Skip to main content

Tokoh Edisi 797 | Tokoh

Page 1

19 - 25 Mei 2014

24

Berburu di Pasar Loak Mari belanja ke pasar loak!! Eitss…jangan mengerutkan kening dulu. Meski disebut pasar loak, bukan berarti barang-barang yang dijual di sana adalah barang-barang rongsokan alias tak terpakai. Justru sebaliknya, meski umumnya barang yang dijual adalah barang second hand, banyak di antaranya masih dalam kondisi 80-90%.

B

ahkan kalau beruntung, mau ‘mengaduk-aduk’ atau mau tekun me­ nyusuri, pasti akan dapat barang bermerek, khususnya produkproduk garmen. Karena untuk yang satu ini, umumnya adalah produk impor seperti dari Korea, Jepang dan Cina. Bukan hanya produk garmen, tapi barang-barang kebutuhan rumah tangga, aneka peralatan sanitari, alatalat kesehatan, peralatan olahraga, musik, barang antik dan lain-lain. Pasar loak memang super lengkap, tinggal bagaimana kepandaian Anda memilih agar mendapat barang bagus dengan harga bagus pula. Di Jakarta, ada banyak sekali pasar loak. Namun, yang terkenal dan usianya sudah cukup tua, tidak banyak. Salah satu yang terkenal adalah pasar barang antik di Jl Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Pasar loak ini tertata rapi dan tampak nyaman. Pembelinya pun kebanyakan kalangan berkelas juga wisatawan asing. Tak heran karena pasar barang antik Jl Surabaya ini termasuk dalam salah satu destinasi wisata belanja Jakarta dan itu tercantum dalam leaflet-leaflet wisata belanja yang umumnya dibagikan pada wisatawan asing. Banyak wisatawan ­asing mengaku mendengar tentang pasar loak Jl Surabaya dari teman-temannya yang telah lebih dulu berkunjung ke sana. Mereka tertarik karena harga barang-barang antik yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding pasar loak yang ada di negara lain. Asal tahu saja, keberadaan pasar loak memang menjadi salah satu daya tarik turis asing. Tentunya bukan sembarang pasar loak, tapi pasar loak yang menawarkan barang-barang second bermutu, utamanya adalah barangbarang antik. Ada beberapa pasar loak yang terkenal di dunia, di antaranya Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika yang mampu menyedot banyak peng­ unjung dari berbagai negara, bahkan selebriti-seleriti papan atas pun tanpa malu berburu barang antik di sini, seperti; Clint Eastwood, Madonna, Gwen Stefani, dll. Di London, Inggris, ada Petticoat Lane yang berdiri sejak tahun 1700, tempat berburu baju-baju second berkualitas. Sedang di Perancis, ada Marche aux Puces St-Ouen de Clignan-

court Paris. Dan, masih banyak lagi. Umumnya tiap negara memiliki pasar loak unggulan yang dapat menggaet turis asing berbelaja di sana. Demikian halnya dengan pasar barang antik di Jl Surabaya yang banyak dikunjungi wisatawan dari Belanda, Inggris, Austria, Jepang juga Amerika Serikat. Bahkan, pasar yang diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1974 ini, pernah dikunjungi oleh Presiden AS, Clinton pada tahun 1994. Dua tahun lalu, penyanyi kondang Ketty Perry juga berburu barang antik di sini. Pamor pasar barang antik Jl Surabaya memang sudah mendunia. Beragam barang antik ada di sini, seperti elektronik, kamera, lampu hias, barang pecah belah, peralatan rumah tangga dari kuningan dan perak, patung, dll. Kalau Anda penggemar peralatan musik tempo dulu atau ingin mendengar lagu-lagu ‘zaman baheula’, Anda juga bisa mencarinya di sini. Atau Anda ingin dengar lagu-lagu Indonesia yang ngak-ngik-ngok yang dulu dilarang masa Presiden Soekarno, maka carilah di Jl Surabaya, pasti ketemu. Melihat pasar barang antik Jl Surabaya sekarang, memang jauh dari kesan kumuh. Dulunya, para pedagang pasar di sini adalah para pedagang Pasar Rumput, Manggarai, yang ditertibkan. Di tahun 1960-an hingga 1970-an, Pasar Rumput merupakan salah satu pasar loak terbesar di Jakarta. Karena semrawut dan kumuh, akhirnya sebagian padagang dipindahkan ke Jl Surabaya. Awalnya mereka adalah pedagang loak biasa, tidak mengkhususkan pada barang antik. Karena barang loakan maka segala macam barang bekas berkumpul jadi satu, nah, di antaranya adalah barang-barang antik yang jika dijual di toko harganya selangit. Lama kelamaan pedagang barang antik makin banyak, dan, kebanyakan orang yang datang justru mencari barang antik. Walhasil, ketika dilakukan penataan, Jl Surabaya pun lebih mengkhususkan diri untuk berjualan barang-barang antik. PASAR RUMPUT SEJAK ZAMAN BELANDA Selain pasar barang antik di Jl Surabaya, pasar loak yang jauh lebih tua dan masih eksis hingga kini adalah Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.

Pasar loak ini punya spesifikasi berbeda. Jika Anda ingin mencari berbagai peralatan kamar mandi, alat-alat kesehatan seperti kursi roda, dll, atau alat-alat olahraga, musik, datang ke sini. Soal harga, pasti super murah. Meski disebut barang second, namun jangan lantas mengira tampilannya buruk. Justru sebaliknya, selain kondisinya memang masih bagus tampilannya pun dibuat seperti baru. Misalnya saja peralatan kamar mandi dengan merk-merk terkenal, sudah direparasi dan dibuat kinclong seperti baru. Bahkan modelnya pun tak ketinggalan zaman. “Kebanyakan barang-barang ini saya dapat dari bongkaran rumah mewah, atau hotel-hotel yang biasanya setiap beberapa tahun sekali mengganti model perlengkapan toilet-nya. Karena itu model-modelnya pun tak ketinggalan,” kata Amir, pedagang perlengkapan kamar mandi. Amir memiliki dua kios di Pasar Rumput, semuanya menjual produkproduk perlengkapan kamar mandi, mulai dari closet, wastafel, bathtub hingga shower box kaca dengan berbagai model. Closet bermerk terkenal misalnya, Amir berani melepas dengan harga minimal Rp 500 ribu. “Tergantung model, kalau makin baru modelnya, ya lebih mahal. Tapi kalau modelnya agak lama, Rp 500 ribu saya lepas. Begitu juga shower box, selain tergantung model juga tergantung ukurannya. Yang ukuran minimalis dan tidak banyak aksesorisnya, sekitar Rp 2 juta. Pokoknya, meski di sini semua barang bekas, tapi kelihatan baru karena sebelumnya telah diperbaiki. Closet, wastafel maupun bathtub juga dibuat kinclong, orang tidak tahu kalau itu barang bekas kalau kita tidak bilang,” ungkap Amir yang mendapat warisan kiosnya itu dari ayah-

nya yang telah puluhan tahun berjualan di Pasar Rumput. Alkisah, Pasar Rumput ini telah ada sejak zaman Belanda. Dulunya, memang dikenal sebagai sentra penjualan rumput untuk makanan kuda. Era terus berganti, kuda yang pada masa itu menjadi transportasi andalan, berganti dengan sepeda dan kendaraan bermotor. Perlahan Pasar Rumput berubah menjadi pasar barang-barang loakan yang menjual aneka barang, termasuk barang-

barang antik, peralatan kantor, dll. Jumlah penjual yang semakin banyak dan tak beraturan, membuat Pemda DKI Jakarta berkali-kali melakukan penertiban. Kini Pasar Rumput sudah terlihat lebih rapi. Namun, lalu lintas di kawasan ini kerap macet karena para penjual berada di pinggir jalan, sementara pengunjung yang datang kebanyakan bermobil, sehingga menyita sebagian jalan. ANEKA BARANG MURAH DI PONCOL Pasar loak lain yang namanya melegenda adalah Pasar Poncol yang eksis sejak tahun 1969. Letaknya, tak jauh dari Stasiun Senen atau persisnya di samping rel kereta api Stasiun Senen. Pasar loak ini tidak mengkhususkan diri untuk barang tertentu, tapi hampir semua jenis barang ada di sini. Alat-alat

musik, olahraga, onderdil, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan kamar mandi, barang antik seperti jam kuno, dll. Bahkan baju-baju impor dari luar negeri pun, banyak. Konon, sejumlah artis gemar berburu barang second di Pasar Poncol, khususnya baju-baju bermerek. Mereka tidak membeli satuan, namun karungan. Namun sejak cerita artis heboh berburu baju impor second meledak di media, tidak pernah lagi terdengar ada artis

yang terjun langsung ke pasar. Hanya Aming, artis yang melejit namanya dalam tayangan Extravaganza, yang cuek. Dia tetap berburu barangbarang second, dari baju, sepatu, jaket, dan lain-lain. Hanya kaca mata yang tak pernah dibelinya di pasar loak. “Kalau sudah dirapikan, semuanya terlihat sama saja. Setelah dipakai, kan, tidak ada yang tahu, ini barang loak atau bukan, ini barang bermerek atau bukan,” ucapnya ketika ditanya wartawan soal kegemarannya berburu barang loakan. Belanja di pasar loak memang membutuhkan ketekunan dan kejelian. Tekun dalam mencari alias mengaduk-aduk barang atau keluar masuk toko, dan jeli melihat barang yang ditawarkan, apakah barang itu cacat, robek, dll. Yang namanya pasar loak, harganya pun murah meriah. Dua pasar tertua di Jakarta, yakni

Pasar Senen yang dibangun tahun 1730 dan Pasar Baru tahun 1820, juga dikenal menjual loakan, meski tidak semua. Di Pasar Senen, loakan berada di Blok 3 yang kebanyakan menjual pakaian dan aneka jaket. Blok 3 ini boleh dibilang sebagai ‘surganya garment second’. Harganya super murah, mengingat kondisi barang-barang itu masih bagus dan ‘bermerk’ pula. Sayangnya, April lalu, Blok 3 Pasar Senen ludes terbakar. Walhasil, para pedagang yang umumnya sudah puluhan tahun berjualan di sana, melimpah ke jalan seputar Senen. Lain lagi dengan loakan di Pasar Baru, persisnya di Atom Plaza lantai 3. Di sana, konsumen dimanjakan dengan kenyamanan karena adanya air conditioner, sehingga tak perlu bermandikan keringat ketika sibuk mengaduk-aduk baju atau berjalan menyusuri toko demi toko. Penataan barang-barang nya pun lebih apik layaknya di mal, termasuk adanya manekin-manekin sebagai model. Barang yang dijual umumnya adalah pakaian, jaket. Hanya saja harganya sedikit lebih mahal dibanding di Pasar Senen dan Poncol. Mungkin karena meski barang second, namun baju atau jaket-jaket yang dijual rata-rata dalam kondisi yang sangat baik, dan tentunya, bermerk pula. –Diana Runtu


EKSPRESSO

2

19 - 25 MEI 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh

Mari Bersyukur Bulan Mei menjadi bulan penuh hikmah karena banyak perayaan hari-hari penting. Selain Hari Pendidikan Nasional, di bulan Mei juga ada Hari Kebangkitan Nasional. Hari raya keagamaan juga banyak di Mei, mulai dari Hari Raya Waisak, Hari Raya Galungan dan Kuningan, Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW, dan Kenaikan Isa Almasih. Bagaimana kita memaknai hari-hari penting itu? Apakah harus dengan hura-hura? Pesta pora? Semua kembali kepada pribadi masing-masing. Apa yang dilakukan dulu, apa yang didapat sekarang, dan apa yang direncanakan nanti merupakan

O

M G

sebuah proses yang harus dilalui. Baik maupun buruk pasti ada hikmahnya. Hal terpenting adalah bagaimana kita sebagai umat manusia bisa mensyukuri apa yang sudah diraih. Ibarat anak sekolah selesai ujian, beban terasa lepas dari pundak mereka. Padahal itu merupakan langkah awal untuk meniti langkah yang berikutnya. Sama ketika mempersiapkan menyambut hari raya, semua terasa lama dan berat. Tetapi, ketika hari raya itu tiba, semua perasaan menjadi lega dan plong. Hidup ini memang penuh dengan suka dan duka. Menjalani kebersamaan dalam perbedaan memang bagian dari kehidupan manusia. Kalau semua sama,

apa indahnya dunia. Karena itulah ada perbedaan yang menjadi harmoni dalam perjalanan hidup. Apa yang diraih orang lain bisa beda dengan apa yang kita raih. Tetapi, inspirasi untuk meraih itu bisa menjadi pelajaran. Hal terpenting adalah ketekunan dalam meraih impian itu. Edisi kali ini kami menghadirkan tulisan tentang Merry Riana dan Made Taro. Merry dikenal sebagai motivator andal yang mengaku dulu sempat hidup susah. Berkat ketekunannya, ia bisa meraih impiannya. Made Taro juga demikian. Ia tekun berkutat dengan permainan tradisional sebagai upaya pelesatrian kesenian. Ketekunan Taro menjadikan kesenian tradisional khusus di Bali bisa eksis. Pesan-pesan yang disampaikan Merry dan Taro bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. Saat hari raya, kita bisa berkontemplasi, apa yang mau kita lakukan untuk mensyukuri hidup ini. Salam

Cinta Ditolak Dukun Bertindak Beberapa tahun yang lalu aku sekolah di salah satu SMA negeri di Makassar. Aku teringat masa lalu waktu aku masih sekolah waktu itu. Aku punya sahabat perempuan tiga orang. Kami berteman sejak SD sampai SMA. Sebagai siswa baru di SMA kami jadi perhatian kakak kelas. Ada kisah lucu waktu kami masih duduk di kelas satu. Waktu itu ada kakak kelas kami mengirim surat untuk dua orang sahabatku sebut saja Lili dan Elisabet. Kedua kakak kelasku juga bersahabat. Mereka mengajak sahabatku untuk bertemu di belakang sekolah sepulang sekolah. Aku setuju saja mereka janjian di belakang sekolah. Lili dan Romy berbincang di bawah pohon mangga, Elisabet dan Junaidy di samping kantin di belakang sekolah. Aku dan sahabatku yang satu lagi menunggu di pos sekolah sekitar satu jam. Setelah itu muncul Lili dan Elisabet langsung menuju ke pos tempat kami tunggu dan kedua kakak kelas kami langsung pulang. Kata Lili, Romi bilang Lili orangnya cantik dan periang. Kata Elisabet, Junaidy bilang Elisabet orangnya cantik dan periang. Semua yang diucapkan Romi sama persis yang dikatakan Junaidy. Kami semua tertawa mengapa mereka berdua katakatanya sama. Apa tidak ada

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kata yang lain dan berapa lama mereka latihan untuk ucapkan kata-kata rayuan gombal. Kami juga tertawa karena Romi bilang Lili rambutnya bagus dan Junaidy juga bilang hal yang sama. Romi bilang Lili orangnya baik dan murah senyum, Junaidy juga bilang kalau Elisabet orangnya baik dan murah senyum. Romi bilang kalau dia jatuh cinta kepada Lili dan ingin dijadikan kekasih sedangkan Junaidy juga bilang kalau dia jatuh cinta dan ingin Elisabet menjadi kekasihnya. Kami tidak henti-hentinya tertawa mengapa kedua kakak kelas kami kata-kata rayuan dan ucapan mereka bisa kompak untuk mengatakan cinta. Akhirnya aku bertanya apa mereka apa sudah memberi jawaban? Lili mengatakan malu untuk katakan ya kepada Romi sedangkan Elisabet sudah menerima Junaidy untuk dijadikan pacarnya. Alasanya agar nanti bisa dibantu kalau ada tugas sekolah. Akhirnya aku katakan kepada sahabatku, jawaban ka-

lian tidak sama seharusnya kalian bilang nanti saja. Jawabannya mereka tertawa lepas dan bilang ya ya seandainya kami tahu kalau pertanyaan Romi sama Junaidy kompak seharusnya jawab yang sama biar kompak. Beberapa hari kemudian Milka cerita kepada kami kalau Leo, kakak kelas yang juga jadi tetangganya itu sudah menyatakan cinta. Tapi, Milka menolak Leo karena Milka tidak mau pacaran sama tetangganya sendiri. Hingga suatu hari Leo datang ke ruangan kelas kami pada waktu istirahat. Leo membawa buah rambutan hasil kebunnya. Kami sangat senang tapi Milka tidak mau makan. Ketika kami tanya kenapa tidak mau makan pemberian Leo, Milka cuma tertawa dan bilang takut makan pemberian Leo. Ia takut rambutan sudah diberi jampi-jampi dari dukun agar Milka mau menerima cintanya Leo. Kami semua tertawa dan bilang itu sih cinta ditolak dukun bertindak. Ummi Aisyah

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

anak

Banyak berita tentang anak yang merisaukan. Di samping jadi korban sodomi, ada anak SD yang dipukuli teman-temannya sampai meninggal. Ada juga anak usia 5 tahun yang melompat dari lantai sebelas. Perkaranya sepele. Ia, dilarang ibunya nonton film kartun. Tentu saja ia meninggal karena bukan Batman. “Untung anak kita sudah besar,” kata Amat mensyukuri keadaannya, “jadi kita tidak perlu menghadapi berbagai persoalan anak yang kini semakin rumit saja.” Bu Amat kontan tak setuju. Soalnya ia sedang perang dingin dengan Ami. Perkaranya juga sepele. Ami tak mengizinkan anaknya dipinjam satu hari oleh neneknya. Alasan formilnya, tak mau merepotkan ibunya. “Tapi sebenarnya dia takut kalau anaknya betah di sini. Dia takut anaknya kita rebut!” kata Bu Amat ketus. Amat menyampaikan analisa istrinya pada Ami. Maksudnya supaya Ami mengerti keinginan istrinya untuk kangenkangenan dengan cucu. Tapi di luar perkiraan Amat, Ami membenarkan prasangka ibunya. “Itu betul, Pak!” kata Ami. “Tapi Ibu mana zaman sekarang, yang membiarkan anaknya lebih dekat dengan neneknya? Anak sekarang tidak perlu mendengar dongengdongeng nenek yang membuat mereka mengkhayal jauh dari realita. Anak sekarang harus dipersiapkan untuk bersaing. Dia tidak cukup hanya pintar, dia harus cerdik, supaya keluar sebagai pemenang. Masa depan hanya milik para pemenang! Pecundang akan terbuang!” “Maksudmu anak kamu tidak akan kamu biarkan dekat dengan kami, orangtuamu? “Persis. Sebab nenek akan menanam cucu ke era kejayaannya yang sudah kedaluwarsa. Banyak ibu-ibu modern yang sudah keblinger, tapi saya tidak, Pak!” Amat sangat terkejut oleh pernyataan Ami. Ia pulang dan terpaksa menyampaikan semua argumentasi Ami pada istrinya. Maksud Amat, istrinya akan ngamuk, lalu nyemprot Ami habis-habisan. Amat merasa buah pikiran Ami kebaratbaratan. “Sebab dengan pernyataan begiu dia mengingkari bahwa dia itu ada karena kita. Dia tidak boleh menuduh kakek dan nenek anaknya, kita ini, tidak berperan apaapa.” Tapi seperti juga sikap Ami kepada ibunya demikian juga sikap Bu Amat kepada Ami. “Menjauhkan cucu dari neneknya itu perlu, sebab kalau tidak, anak akan jadi manja dan lembek. Tidak ada nenek di seluruh dunia yang tidak sayang kepada cucu. Bahkan sayang mereka melebihi sayang kepada anak. Kalau tidak dibuatkan jarak, anak akan manja dan memble. Membuat jarak itu perlu. Tapi memutuskan hubungan itu melanggar kodrat!” Sampai di situ, Amat tertegun. Ia merasa sebenarnya tidak ada perang dingin di antara istri dan anaknya. Yang ada adalah permainan kucing-kucingan Yang kelihatannya merusak harmoni, tetapi sebenarnya itu romantika dan dinamika. “Jadi berbagai persoalan anak yang tercetus sekarang ini bukan persoalan yang perlu dicemaskan,” kata Amat. “Semua kasus-kasus itu mengingatkan kita, betapa sudah berkurangnya perhatian kita pada anak-anak kita.” Bu Amat tercengang. Ia menatap suaminya heran dan curiga. “Maksud Bapak, Bapak senang adanya kasus-kasus kekerasan pada anak?” Amat mengangguk. “Ya! Itu artinya, menunjukkan, anak-anak kita sudah terbengkalaikan. Tapi belum terlambat untuk memperbaikinya, asal saja kita mau memulainya sekarang. Jadi semua persoalan anak itu adalah karunia yang harus kita syukuri, karena sudah mengingatkan keteledoran dan kealpaan kita pada anak!” Bu Amat mencibir tak setuju. Tapi tak bisa membantah.

Putu Wijaya

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

19 - 25 MEI 2014

23


22

19 - 25 Mei 2014

19 - 25 mei 2014

S E L E B R I TA S

3

Merry Riana

Menebar Inspirasi Tidak mudah menjadi orang terkenal atau public figure. Segala sesuatunya harus diatur. Perkataan dan tingkah laku harus sempurna, setidaknya di mata publik. Public figure seolah bukan manusia biasa, dia tidak boleh salah. Karena sorotan selalu mengarah kepadanya kemana pun dia pergi. Tak heran banyak sosok populer merasa agak tertekan karena tidak bisa menjadi diri sendiri. Tapi Merry Riana berbeda. Inspirator dan motivator kondang ini justru merasa tidak terbebani, apalagi merasa tertekan dengan predikat yang disandangnya. Dia tetap menjadi dirinya sendiri.

“S

aya tidak merasa tertekan dan terbebani, sama sekali tidak! Tapi sebaliknya, saya merasa diberi tanggung jawab, itu pasti. Jadi menurut saya, asal­ kan saya tetap menjadi diri saya sendiri, melakukan apa yang saya percayai, itu bukan beban bagi saya. Saya nggak perlu, Oh karena saya ngomongnya begini, berarti harus menjadi se­ per­ti ini-itu. Atau, Oh..karena saya memotivasi orang ngomongnya begini-begini, berarti saya harus begini-begini. Itu tidak sama sekali. Karena saya ngomong berdasarkan apa yang sudah saya jalani. Apa yang saya bicarakan, itu adalah kehidupan yang saya jalani. Jadi seper­ti yang saya katakan, asalkan tetap menjadi diri sendiri, melakukan apa yang saya percayai, men­ jalani hidup yang memang saya jalani dan percayai, itu bukan untuk saya,” ungkap wanita kelahir­ an 29 Mei 1980 yang ditemui di peluncuran buku ‘Langkah Sejuta Suluh’ yang ditulis Clara Ng, di Central Park, Jakarta Barat. Sebagai manusia, dia bukan makhluk sem­ purna dan bukan orang yang tidak pernah salah. Ia juga banyak kali salah. Tidak semua persoalan atau kesulitan yang di­ hadapi dapat diselesaikan dengan mulus. Justru se­ baliknya, dia berkali-kali berbuat kesalahan dan gagal bahkan terpuruk. Tapi itu semua tidak membuatnya terbe­

nam, jutru ia mengevaluasi dan bangkit lagi. Kesalahan, kegagalan, semua itu adalah pengalaman berharga yang justru semakin mengasahnyauntuk menjadi lebih baik. “Jadi kenapa orang suka mem­ baca buku-buku saya, mendengarkan apa yang saya bagikan, itu semua kare­ na mereka tahu saya bukan orang y a n g s e m ­ purna. K a r e ­n a saya orang

yang pernah salah, pernah gagal. Mere­ ka berpikir, ‘Oh..Merry Riana juga pernah gagal, Merry Riana juga pernah mengalami ini. Merry Riana pernah sangat ngirit sehingga hanya makan mietiap hari, atau seorang Merry Riana dulu pernah ngumpet-ngumpet di toilet karena makan roti sisa. Melihat banyak pengalaman salah, kegagalan yang saya alami, tentunya itu menandakan saya bukanlah orang yang sempurna. Tapi justru itulah, menurut saya, yang membuat orang termotivasi. Karena apa yang saya sampaikan adalah apa yang pernah saya alami. Yang ingin saya tekankan di sini adalah, walaupun hal itu sulit tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya,” kata peraih penghargaan Most Powerful Woman Award 2012 ini. Sebagian orang mungkin telah membaca buku ‘Mimpi Sejuta Dolar’ yang bercerita tentang lika-liku ke­ hidupan Merry Riana yang merantau ke Singapura untuk menempuh pendidikan di universitas bergengsi di negeri singa itu, Nanyang Technological University (NTU). Ketika itu tidak terbersit di pikirannya akan menjadi seperti seka­ rang, menjadi motivator yang fokus di bidang pendidikan generasi muda. Ketika itu niatannya adalah kuliah di bidang kelistrikan (electrical and electronics engineering) dan seusai kuliah akan membantu ayahnya berbisnis di bidang kelistrikan. Dana kuliah terbatas, karenanya ia meminjam uang dari Bank Pemerin­ tah Singapura $40.000. Dana yang dipinjam­nya itu pun tidak besar kar­ ena itu ia pun harus ‘banting-tulang’ menghidupi dirinya. Merry menjalani hidup sehemat-hematnya, makan mie instan tiap pagi, makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, dan makan malam gratis di tempat-tempat semi­ nar atau perkumpulan yang menggelar acara. Sungguh luar biasa kerasnya kehidupan yang menempa Merry. Tapi ia tetap tegar. Ia pun mu­ lai membangun mimpi. Pada usia 20 tahun, ia membuat komit­ men pada dirinya, harus mempunyai kebebasan financial sebelum usia 30 tahun. Dengan kata lain, ia harus menjadi orang sukses sebelum usia 30 tahun. “The lowest point in my life, membuat saya ingin mewujudkan mimpi itu,” ujar Merry. Untuk mewujud­ kan itu, Merry bekerja sangat keras. Berbagai pekerjaan dia jalani. mulai dari bisnis pem­ buatan skripsi, bisnis MLM, hingga mencoba bermain saham yang berakhir dengan kega­ galan bahkan kehilangan 10.000 dolar saat memutar uangnya di bisnis saham. Bisnis multi level marketing pun merugi hingga 200 dolar. Merry pun down, kehilangan hampir semua investasinya.

Merry Riana dan anaknya

Tak ada kerja keras yang tak ber­ buah. Setelah terpuruk, kesuksesan pun mulai menghampirinya. Hanya dalam tempo enam bulan sebagai Financial Consultant, ia berhasil mengumpulkan banyak uang yang kemudian dipakainya untuk melunasi utangnya pada Bank Singapura. Pada usia 26 tahun Merry sukses mencapai penghasilan satu juta dolar, ia menjadi sales nomor satu seantero Singapura. Namanya belambung di Negeri Singa, dan banyak perusahaan, organisasi memintanya menjadi pem­ bicara di berbagai acara, di antaranya seminar-seminar, dll. Merry diminta membagi pengalamannya termasuk kiat suksesnya. KISAH HIDUPNYA DIFILMKAN Prestasinya terus menanjak, ber­ bagai penghargaan diterimanya, ter­ masuk penghargaan ‘Spirit of Enterprise Award’ dari Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Lee Yi Shyan. Menurut ibu dua anak ini, memiliki mimpi-mimpi itu penting, bukan hanya untuk dicapai, tapi juga memberi tujuan dan harapan setiap harinya bahwa ada yang dituju. Motivasinya, tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan ke­ hidupan lebih baik pada kedua orang­ tuanya, tapi juga ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia ber­ harap generasi muda mampu memberi kehidupan lebih baik, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga dan orang lain.

Kisah sukses Merry Riana ini bukan hanya diketahui oleh masyarakat Indo­ nesia dan Singapura saja, tapi juga ke mancanegara karena selain dipublikasi­ kan lewat berbagai media, termasuk buku-buku, juga disampaikan dalam

seminar-seminar terkait inspirasi dan motivasi. Inilah yang kemudian menarik minat sejumlah PH (production house) di Tanah Air untuk memfilmkan kisah hidupnya. Istri Alva ini tidak menampik, na­ mun ia juga tak menerima begitu saja. “Sebenarnya sejak buku pertama ‘Mimpi Sejuta Dolar’ yang terbit tahun 2011, banyak PH dan produser menghampiri ingin membuat filmnya. Semua tawaran itu saya pelajari, dan akhirnya saya putuskan mempercayakan pembuatan film tersebut pada MD Picture,” tutur Merry seraya menambahkan, sekarang ini sedang proses casting. Dia sendiri tidak akan tampil mem­ erankan dirinya karena merasa itu bu­ kan bidangnya. Namun, sebagai orang yang pengalaman hidupnya di-film-kan, tentunya ikut terlibat dalam proses pembuatan. “Tapi film ini dibuat sedikit berbeda. Ada sisi lain yang diungkap, dan itu tidak ada di buku. Saya senang dan bersyukur, karena dengan adanya film ini, dapat semakin menebarkan inspirasi positif. Karena menebarkan inspirasi positif bukan hanya lewat buku dan seminar, tapi justru dari hal-hal keseharian. Mis­ alnya dari film yang kita tontan, tweets yang kita baca atau lagu-lagu yang kita dengar. Jadi saya berusaha menebarkan lewat berbagai macam channel yang ada dalam kehidupan keseharian kita,” kata Merry yang baru saja meluncurkan bukunya berjudul ‘Langkah Sejuta Suluh’ yang ditulis Clara Ng. Rencananya, tambah Merry lagi, film itu akan tayang tahun ini. Diakui Merry, proses pembuat­an film yang mengangkat kisah hidupnya ke layar lebar, butuh waktu lumayan lama yakni hampir dua tahun. Salah satu­ nya karena penulisan skenario yang kerap dibongkar serta pen­ geditan berulangulang. “Iya ini perlu proses yang cukup lama, hampir dua tahun, untuk sampai pada sesuatu yang pas dan bisa disajikan dalam durasi 1,5 jam. Tulisan skenarionya saja harus berkali-ka­ li dibongkar, diedit, sampai dapat yang pas. Juga disesuai­ kan sebagai tontonan. Karena kan orang datang ke bioskop untuk mendapatkan hiburan. Karenanya dibuat, selain sebagai hiburan tapi juga ada maknanya, dan tidak menyimpang dari nilai-nilai yang selama ini saya bagi­ kan,” ucapnya. -Diana Runtu


4

INSPIRASI

19 - 25 MEI 2014

Sarita

Belajar dari Anak-anak Meski sang surya perlahan-lahan beranjak menuju keperaduan di ufuk barat, Sarita masih tetap setia menemani anak asuhnya asyik melukis sembari bermain-main di halaman terbuka taman Yoga Center, Lingkungan Kerta Sari, Amlapura.

M

enurut Sarita, alam terbuka bagi anakanak memberikan media pembelajaran sangat positif, menyerap inspirasi kemudian bebas berekspresi tanpa intervensi pihak lain. Perempuan dengan nama lengkap Ni Putu Suri Darmayanti, sehari-harinya, sejak tahun 2007 menggeluti mengelola dunia pendidikan nonformal dengan mengasuh 90 orang anak-anak yang tergabung dalam play group, Taman Kanak-kanak dan TPA (Tempat Penitipan Anak) di bawah

Tampuagan, Amlapura 13 Agustus 1981 ini, terpupuk menjadi seorang guru sekaligus pendidik yang mumpuni. Menurutnya, ia belum cukup hanya mengelola anak-anak play group/PAUD dan TPA di ruangan kelas saja, tetapi dibenaknya terus mengiang akan mengembangkan khusus pendidikan sekolah alam bagi anakanak usia dini. “Pembelajaran anak-anak di alam terbuka, meliputi bangunan terbuka, ada bentangan sawah, pepohonan, perbukitan, sungai dan kolam seperti lokasi ini. Jadi anak-anak

Sarita bersama anak asuhnya

lembaga Cempaka Kids berlokasi di Jalan Teuku Umar, Amlapura. Ia terbilang sukses mengelola pendidikan di Karangasem. Istri I Nyoman Budiarta dan ibu dua anak Ni Putu Cetana Sri Handayani (12) dan I Made Diva Adhi Wiguna (10) ini mengatakan, menjadi seorang pendidik tidak instan. Ia telah menanamkan dalam dirinya menjadi guru sejak masih kecil. “Apa yang saya lakoni sekarang sebagai pendidik, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan dari anak-anak, dengan kata lain saya justru kembali belajar dari anak-anak,” katanya. Sarita mengatakan, sifat anakanak masih halus, jujur, terbuka, imajinatif dan penuh cinta kasih. Impiannya menjadi seorang guru terwujud setelah tamat dari SMAN 2 Amlapura, Sarita melanjutkan sekolah pendidikan guru D-2 jurusan Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi Hita Widya Singaraja. Dari bangku kuliah dan hobinya membaca bukubuku pendidikan anak-anak, perempuan kelahiran Banjar

bebas bergerak menikmati dan mengekspresikan apa yang dilihat dan dirasakan langsung di alam, seperti di tempat ini,” jelas Sarita sembari menunjuk asrinya lokasi

Sarita

taman Yoga Center. Sarita memimpikan kelak akan mendirikan panti asuhan bagi anak-anak tidak mampu. “Di benak saya mengelola pendidikan, bukan semata-mata untuk bisnis, tetapi yang lebih diutamakan untuk sosial membantu masyarakat,” ujarnya Sarita mengasuh puluhan orang anak berbagai tingkatan usia. Ada 2 orang pengasuh TPA dan 9 orang guru untuk play group/PAUD. Menurutnya, di lembaganya juga ada anak asuh yang bermasalah dari berbagai latar belakang seperti: berkebutuhan khusus, hiperaktif, berkata-kata kasar/galak, pendiam/ pemurung dan lainnya, bahkan ada anak asuhnya biasa minum tuak, karena anak tersebut sering melihat bapaknya peminum tuak. Untuk menaggulangi anak demikian, ia menggunakan terapi sentuhan keibuaan, cinta kasih, menanamkan kata-kata positif pada bawah sadarnya, dan selalu berkoordinasi dengan orang tua anak, untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat dan perilaku anak di rumah. Untuk meningkatkan kualitas

pengelolaan pendidikan PAUD, Sarita diajak Didi, salah seorang pembina Yoga asal Malaysia melakukan studi banding dua kali ke negara tetangga Malaysia melihat dari dekat pengelolaan PAUD di negara tersebut. Keikutsertaan Sarita ke Malaysia saat itu tergabung kedalam organisasi sosial internasional bidang pendidikan. Dalam organisasi sosial tersebut, Sarita ikut dalam pendampingan bagi anak-anak yang kena musibah bencana alam di Padang, Sumatra beberapa tahun lalu. Jiwa enterprenur Sarita sudah diawali sejak masih duduk di bangku SMA. Pengalaman hidup yang paling berkesan dalam hidup Sarita, sewaktu di SMA dirinya satu-satunya siswa yang memelopori dalam momen tertentu menggalang dana berjualan makanan dan minuman di sekolah. Sarita menanggapi, banyaknya terjadi kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak. “Saya telah memberikan pendidikan seks pada anak-anak, misalnya organ-organ tubuh yang tidak boleh diperlihatkan dan dipegang oleh sembarang orang. Dia menyarankan kepada anak-anak, ketika terjadi pelecehan seperti itu, hendaknya anak menjerit agar segera didengar oleh orang lain untuk segera mendapat bantuan, kemudian laporkan kepada orang tua atau keluarga,” sarannya.

Yoga dan Vegetarian Aktivitas yoga dan vegetarian yang Sarita lakukan selama ini banyak membantu dalam kegiatan mengelola pendidikan nonformal anak. Ia telah melakoni yoga dan vegetarian sejak mulai masuk perguruan tinggi di Singaraja hingga sekarang. Mengenal yoga dan vegetarian diawali dengan kenal dengan salah

seorang pembina Yoga Ananda Marga, namanya Didi Jyoti Praba asal Hongaria, sehingga nama Sarita adalah pemberian Didi. Nama Sarita artinya adalah sumber kehidupan. Ia menuturkan, petuah dari seorang spiritual, kalau ingin menjadi guru yang baik harus vegetarian dan meditasi”. “Mungkin sudah ditakdirkan saya jadi vegetarian, karena saya sejak masih kecil tidak begitu senang makan daging, kalau makan daging gigi saya sering sakit,” tuturnya. Menurutnya, yoga dan makanan vegetarian memberikan dampak luar biasa terhadap kesehatan, kejernihan pikiran, rasional dan cinta kasih kepada sesama dan mahluk lainnya. “Dulu saya punya penyakit telapak tangan sering berair, dengan yoga dan vegetarian saya sembuh telapak tangan tidak lagi berair. Sebelum vegetarian, pernah saya merasakan di dapur saat akan memotong kaki ayam, baru akan mengayunkan pisau, terbayang di kaki ayam itu seperti tangan saya sendiri. Saya terkejut saat itu, akhirnya saya yakin memutuskan untuk tidak membunuh/ menyakiti binatang dan makan daging,” kata Sarita. Tokoh spiritual yang ia kagumi, Sad Guru Shri Shri Anandamurti. Menurutnya, tokoh tersebut tidak hanya memberikan sebuah filosofi pendidikan yang menakjubkan, juga memberikan filosofi di bidang lain yakni kesehatan, ekonomi, politik, dan spiritual yang komplit. “Anak asuh saya ada vegetarian, saya ketahui saat akan menyuguhkan makanan kepada meraka, anak tersebut peka sekali segera menyisihkan daging yang di nasi. Ternyata anak tersebut vegetarian sejak masih dalam kandungan, karena ibu dan keluarganya vegetarian,” katanya. -Komang Pasek Antara

Grand Opening Ani Boutiqe Bagi para penggemar busana casual dan pesta, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Ani Boutique. Butik yang terletak di Jl Tukad Batanghari, Denpasar ini menawarkan aneka pakaian model terbaru dengan warna menarik serta trend yang tidak ketinggalan zaman. Ni Wayan Saptiari, pemilik Ani Boutiqe sudah lima tahun bergelut dalam usaha fashion. Ia menjadi importir pakaian dari Tiongkok,

Hongkong, dan Thailand. Akhirnya, mantan Putri Pariwisata ini memutuskan membuat label sendiri dengan nama Ani Boutiqe. Ani merupakan nama kecilnya. “Saya menetapkan spesialisasi gaun cocktail, pesta, dan casual. Usaha butik ini berawal dari hobi belanja yang diteruskan dengan membuka butik,” ujarnya disela-sela grand opening Ani Boutiqe, Minggu (11/5) malam. Di kalangan sosialita di Bali, butik ini sudah cukup dikenal. Ini terlihat ketika grand opening, banyak kalangan sosialita yang hadir, diantaranya anggota Iwapi Badung. Salah satu kelebihan koleksi Ani Boutque adalah desain gaun dan dress yang elegan dengan corak dan warna yang mewah namun tetap anggun. Ani mengaku juga merancang beberapa baju, yang ia padukan dengan batik. Saat grand opening, beberapa koleksi terbaru dipajang rapi. Ani menambahkan, keunggulan Ani

Boutiqe dibandingkan dengan butik yang sudah ada di Bali adalah keuntungan tersendiri bagi yang menjadi member. Ani Boutiqe memiliki dua lantai. Koleksi gaun pestanya berada di lantai bawah sementara koleksi gaun cocktail ditempatkan di lantai atas. Harga yang ditawarkan untuk gaun pesta dimulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu.--tkh

19 - 25 MEI 2014

MANDALIKA

Nikmati Sate Bulayak di Tiga Suasana

21

Nusa Tenggara Barat yang bergelar Bumi Gora memiliki kekayaan kuliner dari tiga suku yang mendiami daerah dengan dua pulau besar (Lombok dan Sumbawa). Salah satu kuliner khas itu adalah sate bulayak yang terbuat dari usus dan jeroan sapi. Sate ini merupakan kuliner khas di Lombok, khususnya daerah Narmada Lombok Barat.

“K

ekhasan sate ini ada pada bulayak,” ungkap Marhaeni, salah seorang penjual sate bulayak (ada juga yang menyebutnya belayak) di kawasan Taman Narmada. Sate bulayak bisa ditemukan dengan mudah di daerah Narmada, salah satunya di Taman Narmada. Selain itu, kuliner ini bisa dijumpai di tempat-tempat wisata di Lombok, seperti di Pantai Senggigi, wisata hutan Lingsar dan Aik Nyet, Sesaot, Suranadi juga di sepanjang Jalan Udayana Mataram dan di beberapa tempat lainnya. “Setiap malam Minggu, tikartikar kami disesaki pengunjung,” ujar Inaq Rusnah, penjual sate bulayak di kawasan taman kota tersebut. Sate ini diberi nama sate bulayak karena dimakan bersama bulayak. Bulayak adalah sejenis ketupat atau lontong dan dibungkus tidak dengan daun pisang, melainkan dengan daun pohon aren yang digulung memanjang. Tidak seperti sate-sate khas Lombok lainnya, menikmati sate bulayak selalu dilengkapi dengan menikmati suasana sekitar. Karena itu, kebanyakan penjual sate ini menggelar dagangannya pada tempat-tempat bersantai yang menawarkan wisata alam dan disajikan dengan sangat rileks di atas tikar, layaknya lesehan tradisional. Dari semua penjual sate bulayak, baik itu di Taman Narmada, Kerandangan, Senggigi, Suranadi, Benang Skokel maupun di Taman Kota Mataram, rata-rata berasal dari Lembuak, Narmada, Lombok Barat, tempat asal makanan ini. “Puluhan tahun lalu, nenek saya yang menjual sate bulayak, setelah itu ibu saya dan kini saya mengikuti jejak mereka,” kata Marhaeni. Pengakuan yang sama diungkapkan penjual sate lainnya. Tentu saja demikian, karena cikalbakal para penjual sate ini berasal dari tempat tersebut dan sudah ada sejak puluhan tahun silam. Para pedagang bulayak juga

banyak berasal dari Pemepek, Lombok Tengah. Para penjual ini, setiap paginya menggelar dagangannya di Pasar Narmada. Inaq Sahdi, salah seorang penjual bulayak yang berasal dari Pemepek mengaku sejak puluhan tahun pula ia telah menjadi pembuat bulayak dan berjualan di Pasar Narmada. Bersama puluhan penjual bulayak lainnya, mereka mengaku setiap harinya masing-masing mampu menjual dua ribu bulayak dalam waktu kurang lebih dua jam. “Jam delapan pagi, bulayak sudah habis,” ujar Inaq Kenim saat berjualan di Pasar Narmada. Sate bulayak biasanya dinikmati sambil bersantai di tempattempat wisata tersebut. Selain di Taman Narmada, tempat yang asyik untuk menikmati sate bulayak adalah di Suranadi dan Sesaot. Kalau di Taman Narmada, menikmati sate bulayak disajikan dengan lesehan alam tradisional, yaitu duduk di atas tikar. Namun di Suranadi dan Sesaot lebih lengkap lagi. Beberapa penjual sate bulayak telah menyiapkan berugak-berugak (tempat duduk khas Sasak, seperti rumah terbuka untuk bersantai), yang sangat nyaman di sekitar wisata alam hutan lindung. Begitu juga yang terdapat di Pantai Senggigi dan Kerandangan. Di sana, sate bulayak dinikmati sembari menikmati

Seporsi sate bulayak

moleknya pesisir pantai sambil diiringi deburan ombaknya. Sate bulayak kini bukan lagi hanya bisa dinikmati di tempattempat wisata alam, seperti Taman Narmada, Sesaot, Suranadi, Benang Skokel dan pantai Senggigi serta Kerandangan, namun sudah semakin dekat dengan kehidupan kota. Hal ini bisa dilihat di tamantaman Kota Mataram. Kawasan taman kota yang berada pada pintu masuk Kota Mataram lewat eks Bandara Selaparang ini, misalnya, saban sore hingga larut malam, dipenuhi oleh mereka yang bersantai. Tua dan muda, kalau sore menjelang berbondong-bondong mendatangi taman kota ini sekadar untuk bersantai. “Tak jarang kami berjualan hingga jam 24.00, terutama malam Minggu,” kata Inaq Di. Para penjual sate bulayak, mengaku mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 16.00 hingga tengah malam. Tikar-tikar tersebut sengaja digelar di sepanjang

Penjual sate bulayak

trotoar Jalan Udayana. Di sanalah mereka berderet rapi. “Jam 20.00 ke atas, semua tikar yang kami siapkan penuh oleh pengunjung,” kata Inaq Misnah, penjual lainnya. Mereka mengaku, masing-masing setiap harinya membawa rata-rata 200 tusuk sate dan 200 hingga 300 bulayak. “Jarang ada yang tersisa, selalu habis,” kata Ati yang mengaku sehari bisa memperoleh keuntungan sedikitnya Rp 80 ribu. Begitu juga penjual lainnya, keuntungan yang mereka terima setidaknya sama dengan Ati, walaupun mereka harus pulangpergi Narmada setiap harinya. Bagi penjual sate bulayak, dibukanya taman-taman kota ini, memberikan berkah tersendiri buat mereka. Kalau di tempat sebelumnya, sate bulayak yang mereka jual dipadati pengunjung hanya pada hari Minggu saja, namun di taman kota ini, setiap harinya selalu ramai, plus memang terjadi peningkatan setiap malam Minggu. Di mana tempat yang paling asyik untuk menikmati sate bulayak? Tentunya, sangat tergantung pilihan masing-masing orang. Ingin sate bulayak dengan suasana pantai bisa dijumpai di Senggigi, Kerandangan dan Pantai Kuta, Lombok Tengah. Sate bulayak dengan suasana pegunungan dan hutan, di Sesaot, Suranadi, air terjun Benang Skokel dan suasana nyaman permandian Taman Narmada. Sate Bulayak dengan suasana taman yang dipadati

muda-mudi sembari ada di kawasan taman Kota Mataram. SATE BULAYAK Kalau ketupat biasanya dibungkus daun kelapa, pesor dibungkus daun bambu. Sementara lontong dibungkus daun pisang dan bulayak dibungkus dengan daun aren atau daun lontar. Bentuknya tidak seperti ketupat yang segi empat dan kerucut lontong, tapi memanjang. Para penjual sate bulayak mengaku, tidak pernah membuat sendiri bulayak karena sangat sulit, terutama saat menjalin daun aren yang kecil-kecil dalam bentuk bulat kira-kira sepanjang 15 cm. Sate yang terdiri dari usus, daging dan jeroan ini, dimakan dengan bulayak. Karena itulah, sate ini disebut Sate bulayak. Satu porsinya (sate dilengkapi 10 bulayak) dijual dengan harga bervariasi. Bumbu yang dipergunakan untuk sate bulayak itu sama saja. “Bumbu ini sudah turun temurun,” kata mereka. Jadi, jangan heran jika sate bulayak di mana-mana rasanya sama. Menurut mereka, bumbu yang dipakai sangatlah sederhana, hanya bawang putih, lombok merah besar dan kemiri yang dihaluskan lalu digoreng. Sebelumnya, santan kelapa dimasak dan diaduk terus-menerus hingga mengental. Dan setelah itu, barulah bumbu goreng dimasukan dan diaduk hingga rata. Cara penyajiannya, biasanya tusukan jeroan atau usus yang sudah direbus, dibakar bersamaan dengan sate tusukan dagingnya. Setelah matang, sate ini disiram dengan bumbu yang sudah dimasak tadi. Lalu disajikan dengan sepiring bulayak (biasanya sepuluh bulayak) yang tidak dikupas. Saat dimakan barulah pembeli membuka sendiri bulayak-nya. -Naniek I. Taufan


20

NINE

19 - 25 MEI 2014

Sitti Aisyah

Penasihat dalam Barodak Dalam tradisi barodak yang kerap diselenggarakan masyarakat Suku Samawa di Sumbawa hingga saat ini, ada seorang perempuan yang perannya sangat menonjol dan menjadi pemandu dan “motor” penggerak dalam acara tradisi ini. Dialah inak odak. Saat tradisi ini berlangsung, wajah, tangan dan kaki calon pengantin perempuan dilulur dan kuku tangan serta kaki ditempeli dengan daun pancar yang sudah ditumbuk halus. Lulur ini merupakan bedak tradisional yang dibuat khusus oleh orang khusus dan dioleskan pada tubuh calon pengantin perempuan oleh orang khusus pula. Orang khusus maksudnya adalah orang yang sudah biasa dan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk membuat odak sesuai dengan keterampilan dan keahliannya. Orang inilah yang disebut ina odak atau ina pangantan atau ibu asuh calon pengantin wanita selama prosesi perkawinan berlangsung.

S

aat ini peran inak odak masih sangat diperlukan mengingat tradisi ini masih hidup di tengah masyarakat suku Samawa, Sumbawa. Namun, tidak semua orang bisa dan mau menjadi inak odak karena tanggung jawab tradisinya yang begitu detail. Orang yang menjadi inak odak biasanya mereka yang telah berusia tua. Mereka adalah “tokoh” dalam barodak yang telah secara turuntemurun menjadi inak odak. Salah satu profil inak odak yang ada di Taliwang Sumbawa Barat adalah Sitti Aisyah yang kini berusia lebih dari 70 tahun. “Inak odak saat ini terbilang langka, karena itu ia disebut sebagai orang ‘khusus’, sehingga tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik sesuai tradisi. Di samping itu, generasi muda saat ini tidak banyak yang tertarik menjadi inak odak,” ujar Aisyah. Barodak merupakan upacara penyucian diri bagi calon mempelai perempuan karena akan segera memasuki tahapan kehidupan baru yakni berumah tangga. Ada tiga tingkatan barodak yang dijalani pengantin yakni odak mamak (mangir), odak odak babak (odak pusuk) dan odak ramurin. Odak mangir merupakan odak yang dipakai pertamakali yang bahannya terbuat dari ramuan sirih pinang, beras dan buah meriga (buah ini dari tanaman perdu yang mudah tumbuh, kalau pecah dalamnya berisi kapas). Fungsinya seperti mangir untuk membersihkan tubuh dari daki. Odak babak dipakai pada tahapan kedua. Odak ini terbuat dari kulit-kulit kayu pilihan dan pucuk-pucuk daun tertentu dengan beras sebagai pengikatnya. Fungsinya untuk menghaluskan kulit. Sedangkan odak atau lulur pada tahap tiga, yakni odak ramurin yang bahannya lebih kaya dari dua odak sebelumnya, karena dicampur pula dengan serbuk emas (minimal air rendaman emas) dan kuning telur merpati. Odak ramurin berfungsi sebagai pengencang kulit setelah daki/

Sitti Aisyah

kotoran dibersihkan dan kulit telah menjadi halus dengan dua tahapan barodak sebelumnya. Odak ramurin dipakai juga pada saat upacara resmi barodak. Sebelum upacara resmi barodak dilakukan, pengantin atau calon pengantin melaksanakan proses pani pangantan atau disebut juga maning pangantan yang berarti mandi pengantin dengan air kembang pada sore hari yang dilakukan khusus oleh orang yang disebut sebagai sandro pangantan.

Sandro pangantan, bisa bertindak sebagai inaq pangantan juga sekaligus sebagai inaq odak. Semua ini adalah tahapantahapan yang harus dilakukan oleh inak odak. Termasuk juga sebelum acara inti barodak, pengantin atau calon pengantin, akan diberi makan nasi empat warna yakni, hitam, putih, kuning dan merah yang dibuat dalam tumpeng kecil-kecil. Empat tumpeng nasi warna-warni yang di dalamnya berisi telur utuh ini masing-masing diambil sedikit untuk dimakan. Ketika hendak dimulai upacara adat barodak, dila malam pun dinyalakan. Dila malam adalah simbol dari harapan adanya cahaya terang yang akan menyinari perjalanan perkawinan pengantin ini, termasuk juga menghindari niat jahat terhadap pengantin. Dila malam itu dipasang di atas kelapa sebagai kelengkapan dalam prosesi barodak. Ada pula pegu berisi beras kuning. Selain itu, di arena barodak juga dihiasi dengan kembang hias bermacam-macam yang ditempelkan pada batang pohon pisang kecil. Batang pisang kecil yang dipakai adalah yang baru memiliki lima atau enam daun. Dan, hanya tiga daunnya saja yang dipakai. Pohon pisang

19 - 25 MEI 2014

INSPIRASI

5

Dongeng Bali Diminati Siswa Australia Made Taro

Festival Bali Tempo Dulu, digelar di Mall Bali Galeria belum lama ini. Acara yang berlangsung selama dua minggu tersebut, di hari pertamanya diisi dengan pementasan permainan tradisonal oleh Sanggar Kukuruyuk yang dimainkan anak-anak dari SDN 8 Dauh Puri, Denpasar. Permainan tradisional yang dipentaskan saat itu adalah Tok Lait Kancing, Deduplak, Sepit-sepitan, dan Keranjang Duren. Dua di antaranya adalah permainan kreasi baru yaitu Sepit-sepitan dan Keranjang Duren.

Pengantin Suku Samawa saat menjalankan tradisi barodak

yang dihias kembang-kembang ini ditanam dalam pegu berisi beras. Ini juga merupakan simbol kesetiaan seperti halnya pada acara akad nikah. Upacara barodak dalam tradisi Samawa dilakukan selama tujuh hari. Di hari pertama barodak diupacarakan secara resmi yang dihadiri undangan. Dalam upacara adat barodak ini, mempelai perempuan akan diusap lulur pada wajah dan kedua tangannya. Pada enam hari berikutnya, luluran dilakukan pada seluruh tubuh calon pengantin oleh ina odak-nya. Pada acara resmi barodak, orang yang akan mengusapkan lulur pada wajah tangan dan kaki calon pengantin adalah orang-orang terpilih. Orangtua-orangtua yang patut dijadikan teladan bagi pengantin, akan mengusap odak pada wajah, tangan dan kaki serta memberikan daun pancar yang telah ditumbuk halus pada kuku-kuku jari tangan dan jari kaki pengantin atau calon pengantin. Selama proses barodak ini berlangsung, para orangtua ini akan memberikan nasihat-nasihat

perkawinan kepada calon pengantin. Kala inilah, Sitti Aisyah akan mendampingi pengantin selama barodak dan ikut memberikan nasihat pada giliran terakhir sebagai ina odak. Sebelum mengusap lulur, Aisyah akan memercikkan air boreh yang dibuat dari kembang tiga rupa yakni, kamboja, melati dan bunga eja. Ketika upacara adat Barodak berakhir, calon mempelai perempuan tidak boleh keluar dari kamar dan ia hanya berdua dengan ina odak-nya untuk melanjutkan acara barodak sembari menanti hari basai (bersatu). Secara khusus, setelah upacara adat barodak resmi usai, mulailah peran penting Sitti Aisyah, yakni memberi nasihat sebelum akad nikah dilangsungkan. Dan, pada malam harinya pengantin menjalankan acara malam kengkam atau dikenal juga dengan tama kengkam atau tokal mesak. Saat itu, pengantin perempuan duduk seorang diri dalam keadaan sudah dihias dan memakai cadar. Ini sebagai simbol bahwa ia telah siap untuk bersanding esok hari. Dalam saat inilah, keluarga laki-laki diundang untuk datang ke rumah pengantin perempuan untuk menghadiri resepsi atau basai esok hari, yang disebut dengan repesila. Selama malam kengkang inilah, Aisyah kembali bertugas memberikan nasihat-nasihat kepada calon pengantin. Nasihat-nasihat tersebut berupa tata-krama hidup berumah tangga termasuk bagaimana menjadi seorang istri yang terpuji. Dalam nasihat ini, calon pengantin juga mendapatkan pendidikan tentang seks agar tidak kaget ketika melakukannya. Karena seks merupakan salah satu bagian penting dalam rumah tangga. “Sayalah yang memberi nasihat-nasihat tentang seks pada calon pengantin perempuan,” katanya tertawa. -Naniek I. Taufan

Made Taro

Sebelum permainan dimulai, diawali dengan pengelompokkan anak menjadi dua tim, yaitu Tim Gadang (hijau) dan Tim Barak (merah). Mereka saling beradu dalam setiap permainan dengan seru dan ceria. Dalam permainan Tok Lait Kancing, tiga anak dengan masing-masing kakinya saling berkaitan, atau dalam istilah Balinya ‘dengkleng’. Permainan ini dijelaskan Made Taro, pendiri Sanggar Kukuruyuk, secara tidak langsung melukiskan arsitektur Bali yaitu bangunan dengan menggunakan lait sehingga tahan dari goncangan akibat gempa. Sedangkan Deduplak adalah permainan menggunakan batok kelapa yang dihubungkan dengan tali, dimana anak memakainya sambil berjalan. Permainan sepit-sepitan menggunakan ‘sepit’ atau penjepit sebagai sarana untuk membawa bola berukuran kecil dan besar dan memasukan ke dalam tempat yang terbuat dari bambu. Dan permainan yang terakhir Keranjang Duren. Permainan ini membentuk empat regu, masing-masing regu terdiri dari tiga orang, dua orang diumpamakan sebagai keranjang, satu orang sebagai duren, dimana sang duren dijepit oleh dua keranjang. Saat musik pengiring berhenti, anak-anak bersiaga mendengar aba-aba oleh pemberi aba-aba. Jika diucapkan ‘Keranjang’, maka dua orang yang berperan sebagai keranjang harus bertukar posisi dengan keranjang lain, hal yang sama juga berlaku untuk sang duren. Iringan musik tradisional turut memberi warna saat pementasan berlangsung. Alat yang dimainkan seperti cungklik dan kendang. Iringan musik tradisional membuat permainan semakin seru dan

menarik untuk ditonton, bahkan sempat ada penonton yang turut bermain. Pemain dari Sanggar Kukuruyuk terlihat antusias bermain di atas panggung. Suasana tampak ramai dan meriah dengan tawa-bahak penonton. Kehadiran Made Taro sebagai pengarah permainan tersebut membuat nuansa Bali tradisional terasa semakin kental. Made Taro yang dikenal sebagai pakar dongeng dan permainan tradisional anak Bali mengatakan, memudarnya permainan dan nyanyian tradisional Bali dibarengi dengan perkembangan zaman yang semakin modern. Menurut pengamatannya, kini tidak banyak anak Bali yang mengenal permainan maupun nyanyian tradisional dari wilayahnya sendiri. Ketidaktahuan anak mengenai warisan budayanya memunculkan kekhawatiran khususnya bagi seniman seperti Made Taro. Pria kelahiran Sengkidu, Manggis, Karangasem, tahun 1939 itu menunjukkan kecintaannya terhadap budaya Bali dengan mendirikan sanggar bernama Kukuruyuk. “Nama Kukuruyuk sebenarnya berdasarkan nyanyian ayam saat fajar menyingsing. Maksudnya adalah agar anak-anak menyambut masa kecil mereka dengan ceria melalui permainan, nyanyian dan cerita yang mengakar di tanah kelahirannya. Mulai dirintis tahun 1973 dan tahun 1979 baru resmi dinamai sanggar Kukuruyuk,” ujarnya kepada Tokoh seusai pementasan. Berdirinya Sanggar Kukuruyuk dikarenakan sebelumnya belum ada sanggar serupa untuk anak kecil. Saat itu baru ada sanggar untuk anak SMA setingkat yang bernama Rumah Dongeng. Tidak hanya di SDN 8 Dauh Puri, Made Taro juga mengembangkan sanggarnya di beberapa TK dan SD, diantaranya SD Saraswati 4, SD Kartika VII/I dan SD 1 PAUD Widya Kumara. “Awalnya saya membuka latihan di Museum Bali dan melatih anak-anak secara umum. Namun, sejak ada kurikulum Muatan Lokal saya mulai membuka sanggar di TK dan SD,” ucapnya. Sanggar Kukuruyuk dengan beragam kegiatan positif yang bertujuan untuk pelestarian budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini. Selama di sanggar, anak-anak diajarkan permainan dan nyanyian tradisional serta cerita rakyat yang diolah sesuai dengan dunia anak. Tak hanya yang tradisional, permainan kreasi baru pun dikembangkan serta dilatih di sana. Made Taro mengatakan sudah mulai merintis sanggar sejak masih menjadi Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas. Namun sejak pensiun, ia menjadi lebih fokus dalam mengembangkan kegiatan di sanggarnya. Hingga saat ini Sanggar Kukuruyuk

Salah satu permainan tradisional anak yang dimainkan Sanggar Kukuruyuk dalam Festival Bali Tempo Dulu

masih aktif pentas di berbagai tempat dan stasiun TV. “Saya menghitung sudah pentas di berbagai tempat sebanyak 424 kali. Termasuk di beberapa hotel berbintang di Bali. Kalau di stasiun TV paling banyak di TVRI. Pernah juga di Bali TV, Indosiar, SCTV dan Trans7. Dan, pentas hari ini di MBG sudah keempat kalinya,” ucap mantan guru Antropologi ini. Dengan adanya Sanggar Kukuruyuk, anak-anak memiliki wadah untuk mengekspresikan diri dalam mempelajari dan mengaplikasikan warisan budayanya. Dengan mengikuti kegiatan di dalamnya yakni bermain permainan tradisional, bercerita cerita tradisional dan menyanyikan lagu tradisional, secara tidak langsung melatih anak bersosialisasi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Hal ini tentu berdampak positif bagi tumbuh kembang anak. Dimana anak akan tumbuh dengan pribadi yang percaya diri. Terbukti saat pentas di Mall Bali Galeria, anak-anak dari SDN 8 DauhPuri tampak sangat bersemangat dan percaya diri saat memainkan permainan tradisional di depan banyak penonton. Hingga di penghujung acara anak-anak masih bersemangat menutup pementasan dengan bernyanyi dan bersorak sambil bertepuk-tangan. Made Taro mengungkapkan pengalamannya dalam menghidupkan kembali permainan, nyanyian serta cerita tradisional yang berawal dari Sanggar Kukuruyuk hingga ke kancah internasional. Ia mengatakan sempat mendongeng di Australia, Singapura, dan Afrika Selatan. Made Taro mengatakan, ia mendapat respons yang tidak diduga seusai storytelling di salah satu SD di kota Darwin, Australia Utara. Antusiasme anak-anak di sana sangat tinggi. Seusainya memperkenalkan budaya Bali dengan iringan alat yang bernama cungklik, anak-anak di sana tidak puas hanya menyaksikan, bahkan mereka meminta untuk diajarkan membuat alat yang terbuat dari bambu tersebut. Permainan anak-anak zaman dahulu dengan seka-

rang sudah sangat berbeda. Adanya perkembangan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam gadget yang menawarkan aplikasi permainan bagi anak-anak, mungkin lebih menarik dan lebih mudah dimainkan daripada permainan tradisional. Ini menjadi salah satu penyebab ketidaktahuan anak tentang permainan tradisional di daerahnya. Di sisi lain justru anak-anak tidak asing dengan permainan pada gadget bahkan sudah piawai memainkannya. Inilah penyebab permainan dan nyanyian tradisional kian memudar. “Sebenarnya anak-anak tidak salah jika mereka sampai tidak mengenali permainan atau nyanyian tradisional, justru orangtualah yang perlu menanamkan nilainilai budaya kepada anaknya sejakdini,” tuturnya. Atas dedikasinya dalam pelestarian budaya, karang-mengarang serta dongeng itu, mantan guru teladan ini meraih beberapa penghargaan, di antaranya Adi Karya dari Ikatan Perusahaan Penerbit Indonesia (IKAPI) tahun 1998, Bali Award, Anugerah Permata, Sastra Rancage (Jakarta), Hindu Books & Readers Community, dan Seni Kerti Budaya. –Ari


6

l i f e s to ry

B

u Jami tinggal bersama suaminya di sebuah gang di Jalan Pulau Ayu, Denpasar. Tempat itu juga menjadi penampungan barang rongsokan. Ditumpukan barang bekas yang hanya beratap asbes, terdapat kamar-kamar yang hanya dibatasi tripleks tipis. Dalam salah satu kamar ukuran 3x3 meter itulah Bu Jami dan suaminya tinggal. Berdampingan dengan para pekerja lainnya. Tempat tinggal ini disediakan bos pengepul yang biasa membeli barang rongsokan yang

mereka kumpulkan sehari-hari. Ditempat tinggal itulah Bu Jami menuturkan asal mula sakitnya yang awalnya hanya berupa benjolan di payudara kiri sebesar kelereng. “Saya tidak terlalu perduli karena sibuk bekerja. Benjolannya juga kadang hilang kadang muncul lagi,” ujarnya. Bu Jami dan suaminya Supriyanto merantau ke Bali lima tahun lalu dengan harapan bisa mencari rezeki lebih. Ditempat asal mereka, Jember, keduanya bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan mereka tidak menentu, tergantung dengan

musim tanam. Di Bali, Bu Jami dan suami­ nya menjadi pemulung barang rongsokan. Mereka biasanya menyusuri jalan Pulau Ayu Denpasar hingga pasar Badung sejak pagi-pagi buta. Jika rezeki sedang melimpah dalam sehari pasangan ini bisa mendapatkan uang Rp 50 ribu. “Barang rongsokan maupun gelas plastik yang berhasil dikumpulkan dijual lagi ke pengepul,” tuturnya. Selama sakit, ia hanya ber­ obat ke puskesmas dan minum jamu. Ia tidak berani ke RS karena takut kecewa jika penyakit­

nya tidak bisa ditangani. Selain itu ia juga tidak punya penghasilan yang cukup untuk menjalani kemoterapi ataupun operasi. Bu Jami sempat pulang ke Jember tempat asalnya untuk berobat, namun karena terbatasnya biaya ia memilih kembali ke Bali untuk mencari nafkah bersama suami. Karena tidak diobati secara baik, tumor di payudara kiri Bu Jami telah pecah sekitar setahun lalu dan hingga saat ini belum kering juga. Ketika ditanya mengapa tidak pakai JKN untuk berobat, ia menuturkan tidak pernah tahu jika ada jaminan kesehatan tersebut. “Saya tidak pernah sekolah, jadi tidak terlalu tahu ada pelayanan itu se­karang,” tuturnya polos. Kehidupan Bu Jami dan suaminya sangat sederhana. Mereka hidup di tengah-tengah

S U D U T PA N D A N G

19

Jangan Kebablasan Memaknai Kebebasan

Dari Sebesar Kelereng Jadi Bola Sepak Bola

Tiga tahun sudah Jamilah (51) harus menahan rasa sakit di payudara kirinya. Selama se­tahun terakhir, Jamilah yang akrab dipanggil Bu Jami ini harus menahan benjolan di payudara kiri­nya yang saat ini sudah membesar seperti bola sepak bola dengan tangannya kemana pun ia pergi. Untuk beraktivitas Bu Jami harus membatasi geraknya di sekitar kamar tidur. Tak punya biaya adalah alasan utama bagi Bu Jami sehingga ia tidak bisa berobat.

19 - 25 mei 2014

19 - 25 mei 2014

Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang berbasiskan agama Hindu. Peran WHDI Bali dewasa ini sangat penting, sebab menjadi salah satu penyangga yadnya di Bali demi peningkatkan pelaksanaan sradha dan bhaktinya. barang rongsokan. Kamar mereka pun diberikan oleh bos pengepul berukuran 3x3 meter yang penuh terisi tempat tidur dan satu lemari kecil. Jika hujan, atap yang terbuat dari asbes dan kayu sering bocor. “Kalau sudah bocor, harus naik ke atas untuk diperbaiki,” ujar Bu Jami. Ia sebenarnya sangat ingin pulang ke Jember dan bertemu saudaranya. Namun karena tak ada biaya, ia harus sabar dan bertahan menahan sakitnya. “Bangun saja susah sekarang. Jadi saya lebih banyak berada di tempat tidur,” tuturnya. -Wira

A

palagi saat ini kepengurusan organisasi WHDI Provinsi di Bali sudah ter­b entuk hingga kecamatan dan kelurahan. Demikian diungkapkan Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga ketika menggambarkan kembali secara singkat tentang organisasi wanita ini pada acara Prita di Bali TV pekan lalu. Ia menambahkan keanggotaan WHDI sangat spesial, yakni ber­ sifat langsung, bahwa setiap wanita Hindu yang sudah dewasa atau sudah menikah otomatis menjadi anggota WHDI. Kepengurus­an pusat dipilih melalui mekanisme munas sedangkan pengurus dae­ rah ditetapkan de­n gan pelak­ sanaan musda. Bintang Puspayoga pun menambahkan, kalau WHDI hadir dengan 5 (lima) bidang fokus per­ hatian, yakni masalah keagamaan, ­organisasi, penguatan ekonomi , budaya dan pendidikan, serta bidang sosial. Bicara urusan keagamaan, dalam perwujudan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa termasuk kepada masyarakat pengempon pura , melalui ngaturang ayah di berbagai upacara yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Bali. Pada acara ngayah ini selain diikuti pengurus dan anggota WHDI Provinsi Bali juga dari pengurus dan anggota WHDI di tempat ngayah. Masih dalam konsep ngayah, pengurus WHDI Bali juga memiliki

jadwal berlatih menabuh, menari dan mekidung. Untuk menabuh, mereka tergabung dalam Seka Gong Dewi Laksmi yang rutin berlatih di Penatih. Dalam kesempatan tersebut, Bintang Puspayoga juga kembali mengklarifikasi perihal banyaknya yang masih salah pengertian tentang remaja putri yang gemar tampil dengan kebaya lengan pendek, transparan dan kain yang selutut. “WHDI sama sekali tidak melarang apalagi antipati jika remaja mengenakan kebaya lengan pendek. Saya juga senang melihat penampil­an perempuan yang menarik dan modis, dengan kebaya yang trendi, ” lanjutnya. Bintang Puspayoga pun menyatakan kalau yang selama ini disampaikannya untuk memperhatikan busana khususnya kebaya jika ke Pura, agar baik, terlihat bersih, beretika dan benar. Ini juga demi menjaga dan memelihara adat, budaya dan agama Hindu di Bali. Kalau persembahyangan dilakukan di rumah, ia pun tidak mempersoalkannnya. “Apalagi kalau dikenakan ke acara undang­ an atau ke acara resepsi, silakan berkreasi dengan segala bentuk model kebaya yang lagi tren, “ ujarnya sambil menambahkan kalau kita mesti paham dimana, kapan dan dalam rangka apa busana tersebut dikenakan agar tidak tergolong cafes atau cacat fashion. Selanjutnya dalam bidang ekonomi , katanya telah dilakukan

Ketua WHDI Bali bersama pengurus usai interaktif di BaliTV

langkah pemberdayaan usaha kreatif wanita Hindu, dengan kegiatan bazar atau membeli kepentingan upacara lainnya. Untuk seluruh anggota WHDI sudah didirikan Kope­rasi Wanita Hindu Dewi Laksmi dengan catatan keistimewaan tersendiri, sebagian dari sisa hasil usaha digunakan untuk yadnya. SIAP BERIKAN KONSELING Bidang kebudayaan pun tak ketinggalan bergerak, memberikan penguatan karakter bagi generasi muda melalui seminar karakter. Bahkan belum lama serangkaian memperingati Hari Pendidikan Nasional di gelar pendidikan pranikah. Pada saat acara dikupas secara gamblang mulai dari soal kesehatan reproduksi remaja,

Latihan mekidung adalah salah satu kegiatan Ketua WHDI Bali

perkawinan menurut Hindu juga pemahaman hukumnnya, penting­ nya perencanaan hingga dasar pengelolaan keuangan keluarga. Mengenai pendidikan pra­ nikah, Bintang Puspayoga memiliki kepedulian yang lebih lagi. Mengingat kondisi para remaja di era globalisasi ini, jangan sampai mereka kebablasan memaknai arti kebebasan. Untuk konseling ini pula, Ida Ayu Maharatni, menambahkan hal ini juga salah satu tindakan untuk merespons kondisi semakin banyaknya pernikahan yang berakhir pada perceraian. Pengurus WHDI yang juga seorang psikolog ini bersama Ketua WHDI selaku penggagas program dan tim konselor akan segera memulai konseling pada1 Juni 2014. Konseling angkatan pertama, akan dibuka bagi 15 calon pasangan. Mereka dipersilakan berkonsultasi segala hal terkait persiapan atau peren­ canaan yang baik menuju gerbang rumah tangga. AA Sri Utari Naradha, Humas WHDI Bali menambahkan betapa pentingnya konseling pranikah ini agar calon pasangan punya pandangan ke depan, lebih ter­ arah, memudahkan penyatuan visi termasuk mengasah kemampuan komunikasi dan memiliki kemampuan menyelesaikan konflik. Wayan Sukerti, salah seorang pengurus bidang agama Kota Denpasar, yang juga Ketua WHDI Denpasar Selatan , melengkapi dengan menyampaikan kewajiban seseorang yang memasuki jenjang rumah tangga dari sudut pandang agama Hindu.

Kewajiban yang dilaksanakan ketika melaksanakan ajaran catur asrama seperti membina keluarga bahagia dan sejahtera (sukinah bhawantu), melanjutkan keturunan, sebab bagi wanita Hindu memiliki anak adalah yadnya yang utama. Bisa melahirkan seorang anak suputra bisa mengalahkan seratus kali beryadnya. Selanjutnya kewajiban bermasyarakat, diantaranya turun ke banjar. Selain itu melaksanakan yadnya, mulai dari bayi dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia. Ketika pengurus dan anggota bersama-sama ngayah di Pura Besakih, maka pengurus lainnya yang berprofesi sebagai dokter mengajak timnya melakukan pemeriksaan ke­sehatan dan pe­ ngobatan gratis di tempat yang sama. Selain itu, sudah pula menggandeng Yayasan Kemanusiaan Indonesia melakukan pemeriksaan dan pemberian kaca mata gratis. “Kegiatan sosial yang sama dan lainnya juga dilakukan WHDI kabupaten/kota bekerjasama dengan organisasi wanita lainnya di daerah masing-masing,” imbuh Bintang Puspayoga. Ketua WHDI Bali ini, juga menyatakan semua program yang sudah dan akan dilaksanakan dan tentu tujuannya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Bali. Sesuai pula dengan visi WHDI yang ingin mewujudkan wanita Hindu, bukan hanya cerdas tapi juga mandiri dan berbudi pekerti luhur dengan budaya organisasi modern. – Sri Ardhini


D AYA C I P TA

18

Burung sudah Banyak, Pilih Capung Kepopuleran Flappy Bird ternyata memberi inspirasi bagi pembuat game untuk menghasilkan karya serupa. Namun, ada modifikasi yang dilakukan agar game ini tidak monoton. Salah satunya game kreasi Dewa Gede Mahendra Putra dan I Putu Yoga Pertamayasa, siswa SMK PGRI 2 Badung. Mereka memberi nama game ciptaan mereka, Dragonfly.

“K

Remaja kelahiran 30 Agustus 1997 ini menuturkan pem­ buatan game ini berawal ketika ia mengikuti diklat. Diklat ini melibatkan pelajar dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam pembuatan game. Mereka diberi waktu singkat untuk meng­ hasilkan sebuah karya. Dewa yang berpasangan dengan Yoga pun membentuk tim yang bernama

Dewa Gede

Serdadu Studio. Game Dragonfly ini bisa dimainkan dengan cara menekan layar agar si capung bisa terbang sejauh-jauhnya. Skor yang di­dapat pemain tergantung seberapa jarak yang ditempuh si capung. “Kami masih terus melakukan pengembangan. Nanti kami akan tambah

level, nyawa, check poin, dan target poin,” paparnya. Pembuatan game ini dilakukan Dewa dan Yoga dengan berbagi tugas untuk pembuatan coding dan gambar yang menggunakan ­aplikasi Adobe Illustration. Mere­ ka sempat berencana meng­ gunakan lebah sebagai subjek,

tetapi karena terlalu kecil, akhirnya dipilih capung secara fisik lebih besar dan mudah digambar. Selama pengerjaan game ini, kedua siswa ini mendapat bim­ bingan dari tim Bamboomedia. “Kami belum mempelajari coding di sekolah. Selama diklat kami belajar coding. Dalam waktu yang singkat ini kami berusaha untuk membuat sebuah game yang sederhana. Harapan kami, game ini bisa di-publish di Android dan iOS,” kata Dewa yang juga mengikuti program magang di Bamboomedia. Pengembangan yang juga diharapkan Dewa dan Yoga adalah memasukkan unsur musik Bali dalam game Dragonfly. Mereka berharap saat memasuki tahun ajaran baru nanti, game ini sudah bisa diakses dan banyak yang men-download. “Kami ingin teman-teman juga berkreasi membuat game. Jangan hanya menjadi pemain, mari belajar membuat game,” tegas Dewa dan Yoga yang mendapat dukungan dari sekolahnya selama pembuatan game ini. –Ngurah Budi

Game Dragonfly yang digarap Serdadu Studio

The Great Secret of Dieting

“Diet bukanlah mengurangi makan, tetapi mengatur pola makan.” Inilah yang sering kami sampaikan dalam berbagai seminar. Reaksi terkejut dari yang hadir mengisyaratkan bahwa masih banyak yang berpendapat keliru bahwa diet itu artinya mengurangi makan. Kami sangat memaklumi masih banyak yang memegang teguh pada pendapat yang keliru ini, karena sebenarnya ia timbul dari suatu pola pemikiran yang logis: kalau gemuk terjadi akibat banyak makan, maka untuk kurus harus melakukan sebaliknya. Tetapi logika ini tidak sepenuhnya sejalan dengan sains. Karena jika logika tersebut benar, sudah banyak orang yang sukses menurunkan kadar lemaknya dengan cara tersebut. Sains bahkan mengkonfirmasikan bahwa pendekatan me­ ngurangi makan untuk menurunkan berat badan adalah cara yang tidak sehat (berbahaya), tidak mungkin bertahan lama, dan akan mengakibatkan kegemukan yang lebih lagi apabila berhenti. Diet seperti apa yang Cocok untuk Saya? Banyak jenis diet yang menawarkan aturan-aturan dan persyaratan versinya masing-masing. Selain untuk menegaskan perbedaan antara satu diet dengan yang lain, sebenarnya aturan-aturan ini pada akhirnya lebih membuat bingung daripada memberikan solusi. Saya sering sekali diminta memberikan komentar mengenai jenis-jenis diet tertentu, seperti Atkins Diet, Food Combining Diet, Diet According To Blood Type, dan lain-lain.

Sebenarnya semua jenis diet sah-sah saja, kare­na masing-masing memiliki riset, pertimbangan, dan logikanya masing-masing. Untuk memastikan diet mana yang cocok untuk Anda, pastikan Anda telah mempertimbangkan beberapa hal berikut: • Diet tersebut tidak menyebabkan lemas dan lapar, diet tersebut memberikan energi dan kesem­patan makan yang cukup.Berarti diet tersebut harus cukup baik dari volume ukuran (porsi) dan kadar kalori yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mendapatkan porsi, frekuensi, dan kalori yang tepat. •Makanlah lebih Sering Salah satu penyebab nafsu makan yang tidak terkendali adalah seringnya skip makan alias tidak makan pada saat makan tiba. Hal ini mengakibatkan sensor selera pada lidah dan sinyal lapar dari otak menjadi lebih hebat. Dengan makan lebih sering, sensor ini lebih terkendali sehingga lebih kecil kemungkinan untuk mendapatkan nafsu makan yang menggebu-gebu. •Makan lebih banyak sayuran Sayuran adalah makanan yang kaya akan serat. Serat yang masuk ke dalam lambung akan mengembang. Serat juga lebih sulit terurai dalam tubuh sehingga menjadikan pengosongan lambung lebih lambat, hasilnya adalah rasa kenyang yang lebih bertahan lama. Sehingga bila tiba saatnya makan, tubuh masih tidak terasa terlalu lapar untuk membangunkan sinyal lapar dari otak. •Makan lebih banyak protein Kebanyakan orang lebih mudah kekurangan protein daripada kekurangan karbohidrat maupun lemak. Padahal protein adalah nutrisi yang sangat ampuh untuk mengendalikan nafsu makan. Selain dipecah menjadi asam amino yang berperan dalam ratusan fungsi dalam tubuh (termasuk pembentukan hormon dan pengiriman sinyal kenyang ke otak), protein yang banyak ditemukan dalam daging, ayam, ikan, telur, susu, tempe, dan tahu ini juga sangat baik untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap aktif dan sehat •Diet tersebut tidak monoton sehingga bisa dijalankan

l i f e s to ry

7

Hindari Rebutan Hak Asuh Anak

Game Dragonfly

ami memilih ­d ragonfly alias capung karena kalau pakai nama bird sudah banyak. Ide awalnya memang dari Flappy Bird. Cara mainnya pun mirip, tinggal tap tap saja,” ujar Dewa Gede. Capung akan terus terbang melintasi berbagai rintangan. Konsep yang sangat sederhana.

19 - 25 mei 2014

19 - 25 mei 2014

(1)

seumur hidup, diet tersebut menawarkan solusi variasi makanan untuk spektrum gizi yang lengkap.Salah satu keluhan pertama dalam berdiet adalah jenis atau susunan menu yang sangat monoton. Tambahkan masalah ini dengan keresahan bahwa makanan diet rasanya tidak menyenangkan di lidah. Namun hal ini dapat disiasati dengan beberapa strategi berikut ini: •Fokus pada apa yang bisa dimakan, bukan apa yang tidak bisa dimakan. Dengan mindset seperti ini, kita akan terbuka pada lebih dari 100 jenis sayuran dan buah-buahan yang telah disediakan oleh alam. Mereka adalah sumber makanan yang kaya akan air murni, vitamin dan mineral yang mudah dicerna, enzym yang menyehatkan saluran pencernaan hingga sistem pusat syaraf, antioksidan yang menetralisir racun dan menghambat proses penuaan. Sementara itu, sumber protein yang bisa dikonsumsi masih sama banyaknya, yakni: ayam, daging rendah lemak, putih telur, tempe, tahu, kacang-kacangan, kedelai, dan ikan. Untuk sumber protein seperti susu maupun produk turunannya (keju/yoghurt), sebaiknya memilih varian yang rendah lemak/skim. •Kreatif dalam penyajian. Dari 8 jenis penyajian populer, seperti: kukus, rebus, panggang, pepes, sangrai, tumis, goreng, dan bakar… hanya 2 yang terakhir yang perlu kita kurangi, atau lebih baik lagi hindari sesering mungkin. Berarti ini masih menyisakan kita 6 cara masak untuk makanan kita. Di samping itu, alam telah menyediakan puluhan jenis rempah-rempah dan bumbu yang bisa kita pakai untuk berbagai kombinasi resep makanan, misalnya: • Bawang putih, bawang merah, bawang bombay, seledri, daun bawang, kucai, ketumbar, kemiri, pala, lada putih, lada hitam, cengkeh, lengkuas, sereh, kunyit, jahe, daun salam, daun jeruk, asam jawa, asam kuping, adas, jinten, kapulaga, aneka cabai, kayu manis, dan masih banyak lagi. •Diet tersebut memberikan hasil positif pada kesehatan dan komposisi tubuh. Pengaturan makan yang telah dijalankan seyogya­ nya memberikan hasil yang diharapkan, terutama dampaknya pada kesehatan dan komposisi tubuh yang lebih condong mendukung pertahanan atau pertumbuhan bobot murni (otot, tulang, dan air) serta menurunkan bobot lemak. Riset membuktikan orang-orang yang memiliki kadar lemak lebih rendah pada tubuhnya memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang, di samping kualitas kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Siapa orang yang tidak menghendaki hidup bahagia? Siapa orang yang menginginkan pernikahannya hancur? Tentu tidak ada. Marshanda pun tidak. Tahun 2011 ia menikah dengan Ben Kasyafani karena cinta. Ia tak pernah menyangka kalau biduk pernikahannya dengan Ben akan kandas begitu memasuki usia tiga tahun. Tapi di balik kepedihan, ada rasa syukur yang dirasakan artis 25 tahun ini, yakni hadirnya Sienna Ameerah Kasyafani, anaknya yang baru berusia 1,5 tahun.

B

agi Chacha, begitu nama artis kelahiran Jakarta 10 agustus 1989 ini, akrab di­ sapa, Sienna adalah segala-galanya. Bocah lucu yang aktif bergerak ini, menjadi pusat kehidupan Chacha apalagi di saat dirinya dirundung masalah. “Sienna itu anak yang luar biasa. Dia cerdas. Dia punya pe­ngaruh besar dalam hidup aku,” ungkap Chacha yang namanya melejit lewat perannya sebagai Lala dalam sinetron Bidadari. Bercerita tentang perkembangan anak semata wayangnya ini, wajah Chacha berubah berbinar. Raut bahagia tampak jelas. Dengan lancar dia pun bercerita tentang ini dan itu terkait perkembangan Sienna. Chacha mengaku tak bisa lama-lama berjauhan dengan Sienna yang setiap waktu menunjukkan hal-hal luar biasa. Tak heran kalau ibu muda ini kerap membawa anaknya ke lokasi syuting. Sejak menikah dan memiliki Sien­na, hidupnya banyak berubah. “A k u m e r a s a sekarang lebih mencintai hidup. Lebih appreciate terhadap diri sendiri dibanding sebelumnya, aku lebih menikmati hidup. Aku pe­ ngen jadi ibu yang terbaik bagi Sien­ na,” ujar Chacha yang begitu telaten mengurus Sienna yang lahir pada 22 Januari 2013 itu. Namun, dengan pernikahannya yang tengah berada di ujung tanduk, Chacha tidak bisa lagi setiap saat mendampingi anaknya. Beberapa bulan terakhir ini, ia telah hidup berpisah dari Ben yang kembali ke rumah orangtuanya. Saat ini, pasangan yang menikah pada April 2011 itu, tengah menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Saat ditemui di Studio Pancoran, pekan lalu, wanita bernama lengkap Andriani Marshanda ini, mengaku dirinya dan Ben sudah membicarakan masalah tersebut, termasuk soal

anak. Mereka menghindari terjadinya perebutan hak asuh anak maupun harta gono-gini. Soal anak pun de-

mikian. Saat ini, karena mereka tinggal berpisah, maka waktu kebersamaan dengan Sienna pun dibagi. ”Jadi dalam seminggu itu, berapa hari bersama aku dan berapa hari bersama Ben, itu sudah kami atur. Aku usahakan waktu aku kosong saat Sienna sama aku. Kalaupun kebetulan tidak, maka di rumah ada mama dan adik. Tapi selama ini aku usahakan untuk kosong,” ucapnya. Meskipun berniat pengasuhan Sienna dapat dilakukan bersama Ben, Chacha juga tak menafikkan kalau kemungkinan pengadilan memutuskan hak asuh diberikan pada pada Ben. Sebenarnya, masalah pengasuhan Sienna telah mereka bicarakan. Namun kalau akhirnya pengadilan memutuskan demikian, dia berserah diri saja. “Soal hak asuh, aku percaya Allah akan menjaga Sienna selalu. Aku juga percaya, Ben akan sangat bijaksana tentang masalah ini. Ia tidak akan menghilangkan hubungan aku dengan Sienna,” ucap pelantun tembang ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’ dalam album kompilasi bertajuk ‘Broken Heart’. RISIKO PERCERAIAN Kehidupan keluarga bercerai memang bukan hal baru bagi Chacha. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Irwan Yusuf dan Riyanti Sofyan, ini, menerima kenyataan orangtuanya bercerai saat berusia delapan tahun. Ia baru bisa bertemu lagi de­ngan ayahnya saat remaja. Karena itu ia tahu persis seperti apa akibatnya bagi seorang anak ketika orangtua bercerai. “Aku berasal dari keluarga yang orangtua juga ber­cerai. Yang aku pelajari dari pengalaman aku sendiri, yang menghancurkan dan melukai batin si anak sampai dia besar yang utama bukan soal perceraian itu, tapi rasa benci yang ditunjukkan kedua orangtua di hadapan anak. Rasa benci yang ditunjukkan secara terus menerus, itu dirasakan anak, dan sangat membuat sedih,”

Marshanda dan anaknya

ungkap Marshanda yang bertekad . meminimalisir dampak negatif yang timbul, salah satu caranya adalah dengan tetap menjalin komunikasi dengan Ben. “Kami berdua pisah, tapi tetap berhubungan baik satu dengan yang lain,” katanya. Gonjang-ganjing rumahtangga Marshanda-Ben, memang mengejutkan semua orang. Rumahtangga yang kelihatannya adem ayem apalagi dengan kehadiran Sienna yang lahir pada Januari tahun lalu, ternyata menyimpan bara. Masalah ini terkuak ketika Marshanda melayangkan gugatan cerai di PA Jakarta Pusat pada 23 April lalu. Sidang perdana perkara pasangan ini digelar Selasa 13 Mei lalu dengan materi mediasi, dihadiri keduanya. Sejak persoalan pasangan ini terkuak, pemberitaan seputar perpisahan keduanya marak di media

tersebut. Begitu juga soal isu Ben tidak produktif, aku nggak suka masalah aku dilihat seperti itu. Aku respek pada Ben, dia itu laki-laki yang baik. Dia selalu mencoba melakukan yang terbaik. Berusaha menjadi suami yang baik, ayah yang baik, itu dia improve terus. Aku tahu itu,” paparnya. Meski demikian, Chacha mengaku tetap pada pendiriannya untuk berpisah. Dia juga tahu hal ini berat bagi Ben, suaminya. Sebagaimana kerap diutarakan Ben kepada pers, keinginannya agar keluarganya tetap utuh. Bahkan saat usai mediasi di PA Jakarta Pusat, Ben masih menyatakan keinginannya untuk hidup bersama Marshanda dan anaknya, Sienna. Dia juga mohon doa pada wartawan untuk keinginannya itu. Tapi Chacha nampaknya masih keukeuh, “Aku dari dulu, dalam menjalani hidup, aku mau jujur. Aku berusaha

massa. Tapi tidak seperti umumnya selebriti yang selalu menghindar dari kejaran pers ketika mereka terbelit masalah rumahtangga, Chacha maupun Ben relatif terbuka. Meski memang, tidak banyak info yang bisa dikorek, apabila menanyakan penyebab keretakan pernikahan mereka. “Aku tidak pernah menyangka, bahkan terlintas dalam pikiran pun tidak, kalau akan terjadi seperti ini. Tapi maaf tidak bisa cerita lebih jauh. Meski aku public figure tapi untuk yang satu ini, maaf tidak bisa menjelaskan,” ungkapnya. Yang perlu dipahami adalah, keputusan yang dia ambil ini bukanlah keputusan yang tiba-tiba, melainkan ada prosesnya. “Aku hanya bisa bilang bahwa telah terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan,” katanya. Dia juga membantah rumor yang menyebut penyebab perselisihan itu adalah keterlibatan Ben dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Marshanda lebih tak senang lagi ketika ada yang mengaitkan pertikaian tersebut karena kurang produktifnya Ben dalam masalah ekonomi. “Bukan.. bukan itu. Aku tidak pernah menyebut soal LDII, itu tidak benar. Tidak tahu media dapat dari mana informasi

jujur. Aku tahu banyak yang kecewa pada keputusan aku ini, aku minta maaf. Tapi aku tahu apa yang aku inginkan,” tegasnya. Ia siap menjadi single parent. “Aku tidak tahu apa rencana Tuhan untuk hidup aku. Tapi sampai hari ini aku masih tetap pada keputusan ini (berpisah). Aku tidak menyesali apa yang telah terjadi dalam hidup aku. Aku dekat dengan dia (Ben), kemudian menikah, semua itu tidak ada yang aku sesali. Karena itu adalah keputusan aku sendiri. Keputusan besar dalam hidup aku, yang tidak aku sesali. Semua yang terjadi adalah pengalaman yang luar biasa dalam hidup aku,” tandasnya. Sejak menikah, Marshanda memang sempat lama tak terdengar kiprahnya di dunia sinetron karena fokus mengurus keluarga dan anak. Baru November tahun lalu, dia mulai syuting sinetron. Selain syuting sinetron, Chacha yang memulai kariernya sejak kelas I SD sebagai bintang iklan berbagai produk ini, juga kerap tampil sebagai pembicara dalam seminar-seminar motivasi. Di luar itu, ia juga disibukkan dengan bisnis clothing line hijab bernama, Marsha Hijab.—Diana Runtu


BUNDA & ANANDA

8

19 - 25 MEI 2014

G R I YA

19 - 25 MEI 2014

17

Keindahan Cemara Udang Ubah Karakter Negatif ke Positif Keindahan sebuah taman, sangat ditentukan oleh pilihan tanaman yang akan ditanam. Ada jenis tanaman yang difungsikan sebagai tanaman peneduh, tanaman border, dll. Bisa juga memilih tanaman berbunga indah, berdaun indah, tanaman gantung, bahkan tanaman merambat. Berbagai jenis tanaman bisa diaplikasikan untuk mempercantik taman Anda. Untuk memberikan nilai lebih, Anda bisa memilih satu tanaman sebagai center point. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah cemara.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa sudah berlalu. Beban yang selama ini menjadi kekhawatiran sudah berhasil dilalui. Selanjutnya siswa tinggal menunggu hasilnya. Orangtua pun ikut harap-harap cemas menanti hasil UN buah hati mereka.

“S

aat UN, anak saya sempat nervous karena di sekolah ada pengawasan sangat ketat. Semua ponsel diperiksa. Anak saya sampai tidak berani bawa ponsel. Saya bilang, selama kamu tidak melakukan kesalahan untuk apa takut. Ponsel itu berfungsi untuk berkomunikasi saat penjemputan. Dia cemas berlebihan sehingga saya khawatir akan berpengaruh terhadap konsentrasinya saat ujian,” ujar Ketut Purna. Pengalaman mendukung anak yang menghadapi ujian juga diungkapkan Bu Devi. “Pasti cemas kalau anak ujian. Sebagai orangtua harus mendoakan dan membimbing persiapan anak jauh-jauh hari sebelumnya. Tujuannya agar anak tenang dan bisa mengerjakan soal ujian. Persiapan sebelum ujian juga penting, misalnya dengan memberikan latihan soal maupun kisi-kisi agar mereka siap pada saat ujian,” ujar ibu dua anak ini. I Ketut Nugraha Swadharma, seorang trainer dan hipnoterapist mengatakan kecemasan adalah ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam.

“Faktor kecemasan dalam UN ini bisa disebabkan oleh kondisi dan situasi ujian saat itu, meskipun materi pelajaran yang akan diujikan telah dikuasai. Selain itu juga bisa disebabkan karena waktu yang terbatas, tingkat kesulitan materi ujian, instruksi tes, bentuk pertanyaan dan hal-hal teknis lainnya. Kecemasan ini juga akan semakin meningkat melihat banyaknya siswa yang tidak lulus dalam UN,” ujarnya. Guru TIK di SMPN 9 Denpasar ini menambahkan, kecemasan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh siswa saja, orangtuanya pun ikut cemas karena takut nanti anaknya tidak lulus atau tidak diterima di sekolah yang diinginkan. Ada lagi yang perlu orangtua sadari. “Seberapa besar UN memberikan tekanan mental pada anaknya? Dengan mengetahui hal ini, orangtua diharapkan dapat memahami permasalahan mental yang terjadi pada anaknya. Tidak hanya menuntut sang anak untuk terus menembus batas kemampuannya dalam UN dengan seribu tuntutan, hadiah, memasukannya ke lembaga bimbingan belajar, tetapi juga melihat kondisi psikologis anaknya. Sebab jika kondisi psikologis anak tidak diperhatikan, maka anak menjadi stress. Tidak lulus UN sepertinya dunia akan runtuh. Padahal itu bukan akhir dari segalanya,” tegasnya. Ia pun memberi saran, untuk mengatasi kecemasan siswa di dalam persiapan menempuh UN kini bisa dilakukan melalui metode hipnoterapi. Hipnoterapi berkaitan tentang pikiran bawah sadar manusia. “Dalam hal ini saya kategorikan hambatan mental menghadapi UN menjadi dua. Pertama adalah hambatan mental karena tekanan mental UN yang ditimbulkan karena ketidaksiapan siswa dalam menerima pembiasaan baru, baik dari guru, orangtua I Ketut Nugraha Swadharma atau sesama siswa.

Nugraha sedang menerapi seorang siswa

Kedua adalah hambatan mental bawaan pada siswa. Hambatan mental bawaan ini bukan hasil simultan dari rangsangan UN, melainkan hambatan yang sudah lama terbentuk dan mengakar dalam pikiran bawah sadar manusia. Untuk memudahkannya, kita bisa menyebut keduanya sebagai fobia atau trauma menjelang UN,” jelas Nugraha. Fobia yang pertama adalah trauma hasil rangsangan dari UN. Bentuknya seperti kecemasan akan UN yang berlebihan, ketakutan, stress, dan dapat berimbas pada menurunnya daya tahan tubuh, pusing, mual, lemas, dan sakit-sakitan. Tekanan mental lainnya antara lain merasa dihantui oleh UN sehingga membuatnya ingin melarikan diri saja dari UN, menjadi malas belajar, malas masuk sekolah, malas menerima pelajaran, menghindari guru, mengelak jika ditanya orangtua, dan mengucilkan diri dari pergaulan. Fobia yang kedua adalah trauma bawaan. Trauma bawaan ini kemungkinan akar masalahnya berasal dari pengalaman buruk siswa pada masa lalu bukan karena UN. Permasalahan tersebut bisa seperti benci pada mata pelajaran tertentu, benci dengan guru, atau masalah lainnya yang sudah terjadi sejak dahulu. Misalnya seorang siswa yang cerdas hanya memperoleh nilai matematika 5. Ternyata ia membenci mata pelajaran tersebut. Kejadiannya berawal ketika dahulu duduk di bangku SD, siswa tersebut pernah salah mengerjakan soal ulangan matematika dan pada saat tersebut sang guru memberinya hukuman yang sama sekali tidak wajar. Akibatnya pengalaman buruk ini terekam jelas dan masih terngiang di pikiran bawah sadarnya. Akar masalah yang seperti ini sangat mungkin diselesaikan dengan hipnoterapi. Jadi hipnotrapi sangat efektif dalam menghancurkan fobia-fobia siswa. “Hipnoterapi dapat menjadi perantara untuk mengubah kara-

kter negatif siswa menjadi lebih positif. Jika saat ini Anda masih menganggap hipnoterapi sebagai unsur gaib, magis atau melibatkan unsur kegelapan, ataupun anggapan mungkin hipnoterapi itu sama seperti Uya Kuya dibuat seolaholah tidak sadar? Buanglah segera persepsi anda. Sebagai gantinya, saat sekarang Anda mulai penasaran mengenai bagaimana metode ilmiahnya yang rasional dan dapat dipelajari oleh siapapun,” ujar pria kelahiran 31 Mei 1985 ini. SUGESTI BARU Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa ini menjelaskan, hipnoterapi adalah suatu seni masuknya suatu informasi ke pikiran bawah sadar tanpa dikritisi. Contoh, ketika orangtua bilang ke anak bahwa di tempat gelap ada hantunya, dan informasi ini masuk ke pikiran bawah sadar anak. Maka yang terjadi adalah anak akan takut tempat gelap, walaupun dengan mata fisik sama sekali tidak terlihat ada hantu disana. Tapi pikiran bawah sadar menganggapnya ada. Sehingga anak akan takut ke tempat gelap untuk seterusnya sampai program takut yang ditanamkan oleh orangtua dihapus dan digantikan oleh sugesti yang baru. “Proses hipnoterapi untuk tiap siswa tidak tentu berapa kali karena problemnya tentu berbeda. Pengalaman di tempat praktik saya antara dua sampai tujuh kali terapi. Orang yang dihipnoterapi sesungguhnya masih sadar dan bahkan dalam kondisi sadar penuh, jadi anggapan orang bahwa yang dihipno dibuat tidak

sadar itu adalah salah,” ujar Nugraha. Ia pun membekali siswa dengan PR yang harus dilatih di rumah, dan tentunya yang ia terapi tidak cuma siswa saja, orangtuanya pun diterapi dan diajarkan cara mendidik anak dengan metode hypno parenting. Sehingga orangtua tidak perlu sampai mengeluarkan kata-kata mutiara ketika anak bandel. “Saya sebagai guru dan hipnoterapist, saya mengamati perkembangan perilaku, daya serap pelajaran siswa di sekolah cukup meningkat drastis. Bahkan dari yang awalnya tidak masuk 10 besar bisa menduduki peringkat satu. Ketika siswa menghadapi kompetisi saya juga menyiapkan mentalnya agar tidak grogi. Hasilnya, ada siswa yang meraih 7 piala dari kompetisi di beberapa sekolah. Bahkan ada siswa yang ketika masuk sekolah dengan NEM terkecil di sekolah itu, tapi mampu menjuarai lomba tingkat nasional dua kali. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang dilahirkan bodoh. Semua punya potensi,” ungkap putra pasangan I Wayan Nuada-Luh Putu Suparmi ini. Nugraha pun menyarankan anak yang menghadapi ujian apapun, tetap tenang, jangan bikin suasana makin tegang. Orangtua harus memberikan motivasi. Jika anak pernah memiliki emosi negative, rasa kurang suka dengan pelajaran, ada beban, stress dengan pelajaran, segera hubungi hipnoterapist agar hambatan mental bisa segera diatasi karena jika tidak maka hambatan itu akan dibawa seumur hidup.

A

da beberapa jenis tanaman cemara, di antaranya cemara udang, cemara kipas, cemara embun, cemara salju, cemara lilin, cemara kinoki, cemara buaya, cemara embun, dan cemara angin. Cemara udang yang memiliki nama ilmiah casuarina equisetifolia ini bisa menjadi pilihan Anda, karena memiliki pertumbuhan yang cepat dan mudah dibentuk. Bahkan, ketika tanaman hias ini ditanam di taman

rumah atau taman perkantoran, bentuknya menyerupai bonsai. Karena itu, tak jarang pula pencinta tanaman bonsai memakai cemara udang untuk dibonsai. Cemara udang yang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang sangat cocok digunakan sebagai tanaman hias baik dijadikan bonsai maupun tanaman hias di taman rumah, taman kantor atau ditanam di taman kota. Salah seorang pencinta tanaman, Suparta mengakui hal

Penempatan cemara udang dalam taman dapat memberikan nilai estetika

tersebut. Sejak menempati rumah barunya, ia berburu tanaman untuk menghiasi taman mungil di depan teras rumahnya. Pilihannya jatuh kepada cemara udang. Suparta mengaku tertarik dengan bentuknya yang cantik seperti tanaman bonsai yang membentuk bulat-bulat kecil di samping kiri

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat cemara udang: - Cemara udang akan tumbuh bagus jika mendapatkan panas yang cukup. - Gunakan serutan kayu untuk media tanam di pot. - Lakukan pemotongan terhadap daun dan ranting/cabang-cabangnya yang cepat bertumbuh, minimal tiap 15 hari. Pemotongan ini untuk meratakan pertumbuhannya. - Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. - Berikan pupuk minimal sebulan sekali untuk menyuburkan pertumbuhan daun dan batangnya. - Penyemprotan obat antiserangga dilakukan tiap minggu untuk mencegah serangan kutu daun dan batang. - Bersihkan daun-daun dari sarang laba-laba. - Untuk tanaman pot, periksa setiap hari agar tidak dihuni rayap. –Inten Indrawati

–Ngurah Budi

“Faktor kecemasan dalam UN ini bisa disebabkan oleh kondisi dan situasi ujian saat itu, meskipun materi pelajaran yang akan diujikan telah dikuasai. Selain itu juga bisa disebabkan karena waktu yang terbatas, tingkat kesulitan materi ujian, instruksi tes, bentuk pertanyaan dan hal-hal teknis lainnya. Kecemasan ini juga akan semakin meningkat melihat banyaknya siswa yang tidak lulus dalam UN”

5 bulan

1 tahun

2 tahun

Pertumbuhan cemara udang dari umur 5 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun

dan kanan. Menurut Rudiyanto, salah seorang karyawan stan bunga di kawasan Sedap Malam, Denpasar, cemara udang memang paling banyak dicari di antara jenis cemara lainnya, sebagai penghias taman. Karena, cemara udang sangat memungkinkan dibentuk sesuai dengan keinginan. “Yang penting, harus kena sinar matahari yang banyak agar daunnya rimbun,” ujar pria asal Malang yang sudah 12 tahun bergelut di bidang pertamanan ini. Pengembangbiakan cemara udang ini dikatakannya bisa dengan dicangkok dan distek. “Hasilnya bagusan yang dicangkok karena cepat besar,” ungkapnya. Daun cemara udang lurus bagaikan jarum yang panjangnya sekitar 10-15 cm, tumbuh rimbun di ranting-rantingnya. Bentuk batang cemara udang yang meliuk-liuk dengan daunnya yang rimbun itu hanya bisa didapat pada tanaman

yang sudah berusia lebih kurang 2 tahun. Pada usia ini, tinggi pohon sekitar 2 meter, dan dijual ratarata Rp 2,5 juta. Jika mencermati pertumbuhan cemara udang, yang baru berusia 1 bulan belum terlihat indahnya, daunnya masih jarang. Pada usia ini, pertumbuhan batangnya sudah mulai dibentuk dengan bantuan tiang penyangga yang biasanya memakai bambu. Makin lama, batang utamanya itu ditumbuhi ranting-ranting kecil yang ditumbuhi daun-daun. “Di sinilah kita mulai menentukan dan memotong-motong ranting yang tak terpakai agar tumbuhnya hanya di tempat yang kita inginkan saja,” jelas Rudiyanto. Sekitar usia 1 tahun, bentuk cemara udang sudah bisa terlihat, namun daunnya masih belum rimbun. Namun, jangan salah, usia tak lantas mempengaruhi bagus tidaknya bentuk dan pertumbuhan cemara udang. Bisa jadi, cemara udang yang sudah berusia 3 tahun, walau daunnya rimbun, warna menguning. “Ini biasanya karena kurang perawatan, kurang pupuk atau kurang panas. Cemara udang juga riskan diserang ulat yang bentuk kepompongnya seperti ranting kayu itu,” ujar Rudiyanto sembari mengambil salah satu ulat yang menempel di antara ranting-ranting cemara. Karena itu, ia menyarankan sebelum menanam baik di tanah ataupun pot, perlu diperhatikan kondisi media tempat cemara udang akan ditanam. Jika kondisi tanah keras, perlu diolah dengan pencangkulan dan pemberian kompos dan pupuk kandang. Ini untuk menambah unsur hara tanah dan memperbaiki kondisi tanah untuk memudahkan akar mencari makanan. Setelah siap, keluarkan pohon dan periksa selasela akar. Bisa saja terdapat hama seperti siput atau jamur yang ada di bagian bawah tanaman. Kalau ada, musnahkan mereka, setelah itu baru tanaman cemara udang ditanam. –Inten Indrawati


16

PELESIR

19 - 25 mei 2014

Pesona Pantai Pandawa

Bentangan “Karpet” Putih di Celah Tebing Kapur

P

antai Pandawa (Pandawa Beach) akhir-akhir ini menjadi primadona pariwisata pantai di Bali. Sebelumnya banyak orang yang tidak tahu keberadaan pantai ini. Maka dari itu banyak wisatawan yang menyebutnya sebagai the secret beach karena tidak banyak orang yang mengunjungi pantai Pandawa ini. Menurut beberapa warga yang tinggal di sekitar pantai ini mengatakan bahwa Pantai Pandawa sebenarnya sudah lama dikenal. Akan tetapi akses untuk mencapai pantai ini yang cukup sulit dijangkau menyebabkan pantai ini sepi pengunjung. Namun, seiring waktu pantai ini mulai terkenal tidak hanya bagi warga sekitar namun juga merambah hingga internasional. Bahkan banyak pula orang Bali yang belum pernah mengunjungi

pantai ini padahal wisatawan luar Bali sudah cukup sering mengunjungi pantai ini. Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Berjarak kurang lebih 3 km dari kawasan Wisata Nusa Dua dan Pura Uluwatu. Dahulu pantai ini sulit diakses karena letaknya dibelakang tebing-tebing tinggi dan ditumbuhi semak belukar. Namun, melihat pesona yang ditawarkan pantai ini, pemerintah Kabupaten Badung mulai membuat jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km menuju pantai dan melewati tebing-tebing kapur yang tinggi. Tujuan pembuatan jalan ini adalah untuk me­ ngenalkan keindahan pantai Pandawa sebagai tujuan wisata bahari sekaligus sebagai “penarik” wisatawan untuk mengunjunginya. Kondisi jalan menuju

tkh/yudi

pantai ini sangat berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya. Bisa dibilang akses jalan menuju pantai ini sangat unik dan megah dengan dikelilingi tebing-tebing tinggi nan indah. Jadi Anda sudah bisa menikmati keindahan Pantai Pandawa sebelum sampai di pantainya. Untuk mencapai pantai ini, Anda harus melalui jalan menurun dengan tebing kapur yang cukup tinggi di kanan dan kirinya. Di tengah perjalanan Anda akan menemui sedikit jalan datar yang dimana latar belakangnya terlihat pantai Pandawa. Anda bisa mengabadikan gambar diri beserta keluarga. Tepat setelah itu di sebelah kiri, akan terlihat arca-arca indah dari tokoh pewayangan Mahabharata. Arca-arca ini berada di dalam tebing kapur seolah-olah tebing kapur ini melahirkan arca-arca nan indah. Panca Pandawa menghiasi arca-arca di tebing kapur tersebut. Mulai dari arca Dewi Kunti, dilanjutkan dengan Yudhistira, lalu Bima, kemudian Arjuna dan ter­ akhir si kembar Nakula dan Sahadewa. Jika Anda ingin mengabadikan gambar

dengan latar belakang arca Panca Pandawa, disediakan pula tempat untuk foto atau sekadar lebih dekat untuk menikmati keindahan arca-arca ini. Tentang keindahan pantainya tak perlu diragukan lagi. Dihiasi pasir putih yang terbentang seperti karpet menyambut kedatangan wisatawan untuk menikmati pantai ini. Deburan ombaknya yang tidak terlalu tinggi juga menambahan kecantikan pantai Pandawa ini. Warna airnya pun berwarna gradasi biru memberikan nilai plus untuk pantai yang juga dikenal sebagai Pantai Kutuh ini. Jika Anda ingin menikmati air pantai tanpa perlu terkena air, tersedia jalan bebatuan yang dapat membantu Anda untuk

lebih dekat dengan air pantainya. Pesona Pantai Pandawa lainnya adalah aktivitas para petani rumput laut di sepa­n­ jang pantai. Selain itu bisa melihat aktivitas paralayang dan motor trail diatas bukit. Karena pantai Pandawa berada dalam satu deretan de­ ngan Pantai Gunung Payung, Desa Kutuh, kita pun bisa bisa menikmadi pemandangan indah Air Terjun Pantai Gunung Payung yang tumpah ke pantai. Berada di pantai tentu saja kurang lengkap jika tidak berbasah-basahan. Pantai ini menyediakan akomodasi untuk menikmati keindahan air pantai Pandawa dengan berenang ataupun kano dan juga paragliding. Jika Anda tidak ingin berbasahbasahan, berjalan-jalan di sekitar pantai sambil menikmati aneka jajanan yang disediakan tentu menjadi pilihan yang tepat. Anda dapat menikmati kesegaran es kelapa muda sambil menikmati keindahan pantai dan kesejukakan angin yang bertiup sepoisepoi. Selain itu kudapan rumput laut juga dapat dinikmati. Pantai Pandawa memang dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut. Di pantai ini Anda bisa mendapatkan pengetahu­an dan pengalaman tentang budidaya rumput laut yang dijalankan masyarakat sekitar sejak 1980-an. Selain sebagai pantai wisata, pantai ini juga digunakan untuk keperluan keagamaan terutama pada saat melasti. Oleh karena itu, jika Anda ingin menikmati pantai sekaligus ingin lebih mengenal kebudayaan Bali, datang pada saat di­adakannya upacara melasti tentu saja memberikan kesan yang berbeda. -Hemma

9

I Gusti Nyoman Agung Sanur Saputra

Lirik Usaha Game Online Mampu menghasilkan uang di usia muda pasti menjadi dambaan setiap orang. Menjadi wirausahawan muda, saat ini menjadi pekerjaan favorit bagi anak muda. Tak terkecuali I Gusti Nyoman Agung Sanur Saputra.

G

Bali selain terkenal sebagai pulau Seribu Pura juga terkenal dengan keindahan pantainya. Pantai di Bali rata-rata memiliki keindahan pasir putihnya yang mampu menarik wisatawan. Pantai Sindhu, Pantai Sanur, Pantai Kuta adalah segelintir pantai Bali yang sudah sangat terkenal baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Namun tak banyak yang tahu, ada satu pantai indah namun masih belum terjamah oleh wisatawan. Pantai itu adalah Pantai Pandawa.

DARA

19 - 25 mei 2014

usti, begitu panggil­ an akrabnya, telah memilih menjadi wirausahawan. Berbeda dengan orang-orang seusianya yang lebih memilih usaha clothing, ia lebih memilih usaha yang berbeda jalur. Di usia yang 19 tahun ini ia telah mampu me­n gelola sebuah usaha yang ramai digandrungi anak kecil hingga orang dewasa. Usaha yang ditekuninya adalah sebuah game online. Game online sendiri merupakan suatu tempat bermain game yang akhir-akhir ini ramai disukai anak-anak hingga dewasa. Di game online ini setiap orang yang bermain akan bertemu dengan orang lain yang bisa jadi menjadi lawannya di suatu permainan. Inilah yang menjadi awal ketertarikan Gusti untuk membuka usaha game online yang diberi nama “Infinity” ini. “Saya tertarik membuka game

online ini karena mampu menarik berbagai kalangan untuk datang,” ungkapnya. Usaha game online milik Gusti ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan orangtuanya, berupa moril dan materi. Walaupun awalnya bermodal dari uang orang tua, setelah 11 bulan menjalani usahanya, Gusti telah mampu mengembalikan sedikit demi sedikit modal pinjaman orangtua­ nya. “Dengan memperhitungkan antara pendapatan dan pe­ ngeluaran, keuntungannya dipergunakan untuk mengembalikan modal orangtua,” ucapnya. Usaha yang mulai dirintis sejak Mei 2013 ini mampu menarik pelanggan setidak-tidaknya 20 orang setiap harinya. “ Sebenarnya gak tentu yang datang. Jika hari sekolah jumlah pengunjung sekitar 20 orang, tapi kalau hari Sabtu begitu pula saat liburan tiba bisa lebih dari 20 orang, maksimal bisa 40 orang per harinya,” ucap pria kelahiran 20 Januari 1995 ini. Dari pelanggan, Gusti menarik biaya sebesar Rp 3.000 per jam. Keuntungan bersih yang didapat perbulan­nya rata-rata Rp 8 juta. Usaha game online milik Gusti ini buka mulai jam 10.00 hingga 02.00 pada hari biasa, dan 24 jam pada hari Sabtu. Di usia yang ter­ bilang masih muda ini, Gusti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjungi usahanya. Pengenalan usahanya ini diakui Gusti dilakukan de­ ngan menyebarkan brosur atau selembaran. “ Pertama kali­

nya lewat brosur, tetapi seiring berjalannya waktu, sekarang informasi tentang tempat usaha saya sudah menyebar dari mulut ke mulut,” ungkap pemilik usaha di Jalan Dewata 1 Sidakarya. Dalam usaha game online ini, selain menjual permainan online ia juga menawarkan voucher game yang bisa dimanfaatkan pelanggan yang tentu saja jatuhnya lebih hemat. Untuk mendukung aktivitas pelanggan agar tak beranjak dari tempat duduknya, di tempat usaha game online-nya

ini juga menjual makanan dan minuman. Mengingat yang ditawarkan adalah permainan online, usaha milik bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki sekitar tujuh permainan. Dari tujuh permainan itu, yang paling banyak di­ gemari adalah permainan Dota 2. Menjadi wirausahawan muda tentu saja tidak mudah. Banyak pula kesulit­ an-kesulitan yang dialami, begitu juga dengan Gusti. Diakuinya, kesulitan yang dihadapi Gusti adalah dalam mencari tenaga kerja, mengingat ia masih berstatus sebagai pelajar. “Saat ini sulit mencari tenaga kerja yang jujur dalam mengelola usaha,” ungkap Gusti yang bercita-cita sebagai wirausahawan ini. Selain ikut bekerja menjaga di game online-nya, sampai saat ini Gusti telah memiliki dua pegawai yang bekerja bergantian pada pagi dan malam hari. Menjamurnya game online di Denpasar tentu saja menjadikan usahanya ini banyak saingan. Namun, Gusti tak pesimis kare­ na tempat usahanya memiliki

keunggulan. “Di tempat game online saya, koneksi lebih cepat dan game selalu ter-update. Selain itu, usaha saya memiliki sifat yang berkesinambungan dan semua orang dapat menikmati fasilitas yang disediakan,” ujar remaja yang hobi megambel ini. Dalam setiap usaha tentu saja bisa mengalami untung dan rugi. Begitu halnya dengan usaha game online yang dilakoninya kini. Diakuinya, salah satu kerugian yang paling mendasar pada bisnis game online ini adalah komputer yang rusak dan tidak bisa dipakai lagi. “Mau tidak mau, harus beli yang baru,” ungkap putra pasangan I Gusti Putu Suparta dan Si Luh Putu Suarni ini. Selama 11 bulan menjalani bisnis tersebut, Gusti mendapatkan banyak suka duka. “Lebih banyak sukanya. Terutama jika banyak pengun­jung, keuntungan juga lebih banyak . Selain itu, pergaulan jadi luas dan bisa mempunyai banyak teman. Dukanya adalah saat me­ ngalami kerugian dan masalah pada tempat usaha saya,” paparnya. Dengan berkembangnya usaha game online, Gusti berharap bisa membuka cabang baru di tempat lain sehingga mampu memiliki ­usaha yang besar dan sukses. -hemma


10

BUGAR

Peran Rehabilitasi pada Nyeri Pinggang N yeri pinggang adalah masalah yang umum dihadapi banyak orang. Sekitar 80% orang pernah mengalami nyeri pinggang dalam hidupnya. Penyebab nyeri ping­ gang sangat beragam mulai dari nyeri pinggang ringan yang akan hilang dengan sendirinya sampai penyebab yang serius hingga memerlukan tinda­ kan pembedahan. Nyeri pinggang juga sering kali berkaitan dengan postur tubuh dan cara melakukan aktivitas sehari-hari. Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi nyeri ping­ gang, penanganan yang komprehensif dari berbagai bidang ilmu kedokteran diperlukan guna mencapai tujuan yaitu terkontrolnya gejala dan tercapainya tulang belakang yang sehat. Penanganan nyeri pinggang dapat dilakukan dengan berbagai pendeka­ tan antara lain obat-obatan, injeksi, terapi fisik, latihan, penggunaan orthosis, sampai pada pembedahan. Topik kali ini membahas pendekatan ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi pada nyeri pinggang. Tujuan penatalaksanaan rehabilitasi pada fase akut adalah untuk mempro­ teksi struktur yang cedera, mengontrol nyeri dan mengurangi peradangan yang terjadi. Rehabilitasi juga bertujuan un­ tuk mencegah tirah baring lama dan menormalkan beban pada struktur tulang belakang serta implementasi latihan. Pada fase yang lebih lanjut (sub akut), tujuan rehabilitasi adalah men­ capai lingkup gerak sendi yang bebas dari nyeri, mengoptimalisasi kekuatan, ketahanan, dan koordinasi sistem neu­ romuskular pada tulang belakang, serta mengembalikan pasien ke aktivitas yang normal dan mencegah cedera lebih lanjut atau kekambuhan. Pada fase akut, penatalaksanaan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obat pengontrol rasa nyeri dan peradangan, pemberian terapi fisik seperti kompres dingin, pemberian modalitas stimulasi elektrik (Tran­ scutaneous Electrical Stimulation/

19 - 25 MEI 2014

TENS), laser dan pembe­ rian orthosis seperti korset atau brace jika diperlu­ kan. Korset tidak dian­ jurkan untuk penggunaan jangka lama karena dapat menyebabkan k e l e m a h a n dr. Sisca Susantio, Sp.KFR otot karena otot menjadi tidak terlatih. Pasien endorfin sehingga menurunkan intensi­ dianjurkan untuk tetap aktif dan tas nyeri. Latihan aerobik seperti ber­ menghindari berbaring lama di tempat jalan, sepeda statis, berenang, maupun tidur. Pasien akan diajarkan bagaimana pool therapy dapat dianjurkan dengan postur tubuh yang benar, posisi tidur dosis yang sesuai. Dengan latihan yang yang benar serta bagaimana posisi yang teratur dan dosis yang tepat, latihan aman saat duduk, berdiri dan beraktivi­ aerobik juga berfungsi menurunkan tas (proper body mechanic). Di bawah berat badan. Selama proses rehabilitasi, berbagai ini terdapat beberapa contoh gambar modalitas dapat dipakai untuk mengu­ posisi yang aman dalam beraktivitas. Selanjutnya jika nyeri mulai terkon­ rangi nyeri, mengurangi kekakuan pada trol, pasien akan diajarkan latihan un­ otot dan meningkatkan fleksibilitas tuk tulang punggung yang merupakan jaringan. Terapi panas baik superfisial kombinasi dari peregangan, penguatan maupun dalam dapat diberikan pada dan latihan aerobik. Pasien dengan otot-otot yang kaku atau daerah yang nyeri pinggang cenderung mengurangi nyeri. Massage dan manipulasi oleh aktivitasnya sehingga dapat muncul terapis yang kompeten berguna untuk kekakuan pada otot dan sendi tulang meningkatkan fleksibilitas jaringan lunak belakang. Peregangan diperlukan untuk dan gerakan ruas tulang belakang. Nyeri yang berkurang hanyalah mengembalikan lingkup gerak sendi tulang belakang dan mengembalikan langkah awal dari rehabilitasi nyeri fleksibilitas. Latihan penguatan otot- pinggang karena nyeri dapat kembali otot perut dan abdomen diperlu­ lagi atau kambuh. Baik pasien yang kan supaya dapat menyangga tulang baru pertama kali mengalami nyeri punggung lebih baik. Latihan dimulai punggung, atau mengalami kekam­ bertahap dengan latihan peregangan buhan nyeri punggung bahkan pasca sederhana dan ditingkatkan seiring operasi, akan memerlukan rehabilitasi dengan perbaikan nyeri dan kekuatan dan terapi latihan punggung yang tepat otot sampai pada latihan core stability untuk menghindari atau meminimalkan yang menstimulasi otot-otot dalam risiko kekambuhan. Hal ini sebaiknya dari tulang punggung. Akhirnya, latihan dilakukan dengan pengawasan dari aerobik low impact diberikan untuk dokter atau terapis yang kompeten. *Dikutip dari berbagai sumber mengembalikan kebugaran pasien dengan nyeri pinggang. Pada pasien dr. Sisca Susantio, Sp.KFR yang bugar, ternyata angka kekambu­ sisca.susantio@siloamhospitals.com han nyeri pinggang menurun. Latihan 08121094193 aerobik juga meningkatkan hormon

19 - 25 MEI 2014

STYLE

Etnik Ornamen Bali Pada pagelaran Jogja Fashion ­Festival 2014 di Atrium Plaza Ambarukmo ­Yogyakarta, beberapa waktu lalu, de­ sainer yang memiliki kecintaan terhadap waris­an ­budaya bangsa, Jaya Sugita, me­ nampilkan hasil rancang­an yang merupa­ kan inspirasi dari kebanggaannya atas keunikan warisan budaya Bali.

Jaya Sugita

J

aya berhasil mengang­ kat detil keindah­a n or­ namen dan seninya Bali dalam desainnya. Dian­ taranya, dihadirkannya lukisan legong dalam karya busana­ nya. “EtnikTradisonal Culture” yang menjadi temanya kali ini cukup kuat dan apik dalam balutan keindahan kain songket jumputan, endek dan bordir. Meski bernuansa etnik, na­ mun hasil eks­p lorasi dari de­ sainer asal Bali, yang juga men­ desain sepatu dan aksesori ini pun terlihat berkesan glamor dan romantis dengan penambahan bahan yang lembut menjuntai. – Sri Ardhini

15


J E L I TA

14

19 - 25 mei 2014

M

enyadari, setiap orang dilahirkan dengan bentuk mata yang ber­ beda, maka sang perias harus mengerti teknik merias mata yang benar, agar tampilan pesona ke­ cantikan yang dirias berhasil ter­ pancar. Menurut Tatik salah seorang pe­ nata rias di Denpasar, dengan teknik yang baik juga ia bisa menampilkan kesan sesuai dengan yang diinginkan. “Apalagi kalau riasan mata ini dibing­ kai dengan alis yang indah, sangat bisa menjadikan seseorang tampil beda (make over),” katanya. “Untuk perona mata saat ini, yang tengah digemari dan masih menjadi tren adalah gaya make up smoky eyes. Selain menjadikan seseorang tampak seksi juga cantik dan dramatik,” lanjut Tatik sambil mengatakan agar tidak sampai muncul kesan galak, hati-hati saat memulaskan warna eye shadow yang digunakan. Ketika mulai memulaskan warna eye shadow dari bagian bawah ke­ lopak mata, katanya diteruskan hing­ ga sepanjang tulang mata di bawah alis. Begitu juga dengan penggunaan eye liner-nya. Sedangkan, untuk hasil akhir yang sempurna dapat lengkapi dengan sapuan perona pipi dan bibir warna berry agar wajah cerah dan segar. “Jika bulu mata kurang lentik, menggunakan bulu mata palsu ada­ lah jalan keluarnya,” katanya. “Untuk kegiatan sehari-hari di­ luar acara pesta atau acara khusus untuk pertunjukkan panggung, kita dapat menggunakan bulu mata yang biasa untuk bagian bawah mata, agar tidak terlalu panjang sehingga efeknya lebih alami,” lanjut Tatik. Tatik juga mengingatkan pada waktu menempelkan bulu mata, sebaiknya tidak terburu-buru dan sabar. Sedangkan saat terbaik agar bulu mata mudah menempel adalah ketika lem setengah kering. Jika menginginkan hasil rias yang alami, selain dengan bulu mata yang pendek, gunakan warna lembut diantara warna gelap. Bubuhkan dengan halus dan baurkan dengan seksama sehingga tidak ada per­ bedaan yang nampak tajam antara warna gelap dan warna lembut tersebut. Dikatakannya, pembauran war­ na yang serasi adalah yang mem­ bentuk gradasi. Gunakan rias mata yang pa­ling gelap di bagian bawah. Kemudian semakin ke atas ke arah tulang alis warnanya haruslah se­ makin pudar, sehingga membentuk satu gradasi yang sempurna. Untuk menghasilkan pem­ bauran warna yang sempurna tersebut, gunakan kuas untuk menyapukannya. “Dalam kondisi darurat jari tangan juga dapat digu­ nakan. Gosokkan jari tangan pada rias mata dan lakukanlah ke satu arah, jangan menggosok dengan

Tatik

gerakan bolak balik,” katanya. Koreksi Bentuk Mata Sementara bagi mereka yang merasa memiliki kekurangan di mata, juga tidak perlu khawatir. Sebab, kata Tatik dengan riasan yang tepat, mata dapat terlihat indah dan sempurna. Yang terpenting adalah keserasian paduan warna yang digunakan dan dibaurkan dengan seksama. Mata yang kelopaknya terlipat, atau ujung luar mata yang agak turun, sehingga terlihat sayu dan seperti tidak memiliki kelopak bisa dikoreksi dengan make up. Dengan bantuan riasan perona mata, selain menjadikan lebih baik dan juga lebih bersinar. Untuk tampilan kelopak mata yang lebih sempurna, Tatik menggunakann sistem jahit mata, tanpa isolasi. Bulu mata tetap diperlukan untuk menambah keindahannya. , “Bulu mata ini dikenakan lebih dahulu sebelum sistem jahit mata dilakukan. Begitu juga dengan mata yang cen­

derung turun, juga dilakukan korek­ si dengan sistem jahit mata, hanya tambahannya eye liner di sudut mata bawah dipertebal,”paparnya sambil mengatakan kalau gaya smoky eyes tetap dipilihnya agar mata terlihat lebih tajam. Sedangkan untuk bentuk mata kecil, yang merupakan keunikan dari mata seseorang dan terkadang bentuk ini juga disertai dengan kel­ opaknya yang kecil. Untuk menyia­ satinya, gunakan perona mata warna kecokelatan dan aplikasikan eye liner untuk memberi kesan mata lebih besar. Untuk yang berkantung mata, jangan lupa membubuh­ kan concealer tipis-tipis di area bawah mata, kemudian aplikasikan bedak tabur secara merata. Sapukan perona mata warna biru pada seluruh kelopak mata, selanjutnya bubuhkan warna keunguan pada sudut luar untuk memberi kesan ujung luar mata naik. Tambahkan perona mata warna pink berefek shimmer pada sudut dalam, baurkan merata agar terlihat serasi. Bagi pemilik mata bulat, cipta­ kan sudut mata meruncing ke arah luar mendatar. Setelah itu, pilih warna terang sebagai eye shadow pada kelopak mata hingga pangkal alis agar bentuk mata bulat tersamar. Begitu juga dengan mata yang cekung, dapat membubuhkan warna terang pada kelopak mata dan bawah pangkal alis sebelah dalam. Untuk bagian alis, sikat bulu alis ke arah atas atau bisa juga dengan mengurangi bulu alis bagian bawah. Yang patut diperhatikan bagi pemilik mata cekung adalah jangan memakai eye liner terlalu tebal. Sedangkan mata cembung, disa­ markan dengan menciptakan sudut mata memanjang memakai eye liner secara mendatar. Kemudian baurkan eye shadow warna gelap atau matte pada kelopak mata. Akhirnya pilih eye shadow warna terang pada pun­ cak tulang mata. Untuk mata sipit pakailah eye shadow berwarna gelap atau matte pada kelopak mata, lalu buat sudut mata dengan eye liner membulat hingga menyambung pada garis sudut bawah mata. Setelah itu,

MITOS ATAU FAKTA

11

Golongan Darah tak Tentukan Kepribadian

Rias Mata Seksi Salah satu cara membuat penampilan berbeda adalah dengan tata rias atau make up. Ketika memoleskan make up wajah, selain alis yang menjadi pusat perhatian adalah mata.

19 - 25 mei 2014

Hari itu Wahyu masuk kantor dengan mengenakan masker mulut. “Saya lagi flu,” ujarnya kepada rekan kerjanya, Dewi. Dewi yang sedari tadi sibuk bergelut dengan laporan keuangannya, berhenti sejenak, sembari menoleh ke arah Wahyu. “Gara-gara Wahyu nih, saya jadi ikut-ikutan pilek,” sahutnya sembari bercanda. Mereka lalu saling menanyakan golongan darah masing-masing. “Oh, pantesan, golongan darah saya O juga, pantesan cepat tertular,” ujar Dewi sekenanya. Apa benar, orang yang memiliki golongan darah sama akan mempercepat/mempermudah penyebaran virus?

“P

ernyataan tersebut tidak benar. Mudah tidaknya atau tinggi rendahnya risiko penularan penyakit baik yang disebabkan oleh virus, bakteri dan mikroorganisme lain sangat ditentukan oleh sistem imunitas atau tingkat kekebalan seseorangan. Selain faktor imunitas, cara dan media penularan penyakit juga memegang peranan penting,” jelas dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK (K), staf dokter di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah yang juga dosen di Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Itu hanya salah satu mitos yang banyak diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Berikut ini, dr. Kadek Mulyantari akan mencoba meluruskan mitos-mitos lain terkait golongan darah. Mitos: Golongan darah tentukan sifat dan kepribadian seseorang Fakta: Sebenarnya ada puluhan jenis golongan darah, namun secara umum yang paling sering diperiksa hanya golongan darah sistem ABO diikuti oleh sistem rhesus. Berdasarkan sistem ABO, golongan darah dibagi menjadi 4 yaitu golongan darah A, B, O dan AB. Pembagian A, B, O dan AB ini secara imunologi berdasarkan jenis antigen yang ada pada permukaan sel darah merah dan secara kimiawi berdasarkan jenis karbohirat dan protein penyusunnya. Sifat dan kepribadian diten­ tukan oleh banyak faktor, baik faktor biologis, sosial maupun budaya. Hubungan antara golongan darah dan tipe kepribadian pernah diteliti di Jepang. Hasil penelitian mendapatkan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki sifat terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang terkadang membuat orang mudah marah. Golongan darah B bersifat santai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup. Golongan darah O berjiwa besar, supel dan fleksibel, tidak mau mengalah, alergi pada yang hal-hal yang mendetil dan kecenderungan berpolitik. Golongan darah AB bersifat unik, banyak akal, namun terkadang berkepribadian ganda. Peranan golongan darah dalam menentukan kepribadian tidak 100% benar, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada ras yang berbeda bahkan penelitian yang bersifat biokimia dan molekuler. Mitos: Hindari kawin dengan orang yang golongan darahnya sama Fakta: Kalau hanya berdasarkan jenis golongan darah saja (A,B,O,

baurkan eye shadow warna terang di sekitar pangkal alis. Tatik juga mengatakan semua itu bisa dilakukan sendiri, dengan cata­ tan rajin berlatih dan paham dengan

kekurangan yang ada di wajah, khususnya pada mata, sehingga bisa mencari dan menentukan trik apa yang digunakan untuk mengoreksi­ nya. – Sri Ardhini

dr. Oka Negara, FIAS

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, saya cowok usia 20 tahun dan belum menikah. Setiap saya mau ML dengan pacar, saya selalu ditertawakan pacar karena penis saya diameternya kecil seperti sosis dan kadang pacar saya tidak merasa puas ML dengan saya hanya karena penis saya kecil katanya. Saya mau tanya bagaimana cara memperbesar penis, Dok? Terimakasih. (Sut,20) Pesan saya pertama, di usia yang masih muda, walau dorongan sek­ sual adalah alamiah sudah muncul dan menggebu-gebu, tetapi tetaplah sebaiknya dikelola dengan baik dan memahami risikonya, seperti kehamil­ an tidak diinginkan pada pasangan dan infeksi menular seksual jika kemung­ kinan berganti pasangan seksual. Itu dulu dipahami. Nah, selanjutnya, tentang per­ tanyaan. Akan selalu muncul banyak diskusi yang tiada habisnya mengenai penis, termasuk tentang ukuran ideal untuk dapat membawa kepuasan sek­ sual bagi laki-laki dan pasangannya. Sebuah mitos populer tentang ukuran penis adalah “lebih besar, lebih baik”. Secara turun temurun berbagai cara tidak logis dan tidak ilmiah telah di­ lakukan untuk memperpanjang ukuran

penis, dan memperbesar diameternya, yang ternyata dapat mengakibatkan efek buruk, akhirnya malah mengor­ bankan fungsi penis itu sendiri. Ber­ hati-hatilah. Struktur penis karena lebih banyak jaringan ikat dan otot polos dengan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak pubertas mencapai puncak di usia 1617 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangkan sebelum usia tersebut ukuran penis masih bisa berkembang karena pe­ ngaruh hormon, terutama testosteron. Ketakut­an laki-laki bahwa ukuran penis­ nya terlihat terlalu kecil untuk memuas­ kan pasangannya saat berhubungan seksual seringkali menjadi sebuah alasan paling sering. Namun, justru kebanyak­ an laki-laki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki

AB), perkawinan dengan orang yang golongan darahnya sama tidak perlu dihindari. Risiko penularan penyakit dan penurunan penyakit secara ge­ netik bukan disebabkan oleh jenis golongan darah. Justru yang perlu dihindari adalah perkawinan sedarah atau perkawinan dengan saudara yang masih ada hubungan darah. Hal tersebut berisiko memuncul­ kan beberapa jenis penyakit yang bisa diturunkan secara genetik. Mitos: Golongan darah B, itu kotor (misal cepat kena penyakit tertentu, gatal, dll) Fakta: Darah kotor bisa terjadi pada semua jenis golongan darah baik A, B, O dan AB, tergantung paparan tubuh terhadap berbagai zat berbahaya. Darah kotor dapat disebabkan oleh racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung pestisida, penyedap, pengawet, pewarna atau­ pun masuk melalui jalan nafas seperti asap rokok dan polusi udara. Semakin banyak dan semakin lama zat berbahaya ada dalam tubuh, semakin mengancam kesehatan kita. Gejala penyakit yang muncul akibat darah kotor sangat bervariasi seperti gatal-gatal, jerawat, peradangan pada kulit, nyeri dada, gangguan pernafasan dan lain-lain. Mitos: Golongan darah O, hindari mengkonsumsi tepung terigu (diet golongan darah). Fakta: Memang sudah banyak penelitian terkait pola diet dengan jenis golongan darah. Beberapa pe­ nelitian menghasilkan bahwa ada korelasi antara mun­ culnya penyakit dengan pola diet pada masing-masing golongan darah. Larangan untuk makan-makanan tertentu pada masing-masing golongan darah bisa dikaitkan dengan perbedaan jenis rantai karbohidrat dan protein yang menyusun antigen golongan darah tersebut. Komponen yang ada pada makanan dapat menimbulkan reaksi kimia yang negatif pada komponen penyusun antigen golongan darah sehingga bisa berdampak buruk ter­hadap kesehatan. –Inten Indrawati

Lebih Besar, lebih Baik? penis masih berukuran normal. Alasan lain yang sering muncul adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Harap dicatat bahwa secara fisik, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan. Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini menjadi sasaran kalan­ gan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami kerusakan baik secara fisik maupun fungsi seksual. Alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan sek­ sual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis. Kalau coba dicermati kembali apa yang se­ring dilakukan untuk pembesaran penis tersebut banyak yang berupa suntikan silikon cair yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan

penis secara permanen hingga kanker, hingga mengonsumsi pil, obat oles dan bahan lain (misalnya rendaman teh). Tidak satupun dari produk-produk ini terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya jika dosis­ nya sembarang, misalnya yang sengaja dioplos dengan hormon tanpa takaran yang jelas. Dalam banyak kasus, ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi lakilaki dan pasangannya. Kalau selama ini dirasa misalnya perempuan merasa ukuran penis pasangannya lebih kecil dari apa yang diketahui atau dari pengalaman seksual dengan pasangan sebelumnya, berarti mind setting-nya yang perlu diperbaiki. Karena yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata. Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (G-spot) terletak di seper­ tiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan. Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Hal-hal berikut bisa dilakukan, terutama saat sudah aktif berhubungan seksual dengan pasangan: Berkomunikasi seksual yang lebih

baik dengan pasangan. Termasuk berusaha berdiskusi terbuka tentang segala apa yang ada di diri dan pada pasangan. lMeningkatkan penampilan diri. Olahraga teratur tentu saja dapat membuat perbedaan besar. Juga ke­ biasaan hidup sehat, makan ber­ imbang, menghentikan kebiasaan buruk (merokok, alkohol), menjaga berat badan tetap ideal. lRapikan rambut kemaluan yang tidak rapi di sekitar dasar penis, se­ hingga dapat membuat penis tampak lebih menarik. Pencukuran rambut kelamin dapat meningkatkan sensi­ tivitas di sekitar dasar penis. l Berdiskusilah dengan dokter yang memahami kesehatan seksual. Banyak laki-laki akhirnya merasa nya­ man dengan keyakinan bahwa mereka “normal” atas rekomendasi seorang ahli. Jadi, yang justru sangat penting un­ tuk dilakukan saat ini adalah mengedu­ kasi seluruh lapisan masyarakat agar memiliki pengetahuan yang memadai, termasuk tentang seksualitasnya. Atas dasar pengetahuan yang baik ini akan terbentuk persepsi yang sehat dan dasar perilaku seksual yang sehat. Mitos memperbesar penis sudah seharusnya tidak lagi dipercaya dan dihindari, karena sering kali mengor­ bankan fungsi seksual.


RESEP ALA CHEF

12

Pasta Spesial Wayan Perean

19 - 25 MEI 2014

Bahan: 10 gram : tauge 10 gram : jamur 5 gram : jagung brondong 10 gram : bawang merah diiris 7 gram : bawang putih diiris 5 gram : cabai hijau 100 ml : kaldu Garam secukupnya Gula secukupnya Minyak goreng untuk menumis Cara membuat: - Bersihkan semua bahan. - Panaskan panci tuangkan minyak 1 sendok makan.

Kalau sudah panas, masukkan bumbu seperti bawang merah, aduk hingga layu, kemudian tambahkan bawang putih dan cabai hijau, aduk hingga aromanya keluar. - Tambahkan air kaldu, biarkan sampai mendidih. Setelah itu, masukkan jamur dan cabai hijau tunggu 5 menit sambil diaduk. - Tambahkan sebagian jangung brondong, garam, lada, gula, aduk sebentar. Lalu angkat, dan sajikan di piring dan hias dengan sisa jagung brondong. –Wirati Astiti

M

enurut Nyoman, ketertarikan ibunya itu, didasari atas kesukaan cucu mereka makan kentang goreng. Akhirnya, terbersit keinginannya mencoba dari keladi. “Ternyata di rumah keripik keladi ini juga digemari. Karena itu, dicoba dijual di warung,” tutur Nyoman. Enam bulan berikutnya, Nyoman Rati jatuh sakit. Karena kondisi, ia tak bisa meneruskan usaha keripik keladi itu. Nyoman Sidikarya akhirnya mengambil-alih usaha tersebut bersama istrinya Ni Nengah Suka Latri yang sehari-hari membuka salon di rumahnya. Nyoman mengatakan, awalnya ia memotong keladi dengan pisau gobet. Itu dikerjakan mulai dari pagi hingga menggorengnya sampai dini hari. Akhirnya, Nyoman dan istrinya berpikir, bagaimana caranya agar mereka dapat bekerja lebih efisien dan tak banyak menghabiskan waktu. Mereka mencari akal membuat satu mesin pemotongan keladi. Bermodalkan Rp 2,5 juta, mereka

membeli mesin pemotongan yang memberikan hasil potongan keladi yang bagus, bergerigi, dan sesuai dengan keinginan mereka. “Dulu saat memotong dengan pisau, hasilnya tidak sempurna, ada yang tebal ada yang tipis. Setelah memakai mesin potong, hasil potongannya rapi dan sempurna. Untuk memotong 80 kilogram keladi hanya memerlukan waktu 30 menit,” kata Nyoman. Selain alat pemotong, mereka membeli kompor besar termasuk wajan besar agar mampu menggoreng lebih banyak. “Dengan wajan yang besar kami bisa menggoreng 30 kilogram beberapa menit. Dulunya, kami

menggoreng dengan sistem dua kali. Pertama, menggoreng setengah matang. Keesokan harinya digoreng lagi. Kini setelah punya kompor dan wajan yang besar kami bisa sekali goreng dan hasilnya krispi,” kata Nyoman. Melalui usaha sampingan salon milik Nengah Suka Latri, banyak

Nyoman Sidikarya

Kisah sukses pie susu Dhian dimulai dari coba-coba yang akhirnya berbuah laris manis. “Awalnya, istri saya pernah bekerja di satu perusahaan pie susu di Denpasar. Lumayan lama bekerja di sana sekitar 10 tahun. Karena disibukkan mengurus dua anak, akhirnya istri saya terpaksa berhenti bekerja. Sambil ngemong anak di rumah, istri saya mencoba mencari tambahan penghasilan. Bermodal satu oven, istri saya mencoba membuat kue pie susu sendiri. Satu hari, kami mencoba membuat 500 kue.

Iseng ditaruh di beberapa warung. Ternyata, banyak yang beli dan disukai konsumen,” tutur Komang Sukadasna, awalnya ia membuka bisnis kue pie susu Dhian. Menurut Komang, membuat kue pie susu tidak terlalu sulit dan tidak memakan waktu lama. Dengan oven kecil saja, ia sudah mampu membuat 500 kue tiap hari. “Sekali masukkan ke dalam oven, bisa 100 kue. Jadi hanya lima kali oven untuk 500 kue. Itu pun sekali oven tak terlalu lama. Jadi istri saya bisa sekalian jaga anakanak,” kata Komang. Tiga bulan kemudian, Komang yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan swasta berhenti bekerja, dan ikut membantu istrinya Luh Karyawati membesarkan usaha kue pie susu. “Tugas saya menjual, mengirim kue, dan mencari pelanggan,” kata lelaki asal Tejakula, Buleleng ini. Tiga bulan usahanya mulai berkembang, ia mencari karyawan untuk membantu usahanya. Dari lima karyawan sampai kini ia sudah memiliki 60 orang kary-

awan. “Sebagian besar karyawan berasal dari kampung halaman saya,” kata Komang yang mengambil nama Dhian dari nama anaknya. Komang juga memberikan kenyamanan kepada karyawannya, dengan memberikan mereka tempat Komang Sukadasna tinggal. Hanya dalam tenggang waktu Satu kue ia jual Rp 1.250. Menudua tahun, usaha pie susu Dhian rutnya, dari semua jenis pie susu berkembang pesat. Komang sudah yang beredar di pasaran, semua mampu membeli satu rumah dan rasanya sama. Namun, menurut mengontrak toko. Setelah empat Komang, kue pie susu miliknya tahun berusaha, rencana tahun ini, tidak memakai bahan pengawet dan ia membuka gudang baru di daerah tahan seminggu. Tipsnya agar tidak basi, ia mematangkan kue dengan Ketewel, Gianyar. Komang menuturkan, kue pie suhu oven yang optimal agar kue susu miliknya memiliki anek rasa, matang sampai di dalamnya. “Saat mulai dari rasa susu asli, strawberi, matang bagian luar kue menjadi blueberi, cokelat, keju, dan cokelat krispi, dalamnya lembut, dan saat keju. “Pie susu Dhian pelopor dikemas kue dalam kondisi dingin,” aneka rasa isian,” kata Komang. tutur lelaki usia 38 tahun ini. Selain, menjual sendiri di toko dan menyerahkan ke beberapa pusat oleh-oleh Bali, Komang juga bekerja sama memasarkan kue pie susu secara online. Sampai saat ini, ada beberapa karyawan yang pernah bekerja bersamanya, keluar dan membuat usaha sendiri. Namun, baginya tidak masalah karena tiap orang punya rezeki masing-masing. “Yang jelas, dalam berusaha, tidak melupakan inovasi dan kreasi untuk menjadi unggulan dan menarik pembeli,” kata Komang. -Wirati Astiti

Keripik Keladi

pelanggan salon menjadi konsumen keripik keladinya. Bahkan, ada yang menjadi pemasar keripik keladi mereka. Saat ini, keripik dipasok ke beberapa rumah sakit di Denpasar dan warung serta toko kue. Menurut Nyoman, cara membuat keripik keladi ini sangat mudah. Pertama, keladi dikupas kemudian dicuci. Dipotong dengan mesin, rendam satu jam dengan air garam. Kemudian ditiriskan dan jemur 10 menit. Terakhir, goreng dengan minyak sangat panas. Kini, Nyoman bersama istrinya melakukan aktivitas mulai Pukul 06.00 sampai 12.00. Sore hari sampai malam, ia tinggal mengemas keripik keladinya. Satu hari ia membuat 50 kilogram keripik keladi. Ia juga dibantu satu orang tukang goreng untuk menggoreng keripik selama lima jam dengan bayaran Rp 30.000 per hari. Saat ini, untuk bahan baku keladi didatangkan dari Lumajang, Jawa Timur. Seminggu, Nyoman

biasa dibawakan keladi sebanyak 500 kilogram. “Di Bali, ada keladi, namun, saya belum menemukan pasokan yang tetap. Kadang ada banyak, kadang ada sedikit. Ini tak bisa dijadikan patokan untuk kestabilan usaha. Dulu pernah setahun hanya produksi sekali karena tak ada bahan baku. Dari seorang teman, akhirnya saya bertemu dengan penjual keladi dari Lumajang, Jawa Timur. Harga keladi Rp 3.100 perkilonya,” kata Nyoman. Dari usaha keripik keladi ini, Nyoman mampu menyekolahkan kedua putranya yang kini sudah tamat SMA dan bekerja. Rencana ke depan, Nyoman ingin membesarkan usahanya dengan mencari kredit. Salah satu temannya, sering memesan keripik keladinya untuk dibawa pameran ke luar Bali. Sambutannya bagus dan tak kalah dengan kentang goreng. Ia menilai, keripik keladi dapat dijadikan peluang untuk oleh-oleh khas Bali ke depannya. –Wirati Astiti

Pudding Almond

Pie Susu Oleh-oleh Khas Bali Pie susu, adalah satu kue yang kini sedang naik daun. Terbuat dari campuran tepung, mentega, susu, dan telur. Kemudian dicetak bundar dan di dalamnya diisi dengan berbagai isian. Rasanya sangat manis dan begitu menggoda untuk terus memakannya. Kue ini sedang dipromosikan sebagai oleh-oleh khas Bali. Siapa saja tamu yang datang ke Bali, tak lengkap rasanya tanpa membeli kue pie susu sebagai oleholeh kembali ke daerah asal. Salah satu pie susu yang sudah terkenal di Bali, pie susu Dhian.

13

Ternyata, banyak bahan makanan lokal dapat diolah menjadi camilan yang enak. Salah satunya, keladi Bali atau dikenal dengan nama talas. Biasanya, keladi diolah menjadi penganan dengan dikukus dan diberi tambahan kepala parut. Namun, keladi juga dapat disajikan ala makanan restoran siap saji seperti kentang goreng yang krispi. Peluang ini juga didapatkan Nyoman Rati, secara kebetulan. “Sebagai pensiunan, agar ada yang dikerjakan, ibu saya iseng membuat camilan keladi goreng. Dititip di warung dekat rumah, ternyata banyak yang beli,” kata Nyoman Sidikarya, putra Nyoman Rati.

Sup Tauge Jagung Pasta Be Sampi Saus Sere Tabia Brondong rata. Angkat. Panggang daging kembali sekitar 3 menit. - Masukkan pasta yang sudah direbus ke dalam bumbu yang ditumis tadi. Aduk rata, dan tata di piring saji sesuai keinginan. Kemudian, taruh daging sapi panggang di atas pasta. Siap sajikan.

C U L I N A RY C O R N E R

Keripik Keladi Krispi

Anda tentu mengenal pasta seperti spag­hetti. Hidangan ala Barat ini sangat disukai tua dan muda. Pasta selalu disajikan bersama sausnya. Kali ini, Tokoh memberikan menu spesial saus pasta yang dibuat dari bahan lokal. Rasanya tak kalah dengan pasta ala Barat. Selamat mencoba kreasi Wayan Perean, Executive Chef Caesar Restaurant and Bakery Sanur.

Bahan: 120 gram : daging sapi has dalam 60 gram : pasta spaghetti 7 gram :bawang putih 6 gram : bawang merah 5 gram : terasi 50 ml : santan Garam secukupnya Gula pasir secukupnya Cara membuat: - Rebus pasta setengah matang. - Sambil menunggu pasta, bumbui daging sapi dengan garam dan merica, atau jika suka dapat ditambahkan french mustard . - Panggang daging sapi setengah matang. - Giling bahan bumbu sampai halus. Lalu tumis bumbu dengan minyak. Tambahkan santan. Setelah bumbu mengeluarkan aroma harum, masukkan daging yang dipanggang tadi. Aduk

19 - 25 MEI 2014

Sarwan Bahan: 4 buah : markisa 3 buah : mentimun muda 400 ml : sirop markisa 500 ml : air soda 6 ml : air jeruk lemon Es serut, secukupnya

Bahan: 1 bungkus: jeli bubuk 150 gr : gula pasir 300 ml : susu segar 1 sdt : essend almond 75 gr : jeruk mandarin kaleng, cincang Fla jeruk 300 ml : jus jeruk 30 gr : gula pasir 2 sdt : maizena, larutkan dengan sedikit air Pelengkap: jeruk mandarin kalengan, tiriskan 5 strowberri segar

Es Mentimun Markisa Bersoda

Cara membuat: - Potong markisa, ambil isinya, taruh di mangkok. - Kupas mentimun, serut kasar,

campurkan dengan markisa dalam mangkok. - Tuangkan sirop, air soda dan air jeruk serta es batu serut dalam mangkok, aduk rata. - Tuangkan dalam gelas saji dengan hiasan jeruk lemon.

Cara membuat: - Campur jeli, gula dan susu segar, aduk rata.

Udang Tahu Kukus Bahan: 8 buah : tahu matang 3 sdm : tepung maizena 150 gr : udang kupas, cincang halus 1 butir : telor ayam 1 ½ sdt : merica bubuk 1 batang : daun pre, iris tipis Garam, kaldu bubuk secukupnya Saos sambal secukupnya

Cara membuat: - Lubangi tahu dan ambil bagian putihnya. - Haluskan bagian putih tahu dan campur dengan tepung maizena, udang cincang, telor merica, daun pre juga garam dan kaldu bubuk, aduk sampai rata. - Masukkan kembali adonan ke dalam tahu hingga penuh, kukus selama 30 menit, hingga matang, angkat. - Sajikan dengan saos sambal.

- Didihkan di atas api kecil hingga mendidih. - Angkat, masukkan essend dan jeruk mandarin, aduk rata. - Tuang adonan ke dalam gelas saji, biarkan hingga dingin, lalu simpan di lemari es hingga mengeras. - Sajikan dengan fla jeruk dan jeruk mandarin serta irisan strowberri Cara membuat fla: - Panaskan jus jeruk, tambahkan larutan maizena dan gula hingga mengental


RESEP ALA CHEF

12

Pasta Spesial Wayan Perean

19 - 25 MEI 2014

Bahan: 10 gram : tauge 10 gram : jamur 5 gram : jagung brondong 10 gram : bawang merah diiris 7 gram : bawang putih diiris 5 gram : cabai hijau 100 ml : kaldu Garam secukupnya Gula secukupnya Minyak goreng untuk menumis Cara membuat: - Bersihkan semua bahan. - Panaskan panci tuangkan minyak 1 sendok makan.

Kalau sudah panas, masukkan bumbu seperti bawang merah, aduk hingga layu, kemudian tambahkan bawang putih dan cabai hijau, aduk hingga aromanya keluar. - Tambahkan air kaldu, biarkan sampai mendidih. Setelah itu, masukkan jamur dan cabai hijau tunggu 5 menit sambil diaduk. - Tambahkan sebagian jangung brondong, garam, lada, gula, aduk sebentar. Lalu angkat, dan sajikan di piring dan hias dengan sisa jagung brondong. –Wirati Astiti

M

enurut Nyoman, ketertarikan ibunya itu, didasari atas kesukaan cucu mereka makan kentang goreng. Akhirnya, terbersit keinginannya mencoba dari keladi. “Ternyata di rumah keripik keladi ini juga digemari. Karena itu, dicoba dijual di warung,” tutur Nyoman. Enam bulan berikutnya, Nyoman Rati jatuh sakit. Karena kondisi, ia tak bisa meneruskan usaha keripik keladi itu. Nyoman Sidikarya akhirnya mengambil-alih usaha tersebut bersama istrinya Ni Nengah Suka Latri yang sehari-hari membuka salon di rumahnya. Nyoman mengatakan, awalnya ia memotong keladi dengan pisau gobet. Itu dikerjakan mulai dari pagi hingga menggorengnya sampai dini hari. Akhirnya, Nyoman dan istrinya berpikir, bagaimana caranya agar mereka dapat bekerja lebih efisien dan tak banyak menghabiskan waktu. Mereka mencari akal membuat satu mesin pemotongan keladi. Bermodalkan Rp 2,5 juta, mereka

membeli mesin pemotongan yang memberikan hasil potongan keladi yang bagus, bergerigi, dan sesuai dengan keinginan mereka. “Dulu saat memotong dengan pisau, hasilnya tidak sempurna, ada yang tebal ada yang tipis. Setelah memakai mesin potong, hasil potongannya rapi dan sempurna. Untuk memotong 80 kilogram keladi hanya memerlukan waktu 30 menit,” kata Nyoman. Selain alat pemotong, mereka membeli kompor besar termasuk wajan besar agar mampu menggoreng lebih banyak. “Dengan wajan yang besar kami bisa menggoreng 30 kilogram beberapa menit. Dulunya, kami

menggoreng dengan sistem dua kali. Pertama, menggoreng setengah matang. Keesokan harinya digoreng lagi. Kini setelah punya kompor dan wajan yang besar kami bisa sekali goreng dan hasilnya krispi,” kata Nyoman. Melalui usaha sampingan salon milik Nengah Suka Latri, banyak

Nyoman Sidikarya

Kisah sukses pie susu Dhian dimulai dari coba-coba yang akhirnya berbuah laris manis. “Awalnya, istri saya pernah bekerja di satu perusahaan pie susu di Denpasar. Lumayan lama bekerja di sana sekitar 10 tahun. Karena disibukkan mengurus dua anak, akhirnya istri saya terpaksa berhenti bekerja. Sambil ngemong anak di rumah, istri saya mencoba mencari tambahan penghasilan. Bermodal satu oven, istri saya mencoba membuat kue pie susu sendiri. Satu hari, kami mencoba membuat 500 kue.

Iseng ditaruh di beberapa warung. Ternyata, banyak yang beli dan disukai konsumen,” tutur Komang Sukadasna, awalnya ia membuka bisnis kue pie susu Dhian. Menurut Komang, membuat kue pie susu tidak terlalu sulit dan tidak memakan waktu lama. Dengan oven kecil saja, ia sudah mampu membuat 500 kue tiap hari. “Sekali masukkan ke dalam oven, bisa 100 kue. Jadi hanya lima kali oven untuk 500 kue. Itu pun sekali oven tak terlalu lama. Jadi istri saya bisa sekalian jaga anakanak,” kata Komang. Tiga bulan kemudian, Komang yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan swasta berhenti bekerja, dan ikut membantu istrinya Luh Karyawati membesarkan usaha kue pie susu. “Tugas saya menjual, mengirim kue, dan mencari pelanggan,” kata lelaki asal Tejakula, Buleleng ini. Tiga bulan usahanya mulai berkembang, ia mencari karyawan untuk membantu usahanya. Dari lima karyawan sampai kini ia sudah memiliki 60 orang kary-

awan. “Sebagian besar karyawan berasal dari kampung halaman saya,” kata Komang yang mengambil nama Dhian dari nama anaknya. Komang juga memberikan kenyamanan kepada karyawannya, dengan memberikan mereka tempat Komang Sukadasna tinggal. Hanya dalam tenggang waktu Satu kue ia jual Rp 1.250. Menudua tahun, usaha pie susu Dhian rutnya, dari semua jenis pie susu berkembang pesat. Komang sudah yang beredar di pasaran, semua mampu membeli satu rumah dan rasanya sama. Namun, menurut mengontrak toko. Setelah empat Komang, kue pie susu miliknya tahun berusaha, rencana tahun ini, tidak memakai bahan pengawet dan ia membuka gudang baru di daerah tahan seminggu. Tipsnya agar tidak basi, ia mematangkan kue dengan Ketewel, Gianyar. Komang menuturkan, kue pie suhu oven yang optimal agar kue susu miliknya memiliki anek rasa, matang sampai di dalamnya. “Saat mulai dari rasa susu asli, strawberi, matang bagian luar kue menjadi blueberi, cokelat, keju, dan cokelat krispi, dalamnya lembut, dan saat keju. “Pie susu Dhian pelopor dikemas kue dalam kondisi dingin,” aneka rasa isian,” kata Komang. tutur lelaki usia 38 tahun ini. Selain, menjual sendiri di toko dan menyerahkan ke beberapa pusat oleh-oleh Bali, Komang juga bekerja sama memasarkan kue pie susu secara online. Sampai saat ini, ada beberapa karyawan yang pernah bekerja bersamanya, keluar dan membuat usaha sendiri. Namun, baginya tidak masalah karena tiap orang punya rezeki masing-masing. “Yang jelas, dalam berusaha, tidak melupakan inovasi dan kreasi untuk menjadi unggulan dan menarik pembeli,” kata Komang. -Wirati Astiti

Keripik Keladi

pelanggan salon menjadi konsumen keripik keladinya. Bahkan, ada yang menjadi pemasar keripik keladi mereka. Saat ini, keripik dipasok ke beberapa rumah sakit di Denpasar dan warung serta toko kue. Menurut Nyoman, cara membuat keripik keladi ini sangat mudah. Pertama, keladi dikupas kemudian dicuci. Dipotong dengan mesin, rendam satu jam dengan air garam. Kemudian ditiriskan dan jemur 10 menit. Terakhir, goreng dengan minyak sangat panas. Kini, Nyoman bersama istrinya melakukan aktivitas mulai Pukul 06.00 sampai 12.00. Sore hari sampai malam, ia tinggal mengemas keripik keladinya. Satu hari ia membuat 50 kilogram keripik keladi. Ia juga dibantu satu orang tukang goreng untuk menggoreng keripik selama lima jam dengan bayaran Rp 30.000 per hari. Saat ini, untuk bahan baku keladi didatangkan dari Lumajang, Jawa Timur. Seminggu, Nyoman

biasa dibawakan keladi sebanyak 500 kilogram. “Di Bali, ada keladi, namun, saya belum menemukan pasokan yang tetap. Kadang ada banyak, kadang ada sedikit. Ini tak bisa dijadikan patokan untuk kestabilan usaha. Dulu pernah setahun hanya produksi sekali karena tak ada bahan baku. Dari seorang teman, akhirnya saya bertemu dengan penjual keladi dari Lumajang, Jawa Timur. Harga keladi Rp 3.100 perkilonya,” kata Nyoman. Dari usaha keripik keladi ini, Nyoman mampu menyekolahkan kedua putranya yang kini sudah tamat SMA dan bekerja. Rencana ke depan, Nyoman ingin membesarkan usahanya dengan mencari kredit. Salah satu temannya, sering memesan keripik keladinya untuk dibawa pameran ke luar Bali. Sambutannya bagus dan tak kalah dengan kentang goreng. Ia menilai, keripik keladi dapat dijadikan peluang untuk oleh-oleh khas Bali ke depannya. –Wirati Astiti

Pudding Almond

Pie Susu Oleh-oleh Khas Bali Pie susu, adalah satu kue yang kini sedang naik daun. Terbuat dari campuran tepung, mentega, susu, dan telur. Kemudian dicetak bundar dan di dalamnya diisi dengan berbagai isian. Rasanya sangat manis dan begitu menggoda untuk terus memakannya. Kue ini sedang dipromosikan sebagai oleh-oleh khas Bali. Siapa saja tamu yang datang ke Bali, tak lengkap rasanya tanpa membeli kue pie susu sebagai oleholeh kembali ke daerah asal. Salah satu pie susu yang sudah terkenal di Bali, pie susu Dhian.

13

Ternyata, banyak bahan makanan lokal dapat diolah menjadi camilan yang enak. Salah satunya, keladi Bali atau dikenal dengan nama talas. Biasanya, keladi diolah menjadi penganan dengan dikukus dan diberi tambahan kepala parut. Namun, keladi juga dapat disajikan ala makanan restoran siap saji seperti kentang goreng yang krispi. Peluang ini juga didapatkan Nyoman Rati, secara kebetulan. “Sebagai pensiunan, agar ada yang dikerjakan, ibu saya iseng membuat camilan keladi goreng. Dititip di warung dekat rumah, ternyata banyak yang beli,” kata Nyoman Sidikarya, putra Nyoman Rati.

Sup Tauge Jagung Pasta Be Sampi Saus Sere Tabia Brondong rata. Angkat. Panggang daging kembali sekitar 3 menit. - Masukkan pasta yang sudah direbus ke dalam bumbu yang ditumis tadi. Aduk rata, dan tata di piring saji sesuai keinginan. Kemudian, taruh daging sapi panggang di atas pasta. Siap sajikan.

C U L I N A RY C O R N E R

Keripik Keladi Krispi

Anda tentu mengenal pasta seperti spag­hetti. Hidangan ala Barat ini sangat disukai tua dan muda. Pasta selalu disajikan bersama sausnya. Kali ini, Tokoh memberikan menu spesial saus pasta yang dibuat dari bahan lokal. Rasanya tak kalah dengan pasta ala Barat. Selamat mencoba kreasi Wayan Perean, Executive Chef Caesar Restaurant and Bakery Sanur.

Bahan: 120 gram : daging sapi has dalam 60 gram : pasta spaghetti 7 gram :bawang putih 6 gram : bawang merah 5 gram : terasi 50 ml : santan Garam secukupnya Gula pasir secukupnya Cara membuat: - Rebus pasta setengah matang. - Sambil menunggu pasta, bumbui daging sapi dengan garam dan merica, atau jika suka dapat ditambahkan french mustard . - Panggang daging sapi setengah matang. - Giling bahan bumbu sampai halus. Lalu tumis bumbu dengan minyak. Tambahkan santan. Setelah bumbu mengeluarkan aroma harum, masukkan daging yang dipanggang tadi. Aduk

19 - 25 MEI 2014

Sarwan Bahan: 4 buah : markisa 3 buah : mentimun muda 400 ml : sirop markisa 500 ml : air soda 6 ml : air jeruk lemon Es serut, secukupnya

Bahan: 1 bungkus: jeli bubuk 150 gr : gula pasir 300 ml : susu segar 1 sdt : essend almond 75 gr : jeruk mandarin kaleng, cincang Fla jeruk 300 ml : jus jeruk 30 gr : gula pasir 2 sdt : maizena, larutkan dengan sedikit air Pelengkap: jeruk mandarin kalengan, tiriskan 5 strowberri segar

Es Mentimun Markisa Bersoda

Cara membuat: - Potong markisa, ambil isinya, taruh di mangkok. - Kupas mentimun, serut kasar,

campurkan dengan markisa dalam mangkok. - Tuangkan sirop, air soda dan air jeruk serta es batu serut dalam mangkok, aduk rata. - Tuangkan dalam gelas saji dengan hiasan jeruk lemon.

Cara membuat: - Campur jeli, gula dan susu segar, aduk rata.

Udang Tahu Kukus Bahan: 8 buah : tahu matang 3 sdm : tepung maizena 150 gr : udang kupas, cincang halus 1 butir : telor ayam 1 ½ sdt : merica bubuk 1 batang : daun pre, iris tipis Garam, kaldu bubuk secukupnya Saos sambal secukupnya

Cara membuat: - Lubangi tahu dan ambil bagian putihnya. - Haluskan bagian putih tahu dan campur dengan tepung maizena, udang cincang, telor merica, daun pre juga garam dan kaldu bubuk, aduk sampai rata. - Masukkan kembali adonan ke dalam tahu hingga penuh, kukus selama 30 menit, hingga matang, angkat. - Sajikan dengan saos sambal.

- Didihkan di atas api kecil hingga mendidih. - Angkat, masukkan essend dan jeruk mandarin, aduk rata. - Tuang adonan ke dalam gelas saji, biarkan hingga dingin, lalu simpan di lemari es hingga mengeras. - Sajikan dengan fla jeruk dan jeruk mandarin serta irisan strowberri Cara membuat fla: - Panaskan jus jeruk, tambahkan larutan maizena dan gula hingga mengental


J E L I TA

14

19 - 25 mei 2014

M

enyadari, setiap orang dilahirkan dengan bentuk mata yang ber­ beda, maka sang perias harus mengerti teknik merias mata yang benar, agar tampilan pesona ke­ cantikan yang dirias berhasil ter­ pancar. Menurut Tatik salah seorang pe­ nata rias di Denpasar, dengan teknik yang baik juga ia bisa menampilkan kesan sesuai dengan yang diinginkan. “Apalagi kalau riasan mata ini dibing­ kai dengan alis yang indah, sangat bisa menjadikan seseorang tampil beda (make over),” katanya. “Untuk perona mata saat ini, yang tengah digemari dan masih menjadi tren adalah gaya make up smoky eyes. Selain menjadikan seseorang tampak seksi juga cantik dan dramatik,” lanjut Tatik sambil mengatakan agar tidak sampai muncul kesan galak, hati-hati saat memulaskan warna eye shadow yang digunakan. Ketika mulai memulaskan warna eye shadow dari bagian bawah ke­ lopak mata, katanya diteruskan hing­ ga sepanjang tulang mata di bawah alis. Begitu juga dengan penggunaan eye liner-nya. Sedangkan, untuk hasil akhir yang sempurna dapat lengkapi dengan sapuan perona pipi dan bibir warna berry agar wajah cerah dan segar. “Jika bulu mata kurang lentik, menggunakan bulu mata palsu ada­ lah jalan keluarnya,” katanya. “Untuk kegiatan sehari-hari di­ luar acara pesta atau acara khusus untuk pertunjukkan panggung, kita dapat menggunakan bulu mata yang biasa untuk bagian bawah mata, agar tidak terlalu panjang sehingga efeknya lebih alami,” lanjut Tatik. Tatik juga mengingatkan pada waktu menempelkan bulu mata, sebaiknya tidak terburu-buru dan sabar. Sedangkan saat terbaik agar bulu mata mudah menempel adalah ketika lem setengah kering. Jika menginginkan hasil rias yang alami, selain dengan bulu mata yang pendek, gunakan warna lembut diantara warna gelap. Bubuhkan dengan halus dan baurkan dengan seksama sehingga tidak ada per­ bedaan yang nampak tajam antara warna gelap dan warna lembut tersebut. Dikatakannya, pembauran war­ na yang serasi adalah yang mem­ bentuk gradasi. Gunakan rias mata yang pa­ling gelap di bagian bawah. Kemudian semakin ke atas ke arah tulang alis warnanya haruslah se­ makin pudar, sehingga membentuk satu gradasi yang sempurna. Untuk menghasilkan pem­ bauran warna yang sempurna tersebut, gunakan kuas untuk menyapukannya. “Dalam kondisi darurat jari tangan juga dapat digu­ nakan. Gosokkan jari tangan pada rias mata dan lakukanlah ke satu arah, jangan menggosok dengan

Tatik

gerakan bolak balik,” katanya. Koreksi Bentuk Mata Sementara bagi mereka yang merasa memiliki kekurangan di mata, juga tidak perlu khawatir. Sebab, kata Tatik dengan riasan yang tepat, mata dapat terlihat indah dan sempurna. Yang terpenting adalah keserasian paduan warna yang digunakan dan dibaurkan dengan seksama. Mata yang kelopaknya terlipat, atau ujung luar mata yang agak turun, sehingga terlihat sayu dan seperti tidak memiliki kelopak bisa dikoreksi dengan make up. Dengan bantuan riasan perona mata, selain menjadikan lebih baik dan juga lebih bersinar. Untuk tampilan kelopak mata yang lebih sempurna, Tatik menggunakann sistem jahit mata, tanpa isolasi. Bulu mata tetap diperlukan untuk menambah keindahannya. , “Bulu mata ini dikenakan lebih dahulu sebelum sistem jahit mata dilakukan. Begitu juga dengan mata yang cen­

derung turun, juga dilakukan korek­ si dengan sistem jahit mata, hanya tambahannya eye liner di sudut mata bawah dipertebal,”paparnya sambil mengatakan kalau gaya smoky eyes tetap dipilihnya agar mata terlihat lebih tajam. Sedangkan untuk bentuk mata kecil, yang merupakan keunikan dari mata seseorang dan terkadang bentuk ini juga disertai dengan kel­ opaknya yang kecil. Untuk menyia­ satinya, gunakan perona mata warna kecokelatan dan aplikasikan eye liner untuk memberi kesan mata lebih besar. Untuk yang berkantung mata, jangan lupa membubuh­ kan concealer tipis-tipis di area bawah mata, kemudian aplikasikan bedak tabur secara merata. Sapukan perona mata warna biru pada seluruh kelopak mata, selanjutnya bubuhkan warna keunguan pada sudut luar untuk memberi kesan ujung luar mata naik. Tambahkan perona mata warna pink berefek shimmer pada sudut dalam, baurkan merata agar terlihat serasi. Bagi pemilik mata bulat, cipta­ kan sudut mata meruncing ke arah luar mendatar. Setelah itu, pilih warna terang sebagai eye shadow pada kelopak mata hingga pangkal alis agar bentuk mata bulat tersamar. Begitu juga dengan mata yang cekung, dapat membubuhkan warna terang pada kelopak mata dan bawah pangkal alis sebelah dalam. Untuk bagian alis, sikat bulu alis ke arah atas atau bisa juga dengan mengurangi bulu alis bagian bawah. Yang patut diperhatikan bagi pemilik mata cekung adalah jangan memakai eye liner terlalu tebal. Sedangkan mata cembung, disa­ markan dengan menciptakan sudut mata memanjang memakai eye liner secara mendatar. Kemudian baurkan eye shadow warna gelap atau matte pada kelopak mata. Akhirnya pilih eye shadow warna terang pada pun­ cak tulang mata. Untuk mata sipit pakailah eye shadow berwarna gelap atau matte pada kelopak mata, lalu buat sudut mata dengan eye liner membulat hingga menyambung pada garis sudut bawah mata. Setelah itu,

MITOS ATAU FAKTA

11

Golongan Darah tak Tentukan Kepribadian

Rias Mata Seksi Salah satu cara membuat penampilan berbeda adalah dengan tata rias atau make up. Ketika memoleskan make up wajah, selain alis yang menjadi pusat perhatian adalah mata.

19 - 25 mei 2014

Hari itu Wahyu masuk kantor dengan mengenakan masker mulut. “Saya lagi flu,” ujarnya kepada rekan kerjanya, Dewi. Dewi yang sedari tadi sibuk bergelut dengan laporan keuangannya, berhenti sejenak, sembari menoleh ke arah Wahyu. “Gara-gara Wahyu nih, saya jadi ikut-ikutan pilek,” sahutnya sembari bercanda. Mereka lalu saling menanyakan golongan darah masing-masing. “Oh, pantesan, golongan darah saya O juga, pantesan cepat tertular,” ujar Dewi sekenanya. Apa benar, orang yang memiliki golongan darah sama akan mempercepat/mempermudah penyebaran virus?

“P

ernyataan tersebut tidak benar. Mudah tidaknya atau tinggi rendahnya risiko penularan penyakit baik yang disebabkan oleh virus, bakteri dan mikroorganisme lain sangat ditentukan oleh sistem imunitas atau tingkat kekebalan seseorangan. Selain faktor imunitas, cara dan media penularan penyakit juga memegang peranan penting,” jelas dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK (K), staf dokter di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah yang juga dosen di Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Itu hanya salah satu mitos yang banyak diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Berikut ini, dr. Kadek Mulyantari akan mencoba meluruskan mitos-mitos lain terkait golongan darah. Mitos: Golongan darah tentukan sifat dan kepribadian seseorang Fakta: Sebenarnya ada puluhan jenis golongan darah, namun secara umum yang paling sering diperiksa hanya golongan darah sistem ABO diikuti oleh sistem rhesus. Berdasarkan sistem ABO, golongan darah dibagi menjadi 4 yaitu golongan darah A, B, O dan AB. Pembagian A, B, O dan AB ini secara imunologi berdasarkan jenis antigen yang ada pada permukaan sel darah merah dan secara kimiawi berdasarkan jenis karbohirat dan protein penyusunnya. Sifat dan kepribadian diten­ tukan oleh banyak faktor, baik faktor biologis, sosial maupun budaya. Hubungan antara golongan darah dan tipe kepribadian pernah diteliti di Jepang. Hasil penelitian mendapatkan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki sifat terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang terkadang membuat orang mudah marah. Golongan darah B bersifat santai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup. Golongan darah O berjiwa besar, supel dan fleksibel, tidak mau mengalah, alergi pada yang hal-hal yang mendetil dan kecenderungan berpolitik. Golongan darah AB bersifat unik, banyak akal, namun terkadang berkepribadian ganda. Peranan golongan darah dalam menentukan kepribadian tidak 100% benar, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada ras yang berbeda bahkan penelitian yang bersifat biokimia dan molekuler. Mitos: Hindari kawin dengan orang yang golongan darahnya sama Fakta: Kalau hanya berdasarkan jenis golongan darah saja (A,B,O,

baurkan eye shadow warna terang di sekitar pangkal alis. Tatik juga mengatakan semua itu bisa dilakukan sendiri, dengan cata­ tan rajin berlatih dan paham dengan

kekurangan yang ada di wajah, khususnya pada mata, sehingga bisa mencari dan menentukan trik apa yang digunakan untuk mengoreksi­ nya. – Sri Ardhini

dr. Oka Negara, FIAS

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, saya cowok usia 20 tahun dan belum menikah. Setiap saya mau ML dengan pacar, saya selalu ditertawakan pacar karena penis saya diameternya kecil seperti sosis dan kadang pacar saya tidak merasa puas ML dengan saya hanya karena penis saya kecil katanya. Saya mau tanya bagaimana cara memperbesar penis, Dok? Terimakasih. (Sut,20) Pesan saya pertama, di usia yang masih muda, walau dorongan sek­ sual adalah alamiah sudah muncul dan menggebu-gebu, tetapi tetaplah sebaiknya dikelola dengan baik dan memahami risikonya, seperti kehamil­ an tidak diinginkan pada pasangan dan infeksi menular seksual jika kemung­ kinan berganti pasangan seksual. Itu dulu dipahami. Nah, selanjutnya, tentang per­ tanyaan. Akan selalu muncul banyak diskusi yang tiada habisnya mengenai penis, termasuk tentang ukuran ideal untuk dapat membawa kepuasan sek­ sual bagi laki-laki dan pasangannya. Sebuah mitos populer tentang ukuran penis adalah “lebih besar, lebih baik”. Secara turun temurun berbagai cara tidak logis dan tidak ilmiah telah di­ lakukan untuk memperpanjang ukuran

penis, dan memperbesar diameternya, yang ternyata dapat mengakibatkan efek buruk, akhirnya malah mengor­ bankan fungsi penis itu sendiri. Ber­ hati-hatilah. Struktur penis karena lebih banyak jaringan ikat dan otot polos dengan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak pubertas mencapai puncak di usia 1617 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangkan sebelum usia tersebut ukuran penis masih bisa berkembang karena pe­ ngaruh hormon, terutama testosteron. Ketakut­an laki-laki bahwa ukuran penis­ nya terlihat terlalu kecil untuk memuas­ kan pasangannya saat berhubungan seksual seringkali menjadi sebuah alasan paling sering. Namun, justru kebanyak­ an laki-laki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki

AB), perkawinan dengan orang yang golongan darahnya sama tidak perlu dihindari. Risiko penularan penyakit dan penurunan penyakit secara ge­ netik bukan disebabkan oleh jenis golongan darah. Justru yang perlu dihindari adalah perkawinan sedarah atau perkawinan dengan saudara yang masih ada hubungan darah. Hal tersebut berisiko memuncul­ kan beberapa jenis penyakit yang bisa diturunkan secara genetik. Mitos: Golongan darah B, itu kotor (misal cepat kena penyakit tertentu, gatal, dll) Fakta: Darah kotor bisa terjadi pada semua jenis golongan darah baik A, B, O dan AB, tergantung paparan tubuh terhadap berbagai zat berbahaya. Darah kotor dapat disebabkan oleh racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung pestisida, penyedap, pengawet, pewarna atau­ pun masuk melalui jalan nafas seperti asap rokok dan polusi udara. Semakin banyak dan semakin lama zat berbahaya ada dalam tubuh, semakin mengancam kesehatan kita. Gejala penyakit yang muncul akibat darah kotor sangat bervariasi seperti gatal-gatal, jerawat, peradangan pada kulit, nyeri dada, gangguan pernafasan dan lain-lain. Mitos: Golongan darah O, hindari mengkonsumsi tepung terigu (diet golongan darah). Fakta: Memang sudah banyak penelitian terkait pola diet dengan jenis golongan darah. Beberapa pe­ nelitian menghasilkan bahwa ada korelasi antara mun­ culnya penyakit dengan pola diet pada masing-masing golongan darah. Larangan untuk makan-makanan tertentu pada masing-masing golongan darah bisa dikaitkan dengan perbedaan jenis rantai karbohidrat dan protein yang menyusun antigen golongan darah tersebut. Komponen yang ada pada makanan dapat menimbulkan reaksi kimia yang negatif pada komponen penyusun antigen golongan darah sehingga bisa berdampak buruk ter­hadap kesehatan. –Inten Indrawati

Lebih Besar, lebih Baik? penis masih berukuran normal. Alasan lain yang sering muncul adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Harap dicatat bahwa secara fisik, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan. Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini menjadi sasaran kalan­ gan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami kerusakan baik secara fisik maupun fungsi seksual. Alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan sek­ sual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis. Kalau coba dicermati kembali apa yang se­ring dilakukan untuk pembesaran penis tersebut banyak yang berupa suntikan silikon cair yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan

penis secara permanen hingga kanker, hingga mengonsumsi pil, obat oles dan bahan lain (misalnya rendaman teh). Tidak satupun dari produk-produk ini terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya jika dosis­ nya sembarang, misalnya yang sengaja dioplos dengan hormon tanpa takaran yang jelas. Dalam banyak kasus, ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi lakilaki dan pasangannya. Kalau selama ini dirasa misalnya perempuan merasa ukuran penis pasangannya lebih kecil dari apa yang diketahui atau dari pengalaman seksual dengan pasangan sebelumnya, berarti mind setting-nya yang perlu diperbaiki. Karena yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata. Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (G-spot) terletak di seper­ tiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan. Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Hal-hal berikut bisa dilakukan, terutama saat sudah aktif berhubungan seksual dengan pasangan: Berkomunikasi seksual yang lebih

baik dengan pasangan. Termasuk berusaha berdiskusi terbuka tentang segala apa yang ada di diri dan pada pasangan. lMeningkatkan penampilan diri. Olahraga teratur tentu saja dapat membuat perbedaan besar. Juga ke­ biasaan hidup sehat, makan ber­ imbang, menghentikan kebiasaan buruk (merokok, alkohol), menjaga berat badan tetap ideal. lRapikan rambut kemaluan yang tidak rapi di sekitar dasar penis, se­ hingga dapat membuat penis tampak lebih menarik. Pencukuran rambut kelamin dapat meningkatkan sensi­ tivitas di sekitar dasar penis. l Berdiskusilah dengan dokter yang memahami kesehatan seksual. Banyak laki-laki akhirnya merasa nya­ man dengan keyakinan bahwa mereka “normal” atas rekomendasi seorang ahli. Jadi, yang justru sangat penting un­ tuk dilakukan saat ini adalah mengedu­ kasi seluruh lapisan masyarakat agar memiliki pengetahuan yang memadai, termasuk tentang seksualitasnya. Atas dasar pengetahuan yang baik ini akan terbentuk persepsi yang sehat dan dasar perilaku seksual yang sehat. Mitos memperbesar penis sudah seharusnya tidak lagi dipercaya dan dihindari, karena sering kali mengor­ bankan fungsi seksual.


10

BUGAR

Peran Rehabilitasi pada Nyeri Pinggang N yeri pinggang adalah masalah yang umum dihadapi banyak orang. Sekitar 80% orang pernah mengalami nyeri pinggang dalam hidupnya. Penyebab nyeri ping­ gang sangat beragam mulai dari nyeri pinggang ringan yang akan hilang dengan sendirinya sampai penyebab yang serius hingga memerlukan tinda­ kan pembedahan. Nyeri pinggang juga sering kali berkaitan dengan postur tubuh dan cara melakukan aktivitas sehari-hari. Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi nyeri ping­ gang, penanganan yang komprehensif dari berbagai bidang ilmu kedokteran diperlukan guna mencapai tujuan yaitu terkontrolnya gejala dan tercapainya tulang belakang yang sehat. Penanganan nyeri pinggang dapat dilakukan dengan berbagai pendeka­ tan antara lain obat-obatan, injeksi, terapi fisik, latihan, penggunaan orthosis, sampai pada pembedahan. Topik kali ini membahas pendekatan ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi pada nyeri pinggang. Tujuan penatalaksanaan rehabilitasi pada fase akut adalah untuk mempro­ teksi struktur yang cedera, mengontrol nyeri dan mengurangi peradangan yang terjadi. Rehabilitasi juga bertujuan un­ tuk mencegah tirah baring lama dan menormalkan beban pada struktur tulang belakang serta implementasi latihan. Pada fase yang lebih lanjut (sub akut), tujuan rehabilitasi adalah men­ capai lingkup gerak sendi yang bebas dari nyeri, mengoptimalisasi kekuatan, ketahanan, dan koordinasi sistem neu­ romuskular pada tulang belakang, serta mengembalikan pasien ke aktivitas yang normal dan mencegah cedera lebih lanjut atau kekambuhan. Pada fase akut, penatalaksanaan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obat pengontrol rasa nyeri dan peradangan, pemberian terapi fisik seperti kompres dingin, pemberian modalitas stimulasi elektrik (Tran­ scutaneous Electrical Stimulation/

19 - 25 MEI 2014

TENS), laser dan pembe­ rian orthosis seperti korset atau brace jika diperlu­ kan. Korset tidak dian­ jurkan untuk penggunaan jangka lama karena dapat menyebabkan k e l e m a h a n dr. Sisca Susantio, Sp.KFR otot karena otot menjadi tidak terlatih. Pasien endorfin sehingga menurunkan intensi­ dianjurkan untuk tetap aktif dan tas nyeri. Latihan aerobik seperti ber­ menghindari berbaring lama di tempat jalan, sepeda statis, berenang, maupun tidur. Pasien akan diajarkan bagaimana pool therapy dapat dianjurkan dengan postur tubuh yang benar, posisi tidur dosis yang sesuai. Dengan latihan yang yang benar serta bagaimana posisi yang teratur dan dosis yang tepat, latihan aman saat duduk, berdiri dan beraktivi­ aerobik juga berfungsi menurunkan tas (proper body mechanic). Di bawah berat badan. Selama proses rehabilitasi, berbagai ini terdapat beberapa contoh gambar modalitas dapat dipakai untuk mengu­ posisi yang aman dalam beraktivitas. Selanjutnya jika nyeri mulai terkon­ rangi nyeri, mengurangi kekakuan pada trol, pasien akan diajarkan latihan un­ otot dan meningkatkan fleksibilitas tuk tulang punggung yang merupakan jaringan. Terapi panas baik superfisial kombinasi dari peregangan, penguatan maupun dalam dapat diberikan pada dan latihan aerobik. Pasien dengan otot-otot yang kaku atau daerah yang nyeri pinggang cenderung mengurangi nyeri. Massage dan manipulasi oleh aktivitasnya sehingga dapat muncul terapis yang kompeten berguna untuk kekakuan pada otot dan sendi tulang meningkatkan fleksibilitas jaringan lunak belakang. Peregangan diperlukan untuk dan gerakan ruas tulang belakang. Nyeri yang berkurang hanyalah mengembalikan lingkup gerak sendi tulang belakang dan mengembalikan langkah awal dari rehabilitasi nyeri fleksibilitas. Latihan penguatan otot- pinggang karena nyeri dapat kembali otot perut dan abdomen diperlu­ lagi atau kambuh. Baik pasien yang kan supaya dapat menyangga tulang baru pertama kali mengalami nyeri punggung lebih baik. Latihan dimulai punggung, atau mengalami kekam­ bertahap dengan latihan peregangan buhan nyeri punggung bahkan pasca sederhana dan ditingkatkan seiring operasi, akan memerlukan rehabilitasi dengan perbaikan nyeri dan kekuatan dan terapi latihan punggung yang tepat otot sampai pada latihan core stability untuk menghindari atau meminimalkan yang menstimulasi otot-otot dalam risiko kekambuhan. Hal ini sebaiknya dari tulang punggung. Akhirnya, latihan dilakukan dengan pengawasan dari aerobik low impact diberikan untuk dokter atau terapis yang kompeten. *Dikutip dari berbagai sumber mengembalikan kebugaran pasien dengan nyeri pinggang. Pada pasien dr. Sisca Susantio, Sp.KFR yang bugar, ternyata angka kekambu­ sisca.susantio@siloamhospitals.com han nyeri pinggang menurun. Latihan 08121094193 aerobik juga meningkatkan hormon

19 - 25 MEI 2014

STYLE

Etnik Ornamen Bali Pada pagelaran Jogja Fashion ­Festival 2014 di Atrium Plaza Ambarukmo ­Yogyakarta, beberapa waktu lalu, de­ sainer yang memiliki kecintaan terhadap waris­an ­budaya bangsa, Jaya Sugita, me­ nampilkan hasil rancang­an yang merupa­ kan inspirasi dari kebanggaannya atas keunikan warisan budaya Bali.

Jaya Sugita

J

aya berhasil mengang­ kat detil keindah­a n or­ namen dan seninya Bali dalam desainnya. Dian­ taranya, dihadirkannya lukisan legong dalam karya busana­ nya. “EtnikTradisonal Culture” yang menjadi temanya kali ini cukup kuat dan apik dalam balutan keindahan kain songket jumputan, endek dan bordir. Meski bernuansa etnik, na­ mun hasil eks­p lorasi dari de­ sainer asal Bali, yang juga men­ desain sepatu dan aksesori ini pun terlihat berkesan glamor dan romantis dengan penambahan bahan yang lembut menjuntai. – Sri Ardhini

15


16

PELESIR

19 - 25 mei 2014

Pesona Pantai Pandawa

Bentangan “Karpet” Putih di Celah Tebing Kapur

P

antai Pandawa (Pandawa Beach) akhir-akhir ini menjadi primadona pariwisata pantai di Bali. Sebelumnya banyak orang yang tidak tahu keberadaan pantai ini. Maka dari itu banyak wisatawan yang menyebutnya sebagai the secret beach karena tidak banyak orang yang mengunjungi pantai Pandawa ini. Menurut beberapa warga yang tinggal di sekitar pantai ini mengatakan bahwa Pantai Pandawa sebenarnya sudah lama dikenal. Akan tetapi akses untuk mencapai pantai ini yang cukup sulit dijangkau menyebabkan pantai ini sepi pengunjung. Namun, seiring waktu pantai ini mulai terkenal tidak hanya bagi warga sekitar namun juga merambah hingga internasional. Bahkan banyak pula orang Bali yang belum pernah mengunjungi

pantai ini padahal wisatawan luar Bali sudah cukup sering mengunjungi pantai ini. Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Berjarak kurang lebih 3 km dari kawasan Wisata Nusa Dua dan Pura Uluwatu. Dahulu pantai ini sulit diakses karena letaknya dibelakang tebing-tebing tinggi dan ditumbuhi semak belukar. Namun, melihat pesona yang ditawarkan pantai ini, pemerintah Kabupaten Badung mulai membuat jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km menuju pantai dan melewati tebing-tebing kapur yang tinggi. Tujuan pembuatan jalan ini adalah untuk me­ ngenalkan keindahan pantai Pandawa sebagai tujuan wisata bahari sekaligus sebagai “penarik” wisatawan untuk mengunjunginya. Kondisi jalan menuju

tkh/yudi

pantai ini sangat berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya. Bisa dibilang akses jalan menuju pantai ini sangat unik dan megah dengan dikelilingi tebing-tebing tinggi nan indah. Jadi Anda sudah bisa menikmati keindahan Pantai Pandawa sebelum sampai di pantainya. Untuk mencapai pantai ini, Anda harus melalui jalan menurun dengan tebing kapur yang cukup tinggi di kanan dan kirinya. Di tengah perjalanan Anda akan menemui sedikit jalan datar yang dimana latar belakangnya terlihat pantai Pandawa. Anda bisa mengabadikan gambar diri beserta keluarga. Tepat setelah itu di sebelah kiri, akan terlihat arca-arca indah dari tokoh pewayangan Mahabharata. Arca-arca ini berada di dalam tebing kapur seolah-olah tebing kapur ini melahirkan arca-arca nan indah. Panca Pandawa menghiasi arca-arca di tebing kapur tersebut. Mulai dari arca Dewi Kunti, dilanjutkan dengan Yudhistira, lalu Bima, kemudian Arjuna dan ter­ akhir si kembar Nakula dan Sahadewa. Jika Anda ingin mengabadikan gambar

dengan latar belakang arca Panca Pandawa, disediakan pula tempat untuk foto atau sekadar lebih dekat untuk menikmati keindahan arca-arca ini. Tentang keindahan pantainya tak perlu diragukan lagi. Dihiasi pasir putih yang terbentang seperti karpet menyambut kedatangan wisatawan untuk menikmati pantai ini. Deburan ombaknya yang tidak terlalu tinggi juga menambahan kecantikan pantai Pandawa ini. Warna airnya pun berwarna gradasi biru memberikan nilai plus untuk pantai yang juga dikenal sebagai Pantai Kutuh ini. Jika Anda ingin menikmati air pantai tanpa perlu terkena air, tersedia jalan bebatuan yang dapat membantu Anda untuk

lebih dekat dengan air pantainya. Pesona Pantai Pandawa lainnya adalah aktivitas para petani rumput laut di sepa­n­ jang pantai. Selain itu bisa melihat aktivitas paralayang dan motor trail diatas bukit. Karena pantai Pandawa berada dalam satu deretan de­ ngan Pantai Gunung Payung, Desa Kutuh, kita pun bisa bisa menikmadi pemandangan indah Air Terjun Pantai Gunung Payung yang tumpah ke pantai. Berada di pantai tentu saja kurang lengkap jika tidak berbasah-basahan. Pantai ini menyediakan akomodasi untuk menikmati keindahan air pantai Pandawa dengan berenang ataupun kano dan juga paragliding. Jika Anda tidak ingin berbasahbasahan, berjalan-jalan di sekitar pantai sambil menikmati aneka jajanan yang disediakan tentu menjadi pilihan yang tepat. Anda dapat menikmati kesegaran es kelapa muda sambil menikmati keindahan pantai dan kesejukakan angin yang bertiup sepoisepoi. Selain itu kudapan rumput laut juga dapat dinikmati. Pantai Pandawa memang dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut. Di pantai ini Anda bisa mendapatkan pengetahu­an dan pengalaman tentang budidaya rumput laut yang dijalankan masyarakat sekitar sejak 1980-an. Selain sebagai pantai wisata, pantai ini juga digunakan untuk keperluan keagamaan terutama pada saat melasti. Oleh karena itu, jika Anda ingin menikmati pantai sekaligus ingin lebih mengenal kebudayaan Bali, datang pada saat di­adakannya upacara melasti tentu saja memberikan kesan yang berbeda. -Hemma

9

I Gusti Nyoman Agung Sanur Saputra

Lirik Usaha Game Online Mampu menghasilkan uang di usia muda pasti menjadi dambaan setiap orang. Menjadi wirausahawan muda, saat ini menjadi pekerjaan favorit bagi anak muda. Tak terkecuali I Gusti Nyoman Agung Sanur Saputra.

G

Bali selain terkenal sebagai pulau Seribu Pura juga terkenal dengan keindahan pantainya. Pantai di Bali rata-rata memiliki keindahan pasir putihnya yang mampu menarik wisatawan. Pantai Sindhu, Pantai Sanur, Pantai Kuta adalah segelintir pantai Bali yang sudah sangat terkenal baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Namun tak banyak yang tahu, ada satu pantai indah namun masih belum terjamah oleh wisatawan. Pantai itu adalah Pantai Pandawa.

DARA

19 - 25 mei 2014

usti, begitu panggil­ an akrabnya, telah memilih menjadi wirausahawan. Berbeda dengan orang-orang seusianya yang lebih memilih usaha clothing, ia lebih memilih usaha yang berbeda jalur. Di usia yang 19 tahun ini ia telah mampu me­n gelola sebuah usaha yang ramai digandrungi anak kecil hingga orang dewasa. Usaha yang ditekuninya adalah sebuah game online. Game online sendiri merupakan suatu tempat bermain game yang akhir-akhir ini ramai disukai anak-anak hingga dewasa. Di game online ini setiap orang yang bermain akan bertemu dengan orang lain yang bisa jadi menjadi lawannya di suatu permainan. Inilah yang menjadi awal ketertarikan Gusti untuk membuka usaha game online yang diberi nama “Infinity” ini. “Saya tertarik membuka game

online ini karena mampu menarik berbagai kalangan untuk datang,” ungkapnya. Usaha game online milik Gusti ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan orangtuanya, berupa moril dan materi. Walaupun awalnya bermodal dari uang orang tua, setelah 11 bulan menjalani usahanya, Gusti telah mampu mengembalikan sedikit demi sedikit modal pinjaman orangtua­ nya. “Dengan memperhitungkan antara pendapatan dan pe­ ngeluaran, keuntungannya dipergunakan untuk mengembalikan modal orangtua,” ucapnya. Usaha yang mulai dirintis sejak Mei 2013 ini mampu menarik pelanggan setidak-tidaknya 20 orang setiap harinya. “ Sebenarnya gak tentu yang datang. Jika hari sekolah jumlah pengunjung sekitar 20 orang, tapi kalau hari Sabtu begitu pula saat liburan tiba bisa lebih dari 20 orang, maksimal bisa 40 orang per harinya,” ucap pria kelahiran 20 Januari 1995 ini. Dari pelanggan, Gusti menarik biaya sebesar Rp 3.000 per jam. Keuntungan bersih yang didapat perbulan­nya rata-rata Rp 8 juta. Usaha game online milik Gusti ini buka mulai jam 10.00 hingga 02.00 pada hari biasa, dan 24 jam pada hari Sabtu. Di usia yang ter­ bilang masih muda ini, Gusti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjungi usahanya. Pengenalan usahanya ini diakui Gusti dilakukan de­ ngan menyebarkan brosur atau selembaran. “ Pertama kali­

nya lewat brosur, tetapi seiring berjalannya waktu, sekarang informasi tentang tempat usaha saya sudah menyebar dari mulut ke mulut,” ungkap pemilik usaha di Jalan Dewata 1 Sidakarya. Dalam usaha game online ini, selain menjual permainan online ia juga menawarkan voucher game yang bisa dimanfaatkan pelanggan yang tentu saja jatuhnya lebih hemat. Untuk mendukung aktivitas pelanggan agar tak beranjak dari tempat duduknya, di tempat usaha game online-nya

ini juga menjual makanan dan minuman. Mengingat yang ditawarkan adalah permainan online, usaha milik bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki sekitar tujuh permainan. Dari tujuh permainan itu, yang paling banyak di­ gemari adalah permainan Dota 2. Menjadi wirausahawan muda tentu saja tidak mudah. Banyak pula kesulit­ an-kesulitan yang dialami, begitu juga dengan Gusti. Diakuinya, kesulitan yang dihadapi Gusti adalah dalam mencari tenaga kerja, mengingat ia masih berstatus sebagai pelajar. “Saat ini sulit mencari tenaga kerja yang jujur dalam mengelola usaha,” ungkap Gusti yang bercita-cita sebagai wirausahawan ini. Selain ikut bekerja menjaga di game online-nya, sampai saat ini Gusti telah memiliki dua pegawai yang bekerja bergantian pada pagi dan malam hari. Menjamurnya game online di Denpasar tentu saja menjadikan usahanya ini banyak saingan. Namun, Gusti tak pesimis kare­ na tempat usahanya memiliki

keunggulan. “Di tempat game online saya, koneksi lebih cepat dan game selalu ter-update. Selain itu, usaha saya memiliki sifat yang berkesinambungan dan semua orang dapat menikmati fasilitas yang disediakan,” ujar remaja yang hobi megambel ini. Dalam setiap usaha tentu saja bisa mengalami untung dan rugi. Begitu halnya dengan usaha game online yang dilakoninya kini. Diakuinya, salah satu kerugian yang paling mendasar pada bisnis game online ini adalah komputer yang rusak dan tidak bisa dipakai lagi. “Mau tidak mau, harus beli yang baru,” ungkap putra pasangan I Gusti Putu Suparta dan Si Luh Putu Suarni ini. Selama 11 bulan menjalani bisnis tersebut, Gusti mendapatkan banyak suka duka. “Lebih banyak sukanya. Terutama jika banyak pengun­jung, keuntungan juga lebih banyak . Selain itu, pergaulan jadi luas dan bisa mempunyai banyak teman. Dukanya adalah saat me­ ngalami kerugian dan masalah pada tempat usaha saya,” paparnya. Dengan berkembangnya usaha game online, Gusti berharap bisa membuka cabang baru di tempat lain sehingga mampu memiliki ­usaha yang besar dan sukses. -hemma


BUNDA & ANANDA

8

19 - 25 MEI 2014

G R I YA

19 - 25 MEI 2014

17

Keindahan Cemara Udang Ubah Karakter Negatif ke Positif Keindahan sebuah taman, sangat ditentukan oleh pilihan tanaman yang akan ditanam. Ada jenis tanaman yang difungsikan sebagai tanaman peneduh, tanaman border, dll. Bisa juga memilih tanaman berbunga indah, berdaun indah, tanaman gantung, bahkan tanaman merambat. Berbagai jenis tanaman bisa diaplikasikan untuk mempercantik taman Anda. Untuk memberikan nilai lebih, Anda bisa memilih satu tanaman sebagai center point. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah cemara.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa sudah berlalu. Beban yang selama ini menjadi kekhawatiran sudah berhasil dilalui. Selanjutnya siswa tinggal menunggu hasilnya. Orangtua pun ikut harap-harap cemas menanti hasil UN buah hati mereka.

“S

aat UN, anak saya sempat nervous karena di sekolah ada pengawasan sangat ketat. Semua ponsel diperiksa. Anak saya sampai tidak berani bawa ponsel. Saya bilang, selama kamu tidak melakukan kesalahan untuk apa takut. Ponsel itu berfungsi untuk berkomunikasi saat penjemputan. Dia cemas berlebihan sehingga saya khawatir akan berpengaruh terhadap konsentrasinya saat ujian,” ujar Ketut Purna. Pengalaman mendukung anak yang menghadapi ujian juga diungkapkan Bu Devi. “Pasti cemas kalau anak ujian. Sebagai orangtua harus mendoakan dan membimbing persiapan anak jauh-jauh hari sebelumnya. Tujuannya agar anak tenang dan bisa mengerjakan soal ujian. Persiapan sebelum ujian juga penting, misalnya dengan memberikan latihan soal maupun kisi-kisi agar mereka siap pada saat ujian,” ujar ibu dua anak ini. I Ketut Nugraha Swadharma, seorang trainer dan hipnoterapist mengatakan kecemasan adalah ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam.

“Faktor kecemasan dalam UN ini bisa disebabkan oleh kondisi dan situasi ujian saat itu, meskipun materi pelajaran yang akan diujikan telah dikuasai. Selain itu juga bisa disebabkan karena waktu yang terbatas, tingkat kesulitan materi ujian, instruksi tes, bentuk pertanyaan dan hal-hal teknis lainnya. Kecemasan ini juga akan semakin meningkat melihat banyaknya siswa yang tidak lulus dalam UN,” ujarnya. Guru TIK di SMPN 9 Denpasar ini menambahkan, kecemasan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh siswa saja, orangtuanya pun ikut cemas karena takut nanti anaknya tidak lulus atau tidak diterima di sekolah yang diinginkan. Ada lagi yang perlu orangtua sadari. “Seberapa besar UN memberikan tekanan mental pada anaknya? Dengan mengetahui hal ini, orangtua diharapkan dapat memahami permasalahan mental yang terjadi pada anaknya. Tidak hanya menuntut sang anak untuk terus menembus batas kemampuannya dalam UN dengan seribu tuntutan, hadiah, memasukannya ke lembaga bimbingan belajar, tetapi juga melihat kondisi psikologis anaknya. Sebab jika kondisi psikologis anak tidak diperhatikan, maka anak menjadi stress. Tidak lulus UN sepertinya dunia akan runtuh. Padahal itu bukan akhir dari segalanya,” tegasnya. Ia pun memberi saran, untuk mengatasi kecemasan siswa di dalam persiapan menempuh UN kini bisa dilakukan melalui metode hipnoterapi. Hipnoterapi berkaitan tentang pikiran bawah sadar manusia. “Dalam hal ini saya kategorikan hambatan mental menghadapi UN menjadi dua. Pertama adalah hambatan mental karena tekanan mental UN yang ditimbulkan karena ketidaksiapan siswa dalam menerima pembiasaan baru, baik dari guru, orangtua I Ketut Nugraha Swadharma atau sesama siswa.

Nugraha sedang menerapi seorang siswa

Kedua adalah hambatan mental bawaan pada siswa. Hambatan mental bawaan ini bukan hasil simultan dari rangsangan UN, melainkan hambatan yang sudah lama terbentuk dan mengakar dalam pikiran bawah sadar manusia. Untuk memudahkannya, kita bisa menyebut keduanya sebagai fobia atau trauma menjelang UN,” jelas Nugraha. Fobia yang pertama adalah trauma hasil rangsangan dari UN. Bentuknya seperti kecemasan akan UN yang berlebihan, ketakutan, stress, dan dapat berimbas pada menurunnya daya tahan tubuh, pusing, mual, lemas, dan sakit-sakitan. Tekanan mental lainnya antara lain merasa dihantui oleh UN sehingga membuatnya ingin melarikan diri saja dari UN, menjadi malas belajar, malas masuk sekolah, malas menerima pelajaran, menghindari guru, mengelak jika ditanya orangtua, dan mengucilkan diri dari pergaulan. Fobia yang kedua adalah trauma bawaan. Trauma bawaan ini kemungkinan akar masalahnya berasal dari pengalaman buruk siswa pada masa lalu bukan karena UN. Permasalahan tersebut bisa seperti benci pada mata pelajaran tertentu, benci dengan guru, atau masalah lainnya yang sudah terjadi sejak dahulu. Misalnya seorang siswa yang cerdas hanya memperoleh nilai matematika 5. Ternyata ia membenci mata pelajaran tersebut. Kejadiannya berawal ketika dahulu duduk di bangku SD, siswa tersebut pernah salah mengerjakan soal ulangan matematika dan pada saat tersebut sang guru memberinya hukuman yang sama sekali tidak wajar. Akibatnya pengalaman buruk ini terekam jelas dan masih terngiang di pikiran bawah sadarnya. Akar masalah yang seperti ini sangat mungkin diselesaikan dengan hipnoterapi. Jadi hipnotrapi sangat efektif dalam menghancurkan fobia-fobia siswa. “Hipnoterapi dapat menjadi perantara untuk mengubah kara-

kter negatif siswa menjadi lebih positif. Jika saat ini Anda masih menganggap hipnoterapi sebagai unsur gaib, magis atau melibatkan unsur kegelapan, ataupun anggapan mungkin hipnoterapi itu sama seperti Uya Kuya dibuat seolaholah tidak sadar? Buanglah segera persepsi anda. Sebagai gantinya, saat sekarang Anda mulai penasaran mengenai bagaimana metode ilmiahnya yang rasional dan dapat dipelajari oleh siapapun,” ujar pria kelahiran 31 Mei 1985 ini. SUGESTI BARU Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa ini menjelaskan, hipnoterapi adalah suatu seni masuknya suatu informasi ke pikiran bawah sadar tanpa dikritisi. Contoh, ketika orangtua bilang ke anak bahwa di tempat gelap ada hantunya, dan informasi ini masuk ke pikiran bawah sadar anak. Maka yang terjadi adalah anak akan takut tempat gelap, walaupun dengan mata fisik sama sekali tidak terlihat ada hantu disana. Tapi pikiran bawah sadar menganggapnya ada. Sehingga anak akan takut ke tempat gelap untuk seterusnya sampai program takut yang ditanamkan oleh orangtua dihapus dan digantikan oleh sugesti yang baru. “Proses hipnoterapi untuk tiap siswa tidak tentu berapa kali karena problemnya tentu berbeda. Pengalaman di tempat praktik saya antara dua sampai tujuh kali terapi. Orang yang dihipnoterapi sesungguhnya masih sadar dan bahkan dalam kondisi sadar penuh, jadi anggapan orang bahwa yang dihipno dibuat tidak

sadar itu adalah salah,” ujar Nugraha. Ia pun membekali siswa dengan PR yang harus dilatih di rumah, dan tentunya yang ia terapi tidak cuma siswa saja, orangtuanya pun diterapi dan diajarkan cara mendidik anak dengan metode hypno parenting. Sehingga orangtua tidak perlu sampai mengeluarkan kata-kata mutiara ketika anak bandel. “Saya sebagai guru dan hipnoterapist, saya mengamati perkembangan perilaku, daya serap pelajaran siswa di sekolah cukup meningkat drastis. Bahkan dari yang awalnya tidak masuk 10 besar bisa menduduki peringkat satu. Ketika siswa menghadapi kompetisi saya juga menyiapkan mentalnya agar tidak grogi. Hasilnya, ada siswa yang meraih 7 piala dari kompetisi di beberapa sekolah. Bahkan ada siswa yang ketika masuk sekolah dengan NEM terkecil di sekolah itu, tapi mampu menjuarai lomba tingkat nasional dua kali. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang dilahirkan bodoh. Semua punya potensi,” ungkap putra pasangan I Wayan Nuada-Luh Putu Suparmi ini. Nugraha pun menyarankan anak yang menghadapi ujian apapun, tetap tenang, jangan bikin suasana makin tegang. Orangtua harus memberikan motivasi. Jika anak pernah memiliki emosi negative, rasa kurang suka dengan pelajaran, ada beban, stress dengan pelajaran, segera hubungi hipnoterapist agar hambatan mental bisa segera diatasi karena jika tidak maka hambatan itu akan dibawa seumur hidup.

A

da beberapa jenis tanaman cemara, di antaranya cemara udang, cemara kipas, cemara embun, cemara salju, cemara lilin, cemara kinoki, cemara buaya, cemara embun, dan cemara angin. Cemara udang yang memiliki nama ilmiah casuarina equisetifolia ini bisa menjadi pilihan Anda, karena memiliki pertumbuhan yang cepat dan mudah dibentuk. Bahkan, ketika tanaman hias ini ditanam di taman

rumah atau taman perkantoran, bentuknya menyerupai bonsai. Karena itu, tak jarang pula pencinta tanaman bonsai memakai cemara udang untuk dibonsai. Cemara udang yang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang sangat cocok digunakan sebagai tanaman hias baik dijadikan bonsai maupun tanaman hias di taman rumah, taman kantor atau ditanam di taman kota. Salah seorang pencinta tanaman, Suparta mengakui hal

Penempatan cemara udang dalam taman dapat memberikan nilai estetika

tersebut. Sejak menempati rumah barunya, ia berburu tanaman untuk menghiasi taman mungil di depan teras rumahnya. Pilihannya jatuh kepada cemara udang. Suparta mengaku tertarik dengan bentuknya yang cantik seperti tanaman bonsai yang membentuk bulat-bulat kecil di samping kiri

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat cemara udang: - Cemara udang akan tumbuh bagus jika mendapatkan panas yang cukup. - Gunakan serutan kayu untuk media tanam di pot. - Lakukan pemotongan terhadap daun dan ranting/cabang-cabangnya yang cepat bertumbuh, minimal tiap 15 hari. Pemotongan ini untuk meratakan pertumbuhannya. - Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. - Berikan pupuk minimal sebulan sekali untuk menyuburkan pertumbuhan daun dan batangnya. - Penyemprotan obat antiserangga dilakukan tiap minggu untuk mencegah serangan kutu daun dan batang. - Bersihkan daun-daun dari sarang laba-laba. - Untuk tanaman pot, periksa setiap hari agar tidak dihuni rayap. –Inten Indrawati

–Ngurah Budi

“Faktor kecemasan dalam UN ini bisa disebabkan oleh kondisi dan situasi ujian saat itu, meskipun materi pelajaran yang akan diujikan telah dikuasai. Selain itu juga bisa disebabkan karena waktu yang terbatas, tingkat kesulitan materi ujian, instruksi tes, bentuk pertanyaan dan hal-hal teknis lainnya. Kecemasan ini juga akan semakin meningkat melihat banyaknya siswa yang tidak lulus dalam UN”

5 bulan

1 tahun

2 tahun

Pertumbuhan cemara udang dari umur 5 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun

dan kanan. Menurut Rudiyanto, salah seorang karyawan stan bunga di kawasan Sedap Malam, Denpasar, cemara udang memang paling banyak dicari di antara jenis cemara lainnya, sebagai penghias taman. Karena, cemara udang sangat memungkinkan dibentuk sesuai dengan keinginan. “Yang penting, harus kena sinar matahari yang banyak agar daunnya rimbun,” ujar pria asal Malang yang sudah 12 tahun bergelut di bidang pertamanan ini. Pengembangbiakan cemara udang ini dikatakannya bisa dengan dicangkok dan distek. “Hasilnya bagusan yang dicangkok karena cepat besar,” ungkapnya. Daun cemara udang lurus bagaikan jarum yang panjangnya sekitar 10-15 cm, tumbuh rimbun di ranting-rantingnya. Bentuk batang cemara udang yang meliuk-liuk dengan daunnya yang rimbun itu hanya bisa didapat pada tanaman

yang sudah berusia lebih kurang 2 tahun. Pada usia ini, tinggi pohon sekitar 2 meter, dan dijual ratarata Rp 2,5 juta. Jika mencermati pertumbuhan cemara udang, yang baru berusia 1 bulan belum terlihat indahnya, daunnya masih jarang. Pada usia ini, pertumbuhan batangnya sudah mulai dibentuk dengan bantuan tiang penyangga yang biasanya memakai bambu. Makin lama, batang utamanya itu ditumbuhi ranting-ranting kecil yang ditumbuhi daun-daun. “Di sinilah kita mulai menentukan dan memotong-motong ranting yang tak terpakai agar tumbuhnya hanya di tempat yang kita inginkan saja,” jelas Rudiyanto. Sekitar usia 1 tahun, bentuk cemara udang sudah bisa terlihat, namun daunnya masih belum rimbun. Namun, jangan salah, usia tak lantas mempengaruhi bagus tidaknya bentuk dan pertumbuhan cemara udang. Bisa jadi, cemara udang yang sudah berusia 3 tahun, walau daunnya rimbun, warna menguning. “Ini biasanya karena kurang perawatan, kurang pupuk atau kurang panas. Cemara udang juga riskan diserang ulat yang bentuk kepompongnya seperti ranting kayu itu,” ujar Rudiyanto sembari mengambil salah satu ulat yang menempel di antara ranting-ranting cemara. Karena itu, ia menyarankan sebelum menanam baik di tanah ataupun pot, perlu diperhatikan kondisi media tempat cemara udang akan ditanam. Jika kondisi tanah keras, perlu diolah dengan pencangkulan dan pemberian kompos dan pupuk kandang. Ini untuk menambah unsur hara tanah dan memperbaiki kondisi tanah untuk memudahkan akar mencari makanan. Setelah siap, keluarkan pohon dan periksa selasela akar. Bisa saja terdapat hama seperti siput atau jamur yang ada di bagian bawah tanaman. Kalau ada, musnahkan mereka, setelah itu baru tanaman cemara udang ditanam. –Inten Indrawati


D AYA C I P TA

18

Burung sudah Banyak, Pilih Capung Kepopuleran Flappy Bird ternyata memberi inspirasi bagi pembuat game untuk menghasilkan karya serupa. Namun, ada modifikasi yang dilakukan agar game ini tidak monoton. Salah satunya game kreasi Dewa Gede Mahendra Putra dan I Putu Yoga Pertamayasa, siswa SMK PGRI 2 Badung. Mereka memberi nama game ciptaan mereka, Dragonfly.

“K

Remaja kelahiran 30 Agustus 1997 ini menuturkan pem­ buatan game ini berawal ketika ia mengikuti diklat. Diklat ini melibatkan pelajar dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam pembuatan game. Mereka diberi waktu singkat untuk meng­ hasilkan sebuah karya. Dewa yang berpasangan dengan Yoga pun membentuk tim yang bernama

Dewa Gede

Serdadu Studio. Game Dragonfly ini bisa dimainkan dengan cara menekan layar agar si capung bisa terbang sejauh-jauhnya. Skor yang di­dapat pemain tergantung seberapa jarak yang ditempuh si capung. “Kami masih terus melakukan pengembangan. Nanti kami akan tambah

level, nyawa, check poin, dan target poin,” paparnya. Pembuatan game ini dilakukan Dewa dan Yoga dengan berbagi tugas untuk pembuatan coding dan gambar yang menggunakan ­aplikasi Adobe Illustration. Mere­ ka sempat berencana meng­ gunakan lebah sebagai subjek,

tetapi karena terlalu kecil, akhirnya dipilih capung secara fisik lebih besar dan mudah digambar. Selama pengerjaan game ini, kedua siswa ini mendapat bim­ bingan dari tim Bamboomedia. “Kami belum mempelajari coding di sekolah. Selama diklat kami belajar coding. Dalam waktu yang singkat ini kami berusaha untuk membuat sebuah game yang sederhana. Harapan kami, game ini bisa di-publish di Android dan iOS,” kata Dewa yang juga mengikuti program magang di Bamboomedia. Pengembangan yang juga diharapkan Dewa dan Yoga adalah memasukkan unsur musik Bali dalam game Dragonfly. Mereka berharap saat memasuki tahun ajaran baru nanti, game ini sudah bisa diakses dan banyak yang men-download. “Kami ingin teman-teman juga berkreasi membuat game. Jangan hanya menjadi pemain, mari belajar membuat game,” tegas Dewa dan Yoga yang mendapat dukungan dari sekolahnya selama pembuatan game ini. –Ngurah Budi

Game Dragonfly yang digarap Serdadu Studio

The Great Secret of Dieting

“Diet bukanlah mengurangi makan, tetapi mengatur pola makan.” Inilah yang sering kami sampaikan dalam berbagai seminar. Reaksi terkejut dari yang hadir mengisyaratkan bahwa masih banyak yang berpendapat keliru bahwa diet itu artinya mengurangi makan. Kami sangat memaklumi masih banyak yang memegang teguh pada pendapat yang keliru ini, karena sebenarnya ia timbul dari suatu pola pemikiran yang logis: kalau gemuk terjadi akibat banyak makan, maka untuk kurus harus melakukan sebaliknya. Tetapi logika ini tidak sepenuhnya sejalan dengan sains. Karena jika logika tersebut benar, sudah banyak orang yang sukses menurunkan kadar lemaknya dengan cara tersebut. Sains bahkan mengkonfirmasikan bahwa pendekatan me­ ngurangi makan untuk menurunkan berat badan adalah cara yang tidak sehat (berbahaya), tidak mungkin bertahan lama, dan akan mengakibatkan kegemukan yang lebih lagi apabila berhenti. Diet seperti apa yang Cocok untuk Saya? Banyak jenis diet yang menawarkan aturan-aturan dan persyaratan versinya masing-masing. Selain untuk menegaskan perbedaan antara satu diet dengan yang lain, sebenarnya aturan-aturan ini pada akhirnya lebih membuat bingung daripada memberikan solusi. Saya sering sekali diminta memberikan komentar mengenai jenis-jenis diet tertentu, seperti Atkins Diet, Food Combining Diet, Diet According To Blood Type, dan lain-lain.

Sebenarnya semua jenis diet sah-sah saja, kare­na masing-masing memiliki riset, pertimbangan, dan logikanya masing-masing. Untuk memastikan diet mana yang cocok untuk Anda, pastikan Anda telah mempertimbangkan beberapa hal berikut: • Diet tersebut tidak menyebabkan lemas dan lapar, diet tersebut memberikan energi dan kesem­patan makan yang cukup.Berarti diet tersebut harus cukup baik dari volume ukuran (porsi) dan kadar kalori yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mendapatkan porsi, frekuensi, dan kalori yang tepat. •Makanlah lebih Sering Salah satu penyebab nafsu makan yang tidak terkendali adalah seringnya skip makan alias tidak makan pada saat makan tiba. Hal ini mengakibatkan sensor selera pada lidah dan sinyal lapar dari otak menjadi lebih hebat. Dengan makan lebih sering, sensor ini lebih terkendali sehingga lebih kecil kemungkinan untuk mendapatkan nafsu makan yang menggebu-gebu. •Makan lebih banyak sayuran Sayuran adalah makanan yang kaya akan serat. Serat yang masuk ke dalam lambung akan mengembang. Serat juga lebih sulit terurai dalam tubuh sehingga menjadikan pengosongan lambung lebih lambat, hasilnya adalah rasa kenyang yang lebih bertahan lama. Sehingga bila tiba saatnya makan, tubuh masih tidak terasa terlalu lapar untuk membangunkan sinyal lapar dari otak. •Makan lebih banyak protein Kebanyakan orang lebih mudah kekurangan protein daripada kekurangan karbohidrat maupun lemak. Padahal protein adalah nutrisi yang sangat ampuh untuk mengendalikan nafsu makan. Selain dipecah menjadi asam amino yang berperan dalam ratusan fungsi dalam tubuh (termasuk pembentukan hormon dan pengiriman sinyal kenyang ke otak), protein yang banyak ditemukan dalam daging, ayam, ikan, telur, susu, tempe, dan tahu ini juga sangat baik untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap aktif dan sehat •Diet tersebut tidak monoton sehingga bisa dijalankan

l i f e s to ry

7

Hindari Rebutan Hak Asuh Anak

Game Dragonfly

ami memilih ­d ragonfly alias capung karena kalau pakai nama bird sudah banyak. Ide awalnya memang dari Flappy Bird. Cara mainnya pun mirip, tinggal tap tap saja,” ujar Dewa Gede. Capung akan terus terbang melintasi berbagai rintangan. Konsep yang sangat sederhana.

19 - 25 mei 2014

19 - 25 mei 2014

(1)

seumur hidup, diet tersebut menawarkan solusi variasi makanan untuk spektrum gizi yang lengkap.Salah satu keluhan pertama dalam berdiet adalah jenis atau susunan menu yang sangat monoton. Tambahkan masalah ini dengan keresahan bahwa makanan diet rasanya tidak menyenangkan di lidah. Namun hal ini dapat disiasati dengan beberapa strategi berikut ini: •Fokus pada apa yang bisa dimakan, bukan apa yang tidak bisa dimakan. Dengan mindset seperti ini, kita akan terbuka pada lebih dari 100 jenis sayuran dan buah-buahan yang telah disediakan oleh alam. Mereka adalah sumber makanan yang kaya akan air murni, vitamin dan mineral yang mudah dicerna, enzym yang menyehatkan saluran pencernaan hingga sistem pusat syaraf, antioksidan yang menetralisir racun dan menghambat proses penuaan. Sementara itu, sumber protein yang bisa dikonsumsi masih sama banyaknya, yakni: ayam, daging rendah lemak, putih telur, tempe, tahu, kacang-kacangan, kedelai, dan ikan. Untuk sumber protein seperti susu maupun produk turunannya (keju/yoghurt), sebaiknya memilih varian yang rendah lemak/skim. •Kreatif dalam penyajian. Dari 8 jenis penyajian populer, seperti: kukus, rebus, panggang, pepes, sangrai, tumis, goreng, dan bakar… hanya 2 yang terakhir yang perlu kita kurangi, atau lebih baik lagi hindari sesering mungkin. Berarti ini masih menyisakan kita 6 cara masak untuk makanan kita. Di samping itu, alam telah menyediakan puluhan jenis rempah-rempah dan bumbu yang bisa kita pakai untuk berbagai kombinasi resep makanan, misalnya: • Bawang putih, bawang merah, bawang bombay, seledri, daun bawang, kucai, ketumbar, kemiri, pala, lada putih, lada hitam, cengkeh, lengkuas, sereh, kunyit, jahe, daun salam, daun jeruk, asam jawa, asam kuping, adas, jinten, kapulaga, aneka cabai, kayu manis, dan masih banyak lagi. •Diet tersebut memberikan hasil positif pada kesehatan dan komposisi tubuh. Pengaturan makan yang telah dijalankan seyogya­ nya memberikan hasil yang diharapkan, terutama dampaknya pada kesehatan dan komposisi tubuh yang lebih condong mendukung pertahanan atau pertumbuhan bobot murni (otot, tulang, dan air) serta menurunkan bobot lemak. Riset membuktikan orang-orang yang memiliki kadar lemak lebih rendah pada tubuhnya memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang, di samping kualitas kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Siapa orang yang tidak menghendaki hidup bahagia? Siapa orang yang menginginkan pernikahannya hancur? Tentu tidak ada. Marshanda pun tidak. Tahun 2011 ia menikah dengan Ben Kasyafani karena cinta. Ia tak pernah menyangka kalau biduk pernikahannya dengan Ben akan kandas begitu memasuki usia tiga tahun. Tapi di balik kepedihan, ada rasa syukur yang dirasakan artis 25 tahun ini, yakni hadirnya Sienna Ameerah Kasyafani, anaknya yang baru berusia 1,5 tahun.

B

agi Chacha, begitu nama artis kelahiran Jakarta 10 agustus 1989 ini, akrab di­ sapa, Sienna adalah segala-galanya. Bocah lucu yang aktif bergerak ini, menjadi pusat kehidupan Chacha apalagi di saat dirinya dirundung masalah. “Sienna itu anak yang luar biasa. Dia cerdas. Dia punya pe­ngaruh besar dalam hidup aku,” ungkap Chacha yang namanya melejit lewat perannya sebagai Lala dalam sinetron Bidadari. Bercerita tentang perkembangan anak semata wayangnya ini, wajah Chacha berubah berbinar. Raut bahagia tampak jelas. Dengan lancar dia pun bercerita tentang ini dan itu terkait perkembangan Sienna. Chacha mengaku tak bisa lama-lama berjauhan dengan Sienna yang setiap waktu menunjukkan hal-hal luar biasa. Tak heran kalau ibu muda ini kerap membawa anaknya ke lokasi syuting. Sejak menikah dan memiliki Sien­na, hidupnya banyak berubah. “A k u m e r a s a sekarang lebih mencintai hidup. Lebih appreciate terhadap diri sendiri dibanding sebelumnya, aku lebih menikmati hidup. Aku pe­ ngen jadi ibu yang terbaik bagi Sien­ na,” ujar Chacha yang begitu telaten mengurus Sienna yang lahir pada 22 Januari 2013 itu. Namun, dengan pernikahannya yang tengah berada di ujung tanduk, Chacha tidak bisa lagi setiap saat mendampingi anaknya. Beberapa bulan terakhir ini, ia telah hidup berpisah dari Ben yang kembali ke rumah orangtuanya. Saat ini, pasangan yang menikah pada April 2011 itu, tengah menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Saat ditemui di Studio Pancoran, pekan lalu, wanita bernama lengkap Andriani Marshanda ini, mengaku dirinya dan Ben sudah membicarakan masalah tersebut, termasuk soal

anak. Mereka menghindari terjadinya perebutan hak asuh anak maupun harta gono-gini. Soal anak pun de-

mikian. Saat ini, karena mereka tinggal berpisah, maka waktu kebersamaan dengan Sienna pun dibagi. ”Jadi dalam seminggu itu, berapa hari bersama aku dan berapa hari bersama Ben, itu sudah kami atur. Aku usahakan waktu aku kosong saat Sienna sama aku. Kalaupun kebetulan tidak, maka di rumah ada mama dan adik. Tapi selama ini aku usahakan untuk kosong,” ucapnya. Meskipun berniat pengasuhan Sienna dapat dilakukan bersama Ben, Chacha juga tak menafikkan kalau kemungkinan pengadilan memutuskan hak asuh diberikan pada pada Ben. Sebenarnya, masalah pengasuhan Sienna telah mereka bicarakan. Namun kalau akhirnya pengadilan memutuskan demikian, dia berserah diri saja. “Soal hak asuh, aku percaya Allah akan menjaga Sienna selalu. Aku juga percaya, Ben akan sangat bijaksana tentang masalah ini. Ia tidak akan menghilangkan hubungan aku dengan Sienna,” ucap pelantun tembang ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’ dalam album kompilasi bertajuk ‘Broken Heart’. RISIKO PERCERAIAN Kehidupan keluarga bercerai memang bukan hal baru bagi Chacha. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Irwan Yusuf dan Riyanti Sofyan, ini, menerima kenyataan orangtuanya bercerai saat berusia delapan tahun. Ia baru bisa bertemu lagi de­ngan ayahnya saat remaja. Karena itu ia tahu persis seperti apa akibatnya bagi seorang anak ketika orangtua bercerai. “Aku berasal dari keluarga yang orangtua juga ber­cerai. Yang aku pelajari dari pengalaman aku sendiri, yang menghancurkan dan melukai batin si anak sampai dia besar yang utama bukan soal perceraian itu, tapi rasa benci yang ditunjukkan kedua orangtua di hadapan anak. Rasa benci yang ditunjukkan secara terus menerus, itu dirasakan anak, dan sangat membuat sedih,”

Marshanda dan anaknya

ungkap Marshanda yang bertekad . meminimalisir dampak negatif yang timbul, salah satu caranya adalah dengan tetap menjalin komunikasi dengan Ben. “Kami berdua pisah, tapi tetap berhubungan baik satu dengan yang lain,” katanya. Gonjang-ganjing rumahtangga Marshanda-Ben, memang mengejutkan semua orang. Rumahtangga yang kelihatannya adem ayem apalagi dengan kehadiran Sienna yang lahir pada Januari tahun lalu, ternyata menyimpan bara. Masalah ini terkuak ketika Marshanda melayangkan gugatan cerai di PA Jakarta Pusat pada 23 April lalu. Sidang perdana perkara pasangan ini digelar Selasa 13 Mei lalu dengan materi mediasi, dihadiri keduanya. Sejak persoalan pasangan ini terkuak, pemberitaan seputar perpisahan keduanya marak di media

tersebut. Begitu juga soal isu Ben tidak produktif, aku nggak suka masalah aku dilihat seperti itu. Aku respek pada Ben, dia itu laki-laki yang baik. Dia selalu mencoba melakukan yang terbaik. Berusaha menjadi suami yang baik, ayah yang baik, itu dia improve terus. Aku tahu itu,” paparnya. Meski demikian, Chacha mengaku tetap pada pendiriannya untuk berpisah. Dia juga tahu hal ini berat bagi Ben, suaminya. Sebagaimana kerap diutarakan Ben kepada pers, keinginannya agar keluarganya tetap utuh. Bahkan saat usai mediasi di PA Jakarta Pusat, Ben masih menyatakan keinginannya untuk hidup bersama Marshanda dan anaknya, Sienna. Dia juga mohon doa pada wartawan untuk keinginannya itu. Tapi Chacha nampaknya masih keukeuh, “Aku dari dulu, dalam menjalani hidup, aku mau jujur. Aku berusaha

massa. Tapi tidak seperti umumnya selebriti yang selalu menghindar dari kejaran pers ketika mereka terbelit masalah rumahtangga, Chacha maupun Ben relatif terbuka. Meski memang, tidak banyak info yang bisa dikorek, apabila menanyakan penyebab keretakan pernikahan mereka. “Aku tidak pernah menyangka, bahkan terlintas dalam pikiran pun tidak, kalau akan terjadi seperti ini. Tapi maaf tidak bisa cerita lebih jauh. Meski aku public figure tapi untuk yang satu ini, maaf tidak bisa menjelaskan,” ungkapnya. Yang perlu dipahami adalah, keputusan yang dia ambil ini bukanlah keputusan yang tiba-tiba, melainkan ada prosesnya. “Aku hanya bisa bilang bahwa telah terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan,” katanya. Dia juga membantah rumor yang menyebut penyebab perselisihan itu adalah keterlibatan Ben dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Marshanda lebih tak senang lagi ketika ada yang mengaitkan pertikaian tersebut karena kurang produktifnya Ben dalam masalah ekonomi. “Bukan.. bukan itu. Aku tidak pernah menyebut soal LDII, itu tidak benar. Tidak tahu media dapat dari mana informasi

jujur. Aku tahu banyak yang kecewa pada keputusan aku ini, aku minta maaf. Tapi aku tahu apa yang aku inginkan,” tegasnya. Ia siap menjadi single parent. “Aku tidak tahu apa rencana Tuhan untuk hidup aku. Tapi sampai hari ini aku masih tetap pada keputusan ini (berpisah). Aku tidak menyesali apa yang telah terjadi dalam hidup aku. Aku dekat dengan dia (Ben), kemudian menikah, semua itu tidak ada yang aku sesali. Karena itu adalah keputusan aku sendiri. Keputusan besar dalam hidup aku, yang tidak aku sesali. Semua yang terjadi adalah pengalaman yang luar biasa dalam hidup aku,” tandasnya. Sejak menikah, Marshanda memang sempat lama tak terdengar kiprahnya di dunia sinetron karena fokus mengurus keluarga dan anak. Baru November tahun lalu, dia mulai syuting sinetron. Selain syuting sinetron, Chacha yang memulai kariernya sejak kelas I SD sebagai bintang iklan berbagai produk ini, juga kerap tampil sebagai pembicara dalam seminar-seminar motivasi. Di luar itu, ia juga disibukkan dengan bisnis clothing line hijab bernama, Marsha Hijab.—Diana Runtu


6

l i f e s to ry

B

u Jami tinggal bersama suaminya di sebuah gang di Jalan Pulau Ayu, Denpasar. Tempat itu juga menjadi penampungan barang rongsokan. Ditumpukan barang bekas yang hanya beratap asbes, terdapat kamar-kamar yang hanya dibatasi tripleks tipis. Dalam salah satu kamar ukuran 3x3 meter itulah Bu Jami dan suaminya tinggal. Berdampingan dengan para pekerja lainnya. Tempat tinggal ini disediakan bos pengepul yang biasa membeli barang rongsokan yang

mereka kumpulkan sehari-hari. Ditempat tinggal itulah Bu Jami menuturkan asal mula sakitnya yang awalnya hanya berupa benjolan di payudara kiri sebesar kelereng. “Saya tidak terlalu perduli karena sibuk bekerja. Benjolannya juga kadang hilang kadang muncul lagi,” ujarnya. Bu Jami dan suaminya Supriyanto merantau ke Bali lima tahun lalu dengan harapan bisa mencari rezeki lebih. Ditempat asal mereka, Jember, keduanya bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan mereka tidak menentu, tergantung dengan

musim tanam. Di Bali, Bu Jami dan suami­ nya menjadi pemulung barang rongsokan. Mereka biasanya menyusuri jalan Pulau Ayu Denpasar hingga pasar Badung sejak pagi-pagi buta. Jika rezeki sedang melimpah dalam sehari pasangan ini bisa mendapatkan uang Rp 50 ribu. “Barang rongsokan maupun gelas plastik yang berhasil dikumpulkan dijual lagi ke pengepul,” tuturnya. Selama sakit, ia hanya ber­ obat ke puskesmas dan minum jamu. Ia tidak berani ke RS karena takut kecewa jika penyakit­

nya tidak bisa ditangani. Selain itu ia juga tidak punya penghasilan yang cukup untuk menjalani kemoterapi ataupun operasi. Bu Jami sempat pulang ke Jember tempat asalnya untuk berobat, namun karena terbatasnya biaya ia memilih kembali ke Bali untuk mencari nafkah bersama suami. Karena tidak diobati secara baik, tumor di payudara kiri Bu Jami telah pecah sekitar setahun lalu dan hingga saat ini belum kering juga. Ketika ditanya mengapa tidak pakai JKN untuk berobat, ia menuturkan tidak pernah tahu jika ada jaminan kesehatan tersebut. “Saya tidak pernah sekolah, jadi tidak terlalu tahu ada pelayanan itu se­karang,” tuturnya polos. Kehidupan Bu Jami dan suaminya sangat sederhana. Mereka hidup di tengah-tengah

S U D U T PA N D A N G

19

Jangan Kebablasan Memaknai Kebebasan

Dari Sebesar Kelereng Jadi Bola Sepak Bola

Tiga tahun sudah Jamilah (51) harus menahan rasa sakit di payudara kirinya. Selama se­tahun terakhir, Jamilah yang akrab dipanggil Bu Jami ini harus menahan benjolan di payudara kiri­nya yang saat ini sudah membesar seperti bola sepak bola dengan tangannya kemana pun ia pergi. Untuk beraktivitas Bu Jami harus membatasi geraknya di sekitar kamar tidur. Tak punya biaya adalah alasan utama bagi Bu Jami sehingga ia tidak bisa berobat.

19 - 25 mei 2014

19 - 25 mei 2014

Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang berbasiskan agama Hindu. Peran WHDI Bali dewasa ini sangat penting, sebab menjadi salah satu penyangga yadnya di Bali demi peningkatkan pelaksanaan sradha dan bhaktinya. barang rongsokan. Kamar mereka pun diberikan oleh bos pengepul berukuran 3x3 meter yang penuh terisi tempat tidur dan satu lemari kecil. Jika hujan, atap yang terbuat dari asbes dan kayu sering bocor. “Kalau sudah bocor, harus naik ke atas untuk diperbaiki,” ujar Bu Jami. Ia sebenarnya sangat ingin pulang ke Jember dan bertemu saudaranya. Namun karena tak ada biaya, ia harus sabar dan bertahan menahan sakitnya. “Bangun saja susah sekarang. Jadi saya lebih banyak berada di tempat tidur,” tuturnya. -Wira

A

palagi saat ini kepengurusan organisasi WHDI Provinsi di Bali sudah ter­b entuk hingga kecamatan dan kelurahan. Demikian diungkapkan Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga ketika menggambarkan kembali secara singkat tentang organisasi wanita ini pada acara Prita di Bali TV pekan lalu. Ia menambahkan keanggotaan WHDI sangat spesial, yakni ber­ sifat langsung, bahwa setiap wanita Hindu yang sudah dewasa atau sudah menikah otomatis menjadi anggota WHDI. Kepengurus­an pusat dipilih melalui mekanisme munas sedangkan pengurus dae­ rah ditetapkan de­n gan pelak­ sanaan musda. Bintang Puspayoga pun menambahkan, kalau WHDI hadir dengan 5 (lima) bidang fokus per­ hatian, yakni masalah keagamaan, ­organisasi, penguatan ekonomi , budaya dan pendidikan, serta bidang sosial. Bicara urusan keagamaan, dalam perwujudan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa termasuk kepada masyarakat pengempon pura , melalui ngaturang ayah di berbagai upacara yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Bali. Pada acara ngayah ini selain diikuti pengurus dan anggota WHDI Provinsi Bali juga dari pengurus dan anggota WHDI di tempat ngayah. Masih dalam konsep ngayah, pengurus WHDI Bali juga memiliki

jadwal berlatih menabuh, menari dan mekidung. Untuk menabuh, mereka tergabung dalam Seka Gong Dewi Laksmi yang rutin berlatih di Penatih. Dalam kesempatan tersebut, Bintang Puspayoga juga kembali mengklarifikasi perihal banyaknya yang masih salah pengertian tentang remaja putri yang gemar tampil dengan kebaya lengan pendek, transparan dan kain yang selutut. “WHDI sama sekali tidak melarang apalagi antipati jika remaja mengenakan kebaya lengan pendek. Saya juga senang melihat penampil­an perempuan yang menarik dan modis, dengan kebaya yang trendi, ” lanjutnya. Bintang Puspayoga pun menyatakan kalau yang selama ini disampaikannya untuk memperhatikan busana khususnya kebaya jika ke Pura, agar baik, terlihat bersih, beretika dan benar. Ini juga demi menjaga dan memelihara adat, budaya dan agama Hindu di Bali. Kalau persembahyangan dilakukan di rumah, ia pun tidak mempersoalkannnya. “Apalagi kalau dikenakan ke acara undang­ an atau ke acara resepsi, silakan berkreasi dengan segala bentuk model kebaya yang lagi tren, “ ujarnya sambil menambahkan kalau kita mesti paham dimana, kapan dan dalam rangka apa busana tersebut dikenakan agar tidak tergolong cafes atau cacat fashion. Selanjutnya dalam bidang ekonomi , katanya telah dilakukan

Ketua WHDI Bali bersama pengurus usai interaktif di BaliTV

langkah pemberdayaan usaha kreatif wanita Hindu, dengan kegiatan bazar atau membeli kepentingan upacara lainnya. Untuk seluruh anggota WHDI sudah didirikan Kope­rasi Wanita Hindu Dewi Laksmi dengan catatan keistimewaan tersendiri, sebagian dari sisa hasil usaha digunakan untuk yadnya. SIAP BERIKAN KONSELING Bidang kebudayaan pun tak ketinggalan bergerak, memberikan penguatan karakter bagi generasi muda melalui seminar karakter. Bahkan belum lama serangkaian memperingati Hari Pendidikan Nasional di gelar pendidikan pranikah. Pada saat acara dikupas secara gamblang mulai dari soal kesehatan reproduksi remaja,

Latihan mekidung adalah salah satu kegiatan Ketua WHDI Bali

perkawinan menurut Hindu juga pemahaman hukumnnya, penting­ nya perencanaan hingga dasar pengelolaan keuangan keluarga. Mengenai pendidikan pra­ nikah, Bintang Puspayoga memiliki kepedulian yang lebih lagi. Mengingat kondisi para remaja di era globalisasi ini, jangan sampai mereka kebablasan memaknai arti kebebasan. Untuk konseling ini pula, Ida Ayu Maharatni, menambahkan hal ini juga salah satu tindakan untuk merespons kondisi semakin banyaknya pernikahan yang berakhir pada perceraian. Pengurus WHDI yang juga seorang psikolog ini bersama Ketua WHDI selaku penggagas program dan tim konselor akan segera memulai konseling pada1 Juni 2014. Konseling angkatan pertama, akan dibuka bagi 15 calon pasangan. Mereka dipersilakan berkonsultasi segala hal terkait persiapan atau peren­ canaan yang baik menuju gerbang rumah tangga. AA Sri Utari Naradha, Humas WHDI Bali menambahkan betapa pentingnya konseling pranikah ini agar calon pasangan punya pandangan ke depan, lebih ter­ arah, memudahkan penyatuan visi termasuk mengasah kemampuan komunikasi dan memiliki kemampuan menyelesaikan konflik. Wayan Sukerti, salah seorang pengurus bidang agama Kota Denpasar, yang juga Ketua WHDI Denpasar Selatan , melengkapi dengan menyampaikan kewajiban seseorang yang memasuki jenjang rumah tangga dari sudut pandang agama Hindu.

Kewajiban yang dilaksanakan ketika melaksanakan ajaran catur asrama seperti membina keluarga bahagia dan sejahtera (sukinah bhawantu), melanjutkan keturunan, sebab bagi wanita Hindu memiliki anak adalah yadnya yang utama. Bisa melahirkan seorang anak suputra bisa mengalahkan seratus kali beryadnya. Selanjutnya kewajiban bermasyarakat, diantaranya turun ke banjar. Selain itu melaksanakan yadnya, mulai dari bayi dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia. Ketika pengurus dan anggota bersama-sama ngayah di Pura Besakih, maka pengurus lainnya yang berprofesi sebagai dokter mengajak timnya melakukan pemeriksaan ke­sehatan dan pe­ ngobatan gratis di tempat yang sama. Selain itu, sudah pula menggandeng Yayasan Kemanusiaan Indonesia melakukan pemeriksaan dan pemberian kaca mata gratis. “Kegiatan sosial yang sama dan lainnya juga dilakukan WHDI kabupaten/kota bekerjasama dengan organisasi wanita lainnya di daerah masing-masing,” imbuh Bintang Puspayoga. Ketua WHDI Bali ini, juga menyatakan semua program yang sudah dan akan dilaksanakan dan tentu tujuannya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Bali. Sesuai pula dengan visi WHDI yang ingin mewujudkan wanita Hindu, bukan hanya cerdas tapi juga mandiri dan berbudi pekerti luhur dengan budaya organisasi modern. – Sri Ardhini


20

NINE

19 - 25 MEI 2014

Sitti Aisyah

Penasihat dalam Barodak Dalam tradisi barodak yang kerap diselenggarakan masyarakat Suku Samawa di Sumbawa hingga saat ini, ada seorang perempuan yang perannya sangat menonjol dan menjadi pemandu dan “motor” penggerak dalam acara tradisi ini. Dialah inak odak. Saat tradisi ini berlangsung, wajah, tangan dan kaki calon pengantin perempuan dilulur dan kuku tangan serta kaki ditempeli dengan daun pancar yang sudah ditumbuk halus. Lulur ini merupakan bedak tradisional yang dibuat khusus oleh orang khusus dan dioleskan pada tubuh calon pengantin perempuan oleh orang khusus pula. Orang khusus maksudnya adalah orang yang sudah biasa dan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk membuat odak sesuai dengan keterampilan dan keahliannya. Orang inilah yang disebut ina odak atau ina pangantan atau ibu asuh calon pengantin wanita selama prosesi perkawinan berlangsung.

S

aat ini peran inak odak masih sangat diperlukan mengingat tradisi ini masih hidup di tengah masyarakat suku Samawa, Sumbawa. Namun, tidak semua orang bisa dan mau menjadi inak odak karena tanggung jawab tradisinya yang begitu detail. Orang yang menjadi inak odak biasanya mereka yang telah berusia tua. Mereka adalah “tokoh” dalam barodak yang telah secara turuntemurun menjadi inak odak. Salah satu profil inak odak yang ada di Taliwang Sumbawa Barat adalah Sitti Aisyah yang kini berusia lebih dari 70 tahun. “Inak odak saat ini terbilang langka, karena itu ia disebut sebagai orang ‘khusus’, sehingga tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik sesuai tradisi. Di samping itu, generasi muda saat ini tidak banyak yang tertarik menjadi inak odak,” ujar Aisyah. Barodak merupakan upacara penyucian diri bagi calon mempelai perempuan karena akan segera memasuki tahapan kehidupan baru yakni berumah tangga. Ada tiga tingkatan barodak yang dijalani pengantin yakni odak mamak (mangir), odak odak babak (odak pusuk) dan odak ramurin. Odak mangir merupakan odak yang dipakai pertamakali yang bahannya terbuat dari ramuan sirih pinang, beras dan buah meriga (buah ini dari tanaman perdu yang mudah tumbuh, kalau pecah dalamnya berisi kapas). Fungsinya seperti mangir untuk membersihkan tubuh dari daki. Odak babak dipakai pada tahapan kedua. Odak ini terbuat dari kulit-kulit kayu pilihan dan pucuk-pucuk daun tertentu dengan beras sebagai pengikatnya. Fungsinya untuk menghaluskan kulit. Sedangkan odak atau lulur pada tahap tiga, yakni odak ramurin yang bahannya lebih kaya dari dua odak sebelumnya, karena dicampur pula dengan serbuk emas (minimal air rendaman emas) dan kuning telur merpati. Odak ramurin berfungsi sebagai pengencang kulit setelah daki/

Sitti Aisyah

kotoran dibersihkan dan kulit telah menjadi halus dengan dua tahapan barodak sebelumnya. Odak ramurin dipakai juga pada saat upacara resmi barodak. Sebelum upacara resmi barodak dilakukan, pengantin atau calon pengantin melaksanakan proses pani pangantan atau disebut juga maning pangantan yang berarti mandi pengantin dengan air kembang pada sore hari yang dilakukan khusus oleh orang yang disebut sebagai sandro pangantan.

Sandro pangantan, bisa bertindak sebagai inaq pangantan juga sekaligus sebagai inaq odak. Semua ini adalah tahapantahapan yang harus dilakukan oleh inak odak. Termasuk juga sebelum acara inti barodak, pengantin atau calon pengantin, akan diberi makan nasi empat warna yakni, hitam, putih, kuning dan merah yang dibuat dalam tumpeng kecil-kecil. Empat tumpeng nasi warna-warni yang di dalamnya berisi telur utuh ini masing-masing diambil sedikit untuk dimakan. Ketika hendak dimulai upacara adat barodak, dila malam pun dinyalakan. Dila malam adalah simbol dari harapan adanya cahaya terang yang akan menyinari perjalanan perkawinan pengantin ini, termasuk juga menghindari niat jahat terhadap pengantin. Dila malam itu dipasang di atas kelapa sebagai kelengkapan dalam prosesi barodak. Ada pula pegu berisi beras kuning. Selain itu, di arena barodak juga dihiasi dengan kembang hias bermacam-macam yang ditempelkan pada batang pohon pisang kecil. Batang pisang kecil yang dipakai adalah yang baru memiliki lima atau enam daun. Dan, hanya tiga daunnya saja yang dipakai. Pohon pisang

19 - 25 MEI 2014

INSPIRASI

5

Dongeng Bali Diminati Siswa Australia Made Taro

Festival Bali Tempo Dulu, digelar di Mall Bali Galeria belum lama ini. Acara yang berlangsung selama dua minggu tersebut, di hari pertamanya diisi dengan pementasan permainan tradisonal oleh Sanggar Kukuruyuk yang dimainkan anak-anak dari SDN 8 Dauh Puri, Denpasar. Permainan tradisional yang dipentaskan saat itu adalah Tok Lait Kancing, Deduplak, Sepit-sepitan, dan Keranjang Duren. Dua di antaranya adalah permainan kreasi baru yaitu Sepit-sepitan dan Keranjang Duren.

Pengantin Suku Samawa saat menjalankan tradisi barodak

yang dihias kembang-kembang ini ditanam dalam pegu berisi beras. Ini juga merupakan simbol kesetiaan seperti halnya pada acara akad nikah. Upacara barodak dalam tradisi Samawa dilakukan selama tujuh hari. Di hari pertama barodak diupacarakan secara resmi yang dihadiri undangan. Dalam upacara adat barodak ini, mempelai perempuan akan diusap lulur pada wajah dan kedua tangannya. Pada enam hari berikutnya, luluran dilakukan pada seluruh tubuh calon pengantin oleh ina odak-nya. Pada acara resmi barodak, orang yang akan mengusapkan lulur pada wajah tangan dan kaki calon pengantin adalah orang-orang terpilih. Orangtua-orangtua yang patut dijadikan teladan bagi pengantin, akan mengusap odak pada wajah, tangan dan kaki serta memberikan daun pancar yang telah ditumbuk halus pada kuku-kuku jari tangan dan jari kaki pengantin atau calon pengantin. Selama proses barodak ini berlangsung, para orangtua ini akan memberikan nasihat-nasihat

perkawinan kepada calon pengantin. Kala inilah, Sitti Aisyah akan mendampingi pengantin selama barodak dan ikut memberikan nasihat pada giliran terakhir sebagai ina odak. Sebelum mengusap lulur, Aisyah akan memercikkan air boreh yang dibuat dari kembang tiga rupa yakni, kamboja, melati dan bunga eja. Ketika upacara adat Barodak berakhir, calon mempelai perempuan tidak boleh keluar dari kamar dan ia hanya berdua dengan ina odak-nya untuk melanjutkan acara barodak sembari menanti hari basai (bersatu). Secara khusus, setelah upacara adat barodak resmi usai, mulailah peran penting Sitti Aisyah, yakni memberi nasihat sebelum akad nikah dilangsungkan. Dan, pada malam harinya pengantin menjalankan acara malam kengkam atau dikenal juga dengan tama kengkam atau tokal mesak. Saat itu, pengantin perempuan duduk seorang diri dalam keadaan sudah dihias dan memakai cadar. Ini sebagai simbol bahwa ia telah siap untuk bersanding esok hari. Dalam saat inilah, keluarga laki-laki diundang untuk datang ke rumah pengantin perempuan untuk menghadiri resepsi atau basai esok hari, yang disebut dengan repesila. Selama malam kengkang inilah, Aisyah kembali bertugas memberikan nasihat-nasihat kepada calon pengantin. Nasihat-nasihat tersebut berupa tata-krama hidup berumah tangga termasuk bagaimana menjadi seorang istri yang terpuji. Dalam nasihat ini, calon pengantin juga mendapatkan pendidikan tentang seks agar tidak kaget ketika melakukannya. Karena seks merupakan salah satu bagian penting dalam rumah tangga. “Sayalah yang memberi nasihat-nasihat tentang seks pada calon pengantin perempuan,” katanya tertawa. -Naniek I. Taufan

Made Taro

Sebelum permainan dimulai, diawali dengan pengelompokkan anak menjadi dua tim, yaitu Tim Gadang (hijau) dan Tim Barak (merah). Mereka saling beradu dalam setiap permainan dengan seru dan ceria. Dalam permainan Tok Lait Kancing, tiga anak dengan masing-masing kakinya saling berkaitan, atau dalam istilah Balinya ‘dengkleng’. Permainan ini dijelaskan Made Taro, pendiri Sanggar Kukuruyuk, secara tidak langsung melukiskan arsitektur Bali yaitu bangunan dengan menggunakan lait sehingga tahan dari goncangan akibat gempa. Sedangkan Deduplak adalah permainan menggunakan batok kelapa yang dihubungkan dengan tali, dimana anak memakainya sambil berjalan. Permainan sepit-sepitan menggunakan ‘sepit’ atau penjepit sebagai sarana untuk membawa bola berukuran kecil dan besar dan memasukan ke dalam tempat yang terbuat dari bambu. Dan permainan yang terakhir Keranjang Duren. Permainan ini membentuk empat regu, masing-masing regu terdiri dari tiga orang, dua orang diumpamakan sebagai keranjang, satu orang sebagai duren, dimana sang duren dijepit oleh dua keranjang. Saat musik pengiring berhenti, anak-anak bersiaga mendengar aba-aba oleh pemberi aba-aba. Jika diucapkan ‘Keranjang’, maka dua orang yang berperan sebagai keranjang harus bertukar posisi dengan keranjang lain, hal yang sama juga berlaku untuk sang duren. Iringan musik tradisional turut memberi warna saat pementasan berlangsung. Alat yang dimainkan seperti cungklik dan kendang. Iringan musik tradisional membuat permainan semakin seru dan

menarik untuk ditonton, bahkan sempat ada penonton yang turut bermain. Pemain dari Sanggar Kukuruyuk terlihat antusias bermain di atas panggung. Suasana tampak ramai dan meriah dengan tawa-bahak penonton. Kehadiran Made Taro sebagai pengarah permainan tersebut membuat nuansa Bali tradisional terasa semakin kental. Made Taro yang dikenal sebagai pakar dongeng dan permainan tradisional anak Bali mengatakan, memudarnya permainan dan nyanyian tradisional Bali dibarengi dengan perkembangan zaman yang semakin modern. Menurut pengamatannya, kini tidak banyak anak Bali yang mengenal permainan maupun nyanyian tradisional dari wilayahnya sendiri. Ketidaktahuan anak mengenai warisan budayanya memunculkan kekhawatiran khususnya bagi seniman seperti Made Taro. Pria kelahiran Sengkidu, Manggis, Karangasem, tahun 1939 itu menunjukkan kecintaannya terhadap budaya Bali dengan mendirikan sanggar bernama Kukuruyuk. “Nama Kukuruyuk sebenarnya berdasarkan nyanyian ayam saat fajar menyingsing. Maksudnya adalah agar anak-anak menyambut masa kecil mereka dengan ceria melalui permainan, nyanyian dan cerita yang mengakar di tanah kelahirannya. Mulai dirintis tahun 1973 dan tahun 1979 baru resmi dinamai sanggar Kukuruyuk,” ujarnya kepada Tokoh seusai pementasan. Berdirinya Sanggar Kukuruyuk dikarenakan sebelumnya belum ada sanggar serupa untuk anak kecil. Saat itu baru ada sanggar untuk anak SMA setingkat yang bernama Rumah Dongeng. Tidak hanya di SDN 8 Dauh Puri, Made Taro juga mengembangkan sanggarnya di beberapa TK dan SD, diantaranya SD Saraswati 4, SD Kartika VII/I dan SD 1 PAUD Widya Kumara. “Awalnya saya membuka latihan di Museum Bali dan melatih anak-anak secara umum. Namun, sejak ada kurikulum Muatan Lokal saya mulai membuka sanggar di TK dan SD,” ucapnya. Sanggar Kukuruyuk dengan beragam kegiatan positif yang bertujuan untuk pelestarian budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini. Selama di sanggar, anak-anak diajarkan permainan dan nyanyian tradisional serta cerita rakyat yang diolah sesuai dengan dunia anak. Tak hanya yang tradisional, permainan kreasi baru pun dikembangkan serta dilatih di sana. Made Taro mengatakan sudah mulai merintis sanggar sejak masih menjadi Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas. Namun sejak pensiun, ia menjadi lebih fokus dalam mengembangkan kegiatan di sanggarnya. Hingga saat ini Sanggar Kukuruyuk

Salah satu permainan tradisional anak yang dimainkan Sanggar Kukuruyuk dalam Festival Bali Tempo Dulu

masih aktif pentas di berbagai tempat dan stasiun TV. “Saya menghitung sudah pentas di berbagai tempat sebanyak 424 kali. Termasuk di beberapa hotel berbintang di Bali. Kalau di stasiun TV paling banyak di TVRI. Pernah juga di Bali TV, Indosiar, SCTV dan Trans7. Dan, pentas hari ini di MBG sudah keempat kalinya,” ucap mantan guru Antropologi ini. Dengan adanya Sanggar Kukuruyuk, anak-anak memiliki wadah untuk mengekspresikan diri dalam mempelajari dan mengaplikasikan warisan budayanya. Dengan mengikuti kegiatan di dalamnya yakni bermain permainan tradisional, bercerita cerita tradisional dan menyanyikan lagu tradisional, secara tidak langsung melatih anak bersosialisasi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Hal ini tentu berdampak positif bagi tumbuh kembang anak. Dimana anak akan tumbuh dengan pribadi yang percaya diri. Terbukti saat pentas di Mall Bali Galeria, anak-anak dari SDN 8 DauhPuri tampak sangat bersemangat dan percaya diri saat memainkan permainan tradisional di depan banyak penonton. Hingga di penghujung acara anak-anak masih bersemangat menutup pementasan dengan bernyanyi dan bersorak sambil bertepuk-tangan. Made Taro mengungkapkan pengalamannya dalam menghidupkan kembali permainan, nyanyian serta cerita tradisional yang berawal dari Sanggar Kukuruyuk hingga ke kancah internasional. Ia mengatakan sempat mendongeng di Australia, Singapura, dan Afrika Selatan. Made Taro mengatakan, ia mendapat respons yang tidak diduga seusai storytelling di salah satu SD di kota Darwin, Australia Utara. Antusiasme anak-anak di sana sangat tinggi. Seusainya memperkenalkan budaya Bali dengan iringan alat yang bernama cungklik, anak-anak di sana tidak puas hanya menyaksikan, bahkan mereka meminta untuk diajarkan membuat alat yang terbuat dari bambu tersebut. Permainan anak-anak zaman dahulu dengan seka-

rang sudah sangat berbeda. Adanya perkembangan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam gadget yang menawarkan aplikasi permainan bagi anak-anak, mungkin lebih menarik dan lebih mudah dimainkan daripada permainan tradisional. Ini menjadi salah satu penyebab ketidaktahuan anak tentang permainan tradisional di daerahnya. Di sisi lain justru anak-anak tidak asing dengan permainan pada gadget bahkan sudah piawai memainkannya. Inilah penyebab permainan dan nyanyian tradisional kian memudar. “Sebenarnya anak-anak tidak salah jika mereka sampai tidak mengenali permainan atau nyanyian tradisional, justru orangtualah yang perlu menanamkan nilainilai budaya kepada anaknya sejakdini,” tuturnya. Atas dedikasinya dalam pelestarian budaya, karang-mengarang serta dongeng itu, mantan guru teladan ini meraih beberapa penghargaan, di antaranya Adi Karya dari Ikatan Perusahaan Penerbit Indonesia (IKAPI) tahun 1998, Bali Award, Anugerah Permata, Sastra Rancage (Jakarta), Hindu Books & Readers Community, dan Seni Kerti Budaya. –Ari


4

INSPIRASI

19 - 25 MEI 2014

Sarita

Belajar dari Anak-anak Meski sang surya perlahan-lahan beranjak menuju keperaduan di ufuk barat, Sarita masih tetap setia menemani anak asuhnya asyik melukis sembari bermain-main di halaman terbuka taman Yoga Center, Lingkungan Kerta Sari, Amlapura.

M

enurut Sarita, alam terbuka bagi anakanak memberikan media pembelajaran sangat positif, menyerap inspirasi kemudian bebas berekspresi tanpa intervensi pihak lain. Perempuan dengan nama lengkap Ni Putu Suri Darmayanti, sehari-harinya, sejak tahun 2007 menggeluti mengelola dunia pendidikan nonformal dengan mengasuh 90 orang anak-anak yang tergabung dalam play group, Taman Kanak-kanak dan TPA (Tempat Penitipan Anak) di bawah

Tampuagan, Amlapura 13 Agustus 1981 ini, terpupuk menjadi seorang guru sekaligus pendidik yang mumpuni. Menurutnya, ia belum cukup hanya mengelola anak-anak play group/PAUD dan TPA di ruangan kelas saja, tetapi dibenaknya terus mengiang akan mengembangkan khusus pendidikan sekolah alam bagi anakanak usia dini. “Pembelajaran anak-anak di alam terbuka, meliputi bangunan terbuka, ada bentangan sawah, pepohonan, perbukitan, sungai dan kolam seperti lokasi ini. Jadi anak-anak

Sarita bersama anak asuhnya

lembaga Cempaka Kids berlokasi di Jalan Teuku Umar, Amlapura. Ia terbilang sukses mengelola pendidikan di Karangasem. Istri I Nyoman Budiarta dan ibu dua anak Ni Putu Cetana Sri Handayani (12) dan I Made Diva Adhi Wiguna (10) ini mengatakan, menjadi seorang pendidik tidak instan. Ia telah menanamkan dalam dirinya menjadi guru sejak masih kecil. “Apa yang saya lakoni sekarang sebagai pendidik, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan dari anak-anak, dengan kata lain saya justru kembali belajar dari anak-anak,” katanya. Sarita mengatakan, sifat anakanak masih halus, jujur, terbuka, imajinatif dan penuh cinta kasih. Impiannya menjadi seorang guru terwujud setelah tamat dari SMAN 2 Amlapura, Sarita melanjutkan sekolah pendidikan guru D-2 jurusan Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi Hita Widya Singaraja. Dari bangku kuliah dan hobinya membaca bukubuku pendidikan anak-anak, perempuan kelahiran Banjar

bebas bergerak menikmati dan mengekspresikan apa yang dilihat dan dirasakan langsung di alam, seperti di tempat ini,” jelas Sarita sembari menunjuk asrinya lokasi

Sarita

taman Yoga Center. Sarita memimpikan kelak akan mendirikan panti asuhan bagi anak-anak tidak mampu. “Di benak saya mengelola pendidikan, bukan semata-mata untuk bisnis, tetapi yang lebih diutamakan untuk sosial membantu masyarakat,” ujarnya Sarita mengasuh puluhan orang anak berbagai tingkatan usia. Ada 2 orang pengasuh TPA dan 9 orang guru untuk play group/PAUD. Menurutnya, di lembaganya juga ada anak asuh yang bermasalah dari berbagai latar belakang seperti: berkebutuhan khusus, hiperaktif, berkata-kata kasar/galak, pendiam/ pemurung dan lainnya, bahkan ada anak asuhnya biasa minum tuak, karena anak tersebut sering melihat bapaknya peminum tuak. Untuk menaggulangi anak demikian, ia menggunakan terapi sentuhan keibuaan, cinta kasih, menanamkan kata-kata positif pada bawah sadarnya, dan selalu berkoordinasi dengan orang tua anak, untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat dan perilaku anak di rumah. Untuk meningkatkan kualitas

pengelolaan pendidikan PAUD, Sarita diajak Didi, salah seorang pembina Yoga asal Malaysia melakukan studi banding dua kali ke negara tetangga Malaysia melihat dari dekat pengelolaan PAUD di negara tersebut. Keikutsertaan Sarita ke Malaysia saat itu tergabung kedalam organisasi sosial internasional bidang pendidikan. Dalam organisasi sosial tersebut, Sarita ikut dalam pendampingan bagi anak-anak yang kena musibah bencana alam di Padang, Sumatra beberapa tahun lalu. Jiwa enterprenur Sarita sudah diawali sejak masih duduk di bangku SMA. Pengalaman hidup yang paling berkesan dalam hidup Sarita, sewaktu di SMA dirinya satu-satunya siswa yang memelopori dalam momen tertentu menggalang dana berjualan makanan dan minuman di sekolah. Sarita menanggapi, banyaknya terjadi kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak. “Saya telah memberikan pendidikan seks pada anak-anak, misalnya organ-organ tubuh yang tidak boleh diperlihatkan dan dipegang oleh sembarang orang. Dia menyarankan kepada anak-anak, ketika terjadi pelecehan seperti itu, hendaknya anak menjerit agar segera didengar oleh orang lain untuk segera mendapat bantuan, kemudian laporkan kepada orang tua atau keluarga,” sarannya.

Yoga dan Vegetarian Aktivitas yoga dan vegetarian yang Sarita lakukan selama ini banyak membantu dalam kegiatan mengelola pendidikan nonformal anak. Ia telah melakoni yoga dan vegetarian sejak mulai masuk perguruan tinggi di Singaraja hingga sekarang. Mengenal yoga dan vegetarian diawali dengan kenal dengan salah

seorang pembina Yoga Ananda Marga, namanya Didi Jyoti Praba asal Hongaria, sehingga nama Sarita adalah pemberian Didi. Nama Sarita artinya adalah sumber kehidupan. Ia menuturkan, petuah dari seorang spiritual, kalau ingin menjadi guru yang baik harus vegetarian dan meditasi”. “Mungkin sudah ditakdirkan saya jadi vegetarian, karena saya sejak masih kecil tidak begitu senang makan daging, kalau makan daging gigi saya sering sakit,” tuturnya. Menurutnya, yoga dan makanan vegetarian memberikan dampak luar biasa terhadap kesehatan, kejernihan pikiran, rasional dan cinta kasih kepada sesama dan mahluk lainnya. “Dulu saya punya penyakit telapak tangan sering berair, dengan yoga dan vegetarian saya sembuh telapak tangan tidak lagi berair. Sebelum vegetarian, pernah saya merasakan di dapur saat akan memotong kaki ayam, baru akan mengayunkan pisau, terbayang di kaki ayam itu seperti tangan saya sendiri. Saya terkejut saat itu, akhirnya saya yakin memutuskan untuk tidak membunuh/ menyakiti binatang dan makan daging,” kata Sarita. Tokoh spiritual yang ia kagumi, Sad Guru Shri Shri Anandamurti. Menurutnya, tokoh tersebut tidak hanya memberikan sebuah filosofi pendidikan yang menakjubkan, juga memberikan filosofi di bidang lain yakni kesehatan, ekonomi, politik, dan spiritual yang komplit. “Anak asuh saya ada vegetarian, saya ketahui saat akan menyuguhkan makanan kepada meraka, anak tersebut peka sekali segera menyisihkan daging yang di nasi. Ternyata anak tersebut vegetarian sejak masih dalam kandungan, karena ibu dan keluarganya vegetarian,” katanya. -Komang Pasek Antara

Grand Opening Ani Boutiqe Bagi para penggemar busana casual dan pesta, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Ani Boutique. Butik yang terletak di Jl Tukad Batanghari, Denpasar ini menawarkan aneka pakaian model terbaru dengan warna menarik serta trend yang tidak ketinggalan zaman. Ni Wayan Saptiari, pemilik Ani Boutiqe sudah lima tahun bergelut dalam usaha fashion. Ia menjadi importir pakaian dari Tiongkok,

Hongkong, dan Thailand. Akhirnya, mantan Putri Pariwisata ini memutuskan membuat label sendiri dengan nama Ani Boutiqe. Ani merupakan nama kecilnya. “Saya menetapkan spesialisasi gaun cocktail, pesta, dan casual. Usaha butik ini berawal dari hobi belanja yang diteruskan dengan membuka butik,” ujarnya disela-sela grand opening Ani Boutiqe, Minggu (11/5) malam. Di kalangan sosialita di Bali, butik ini sudah cukup dikenal. Ini terlihat ketika grand opening, banyak kalangan sosialita yang hadir, diantaranya anggota Iwapi Badung. Salah satu kelebihan koleksi Ani Boutque adalah desain gaun dan dress yang elegan dengan corak dan warna yang mewah namun tetap anggun. Ani mengaku juga merancang beberapa baju, yang ia padukan dengan batik. Saat grand opening, beberapa koleksi terbaru dipajang rapi. Ani menambahkan, keunggulan Ani

Boutiqe dibandingkan dengan butik yang sudah ada di Bali adalah keuntungan tersendiri bagi yang menjadi member. Ani Boutiqe memiliki dua lantai. Koleksi gaun pestanya berada di lantai bawah sementara koleksi gaun cocktail ditempatkan di lantai atas. Harga yang ditawarkan untuk gaun pesta dimulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu.--tkh

19 - 25 MEI 2014

MANDALIKA

Nikmati Sate Bulayak di Tiga Suasana

21

Nusa Tenggara Barat yang bergelar Bumi Gora memiliki kekayaan kuliner dari tiga suku yang mendiami daerah dengan dua pulau besar (Lombok dan Sumbawa). Salah satu kuliner khas itu adalah sate bulayak yang terbuat dari usus dan jeroan sapi. Sate ini merupakan kuliner khas di Lombok, khususnya daerah Narmada Lombok Barat.

“K

ekhasan sate ini ada pada bulayak,” ungkap Marhaeni, salah seorang penjual sate bulayak (ada juga yang menyebutnya belayak) di kawasan Taman Narmada. Sate bulayak bisa ditemukan dengan mudah di daerah Narmada, salah satunya di Taman Narmada. Selain itu, kuliner ini bisa dijumpai di tempat-tempat wisata di Lombok, seperti di Pantai Senggigi, wisata hutan Lingsar dan Aik Nyet, Sesaot, Suranadi juga di sepanjang Jalan Udayana Mataram dan di beberapa tempat lainnya. “Setiap malam Minggu, tikartikar kami disesaki pengunjung,” ujar Inaq Rusnah, penjual sate bulayak di kawasan taman kota tersebut. Sate ini diberi nama sate bulayak karena dimakan bersama bulayak. Bulayak adalah sejenis ketupat atau lontong dan dibungkus tidak dengan daun pisang, melainkan dengan daun pohon aren yang digulung memanjang. Tidak seperti sate-sate khas Lombok lainnya, menikmati sate bulayak selalu dilengkapi dengan menikmati suasana sekitar. Karena itu, kebanyakan penjual sate ini menggelar dagangannya pada tempat-tempat bersantai yang menawarkan wisata alam dan disajikan dengan sangat rileks di atas tikar, layaknya lesehan tradisional. Dari semua penjual sate bulayak, baik itu di Taman Narmada, Kerandangan, Senggigi, Suranadi, Benang Skokel maupun di Taman Kota Mataram, rata-rata berasal dari Lembuak, Narmada, Lombok Barat, tempat asal makanan ini. “Puluhan tahun lalu, nenek saya yang menjual sate bulayak, setelah itu ibu saya dan kini saya mengikuti jejak mereka,” kata Marhaeni. Pengakuan yang sama diungkapkan penjual sate lainnya. Tentu saja demikian, karena cikalbakal para penjual sate ini berasal dari tempat tersebut dan sudah ada sejak puluhan tahun silam. Para pedagang bulayak juga

banyak berasal dari Pemepek, Lombok Tengah. Para penjual ini, setiap paginya menggelar dagangannya di Pasar Narmada. Inaq Sahdi, salah seorang penjual bulayak yang berasal dari Pemepek mengaku sejak puluhan tahun pula ia telah menjadi pembuat bulayak dan berjualan di Pasar Narmada. Bersama puluhan penjual bulayak lainnya, mereka mengaku setiap harinya masing-masing mampu menjual dua ribu bulayak dalam waktu kurang lebih dua jam. “Jam delapan pagi, bulayak sudah habis,” ujar Inaq Kenim saat berjualan di Pasar Narmada. Sate bulayak biasanya dinikmati sambil bersantai di tempattempat wisata tersebut. Selain di Taman Narmada, tempat yang asyik untuk menikmati sate bulayak adalah di Suranadi dan Sesaot. Kalau di Taman Narmada, menikmati sate bulayak disajikan dengan lesehan alam tradisional, yaitu duduk di atas tikar. Namun di Suranadi dan Sesaot lebih lengkap lagi. Beberapa penjual sate bulayak telah menyiapkan berugak-berugak (tempat duduk khas Sasak, seperti rumah terbuka untuk bersantai), yang sangat nyaman di sekitar wisata alam hutan lindung. Begitu juga yang terdapat di Pantai Senggigi dan Kerandangan. Di sana, sate bulayak dinikmati sembari menikmati

Seporsi sate bulayak

moleknya pesisir pantai sambil diiringi deburan ombaknya. Sate bulayak kini bukan lagi hanya bisa dinikmati di tempattempat wisata alam, seperti Taman Narmada, Sesaot, Suranadi, Benang Skokel dan pantai Senggigi serta Kerandangan, namun sudah semakin dekat dengan kehidupan kota. Hal ini bisa dilihat di tamantaman Kota Mataram. Kawasan taman kota yang berada pada pintu masuk Kota Mataram lewat eks Bandara Selaparang ini, misalnya, saban sore hingga larut malam, dipenuhi oleh mereka yang bersantai. Tua dan muda, kalau sore menjelang berbondong-bondong mendatangi taman kota ini sekadar untuk bersantai. “Tak jarang kami berjualan hingga jam 24.00, terutama malam Minggu,” kata Inaq Di. Para penjual sate bulayak, mengaku mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 16.00 hingga tengah malam. Tikar-tikar tersebut sengaja digelar di sepanjang

Penjual sate bulayak

trotoar Jalan Udayana. Di sanalah mereka berderet rapi. “Jam 20.00 ke atas, semua tikar yang kami siapkan penuh oleh pengunjung,” kata Inaq Misnah, penjual lainnya. Mereka mengaku, masing-masing setiap harinya membawa rata-rata 200 tusuk sate dan 200 hingga 300 bulayak. “Jarang ada yang tersisa, selalu habis,” kata Ati yang mengaku sehari bisa memperoleh keuntungan sedikitnya Rp 80 ribu. Begitu juga penjual lainnya, keuntungan yang mereka terima setidaknya sama dengan Ati, walaupun mereka harus pulangpergi Narmada setiap harinya. Bagi penjual sate bulayak, dibukanya taman-taman kota ini, memberikan berkah tersendiri buat mereka. Kalau di tempat sebelumnya, sate bulayak yang mereka jual dipadati pengunjung hanya pada hari Minggu saja, namun di taman kota ini, setiap harinya selalu ramai, plus memang terjadi peningkatan setiap malam Minggu. Di mana tempat yang paling asyik untuk menikmati sate bulayak? Tentunya, sangat tergantung pilihan masing-masing orang. Ingin sate bulayak dengan suasana pantai bisa dijumpai di Senggigi, Kerandangan dan Pantai Kuta, Lombok Tengah. Sate bulayak dengan suasana pegunungan dan hutan, di Sesaot, Suranadi, air terjun Benang Skokel dan suasana nyaman permandian Taman Narmada. Sate Bulayak dengan suasana taman yang dipadati

muda-mudi sembari ada di kawasan taman Kota Mataram. SATE BULAYAK Kalau ketupat biasanya dibungkus daun kelapa, pesor dibungkus daun bambu. Sementara lontong dibungkus daun pisang dan bulayak dibungkus dengan daun aren atau daun lontar. Bentuknya tidak seperti ketupat yang segi empat dan kerucut lontong, tapi memanjang. Para penjual sate bulayak mengaku, tidak pernah membuat sendiri bulayak karena sangat sulit, terutama saat menjalin daun aren yang kecil-kecil dalam bentuk bulat kira-kira sepanjang 15 cm. Sate yang terdiri dari usus, daging dan jeroan ini, dimakan dengan bulayak. Karena itulah, sate ini disebut Sate bulayak. Satu porsinya (sate dilengkapi 10 bulayak) dijual dengan harga bervariasi. Bumbu yang dipergunakan untuk sate bulayak itu sama saja. “Bumbu ini sudah turun temurun,” kata mereka. Jadi, jangan heran jika sate bulayak di mana-mana rasanya sama. Menurut mereka, bumbu yang dipakai sangatlah sederhana, hanya bawang putih, lombok merah besar dan kemiri yang dihaluskan lalu digoreng. Sebelumnya, santan kelapa dimasak dan diaduk terus-menerus hingga mengental. Dan setelah itu, barulah bumbu goreng dimasukan dan diaduk hingga rata. Cara penyajiannya, biasanya tusukan jeroan atau usus yang sudah direbus, dibakar bersamaan dengan sate tusukan dagingnya. Setelah matang, sate ini disiram dengan bumbu yang sudah dimasak tadi. Lalu disajikan dengan sepiring bulayak (biasanya sepuluh bulayak) yang tidak dikupas. Saat dimakan barulah pembeli membuka sendiri bulayak-nya. -Naniek I. Taufan


22

19 - 25 Mei 2014

19 - 25 mei 2014

S E L E B R I TA S

3

Merry Riana

Menebar Inspirasi Tidak mudah menjadi orang terkenal atau public figure. Segala sesuatunya harus diatur. Perkataan dan tingkah laku harus sempurna, setidaknya di mata publik. Public figure seolah bukan manusia biasa, dia tidak boleh salah. Karena sorotan selalu mengarah kepadanya kemana pun dia pergi. Tak heran banyak sosok populer merasa agak tertekan karena tidak bisa menjadi diri sendiri. Tapi Merry Riana berbeda. Inspirator dan motivator kondang ini justru merasa tidak terbebani, apalagi merasa tertekan dengan predikat yang disandangnya. Dia tetap menjadi dirinya sendiri.

“S

aya tidak merasa tertekan dan terbebani, sama sekali tidak! Tapi sebaliknya, saya merasa diberi tanggung jawab, itu pasti. Jadi menurut saya, asal­ kan saya tetap menjadi diri saya sendiri, melakukan apa yang saya percayai, itu bukan beban bagi saya. Saya nggak perlu, Oh karena saya ngomongnya begini, berarti harus menjadi se­ per­ti ini-itu. Atau, Oh..karena saya memotivasi orang ngomongnya begini-begini, berarti saya harus begini-begini. Itu tidak sama sekali. Karena saya ngomong berdasarkan apa yang sudah saya jalani. Apa yang saya bicarakan, itu adalah kehidupan yang saya jalani. Jadi seper­ti yang saya katakan, asalkan tetap menjadi diri sendiri, melakukan apa yang saya percayai, men­ jalani hidup yang memang saya jalani dan percayai, itu bukan untuk saya,” ungkap wanita kelahir­ an 29 Mei 1980 yang ditemui di peluncuran buku ‘Langkah Sejuta Suluh’ yang ditulis Clara Ng, di Central Park, Jakarta Barat. Sebagai manusia, dia bukan makhluk sem­ purna dan bukan orang yang tidak pernah salah. Ia juga banyak kali salah. Tidak semua persoalan atau kesulitan yang di­ hadapi dapat diselesaikan dengan mulus. Justru se­ baliknya, dia berkali-kali berbuat kesalahan dan gagal bahkan terpuruk. Tapi itu semua tidak membuatnya terbe­

nam, jutru ia mengevaluasi dan bangkit lagi. Kesalahan, kegagalan, semua itu adalah pengalaman berharga yang justru semakin mengasahnyauntuk menjadi lebih baik. “Jadi kenapa orang suka mem­ baca buku-buku saya, mendengarkan apa yang saya bagikan, itu semua kare­ na mereka tahu saya bukan orang y a n g s e m ­ purna. K a r e ­n a saya orang

yang pernah salah, pernah gagal. Mere­ ka berpikir, ‘Oh..Merry Riana juga pernah gagal, Merry Riana juga pernah mengalami ini. Merry Riana pernah sangat ngirit sehingga hanya makan mietiap hari, atau seorang Merry Riana dulu pernah ngumpet-ngumpet di toilet karena makan roti sisa. Melihat banyak pengalaman salah, kegagalan yang saya alami, tentunya itu menandakan saya bukanlah orang yang sempurna. Tapi justru itulah, menurut saya, yang membuat orang termotivasi. Karena apa yang saya sampaikan adalah apa yang pernah saya alami. Yang ingin saya tekankan di sini adalah, walaupun hal itu sulit tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya,” kata peraih penghargaan Most Powerful Woman Award 2012 ini. Sebagian orang mungkin telah membaca buku ‘Mimpi Sejuta Dolar’ yang bercerita tentang lika-liku ke­ hidupan Merry Riana yang merantau ke Singapura untuk menempuh pendidikan di universitas bergengsi di negeri singa itu, Nanyang Technological University (NTU). Ketika itu tidak terbersit di pikirannya akan menjadi seperti seka­ rang, menjadi motivator yang fokus di bidang pendidikan generasi muda. Ketika itu niatannya adalah kuliah di bidang kelistrikan (electrical and electronics engineering) dan seusai kuliah akan membantu ayahnya berbisnis di bidang kelistrikan. Dana kuliah terbatas, karenanya ia meminjam uang dari Bank Pemerin­ tah Singapura $40.000. Dana yang dipinjam­nya itu pun tidak besar kar­ ena itu ia pun harus ‘banting-tulang’ menghidupi dirinya. Merry menjalani hidup sehemat-hematnya, makan mie instan tiap pagi, makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, dan makan malam gratis di tempat-tempat semi­ nar atau perkumpulan yang menggelar acara. Sungguh luar biasa kerasnya kehidupan yang menempa Merry. Tapi ia tetap tegar. Ia pun mu­ lai membangun mimpi. Pada usia 20 tahun, ia membuat komit­ men pada dirinya, harus mempunyai kebebasan financial sebelum usia 30 tahun. Dengan kata lain, ia harus menjadi orang sukses sebelum usia 30 tahun. “The lowest point in my life, membuat saya ingin mewujudkan mimpi itu,” ujar Merry. Untuk mewujud­ kan itu, Merry bekerja sangat keras. Berbagai pekerjaan dia jalani. mulai dari bisnis pem­ buatan skripsi, bisnis MLM, hingga mencoba bermain saham yang berakhir dengan kega­ galan bahkan kehilangan 10.000 dolar saat memutar uangnya di bisnis saham. Bisnis multi level marketing pun merugi hingga 200 dolar. Merry pun down, kehilangan hampir semua investasinya.

Merry Riana dan anaknya

Tak ada kerja keras yang tak ber­ buah. Setelah terpuruk, kesuksesan pun mulai menghampirinya. Hanya dalam tempo enam bulan sebagai Financial Consultant, ia berhasil mengumpulkan banyak uang yang kemudian dipakainya untuk melunasi utangnya pada Bank Singapura. Pada usia 26 tahun Merry sukses mencapai penghasilan satu juta dolar, ia menjadi sales nomor satu seantero Singapura. Namanya belambung di Negeri Singa, dan banyak perusahaan, organisasi memintanya menjadi pem­ bicara di berbagai acara, di antaranya seminar-seminar, dll. Merry diminta membagi pengalamannya termasuk kiat suksesnya. KISAH HIDUPNYA DIFILMKAN Prestasinya terus menanjak, ber­ bagai penghargaan diterimanya, ter­ masuk penghargaan ‘Spirit of Enterprise Award’ dari Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Lee Yi Shyan. Menurut ibu dua anak ini, memiliki mimpi-mimpi itu penting, bukan hanya untuk dicapai, tapi juga memberi tujuan dan harapan setiap harinya bahwa ada yang dituju. Motivasinya, tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan ke­ hidupan lebih baik pada kedua orang­ tuanya, tapi juga ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia ber­ harap generasi muda mampu memberi kehidupan lebih baik, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga dan orang lain.

Kisah sukses Merry Riana ini bukan hanya diketahui oleh masyarakat Indo­ nesia dan Singapura saja, tapi juga ke mancanegara karena selain dipublikasi­ kan lewat berbagai media, termasuk buku-buku, juga disampaikan dalam

seminar-seminar terkait inspirasi dan motivasi. Inilah yang kemudian menarik minat sejumlah PH (production house) di Tanah Air untuk memfilmkan kisah hidupnya. Istri Alva ini tidak menampik, na­ mun ia juga tak menerima begitu saja. “Sebenarnya sejak buku pertama ‘Mimpi Sejuta Dolar’ yang terbit tahun 2011, banyak PH dan produser menghampiri ingin membuat filmnya. Semua tawaran itu saya pelajari, dan akhirnya saya putuskan mempercayakan pembuatan film tersebut pada MD Picture,” tutur Merry seraya menambahkan, sekarang ini sedang proses casting. Dia sendiri tidak akan tampil mem­ erankan dirinya karena merasa itu bu­ kan bidangnya. Namun, sebagai orang yang pengalaman hidupnya di-film-kan, tentunya ikut terlibat dalam proses pembuatan. “Tapi film ini dibuat sedikit berbeda. Ada sisi lain yang diungkap, dan itu tidak ada di buku. Saya senang dan bersyukur, karena dengan adanya film ini, dapat semakin menebarkan inspirasi positif. Karena menebarkan inspirasi positif bukan hanya lewat buku dan seminar, tapi justru dari hal-hal keseharian. Mis­ alnya dari film yang kita tontan, tweets yang kita baca atau lagu-lagu yang kita dengar. Jadi saya berusaha menebarkan lewat berbagai macam channel yang ada dalam kehidupan keseharian kita,” kata Merry yang baru saja meluncurkan bukunya berjudul ‘Langkah Sejuta Suluh’ yang ditulis Clara Ng. Rencananya, tambah Merry lagi, film itu akan tayang tahun ini. Diakui Merry, proses pembuat­an film yang mengangkat kisah hidupnya ke layar lebar, butuh waktu lumayan lama yakni hampir dua tahun. Salah satu­ nya karena penulisan skenario yang kerap dibongkar serta pen­ geditan berulangulang. “Iya ini perlu proses yang cukup lama, hampir dua tahun, untuk sampai pada sesuatu yang pas dan bisa disajikan dalam durasi 1,5 jam. Tulisan skenarionya saja harus berkali-ka­ li dibongkar, diedit, sampai dapat yang pas. Juga disesuai­ kan sebagai tontonan. Karena kan orang datang ke bioskop untuk mendapatkan hiburan. Karenanya dibuat, selain sebagai hiburan tapi juga ada maknanya, dan tidak menyimpang dari nilai-nilai yang selama ini saya bagi­ kan,” ucapnya. -Diana Runtu


EKSPRESSO

2

19 - 25 MEI 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh

Mari Bersyukur Bulan Mei menjadi bulan penuh hikmah karena banyak perayaan hari-hari penting. Selain Hari Pendidikan Nasional, di bulan Mei juga ada Hari Kebangkitan Nasional. Hari raya keagamaan juga banyak di Mei, mulai dari Hari Raya Waisak, Hari Raya Galungan dan Kuningan, Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW, dan Kenaikan Isa Almasih. Bagaimana kita memaknai hari-hari penting itu? Apakah harus dengan hura-hura? Pesta pora? Semua kembali kepada pribadi masing-masing. Apa yang dilakukan dulu, apa yang didapat sekarang, dan apa yang direncanakan nanti merupakan

O

M G

sebuah proses yang harus dilalui. Baik maupun buruk pasti ada hikmahnya. Hal terpenting adalah bagaimana kita sebagai umat manusia bisa mensyukuri apa yang sudah diraih. Ibarat anak sekolah selesai ujian, beban terasa lepas dari pundak mereka. Padahal itu merupakan langkah awal untuk meniti langkah yang berikutnya. Sama ketika mempersiapkan menyambut hari raya, semua terasa lama dan berat. Tetapi, ketika hari raya itu tiba, semua perasaan menjadi lega dan plong. Hidup ini memang penuh dengan suka dan duka. Menjalani kebersamaan dalam perbedaan memang bagian dari kehidupan manusia. Kalau semua sama,

apa indahnya dunia. Karena itulah ada perbedaan yang menjadi harmoni dalam perjalanan hidup. Apa yang diraih orang lain bisa beda dengan apa yang kita raih. Tetapi, inspirasi untuk meraih itu bisa menjadi pelajaran. Hal terpenting adalah ketekunan dalam meraih impian itu. Edisi kali ini kami menghadirkan tulisan tentang Merry Riana dan Made Taro. Merry dikenal sebagai motivator andal yang mengaku dulu sempat hidup susah. Berkat ketekunannya, ia bisa meraih impiannya. Made Taro juga demikian. Ia tekun berkutat dengan permainan tradisional sebagai upaya pelesatrian kesenian. Ketekunan Taro menjadikan kesenian tradisional khusus di Bali bisa eksis. Pesan-pesan yang disampaikan Merry dan Taro bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. Saat hari raya, kita bisa berkontemplasi, apa yang mau kita lakukan untuk mensyukuri hidup ini. Salam

Cinta Ditolak Dukun Bertindak Beberapa tahun yang lalu aku sekolah di salah satu SMA negeri di Makassar. Aku teringat masa lalu waktu aku masih sekolah waktu itu. Aku punya sahabat perempuan tiga orang. Kami berteman sejak SD sampai SMA. Sebagai siswa baru di SMA kami jadi perhatian kakak kelas. Ada kisah lucu waktu kami masih duduk di kelas satu. Waktu itu ada kakak kelas kami mengirim surat untuk dua orang sahabatku sebut saja Lili dan Elisabet. Kedua kakak kelasku juga bersahabat. Mereka mengajak sahabatku untuk bertemu di belakang sekolah sepulang sekolah. Aku setuju saja mereka janjian di belakang sekolah. Lili dan Romy berbincang di bawah pohon mangga, Elisabet dan Junaidy di samping kantin di belakang sekolah. Aku dan sahabatku yang satu lagi menunggu di pos sekolah sekitar satu jam. Setelah itu muncul Lili dan Elisabet langsung menuju ke pos tempat kami tunggu dan kedua kakak kelas kami langsung pulang. Kata Lili, Romi bilang Lili orangnya cantik dan periang. Kata Elisabet, Junaidy bilang Elisabet orangnya cantik dan periang. Semua yang diucapkan Romi sama persis yang dikatakan Junaidy. Kami semua tertawa mengapa mereka berdua katakatanya sama. Apa tidak ada

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kata yang lain dan berapa lama mereka latihan untuk ucapkan kata-kata rayuan gombal. Kami juga tertawa karena Romi bilang Lili rambutnya bagus dan Junaidy juga bilang hal yang sama. Romi bilang Lili orangnya baik dan murah senyum, Junaidy juga bilang kalau Elisabet orangnya baik dan murah senyum. Romi bilang kalau dia jatuh cinta kepada Lili dan ingin dijadikan kekasih sedangkan Junaidy juga bilang kalau dia jatuh cinta dan ingin Elisabet menjadi kekasihnya. Kami tidak henti-hentinya tertawa mengapa kedua kakak kelas kami kata-kata rayuan dan ucapan mereka bisa kompak untuk mengatakan cinta. Akhirnya aku bertanya apa mereka apa sudah memberi jawaban? Lili mengatakan malu untuk katakan ya kepada Romi sedangkan Elisabet sudah menerima Junaidy untuk dijadikan pacarnya. Alasanya agar nanti bisa dibantu kalau ada tugas sekolah. Akhirnya aku katakan kepada sahabatku, jawaban ka-

lian tidak sama seharusnya kalian bilang nanti saja. Jawabannya mereka tertawa lepas dan bilang ya ya seandainya kami tahu kalau pertanyaan Romi sama Junaidy kompak seharusnya jawab yang sama biar kompak. Beberapa hari kemudian Milka cerita kepada kami kalau Leo, kakak kelas yang juga jadi tetangganya itu sudah menyatakan cinta. Tapi, Milka menolak Leo karena Milka tidak mau pacaran sama tetangganya sendiri. Hingga suatu hari Leo datang ke ruangan kelas kami pada waktu istirahat. Leo membawa buah rambutan hasil kebunnya. Kami sangat senang tapi Milka tidak mau makan. Ketika kami tanya kenapa tidak mau makan pemberian Leo, Milka cuma tertawa dan bilang takut makan pemberian Leo. Ia takut rambutan sudah diberi jampi-jampi dari dukun agar Milka mau menerima cintanya Leo. Kami semua tertawa dan bilang itu sih cinta ditolak dukun bertindak. Ummi Aisyah

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

anak

Banyak berita tentang anak yang merisaukan. Di samping jadi korban sodomi, ada anak SD yang dipukuli teman-temannya sampai meninggal. Ada juga anak usia 5 tahun yang melompat dari lantai sebelas. Perkaranya sepele. Ia, dilarang ibunya nonton film kartun. Tentu saja ia meninggal karena bukan Batman. “Untung anak kita sudah besar,” kata Amat mensyukuri keadaannya, “jadi kita tidak perlu menghadapi berbagai persoalan anak yang kini semakin rumit saja.” Bu Amat kontan tak setuju. Soalnya ia sedang perang dingin dengan Ami. Perkaranya juga sepele. Ami tak mengizinkan anaknya dipinjam satu hari oleh neneknya. Alasan formilnya, tak mau merepotkan ibunya. “Tapi sebenarnya dia takut kalau anaknya betah di sini. Dia takut anaknya kita rebut!” kata Bu Amat ketus. Amat menyampaikan analisa istrinya pada Ami. Maksudnya supaya Ami mengerti keinginan istrinya untuk kangenkangenan dengan cucu. Tapi di luar perkiraan Amat, Ami membenarkan prasangka ibunya. “Itu betul, Pak!” kata Ami. “Tapi Ibu mana zaman sekarang, yang membiarkan anaknya lebih dekat dengan neneknya? Anak sekarang tidak perlu mendengar dongengdongeng nenek yang membuat mereka mengkhayal jauh dari realita. Anak sekarang harus dipersiapkan untuk bersaing. Dia tidak cukup hanya pintar, dia harus cerdik, supaya keluar sebagai pemenang. Masa depan hanya milik para pemenang! Pecundang akan terbuang!” “Maksudmu anak kamu tidak akan kamu biarkan dekat dengan kami, orangtuamu? “Persis. Sebab nenek akan menanam cucu ke era kejayaannya yang sudah kedaluwarsa. Banyak ibu-ibu modern yang sudah keblinger, tapi saya tidak, Pak!” Amat sangat terkejut oleh pernyataan Ami. Ia pulang dan terpaksa menyampaikan semua argumentasi Ami pada istrinya. Maksud Amat, istrinya akan ngamuk, lalu nyemprot Ami habis-habisan. Amat merasa buah pikiran Ami kebaratbaratan. “Sebab dengan pernyataan begiu dia mengingkari bahwa dia itu ada karena kita. Dia tidak boleh menuduh kakek dan nenek anaknya, kita ini, tidak berperan apaapa.” Tapi seperti juga sikap Ami kepada ibunya demikian juga sikap Bu Amat kepada Ami. “Menjauhkan cucu dari neneknya itu perlu, sebab kalau tidak, anak akan jadi manja dan lembek. Tidak ada nenek di seluruh dunia yang tidak sayang kepada cucu. Bahkan sayang mereka melebihi sayang kepada anak. Kalau tidak dibuatkan jarak, anak akan manja dan memble. Membuat jarak itu perlu. Tapi memutuskan hubungan itu melanggar kodrat!” Sampai di situ, Amat tertegun. Ia merasa sebenarnya tidak ada perang dingin di antara istri dan anaknya. Yang ada adalah permainan kucing-kucingan Yang kelihatannya merusak harmoni, tetapi sebenarnya itu romantika dan dinamika. “Jadi berbagai persoalan anak yang tercetus sekarang ini bukan persoalan yang perlu dicemaskan,” kata Amat. “Semua kasus-kasus itu mengingatkan kita, betapa sudah berkurangnya perhatian kita pada anak-anak kita.” Bu Amat tercengang. Ia menatap suaminya heran dan curiga. “Maksud Bapak, Bapak senang adanya kasus-kasus kekerasan pada anak?” Amat mengangguk. “Ya! Itu artinya, menunjukkan, anak-anak kita sudah terbengkalaikan. Tapi belum terlambat untuk memperbaikinya, asal saja kita mau memulainya sekarang. Jadi semua persoalan anak itu adalah karunia yang harus kita syukuri, karena sudah mengingatkan keteledoran dan kealpaan kita pada anak!” Bu Amat mencibir tak setuju. Tapi tak bisa membantah.

Putu Wijaya

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi­ mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal­ merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

19 - 25 MEI 2014

23


19 - 25 Mei 2014

24

Berburu di Pasar Loak Mari belanja ke pasar loak!! Eitss…jangan mengerutkan kening dulu. Meski disebut pasar loak, bukan berarti barang-barang yang dijual di sana adalah barang-barang rongsokan alias tak terpakai. Justru sebaliknya, meski umumnya barang yang dijual adalah barang second hand, banyak di antaranya masih dalam kondisi 80-90%.

B

ahkan kalau beruntung, mau ‘mengaduk-aduk’ atau mau tekun me­ nyusuri, pasti akan dapat barang bermerek, khususnya produkproduk garmen. Karena untuk yang satu ini, umumnya adalah produk impor seperti dari Korea, Jepang dan Cina. Bukan hanya produk garmen, tapi barang-barang kebutuhan rumah tangga, aneka peralatan sanitari, alatalat kesehatan, peralatan olahraga, musik, barang antik dan lain-lain. Pasar loak memang super lengkap, tinggal bagaimana kepandaian Anda memilih agar mendapat barang bagus dengan harga bagus pula. Di Jakarta, ada banyak sekali pasar loak. Namun, yang terkenal dan usianya sudah cukup tua, tidak banyak. Salah satu yang terkenal adalah pasar barang antik di Jl Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Pasar loak ini tertata rapi dan tampak nyaman. Pembelinya pun kebanyakan kalangan berkelas juga wisatawan asing. Tak heran karena pasar barang antik Jl Surabaya ini termasuk dalam salah satu destinasi wisata belanja Jakarta dan itu tercantum dalam leaflet-leaflet wisata belanja yang umumnya dibagikan pada wisatawan asing. Banyak wisatawan ­asing mengaku mendengar tentang pasar loak Jl Surabaya dari teman-temannya yang telah lebih dulu berkunjung ke sana. Mereka tertarik karena harga barang-barang antik yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding pasar loak yang ada di negara lain. Asal tahu saja, keberadaan pasar loak memang menjadi salah satu daya tarik turis asing. Tentunya bukan sembarang pasar loak, tapi pasar loak yang menawarkan barang-barang second bermutu, utamanya adalah barangbarang antik. Ada beberapa pasar loak yang terkenal di dunia, di antaranya Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika yang mampu menyedot banyak peng­ unjung dari berbagai negara, bahkan selebriti-seleriti papan atas pun tanpa malu berburu barang antik di sini, seperti; Clint Eastwood, Madonna, Gwen Stefani, dll. Di London, Inggris, ada Petticoat Lane yang berdiri sejak tahun 1700, tempat berburu baju-baju second berkualitas. Sedang di Perancis, ada Marche aux Puces St-Ouen de Clignan-

court Paris. Dan, masih banyak lagi. Umumnya tiap negara memiliki pasar loak unggulan yang dapat menggaet turis asing berbelaja di sana. Demikian halnya dengan pasar barang antik di Jl Surabaya yang banyak dikunjungi wisatawan dari Belanda, Inggris, Austria, Jepang juga Amerika Serikat. Bahkan, pasar yang diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1974 ini, pernah dikunjungi oleh Presiden AS, Clinton pada tahun 1994. Dua tahun lalu, penyanyi kondang Ketty Perry juga berburu barang antik di sini. Pamor pasar barang antik Jl Surabaya memang sudah mendunia. Beragam barang antik ada di sini, seperti elektronik, kamera, lampu hias, barang pecah belah, peralatan rumah tangga dari kuningan dan perak, patung, dll. Kalau Anda penggemar peralatan musik tempo dulu atau ingin mendengar lagu-lagu ‘zaman baheula’, Anda juga bisa mencarinya di sini. Atau Anda ingin dengar lagu-lagu Indonesia yang ngak-ngik-ngok yang dulu dilarang masa Presiden Soekarno, maka carilah di Jl Surabaya, pasti ketemu. Melihat pasar barang antik Jl Surabaya sekarang, memang jauh dari kesan kumuh. Dulunya, para pedagang pasar di sini adalah para pedagang Pasar Rumput, Manggarai, yang ditertibkan. Di tahun 1960-an hingga 1970-an, Pasar Rumput merupakan salah satu pasar loak terbesar di Jakarta. Karena semrawut dan kumuh, akhirnya sebagian padagang dipindahkan ke Jl Surabaya. Awalnya mereka adalah pedagang loak biasa, tidak mengkhususkan pada barang antik. Karena barang loakan maka segala macam barang bekas berkumpul jadi satu, nah, di antaranya adalah barang-barang antik yang jika dijual di toko harganya selangit. Lama kelamaan pedagang barang antik makin banyak, dan, kebanyakan orang yang datang justru mencari barang antik. Walhasil, ketika dilakukan penataan, Jl Surabaya pun lebih mengkhususkan diri untuk berjualan barang-barang antik. PASAR RUMPUT SEJAK ZAMAN BELANDA Selain pasar barang antik di Jl Surabaya, pasar loak yang jauh lebih tua dan masih eksis hingga kini adalah Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.

Pasar loak ini punya spesifikasi berbeda. Jika Anda ingin mencari berbagai peralatan kamar mandi, alat-alat kesehatan seperti kursi roda, dll, atau alat-alat olahraga, musik, datang ke sini. Soal harga, pasti super murah. Meski disebut barang second, namun jangan lantas mengira tampilannya buruk. Justru sebaliknya, selain kondisinya memang masih bagus tampilannya pun dibuat seperti baru. Misalnya saja peralatan kamar mandi dengan merk-merk terkenal, sudah direparasi dan dibuat kinclong seperti baru. Bahkan modelnya pun tak ketinggalan zaman. “Kebanyakan barang-barang ini saya dapat dari bongkaran rumah mewah, atau hotel-hotel yang biasanya setiap beberapa tahun sekali mengganti model perlengkapan toilet-nya. Karena itu model-modelnya pun tak ketinggalan,” kata Amir, pedagang perlengkapan kamar mandi. Amir memiliki dua kios di Pasar Rumput, semuanya menjual produkproduk perlengkapan kamar mandi, mulai dari closet, wastafel, bathtub hingga shower box kaca dengan berbagai model. Closet bermerk terkenal misalnya, Amir berani melepas dengan harga minimal Rp 500 ribu. “Tergantung model, kalau makin baru modelnya, ya lebih mahal. Tapi kalau modelnya agak lama, Rp 500 ribu saya lepas. Begitu juga shower box, selain tergantung model juga tergantung ukurannya. Yang ukuran minimalis dan tidak banyak aksesorisnya, sekitar Rp 2 juta. Pokoknya, meski di sini semua barang bekas, tapi kelihatan baru karena sebelumnya telah diperbaiki. Closet, wastafel maupun bathtub juga dibuat kinclong, orang tidak tahu kalau itu barang bekas kalau kita tidak bilang,” ungkap Amir yang mendapat warisan kiosnya itu dari ayah-

nya yang telah puluhan tahun berjualan di Pasar Rumput. Alkisah, Pasar Rumput ini telah ada sejak zaman Belanda. Dulunya, memang dikenal sebagai sentra penjualan rumput untuk makanan kuda. Era terus berganti, kuda yang pada masa itu menjadi transportasi andalan, berganti dengan sepeda dan kendaraan bermotor. Perlahan Pasar Rumput berubah menjadi pasar barang-barang loakan yang menjual aneka barang, termasuk barang-

barang antik, peralatan kantor, dll. Jumlah penjual yang semakin banyak dan tak beraturan, membuat Pemda DKI Jakarta berkali-kali melakukan penertiban. Kini Pasar Rumput sudah terlihat lebih rapi. Namun, lalu lintas di kawasan ini kerap macet karena para penjual berada di pinggir jalan, sementara pengunjung yang datang kebanyakan bermobil, sehingga menyita sebagian jalan. ANEKA BARANG MURAH DI PONCOL Pasar loak lain yang namanya melegenda adalah Pasar Poncol yang eksis sejak tahun 1969. Letaknya, tak jauh dari Stasiun Senen atau persisnya di samping rel kereta api Stasiun Senen. Pasar loak ini tidak mengkhususkan diri untuk barang tertentu, tapi hampir semua jenis barang ada di sini. Alat-alat

musik, olahraga, onderdil, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan kamar mandi, barang antik seperti jam kuno, dll. Bahkan baju-baju impor dari luar negeri pun, banyak. Konon, sejumlah artis gemar berburu barang second di Pasar Poncol, khususnya baju-baju bermerek. Mereka tidak membeli satuan, namun karungan. Namun sejak cerita artis heboh berburu baju impor second meledak di media, tidak pernah lagi terdengar ada artis

yang terjun langsung ke pasar. Hanya Aming, artis yang melejit namanya dalam tayangan Extravaganza, yang cuek. Dia tetap berburu barangbarang second, dari baju, sepatu, jaket, dan lain-lain. Hanya kaca mata yang tak pernah dibelinya di pasar loak. “Kalau sudah dirapikan, semuanya terlihat sama saja. Setelah dipakai, kan, tidak ada yang tahu, ini barang loak atau bukan, ini barang bermerek atau bukan,” ucapnya ketika ditanya wartawan soal kegemarannya berburu barang loakan. Belanja di pasar loak memang membutuhkan ketekunan dan kejelian. Tekun dalam mencari alias mengaduk-aduk barang atau keluar masuk toko, dan jeli melihat barang yang ditawarkan, apakah barang itu cacat, robek, dll. Yang namanya pasar loak, harganya pun murah meriah. Dua pasar tertua di Jakarta, yakni

Pasar Senen yang dibangun tahun 1730 dan Pasar Baru tahun 1820, juga dikenal menjual loakan, meski tidak semua. Di Pasar Senen, loakan berada di Blok 3 yang kebanyakan menjual pakaian dan aneka jaket. Blok 3 ini boleh dibilang sebagai ‘surganya garment second’. Harganya super murah, mengingat kondisi barang-barang itu masih bagus dan ‘bermerk’ pula. Sayangnya, April lalu, Blok 3 Pasar Senen ludes terbakar. Walhasil, para pedagang yang umumnya sudah puluhan tahun berjualan di sana, melimpah ke jalan seputar Senen. Lain lagi dengan loakan di Pasar Baru, persisnya di Atom Plaza lantai 3. Di sana, konsumen dimanjakan dengan kenyamanan karena adanya air conditioner, sehingga tak perlu bermandikan keringat ketika sibuk mengaduk-aduk baju atau berjalan menyusuri toko demi toko. Penataan barang-barang nya pun lebih apik layaknya di mal, termasuk adanya manekin-manekin sebagai model. Barang yang dijual umumnya adalah pakaian, jaket. Hanya saja harganya sedikit lebih mahal dibanding di Pasar Senen dan Poncol. Mungkin karena meski barang second, namun baju atau jaket-jaket yang dijual rata-rata dalam kondisi yang sangat baik, dan tentunya, bermerk pula. –Diana Runtu


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 797 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu