14 - 20 April 2014
24
Ada Uang Ada Suara “Bu…apa sudah punya calon legislatif yang bakal dipilih?” tanya seorang lelaki mendekati beberapa wanita yang baru datang ke sebuah TPS di lingkungan Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara. Awalnya para ibu ini diam saja, karena memang mereka tak mengenal lelaki itu. Sebelum masuk mendaftar di TPS, langkah mereka terhenti di papan yang ditempel nama-nama caleg partai yang ikut berlaga.
M
ereka tampak kebingungan melihat begitu banyak caleg yang nama dan fotonya terpampang jelas, namun tak satupun mereka kenal. Makin bingung lagi, ketika melihat nama-nama dan foto para calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, yang memang tidak mewakili parpol sehingga tidak ada lambang parpol yang menyertai penampilan mereka. “Saya pilih yang mana nih? Lho kok ini cuma foto-foto dan nama, tidak ada nama partainya,” ujar seorang ibu sembari menunjuk kertas nama-nama calon anggota DPD Jakarta. Laki-laki yang sebelumnya sempat menyapa para ibu ini, langsung mendekati mereka lagi. “Apa ada yang dikenal, bu?” tanyanya. “Tidak ada, nggak tahu mau pilih yang mana,” ucapnya. Laki-laki ini pun menanyakan, apakah sudah punya nama partai? Dua di antara tiga ibu itu pun menyebut nama sebuah partai. “Nah, ibu kebetulan, kalau ibu pilih partai itu, ini saya punya nama calon,” ucapnya sambil menyebut nama calon yang dibawanya. Sepertinya, kedua ibu itu tertarik, lalu meminta ditunjukkan nomor urut dan namanya. Setelah itu, ketiga ibu itu pun masuk ke TPS dan tak lama kemudian mereka pun masuk bilik suara. Saparuddin, atau biasa yang disapa Udin, setelah menawar-
kan calonnya tidak lantas pergi. Dia tetap di halaman TPS. Ia pun kembali mendekati para ibu tersebut, “Bagaimana bu, apakah mencoblos calon saya,” tanyanya dengan tersenyum. “Iya, dari pada bingung,” ucap salah satu dari ibu tadi sambil berjalan pergi. Udin pun tersenyum senang. Meski tidak ada bukti bahwa ibu itu mencoblos calon yang disodorkan calo itu, namun Udin mengaku percaya. Menurutnya, ia yakin yang dikatakan ibu tersebut benar. Udin tidak memberi uang ataupun ‘hadiah’ pada ibu-ibu itu. Hanya ucapan terima kasih. Lalu, bagaimana Udin bisa mendapat bayaran karena tidak ada bukti bahwa seseorang menyoblos? Menurut Udin, uang yang diterimanya tidak banyak, hanya beberapa ratus ribu saja. Tapi ia menolak menyebut berapa persisnya. Ia pun tak seberapa ngotot memperjuangkan calonnya, karena sadar sulit untuk mendapatkan bukti pasti soal pencoblosan, apalagi kamera ataupun hand phone tidak diperkenankan dibawa masuk bilik pencoblosan. “Ya jadi soal kepercayaan aja, sih. Lagian, saya nggak berani maksa, takut,” ucapnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Lagi pula, ia pun sempat didamprat warga ketika mencoba menawarkan calonnya pada beberapa warga yang kebetulan laki-laki. “Saya didamprat, bahkan diusir. Padahal saya menawarkan
baik-baik, tidak memaksa. Tapi bapak-bapak itu marah. Saya jadi takut,” jelasnya. Dia sendiri tak berharap banyak dari upayanya menyodorkan calon, apalagi, memang dia tidak memberi hadiah apapun pada warga yang berjanji akan menyoblos calonnya. “Tidak ada uang, tidak ada sembako, Upaya saya ini kan juga maksud menolong buat mereka yang bingung memilih,” kilahnya. Tapi lucunya, tambah Udin sembari meringis, ada juga warga yang ketika ditawari calonnya, malah menjawab,”Ada uang, ada suara!” Ternyata bukan hanya Udin yang jadi calo suara di TPS itu. Bahkan ada beberapa orang yang melakukan pekerjaan yang sama. Modusnya sama seperti Udin, mereka mendekati warga yang datang ke TPS, khususnya mereka yang terlihat bingung di depan papan nama-nama caleg yang berlaga di pemilu legislatif 2014 ini. Usaha mereka tak selalu disambut baik. Seorang oknum keamanan misalnya, yang mencoba menitip calonnya, kena damprat warga dan diusir. “Anda ini, bukannya menjaga keamanan malah nyodor calon. Pergi sana!” ujar seorang bapak berang. Si oknum keamanan ini dengan wajah merah padam, langsung pergi. Rupanya dia khawatir peristiwa itu akan berbuntut panjang karena memang tugasnya di TPS itu untuk menjaga keamanan bukan ‘nyambi’ menyodorkan calon. Modus calo suara memang macam-macam. Ada yang seperti Udin, yang relatif aman, tapi ada juga yang mengarah pada tindak kriminal seperti yang terjadi di beberapa TPS. Yakni, dengan mendaftar sebagai pemilih dengan membawa KTP orang lain. Alasannya, tidak mendapat undangan pemilih, jadi menggunakan KTP. Mereka kabur ketika petugas TPS terlihat curiga.
Pegiat pemilu bersih melakukan aksi kampanye tolak politik uang
sumber foto ppp.or.id
Suasana pemilu
Jika Udin boleh dibilang sebagai pemain baru dalam menjajal bisnis sebagai calo suara, lain halnya dengan Idham Kholid yang terlihat lebih berpengalaman. Ia mengaku sudah 10 tahun menggeluti pekerjaan ini karena hasilnya yang lumayan. Karenanya, tak heran kalau namanya sudah cukup dikenal sebagai calo suara. Ajang Pemilu kali ini, misalnya, menjadi kesempatannya mendulang rezeki. Terlebih dia bukan hanya piawai dalam urusan blusukan mencari suara bagi caleg-caleg tertentu yang menjadi kliennya, tapi juga jago dalam pengumpulan massa. Pada kampanye pemilu legislatif lalu, ia juga bertindak sebagai koordinator pencari massa untuk partai-partai tertentu. Menurutnya, ini tidak sulit dilakukan, selain pekerjaan sebagai koordinator massa bayaran bukan hal yang baru, ia juga telah memiliki jaringan yang bisa menyediakan stok massa bayaran. Harga per kepala antara Rp 25 ribu-35 ribu tergantung jumlah uang yang didapat, dan berapa banyak massa yang digarap. Ia sendiri tidak bekerja sendirian. Setidaknya timnya berjumlah 5 orang, mereka adalah teman-teman dekatnya. Lalu, apakah ia juga membagi-bagikan uang atau sembako pada orangorang yang digarapnya? Aam mengaku, tidak selalu. Kadang ia membagi-bagi uang, namun itu tidak banyak, pun harus dilaku-
foto solo pos
kan dengan hati-hati. Sedangkan sembako, ia lakukan juga. Atas kerja kerasnya di lapang an, tentu saja Aam, begitu namanya akrab disapa, mendapat bayaran tertentu dari kliennya. “Adalah imbalannya, masak nggak ada, kan saya dan teman-teman sudah kerja. Jumlahnya tidak besar, tapi lumayan lah. Saya sih tidak mematok harga berapa, tergantung kesanggupan saja. Biasanya satu suara diharga sekitar Rp 25.000,” tutur lelaki yang mulai menggeluti bisnis ini sejak pemilu 2004. Dari imbalan yang didapat tersebut, biasanya hanya 1020% masuk kantong pribadi, sedang sisanya, dibagi pada tim juga untuk keperluan lain. Tapi, jumlah itu, tidak termasuk biaya operasional yang telah ditanggung klien. Untuk mendapatkan suara yang diinginkan, ia harus pandaipandai me-maintenance orang yang digarapnya. “Jadi tidak bisa hanya sekali ketemu orang, kasih duit terus pergi begitu saja. Kita harus beberapa kali datang ke rumah orang-orang itu, istilahnya menjalin silaturahmi. Misalnya, datang bawa sembako, atau kasih uang, atau apa saja. Jadi mereka akan ingat kepada kita. Nanti kalau mendekati hari ‘H’ datang lagi, jadi orang-orang itu akan ingat,” tutur Aam yang mengaku lebih senang menggarap massa atau pemilih para ibu-ibu karena para ibu tidak banyak bertanya ini-itu. –Diana Runtu
EKSPRESSO
2
14 - 20 April 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Habis Gelap Terbitlah Terang
Pelaksanaan pemilu legis latif sudah berlalu. Banyak kisah yang terekam selama rangkaian pesta demokrasi ini. Masyarakat yang memiliki hak pilih menyalurkan aspirasi untuk memberikan dukung an bagi partai politik maupun calon anggota legislatif. Suara-suara yang terkumpul diakumulasikan untuk penentuan “jatah” kursi di lembaga legislatif. Dalam pemilu, bukan kalah menang yang menjadi ukuran tetapi banyak atau sedikitnya mendapat dukungan. Makin banyak dukungan masyarakat, makin besar peluang partai politik menduduki lembaga wakil rakyat. Bagaimana cara mendapat dukungan masyarakat, tergantung pola yang dite rapkan partai politik dan para caleg. Money politic ditengarai
O
M G
menjadi salah satu cara untuk mendapat dukungan. Tetapi, masyarakat sudah cerdas juga. Walaupun ada iming-iming uang, mereka tidak selalu memilih caleg yang memberikan uang. Antar caleg pun bersaing untuk mendulang suara. Hasil akhir atau akumulasi suara terakhir belum final. Masyarakat tinggal menunggu siapa caleg yang bertahan di posisinya, siapa yang terdepak, siapa yang “naik kelas”, dan siapa wajah baru yang muncul. Hasil resmi pemilu 2014 diumumkan dalam pleno KPU yang dijadwalkan 7-9 Mei 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan penetapan kursi dan calon terpilih untuk DPR RI dan DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Di tingkat nasional, partai politik sudah memiliki gambaran berapa suara yang
Salah Dosen
Kisah ini sebenarnya dialami oleh teman saya. Suatu hari, saat masih dalam suasana liburan memasuki semester baru, saya dan beberapa teman sedang melengkapi berkas-berkas untuk persyaratan beasiswa. Ketika salah satu teman saya, sebut saja Ria, akan memfotokopi daftar persyaratan, tak disangka dia bertemu dengan salah satu dosen kami. Saat dia kembali, dia mengajak teman saya yang lain, sebut saja Rista, untuk menemui dosen tersebut karena kebetulan mereka mendapat nilai C pada mata kuliah dosen tersebut. Oleh karena itu, mereka bermaksud ingin menanyakan apakah sebaiknya mengikuti remedial ataukah harus mengulang. Saat itu, bapak dosen sedang menghadap membelakangi mereka. Mereka langsung menanyakan tentang nilai tersebut.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Dan setelah Pak Dosen berbalik menghadap mereka, beliau justru malah balik bertanya, “Mata kuliah apa kalian dapat nilai C?” Dan dengan santainya Ria dan Rista menjawab, “IKD Pak.” Lalu Pak Dosen balik bertanya, “Apa itu IKD?” Ria menjawab, “Ilmu Kealaman Dasar Pak, kan itu mata kuliah yang diajar sama Bapak.” Pak Dosen bertanya lagi, “Loh, itu siapa yang ngajar?” Rista menjawab, “Loh kan Bapak yang ngajar, Pak Tio (bukan nama sebenarnya).” Dengan tenang Pak Dosen menjawab, “Saya kan bukan Pak Tio (dengan
diraih untuk dijadikan acuan mengu sung kandidat capres dan cawapres. Koalisi sudah mulai dibahas di media cetak dan elektronik. Di level daerah, para caleg masih berkutat dengan perolehan suara untuk memastikan apakah mereka mendapat kursi atau tidak. Ada caleg yang tenang-tenang menunggu hasil akhir, ada juga yang tegang. Bagi yang merasa sudah berada diatas angin, ucapan selamat pun mengalir diiringi pesan agar selalu ingat rakyat. Perhatian khusus perlu diberikan untuk caleg perempuan. Jika caleg perempuan lolos, tugas dan tanggung jawab mengemban dukungan masyarakat harus dibayar de ngan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebaliknya jika caleg perempuan gagal, jangan putus asa karena banyak tempat yang bisa dijadikan ajang mengabdi untuk kepentingan masyarakat. Lembaga politik bukan satu-satunya wadah bagi kaum perempuan untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan. Bukalah jaringan dengan semua elemen dan terus tingkatkan kualitas diri untuk masa depan. Ja ngan terpuruk dengan kegagalan karena RA Kartini sudah mengingatkan “habis gelap terbitlah terang”. Salam ekspresi heran).” Lalu Ria dan Rista seketika tersadar bahwa bapak dosen yang ada di hadapan mereka ternyata bukanlah dosen IKD. Dan lucunya, meskipun Pak Dosen sudah berbalik arah menghadap mereka sedari awal, namun mereka berdua tetap tidak sadar kalau mereka salah dosen. Kemudian dengan penuh perasaan malu dan kikuk, mereka berdua minta maaf dan langsung kabur. Saat mereka menceritakan kejadian konyol tersebut kepada saya, sontak membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Kejadian itu membuat kami memetik pelajaran bahwa sangat penting untuk mengingat betul wajah dosen kami. – Putu Ayu P.S.
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
70
Amat hendak menulis surat pada gurunya yang akan berulang tahun. Tetapi ia tidak tahu bagaimana sebaiknya mengucapkan selamat. Karena gurunya itu tidak suka basa-basi. “Mengucapkan selamat kepada orang yang berulang tahun, menurut guru, itu tradisi dunia Barat!” kata Amat mengajak istrinya rembukan. “Jadi kita memang tidak henti-hentinya dijajah Barat. Dulu penjajahan jasmani, sekarang penjajahan budaya! Bagaimana pendapatmu, Bu?” Bu Amat yang sedang asyik nonton tingkah laku belingsatan para caleg di televisi, tidak mendengar. Amat terpaksa mengulagi pertanyaannya. “Sampai kapan kita betul-betul bebas dari telapak sepatu para kolonial itu, Bu?” kata Amat mengulangi pertanyaannya. Bu Amat kesal keasyikannya diganggu. Langsung ia ngomel, minta supaya Amat jangan ngerecokin. Ia mengajak Amat fokus ke televisi. “Lihat itu, para caleg banyak pakai dukun, Pak. Bagaimana nanti kalau terpilih jadi wakil rakyat? Jangan-jangan nanti stafnya dukun semua!” Amat terpaksa ikut nonton televisi. Tapi kemudian pikirannya terbang ke masa lalu. Ketika ia masih muda. Waktu itulah Amat bertemu dengan Pak Ngurah. Lelaki itu diundang oleh sekolah untuk memberikan pelatihan disiplin oleh Kepala Sekolah. Tetapi aneh, Pak Ngurah sebaliknya dari mengajarkan disiplin, ia malah mengajak anak-anak bersenang-senang, bermain, jalanjalan, dan makan-makan. Baru di akhir penataran disiplin itu ia memberikan wejangan. “Kalau saya menjadi kalian, katanya dengan suara rendah, saya akan malu bersenang-senang dalam pelajaran pembinaan disiplin.” Waktu itu semua terhenyak, seperti sudah membuat dosa. “Kalau saya menjadi kalian,” kata Pak Ngurah mengulangi petuahnya. “Saya akan berjuang melawan kemalasan dan ketidakdisiplinan, penyakit bersantai-santai yang biasa saya lakukan sehari-hari. Karena hidup adalah perjuangan!” Anak-anak semakin membisu. Tak ada yang berani berkutik. “Tapi tanpa kalian sadari, selama kita tamasya dan makanmakan, ternyata semua menunjukkan disiplin tinggi. Datang tepat waktu. Semua orang menjalankan tugas. Semua ringan tangan dan gembira. Jadi kuncinya kalau kalian senang, disiplin dengan sedirinya ada. Sebaliknya kalau tidak senang, dipaksa pun tidak akan disiplin. Mulai sekarang berjuanglah mencintai apa yang jadi tugas kalian!” Semua bersorak kegirangan. Tapi saat perpisahan, Pak Ngurah tidak hadir. Ia hanya kirim surat. “Perpisahan itu tata cara orang Barat. Kita orang Timur tidak mengenal perpisahan!” “Hee jangan melamun!” Lamunan Amat buyar. Bu Amat ketawa. “Bapak jangan suka melamun, nanti kemasukan, seperti anak tetangga itu!” “Ya, tapi bagaimana dengan ulang tahun Pak Ngurah? Masak kita tidak mengucapkan apa-apa. Beliau 70 tahun tanggal 11 April ini!” “Ya Bapak tulis suratlah. Atau kirim bunga.” Amat tertawa. “Itu kan budaya Barat. Pak Ngurah bisa marah!” “Itu kan dulu. Sekarang tidak ada Barat dan Timur lagi, Pak. Tapi terserah Bapaklah. Mengucapkan selamat tidak ada salahnya. Kalau dia marah biar saja. Tidak mengucapkan apa-apa juga tak apa. Tapi nanti jangan menyesal. Orang ulang tahun ke-70 itu hanya sekali. Selanjutnya mungkin baru 10 tahun lagi dirayakan.” Amat tertegun. Akhirnya ia memutuskan tak menulis surat. Tak mengirim bunga. Karena itu budaya Barat. “Saya memilih budaya Timur. Datang langsung ke mari menemui Bapak!” kata Amat di rumah Pak Ngurah pada 11 April. Pak Ngurah sangat terharu. Ia mengusap matanya, lalu memeluk Amat.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
14 - 20 April 2014
23
Sekolah CIS Bali Fasilitasi Pendidikan Berkualitas yang diberikan di CIS Bali khususnya untuk peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Cukup menunjukkan bukti surat pengantar dari Klian/Lurah. Hal lainnya, biaya pendidikan bisa dilakukan secara bertahap.
Sekolah CIS Bali
Sekolah CIS (Cerdas Insan Sejahtera) Bali yang berlokasi di Perum Dalung Permai, Jln. Bhineka Nusa Kangin1-X Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali adalah salah satu sekolah swasta terbaik yang mempunyai visi dan misi membangun SDM berkualitas yang mampu bersaing di era global. Di sekolah ini, siswa dididik dan dibina menjadi SDM yang siap berkompetisi dalam berbagai bidang. Sekolah CIS Bali yang ada di Dalung menyiapkan fasilitas, kurikulum yang sesuai dengan aturan Departemen Pendidi-
kan Nasional. Muatan lokal dan ekstra pendidikan pengajaran serta pembinaan diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam menunjukkan jati dirinya. Hal ini sangat penting agar siswa berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. BIAYA TERJANGKAU Soal biaya sekolah, CIS Bali menawarkan harga pendidikan yang cukup terjangkau. Siswa mendapatkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang relatif tidak mahal. Ada beberapa kemudahan
Proses belajar mengajar di CIS Bali
Mahasiswa prodi cook sedang mengikuti pelatihan
FASILITAS TERBAIK Di CIS Bali, berbagai kemudahan, fasilitas terbaik, terlengkap dengan sarana belajar yang dirancang menggunakan peralatan modern dan canggih disiapkan untuk para peserta didik. Fasilitas gedung pun dirancang megah, aman dan nyaman dengan ruang kelas ber-AC. Untuk mendapatkan output/ lulusan terbaik, sekolah harus melengkapi sarana prasarananya sesuai standar nasional. Di CIS Bali, proses belajar-mengajar dalam Bahasa Inggris (bilingual) dan ditunjang dengan peralatan IT (komputer) yang canggih. Fasilitas sekolah tersedia lengkap dan terbaik. -Untuk PG/TK, SD, SMP, SMA meliputi kolam renang, laboratorium komputer, lapangan bola volley, perpustakaan, aula, tempat parkir, ATM BTN dan ATM Bersama, ditambah fasilitas ruang tunggu, kapel, ruang audio visual dan UKS. -Untuk SMP dan SMA, fasilitas yang disediakan meliputi laboratorium fisika, kimia, biologi dan
laboratorium bahasa. -Untuk SD, SMP, SMA ada lapangan basket, futsal dan sepak bola. PG, TK dilengkapi tempat bermain, sementara ruang musik diperuntukkan SD, SMP, SMA dan khusus untuk SMA disediakan laboratorium aplikasi komputer. -Untuk Diploma 1 (D1) dan D2 dibuka kelas baru untuk program regular yang meliputi Basic Level (1 tahun) dan Middle Level (2 tahun), sementara program studi meliputi Spa Therapist, Waiter, Bartender, Steward, Housekeeper, Laundry, Sekretaris, Cook, Pastry&Bakery dan Front Office Hotel. Program Diploma Pariwisata ini disiapkan untuk SDM yang berminat bekerja di industri pariwisata. Industri pariwisata tidak hanya di hotel, namun juga di sektor terkait seperti kapal pesiar, obyek wisata, home industry, rumah makan, restoran, destinasi spa maupun di perkantoran yang mem-
MENERIMA SISWA BARU - Di tahun ajaran baru 2014-2015, Sekolah CIS Bali menerima pendaftaran mahasiswa baru. - Gelombang I: Pendaftaran 20 Februari 2014 dan 17 - 19 Mei 2014 - Gelombang II: Pendaftaran 20 Mei 2014 -17 Juli 2014 - Tes masuk tanggal: 18-20 Juli 2014, pukul 08.00 Wita - Daftar ulang : 23 - 26 Juli 2014 - Biaya pendaftaran Rp 250.000
Sekolah CIS Bali - Alamat: Perum Dalung Permai, Jln. Bhineka Nusa Kangin1-X Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. - Tlp: (0361) 4012333, 8052666 - Email: www.cis.school.bali.com
Bali Tulip Hotel&Restaurant tempat praktik mahasiswa D1 dan D2 Pariwisata
Fasilitas kolam renang.
bidangi administrasi dan petugas kantor depan perusahaan.
Lapangan basket
Ruang bermain siswa PG,TK
W H AT ’ S U P
22
Deg-degan di TPS
Berbagai ragam pendapat mengenai pemilu calon legislatif (caleg) 2014 terungkap dari warga masyarakat di beberapa TPS di Denpasar. Salah satunya di TPS 24, Denpasar Utara. Nuke Kurniawati, seorang pemilih mengaku tidak mencoblos nama caleg. “Saya hanya men coblos gambar partainya. Saya tidak kenal de ngan calegnya, ya terpaksa partainya dicoblos. Walaupun sebenarnya saya tidak percaya partai karena sarat dengan kepentingan, tapi dari pada suara hilang, ya saya pilih seadanya,” ujar perempuan yang sehari-hari menjabat General Manager DK Bali ini.
I
a mengatakan, walaupun banyak ada promosi caleg di koran maupun baliho, ia merasa tidak kenal dekat dengannya. “Bagaimana mau milih mereka, wong saya tidak kenal siapa dia. Ya sudah mending nyoblos partai nya saja,” kata perempuan usia 37 tahun ini. Untuk urusan mekanisme dalam pencoblosan, menurutnya, tidak ada masalah. Cuma, ia hanya prihatin, karena kebanyakan gambar, mungkin ada yang bingung dan membutuhkan waktu lama untuk mencari pilihan mereka di dalam TPS. Luh Tarmini, perempuan usia 71 tahun ini mengaku sudah mengingat siapa calon yang harus dicoblos, namun, ketika sampai di TPS, ia lupa. Apalagi, saat membuka kertas suara. “Waduh, saya bingung, lupa yang mana harus dicoblos. Soalnya hanya tulisan nama dan partai, tidak ada fotonya. Saya terpaksa coblos ngawur. Jantung rasanya deg-degan di TPS,” tutur nenek 7 cucu ini. Lain lagi penuturan Ayuk. Dia yang tidak mendapatkan formulir C-6, akhirnya datang ke TPS dengan membawa KTP dan fotokopinya. Sesampai di TPS, ternyata, namanya sudah terdaftar. Artinya, ia seharusnya mendapatkan formulir C-6. Namun, karena kelalaian petugas KPPS, ia yang sudah terdaftar malah tidak mendapatkan surat panggilan. Ayuk menuturkan, sedari pagi, ia bingung, apa ia harus mencoblos atau tidak. Ia mencoba datang saja ke TPS, ternyata, namanya terdaftar. “Untung saya datang, kalau tidak suara hilang satu dong,” ujarnya.
COBLOS TIGA Di TPS 1 dan 2 Dusun Samu, Desa Mekar Bhuwana, pemilih sudah berdatangan sejak pukul 07.00. Mereka mengenakan pakaian adat dan menunggu giliran dengan tertib. Khusus lansia yang menggunakan hak pilihnya, diberi akses lebih awal. Karena surat suara yang besar dan banyak nama, pemilih lansia pun kebingungan mencoblos. “Pemilu kali ini membingungkan. Banyak tulisan nama. Hurufnya kecil. Untung saya masih ingat dimana posisi salah satu cucu yang jadi caleg,” ungkap Gusti Ketut Cakra (94). Karena Cakra masih bisa membaca, ia bisa mencari sendiri mana
yang harus dicoblos. Lain halnya dengan pemilih lansia yang tak bisa membaca. Pemilih ini harus didam pingi petugas KPPS. “Kami hanya bisa mendampingi jika mendapat izin Ketua KPPS. Banyak pemilih lansia yang kebingungan. Jangankan lansia, pemilih remaja dan dewasa saja masih kebingungan ketika mencoblos. Kalau sudah tahu mana yang dicoblos, mereka cepat. Tetapi, kalau belum punya pilihan, jadi lama di bilik suara,” ujar Gusti Made Astawa, seorang anggota KPPS di TPS 1. Pengalaman mencoblos dengan surat suara besar dan banyak nama ini membingungkan Ngurah Taman. Sebelum ke TPS, ia diingatkan untuk mencoblos nomor tiga karena salah satu caleg yang didukung ada di nomor urut tiga. Karena pikirannya hanya nomor tiga, ia pun mencoblos semua nomor tiga. “Saya coblos semua yang nomor tiga, mulai dari surat suara DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI. Surat DPD pun saya coblos nomor tiga padahal saya tidak tahu siapa dia,” ujarnya santai. Soal dukung mendukung caleg ditunjukkan Tote dengan memotret tangannya saat nyoblos. Ia membuktikan kepada temannya yang menjadi caleg, ia sudah memberikan dukung an suara. “Semoga suara saya bisa mengantar kolega saya ke Senayan,” kata Tote sembari menunjukkan foto saat dirinya mencoblos . PILIH CALEG YANG DIKENAL Tak berbeda dengan Tote, Suparta juga melakukan hal yang sama. Ia menunjukkan dukungannya kepada mantan gurunya yang ikut nyaleg di Dapil Denpasar Selatan itu dengan mengirimkan foto kertas suara hijau yang sudah dicoblos pada namanya. “Untuk surat suara lain, saya memilih partai saja karena tidak kenal calegcaleg lain,” ujarnya. Suparta yang memilih di TPS 39 Desa/Kelurahan Panjer itu datang pukul 10.25 bersama istri dan dua putrinya. Siang itu, Banjar Tegal Sari yang difungsikan sebagai TPS sudah dipadati ratusan orang yang hendak memberikan suaranya pada Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah menyerahkan Surat Pemberi-
14 - 20 april 2014
14 - 20 April 2014
S E L E B R I TA S
Tr i s n a
Inspirasi Istimewa Nama Trisna STE menggeliat di kancah musik Bali. Walau usianya terus ber tambah, ia tak mau berhenti berkarya. Perempuan yang memiliki nama lengkap Ni Putu Sutrisnawati ini bahkan meram bah musik nasional dengan meluncurkan single berbahasa Indonesia. Single ber judul Terindah Untukmu diperkenalkan saat ia merayakan ulang tahunnya, 11 Maret 2014 lalu di Denpasar.
tahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih kepada KPPS, ia bergegas mendekati papan pengumuman yang memajang nama-nama caleg yang dilengkapi foto mereka masing-masing. Dari sanalah ia mengaku mendapati nomor urut caleg yang dicoblosnya tadi. Sembari menunggu panggilan, beberapa pemilih lain juga tampak mencermati nama-nama dan foto caleg yang terpampang di papan itu, berharap ada di antaranya yang dikenal. Setelah beberapa lama, seorang remaja putri yang tampaknya pemilih pemula bercakap-cakap dengan temannya. “Waduh, tidak ada caleg yang aku kenal nih,” ujarnya. Seorang ibu paruh baya yang sedari tadi juga turut melihat-lihat papan itu turut berkomentar. “Saya jadi bingung mau pilih apa, pusing saya lihat banyak nama-nama caleg ini,” ujarnya bingung. Istri Suparta yang sedari tadi mengamati percakapan mereka urun bicara. ”Kalau tidak punya caleg yang akan dipilih, pilih partainya saja Bu,” sarannya. Setelah menunggu kurang lebih 40 menit, nama Suparta berikut istrinya
3
dipanggil, mereka menerima empat kertas suara, yang berwarna kuning untuk DRP RI, merah-DPD, biruDPRD Provinsi, dan yang berwarna hijau untuk DPRD Kota. Set elah keluar dari bilik suara, memasukkan surat suara yang sudah dicoblos ke masing-masing kotak suara, dan mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta, pasutri ini bergegas meninggalkan TPS. “Tadi kamu pilih siapa? Saya milih mantan guru saya yang di Pegok itu, yang lainnya saya milih partainya saja. Tidak apa-apa kan, saya tidak memilih relasimu?” ujarnya. “Ya, tidak apa-apa, terserah kamu. Saya juga tadi milih caleg temenmu itu, daripada saya memilih caleg lain yang tidak saya kenal,” sahut sang istri. COBLOS KILAT Di TPS 44 s.d. TPS 50 yang bertempat di salah satu Sekolah Dasar di kawasan jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan cukup ramai, namun semua berjalan lancar. Para petugas sangat proaktif memberikan penjelasan yang diperlukan. Seperti yang diungkapkan Bu Dini, salah seorang pemilih yang datang hanya dengan membawa KTP. Ia mengaku memang tidak kebagian surat panggilan untuk memilih yang model C6 . Padahal di rumahnya sudah tertempel pemutahiran data pemilih pemilu 2014. Karena ingin suaranya berharga ia pun datang membawa KTP. “Setelah melihat data di komputer, saya memang terdaftar dan punya kartu panggilan untuk nyoblos. Saat dibawakan ke rumah, saya tidak ada dan rumah kosong, maka kartunya kembali ke panitia,” ungkapnya. Petugas KPPS kaget ketika Bu Dini mencoblos kilat. “Saya sudah tahu siapa yang dipilih. Jadi begitu dibuka langsung coblos dan lipat kembali,” ujarnya usai pencoblosan. Kebanyakan pemilih memang bingung dengan banyaknya kandidat. Bu Dini juga sempat berkomentar, mungkin di Bali perlu meniru beberapa TPS di Jawa yang sengaja didesain menarik hingga terkesan nyaman. -Tim Tokoh
L
agu yang diciptakan Dodo ini membuat segmentasi pasar yang disasar Trisna menjadi makin luas. Selama ini ia lebih sering menyanyikan lagulagu Bali dari album Sing Taen Enduk (2006) dan Si Sexy (2013). Kini dengan lagu berbahasa Indonesia, ia ingin menjajal peruntungannya di kancah musik Indonesia. “Saya sekarang sibuk mengurus
Foto cover depan: FoyoSoul
usaha dan berencana membuat klip promo untuk single Terindah Untukmu. Semoga dalam waktu dekat bisa diwujudkan,” ujarnya. Lagu Terindah Untukmu merupakan lagu inspirasi istimewa yang dipersembahkan untuk orangtua nya, I Ketut Mitha (alm.) dan Ni Made Ganti (almh.) yang dulu telah membimbing Trisna hingga bisa seperti sekarang ini. Lagu ini juga dipersembahkan untuk
keluarga, sahabat serta temanteman yang telah memberi dukungan dan arahan kepada Trisna dalam menjalankan kehidupan hingga sekarang. Ia juga menuturkan ide lagu berasal dari Dodo yang diaransemen di Kill Studio Noah di Bandung dan ditambahkan lead gitar oleh Mang Gita. Promo single Terindah Untukmu akan dilakukan melalui radio-radio di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Bali. “Saat ini manajemen Trisna sedang fokus untuk pembuatan video klip dulu. Single rencananya akan masuk dalam album The Best of Trisna dicampur dengan lagu-lagu dari tiga album sebelumnya. Bentuknya masih dalam proses pembicaraan manajemen. Mungkin akan keluar bentuk CD dulu lalu DVD karaoke The Best of Trisna,” imbuh penyanyi seksi ini. Ketika ditanya me ngenai peralihan dari lagu Bali ke lagu Indonesia, Trisna beralasan agar bisa diterima dan didengar kan oleh masyarakat Indonesia lebih luas baik di Bali maupun di luar Bali. “Itu target saya,” tegas artis yang pernah bermain dalam FTV berjudul Mencari Jodoh buat Sisil dan Pacar Loe Pacar Gue. Selain merambah ke pasar nasional, Trisna juga terlibat dalam pembuatan album lagu religius Bhagavad-Gita ciptaan Prabu Dharmayasa. “Dalam album religius ini saya bisa lebih memahami hubungan antarmanusia dengan Tuhan dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebelumnya saya tidak paham dan tidak mengerti isi kitab suci Weda.
Suasana perayaan ulang tahun Trsina yang dihadiri keluarga dan sahabatnya
Saya bisa belajar banyak di lagu religius ini,” ungkap perempuan yang pernah mengikuti pendidik an IFCAD (Institute for Cardre Development) di Belgia tahun 1995 ini. Trisna menuturkan, awalnya ia diajak Komang Arjawa (Leucopsar) dan Rahman Murthana (Jayagiri) ke Ashram di Padanggalak lalu dikenalkan dengan Prabu Dharmayasa untuk bergabung dengan beberapa artis yang lain dalam penggarapan album religi Bhagavad-gita. Album ini berisi pesan-pesan kasih dan kemanusiaan yang bersifat sangat universal, ajaran-ajaran spiritual yang sangat mendalam. Sebuah kasih yang tidak terbatas pada suku, bangsa, agama dll. di mana orang bisa hidup bersama dengan sesama dalam kasih spiritual, dengan alam secara kasih spiritual. “Keluarga dan teman-teman banyak memberi dukungan bagi saya untuk terlibat dalam album religius ini,” ungkap peraih penghargaan penyanyi wanita terfavorit dan lagu terfavorit Gita Denpost Award 2007 ini. Trisna juga menuturkan penga laman hidup yang paling berkesan ketika ia memerankan ibu dari anak yang memiliki keterbatasan
dalam film Widya Jemari Jiwaku Menari. “Saat itu saya banyak sekali mendapatkan pelajaran hidup memahami bagaimana mereka penuh antusias berkeinginan untuk menunjukkan talenta mereka bahwa mereka pun bisa menjalani hidup seperti layaknya orang normal,” kenangnya. Kesibukan Trisna di dunia usaha dan musik, membuatnya ingin terus bereksplorasi di kedua bidang itu dengan tetap belajar. Belajar dalam arti memperkaya kemampuan baik dalam usaha bisnis untuk bekal hidup dan spiritual tentunya. Selama ini Trisna bersyukur dan mengucap astungkara karena impiannya sudah banyak terwujud dan ia harus banyak bersyukur dan memelihara serta menjaga nya untuk nanti digunakan bagi orang lain. Harapan untuk pencinta musik Bali dan Indonesia agar terus belajar dan belajar lebih kreatif untuk berkarya. Belajar artinya mendidik generasi penerus dan agar pencinta musik sadar bahwa mengunduh musik ilegal melalui internet itu merugikan musik Bali maupun Indonesia. “Belilah yang orisinal, jangan bajakan,” tegasnya. –Ngurah Budi
INSPIRASI
4
14 - 20 April 2014
“Janin adalah Pasien Kedua Saya” Kelainan janin menjadi perhatian Dr. dr. Teguh Mintareja Sp.OG (KFM) yang telah mendalami ilmu Feto Maternal Medicine, suatu cabang ilmu kandungan dan kebidanan yang ber fokus pada kehamilan berisiko serta pemantauan pada ke mungkinan kelahiran bayi cacat. Di Bali, hanya ada tujuh dok ter dengan keahlian fetomaternal.
D
Dr. dr. Teguh Mintareja Sp.OG (KFM)
okter subspe sialis yang me namatkan pendi dikan doktornya di Universitas Padjdjaran ini tersenyum ketika ditanya meng apa ia berminat menggeluti bidang yang belum banyak dida lami para sejawatnya. “Sejak ke cil saya memang menyukai dunia anak-anak, karena pada anak saya banyak belajar mengenai suatu “kejujuran”, “persahabat an”, “keterbukaan”, “kepolosan” serta anak memerlukan per lindungan dan pengawasan kita karena mereka seperti lembaran kertas putih. Kalau kita melukis suatu kebaikan maka hasilnya suatu kebaikan dan sebaliknya,” ujarnya ringan. Bagi dr. Teguh, janin dalam kandungan sudah merupakan pasiennya yang perlu dipantau dan dirawat. Ada ungkapan masih beredar di masyarakat luas meskipun ilmu kedokteran telah maju pesat. Bahwasanya, proses mela hirkan merupakan pertaruhan nyawa terutama pada kehamilan yang memiliki risiko tinggi ber masalah. Mengapa ibu hamil dapat mengalami permasalahan serius pada proses persalinan? Lalu mengapa ada bayi-bayi yang lahir dengan membawa cacat bawaan? “Penyebabnya multifaktor,” ujar dokter yang berpenampilan bugar serta wajah ceria namun terlihat serius ketika membahas bidang ilmunya. “Suami-istri yang punya riwayat kelainan genetik/ kromosom. Calon ibu pengidap hipertensi, diabetes, penyakit jantung, ginjal juga kelainan darah. Atau juga penyakit ke
lamin. Pernah terpapar radiasi, pestisida beracun, minum obat yang tidak seharusnya dikonsumsi wanita hamil. Faktor-faktor sep erti itu berpotensi menjadikan kehamilan bermasalah dan juga melahirkan bayi cacat,” tutur dr. Teguh dengan gamblang. Selain itu, sambung dokter yang sekarang masih menjabat sebagai staf bagian SMF Obsteri Ginekologi di RSUD Karang asem ini, kehamilan berisiko juga terjadi pada calon ibu yang sudah melampaui jauh usia ideal melahirkan. Itulah sebabnya ungkapan yang masih beredar dalam benak masyarakat rasanya bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi. Kasus keracunan kehamilan, pendarahan yang terus-menerus karena adanya kelainan darah masih merupakan faktor yang dapat menjadi ancaman jiwa bagi calon ibu. Meskipun demikian, bagi dok ter yang sudah begitu menjiwai profesinya ini, ia tidak hanya mengutamakan keselamatan calon ibu namun juga kesehatan serta kelancaran pertumbuhan kehidupan si kecil yang masih berada dalam rongga perut sang ibu. Melalui peralatan canggih dengan metode pemeriksaan cermat, dr. Teguh mampu men diagnosa apakah seorang janin dalam kandungan akan terlahir normal atau bakal menyandang cacat bawaan. Ada dua macam cacat yang bisa dideteksi, yaitu cacat mayor dan minor. Cacat mayor, per lunya suatu tindakan koreksi medis agar si janin dapat hidup. Misalnya, karena tidak dileng
kapi dengan tempurung kepala. Sekiranya cacat jantung bawaan, masih ada kasus-kasus yang me mungkinkan perbaikan melalui ilmu medis. Sedangkan yang bisa lahir dan tetap hidup tapi akan mengalami cacat fisik serta keterbelakangan mental. Seperti bayi dengan kelainan kongenital down syndrom, celebral palsy, hydrocephalus atau microcephalus. Tentunya sangat menyedihkan bagi calon orangtua yang harus mendapat kabar seperti ini. Karena merupakan pilihan ter amat sulit antara menggugurkan kandungan ataukah melahirkan buah hati bercacat berat. Bayi cacat minor seperti cleft palate, jari berlebih, bentuk telinga tidak normal. “Ini ada lah cacat-cacat yang masih bisa diperbaiki melalui operasi,” ujar dokter kelahiran Banjarmasin, 31 Desember 1967 yang ramah ini. Pada usia kehamilan berapa bulan kelainan pada janin dalam kandungan bisa terdeteksi? “Se perti kita ketahui, pemeriksaan kehamilan dianjurkan minimal empat kali dengan alat USG. Saat terlambat haid lalu hasil urin positif diperlukan USG guna menentukan usia kehamilan serta perkiraan waktu melahirkan,” tutur dr. Teguh. Yang terpen ting untuk memastikan apakah kehamilan ada di dalam rahim atau di luar rahim. Juga apakah kehamilan tunggal atau kembar lalu mengetahui apakah itu hamil anggur atau normal. Pada saat usia kehamilan antara 11-13 minggu, diperlukan pemeriksaan ulang. Hal ini pen ting untuk mengetahui adanya kemungkinan kelainan kromo som. Pada usia ke hamilan 18-22 minggu pemeriksaan berguna untuk menentukan morfologi anatomi janin. Serta, saat ke hamilan memasuki triwulan ketiga. Den gan adanya alat USG dengan resolusi ting gi, kelainan pada janin akan terdeteksi dini. Sekiranya ada sesuatu mencurigakan maka dapat dilaksanakan tindakan chorio vilous sampling atau juga tes amniosintetis yang dilanjutkan dengan analisa kromosom DNA. Berbicara menge nai suka-duka pro
fesinya, dokter yang beristri seorang dokter gigi dan memi liki seorang putra berusia tu juh tahun ini menceriterakan suka-citanya. “Sukanya kalau prenatal diagnosa saya sesuai dengan perkiraan saya, apalagi bila sebelumnya wanita hamil tersebut telah divonis dengan ca cat kongenital yang lethal sampai dianjurkan “menggugurkan” oleh dokter yang lain, tapi saya dapat menganulir diagnosa tersebut serta mengajurkan untuk mem pertahankan kehamilan tersebut dan pada akhirnya diagnosa saya yang benar,” kisahnya. Dukanya, yaitu ketika ia harus menyam paikan kabar buruk pada ibu yang janinnya mempunyai cacat bawaan lethal. Atau juga pada saat ia menangani kehamilan yang memperberat kondisi calon ibu akibat penyakit yang sudah diidap sebelum hamil. Dokter yang mencintai kehidupan ini sedapat mungkin menghindari tindakan aborsi sepanjang ia masih dapat mengupayakan keselamatan jiwa calon ibu. “Saya sendiri tidak melakukan suatu tindakan aborsi apa pun alasannya, kecuali kelainan itu bersifat lethal serta kehamilan tersebut akan memperberat penyakit medis yang diderita oleh wanita hamil tersebut. Bukankah setiap makhluk ingin hidup, kalau kita tukar posisi misalnya kita dibunuh pasti juga tidak mau. Bagi saya janin adalah “pasien kedua” saya, saya juga harus menghargai haknya untuk hidup,” katanya. Kalau secara medis tindak an aborsi pada kelainan lethal (misal anencepali/tidak adanya tulang tempurung kepala dll.)
dimungkinkan, karena kemung kinan janin bertahan hidup san gat kecil, ia mensyaratkan harus ada paling sedikit dua orang dokter yang mendiagnosa hal yang sama. Ada kegetiran yang masih membekas dalam ingatannya ketika menangani kasus seorang janin dengan kelainan jantung bawaan TGA (Transposition Great Arteries), yaitu kelainan pada pembuluh darah besar jantung yang salah posisi pada jantung janin. Sebuah kelainan kongenital sangat sulit diperbaiki. “Si ibu tiap hari harus ikhlas tiap saat si bayi akan meninggal. Saya bisa merasakan penungguan si ibu hari demi hari tidak tahu kapan sakratul maut menjem put anaknya. Akhirnya bayinya hanya dapat bertahan satu bulan di lingkungan keluarga si bayi,” kenangnya. Meskipun sudah memahami kondisi demikian dr. Teguh tetap melaksanakan kewajibannya untuk membantu kelancaran persalinan juga menunjang se mangat si ibu. Hal serupa dialami seorang wanita Inggris bernama Katya Rowe yang memilih un tuk tetap melahirkan bayinya meskipun sudah divonis jika lahir pun sang bayi tak akan lama bertahan hidup. Memang terbukti setelah lahir bayi itu hanya bertahan hidup selama sembilan jam. Namun ibu muda ini dengan tegar berucap, “Tak peduli berapa lama bayiku akan meninggal tapi ia layak diberi kesempatan untuk lahir dan per nah hidup.” Pemikiran seperti ini dapat membantu ibu-ibu untuk menghadapi musibahnya dengan ikhlas. – Kurnia
MANDALIKA
14 - 20 April 2014
Ujian bagi Calon Petarung Mencak Beragam seni dan tradisi yang hidup dalam masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo me lengkapi kekayaan budaya Bumi Gora. Salah satunya adalah seni bela diri tradisional Sum bawa Barat, mencak atau yang disebut juga silat kembang melengkapi keberagaman bu daya daerah ini.
M
encak merupa kan seni bela diri seperti halnya pencak silat yang dikenal secara umum. Di Sumba wa Barat dikenal dengan mencak, sedangkan di Sumbawa dikenal dengan pencak atau kuntao. Seni beladiri mencak yang hidup dan mentradisi di Sumbawa Barat ber asal dari Bugis, Makassar. Mencak kerapkali menjadi pelengkap utama dalam upacaraupacara tradisi di Sumbawa Barat seperti saat khitanan dan perka winan. “Mencak digelar setelah khitanan usai dilakukan untuk menghibur anak yang dikhitan. Dalam perkawinan, mencak bia sanya digelar setelah akad nikah untuk memeriahkan acara seka ligus sebagai hiburan bagi seluruh masyarakat yang terlibat dalam acara tersebut,” ungkap HL. Mu hadli, tokoh masyarakat Taliwang di Sumbawa Barat. Di samping itu, mencak juga digelar untuk memberikan nuansa semangat dan keberanian pada acara yang digelar, utamanya bagi yang basunat. Mencak kerap juga digelar sebagai penyambutan untuk tamu-tamu resmi pemerintahan, untuk memberikan kesan bahwa keamanan tamu dijaga sepenuhnya selama berada di wilayah ini. Dalam bela diri mencak, tidak hanya mengedepankan ilmu bela diri, melainkan juga sentuhan seninya yang indah. “Ciri utama mencak terletak pada keindah an kembangannya. Gerakangerakan tarungnya bernuansa seni dan memiliki kecepatan dan daya serang yang tinggi serta mengedepankan teknik menghin dar ketimbang menyerang. Menilik gerakan-gerakan indah mencak secara detail dapat dimakna kan sebagai wujud menawarkan cinta damai,” kata A. Rajak, to koh masyarakat lainnya. Seluruh gerakan yang akan dibuat oleh juru mencak selalu diawali dengan gerakan seperti orang menari, yang sebenarnya menandakan tawaran untuk menghindari benturan fisik, sekalipun itu gerakan menyerang. Serangan-serangan melumpuhkan lawan dalam mencak bisa diartikan sebagai gerakan yang sudah tidak bisa lagi dihindari, demi membela diri dari serangan lawan. Gerakan-gerakan bela diri, bahkan untuk melumpuhkan lawan dalam mencak dilakukan dengan lemah-lembut dan mengedepan
kan unsur seni pada tiap gerakan nya. Kelebihan mencak dari pencak silat umumnya pada tiap gerakan, baik mengambil ancang-ancang untuk mempelajari gerak-gerik lawan, menyerang hingga melum puhkan lawan, senantiasa dilaku kan dengan keindahan visual. Tiap gerakan mencak selalu diawali de ngan “kembangan”, tidak langsung membuat gerakan menyerang. Kembangan atau yang juga disebut kembang adalah gerakan membuka kedua tangan dan telapak tangan di mana posisi kedua tangan terbuka ke samping dengan berbagai bentuk dan gaya yang indah dan rupawan yang mengikuti tarikan gerakan tubuh yang dilakukan dengan lemahlembut seperti orang menari, namun memiliki kekuatan yang mampu melumpuhkan lawan de ngan cepat. Gerakannya memang kelihatan lemah-lembut namun sesungguhnya sangatlah kuat kare na semua posisi dalam keadaan terkunci dari kaki hingga posisi tubuhnya. Salah satunya gerakan cepat yang dilakukan dengan membanting lawan yang dikenal dengan gerakan bantingan pematah atau pelumpuh lawan. Seluruh gerakan tarung dalam mencak mulai dari proses awalnya hingga di akhir pertarungan selalu ada kembangannya. Pada seni bela diri mencak ini, kesantunan sekali gus keindahan diperlihatkan. Di awal membuka gerakan seni bela diri tangan kosong khas Sumbawa ini, kembangan yang indah sudah mulai diperlihatkan dalam hormat empat penjurunya. Tiap kali mencak digelar, selalu diiringi dengan musik, serunai, gendang dan gong. Lengkingan serunai yang menyayat selalu menjadi pembuka penye mangat petarung mencak sekaligus mampu mengkondisikan suasana hati penonton menjadi lebih dapat menikmati mencak sebagai sebuah karya seni, bukan olah raga bela diri semata. Kehadiran musik pengiring ini, menghadirkan cita rasa seni semakin kental. Penonton mampu lebih dalam memaknai seni bela diri ini dengan iringan musik khasnya. “Pergelaran mencak menjadi lebih menawan dengan musik tra disional yang mengiringinya. Antara musik dan gerakan selalu seirama sehingga menjadi sebuah tontonan yang menarik. Masyarakat disuguhi tontonan seni sekaligus olah raga. Karena itu pemusik selalu hadir dalam tiap kesempatan latihan
Seni bela diri mencak yang masih dilestarikan di Sumbawa Barat mencak, karena harus senantiasa Dalam membuat gerakan-gerakan menyatukan irama dengan gerakan kembang atau dalam situasi ter mencak agar tercipta sebuah har desak sekali pun, tangan tidak moni yang pas,” kata salah seorang boleh menunjuk. Artinya, jika pelaku mencak lainnya. ingin menghadap lawan dengan Meski nyaris seluruh gerakan tangan setengah tertutup dalam dalam mencak maupun kuntao di keadaan siaga, haruslah dua jari Sumbawa ini tidak memiliki nama, yang terbuka, tidak boleh satu jari para pelatih mencak secara turun- terbuka sehingga posisinya terke temurun memakai istilah yang san menunjuk apalagi langsung sama, yakni gerakan satu, dua mengarahkannya pada lawan. dan seterusnya. Namun, seluruh Selama pertarungan dilakukan, gerakan yang lahir dari pergerakan petarung mencak dilarang keras secara fisik selama pertarungan, berkacak pinggang, karena itu akan khususnya gerakan kaki, selalu tampak seperti orang yang som berbentuk huruf “Z”. Di sinilah ru bong. Petarung mestilah rendah hati. panya kekuatan mencak tersebut. Filosofi sebuah pertarungan rupanya Dengan gerakan yang selalu dipegang teguh oleh para petarung. membentuk huruf “Z” tersebut, Yaitu, jangan sekali-kali mencari petarung mencak dapat lebih awas musuh, namun jika musuh datang dengan kuda-kuda yang kuat dan dan menyerang, maka jangan sekalitangguh. Ketika serangan datang, sekali untuk mundur. Jiwa kesatria meski tiba-tiba dan cepat serta tak dan bukan pengecut, itulah filosofi disangka-sangka, petarung mencak para petarung mencak. bisa menjadi lebih cepat dan kuat Kaki yang diharamkan untuk untuk menghindarinya bahkan melakukan serangan pada lawan dapat menyerang balik dengan ke adalah juga sebagai bentuk peng cepatan yang mengagumkan. Posisi hargaan akan kedamaian. Sekali gerakan kaki yang selalu berbentuk pun dalam keadaan mendesak, huruf “Z” inilah yang membuat kaki tidak boleh dipakai untuk kuda-kuda demikian kuat seka menyerang. Ibaratnya, meskipun ligus tangguh untuk menghadapi pertarungan sedang berlangsung serangan lawan. Serangan lawan sengit, ajakan untuk berdamai yang mendadak pun akan sulit masih terus diupayakan, dengan menjatuhkan petarung mencak, menghindari kaki menyentuh karena tumpuan kekuatan kaki dan tubuh lawan agar tidak membuat badannya yang “memaku” bumi. lawan lebih tersinggung lagi se Meski secara kasat mata, men- hingga pertarungan tidak menjadi cak adalah pertarungan fisik saling membabi-buta. Jangankan menye melumpuhkan antarlawan, namun rang, mengangkat kaki lebih dari tidak dilakukan dengan semena- 25 cm ke atas saja saat tarung mena. Aturan-aturan ketat berlaku berlangsung, sama sekali tidak ketika tarung mencak dilaksanakan. diperbolehkan. Selain itu, hakikat kedamaian yang Menghentak-hentakkan kaki ditawarkan sebelum benturan fisik seperti orang menantang, tak yang tak lagi dapat dihindari, menun diizinkan selama berlangsungnya jukkan bahwa seni bela diri ini juga pertarungan. Dalam dunia mencak, mengedepankan sikap rendah hati, hentakan kaki ke tanah di depan sopan santun dan tenggang rasa. lawan, sama dengan “meninggikan Serangan-serangan yang dilaku hati” sembari meremehkan dan kan dalam mencak selalu meng menempatkan lawan di tanah yang gunakan tangan kosong. Saat diinjaknya. Itu dilarang. Jadi, seluruh menyerang, tangan dalam po sikap dan tingkah laku selama per sisi terbuka sepenuhnya, tertutup tarungan berlangsung mesti dibawa sebagian atau boleh mengepal dengan cara yang sopan yang me atau jari menusuk. Kaki sangat menuhi nilai rasa kesantunan. “diharamkan” dipakai untuk me Dari generasi ke generasi nyerang lawan, hanya tangan yang selalu saja ada pelestari mencak. boleh mengenai lawan. Tangan Para pelestari mencak biasanya yang menyerang pun tidak diper sekaligus juga sebagai pelatih yang kenankan pada bagian kepala dan ilmu mencak-nya diwarisi secara alat vital lawan. Pukulan hanya turun-temurun pula. Tradisi dalam boleh mengenai badan lawan. menerima petarung mencak juga
21 dilakukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Petarung mencak yang baru haruslah menjalani tes dan ujian yang tidak ringan. Sebelum melewati ujian masuk, calon petarung mencak akan men jalani tradisi mandi mencak atau yang dikenal dengan pandi mencak. Pandi mencak lazimnya dilakukan pada malam Jumat seusai shalat Isya, oleh guru atau pelatih mencak. Anak-anak atau calon petarung mencak akan didudukkan berjejer sembari tubuhnya disiram dengan air yang diambil dari sebuah wadah atau belanga tanah berukuran be sar yang sebelumnya ditutupi kain putih. Ritual mandi ini dilakukan untuk memberikan motivasi dan menaikkan tingkat kepercayaan diri pada calon petarung mencak. Sembari memandikan calon-calon petarung ini, sang guru akan mem berikan wejangan agar mereka menjadi lebih rendah hati apalagi setelah ilmu mencak-nya menjadi semakin tinggi nantinya. Sang guru akan menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Mengajarkan pula para petarung dilarang melakukan halhal yang tidak diperbolehkan agama Islam sebagai agama yang dianut masyarakat Sumbawa Barat. Mandi ini juga dimaksudkan agar para petarung dapat menahan diri dari emosi dan selalu penuh pertimbangan jika berhadapan dengan lawan, tidak main serang membabi buta. Petarung tidak boleh memelihara rasa dendam dalam dirinya, tidak boleh men cari gara-gara dan berbuat onar. Usai mandi, ada ujian yang harus dilewati para petarung secara fisik sebagai ujian pertama untuk lolos menjadi petarung. Sebuah batu besar akan dihantamkan ke punggungnya dengan keras oleh sang guru. Bagi yang tidak sigap dan siaga, tidak jarang hantaman batu ini membuatnya tersungkur hingga tertelungkup. Untuk mendapatkan petarung yang awas, sang guru biasanya akan meneteskan ramuan khusus pada mata calon-calon petarung. Ra muan tradisional yang resepnya juga didapatkan secara turun-temurun ini, sangatlah terasa pedih di mata. Bagaimana tidak, ramuan ini ter buat dari jahe, merica, bawang, air jeruk nipis, dan gula putih yang ditumbuk halus. Perasan air dari ramuan inilah yang diteteskan ke mata para calon petarung, mini mal tiga tetes pada tiap mata. Bagi sang guru, tetesan ramuan khusus ini pada mata sang calon murid dimaksudkan untuk mencuci mata calon petarung sehingga mata calon petarung menjadi lebih awas dan tajam. Meski perihnya luar biasa, ra muan tradisional ini dipercaya dan diyakini dapat membuat mata menjadi lebih terang dan kuat seperti yang pernah dialami oleh para petarung-petarung sebe lumnya. Mata petarung menjadi lebih berani dan awas pada lawan. Selama proses pandi mencak dan meneteskan air ramuan tradisional pada mata calon-calon petarung ini, disertai dengan mantra-mantra khusus yang diberikan oleh sang guru. Dengan begitu akan diperoleh petarung-petarung yang tangguh, rendah hati dan menghargai nilainilai kesopanan. -Naniek I. Taufan
NINE
20
14 - 20 April 2014
18 Jam untuk Lontong Punia Dari subuh hari bahkan sebelum matahari tiba, para perempuan di Punia Saba Mata ram, telah disibukkan dengan aktivitas menyiapkan lontong untuk dijual ke pasar-pasar tradisional sekitar mataram. Separuh waktu dalam tiap harinya mereka habiskan untuk usaha berdagang lontong.
M
eskipun terbuat dari beras, lontong tidaklah dimakan sebagai makanan pokok seperti nasi, namun lebih sering dihidangkan sebagai makanan pelengkap, misalnya soto atau pelecing di Lombok. Biasanya, orang membuat dan menghidangkan lontong pada saat-saat tertentu saja, tapi mereka yang berjualan lontong tetap menyediakannya kapan pun dibutuhkan. Di pasar-pasar tradisi onal di Mataram dan sekitarnya seperti Pasar Cakranegara, Pasar Kebon Roek, Pasar Sindu, Pasar Pagesangan dan Pasar Karang Jasi, tidaklah sulit mendapatkan lontong
karena selalu tersedia. Mereka yang berjualan lontong di beberapa pasar tersebut berasal dari Punia Saba, Punia Jamak, Punia Karang Kelayu dan Punia Karang Kateng, Kelurahan Mataram Barat, Kota Mataram. Di Punia, khususnya Punia Saba, terutama penduduk asli nya, rata-rata mempunyai usaha pembuatan lontong dan kecambah. Usaha rumah tangga turuntemurun ini bisa bertahan hingga sekarang karena rata-rata dari mereka memang tidak memiliki pencaharian lain dan ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Usaha ini digeluti oleh para perempuan di desa ini. Setidaknya begitulah dengan Halimah bersama ibunya Juhariah, yang kini melanjutkan usaha yang dirintis oleh neneknya dulu. Begitu pula dengan Nurinah, yang kini setiap hari membuat setidaknya 20 kg lontong yang siap dipasarkan. Para pedagang lontong ini menghabiskan waktunya untuk usaha rumah tangga tersebut setiap hari minimal delapan belas jam. Bayangkan saja, pagi pukul 06.00 sudah berangkat ke pasar untuk berjualan hingga pukul 11.00. Bahkan ada yang melanjut-
kan hingga sore hari. Pukul 14.00 mulai mengisi daun pisang dengan beras hingga pukul 17.00, dan sejak pukul 19.00 lontong mulai dimasak. Karena keterbatasan peralatan seperti panci besar, lontong dimasak beberapa kali naik. “Dua atau tiga kali kami harus mengisi kompor dan menambah air,” kata Halimah. Air memang harus terus ditambahkan hingga penuh dan lontong terendam air agar terasa lebih kenyal. Itu berarti tengah malam pun kegiatan ini terus berlangsung. Beruntung di kampung tersebut, karena para lelakilah yang biasanya menggantikan pekerjaan ini yang bangun dan menjaga api tengah malam. Kompor menyala
hingga pagi hari, adalah hal biasa di kampung tersebut. Sejak pukul 06.00, para perempuan Punia, dengan bakul-bakul berisi penuh lontong mulai bergegas menuju ke pasar tempat mereka berjualan. Dengan cidomo langganan yang setiap seminggu sekali dibayar, mereka berkelompok menuju pasar tujuan. Cidomo yang biasanya memuat delapan penumpang dan kusir, hanya bisa memuat paling banyak empat penumpang karena bakul-bakul lontong yang sesak. Setidaknya seorang membawa dua bakul besar. Pemandangan ini selalu terlihat di kampung tersebut sebagai ciri khas asal lontong yang banyak dikenal masyarakat Mataram. Bagaimana tidak, mereka bisa saja berada di satu pasar yang berarti harus membagi pelanggan, sementara satu orang setidaknya menyiapkan lontong dari 10 kg beras setiap harinya. “Sedapat mungkin harus laku semua,” kata Juhariah. Karena jika tidak, mereka akan mengalami kerugian berupa harga yang bisa saja turun drastis atau lontong akan basi jika harus dibawa pulang. Untuk itu, tidak jarang ia harus berjualan di dua pasar sekaligus. “Kalau tidak laku semua
di pasar pagi Karang Jasi, saya bawa ke pasar sore Cakranegara,” ujar Juhariah yang terpaksa harus men inggalkan rumahnya hingga sebelas jam lamanya. Karena esoknya ia harus tetap berjualan kembali, di rumahnya, Halimah anaknya, sudah menyiapkan daundaun pisang berisi beras yang siap dimasak berikutnya. Memang, jika berkunjung ke kampung tersebut pagi hari, jarang sekali bisa menemui para penjual lontong ini karena saat itu mereka tengah berjualan di pasar. Namun, ketika tengah hari tiba, menelusuri lorong-lorong sempit tempat me reka tinggal, terlihat aktivitas pembuatan lontong dan tauge sedang dilakukan. Di rumah-rumah sederhananya, sembari ngobrol dan menonton televisi, tangan-tangan terampil para pembuat lontong ini asyik membungkus beras dengan daun pisang berwarna hijau segar. Tumpukan lontong siap masak biasanya diisi sehabis menunaikan Shalat Dzuhur hingga menjelang Shalat Ashar bahkan menjelang Magrib. Daun pisang berisi beras tersebut kemudian dimasak selama lima hingga tujuh jam. Sebagian pedagang, lebih memilih memasak hingga tujuh jam karena akan membuat lontong tahan lama. “Kalau dimasak lima jam bertahan cuma setengah hari, tapi kalau tujuh jam lontong bisa bertahan sehari,” kata Sahriah yang diiyakan Halimah. Namun bagi yang membuat lontong dalam jumlah lebih dari 10 kg beras, mau tidak mau memasaknya kurang dari tujuh jam. Karena waktu yang tersedia dari sore hingga pagi tidak cukup karena harus beberapa kali memasaknya. Ini tidak menjadi soal karena penjualan lontong sejauh ini menurut pengakuan mereka lancar-lancar saja. “Kalau pun ada yang tersisa bisa dikukus lagi untuk dijual esok harinya,” kata Halimah. Lontong Punia yang dikenal padat dan harum, ternyata tidak ditambah apa-apa kecuali sematamata beras murah yang mudah mengembang. “Kalau beras bagus, karena tidak mengembang tentu keuntungannya akan sangat tipis,” ungkap Sahriah. Padahal, lanjutnya, dengan naiknya harga beras dan minyak tanah saja mereka kini ha nya bisa mendapatkan keuntungan yang sangat tipis. Meski demikian, usaha ini tetap lancar dan tak ada alasan tidak terus dilanjutkan. “Apa
boleh buat, kalau tidak buat lontong tidak ada biaya hidup seharihari,” tambah Halimah. Kalau dulu, enam lontong ukuran besar dijual dengan harga Rp 1.000, kini hanya bisa dijual sebanyak lima buah. Kalau di bawah itu, pembeli tidak akan mau membeli kalau tidak benar-benar butuh, sementara lontong ini hanya makanan sampingan, ujarnya. Namun para pedagang lontong ini tetap merasa bersyukur, sejauh ini penjualan lancar-lancar saja. Setiap hari mereka membutuhkan 10 kg hingga 30 kg beras dengan harga Rp 3.200 hingga Rp 3.500 per kilogramnya. Ditambah lagi dengan kebutuhan minyak tanah untuk memasak lontong dari 10 kg beras sebanyak 10 liter, harga per liter Rp 3.000 dan daun pisang Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per orang. Oleh karena itu masing-masing pedagang lontong setidaknya membutuhkan 300 kg beras dan 300 liter minyak tanah serta Rp 300 ribu daun pisang setiap bulannya. “Beruntung ada orang yang mau memberikan pinjaman beras yang dibayarkan setiap beras tersebut habis terpakai,”
bisa mendapatkan bantuan modal entah dari siapa. Lontong yang enak dan menarik adalah yang padat dan berwarna hijau. Tidak semua orang bisa berhasil membuat lontong yang padat dalam satu atau dua kali kesempatan. Kebiasaan menjadi faktor utama menghasilkan lontong yang enak. Karena soal warna yang hijau segar sangat tergantung pada daun yang dipakai. “Daun yang dipilih jangan terlalu tua dan berwarna hijau,” kata Halimah. Biasanya, kalau daun pisang berwarna kuning, lontong juga akan berwarna sama. Sementara untuk membuat lontong yang padat, daun pisang harus diisi dengan tiga perempat beras atau seperti kebiasaan. Hal inilah yang sulit dilakukakan karena juga, kata Halimah, tergantung jenis berasnya. Bagi mereka yang sudah terbiasa membuat lontong, soal jenis beras sudah tidak lagi menjadi persoalan, karena hampir setiap jenis sudah dikuasainya. “Beras yang tidak mengembang harus diisi lebih banyak dari beras biasa yang mengembang agar tidak lembek dan berair,” katanya. Kualitas lontong yang berada pada posisi paling bawah lebih baik ketimbang yang di atas. “Yang paling bawah termasak sempurna karena tetap terendam dalam air,” katanya. Sementara untuk membuat lontong yang di atas tetap terendam air, harus selalu ditambahkan air ketika air mulai menyusut. Agar lontong tahan lama harus dimasak minimal tujuh jam. “Semakin lama dimasak, semakin tahan lama,” ujar Sahriah. Memasak lontong sebaiknya di atas api yang tetap menyala, ka rena akan mempengaruhi kualitas lontong nantinya. Karenanya, para pedagang lontong di Punia ratarata memakai kompor untuk memasak. Jika memakai kayu bakar,di samping memasaknya menjadi
Proses pembuatan lontong
lanjut Halimah. Karena itulah usahanya terbantu dan berjalan hingga kini. Dari 10 kg beras ia tidak bisa memerincikan berapa keuntungan bersih yang diperolehnya kecuali cukup untuk membiayai kehidupan sederhananya bersama orangtua. Dari keuntungan yang tipis tersebut ia hanya bisa berkata, mau apa lagi, hanya inilah pekerjaan yang sudah biasa dilakukannya. Dan, ketika mempunyai keinginan menggantinya ia tidak punya pilihan lain karena secara otomatis setiap hari ia harus mengerjakan usaha turuntemurun ini. Ia hanya berharap
lama, juga api harus tetap dijaga agar tetap menyala sehingga waktu istirahat tidak akan banyak. Lontong Punia, tidak hanya dijual di pasar, melainkan juga menerima pesanan. Bukan hanya lontong tetapi juga ketupat. Saatsaat ramai pembeli dan pemesan lontong Punia terjadi selama bulan puasa, Lebaran Idul Fitri, Lebaran Topat, Lebaran Idul Adha dan Tahun Baru. Saat itu pembuatan lontong bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya. Itu berarti keuntungan pun bisa bertambah, kata Halimah. -Naniek I. Taufan
INSPIRASI
14 - 20 April 2014
5
Aty Fathiyah
Rezeki Badan Gemuk Memiliki tubuh besar adalah anugerah dan harus disyukuri, bukannya malah bersungut-sunggut, apalagi menganggap kegemukan itu sebagai sebuah bencana dalam hidup. Sikap penuh rasa syukur inilah yang selalu ditunjukkan artis sinetron Aty Fathiyah lewat penampilannya yang penuh percaya diri dan selalu ceria.
“Y
a aku bersyukur dengan apa yang aku miliki. Nggak masalah dengan badan besar, bahkan kadang aku nggak merasa lho kalau punya badan besar hahahaha. Aku ini baru ngeh punya badan besar, kalau mau masuk ke suatu tempat atau duduk dan merasa kesempitan atau ada yang keinjek kaki gua…hahaha,” ujar pemeran Bu RT dalam sinetron Suami-Suami Takut Istri ini sembari tertawa ngakak. Sikap positif yang ditunjukkannya ini, menurut Aty, telah terbentuk sejak kecil. Bisa jadi, tuturnya, karena hampir sebagian besar keluarganya juga bertubuh tinggi besar sehingga ia tak merasa berbeda daripada yang lain. Namun lebih dari itu, pola didik orangtua yang paling berperan dalam terbentuknya sikap positif
dalam dirinya. Dulu, tuturnya, ibunya pernah memberi wejangan, “Kita hidup jangan mengikuti standar dunia, jangan biarkan kita terbawa standar dunia. Standar kita adalah standar Tuhan. Jadi apa pun yang terjadi dalam hidup kita adalah kemauan Allah.” “Wejangan itu sekaligus mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur. Jadi aku easy going sajalah,” tambah Aty yang sempat beberapa tahun menetap di Bali. Itu sebabnya, lanjutnya, meski sejak kecil bertubuh subur namun ia tak pernah merasa minder. Sebaliknya, ia tumbuh sebagai gadis ceria dan mudah bergaul. “Menurutku, yang terpenting adalah bagaimana bisa membawa diri di mana pun berada. Bersikap baik pada semua orang. Juga, kita harus membuat ‘plus-plus’ (prestasi) yang banyak. Sehingga
orang jangan pernah menilai kita karena kita gendut tapi karena ‘plus-plus’ yang kita miliki. Jadi kita harus bisa mengubah pola pikir orang,” ungkap insinyur teknik industri lulusan Universitas Islam Bandung ini. Sikap dan keyakinan itu jugalah, yang membuatnya tidak pernah mengalami hambatan yang berarti dalam setiap aktivitasnya. Meski berkiprah di dunia hiburan di mana penampil an menjadi salah satu ‘modal’ utama, wanita cant ik keturunan Arab ini mengaku tak pernah tergoda untuk melakukan operasi mengecilkan ukuran badan. Padahal katanya, banyak pusatpusat perawatan kecantikan menawarkan program tersebut padanya. Ia juga tak pernah melakukan diet untuk tujuan serupa. Kalaupun diet, katanya, itu lebih pada diet kesehatan yang dilakukan semua orang termasuk mereka yang ukuran tubuhnya biasa-biasa saja. “Aku nggak pernah berpikir untuk operasi, untuk apa? Aku bersyukur kok diberi tubuh besar, nggak ada masalah. Justru aku merasa makin ke sini, rasa syukurku makin bertambah. Karena berkat tubuh besar ini, aku bisa mendapat banyak hal, termasuk rezeki dan karier yang bagus. Aku mendapat banyak kesempatan, yang belum tentu didapat kalau tubuhku tidak seperti ini. Aku juga menjadi makin mengerti bahwa di setiap anugerah Tuhan, pasti ada maksud-Nya. Aku juga bisa bergaul dengan ‘PD’ (percaya diri, Red.), beraktivitas dengan ‘PD’ juga, jadi tidak ada masalah. Dengan semua yang aku dapat ini, lalu untuk apa operasi? Aku nggak pernah membayangkan,” ungkap Aty yang baru saja menyelesaikan syuting FTV terbarunya yang berjudul Anak Toke. Tidak seperti sebagian orang bertubuh besar lainnya yang menderita obesitas saat usia tertentu, sedang Aty mengaku, sejak lahir ia telah bertubuh besar. Ia terlahir dengan berat tubuh 4,8 kg. Berat tubuhnya ini tak pernah turun, bahkan terus meningkat. Hingga akhirnya mencapai 89 kg saat kelas VI SD. “Jadi aku ini beda dengan orang lain yang baru gemuk saat usia tertentu atau kegemukan yang naik-turun, sedang aku tidak.
Sejak lahir aku sudah bertubuh besar, berat badan tidak pernah turun,” tutur finalis Putri Impian 2005 ini. Sekarang, tambahnya, berat badannya sekitar 126 kg. Ini sudah lumayan turun karena ia pernah mencapai berat 145 kg. Beruntung, Aty memiliki tinggi yang lumayan, yakni, 171 cm, sehingga tubuhnya yang bongsor tidak terlalu terlihat menonjol. Apalagi, ia selalu modis sehingga enak dilihat. “Sebelum aku terjun ke dunia akting, aku juga kerap membawakan baju-baju besar,” ucapnya. Aty mulai menyeriusi dunia entertainment setelah masuk sebagai salah satu finalis Putri Impian, sebuah acara reality show yang ditayangkan televisi swasta nasional, yang para pesertanya adalah perempuan-perempuan muda berbadan bongsor. Berbeda dengan pemilihan Miss Big, masa karantina Putri Impian memakan waktu cukup lama yakni 1,5 bulan. “Konsepnya beda ya, ka rena ini adalah program televisi. Tapi terus-terang, waktu itu aku kurang merasa nyaman. Aura persaingannya luar biasa ketat, aku nggak bisa enjoy. Mungkin mindset aku dengan yang lain berbeda, jadi nggak ketemu,” ucap Aty yang terhenti di babak delapan besar. Selepas dari Putri Impian,
justru tawaran tampil di berbagai event off air berdatangan, termasuk tampil di sinetron maupun film. Begitu juga permintaan iklan. Tapi penampilannya sebagai ibu RT di sinetron komedi Suamisuami Takut Istri yang membuat namanya dikenal publik. Wajahnya yang cantik, dengan tubuh yang subur, namun bawel setengah mati. “Sebenarnya itu bukan aca ra televisi pertama, sebelumnya aku sudah tampil di Kecil-kecil Ngobyek 120 episode, Rahasia Ilahi, dan lain-lain cuma mungkin sinetron Suami-Suami Takut Istri masa tayangnya cukup lama 3,5 tahun, makanya jadi lebih diingat,” ungkap Aty yang kerap dipanggil Dedew ini. Kariernya di dunia akting, boleh dibilang relatif stabil. Selain banyak tawaran sinetron dan FTV, ia juga tampil di sejumlah film, di antaranya SSTI: The Movie yang diproduseri oleh Anjasmara, dan Kabayan Jadi Milyuner. Ia mengaku sangat enjoy di dunia akting karena merasa bebas berakspresi. Di luar sinetron, ia juga tampil sebagai presenter sejumlah acara, di antaranya kuis-kuis. Pembawaannya yang lincah, ramah, dan rada centil ini bisa jadi menjadi salah satu sebab kenapa pekerjaannya di dunia hiburan tidak pernah sepi. “Ini adalah rezeki badan gemuk,” katanya sambil tertawa. – Diana Runtu
“Kita hidup jangan mengikuti standar dunia, jangan biarkan kita terbawa standar dunia. Standar kita adalah standar Tuhan. Jadi apa pun yang terjadi dalam hidup kita adalah kemauan Allah.”
6
l i f e s to ry
14 - 20 april 2014
Puluhan Tahun Hidup Sebatang Kara Sungguh malang nasib perempuan sepuh ini. Di usianya yang 80 tahun, Nenek Wati-demikian ia biasa disapa, hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga. Pascajatuh setahun silam yang mengharuskan kakinya dioperasi, nenek asal Tianyar, Karangsem ini hanya bisa terbaring di kamar indekosnya di Jalan Tukad Irawadi Gg. 18x No.1 Panjer, Denpasar Selatan. Sehari-harinya, ia hanya di temani seorang pengasuh yang dibiayai pihak donatur.
P
engasuhnya, Bu Dewi mengatakan, meski banyak memori yang sudah lupa, pen dengaran Nenek Wati masih cukup bagus, dan ia pun masih sanggup ber komunikasi dengan baik. Ketika Tokoh menyambanginya ke tempat indekos nya siang itu, Nenek Wati tampak gembira. “Saya mau masuk koran lagi? Waduh, malu saya,” katanya sembari bergurau. Sebelumnya ini, Nenek Wati tinggal di sekitar Gereja Katedral. Sehari-hari nya ia membantu membersihkan areal gereja dan diasuh oleh Pak Halim. Ia mengisahkan, patah kaki kali ini adalah yang kedua kalinya. Sekitar dua tahun silam, ia diserempet pengendara motor sampai terjatuh dan mengalami patah tulang kaki bawah (daerah telapak kaki). Nenek Wati pun harus diopname selama delapan bulan di RSUP Sang lah dan ditanggung Jamkesmas yang pengurusann ya dibantu Pak Halim. Setelah keluar rumah sakit, selang beberapa bulan, Desember 2012, Nenek Wati kembali mengalami musibah serupa. Kali ini kejadiannya di gereja, saat ia menyapu. “Waktu itu musim hujan, jadi licin,” ujar perempuan yang fasih berbahasa Indonesia ini. Musibah itu sudah terjadi 16 bulan
lalu, namun sampai ditemui Tokoh, Jumat (11/4), Nenek Wati masih menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan terkait patah tulang paha kakinya tersebut. “Senin ini rencananya mau diajak kontrol ke RS Sanglah,” ujar Bu Dewi. Ia menceritakan, Nenek Wati yang cukup lama menghuni Ruang Angsoka RSUP Sanglah, baru saja keluar dari RS setelah menjalani operasi pemasangan pen 28 Maret lalu. “Mungkin karena kondisi tulang yang sudah tua dan rapuh, untuk mengembalikan kondisi tulang seperti sebelumnya, sangat sulit, dan sepertinya tidak bisa,” ujarnya. Bahkan, paha Nenek Wati pun sempat infeksi, karena ia punya penyakit diabetes, dan kini masih dalam tahap penyembuhan. Seminggu tiga kali perawat RS datang kontrol ke tempat indekosnya yang lokasinya tak seberapa jauh dari RS. Itu pula alasannya kenapa Nenek Wati menempati kamar kos ini. “Di sini lebih dekat dengan RS memperlancar proses rawat jalannya,” imbuh Bu Dewi. Dari pagi hingga sore, Nenek Wati hanya ditemani sang pengasuh. Sesekali ada donatur yang menjenguk dan memberikannya bantuan. Bahkan, menurut pengakuan Bu Dewi, seluruh perlengkapan dan biaya hidup, indekos
dan pengasuh Nenek Wati , dibiayai pihak gereja. UPIN-IPIN JADI FAVORIT Salah satu memori kelam yang masih diingat Nenek Wati yang memiliki nama asli Made Wati ini adalah per kawinannya yang kandas dengan Pak Dangin (alm.). Nenek Wati mengisahkan, sejak gadis ia sudah merantau ke Denpasar, hingga akhirnya menikah dengan Pak Dangin yang bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara dirinya, pekerja serabutan, bisa berjualan pisang, daun, kangkung, dll. Nenek Wati sesungguhnya memiliki seorang anak, namun di usia enam bulan, buah perkawinan mereka meninggal dunia. Pasutri ini tinggal di sebuah rumah sederhana di atas sebidang tanah kontrakan. Namun, setelah rumah mereka selesai dibangun, Nenek Wati dic-
eraikan sepihak secara lisan. “Jangan ikut sama saya, cari tempat lain saja. Mulai sekarang kita sendiri-sendiri saja,” ujar Nenek Wati mengutip ucapan mendiang suaminya. Berbekal sakit hati, Nenek Wati pun pergi. “Terpaksa saya cari seng bikin rumah bedeng di sebuah tanah kosong. Datang yang punya tanah, Pak Roni dari Flores, saya akhirnya disuruh bersih-bersih dan menjaga tanah itu,” paparnya. Entah kapan tepatnya, Nenek Wati mengatakan suaminya sudah meninggal akibat kecelakaan tunggal, ia menabrak truk yang terparkir. Yang jelas, ia meng aku sudah puluhan tahun beraktivitas di areal gereja, diasuh oleh seseorang yang ia sebut Pak Halim. Pasca meninggalnya sang suami, karena terlanjur sakit hati, ia tak mau lagi berurusan dengan keluarga suaminya. Sementara, ia sendiri hanya memiliki satu kakak yang juga sudah men-
inggal. Demikian juga orangtuanya. Nenek Wati seharusnya memiliki kerabat dari saudara kandung ayahnya. Namun, sejak lama pamannya itu sudah bertransmigrasi ke Sumatera. Nenek Wati pun tinggal seorang diri. Menurut Bu Dewi, pihak gereja pun menelusuri keluarga Nenek Wati, namun hasilnya nihil. Nenek Wati sebatang kara. “Tetapi, saya sudah banyak punya anak dan cucu di gereja yang sering menjenguk saya ke sini,” ujarnya sembari tersenyum. Kini, Nenek Wati yang hanya bisa terbaring di tempat tidur sembari menjalani terapi dengan menaik-nurunkan kakinya, mengisi waktunya dengan membuat tangkih atau ceper dari slepan (daun kelapa tua). Film kartun Upin-Ipin menjadi salah satu film favoritnya. –Inten Indrawati
14 - 20 april 2014
S U D U T PA N D A N G
19
Dari Rp 1.000 Jadi Rp 90 Ribu Sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga khususnya dapur ternyata bisa ber manfaat. Cara pengolahan yang sederhana ini bisa mengurangi sampah dan memberikan nilai tambah bagi pemilik rumah. Contoh nyata pe manfaatan ini diungkapkan Yuliani Djaya Negara dan Dyah Yudiasriani dalam diskusi terbatas Me ngelola Sampah di Kota Denpasar yang diadakan Mingguan Tokoh.
“M
engelola sampah bisa dimulai dari dapur. Pisahkan sampah organik dan anorganik. Pendidikan memilah sampah ini juga harus diajarkan kepada anak-anak,” ungkap Yuliani yang akrab disapa Bu Yuli ini. Ia mencontohkan cara pemilahan sampah bisa dilakukan dengan menyiapkan dua kantong sampah di dapur. Sampah yang berisi sampah organik selanjutnya dimasukkan ke dalam ember yang ditanam dalam tanah. Ember ini dilubangi agar airnya bisa keluar. Setelah sampah dimasukkan, tutup ember ini. Setelah 3 sampai 4 m inggu, masukkan sampah yang sudah menjadi kompos ini ke dalam polibag. Polibag ini siap ditanami lombok dan tomat. Jika tercium bau tak sedap, gunakan air kelapa untuk menetralisir bau. Perempuan yang memiliki moto sehat dengan kembali ke alam ini menuturkan, semua ini sudah ia praktikkan di rumahnya. Ketika membuat sambal, ia tak perlu repot mencari lombok maupun tomat karena sudah tersedia di rumah. Kedua bahan bumbu ini dijamin sebagai bahan organik yang bebas dari semprotan pestisida. Jika membeli di pasar, ia menduga lombok dan tomat sudah mengalami beberapa kali penyemprotan.
Bu Rien
Pengalaman ini terus ia tularkan kepada ibu-ibu lainnya. Tiap ada kesempatan berbicara kepada kaum perempuan, ia selalu menyelipkan pesan bagaimana cara mudah mengelola sampah di rumah tangga. Selain itu, Direktur Utama PT Bali Tangi ini juga setuju dengan usul yang disampaikan Moeliono mengenai pentingnya memberi pemahaman kepada anak-anak sekolah agar ikut menjaga kebersihan dengan memilah sampah. “Selain membuat composting di rumah, jangan lupa membuat lubang biopori. Lubang ini akan mengalirkan air ke dalam tanah agar halaman rumah tidak banjir. Kalau tanah tidak subur, bagaimana kita bisa menanam tanaman, nanti apa yang bisa dimakan. Jadi antara sampah, tanah, dan kesehatan saling terkait,” ujar perempuan kelahiran Bandung, 5 Juni 1950 ini. Wayan Sukhana, suami Bu Yuli menambahkan, manusia tidak bisa lepas dari sampah. “Manusia, sampah, kehidupan tak bisa dilepaskan. Ini persoalan bersama dan perlu kerja sama semua pihak untuk menanganinya. Jangan hanya sadar tetapi harus dipraktikkan. Paling gampang ya mulai dari rumah tangga. Buat lubang biopori, buat tong untuk kompos. Kalau sudah lihat manfaatnya pasti yang lain akan meniru,” ujarnya
Pak Sukhana
Bu Yuli
seraya mengatakan sudah me nyiapkan pengolahan kompos yang bisa menampung hingga 200 kg sampah organik. Jika mengolah sampah organik dilakukan dengan menanam hingga menjadi kompos, sampah anorganik khususnya plastik bisa dijadikan barang kerajinan. “Kemasan bekas kopi, sampo, dll. yang berbentuk sachet bisa dikumpulkan. Bersihkan dulu, lalu potong yang rapi, dijahit, bentuk pola sehingga menjadi barang bermanfaat seperti tas, sandal, dompet, dll.,” ungkap Bu Yuli. Sampah anorganik lainnya seperti bekas pembalut diharapkan tidak dibuang begitu saja di sembarangan tempat. Pembalut ini harus dicuci sampai bersih, diperas, kemudian dibungkus dengan kertas bekas, baru dibuang ke tempat sampah. Konsep reuse, reduce, dan recycle, dan replan ini menjadi salah satu upaya nyata yang ia lakukan untuk menangani masalah sampah.
Pak Sutedja
“Manusia, sampah, kehidupan tak bisa dilepaskan. Ini persoalan bersama dan perlu kerja sama semua pihak untuk menanganinya. Jangan hanya sadar tetapi harus dipraktikkan. Paling gampang ya mulai dari rumah tangga. Buat lubang biopori, buat tong untuk kompos. Kalau sudah lihat manfaatnya pasti yang lain akan meniru,” Pengalaman Dyah Yudiasriani dalam mengelola sampah juga bisa dijadikan contoh. Perempuan yang akrab disapa Bu Rien ini kerap memungut buah, biji, atau ranting yang berceceran di jalan. Bahan-bahan ini diolah menjadi kerajinan. Kloping pohon kelapa yang kering pun ia cari. Bahkan sampai membeli dengan harga Rp 1.000 per kloping. Setelah dibuat menjadi kreasi seni, kloping ini bisa dijual dengan harga hingga Rp 90 ribu. “Saya bersama suami dan anak kerap memungut buah, biji, dan ranting yang berserakan di jalan. Kami bahkan dibilang keluarga pemulung. Apa yang kami lakukan selain ikut menjaga kebersihan lingkungan bisa menjadi penyaluran hobi bahkan mendatangkan penghasilan,” ujarnya. Bu Rien yang piawai membuat kerajinan bunga kering ini bahkan memanfaatkan biji buah mangga dan batu salak untuk bahan kreasi seninya. Selain bahan alami, ia juga membeli karton panjang sisa gulungan kain. Karton ini dibeli dengan harga Rp 1.000 per kg. Setelah dijadikan vas bunga, satu gulungan bisa menghasilkan tiga vas bunga dengan harga masingmasing Rp 75 ribu. Namun, Bu Rien dan suaminya Wayan Sutedja Kardha miris melihat orang-orang yang membuang sampah sembarangan. “Kami sering melihat orang buang sampah ke sungai. Kami tegur, dia malah marah. Kasihan sungai menjadi kotor dan aliran ter
sendat. Nanti kalau hujan deras, bisa menyebabkan banjir,” kata Sutedja. Keduanya mengusulkan agar masing-masing rumah memiliki komposter seperti yang dilakukan Bu Yuli. Dengan komposter ini, sampah yang keluar dari rumah tangga bisa diminimalkan. Hanya sampah-sampah yang tidak bermanfaat yang dibuang. Kadis Kebersihan dan Per tamanan Kota Denpasar I Ketut Wisada, S.E., M.Si. salut dengan upaya yang dilakukan Bu Yuli dan Bu Rien. Ia pun mengingatkan masalah yang dihadapi kini adalah berperang dengan kepedulian masyarakat. Kalau masyarakat mau peduli seperti Bu Yuli dan Bu Rien, masalah sampah akan teratasi. Sebaliknya, kalau masyarakat tidak peduli, masalah sampah akan terus muncul. “Kadang ada masyarakat yang mengambil jalan pintas dengan membakar sampah. Ini tidak dianjurkan. Ada sanksi bagi masyarakat yang membakar sampah. Dari sisi kesehatan, membakar sampah akan menyebabkan pencemaran udara, apalagi kalau yang dibakar sampah plastik,” tegasnya. Ia mengatakan sudah menyiapkan alat biogas yang harganya Rp 2,5 juta per set. Alat ini berbahan bakar gas yang didapat dari hasil pengolahan sampah anorganik. Teknologi ini akan dikembangkan dengan pola ATM (adopsi, tiru, modifikasi). Dari 1 kg sampah plastik bisa menghasilkan 0,5 liter biogas. –Ngurah Budi
18
D AYA C I P TA
Mimpi Jadi Kenyataan ”P
ameran ini mungkin ini adalah sebuah mimpi saya secara pribadi. Suatu saat nanti saya akan membuat pameran tunggal tentang fotografi, sama halnya seperti karya seni yang lain pasti punya mimpi untuk memamerkan karya-karyanya. Pameran ini sangat penting dan saya pikir ini adalah sebuah awal saya melangkah dalam dunia fotografi. Saya ingin menunjukan kepada dunia bahwa kita punya budaya dan kehidupan masyarakat yang begitu indah. Itu adalah “harta” yang sangat berharga apalagi perubahan kebudayaan dalam masyarakat begitu cepat. Suatu saat apa yang kita lihat sekarang akan menjadi langka 10 tahun atau 50 tahun
yang akan datang,” ujar pria kelahiran 20 Agustus 1979 ini. Lila menuturkan pameran ini penuh pertimbangan yang matang dan terbilang sangat berani. Modal yang dibutuhkan lumayan besar. Namun, ia mendapat dukungan pihak Pullman Bali Legian Nirwana yang memfasilitasi tempat dan sangat membantu dalam persiapan. “Persiapan yang dibutuhkan dari pemilihan foto sampai cetak sekitar 1,5 bulan. Foto-foto sudah ada tinggal cetak, Cuma ketar-ketir juga sebab pas bulanbulan sibuk hari Raya Nyepi, banyaknya pernikahan, untungnya tempat nyetak foto Niti Mandala sangat membantu sehingga cetakan bisa tepat waktu. Saat pemasangan foto dibantu oleh teman-teman fotografer dan juga staff
Setelah nekat kawin lari dengan lelaki dari kalangan biasa, Rukmini, gadis yang berasal dari keluarga kaya-raya itu memilih meninggalkan kampung halamannya di salah satu kota di Nusa Tenggara Barat. Kisahnya berawal dari seringnya ia melihat Ambara, ikut bersama ayahnya yang menjadi tukang jahit di teras toko milik ayahnya. Ambara, lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih itu telah membuatnya jatuh hati dan memilih meninggalkan orangtuanya yang samasekali tidak menyetujui ia menikah dengan Ambara. Kisah ini menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh Rukmini, bahkan hingga usianya yang sepuh kini.
Pullman,” ungkap pria yang menekuni fotografi profesional sejak 2009 ini. Karena keterbatasan dana, jumlah foto yang dipamerkan hanya 28 Tetapi, karena sifatnya fleksible jadi bisa ditambah terus. Dalam persiapan banyak teman-teman yang membantu baik dari masukan-masukan pemberian judul dan berasa memberikan suasana keber samaan antara fotografer lebih baik. “Saya berharap dengan pameran ini selain memperkenalkan budaya, potensi alam dan potensi ekonomi dari kerajinan-kerajinan tangan yang diciptakan oleh masyarakan kita, juga agar bisa menyejajarkan seni fotografi dengan seni-seni yang lain. Semoga karya-karya saya ini juga bisa menginsfirasi orang lain untuk berkarya lebih baik dan juga menjaga keindahan-keindahan baik alam, budaya yang kita miliki,” ujar fotografer yang menekuni teknik strobist ini. –Ngurah Budi
S
Suasana pameran foto Culture Engagement. Captured by I Gede Lila Kantiana
Mindset Seorang Drug-Free Fitnessmania (3) Mindset yang Tepat untuk Fitness dan Binaraga Natural Dalam pikiran seorang fitnessmania, punya badan atletis dan berotot memang hasil yang diharapkan. Rasa bangga akan muncul apabila bisa mewujudkan tubuh tersebut. Yang membedakan seorang yang melakukannya secara natural dan dengan zat doping, berawal dari mindset atau pola pikir. Mindset #1: Kesehatan Selalu yang Terpenting Bagi seorang fitnessmania yang natural, pemakaian obatobatan terlarang seperti narkoba atau obat hormon seperti steroids tidaklah sejalan dengan alasan utama ia berolahraga. Baginya, kesehatan adalah hasil tertinggi yang bisa didapatkan dari disiplin menerapkan pengetahuan latihan dan nutrisi secara baik dan benar. Bagaimana dengan badan bagus? Baginya badan bagus adalah bonus, sebuah hadiah yang pasti diraih dengan sendirinya. Ia yakin betul, tidak ada orang yang sehat yang punya badan yang tidak bagus. Semua orang yang sehat dan bugar, pasti memiliki penampilan fisik yang baik. Sederhananya, di dalam benaknya tertanam sebuah prinsip “kesehatan dan penampilan optimal adalah hasil dari usahausaha yang sama.” Tubuh yang sehat, kuat, dan gagah sudah selayaknya menggambarkan keselarasan antara niat dan usaha, serta merupakan wujud keharmonisan jiwa dan raga. Mindset keliru akan mengatakan bahwa kesehatan sudah kita
miliki. Menggunakan zat doping, selama dilakukan dalam dosis yang sedikit dan sudah dibekali pengetahuan, adalah hal yang aman. Sayangnya, tidak ada dosis yang aman dalam pemakaian steroids. Pemakaian steroids atau hormon menurut hukum hanya bisa diberikan oleh dokter yang memiliki pendidikan yang sangat terspesialisasi. Dosis tersebut pun harus sangat terukur berdasarkan kebutuhan dari masing-masing pasien yang kekurangan hormon, dan selalu berpatokan untuk memberikan dosis yang cukup untuk kembali ke level normal. Pemakaian steroids yang banyak terjadi adalah melalui rekomendasi dari seorang salesman tanpa pendidikan formal mengenai hormon yang mendapatkan pengetahuannya dari situs internet atau sumber tak bernama di forum binaraga dalam internet. Di mana referensi tersebut ditemukan menganjurkan kepada calon pembeli yang umumnya tidak mengalami kekurangan hormon untuk mengkonsumsi dosis 5 – 30 kali lipat dari yang biasanya diberikan oleh dokter kepadan pasien yang kekurangan. Tabel berikut hanya merupakan ilustrasi untuk paragraf di atas, dan sudah mulai menjadi kasus umum dalam penyalahgunaan steroids – salah satu zat doping oleh member fitness pemula yang umumnya pria muda di Indonesia. Mindset #2: Hidup Menawarkan lebih Banyak daripada Prestasi dan Gengsi Ya, hidup tidak melulu mengenai kompetisi, menang, dan meraih prestasi. Baginya aktivitas latihan teratur, olahraga teratur, dan istirahat teratur adalah suatu usaha minimum yang bisa ia lakukan untuk kebutuhan yang sangat mendasar – KESEHATAN JASMANI. Ia sadar, melalui kesehatan jasmani yang baik itulah, dirinya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti: berkarya, menjadi bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya, dan tumbuh. Baginya, lebih penting menggunakan tubuh sehat tersebut untuk berbuat lebih banyak
l i f e s to ry
7
Pisah karena Surat Cerai Palsu
Culture Engagement
Fotografer Bali I Gede Lila Kantiana mengadakan pameran di Pullman Bali Legian mulai 4 April hingga 4 Juli 2014. Ia menyiapkan 28 foto yang bertema budaya untuk dipamerkan dalam tema Culture Engagement. Captures by I Gede Lila Kantiana.
14 - 20 april 2014
14 - 20 april 2014
dalam pekerjaannya, sehingga melalui pekerjaan tersebut ia menghasilkan pencarian yang bermanfaat untuk menafkahi orang-orang yang ia sayangi, serta memberikan ketenangan dan kesenangan dalam hidupnya. Tak kalah penting juga untuk menggunakan penampilan barunya untuk menginspirasi orang di sekitarnya agar mau mengikuti langkah di jalan yang telah ia tempuh, agar tiba di tujuan kesehatan yang sama. Ia bisa tersenyum senang dan puas hanya dengan mengetahui penampilan barunya membantu teman atau anggota keluarganya untuk berupaya dan menjadi lebih sehat. Mindset keliru bisa hinggap dalam masing-masing diri kita, apabila kita tidak waspada untuk menyadari keberadaannya. Hidup demi prestasi
Kebutuhan Dosis
Risiko
2
2 (Terapi)
Terpantau dokter
0
5-30 x lipat
Maksimum
mungkin menjadi ungkapan yang cukup menggugah semangat. Ungkapan ini harus disikapi dengan bijak dan tidak diartikan sepenuhnya secara harfiah. Akibat dari mengartikan harafiah tersebut tercatat dalam sebuah survey terhadap ribuan atlet yang berlaga di salah satu Olimpiade 20 tahun terakhir ini. Dalam survei tersebut, ditanyakan 1 pertanyaan “Apabila ada 1 jenis steroids yang bisa memastikan Anda meraih medali emas, tetapi Anda tahu bahwa 1 tahun sejak meraih medali emas tersebut Anda pasti meninggal sebagai akibat dari steroids itu. Akankah Anda menggunakan steroids tersebut?” Sebanyak 70% dari atlet yang menjawab menyatakan bersedia mengkonsumsi steroids tersebut dan meninggal 1 tahun kemudian. Data yang mengkhawatirkan ini diharapkan menjadi pengingat kepada diri kita bahwa ada jauh lebih banyak yang ditawarkan hidup ini daripada sekadar kebanggaan pernah meraih gelar juara tertentu.
ambil tersenyum ia menceritakan kisah hidupnya, bahagia, sedih hingga yang tragis. Setelah meninggalkan kampung halamannya dan tidak membawa sedikit pun harta dari orangtuanya, Rukmini dan Ambara memulai hidup baru dari nol. Ia melanjutkan sekolah guru dan Ambara membiayainya dari hasil menjahit. Mereka memilih salah satu kota di Jawa Tengah sebagai tempat “pelariannya”. Kehidupan mereka berjalan dengan baik. Selain Rukmini dapat menyelesaikan sekolahnya, ia pun mengajar di sebuah sekolah taman kanak-kanak. Begitu juga dengan Ambara yang kemudian melanjutkan sekolah kembali. “Gantian, kalau dulu Ambara yang membiayai sekolah saya hingga jadi guru, maka saat dia sekolah Rukminilah yang membiayainya sampai ia mendapatkan pekerjaan,” ujar Rosana, cucu Rukmini. Ambara tidak lagi menjadi tukang jahit jalanan melainkan sudah menjadi pegawai sebuah kantor pemerintahan yang sangat bergengsi dan dikenal “basah”. Posisinya pun baik sebagai semacam pengelola keuangan. Dari sanalah sinar terang kehidupan mereka dimulai. Penghasilan yang cukup bahkan semakin hari rezeki mereka semakin mengalir deras. Rukmini dan Ambara hidup bergelimang harta. “Saya sampai bisa memiliki berbatang-batang emas,” ungkap Rukmini pelan. Rukmini sendiri sebenarnya kurang suka mengenang kehidupannya yang mewah itu karena ia sadar, harta yang datang mengalir seperti air bah itu, tidak semuanya diyakininya halal. Karena itu, ia kerap bersyukur di usia tuanya Allah Sang Pencipta mengambil kembali semua harta tersebut dengan cara yang tidak ia duga. Hingga akhirnya ia hidup sederhana di masa tuanya. “Apa adanya dari yang mampu kita peroleh, lebih senang dan tenang
menikmatinya, ketimbang menikmati banyak dari hasil yang kita sendiri tidak yakin halal,” katanya tersenyum. Hal inilah yang selalu ia ingatkan pada anak cucunya, agar bekerja yang baik dan jauhkan rejeki yang tidak halal. “Lebih baik hidup sederhana dari hasil yang halal dari pada kaya raya dan mampu membeli segalanya tapi dari hasil tidak halal,” katanya pada anak-anak dan cucu yang menemaninya. Rukmini memang telah sampai pada titik di mana ia dapat memahami bahwa segala hal itu harus kembali pada Sang Pencipta. Ia sampai pada titik di mana ia meresapi seluruh perjalanan hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang sementara sifatnya. Berbagai “badai” yang menghempas kehidupannya, membuat ia sadar bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Bukan hanya hartanya yang kemudian habis tak bersisa, bahkan kehidupan rumah tangganya pun hancur. Meski mereka saling mencintai, Ambara dan Rukmini akhirnya bercerai dengan cara yang sama sekali tak terduga dan tidak diinginkannya. Ketika Ambara pindah tugas ke Sumatera, kehidupan mereka mulai menurun. Ambara mulai kerap berjudi dan main perempuan. Namun begitu, Ambara tetap mencintai istrinya dan sayang pada ketiga anak mereka. kehidupan sulit mereka mulai terus terasa hingga akhirnya mereka memutuskan berpisah sementara demi meringankan biaya hidup. Harta kekayaan me reka telah terkuras habis akibat perjudian. Rukmini dan ketiga anaknya pulang kampung. “Itulah kali pertama saya kembali ke kampung halaman,” katanya. Orangtua
Rukmini sudah tiada dan keluarga pun, terutama keluarga suaminya tampaknya tidak ramah pada mereka. Sebenarnya di kota itu, keluarga Rukmini cuma beberapa orang. Yang banyak adalah keluar ga Ambara. Di sinilah pahitnya kehidupan itu ia terima. Rukmini kemudian men-
gajar sambil menjadi tukang jahit itu. Sifat jahat dari saudara suaminya mulai terlihat. Dua anaknya dirampas dan tidak boleh tinggal bersamanya. Hanya si kecil yang saat itu masih menyusui yang ikut bersamanya. Kisah pilu anak-anaknya yang mendapat perlakuan tidak baik dari bibi-bibinya menjadi kegetiran tersendiri baginya. Namun apa lacur, nasi sudah menjadi bubur. Setengah memohon ia meminta agar kedua anaknya yang saat itu telah masuk sekolah dasar bisa tinggal bersamanya, namun diacuhkan oleh ipar-iparnya. Anak-anak itu kerap disuruh berjualan di pasar. Di sanalah dalam ketakutan mereka kerap bertemu sembunyi-sembunyi. Dalam penderitaan itu, Rukmini kerap mencurahkan semua isi hatinya pada suaminya lewat surat yang dikirim melalui pos. Namun,
betapa kecewanya Rukmini, beberapa kali bersurat, tak satu pun yang dibalas oleh suaminya. “Uang untuk biaya hidup juga tidak ada saya terima,” katanya. Rukmini merasa heran luar biasa atas sikap suaminya yang tiba-tiba tanpa kabar berita dan mengabaikan ia dan anak-anaknya. Keheranannya itu lebih kare na ia sangat mengenal Ambara yang meski nakal tetap sangat mencintai ia dan anak-anaknya. “Cintanya pada kami luar biasa dan saya bisa merasakan itu,” katanya yakin. Tapi karena kala itu usia mereka masih muda, dengan tak terbalasnya surat-surat yang ia kirim kepada Amabara dan tidak sepeser pun uang ia terima untuk biaya anak-anaknya, akhirnya Rukmini menyimpulkan bahwa suaminya itu memang telah melupakan mereka. “Yang lebih menyakitkan adalah tibatiba saya terima surat cerai,” kata Rukmini tersenyum getir. Hari itulah ia merasa bahwa semua tanggung jawab atas anakanak itu ada di pundaknya. Ia bekerja keras tanpa henti membesarkan anak-anaknya sendiri. Kisah selembar surat cerai yang datang melalui pos itu, akhirnya terbuka setelah lebih dari dua puluh tahun kemudian. Rupanya, Ambara mengalami hal yang sama seperti yang dialami Rukmini. Ambara termasuk rajin bersurat pada istri dan anaknya itu, juga rajin mengirimkan uang. Ternyata surat-surat Ambara juga tidak pernah sampai pada Rukmini. Tidak terbalasnya suratsurat itu oleh Rukmini, membuat Ambara juga berpikir bahwa Rukmini telah melupakannya. “Yang lebih mengejutkan lagi, akhirnya terbongkar bahwa suami saya tidak pernah mengirimkan surat cerai itu,” kata Rukmini. Entah bagaimana caranya itu bisa terjadi. Yang pasti mere ka bercerai dengan selembar surat itu. Usut punya usut, rupanya surat menyurat yang mereka kirimkan selalu ditahan oleh iparnya Rukmini, adik dan saudara-saudara suaminya. Salah satu saudara Ambara memang tinggal bersama Ambara di Sumatera, dialah yang selalu rajin menunggu pak pos tiap hari demi menyembunyikan surat-surat dari Rukmini agar tidak sampai
pada Ambara. Rupanya hal yang sama juga dilakukan oleh saudara Ambara yang ada di kota tempat Rukmini tinggal di NTB. Kebetulan sekali, Ambara hanya tahu alamat rumah orangtuanya dan sama sekali tidak mengetahui alamat rumah kontrakan Rukmini karena sejak berpisah mereka tidak bisa saling kontak satu sama lain akibat surat-surat yang tertahan. Bagaikan dalam cerita sinetron, mereka kehilangan kontak sejak awal. Di saat keduanya sudah merasa tidak lagi ada respek satu sama lain, maka mereka hidup sendiri-sendiri. Terutama Rukmini yang telah menerima “surat cerai” dari suaminya itu. Celakanya, saudara-saudara Ambara menikahkan Ambara dengan perempuan pilihan mereka dan menyampaikan kabar bahwa Rukmini tak lagi mencintainya dengan segala fitnah yang keji. Semua peristiwa itu akhirnya terbongkar saat Rukmini hendak menikah lagi setelah lima tahun menerima surat cerai itu. Salah seorang adik laki-laki Ambara yang berhati baik, sempat mengabarkan pada Ambara tentang hal itu. Dari adiknya inilah Ambara dan Rukmini akhirnya tahu semuanya, bahwa Ambara tidak pernah menceraikan istri nya dan surat-surat mereka ditahan oleh adik-adik perempuan Ambara. Betapa kabar itu sangat memukul keduanya, namun nasi telah menjadi bubur. Rukmini yang tidak bisa mengingkari janjinya pada kekasih yang akan menikahinya, laki-laki yang selama ia menderita selalu menolongnya itu. Sementara Ambara sendiri sudah menikah dan tidak sekali pun berusaha mencari istri dan anak-anaknya membuat Rukmini merasa cukup dengan apa yang sudah terjadi. Ia meminta agar Ambara menceraikannya dengan selembar surat cerai yang sah. Ia pun menikah dengan laki-laki yang melindunginya selama ia dan anak-anaknya jatuh dalam pen deritaan. Lelaki itu jualah yang kemudian mempersatukan Rukmini dengan dua anak lainnya. Atas apa yang terjadi, Rukmini ikhlas menjalaninya. Rukmini yang kini berusia 70 tahun itu memaknai bahwa itulah jalan terbaik yang ditunjukkan Allah untuk ia dan anak-anaknya. Ia tidak perlu lagi menyesali semuanya karena kisah yang terjadi puluhan tahun itu telah ia kubur dalam-dalam. -Naniek I. Taufan.
BUNDA & ANANDA
8
14 - 20 April 2014
Faktor Perilaku dan Konsumsi Pengaruhi Status Gizi Balita Kurang gizi pada balita di Indonesia merupakan salah satu masalah utama di bidang kesehatan masyarakat. I Komang Agusjaya Mataram yang melakukan penelitian mengenai status gizi balita ini menemukan adanya dua faktor penyebab yaitu konsumsi dan perilaku. Penelitian ini dilakukan di Desa Pengotan dan hasilnya dituangkan dalam disertasi berjudul “Model Status Gizi Balita berdasarkan Faktor Konsumsi, Perilaku, Biologi, dan Lingkungan di Desa Pengotan Bangli: Suatu Analisis Structural Equation Model”.
Salah satu contoh kegiatan posyandu
“T
ahun 2011 di Desa Pe ngotan di laporkan 13 kasus gizi kurang dan satu ka sus gizi buruk. Desa ini memi liki keunikan pelaksanaan upacara adat, walaupun sebagian besar masyarakatnya tergolong miskin dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah termasuk keterbatasan kepemilikan lahan. Program perbaikan gizi dengan melakukan pemantauan pertum buhan anak dan pelayanan gizi belum didasarkan pada kajian fak tor penyebab munculnya masalah gizi di masyarakat,” ungkap dosen Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi yang melakukan penelitian awal Juli hingga akhir Oktober 2012. Survei analitik menggunakan rancangan cross sectional bertujuan menyusun model status gizi balita di Desa Pengotan ber dasarkan faktor biologi, perilaku, lingkungan dan konsumsi. Sampel studi yang dilakukan Agusjaya berjumlah 260 subjek terdiri dari balita ber usia 6-59 bulan. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan structural equation model (SEM). SEM adalah alat sta tistik yang dipergunakan untuk menyelesaikan model bertingkat seca ra serempak yang tidak dapat diselesaikan oleh persamaan regresi line ar. SEM dapat juga di anggap sebagai gabung an dari analisis regresi dan analisis faktor. SEM dapat dipergunakan untuk menyelesaikan
model persamaan dengan variabel terikat lebih dari satu dan juga pengaruh timbal balik (recursive). SEM berbasis pada analisis covari ans sehingga memberikan matriks covarians yang lebih akurat dari pada analisis regresi linear. “Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan faktor pe rilaku dan konsumsi dapat dilan jutkan pada proses analisi SEM. Tetapi, faktor biologi dan lingkung an tidak. Setelah dilakukan outlier data dan respesifikasi model, untuk menggambarkan model yang pa ling layak adalah menghubungkan status gizi balita dengan perilaku dan konsumsi. Studi ini merumuskan model status gizi balita di Desa Pengotan secara simul tan ditentukan oleh pe
rilaku dan konsumsi tetapi faktor biologi dan lingkungan tidak ber hubungan,” ujar pria yang menjadi dosen sejak tahun 1985 ini. Berbagai faktor yang terkait masalah gizi menurut Ketua Per satuan Ahli Gizi (Persagi) Bali ini antara lain konsumsi makanan yang kurang memadai, penyakit infeksi, lingkungan, perilaku, pe layanan kesehatan, dan biologis. Program gizi yang dilaksanakan di Desa Pengotan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bangli Utara diantaranya surveilans gizi, pemantauan status gizi (PSG), keluarga sadar gizi (kadarzi) dan pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P). Analisis SEM menghasilkan model status gizi balita di Desa Pengotan ditentukan oleh faktor
Agusjaya Mataram
konsumsi dan perilaku; status gizi balita di Desa Pengotan ber hubungan dengan faktor konsumsi terutama jumlah konsumsi protein dan energi, beda jenis konsumsi, dan susunan hidangan sehari; sta tus gizi balita di Desa Pengotan berhubungan dengan faktor pe rilaku terutama pemberian ASI, umur penyapihan, hygiene balita, riwayat pemeriksaan kehamilan, dan peralatan makan; status gizi balita di Desa Pengotan tidak berhubungan dengan faktor biologi dan lingkungan,” ujar karyasiswa yang sudah menyelesaikan pen didikannya di Program Doktor Studi Ilmu Kedokteran, Konsen
trasi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Udayana ini. Berdasarkan hasil penelitian ini Agusjaya menyarankan program penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Bangli dan Puskesmas Bangli Utara lebih difokuskan pada perilaku dan konsumsi. Posyandu sebagai ujung tombak pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat sangat perlu dan men desak untuk ditingkatkan. Saat kegiatan posyandu, ibu balita paling memungkinkan berko munikasi secara efektif melalui komunikasi dua arah. “Kegiatan penyuluhan di meja 4 harus terus ditingkatkan sehingga pengeta huan gizi dan kesehatan ibu balita dapat bertambah,” saran pria kelahiran 16 Agustus 1962 ini. Dampak yang diharapkan ada lah ibu menyiapkan makanan bali tanya sesuai menu seimbang de ngan memperhatikan kebutuhan gizi balita. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi balita, status gizi balita dapat ditingkatkan dan Desa Pengotan dalam waktu relatif tidak lama dapat terhindarkan dari masalah gizi. Suami Ni Putu Agustini, SKM, MSi ini berharap pihak-pihak terkait lebih serius un tuk berkontribusi dan terlibat me nyukseskan revitalisasi posyandu di Desa Pengotan. –Ngurah Budi
14 - 20 April 2014
Hunian Tropikal Tradisional Rumah adalah salah satu bangunan yang dijadi kan tempat tinggal untuk jangka waktu ter tentu. Rumah juga difungsikan sebagai tempat berkumpulnya keluarga, dan tempat berlindung dari hujan maupun terik matahari. Karena itu, sudah selayaknya rumah atau hunian didesain sedemikian rupa agar memberikan rasa nya man bagi pemiliknya. Terlebih, jika rumah tersebut dipakai sebagai rumah peristirahatan (holiday home). Seperti rumah milik Mr. Martel asal Perancis di Denpasar ini.
D
Suasana Desa Pengotan
i atas lahan se luas 4 are ini, ha dir sebuah hunian berkonsep tropikal tradisional. Tentu saja, konsep tropikal ini sangat tepat diterapkan pada hunian di Indonesia dengan iklim tropisnya. Konsep tropikal dalam bangunan diaplikasikan de
ngan membuatkan bukaan-bukaan lebar agar sirkulasi udara bisa los keluar-masuk ruangan, demikian juga dengan pencahayaan alami dari sinar matahari. Dari sisi kesehatan, kondisi ini tentunya juga cukup baik untuk pertukaran udara. Selain itu, penerapan ruangr uang tinggi dengan ketinggian
G R I YA
plafon minimal tiga meter juga merupakan isolator yang baik untuk meminimalisir panas di ruangan, sehingga ruangan pun terkesan lega. Kehadiran ruang-ruang terbuka, seperti taman juga tak kalah pen tingnya untuk mendapati sirkulasi udara yang baik. Di samping, ta man juga mampu memberikan sisi estetika. Karena hunian ini berlokasi di Bali, Mr. Martel pun tak mau lepas dari identitas lokal Bali. Mulai dari pintu masuk, yang memakai angkulangkul dan pintu ukir Bali, sampai pada penerapan pepatraan sebagai unsur dekorasi pada list dinding. Hunian ini pun mengusung nu ansa natural yang diterapkan melalui pemilihan material dan warna secara keseluruhan. Sebut saja warna din ding yang didominasi putih dengan perpaduan warna krem-kekuningkuningan paras palimanan. Demikian halnya dengan pemilihan lantai terakota dengan warna merahkecokelatan. Furnitur sebagian besar bermaterial kayu yang difinishing warna cokelat natural kayu. Ada juga furnitur perpaduan kayu-rotan, serta perpaduan besi-rotan. Bahkan, meja kayu pun dicoba dipadukan dengan paras palimanan lengkap dengan dekorasi pepatran Balinya, sebagai kaki meja.
17
Hunian ini terdiri dari dua lantai. Di lantai satu, ada ruang ga rase, ruang tidur pembantu, ruang cuci, dapur, ruang makan, ruang keluarga, dan satu kamar tidur. Keberadaan ruang dapur, ruang makan dan ruang keluarga tanpa pembatas, sehingga kesan lapang pun didapat. Apalagi, ruangan ini langsung berhadapan dengan taman luas yang dilengkapi kolam renang. Pohon-pohon hijau yang rindang, semakin menambah sejuknya mata memandang ke areal ini. Di lantai dua, kembali dida pati bukaan lebar tanpa batas yang
memungkinkan penghuninya bisa melihat langsung view ke bawah dan sekelilingnya. Plafon menggunakan atap ekspos dengan memanfaatkan lukisan kamasan sebagai unsur dekorasi. Di lantai dua terdapat dua kamar tidur yang oleh pemiliknya sengaja diberikan nuansa berbeda dengan pemilihan warna-warna yang lebih berani. Namun, itu pun sebatas pada unsur pelengkap dekorasi seperti pada gorden, sprai, dan pajangan dinding. Satu kamar disentuh dengan warna hi jau, satunya lagi warna ungu. –Inten Indrawati
PELESIR
16
14 - 20 april 2014
Menikmati Senja di Pantai Penimbangan Usai melaksanakan aktivitas tentu badan dan pikiran terasa lelah. Ada baiknya kita melepas kepenatan pikiran melalu rekreasi. Melakukan rekrasi tidak usah mahal, atau berpergian jauh. Kita dapat berjalan di sekitar dan menikmati pemandan gan yang indah. Terlebih saat senja tiba merupakan momen yang menyentuh. Kita dapat melihat matahari perlahan ter benam, cahaya hangatnya perlahan menjadi dingin, dan warna langit nampak beragam. Pemandangan seperti itu biasanya da pat leluasa kita nikmati di pesisir pantai. Salah satunya Pantai Penimbangan. Di sinilah tempat nongkrong kawula muda Kota Singaraja. Selain menyediakan tempat untuk menikmati senja, atau pemandangan pantai, di pantai ini juga terdapat tempat nongkrong yang asyik.
P
antai Penimbang a n a t a u ya n g sering disebut PP berlokasi di Kabupaten Buleleng. PP letaknya cukup strategis, masih dalam kota Singaraja. Tempat ini hampir setiap hari dipenuhi oleh pengunjung. Sebagian besar mereka yang remaja duduk-duduk santai di setiap sisi pantai yang menyediakan kedai makanan ringan. Mereka datang umumnya mencari tempat yang nyaman untuk bercakap ringan bersama teman, sahabat, pacar, dll, sembari menikmati pemandangan. Anda yang ingin pelesiran ke tempat ini tidak perlu resah. Walaupun setiap hari ramai pengunjung, PP tidak seperti pasar malam. Hal itu dikarenakan PP dikelola secara baik, mulai dari penataan kedai makanan, tempat parkir, sudut pemandangan, sampai sampah. Karena letak kedai makanan di pesisir pantai, sudah dipastikan mereka tidak boleh mencemari pantai. Hampir tidak terlihat sampah berserakan dan air pantai masih jernih. PP juga
bisa untuk mereka yang ingin menikmati pemandangan bukit, dan hamparan sawah. Bila kita duduk-duduk di kedai makanan menghadap barat, di depan kita dapat melihat perbukit an, di sebelah kanan terdapat hamparan sawah dan ladang tembakau, dan di sebelah kanan tentu kita melihat pantai beserta kapal nelayan yang hendak mencari ikan. Pantai ini juga asyik dikunjungi ketika pagi hari. Tidak sedikit masyarakat olahraga pagi di sekitar pantai, sembari menghirup udara segar, melihat sunrise, dan bisa juga membeli belayag. Belayag merupakan makanan khas Buleleng yang biasanya dijual pagi hari. Isinya tipat dan sayur yang dilumuri bumbu kunyit, cocok untuk sarapan dan pengganjal perut. Objek wisata lokal ini mengantarkan banyak keuntungan bagi penjual makanan ataupun pengunjung. Seperti pemilik kedai makanan, Bu Gusti Ayu, yang sudah delapan tahun mengais rezeki di pantai ini mengaku lumayan mendapat penghasilan per hari, terlebih saat akhir
pekan dan hari libur. Makanan yang ia tawarkan hampir sama dengan pedagang di sana, yakni jus, jagung bakar, nasi jinggo, roti bakar, dan makanan ringan lain. Harganya juga terjangkau berkisar lima ribu sampai delapan ribu. Bu Gusti mengaku, senang berjualan makan di PP, karena letak yang strategis dan pengunjungnya ramai. Begitupun Mitha, salah satu pengunjung yang kerap meluangkan waktu ke PP. “Saya bisa mengajak teman-teman nongkrong sehabis kuliah. Sambil ngobrol, kami lihat sunset membeli jagung bakar, dan foto-foto. Pemandangannya keren,” ujarnya. Ada
DARA
14 - 20 april 2014
Ajung Parawira
Terkenang Pedalaman Papua Dunia fotografi digeluti Ajung Parawira se jak SMA. Pertama kali memotret, ia memakai kamera ponsel untuk memotret seorang model. Kecintaannya kepada dunia fotografi pun tum buh. Dukungan orangtua yang membebaskan nya memilih passion dalam hidup membuat pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Agung Parawira terus menekuni dunia fotografi.
Suasana Pantai Penimbangan di senja hari
pula Rospita pengunjung yang kerap datang malam hari ke PP “Saya kalau ke sini malam hari lebih adem, bisa lihat lampulampu di bukit itu seperti bintang, terus bisa menghilangkan kejenuhan. Kalau ke sini lebih enak memang bareng temen apalagi pacar hehe..,” katanya menikmati kuah mie. Bila Anda tidak puas dengan penyajian makanan kaki lima, sekitaran pantai juga terdapat resto yang biasanya dipenuhi alunan jazz dan akustik. Selain itu, di ujung pantai terdapat penyewaan kano dan water sport bagi Anda yang ingin menikmati pantai melalui rekreasi air. Ada pula yang menjadikan PP sebagai tujuan bersepeda sore. Usai perjalanan menggunakan sepeda, biasanya mereka rehat untuk sekadar membeli jus atau roti bakar, sebelum kembali. Tidak sedikit mereka yang lansia juga jalan-jalan sore bersama cucu, sambil jalanjalan, olahraga, dan mengantar cucunya. Tidak hanya sebagai tempat rekreasi, bila kita
menyusuri pantai hingga ke timur kita melihat Pura Segara Penimbangan. Biasanya Pura Segara tersebut dipadati ketika Puranama atau Tilem. Sungguh lengkap bukan? PP memang direkomendasikan bagi mereka yang ingin meluangkan waktu untuk bersantai, sambil menikmati jajanan di sepanjang tepi pantai, dan menyegarkan hati. Kapan pun, baik pagi, siang, sore, malam PP akan selalu menyuguhkan pemandangan yang lembut. Kawasan yang sangat bersih, hampir tidak ada polusi akibat bakar-bakar jagung, hampir tidak ada sampah. Hal itu pula yang menjadikan tempat ini menarik pengunjung. Bagi Anda yang hendak berkunjung ke daerah Bali Utara, sempatkanlah mampir ke PP. Pantai ini juga tidak kalah serunya dengan Lovina. Tempat ini juga cocok bagi Anda yang ingin melali murah. Harga makanan yang terjangkau, tempat bersih, dan pemandangan yang eksotis menjamin Anda tidak menyesal. -Wulan Dewi
9
“P
ertama kali, saya sangat suka memotret teman-teman dekat dan saudara-saudara saya. Mereka saya jadikan model. Saya juga memotret berbagai hal yang ada di dekat rumah. Dulu pakai ponsel dengan kamera 8 megapixel, lalu pinjam kamera saku milik teman. Sekarang saya sudah punya Canon EOS 50D,” tutur mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan Fotografi Semester 6 ini. Ajung mengaku paling suka memotret hal-hal yang berbau budaya. Karena, dalam sebuah acara atau kegiatan budaya, banyak hal yang bisa difoto. Ia bisa mendapatkan banyak hal, seperti budaya yang belum pernah dilihat, acara budaya yang seru, aneh atau bahkan menegangkan. Ia pun mendapat kesempatan ke tempat-tembat baru. Yang paling seru tentunya bertemu orang-orang baru dan orang-orang yang menginspirasi dirinya. Kesulitan yang dialami Ajung antara lain menemukan
objek foto atau acara budaya yang jarang atau belum pernah dipotret orang lain terutama di Bali ini. Mengenai ide pemotretan, anak bungsu dari pasangan I Gusti Bagus Arnawa dan Ida Ayu Komang Triadnyani ini mengatakan sering melihat referensi fotofoto dari berbagai fotografer. Ia juga sering bepergian untuk menciptakan ide-ide pemotretan. “Saya belum terlalu banyak pergi hunting. Paling sering tentunya keliling Bali. Serunya ketika pernah dapat kesempatan untuk memotret ke Papua dan Bangkok. Tiap tempat pastinya ada saja hal yang seru dan itu sangat banyak,” ujar fotografer yang memiliki prestasi Juara Lomba Foto Piala Presiden 2013 Kategori Mahasiswa, 10 Nominasi Lomba Foto Piala Presiden
2012 Kategori Mahasiswa, Juara Lomba Foto Jelajah Bumi Papua 2013 dan wakil Indonesia dalam Workshop Fotografer Muda se-Asia Tenggara di Bangkok, Thailand dari Southeast Asia Minister of Education Organization Seameo Regional Centre for Archeology and Fine Arts (SEAMEO SPAFA). Pria kelahiran Denpasar, 27 Juni 1993 ini memiliki pengalaman menarik saat berada di Papua. “Setelah memenangkan Lomba Foto Jelajah Bumi Papua, saya menuju desa Kilise, Lembah Baliem dengan berjalan kaki selama 4 jam. Selama di perjalanan di pedalaman Papua banyak human interest orang- orang Papua yang unik. Saya memotret anak kecil laki-laki di sebuah gubug kecil. Waktu saya mengarahkan kamera ke anak kecil tersebut, dia langsung melotot dengan tatapan marah. Saya pun terus memotret anak kecil ini dan tangan anak kecil tersebut pun mengambil sebuah benda di belakangnya. Ternyata dia mengambil sebuah samurai panjang dengan masih terus menatap saya. Saya pun tetap memotret saat ia mengeluar kan samurai. Saya baru sadar kalau ia mengeluarkan samurai setelah saya melihat hasil foto saya. Saya pun kaget dan
Ajung Parawira
menghentikan memotret anak ini,” kenangnya. Ajung yang mengidolakan Steve McCurry dan James Nachtwey karena hasil-hasil foto mereka mampu mengagetkan dunia, bertekad akan tetap dan terus berpartisipasi di lomba-lomba foto lainnya. Mengenai rencana ke depan, apakah membuat studio sendiri atau bekerja pada orang lain belum dipikirkan Ajung. “Saat ini belum ada rencana untuk kedua hal tersebut. Tetapi, ada keinginan untuk travelling keliling Indonesia untuk sebuah majalah travelling dan menceritakan perjalanan saya itu di sebuah blog. Kalau bisa sih jadi presenter di sebuah acara travelling di sebuah televisi,” harap fotografer yang memiliki bacaan favorit “The Passionate Photographer” karya Steve Simon. Mimpi lainnya, Ajung ingin memenangkan sebuah kompetisi lomba foto berskala internasional dengan hadiah yang sangat besar dan bercita cita bisa memotret di bawah laut. -Nina Radinia.
BUGAR
10
14 - 20 April 2014
Ketika Check Up Pranikah Menjadi Pilihan K
einginan pasangan un tuk mendapatkan ke luarga yang sehat sangat ditentukan oleh persiapan pasangan itu sendiri. Dengan persiapan yang baik saja hasilnya belum tentu baik, apalagi tanpa persiapan. Ketika calon pasangan menginginkan kehidupannya kelak menjadi lebih baik, tentukan langkah apa yang dijadikan pedoman. Beberapa negara telah mengkonsepkan model skreening pranikah, sebagai salah satu langkah antisipasi penyakit. Di wilayah lainnya tidak menjadikan elemen cek up pranikah sebagai pedoman standar persiapan pernikahan. Konsep cek up pranikah dapat menjadi modal, model, pilihan, dan gaya hidup bagi yang meya kini. Presiden RI ke-2 Soeharto (alm.) mengungkapkan akan pentingnya pemi lihan bibit, bebet, dan bobot. Mengapa cek up menjadi penting dibi carakan, ini memberi kesadaran pasangan akan perannya dalam kehidupan. Pada awalnya memulai sesuatu akan terasa berat, bagai mengayuh sepeda, dipu taran pertama terasa berat selanjutnya akan mudah. Memeriksakan kesehatan sering dikonotasikan negatif. Paradigma ke rumah sakit saat sakit masih kental di masyarakat, pola pikir ini perlu diubah, karena paradigma sakit perlu obat, seba liknya paradigma sehat lebih menekankan pencegahan penyakit. Ketika sakit yang “dikorbankan” tidak hanya materi, jelas fisik, juga psikis termasuk mental. Tidak ada seorangpun bangga dan percaya diri ketika sakit. Bagi institusi kesehatan mindset paradigma sehat menjadi sisi “menguntungkan” karena pasien tidak datang saat kondisi buruk sehingga lebih mudah ditangani, komunikasi lebih baik, keputusan diambil secara sadar tanpa tekanan rasa sakit, dan jumlah populasi orang sehat justru lebih banyak daripada sakit. “Menggarap pasar” di populasi se hat justru lebih mudah, dan bermanfaat bagi semua, terutama pasien, karena lebih murah. Walaupun setiap tindakan memiliki risiko, bila manfaatnya lebih dominan dapat menjadi pilihan daripada membiarkan. Pasangan yang merencanakan per nikahan tentu menginginkan kehidupan rumah tangga yang membahagiakan, tatkala kesehatannya terganggu oleh sakit kebahagiaan tidak dapat menyentuh dan dirasakan utuh. Idealnya gaya hidup pencegahan penyakit (preventive) layak menjadi salah satu acuan kesehatan pasangan, tentu yang terpenting ada lah upaya apa yang telah dilakukannya bukan hasil. Dalam epos Mahabarata, percakapan Arjuna dan Sri Kresna, Sri Krisna berkata “karmanye vadhikaraste, ma phaleshou kada chana” artinya : wa hai Arjuna, engkau memiliki kebenaran untuk melakukan upaya, akan tetapi tidak pada hasil dari upaya itu. Dalam konteks kesehatan ketika menolong se seorang, kita tidak berupaya memikirkan imbalan balik terhadap upaya itu, hasil akan mengikuti ketika upaya dilakukan dengan sepenuh hati (all out). Demikian pula dalam hukum kesehatan hubungan perikatan dokter, bidan, perawat, dan
pasien adalah hubungan hukum keper dataan bukan pidana yang bersifat perikatan upaya maksimal (innspaning verbentennis) dan terikat kontrak tera peutik. Tenaga kesehatan adalah manusia biasa dalam melaksanakan tugasnya penuh risiko, kemungkinan pasien cacat bahkan meninggal dapat terjadi, walau pun telah sesuai dengan standar profesi kedokteran, Standar Operating Procedure (SOP), Standar Pelayanan Medis (SPM). Keadaan ini seharusnya disebut risiko medis, namun oleh pihak-pihak di luar profesi kedokteran di pandang sebagai malpraktek. Istilah cek up pranikah disebut pula sebagai pre-marital check up adalah sebuah tindakan pencegahan untuk mendeteksi kesehatan reproduksi dan genetik. Apa saja yang dipersiapkan, dan harus dilakukan ketika pasangan memilih cek up pranikah sebagai gaya hidup. Ada beberapa pilihan pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan antara lain :
Ananmesa/wawancara/ konsultasi. Tenaga medis akan melakukan wawan cara pada pasangan untuk mengetahui keluhan utama, gejala-gejala, riwayat pe nyakit, tujuan dan harapan pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Tugas tenaga medis menyampaikan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang kesehatan. Setelah memberikan penjelasan lengkap, maka adalah hak pasien untuk memilih dan memutuskan pemeriksaan apa saja yang diinginkan. Peran tenaga medis dalam mengkomunikasikan dapat memu dahkan calon pasangan memilih metode apa yang dikehendakinya. Kepuasan terhadap pelayanan kesehatan, tenaga medis tidak cukup hanya mengenali keinginan (wants), kebutuhan (needs), juga harapan bahkan melebihi harapan pasangan itu akan lebih baik, ternyata hal itupun belum cukup, hendaknya pelayanan dapat menyentuh nilai-nilai kemanusiaan (human spirit) dengan motto melayani dengan hati. Pelayanan yang komprehensif dan “menyentuh hati” akan menjadi cerita “orchestra” dari mulut ke mulut (Word of mouth/WOM) yang positif bagi institusi pelayanan. WOM positif menjadi media pemasaran yang paling murah dan massive. Pemeriksaan Fisik. Setelah memahami masalah, dilaku kan pemeriksaan fisik dari “ujung ram but sampai ujung kaki” yang bertujuan menemukan, mengenali, dan menarik kesimpulan sehingga dapat mengambil langkah-langkah lanjutan. Dalam mene gakkan diagnosa wawancara mampu memberi gambaran lebih dari 80%. Pe meriksaan fisik, tekanan darah tinggi pada kehamilan berisiko pertumbuhan janin terhambat, dan pada indek massa tubuh (IMT) gemuk sering dikaitkan dengan kesuburan, risiko diabetes, infeksi saluran kemih, keguguran, kesulitan melahirkan. Pada Cek up pranikah terdapat parameter pemeriksaan penunjang, tentu harus tetap didasarkan pada indikasi. Mempertim bangkan manfaat, risiko, dan biaya adalah
berulang, kehamilan tidak berkembang, dan kecacatan. Pemeriksaan gula darah (Gula Darah Sewaktu, Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 jam setelah ma kan) dapat mencegah risiko gangguan, sebelum, selama, setelah melahirkan. DM adalah penyakit yang dapat dicegah, dan ditangani dengan gaya hidup sehat, seperti diet, olahraga, dan obat-obatan. Risiko kegagalan kehamilan memang tidak selalu terjadi, tapi bisa fatal. Sama halnya pengendara motor berisiko jatuh, tapi tidak semua jatuh, namun bisa jatuh, bahkan fatal dan mati.
dr. Bayuningrat, IGNM, Sp.OG, MM menjadi pilihan pasangan. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium) Konsultasi dan pemeriksaan fisik terkadang tidak memberi gambaran me nyeluruh pada apa yang menjadi keluhan, keinginan, kebutuhan, dan harapan pasien maupun tenaga medis. Bila secara klinis tidak ditemukan gambaran, pemeriksaan penunjang dapat menjadi solusi, pada cek up hal ini menjadi indikator primer. Adapun indikator penunjang medis laboratorium yang dapat dilakukan pada pasangan antara lain : Pemeriksaan Darah Lengkap dan Darah Tepi Pemeriksaan komponen-komponen darah menjadi suatu hal yang penting, mengingat sel-sel tubuh manusia dihidupi oleh sel-sel darah. Pemeriksaan sel darah mencakup kadar sel darah merah/eritrosit yang memberi makan sel tubuh, sel darah putih/lekosit; penanda infeksi/radang, Hemoglobin (Hb) ; pengikat oksigen yang membuat sel tubuh bisa tumbuh dan kita bisa bernapas, Laju endapan darah (LED); tanda peradangan. Pemeriksaan darah tepi untuk me lihat kelainan sel darah yang diturun kan, seperti : Thalasemia, indikatornya pemeriksaan darah tepi, dan analisa hemoglobin. Hemofilia memerlukan pemeriksaan darah faal hemostasis. Pada hemofilia darah tidak dapat membeku dengan sendirinya, membutuhkan waktu lebih lama. Pemeriksaan darah dapat mendeteksi kelainan sistemik, penyakit infeksi, dan darah. Dengan memprediksi kemungkinan kelainan pada pasangan akan dapat mencegah, dan mengobati kelainan lebih dini. Pemeriksaan Gula Darah. Penyakit kencing manis (DM) sering dikaitkan dengan kegagalan hamil, bahkan selama kehamilanpun menjadi momok bagi ibu dan bayi, seperti : keguguran
Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus. Golongan darah adalah salah satu identitas individu, hal ini menjadi penting ketika membutuhkan darah, slogan PMI “setetes darah anda, nyawa bagi sesama” mengingatkan betapa pentingnya peran darah sebagai sumber kehidupan. Selain kepentingan transfusi darah (jika dibutuh kan), juga untuk mengetahui kecocokan rhesus. Rhesus adalah kondisi darah ibu dan bayi mengalami ketidakcocokan disebabkan oleh faktor rhesus yang ber dampak buruk bagi janin. Di Indonesia kebanyakan rhesus (+) ada antigen rhesus dalam darah ibu, di dunia hanya sedikit rhesus (-), sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit, biasanya ditemukan pada garis keturunan berkulit putih. Masalah akan timbul ke tika terjadi pernikahan berbeda rhesus, ketidaksamaan ini adalah cikal bakal ketidakcocokan yang sangat berbahaya bagi bayinya, terlebih rhesus janin tidak sama dengan ibunya sehingga antibodi ibu mengenali janin sebagai benda asing, berdampak kematian janin, jika sampai lahir, bayi akan menderita hati bengkak, anemia, kuning/jaundice, gagal jantung, kematian. Bahaya berikutnya terjadi bila ibu mengandung bayi kedua, biasanya bayi pertama selamat, karena baru awal pem bentukkan antibodi, kelak dikehamilan kedua antibodi akan menembus plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Cek up pranikah sangat berguna pada kasus genetik ini, bila belum melakukan nya, periksalah segera saat hamil. Pemeriksaan Fungsi Hati terkait Radang Hati/Hepatitis dan Komplikasinya. Pemeriksaan ini menjadi penting ketika infeksi hepatitis virus terutama Hepatitis B(VHB) yang penularannya melalui kontak fisik (cairan tubuh, luka, kontak seksual), dan bila terjadi saat kehamilan dapat menularkan kepada bayinya. Saat persalinan berisiko infeksi dari ibu ke janin, komplikasi perdarah an setelah melahirkan. Bila hepatitis tidak sembuh sempurna berkomplikasi kanker hati (sirosis hepatis, hepatoma). Hepatitis virus tidak hanya mengganggu wanita hamil, namun juga janin. Infeksi VHB pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius. Penularan vertikal VHB perlu dicegah mengingat 90% bayi yang tertular menjadi pengindap kro nik, 40% meninggal karena sirosis hati. Indikator cek up HBsAg, Anti-HBsAg.
Vaksinasi hepatitis B dapat menjadi pilihan untuk proteksi penularan dan penyebaran hepatitis B. Pemeriksaan Urin Rutin. Pemeriksaan urin bertujuan untuk mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih, penyakit metabolik, atau sistemik. Adanya infeksi saluran kemih (ISK), darah, protein, dan lain-lain menunjukkan terdapat penyakit tertentu. ISK pada kehamilan berisiko bagi ibu dan bayi berupa kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan risiko kematian saat persalinan. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual. Pemeriksaan ini meliputi : Deteksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) atau Rapid Plasma Reagin (RPR) untuk mendeteksi penyakit Sifilis, dan Gonorrhea. Serologi TORCH, yaitu : antibodi Toksoplasma (Anti-Toxoplasma IgG, IGM, Aviditas IgG), Rubella (AntiRubella IgG, IgM), Cytomegalovirus (Anti-CMV IgG, IgM, Aviditas IgG), dan Herpes Simpleks (Anti-HSV 1 IgG, IgM dan Anti-HSV 2 IgG, IgM) berisiko kegu guran, cacat janin, dan kelahiran prema tur. Tes darah ini dihubungkan dengan gaya hidup penghobi hewan peliharaan, kebiasaan makan daging mentah atau setengah matang dan sayuran mentah/ lalapan. Jika indikasi ini ada sebaiknya melakukan pemeriksaan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dibidang teknologi kedokteran, bertujuan memudahkan manusia menjalankan kehidupannya, bukan mensengsarakannya. Perkembang an pengetahuan kedokteran termasuk pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari teknologi kedokteran dengan segala kemudahannya dapat menjadi “simalaka ma”, bila tidak bijak mengunakannya. Perkembangan teramat pesat, termasuk teknologi canggih yang pemanfaatannya tidak tepat dapat menyita biaya yang tidak sedikit. Akal dan budi pikiran yang dimi liki manusia hendaknya mampu men jadi “penasehat” didalam menyingkapi perkembangan pengetahuan, dan pe manfaatannya. Terkadang dibutuhkan keseimbangan peran otak kiri sebagai scientist yang mengedepankan IQ (Intelligence Quotient) dan otak kanan otak creative, spiritual yang memerankan EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient), sehingga tenaga medis mampu menjadi tenaga medis yang utuh dan sanggup menterjemahkan kemampuan filosofi medis “Art and Science” yang tepat demi kepentingan masyarakat, tenaga medis, dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pikiran sebagai pengendali perkataan, dan perbuatan hendaknya diperankan dengan sebaik-baiknya, seperti kata pepatah “Anda adalah apa yang Anda Pikirkan”. dr. Bayuningrat, IGNM, SpOG, MM (Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan) HP 08123930003
STYLE
14 - 20 April 2014
Tas Simpel dan Unik Produk yang satu ini hadir demi lebih me warnai gaya anak-anak muda masa kini. Dengan brand “Manikan” dua anak muda Bali, Galih dan Prika berhasil menyuguhkan ide mereka dalam karya dengan keunggulan dan keunikan tersendiri.
D
esain aneka tas yang menawan dengan sentuh an khas ini pun menjadi salah satu pilihan ak sesori fashion yang penuh gaya. Koleksi “Manikan” menjadi sa
ngat menarik dipakai ke sekolah atau kampus, ditenteng ke mal maupun untuk kegiatan travel ing. Bahan –bahan yang digunakan untuk kreasi tas “Manikan” ini, selain kulit sintetis dan endek juga
menyertakan variasi etnik tepi yang biasa dipakai untuk bawahan kamen dan udeng. Sedangkan bagian dalamnya terbuat dari beludru terutama untuk model clutch bag dan parasut untuk tipe ransel. Bicara warna, “Manikan” tak ingin ketinggalan tren begitu juga dengan pilihan bahan tenun ikatnya, motif dan coraknya tidak pasaran. Dipastikan pula warnawarna tas koleksinya tergolong limited. Selain itu koleksi “Manik an” menjadi istimewa dan trendi sebab desainnya yang fresh dan sesuai selera anak muda. –Sri Ardhini
15
14
J E L I TA
14 - 20 april 2014
Wanita lebih Berisiko Terkena Flek
Hampir semua perempuan berharap memiliki kulit halus tanpa noda. Namun, kenyataanya tidak semua perempuan mempunyai kulit yang diimpikan tersebut. Seringkali noda hitam tak terhindarkan hinggap di wajah mereka. Hal ini seringkali pula menjadikan seseorang tidak percaya diri.
F
lek atau noda hitam ini umumnya muncul di wajah terutama pada bagian wajah yang lebih menonjol seperti dahi, pipi dan hidung. Warna flek berbedabeda tergantung lokasi kedalaman pigmen melanin pada kulit. Warna flek bervariasi dari coklat muda sampai coklat hitam atau kebiruan. Flek yang sudah terlanjur muncul pada wajah memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menghilangkannya. Bahkan untuk jenis flek tertentu sampai saat ini di dunia belum ada obat ataupun teknologi yang dapat menghilangkannya. Jika demikian apa yang harus dilakukan? Sebelum menjalankan perawatan menghilangkan noda hitam tersebut, sebaiknya kita mengenali terlebih dahulu apa itu flek dan apa yang menyebabkan flek. Dokter spesialis kulit dan kelamin, IGN Darma Putra, SpKK., mengatakan, flek merupakan timbunan pigmen hitam kulit atau melanin yang sangat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari. Flek yang berwarna cokelat muda merupakan pertanda bahwa lokasi pigmennya pada lapisan kulit permukaan atau epidermis. Flek jenis ini tergolong lebih mudah dihilangkan bahkan hanya menggunakan krim tanpa menggunakan perawatan atau peralatan canggih. Flek yang berwarna cokelat gelap kehitaman atau bahkan kebiruan merupa kan pertanda bahwa pigmen melanin menumpuk pada lapisan kulit bagian bawah atau dermis. Flek jenis ini sangat sulit dihilangkan atau memerlukan waktu yang lama. Tiap orang seringkali menderita flek campuran yaitu pada beberapa area wajah dengan flek yang dangkal namun pada bagian lain flek yang dalam. Untuk memastikan jenis flek apakah dangkal atau dalam, selain dengan mengamati langsung dari warnanya dapat pula menggunakan alat lampu wood. Lampu wood memancarkan sinar keunguan, Selanjutnya pemilik Klinik D&I Skin Centre Denpasar, ini pun memaparkan hal-hal yang menyebabkan flek hitam. Sebenarnya setiap manusia berpeluang untuk terkena serangan flek hitam ini. Tak perduli baik pria maupun wanita keduanya beresiko terkena flek hitam. Sayangnya, karena faktor hormon estrogen, wanita lebih beresiko terkena flek hitam akibat
meningkatnya produksi melanin. Penyebab flek hitam, dikatakannya ternyata sangat bervariasi, mulai dari faktor internal yang muncul dari dalam tubuh sendiri maupun faktor eksternal yang dipengaruhi oleh lingkungan. Flek yang ditemukan pada wajah, tidaklah berhubungan dengan jenis kulit. Faktor internal yang berpengaruh ter hadap timbulnya flek yaitu faktor genetik dan hormonal. Faktor hormonal ini sangat berpengaruh terhadap munculnya flek dan berperan besar dalam kekambuhan flek. Peran faktor internal seperti genetik secara sederhana dapat kita liat pada orangorang yang sama-sama berjemur atau sering beraktifitas di bawah sinar matahari namun tidak semua menderita flek. Oleh karena itu lanjut dokter Darma, apabila kita memiliki faktor genetik mudah timbul flek, sa ngat diwajiibkan untuk menggunakan pelin dung sinar dan sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari. “Hormon juga menjadi salah satu penyebab internal untuk timbulnya flek di wajah. Umumnya hormon estrogen, progesteron, dan MSH (melanin stimulating hormone). Biasanya pigmentasi karena hormonal terjadi pada ibu hamil, “papar dokter Darma. Berikutnya pada saat kehamilan akan terjadi perubahan hormon yang memudahkan muncul flek apabila terpapar
matahari walau hanya paparan matahari yang ringan. Namun flek jenis ini umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti KB suntik atau pil juga berperan penting untuk timbulnya flek. Menurutnya, faktor eksternal yang sangat penting terhadap timbulnya flek adalah paparan sinar matahari. Sinar matahari akan merangsang kulit kita untuk memproduksi pigmen melanin yang lebih banyak, sehingga menimbulkan flek. Maka, mengoleskan sunblok wajib dilakukan demi melindungi kulit dari jahatnya sinar ultraviolet. Jika berada di bawah sinar matahari tanpa tabir surya atau sunblock, sama saja dengan membiarkan kulit terkena sinar UVA dan UVB yang berbahaya. Begitu juga saat mengendarai mobil dalam kendaraan tertutup masih berisiko terkena sinar UVA dari jendela. Jadi walau naik mobil atau di dalam rumah harus tetep menggunakan sunblok. Obat-obatan tertentu juga akan merangsang timbulnya flek diwajah. Obat golongan klorpromazine, mesantoin, Difenilhidantoin, dan minosiklin ini akan menimbun di lapisan dermis dan secara tidak langsung merangsang adanya proses hiperpegmentasi dan memicu flek hitam di
kulit. Penggunaan kosmetika yang salah atau kesalahan dalam penggunaan produk kosmetik seringkali menimbulkan iritasi atau kemerahan pada kulit. Kemerahan ini apabila tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan flek di wajah. Dikatakannya, setelah mengetahui berbagai jenis flek serta faktor yang berpengaruh ter hadap timbulnya flek, maka akan lebih mudah dalam menangani flek sesuai dengan penyebabnya. Langkah utama dalam penanganan flek adalah mencari penyebabnya dan mengilangkan penyebabnya, paparnya. Untuk memudarkan flek yang sudah terbentuk dapat menggunakan produk krim yang mengandung whitening yang berperan menghambat pembentukan melanin. Selain itu dapat menggunakan perawatan seperti chemical peeling maupun laser untuk membantu mnghilangkan pigmen melanin yang menumpuk pada area flek. Sunblok wajib rutin digunakan dan dipilih yang mengandung SPF 30 ke atas, sebab kalau tidak menggunakan sunblok, melanin yang sudah dihilangkan dengan krim atau perawatan akan muncul kembali karena paparan sinar matahari. Saat ini yang melakukan perawatan ternyata bukan hanya para perempuan tapi juga laki-laki. Baik karena diajak istrinya atau para ibu yang mengajak putranya. Diingatkannya juga, meski mungkin banyak yang bosan mendengar bahwa selain melakukan perawatan dengan teknologi canggih jangan lupa minum air putih yang cukup. Minum air putih merupakan cara paling efektif untuk membuat kulit wajah menjadi sehat dan bersinar. – Sri Ardhini
14 - 20 april 2014
MITOS ATAU FAKTA
Waspadai Pilek Berkepanjangan
11
Belakangan ini, banyak orang terserang flu. Gejalanya demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat dan batuk. Ketika terserang flu, sebagian besar menanggapi itu karena perubahan cuaca. Bahkan, hal ini diperkuat dengan adanya mitos yang menyebutkan pilek hanya penyakit ringan biasa yang disebabkan oleh es, udara dingin, dan perubahan cuaca. Apakah ini sekadar mitos atau fakta?
“P
ilek bisa disebabkan oleh berbagai macam, bisa virus, bakteri, alergi, perubahan hormonal, dsb.,” ujar dr. Sari Wulan Dwi, Sp. THT-KL. Gejala yang menyertai biasanya bersin-bersin, hidung berair, hidung buntu, badan pegal, kepala pusing. “Bila daya tahan tubuh kita bagus, biasanya dalam tiga hingga empat hari keluhan ini akan teratasi tanpa obat. Namun, jika pilek berkepanjangan atau kronis, ini harus diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi yakni sinusitis dan polip,” tegasnya. SINUSITIS Pilek mengakibatkan edema selain rongga hidung juga pada rongga-rongga
dr. Oka Negara, FIAS
sinus paranasal. Edema muara sinus ini dapat menyumbat drainase sinus keluar melalui rongga hidung menuju nasopharing. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam waktu lama merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, virus dan jamur. Gejala sinusitis dibagi menjadi gejala mayor dan gejala minor. Yang termasuk gejala mayor adalah nyeri wajah, hidung buntu, post nasal drip, gangguan penciuman, dan panas. Sedangkan yang termasuk gejala minor adalah nyeri kepala, batuk, nafas bau, nyeri telinga, dan nyeri pada gigi. Kecurigaan sinusitis ditekankan bila dijumpai dua gejala mayor atau satu gejala mayor dengan dua gejala minor. Tingkatan penyakit ini dibagi menjadi akut, sub-akut dan kronis. Sinusitis akut biasanya berlangsung kurang dari empat minggu; sub-akut lebih darti empat minggu hingga 12 minggu; kronis bila berlangsung lebih dari 12 minggu. Pengobatan yang diberikan pada kasus sinusitis adalah antibiotika, dekongestan untuk mengatasi buntu hidung, bisa juga obat semprot hidung. Bila sinusitis terkait alergi diberikan obat antialergi. “Pada kasus sinusitis kronis, pembedahan perlu dilakukan untuk membuka muara sinus sehingga drainase cairan dari sinus lancar kembali. Pembedahan dapat
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Disfungsi Orgasme “Dok, aku masih penasaran tentang yang namanya orgasme. Jadi aku cari info ke berbagai sumber. Soalnya aku berniat menikah dalam waktu dekat. Harusnya sih bulan ini, tetapi aku masih belum siap, jadinya mungkin akhir tahun. Selama ini aku dengan pacarku belum sampai melakukan hubungan seksual, jadi aku belum tahu apa dan bagaimana orgasme saat berhubungan seksual, walau aku beberapa kali sih melakukan masturbasi sendiri. Yang bikin penasaran itu karena aku sering baca, banyak perempuan yang bermasalah dengan orgasmenya. Benar ya, Dok? Apa sebenarnya menyebabkan perempuan mengalami masalah orgasme, dok? Terima kasih buat penjelasannya.” (Dian,23) Senang rasanya membaca email yang dikirim. Makin banyak perempuan yang ingin tahu tentang seksualitasnya, terlebih saat sebelum melakukan hubungan seksual atau sebelum menikah, itu akan jauh lebih baik. Artinya sudah ada bekal informasi sebelumnya, selama sudah cukup umur dan layak mendapatkan informasi dan mendapatkan informasi dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan.
Memang, salah satu gangguan seksual yang dapat terjadi pada perempuan adalah terjadinya hambatan orgasme ketika melakukan hubungan seksual. Ini disebut dengan disfungsi orgasme. Padahal, orgasme merupakan alasan utama seseorang untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi orgasme bisa terjadi di segala usia. Bahkan bisa saja terjadi pada perempuan yang sudah lama menikah.
dr. Sari Wulan Dwi, Sp. THT-KL.
POLIP Polip hidung adalah massa yang lunak, berwarna putih atau keabu-abuan dengan konsistensi lunak seperti jeli yang terdapat dalam rongga hidung. Polip hidung biasanya terbentuk sebagai akibat peradangan mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lama hingga mengakibatkan perubahan pada mukosa hidung. “Polip biasanya ditemukan pada orang dewasa dan jarang terjadi pada anak-anak,” ujarnya. Gejala yang timbul, hidung tersumbat, berkurangnya atau hilangnya fungsi penciuman (hiposmia/anosmia), nyeri kepala, beringus terus menerus, dan suara sengau (rinolalia). Polip yang masih kecil dijelaskan dr. Wulan dapat diobati dengan obat semprot hidung yang
mengandung kortikosteroid. Pada polip yang cukup besar diperlukankan tindakan operatif berupa pengangkatan polip (polipectomy). Lebih lanjut, d r. Wu l a n mengat akan ada berbagai macam teknik pembedahan yang dapat dikerjakan untuk mengatasi sinusitis maupun polip hidung, antara lain LCW (Luc Caldwell), ethmoidektomi dan akhir-akhir ini yang banyak dikembangkan, termasuk juga di bagian THT-KL RSUP Sanglah adalah dengan teknik FESS.
FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery/Bedah Sinus Endoskopi Fungsional) adalah pembedahan yang dilakukan dengan penggunaan alat endoskopi dengan tujuan melakukan eradikasi penyakit, memperbaiki aerasi dan drainase sinus dengan prinsip mempertahankan fungsi normal sinus. Alat endoskopi digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan pandangan yang jelas dan akurat dari organ sinus paranasal sehingga ahli THT-KL dapat bekerja lebih akurat dengan mengangkat kelainan hidung maupun sinus saja tanpa merusak jaringan yang sehat dan masih perlu dipertahankan secara fungsional. Te k n i k i n i dapat dikerjakan dengan bius lokal maupun bius total dengan sistem hipotensi sehingga perdarahan yang terjadi minimal. Keuntungan bagi pasien adalah waktu rawat lebih singkat, perdarahan yang terjadi minimal, rasa nyeri lebih ringan dan pasien masih dapat melakukan aktivitas rutin yang ringan tanpa terganggu. –Inten Indrawati
Gangguan fungsi seksual pada perempuan dapat disebabkan banyak faktor, diantaranya gangguan saraf sensoris yang disebabkan oleh penyakit seperti diabetes maupun gangguan hormon yang dapat menghambat sensasi orgasme perempuan. Disfungsi orgasme yang terjadi pada perempuan, disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hambatan psikis, tidak ada komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, posisi hubungan seksual yang tidak efektif, disfungsi seksual di pihak laki-laki, dan meningkatnya nilai ambang sensitivitas karena penyakit saraf tertentu. Kurangnya rangsangan seksual yang diterima menyebabkan perempuan gagal mencapai orgasme. Rangsangan pendahuluan sangat diperlukan agar perempuan menjadi siap dan cukup terangsang sebelum melakukan hubungan seksual. Jika tidak terjadi, ini akan membuat perempuan menjadi tidak nyaman. Karena orgasme adalah titik puncak atau klimaks yang ditunggu-tunggu perempuan saat melakukan hubungan seksual. Uniknya, separuh dari perempuan yang tidak mengalami orgasme dalam hubungan seksualnya, ternyata karena gangguan seksual pada pihak lakilakinya. Mulai dari disfungsi ereksi maupun ejakulasi dini. Selama fungsi seksual pihak laki-laki tidak optimal, akan dapat menghambat orgasme pihak perempuan. Gangguan lain yang berhubungan dengan pihak laki-laki juga bisa berupa hambatan psikis, misalnya pasangan laki-laki yang sedang stres atau sedang menghadapi problem psikologis yang cukup berat. Ini juga bisa membawa masalah dalam
pencapaian orgasme perempuan. Jadi bukan rahasia lagi, ada perempuan yang mengalami hambatan orgasme bersama suaminya, tetapi ternyata tidak terhadap laki-laki lain. Jika ini terjadi, bagaimana mengatasinya? Perlu dilakukan komunikasi seksual yang efektif. Bicarakan semua masalah yang dirasakan dan berusaha segera untuk mengatasinya. Jadi, jika problem yang terjadi adalah murni di pihak laki-laki, maka yang perlu ditangani dan diobati segera adalah pihak laki-lakinya. Memang, sering kali tidak mudah untuk melakukan komunikasi seksual yang baik, tetapi dengan mendiskusikan bersama dokter yang paham kesehatan seksual, semuanya bisa diarahkan untuk mendapatkan penyelesaian yang tepat. Jika problemnya fisik, maka pengobatan medis bisa diberikan untuk memperbaiki gangguan ereksi dan gangguan ejakulasi di pihak laki-laki. Jika ada keterlibatan faktor psikis, maka psikoterapi bisa ditawarkan. Disfungsi orgasme perempuan juga bisa disebabkan oleh beban psikis yang dipikirkan perempuan yaitu adanya persepsi untuk selalu berhasil memuaskan pasangan dalam setiap hubungan seksual. Rasa takut terjadinya kehamilan juga bisa menjadi beban psikis. Kurangnya pengertian laki-laki tentang pentingnya pihak perempuan untuk mendapatkan orgasme serta hambatan komunikasi juga menyumbang poin penting terjadinya disfungsi orgasme perempuan. Disfungsi orgasme harus segera diatasi karena bisa menyebabkan perasaan perempuan jadi tidak nyaman, tidak puas, bahkan mudah
marah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan hilangnya gairah seksual. Jadi tips pertama adalah, bila disfungsi orgasme disebabkan akibat penyakit, maka penyakitnya harus disembuhkan dulu. Kalau karena obat tertentu, maka pemakaian obatnya dihentikan sementara. Tips kedua, selalu membiasakan pola hidup sehat. Tentu saja rokok harus dihindari karena rokok dapat menghambat terjadinya perlendiran pada vagina sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual. Rokok juga bisa menekan produksi hormon seks perempuan. Juga ingat untuk menghindari makanan yang kaya kolesterol dan terlalu manis, karena keduanya berperan pada kejadian aterosklerosis dan diabetes. Istirahat cukup, olahraga teratur dan menghindari stres adalah keharusan. Tips ketiga, dengan memaksimalkan foreplay dan memperbaiki komunikasi seksual. Masalah orgasme pada perempuan sering kali relatif mudah diselesaikan. Kuncinya adalah dengan melibatkan pasangan dan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung.
Pengangkatan polip dengan teknik FESS
dilakukan dengan bius lokal maupun bius umum tergantung berat ringan komplikasi yang terjadi,” ujar dokter yang bertugas di Subdiv. RinologiAlergi Imunologi, SMF/Bag THT-KL, FK UNUD-RSUP Sanglah Denpasar ini.
12
RESEP ALA CHEF
14 - 20 April 2014
Belajar Jadi Chef
Belajar Masak Menu Thailand
Masakan Thailand terkenal dengan ciri khas rasa asam dan pedas. Kali ini, Tokoh menyajikan aneka masakan Thailand hasil masakan mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali Middle Level Tata Boga. Program chef table ini, dikomandani chef Putu Budi Wiraguna, dengan arahan Dosen Made Winaya dan Ida Bagus Sukadana.
Pla Rad Prik Bahan: 200 gram fillet ikan 50 gram bawang merah 20 gram bawang putih 20 gram cabai rawit 20 gram lombok merah besar 50 ml asam jawa 2 sdm gula 20 ml daun ketumbar 50 ml kecap ikan 50 ml air 2 sdm maizena Garam
putih, dan cabai rawit. - Tumis bawang merah, bawang
Hari itu, I Putu Budi Wiraguna dipercaya menjadi chef dalam program chef table di kelas Middle Level Tata Boga Sekolah Perhotelan Bali. Program ini memang mengajarkan para mahasiswa yang sudah menyelesaikan training di hotel untuk menerapkan ilmu sesungguhnya dalam teori maupun praktik di kampus. Salah satunya me reka harus menjadi chef sesungguhnya dengan memimpin temantemannya dalam menyelesaikan tantangan menu yang ditugaskan.
putih, cabai rawit sampai harum. Tambahkan air, asam, kecap ikan, gula, dan garam. Tambahkan cabai merah dan daun ketumbar untuk hiasan. - Kentalkan saus dengan tepung maizena.
H
Tom Ka Gai Bahan: 100 gram : 100 ml : 20 gram : 20 gram : 10 gram : 50 ml : 100 ml : 5 gram : 5 gram : 10 ml : 10 gram :
Cara membuat: - Bumbu ikan dengan garam, merica, daun jeruk nipis. Diamkan sebentar. Panggang ikan hingga berwarna kuning kecokelatan. - Cincang bawang merah, bawang
Khao Neeo Mamuang Bahan: 100 gram : 200 ml : 100 ml : 1 sdm : 1 sdt : 2 sdm : 1 buah : 100 gram : Wijen
ketan santan air gula garam tepung maizena mangga daun pandan
Cara membuat: - Ketan dimasak 15-20 menit. - 1 ½ cangkir santan, 1 cangkir gula, dan ½ sdt garam dicampur ke dalam ketan. Masak sampai matang. - Buat saus: ½ cangkir santan, 1 sdm gula, ¼ sdt garam dan tepung maizena dimasak sampai kental. - Ketan dicetak bulat, isi mangga ditengahnya. Di atasnya kembali diisi ketan. Beri saus di atas ketan. Taburi wijen. Sajikan ketan dengan hiasan mangga di sisi piring. –Wirati Astiti
C U L I N A RY C O R N E R
14 - 20 April 2014
daging ayam bagian dada santan bawang bombai merica jahe minyak air kunyit cabai bubuk jeruk nipis daun ketumbar
10 ml
: kecap ikan
Cara membuat: - Dada ayam potong kotak, ditumis 2-3 menit. Masukkan ke dalam panci. Tuang santan dan air, masak sampai mendidih. Tambahkan jahe, kecap ikan, jeruk nipis, cabai bubuk, dan kunyit. Masak sampai ayam matang, sekitar 10-15 menit. - Sajikan bersama nasi putih.
ari itu, mereka mendapatkan tugas makanan Asia, yakni Menu Thailand. Mahasiswa tersebut mengikuti struktur organisasi dapur sesungguhnya se perti di hotel. Sementara dua dosen mengawasi mereka, yakni Made Winaya dan Ida Bagus Sukadana. Menurut Made Winaya, tujuan program chef table ini, agar para mahasiswa belajar menjadi chef alias pemimpin dapur di hotel yang se sungguhnya. “Mereka belajar mulai dari membuat menu, menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, termasuk membuat order ke gudang, dan pembagian tugas kepada staf,” kata chef senior di Bali ini. Diharapkan, setelah terjun ke lapangan atau industri, mereka sudah mendapatkan bekal ilmu yang nantinya berguna untuk mereka. Menurut Putu Budi, ia membagi kelompoknya menjadi tujuh kelompok. Masing-masing mendapatkan
tugas membuat menu mulai dari menu pembuka, sup, makanan utama, dan makanan penutup. Semua mendapatkan tugas yang sama dan masing-masing kelompok ada yang bertanggung jawab. Tantangan menu makanan Thailand kali ini, sudah didiskusikan Putu Budi dengan dua dosennya tersebut. Kebetulan, Putu Budi mengatakan,
sudah menguasai menu tersebut karena pernah belajar saat training di Hard Rock Hotel Kuta. Waktu itu, ia mendapatkan kesempatan belajar langsung dengan chef asal Thailand yang senagaja didatangkan ke hotel tersebut. “Saat saya training di Hard Rock Hotel, kebetulan ada chef asal Thailand memberikan ilmu ke sana. Saya bersyukur dapat belajar
I Putu Budi Wiraguna bersama teman dan dosen
pepaya muda daun selada tomat lombok merah daun ketumbar kacang tanah
Saus: 100 ml : thai sauce Bahan: 1 buah 1 sdm 1 sdm ½ sdt 50 ml 10 gram
: : : : : :
cabai gula merah jeruk nipis terasi kecap ikan daun ketumbar
Cara membuat: - Kupas pepaya, serut dan masukkan ke dalam air es. Peras, sisihkan. - Tomat dipotong, sisihkan. - Kacang tanah dipanggang, hancurkan. - Campur semua bahan saus, sisihkan. - Masukkan pepaya dalam mangkuk, tambahkan saus. - Ambil piring, taruh daun selada di atasnya. Tuang salad pepaya di atasnya. Hias dengan tomat, daun ketumbar, dan taburi kacang.
I Putu Budi Wiraguna
Ia mengatakan, mendengar berita dari orang-orang, restoran Thailand milik orang Thailand yang ada di Indonesia, selalu bisa membuat masakan mereka sama rasanya seperti aslinya karena menggunakan bumbu asli dari Thailand. Mereka dapat mengimpor bumbu langsung dari Thailand dan tidak kena pajak karena dibantu oleh Pemerintah Thailand. Namun, walaupun tidak semua bumbu asli dari Thailand digunakan dalam masakan Thailand, para koki masak Indonesia tetap dapat berkreasi dalam menciptakan masakan Thailand yang enak sesuai dengan lidah orang Indonesia. “Kalau masakan klasik asli Thailand tentu rasa pedas dan asamnya sangat kentara. Mungkin ada lidah orang Indonesia yang tidak cocok. Dengan kreativitas para koki masak di Indonesia, masakan tetap dapat dinikmati orang Indonesia,” kata Putu Budi. -Wirati Astiti
Soto Ayam
Thai Papaya Salad Bahan: 100 gram : 20 gram : 20 gram : 20 gram : 10 gram : 20 gram :
langsung selama sebulan. Ilmu yang diberikan adalah menu Thailand yang klasik,” ujar Putu Budi. Beberapa menu Thailand yang sudah terkenal seperti Tom Yang, salad Tai Beef dan Pucking duck ala Thailand sempat ia pelajari. Menurutnya, menu masakan Thailand tidak terlalu menyulitkan karena bumbu-bumbu hampir sama dengan Indonesia. Cara memasaknya juga tidak terlalu rumit. Makanan Thailand memiliki reputasi rasa pedas. Makanan Thai sebenarnya didasarkan pada keseimbangan antara rasa yang berbeda termasuk pedas, asam, manis, asin, dan pahit. Hal Ini didapat melalui penggabungaan rasa dalam hidangan untuk memasukkan kontras dalam rasa antara dua atau tiga masakan yang berbeda. Salah satu aspek khas makanan Thai adalah penggunaan sayuran segar dan rempah-rempah, serta dimasukkannya saus ikan yang difermentasi dalam hampir setiap hidangan. “Mungkin yang agak memberi tantangan adalah bagaimana bisa menyajikan masakan Thailand dengan rasa pedas yang sama dengan rasa aslinya. Di Thailand semua bumbu itu dalam bentuk bubuk, sementara untuk mendapatkan bumbu yang benar-benar asli agak sulit. Jadi di sinilah perlu keterampilan koki masak untuk menciptakan rasa pedas dengan cabai Indonesia hampir menyerupai rasa pedas asli masakan Thailand,” kata Putu Budi.
13
Bola-bola Udang Tempe Minyak goreng secukupnya
Sarwan Bahan: 350 gr : tempe kukus, haluskan 100 gr : udang, cincang halus 2 sdm : bawang putih goreng, haluskan 2 batang : daun bawang, iris tipis 3 sdm : kecap manis 2 sdm : maizena Lada bubuk secukupnya 1 bungkus penyedap rasa
Cara membuat: - Campur semua bahan menjadi satu, lalu bentuklah menjadi bola-bola. - Panaskan minyak goreng hingga panas. - Goreng bola-bola dengan api sedang hingga kecokelatan. - Bola-bola udang tempe siap dihidangkan dengan sambal yang siap saji.
Tongkol Pedas Bumbu Tomat Bahan: 1 kg tongkol segar, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis, potong-potong kecil, kukus hingga matang 2 batang serai, ambil putihnya, memarkan 4 buah cabai merah besar, potong serong 4 buah cabai hijau besar, potong serong 4 buah tomat, potong-potong (ukuran sedang) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk
150 ml santan kental 150 ml santan cair 2 ruas jari jahe, memarkan 2 ruas jari lengkuas, memarkan Bumbu halus: 10 biji bawang merah 4 siung bawang putih 2 buah cabai merah besar 5 buah cabai kecil Garam, gula, lada dan kaldu bubuk secukupnya Cara membuat: Panaskan teflon datar, panggang tongkol hingga keset. Panaskan margarin/minyak, masukkan bumbu halus dan semua bumbu selain santan hingga harum. Masukkan tongkol dan santan cair, biarkan sampai harum dan bumbu meresap dan santan berkurang. Masukkan santan kental, aduk, masak dengan api sedang hingga mendidih dan masakan siap dihidangkan. Taburkan bawang putih goreng.
Bahan: 1 kg : ayam 1.500 ml : air 30 gr : mentega 2 butir : telur rebus, kupas, potong-potong bulat 50 gr : soun, rendam di air panas 2 batang : seledri, iris-iris 2 batang : daun pre, cincang halus 3 batang : daun bawang, cincang halus 2 batang : serai, memarkan 3 lembar : daun jeruk 3 buah : jeruk nipis 100 gr : kecambah panjang, rebus ½ sdt : lada bubuk Garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 10 biji : bawang merah 6 siung : bawang putih 2 ruas : jari jahe 2 ruas : jari kunyit, bakar 5 butir : kemiri 100 gr : daging bandeng, goreng
Sambal kemiri: 5 buah : kemiri 3 siung : bawang putih 10 biji : cabe merah (semua bahan digoreng dan dihaluskan) Cara membuat: - Rebus ayam dengan air sampai setengah matang, sisihkan. - Panaskan mentega, tumis bumbu yang telah dihaluskan, masukkan serai dan daun jeruk juga bawang pre. - Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan ayam, tambahkan lada, gula juga garam secukupnya, masak hingga ayam matang. - Angkat ayam, potong-potong daging ayam. - Siapkan mangkuk, susun soun, daging ayam, telur juga kecambah rebus, seledri juga daun bawang cincang, siram dengan kuah panas, tambahkan air jeruk nipis, taburi bawang putih goreng. - Soto siap dihidangkan, tambahkan sambal kemiri bila suka pedas.
12
RESEP ALA CHEF
14 - 20 April 2014
Belajar Jadi Chef
Belajar Masak Menu Thailand
Masakan Thailand terkenal dengan ciri khas rasa asam dan pedas. Kali ini, Tokoh menyajikan aneka masakan Thailand hasil masakan mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali Middle Level Tata Boga. Program chef table ini, dikomandani chef Putu Budi Wiraguna, dengan arahan Dosen Made Winaya dan Ida Bagus Sukadana.
Pla Rad Prik Bahan: 200 gram fillet ikan 50 gram bawang merah 20 gram bawang putih 20 gram cabai rawit 20 gram lombok merah besar 50 ml asam jawa 2 sdm gula 20 ml daun ketumbar 50 ml kecap ikan 50 ml air 2 sdm maizena Garam
putih, dan cabai rawit. - Tumis bawang merah, bawang
Hari itu, I Putu Budi Wiraguna dipercaya menjadi chef dalam program chef table di kelas Middle Level Tata Boga Sekolah Perhotelan Bali. Program ini memang mengajarkan para mahasiswa yang sudah menyelesaikan training di hotel untuk menerapkan ilmu sesungguhnya dalam teori maupun praktik di kampus. Salah satunya me reka harus menjadi chef sesungguhnya dengan memimpin temantemannya dalam menyelesaikan tantangan menu yang ditugaskan.
putih, cabai rawit sampai harum. Tambahkan air, asam, kecap ikan, gula, dan garam. Tambahkan cabai merah dan daun ketumbar untuk hiasan. - Kentalkan saus dengan tepung maizena.
H
Tom Ka Gai Bahan: 100 gram : 100 ml : 20 gram : 20 gram : 10 gram : 50 ml : 100 ml : 5 gram : 5 gram : 10 ml : 10 gram :
Cara membuat: - Bumbu ikan dengan garam, merica, daun jeruk nipis. Diamkan sebentar. Panggang ikan hingga berwarna kuning kecokelatan. - Cincang bawang merah, bawang
Khao Neeo Mamuang Bahan: 100 gram : 200 ml : 100 ml : 1 sdm : 1 sdt : 2 sdm : 1 buah : 100 gram : Wijen
ketan santan air gula garam tepung maizena mangga daun pandan
Cara membuat: - Ketan dimasak 15-20 menit. - 1 ½ cangkir santan, 1 cangkir gula, dan ½ sdt garam dicampur ke dalam ketan. Masak sampai matang. - Buat saus: ½ cangkir santan, 1 sdm gula, ¼ sdt garam dan tepung maizena dimasak sampai kental. - Ketan dicetak bulat, isi mangga ditengahnya. Di atasnya kembali diisi ketan. Beri saus di atas ketan. Taburi wijen. Sajikan ketan dengan hiasan mangga di sisi piring. –Wirati Astiti
C U L I N A RY C O R N E R
14 - 20 April 2014
daging ayam bagian dada santan bawang bombai merica jahe minyak air kunyit cabai bubuk jeruk nipis daun ketumbar
10 ml
: kecap ikan
Cara membuat: - Dada ayam potong kotak, ditumis 2-3 menit. Masukkan ke dalam panci. Tuang santan dan air, masak sampai mendidih. Tambahkan jahe, kecap ikan, jeruk nipis, cabai bubuk, dan kunyit. Masak sampai ayam matang, sekitar 10-15 menit. - Sajikan bersama nasi putih.
ari itu, mereka mendapatkan tugas makanan Asia, yakni Menu Thailand. Mahasiswa tersebut mengikuti struktur organisasi dapur sesungguhnya se perti di hotel. Sementara dua dosen mengawasi mereka, yakni Made Winaya dan Ida Bagus Sukadana. Menurut Made Winaya, tujuan program chef table ini, agar para mahasiswa belajar menjadi chef alias pemimpin dapur di hotel yang se sungguhnya. “Mereka belajar mulai dari membuat menu, menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, termasuk membuat order ke gudang, dan pembagian tugas kepada staf,” kata chef senior di Bali ini. Diharapkan, setelah terjun ke lapangan atau industri, mereka sudah mendapatkan bekal ilmu yang nantinya berguna untuk mereka. Menurut Putu Budi, ia membagi kelompoknya menjadi tujuh kelompok. Masing-masing mendapatkan
tugas membuat menu mulai dari menu pembuka, sup, makanan utama, dan makanan penutup. Semua mendapatkan tugas yang sama dan masing-masing kelompok ada yang bertanggung jawab. Tantangan menu makanan Thailand kali ini, sudah didiskusikan Putu Budi dengan dua dosennya tersebut. Kebetulan, Putu Budi mengatakan,
sudah menguasai menu tersebut karena pernah belajar saat training di Hard Rock Hotel Kuta. Waktu itu, ia mendapatkan kesempatan belajar langsung dengan chef asal Thailand yang senagaja didatangkan ke hotel tersebut. “Saat saya training di Hard Rock Hotel, kebetulan ada chef asal Thailand memberikan ilmu ke sana. Saya bersyukur dapat belajar
I Putu Budi Wiraguna bersama teman dan dosen
pepaya muda daun selada tomat lombok merah daun ketumbar kacang tanah
Saus: 100 ml : thai sauce Bahan: 1 buah 1 sdm 1 sdm ½ sdt 50 ml 10 gram
: : : : : :
cabai gula merah jeruk nipis terasi kecap ikan daun ketumbar
Cara membuat: - Kupas pepaya, serut dan masukkan ke dalam air es. Peras, sisihkan. - Tomat dipotong, sisihkan. - Kacang tanah dipanggang, hancurkan. - Campur semua bahan saus, sisihkan. - Masukkan pepaya dalam mangkuk, tambahkan saus. - Ambil piring, taruh daun selada di atasnya. Tuang salad pepaya di atasnya. Hias dengan tomat, daun ketumbar, dan taburi kacang.
I Putu Budi Wiraguna
Ia mengatakan, mendengar berita dari orang-orang, restoran Thailand milik orang Thailand yang ada di Indonesia, selalu bisa membuat masakan mereka sama rasanya seperti aslinya karena menggunakan bumbu asli dari Thailand. Mereka dapat mengimpor bumbu langsung dari Thailand dan tidak kena pajak karena dibantu oleh Pemerintah Thailand. Namun, walaupun tidak semua bumbu asli dari Thailand digunakan dalam masakan Thailand, para koki masak Indonesia tetap dapat berkreasi dalam menciptakan masakan Thailand yang enak sesuai dengan lidah orang Indonesia. “Kalau masakan klasik asli Thailand tentu rasa pedas dan asamnya sangat kentara. Mungkin ada lidah orang Indonesia yang tidak cocok. Dengan kreativitas para koki masak di Indonesia, masakan tetap dapat dinikmati orang Indonesia,” kata Putu Budi. -Wirati Astiti
Soto Ayam
Thai Papaya Salad Bahan: 100 gram : 20 gram : 20 gram : 20 gram : 10 gram : 20 gram :
langsung selama sebulan. Ilmu yang diberikan adalah menu Thailand yang klasik,” ujar Putu Budi. Beberapa menu Thailand yang sudah terkenal seperti Tom Yang, salad Tai Beef dan Pucking duck ala Thailand sempat ia pelajari. Menurutnya, menu masakan Thailand tidak terlalu menyulitkan karena bumbu-bumbu hampir sama dengan Indonesia. Cara memasaknya juga tidak terlalu rumit. Makanan Thailand memiliki reputasi rasa pedas. Makanan Thai sebenarnya didasarkan pada keseimbangan antara rasa yang berbeda termasuk pedas, asam, manis, asin, dan pahit. Hal Ini didapat melalui penggabungaan rasa dalam hidangan untuk memasukkan kontras dalam rasa antara dua atau tiga masakan yang berbeda. Salah satu aspek khas makanan Thai adalah penggunaan sayuran segar dan rempah-rempah, serta dimasukkannya saus ikan yang difermentasi dalam hampir setiap hidangan. “Mungkin yang agak memberi tantangan adalah bagaimana bisa menyajikan masakan Thailand dengan rasa pedas yang sama dengan rasa aslinya. Di Thailand semua bumbu itu dalam bentuk bubuk, sementara untuk mendapatkan bumbu yang benar-benar asli agak sulit. Jadi di sinilah perlu keterampilan koki masak untuk menciptakan rasa pedas dengan cabai Indonesia hampir menyerupai rasa pedas asli masakan Thailand,” kata Putu Budi.
13
Bola-bola Udang Tempe Minyak goreng secukupnya
Sarwan Bahan: 350 gr : tempe kukus, haluskan 100 gr : udang, cincang halus 2 sdm : bawang putih goreng, haluskan 2 batang : daun bawang, iris tipis 3 sdm : kecap manis 2 sdm : maizena Lada bubuk secukupnya 1 bungkus penyedap rasa
Cara membuat: - Campur semua bahan menjadi satu, lalu bentuklah menjadi bola-bola. - Panaskan minyak goreng hingga panas. - Goreng bola-bola dengan api sedang hingga kecokelatan. - Bola-bola udang tempe siap dihidangkan dengan sambal yang siap saji.
Tongkol Pedas Bumbu Tomat Bahan: 1 kg tongkol segar, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis, potong-potong kecil, kukus hingga matang 2 batang serai, ambil putihnya, memarkan 4 buah cabai merah besar, potong serong 4 buah cabai hijau besar, potong serong 4 buah tomat, potong-potong (ukuran sedang) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk
150 ml santan kental 150 ml santan cair 2 ruas jari jahe, memarkan 2 ruas jari lengkuas, memarkan Bumbu halus: 10 biji bawang merah 4 siung bawang putih 2 buah cabai merah besar 5 buah cabai kecil Garam, gula, lada dan kaldu bubuk secukupnya Cara membuat: Panaskan teflon datar, panggang tongkol hingga keset. Panaskan margarin/minyak, masukkan bumbu halus dan semua bumbu selain santan hingga harum. Masukkan tongkol dan santan cair, biarkan sampai harum dan bumbu meresap dan santan berkurang. Masukkan santan kental, aduk, masak dengan api sedang hingga mendidih dan masakan siap dihidangkan. Taburkan bawang putih goreng.
Bahan: 1 kg : ayam 1.500 ml : air 30 gr : mentega 2 butir : telur rebus, kupas, potong-potong bulat 50 gr : soun, rendam di air panas 2 batang : seledri, iris-iris 2 batang : daun pre, cincang halus 3 batang : daun bawang, cincang halus 2 batang : serai, memarkan 3 lembar : daun jeruk 3 buah : jeruk nipis 100 gr : kecambah panjang, rebus ½ sdt : lada bubuk Garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 10 biji : bawang merah 6 siung : bawang putih 2 ruas : jari jahe 2 ruas : jari kunyit, bakar 5 butir : kemiri 100 gr : daging bandeng, goreng
Sambal kemiri: 5 buah : kemiri 3 siung : bawang putih 10 biji : cabe merah (semua bahan digoreng dan dihaluskan) Cara membuat: - Rebus ayam dengan air sampai setengah matang, sisihkan. - Panaskan mentega, tumis bumbu yang telah dihaluskan, masukkan serai dan daun jeruk juga bawang pre. - Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan ayam, tambahkan lada, gula juga garam secukupnya, masak hingga ayam matang. - Angkat ayam, potong-potong daging ayam. - Siapkan mangkuk, susun soun, daging ayam, telur juga kecambah rebus, seledri juga daun bawang cincang, siram dengan kuah panas, tambahkan air jeruk nipis, taburi bawang putih goreng. - Soto siap dihidangkan, tambahkan sambal kemiri bila suka pedas.
14
J E L I TA
14 - 20 april 2014
Wanita lebih Berisiko Terkena Flek
Hampir semua perempuan berharap memiliki kulit halus tanpa noda. Namun, kenyataanya tidak semua perempuan mempunyai kulit yang diimpikan tersebut. Seringkali noda hitam tak terhindarkan hinggap di wajah mereka. Hal ini seringkali pula menjadikan seseorang tidak percaya diri.
F
lek atau noda hitam ini umumnya muncul di wajah terutama pada bagian wajah yang lebih menonjol seperti dahi, pipi dan hidung. Warna flek berbedabeda tergantung lokasi kedalaman pigmen melanin pada kulit. Warna flek bervariasi dari coklat muda sampai coklat hitam atau kebiruan. Flek yang sudah terlanjur muncul pada wajah memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menghilangkannya. Bahkan untuk jenis flek tertentu sampai saat ini di dunia belum ada obat ataupun teknologi yang dapat menghilangkannya. Jika demikian apa yang harus dilakukan? Sebelum menjalankan perawatan menghilangkan noda hitam tersebut, sebaiknya kita mengenali terlebih dahulu apa itu flek dan apa yang menyebabkan flek. Dokter spesialis kulit dan kelamin, IGN Darma Putra, SpKK., mengatakan, flek merupakan timbunan pigmen hitam kulit atau melanin yang sangat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari. Flek yang berwarna cokelat muda merupakan pertanda bahwa lokasi pigmennya pada lapisan kulit permukaan atau epidermis. Flek jenis ini tergolong lebih mudah dihilangkan bahkan hanya menggunakan krim tanpa menggunakan perawatan atau peralatan canggih. Flek yang berwarna cokelat gelap kehitaman atau bahkan kebiruan merupa kan pertanda bahwa pigmen melanin menumpuk pada lapisan kulit bagian bawah atau dermis. Flek jenis ini sangat sulit dihilangkan atau memerlukan waktu yang lama. Tiap orang seringkali menderita flek campuran yaitu pada beberapa area wajah dengan flek yang dangkal namun pada bagian lain flek yang dalam. Untuk memastikan jenis flek apakah dangkal atau dalam, selain dengan mengamati langsung dari warnanya dapat pula menggunakan alat lampu wood. Lampu wood memancarkan sinar keunguan, Selanjutnya pemilik Klinik D&I Skin Centre Denpasar, ini pun memaparkan hal-hal yang menyebabkan flek hitam. Sebenarnya setiap manusia berpeluang untuk terkena serangan flek hitam ini. Tak perduli baik pria maupun wanita keduanya beresiko terkena flek hitam. Sayangnya, karena faktor hormon estrogen, wanita lebih beresiko terkena flek hitam akibat
meningkatnya produksi melanin. Penyebab flek hitam, dikatakannya ternyata sangat bervariasi, mulai dari faktor internal yang muncul dari dalam tubuh sendiri maupun faktor eksternal yang dipengaruhi oleh lingkungan. Flek yang ditemukan pada wajah, tidaklah berhubungan dengan jenis kulit. Faktor internal yang berpengaruh ter hadap timbulnya flek yaitu faktor genetik dan hormonal. Faktor hormonal ini sangat berpengaruh terhadap munculnya flek dan berperan besar dalam kekambuhan flek. Peran faktor internal seperti genetik secara sederhana dapat kita liat pada orangorang yang sama-sama berjemur atau sering beraktifitas di bawah sinar matahari namun tidak semua menderita flek. Oleh karena itu lanjut dokter Darma, apabila kita memiliki faktor genetik mudah timbul flek, sa ngat diwajiibkan untuk menggunakan pelin dung sinar dan sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari. “Hormon juga menjadi salah satu penyebab internal untuk timbulnya flek di wajah. Umumnya hormon estrogen, progesteron, dan MSH (melanin stimulating hormone). Biasanya pigmentasi karena hormonal terjadi pada ibu hamil, “papar dokter Darma. Berikutnya pada saat kehamilan akan terjadi perubahan hormon yang memudahkan muncul flek apabila terpapar
matahari walau hanya paparan matahari yang ringan. Namun flek jenis ini umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti KB suntik atau pil juga berperan penting untuk timbulnya flek. Menurutnya, faktor eksternal yang sangat penting terhadap timbulnya flek adalah paparan sinar matahari. Sinar matahari akan merangsang kulit kita untuk memproduksi pigmen melanin yang lebih banyak, sehingga menimbulkan flek. Maka, mengoleskan sunblok wajib dilakukan demi melindungi kulit dari jahatnya sinar ultraviolet. Jika berada di bawah sinar matahari tanpa tabir surya atau sunblock, sama saja dengan membiarkan kulit terkena sinar UVA dan UVB yang berbahaya. Begitu juga saat mengendarai mobil dalam kendaraan tertutup masih berisiko terkena sinar UVA dari jendela. Jadi walau naik mobil atau di dalam rumah harus tetep menggunakan sunblok. Obat-obatan tertentu juga akan merangsang timbulnya flek diwajah. Obat golongan klorpromazine, mesantoin, Difenilhidantoin, dan minosiklin ini akan menimbun di lapisan dermis dan secara tidak langsung merangsang adanya proses hiperpegmentasi dan memicu flek hitam di
kulit. Penggunaan kosmetika yang salah atau kesalahan dalam penggunaan produk kosmetik seringkali menimbulkan iritasi atau kemerahan pada kulit. Kemerahan ini apabila tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan flek di wajah. Dikatakannya, setelah mengetahui berbagai jenis flek serta faktor yang berpengaruh ter hadap timbulnya flek, maka akan lebih mudah dalam menangani flek sesuai dengan penyebabnya. Langkah utama dalam penanganan flek adalah mencari penyebabnya dan mengilangkan penyebabnya, paparnya. Untuk memudarkan flek yang sudah terbentuk dapat menggunakan produk krim yang mengandung whitening yang berperan menghambat pembentukan melanin. Selain itu dapat menggunakan perawatan seperti chemical peeling maupun laser untuk membantu mnghilangkan pigmen melanin yang menumpuk pada area flek. Sunblok wajib rutin digunakan dan dipilih yang mengandung SPF 30 ke atas, sebab kalau tidak menggunakan sunblok, melanin yang sudah dihilangkan dengan krim atau perawatan akan muncul kembali karena paparan sinar matahari. Saat ini yang melakukan perawatan ternyata bukan hanya para perempuan tapi juga laki-laki. Baik karena diajak istrinya atau para ibu yang mengajak putranya. Diingatkannya juga, meski mungkin banyak yang bosan mendengar bahwa selain melakukan perawatan dengan teknologi canggih jangan lupa minum air putih yang cukup. Minum air putih merupakan cara paling efektif untuk membuat kulit wajah menjadi sehat dan bersinar. – Sri Ardhini
14 - 20 april 2014
MITOS ATAU FAKTA
Waspadai Pilek Berkepanjangan
11
Belakangan ini, banyak orang terserang flu. Gejalanya demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat dan batuk. Ketika terserang flu, sebagian besar menanggapi itu karena perubahan cuaca. Bahkan, hal ini diperkuat dengan adanya mitos yang menyebutkan pilek hanya penyakit ringan biasa yang disebabkan oleh es, udara dingin, dan perubahan cuaca. Apakah ini sekadar mitos atau fakta?
“P
ilek bisa disebabkan oleh berbagai macam, bisa virus, bakteri, alergi, perubahan hormonal, dsb.,” ujar dr. Sari Wulan Dwi, Sp. THT-KL. Gejala yang menyertai biasanya bersin-bersin, hidung berair, hidung buntu, badan pegal, kepala pusing. “Bila daya tahan tubuh kita bagus, biasanya dalam tiga hingga empat hari keluhan ini akan teratasi tanpa obat. Namun, jika pilek berkepanjangan atau kronis, ini harus diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi yakni sinusitis dan polip,” tegasnya. SINUSITIS Pilek mengakibatkan edema selain rongga hidung juga pada rongga-rongga
dr. Oka Negara, FIAS
sinus paranasal. Edema muara sinus ini dapat menyumbat drainase sinus keluar melalui rongga hidung menuju nasopharing. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam waktu lama merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, virus dan jamur. Gejala sinusitis dibagi menjadi gejala mayor dan gejala minor. Yang termasuk gejala mayor adalah nyeri wajah, hidung buntu, post nasal drip, gangguan penciuman, dan panas. Sedangkan yang termasuk gejala minor adalah nyeri kepala, batuk, nafas bau, nyeri telinga, dan nyeri pada gigi. Kecurigaan sinusitis ditekankan bila dijumpai dua gejala mayor atau satu gejala mayor dengan dua gejala minor. Tingkatan penyakit ini dibagi menjadi akut, sub-akut dan kronis. Sinusitis akut biasanya berlangsung kurang dari empat minggu; sub-akut lebih darti empat minggu hingga 12 minggu; kronis bila berlangsung lebih dari 12 minggu. Pengobatan yang diberikan pada kasus sinusitis adalah antibiotika, dekongestan untuk mengatasi buntu hidung, bisa juga obat semprot hidung. Bila sinusitis terkait alergi diberikan obat antialergi. “Pada kasus sinusitis kronis, pembedahan perlu dilakukan untuk membuka muara sinus sehingga drainase cairan dari sinus lancar kembali. Pembedahan dapat
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Disfungsi Orgasme “Dok, aku masih penasaran tentang yang namanya orgasme. Jadi aku cari info ke berbagai sumber. Soalnya aku berniat menikah dalam waktu dekat. Harusnya sih bulan ini, tetapi aku masih belum siap, jadinya mungkin akhir tahun. Selama ini aku dengan pacarku belum sampai melakukan hubungan seksual, jadi aku belum tahu apa dan bagaimana orgasme saat berhubungan seksual, walau aku beberapa kali sih melakukan masturbasi sendiri. Yang bikin penasaran itu karena aku sering baca, banyak perempuan yang bermasalah dengan orgasmenya. Benar ya, Dok? Apa sebenarnya menyebabkan perempuan mengalami masalah orgasme, dok? Terima kasih buat penjelasannya.” (Dian,23) Senang rasanya membaca email yang dikirim. Makin banyak perempuan yang ingin tahu tentang seksualitasnya, terlebih saat sebelum melakukan hubungan seksual atau sebelum menikah, itu akan jauh lebih baik. Artinya sudah ada bekal informasi sebelumnya, selama sudah cukup umur dan layak mendapatkan informasi dan mendapatkan informasi dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan.
Memang, salah satu gangguan seksual yang dapat terjadi pada perempuan adalah terjadinya hambatan orgasme ketika melakukan hubungan seksual. Ini disebut dengan disfungsi orgasme. Padahal, orgasme merupakan alasan utama seseorang untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi orgasme bisa terjadi di segala usia. Bahkan bisa saja terjadi pada perempuan yang sudah lama menikah.
dr. Sari Wulan Dwi, Sp. THT-KL.
POLIP Polip hidung adalah massa yang lunak, berwarna putih atau keabu-abuan dengan konsistensi lunak seperti jeli yang terdapat dalam rongga hidung. Polip hidung biasanya terbentuk sebagai akibat peradangan mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lama hingga mengakibatkan perubahan pada mukosa hidung. “Polip biasanya ditemukan pada orang dewasa dan jarang terjadi pada anak-anak,” ujarnya. Gejala yang timbul, hidung tersumbat, berkurangnya atau hilangnya fungsi penciuman (hiposmia/anosmia), nyeri kepala, beringus terus menerus, dan suara sengau (rinolalia). Polip yang masih kecil dijelaskan dr. Wulan dapat diobati dengan obat semprot hidung yang
mengandung kortikosteroid. Pada polip yang cukup besar diperlukankan tindakan operatif berupa pengangkatan polip (polipectomy). Lebih lanjut, d r. Wu l a n mengat akan ada berbagai macam teknik pembedahan yang dapat dikerjakan untuk mengatasi sinusitis maupun polip hidung, antara lain LCW (Luc Caldwell), ethmoidektomi dan akhir-akhir ini yang banyak dikembangkan, termasuk juga di bagian THT-KL RSUP Sanglah adalah dengan teknik FESS.
FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery/Bedah Sinus Endoskopi Fungsional) adalah pembedahan yang dilakukan dengan penggunaan alat endoskopi dengan tujuan melakukan eradikasi penyakit, memperbaiki aerasi dan drainase sinus dengan prinsip mempertahankan fungsi normal sinus. Alat endoskopi digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan pandangan yang jelas dan akurat dari organ sinus paranasal sehingga ahli THT-KL dapat bekerja lebih akurat dengan mengangkat kelainan hidung maupun sinus saja tanpa merusak jaringan yang sehat dan masih perlu dipertahankan secara fungsional. Te k n i k i n i dapat dikerjakan dengan bius lokal maupun bius total dengan sistem hipotensi sehingga perdarahan yang terjadi minimal. Keuntungan bagi pasien adalah waktu rawat lebih singkat, perdarahan yang terjadi minimal, rasa nyeri lebih ringan dan pasien masih dapat melakukan aktivitas rutin yang ringan tanpa terganggu. –Inten Indrawati
Gangguan fungsi seksual pada perempuan dapat disebabkan banyak faktor, diantaranya gangguan saraf sensoris yang disebabkan oleh penyakit seperti diabetes maupun gangguan hormon yang dapat menghambat sensasi orgasme perempuan. Disfungsi orgasme yang terjadi pada perempuan, disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hambatan psikis, tidak ada komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, posisi hubungan seksual yang tidak efektif, disfungsi seksual di pihak laki-laki, dan meningkatnya nilai ambang sensitivitas karena penyakit saraf tertentu. Kurangnya rangsangan seksual yang diterima menyebabkan perempuan gagal mencapai orgasme. Rangsangan pendahuluan sangat diperlukan agar perempuan menjadi siap dan cukup terangsang sebelum melakukan hubungan seksual. Jika tidak terjadi, ini akan membuat perempuan menjadi tidak nyaman. Karena orgasme adalah titik puncak atau klimaks yang ditunggu-tunggu perempuan saat melakukan hubungan seksual. Uniknya, separuh dari perempuan yang tidak mengalami orgasme dalam hubungan seksualnya, ternyata karena gangguan seksual pada pihak lakilakinya. Mulai dari disfungsi ereksi maupun ejakulasi dini. Selama fungsi seksual pihak laki-laki tidak optimal, akan dapat menghambat orgasme pihak perempuan. Gangguan lain yang berhubungan dengan pihak laki-laki juga bisa berupa hambatan psikis, misalnya pasangan laki-laki yang sedang stres atau sedang menghadapi problem psikologis yang cukup berat. Ini juga bisa membawa masalah dalam
pencapaian orgasme perempuan. Jadi bukan rahasia lagi, ada perempuan yang mengalami hambatan orgasme bersama suaminya, tetapi ternyata tidak terhadap laki-laki lain. Jika ini terjadi, bagaimana mengatasinya? Perlu dilakukan komunikasi seksual yang efektif. Bicarakan semua masalah yang dirasakan dan berusaha segera untuk mengatasinya. Jadi, jika problem yang terjadi adalah murni di pihak laki-laki, maka yang perlu ditangani dan diobati segera adalah pihak laki-lakinya. Memang, sering kali tidak mudah untuk melakukan komunikasi seksual yang baik, tetapi dengan mendiskusikan bersama dokter yang paham kesehatan seksual, semuanya bisa diarahkan untuk mendapatkan penyelesaian yang tepat. Jika problemnya fisik, maka pengobatan medis bisa diberikan untuk memperbaiki gangguan ereksi dan gangguan ejakulasi di pihak laki-laki. Jika ada keterlibatan faktor psikis, maka psikoterapi bisa ditawarkan. Disfungsi orgasme perempuan juga bisa disebabkan oleh beban psikis yang dipikirkan perempuan yaitu adanya persepsi untuk selalu berhasil memuaskan pasangan dalam setiap hubungan seksual. Rasa takut terjadinya kehamilan juga bisa menjadi beban psikis. Kurangnya pengertian laki-laki tentang pentingnya pihak perempuan untuk mendapatkan orgasme serta hambatan komunikasi juga menyumbang poin penting terjadinya disfungsi orgasme perempuan. Disfungsi orgasme harus segera diatasi karena bisa menyebabkan perasaan perempuan jadi tidak nyaman, tidak puas, bahkan mudah
marah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan hilangnya gairah seksual. Jadi tips pertama adalah, bila disfungsi orgasme disebabkan akibat penyakit, maka penyakitnya harus disembuhkan dulu. Kalau karena obat tertentu, maka pemakaian obatnya dihentikan sementara. Tips kedua, selalu membiasakan pola hidup sehat. Tentu saja rokok harus dihindari karena rokok dapat menghambat terjadinya perlendiran pada vagina sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual. Rokok juga bisa menekan produksi hormon seks perempuan. Juga ingat untuk menghindari makanan yang kaya kolesterol dan terlalu manis, karena keduanya berperan pada kejadian aterosklerosis dan diabetes. Istirahat cukup, olahraga teratur dan menghindari stres adalah keharusan. Tips ketiga, dengan memaksimalkan foreplay dan memperbaiki komunikasi seksual. Masalah orgasme pada perempuan sering kali relatif mudah diselesaikan. Kuncinya adalah dengan melibatkan pasangan dan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung.
Pengangkatan polip dengan teknik FESS
dilakukan dengan bius lokal maupun bius umum tergantung berat ringan komplikasi yang terjadi,” ujar dokter yang bertugas di Subdiv. RinologiAlergi Imunologi, SMF/Bag THT-KL, FK UNUD-RSUP Sanglah Denpasar ini.
BUGAR
10
14 - 20 April 2014
Ketika Check Up Pranikah Menjadi Pilihan K
einginan pasangan un tuk mendapatkan ke luarga yang sehat sangat ditentukan oleh persiapan pasangan itu sendiri. Dengan persiapan yang baik saja hasilnya belum tentu baik, apalagi tanpa persiapan. Ketika calon pasangan menginginkan kehidupannya kelak menjadi lebih baik, tentukan langkah apa yang dijadikan pedoman. Beberapa negara telah mengkonsepkan model skreening pranikah, sebagai salah satu langkah antisipasi penyakit. Di wilayah lainnya tidak menjadikan elemen cek up pranikah sebagai pedoman standar persiapan pernikahan. Konsep cek up pranikah dapat menjadi modal, model, pilihan, dan gaya hidup bagi yang meya kini. Presiden RI ke-2 Soeharto (alm.) mengungkapkan akan pentingnya pemi lihan bibit, bebet, dan bobot. Mengapa cek up menjadi penting dibi carakan, ini memberi kesadaran pasangan akan perannya dalam kehidupan. Pada awalnya memulai sesuatu akan terasa berat, bagai mengayuh sepeda, dipu taran pertama terasa berat selanjutnya akan mudah. Memeriksakan kesehatan sering dikonotasikan negatif. Paradigma ke rumah sakit saat sakit masih kental di masyarakat, pola pikir ini perlu diubah, karena paradigma sakit perlu obat, seba liknya paradigma sehat lebih menekankan pencegahan penyakit. Ketika sakit yang “dikorbankan” tidak hanya materi, jelas fisik, juga psikis termasuk mental. Tidak ada seorangpun bangga dan percaya diri ketika sakit. Bagi institusi kesehatan mindset paradigma sehat menjadi sisi “menguntungkan” karena pasien tidak datang saat kondisi buruk sehingga lebih mudah ditangani, komunikasi lebih baik, keputusan diambil secara sadar tanpa tekanan rasa sakit, dan jumlah populasi orang sehat justru lebih banyak daripada sakit. “Menggarap pasar” di populasi se hat justru lebih mudah, dan bermanfaat bagi semua, terutama pasien, karena lebih murah. Walaupun setiap tindakan memiliki risiko, bila manfaatnya lebih dominan dapat menjadi pilihan daripada membiarkan. Pasangan yang merencanakan per nikahan tentu menginginkan kehidupan rumah tangga yang membahagiakan, tatkala kesehatannya terganggu oleh sakit kebahagiaan tidak dapat menyentuh dan dirasakan utuh. Idealnya gaya hidup pencegahan penyakit (preventive) layak menjadi salah satu acuan kesehatan pasangan, tentu yang terpenting ada lah upaya apa yang telah dilakukannya bukan hasil. Dalam epos Mahabarata, percakapan Arjuna dan Sri Kresna, Sri Krisna berkata “karmanye vadhikaraste, ma phaleshou kada chana” artinya : wa hai Arjuna, engkau memiliki kebenaran untuk melakukan upaya, akan tetapi tidak pada hasil dari upaya itu. Dalam konteks kesehatan ketika menolong se seorang, kita tidak berupaya memikirkan imbalan balik terhadap upaya itu, hasil akan mengikuti ketika upaya dilakukan dengan sepenuh hati (all out). Demikian pula dalam hukum kesehatan hubungan perikatan dokter, bidan, perawat, dan
pasien adalah hubungan hukum keper dataan bukan pidana yang bersifat perikatan upaya maksimal (innspaning verbentennis) dan terikat kontrak tera peutik. Tenaga kesehatan adalah manusia biasa dalam melaksanakan tugasnya penuh risiko, kemungkinan pasien cacat bahkan meninggal dapat terjadi, walau pun telah sesuai dengan standar profesi kedokteran, Standar Operating Procedure (SOP), Standar Pelayanan Medis (SPM). Keadaan ini seharusnya disebut risiko medis, namun oleh pihak-pihak di luar profesi kedokteran di pandang sebagai malpraktek. Istilah cek up pranikah disebut pula sebagai pre-marital check up adalah sebuah tindakan pencegahan untuk mendeteksi kesehatan reproduksi dan genetik. Apa saja yang dipersiapkan, dan harus dilakukan ketika pasangan memilih cek up pranikah sebagai gaya hidup. Ada beberapa pilihan pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan antara lain :
Ananmesa/wawancara/ konsultasi. Tenaga medis akan melakukan wawan cara pada pasangan untuk mengetahui keluhan utama, gejala-gejala, riwayat pe nyakit, tujuan dan harapan pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Tugas tenaga medis menyampaikan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang kesehatan. Setelah memberikan penjelasan lengkap, maka adalah hak pasien untuk memilih dan memutuskan pemeriksaan apa saja yang diinginkan. Peran tenaga medis dalam mengkomunikasikan dapat memu dahkan calon pasangan memilih metode apa yang dikehendakinya. Kepuasan terhadap pelayanan kesehatan, tenaga medis tidak cukup hanya mengenali keinginan (wants), kebutuhan (needs), juga harapan bahkan melebihi harapan pasangan itu akan lebih baik, ternyata hal itupun belum cukup, hendaknya pelayanan dapat menyentuh nilai-nilai kemanusiaan (human spirit) dengan motto melayani dengan hati. Pelayanan yang komprehensif dan “menyentuh hati” akan menjadi cerita “orchestra” dari mulut ke mulut (Word of mouth/WOM) yang positif bagi institusi pelayanan. WOM positif menjadi media pemasaran yang paling murah dan massive. Pemeriksaan Fisik. Setelah memahami masalah, dilaku kan pemeriksaan fisik dari “ujung ram but sampai ujung kaki” yang bertujuan menemukan, mengenali, dan menarik kesimpulan sehingga dapat mengambil langkah-langkah lanjutan. Dalam mene gakkan diagnosa wawancara mampu memberi gambaran lebih dari 80%. Pe meriksaan fisik, tekanan darah tinggi pada kehamilan berisiko pertumbuhan janin terhambat, dan pada indek massa tubuh (IMT) gemuk sering dikaitkan dengan kesuburan, risiko diabetes, infeksi saluran kemih, keguguran, kesulitan melahirkan. Pada Cek up pranikah terdapat parameter pemeriksaan penunjang, tentu harus tetap didasarkan pada indikasi. Mempertim bangkan manfaat, risiko, dan biaya adalah
berulang, kehamilan tidak berkembang, dan kecacatan. Pemeriksaan gula darah (Gula Darah Sewaktu, Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 jam setelah ma kan) dapat mencegah risiko gangguan, sebelum, selama, setelah melahirkan. DM adalah penyakit yang dapat dicegah, dan ditangani dengan gaya hidup sehat, seperti diet, olahraga, dan obat-obatan. Risiko kegagalan kehamilan memang tidak selalu terjadi, tapi bisa fatal. Sama halnya pengendara motor berisiko jatuh, tapi tidak semua jatuh, namun bisa jatuh, bahkan fatal dan mati.
dr. Bayuningrat, IGNM, Sp.OG, MM menjadi pilihan pasangan. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium) Konsultasi dan pemeriksaan fisik terkadang tidak memberi gambaran me nyeluruh pada apa yang menjadi keluhan, keinginan, kebutuhan, dan harapan pasien maupun tenaga medis. Bila secara klinis tidak ditemukan gambaran, pemeriksaan penunjang dapat menjadi solusi, pada cek up hal ini menjadi indikator primer. Adapun indikator penunjang medis laboratorium yang dapat dilakukan pada pasangan antara lain : Pemeriksaan Darah Lengkap dan Darah Tepi Pemeriksaan komponen-komponen darah menjadi suatu hal yang penting, mengingat sel-sel tubuh manusia dihidupi oleh sel-sel darah. Pemeriksaan sel darah mencakup kadar sel darah merah/eritrosit yang memberi makan sel tubuh, sel darah putih/lekosit; penanda infeksi/radang, Hemoglobin (Hb) ; pengikat oksigen yang membuat sel tubuh bisa tumbuh dan kita bisa bernapas, Laju endapan darah (LED); tanda peradangan. Pemeriksaan darah tepi untuk me lihat kelainan sel darah yang diturun kan, seperti : Thalasemia, indikatornya pemeriksaan darah tepi, dan analisa hemoglobin. Hemofilia memerlukan pemeriksaan darah faal hemostasis. Pada hemofilia darah tidak dapat membeku dengan sendirinya, membutuhkan waktu lebih lama. Pemeriksaan darah dapat mendeteksi kelainan sistemik, penyakit infeksi, dan darah. Dengan memprediksi kemungkinan kelainan pada pasangan akan dapat mencegah, dan mengobati kelainan lebih dini. Pemeriksaan Gula Darah. Penyakit kencing manis (DM) sering dikaitkan dengan kegagalan hamil, bahkan selama kehamilanpun menjadi momok bagi ibu dan bayi, seperti : keguguran
Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus. Golongan darah adalah salah satu identitas individu, hal ini menjadi penting ketika membutuhkan darah, slogan PMI “setetes darah anda, nyawa bagi sesama” mengingatkan betapa pentingnya peran darah sebagai sumber kehidupan. Selain kepentingan transfusi darah (jika dibutuh kan), juga untuk mengetahui kecocokan rhesus. Rhesus adalah kondisi darah ibu dan bayi mengalami ketidakcocokan disebabkan oleh faktor rhesus yang ber dampak buruk bagi janin. Di Indonesia kebanyakan rhesus (+) ada antigen rhesus dalam darah ibu, di dunia hanya sedikit rhesus (-), sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit, biasanya ditemukan pada garis keturunan berkulit putih. Masalah akan timbul ke tika terjadi pernikahan berbeda rhesus, ketidaksamaan ini adalah cikal bakal ketidakcocokan yang sangat berbahaya bagi bayinya, terlebih rhesus janin tidak sama dengan ibunya sehingga antibodi ibu mengenali janin sebagai benda asing, berdampak kematian janin, jika sampai lahir, bayi akan menderita hati bengkak, anemia, kuning/jaundice, gagal jantung, kematian. Bahaya berikutnya terjadi bila ibu mengandung bayi kedua, biasanya bayi pertama selamat, karena baru awal pem bentukkan antibodi, kelak dikehamilan kedua antibodi akan menembus plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Cek up pranikah sangat berguna pada kasus genetik ini, bila belum melakukan nya, periksalah segera saat hamil. Pemeriksaan Fungsi Hati terkait Radang Hati/Hepatitis dan Komplikasinya. Pemeriksaan ini menjadi penting ketika infeksi hepatitis virus terutama Hepatitis B(VHB) yang penularannya melalui kontak fisik (cairan tubuh, luka, kontak seksual), dan bila terjadi saat kehamilan dapat menularkan kepada bayinya. Saat persalinan berisiko infeksi dari ibu ke janin, komplikasi perdarah an setelah melahirkan. Bila hepatitis tidak sembuh sempurna berkomplikasi kanker hati (sirosis hepatis, hepatoma). Hepatitis virus tidak hanya mengganggu wanita hamil, namun juga janin. Infeksi VHB pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius. Penularan vertikal VHB perlu dicegah mengingat 90% bayi yang tertular menjadi pengindap kro nik, 40% meninggal karena sirosis hati. Indikator cek up HBsAg, Anti-HBsAg.
Vaksinasi hepatitis B dapat menjadi pilihan untuk proteksi penularan dan penyebaran hepatitis B. Pemeriksaan Urin Rutin. Pemeriksaan urin bertujuan untuk mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih, penyakit metabolik, atau sistemik. Adanya infeksi saluran kemih (ISK), darah, protein, dan lain-lain menunjukkan terdapat penyakit tertentu. ISK pada kehamilan berisiko bagi ibu dan bayi berupa kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan risiko kematian saat persalinan. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual. Pemeriksaan ini meliputi : Deteksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) atau Rapid Plasma Reagin (RPR) untuk mendeteksi penyakit Sifilis, dan Gonorrhea. Serologi TORCH, yaitu : antibodi Toksoplasma (Anti-Toxoplasma IgG, IGM, Aviditas IgG), Rubella (AntiRubella IgG, IgM), Cytomegalovirus (Anti-CMV IgG, IgM, Aviditas IgG), dan Herpes Simpleks (Anti-HSV 1 IgG, IgM dan Anti-HSV 2 IgG, IgM) berisiko kegu guran, cacat janin, dan kelahiran prema tur. Tes darah ini dihubungkan dengan gaya hidup penghobi hewan peliharaan, kebiasaan makan daging mentah atau setengah matang dan sayuran mentah/ lalapan. Jika indikasi ini ada sebaiknya melakukan pemeriksaan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dibidang teknologi kedokteran, bertujuan memudahkan manusia menjalankan kehidupannya, bukan mensengsarakannya. Perkembang an pengetahuan kedokteran termasuk pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari teknologi kedokteran dengan segala kemudahannya dapat menjadi “simalaka ma”, bila tidak bijak mengunakannya. Perkembangan teramat pesat, termasuk teknologi canggih yang pemanfaatannya tidak tepat dapat menyita biaya yang tidak sedikit. Akal dan budi pikiran yang dimi liki manusia hendaknya mampu men jadi “penasehat” didalam menyingkapi perkembangan pengetahuan, dan pe manfaatannya. Terkadang dibutuhkan keseimbangan peran otak kiri sebagai scientist yang mengedepankan IQ (Intelligence Quotient) dan otak kanan otak creative, spiritual yang memerankan EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient), sehingga tenaga medis mampu menjadi tenaga medis yang utuh dan sanggup menterjemahkan kemampuan filosofi medis “Art and Science” yang tepat demi kepentingan masyarakat, tenaga medis, dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pikiran sebagai pengendali perkataan, dan perbuatan hendaknya diperankan dengan sebaik-baiknya, seperti kata pepatah “Anda adalah apa yang Anda Pikirkan”. dr. Bayuningrat, IGNM, SpOG, MM (Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan) HP 08123930003
STYLE
14 - 20 April 2014
Tas Simpel dan Unik Produk yang satu ini hadir demi lebih me warnai gaya anak-anak muda masa kini. Dengan brand “Manikan” dua anak muda Bali, Galih dan Prika berhasil menyuguhkan ide mereka dalam karya dengan keunggulan dan keunikan tersendiri.
D
esain aneka tas yang menawan dengan sentuh an khas ini pun menjadi salah satu pilihan ak sesori fashion yang penuh gaya. Koleksi “Manikan” menjadi sa
ngat menarik dipakai ke sekolah atau kampus, ditenteng ke mal maupun untuk kegiatan travel ing. Bahan –bahan yang digunakan untuk kreasi tas “Manikan” ini, selain kulit sintetis dan endek juga
menyertakan variasi etnik tepi yang biasa dipakai untuk bawahan kamen dan udeng. Sedangkan bagian dalamnya terbuat dari beludru terutama untuk model clutch bag dan parasut untuk tipe ransel. Bicara warna, “Manikan” tak ingin ketinggalan tren begitu juga dengan pilihan bahan tenun ikatnya, motif dan coraknya tidak pasaran. Dipastikan pula warnawarna tas koleksinya tergolong limited. Selain itu koleksi “Manik an” menjadi istimewa dan trendi sebab desainnya yang fresh dan sesuai selera anak muda. –Sri Ardhini
15
PELESIR
16
14 - 20 april 2014
Menikmati Senja di Pantai Penimbangan Usai melaksanakan aktivitas tentu badan dan pikiran terasa lelah. Ada baiknya kita melepas kepenatan pikiran melalu rekreasi. Melakukan rekrasi tidak usah mahal, atau berpergian jauh. Kita dapat berjalan di sekitar dan menikmati pemandan gan yang indah. Terlebih saat senja tiba merupakan momen yang menyentuh. Kita dapat melihat matahari perlahan ter benam, cahaya hangatnya perlahan menjadi dingin, dan warna langit nampak beragam. Pemandangan seperti itu biasanya da pat leluasa kita nikmati di pesisir pantai. Salah satunya Pantai Penimbangan. Di sinilah tempat nongkrong kawula muda Kota Singaraja. Selain menyediakan tempat untuk menikmati senja, atau pemandangan pantai, di pantai ini juga terdapat tempat nongkrong yang asyik.
P
antai Penimbang a n a t a u ya n g sering disebut PP berlokasi di Kabupaten Buleleng. PP letaknya cukup strategis, masih dalam kota Singaraja. Tempat ini hampir setiap hari dipenuhi oleh pengunjung. Sebagian besar mereka yang remaja duduk-duduk santai di setiap sisi pantai yang menyediakan kedai makanan ringan. Mereka datang umumnya mencari tempat yang nyaman untuk bercakap ringan bersama teman, sahabat, pacar, dll, sembari menikmati pemandangan. Anda yang ingin pelesiran ke tempat ini tidak perlu resah. Walaupun setiap hari ramai pengunjung, PP tidak seperti pasar malam. Hal itu dikarenakan PP dikelola secara baik, mulai dari penataan kedai makanan, tempat parkir, sudut pemandangan, sampai sampah. Karena letak kedai makanan di pesisir pantai, sudah dipastikan mereka tidak boleh mencemari pantai. Hampir tidak terlihat sampah berserakan dan air pantai masih jernih. PP juga
bisa untuk mereka yang ingin menikmati pemandangan bukit, dan hamparan sawah. Bila kita duduk-duduk di kedai makanan menghadap barat, di depan kita dapat melihat perbukit an, di sebelah kanan terdapat hamparan sawah dan ladang tembakau, dan di sebelah kanan tentu kita melihat pantai beserta kapal nelayan yang hendak mencari ikan. Pantai ini juga asyik dikunjungi ketika pagi hari. Tidak sedikit masyarakat olahraga pagi di sekitar pantai, sembari menghirup udara segar, melihat sunrise, dan bisa juga membeli belayag. Belayag merupakan makanan khas Buleleng yang biasanya dijual pagi hari. Isinya tipat dan sayur yang dilumuri bumbu kunyit, cocok untuk sarapan dan pengganjal perut. Objek wisata lokal ini mengantarkan banyak keuntungan bagi penjual makanan ataupun pengunjung. Seperti pemilik kedai makanan, Bu Gusti Ayu, yang sudah delapan tahun mengais rezeki di pantai ini mengaku lumayan mendapat penghasilan per hari, terlebih saat akhir
pekan dan hari libur. Makanan yang ia tawarkan hampir sama dengan pedagang di sana, yakni jus, jagung bakar, nasi jinggo, roti bakar, dan makanan ringan lain. Harganya juga terjangkau berkisar lima ribu sampai delapan ribu. Bu Gusti mengaku, senang berjualan makan di PP, karena letak yang strategis dan pengunjungnya ramai. Begitupun Mitha, salah satu pengunjung yang kerap meluangkan waktu ke PP. “Saya bisa mengajak teman-teman nongkrong sehabis kuliah. Sambil ngobrol, kami lihat sunset membeli jagung bakar, dan foto-foto. Pemandangannya keren,” ujarnya. Ada
DARA
14 - 20 april 2014
Ajung Parawira
Terkenang Pedalaman Papua Dunia fotografi digeluti Ajung Parawira se jak SMA. Pertama kali memotret, ia memakai kamera ponsel untuk memotret seorang model. Kecintaannya kepada dunia fotografi pun tum buh. Dukungan orangtua yang membebaskan nya memilih passion dalam hidup membuat pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Agung Parawira terus menekuni dunia fotografi.
Suasana Pantai Penimbangan di senja hari
pula Rospita pengunjung yang kerap datang malam hari ke PP “Saya kalau ke sini malam hari lebih adem, bisa lihat lampulampu di bukit itu seperti bintang, terus bisa menghilangkan kejenuhan. Kalau ke sini lebih enak memang bareng temen apalagi pacar hehe..,” katanya menikmati kuah mie. Bila Anda tidak puas dengan penyajian makanan kaki lima, sekitaran pantai juga terdapat resto yang biasanya dipenuhi alunan jazz dan akustik. Selain itu, di ujung pantai terdapat penyewaan kano dan water sport bagi Anda yang ingin menikmati pantai melalui rekreasi air. Ada pula yang menjadikan PP sebagai tujuan bersepeda sore. Usai perjalanan menggunakan sepeda, biasanya mereka rehat untuk sekadar membeli jus atau roti bakar, sebelum kembali. Tidak sedikit mereka yang lansia juga jalan-jalan sore bersama cucu, sambil jalanjalan, olahraga, dan mengantar cucunya. Tidak hanya sebagai tempat rekreasi, bila kita
menyusuri pantai hingga ke timur kita melihat Pura Segara Penimbangan. Biasanya Pura Segara tersebut dipadati ketika Puranama atau Tilem. Sungguh lengkap bukan? PP memang direkomendasikan bagi mereka yang ingin meluangkan waktu untuk bersantai, sambil menikmati jajanan di sepanjang tepi pantai, dan menyegarkan hati. Kapan pun, baik pagi, siang, sore, malam PP akan selalu menyuguhkan pemandangan yang lembut. Kawasan yang sangat bersih, hampir tidak ada polusi akibat bakar-bakar jagung, hampir tidak ada sampah. Hal itu pula yang menjadikan tempat ini menarik pengunjung. Bagi Anda yang hendak berkunjung ke daerah Bali Utara, sempatkanlah mampir ke PP. Pantai ini juga tidak kalah serunya dengan Lovina. Tempat ini juga cocok bagi Anda yang ingin melali murah. Harga makanan yang terjangkau, tempat bersih, dan pemandangan yang eksotis menjamin Anda tidak menyesal. -Wulan Dewi
9
“P
ertama kali, saya sangat suka memotret teman-teman dekat dan saudara-saudara saya. Mereka saya jadikan model. Saya juga memotret berbagai hal yang ada di dekat rumah. Dulu pakai ponsel dengan kamera 8 megapixel, lalu pinjam kamera saku milik teman. Sekarang saya sudah punya Canon EOS 50D,” tutur mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan Fotografi Semester 6 ini. Ajung mengaku paling suka memotret hal-hal yang berbau budaya. Karena, dalam sebuah acara atau kegiatan budaya, banyak hal yang bisa difoto. Ia bisa mendapatkan banyak hal, seperti budaya yang belum pernah dilihat, acara budaya yang seru, aneh atau bahkan menegangkan. Ia pun mendapat kesempatan ke tempat-tembat baru. Yang paling seru tentunya bertemu orang-orang baru dan orang-orang yang menginspirasi dirinya. Kesulitan yang dialami Ajung antara lain menemukan
objek foto atau acara budaya yang jarang atau belum pernah dipotret orang lain terutama di Bali ini. Mengenai ide pemotretan, anak bungsu dari pasangan I Gusti Bagus Arnawa dan Ida Ayu Komang Triadnyani ini mengatakan sering melihat referensi fotofoto dari berbagai fotografer. Ia juga sering bepergian untuk menciptakan ide-ide pemotretan. “Saya belum terlalu banyak pergi hunting. Paling sering tentunya keliling Bali. Serunya ketika pernah dapat kesempatan untuk memotret ke Papua dan Bangkok. Tiap tempat pastinya ada saja hal yang seru dan itu sangat banyak,” ujar fotografer yang memiliki prestasi Juara Lomba Foto Piala Presiden 2013 Kategori Mahasiswa, 10 Nominasi Lomba Foto Piala Presiden
2012 Kategori Mahasiswa, Juara Lomba Foto Jelajah Bumi Papua 2013 dan wakil Indonesia dalam Workshop Fotografer Muda se-Asia Tenggara di Bangkok, Thailand dari Southeast Asia Minister of Education Organization Seameo Regional Centre for Archeology and Fine Arts (SEAMEO SPAFA). Pria kelahiran Denpasar, 27 Juni 1993 ini memiliki pengalaman menarik saat berada di Papua. “Setelah memenangkan Lomba Foto Jelajah Bumi Papua, saya menuju desa Kilise, Lembah Baliem dengan berjalan kaki selama 4 jam. Selama di perjalanan di pedalaman Papua banyak human interest orang- orang Papua yang unik. Saya memotret anak kecil laki-laki di sebuah gubug kecil. Waktu saya mengarahkan kamera ke anak kecil tersebut, dia langsung melotot dengan tatapan marah. Saya pun terus memotret anak kecil ini dan tangan anak kecil tersebut pun mengambil sebuah benda di belakangnya. Ternyata dia mengambil sebuah samurai panjang dengan masih terus menatap saya. Saya pun tetap memotret saat ia mengeluar kan samurai. Saya baru sadar kalau ia mengeluarkan samurai setelah saya melihat hasil foto saya. Saya pun kaget dan
Ajung Parawira
menghentikan memotret anak ini,” kenangnya. Ajung yang mengidolakan Steve McCurry dan James Nachtwey karena hasil-hasil foto mereka mampu mengagetkan dunia, bertekad akan tetap dan terus berpartisipasi di lomba-lomba foto lainnya. Mengenai rencana ke depan, apakah membuat studio sendiri atau bekerja pada orang lain belum dipikirkan Ajung. “Saat ini belum ada rencana untuk kedua hal tersebut. Tetapi, ada keinginan untuk travelling keliling Indonesia untuk sebuah majalah travelling dan menceritakan perjalanan saya itu di sebuah blog. Kalau bisa sih jadi presenter di sebuah acara travelling di sebuah televisi,” harap fotografer yang memiliki bacaan favorit “The Passionate Photographer” karya Steve Simon. Mimpi lainnya, Ajung ingin memenangkan sebuah kompetisi lomba foto berskala internasional dengan hadiah yang sangat besar dan bercita cita bisa memotret di bawah laut. -Nina Radinia.
BUNDA & ANANDA
8
14 - 20 April 2014
Faktor Perilaku dan Konsumsi Pengaruhi Status Gizi Balita Kurang gizi pada balita di Indonesia merupakan salah satu masalah utama di bidang kesehatan masyarakat. I Komang Agusjaya Mataram yang melakukan penelitian mengenai status gizi balita ini menemukan adanya dua faktor penyebab yaitu konsumsi dan perilaku. Penelitian ini dilakukan di Desa Pengotan dan hasilnya dituangkan dalam disertasi berjudul “Model Status Gizi Balita berdasarkan Faktor Konsumsi, Perilaku, Biologi, dan Lingkungan di Desa Pengotan Bangli: Suatu Analisis Structural Equation Model”.
Salah satu contoh kegiatan posyandu
“T
ahun 2011 di Desa Pe ngotan di laporkan 13 kasus gizi kurang dan satu ka sus gizi buruk. Desa ini memi liki keunikan pelaksanaan upacara adat, walaupun sebagian besar masyarakatnya tergolong miskin dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah termasuk keterbatasan kepemilikan lahan. Program perbaikan gizi dengan melakukan pemantauan pertum buhan anak dan pelayanan gizi belum didasarkan pada kajian fak tor penyebab munculnya masalah gizi di masyarakat,” ungkap dosen Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi yang melakukan penelitian awal Juli hingga akhir Oktober 2012. Survei analitik menggunakan rancangan cross sectional bertujuan menyusun model status gizi balita di Desa Pengotan ber dasarkan faktor biologi, perilaku, lingkungan dan konsumsi. Sampel studi yang dilakukan Agusjaya berjumlah 260 subjek terdiri dari balita ber usia 6-59 bulan. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan structural equation model (SEM). SEM adalah alat sta tistik yang dipergunakan untuk menyelesaikan model bertingkat seca ra serempak yang tidak dapat diselesaikan oleh persamaan regresi line ar. SEM dapat juga di anggap sebagai gabung an dari analisis regresi dan analisis faktor. SEM dapat dipergunakan untuk menyelesaikan
model persamaan dengan variabel terikat lebih dari satu dan juga pengaruh timbal balik (recursive). SEM berbasis pada analisis covari ans sehingga memberikan matriks covarians yang lebih akurat dari pada analisis regresi linear. “Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan faktor pe rilaku dan konsumsi dapat dilan jutkan pada proses analisi SEM. Tetapi, faktor biologi dan lingkung an tidak. Setelah dilakukan outlier data dan respesifikasi model, untuk menggambarkan model yang pa ling layak adalah menghubungkan status gizi balita dengan perilaku dan konsumsi. Studi ini merumuskan model status gizi balita di Desa Pengotan secara simul tan ditentukan oleh pe
rilaku dan konsumsi tetapi faktor biologi dan lingkungan tidak ber hubungan,” ujar pria yang menjadi dosen sejak tahun 1985 ini. Berbagai faktor yang terkait masalah gizi menurut Ketua Per satuan Ahli Gizi (Persagi) Bali ini antara lain konsumsi makanan yang kurang memadai, penyakit infeksi, lingkungan, perilaku, pe layanan kesehatan, dan biologis. Program gizi yang dilaksanakan di Desa Pengotan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bangli Utara diantaranya surveilans gizi, pemantauan status gizi (PSG), keluarga sadar gizi (kadarzi) dan pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P). Analisis SEM menghasilkan model status gizi balita di Desa Pengotan ditentukan oleh faktor
Agusjaya Mataram
konsumsi dan perilaku; status gizi balita di Desa Pengotan ber hubungan dengan faktor konsumsi terutama jumlah konsumsi protein dan energi, beda jenis konsumsi, dan susunan hidangan sehari; sta tus gizi balita di Desa Pengotan berhubungan dengan faktor pe rilaku terutama pemberian ASI, umur penyapihan, hygiene balita, riwayat pemeriksaan kehamilan, dan peralatan makan; status gizi balita di Desa Pengotan tidak berhubungan dengan faktor biologi dan lingkungan,” ujar karyasiswa yang sudah menyelesaikan pen didikannya di Program Doktor Studi Ilmu Kedokteran, Konsen
trasi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Udayana ini. Berdasarkan hasil penelitian ini Agusjaya menyarankan program penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Bangli dan Puskesmas Bangli Utara lebih difokuskan pada perilaku dan konsumsi. Posyandu sebagai ujung tombak pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat sangat perlu dan men desak untuk ditingkatkan. Saat kegiatan posyandu, ibu balita paling memungkinkan berko munikasi secara efektif melalui komunikasi dua arah. “Kegiatan penyuluhan di meja 4 harus terus ditingkatkan sehingga pengeta huan gizi dan kesehatan ibu balita dapat bertambah,” saran pria kelahiran 16 Agustus 1962 ini. Dampak yang diharapkan ada lah ibu menyiapkan makanan bali tanya sesuai menu seimbang de ngan memperhatikan kebutuhan gizi balita. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi balita, status gizi balita dapat ditingkatkan dan Desa Pengotan dalam waktu relatif tidak lama dapat terhindarkan dari masalah gizi. Suami Ni Putu Agustini, SKM, MSi ini berharap pihak-pihak terkait lebih serius un tuk berkontribusi dan terlibat me nyukseskan revitalisasi posyandu di Desa Pengotan. –Ngurah Budi
14 - 20 April 2014
Hunian Tropikal Tradisional Rumah adalah salah satu bangunan yang dijadi kan tempat tinggal untuk jangka waktu ter tentu. Rumah juga difungsikan sebagai tempat berkumpulnya keluarga, dan tempat berlindung dari hujan maupun terik matahari. Karena itu, sudah selayaknya rumah atau hunian didesain sedemikian rupa agar memberikan rasa nya man bagi pemiliknya. Terlebih, jika rumah tersebut dipakai sebagai rumah peristirahatan (holiday home). Seperti rumah milik Mr. Martel asal Perancis di Denpasar ini.
D
Suasana Desa Pengotan
i atas lahan se luas 4 are ini, ha dir sebuah hunian berkonsep tropikal tradisional. Tentu saja, konsep tropikal ini sangat tepat diterapkan pada hunian di Indonesia dengan iklim tropisnya. Konsep tropikal dalam bangunan diaplikasikan de
ngan membuatkan bukaan-bukaan lebar agar sirkulasi udara bisa los keluar-masuk ruangan, demikian juga dengan pencahayaan alami dari sinar matahari. Dari sisi kesehatan, kondisi ini tentunya juga cukup baik untuk pertukaran udara. Selain itu, penerapan ruangr uang tinggi dengan ketinggian
G R I YA
plafon minimal tiga meter juga merupakan isolator yang baik untuk meminimalisir panas di ruangan, sehingga ruangan pun terkesan lega. Kehadiran ruang-ruang terbuka, seperti taman juga tak kalah pen tingnya untuk mendapati sirkulasi udara yang baik. Di samping, ta man juga mampu memberikan sisi estetika. Karena hunian ini berlokasi di Bali, Mr. Martel pun tak mau lepas dari identitas lokal Bali. Mulai dari pintu masuk, yang memakai angkulangkul dan pintu ukir Bali, sampai pada penerapan pepatraan sebagai unsur dekorasi pada list dinding. Hunian ini pun mengusung nu ansa natural yang diterapkan melalui pemilihan material dan warna secara keseluruhan. Sebut saja warna din ding yang didominasi putih dengan perpaduan warna krem-kekuningkuningan paras palimanan. Demikian halnya dengan pemilihan lantai terakota dengan warna merahkecokelatan. Furnitur sebagian besar bermaterial kayu yang difinishing warna cokelat natural kayu. Ada juga furnitur perpaduan kayu-rotan, serta perpaduan besi-rotan. Bahkan, meja kayu pun dicoba dipadukan dengan paras palimanan lengkap dengan dekorasi pepatran Balinya, sebagai kaki meja.
17
Hunian ini terdiri dari dua lantai. Di lantai satu, ada ruang ga rase, ruang tidur pembantu, ruang cuci, dapur, ruang makan, ruang keluarga, dan satu kamar tidur. Keberadaan ruang dapur, ruang makan dan ruang keluarga tanpa pembatas, sehingga kesan lapang pun didapat. Apalagi, ruangan ini langsung berhadapan dengan taman luas yang dilengkapi kolam renang. Pohon-pohon hijau yang rindang, semakin menambah sejuknya mata memandang ke areal ini. Di lantai dua, kembali dida pati bukaan lebar tanpa batas yang
memungkinkan penghuninya bisa melihat langsung view ke bawah dan sekelilingnya. Plafon menggunakan atap ekspos dengan memanfaatkan lukisan kamasan sebagai unsur dekorasi. Di lantai dua terdapat dua kamar tidur yang oleh pemiliknya sengaja diberikan nuansa berbeda dengan pemilihan warna-warna yang lebih berani. Namun, itu pun sebatas pada unsur pelengkap dekorasi seperti pada gorden, sprai, dan pajangan dinding. Satu kamar disentuh dengan warna hi jau, satunya lagi warna ungu. –Inten Indrawati
18
D AYA C I P TA
Mimpi Jadi Kenyataan ”P
ameran ini mungkin ini adalah sebuah mimpi saya secara pribadi. Suatu saat nanti saya akan membuat pameran tunggal tentang fotografi, sama halnya seperti karya seni yang lain pasti punya mimpi untuk memamerkan karya-karyanya. Pameran ini sangat penting dan saya pikir ini adalah sebuah awal saya melangkah dalam dunia fotografi. Saya ingin menunjukan kepada dunia bahwa kita punya budaya dan kehidupan masyarakat yang begitu indah. Itu adalah “harta” yang sangat berharga apalagi perubahan kebudayaan dalam masyarakat begitu cepat. Suatu saat apa yang kita lihat sekarang akan menjadi langka 10 tahun atau 50 tahun
yang akan datang,” ujar pria kelahiran 20 Agustus 1979 ini. Lila menuturkan pameran ini penuh pertimbangan yang matang dan terbilang sangat berani. Modal yang dibutuhkan lumayan besar. Namun, ia mendapat dukungan pihak Pullman Bali Legian Nirwana yang memfasilitasi tempat dan sangat membantu dalam persiapan. “Persiapan yang dibutuhkan dari pemilihan foto sampai cetak sekitar 1,5 bulan. Foto-foto sudah ada tinggal cetak, Cuma ketar-ketir juga sebab pas bulanbulan sibuk hari Raya Nyepi, banyaknya pernikahan, untungnya tempat nyetak foto Niti Mandala sangat membantu sehingga cetakan bisa tepat waktu. Saat pemasangan foto dibantu oleh teman-teman fotografer dan juga staff
Setelah nekat kawin lari dengan lelaki dari kalangan biasa, Rukmini, gadis yang berasal dari keluarga kaya-raya itu memilih meninggalkan kampung halamannya di salah satu kota di Nusa Tenggara Barat. Kisahnya berawal dari seringnya ia melihat Ambara, ikut bersama ayahnya yang menjadi tukang jahit di teras toko milik ayahnya. Ambara, lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih itu telah membuatnya jatuh hati dan memilih meninggalkan orangtuanya yang samasekali tidak menyetujui ia menikah dengan Ambara. Kisah ini menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh Rukmini, bahkan hingga usianya yang sepuh kini.
Pullman,” ungkap pria yang menekuni fotografi profesional sejak 2009 ini. Karena keterbatasan dana, jumlah foto yang dipamerkan hanya 28 Tetapi, karena sifatnya fleksible jadi bisa ditambah terus. Dalam persiapan banyak teman-teman yang membantu baik dari masukan-masukan pemberian judul dan berasa memberikan suasana keber samaan antara fotografer lebih baik. “Saya berharap dengan pameran ini selain memperkenalkan budaya, potensi alam dan potensi ekonomi dari kerajinan-kerajinan tangan yang diciptakan oleh masyarakan kita, juga agar bisa menyejajarkan seni fotografi dengan seni-seni yang lain. Semoga karya-karya saya ini juga bisa menginsfirasi orang lain untuk berkarya lebih baik dan juga menjaga keindahan-keindahan baik alam, budaya yang kita miliki,” ujar fotografer yang menekuni teknik strobist ini. –Ngurah Budi
S
Suasana pameran foto Culture Engagement. Captured by I Gede Lila Kantiana
Mindset Seorang Drug-Free Fitnessmania (3) Mindset yang Tepat untuk Fitness dan Binaraga Natural Dalam pikiran seorang fitnessmania, punya badan atletis dan berotot memang hasil yang diharapkan. Rasa bangga akan muncul apabila bisa mewujudkan tubuh tersebut. Yang membedakan seorang yang melakukannya secara natural dan dengan zat doping, berawal dari mindset atau pola pikir. Mindset #1: Kesehatan Selalu yang Terpenting Bagi seorang fitnessmania yang natural, pemakaian obatobatan terlarang seperti narkoba atau obat hormon seperti steroids tidaklah sejalan dengan alasan utama ia berolahraga. Baginya, kesehatan adalah hasil tertinggi yang bisa didapatkan dari disiplin menerapkan pengetahuan latihan dan nutrisi secara baik dan benar. Bagaimana dengan badan bagus? Baginya badan bagus adalah bonus, sebuah hadiah yang pasti diraih dengan sendirinya. Ia yakin betul, tidak ada orang yang sehat yang punya badan yang tidak bagus. Semua orang yang sehat dan bugar, pasti memiliki penampilan fisik yang baik. Sederhananya, di dalam benaknya tertanam sebuah prinsip “kesehatan dan penampilan optimal adalah hasil dari usahausaha yang sama.” Tubuh yang sehat, kuat, dan gagah sudah selayaknya menggambarkan keselarasan antara niat dan usaha, serta merupakan wujud keharmonisan jiwa dan raga. Mindset keliru akan mengatakan bahwa kesehatan sudah kita
miliki. Menggunakan zat doping, selama dilakukan dalam dosis yang sedikit dan sudah dibekali pengetahuan, adalah hal yang aman. Sayangnya, tidak ada dosis yang aman dalam pemakaian steroids. Pemakaian steroids atau hormon menurut hukum hanya bisa diberikan oleh dokter yang memiliki pendidikan yang sangat terspesialisasi. Dosis tersebut pun harus sangat terukur berdasarkan kebutuhan dari masing-masing pasien yang kekurangan hormon, dan selalu berpatokan untuk memberikan dosis yang cukup untuk kembali ke level normal. Pemakaian steroids yang banyak terjadi adalah melalui rekomendasi dari seorang salesman tanpa pendidikan formal mengenai hormon yang mendapatkan pengetahuannya dari situs internet atau sumber tak bernama di forum binaraga dalam internet. Di mana referensi tersebut ditemukan menganjurkan kepada calon pembeli yang umumnya tidak mengalami kekurangan hormon untuk mengkonsumsi dosis 5 – 30 kali lipat dari yang biasanya diberikan oleh dokter kepadan pasien yang kekurangan. Tabel berikut hanya merupakan ilustrasi untuk paragraf di atas, dan sudah mulai menjadi kasus umum dalam penyalahgunaan steroids – salah satu zat doping oleh member fitness pemula yang umumnya pria muda di Indonesia. Mindset #2: Hidup Menawarkan lebih Banyak daripada Prestasi dan Gengsi Ya, hidup tidak melulu mengenai kompetisi, menang, dan meraih prestasi. Baginya aktivitas latihan teratur, olahraga teratur, dan istirahat teratur adalah suatu usaha minimum yang bisa ia lakukan untuk kebutuhan yang sangat mendasar – KESEHATAN JASMANI. Ia sadar, melalui kesehatan jasmani yang baik itulah, dirinya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti: berkarya, menjadi bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya, dan tumbuh. Baginya, lebih penting menggunakan tubuh sehat tersebut untuk berbuat lebih banyak
l i f e s to ry
7
Pisah karena Surat Cerai Palsu
Culture Engagement
Fotografer Bali I Gede Lila Kantiana mengadakan pameran di Pullman Bali Legian mulai 4 April hingga 4 Juli 2014. Ia menyiapkan 28 foto yang bertema budaya untuk dipamerkan dalam tema Culture Engagement. Captures by I Gede Lila Kantiana.
14 - 20 april 2014
14 - 20 april 2014
dalam pekerjaannya, sehingga melalui pekerjaan tersebut ia menghasilkan pencarian yang bermanfaat untuk menafkahi orang-orang yang ia sayangi, serta memberikan ketenangan dan kesenangan dalam hidupnya. Tak kalah penting juga untuk menggunakan penampilan barunya untuk menginspirasi orang di sekitarnya agar mau mengikuti langkah di jalan yang telah ia tempuh, agar tiba di tujuan kesehatan yang sama. Ia bisa tersenyum senang dan puas hanya dengan mengetahui penampilan barunya membantu teman atau anggota keluarganya untuk berupaya dan menjadi lebih sehat. Mindset keliru bisa hinggap dalam masing-masing diri kita, apabila kita tidak waspada untuk menyadari keberadaannya. Hidup demi prestasi
Kebutuhan Dosis
Risiko
2
2 (Terapi)
Terpantau dokter
0
5-30 x lipat
Maksimum
mungkin menjadi ungkapan yang cukup menggugah semangat. Ungkapan ini harus disikapi dengan bijak dan tidak diartikan sepenuhnya secara harfiah. Akibat dari mengartikan harafiah tersebut tercatat dalam sebuah survey terhadap ribuan atlet yang berlaga di salah satu Olimpiade 20 tahun terakhir ini. Dalam survei tersebut, ditanyakan 1 pertanyaan “Apabila ada 1 jenis steroids yang bisa memastikan Anda meraih medali emas, tetapi Anda tahu bahwa 1 tahun sejak meraih medali emas tersebut Anda pasti meninggal sebagai akibat dari steroids itu. Akankah Anda menggunakan steroids tersebut?” Sebanyak 70% dari atlet yang menjawab menyatakan bersedia mengkonsumsi steroids tersebut dan meninggal 1 tahun kemudian. Data yang mengkhawatirkan ini diharapkan menjadi pengingat kepada diri kita bahwa ada jauh lebih banyak yang ditawarkan hidup ini daripada sekadar kebanggaan pernah meraih gelar juara tertentu.
ambil tersenyum ia menceritakan kisah hidupnya, bahagia, sedih hingga yang tragis. Setelah meninggalkan kampung halamannya dan tidak membawa sedikit pun harta dari orangtuanya, Rukmini dan Ambara memulai hidup baru dari nol. Ia melanjutkan sekolah guru dan Ambara membiayainya dari hasil menjahit. Mereka memilih salah satu kota di Jawa Tengah sebagai tempat “pelariannya”. Kehidupan mereka berjalan dengan baik. Selain Rukmini dapat menyelesaikan sekolahnya, ia pun mengajar di sebuah sekolah taman kanak-kanak. Begitu juga dengan Ambara yang kemudian melanjutkan sekolah kembali. “Gantian, kalau dulu Ambara yang membiayai sekolah saya hingga jadi guru, maka saat dia sekolah Rukminilah yang membiayainya sampai ia mendapatkan pekerjaan,” ujar Rosana, cucu Rukmini. Ambara tidak lagi menjadi tukang jahit jalanan melainkan sudah menjadi pegawai sebuah kantor pemerintahan yang sangat bergengsi dan dikenal “basah”. Posisinya pun baik sebagai semacam pengelola keuangan. Dari sanalah sinar terang kehidupan mereka dimulai. Penghasilan yang cukup bahkan semakin hari rezeki mereka semakin mengalir deras. Rukmini dan Ambara hidup bergelimang harta. “Saya sampai bisa memiliki berbatang-batang emas,” ungkap Rukmini pelan. Rukmini sendiri sebenarnya kurang suka mengenang kehidupannya yang mewah itu karena ia sadar, harta yang datang mengalir seperti air bah itu, tidak semuanya diyakininya halal. Karena itu, ia kerap bersyukur di usia tuanya Allah Sang Pencipta mengambil kembali semua harta tersebut dengan cara yang tidak ia duga. Hingga akhirnya ia hidup sederhana di masa tuanya. “Apa adanya dari yang mampu kita peroleh, lebih senang dan tenang
menikmatinya, ketimbang menikmati banyak dari hasil yang kita sendiri tidak yakin halal,” katanya tersenyum. Hal inilah yang selalu ia ingatkan pada anak cucunya, agar bekerja yang baik dan jauhkan rejeki yang tidak halal. “Lebih baik hidup sederhana dari hasil yang halal dari pada kaya raya dan mampu membeli segalanya tapi dari hasil tidak halal,” katanya pada anak-anak dan cucu yang menemaninya. Rukmini memang telah sampai pada titik di mana ia dapat memahami bahwa segala hal itu harus kembali pada Sang Pencipta. Ia sampai pada titik di mana ia meresapi seluruh perjalanan hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang sementara sifatnya. Berbagai “badai” yang menghempas kehidupannya, membuat ia sadar bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Bukan hanya hartanya yang kemudian habis tak bersisa, bahkan kehidupan rumah tangganya pun hancur. Meski mereka saling mencintai, Ambara dan Rukmini akhirnya bercerai dengan cara yang sama sekali tak terduga dan tidak diinginkannya. Ketika Ambara pindah tugas ke Sumatera, kehidupan mereka mulai menurun. Ambara mulai kerap berjudi dan main perempuan. Namun begitu, Ambara tetap mencintai istrinya dan sayang pada ketiga anak mereka. kehidupan sulit mereka mulai terus terasa hingga akhirnya mereka memutuskan berpisah sementara demi meringankan biaya hidup. Harta kekayaan me reka telah terkuras habis akibat perjudian. Rukmini dan ketiga anaknya pulang kampung. “Itulah kali pertama saya kembali ke kampung halaman,” katanya. Orangtua
Rukmini sudah tiada dan keluarga pun, terutama keluarga suaminya tampaknya tidak ramah pada mereka. Sebenarnya di kota itu, keluarga Rukmini cuma beberapa orang. Yang banyak adalah keluar ga Ambara. Di sinilah pahitnya kehidupan itu ia terima. Rukmini kemudian men-
gajar sambil menjadi tukang jahit itu. Sifat jahat dari saudara suaminya mulai terlihat. Dua anaknya dirampas dan tidak boleh tinggal bersamanya. Hanya si kecil yang saat itu masih menyusui yang ikut bersamanya. Kisah pilu anak-anaknya yang mendapat perlakuan tidak baik dari bibi-bibinya menjadi kegetiran tersendiri baginya. Namun apa lacur, nasi sudah menjadi bubur. Setengah memohon ia meminta agar kedua anaknya yang saat itu telah masuk sekolah dasar bisa tinggal bersamanya, namun diacuhkan oleh ipar-iparnya. Anak-anak itu kerap disuruh berjualan di pasar. Di sanalah dalam ketakutan mereka kerap bertemu sembunyi-sembunyi. Dalam penderitaan itu, Rukmini kerap mencurahkan semua isi hatinya pada suaminya lewat surat yang dikirim melalui pos. Namun,
betapa kecewanya Rukmini, beberapa kali bersurat, tak satu pun yang dibalas oleh suaminya. “Uang untuk biaya hidup juga tidak ada saya terima,” katanya. Rukmini merasa heran luar biasa atas sikap suaminya yang tiba-tiba tanpa kabar berita dan mengabaikan ia dan anak-anaknya. Keheranannya itu lebih kare na ia sangat mengenal Ambara yang meski nakal tetap sangat mencintai ia dan anak-anaknya. “Cintanya pada kami luar biasa dan saya bisa merasakan itu,” katanya yakin. Tapi karena kala itu usia mereka masih muda, dengan tak terbalasnya surat-surat yang ia kirim kepada Amabara dan tidak sepeser pun uang ia terima untuk biaya anak-anaknya, akhirnya Rukmini menyimpulkan bahwa suaminya itu memang telah melupakan mereka. “Yang lebih menyakitkan adalah tibatiba saya terima surat cerai,” kata Rukmini tersenyum getir. Hari itulah ia merasa bahwa semua tanggung jawab atas anakanak itu ada di pundaknya. Ia bekerja keras tanpa henti membesarkan anak-anaknya sendiri. Kisah selembar surat cerai yang datang melalui pos itu, akhirnya terbuka setelah lebih dari dua puluh tahun kemudian. Rupanya, Ambara mengalami hal yang sama seperti yang dialami Rukmini. Ambara termasuk rajin bersurat pada istri dan anaknya itu, juga rajin mengirimkan uang. Ternyata surat-surat Ambara juga tidak pernah sampai pada Rukmini. Tidak terbalasnya suratsurat itu oleh Rukmini, membuat Ambara juga berpikir bahwa Rukmini telah melupakannya. “Yang lebih mengejutkan lagi, akhirnya terbongkar bahwa suami saya tidak pernah mengirimkan surat cerai itu,” kata Rukmini. Entah bagaimana caranya itu bisa terjadi. Yang pasti mere ka bercerai dengan selembar surat itu. Usut punya usut, rupanya surat menyurat yang mereka kirimkan selalu ditahan oleh iparnya Rukmini, adik dan saudara-saudara suaminya. Salah satu saudara Ambara memang tinggal bersama Ambara di Sumatera, dialah yang selalu rajin menunggu pak pos tiap hari demi menyembunyikan surat-surat dari Rukmini agar tidak sampai
pada Ambara. Rupanya hal yang sama juga dilakukan oleh saudara Ambara yang ada di kota tempat Rukmini tinggal di NTB. Kebetulan sekali, Ambara hanya tahu alamat rumah orangtuanya dan sama sekali tidak mengetahui alamat rumah kontrakan Rukmini karena sejak berpisah mereka tidak bisa saling kontak satu sama lain akibat surat-surat yang tertahan. Bagaikan dalam cerita sinetron, mereka kehilangan kontak sejak awal. Di saat keduanya sudah merasa tidak lagi ada respek satu sama lain, maka mereka hidup sendiri-sendiri. Terutama Rukmini yang telah menerima “surat cerai” dari suaminya itu. Celakanya, saudara-saudara Ambara menikahkan Ambara dengan perempuan pilihan mereka dan menyampaikan kabar bahwa Rukmini tak lagi mencintainya dengan segala fitnah yang keji. Semua peristiwa itu akhirnya terbongkar saat Rukmini hendak menikah lagi setelah lima tahun menerima surat cerai itu. Salah seorang adik laki-laki Ambara yang berhati baik, sempat mengabarkan pada Ambara tentang hal itu. Dari adiknya inilah Ambara dan Rukmini akhirnya tahu semuanya, bahwa Ambara tidak pernah menceraikan istri nya dan surat-surat mereka ditahan oleh adik-adik perempuan Ambara. Betapa kabar itu sangat memukul keduanya, namun nasi telah menjadi bubur. Rukmini yang tidak bisa mengingkari janjinya pada kekasih yang akan menikahinya, laki-laki yang selama ia menderita selalu menolongnya itu. Sementara Ambara sendiri sudah menikah dan tidak sekali pun berusaha mencari istri dan anak-anaknya membuat Rukmini merasa cukup dengan apa yang sudah terjadi. Ia meminta agar Ambara menceraikannya dengan selembar surat cerai yang sah. Ia pun menikah dengan laki-laki yang melindunginya selama ia dan anak-anaknya jatuh dalam pen deritaan. Lelaki itu jualah yang kemudian mempersatukan Rukmini dengan dua anak lainnya. Atas apa yang terjadi, Rukmini ikhlas menjalaninya. Rukmini yang kini berusia 70 tahun itu memaknai bahwa itulah jalan terbaik yang ditunjukkan Allah untuk ia dan anak-anaknya. Ia tidak perlu lagi menyesali semuanya karena kisah yang terjadi puluhan tahun itu telah ia kubur dalam-dalam. -Naniek I. Taufan.
6
l i f e s to ry
14 - 20 april 2014
Puluhan Tahun Hidup Sebatang Kara Sungguh malang nasib perempuan sepuh ini. Di usianya yang 80 tahun, Nenek Wati-demikian ia biasa disapa, hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga. Pascajatuh setahun silam yang mengharuskan kakinya dioperasi, nenek asal Tianyar, Karangsem ini hanya bisa terbaring di kamar indekosnya di Jalan Tukad Irawadi Gg. 18x No.1 Panjer, Denpasar Selatan. Sehari-harinya, ia hanya di temani seorang pengasuh yang dibiayai pihak donatur.
P
engasuhnya, Bu Dewi mengatakan, meski banyak memori yang sudah lupa, pen dengaran Nenek Wati masih cukup bagus, dan ia pun masih sanggup ber komunikasi dengan baik. Ketika Tokoh menyambanginya ke tempat indekos nya siang itu, Nenek Wati tampak gembira. “Saya mau masuk koran lagi? Waduh, malu saya,” katanya sembari bergurau. Sebelumnya ini, Nenek Wati tinggal di sekitar Gereja Katedral. Sehari-hari nya ia membantu membersihkan areal gereja dan diasuh oleh Pak Halim. Ia mengisahkan, patah kaki kali ini adalah yang kedua kalinya. Sekitar dua tahun silam, ia diserempet pengendara motor sampai terjatuh dan mengalami patah tulang kaki bawah (daerah telapak kaki). Nenek Wati pun harus diopname selama delapan bulan di RSUP Sang lah dan ditanggung Jamkesmas yang pengurusann ya dibantu Pak Halim. Setelah keluar rumah sakit, selang beberapa bulan, Desember 2012, Nenek Wati kembali mengalami musibah serupa. Kali ini kejadiannya di gereja, saat ia menyapu. “Waktu itu musim hujan, jadi licin,” ujar perempuan yang fasih berbahasa Indonesia ini. Musibah itu sudah terjadi 16 bulan
lalu, namun sampai ditemui Tokoh, Jumat (11/4), Nenek Wati masih menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan terkait patah tulang paha kakinya tersebut. “Senin ini rencananya mau diajak kontrol ke RS Sanglah,” ujar Bu Dewi. Ia menceritakan, Nenek Wati yang cukup lama menghuni Ruang Angsoka RSUP Sanglah, baru saja keluar dari RS setelah menjalani operasi pemasangan pen 28 Maret lalu. “Mungkin karena kondisi tulang yang sudah tua dan rapuh, untuk mengembalikan kondisi tulang seperti sebelumnya, sangat sulit, dan sepertinya tidak bisa,” ujarnya. Bahkan, paha Nenek Wati pun sempat infeksi, karena ia punya penyakit diabetes, dan kini masih dalam tahap penyembuhan. Seminggu tiga kali perawat RS datang kontrol ke tempat indekosnya yang lokasinya tak seberapa jauh dari RS. Itu pula alasannya kenapa Nenek Wati menempati kamar kos ini. “Di sini lebih dekat dengan RS memperlancar proses rawat jalannya,” imbuh Bu Dewi. Dari pagi hingga sore, Nenek Wati hanya ditemani sang pengasuh. Sesekali ada donatur yang menjenguk dan memberikannya bantuan. Bahkan, menurut pengakuan Bu Dewi, seluruh perlengkapan dan biaya hidup, indekos
dan pengasuh Nenek Wati , dibiayai pihak gereja. UPIN-IPIN JADI FAVORIT Salah satu memori kelam yang masih diingat Nenek Wati yang memiliki nama asli Made Wati ini adalah per kawinannya yang kandas dengan Pak Dangin (alm.). Nenek Wati mengisahkan, sejak gadis ia sudah merantau ke Denpasar, hingga akhirnya menikah dengan Pak Dangin yang bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara dirinya, pekerja serabutan, bisa berjualan pisang, daun, kangkung, dll. Nenek Wati sesungguhnya memiliki seorang anak, namun di usia enam bulan, buah perkawinan mereka meninggal dunia. Pasutri ini tinggal di sebuah rumah sederhana di atas sebidang tanah kontrakan. Namun, setelah rumah mereka selesai dibangun, Nenek Wati dic-
eraikan sepihak secara lisan. “Jangan ikut sama saya, cari tempat lain saja. Mulai sekarang kita sendiri-sendiri saja,” ujar Nenek Wati mengutip ucapan mendiang suaminya. Berbekal sakit hati, Nenek Wati pun pergi. “Terpaksa saya cari seng bikin rumah bedeng di sebuah tanah kosong. Datang yang punya tanah, Pak Roni dari Flores, saya akhirnya disuruh bersih-bersih dan menjaga tanah itu,” paparnya. Entah kapan tepatnya, Nenek Wati mengatakan suaminya sudah meninggal akibat kecelakaan tunggal, ia menabrak truk yang terparkir. Yang jelas, ia meng aku sudah puluhan tahun beraktivitas di areal gereja, diasuh oleh seseorang yang ia sebut Pak Halim. Pasca meninggalnya sang suami, karena terlanjur sakit hati, ia tak mau lagi berurusan dengan keluarga suaminya. Sementara, ia sendiri hanya memiliki satu kakak yang juga sudah men-
inggal. Demikian juga orangtuanya. Nenek Wati seharusnya memiliki kerabat dari saudara kandung ayahnya. Namun, sejak lama pamannya itu sudah bertransmigrasi ke Sumatera. Nenek Wati pun tinggal seorang diri. Menurut Bu Dewi, pihak gereja pun menelusuri keluarga Nenek Wati, namun hasilnya nihil. Nenek Wati sebatang kara. “Tetapi, saya sudah banyak punya anak dan cucu di gereja yang sering menjenguk saya ke sini,” ujarnya sembari tersenyum. Kini, Nenek Wati yang hanya bisa terbaring di tempat tidur sembari menjalani terapi dengan menaik-nurunkan kakinya, mengisi waktunya dengan membuat tangkih atau ceper dari slepan (daun kelapa tua). Film kartun Upin-Ipin menjadi salah satu film favoritnya. –Inten Indrawati
14 - 20 april 2014
S U D U T PA N D A N G
19
Dari Rp 1.000 Jadi Rp 90 Ribu Sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga khususnya dapur ternyata bisa ber manfaat. Cara pengolahan yang sederhana ini bisa mengurangi sampah dan memberikan nilai tambah bagi pemilik rumah. Contoh nyata pe manfaatan ini diungkapkan Yuliani Djaya Negara dan Dyah Yudiasriani dalam diskusi terbatas Me ngelola Sampah di Kota Denpasar yang diadakan Mingguan Tokoh.
“M
engelola sampah bisa dimulai dari dapur. Pisahkan sampah organik dan anorganik. Pendidikan memilah sampah ini juga harus diajarkan kepada anak-anak,” ungkap Yuliani yang akrab disapa Bu Yuli ini. Ia mencontohkan cara pemilahan sampah bisa dilakukan dengan menyiapkan dua kantong sampah di dapur. Sampah yang berisi sampah organik selanjutnya dimasukkan ke dalam ember yang ditanam dalam tanah. Ember ini dilubangi agar airnya bisa keluar. Setelah sampah dimasukkan, tutup ember ini. Setelah 3 sampai 4 m inggu, masukkan sampah yang sudah menjadi kompos ini ke dalam polibag. Polibag ini siap ditanami lombok dan tomat. Jika tercium bau tak sedap, gunakan air kelapa untuk menetralisir bau. Perempuan yang memiliki moto sehat dengan kembali ke alam ini menuturkan, semua ini sudah ia praktikkan di rumahnya. Ketika membuat sambal, ia tak perlu repot mencari lombok maupun tomat karena sudah tersedia di rumah. Kedua bahan bumbu ini dijamin sebagai bahan organik yang bebas dari semprotan pestisida. Jika membeli di pasar, ia menduga lombok dan tomat sudah mengalami beberapa kali penyemprotan.
Bu Rien
Pengalaman ini terus ia tularkan kepada ibu-ibu lainnya. Tiap ada kesempatan berbicara kepada kaum perempuan, ia selalu menyelipkan pesan bagaimana cara mudah mengelola sampah di rumah tangga. Selain itu, Direktur Utama PT Bali Tangi ini juga setuju dengan usul yang disampaikan Moeliono mengenai pentingnya memberi pemahaman kepada anak-anak sekolah agar ikut menjaga kebersihan dengan memilah sampah. “Selain membuat composting di rumah, jangan lupa membuat lubang biopori. Lubang ini akan mengalirkan air ke dalam tanah agar halaman rumah tidak banjir. Kalau tanah tidak subur, bagaimana kita bisa menanam tanaman, nanti apa yang bisa dimakan. Jadi antara sampah, tanah, dan kesehatan saling terkait,” ujar perempuan kelahiran Bandung, 5 Juni 1950 ini. Wayan Sukhana, suami Bu Yuli menambahkan, manusia tidak bisa lepas dari sampah. “Manusia, sampah, kehidupan tak bisa dilepaskan. Ini persoalan bersama dan perlu kerja sama semua pihak untuk menanganinya. Jangan hanya sadar tetapi harus dipraktikkan. Paling gampang ya mulai dari rumah tangga. Buat lubang biopori, buat tong untuk kompos. Kalau sudah lihat manfaatnya pasti yang lain akan meniru,” ujarnya
Pak Sukhana
Bu Yuli
seraya mengatakan sudah me nyiapkan pengolahan kompos yang bisa menampung hingga 200 kg sampah organik. Jika mengolah sampah organik dilakukan dengan menanam hingga menjadi kompos, sampah anorganik khususnya plastik bisa dijadikan barang kerajinan. “Kemasan bekas kopi, sampo, dll. yang berbentuk sachet bisa dikumpulkan. Bersihkan dulu, lalu potong yang rapi, dijahit, bentuk pola sehingga menjadi barang bermanfaat seperti tas, sandal, dompet, dll.,” ungkap Bu Yuli. Sampah anorganik lainnya seperti bekas pembalut diharapkan tidak dibuang begitu saja di sembarangan tempat. Pembalut ini harus dicuci sampai bersih, diperas, kemudian dibungkus dengan kertas bekas, baru dibuang ke tempat sampah. Konsep reuse, reduce, dan recycle, dan replan ini menjadi salah satu upaya nyata yang ia lakukan untuk menangani masalah sampah.
Pak Sutedja
“Manusia, sampah, kehidupan tak bisa dilepaskan. Ini persoalan bersama dan perlu kerja sama semua pihak untuk menanganinya. Jangan hanya sadar tetapi harus dipraktikkan. Paling gampang ya mulai dari rumah tangga. Buat lubang biopori, buat tong untuk kompos. Kalau sudah lihat manfaatnya pasti yang lain akan meniru,” Pengalaman Dyah Yudiasriani dalam mengelola sampah juga bisa dijadikan contoh. Perempuan yang akrab disapa Bu Rien ini kerap memungut buah, biji, atau ranting yang berceceran di jalan. Bahan-bahan ini diolah menjadi kerajinan. Kloping pohon kelapa yang kering pun ia cari. Bahkan sampai membeli dengan harga Rp 1.000 per kloping. Setelah dibuat menjadi kreasi seni, kloping ini bisa dijual dengan harga hingga Rp 90 ribu. “Saya bersama suami dan anak kerap memungut buah, biji, dan ranting yang berserakan di jalan. Kami bahkan dibilang keluarga pemulung. Apa yang kami lakukan selain ikut menjaga kebersihan lingkungan bisa menjadi penyaluran hobi bahkan mendatangkan penghasilan,” ujarnya. Bu Rien yang piawai membuat kerajinan bunga kering ini bahkan memanfaatkan biji buah mangga dan batu salak untuk bahan kreasi seninya. Selain bahan alami, ia juga membeli karton panjang sisa gulungan kain. Karton ini dibeli dengan harga Rp 1.000 per kg. Setelah dijadikan vas bunga, satu gulungan bisa menghasilkan tiga vas bunga dengan harga masingmasing Rp 75 ribu. Namun, Bu Rien dan suaminya Wayan Sutedja Kardha miris melihat orang-orang yang membuang sampah sembarangan. “Kami sering melihat orang buang sampah ke sungai. Kami tegur, dia malah marah. Kasihan sungai menjadi kotor dan aliran ter
sendat. Nanti kalau hujan deras, bisa menyebabkan banjir,” kata Sutedja. Keduanya mengusulkan agar masing-masing rumah memiliki komposter seperti yang dilakukan Bu Yuli. Dengan komposter ini, sampah yang keluar dari rumah tangga bisa diminimalkan. Hanya sampah-sampah yang tidak bermanfaat yang dibuang. Kadis Kebersihan dan Per tamanan Kota Denpasar I Ketut Wisada, S.E., M.Si. salut dengan upaya yang dilakukan Bu Yuli dan Bu Rien. Ia pun mengingatkan masalah yang dihadapi kini adalah berperang dengan kepedulian masyarakat. Kalau masyarakat mau peduli seperti Bu Yuli dan Bu Rien, masalah sampah akan teratasi. Sebaliknya, kalau masyarakat tidak peduli, masalah sampah akan terus muncul. “Kadang ada masyarakat yang mengambil jalan pintas dengan membakar sampah. Ini tidak dianjurkan. Ada sanksi bagi masyarakat yang membakar sampah. Dari sisi kesehatan, membakar sampah akan menyebabkan pencemaran udara, apalagi kalau yang dibakar sampah plastik,” tegasnya. Ia mengatakan sudah menyiapkan alat biogas yang harganya Rp 2,5 juta per set. Alat ini berbahan bakar gas yang didapat dari hasil pengolahan sampah anorganik. Teknologi ini akan dikembangkan dengan pola ATM (adopsi, tiru, modifikasi). Dari 1 kg sampah plastik bisa menghasilkan 0,5 liter biogas. –Ngurah Budi
NINE
20
14 - 20 April 2014
18 Jam untuk Lontong Punia Dari subuh hari bahkan sebelum matahari tiba, para perempuan di Punia Saba Mata ram, telah disibukkan dengan aktivitas menyiapkan lontong untuk dijual ke pasar-pasar tradisional sekitar mataram. Separuh waktu dalam tiap harinya mereka habiskan untuk usaha berdagang lontong.
M
eskipun terbuat dari beras, lontong tidaklah dimakan sebagai makanan pokok seperti nasi, namun lebih sering dihidangkan sebagai makanan pelengkap, misalnya soto atau pelecing di Lombok. Biasanya, orang membuat dan menghidangkan lontong pada saat-saat tertentu saja, tapi mereka yang berjualan lontong tetap menyediakannya kapan pun dibutuhkan. Di pasar-pasar tradisi onal di Mataram dan sekitarnya seperti Pasar Cakranegara, Pasar Kebon Roek, Pasar Sindu, Pasar Pagesangan dan Pasar Karang Jasi, tidaklah sulit mendapatkan lontong
karena selalu tersedia. Mereka yang berjualan lontong di beberapa pasar tersebut berasal dari Punia Saba, Punia Jamak, Punia Karang Kelayu dan Punia Karang Kateng, Kelurahan Mataram Barat, Kota Mataram. Di Punia, khususnya Punia Saba, terutama penduduk asli nya, rata-rata mempunyai usaha pembuatan lontong dan kecambah. Usaha rumah tangga turuntemurun ini bisa bertahan hingga sekarang karena rata-rata dari mereka memang tidak memiliki pencaharian lain dan ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Usaha ini digeluti oleh para perempuan di desa ini. Setidaknya begitulah dengan Halimah bersama ibunya Juhariah, yang kini melanjutkan usaha yang dirintis oleh neneknya dulu. Begitu pula dengan Nurinah, yang kini setiap hari membuat setidaknya 20 kg lontong yang siap dipasarkan. Para pedagang lontong ini menghabiskan waktunya untuk usaha rumah tangga tersebut setiap hari minimal delapan belas jam. Bayangkan saja, pagi pukul 06.00 sudah berangkat ke pasar untuk berjualan hingga pukul 11.00. Bahkan ada yang melanjut-
kan hingga sore hari. Pukul 14.00 mulai mengisi daun pisang dengan beras hingga pukul 17.00, dan sejak pukul 19.00 lontong mulai dimasak. Karena keterbatasan peralatan seperti panci besar, lontong dimasak beberapa kali naik. “Dua atau tiga kali kami harus mengisi kompor dan menambah air,” kata Halimah. Air memang harus terus ditambahkan hingga penuh dan lontong terendam air agar terasa lebih kenyal. Itu berarti tengah malam pun kegiatan ini terus berlangsung. Beruntung di kampung tersebut, karena para lelakilah yang biasanya menggantikan pekerjaan ini yang bangun dan menjaga api tengah malam. Kompor menyala
hingga pagi hari, adalah hal biasa di kampung tersebut. Sejak pukul 06.00, para perempuan Punia, dengan bakul-bakul berisi penuh lontong mulai bergegas menuju ke pasar tempat mereka berjualan. Dengan cidomo langganan yang setiap seminggu sekali dibayar, mereka berkelompok menuju pasar tujuan. Cidomo yang biasanya memuat delapan penumpang dan kusir, hanya bisa memuat paling banyak empat penumpang karena bakul-bakul lontong yang sesak. Setidaknya seorang membawa dua bakul besar. Pemandangan ini selalu terlihat di kampung tersebut sebagai ciri khas asal lontong yang banyak dikenal masyarakat Mataram. Bagaimana tidak, mereka bisa saja berada di satu pasar yang berarti harus membagi pelanggan, sementara satu orang setidaknya menyiapkan lontong dari 10 kg beras setiap harinya. “Sedapat mungkin harus laku semua,” kata Juhariah. Karena jika tidak, mereka akan mengalami kerugian berupa harga yang bisa saja turun drastis atau lontong akan basi jika harus dibawa pulang. Untuk itu, tidak jarang ia harus berjualan di dua pasar sekaligus. “Kalau tidak laku semua
di pasar pagi Karang Jasi, saya bawa ke pasar sore Cakranegara,” ujar Juhariah yang terpaksa harus men inggalkan rumahnya hingga sebelas jam lamanya. Karena esoknya ia harus tetap berjualan kembali, di rumahnya, Halimah anaknya, sudah menyiapkan daundaun pisang berisi beras yang siap dimasak berikutnya. Memang, jika berkunjung ke kampung tersebut pagi hari, jarang sekali bisa menemui para penjual lontong ini karena saat itu mereka tengah berjualan di pasar. Namun, ketika tengah hari tiba, menelusuri lorong-lorong sempit tempat me reka tinggal, terlihat aktivitas pembuatan lontong dan tauge sedang dilakukan. Di rumah-rumah sederhananya, sembari ngobrol dan menonton televisi, tangan-tangan terampil para pembuat lontong ini asyik membungkus beras dengan daun pisang berwarna hijau segar. Tumpukan lontong siap masak biasanya diisi sehabis menunaikan Shalat Dzuhur hingga menjelang Shalat Ashar bahkan menjelang Magrib. Daun pisang berisi beras tersebut kemudian dimasak selama lima hingga tujuh jam. Sebagian pedagang, lebih memilih memasak hingga tujuh jam karena akan membuat lontong tahan lama. “Kalau dimasak lima jam bertahan cuma setengah hari, tapi kalau tujuh jam lontong bisa bertahan sehari,” kata Sahriah yang diiyakan Halimah. Namun bagi yang membuat lontong dalam jumlah lebih dari 10 kg beras, mau tidak mau memasaknya kurang dari tujuh jam. Karena waktu yang tersedia dari sore hingga pagi tidak cukup karena harus beberapa kali memasaknya. Ini tidak menjadi soal karena penjualan lontong sejauh ini menurut pengakuan mereka lancar-lancar saja. “Kalau pun ada yang tersisa bisa dikukus lagi untuk dijual esok harinya,” kata Halimah. Lontong Punia yang dikenal padat dan harum, ternyata tidak ditambah apa-apa kecuali sematamata beras murah yang mudah mengembang. “Kalau beras bagus, karena tidak mengembang tentu keuntungannya akan sangat tipis,” ungkap Sahriah. Padahal, lanjutnya, dengan naiknya harga beras dan minyak tanah saja mereka kini ha nya bisa mendapatkan keuntungan yang sangat tipis. Meski demikian, usaha ini tetap lancar dan tak ada alasan tidak terus dilanjutkan. “Apa
boleh buat, kalau tidak buat lontong tidak ada biaya hidup seharihari,” tambah Halimah. Kalau dulu, enam lontong ukuran besar dijual dengan harga Rp 1.000, kini hanya bisa dijual sebanyak lima buah. Kalau di bawah itu, pembeli tidak akan mau membeli kalau tidak benar-benar butuh, sementara lontong ini hanya makanan sampingan, ujarnya. Namun para pedagang lontong ini tetap merasa bersyukur, sejauh ini penjualan lancar-lancar saja. Setiap hari mereka membutuhkan 10 kg hingga 30 kg beras dengan harga Rp 3.200 hingga Rp 3.500 per kilogramnya. Ditambah lagi dengan kebutuhan minyak tanah untuk memasak lontong dari 10 kg beras sebanyak 10 liter, harga per liter Rp 3.000 dan daun pisang Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per orang. Oleh karena itu masing-masing pedagang lontong setidaknya membutuhkan 300 kg beras dan 300 liter minyak tanah serta Rp 300 ribu daun pisang setiap bulannya. “Beruntung ada orang yang mau memberikan pinjaman beras yang dibayarkan setiap beras tersebut habis terpakai,”
bisa mendapatkan bantuan modal entah dari siapa. Lontong yang enak dan menarik adalah yang padat dan berwarna hijau. Tidak semua orang bisa berhasil membuat lontong yang padat dalam satu atau dua kali kesempatan. Kebiasaan menjadi faktor utama menghasilkan lontong yang enak. Karena soal warna yang hijau segar sangat tergantung pada daun yang dipakai. “Daun yang dipilih jangan terlalu tua dan berwarna hijau,” kata Halimah. Biasanya, kalau daun pisang berwarna kuning, lontong juga akan berwarna sama. Sementara untuk membuat lontong yang padat, daun pisang harus diisi dengan tiga perempat beras atau seperti kebiasaan. Hal inilah yang sulit dilakukakan karena juga, kata Halimah, tergantung jenis berasnya. Bagi mereka yang sudah terbiasa membuat lontong, soal jenis beras sudah tidak lagi menjadi persoalan, karena hampir setiap jenis sudah dikuasainya. “Beras yang tidak mengembang harus diisi lebih banyak dari beras biasa yang mengembang agar tidak lembek dan berair,” katanya. Kualitas lontong yang berada pada posisi paling bawah lebih baik ketimbang yang di atas. “Yang paling bawah termasak sempurna karena tetap terendam dalam air,” katanya. Sementara untuk membuat lontong yang di atas tetap terendam air, harus selalu ditambahkan air ketika air mulai menyusut. Agar lontong tahan lama harus dimasak minimal tujuh jam. “Semakin lama dimasak, semakin tahan lama,” ujar Sahriah. Memasak lontong sebaiknya di atas api yang tetap menyala, ka rena akan mempengaruhi kualitas lontong nantinya. Karenanya, para pedagang lontong di Punia ratarata memakai kompor untuk memasak. Jika memakai kayu bakar,di samping memasaknya menjadi
Proses pembuatan lontong
lanjut Halimah. Karena itulah usahanya terbantu dan berjalan hingga kini. Dari 10 kg beras ia tidak bisa memerincikan berapa keuntungan bersih yang diperolehnya kecuali cukup untuk membiayai kehidupan sederhananya bersama orangtua. Dari keuntungan yang tipis tersebut ia hanya bisa berkata, mau apa lagi, hanya inilah pekerjaan yang sudah biasa dilakukannya. Dan, ketika mempunyai keinginan menggantinya ia tidak punya pilihan lain karena secara otomatis setiap hari ia harus mengerjakan usaha turuntemurun ini. Ia hanya berharap
lama, juga api harus tetap dijaga agar tetap menyala sehingga waktu istirahat tidak akan banyak. Lontong Punia, tidak hanya dijual di pasar, melainkan juga menerima pesanan. Bukan hanya lontong tetapi juga ketupat. Saatsaat ramai pembeli dan pemesan lontong Punia terjadi selama bulan puasa, Lebaran Idul Fitri, Lebaran Topat, Lebaran Idul Adha dan Tahun Baru. Saat itu pembuatan lontong bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya. Itu berarti keuntungan pun bisa bertambah, kata Halimah. -Naniek I. Taufan
INSPIRASI
14 - 20 April 2014
5
Aty Fathiyah
Rezeki Badan Gemuk Memiliki tubuh besar adalah anugerah dan harus disyukuri, bukannya malah bersungut-sunggut, apalagi menganggap kegemukan itu sebagai sebuah bencana dalam hidup. Sikap penuh rasa syukur inilah yang selalu ditunjukkan artis sinetron Aty Fathiyah lewat penampilannya yang penuh percaya diri dan selalu ceria.
“Y
a aku bersyukur dengan apa yang aku miliki. Nggak masalah dengan badan besar, bahkan kadang aku nggak merasa lho kalau punya badan besar hahahaha. Aku ini baru ngeh punya badan besar, kalau mau masuk ke suatu tempat atau duduk dan merasa kesempitan atau ada yang keinjek kaki gua…hahaha,” ujar pemeran Bu RT dalam sinetron Suami-Suami Takut Istri ini sembari tertawa ngakak. Sikap positif yang ditunjukkannya ini, menurut Aty, telah terbentuk sejak kecil. Bisa jadi, tuturnya, karena hampir sebagian besar keluarganya juga bertubuh tinggi besar sehingga ia tak merasa berbeda daripada yang lain. Namun lebih dari itu, pola didik orangtua yang paling berperan dalam terbentuknya sikap positif
dalam dirinya. Dulu, tuturnya, ibunya pernah memberi wejangan, “Kita hidup jangan mengikuti standar dunia, jangan biarkan kita terbawa standar dunia. Standar kita adalah standar Tuhan. Jadi apa pun yang terjadi dalam hidup kita adalah kemauan Allah.” “Wejangan itu sekaligus mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur. Jadi aku easy going sajalah,” tambah Aty yang sempat beberapa tahun menetap di Bali. Itu sebabnya, lanjutnya, meski sejak kecil bertubuh subur namun ia tak pernah merasa minder. Sebaliknya, ia tumbuh sebagai gadis ceria dan mudah bergaul. “Menurutku, yang terpenting adalah bagaimana bisa membawa diri di mana pun berada. Bersikap baik pada semua orang. Juga, kita harus membuat ‘plus-plus’ (prestasi) yang banyak. Sehingga
orang jangan pernah menilai kita karena kita gendut tapi karena ‘plus-plus’ yang kita miliki. Jadi kita harus bisa mengubah pola pikir orang,” ungkap insinyur teknik industri lulusan Universitas Islam Bandung ini. Sikap dan keyakinan itu jugalah, yang membuatnya tidak pernah mengalami hambatan yang berarti dalam setiap aktivitasnya. Meski berkiprah di dunia hiburan di mana penampil an menjadi salah satu ‘modal’ utama, wanita cant ik keturunan Arab ini mengaku tak pernah tergoda untuk melakukan operasi mengecilkan ukuran badan. Padahal katanya, banyak pusatpusat perawatan kecantikan menawarkan program tersebut padanya. Ia juga tak pernah melakukan diet untuk tujuan serupa. Kalaupun diet, katanya, itu lebih pada diet kesehatan yang dilakukan semua orang termasuk mereka yang ukuran tubuhnya biasa-biasa saja. “Aku nggak pernah berpikir untuk operasi, untuk apa? Aku bersyukur kok diberi tubuh besar, nggak ada masalah. Justru aku merasa makin ke sini, rasa syukurku makin bertambah. Karena berkat tubuh besar ini, aku bisa mendapat banyak hal, termasuk rezeki dan karier yang bagus. Aku mendapat banyak kesempatan, yang belum tentu didapat kalau tubuhku tidak seperti ini. Aku juga menjadi makin mengerti bahwa di setiap anugerah Tuhan, pasti ada maksud-Nya. Aku juga bisa bergaul dengan ‘PD’ (percaya diri, Red.), beraktivitas dengan ‘PD’ juga, jadi tidak ada masalah. Dengan semua yang aku dapat ini, lalu untuk apa operasi? Aku nggak pernah membayangkan,” ungkap Aty yang baru saja menyelesaikan syuting FTV terbarunya yang berjudul Anak Toke. Tidak seperti sebagian orang bertubuh besar lainnya yang menderita obesitas saat usia tertentu, sedang Aty mengaku, sejak lahir ia telah bertubuh besar. Ia terlahir dengan berat tubuh 4,8 kg. Berat tubuhnya ini tak pernah turun, bahkan terus meningkat. Hingga akhirnya mencapai 89 kg saat kelas VI SD. “Jadi aku ini beda dengan orang lain yang baru gemuk saat usia tertentu atau kegemukan yang naik-turun, sedang aku tidak.
Sejak lahir aku sudah bertubuh besar, berat badan tidak pernah turun,” tutur finalis Putri Impian 2005 ini. Sekarang, tambahnya, berat badannya sekitar 126 kg. Ini sudah lumayan turun karena ia pernah mencapai berat 145 kg. Beruntung, Aty memiliki tinggi yang lumayan, yakni, 171 cm, sehingga tubuhnya yang bongsor tidak terlalu terlihat menonjol. Apalagi, ia selalu modis sehingga enak dilihat. “Sebelum aku terjun ke dunia akting, aku juga kerap membawakan baju-baju besar,” ucapnya. Aty mulai menyeriusi dunia entertainment setelah masuk sebagai salah satu finalis Putri Impian, sebuah acara reality show yang ditayangkan televisi swasta nasional, yang para pesertanya adalah perempuan-perempuan muda berbadan bongsor. Berbeda dengan pemilihan Miss Big, masa karantina Putri Impian memakan waktu cukup lama yakni 1,5 bulan. “Konsepnya beda ya, ka rena ini adalah program televisi. Tapi terus-terang, waktu itu aku kurang merasa nyaman. Aura persaingannya luar biasa ketat, aku nggak bisa enjoy. Mungkin mindset aku dengan yang lain berbeda, jadi nggak ketemu,” ucap Aty yang terhenti di babak delapan besar. Selepas dari Putri Impian,
justru tawaran tampil di berbagai event off air berdatangan, termasuk tampil di sinetron maupun film. Begitu juga permintaan iklan. Tapi penampilannya sebagai ibu RT di sinetron komedi Suamisuami Takut Istri yang membuat namanya dikenal publik. Wajahnya yang cantik, dengan tubuh yang subur, namun bawel setengah mati. “Sebenarnya itu bukan aca ra televisi pertama, sebelumnya aku sudah tampil di Kecil-kecil Ngobyek 120 episode, Rahasia Ilahi, dan lain-lain cuma mungkin sinetron Suami-Suami Takut Istri masa tayangnya cukup lama 3,5 tahun, makanya jadi lebih diingat,” ungkap Aty yang kerap dipanggil Dedew ini. Kariernya di dunia akting, boleh dibilang relatif stabil. Selain banyak tawaran sinetron dan FTV, ia juga tampil di sejumlah film, di antaranya SSTI: The Movie yang diproduseri oleh Anjasmara, dan Kabayan Jadi Milyuner. Ia mengaku sangat enjoy di dunia akting karena merasa bebas berakspresi. Di luar sinetron, ia juga tampil sebagai presenter sejumlah acara, di antaranya kuis-kuis. Pembawaannya yang lincah, ramah, dan rada centil ini bisa jadi menjadi salah satu sebab kenapa pekerjaannya di dunia hiburan tidak pernah sepi. “Ini adalah rezeki badan gemuk,” katanya sambil tertawa. – Diana Runtu
“Kita hidup jangan mengikuti standar dunia, jangan biarkan kita terbawa standar dunia. Standar kita adalah standar Tuhan. Jadi apa pun yang terjadi dalam hidup kita adalah kemauan Allah.”
INSPIRASI
4
14 - 20 April 2014
“Janin adalah Pasien Kedua Saya” Kelainan janin menjadi perhatian Dr. dr. Teguh Mintareja Sp.OG (KFM) yang telah mendalami ilmu Feto Maternal Medicine, suatu cabang ilmu kandungan dan kebidanan yang ber fokus pada kehamilan berisiko serta pemantauan pada ke mungkinan kelahiran bayi cacat. Di Bali, hanya ada tujuh dok ter dengan keahlian fetomaternal.
D
Dr. dr. Teguh Mintareja Sp.OG (KFM)
okter subspe sialis yang me namatkan pendi dikan doktornya di Universitas Padjdjaran ini tersenyum ketika ditanya meng apa ia berminat menggeluti bidang yang belum banyak dida lami para sejawatnya. “Sejak ke cil saya memang menyukai dunia anak-anak, karena pada anak saya banyak belajar mengenai suatu “kejujuran”, “persahabat an”, “keterbukaan”, “kepolosan” serta anak memerlukan per lindungan dan pengawasan kita karena mereka seperti lembaran kertas putih. Kalau kita melukis suatu kebaikan maka hasilnya suatu kebaikan dan sebaliknya,” ujarnya ringan. Bagi dr. Teguh, janin dalam kandungan sudah merupakan pasiennya yang perlu dipantau dan dirawat. Ada ungkapan masih beredar di masyarakat luas meskipun ilmu kedokteran telah maju pesat. Bahwasanya, proses mela hirkan merupakan pertaruhan nyawa terutama pada kehamilan yang memiliki risiko tinggi ber masalah. Mengapa ibu hamil dapat mengalami permasalahan serius pada proses persalinan? Lalu mengapa ada bayi-bayi yang lahir dengan membawa cacat bawaan? “Penyebabnya multifaktor,” ujar dokter yang berpenampilan bugar serta wajah ceria namun terlihat serius ketika membahas bidang ilmunya. “Suami-istri yang punya riwayat kelainan genetik/ kromosom. Calon ibu pengidap hipertensi, diabetes, penyakit jantung, ginjal juga kelainan darah. Atau juga penyakit ke
lamin. Pernah terpapar radiasi, pestisida beracun, minum obat yang tidak seharusnya dikonsumsi wanita hamil. Faktor-faktor sep erti itu berpotensi menjadikan kehamilan bermasalah dan juga melahirkan bayi cacat,” tutur dr. Teguh dengan gamblang. Selain itu, sambung dokter yang sekarang masih menjabat sebagai staf bagian SMF Obsteri Ginekologi di RSUD Karang asem ini, kehamilan berisiko juga terjadi pada calon ibu yang sudah melampaui jauh usia ideal melahirkan. Itulah sebabnya ungkapan yang masih beredar dalam benak masyarakat rasanya bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi. Kasus keracunan kehamilan, pendarahan yang terus-menerus karena adanya kelainan darah masih merupakan faktor yang dapat menjadi ancaman jiwa bagi calon ibu. Meskipun demikian, bagi dok ter yang sudah begitu menjiwai profesinya ini, ia tidak hanya mengutamakan keselamatan calon ibu namun juga kesehatan serta kelancaran pertumbuhan kehidupan si kecil yang masih berada dalam rongga perut sang ibu. Melalui peralatan canggih dengan metode pemeriksaan cermat, dr. Teguh mampu men diagnosa apakah seorang janin dalam kandungan akan terlahir normal atau bakal menyandang cacat bawaan. Ada dua macam cacat yang bisa dideteksi, yaitu cacat mayor dan minor. Cacat mayor, per lunya suatu tindakan koreksi medis agar si janin dapat hidup. Misalnya, karena tidak dileng
kapi dengan tempurung kepala. Sekiranya cacat jantung bawaan, masih ada kasus-kasus yang me mungkinkan perbaikan melalui ilmu medis. Sedangkan yang bisa lahir dan tetap hidup tapi akan mengalami cacat fisik serta keterbelakangan mental. Seperti bayi dengan kelainan kongenital down syndrom, celebral palsy, hydrocephalus atau microcephalus. Tentunya sangat menyedihkan bagi calon orangtua yang harus mendapat kabar seperti ini. Karena merupakan pilihan ter amat sulit antara menggugurkan kandungan ataukah melahirkan buah hati bercacat berat. Bayi cacat minor seperti cleft palate, jari berlebih, bentuk telinga tidak normal. “Ini ada lah cacat-cacat yang masih bisa diperbaiki melalui operasi,” ujar dokter kelahiran Banjarmasin, 31 Desember 1967 yang ramah ini. Pada usia kehamilan berapa bulan kelainan pada janin dalam kandungan bisa terdeteksi? “Se perti kita ketahui, pemeriksaan kehamilan dianjurkan minimal empat kali dengan alat USG. Saat terlambat haid lalu hasil urin positif diperlukan USG guna menentukan usia kehamilan serta perkiraan waktu melahirkan,” tutur dr. Teguh. Yang terpen ting untuk memastikan apakah kehamilan ada di dalam rahim atau di luar rahim. Juga apakah kehamilan tunggal atau kembar lalu mengetahui apakah itu hamil anggur atau normal. Pada saat usia kehamilan antara 11-13 minggu, diperlukan pemeriksaan ulang. Hal ini pen ting untuk mengetahui adanya kemungkinan kelainan kromo som. Pada usia ke hamilan 18-22 minggu pemeriksaan berguna untuk menentukan morfologi anatomi janin. Serta, saat ke hamilan memasuki triwulan ketiga. Den gan adanya alat USG dengan resolusi ting gi, kelainan pada janin akan terdeteksi dini. Sekiranya ada sesuatu mencurigakan maka dapat dilaksanakan tindakan chorio vilous sampling atau juga tes amniosintetis yang dilanjutkan dengan analisa kromosom DNA. Berbicara menge nai suka-duka pro
fesinya, dokter yang beristri seorang dokter gigi dan memi liki seorang putra berusia tu juh tahun ini menceriterakan suka-citanya. “Sukanya kalau prenatal diagnosa saya sesuai dengan perkiraan saya, apalagi bila sebelumnya wanita hamil tersebut telah divonis dengan ca cat kongenital yang lethal sampai dianjurkan “menggugurkan” oleh dokter yang lain, tapi saya dapat menganulir diagnosa tersebut serta mengajurkan untuk mem pertahankan kehamilan tersebut dan pada akhirnya diagnosa saya yang benar,” kisahnya. Dukanya, yaitu ketika ia harus menyam paikan kabar buruk pada ibu yang janinnya mempunyai cacat bawaan lethal. Atau juga pada saat ia menangani kehamilan yang memperberat kondisi calon ibu akibat penyakit yang sudah diidap sebelum hamil. Dokter yang mencintai kehidupan ini sedapat mungkin menghindari tindakan aborsi sepanjang ia masih dapat mengupayakan keselamatan jiwa calon ibu. “Saya sendiri tidak melakukan suatu tindakan aborsi apa pun alasannya, kecuali kelainan itu bersifat lethal serta kehamilan tersebut akan memperberat penyakit medis yang diderita oleh wanita hamil tersebut. Bukankah setiap makhluk ingin hidup, kalau kita tukar posisi misalnya kita dibunuh pasti juga tidak mau. Bagi saya janin adalah “pasien kedua” saya, saya juga harus menghargai haknya untuk hidup,” katanya. Kalau secara medis tindak an aborsi pada kelainan lethal (misal anencepali/tidak adanya tulang tempurung kepala dll.)
dimungkinkan, karena kemung kinan janin bertahan hidup san gat kecil, ia mensyaratkan harus ada paling sedikit dua orang dokter yang mendiagnosa hal yang sama. Ada kegetiran yang masih membekas dalam ingatannya ketika menangani kasus seorang janin dengan kelainan jantung bawaan TGA (Transposition Great Arteries), yaitu kelainan pada pembuluh darah besar jantung yang salah posisi pada jantung janin. Sebuah kelainan kongenital sangat sulit diperbaiki. “Si ibu tiap hari harus ikhlas tiap saat si bayi akan meninggal. Saya bisa merasakan penungguan si ibu hari demi hari tidak tahu kapan sakratul maut menjem put anaknya. Akhirnya bayinya hanya dapat bertahan satu bulan di lingkungan keluarga si bayi,” kenangnya. Meskipun sudah memahami kondisi demikian dr. Teguh tetap melaksanakan kewajibannya untuk membantu kelancaran persalinan juga menunjang se mangat si ibu. Hal serupa dialami seorang wanita Inggris bernama Katya Rowe yang memilih un tuk tetap melahirkan bayinya meskipun sudah divonis jika lahir pun sang bayi tak akan lama bertahan hidup. Memang terbukti setelah lahir bayi itu hanya bertahan hidup selama sembilan jam. Namun ibu muda ini dengan tegar berucap, “Tak peduli berapa lama bayiku akan meninggal tapi ia layak diberi kesempatan untuk lahir dan per nah hidup.” Pemikiran seperti ini dapat membantu ibu-ibu untuk menghadapi musibahnya dengan ikhlas. – Kurnia
MANDALIKA
14 - 20 April 2014
Ujian bagi Calon Petarung Mencak Beragam seni dan tradisi yang hidup dalam masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo me lengkapi kekayaan budaya Bumi Gora. Salah satunya adalah seni bela diri tradisional Sum bawa Barat, mencak atau yang disebut juga silat kembang melengkapi keberagaman bu daya daerah ini.
M
encak merupa kan seni bela diri seperti halnya pencak silat yang dikenal secara umum. Di Sumba wa Barat dikenal dengan mencak, sedangkan di Sumbawa dikenal dengan pencak atau kuntao. Seni beladiri mencak yang hidup dan mentradisi di Sumbawa Barat ber asal dari Bugis, Makassar. Mencak kerapkali menjadi pelengkap utama dalam upacaraupacara tradisi di Sumbawa Barat seperti saat khitanan dan perka winan. “Mencak digelar setelah khitanan usai dilakukan untuk menghibur anak yang dikhitan. Dalam perkawinan, mencak bia sanya digelar setelah akad nikah untuk memeriahkan acara seka ligus sebagai hiburan bagi seluruh masyarakat yang terlibat dalam acara tersebut,” ungkap HL. Mu hadli, tokoh masyarakat Taliwang di Sumbawa Barat. Di samping itu, mencak juga digelar untuk memberikan nuansa semangat dan keberanian pada acara yang digelar, utamanya bagi yang basunat. Mencak kerap juga digelar sebagai penyambutan untuk tamu-tamu resmi pemerintahan, untuk memberikan kesan bahwa keamanan tamu dijaga sepenuhnya selama berada di wilayah ini. Dalam bela diri mencak, tidak hanya mengedepankan ilmu bela diri, melainkan juga sentuhan seninya yang indah. “Ciri utama mencak terletak pada keindah an kembangannya. Gerakangerakan tarungnya bernuansa seni dan memiliki kecepatan dan daya serang yang tinggi serta mengedepankan teknik menghin dar ketimbang menyerang. Menilik gerakan-gerakan indah mencak secara detail dapat dimakna kan sebagai wujud menawarkan cinta damai,” kata A. Rajak, to koh masyarakat lainnya. Seluruh gerakan yang akan dibuat oleh juru mencak selalu diawali dengan gerakan seperti orang menari, yang sebenarnya menandakan tawaran untuk menghindari benturan fisik, sekalipun itu gerakan menyerang. Serangan-serangan melumpuhkan lawan dalam mencak bisa diartikan sebagai gerakan yang sudah tidak bisa lagi dihindari, demi membela diri dari serangan lawan. Gerakan-gerakan bela diri, bahkan untuk melumpuhkan lawan dalam mencak dilakukan dengan lemah-lembut dan mengedepan
kan unsur seni pada tiap gerakan nya. Kelebihan mencak dari pencak silat umumnya pada tiap gerakan, baik mengambil ancang-ancang untuk mempelajari gerak-gerik lawan, menyerang hingga melum puhkan lawan, senantiasa dilaku kan dengan keindahan visual. Tiap gerakan mencak selalu diawali de ngan “kembangan”, tidak langsung membuat gerakan menyerang. Kembangan atau yang juga disebut kembang adalah gerakan membuka kedua tangan dan telapak tangan di mana posisi kedua tangan terbuka ke samping dengan berbagai bentuk dan gaya yang indah dan rupawan yang mengikuti tarikan gerakan tubuh yang dilakukan dengan lemahlembut seperti orang menari, namun memiliki kekuatan yang mampu melumpuhkan lawan de ngan cepat. Gerakannya memang kelihatan lemah-lembut namun sesungguhnya sangatlah kuat kare na semua posisi dalam keadaan terkunci dari kaki hingga posisi tubuhnya. Salah satunya gerakan cepat yang dilakukan dengan membanting lawan yang dikenal dengan gerakan bantingan pematah atau pelumpuh lawan. Seluruh gerakan tarung dalam mencak mulai dari proses awalnya hingga di akhir pertarungan selalu ada kembangannya. Pada seni bela diri mencak ini, kesantunan sekali gus keindahan diperlihatkan. Di awal membuka gerakan seni bela diri tangan kosong khas Sumbawa ini, kembangan yang indah sudah mulai diperlihatkan dalam hormat empat penjurunya. Tiap kali mencak digelar, selalu diiringi dengan musik, serunai, gendang dan gong. Lengkingan serunai yang menyayat selalu menjadi pembuka penye mangat petarung mencak sekaligus mampu mengkondisikan suasana hati penonton menjadi lebih dapat menikmati mencak sebagai sebuah karya seni, bukan olah raga bela diri semata. Kehadiran musik pengiring ini, menghadirkan cita rasa seni semakin kental. Penonton mampu lebih dalam memaknai seni bela diri ini dengan iringan musik khasnya. “Pergelaran mencak menjadi lebih menawan dengan musik tra disional yang mengiringinya. Antara musik dan gerakan selalu seirama sehingga menjadi sebuah tontonan yang menarik. Masyarakat disuguhi tontonan seni sekaligus olah raga. Karena itu pemusik selalu hadir dalam tiap kesempatan latihan
Seni bela diri mencak yang masih dilestarikan di Sumbawa Barat mencak, karena harus senantiasa Dalam membuat gerakan-gerakan menyatukan irama dengan gerakan kembang atau dalam situasi ter mencak agar tercipta sebuah har desak sekali pun, tangan tidak moni yang pas,” kata salah seorang boleh menunjuk. Artinya, jika pelaku mencak lainnya. ingin menghadap lawan dengan Meski nyaris seluruh gerakan tangan setengah tertutup dalam dalam mencak maupun kuntao di keadaan siaga, haruslah dua jari Sumbawa ini tidak memiliki nama, yang terbuka, tidak boleh satu jari para pelatih mencak secara turun- terbuka sehingga posisinya terke temurun memakai istilah yang san menunjuk apalagi langsung sama, yakni gerakan satu, dua mengarahkannya pada lawan. dan seterusnya. Namun, seluruh Selama pertarungan dilakukan, gerakan yang lahir dari pergerakan petarung mencak dilarang keras secara fisik selama pertarungan, berkacak pinggang, karena itu akan khususnya gerakan kaki, selalu tampak seperti orang yang som berbentuk huruf “Z”. Di sinilah ru bong. Petarung mestilah rendah hati. panya kekuatan mencak tersebut. Filosofi sebuah pertarungan rupanya Dengan gerakan yang selalu dipegang teguh oleh para petarung. membentuk huruf “Z” tersebut, Yaitu, jangan sekali-kali mencari petarung mencak dapat lebih awas musuh, namun jika musuh datang dengan kuda-kuda yang kuat dan dan menyerang, maka jangan sekalitangguh. Ketika serangan datang, sekali untuk mundur. Jiwa kesatria meski tiba-tiba dan cepat serta tak dan bukan pengecut, itulah filosofi disangka-sangka, petarung mencak para petarung mencak. bisa menjadi lebih cepat dan kuat Kaki yang diharamkan untuk untuk menghindarinya bahkan melakukan serangan pada lawan dapat menyerang balik dengan ke adalah juga sebagai bentuk peng cepatan yang mengagumkan. Posisi hargaan akan kedamaian. Sekali gerakan kaki yang selalu berbentuk pun dalam keadaan mendesak, huruf “Z” inilah yang membuat kaki tidak boleh dipakai untuk kuda-kuda demikian kuat seka menyerang. Ibaratnya, meskipun ligus tangguh untuk menghadapi pertarungan sedang berlangsung serangan lawan. Serangan lawan sengit, ajakan untuk berdamai yang mendadak pun akan sulit masih terus diupayakan, dengan menjatuhkan petarung mencak, menghindari kaki menyentuh karena tumpuan kekuatan kaki dan tubuh lawan agar tidak membuat badannya yang “memaku” bumi. lawan lebih tersinggung lagi se Meski secara kasat mata, men- hingga pertarungan tidak menjadi cak adalah pertarungan fisik saling membabi-buta. Jangankan menye melumpuhkan antarlawan, namun rang, mengangkat kaki lebih dari tidak dilakukan dengan semena- 25 cm ke atas saja saat tarung mena. Aturan-aturan ketat berlaku berlangsung, sama sekali tidak ketika tarung mencak dilaksanakan. diperbolehkan. Selain itu, hakikat kedamaian yang Menghentak-hentakkan kaki ditawarkan sebelum benturan fisik seperti orang menantang, tak yang tak lagi dapat dihindari, menun diizinkan selama berlangsungnya jukkan bahwa seni bela diri ini juga pertarungan. Dalam dunia mencak, mengedepankan sikap rendah hati, hentakan kaki ke tanah di depan sopan santun dan tenggang rasa. lawan, sama dengan “meninggikan Serangan-serangan yang dilaku hati” sembari meremehkan dan kan dalam mencak selalu meng menempatkan lawan di tanah yang gunakan tangan kosong. Saat diinjaknya. Itu dilarang. Jadi, seluruh menyerang, tangan dalam po sikap dan tingkah laku selama per sisi terbuka sepenuhnya, tertutup tarungan berlangsung mesti dibawa sebagian atau boleh mengepal dengan cara yang sopan yang me atau jari menusuk. Kaki sangat menuhi nilai rasa kesantunan. “diharamkan” dipakai untuk me Dari generasi ke generasi nyerang lawan, hanya tangan yang selalu saja ada pelestari mencak. boleh mengenai lawan. Tangan Para pelestari mencak biasanya yang menyerang pun tidak diper sekaligus juga sebagai pelatih yang kenankan pada bagian kepala dan ilmu mencak-nya diwarisi secara alat vital lawan. Pukulan hanya turun-temurun pula. Tradisi dalam boleh mengenai badan lawan. menerima petarung mencak juga
21 dilakukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Petarung mencak yang baru haruslah menjalani tes dan ujian yang tidak ringan. Sebelum melewati ujian masuk, calon petarung mencak akan men jalani tradisi mandi mencak atau yang dikenal dengan pandi mencak. Pandi mencak lazimnya dilakukan pada malam Jumat seusai shalat Isya, oleh guru atau pelatih mencak. Anak-anak atau calon petarung mencak akan didudukkan berjejer sembari tubuhnya disiram dengan air yang diambil dari sebuah wadah atau belanga tanah berukuran be sar yang sebelumnya ditutupi kain putih. Ritual mandi ini dilakukan untuk memberikan motivasi dan menaikkan tingkat kepercayaan diri pada calon petarung mencak. Sembari memandikan calon-calon petarung ini, sang guru akan mem berikan wejangan agar mereka menjadi lebih rendah hati apalagi setelah ilmu mencak-nya menjadi semakin tinggi nantinya. Sang guru akan menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Mengajarkan pula para petarung dilarang melakukan halhal yang tidak diperbolehkan agama Islam sebagai agama yang dianut masyarakat Sumbawa Barat. Mandi ini juga dimaksudkan agar para petarung dapat menahan diri dari emosi dan selalu penuh pertimbangan jika berhadapan dengan lawan, tidak main serang membabi buta. Petarung tidak boleh memelihara rasa dendam dalam dirinya, tidak boleh men cari gara-gara dan berbuat onar. Usai mandi, ada ujian yang harus dilewati para petarung secara fisik sebagai ujian pertama untuk lolos menjadi petarung. Sebuah batu besar akan dihantamkan ke punggungnya dengan keras oleh sang guru. Bagi yang tidak sigap dan siaga, tidak jarang hantaman batu ini membuatnya tersungkur hingga tertelungkup. Untuk mendapatkan petarung yang awas, sang guru biasanya akan meneteskan ramuan khusus pada mata calon-calon petarung. Ra muan tradisional yang resepnya juga didapatkan secara turun-temurun ini, sangatlah terasa pedih di mata. Bagaimana tidak, ramuan ini ter buat dari jahe, merica, bawang, air jeruk nipis, dan gula putih yang ditumbuk halus. Perasan air dari ramuan inilah yang diteteskan ke mata para calon petarung, mini mal tiga tetes pada tiap mata. Bagi sang guru, tetesan ramuan khusus ini pada mata sang calon murid dimaksudkan untuk mencuci mata calon petarung sehingga mata calon petarung menjadi lebih awas dan tajam. Meski perihnya luar biasa, ra muan tradisional ini dipercaya dan diyakini dapat membuat mata menjadi lebih terang dan kuat seperti yang pernah dialami oleh para petarung-petarung sebe lumnya. Mata petarung menjadi lebih berani dan awas pada lawan. Selama proses pandi mencak dan meneteskan air ramuan tradisional pada mata calon-calon petarung ini, disertai dengan mantra-mantra khusus yang diberikan oleh sang guru. Dengan begitu akan diperoleh petarung-petarung yang tangguh, rendah hati dan menghargai nilainilai kesopanan. -Naniek I. Taufan
W H AT ’ S U P
22
Deg-degan di TPS
Berbagai ragam pendapat mengenai pemilu calon legislatif (caleg) 2014 terungkap dari warga masyarakat di beberapa TPS di Denpasar. Salah satunya di TPS 24, Denpasar Utara. Nuke Kurniawati, seorang pemilih mengaku tidak mencoblos nama caleg. “Saya hanya men coblos gambar partainya. Saya tidak kenal de ngan calegnya, ya terpaksa partainya dicoblos. Walaupun sebenarnya saya tidak percaya partai karena sarat dengan kepentingan, tapi dari pada suara hilang, ya saya pilih seadanya,” ujar perempuan yang sehari-hari menjabat General Manager DK Bali ini.
I
a mengatakan, walaupun banyak ada promosi caleg di koran maupun baliho, ia merasa tidak kenal dekat dengannya. “Bagaimana mau milih mereka, wong saya tidak kenal siapa dia. Ya sudah mending nyoblos partai nya saja,” kata perempuan usia 37 tahun ini. Untuk urusan mekanisme dalam pencoblosan, menurutnya, tidak ada masalah. Cuma, ia hanya prihatin, karena kebanyakan gambar, mungkin ada yang bingung dan membutuhkan waktu lama untuk mencari pilihan mereka di dalam TPS. Luh Tarmini, perempuan usia 71 tahun ini mengaku sudah mengingat siapa calon yang harus dicoblos, namun, ketika sampai di TPS, ia lupa. Apalagi, saat membuka kertas suara. “Waduh, saya bingung, lupa yang mana harus dicoblos. Soalnya hanya tulisan nama dan partai, tidak ada fotonya. Saya terpaksa coblos ngawur. Jantung rasanya deg-degan di TPS,” tutur nenek 7 cucu ini. Lain lagi penuturan Ayuk. Dia yang tidak mendapatkan formulir C-6, akhirnya datang ke TPS dengan membawa KTP dan fotokopinya. Sesampai di TPS, ternyata, namanya sudah terdaftar. Artinya, ia seharusnya mendapatkan formulir C-6. Namun, karena kelalaian petugas KPPS, ia yang sudah terdaftar malah tidak mendapatkan surat panggilan. Ayuk menuturkan, sedari pagi, ia bingung, apa ia harus mencoblos atau tidak. Ia mencoba datang saja ke TPS, ternyata, namanya terdaftar. “Untung saya datang, kalau tidak suara hilang satu dong,” ujarnya.
COBLOS TIGA Di TPS 1 dan 2 Dusun Samu, Desa Mekar Bhuwana, pemilih sudah berdatangan sejak pukul 07.00. Mereka mengenakan pakaian adat dan menunggu giliran dengan tertib. Khusus lansia yang menggunakan hak pilihnya, diberi akses lebih awal. Karena surat suara yang besar dan banyak nama, pemilih lansia pun kebingungan mencoblos. “Pemilu kali ini membingungkan. Banyak tulisan nama. Hurufnya kecil. Untung saya masih ingat dimana posisi salah satu cucu yang jadi caleg,” ungkap Gusti Ketut Cakra (94). Karena Cakra masih bisa membaca, ia bisa mencari sendiri mana
yang harus dicoblos. Lain halnya dengan pemilih lansia yang tak bisa membaca. Pemilih ini harus didam pingi petugas KPPS. “Kami hanya bisa mendampingi jika mendapat izin Ketua KPPS. Banyak pemilih lansia yang kebingungan. Jangankan lansia, pemilih remaja dan dewasa saja masih kebingungan ketika mencoblos. Kalau sudah tahu mana yang dicoblos, mereka cepat. Tetapi, kalau belum punya pilihan, jadi lama di bilik suara,” ujar Gusti Made Astawa, seorang anggota KPPS di TPS 1. Pengalaman mencoblos dengan surat suara besar dan banyak nama ini membingungkan Ngurah Taman. Sebelum ke TPS, ia diingatkan untuk mencoblos nomor tiga karena salah satu caleg yang didukung ada di nomor urut tiga. Karena pikirannya hanya nomor tiga, ia pun mencoblos semua nomor tiga. “Saya coblos semua yang nomor tiga, mulai dari surat suara DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI. Surat DPD pun saya coblos nomor tiga padahal saya tidak tahu siapa dia,” ujarnya santai. Soal dukung mendukung caleg ditunjukkan Tote dengan memotret tangannya saat nyoblos. Ia membuktikan kepada temannya yang menjadi caleg, ia sudah memberikan dukung an suara. “Semoga suara saya bisa mengantar kolega saya ke Senayan,” kata Tote sembari menunjukkan foto saat dirinya mencoblos . PILIH CALEG YANG DIKENAL Tak berbeda dengan Tote, Suparta juga melakukan hal yang sama. Ia menunjukkan dukungannya kepada mantan gurunya yang ikut nyaleg di Dapil Denpasar Selatan itu dengan mengirimkan foto kertas suara hijau yang sudah dicoblos pada namanya. “Untuk surat suara lain, saya memilih partai saja karena tidak kenal calegcaleg lain,” ujarnya. Suparta yang memilih di TPS 39 Desa/Kelurahan Panjer itu datang pukul 10.25 bersama istri dan dua putrinya. Siang itu, Banjar Tegal Sari yang difungsikan sebagai TPS sudah dipadati ratusan orang yang hendak memberikan suaranya pada Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah menyerahkan Surat Pemberi-
14 - 20 april 2014
14 - 20 April 2014
S E L E B R I TA S
Tr i s n a
Inspirasi Istimewa Nama Trisna STE menggeliat di kancah musik Bali. Walau usianya terus ber tambah, ia tak mau berhenti berkarya. Perempuan yang memiliki nama lengkap Ni Putu Sutrisnawati ini bahkan meram bah musik nasional dengan meluncurkan single berbahasa Indonesia. Single ber judul Terindah Untukmu diperkenalkan saat ia merayakan ulang tahunnya, 11 Maret 2014 lalu di Denpasar.
tahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih kepada KPPS, ia bergegas mendekati papan pengumuman yang memajang nama-nama caleg yang dilengkapi foto mereka masing-masing. Dari sanalah ia mengaku mendapati nomor urut caleg yang dicoblosnya tadi. Sembari menunggu panggilan, beberapa pemilih lain juga tampak mencermati nama-nama dan foto caleg yang terpampang di papan itu, berharap ada di antaranya yang dikenal. Setelah beberapa lama, seorang remaja putri yang tampaknya pemilih pemula bercakap-cakap dengan temannya. “Waduh, tidak ada caleg yang aku kenal nih,” ujarnya. Seorang ibu paruh baya yang sedari tadi juga turut melihat-lihat papan itu turut berkomentar. “Saya jadi bingung mau pilih apa, pusing saya lihat banyak nama-nama caleg ini,” ujarnya bingung. Istri Suparta yang sedari tadi mengamati percakapan mereka urun bicara. ”Kalau tidak punya caleg yang akan dipilih, pilih partainya saja Bu,” sarannya. Setelah menunggu kurang lebih 40 menit, nama Suparta berikut istrinya
3
dipanggil, mereka menerima empat kertas suara, yang berwarna kuning untuk DRP RI, merah-DPD, biruDPRD Provinsi, dan yang berwarna hijau untuk DPRD Kota. Set elah keluar dari bilik suara, memasukkan surat suara yang sudah dicoblos ke masing-masing kotak suara, dan mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta, pasutri ini bergegas meninggalkan TPS. “Tadi kamu pilih siapa? Saya milih mantan guru saya yang di Pegok itu, yang lainnya saya milih partainya saja. Tidak apa-apa kan, saya tidak memilih relasimu?” ujarnya. “Ya, tidak apa-apa, terserah kamu. Saya juga tadi milih caleg temenmu itu, daripada saya memilih caleg lain yang tidak saya kenal,” sahut sang istri. COBLOS KILAT Di TPS 44 s.d. TPS 50 yang bertempat di salah satu Sekolah Dasar di kawasan jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan cukup ramai, namun semua berjalan lancar. Para petugas sangat proaktif memberikan penjelasan yang diperlukan. Seperti yang diungkapkan Bu Dini, salah seorang pemilih yang datang hanya dengan membawa KTP. Ia mengaku memang tidak kebagian surat panggilan untuk memilih yang model C6 . Padahal di rumahnya sudah tertempel pemutahiran data pemilih pemilu 2014. Karena ingin suaranya berharga ia pun datang membawa KTP. “Setelah melihat data di komputer, saya memang terdaftar dan punya kartu panggilan untuk nyoblos. Saat dibawakan ke rumah, saya tidak ada dan rumah kosong, maka kartunya kembali ke panitia,” ungkapnya. Petugas KPPS kaget ketika Bu Dini mencoblos kilat. “Saya sudah tahu siapa yang dipilih. Jadi begitu dibuka langsung coblos dan lipat kembali,” ujarnya usai pencoblosan. Kebanyakan pemilih memang bingung dengan banyaknya kandidat. Bu Dini juga sempat berkomentar, mungkin di Bali perlu meniru beberapa TPS di Jawa yang sengaja didesain menarik hingga terkesan nyaman. -Tim Tokoh
L
agu yang diciptakan Dodo ini membuat segmentasi pasar yang disasar Trisna menjadi makin luas. Selama ini ia lebih sering menyanyikan lagulagu Bali dari album Sing Taen Enduk (2006) dan Si Sexy (2013). Kini dengan lagu berbahasa Indonesia, ia ingin menjajal peruntungannya di kancah musik Indonesia. “Saya sekarang sibuk mengurus
Foto cover depan: FoyoSoul
usaha dan berencana membuat klip promo untuk single Terindah Untukmu. Semoga dalam waktu dekat bisa diwujudkan,” ujarnya. Lagu Terindah Untukmu merupakan lagu inspirasi istimewa yang dipersembahkan untuk orangtua nya, I Ketut Mitha (alm.) dan Ni Made Ganti (almh.) yang dulu telah membimbing Trisna hingga bisa seperti sekarang ini. Lagu ini juga dipersembahkan untuk
keluarga, sahabat serta temanteman yang telah memberi dukungan dan arahan kepada Trisna dalam menjalankan kehidupan hingga sekarang. Ia juga menuturkan ide lagu berasal dari Dodo yang diaransemen di Kill Studio Noah di Bandung dan ditambahkan lead gitar oleh Mang Gita. Promo single Terindah Untukmu akan dilakukan melalui radio-radio di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Bali. “Saat ini manajemen Trisna sedang fokus untuk pembuatan video klip dulu. Single rencananya akan masuk dalam album The Best of Trisna dicampur dengan lagu-lagu dari tiga album sebelumnya. Bentuknya masih dalam proses pembicaraan manajemen. Mungkin akan keluar bentuk CD dulu lalu DVD karaoke The Best of Trisna,” imbuh penyanyi seksi ini. Ketika ditanya me ngenai peralihan dari lagu Bali ke lagu Indonesia, Trisna beralasan agar bisa diterima dan didengar kan oleh masyarakat Indonesia lebih luas baik di Bali maupun di luar Bali. “Itu target saya,” tegas artis yang pernah bermain dalam FTV berjudul Mencari Jodoh buat Sisil dan Pacar Loe Pacar Gue. Selain merambah ke pasar nasional, Trisna juga terlibat dalam pembuatan album lagu religius Bhagavad-Gita ciptaan Prabu Dharmayasa. “Dalam album religius ini saya bisa lebih memahami hubungan antarmanusia dengan Tuhan dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebelumnya saya tidak paham dan tidak mengerti isi kitab suci Weda.
Suasana perayaan ulang tahun Trsina yang dihadiri keluarga dan sahabatnya
Saya bisa belajar banyak di lagu religius ini,” ungkap perempuan yang pernah mengikuti pendidik an IFCAD (Institute for Cardre Development) di Belgia tahun 1995 ini. Trisna menuturkan, awalnya ia diajak Komang Arjawa (Leucopsar) dan Rahman Murthana (Jayagiri) ke Ashram di Padanggalak lalu dikenalkan dengan Prabu Dharmayasa untuk bergabung dengan beberapa artis yang lain dalam penggarapan album religi Bhagavad-gita. Album ini berisi pesan-pesan kasih dan kemanusiaan yang bersifat sangat universal, ajaran-ajaran spiritual yang sangat mendalam. Sebuah kasih yang tidak terbatas pada suku, bangsa, agama dll. di mana orang bisa hidup bersama dengan sesama dalam kasih spiritual, dengan alam secara kasih spiritual. “Keluarga dan teman-teman banyak memberi dukungan bagi saya untuk terlibat dalam album religius ini,” ungkap peraih penghargaan penyanyi wanita terfavorit dan lagu terfavorit Gita Denpost Award 2007 ini. Trisna juga menuturkan penga laman hidup yang paling berkesan ketika ia memerankan ibu dari anak yang memiliki keterbatasan
dalam film Widya Jemari Jiwaku Menari. “Saat itu saya banyak sekali mendapatkan pelajaran hidup memahami bagaimana mereka penuh antusias berkeinginan untuk menunjukkan talenta mereka bahwa mereka pun bisa menjalani hidup seperti layaknya orang normal,” kenangnya. Kesibukan Trisna di dunia usaha dan musik, membuatnya ingin terus bereksplorasi di kedua bidang itu dengan tetap belajar. Belajar dalam arti memperkaya kemampuan baik dalam usaha bisnis untuk bekal hidup dan spiritual tentunya. Selama ini Trisna bersyukur dan mengucap astungkara karena impiannya sudah banyak terwujud dan ia harus banyak bersyukur dan memelihara serta menjaga nya untuk nanti digunakan bagi orang lain. Harapan untuk pencinta musik Bali dan Indonesia agar terus belajar dan belajar lebih kreatif untuk berkarya. Belajar artinya mendidik generasi penerus dan agar pencinta musik sadar bahwa mengunduh musik ilegal melalui internet itu merugikan musik Bali maupun Indonesia. “Belilah yang orisinal, jangan bajakan,” tegasnya. –Ngurah Budi
EKSPRESSO
2
14 - 20 April 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Habis Gelap Terbitlah Terang
Pelaksanaan pemilu legis latif sudah berlalu. Banyak kisah yang terekam selama rangkaian pesta demokrasi ini. Masyarakat yang memiliki hak pilih menyalurkan aspirasi untuk memberikan dukung an bagi partai politik maupun calon anggota legislatif. Suara-suara yang terkumpul diakumulasikan untuk penentuan “jatah” kursi di lembaga legislatif. Dalam pemilu, bukan kalah menang yang menjadi ukuran tetapi banyak atau sedikitnya mendapat dukungan. Makin banyak dukungan masyarakat, makin besar peluang partai politik menduduki lembaga wakil rakyat. Bagaimana cara mendapat dukungan masyarakat, tergantung pola yang dite rapkan partai politik dan para caleg. Money politic ditengarai
O
M G
menjadi salah satu cara untuk mendapat dukungan. Tetapi, masyarakat sudah cerdas juga. Walaupun ada iming-iming uang, mereka tidak selalu memilih caleg yang memberikan uang. Antar caleg pun bersaing untuk mendulang suara. Hasil akhir atau akumulasi suara terakhir belum final. Masyarakat tinggal menunggu siapa caleg yang bertahan di posisinya, siapa yang terdepak, siapa yang “naik kelas”, dan siapa wajah baru yang muncul. Hasil resmi pemilu 2014 diumumkan dalam pleno KPU yang dijadwalkan 7-9 Mei 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan penetapan kursi dan calon terpilih untuk DPR RI dan DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Di tingkat nasional, partai politik sudah memiliki gambaran berapa suara yang
Salah Dosen
Kisah ini sebenarnya dialami oleh teman saya. Suatu hari, saat masih dalam suasana liburan memasuki semester baru, saya dan beberapa teman sedang melengkapi berkas-berkas untuk persyaratan beasiswa. Ketika salah satu teman saya, sebut saja Ria, akan memfotokopi daftar persyaratan, tak disangka dia bertemu dengan salah satu dosen kami. Saat dia kembali, dia mengajak teman saya yang lain, sebut saja Rista, untuk menemui dosen tersebut karena kebetulan mereka mendapat nilai C pada mata kuliah dosen tersebut. Oleh karena itu, mereka bermaksud ingin menanyakan apakah sebaiknya mengikuti remedial ataukah harus mengulang. Saat itu, bapak dosen sedang menghadap membelakangi mereka. Mereka langsung menanyakan tentang nilai tersebut.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Dan setelah Pak Dosen berbalik menghadap mereka, beliau justru malah balik bertanya, “Mata kuliah apa kalian dapat nilai C?” Dan dengan santainya Ria dan Rista menjawab, “IKD Pak.” Lalu Pak Dosen balik bertanya, “Apa itu IKD?” Ria menjawab, “Ilmu Kealaman Dasar Pak, kan itu mata kuliah yang diajar sama Bapak.” Pak Dosen bertanya lagi, “Loh, itu siapa yang ngajar?” Rista menjawab, “Loh kan Bapak yang ngajar, Pak Tio (bukan nama sebenarnya).” Dengan tenang Pak Dosen menjawab, “Saya kan bukan Pak Tio (dengan
diraih untuk dijadikan acuan mengu sung kandidat capres dan cawapres. Koalisi sudah mulai dibahas di media cetak dan elektronik. Di level daerah, para caleg masih berkutat dengan perolehan suara untuk memastikan apakah mereka mendapat kursi atau tidak. Ada caleg yang tenang-tenang menunggu hasil akhir, ada juga yang tegang. Bagi yang merasa sudah berada diatas angin, ucapan selamat pun mengalir diiringi pesan agar selalu ingat rakyat. Perhatian khusus perlu diberikan untuk caleg perempuan. Jika caleg perempuan lolos, tugas dan tanggung jawab mengemban dukungan masyarakat harus dibayar de ngan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebaliknya jika caleg perempuan gagal, jangan putus asa karena banyak tempat yang bisa dijadikan ajang mengabdi untuk kepentingan masyarakat. Lembaga politik bukan satu-satunya wadah bagi kaum perempuan untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan. Bukalah jaringan dengan semua elemen dan terus tingkatkan kualitas diri untuk masa depan. Ja ngan terpuruk dengan kegagalan karena RA Kartini sudah mengingatkan “habis gelap terbitlah terang”. Salam ekspresi heran).” Lalu Ria dan Rista seketika tersadar bahwa bapak dosen yang ada di hadapan mereka ternyata bukanlah dosen IKD. Dan lucunya, meskipun Pak Dosen sudah berbalik arah menghadap mereka sedari awal, namun mereka berdua tetap tidak sadar kalau mereka salah dosen. Kemudian dengan penuh perasaan malu dan kikuk, mereka berdua minta maaf dan langsung kabur. Saat mereka menceritakan kejadian konyol tersebut kepada saya, sontak membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Kejadian itu membuat kami memetik pelajaran bahwa sangat penting untuk mengingat betul wajah dosen kami. – Putu Ayu P.S.
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
70
Amat hendak menulis surat pada gurunya yang akan berulang tahun. Tetapi ia tidak tahu bagaimana sebaiknya mengucapkan selamat. Karena gurunya itu tidak suka basa-basi. “Mengucapkan selamat kepada orang yang berulang tahun, menurut guru, itu tradisi dunia Barat!” kata Amat mengajak istrinya rembukan. “Jadi kita memang tidak henti-hentinya dijajah Barat. Dulu penjajahan jasmani, sekarang penjajahan budaya! Bagaimana pendapatmu, Bu?” Bu Amat yang sedang asyik nonton tingkah laku belingsatan para caleg di televisi, tidak mendengar. Amat terpaksa mengulagi pertanyaannya. “Sampai kapan kita betul-betul bebas dari telapak sepatu para kolonial itu, Bu?” kata Amat mengulangi pertanyaannya. Bu Amat kesal keasyikannya diganggu. Langsung ia ngomel, minta supaya Amat jangan ngerecokin. Ia mengajak Amat fokus ke televisi. “Lihat itu, para caleg banyak pakai dukun, Pak. Bagaimana nanti kalau terpilih jadi wakil rakyat? Jangan-jangan nanti stafnya dukun semua!” Amat terpaksa ikut nonton televisi. Tapi kemudian pikirannya terbang ke masa lalu. Ketika ia masih muda. Waktu itulah Amat bertemu dengan Pak Ngurah. Lelaki itu diundang oleh sekolah untuk memberikan pelatihan disiplin oleh Kepala Sekolah. Tetapi aneh, Pak Ngurah sebaliknya dari mengajarkan disiplin, ia malah mengajak anak-anak bersenang-senang, bermain, jalanjalan, dan makan-makan. Baru di akhir penataran disiplin itu ia memberikan wejangan. “Kalau saya menjadi kalian, katanya dengan suara rendah, saya akan malu bersenang-senang dalam pelajaran pembinaan disiplin.” Waktu itu semua terhenyak, seperti sudah membuat dosa. “Kalau saya menjadi kalian,” kata Pak Ngurah mengulangi petuahnya. “Saya akan berjuang melawan kemalasan dan ketidakdisiplinan, penyakit bersantai-santai yang biasa saya lakukan sehari-hari. Karena hidup adalah perjuangan!” Anak-anak semakin membisu. Tak ada yang berani berkutik. “Tapi tanpa kalian sadari, selama kita tamasya dan makanmakan, ternyata semua menunjukkan disiplin tinggi. Datang tepat waktu. Semua orang menjalankan tugas. Semua ringan tangan dan gembira. Jadi kuncinya kalau kalian senang, disiplin dengan sedirinya ada. Sebaliknya kalau tidak senang, dipaksa pun tidak akan disiplin. Mulai sekarang berjuanglah mencintai apa yang jadi tugas kalian!” Semua bersorak kegirangan. Tapi saat perpisahan, Pak Ngurah tidak hadir. Ia hanya kirim surat. “Perpisahan itu tata cara orang Barat. Kita orang Timur tidak mengenal perpisahan!” “Hee jangan melamun!” Lamunan Amat buyar. Bu Amat ketawa. “Bapak jangan suka melamun, nanti kemasukan, seperti anak tetangga itu!” “Ya, tapi bagaimana dengan ulang tahun Pak Ngurah? Masak kita tidak mengucapkan apa-apa. Beliau 70 tahun tanggal 11 April ini!” “Ya Bapak tulis suratlah. Atau kirim bunga.” Amat tertawa. “Itu kan budaya Barat. Pak Ngurah bisa marah!” “Itu kan dulu. Sekarang tidak ada Barat dan Timur lagi, Pak. Tapi terserah Bapaklah. Mengucapkan selamat tidak ada salahnya. Kalau dia marah biar saja. Tidak mengucapkan apa-apa juga tak apa. Tapi nanti jangan menyesal. Orang ulang tahun ke-70 itu hanya sekali. Selanjutnya mungkin baru 10 tahun lagi dirayakan.” Amat tertegun. Akhirnya ia memutuskan tak menulis surat. Tak mengirim bunga. Karena itu budaya Barat. “Saya memilih budaya Timur. Datang langsung ke mari menemui Bapak!” kata Amat di rumah Pak Ngurah pada 11 April. Pak Ngurah sangat terharu. Ia mengusap matanya, lalu memeluk Amat.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
14 - 20 April 2014
23
Sekolah CIS Bali Fasilitasi Pendidikan Berkualitas yang diberikan di CIS Bali khususnya untuk peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Cukup menunjukkan bukti surat pengantar dari Klian/Lurah. Hal lainnya, biaya pendidikan bisa dilakukan secara bertahap.
Sekolah CIS Bali
Sekolah CIS (Cerdas Insan Sejahtera) Bali yang berlokasi di Perum Dalung Permai, Jln. Bhineka Nusa Kangin1-X Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali adalah salah satu sekolah swasta terbaik yang mempunyai visi dan misi membangun SDM berkualitas yang mampu bersaing di era global. Di sekolah ini, siswa dididik dan dibina menjadi SDM yang siap berkompetisi dalam berbagai bidang. Sekolah CIS Bali yang ada di Dalung menyiapkan fasilitas, kurikulum yang sesuai dengan aturan Departemen Pendidi-
kan Nasional. Muatan lokal dan ekstra pendidikan pengajaran serta pembinaan diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam menunjukkan jati dirinya. Hal ini sangat penting agar siswa berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. BIAYA TERJANGKAU Soal biaya sekolah, CIS Bali menawarkan harga pendidikan yang cukup terjangkau. Siswa mendapatkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang relatif tidak mahal. Ada beberapa kemudahan
Proses belajar mengajar di CIS Bali
Mahasiswa prodi cook sedang mengikuti pelatihan
FASILITAS TERBAIK Di CIS Bali, berbagai kemudahan, fasilitas terbaik, terlengkap dengan sarana belajar yang dirancang menggunakan peralatan modern dan canggih disiapkan untuk para peserta didik. Fasilitas gedung pun dirancang megah, aman dan nyaman dengan ruang kelas ber-AC. Untuk mendapatkan output/ lulusan terbaik, sekolah harus melengkapi sarana prasarananya sesuai standar nasional. Di CIS Bali, proses belajar-mengajar dalam Bahasa Inggris (bilingual) dan ditunjang dengan peralatan IT (komputer) yang canggih. Fasilitas sekolah tersedia lengkap dan terbaik. -Untuk PG/TK, SD, SMP, SMA meliputi kolam renang, laboratorium komputer, lapangan bola volley, perpustakaan, aula, tempat parkir, ATM BTN dan ATM Bersama, ditambah fasilitas ruang tunggu, kapel, ruang audio visual dan UKS. -Untuk SMP dan SMA, fasilitas yang disediakan meliputi laboratorium fisika, kimia, biologi dan
laboratorium bahasa. -Untuk SD, SMP, SMA ada lapangan basket, futsal dan sepak bola. PG, TK dilengkapi tempat bermain, sementara ruang musik diperuntukkan SD, SMP, SMA dan khusus untuk SMA disediakan laboratorium aplikasi komputer. -Untuk Diploma 1 (D1) dan D2 dibuka kelas baru untuk program regular yang meliputi Basic Level (1 tahun) dan Middle Level (2 tahun), sementara program studi meliputi Spa Therapist, Waiter, Bartender, Steward, Housekeeper, Laundry, Sekretaris, Cook, Pastry&Bakery dan Front Office Hotel. Program Diploma Pariwisata ini disiapkan untuk SDM yang berminat bekerja di industri pariwisata. Industri pariwisata tidak hanya di hotel, namun juga di sektor terkait seperti kapal pesiar, obyek wisata, home industry, rumah makan, restoran, destinasi spa maupun di perkantoran yang mem-
MENERIMA SISWA BARU - Di tahun ajaran baru 2014-2015, Sekolah CIS Bali menerima pendaftaran mahasiswa baru. - Gelombang I: Pendaftaran 20 Februari 2014 dan 17 - 19 Mei 2014 - Gelombang II: Pendaftaran 20 Mei 2014 -17 Juli 2014 - Tes masuk tanggal: 18-20 Juli 2014, pukul 08.00 Wita - Daftar ulang : 23 - 26 Juli 2014 - Biaya pendaftaran Rp 250.000
Sekolah CIS Bali - Alamat: Perum Dalung Permai, Jln. Bhineka Nusa Kangin1-X Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. - Tlp: (0361) 4012333, 8052666 - Email: www.cis.school.bali.com
Bali Tulip Hotel&Restaurant tempat praktik mahasiswa D1 dan D2 Pariwisata
Fasilitas kolam renang.
bidangi administrasi dan petugas kantor depan perusahaan.
Lapangan basket
Ruang bermain siswa PG,TK
14 - 20 April 2014
24
Ada Uang Ada Suara “Bu…apa sudah punya calon legislatif yang bakal dipilih?” tanya seorang lelaki mendekati beberapa wanita yang baru datang ke sebuah TPS di lingkungan Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara. Awalnya para ibu ini diam saja, karena memang mereka tak mengenal lelaki itu. Sebelum masuk mendaftar di TPS, langkah mereka terhenti di papan yang ditempel nama-nama caleg partai yang ikut berlaga.
M
ereka tampak kebingungan melihat begitu banyak caleg yang nama dan fotonya terpampang jelas, namun tak satupun mereka kenal. Makin bingung lagi, ketika melihat nama-nama dan foto para calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, yang memang tidak mewakili parpol sehingga tidak ada lambang parpol yang menyertai penampilan mereka. “Saya pilih yang mana nih? Lho kok ini cuma foto-foto dan nama, tidak ada nama partainya,” ujar seorang ibu sembari menunjuk kertas nama-nama calon anggota DPD Jakarta. Laki-laki yang sebelumnya sempat menyapa para ibu ini, langsung mendekati mereka lagi. “Apa ada yang dikenal, bu?” tanyanya. “Tidak ada, nggak tahu mau pilih yang mana,” ucapnya. Laki-laki ini pun menanyakan, apakah sudah punya nama partai? Dua di antara tiga ibu itu pun menyebut nama sebuah partai. “Nah, ibu kebetulan, kalau ibu pilih partai itu, ini saya punya nama calon,” ucapnya sambil menyebut nama calon yang dibawanya. Sepertinya, kedua ibu itu tertarik, lalu meminta ditunjukkan nomor urut dan namanya. Setelah itu, ketiga ibu itu pun masuk ke TPS dan tak lama kemudian mereka pun masuk bilik suara. Saparuddin, atau biasa yang disapa Udin, setelah menawar-
kan calonnya tidak lantas pergi. Dia tetap di halaman TPS. Ia pun kembali mendekati para ibu tersebut, “Bagaimana bu, apakah mencoblos calon saya,” tanyanya dengan tersenyum. “Iya, dari pada bingung,” ucap salah satu dari ibu tadi sambil berjalan pergi. Udin pun tersenyum senang. Meski tidak ada bukti bahwa ibu itu mencoblos calon yang disodorkan calo itu, namun Udin mengaku percaya. Menurutnya, ia yakin yang dikatakan ibu tersebut benar. Udin tidak memberi uang ataupun ‘hadiah’ pada ibu-ibu itu. Hanya ucapan terima kasih. Lalu, bagaimana Udin bisa mendapat bayaran karena tidak ada bukti bahwa seseorang menyoblos? Menurut Udin, uang yang diterimanya tidak banyak, hanya beberapa ratus ribu saja. Tapi ia menolak menyebut berapa persisnya. Ia pun tak seberapa ngotot memperjuangkan calonnya, karena sadar sulit untuk mendapatkan bukti pasti soal pencoblosan, apalagi kamera ataupun hand phone tidak diperkenankan dibawa masuk bilik pencoblosan. “Ya jadi soal kepercayaan aja, sih. Lagian, saya nggak berani maksa, takut,” ucapnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Lagi pula, ia pun sempat didamprat warga ketika mencoba menawarkan calonnya pada beberapa warga yang kebetulan laki-laki. “Saya didamprat, bahkan diusir. Padahal saya menawarkan
baik-baik, tidak memaksa. Tapi bapak-bapak itu marah. Saya jadi takut,” jelasnya. Dia sendiri tak berharap banyak dari upayanya menyodorkan calon, apalagi, memang dia tidak memberi hadiah apapun pada warga yang berjanji akan menyoblos calonnya. “Tidak ada uang, tidak ada sembako, Upaya saya ini kan juga maksud menolong buat mereka yang bingung memilih,” kilahnya. Tapi lucunya, tambah Udin sembari meringis, ada juga warga yang ketika ditawari calonnya, malah menjawab,”Ada uang, ada suara!” Ternyata bukan hanya Udin yang jadi calo suara di TPS itu. Bahkan ada beberapa orang yang melakukan pekerjaan yang sama. Modusnya sama seperti Udin, mereka mendekati warga yang datang ke TPS, khususnya mereka yang terlihat bingung di depan papan nama-nama caleg yang berlaga di pemilu legislatif 2014 ini. Usaha mereka tak selalu disambut baik. Seorang oknum keamanan misalnya, yang mencoba menitip calonnya, kena damprat warga dan diusir. “Anda ini, bukannya menjaga keamanan malah nyodor calon. Pergi sana!” ujar seorang bapak berang. Si oknum keamanan ini dengan wajah merah padam, langsung pergi. Rupanya dia khawatir peristiwa itu akan berbuntut panjang karena memang tugasnya di TPS itu untuk menjaga keamanan bukan ‘nyambi’ menyodorkan calon. Modus calo suara memang macam-macam. Ada yang seperti Udin, yang relatif aman, tapi ada juga yang mengarah pada tindak kriminal seperti yang terjadi di beberapa TPS. Yakni, dengan mendaftar sebagai pemilih dengan membawa KTP orang lain. Alasannya, tidak mendapat undangan pemilih, jadi menggunakan KTP. Mereka kabur ketika petugas TPS terlihat curiga.
Pegiat pemilu bersih melakukan aksi kampanye tolak politik uang
sumber foto ppp.or.id
Suasana pemilu
Jika Udin boleh dibilang sebagai pemain baru dalam menjajal bisnis sebagai calo suara, lain halnya dengan Idham Kholid yang terlihat lebih berpengalaman. Ia mengaku sudah 10 tahun menggeluti pekerjaan ini karena hasilnya yang lumayan. Karenanya, tak heran kalau namanya sudah cukup dikenal sebagai calo suara. Ajang Pemilu kali ini, misalnya, menjadi kesempatannya mendulang rezeki. Terlebih dia bukan hanya piawai dalam urusan blusukan mencari suara bagi caleg-caleg tertentu yang menjadi kliennya, tapi juga jago dalam pengumpulan massa. Pada kampanye pemilu legislatif lalu, ia juga bertindak sebagai koordinator pencari massa untuk partai-partai tertentu. Menurutnya, ini tidak sulit dilakukan, selain pekerjaan sebagai koordinator massa bayaran bukan hal yang baru, ia juga telah memiliki jaringan yang bisa menyediakan stok massa bayaran. Harga per kepala antara Rp 25 ribu-35 ribu tergantung jumlah uang yang didapat, dan berapa banyak massa yang digarap. Ia sendiri tidak bekerja sendirian. Setidaknya timnya berjumlah 5 orang, mereka adalah teman-teman dekatnya. Lalu, apakah ia juga membagi-bagikan uang atau sembako pada orangorang yang digarapnya? Aam mengaku, tidak selalu. Kadang ia membagi-bagi uang, namun itu tidak banyak, pun harus dilaku-
foto solo pos
kan dengan hati-hati. Sedangkan sembako, ia lakukan juga. Atas kerja kerasnya di lapang an, tentu saja Aam, begitu namanya akrab disapa, mendapat bayaran tertentu dari kliennya. “Adalah imbalannya, masak nggak ada, kan saya dan teman-teman sudah kerja. Jumlahnya tidak besar, tapi lumayan lah. Saya sih tidak mematok harga berapa, tergantung kesanggupan saja. Biasanya satu suara diharga sekitar Rp 25.000,” tutur lelaki yang mulai menggeluti bisnis ini sejak pemilu 2004. Dari imbalan yang didapat tersebut, biasanya hanya 1020% masuk kantong pribadi, sedang sisanya, dibagi pada tim juga untuk keperluan lain. Tapi, jumlah itu, tidak termasuk biaya operasional yang telah ditanggung klien. Untuk mendapatkan suara yang diinginkan, ia harus pandaipandai me-maintenance orang yang digarapnya. “Jadi tidak bisa hanya sekali ketemu orang, kasih duit terus pergi begitu saja. Kita harus beberapa kali datang ke rumah orang-orang itu, istilahnya menjalin silaturahmi. Misalnya, datang bawa sembako, atau kasih uang, atau apa saja. Jadi mereka akan ingat kepada kita. Nanti kalau mendekati hari ‘H’ datang lagi, jadi orang-orang itu akan ingat,” tutur Aam yang mengaku lebih senang menggarap massa atau pemilih para ibu-ibu karena para ibu tidak banyak bertanya ini-itu. –Diana Runtu