan dalam penulisan caption foto di halaman Selebritas edisi 801. Tertulis Dayu Candra, seharusnya Dayu Surya. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.

Dia Calon Boddhisattya Pernah nggak kalian mendapat pengalaman hidup yang menjungkirbalikkan hidup sampai titik yang sulit kalian nalar. Mungkin cerita kali ini tidak masuk akal namun ini kenyataan yang aku alami. Aku seorang wanita umur 27 tahun. Sebenarnya merasa masih muda namun aku hidup di kampung yang biasa melihat wanita umur di bawah 20 tahun menikah membuat orangtua serta keluargaku cemas dengan nasib percintaanku. Dengan desakan orangtua serta sindiran tetangga yang sok tahu, aku berusaha mencari seseorang yang bisa dijadikan calon suami. Media google menjadi alternatif yang menjanjikan bagi diriku apalagi setelah melihat biro jodoh khusus untuk orang– orang beragama Hindu yang mencari pasangan. Tanpa pikir panjang aku membuat akun di biro jodoh tersebut. Ada beberapa orang yang tertarik dengan profilku dan mengajak chatting, nelpon bahkan ketemuan tapi begitu aku mengenal mereka lebih dekat entah kenapa aku malas dekat dengan mereka lagi. Banyak pertimbangan yang membuat mereka gugur dari kategori pilihanku. Satu ketika, pada 29 Mei aku melihat ada empat panggilan tak terjawab dari nomor yang sama. Beberapa menit setelahnya ada panggilan masuk yang membuat aku penasaran. “Halo, dengan Arifiani ya? Saya dari biro jodoh, panggil saja saya Agus Xi Xuan,” ujar seorang pria memperkenalkan diri. Aku pun memperkenalkan diri dan sedikit basa basi yang aku anggap perlu. Setelah dua jam, aku yang menghubunginya balik, aku merasa baru pertama kenal cowok penulis buku, religius, sederhana, mandiri dan yang pasti penghasilan tetap yang cukup untuk menghidupi sebuah keluarga kecil. Agus bilang dia tidak pernah bersentuhan dengan yang namanya minuman keras, rokok, seks bebas dan dugem. Aku pun sering menelepon Agus.

23 - 29 JUNI 2014

Aku tahu sisi religius dan spiritual yang Agus miliki dan tentu saja makin membesarkan harapan bahwa suatu saat nanti Agus bisa mendampingiku. Saat manis Kuningan aku berusaha menghubunginya. Setelah beberapa kali akhirnya kami bisa berkomunikasi. Aku senang bukan main, Agus juga terdengar senang. Aku desak Agus untuk bercerita padaku, ternyata desakkanku adalah awal bencana dalam mimpi indahku beberapa hari ini. Dengan perasaan yang bahagia dan kelegaan yang luar biasa Agus bilang dia mau jadi boddhisattya, Dia masuk vihara di hari Purnama. Aku belum tuli saat itu, dia masih mengungkapkan kebahagiaan atas restu yang diberikan orangtuanya dalam keputusannya. Dia senang menjadi calon boddisattya, mimpi ini dia simpan sejak dua tahun yang lalu. Agus dengan santainya bercerita bahwa akhirnya dia akan meninggalkan semua kesenangan duniawi untuk kemudian pergi ke vihara untuk membangkitkan kesadarannya akan jalan Dharma. Aku hanya diam, Agus tidak pernah tahu bahwa aku menangis. Tangisku mengisyaratkan kebodohan serta kekecewaan yang mendalam, dalam diam aku memutuskan sambungan telpon. Di kepalaku hanya terlintas perasaan kecewa. Mengapa ikut biro jodoh kalau mimpi jadi calon boddhisattya’, mengapa menghubungiku dan bersikap ramah padaku hanya untuk mengecewakanku, mengapa mesti meninggalkan kesenangan duniawi untuk mempelajari Dharma. Semua itu terlintas dalam kepalaku,

sampai–sampai kepalaku terasa berkabut dan tidurku tak tenang. Keesokan harinya aku mengambil Bagawad Gita yang disebut oleh Agus mampu membawa ketenangan. Aku membacanya berulang–ulang dan selalu berhenti pada bab I sloka 1.32–35. Setelah membaca Bagawad Gita kabut dalam kepalaku hilang seolah–olah ada orang yang mengagetkanku dari lamunan. Seketika tanganku memegang HP, aku harap aku bisa meminta maaf kepada Agus karena suatu alasan yang tidak bisa aku katakan langsung, suatu rasa suka yang tidak terkatakan padanya dan aku tidak berhak marah apalagi kecewa akan keputusannya menjadi boddhisattya karena itu memang jalan hidup yang dia pilih. Berulang kali aku berusaha menghubungi Agus tapi tidak pernah direspons olehnya. Sebenarnya sampai sekarang aku masih belum bisa menghubungi Agus tapi aku yakin keputusan untuk menjadi boddhisattya adalah pilihan yang terbaik untuk dirinya. Walau perkenalan kami sangat singkat tapi banyak makna yang terkandung dalam perkenalan kami. Duniaku tidak berubah drastis setelah bertemu dengan Agus hanya saja semua tidak sama lagi. Tiap malam sebelum tidur, aku sempatkan membaca Bagawad Gita walau hanya satu sloka walau tidak mengerti artinya minimal sudah berusaha. Aku yakin perkenalanku dengan Agus hanya akan dilupakan oleh dia tapi bagiku ini sangat berarti. Sebenarnya ada satu pertanyaan belum terjawab sampai sekarang, mengapa menghubungiku padahal bercita–cita menjadi calon boddhisattya. Ni Made Fia Ariantini, Tanah Lot

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

kampanye

Ketika mendengar nomor berapa yang akan dicoblos Bu Amat, dalam pemilu, Bu Ketut langsung membuka perang dingin. Ia cuek se­ tiap bertemu. Seluruh keluarganya dilarang lewat depan rumah Amat. Sebagai puncaknya, ketika anaknya menikah, Amat tidak diundang. “Kalau begini, siapa yang salah, Pak?” Amat sebenarnya sudah sejak lama wanti-wanti. Jangan mengumumkan pilihan. Itu bisa memicu konflik. “Siapa yang mengumumkan?” bantah Bu Amat, “orang dia yang terus mendesak, pilih apa, pilih apa begitu. Akhirnya ya tak bilangin saja sejujurnya. Masak itu salah?” “Tidak itu tidak salah.” “Makanya!” “Tapi salah!” Bu Amat tertegun. “Bagaimana?” “Ibu benar. Tapi kenapa jawabnya begitu? Kan kita tahu Pak Ketut juru kampanye lawan kita? Jadi pasti dia merasa ditantang.” “Maksud Bapak, ibu menantang dia? Tidak bisa! Orang dia yang bertanya. Ibu sudah mengelak-elak, tapi terus saja ditanya. Akhirnya supaya tidak ditanya-tanya lagi, tak jawab saja yang sebenarnya! Apa salahnya berterus-terang?” “Tidak ada salahnya. Hanya mesti dilihat dulu yang kita hadapi itu, siap tidak menerima kebenaran! Tidak semua kebenaran harus diucapkan, Bu. Kebenaran yang ditunda tidak akan rusak, tapi tetap utuh sebagai kebenaran.” Bu Amat terdiam. Nampaknya menyimak. Mukanya nampak kecewa. Amat jadi menyesal bicara seperti yang barusan diucapkannya. Pasti itu terasa oleh istrinya memojokkan dirinya salah. “Tapi itu bukan salah Ibu,” kata Amat memperbaiki langkahnya, jelas dia yang salah. Tidak boleh dan tidak etis menanyakan pilin orang, karena itu bebas dan rahasia. Ibu tenang saja. Sikapnya sekarang ini mungkin bagian dari kampanyenya. Dia melakukan perang urat saraf, supaya kita mengubah pilihan, ikut dia!” Bu Amat manggut-manggut. “Mungkin juga. Kalau memang begitu, kampanye sudah mempergunakan segala macam cara untuk menambah pengikut!” “Betul! Demi target menang, segala cara bisa dihalalkan. Bahkan cara-cara yang curang, misalnya fitnah, dilakukan oleh oknum semua pihak. Itu yang disebut black campaign, Bu!” “Kalau begitu sekarang bagaimana?” “Bagaimana apanya?” “Kita tidak diundang kawinan anaknya. Tapi kalau kita tidak datang, semua orang akan tahu dan bertanya-tanya kenapa kita tidak datang. Bisa-bisa kita yang dituduh sudah membawabawa partai ke dalam kehidupan bertetangga. Apa baiknya kita datang saja ?” “Betul! Wah Ibu cerdas sekali! Jadi memang sebaiknya kita datang saja, walau pun tidak diundang!” Begitulah kemudian Amat dan istrinya menghadiri pernikahan putri Pak Ketut. Di luar perkiraan Amat, ternyata Bu dan Pak Ketut ramah sekali. Tangan Amat dijabat ketat dan kemudian dihujani senyum. Setelah pulang, Amat tak bisa menahan rasa kagumnya. “Ternyata Pak Ketut berjiwa besar. Mungkin karena terlalu bahagia anak perempuannya tidak jadi perawan tua, dia langsung tidak lagi dihantui perbedaan partai. Mudah-mudahan saja untuk seterusnya begitu, supaya kehidupan politik sehat, tidak merusak kerukunan kita, ya kan, Bu?!” Bu Amat tersenyum. “Tapi mereka jadi ramah begitu, karena ibu bisikin, kita ganti coblosan, ikut mencoblos yang mereka coblos!” Amat terkejut. “Lho, kenapa!” “Kan Bapak bilang: kebenaran yang ditunda tidak akan rusak, tapi tetap utuh sebagai kebenaran!”

Putu Wijaya

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23 - 29 JUNI 2014

Kopi Boleh Pahit Semangat tak Boleh Mati Bagi Anda penikmat kopi, tentu sangat semangat jika ingin mendapatkan kesempatan untuk minum kopi sepuasnya, apalagi jika kopi yang ditawarkan itu gratis. “Denpasar Minum Kopi” adalah satu event yang diadakan di Mangsi Coffee berkaitan dengan urusan kopi.

A

cara yang berlangsung dari pukul 19.00 ini sudah dipadati pengunjung untuk sekadar nongkrong sekaligus menyaksikan diskusi mengenai perkembangan kopi di Bali. Dalam event ini pula pengunjung bebas dan gratis menikmati kopi Mangsi. Ada tiga jenis kopi Mangsi yang disajikan malam itu. Acara turut dimeriahkan dengan kehadiran Emoni Bali, Manangga dari Nostress, dan Masbroo, Selain acara minum kopi sepuasnya, dalam kegiatan ini terdapat diskusi perkembangan kopi dengan diundang pula para tokoh-tokoh yang berkecimpung cukup lama dalam perkopian Bali. Mulai dari petani kopi Bali, produsen serta pengamat kopi. Pak Puri dan Pak Wayan dari Kintamani adalah dua orang petani kopi Bali ikut membagikan pengetahuannya. Tak ketinggalan, produsen kopi dari Denpasar sekaligus pemilik Mangsi Coffee, Windu Segara serta pengamat dan pencinta kopi, Arif Budiman. Tidak hanya itu, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra beserta Ny. Selly Mantra turut meramaikan acara. Mereka memberikan testimoni mengenai perkembangan kopi Bali. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kopi Bali sekaligus menyarankan untuk mempertahankan bahan-bahan lokal milik Bali. Acara dibuka moderator Wah Permana yang membicarakan perkembangan kopi hingga sampai di Indonesia. Ia mengaku termasuk korban kopi. Selanjutnya diisi dengan sesi diskusi dengan para narasumber. Menurut Pak Puri, petani kopi Bali yang berasal dari Desa Kaang, Kintamani Barat, kopi Bali sangat berbeda dibanding kopi yang lain. Hal ini bisa dilihat dari cita rasa kopi Bali yang masih terasa asam bila dinikmati. Tingkat kekentalannya pun berbeda. “Kalau kata orang-orang bule, rasa kopinya seperti lemon tea masih berasa rasa jeruknya. Selain itu kekentalannya pun, kopi Bali lebih kental karena sebenarnya tingkat kekentalan ini tergantung dari ketinggian di atas laut,” ujar Puri.

Suasana diskusi “Denpasar Minum Kopi”

Dibalik kenikmatan rasa kopi Bali yang berbeda dengan kopi milik daerah lain, sayangnya peminat orang Bali dalam menikmati kopi milik sendiri masih kurang. Begitulah kiranya yang diungkapkan Pak Wayan. Ia mengatakan sekiranya ada 2 kontainer yang mampu diekspor. “Per tahun kami mengekspor sekitar 2 kontainer kopi Bali. Saya kira kenapa lebih banyak diekspor dibandingkan dipasarkan di daerah sendiri karena harga kopi lokal masih kurang. Artinya masih dibayar murah dan tidak sebanding dengan pengeluaran yang telah dikeluarkan,” ungkapnya. Keadaan ini sangat disayangkan mengingat kopi Bali sudah mendapat pengakuan dalam 10 kopi terbaik di dunia. Selain itu, kopi Kintamani mendapat geographic indicator, hanya bisa didapatkan oleh daerah yang dalam 1 kawasan menanam 1 jenis tanaman yang sama. “Kopi boleh pahit tapi semangat tidak boleh mati,” tambahnya. Inilah yang kemudian melatarbelakangi Windu Segara mendirikan Mangsi Coffee. Kopi-kopi Mangsi sendiri berbeda dengan kopi lainnya karena terdiri dari bahan rempah-rempah ditambah kopi Bali. “Saya ingin mempertahankan apa yang sudah menjadi milik Bali agar tidak terlupakan di tanah sendiri,” ungkap Windu ketika ditanya mengenai pendapatnya tentang kopi Bali. CAMPUR BUMBU BALI Setelah acara diskusi, dilanjutkan dengan tes-

timoni dari Wali Kota Denpasar. Ia sangat bangga karena adanya kreativitas yang luar biasa dari orang

23 lokal untuk mengembangkan kopi Bali. “Denpasar perlu kreativitas. Selama ini kita masih kurang kreatif dalam mengolah kopi Bali agar lebih dinikmati oleh masyarakat luas. Sudah tidak ada waktu lagi untuk tidak kreatif, jadi kita harus kreatif, harus punya semangat kebersamaan. Diharapkan nanti Mangsi Coffee bisa berkembang seperti coffee shop lainnya yang sudah memiliki cabang dimana-mana bahkan hampir seluruh negeri,” ujarnya. Dalam acara ini Mangsi memperkenalkan kopi olahannya. Olahan kopi yang hanya ada di Mangsi. Semua olahan kopi Mangsi menggunakan kopi Bali Arabika. “Jadi kopi ini tidak ada di seluruh dunia,” ujar Windu. Mangsi ingin mengembangkan kopi Bali dengan mencampur bumbubumbu Bali, seperti jahe, ketumbar, kapulaga , coklat, kayumanis dan cengkeh. Dari bahan-bahan tersebut terciptalah tiga jenis kopi Mangsi yaitu kopi spirit, kopi stamina, dan kopi vitality. Ketiga jenis kopi tersebut adalah perpaduan kopi Bali dengan olahan rempah-rempah. Seperti kopi spirit merupakan kopi Bali yang dicampur dengan jahe, cengkeh, dan kayumanis. Sedangkan kopi stamina berasal dari kopi Bali yang dicampur coklat Bali, cengkeh, jahe dan kapulaga. Menurut pengakuan seorang pengunjung perempuan yang sudah mencicipi

segelas kopi stamina, ia tidak bisa tidur sampai pukul 03.00. Dari ketiga kopi tersebut, kopi vitality yang paling tinggi kandungan rempah-rempahnya. Kopi ini berasal dari olahan lima bahan rempah. Tidak hanya itu, Windu mengatakan ada menu rahasia yang dari tadi belum ia sebutkan tetapi menu ini sudah sangat diminati bahkan dicari. Menu itu adalah kopi attack yang merupakan campuran kopi Bali dengan arak Bali. Olahan kopi ini memiliki rasa yang unik tak heran banyak peminatnya. Tapi sayangnya arak Bali belum sepenuhnya mendapat izin dari pemerintah. Wali Kota mengaku sangat bangga dengan adanya Mangsi Coffee. Ini menunjukkan kreativitas tinggi dari anak muda Bali dalam mengembangkan produk lokal. “Selain harus kreatif, juga harus punya rasa idealisme serta semangat kebersamaan. Kalau kita punya produk lokal, kita harus pakai itu demi mendukung anak muda serta petani agar semakin maju,” sarannya. Ia juga mengatakan ada tantangan bagi anak muda Bali untuk mengembangkan loloh sebagai minuman khas Bali. “Di Bali loloh belum ada yang ngangkat sedangkan di pasaran loloh sudah banyak peminatnya. Sudah banyak terjual di restoran-restoran Kuta serta di Sanur,” ucapnya. --Hemma/Ari


22

W H AT ’ S U P

Tu k a n g F o t o K e l i l i n g

Kejar-kejaran dengan Waktu Fotografi menjadi salah satu hobi yang makin di­gandrungi berbagai kalangan. Kepuasan ter­ sendiri didapatkan ketika berhasil memperoleh sebuah foto yang indah. Komunitaskomunitas fotografi pun bermunculan, salah satunya yang muncul tak hanya memfokuskan diri ke fotografi melainkan juga me­ngarah pada kegiat­an amal.

T

ukang Foto Kelil­ ing atau TFK me­ rupakan sebuah komunitas pecinta fotografi yang kegiatannya tidak hanya sekadar memotret tetapi juga kepada tujuan amal. Sejak dibentuk 19 Pebruari 2011, kini anggotaTFK tercatat sebanyak 1.905 orang di media sosial (facebook) dan yang paling aktif sekitar 400 anggota. Tidak semua ang­ gota TFK memiliki profesi utama di bidang fotografi, melainkan berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari fotografer profesional, dosen, dokter, pelaku pariwisata, mahasiswa, siswa sekolah menengah dan lain-lain. Namun di antara keberagaman latar belakang tersebut, tentu semua anggotanya memiliki hobi yang sama yaitu fotografi. Lalu apa saja kegiatan yang dilakukan TFK? “Kegiatan kami memotret momen yang ada, baik itu me­ motret model, culture, landscape, wedding atau pre-wedding, dan lain-lain. Dan, TFK juga sebagai wadah untuk pros­ es belajar fotografi. Baik bagi fotografer ataupun model bisa belajar untuk me­ nambah wawasan dan konsep dalam foto. Jadi tidak hanya sekadar memotret dan dipotret tanpa hasil yang berman­ faat,” ujar Arick Satya Ken­ cana, Bendahara TFK. Arick Satya juga men­ ceritakan ikhwal berdirinya komunitas ini. Sebelum resmi menjadi TFK, awalnya me­reka

S E L E B R I TA S

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

Sari Galung

Tantangan Pasar Agustus 2014 ini masa bakti Ni Wayan Sari Galung, S.Sos. sebagai anggota DPRD Kota Denpasar berakhir. Namun, ia tetap ingin berkarya untuk masyarakat. Di wilayah tempat tinggalnya, ia sudah membangun pasar setahun lalu. Sari Galung ingin fokus mengembangkan usaha Pasar Wates Desa yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan 339 Denpasar, setelah Pangkalan TNI AL-Benoa.

HUT dan hunting amal TFK ke-3 di Penglipuran Bangli

hanya beranggotakan beberapa orang di antaranya Man Sujana, Dewa Enggung Susila, Yande Ze­ tia, Yu Mang, Arick sendiri, dan beberapa teman lainnya. Awalnya, kegiatan komunitas kecil tersebut sekadar kumpul-kumpul biasa, sambil mengembangkan teknik memotret di antara mereka. Lalu terlintas sebuah pemikiran untuk membuat sebuah Fans Page di jejaring social (Facebook) dengan nama Tukang Foto Keliling. Dan, ternyata responsnya sangat baik. Banyak teman fotografer yang ingin bergabung dengan TFK. Tentu kebergabungan mereka ini disambut dengan senang hati, dan semua itu tanpa ada bayaran sepeser pun. Hal ini karena TFK dibentuk untuk tujuan amal kepada

saudara-saudara yang lebih mem­ butuhkan. “Siapa pun yang ­ingin bergabung bisa langsung minta join request di Fans Page kami di alamat https://www.facebook. com/groups/167956969911454/ . “Dan, untuk bergabung tidak ada persyaratan apapun asalkan senang fotografi,” imbuhnya. NAMA SEDERHANA Nama “Tukang Foto Ke­liling” (TFK) diambil karena nama terse­ but dirasa sederhana seperti sifat komunitasnya, dan karena anggota TFK sendiri tersebar di berbagai daerah di Bali. Jadi, TFK bukanlah tukang foto yang keliling, namun sebuah komunitas yang terdiri dari pehobi fotografi yang anggotanya tersebar di sekeliling Bali. Untuk memantapkan ilmu fotografi anggotanya, TFK rutin mengadakan acara memotret alias hunting foto. Namun tidak hanya itu, TFK juga rutin mengadakan sharing ilmu fotografi. Dengan adanya TFK, para anggota yang memiliki kecintaan terhadap dunia fotografi menjadi lebih mudah untuk meningkatkan skill fotografinya. Dengan ter­ gabung dalam komunitas yang positif, anggotanya tidak hanya dapat berbagi ilmu fotografi satu sama lain, namun juga dapat beramal dalam acara-acara amal yang kerap dilakukan TFK. Selama empat tahun berdiri, telah banyak keg­ iatan yang dilakukan TFK, yaitu kegiatan memotret hingga beragam kegiatan amal. Sudah lima kali TFK membuat acara yang diisi dengan kegiatan amal seperti ke panti jompo, yayasan orang cacat ataupun bayi yang lahir dengan keadaan tidak normal. “Acara amal biasanya dilakukan melalui sumbangan sukarela dari setiap anggota yang hadir. Bisa berupa uang, buku, pakaian bekas

dan sembako. Itu semua kami tampung dan disalurkan secara langsung kepada yang mem­ butuhkan setelah acara selesai,” ujarnya. Untuk melaksanakan kegiatan amal, TFK selalu mengusahakan mencari lokasi yang luas yang da­ pat menampung 500 sampai 600 orang. Ini dikarenakan kegiatan amal yang dilakukan TFK umum­ nya disambut antusias dan diikuti oleh banyak anggotanya. Sampai saat ini, TFK telah melaksanakan kegiatan amal di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan baru-baru ini di Kabupaten Bangli. Kegiatan amal yang baru-baru ini dilakukan TFK yaitu serangka­ ian perayaan hari jadi TFK ke-3, 19 Pebruari 2014. Sebagai ko­ munitas yang berdedikasi untuk amal, tentu TFK merayakan hari jadinya tersebut bukan dengan acara hura-hura, namun dengan cara yang jauh lebih mulia yaitu hunting foto untuk amal yang bertajuk ‘TFK 3rd Anniversary: The Art of Kebaya’. Hasil acara tersebut disumbangkan ke salah satu yayasan penyandang cacat yaitu Yayasan Kupu-Kupu yang berada di KabupatenBangli. ­Acara tersebut diselenggarakan di Desa Wisata Penglipuran. Acara terse­ but berskala cukup besar karena diikuti hampir 600 orang anggota TFK. FOTOGRAFI MENJANJIKAN TFK sebagai wadah perkum­ pulan, juga rutin setiap enam bulan sekali mengadakan acara kumpul bersama sembari mem­ buat acara Hunting Model dan Hunting Culture. Selain itu, setiap sebulan sekali komunitas ini juga rutin kumpul di salah satu cafe (D’Smoot) milik seorang ang­ gotanya yang berlokasi di Dalung. “Jadi, dibentuknya komunitas ini sebagai wadah temu kangen bagi sesama anggota. Sebenarnya

kapan saja bisa ngumpul, asalkan atur waktu terlebih dahulu,” tuturnya. Menurut Arick Satya, usaha fotografi ini masih menjanji­ kan, mengingat saat ini momenmomen indah dianggap merupa­ kan hal yang penting untuk dido­ kumentasikan. “Apalagi sekarang usaha fotografi untuk pre-wedding atau acara pernikahan di Bali sedang berkembang dan sangat dibutuhkan,” ujar fotografer sekaligus Public Relation Staff di ObjekWisata Tanah Lot ini. Berbagai pengalaman tak ter­ lupakan, yang baik maupun buruk dirasakan oleh anggota TFK, khususnya di dunia fotografi. Arick Satya mengisahkan pengala­ man baiknya, melalui fotografi ia bisa mempunyai banyak teman yang dapat diajak saling berbagi ilmu, dan melalui acara-acara TFK ia dan anggota lainnya bisa ikut beramal kepada yang mem­ butuhkan. Pengalaman buruknya adalah kerapkali mereka harus kejar-kejaran dengan waktu saat akan menangkap sebuah momen, karena momen bagus itu tidak datang dua kali. Untuk ke depannya, TFK tetap akan melaksanakan kegiatan positif seperti beramal melalui sumbangan dan kunjungan ke berbagai yayasan dan panti. TFK juga merencanakan untuk me­ nambah agenda kegiatan amal yaitu dengan melakukan kerja bakti (ngayah) saat ada odalan di berbagai pura besar di Bali. Intinya, TFK tetap akan menjadi sebuah komunitas positif yang berdedikasi untuk amal, selain sebagai komunitas wadah pehobi fotografi untuk meningkatkan dan melatih skill fotografinya. “Semoga fotografi di Bali lebih berkembang, lebih baik lagi, lebih sukses dan tentunya lebih banyak lagi ada acara-acara hunting sambil beramal. Sebab, melalui hunting, berkumpul saling bisa, beramal juga bisa,” harapnya. –Ari

3

Lantai bawah toko elektronik, lantai atas One Bean Coffee House

I

a mengatakan, pengem­bangan pasar menjadi tantangannya kini. Dengan luas 40 are, pasar ini terdiri dari 78 unit kios dan 48 unit los. Pasar ini memang dibuat berbeda. “Se­ lama ini pasar selalu diidentikkan dengan kotor dan becek. Image ini yang ingin kami ubah. Pasar Wates Desa kami usahakan agar kondisinya nyaman dan bersih sehingga pembeli tertarik untuk datang,” kata Sari Galung. Saat masuk pasar, areal parkir tersedia luas. Kemudian bebera­ pa kios yang menjual kebutuhan mulai dari sembako, busana, aksesoris, perlengkapan upacara adat seperti dupa, toko ponsel,

toko elektronik, toko emas, dan warung makan tersedia lengkap. Pada bagian belakang terdapat los yang menjual sayur-mayur dan daging. Sarana olahraga rekreasi seperti biliar juga tersedia. Tak lupa, dua Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melengkapi pasar ini. Le­ tak ATM di pintu masuk pasar.

Toilet dan kamar mandi juga melengkapi pasar Wates Desa. Ada enam security yang selalu bergiliran menjaga keamanan dan ke­nyaman pasar. Karena los untuk sayur-mayur dan daging berada di los belakang, tiap pagi, mereka pindah ke areal depan. Mulai pukul 05.00, pembeli sudah mulai ramai berdatangan. Setelah pukul 13.00, pedagang kembali menempati los mereka di belakang. Tujuannya pedagang berjualan ke depan di pagi hari, untuk mengenalkan pasar ini kepada konsumen. Kemudian, pedagang pindah ke belakang kembali, agar pasar selalu terlihat rapi dan bersih. Mulai pukul 17.00, areal parkir disulap menjadi pasar malam alias senggol. Selain ada war­ ung makan, ada juga permainan anak-anak seperti kereta api yang berputar di areal parkir. Aneka makanan, mulai dari makanan khas Bali lawar dan babi guling, ada juga Chinese food, dan ma­ sakan Indonesia. Untuk tempat nongkrong minum kopi ada juga One Bean Coffee House. Khusus untuk mainan anak-anak ditutup pukul 23.00. “Permainan kereta api keliling ini sangat digemari. Biasanya paling ramai Sabtu dan Minggu,” ujar Sari Galung. Sejak dibuka dan diresmikan setahun lalu oleh Kepala BPM Mertajaya, sambutannya sangat bagus. Pedagang sebagian besar berasal dari Kelurahan Sesetan. Sampai saat ini, sekitar 60 persen kios dan los sudah terisi. “Masih terbuka pe­ luang bagi pedagang yang ingin mengontrak los dan kios. Masih ada sisa 40 persen yang belum terisi,” ujarnya berpromosi. Tujuan awal dibukanya pasar ini, adalah un­ tuk mem­ bantu per­ ekonomian masyarakat di Kelurah­

Kios dupa

an Sesetan pada khususnya. Harga sewa untuk los dan kios juga sa­ngat standar dan terjangkau. Selama setahun, ia mengatakan, penghasilan dari pedagang luma­ yan ada pemasukan berkisar 60 persen. Memang, ia mengakui, belum melakukan promosi untuk pasarnya ini. Namun, ia yakin dari mulut ke mulut, makin banyak orang yang tertarik belanja ke Pasar Wates Desa. Selain tem­ patnya bersih, semuanya lengkap. “Kalau capek bisa beristirahat dan duduk-duduk sembari menikmati aneka kuliner yang ada. Biasanya ramai pembeli pagi dan sore hari. Untuk pasar senggol, warung makan paling laris,” ujarnya. Satu unit bangunan koperasi juga terlihat megah di lantai atas. Koperasi ini bernama Graha Sedana Mandiri. Menurut Wayan Sugita, Ketua Koperasi Graha Se­ dana Mandiri, koperasi ini sudah berdiri tahun 2011. Anggotanya 123 orang, terdiri dari 60 orang pedagang di Pasar Wates Desa dan sisanya warga di Kelurahan Sesetan. Koperasi serba usaha ini didirikan dengan tujuan untuk membantu modal dalam pengem­ bangan usaha para pedagang. Salah seorang pedagang, Jero Sija yang menjual aneka busana mengatakan, penghasilan yang didapat dari berjualan di pasar

Wates Desa sangat lumayan. “Ada saja setoran masuk tiap bulannya,” katanya. Sementara, menurut penjual sembako, Bu Putu, biasanya pembeli ramai pada pagi dan sore hari. “Biasanya ibu-ibu ramai ke pasar pagi hari atau sore hari setelah pulang kerja,” ucapnya sembari melayani pembeli, ketika ditanya Tokoh. Selama ini, kata Sari Galung, promo pasar dilakukan dengan mengadakan acara dangdutan tiap bulan. Tujuannya, selain sebagai hiburan masyarakat, juga untuk memperkenalkan Pasar Wates Desa ini. Ke depan, ia ingin bekerja sama dengan pengusaha usaha kecil dan menengah di Kota Denpasar untuk mengadakan pasar murah menjelang hari raya keagamaan. Selain itu, ia juga ter­ tarik mengadakan berbagai lomba untuk menarik banyak pengun­ jung. “Banyak pekerjaan rumah ke depan dalam pengembangan pasar ini. Namun, saya optimis, usaha pasar merupakan peluang bisnis yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” kata Sari Galung, yang juga te­ lah membuat satu kantor di pasar ­untuk operasionalnya. Dua orang karyawan membantunya untuk administrasi dan tenaga lapang­an. –Wirati Astiti

Pasar Wates Desa


4

INSPIRASI

23 - 29 JUNI 2014

Mona Ratuliu

Bo’ Sangaji Kai

Selalu Dekat Anak

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dilahirkan dari proses sejarah yang panjang dan gemilang di masa lampau. Bangsa yang mampu melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi masa lampau tersebut untuk ke­ sejahteraan di masa kini dan akan datang.

Mona bersama anak sulungnya

N

Mona bersama keluarga

menyenangkan,” tutur Mona yang kerap menggelar seminar-seminar parenting di berbagai tempat. Diakui Mona, apa yang dilakukannya dalam mengasuh anak-anaknya, melalui sebuah proses. Pengertian tentang seperti apa pola asuh anak yang baik pun, melalui proses. Sebagai orangtua, aku Mona, ia pun pernah menjadi orangtua yang gemar mengomel. Walhasil, Davina yang tengah berangkat remaja, justru menjauh. “Aku pernah menjadi orangtua yang suka ngomel. Dengan seperti itu, boro-boro anak mau mendekat dan curhat. Yang terjadi, malah dia mau kabur dari rumah,” tutur artis yang namanya melejit lewat penampilannya sebagai perawat bisu dalam sinetron ‘Pelangi di Matamu’ tahun 2001. Beruntung Mona cepat menyadari kesalahannya. Ia pun berusaha memperbaiki dan mengubah pola pendekatannya dengan bersikap sebagai sahabat anaknya. Pola ini berhasil, hubungan ibu dan anak ini menjadi harmonis. Davina sering curhat tentang berbagai hal kepadanya. Ini sungguh membahagiakan Mona karena dengan begitu ia tahu apa yang dirasakan anaknya. “Alhamdulilah sekarang sudah berjalan baik. Aku berusaha menjadi teman anak-anak supaya mereka merasa nyaman dengan aku sebagai ibunya. Dengan rasa nyaman, mereka akan bercerita apapun yang dialami. Ketika mereka ada masalah, aku ingin mereka lari kepada orang- orang terdekatnya yang bisa dipercaya. Siapa lagi orang terdekat yang bisa dipercaya selain orangtua. Apa yang aku dan mas Indra (suami) harapkan itu berjalan baik. Anak-anak lebih terbuka, alhamdulilah,” tuturnya. Sebagai orangtua, tambahnya lagi, ia juga tidak memaksakan kehendak, misalnya dalam hal belajar. Tapi yang terpenting adalah memberi pengertian dan rasa tanggung jawab kepada anak bahwa pendidikan, belajar itu penting untuk mereka. “Kepada Davina misalnya, aku tidak pernah memaksa dia untuk belajar. Juga tidak menuntut harus menjadi juara kelas atau memiliki nilai

21

Ungkap Peristiwa Abad XVII-XIX di Bima

Mengamati dan mendampingi anak-anak yang mulai tumbuh besar adalah momen spesial bagi artis Mona Ratuliu dan suaminya, Indra Brasco. Apalagi anak sulungnya, Davina Shava Felisa (11) kini berangkat remaja. Mona mengakui, sebagai orangtua ada sedikit kekhawatiran, meng­ ingat belakangan perkembangan jaman yang makin maju, ditambah lagi ­banyaknya kejadian-kejadian yang menimpa anak-anak di luar sana. amun begitu, ia tak ingin rasa khawatir itu ditunjukkan secara berlebih kepada anak-anaknya. Cara yang terbaik, menurut Mona adalah mendekatkan diri kepada anak, membuat mereka nyaman bersama orangtuanya, sehingga ketika anak mempunyai masalah, ia akan lari kepada orangtuanya untuk bercerita. “Meski khawatir, tapi aku tidak mau berlebihan. Justru aku berusaha mendekatkan diri pada anak. Aku ingin mereka merasa nyaman dengan aku sebagai ibunya. Dengan begitu apapun yang terjadi mereka mau share, mau curhat,” tutur ibu tiga anak, Davina Shava Felisa (11), Barata Rahadian Nezar (5) dan Syanala Kania Salsabila (10 bulan). Agar anak-anak merasa nyaman, tambah Mona, suasana rumah harus nyaman pula. Suasana kebahagiaan harus hadir di rumah. “Kita (Mona dan suaminya) berusaha menghadirkan suasana senyaman mungkin di rumah. Suasana benar-benar kita bikin happy supaya mereka pun merasa nyaman bersama orangtuanya. Jadi kalau kita ngomong sesuatu yang isinya pesanpesan, mereka mau mendengarkan. Karena kalau suasana tidak nyaman, belum tentu apa yang kita sampaikan mereka mau mendengar. Apalagi kalau kita menyampaikannya dengan cara tidak

MANDALIKA

23 - 29 JUNI 2014

tinggi. Tapi aku kasih pengertian tentang pentingnya belajar. Aku bilang nilai itu adalah nilai kamu sendiri, untuk kamu sendiri. Seiring dengan usianya semakin bertambah, dia sudah mengerti hal itu. Dia akan belajar untuk mata pelajaran yang dia rasa kurang tanpa harus disuruh,” jelasnya. Pengertian ini pun, lanjut pendiri grup ‘ParenThink’ ini, bukannya muncul begitu saja. Tapi setelah melalui pengalaman tidak mengenakkan ketika ia mendapat nilai jelek pada ulangannya karena tidak belajar. Akibatnya dia harus mengulang sementara teman-temannya tidak. Hal ini membuatnya malu. “Jadi dia telah mengalami risiko atau kerugian akibat tidak belajar,” tambah Mona. Lalu bagaimana dengan bakat ketiga anaknya, apakah ada yang mengikuti jejaknya di bidang seni? Menurut Mona, baik dia maupun suaminya, membebaskan anak memilih minat atau hobinya. Mereka tidak mengarahkan anak untuk menyukai bidang yang digeluti orangtuanya. Namun, diakui Mona, bakat seni darinya menurun pada Davina. Meski Davina belum tertarik pada seni peran, namun anaknya sudah tertarik pada beberapa bidang seni, seperti desain grafis, menyanyi dan seni tari. “Bakat seni orangtua menurun ke anak adalah wajar. Davina memiliki bakat desain, aku pun dulu waktu masih kuliah, mengambil jurusan desain grafis. Davina juga senang menyanyi dan dance. Bagi aku, apapun minat atau hobi anak, asalkan positif bagi dia, aku akan support. Guru dan kepala sekolahnya juga bilang, kalau Davina menonjol di desain,” ungkap Mona. Memang, akunya, Davina belum menunjukkan keinginannya pada seni peran. Tapi hal itu tidak mengapa. Namun jika suatu saat anaknya menginginkan itu, ia akan senang sekali. Karena sebagai ibu yang juga menggeluti dunia seni peran, akan membantu membimbingnya. Sekarang pun bila memungkinkan, ia sesekali mengajak anaknya ke lokasi syuting. Maksudnya, dengan melihat langsung, anak tidak akan merasa asing dengan

dunia itu. “Kita seneng banget, ya, kalau anakanak bisa ikut jejak kita, nggak jauh dari dunia kita. Senengnya karena kita mampu memberi dia fasilitas. Davina misalnya, dia sering ikut aku syuting. Dengan begitu, ia tahu proses syuting itu seperti apa. Bahwa, kalau syuting itu membutuhkan komitmen ketepatan waktu misalnya, butuh kemauan untuk banyak belajar, butuh sikap-sikap positif terhadap orang lain, dll. Nah semua itu bisa dia dipelajari. Dan kita sebagai orang yang bergelut dalam bidang itu, bisa membantunya,” jelasnya. Melihat perkembangan Davina saat ini, diakui Mona, sebagai ibu dirinya merasa bangga. “Alhamdulilah, di jaman sekarang yang heboh dengan macam-macam. Kata orang, anak-anak mulai tidak aman hidupnya. Alhamdulilah bangga dikaruniai anak punya banyak bakat. Davina senang dance, senang menyanyi, juga desain. Aku support. Yang terpenting dia mau konsisten, mau belajar terus, up date terus. Jadi sebenarnya bukan sekadar apa bakatnya, tapi bagaimana proses dalam mengolah bakatnya, itulah yang paling berharga,” ucapnya. –Diana Runtu

Foto: kapanlagi.com

Kerajaan Bima berkat sistem kearsipannya,” ungkap putri Raja Bima ini. Berbagai proses yang mengikuti tatanan kehidupan masyarakat Bima hampir seluruhnya tertuang dalam naskah-naskah kunonya. Hukum Adat Bima (Hukum Adat Dana Mbojo) bersumber pada falsafah tua yang bernilai tinggi yang menjunjung tinggi hak manusia dengan perlakuan seadiladilnya. Tergambar pada falsafah bahwa bertambah tinggi derajat seseorang bertambah besar pula tanggung jawabnya sebagai panutan dan contoh yang patut ditiru oleh masyarakat. Selama berabad-abad lamanya Hukum Adat Bima tidak pernah rapuh, bahkan tetap berlanjut dengan penyempurnaan dan perpaduan dengan Hukum Islam. Sehingga ditaati dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat sampai di desa-desa. Hukum Adat Bima terbuka untuk perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, karena mencakup seluruh kepentingan kehidupan sosial budaya masyarakat, terutama kepentingan hubungan antarsesama manusia dan hubungan antarmanusia dengan Tuhan.

gan huruf Arab berbahasa Melayu,” katanya. Naskahnaskah lama adalah sumber informasi dan dokumentasi mengenai Kerajaan Kesultanan Bima pada masa lampau yang membuktikan eksistensi Kerajaan Bima sebagai suatu keraDR. Hj. Siti Maryam Salahuddin jaan berkedaulatan atas suatu wilayah dan yang Bima, melainkan juga masyarakat dan latar belakang kehidupan sosial budaya masyarakat daerah sudah mempunyai pemer- dan petinggi kerajaan lainnya. Sebenarnya ada beberapa Bima, dapat pula diketahui alam intahan yang teratur dan menjalankan hukum seba- Bo’ lain yang tidak sempat dis- pikiran serta pandangan hidupnya elamatkan akibat rusak, keba- yang berkaitan dengan kesadaran gaimana mestinya. Naskah-naskah kuno karan dan sebagainya. Misalnya, hukum, rasa perikemanusiaan Kesultanan Bima berisi se- Bo Bicarakai yakni, Bo’ yang dan saling menghormati hak-hak jarah dan segala peristiwa ditulis oleh Raja Bicara. Bo’ Bumi sesama anggota masyarakat. Satu yang terjadi pada masa Luma Rasana’e yakni Bo’ yang peristiwa besar yakni meletusnya itu yang termuat dengan ditulis di rumah salah seorang Gunung Tambora di Pulau SumBo’ Sangaji Kai, catatan kerajaan Bima, rapi dalam Buku Catatan pegawai tertinggi yang berisi dan bawa yang akhir-akhir ini mendamanuskrip yang sudah ditranseliterasi dalam aksara latin Kerajaan Bima yang dis- bertalian dengan adat. Ada juga pat perhatian geolog dalam dan ukti dari sejarah, ebut. Bo’ Sangaji Kai yang berisi Bo’ Kadi tentang urusan agama, peristiwa dan kegia- himpunan naskah catatan kerajaan Bo’ Melayu milik masyarakat tan di masa lampau yang memuat peristiwa-peristiwa Melayu, Bo Da’e Dura, milik itu tentu saja ter- pelaksanaan pemerintahan, Hu- sebuah keluarga bangsawan dari ekam dalam tulisan-tulisan berupa kum Adat, Hukum Kelautan, Makassar. Namun, Bo’ yang terpenting naskah. Naskah kuno ini mampu Pertanian, keputusan/ kebijaksamenjelaskan secara detail sejarah naan pemerintah, Hukum Islam, dan terlengkap adalah Bo’ istana masa lampau dari sebuah tatanan hubungan dengan Kerajaan lain, yang ditulis dengan rapi oleh juru kehidupan, sehingga menjadi salah dan lain-lain hal yang menyangkut tulis istana berukuran besar 37 X satu representasi dari berbagai tertib masyarakat yang terjadi 53,5 cm, inilah yang disebut Bo’ sumber lokal yang paling otoritatif dalam kurun waktu kurang-lebih Sangaji Kai. Bo’ yang tertulis dendan otentik dalam memberikan dari abad XVII sampai abad XIX. gan huruf arab berbahasa Melayu berbagai informasi sejarah di Jumlah naskah catatan sampai ini telah ditransliterasi ke dalam masa lampau. Termasuk tra- dengan 229 judul peristiwa men- aksara latin berbahasa Indonesia disi yang berkembang di berbagai genai Kerajaan Bima dan tidak dengan judul Bo’ Sangaji Kai, wilayah di nusantara sejak masa kurang dari 2.000 lembar yang Catatan Kerajaan Bima setebal 642 halaman untuk kepentingan lampau hampir selalu terekam berhasil diselamatkan. Tradisi menulis Bo’ dimulai publik yang lebih luas, yang didalam naskah-naskah kuno tulisan DR. Hj. Siti Maryam Salahuddin bersama Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi oleh Perdana Menteri Tureli Ng- transeliterasi dan ditulis oleh, Hj. tangan(manuskrip). sedang membaca salah satu manuskrip Kesultanan Bima “Berkat penataan kearsipan gampo Makapiri Solo, setelah Siti Maryam Salahuddin dan Henri luar negeri tercatat dengan baik. yang baik dan teratur di masa mempelajari sistem pemerintahan Chambert-Loir. Patut dihargai adanya usaha unNaskah-naskah kuno pen- “Peristiwa hebat ini diceritakan tuk menggali nilai-nilai budaya lama emasnya, jejak sejarah kejayaan Goa dan Luwu’. Awalnya Bo’ Kerajaan Bima dan tatanan ke- ditulis dalam bahasa dan aksara inggalan Kesultanan Bima ini secara hidup dan mengharukan untuk membentuk pribadi yang mampu mengungkap hal-hal dalam Syair Kerajaan Bima yang berwawasan luas berbudi pekerti hidupan sosial kemasyarakatannya Bima di atas daun lontar. yang selama ini belum pernah dicatat secara ringkas dalam karena peningkatan sumber daya Di Bima, penulisan naskah kuno dengan mudah ditelusuri lewat diketahui oleh masyarakat luas. Bo’ (Nskh: 87). Bahwa pada manusia menghendaki adanya etos tidak hanya terpusat pada juru tulis naskah-naskah kunonya, terutama naskah-naskah yang dicatat Istana (Bo’ Sangaji Kai) Kesultanan Selain sejarah Kerajaan Bima bulan April 1815 sebuah mala- kerja dan penguasaan ilmu yang diapetaka yang amat malkan sesuai dengan ajaran agama dalam buku besar kesultanan yang dahsyat terjadi, yang dianut. Dengan demikian tidak disebut Bo’ Sangaji Kai,” ungkap Gunung Tambora mudah terjadi pergeseran nilai buDr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, meletus dan men- daya yang mengarah ke pandangan Filolog yang juga penerjemah gakibatkan selu- yang tidak semestinya yang hanya buku Bo Sangaji Kai. ruh pulau tertutup akan merugikan kehidupan bangsa Rekaman kegiatan dan perisabu, banyak rumah dan negara. tiwa dalam sejarah Kerajaan Bima hancur, semua laHukum Adat atau yang disebut tersebut berkisar antara abad han pertanian bi- Hukum Adat Dana Mbojo yang XVII sampai dengan abad XIX nasa, ribuan orang tercatat dalam Bo’ Kerajaan Bima yakni pada masa pemerintahan meninggal dunia yang ditulis pada tahun 1709 yang Sultan Abdul Kahir (sekitar 1620dan puluhan ribu terdiri dari 118 pasal, beberapa di 1640) sampai dengan Sultan Ibralainnya mati kela- antaranya, meskipun tidak detail him (1881-1915). “Sebelum Islam paran atau akibat dijelaskan namun secara umum masuk ke Bima, naskah-naskah penyakit. Kala itu, hingga kini masih kontekstual masih tertulis dalam aksara Bima Pulau Sumbawa dalam Hukum Negara maupun berbahasa Bima dan aksara Bugis/ kehilangan sepa- Hukum Islam. Hukum Adat ini Makassar sebagian kecil. ruh penduduknya. secara keseluruhan mengandung Sekitar tahun 1600-an kala Ini menjadi con- ketentuan larangan yang berat Islam mulai masuk ke Bima, toh istimewa dari maupun yang ringan terhadap semua naskah baik itu berupa daya ingatan seja- perbuatan yang merugikan orang korespondensi, surat keputusan Naskah Kuno Kesultanan Bima tentang salah satu Keputusan Raja rah yang dicapai lain. -Naniek I. Taufan raja dan sebagainya diganti den-

B


NINE

20

23 - 29 JUNI 2014

Sarbiniwati

Inisiator Terbentuknya Forum Klub Baca Perempuan Masyarakat adat cenderung dinilai sebagai komunitas tertinggal. Ini disebabkan karena kuatnya mereka memegang prinsip-prinsip adat yang membuat kadangkala sulit terbuka dengan berbagai kemajuan. Sementara, kemajuan itu terus berjalan dan harus pula terus disikapi untuk dapat melakukan adaptasi zaman dengan baik. Tentu saja dengan tetap memegang prinsip-prinsip filosofi dari semua kebiasaan (tradisi) masyarakat tersebut. Hal inilah yang tampaknya dilakukan oleh masyarakat adat di Karang Bajo dan Desa Anyar, Bayan, Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Tokoh adat Bayan saat berdiskusi mengenai Klub Baca Perempuan Adat Bayan

A

dalah Sarbiniwati (24), seorang guru honorer yang memiliki kepedulian untuk mengangkat derajat perempuan-perempuan adat di sana. Dibantu oleh lembaga adat di Bayan yang dimotori oleh Rianom, ia mendirikan Klub Baca Perempuan yang diperuntukkan bagi perempuan-perempuan adat di wilayah tersebut. Ia menjadi salah seorang inisiator pendirian klub baca ini dan duduk sebagai Ketua. Melihat banyaknya perempuan adat yang tidak bisa membaca di kampungnya, Sarbini terpanggil untuk membuat mereka bisa membaca. Para perempuan ini tidak bisa membaca karena ada yang sama sekali tidak pernah duduk di bangku sekolah, ada juga yang putus sekolah, bahkan ada yang tidak bisa bersekolah. Awalnya ia mulai dari kawankawan dekatnya. Berangkat dari keinginan untuk meningkatkan derajat, martabat dan kemampuan serta kapasitas perempuan adat di Bayan, Lombok Utara, Balai Pusaka Sebaya Tanta, yang merupakan pusat keberdayaan masyarakat adat, Bayan Lombok Utara, membentuk sebuah wadah yang diberi nama Forum Klub Baca Perempuan yang dipusatkan di Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Meloka Singgan, Toaq Turun, Pemangku Meloka Gantungan Rombong, Kadus Karang Bajo.

Sarbiniwati

“Selama ini, masyarakat adat cenderung dinilai bodoh, kumuh, tertinggal dan tidak bisa merubah nasibnya, terutama bagi kaum perempuannya,” ungkap Rianom, Tokoh Adat Bayan. Hal inilah yang ingin dibuktikan oleh masyarakat Bayan yang hingga hari ini masih relatif tetap menjaga dan menjalankan keaslian adat dan tradisinya. Karena itulah, dengan didirikannya klub baca perempuan ini, diharapkan para perempuan di Bayan terutama yang sudah menikah, yang bisa dikatakan 80% buta huruf dan tidak dapat membaca, diharapkan bisa membaca,” kata Rianom. “Seperti kebanyakan perempuan di Lombok, para perempuan di kecamatan ini, tidak memperoleh kesempatan untuk bisa bersekolah karena berbagai faktor yang menghalanginya,” ungkap Sarbiniwati beberapa waktu lalu yang didampingi oleh tokohtokoh adat Bayan. Di antara tokoh-tokoh adat Bayan yang juga masuk dalam Lembaga Adat Pranata Adat Bayan ini, seperti Pembekal Adat, Meloka Rambitan, Sarbiniwati saat mengajar Meloka Penguban,

80% Tuntaskan Buta Aksara Keinginan para tokoh adat Bayan ini, terbilang unik. Mendirikan klub baca bagi para perempuan yang buta huruf. Sarbiniwati memanfaatkan program Keaksaraan Fungsional dari pemerintah untuk menuntaskan buta aksara bagi masyarakat adat di sana. “Hasilnya, 80% dari perempuan adat yang tadinya buta aksara kini sudah dapat membaca,” kata Ketua Klub Baca Perempuan Adat yang juga masuk sebagai Ketua Bidang Perempuan Adat dalam Pranata Adat Bayan ini. Sejak dibentuknya Klub Baca Perempuan Bayan ini tahun 2010,

agar perempuan Bayan rajin membaca untuk menyerap banyak ilmu dan wawasan, setidaknya bacaan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan mereka tentang perempuan dan anak. “Sesungguhnya perempuan lebih banyak punya peluang untuk memberikan informasi kepada anak-anak mereka. Dan secara umum, anak-anak lebih dekat dengan ibunya karena ibu lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya,” lanjutnya. Di samping itu, perempuan sebagai ibu rumah tangga di Bayan dipandang memiliki kesempatan waktu luang yang banyak ketimbang laki-laki. Dan waktu luang yang banyak inilah yang nantinya akan dipakai untuk berkumpul dalam klub baca perempuan untuk bersama-sama membaca. Dalam kegiatan inilah akan tercipta pula

Sarbiniwati (paling kanan), bersama tokoh-tokoh adat Bayan.

kini hanya tinggal sebagian kecil dari perempuan adat di sana yang tidak membaca, khususnya bagi mereka yang usianya sudah lanjut. Namun begitu, usaha membuat mereka bisa membaca masih terus dilakukan. Sedangkan bagi mereka yang sudah bisa membaca, terus dipacu untuk membaca di perpustakaan adat yang mereka miliki. Sarbiniwati yang tergerak hatinya untuk meningkatkan derajat kaum perempuan adat Bayan ini, terus memacu agar mereka mau membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan wawasan bagi mereka. “Inilah saatnya agar perempuan-perempuan yang selama ini buta huruf menjadi lebih lancar membaca. Dengan membaca jendela dunia terbuka bagi mereka,” kata Sarbiniwati. Inilah tugas dari klub baca perempuan, ketika mereka telah lancar membaca lalu mendorong

interaksi dan komunikasi yang secara tidak langsung menjadi diskusi bagi para ibu ini. Klub baca perempuan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca orang desa dan menyebarkan budaya baca di kalangan perempuan Bayan dan anak-anak. Dan dari bacaan itulah

terbuka wawasannya sehingga dapat mengembangkan dirinya. Klub baca ini beranggotakan ibuibu yang nantinya diharapkan dapat memancing perempuan lain secara keseluruhan untuk juga mau membaca. “Minat baca perempuan adat ini sangat tinggi. Mereka datang membaca pada waktu-waktu senggang atau meminjam buku dari perpustakaan adat untuk dibawa pulang,” kata Sarbiniwati yang aktif di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Lombok Utara dan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika. Di dua lembaga adat ini ia mengurusi bidang perempuan adat. “Pemberdayaan perempuan adat ini, sesungguhnya merupakan penghargaan bagi perempuan adat, yang mana selama ini perempuan lebih banyak berada pada posisi yang termarjinalkan,” ujar Rianom. Namun sesungguhnya, lanjutnya, dalam masyarakat adat, perempuan adat Sasak khususnya di Bayan memiliki posisi penting dalam masyarakat sosial maupun dalam urusan domestik, yakni sebagai penentu dan pengatur. Klub baca perempuan Bayan ini memiliki sebuah perpustakaan yang saat ini tengah mengumpulkan bukubuku tentang apa saja yang bisa dibaca dengan lokasi di Tanah Ageman Gubuk, areal khusus yang dikelola oleh Rumah Adat Karang Bajo, Bayan Lombok Utara. Tempat ini disiapkan sebagai areal para ibu datang berkumpul untuk membaca. “Arahnya ke depan, membangun perempuan adat yang mandiri dalam segala sisi,” kata Sarbiniwati. Itulah yang diharapkannya bagi masyarakat adat Bayan umumnya dan lebih khusus lagi bagi perempuan adatnya. -Naniek I. Taufan

Perpustakaan adat yang biasa dipakai untuk berkumpul para ibu untuk membaca

INSPIRASI

23 - 29 JUNI 2014

5

AA Ayu Ketut Agung

Komitmen Lestarikan Busana Adat Bali

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 dibuka langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (13/6). Sudah menjadi tradisi pula pada kesempatan itu SBY beserta ibu tampil mengenakan busana adat Bali. Dan, selama 10 kali berturut-turut, AA Ayu Ketut Agung mendapat kepercayaan untuk merias Ibu Negara. Tentu saja ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Bu Agung. Apalagi pada akhir masa jabatan kepresidenannya, SBY dan Ani Yudhoyono menyampaikan langsung ucapan terimakasih dan memberikan kenang-kenangan kepada Bu Agung yang telah merias Ibu Ani dengan busana adat Bali menggunakan pusung tagel (sanggul Bali). Bu Agung yang didampingi putrinya AA Sagung Diva Wastuningtyas saat itu mengaku terharu. Ia berharap presiden dan ibu presiden mendatang tetap berkenan mengenakan busana adat Bali dalam Pembukaan PKB mendatang. Hadirnya Sagung Diva sebagai peñata rias belia yang tampil dalam beberapakali roadshow yang juga diliput BaliTV itu membawa dampak positif secara meluas. Tak sedikit ibu-ibu kini mengkursuskan putrinya keterampilan tata rias. “Saya berharap anak-anak sekarang lebih memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan-kegiatan positif, salah satunya bisa dengan kursus tata rias. Saat ini waktu yang tepat karena musim liburan sekolah, kebetulan juga ada promo khusus liburan. Dan, sudah seharusnya tata rias dan busana adat Bali yang merupakan bagian dari adat dan budaya kita dikenalkan sejak dini agar mereka lebih mencintai adat dan budayanya sendiri,” ujar Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang juga pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung ini. Busana tengkuluk lelunakan yang diperagakan oleh Sagung Diva

TENGKULUK LELUNAKAN Busana tengkuluk lelunakan yang kini kian familiar di kalangan masyarakat Bali bahkan hingga menasional, diceritakan Bu Agung berawal dari kain cerik (handuk) yang zaman dulu memiliki multifungsi, yakni untuk selimut, menutupi dada, menutupi rambut, dan dipakai sunan (alas menjinjing beban pada kepala/nyuun). Tahun 60an berkembang di Kota Denpasar sebagai busana Tari Tenun dan dipakai juga untuk upacara ngaben (mebanjar mati) di Kota Denpasar termasuk daerah Kuta. Tahun 1996, tengkuluk lelunakan

diseminarkan dalam Hari Kesatuan Gerak PKK yang pada saat itu diketuai oleh Ny. IA Asiawati Oka. Hasil dari seminar ini, busana tengkuluk lelunakan dipakai menjadi busana resmi unutk menyambut tamu, MC, busana petugas pembawa sarana upacara resmi seperti petugas pembawa kempul (pemukul gong), dll., sehingga tidak menggunakan busana payas agung yang disakralkan. Pembicaranya saat itu adalah Bu Agung sendiri dengan referensi makalah (tidak diterbitkan) dari pengamat adat dan budaya Bali almarhum Drs. Ngurah Oka Suparta. Selanjutnya, busana tengkuluk lelunakan terus diperkenalkan dalam acara-acara jamuan, dan para tamu pun menggunakan busana ini. Dan, semenjak digelar ajang pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) tahun 2002 hingga sekarang, busana tengkuluk lelunakan menjadi busana resmi Teruni Denpasar dalam malam grand final. Bu Agung pun selalu berpartisipasi merias Teruna Teruni Denpasar sejak pertamakali digelar hingga sekarang. Bu Agung menjelaskan, awalnya tengkuluk lelunakan memakai selendang sepanjang 2,5 meter. Namun, di era kekinian, Bu Agung yang kerap menyelipkan materi membuat dan memasang tengkuluk lelunakan dalam setiap roadshownya, memandang ini kurang praktis. “Para peserta pelatihan kesulitan jika memakai selendang sepanjang itu, sehingga minat belajarnya jadi kurang. Jadi, saya buatkan selendang yang panjangnya 1,5 meter. Dengan

Tata rias dan busana adat Bali memang sudah melekat dalam diri AA Ayu Ketut Agung yang sudah berpuluh-puluh tahun melakoninya. Syukur, keterampilannya tersebut menurun kepada putri keduanya itu. Sagung Diva yang baru saja lulus SD ini, sejak dua tahun terakhir tekun berlatih di waktu-waktu luangnya. Di usianya yang belum genap 12 tahun, Sagung Diva yang kini sudah mengantongi sertifikat Tata Rias Pengantin (TRP) Bali ini, oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) tercatat sebagai perias pengentin Bali termuda di Bali, bahkan di Indonesia. Keterampilan Sagung Diva merias ini makin terasah lagi dengan kerapnya ia mengikuti roadshow yang digelar LKP Agung ke instansi-instansi pemerintah maupun swasta, kampus, juga organisasi perempuan di kabupaten/kota seBali. Pada tiap kegiatan tersebut, Sagung Diva kebagian mendemokan bagaimana memasang make up, membuat dan Warga negara Jepang pun mengagumi dan tertarik berbusana adat Bali. Dari kiri: memasang sanggul, serta Prof. Drh. AA Mirah Adi, M.Si.,PhD. (Unud), Prof. Hidet Ashi Sato, Phiramphan Mesiarun, Pattama Arwusosakul (Kwansi Gakuin University, Jepang), Sagung Diva Wastuningtyas, dan Bu Agung menata riasan rambut.

Bu Agung didampingi Sagung Diva usai merias Ibu Ani Yudhoyono saat Pembukaan PKB ke-36

begitu, mereka lebih simpel dan praktis belajar tanpa meninggalkan pakem/bentuk aslinya. Kreatif tapi tetap pada pakemnya,” papar Bu Agung sembari mempraktikkan cara memasang tengkuluk lelunakan yang cukup praktis. Sebagai kota kreatif berwawasan budaya, busana tengkuluk lelunakan kerap dipakai dalam berbagai kegiatan di Kota Denpasar. Hal ini tak terlepas dari peran Ketua TP PKK Denpasar Ny. IA Selly Mantra yang merangkul ibu-ibu SKPD, istri-istri lurah dan kepala desa untuk turut menggaungkan busana ini dalam tiap kesempatan. Bahkan, sering pula TP PKK Denpasar dam Pemkot Denpasar menggandeng Bu Agung khususnya dalam kegiatan yang berhubungan dengan tata rias dan busana adat Bali. Seperti, pelatihanpelatihan tata rias dan kegiatankegiatan akbar yang melibatkan ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar dalam menari Pendet dan Tenun. Juga, dalam kegiatan lain, seperti Lomba Busana Tengkuluk Lelunakan yang dihelat beberapa tahun silam, dan berhasil tercatat dalam rekor Muri sebagai peserta terbanyak. Bu Agung juga menjalin kerjasama dengan dan Kelompok Media Bali Post mengadakan Workshop dan Lomba Tengkuluk Lelunakan, gratis, Rabu 2 Juli mendatang di LKP Agung, Jalan Anggrek 12 Kreneng Denpasar. “Bagi yang mau ikut,

silakan mendaftar,” ucap Master Penguji Pendidik/Instruktur dan Tenaga Kependidikan Kursus dan Pelatihan ini. Roadshow pelatihan tata rias gratis bagi masyarakat luas oleh LKP Agung yang menggandeng Viva Cosmetic dan TP PKK Denpasar, terus berlangsung. Minggu (22/6), pelatihan dilaksanakan di Kantor Lurah Pemecutan, Denpasar. Berikutnya, Sabtu (28/6) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar diikuti ibuibu PKK Kota Denpasar. Dan, Senin (30/6), di Desa Danginpuri Kangin, Denpasar. Materi yang diberikan mencakup tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel), tengkuluk lelunakan, serta etika berbusana adat yang baik dan benar. Dari semua yang dilakukannya itu, harapan Bu Agung hanya satu, adat dan budaya khususnya tata rias dan busana adat Bali tak turut tergerus zaman. Karena itu pula, penerima Anugerah Peduli Pendidikan (APP Award) dari Kemendikbud tahun 2013 ini mengingatkan jangan sampai nantinya tata rias dan busana adat Bali juga diklaim menjadi budaya negara luar, seperti halnya Tari Pendet yang diklaim oleh Malaysia. Karena, tata rias dan busana adat Bali ini pun sampai kini masih banyak diminati warga negara asing. –iin

Isi liburan sekolah dengan Kursus Tata Rias di LKP Agung Hanya Rp 4,5 Juta

n 50%

Kursus Sampai Bisa dan Bersertifikat Disko Tata kecantikan kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan kaki dan tangan, perawatan tubuh) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, dan cat rambut) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Rias pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Total biaya kursus Rp 9 juta Hanya Rp 4,5 juta *Disediakan beasiswa kursus gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku Sekretariat LKP Agung: Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Tlp. 0361-233850, 231985, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. ­Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com.


6

life

Zaskia Gotik

Banyak Godaan Hati Zaskia Gotik tengah berbunga-bunga. Trauma akibat ditipu mantan kekasihnya, Vicky Prasetyo seolah sirna. Pedangdut ­cantik asal Bekasi, Jawa Barat, ini, telah memiliki kekasih pengganti Vicky, yang sekarang mendekam di penjara karena kasus penipuan. Meskipun usia pacaran mereka masih seumur jagung, namun Zaskia mengaku, hubungannya dengan Ryan, serius dan mengarah ke perkawinan. Keluarga kedua belah pihak sudah setuju. Tapi, ia tak ingin buru-buru menikah.

S

aat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Zaskia mengaku masih memiliki beberapa tar­ get yang hendak dicapainya sebelum melangkah ke perkawinan. Salah sa­ tunya adalah ingin menghajikan orang­ tuanya serta membangun bisnis untuk keluarga­nya. “Masih ada beberapa hal yang Neng harus lakukan. Neng niat meng­ hajikan orangtua, mem­bangun rumah lebih besar untuk keluarga. Rumah yang sekarang memang sudah besar, tapi ingin lebih besar lagi. Neng juga ingin punya usaha kontrakan dan sawah,” ungkap wanita kelahiran Bekasi 27 April 1990 yang menyebut dirinya Neng ini. Prioritas saat ini adalah bekerja dan me­ nabung, termasuk untuk pernikahan. Kesempatan menabung memang terbuka lebar. karier pemilik ‘Goyang Itik’ ini sedang bersinar terang. Bukan hanya menyanyi tapi dia juga hadir di berbagai acara hiburan, termasuk yang bersifat komedi. Wajahnya yang hampir setiap hari wara-wiri di layar kaca membuatnya makin terkenal.

Zaskia yang bernama asli Syurkianih, mengaku sangat bersyukur dengan keberhasilan yang dia capai saat ini. Ini adalah buah dari kerja kerjanya sejak belasan tahun lalu. Anak sulung pasangan Sosih dan Jumainah ini, memang me­rintis kari­ ernya sejak usia belia. Selain rajin ikut lomba menyanyi, ia juga tampil sebagai penyanyi ke­liling dari kampung ke kampung. Sebagai anak sulung dari empat bersaudara, wanita cantik ini boleh dibilang sebagai tulang punggung keluarganya. Ayahnya yang bekerja serabutan sedang ibunya pun hanya ibu rumahtangga biasa, membuat kehidupan keluarga mereka sangat sederhana. Jika ditanyakan tentang perjalanan kariernya, wanita yang mempunya logat kental campuran antara BetawiSunda, ini, akan bertutur panjang lebar bagaimana perjuangannya untuk meraih keberhasilan. “Semuanya tidak mudah. Berat. Dulu di awal-awal aku pernah dibayar Rp 20.000,” tambah bintang iklan mesin cuci Dolphinwave ini. Single perdananya ‘Satu Jam Saja’ yang ber-genre house-pop, menjadi hits.

story

Namanya pun mulai diperhitungkan di industri musik tanah air. Dia yang awalnya memakai nama panggung Zaskia Shinta mendapat nama baru dari penggemar­n ya, Zaskia Gotik. Tambah­an nama Gotik adalah singka­ tan Goyang Itik. Nama penembang ‘Ajari Aku Tuhan’ ini makin melejit ketika pertunangannya dengan Vicky Prasetyo yang digelar dengan amat mewah pada September 2013, kandas. Vicky ternyata memiliki istri dan anak. Kabar ini pun men­ jadi heboh. Zaskia begitu terpukul. Beruntunglah ia mampu bangkit dan kariernya justru makin kin­ clong sinarnya setelah keja­ dian itu. KERASNYA DUNIA HIBURAN Di sela-sela kes­ uksesannya ada saja kejadian sedih yang membuat wanita can­ tik ini menitikkan air mata ini. Salah sa­ tunya ketika ar­ tis sensasional, Nikita Mirzani menyebutnya hanya tamatan SD, dan se­bagai penyanyi dia dipungut dari kampung oleh pimpinan label dima­ na Zaskia bernaung. Lagi-lagi kejadian ini menghebohkan dunia entertainment. “Neng emang orang kam­ pung. Neng juga pendidikannya gak lulus SMP,” ucap Zaskia yang ke­ tika itu menangis sesenggukan di sebuah acara talk show di

sebuah televisi. Belum lama masuk dunia hiburan langsung dihajar dengan berbagai go­sip. Zaskia sendiri mengakui kalau dunia yang digeluti sekarang sangat keras, persaingan sangat berat. Karena itu, katanya, ia banyak bertanya dengan para senior untuk meminta nasihat. Hadirnya seorang kekasih, Ryan menjadi penguat Zaskia. “Perkembangan asmaraku Alhamdulillah baik, aku harus bangkit lagi,” ujarnya. Ketika ditemui di sebuah stasiun televisi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Zaskia lebih banyak berbicara tentang kekasih barunya, juga angan-angannya menikah. Menurut Zaskia, sejak kasus pertunangannya yang kandas dengan Vicky, ia sebenarnya menjadi lebih selektif dalam memilih pendamping. Ter­ masuk ketika ia bertemu den­ gan Ryan, dalam sebuah a c a ­r a d i rumah tan­ tenya. Sebe­ narnya, k e ­ beradaan sosok Ryan ini sebelumnya telah disampai­ kan kepadanya oleh orangtuan­ ya. “Orangtua bilang katanya ada yang mau kenal sama N e n g . Tr u s Neng bilang siapa, jadi saat itu belum kenal. Baru pas acara di ru­ mah uwak, kenalan. Itu pun nggak sen­ gaja, ketika Neng nyanyi, dia yang kasih saweran,” katanya sambil tersenyum. Kalaupun

akhir ia menjadi jatuh cinta lagi, itu karena dia melihat Ryan sebagai sosok yang baik dan pengertian. Apalagi ke­ luarganya sudah kenal dengan keluarga Ryan, dan mendorong mereka untuk hubungan ini. Ia mengaku, sangat mera­ sakan dicintai oleh sang kekasih dan bersyukur karenanya. “Dia itu rendah hati, mengerti banget aku. Bobot, bibit, bebetnya jelas. Aku ini cari calon imam, bukan sekadar pacar saja. Makanya sungguh-sungguh,” ungkapnya. Zaskia tidak harus melihat jauh-jauh keluarga Ryan karena rumah mere­ka tak jauh dari rumahnya di bilangan Bekasi. “Ya, dekat rumah aku, masih kabupaten yang sama di Bekasi,” ucap Zaskia tentang kekasihnya yang asal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, itu. “Memang tidak mudah ya hubun­ gan jarak jauh itu. Tapi ini untuk masa depan kami berdua. Kami juga harus membangun rasa saling percaya. Aku ngomong sama Aa (panggilan Zaskia pada Ryan. Aa dalam bahasa Sunda be­ rarti kakak), kita harus saling percaya. Aku kan pernah mengalami kejadian fatal (kasus Vicky) dulu, jadi harus saling percaya. Aku cari pasangan tidak main-main, mau yang serius. Aa bisa memahami,” paparnya. Karena dunia yang ditekuninya adalah dunia hiburan yang penuh den­ gan berbagai orang juga godaan, Ryan ber­usaha memahami Zaskia dan tidak menjadi sosok pacar yang pencemburu. “Dia nggak cemburuan. Dia kenal Neng, kan, saat sudah jadi public figure. Neng bilang, Aa jangan curiga, jangan saling menyakiti, jangan menduakan. Godaan banyak dari sana sini. Tapi yang penting kami ingat, tujuan kami apa,” tambahnya. Karena itu, kelancaran ko­ munikasi adalah kunci dari kelancaran hubungan ini. Tidak harus mewah seperti dulu, yang penting hikmat dan sakral. “Enggak harus mewah, yang penting berkesan baik karena menikah adalah sakral dan seumur hidup,” ucapnya. –Diana Runtu

S U D U T PA N D A N G

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

19

Lindungi Korban atau Pelaku? Setelah DPRD Prov. Bali, menginisiasi Ran­cangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Perempuan dan Anak. Pemerintah Kota Denpasar juga menggagas Raperda Perlindungan Perem­ puan dan Anak Korban Kekerasan. Raperda ini sedang dibahas Pansus XXV yang diketuai Ni Ketut Alit Ernawati dan sekretaris Ni Wayan Sari Galung. Menurut Ernawati, ini pertamakalinya DPRD Kota Denpasar melibatkan para LSM un­ tuk memberi masukan dan saran demi kesem­ purnaan raperda yang sedang dibuat ter­sebut.

Ni Ketut Alit Ernawati dan Ni Wayan Sari Galung

L

uh Anggreni, salah seorang aktivis dan juga pengurus di P2TP2A Kota Den­ pasar sangat mengapresiasi sikap anggota DPRD Kota Denpasar yang memberi kesempatan kepada para LSM peduli perempuan dan anak ikut memberi sumbang-saran demi kesempurnaan raperda tes­ ebut. “Walaupun tidak naik lagi, Ketua Pansus mau memperjuang­ kan, walaupun sempat ditentang para anggota DPRD yang laki-laki mengapa harus mengundang LSM, dalam pertemuan pertama (12/6). Begitu juga saat rapat gabungan SKPD (16/6), kembali terjadi pertentangan, kenapa harus me­ ngundang LSM lagi. Ketua Pan­ sus ngotot dan sangat luar biasa menurut saya tetap melibatkan LSM. Saya berharap, perda ini

jangan seperti kertas kosong dan tidak bergigi, namun, dapat berjalan dengan baik. Situasi kekerasan di Kota Denpasar sangat luar biasa. Kawan-kawan LSM di lapangan yang tahu kendalanya,” kata Anggreni. Ketua LBH Bali, Luh Gede Yastini, menambahkan raperda ini belum mengakomodir semua ke­ pentingan anak baik itu anak jalanan, anak disabilitas, anak korban HIV. “Dalam naskah akademis belum dicantumkan landasan filosofi yang mencantumkan kearifan lokal Bali seperti desa pakraman. Perlu juga dimasukkan UU Sistem Peradilan Anak yang baru, karena harus ada perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, karena sesungguhnya anak tersebut adalah korban,” ujarnya. Faris Wangge dari Flobamora menilai, sangat penting melibat­

Sidang Pansus XXV

kan desa pakraman. “Berdasarkan pengala­man kami menangani kasus trafficking pekerja rumahtangga asal NTT yang sekarang berda di rumah aman milik LSM di Tabanan. Ternyata perlu dibangun komunikasi yang baik dengan prajuru setempat ketika terjadi kasus di wilayah desa adat. Apalagi kasus trafficking biasa­ nya melibatkan lintas wilayah,” ujar Faris. Dalam dua kali pembahasan, Kamis (12/6) dan Senin (16/6), Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ini, menuai banyak kritikan dari para LSM karena dinilai terlalu umum dan sangat lemah. “Sesuai judul­ nya Raperda Perlindungan Perem­ puan dan Anak Korban Kekerasan hanya mengakomodir anak sebagai korban. Bagaimana dengan anak sebagai pelaku. Mereka juga perlu dilindungi,” ucap A.A. Sudiana dari Majelis Madya Kota Denpasar. Selama ini, banyak masalah yang tidak sampai ke ranah hu­ kum ­karena dapat diredam desa pakraman. Menurutnya raperda masih mengacu pada pola lama karena masih mencantumkan asas dan tujuan. Dalam pasal-pasal, ia menyarankan, hendaknya dapat berfungsi responsif artinya, se­ suai dengan keperluan, dan pro­ gresif melindungi aspek kebudayaan masyarakat itu sendiri. Sudiana melakukan beberapa koreksi atas dua pasal dalam raperda tersebut. Dalam pasal 16 disebutkan Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan SPM bidang layanan terpadu bagi perem­ puan dan anak korban kekerasan di wilayahnya. Menurut Sudiana, wa­ likota sebagai pemegang ke­bijakan, sementara yang melaksanakan ada­ lan perangkat SKPD. “Nanti perlu dibuatkan tim terpadu yang akan dituangkan dalam Perwali. Di sini akan dijelaskan kegiatan apa yang dilakukan misalnya pelatihan atau sosialisasi,” kata Sudiana. Dalam pasal 17 disebutkan peran serta masyarakat dilakukan oleh lembaga sosial kemasyarakatan. Menurut Sudiana, yang dimaksud belum jelas. “Perlu ada penjelasan apakah yang dimaksud desa pakraman atau apa?” ujarnya. Ketentuan saksi juga dinilai Sudiana belum ada. Saksi pidana dengan tipiring ringan

A.A. Sudiana

mengacu pada Permendagri. Ia juga mengharapkan ada saksi adat karena perempuan dan anak merupakan bagian dari krama desa. Misalnya terjadi pemerkosaan atau hubungan seksual yang tidak pantas antara anak dengan orangtua, dapat menimbul­ kan cuntaka sehingga diperlukan suatu upacara mengembalikan alam sekala niskala. DENPASAR BELUM PUNYA SHELTER Uthe dari Yayasan Gerasa me­ nilai, raperda ini belum menyasar anak-anak yang belum menjadi korban. “Masih kurang pen­cegahan aksi-aksi kekerasan terhadap anak, terutama edukasi ke sekolah-seko­ lah tentang kekerasan yang bisa terjadi di sekitar mereka. Harus ada pecegahan yang kontinyu. Kare­ na dari beberapa kasus yang kami tangani, saat ini masih banyak PSK remaja yang menjual kawan-kawan mereka kepada om-om hidung be­ lang,” ujarnya. Menurut dr. Sri Wahyuni, Sp.KJ, naskah akademis yang dibuat tidak menggambarkan profil kota Denpasar. “Tidak ada data yang menggambarkan kompleksitas permasalah­a n perempuan dan anak korban kekerasan di Kota Denpasar. Padahal, kasus di Kota Denpasar bisa diakses di Polresta dan P2TP2A Kota Denpasar,” ujarnya. Data yang tercantum justru data P2TP2A Provinsi Bali dan data yang didapat dari media online tanpa berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Denpasar. Intan dari Sloka Institut memper­ tanyakan, ketika ada anak-anak yang terpaksa menjadi penghuni lapas anak, setelah keluar, ketika mereka belum siap mandiri apakah ada rumah per­ lindungan sosial untuk mereka. Ni Luh Gede Astariyani dari tim perumus mengatakan, raperda ini memang belum sempurna, ada beberapa hal yang akan diharmoni­ sasikan. Menurut dosen Fakultas Hukum Unud ini, korban HIV tidak dimasukkan karena sudah ada perda HIV. Begitu juga soal anak berhadapan dengan hukum. Dalam KUHP yang baru sudah dijelaskan agar tidak terjadi double system. Termasuk masalah trafficking tidak dapat dituangkan ke dalam raperda ini, karena sudah ada perda perda­ gangan orang. Menurutnya, dari judul disebut­ kan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, tujuan­ nya untuk melindungi mereka se­ bagai korban. Anak sebagai pelaku otomatis sudah termasuk karena

sebelumnya mereka juga juga ada­ lah korban. Perlindungan dalam bentuk pelayanan terpadu yang akan dilakukan pusat pelayanan terpadu. Tim perumus lainnya A.A. Istri Ari Atu Dewi menambahkan, ada beberapa hal yang dapat ditarik dalam pembahasan raperda ini, yakni perlu rumah perlindungan sosial, pengadaan pusat pelayanan terpadu, dan keterlibatan desa pakraman. Untuk data, kata dia, akan segera ditambahkan sesuai dengan kondisi Kota Denpasar. Menurut Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Be­ rencana Kota Denpasar IGA Laksmi Dharmayanti, ketika me­ ngalami kekerasan, korban berhak mendapatkan layanan kesehatan. Ia berharap masing-masing daerah memiliki Pusat Pelayanan Terpadu. Leading sector untuk kota Denpasar, RSU Wangaya dan Puskesmas. Ia menilai, Ranperda Perlindung­ an Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ini sangat perlu, meng­ ingat maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Denpasar. “Ketika Perda ini disahkan, bisa segera dibangun rumah aman,” tegasnya. Anggota Pansus Kadek Arik, menilai memang Kota Denpasar perlu rumah aman atau shelter. Ia menilai, banyak ada aset dari Pemerintah Kota Denpasar yang dapat dijadikan lahan untuk rumah aman. Titik dari LPA Bali meminta Pansus XXV memperpanjang lagi waktu pembahasan raperda ini. Jangan segera ketuk palu harus se­ lesai bulan Juli. “Kami harap perda ini perlu kajian mendalam, agar maksimal. Perda ini merupakan payung hukum yang dapat dijadikan acuan bagi kami menangani kasus di lapangan sehingga harapannya, Perda ini mampu bergerak maksi­ mal dalam melindungani perem­ puan dan anak,” kata Titik. Anggreni memberi apresiasi kepada tim perumus raperda karena masukan dari para LSM segera disikapi walaupun memer­ lukan kajian lebih dalam seperti tambahan data dan memasukkan perundang-undangan yang mana agar tidak tumpah tindih. “Sebenar­ nya saran kawan-kawan LSM ten­ tang pendampingan korban HIV maksudnya, mereka juga rentan korban kekeras­a n lainnya. Ke depan, dengan pengesahan UU Sistem Peradilan Anak Nomor 11 Tahun 2012, anak yang berhada­ pan dengan hukum tidak bisa lagi dipenjara. Bahkan, ketika aparat hukum melakukan tindakan yang berlebihan, bisa mendapatkan saksi. Tugas pemerintah untuk mem­ persiapkan sarana dan prasarana, ketika anak sebagai pelaku hukum. Memenjarakan anak bukan hal yang terbaik. Dengan UU ini, diharapkan ada sistem yang bisa disiapkan un­ tuk melindungi anak-anak sebagai pelaku hukum,” ucapnya. Ia berharap, minimal dengan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ini, dapat melindungi anak pelaku hukum yang juga merupakan korban. “Semoga Perda ini dapat mengakomodir UU Peradilan Anak yang baru,” kata Anggreni. –Wirati Astiti


D AYA C I P TA

18

Membuat Kalung Spiral Mutiara Saat ini aksesori sudah menjadi bagian dari pelengkap penampilan seseorang. Pilihannya pun semakin beragam, baik yang terbuat dari mesin amupun yang dikerjakan de­ ngan tangan.

M

enurut AA Putri Asmari, sekarang untuk yang hand made pun sangat banyak cara dan teknik yang digunakan untuk membuat bermacam-macam aksesori atau perhiasan. Salah satunya adalah teknik beading stitches, yakni membuat perhiasan dengan cara merangkai dan menjahit manik- manic atau permata lainnya sesuai selera . Keterampilan ini bukan saja terkenal di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Asmari, yang selama ini dikenal memiliki hobi membuat pernak-pernik untuk aksesori ini, kali ini ia memperagakan cara membuat seuntai kalung, yang diberi nama spiral rope necklace berbahan mutiara dan

beads atau bebatuan yang sudah diukir. Untuk bahan perlengkapan, katanya diperlukan benang, jarum jahit payet, lem, dan gunting. Kemudian wax untuk memperkuat benang. Kaitan atau claps , jump rings, beading mat atau alas kerja dan kuteks bening. Dua macam warna mutiara ukuran 4 mm, yakni emas dan coklat serta seed beads ukuran 12.0.

menjadi lebih kuat . Kedua, membuat stopper dari beads dengan warna yang berbeda supaya rangkaian manik tidak lepas. Ketiga, mengambil dengan jarum dan rangkaian basic beads , 4 mutiara berwarna cokelat. Keempat, mengambil variatif beads, 3 mutiara warna emas. Kelima, memasukkan jarum kembali ke bagian basic dan

Cara membuatnya: Pertama, adalah memasukkan benang ke jarum, kemudian rekatkan wax agar benang

dibentuk agar variatif breads terletak pada posisi sejajar dengan basic beads. Keenam, mengambil satu mutiara basic beads, dengan pastikan variatif beads selalu berada pada posisi sebelah kiri. Ketujuh, mengambil kembali variatif beads kemudian masukkan jarum pada basic beads terhitung 4 mutiara dari yang dimasukkan terakhir. Kedelapan, ulang kembali semua angkah sudah dilakukan, ersebut sampai diperoleh ukuran panjang yang dikehendaki Setelah hal tersebut diatas dilanjutkan lagi dengan proses penyelesaian berikutnya yaitu : Melepaskan stopper beads, kemudian ambil 10 seed beads . Memasukkan jarum ke mutiara yang paling akhir , 2 mutiara, sehingga 10 seed beads membentuk lingkaran Memasukkan dan menyisipkan benang pada manik-manik yang

AA Putri Asmari

telah terangkai , lalu ikat perlahan. Ulangi sebanyak 2 kali agar uantainnya kuat. Memasang ring dan kaitan. Untuk penampilan lebih cantik dapat ditambahkan dcngan rantai atau bandul. Dalam pembuatan kalung ini, kata Asmari basic beadsnya sebaiknya selalu berjumlah 4 (empat). Sedangkan variatif beads dapat juga diganti sesuai dengan desain yang diinginkan. – Sri Ardhini

Cara membuatnya

Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (4)

Fisiologi Kontraksi Otot Setiap otot yang ingin dikembangkan oleh setiap praktisi fitness dikendalikan oleh serabut-serabut saraf. Saraf menyebabkan otot berkontraksi. Jika seorang praktisi fitness mengalami kerusakan pada sarafnya seperti yang diakibatkan dari kecelakaan, semua kontraksi dan pertumbuhan otot akan menjadi mustahil. Semua kontraksi otot berasal dari ujung serabut saraf. Makin kuat sinyal sinyal saraf, makin baik dan tinggi kontraksi otot. Serabut Otot Cepat dan Lambat Motor unit adalah serangkaian jaringan saraf dan serabut otot di mana sinyal terakhir untuk kontraksi otot terjadi. Di sanalah motoneuron (bagian terakhir dari sistem saraf) dan otot bertemu. Tidak semua motoneurons memiliki karakter yang sama. Ada yang kecil, dan ada yang besar. Motoneuron kecil mengendalikan gerakan-gerakan kecil seperti pergerakan bola mata atau jari telunjuk yang menunjuk. Motoneuron besar mengendalikan gerakan-gerakan besar seperti latihan beban. Oleh karena itu, ada berbagai serabut otot di dalam tubuh yang dikendalikan oleh kumpulan saraf-saraf, baik yang kecil maupun yang besar. Hal ini sangat penting untuk dimengerti dan ketahui sehingga Anda bisa berlatih secara tepat. Sebagai praktisi fitness, tujuan kita adalah untuk menambah massa otot. Hal ini dicapai dengan mengetahui serabut otot apa yang

dilatih, bagaimana melatihnya, dan karakteristik dari masing-masing serabut otot. Serabut otot lambat dirancang untuk olahraga yang membutuhkan stamina seperti lari jarak jauh atau marathon. Serabut otot lambat ini juga lambat mencapai titik lelah. Saat diaktifkan dalam latihan, serabut otot ini menggunakan lemak sebagai sumber energi. Serabut otot ini juga mengandung banyak mitokondria dalam ukuran besar untuk menjadi dapur pembakaran lemak yang menunjang karakteristik pembakaran lemaknya. Karakterisitik Serabut Otot Lambat: Diaktifkan oleh motoneuron yang lebih kecil. Kapasitas mengangkat beban yang kecil (ringan) karena kecilnya motoneuron. Ukuran mitokondria yang besar. Suplai darah yang lancar. Pemakaian sel lemak yang lebih baik dalam aktivitas aerobik dan bisa menggunakan gula saat latihan beban atau latihan anaerobik. Ukuran serabut otot yang lebih kecil dan halus, dan tidak akan bertambah besar apabila dilatih dengan beban. Serabut otot cepat dibagi lagi menjadi 2, yaitu 2a dan 2b. Serabut otot ini adalah yang terlibat dalam latihan beban. Tipe 2a digunakan untuk jumlah repetisi di atas 12 atau lebih. Tetapi kebanyakan terpakai dalam rentang repetisi 6-12. Keduanya menggunakan lemak dan simpanan karbohidrat sebagai sumber energi. Serabut otot 2a bisa membesar hingga 25% dari ukuran aslinya. Karakteristik Serabut Otot 2a: Diaktifkan oleh motoneuron yang lebih besar (di­­ban­

dingkan serabut otot lambat). Kemampuan menggerakkan beban yang lebih berat ketika dikontraksikan. Suplai darah yang cukup baik. Menggunakan lemak dan glikogen (cadangan karbohidrat) semasa latihan. Ukuran serabut otot yang agak besar. Bisa membesar hingga 25% ukuran aslinya.

life

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

7

Blind Judo

Kunci Lawan dengan Perasaan Hari itu, pukul 15.30, 12 orang anak terlihat berkostum olahraga bela diri di Gedung KONI Denpasar. Made Antika Kowara sibuk mengarah­ kan anak-anak tersebut. Setelah memberi salam, Made Kowara me­ ngajak 12 anak itu duduk di matras sembari mendengarkan arahannya. Dua anak diminta maju ke tengah lapangan, kemudian mereka saling membungkuk untuk memberi hormat. Kemudian, dengan aba-aba Made Kowara, meminta dua anak mulai melakukan gerakan. Ada yang ber­ beda dari tingkah mereka berdua. Sepertinya, mereka sedang memakai perasaan untuk melihat gerakan lawan. Terlihat dari cara me­reka meraba-raba letak posisi lawan.

S

etelah saling men­ dekat, tak berapa lama, mereka kemudian saling mencengkeram baju masing-masing. Tiba-tiba, dalam hitungan 15 detik, blakkkk, salah satu dari mereka terjatuh ke lantai yang sudah beralaskan matras, dibarengi teriakan Agus yang sangat keras sembari tersenyum lebar. Tepuk tangan riuh mengiringi keberhasilan Agus menjatuhkan lawannya. Segera, ia membantu temannya untuk berdiri kembali. “Itu tadi blind judo, judo yang dilakukan para tunanetra. Ini satu-satunya di Indonesia. Judo merupakan olahraga bela diri yang berasal dari jujitsu yang menekankan gerak cepat dan keseimbangan untuk menjatuhkan lawan,” ujar Made Antika Kowara yang dipanggil Sensei oleh para muridnya, yang berarti guru dalam bahasa Jepang. Menurut Kowara, menjadi pelatih blind judo, merupakan suatu kebanggaan. “Saya memang pelatih judo untuk para atlet judo

Ida Ayu Pradnyani

Denpasar dan Bali. Namun, ketika ditawari mengajar anak-anak yang memiliki kekurangan dalam penglihatan membuat saya tertantang untuk menerimanya. Ini pengalaman baru bagi saya dan merupakan kehormatan,” kata Kowara. Dalam melatih, menurutnya, memang memerlukan perasaan

dan kontak batin. Awalnya, ia harus mengenal anak-anak ter­sebut dengan hati karena untuk menyatukan keinginan antara pelatih dan murid, hati mereka harus bisa nyambung dulu. “Melatihnya pun berbeda dengan orang normal. Saya harus memegang mereka satu per satu memberikan contoh. Dari berdiri terus jongkok sampai sakit pinggang,” ujarnya sembari tertawa. Namun, Made Kowara tak putus asa. Selama enam bulan latihan, dua kali dalam seminggu sudah menampakkan hasil. Bahkan, gerakan bantingan dan me­ ngunci lawan yang dilakukan blind judo sudah sama dengan judoka normal. Walaupun yang diajarkan teknik dasar, namun, semua teknik lanjutan tetap diberikan untuk melengkapi. Kowara mengatakan, banyak belajar kesabaran dari murid blind judo ini. Walaupun ia tak menampik, keberhasilan semua siswa blind judo memang berbeda. “Ada yang sangat cepat menangkap apa yang saya ajarkan, ada yang responsnya lambat.

Serabut Otot Pertumbuhan Serabut otot 2b adalah yang paling baik untuk aktivitas latihan beban para praktisi fitness. Mereka merespon pada rentang repetisi antara 4 sampai 12, dan bisa membesar hingga 100% ukuran aslinya. Serabut otot ini hanya akan dipakai untuk menggerakkan beban apabila menggunakan beban maksimal yang memungkinkan Anda untuk berlatih dengan jumlah repetisi maksimal paling rendah 4 dan paling tinggi 12. Pertumbuhan otot yang signifikan akan terjadi apabila suatu set dibawa hingga gagal total, yang berarti menggunakan beban yang cukup berat untuk membuat set tersebut sesulit mungkin untuk diselesaikan. Type otot 2b ini hanya akan diaktifkan menjelang akhir set, atau beberapa repetisi terakhir dalam sebuah set. Tips untuk Merekrut Otot 2b Kunci utama untuk pertumbuhan otot maksimal adalah penggunaan serabut otot 2b. Kunci untuk penggunaan serabut otot adalah beban yang dipakai. Tentunya sangat penting untuk berlatih dengan beban berat, supaya saat mencapai gagal total, Anda bisa merekrut serabut otot 2b. Kontraksi otot ditentukan pertama kali oleh otak. Jadi Anda harus yakin Anda bisa menggerakkan beban tertentu. Kemudian Anda harus mengerahkan cukup motoneuron untuk merekrut serabu 2b.

story

Made Antika Kowara bersama judo tunanetra

Aksi blind judo

Memang diperlukan kesabaran luar biasa dalam melatih mereka,” kata Kowara. Dicky, salah satu siswa Dria Raba Denpasar yang ikut latihan judo menuturkan, dia tertarik ikut karena ingin tahu gerakannya. “Ternyata setelah dilakukan, gerakan­nya sangat sulit. Bagai­ mana caranya saat jatuh agar tidak sakit, itu yang lebih sulit,” kata lelaki usia 16 tahun ini. Lain lagi dengan penuturan Ida Bagus Aditya yang baru menyandang disabilitas karena sebuah musibah, mengaku dulu sering menonton judo di televisi. Setelah menyandang tunanetra, ia justru tertantang berlatih judo. “Judo tidak mengajarkan me­m ukul orang, tapi bagaimana teknik mengunci agar lawan tidak bisa bergerak. Gerakan ini memakai perasaan. Olahraga ini bagus untuk membela diri, terutama bagi kami yang memiliki kekurangan,” ujar lelaki asal Sanur ini. Uniknya, saat digelar exhibition di salah satu sekolah di Sanur, siswa normal yang menguasai judo ditutup matanya dan diminta melakukan gerakan. Terlihat mereka kebingungan, walaupun akhirnya mereka mampu me­ nguasai lapangan. Salah seorang mengatakan, sangat sulit ketika harus bermain judo dengan mata ditutup. “Saya kagum dengan para blind judo ini. Saya merasa sangat bersyukur sebagai orang normal. Ternyata orang yang memiliki kekurangan tidak mau menyerah, malah mereka bisa berlatih judo,” ujar salah seorang peserta exhibition tersebut, yang dituturkan Ketua Yayasan Dria Raba Ida Ayu Pradnyani. TERAPI PSIKOLOGIS Sebanyak 12 orang siswa Dria Raba Denpasar ini, tidak dipaksakan untuk mengikuti olahraga

judo ini. Menurut Pradnyani, me­ reka ditawarkan, siapa yang tertarik. “Ternyata sambutan mereka lumayan bagus. Kebanyakan dari mereka tertarik karena adanya keinginan, penyandang tunanetra juga bisa memiliki kelebihan. Hal inilah yang membuat mereka termotivasi,” ujarnya. Uniknya, saat berada di ­asrama, mereka berlatih sendiri. Latihan yang dilakukan, jogging di areal asrama, menarik karet atau latihan berpasangan dengan sesama teman mereka yang memang latihan judo. Menurut Pradnyani, saat anak-anak latihan sendiri, dia tetap mengawasi. “Namanya anak-anak, mereka harus tetap diawasi. Mereka tidak boleh membanting temannya sembarangan, karena kalau sampai dibanting di lantai tulangnya bisa patah. Saat mereka latihan di gedung olahraga, tempat latih­ an lantai beralaskan matras. Jadi saat terjatuh, rasa sakitnya tidak memberikan efek bahaya. Setiap anak-anak latihan di luar, saya usahakan juga mengantar karena tanggungjawab moral saya dengan Bali Sport Fondation yang memberikan dukungan kepada kami selama ini,” kata Pradnyani. Menurutnya, olahraga judo sangat baik bagi para penyandang tunanetra, karena mereka dapat menyalurkan kekecewaan atau emosi yang terpendam ketidakpuasan mereka ter­hadap kelemah­ an maupun ke­kurangannya, saat mereka berlatih. Saat berlatih, kalau dapat mengalahkan lawannya, mereka berteriak dengan sangat keras sehingga dapat merupakan terapi psikologis buat mereka. Kowara menambahkan, di Indonesia belum ada kompetisi untuk blind judo. “Kalau di luar negeri sudah ada. Bali memiliki potensi untuk atlet blind judo,” ujarnya. -Wirati Astiti


BUNDA & ANANDA

8

23 - 29 JUNI 2014

Bentuk Rasa Percaya Anak dengan Yoga Touch

Banyak sekali guru yang senang mengajar. Namun, sangat sedikit guru yang mengajarkan tentang cinta kasih, mengajar dengan cinta kasih, dan mengajari anak untuk mengasihi. Hal ini disampaikan Avadhutika Ananda Acarya dalam seminar dan workshop bagi pendidik PAUD seKabupaten Badung beberapa waktu lalu.

I

Salah satu gerakan yoga pada anak

nstruktur Touch for Health yang akrab di­ sapa Didi Acira ini me­ ngatakan cinta kasih perlu diajarkan karena ini dibutuhkan untuk kesehatan mental yang lebih baik. Mengajarkan cinta kasih juga akan mengarahkan kehidupan yang lebih baik, karir yang lebih baik, mentransformasikan sekolah menjadi lebih baik, dan menunjang penyerapan pengetahuan yang bersifat akademik. “Mengajarkan cinta kasih mengarahkan kedisiplinan sekolah menjadi lebih baik, membentuk guru yang lebih baik, dunia yang lebih baik, dan membentuk komunitas yang lebih baik,” imbuhnya. Menciptakan suasana damai dan penuh cinta kasih dilanjutkannya dapat membantu anak terbebas dari perasaan ego, meng­ arahkan anak pada perasaan yang universal, dan menumbuhkan perasaan yang halus pada anak, dan anak tersebut pun menjadi penyayang. “Di sini, pendidikan memegang peranan yang sangat penting dan bisa menjadi sebagai kunci untuk menciptakan kedamaian,” ujarnya. Gerakan merupakan sesuatu yang sangat pen­ ting bagi pertumbuhan fisik. Beberapa gerakan dapat berpengaruh pada perkembangan otak anak dan bahkan dapat meng­ hubungkan kedua hemis­ phere otak kiri dan otak kanan, sehingga pertumbuhan dan perkembang­ an otak menjadi sangat optimal. Umumnya, anak yang sehat sangatlah aktif, ber­ gerak sangat dinamik, pe­ nuh dengan energy yang

kreatif. Semuanya itu adalah cara untuk mengekspresikan perasa­ an dan keingintahuan mereka. Tetapi, banyak orangtua yang tak mengerti dengan kondisi anak, dan mencap mereka nakal atau hiperaktif. “Sesungguhnya untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal, mereka membutuhkan banyak gerakan sebagai dasar dari integrasi sensori motorik kasar dan halus,” ucapnya. YOGA Gerakan yoga adalah latihan yang berpengaruh untuk organ dalam, yakni klenjar endokrin. Kelenjar-kelenjar ini akan memproduksi hormon, dan jumlah hormone yang disekresikan itu akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh dan kondisi mental anak. Kelebihan atau kekurangan produksi hormon di dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan fisik dan mempenga­ ruhi emosi anak. Contohnya, jika kelenjar tiroid dan paratiroid memproduksi hormone berlebih­

an, anak akan menjadi sangat hiperaktif, mudah marah, tidak bisa tenang, dan tubuh fisiknya sangat kurus. Begitu sebaliknya. Karena itu, sangat penting menjaga agar sekresi hormon dalam tubuh jumlahnya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kelenjar seperti spon/gabus, yang pada saat gerakan menekuk terjadi pemijatan pada kelenjar tertentu. Saat itulah hormon diproduksi, dan saat meregang kelenjar akan menyerap lebih bayak hormon. Yoga berkaitan dengan erat dengan pernapasan yang pelan dan dalam. Dengan pernapasan yang dalam, tubuh akan mendapatkan cukup suplai oksigen. Ini akan membantu pembersihan sel-sel dalam tubuh dan membantu pikiran menjadi lebih tenang, menciptakan perasaan yang sangat ringan. Menurut Didi Acira, pernapasan diafragmatik ini sangat sehat karena menggunakan maksimum kapasitas dari paru-paru. Juga dapat membantu mengurangi tekanan pada jantung, dan membantu sirkulasi yang seimbang. Pernapasan yang dalam membantu memperlancar aliran chi/energi dan meningkatkan kesadaran. Mengajar yoga pada anak, bisa diisi dengan cerita, seperti yoga story yang bisa menumbuhkan intuisi mereka. Meditasi pada anak tidak harus diam. Guru atau orangtua bisa kreatif, misalkan dengan mengajak anak membayangkan dirinya seperti bunga, berwarna merah, dan membuat perasaan halus. Hal ini untuk belajar mengendalikan motorik anak.

Didi Acira

Ada beberapa posisi/gerakan yoga yang bisa dilakukan untuk mengendalikan cakra. Misalkan, jika cakra terlalu aktif, anak cenderung pemarah, ingin mendominasi. Sebaliknya jika cakra kurang aktif, anak akan merasa tidak aman, ketakutan berlebihan, dan pemalu berlebihan. Untuk menyeimbangkannya, posisi yoga yang tepat adalah perahu/ kayang. YOGA TOUCH (SENTUHAN) Gerakan yoga yang dibantu dari luar dengan sentuhan halus, dapat memaksimalkan manfaat dari yoga tersebut. Dengan yoga sentuhan, tak hanya merilekskan anak tetapi juga untuk memperlancar dan menyeimbangkan aliran energi prana/chi, meregangkan otot, menyelaraskan struktur tulang. Yang terpenting adalah yoga touch akan membantu tubuh menghasilkan/memproduksi hormone oxytocine. Hormon ini sangat besar manfaatnya bagi perkembangan anak. Hormon oxytocine akan memberikan perasaan nyaman, rasa bahagia, damai, aman, meningkatkan rasa percaya diri, independent, dan membantu menumbuhkan rasa cinta kasih pada anak. “Yoga sentuhan sangat penting karena dapat menghubungkan anak dengan orangtua atau guru sebagai pembimbing, sehingga akan membentuk rasa percaya,” ujar Didi Acira. Yoga memberi ba­ nyak manfaat pada anak. Manfaat yoga yang paling utama adalah member efek aliran energi yang

sangat halus. Sama halnya dengan akupresur, yoga dengan pemijatan yang halus akan menyeimbangkan aliran energi melaui garis meri­dian, channel energi yang berawal dari setiap titik poin yang disebut cakra. Selain itu, yoga sentuhan juga dapat bermanfaat untuk menyeimbangkan cakra dan secara otomatis akan menyeimbangkan kecenderung­ an yang dikontrol oleh setiap cakra. “Yang paling penting, yoga sentuhan akan membantu anak mencapai ke­s eimbangan dari dalam. Jika energy prana dalam tubuh tak seimbang, anak akan mudah sakit,” ucap perempuan berkacamata ini. Banyak masalah dari kebiasaan anak yang juga disebabkan oleh kurangnya integrasi sensori dan rendahnya aliran energi dalam tubuh. Yoga sentuhan ini akan lebih maksimal manfaatnya apabila diimbangi dengan makanan yang sentient. Menurut ahli, makanan yang paling bagus untuk anak adalah makanan yang mudah dicerna, seperti buah-buahan dan makanan yang terbuat dari susu. Yoga sentuhan adalah bentuk latihan pemijatan tubuh. Manfaat yoga akan lebih optimal manfaatnya bila ditambahkan dengan metode sentuhan/pemijatan halus dari orangtua atau pengasuh anak. Sentuhan merupakan suatu komunikasi/bahasa tubuh yang mengekspresikan cinta kasih dan akan menambah ikatan di antara anak dengan orangtua/ pengasuhnya. Sentuhan memiliki arti yang jauh lebih dalam. Teknik sentuhan halus bertujuan untuk menghubungkan aliran energi sistem di seluruh tubuh. Didi Acira membagikan tips sederhana. Jika Anda ingin menambahkan ketenangan anak, posisikan diri di sisi anak dan bantu anak menemukan keheningan dengan menempatkan satu tangan secara lembut pada bagian atas tubuh yang telah diaktifkan. Sentuhan lembut ini harus selembut tekanan dari selembar kertas,jangan mendorong atau memaksa anak ke dalam sebuah posisi. Sentuhan yang terasa lembut akan menciptakan leingkaran energi antara medan bio Anda dengan anak. Medan ini menggunakan kebijaksanaannya sendiri untuk menemukan kedamaian dan ketenangan. “Dengan sentuhan lembut, alam Anda akan terhubung dengan alam anak,” tandasnya. –Inten Indrawati

“Sesungguhnya untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal, mereka membutuhkan banyak gerakan sebagai dasar dari integrasi sensori motorik kasar dan halus”

23 - 29 JUNI 2014

Patung Abstrak Paras Yogya

G R I YA

17

Patung merupakan salah satu unsur dekoratif di dalam maupun di luar ruangan. Keberadaannya mampu memberikan nilai estetika lebih dan nuansa berbeda pada suatu ruang.

P

atung yang merupakan karya seni rupa tiga dimensi ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai benda seni dan benda sakral. Di Bali khususnya, banyak patung yang bernilai sakral yang merupakan simbolik berkaitan dengan agama dan kepercayaan yang disebut pratima. Patung-patung pratima sebagai

perwujudan suci yang disakralkan, ditempatkan pada bangunan suci dengan perwujudan dewa-dewi sakti dari Tuhan. Tak hanya di tempat suci, kini di rumah, sekolah, dan perkantoran pun memasang patung-patung yang diyakini memiliki kekuatan magis dan bermakna filosofis, seperti patung Ganesha atau pun patung Saraswati. Namun, tak sedikit pula patung yang pada awalnya difungsikan untuk benda seni semata, entah karena bentuk patungnya atau karena perlakuan khusus masyarakatnya terhadap patung tersebut, yang akhirnya membuat patung tersebut “hidup” alias memiliki roh (magis). Itu pula yang menjadi alasan mengapa para pengrajin patung di Bali beberapa tahun terakhir kebanjiran order patung abstrak. Hal tersebut diakui salah seorang pengrajin patung di Singapadu, Sukawati, Gianyar, I Ketut Warta. “Mereka memesan pa-

tung seperti ini, patung abstrak, agar tidak dimasuki roh,” tegasnya sembari memahat patung yang terbuat dari material paras Yogyakarta tersebut. Penyebutan patung abstrak ini bukannya karena memiliki bentuk yang tak jelas, namun pengertiannya lebih kepada bentuk patung di luar bentuk dewa-dewi, tokoh pewayangan, dll.”Salah satu bentuk patung abstrak ini manusia dengan gaya melamun,” ucapnya. Warta (49), pemilik Jepun Bali Stone Carver yang menggeluti bisnis ini sejak 10 tahun lalu mengaku pesanan patung paras Yogya ini banyak berasal dari tamu Australia dan Jepang. Pasar lokal juga ada, yang biasanya ditempatkan pada hotel atau vila. “Mereka lebih sering membawa contoh model sendiri,” ungkapnya. Dari pengamatan Warta yang sejak kecil telah melakoni pekerjaan mematung ini, paras Yogya mulai berkembang di Bali sejak 15 tahun terakhir. Para pengrajin patung batu di Bali lebih memilih material tersebut dikarenakan

Ketut Warta tengah menyelesaikan pesanan patung abstrak dari tamu Australia

karakternya yang lunak sehingga mudah dipahat. “Bali sebenarnya juga punya batu alam, namun karakternya renyah dan mudah terkikis, selain susah dicari dan mahal,” ungkap Warta. Batu paras putih Yogya atau lebih dikenal dengan paras Yogya adalah jenis batuan sedimen atau batuan endapan yang merupakan hasil proses sedimentasi lapisan tanah dan zat kimia yang dihanyutkan oleh air. Keunikan batu paras Yogya adalah warna putih saljunya yang sangat cantik dan terkesan alami dan memiliki kontur dan tekstur yang indah. Paras Yogya bisa menjadi salah satu alternatif material alam yang bisa dipilih, terutama jika ingin membangun kesan interior atau eksterior yang

Beberapa patung abstrak dari paras Yogya

alami. Karena itu, jenis batu ini sering diaplikasikan sebagai dinding, relief, pot, lampu hias, patung, dll. Harga sebuah patung paras Yogya sangat tergantung pada ukuran dan kerumitan pengerjaannya. Patung abstrak yang berukuran tinggi 80 cm, ditawarkan dengan harga Rp 450 ribu. Patung-patung ini dibuat dari ukuran kecil hingga yang paling besar mencapai 2 meter x 60 cm. Banyaknya pengrajin batu di daerah ini, tidakkah menimbulkan persaingan ketat? Tentunya iya. Karena itu Warta berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada konsumennya dan memberikan hasil pahatan yang rapi dan terbaik. Di samping itu, menurutnya, konsumen akan lebih percaya jika mereka melihat langsung proses pembuatannya, terlebih pemiliknya terlibat langsung dalam proses pemahatan tersebut. –Inten Indrawati


PELESIR

16

23 - 29 JUNI 2014

Berjibaku demi Awet Muda Matahari menyinari pagi di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani yang hijau. Desa ini merupakan salah satu pintu masuk utama selain Sembalun Lombok Timur, menuju gunung yang panorama alamnya telah mendapat berbagai peng­hargaan tingkat dunia ini. Menghirup udara segar pegunungan pagi itu, dari sebuah penginapan, di kejauhan tampak puncak Gunung Rinjani dibalut awan yang bergerak lambat. Beberapa waktu kemudian puncak Gunung Rinjani tampak seutuhnya dalam cuaca yang cerah.

A

wan-awan telah menjauh memperlihatkan eksotisme puncak Rinjani dengan lapisan pasir menawan yang tampak samarsamar. Puncak yang membius keinginan pada penggila panorama Rinjani untuk selalu datang berkunjung. Puncak yang menabur penasaran para pendakipendaki gunung dari berbagai daerah hingga mancanegara. Inilah waktu yang paling asyik menikmati Desa Senaru yang kini banyak menerima kunjungan wisatawan. Panorama alam Lombok yang indah seperti ini memang terhampar hampir di semua sudut pulau ini, salah satunya menikmati Rinjani dari Desa Senaru. Ketika matahari mulai meninggi, hiruk-pikuk kendaraan di jalan mulai terdengar silih berganti. Jalanan yang menanjak mulai ujung jalan Desa Senaru, terus meninggi menuju sudut terakhir desa ini yang merupakan pintu masuk ke kawasan Rinjani. Di sana terdapat pula sebuah desa tradisional Senaru. Suara mesin kendaraan itu tidak hanya berasal dari milik warga setempat melainkan lebih banyak dari kendaraan para pelancong domestik maupun

mancanegara yang datang mengunjungi Desa Senaru dengan segala keindahan alamnya. Volume kendaraan yang datang ke desa ini akan semakin banyak tatkala hari minggu atau waktu libur tiba. Mereka yang datang ke sini sepenuhnya untuk mengisi waktu libur. Bukan hanya panorama Senaru yang diminati melainkan sebuah air terjun yang sangat indah yang ada di Desa ini menjadi daya tarik wisatawan. Keindahan alam yang menyejukkan yang ditawarkan Desa Senaru adalah air terjun Sendang Gile. Lokasi wisata ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik sebagi tempat berlibur menghilangkan penat dari rutinitas yang membosankan. Udaranya yang dingin dengan topografi pegunungan menanjak dan penduduknya yang ramah menawarkan suasana tenang. Senaru dengan air terjun Sendang Gile-nya memang telah menjadi salah satu objek wisata Pulau Lombok yang dikelola masyarakat setempat dan menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini terdapat penginapan-

Lokasi air terjun Sendang Gile dicapai dengan menuruni 315 anak tangga

penginapan yang relatif murah dan juga restoran-restoran yang berdiri di kiri kanan jalan. Untuk sampai di ke air terjun Sendang Gile, Senaru, perjalanan dari Mataram menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam-3 jam. Dua pilihan jalur perjalanan bisa ditempuh yakni, melewati hutan lindung Pusuk, Lombok Utara atau melewati Senggigi, Lombok Barat. Memasuki wilayah Desa Senaru, perjalanan terus menanjak naik. Air Terjun Sendang Gile yang terletak di ketinggian 600 m di atas permukaan laut dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter. Jalanan menanjak ke arah selatan harus ditempuh dari penginapanpenginapan yang ada di bagian utara dari lokasi Sendang Gile tepatnya Desa Senaru. Cukup terengah-engah juga juga untuk mencapai pintu masuk air terjun Sendang Gile. Di pintu masuk ini, pengunjung harus membayar karcis Rp 5.000 perorang. Dari sini, “perjuangan” belum berakhir. Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi air terjun dengan melewati anak tangga yang biasanya tidak dapat dihitung dengan cermat oleh pengunjung yang sengaja menghitungnya. Ketika menuruni tanggatangga yang terjal ini, pengunjung yang berusaha menghitung harus berjibaku dengan nafas yang mulai tidak teratur dan rasa lelah sepanjang perjalanan. Alhasil akurasi menghitung anak tangga kerap buyar. Tidak kurang dari 315 anak tangga harus dilalui melewati lembah yang cukup terjal selama 20 menit. Anak tangga harus ditapaki menurun satu persatu yang jelas membutuhkan tenaga ekstra pula. Namun, keringat dan rasa lelah itu menjadi tak terasa karena sepanjang perjalanan udara dingin mengantar di antara pepohonan yang rindang dan asri. Kicau burung mengiringi langkahlangkah penasaran pengunjung yang baru pertama kali datang ke sini. Gemuruh suara air terjun Sendang Gile, telah mulai terdengar sejak memasuki kawasan hutan lindung ini. Beberapa saat pada perjalanan pertama hanya gemuruh air yang tumpah dengan deras yang terdengar. Sedangkan “tubuh” besar air terjun Sendang Gile belumlah tampak. Barulah setelah beberapa waktu berjalan, dari sela-sela pepohonan dan dedaunan yang rimbun pada jalan menuruni anak-anak tangga, sebuah tumpahan air yang jatuh ke bumi itu tersibak. Makin jauh menuruni anak tangga, air terjun Sendang Gile mulai terlihat hingga seutuhnya. “Wow...” itulah kata pertama yang

Hantaman air terjun ke tubuh para wisatawan yang mandi di bawahnya memberi pengalaman unik seperti dipijat

DARA

23 - 29 JUNI 2014

Komang Manik Kencana Dewi

Buka Jalan Pengabdian Masalah rokok tidak hanya menjadi perhatian orang ­dewasa. Anak-anak pun mulai memperhatikan rokok. Bahkan ada anak-anak yang sudah mengenal rokok. ­Padahal pemerintah sudah banyak memasang ­pengumuman maupun iklan tentang dampak rokok.

S

Sensasi air terjun Sendang Gile

keluar dari dari bibir pengunjung yang baru pertama kali berkunjung ke sini. “Bagus sekali.......,” ujar Kartika, salah seorang pengunjung yang berasal dari Lombok Timur ketika di depan matanya badan air terjun Sendang Gile itu terlihat utuh dari atas tangga terakhir menjelang memasuki kawasan inti air terjun ini. Ia terlihat seperti tak sabar lagi membasahi tubuhnya dengan air yang jatuh dari atas bukit tersebut. PIJAT ALAMI Air terjun ini terdiri dari dua tingkatan, tingkat pertama airnya datang dari atas tebing yang langsung jatuh ke dasar kolam di bawahnya masih di atas perbukitan bagian bawahnya. Dari kolam inilah air lalu kembali tumpah ke bawah membentuk tingkatan kedua dan jatuh ke bumi dalam sebuah sungai yang ada di bawahnya dengan dasar air yang relatif datar. Di samping kanan air terjun yang besar, ada sebuah air terjun lain yang relatif kecil dan tidak tinggi. Di sini tampak anak-anak mandi dengan cerianya. Sedangkan di air terjun besar, puluhan orang dewasa mandi di bawah air terjun ini. Mereka sengaja membelakangi air terjun untuk menikmati sensasi hantaman air terjun yang sangat deras itu. Tubuh-tubuh mereka bergucang ketika air terjun menghantam ke bawah. “Sensasi rasanya sakit namun asik juga untuk memijat secara alami,” ujar Parlan, salah seorang pengunjung yang mandi di bawah air terjun ini. Menikmati sensasi hantaman air terjun inilah yang menjadi salah satu daya tarik objek wisata ini. Selain itu, air terjun Sendang Gile dipercayai memiliki unsur magis yang bisa membuat awet muda bila membasuh muka atau mandi di air terjun ini. Di objek wisata ini terdapat fasilitas toilet dan tempat ganti pakaian.

Beberapa berugak yang sengaja disiapkan untuk pengunjung serta sebuah mushalla. Tidak perlu membawa makanan dan minuman karena camilan dan nasi dapat diperoleh di lokasi ini. Hebatnya, meski para pedagang ini tiap hari harus naik turun 315 anak tangga untu dapat berjualan di air terjun ini, harganya tidak malah, relatih murah. “Hanya beda satu hingga dua ribu rupiah harga per item makanan atau minuman di sini dengan harga normal di Desa Senaru,” kata Reni, pengunjung lainnya. Dari pada capek bawa dari atas, banyak yang memilih untuk membeli. “Yang penting bisa laku dengan lancar, untung sedikit tidak masalah,” kata salah seorang pedagang di lokasi ini. Puas menikmati hantaman air terjun Sendang Gile, ternyata tidak jauh dari sini, ada dua air terjun lainnya, yaitu Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Batara Lejang dengan posisi keduanya berada di atas air terjun ini ke arah hulu. “Untuk sampai ke sana, harus ditempuh dengan perjalanan sekitar 30 menit dari air terjun Sendang Gile,” kata Hasan Basri, salah seorang pemandu wisatawan yang biasa menuju dua air terjun ini. Menurut Hasan, jalur alternatif menuju lokasi air terjun ini juga tidak kalah menariknya. Di samping kiri air terjun pengunjung tinggal mengikuti pinggiran lembah yang agak curam lalu mengikuti saluran irigasi dan menyebrangi jembatan irigasi terbuat dari beton setinggi 50 meter. Irigasi ini sangat kokoh. “Jalannya lebih landai dengan panorama alam yang lebih sejuk untuk dilewati saat pulang dari Sendang Gile menuju penginapan,” ujarnya. Inilah salah kekayaan wisata Pulau Lombok yang menawarkan wisata alam yang memberi pengalaman tak terlupakan tentang Lombok. -Naniek I. Taufan

9

alah satu yang miris melihat anak-anak yang merokok adalah Komang Manik Kencana Dewi. Ia adalah Duta Anak Anti-Rokok Bali. “Saya senang menjadi seorang duta. Ini bukan hal yang mudah apalagi saingan saya itu anak-anak terbaik yang peduli terhadap hak anak yang harusnya bebas asap rokok di Bali,” ujar dara yang akrab disapa Manik ini. Ia pun menuturkan proses pemilihan Duta Anak AntiRokok Bali mulai dari Mimbar Anak Bali. Tiap peserta Mimbar Anak Bali diwajibkan untuk mengikuti tes duta ini. Sebelumnya mereka sudah mendapat pembekalan juga tentang bahaya rokok dan pengaruh iklan rokok ter­ hadap konsumsi rokok. “Saya tertarik ikut karena saya peduli hak anak terutamanya untuk bebas dari asap rokok. Saya juga prihatin karena konsumsi rokok yang meningkat tajam bahkan anak-anak juga sudah ada yang mulai merokok. Miris

banget,” tegas siswi SMA Negeri 1 Semarapura ini. Manik sempat kesulitan saat dilakukan tes tulis. Ia merasa tipe orang yang lebih suka cuap-cuap daripada nulis. Manik takut ada bahasa yang salah saat menjawab tes tulis. Ia juga mengaku kurang persiapan karena pada saat mimbar juga akan diadakan pemilihan 5 duta. Mengenai anak-anak sekolah yang merokok, perempuan kelahir­an Denpasar, 19 Agustus

Para pemenang Duta Anak Anti-Rokok

1997 ini merasa prihatin. “Me­ reka kan masih usia sekolah, masih muda tapi sudah merusak kesehatan mereka sendiri dengan rokok dan secara tidak langsung mengikis angka harapan hidup mereka. Saya rasa mereka sebenarnya menjadikan rokok sebagai tren akibat adanya iklan rokok yang terkesan membuat mereka terlihat lebih gaul dan keren saat merokok. Ini membuat mereka ingin mencoba apa yang mereka lihat,”papar Manik yang suka membaca novel dan mendengarkan musik ini . Selain belajar di sekolah, Manik juga mengikuti banyak kegiatan. Namun, ia tetap mengutamakan belajar terlebih dahulu karena itu kewajiban yang utama sebagai seorang siswa. Di waktu luang baru ia menyalurkan hobi berorganisasi. Intinya Manik menikmati dan menjalani semuanya. Prestasi yang ia raih juga banyak. Orangtua Manik sangat mengerti dengan kegiatan putrinya. Mereka mendukung dan selalu memberi dukungan moril dan doa. “Orangtua selalu dukung untuk kegiatan saya

yang positif dan gak lupa ngingetin kewajiban utama yaitu belajar,” ujar remaja yang juga terpilih sebagai Duta Anak Indonesia bidang Pendidikan 2014. Predikat ini diraih Manik di Kongres Anak Indonesia. Semuanya ber­awal dari Mimbar Anak Bali. Ia terpilih sebagai Duta Bali. Lima orang duta yang terpilih tahun ini bersama 3 duta dari tahun 2013 yang umurnya masih di bawah 17 tahun diberangkatkan ke Banten untuk Kongres Anak Indonesia. Kongres Anak Indonesia XII/2014 ini diikuti 240 anak dari 25 provinsi di Indonesia. Mereka bermain,

berdiskusi, dan berjuang untuk menghasilkan Suara Anak Indonesia 2014. Deklarasi Suara Anak Indonesia yang murni berasal dari daya pikir anak sesuai de­ngan perkembangan usianya akan disampaikan kepada Presiden RI, pimpinan DPR RI serta dikirimkan ke gubernur di seluruh Indonesia. Harapan me­r eka, Suara Anak Indonesia ini mampu menggugah negara untuk lebih serius memasukan program perlindungan anak sebagai bagian program proritas dalam pemba­ ngunan nasional. “Hampir sama seper­ ti mimbar, kami membahas masalah-masalah anak dan penyelesaiannya dalam 5 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, partisipasi, perlindungan khusus, dan jaringan. Cuma bedanya di Kongres Anak Indonesia lebih banyak ide karena jumlah peserta sa­ ngat banyak. Tiap bidang dipilih lima calon duta yang nantinya menyampaikan visi misi di depan seluruh perwakilan anak Indonesia. Nanti peserta yang memilih kami sebagai calon duta yang layak. Kebetulan mereka percaya saya dan memilih saya sebagai Duta Pendidikan. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih untuk Tuhan, orangtua, dan seluruh anggota Forum Anak Daerah Bali,” tegasnya. Menjadi Duta bukan tujuan Manik. Intinya ia ingin mengabdi tapi dengan menjadi duta telah membuka jalan yang lebih luas untuk kakak mengabdi kepada seluruh anak Indonesia. -Nina


BUGAR

10

23 - 29 JUNI 2014

Laser Efektif dan Aman untuk Kulit Sehat

Kemajuan teknologi laser saat ini secara dramatis meningkatkan kemampuan para klinisi untuk mengobati kelainan kulit baik kosmetik maupun nonkosmetik secara aman dan efektif. Laser merupakan singkatan dari light amplification by the stimulated emission of radiation yang bekerja dengan cara menghasilkan suatu tembakan intens sinar terang yang diantarkan secara seragam. Jumlah dan variasi penyakit kulit yang dapat diterapi dengan laser terus bertambah. Ketertarikan yang besar terhadap pengembangan teknologi laser dalam medis khususnya kesehatan kulit oleh karena interaksi laser dengan kulit bersifat spesifik dan peningkatan signifikan aplikasi laser dalam bedah kosmetik. Perkembangan besar teknologi laser ini berkaitan dengan konsep fototermolisis selektif. Dengan kata lain, jika target lesi (chromopore) dengan kuat menyerap panjang gelombang tertentu, dan pulse duration lebih pendek dari thermal relaxation time (waktu pendinginan) jaringan kulit, maka hanya akan terjadi kerusakan karena panas yang sifatnya selektif. Dengan membatasi kerusakan akibat panas ini terhadap target chromophore, trauma jaringan sekitar berkurang, sehingga mengurangi risiko jaringan parut. Efek akurasi dan terkontrol yang dihasilkan oleh laser menghasilkan kesuksesan penerapannya terhadap berbagai macam kondisi. Diantaranya adalah kelainan vaskuler (pembuluh darah), pigmen (perubahan warna kulit), parut karena jerawat, kerutan, dan kerusakan kulit akibat sinar matahari, menghilangkan tato, parut hipertrofi (meninggi), kutil, stretch marks, menghilangkan rambut yang berlebihan dan tumortumor jinak kulit. Tentunya praktisi laser dituntut untuk memiliki pemahaman dasar

sebelum aplikasi terapi laser. Berikut beberapa aplikasi terapi laser yang sering dilakukan.

PEREMAJAAN KULIT Photorejuvanation atau peremajaan kulit menjadi pilihan tepat bagi mereka yang mengalami kerusakan kulit karena sinar matahari, bercak coklat, kapiler pembuluh darah prominen tampak sebagai warna merah atau bahkan pecah, atau dilatasi ringan vena. Menakjubkan bagaimana teknologi sinar terbaru mampu menghapus berbagai tanda penuaan kulit akibat bertambahnya usia, sinar matahari maupun merokok. Photorejuvanation merupakan terapi non-invasif yang secara signifikan mengoreksi efek penuaan kulit. Energi tinggi sinar laser selektif diserap oleh hemoglobin dan pigmen pada kulit, menimbulkan panas pada pembuluh darah. Hasil akhir didapatkan berkurangnya tanda-tanda penuaan dini seperti freckles, bercak coklat akibat sinar matahari dan penuaan, kulit terasa lebih kencang dan bersinar. Menariknya lagi, masa pemulihan paskaterapi lebih singkat jika dibandingkan terapi dengan modalitas berbeda dengan target efektivitas sama dan efek samping tentunya sangat minimal. Pasien akan merasakan efek hangat pada wajah dan kemerahan dengan tingkat bervariasi, yang akan menghilang dalam waktu relatif singkat. LASER VASKULER Target sistem laser spesifik vaskuler adalah oksihemoglobin untuk menghancurkan berbagai kelainan vaskuler kongenital maupun didapat. Laser yang telah digunakan untuk kelainan ini diantaranya argon (488-514nm), APTD (577-585nm), KTP (532nm), krypton (568nm), PDL (585595 nm), copper vapor/bromide (578 nm) dan Nd:YAG (1064

sistem laser ini. Terapi tidak dapat dilakukan hanya sekali, namun membutuhkan pengulangan dengan interval tertentu dan frekuensi tergantung kedalaman pigmen pada kulit.

dr. Ni Nyoman Indra Lesthari, Sp.KK

nm). Laser telah digunakan dan memberikan keberhasilan dalam terapi kelainan vaskuler seperti port-wine stains, teleangiektasis wajah maupun hemangioma (tumor pembuluh darah). PDL dengan panjang gelombang lebih panjang bahkan dapat melakukan penetrasi jaringan lebih dalam. Rasa tidak nyaman saat penembakan sinar laser di kulit dapat dikurangi dengan pemberian krim anestesi sebelumnya dan alat laser yang dilengkapi dengan pendingin ditempelkan di kulit sebelum dan sesudah penembakan sinar. LASER PIGMEN Sistem laser QS yang memiliki energi tinggi dan spesifik terhadap melanin, dapat mencerahkan kulit atau menghilangkan berbagai kelainan pigmen baik pada epidermis maupun dermis serta menghilangkan tattoo, dengan risiko efek samping minimal. Kelainan pigmen epidermis (solar lentigo, ephelides, cafĂŠ-au-lait, dan keratosis seboroik), kelainan dermal dan campuran epidermal/dermal (nevus melanositik, blue nevi, nevi of ota/ito, hiperpigmentasi periorbital, hiperpigmentasi yang diinduksi obat, beckers nevi dan nevus spilus) dan tato merupakan target lesi

FOTOEPILASI/ HAIR REMOVAL Pertumbuhan rambut berlebihan pada lokasi yang tidak diinginkan secara kosmetik dapat diakibatkan beberapa faktor, seperti keturunan dan penyakit endokrin atau akibat eksogen penggunaan obatobatan. Penghilangan rambut ini dapat dilakukan dengan cara mencukur, epilasi dengan lilin, chemical depilatories, elektrolisis dan termolisis. Hanya elektrolisis dan termolisis yang mampu menghasilkan penghilangan rambut secara permanen, namun kedua metode ini menimbulkan nyeri saat pengerjaan dan risiko jaringan parut dan infeksi pasca terapi. Sehingga dikembangkan teknik fototermolisis yang lebih aman dan efektif untuk menghilangkan rambut. Laser dan IPL yang saat ini disetujui sebagai metode hair reduction diantaranya laser LP ruby (694 nm), LP alexandrite (755 nm), pulse diode (800 nm), LP Nd:YAG (1064 nm) dan IPL (590-1200 nm). SKIN RESURFACING Terapi ini ditujukan untuk kerut wajah, parut jerawat dan dermatoheliosis. Sebelum teknologi laser, terapi dilakukan dengan chemical peeling atau abrasi mekanis dengan harapan terjadi reepitelisasi dari epitel adneksa. Saat ini, laser digunakan untuk menimbulkan vaporisasi epidermis dan sebagian dermis yang terkontrol. Laser yang sering digunakan adalah CO2 (10.600 nm), Er:YAG (2940 nm), dan Q-switched Nd:YAG. Air menjadi target selama laser resurfacing. Transfer panas yang segera menghasilkan vaporisasi jaringan. Dengan pengaturan

power, spot size, dan jumlah pass, kedalaman ablasi dapat dikontrol secara tepat. Er:YAG menghasilkan trauma panas lebih kecil dan waktu penyembuhan relatif lebih cepat dibandingkan laser CO2. Pada pelaksanaan laser skin resurfacing, seleksi pasien yang tepat memegang kunci pada hasil akhir. Hal ini meliputi penilaian risiko efek samping seperti infeksi, parut dan dispigmentasi. APLIKASI LAIN Dengan perkembangan teknologi laser, variasi kelainan yang dapat diterapi dengan laser semakin bertambah. Laser CO2 dapat digunakan untuk ablasi jaringan, sebagai alat pemotong atau untuk skin resurfacing. Sehingga laser ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai tumor jinak, infeksi, kelainan kulit premaligna maupun maligna. Laser CO2 sering dipakai sebagai alat pemotong berbagai prosedur bedah kosmetik oleh karena dapat mengurangi perdarahan. Kemajuan besar teknologi laser membawa suatu dimensi baru bagi ilmu kesehatan kulit. Memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana cara kerja laser akan memberikan kemampuan bagi klinisi untuk menilai jenis kelainan kulit dan pilihan jenis laser yang dapat digunakan. Penting bagi pasien untuk bertanya kepada klinisi yang akan melakukan prosedur laser mengenai persiapan, masa pemulihan, cara menghindari efek samping serta program terapi laser yang akan diterima sehingga target terapi efektif dan risiko efek samping minimal dapat dicapai. dr. Ni Nyoman Indra Lesthari, Sp.KK Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS: 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C

STYLE

23 - 29 JUNI 2014

15

Simpel yang Elegan Koleksi dari AA Ayu Sri Wariyani mengangkat keindahan kain endek dengan kesan tradisionalnya, melalui motif patra dan ukiran dalam bangunan Bali yang dipadukann dengan kain tenun polos.

D

esainnya terinspirasi dari gaya berpakaian perempuan zaman sekarang, yang begitu aktif dan dinamis. Untuk mereka, akan lebih nyaman jika mengenakan busana yang bergaya simpel namun tetap elegan, sehingga mampu memberikan ruang gerak yang nyaman di setiap langkahnya. Karya ready to wear berlabel Sri Sri Embroidery ini terdiri dari dres yang dilengkapi bolero juga padu padan rok dan blus dengan pilihan

warna yang khas. Selain untuk busana ke kantor, juga dapat dikenakan langsung kebeberapa acara semi formal lainnya, cukup dengan menambahkan aksen seperti untaian aksesori dan clucth bag. Selain terlihat indah dan unik, busana-busana ini memiliki nilai budaya sebagai jiwanya. Desainnya pun telah dipamerkan panggung fashion show Jakarta Fashion & Food Festival 2014 di Jakarta beberapa waktu lalu. – Sri Ardhini

AA Ayu Sri Wariyani


J E L I TA

14

Cantik Alami dengan Yoga Siapa bilang yoga hanya bisa memberikan manfaat untuk ketenangan dan membuat tubuh menjadi lebih fit? Sesungguhnya manfaat yoga juga sangat baik untuk kesehatan, bahkan beberapa penelitian membuktikan bahwa melakukan yoga dengan rutin dapat menjaga kecantikan.

D

engan berlatih yoga, kita akan menda p a t ka n kulit yang berca­ haya (glowing skin). Bukan be­ rarti kulit akan mengeluarkan cahaya, tetapi yoga membantu kulit kita agar tetap sehat dan indah. Demikian diungkap­ kan seorang praktisi yoga IGA N. Dian Martika saat ditemui usai memberikan pelatihan yoga healing Bali di Pasraman Markan­deya Yoga Cabang Den­ pasar, di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. “Kegiatan kami di Pasra­ man Markandeya, difokuskan pada yoga healing Bali, yaitu memperbaiki semua sistem (dalam yoga disebut cakra) yang kurang bagus putaran energinya. Jika salah satu saja perputarannya tidak bagus, akibat­nya adalah sakit. Cakra perlu diberikan O2 dan prana. Nafas panjang sangat pen­ ting dan dapat menjadikan se­ seorang lebih sabar, lebih bisa menerima kondisi baik maupun buruk. Sehingga tidak ada lagi stres yang berat. Jika dalam tubuh sudah sehat, maka yang namanya inner beauty akan muncul,” ungkap perempuan yang kerap disapa Bunda Dian ini. Menekuni yoga dikatakan­ nya tidak hanya membuat tu­ buh menjadi lentur, namun di balik itu yoga, khususnya yoga Bali mampu memberi manfaat lebih bagi kesegaran kulit seka­ ligus untuk tubuh dalam proses

penyembuhan diri sendiri. “ Dalam yoga Bali kita diajak un­ tuk memasukkan energi positif yang bermanfaat bagi tubuh. Energi ini sangat banyak terda­ pat di alam semesta, dan dapat membuat kita menjadi sehat pikiran dan badan. Tekniknya pun tidak sulit jika dilakukan secara rutin,” katanya. Ketika melakukan yoga, kata Bunda Dian kita diajak untuk mengeluarkan energi yang tidak baik. Melakukan yoga ini sifatnya mendetoks diri , de­ ngan mengaktifkan semua imun sistem yang ada dalam tubuh. “Bagi yang pemula reaksinya sangat beragam. Namun, apap­ un yang akan dirasakan, apakah terasa sakit ataupun pusing, ini berarti cukup banyak racun yang ada dalam diri. “Biar­ kan saja, jangan menyerah ..sabar untuk meneruskan kegiatan, untuk menyem­ buhkan sekaligus menyehat­ kan dan menyegarkan,” ujar Bunda Dian Yoga pada awal di­kenal, masyarakat mengetahui manfaatnya sebagi peng­ hilang stres. Dengan melaku­ kan latihan yoga, dipercaya dapat menenangkan pikiran. “Sesungguhnya ketika pikiran seseorang sudah tenang, maka stres yang dialaminya perlahan akan menghilang. Perasaan tenang ini diperoleh dari penga­ tur­a n nafas yang membuat aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lancar. Jika stress yang bisa mempercepat penuaan

ini sudah hilang, maka wajah akan terlihat lebih segar dan awet muda,”lanjut Bunda Dian yang sudah lebih dari 23 tahun menekuni yoga ini. Selain itu, ada lagi yang sangat dipercaya dalam yoga Bali , yakni penyakit tidak akan menyerang tubuh yang cukup memiliki kandungan oksi­ gen. Sebab, latih­ an yang cukup banyak dan me­ nekankan pada pernafasan ini, dapat memban­ tu meningkat­ kan pasokan oksigen dalam darah. Sirku­ lasi oksigen ini akan mengalir pada bagian wajah. “Jika pasokan ok­ sigen cukup, kerut- kerut di sekitar wajah akan perlahan menghilang sehingga wajah terlihat selalu

segar berseri. Begitupun pose atau gerakan-gerakan pada yoga akan memperbaiki jaring­ an kulit yang rusak, sehingga mencegah keriput dan garis pada kulit,” katanya. Ia juga mengatakan kalau semua olahraga bagus. Namun, pelatihan yoga yang diajarkan di Pasraman Markandeya ini

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

kelebihannya adalah banyak mengambil O2 dan melakukan prana. “Kami penekananya ada­ lah nafas, karena nafaslah yang dibutuhkan tubuh. Sedangkan pusat energi adanya ditulang punggung. Makanya prana dimulai dari tulang pung­ gung, tulang belakang,” ucapnya sambil me­ nambahkan prana sebenarnya adalah energi alam se­ mesta atau sarisari makanan. D e n g a n melakukan yoga pula, katanya sudah berarti menjaga pola hidup sehat. Ke­ napa de­ mikian, tentu s a j a karena d e ­ ngan yoga badan a k a n m e ­ ngatur sendiri

apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. “Satu lagi bonus­ nya setelah melakukan prana dan mengambil O2, kita jarang lapar, bagus juga diet ala yoga. Yoga mengarahkan untuk ber­

pikir positif dan hidup sehat. Tubuh sendiri sudah mengatur dan memberi sinyal sendiri, apa yang harus dilakukan atau apa yang baik untuk dikonsumsi,” tuturnya. Kalaupun dalam sebuah kes­ empatan, secara tidak se­ngaja kita mengonsumsi sajian hidan­ gan siap saji atau yang banyak mengandung minyak, hingga memungkinkan banyak racun yang masuk. Begitu pula jika minyak masuk ke pem­buluh, dan salah satu saja pembuluh darah yang tidak bagus aliran­ nya ke jantung, akan tidak bagus naik ke otak. Ini akan menjadikan kacau dan stres. Ini juga yang menyebabkan aura seseorang jadi suram. Jika cukup banyak racun yang masuk, kata Bunda Dian tentu saja akan mengakibatkan penyakit, dan memerlukan detoks. Dan, detoks yang pal­ ing bagus adalah pada sikap savasana (tidur rileks menyatu dengan pertiwi, alam). Na­ mun, mesti di dahului dengan gerakan asana. Ini berarti saat bergerak diperbaiki sistem dan saat rileks akan keluar racunracunnya. “Jangan lupa banyak minum,”cetusnya dan menye­ butkan kalau posisi savasana akan membantu untuk menjaga kulit tampak lebih alami. Sesungguhnyalah banyak sekali manfaat yoga untuk menjaga kesehatan. Apalagi , yoga bu­ kan hanya olah tu­ buh semata tetapi juga kegiat­a n yang melakukan olah ba­ dan, olah nafas dan olah jiwa atau pikiran. “Jadi tidak ada salahnya men­ coba yoga untuk memunculkan kecantikan yang alami. Yoga bukan untuk diperdebatkan tapi dilakukan,” ujarnya. -Sri Ardhini

M I T O S ATA U F A K TA

11

“Pindah” Tidur demi Piala Dunia Ajang Piala Dunia 2014 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati permainan sepak bola dari 32 negara. Kesempatan menonton ini sekaligus sebagai hiburan setelah berkutat dengan aktivitas rutin sehari-hari. Namun, jadwal pertandingan yang disiarkan malam hingga pagi hari tentu harus disiasati. Ada yang memindahkan jadwal tidurnya, dari malam hari ke siang hari agar bisa melek semalaman. Bahkan ada yang menyempatkan tidur sesaat di sela-sela pertandingan. Apa kaitan tidur dengan kondisi kebugaran? Apakah mitos yang berkembang di masyarakat bahwa tidur siang atau sore hari bisa mengganti tidur malam hari itu benar?

P

ulang kantor, Jack langsung tidur. Ia memilih tidur sore hari agar malam hari bisa menyaksikan pertandingan di ajang Piala Dunia. Bagi Jack, tidur sore ini sebagai pengganti karena malamnya ia harus melek. “Saya biasa begadang. Asal sempat tidur sore, malamnya saya bisa begadang. Yang penting kondisi kuat dan didampingi makanan dan minuman, saya tidak masalah,” ujarnya. Pengalaman lain diungkapkan Rudi yang memilih menonton hanya pertandingan yang ia sukai. “Saya lihat jadwal pertandingan dulu. Kalau pertandingannya menurut saya menarik, saya non­ ton. Kalau tidak, saya lebih baik tidur. Daripada keesokan harinya jadi ngantuk,” tandasnya. Menurut Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg, ke­

dr. Oka Negara, FIAS

bugaran tubuh berkaitan dengan aktivitas rutin yang dilakukan. “Kebugaran tubuh artinya kondisi dimana tubuh siap melakukan pekerjaan rutin. Setelah peker­ jaan rutin itu selesai, masih ada energi cadangan untuk melakukan tugas emergency, dan sesudahnya masih bisa melakukan tugas so­ sial di rumah tangga. Semua itu dilakukan tanpa rasa lelah. Kalau ada rasa lelah, kemudian istirahat dengan cara tidur, lalu keesokan harinya bangun dalam kondisi fit dan tanpa rasa lelah, itulah ke­ bugaran,” jelas Ketua Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedok­ teran Universitas Udayana ini. Untuk mencapai kebugaran ini, hal terpenting yang dilakukan adalah membudayakan pola hidup sehat. Dalam sehari ada waktu 24 jam. Waktu ini harus dibagi 8 jam untuk bekerja, 8 jam menikmati hidup, dan 8 jam tidur. Tidur

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, suamiku belakangan ini sering mengajak aku bercinta secara tiba-tiba di mobil saat perjalanan. Tentu saja semua ini jadinya dilakukan dengan cepat-cepat dan tergesa-gesa. Di awal-awalnya sih terasa aneh dan mengejutkan, tetapi kini aku mulai bisa menikmatinya, walau lebih sering tidaknya, karena aku takut ketahuan orang. Sebenarnya, ini berbahaya nggak, Dok? Kalau ini mesti juga dilakukan, apa ada tips buat menikmatinya?” (Rus,24) Hubungan seksual di da­ lam mobil seperti ini dapat di­ katagorikan dalam istilah po­puler Quickie Sex, yang bisa menjadi pilihan jika tidak cukup punya waktu apalagi jika memang benarbenar dorongan seksual muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa lagi dibendung di saatnya datang. Atau, dapat juga sebagai selin­ gan dari seks rutin yang mulai membosankan. Jika sudah saling dipahami, diinginkan dan bisa dinikmati bersama, hubungan seks di dalam mobil bisa dan boleh saja dilakukan, asalkan tentu saja mobil jangan dijalankan,

dipinggirkan dulu, mencari tempat yang aman dan tidak menghidup­ kan mesin kendaraan. Risikonya cuma satu: ketahuan polisi dan ditilang! Peminat hubungan seksual di dalam mobil ini biasanya lebih banyak adalah orang muda, dan bisa jadi memang menjadi trend sebagai sebuah pilihan variasi sek­ sual, yang semua terbentuk karena ada referensi dan fasilitas. Artinya jika dibandingkan dengan masa lalu tentu saja peluang melaku­ kannya memang lebih terbuka dan lebih banyak kesempatan­ nya di saat sekarang. Kalau dulu

menjadi hal penting karena bagian dari pemulihan kondisi tubuh ke level semula. Jika pengaturan waktu beker­ ja, menikmati hidup, dan tidur ini dilakukan dengan baik kemudian pola makan teratur, kondisi ke­ bugaran lebih mudah didapatkan. “Kadang ada yang lembur karena banyak pekerjaan. Ini boleh saja tetapi jangan terus-menerus. Lembur jangan tiap hari. Manusia punya batas kemampuan. Jangan bekerja melebihi kemampuan, jangan bekerja dengan perasaan tertekan atau terpaksa karena memicu stress, jangan bawa be­ ban kerja di kantor ke rumah, dan intinya adalah lakukan pekerjaan dengan rileks dan menyenang­ kan,” ujar Prof. Adiputra. Ia memberikan contoh saat melakukan pekerjaan harus bisa multichannel, artinya ketika mengerjakan suatu pekerjaan

Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg.

dan merasa jenuh, segera alihkan ke pekerjaan lain yang disenangi. Setelah merasa tenang, kembali melanjutkan pekerjaan rutin. Pola makan juga harus diper­ hatikan dengan cara makan saat waktunya makan. Jangan menye­ pelekan waktu makan karena bisa berakibat maag. Kalau sudah maag, harus berkutat lagi dengan proses penyembuhan. Makan jangan sampai memberi beban karena prinsip berhentilah makan sebelum kenyang perlu men­ jadi patokan. “Bagi orang yang berusia dibawah 30 tahun, life to eat. Tetapi, bagi yang berusia 30 tahun ke atas, eat to life. Faktor usia memang tidak bisa diabaikan dalam urusan makan,” kata Prof. Adiputra. Berkaitan dengan istirahat, tidak selalu harus tidur di tempat tidur. Ada orang yang bisa knapping (memejamkan mata sambil duduk). Waktu 5 menit pun cu­

kup untuk memulihkan kondisi. Sama halnya dengan orang yang menyetir dan merasa sangat mengantuk. Lebih baik berhenti dan knapping selama 10 menit untuk memulihkan kondisi. Jika memaksakan diri menyetir dalam kondisi mengantuk, akibatnya bisa fatal, misalnya kecelakaan. Tidur yang baik pun perlu dipersiapkan dengan baik, misal­ nya ruang tidur harus cocok untuk orang tidur. Lampu dibuat remang-remang, tidak ada suara televisi maupun radio, serta mampu mengendalikan antara jiwa dan raga. Jangan sampai raga sudah lelah tetapi jiwa belum lelah sehingga menjadi sulit tidur. Karena itu perlu keseimbangan. Kalau jiwa terlalu bekerja keras, maka raga harus dibuat bekerja keras agar levelnya setara. Kondisi setara ini memudahkan untuk tidur. Jika masih sulit untuk tidur, lakukan pengaturan pernapasan kemudian berdoa. Prof. Adiputra mengatakan tidur yang berkualitas baik adalah tidur tanpa mimpi. Selama Piala Dunia 2014 ini berlangsung, diakuinya banyak penggemar bola yang merelakan waktu tidurnya di malam hari untuk menonton bola. “Sepanjang kondisi tubuh sehat, boleh saja menonton sepak bola hingga pagi hari. Tetapi, ingat mengendalikan diri. Jangan terlalu larut dalam euforia. Melupakan istirarat bisa merusak ritme kerja organ tubuh. Sempatkan tidur karena tidur merupakan masa pemulihan setelah melakukan aktivitas agar tubuh kembali bugar,” tegasnya. –Ngurah Budi

Bercinta Dalam Mobil mungkin hanya beberapa orang saja melakukannya di drive in atau jalan-jalan tertentu yang terbatas. Makin banyaknya orang, membawa kendaraan dan makin banyaknya tempat dan ruas jalanan atau tempat rekreasi yang lepas dari pengawasan orang, membuat makin banyak yang memanfaat­ kannya menjadi alternatif pilihan buat melakukan aktivitas seksual. Ini juga didukung oleh banyaknya media, video atau rekaman yang mempertontonkan adegan seksual di dalam mobil yang terlihat meny­ enangkan dan bisa dicoba. Ada yang juga menanyakan apakah ini sebuah penyimpangan, tentu saja kalau hanya buat variasi seksual, sekali-sekali saja, tentu saja bukan merupakan penyim­ pangan seksual. Jadi, murni hanya merupakan variasi seksual. Tetapi, meski pada kenyataannya Anda siap dan bisa mencapai orgasme lewat seks kilat, namun disaran­ kan untuk tidak melakukannya terlalu sering. Gaya bercinta yang romantis dengan foreplay yang cukup dan tanpa tergesa-gesa tetaplah harus menjadi menu utama hubungan seks Anda dan

pasangan. Jadikan hubungan sek­ sual di dalam mobil hanya sebagai selingan yang membuat kehidupan cinta Anda dan pasangan jadi lebih berwarna dan menggairahkan. Jika ini memang mesti dilaku­ kan serta ingin lebih menikmat­ inya, berikut tips yang bisa dilaku­ kan dan tetap sehat. 1) Amankan lokasi. Maksudnya pastikan dulu mobil diberhentikan pada tem­ pat yang aman dari kemung­ kinan dilihat dan diganggu orang lain. Sebuah tempat yang aman dengan di sekelilingnya memiliki pemandangan yang indah, tentu lebih baik. Misalnya di sekitar pantai, danau, atau gunung. 2) Foreplay secukupnya. Walau bi­ asanya dilakukan dengan waktu singkat dan tergesa-gesa, pastikan untuk melakukan pemanasan berupa rangsangan awal lewat sentuhan, ciuman bahkan lewat pujian verbal dengan kata-kata mesra. 3) Fokus ke area sensitif. Seringkali karena foreplay tidak maksimal sehingga bagian bagian sensitif dan peka rangsangan har­ usnya bisa menjadi fokus perhatian yang paling intens. 4) Sama-sama menginginkan. Perempuan juga

bisa menikmatinya secara optimal. Perempuan tetap bisa mencapai orgasme meski kualitasnya tidak sebaik seperti hubungan seks yang foreplay-nya cukup. 5) Nikmati tiap waktu, detik demi detik. Walaupun kilat, harusnya bisa dinikmati bersama di dalam mobil. Jadi bukan berarti terburu-buru untuk mencapai orgasme secara kilat. Begitu Anda dan pasangan bersedia melakukannya, nikmati setiap detiknya. Anda dan pasang­ an bisa saling membantu bila ada pihak yang belum terangsang secara cepat. Setelah usai, sisa­ kan waktu beberapa saat untuk dinikmati bersama pula. Paling tidak, dorongan seksual yang membara bisa menjadi modal kuat untuk mencapai orgasme. Terakhir, memang hubungan seksual dalam mobil bisa menjadi sebuah pilihan, dan sangat mung­ kin untuk bisa dinikmati secara maksimal. Tetapi tentu saja harus pandai memilih tempat, mengelola waktu dan satu lagi jangan ter­ lalu sering dilakukan, secukupnya saja sebagai variasi, agar tidak malah lebih diminati dibanding hubungan seksual yang biasa.


RESEP ala CHEF

12

23 - 29 JUNI 2014

Nikmatnya Laklak Vegetarian Jajanan khas Bali seperti kue laklak sangat familiar di tengah masyarakat Bali. Kue berbentuk bulat berwarna putih dan hijau yang dipanggang dengan cetakan khusus dari tanah ini, juga ditampilkan dalam stan kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVI di Taman Budaya Denpasar.

S

Kue laklak

alah satu stan yang menjual kue laklak, Lovina 168 Vegetarian. Kue laklak yang disajikan sangat unik karena bahannya terbuat dari vegetarian

dan sehat. Menurut penjualnya, I Luh, bahan utama kue laklak adalah tepung beras yang berasal dari beras organik. Adonan tepung organik ini diuleni dan diberi air khusus RO, sehingga menurutnya, lebih sehat. Adonan juga tanpa pewarna kimia, hanya diberi pewarna asli air daun suji dan daun pandan untuk mendapatkan warna hijau yang segar dan menarik. Menurut I Luh, membuat kue laklak gampang-gampang susah.

Gampangnya tinggal menuang ke cetakan, tunggu sekitar 3 menit, angkat. Kue sudah jadi. Sulitnya, kalau tidak tahu waktu yang tepat mengangkat kue, bisa gosong atau kue mentah. I Luh pun mengaku, belajar lama untuk mendapatkan hasil kue laklak yang bagus dari si pemilik Lovina 168 Vegetarian, Sri Nadi. Sehari-hari, Lovina 168 berjualan di dekat Puspem Badung. Saat PKB tahun ini, stan ini baru pertamakali ikut berpartisipasi. Satu porsi laklak dijual seharga Rp 5000 berisi 5 buah kue yang disajikan dalam satu piring dihias dengan kelapa parut dan gula cair. Selama di PKB, satu hari, I Luh bisa menghabiskan tepung beras 7

Sate Babi ala Bu Mangku Selain stan jajanan Bali, ada juga beberapa stan di Pesta Kesenian Bali yang menjual makanan tradisional Bali seperti sate babi. Makanan ini sangat terkenal, di mana pun mudah ditemui penjual sate babi. Lauk ini enaknya dimakan dengan ketupat. Salah satu yang menjual sate babi, Warung Bu Mangku. Selain sate babi, warung ini juga menyediakan serombotan, lengkap sekali makan ketupat, dengan lauk-pauk sate ditemani sayur serombotan pedas. Sehari-hari Bu Mangku berjualan di areal Taman Budaya Denpasar. Ia bersama suaminya sudah berjualan sejak lima tahun lalu. Setiap ada pagelaran PKB, ia rutin berpartisipasi mengisi stan kuliner.

dagingnya lembut dan tidak alot. Yang lain, terletak pada rasa sambal tomatnya. Sambal juga diblender agar halus. Menurut Bu Mangku, karena stannya terletak di dekat pintu masuk ISI Denpasar, konsumen yang berbelanja Warung sate babi Bu Mangku agak sedikit. SeSatu hari, ia mengatakan meng- hari-hari, satu porsi ketupat sate ia habiskan 3 kilogram daging babi. jual Rp 10.000. Khusus di areal PKB, Saat PKB, lebih banyak, namun, ia harganya naik menjadi Rp 20.000. “Kalau tak ada pagelaran PKB, enggan merincinya. Ia menuturkan, yang istimewa dari sate babinya, pembeli satenya sebagian besar

Tips Empukkan Daging

Anda suka memasak daging dan kebingungan karena daging agak alot? Ada cara yang bisa dilakukan untuk membuat daging menjadi empuk. Berikut beberapa di antaranya: Jangan salah memotong daging. Sebelum daging dipotong-potong, terlebih dahulu bersihkan dari lemak atau serat atau selaput keras yang menempel pada daging. Memotong daging ada tekniknya. Memotong daging yang benar adalah melawan arah serat daging. Jika memotong searah serat, daging akan menjadi liat dan lama empuknya. Kecuali Anda akan akan membuat dendeng daging yang diperlukan potongan tipis dan lebar, jenis potongannya harus searah dengan serat.

Pada beberapa bagian daging, dibentuk oleh lebih dari satu otot daging, misalnya tanjung terbentuk oleh lima otot daging. Karena itu, setiap otot harus dipisahkan terlebih dulu mengikuti selaput pembatas di setiap otot. Setelah itu, barulah daging dipotong melintang mengikuti arah serat daging. Marinade adalah membumbui bahan masakan dengan bumbu dan rempah. Selanjutnya bahan makanan yang telah dibumbui didiamkan beberapa saat agar bumbu meresap. Larutan marinade biasanya campuran dari lada, gula pasir, kecap manis, L&P sauce, dan rempah-rempah sesuai dengan jenis masakan yang akan dimasak. Simpan di dalam kulkas 1-2 jam baru setelah dicampur dengan larutan marinade agar bumbu meresap dan daging menjadi empuk. Layukan dalam kulkas. Daging yang baru dipotong tekstur seratnya liat karena otot daging masih kaku. Perlu dilayukan agar otot daging

rileks dan tekstur daging menjadi lunak. Cara melayukan daging dengan menyimpannya dalam frezzer selama beberapa hari dan meletakkannya di dalam kulkas (chiller) selama satu malam sebelum diolah keesokan harinya. Dengan daun pepaya: remasremas daun pepaya, kemudian potong daging sesuai ukuran yg diinginkan, taruh daging di atas daun pepaya lalu tutup lagi dengan daun pepaya, diamkan selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu daging dicuci bersih, tiriskan, dan siap diolah. Cara ini cocok untuk masakan daging yang dibakar seperti sate atau steak. Dengan nanas: parut nanas lalu balurkan ke daging, diamkan selama sekitar 45 menit, lalu bilas daging hingga bersih dengan air mengalir, tiriskan, dan daging siap diolah. Cara ini cocok untuk daging yang akan dimasak dengan cara ditumis atau dibuat sayur. Dengan bubuk pengempuk: potong daging sesuai ukuran yang diinginkan. Taruh dalam wadah lalu taburkan bubuk pengempuk biasanya 1 sendok makan bubuk pengempuk untuk ½ kg daging, diamkan selama 25-30 menit lalu bersihkan daging dengan air mengalir sampai bersih, tiriskan, dan daging siap diolah. Cara ini cocok untuk semua masakan daging baik ditumis, dibakar, maupun dibuat sayur. Masakan seperti steak sebaiknya

Penjual kue laklak

sampai 10 kilogram. “Biasanya hari Sabtu dan Minggu pembeli lebih ramai,” kata I Luh, yang merupakan salah seorang karyawan di Stan Lovina 168 Vegetarian ini. Uniknya, tungku pembuatan laklak terbuat dari tanah dan menggunakan kayu bakar, sehingga setiap hari I Luh bersama temantemannya sudah berada di areal PKB sejak pukul 09.00. “Biasanya jam 11, adonan baru dikirim. Kami membuat api dulu. Itu biasanya yang agak lama,” kata I Luh. Untuk adonan, bosnya Ketut Sri Nadi asal Singaraja ini, sudah meny-

pengunjung Taman budaya yang sedang membuat acara di sana. Ada juga orang yang melakukan pemotretan prawedding. Tukang fotonya sering makan di warung saya. Selain itu, anak-anak yang sering latihan menari, sering membeli sate,” kata perempuan asal Karangasem ini. Untuk bahanbahan sayur serombotan, ia hanya menyiapkan sedikit. Kalau sudah habis, baru ia merebus sayur lagi karena takut basi. Begitu juga satenya. Ia sudah menyiapkan sate yang sudah di-ungkep bumbu seharian. Namun, ketika yang dipajang sudah habis baru jangan di-marinade atau dibumbui dengan garam. Sifat garam menyerap cairan. Akibatnya daging akan liat dan banyak mengeluarkan cairan sehingga rasa steak kurang enak. Bumbui masakan daging dengan garam sesaat sebelum masakan diangkat agar daging tidak menjadi liat. Presto selama 20 menit. Jika

iapkan di rumah. “Kalau adonan sudah habis, tinggal ditelepon, dibawakan lagi ke PKB. Kalau membuat adonan di tempat PKB agak ribet,” tambah I Luh yang sudah bekerja sejak tahun 2000, saat warung Lovina 168 Vegetarian dibuka. Sejak pembukaan PKB, stan Lovina 168 Vegetarian sangat ramai dikunjungi pembeli. Apalagi, kue laklak memang enak kalau dimakan saat panas. Kebanyakan konsumen harus mengantri, kalau ingin menikmati kue laklak ini. “Konsumen lumayan banyak, terutama pengunjung dari luar Bali, pasti ingin sekali mencicipi kue khas Bali ini,” kata I Luh. Selain menjual laklak stan Lovina 168 Vegetarian juga menjual klepon yang sudah dibungkus dalam kotak plastik. Ada juga kue lukis dan olen-olen kue khas Singarja. Menu lainnya, nasi campur vegetarian.

C U L I N A RY C O R N E R

23 - 29 JUNI 2014

Lawar Kuwir Pan Jinah Warung ini sangat sederhana. Ukurannya hanya 2x2 meter, di pinggir jalan Tukad Musi, Renon. Penjualnya menata aneka menu makanan di dalam etalase di depan warung. Namun, masakan yang dijual sangat istimewa, lawar kuwir. Pembelinya harus mengantri karena tempat duduknya sangat minim.

Pan Jinah bersama istrinya

L

awar kuwir Pan Jinah memiliki kekhasan karena yang paling dicari lawar daun belimbing. Rasa lawar daun belimbingnya sangat

berbeda, tak ada rasa pahit, sangat enak. Satu porsi nasi lawar kuwir Rp 18.000, mencakup satu piring nasi putih dan satu piring lawar yang terdiri dari la-

war kuwir, lawar daun belimbing, olahan kuwir, dua tusuk sate kuwir, kacang tanah goreng, dan sambal embe. Satu mangkok sayur ares berbahan dasar batang pisang melengkapi hidangan istimewa ini. Pan Jinah awalnya bekerja di salah satu penjual lawar kuwir di Denpasar. Ia bekerja di sana hampir 10 tahun. Ia mempelajari bumbu-bumbu agar bisa mendapatkan lawar kuwir yang pas. Setelah merasa cukup mampu mandiri, ia mencoba peruntungannya membuka usaha sendiri. Rasa lawar kuwir Pan Jinah mulai terkenal sejak awal dia membuka warung kecil di pinggir

Sate babi

suaminya memanggang sate lagi. “Konsumen juga suka sate yang panas karena lebih enak,” kata Bu Mangku. Selama di PKB, warung sate Bu Mangku buka mulai pukul 11.00 sampai 22.00. Anda memiliki panci presto di rumah, presto daging dengan sedikit air selama 25 menit sebelum dimasak. Angkat daging, potong-potong, dan daging siap diolah sesuai kebutuhan resep. Dengan mempresto, akan mempersingkat waktu masak karena tekstur daging sudah cukup empuk. –Wirati Astiti

13

Udang Saos Lemon Sarwan Bahan: 500 gr 4 siung 1 jari 2 sdm 1 sdm 6 sdm 3 sdm 3 sdm

Bahan: 500 gr 3 biji 2 butir 10 biji 5 siung 1 sdm 10 gr 2 sdm 3 sdm 2 sdm 3 sdm 3 biji

: udang ukuran sedang, kupas kulitnya, sisakan ekornya, sayat punggungnya, lumuri dengan air jeruk nipis. : bawang putih, cincang halus : jahe, parut : tepung maizena : cuka : saos sambal : saos tomat : air jeruk lemon

: nasi putih : sosis iris bulat : telur, dibuat dadar, iris menurut selera : bawang merah : bawang putih : merica bubuk : kaldu bubuk : kecap asin : kecap manis : saos tiram : saos sambal : cabe kecil

Garam, gula, lada dan kaldu bubuk secukupnya. Minyak secukupnya Cara membuat: - Campurkan udang dengan bawang putih, jahe, maizena, cuka dan kaldu bubuk, biarkan hingga bumbu meresap. - Pa n a s k a n m i n y a k , masukkan udang, tumis udang hingga berubah warna dan matang, tambahkan saos tomat dan saos sambal, aduk hingga merata - Tambahkan air jeruk

lemon, garam, gula dan lada secukupnya, aduk-aduk hingga merata dan matang, taburi dengan bawang putih goreng. - Siap disajikan.

Lawar kuwir

jalan Tukad Musi. Yang datang ke warungnya, sebagian besar pekerja kantoran di daerah Renon. Pan Jinah juga melayani pesanan. Satu karang ia jual seharga Rp 125 ribu. Isinya, lawar kuwir, lawar daun belimbing, dan 30 tusuk sate kuwir. Jika memesan sore hari, ia bisa mengantarnya untuk areal Denpasar. Namun, jika pagi atau siang hari, ia tak bisa mengantar. Jadi pembeli harus datang sendiri mengambil pesanannya. “Saya hanya berdua dengan istri berjualan dibantu satu keponakan. Kalau ada pesanan silakan diambil ke sini. Kalau sore, baru bisa saja antar. Warung saya buka mulai pukul 09.00 sampai 15.00,” kata Pan Jinah seraya menambahkan, penghasilan dari berjualan lawar kuwir lumayan menjanjikan. Menurut Pan Jinah, untuk bahan baku kuwir, ia harus memilih yang besarnya standar, agar daging kuwir tidak keras setelah

Hot Strawberry

Bahan: 3 buah : stroberi segar 100 ml : air teh yang sudah jadi 3 sdm : sirup merah sudah siap pakai es batu secukupnya (bagi yang suka es).

Cara membuat: - Blender buah stroberi dan air (50 ml) sampai halus. - Siapkan gelas saji, masukkan air teh dan sirup merah, tambahkan es batu. - Masukkan jus stroberi di gelas saju - Hot strawberry siap untuk diminum

Nasi Goreng Sosis Cara membuat: - Bawang putih dan bawang merah dirajang halus. - Panaskan 2 sdm margarin atau minyak, masukkan bawang putih dan bawang merah, goreng hingga harum, masukkan nasi putih, bolak-balik merata. - Masukkan kecap asin, kecap manis, saos tiram, dan saos sambal serta

dimasak. “Memilih kuwirnya harus pas. Kalau kebesaran dagingnya bisa keras,” kata Pan Jinah. Satu kuwir ia beli seharga Rp 125 ribu. Untuk membuat daging kuwir tidak amis, ia merendamnya dengan bumbu basa genep Bali. Merebus kuwir juga, kata dia, harus agak lama, sehingga daging kuwirnya tidak keras. Untuk bahan baku daun belimbing, kata dia, tak sulit untuk mencarinya. Sehari-hari, ia membeli di Pasar Ketapean, Kesiman. Untuk mengolah agar tidak pahit, ia mempunyai trik tersendiri. Daun belimbing direndam dalam air kelapa sebentar untuk membuat lawar daun belimbingnya tidak pahit. Untuk membuat pelanggannya setia, Pan Jinah mencampur lawarnya sedikit-sedikit agar tidak basi. “Jadi makanan kami selalu baru dan terlihat segar. Itulah tips agar terus dicari konsumen,” kata Pan Jinah. -Wirati Astiti

merica dan kaldu bubuk. - Masukkan sosis, aduk merata, tambahkan gula dan garam secukupnya, aduk merata. - Nasi goreng siap disajikan di atas piring saji dengan taburan bawang putih goreng di atasnya beserta tambahan telor dadar, cabe kecil dan lalapan yang disukai.


RESEP ala CHEF

12

23 - 29 JUNI 2014

Nikmatnya Laklak Vegetarian Jajanan khas Bali seperti kue laklak sangat familiar di tengah masyarakat Bali. Kue berbentuk bulat berwarna putih dan hijau yang dipanggang dengan cetakan khusus dari tanah ini, juga ditampilkan dalam stan kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVI di Taman Budaya Denpasar.

S

Kue laklak

alah satu stan yang menjual kue laklak, Lovina 168 Vegetarian. Kue laklak yang disajikan sangat unik karena bahannya terbuat dari vegetarian

dan sehat. Menurut penjualnya, I Luh, bahan utama kue laklak adalah tepung beras yang berasal dari beras organik. Adonan tepung organik ini diuleni dan diberi air khusus RO, sehingga menurutnya, lebih sehat. Adonan juga tanpa pewarna kimia, hanya diberi pewarna asli air daun suji dan daun pandan untuk mendapatkan warna hijau yang segar dan menarik. Menurut I Luh, membuat kue laklak gampang-gampang susah.

Gampangnya tinggal menuang ke cetakan, tunggu sekitar 3 menit, angkat. Kue sudah jadi. Sulitnya, kalau tidak tahu waktu yang tepat mengangkat kue, bisa gosong atau kue mentah. I Luh pun mengaku, belajar lama untuk mendapatkan hasil kue laklak yang bagus dari si pemilik Lovina 168 Vegetarian, Sri Nadi. Sehari-hari, Lovina 168 berjualan di dekat Puspem Badung. Saat PKB tahun ini, stan ini baru pertamakali ikut berpartisipasi. Satu porsi laklak dijual seharga Rp 5000 berisi 5 buah kue yang disajikan dalam satu piring dihias dengan kelapa parut dan gula cair. Selama di PKB, satu hari, I Luh bisa menghabiskan tepung beras 7

Sate Babi ala Bu Mangku Selain stan jajanan Bali, ada juga beberapa stan di Pesta Kesenian Bali yang menjual makanan tradisional Bali seperti sate babi. Makanan ini sangat terkenal, di mana pun mudah ditemui penjual sate babi. Lauk ini enaknya dimakan dengan ketupat. Salah satu yang menjual sate babi, Warung Bu Mangku. Selain sate babi, warung ini juga menyediakan serombotan, lengkap sekali makan ketupat, dengan lauk-pauk sate ditemani sayur serombotan pedas. Sehari-hari Bu Mangku berjualan di areal Taman Budaya Denpasar. Ia bersama suaminya sudah berjualan sejak lima tahun lalu. Setiap ada pagelaran PKB, ia rutin berpartisipasi mengisi stan kuliner.

dagingnya lembut dan tidak alot. Yang lain, terletak pada rasa sambal tomatnya. Sambal juga diblender agar halus. Menurut Bu Mangku, karena stannya terletak di dekat pintu masuk ISI Denpasar, konsumen yang berbelanja Warung sate babi Bu Mangku agak sedikit. SeSatu hari, ia mengatakan meng- hari-hari, satu porsi ketupat sate ia habiskan 3 kilogram daging babi. jual Rp 10.000. Khusus di areal PKB, Saat PKB, lebih banyak, namun, ia harganya naik menjadi Rp 20.000. “Kalau tak ada pagelaran PKB, enggan merincinya. Ia menuturkan, yang istimewa dari sate babinya, pembeli satenya sebagian besar

Tips Empukkan Daging

Anda suka memasak daging dan kebingungan karena daging agak alot? Ada cara yang bisa dilakukan untuk membuat daging menjadi empuk. Berikut beberapa di antaranya: Jangan salah memotong daging. Sebelum daging dipotong-potong, terlebih dahulu bersihkan dari lemak atau serat atau selaput keras yang menempel pada daging. Memotong daging ada tekniknya. Memotong daging yang benar adalah melawan arah serat daging. Jika memotong searah serat, daging akan menjadi liat dan lama empuknya. Kecuali Anda akan akan membuat dendeng daging yang diperlukan potongan tipis dan lebar, jenis potongannya harus searah dengan serat.

Pada beberapa bagian daging, dibentuk oleh lebih dari satu otot daging, misalnya tanjung terbentuk oleh lima otot daging. Karena itu, setiap otot harus dipisahkan terlebih dulu mengikuti selaput pembatas di setiap otot. Setelah itu, barulah daging dipotong melintang mengikuti arah serat daging. Marinade adalah membumbui bahan masakan dengan bumbu dan rempah. Selanjutnya bahan makanan yang telah dibumbui didiamkan beberapa saat agar bumbu meresap. Larutan marinade biasanya campuran dari lada, gula pasir, kecap manis, L&P sauce, dan rempah-rempah sesuai dengan jenis masakan yang akan dimasak. Simpan di dalam kulkas 1-2 jam baru setelah dicampur dengan larutan marinade agar bumbu meresap dan daging menjadi empuk. Layukan dalam kulkas. Daging yang baru dipotong tekstur seratnya liat karena otot daging masih kaku. Perlu dilayukan agar otot daging

rileks dan tekstur daging menjadi lunak. Cara melayukan daging dengan menyimpannya dalam frezzer selama beberapa hari dan meletakkannya di dalam kulkas (chiller) selama satu malam sebelum diolah keesokan harinya. Dengan daun pepaya: remasremas daun pepaya, kemudian potong daging sesuai ukuran yg diinginkan, taruh daging di atas daun pepaya lalu tutup lagi dengan daun pepaya, diamkan selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu daging dicuci bersih, tiriskan, dan siap diolah. Cara ini cocok untuk masakan daging yang dibakar seperti sate atau steak. Dengan nanas: parut nanas lalu balurkan ke daging, diamkan selama sekitar 45 menit, lalu bilas daging hingga bersih dengan air mengalir, tiriskan, dan daging siap diolah. Cara ini cocok untuk daging yang akan dimasak dengan cara ditumis atau dibuat sayur. Dengan bubuk pengempuk: potong daging sesuai ukuran yang diinginkan. Taruh dalam wadah lalu taburkan bubuk pengempuk biasanya 1 sendok makan bubuk pengempuk untuk ½ kg daging, diamkan selama 25-30 menit lalu bersihkan daging dengan air mengalir sampai bersih, tiriskan, dan daging siap diolah. Cara ini cocok untuk semua masakan daging baik ditumis, dibakar, maupun dibuat sayur. Masakan seperti steak sebaiknya

Penjual kue laklak

sampai 10 kilogram. “Biasanya hari Sabtu dan Minggu pembeli lebih ramai,” kata I Luh, yang merupakan salah seorang karyawan di Stan Lovina 168 Vegetarian ini. Uniknya, tungku pembuatan laklak terbuat dari tanah dan menggunakan kayu bakar, sehingga setiap hari I Luh bersama temantemannya sudah berada di areal PKB sejak pukul 09.00. “Biasanya jam 11, adonan baru dikirim. Kami membuat api dulu. Itu biasanya yang agak lama,” kata I Luh. Untuk adonan, bosnya Ketut Sri Nadi asal Singaraja ini, sudah meny-

pengunjung Taman budaya yang sedang membuat acara di sana. Ada juga orang yang melakukan pemotretan prawedding. Tukang fotonya sering makan di warung saya. Selain itu, anak-anak yang sering latihan menari, sering membeli sate,” kata perempuan asal Karangasem ini. Untuk bahanbahan sayur serombotan, ia hanya menyiapkan sedikit. Kalau sudah habis, baru ia merebus sayur lagi karena takut basi. Begitu juga satenya. Ia sudah menyiapkan sate yang sudah di-ungkep bumbu seharian. Namun, ketika yang dipajang sudah habis baru jangan di-marinade atau dibumbui dengan garam. Sifat garam menyerap cairan. Akibatnya daging akan liat dan banyak mengeluarkan cairan sehingga rasa steak kurang enak. Bumbui masakan daging dengan garam sesaat sebelum masakan diangkat agar daging tidak menjadi liat. Presto selama 20 menit. Jika

iapkan di rumah. “Kalau adonan sudah habis, tinggal ditelepon, dibawakan lagi ke PKB. Kalau membuat adonan di tempat PKB agak ribet,” tambah I Luh yang sudah bekerja sejak tahun 2000, saat warung Lovina 168 Vegetarian dibuka. Sejak pembukaan PKB, stan Lovina 168 Vegetarian sangat ramai dikunjungi pembeli. Apalagi, kue laklak memang enak kalau dimakan saat panas. Kebanyakan konsumen harus mengantri, kalau ingin menikmati kue laklak ini. “Konsumen lumayan banyak, terutama pengunjung dari luar Bali, pasti ingin sekali mencicipi kue khas Bali ini,” kata I Luh. Selain menjual laklak stan Lovina 168 Vegetarian juga menjual klepon yang sudah dibungkus dalam kotak plastik. Ada juga kue lukis dan olen-olen kue khas Singarja. Menu lainnya, nasi campur vegetarian.

C U L I N A RY C O R N E R

23 - 29 JUNI 2014

Lawar Kuwir Pan Jinah Warung ini sangat sederhana. Ukurannya hanya 2x2 meter, di pinggir jalan Tukad Musi, Renon. Penjualnya menata aneka menu makanan di dalam etalase di depan warung. Namun, masakan yang dijual sangat istimewa, lawar kuwir. Pembelinya harus mengantri karena tempat duduknya sangat minim.

Pan Jinah bersama istrinya

L

awar kuwir Pan Jinah memiliki kekhasan karena yang paling dicari lawar daun belimbing. Rasa lawar daun belimbingnya sangat

berbeda, tak ada rasa pahit, sangat enak. Satu porsi nasi lawar kuwir Rp 18.000, mencakup satu piring nasi putih dan satu piring lawar yang terdiri dari la-

war kuwir, lawar daun belimbing, olahan kuwir, dua tusuk sate kuwir, kacang tanah goreng, dan sambal embe. Satu mangkok sayur ares berbahan dasar batang pisang melengkapi hidangan istimewa ini. Pan Jinah awalnya bekerja di salah satu penjual lawar kuwir di Denpasar. Ia bekerja di sana hampir 10 tahun. Ia mempelajari bumbu-bumbu agar bisa mendapatkan lawar kuwir yang pas. Setelah merasa cukup mampu mandiri, ia mencoba peruntungannya membuka usaha sendiri. Rasa lawar kuwir Pan Jinah mulai terkenal sejak awal dia membuka warung kecil di pinggir

Sate babi

suaminya memanggang sate lagi. “Konsumen juga suka sate yang panas karena lebih enak,” kata Bu Mangku. Selama di PKB, warung sate Bu Mangku buka mulai pukul 11.00 sampai 22.00. Anda memiliki panci presto di rumah, presto daging dengan sedikit air selama 25 menit sebelum dimasak. Angkat daging, potong-potong, dan daging siap diolah sesuai kebutuhan resep. Dengan mempresto, akan mempersingkat waktu masak karena tekstur daging sudah cukup empuk. –Wirati Astiti

13

Udang Saos Lemon Sarwan Bahan: 500 gr 4 siung 1 jari 2 sdm 1 sdm 6 sdm 3 sdm 3 sdm

Bahan: 500 gr 3 biji 2 butir 10 biji 5 siung 1 sdm 10 gr 2 sdm 3 sdm 2 sdm 3 sdm 3 biji

: udang ukuran sedang, kupas kulitnya, sisakan ekornya, sayat punggungnya, lumuri dengan air jeruk nipis. : bawang putih, cincang halus : jahe, parut : tepung maizena : cuka : saos sambal : saos tomat : air jeruk lemon

: nasi putih : sosis iris bulat : telur, dibuat dadar, iris menurut selera : bawang merah : bawang putih : merica bubuk : kaldu bubuk : kecap asin : kecap manis : saos tiram : saos sambal : cabe kecil

Garam, gula, lada dan kaldu bubuk secukupnya. Minyak secukupnya Cara membuat: - Campurkan udang dengan bawang putih, jahe, maizena, cuka dan kaldu bubuk, biarkan hingga bumbu meresap. - Pa n a s k a n m i n y a k , masukkan udang, tumis udang hingga berubah warna dan matang, tambahkan saos tomat dan saos sambal, aduk hingga merata - Tambahkan air jeruk

lemon, garam, gula dan lada secukupnya, aduk-aduk hingga merata dan matang, taburi dengan bawang putih goreng. - Siap disajikan.

Lawar kuwir

jalan Tukad Musi. Yang datang ke warungnya, sebagian besar pekerja kantoran di daerah Renon. Pan Jinah juga melayani pesanan. Satu karang ia jual seharga Rp 125 ribu. Isinya, lawar kuwir, lawar daun belimbing, dan 30 tusuk sate kuwir. Jika memesan sore hari, ia bisa mengantarnya untuk areal Denpasar. Namun, jika pagi atau siang hari, ia tak bisa mengantar. Jadi pembeli harus datang sendiri mengambil pesanannya. “Saya hanya berdua dengan istri berjualan dibantu satu keponakan. Kalau ada pesanan silakan diambil ke sini. Kalau sore, baru bisa saja antar. Warung saya buka mulai pukul 09.00 sampai 15.00,” kata Pan Jinah seraya menambahkan, penghasilan dari berjualan lawar kuwir lumayan menjanjikan. Menurut Pan Jinah, untuk bahan baku kuwir, ia harus memilih yang besarnya standar, agar daging kuwir tidak keras setelah

Hot Strawberry

Bahan: 3 buah : stroberi segar 100 ml : air teh yang sudah jadi 3 sdm : sirup merah sudah siap pakai es batu secukupnya (bagi yang suka es).

Cara membuat: - Blender buah stroberi dan air (50 ml) sampai halus. - Siapkan gelas saji, masukkan air teh dan sirup merah, tambahkan es batu. - Masukkan jus stroberi di gelas saju - Hot strawberry siap untuk diminum

Nasi Goreng Sosis Cara membuat: - Bawang putih dan bawang merah dirajang halus. - Panaskan 2 sdm margarin atau minyak, masukkan bawang putih dan bawang merah, goreng hingga harum, masukkan nasi putih, bolak-balik merata. - Masukkan kecap asin, kecap manis, saos tiram, dan saos sambal serta

dimasak. “Memilih kuwirnya harus pas. Kalau kebesaran dagingnya bisa keras,” kata Pan Jinah. Satu kuwir ia beli seharga Rp 125 ribu. Untuk membuat daging kuwir tidak amis, ia merendamnya dengan bumbu basa genep Bali. Merebus kuwir juga, kata dia, harus agak lama, sehingga daging kuwirnya tidak keras. Untuk bahan baku daun belimbing, kata dia, tak sulit untuk mencarinya. Sehari-hari, ia membeli di Pasar Ketapean, Kesiman. Untuk mengolah agar tidak pahit, ia mempunyai trik tersendiri. Daun belimbing direndam dalam air kelapa sebentar untuk membuat lawar daun belimbingnya tidak pahit. Untuk membuat pelanggannya setia, Pan Jinah mencampur lawarnya sedikit-sedikit agar tidak basi. “Jadi makanan kami selalu baru dan terlihat segar. Itulah tips agar terus dicari konsumen,” kata Pan Jinah. -Wirati Astiti

merica dan kaldu bubuk. - Masukkan sosis, aduk merata, tambahkan gula dan garam secukupnya, aduk merata. - Nasi goreng siap disajikan di atas piring saji dengan taburan bawang putih goreng di atasnya beserta tambahan telor dadar, cabe kecil dan lalapan yang disukai.


J E L I TA

14

Cantik Alami dengan Yoga Siapa bilang yoga hanya bisa memberikan manfaat untuk ketenangan dan membuat tubuh menjadi lebih fit? Sesungguhnya manfaat yoga juga sangat baik untuk kesehatan, bahkan beberapa penelitian membuktikan bahwa melakukan yoga dengan rutin dapat menjaga kecantikan.

D

engan berlatih yoga, kita akan menda p a t ka n kulit yang berca­ haya (glowing skin). Bukan be­ rarti kulit akan mengeluarkan cahaya, tetapi yoga membantu kulit kita agar tetap sehat dan indah. Demikian diungkap­ kan seorang praktisi yoga IGA N. Dian Martika saat ditemui usai memberikan pelatihan yoga healing Bali di Pasraman Markan­deya Yoga Cabang Den­ pasar, di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. “Kegiatan kami di Pasra­ man Markandeya, difokuskan pada yoga healing Bali, yaitu memperbaiki semua sistem (dalam yoga disebut cakra) yang kurang bagus putaran energinya. Jika salah satu saja perputarannya tidak bagus, akibat­nya adalah sakit. Cakra perlu diberikan O2 dan prana. Nafas panjang sangat pen­ ting dan dapat menjadikan se­ seorang lebih sabar, lebih bisa menerima kondisi baik maupun buruk. Sehingga tidak ada lagi stres yang berat. Jika dalam tubuh sudah sehat, maka yang namanya inner beauty akan muncul,” ungkap perempuan yang kerap disapa Bunda Dian ini. Menekuni yoga dikatakan­ nya tidak hanya membuat tu­ buh menjadi lentur, namun di balik itu yoga, khususnya yoga Bali mampu memberi manfaat lebih bagi kesegaran kulit seka­ ligus untuk tubuh dalam proses

penyembuhan diri sendiri. “ Dalam yoga Bali kita diajak un­ tuk memasukkan energi positif yang bermanfaat bagi tubuh. Energi ini sangat banyak terda­ pat di alam semesta, dan dapat membuat kita menjadi sehat pikiran dan badan. Tekniknya pun tidak sulit jika dilakukan secara rutin,” katanya. Ketika melakukan yoga, kata Bunda Dian kita diajak untuk mengeluarkan energi yang tidak baik. Melakukan yoga ini sifatnya mendetoks diri , de­ ngan mengaktifkan semua imun sistem yang ada dalam tubuh. “Bagi yang pemula reaksinya sangat beragam. Namun, apap­ un yang akan dirasakan, apakah terasa sakit ataupun pusing, ini berarti cukup banyak racun yang ada dalam diri. “Biar­ kan saja, jangan menyerah ..sabar untuk meneruskan kegiatan, untuk menyem­ buhkan sekaligus menyehat­ kan dan menyegarkan,” ujar Bunda Dian Yoga pada awal di­kenal, masyarakat mengetahui manfaatnya sebagi peng­ hilang stres. Dengan melaku­ kan latihan yoga, dipercaya dapat menenangkan pikiran. “Sesungguhnya ketika pikiran seseorang sudah tenang, maka stres yang dialaminya perlahan akan menghilang. Perasaan tenang ini diperoleh dari penga­ tur­a n nafas yang membuat aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lancar. Jika stress yang bisa mempercepat penuaan

ini sudah hilang, maka wajah akan terlihat lebih segar dan awet muda,”lanjut Bunda Dian yang sudah lebih dari 23 tahun menekuni yoga ini. Selain itu, ada lagi yang sangat dipercaya dalam yoga Bali , yakni penyakit tidak akan menyerang tubuh yang cukup memiliki kandungan oksi­ gen. Sebab, latih­ an yang cukup banyak dan me­ nekankan pada pernafasan ini, dapat memban­ tu meningkat­ kan pasokan oksigen dalam darah. Sirku­ lasi oksigen ini akan mengalir pada bagian wajah. “Jika pasokan ok­ sigen cukup, kerut- kerut di sekitar wajah akan perlahan menghilang sehingga wajah terlihat selalu

segar berseri. Begitupun pose atau gerakan-gerakan pada yoga akan memperbaiki jaring­ an kulit yang rusak, sehingga mencegah keriput dan garis pada kulit,” katanya. Ia juga mengatakan kalau semua olahraga bagus. Namun, pelatihan yoga yang diajarkan di Pasraman Markandeya ini

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

kelebihannya adalah banyak mengambil O2 dan melakukan prana. “Kami penekananya ada­ lah nafas, karena nafaslah yang dibutuhkan tubuh. Sedangkan pusat energi adanya ditulang punggung. Makanya prana dimulai dari tulang pung­ gung, tulang belakang,” ucapnya sambil me­ nambahkan prana sebenarnya adalah energi alam se­ mesta atau sarisari makanan. D e n g a n melakukan yoga pula, katanya sudah berarti menjaga pola hidup sehat. Ke­ napa de­ mikian, tentu s a j a karena d e ­ ngan yoga badan a k a n m e ­ ngatur sendiri

apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. “Satu lagi bonus­ nya setelah melakukan prana dan mengambil O2, kita jarang lapar, bagus juga diet ala yoga. Yoga mengarahkan untuk ber­

pikir positif dan hidup sehat. Tubuh sendiri sudah mengatur dan memberi sinyal sendiri, apa yang harus dilakukan atau apa yang baik untuk dikonsumsi,” tuturnya. Kalaupun dalam sebuah kes­ empatan, secara tidak se­ngaja kita mengonsumsi sajian hidan­ gan siap saji atau yang banyak mengandung minyak, hingga memungkinkan banyak racun yang masuk. Begitu pula jika minyak masuk ke pem­buluh, dan salah satu saja pembuluh darah yang tidak bagus aliran­ nya ke jantung, akan tidak bagus naik ke otak. Ini akan menjadikan kacau dan stres. Ini juga yang menyebabkan aura seseorang jadi suram. Jika cukup banyak racun yang masuk, kata Bunda Dian tentu saja akan mengakibatkan penyakit, dan memerlukan detoks. Dan, detoks yang pal­ ing bagus adalah pada sikap savasana (tidur rileks menyatu dengan pertiwi, alam). Na­ mun, mesti di dahului dengan gerakan asana. Ini berarti saat bergerak diperbaiki sistem dan saat rileks akan keluar racunracunnya. “Jangan lupa banyak minum,”cetusnya dan menye­ butkan kalau posisi savasana akan membantu untuk menjaga kulit tampak lebih alami. Sesungguhnyalah banyak sekali manfaat yoga untuk menjaga kesehatan. Apalagi , yoga bu­ kan hanya olah tu­ buh semata tetapi juga kegiat­a n yang melakukan olah ba­ dan, olah nafas dan olah jiwa atau pikiran. “Jadi tidak ada salahnya men­ coba yoga untuk memunculkan kecantikan yang alami. Yoga bukan untuk diperdebatkan tapi dilakukan,” ujarnya. -Sri Ardhini

M I T O S ATA U F A K TA

11

“Pindah” Tidur demi Piala Dunia Ajang Piala Dunia 2014 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati permainan sepak bola dari 32 negara. Kesempatan menonton ini sekaligus sebagai hiburan setelah berkutat dengan aktivitas rutin sehari-hari. Namun, jadwal pertandingan yang disiarkan malam hingga pagi hari tentu harus disiasati. Ada yang memindahkan jadwal tidurnya, dari malam hari ke siang hari agar bisa melek semalaman. Bahkan ada yang menyempatkan tidur sesaat di sela-sela pertandingan. Apa kaitan tidur dengan kondisi kebugaran? Apakah mitos yang berkembang di masyarakat bahwa tidur siang atau sore hari bisa mengganti tidur malam hari itu benar?

P

ulang kantor, Jack langsung tidur. Ia memilih tidur sore hari agar malam hari bisa menyaksikan pertandingan di ajang Piala Dunia. Bagi Jack, tidur sore ini sebagai pengganti karena malamnya ia harus melek. “Saya biasa begadang. Asal sempat tidur sore, malamnya saya bisa begadang. Yang penting kondisi kuat dan didampingi makanan dan minuman, saya tidak masalah,” ujarnya. Pengalaman lain diungkapkan Rudi yang memilih menonton hanya pertandingan yang ia sukai. “Saya lihat jadwal pertandingan dulu. Kalau pertandingannya menurut saya menarik, saya non­ ton. Kalau tidak, saya lebih baik tidur. Daripada keesokan harinya jadi ngantuk,” tandasnya. Menurut Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg, ke­

dr. Oka Negara, FIAS

bugaran tubuh berkaitan dengan aktivitas rutin yang dilakukan. “Kebugaran tubuh artinya kondisi dimana tubuh siap melakukan pekerjaan rutin. Setelah peker­ jaan rutin itu selesai, masih ada energi cadangan untuk melakukan tugas emergency, dan sesudahnya masih bisa melakukan tugas so­ sial di rumah tangga. Semua itu dilakukan tanpa rasa lelah. Kalau ada rasa lelah, kemudian istirahat dengan cara tidur, lalu keesokan harinya bangun dalam kondisi fit dan tanpa rasa lelah, itulah ke­ bugaran,” jelas Ketua Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedok­ teran Universitas Udayana ini. Untuk mencapai kebugaran ini, hal terpenting yang dilakukan adalah membudayakan pola hidup sehat. Dalam sehari ada waktu 24 jam. Waktu ini harus dibagi 8 jam untuk bekerja, 8 jam menikmati hidup, dan 8 jam tidur. Tidur

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, suamiku belakangan ini sering mengajak aku bercinta secara tiba-tiba di mobil saat perjalanan. Tentu saja semua ini jadinya dilakukan dengan cepat-cepat dan tergesa-gesa. Di awal-awalnya sih terasa aneh dan mengejutkan, tetapi kini aku mulai bisa menikmatinya, walau lebih sering tidaknya, karena aku takut ketahuan orang. Sebenarnya, ini berbahaya nggak, Dok? Kalau ini mesti juga dilakukan, apa ada tips buat menikmatinya?” (Rus,24) Hubungan seksual di da­ lam mobil seperti ini dapat di­ katagorikan dalam istilah po­puler Quickie Sex, yang bisa menjadi pilihan jika tidak cukup punya waktu apalagi jika memang benarbenar dorongan seksual muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa lagi dibendung di saatnya datang. Atau, dapat juga sebagai selin­ gan dari seks rutin yang mulai membosankan. Jika sudah saling dipahami, diinginkan dan bisa dinikmati bersama, hubungan seks di dalam mobil bisa dan boleh saja dilakukan, asalkan tentu saja mobil jangan dijalankan,

dipinggirkan dulu, mencari tempat yang aman dan tidak menghidup­ kan mesin kendaraan. Risikonya cuma satu: ketahuan polisi dan ditilang! Peminat hubungan seksual di dalam mobil ini biasanya lebih banyak adalah orang muda, dan bisa jadi memang menjadi trend sebagai sebuah pilihan variasi sek­ sual, yang semua terbentuk karena ada referensi dan fasilitas. Artinya jika dibandingkan dengan masa lalu tentu saja peluang melaku­ kannya memang lebih terbuka dan lebih banyak kesempatan­ nya di saat sekarang. Kalau dulu

menjadi hal penting karena bagian dari pemulihan kondisi tubuh ke level semula. Jika pengaturan waktu beker­ ja, menikmati hidup, dan tidur ini dilakukan dengan baik kemudian pola makan teratur, kondisi ke­ bugaran lebih mudah didapatkan. “Kadang ada yang lembur karena banyak pekerjaan. Ini boleh saja tetapi jangan terus-menerus. Lembur jangan tiap hari. Manusia punya batas kemampuan. Jangan bekerja melebihi kemampuan, jangan bekerja dengan perasaan tertekan atau terpaksa karena memicu stress, jangan bawa be­ ban kerja di kantor ke rumah, dan intinya adalah lakukan pekerjaan dengan rileks dan menyenang­ kan,” ujar Prof. Adiputra. Ia memberikan contoh saat melakukan pekerjaan harus bisa multichannel, artinya ketika mengerjakan suatu pekerjaan

Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg.

dan merasa jenuh, segera alihkan ke pekerjaan lain yang disenangi. Setelah merasa tenang, kembali melanjutkan pekerjaan rutin. Pola makan juga harus diper­ hatikan dengan cara makan saat waktunya makan. Jangan menye­ pelekan waktu makan karena bisa berakibat maag. Kalau sudah maag, harus berkutat lagi dengan proses penyembuhan. Makan jangan sampai memberi beban karena prinsip berhentilah makan sebelum kenyang perlu men­ jadi patokan. “Bagi orang yang berusia dibawah 30 tahun, life to eat. Tetapi, bagi yang berusia 30 tahun ke atas, eat to life. Faktor usia memang tidak bisa diabaikan dalam urusan makan,” kata Prof. Adiputra. Berkaitan dengan istirahat, tidak selalu harus tidur di tempat tidur. Ada orang yang bisa knapping (memejamkan mata sambil duduk). Waktu 5 menit pun cu­

kup untuk memulihkan kondisi. Sama halnya dengan orang yang menyetir dan merasa sangat mengantuk. Lebih baik berhenti dan knapping selama 10 menit untuk memulihkan kondisi. Jika memaksakan diri menyetir dalam kondisi mengantuk, akibatnya bisa fatal, misalnya kecelakaan. Tidur yang baik pun perlu dipersiapkan dengan baik, misal­ nya ruang tidur harus cocok untuk orang tidur. Lampu dibuat remang-remang, tidak ada suara televisi maupun radio, serta mampu mengendalikan antara jiwa dan raga. Jangan sampai raga sudah lelah tetapi jiwa belum lelah sehingga menjadi sulit tidur. Karena itu perlu keseimbangan. Kalau jiwa terlalu bekerja keras, maka raga harus dibuat bekerja keras agar levelnya setara. Kondisi setara ini memudahkan untuk tidur. Jika masih sulit untuk tidur, lakukan pengaturan pernapasan kemudian berdoa. Prof. Adiputra mengatakan tidur yang berkualitas baik adalah tidur tanpa mimpi. Selama Piala Dunia 2014 ini berlangsung, diakuinya banyak penggemar bola yang merelakan waktu tidurnya di malam hari untuk menonton bola. “Sepanjang kondisi tubuh sehat, boleh saja menonton sepak bola hingga pagi hari. Tetapi, ingat mengendalikan diri. Jangan terlalu larut dalam euforia. Melupakan istirarat bisa merusak ritme kerja organ tubuh. Sempatkan tidur karena tidur merupakan masa pemulihan setelah melakukan aktivitas agar tubuh kembali bugar,” tegasnya. –Ngurah Budi

Bercinta Dalam Mobil mungkin hanya beberapa orang saja melakukannya di drive in atau jalan-jalan tertentu yang terbatas. Makin banyaknya orang, membawa kendaraan dan makin banyaknya tempat dan ruas jalanan atau tempat rekreasi yang lepas dari pengawasan orang, membuat makin banyak yang memanfaat­ kannya menjadi alternatif pilihan buat melakukan aktivitas seksual. Ini juga didukung oleh banyaknya media, video atau rekaman yang mempertontonkan adegan seksual di dalam mobil yang terlihat meny­ enangkan dan bisa dicoba. Ada yang juga menanyakan apakah ini sebuah penyimpangan, tentu saja kalau hanya buat variasi seksual, sekali-sekali saja, tentu saja bukan merupakan penyim­ pangan seksual. Jadi, murni hanya merupakan variasi seksual. Tetapi, meski pada kenyataannya Anda siap dan bisa mencapai orgasme lewat seks kilat, namun disaran­ kan untuk tidak melakukannya terlalu sering. Gaya bercinta yang romantis dengan foreplay yang cukup dan tanpa tergesa-gesa tetaplah harus menjadi menu utama hubungan seks Anda dan

pasangan. Jadikan hubungan sek­ sual di dalam mobil hanya sebagai selingan yang membuat kehidupan cinta Anda dan pasangan jadi lebih berwarna dan menggairahkan. Jika ini memang mesti dilaku­ kan serta ingin lebih menikmat­ inya, berikut tips yang bisa dilaku­ kan dan tetap sehat. 1) Amankan lokasi. Maksudnya pastikan dulu mobil diberhentikan pada tem­ pat yang aman dari kemung­ kinan dilihat dan diganggu orang lain. Sebuah tempat yang aman dengan di sekelilingnya memiliki pemandangan yang indah, tentu lebih baik. Misalnya di sekitar pantai, danau, atau gunung. 2) Foreplay secukupnya. Walau bi­ asanya dilakukan dengan waktu singkat dan tergesa-gesa, pastikan untuk melakukan pemanasan berupa rangsangan awal lewat sentuhan, ciuman bahkan lewat pujian verbal dengan kata-kata mesra. 3) Fokus ke area sensitif. Seringkali karena foreplay tidak maksimal sehingga bagian bagian sensitif dan peka rangsangan har­ usnya bisa menjadi fokus perhatian yang paling intens. 4) Sama-sama menginginkan. Perempuan juga

bisa menikmatinya secara optimal. Perempuan tetap bisa mencapai orgasme meski kualitasnya tidak sebaik seperti hubungan seks yang foreplay-nya cukup. 5) Nikmati tiap waktu, detik demi detik. Walaupun kilat, harusnya bisa dinikmati bersama di dalam mobil. Jadi bukan berarti terburu-buru untuk mencapai orgasme secara kilat. Begitu Anda dan pasangan bersedia melakukannya, nikmati setiap detiknya. Anda dan pasang­ an bisa saling membantu bila ada pihak yang belum terangsang secara cepat. Setelah usai, sisa­ kan waktu beberapa saat untuk dinikmati bersama pula. Paling tidak, dorongan seksual yang membara bisa menjadi modal kuat untuk mencapai orgasme. Terakhir, memang hubungan seksual dalam mobil bisa menjadi sebuah pilihan, dan sangat mung­ kin untuk bisa dinikmati secara maksimal. Tetapi tentu saja harus pandai memilih tempat, mengelola waktu dan satu lagi jangan ter­ lalu sering dilakukan, secukupnya saja sebagai variasi, agar tidak malah lebih diminati dibanding hubungan seksual yang biasa.


BUGAR

10

23 - 29 JUNI 2014

Laser Efektif dan Aman untuk Kulit Sehat

Kemajuan teknologi laser saat ini secara dramatis meningkatkan kemampuan para klinisi untuk mengobati kelainan kulit baik kosmetik maupun nonkosmetik secara aman dan efektif. Laser merupakan singkatan dari light amplification by the stimulated emission of radiation yang bekerja dengan cara menghasilkan suatu tembakan intens sinar terang yang diantarkan secara seragam. Jumlah dan variasi penyakit kulit yang dapat diterapi dengan laser terus bertambah. Ketertarikan yang besar terhadap pengembangan teknologi laser dalam medis khususnya kesehatan kulit oleh karena interaksi laser dengan kulit bersifat spesifik dan peningkatan signifikan aplikasi laser dalam bedah kosmetik. Perkembangan besar teknologi laser ini berkaitan dengan konsep fototermolisis selektif. Dengan kata lain, jika target lesi (chromopore) dengan kuat menyerap panjang gelombang tertentu, dan pulse duration lebih pendek dari thermal relaxation time (waktu pendinginan) jaringan kulit, maka hanya akan terjadi kerusakan karena panas yang sifatnya selektif. Dengan membatasi kerusakan akibat panas ini terhadap target chromophore, trauma jaringan sekitar berkurang, sehingga mengurangi risiko jaringan parut. Efek akurasi dan terkontrol yang dihasilkan oleh laser menghasilkan kesuksesan penerapannya terhadap berbagai macam kondisi. Diantaranya adalah kelainan vaskuler (pembuluh darah), pigmen (perubahan warna kulit), parut karena jerawat, kerutan, dan kerusakan kulit akibat sinar matahari, menghilangkan tato, parut hipertrofi (meninggi), kutil, stretch marks, menghilangkan rambut yang berlebihan dan tumortumor jinak kulit. Tentunya praktisi laser dituntut untuk memiliki pemahaman dasar

sebelum aplikasi terapi laser. Berikut beberapa aplikasi terapi laser yang sering dilakukan.

PEREMAJAAN KULIT Photorejuvanation atau peremajaan kulit menjadi pilihan tepat bagi mereka yang mengalami kerusakan kulit karena sinar matahari, bercak coklat, kapiler pembuluh darah prominen tampak sebagai warna merah atau bahkan pecah, atau dilatasi ringan vena. Menakjubkan bagaimana teknologi sinar terbaru mampu menghapus berbagai tanda penuaan kulit akibat bertambahnya usia, sinar matahari maupun merokok. Photorejuvanation merupakan terapi non-invasif yang secara signifikan mengoreksi efek penuaan kulit. Energi tinggi sinar laser selektif diserap oleh hemoglobin dan pigmen pada kulit, menimbulkan panas pada pembuluh darah. Hasil akhir didapatkan berkurangnya tanda-tanda penuaan dini seperti freckles, bercak coklat akibat sinar matahari dan penuaan, kulit terasa lebih kencang dan bersinar. Menariknya lagi, masa pemulihan paskaterapi lebih singkat jika dibandingkan terapi dengan modalitas berbeda dengan target efektivitas sama dan efek samping tentunya sangat minimal. Pasien akan merasakan efek hangat pada wajah dan kemerahan dengan tingkat bervariasi, yang akan menghilang dalam waktu relatif singkat. LASER VASKULER Target sistem laser spesifik vaskuler adalah oksihemoglobin untuk menghancurkan berbagai kelainan vaskuler kongenital maupun didapat. Laser yang telah digunakan untuk kelainan ini diantaranya argon (488-514nm), APTD (577-585nm), KTP (532nm), krypton (568nm), PDL (585595 nm), copper vapor/bromide (578 nm) dan Nd:YAG (1064

sistem laser ini. Terapi tidak dapat dilakukan hanya sekali, namun membutuhkan pengulangan dengan interval tertentu dan frekuensi tergantung kedalaman pigmen pada kulit.

dr. Ni Nyoman Indra Lesthari, Sp.KK

nm). Laser telah digunakan dan memberikan keberhasilan dalam terapi kelainan vaskuler seperti port-wine stains, teleangiektasis wajah maupun hemangioma (tumor pembuluh darah). PDL dengan panjang gelombang lebih panjang bahkan dapat melakukan penetrasi jaringan lebih dalam. Rasa tidak nyaman saat penembakan sinar laser di kulit dapat dikurangi dengan pemberian krim anestesi sebelumnya dan alat laser yang dilengkapi dengan pendingin ditempelkan di kulit sebelum dan sesudah penembakan sinar. LASER PIGMEN Sistem laser QS yang memiliki energi tinggi dan spesifik terhadap melanin, dapat mencerahkan kulit atau menghilangkan berbagai kelainan pigmen baik pada epidermis maupun dermis serta menghilangkan tattoo, dengan risiko efek samping minimal. Kelainan pigmen epidermis (solar lentigo, ephelides, cafĂŠ-au-lait, dan keratosis seboroik), kelainan dermal dan campuran epidermal/dermal (nevus melanositik, blue nevi, nevi of ota/ito, hiperpigmentasi periorbital, hiperpigmentasi yang diinduksi obat, beckers nevi dan nevus spilus) dan tato merupakan target lesi

FOTOEPILASI/ HAIR REMOVAL Pertumbuhan rambut berlebihan pada lokasi yang tidak diinginkan secara kosmetik dapat diakibatkan beberapa faktor, seperti keturunan dan penyakit endokrin atau akibat eksogen penggunaan obatobatan. Penghilangan rambut ini dapat dilakukan dengan cara mencukur, epilasi dengan lilin, chemical depilatories, elektrolisis dan termolisis. Hanya elektrolisis dan termolisis yang mampu menghasilkan penghilangan rambut secara permanen, namun kedua metode ini menimbulkan nyeri saat pengerjaan dan risiko jaringan parut dan infeksi pasca terapi. Sehingga dikembangkan teknik fototermolisis yang lebih aman dan efektif untuk menghilangkan rambut. Laser dan IPL yang saat ini disetujui sebagai metode hair reduction diantaranya laser LP ruby (694 nm), LP alexandrite (755 nm), pulse diode (800 nm), LP Nd:YAG (1064 nm) dan IPL (590-1200 nm). SKIN RESURFACING Terapi ini ditujukan untuk kerut wajah, parut jerawat dan dermatoheliosis. Sebelum teknologi laser, terapi dilakukan dengan chemical peeling atau abrasi mekanis dengan harapan terjadi reepitelisasi dari epitel adneksa. Saat ini, laser digunakan untuk menimbulkan vaporisasi epidermis dan sebagian dermis yang terkontrol. Laser yang sering digunakan adalah CO2 (10.600 nm), Er:YAG (2940 nm), dan Q-switched Nd:YAG. Air menjadi target selama laser resurfacing. Transfer panas yang segera menghasilkan vaporisasi jaringan. Dengan pengaturan

power, spot size, dan jumlah pass, kedalaman ablasi dapat dikontrol secara tepat. Er:YAG menghasilkan trauma panas lebih kecil dan waktu penyembuhan relatif lebih cepat dibandingkan laser CO2. Pada pelaksanaan laser skin resurfacing, seleksi pasien yang tepat memegang kunci pada hasil akhir. Hal ini meliputi penilaian risiko efek samping seperti infeksi, parut dan dispigmentasi. APLIKASI LAIN Dengan perkembangan teknologi laser, variasi kelainan yang dapat diterapi dengan laser semakin bertambah. Laser CO2 dapat digunakan untuk ablasi jaringan, sebagai alat pemotong atau untuk skin resurfacing. Sehingga laser ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai tumor jinak, infeksi, kelainan kulit premaligna maupun maligna. Laser CO2 sering dipakai sebagai alat pemotong berbagai prosedur bedah kosmetik oleh karena dapat mengurangi perdarahan. Kemajuan besar teknologi laser membawa suatu dimensi baru bagi ilmu kesehatan kulit. Memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana cara kerja laser akan memberikan kemampuan bagi klinisi untuk menilai jenis kelainan kulit dan pilihan jenis laser yang dapat digunakan. Penting bagi pasien untuk bertanya kepada klinisi yang akan melakukan prosedur laser mengenai persiapan, masa pemulihan, cara menghindari efek samping serta program terapi laser yang akan diterima sehingga target terapi efektif dan risiko efek samping minimal dapat dicapai. dr. Ni Nyoman Indra Lesthari, Sp.KK Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS: 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C

STYLE

23 - 29 JUNI 2014

15

Simpel yang Elegan Koleksi dari AA Ayu Sri Wariyani mengangkat keindahan kain endek dengan kesan tradisionalnya, melalui motif patra dan ukiran dalam bangunan Bali yang dipadukann dengan kain tenun polos.

D

esainnya terinspirasi dari gaya berpakaian perempuan zaman sekarang, yang begitu aktif dan dinamis. Untuk mereka, akan lebih nyaman jika mengenakan busana yang bergaya simpel namun tetap elegan, sehingga mampu memberikan ruang gerak yang nyaman di setiap langkahnya. Karya ready to wear berlabel Sri Sri Embroidery ini terdiri dari dres yang dilengkapi bolero juga padu padan rok dan blus dengan pilihan

warna yang khas. Selain untuk busana ke kantor, juga dapat dikenakan langsung kebeberapa acara semi formal lainnya, cukup dengan menambahkan aksen seperti untaian aksesori dan clucth bag. Selain terlihat indah dan unik, busana-busana ini memiliki nilai budaya sebagai jiwanya. Desainnya pun telah dipamerkan panggung fashion show Jakarta Fashion & Food Festival 2014 di Jakarta beberapa waktu lalu. – Sri Ardhini

AA Ayu Sri Wariyani


PELESIR

16

23 - 29 JUNI 2014

Berjibaku demi Awet Muda Matahari menyinari pagi di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani yang hijau. Desa ini merupakan salah satu pintu masuk utama selain Sembalun Lombok Timur, menuju gunung yang panorama alamnya telah mendapat berbagai peng­hargaan tingkat dunia ini. Menghirup udara segar pegunungan pagi itu, dari sebuah penginapan, di kejauhan tampak puncak Gunung Rinjani dibalut awan yang bergerak lambat. Beberapa waktu kemudian puncak Gunung Rinjani tampak seutuhnya dalam cuaca yang cerah.

A

wan-awan telah menjauh memperlihatkan eksotisme puncak Rinjani dengan lapisan pasir menawan yang tampak samarsamar. Puncak yang membius keinginan pada penggila panorama Rinjani untuk selalu datang berkunjung. Puncak yang menabur penasaran para pendakipendaki gunung dari berbagai daerah hingga mancanegara. Inilah waktu yang paling asyik menikmati Desa Senaru yang kini banyak menerima kunjungan wisatawan. Panorama alam Lombok yang indah seperti ini memang terhampar hampir di semua sudut pulau ini, salah satunya menikmati Rinjani dari Desa Senaru. Ketika matahari mulai meninggi, hiruk-pikuk kendaraan di jalan mulai terdengar silih berganti. Jalanan yang menanjak mulai ujung jalan Desa Senaru, terus meninggi menuju sudut terakhir desa ini yang merupakan pintu masuk ke kawasan Rinjani. Di sana terdapat pula sebuah desa tradisional Senaru. Suara mesin kendaraan itu tidak hanya berasal dari milik warga setempat melainkan lebih banyak dari kendaraan para pelancong domestik maupun

mancanegara yang datang mengunjungi Desa Senaru dengan segala keindahan alamnya. Volume kendaraan yang datang ke desa ini akan semakin banyak tatkala hari minggu atau waktu libur tiba. Mereka yang datang ke sini sepenuhnya untuk mengisi waktu libur. Bukan hanya panorama Senaru yang diminati melainkan sebuah air terjun yang sangat indah yang ada di Desa ini menjadi daya tarik wisatawan. Keindahan alam yang menyejukkan yang ditawarkan Desa Senaru adalah air terjun Sendang Gile. Lokasi wisata ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik sebagi tempat berlibur menghilangkan penat dari rutinitas yang membosankan. Udaranya yang dingin dengan topografi pegunungan menanjak dan penduduknya yang ramah menawarkan suasana tenang. Senaru dengan air terjun Sendang Gile-nya memang telah menjadi salah satu objek wisata Pulau Lombok yang dikelola masyarakat setempat dan menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini terdapat penginapan-

Lokasi air terjun Sendang Gile dicapai dengan menuruni 315 anak tangga

penginapan yang relatif murah dan juga restoran-restoran yang berdiri di kiri kanan jalan. Untuk sampai di ke air terjun Sendang Gile, Senaru, perjalanan dari Mataram menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam-3 jam. Dua pilihan jalur perjalanan bisa ditempuh yakni, melewati hutan lindung Pusuk, Lombok Utara atau melewati Senggigi, Lombok Barat. Memasuki wilayah Desa Senaru, perjalanan terus menanjak naik. Air Terjun Sendang Gile yang terletak di ketinggian 600 m di atas permukaan laut dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter. Jalanan menanjak ke arah selatan harus ditempuh dari penginapanpenginapan yang ada di bagian utara dari lokasi Sendang Gile tepatnya Desa Senaru. Cukup terengah-engah juga juga untuk mencapai pintu masuk air terjun Sendang Gile. Di pintu masuk ini, pengunjung harus membayar karcis Rp 5.000 perorang. Dari sini, “perjuangan” belum berakhir. Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi air terjun dengan melewati anak tangga yang biasanya tidak dapat dihitung dengan cermat oleh pengunjung yang sengaja menghitungnya. Ketika menuruni tanggatangga yang terjal ini, pengunjung yang berusaha menghitung harus berjibaku dengan nafas yang mulai tidak teratur dan rasa lelah sepanjang perjalanan. Alhasil akurasi menghitung anak tangga kerap buyar. Tidak kurang dari 315 anak tangga harus dilalui melewati lembah yang cukup terjal selama 20 menit. Anak tangga harus ditapaki menurun satu persatu yang jelas membutuhkan tenaga ekstra pula. Namun, keringat dan rasa lelah itu menjadi tak terasa karena sepanjang perjalanan udara dingin mengantar di antara pepohonan yang rindang dan asri. Kicau burung mengiringi langkahlangkah penasaran pengunjung yang baru pertama kali datang ke sini. Gemuruh suara air terjun Sendang Gile, telah mulai terdengar sejak memasuki kawasan hutan lindung ini. Beberapa saat pada perjalanan pertama hanya gemuruh air yang tumpah dengan deras yang terdengar. Sedangkan “tubuh” besar air terjun Sendang Gile belumlah tampak. Barulah setelah beberapa waktu berjalan, dari sela-sela pepohonan dan dedaunan yang rimbun pada jalan menuruni anak-anak tangga, sebuah tumpahan air yang jatuh ke bumi itu tersibak. Makin jauh menuruni anak tangga, air terjun Sendang Gile mulai terlihat hingga seutuhnya. “Wow...” itulah kata pertama yang

Hantaman air terjun ke tubuh para wisatawan yang mandi di bawahnya memberi pengalaman unik seperti dipijat

DARA

23 - 29 JUNI 2014

Komang Manik Kencana Dewi

Buka Jalan Pengabdian Masalah rokok tidak hanya menjadi perhatian orang ­dewasa. Anak-anak pun mulai memperhatikan rokok. Bahkan ada anak-anak yang sudah mengenal rokok. ­Padahal pemerintah sudah banyak memasang ­pengumuman maupun iklan tentang dampak rokok.

S

Sensasi air terjun Sendang Gile

keluar dari dari bibir pengunjung yang baru pertama kali berkunjung ke sini. “Bagus sekali.......,” ujar Kartika, salah seorang pengunjung yang berasal dari Lombok Timur ketika di depan matanya badan air terjun Sendang Gile itu terlihat utuh dari atas tangga terakhir menjelang memasuki kawasan inti air terjun ini. Ia terlihat seperti tak sabar lagi membasahi tubuhnya dengan air yang jatuh dari atas bukit tersebut. PIJAT ALAMI Air terjun ini terdiri dari dua tingkatan, tingkat pertama airnya datang dari atas tebing yang langsung jatuh ke dasar kolam di bawahnya masih di atas perbukitan bagian bawahnya. Dari kolam inilah air lalu kembali tumpah ke bawah membentuk tingkatan kedua dan jatuh ke bumi dalam sebuah sungai yang ada di bawahnya dengan dasar air yang relatif datar. Di samping kanan air terjun yang besar, ada sebuah air terjun lain yang relatif kecil dan tidak tinggi. Di sini tampak anak-anak mandi dengan cerianya. Sedangkan di air terjun besar, puluhan orang dewasa mandi di bawah air terjun ini. Mereka sengaja membelakangi air terjun untuk menikmati sensasi hantaman air terjun yang sangat deras itu. Tubuh-tubuh mereka bergucang ketika air terjun menghantam ke bawah. “Sensasi rasanya sakit namun asik juga untuk memijat secara alami,” ujar Parlan, salah seorang pengunjung yang mandi di bawah air terjun ini. Menikmati sensasi hantaman air terjun inilah yang menjadi salah satu daya tarik objek wisata ini. Selain itu, air terjun Sendang Gile dipercayai memiliki unsur magis yang bisa membuat awet muda bila membasuh muka atau mandi di air terjun ini. Di objek wisata ini terdapat fasilitas toilet dan tempat ganti pakaian.

Beberapa berugak yang sengaja disiapkan untuk pengunjung serta sebuah mushalla. Tidak perlu membawa makanan dan minuman karena camilan dan nasi dapat diperoleh di lokasi ini. Hebatnya, meski para pedagang ini tiap hari harus naik turun 315 anak tangga untu dapat berjualan di air terjun ini, harganya tidak malah, relatih murah. “Hanya beda satu hingga dua ribu rupiah harga per item makanan atau minuman di sini dengan harga normal di Desa Senaru,” kata Reni, pengunjung lainnya. Dari pada capek bawa dari atas, banyak yang memilih untuk membeli. “Yang penting bisa laku dengan lancar, untung sedikit tidak masalah,” kata salah seorang pedagang di lokasi ini. Puas menikmati hantaman air terjun Sendang Gile, ternyata tidak jauh dari sini, ada dua air terjun lainnya, yaitu Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Batara Lejang dengan posisi keduanya berada di atas air terjun ini ke arah hulu. “Untuk sampai ke sana, harus ditempuh dengan perjalanan sekitar 30 menit dari air terjun Sendang Gile,” kata Hasan Basri, salah seorang pemandu wisatawan yang biasa menuju dua air terjun ini. Menurut Hasan, jalur alternatif menuju lokasi air terjun ini juga tidak kalah menariknya. Di samping kiri air terjun pengunjung tinggal mengikuti pinggiran lembah yang agak curam lalu mengikuti saluran irigasi dan menyebrangi jembatan irigasi terbuat dari beton setinggi 50 meter. Irigasi ini sangat kokoh. “Jalannya lebih landai dengan panorama alam yang lebih sejuk untuk dilewati saat pulang dari Sendang Gile menuju penginapan,” ujarnya. Inilah salah kekayaan wisata Pulau Lombok yang menawarkan wisata alam yang memberi pengalaman tak terlupakan tentang Lombok. -Naniek I. Taufan

9

alah satu yang miris melihat anak-anak yang merokok adalah Komang Manik Kencana Dewi. Ia adalah Duta Anak Anti-Rokok Bali. “Saya senang menjadi seorang duta. Ini bukan hal yang mudah apalagi saingan saya itu anak-anak terbaik yang peduli terhadap hak anak yang harusnya bebas asap rokok di Bali,” ujar dara yang akrab disapa Manik ini. Ia pun menuturkan proses pemilihan Duta Anak AntiRokok Bali mulai dari Mimbar Anak Bali. Tiap peserta Mimbar Anak Bali diwajibkan untuk mengikuti tes duta ini. Sebelumnya mereka sudah mendapat pembekalan juga tentang bahaya rokok dan pengaruh iklan rokok ter­ hadap konsumsi rokok. “Saya tertarik ikut karena saya peduli hak anak terutamanya untuk bebas dari asap rokok. Saya juga prihatin karena konsumsi rokok yang meningkat tajam bahkan anak-anak juga sudah ada yang mulai merokok. Miris

banget,” tegas siswi SMA Negeri 1 Semarapura ini. Manik sempat kesulitan saat dilakukan tes tulis. Ia merasa tipe orang yang lebih suka cuap-cuap daripada nulis. Manik takut ada bahasa yang salah saat menjawab tes tulis. Ia juga mengaku kurang persiapan karena pada saat mimbar juga akan diadakan pemilihan 5 duta. Mengenai anak-anak sekolah yang merokok, perempuan kelahir­an Denpasar, 19 Agustus

Para pemenang Duta Anak Anti-Rokok

1997 ini merasa prihatin. “Me­ reka kan masih usia sekolah, masih muda tapi sudah merusak kesehatan mereka sendiri dengan rokok dan secara tidak langsung mengikis angka harapan hidup mereka. Saya rasa mereka sebenarnya menjadikan rokok sebagai tren akibat adanya iklan rokok yang terkesan membuat mereka terlihat lebih gaul dan keren saat merokok. Ini membuat mereka ingin mencoba apa yang mereka lihat,”papar Manik yang suka membaca novel dan mendengarkan musik ini . Selain belajar di sekolah, Manik juga mengikuti banyak kegiatan. Namun, ia tetap mengutamakan belajar terlebih dahulu karena itu kewajiban yang utama sebagai seorang siswa. Di waktu luang baru ia menyalurkan hobi berorganisasi. Intinya Manik menikmati dan menjalani semuanya. Prestasi yang ia raih juga banyak. Orangtua Manik sangat mengerti dengan kegiatan putrinya. Mereka mendukung dan selalu memberi dukungan moril dan doa. “Orangtua selalu dukung untuk kegiatan saya

yang positif dan gak lupa ngingetin kewajiban utama yaitu belajar,” ujar remaja yang juga terpilih sebagai Duta Anak Indonesia bidang Pendidikan 2014. Predikat ini diraih Manik di Kongres Anak Indonesia. Semuanya ber­awal dari Mimbar Anak Bali. Ia terpilih sebagai Duta Bali. Lima orang duta yang terpilih tahun ini bersama 3 duta dari tahun 2013 yang umurnya masih di bawah 17 tahun diberangkatkan ke Banten untuk Kongres Anak Indonesia. Kongres Anak Indonesia XII/2014 ini diikuti 240 anak dari 25 provinsi di Indonesia. Mereka bermain,

berdiskusi, dan berjuang untuk menghasilkan Suara Anak Indonesia 2014. Deklarasi Suara Anak Indonesia yang murni berasal dari daya pikir anak sesuai de­ngan perkembangan usianya akan disampaikan kepada Presiden RI, pimpinan DPR RI serta dikirimkan ke gubernur di seluruh Indonesia. Harapan me­r eka, Suara Anak Indonesia ini mampu menggugah negara untuk lebih serius memasukan program perlindungan anak sebagai bagian program proritas dalam pemba­ ngunan nasional. “Hampir sama seper­ ti mimbar, kami membahas masalah-masalah anak dan penyelesaiannya dalam 5 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, partisipasi, perlindungan khusus, dan jaringan. Cuma bedanya di Kongres Anak Indonesia lebih banyak ide karena jumlah peserta sa­ ngat banyak. Tiap bidang dipilih lima calon duta yang nantinya menyampaikan visi misi di depan seluruh perwakilan anak Indonesia. Nanti peserta yang memilih kami sebagai calon duta yang layak. Kebetulan mereka percaya saya dan memilih saya sebagai Duta Pendidikan. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih untuk Tuhan, orangtua, dan seluruh anggota Forum Anak Daerah Bali,” tegasnya. Menjadi Duta bukan tujuan Manik. Intinya ia ingin mengabdi tapi dengan menjadi duta telah membuka jalan yang lebih luas untuk kakak mengabdi kepada seluruh anak Indonesia. -Nina


BUNDA & ANANDA

8

23 - 29 JUNI 2014

Bentuk Rasa Percaya Anak dengan Yoga Touch

Banyak sekali guru yang senang mengajar. Namun, sangat sedikit guru yang mengajarkan tentang cinta kasih, mengajar dengan cinta kasih, dan mengajari anak untuk mengasihi. Hal ini disampaikan Avadhutika Ananda Acarya dalam seminar dan workshop bagi pendidik PAUD seKabupaten Badung beberapa waktu lalu.

I

Salah satu gerakan yoga pada anak

nstruktur Touch for Health yang akrab di­ sapa Didi Acira ini me­ ngatakan cinta kasih perlu diajarkan karena ini dibutuhkan untuk kesehatan mental yang lebih baik. Mengajarkan cinta kasih juga akan mengarahkan kehidupan yang lebih baik, karir yang lebih baik, mentransformasikan sekolah menjadi lebih baik, dan menunjang penyerapan pengetahuan yang bersifat akademik. “Mengajarkan cinta kasih mengarahkan kedisiplinan sekolah menjadi lebih baik, membentuk guru yang lebih baik, dunia yang lebih baik, dan membentuk komunitas yang lebih baik,” imbuhnya. Menciptakan suasana damai dan penuh cinta kasih dilanjutkannya dapat membantu anak terbebas dari perasaan ego, meng­ arahkan anak pada perasaan yang universal, dan menumbuhkan perasaan yang halus pada anak, dan anak tersebut pun menjadi penyayang. “Di sini, pendidikan memegang peranan yang sangat penting dan bisa menjadi sebagai kunci untuk menciptakan kedamaian,” ujarnya. Gerakan merupakan sesuatu yang sangat pen­ ting bagi pertumbuhan fisik. Beberapa gerakan dapat berpengaruh pada perkembangan otak anak dan bahkan dapat meng­ hubungkan kedua hemis­ phere otak kiri dan otak kanan, sehingga pertumbuhan dan perkembang­ an otak menjadi sangat optimal. Umumnya, anak yang sehat sangatlah aktif, ber­ gerak sangat dinamik, pe­ nuh dengan energy yang

kreatif. Semuanya itu adalah cara untuk mengekspresikan perasa­ an dan keingintahuan mereka. Tetapi, banyak orangtua yang tak mengerti dengan kondisi anak, dan mencap mereka nakal atau hiperaktif. “Sesungguhnya untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal, mereka membutuhkan banyak gerakan sebagai dasar dari integrasi sensori motorik kasar dan halus,” ucapnya. YOGA Gerakan yoga adalah latihan yang berpengaruh untuk organ dalam, yakni klenjar endokrin. Kelenjar-kelenjar ini akan memproduksi hormon, dan jumlah hormone yang disekresikan itu akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh dan kondisi mental anak. Kelebihan atau kekurangan produksi hormon di dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan fisik dan mempenga­ ruhi emosi anak. Contohnya, jika kelenjar tiroid dan paratiroid memproduksi hormone berlebih­

an, anak akan menjadi sangat hiperaktif, mudah marah, tidak bisa tenang, dan tubuh fisiknya sangat kurus. Begitu sebaliknya. Karena itu, sangat penting menjaga agar sekresi hormon dalam tubuh jumlahnya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kelenjar seperti spon/gabus, yang pada saat gerakan menekuk terjadi pemijatan pada kelenjar tertentu. Saat itulah hormon diproduksi, dan saat meregang kelenjar akan menyerap lebih bayak hormon. Yoga berkaitan dengan erat dengan pernapasan yang pelan dan dalam. Dengan pernapasan yang dalam, tubuh akan mendapatkan cukup suplai oksigen. Ini akan membantu pembersihan sel-sel dalam tubuh dan membantu pikiran menjadi lebih tenang, menciptakan perasaan yang sangat ringan. Menurut Didi Acira, pernapasan diafragmatik ini sangat sehat karena menggunakan maksimum kapasitas dari paru-paru. Juga dapat membantu mengurangi tekanan pada jantung, dan membantu sirkulasi yang seimbang. Pernapasan yang dalam membantu memperlancar aliran chi/energi dan meningkatkan kesadaran. Mengajar yoga pada anak, bisa diisi dengan cerita, seperti yoga story yang bisa menumbuhkan intuisi mereka. Meditasi pada anak tidak harus diam. Guru atau orangtua bisa kreatif, misalkan dengan mengajak anak membayangkan dirinya seperti bunga, berwarna merah, dan membuat perasaan halus. Hal ini untuk belajar mengendalikan motorik anak.

Didi Acira

Ada beberapa posisi/gerakan yoga yang bisa dilakukan untuk mengendalikan cakra. Misalkan, jika cakra terlalu aktif, anak cenderung pemarah, ingin mendominasi. Sebaliknya jika cakra kurang aktif, anak akan merasa tidak aman, ketakutan berlebihan, dan pemalu berlebihan. Untuk menyeimbangkannya, posisi yoga yang tepat adalah perahu/ kayang. YOGA TOUCH (SENTUHAN) Gerakan yoga yang dibantu dari luar dengan sentuhan halus, dapat memaksimalkan manfaat dari yoga tersebut. Dengan yoga sentuhan, tak hanya merilekskan anak tetapi juga untuk memperlancar dan menyeimbangkan aliran energi prana/chi, meregangkan otot, menyelaraskan struktur tulang. Yang terpenting adalah yoga touch akan membantu tubuh menghasilkan/memproduksi hormone oxytocine. Hormon ini sangat besar manfaatnya bagi perkembangan anak. Hormon oxytocine akan memberikan perasaan nyaman, rasa bahagia, damai, aman, meningkatkan rasa percaya diri, independent, dan membantu menumbuhkan rasa cinta kasih pada anak. “Yoga sentuhan sangat penting karena dapat menghubungkan anak dengan orangtua atau guru sebagai pembimbing, sehingga akan membentuk rasa percaya,” ujar Didi Acira. Yoga memberi ba­ nyak manfaat pada anak. Manfaat yoga yang paling utama adalah member efek aliran energi yang

sangat halus. Sama halnya dengan akupresur, yoga dengan pemijatan yang halus akan menyeimbangkan aliran energi melaui garis meri­dian, channel energi yang berawal dari setiap titik poin yang disebut cakra. Selain itu, yoga sentuhan juga dapat bermanfaat untuk menyeimbangkan cakra dan secara otomatis akan menyeimbangkan kecenderung­ an yang dikontrol oleh setiap cakra. “Yang paling penting, yoga sentuhan akan membantu anak mencapai ke­s eimbangan dari dalam. Jika energy prana dalam tubuh tak seimbang, anak akan mudah sakit,” ucap perempuan berkacamata ini. Banyak masalah dari kebiasaan anak yang juga disebabkan oleh kurangnya integrasi sensori dan rendahnya aliran energi dalam tubuh. Yoga sentuhan ini akan lebih maksimal manfaatnya apabila diimbangi dengan makanan yang sentient. Menurut ahli, makanan yang paling bagus untuk anak adalah makanan yang mudah dicerna, seperti buah-buahan dan makanan yang terbuat dari susu. Yoga sentuhan adalah bentuk latihan pemijatan tubuh. Manfaat yoga akan lebih optimal manfaatnya bila ditambahkan dengan metode sentuhan/pemijatan halus dari orangtua atau pengasuh anak. Sentuhan merupakan suatu komunikasi/bahasa tubuh yang mengekspresikan cinta kasih dan akan menambah ikatan di antara anak dengan orangtua/ pengasuhnya. Sentuhan memiliki arti yang jauh lebih dalam. Teknik sentuhan halus bertujuan untuk menghubungkan aliran energi sistem di seluruh tubuh. Didi Acira membagikan tips sederhana. Jika Anda ingin menambahkan ketenangan anak, posisikan diri di sisi anak dan bantu anak menemukan keheningan dengan menempatkan satu tangan secara lembut pada bagian atas tubuh yang telah diaktifkan. Sentuhan lembut ini harus selembut tekanan dari selembar kertas,jangan mendorong atau memaksa anak ke dalam sebuah posisi. Sentuhan yang terasa lembut akan menciptakan leingkaran energi antara medan bio Anda dengan anak. Medan ini menggunakan kebijaksanaannya sendiri untuk menemukan kedamaian dan ketenangan. “Dengan sentuhan lembut, alam Anda akan terhubung dengan alam anak,” tandasnya. –Inten Indrawati

“Sesungguhnya untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal, mereka membutuhkan banyak gerakan sebagai dasar dari integrasi sensori motorik kasar dan halus”

23 - 29 JUNI 2014

Patung Abstrak Paras Yogya

G R I YA

17

Patung merupakan salah satu unsur dekoratif di dalam maupun di luar ruangan. Keberadaannya mampu memberikan nilai estetika lebih dan nuansa berbeda pada suatu ruang.

P

atung yang merupakan karya seni rupa tiga dimensi ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai benda seni dan benda sakral. Di Bali khususnya, banyak patung yang bernilai sakral yang merupakan simbolik berkaitan dengan agama dan kepercayaan yang disebut pratima. Patung-patung pratima sebagai

perwujudan suci yang disakralkan, ditempatkan pada bangunan suci dengan perwujudan dewa-dewi sakti dari Tuhan. Tak hanya di tempat suci, kini di rumah, sekolah, dan perkantoran pun memasang patung-patung yang diyakini memiliki kekuatan magis dan bermakna filosofis, seperti patung Ganesha atau pun patung Saraswati. Namun, tak sedikit pula patung yang pada awalnya difungsikan untuk benda seni semata, entah karena bentuk patungnya atau karena perlakuan khusus masyarakatnya terhadap patung tersebut, yang akhirnya membuat patung tersebut “hidup” alias memiliki roh (magis). Itu pula yang menjadi alasan mengapa para pengrajin patung di Bali beberapa tahun terakhir kebanjiran order patung abstrak. Hal tersebut diakui salah seorang pengrajin patung di Singapadu, Sukawati, Gianyar, I Ketut Warta. “Mereka memesan pa-

tung seperti ini, patung abstrak, agar tidak dimasuki roh,” tegasnya sembari memahat patung yang terbuat dari material paras Yogyakarta tersebut. Penyebutan patung abstrak ini bukannya karena memiliki bentuk yang tak jelas, namun pengertiannya lebih kepada bentuk patung di luar bentuk dewa-dewi, tokoh pewayangan, dll.”Salah satu bentuk patung abstrak ini manusia dengan gaya melamun,” ucapnya. Warta (49), pemilik Jepun Bali Stone Carver yang menggeluti bisnis ini sejak 10 tahun lalu mengaku pesanan patung paras Yogya ini banyak berasal dari tamu Australia dan Jepang. Pasar lokal juga ada, yang biasanya ditempatkan pada hotel atau vila. “Mereka lebih sering membawa contoh model sendiri,” ungkapnya. Dari pengamatan Warta yang sejak kecil telah melakoni pekerjaan mematung ini, paras Yogya mulai berkembang di Bali sejak 15 tahun terakhir. Para pengrajin patung batu di Bali lebih memilih material tersebut dikarenakan

Ketut Warta tengah menyelesaikan pesanan patung abstrak dari tamu Australia

karakternya yang lunak sehingga mudah dipahat. “Bali sebenarnya juga punya batu alam, namun karakternya renyah dan mudah terkikis, selain susah dicari dan mahal,” ungkap Warta. Batu paras putih Yogya atau lebih dikenal dengan paras Yogya adalah jenis batuan sedimen atau batuan endapan yang merupakan hasil proses sedimentasi lapisan tanah dan zat kimia yang dihanyutkan oleh air. Keunikan batu paras Yogya adalah warna putih saljunya yang sangat cantik dan terkesan alami dan memiliki kontur dan tekstur yang indah. Paras Yogya bisa menjadi salah satu alternatif material alam yang bisa dipilih, terutama jika ingin membangun kesan interior atau eksterior yang

Beberapa patung abstrak dari paras Yogya

alami. Karena itu, jenis batu ini sering diaplikasikan sebagai dinding, relief, pot, lampu hias, patung, dll. Harga sebuah patung paras Yogya sangat tergantung pada ukuran dan kerumitan pengerjaannya. Patung abstrak yang berukuran tinggi 80 cm, ditawarkan dengan harga Rp 450 ribu. Patung-patung ini dibuat dari ukuran kecil hingga yang paling besar mencapai 2 meter x 60 cm. Banyaknya pengrajin batu di daerah ini, tidakkah menimbulkan persaingan ketat? Tentunya iya. Karena itu Warta berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada konsumennya dan memberikan hasil pahatan yang rapi dan terbaik. Di samping itu, menurutnya, konsumen akan lebih percaya jika mereka melihat langsung proses pembuatannya, terlebih pemiliknya terlibat langsung dalam proses pemahatan tersebut. –Inten Indrawati


D AYA C I P TA

18

Membuat Kalung Spiral Mutiara Saat ini aksesori sudah menjadi bagian dari pelengkap penampilan seseorang. Pilihannya pun semakin beragam, baik yang terbuat dari mesin amupun yang dikerjakan de­ ngan tangan.

M

enurut AA Putri Asmari, sekarang untuk yang hand made pun sangat banyak cara dan teknik yang digunakan untuk membuat bermacam-macam aksesori atau perhiasan. Salah satunya adalah teknik beading stitches, yakni membuat perhiasan dengan cara merangkai dan menjahit manik- manic atau permata lainnya sesuai selera . Keterampilan ini bukan saja terkenal di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Asmari, yang selama ini dikenal memiliki hobi membuat pernak-pernik untuk aksesori ini, kali ini ia memperagakan cara membuat seuntai kalung, yang diberi nama spiral rope necklace berbahan mutiara dan

beads atau bebatuan yang sudah diukir. Untuk bahan perlengkapan, katanya diperlukan benang, jarum jahit payet, lem, dan gunting. Kemudian wax untuk memperkuat benang. Kaitan atau claps , jump rings, beading mat atau alas kerja dan kuteks bening. Dua macam warna mutiara ukuran 4 mm, yakni emas dan coklat serta seed beads ukuran 12.0.

menjadi lebih kuat . Kedua, membuat stopper dari beads dengan warna yang berbeda supaya rangkaian manik tidak lepas. Ketiga, mengambil dengan jarum dan rangkaian basic beads , 4 mutiara berwarna cokelat. Keempat, mengambil variatif beads, 3 mutiara warna emas. Kelima, memasukkan jarum kembali ke bagian basic dan

Cara membuatnya: Pertama, adalah memasukkan benang ke jarum, kemudian rekatkan wax agar benang

dibentuk agar variatif breads terletak pada posisi sejajar dengan basic beads. Keenam, mengambil satu mutiara basic beads, dengan pastikan variatif beads selalu berada pada posisi sebelah kiri. Ketujuh, mengambil kembali variatif beads kemudian masukkan jarum pada basic beads terhitung 4 mutiara dari yang dimasukkan terakhir. Kedelapan, ulang kembali semua angkah sudah dilakukan, ersebut sampai diperoleh ukuran panjang yang dikehendaki Setelah hal tersebut diatas dilanjutkan lagi dengan proses penyelesaian berikutnya yaitu : Melepaskan stopper beads, kemudian ambil 10 seed beads . Memasukkan jarum ke mutiara yang paling akhir , 2 mutiara, sehingga 10 seed beads membentuk lingkaran Memasukkan dan menyisipkan benang pada manik-manik yang

AA Putri Asmari

telah terangkai , lalu ikat perlahan. Ulangi sebanyak 2 kali agar uantainnya kuat. Memasang ring dan kaitan. Untuk penampilan lebih cantik dapat ditambahkan dcngan rantai atau bandul. Dalam pembuatan kalung ini, kata Asmari basic beadsnya sebaiknya selalu berjumlah 4 (empat). Sedangkan variatif beads dapat juga diganti sesuai dengan desain yang diinginkan. – Sri Ardhini

Cara membuatnya

Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (4)

Fisiologi Kontraksi Otot Setiap otot yang ingin dikembangkan oleh setiap praktisi fitness dikendalikan oleh serabut-serabut saraf. Saraf menyebabkan otot berkontraksi. Jika seorang praktisi fitness mengalami kerusakan pada sarafnya seperti yang diakibatkan dari kecelakaan, semua kontraksi dan pertumbuhan otot akan menjadi mustahil. Semua kontraksi otot berasal dari ujung serabut saraf. Makin kuat sinyal sinyal saraf, makin baik dan tinggi kontraksi otot. Serabut Otot Cepat dan Lambat Motor unit adalah serangkaian jaringan saraf dan serabut otot di mana sinyal terakhir untuk kontraksi otot terjadi. Di sanalah motoneuron (bagian terakhir dari sistem saraf) dan otot bertemu. Tidak semua motoneurons memiliki karakter yang sama. Ada yang kecil, dan ada yang besar. Motoneuron kecil mengendalikan gerakan-gerakan kecil seperti pergerakan bola mata atau jari telunjuk yang menunjuk. Motoneuron besar mengendalikan gerakan-gerakan besar seperti latihan beban. Oleh karena itu, ada berbagai serabut otot di dalam tubuh yang dikendalikan oleh kumpulan saraf-saraf, baik yang kecil maupun yang besar. Hal ini sangat penting untuk dimengerti dan ketahui sehingga Anda bisa berlatih secara tepat. Sebagai praktisi fitness, tujuan kita adalah untuk menambah massa otot. Hal ini dicapai dengan mengetahui serabut otot apa yang

dilatih, bagaimana melatihnya, dan karakteristik dari masing-masing serabut otot. Serabut otot lambat dirancang untuk olahraga yang membutuhkan stamina seperti lari jarak jauh atau marathon. Serabut otot lambat ini juga lambat mencapai titik lelah. Saat diaktifkan dalam latihan, serabut otot ini menggunakan lemak sebagai sumber energi. Serabut otot ini juga mengandung banyak mitokondria dalam ukuran besar untuk menjadi dapur pembakaran lemak yang menunjang karakteristik pembakaran lemaknya. Karakterisitik Serabut Otot Lambat: Diaktifkan oleh motoneuron yang lebih kecil. Kapasitas mengangkat beban yang kecil (ringan) karena kecilnya motoneuron. Ukuran mitokondria yang besar. Suplai darah yang lancar. Pemakaian sel lemak yang lebih baik dalam aktivitas aerobik dan bisa menggunakan gula saat latihan beban atau latihan anaerobik. Ukuran serabut otot yang lebih kecil dan halus, dan tidak akan bertambah besar apabila dilatih dengan beban. Serabut otot cepat dibagi lagi menjadi 2, yaitu 2a dan 2b. Serabut otot ini adalah yang terlibat dalam latihan beban. Tipe 2a digunakan untuk jumlah repetisi di atas 12 atau lebih. Tetapi kebanyakan terpakai dalam rentang repetisi 6-12. Keduanya menggunakan lemak dan simpanan karbohidrat sebagai sumber energi. Serabut otot 2a bisa membesar hingga 25% dari ukuran aslinya. Karakteristik Serabut Otot 2a: Diaktifkan oleh motoneuron yang lebih besar (di­­ban­

dingkan serabut otot lambat). Kemampuan menggerakkan beban yang lebih berat ketika dikontraksikan. Suplai darah yang cukup baik. Menggunakan lemak dan glikogen (cadangan karbohidrat) semasa latihan. Ukuran serabut otot yang agak besar. Bisa membesar hingga 25% ukuran aslinya.

life

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

7

Blind Judo

Kunci Lawan dengan Perasaan Hari itu, pukul 15.30, 12 orang anak terlihat berkostum olahraga bela diri di Gedung KONI Denpasar. Made Antika Kowara sibuk mengarah­ kan anak-anak tersebut. Setelah memberi salam, Made Kowara me­ ngajak 12 anak itu duduk di matras sembari mendengarkan arahannya. Dua anak diminta maju ke tengah lapangan, kemudian mereka saling membungkuk untuk memberi hormat. Kemudian, dengan aba-aba Made Kowara, meminta dua anak mulai melakukan gerakan. Ada yang ber­ beda dari tingkah mereka berdua. Sepertinya, mereka sedang memakai perasaan untuk melihat gerakan lawan. Terlihat dari cara me­reka meraba-raba letak posisi lawan.

S

etelah saling men­ dekat, tak berapa lama, mereka kemudian saling mencengkeram baju masing-masing. Tiba-tiba, dalam hitungan 15 detik, blakkkk, salah satu dari mereka terjatuh ke lantai yang sudah beralaskan matras, dibarengi teriakan Agus yang sangat keras sembari tersenyum lebar. Tepuk tangan riuh mengiringi keberhasilan Agus menjatuhkan lawannya. Segera, ia membantu temannya untuk berdiri kembali. “Itu tadi blind judo, judo yang dilakukan para tunanetra. Ini satu-satunya di Indonesia. Judo merupakan olahraga bela diri yang berasal dari jujitsu yang menekankan gerak cepat dan keseimbangan untuk menjatuhkan lawan,” ujar Made Antika Kowara yang dipanggil Sensei oleh para muridnya, yang berarti guru dalam bahasa Jepang. Menurut Kowara, menjadi pelatih blind judo, merupakan suatu kebanggaan. “Saya memang pelatih judo untuk para atlet judo

Ida Ayu Pradnyani

Denpasar dan Bali. Namun, ketika ditawari mengajar anak-anak yang memiliki kekurangan dalam penglihatan membuat saya tertantang untuk menerimanya. Ini pengalaman baru bagi saya dan merupakan kehormatan,” kata Kowara. Dalam melatih, menurutnya, memang memerlukan perasaan

dan kontak batin. Awalnya, ia harus mengenal anak-anak ter­sebut dengan hati karena untuk menyatukan keinginan antara pelatih dan murid, hati mereka harus bisa nyambung dulu. “Melatihnya pun berbeda dengan orang normal. Saya harus memegang mereka satu per satu memberikan contoh. Dari berdiri terus jongkok sampai sakit pinggang,” ujarnya sembari tertawa. Namun, Made Kowara tak putus asa. Selama enam bulan latihan, dua kali dalam seminggu sudah menampakkan hasil. Bahkan, gerakan bantingan dan me­ ngunci lawan yang dilakukan blind judo sudah sama dengan judoka normal. Walaupun yang diajarkan teknik dasar, namun, semua teknik lanjutan tetap diberikan untuk melengkapi. Kowara mengatakan, banyak belajar kesabaran dari murid blind judo ini. Walaupun ia tak menampik, keberhasilan semua siswa blind judo memang berbeda. “Ada yang sangat cepat menangkap apa yang saya ajarkan, ada yang responsnya lambat.

Serabut Otot Pertumbuhan Serabut otot 2b adalah yang paling baik untuk aktivitas latihan beban para praktisi fitness. Mereka merespon pada rentang repetisi antara 4 sampai 12, dan bisa membesar hingga 100% ukuran aslinya. Serabut otot ini hanya akan dipakai untuk menggerakkan beban apabila menggunakan beban maksimal yang memungkinkan Anda untuk berlatih dengan jumlah repetisi maksimal paling rendah 4 dan paling tinggi 12. Pertumbuhan otot yang signifikan akan terjadi apabila suatu set dibawa hingga gagal total, yang berarti menggunakan beban yang cukup berat untuk membuat set tersebut sesulit mungkin untuk diselesaikan. Type otot 2b ini hanya akan diaktifkan menjelang akhir set, atau beberapa repetisi terakhir dalam sebuah set. Tips untuk Merekrut Otot 2b Kunci utama untuk pertumbuhan otot maksimal adalah penggunaan serabut otot 2b. Kunci untuk penggunaan serabut otot adalah beban yang dipakai. Tentunya sangat penting untuk berlatih dengan beban berat, supaya saat mencapai gagal total, Anda bisa merekrut serabut otot 2b. Kontraksi otot ditentukan pertama kali oleh otak. Jadi Anda harus yakin Anda bisa menggerakkan beban tertentu. Kemudian Anda harus mengerahkan cukup motoneuron untuk merekrut serabu 2b.

story

Made Antika Kowara bersama judo tunanetra

Aksi blind judo

Memang diperlukan kesabaran luar biasa dalam melatih mereka,” kata Kowara. Dicky, salah satu siswa Dria Raba Denpasar yang ikut latihan judo menuturkan, dia tertarik ikut karena ingin tahu gerakannya. “Ternyata setelah dilakukan, gerakan­nya sangat sulit. Bagai­ mana caranya saat jatuh agar tidak sakit, itu yang lebih sulit,” kata lelaki usia 16 tahun ini. Lain lagi dengan penuturan Ida Bagus Aditya yang baru menyandang disabilitas karena sebuah musibah, mengaku dulu sering menonton judo di televisi. Setelah menyandang tunanetra, ia justru tertantang berlatih judo. “Judo tidak mengajarkan me­m ukul orang, tapi bagaimana teknik mengunci agar lawan tidak bisa bergerak. Gerakan ini memakai perasaan. Olahraga ini bagus untuk membela diri, terutama bagi kami yang memiliki kekurangan,” ujar lelaki asal Sanur ini. Uniknya, saat digelar exhibition di salah satu sekolah di Sanur, siswa normal yang menguasai judo ditutup matanya dan diminta melakukan gerakan. Terlihat mereka kebingungan, walaupun akhirnya mereka mampu me­ nguasai lapangan. Salah seorang mengatakan, sangat sulit ketika harus bermain judo dengan mata ditutup. “Saya kagum dengan para blind judo ini. Saya merasa sangat bersyukur sebagai orang normal. Ternyata orang yang memiliki kekurangan tidak mau menyerah, malah mereka bisa berlatih judo,” ujar salah seorang peserta exhibition tersebut, yang dituturkan Ketua Yayasan Dria Raba Ida Ayu Pradnyani. TERAPI PSIKOLOGIS Sebanyak 12 orang siswa Dria Raba Denpasar ini, tidak dipaksakan untuk mengikuti olahraga

judo ini. Menurut Pradnyani, me­ reka ditawarkan, siapa yang tertarik. “Ternyata sambutan mereka lumayan bagus. Kebanyakan dari mereka tertarik karena adanya keinginan, penyandang tunanetra juga bisa memiliki kelebihan. Hal inilah yang membuat mereka termotivasi,” ujarnya. Uniknya, saat berada di ­asrama, mereka berlatih sendiri. Latihan yang dilakukan, jogging di areal asrama, menarik karet atau latihan berpasangan dengan sesama teman mereka yang memang latihan judo. Menurut Pradnyani, saat anak-anak latihan sendiri, dia tetap mengawasi. “Namanya anak-anak, mereka harus tetap diawasi. Mereka tidak boleh membanting temannya sembarangan, karena kalau sampai dibanting di lantai tulangnya bisa patah. Saat mereka latihan di gedung olahraga, tempat latih­ an lantai beralaskan matras. Jadi saat terjatuh, rasa sakitnya tidak memberikan efek bahaya. Setiap anak-anak latihan di luar, saya usahakan juga mengantar karena tanggungjawab moral saya dengan Bali Sport Fondation yang memberikan dukungan kepada kami selama ini,” kata Pradnyani. Menurutnya, olahraga judo sangat baik bagi para penyandang tunanetra, karena mereka dapat menyalurkan kekecewaan atau emosi yang terpendam ketidakpuasan mereka ter­hadap kelemah­ an maupun ke­kurangannya, saat mereka berlatih. Saat berlatih, kalau dapat mengalahkan lawannya, mereka berteriak dengan sangat keras sehingga dapat merupakan terapi psikologis buat mereka. Kowara menambahkan, di Indonesia belum ada kompetisi untuk blind judo. “Kalau di luar negeri sudah ada. Bali memiliki potensi untuk atlet blind judo,” ujarnya. -Wirati Astiti


6

life

Zaskia Gotik

Banyak Godaan Hati Zaskia Gotik tengah berbunga-bunga. Trauma akibat ditipu mantan kekasihnya, Vicky Prasetyo seolah sirna. Pedangdut ­cantik asal Bekasi, Jawa Barat, ini, telah memiliki kekasih pengganti Vicky, yang sekarang mendekam di penjara karena kasus penipuan. Meskipun usia pacaran mereka masih seumur jagung, namun Zaskia mengaku, hubungannya dengan Ryan, serius dan mengarah ke perkawinan. Keluarga kedua belah pihak sudah setuju. Tapi, ia tak ingin buru-buru menikah.

S

aat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Zaskia mengaku masih memiliki beberapa tar­ get yang hendak dicapainya sebelum melangkah ke perkawinan. Salah sa­ tunya adalah ingin menghajikan orang­ tuanya serta membangun bisnis untuk keluarga­nya. “Masih ada beberapa hal yang Neng harus lakukan. Neng niat meng­ hajikan orangtua, mem­bangun rumah lebih besar untuk keluarga. Rumah yang sekarang memang sudah besar, tapi ingin lebih besar lagi. Neng juga ingin punya usaha kontrakan dan sawah,” ungkap wanita kelahiran Bekasi 27 April 1990 yang menyebut dirinya Neng ini. Prioritas saat ini adalah bekerja dan me­ nabung, termasuk untuk pernikahan. Kesempatan menabung memang terbuka lebar. karier pemilik ‘Goyang Itik’ ini sedang bersinar terang. Bukan hanya menyanyi tapi dia juga hadir di berbagai acara hiburan, termasuk yang bersifat komedi. Wajahnya yang hampir setiap hari wara-wiri di layar kaca membuatnya makin terkenal.

Zaskia yang bernama asli Syurkianih, mengaku sangat bersyukur dengan keberhasilan yang dia capai saat ini. Ini adalah buah dari kerja kerjanya sejak belasan tahun lalu. Anak sulung pasangan Sosih dan Jumainah ini, memang me­rintis kari­ ernya sejak usia belia. Selain rajin ikut lomba menyanyi, ia juga tampil sebagai penyanyi ke­liling dari kampung ke kampung. Sebagai anak sulung dari empat bersaudara, wanita cantik ini boleh dibilang sebagai tulang punggung keluarganya. Ayahnya yang bekerja serabutan sedang ibunya pun hanya ibu rumahtangga biasa, membuat kehidupan keluarga mereka sangat sederhana. Jika ditanyakan tentang perjalanan kariernya, wanita yang mempunya logat kental campuran antara BetawiSunda, ini, akan bertutur panjang lebar bagaimana perjuangannya untuk meraih keberhasilan. “Semuanya tidak mudah. Berat. Dulu di awal-awal aku pernah dibayar Rp 20.000,” tambah bintang iklan mesin cuci Dolphinwave ini. Single perdananya ‘Satu Jam Saja’ yang ber-genre house-pop, menjadi hits.

story

Namanya pun mulai diperhitungkan di industri musik tanah air. Dia yang awalnya memakai nama panggung Zaskia Shinta mendapat nama baru dari penggemar­n ya, Zaskia Gotik. Tambah­an nama Gotik adalah singka­ tan Goyang Itik. Nama penembang ‘Ajari Aku Tuhan’ ini makin melejit ketika pertunangannya dengan Vicky Prasetyo yang digelar dengan amat mewah pada September 2013, kandas. Vicky ternyata memiliki istri dan anak. Kabar ini pun men­ jadi heboh. Zaskia begitu terpukul. Beruntunglah ia mampu bangkit dan kariernya justru makin kin­ clong sinarnya setelah keja­ dian itu. KERASNYA DUNIA HIBURAN Di sela-sela kes­ uksesannya ada saja kejadian sedih yang membuat wanita can­ tik ini menitikkan air mata ini. Salah sa­ tunya ketika ar­ tis sensasional, Nikita Mirzani menyebutnya hanya tamatan SD, dan se­bagai penyanyi dia dipungut dari kampung oleh pimpinan label dima­ na Zaskia bernaung. Lagi-lagi kejadian ini menghebohkan dunia entertainment. “Neng emang orang kam­ pung. Neng juga pendidikannya gak lulus SMP,” ucap Zaskia yang ke­ tika itu menangis sesenggukan di sebuah acara talk show di

sebuah televisi. Belum lama masuk dunia hiburan langsung dihajar dengan berbagai go­sip. Zaskia sendiri mengakui kalau dunia yang digeluti sekarang sangat keras, persaingan sangat berat. Karena itu, katanya, ia banyak bertanya dengan para senior untuk meminta nasihat. Hadirnya seorang kekasih, Ryan menjadi penguat Zaskia. “Perkembangan asmaraku Alhamdulillah baik, aku harus bangkit lagi,” ujarnya. Ketika ditemui di sebuah stasiun televisi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Zaskia lebih banyak berbicara tentang kekasih barunya, juga angan-angannya menikah. Menurut Zaskia, sejak kasus pertunangannya yang kandas dengan Vicky, ia sebenarnya menjadi lebih selektif dalam memilih pendamping. Ter­ masuk ketika ia bertemu den­ gan Ryan, dalam sebuah a c a ­r a d i rumah tan­ tenya. Sebe­ narnya, k e ­ beradaan sosok Ryan ini sebelumnya telah disampai­ kan kepadanya oleh orangtuan­ ya. “Orangtua bilang katanya ada yang mau kenal sama N e n g . Tr u s Neng bilang siapa, jadi saat itu belum kenal. Baru pas acara di ru­ mah uwak, kenalan. Itu pun nggak sen­ gaja, ketika Neng nyanyi, dia yang kasih saweran,” katanya sambil tersenyum. Kalaupun

akhir ia menjadi jatuh cinta lagi, itu karena dia melihat Ryan sebagai sosok yang baik dan pengertian. Apalagi ke­ luarganya sudah kenal dengan keluarga Ryan, dan mendorong mereka untuk hubungan ini. Ia mengaku, sangat mera­ sakan dicintai oleh sang kekasih dan bersyukur karenanya. “Dia itu rendah hati, mengerti banget aku. Bobot, bibit, bebetnya jelas. Aku ini cari calon imam, bukan sekadar pacar saja. Makanya sungguh-sungguh,” ungkapnya. Zaskia tidak harus melihat jauh-jauh keluarga Ryan karena rumah mere­ka tak jauh dari rumahnya di bilangan Bekasi. “Ya, dekat rumah aku, masih kabupaten yang sama di Bekasi,” ucap Zaskia tentang kekasihnya yang asal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, itu. “Memang tidak mudah ya hubun­ gan jarak jauh itu. Tapi ini untuk masa depan kami berdua. Kami juga harus membangun rasa saling percaya. Aku ngomong sama Aa (panggilan Zaskia pada Ryan. Aa dalam bahasa Sunda be­ rarti kakak), kita harus saling percaya. Aku kan pernah mengalami kejadian fatal (kasus Vicky) dulu, jadi harus saling percaya. Aku cari pasangan tidak main-main, mau yang serius. Aa bisa memahami,” paparnya. Karena dunia yang ditekuninya adalah dunia hiburan yang penuh den­ gan berbagai orang juga godaan, Ryan ber­usaha memahami Zaskia dan tidak menjadi sosok pacar yang pencemburu. “Dia nggak cemburuan. Dia kenal Neng, kan, saat sudah jadi public figure. Neng bilang, Aa jangan curiga, jangan saling menyakiti, jangan menduakan. Godaan banyak dari sana sini. Tapi yang penting kami ingat, tujuan kami apa,” tambahnya. Karena itu, kelancaran ko­ munikasi adalah kunci dari kelancaran hubungan ini. Tidak harus mewah seperti dulu, yang penting hikmat dan sakral. “Enggak harus mewah, yang penting berkesan baik karena menikah adalah sakral dan seumur hidup,” ucapnya. –Diana Runtu

S U D U T PA N D A N G

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

19

Lindungi Korban atau Pelaku? Setelah DPRD Prov. Bali, menginisiasi Ran­cangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Perempuan dan Anak. Pemerintah Kota Denpasar juga menggagas Raperda Perlindungan Perem­ puan dan Anak Korban Kekerasan. Raperda ini sedang dibahas Pansus XXV yang diketuai Ni Ketut Alit Ernawati dan sekretaris Ni Wayan Sari Galung. Menurut Ernawati, ini pertamakalinya DPRD Kota Denpasar melibatkan para LSM un­ tuk memberi masukan dan saran demi kesem­ purnaan raperda yang sedang dibuat ter­sebut.

Ni Ketut Alit Ernawati dan Ni Wayan Sari Galung

L

uh Anggreni, salah seorang aktivis dan juga pengurus di P2TP2A Kota Den­ pasar sangat mengapresiasi sikap anggota DPRD Kota Denpasar yang memberi kesempatan kepada para LSM peduli perempuan dan anak ikut memberi sumbang-saran demi kesempurnaan raperda tes­ ebut. “Walaupun tidak naik lagi, Ketua Pansus mau memperjuang­ kan, walaupun sempat ditentang para anggota DPRD yang laki-laki mengapa harus mengundang LSM, dalam pertemuan pertama (12/6). Begitu juga saat rapat gabungan SKPD (16/6), kembali terjadi pertentangan, kenapa harus me­ ngundang LSM lagi. Ketua Pan­ sus ngotot dan sangat luar biasa menurut saya tetap melibatkan LSM. Saya berharap, perda ini

jangan seperti kertas kosong dan tidak bergigi, namun, dapat berjalan dengan baik. Situasi kekerasan di Kota Denpasar sangat luar biasa. Kawan-kawan LSM di lapangan yang tahu kendalanya,” kata Anggreni. Ketua LBH Bali, Luh Gede Yastini, menambahkan raperda ini belum mengakomodir semua ke­ pentingan anak baik itu anak jalanan, anak disabilitas, anak korban HIV. “Dalam naskah akademis belum dicantumkan landasan filosofi yang mencantumkan kearifan lokal Bali seperti desa pakraman. Perlu juga dimasukkan UU Sistem Peradilan Anak yang baru, karena harus ada perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, karena sesungguhnya anak tersebut adalah korban,” ujarnya. Faris Wangge dari Flobamora menilai, sangat penting melibat­

Sidang Pansus XXV

kan desa pakraman. “Berdasarkan pengala­man kami menangani kasus trafficking pekerja rumahtangga asal NTT yang sekarang berda di rumah aman milik LSM di Tabanan. Ternyata perlu dibangun komunikasi yang baik dengan prajuru setempat ketika terjadi kasus di wilayah desa adat. Apalagi kasus trafficking biasa­ nya melibatkan lintas wilayah,” ujar Faris. Dalam dua kali pembahasan, Kamis (12/6) dan Senin (16/6), Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ini, menuai banyak kritikan dari para LSM karena dinilai terlalu umum dan sangat lemah. “Sesuai judul­ nya Raperda Perlindungan Perem­ puan dan Anak Korban Kekerasan hanya mengakomodir anak sebagai korban. Bagaimana dengan anak sebagai pelaku. Mereka juga perlu dilindungi,” ucap A.A. Sudiana dari Majelis Madya Kota Denpasar. Selama ini, banyak masalah yang tidak sampai ke ranah hu­ kum ­karena dapat diredam desa pakraman. Menurutnya raperda masih mengacu pada pola lama karena masih mencantumkan asas dan tujuan. Dalam pasal-pasal, ia menyarankan, hendaknya dapat berfungsi responsif artinya, se­ suai dengan keperluan, dan pro­ gresif melindungi aspek kebudayaan masyarakat itu sendiri. Sudiana melakukan beberapa koreksi atas dua pasal dalam raperda tersebut. Dalam pasal 16 disebutkan Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan SPM bidang layanan terpadu bagi perem­ puan dan anak korban kekerasan di wilayahnya. Menurut Sudiana, wa­ likota sebagai pemegang ke­bijakan, sementara yang melaksanakan ada­ lan perangkat SKPD. “Nanti perlu dibuatkan tim terpadu yang akan dituangkan dalam Perwali. Di sini akan dijelaskan kegiatan apa yang dilakukan misalnya pelatihan atau sosialisasi,” kata Sudiana. Dalam pasal 17 disebutkan peran serta masyarakat dilakukan oleh lembaga sosial kemasyarakatan. Menurut Sudiana, yang dimaksud belum jelas. “Perlu ada penjelasan apakah yang dimaksud desa pakraman atau apa?” ujarnya. Ketentuan saksi juga dinilai Sudiana belum ada. Saksi pidana dengan tipiring ringan

A.A. Sudiana

mengacu pada Permendagri. Ia juga mengharapkan ada saksi adat karena perempuan dan anak merupakan bagian dari krama desa. Misalnya terjadi pemerkosaan atau hubungan seksual yang tidak pantas antara anak dengan orangtua, dapat menimbul­ kan cuntaka sehingga diperlukan suatu upacara mengembalikan alam sekala niskala. DENPASAR BELUM PUNYA SHELTER Uthe dari Yayasan Gerasa me­ nilai, raperda ini belum menyasar anak-anak yang belum menjadi korban. “Masih kurang pen­cegahan aksi-aksi kekerasan terhadap anak, terutama edukasi ke sekolah-seko­ lah tentang kekerasan yang bisa terjadi di sekitar mereka. Harus ada pecegahan yang kontinyu. Kare­ na dari beberapa kasus yang kami tangani, saat ini masih banyak PSK remaja yang menjual kawan-kawan mereka kepada om-om hidung be­ lang,” ujarnya. Menurut dr. Sri Wahyuni, Sp.KJ, naskah akademis yang dibuat tidak menggambarkan profil kota Denpasar. “Tidak ada data yang menggambarkan kompleksitas permasalah­a n perempuan dan anak korban kekerasan di Kota Denpasar. Padahal, kasus di Kota Denpasar bisa diakses di Polresta dan P2TP2A Kota Denpasar,” ujarnya. Data yang tercantum justru data P2TP2A Provinsi Bali dan data yang didapat dari media online tanpa berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Denpasar. Intan dari Sloka Institut memper­ tanyakan, ketika ada anak-anak yang terpaksa menjadi penghuni lapas anak, setelah keluar, ketika mereka belum siap mandiri apakah ada rumah per­ lindungan sosial untuk mereka. Ni Luh Gede Astariyani dari tim perumus mengatakan, raperda ini memang belum sempurna, ada beberapa hal yang akan diharmoni­ sasikan. Menurut dosen Fakultas Hukum Unud ini, korban HIV tidak dimasukkan karena sudah ada perda HIV. Begitu juga soal anak berhadapan dengan hukum. Dalam KUHP yang baru sudah dijelaskan agar tidak terjadi double system. Termasuk masalah trafficking tidak dapat dituangkan ke dalam raperda ini, karena sudah ada perda perda­ gangan orang. Menurutnya, dari judul disebut­ kan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, tujuan­ nya untuk melindungi mereka se­ bagai korban. Anak sebagai pelaku otomatis sudah termasuk karena

sebelumnya mereka juga juga ada­ lah korban. Perlindungan dalam bentuk pelayanan terpadu yang akan dilakukan pusat pelayanan terpadu. Tim perumus lainnya A.A. Istri Ari Atu Dewi menambahkan, ada beberapa hal yang dapat ditarik dalam pembahasan raperda ini, yakni perlu rumah perlindungan sosial, pengadaan pusat pelayanan terpadu, dan keterlibatan desa pakraman. Untuk data, kata dia, akan segera ditambahkan sesuai dengan kondisi Kota Denpasar. Menurut Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Be­ rencana Kota Denpasar IGA Laksmi Dharmayanti, ketika me­ ngalami kekerasan, korban berhak mendapatkan layanan kesehatan. Ia berharap masing-masing daerah memiliki Pusat Pelayanan Terpadu. Leading sector untuk kota Denpasar, RSU Wangaya dan Puskesmas. Ia menilai, Ranperda Perlindung­ an Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ini sangat perlu, meng­ ingat maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Denpasar. “Ketika Perda ini disahkan, bisa segera dibangun rumah aman,” tegasnya. Anggota Pansus Kadek Arik, menilai memang Kota Denpasar perlu rumah aman atau shelter. Ia menilai, banyak ada aset dari Pemerintah Kota Denpasar yang dapat dijadikan lahan untuk rumah aman. Titik dari LPA Bali meminta Pansus XXV memperpanjang lagi waktu pembahasan raperda ini. Jangan segera ketuk palu harus se­ lesai bulan Juli. “Kami harap perda ini perlu kajian mendalam, agar maksimal. Perda ini merupakan payung hukum yang dapat dijadikan acuan bagi kami menangani kasus di lapangan sehingga harapannya, Perda ini mampu bergerak maksi­ mal dalam melindungani perem­ puan dan anak,” kata Titik. Anggreni memberi apresiasi kepada tim perumus raperda karena masukan dari para LSM segera disikapi walaupun memer­ lukan kajian lebih dalam seperti tambahan data dan memasukkan perundang-undangan yang mana agar tidak tumpah tindih. “Sebenar­ nya saran kawan-kawan LSM ten­ tang pendampingan korban HIV maksudnya, mereka juga rentan korban kekeras­a n lainnya. Ke depan, dengan pengesahan UU Sistem Peradilan Anak Nomor 11 Tahun 2012, anak yang berhada­ pan dengan hukum tidak bisa lagi dipenjara. Bahkan, ketika aparat hukum melakukan tindakan yang berlebihan, bisa mendapatkan saksi. Tugas pemerintah untuk mem­ persiapkan sarana dan prasarana, ketika anak sebagai pelaku hukum. Memenjarakan anak bukan hal yang terbaik. Dengan UU ini, diharapkan ada sistem yang bisa disiapkan un­ tuk melindungi anak-anak sebagai pelaku hukum,” ucapnya. Ia berharap, minimal dengan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ini, dapat melindungi anak pelaku hukum yang juga merupakan korban. “Semoga Perda ini dapat mengakomodir UU Peradilan Anak yang baru,” kata Anggreni. –Wirati Astiti


NINE

20

23 - 29 JUNI 2014

Sarbiniwati

Inisiator Terbentuknya Forum Klub Baca Perempuan Masyarakat adat cenderung dinilai sebagai komunitas tertinggal. Ini disebabkan karena kuatnya mereka memegang prinsip-prinsip adat yang membuat kadangkala sulit terbuka dengan berbagai kemajuan. Sementara, kemajuan itu terus berjalan dan harus pula terus disikapi untuk dapat melakukan adaptasi zaman dengan baik. Tentu saja dengan tetap memegang prinsip-prinsip filosofi dari semua kebiasaan (tradisi) masyarakat tersebut. Hal inilah yang tampaknya dilakukan oleh masyarakat adat di Karang Bajo dan Desa Anyar, Bayan, Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Tokoh adat Bayan saat berdiskusi mengenai Klub Baca Perempuan Adat Bayan

A

dalah Sarbiniwati (24), seorang guru honorer yang memiliki kepedulian untuk mengangkat derajat perempuan-perempuan adat di sana. Dibantu oleh lembaga adat di Bayan yang dimotori oleh Rianom, ia mendirikan Klub Baca Perempuan yang diperuntukkan bagi perempuan-perempuan adat di wilayah tersebut. Ia menjadi salah seorang inisiator pendirian klub baca ini dan duduk sebagai Ketua. Melihat banyaknya perempuan adat yang tidak bisa membaca di kampungnya, Sarbini terpanggil untuk membuat mereka bisa membaca. Para perempuan ini tidak bisa membaca karena ada yang sama sekali tidak pernah duduk di bangku sekolah, ada juga yang putus sekolah, bahkan ada yang tidak bisa bersekolah. Awalnya ia mulai dari kawankawan dekatnya. Berangkat dari keinginan untuk meningkatkan derajat, martabat dan kemampuan serta kapasitas perempuan adat di Bayan, Lombok Utara, Balai Pusaka Sebaya Tanta, yang merupakan pusat keberdayaan masyarakat adat, Bayan Lombok Utara, membentuk sebuah wadah yang diberi nama Forum Klub Baca Perempuan yang dipusatkan di Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Meloka Singgan, Toaq Turun, Pemangku Meloka Gantungan Rombong, Kadus Karang Bajo.

Sarbiniwati

“Selama ini, masyarakat adat cenderung dinilai bodoh, kumuh, tertinggal dan tidak bisa merubah nasibnya, terutama bagi kaum perempuannya,” ungkap Rianom, Tokoh Adat Bayan. Hal inilah yang ingin dibuktikan oleh masyarakat Bayan yang hingga hari ini masih relatif tetap menjaga dan menjalankan keaslian adat dan tradisinya. Karena itulah, dengan didirikannya klub baca perempuan ini, diharapkan para perempuan di Bayan terutama yang sudah menikah, yang bisa dikatakan 80% buta huruf dan tidak dapat membaca, diharapkan bisa membaca,” kata Rianom. “Seperti kebanyakan perempuan di Lombok, para perempuan di kecamatan ini, tidak memperoleh kesempatan untuk bisa bersekolah karena berbagai faktor yang menghalanginya,” ungkap Sarbiniwati beberapa waktu lalu yang didampingi oleh tokohtokoh adat Bayan. Di antara tokoh-tokoh adat Bayan yang juga masuk dalam Lembaga Adat Pranata Adat Bayan ini, seperti Pembekal Adat, Meloka Rambitan, Sarbiniwati saat mengajar Meloka Penguban,

80% Tuntaskan Buta Aksara Keinginan para tokoh adat Bayan ini, terbilang unik. Mendirikan klub baca bagi para perempuan yang buta huruf. Sarbiniwati memanfaatkan program Keaksaraan Fungsional dari pemerintah untuk menuntaskan buta aksara bagi masyarakat adat di sana. “Hasilnya, 80% dari perempuan adat yang tadinya buta aksara kini sudah dapat membaca,” kata Ketua Klub Baca Perempuan Adat yang juga masuk sebagai Ketua Bidang Perempuan Adat dalam Pranata Adat Bayan ini. Sejak dibentuknya Klub Baca Perempuan Bayan ini tahun 2010,

agar perempuan Bayan rajin membaca untuk menyerap banyak ilmu dan wawasan, setidaknya bacaan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan mereka tentang perempuan dan anak. “Sesungguhnya perempuan lebih banyak punya peluang untuk memberikan informasi kepada anak-anak mereka. Dan secara umum, anak-anak lebih dekat dengan ibunya karena ibu lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya,” lanjutnya. Di samping itu, perempuan sebagai ibu rumah tangga di Bayan dipandang memiliki kesempatan waktu luang yang banyak ketimbang laki-laki. Dan waktu luang yang banyak inilah yang nantinya akan dipakai untuk berkumpul dalam klub baca perempuan untuk bersama-sama membaca. Dalam kegiatan inilah akan tercipta pula

Sarbiniwati (paling kanan), bersama tokoh-tokoh adat Bayan.

kini hanya tinggal sebagian kecil dari perempuan adat di sana yang tidak membaca, khususnya bagi mereka yang usianya sudah lanjut. Namun begitu, usaha membuat mereka bisa membaca masih terus dilakukan. Sedangkan bagi mereka yang sudah bisa membaca, terus dipacu untuk membaca di perpustakaan adat yang mereka miliki. Sarbiniwati yang tergerak hatinya untuk meningkatkan derajat kaum perempuan adat Bayan ini, terus memacu agar mereka mau membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan wawasan bagi mereka. “Inilah saatnya agar perempuan-perempuan yang selama ini buta huruf menjadi lebih lancar membaca. Dengan membaca jendela dunia terbuka bagi mereka,” kata Sarbiniwati. Inilah tugas dari klub baca perempuan, ketika mereka telah lancar membaca lalu mendorong

interaksi dan komunikasi yang secara tidak langsung menjadi diskusi bagi para ibu ini. Klub baca perempuan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca orang desa dan menyebarkan budaya baca di kalangan perempuan Bayan dan anak-anak. Dan dari bacaan itulah

terbuka wawasannya sehingga dapat mengembangkan dirinya. Klub baca ini beranggotakan ibuibu yang nantinya diharapkan dapat memancing perempuan lain secara keseluruhan untuk juga mau membaca. “Minat baca perempuan adat ini sangat tinggi. Mereka datang membaca pada waktu-waktu senggang atau meminjam buku dari perpustakaan adat untuk dibawa pulang,” kata Sarbiniwati yang aktif di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Lombok Utara dan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika. Di dua lembaga adat ini ia mengurusi bidang perempuan adat. “Pemberdayaan perempuan adat ini, sesungguhnya merupakan penghargaan bagi perempuan adat, yang mana selama ini perempuan lebih banyak berada pada posisi yang termarjinalkan,” ujar Rianom. Namun sesungguhnya, lanjutnya, dalam masyarakat adat, perempuan adat Sasak khususnya di Bayan memiliki posisi penting dalam masyarakat sosial maupun dalam urusan domestik, yakni sebagai penentu dan pengatur. Klub baca perempuan Bayan ini memiliki sebuah perpustakaan yang saat ini tengah mengumpulkan bukubuku tentang apa saja yang bisa dibaca dengan lokasi di Tanah Ageman Gubuk, areal khusus yang dikelola oleh Rumah Adat Karang Bajo, Bayan Lombok Utara. Tempat ini disiapkan sebagai areal para ibu datang berkumpul untuk membaca. “Arahnya ke depan, membangun perempuan adat yang mandiri dalam segala sisi,” kata Sarbiniwati. Itulah yang diharapkannya bagi masyarakat adat Bayan umumnya dan lebih khusus lagi bagi perempuan adatnya. -Naniek I. Taufan

Perpustakaan adat yang biasa dipakai untuk berkumpul para ibu untuk membaca

INSPIRASI

23 - 29 JUNI 2014

5

AA Ayu Ketut Agung

Komitmen Lestarikan Busana Adat Bali

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 dibuka langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (13/6). Sudah menjadi tradisi pula pada kesempatan itu SBY beserta ibu tampil mengenakan busana adat Bali. Dan, selama 10 kali berturut-turut, AA Ayu Ketut Agung mendapat kepercayaan untuk merias Ibu Negara. Tentu saja ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Bu Agung. Apalagi pada akhir masa jabatan kepresidenannya, SBY dan Ani Yudhoyono menyampaikan langsung ucapan terimakasih dan memberikan kenang-kenangan kepada Bu Agung yang telah merias Ibu Ani dengan busana adat Bali menggunakan pusung tagel (sanggul Bali). Bu Agung yang didampingi putrinya AA Sagung Diva Wastuningtyas saat itu mengaku terharu. Ia berharap presiden dan ibu presiden mendatang tetap berkenan mengenakan busana adat Bali dalam Pembukaan PKB mendatang. Hadirnya Sagung Diva sebagai peñata rias belia yang tampil dalam beberapakali roadshow yang juga diliput BaliTV itu membawa dampak positif secara meluas. Tak sedikit ibu-ibu kini mengkursuskan putrinya keterampilan tata rias. “Saya berharap anak-anak sekarang lebih memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan-kegiatan positif, salah satunya bisa dengan kursus tata rias. Saat ini waktu yang tepat karena musim liburan sekolah, kebetulan juga ada promo khusus liburan. Dan, sudah seharusnya tata rias dan busana adat Bali yang merupakan bagian dari adat dan budaya kita dikenalkan sejak dini agar mereka lebih mencintai adat dan budayanya sendiri,” ujar Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang juga pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung ini. Busana tengkuluk lelunakan yang diperagakan oleh Sagung Diva

TENGKULUK LELUNAKAN Busana tengkuluk lelunakan yang kini kian familiar di kalangan masyarakat Bali bahkan hingga menasional, diceritakan Bu Agung berawal dari kain cerik (handuk) yang zaman dulu memiliki multifungsi, yakni untuk selimut, menutupi dada, menutupi rambut, dan dipakai sunan (alas menjinjing beban pada kepala/nyuun). Tahun 60an berkembang di Kota Denpasar sebagai busana Tari Tenun dan dipakai juga untuk upacara ngaben (mebanjar mati) di Kota Denpasar termasuk daerah Kuta. Tahun 1996, tengkuluk lelunakan

diseminarkan dalam Hari Kesatuan Gerak PKK yang pada saat itu diketuai oleh Ny. IA Asiawati Oka. Hasil dari seminar ini, busana tengkuluk lelunakan dipakai menjadi busana resmi unutk menyambut tamu, MC, busana petugas pembawa sarana upacara resmi seperti petugas pembawa kempul (pemukul gong), dll., sehingga tidak menggunakan busana payas agung yang disakralkan. Pembicaranya saat itu adalah Bu Agung sendiri dengan referensi makalah (tidak diterbitkan) dari pengamat adat dan budaya Bali almarhum Drs. Ngurah Oka Suparta. Selanjutnya, busana tengkuluk lelunakan terus diperkenalkan dalam acara-acara jamuan, dan para tamu pun menggunakan busana ini. Dan, semenjak digelar ajang pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) tahun 2002 hingga sekarang, busana tengkuluk lelunakan menjadi busana resmi Teruni Denpasar dalam malam grand final. Bu Agung pun selalu berpartisipasi merias Teruna Teruni Denpasar sejak pertamakali digelar hingga sekarang. Bu Agung menjelaskan, awalnya tengkuluk lelunakan memakai selendang sepanjang 2,5 meter. Namun, di era kekinian, Bu Agung yang kerap menyelipkan materi membuat dan memasang tengkuluk lelunakan dalam setiap roadshownya, memandang ini kurang praktis. “Para peserta pelatihan kesulitan jika memakai selendang sepanjang itu, sehingga minat belajarnya jadi kurang. Jadi, saya buatkan selendang yang panjangnya 1,5 meter. Dengan

Tata rias dan busana adat Bali memang sudah melekat dalam diri AA Ayu Ketut Agung yang sudah berpuluh-puluh tahun melakoninya. Syukur, keterampilannya tersebut menurun kepada putri keduanya itu. Sagung Diva yang baru saja lulus SD ini, sejak dua tahun terakhir tekun berlatih di waktu-waktu luangnya. Di usianya yang belum genap 12 tahun, Sagung Diva yang kini sudah mengantongi sertifikat Tata Rias Pengantin (TRP) Bali ini, oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) tercatat sebagai perias pengentin Bali termuda di Bali, bahkan di Indonesia. Keterampilan Sagung Diva merias ini makin terasah lagi dengan kerapnya ia mengikuti roadshow yang digelar LKP Agung ke instansi-instansi pemerintah maupun swasta, kampus, juga organisasi perempuan di kabupaten/kota seBali. Pada tiap kegiatan tersebut, Sagung Diva kebagian mendemokan bagaimana memasang make up, membuat dan Warga negara Jepang pun mengagumi dan tertarik berbusana adat Bali. Dari kiri: memasang sanggul, serta Prof. Drh. AA Mirah Adi, M.Si.,PhD. (Unud), Prof. Hidet Ashi Sato, Phiramphan Mesiarun, Pattama Arwusosakul (Kwansi Gakuin University, Jepang), Sagung Diva Wastuningtyas, dan Bu Agung menata riasan rambut.

Bu Agung didampingi Sagung Diva usai merias Ibu Ani Yudhoyono saat Pembukaan PKB ke-36

begitu, mereka lebih simpel dan praktis belajar tanpa meninggalkan pakem/bentuk aslinya. Kreatif tapi tetap pada pakemnya,” papar Bu Agung sembari mempraktikkan cara memasang tengkuluk lelunakan yang cukup praktis. Sebagai kota kreatif berwawasan budaya, busana tengkuluk lelunakan kerap dipakai dalam berbagai kegiatan di Kota Denpasar. Hal ini tak terlepas dari peran Ketua TP PKK Denpasar Ny. IA Selly Mantra yang merangkul ibu-ibu SKPD, istri-istri lurah dan kepala desa untuk turut menggaungkan busana ini dalam tiap kesempatan. Bahkan, sering pula TP PKK Denpasar dam Pemkot Denpasar menggandeng Bu Agung khususnya dalam kegiatan yang berhubungan dengan tata rias dan busana adat Bali. Seperti, pelatihanpelatihan tata rias dan kegiatankegiatan akbar yang melibatkan ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar dalam menari Pendet dan Tenun. Juga, dalam kegiatan lain, seperti Lomba Busana Tengkuluk Lelunakan yang dihelat beberapa tahun silam, dan berhasil tercatat dalam rekor Muri sebagai peserta terbanyak. Bu Agung juga menjalin kerjasama dengan dan Kelompok Media Bali Post mengadakan Workshop dan Lomba Tengkuluk Lelunakan, gratis, Rabu 2 Juli mendatang di LKP Agung, Jalan Anggrek 12 Kreneng Denpasar. “Bagi yang mau ikut,

silakan mendaftar,” ucap Master Penguji Pendidik/Instruktur dan Tenaga Kependidikan Kursus dan Pelatihan ini. Roadshow pelatihan tata rias gratis bagi masyarakat luas oleh LKP Agung yang menggandeng Viva Cosmetic dan TP PKK Denpasar, terus berlangsung. Minggu (22/6), pelatihan dilaksanakan di Kantor Lurah Pemecutan, Denpasar. Berikutnya, Sabtu (28/6) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar diikuti ibuibu PKK Kota Denpasar. Dan, Senin (30/6), di Desa Danginpuri Kangin, Denpasar. Materi yang diberikan mencakup tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel), tengkuluk lelunakan, serta etika berbusana adat yang baik dan benar. Dari semua yang dilakukannya itu, harapan Bu Agung hanya satu, adat dan budaya khususnya tata rias dan busana adat Bali tak turut tergerus zaman. Karena itu pula, penerima Anugerah Peduli Pendidikan (APP Award) dari Kemendikbud tahun 2013 ini mengingatkan jangan sampai nantinya tata rias dan busana adat Bali juga diklaim menjadi budaya negara luar, seperti halnya Tari Pendet yang diklaim oleh Malaysia. Karena, tata rias dan busana adat Bali ini pun sampai kini masih banyak diminati warga negara asing. –iin

Isi liburan sekolah dengan Kursus Tata Rias di LKP Agung Hanya Rp 4,5 Juta

n 50%

Kursus Sampai Bisa dan Bersertifikat Disko Tata kecantikan kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan kaki dan tangan, perawatan tubuh) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, dan cat rambut) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Rias pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Total biaya kursus Rp 9 juta Hanya Rp 4,5 juta *Disediakan beasiswa kursus gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku Sekretariat LKP Agung: Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Tlp. 0361-233850, 231985, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. ­Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com.


4

INSPIRASI

23 - 29 JUNI 2014

Mona Ratuliu

Bo’ Sangaji Kai

Selalu Dekat Anak

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dilahirkan dari proses sejarah yang panjang dan gemilang di masa lampau. Bangsa yang mampu melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi masa lampau tersebut untuk ke­ sejahteraan di masa kini dan akan datang.

Mona bersama anak sulungnya

N

Mona bersama keluarga

menyenangkan,” tutur Mona yang kerap menggelar seminar-seminar parenting di berbagai tempat. Diakui Mona, apa yang dilakukannya dalam mengasuh anak-anaknya, melalui sebuah proses. Pengertian tentang seperti apa pola asuh anak yang baik pun, melalui proses. Sebagai orangtua, aku Mona, ia pun pernah menjadi orangtua yang gemar mengomel. Walhasil, Davina yang tengah berangkat remaja, justru menjauh. “Aku pernah menjadi orangtua yang suka ngomel. Dengan seperti itu, boro-boro anak mau mendekat dan curhat. Yang terjadi, malah dia mau kabur dari rumah,” tutur artis yang namanya melejit lewat penampilannya sebagai perawat bisu dalam sinetron ‘Pelangi di Matamu’ tahun 2001. Beruntung Mona cepat menyadari kesalahannya. Ia pun berusaha memperbaiki dan mengubah pola pendekatannya dengan bersikap sebagai sahabat anaknya. Pola ini berhasil, hubungan ibu dan anak ini menjadi harmonis. Davina sering curhat tentang berbagai hal kepadanya. Ini sungguh membahagiakan Mona karena dengan begitu ia tahu apa yang dirasakan anaknya. “Alhamdulilah sekarang sudah berjalan baik. Aku berusaha menjadi teman anak-anak supaya mereka merasa nyaman dengan aku sebagai ibunya. Dengan rasa nyaman, mereka akan bercerita apapun yang dialami. Ketika mereka ada masalah, aku ingin mereka lari kepada orang- orang terdekatnya yang bisa dipercaya. Siapa lagi orang terdekat yang bisa dipercaya selain orangtua. Apa yang aku dan mas Indra (suami) harapkan itu berjalan baik. Anak-anak lebih terbuka, alhamdulilah,” tuturnya. Sebagai orangtua, tambahnya lagi, ia juga tidak memaksakan kehendak, misalnya dalam hal belajar. Tapi yang terpenting adalah memberi pengertian dan rasa tanggung jawab kepada anak bahwa pendidikan, belajar itu penting untuk mereka. “Kepada Davina misalnya, aku tidak pernah memaksa dia untuk belajar. Juga tidak menuntut harus menjadi juara kelas atau memiliki nilai

21

Ungkap Peristiwa Abad XVII-XIX di Bima

Mengamati dan mendampingi anak-anak yang mulai tumbuh besar adalah momen spesial bagi artis Mona Ratuliu dan suaminya, Indra Brasco. Apalagi anak sulungnya, Davina Shava Felisa (11) kini berangkat remaja. Mona mengakui, sebagai orangtua ada sedikit kekhawatiran, meng­ ingat belakangan perkembangan jaman yang makin maju, ditambah lagi ­banyaknya kejadian-kejadian yang menimpa anak-anak di luar sana. amun begitu, ia tak ingin rasa khawatir itu ditunjukkan secara berlebih kepada anak-anaknya. Cara yang terbaik, menurut Mona adalah mendekatkan diri kepada anak, membuat mereka nyaman bersama orangtuanya, sehingga ketika anak mempunyai masalah, ia akan lari kepada orangtuanya untuk bercerita. “Meski khawatir, tapi aku tidak mau berlebihan. Justru aku berusaha mendekatkan diri pada anak. Aku ingin mereka merasa nyaman dengan aku sebagai ibunya. Dengan begitu apapun yang terjadi mereka mau share, mau curhat,” tutur ibu tiga anak, Davina Shava Felisa (11), Barata Rahadian Nezar (5) dan Syanala Kania Salsabila (10 bulan). Agar anak-anak merasa nyaman, tambah Mona, suasana rumah harus nyaman pula. Suasana kebahagiaan harus hadir di rumah. “Kita (Mona dan suaminya) berusaha menghadirkan suasana senyaman mungkin di rumah. Suasana benar-benar kita bikin happy supaya mereka pun merasa nyaman bersama orangtuanya. Jadi kalau kita ngomong sesuatu yang isinya pesanpesan, mereka mau mendengarkan. Karena kalau suasana tidak nyaman, belum tentu apa yang kita sampaikan mereka mau mendengar. Apalagi kalau kita menyampaikannya dengan cara tidak

MANDALIKA

23 - 29 JUNI 2014

tinggi. Tapi aku kasih pengertian tentang pentingnya belajar. Aku bilang nilai itu adalah nilai kamu sendiri, untuk kamu sendiri. Seiring dengan usianya semakin bertambah, dia sudah mengerti hal itu. Dia akan belajar untuk mata pelajaran yang dia rasa kurang tanpa harus disuruh,” jelasnya. Pengertian ini pun, lanjut pendiri grup ‘ParenThink’ ini, bukannya muncul begitu saja. Tapi setelah melalui pengalaman tidak mengenakkan ketika ia mendapat nilai jelek pada ulangannya karena tidak belajar. Akibatnya dia harus mengulang sementara teman-temannya tidak. Hal ini membuatnya malu. “Jadi dia telah mengalami risiko atau kerugian akibat tidak belajar,” tambah Mona. Lalu bagaimana dengan bakat ketiga anaknya, apakah ada yang mengikuti jejaknya di bidang seni? Menurut Mona, baik dia maupun suaminya, membebaskan anak memilih minat atau hobinya. Mereka tidak mengarahkan anak untuk menyukai bidang yang digeluti orangtuanya. Namun, diakui Mona, bakat seni darinya menurun pada Davina. Meski Davina belum tertarik pada seni peran, namun anaknya sudah tertarik pada beberapa bidang seni, seperti desain grafis, menyanyi dan seni tari. “Bakat seni orangtua menurun ke anak adalah wajar. Davina memiliki bakat desain, aku pun dulu waktu masih kuliah, mengambil jurusan desain grafis. Davina juga senang menyanyi dan dance. Bagi aku, apapun minat atau hobi anak, asalkan positif bagi dia, aku akan support. Guru dan kepala sekolahnya juga bilang, kalau Davina menonjol di desain,” ungkap Mona. Memang, akunya, Davina belum menunjukkan keinginannya pada seni peran. Tapi hal itu tidak mengapa. Namun jika suatu saat anaknya menginginkan itu, ia akan senang sekali. Karena sebagai ibu yang juga menggeluti dunia seni peran, akan membantu membimbingnya. Sekarang pun bila memungkinkan, ia sesekali mengajak anaknya ke lokasi syuting. Maksudnya, dengan melihat langsung, anak tidak akan merasa asing dengan

dunia itu. “Kita seneng banget, ya, kalau anakanak bisa ikut jejak kita, nggak jauh dari dunia kita. Senengnya karena kita mampu memberi dia fasilitas. Davina misalnya, dia sering ikut aku syuting. Dengan begitu, ia tahu proses syuting itu seperti apa. Bahwa, kalau syuting itu membutuhkan komitmen ketepatan waktu misalnya, butuh kemauan untuk banyak belajar, butuh sikap-sikap positif terhadap orang lain, dll. Nah semua itu bisa dia dipelajari. Dan kita sebagai orang yang bergelut dalam bidang itu, bisa membantunya,” jelasnya. Melihat perkembangan Davina saat ini, diakui Mona, sebagai ibu dirinya merasa bangga. “Alhamdulilah, di jaman sekarang yang heboh dengan macam-macam. Kata orang, anak-anak mulai tidak aman hidupnya. Alhamdulilah bangga dikaruniai anak punya banyak bakat. Davina senang dance, senang menyanyi, juga desain. Aku support. Yang terpenting dia mau konsisten, mau belajar terus, up date terus. Jadi sebenarnya bukan sekadar apa bakatnya, tapi bagaimana proses dalam mengolah bakatnya, itulah yang paling berharga,” ucapnya. –Diana Runtu

Foto: kapanlagi.com

Kerajaan Bima berkat sistem kearsipannya,” ungkap putri Raja Bima ini. Berbagai proses yang mengikuti tatanan kehidupan masyarakat Bima hampir seluruhnya tertuang dalam naskah-naskah kunonya. Hukum Adat Bima (Hukum Adat Dana Mbojo) bersumber pada falsafah tua yang bernilai tinggi yang menjunjung tinggi hak manusia dengan perlakuan seadiladilnya. Tergambar pada falsafah bahwa bertambah tinggi derajat seseorang bertambah besar pula tanggung jawabnya sebagai panutan dan contoh yang patut ditiru oleh masyarakat. Selama berabad-abad lamanya Hukum Adat Bima tidak pernah rapuh, bahkan tetap berlanjut dengan penyempurnaan dan perpaduan dengan Hukum Islam. Sehingga ditaati dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat sampai di desa-desa. Hukum Adat Bima terbuka untuk perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, karena mencakup seluruh kepentingan kehidupan sosial budaya masyarakat, terutama kepentingan hubungan antarsesama manusia dan hubungan antarmanusia dengan Tuhan.

gan huruf Arab berbahasa Melayu,” katanya. Naskahnaskah lama adalah sumber informasi dan dokumentasi mengenai Kerajaan Kesultanan Bima pada masa lampau yang membuktikan eksistensi Kerajaan Bima sebagai suatu keraDR. Hj. Siti Maryam Salahuddin jaan berkedaulatan atas suatu wilayah dan yang Bima, melainkan juga masyarakat dan latar belakang kehidupan sosial budaya masyarakat daerah sudah mempunyai pemer- dan petinggi kerajaan lainnya. Sebenarnya ada beberapa Bima, dapat pula diketahui alam intahan yang teratur dan menjalankan hukum seba- Bo’ lain yang tidak sempat dis- pikiran serta pandangan hidupnya elamatkan akibat rusak, keba- yang berkaitan dengan kesadaran gaimana mestinya. Naskah-naskah kuno karan dan sebagainya. Misalnya, hukum, rasa perikemanusiaan Kesultanan Bima berisi se- Bo Bicarakai yakni, Bo’ yang dan saling menghormati hak-hak jarah dan segala peristiwa ditulis oleh Raja Bicara. Bo’ Bumi sesama anggota masyarakat. Satu yang terjadi pada masa Luma Rasana’e yakni Bo’ yang peristiwa besar yakni meletusnya itu yang termuat dengan ditulis di rumah salah seorang Gunung Tambora di Pulau SumBo’ Sangaji Kai, catatan kerajaan Bima, rapi dalam Buku Catatan pegawai tertinggi yang berisi dan bawa yang akhir-akhir ini mendamanuskrip yang sudah ditranseliterasi dalam aksara latin Kerajaan Bima yang dis- bertalian dengan adat. Ada juga pat perhatian geolog dalam dan ukti dari sejarah, ebut. Bo’ Sangaji Kai yang berisi Bo’ Kadi tentang urusan agama, peristiwa dan kegia- himpunan naskah catatan kerajaan Bo’ Melayu milik masyarakat tan di masa lampau yang memuat peristiwa-peristiwa Melayu, Bo Da’e Dura, milik itu tentu saja ter- pelaksanaan pemerintahan, Hu- sebuah keluarga bangsawan dari ekam dalam tulisan-tulisan berupa kum Adat, Hukum Kelautan, Makassar. Namun, Bo’ yang terpenting naskah. Naskah kuno ini mampu Pertanian, keputusan/ kebijaksamenjelaskan secara detail sejarah naan pemerintah, Hukum Islam, dan terlengkap adalah Bo’ istana masa lampau dari sebuah tatanan hubungan dengan Kerajaan lain, yang ditulis dengan rapi oleh juru kehidupan, sehingga menjadi salah dan lain-lain hal yang menyangkut tulis istana berukuran besar 37 X satu representasi dari berbagai tertib masyarakat yang terjadi 53,5 cm, inilah yang disebut Bo’ sumber lokal yang paling otoritatif dalam kurun waktu kurang-lebih Sangaji Kai. Bo’ yang tertulis dendan otentik dalam memberikan dari abad XVII sampai abad XIX. gan huruf arab berbahasa Melayu berbagai informasi sejarah di Jumlah naskah catatan sampai ini telah ditransliterasi ke dalam masa lampau. Termasuk tra- dengan 229 judul peristiwa men- aksara latin berbahasa Indonesia disi yang berkembang di berbagai genai Kerajaan Bima dan tidak dengan judul Bo’ Sangaji Kai, wilayah di nusantara sejak masa kurang dari 2.000 lembar yang Catatan Kerajaan Bima setebal 642 halaman untuk kepentingan lampau hampir selalu terekam berhasil diselamatkan. Tradisi menulis Bo’ dimulai publik yang lebih luas, yang didalam naskah-naskah kuno tulisan DR. Hj. Siti Maryam Salahuddin bersama Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi oleh Perdana Menteri Tureli Ng- transeliterasi dan ditulis oleh, Hj. tangan(manuskrip). sedang membaca salah satu manuskrip Kesultanan Bima “Berkat penataan kearsipan gampo Makapiri Solo, setelah Siti Maryam Salahuddin dan Henri luar negeri tercatat dengan baik. yang baik dan teratur di masa mempelajari sistem pemerintahan Chambert-Loir. Patut dihargai adanya usaha unNaskah-naskah kuno pen- “Peristiwa hebat ini diceritakan tuk menggali nilai-nilai budaya lama emasnya, jejak sejarah kejayaan Goa dan Luwu’. Awalnya Bo’ Kerajaan Bima dan tatanan ke- ditulis dalam bahasa dan aksara inggalan Kesultanan Bima ini secara hidup dan mengharukan untuk membentuk pribadi yang mampu mengungkap hal-hal dalam Syair Kerajaan Bima yang berwawasan luas berbudi pekerti hidupan sosial kemasyarakatannya Bima di atas daun lontar. yang selama ini belum pernah dicatat secara ringkas dalam karena peningkatan sumber daya Di Bima, penulisan naskah kuno dengan mudah ditelusuri lewat diketahui oleh masyarakat luas. Bo’ (Nskh: 87). Bahwa pada manusia menghendaki adanya etos tidak hanya terpusat pada juru tulis naskah-naskah kunonya, terutama naskah-naskah yang dicatat Istana (Bo’ Sangaji Kai) Kesultanan Selain sejarah Kerajaan Bima bulan April 1815 sebuah mala- kerja dan penguasaan ilmu yang diapetaka yang amat malkan sesuai dengan ajaran agama dalam buku besar kesultanan yang dahsyat terjadi, yang dianut. Dengan demikian tidak disebut Bo’ Sangaji Kai,” ungkap Gunung Tambora mudah terjadi pergeseran nilai buDr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, meletus dan men- daya yang mengarah ke pandangan Filolog yang juga penerjemah gakibatkan selu- yang tidak semestinya yang hanya buku Bo Sangaji Kai. ruh pulau tertutup akan merugikan kehidupan bangsa Rekaman kegiatan dan perisabu, banyak rumah dan negara. tiwa dalam sejarah Kerajaan Bima hancur, semua laHukum Adat atau yang disebut tersebut berkisar antara abad han pertanian bi- Hukum Adat Dana Mbojo yang XVII sampai dengan abad XIX nasa, ribuan orang tercatat dalam Bo’ Kerajaan Bima yakni pada masa pemerintahan meninggal dunia yang ditulis pada tahun 1709 yang Sultan Abdul Kahir (sekitar 1620dan puluhan ribu terdiri dari 118 pasal, beberapa di 1640) sampai dengan Sultan Ibralainnya mati kela- antaranya, meskipun tidak detail him (1881-1915). “Sebelum Islam paran atau akibat dijelaskan namun secara umum masuk ke Bima, naskah-naskah penyakit. Kala itu, hingga kini masih kontekstual masih tertulis dalam aksara Bima Pulau Sumbawa dalam Hukum Negara maupun berbahasa Bima dan aksara Bugis/ kehilangan sepa- Hukum Islam. Hukum Adat ini Makassar sebagian kecil. ruh penduduknya. secara keseluruhan mengandung Sekitar tahun 1600-an kala Ini menjadi con- ketentuan larangan yang berat Islam mulai masuk ke Bima, toh istimewa dari maupun yang ringan terhadap semua naskah baik itu berupa daya ingatan seja- perbuatan yang merugikan orang korespondensi, surat keputusan Naskah Kuno Kesultanan Bima tentang salah satu Keputusan Raja rah yang dicapai lain. -Naniek I. Taufan raja dan sebagainya diganti den-

B


22

W H AT ’ S U P

Tu k a n g F o t o K e l i l i n g

Kejar-kejaran dengan Waktu Fotografi menjadi salah satu hobi yang makin di­gandrungi berbagai kalangan. Kepuasan ter­ sendiri didapatkan ketika berhasil memperoleh sebuah foto yang indah. Komunitaskomunitas fotografi pun bermunculan, salah satunya yang muncul tak hanya memfokuskan diri ke fotografi melainkan juga me­ngarah pada kegiat­an amal.

T

ukang Foto Kelil­ ing atau TFK me­ rupakan sebuah komunitas pecinta fotografi yang kegiatannya tidak hanya sekadar memotret tetapi juga kepada tujuan amal. Sejak dibentuk 19 Pebruari 2011, kini anggotaTFK tercatat sebanyak 1.905 orang di media sosial (facebook) dan yang paling aktif sekitar 400 anggota. Tidak semua ang­ gota TFK memiliki profesi utama di bidang fotografi, melainkan berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari fotografer profesional, dosen, dokter, pelaku pariwisata, mahasiswa, siswa sekolah menengah dan lain-lain. Namun di antara keberagaman latar belakang tersebut, tentu semua anggotanya memiliki hobi yang sama yaitu fotografi. Lalu apa saja kegiatan yang dilakukan TFK? “Kegiatan kami memotret momen yang ada, baik itu me­ motret model, culture, landscape, wedding atau pre-wedding, dan lain-lain. Dan, TFK juga sebagai wadah untuk pros­ es belajar fotografi. Baik bagi fotografer ataupun model bisa belajar untuk me­ nambah wawasan dan konsep dalam foto. Jadi tidak hanya sekadar memotret dan dipotret tanpa hasil yang berman­ faat,” ujar Arick Satya Ken­ cana, Bendahara TFK. Arick Satya juga men­ ceritakan ikhwal berdirinya komunitas ini. Sebelum resmi menjadi TFK, awalnya me­reka

S E L E B R I TA S

23 - 29 JUNI 2014

23 - 29 JUNI 2014

Sari Galung

Tantangan Pasar Agustus 2014 ini masa bakti Ni Wayan Sari Galung, S.Sos. sebagai anggota DPRD Kota Denpasar berakhir. Namun, ia tetap ingin berkarya untuk masyarakat. Di wilayah tempat tinggalnya, ia sudah membangun pasar setahun lalu. Sari Galung ingin fokus mengembangkan usaha Pasar Wates Desa yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan 339 Denpasar, setelah Pangkalan TNI AL-Benoa.

HUT dan hunting amal TFK ke-3 di Penglipuran Bangli

hanya beranggotakan beberapa orang di antaranya Man Sujana, Dewa Enggung Susila, Yande Ze­ tia, Yu Mang, Arick sendiri, dan beberapa teman lainnya. Awalnya, kegiatan komunitas kecil tersebut sekadar kumpul-kumpul biasa, sambil mengembangkan teknik memotret di antara mereka. Lalu terlintas sebuah pemikiran untuk membuat sebuah Fans Page di jejaring social (Facebook) dengan nama Tukang Foto Keliling. Dan, ternyata responsnya sangat baik. Banyak teman fotografer yang ingin bergabung dengan TFK. Tentu kebergabungan mereka ini disambut dengan senang hati, dan semua itu tanpa ada bayaran sepeser pun. Hal ini karena TFK dibentuk untuk tujuan amal kepada

saudara-saudara yang lebih mem­ butuhkan. “Siapa pun yang ­ingin bergabung bisa langsung minta join request di Fans Page kami di alamat https://www.facebook. com/groups/167956969911454/ . “Dan, untuk bergabung tidak ada persyaratan apapun asalkan senang fotografi,” imbuhnya. NAMA SEDERHANA Nama “Tukang Foto Ke­liling” (TFK) diambil karena nama terse­ but dirasa sederhana seperti sifat komunitasnya, dan karena anggota TFK sendiri tersebar di berbagai daerah di Bali. Jadi, TFK bukanlah tukang foto yang keliling, namun sebuah komunitas yang terdiri dari pehobi fotografi yang anggotanya tersebar di sekeliling Bali. Untuk memantapkan ilmu fotografi anggotanya, TFK rutin mengadakan acara memotret alias hunting foto. Namun tidak hanya itu, TFK juga rutin mengadakan sharing ilmu fotografi. Dengan adanya TFK, para anggota yang memiliki kecintaan terhadap dunia fotografi menjadi lebih mudah untuk meningkatkan skill fotografinya. Dengan ter­ gabung dalam komunitas yang positif, anggotanya tidak hanya dapat berbagi ilmu fotografi satu sama lain, namun juga dapat beramal dalam acara-acara amal yang kerap dilakukan TFK. Selama empat tahun berdiri, telah banyak keg­ iatan yang dilakukan TFK, yaitu kegiatan memotret hingga beragam kegiatan amal. Sudah lima kali TFK membuat acara yang diisi dengan kegiatan amal seperti ke panti jompo, yayasan orang cacat ataupun bayi yang lahir dengan keadaan tidak normal. “Acara amal biasanya dilakukan melalui sumbangan sukarela dari setiap anggota yang hadir. Bisa berupa uang, buku, pakaian bekas

dan sembako. Itu semua kami tampung dan disalurkan secara langsung kepada yang mem­ butuhkan setelah acara selesai,” ujarnya. Untuk melaksanakan kegiatan amal, TFK selalu mengusahakan mencari lokasi yang luas yang da­ pat menampung 500 sampai 600 orang. Ini dikarenakan kegiatan amal yang dilakukan TFK umum­ nya disambut antusias dan diikuti oleh banyak anggotanya. Sampai saat ini, TFK telah melaksanakan kegiatan amal di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan baru-baru ini di Kabupaten Bangli. Kegiatan amal yang baru-baru ini dilakukan TFK yaitu serangka­ ian perayaan hari jadi TFK ke-3, 19 Pebruari 2014. Sebagai ko­ munitas yang berdedikasi untuk amal, tentu TFK merayakan hari jadinya tersebut bukan dengan acara hura-hura, namun dengan cara yang jauh lebih mulia yaitu hunting foto untuk amal yang bertajuk ‘TFK 3rd Anniversary: The Art of Kebaya’. Hasil acara tersebut disumbangkan ke salah satu yayasan penyandang cacat yaitu Yayasan Kupu-Kupu yang berada di KabupatenBangli. ­Acara tersebut diselenggarakan di Desa Wisata Penglipuran. Acara terse­ but berskala cukup besar karena diikuti hampir 600 orang anggota TFK. FOTOGRAFI MENJANJIKAN TFK sebagai wadah perkum­ pulan, juga rutin setiap enam bulan sekali mengadakan acara kumpul bersama sembari mem­ buat acara Hunting Model dan Hunting Culture. Selain itu, setiap sebulan sekali komunitas ini juga rutin kumpul di salah satu cafe (D’Smoot) milik seorang ang­ gotanya yang berlokasi di Dalung. “Jadi, dibentuknya komunitas ini sebagai wadah temu kangen bagi sesama anggota. Sebenarnya

kapan saja bisa ngumpul, asalkan atur waktu terlebih dahulu,” tuturnya. Menurut Arick Satya, usaha fotografi ini masih menjanji­ kan, mengingat saat ini momenmomen indah dianggap merupa­ kan hal yang penting untuk dido­ kumentasikan. “Apalagi sekarang usaha fotografi untuk pre-wedding atau acara pernikahan di Bali sedang berkembang dan sangat dibutuhkan,” ujar fotografer sekaligus Public Relation Staff di ObjekWisata Tanah Lot ini. Berbagai pengalaman tak ter­ lupakan, yang baik maupun buruk dirasakan oleh anggota TFK, khususnya di dunia fotografi. Arick Satya mengisahkan pengala­ man baiknya, melalui fotografi ia bisa mempunyai banyak teman yang dapat diajak saling berbagi ilmu, dan melalui acara-acara TFK ia dan anggota lainnya bisa ikut beramal kepada yang mem­ butuhkan. Pengalaman buruknya adalah kerapkali mereka harus kejar-kejaran dengan waktu saat akan menangkap sebuah momen, karena momen bagus itu tidak datang dua kali. Untuk ke depannya, TFK tetap akan melaksanakan kegiatan positif seperti beramal melalui sumbangan dan kunjungan ke berbagai yayasan dan panti. TFK juga merencanakan untuk me­ nambah agenda kegiatan amal yaitu dengan melakukan kerja bakti (ngayah) saat ada odalan di berbagai pura besar di Bali. Intinya, TFK tetap akan menjadi sebuah komunitas positif yang berdedikasi untuk amal, selain sebagai komunitas wadah pehobi fotografi untuk meningkatkan dan melatih skill fotografinya. “Semoga fotografi di Bali lebih berkembang, lebih baik lagi, lebih sukses dan tentunya lebih banyak lagi ada acara-acara hunting sambil beramal. Sebab, melalui hunting, berkumpul saling bisa, beramal juga bisa,” harapnya. –Ari

3

Lantai bawah toko elektronik, lantai atas One Bean Coffee House

I

a mengatakan, pengem­bangan pasar menjadi tantangannya kini. Dengan luas 40 are, pasar ini terdiri dari 78 unit kios dan 48 unit los. Pasar ini memang dibuat berbeda. “Se­ lama ini pasar selalu diidentikkan dengan kotor dan becek. Image ini yang ingin kami ubah. Pasar Wates Desa kami usahakan agar kondisinya nyaman dan bersih sehingga pembeli tertarik untuk datang,” kata Sari Galung. Saat masuk pasar, areal parkir tersedia luas. Kemudian bebera­ pa kios yang menjual kebutuhan mulai dari sembako, busana, aksesoris, perlengkapan upacara adat seperti dupa, toko ponsel,

toko elektronik, toko emas, dan warung makan tersedia lengkap. Pada bagian belakang terdapat los yang menjual sayur-mayur dan daging. Sarana olahraga rekreasi seperti biliar juga tersedia. Tak lupa, dua Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melengkapi pasar ini. Le­ tak ATM di pintu masuk pasar.

Toilet dan kamar mandi juga melengkapi pasar Wates Desa. Ada enam security yang selalu bergiliran menjaga keamanan dan ke­nyaman pasar. Karena los untuk sayur-mayur dan daging berada di los belakang, tiap pagi, mereka pindah ke areal depan. Mulai pukul 05.00, pembeli sudah mulai ramai berdatangan. Setelah pukul 13.00, pedagang kembali menempati los mereka di belakang. Tujuannya pedagang berjualan ke depan di pagi hari, untuk mengenalkan pasar ini kepada konsumen. Kemudian, pedagang pindah ke belakang kembali, agar pasar selalu terlihat rapi dan bersih. Mulai pukul 17.00, areal parkir disulap menjadi pasar malam alias senggol. Selain ada war­ ung makan, ada juga permainan anak-anak seperti kereta api yang berputar di areal parkir. Aneka makanan, mulai dari makanan khas Bali lawar dan babi guling, ada juga Chinese food, dan ma­ sakan Indonesia. Untuk tempat nongkrong minum kopi ada juga One Bean Coffee House. Khusus untuk mainan anak-anak ditutup pukul 23.00. “Permainan kereta api keliling ini sangat digemari. Biasanya paling ramai Sabtu dan Minggu,” ujar Sari Galung. Sejak dibuka dan diresmikan setahun lalu oleh Kepala BPM Mertajaya, sambutannya sangat bagus. Pedagang sebagian besar berasal dari Kelurahan Sesetan. Sampai saat ini, sekitar 60 persen kios dan los sudah terisi. “Masih terbuka pe­ luang bagi pedagang yang ingin mengontrak los dan kios. Masih ada sisa 40 persen yang belum terisi,” ujarnya berpromosi. Tujuan awal dibukanya pasar ini, adalah un­ tuk mem­ bantu per­ ekonomian masyarakat di Kelurah­

Kios dupa

an Sesetan pada khususnya. Harga sewa untuk los dan kios juga sa­ngat standar dan terjangkau. Selama setahun, ia mengatakan, penghasilan dari pedagang luma­ yan ada pemasukan berkisar 60 persen. Memang, ia mengakui, belum melakukan promosi untuk pasarnya ini. Namun, ia yakin dari mulut ke mulut, makin banyak orang yang tertarik belanja ke Pasar Wates Desa. Selain tem­ patnya bersih, semuanya lengkap. “Kalau capek bisa beristirahat dan duduk-duduk sembari menikmati aneka kuliner yang ada. Biasanya ramai pembeli pagi dan sore hari. Untuk pasar senggol, warung makan paling laris,” ujarnya. Satu unit bangunan koperasi juga terlihat megah di lantai atas. Koperasi ini bernama Graha Sedana Mandiri. Menurut Wayan Sugita, Ketua Koperasi Graha Se­ dana Mandiri, koperasi ini sudah berdiri tahun 2011. Anggotanya 123 orang, terdiri dari 60 orang pedagang di Pasar Wates Desa dan sisanya warga di Kelurahan Sesetan. Koperasi serba usaha ini didirikan dengan tujuan untuk membantu modal dalam pengem­ bangan usaha para pedagang. Salah seorang pedagang, Jero Sija yang menjual aneka busana mengatakan, penghasilan yang didapat dari berjualan di pasar

Wates Desa sangat lumayan. “Ada saja setoran masuk tiap bulannya,” katanya. Sementara, menurut penjual sembako, Bu Putu, biasanya pembeli ramai pada pagi dan sore hari. “Biasanya ibu-ibu ramai ke pasar pagi hari atau sore hari setelah pulang kerja,” ucapnya sembari melayani pembeli, ketika ditanya Tokoh. Selama ini, kata Sari Galung, promo pasar dilakukan dengan mengadakan acara dangdutan tiap bulan. Tujuannya, selain sebagai hiburan masyarakat, juga untuk memperkenalkan Pasar Wates Desa ini. Ke depan, ia ingin bekerja sama dengan pengusaha usaha kecil dan menengah di Kota Denpasar untuk mengadakan pasar murah menjelang hari raya keagamaan. Selain itu, ia juga ter­ tarik mengadakan berbagai lomba untuk menarik banyak pengun­ jung. “Banyak pekerjaan rumah ke depan dalam pengembangan pasar ini. Namun, saya optimis, usaha pasar merupakan peluang bisnis yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” kata Sari Galung, yang juga te­ lah membuat satu kantor di pasar ­untuk operasionalnya. Dua orang karyawan membantunya untuk administrasi dan tenaga lapang­an. –Wirati Astiti

Pasar Wates Desa


EKSPRESSO

2

24 Bagi 3

Suasana kemeriahan Piala Dunia 2014 masih berlangsung. Para penggila bola tetap setia mengikuti aksi tim-tim mereka. Acara nonton bareng pun banyak digelar untuk mendapatkan suasana meriah. Tetapi, satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengendalikan diri selama ajang Piala Dunia ini. Seorang teman bercerita tentang temannya yang masuk rumah sakit gara-gara Piala Dunia. Apa hubungan Piala Dunia di Brazil dengan rumah sakit di Bali? Apakah teman yang sakit itu seorang pemain dari tim peserta Piala Dunia atau dia seorang official? Jawabannya bukan. Teman ini masuk rumah sakit karena stress. Usia yang sudah lebih dari setengah abad membuatnya

O

M G

lupa dengan kondisi tubuh. Ia kerap begadang sejak Piala Dunia dimulai. Selain menonton, ia juga taruhan. Awalnya menang taruhan, lama-lama kalah sampai uang kemenangan dan modal dasar habis. Karena kalah ia stres, penyakit gula darah kambuh akhirnya masuk rumah sakit. Makin tua usia, makin lemah kondisi tubuh. Faktor kebugaran jangan disepelekan. Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg, mengatakan kebugaran tubuh berkaitan dengan aktivitas rutin yang dilakukan. Kebugaran tubuh artinya kondisi dimana tubuh siap melakukan pekerjaan rutin. Setelah pekerjaan rutin itu selesai, masih ada energi cadangan untuk melakukan tugas emer-

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

gency, dan sesudahnya masih bisa melakukan tugas sosial di rumah tangga. Semua itu dilakukan tanpa rasa lelah. Kalau ada rasa lelah, kemudian istirahat dengan cara tidur, lalu keesokan harinya bangun dalam kondisi fit dan tanpa rasa lelah, itulah kebugaran. Untuk mencapai kebugaran ini, hal terpenting yang dilakukan adalah membudayakan pola hidup sehat. Dalam sehari ada waktu 24 jam. Waktu ini harus dibagi 8 jam untuk bekerja, 8 jam menikmati hidup, dan 8 jam tidur. Tidur menjadi hal penting karena bagian dari pemulihan kondisi tubuh ke level semula. Selain itu, ingat makan makanan yang sehat, dan rutin berolahraga Kebugaran ini berbeda untuk masing-masing orang karena disesuaikan dengan pekerjaan yang ditekuni. Bagi seorang atlet seperti pemain sepak bola tentu beda tingkat kebugarannya dengan seorang petani atau seorang pekerja kantoran. Jadi, jika ingin tetap bugar, ikutilah pola hidup sehat. Salam

RALAT Terjadi kekeliruan dalam penulisan caption foto di halaman Selebritas edisi 801. Tertulis Dayu Candra, seharusnya Dayu Surya. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.

Dia Calon Boddhisattya Pernah nggak kalian mendapat pengalaman hidup yang menjungkirbalikkan hidup sampai titik yang sulit kalian nalar. Mungkin cerita kali ini tidak masuk akal namun ini kenyataan yang aku alami. Aku seorang wanita umur 27 tahun. Sebenarnya merasa masih muda namun aku hidup di kampung yang biasa melihat wanita umur di bawah 20 tahun menikah membuat orangtua serta keluargaku cemas dengan nasib percintaanku. Dengan desakan orangtua serta sindiran tetangga yang sok tahu, aku berusaha mencari seseorang yang bisa dijadikan calon suami. Media google menjadi alternatif yang menjanjikan bagi diriku apalagi setelah melihat biro jodoh khusus untuk orang– orang beragama Hindu yang mencari pasangan. Tanpa pikir panjang aku membuat akun di biro jodoh tersebut. Ada beberapa orang yang tertarik dengan profilku dan mengajak chatting, nelpon bahkan ketemuan tapi begitu aku mengenal mereka lebih dekat entah kenapa aku malas dekat dengan mereka lagi. Banyak pertimbangan yang membuat mereka gugur dari kategori pilihanku. Satu ketika, pada 29 Mei aku melihat ada empat panggilan tak terjawab dari nomor yang sama. Beberapa menit setelahnya ada panggilan masuk yang membuat aku penasaran. “Halo, dengan Arifiani ya? Saya dari biro jodoh, panggil saja saya Agus Xi Xuan,” ujar seorang pria memperkenalkan diri. Aku pun memperkenalkan diri dan sedikit basa basi yang aku anggap perlu. Setelah dua jam, aku yang menghubunginya balik, aku merasa baru pertama kenal cowok penulis buku, religius, sederhana, mandiri dan yang pasti penghasilan tetap yang cukup untuk menghidupi sebuah keluarga kecil. Agus bilang dia tidak pernah bersentuhan dengan yang namanya minuman keras, rokok, seks bebas dan dugem. Aku pun sering menelepon Agus.

23 - 29 JUNI 2014

Aku tahu sisi religius dan spiritual yang Agus miliki dan tentu saja makin membesarkan harapan bahwa suatu saat nanti Agus bisa mendampingiku. Saat manis Kuningan aku berusaha menghubunginya. Setelah beberapa kali akhirnya kami bisa berkomunikasi. Aku senang bukan main, Agus juga terdengar senang. Aku desak Agus untuk bercerita padaku, ternyata desakkanku adalah awal bencana dalam mimpi indahku beberapa hari ini. Dengan perasaan yang bahagia dan kelegaan yang luar biasa Agus bilang dia mau jadi boddhisattya, Dia masuk vihara di hari Purnama. Aku belum tuli saat itu, dia masih mengungkapkan kebahagiaan atas restu yang diberikan orangtuanya dalam keputusannya. Dia senang menjadi calon boddisattya, mimpi ini dia simpan sejak dua tahun yang lalu. Agus dengan santainya bercerita bahwa akhirnya dia akan meninggalkan semua kesenangan duniawi untuk kemudian pergi ke vihara untuk membangkitkan kesadarannya akan jalan Dharma. Aku hanya diam, Agus tidak pernah tahu bahwa aku menangis. Tangisku mengisyaratkan kebodohan serta kekecewaan yang mendalam, dalam diam aku memutuskan sambungan telpon. Di kepalaku hanya terlintas perasaan kecewa. Mengapa ikut biro jodoh kalau mimpi jadi calon boddhisattya’, mengapa menghubungiku dan bersikap ramah padaku hanya untuk mengecewakanku, mengapa mesti meninggalkan kesenangan duniawi untuk mempelajari Dharma. Semua itu terlintas dalam kepalaku,

sampai–sampai kepalaku terasa berkabut dan tidurku tak tenang. Keesokan harinya aku mengambil Bagawad Gita yang disebut oleh Agus mampu membawa ketenangan. Aku membacanya berulang–ulang dan selalu berhenti pada bab I sloka 1.32–35. Setelah membaca Bagawad Gita kabut dalam kepalaku hilang seolah–olah ada orang yang mengagetkanku dari lamunan. Seketika tanganku memegang HP, aku harap aku bisa meminta maaf kepada Agus karena suatu alasan yang tidak bisa aku katakan langsung, suatu rasa suka yang tidak terkatakan padanya dan aku tidak berhak marah apalagi kecewa akan keputusannya menjadi boddhisattya karena itu memang jalan hidup yang dia pilih. Berulang kali aku berusaha menghubungi Agus tapi tidak pernah direspons olehnya. Sebenarnya sampai sekarang aku masih belum bisa menghubungi Agus tapi aku yakin keputusan untuk menjadi boddhisattya adalah pilihan yang terbaik untuk dirinya. Walau perkenalan kami sangat singkat tapi banyak makna yang terkandung dalam perkenalan kami. Duniaku tidak berubah drastis setelah bertemu dengan Agus hanya saja semua tidak sama lagi. Tiap malam sebelum tidur, aku sempatkan membaca Bagawad Gita walau hanya satu sloka walau tidak mengerti artinya minimal sudah berusaha. Aku yakin perkenalanku dengan Agus hanya akan dilupakan oleh dia tapi bagiku ini sangat berarti. Sebenarnya ada satu pertanyaan belum terjawab sampai sekarang, mengapa menghubungiku padahal bercita–cita menjadi calon boddhisattya. Ni Made Fia Ariantini, Tanah Lot

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

kampanye

Ketika mendengar nomor berapa yang akan dicoblos Bu Amat, dalam pemilu, Bu Ketut langsung membuka perang dingin. Ia cuek se­ tiap bertemu. Seluruh keluarganya dilarang lewat depan rumah Amat. Sebagai puncaknya, ketika anaknya menikah, Amat tidak diundang. “Kalau begini, siapa yang salah, Pak?” Amat sebenarnya sudah sejak lama wanti-wanti. Jangan mengumumkan pilihan. Itu bisa memicu konflik. “Siapa yang mengumumkan?” bantah Bu Amat, “orang dia yang terus mendesak, pilih apa, pilih apa begitu. Akhirnya ya tak bilangin saja sejujurnya. Masak itu salah?” “Tidak itu tidak salah.” “Makanya!” “Tapi salah!” Bu Amat tertegun. “Bagaimana?” “Ibu benar. Tapi kenapa jawabnya begitu? Kan kita tahu Pak Ketut juru kampanye lawan kita? Jadi pasti dia merasa ditantang.” “Maksud Bapak, ibu menantang dia? Tidak bisa! Orang dia yang bertanya. Ibu sudah mengelak-elak, tapi terus saja ditanya. Akhirnya supaya tidak ditanya-tanya lagi, tak jawab saja yang sebenarnya! Apa salahnya berterus-terang?” “Tidak ada salahnya. Hanya mesti dilihat dulu yang kita hadapi itu, siap tidak menerima kebenaran! Tidak semua kebenaran harus diucapkan, Bu. Kebenaran yang ditunda tidak akan rusak, tapi tetap utuh sebagai kebenaran.” Bu Amat terdiam. Nampaknya menyimak. Mukanya nampak kecewa. Amat jadi menyesal bicara seperti yang barusan diucapkannya. Pasti itu terasa oleh istrinya memojokkan dirinya salah. “Tapi itu bukan salah Ibu,” kata Amat memperbaiki langkahnya, jelas dia yang salah. Tidak boleh dan tidak etis menanyakan pilin orang, karena itu bebas dan rahasia. Ibu tenang saja. Sikapnya sekarang ini mungkin bagian dari kampanyenya. Dia melakukan perang urat saraf, supaya kita mengubah pilihan, ikut dia!” Bu Amat manggut-manggut. “Mungkin juga. Kalau memang begitu, kampanye sudah mempergunakan segala macam cara untuk menambah pengikut!” “Betul! Demi target menang, segala cara bisa dihalalkan. Bahkan cara-cara yang curang, misalnya fitnah, dilakukan oleh oknum semua pihak. Itu yang disebut black campaign, Bu!” “Kalau begitu sekarang bagaimana?” “Bagaimana apanya?” “Kita tidak diundang kawinan anaknya. Tapi kalau kita tidak datang, semua orang akan tahu dan bertanya-tanya kenapa kita tidak datang. Bisa-bisa kita yang dituduh sudah membawabawa partai ke dalam kehidupan bertetangga. Apa baiknya kita datang saja ?” “Betul! Wah Ibu cerdas sekali! Jadi memang sebaiknya kita datang saja, walau pun tidak diundang!” Begitulah kemudian Amat dan istrinya menghadiri pernikahan putri Pak Ketut. Di luar perkiraan Amat, ternyata Bu dan Pak Ketut ramah sekali. Tangan Amat dijabat ketat dan kemudian dihujani senyum. Setelah pulang, Amat tak bisa menahan rasa kagumnya. “Ternyata Pak Ketut berjiwa besar. Mungkin karena terlalu bahagia anak perempuannya tidak jadi perawan tua, dia langsung tidak lagi dihantui perbedaan partai. Mudah-mudahan saja untuk seterusnya begitu, supaya kehidupan politik sehat, tidak merusak kerukunan kita, ya kan, Bu?!” Bu Amat tersenyum. “Tapi mereka jadi ramah begitu, karena ibu bisikin, kita ganti coblosan, ikut mencoblos yang mereka coblos!” Amat terkejut. “Lho, kenapa!” “Kan Bapak bilang: kebenaran yang ditunda tidak akan rusak, tapi tetap utuh sebagai kebenaran!”

Putu Wijaya

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23 - 29 JUNI 2014

Kopi Boleh Pahit Semangat tak Boleh Mati Bagi Anda penikmat kopi, tentu sangat semangat jika ingin mendapatkan kesempatan untuk minum kopi sepuasnya, apalagi jika kopi yang ditawarkan itu gratis. “Denpasar Minum Kopi” adalah satu event yang diadakan di Mangsi Coffee berkaitan dengan urusan kopi.

A

cara yang berlangsung dari pukul 19.00 ini sudah dipadati pengunjung untuk sekadar nongkrong sekaligus menyaksikan diskusi mengenai perkembangan kopi di Bali. Dalam event ini pula pengunjung bebas dan gratis menikmati kopi Mangsi. Ada tiga jenis kopi Mangsi yang disajikan malam itu. Acara turut dimeriahkan dengan kehadiran Emoni Bali, Manangga dari Nostress, dan Masbroo, Selain acara minum kopi sepuasnya, dalam kegiatan ini terdapat diskusi perkembangan kopi dengan diundang pula para tokoh-tokoh yang berkecimpung cukup lama dalam perkopian Bali. Mulai dari petani kopi Bali, produsen serta pengamat kopi. Pak Puri dan Pak Wayan dari Kintamani adalah dua orang petani kopi Bali ikut membagikan pengetahuannya. Tak ketinggalan, produsen kopi dari Denpasar sekaligus pemilik Mangsi Coffee, Windu Segara serta pengamat dan pencinta kopi, Arif Budiman. Tidak hanya itu, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra beserta Ny. Selly Mantra turut meramaikan acara. Mereka memberikan testimoni mengenai perkembangan kopi Bali. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kopi Bali sekaligus menyarankan untuk mempertahankan bahan-bahan lokal milik Bali. Acara dibuka moderator Wah Permana yang membicarakan perkembangan kopi hingga sampai di Indonesia. Ia mengaku termasuk korban kopi. Selanjutnya diisi dengan sesi diskusi dengan para narasumber. Menurut Pak Puri, petani kopi Bali yang berasal dari Desa Kaang, Kintamani Barat, kopi Bali sangat berbeda dibanding kopi yang lain. Hal ini bisa dilihat dari cita rasa kopi Bali yang masih terasa asam bila dinikmati. Tingkat kekentalannya pun berbeda. “Kalau kata orang-orang bule, rasa kopinya seperti lemon tea masih berasa rasa jeruknya. Selain itu kekentalannya pun, kopi Bali lebih kental karena sebenarnya tingkat kekentalan ini tergantung dari ketinggian di atas laut,” ujar Puri.

Suasana diskusi “Denpasar Minum Kopi”

Dibalik kenikmatan rasa kopi Bali yang berbeda dengan kopi milik daerah lain, sayangnya peminat orang Bali dalam menikmati kopi milik sendiri masih kurang. Begitulah kiranya yang diungkapkan Pak Wayan. Ia mengatakan sekiranya ada 2 kontainer yang mampu diekspor. “Per tahun kami mengekspor sekitar 2 kontainer kopi Bali. Saya kira kenapa lebih banyak diekspor dibandingkan dipasarkan di daerah sendiri karena harga kopi lokal masih kurang. Artinya masih dibayar murah dan tidak sebanding dengan pengeluaran yang telah dikeluarkan,” ungkapnya. Keadaan ini sangat disayangkan mengingat kopi Bali sudah mendapat pengakuan dalam 10 kopi terbaik di dunia. Selain itu, kopi Kintamani mendapat geographic indicator, hanya bisa didapatkan oleh daerah yang dalam 1 kawasan menanam 1 jenis tanaman yang sama. “Kopi boleh pahit tapi semangat tidak boleh mati,” tambahnya. Inilah yang kemudian melatarbelakangi Windu Segara mendirikan Mangsi Coffee. Kopi-kopi Mangsi sendiri berbeda dengan kopi lainnya karena terdiri dari bahan rempah-rempah ditambah kopi Bali. “Saya ingin mempertahankan apa yang sudah menjadi milik Bali agar tidak terlupakan di tanah sendiri,” ungkap Windu ketika ditanya mengenai pendapatnya tentang kopi Bali. CAMPUR BUMBU BALI Setelah acara diskusi, dilanjutkan dengan tes-

timoni dari Wali Kota Denpasar. Ia sangat bangga karena adanya kreativitas yang luar biasa dari orang

23 lokal untuk mengembangkan kopi Bali. “Denpasar perlu kreativitas. Selama ini kita masih kurang kreatif dalam mengolah kopi Bali agar lebih dinikmati oleh masyarakat luas. Sudah tidak ada waktu lagi untuk tidak kreatif, jadi kita harus kreatif, harus punya semangat kebersamaan. Diharapkan nanti Mangsi Coffee bisa berkembang seperti coffee shop lainnya yang sudah memiliki cabang dimana-mana bahkan hampir seluruh negeri,” ujarnya. Dalam acara ini Mangsi memperkenalkan kopi olahannya. Olahan kopi yang hanya ada di Mangsi. Semua olahan kopi Mangsi menggunakan kopi Bali Arabika. “Jadi kopi ini tidak ada di seluruh dunia,” ujar Windu. Mangsi ingin mengembangkan kopi Bali dengan mencampur bumbubumbu Bali, seperti jahe, ketumbar, kapulaga , coklat, kayumanis dan cengkeh. Dari bahan-bahan tersebut terciptalah tiga jenis kopi Mangsi yaitu kopi spirit, kopi stamina, dan kopi vitality. Ketiga jenis kopi tersebut adalah perpaduan kopi Bali dengan olahan rempah-rempah. Seperti kopi spirit merupakan kopi Bali yang dicampur dengan jahe, cengkeh, dan kayumanis. Sedangkan kopi stamina berasal dari kopi Bali yang dicampur coklat Bali, cengkeh, jahe dan kapulaga. Menurut pengakuan seorang pengunjung perempuan yang sudah mencicipi

segelas kopi stamina, ia tidak bisa tidur sampai pukul 03.00. Dari ketiga kopi tersebut, kopi vitality yang paling tinggi kandungan rempah-rempahnya. Kopi ini berasal dari olahan lima bahan rempah. Tidak hanya itu, Windu mengatakan ada menu rahasia yang dari tadi belum ia sebutkan tetapi menu ini sudah sangat diminati bahkan dicari. Menu itu adalah kopi attack yang merupakan campuran kopi Bali dengan arak Bali. Olahan kopi ini memiliki rasa yang unik tak heran banyak peminatnya. Tapi sayangnya arak Bali belum sepenuhnya mendapat izin dari pemerintah. Wali Kota mengaku sangat bangga dengan adanya Mangsi Coffee. Ini menunjukkan kreativitas tinggi dari anak muda Bali dalam mengembangkan produk lokal. “Selain harus kreatif, juga harus punya rasa idealisme serta semangat kebersamaan. Kalau kita punya produk lokal, kita harus pakai itu demi mendukung anak muda serta petani agar semakin maju,” sarannya. Ia juga mengatakan ada tantangan bagi anak muda Bali untuk mengembangkan loloh sebagai minuman khas Bali. “Di Bali loloh belum ada yang ngangkat sedangkan di pasaran loloh sudah banyak peminatnya. Sudah banyak terjual di restoran-restoran Kuta serta di Sanur,” ucapnya. --Hemma/Ari


23 - 29 Juni 2014

24

Melestarikan Legong di Jakarta Mengembangkan budaya leluhur dan menjaga eksistensinya, di kota metropolitan seper­ti Jakarta yang sangat plural, bukan hal yang mudah. Namun, dengan dedikasi yang tinggi dan ketekunan, tujuan mulia itu bisa tercapai. Itu terlihat dari kiprah Bengkel Tari Ayu Bulan yang usianya Oktober tahun ini genap 20 tahun. Adalah dedikasi yang tinggi dari Dr. dr. Ayu Bulantrisna Djelantik yang kemudian menurun kepada anak didiknya, yang menjadikan komunitas tari Bali khususnya tari-tarian berakar legong bisa bertahan puluhan tahun.

N

i Nyoman Trianawati, koordinator Bengkel Tari Ayu Bulan di Jakarta menuturkan, komunitas ini didirikan Ayu Bulan di Bandung, Jawa Barat pada 1994. Pada masa itu perkembangan legong, khususnya di luar Bali, belumlah seperti sekarang. “Dulu di sanggar-sangar tari, legong hanya masuk dalam salah satu kurikulum pelajaran tari Bali. Jadi setelah belajar sejumlah tari Bali, tingkatan terakhir itu biasanya diajarkan legong, itu pun dengan versi yang terbatas,” ujarnya. “Legong itu di kurikulum pelajaran tari Bali berada di tingkat advance kare­ na memang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi,” tambah Putri Minangsari

alias Mimi dan Adrienna Hamidah Wallis, yang ikut mendampingi Nyoman saat berbincang-bincang seputar perkembangan komunitas legong di Jakarta. Baik Nyoman, Mimi dan Adrienna, baru bersentuhan dengan legong sepenuhnya saat mereka menetap di Bandung untuk kuliah. Ketiganya masuk Bengkel Tari Ayu Bulan, yang ketika itu baru didirikan. “Untuk menjadi penari legong, tidak mudah. Kami dites dulu oleh Bu Bulan. Kebetulan juga, saat itu akan ada pementasan. Bu Bulan ingin penari-penari yang sudah jadi,” ungkap Nyoman yang dites melakukan agem. “Ternyata agem saya salah, lalu Bu Bulan membetulkan,” ujar Nyoman sembari tertawa. “Namun akhirnya saya lolos juga jadi penari legong setelah Bu Bulan melihat saya menari,” tambahnya lagi. Lain lagi dengan cerita Rienna yang sangat mencintai

tari-tarian Bali, khususnya legong, meski ia bukan berasal dari Bali. “Saya besar di Jakarta, sejak usia lima tahun sudah belajar berbagai tari-tarian daerah, namun yang utama adalah tarian Bali. Ketika saya pindah ke Bandung untuk kuliah, dapat info ada bengkel tari yang baru buka khusus mengajarkan legong. Rasanya senang banget. Waktu di Jakarta hanya diajarkan satu versi yakni Legong Keraton. Setelah masuk bengkel Bu Bulan, saya baru tahu kalau ternyata legong memiliki banyak versi,” ungkap wanita asal Ternate ini. Entah bagaimana, tarian legong membuatnya ‘tergila-gila’. “Pokoknya aku suka banget. Ini tarian klasik banget. Beda dengan tarian lain. Ibaratnya, orang belajar tidak sekadar menghafal

saja tapi juga harus mendalami sehingga dapat menjiwai. Jadi bukan sekadar hafal dan lentur,” ungkap Rienna. Hal itu pun diiyakan oleh Nyoman dan Mimi. Ketiganya mengakui mempelajari dan menguasai tarian ini, merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Bahkan, sekalipun telah puluhan tahun menekuni tarian ini, tetap saja mereka merasa harus terus belajar

untuk menyempurnakan. “Tarian ini tingkat kesulitannya tinggi. Bagi kami yang hobi menari ini justru merupakan tantangan tersendiri,” tambah Nyoman yang meski telah kembali ke Jakarta (1997) tetap berupaya melestarikan tarian legong. SOSIALISASI KE SEKOLAH-SEKOLAH Untuk menyebarluaskan legong, Nyoman bersama teman-temannya berinisiatif masuk ke sekolah-sekolah di Jakarta. “Ternyata banyak yang tidak tahu legong. Maka momen itu kami gunakan sekaligus untuk memperkenalkan legong. Waktu kami menari di depan murid-murid, kami membawakan Legong Lasem, mereka bengong… hahhha. Apalagi ketika ada salah satu gerakan yang seperti ka­ yang…wahh mereka teriak...,” ungkap ibu satu anak ini. Para murid itu tampak tertarik. Namun saat itu, Nyoman dan teman-temannya datang ke sekolah-sekolah bukan berniat mencari murid sanggar tari, namun lebih kepada memperkenalkan budaya Bali. “Kami waktu itu bukan mencari murid, tapi lebih pada memperkenalkan tarian Bali. Jika mereka tertarik, bisa belajar di mana saja karena di Jakarta kan ada banyak sanggar tari Bali,” ucapnya. Soal awal terbentuknya komunitas legong di Jakarta, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan, Bandung mengatakan, ketika ada tawaran pementasan tari tahun 2002. Maka ia pun mengumpulkan temantemannya alumni Bengkel Ta r i A y u Bulan, Ban­ dung, yang kebetulan sudah menetap kembali di Jakarta. “Waktu itu kami berempat tanpa Rienna yang kuliah di Australia. Saya baru bertemu Rienna kembali saat di toko buku. Akhir­nya kumpul lagi di Jakarta dan kami mengembangkan komunitas legong di sini,” ujarnya.

Rienna sendiri setelah dari Bandung, melanjutkan kuliah di Sidney University, Australia. Setelah tawaran pementasan pertama itu, Bengkel Tari Ayu Bulan Jakarta pun menjadi sering mendapat tawaran tampil. Salah satu pementasan terbesar mereka adalah saat pergelaran akbar yang merupakan kolaborasi kesenian klasik Jawa dan Bali bertajuk, “The Amazing Bedoyo Legong Calonarang, kreasi dua maestro tari, Ayu Bulantrisna Djelantik dan Retro Maruti. Pertunjukkan ini melibatkan sekitar 50 orang, 18 di antaranya adalah penari. “Pertunjukkan ini mendapat sambutan hangat, sampai-sampai kami diundang ke Singapura untuk menampilkan Calonarang. Setidaknya enam kali

Diakui Mimi yang juga berprofesi sebagai penulis, tidak mudah menjaga eksistensi komunitas tari karena banyak anggotanya sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing. Di sisi lain, mengembangkan komunitas ini bukan tantangan yang ringan. “Kalau dibilang sulit, ya sulit ya. Misalnya saja kalau kita mau mencari tempat pementasan atau sponsor itu tidak mudah,” tuturnya, Meski begitu, para penari Bengkel Tari Ayu Bulan, Jakarta tetap semangat. Mereka tetap rajin berlatih, setidaknya seminggu sekali. “Bahkan di sela-sela kesibukan kerja, kami sempat-sempatkan tetap berlatih,” katanya. Hasilnya bisa terlihat, tarian legong khususnya makin dikenal dan mereka kerap

kami menampilkan Calonarang, yakni tahun 2006, kemudian tahun 2007, dan 2009. Setidaknya enam kali digelar. Bahkan kami diundang ke Singapura untuk menampilkan sendratari ini,” ujar Mimi sembari menambahkan awalnya pertunjukkan ini adalah untuk memeriahkan HUT ke-30 kelompok tari Padnecwara milik Retno Maruti.

mendapat undangan pementasan. Di antaranya di kedutaan besar negeri sahabat, TIM, Galeri Indonesia Kaya, dll. Tapi, banyaknya tawaran pementasan itu kadang membuat mereka kewalahan. Jumlah penari yang tidak mencukupi. Untungnya, sejak awal tahun 2014 ini, pendiri Bengkel Tari Ayu Bulan membuka kelas baru untuk tarian Bali, dengan begitu nantinya bisa dijaring bibit-bibit baru. Studio ini menjaring anak-anak dan orang dewasa yang tertarik mempelajari tari-tarian Bali. “Kelas baru ini dibuka sekaligus di dua tempat, yakni di bilangan Bintaro dan di Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ini karena banyak permintaan ingin belajar tari pada Bu Bulan. Pesertanya cukup banyak, baik anak anak maupun orang dewasa, Harapan kami dari sana akan bermunculan banyak penari yang potensial, khususnya untuk legong,” ungkap Mimi yang bersama teman-temannya tengah sibuk mempersiapkan pementasan Legong Semarandana dalam rangka HUT ke-20 Bengkel Tari Ayu Bulan. –Diana Runtu

MELESTARIKAN BUDAYA Menurut Mimi, melestarikan budaya warisan leluhur seyogianya merupakan kewajiban putra-putri Bali. Apalagi, ucapnya, mereka yang tinggal di luar Bali. Itu juga yang ditanamkan ayahnya kepada mereka sejak kecil. “Kami bersaudara empat orang, semuanya perempuan. Sejak kecil kami wajib belajar tari-tarian Bali. Jadi setidaknya, sekalipun besar di Jakarta, kami tahu budaya sendiri. Setelah dewasa, kesadaran melestarikan budaya kami, khususnya tari-tarian, muncul dengan sendirinya,” tutur Mimi yang sempat lama vakum dari pentas tari karena mengurus keluarga.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook