Skip to main content

Tokoh Edisi 799 | Tokoh

Page 1

2 - 8 Juni 2014

24

Pasar Ular

“Surga” Barang Impor Harga Miring Jakarta memang tidak banyak memiliki daerah berpemandangan indah, namun untuk urusan belanja, Jakarta adalah yang ter­depan. Mulai dari barang branded dan asli hingga ‘KW’ bahkan ‘KW’ su­ per ada di Ibukota. Soal harga, biasa ‘diadu’ de­ngan daerah lain atau bahkan negara lain. Daya tarik itulah yang membuat banyak wisatawan asing maupun lokal banyak datang ke Jakarta hanya un­ tuk berbelanja. Tak heran Globe Shopper Index pernah menempat­ kan Jakarta sebagai salah satu tujuan belanja yang menawarkan harga paling terjangkau bagi wisatawan manc­an ­ egara.

L

ebih menarik lagi, karena Jakarta memiliki sejumlah tempat belanja barang impor yang murah meriah. Salah satunya, tentu Anda sudah tahu, yakni, Tanah Abang. Pusat perbelajaan yang sudah terkenal di mancanegara ini, menjadi tempat favorit para penggemar shopping untuk berburu barang berkualitas dengan harga murah ataupun barang-barang impor dengan harga miring. Selain Tanah Abang, yang juga ramai didatangi penggila belanja adalah Pasar Ular yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Memang Pasar Ular tidaklah sebesar kawasan perbelanjaan Tanah Abang yang menempati areal 2,6 hektare. Karakter belanjanya pun berbeda, kalau Tanah Abang menjual barang mulai dari grosiran hingga ritel, maka Pasar Ular umumnya hanya ritel atau eceran. Pasar Ular yang didirikan sejak tahun 1960-an ini, merupakan salah satu pasar tertua di Jakarta yang berawal dari pasar kaget di depan Pelabuhan Tanjung Priok. Puluhan tahun berdiri, namun pasar tua ini tetap eksis di tengah gempuran pusat-pusat perbelanjaan modern yang terus bertumbuhan di Jakarta. Satu hal yang membuat Pasar Ular digandrungi adalah barang-barang impor yang dijual selain berkualitas, juga harganya super miring. Menurut pedagang setempat ‘kemiringan’ harga di Pasar Ular ini selain mengambil langsung dari importer juga karena para pedagang tidak membutuhkan cost terlalu besar untuk memasarkan barangnya dibanding mereka yang

berada di mal. “Kemiringan harga di sini rata-rata sekitar 25% lebih murah dibanding di mal-mal yang menjual produk serupa. Ini karena rantai pembelian tidak panjang. Kami dapat langsung dari importer yang ada di pelabuhan. Jadi setiap ada kapal datang membawa barang-barang dari luar, kami dikabari. Ini sudah langganan, jadi bisa dipercaya,” ujar Hajjah Sumarno yang telah 20 tahun berjualan di Pasar Ular. Hajjah Sumarno yang kini menempati kios ukuran 3x3 m2, berjualan aneka produk fashion seperti kacamata, dompet, jam tangan, dll. Semuanya adalah barang impor. “Semuanya berbahan kulit dengan kualitas terjamin. Soal harga, selain ditentukan oleh dari mana barang itu berasal, kualitas, juga kesulitan memperoleh barang tersebut. Karena, terus terang saja, ada sejumlah barang yang sulit didapat, karenanya harganya pun menjadi lebih mahal,” tambahnya lagi. Kacamata-kacamata dengan merek terkenal, hanya dijual sekitar Rp 300400 ribu rupiah. Padahal kacamatakacamata tersebut dengan kualitas yang sama, dijual di sejumlah optik terkenal dengan harga paling murah Rp1,2 juta. Begitu juga dengan dompet-dompet kulit branded dijual dengan harga paling murah Rp 200 ribu. Ny Yati, salah satu pemilik toko keramik terbesar di ‘Paul’ Permai mengaku betah berjualan di ‘Paul’ Permai karena tempat yang lebih luas, juga telah memiliki banyak pelanggan. Aneka keramik impor dari Tiongkok, Korea hingga Italia, dijual di tokonya. Kebetulan, saat Tokoh berkunjung, wanita ini sedang

Aneka tas impor dengan kualitas bagus

melayani dua wisatawan asing. “Banyak wisatawan bule datang ke tempat saya. Di sini saya punya tiga toko, satu milik sendiri, dua lainnya sewa seharga total Rp 45 juta,” tuturnya. Ia menjual keramiknya dari harga Rp 20.000 hingga Rp 10 juta-an. DARI SELUNDUPAN HINGGA BAWAAN ABK Berbicara Pasar Ular, agaknya kurang afdol kalau tidak menyinggung sejarah keberadaan pasar ini. Awalnya pasar ini merupakan pasar kaget yang berada persis di depan Pelabuhan Tanjung Priok, dulu orang menyebutnya sebagai Pasar Koja Lama. Letaknya berhimpitan dengan bar dan rumah-rumah makan, Dari cerita yang berkembang, dulunya Pasar Ular merupakan tempat penampungan barang-barang impor selundupan oknum-oknum nakal di pelabuhan dan hasil bawaan para ABK (anak buah kapal) yang baru pulang dari luar negeri. Konon, lokasi pasar yang berada di mulut pelabuhan ekspor/impor terbesar di Indonesia, memudahkan oknum-oknum nakal itu, mengambil barang-barang impor bongkaran kontainer untuk kemudian dijual di pasar tersebut. Karena itu, Pasar Ular menjadi terkenal dengan barang-barang impor dengan harga miring. Entah kenapa disebut Pasar Ular, apakah karena dulunya ‘pasar gelap’ itu berbentuk lorong sempit yang berlikuliku atau karena cara memperoleh barang yang seperti ular. Namun, sebutan Pasar Ular itu sudah demikian populer sejak tahun 1970-an, sekalipun di sana, sejak berdirinya hingga sekarang, tak

Keramik mewah dari Italia dan Korea di Pasar Ular Permai Jakarta Utara

pernah sekalipun menjual ular. Yang pasti di Pasar Ular atau sekarang akrab disebut ‘Paul’ menjual aneka barang impor/ekspor, dari barang pecah belah, keramik, lampu-lampu kristal hingga produk garment dari berbagai merek terkenal, dll. Yang uniknya lagi, meski tempat belanja ‘Paul’ ini jauh dari nyaman bahkan terkesan semrawut, namun yang datang berbelanja, banyak dari ’kalangan atas’. Hal ini ditandai dengan parkirnya banyak mobil mewah. Mungkin bagi mereka asalkan mendapat barang bermerek berkualitas bagus, tidak mengapa untuk sejenak merasakan ketidaknyamanan dalam berbelanja. Sekitar tahun 1980-an, ketika kegiatan ekspor/impor di Pelabuhan Tanjung Priok semakin meningkat, sarana dan prasarana yang ada sudah tidak memungkinkan lagi untuk menampung, pemerintah memutuskan melakukan perluasan. Maka ‘Paul’ yang berada di depan pelabuhan pun menjadi ‘korban’. Pasar murah-meriah itu pun digusur, dipindahkan ke kawasan Permai, Jl Yos Sudarso, tak jauh dari Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok. Di kawasan Plumpang, masih di Jl Yos Sudarso. Meski sama-sama bernama Pasar Ular, namun item barang yang dijual sedikit berbeda. Di kawasan Permai, produk yang paling banyak dijual adalah aneka keramik mewah yang berasal dari Tiongkok, Korea, Jepang, lampu-lampu kristal, tas-tas/dompet/ koper branded dari yang original, super KW hingga KW 1,2,3. Aneka

Para pembeli ramai di Toko Haji Marno yang menjual aneka kacamata fashion impor dan aneka dompet kulit impor

sepatu wanita/pria, serta aksesoris fesyen lainnya. “Untuk di Permai, barang-barang yang dijual umumnya barang impor,” ujar Hajjah Sumarno yang sebelumnya berjualan tas-tas wanita. Sementara di Pasar Ular Plumpang, kebanyakan menjual produk garment seperti celana jeans, kemeja, jaket, parfum, kaca mata, rim pinggang, sepatu, dll. “Barang-barang di sini sebagian impor, sebagian lagi adalah sisa ekspor,” ujar seorang pedagang di ‘Paul’ Plumpang yang menjual kemeja dan blus wanita sisa ekspor. Harga yang ditawarkan pun lumayan murah hanya Rp 50.000-an, padahal kemeja itu terbuat dari katun kualitas bagus. Secara keseluruhan jika dibandingkan kedua Pasar Ular (Permai dan Plumpang) tersebut, maka keragaman barang lebih banyak dijumpai di Pasar Ular Permai. Bisa jadi karena tempat perbelanjaan ‘Paul’ Permai jauh lebih luas dibanding ‘Paul’ Plumpang. Soal kenyamanan pun demikian, jauh lebih nyaman dan tertata di ‘Paul’ Permai. Sedang di Paul Plumpang hanya satu lorong panjang tertutup, dengan kioskios kecil berukuran 2x2 m2 Terasa panas dan pengap. Tapi herannya begitu banyak orang yang gemar datang ke Plumpang, meski harus belanja berhimpit-himpit. Mungkin, itu juga sebabnya, meski kondisi di Plumpang terasa kurang nyaman dibanding Permai, namun harga sewa kios yang ukuran 2x2 m2 itu, jauh lebih mahal. “Sebenarnya banyak pedagang di sini (Permai) ingin berjualan di sana, namun kios di sana sangat terbatas, tidak ada tempat kosong. Lagi pula, harga sewa kiosnya dua kali lipat dibanding di Permai. Kami di sini dengan ukuran 3x3 m, membayar sewa Rp 20 juta per-bulan, sedang di Plumpang, dengan ukuran lebih kecil harga sewanya Rp 40 juta per-bulan,” tambah Hajjah Sumarno. Beberapa hal yang penting diingat oleh pengunjung Pasar Ular. Sekalipun dikatakan barang-barang yang dijual adalah barang impor/ekspor, tentunya ketelitian pembeli sangat diperlukan supaya tidak ‘kecele’. Lebih bagus, kalau Anda sudah mengerti tentang beda barang asli atau KW super dan KW 1,2,3. Atau untuk barang ekspor, diperhatikan benar karena kadang ada barang yang cacat atau reject. Hal lainnya adalah pandai-pandailah menawar. -Diana Runtu


EKSPRESSO

2

2 - 8 JUNI 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id

PANCASILA

mingguantokoh @mingguantokoh

Mari Berbagi Pengalaman 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Perjalanan sejarah pada 1 Juni 1945 menandai lahirnya falsafah Pancasila ketika Soekarno berpidato di depan siding BPUPKI. Dalam pidato ini konsep dan rumusan Pancasila dikemukakan Soekarno sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan la berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dari

O

M G

era orde lama hingga orde baru, pengamalan nilai-nilai Pancasila “diwajibkan” dengan adanya penataran P4. Namun, setelah orde baru runtuh dan digantikan era reformasi, kegiatan ini tak terdengar lagi. Anak-anak sekarang mungkin ada yang hapal Pancasila, atau ada juga yang tidak. Padahal, tiap upacara

bendera, Pancasila selalu dibacakan Inspektur atau Pembina Upacara dan diikuti peserta upacara. Namun, hapal saja belum cukup. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Edisi kali ini kami berusaha mengingatkan kembali tentang nilai-nilai Pancasila dan bagaimana penerapannya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kami tidak ingin menggurui, kami hanya ingin berbagi pengalaman karena pengalaman adalah guru terbaik. Salam

Saya tertarik dengan artikel yang memuat tentang tempat wisata Sekar Bumi. Mohon info alamat dan nomor kontak yang bisa dihubungi di Sekar Bumi. Supanca (Buduk, Mengwi, Badung) Hubungi: Ketut Subagia HP 08124669933. Desa Kerta, ­Payangan, Gianyar (perbatasan Gianyar - Bangli) Mohon info psikolog yang juga pakar hipnoterapi Putu Andayani (Panjer, Denpasar) Hubungi: Hari Imam Wahyudi. (0361) 850 6663

Ditinggal Gara-gara Gadget

Kisah ini tentang orang tuaku dan keponakanku, Krishna. Saat itu hari Selasa, jadwal Krishna yang baru berumur 3 tahun untuk mengikuti bimbingan belajar. Tempatnya tidak begitu jauh dari rumah, cukup dengan mengendarai sepeda motor selama kurang lebih 5 menit. Dari pukul 09.15 hingga 10.15, di sana Krishna diajari membaca, menghitung, dan lain sebagainya. Kali ini orangtuaku yang menjemputnya. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Ayah dan ibuku bergegas akan menjemput cucunya. Beberapa menit kemudian orangtuaku telah sampai di tempat Krishna mengikuti bimbingan belajar. Ibuku segera masuk ke dalam dan mencari Krishna sedangkan ayah tetap menunggu di luar sambil duduk di atas sepeda motornya. Setelah bertanya kepada stafnya, ibuku mendekati kursi yang memang sudah disediakan di sana untuk menunggu. Ternyata Krishna masih di dalam kelas. Ibuku yang paling tidak suka menunggu segera mengeluarkan gadget dari tasnya. Kalau ibuku sudah pegang gadget, jangan diajak bicara. Pasti tidak dihiraukan. Hahaha… Selang beberapa saat, mungkin ibuku sudah bosan mengutakatik gadgetnya. Ibu bertanya lagi

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dengan stafnya, “Mbak, ini sudah lewat jamnya kok cucu saya belum keluar juga ya?” sambil melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.20. “Oh.. mungkin si anak lagi senang bu dengan yang diajarkan,” staf itu menjawab dengan senyumnya yang ramah. Ibuku kembali duduk, menunggu di tempat semula. Hingga akhirnya terdengar samar-samar lagu My Heart Will Go On milik Celine Dion dari gadget ibuku yang ada di dalam tasnya. Ternyata ada panggilan masuk dari ayah. “Halo, kenapa yah?” “Ibu dimana?” “Ibu masih duduk di dalam nunggu Krishna belum keluar juga.” “Lho… Krishna sudah sama ayah di rumah. Ya udah ibu tunggu disana, ayah jemput ke sana lagi.” Beberapa menit kemudian ayah dan ibu tiba di rumah. Mereka menceritakan semua­nya seperti reka kejadian yang ­s ering aku baca di koran-koran gitu

hahaha… Ternyata tepat pukul 10.15, Krishna sudah keluar kelas dan langsung berlari menuju keluar karena sudah melihat ayahku yang berada di luar. Mungkin saat itu ibuku sedang sibuk dengan gadgetnya sehingga tidak melihat Krishna yang lewat di depannya. Tanpa basa-basi Krishna langsung naik di bagian depan motor ayahku. Ayahku sempat melihat ke arah dalam tempat bimbingan belajar itu, tetapi karena Krishna berkata, “Ayo kek cepat pulang..” Ayahku langsung tancap gas menuju ke rumah. Sesampainya di rumah ayah baru menghubungi ibu yang ternyata ketinggalan di tempat bimbingan belajar karena menunggu Krishna yang dikira­nya masih berada di dalam kelas. Aku, kakak, dan adikku yang mendengar ceritanya langsung tertawa terbahak-bahak karena hari itu ayah dua kali ke tempat bimbingan belajar yang pertama untuk menjemput cucunya dan yang kedua untuk menjemput ibu. Hahaha… Vyakana

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Putu Wijaya

Bu Amat berselisih dengan tetangga, bukan perkara mana yang lebih pantas jadi presiden RI ke-7, tapi perihal Pancasila. “Dia bilang masak Bung Karno itu penggali Pancasila.

Salah kan, Pak?” Amat terkejut. “Salahnya apa?” “Bung Karno kan pencipta Pancasila!” “Siapa yang bilang?” “Saya!” Amat menggeleng. “Salah, Bu. Bung Karno itu bukan pencipta Pancasila, beliau hanya penggalinya. Pancasila sudah ada dipraktekkan oleh seluruh bangsa kita dengan nama-nama yang berbeda. Lalu Bung Karno menyimpulkan dan menghidangkan serta mengingatkan kekayaan jiwa kita yang tak ternilai itu. Begitu.” Bu Amat mengangguk. “Yaitu namanya mencipta!” “Salah, Bu. Bung Karno hanya penggali.” “Itu yang salah! Orang mencipta kok dikecil-kecilkan jadi penggali? Tidak bisa! Jujur sajalah!” “Lho Ibu ini bagaimana. Kalau pencipta itu hasilnya jadi milik pribadi. Kalau penggali, itu milik bersama. Pancasila itu milik kita bersama’” “Betul! Tapi itu sekarang, sesudah Bung Karno menciptakannya untuk kira semua. Bapak kok suka ngotot sekarang? Jangan-jangan tekanannya naik. Tidak boleh lagi makan daging. Sate stop. Makan sayur saja. Makan mentimun dan minum air putih banyak-banyak!” Bu Amat mengambil gelas kopi yang belum sempat diminum. Lalu menggantinya dengan air putih. “Pencipta, bukan penggali!” Amat dongkol sekali. Tapi ia menahan diri untuk tidak menjawab. Saatnya tidak tepat. Begitu istrinya berbalik ke dapur, ia cepat meraih gelas air putih itu dan membuang isinya ke halaman. “Minum dulu airnya, pak!” teriak Bu Amat dari dapur. Amat tak menjawab. Ketika Bu Amat menghampiri lagi, ia pura-pura baca koran. “Air putihnya sudah diminum?” “Mmm!” “Begitu! Jangan bangun tidur langsung minum kopi. Air putih dulu. Baru kopi. Ini!” Bu Amat mengulurkan segelas kopi panas, mengganti kopi yang sudah dingin tadi. Asapnya masih mengepul dan aromanya merangsang. “Cepat diminum, nanti dingin. Masak kopi semalam mau diminum, kalau sakit perut bagaimana? Bapak ini suka cari penyakit!” Amat menoleh istrinya seperti tak percaya. “Ya! Itu kopi semalam yang tidak jadi Bapak minum karena keburu tidur. Ayo minum!” “Siapa bilang kopi itu semalam. Yang semalam itu sudah dibuang. Itu kopi yang tadi pagi bapak bikin sendiri waktu Ibu masih tidur.” Bu Amat pura-pura tak mendengar. “Sudah jangan pura-pura. Minum saja nanti dingin!” Amat meletakkan surat kabar, lalu menegak kopi. Tapi baru setegak, ia meringis lalu memanggil. “Mana gulanya, Bu!” “Gula, gula, melulu, nanti kena gula, baru tahu! Mau seperti Pak Tolip, kakinya sampai dipotong karena diabetes?” kata Bu Amat menghampiri sambil menuang sesendok gula ke gelas kopi Amat. “Cuma satu sendok?” “Habis berapa?” “Biasanya kan dua!” “Tapi Bung Karno itu pencipta bukan penggali!” “Penggali!” Sendok gula itu ditarik kembali oleh Bu Amat. “Mulai sekarang satu sendok gula saja!” Amat menarik napas kesal. “Minum kopinya, Pak! Jangan dibuang!” Amat yang sudah mengangkat gelas kopi untuk membuang kopi itu, membatalkan niatnya. Lalu sambil mengingat apa yang dikatakan Pak Bei, tetangganya, bahwa kopi baru terasa nikmatnya, kalau tidak dicampur gula, ia perlahan menegak. “Enak?” tanya Bu Amat menghampiri. Mula-mula Amat tidak menjawab. Tapi setelah seluruh gelas ditegaknya ia merasakan sensasi yang baru. Ternyata tanpa gula, kopi juga enak. Bahkan ada yang bilang kopi murni itu banyak khasiatnya. “Enak, Pak?” “Enak juga.” “Mau tambah gula?” Amat heran. Ia melirik istrinya. Nampak rambutnya makin banyak memutih karena lupa disemir. “Pak.” Apa?” “Tetangga itu bilang, betul tidak?” “Bilang apa?” “Bung Karno itu pencipta Pancasila. Saya bilang bukan pencipta tapi penggali. Ya kan, Pak?” Amat tidak cepat menjawab. Ia menatap istrinya lama, lalu terharu. Teman hidupnya itu tidak lagi semuda dulu. Ia sudah semakin tua. Amat sendiri juga sama. Semua orang bertambah tua dan berubah. Semua orang kadang mengalami keguncangan tanpa disadarinya.”Ya kan, Pak?” “Ya,” jawab Amat lirih, lalu disambungnya dalam hati, “ya, sayang.”

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

2 - 8 JUNI 2014

23

“I Love Denpasar. The Colour of Wastra” Stan Disperindag Denpasar Terfavorit di Bandung

Membuka akses pasar baru dan meningkatkan pemasaran produk unggulan terus digiatkan oleh pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag dan Dekranasda. Selain telah memiliki website e-commerce www.balidenpasartrading.com sebagai media promosi gratis di dunia maya, juga selalu mengikutsertakan dan memberikan kesempatan pengrajinnya berpameran di dalam maupun di luar daerah.

A

da respons dan antusiasme yang menyenangkan. Animo masyarakat Bandung terhadap tenun ikat Bali yakni endek, sangat baik, terutama kalangan kelas menengah ke atas. Sebab, selain karena keindahan coraknya, mereka juga sudah paham akan kualitas dari produk tenun asli Bali tersebut. Hal ini diungkapkan Tri Agung Busana usai mengikuti Pameran Ipex di Bandung. Pada pameran bertajuk Indonesia Promotion Expo (Ipex) yang dipusatkan di Bandung dan mengambil lokasi di Paris Van Java Mall Bandung, berlangsung sejak tanggal 15 s.d 18 Mei 2014. Diikuti pengrajin kain endek Tri Agung Busana dan Kamaratih, pengrajin yang memproduksi tas dan sepatu kulit. Tema yang diusung kali ini adalah “I Love Denpasar. The Colour of Wastra”. Di sini tertuang pula, semangat dari Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra yang tidak pernah berhenti memacu semua pengrajin UKM di kota Denpasar dengan memberikan kesempatan dan peluang untuk membuka akses pasar seluasluasnya kepada masyarakat, bukan hanya di Bali namun di seluruh Indonesia. Para pengrajin dapat berinteraksi langsung dengan pembeli lokal guna mencari

ataupun menambah agen penjual sekaligus mengetahui karakteristik kesukaan masyarakat tujuan pemasaran. Selanjutnya, mau melakukan evaluasi terhadap kegiatan pameran yang telah diikuti. Dipilihnya pameran Ipex Bandung , mengingat kota Bandung memiliki buyers tersendiri, apalagi Bandung sudah familiar di masyarakat Indonesia khususnya, sebagai kota fashion dengan akses pasar yang luas. Dalam kegiatan yang cukup menarik tersebut, selain memajang tas kulit kualitas ekspor, sekaligus pula mempromosikan produk ready to wear dari tenun ikat Bali ini dapat dijangkau oleh kalangan remaja. Dan, yang membahagiakan juga adalah terpilihnya stan yang bersuasana Bali milik Disperindag Kota Denpasar sebagai stan terfavorit. Hal ini, disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kepala Bidang Perdagangan Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M,Si., dan Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty, S.S. Wayan Gatra mengatakan penghargaan ini menambah panjang deretan penghargaan yang diterima Pemerintah Kota setiap mengikuti kegiatan pameran di luar daerah. “Ini merupakan penghargaan yang ke-11

Suasana saat melayani pembeli

Wakil Wali Kota Denpasar saat mengunjungi stan

kalinya diterima Disperindag Kota Denpasar, sejak mulai mengikuti ajang pameran tingkat nasional pada tahun 2008,” imbuh Laxmy. Pada kegiatan Ipex di Bandung tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar AA. Ngurah Jayanegara, berkesempatan hadir dan melihat secara langsung ajang pameran tingkat nasional ini. MEMBUKA KESEMPATAN LANGSUNG DAN VIA TEKNOLOGI Mengenai pengrajin yang terpilih dan berkesempatan mengikuti pameran Ipex Bandung seperti Winda Kamaratih, pengrajin tas kulit serta Tri Agung Busana yang pengrajin endek, karena mereka adalah anggota e-commerce, yang juga binaan Disperindag Kota Denpasar. “Rupanya saat ini kain endek dan tas kulit adalah sebagian dari komoditi kerajinan yang tengah diminati dan diburu penggemar mode. Bukan hanya oleh masyarakat Bandung, namun juga mereka yang tengah

berlibur di kota tersebut. Hal ini terbukti pula dengan salah seorang buyer bernama Wati yang telah menjalin kontak dagang dengan Kamaratih dan telah pula memperkenalkan tas-tas kulit dari Bali ini di berbagai kegiatan yang diikutinya di Bandung. Selain berkesempatan mengikuti berbagai pameran dan promosi perdagangan nasional maupun internasional, mereka juga telah mendapatkan berbagai pelatihan, diantaranya pelatihan service excellent of promotion product, yakni bagaimana membuka akses pelanggan. Begitu pula dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang lebih dikenal dengan istilah electronic commerce atau ecommerce. Salah satu aplikasi e-commerce bagi promosi produk dan usaha pengrajin Denpasar sudah pula disediakan home page internet. Sebab, dengan adanya e-commerce, biaya operasional bisa dikurangi agar bisa bersaing dengan semakin banyaknya permintaan yang mengharus-

kan pelayanan lebih cepat dan akurat. E-commerce dapat memberikan berbagai keuntungan seperti tumbuhnya bisnis-bisnis baru, meningkatnya jaringan atau jangkauan pemasaran, rendahnya biaya operasional, berkurangnya rantai birokrasi dan masih banyak keuntungan lainnya. Apalagi, produk-produk unggulan yang diproduksi oleh pengusaha kecil dan menengah Kota Denpasar kesemuanya memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Bukan hanya itu, bentuk dukungan pemerintah Kota Denpasar dalam upaya mendorong pengembangan IKM, terutama mengenai desain kemasan, desain produk, desain tekstil dan sekaligus hak kekayaan intelektual (HKI) untuk memberikan informasi, layanan advokasi dan konsultasi untuk peningkatan nilai tambah yang akan meningkatkan daya saing mereka, telah pula berdiri Denpasar Design Center (DDC). -ard

Stan pengrajin kota Denpasar di pameran Ipex Bandung


22

Dekranasda Kota Denpasar di JFFF

Persembahkan Ragam Karya Wastra Bali

S E L E B R I TA S

2 - 8 JUNI 2014

2 - 8 JUNI 2014

Ayu Laksmi

Endek adalah, kain te­ nun Bali kaya warna dan motif. Seni ke­rajinan tangan yang khas ini pula yang ditampilkan sebagai material khusus seluruh desainer Kota Denpasar pada rancan­ gannya dalam fashion show yang digelar dalam Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014 di Jakarta.

Imajinasi tanpa Batas

Setelah sukses dengan album “Svara Semesta”, kini Ayu Laksmi kembali disibukkan dengan proses penggarap­ an album musikal “Svara Semesta 2”. Album ini bakal menjadi karyanya yang otentik, de­ngan ciri dan ke­ unikan seorang Ayu Laksmi, melalui ke­sadaran batin dan pikiran, tetap secara sederhana dan rendah hati berbicara tentang cinta kasih, yang senantiasa menjadi kemuliaan dalam semesta kehidupan.

P

rogram persemba­ han karya wastra Bali ini dilaksanakan pemerin­t ah Kota Denpasar bersama Dekranas­ da Kota Denpasar atas prakarsa Wali Kota Denpasar IB Rai Dhar­ mawijaya Mantra, dengan meng­ hadirkan sembilan desainer dan pengrajin UKM. Dengan harapan, hasil dari kegiatan di JFFF tersebut jelas dirasakan oleh para desainer juga para pengrajin. Koleksi dalam pagelaran ber­ tajuk “Fabulosity Heritage of Wastra” ini memamerkan delapan hingga sepuluh busana dari setiap desainer. Berikut nama desainer beserta tema koleksinya. Tude Togog – Purity; Rhea Cempaka – Reincarnation; Sri Sri Embroidery – Chic Simple; Lusi Damai – Ba­ linesia; Anyar by Swandewi – Etnic Gypsy; Artha Dharma- Chic & Simple; Katrin Suthajaya – Treasure Beauty of Tenun Bali; AAA Mayun Tenaya – Glourius Beauity; Devinta Tito – Lelaku Jiwa. Bicara endek, selama ini di Kota Denpasar khususnya di lingkup pemerintah kota, sudah menjadi salah satu uniform wajib. Bahkan sebagai bentuk keberpihakkan pemerintah pada pengrajin, Rai Mantra pun membebaskan setiap SKPD untuk menentukan endek yang akan dikenakan, sehingga pemesanan endek tidak dilakukan hanya di satu pengrajin namun bisa lebih tersebar di banyak pengrajin di seluruh Bali. Yang menarik lainnya, Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra hampir setiap hari mengenakan endek. Bahkan tidak ketinggalan setiap kesempatan ia selalu mem­ promosikan endek kepada teman dan koleganya, terutama yang ada di luar Bali. Berikutnya Ida Ayu Selly D. Mantra, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, menerangkan mereka telah menjalin kerjasama dengan

3

Wali Kota Denpasar IB. Rai Mantra, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, Ny. Antari Jayanegara, dan Ny. Rai Iswara bersama para desainer usai fashion show di JFFF

JFFF sejak tahun 2012. Berlanjut di tahun 2013, dengan respons menggembirakan. Begitu pun tahun ini, Dekranasda Denpasar kembali menggelar fashion show dan pam­ eran, menampilkan endek, kain tenun warisan leluhur, bernilai seni tinggi yang patut dilestarikan dan dikembangkan. Acara ini didukung Anggota Asosiasi, Bordir Endek dan Songket (Asbes) serta UKM Kota Denpasar, di Ballroom Harris Hotel, Kelapa Gading Jakarta . Kegiatan ini dilakukan, kata Selly D Mantra demi menunjuk­ kan eksis­tensi para pengrajin dan desainer Denpasar, serta me­ wujudkan harap­a n pemerintah Kota Denpasar untuk mening­ katkan ekonomi rakyat. Masih untuk promosi, Dekranasda Denpasar tidak tanggung-tang­ gung menggandeng perancang nasional Deden Iswanto, yang diberikan bahan endek untuk digunakan dalam rancangannya dan ditampilkan pada Awarding Nite JFFF. Melihat pagelaran yang ber­ temakan “Fabulosity Heritage of Wastra” ini, Selly D Mantra me­ nyatakan koleksi setiap desainer dalam acara persembahan ragam busana siap pakai kali ini sangat bagus. “Masing-masing desainer su­ dah memperlihatkan karakternya. Penampilan kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar pengge­ mar endek ini. Ia pun akan terus mendorong desainer berpacu men­ ingkatkan kreativitas, berinovasi ba­ gaimana mengolah endek menjadi sesuatu yang menarik. agar warisan

budaya ini, terus berkembang dan semakin diminati. Ditanya rencana untuk tahun depan, dikatakannya, ia berharap desainer dan pengrajin kota Den­ pasar dapat tampil di ajang yang lainnya lagi demi bisa menarik pangsa pasar yang berbeda. ENDEK TAMPIL LUAR BIASA Sementara itu, dalam acara press conference di Jakarta, I Made­ Saryawan, Kabag Ekonomi Kota Denpasar menyampaikan, pemerin­

tah Kota Denpasar selama ini berkomitmen untuk membangkit­ kan kembali kejayaan endek se­ kaligus mengembangkannya. Ketika promosi yang di­lakukan Pemerintah Kota Denpasar dampak­ nya terlihat nyata, diharapkan dapat menyebar ke seluruh Bali. Sebab endek adalah warisan budaya milik semua masyarakat Bali. Kalaupun akhirnya bisa membantu banyak orang di luar Denpasar, itu be­ rarti program yang dijalankan bermanfaat. Namun, kata Saryawan ada yang tak bisa dihindari yakni fenomena terkini, banyaknya kain tenun yang datang dari luar dan membanjiri Bali. Me­ lihat hal ini, alangkah indahnya jika kabupaten lainnya dengan kekhasannya masing-masing juga bersama-sama melakukan peles­ tarian dan pengembangan untuk mengantisipasi masuknya kain tenun ikat luar daerah tersebut.

Sehingga bisa bersama-sama pula meningkatkan peran industri kecil yang ada di seluruh Bali. Sedangkan IB Rahoela, Ka­ bag Humas Kota Denpasar, pada kesem­patan yang sama, menam­ bahkan bahwa secara historis endek sudah dikenal sejak dahulu di Bali. Dari sisi ekonomis, sangat strategis dikembangkan, mengingat Bali didominasi sektor pariwisata. Namun, sebagian masyarakat Bali tidak tertampung di dalamnya. Dikatakannya, Wali Kota Den­ pasar memahami kondisi ini dan

berinisiatif menutupi kebocoran ekonomi yang terjadi, dengan upaya menggerakkan industri kecil ber­ basis budaya. “Sebab, wisatawan datang ke Bali menikmati budaya­ nya. Endek, adalah salah satu bagian budaya yang diangkat kembali, untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi sekaligus dapat mem­ buka lapangan kerja baru,” papar ­Rahoela. Salah seorang anggota Asbes, Rhea Cempaka mengatakan sangat merasakan manfaat dari kesertaan­ nya di acara JFFF. Selain efek pro­ mosi akibat diliput banyak media, ia juga memperoleh lebih banyak pelanggan baru yang tertarik den­ gan endek. Sementara dari sisi penonton, ada Bulantrisna Djelantik, dokter spesialis THT dan seorang penari legong senior ini turut mengapre­ siasi. Ia mengaku salut atas gagasan yang dilakukan oleh Wali Kota Den­ pasar. “Tepat sekali seperti yang

dikatakan oleh Bapak Rai Mantra, kita jangan hanya sibuk di urusan produksi saja, tapi bagaimana me­ mikirkan menggalakkan pe­makaian endek, untuk masuk di segala ke­ giatan,” katanya. Bulantrisna sangat senang endek bisa mengindonesia. “Saya lihat ide-idenya menarik, begitu juga kreativitasnya. Ada banyak ragam busana yang ditampilkan, mulai dari busana kasual untuk santai, busana kerja hingga pakaian malam yang glamor semua sudah lengkap,” lajut pemilik Bengkel Tari legong di Jakarta ini. Karin Sukarya, istri seorang fotografer yang juga pengoleksi songket Jembrana ini pun men­ gungkapkan kekagumannya, se­ bab ia mengetahui langsung pros­ es jadinya selembar kain endek. Kalau selama ini ia lebih mengenal endek banyak digunakan sebagai kain atau kamen untuk ke pura, namun persembahan Dekranasda Kota Denpasar memberi warna lain. “Begitu dikombinasi dengan bordir, apalagi saat di desain men­ jadi busana pesta, endek tampil sangat luar biasa,” ujar Karin sambil sedikit menyayangkan dari semua yang diperagakan itu hanya untuk wanita. Ia berharap ada kemeja laki-laki yang dibuat trendi dari endek. Karin juga berharap akan semakin banyak yang menggunakan endek. Mungkin akan menarik jika pramu­ gari Garuda menggunakan endek,” katanya lagi sembari tersenyum. Pagelaran Dekranasda di JFFF ini juga mendapat sambutan baik dari Mardiana Ika, Chief Designer di Ika Butoni dan Designer for Coordinates di L’Estelle D’Ore, yang juga menjadi penerima Pen­ ganugrahan Fashion Icon Award pada JFFF 2014 ini. “Sangat bangga rasanya banyak kehadiran temanteman dari Bali mendukung acara ini. Juga, tampilnya pakar kain tradisional yang mempresentasi­ kan bukan hanya kain, tetapi juga dalam bentuk baju jadi. Yang hadir, para ibu tampil anggun dengan kain mereka yang warna-warni. Bangga rasanya menjadi bagian dari even ini,” ujarnya. -ard

foto:Carl Sieswono Purwanto, Hambur Germany

K

eberadaan Ayu Laksmi

dengan “Svara Se­ mesta” memang tidak perlu diragukan lagi. Wajah eksotik, karakter suara khas, kemampuan berinteraksi se­ cara natural, gerak tubuh teatrikal, keberanian serta kemampuannya mengolah langgam tradisi dan modern secara inovatif, mengantar­ kannya pada sebuah identitas. Ia mampu menjadi magnet dengan ciri khas yang kental. Maka, sejak ter­ bentuk di penghujung tahun 2010 hingga kini gaung “Svara Semesta” terasa dan terbukti berhasil sebagai salah satu kekuatan world music. “Semesta memberikan segala­ nya,” kata lady rocker di era 1980-an ini saat ditemui Tokoh di tengah kes­ ibukannya rekaman Live Theatrical Music Performance “Svara Semesta” oleh Ayu Laksmi dan “Svara Se­ mesta”, untuk program Idenesia-nya Metro TV beberapa waktu lalu. Ayu Laksmi memang tak pernah menolak diajak berbincang mau­ pun berbagi. Baginya, ini sebagian langkahnya menjaga daya hidup, humanismenya sebagai manusia serta bagian peradaban dunia. Daya hidup tersaji dalam gerak

dan dinamikanya. Baginya, inspirasi terbesar karya musikalnya dari berbagai peristiwa yang ditangkap secara sadar dan rendah hati. Sebab itulah, ia berusaha menerjemahkan apa saja yang tersaji kepadanya se­ cara jujur melalui olah rasa yang ma­ tang. Kemudian, mengembalikan­nya kepada semesta. Selama ini, seniman multitalenta kelahiran Singaraja, 25 November ini, dikenal lebih memilih kembali ke bumi, menukik menggali keari­ fan lokal yang dikandung tanah leluhurnya. Kearifan lokal pula yang kemudian menjadi roh setiap karyanya. Ayu Laksmi secara sadar pula mengelola untuk membuka ruang bagi pesan cinta kasih kepada sesama manusia juga semesta, dan Sang Pencipta. Kekidung pun sebagai salah satu warisan leluhur, menjadi pilihan­ nya sebagai bentuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada semesta melalui musik sebagai wahana kon­ templasi diri. Bagi alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana ini lagu maupun musik merupakan sebuah persembahan dan bentuk pengagungan, maka proses pen­ ciptaan pun menuntut totalitas.

Melalui tembang-tembang­ nya ia berhasil memindahkan nilai-nilai spiritualitas untuk di­ kumandangkan penuh totalitas di panggung seni pertunjukkan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan Ayu Laksmi sudah berkali-kali membawa Indonesia ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Jerman, dan Swedia, da­ lam rangka memenuhi undangan pentas festival maupun rangkaian acara kenegaraan Yang menarik juga, lagu-lagunya mendapat sentuhan genre baru dan disebutnya dengan ‘world music’. “Ketika agama, suku bangsa, baha­ sa, maupun berbagai keberagaman masih menimbulkan pergesek­an, maka suaralah yang akan menyatu­ kannya,” ujar Ayu yang suka tampil klasik dengan kebaya dan kain ini, sambil menambahkan karena itu penyajian karyanya hadir da­ lam bahasa Sanskerta, Kawi, Bali, Indonesia hingga Bahasa Inggris. Maka, pada setiap pertunjukan­ nya, penonton yang menyaksikan­ nya cukup beragam, mulai dari kalang­an anak muda sampai kaum budayawan. SATUKAN KEBERAGAMAN LEWAT SUARA Dalam tiap kerja seninya, Ayu Laksmi tercatat sebagai seniwati yang pernah tidak takut menabrak barisan aturan yang berlaku, guna menyampaikan kisah dalam musik dan lagunya. Kemudian, dituangkan­ nya dengan kejujuran, kesederha­ naan, dan penjelajahan tanpa batas. Maka oleh para senior, Ayu Laksmi disebut dapat mewakili imajinasi dan khayalan manusia yang memang tanpa batas. Istimewanya bukan hanya “Svara Semesta” saja yang akan mengawal dirinya di berbagai pertunjukan

itu. Beberapa maestro musik juga seringkali menyertainya, seperti I Made Subandi, I Ketut Lanus, Su­ tendri Yusuf, dan Saat Borneo (Mochammad Saat Syah), termasuk si magic finger, Balawan. Seperti yang telah dipresentasi­ kan dalam “Svara Semesta”, berupa simbol yang memberi motivasi dan menggugah kesadaran akan perbe­ daan. Kesadaran desa, kala, patra, kesadaran untuk mempersatukan anak-anak semesta, melalui spiri­ tualisme. “Svara Semesta” merupakan komunitas kreatif yang mengisi dinamika berkesenian di Bali. Mer­ eka, adalah seniman dari berbagai penjuru Nusantara yang kompeten di bidangnya. Ayu Laksmi, seba­ gai sosok mulltikultural mampu mengikat mereka dengan ber­ bagai perbedaan dan keberagaman tersebut. Dengan pengalamannya, pan­ taslah jika mereka selalu menyajikan pertunjukan perpaduan berbagai bentuk kesenian yang segar, dalam dan dengan dinamika yang terjaga. Apa yang dipresentasikan Ayu Laksmi dan Svara Semesta tidak hanya sekadar musik, tapi pertunju­ kan perpaduan unsur musikal dalam wilayah teatrikal, sastra, hingga tari dalam komposisi gerak dan bunyi. Pada akhirnya, suaralah yang akan mempersatukan. “Suara tak terkekang bahasa, sehingga bisa diterima seluruh lapisan dengan berbagai latar belakang budaya, suku bangsa, warna kulit, dan ba­ hasa yang berbeda,” ungkap Ayu

Laksmi yang banyak bernyanyi untuk kegiatan sosial ini. Sudah terbukti pula dengan suara dan tembangnya juga sosok Ayu Laksmi semakin diperhitung­ kan bukan hanya dalam pergaulan kreatif world music di Indonesia juga di even berskala internasional. Bah­ kan, ia disebut-sebut sebagai Diva World Music Indonesia. Ia sukses meramu idiom musik dari seluruh budaya Nusantara. Begitulah, dalam setiap karya originalnya, secara tak langsung, Ayu Laksmi menegaskan pilihan dan sikap hidupnya. Ia menciptakan komposisi yang sungguh mencer­ minkan kebhinnekaan pada dirinya, yang diramu secara sederhana. Demikian pula dengan pilihan dan sentuhan yang diberikan dalam komposisi musiknya,banyak ber­ bicara tentang keragaman. Ayu Laksmi melahirkan lagu dalam nu­ ansa Hindu, Islam, Buddha, Kristen, juga dalam kesederhanaan pada kedalaman makna. Kesederhanaan itu pula yang sangat terasa di setiap kehadiran­ nya. Baik sosoknya, lirik lagunya hingga musikalitas atau kekuatan bunyi yang mengiringinya. “Hidup ini mengagumkan. Kita tidak per­ nah tahu apa yang akan diberikan semesta kepada kita. Saya hanya ingin menjalaninya dengan seder­ hana dan bahagia ditengah doa ibu dan saudara-saudara saya,” ucapnya lagi–lagi sangat sederhana sambil mempersiapkan diri untuk tampil di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta di (7/6) mendatang. –Sri Ardhini


4

INSPIRASI

2 - 8 JUNI 2014

Syahrini

Duet Romantis dengan Maruli T

lewat penampilannya dalam film ‘The Maling Kuburans’ (2009) dan ‘Baik-Baik Sayang’ (2011), apa yang diraihnya selama ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan dan selalu berpikir positif. Tapi Sabtu pekan lalu terjadi hal menarik, Syahrini mendeklarasikan Maruli Ario Tampubolon sebagai pasangan duetnya. Inilah pertama kali Syahrini sejak pisah dari Anang beberapa tahun lalu, kembali melangkah ke panggung duet. Lewat lagu ‘Cinta Sendirian’, pasangan ini tampak mesra di panggung. Bahkan Maruli sempat mencium kening Syahrini. “Ini memang lagu romantis jadi tampilnya pun romantis. Dia sayang sama aku sebagai sahabat,” kata Syahrini ketika ditanya soal kecupan Maruli. Menurutnya, ia sudah lama kenal Maruli, yang juga anak pengacara kondang Felix Tampubolon, sehingga yang namanya chemistry sudah terbangun sejak lama. Lagi pula, tambahnya, apa yang dilakukan Maruli adalah sebuah ekspresi yang terhanyut oleh lagu yang dibawakan. “Itu adalah interpretasi dari lagu itu, chemistry-nya memang romantis,” katanya di Bapindo Plaza, Jakarta Pusat. Gara-gara kemesraannya dengan pasangan duet barunya itu, orang jadi menduga-duga akankah kedekataan keduanya jadi berlanjut lebih serius? Apalagi, Syahrini dalam banyak kesempatan ketika ditanya tentang pasangan hidup, begitu mengharap segera dapat jodoh. Syahrini yang Agustus mendatang berusia 34 tahun, memang masih melajang. Ia mengaku telah memiliki teman dekat, namun menolak menjelaskan lebih lanjut. Sepertinya dia trauma dengan kasus sebelumnya ketika ia mengungkap tentang kekasihnya, Bubu, seorang pangeran dari Malaysia. Banyak suara sinis ketika itu, sampai akhrinya

hubungan Syahrini dengan Bubu pun kandas. “Aku nggak mau diekspose ke publik takut dia enggak nyaman. Minta doanya aja ya,” ucap pemilik jambul katulistiwa itu sembari senyum. “Cita-cita semua perempuan, wanita yang sudah matang seperti aku, ibadah terakhir adalah menikah. Aku doa ingin menikah, tolong dibantu doa ya,” kata si Cetar Membahana ini.. Diakuinya, ada pria yang sedang dekat dengannya. “Niatnya baik, bukan sekadar pacaran tapi menikah. Mudah-mudahan, semoga didengar Allah. Bagi aku, sempurnanya seorang perempuan kalau ia sudah menikah dan mempunyai anak. Karena sesukses apapun perempuan, tetap saja kodratnya adalah mengurus suami, anak,” paparnya panjang lebar. Meski begitu, ungkapnya, semua tergantung pada Sang Ibu, ridho ibunya. Jika ibunya merestui, baru dia berani melangkah lebih jauh. Sebaliknya, dia akan ‘berhenti’ jika ibunya tidak merestui. “Aku ini setia pada takdir Allah. Tetap dengan ketentuan dan aturan main dalam agama aku. Kalau Allah ridho, berarti mama ridho. Jadi ridhonya Allah ridhonya mama. Kalau mama belum ridho, ya belum dulu. Akan indah pada waktunya. Santai saja. Jadi aku tidak pernah risau dengan kesendirian aku atau belum dapat jodoh. Karena aku percaya, Allah akan menurunkannya pada waktu yang tepat,” katanya. TAK INGIN HIDUP MONOTON Karier bermusik Syahrini di genre pop dimulai tahun 2007, sebelumnya ia adalah penyanyi dangdut. Mungkin Syahrini sebagai penyanyi dangdut tidak banyak yang tahu, karena memang ketika itu ia hanya penyanyi dangdut biasa dan masih bersifat local, Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. Bersama adiknya Rani, yang kini menjadi manajernya, mereka membentuk duet bernama ‘Duo Geulis’. Karena kurang sukses di panggung dangdut, akhirnya Syahrini beralih ke music pop. Penampilan perdananya saat mengisi sound track film ‘Coklat Stroberi’ tahun 2007. Lagu tersebut sukses diterima penikmat music Tanah Air. Setahun kemudian, barulah dia meluncurkan album pop perdananya, ‘My Lovely’ yang isinya lagu-lagu ciptaan sejumlah musisi top, seperti Dewiq, Yovie Widianto, Saras Dewi, dan Pia Utopia.

MANDALIKA

Susu Kuda “Liar” Sekolahkan Anak Peternak S

Dulu sebagian orang mengira setelah ditinggal Anang Hermansyah, karier panggung Syahrini bakal meredup. Pasalnya memang, nama Syahrini mulai dikenal luas di belantika hiburan Tanah Air setelah berduet dengan mantan suami Krisdayanti itu. Lagu duet, ‘Jangan Memilih Aku’ benar-benar membuat namanya melambung, apalagi kemudian hampir setiap hari wajah pasangan ini wara-wiri di media televisi mulai dari urusan pekerjaan ­mereka hingga isu keduanya sedang ‘PDKT’ untuk hubungan lebih serius. ak dinyana keharmonisan sejak 2009 itu, akhirnya bubar dengan menyisakan persoalan yang tidak mengenakkan bagi keduanya pada 2010. Syahrini pun sendiri lagi dalam meniti kariernya. Keputusannya bersolo karier justru membuatnya makin sukses. Kali ini sukses berkat usaha dan kreativitasnya sendiri. Dibantu oleh tim kreatif yang solid, wanita kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1 Agustus 1980 ini, berhasil bertahan di industri hiburan tanah air, khususnya belantika musik. Sejumlah lagunya menjadi hits, dan ia pun menuai berbagai penghargaan, di antaranya, empat tahun berturut-turut 2011 hingga 2014 berhasil menyabet penghargaan kategori ‘Penyanyi Solo Paling Ngetop’ SCTV Awards. Di luar prestasinya di dunia musik, dia pun menjadi trendsetter mulai dari urusan musik, fashion, make up, hingga ucapan-ucapannya yang unik. Apa yang dibuat Syahrini, baik yang direncanakan maupun bersifat spontan, kerap menjadi topik bahkan ditiru. Kebetulan juga wanita yang bernama asli Rini Fatima Jaelani ini tergolong ramah pada pers. Itu sebabnya namanya selalu ‘mengudara’. Menurut Syahrini yang juga sempat menjajal dunia acting

2 - 8 JUNI 2014

Foto: kapanlagi.com

S y a h r i n i Sinar terang dalam karier Syahrini saat bertemu Anang Hermansyah dalam sebuah acara di stasiun televise, yang berujung pada kesepakatan duet. Lewat lagu ‘Jangan Memilih Aku’ yang dinyanyikannya bersama Anang, membuat namanya berkibar. Ia pun makin eksis ketika membawakan tembang ‘Aku Tak Biasa’ yang dipopulerkan oleh alm Alda Risma dan tembang ‘controversial’, ‘Kau Yang Memilih Aku’ sebuah lagu bernada kekecewaan yang diluncurkan tak lama setelah gonjang-ganjing perpisahannya dengan Anang. Lima tahun berkarier di dunia hiburan, tutur Syahrini, dirasakannya penuh warna. Bisa bertahan di blantika hiburan yang penuh persaingan adalah sebuah prestasi tersendiri. Banyak yang suka tapi tidak sedikit yang mencibir, menurutnya, itu adalah sebuah risiko. “Sejak memutuskan berkarier di dunia hiburan, aku sudah siap mental. Kalau ada yang komentar nggak bagus, aku nggak apa-apa. Bagi aku, itu adalah dinamika industry hiburan Tanah Air, kan, nggak mungkin semuanya baik. Jadi aku harus siap untuk hal yang seperti ini,” kata Syahrini yang mengangkat kembali lagu ‘Sandiwara Cinta’ yang dipopulerkan oleh alm. Nike Ardilla. Syahrini bukan hanya bersuara emas, tapi sebagai entertainer dia juga cerdas ‘mengemas’ dirinya. Ide-ide kreatifnya, entah di atas panggung maupun di luar panggung, kerap menjadi ‘hits’ alias jadi bahan pembicaraan masyarakat, bahkan ditiru pula. Mulai dari dandanan, gaya, pakaian, hingga ucapan-ucapan unik yang spontan keluar dari mulutnya. Tak heran ia dijuluki sebagai artis penuh sensasi. “Aku sih alhamdulilah aja kalau

dibilang banyak yang meniru. Aku malah suka bingung ya, kalau sering ditanya, ini gaya apa sekarang… hahah…bagaimana jawabnya. Jadi aku bilang aja, ini ‘sesuatu’…lalu jadi ramai dengan perkataan ‘sesuatu’. Padahal itu karena bingung mau ngomong apa, karena selalu ditanya gaya apa,” ujar Syahrini yang sedang menggemari style ‘wet look’ untuk rambutnya, sambil tertawa. Syahrini yang tadinya sederhana telah berubah menjadi artis gemerlap. Ia telah sukses membangun image sebagai artis glamour. Ditambah lagi dengan hobinya yang berburu barang-barang bermerek hingga ke luar negeri. Malah baru-baru ini dia membentuk klub mobil sport mewah, Privilege Club Indonesia (PCI) yang anggotanya para wanita sukses, dan dia didaulat sebagai ketuanya. “Aku ingin hidupku penuh warna, tidak monoton hanya menyanyi melulu. Aku suka otomotif, main golf, jadi itu aku lakukan. Yang penting hatiku happy,” ujar Syahrini yang segera melauncing sebuah album baru. Di luar itu, ia juga kini disibukkan dengan bisnis barunya, yakni sebuah usaha karaoke. Untuk bisnis yang satu ini, Syahrini menolak jika disebut ikut-ikutan artis lain. Sebagaimana diketahui, sejumlah penyanyi papan atas telah lebih dulu memiliki bisnis karaoke, sebut saja Inul Daratista, Ruth Sahanaya, Maia Estianty, Ahmad Dhani, dll. “Aku nggak ikut-ikutan tapi bisnis ini telah digagas sejak lama. Ini adalah impian aku dan adik aku sejak dulu, hanya baru sekarang terwujud,” ujarnya. Dengan makin banyak hal yang dihandlenya, Syahrini mengaku hidupnya menjadi makin penuh warna. –Diana Runtu

elain dikenal sebagai penghasil madu, Pulau Sumbawa juga memiliki kuliner lain yang juga banyak dicari yaitu susu kuda –biasa disebut susu kuda liar. Penghasil susu kuda liar di pulau ini terdapat di Desa Saneo Dompu, Tolonggeru Donggo dan Wera Bima, juga di Tepal Sumbawa dan beberapa tempat lain di gugusan pegunungan pulau Sumbawa. Susu kuda liar sangat dikenal bahkan telah menjadi “mitos” untuk vitalitas, terutama bagi kaum laki-laki. Desa Saneo salah satunya, dengan penduduknya yang ramah dan bersahaja, berada di bagian Utara Kota Dompu. Desa ini menjadi salah satu penghasil susu kuda liar yang disebut-sebut berkualitas baik. Para peternak kuda di Saneo telah membentuk sebuah kelompok yang disebut Kelompok Hidup Bersama. “Masyarakat di sini mampu menyekolahkan anak-anak mereka dari hasil usaha susu kuda dan madu,” ujar Arifin, ketua kelompok tersebut. Giatnya masyarakat Saneo terutama kelompok ini dalam usaha susu kuda liar yang telah berlangsung puluhan tahun, membuat Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian RI, memberikan penghargaan bagi kelompok ini berupa Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2009, bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian kategori Pelaku Usaha Penerapan Jaminan Mutu Peternakan, yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono, di Istana Wakil Presiden Jakarta. Sebelumnya, kuda-kuda di kampung ini tidak disadari memiliki potensi ekonomi lebih bagi masyarakat. Kuda-kuda mereka hanya dipergunakan untuk membantu warga mengangkut kayu dan hasil bumi serta dipakai sebagai alat transportasi ke ladang-ladang di sekitar perbukitan Saneo. Setelah disadari bahwa susu kuda bernilai ekonomis. Maka para peternak mulai menjual susu kuda tersebut, namun pemasarannya masih dilakukan sendiri-sendiri sehingga harganya tidak tetap. Hal ini membuat para peternak berpikir untuk kemudian bergabung dalam satu kelompok agar bisa melakukan pemasaran bersama-sama. Hal ini dilakukan karena, suatu kali, cerita Arifin dan peternak lain di Saneo, saat mereka menjual susu kuda tersebut, ternyata kemudian diperbanyak dengan cara dipalsukan oleh pihak lain. Bagi para peternak, hal ini tidaklah membuat usaha mereka bisa berkembang dengan baik. Hingga suatu hari, tepatnya di tahun 2004, seorang peneliti dari Departemen Pertanian RI, bernama Diana Hermawati, datang ke Saneo untuk meneliti khasiat yang terkandung dalam susu kuda liar. Atas prakarsa peneliti ini, pada tahun 2005 kelompok peternak kuda liar “Hidup Bersama” ini pun terbentuk, sekaligus untuk menghindari pemalsuan susu kuda liar. 11 ANTIBAKTERI Dari hasil penelitian terhadap susu kuda liar ini, kata Diana yang dihubungi via ponsel beberapa waktu lalu, terdapat bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. “Susu kuda sangat baik karena mengandung 11 antibakteri yang bisa membunuh berbagai bakteri penyebab penyakit antara lain, Typus, TBC-penyakit paru, asma dan

berlangsung secara turun-temurun. Sejauh ini, para peternak mengaku tidak kesulitan menemukan ternakternak peliharaannya ketika dicari dan tetap dalam kondisi aman, kata Arifin dan peternak lain.

Susu kuda liar

penyakit saluran pernafasan lainnya,” ujarnya. Dari 2000 sampel susu kuda di Saneo yang diambil dari individu ternak yang diidentifikasi mengandung antimikroba yang sangat kuat,” ujarnya. Antimikroba dalam susu kuda dapat menekan laju perkembangan sel kanker, lanjutnya. Juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan vitalitas. Susu kuda biasanya disebut dengan susu kuda liar. Tidak berbeda memang. Hanya penyebutan “liar” pada susu kuda memberikan arti yang semakin menguatkan khasiatnya. Padahal, disebut susu kuda liar karena kuda-kuda jinak tersebut kesehariannya memang dibiarkan liar di perbukitan terdekat dengan perkampungan warga. Namun, ketika masa pemerahan susu, kuda-kuda biasanya dibawa kembali ke kandangnya masingmasing. Kelebihan susu yang dihasilkan dari kuda-kuda di Saneo adalah dibiarkan atau dilepas liar pada lahan organik seluas lebih-kurang 100 hektare di perbukitan dekat Saneo. Lahan seluas ini telah diteliti dan dijaga kealamiannya sejak beberapa tahun lalu. Kuda-kuda ini dilepas pada kawasan tersebut tanpa diikat dan tidak boleh disuntik dengan jenis obat apa pun. Bahkan lokasi pelepasan kuda-kuda di kawasan ini, terus dijaga karena harus bebas dari residu logam berat seperti pestisida dan lainnya sehingga tanaman sebagai makanan kuda tumbuh sebagai bahan makanan organik bagi kuda. Kawasan pelepasan kuda juga jauh dari permukiman penduduk dan polusi. Bahkan jika kuda sakit tidak boleh diobati dengan obatobatan yang mengandung bahan kimia. “Sejauh ini, para peternak masih terus mempertahankan hal ini,” kata Arifin. Di Pulau Sumbawa, ternak-ternak seperti sapi dan kuda tidak dipelihara khusus dalam kandangkandang oleh peternaknya, melainkan dilepas di perbukitan. Cara beternak seperti ini di Bima dan Dompu dikenal dengan nama so dan di Sumbawa disebut lar. Berbeda den-

gan di Lombok yang pemeliharaan ternaknya dilakukan di kandang-kandang khusus. Ada juga yang beternak dengan cara merawat bersama-sama dalam satu lokasi kandang bersama. Cara beternak seperti ini di Lombok dikenal dengan nama Kandang Kumpul, terutama untuk sapi. Maka tidak heran, ketika melewati jalan sepanjang Pulau Sumbawa dari Poto Tano hingga Sape, dapat dijumpai sekumpulan ternak-ternak seperti sapi dan kuda yang sepertinya “hidup liar” tanpa pengawasan pemiliknya. Demikian juga dengan kuda-kuda di Saneo yang susunya sengaja diproduksi khusus untuk dikonsumsi. Kebiasaan melepas kuda secara liar di Pulau Sumbawa sudah

MENYUSUI ANAKNYA DUA BULAN Kuda-kuda yang bisa dimanfaatkan susunya memang dipelihara secara liar di alam bebas ketika mulai berusia enam bulan untuk dibiarkan kawin secara alami. Berbulan-bulan kuda-kuda ini hidup liar di alam, tanpa dipelihara oleh pemiliknya. Kuda makan apa saja yang ada di alam. Pemiliknya hanya sesekali datang untuk melihat ternak-ternak ini. Para peternak masing-masing telah mengenal dengan baik ternak-ternak mereka sehingga sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah terjadi keributan soal ternak yang tertukar. Hebatnya lagi, kuda-kuda ini sangat mengenal pemiliknya. Begitu para pemiliknya datang ke perbukitan dan memanggil dengan cara masingmasing, maka kuda-kuda ini datang berkumpul dengan jinaknya. Bahkan pada saat-saat tertentu, kuda-kuda ini bisa pulang ke kandang dengan sendirinya. Pada saat-saat tertentu, para pemilik ternak ini, memeriksa kondisi kuda-kudanya. Jika diketahui ada yang bunting, maka akan terus dipantau namun tetap dibiarkan liar hingga beranak di alam bebas. Setelah kuda beranak, maka diberikan

21 kesempatan untuk menyusui anakanaknya selama dua bulan. “Susu kuda tidak langsung diperah setelah beranak, melainkan dua bulan setelah menyusui anaknya,” kata Arifin. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada si anak kuda agar bisa menyusu pada induknya. Tentu saja agar anak kuda dapat berkembang dengan baik dan sehat. Setelah masa menyusui anak kuda selama dua bulan, barulah susu diperah untuk dikonsumsi hingga enam bulan ke depan sebelum kuda-kuda betina ini bunting lagi. Selama masa pemerahan susu, kuda masih dibiarkan liar di alam bersama anaknya. Para peternak hanya akan memerah susu kuda ketika ada permintaan pasar. Saat hendak diperah, kuda-kuda ini dibawa ke kandang bersama anaknya. Sebelum susu diperah, induk kuda dipisah dengan anaknya selama satu sampai dua jam untuk membiarkan produksi susu kuda melimpah sebelum diperah. Dalam sekali pemerahan susu kuda yang dihasilkan sebanyak lebih kurang satu botol ukuran 625 ml. Setelah pemerahan dilakukan, maka induk kuda dibiarkan lagi selama tiga jam untuk memberikan kesempatan kepada anak kuda untuk menyusui. Demikian seterusnya hingga tiga kali pemerahan dalam sehari. “Dalam sehari, seekor kuda akan menghasilkan susu kuda sebanyak tiga botol,” katanya. Pada masa beranak yang kedua, biasanya produksi susu kuda menjadi semakin banyak, 4-5 botol dalam sehari. Setelah pemerahan dilakukan, susu kuda disaring kemudian dimasukkan dalam botol dan ditutup rapat. “Susu kuda dapat bertahan selama lima hingga enam bulan tanpa pengawet,” kata Arifin. Satu induk kuda dapat melahirkan hingga 10 kali dalam jangka waktu 10 tahun. Setelah usia kuda tua, biasanya akan dijual untuk dikonsumsi dagingnya. -Naniek I. Taufan


20

NINE

2 - 8 JUNI 2014

Manjareal

Buat Seharian, Awet Dua Minggu Tidak banyak pembuat kue tradisional yang masih bisa bertahan hingga saat ini. Selain karena kue atau jajanan tradisional kalah populer dengan produk-produk camilan buatan pabrik, juga karena tidak banyak yang menguasai dengan baik cara dan campuran bahan yang pas dari jajanan tradisional itu. Satu dari tidak banyak perempuan pembuat jajanan khas itu yang masih bertahan memproduksi kue tradisional khas Sumbawa, adalah Nurlaela yang tinggal di tengah Kota Sumbawa Besar. Bagusnya, di Sumbawa pembuat manjareal masih terbilang produktif.

Manjareal

D

engan pengalaman dan keahliannya itu, ia bisa mempertahankan rasa dan kekhasan penganan olahan dari kacang tanah ini. Meski banyak penganan dari olahan kacang tanah, tdak banyak yang memiliki ciri yang khusus. Olahan unik kacang tanah ini bisa dijumpai di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diberi nama Manjareal. Manjareal bukan kue biasa. Ia lahir tidak sekadar sebagai percampuran satu bahan dengan bahan lainnya yang bisa divariasikan menjadi berbagai bentuk penganan, melainkan kue khas ini memiliki ikatan tradisi dengan masyarakat Suku Samawa sebagai pemiliknya. Manjareal merupakan kue khas suku Samawa yang tinggal di Sumbawa dan Sumbawa Barat, NTB. Kue ini memiliki keunikan baik dari sisi rasa, bentuk, cara membuat dan keberadaannya yang menjadi salah satu identitas budaya Tau Samawa (orang Sumbawa). Dengan bentuk setangkai bunga dengan tiga kelopaknya yang medianya terbuat dari daun lontar, menjadi ciri khas penganan ini. Manjareal telah diproduksi turun temurun oleh masyarakat Sumbawa. Selain Nurlaela, salah seorang pembuat kue khas ini ini juga ada di

Desa Brang Bara Sumbawa yang memproduksi 2.000 buah manjareal tiap hari dari 4-5 kg kacang. Seperti juga Nurlaela, Jawariah masih terus menggeluti pembuatan manjareal ini, selain karena sudah terbiasa dan untuk menambah penghasilan keluarga, tidak lain bermaksud untuk melestarikan penganan khas warisan leluhur mereka. Selebihnya pembuat kue tradisional ini menyebar di beberapa tempat lainnya di Kabupaten Sumbawa. Mereka tidak memproduksi manjareal dalam jumlah yang banyak melainkan secukupnya, hanya tiga hingga lima kilogram sehari. Kecuali di beberapa tempat yang menjadi pemasok manjareal ke minimarketminimarket dan toko-toko setempat, bisa memproduksi hingga lebih dari sepuluh kilogram kacang tanah sehari. Tiap hari, produsen-produsen manjareal memasukan penganan khas Sumbawa ini ke minimarket-

minimarket dan toko-toko di seluruh Sumbawa dan Sumbawa Barat. Produksi harian manjareal oleh para ibu rumah tangga dan remaja putri di Brang Bara, dilakukan sembari menghabiskan waktu sambil bersosialisasi satu sama lain. “Biasanya dilakukan di bawah kolong-kolong rumah panggung yang menjadi salah satu ciri arsitektur khas Suku Samawa, yang sengaja difungsikan sebagai tempat berbagai beraktivitas sehari-hari,” ungkap Jawariah. Nurlaela mengatakan, pukul 06.00 ia telah mulai aktivitasnya ini tiap hari. Dimulai dengan merendam kacang selama satu jam di air mendidih. Kemudian kacang tanah tersebut ditiriskan dan dibuang kulit arinya dengan cara menggosok halus kacang tanah tersebut menggunakan parutan di atas nampan dan kembali direndam menggunakan air dingin. “Dengan cara ini, kulit arinya mudah terkelupas dan dengan sendirinya saat direndam air dingin, kulit arinya langsung memisahkan diri,” ujarnya. Setelah itu kacang tanah tersebut direbus selama empat jam hingga

Proses pembuatan manjareal

Nurlaela

benar-benar matang dan tanak hingga lunak. Lalu tiriskan dan kacang dicampur gula ditumbuk menggunakan lesung batu dan alu kayu khas Sumbawa, sampai tercampur rata dan halus. Gula yang dipakai haruslah gula yang benar-benar berwarna putih karena akan mempengaruhi penampilan manjareal. “Kalau gulanya hitam atau kuning, maka warna manjareal akan kelihatan abu-abu. Demikian pula kacang yang dipakai adalah kacang pilihan yang sudah disortir terlebih dahulu. Kacang yang rusak dan berwarna beda, dipisahkan sejak awal sebelum proses perendaman awal. Kacang yang dipakai adalah kacang lokal. Perbandingan bahannya, satu kilogram kacang tanah dicampur dengan satu setengah kilogram atau satu kilogram gula atau sesuai selera. Namun, campuran ini relatif standar. Usai ditumbuk dilanjutkan dengan memasaknya kembali di atas wajan selama setengah jam sambil terus diaduk. Proses ini dilakukan untuk membuat kacang dan gula tercampur baik dan saling mengikat satu sama lain. Ketika dimasak inilah, kelihatan adonan manjareal agak berair. Proses selanjutnya, untuk membuat airnya menyatu agar mudah dicetak ke dalam rumah manjareal yang terbuat dari daun lontar, dibutuhkan tenaga tambahan untuk mengulaknya pada sebuah cobek batu besar sedikit-demi sedikit. Proses memasaknya harus benar dan tepat karena jika salah memasaknya, kelebihan atau kurang waktu mema-

sak, maka ketika proses selanjutnya yakni mengulak, airnya tidak akan bisa hilang atau adonan tidak bisa kering. “Jika ini terjadi, adonan harus dimasak lagi,” ujar Nurlaela. Pengulakan harus dilakukan ketika adonan dalam keadaan panas. Jika adonan sudah dingin, air gula yang nampak tidak dapat bercampur baik dengan kacangnya. “Ini proses yang paling lama dan capek serta butuh tenaga ekstra,” ungkap Nurlaela. Bagaimana tidak, proses ini dilakukan berjam-jam karena kacang gula tersebut diulak sedikit demi sedikit, menekan, mengaduk dan menggilas, tidak bisa langsung banyak karena hasilnya tidak akan maksimal jika melebih ukurannya. Jika tidak diulek dicobek, rasanya akan lain. Setelah proses inilah mulai tampak warna putih manjareal asli. Adonan manjareal kemudian dicetak ke dalam rumah manjareal dengan cara rumah manjareal diletakan pada wadah lalu diisi dengan adonan kemudian ditekan-tekan hingga padat. Setelah itu, manjareal yang sudah menempati rumahnya dalam tiga kelopak bunga tersebut, digilas untuk meratakan sisi yang tampak. Di sinilah letak keunikan manjareal. Adonan manjareal hanya dipegang oleh lontar yang merupakan rumah manjareal pada sisi lingkaran kelopaknya saja. Sisi muka dan belakang dibiarkan terbuka, namun, manjareal dapat benar-benar bertahan dalam rumahnya. Proses terakhir adalah keesokan harinya dilakukan pengawetan alami, dengan menjemur manjareal selama 4 jam di bawah terik matahari. Dengan cara menjemur inilah, manjareal akan awet hingga dua minggu. Praktis proses pembuatan manjareal memakan waktu sehari penuh. Usaha yang digeluti Nurlaela ini memberikan tambahan penghasilan bari para ibu dan remaja putri di kampungnya itu. Dalam sehari Nurlaela yang memiliki 8 karyawan yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan para gadis di sekitar tempat tinggalnya, bisa menghasilkan setidaknya 4.000 manjareal dengan masing-masing tiga kelopak bunga dari daun lontar. Saat menjelang lebaran Idul Fitri, menurut Nurlaela, permintaan dan pemesanan manjareal bisa meningkat dua kali lipat. Kala itulah para ibu dan gadisgadis banyak berkumpul di rumahnya untuk bekerja membuat pesanan manjareal. -Naniek I. Taufan

2 Minute Miracle Gel

Hadiri acara perkenalan produk best seller selama 9 tahun di Amerika. Kini hadir di Indonesia, Two Minute Miracle Gel/ICE elements. Cukup 2 menit menjadikan kulit kenyal, kinclong dan kencang. Buktikan sendiri di acara demo produk : Hari : Selasa, 3 Juni 2014 Waktu : Pukul 16.40 Wita Tempat : Amour Boutique Jalan Gatot Subroto IV Blok 1 No. 6 Denpasar, Bali Produk aman ini sudah memiliki izin BPOM NE 511401012100 dan telah lulus uji iritasi. Undangan gratis dan untuk konfirmasi hubungi Telepon : (0361) 2088899 dan Hp 081 139 3341 Pin BB : 75028454

Produk 2 MM Gel yang praktis dan ekonomis dengan 7 kegunaan. Yakni, sebagai pembersihan (cleanser), pengangkatan sel kulit mati (exfoliator), penyegar (toner), pelembab kulit, pengecil pori-pori dan persiapan awal untuk pengondisian kulit. Diformulasikan dengan 3.1 Skin Complex Ocean Avenue, 2 Minute Miracle Gel memberikan kombinasi yang ideal terhadap tiga komposisi bahan utama yang terbukti dapat menghidupkan dan meremajakan kulit. Yakni, Antarcticine, mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit; Extrac Aloe, lidah buaya yang menutrisi kulit, dan Extrac KBGA (Klamath Blue Green Algae), yang memperbarui atau memulihkan kulit. Kegunaan 2 MM Gel yang tidak ada biji-bijian, tidak ada ampelas, tidak ada asam ataupun zat kimia yang bersifat keras, tidak ada pewarna atau pewangi artificial. Berguna untuk segala jenis kulit, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Dapat digunakan oleh pria dan wanita segala usia. “Pria dapat menggunakannya sebelum bercukur untuk melembutkan bulu dan persiapan kulit,” katanya. Produk ini juga dapat digunakan setiap hari pada wajah, leher, dada, tangan, siku dan area di mana kulit Anda membutuhkan revitalisasi atau peremajaan untuk mengoptimalkan fungsi dan hasil dari penggunaan produk perawatan kulit lainnya dan tidak menyebabkan sensitivitas terhadap matahari, kemerahan atau iritasi.

2 - 8 JUNI 2014

IB Purwasila

INSPIRASI

5

Hidup Tenang dengan Asuransi sana ia berpikir bahwa setiap orang mutlak memerlukan asuransi untuk bisa hidup nyaman dan tenang.

IB Purwasila

Siapa yang tak kenal dengan pria ini? Ia dikenal sebagai pemain Drama Klasik. Bahkan belakangan, wajahnya yang bersahaja kerap menghiasi layar kaca dalam film-film pendek (FTV). Gus Purwasila, demikian ia akrab disapa.

T

utur bahasa pria berkacamata ini begitu terjaga, sangat menarik. Tentu saja, karena menurutnya, tutur bahasa menunjukkan jati diri dan kualitas seseorang. Karena itu, tak jarang pula ia diminta menjadi MC dalam beberapa acara. Ditemui di kantor barunya yang megah, PRU Satwika, di Jalan Gunung Merapi 25 Denpasar, pemilik nama lengkap Ida Bagus Purwasila, S.E., M.M., RFPTM. ini mengisahkan perjalanan hidupnya. “Dari dulu saya bermimpi mempunyai kantor sendiri. Dan, sekarang semua itu terwujud,” ujarnya Instruktur Acting & Efective Communication John Robert Power ini. Untuk mencapai titik puncak kehidupan di zone tenang dan nyaman, tentu tak ada yang mudah. Namun, dengan tekad kuat dan fokus akan apa yang dijalaninya, semua itu bisa terwujud. Sebagai anak laki-laki tunggal dari delapan bersaudara, bebannya begitu berat, kekhawatiran selalu menghantui. Sebagai anak laki-laki satu-satunya, ia merasa bertanggung jawab akan keluarga besarnya. “Dulu, setiap ada keluarga yang sakit, dada saya langsung berdegup kencang, kepala cenut-cenut berpikir dimana bisa meminjam uang untuk biaya berobat. Bagaimana bisa hidup tenang jika terus seperti itu?,” ujarnya. Ia menguak pengalamannya 19 tahun silam ketika mengurusi tantenya yang sakit dan didiagnosa gagal ginjal. Tiap minggu harus cuci darah, otomatis pula tiap minggu

ia memutar otak untuk mencari pinjaman uang yang jumlahnya tak sedikit. “Dalam kondisi terpuruk seperti itu, yang paling bisa membantu saya adalah pinjaman dari kantor. Bahkan, dana besar yang saya pinjam itu, oleh Ibu Erlina Kang Adiguna tak usah dikembalikan. Begitu baiknya beliau kepada saya,

PENTINGNYA ASURANSI Dalam siklus kehidupan, yang namanya sakit dan kematian pasti akan terjadi. “Buatlah hidup kita tenang dan nyaman dengan membeli polis proteksi diri untuk sesuatu yang sudah pasti terjadi,” saran Practicer Neuro Linguistic Programming (NLP), konsultan yang mempelajari tentang pola pikir dan komunikasi ini. “Jika sudah memiliki polis asuransi, ketika sakit pun, kita bisa tenang beristirahat tanpa harus pusing memikirkan kemana harus mencari pinjaman uang, karena semuanya sudah ditanggung,” imbuhnya. Namun, tentu saja masyarakat harus jeli memilih produk asuransi agar benar-benar mampu mewadahi semua kebutuhannya. Karena, tak jarang pula masyarakat membeli sebuah produk asuransi karena merasa terpaksa, tidak enak dengan kawan, sehingga manfaat asuransi tidak dirasakan betul. Bahkan, tak sedikit pula masyarakat yang akhirnya kecewa karena iming-iming di awal masuk asuransi tak sesuai dengan kenyataan, yang akhirnya membuat nama asuransi buruk di mata masyarakat. “Karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan financial planner apa yang menjadi kebutuhan Anda,” ujar Gus Purwa, owner Agency Office PRU Satwika NG 1 ini. Dalam hal kesehatan ini, pemerintah pun dikatakannya sudah berpikir kesana dengan mengeluarkan BPJS. Di Indonesia, dari 243 juta penduduk baru 10% yang sudah berasuransi. Itu pun masih global dengan asuransi umum. Kalau asuransi jiwa mencakup kesehatan serta kecelakaan, masih di bawah itu. Artinya, masih ada lebih dari 90% masyarakat Indonesia yang belum berasuransi jiwa . Kelas ekonomi masyarakat menengah ke atas sekitar 40%. Bagi agen asuransi, pasarnya masih cukup besar untuk itu. “Bagi masyarakat yang mampu, jangan bebankan pemerintah. Biarlah BPJS dimanfaatkan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, ” ujarnya.

UBAH IMAGE ASURANSI Gus Purwasila sudah IB Purwasila bersama sang istri, Kendran masuk asuransi sejak tahun saya tidak akan pernah melupakan- 1990, namun belum paham betul nya,” ujar Gus Purwasila yang saat manfaatnya. “Karena waktu itu itu masih bekerja di Mama Leon. perusahaan (Mama Leon) yang Sampai akhirnya, nyawa tante- memasukkannya,” ungkapnya. nya tak tertolong lagi. Untungnya, Manfaat besar berasuransi dirasang tante memiliki asuransi. Dana sakannya betul ketika kematian jiwa yang keluar waktu itu Rp 1 tantenya. Dari pengalaman itu, juta. “Di tahun itu (1995), uang sedikit tidaknya, pikirannya mulai satu juta itu begitu besar. Sangat terbuka tentang asuransi. April terbantu sekali dengan dana itu, 2006, sang istri, drh. AA Sagung cukup untuk biaya upacara ngaben. Kendran, M.Kes., CFP yang lebih Namun, biaya saat sakitnya yang dulu bergabung di Prudential masih ngutang,” kisahnya. Dari mengajaknya jalan-jalan ke luar

IB Purwasila bersama istri, anak dan mertuanya saat berkesempatan jalan-jalan ke Roma

negeri atas prestasi gemilangnya di bisnis asuransi ini. Sebagai laki-laki, Gus Purwa merasa gengsi. Dalam hati ia bertekad suatu saat nanti ia harus berada di atas istrinya, ia juga bertekad akan mengajak istrinya jalan-jalan ke luar negeri. Ayah IB Ngurah Satwika Purwa (23) ini pun bergabung di Prudential Mei 2007. Dalam hitungan enam bulan, Gus Purwasila yang kompak dengan sang istri menjalani bisnis ini berhasil mencapai Star Club. Karena prestasi ini, Negara Moscow pun akhirnya sempat dikunjunginya. Dari sana ia berpikir, selain bisa membantu orang banyak, financialnya pun menjadi lebih baik. Ia pun memutuskan fokus menjalankan bisnis ini sekitar tahun 2008. Prestasi demi prestasi gemilang terus diraihnya. Beberapa negara pun dikunjunginya bersama patner hidupnya, Kendran dan putranya. Bahkan di tahun 2011, ia mampu mengajak istri, anak, dan mertuanya jalan-jalan ke Paris. “Saya bangga dan bahagia sekali bisa mengajak mereka ke LN,” cetusnya. Semua capaian itu, dikatakannya tak ada yang tak mungkin jika bergabung di Prudential. Dan, yang paling membahagiakan Gus Purwasila adalah, selain dapat membantu masyarakat untuk kesehatannya, juga bahagia melihat perekonomian orang-orang yang direkutnya kian meningkat. “Dulu seorang pedagang keripik yang saya ajak bergabung, sekarang ekonom-

inya sudah semakin bagus. Ada juga satpam yang sekarang sudah UM dan bisa memiliki rumah mewah bertingkat dan mobil. Di sini kebanggaan saya. Dan ke depannya, saya ingin lebih banyak lagi menciptakan orang-orang seperti itu,” ujarnya. Dan yang paling penting, ia ingin merubah image agen asuransi yang bukan pengemis, namun menjadi dewa penolong. “Memang awalnya terkesan mengemis. Namun, biar saja saya jadi pengemis hari ini untuk mereka, daripada mereka kelak akan jadi pengemis setelah mengalami musibah,” ucapnya bersahaja. Dari apa yang sudah dicapainya kini, Gus Purwasila mengaku bersyukur dan bangga memiliki pendamping seorang Kendran. “Tanpa dia, saya tidak ada apa-apanya. Dia selalu mengingatkan ketika saya lupa, menyalahkan ketika saya salah, mendorong ketika saya lemah tak berdaya. Dia selalu menjadi inspirasi saya,” ujarnya. Target ke depannya, Ketua Sanggar Teater Mini ini bertekad terus mencetak agen-agen asuransi yang siap menjadi dewa penolong masyarakat. Untuk itu pun, ia mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan ingin mengubah hidupnya, segera bergabung. Karena, ia rutin membuka peluang kerja, menyelenggarakan Fast Start GL tiap dua minggu . Dan, dalam waktu dekat ini akan dilangsungkan 3-6 Juni di PRU Satwika, Jalan Gunung Merapi No. 25 Denpasar. –ten

Kantor megah PRU Satwika di Jalan Gunung Merapi 25 Denpasar yang dibuka 14 Januari 2014, siap mengajak setiap orang yang ingin mengubah kehidupannya secara financial


6

life

story

Andai Waktu Berputar Kembali Kematian sia-sia akibat pembunuhan sudah bukan lagi merupakan berita mengejutkan. Namun, apa yang telah diperbuat SU (47) dua tahun lalu sempat menggegerkan penjuru nusantara. Korban perbuatannya adalah seorang tokoh pendidikan dari univer­sitas terkenal di Indonesia. Ironisnya korban merupakan bibinya sendiri, kakak kan­ dung ayah SU.

A

walnya pelaku hanya bermaksud meminjam uang untuk memperpanjang kontrakan rumah. Tapi bukannya pinjaman yang diperoleh malah cacian dan makian. Akhirnya terpikir di benaknya menguasai harta dengan cara tak wajar. Digunakanlah alat kejut listrik untuk menyengat korban. Di luar dugaan korban melawan dan berteriak-teriak. Pelaku panik lalu memukul kepala korban kemudian mencekik. Ketika korban tidak sadar, pelaku leluasa mengambil uang tunai ­Rp 128 ribu dari dalam dompet korban. Pelaku juga mengambil ponsel serta mempreteli anting dan gelang emas dari tubuh korban. Usai melakukan aksi­nya, pelaku melarikan diri. Empat hari kemudian SU berhasil diringkus aparat. Dosen senior yang menjadi korban ditemukan sudah menjadi mayat setelah dua hari kejadian. Tubuhnya membengkak biru. Penuh memar. Menurut visum, korban meninggal akibat pukulan benda tumpul di kepala. Timbul pendarahan yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Selain itu ditemukan luka goresan pada lengan, patah rusuk, patah tulang lidah tenggorokan. “ Ya…,saya akui ketika saya

melakukan perbuatan itu pikiran saya sudah blank. Yang terfokus hanya bagaimana bisa mendapatkan uang. Saya sangat perlu uang untuk bayar kontrakan apalagi isteri sempat meng­ ancam akan meninggalkan saya dan membawa pergi anak-anak jika saya tak sanggup melunasi kontrakan,” ujar SU dengan nada lirih dan lembut. Sulit untuk mempercayai itu adalah suara asli pelaku kejahat­an yang dapat dikategori­kan sebagai pembunuh ber­ darah dingin. SU menuturkan sebenarnya ia di­ besarkan dalam suasana keluarga yang berkecukupan. Ia lulus dari sebuah sekolah pariwisata dan perhotelan de­ ngan titel D2 bahkan sempat merantau dan hidup di Australia selama 8 tahun. Ayahnya seorang perwira menengah yang senantiasa mengajarkan pada ketiga putranya hakekat kebenaran dan kejujuran. Bahkan nama SU sendiri menyiratkan makna untuk mengutamakan pada sifat kesatriaan. Ketika SU masih di bangku SD kelas empat ia sempat dititipkan selama setahun pada bibinya. Menjelang ujian SMP ayahnya kembali menitipkan SU karena harus bertugas di luar pulau Jawa. SU merasa bersyukur bahwa ia hanya mengalami masa dua tahun hidup seatap dengan bibinya yang

dianggap­nya terlalu keras dalam mendidik seorang anak. Tipe seorang per­ feksionis. SU mengaku sempat mendapat perlakuan kasar bahkan hukuman fisik jika tidak mematuhi apa yang diperintahkan sang bibi padanya. Namun, di hadapan orangtuanya si bibi selalu memperlihatkan perlakuan manis. GELAP MATA SU mengutarakan bahwa sebenar­ nya hubungan dengan bibinya tidaklah terlalu akrab. Kesan egois, mendewakan titel kesarjanaan dan cenderung menilai orang hanya dari latar pendidikan. Meskipun diakui SU, bibinya wanita sangat cerdas. Dengan mempertahankan status melajang sampai di akhir usia 73 tahun, ia mendedikasikan hidupnya semata untuk ilmu pengetahuan. Ia merupa­kan dosen andalan di fakultasnya dan ia telah berhasil menciptakan sebuah cabang ilmu baru di bidangnya. “Saya sebenar­nya sudah mencoba

mencari pinjaman ke kerabat, saudara sepupu, teman-teman bahkan kedua adik kandung saya sendiri. Hasilnya nihil. Maka saya berdiskusi de­ngan istri untuk memberanikan meminjam kepada bibi dengan membuat surat yang ditandatangani berdua berisi kesanggupan mencicil,” ujarnya halus.

Meskipun SU dapat menduga bakal ditolak namun ia tak menyangka akan men­dapat makian kasar sedemikian rupa. Bibinya menuduh ia pemalas, tidak mau cukup berupaya, penganggur yang hanya jadi sampah masyarakat. Ketika nama istri dan anak-anaknya ikut disebut seketika itulah ia menjadi gelap mata. “Saat itu yang ada dalam otak saya bagaimana saya harus mendapatkan hasil. Karena keesokan harinya jika saya tidak melunasi uang kontrakan sebesar Rp 15 juta maka kami akan disuruh keluar padahal anak-anak saya sedang menghadapi ulangan umum kenaikan kelas. Saya tidak mau mereka terganggu,” ungkap SU. Ketika pikiran sudah blank dan tersudut oleh keterdesakan, SU tidak merasakan lagi apa yang dinamakan nurani. SU pun terjerat dengan empat pasal KUHP yang membuahkan kemungkinan ganjar­an hukuman terberat yaitu hukuman mati atau kurungan

2 - 8 JUNI 2014 selama 20 tahun. Namun, ketika diadili, hakim menjatuhkan 13 tahun penjara. Pada saat ini ia baru menjalani dua tahun hidup dalam rutan. Selama di penjara, istrinya sama sekali tidak pernah menjenguk. Pertemuan terakhir terjadi ketika ia masih menjadi taha­nan polisi. Bahkan ia juga kehila­ngan kontak dengan ketiga anaknya. Kabar terakhir ia mendengar istrinya sudah mendapat calon pasangan hidup baru dan sedang mengurus pro­ses perceraian dengan dirinya. SU sudah pasrah. Ia me­nerima apa yang sudah menjadi takdirnya. Dalam penjara, tiap hari ia rajin melakukan doa pertobatan. Ia sadar kejadian tragis itu diakibatkan imannya yang tipis. “Kalau saja waktu dapat diputar kembali, Saya pasti akan membiarkan semuanya berjalan seperti air mengalir saja. Sekiranya istri meminta cerai dan membawa pergi anak-anak, saya akan pasrah,” ujarnya dengan nada penyesalan berat. Kasus SU menjadi suatu pembelajar­ an berharga untuk suatu tragedi kemanusiaan seperti ini. Mau tak mau mendatangkan pelbagai peng­andaian. Seandainya SU tidak dalam keterpurukan ekonomi sedemikian rupa. Seandainya ia tidak mendapat ancaman istrinya. Seandainya tiada tekanan keras pemilik rumah kontrakannya. Seandainya ia terbekali dengan iman teguh. Seandainya bibinya cukup mau bersikap bijak meski tidak ingin memberi pinjaman tapi memperlakukannya dengan tutur santun. Boleh jadi SU sekarang masih dapat melenggang sebagai manusia bebas. Meskipun dalam himpitan ekonomi , ia masih mencoba berusaha mencari nafkah dengan halal. Menjadi tukang ojek, tukang parkir, penjaja minuman seperti yang sudah pernah dilakoni. Sedangkan ibu dosen masih bisa hidup lebih lama, mengajar, mengamalkan ilmunya kepada para anak didiknya. Namun, nasi telah menjadi bubur. Yang tersisa hanyalah penyesalan tak ber­ujung. -Kurnia

2 - 8 JUNI 2014

S U D U T PA N D A N G

19

Tak Cukup Hanya Hapal Pancasila Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan merupakan pandangan hidup yang dijadikan pedoman dalam bertingkah laku yang tentunya mem­ pengaruhi hubungan manusia dengan likgkungannya. Pancasila telah diperkenalkan di dunia pendidikan. Nilai-nilainya begitu luhur dan tidak diragukan lagi untuk diamalkan agar tumbuh manusia-manusia yang memiliki budi luhur. Namun, apakah anak-anak sekarang hapal Pancasila? Atau, kalau sudah hapal, apakah mereka sudah mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari?

Gusti Ayu Ketut Mahardiyani

Diah Yuniti

endidikan pertama dimulai dari keluarga, dan masyarakat juga semestinya juga memiliki kesadaran bahwa pendidikan di keluarga sangat menentukan akhlak anak kelak. Keluarga memiliki kewajiban besar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilainilai tersebut tidak dikenal anak hanya sebatas teori yang mereka harus dikuasai demi menunjang pestasi akademik mereka,” ujar Gusti Ayu Ketut Mahardiyani, seorang guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Ia menyontohkan pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Butir-butir sila tersebut memiliki nilai bahwa kita mesti percaya dan yakin kepada Ketuhanan Yang maha Esa dan dalam melakukan seluruh aktivitas kita harus sesuai dengan ajaran agama dan moralitas. Dalam keseharian di dalam keluarga bisa dilakukan dengan berdoa bersama, mendongeng untuk anak dengan cerita-cerita yang mengandung nilai-nilai spiritualitas atau moralitas sangat efektif untuk menanamkan budi luhur dan akhlak yang mulia pada anak. Begitu pula sila kedua, di dalam keluarga langkah nyata atau konkrit yang bisa dilakukan adalah dengan menanamkan sikap berbagi. Nilai ini tentunya tidak bisa terlepas dari nilai pertama tadi, karena cinta kasih, nilai kemanusiaan pastilah didukung oleh bibit spiritualitas yang tumbuh dalam setiap anak. Mengajarkan anak berbagi, menolong sesama, saling memotivasi merupakan wujud nyata di dalam keluarga yang semestinya selalu ingat untuk diterapkan. hal yang sering

terabaikan dalam mengamalkan sila kedua ini adalah memberikan penghargaan kepada anak atas sikap mereka yang baik. “Orangtua sering bereaksi dengan sangat cepat saat anak melakukan kesalahan dan sangat lamban dalam memberikan penghargaan saat anak melakukan hal yang baik. tidaklah mungkin anak kita bisa berkembang menjadi pribadi yang bisa menghargai orang lain, adil, penuh cinta kasih jikalau mereka tidak dibesarkan dengan penghargaan yang tulus,” ujar perempuan yang akrab disapa Ayu ini. Nilai yang sangat mencolok dari sila keempat adalah bagaimana membina kebersamaan, sikap menghargai dan tidak memaksakan kehendak. Ini bisa dibina di dalam keluarga dengan membiasakan mengambil keputus­an dengan bermusyawarah atau yang lebih sederhana lagi dengan mendiskusikan suatu permasalahan sebelum mengambil keputus­ an. dalam prakteknya tentu saja harus disesuaikan dengan umur anak dan bobot permasalahannya. Sebagai orangtua mesti dengan penuh kesabaran dan dan tanggung jawab menunjukkan sikap menghargai pendapat anak. Hal ini juga mendidik mereka untuk mencontoh dan belajar menghargai pendapat orang lain. Sila kelima diamalkan dengan membiasakan anak menghargai hak orang lain, menyeimbangkan hak dan kewajiban. “Anak-anak sekarang lebih banyak sibuk dengan les, dan mengikuti berbagai kegiatan yang banyak sekali menyita waktu mereka demi perkembangan akademis mereka. Apakah sekarang kita bisa membayangkan dari 10 anak, berapa anakkah yang biasa membantu orangtuanya menyapu halaman di pagi atau sore hari? Ya, anak memang berhak akan

“P

pendidikan yang layak, tetapi anak juga memiliki kewajiban terhadap keluarganya. Pembiasaan juga berperan dalam mendidik mental dan tanggung jawab mereka,” tegas ibu satu anak ini. Dr. I Gusti Ayu Putri Kartika, S.H., M.H. mengakui nilai-nilai Pancasila sekarang banyak yang dilupakan. Ia mencontohkan ada anak-anak yang tidak hormat kepada orangtua. Ini menandakan degradasi moral. “Orangtua harus menjadi contoh bagi anaknya. Kalau mau menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkunga keluarga, orangtualah yang terlebih dahulu melakukan, nanti anak pasti meniru,” tegas dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana ini. Ia juga menyayangkan adanya pernyataan Pancasila sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan. “Pancasila ini sumber dari segala sumber hukum. Pancasila merupakan falsafah negara Indonesia. Kedudukan Pancasila itu paling tinggi,” ujarnya. Dulu, upaya untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dilakukan dengan adanya penataran P4. Namun, kini seiring perkembangan zaman, konsep itu mulai dilupakan. Padahal adanya penataran P4 masih relevan sepanjang dilakukan dengan pemberian materi yang mengikuti perkembangan situasi dan kondisi saat ini. SALING PENGERTIAN Sebagai bangsa Indonesia, diharapkan, tak hanya harus hapal isi dan bunyi dari Pancasila, namun mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah kita melakukannya? Menurut I Gusti Ayu Diah Yuniti, dalam menjaga kerukunan umat beragama, ia melakukan ritual saling ngejot saat hari raya. “Kalau Hari Galungan, saya ngejot ke tetangga. Begitu juga sebaliknya, kalau hari Lebaran, tetangga yang muslim membawakan antaran,” ujar mantan Komisioner KPU Kota Denpasar ini. Bahkan, kata Dosen Universitas Ngurah Rai ini, saat odalan di rumahnya, makanan lungsuran upacara yang terlalu banyak ia bagi ke tetangga, termasuk ada beberapa orang kos. “Kadang mereka sampai berucap, kok terus ngasi makanan bu. Ya saya jawab, banyak ada di rumah selesai upacara adat. Tidak ada yang diajak makan,” kata ibu tiga anak ini. Rirual gejot ia lakukan sejak

Nengah Budawati

Nyoman Masni

dulu, ketika memiliki keluarga yang berbeda agama. Ketika sudah memiliki rumah sendiri, ia terus melanjutkan ritual tersebut untuk menjaga hubungan baik dengan para tetangga. Sedangkan, urusan musya­ warah dan mufakat dalam keluarga juga menjadi acuannya dalam menyelesaikan persoalan. “Misalnya, dalam mencari sekolah untuk anak-anak. Saya hanya mengarahkan, tapi kalau anak tidak mau, saya tidak memaksa. Saya akan mengikuti keinginan anak dan tetap mendukungnya. Contohnya anak sulung, saya arahkan, masuk ke kedokteran karena saya melihat dia mampu dari segi otak. Namun, sejak kecil anak saya itu takut melihat darah. Dia tertarik kuliah ekonomi. Saya tetap mendukungnya,” tutur istri Ketut Astawa ini. Kalau urusan keadilan di rumah, Diah Yuniti mengaku, sudah memberlakukan hak sama terhadap tiga anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan. Urusan pekerjaan rumahtangga dilakukan bersama-sama. “Siapa yang sempat dan ada waktu, dialah yang mengerjakan. Saya tidak mau terlalu strick karena saya ingin mereka melakukan dengan ketulusan hati. Begitu juga saat hari raya keagamaan, kami saling berbagai tugas karena saya tidak punya pembantu,” kata Diah Yuniti. Menurut Diah, prinsip utama yang dia terapkan adalah kebersamaan. Ni Nyoman Masni, S.H. mencoba menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan cara mengajarkan anak-anaknya tidak hanya bisa sekadar mebanten, atau membuat banten, tapi memaknai banten itu sendiri. “Kita tidak hanya sekadar mebanten, tapi kita mampu menghayati dengan saling menghargai dan menghormati agama lain. Itulah implementasi kita beragama. Jadi tidak sekadar membuat banten,” ujarnya. Menurut Masni, jiwa pluralisme harus ada dalam diri kita, agar kita bisa mewujudkan persatuan dan menjaga kerukunan beragama. Itulah implementasi nilai Pancasila, sila pertama dan kedua. “Anakanak saya didik sejak kecil untuk

mandiri. Mereka tidak harus selalu dilayani orangtua. Saat anak saya masih SMP dan SMA, saya berani meninggalkan mereka melanjutkan pendidikan karena sudah yakin, mereka mampu untuk mengurus diri mereka sendiri. Ada yang bagian ngurus rumah tangga, menyapu, mengepel, memasak, ada yang bagian metan­ ding banten. Saya sudah siapkan mereka mandiri sejak dini,” kata nenek 8 cucu ini. Menurutnya, dalam mendidik anak, ia tak terlalu mendikte. “Saya beri kesempatan mereka menyampaikan pendapat. Saya arahkan ketika saya lihat mereka menyimpang. Saya beri alasan yang tepat agar mereka me­ ngerti,” kata mantan jaksa ini. Masni menegaskan, untuk menjaga kerukunan dalam keluar­ ga, termasuk dengan menantu, kuncinya adalah saling pengertian. “Saya tidak menjadikan pedoman, kalah atau menang. Tapi lebih ke arah saling mengerti satu sama lain. Seperti dulu juga saya hidup dengan mertua. Saat ini saya punya menantu. Mencoba mengerti posisi masing-masing,” kata Ibu Teladan Tokoh se-Bali tahun 2005. Nengah Budawati menambahkan, nilai-nilai Pancasila, ia wujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan berprinsip, anak dan orangtua merupakan tim yang solid. Orangtua dan anak-anak bersama-sama mewujudkan citacita untuk mendapatkan keluarga harmonis. “Saya memperlakukan anak sebagai teman. Mereka bisa curhat apa saja,” kata Direktur LBH Apik Bali ini. Dalam memperlakukan anak, menurutnya, orangtua juga harus adil. “Kebetulan ketiga anak saya perempuan dan sudah remaja. Saya perlakukan sama tidak membedakan walaupun saya tidak punya anak laki-laki. Dalam penyelesaian masalah di rumahtangga, kadang, kalau anak punya solusi yang lebih baik, tidak ada salahnya kami sebagai orangtua mendengarkan. Prinsip saya, anak dan orangtua harus menjadi partner dan tim solid sehingga kompak dalam berbagai hal,” kata Budawati. –Tim Tokoh


18

D AYA C I P TA

Modisnya Kostum Seka Gong Wanita

Kostum dalam seni pertunjukan sangat penting, karena mendukung kesuksesan pagelaran seni tersebut. Kostum bisa menjadi identitas tari itu sendiri. Dalam seni karawitan juga dapat menentukan baik buruknya penampilan seni itu. Sebab, kostum yang indah dapat memunculkan rasa percaya diri bagi pemainnya. Kostum yang dipakai disesuaikan dengan pemainnya sendiri.

N

i Nyoman Suryatini, penabuh wanita yang juga pencipta tabuh mengatakan, kostum yang dipakai sekeha gong wanita di Bali berkembang pesat. Padahal, awal munculnya seka gong wanita sekitar tahun 1980-an penampilannya sangat sederhana seperti memakai kebaya kain saja. Dulu, pada saat seka Gong Sekar Puspasari Banjar Kayu Mas yang pemainnya merupakan campuran antara laki-laki dan wanita dari

dalam dan luar negeri sempat penabuh wanitanya memakai udeng agar kompak. Belakangan kemudian ingin menunjukan jati diri, sehingga memakai pakaian adat wanita Bali, seperti memakai kebaya, kain dan sanggul. Setelah gong wanita diparadekan bahkan dilombakan dalam PKB mulai tahun 1985, penampilan para ibu-ibu ini mengalami perkembangan yang pesat. Masing-masing seka menampilkan kekhasan daerahnya, baik berupa kain tenunnya ataupun jenis

sanggul yang dimiliki. Misalnya penabuh dari Jembrana memakai kain songket khas Negara, dan Karangasem menampilkan sanggul pusung lungguh. “Saat itu benarbenar unik, karena masing-masing daerah menampilkan kekhasan yang dimiliki, sehingga PKB sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan miliknya ke publik,” ucap Suryatini. Dosen ISI Denpasar ini, menambahkan perkembangan selanjutnya sedikit amburadul karena orang-orang kemudian meniru kostum yang dianggap baik. Dalam hal ini terkesan dipaksakan semata-mata untuk sebuah juara. Mana yang dianggap bagus itu yang ditiru sehingga menghilangkan kekhasan daerahnya. Bahkan tak tanggung-tanggung meniru budaya luar, sehingga men­d atangkan perancang dan tukang rias khusus. Makanya, penampilan seka gong wanita

sempat distop karena dianggap banyak menghabiskan dana. “Syukur, wajah seka gong wanita kembali muncul di helatan seni tahunan Bali itu. Bagaimanapun juga penampilan wanita itu sebagai unsur manisnya kegiatan, maka perlu ditampilkan,” ujarnya. Hadirnya kembali seka gong wanita di PKB betul-betul tampil dengan kostum yang menarik sebagaimana semenarik tabuh yang dibawakan. Mulai dari menata sanggul hingga sandal yang dipakai. Desak Wedanaasih seorang perancang busana mengatakan, kostum penabuh wanita tak ada batasannya, mereka tampil semewah mungkin. Perkembangan itu terjadi karena mereka tampil dalam kompetisi yang tak hanya ditonton tetapi juga dinilai. Sayangnya, penampilan mereka terkadang berlebihan sehingga sulit membedakan mana penari

dan penabuh. Tetapi, kalau tampil sebagai pemain instrumentalia kostum yang indah dan wah itu memang menarik. Karena penampilannya akan menjadi fokus penonton. Walau demikian, lanjut koreografer ini, kostum penabuh wanita ataupun penabuh laki-laki mengalami perkembangan yang pesat sebagai bukti senimanseniman Bali selalu kreatif dan inovatif. “Hal itu sangat penting dalam pelestarian dan pengembangan budaya Bali. Baik dalam memainkan musik gamelan ataupun dalam seni busananya,” ucapnya. Perkembangan kostum pada penampilan seka gong wanita, dinilai karena perkembangan zaman. Wanita sekarang yang selalu ingin modis, di samping karena kreativitas perancang busana yang tak mau terkesan monoton. “Zaman sekarang orang tidak mau tampil seadanya, apalagi akan mengikuti lomba festival tentu itu menjadi tuntutan yang harus dipenuhi wanita,” kata pemilik salon Cahya Atsyuka ini. Kostum yang dirancang tidak keluar dari pakem. Kebaya, kain dan subeng tetap menjadi hal utama sebagi ciri wanita Bali. Namun hal itu dikreasikan supaya menjadi lebih menarik. “Saya selalu menata kostum penabuh menyesuaikan dengan zaman, namun tetap praktis sehingga tidak mengganggu. Kalau terlalu mewah dan berat mereka akan susah membawakan. Mereka duduk berlama-lama memainkan gamelan,” jelas Wedanaasih. -Budarsana

Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (1)

Tujuan dari setiap praktisi fitness adalah untuk meningkatkan otot sebesar mungkin. Tetapi Anda harus mengerti bahwa membangun otot adalah suatu proses yang lambat. Tubuh adalah ibarat sebuah senar raket yang baru. Untuk bisa terputus, perlu pemakaian berkali-kali dan perlu waktu. Mencoba untuk mempercepat proses pertumbuhan otot tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Seorang pemula perlu memulai dari dasar dan secara perlahan meningkatkan hasil tahap demi tahap. Seorang pemula perlu mengerti 3 konsep penting. Yang pertama adalah: GERAKAN LATIHAN HARUS BENAR. Gerakan latihan beban yang benar memungkinkan Anda untuk menempatkan dan mempertahankan mayoritas tekanan (stres) dari beban ke otot yang sedang Anda coba untuk bangun. Seorang pemula juga sebaiknya menggunakan waktu sebanyak mungkin untuk menyempurnakan tehnik gerakan latihan. Seringkali seorang pemula tidak memulai dasar fitness dengan teknik gerakan yang baik, sehingga ketika ia melaju ke tahap berikutnya dan mencoba menambah beban, tehnik gerakannya menjadi sembarangan dan stres beban tidak terjadi pada otot yang ditargetkan (dilatih). Ketika stres beralih dari otot yang dilatih, cedera akan mulai menyelinap dan otot yang dilatih tidak akan tumbuh. Seringkali pula di dalam gym, saya melihat orang menggunakan beban berat tetapi mereka tidak mendapatkan hasil maksimal meskipun mereka telah berlatih hingga ‘gagal’ dalam jumlah repetisi yang benar. Mereka tidak menambah otot dengan beban berat tersebut karena tekanan yang muncul tidak mengena pada sasaran (otot yang dilatih)

yang diakibatkan oleh teknik gerakan yang salah. Alih-alih, teknik gerakan yang buruk akan menempatkan tekanan (stres) pada persendian dan otot pendukung lainnya. Konsep penting yang kedua adalah: LATIHAN BEBAN HARUS PROGRESIF. Anda harus selalu menambah beban untuk bisa menambah lebih banyak otot ke tubuh. Ini adalah konsep atau ide yang sangat sederhana dan mendasar, tetapi banyak orang yang latihan untuk menambah massa otot tidak pernah menekankan pentingnya konsep ini meskipun menurut saya merupakan prinsip yang paling penting dan fundamental dalam membangun fisik yang optimal. Selalu mencoba untuk menambah satu repetisi atau menambah beban pada set inti Anda. Berikut ini adalah contohnya. Bila saya bisa menggunakan 100 kg pada bench press dengan teknik gerakan yang baik sebanyak 8 repetisi, maka saya harus melakukan 9 repetisi dengan beban yang sama pada sesi latihan bench press saya yang berikutnya. Atau, pada sesi latihan bench press saya yang berikutnya, saya harus mencoba menggunakan beban 102,5 kg dengan jumlah repetisi yang sama (8). Konsep ketiga adalah OTOT TUMBUH PALING BAIK DALAM RENTANG JUMLAH REPETISI 6 SAMPAI 12. Kurang dari 6 repetisi akan mengakibatkan peningkatan kekuatan lebih besar daripada peningkatan massa otot. Inilah sebabnya banyak atlet angkat berat tidak memiliki otot super besar seperti binaragawan. Para lifter berlatih untuk kekuatan, bukan untuk masssa otot, menggunakan rentang jumlah repetisi dari 1 sampai 6. Sementara melakukan lebih dari 12 repetisi akan membangun stamina otot. Hal ini berarti, otot akan meningkatkan kemampuan menambah repetisi daripada menambah beban, tetapi tidak akan mengalami peningkatan massa atau kekuatan dengan melakukan jumlah repetisi di atas 12. Saya akan mengilustrasikannya dengan cara ini. Saya bisa bench press 100 kg dengan 6 repetisi, tetapi teman saya bisa melakukan 100 push up non-stop. Meskipun ia tidak bisa melakukan bench press 100 kg sekalipun, ia memiliki tingkat

2 - 8 JUNI 2014

2 - 8 JUNI 2014

stamina otot yang tinggi sementara saya tidak memiliki stamina otot setinggi itu karena saya selalu berlatih untuk menambah ukuran dan kekuatan otot di rentang repetis 6-12. Kesimpulannya, ia tidak mungkin mengalahkan saya dalam jumlah beban di bench press, tetapi ia bisa melakukan push-up 2 kali lebih banyak daripada yang bisa saya lakukan. Ilustrasi Efek Repetisi Dengan Beban Maksimal Pada…….Repetisi

Massa & Kekuatan Otot <6 repetisi 6 repetisi 12 repetisi

>12 repetisi

Jadi mana yang harus diikuti? 6 repetisi atau 12 repetisi? Rentangnya adalah 6-12. Selama repetisi Anda pada set ini jatuh di antara kedua angka ini, pertumbuhan otot akan terjadi. Jika Anda memilih beban tertentu dan bisa melakukan 12 repetisi, kemudian Anda menambah beban dan mencoba 12 lagi. Jika pada kesempatan kedua Anda gagal mendapatkan 12 repetisi, tetapi bisa melakukan lebih dari 6, maka Anda sudah melakukan hal yang benar. Cobalah untuk selalu berlatih lebih keras dengan meanmbah beban di sesi latihan selanjutnya, dan massa otot akan datang dengan sendirinya. Beberapa binaragawan terbaik di dunia adalah juga orang-orang terkuat di dunia. Ronnie Coleman bisa melakukan squat dengan beban 350 kg (770 lbs), Eddie Elwood, seorang binaragawan asal Inggris adalah juga pemenang lomba Manusia Terkuat Dunia.

life

story

Culik Bayi karena Mengaku Hamil

7

Sebuah kasus penculikan bayi di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung pada 25 Maret 2014 lalu, menghe­ bohkan masyarakat luas. Penculikan yang terjadi di rumah sakit itu sempat menimbulkan kecemasan dan teror bagi para ibu khusunya yang menanti kelahir­ an bayi-bayi mereka. Kesedih­an Lasmaria (25) dan Toni Manurung (26), terlihat silih berganti di media massa baik koran maupun televisi. Siapa sebenarnya pelaku penculikan dan apa motifnya mengambil bayi tersebut? Berikut penuturan DS (inisial) saat berada di ruang rawat Kemuning, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, beberapa waktu lalu.

S

iang itu beberapa waktu lalu, masih terbaring dengan infus menancap di tubuhnya, DS (inisial), tersangka penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, me­ micing matanya sekecil-kecilnya untuk mengenali siapa yang datang menjenguknya. Ia berusaha keras mengenali orang-orang disekitarnya termasuk salah seorang yang bercakap-cakap dengannya. “Dari pakaiannya Bapak polisi yaaa….? Aduuuhhh …. punten saya tidak bisa mengenalinya. Maaf ya Pak,” katanya dalam logat Sunda yang kental. Bicaranya ke sana ke mari, ngelantur seperti orang berhalusinasi dan pembicaraannya tidak memiliki arah yang jelas. Belakangan ia baru tahu setelah diberitahukan oleh salah seorang yang berada dalam ruangan itu bahwa yang datang adalah Kapolda Jawa Barat. Tetap dengan suara yang lembut ia berkali-kali meminta maaf karena tidak dapat mengenalinya. Mata DS memang minus parah. Menurut pengakuannya matanya minus 12 dan ia baru menemukan kaca mata minus 10 yang dipakainya sehari-hari. DS mengaku tidak memiliki uang untuk membeli kaca mata minus 12. “Nanti saya belikan kaca mata minus 12 ya, agar bisa melihat lebih jelas,” kata Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Drs. Mochamad Iriawan. Hari itu Kapolda Jawa Barat memang sengaja menjenguknya untuk memastikan bahwa pemeriksaan terhadapnya dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku baik dilihat dari sisi Hak Asasi Manusia (DS yang terbaring sakit) maupun dari sisi keadilan bagi korban penculikan dengan berjalannya penegakan hukum. Setelah berkonsultasi dan mendapat rekomendasi dan surat keterangan dari psikolog, psikiater serta dokter yang merawatnya, yang menyatakan bahwa DS sudah bisa menjalani pemeriksaan, maka proses pemeriksaan ia sebagai tersangka pun dilakukan. DS pintar bicara dan jawabannya yang memutar-mutar tanpa

ujung pangkal sempat menyulitkan para penyidik. Berbagai pen­dekatan dilakukan untuk membuatnya bicara jujur dan berterus terang tentang apa yang terjadi sesungguhnya. Hari itu, tampaknya para penyidik sudah mulai menemukan irama pemeriksaan dengan langsung to the point. Langkah Kapolda Jawa Barat menemuinya dan mengajaknya mengobrol hari itu, memberi suasana positif bagi kelancaran pemeriksaan. DS tampak mendayu-dayu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sesekali dilontarkan Kapolda Jawa Barat, di sela-sela pemeriksaan. MENGAKU HAMIL Sejauh ini, menurut penuturan DS, kisah penculikan yang dilakukan ia lakukan dilatarbelakangi oleh keinginannya terus menutup-nutupi kebohongan yang sudah ia mulai sejak pernikahannya dengan suami keduanya. DS yang pernah bekerja di berbagi perusahaan swasta bahkan pernah menjadi customer service ini memang memiliki penampilan yang menarik namun belakangan ia terlihat gemuk. Wajahnya putih dan terbilang cantik. Komunikasinya baik dan bicara­nya tergolong cerdas. Tampaknya penampilannya inilah yang sempat mengecoh para pe­ tugas rumah sakit dan Lasmaria serta Toni yang mempercayai sepenuhnya bahwa ia adalah seorang dokter. Sebelumnya DS pernah menikah namun bercerai dan memiliki seorang anak laki-laki. Ia lalu ber­p acaran dengan seorang lelaki bujangan. Tampaknya ia sangat mencintai laki-laki itu sehingga tidak ingin kehilangannya. Karena itulah setelah beberapa bulan menjalin hubungan, ia mengaku terlambat haid dua bulan dan hamil. Dengan itikad baik, pacar­ nya lalu menikahinya dengan cara baik-baik. Hari demi hari, minggu berlalu hingga bulan demi bulan, ia tak kunjung melahirkan. Mertuanya bahkan sempat menanyakan kapan ia melahirkan. Tidak ada yang menyangka bahwa ia tidak hamil termasuk suaminya melainkan percaya bahwa ia tengah

DS sedang diperiksa tim penyidik dari PPA Polrestabes Bandung, di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

hamil. Itu karena tubuh DS terlihat makin gemuk dan ia selalu memakai baju dengan cara dikeluarkan. Ia selalu minta uang pada suaminya untuk memeriksakan kandungan ke dokter. Sesekali suaminya yang mengaku memang kurang perhatian pada istri dan keluarganya, meminta untuk mengantar­nya ke dokter memeriksakan kandungan selalu ditolak. DS selalu ingin pergi sendirian saja. Suaminya yang bertipe cuek dan belum memiliki pengalaman itu, percaya begitu saja. Sehari-hari ia sangat disibukkan dengan pekerjaan sebagai pembuat tower seluler, jadi tidak terlalu perhatikan kondisi istrinya. Karena itulah, hitungan waktu melahirkan di bulan Maret itu harus­ nya sudah lewat, membuat DS memutar otak mencari alasan. Dalam kepanikan itulah, takut kebohongan­ nya terbongkar, susun rencana bagaimana caranya agar ia bisa memiliki bayi. Ia ingin mencari bayi yang bisa diadopsi atau bayi yang tidak bisa ditebus di rumah sakit. Maka mulailah ia merancang “pencarian” bayi ter­ sebut. Targetnya Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, yang tidak jauh dari kontrakannya. Untuk memuluskan aksinya itu, dengan kecerdasannya ia berusaha tampil seperti bagian dari rumah sakit, yaitu menjadi dokter gadungan dengan pakaian yang sama persis de­ngan dokter-dokter yang ada di rumah sakit tersebut. Ia memakai kemeja batik dan kemudian mem­ balutnya dengan jas putih khas dokter. Benar saja, dengan kostum ini, ia leluasa keluar masuk ruang bersalin

dan ruang rawat inap Alamanda di mana Lasmaria dirawat usai melahir­ kan bayinya. JARI KELINGKING DS “menyempurnakan” penyamarannya ia memakai jilbab (seharihari ia tidak berjilbab). Sebelum akhirnya ia berhasil melarikan bayi itu, ia sempat mondar mandir tiga kali menemui Lasmaria untuk berbagai hal, seperti mengecek kesehatan dan urat nadi Lasmaria, memberi nasehat dan meminta perawat mengganti popok bayi. Saat mondar-mandir di luar ruangan, rekaman CCTV menunjukkan ia sibuk menelepon. Rupanya hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi saat yang sama tidak ada tercatat panggilan keluar atau masuk ke ponselnya. “Rupanya itu triknya untuk mengalihkan perhatian orang agar tidak mengajaknya bicara dalam situasi ia tengah menyusun rencana,” kata AKP Euis Yuningsih, ketua tim penyidik. DS juga menyuruh Toni membantu Lasmaria mengganti sarung karena basah oleh darah. “Perintah sama seperti dokter lain, agar sering-sering mengganti pembalut dan sarung agar tidak infeksi,” kata Lasmaria dalam suatu wawancara di tempat terpisah. Di saat pintu kamar kandi tertutup, ia hanya berdua dengan bayi tersebut dan DS dengan leluasanya membawa bayi itu pulang ke rumahnya. Di rumahnya sembari menggendong bayi itu ia mengaku melahirkan tiba-tiba dan ditolong oleh orang-orang yang melihatnya serta dibawa ke rumah sakit. Suami dan mertuanya percaya

begitu saja. Setelah menerima laporan tentang kasus penculikan itu, polisi bekerja keras menemukan bayi tersebut. Semua kemungkinan yang dapat memberi petunjuk keberadaan bayi itu, ditelusuri oleh polisi. Tidak kurang dari 21 saksi diperiksa hingga akhirnya mengarah pada kontrakan DS di mana ditemukan ada bayi yang mencurigakan. Dua orang anggota polisi yang menyamar sebagai petugas sensus datang dan bertanya tentang bayi tersebut. Karena ketakutan dan tahu bahwa bayi itu bukan bayinya, ia curiga bahwa yang datang itu adalah polisi sehingga ia pamit untuk membeli obat sebentar dan meninggalkan bayi tersebut di rumah. Polisi sendiri tidak mengenal pelaku karena dalam rekaman CCTV ia memakai jilbab dan menyembunyikan wajahnya. Polisi langsung memeriksa jari kelingking si bayi dan menemukan ciri-ciri yang ditandai Lasmaria dan Toni. Polisi memastikan itulah bayi yang hilang dan menanyakan mana ibunya. “Yang keluar beli obat itulah ibu bayinya,” kata penjaga bayi. Dengan segera polisi mengejarnya dan tiba-tiba ada seorang wanita terjatuh dari fly over Pasupati Bandung setinggi lebih kurang 12 meter. Beruntung DS tersangkut di ranting-ranting sehingga nyawanya masih terselamatkan. Ia menderita patah tulang pinggul dan lengan. Ia dirawat di rumah sakit dan kini terus menjalani proses hukum. -Naniek I. Taufan


8

BUNDA & ANANDA

Bhaktivedanta Academy

- Nurturing the Spirit of Service and Inquiry -

“P

endidikan adalah senjata yang paling dahsyat yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.” Itu adalah kutipan dari Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan dan juga peraih Nobel Perdamaian. Berbekal pendidikan yang berkualitas dan moral yang kuat, generasi muda kita dapat membuat perbedaan dan menjadikan dunia ini dunia yang lebih baik. Dengan demikian, adanya sekolah-sekolah yang menyediakan pendidikan yang berkualitas dan menanamkan nilai-nilai moral yang tinggi sangatlah penting. Oleh karena itu, Yayasan Bhagavata Dharma Dr. Thoudam Damodara Singh (Yayasan Bhagavata Dharma) mendirikan Bhaktivedanta Academy, Indonesia dengan tujuan utama menyediakan pendidikan yang berkualitas, namun terjangkau untuk anak-anak usia dini, sekolah dasar dan juga tingkat sekolah menengah pertama. Pada tahun pertama ini, Bhaktivedanta Academy membuka pendaftaran untuk tingkat TK, SD kelas 1 dan SMP kelas 1. Dengan berdasarkan pada penyelidikan ilmiah dan kebijakan spiritual, kurikulum yang ditawarkan di Bhaktivedanta Academy dirancang secara khusus untuk mendukung perkembangan setiap anak dalam area spiritual, emosional, kognitif, sosial, dan area fisik mereka. Pada intinya, Bhaktivedanta Academy bertujuan untuk mempersiapkan murid-murid mereka untuk kehidupan, yaitu untuk menjadi individu yang arif dan berkarakter mulia, untuk mencari arti dan tujuan dari apa yang mereka lakukan dan pada akhirnya untuk menjadi individu yang bahagia dan damai yang membawa suatu perbedaan dalam kehidupan orang-orang lain. Salah satu keunikan Bhaktivedanta Academy adalah menawarkan mata pelajaran Critical Thinking sebagai salah satu mata pelajaran plus yang diberikan. Tujuan dari mata pelajaran ini adalah untuk membantu muridmurid mengembangkan cara berpikir yang logis dan kritis. Berbekal cara berpikir logis dan kritis, murid-murid Bhaktivedanta Academy akan menjadi individu yang penuh rasa ingin tahu dan mampu untuk menganalisis hal-hal dan topik-topik dalam kehidupan seharihari maupun yang terjadi di dunia dengan tajam dan mendalam. Dengan demikian, mereka akan menjadi individu yang dapat membuat perbedaan dan bukannya hanya mengikuti arus. Mereka akan mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara kritis dari berbagai perspektif. Dan dengan pendidikan moral dan karakter yang diberikan, mereka akan memiliki sensitifitas terhadap perasaan dan pendapat orang lain, serta mampu untuk berkomitmen pada tujuan yang mulia. Karakter semacam itu tumbuh dari perpaduan nilai-nilai universal (yang berdasarkan pada pemahaman spiritual dan ilmiah Vedanta dari dahulu kala) di dalam semua aspek kurikulum sekolah, yang puncaknya dilambangkan dalam motto sekolah mereka, vidya vadhu jivanam, yaitu kesimpulan terakhir dari segala pengetahuan mengarah pada pujian kepada Tuhan. “Misi dari sekolah kami adalah untuk mengembangkan murid-murid untuk menjadi individu yang berkarakter dan berkompetensi, yang berjiwa melayani dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ujar A A Ayu Dwi Ratnawati, Ketua Yayasan Bhagavata Dharma, ”Kami juga berupaya untuk

menanamkan jiwa keingintahuan dan pencarian jati diri, serta budaya kasih sayang, rasa percaya, melayani, refleksi dan menghargai dalam setiap tindakan dan interaksi mereka. Selain itu, kami juga berupaya untuk mengembangkan pemahaman ilmiah pada murid-murid tentang kehidupan dan alam material, tentang Tuhan Yang Maha Esa dan kesadaran akan keberadaan Tuhan dalam kehidupan kita,” imbuhnya. Ibu Ayu menambahkan bahwa peran guru dalam proses pendidikan siswa-siswi adalah sangat penting. Selanjutnya, guru harus menjadi teladan yang baik untuk murid-muridnya dan memiliki karakter yang arif dan mulia. Dalam hal ini, pedagogi-pedagogi yang digunakan oleh guru-guru di Bhaktivedanta Academy dalam proses belajarmengajar mencerminkan kualitas yang harus dimiliki seorang guru serta fokus lembaga pendidikan ini untuk membangun jiwa melayani dan rasa ingin tahu. Mengajar dengan pendekatan pribadi (personal) dan dengan rasa kasih sayang Mengajar dengan rasa kasih sayang dan secara personal merupakan dasar proses belajar-mengajar di Bhaktivedanta Academy. Sangat penting agar guru berinteraksi dengan murid secara pribadi karena proses belajar berkenaan dengan area kognitif dan afektif. Pendekatan sedemikian rupa menghargai para murid sebagai pusat kurikulum, dan membantu guru memahami kebutuhan dan kemampuan setiap murid, serta membentuk landasan untuk menanamkan nilai-nilai secara efektif, dengan guru sebagai panutan. Pembelajaran berdasarkan metode Inquiry Penggunaan pertanyaan-pertanyaan yang efektif dan pedagogi reflektif untuk mengembangkan sifat rasa ingin tahu pada diri anak adalah aspek yang penting dalam pedagogi Bhaktivedanta Academy. Ini terutama penting untuk perkembangan kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. Kerangka kurikulumnya dirancang sedemikian rupa sehingga pembelajaran setiap topik dalam sebuah tema dimulai dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang memandu siswa dalam mengembangkan rasa ingin tahu mereka. Sebagai bagian dari perjalanan pembelajaran mereka, siswa diberikan pertanyan-pertanyaan yang lebih mendalam untuk membantu mereka merenungkan dan mengekspresikan diri saat mereka menelaah nilai-nilai dan konsep-konsep yang berhubungan dan terkait dalam tema pembelajaran. Metode Inquiry penting dalam merangsang rasa ingin tahu pada diri anak, dan mendorong minat mereka dalam perjalanan mencari tahu. Hal

tersebut memberdayakan siswa untuk memperoleh rasa memiliki akan apa yang mereka pelajari sehingga membantu mereka untuk belajar dengan lebih efektif, karena mereka memahami apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat mengaplikasikannya. Kerja kelompok dan tugas pribadi Pendekatan Bhaktivedanta Academy menghargai pentingnya kerja kelompok dan tugas pribadi. Anak-anak perlu diberi berbagai kegiatan, yang tidak hanya memberikan kesempatan kepada mereka untuk merenungkan secara pribadi dan memahami materi tersebut, melainkan juga untuk mendapatkan manfaat dari interaksi dengan rekan sebaya mereka. Hal ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi seperti pengaturan diri dan berhubungan dengan orang lain. Scaffolding Scaffolding mengacu pada bantuan sementara yang diberikan oleh guru atau rekan sebaya kepada pelajar yang membantu sang pelajar mengembangkan pemahaman atau keterampilan mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk tercapainya hal ini, guru menggunakan materi yang telah dipelajari sebelumnya sebagai landasan dan membantu mereka untuk mengaitkan dengan apa yang sudah mereka ketahui. Sebagai tambahan, anak-anak terlibat dalam aktivitas yang menantang namun masih berada zone of proximal development (ZPD) mereka. Hal ini menjamin kegiatan-kegiatan yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangan. Pembelajaran berbeda (Differentiated learning) Oleh karena anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan juga tingkat kompetensi yang berbeda, guru menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Khususnya, kegiatan-kegiatan dirancang untuk gaya belajar auditori, visual dan kinestetik untuk meyakinkan bahwa semua anak terlibat dan tertantang secara sewajarnya dalam proses belajar. Ini termasuk penggunaan cerita-cerita, role play, kuis, kesenian, musik, gerak dan bahkan kegiatan dengan pensil dan kertas untuk membuat mereka terlibat dan untuk menstimulasi mereka. Evaluasi formatif Evaluasi formatif adalah metode pedagogi yang sangat penting yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi kebutuhan anak dan membantu mereka untuk berkembang dalam pembelajaran mereka. Evaluasi formatif ada berbagai bentuk, seperti observasi informal kegiatan sehari-

hari, kuis, portfolio siswa, dan tanggapan (feedback) yang tersedia dalam bentuk komentar tertulis yang bersifat anekdot tentang hasil kerja anak, dll. Tujuannya adalah untuk memahami di mana posisi anak dalam tahap perkembangannya dan untuk menentukan arah mana yang perlu diambil untuk tercapainya pembelajaran efektif. Hal ini membantu anak untuk maju ke tingkat pemahaman dan kecakapan yang lebih dalam. Penggunaan evaluasi formatif sebagai alat pedagogi menunjukkan bahwa guru memberikan perhatian akan kebutuhan para siswa, dan menegaskan kesadaran guru akan teachable moments yang muncul saat mereka berinteraksi dengan para siswa. Intinya, penggunaan evaluasi formatif sebagai pendekatan pedagogi mendukung gagasan mengajar sebagai inquiry. Pembauran nilai-nilai secara holistik Dalam kurikulum Bhaktivedanta Academy, guru-guru memperkenalkan secara sadar nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai pengalaman belajar yang dilalui oleh siswa. Ini diperlukan untuk pendekatan yang holistik dan terintegrasi terhadap pengajaran nilai-nilai, karena nilai-nilai ditanamkan dalam setiap topik, konsep, tema dan aktivitas dari kurikulum tersebut. Para siswa didorong untuk mengacu kepada nilai-nilai ini pada saat mereka belajar konsep-konsep baru, mendengarkan cerita dan terlibat dalam interaksi dengan teman sebaya mereka. Mereka juga diberi kesempatan untuk menyebutkan dan berbicara tentang contoh-contoh atau tokoh panutan yang menunjukkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. Pusat dari pendekatan holistik terhadap nilai-nilai adalah adanya hubungan antara nilainilai dan prinsip-prinsip spiritual. Jiwa melayani Bhaktivedanta Academy juga membimbing murid-murid mereka untuk mengembangkan semangat melayani. Hal ini didasari oleh rasa rendah hati, di mana merupakan salah satu nilai yang menjadi pegangan sekolah yang menganggap bahwa pendidikan karakter dan spiritual adalah bagian yang sangat penting dalam pendidikan anak. Untuk PAUD, kelas akan menggunakan medium bahasa Inggris, sementara untuk tingkat SD dan SMP akan menggunakan dwibahasa. Namun, untuk tingkat SMP diberikan juga tambahan bahasa asing lain, seperti Bahasa Sansekerta dan Bahasa Mandarin. “Berdasarkan penelitian, Bahasa Sansekerta selain merupakan bahasa yang sangat kaya juga memiliki kelebihan yang mampu meningkatkan kemampuan belajar anak,” jelas Ibu Ayu. Keunikan lainnya dari sekolah Bhaktivedanta Academy adalah adanya

2 - 8 JUNI 2014 pemisahan kelas berdasarkan gender untuk tingkat SMP. Berdasarkan penelitian, pemisahan kelas ini sangat membantu baik bagi siswa perempuan maupun laki-laki untuk mengembangkan potensi maksimal mereka. Kelas single-gender membantu siswa untuk lebih fokus dalam mengikuti proses belajar-mengajar. Murid-murid perempuan ditemukan lebih mudah untuk mengekspresikan pendapat dan pertanyaan secara terbuka saat mereka ditempatkan di kelas single-gender. Murid laki-laki juga ditemukan lebih mudah untuk mengekspresikan diri mereka pada bidang-bidang tertentu, seperti seni bahasa. Pada kelas yang dicampur, mereka ditemukan lebih menahan diri. Dengan demikian kelas single-gender membantu menanamkan rasa percaya diri yang kuat dalam diri siswa. Sesungguhnya, murid perempuan dan laki-laki juga memiliki cara belajar yang berbeda. Dengan pemisahan kelas, guru lebih mudah untuk menerapkan cara belajar yang sesuai untuk masing-masing kelas. Ibu Ayu menambahkan, penelitian secara statistik juga menunjukkan bahwa murid-murid dari kelas singlegender terbukti dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik dari pada kelas yang dicampur. “Pada intinya kami ingin murid-murid kami mendapatkan kesempatan belajar secara penuh dan maksimal,” ujarnya. Bhaktivedanta Academy berharap, dengan karunia Tuhan Yang Maha Esa, lulusan sekolah mereka akan memiliki kepercayaan yang kokoh pada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pengetahuan rohani dan ilmiah dan menerapkan prinsip-prinsip dan nilainilai rohani dalam kehidupan mereka secara tulus. “Kami berharap bahwa lulusan kami akan menjadi individu yang arif dan berkarakter mulia, menjadi individu yang bahagia dan damai yang membawa suatu perbedaan dalam kehidupan orang-orang lain, peka, memiliki kemampuan untuk berpikir secara mendalam, luas dan dari berbagai perspektif, memiliki keterampilan hidup, dapat berkomunikasi dan mengekspresikan ide-ide dalam Bahasa Inggris serta Bahasa Indonesia dengan fasih, dan mengenal ajaran ilmiah Vedanta, khususnya Bhagavadgita,” ucap ibu Ayu. Sebagai sekolah yang berorientasi non-profit, Bhaktivedanta Academy bertekad memberikan pendidikan berkualitas yang terjangkau. Meskipun ada begitu banyak sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan yang berstandar internasional, biasanya orangtua perlu mengeluarkan biaya yang tergolong tinggi agar anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan berstandar tinggi tersebut. “Semua anak harus mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kami membuka kesempatan tersebut untuk anak-anak dari golongan ekonomi manapun,” ujar Ibu Ayu. Bagi yang ingin mendapatkan informasilebih jauh tentang sekolah Bhaktivedanta Academy dapat menghubungi nomor telepon 0361-5571010 atau 0821-46463636. Website: http://tiny.cc/bhaktivedanta_academy. -ten

G R I YA

2 - 8 JUNI 2014

17

Warna-warni Cantik Bougenville Kembang kertas yang populer dengan nama bougenville tak kalah cantiknya dengan tanaman bunga lainnya, seperti mawar dan anggrek. Menariknya lagi, dalam satu batang pohon bisa tampil dengan dua atau lebih bunga dengan warna berbeda-beda. Ini pula yang membuat keberadaan bougenville masih tetap dilirik walau dalam dekade tertentu, ada tanaman yang lagi tren.

M

enurut Eko, salah seorang tukang kebun di stan bunga Trubus, bougenville memiliki banyak jenis. Namun secara umum, masyarakat menyebutnya dengan kembang kertas/bougenville lokal dan bougenville varigata. Perbedaan kediua jenis tanaman ini ada pada daunnya. Bougenville lokal, daunnya agak besar berwarna hijau. Sementara, bougenville varigata memiliki daun lebih kecil berwarna hijau dan kuning. Bougenville lebih indah jika dibonsai. Bentuk perantingannya dan warna bunganya bisa diatur sesuai keinginan. Berdasarkan ini pula yang membuat tarif pohon bougenville bervariasi. Eko menga-

takan masyarakat Bali lebih banyak menyukai bougenville dengan warna bunga campur. Ada yang berwarna merah, pink,ungu, putih, oranye dan kuning. Tanaman ini kerap dicari untuk menghiasi taman hotel dan vila di Bali. “Biasanya, mereka membeli tanaman ini berpasangan. Dicari yang bentuk batangnya agak mirip, dengan warna bunga yang berbeda-beda,” jelas Eko. Bougenville adalah tanaman tropis, yang akan tumbuh bagus jika terkena sinar matahari langsung. Penyiraman, cukup dilakukan sekali sehari, disesuaikan dengan kondisi tanah. Namun, yang perlu diingat, ketika bougenville sudah berbunga, kondisi tanah harus tetap dijaga dalam kondisi lembab. Bougenville atau kembang kertas, konon disebut bunga kertas karena bunga tersebut tipis tampak seperti kertas. Keindahan tanaman ini berasal dari bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian, karena tumbuh dengan rimbunnya.

Tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya. Bougenville memerlukan pemangkasan teratur untuk mempertahankan bentuknya yang cantik. Perbanyakan tanamantumbuhan bougenville dapat dilakukan dengan stek batang, cangkok, okulasi, atau biji. Jika ingin cepat berbunga, bougenville dapat dirangsang dengan mengatur pemberian air. Biarkan tanaman bougenville hidup tanpa diberi air selama beberapa hari sampai daun-daunnya mulai gugur. Lalu berikan air dalam jumlah berlebihan hingga tanah menjadi jenuh. Perubahan mendadak tersebut akan menghasilkan kuncup bunga di seluruh

cabangnya. Jika menginginkan daunnya yang banyak, siram yang rajin dan beri pupuk. Untuk menjaga bunganya tetap awet, penyiraman hanya dilakukan pada akar (tanahnya) saja, jangan menyiram hingga bunganya karena akan cepat rontok. Waspadai, duri bougenville sedikit mengandung racun. Jika bagian tubuh kita tergores, akan terasa pegal di sekitar kulit yang terluka selama beberapa lama, tetapi akan hilang dengan sendirinya. Penampilan bougenville mudah dikreasikan dengan teknik okulasi dengan menempelkan beberapa tunas pada satu tanaman induk. Sehingga dapat dijumpai beberapa jenis bunga dalam satu tanaman. –Inten Indrawati


PELESIR

16

2 - 8 JUNI 2014

DARA

2 - 8 JUNI 2014

9

Dream of Shine

Para pengunjung sedang mengelus patung sapi

Suasana depan kuil Dazaifu

Dazaifu Tenmangu

Kuil Ilmu Pengetahuan Seperti halnya pulau Bali yang di­k enal se­b agai pulau Seribu Pura, negeri Sakura, Jepang juga memiliki ribuan kuil yang memiliki makna tersendiri bagi tiap pemuja­nya. Salah satu kuil yang menarik ­u ntuk di­kunjungi adalah Dazaifu Tenmangu yang terletak di per­f ektur ­Fukuoka, sebuah kota besar di Kepulauan Kyusu, Jepang. Untuk mencapai kuil ini diperlukan waktu 1,5 jam dari distrik Hakata, pusat kota perfektur Fukuoka.

K

eberadaan kuil Dazaifu Tenmangu tak bisa dipisah­ kan dari Michi­ zane Sugawara, seorang tokoh terpelajar dan pejabat tertinggi pemerintah Kyoto di zaman­ nya. Karena kepandaian dan keahliannya, banyak orang yang kemudian membencinya sehingga suatu masa ia harus diasingkan ke Dazaifu. Selama di pengasingan ia tak pernah membenci orang– orang yang mengasingkannya hingga ia meninggal di tahun 903 saat berusia 59 tahun. Oleh seorang sahabat setian­ ya, jenazah Michizane kemudian dimasukkan ke dalam peti terbuat dari kayu ox dan dimakamkan di areal yang kemudian dikenal seba­ gai kuil utama, Dazaifu Tenmangu. Kuil dimana jasad Michizane di­ kuburkan tersebut juga dikenal sebagai kuil ilmu pengetahuan untuk menghormati kepandaian dan segala perbuatan baik dan kerendahan hatinya. Dua tahun

setelah kematiannya, Yasuyuki Umasake, pengikut Michizane membangun kuil pertama tahun 905. Konstruksi yang lebih besar dibangun klan Fujiwara tahun 919 namun kemudian hangus terbakar saat perang sipil. Bangunan utama di kuil ini dibangun tahun 1591 dan merupakan salah satu contoh dari gaya arsitektur Momoyama. Kuil dibangun dengan konstruksi kayu yang megah. Menuju ke kuil ini terdapat tiga jembatan bercat merah yang disebut dengan Jem­ batan Taiko (Taikobashi). Jembatan ini masing–masing mewakili keadaan di masa lalu, masa kini dan masa depan. Jem­ batan juga merepresentasikan konsep ajaran Budha, tiap orang hanya dapat memikirkan satu hal pada suatu waktu. Ketiga jembatan tersebut berdiri di atas kolam yang disebut Kolam Shinji (Shinjiike) yang berbentuk me­ nyerupai hati sebagai simbol kebaikan. Ketiga jembatan yang

Suasana kuil yang dipadati pengunjung

dilalui itu juga menggambarkan sebuah upaya pemurnian diri sebelum melakukan doa atau permohonan di dalam kuil. Di halaman tengah sebelum menuju pintu gerbang kuil, kita akan me­ lihat sebuah gerbang batu sebagai penanda pemisah antara alam manusia dengan alam dewata. Di areal ini juga terdapat kolam air dan sebuah sumur dengan air yang sangat jernih. Orang yang hendak masuk ke dalam kuil sebelumnya diharuskan mencuci tangan dan wajah di kolam ini. Tak jauh dari kolam tadi, berdiri sejumlah patung representasi hewan yang hanya ada dalam mitos. Ada satu patung yang selalu ramai dikunjungi dan menarik wisatawan yakni patung sapi yang tengah berbaring. Konon hanya dengan mengelus bagian tubuh sapi ini maka penyakit yang Anda derita akan hilang. Misal kaki Anda sakit maka usap dan eluslah kaki patung sapi ini maka sakitnya akan hilang dan begitu seterusnya.

Jembatan menuju kuil

Sebelum benar–benar masuk ke halaman utama kuil, Anda akan kembali disambut dengan ger­ bang besar khas bangunan negeri Sakura. Di kedua sisi gerbang tersebut berdiri masing–masing sebuah patung. Patung sebelah kiri dengan mulut tertutup layaknya tengah mengucapkan “em” sementara patung sebelah kanan dengan mulut terbuka layaknya tengah me­ngucap “aa”. Kedua patung ini juga diyakini merepresntasikan se­ tiap awal (aa) pasti ada akhir (em). Setelah melalui gerbang besar barulah Anda benar–benar sampai di bagian utama kuil Daizafu Tenmangu. Begitu masuk Anda akan disambut antrean panjang para pezi­ arah. Mereka khusus datang dari berbagai pelosok kota di Jepang untuk berdoa di kuil ini. 6000 POHON PLUM Saat saya datang ke Fu­ kuoka merupakan masa libur sekolah atau golden weeks menjelang ujian se­ hingga banyak peziarah yang datang untuk ber­ doa memohon anugrah di depan makam Michizane Sugawara. Di halaman kuil utama (Honden) tepat di sisi sebelah kanan terdapat sebuah pohon plum yang berusia ratusan tahun dikenal sebagai Tobiume (pohon plum terbang). Menurut legenda, setelah Michizane men­ inggalkan Kyoto untuk diasingkan seumur hidup di Dazaifu, pohon ini sangat merindukan Michizane sehingga terbang dan menemui Michizane dalam pengasingan di Dazaifu. Keberadaan pohon plum di

Berdoa di depan kuil

kuil ini juga membuat para pezi­ arah sangat mencintai buah plum sehingga seringkali banyak dari mereka yang membawa biji buah plum ke kuil ini untuk kemudian diberkati oleh para biksu di kuil ini. Tak heran jika kini hampir 6000 pohon plum dari 200 jenis berbeda tumbuh di sekitar kuil. Tiap bulan Januari, Tobiume po­ hon kesayangan Michizane selalu menjadi pohon yang pertama ber­ bunga dari sekitar 6.000 pohon plum di kompleks kuil ini. Kuil Tenmangu pun dipenuhi bunga– bunga plum berwarna putih dan

“Dream of Shine” adalah nama sebuah band yang digawangi lima anak kuliah­ an. Formasi mereka adalah Raga Fahmy Darmawan (gitar 1), Gede Adi Putra (gitar 2), Alit Wiyantara (drum)/Nyo­ man Anom Tribayu (additional drum), Ketut Arya Putrawan (Bass), dan Devi­ litha Ari Kusuma (vokal).

I

pink. Buah–buah plum juga men­ jadi inspirasi kuliner khas Dazaifu Tenmangu yakni kue mochi, kue bulat dari beras ketan yang didalamnya diisi dengan kacang merah, atau kacang hijau. Kuil Dazaifu Tenmangu selain sangat berarti bagi pemujanya yang sebagian besar penganut keyakinan Shinto juga menarik di­ kunjungi wisatawan dan peziarah di wilayah Asia terutama Korea dan Tiongkok. -Tika

khwal terbentuknya band ini dikarenakan ada sebuah acara di kampus yang meng­ haruskan seluruh pengisi acaranya adalah mahasiswa kampus. “Kami berinisiatif membentuk sebuah band yang personilnya beda-beda jurusan, tapi semuanya mahasiswa Undiksha,” ungkap sang Vokalis yang akrab disapa Devil ini. Acara Ulang Tahun Jurusan Bahasa Inggris setahun silam itu pun menjadi penampilan perdana grup band Dream of Shine. Kala itu mereka membawakan dua lagu ‘The Man Who Cant be Moved dan ‘Cobalah Mengerti’. Respons penonton cukup antusias. Inilah yang lantas memberikan motivasi besar bagi mereka untuk menjajal kemampuannya dan menambah jam terbang manggung dengan mengikuti berbagai lomba band hingga lomba cipta lagu. Alhasil, lagu ciptaan berjudul “Kembali” yang menceritakan tentang seseorang yang ingin cintanya kembali berhasil me­ menangkan sebuah kompetisi Cipta Lagu A Mild The Singaraja,

Mei 2013. Kiprah Dream of Shine tak hanya berkutat di Singaraja, Bule­ leng. Berbagai daerah di Bali dijajalnya, seperti Denpasar, Gia­ nyar, Jembrana dan Tabanan. Devil mengisahkan salah satu pengala­ man berkesannya saat tampil di kota seni Gianyar. Dalam rangka peringatan HUT ke-243 Kabu­ paten Gianyar April lalu, digelar Lomba Band Akustik, di Lapangan Astina Gianyar. Penyelenggaranya Yamaha. Dream of Shine turut unjuk kebolehan membawakan empat lagu, “Kala Cinta Meng­ goda”, “The Man Who Cant be Moved”, “Always be My Baby” dan “Bendera”. “Informasi lomba ini saya dapatkan dari broadcast message. Padahal saat lomba kami hanya dapat waktu latihan tiga jam sebelum lomba, tapi sudah bisa tampil maksimal dan malah mendapatkan Juara 1. Respons penonton saat itu lumayan meriah dan kami senang dapat tepuk tangan yang banyak,” ujar Devil sumringah. Dream of Shine juga sempat mencoba peruntungan mengikuti

“Dulu sudah berencana mau rekaman, tapi ada kendala di waktu dan dana,”

Persiapan Tiga Jam

seleksi band pembuka The Sigit yang tampil di Adora. Sayang, grup yang saat itu melantunkan tembang “Perfect” dan “Dylight” ini kalah di vote penonton. Dalam berbagai aksi pang­ gungnya, Dream of Shine yang be­ raliran genre musik pop ini kerap menembangkan lagu-lagu yang sedang ngetren, bahkan se­ring juga diaransemen menjadi jazz atau reggae. Kebanyakan lagulagunya berbahasa Inggris, seperti “The Script”. Masing-masing per­ sonil memiliki band favorit/vokalis berbeda-beda. Devil mengidola­ kan Agnes Monica, Raga ngefans grup legendaris The Beatles, Arya suka Dewa 19, Adi ngefans Mr. Big, Anom menggilai Bob Marley, dan Alit menyukai Gigi. Meski

demikian, mereka tetap kompak dalam satu aliran genre pop. Di tengah kesibukan masing-masing, tidak ada jadwal latihan khusus. Hanya saja, jika mau manggung, baru mereka latihan dua atau tiga hari sebelumnya. Untuk urusan busana, Devil mengaku biasanya setiap mang­ gung untuk acara tertentu ada yang mensponsori. Namun, jika tampil dalam acara kampus, biasa masing-masing personil menen­ tukan sendiri disesuikan dengan acaranya dan tidak terlalu ribet. “Kami berpakaian sesuai selera masing-masing saja,” ujarnya. Selain acara kampus, Dream of Shine juga lumayan sering mengisi dalam acara pernikahan. Lagu-lagu yang dibawakan bia­

sa­nya berdasarkan permintaan. “Lagu Indonesia ya, lagu barat oke. Biasanya kami menyanyikan sekitar 15 lagu,” ucap Devil. Grup ini pun sudah memi­ liki lagu ciptaan sendiri berjudul “Sesal”, menceritakan tentang penyesalan menyia-nyiakan se­ orang kekasih. Diciptakan oleh sang gitaris, Raga. “Dulu sudah berencana mau rekaman, tapi ada kendala di waktu dan dana,” ungkap Devil. Meski demikian, mereka tak patah semangat. Dream of Shine bermimpi ingin go national. Untuk meraih mimpi itu mereka terus berkarya, lebih intens lagi mengikuti event-event manggung agar semakin dikenal. Juga, belajar dari karya-karya mu­ sisi yang sudah ternama. –Radinia


BUGAR

10

2 - 8 JUNI 2014

Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia: Mengapa harus Dikhususkan? lanjut. Masalah kesehatan lanjut USIA merupakan masalah kesehatan yang memiliki kekhususan yaitu dalam hal: (i) penyakit pada lanjut usia cenderung bersifat multiple, merupakan gabungan antara penurunan fisiologik/alamiah dan berbagai proses patologik/penyakit; (ii) penyakit biasanya berjalan kronis, menimbulkan kecacatan dan secara lambat laun akan menyebabkan kematian; (iii) lanjut usia juga sangat rentan terhadap berbagai penyakit akut, serta diperberat dengan kondisi daya tahan yang menurun; (iv) kesehatan lanjut usia juga sangat dipengaruhi oleh faktor psikis, sosial dan ekonomi, dan (v) pada lanjut usia seringkali didapat penyakit iatrogenik (akibat banyak obat-obatan yang dikonsumsi).

P

ada lanjut usia gejala klinik penyakit seringkali berbeda dengan penderita usia lebih muda. Perubahan yang terjadi pada lanjut usia sejalan dengan periode penuaan menunjukkan adanya kelainan patologi yang multiple, merupakan suatu tantangan dalam menilai gejala klinik dan pemberian pengobatan. Kedokteran geriatri menaruh perhatian terhadap aspek klinik, pencegahan, pengobatan dan psiko-sosial dari lanjut usia, baik yang sakit maupun sehat. Sebuah upaya penerapan kedokteran geriatrik yang tertata dengan baik mempunyai peranan penting untuk menuju usia lanjut yang sehat. Tanpa disadari, Indonesia memasuki era penduduk berstruktur tua pada tahun 2000 dengan proporsi lansia mencapai 7,18%. Suatu penduduk disebut berstruktur tua jika proporsi lansia mencapai 7% ke atas. Pada tahun 2005 proporsinya mencapai 8,48%, dan meningkat lagi menjadi 9,77% pada lima tahun berikutnya (tahun 2010). Persentase usia lanjut pada tahun 2020 diperkirakan 11,4%. Peningkatan persentase populasi usia lanjut berdampak pada peningkatan masalah kesehatan yang berhubungan dengan warga usia

Konsep Menua Sehat Konsep menua sehat pada hakikatnya sesuai dengan slogan Tahun Usia Lanjut WHO tahun 1982 “Do not put years into life,but life into years”, yang berarti usia panjang tidaklah ada artinya bila tidak berguna dan bahagia serta mandiri sejauh mungkin, dengan mempunyai kualitas hidup yang baik.Tujuan hidup manusia adalah menjadi tua tetap sehat (healthy aging). Healthy aging artinya menjadi tua dalam keadaan sehat. Healthy aging akan dipengaruhi oleh beberapa faktor : i) endogenic aging, yaitu yang dimulai dengan cellular aging, lewat tissue dan anatomical aging ke arah proses menuanya organ tubuh, proses ini seperti jarum jam yang terus berputar; ii) exogenic factor, yang dapat dibagi dalam sebab lingkungan (environment) di mana seseorang hidup dan faktor sosio budaya yang disebut gaya hidup (life-style). Faktor exogenic aging ini, sekarang lebih dikenal dengan sebutan faktor risiko. Menua sehat (healthy aging) harus diikuti dengan menua-aktif (active aging). Menua-aktif adalah suatu proses yang mengoptimalkan kesempatan untuk sehat, partisipatif dan kesejahteraan dalam tujuan meningkatkan kualitas hidup saat seseorang menua.

Penerapan Geriatrik Kedokteran menuju Menua Sehat Penyakit lanjut usia selalu mempunyai kecenderungan untuk terjadinya kecacatan, sehingga oleh WHO selalu diharapkan penegakan diagnosis pasien lanjut usia dalam aspek gangguan organ (disease), penyakit (impairment), keterbatasan (disability) yang diakibatkan dan kecacatan (handicap).Mengingat sifat penyakit dan perubahan fungsi organ karena proses menua pada lanjut usia yang sangat khusus tersebut, maka dalam ilmu geriatri terdapat beberapa tatacara yang merupakan keharusan untuk dilakukan agar upaya kesehatan bagi usia lanjut tersebut dapat dilaksanakan secara optimal. Tata cara tersebut adalah yang disebut sebagai asesmen geriatri.Asesmen geriatri adalah suatu proses diagnostik multidisiplin yang biasanya dilaksanakan secara interdisipliner (dengan satu tujuan) oleh seorang dokter/geriatris dan atau suatu tim interdisiplin geriatrik untuk menentukan masalah dan kapabilitas medis, psikososial dan fungsional guna merencanakan terapi menyeluruh serta pemantauan kesehatan yang berkesinambungan bagi seorang penderita usia lanjut. Salah satu prinsip pelayanan kesehatan usia lanjut yang menyeluruh yang diinginkan untuk dilaksanakan di Indonesia adalah: pelayanan kesehatan lanjut berbasis rumah sakit (hospital based geriatric services), karena pada dasarnya RS merupakan pusat/tempat rujukan dari pelayanan kesehatan dasar usia lanjut. Karenanya pelayanan di rumah sakit ini seyogyanya menyelenggarakan/ menyediakan semua jenis upaya pelayanan kesehatan, mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dengan sarana dan sumberdaya manusia yang lengkap. Tentu saja tergantung dari kelas rumah sakit, kemampuan serta dana yang tersedia. Jenis-Jenis Pelayanan Geriatri Berbasis Rumah Sakit Tujuan dari penerapan kedokteran geriatrik adalah i) memelihara kesehatan lanjut usia dengan

menghindari penyakit, ii) mempertahankan kemandirian yang maksimal, iii) deteksi dini dan pemberian pengobatan yang tepat, dan iv) memberikan perawatan yang simpatik dan mendukung pada penyakit terminal. Beberapa jenis pelayanan geriatri yang bisa dikembangkan antara lain : Poliklinik Geriatri Tempat pelayanan ini memberikan jasa mengadakan pemeriksaan menyeluruh, tindakan pengobatan dan konsultasi bagi penderita lanjut usia rawat jalan oleh seorang dokter spesialis geriatri/geriatrician. Ruang Geriatri Akut Di ruang ini pada dasarnya hanya dirawat pasien lanjut usia yang mempunyai penyakit akut atau semi-akut. Terhadap penderita ini dilakukan asesmen geriatri, tindakan pengobatan secara interdisiplin serta rehabilitasi secepat mungkin setelah keadaannya memungkinkan. Ruang Geriatri Kronis Ruang ini diperlukan untuk merawat pasien usia lanjut dengan penyakit kronis yang memerlukan rawat inap dalam jangka waktu lama, dan karenanya memerlukan biaya yang tinggi. Klinik Asuhan Siang (Geriatric Day Care) Di tempat pelayanan ini dapat dilaksanakan semua tindakan seperti yang dilakukan di bangsal akut, akan tetapi pasien tidak harus rawat inap dan pelayanan hanya di lakukan beberapa jam (kurang dari 6 jam). Jasa yang dapat diberikan meliputi pemeriksaan menyeluruh, tindakan pengobatan, rehabilitasi dan rekreasi. Oleh karenanya, tenaga yang dibutuhkan selain dokter geriatris juga dibutuhkan tenaga rehabilitasi medik ditambah ahli gizi dan sebagainya. Konsultasi Geriatri Pasien yang dirawat oleh bagian lain terutama pada kasus perioperative lanjut usia dapat dikonsultasikan ke tim geriatri untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, berbagai

Tenun The Luxe

Tenun motif pucuk dan batik Bali menjadi pilihannya. Dua elemen tradisional ini, berhasil dikolaborasikan dengan apik. Seperti nampak pada deretan koleksinya yang ditampilkan di ajang Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) belum lama ini di Jakarta.

tindakan lain, atau bahkan dipindahkan ke bangsal lanjut usia. Penitipan (Respite Care) Orang lanjut usia yang relatif sehat, tidak ada eksaserbasi akut dari penyakit yang mungkin diderita, dapat dititipkan selama maksimal dua minggu di unit Geriatri yang lengkap, misalnya di Paviliun Lanjut Usia. Tujuan pelayanan ini antara lain memberi istirahat pada keluarga yang merawat agar segar kembali. Perawatan Terminal (Hospice Care) Pelayanan kesehatan sejak dulu diarahkan untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah kematian, tetapi ada kalanya dokter dihadapkan pada keadaan menjelang ajal yang tidak dapat dielakkan. Hospice care (asuhan sakit terminal) merupakan salah satu bentuk layanan geriatri dengan ciri-ciri: (i) harapan hidup penderita diperkirakan kurang dari enam bulan; (ii) pendekatan paliatif, dengan penekanan pada pengelolaan nyeri dan gejala; (iii) koordinasi oleh tim interdisiplin, terdiri atas tenaga medik, rohaniwan, keluarga dan relawan/pekerja sosial. Asuhan sakit ini dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah penderita. Panti Rawat Wredha Panti Rawat Wredha atau nursing home bukan suatu keharusan untuk diadakan pada suatu RS. Bagian ini merupakan bentuk peralihan antara pelayanan RS dan pelayanan di rumah/di panti wredha, di mana pasien sudah tidak banyak memerlukan tindakan RS (asesmen dan kuratif) akan tetapi masih mempunyai masalah kesehatan kronis yang memerlukan perawatan (care), sehingga tidak dimungkinkan untuk di rawat di rumah atau di panti wredha biasa. Keberadaannya di suatu RS besar memberikan nilai tambah untuk kepentingan pendidikan dan riset, dan walaupun tidak sempurna dapat untuk menggantikan bangsal kronis. dr. I Nyoman Astika Sp.PD KGer HP 08123974128, 0361-8072263

STYLE

2 - 8 JUNI 2014

S

Bintang Mira

etiap potong busananya pun hadir dengan ciri khas dan karakter seorang Bintang Mira. Ada siluet nan simpel namun tetap elegan dan sangat kini. Maka, busana kasual yang diusung dengan tema “Ikat For The World” ini pun semakin kuat dengan penggunaan warna merah marun dan biru. Menurut Bintang Mira, kreativitasnya adalah terjemahan yang meng­acu pada tren 2015 mendatang. Ia mengolah budaya lokal dengan sentuhan modern dan mendunia, dan gaya ini juga akan meramaikan dunia fashion tahun depan.

Menariknya lagi, hasil olah kreatifnya berupa tas berbahan tenun yang melengkapi busana ready to wear-nya. Begitu juga dengan sepatu dan ikat pinggang buatannya menambah kesan the luxe busana yang mudah dipadupadankan ini. Dengan semua karyanya tersebut, perancang busana sekaligus seniman kain yang menetap di Gianyar ini, ingin kain tenun semakin banyak dikenakan dan lebih cepat bisa dikenal secara international. Hal ini, sesuai pula dengan komitmennya selalu menggunakan kainkain tradisional Bali. – Sri Ardhini

15


14

J E L I TA

Rahasia Make Up Sempurna Mengaplikasikan make up, salah satu kegiatan perempuan, untuk me­nunjang penampilan. Apalagi bagi mereka yang akan melakukan ber­bagai kegiatan di luar rumah. Namun, cukup banyak juga perempuan yang masih mengeluhkan kalau make up-nya kurang rata, tidak tahan lama bahkan mudah luntur.

www.chieraeray.blogspot.com

U

ntuk memperoleh riasan atau make up wajah yang sempurna, ada hal yang selama ini sering terlupakan, padahal yang satu ini wajib dipoleskan pertamakali. Namanya adalah make up base . Lantas apa sesungguhnya yang disebut dengan make up base yang baik? Menurut I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E., pemilik salon Masdewi di Denpasar, make up base adalah alas dasar yang dikenakan di wajah sebelum membubuhkan alas bedak atau foundation.Fungsinya memudahkan make up membaur sekaligus meratakan warna pada kulit. Memang, katanya make up base atau yang sering juga dise­but face primer ini, tidak terlalu populer dalam rangkaian tata rias sehari-hari di masyarakat kita, padahal bagi yang sudah tahu hasil kerjanya, pasti akan selalu menggunakannya. “Hal terpenting lainnya dari make up base ini adalah agar foundation tidak langsung masuk ke lapisan dalam kulit kita,”cetus Gung Dewi. Dikatakan oleh gung Dewi, make up base bisa berbentuk krim atau gel ini terdiri dari 4 warna umum. l Make up base warna ungu, cocok dikenakan untuk kulit putih, pucat, kemerahan, membuatnya terlihat lebih segar l Make up base warna kuning , digunakan untuk orang yang berkulit sawo matang atau kuning langsat. Warna kuning ini juga bermanfaat untuk menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata. l Make up base warna hijau, ini yang paling dikenal dan biasa dipakai untuk me­ngatasi noda kemerahan pada jerawat agar kulit terlihat lebih mulus. Warna hijau, akan mengimbangi warna merah. Karenanya, bagi mereka yang kebetulan jerawatnya sedang matang, disarankan menggunakan make up base warna hijau. Yang perlu diingat kata Gung Dewi, meskipun jerawat tengah matang-matangnya, hindari menggunakan make up base terlalu tebal agar wajah tidak terlihat seperti topeng. l Make up base warna coral dapat membantu wajah nampak lebih cerah. “Menggunakannya juga akan menaikkan tingkat kesegaran wajah, jika sedang merasa wajah lelah, letih dan lesu. Sedangkan make up base warna transparan atau bening untuk kulit normal atau bisa juga untuk semua jenis kulit,” ucap Gung Dewi. Jadi bagi kita yang sebelum­nya hanya menggunakan pelembab dan bedak saja, perlu mengetahui kalau pelembab dan bedak saja tidak mampu meratakan bedak, karena ada kulit yang terlalu kering atau terlalu berminyak. Sebelum mengaplikasikan make up base, diingatkan oleh Gung Dewi untuk senantiasa memebrsihkan wajah terlebih dahulu. Tentu dengan pembersih yang sesuai jenis kulit. Apakah yang berupa face wash atau sabun muka maupun cleansing milk atau susu pembersih. Jangan sampai lupa memakai toner atau pe-

nyegar setelahnya. “Ini untuk mengkondisikan kulit agar tidak kehilangan kelembabannya karena proses pembersihan,”ucap Gung Dewi. Langkah berikutnya, supaya riasan tetap tahan lama, ada pada proses pengaplikasiannya mulai dari make up base dan foundation sesuai jenis kulit hingga pulasan bedaknya, “Sebaiknya pula dalam menggunakan make up base tidak harus tebal, yang penting covering dengan produk lainnya seperti alas bedak, bedak tabur dan produk riasan lainnya,” imbuhnya. Langkah sesudah make up base dilanjutkan dengan meng­aplikasikan foundation. Fungsi foundation adalah agar noda wajah benar-benar tertutupi dan make-up tahan lama. “Gunakan foundation satu tone lebih gelap dari warna kulit wajah agar dapat menutupi noda. Jika ada, tepuk-tepukkanlah di daerah yang bernoda itu hingga me­ rata,” ujar Gung Dwi Ketika menyempurnakan make up base dengan mengaplikasian bedak, sebaiknya pakailah loose powder atau bedak tabur sesudah pemakaian foundation. Berikutnya diaplikasikan dengan powder brush. Sedangkan bedak padat jadikan sebagai touch up saja. “Untuk urusan bedak, sebaiknya

sesuaikan juga bedak yang akan diusapkan dengan jenis kulit kita. Terutama untuk jenis kulit berminyak mesti lebih hatihati dalam memilih bedak. Pilih yang bisa mengurangi kilat di wajah,” tuturnya. Selain itu masih ada eye base , yang menjadi alas untuk riasan mata. Bentuknya ada krim dan jel dengan teksturnya yang sedikit berminyak. “Tujuannnya membantu menjadikan eyeshadow yang akan dioleskan lebih me­nempel. Memakai eye base juga bisa membuat warna eyeshadow lebih glow dan terang serta tidak pecah-pecah,” jelas Gung Dewi. Selanjutnya ada lip base, sebagai dasar sebelum memulaskan lipstik, hingga diperoleh bibir yang halus, lembut serta mampu menonjolkan warna lipstik. Bentuknya sama dengan lipstik, hanya saja warnanya nude atau bening. Saat ini ba­nyak pula lip base yang ditambahkan dengan unsur vitamin. “ Untuk hasil sempurna, selain bantuan produk kecantikan, wajah juga wajib dijaga kebersihan dan kesehatannya, “ katanya. - Sri Ardhini

MITOS ATAU FAKTA

2 - 8 JUNI 2014

2 - 8 JUNI 2014

11

Sakit Jantung Boleh Naik Pesawat? Naik pesawat terbang mempercepat orang untuk mencapai wilayah tujuan. Tetapi, ada hal-hal yang harus diper­hatikan sebelum naik pesawat terbang. Masalah kesehatan merupakan prioritas. Jangan memaksakan diri naik pe­sawat jika dalam kondisi sakit. Ada hal yang harus diper­hatikan jika Anda ingin naik pesawat terbang. jangan sampai. Berikut pemaparan dr. Made Ayu Witriasih, PKK, DK, M.Kes. mengenai tentang kesehatan dalam penerbangan.

K

Suasana di bandara

ondisi kesehatan yang biasanya dilarang untuk naik pesawat terbang yakni: 1.Penyakit kardiovaskular (penyakit jantung) Penurunan oksigen jenuh selama perjalanan udara dapat mempengaruhi orang-orang dengan penyakit jantung. Beberapa pasien dengan gangguan kardiovaskular biasanya tidak diperbolehkan terbang, seperti komplikasi myocardial infarction, angin tidak stabil, dekompensasi gagal jantung kongestif, hipertensi tak terkontrol, aritmia jantung tak terkontrol, gejala penyakit katup jantung parah. 2. Penyakit pernapasan Orang dengan gangguan perna-

dr. Oka Negara, FIAS

pasan dan paru biasanya juga tidak diizinkan untuk terbang, seperti yang terengah-engah saat istirahat, infeksi pernafasan aktif, termasuk pneumonia dan infeksi virus. Hal ini terutama berkaitan dengan kebutuhan oksigen selama penerbangan. 3. Pasien anemia Orang dengan hemoglobin <7,5 g/ dL memiliki risiko hipoksia lebih tinggi, sehingga penilaian kebugaran dibutuhkan sebelum penerbangan dilakukan dan harus memiliki akses oksigen selama penerbangan. 4. Pasien dengan masalah THT Pasien dengan masalah pada telinga, hidung dan tenggorokan seperti memiliki sinusitis akut, polip hidung besar, pasca mengalami operasi hidung,

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, aku bingung dan belum berani periksa ke dokter. Aku beberapa hari ini mengalami masalah dengan kencing. Setiap kali kencing terasa nyeri dan ada keluar nanah. Aku takut terkena sifilis, dan rasanya memang demikian adanya. Aku menyesal, telah berbuat salah, mau menerima ajakan atasanku untuk berhubungan intim, padahal dia sudah beristri dan bisa jadi juga suka berhubungan dengan wanita lain juga. Aku malu buat ke dokter, makanya aku coba minum, tapi belum juga sembuh. Ini gimana dok?” (Mn,23 tahun) Surat bernada serupa ada juga masuk via email. Sesungguh­ nya semua orang perlu tahu tentang hal ini, karena kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) semakin meningkat jumlah kejadiannya, tetapi banyak juga yang tidak berani datang untuk periksa ke dokter. Banyak yang masih salah kaprah tentang IMS, terutama membedakan jenisnya, karena berbeda jenis tentu saja berbeda juga cara pengobatannya. Masih banyak yang asal mengobati dan sembarangan minum antibiotik yang akhirnya justru membuat penyakit menjadi tidak sembuh dan bertambah

serius. Infeksi bisa berlanjut menjadi susah disembuhkan karena terjadi resistensi kuman, infeksi juga bisa berlanjut mengakibatkan gangguan kesuburan, bahkan bisa makin serius infeksi menjadi lebih berat dan fatal. Jangan lupa, saat Anda terkena infeksi menular karena hubungan seksual yang berisiko, sesungguhnya Anda juga berisiko tertular HIV yang sampai saat ini belum bisa tuntas disembuhkan. Dalam kasus ini, jika dicermati, keluhannya adalah nyeri saat buang air kecil dan kencing juga bernanah sesungguhnya lebih mengarah kepada gonore dan bu-

menderita infeksi telinga tengah, juga tidak diperbolehkan untuk naik pesawat terbang. Hal ini berkaitan dengan penurunan tekanan udara dan berkurang kadar oksigen. 5. Pasien dengan masalah neurologis atau psikiatrik Pasien psikotik akut dan pasien epilepsi tak terkontrol biasanya tidak diperbolehkan terbang. Pasien dengan epilepsi terkontrol umumnya bisa terbang dengan aman. Namun, harus diberitahu tentang potensi ambang kejang karena efek kelelahan, makan tertunda, hipoksia dan irama sirkadian terganggu. 6. Penyakit menular Pasien-pasien dengan penyakit yang mudah menular di udara seperti pasien tuberkulosis, cacar air umumnya juga tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan udara. Penyakit menular yang dilarang terbang biasanya tergantung pada sifat dari kondisi dan transmisibilitas fase penyakit. “Bagi wanita hamil, masih boleh melakukan perbangan, tetapi harus memperhatikan riwayat kesehatan dan usia kandungan,” ujar dokter yang pernah menjadi dokter Garuda Indonesia selama 10 tahun ini. Peraturan dari IATA (International Air Transports Association) mengenai kriteria wanita hamil yang diperbolehkan terbang dipertimbangkan dari riwayat kesehatan dan kehamilan sebelumnya, jumlah janin yang dikandung, dan umur kehamilan. Wanita dengan hamil tunggal (hanya 1 janin yang dikandung) tanpa komplikasi diperbolehkan untuk terbang hingga usia kehamilan 36 minggu, asal waktu penerbangan tidak lebih dari 4 jam. Bagi wanita hamil, yang dapat membuat penerbangan menjadi lebih nyaman dan aman, perlu memperhatikan hal-hal berikut: 1. Gunakan pakaian yang longgar, jangan yang ketat. 2. Jika dapat, gunakan stocking un-

tuk membantu aliran darah dari tumit ke arah jantung dan paru paru. 3. Jangan menyilangkan kaki selama perjalanan agar aliran darah lebih lancar dan tidak merasa pegal. 4. Minumlah air dalam jumlah yang cukup sehingga. Tingkat kelembaban dalam kabin pesawat dapat membuat dehidrasi, sehingga mengentalkan darah. 5.Tiap jam, usahakan berjalan sebentar di lorong kabin (bila lampu mengenakan seatbelt dipadamkan), dan tiap setengah jam lemaskan kaki, putar pergelangan kaki, dan gerakkan jari-jari kaki. Gerakan ini penting untuk memastikan aliran darah lancar dan mengurangi risiko terbentuk gumpalan darah. 6. Minta tempat duduk yang longgar (sebaiknya di sisi yang dekat dengan lorong kabin / aisle seat). Hindari tempat duduk di tengah, karena paling sempit dan membuat pergerakan terbatas. 7. Hindarilah makanan yang dapat cepat membentuk gas (terutama makanan manis) karena tekanan udara di dalam kabin akan dapat berubah sesuai dengan ketinggian sehingga usus akan

dr. Ayu

lebih cepat membentuk gas. 8. Saat duduk, gunakan sabuk pengaman selama penerbangan karena turbulensi sulit diprediksi. Guncangan akan membuat tubuh dan rahim berguncang. Untuk wanita hamil, risiko cedera karena menggunakan sabuk pengaman dinilai lebih ringan daripada risiko cedera yang dapat terjadi bila tidak mengenakannya. Tempatkan sabuk pengaman pada posisi yang paling nyaman, dapat diletakkan serendahrendahnya di bawah daerah panggul atau di sekitar tungkai bawah bagian atas. –Ngurah Budi

Suasana dalam pesawat

www.indoflyer.net

Kencing Nyeri Bernanah kan sifilis. Tetapi tentu saja untuk memastikannya harus diperiksakan kembali ke dokter. Terkadang seorang dokter juga memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis penyakit demi kesembuhan yang tuntas. Memang banyak yang salah kaprah. Kencing nanah lebih sering dihubungkan dengan sifilis, padahal gejala khas sifilis itu adalah luka di kelamin dan bukan ken­cing bernanah. Tentu saja ini harus diluruskan untuk mencegah upaya sembarangan dalam mengobati penyakit. Jadi, sifilis dan gonore itu adalah dua jenis IMS yang berbeda. Sekadar meluruskan salah kaprah tentang beda sifilis dan gonore, coba kembali kita lihat perbedaannya diantara gonore dan sifilis ini. Gonore tanda penyakitnya adalah nyeri saat buang air kecil, kelamin terlihat bengkak ringan memerah dan kencing bernanah. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Tetapi pada sebagian lagi akan merasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan yang sudah bias terjadi beberapa hari setelah hubungan seksual. Sedangkan

sifilis gejala khasnya adalah luka cekung di kelamin yang tidak terasa nyeri dan bisa hilang sendiri dalam beberapa hari. Awalnya bisa tidak terlihat ada gejala yang berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul luka di sekitar alat kelamin yang tidak nyeri dan bisa hilang sendiri. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang tanpa diobati. Nah, sekali lagi, walaupun sebenarnya mudah dibedakan, sangat perlu untuk memastikannya ke dokter. Akibat infeksi gonore, pada perempuan bisa juga berlanjut terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Sementara pada sifilis manifestasi klinis berikutnya jika dibiarkan akan muncul bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu kemudian. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan

menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir de­ ngan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental. Sesungguhnya berbeda jauh tanda dan gejalanya. Kuman penyebabnya juga berbeda. Itu artinya pengobatannya juga sesungguhnya berbeda. Karenanya hal terbaik yang bisa dilakukan jika mengalami keluhan apapun di kelamin setelah pernah melakukan hubungan seksual berisiko tanpa menggunakan kondom, Anda sebaiknya datang memeriksakan diri ke dokter dan jaga coba-coba mengobati sendiri secara sembarangan. Jika sudah terkena, pasangan kita juga harus diperiksa dan diobati. Jangan mengobati diri sendiri saja. Jika sudah ke dokter dan mendapatkan obat, patuhi cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kesembuhan. Hindari hubungan seksual selama masih ada gejala. Untuk selanjutnya, tetaplah setia dengan pasangan dan selalu menjaga kebersihan alat kelamin.


RESEP ALA CHEF

12

Kuliner ala Negeri Jiran Nasi Lemak Nasi lemak merupakan makanan yang berasal dari Malaysia. Nasi lemak sejenis nasi campur berupa nasi yang harum disajikan bersama lauk-pauk seperti ayam, telur rebus atau telur mata sapi, ikan teri goreng, kacang tanah goreng, mentimun, dan sambal yang khas. Makanan ini mudah didapatkan di mana saja di wilayah Malaysia, termasuk Singapura. Bahkan, ketika Anda membeli makanan fast food, nasinya juga terbuat dari nasi lemak. Anda tertarik mencobanya, berikut resepnya. Bahan: 800 gram 900 ml ½ sdt 4 butir 1 ruas jari

: beras basmati (panjang),bersihkan, cuci, tiriskan. : santan kental : garam : bawang merah, iris tipis : jahe

Es Potong Singapura Es Krim merupakan makanan favorit segala usia di dunia. Ada berbagai cara meramu dan menyajikan es krim. Salah satunya yang paling terkenal es potong Singapura. Es ini dicetak dalam bentuk empat persegi panjang lalu dipotong menjadi berbagai bagian disajikan dengan wafer

2 lembar 1 batang 50 ml 1 sdt

: : : :

daun pandan sereh minyak merica bubuk

Cara membuat: - Panaskan minyak, tumis bawah merah, jahe, dan merica hitam atau roti tawar warna/pelangi, atau dimakan begitu saja. Singapura memiliki satu pusat perbelanjaan yang sangat terkenal yakni Orchad Road, sebuah jalan utama di Singapura yang menjadi pusat perbelanjaan de­ ngan puluhan mal dan merupakan jalanan yang sangat nyaman dan memanjakan para pejalan kaki. Di areal ini ada banyak penjual es potong Singapura. Es Potong ini sangat unik ka­ rena penjualnya berusia lanjut dan es ini sering disebut “Uncle Ice Cream”. Cita­rasa es po­ tong sangat nik­m at dengan variasi rasa yang beragam. Harganya 1 dolar Singa­p ura (Rp 9.500). Tidak sulit mendapatkan si penjual es krim ini. Mere­

sampai harum. - Masukkan santan, garam, daun pandan, dan sereh. Setelah santan mendidih, masukkan beras. - Masak sampai setengah matang dan santan kering. - Kukus nasi sampai matang. - Angkat.

2 - 8 JUNI 2014

Nasi Briyani Nasi Briyani merupakan makanan yang berbahan dasar nasi (beras basmati), yang disajikan dengan rempah-rempah, daging, ikan, telur, serta sayuran. Bahan utama nasi briyani terdiri bumbu-bumbu dan rempahremah seperti ghee (mentega), pala, bunga pala, jinten, merica, cengkih, kapulaga, kayu manis, daun salam, ketumbar, daun mint, jahe, bawang Bombay dan bawang putih. Nasi briyani nonvegetarian sering memasukkan daging sapi, daging ayam, daging kambing, ikan, atau udang. Sebagian besar makanan nasi briyani disajikan dengan saus dahi chutney, kurma, sayur terong, telur rebus, dan salad. Di Malaysia dan Singapura, makanan ini disajikan dengan rendang dan ditemani sirap Bandung sebagai pelega dahaga khususnya kalangan masyarakat muslim Malaysia. Nasi briyani versi yang sudah diimprovisasi dari Muar dan Batu Pahat telah menyebar ke belahan lain negara ini. Sementara, restoran-restoran khusus dan gerai makanan Muslim India menyajikan makanan ini dengan cara mereka sendiri tiada tandingannya. Di sini, versi ayam, daging kambing atau ikan dilengkapi acar (yang terdiri dari mentimun, bawang Bombay, cabai merah, nanas, dan telur rebus). Beberapa pedagang setempat membuat makanan ini populer sebagai wara­ laba di pusat kota Klang Valley.

2 - 8 JUNI 2014

C U L I N A RY C O R N E R

Durian Bugis Street Selama ini banyak orang yang melancong ke Singapura menganggap tempat tinggal yang terbaik selama di sana adalah kawasan Orchard Road dengan alasan dekat ke mana-mana. Namun, semua orang juga tahu menginap di sana cukup mahal. Bagi kita yang punya ­budget mepet, Bugis adalah alternatif lain. Kalau soal transportasi, kawasan Bugis menurut saya malah lebih tepat dikatakan mudah ke mana-mana. Stasiun MRT Bugis yang ada di kawasan tersebut hanya satu stop ke persimpangan jalur MRT (alat trasportasi kereta api cepat). Jadi jika mau pindah jalur layanan MRT tidak memerlukan waktu lama dan tentunya biaya jadi lebih murah. Terlebih

lagi, Victoria Street sebagai akses utara-selatan, kawasan Bugis juga dilewati banyak bus yang ingin ke belahan utara-timur dan baratselatan Singapura. Soal makan-makan dan nong­ krong di kawasan Bugis terdapat banyak pilihan makanan yang murah dan tentunya punya citarasa yang berbeda. Untuk makan seharihari, terdapat banyak tempat ma-

ka berjualan berjejer menggunakan sepeda motor atau gerobak ­cantik. Berbagai vari­ an ditawarkan seperti cokelat, stroberi, durian, mint chocochip, dan yang lainnya. Yang paling istimewa dan menjadi pilihan favorit konsumen adalah es potong durian.

Staff Canteen

kan seperti di pojokan Albert St. dan Waterloo St. Atau kalau mau yang ber-AC, bisa di food court Kopi Tiam di pojokan Bras Basah Rd. dan Bencoolen St. Belum lagi untuk fastfood McDonalds dan Burger King yang mudah ditemui. Bagaimana kalau ingin nong­ krong malam-malam setelah capek jalan-jalan? Nongkrong di kafe sudah hal yang biasa. Di Singa­ pura, justru menurut saya yang menarik untuk nongkrong adalah berubahnya trotoar menjadi tempat makan. Selepas malam, trotoar dipenuhi meja-meja makan sebagai tempat makan-makan yang menarik dengan menu yang berbeda dan tentunya lezat, harganya juga murah dan membuat kenyang. Pasar Bugis Street juga merupakan tempat menjual buahbuahan impor segar yang cukup komplit. Buat kita yang terbiasa makan buah, travelling seringkali membuat kita jarang makan buah dan buntut-buntutnya sembelit mudah menyerang. Nah, di Bugis Street ini, banyak buah dijual de­ ngan harga cukup miring, seperti

­ akan­an­­ Indonesia, dengan cara belajar dari teman m orang Indonesia. Ia menilai, prospek makanan Indonesia sangat bagus. Karena, banyak sekali turis Indonesia yang datang ke Singapura, masih tetap mencari makanan Indonesia. Hal ini diakui Rathi, salah satu warga Indonesia yang kebetulan berkunjung ke Singapura dalam acara peluncuran buku. Ia mengatakan, mengetahui informasi tentang Staff Canteen dari teman Indonesia yang sering bepergian ke Singapura. “Susahnya kalau saya pergi ke luar negeri, pasti mencari makanan Indonesia,” ujarnya. Uniknya, di Malaysia dan Singapura, restoran siap saji, juga menyajikan nasi lemak untuk peneman ayam gorengnya. Menurut Rathi, rasa nasi lemak terasa harum dan beraroma rempah. Ternyata nasi lemak banyak disukai Warga Negara Indonesia. Salah satunya, Rey, salah seorang karyawan swasta yang sering berkunjung ke Singapura. “Tiap ke Singapura, saya pasti cari nasi lemak. Rasanya enak, gurih. Jadi kalau ditambah lauk rendang, tambah mantap,” katanya sembari tertawa. -Wirati Astiti

pisang, plum, kiwi, buah naga, apel, melon, dan pepaya. Ada buah campur yang siap dimakan, satu bungkusnya 4 dolar Singapura. Belum lagi penjual jus buah segar banyak berderet. Harganya pun sangat terjangkau, satu gelas jus hanya 1 dolar Singapura. Tapi menurut saya, juaranya makan buah di Bugis adalah makan durian. Durian yang dijual di sana umumnya bukan durian monthong atau varietas lain dari Thailand. Durian di Bugis berasal dari Malaysia. Besar satu buahnya tidak lebih dari ukuran bola voli. Tapi rasanya, ini adalah durian terenak yang pernah saya makan. Kulit buahnya yang berduri sangat tipis, sehingga isinya besar-besar. Bahkan bijinya pun kecil dan seperti kisut se­ hingga daging buahnya tebal dan manis sekali. Sebenarnya, menu-

rut penjualnya, durian Malaysia ada yang agak sepat dan manis, tergantung selera. Bagi kita, tentunya pilih yang manis. Biarkan si penjual yang memilihkan duriannya. Buka di tempat dan langsung nikmati. Dijamin pasti manis. Tiga buah seharga 10 dolar Singapura, satu buah seharga 5 dolar Singa­ pura. Selain makan langsung dari buahnya, penjual durian juga menyediakan durian yang telah dikupas dan ditempatkan pada kotak steorofoam. Kalau ingin harga durian lebih murah, sebaik­ nya tunggu pasar malam Bugis tutup pukul 10.00 malam. Harga durian menjadi lebih murah karena barang yang sudah terbuka tidak mungkin dijual besoknya. Anda tertarik? Rasakan petulangan seru berkuliner di areal Bugis Street. –Wirati Astiti

Gulai Iga

Makanan Murah di Bandara Changi Jika pergi ke Si­ ngapura, Anda jangan kaget dengan harga makanan yang mahal. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mencari alternatif makanan murah di kedai-kedai makanan. Salah satunya, di Staff Canteen Bandara Changi Si­n gapura. Keluar imigrasi terminal 1, lalu belok kiri. Jalan terus sampai bertemu Burger King kemudian Rahima keluar lalu belok kiri. Ada petunjuk menuju Staff Canteen. Kemudian turun ke basement. Di kantin ini tersedia aneka makanan, mulai dari Chinese food dan makanan halal bagi yang muslim. Selain melayani makan karyawan Bandara Changi Singapura, Staff Canteen juga melayani pengunjung umum. Harga untuk karyawan lebih murah dibandingkan dengan harga pengunjung umum. Misalnya nasi ayam untuk karyawan 2,5 dolar Singapura, sementara harga untuk pengunjung 3,5 dolar Singapura. Salah satu warung yang berjejer di Staff Canteen, adalah Warung Seri Mawar, milik Rahima. Ia menjual masakan Indonesia dan Padang, mulai dari telur goreng, telur pindang, rendang, opor ayam, tempe dan tahu goreng, ayam goreng, perkedel, sayur terong, ikan goreng, nasi rawon, ikan pari goreng. Selain itu, nasi lemak ayam ala Malaysia juga tersedia. Rahima adalah warga Nega­ ra Singapura. Ia belajar masak

13

Acar Bumbu Kuning Sarwan Bahan: 1 buah : mentimun, iris korek api, buang bijinya 1 buah : wortel, iris korek api 10 buah : cabe kecil 2 sdm : cuka Gula, garam, kaldu bumbu secukupnya

Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, masak sampai harum. - Masukkan wortel juga mentimun, aduk-aduk sampai bumbu

merata, tambahkan air 200 ml. - Tambahkan gula, garam, kaldu bumbu. Biarkan sampai mendididih lalu tambahkan cuka, masak lagi sampai mendidih. - Siap untuk dihidangkan.

Bumbu yg dihaluskan: 5 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 buah : cabe merah besar 2 ruas : jari kunyit bakar 3 butir : kemiri, sangrai 1 ruas : jari jahe

tambahkan daun jeruk yang telah dibuang tangkainya, dan masukkan juga serai. - Masukkan bumbu ke dalam iga Bahan: rebus, lalu rebus iga sampai 500 gr : iga, potong menurut selera mendidih. 2 lbr : daun jeruk purut - Tambahkan garam, gula dan 1 btg : serai kaldu bubuk, masak hingga 700 ml : air mendidih. Gula, garam, kaldu bubuk secu- Siap untuk disajikan dengan kupnya. taburan bawang putih goreng. Minyak secukupnya. Bahan Bumbu yang dihaluskan 7 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 5 buah : cabe besar merah 9 buah : cabe kecil 2 ruas : jari kunir bakar 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai 1/4 sdt : pala Cara membuat: - Rebus iga sampai empuk kurang lebih selama 30 menit, sisihkan. - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, bolak-balik sampai keluar aroma harum,

Babat Masak Tauge Tahu

Warung Seri Mawar

Bahan: ½ kg : babat, rebus sampai empuk, potong sesuai selera 150 gr : tauge 2 ½ biji : tahu putih, potong dadu, kukus 5 siung : bawang putih, iris halus 7 buah : cabai rawit utuh 5 buah : cabai rawit, iris kasar 6 buah : cabai hijau, iris serong

5 buah : cabai merah, iris serong 2 sdm : kecap ikan 3 sdt : minyak wijen Gula, garam, merica dan kaldu bubuk secukupnya. Cara membuat: - Tumis bawang putih sampai harum. - Masukkan cabai rawit iris maupun

- - - -

cabai rawit utuh, juga masukkan cabai merah dan cabai hijau. Masukkan babat dan tahu, tambahkan sedikit air. Tambahkan garam, gula, merica, kecap ikan dan minyak wijen. Masukkan tauge, masak sebentar, angkat. Siap disajikan.


RESEP ALA CHEF

12

Kuliner ala Negeri Jiran Nasi Lemak Nasi lemak merupakan makanan yang berasal dari Malaysia. Nasi lemak sejenis nasi campur berupa nasi yang harum disajikan bersama lauk-pauk seperti ayam, telur rebus atau telur mata sapi, ikan teri goreng, kacang tanah goreng, mentimun, dan sambal yang khas. Makanan ini mudah didapatkan di mana saja di wilayah Malaysia, termasuk Singapura. Bahkan, ketika Anda membeli makanan fast food, nasinya juga terbuat dari nasi lemak. Anda tertarik mencobanya, berikut resepnya. Bahan: 800 gram 900 ml ½ sdt 4 butir 1 ruas jari

: beras basmati (panjang),bersihkan, cuci, tiriskan. : santan kental : garam : bawang merah, iris tipis : jahe

Es Potong Singapura Es Krim merupakan makanan favorit segala usia di dunia. Ada berbagai cara meramu dan menyajikan es krim. Salah satunya yang paling terkenal es potong Singapura. Es ini dicetak dalam bentuk empat persegi panjang lalu dipotong menjadi berbagai bagian disajikan dengan wafer

2 lembar 1 batang 50 ml 1 sdt

: : : :

daun pandan sereh minyak merica bubuk

Cara membuat: - Panaskan minyak, tumis bawah merah, jahe, dan merica hitam atau roti tawar warna/pelangi, atau dimakan begitu saja. Singapura memiliki satu pusat perbelanjaan yang sangat terkenal yakni Orchad Road, sebuah jalan utama di Singapura yang menjadi pusat perbelanjaan de­ ngan puluhan mal dan merupakan jalanan yang sangat nyaman dan memanjakan para pejalan kaki. Di areal ini ada banyak penjual es potong Singapura. Es Potong ini sangat unik ka­ rena penjualnya berusia lanjut dan es ini sering disebut “Uncle Ice Cream”. Cita­rasa es po­ tong sangat nik­m at dengan variasi rasa yang beragam. Harganya 1 dolar Singa­p ura (Rp 9.500). Tidak sulit mendapatkan si penjual es krim ini. Mere­

sampai harum. - Masukkan santan, garam, daun pandan, dan sereh. Setelah santan mendidih, masukkan beras. - Masak sampai setengah matang dan santan kering. - Kukus nasi sampai matang. - Angkat.

2 - 8 JUNI 2014

Nasi Briyani Nasi Briyani merupakan makanan yang berbahan dasar nasi (beras basmati), yang disajikan dengan rempah-rempah, daging, ikan, telur, serta sayuran. Bahan utama nasi briyani terdiri bumbu-bumbu dan rempahremah seperti ghee (mentega), pala, bunga pala, jinten, merica, cengkih, kapulaga, kayu manis, daun salam, ketumbar, daun mint, jahe, bawang Bombay dan bawang putih. Nasi briyani nonvegetarian sering memasukkan daging sapi, daging ayam, daging kambing, ikan, atau udang. Sebagian besar makanan nasi briyani disajikan dengan saus dahi chutney, kurma, sayur terong, telur rebus, dan salad. Di Malaysia dan Singapura, makanan ini disajikan dengan rendang dan ditemani sirap Bandung sebagai pelega dahaga khususnya kalangan masyarakat muslim Malaysia. Nasi briyani versi yang sudah diimprovisasi dari Muar dan Batu Pahat telah menyebar ke belahan lain negara ini. Sementara, restoran-restoran khusus dan gerai makanan Muslim India menyajikan makanan ini dengan cara mereka sendiri tiada tandingannya. Di sini, versi ayam, daging kambing atau ikan dilengkapi acar (yang terdiri dari mentimun, bawang Bombay, cabai merah, nanas, dan telur rebus). Beberapa pedagang setempat membuat makanan ini populer sebagai wara­ laba di pusat kota Klang Valley.

2 - 8 JUNI 2014

C U L I N A RY C O R N E R

Durian Bugis Street Selama ini banyak orang yang melancong ke Singapura menganggap tempat tinggal yang terbaik selama di sana adalah kawasan Orchard Road dengan alasan dekat ke mana-mana. Namun, semua orang juga tahu menginap di sana cukup mahal. Bagi kita yang punya ­budget mepet, Bugis adalah alternatif lain. Kalau soal transportasi, kawasan Bugis menurut saya malah lebih tepat dikatakan mudah ke mana-mana. Stasiun MRT Bugis yang ada di kawasan tersebut hanya satu stop ke persimpangan jalur MRT (alat trasportasi kereta api cepat). Jadi jika mau pindah jalur layanan MRT tidak memerlukan waktu lama dan tentunya biaya jadi lebih murah. Terlebih

lagi, Victoria Street sebagai akses utara-selatan, kawasan Bugis juga dilewati banyak bus yang ingin ke belahan utara-timur dan baratselatan Singapura. Soal makan-makan dan nong­ krong di kawasan Bugis terdapat banyak pilihan makanan yang murah dan tentunya punya citarasa yang berbeda. Untuk makan seharihari, terdapat banyak tempat ma-

ka berjualan berjejer menggunakan sepeda motor atau gerobak ­cantik. Berbagai vari­ an ditawarkan seperti cokelat, stroberi, durian, mint chocochip, dan yang lainnya. Yang paling istimewa dan menjadi pilihan favorit konsumen adalah es potong durian.

Staff Canteen

kan seperti di pojokan Albert St. dan Waterloo St. Atau kalau mau yang ber-AC, bisa di food court Kopi Tiam di pojokan Bras Basah Rd. dan Bencoolen St. Belum lagi untuk fastfood McDonalds dan Burger King yang mudah ditemui. Bagaimana kalau ingin nong­ krong malam-malam setelah capek jalan-jalan? Nongkrong di kafe sudah hal yang biasa. Di Singa­ pura, justru menurut saya yang menarik untuk nongkrong adalah berubahnya trotoar menjadi tempat makan. Selepas malam, trotoar dipenuhi meja-meja makan sebagai tempat makan-makan yang menarik dengan menu yang berbeda dan tentunya lezat, harganya juga murah dan membuat kenyang. Pasar Bugis Street juga merupakan tempat menjual buahbuahan impor segar yang cukup komplit. Buat kita yang terbiasa makan buah, travelling seringkali membuat kita jarang makan buah dan buntut-buntutnya sembelit mudah menyerang. Nah, di Bugis Street ini, banyak buah dijual de­ ngan harga cukup miring, seperti

­ akan­an­­ Indonesia, dengan cara belajar dari teman m orang Indonesia. Ia menilai, prospek makanan Indonesia sangat bagus. Karena, banyak sekali turis Indonesia yang datang ke Singapura, masih tetap mencari makanan Indonesia. Hal ini diakui Rathi, salah satu warga Indonesia yang kebetulan berkunjung ke Singapura dalam acara peluncuran buku. Ia mengatakan, mengetahui informasi tentang Staff Canteen dari teman Indonesia yang sering bepergian ke Singapura. “Susahnya kalau saya pergi ke luar negeri, pasti mencari makanan Indonesia,” ujarnya. Uniknya, di Malaysia dan Singapura, restoran siap saji, juga menyajikan nasi lemak untuk peneman ayam gorengnya. Menurut Rathi, rasa nasi lemak terasa harum dan beraroma rempah. Ternyata nasi lemak banyak disukai Warga Negara Indonesia. Salah satunya, Rey, salah seorang karyawan swasta yang sering berkunjung ke Singapura. “Tiap ke Singapura, saya pasti cari nasi lemak. Rasanya enak, gurih. Jadi kalau ditambah lauk rendang, tambah mantap,” katanya sembari tertawa. -Wirati Astiti

pisang, plum, kiwi, buah naga, apel, melon, dan pepaya. Ada buah campur yang siap dimakan, satu bungkusnya 4 dolar Singapura. Belum lagi penjual jus buah segar banyak berderet. Harganya pun sangat terjangkau, satu gelas jus hanya 1 dolar Singapura. Tapi menurut saya, juaranya makan buah di Bugis adalah makan durian. Durian yang dijual di sana umumnya bukan durian monthong atau varietas lain dari Thailand. Durian di Bugis berasal dari Malaysia. Besar satu buahnya tidak lebih dari ukuran bola voli. Tapi rasanya, ini adalah durian terenak yang pernah saya makan. Kulit buahnya yang berduri sangat tipis, sehingga isinya besar-besar. Bahkan bijinya pun kecil dan seperti kisut se­ hingga daging buahnya tebal dan manis sekali. Sebenarnya, menu-

rut penjualnya, durian Malaysia ada yang agak sepat dan manis, tergantung selera. Bagi kita, tentunya pilih yang manis. Biarkan si penjual yang memilihkan duriannya. Buka di tempat dan langsung nikmati. Dijamin pasti manis. Tiga buah seharga 10 dolar Singapura, satu buah seharga 5 dolar Singa­ pura. Selain makan langsung dari buahnya, penjual durian juga menyediakan durian yang telah dikupas dan ditempatkan pada kotak steorofoam. Kalau ingin harga durian lebih murah, sebaik­ nya tunggu pasar malam Bugis tutup pukul 10.00 malam. Harga durian menjadi lebih murah karena barang yang sudah terbuka tidak mungkin dijual besoknya. Anda tertarik? Rasakan petulangan seru berkuliner di areal Bugis Street. –Wirati Astiti

Gulai Iga

Makanan Murah di Bandara Changi Jika pergi ke Si­ ngapura, Anda jangan kaget dengan harga makanan yang mahal. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mencari alternatif makanan murah di kedai-kedai makanan. Salah satunya, di Staff Canteen Bandara Changi Si­n gapura. Keluar imigrasi terminal 1, lalu belok kiri. Jalan terus sampai bertemu Burger King kemudian Rahima keluar lalu belok kiri. Ada petunjuk menuju Staff Canteen. Kemudian turun ke basement. Di kantin ini tersedia aneka makanan, mulai dari Chinese food dan makanan halal bagi yang muslim. Selain melayani makan karyawan Bandara Changi Singapura, Staff Canteen juga melayani pengunjung umum. Harga untuk karyawan lebih murah dibandingkan dengan harga pengunjung umum. Misalnya nasi ayam untuk karyawan 2,5 dolar Singapura, sementara harga untuk pengunjung 3,5 dolar Singapura. Salah satu warung yang berjejer di Staff Canteen, adalah Warung Seri Mawar, milik Rahima. Ia menjual masakan Indonesia dan Padang, mulai dari telur goreng, telur pindang, rendang, opor ayam, tempe dan tahu goreng, ayam goreng, perkedel, sayur terong, ikan goreng, nasi rawon, ikan pari goreng. Selain itu, nasi lemak ayam ala Malaysia juga tersedia. Rahima adalah warga Nega­ ra Singapura. Ia belajar masak

13

Acar Bumbu Kuning Sarwan Bahan: 1 buah : mentimun, iris korek api, buang bijinya 1 buah : wortel, iris korek api 10 buah : cabe kecil 2 sdm : cuka Gula, garam, kaldu bumbu secukupnya

Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, masak sampai harum. - Masukkan wortel juga mentimun, aduk-aduk sampai bumbu

merata, tambahkan air 200 ml. - Tambahkan gula, garam, kaldu bumbu. Biarkan sampai mendididih lalu tambahkan cuka, masak lagi sampai mendidih. - Siap untuk dihidangkan.

Bumbu yg dihaluskan: 5 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 buah : cabe merah besar 2 ruas : jari kunyit bakar 3 butir : kemiri, sangrai 1 ruas : jari jahe

tambahkan daun jeruk yang telah dibuang tangkainya, dan masukkan juga serai. - Masukkan bumbu ke dalam iga Bahan: rebus, lalu rebus iga sampai 500 gr : iga, potong menurut selera mendidih. 2 lbr : daun jeruk purut - Tambahkan garam, gula dan 1 btg : serai kaldu bubuk, masak hingga 700 ml : air mendidih. Gula, garam, kaldu bubuk secu- Siap untuk disajikan dengan kupnya. taburan bawang putih goreng. Minyak secukupnya. Bahan Bumbu yang dihaluskan 7 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 5 buah : cabe besar merah 9 buah : cabe kecil 2 ruas : jari kunir bakar 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai 1/4 sdt : pala Cara membuat: - Rebus iga sampai empuk kurang lebih selama 30 menit, sisihkan. - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, bolak-balik sampai keluar aroma harum,

Babat Masak Tauge Tahu

Warung Seri Mawar

Bahan: ½ kg : babat, rebus sampai empuk, potong sesuai selera 150 gr : tauge 2 ½ biji : tahu putih, potong dadu, kukus 5 siung : bawang putih, iris halus 7 buah : cabai rawit utuh 5 buah : cabai rawit, iris kasar 6 buah : cabai hijau, iris serong

5 buah : cabai merah, iris serong 2 sdm : kecap ikan 3 sdt : minyak wijen Gula, garam, merica dan kaldu bubuk secukupnya. Cara membuat: - Tumis bawang putih sampai harum. - Masukkan cabai rawit iris maupun

- - - -

cabai rawit utuh, juga masukkan cabai merah dan cabai hijau. Masukkan babat dan tahu, tambahkan sedikit air. Tambahkan garam, gula, merica, kecap ikan dan minyak wijen. Masukkan tauge, masak sebentar, angkat. Siap disajikan.


14

J E L I TA

Rahasia Make Up Sempurna Mengaplikasikan make up, salah satu kegiatan perempuan, untuk me­nunjang penampilan. Apalagi bagi mereka yang akan melakukan ber­bagai kegiatan di luar rumah. Namun, cukup banyak juga perempuan yang masih mengeluhkan kalau make up-nya kurang rata, tidak tahan lama bahkan mudah luntur.

www.chieraeray.blogspot.com

U

ntuk memperoleh riasan atau make up wajah yang sempurna, ada hal yang selama ini sering terlupakan, padahal yang satu ini wajib dipoleskan pertamakali. Namanya adalah make up base . Lantas apa sesungguhnya yang disebut dengan make up base yang baik? Menurut I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E., pemilik salon Masdewi di Denpasar, make up base adalah alas dasar yang dikenakan di wajah sebelum membubuhkan alas bedak atau foundation.Fungsinya memudahkan make up membaur sekaligus meratakan warna pada kulit. Memang, katanya make up base atau yang sering juga dise­but face primer ini, tidak terlalu populer dalam rangkaian tata rias sehari-hari di masyarakat kita, padahal bagi yang sudah tahu hasil kerjanya, pasti akan selalu menggunakannya. “Hal terpenting lainnya dari make up base ini adalah agar foundation tidak langsung masuk ke lapisan dalam kulit kita,”cetus Gung Dewi. Dikatakan oleh gung Dewi, make up base bisa berbentuk krim atau gel ini terdiri dari 4 warna umum. l Make up base warna ungu, cocok dikenakan untuk kulit putih, pucat, kemerahan, membuatnya terlihat lebih segar l Make up base warna kuning , digunakan untuk orang yang berkulit sawo matang atau kuning langsat. Warna kuning ini juga bermanfaat untuk menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata. l Make up base warna hijau, ini yang paling dikenal dan biasa dipakai untuk me­ngatasi noda kemerahan pada jerawat agar kulit terlihat lebih mulus. Warna hijau, akan mengimbangi warna merah. Karenanya, bagi mereka yang kebetulan jerawatnya sedang matang, disarankan menggunakan make up base warna hijau. Yang perlu diingat kata Gung Dewi, meskipun jerawat tengah matang-matangnya, hindari menggunakan make up base terlalu tebal agar wajah tidak terlihat seperti topeng. l Make up base warna coral dapat membantu wajah nampak lebih cerah. “Menggunakannya juga akan menaikkan tingkat kesegaran wajah, jika sedang merasa wajah lelah, letih dan lesu. Sedangkan make up base warna transparan atau bening untuk kulit normal atau bisa juga untuk semua jenis kulit,” ucap Gung Dewi. Jadi bagi kita yang sebelum­nya hanya menggunakan pelembab dan bedak saja, perlu mengetahui kalau pelembab dan bedak saja tidak mampu meratakan bedak, karena ada kulit yang terlalu kering atau terlalu berminyak. Sebelum mengaplikasikan make up base, diingatkan oleh Gung Dewi untuk senantiasa memebrsihkan wajah terlebih dahulu. Tentu dengan pembersih yang sesuai jenis kulit. Apakah yang berupa face wash atau sabun muka maupun cleansing milk atau susu pembersih. Jangan sampai lupa memakai toner atau pe-

nyegar setelahnya. “Ini untuk mengkondisikan kulit agar tidak kehilangan kelembabannya karena proses pembersihan,”ucap Gung Dewi. Langkah berikutnya, supaya riasan tetap tahan lama, ada pada proses pengaplikasiannya mulai dari make up base dan foundation sesuai jenis kulit hingga pulasan bedaknya, “Sebaiknya pula dalam menggunakan make up base tidak harus tebal, yang penting covering dengan produk lainnya seperti alas bedak, bedak tabur dan produk riasan lainnya,” imbuhnya. Langkah sesudah make up base dilanjutkan dengan meng­aplikasikan foundation. Fungsi foundation adalah agar noda wajah benar-benar tertutupi dan make-up tahan lama. “Gunakan foundation satu tone lebih gelap dari warna kulit wajah agar dapat menutupi noda. Jika ada, tepuk-tepukkanlah di daerah yang bernoda itu hingga me­ rata,” ujar Gung Dwi Ketika menyempurnakan make up base dengan mengaplikasian bedak, sebaiknya pakailah loose powder atau bedak tabur sesudah pemakaian foundation. Berikutnya diaplikasikan dengan powder brush. Sedangkan bedak padat jadikan sebagai touch up saja. “Untuk urusan bedak, sebaiknya

sesuaikan juga bedak yang akan diusapkan dengan jenis kulit kita. Terutama untuk jenis kulit berminyak mesti lebih hatihati dalam memilih bedak. Pilih yang bisa mengurangi kilat di wajah,” tuturnya. Selain itu masih ada eye base , yang menjadi alas untuk riasan mata. Bentuknya ada krim dan jel dengan teksturnya yang sedikit berminyak. “Tujuannnya membantu menjadikan eyeshadow yang akan dioleskan lebih me­nempel. Memakai eye base juga bisa membuat warna eyeshadow lebih glow dan terang serta tidak pecah-pecah,” jelas Gung Dewi. Selanjutnya ada lip base, sebagai dasar sebelum memulaskan lipstik, hingga diperoleh bibir yang halus, lembut serta mampu menonjolkan warna lipstik. Bentuknya sama dengan lipstik, hanya saja warnanya nude atau bening. Saat ini ba­nyak pula lip base yang ditambahkan dengan unsur vitamin. “ Untuk hasil sempurna, selain bantuan produk kecantikan, wajah juga wajib dijaga kebersihan dan kesehatannya, “ katanya. - Sri Ardhini

MITOS ATAU FAKTA

2 - 8 JUNI 2014

2 - 8 JUNI 2014

11

Sakit Jantung Boleh Naik Pesawat? Naik pesawat terbang mempercepat orang untuk mencapai wilayah tujuan. Tetapi, ada hal-hal yang harus diper­hatikan sebelum naik pesawat terbang. Masalah kesehatan merupakan prioritas. Jangan memaksakan diri naik pe­sawat jika dalam kondisi sakit. Ada hal yang harus diper­hatikan jika Anda ingin naik pesawat terbang. jangan sampai. Berikut pemaparan dr. Made Ayu Witriasih, PKK, DK, M.Kes. mengenai tentang kesehatan dalam penerbangan.

K

Suasana di bandara

ondisi kesehatan yang biasanya dilarang untuk naik pesawat terbang yakni: 1.Penyakit kardiovaskular (penyakit jantung) Penurunan oksigen jenuh selama perjalanan udara dapat mempengaruhi orang-orang dengan penyakit jantung. Beberapa pasien dengan gangguan kardiovaskular biasanya tidak diperbolehkan terbang, seperti komplikasi myocardial infarction, angin tidak stabil, dekompensasi gagal jantung kongestif, hipertensi tak terkontrol, aritmia jantung tak terkontrol, gejala penyakit katup jantung parah. 2. Penyakit pernapasan Orang dengan gangguan perna-

dr. Oka Negara, FIAS

pasan dan paru biasanya juga tidak diizinkan untuk terbang, seperti yang terengah-engah saat istirahat, infeksi pernafasan aktif, termasuk pneumonia dan infeksi virus. Hal ini terutama berkaitan dengan kebutuhan oksigen selama penerbangan. 3. Pasien anemia Orang dengan hemoglobin <7,5 g/ dL memiliki risiko hipoksia lebih tinggi, sehingga penilaian kebugaran dibutuhkan sebelum penerbangan dilakukan dan harus memiliki akses oksigen selama penerbangan. 4. Pasien dengan masalah THT Pasien dengan masalah pada telinga, hidung dan tenggorokan seperti memiliki sinusitis akut, polip hidung besar, pasca mengalami operasi hidung,

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, aku bingung dan belum berani periksa ke dokter. Aku beberapa hari ini mengalami masalah dengan kencing. Setiap kali kencing terasa nyeri dan ada keluar nanah. Aku takut terkena sifilis, dan rasanya memang demikian adanya. Aku menyesal, telah berbuat salah, mau menerima ajakan atasanku untuk berhubungan intim, padahal dia sudah beristri dan bisa jadi juga suka berhubungan dengan wanita lain juga. Aku malu buat ke dokter, makanya aku coba minum, tapi belum juga sembuh. Ini gimana dok?” (Mn,23 tahun) Surat bernada serupa ada juga masuk via email. Sesungguh­ nya semua orang perlu tahu tentang hal ini, karena kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) semakin meningkat jumlah kejadiannya, tetapi banyak juga yang tidak berani datang untuk periksa ke dokter. Banyak yang masih salah kaprah tentang IMS, terutama membedakan jenisnya, karena berbeda jenis tentu saja berbeda juga cara pengobatannya. Masih banyak yang asal mengobati dan sembarangan minum antibiotik yang akhirnya justru membuat penyakit menjadi tidak sembuh dan bertambah

serius. Infeksi bisa berlanjut menjadi susah disembuhkan karena terjadi resistensi kuman, infeksi juga bisa berlanjut mengakibatkan gangguan kesuburan, bahkan bisa makin serius infeksi menjadi lebih berat dan fatal. Jangan lupa, saat Anda terkena infeksi menular karena hubungan seksual yang berisiko, sesungguhnya Anda juga berisiko tertular HIV yang sampai saat ini belum bisa tuntas disembuhkan. Dalam kasus ini, jika dicermati, keluhannya adalah nyeri saat buang air kecil dan kencing juga bernanah sesungguhnya lebih mengarah kepada gonore dan bu-

menderita infeksi telinga tengah, juga tidak diperbolehkan untuk naik pesawat terbang. Hal ini berkaitan dengan penurunan tekanan udara dan berkurang kadar oksigen. 5. Pasien dengan masalah neurologis atau psikiatrik Pasien psikotik akut dan pasien epilepsi tak terkontrol biasanya tidak diperbolehkan terbang. Pasien dengan epilepsi terkontrol umumnya bisa terbang dengan aman. Namun, harus diberitahu tentang potensi ambang kejang karena efek kelelahan, makan tertunda, hipoksia dan irama sirkadian terganggu. 6. Penyakit menular Pasien-pasien dengan penyakit yang mudah menular di udara seperti pasien tuberkulosis, cacar air umumnya juga tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan udara. Penyakit menular yang dilarang terbang biasanya tergantung pada sifat dari kondisi dan transmisibilitas fase penyakit. “Bagi wanita hamil, masih boleh melakukan perbangan, tetapi harus memperhatikan riwayat kesehatan dan usia kandungan,” ujar dokter yang pernah menjadi dokter Garuda Indonesia selama 10 tahun ini. Peraturan dari IATA (International Air Transports Association) mengenai kriteria wanita hamil yang diperbolehkan terbang dipertimbangkan dari riwayat kesehatan dan kehamilan sebelumnya, jumlah janin yang dikandung, dan umur kehamilan. Wanita dengan hamil tunggal (hanya 1 janin yang dikandung) tanpa komplikasi diperbolehkan untuk terbang hingga usia kehamilan 36 minggu, asal waktu penerbangan tidak lebih dari 4 jam. Bagi wanita hamil, yang dapat membuat penerbangan menjadi lebih nyaman dan aman, perlu memperhatikan hal-hal berikut: 1. Gunakan pakaian yang longgar, jangan yang ketat. 2. Jika dapat, gunakan stocking un-

tuk membantu aliran darah dari tumit ke arah jantung dan paru paru. 3. Jangan menyilangkan kaki selama perjalanan agar aliran darah lebih lancar dan tidak merasa pegal. 4. Minumlah air dalam jumlah yang cukup sehingga. Tingkat kelembaban dalam kabin pesawat dapat membuat dehidrasi, sehingga mengentalkan darah. 5.Tiap jam, usahakan berjalan sebentar di lorong kabin (bila lampu mengenakan seatbelt dipadamkan), dan tiap setengah jam lemaskan kaki, putar pergelangan kaki, dan gerakkan jari-jari kaki. Gerakan ini penting untuk memastikan aliran darah lancar dan mengurangi risiko terbentuk gumpalan darah. 6. Minta tempat duduk yang longgar (sebaiknya di sisi yang dekat dengan lorong kabin / aisle seat). Hindari tempat duduk di tengah, karena paling sempit dan membuat pergerakan terbatas. 7. Hindarilah makanan yang dapat cepat membentuk gas (terutama makanan manis) karena tekanan udara di dalam kabin akan dapat berubah sesuai dengan ketinggian sehingga usus akan

dr. Ayu

lebih cepat membentuk gas. 8. Saat duduk, gunakan sabuk pengaman selama penerbangan karena turbulensi sulit diprediksi. Guncangan akan membuat tubuh dan rahim berguncang. Untuk wanita hamil, risiko cedera karena menggunakan sabuk pengaman dinilai lebih ringan daripada risiko cedera yang dapat terjadi bila tidak mengenakannya. Tempatkan sabuk pengaman pada posisi yang paling nyaman, dapat diletakkan serendahrendahnya di bawah daerah panggul atau di sekitar tungkai bawah bagian atas. –Ngurah Budi

Suasana dalam pesawat

www.indoflyer.net

Kencing Nyeri Bernanah kan sifilis. Tetapi tentu saja untuk memastikannya harus diperiksakan kembali ke dokter. Terkadang seorang dokter juga memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis penyakit demi kesembuhan yang tuntas. Memang banyak yang salah kaprah. Kencing nanah lebih sering dihubungkan dengan sifilis, padahal gejala khas sifilis itu adalah luka di kelamin dan bukan ken­cing bernanah. Tentu saja ini harus diluruskan untuk mencegah upaya sembarangan dalam mengobati penyakit. Jadi, sifilis dan gonore itu adalah dua jenis IMS yang berbeda. Sekadar meluruskan salah kaprah tentang beda sifilis dan gonore, coba kembali kita lihat perbedaannya diantara gonore dan sifilis ini. Gonore tanda penyakitnya adalah nyeri saat buang air kecil, kelamin terlihat bengkak ringan memerah dan kencing bernanah. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Tetapi pada sebagian lagi akan merasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan yang sudah bias terjadi beberapa hari setelah hubungan seksual. Sedangkan

sifilis gejala khasnya adalah luka cekung di kelamin yang tidak terasa nyeri dan bisa hilang sendiri dalam beberapa hari. Awalnya bisa tidak terlihat ada gejala yang berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul luka di sekitar alat kelamin yang tidak nyeri dan bisa hilang sendiri. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang tanpa diobati. Nah, sekali lagi, walaupun sebenarnya mudah dibedakan, sangat perlu untuk memastikannya ke dokter. Akibat infeksi gonore, pada perempuan bisa juga berlanjut terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Sementara pada sifilis manifestasi klinis berikutnya jika dibiarkan akan muncul bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu kemudian. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan

menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir de­ ngan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental. Sesungguhnya berbeda jauh tanda dan gejalanya. Kuman penyebabnya juga berbeda. Itu artinya pengobatannya juga sesungguhnya berbeda. Karenanya hal terbaik yang bisa dilakukan jika mengalami keluhan apapun di kelamin setelah pernah melakukan hubungan seksual berisiko tanpa menggunakan kondom, Anda sebaiknya datang memeriksakan diri ke dokter dan jaga coba-coba mengobati sendiri secara sembarangan. Jika sudah terkena, pasangan kita juga harus diperiksa dan diobati. Jangan mengobati diri sendiri saja. Jika sudah ke dokter dan mendapatkan obat, patuhi cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kesembuhan. Hindari hubungan seksual selama masih ada gejala. Untuk selanjutnya, tetaplah setia dengan pasangan dan selalu menjaga kebersihan alat kelamin.


BUGAR

10

2 - 8 JUNI 2014

Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia: Mengapa harus Dikhususkan? lanjut. Masalah kesehatan lanjut USIA merupakan masalah kesehatan yang memiliki kekhususan yaitu dalam hal: (i) penyakit pada lanjut usia cenderung bersifat multiple, merupakan gabungan antara penurunan fisiologik/alamiah dan berbagai proses patologik/penyakit; (ii) penyakit biasanya berjalan kronis, menimbulkan kecacatan dan secara lambat laun akan menyebabkan kematian; (iii) lanjut usia juga sangat rentan terhadap berbagai penyakit akut, serta diperberat dengan kondisi daya tahan yang menurun; (iv) kesehatan lanjut usia juga sangat dipengaruhi oleh faktor psikis, sosial dan ekonomi, dan (v) pada lanjut usia seringkali didapat penyakit iatrogenik (akibat banyak obat-obatan yang dikonsumsi).

P

ada lanjut usia gejala klinik penyakit seringkali berbeda dengan penderita usia lebih muda. Perubahan yang terjadi pada lanjut usia sejalan dengan periode penuaan menunjukkan adanya kelainan patologi yang multiple, merupakan suatu tantangan dalam menilai gejala klinik dan pemberian pengobatan. Kedokteran geriatri menaruh perhatian terhadap aspek klinik, pencegahan, pengobatan dan psiko-sosial dari lanjut usia, baik yang sakit maupun sehat. Sebuah upaya penerapan kedokteran geriatrik yang tertata dengan baik mempunyai peranan penting untuk menuju usia lanjut yang sehat. Tanpa disadari, Indonesia memasuki era penduduk berstruktur tua pada tahun 2000 dengan proporsi lansia mencapai 7,18%. Suatu penduduk disebut berstruktur tua jika proporsi lansia mencapai 7% ke atas. Pada tahun 2005 proporsinya mencapai 8,48%, dan meningkat lagi menjadi 9,77% pada lima tahun berikutnya (tahun 2010). Persentase usia lanjut pada tahun 2020 diperkirakan 11,4%. Peningkatan persentase populasi usia lanjut berdampak pada peningkatan masalah kesehatan yang berhubungan dengan warga usia

Konsep Menua Sehat Konsep menua sehat pada hakikatnya sesuai dengan slogan Tahun Usia Lanjut WHO tahun 1982 “Do not put years into life,but life into years”, yang berarti usia panjang tidaklah ada artinya bila tidak berguna dan bahagia serta mandiri sejauh mungkin, dengan mempunyai kualitas hidup yang baik.Tujuan hidup manusia adalah menjadi tua tetap sehat (healthy aging). Healthy aging artinya menjadi tua dalam keadaan sehat. Healthy aging akan dipengaruhi oleh beberapa faktor : i) endogenic aging, yaitu yang dimulai dengan cellular aging, lewat tissue dan anatomical aging ke arah proses menuanya organ tubuh, proses ini seperti jarum jam yang terus berputar; ii) exogenic factor, yang dapat dibagi dalam sebab lingkungan (environment) di mana seseorang hidup dan faktor sosio budaya yang disebut gaya hidup (life-style). Faktor exogenic aging ini, sekarang lebih dikenal dengan sebutan faktor risiko. Menua sehat (healthy aging) harus diikuti dengan menua-aktif (active aging). Menua-aktif adalah suatu proses yang mengoptimalkan kesempatan untuk sehat, partisipatif dan kesejahteraan dalam tujuan meningkatkan kualitas hidup saat seseorang menua.

Penerapan Geriatrik Kedokteran menuju Menua Sehat Penyakit lanjut usia selalu mempunyai kecenderungan untuk terjadinya kecacatan, sehingga oleh WHO selalu diharapkan penegakan diagnosis pasien lanjut usia dalam aspek gangguan organ (disease), penyakit (impairment), keterbatasan (disability) yang diakibatkan dan kecacatan (handicap).Mengingat sifat penyakit dan perubahan fungsi organ karena proses menua pada lanjut usia yang sangat khusus tersebut, maka dalam ilmu geriatri terdapat beberapa tatacara yang merupakan keharusan untuk dilakukan agar upaya kesehatan bagi usia lanjut tersebut dapat dilaksanakan secara optimal. Tata cara tersebut adalah yang disebut sebagai asesmen geriatri.Asesmen geriatri adalah suatu proses diagnostik multidisiplin yang biasanya dilaksanakan secara interdisipliner (dengan satu tujuan) oleh seorang dokter/geriatris dan atau suatu tim interdisiplin geriatrik untuk menentukan masalah dan kapabilitas medis, psikososial dan fungsional guna merencanakan terapi menyeluruh serta pemantauan kesehatan yang berkesinambungan bagi seorang penderita usia lanjut. Salah satu prinsip pelayanan kesehatan usia lanjut yang menyeluruh yang diinginkan untuk dilaksanakan di Indonesia adalah: pelayanan kesehatan lanjut berbasis rumah sakit (hospital based geriatric services), karena pada dasarnya RS merupakan pusat/tempat rujukan dari pelayanan kesehatan dasar usia lanjut. Karenanya pelayanan di rumah sakit ini seyogyanya menyelenggarakan/ menyediakan semua jenis upaya pelayanan kesehatan, mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dengan sarana dan sumberdaya manusia yang lengkap. Tentu saja tergantung dari kelas rumah sakit, kemampuan serta dana yang tersedia. Jenis-Jenis Pelayanan Geriatri Berbasis Rumah Sakit Tujuan dari penerapan kedokteran geriatrik adalah i) memelihara kesehatan lanjut usia dengan

menghindari penyakit, ii) mempertahankan kemandirian yang maksimal, iii) deteksi dini dan pemberian pengobatan yang tepat, dan iv) memberikan perawatan yang simpatik dan mendukung pada penyakit terminal. Beberapa jenis pelayanan geriatri yang bisa dikembangkan antara lain : Poliklinik Geriatri Tempat pelayanan ini memberikan jasa mengadakan pemeriksaan menyeluruh, tindakan pengobatan dan konsultasi bagi penderita lanjut usia rawat jalan oleh seorang dokter spesialis geriatri/geriatrician. Ruang Geriatri Akut Di ruang ini pada dasarnya hanya dirawat pasien lanjut usia yang mempunyai penyakit akut atau semi-akut. Terhadap penderita ini dilakukan asesmen geriatri, tindakan pengobatan secara interdisiplin serta rehabilitasi secepat mungkin setelah keadaannya memungkinkan. Ruang Geriatri Kronis Ruang ini diperlukan untuk merawat pasien usia lanjut dengan penyakit kronis yang memerlukan rawat inap dalam jangka waktu lama, dan karenanya memerlukan biaya yang tinggi. Klinik Asuhan Siang (Geriatric Day Care) Di tempat pelayanan ini dapat dilaksanakan semua tindakan seperti yang dilakukan di bangsal akut, akan tetapi pasien tidak harus rawat inap dan pelayanan hanya di lakukan beberapa jam (kurang dari 6 jam). Jasa yang dapat diberikan meliputi pemeriksaan menyeluruh, tindakan pengobatan, rehabilitasi dan rekreasi. Oleh karenanya, tenaga yang dibutuhkan selain dokter geriatris juga dibutuhkan tenaga rehabilitasi medik ditambah ahli gizi dan sebagainya. Konsultasi Geriatri Pasien yang dirawat oleh bagian lain terutama pada kasus perioperative lanjut usia dapat dikonsultasikan ke tim geriatri untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, berbagai

Tenun The Luxe

Tenun motif pucuk dan batik Bali menjadi pilihannya. Dua elemen tradisional ini, berhasil dikolaborasikan dengan apik. Seperti nampak pada deretan koleksinya yang ditampilkan di ajang Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) belum lama ini di Jakarta.

tindakan lain, atau bahkan dipindahkan ke bangsal lanjut usia. Penitipan (Respite Care) Orang lanjut usia yang relatif sehat, tidak ada eksaserbasi akut dari penyakit yang mungkin diderita, dapat dititipkan selama maksimal dua minggu di unit Geriatri yang lengkap, misalnya di Paviliun Lanjut Usia. Tujuan pelayanan ini antara lain memberi istirahat pada keluarga yang merawat agar segar kembali. Perawatan Terminal (Hospice Care) Pelayanan kesehatan sejak dulu diarahkan untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah kematian, tetapi ada kalanya dokter dihadapkan pada keadaan menjelang ajal yang tidak dapat dielakkan. Hospice care (asuhan sakit terminal) merupakan salah satu bentuk layanan geriatri dengan ciri-ciri: (i) harapan hidup penderita diperkirakan kurang dari enam bulan; (ii) pendekatan paliatif, dengan penekanan pada pengelolaan nyeri dan gejala; (iii) koordinasi oleh tim interdisiplin, terdiri atas tenaga medik, rohaniwan, keluarga dan relawan/pekerja sosial. Asuhan sakit ini dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah penderita. Panti Rawat Wredha Panti Rawat Wredha atau nursing home bukan suatu keharusan untuk diadakan pada suatu RS. Bagian ini merupakan bentuk peralihan antara pelayanan RS dan pelayanan di rumah/di panti wredha, di mana pasien sudah tidak banyak memerlukan tindakan RS (asesmen dan kuratif) akan tetapi masih mempunyai masalah kesehatan kronis yang memerlukan perawatan (care), sehingga tidak dimungkinkan untuk di rawat di rumah atau di panti wredha biasa. Keberadaannya di suatu RS besar memberikan nilai tambah untuk kepentingan pendidikan dan riset, dan walaupun tidak sempurna dapat untuk menggantikan bangsal kronis. dr. I Nyoman Astika Sp.PD KGer HP 08123974128, 0361-8072263

STYLE

2 - 8 JUNI 2014

S

Bintang Mira

etiap potong busananya pun hadir dengan ciri khas dan karakter seorang Bintang Mira. Ada siluet nan simpel namun tetap elegan dan sangat kini. Maka, busana kasual yang diusung dengan tema “Ikat For The World” ini pun semakin kuat dengan penggunaan warna merah marun dan biru. Menurut Bintang Mira, kreativitasnya adalah terjemahan yang meng­acu pada tren 2015 mendatang. Ia mengolah budaya lokal dengan sentuhan modern dan mendunia, dan gaya ini juga akan meramaikan dunia fashion tahun depan.

Menariknya lagi, hasil olah kreatifnya berupa tas berbahan tenun yang melengkapi busana ready to wear-nya. Begitu juga dengan sepatu dan ikat pinggang buatannya menambah kesan the luxe busana yang mudah dipadupadankan ini. Dengan semua karyanya tersebut, perancang busana sekaligus seniman kain yang menetap di Gianyar ini, ingin kain tenun semakin banyak dikenakan dan lebih cepat bisa dikenal secara international. Hal ini, sesuai pula dengan komitmennya selalu menggunakan kainkain tradisional Bali. – Sri Ardhini

15


PELESIR

16

2 - 8 JUNI 2014

DARA

2 - 8 JUNI 2014

9

Dream of Shine

Para pengunjung sedang mengelus patung sapi

Suasana depan kuil Dazaifu

Dazaifu Tenmangu

Kuil Ilmu Pengetahuan Seperti halnya pulau Bali yang di­k enal se­b agai pulau Seribu Pura, negeri Sakura, Jepang juga memiliki ribuan kuil yang memiliki makna tersendiri bagi tiap pemuja­nya. Salah satu kuil yang menarik ­u ntuk di­kunjungi adalah Dazaifu Tenmangu yang terletak di per­f ektur ­Fukuoka, sebuah kota besar di Kepulauan Kyusu, Jepang. Untuk mencapai kuil ini diperlukan waktu 1,5 jam dari distrik Hakata, pusat kota perfektur Fukuoka.

K

eberadaan kuil Dazaifu Tenmangu tak bisa dipisah­ kan dari Michi­ zane Sugawara, seorang tokoh terpelajar dan pejabat tertinggi pemerintah Kyoto di zaman­ nya. Karena kepandaian dan keahliannya, banyak orang yang kemudian membencinya sehingga suatu masa ia harus diasingkan ke Dazaifu. Selama di pengasingan ia tak pernah membenci orang– orang yang mengasingkannya hingga ia meninggal di tahun 903 saat berusia 59 tahun. Oleh seorang sahabat setian­ ya, jenazah Michizane kemudian dimasukkan ke dalam peti terbuat dari kayu ox dan dimakamkan di areal yang kemudian dikenal seba­ gai kuil utama, Dazaifu Tenmangu. Kuil dimana jasad Michizane di­ kuburkan tersebut juga dikenal sebagai kuil ilmu pengetahuan untuk menghormati kepandaian dan segala perbuatan baik dan kerendahan hatinya. Dua tahun

setelah kematiannya, Yasuyuki Umasake, pengikut Michizane membangun kuil pertama tahun 905. Konstruksi yang lebih besar dibangun klan Fujiwara tahun 919 namun kemudian hangus terbakar saat perang sipil. Bangunan utama di kuil ini dibangun tahun 1591 dan merupakan salah satu contoh dari gaya arsitektur Momoyama. Kuil dibangun dengan konstruksi kayu yang megah. Menuju ke kuil ini terdapat tiga jembatan bercat merah yang disebut dengan Jem­ batan Taiko (Taikobashi). Jembatan ini masing–masing mewakili keadaan di masa lalu, masa kini dan masa depan. Jem­ batan juga merepresentasikan konsep ajaran Budha, tiap orang hanya dapat memikirkan satu hal pada suatu waktu. Ketiga jembatan tersebut berdiri di atas kolam yang disebut Kolam Shinji (Shinjiike) yang berbentuk me­ nyerupai hati sebagai simbol kebaikan. Ketiga jembatan yang

Suasana kuil yang dipadati pengunjung

dilalui itu juga menggambarkan sebuah upaya pemurnian diri sebelum melakukan doa atau permohonan di dalam kuil. Di halaman tengah sebelum menuju pintu gerbang kuil, kita akan me­ lihat sebuah gerbang batu sebagai penanda pemisah antara alam manusia dengan alam dewata. Di areal ini juga terdapat kolam air dan sebuah sumur dengan air yang sangat jernih. Orang yang hendak masuk ke dalam kuil sebelumnya diharuskan mencuci tangan dan wajah di kolam ini. Tak jauh dari kolam tadi, berdiri sejumlah patung representasi hewan yang hanya ada dalam mitos. Ada satu patung yang selalu ramai dikunjungi dan menarik wisatawan yakni patung sapi yang tengah berbaring. Konon hanya dengan mengelus bagian tubuh sapi ini maka penyakit yang Anda derita akan hilang. Misal kaki Anda sakit maka usap dan eluslah kaki patung sapi ini maka sakitnya akan hilang dan begitu seterusnya.

Jembatan menuju kuil

Sebelum benar–benar masuk ke halaman utama kuil, Anda akan kembali disambut dengan ger­ bang besar khas bangunan negeri Sakura. Di kedua sisi gerbang tersebut berdiri masing–masing sebuah patung. Patung sebelah kiri dengan mulut tertutup layaknya tengah mengucapkan “em” sementara patung sebelah kanan dengan mulut terbuka layaknya tengah me­ngucap “aa”. Kedua patung ini juga diyakini merepresntasikan se­ tiap awal (aa) pasti ada akhir (em). Setelah melalui gerbang besar barulah Anda benar–benar sampai di bagian utama kuil Daizafu Tenmangu. Begitu masuk Anda akan disambut antrean panjang para pezi­ arah. Mereka khusus datang dari berbagai pelosok kota di Jepang untuk berdoa di kuil ini. 6000 POHON PLUM Saat saya datang ke Fu­ kuoka merupakan masa libur sekolah atau golden weeks menjelang ujian se­ hingga banyak peziarah yang datang untuk ber­ doa memohon anugrah di depan makam Michizane Sugawara. Di halaman kuil utama (Honden) tepat di sisi sebelah kanan terdapat sebuah pohon plum yang berusia ratusan tahun dikenal sebagai Tobiume (pohon plum terbang). Menurut legenda, setelah Michizane men­ inggalkan Kyoto untuk diasingkan seumur hidup di Dazaifu, pohon ini sangat merindukan Michizane sehingga terbang dan menemui Michizane dalam pengasingan di Dazaifu. Keberadaan pohon plum di

Berdoa di depan kuil

kuil ini juga membuat para pezi­ arah sangat mencintai buah plum sehingga seringkali banyak dari mereka yang membawa biji buah plum ke kuil ini untuk kemudian diberkati oleh para biksu di kuil ini. Tak heran jika kini hampir 6000 pohon plum dari 200 jenis berbeda tumbuh di sekitar kuil. Tiap bulan Januari, Tobiume po­ hon kesayangan Michizane selalu menjadi pohon yang pertama ber­ bunga dari sekitar 6.000 pohon plum di kompleks kuil ini. Kuil Tenmangu pun dipenuhi bunga– bunga plum berwarna putih dan

“Dream of Shine” adalah nama sebuah band yang digawangi lima anak kuliah­ an. Formasi mereka adalah Raga Fahmy Darmawan (gitar 1), Gede Adi Putra (gitar 2), Alit Wiyantara (drum)/Nyo­ man Anom Tribayu (additional drum), Ketut Arya Putrawan (Bass), dan Devi­ litha Ari Kusuma (vokal).

I

pink. Buah–buah plum juga men­ jadi inspirasi kuliner khas Dazaifu Tenmangu yakni kue mochi, kue bulat dari beras ketan yang didalamnya diisi dengan kacang merah, atau kacang hijau. Kuil Dazaifu Tenmangu selain sangat berarti bagi pemujanya yang sebagian besar penganut keyakinan Shinto juga menarik di­ kunjungi wisatawan dan peziarah di wilayah Asia terutama Korea dan Tiongkok. -Tika

khwal terbentuknya band ini dikarenakan ada sebuah acara di kampus yang meng­ haruskan seluruh pengisi acaranya adalah mahasiswa kampus. “Kami berinisiatif membentuk sebuah band yang personilnya beda-beda jurusan, tapi semuanya mahasiswa Undiksha,” ungkap sang Vokalis yang akrab disapa Devil ini. Acara Ulang Tahun Jurusan Bahasa Inggris setahun silam itu pun menjadi penampilan perdana grup band Dream of Shine. Kala itu mereka membawakan dua lagu ‘The Man Who Cant be Moved dan ‘Cobalah Mengerti’. Respons penonton cukup antusias. Inilah yang lantas memberikan motivasi besar bagi mereka untuk menjajal kemampuannya dan menambah jam terbang manggung dengan mengikuti berbagai lomba band hingga lomba cipta lagu. Alhasil, lagu ciptaan berjudul “Kembali” yang menceritakan tentang seseorang yang ingin cintanya kembali berhasil me­ menangkan sebuah kompetisi Cipta Lagu A Mild The Singaraja,

Mei 2013. Kiprah Dream of Shine tak hanya berkutat di Singaraja, Bule­ leng. Berbagai daerah di Bali dijajalnya, seperti Denpasar, Gia­ nyar, Jembrana dan Tabanan. Devil mengisahkan salah satu pengala­ man berkesannya saat tampil di kota seni Gianyar. Dalam rangka peringatan HUT ke-243 Kabu­ paten Gianyar April lalu, digelar Lomba Band Akustik, di Lapangan Astina Gianyar. Penyelenggaranya Yamaha. Dream of Shine turut unjuk kebolehan membawakan empat lagu, “Kala Cinta Meng­ goda”, “The Man Who Cant be Moved”, “Always be My Baby” dan “Bendera”. “Informasi lomba ini saya dapatkan dari broadcast message. Padahal saat lomba kami hanya dapat waktu latihan tiga jam sebelum lomba, tapi sudah bisa tampil maksimal dan malah mendapatkan Juara 1. Respons penonton saat itu lumayan meriah dan kami senang dapat tepuk tangan yang banyak,” ujar Devil sumringah. Dream of Shine juga sempat mencoba peruntungan mengikuti

“Dulu sudah berencana mau rekaman, tapi ada kendala di waktu dan dana,”

Persiapan Tiga Jam

seleksi band pembuka The Sigit yang tampil di Adora. Sayang, grup yang saat itu melantunkan tembang “Perfect” dan “Dylight” ini kalah di vote penonton. Dalam berbagai aksi pang­ gungnya, Dream of Shine yang be­ raliran genre musik pop ini kerap menembangkan lagu-lagu yang sedang ngetren, bahkan se­ring juga diaransemen menjadi jazz atau reggae. Kebanyakan lagulagunya berbahasa Inggris, seperti “The Script”. Masing-masing per­ sonil memiliki band favorit/vokalis berbeda-beda. Devil mengidola­ kan Agnes Monica, Raga ngefans grup legendaris The Beatles, Arya suka Dewa 19, Adi ngefans Mr. Big, Anom menggilai Bob Marley, dan Alit menyukai Gigi. Meski

demikian, mereka tetap kompak dalam satu aliran genre pop. Di tengah kesibukan masing-masing, tidak ada jadwal latihan khusus. Hanya saja, jika mau manggung, baru mereka latihan dua atau tiga hari sebelumnya. Untuk urusan busana, Devil mengaku biasanya setiap mang­ gung untuk acara tertentu ada yang mensponsori. Namun, jika tampil dalam acara kampus, biasa masing-masing personil menen­ tukan sendiri disesuikan dengan acaranya dan tidak terlalu ribet. “Kami berpakaian sesuai selera masing-masing saja,” ujarnya. Selain acara kampus, Dream of Shine juga lumayan sering mengisi dalam acara pernikahan. Lagu-lagu yang dibawakan bia­

sa­nya berdasarkan permintaan. “Lagu Indonesia ya, lagu barat oke. Biasanya kami menyanyikan sekitar 15 lagu,” ucap Devil. Grup ini pun sudah memi­ liki lagu ciptaan sendiri berjudul “Sesal”, menceritakan tentang penyesalan menyia-nyiakan se­ orang kekasih. Diciptakan oleh sang gitaris, Raga. “Dulu sudah berencana mau rekaman, tapi ada kendala di waktu dan dana,” ungkap Devil. Meski demikian, mereka tak patah semangat. Dream of Shine bermimpi ingin go national. Untuk meraih mimpi itu mereka terus berkarya, lebih intens lagi mengikuti event-event manggung agar semakin dikenal. Juga, belajar dari karya-karya mu­ sisi yang sudah ternama. –Radinia


8

BUNDA & ANANDA

Bhaktivedanta Academy

- Nurturing the Spirit of Service and Inquiry -

“P

endidikan adalah senjata yang paling dahsyat yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.” Itu adalah kutipan dari Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan dan juga peraih Nobel Perdamaian. Berbekal pendidikan yang berkualitas dan moral yang kuat, generasi muda kita dapat membuat perbedaan dan menjadikan dunia ini dunia yang lebih baik. Dengan demikian, adanya sekolah-sekolah yang menyediakan pendidikan yang berkualitas dan menanamkan nilai-nilai moral yang tinggi sangatlah penting. Oleh karena itu, Yayasan Bhagavata Dharma Dr. Thoudam Damodara Singh (Yayasan Bhagavata Dharma) mendirikan Bhaktivedanta Academy, Indonesia dengan tujuan utama menyediakan pendidikan yang berkualitas, namun terjangkau untuk anak-anak usia dini, sekolah dasar dan juga tingkat sekolah menengah pertama. Pada tahun pertama ini, Bhaktivedanta Academy membuka pendaftaran untuk tingkat TK, SD kelas 1 dan SMP kelas 1. Dengan berdasarkan pada penyelidikan ilmiah dan kebijakan spiritual, kurikulum yang ditawarkan di Bhaktivedanta Academy dirancang secara khusus untuk mendukung perkembangan setiap anak dalam area spiritual, emosional, kognitif, sosial, dan area fisik mereka. Pada intinya, Bhaktivedanta Academy bertujuan untuk mempersiapkan murid-murid mereka untuk kehidupan, yaitu untuk menjadi individu yang arif dan berkarakter mulia, untuk mencari arti dan tujuan dari apa yang mereka lakukan dan pada akhirnya untuk menjadi individu yang bahagia dan damai yang membawa suatu perbedaan dalam kehidupan orang-orang lain. Salah satu keunikan Bhaktivedanta Academy adalah menawarkan mata pelajaran Critical Thinking sebagai salah satu mata pelajaran plus yang diberikan. Tujuan dari mata pelajaran ini adalah untuk membantu muridmurid mengembangkan cara berpikir yang logis dan kritis. Berbekal cara berpikir logis dan kritis, murid-murid Bhaktivedanta Academy akan menjadi individu yang penuh rasa ingin tahu dan mampu untuk menganalisis hal-hal dan topik-topik dalam kehidupan seharihari maupun yang terjadi di dunia dengan tajam dan mendalam. Dengan demikian, mereka akan menjadi individu yang dapat membuat perbedaan dan bukannya hanya mengikuti arus. Mereka akan mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara kritis dari berbagai perspektif. Dan dengan pendidikan moral dan karakter yang diberikan, mereka akan memiliki sensitifitas terhadap perasaan dan pendapat orang lain, serta mampu untuk berkomitmen pada tujuan yang mulia. Karakter semacam itu tumbuh dari perpaduan nilai-nilai universal (yang berdasarkan pada pemahaman spiritual dan ilmiah Vedanta dari dahulu kala) di dalam semua aspek kurikulum sekolah, yang puncaknya dilambangkan dalam motto sekolah mereka, vidya vadhu jivanam, yaitu kesimpulan terakhir dari segala pengetahuan mengarah pada pujian kepada Tuhan. “Misi dari sekolah kami adalah untuk mengembangkan murid-murid untuk menjadi individu yang berkarakter dan berkompetensi, yang berjiwa melayani dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ujar A A Ayu Dwi Ratnawati, Ketua Yayasan Bhagavata Dharma, ”Kami juga berupaya untuk

menanamkan jiwa keingintahuan dan pencarian jati diri, serta budaya kasih sayang, rasa percaya, melayani, refleksi dan menghargai dalam setiap tindakan dan interaksi mereka. Selain itu, kami juga berupaya untuk mengembangkan pemahaman ilmiah pada murid-murid tentang kehidupan dan alam material, tentang Tuhan Yang Maha Esa dan kesadaran akan keberadaan Tuhan dalam kehidupan kita,” imbuhnya. Ibu Ayu menambahkan bahwa peran guru dalam proses pendidikan siswa-siswi adalah sangat penting. Selanjutnya, guru harus menjadi teladan yang baik untuk murid-muridnya dan memiliki karakter yang arif dan mulia. Dalam hal ini, pedagogi-pedagogi yang digunakan oleh guru-guru di Bhaktivedanta Academy dalam proses belajarmengajar mencerminkan kualitas yang harus dimiliki seorang guru serta fokus lembaga pendidikan ini untuk membangun jiwa melayani dan rasa ingin tahu. Mengajar dengan pendekatan pribadi (personal) dan dengan rasa kasih sayang Mengajar dengan rasa kasih sayang dan secara personal merupakan dasar proses belajar-mengajar di Bhaktivedanta Academy. Sangat penting agar guru berinteraksi dengan murid secara pribadi karena proses belajar berkenaan dengan area kognitif dan afektif. Pendekatan sedemikian rupa menghargai para murid sebagai pusat kurikulum, dan membantu guru memahami kebutuhan dan kemampuan setiap murid, serta membentuk landasan untuk menanamkan nilai-nilai secara efektif, dengan guru sebagai panutan. Pembelajaran berdasarkan metode Inquiry Penggunaan pertanyaan-pertanyaan yang efektif dan pedagogi reflektif untuk mengembangkan sifat rasa ingin tahu pada diri anak adalah aspek yang penting dalam pedagogi Bhaktivedanta Academy. Ini terutama penting untuk perkembangan kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. Kerangka kurikulumnya dirancang sedemikian rupa sehingga pembelajaran setiap topik dalam sebuah tema dimulai dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang memandu siswa dalam mengembangkan rasa ingin tahu mereka. Sebagai bagian dari perjalanan pembelajaran mereka, siswa diberikan pertanyan-pertanyaan yang lebih mendalam untuk membantu mereka merenungkan dan mengekspresikan diri saat mereka menelaah nilai-nilai dan konsep-konsep yang berhubungan dan terkait dalam tema pembelajaran. Metode Inquiry penting dalam merangsang rasa ingin tahu pada diri anak, dan mendorong minat mereka dalam perjalanan mencari tahu. Hal

tersebut memberdayakan siswa untuk memperoleh rasa memiliki akan apa yang mereka pelajari sehingga membantu mereka untuk belajar dengan lebih efektif, karena mereka memahami apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat mengaplikasikannya. Kerja kelompok dan tugas pribadi Pendekatan Bhaktivedanta Academy menghargai pentingnya kerja kelompok dan tugas pribadi. Anak-anak perlu diberi berbagai kegiatan, yang tidak hanya memberikan kesempatan kepada mereka untuk merenungkan secara pribadi dan memahami materi tersebut, melainkan juga untuk mendapatkan manfaat dari interaksi dengan rekan sebaya mereka. Hal ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi seperti pengaturan diri dan berhubungan dengan orang lain. Scaffolding Scaffolding mengacu pada bantuan sementara yang diberikan oleh guru atau rekan sebaya kepada pelajar yang membantu sang pelajar mengembangkan pemahaman atau keterampilan mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk tercapainya hal ini, guru menggunakan materi yang telah dipelajari sebelumnya sebagai landasan dan membantu mereka untuk mengaitkan dengan apa yang sudah mereka ketahui. Sebagai tambahan, anak-anak terlibat dalam aktivitas yang menantang namun masih berada zone of proximal development (ZPD) mereka. Hal ini menjamin kegiatan-kegiatan yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangan. Pembelajaran berbeda (Differentiated learning) Oleh karena anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan juga tingkat kompetensi yang berbeda, guru menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Khususnya, kegiatan-kegiatan dirancang untuk gaya belajar auditori, visual dan kinestetik untuk meyakinkan bahwa semua anak terlibat dan tertantang secara sewajarnya dalam proses belajar. Ini termasuk penggunaan cerita-cerita, role play, kuis, kesenian, musik, gerak dan bahkan kegiatan dengan pensil dan kertas untuk membuat mereka terlibat dan untuk menstimulasi mereka. Evaluasi formatif Evaluasi formatif adalah metode pedagogi yang sangat penting yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi kebutuhan anak dan membantu mereka untuk berkembang dalam pembelajaran mereka. Evaluasi formatif ada berbagai bentuk, seperti observasi informal kegiatan sehari-

hari, kuis, portfolio siswa, dan tanggapan (feedback) yang tersedia dalam bentuk komentar tertulis yang bersifat anekdot tentang hasil kerja anak, dll. Tujuannya adalah untuk memahami di mana posisi anak dalam tahap perkembangannya dan untuk menentukan arah mana yang perlu diambil untuk tercapainya pembelajaran efektif. Hal ini membantu anak untuk maju ke tingkat pemahaman dan kecakapan yang lebih dalam. Penggunaan evaluasi formatif sebagai alat pedagogi menunjukkan bahwa guru memberikan perhatian akan kebutuhan para siswa, dan menegaskan kesadaran guru akan teachable moments yang muncul saat mereka berinteraksi dengan para siswa. Intinya, penggunaan evaluasi formatif sebagai pendekatan pedagogi mendukung gagasan mengajar sebagai inquiry. Pembauran nilai-nilai secara holistik Dalam kurikulum Bhaktivedanta Academy, guru-guru memperkenalkan secara sadar nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai pengalaman belajar yang dilalui oleh siswa. Ini diperlukan untuk pendekatan yang holistik dan terintegrasi terhadap pengajaran nilai-nilai, karena nilai-nilai ditanamkan dalam setiap topik, konsep, tema dan aktivitas dari kurikulum tersebut. Para siswa didorong untuk mengacu kepada nilai-nilai ini pada saat mereka belajar konsep-konsep baru, mendengarkan cerita dan terlibat dalam interaksi dengan teman sebaya mereka. Mereka juga diberi kesempatan untuk menyebutkan dan berbicara tentang contoh-contoh atau tokoh panutan yang menunjukkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. Pusat dari pendekatan holistik terhadap nilai-nilai adalah adanya hubungan antara nilainilai dan prinsip-prinsip spiritual. Jiwa melayani Bhaktivedanta Academy juga membimbing murid-murid mereka untuk mengembangkan semangat melayani. Hal ini didasari oleh rasa rendah hati, di mana merupakan salah satu nilai yang menjadi pegangan sekolah yang menganggap bahwa pendidikan karakter dan spiritual adalah bagian yang sangat penting dalam pendidikan anak. Untuk PAUD, kelas akan menggunakan medium bahasa Inggris, sementara untuk tingkat SD dan SMP akan menggunakan dwibahasa. Namun, untuk tingkat SMP diberikan juga tambahan bahasa asing lain, seperti Bahasa Sansekerta dan Bahasa Mandarin. “Berdasarkan penelitian, Bahasa Sansekerta selain merupakan bahasa yang sangat kaya juga memiliki kelebihan yang mampu meningkatkan kemampuan belajar anak,” jelas Ibu Ayu. Keunikan lainnya dari sekolah Bhaktivedanta Academy adalah adanya

2 - 8 JUNI 2014 pemisahan kelas berdasarkan gender untuk tingkat SMP. Berdasarkan penelitian, pemisahan kelas ini sangat membantu baik bagi siswa perempuan maupun laki-laki untuk mengembangkan potensi maksimal mereka. Kelas single-gender membantu siswa untuk lebih fokus dalam mengikuti proses belajar-mengajar. Murid-murid perempuan ditemukan lebih mudah untuk mengekspresikan pendapat dan pertanyaan secara terbuka saat mereka ditempatkan di kelas single-gender. Murid laki-laki juga ditemukan lebih mudah untuk mengekspresikan diri mereka pada bidang-bidang tertentu, seperti seni bahasa. Pada kelas yang dicampur, mereka ditemukan lebih menahan diri. Dengan demikian kelas single-gender membantu menanamkan rasa percaya diri yang kuat dalam diri siswa. Sesungguhnya, murid perempuan dan laki-laki juga memiliki cara belajar yang berbeda. Dengan pemisahan kelas, guru lebih mudah untuk menerapkan cara belajar yang sesuai untuk masing-masing kelas. Ibu Ayu menambahkan, penelitian secara statistik juga menunjukkan bahwa murid-murid dari kelas singlegender terbukti dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik dari pada kelas yang dicampur. “Pada intinya kami ingin murid-murid kami mendapatkan kesempatan belajar secara penuh dan maksimal,” ujarnya. Bhaktivedanta Academy berharap, dengan karunia Tuhan Yang Maha Esa, lulusan sekolah mereka akan memiliki kepercayaan yang kokoh pada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pengetahuan rohani dan ilmiah dan menerapkan prinsip-prinsip dan nilainilai rohani dalam kehidupan mereka secara tulus. “Kami berharap bahwa lulusan kami akan menjadi individu yang arif dan berkarakter mulia, menjadi individu yang bahagia dan damai yang membawa suatu perbedaan dalam kehidupan orang-orang lain, peka, memiliki kemampuan untuk berpikir secara mendalam, luas dan dari berbagai perspektif, memiliki keterampilan hidup, dapat berkomunikasi dan mengekspresikan ide-ide dalam Bahasa Inggris serta Bahasa Indonesia dengan fasih, dan mengenal ajaran ilmiah Vedanta, khususnya Bhagavadgita,” ucap ibu Ayu. Sebagai sekolah yang berorientasi non-profit, Bhaktivedanta Academy bertekad memberikan pendidikan berkualitas yang terjangkau. Meskipun ada begitu banyak sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan yang berstandar internasional, biasanya orangtua perlu mengeluarkan biaya yang tergolong tinggi agar anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan berstandar tinggi tersebut. “Semua anak harus mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kami membuka kesempatan tersebut untuk anak-anak dari golongan ekonomi manapun,” ujar Ibu Ayu. Bagi yang ingin mendapatkan informasilebih jauh tentang sekolah Bhaktivedanta Academy dapat menghubungi nomor telepon 0361-5571010 atau 0821-46463636. Website: http://tiny.cc/bhaktivedanta_academy. -ten

G R I YA

2 - 8 JUNI 2014

17

Warna-warni Cantik Bougenville Kembang kertas yang populer dengan nama bougenville tak kalah cantiknya dengan tanaman bunga lainnya, seperti mawar dan anggrek. Menariknya lagi, dalam satu batang pohon bisa tampil dengan dua atau lebih bunga dengan warna berbeda-beda. Ini pula yang membuat keberadaan bougenville masih tetap dilirik walau dalam dekade tertentu, ada tanaman yang lagi tren.

M

enurut Eko, salah seorang tukang kebun di stan bunga Trubus, bougenville memiliki banyak jenis. Namun secara umum, masyarakat menyebutnya dengan kembang kertas/bougenville lokal dan bougenville varigata. Perbedaan kediua jenis tanaman ini ada pada daunnya. Bougenville lokal, daunnya agak besar berwarna hijau. Sementara, bougenville varigata memiliki daun lebih kecil berwarna hijau dan kuning. Bougenville lebih indah jika dibonsai. Bentuk perantingannya dan warna bunganya bisa diatur sesuai keinginan. Berdasarkan ini pula yang membuat tarif pohon bougenville bervariasi. Eko menga-

takan masyarakat Bali lebih banyak menyukai bougenville dengan warna bunga campur. Ada yang berwarna merah, pink,ungu, putih, oranye dan kuning. Tanaman ini kerap dicari untuk menghiasi taman hotel dan vila di Bali. “Biasanya, mereka membeli tanaman ini berpasangan. Dicari yang bentuk batangnya agak mirip, dengan warna bunga yang berbeda-beda,” jelas Eko. Bougenville adalah tanaman tropis, yang akan tumbuh bagus jika terkena sinar matahari langsung. Penyiraman, cukup dilakukan sekali sehari, disesuaikan dengan kondisi tanah. Namun, yang perlu diingat, ketika bougenville sudah berbunga, kondisi tanah harus tetap dijaga dalam kondisi lembab. Bougenville atau kembang kertas, konon disebut bunga kertas karena bunga tersebut tipis tampak seperti kertas. Keindahan tanaman ini berasal dari bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian, karena tumbuh dengan rimbunnya.

Tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya. Bougenville memerlukan pemangkasan teratur untuk mempertahankan bentuknya yang cantik. Perbanyakan tanamantumbuhan bougenville dapat dilakukan dengan stek batang, cangkok, okulasi, atau biji. Jika ingin cepat berbunga, bougenville dapat dirangsang dengan mengatur pemberian air. Biarkan tanaman bougenville hidup tanpa diberi air selama beberapa hari sampai daun-daunnya mulai gugur. Lalu berikan air dalam jumlah berlebihan hingga tanah menjadi jenuh. Perubahan mendadak tersebut akan menghasilkan kuncup bunga di seluruh

cabangnya. Jika menginginkan daunnya yang banyak, siram yang rajin dan beri pupuk. Untuk menjaga bunganya tetap awet, penyiraman hanya dilakukan pada akar (tanahnya) saja, jangan menyiram hingga bunganya karena akan cepat rontok. Waspadai, duri bougenville sedikit mengandung racun. Jika bagian tubuh kita tergores, akan terasa pegal di sekitar kulit yang terluka selama beberapa lama, tetapi akan hilang dengan sendirinya. Penampilan bougenville mudah dikreasikan dengan teknik okulasi dengan menempelkan beberapa tunas pada satu tanaman induk. Sehingga dapat dijumpai beberapa jenis bunga dalam satu tanaman. –Inten Indrawati


18

D AYA C I P TA

Modisnya Kostum Seka Gong Wanita

Kostum dalam seni pertunjukan sangat penting, karena mendukung kesuksesan pagelaran seni tersebut. Kostum bisa menjadi identitas tari itu sendiri. Dalam seni karawitan juga dapat menentukan baik buruknya penampilan seni itu. Sebab, kostum yang indah dapat memunculkan rasa percaya diri bagi pemainnya. Kostum yang dipakai disesuaikan dengan pemainnya sendiri.

N

i Nyoman Suryatini, penabuh wanita yang juga pencipta tabuh mengatakan, kostum yang dipakai sekeha gong wanita di Bali berkembang pesat. Padahal, awal munculnya seka gong wanita sekitar tahun 1980-an penampilannya sangat sederhana seperti memakai kebaya kain saja. Dulu, pada saat seka Gong Sekar Puspasari Banjar Kayu Mas yang pemainnya merupakan campuran antara laki-laki dan wanita dari

dalam dan luar negeri sempat penabuh wanitanya memakai udeng agar kompak. Belakangan kemudian ingin menunjukan jati diri, sehingga memakai pakaian adat wanita Bali, seperti memakai kebaya, kain dan sanggul. Setelah gong wanita diparadekan bahkan dilombakan dalam PKB mulai tahun 1985, penampilan para ibu-ibu ini mengalami perkembangan yang pesat. Masing-masing seka menampilkan kekhasan daerahnya, baik berupa kain tenunnya ataupun jenis

sanggul yang dimiliki. Misalnya penabuh dari Jembrana memakai kain songket khas Negara, dan Karangasem menampilkan sanggul pusung lungguh. “Saat itu benarbenar unik, karena masing-masing daerah menampilkan kekhasan yang dimiliki, sehingga PKB sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan miliknya ke publik,” ucap Suryatini. Dosen ISI Denpasar ini, menambahkan perkembangan selanjutnya sedikit amburadul karena orang-orang kemudian meniru kostum yang dianggap baik. Dalam hal ini terkesan dipaksakan semata-mata untuk sebuah juara. Mana yang dianggap bagus itu yang ditiru sehingga menghilangkan kekhasan daerahnya. Bahkan tak tanggung-tanggung meniru budaya luar, sehingga men­d atangkan perancang dan tukang rias khusus. Makanya, penampilan seka gong wanita

sempat distop karena dianggap banyak menghabiskan dana. “Syukur, wajah seka gong wanita kembali muncul di helatan seni tahunan Bali itu. Bagaimanapun juga penampilan wanita itu sebagai unsur manisnya kegiatan, maka perlu ditampilkan,” ujarnya. Hadirnya kembali seka gong wanita di PKB betul-betul tampil dengan kostum yang menarik sebagaimana semenarik tabuh yang dibawakan. Mulai dari menata sanggul hingga sandal yang dipakai. Desak Wedanaasih seorang perancang busana mengatakan, kostum penabuh wanita tak ada batasannya, mereka tampil semewah mungkin. Perkembangan itu terjadi karena mereka tampil dalam kompetisi yang tak hanya ditonton tetapi juga dinilai. Sayangnya, penampilan mereka terkadang berlebihan sehingga sulit membedakan mana penari

dan penabuh. Tetapi, kalau tampil sebagai pemain instrumentalia kostum yang indah dan wah itu memang menarik. Karena penampilannya akan menjadi fokus penonton. Walau demikian, lanjut koreografer ini, kostum penabuh wanita ataupun penabuh laki-laki mengalami perkembangan yang pesat sebagai bukti senimanseniman Bali selalu kreatif dan inovatif. “Hal itu sangat penting dalam pelestarian dan pengembangan budaya Bali. Baik dalam memainkan musik gamelan ataupun dalam seni busananya,” ucapnya. Perkembangan kostum pada penampilan seka gong wanita, dinilai karena perkembangan zaman. Wanita sekarang yang selalu ingin modis, di samping karena kreativitas perancang busana yang tak mau terkesan monoton. “Zaman sekarang orang tidak mau tampil seadanya, apalagi akan mengikuti lomba festival tentu itu menjadi tuntutan yang harus dipenuhi wanita,” kata pemilik salon Cahya Atsyuka ini. Kostum yang dirancang tidak keluar dari pakem. Kebaya, kain dan subeng tetap menjadi hal utama sebagi ciri wanita Bali. Namun hal itu dikreasikan supaya menjadi lebih menarik. “Saya selalu menata kostum penabuh menyesuaikan dengan zaman, namun tetap praktis sehingga tidak mengganggu. Kalau terlalu mewah dan berat mereka akan susah membawakan. Mereka duduk berlama-lama memainkan gamelan,” jelas Wedanaasih. -Budarsana

Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (1)

Tujuan dari setiap praktisi fitness adalah untuk meningkatkan otot sebesar mungkin. Tetapi Anda harus mengerti bahwa membangun otot adalah suatu proses yang lambat. Tubuh adalah ibarat sebuah senar raket yang baru. Untuk bisa terputus, perlu pemakaian berkali-kali dan perlu waktu. Mencoba untuk mempercepat proses pertumbuhan otot tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Seorang pemula perlu memulai dari dasar dan secara perlahan meningkatkan hasil tahap demi tahap. Seorang pemula perlu mengerti 3 konsep penting. Yang pertama adalah: GERAKAN LATIHAN HARUS BENAR. Gerakan latihan beban yang benar memungkinkan Anda untuk menempatkan dan mempertahankan mayoritas tekanan (stres) dari beban ke otot yang sedang Anda coba untuk bangun. Seorang pemula juga sebaiknya menggunakan waktu sebanyak mungkin untuk menyempurnakan tehnik gerakan latihan. Seringkali seorang pemula tidak memulai dasar fitness dengan teknik gerakan yang baik, sehingga ketika ia melaju ke tahap berikutnya dan mencoba menambah beban, tehnik gerakannya menjadi sembarangan dan stres beban tidak terjadi pada otot yang ditargetkan (dilatih). Ketika stres beralih dari otot yang dilatih, cedera akan mulai menyelinap dan otot yang dilatih tidak akan tumbuh. Seringkali pula di dalam gym, saya melihat orang menggunakan beban berat tetapi mereka tidak mendapatkan hasil maksimal meskipun mereka telah berlatih hingga ‘gagal’ dalam jumlah repetisi yang benar. Mereka tidak menambah otot dengan beban berat tersebut karena tekanan yang muncul tidak mengena pada sasaran (otot yang dilatih)

yang diakibatkan oleh teknik gerakan yang salah. Alih-alih, teknik gerakan yang buruk akan menempatkan tekanan (stres) pada persendian dan otot pendukung lainnya. Konsep penting yang kedua adalah: LATIHAN BEBAN HARUS PROGRESIF. Anda harus selalu menambah beban untuk bisa menambah lebih banyak otot ke tubuh. Ini adalah konsep atau ide yang sangat sederhana dan mendasar, tetapi banyak orang yang latihan untuk menambah massa otot tidak pernah menekankan pentingnya konsep ini meskipun menurut saya merupakan prinsip yang paling penting dan fundamental dalam membangun fisik yang optimal. Selalu mencoba untuk menambah satu repetisi atau menambah beban pada set inti Anda. Berikut ini adalah contohnya. Bila saya bisa menggunakan 100 kg pada bench press dengan teknik gerakan yang baik sebanyak 8 repetisi, maka saya harus melakukan 9 repetisi dengan beban yang sama pada sesi latihan bench press saya yang berikutnya. Atau, pada sesi latihan bench press saya yang berikutnya, saya harus mencoba menggunakan beban 102,5 kg dengan jumlah repetisi yang sama (8). Konsep ketiga adalah OTOT TUMBUH PALING BAIK DALAM RENTANG JUMLAH REPETISI 6 SAMPAI 12. Kurang dari 6 repetisi akan mengakibatkan peningkatan kekuatan lebih besar daripada peningkatan massa otot. Inilah sebabnya banyak atlet angkat berat tidak memiliki otot super besar seperti binaragawan. Para lifter berlatih untuk kekuatan, bukan untuk masssa otot, menggunakan rentang jumlah repetisi dari 1 sampai 6. Sementara melakukan lebih dari 12 repetisi akan membangun stamina otot. Hal ini berarti, otot akan meningkatkan kemampuan menambah repetisi daripada menambah beban, tetapi tidak akan mengalami peningkatan massa atau kekuatan dengan melakukan jumlah repetisi di atas 12. Saya akan mengilustrasikannya dengan cara ini. Saya bisa bench press 100 kg dengan 6 repetisi, tetapi teman saya bisa melakukan 100 push up non-stop. Meskipun ia tidak bisa melakukan bench press 100 kg sekalipun, ia memiliki tingkat

2 - 8 JUNI 2014

2 - 8 JUNI 2014

stamina otot yang tinggi sementara saya tidak memiliki stamina otot setinggi itu karena saya selalu berlatih untuk menambah ukuran dan kekuatan otot di rentang repetis 6-12. Kesimpulannya, ia tidak mungkin mengalahkan saya dalam jumlah beban di bench press, tetapi ia bisa melakukan push-up 2 kali lebih banyak daripada yang bisa saya lakukan. Ilustrasi Efek Repetisi Dengan Beban Maksimal Pada…….Repetisi

Massa & Kekuatan Otot <6 repetisi 6 repetisi 12 repetisi

>12 repetisi

Jadi mana yang harus diikuti? 6 repetisi atau 12 repetisi? Rentangnya adalah 6-12. Selama repetisi Anda pada set ini jatuh di antara kedua angka ini, pertumbuhan otot akan terjadi. Jika Anda memilih beban tertentu dan bisa melakukan 12 repetisi, kemudian Anda menambah beban dan mencoba 12 lagi. Jika pada kesempatan kedua Anda gagal mendapatkan 12 repetisi, tetapi bisa melakukan lebih dari 6, maka Anda sudah melakukan hal yang benar. Cobalah untuk selalu berlatih lebih keras dengan meanmbah beban di sesi latihan selanjutnya, dan massa otot akan datang dengan sendirinya. Beberapa binaragawan terbaik di dunia adalah juga orang-orang terkuat di dunia. Ronnie Coleman bisa melakukan squat dengan beban 350 kg (770 lbs), Eddie Elwood, seorang binaragawan asal Inggris adalah juga pemenang lomba Manusia Terkuat Dunia.

life

story

Culik Bayi karena Mengaku Hamil

7

Sebuah kasus penculikan bayi di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung pada 25 Maret 2014 lalu, menghe­ bohkan masyarakat luas. Penculikan yang terjadi di rumah sakit itu sempat menimbulkan kecemasan dan teror bagi para ibu khusunya yang menanti kelahir­ an bayi-bayi mereka. Kesedih­an Lasmaria (25) dan Toni Manurung (26), terlihat silih berganti di media massa baik koran maupun televisi. Siapa sebenarnya pelaku penculikan dan apa motifnya mengambil bayi tersebut? Berikut penuturan DS (inisial) saat berada di ruang rawat Kemuning, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, beberapa waktu lalu.

S

iang itu beberapa waktu lalu, masih terbaring dengan infus menancap di tubuhnya, DS (inisial), tersangka penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, me­ micing matanya sekecil-kecilnya untuk mengenali siapa yang datang menjenguknya. Ia berusaha keras mengenali orang-orang disekitarnya termasuk salah seorang yang bercakap-cakap dengannya. “Dari pakaiannya Bapak polisi yaaa….? Aduuuhhh …. punten saya tidak bisa mengenalinya. Maaf ya Pak,” katanya dalam logat Sunda yang kental. Bicaranya ke sana ke mari, ngelantur seperti orang berhalusinasi dan pembicaraannya tidak memiliki arah yang jelas. Belakangan ia baru tahu setelah diberitahukan oleh salah seorang yang berada dalam ruangan itu bahwa yang datang adalah Kapolda Jawa Barat. Tetap dengan suara yang lembut ia berkali-kali meminta maaf karena tidak dapat mengenalinya. Mata DS memang minus parah. Menurut pengakuannya matanya minus 12 dan ia baru menemukan kaca mata minus 10 yang dipakainya sehari-hari. DS mengaku tidak memiliki uang untuk membeli kaca mata minus 12. “Nanti saya belikan kaca mata minus 12 ya, agar bisa melihat lebih jelas,” kata Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Drs. Mochamad Iriawan. Hari itu Kapolda Jawa Barat memang sengaja menjenguknya untuk memastikan bahwa pemeriksaan terhadapnya dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku baik dilihat dari sisi Hak Asasi Manusia (DS yang terbaring sakit) maupun dari sisi keadilan bagi korban penculikan dengan berjalannya penegakan hukum. Setelah berkonsultasi dan mendapat rekomendasi dan surat keterangan dari psikolog, psikiater serta dokter yang merawatnya, yang menyatakan bahwa DS sudah bisa menjalani pemeriksaan, maka proses pemeriksaan ia sebagai tersangka pun dilakukan. DS pintar bicara dan jawabannya yang memutar-mutar tanpa

ujung pangkal sempat menyulitkan para penyidik. Berbagai pen­dekatan dilakukan untuk membuatnya bicara jujur dan berterus terang tentang apa yang terjadi sesungguhnya. Hari itu, tampaknya para penyidik sudah mulai menemukan irama pemeriksaan dengan langsung to the point. Langkah Kapolda Jawa Barat menemuinya dan mengajaknya mengobrol hari itu, memberi suasana positif bagi kelancaran pemeriksaan. DS tampak mendayu-dayu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sesekali dilontarkan Kapolda Jawa Barat, di sela-sela pemeriksaan. MENGAKU HAMIL Sejauh ini, menurut penuturan DS, kisah penculikan yang dilakukan ia lakukan dilatarbelakangi oleh keinginannya terus menutup-nutupi kebohongan yang sudah ia mulai sejak pernikahannya dengan suami keduanya. DS yang pernah bekerja di berbagi perusahaan swasta bahkan pernah menjadi customer service ini memang memiliki penampilan yang menarik namun belakangan ia terlihat gemuk. Wajahnya putih dan terbilang cantik. Komunikasinya baik dan bicara­nya tergolong cerdas. Tampaknya penampilannya inilah yang sempat mengecoh para pe­ tugas rumah sakit dan Lasmaria serta Toni yang mempercayai sepenuhnya bahwa ia adalah seorang dokter. Sebelumnya DS pernah menikah namun bercerai dan memiliki seorang anak laki-laki. Ia lalu ber­p acaran dengan seorang lelaki bujangan. Tampaknya ia sangat mencintai laki-laki itu sehingga tidak ingin kehilangannya. Karena itulah setelah beberapa bulan menjalin hubungan, ia mengaku terlambat haid dua bulan dan hamil. Dengan itikad baik, pacar­ nya lalu menikahinya dengan cara baik-baik. Hari demi hari, minggu berlalu hingga bulan demi bulan, ia tak kunjung melahirkan. Mertuanya bahkan sempat menanyakan kapan ia melahirkan. Tidak ada yang menyangka bahwa ia tidak hamil termasuk suaminya melainkan percaya bahwa ia tengah

DS sedang diperiksa tim penyidik dari PPA Polrestabes Bandung, di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

hamil. Itu karena tubuh DS terlihat makin gemuk dan ia selalu memakai baju dengan cara dikeluarkan. Ia selalu minta uang pada suaminya untuk memeriksakan kandungan ke dokter. Sesekali suaminya yang mengaku memang kurang perhatian pada istri dan keluarganya, meminta untuk mengantar­nya ke dokter memeriksakan kandungan selalu ditolak. DS selalu ingin pergi sendirian saja. Suaminya yang bertipe cuek dan belum memiliki pengalaman itu, percaya begitu saja. Sehari-hari ia sangat disibukkan dengan pekerjaan sebagai pembuat tower seluler, jadi tidak terlalu perhatikan kondisi istrinya. Karena itulah, hitungan waktu melahirkan di bulan Maret itu harus­ nya sudah lewat, membuat DS memutar otak mencari alasan. Dalam kepanikan itulah, takut kebohongan­ nya terbongkar, susun rencana bagaimana caranya agar ia bisa memiliki bayi. Ia ingin mencari bayi yang bisa diadopsi atau bayi yang tidak bisa ditebus di rumah sakit. Maka mulailah ia merancang “pencarian” bayi ter­ sebut. Targetnya Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, yang tidak jauh dari kontrakannya. Untuk memuluskan aksinya itu, dengan kecerdasannya ia berusaha tampil seperti bagian dari rumah sakit, yaitu menjadi dokter gadungan dengan pakaian yang sama persis de­ngan dokter-dokter yang ada di rumah sakit tersebut. Ia memakai kemeja batik dan kemudian mem­ balutnya dengan jas putih khas dokter. Benar saja, dengan kostum ini, ia leluasa keluar masuk ruang bersalin

dan ruang rawat inap Alamanda di mana Lasmaria dirawat usai melahir­ kan bayinya. JARI KELINGKING DS “menyempurnakan” penyamarannya ia memakai jilbab (seharihari ia tidak berjilbab). Sebelum akhirnya ia berhasil melarikan bayi itu, ia sempat mondar mandir tiga kali menemui Lasmaria untuk berbagai hal, seperti mengecek kesehatan dan urat nadi Lasmaria, memberi nasehat dan meminta perawat mengganti popok bayi. Saat mondar-mandir di luar ruangan, rekaman CCTV menunjukkan ia sibuk menelepon. Rupanya hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi saat yang sama tidak ada tercatat panggilan keluar atau masuk ke ponselnya. “Rupanya itu triknya untuk mengalihkan perhatian orang agar tidak mengajaknya bicara dalam situasi ia tengah menyusun rencana,” kata AKP Euis Yuningsih, ketua tim penyidik. DS juga menyuruh Toni membantu Lasmaria mengganti sarung karena basah oleh darah. “Perintah sama seperti dokter lain, agar sering-sering mengganti pembalut dan sarung agar tidak infeksi,” kata Lasmaria dalam suatu wawancara di tempat terpisah. Di saat pintu kamar kandi tertutup, ia hanya berdua dengan bayi tersebut dan DS dengan leluasanya membawa bayi itu pulang ke rumahnya. Di rumahnya sembari menggendong bayi itu ia mengaku melahirkan tiba-tiba dan ditolong oleh orang-orang yang melihatnya serta dibawa ke rumah sakit. Suami dan mertuanya percaya

begitu saja. Setelah menerima laporan tentang kasus penculikan itu, polisi bekerja keras menemukan bayi tersebut. Semua kemungkinan yang dapat memberi petunjuk keberadaan bayi itu, ditelusuri oleh polisi. Tidak kurang dari 21 saksi diperiksa hingga akhirnya mengarah pada kontrakan DS di mana ditemukan ada bayi yang mencurigakan. Dua orang anggota polisi yang menyamar sebagai petugas sensus datang dan bertanya tentang bayi tersebut. Karena ketakutan dan tahu bahwa bayi itu bukan bayinya, ia curiga bahwa yang datang itu adalah polisi sehingga ia pamit untuk membeli obat sebentar dan meninggalkan bayi tersebut di rumah. Polisi sendiri tidak mengenal pelaku karena dalam rekaman CCTV ia memakai jilbab dan menyembunyikan wajahnya. Polisi langsung memeriksa jari kelingking si bayi dan menemukan ciri-ciri yang ditandai Lasmaria dan Toni. Polisi memastikan itulah bayi yang hilang dan menanyakan mana ibunya. “Yang keluar beli obat itulah ibu bayinya,” kata penjaga bayi. Dengan segera polisi mengejarnya dan tiba-tiba ada seorang wanita terjatuh dari fly over Pasupati Bandung setinggi lebih kurang 12 meter. Beruntung DS tersangkut di ranting-ranting sehingga nyawanya masih terselamatkan. Ia menderita patah tulang pinggul dan lengan. Ia dirawat di rumah sakit dan kini terus menjalani proses hukum. -Naniek I. Taufan


6

life

story

Andai Waktu Berputar Kembali Kematian sia-sia akibat pembunuhan sudah bukan lagi merupakan berita mengejutkan. Namun, apa yang telah diperbuat SU (47) dua tahun lalu sempat menggegerkan penjuru nusantara. Korban perbuatannya adalah seorang tokoh pendidikan dari univer­sitas terkenal di Indonesia. Ironisnya korban merupakan bibinya sendiri, kakak kan­ dung ayah SU.

A

walnya pelaku hanya bermaksud meminjam uang untuk memperpanjang kontrakan rumah. Tapi bukannya pinjaman yang diperoleh malah cacian dan makian. Akhirnya terpikir di benaknya menguasai harta dengan cara tak wajar. Digunakanlah alat kejut listrik untuk menyengat korban. Di luar dugaan korban melawan dan berteriak-teriak. Pelaku panik lalu memukul kepala korban kemudian mencekik. Ketika korban tidak sadar, pelaku leluasa mengambil uang tunai ­Rp 128 ribu dari dalam dompet korban. Pelaku juga mengambil ponsel serta mempreteli anting dan gelang emas dari tubuh korban. Usai melakukan aksi­nya, pelaku melarikan diri. Empat hari kemudian SU berhasil diringkus aparat. Dosen senior yang menjadi korban ditemukan sudah menjadi mayat setelah dua hari kejadian. Tubuhnya membengkak biru. Penuh memar. Menurut visum, korban meninggal akibat pukulan benda tumpul di kepala. Timbul pendarahan yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Selain itu ditemukan luka goresan pada lengan, patah rusuk, patah tulang lidah tenggorokan. “ Ya…,saya akui ketika saya

melakukan perbuatan itu pikiran saya sudah blank. Yang terfokus hanya bagaimana bisa mendapatkan uang. Saya sangat perlu uang untuk bayar kontrakan apalagi isteri sempat meng­ ancam akan meninggalkan saya dan membawa pergi anak-anak jika saya tak sanggup melunasi kontrakan,” ujar SU dengan nada lirih dan lembut. Sulit untuk mempercayai itu adalah suara asli pelaku kejahat­an yang dapat dikategori­kan sebagai pembunuh ber­ darah dingin. SU menuturkan sebenarnya ia di­ besarkan dalam suasana keluarga yang berkecukupan. Ia lulus dari sebuah sekolah pariwisata dan perhotelan de­ ngan titel D2 bahkan sempat merantau dan hidup di Australia selama 8 tahun. Ayahnya seorang perwira menengah yang senantiasa mengajarkan pada ketiga putranya hakekat kebenaran dan kejujuran. Bahkan nama SU sendiri menyiratkan makna untuk mengutamakan pada sifat kesatriaan. Ketika SU masih di bangku SD kelas empat ia sempat dititipkan selama setahun pada bibinya. Menjelang ujian SMP ayahnya kembali menitipkan SU karena harus bertugas di luar pulau Jawa. SU merasa bersyukur bahwa ia hanya mengalami masa dua tahun hidup seatap dengan bibinya yang

dianggap­nya terlalu keras dalam mendidik seorang anak. Tipe seorang per­ feksionis. SU mengaku sempat mendapat perlakuan kasar bahkan hukuman fisik jika tidak mematuhi apa yang diperintahkan sang bibi padanya. Namun, di hadapan orangtuanya si bibi selalu memperlihatkan perlakuan manis. GELAP MATA SU mengutarakan bahwa sebenar­ nya hubungan dengan bibinya tidaklah terlalu akrab. Kesan egois, mendewakan titel kesarjanaan dan cenderung menilai orang hanya dari latar pendidikan. Meskipun diakui SU, bibinya wanita sangat cerdas. Dengan mempertahankan status melajang sampai di akhir usia 73 tahun, ia mendedikasikan hidupnya semata untuk ilmu pengetahuan. Ia merupa­kan dosen andalan di fakultasnya dan ia telah berhasil menciptakan sebuah cabang ilmu baru di bidangnya. “Saya sebenar­nya sudah mencoba

mencari pinjaman ke kerabat, saudara sepupu, teman-teman bahkan kedua adik kandung saya sendiri. Hasilnya nihil. Maka saya berdiskusi de­ngan istri untuk memberanikan meminjam kepada bibi dengan membuat surat yang ditandatangani berdua berisi kesanggupan mencicil,” ujarnya halus.

Meskipun SU dapat menduga bakal ditolak namun ia tak menyangka akan men­dapat makian kasar sedemikian rupa. Bibinya menuduh ia pemalas, tidak mau cukup berupaya, penganggur yang hanya jadi sampah masyarakat. Ketika nama istri dan anak-anaknya ikut disebut seketika itulah ia menjadi gelap mata. “Saat itu yang ada dalam otak saya bagaimana saya harus mendapatkan hasil. Karena keesokan harinya jika saya tidak melunasi uang kontrakan sebesar Rp 15 juta maka kami akan disuruh keluar padahal anak-anak saya sedang menghadapi ulangan umum kenaikan kelas. Saya tidak mau mereka terganggu,” ungkap SU. Ketika pikiran sudah blank dan tersudut oleh keterdesakan, SU tidak merasakan lagi apa yang dinamakan nurani. SU pun terjerat dengan empat pasal KUHP yang membuahkan kemungkinan ganjar­an hukuman terberat yaitu hukuman mati atau kurungan

2 - 8 JUNI 2014 selama 20 tahun. Namun, ketika diadili, hakim menjatuhkan 13 tahun penjara. Pada saat ini ia baru menjalani dua tahun hidup dalam rutan. Selama di penjara, istrinya sama sekali tidak pernah menjenguk. Pertemuan terakhir terjadi ketika ia masih menjadi taha­nan polisi. Bahkan ia juga kehila­ngan kontak dengan ketiga anaknya. Kabar terakhir ia mendengar istrinya sudah mendapat calon pasangan hidup baru dan sedang mengurus pro­ses perceraian dengan dirinya. SU sudah pasrah. Ia me­nerima apa yang sudah menjadi takdirnya. Dalam penjara, tiap hari ia rajin melakukan doa pertobatan. Ia sadar kejadian tragis itu diakibatkan imannya yang tipis. “Kalau saja waktu dapat diputar kembali, Saya pasti akan membiarkan semuanya berjalan seperti air mengalir saja. Sekiranya istri meminta cerai dan membawa pergi anak-anak, saya akan pasrah,” ujarnya dengan nada penyesalan berat. Kasus SU menjadi suatu pembelajar­ an berharga untuk suatu tragedi kemanusiaan seperti ini. Mau tak mau mendatangkan pelbagai peng­andaian. Seandainya SU tidak dalam keterpurukan ekonomi sedemikian rupa. Seandainya ia tidak mendapat ancaman istrinya. Seandainya tiada tekanan keras pemilik rumah kontrakannya. Seandainya ia terbekali dengan iman teguh. Seandainya bibinya cukup mau bersikap bijak meski tidak ingin memberi pinjaman tapi memperlakukannya dengan tutur santun. Boleh jadi SU sekarang masih dapat melenggang sebagai manusia bebas. Meskipun dalam himpitan ekonomi , ia masih mencoba berusaha mencari nafkah dengan halal. Menjadi tukang ojek, tukang parkir, penjaja minuman seperti yang sudah pernah dilakoni. Sedangkan ibu dosen masih bisa hidup lebih lama, mengajar, mengamalkan ilmunya kepada para anak didiknya. Namun, nasi telah menjadi bubur. Yang tersisa hanyalah penyesalan tak ber­ujung. -Kurnia

2 - 8 JUNI 2014

S U D U T PA N D A N G

19

Tak Cukup Hanya Hapal Pancasila Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan merupakan pandangan hidup yang dijadikan pedoman dalam bertingkah laku yang tentunya mem­ pengaruhi hubungan manusia dengan likgkungannya. Pancasila telah diperkenalkan di dunia pendidikan. Nilai-nilainya begitu luhur dan tidak diragukan lagi untuk diamalkan agar tumbuh manusia-manusia yang memiliki budi luhur. Namun, apakah anak-anak sekarang hapal Pancasila? Atau, kalau sudah hapal, apakah mereka sudah mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari?

Gusti Ayu Ketut Mahardiyani

Diah Yuniti

endidikan pertama dimulai dari keluarga, dan masyarakat juga semestinya juga memiliki kesadaran bahwa pendidikan di keluarga sangat menentukan akhlak anak kelak. Keluarga memiliki kewajiban besar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilainilai tersebut tidak dikenal anak hanya sebatas teori yang mereka harus dikuasai demi menunjang pestasi akademik mereka,” ujar Gusti Ayu Ketut Mahardiyani, seorang guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Ia menyontohkan pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Butir-butir sila tersebut memiliki nilai bahwa kita mesti percaya dan yakin kepada Ketuhanan Yang maha Esa dan dalam melakukan seluruh aktivitas kita harus sesuai dengan ajaran agama dan moralitas. Dalam keseharian di dalam keluarga bisa dilakukan dengan berdoa bersama, mendongeng untuk anak dengan cerita-cerita yang mengandung nilai-nilai spiritualitas atau moralitas sangat efektif untuk menanamkan budi luhur dan akhlak yang mulia pada anak. Begitu pula sila kedua, di dalam keluarga langkah nyata atau konkrit yang bisa dilakukan adalah dengan menanamkan sikap berbagi. Nilai ini tentunya tidak bisa terlepas dari nilai pertama tadi, karena cinta kasih, nilai kemanusiaan pastilah didukung oleh bibit spiritualitas yang tumbuh dalam setiap anak. Mengajarkan anak berbagi, menolong sesama, saling memotivasi merupakan wujud nyata di dalam keluarga yang semestinya selalu ingat untuk diterapkan. hal yang sering

terabaikan dalam mengamalkan sila kedua ini adalah memberikan penghargaan kepada anak atas sikap mereka yang baik. “Orangtua sering bereaksi dengan sangat cepat saat anak melakukan kesalahan dan sangat lamban dalam memberikan penghargaan saat anak melakukan hal yang baik. tidaklah mungkin anak kita bisa berkembang menjadi pribadi yang bisa menghargai orang lain, adil, penuh cinta kasih jikalau mereka tidak dibesarkan dengan penghargaan yang tulus,” ujar perempuan yang akrab disapa Ayu ini. Nilai yang sangat mencolok dari sila keempat adalah bagaimana membina kebersamaan, sikap menghargai dan tidak memaksakan kehendak. Ini bisa dibina di dalam keluarga dengan membiasakan mengambil keputus­an dengan bermusyawarah atau yang lebih sederhana lagi dengan mendiskusikan suatu permasalahan sebelum mengambil keputus­ an. dalam prakteknya tentu saja harus disesuaikan dengan umur anak dan bobot permasalahannya. Sebagai orangtua mesti dengan penuh kesabaran dan dan tanggung jawab menunjukkan sikap menghargai pendapat anak. Hal ini juga mendidik mereka untuk mencontoh dan belajar menghargai pendapat orang lain. Sila kelima diamalkan dengan membiasakan anak menghargai hak orang lain, menyeimbangkan hak dan kewajiban. “Anak-anak sekarang lebih banyak sibuk dengan les, dan mengikuti berbagai kegiatan yang banyak sekali menyita waktu mereka demi perkembangan akademis mereka. Apakah sekarang kita bisa membayangkan dari 10 anak, berapa anakkah yang biasa membantu orangtuanya menyapu halaman di pagi atau sore hari? Ya, anak memang berhak akan

“P

pendidikan yang layak, tetapi anak juga memiliki kewajiban terhadap keluarganya. Pembiasaan juga berperan dalam mendidik mental dan tanggung jawab mereka,” tegas ibu satu anak ini. Dr. I Gusti Ayu Putri Kartika, S.H., M.H. mengakui nilai-nilai Pancasila sekarang banyak yang dilupakan. Ia mencontohkan ada anak-anak yang tidak hormat kepada orangtua. Ini menandakan degradasi moral. “Orangtua harus menjadi contoh bagi anaknya. Kalau mau menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkunga keluarga, orangtualah yang terlebih dahulu melakukan, nanti anak pasti meniru,” tegas dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana ini. Ia juga menyayangkan adanya pernyataan Pancasila sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan. “Pancasila ini sumber dari segala sumber hukum. Pancasila merupakan falsafah negara Indonesia. Kedudukan Pancasila itu paling tinggi,” ujarnya. Dulu, upaya untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dilakukan dengan adanya penataran P4. Namun, kini seiring perkembangan zaman, konsep itu mulai dilupakan. Padahal adanya penataran P4 masih relevan sepanjang dilakukan dengan pemberian materi yang mengikuti perkembangan situasi dan kondisi saat ini. SALING PENGERTIAN Sebagai bangsa Indonesia, diharapkan, tak hanya harus hapal isi dan bunyi dari Pancasila, namun mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah kita melakukannya? Menurut I Gusti Ayu Diah Yuniti, dalam menjaga kerukunan umat beragama, ia melakukan ritual saling ngejot saat hari raya. “Kalau Hari Galungan, saya ngejot ke tetangga. Begitu juga sebaliknya, kalau hari Lebaran, tetangga yang muslim membawakan antaran,” ujar mantan Komisioner KPU Kota Denpasar ini. Bahkan, kata Dosen Universitas Ngurah Rai ini, saat odalan di rumahnya, makanan lungsuran upacara yang terlalu banyak ia bagi ke tetangga, termasuk ada beberapa orang kos. “Kadang mereka sampai berucap, kok terus ngasi makanan bu. Ya saya jawab, banyak ada di rumah selesai upacara adat. Tidak ada yang diajak makan,” kata ibu tiga anak ini. Rirual gejot ia lakukan sejak

Nengah Budawati

Nyoman Masni

dulu, ketika memiliki keluarga yang berbeda agama. Ketika sudah memiliki rumah sendiri, ia terus melanjutkan ritual tersebut untuk menjaga hubungan baik dengan para tetangga. Sedangkan, urusan musya­ warah dan mufakat dalam keluarga juga menjadi acuannya dalam menyelesaikan persoalan. “Misalnya, dalam mencari sekolah untuk anak-anak. Saya hanya mengarahkan, tapi kalau anak tidak mau, saya tidak memaksa. Saya akan mengikuti keinginan anak dan tetap mendukungnya. Contohnya anak sulung, saya arahkan, masuk ke kedokteran karena saya melihat dia mampu dari segi otak. Namun, sejak kecil anak saya itu takut melihat darah. Dia tertarik kuliah ekonomi. Saya tetap mendukungnya,” tutur istri Ketut Astawa ini. Kalau urusan keadilan di rumah, Diah Yuniti mengaku, sudah memberlakukan hak sama terhadap tiga anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan. Urusan pekerjaan rumahtangga dilakukan bersama-sama. “Siapa yang sempat dan ada waktu, dialah yang mengerjakan. Saya tidak mau terlalu strick karena saya ingin mereka melakukan dengan ketulusan hati. Begitu juga saat hari raya keagamaan, kami saling berbagai tugas karena saya tidak punya pembantu,” kata Diah Yuniti. Menurut Diah, prinsip utama yang dia terapkan adalah kebersamaan. Ni Nyoman Masni, S.H. mencoba menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan cara mengajarkan anak-anaknya tidak hanya bisa sekadar mebanten, atau membuat banten, tapi memaknai banten itu sendiri. “Kita tidak hanya sekadar mebanten, tapi kita mampu menghayati dengan saling menghargai dan menghormati agama lain. Itulah implementasi kita beragama. Jadi tidak sekadar membuat banten,” ujarnya. Menurut Masni, jiwa pluralisme harus ada dalam diri kita, agar kita bisa mewujudkan persatuan dan menjaga kerukunan beragama. Itulah implementasi nilai Pancasila, sila pertama dan kedua. “Anakanak saya didik sejak kecil untuk

mandiri. Mereka tidak harus selalu dilayani orangtua. Saat anak saya masih SMP dan SMA, saya berani meninggalkan mereka melanjutkan pendidikan karena sudah yakin, mereka mampu untuk mengurus diri mereka sendiri. Ada yang bagian ngurus rumah tangga, menyapu, mengepel, memasak, ada yang bagian metan­ ding banten. Saya sudah siapkan mereka mandiri sejak dini,” kata nenek 8 cucu ini. Menurutnya, dalam mendidik anak, ia tak terlalu mendikte. “Saya beri kesempatan mereka menyampaikan pendapat. Saya arahkan ketika saya lihat mereka menyimpang. Saya beri alasan yang tepat agar mereka me­ ngerti,” kata mantan jaksa ini. Masni menegaskan, untuk menjaga kerukunan dalam keluar­ ga, termasuk dengan menantu, kuncinya adalah saling pengertian. “Saya tidak menjadikan pedoman, kalah atau menang. Tapi lebih ke arah saling mengerti satu sama lain. Seperti dulu juga saya hidup dengan mertua. Saat ini saya punya menantu. Mencoba mengerti posisi masing-masing,” kata Ibu Teladan Tokoh se-Bali tahun 2005. Nengah Budawati menambahkan, nilai-nilai Pancasila, ia wujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan berprinsip, anak dan orangtua merupakan tim yang solid. Orangtua dan anak-anak bersama-sama mewujudkan citacita untuk mendapatkan keluarga harmonis. “Saya memperlakukan anak sebagai teman. Mereka bisa curhat apa saja,” kata Direktur LBH Apik Bali ini. Dalam memperlakukan anak, menurutnya, orangtua juga harus adil. “Kebetulan ketiga anak saya perempuan dan sudah remaja. Saya perlakukan sama tidak membedakan walaupun saya tidak punya anak laki-laki. Dalam penyelesaian masalah di rumahtangga, kadang, kalau anak punya solusi yang lebih baik, tidak ada salahnya kami sebagai orangtua mendengarkan. Prinsip saya, anak dan orangtua harus menjadi partner dan tim solid sehingga kompak dalam berbagai hal,” kata Budawati. –Tim Tokoh


20

NINE

2 - 8 JUNI 2014

Manjareal

Buat Seharian, Awet Dua Minggu Tidak banyak pembuat kue tradisional yang masih bisa bertahan hingga saat ini. Selain karena kue atau jajanan tradisional kalah populer dengan produk-produk camilan buatan pabrik, juga karena tidak banyak yang menguasai dengan baik cara dan campuran bahan yang pas dari jajanan tradisional itu. Satu dari tidak banyak perempuan pembuat jajanan khas itu yang masih bertahan memproduksi kue tradisional khas Sumbawa, adalah Nurlaela yang tinggal di tengah Kota Sumbawa Besar. Bagusnya, di Sumbawa pembuat manjareal masih terbilang produktif.

Manjareal

D

engan pengalaman dan keahliannya itu, ia bisa mempertahankan rasa dan kekhasan penganan olahan dari kacang tanah ini. Meski banyak penganan dari olahan kacang tanah, tdak banyak yang memiliki ciri yang khusus. Olahan unik kacang tanah ini bisa dijumpai di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diberi nama Manjareal. Manjareal bukan kue biasa. Ia lahir tidak sekadar sebagai percampuran satu bahan dengan bahan lainnya yang bisa divariasikan menjadi berbagai bentuk penganan, melainkan kue khas ini memiliki ikatan tradisi dengan masyarakat Suku Samawa sebagai pemiliknya. Manjareal merupakan kue khas suku Samawa yang tinggal di Sumbawa dan Sumbawa Barat, NTB. Kue ini memiliki keunikan baik dari sisi rasa, bentuk, cara membuat dan keberadaannya yang menjadi salah satu identitas budaya Tau Samawa (orang Sumbawa). Dengan bentuk setangkai bunga dengan tiga kelopaknya yang medianya terbuat dari daun lontar, menjadi ciri khas penganan ini. Manjareal telah diproduksi turun temurun oleh masyarakat Sumbawa. Selain Nurlaela, salah seorang pembuat kue khas ini ini juga ada di

Desa Brang Bara Sumbawa yang memproduksi 2.000 buah manjareal tiap hari dari 4-5 kg kacang. Seperti juga Nurlaela, Jawariah masih terus menggeluti pembuatan manjareal ini, selain karena sudah terbiasa dan untuk menambah penghasilan keluarga, tidak lain bermaksud untuk melestarikan penganan khas warisan leluhur mereka. Selebihnya pembuat kue tradisional ini menyebar di beberapa tempat lainnya di Kabupaten Sumbawa. Mereka tidak memproduksi manjareal dalam jumlah yang banyak melainkan secukupnya, hanya tiga hingga lima kilogram sehari. Kecuali di beberapa tempat yang menjadi pemasok manjareal ke minimarketminimarket dan toko-toko setempat, bisa memproduksi hingga lebih dari sepuluh kilogram kacang tanah sehari. Tiap hari, produsen-produsen manjareal memasukan penganan khas Sumbawa ini ke minimarket-

minimarket dan toko-toko di seluruh Sumbawa dan Sumbawa Barat. Produksi harian manjareal oleh para ibu rumah tangga dan remaja putri di Brang Bara, dilakukan sembari menghabiskan waktu sambil bersosialisasi satu sama lain. “Biasanya dilakukan di bawah kolong-kolong rumah panggung yang menjadi salah satu ciri arsitektur khas Suku Samawa, yang sengaja difungsikan sebagai tempat berbagai beraktivitas sehari-hari,” ungkap Jawariah. Nurlaela mengatakan, pukul 06.00 ia telah mulai aktivitasnya ini tiap hari. Dimulai dengan merendam kacang selama satu jam di air mendidih. Kemudian kacang tanah tersebut ditiriskan dan dibuang kulit arinya dengan cara menggosok halus kacang tanah tersebut menggunakan parutan di atas nampan dan kembali direndam menggunakan air dingin. “Dengan cara ini, kulit arinya mudah terkelupas dan dengan sendirinya saat direndam air dingin, kulit arinya langsung memisahkan diri,” ujarnya. Setelah itu kacang tanah tersebut direbus selama empat jam hingga

Proses pembuatan manjareal

Nurlaela

benar-benar matang dan tanak hingga lunak. Lalu tiriskan dan kacang dicampur gula ditumbuk menggunakan lesung batu dan alu kayu khas Sumbawa, sampai tercampur rata dan halus. Gula yang dipakai haruslah gula yang benar-benar berwarna putih karena akan mempengaruhi penampilan manjareal. “Kalau gulanya hitam atau kuning, maka warna manjareal akan kelihatan abu-abu. Demikian pula kacang yang dipakai adalah kacang pilihan yang sudah disortir terlebih dahulu. Kacang yang rusak dan berwarna beda, dipisahkan sejak awal sebelum proses perendaman awal. Kacang yang dipakai adalah kacang lokal. Perbandingan bahannya, satu kilogram kacang tanah dicampur dengan satu setengah kilogram atau satu kilogram gula atau sesuai selera. Namun, campuran ini relatif standar. Usai ditumbuk dilanjutkan dengan memasaknya kembali di atas wajan selama setengah jam sambil terus diaduk. Proses ini dilakukan untuk membuat kacang dan gula tercampur baik dan saling mengikat satu sama lain. Ketika dimasak inilah, kelihatan adonan manjareal agak berair. Proses selanjutnya, untuk membuat airnya menyatu agar mudah dicetak ke dalam rumah manjareal yang terbuat dari daun lontar, dibutuhkan tenaga tambahan untuk mengulaknya pada sebuah cobek batu besar sedikit-demi sedikit. Proses memasaknya harus benar dan tepat karena jika salah memasaknya, kelebihan atau kurang waktu mema-

sak, maka ketika proses selanjutnya yakni mengulak, airnya tidak akan bisa hilang atau adonan tidak bisa kering. “Jika ini terjadi, adonan harus dimasak lagi,” ujar Nurlaela. Pengulakan harus dilakukan ketika adonan dalam keadaan panas. Jika adonan sudah dingin, air gula yang nampak tidak dapat bercampur baik dengan kacangnya. “Ini proses yang paling lama dan capek serta butuh tenaga ekstra,” ungkap Nurlaela. Bagaimana tidak, proses ini dilakukan berjam-jam karena kacang gula tersebut diulak sedikit demi sedikit, menekan, mengaduk dan menggilas, tidak bisa langsung banyak karena hasilnya tidak akan maksimal jika melebih ukurannya. Jika tidak diulek dicobek, rasanya akan lain. Setelah proses inilah mulai tampak warna putih manjareal asli. Adonan manjareal kemudian dicetak ke dalam rumah manjareal dengan cara rumah manjareal diletakan pada wadah lalu diisi dengan adonan kemudian ditekan-tekan hingga padat. Setelah itu, manjareal yang sudah menempati rumahnya dalam tiga kelopak bunga tersebut, digilas untuk meratakan sisi yang tampak. Di sinilah letak keunikan manjareal. Adonan manjareal hanya dipegang oleh lontar yang merupakan rumah manjareal pada sisi lingkaran kelopaknya saja. Sisi muka dan belakang dibiarkan terbuka, namun, manjareal dapat benar-benar bertahan dalam rumahnya. Proses terakhir adalah keesokan harinya dilakukan pengawetan alami, dengan menjemur manjareal selama 4 jam di bawah terik matahari. Dengan cara menjemur inilah, manjareal akan awet hingga dua minggu. Praktis proses pembuatan manjareal memakan waktu sehari penuh. Usaha yang digeluti Nurlaela ini memberikan tambahan penghasilan bari para ibu dan remaja putri di kampungnya itu. Dalam sehari Nurlaela yang memiliki 8 karyawan yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan para gadis di sekitar tempat tinggalnya, bisa menghasilkan setidaknya 4.000 manjareal dengan masing-masing tiga kelopak bunga dari daun lontar. Saat menjelang lebaran Idul Fitri, menurut Nurlaela, permintaan dan pemesanan manjareal bisa meningkat dua kali lipat. Kala itulah para ibu dan gadisgadis banyak berkumpul di rumahnya untuk bekerja membuat pesanan manjareal. -Naniek I. Taufan

2 Minute Miracle Gel

Hadiri acara perkenalan produk best seller selama 9 tahun di Amerika. Kini hadir di Indonesia, Two Minute Miracle Gel/ICE elements. Cukup 2 menit menjadikan kulit kenyal, kinclong dan kencang. Buktikan sendiri di acara demo produk : Hari : Selasa, 3 Juni 2014 Waktu : Pukul 16.40 Wita Tempat : Amour Boutique Jalan Gatot Subroto IV Blok 1 No. 6 Denpasar, Bali Produk aman ini sudah memiliki izin BPOM NE 511401012100 dan telah lulus uji iritasi. Undangan gratis dan untuk konfirmasi hubungi Telepon : (0361) 2088899 dan Hp 081 139 3341 Pin BB : 75028454

Produk 2 MM Gel yang praktis dan ekonomis dengan 7 kegunaan. Yakni, sebagai pembersihan (cleanser), pengangkatan sel kulit mati (exfoliator), penyegar (toner), pelembab kulit, pengecil pori-pori dan persiapan awal untuk pengondisian kulit. Diformulasikan dengan 3.1 Skin Complex Ocean Avenue, 2 Minute Miracle Gel memberikan kombinasi yang ideal terhadap tiga komposisi bahan utama yang terbukti dapat menghidupkan dan meremajakan kulit. Yakni, Antarcticine, mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit; Extrac Aloe, lidah buaya yang menutrisi kulit, dan Extrac KBGA (Klamath Blue Green Algae), yang memperbarui atau memulihkan kulit. Kegunaan 2 MM Gel yang tidak ada biji-bijian, tidak ada ampelas, tidak ada asam ataupun zat kimia yang bersifat keras, tidak ada pewarna atau pewangi artificial. Berguna untuk segala jenis kulit, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Dapat digunakan oleh pria dan wanita segala usia. “Pria dapat menggunakannya sebelum bercukur untuk melembutkan bulu dan persiapan kulit,” katanya. Produk ini juga dapat digunakan setiap hari pada wajah, leher, dada, tangan, siku dan area di mana kulit Anda membutuhkan revitalisasi atau peremajaan untuk mengoptimalkan fungsi dan hasil dari penggunaan produk perawatan kulit lainnya dan tidak menyebabkan sensitivitas terhadap matahari, kemerahan atau iritasi.

2 - 8 JUNI 2014

IB Purwasila

INSPIRASI

5

Hidup Tenang dengan Asuransi sana ia berpikir bahwa setiap orang mutlak memerlukan asuransi untuk bisa hidup nyaman dan tenang.

IB Purwasila

Siapa yang tak kenal dengan pria ini? Ia dikenal sebagai pemain Drama Klasik. Bahkan belakangan, wajahnya yang bersahaja kerap menghiasi layar kaca dalam film-film pendek (FTV). Gus Purwasila, demikian ia akrab disapa.

T

utur bahasa pria berkacamata ini begitu terjaga, sangat menarik. Tentu saja, karena menurutnya, tutur bahasa menunjukkan jati diri dan kualitas seseorang. Karena itu, tak jarang pula ia diminta menjadi MC dalam beberapa acara. Ditemui di kantor barunya yang megah, PRU Satwika, di Jalan Gunung Merapi 25 Denpasar, pemilik nama lengkap Ida Bagus Purwasila, S.E., M.M., RFPTM. ini mengisahkan perjalanan hidupnya. “Dari dulu saya bermimpi mempunyai kantor sendiri. Dan, sekarang semua itu terwujud,” ujarnya Instruktur Acting & Efective Communication John Robert Power ini. Untuk mencapai titik puncak kehidupan di zone tenang dan nyaman, tentu tak ada yang mudah. Namun, dengan tekad kuat dan fokus akan apa yang dijalaninya, semua itu bisa terwujud. Sebagai anak laki-laki tunggal dari delapan bersaudara, bebannya begitu berat, kekhawatiran selalu menghantui. Sebagai anak laki-laki satu-satunya, ia merasa bertanggung jawab akan keluarga besarnya. “Dulu, setiap ada keluarga yang sakit, dada saya langsung berdegup kencang, kepala cenut-cenut berpikir dimana bisa meminjam uang untuk biaya berobat. Bagaimana bisa hidup tenang jika terus seperti itu?,” ujarnya. Ia menguak pengalamannya 19 tahun silam ketika mengurusi tantenya yang sakit dan didiagnosa gagal ginjal. Tiap minggu harus cuci darah, otomatis pula tiap minggu

ia memutar otak untuk mencari pinjaman uang yang jumlahnya tak sedikit. “Dalam kondisi terpuruk seperti itu, yang paling bisa membantu saya adalah pinjaman dari kantor. Bahkan, dana besar yang saya pinjam itu, oleh Ibu Erlina Kang Adiguna tak usah dikembalikan. Begitu baiknya beliau kepada saya,

PENTINGNYA ASURANSI Dalam siklus kehidupan, yang namanya sakit dan kematian pasti akan terjadi. “Buatlah hidup kita tenang dan nyaman dengan membeli polis proteksi diri untuk sesuatu yang sudah pasti terjadi,” saran Practicer Neuro Linguistic Programming (NLP), konsultan yang mempelajari tentang pola pikir dan komunikasi ini. “Jika sudah memiliki polis asuransi, ketika sakit pun, kita bisa tenang beristirahat tanpa harus pusing memikirkan kemana harus mencari pinjaman uang, karena semuanya sudah ditanggung,” imbuhnya. Namun, tentu saja masyarakat harus jeli memilih produk asuransi agar benar-benar mampu mewadahi semua kebutuhannya. Karena, tak jarang pula masyarakat membeli sebuah produk asuransi karena merasa terpaksa, tidak enak dengan kawan, sehingga manfaat asuransi tidak dirasakan betul. Bahkan, tak sedikit pula masyarakat yang akhirnya kecewa karena iming-iming di awal masuk asuransi tak sesuai dengan kenyataan, yang akhirnya membuat nama asuransi buruk di mata masyarakat. “Karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan financial planner apa yang menjadi kebutuhan Anda,” ujar Gus Purwa, owner Agency Office PRU Satwika NG 1 ini. Dalam hal kesehatan ini, pemerintah pun dikatakannya sudah berpikir kesana dengan mengeluarkan BPJS. Di Indonesia, dari 243 juta penduduk baru 10% yang sudah berasuransi. Itu pun masih global dengan asuransi umum. Kalau asuransi jiwa mencakup kesehatan serta kecelakaan, masih di bawah itu. Artinya, masih ada lebih dari 90% masyarakat Indonesia yang belum berasuransi jiwa . Kelas ekonomi masyarakat menengah ke atas sekitar 40%. Bagi agen asuransi, pasarnya masih cukup besar untuk itu. “Bagi masyarakat yang mampu, jangan bebankan pemerintah. Biarlah BPJS dimanfaatkan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, ” ujarnya.

UBAH IMAGE ASURANSI Gus Purwasila sudah IB Purwasila bersama sang istri, Kendran masuk asuransi sejak tahun saya tidak akan pernah melupakan- 1990, namun belum paham betul nya,” ujar Gus Purwasila yang saat manfaatnya. “Karena waktu itu itu masih bekerja di Mama Leon. perusahaan (Mama Leon) yang Sampai akhirnya, nyawa tante- memasukkannya,” ungkapnya. nya tak tertolong lagi. Untungnya, Manfaat besar berasuransi dirasang tante memiliki asuransi. Dana sakannya betul ketika kematian jiwa yang keluar waktu itu Rp 1 tantenya. Dari pengalaman itu, juta. “Di tahun itu (1995), uang sedikit tidaknya, pikirannya mulai satu juta itu begitu besar. Sangat terbuka tentang asuransi. April terbantu sekali dengan dana itu, 2006, sang istri, drh. AA Sagung cukup untuk biaya upacara ngaben. Kendran, M.Kes., CFP yang lebih Namun, biaya saat sakitnya yang dulu bergabung di Prudential masih ngutang,” kisahnya. Dari mengajaknya jalan-jalan ke luar

IB Purwasila bersama istri, anak dan mertuanya saat berkesempatan jalan-jalan ke Roma

negeri atas prestasi gemilangnya di bisnis asuransi ini. Sebagai laki-laki, Gus Purwa merasa gengsi. Dalam hati ia bertekad suatu saat nanti ia harus berada di atas istrinya, ia juga bertekad akan mengajak istrinya jalan-jalan ke luar negeri. Ayah IB Ngurah Satwika Purwa (23) ini pun bergabung di Prudential Mei 2007. Dalam hitungan enam bulan, Gus Purwasila yang kompak dengan sang istri menjalani bisnis ini berhasil mencapai Star Club. Karena prestasi ini, Negara Moscow pun akhirnya sempat dikunjunginya. Dari sana ia berpikir, selain bisa membantu orang banyak, financialnya pun menjadi lebih baik. Ia pun memutuskan fokus menjalankan bisnis ini sekitar tahun 2008. Prestasi demi prestasi gemilang terus diraihnya. Beberapa negara pun dikunjunginya bersama patner hidupnya, Kendran dan putranya. Bahkan di tahun 2011, ia mampu mengajak istri, anak, dan mertuanya jalan-jalan ke Paris. “Saya bangga dan bahagia sekali bisa mengajak mereka ke LN,” cetusnya. Semua capaian itu, dikatakannya tak ada yang tak mungkin jika bergabung di Prudential. Dan, yang paling membahagiakan Gus Purwasila adalah, selain dapat membantu masyarakat untuk kesehatannya, juga bahagia melihat perekonomian orang-orang yang direkutnya kian meningkat. “Dulu seorang pedagang keripik yang saya ajak bergabung, sekarang ekonom-

inya sudah semakin bagus. Ada juga satpam yang sekarang sudah UM dan bisa memiliki rumah mewah bertingkat dan mobil. Di sini kebanggaan saya. Dan ke depannya, saya ingin lebih banyak lagi menciptakan orang-orang seperti itu,” ujarnya. Dan yang paling penting, ia ingin merubah image agen asuransi yang bukan pengemis, namun menjadi dewa penolong. “Memang awalnya terkesan mengemis. Namun, biar saja saya jadi pengemis hari ini untuk mereka, daripada mereka kelak akan jadi pengemis setelah mengalami musibah,” ucapnya bersahaja. Dari apa yang sudah dicapainya kini, Gus Purwasila mengaku bersyukur dan bangga memiliki pendamping seorang Kendran. “Tanpa dia, saya tidak ada apa-apanya. Dia selalu mengingatkan ketika saya lupa, menyalahkan ketika saya salah, mendorong ketika saya lemah tak berdaya. Dia selalu menjadi inspirasi saya,” ujarnya. Target ke depannya, Ketua Sanggar Teater Mini ini bertekad terus mencetak agen-agen asuransi yang siap menjadi dewa penolong masyarakat. Untuk itu pun, ia mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan ingin mengubah hidupnya, segera bergabung. Karena, ia rutin membuka peluang kerja, menyelenggarakan Fast Start GL tiap dua minggu . Dan, dalam waktu dekat ini akan dilangsungkan 3-6 Juni di PRU Satwika, Jalan Gunung Merapi No. 25 Denpasar. –ten

Kantor megah PRU Satwika di Jalan Gunung Merapi 25 Denpasar yang dibuka 14 Januari 2014, siap mengajak setiap orang yang ingin mengubah kehidupannya secara financial


4

INSPIRASI

2 - 8 JUNI 2014

Syahrini

Duet Romantis dengan Maruli T

lewat penampilannya dalam film ‘The Maling Kuburans’ (2009) dan ‘Baik-Baik Sayang’ (2011), apa yang diraihnya selama ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan dan selalu berpikir positif. Tapi Sabtu pekan lalu terjadi hal menarik, Syahrini mendeklarasikan Maruli Ario Tampubolon sebagai pasangan duetnya. Inilah pertama kali Syahrini sejak pisah dari Anang beberapa tahun lalu, kembali melangkah ke panggung duet. Lewat lagu ‘Cinta Sendirian’, pasangan ini tampak mesra di panggung. Bahkan Maruli sempat mencium kening Syahrini. “Ini memang lagu romantis jadi tampilnya pun romantis. Dia sayang sama aku sebagai sahabat,” kata Syahrini ketika ditanya soal kecupan Maruli. Menurutnya, ia sudah lama kenal Maruli, yang juga anak pengacara kondang Felix Tampubolon, sehingga yang namanya chemistry sudah terbangun sejak lama. Lagi pula, tambahnya, apa yang dilakukan Maruli adalah sebuah ekspresi yang terhanyut oleh lagu yang dibawakan. “Itu adalah interpretasi dari lagu itu, chemistry-nya memang romantis,” katanya di Bapindo Plaza, Jakarta Pusat. Gara-gara kemesraannya dengan pasangan duet barunya itu, orang jadi menduga-duga akankah kedekataan keduanya jadi berlanjut lebih serius? Apalagi, Syahrini dalam banyak kesempatan ketika ditanya tentang pasangan hidup, begitu mengharap segera dapat jodoh. Syahrini yang Agustus mendatang berusia 34 tahun, memang masih melajang. Ia mengaku telah memiliki teman dekat, namun menolak menjelaskan lebih lanjut. Sepertinya dia trauma dengan kasus sebelumnya ketika ia mengungkap tentang kekasihnya, Bubu, seorang pangeran dari Malaysia. Banyak suara sinis ketika itu, sampai akhrinya

hubungan Syahrini dengan Bubu pun kandas. “Aku nggak mau diekspose ke publik takut dia enggak nyaman. Minta doanya aja ya,” ucap pemilik jambul katulistiwa itu sembari senyum. “Cita-cita semua perempuan, wanita yang sudah matang seperti aku, ibadah terakhir adalah menikah. Aku doa ingin menikah, tolong dibantu doa ya,” kata si Cetar Membahana ini.. Diakuinya, ada pria yang sedang dekat dengannya. “Niatnya baik, bukan sekadar pacaran tapi menikah. Mudah-mudahan, semoga didengar Allah. Bagi aku, sempurnanya seorang perempuan kalau ia sudah menikah dan mempunyai anak. Karena sesukses apapun perempuan, tetap saja kodratnya adalah mengurus suami, anak,” paparnya panjang lebar. Meski begitu, ungkapnya, semua tergantung pada Sang Ibu, ridho ibunya. Jika ibunya merestui, baru dia berani melangkah lebih jauh. Sebaliknya, dia akan ‘berhenti’ jika ibunya tidak merestui. “Aku ini setia pada takdir Allah. Tetap dengan ketentuan dan aturan main dalam agama aku. Kalau Allah ridho, berarti mama ridho. Jadi ridhonya Allah ridhonya mama. Kalau mama belum ridho, ya belum dulu. Akan indah pada waktunya. Santai saja. Jadi aku tidak pernah risau dengan kesendirian aku atau belum dapat jodoh. Karena aku percaya, Allah akan menurunkannya pada waktu yang tepat,” katanya. TAK INGIN HIDUP MONOTON Karier bermusik Syahrini di genre pop dimulai tahun 2007, sebelumnya ia adalah penyanyi dangdut. Mungkin Syahrini sebagai penyanyi dangdut tidak banyak yang tahu, karena memang ketika itu ia hanya penyanyi dangdut biasa dan masih bersifat local, Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. Bersama adiknya Rani, yang kini menjadi manajernya, mereka membentuk duet bernama ‘Duo Geulis’. Karena kurang sukses di panggung dangdut, akhirnya Syahrini beralih ke music pop. Penampilan perdananya saat mengisi sound track film ‘Coklat Stroberi’ tahun 2007. Lagu tersebut sukses diterima penikmat music Tanah Air. Setahun kemudian, barulah dia meluncurkan album pop perdananya, ‘My Lovely’ yang isinya lagu-lagu ciptaan sejumlah musisi top, seperti Dewiq, Yovie Widianto, Saras Dewi, dan Pia Utopia.

MANDALIKA

Susu Kuda “Liar” Sekolahkan Anak Peternak S

Dulu sebagian orang mengira setelah ditinggal Anang Hermansyah, karier panggung Syahrini bakal meredup. Pasalnya memang, nama Syahrini mulai dikenal luas di belantika hiburan Tanah Air setelah berduet dengan mantan suami Krisdayanti itu. Lagu duet, ‘Jangan Memilih Aku’ benar-benar membuat namanya melambung, apalagi kemudian hampir setiap hari wajah pasangan ini wara-wiri di media televisi mulai dari urusan pekerjaan ­mereka hingga isu keduanya sedang ‘PDKT’ untuk hubungan lebih serius. ak dinyana keharmonisan sejak 2009 itu, akhirnya bubar dengan menyisakan persoalan yang tidak mengenakkan bagi keduanya pada 2010. Syahrini pun sendiri lagi dalam meniti kariernya. Keputusannya bersolo karier justru membuatnya makin sukses. Kali ini sukses berkat usaha dan kreativitasnya sendiri. Dibantu oleh tim kreatif yang solid, wanita kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1 Agustus 1980 ini, berhasil bertahan di industri hiburan tanah air, khususnya belantika musik. Sejumlah lagunya menjadi hits, dan ia pun menuai berbagai penghargaan, di antaranya, empat tahun berturut-turut 2011 hingga 2014 berhasil menyabet penghargaan kategori ‘Penyanyi Solo Paling Ngetop’ SCTV Awards. Di luar prestasinya di dunia musik, dia pun menjadi trendsetter mulai dari urusan musik, fashion, make up, hingga ucapan-ucapannya yang unik. Apa yang dibuat Syahrini, baik yang direncanakan maupun bersifat spontan, kerap menjadi topik bahkan ditiru. Kebetulan juga wanita yang bernama asli Rini Fatima Jaelani ini tergolong ramah pada pers. Itu sebabnya namanya selalu ‘mengudara’. Menurut Syahrini yang juga sempat menjajal dunia acting

2 - 8 JUNI 2014

Foto: kapanlagi.com

S y a h r i n i Sinar terang dalam karier Syahrini saat bertemu Anang Hermansyah dalam sebuah acara di stasiun televise, yang berujung pada kesepakatan duet. Lewat lagu ‘Jangan Memilih Aku’ yang dinyanyikannya bersama Anang, membuat namanya berkibar. Ia pun makin eksis ketika membawakan tembang ‘Aku Tak Biasa’ yang dipopulerkan oleh alm Alda Risma dan tembang ‘controversial’, ‘Kau Yang Memilih Aku’ sebuah lagu bernada kekecewaan yang diluncurkan tak lama setelah gonjang-ganjing perpisahannya dengan Anang. Lima tahun berkarier di dunia hiburan, tutur Syahrini, dirasakannya penuh warna. Bisa bertahan di blantika hiburan yang penuh persaingan adalah sebuah prestasi tersendiri. Banyak yang suka tapi tidak sedikit yang mencibir, menurutnya, itu adalah sebuah risiko. “Sejak memutuskan berkarier di dunia hiburan, aku sudah siap mental. Kalau ada yang komentar nggak bagus, aku nggak apa-apa. Bagi aku, itu adalah dinamika industry hiburan Tanah Air, kan, nggak mungkin semuanya baik. Jadi aku harus siap untuk hal yang seperti ini,” kata Syahrini yang mengangkat kembali lagu ‘Sandiwara Cinta’ yang dipopulerkan oleh alm. Nike Ardilla. Syahrini bukan hanya bersuara emas, tapi sebagai entertainer dia juga cerdas ‘mengemas’ dirinya. Ide-ide kreatifnya, entah di atas panggung maupun di luar panggung, kerap menjadi ‘hits’ alias jadi bahan pembicaraan masyarakat, bahkan ditiru pula. Mulai dari dandanan, gaya, pakaian, hingga ucapan-ucapan unik yang spontan keluar dari mulutnya. Tak heran ia dijuluki sebagai artis penuh sensasi. “Aku sih alhamdulilah aja kalau

dibilang banyak yang meniru. Aku malah suka bingung ya, kalau sering ditanya, ini gaya apa sekarang… hahah…bagaimana jawabnya. Jadi aku bilang aja, ini ‘sesuatu’…lalu jadi ramai dengan perkataan ‘sesuatu’. Padahal itu karena bingung mau ngomong apa, karena selalu ditanya gaya apa,” ujar Syahrini yang sedang menggemari style ‘wet look’ untuk rambutnya, sambil tertawa. Syahrini yang tadinya sederhana telah berubah menjadi artis gemerlap. Ia telah sukses membangun image sebagai artis glamour. Ditambah lagi dengan hobinya yang berburu barang-barang bermerek hingga ke luar negeri. Malah baru-baru ini dia membentuk klub mobil sport mewah, Privilege Club Indonesia (PCI) yang anggotanya para wanita sukses, dan dia didaulat sebagai ketuanya. “Aku ingin hidupku penuh warna, tidak monoton hanya menyanyi melulu. Aku suka otomotif, main golf, jadi itu aku lakukan. Yang penting hatiku happy,” ujar Syahrini yang segera melauncing sebuah album baru. Di luar itu, ia juga kini disibukkan dengan bisnis barunya, yakni sebuah usaha karaoke. Untuk bisnis yang satu ini, Syahrini menolak jika disebut ikut-ikutan artis lain. Sebagaimana diketahui, sejumlah penyanyi papan atas telah lebih dulu memiliki bisnis karaoke, sebut saja Inul Daratista, Ruth Sahanaya, Maia Estianty, Ahmad Dhani, dll. “Aku nggak ikut-ikutan tapi bisnis ini telah digagas sejak lama. Ini adalah impian aku dan adik aku sejak dulu, hanya baru sekarang terwujud,” ujarnya. Dengan makin banyak hal yang dihandlenya, Syahrini mengaku hidupnya menjadi makin penuh warna. –Diana Runtu

elain dikenal sebagai penghasil madu, Pulau Sumbawa juga memiliki kuliner lain yang juga banyak dicari yaitu susu kuda –biasa disebut susu kuda liar. Penghasil susu kuda liar di pulau ini terdapat di Desa Saneo Dompu, Tolonggeru Donggo dan Wera Bima, juga di Tepal Sumbawa dan beberapa tempat lain di gugusan pegunungan pulau Sumbawa. Susu kuda liar sangat dikenal bahkan telah menjadi “mitos” untuk vitalitas, terutama bagi kaum laki-laki. Desa Saneo salah satunya, dengan penduduknya yang ramah dan bersahaja, berada di bagian Utara Kota Dompu. Desa ini menjadi salah satu penghasil susu kuda liar yang disebut-sebut berkualitas baik. Para peternak kuda di Saneo telah membentuk sebuah kelompok yang disebut Kelompok Hidup Bersama. “Masyarakat di sini mampu menyekolahkan anak-anak mereka dari hasil usaha susu kuda dan madu,” ujar Arifin, ketua kelompok tersebut. Giatnya masyarakat Saneo terutama kelompok ini dalam usaha susu kuda liar yang telah berlangsung puluhan tahun, membuat Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian RI, memberikan penghargaan bagi kelompok ini berupa Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2009, bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian kategori Pelaku Usaha Penerapan Jaminan Mutu Peternakan, yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono, di Istana Wakil Presiden Jakarta. Sebelumnya, kuda-kuda di kampung ini tidak disadari memiliki potensi ekonomi lebih bagi masyarakat. Kuda-kuda mereka hanya dipergunakan untuk membantu warga mengangkut kayu dan hasil bumi serta dipakai sebagai alat transportasi ke ladang-ladang di sekitar perbukitan Saneo. Setelah disadari bahwa susu kuda bernilai ekonomis. Maka para peternak mulai menjual susu kuda tersebut, namun pemasarannya masih dilakukan sendiri-sendiri sehingga harganya tidak tetap. Hal ini membuat para peternak berpikir untuk kemudian bergabung dalam satu kelompok agar bisa melakukan pemasaran bersama-sama. Hal ini dilakukan karena, suatu kali, cerita Arifin dan peternak lain di Saneo, saat mereka menjual susu kuda tersebut, ternyata kemudian diperbanyak dengan cara dipalsukan oleh pihak lain. Bagi para peternak, hal ini tidaklah membuat usaha mereka bisa berkembang dengan baik. Hingga suatu hari, tepatnya di tahun 2004, seorang peneliti dari Departemen Pertanian RI, bernama Diana Hermawati, datang ke Saneo untuk meneliti khasiat yang terkandung dalam susu kuda liar. Atas prakarsa peneliti ini, pada tahun 2005 kelompok peternak kuda liar “Hidup Bersama” ini pun terbentuk, sekaligus untuk menghindari pemalsuan susu kuda liar. 11 ANTIBAKTERI Dari hasil penelitian terhadap susu kuda liar ini, kata Diana yang dihubungi via ponsel beberapa waktu lalu, terdapat bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. “Susu kuda sangat baik karena mengandung 11 antibakteri yang bisa membunuh berbagai bakteri penyebab penyakit antara lain, Typus, TBC-penyakit paru, asma dan

berlangsung secara turun-temurun. Sejauh ini, para peternak mengaku tidak kesulitan menemukan ternakternak peliharaannya ketika dicari dan tetap dalam kondisi aman, kata Arifin dan peternak lain.

Susu kuda liar

penyakit saluran pernafasan lainnya,” ujarnya. Dari 2000 sampel susu kuda di Saneo yang diambil dari individu ternak yang diidentifikasi mengandung antimikroba yang sangat kuat,” ujarnya. Antimikroba dalam susu kuda dapat menekan laju perkembangan sel kanker, lanjutnya. Juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan vitalitas. Susu kuda biasanya disebut dengan susu kuda liar. Tidak berbeda memang. Hanya penyebutan “liar” pada susu kuda memberikan arti yang semakin menguatkan khasiatnya. Padahal, disebut susu kuda liar karena kuda-kuda jinak tersebut kesehariannya memang dibiarkan liar di perbukitan terdekat dengan perkampungan warga. Namun, ketika masa pemerahan susu, kuda-kuda biasanya dibawa kembali ke kandangnya masingmasing. Kelebihan susu yang dihasilkan dari kuda-kuda di Saneo adalah dibiarkan atau dilepas liar pada lahan organik seluas lebih-kurang 100 hektare di perbukitan dekat Saneo. Lahan seluas ini telah diteliti dan dijaga kealamiannya sejak beberapa tahun lalu. Kuda-kuda ini dilepas pada kawasan tersebut tanpa diikat dan tidak boleh disuntik dengan jenis obat apa pun. Bahkan lokasi pelepasan kuda-kuda di kawasan ini, terus dijaga karena harus bebas dari residu logam berat seperti pestisida dan lainnya sehingga tanaman sebagai makanan kuda tumbuh sebagai bahan makanan organik bagi kuda. Kawasan pelepasan kuda juga jauh dari permukiman penduduk dan polusi. Bahkan jika kuda sakit tidak boleh diobati dengan obatobatan yang mengandung bahan kimia. “Sejauh ini, para peternak masih terus mempertahankan hal ini,” kata Arifin. Di Pulau Sumbawa, ternak-ternak seperti sapi dan kuda tidak dipelihara khusus dalam kandangkandang oleh peternaknya, melainkan dilepas di perbukitan. Cara beternak seperti ini di Bima dan Dompu dikenal dengan nama so dan di Sumbawa disebut lar. Berbeda den-

gan di Lombok yang pemeliharaan ternaknya dilakukan di kandang-kandang khusus. Ada juga yang beternak dengan cara merawat bersama-sama dalam satu lokasi kandang bersama. Cara beternak seperti ini di Lombok dikenal dengan nama Kandang Kumpul, terutama untuk sapi. Maka tidak heran, ketika melewati jalan sepanjang Pulau Sumbawa dari Poto Tano hingga Sape, dapat dijumpai sekumpulan ternak-ternak seperti sapi dan kuda yang sepertinya “hidup liar” tanpa pengawasan pemiliknya. Demikian juga dengan kuda-kuda di Saneo yang susunya sengaja diproduksi khusus untuk dikonsumsi. Kebiasaan melepas kuda secara liar di Pulau Sumbawa sudah

MENYUSUI ANAKNYA DUA BULAN Kuda-kuda yang bisa dimanfaatkan susunya memang dipelihara secara liar di alam bebas ketika mulai berusia enam bulan untuk dibiarkan kawin secara alami. Berbulan-bulan kuda-kuda ini hidup liar di alam, tanpa dipelihara oleh pemiliknya. Kuda makan apa saja yang ada di alam. Pemiliknya hanya sesekali datang untuk melihat ternak-ternak ini. Para peternak masing-masing telah mengenal dengan baik ternak-ternak mereka sehingga sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah terjadi keributan soal ternak yang tertukar. Hebatnya lagi, kuda-kuda ini sangat mengenal pemiliknya. Begitu para pemiliknya datang ke perbukitan dan memanggil dengan cara masingmasing, maka kuda-kuda ini datang berkumpul dengan jinaknya. Bahkan pada saat-saat tertentu, kuda-kuda ini bisa pulang ke kandang dengan sendirinya. Pada saat-saat tertentu, para pemilik ternak ini, memeriksa kondisi kuda-kudanya. Jika diketahui ada yang bunting, maka akan terus dipantau namun tetap dibiarkan liar hingga beranak di alam bebas. Setelah kuda beranak, maka diberikan

21 kesempatan untuk menyusui anakanaknya selama dua bulan. “Susu kuda tidak langsung diperah setelah beranak, melainkan dua bulan setelah menyusui anaknya,” kata Arifin. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada si anak kuda agar bisa menyusu pada induknya. Tentu saja agar anak kuda dapat berkembang dengan baik dan sehat. Setelah masa menyusui anak kuda selama dua bulan, barulah susu diperah untuk dikonsumsi hingga enam bulan ke depan sebelum kuda-kuda betina ini bunting lagi. Selama masa pemerahan susu, kuda masih dibiarkan liar di alam bersama anaknya. Para peternak hanya akan memerah susu kuda ketika ada permintaan pasar. Saat hendak diperah, kuda-kuda ini dibawa ke kandang bersama anaknya. Sebelum susu diperah, induk kuda dipisah dengan anaknya selama satu sampai dua jam untuk membiarkan produksi susu kuda melimpah sebelum diperah. Dalam sekali pemerahan susu kuda yang dihasilkan sebanyak lebih kurang satu botol ukuran 625 ml. Setelah pemerahan dilakukan, maka induk kuda dibiarkan lagi selama tiga jam untuk memberikan kesempatan kepada anak kuda untuk menyusui. Demikian seterusnya hingga tiga kali pemerahan dalam sehari. “Dalam sehari, seekor kuda akan menghasilkan susu kuda sebanyak tiga botol,” katanya. Pada masa beranak yang kedua, biasanya produksi susu kuda menjadi semakin banyak, 4-5 botol dalam sehari. Setelah pemerahan dilakukan, susu kuda disaring kemudian dimasukkan dalam botol dan ditutup rapat. “Susu kuda dapat bertahan selama lima hingga enam bulan tanpa pengawet,” kata Arifin. Satu induk kuda dapat melahirkan hingga 10 kali dalam jangka waktu 10 tahun. Setelah usia kuda tua, biasanya akan dijual untuk dikonsumsi dagingnya. -Naniek I. Taufan


22

Dekranasda Kota Denpasar di JFFF

Persembahkan Ragam Karya Wastra Bali

S E L E B R I TA S

2 - 8 JUNI 2014

2 - 8 JUNI 2014

Ayu Laksmi

Endek adalah, kain te­ nun Bali kaya warna dan motif. Seni ke­rajinan tangan yang khas ini pula yang ditampilkan sebagai material khusus seluruh desainer Kota Denpasar pada rancan­ gannya dalam fashion show yang digelar dalam Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014 di Jakarta.

Imajinasi tanpa Batas

Setelah sukses dengan album “Svara Semesta”, kini Ayu Laksmi kembali disibukkan dengan proses penggarap­ an album musikal “Svara Semesta 2”. Album ini bakal menjadi karyanya yang otentik, de­ngan ciri dan ke­ unikan seorang Ayu Laksmi, melalui ke­sadaran batin dan pikiran, tetap secara sederhana dan rendah hati berbicara tentang cinta kasih, yang senantiasa menjadi kemuliaan dalam semesta kehidupan.

P

rogram persemba­ han karya wastra Bali ini dilaksanakan pemerin­t ah Kota Denpasar bersama Dekranas­ da Kota Denpasar atas prakarsa Wali Kota Denpasar IB Rai Dhar­ mawijaya Mantra, dengan meng­ hadirkan sembilan desainer dan pengrajin UKM. Dengan harapan, hasil dari kegiatan di JFFF tersebut jelas dirasakan oleh para desainer juga para pengrajin. Koleksi dalam pagelaran ber­ tajuk “Fabulosity Heritage of Wastra” ini memamerkan delapan hingga sepuluh busana dari setiap desainer. Berikut nama desainer beserta tema koleksinya. Tude Togog – Purity; Rhea Cempaka – Reincarnation; Sri Sri Embroidery – Chic Simple; Lusi Damai – Ba­ linesia; Anyar by Swandewi – Etnic Gypsy; Artha Dharma- Chic & Simple; Katrin Suthajaya – Treasure Beauty of Tenun Bali; AAA Mayun Tenaya – Glourius Beauity; Devinta Tito – Lelaku Jiwa. Bicara endek, selama ini di Kota Denpasar khususnya di lingkup pemerintah kota, sudah menjadi salah satu uniform wajib. Bahkan sebagai bentuk keberpihakkan pemerintah pada pengrajin, Rai Mantra pun membebaskan setiap SKPD untuk menentukan endek yang akan dikenakan, sehingga pemesanan endek tidak dilakukan hanya di satu pengrajin namun bisa lebih tersebar di banyak pengrajin di seluruh Bali. Yang menarik lainnya, Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra hampir setiap hari mengenakan endek. Bahkan tidak ketinggalan setiap kesempatan ia selalu mem­ promosikan endek kepada teman dan koleganya, terutama yang ada di luar Bali. Berikutnya Ida Ayu Selly D. Mantra, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, menerangkan mereka telah menjalin kerjasama dengan

3

Wali Kota Denpasar IB. Rai Mantra, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, Ny. Antari Jayanegara, dan Ny. Rai Iswara bersama para desainer usai fashion show di JFFF

JFFF sejak tahun 2012. Berlanjut di tahun 2013, dengan respons menggembirakan. Begitu pun tahun ini, Dekranasda Denpasar kembali menggelar fashion show dan pam­ eran, menampilkan endek, kain tenun warisan leluhur, bernilai seni tinggi yang patut dilestarikan dan dikembangkan. Acara ini didukung Anggota Asosiasi, Bordir Endek dan Songket (Asbes) serta UKM Kota Denpasar, di Ballroom Harris Hotel, Kelapa Gading Jakarta . Kegiatan ini dilakukan, kata Selly D Mantra demi menunjuk­ kan eksis­tensi para pengrajin dan desainer Denpasar, serta me­ wujudkan harap­a n pemerintah Kota Denpasar untuk mening­ katkan ekonomi rakyat. Masih untuk promosi, Dekranasda Denpasar tidak tanggung-tang­ gung menggandeng perancang nasional Deden Iswanto, yang diberikan bahan endek untuk digunakan dalam rancangannya dan ditampilkan pada Awarding Nite JFFF. Melihat pagelaran yang ber­ temakan “Fabulosity Heritage of Wastra” ini, Selly D Mantra me­ nyatakan koleksi setiap desainer dalam acara persembahan ragam busana siap pakai kali ini sangat bagus. “Masing-masing desainer su­ dah memperlihatkan karakternya. Penampilan kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar pengge­ mar endek ini. Ia pun akan terus mendorong desainer berpacu men­ ingkatkan kreativitas, berinovasi ba­ gaimana mengolah endek menjadi sesuatu yang menarik. agar warisan

budaya ini, terus berkembang dan semakin diminati. Ditanya rencana untuk tahun depan, dikatakannya, ia berharap desainer dan pengrajin kota Den­ pasar dapat tampil di ajang yang lainnya lagi demi bisa menarik pangsa pasar yang berbeda. ENDEK TAMPIL LUAR BIASA Sementara itu, dalam acara press conference di Jakarta, I Made­ Saryawan, Kabag Ekonomi Kota Denpasar menyampaikan, pemerin­

tah Kota Denpasar selama ini berkomitmen untuk membangkit­ kan kembali kejayaan endek se­ kaligus mengembangkannya. Ketika promosi yang di­lakukan Pemerintah Kota Denpasar dampak­ nya terlihat nyata, diharapkan dapat menyebar ke seluruh Bali. Sebab endek adalah warisan budaya milik semua masyarakat Bali. Kalaupun akhirnya bisa membantu banyak orang di luar Denpasar, itu be­ rarti program yang dijalankan bermanfaat. Namun, kata Saryawan ada yang tak bisa dihindari yakni fenomena terkini, banyaknya kain tenun yang datang dari luar dan membanjiri Bali. Me­ lihat hal ini, alangkah indahnya jika kabupaten lainnya dengan kekhasannya masing-masing juga bersama-sama melakukan peles­ tarian dan pengembangan untuk mengantisipasi masuknya kain tenun ikat luar daerah tersebut.

Sehingga bisa bersama-sama pula meningkatkan peran industri kecil yang ada di seluruh Bali. Sedangkan IB Rahoela, Ka­ bag Humas Kota Denpasar, pada kesem­patan yang sama, menam­ bahkan bahwa secara historis endek sudah dikenal sejak dahulu di Bali. Dari sisi ekonomis, sangat strategis dikembangkan, mengingat Bali didominasi sektor pariwisata. Namun, sebagian masyarakat Bali tidak tertampung di dalamnya. Dikatakannya, Wali Kota Den­ pasar memahami kondisi ini dan

berinisiatif menutupi kebocoran ekonomi yang terjadi, dengan upaya menggerakkan industri kecil ber­ basis budaya. “Sebab, wisatawan datang ke Bali menikmati budaya­ nya. Endek, adalah salah satu bagian budaya yang diangkat kembali, untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi sekaligus dapat mem­ buka lapangan kerja baru,” papar ­Rahoela. Salah seorang anggota Asbes, Rhea Cempaka mengatakan sangat merasakan manfaat dari kesertaan­ nya di acara JFFF. Selain efek pro­ mosi akibat diliput banyak media, ia juga memperoleh lebih banyak pelanggan baru yang tertarik den­ gan endek. Sementara dari sisi penonton, ada Bulantrisna Djelantik, dokter spesialis THT dan seorang penari legong senior ini turut mengapre­ siasi. Ia mengaku salut atas gagasan yang dilakukan oleh Wali Kota Den­ pasar. “Tepat sekali seperti yang

dikatakan oleh Bapak Rai Mantra, kita jangan hanya sibuk di urusan produksi saja, tapi bagaimana me­ mikirkan menggalakkan pe­makaian endek, untuk masuk di segala ke­ giatan,” katanya. Bulantrisna sangat senang endek bisa mengindonesia. “Saya lihat ide-idenya menarik, begitu juga kreativitasnya. Ada banyak ragam busana yang ditampilkan, mulai dari busana kasual untuk santai, busana kerja hingga pakaian malam yang glamor semua sudah lengkap,” lajut pemilik Bengkel Tari legong di Jakarta ini. Karin Sukarya, istri seorang fotografer yang juga pengoleksi songket Jembrana ini pun men­ gungkapkan kekagumannya, se­ bab ia mengetahui langsung pros­ es jadinya selembar kain endek. Kalau selama ini ia lebih mengenal endek banyak digunakan sebagai kain atau kamen untuk ke pura, namun persembahan Dekranasda Kota Denpasar memberi warna lain. “Begitu dikombinasi dengan bordir, apalagi saat di desain men­ jadi busana pesta, endek tampil sangat luar biasa,” ujar Karin sambil sedikit menyayangkan dari semua yang diperagakan itu hanya untuk wanita. Ia berharap ada kemeja laki-laki yang dibuat trendi dari endek. Karin juga berharap akan semakin banyak yang menggunakan endek. Mungkin akan menarik jika pramu­ gari Garuda menggunakan endek,” katanya lagi sembari tersenyum. Pagelaran Dekranasda di JFFF ini juga mendapat sambutan baik dari Mardiana Ika, Chief Designer di Ika Butoni dan Designer for Coordinates di L’Estelle D’Ore, yang juga menjadi penerima Pen­ ganugrahan Fashion Icon Award pada JFFF 2014 ini. “Sangat bangga rasanya banyak kehadiran temanteman dari Bali mendukung acara ini. Juga, tampilnya pakar kain tradisional yang mempresentasi­ kan bukan hanya kain, tetapi juga dalam bentuk baju jadi. Yang hadir, para ibu tampil anggun dengan kain mereka yang warna-warni. Bangga rasanya menjadi bagian dari even ini,” ujarnya. -ard

foto:Carl Sieswono Purwanto, Hambur Germany

K

eberadaan Ayu Laksmi

dengan “Svara Se­ mesta” memang tidak perlu diragukan lagi. Wajah eksotik, karakter suara khas, kemampuan berinteraksi se­ cara natural, gerak tubuh teatrikal, keberanian serta kemampuannya mengolah langgam tradisi dan modern secara inovatif, mengantar­ kannya pada sebuah identitas. Ia mampu menjadi magnet dengan ciri khas yang kental. Maka, sejak ter­ bentuk di penghujung tahun 2010 hingga kini gaung “Svara Semesta” terasa dan terbukti berhasil sebagai salah satu kekuatan world music. “Semesta memberikan segala­ nya,” kata lady rocker di era 1980-an ini saat ditemui Tokoh di tengah kes­ ibukannya rekaman Live Theatrical Music Performance “Svara Semesta” oleh Ayu Laksmi dan “Svara Se­ mesta”, untuk program Idenesia-nya Metro TV beberapa waktu lalu. Ayu Laksmi memang tak pernah menolak diajak berbincang mau­ pun berbagi. Baginya, ini sebagian langkahnya menjaga daya hidup, humanismenya sebagai manusia serta bagian peradaban dunia. Daya hidup tersaji dalam gerak

dan dinamikanya. Baginya, inspirasi terbesar karya musikalnya dari berbagai peristiwa yang ditangkap secara sadar dan rendah hati. Sebab itulah, ia berusaha menerjemahkan apa saja yang tersaji kepadanya se­ cara jujur melalui olah rasa yang ma­ tang. Kemudian, mengembalikan­nya kepada semesta. Selama ini, seniman multitalenta kelahiran Singaraja, 25 November ini, dikenal lebih memilih kembali ke bumi, menukik menggali keari­ fan lokal yang dikandung tanah leluhurnya. Kearifan lokal pula yang kemudian menjadi roh setiap karyanya. Ayu Laksmi secara sadar pula mengelola untuk membuka ruang bagi pesan cinta kasih kepada sesama manusia juga semesta, dan Sang Pencipta. Kekidung pun sebagai salah satu warisan leluhur, menjadi pilihan­ nya sebagai bentuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada semesta melalui musik sebagai wahana kon­ templasi diri. Bagi alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana ini lagu maupun musik merupakan sebuah persembahan dan bentuk pengagungan, maka proses pen­ ciptaan pun menuntut totalitas.

Melalui tembang-tembang­ nya ia berhasil memindahkan nilai-nilai spiritualitas untuk di­ kumandangkan penuh totalitas di panggung seni pertunjukkan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan Ayu Laksmi sudah berkali-kali membawa Indonesia ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Jerman, dan Swedia, da­ lam rangka memenuhi undangan pentas festival maupun rangkaian acara kenegaraan Yang menarik juga, lagu-lagunya mendapat sentuhan genre baru dan disebutnya dengan ‘world music’. “Ketika agama, suku bangsa, baha­ sa, maupun berbagai keberagaman masih menimbulkan pergesek­an, maka suaralah yang akan menyatu­ kannya,” ujar Ayu yang suka tampil klasik dengan kebaya dan kain ini, sambil menambahkan karena itu penyajian karyanya hadir da­ lam bahasa Sanskerta, Kawi, Bali, Indonesia hingga Bahasa Inggris. Maka, pada setiap pertunjukan­ nya, penonton yang menyaksikan­ nya cukup beragam, mulai dari kalang­an anak muda sampai kaum budayawan. SATUKAN KEBERAGAMAN LEWAT SUARA Dalam tiap kerja seninya, Ayu Laksmi tercatat sebagai seniwati yang pernah tidak takut menabrak barisan aturan yang berlaku, guna menyampaikan kisah dalam musik dan lagunya. Kemudian, dituangkan­ nya dengan kejujuran, kesederha­ naan, dan penjelajahan tanpa batas. Maka oleh para senior, Ayu Laksmi disebut dapat mewakili imajinasi dan khayalan manusia yang memang tanpa batas. Istimewanya bukan hanya “Svara Semesta” saja yang akan mengawal dirinya di berbagai pertunjukan

itu. Beberapa maestro musik juga seringkali menyertainya, seperti I Made Subandi, I Ketut Lanus, Su­ tendri Yusuf, dan Saat Borneo (Mochammad Saat Syah), termasuk si magic finger, Balawan. Seperti yang telah dipresentasi­ kan dalam “Svara Semesta”, berupa simbol yang memberi motivasi dan menggugah kesadaran akan perbe­ daan. Kesadaran desa, kala, patra, kesadaran untuk mempersatukan anak-anak semesta, melalui spiri­ tualisme. “Svara Semesta” merupakan komunitas kreatif yang mengisi dinamika berkesenian di Bali. Mer­ eka, adalah seniman dari berbagai penjuru Nusantara yang kompeten di bidangnya. Ayu Laksmi, seba­ gai sosok mulltikultural mampu mengikat mereka dengan ber­ bagai perbedaan dan keberagaman tersebut. Dengan pengalamannya, pan­ taslah jika mereka selalu menyajikan pertunjukan perpaduan berbagai bentuk kesenian yang segar, dalam dan dengan dinamika yang terjaga. Apa yang dipresentasikan Ayu Laksmi dan Svara Semesta tidak hanya sekadar musik, tapi pertunju­ kan perpaduan unsur musikal dalam wilayah teatrikal, sastra, hingga tari dalam komposisi gerak dan bunyi. Pada akhirnya, suaralah yang akan mempersatukan. “Suara tak terkekang bahasa, sehingga bisa diterima seluruh lapisan dengan berbagai latar belakang budaya, suku bangsa, warna kulit, dan ba­ hasa yang berbeda,” ungkap Ayu

Laksmi yang banyak bernyanyi untuk kegiatan sosial ini. Sudah terbukti pula dengan suara dan tembangnya juga sosok Ayu Laksmi semakin diperhitung­ kan bukan hanya dalam pergaulan kreatif world music di Indonesia juga di even berskala internasional. Bah­ kan, ia disebut-sebut sebagai Diva World Music Indonesia. Ia sukses meramu idiom musik dari seluruh budaya Nusantara. Begitulah, dalam setiap karya originalnya, secara tak langsung, Ayu Laksmi menegaskan pilihan dan sikap hidupnya. Ia menciptakan komposisi yang sungguh mencer­ minkan kebhinnekaan pada dirinya, yang diramu secara sederhana. Demikian pula dengan pilihan dan sentuhan yang diberikan dalam komposisi musiknya,banyak ber­ bicara tentang keragaman. Ayu Laksmi melahirkan lagu dalam nu­ ansa Hindu, Islam, Buddha, Kristen, juga dalam kesederhanaan pada kedalaman makna. Kesederhanaan itu pula yang sangat terasa di setiap kehadiran­ nya. Baik sosoknya, lirik lagunya hingga musikalitas atau kekuatan bunyi yang mengiringinya. “Hidup ini mengagumkan. Kita tidak per­ nah tahu apa yang akan diberikan semesta kepada kita. Saya hanya ingin menjalaninya dengan seder­ hana dan bahagia ditengah doa ibu dan saudara-saudara saya,” ucapnya lagi–lagi sangat sederhana sambil mempersiapkan diri untuk tampil di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta di (7/6) mendatang. –Sri Ardhini


EKSPRESSO

2

2 - 8 JUNI 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id

PANCASILA

mingguantokoh @mingguantokoh

Mari Berbagi Pengalaman 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Perjalanan sejarah pada 1 Juni 1945 menandai lahirnya falsafah Pancasila ketika Soekarno berpidato di depan siding BPUPKI. Dalam pidato ini konsep dan rumusan Pancasila dikemukakan Soekarno sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan la berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dari

O

M G

era orde lama hingga orde baru, pengamalan nilai-nilai Pancasila “diwajibkan” dengan adanya penataran P4. Namun, setelah orde baru runtuh dan digantikan era reformasi, kegiatan ini tak terdengar lagi. Anak-anak sekarang mungkin ada yang hapal Pancasila, atau ada juga yang tidak. Padahal, tiap upacara

bendera, Pancasila selalu dibacakan Inspektur atau Pembina Upacara dan diikuti peserta upacara. Namun, hapal saja belum cukup. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Edisi kali ini kami berusaha mengingatkan kembali tentang nilai-nilai Pancasila dan bagaimana penerapannya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kami tidak ingin menggurui, kami hanya ingin berbagi pengalaman karena pengalaman adalah guru terbaik. Salam

Saya tertarik dengan artikel yang memuat tentang tempat wisata Sekar Bumi. Mohon info alamat dan nomor kontak yang bisa dihubungi di Sekar Bumi. Supanca (Buduk, Mengwi, Badung) Hubungi: Ketut Subagia HP 08124669933. Desa Kerta, ­Payangan, Gianyar (perbatasan Gianyar - Bangli) Mohon info psikolog yang juga pakar hipnoterapi Putu Andayani (Panjer, Denpasar) Hubungi: Hari Imam Wahyudi. (0361) 850 6663

Ditinggal Gara-gara Gadget

Kisah ini tentang orang tuaku dan keponakanku, Krishna. Saat itu hari Selasa, jadwal Krishna yang baru berumur 3 tahun untuk mengikuti bimbingan belajar. Tempatnya tidak begitu jauh dari rumah, cukup dengan mengendarai sepeda motor selama kurang lebih 5 menit. Dari pukul 09.15 hingga 10.15, di sana Krishna diajari membaca, menghitung, dan lain sebagainya. Kali ini orangtuaku yang menjemputnya. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Ayah dan ibuku bergegas akan menjemput cucunya. Beberapa menit kemudian orangtuaku telah sampai di tempat Krishna mengikuti bimbingan belajar. Ibuku segera masuk ke dalam dan mencari Krishna sedangkan ayah tetap menunggu di luar sambil duduk di atas sepeda motornya. Setelah bertanya kepada stafnya, ibuku mendekati kursi yang memang sudah disediakan di sana untuk menunggu. Ternyata Krishna masih di dalam kelas. Ibuku yang paling tidak suka menunggu segera mengeluarkan gadget dari tasnya. Kalau ibuku sudah pegang gadget, jangan diajak bicara. Pasti tidak dihiraukan. Hahaha… Selang beberapa saat, mungkin ibuku sudah bosan mengutakatik gadgetnya. Ibu bertanya lagi

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dengan stafnya, “Mbak, ini sudah lewat jamnya kok cucu saya belum keluar juga ya?” sambil melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.20. “Oh.. mungkin si anak lagi senang bu dengan yang diajarkan,” staf itu menjawab dengan senyumnya yang ramah. Ibuku kembali duduk, menunggu di tempat semula. Hingga akhirnya terdengar samar-samar lagu My Heart Will Go On milik Celine Dion dari gadget ibuku yang ada di dalam tasnya. Ternyata ada panggilan masuk dari ayah. “Halo, kenapa yah?” “Ibu dimana?” “Ibu masih duduk di dalam nunggu Krishna belum keluar juga.” “Lho… Krishna sudah sama ayah di rumah. Ya udah ibu tunggu disana, ayah jemput ke sana lagi.” Beberapa menit kemudian ayah dan ibu tiba di rumah. Mereka menceritakan semua­nya seperti reka kejadian yang ­s ering aku baca di koran-koran gitu

hahaha… Ternyata tepat pukul 10.15, Krishna sudah keluar kelas dan langsung berlari menuju keluar karena sudah melihat ayahku yang berada di luar. Mungkin saat itu ibuku sedang sibuk dengan gadgetnya sehingga tidak melihat Krishna yang lewat di depannya. Tanpa basa-basi Krishna langsung naik di bagian depan motor ayahku. Ayahku sempat melihat ke arah dalam tempat bimbingan belajar itu, tetapi karena Krishna berkata, “Ayo kek cepat pulang..” Ayahku langsung tancap gas menuju ke rumah. Sesampainya di rumah ayah baru menghubungi ibu yang ternyata ketinggalan di tempat bimbingan belajar karena menunggu Krishna yang dikira­nya masih berada di dalam kelas. Aku, kakak, dan adikku yang mendengar ceritanya langsung tertawa terbahak-bahak karena hari itu ayah dua kali ke tempat bimbingan belajar yang pertama untuk menjemput cucunya dan yang kedua untuk menjemput ibu. Hahaha… Vyakana

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Putu Wijaya

Bu Amat berselisih dengan tetangga, bukan perkara mana yang lebih pantas jadi presiden RI ke-7, tapi perihal Pancasila. “Dia bilang masak Bung Karno itu penggali Pancasila.

Salah kan, Pak?” Amat terkejut. “Salahnya apa?” “Bung Karno kan pencipta Pancasila!” “Siapa yang bilang?” “Saya!” Amat menggeleng. “Salah, Bu. Bung Karno itu bukan pencipta Pancasila, beliau hanya penggalinya. Pancasila sudah ada dipraktekkan oleh seluruh bangsa kita dengan nama-nama yang berbeda. Lalu Bung Karno menyimpulkan dan menghidangkan serta mengingatkan kekayaan jiwa kita yang tak ternilai itu. Begitu.” Bu Amat mengangguk. “Yaitu namanya mencipta!” “Salah, Bu. Bung Karno hanya penggali.” “Itu yang salah! Orang mencipta kok dikecil-kecilkan jadi penggali? Tidak bisa! Jujur sajalah!” “Lho Ibu ini bagaimana. Kalau pencipta itu hasilnya jadi milik pribadi. Kalau penggali, itu milik bersama. Pancasila itu milik kita bersama’” “Betul! Tapi itu sekarang, sesudah Bung Karno menciptakannya untuk kira semua. Bapak kok suka ngotot sekarang? Jangan-jangan tekanannya naik. Tidak boleh lagi makan daging. Sate stop. Makan sayur saja. Makan mentimun dan minum air putih banyak-banyak!” Bu Amat mengambil gelas kopi yang belum sempat diminum. Lalu menggantinya dengan air putih. “Pencipta, bukan penggali!” Amat dongkol sekali. Tapi ia menahan diri untuk tidak menjawab. Saatnya tidak tepat. Begitu istrinya berbalik ke dapur, ia cepat meraih gelas air putih itu dan membuang isinya ke halaman. “Minum dulu airnya, pak!” teriak Bu Amat dari dapur. Amat tak menjawab. Ketika Bu Amat menghampiri lagi, ia pura-pura baca koran. “Air putihnya sudah diminum?” “Mmm!” “Begitu! Jangan bangun tidur langsung minum kopi. Air putih dulu. Baru kopi. Ini!” Bu Amat mengulurkan segelas kopi panas, mengganti kopi yang sudah dingin tadi. Asapnya masih mengepul dan aromanya merangsang. “Cepat diminum, nanti dingin. Masak kopi semalam mau diminum, kalau sakit perut bagaimana? Bapak ini suka cari penyakit!” Amat menoleh istrinya seperti tak percaya. “Ya! Itu kopi semalam yang tidak jadi Bapak minum karena keburu tidur. Ayo minum!” “Siapa bilang kopi itu semalam. Yang semalam itu sudah dibuang. Itu kopi yang tadi pagi bapak bikin sendiri waktu Ibu masih tidur.” Bu Amat pura-pura tak mendengar. “Sudah jangan pura-pura. Minum saja nanti dingin!” Amat meletakkan surat kabar, lalu menegak kopi. Tapi baru setegak, ia meringis lalu memanggil. “Mana gulanya, Bu!” “Gula, gula, melulu, nanti kena gula, baru tahu! Mau seperti Pak Tolip, kakinya sampai dipotong karena diabetes?” kata Bu Amat menghampiri sambil menuang sesendok gula ke gelas kopi Amat. “Cuma satu sendok?” “Habis berapa?” “Biasanya kan dua!” “Tapi Bung Karno itu pencipta bukan penggali!” “Penggali!” Sendok gula itu ditarik kembali oleh Bu Amat. “Mulai sekarang satu sendok gula saja!” Amat menarik napas kesal. “Minum kopinya, Pak! Jangan dibuang!” Amat yang sudah mengangkat gelas kopi untuk membuang kopi itu, membatalkan niatnya. Lalu sambil mengingat apa yang dikatakan Pak Bei, tetangganya, bahwa kopi baru terasa nikmatnya, kalau tidak dicampur gula, ia perlahan menegak. “Enak?” tanya Bu Amat menghampiri. Mula-mula Amat tidak menjawab. Tapi setelah seluruh gelas ditegaknya ia merasakan sensasi yang baru. Ternyata tanpa gula, kopi juga enak. Bahkan ada yang bilang kopi murni itu banyak khasiatnya. “Enak, Pak?” “Enak juga.” “Mau tambah gula?” Amat heran. Ia melirik istrinya. Nampak rambutnya makin banyak memutih karena lupa disemir. “Pak.” Apa?” “Tetangga itu bilang, betul tidak?” “Bilang apa?” “Bung Karno itu pencipta Pancasila. Saya bilang bukan pencipta tapi penggali. Ya kan, Pak?” Amat tidak cepat menjawab. Ia menatap istrinya lama, lalu terharu. Teman hidupnya itu tidak lagi semuda dulu. Ia sudah semakin tua. Amat sendiri juga sama. Semua orang bertambah tua dan berubah. Semua orang kadang mengalami keguncangan tanpa disadarinya.”Ya kan, Pak?” “Ya,” jawab Amat lirih, lalu disambungnya dalam hati, “ya, sayang.”

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

2 - 8 JUNI 2014

23

“I Love Denpasar. The Colour of Wastra” Stan Disperindag Denpasar Terfavorit di Bandung

Membuka akses pasar baru dan meningkatkan pemasaran produk unggulan terus digiatkan oleh pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag dan Dekranasda. Selain telah memiliki website e-commerce www.balidenpasartrading.com sebagai media promosi gratis di dunia maya, juga selalu mengikutsertakan dan memberikan kesempatan pengrajinnya berpameran di dalam maupun di luar daerah.

A

da respons dan antusiasme yang menyenangkan. Animo masyarakat Bandung terhadap tenun ikat Bali yakni endek, sangat baik, terutama kalangan kelas menengah ke atas. Sebab, selain karena keindahan coraknya, mereka juga sudah paham akan kualitas dari produk tenun asli Bali tersebut. Hal ini diungkapkan Tri Agung Busana usai mengikuti Pameran Ipex di Bandung. Pada pameran bertajuk Indonesia Promotion Expo (Ipex) yang dipusatkan di Bandung dan mengambil lokasi di Paris Van Java Mall Bandung, berlangsung sejak tanggal 15 s.d 18 Mei 2014. Diikuti pengrajin kain endek Tri Agung Busana dan Kamaratih, pengrajin yang memproduksi tas dan sepatu kulit. Tema yang diusung kali ini adalah “I Love Denpasar. The Colour of Wastra”. Di sini tertuang pula, semangat dari Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra yang tidak pernah berhenti memacu semua pengrajin UKM di kota Denpasar dengan memberikan kesempatan dan peluang untuk membuka akses pasar seluasluasnya kepada masyarakat, bukan hanya di Bali namun di seluruh Indonesia. Para pengrajin dapat berinteraksi langsung dengan pembeli lokal guna mencari

ataupun menambah agen penjual sekaligus mengetahui karakteristik kesukaan masyarakat tujuan pemasaran. Selanjutnya, mau melakukan evaluasi terhadap kegiatan pameran yang telah diikuti. Dipilihnya pameran Ipex Bandung , mengingat kota Bandung memiliki buyers tersendiri, apalagi Bandung sudah familiar di masyarakat Indonesia khususnya, sebagai kota fashion dengan akses pasar yang luas. Dalam kegiatan yang cukup menarik tersebut, selain memajang tas kulit kualitas ekspor, sekaligus pula mempromosikan produk ready to wear dari tenun ikat Bali ini dapat dijangkau oleh kalangan remaja. Dan, yang membahagiakan juga adalah terpilihnya stan yang bersuasana Bali milik Disperindag Kota Denpasar sebagai stan terfavorit. Hal ini, disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kepala Bidang Perdagangan Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M,Si., dan Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty, S.S. Wayan Gatra mengatakan penghargaan ini menambah panjang deretan penghargaan yang diterima Pemerintah Kota setiap mengikuti kegiatan pameran di luar daerah. “Ini merupakan penghargaan yang ke-11

Suasana saat melayani pembeli

Wakil Wali Kota Denpasar saat mengunjungi stan

kalinya diterima Disperindag Kota Denpasar, sejak mulai mengikuti ajang pameran tingkat nasional pada tahun 2008,” imbuh Laxmy. Pada kegiatan Ipex di Bandung tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar AA. Ngurah Jayanegara, berkesempatan hadir dan melihat secara langsung ajang pameran tingkat nasional ini. MEMBUKA KESEMPATAN LANGSUNG DAN VIA TEKNOLOGI Mengenai pengrajin yang terpilih dan berkesempatan mengikuti pameran Ipex Bandung seperti Winda Kamaratih, pengrajin tas kulit serta Tri Agung Busana yang pengrajin endek, karena mereka adalah anggota e-commerce, yang juga binaan Disperindag Kota Denpasar. “Rupanya saat ini kain endek dan tas kulit adalah sebagian dari komoditi kerajinan yang tengah diminati dan diburu penggemar mode. Bukan hanya oleh masyarakat Bandung, namun juga mereka yang tengah

berlibur di kota tersebut. Hal ini terbukti pula dengan salah seorang buyer bernama Wati yang telah menjalin kontak dagang dengan Kamaratih dan telah pula memperkenalkan tas-tas kulit dari Bali ini di berbagai kegiatan yang diikutinya di Bandung. Selain berkesempatan mengikuti berbagai pameran dan promosi perdagangan nasional maupun internasional, mereka juga telah mendapatkan berbagai pelatihan, diantaranya pelatihan service excellent of promotion product, yakni bagaimana membuka akses pelanggan. Begitu pula dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang lebih dikenal dengan istilah electronic commerce atau ecommerce. Salah satu aplikasi e-commerce bagi promosi produk dan usaha pengrajin Denpasar sudah pula disediakan home page internet. Sebab, dengan adanya e-commerce, biaya operasional bisa dikurangi agar bisa bersaing dengan semakin banyaknya permintaan yang mengharus-

kan pelayanan lebih cepat dan akurat. E-commerce dapat memberikan berbagai keuntungan seperti tumbuhnya bisnis-bisnis baru, meningkatnya jaringan atau jangkauan pemasaran, rendahnya biaya operasional, berkurangnya rantai birokrasi dan masih banyak keuntungan lainnya. Apalagi, produk-produk unggulan yang diproduksi oleh pengusaha kecil dan menengah Kota Denpasar kesemuanya memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Bukan hanya itu, bentuk dukungan pemerintah Kota Denpasar dalam upaya mendorong pengembangan IKM, terutama mengenai desain kemasan, desain produk, desain tekstil dan sekaligus hak kekayaan intelektual (HKI) untuk memberikan informasi, layanan advokasi dan konsultasi untuk peningkatan nilai tambah yang akan meningkatkan daya saing mereka, telah pula berdiri Denpasar Design Center (DDC). -ard

Stan pengrajin kota Denpasar di pameran Ipex Bandung


2 - 8 Juni 2014

24

Pasar Ular

“Surga” Barang Impor Harga Miring Jakarta memang tidak banyak memiliki daerah berpemandangan indah, namun untuk urusan belanja, Jakarta adalah yang ter­depan. Mulai dari barang branded dan asli hingga ‘KW’ bahkan ‘KW’ su­ per ada di Ibukota. Soal harga, biasa ‘diadu’ de­ngan daerah lain atau bahkan negara lain. Daya tarik itulah yang membuat banyak wisatawan asing maupun lokal banyak datang ke Jakarta hanya un­ tuk berbelanja. Tak heran Globe Shopper Index pernah menempat­ kan Jakarta sebagai salah satu tujuan belanja yang menawarkan harga paling terjangkau bagi wisatawan manc­an ­ egara.

L

ebih menarik lagi, karena Jakarta memiliki sejumlah tempat belanja barang impor yang murah meriah. Salah satunya, tentu Anda sudah tahu, yakni, Tanah Abang. Pusat perbelajaan yang sudah terkenal di mancanegara ini, menjadi tempat favorit para penggemar shopping untuk berburu barang berkualitas dengan harga murah ataupun barang-barang impor dengan harga miring. Selain Tanah Abang, yang juga ramai didatangi penggila belanja adalah Pasar Ular yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Memang Pasar Ular tidaklah sebesar kawasan perbelanjaan Tanah Abang yang menempati areal 2,6 hektare. Karakter belanjanya pun berbeda, kalau Tanah Abang menjual barang mulai dari grosiran hingga ritel, maka Pasar Ular umumnya hanya ritel atau eceran. Pasar Ular yang didirikan sejak tahun 1960-an ini, merupakan salah satu pasar tertua di Jakarta yang berawal dari pasar kaget di depan Pelabuhan Tanjung Priok. Puluhan tahun berdiri, namun pasar tua ini tetap eksis di tengah gempuran pusat-pusat perbelanjaan modern yang terus bertumbuhan di Jakarta. Satu hal yang membuat Pasar Ular digandrungi adalah barang-barang impor yang dijual selain berkualitas, juga harganya super miring. Menurut pedagang setempat ‘kemiringan’ harga di Pasar Ular ini selain mengambil langsung dari importer juga karena para pedagang tidak membutuhkan cost terlalu besar untuk memasarkan barangnya dibanding mereka yang

berada di mal. “Kemiringan harga di sini rata-rata sekitar 25% lebih murah dibanding di mal-mal yang menjual produk serupa. Ini karena rantai pembelian tidak panjang. Kami dapat langsung dari importer yang ada di pelabuhan. Jadi setiap ada kapal datang membawa barang-barang dari luar, kami dikabari. Ini sudah langganan, jadi bisa dipercaya,” ujar Hajjah Sumarno yang telah 20 tahun berjualan di Pasar Ular. Hajjah Sumarno yang kini menempati kios ukuran 3x3 m2, berjualan aneka produk fashion seperti kacamata, dompet, jam tangan, dll. Semuanya adalah barang impor. “Semuanya berbahan kulit dengan kualitas terjamin. Soal harga, selain ditentukan oleh dari mana barang itu berasal, kualitas, juga kesulitan memperoleh barang tersebut. Karena, terus terang saja, ada sejumlah barang yang sulit didapat, karenanya harganya pun menjadi lebih mahal,” tambahnya lagi. Kacamata-kacamata dengan merek terkenal, hanya dijual sekitar Rp 300400 ribu rupiah. Padahal kacamatakacamata tersebut dengan kualitas yang sama, dijual di sejumlah optik terkenal dengan harga paling murah Rp1,2 juta. Begitu juga dengan dompet-dompet kulit branded dijual dengan harga paling murah Rp 200 ribu. Ny Yati, salah satu pemilik toko keramik terbesar di ‘Paul’ Permai mengaku betah berjualan di ‘Paul’ Permai karena tempat yang lebih luas, juga telah memiliki banyak pelanggan. Aneka keramik impor dari Tiongkok, Korea hingga Italia, dijual di tokonya. Kebetulan, saat Tokoh berkunjung, wanita ini sedang

Aneka tas impor dengan kualitas bagus

melayani dua wisatawan asing. “Banyak wisatawan bule datang ke tempat saya. Di sini saya punya tiga toko, satu milik sendiri, dua lainnya sewa seharga total Rp 45 juta,” tuturnya. Ia menjual keramiknya dari harga Rp 20.000 hingga Rp 10 juta-an. DARI SELUNDUPAN HINGGA BAWAAN ABK Berbicara Pasar Ular, agaknya kurang afdol kalau tidak menyinggung sejarah keberadaan pasar ini. Awalnya pasar ini merupakan pasar kaget yang berada persis di depan Pelabuhan Tanjung Priok, dulu orang menyebutnya sebagai Pasar Koja Lama. Letaknya berhimpitan dengan bar dan rumah-rumah makan, Dari cerita yang berkembang, dulunya Pasar Ular merupakan tempat penampungan barang-barang impor selundupan oknum-oknum nakal di pelabuhan dan hasil bawaan para ABK (anak buah kapal) yang baru pulang dari luar negeri. Konon, lokasi pasar yang berada di mulut pelabuhan ekspor/impor terbesar di Indonesia, memudahkan oknum-oknum nakal itu, mengambil barang-barang impor bongkaran kontainer untuk kemudian dijual di pasar tersebut. Karena itu, Pasar Ular menjadi terkenal dengan barang-barang impor dengan harga miring. Entah kenapa disebut Pasar Ular, apakah karena dulunya ‘pasar gelap’ itu berbentuk lorong sempit yang berlikuliku atau karena cara memperoleh barang yang seperti ular. Namun, sebutan Pasar Ular itu sudah demikian populer sejak tahun 1970-an, sekalipun di sana, sejak berdirinya hingga sekarang, tak

Keramik mewah dari Italia dan Korea di Pasar Ular Permai Jakarta Utara

pernah sekalipun menjual ular. Yang pasti di Pasar Ular atau sekarang akrab disebut ‘Paul’ menjual aneka barang impor/ekspor, dari barang pecah belah, keramik, lampu-lampu kristal hingga produk garment dari berbagai merek terkenal, dll. Yang uniknya lagi, meski tempat belanja ‘Paul’ ini jauh dari nyaman bahkan terkesan semrawut, namun yang datang berbelanja, banyak dari ’kalangan atas’. Hal ini ditandai dengan parkirnya banyak mobil mewah. Mungkin bagi mereka asalkan mendapat barang bermerek berkualitas bagus, tidak mengapa untuk sejenak merasakan ketidaknyamanan dalam berbelanja. Sekitar tahun 1980-an, ketika kegiatan ekspor/impor di Pelabuhan Tanjung Priok semakin meningkat, sarana dan prasarana yang ada sudah tidak memungkinkan lagi untuk menampung, pemerintah memutuskan melakukan perluasan. Maka ‘Paul’ yang berada di depan pelabuhan pun menjadi ‘korban’. Pasar murah-meriah itu pun digusur, dipindahkan ke kawasan Permai, Jl Yos Sudarso, tak jauh dari Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok. Di kawasan Plumpang, masih di Jl Yos Sudarso. Meski sama-sama bernama Pasar Ular, namun item barang yang dijual sedikit berbeda. Di kawasan Permai, produk yang paling banyak dijual adalah aneka keramik mewah yang berasal dari Tiongkok, Korea, Jepang, lampu-lampu kristal, tas-tas/dompet/ koper branded dari yang original, super KW hingga KW 1,2,3. Aneka

Para pembeli ramai di Toko Haji Marno yang menjual aneka kacamata fashion impor dan aneka dompet kulit impor

sepatu wanita/pria, serta aksesoris fesyen lainnya. “Untuk di Permai, barang-barang yang dijual umumnya barang impor,” ujar Hajjah Sumarno yang sebelumnya berjualan tas-tas wanita. Sementara di Pasar Ular Plumpang, kebanyakan menjual produk garment seperti celana jeans, kemeja, jaket, parfum, kaca mata, rim pinggang, sepatu, dll. “Barang-barang di sini sebagian impor, sebagian lagi adalah sisa ekspor,” ujar seorang pedagang di ‘Paul’ Plumpang yang menjual kemeja dan blus wanita sisa ekspor. Harga yang ditawarkan pun lumayan murah hanya Rp 50.000-an, padahal kemeja itu terbuat dari katun kualitas bagus. Secara keseluruhan jika dibandingkan kedua Pasar Ular (Permai dan Plumpang) tersebut, maka keragaman barang lebih banyak dijumpai di Pasar Ular Permai. Bisa jadi karena tempat perbelanjaan ‘Paul’ Permai jauh lebih luas dibanding ‘Paul’ Plumpang. Soal kenyamanan pun demikian, jauh lebih nyaman dan tertata di ‘Paul’ Permai. Sedang di Paul Plumpang hanya satu lorong panjang tertutup, dengan kioskios kecil berukuran 2x2 m2 Terasa panas dan pengap. Tapi herannya begitu banyak orang yang gemar datang ke Plumpang, meski harus belanja berhimpit-himpit. Mungkin, itu juga sebabnya, meski kondisi di Plumpang terasa kurang nyaman dibanding Permai, namun harga sewa kios yang ukuran 2x2 m2 itu, jauh lebih mahal. “Sebenarnya banyak pedagang di sini (Permai) ingin berjualan di sana, namun kios di sana sangat terbatas, tidak ada tempat kosong. Lagi pula, harga sewa kiosnya dua kali lipat dibanding di Permai. Kami di sini dengan ukuran 3x3 m, membayar sewa Rp 20 juta per-bulan, sedang di Plumpang, dengan ukuran lebih kecil harga sewanya Rp 40 juta per-bulan,” tambah Hajjah Sumarno. Beberapa hal yang penting diingat oleh pengunjung Pasar Ular. Sekalipun dikatakan barang-barang yang dijual adalah barang impor/ekspor, tentunya ketelitian pembeli sangat diperlukan supaya tidak ‘kecele’. Lebih bagus, kalau Anda sudah mengerti tentang beda barang asli atau KW super dan KW 1,2,3. Atau untuk barang ekspor, diperhatikan benar karena kadang ada barang yang cacat atau reject. Hal lainnya adalah pandai-pandailah menawar. -Diana Runtu


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 799 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu