24 - 30 Maret 2014
24
Daya Pikat Bali di Jabodetabek Tidak sedikit warga Jakarta yang merindukan nuansa Bali. Fenomena inilah yang ditangkap para pengembang dan mewujudkannya dalam bentuk pembangunan perumahan-perumahan bernuansa Bali. Berkeliling sekitar Jakarta, seperti di Depok, Bekasi, Tangerang, banyak kita jumpai perumahan yang ‘menjual’ Bali sebagai daya pikat.
D
Pintu Gerbang Bali View
i antara sekian ba nyak perumahan bercorak Bali, ba rangkali yang ter bilang perintis adalah perumahan Bali View yang ada di Cirendeu, Jakarta Selatan. Sekalipun tidak be sar, perumahan ini sempat menjadi ikon di Jakarta Selatan. Lokasinya yang tidak jauh dari Fatmawati dan Pondok Indah, membuat Bali View cepat melambung menjadi lokasi perumahan yang prestisius. Tahun 2000-an, saat awal perumahan Bali View dibangun, kawasan Cirendeu relatif belum sepadat sekarang. Saat itu, jalanan menuju Cirendeu terbilang masih lancar. Namun saat Tokoh ber kunjung ke lokasi Bali View barubaru ini, suasananya sudah jauh berubah. Kemacetan menjadi pe mandangan rutin di sini. Sejak tahun 2000 hingga sekarang, relatif tidak ada pelebaran jalan, sementara jumlah pengguna kendaraan terus bertambah. Dulu, pintu gerbang masuk Bali View, masih terbilang menonjol, sekarang, jika tida diperhatikan dengan sungguh-sungguh, nyaris tertutup oleh banyaknya pusatpusat keramaian, baik berupa per tokoan, maupun pusat-pusat makan waralaba. Di kiri dan kanan pintu gerbang masuk Bali View, sudah padat dengan toko dan restoran impor. Meski begitu, suasana di dalam komplek perumahan Bali View tetap terasa sejuk. Bukan saja kare na lokasinya di wilayah selatan, yang lebih adem dibanding pusat dan utara, di perumahan ini juga sudah tumbuh pepohonan rindang. Mana jemen komplek juga mengatur ke
bersihan dan keamanan lingkungan dengan baik. Nah, tidak jauh dari Bali View, kurang lebih 8 km ke arah selatan, bercokol perumahan yang lebih luas dengan nama Tamansari Puri Bali. Perumahan ini masuk kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Lokasinya lebih luas dari Bali View. Selain itu, Puri Bali juga berpintugerbang di jalan provinsi yang menghubungkan Jakarta – Bogor via Parung. Sekalipun tak jauh dari Puri Bali bercokol perumahan-perumah an elite lain –salah satunya milik pengembang Ciputra—tetapi ikon Puri Bali tetap menonjol. Hunian berkonsep resort Bali tidak melulu identik dengan laut, pantai atau pun pasir putih. Bali juga memiliki daerah pegunu ngan yang sejuk dan asri, dengan pemandangan indah seperti Kintamani atau Bedugul yang juga sudah mendunia. Konsep kenyaman an lingkungan itulah yang menjadi inspirasi pembangunan peru mahan Tamansari Puri Bali di Sawangan, De pok oleh Wika Rea l t y, a n a k p e r u s a h a an PT Wijaya Karya. Memasuki jalan sepanjang 300 meter menuju ger bang Tamansari Puri Bali, suasana Bali mulai terasa. Di sisi kanan jalan diban gun tembok pembatas dengan warna tembok abu dan oranye. Sampai di gerbang masuk, ekso
Gerbang Bali Resort Tangerang
tisme Bali tidak hanya dapat dilihat dari desain gapuranya saja, karena taman dengan bunga nan asri siap menyambut setiap tamu yang da tang ataupun penghuni yang pulang setelah seharian beraktivitas. Perumahan ini terbilang strategis, karena memiliki akses ke Depok dan Ciputat menuju Jakarta, ke Bogor dan ke Serpong. Alat transportasi dari dan ke tempat kegiatan, seperti sekolah dan tempat kerja juga mu dah ditemui karena Tamansari Puri Bali dilewati jalur kendaraan umum 24 jam non stop. Sawangan sendiri sekarang ini telah menjadi pusat kota kedua setelah Margonda. Dengan tren hunian yang cenderung mengarah ke selatan, karena pertimbangan air yang lebih bagus dan udara yang masih sejuk, maka fasilitas lingku ngan di daerah ini pun mengalami pertumbuhan yang cepat. Rumah sakit, tempat rekreasi seperti Ta man Rekreasi Aquatic Telaga Golf Sawangan dan Taman Rekreasi Permata Buana, sekolah ternama seperti Madania dan fasilitas publik lainnya dapat dijangkau dengan mudah. Dari 20 hektare lahan yang akan dibangun, saat ini pengembangan baru mencapai tahap I, yaitu seluas 7 hektar untuk 2 banjar, yaitu Banjar Bedugul dan Banjar Taman Ayun. Kata banjar sendiri digunakan untuk mengganti istilah cluster yang umum digunakan di dunia properti. Setiap banjar terdiri dari paling sedikit 90 unit rumah. Dengan menggu nakan sistem banjar atau cluster ini, keamanan tentunya akan lebih terjamin. Rumah-rumah di Banjar Bedugul didesain lebih mengikuti arus tren saat ini, yaitu minimalis, tapi tetap menekankan pada fungsi ruang dan
konsep lingkungan Bali yang hijau dan asri. Tipe rumah yang ditawar kan adalah tipe 27 dan 38 dengan luas tanah bervariasi, yaitu 83 hingga 232 untuk tipe 27, dan 82 hingga 145 untuk tipe 38. Arsitektur rumah-rumah di Ban jar Taman Ayun lebih berasa Bali. Bangunan rumah terinspirasi dari bangunan di Karangasem yang unik. Tipe rumah yang ditawarkan
konsep hijau. Bergeser ke Tangerang, Provinsi Banten, di sana ada perumahan Bali Resort yang terletak di kawasan Rawa Kalong, Kota Tangerang. Proyek dengan total lahan 4,7 hektar ini memiliki 263 unit rumah dan 6 unit ruko. Properti ini me nyasar segmen kelas menengahatas. Bali Resort dibangun dengan konsep arsitektur tropis-minimalis
Green Ubud
saat ini adalah tipe 38 dengan luas tanah mulai dari 83 hingga 155, tipe 51 dengan luas tanah mulai dari 96 hingga 150 dan tipe 67 dengan luas tanah 129 hingga 158. Untuk tahap selanjutnya, akan dibangun lagi cluster ketiga dengan konsep yang akan lebih Bali dengan tipe rumah bervariasi. Tidak seperti perumahan lainnya yang memiliki pusat aktivitas seperti sport center, Tamansari Puri Bali akan mem bangun pusat kesenian dimana anak-anak dapat belajar menari, melukis atau kegiatan seni lainnya. Saat ini, miniatur panggung kesenian sendratari Bali pun sudah dibangun. Selain memiliki pos keamanan, setiap banjar juga memiliki taman, yang dapat digunakan sebagai area bermain anak-anak, ataupun tempat berkumpul warga. Suara gemercik air berasal dari sungai kecil buatan yang membelah jalan menuju ban jar Bedugul, semakin mem bangkitkan kesan asri. Petakpetak sawah seperti yang ada di pedesaan Bali pun dapat ditemui di sini berikut kincir airnya, mengundang burung untuk datang dan berkicau. Agaknya pengembang tidak sekadar ingin mengem bangkan suatu bangunan rumah, namun mencoba membangun hunian, tempat tinggal yang not just house but home, senyaman mung kin untuk dihuni. Tak heran kalau suasana diciptakan senyaman mungkin dengan
yang dilengkapi dengan elemenelemen bernuansa Bali. Beberapa aksesori, seperti ukiran, batu alam, dan pohon kamboja, konon, sengaja didatangkan khusus dari Bali. Selanjutnya Tokoh mengunjungi perumahan Green Ubud yang ter letak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perumahan ini memiliki konsep ‘manilasting the exotic paradise in Bali’. Gaya hunian privat ini menghampar seluas 11 hektare, dan sudah dipasarkan sejak tahun 2012. Saat ini, hunian itu sudah penuh terisi. Guna menunjang nuansa Bali, pihak pengembang membuka Ba linese massage & spa di dalamnya, kemudian membangun Aura & Jade therapy, lantas menyisakan sebagian lahan untuk membangun Ubud Botanical Park, area jogging dan sport club. Lokasi perumahan juga terbilang strategis, karena tidak jauh dari pintu tol Cibinong. Di sekitar lokasi, juga sudah banyak berdiri bangunan mall. Banyaknya peminat terhadap perumahan bernuansa Bali, men jadikan para pengembang terus berkreasi “menjual” Bali dalam pe rumahan mereka. Bagi pengembang yang menguasai lahan cukup luas, mereka membangunnya secara massal. Bagi pengembang yang menguasai lahan tidak terlalu lebar, mereka membangunnya dalam bentuk cluster. Sebagian masyarakat Ibu Kota Republik Indonesia ini, meminatinya untuk dua tujuan. Per tama, sebagai tempat hunian yang nyaman. Kedua, sebagai bentuk investasi di bidang properti. –Diana Runtu
EKSPRESSO
2
24 - 30 Maret 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id
PEmilu
mingguantokoh @mingguantokoh
Budaya Malu Malu bertanya sesat di jalan. Itulah pepatah yang sering di ungkapkan untuk mencegah kita kebingungan. Bertanyalah jika kita menemukan kesulitan. Jika malu bertanya, kita tidak akan menemu kan apa yang kita cari. Malu dalam Kamus Besar Ba hasa Indonesia diartikan sebagai perasaan sangat tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang tidak baik atau berbeda dengan kebiasaan. Malu juga diartikan segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat. Memiliki rasa malu merupakan bagian dari ke hidupan manusia. Kadar malu ini harus disesuaikan porsinya. Jangan sampai kelebihan rasa malu seh ingga tidak berani berbuat apa-apa atau sebaliknya tidak punya rasa malu sehingga melakukan sesuatu
O
M G
sekena hati tanpa mempedulikan orang lain. Malu tidak hanya ditunjuk kan kepada orang lain. Kepada Tuhan dan kepada diri sendiri pun kita wajib malu jika kita tidak melakukan apa-apa dalam kehidupan ini. Rasa malu yang kita miliki merupakan cerminan kita terhadap penghayatan nilainilai moral dan etika. Ketika rasa malu sudah tidak ada dalam diri, semua akan kita terjang demi mencapai tujuan. Hal yang patut diingat adalah manusia merupakan mahluk sosial yang berada dalam hubungan timbal-balik antara satu dengan lainnya. Jangan sampai rasa malu yang sudah lenyap dari dalam diri membuat kita jumawa dan angkuh. Contoh sederhana berkaitan dengan rasa malu dalam hal mem buang sampah. Jika kita punya
etika, kita tidak akan membuang sampah sembarangan, apalagi sampai membuang sampai ke sun gai. Membuang sampah ya harus di tempat sampah. Kini tempat sampah sudah dipilah mana untuk sampah organik dan mana sampah anorganik. Kedisiplinan ini akan membuat kita mendapat manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Lingkungan bersih dan sehat. Namun, jika ada orang yang tidak punya rasa malu, membuang sampah sembarang bahkan ke sungai, dampaknya akan dirasakan orang lain. Artinya Anda sangat egois. Demi kepentingan sendiri tetapi menyengsarakan orang lain. Sampah yang dibuang sem barangan akan membuat kuman penyakit berkembangbiak dan menyerang orang lain. Orang yang buang sampah di hulu akan me nyiksa yang di hilir karena sampah berkumpul di hilir. Rasa malu yang wajar akan membuat Anda memiliki toleransi terhadap orang lain. Kebanya kan rasa malu menjadikan Anda minder. Tidak punya rasa malu membuat Anda pongah. Mari cermati mana yang akan kita pilih. Mari introspeksi diri. Salam
Tidak Ada Alasan Lain lagi
Suatu siang saat saya tengah menga jar di sebuah kelas di sebuah SMA di Bali Utara, saya mendapatkan seorang mu rid yang tidak ambil peduli lagi dengan pelajaran yang saya jelaskan. Saya sebe narnya bisa mahfum dengan keadaan itu. Mengapa? Karena itu jam pelajaran terakhir. Para murid dan mungkin juga banyak guru yang sudah kehabisan tenaga agar tetap bersemangat. Namun, ketika saya selidiki, ketidak peduliannya itu karena si murid ini asyik mengerjakan sesuatu. Apa itu? Ternyata dia tengah menulis sepucuk surat. Saya dekati dan tanya, ”Yan, kamu sedang menulis apa?” Dia jawab singkat, ”Surat.” “Kan pelajaran sekarang bukan pelajaran menulis surat,” seloroh saya, yang me nyebabkan teman-temannya tertawa. Setelah tawa teman-temannya mereda, dia melihat saya dan berkata, ”Ini surat untuk besok, Pak. Rumah saya kan jauh, terus teman-teman yang mau saya titipi surat juga tidak ada. Maka, surat ini saya buat sekarang, sebentar akan saya titipkan kepada teman untuk disampaikan besok.” Alasan murid itu sangat masuk akal bagi saya. Mengapa? Ya, karena memang rumahnya jauh dan teman-teman sekelasnya, bahkan satu sekolahnya tidak ada dari desanya itu. Namun, yang mengejutkan saya adalah ketika saya bertanya apa alasan dia tidak masuk esok harinya itu, yaitu dia mengatakan kakeknya meninggal. Mengapa alasan itu mengejutkan saya? Karena kakaknya yang juga se orang guru, yang saya kenal dengan baik, beberapa jam sebelumnya masih ikut pertemuan guru dengan saya tidak mengabarkan apa pun.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Maka begitu bel pulang sekolah berbunyi dan murid-murid sudah bubar, saya coba untuk menghubungi kakak murid saya itu, yang ternyata sudah ada di rumahnya. Dan jawaban yang saya dapati adalah, ”Siapa yang bilang kakek kami meninggal? Kakek kami masih segar bugar tak kurang satu apa pun. Dan sekarang saya tengah bersama dengannya.” “Adikmu!” jawab saya singkat. “Wah, kurang ajar betul anak itu,” katanya lagi. Setelah dua hari tidak sekolah, murid saya itu muncul pagi-pagi di sekolah. Begitu ia tiba di hadapan saya yang berdiri di depan ruangan kelasnya, saya panggil dia, ”Yan, ikut saya ke kan tor guru!” Dia pun mengikuti saya. Setelah sampai di ruangan saya, saya persilakan dia duduk di kursi di hadapan saya. Sebelum saya tanya, dia sudah bertanya, ”Ada apa, Pak?” “Bagaimana pemakaman kakekmu? Diaben atau dikubur?” tanya saya seakan-akan saya tidak tahu yang ses ungguhnya terjadi. Mendapatkan pertanyaan seperti itu, murid saya itu celingak-celinguk. Dia sepertinya susah untuk buka mulut. Ketika saya desak, dia bilang, “Kakek
saya tidak meninggal, Pak!” “ Lha, kalau begitu, kenapa di su rat yang kau tulis itu kau menyatakan bahwa kamu tidak masuk sekolah karena kakekmu meninggal?” tanya saya sambil memperhatikan dirinya yang semakin gelisah. Setelah agak lama saya diamkan saja, dia tiba-tiba bilang begini, ”Pak, saya terpaksa.” “Terpaksa? Siapa yang memak samu?” “Maksud saya, saya terpaksa meng gunakan alasan itu di surat, karena alasan-alasan lainnya sudah tidak ada lagi, alias sudah semua alasan yang lain nya itu pernah saya gunakan di dalam surat ketika saya tidak sekolah,” katanya cengengesan. Mendengarkan pengakuannya itu, saya membatin, ”Ternyata dalam ket erdesakan manusia bisa kehilangan ke manusiaannya. Betapa tidak? Kakeknya saja, yang pada kesempatan tertentu atau di tempat lain, di mata cucunya begitu terhormat, oleh sesosok manusia yang kehilangan keadabannya dengan gampang kehidupannya dicatut sebagai alasan untuk melakukan sesuatu. Sung guh naïf! Semoga Anda yang lain tidak terpeleset dalam lubang ini!” Gst. Ngr. Rai Sujaya, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
Pemilu sudah di depan mata. Memilih caleg akan segera dilaksanakan, tapi Amat belum
punya pilihan. “Bagaimana akan memilih, kalau kita tidak kenal siapa yang akan kita pilih, Bu,” sambat Amat. Bu Amat langsung membantah. “Bapak ini bagaimana! Itu di jalan, di pohon, di tiang listrik, di mana-mana gambarnya segede gajah kok masih mengeluh tidak kenal?” “Lho Bu, kenal itu tidak hanya sebatas tahu wajahnya, tapi tahu konsepnya, kinerjanya, kapasitasnya, itikadnya jadi wakil rakyat. Apa betul-betul mau mengabdi rakyat atau mengincer proyek. Ini politik, Bu! Kenal itu berarti ..” Bu Amat memotong. “Sudah, jangan berkicau terus! Kalau tidak tahu siapa yang akan dipilih ya, tak usah ikut pemilu! Tidak ada yang maksa, kan bebas rahasia!” “Bukan begitu, Bu. Bukan tidak mau memilih, tapi hanya…” “Hanya tidak mau milih! Ya sudah Jadi apa namanya itu?” “Golput!” “Ya Bapak jadi golput saja! Saya tidak mau ikut-ikutan. Saya akan milih, biar kata Bapak belum kenal! Seperti beli jeruk. Kalau mau beli, ya beli saja, tidak bisa dicicip dulu baru dibeli. Sudah jadi golput sana, jangan ajak-ajak orang lain!” Bu Amat langsung cabut meninggalkan Amat. “Jadi Pak Amat dituduh golput oleh Ibu?” tanya tetangga sebelah mendengar curhat Amat. “Ya begitulah.” “Kalau begitu kita sama!” Tetangga itu mengulurkan tangan ngajak salaman. Tapi Amat tidak mau menyambut. “Maaf saya bukan golput!” “Tadi kata Pak Amat tidak kenal siapa yang harus dipi lih?” “Betul, tapi tidak berarti saya tidak akan memilih!” “Jadi Pak Amat akan memilih orang yang Bapak tidak kenal?” “Habis bagaimana lagi! Sebagai warga negara yang baik kita harus mempergunakan hak dan sekaligus kewajiban kita itu!” Tetangga ketawa sinis dan mengejek. “Maaf, itu seperti Pak Amat takut dan tidak punya pendi rian!” Amat terkejut. Ia langsung mendebat. “Siapa bilang saya tidak punya pendirian? Itulah pendirian saya! Seperti kalau kita membeli jeruk. Kita tidak bisa men cicipi dulu sebelum dibeli. Kalau mau beli beli saja. Perkara manis atau asam itu risiko. Hidup ini penuh risiko.” Tetangga ketawa. “Pak Amat salah. Kalau beli buah selalu ada contohnya yang bisa kita cicip, supaya kita kenal. Kalau beli buah saja baru kita beli setelah kita kenal, apalagi memilih caleg yang akan kita pakai lima tahun.” Tetangga ketawa lagi panjang, Amat langsung memo tong. “Tapi jeruk yang saya beli itu tidak pakai contoh yang bisa dicicipi!” Tetangga berhenti ketawa. Amat cepat-cepat pergi. Di rumah, Amat mendekati Bu Amat yang lagi masak. Langsung bicara. “Tapi Bu, kalau beli jeruk kan selalu ada contoh yang bisa dicicip. Kalau manis baru dibeli. Kalau masam untuk apa dibeli?” Bu Amat menoleh. “Pagi-pagi kok mau beli jeruk untuk apa! Bapak ini ba gaimana? Tidak usah!”
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
24 - 30 Maret 2014
23
Denpasar Design Centre
Hadir untuk Kemajuan Usaha Anda
Desain merupakan salah satu subsektor industri kreatif yang meman faatkan kreativitas dan inovasi individu sebagai produk utama dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Desain juga salah satu bentuk inovasi yang mendorong produk industri kecil dan menengah (IKM) menembus pasar dunia. Hal ini diungkapkan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat pada peresmian Gedung “Denpasar Design Centre,” di Jalan Melati No. 31, Denpasar, Jumat (21/3).
efektif dalam memberikan dukungan layanan inovasi dan teknologi ter baru bagi para pelaku usaha IKM.
P
Penandatanganan prasasti Gedung DDC
ada kesempatan terse but Menperin meng apresiasi didirikannya DDC sebagai salah satu bentuk fasilitas dan layanan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam upaya mendukung serta mendo rong pengembangan IKM. Terutama dalam hal desain kemasan, produk, tekstil dan konsultasi peningkatan nilai tambah, yang akan mening katkan daya saing. Terlebih adanya dukungan layanan e-commerce, semakin memudahkan IKM meng akses pasar. Sebagai wadah pengembangan dan peningkatan kualitas desain, DDC juga diharapkan memiliki fungsi marketing, Apalagi, Denpasar, Bali sudah menjadi brand dan diakui internasional. Dengan terintegrasi nya seluruh fungsi layanan, DDC diharapkan bisa menjadi one stop service bagi pelaku IKM.“Sekarang tinggal diikuti dengan langkah stra tegis, berdasarkan norma dan kaidah bisnis yang engandung unsur budaya sehingga produknya bisa marketable dan dikenal di nasional bahkan internasioanl,” ujar Menperin me nambahkan. Peran Pemerintah Kota (Pem kot) Denpasar, dikatakannya sangat menentukan. “Pemkot perlu proaktif membimbing dan mengembangkan industri kreatif ini. Dan, pemerintah pusat akan memberikan dukungan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif dan pengembangan skim pembiayaan dengan suku bunga kompetitif serta akses yang lebih mudah,” tegas Menperin. Selanjutnya Menperin menga takan, selama ini di kalangan IKM dikenal, jika ingin mendapatkan modal dengan akses mudah dan cepat biasanya biaya bunganya tinggi, sehingga tidak menarik. Begitu juga kalau menggunakan prosedur biasa di perbankan, seringkali berteletele.
“Jangan sampai terjadi suatu ki sah seperti saat saya masih menjadi Ketua Kadin. Saya mendapatkan laporan ada pengusaha muda kre atif dari Bandung yang membuat animasi, mendapat kontrak dari Amerika dan membutuhkan dana sebesar Rp 3 miliar. Ternyata bank, tidak bersedia memberi pinjaman, sebab pengusaha muda yang baru saja lulus ini tidak punya jaminan. Asetnya adalah otaknya,” kisah Menperin. Saat gagal tersebut, katanya si pengusaha muda kreatif ini justru mendapat dukungan dari bank di Singapura tanpa jaminan, tapi ia di minta pindah ke Singapura dan sam pai sekarang di sana. Jangan sampai kisah sedih ini terulang lagi. Ia sudah berbicara dengan pihak perbankan, bahwa industri kreatif sekarang se dang tren dan sangat menjanjikan. Idustri kreatif sangat maju karena didukung talenta masyarakat selaku perajin maupun desainer. “Semua harus terus berkem bang, dan kami akan mencarikan jalan bagaimana membuat skim pembiayaan agar bisa mengembang kan diri,” lanjut Menperin sambil berharap seluruh pegawai DDC serta aparat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar melakukan tugas yang terbaik, dan
AYO MANFAATKAN DDC Pada acara yang juga dihadiri Wakil Menperin, Kadisperindag Provinsi Bali, Sekda Kota Denpasar, dan kalangan perajin tersebut, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharma wijaya Mantra mengungkapkan industri kecil dan menengah (IKM) juga usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia memegang peranan sentral dan strategis bagi pembangunan ekonomi kerakyatan dan penyerapan tenaga kerja. Di Denpasar, IKM dan UKM cukup banyak menyerap tenaga kerja, yang berarti pula membantu menekan pengangguran. Pihaknya mengatakan kelompok perajin yang terlibat di DDC di
Mohamad S Hidayat
IB Rai D Mantra
sebagai kota kreatif. Terlebih saat ini Kota Denpasar sedang diusulkan ke Unesco oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadi salah satu kota kreatif. “Kreatif yang dimiliki Denpasar bukan hanya seni dan budaya, juga banyak artifak dari hasil seni dan bu daya. Kerajinan inilah akan dikem bangkan agar bisa mendampingi perkembangan industri pariwisata di Bali. Selain itu, untuk mempersiap kan mereka menghadapi persaingan global pada 2015-2020. Karenanya, dianggap penting untuk membantu
masan serta tekstil. Juga, melakukan pengembangann serta penelitian dan konsultasi hak kekayaan intelektual (HKI) dan paten serta menyediakan arena promosi gratis melalui media internet dengan e-commerce. Bicara e-commerce, Pemerintah Kota Denpasar telah mendirikannya sejak tahun 2008. Perkembangannya cukup baik. Jika di awal hanya diikuti 30 perajin, dalam perjalanannya di tahun 2011 tercatat 363 perajin, tahun 2012 menjadi 463, dan tahun 2013 meningkat lagi sebanyak 663 perajin. “Kami yakin anggotanya akan terus bertambah. Apalagi dari data terlihat banyak buyer di antaranya dari Amerika mengunjungi e-commerce kami,” kata Wali Kota Denpasar ini. Sementara, Kepala Dinas Per dagangan dan Industri Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan DDC telah menerima bantuan delapan mesin kemasan dari Departemen Perin dustrian. Di DDC, pelaku IKM dan UKM bisa memperoleh bantuan pe menuhan kebutuhan terkait kemasan maupun konsultasi hak cipta. Semua layanan yang disediakan di DDC, lanjut Wayan Gatra tidak dipungut biaya. “Sejak berdiri, fasilitas DDC telah membantu meningkatkan kualitas kemasan berbagai produk, termasuk endek. Jika sebelumnya, kain endek dijual tanpa kemasan, sekarang semakin banyak yang dijual dalam kemasan yang menarik. Selain kotak kemasan juga dapat menunjukkan nama dan alamat perajin,” ungkap Kadis perindag Denpasar ini. Wayan Gatra juga sempat meng ungkapkan kalau Denpasar De sign Centre (DDC) yang ada di Denpasar, Bali ini berbeda konsep dengan Jakarta Design Centre (JDC) di Jakarta. “JDC hanya di fungsikan sebagai gedung pameran yang dikelola swasta. Sementara, DDC adalah fasilitas yang disiapkan pemerintah yang di dalamnya ada proses kreativitas, dengan segala fasilitasnya,” paparnya. Setelah Gedung DDC diresmi kan dengan tagline “The Spirit of Design” juga ajakan Wali Kota agar masyarakat menggunakan DDC, Wayan Gatra berharap keberadaan DDC di Kota Denpasar ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Kota Denpasar untuk kemajuan usahanya. –ard
Menperin tengah mengamati salah satu produk dari seorang pengusaha muda
bawah kendali Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga Dinas Ko perasi. Pemerintah membantu sarana dan prasarana IKM dan UKM dari sisi marketing, bahan baku, permodalan serta asistensi mereka untuk mening katkan usahanya melalui inkubatorinkubator yang tersedia. Keberadaan DDC, oleh IB Rai Mantra difokuskan untuk Denpasar
Sebagian perajin yang hadir saat peresmian Gedung DDC
dalam membentuk suatu desain,” papar IB Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar ini juga men gucapkan terima kasih atas bantuan mesin pengemasan dari Kementrian Perindustrian. Sehingga, kegiatan bisa berjalan dengan baik dan para perajin telah pula memiliki wawasan perihal desain dan kemasan sebagai daya saing. Selanjutnya, ia meng harapkan DDC menjadi sentral pengembangan desain di Bali. Sebagai salah satu bentuk fasilitas dan layanan oleh Pemerintah Kota Denpasar, DDC dikatakannya juga demi mendukung pengembangan IKM dan UKM, pengembangan de sain, menyosialisasikan dan melatih IKM agar dapat memperguna kan software-software desain serta mengembangkan desain lokal dan nasional agar dapat bersaing di pasar dunia. Selain itu, DDC juga mem berikan layanan konsultasi desain produk dan pelatihan produk ke
22
Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014
Nanda Wakil Bali Raih Runner Up II Komitmen Pemerintah Kota Denpasar memberikan hak yang sama dan memfasilitasi kebutuhan para pe nyandang disabilitas patut diacungi jempol. Denpasar sebagai salah satu kota yang masuk dalam jaring an kota inklusi ini, juga mendapat apresiasi dari Dr. Hubert Gijzen, Direktur dan Representatif Unesco.
B
ahkan, dalam Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014 yang berlangsung Sabtu (15/3) di Gedung A Kementerian Pen didikan dan Kebudayaan Republik In donesia Jln. Sudirman, Senayan Jakarta, salah seorang penyandang disabilitas wakil Bali, binaan K3S Kota Denpasar, Ananda Ade Qisthi yang biasa dipanggil Nanda ini mampu tampil cemerlang. Setelah tim juri yang berkompeten di bidangnya, yakni Tati Hartono (Pemred majalah Ayah Bunda), Ilma Sovriyanti (Satgas Komisi perlindungan Anak Indonesia), Tony Santosa (Kepala Sekolah SLB), Alvian Rahajo (Dosen dan Anchor Trans7), serta Indah Dewi Per tiwi (musisi) memberikan penilaiannya, Nanda berhasil menyabet dua gelar sekaligus yakni sebagai Runner Up II dan Pemenang Berbakat. Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Den pasar, Ny. IA Selly D. Mantra didam pingi Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Rai Iswara yang menyaksikan langsung jalannya kontes mengatakan anak-anak disabilitas tersebut memang istimewa. Dilahirkan dengan keterbatasan ke mampuan mendengar serta berbicara, namun tidak membuat mereka ber putus asa dalam menggapai prestasi. Mereka bukan hanya cerdas dan bertalenta, tapi juga berani tampil de ngan pernuh rasa percaya diri di atas
panggung. Terlihat jelas ketika Nanda tampil berlenggang di panggung, baik dalam balutan busana daerah atau nasional maupun dengan gaun malam. Begitu juga saat Nanda me nampilkan bakatnya dalam menarikan Tari Tenun, ia juga berhasil mencuri per hatian juri. Dikatakan Ny. IA Selly D. Mantra, wakil Bali sudah pu nya bekal yang cukup untuk berlaga di tingkat nasional, karena sebelumnya mereka juga pemenang Pemilihan Pu tra Putri Tunarungu yang di laksanakan di Denpasar, atas kerjasama K3S dengan DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Ger katin) Denpasar, serta Dinas Sosial serta Tenaga Kerja Kota Denpasar dan diikuti peserta dari seluruh Bali. Hal yang sama juga di ungkapkan Rah Tut, salah seorang seniman Bali yang ikut berperan dalam pengem bangan kegiatan berkesenian anak-anak disabilitas Kota Denpasar, seperti dalam penggarap an album maupun filmnya. “Selama stimulan yang diberikan benar, maka di balik kekurangannya tersimpan sebuah keistimewaan,” ujarnya. Pada acara puncak Kontes Putra Putri Tunarungu 2014 tersebut, istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra ini juga diminta naik panggung untuk mema parkan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk anak-anak disabiltas di Kota Denpasar. B a h w a , Pe merintah Kota Denpasar te lah melaku kan banyak hal untuk memfasilitasi k e b u t u h a n penyandang disabilitas, memberikan kesempatan yang sama seperti masyarakat umum nya dalam melakukan berbagai aktivitas sosial, seperti kegiatan seni termasuk pendidikan informal yang gaungnya sudah menasional. Pemkot Denpasar juga memberikan ruang yang luas untuk berkreativitas bagi penyandang disabilitas baik di
S E L E B R I TA S
24 - 30 maret 2014
24 - 30 maret 2014
IGAA Inda Trimafo Yudha
Lanjutkan Cita-cita Luhur
Sosok wanita muda bernama lengkap IGAA Inda Trimafo Yudha, ini memang sudah tidak asing lagi di mata masyarakat Bali. Selain sebagai sosok pengusaha sukses di bidang konservasi alam, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, sosial maupun kewirausahaan.
Nanda dan Andi bersama Ny. IA Selly D Mantra, Ny. Antari Jayanegara, dan Ny. Rai Iswara
bidang seni, budaya, sosial maupun bidang ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarganya, salah satunya melalui pembentukan kelompok usaha bersama atau kube. Apa yang dilaksanakan Pemkot Denpasar, kata Ny. IA Selly D. Man tra sesuai pula dengan UU RI No. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat dan dipertegas lagi dengan UU No.19 tahun 2011 tentang pengesahan kon vensi mengenai hak-hak penyandang disabilitas yang berisi pengakuan harga diri dan nilai hak yang sama bagi pe nyandang disabilitas serta kewajiban negara untuk merealisasikan hak-hak seperti yang yang termuat dalam UU tersebut. Di samping itu, Pemkot Denpasar bersama K3S juga berkomit men terus meningkatkan pelayanan untuk mem berdayakan penyandang disabilitas mulai dari membangun jiwa kewira usahaan ser ta memberi k e s e m p a t a n sama untuk berkerja di pe merintahan. Hal ini tentu se makin sempurna saja ditambahkan dengan ide dan gagasan Ny. IA Selly D Mantra selaku Ketua K3S, bersama-sama dengan pe merintah mengembangkan bakat dan kemampuan para penyandang disabili tas di Kota Denpasar, baik itu disabi lit as netra, mental maupun tunarungu. Betapa di berbagai acara mereka diberi kesempatan untuk unjuk kemampuan. Termasuk juga ga gasannya mendirikan Pusat layanan Autis, yang akhirnya men jadi sekolah autis pertama di Bali. Sementara menurut Indah Dewi Pertiwi, salah se
orang juri Kontes Putra Putri Tuna rungu Indonesia 2014 yang juga dinobatkan sebagai Dewan Pemer hati Tunarungu ini, hampir seluruh peserta mempunyai bakat dan ke cerdasan yang baik dalam menjawab pertanyaan dewan juri. Sedangkan Dian Inggrawati, Miss Deaf Indonesia 2011, Runner Up II Miss Deaf World 2011 dan Top 5 Miss Deaf International 2012, selaku ketua panitia penyelenggara, mengatakan bahwa acara pemilihan Putra Putri Tu narungu Indonesia ini diadakan demi meningkatkan awareness dan kepedu lian masyarakat, meski dalam keter
batasan, para penyandang disabilitas dapat berprestasi dan membawa harum nama bangsa. Pemenang kon tes ini, lanjut Dian, akan berangkat ke London mengikuti Mister &Miss Deaf International 2014. “Dari pemilihan ini mereka mam pu menunjukkan bahwa mereka bisa maju seperti anak-anak normal lain nya,” kata Ny. I.A Selly D. Mantra sambil mengucapkan terimakasihnya pada seluruh instansi terkait juga para desainer yang mendukung keberhasilan wakil Bali dalam Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014 ini. -ard
Ny. IA Selly D. Mantra saat didaulat ke panggung untuk bercerita tentang kegiatan penyandang disabilitas di Kota Denpasar
Nama-nama Pemenang Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Yoga Drgantara (Jatim Putri Tunarungu Indonesia 2014 Kiki Sridanty Maizuli (Kep.Riau)
S
ebagai cucu Pahlawan Nasional I Gusti Ngu rah Rai yang gugur dalam medan perang, pada November 1946 silam di Margarana, putri ke-3 dari pasangan I Ngusti Ngurah Alit Yudha dari Puri Carangsari Petang dengan IGA Wardhani Pindha dari Puri Den Kayu Mengwi ini ingin melanjutkan cita-cita luhur para pejuang demi rakyat Bali, bangsa dan negara. “Saya tak ingin me mutus perjuangan leluhur saya, karena itu saya memilih terjun ke dunia politik dengan segala risikonya,” ungkapnya kepada Tokoh di sela-sela kegiatannya sebagai salah satu pembicara dalam workshop Marketing Communication & Meracik Peluang Bisnis di Bursa Saham, Selasa (18/3) di Wantilan Gedung Pers K. Nadha. Sementara, ayahanda dari ibunda Gung Inda, I Gusti Ngu rah Pindha merupakan teman seperjuangan dari I Gusti Ngurah Rai dan sempat menjabat seba gai Wakil Gubernur Bali tahun 1960-an.
Ia menghabiskan waktunya di Makassar, Sulawesi Selatan selama lebih kurang 11 tahun demi men jalankan tugas sebagai komandan Pelabuhan Laut dan Komandan Kodim. Ibunda Gung Inda terlahir di Makassar. Gung Inda lahir di Denpasar, 18 Desember 1976. Masa kecil Gung Inda tak semua ia lalui di Bali, melainkan di Jakarta. Saat usianya memasuki masa sekolah ia bersama keluarga harus pindah ke Jakarta mengikuti sang aya handa bertugas sebagai anggota DPR RI. Meski awalnya ia tak pernah bermimpi menerjuni dunia poli tik, kecintaan pada bidang politik ini telah tertanam sejak ia masih belia, yakni dari cerita-cerita sang ayah akan keseharian dan pengalaman sosok yang dicin tainya itu saat menjadi anggota DPR RI. Keikutsertaan Gung Inda se bagai salah satu calon legislator perempuan dalam pemilihan umum legislatif 2014 ini juga merupakan salah satu bentuk nyata dalam mendukung kebi
Ru- 1 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Arief Burhan Effendi (Jatim) Ru- 1 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Irma Suryani (Semarang) Ru- 2 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Irfa Nugroho (Solo/Jateng Ru- 1 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Ananda Ade Qisthi (Bali) Pemenang Persahabatan Putra Tunarungu Indonesia 2014 Dicky Permana Putra (Sumut) Putri Tunarungu Indonesia 2014 Devi Fellany (Solo/Jateng) Pemenang Berbakat Putra Tunarungu Indonesia 2014 Yoga Dirgantara (Jatim) Putri Tunarungu Indonesia 2014 Ananda Ade Qisthi (Bali)
3
Gung Inda saat menjadi pembicara Workshop Bisnis di Wantilan Gedung Pers BaliTV
jakan ditetapkannya kuota 30% perempuan dalam pencalegan yang merupakan bentuk pe nyetaraan gender yang disambut positif Gung Inda, caleg DPRD Provinsi Bali bernomor urut 3 dengan warna kertas suara biru dari Partai Golkar dengan Dapil Badung ini. Juga, sebagai bentuk solidari tas terhadap kaum perempuan dengan harapan memotivasi kaum perempuan lain dan mewakili aspirasi mereka. “Saya ber harap ke depan ada kebijakan persyaratan yang lebih mudah bagi kaum perempuan yang ingin terjun ke politik,” ucap wanita yang selalu tampil en ergik ini. Selain sebagai se orang ibu dua buah hatinya kini, Anas tasya Apsara Garritt dan Jayden Challeng er Garrit, istri Toby Garritt, ini dikenal sebagai sosok entrepreneur yang tangguh. Saat ini selain mengembangkan usaha keluarga wisata petualangan di kampung halamannya, Desa Carangsari, wanita lulusan bidang Pariwisata dan Manajemen Perho
(agro usaha), ia dibantu sang suami mengolah kakao menjadi makanan ringan berstandar inter nasional dengan mendirikan pabrik cokelat di bawah bendera PT Bali Chocolate. Mereka pun banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Gung Inda banyak merangkul petani setempat, memberdaya kan mereka dan membantu para petani kakao meningkatkan hasil pertanian kakao sehingga mer eka terbantu secara ekonomi.
telan di Adelaide, South Australia ini juga tengah mengembangkan usaha pertanian dan perkebunan (agro usaha). Dengan bekal ilmu yang ia miliki, usaha wisata petualangan konservasi alam rintisan sang ayahanda itu kini makin dikenal wisatawan mancanegara. Saat ke Bali, mereka pasti tertarik me nikmati wisata petualangan alam arung jeram, cycling, tracking, safari gajah, berkuda di pantai di bawah bendera A True Balinese Experience ini. Namun dalam mengelola usaha ini, Gung Inda tetap memegang teguh pada kearifan lokal Bali. Sementara itu, dalam usaha bidang pertanian dan perkebunan
“Harapan kami ke depan selain bisa menampung hasil pertanian kakao di Badung juga di seluruh Bali dan Indonesia sehingga makin banyak petani yang terbantu,” ucapnya. Di tengah kesibukan mengu rus bisnis, Gung Inda tetap aktif dalam berbagai organisasi baik yang bersifat kemasyarakatan, kepemudaan, sosial, dan kewirau sahaan. Saat ini ia tercatat sebagai Wakil Ketua Pemuda Pancasi la, Wakil Ketua Pemuda Panca Marga Bali, Wakil Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Political Caucus (2012), Presiden JCI tahun 2007, Ben dahara Umum DPD KNPI Bali,
IGAA Inda Trimafo Yudha
dan Wakil Ketua Umum KADIN Bali bidang pariwisata. Gung Inda juga merupakan perempuan per tama yang terpilih sebagai Ketua Umum BPD HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali periode 2013 s.d. 2016. Dari berbagai pengalaman sebagai entrepreneur selama be lasan tahun, dan pengalamannya duduk di berbagai bidang organi sasi inilah membuat Gung Inda terbiasa bekerjakeras, terbentuk sebagai pribadi yang ulet, ramah, terampil, jujur dan disiplin, yang tentu sangat diperlukan sebagai modal dasar menjadi wakil rakyat nanti. Apabila dipercaya dan terpilih seba gai anggota DPRD Tingkat I Bali dalam Pileg nanti, Gung Inda bertekad untuk bekerja keras men jalankan tugas dan tanggung jawab se laku wakil rakyat de ngan baik dan jujur. Perhatiannya cukup besar dalam m em p er ju a n gka n dan menyuarakan ke pentingan masyarakat Bali terutama yang berkaitan dengan perlindungan terhadap hak-hak kaum perempuan dan anak, seperti anak-anak gepeng serta hak waris dan pengasuhan anak di bawah umur pada ke luarga yang bermasalah. Di samping itu, meningkatkan sumber daya manusia mela lui pendidikan yang berkualitas sehingga tercapai kesejahter aan masyarakat di sektor per ekonomian dan pertanian. Gung Inda yang juga mewakili kelompok pelaku usaha, akan se lalu terbuka menampung aspirasi tanpa mengesampingkan ajeg Bali dan pelestarian budaya Bali. - Tini Dwi Rahayu
4
INSPIRASI
24 - 30 Maret 2014
Tekad Rataya B Kentjanawathi
Memajukan Perempuan Bali Perempuan banyak dieksploitasi untuk kepentingan politik sesaat. Namun, terpinggirkan kembali ketika musim politik telah berlalu. Fenomena ini juga berlaku di Bali. Atas ketimpangan kondisi kaum perempuan tersebut, Ir. Rataya B Kentjanawathy jauh-jauh hari sudah menunjukkan perhatiannya yang besar terhadap persoalan perempuan dan anak di Bali.
Ir. Rataya Kentjanawathy
K
arenanya, Ir. Rataya B Kentjanawathy yang juga Ketua U m u m Wa n i t a Hindu Dharma (WHDI) ini telah mendaftar ke KPU untuk menjadi calon anggota DPD RI. Ia bertekad mengabdikan diri untuk Bali di pentas nasional melalui sistem politik negara. “Saya terpanggil untuk memajukan perempuan Bali serta memperjuangkan masyarakat Bali baik yang tinggal di Bali, lahir di Bali dan yang berasal dari Bali,” tutur istri Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Sang Nyoman Suwisma ini. Kentjanawathy yang dikenal selalu penuh semangat, memang pantang menyerah. Ia mengaku lebih merasa terpanggil lagi menjadi anggota DPD RI, setelah mengetahui hasil Pesamuan Agung PHDI 2013 di Palangkaraya, Kal teng. Dalam kesempatan terse-
but Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana memberi laporan yang menyebutkan bahwa Bali saat ini menghadapi empat permasalahan serius yang perlu mendapat perhatian. Pertama, Masih tingginya kasus KDRT (ke kerasan dalam rumah tangga). Kedua, masih tingginya angka ke kerasan terhadap anak. Ketiga, fenomena me ningkatnya jumlah penduduk Bali yang terjangkit virus HIV/AIDS. Keempat, masih tingginya persentase perempuan Bali yang buta aksara. “Yang berbicara adalah statistik, data. Suka atau tidak suka kita harus terima. Sekarang persoalannya adalah bagaimana kita berjuang untuk mengikis empat problematika Bali yang serius ini,” ujar insinyur elektro lulusan Universitas Trisakti, Jakarta ini. Kentjanawathy trenyuh sekali gus prihatin dengan fakta yang ada. Karena itu, ia memilih jalur DPD (Dewan Perwakilan Dae rah). Apalagi ia menyadari bahwa perempuan adalah komponen penting bagi pencapaian program mewujudkan Bali yang damai, sejahtera, dan maju. Ia tidak segansegan menunjukkan keberpihakannya pada kaum perempuan, salah satunya karena perempuan memiliki peran strategi bagi perbaikan nasib bangsa ke depan. Betapa tidak, sejak seorang perempuan memasuki kehidupan rumah tangga kemudian secara normatif melewati fase kehamilan, melahirkan, dan membesarkan
Rataya Kenjtanawathi dalam salahn satu kegiatan sosial keagamaan
anak. Sejatinya, perempuan secara tidak langsung tengah meletakkan dasar bagi penentuan masa depan bangsa. “Di era teknologi dan modernisasi ini, bahkan janin dalam kandungan sudah bisa diberi terapi melalui musik, dongeng dan lain sebagainya, agar kelak lahir bayi yang memiliki tingkat intelejensia tinggi,” ungkap istri seorang Mayjen TNI Purnawirawan TNI-AD ini. Asupan gizi yang baik bagi ibu hamil, lanjut Kentjanawathy akan menambah besar peluang melahirkan bayi yang sehat dan cerdas. “Peran ibu masih berlanjut, dalam membentuk karakter atau kepri badian dasar seorang anak, mulai dari aktivitas memberi ASI hingga bimbingan intensif, setidaknya sampai usia lima tahun,” lanjut Ketua Bidang Organisasi Kanker Payudara Indonesia ini. Karenanya, tak ada pilihan lain untuk kaum perempuan Bali ke depan, kecuali meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. Apalagi, dalam skala tertentu, seorang ibu berperan mengimplementasikan teknologi atau teori, meletakkan dasar pembentukan watak kecerdasan bayi atau anak, yang nantinya menjadi generasi muda berkualitas. “Sekali lagi saya tegaskan begitu pentingnya peran seorang ibu dalam suatu peradaban bangsa. Perempuan dalam konsep saya menjadi bagian penting dari suatu sistem pembinaan generasi yang akan datang,” lanjut putri Brigjen (Purn) TNI AD Drs. Ranga Bonjoran Bayupathy AKK(alm.) ini. Bahkan, ajaran Hindu pun kata Kentjanawathy, menempatkan perempuan pada posisi yang tidak kalah terhormat dibandingkan pria. Begitu pula dengan istilah
24 - 30 Maret 2014
MANDALIKA
21
Bunyi Rantok Pertanda akan Ada Pernikahan
Salah satu keunikan dalam perkawinan adat Tau Samawa (orang Sumbawa bersuku Samawa) di Nusa Tenggara Barat adalah tradisi baguntung. Tradisi baguntung ini yakni membunyikan rantok- alat penumbuk padi tradisional yang disebut lesung yang terbuat dari kayu, sesaat setelah seorang gadis yang oleh orangtua atau keluarganya diberitahu bahwa ia akan dinikahkan, tentu saja dengan laki-laki pilihan orangtua atau keluarganya. Kini, tradisi ini memang jarang dilakukan lagi. Ir. Rataya Kentjanawathy bersama keluarga
rwa bhineda, dua yang berbeda, siang dan malam, purusha dan perdana, laki-laki dan perempuan. Penekanan pengertian rwa bhineda adalah sebuah keseimbangan, bersama-sama berperan secara proporsional. Antara perempuan dan laki-laki, suami dan istri harus bekerjasama.
Gunakan Hak Pilih Secara Cerdas dan Bertanggung Jawab Menurutnya, secara umum peran, fungsi, suami dan istri dalam rumah tangga di Bali tidak berbeda jauh layaknya di daerah lain. Namun, khusus di Bali ada yang menarik, kaum perempuannya adalah pekerja keras dan seringkali mengerjakan pekerjaan laki-laki, terutama dalam keluarga yang kehidupannya belum mapan secara ekonomi. Diakui Komisaris Utama PT Aveon ini, batasan tanggung jawab dalam keluarga, seorang ibu senantiasa mengambil posisi pekerjaan dengan volume lebih besar. Sementara itu, ia juga melihat beberapa masalah klasik, perempuan di Bali acapkali diposisikan sebagai pihak yang lemah, termasuk dalam hak memperoleh pendidikan. Contoh dalam keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, pihak orangtua akan mendahulukan anak laki-laki untuk bersekolah dibandingkan perempuan. Begitu pula saat rumah tangga dilanda ketidakharmonisan, si istri juga diposisikan lemah. Para suami dengan mudah menceraikan istri dan menikah dengan perempuan lain, sementara perempuan terpuruk dalam penderitaan Belum la gi terjadinya k a s u s - k a s u s kekerasan dalam rumah tangga. Perempuan yang secara fisik lebih lemah diban dingkan pria, Kegiatan Rataya Kentjanawathy dalam program koservasi penyu
sering tidak berdaya saat sang suami melakukan tindak keke rasan. Tidak berhenti sampai di situ, Kentjanawathi mencatat tingginya angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan. Tentu karena multifaktor, misalnya tidak adanya kemampuan dana untuk melahirkan di rumah sakit atau bidan. Juga, karena kurangnya perhatian suami saat istri me ngandung. Jadi, masih banyak kasus memilukan. Misalnya istri hamil dan meninggal saat melahirkan, lantas suami menikah lagi. Tidak sedikit juga kasus suami gemar selingkuh sehingga menularkan penyakit kelamin pada istrinya. Namun, dikatakan oleh ibu tiga putra ini, sejak reformasi, upaya untuk memajukan peran perempuan khususnya dari aspek politik telah memperoleh kemajuan secara formal yang sangat berarti. Kemajuan ini tentu saja merupakan batu pijakan yang sangat penting bagi upaya mengeluarkan perempuan Indonesia dari belenggu buta aksara misalnya, juga situasi yang meminggirkan peran dan fitrahnya sebagai manusia sejak lahir. Selanjutnya berbekal pengetahuannya secara akademis, ditambah pengalamannya bekerja di Telkom, memimpin berbagai organisasi, begitu juga suka-duka mendampingi suami di berbagai medan penugasan, menjadikan Kentjanawathy seorang figur yang matang. Sebagai istri prajurit, ia bergabung dalam wadah Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana TNI-AD. Ketika pensiun bersama mengabdikan diri di bidang sosial kemasyarakatan dan sosial keagamaan. Calon Anggota DPD RI 20142019 No. 40 ini juga mengajak wa nita Hindu menyadari peran pen ting yang dipikul dalam membangun daerah bahkan bangsanya, salah satunya melalui jalur politik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab. Perempuan umat Hindu juga dapat menjaga dan meningkatkan soliditas serta bersatu padu mendukung umat Hindu lainnya yang memiliki peluang dan kapasitas untuk membaktikan dirinya dalam politik dan pemerintahan. -ard
M
eski demikian, hal ini menjadi salah satu kekayaan budaya Sumbawa yang kerap dipamerkan dalam kegiatan-kegiatan budaya di Nusa Tenggara Barat. Dalam tradisi pernikahan adat Sumbawa, sebelum ada kesepakatan antarkeluarga pihak laki-laki dan perempuan, si gadis belum diberitahu. Jika tawarmenawar untuk semua urusan menyangkut pernikahan, berakhir dengan kesepakatan, proses menuju perkawinan terus berjalan. Setelah musyawarah keluarga dan dicapainya kesepakatan antara kedua belah pihak, barulah si gadis diberitahu secara resmi. “Pemberitahuan penerimaan pinangan kepada si gadis ini, secara umum di Sumbawa dikenal dengan istilah bada dan di Sumbawa Barat dikenal dengan baya,” ungkap HM. Muhadli, Budayawan Sumbawa di Taliwang. Bada atau baya dalam bahasa Samawa berarti memberitahu. Dalam acara baya ini, orangtua dan keluarga pihak perempuan akan memberitahu si gadis, bahwa kini ia telah resmi menjadi calon pengantin bagi laki-laki yang telah meminang. Maka, si gadis tidak lagi diperbolehkan keluar rumah sembarang waktu dan ia harus mulai mempersiapkan diri menuju segala prosesi adat perkawinan yang segera digelar. Baya, selain bermakna memberitahu sekaligus mempersiapkan si gadis akan perkawinannya, juga sebagai media pengumuman kepada publik bahwa akan ada acara pernikahan di kampung tersebut. “Pengumuman ini dilakukan dengan cara memukul lesung panjang (rantok) dengan alu,” kata Hasanuddin, budayawan Sumbawa lainnya. Acara baya lazimnya dilakukan saat usai Magrib. Namun, ada juga yang melaksanakannya pada subuh hari. Dalam tradisi masyarakat Samawa, gadis yang akan dinikahkan, menjelang acara baya berlangsung, dialihkan perhatiannya dari rumah. Sekelompok gadis lain yang merupakan kawan si gadis yang hendak dinikahkan, diminta untuk merahasiakan hal tersebut dengan membawa si calon pengantin ini ke tempat yang jauh dari rumah untuk berwisata. “Biasanya diajak ke kebun untuk acara pelesir sehingga ia sama sekali tidak mengetahui kalau dirinya telah dipinang. Saat inilah, kawan-
kawannya menghibur si gadis dengan bersuka ria dan bergembira bersama,” kata Muhadli. Ketika Magrib lewat, si gadis akan dikejutkan dengan acara tersebut. Pada baya yang dilakukan subuh hari, maka acara baguntung juga dilakukan pada subuh hari. Acara baya dipersiapkan secermat mungkin dan diam-diam. Sebelum si calon mempelai perempuan tiba di rumah usai Magrib, kelompok yang akan bertugas dalam acara ini telah bersiap-siap. Sekelompok perempuan telah bersiap di depan rantok di tempat yang tak tampak oleh si gadis. Siap dengan alu sebagai pemukulnya. Gerak-gerik si gadis ketika pulang ke rumah saat itu, diperhatikan sekali, sehingga ketika ia tiba di tangga paling atas dan menjejakkan kaki di pintu rumah panggungnya, tangannya pun dipegang. Dan saat inilah, ia diberitahu bahwa dirinya tidak lagi bisa keluar rumah sejak saat itu karena akan dinikahkan dengan lakilaki yang disebutkan. “Kekagetan dan rasa tak percaya serta campur aduk, biasanya membuat si gadis menangis sejadi-jadinya. Maka bersamaan dengan tangis haru si gadis, kelompok yang sudah siap di depan rantok itu pun, dengan sigap menumbuk-numbukkan alu, berirama dan keras sekali,” ujar Hasanuddin yang dikenal dengan panggilan Ace ini. Bunyi rantok yang dipukul berirama ini dilakukan tidak boleh terputus. Maknanya sebagai doa, agar perkawinan tersebut berjalan langgeng. Kegiatan ini disebut baguntung. Karena itu, tiap kali terdengar rantok bergemuruh dalam kegiatan baguntung, maka masyarakat sekitar telah tahu bahwa akan ada perhelatan pernikahan di lingkungan tempatnya tinggal. Dan masyarakat juga akan segera menyiapkan diri untuk menjadi bagian dari kegiatan
tersebut untuk bergotong-royong dan berpartisipasi menyukseskan pernikahan tersebut. Bunyi rantok yang bergemuruh ini akan ditambah lagi dengan suara rebana. Suasananya menjadi sangat ramai dan riuh. “Hal ini sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap tangis si gadis yang terkadang histeris,” kata Ace. Perempuan Samawa biasanya dinikahkan pada usia yang sudah dianggap matang, 20 tahun ke atas. Saat malam si gadis di-baya, baguntung terdengar, juga akan sahut menyahut di tempat lainnya, termasuk di rumah pihak laki-laki. Si gadis biasanya akan larut bersedih atau haru sepanjang malam usai di-baya. Sesuai kebiasaan,
Foto: (Budi K)
Tiap kali terdengar rantok bergemuruh dalam acara baguntung, maka masyarakat sekitar tahu bahwa akan ada perhelatan pernikahan di lingkungan tempat tinggalnya
kawan-kawannya akan datang menjenguk untuk menghibur si gadis. Acara menjenguk si gadis juga akan dilakukan oleh keluarga dari pihak laki-laki, yang dikenal dengan bajango. Karena terlalu bersedih, si gadis terkadang tak ingin membuka pintu kamar tiap kali ada orang bajango. Namun, sebagai wujud cinta kasih dari keluarga pihak laki-laki yang bajango, untuk
membujuknya, biasanya dibawakan sebuah cincin emas dan dipakaikan di jari manis si gadis. Pendekatan yang dilakukan oleh pihak laki-laki kepada si gadis selalu dengan cara yang manis, yang biasanya bisa meluluhkan hati si gadis. Namun begitu, ada juga yang menolak perkawinan yang sudah disiapkan tersebut dengan cara melarikan diri. -Naniek I. Taufan
20
NINE
Dr. Hj. Siti Maryam
Intip Kebudayaan Bima di Museum Samparaja
Tidak banyak orang yang peduli dan mau menjaga, memelihara bahkan mempelari serta melestarikan manuskrip atau naskah-naskah kuno. Kerumitan dalam memperlakukan naskah-naskah kuno tersebut membuat tidak semua orang mau dan bisa melakukannya. Adalah Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima yang juga putri ketujuh Raja Bima, Sultan Muhammad Salahuddin, satu dari tidak banyak orang tersebut.
D
emi menyelamatkan kebudayaan Bima, tidak hanya naskah-naskah kuno milik Kesultanan Bima saja yang akhirnya selamat di tangannya, tetapi juga berbagai jejak sejarah kebudayaan Bima. Seperti benda-benda Istana Kesultanan Bima, pakaian adat hingga foto dan dokumentasi milik Kesultanan Bima. Semua itu ia rawat dalam sebuah museum pribadi miliknya yang diberi nama Museum Kebudayaan Samparaja Bima. Perempuan kelahiran 13 Juni 1927 yang kini berusia 87 tahun ini, tetap rajin merawat bendabenda koleksi museum pribadinya. Museum Kebudayaan Samparaja Bima dibangun olehnya tahun 1990. Berasitektur tradisional Bima Uma Ceko, museum ini mulai dibuka untuk umum 10 Agustus 1995 di Bima, merupakan salah satu museum yang banyak dikunjungi terutama oleh para peneliti dan filolog dari berbagai daerah di Indonesia juga luar negeri. Dari Museum Samparaja Bima, sumber informasi dan penelitian/pengkajian mengenai kebudayaan Bima dapat diperoleh. Selain menyimpan banyak koleksi benda-benda bersejarah, salah satu koleksi yang paling banyak dicari dan diburu peneliti adalah naskahnaskah kuno Bima yang tersimpan dan terawat dengan apik di museum tersebut. Museum Kebudayaan Samparaja Bima, menyimpan jejak sejarah Kesultanan Bima. Pendirian Museum Samparaja Bima oleh Siti Maryam, tidak lepas dari tujuannya menyelamatkan benda-benda budaya bersejarah dari kepunahan, melestarikan nilainilai budaya daerah yang adi luhung
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin
dan mengadakan usaha penelitian serta pembahasan menyangkut kebudayaan daerah Bima untuk memperkaya khasanah budaya bangsa Indonesia. ”Agar anak-anak dan cucu-cucu kita di masa depan bisa melihat warisan budaya leluhurnya,” ungkap mantan birokrat perempuan ini. Khusus mengenai peninggalan Kesultanan Bima yang berupa naskah-naskah lama yang tertulis dalam aksara Arab berbahasa Melayu yang jumlahnya cukup banyak, Siti Maryam dan Museum Samparaja-nya melakukan tindakan penyelamatan terhadap fisik maupun isi naskah yang mengandung berbagai macam jenis ilmu, sejarah pemerintahan di Bima, hukum adat dan hukum islam yang diterapkan, ilmu pertanian, kelautan, perbintangan, hubungan interaksi dengan daerah-daerah lain maupun hubungan perdagangan dengan negara asing. Pada tahun 1987-1989,
ka (manequin) laki-laki/perempuan yang ditempatkan dalam vitrin. Tersimpan pula benda-benda hasil karya tradisional berupa ukiran dari kayu dan perak serta barangbarang keramik lama. sebagai kepala museum tersebut Benda-benda budaya yang teria menyelamatkan naskah-naskah simpan dalam Museum Samparaja yang ada dengan cara mengawet- merupakan koleksi pribadinya di kan atau dilaminasi atas bantuan luar benda-benda pusaka dan atridan kerja sama dengan Arsip Na- but Kesultanan Bima yang disimpan sional RI di Jakarta. Sehingga, di Museum Asi Mbojo. Dengan hampir seluruh naskah secara ber- demikian, Museum Kebudayaan tahap sudah bisa diselamatkan dari Samparaja Bima berstatus sebagai kepunahan, termasuk kitab-kitab museum pribadi. Museum pribadi Al Quran tulis tangan peninggalan yang disiapkan untuk kepentingan kesultanan (La Nonto Gama) pun umum. ”Agar generasi mendatang sudah diawetkan. Jumlah naskah tidak putus dengan sejarahnya,” yang sudah dikerjakan sebanyak ujar salah seorang perintis Provinsi 2.500 lembar dilaminasi bisa berta- Nusa Tenggara Barat ini. han 50-100 tahun lagi, berarti bisa Museum Samparaja juga telah dibaca dan dipelajari oleh generasi menerbitkan buku-buku untuk sekarang dan akan datang. kepentingan kemudahan bagi Karena tujuan pertama dari para peneliti, antara lain, KataMuseum Kebudayaan Samparaja, logus Naskah Bima dengan judul selain untuk menyelamatkan pe- Katalogus Naskah Melayu-Bima ninggalan adalah juga untuk me- Jilid I dan II yang disusun olehnya nyediakan sarana khusus untuk bersama seorang ahli philoloog, naskah-naskah tersebut, maka dosen Fakultas Sastra Universitas rencana mendirikan museum se- Indonesia Jakarta, Dr. Sri Wulan bagai wadah untuk menghimpun Rujiati Mulyadi. Transliterasi Bo berbagai corak dan ragam karya Sangaji Kai” (catatan-catatan Kebudaya mulai dirintis. Setelah rajaan Bima) ke dalam huruf latin berkonsultasi dengan Direktorat (karena naskah asli tertulis dalam Permuseuman Direktorat Jen- aksara Arab berbahasa Melayu), deral Kebudayaan Departemen yang disusun Dr. Henri Chambert Pendidikan dan Kebudayaan di Loir. Ahli Philoloog Perancis dari Jakarta, disarankan untuk mem- Lembaga Kebudayaan Perancis buat museum tidak untuk naskah EFEO (Ecole Francaise di Extrime saja, tetapi dibuat suatu museum Orient) dan Hj. Siti ����������������� Maryam Salaetnografi atau museum khusus huddin. Buku ini kini telah menjadi benda-benda budaya termasuk di salah satu dokumen nasional. dalamnya naskah-naskah. Museum Samparaja Bima telah Selain sebagai sarana untuk terdaftar namanya dalam buku menyimpan benda-benda budaya Khasanah Naskah, panduan koleksi dan bersejarah, Museum Sampa- naskah-naskah Indonesia sedunia, raja juga memperagakan berbagai World Guide To Indonesia Colpakaian adat lama semasa Kesul- lections. Sejalan dengan itu, agar tanan Bima dari pakaian pangkat- sejarah kebudayaan Bima dikenal pangkat adat, pakaian upacara- oleh generasi muda dan dunia upacara adat, pakaian pengantin luar, Museum Samparaja memdan pakaian adat anak-anak. Pera- buka kesempatan dan memupuk gaan menggunakan boneka-bone- perhatian cendekiawan/ilmuwan untuk melakukan studi penelitian naskah-naskah yang mengandung ilmu Agama Islam yang diimplementasikan ke dalam kehidupan
INSPIRASI Kanty Widjaja
24 - 30 Maret 2014
24 - 30 Maret 2014
Harus Tahu Posisi Dingin yang luar biasa hingga mencapai minus 10°C yang melanda Korea Selatan Januari lalu, menjadi tantangan tersendiri bagi Kanty Widjaja, 1st Runner Up Miss Earth Indonesia, saat bertarung di ajang World Miss University 2014. Saking dinginnya suhu ketika itu, tangan Kanty pun melepuh. Tapi bukan Kanty namanya kalau gara-gara dinginnya suhu membuatnya menyerah dan tak mampu melakukan apa-apa. berpemerintahan dan bermasyarakat di daerah Bima pada zaman kesultanan. Perhatian pun diberikan oleh Perpustakaan Nasional Jakarta dengan melakukan konservasi, digitalisasi dan mikro film terhadap kurang lebih 2.200 (dua ribu dua ratus) lembar naskah kuno (manuskrip) yang lepas maupun yang dijilid bertempat di Museum Samparaja di Bima. Dengan demikian, Museum Samparaja Bima sampai saat ini menyimpan naskah-naskah kuno (manuskrip) yang sudah dilaminasi, didigitalisasi dan dimikrofilmkan sejumlah kurang lebih 5.000 (lima ribu) lembar naskah lepas dan yang dijilid. Usaha dan kerja keras Siti Maryam melestarikan naskah-naskah kuno peninggalan Kesultanan Bima berbuah manis, ketika pada Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XI, 2007 lalu, filologfilolog dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara, telah pula datang mengunjungi museum ini. Kini, masa tua banyak ia habiskan untuk mengurus museum tersebut. Selain berkeliling menghadiri tempat-tempat yang menawarkan ”pembicaraan” mengenai naskah kuno dan museum, ia juga selalu suntuk membolak-balik naskah dan mengecek koleksi-koleksi benda koleksi museumnya. Ketelatenannya telah memberikan keteladan, bahwa meski usia telah senja, ia tak pernah berhenti mengurus museum tersebut. ”Di sinilah jejak sejarah Bima bisa dipelajari. Maka jangan sampai punah,” kata Siti Maryam saat ditanya mengapa ia begitu gigih memperjuangkan, merawat dan melestarikan benda-benda pusaka tersebut. Atas ketekunannya memperlajari naskah-naskah itu, ia pun menemukan satu kebanggaan lagi bagi masyarakat Bima adalah dengan ditemukannya kembali huruf asli Bima, pada tahun 2007. Kini, Bima memiliki huruf-huruf asli yang merupakan kekayaan budaya bagi masyarakatnya. --Naniek I. Taufan
T
ekadnya untuk berbuat yang terbaik, ditunjang semangat juang yang tinggi, membuat gadis usia 23 tahun ini, mampu menghalau semua kendala yang ada. Hasilnya tak sia-sia. Meski gagal meraih gelar utama dalam ajang tersebut, ia tetap berhasil membawa pulang penghargaan khusus sebagai Miss Hyundai Media World 2014. “Waktu di sana kami mendapat cerita tentang bagaimana dalam suhu dingin, tubuh dingin, tentara Korea tetap bertempur untuk negaranya. Mereka mati kedinginan, kekurangan makanan, namun tetap fighting untuk negaranya. Cerita tersebut memberi inspirasi bagi semua, khususnya saya, untuk tidak mengeluh, pantang menyerah. Ini memberi spirit bagi saya, masak saya down karena dingin, karena bête. Karena itu, sekalipun suhu mencapai minus 10°C, saya tetap semangat untuk memberi yang terbaik,” tutur Kanty menceritakan pengalamannya mengikuti kontes kecantikan World Miss University 2014 di Seoul, Korea Selatan. Menurut Kanty, banyak pengalaman luar biasa didapatnya dalam ajang tersebut. Di antaranya adalah bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan sesama peserta meskipun dalam suasana
kompetisi. “Selalu ramah pada siapa pun, senyum, dan siap menolong bagi yang membutuhkan adalah sikap-sikap yang dikembangkannya dalam membina hubungan baik dengan semua orang,” ujarnya. Yang tak kalah pentingnya, ucap Kanty, adalah bagaimana membuat diri kita tetap bersemangat menjalani semua kegiatan. Maklum saja, agenda selama dua pekan masa karantina begitu padat dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi, sehingga jika tidak pandai-pandai mengelola diri, hasil terbaik yang diharapkan sudah barang tentu akan sukar dicapai. “Kita harus mampu melawan perasaan-perasaan negatif dalam diri kita. Kita harus stabil, tetap ceria. Dengan begitu sinar akan terpancar dalam diri kita,” tambah gadis cantik ini. World Miss University adalah event internasional pertama yang diikuti mantan reporter televisi ini. Meski begitu, Kanty mengaku tidak canggung karena selain telah mempersiapkan diri dengan baik, ia juga telah kerap mengikuti berbagai event yang ditujukan menguji kemampuan diri, di mana beberapa di antaranya ia berhasil meraih juara. Antara lain, Runner Up Presenter/Reporter 2013 yang diseleng-
garakan sebuah stasiun televisi nasional, juara pertama MC Hunt dan juara dua Self Make Up by LT Pro Competition by La Tulipe. “Aku memang suka kompetisi. Ini melatihku untuk terus maju dan mengasah kemampuan diri,” ungkap finalis Miss Indonesia 2012 ini. Di antara keberhasilan yang diraihnya, lanjut anak bungsu pasangan Siawany Asally-Ismawi Widjaja, seperti orang lain yang juga gemar mengikuti ajang kompetisi, ia pun kerap kali gagal. Namun kegagalan demi kegagalan, tidak membuatnya patah semangat. Baginya kegagalan adalah cambuk untuk berusaha lebih giat lagi. “Aku pernah terpuruk, pernah gagal, tapi aku bangkit lagi dan lagi. Aku tetap berusaha menjadi Kanty yang penuh semangat. Selangkah demi selangkah sampai akhirnya bisa mencapai keberhasilan. Jadi intinya, menurutku, setiap orang harus memiliki semangat, tidak mudah menyerah, pantang putus asa dalam merealisasikan impian kita,” tegas gadis kelahiran 10 Juli 1991 ini. Keberhasilannya menggapai 1st runner up Miss Earth Indonesia 2013- El John Pageant, Oktober lalu, bisa dibilang sebagai gerbang untuk mewujudkan
mimpi-mimpinya. Capaian itu membuatnya berhasil mewujudkan mimpi masa kecilnya, yakni mewakili Indonesia di world stage. “Ini mimpiku sejak kecil untuk bisa tampil sebagai wakil Indonesia di world stage,” ucapnya. Dan yang tak kalah membahagiakannya adalah berkat prestasi tersebut ia berhasil meraih beasiswa pendidikan S-2 di London School of Public Relation, Jakarta, tempat ia mengambil jurusan Marketing Communication. “Aku sungguh bersyukur mendapat kesempatan ini dari Pak John (CEO El John Indonesia). Aku juga berterima kasih pada mentorku dan juga keluarga yang memberi dukungan sangat besar. Aku akan fokus di sini untuk menjadi yang terbaik. Aku ingin menjadi best of the best dalam menyelesaikan S-2 ini,” ucap Kanty yang akhir tahun depan menyelesaikan pendidikannya. Selain kuliah dan menjalankan tugasnya sebagai runner up Miss Earth Indonesia, Kanty juga disibukkan dengan berbagai aktivitas di dunia hiburan. Di antaranya adalah menjadi presenter MNC TV untuk program traveling. Meski memiliki berbagai aktivitas, Kanty mengaku, tak pernah keteteran dalam membagi waktu. Ia adalah orang yang tahu prioritas dan fokus untuk itu. “Aku ini termasuk tipe orang rumahan. Jadi kalau tidak ada kegiatan penting, aku lebih suka menghabiskan waktu di rumah, membaca buku, dll. Kalaupun bertemu teman, paling hanya dinner atau ke acara gereja,” ujar Kanty. Meski masih berusia muda, tuturnya, ia tahu apa kegiatan prioritas yang harus dilakukannya untuk meraih kesuksesan di masa depan. “Waktuku tidak banyak.
5
Jadi aku sudah punya rencana, langkahlangkah apa saja yang harus diambil untuk masa depan. Rencanaku, 1,5 tahun S-2, tiga tahun berkiprah di entertainment. Jadi aku tahu kapan waktunya harus stop,” katanya. Menurutnya, untuk meraih kesuksesan seseorang harus tahu position, differentiation, dan brand. Hal ini penting dalam menghapi persaingan ketat di masa kini. “Jadi pertama kita harus tahu mau menjadi apa, posisi kita di mana. Kalau ingin jadi artis atau public figure yang seperti apa, dan apa yang membuat kita berbeda dari yang lain. Kita juga harus memiliki karakter dan integritas. Dua hal terakhir ini (karakter dan integritas) adalah penting, jika kita ingin bertahan. Sebab itulah yang membuat kita tampil berbeda,” tutur Kanty yang memiliki obsesi membangun sekolah kepribadian. – Diana Runtu
H. Teuku Muhammad Jamil AS
Siap Bersaing dengan Hati Nurani Menerjuni dunia politik merupakan sebuah panggilan hati. Demikian tekad H. Teuku Muhammad Jamil AS, calon anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan periode 2014 s.d. 2019 ini. H. Teuku Muhammad Jamil AS dikenal sebagai tokoh masyarakat, tokoh intelektual Islam yang dekat dengan semua umat. Melalui bidang politik ini, pria kelahiran Aceh Utara Nangro Aceh Darrussalam ini ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat Bali. “Bali sebagai daerah pariwisata, banyak hal-hal yang perlu diperjuangkan agar pariwisata ini kelak bisa kita wariskan ke anak cucu,” ucapnya. Perjuangannya melalui bidang politik ini juga untuk mengontrol pemerintah dalam mengelola APBD dan kebijakankebijakan yang diambil pemerintah daerah agar tepat sasaran. Sehingga, masyarakat bisa menikmati kesejahteraan dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Mengingat pendapatan daerah ini sangat besar. Caleg bernomor urut 4 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengusung visi melayani rakyat dengan hati nurani untuk kemakmuran bersama. Serta, misi mengembangkan sumber daya manusia untuk tercapainya kesejahteraan ekonomi rakyat secara merata, melanjutkan perjuangan rakyat dalam bidang pendidikan yang inovatif dan kreatif untuk mencerdaskan kehidupan rakyat. Karena tekad awal yang kuat untuk membantu menyehatkan masyarakat yang nantinya akan berimbas ke seluruh aspek kehidupan, menuju masyarakat sehat, makmur dan bahagia, H. Teuku Muhammad Jamil AS siap menang, siap kalah dan siap bersaing dengan hati nurani yang tulus. “Mari kita bersamasama menjaga keamanan Bali dalam
H. Teuku Muhammad Jamil AS pemilu 2014 ini,” ucapnya. Misi H. Teuku Muhammad Jamil AS dalam mencerdaskan umat melalui jalur pendidikan sebelumnya telah ia lakukan dalam Lembaga Pendidikan TPQ Wadah Silaturrahmi Denpasar. “Karena itu saya bertekad melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan agar menghasilkan generasi muda yang kreatif, inovatif sehingga berpotensi bagi kemajuan bangsa,” ucapnya. TOKOH AGAMA YANG DISEGANI Apa pendapat mereka tentang sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS? “Menurut saya ini adalah waktu yang tepat bagi beliau untuk maju sebagai wakil rakyat. Melihat kondisi bangsa seperti sekarang ini, kita betul-betul perlu sosok pemimpin yang jujur, bisa menjaga amanah dan melaksanakan apa
yang menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Dan, karakter inilah yang melekat pada sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS,” ucap Umbu Ngailu Dama Loli. Sebagai orang yang cukup lama mengenal sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS, meski berbeda suku dan agama, Umbu sendiri merasa sangat dekat dan menghormati sosok beliau. “Kami sama-sama aktif bergerak dalam organisasi Pekat (Pembela Kesatuan Tanah Air). Di sana kami banyak bertukar pikiran dan melahirkan ide-ide baru,” ucapnya. Memang, sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS merupakan tokoh agama yang sangat disegani semua umat. Bukan hanya orang muslim, H. Teuku Muhammad Jamil AS dikenal dekat dengan semua umat, meski berasal dari suku, agama yang berbeda. Tentu, jiwa nasionalisme ini harus dimiliki sosok pemimpin agar bisa menyatukan umat yang berbeda adat, budaya dan agama. Lahir di tengah keluarga yang memiliki agama kuat, H. Teuku Muhammad Jamil AS dikenal sebagai individu yang taat beribadah. Landasan agama yang kuat ini tentu harus dimiliki sosok pemimpin, sehingga ia bisa menjalankan amanah rakyat dengan baik dan antikorupsi. Saat ini Indonesia perlu sosok pemimpin yang melayani masyarakat, bukan hanya cerdas. Dan, H. Teuku Muhammad Jamil AS ini merupakan tokoh intelektual Islami yang banyak berbuat baik bagi masyarakat. Selain mencerdaskan umat melalui kegiatan TPQ yang diasuhnya, ia juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Seperti melaksanakan kegiatan pengobatan gratis dan menggelar sunatan massal. “Tentu ini hanya bagian kecil yang beliau lakukan. Jika dipercaya sebagai
Dari kiri: Umbu, Sulaiman, Pak Aceh, H. Teuku Muhammad Jamil AS, Anton, Putra wakil rakyat, saya yakin beliau akan berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” tandas pria yang turut mendeklarasikan Pekat Bali tahun 2007 ini. H. Teuku Muhammad Jamil AS juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan sosok yang sangat vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ia paham betul terhadap kondisi masyarakat saat ini dan masalahmasalah yang terjadi dalam kehidupan sosial saat ini seperti kesenjangan hukum. “Inilah beberapa hal yang akan beliau perjuangkan,” ucapnya. H. Teuku Muhammad Jamil AS juga merupakan sosok entrepreneur yang banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Pilihan usaha di bidang swasta ini juga menunjang langkahnya menuju kancah politik. Karena jika
Biodata :
terpilih, ia tak mungkin melakukan upaya untuk kepentingan bisnis pribadi. “Inilah salah satu alasan saya mendukung beliau,” ucap pria asal Sumba yang telah 20 tahun menetap di Bali ini. TEGAS DAN BIJAKSANA Bali yang terkenal di bidang pariwisata perlu sumber daya manusia yang berkualitas. “Karena itu, saya sangat mendukung visi beliau meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ucap Teuku Putra. Pria yang sudah 21 tahun mengenal sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS ini menilai selain sebagai sosok pemimpin yang jujur, tegas dan bijaksana, H . Teuku Muhammad Jamil AS, memiliki visi misi yang tepat mengangkat permasalahan dari akarnya.
Nama : H. Teuku Muhammad Jamil AS Pengalaman organisasi : - Ketua TPQ Wadah Sillaturahmi Kota Denpasar - Pembina Majelis Ta’lim Wadah Silaturrahmi Denpasar - Wakil Ketua Bidang Sosial dan Politik Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu DWP Provinsi Bali - Bendahara Forum Silaturrahim Haji tahun 2010 - Ketua I Ikatan Pengobat Tabib Alternatif (IPTA) Provinsi Bali - Pimpinan Pengobatan Shin She Ahli Ngurah se-Indonesia
6
l i f e s to ry
Berburu Rezeki di Bak Sampah
Seorang pria yang baru saja melempar kantung sampahnya ke bak sampah umum di tepi Jalan Sudirman (depan SMAN 2 Denpasar), tampak terkejut. “Eh, maaf..maaf,” ujarnya yang masih duduk di motor kepada bocah laki-laki yang tibatiba menyembul dari dalam bak sampah itu.
P
ria itu benar-benar tak menyangka akan ada orang yang sanggup bergelut dalam bak hijau besar yang baunya menyengat hingga radius beberapa meter itu. Lima belas menit kemudian, pria tersebut kembali datang bersama anak perempuannya yang sebaya dengan bocah laki-laki tadi. Kali ini pria itu membawa sekantung baju bekas layak pakai. “Gus, ini ada baju-baju bekas, mau? Ini buat bekal sekolah,” ujar pria itu kepada sang bocah sembari menyerahkan kantung plastik merah besar dan selembar uang lima ribuan. Masih duduk di atas motornya, pria itu terlihat berkomunikasi dengan anak perempuannya yang sedari tadi hanya bisa terbengong-bengong me lihat aktivitas bocah laki-laki yang bernama Komang Bagus Pradnyana (7) itu. Komang Bagus yang masih duduk di bangku kelas 1 SDN 29 Yangbatu itu mengaku sudah setahun terakhir akrab dengan sampah. “Saya bantu-bantu Ibu nyari rongsokan,” ujarnya usai meng habiskan semangkok bakso sebagai menu makan siangnya. Menurut pengakuan ibunya Luh Ayu Puspitasari (30), sesekali ada saja masyarakat yang memberikan mereka nasi bungkus, atau sekadar uang saku
untuk anaknya. “Waktu ini juga ada orang baik yang memberikan saya uang Rp 300 ribu dan membelikan anaknya tiga lusin buku tulis,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ada juga sebagian masyarakat yang membuang sampah ke tempat itu, memberikannya rongsokan, ditukar dengan sampah-sampah sayur dan nasi-nasi sisa sebagai pakan ternak babi. Setelah beristirahat sebentar, Komang Bagus yang mengenakan kaus merah lusuh dengan perawakan dekilnya itu kembali nyemplung ke dalam bak sampah ditemani sang ibu. Kantung-kantung sampah yang dibuang masyarakat Panjer, Sanglah dan
sekitarnya itu menjadi “buruan” mereka. Di dalam bak inilah aktivitas mereka menyortir sampah untuk mencari rongsokan, istilah mereka untuk botol-botol plastik dan kantung-kantung plastik bekas yang bisa mereka jual kembali. Baru setahun terakhir, Luh Ayu mangkal di tempat ini. Ia dipercaya DKP untuk menjaga kebersihan di areal sekitar bak sampah ini. “Dulu, banyak pemulung yang mencari rongsokan ke sini. Setelah mengorek-orek, sampahnya dibiarkan berantakan di bawah, jadinya kotor. Warga di sini komplain. Sekarang, saya yang menjaga kebersihan di sini. Imbalannya, hanya saya yang boleh mengambil rongsokan di sini. Pemulung lain tidak boleh masuk,” paparnya. Ibu empat anak itu memulai
24 - 30 maret 2014
24 - 30 maret 2014
aktivitasnya di sini pukul 09.00 hingga 14.00. Sesekali ditinggal sebentar menjemput putranya Komang Bagus, yang kemudian ikut membantu ibunya hingga jam 17.00. Anak-anaknya yang lain juga kerap turut membantunya. “Kebetulan anak kedua saya, Pande yang sekarang kelas 6 SD lagi persiapan ujian,” ujarnya. Menurut penuturan ibunya, Pande kerap menjadi bahan olok-olokan teman sekolahnya, ia dikata-katain, “eh kamu pemulung ya”. “Iya, memangnya kenapa? Saya kan bantu Ibu. Yang penting kan halal,” sahut Pande meladeni ledekan teman-temannya, seperti yang dikutip Luh Ayu sedih. Jika tak mengambil pekerjaan ini, Luh Ayu mengatakan tak bisa mencukupi kebutuhan hidup hanya dengan mengandalkan pekerjaan suaminya Putu Artana (36) yang seorang buruh bangunan. Jika tak ada proyek, suaminya
pun turut membantunya mengorek sampah di sana. Dalam sehari, ia mengaku bisa mengumpulkan satu kampil botol plastik dan satu kampil kantung plastik. Botolbotol plastik ini diangkutnya ke rumah kontrakannya dan disortir lagi sesuai warnanya. “Yang berwarna bening harganya lebih mahal daripada botol-botol berwarna,” jelasnya. Dari hasil penjualan barang-barang rongsokan itu, Luh Ayu rata-rata bisa mengantongi uang Rp 40 ribu per hari. Hujan deras yang sewaktu-waktu melanda Denpasar, diakuinya cukup menjadi kendala. Biasanya, Luh Ayu berteduh dulu hingga hujan reda, dan kembali menlanjutkan rutinitasnya, walau harus berbecek-becekan. “Kalau saya tidak ‘nyemplung’, hilang rezeki saya sehari. Saya terpaksa bekerja begini biar ada saya pakai membiayai anak sekolah. Sekarang ini saya lagi mengumpulkan uang untuk Pande yang sebentar lagi masuk SMP. Paling tidak, saya harus siapkan Rp 3 juta,” ujarnya pasrah dan berharap ada yang bisa memberikannya bantuan dana pendidikan. Meski awalnya sempat muntahmuntah dan sakit sesaknya kumat, dengan bermodalkan sapu lidi, keranjang sampah, kampil, dan sandal jepit tebal, Luh Ayu dan putranya setia melakoni pekerjaannya bergelut dengan sampahsampah warga Kota Denpasar. –Inten Indrawati
S U D U T PA N D A N G
19
Hamil sebelum Menikah Jadi Budaya Permisif di Bali
Sepasang kekasih mendatangi tempat praktik dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K). Mereka minta dibuatkan program ke hamilan. “Saya tanya pada si perempuan. Kalau kamu tidak hamil, kamu nggak dinikahi, mau nggak? Kamu perempuan kok kayak mobil aja, bisa “test drive”. Kamu sebagai calon suami, harus menghargai perempuan. Bagaimana bisa menghargai perempuan kalau begini caranya? Kalau memang mau hamil, menikah saja, bukan hamil dulu. Mereka salah men defisinikan cinta,” tutur Ketua POGI Cabang Denpasar ini.
K
ondisi ini dipertegas dengan situasi yang berkembang saat ini di Bali, ba nyak pasangan menikah dalam kondisi pengantin perempuan hamil lebih dulu. Salah satunya, Tora (bukan nama sebenarnya) dan pasangannya. “Saya punya target menikah di usia 28 tahun. Hubungan saya dan pasangan yang beda umur tujuh tahun sudah diketahui orangtua. Orangtua menganggap saya sudah dewasa dan sudah bisa menafkahi diri sendiri. Ketika saya tahu pacar hamil, saya sampaikan ke orangtua. Mereka tidak kaget dan mempersilakan saya untuk menikah,” ujar Tora. Ia menilai apa yang ia lakukan
bagian dari proses. Karena sudah memiliki target untuk menikah, ia pun berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Orangtuanya pun memberi lampu hijau. “Kalau saya masih sekolah atau kuliah, mungkin orangtua tidak akan memberikan saya izin menikah. Pacar menginap di rumah pun bisa dilarang. Tetapi karena pertimbangan usia dan saya sudah bekerja, mereka tidak mempermasalahkan. Pesannya hanya satu, jangan ke pura selama kondisi pacar sudah hamil,” ungkap pria yang menikahi pacarnya ketika pacarnya sudah hamil tiga bulan ini. Orangtua Tora memiliki alasan, sepanjang yang dilakukan anaknya bisa dipertanggungjawabkan, mereka siap memberi restu.
Dr. Sri Wahyuni
Dr. Suyasa Jaya
Pergaulan remaja saat ini antara di perkotaan dan perdesaan hampir sama. Karena itu, sebagai orangtua, hanya bisa mengawasi tanpa bermaksud mengekang. “Yang penting saya jujur kepada orangtua dan siap bertanggungjawab,” ujar Tora. Di sisi lain, ada kasus remaja yang tidak jujur kepada orangtuanya. Remaja yang masih bersekolah ini badannya terus membesar. Kepada orangtuanya, ia mengatakan banyak minum susu. Padahal ia hamil. Ketika bayinya lahir, ia baru mengaku kepada orangtuanya. Untungnya, si laki-laki yang menghamili mau bertanggung jawab dan mau menikahi. “Ada anak yang baru diketahui hamil setelah diajak mandi bersama ke pantai. Kalau seperti ini, orangtua ke mana saja. Tidakkah mereka tahu perkembangan dan
pergaulan anaknya? Bagaimana komunikasi anak dan orangtua selama ini? Ada yang bangga anaknya SMP sudah menikah,” ujar dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Lentera Anak Bali. Dalam kasus-kasus seperti hamil sebelum menikah, pihak perempuanlah yang banyak membawa beban. Beban fisik karena perut terus membesar dan beban mental karena hamil sebelum menikah. Saking banyaknya terjadi kehamilan tidak diinginkan khususnya bagi remaja, ini malah dianggap bukan aib. Dokter Suyasa Jaya mengingat kaum perempuan untuk berhati-hati menjaga diri. “Perempuan sangat memegang peran penting dalam perkembangbiakan manusia karena perempuan yang punya rahim. Kalau sekarang sudah “cedera” bagaimana nanti generasi ke de-
Suasana diskusi terbatas Mingguan Tokoh “Kehamilan tidak Diinginkan di Kalangan Pelajar”. di Warung 63 Denpasar
pan. Ini memerlukan pemikiran bersama agar semua komponen memiliki tanggung jawab moral menghasilkan generasi masa depan yang terbaik,” tegasnya. Hamil sebelum menikah itu sebenarnya tidak boleh. Tetapi diakuinya fenomena itu banyak terjadi di Bali. Fenomena yang terjadi ini harus diselesaikan sesuai dengan adat setempat. “Penyelesaian kami kembalikan ke desa adat sesuai aturan yang berlaku di desa adat tersebut. Kami dari MUDP hanya memberi petunjuk atau arahan jika perlu aturan umum. Kewenangan ada di desa adat. Kalau mau diatur, apa yang mau diatur. Sanksinya mau seperti apa, semua kembali ke desa adat masing-masing,” tegas Bendesa Agung MUDP Bali Jro Gede Putus Upadesa. Tugas MUDP adalah mengingatkan desa adat jika ada hal-hal yang belum diatur untuk dibuatkan aturannya sesuai dengan keperluan desa adat. Aturan itu bisa dimasukkan dalam perarem pengele, perarem lepas maupun penyacah awig. Jika permasalahan hamil sebelum menikah ini tidak dicarikan solusinya, Bendesa Agung khawatir ini akan menjadi budaya di masyarakat. Misalnya, jika yang hamil tidak segera dinikahkan, setelah anaknya lahir akan menjadi tidak jelas statusnya.Selain itu desa adat akan ikut kena cuntaka atau leteh. Karena itu, kembali ke desa adatlah yang berwenang untuk melakukan pengaturan. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah pembinaan mental dan spiritual kepada kaum muda. Jika mental dan spiritual mereka sudah kuat, permasalahan seperti kehamilan sebelum menikah bisa dihindari. Dr. Ketut Sudantra, S.H., M.H. menambahkan, banyaknya anak muda yang hamil sebelum menikah memang terjadi di Bali. Ini menjadi budaya permisif. Budaya permisif artinya budaya yang bersifat terbuka (serbamembolehkan, mengizinkan). “Perlu peran orangtua, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengingatkan remaja tentang norma-norma yang harus diingat. Orangtua juga kadang malu kalau anaknya hamil sebelum menikah,” ujar dosen hukum adat Fakultas Hukum Unud ini. Faktor penyebab terjadinya kehamilan di luar nikah sangat banyak atau multifaktor. “Budaya luar negeri yang mengusung kebebasan gampang sekali masuk melalui tayangan televisi dan media sosial. Ini salah satu faktor yang mendorong anak muda untuk terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan salah satu akibatnya adalah hamil sebelum menikah,” ujarnya. –Ngurah Budi
D AYA C I P TA
18
Belajar Merangkai Bunga
S
suatu karya ekspresi diri dari penciptanya,”ujar Teresia. Dalam penciptaan kreasi ini beraneka ragam barang bisa dijadikan media atau aksesoris floral art. Semua pada dasarnya memiliki teknik yang sama. hal yang membedakan adalah selera. Kotak bekas tidak harus menjadi tempat sampah. Kotak bisa dikreasikan menjadi penghias ruangan. Hal ini yang diaplikasikan Teresia. Kotak diberi palang bambu sebagai penyangga. Ia lalu menempatkan bunga garbera yang memiliki warna analog, seperti merah, kuning, dan oranye. “Dalam satu tempat, jangan terlalu banyak memberi warna agar bunga terlihat fokus. Merangkai bunga itu mudah asal kita sudah punya bahan, tinggal tusuk-tusuk, jadi,” kata perangkai bunga yang kerap menjadi juara lomba merangkai bunga ini.
l i f e s to ry
Lepas Pilot Pilih Petani
Di bawah terik matahari yang membakar kulit, Nu rul (67), duduk di pinggiran sawah. Ia beristirahat di bawah sebuah pohon sambil menikmati sebotol air putih yang ia bawa dari rumahnya. Bersama dengan suaminya, Rahman (70), inilah keseharian perem puan yang di masa mudanya menjadi idola para pria karena kecantikan dan kekayaannya. Lahir dari keluarga berada, bahkan bisa dikatakan kaya raya, membuat banyak pria berpangkat dan berjabatan “tergila-gila” padanya. Namun, itu masa lalu Nurul kisah nyaris setengah abad yang lalu.
Mempercantik ruangan bisa dilakukan dengan menempatkan rangkaian bu nga segar. Beragam kreasi bisa dibuat dengan bunga seperti anthurium, garbera, mawar, bahkan dedaunan. Apa saja kreasi yang bisa dibentuk? Berikut kreasi bunga segar dari Tere sia Maria Ineke Turangan, AIFD, CFD yang ditampilkan di ajang Bali Floral Show 2014. ebelum membuat rangkaian bunga de ngan perpaduan East (budaya lokal Bali) dan West (bunga-bunga yang banyak tumbuh di luar negeri), kita harus mengenali dulu karakter , sifat, dan keunggulan bunga. Bunga tunggal yang memiliki satu kelopak dan satu tangkai memiliki karakter solid. Bunga bercabang yang memiliki banyak kuncup dan cabang memberi karakter ramai. Ada juga bunga yang berdaun dan batang atau bunga melengkung. Kreasi bunga sekarang ini bisa dijadikan sebagai hantaran (yang disesuaikan dengan permintaan pemesan), sebagai ornamen interior, dan sebagai seni (floral art). “Floral art cen derung merupakan
24 - 30 maret 2014
24 - 30 maret 2014
T
Theresia menunjukkan cara merangkai bunga
Sembari menunjukkan cara merangkai, Teresia memberikan tips yang berkaitan dengan pemilihan bahan. Salah satunya cara membuat bunga garbera menjadi awet. “Harus ada air yang cukup untuk merendam batang garbera dan potong batang yang rusak. Rawat bahan dengan baik sebelum dirangkai,” jelasnya. Ia juga mengatakan janur bisa dijadikan pelengkap rangkaian bunga. Janur menurutnya bisa tahan dua minggu jika ditempatkan di dalam ruangan. Anthurium sebagai Fokus Rangkaian bunga yang tak kalah menarik adalah menjadikan anthurium sebagai fokus sedangkan mawar sebagai dasar. “Biasanya mawar yang dijadikan fokus, tapi kali ini mari buat sesuatu yang beda. Dalam merangkai bunga tidak ada yang salah atau benar. Yang ada, kreasi,” ujarnya. Teresia mencontohkan keranjang isi cobek, ditutup kain. Bunga mawar ditempatkan dibagian bawah sebagai dasar, bukan sebagai fokus. Rangkaian dilengkapi dengan variasi lipatan daun berwarna hijau yang
kontras dengan mawar merah. Pemilihan warna juga disesuaikan dengan selera si pembuat atau pemesan. Ketika ditanya apakah melipat daun menggunakan staples untuk merekatkan, ia mengatakan boleh saja. “Staples boleh
d i pakai asal t i d a k kelihatan. Bagi saya, cenderung menggunakan lidi/semat. Semat lebih berciri Bali,” ujarnya. Lontar Selain memakai janur, Teresia juga memanfaatkan lontar yang banyak ditemui di Bali. Rangkaian
Beberapa kreasi bunga karya Theresia
ini terkesan minimalis. Bahannya hanya spon, lontar, bunga garbera, anthurium. Di sela-sela ental diselipkan garbera dan anthurium yang sudah dipilih. “Bahan menjadi faktor utama. Kalau bahan yang dapat bagus, kita akan lebih mudah membuat kreasi. Misalnya batang bunga lurus, itu akan mempermudah kita merangkai. Kalau batang bengkok perlu disesuaikan dengan bentuk rangkaian secara umum,” ujarnya memberi tips tambahan. Mengenai mana yang duluan dirangkai antara bunga atau daun, Teresia mengatakan kembali lagi ke selera. Mana saja boleh dipasang duluan. Membuat rangkaian minimalis menurutnya lebih sulit. Perlu ekstra hati-hati memilih materi. “Persepsi minimalis, konvensional, atau modern tergantung kita. Kalau konvensional, bunganya natural, meriah. Dulu rangkaian minimalis kurang sesuai untuk interior. Sekarang minimalis yang disukai. Intinya, seni merangkai bunga juga mengikuti perkembangan trend,” tandasnya. -Ngurah Budi
ubuh dan kulitnya yang dahulu putih dan mulus, kini tinggalah keriput yang menghitam akibat sengatan matahari yang tiap hari membakarnya. Karena patah hati, Nurul pulang kampung di sebuah desa terpencil di Pulau Sumbawa dan memilih menikah dengan kerabatnya yang seorang petani. Sejak itulah, puluhan tahun ia menerima nasibnya menjadi seorang petani. Perjalanan hidup yang penuh ironi, sempat membuatnya shock ketika pertama kali menyadari bahwa ia telah memilih menikah dengan pemuda kampung yang beda dengan pria-pria kota yang parlente yang pernah ia kenal. Namun, makin lama ia berpasrah diri, makin ia bisa menerima keadaannya itu meski terkadang ia sedikit minder. Ketika ia memutuskan mengikuti kakaknya tinggal di Bandung, Jawa Barat, sekitar 40-an tahun yang lalu, ia menikmati kehidupan kota besar yang membawanya pada pergaulan berkelas. Keputusan kakaknya untuk membawa Nurul ke Bandung kala itu lebih karena di Pulau Sumbawa tempatnya tinggal, ia banyak disukai para pria. Ia memang dikenal sebagai seorang perempuan cantik dan menawan. “Istilah sekarang, di kota kecil tempatnya tinggal Bibi Nurul menjadi role model. Apa yang dipakainya akan diikuti orang lain. Begitu juga dengan gaya rambut dan model pakaiannya. Jika memakai sanggul, miring seinci pun akan membuat ia berdandan berjam-jam, seolah tiada habisnya jika dandannya tidak sempurna,” ungkap Rahmi, salah seorang keponakannya. Cantik, menawan, pintar dan
dikenal membuat banyak pria me nyimpan hati padanya. Namun Nurul seperti tidak bersemangat untuk pacaran. Hingga suatu hari seorang pria dengan kedudukan jabatan yang baik nekad datang melamarnya pada kakaknya karena kala itu orang tua mereka telah meninggal dunia. Karena ia merasa tidak menyimpan hati untuk pria tersebut ia menolak. Penolakannya itu membuat si pria nekad dan memilih melarikannya. Beruntung, pria tersebut baik hati karena terlalu mencintainya sehingga Nurul tidak mengalami pelecehan atau lainnya. Selama dua hari dilarikan pria itu, Nurul baik-baik dan aman saja. Nurul sendiri tidak marah pada pria itu karena ia tahu pria itu mencintainya apalagi dia memperlakukannya dengan baik selama “pelarian” itu. “Kejadian itu bikin heboh di kota kecil tempat Bibi Nurul tinggal,” kata Rahmi. Kisah itu sempat membuat beberapa pria yang juga menyukai Nurul sempat “patah hati”. Melihat situasi demikian, kakak Nurul akhirnya membawa Nurul tinggal bersama dengannya di Bandung. Di sana, Nurul melanjutkan sekolah guru TK-nya dan dengan mudah masuk dan bergaul meski pun itu kota besar. Ia banyak memiliki kawan-kawan hingga konon ia berkawan dengan orang-orang berkelas. “Bibi Nurul punya pacar seorang pilot, tampan dan baik,” kata Rahmi. Mereka menjalin hubungan cukup lama bahkan hingga sekolah Nurul selesai. Suatu hari, di saat sang pilot berlibur dan mengunjunginya di Bandung, mereka pun jalan-jalan bersama. Mereka berdua sengaja naik becak
berkeliling kota. Di tengah jalan, Nurul di lamar oleh kekasihnya. Alangkah senang hati Nurul mendengarnya. Obrolan pun berlanjut hingga ke rencana pernikahan yang rupanya mereka sepakati bersama. Kedua sejoli ini larut suka cita karena keduanya merasa bahwa cinta mereka segera bersatu. Seluruh kesepakatan mereka buat sambil meneruskan naik becak bersama. Termasuk soal waktu sang pilot yang tidak setiap waktu bisa bersamanya karena harus terbang dari satu kota ke kota lainnya. Setelah semua sepakat, tibalah waktunya mereka membahas soal tempat pernikahan. “Di sanalah Bibi Nurul baru tahu kalau calon suaminya itu beda agama,” kata Rahmi. Nurul sesaat tersentak dan diam. Selama mereka berhubungan, karena jarang bertemu, ia memang tidak pernah bertanya soal agama. Yang ada di kepalanya laki-laki itu Muslim, seagama dengannya karena tiap kali ketemu ia selalu mengucapkan salam dan sapaansapaan keseharian seorang Muslim. Nurul tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dan langsung menyampaikan keberatannya pada calon suaminya jika harus menikah di luar cara Islam. Di lain pihak, rupanya calon suaminya pun bertahan bahwa ia tetap ingin menikah memakai cara agamanya. Sempat terjadi percekcokan hingga akhirnya Nurul pulang dalam keadaan menangis. Nurul mengurung diri di kamar beberapa hari tidak keluar. Matanya sembab dan ia murung. Hingga akhirnya kepada kakaknya ia minta pulang ke kampung. Oleh kakaknya sebenarnya mereka telah dipertemukan untuk bisa bicara lebih jauh dalam diskusi dengan kepala dingin. Rupanya diskusi itu mentok karena masing-masing bertahan dengan agama yang dianutnya. Pembicaraan yang menemui jalan buntu itu, akhirnya membuat Nurul tetap memutuskan pulang kampung. Lari dan bersembunyi dari calon suaminya. Ia memilih tempat yang sangat jauh dan terpencil, di sebuah kampung asal ibunya. Padahal ibunya sendiri belum pernah tinggal di kampung tersebut karena sejak kecil telah tinggal di kota. Tanpa pikir panjang, ia tidak ingin lagi berurusan dengan banyak pria yang
juga dulu “memperebutkannya” ditambah lagi ia tak ingin calon suaminya itu menemukannya, ia minta dinikahkan dengan keluarganya yang tinggal di desa itu. Tentu saja, pemuda yang telah memberinya tiga orang anak itu, seperti ketiban bulan, rezeki yang tidak pernah diduganya. Pernikahan mereka berjalan mulus dan Nurul menyerahkan nasibnya pada suami yang seorang petani. Saat pulang dari Bandung, Nurul tidak kembali ke kota tempat mereka tinggal bersama orangtuanya melainkan ia pulang kampung. Hal itu dilakukannya karena Nurul sudah tidak memiliki apa-apa. Harta kekayaan orangtuanya yang banyak, tidak ditemuinya lagi. Beberapa toko, rumah dan aset-aset lain milik saudagar ini telah dikuasai oleh saudarasaudaranya (paman-paman Nurul). Sebelum ayah dan ibunya meninggal, toko sembako terbesar milik mereka di kota itu, terbakar habis tak meninggalkan sisa sama sekali. Awalnya kondisi ekonomi mereka tidak terganggu dengan terbakarnya toko tersebut karena masih memiliki aset-aset lainnya. Situasi mulai berubah setelah orangtuanya meninggal. Seperti dalam sinetron-sinetron, harta mereka “dirampas” dan diakui oleh paman-pamannya yang tinggal di kota itu. Benar-benar tidak ada sedikit pun yang tersisa untuk mereka. Kakak beradik itu pun memilih pergi dari kota tersebut tanpa membawa apa-apa. Mereka tidak sedikit pun mendapatkan hak-hak dari harta yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. “Allah kan maha tahu dan maha melihat,” ujar Nurul pelan sambil tersenyum dan menyiangi padi di sawahnya. Nurul dan kakaknya ikhlas atas apa yang dilakukan oleh paman mereka. Kedua anak yatim piatu itu akhirnya memilih pergi mencari kehidupan sendiri di luar kota. Begitu kembali ke kota itu mereka sama sekali tidak menemukan secuil pun dari harta orangtua mereka. Sejak itulah ia diambil kakaknya untuk tinggal di Bandung beberapa tahun hingga akhirnya Nurul memilih kembali ke kampung asal ibunya dan menikah. Segala dendam dan sakit hati atas ber-
7
bagai peristiwa perjalanan hidupnya, telah hilang. Ia menerima kehidupannya hari ini sepahit apa pun itu. Selama obrolan, Nurul memang tidak banyak bicara, ia hanya tersenyum-senyum saja, ketika keponakannya menceritakan kisahnya. Satu hal yang selalu ia katakan pada keponakan-keponakannya, hidup ini adalah pilihan. Jalani apa yang menjadi pilihan itu dalam keikhlasan lalu nikmati dengan ketulusan. Nurul, perempuan dengan pesona yang indah telah memilih hidup sebagai seorang petani dalam keikhlasan dan kesabaran menjalani hari-harinya. Sesekali, beberapa pria yang pernah sangat menyukainya, kerap bertanya tentang keberadaannya pada keponakannya ini. Ketika menghilang, Nurul tidak main-main. Meski ia selalu menjadi trendsetter di kota tempatnya tinggal, ia tidak segan bersembunyi di tempat yang tidak bisa dijangkau orang lain. Ia lari dan bersembunyi dari dunia yang pernah menawarkan “keindahan hidup” tersebut demi satu pilihan yang selalu dijalaninya dengan ikhlas dan sabar. -Naniek I. Taufan
BUNDA & ANANDA
8
24 - 30 Maret 2014
Antara Keinginan dan Harapan Kuncinya Komunikasi
Tiap orang dilahirkan untuk berbeda satu sama lain. Perbedaan ini juga terlihat dari bakat atau hobi yang dimiliki. Anak kembar pun bisa memiliki hobi yang berbeda. Bagaimana peran orangtua untuk mendukung hobi anak?
A
ni Wirasutha heran melihat anak sulungnya yang tak pernah merasa lelah. Pulang sekolah, istirahat lalu main bulutangkis. Sekali waktu, putrinya ini ikut bernyanyi bersama ayahnya. “Saya sampai tanya, Gung Gek ndak capek? Jawabannya malah tidak. Dia malah bingung kalau tidak ada kegiatan. Adiknya juga begitu. Dia selalu ikut apa yang dilakukan kakaknya,” ujar perempuan bernama lengkap Ni Putu Suaryani, ST ini. Ia menuturkan sejak kecil I Gusti Agung Ayu Dinda Prameswari Sutha (Gek Dinda) dan I Gusti Agung Bagus Revito Nugraha Sutha (Gung Vito) diperkenalkan dengan berbagai macam kegiatan. Pengenalan ini dilakukan agar anak-anak bisa memilih apa yang paling mereka sukai. “Berenang, bernyanyi, olahraga, pokoknya segala macam. Lama-lama akan terlihat mana yang paling mereka sukai. Gung Gek Dinda sudah memilih menyanyi dan bulutangkis sebagai hobinya. Kalau Gung Vito sukanya menggambar tetapi dia belum menentukan pilihannya apakah akan menjadi pelukis atau tidak,” ungkap istri penyanyi Agung Wirasutha ini. Bagi Ani, apa yang dilakukan anakanak haruslah menyenangkan dan bermanfaat bagi mereka. Jangan sampai yang dilakukan itu malah membosankan bagi anak-anak. Sebagai orangtua, ia hanya mengarahkan tanpa memaksakan anak. Orangtua juga harus peka dengan minat dan kemampuan anak sepanjang yang dilakukan itu adalah kegiatan positif dan bermanfaat untuk masa depannya.
“Bagi saya sebagai orangtua, arahkan anak untuk menekuni apa yang dia suka. Yang penting adalah anak senang. Kalau dia tidak senang, akan terlihat, misalnya dia cepat bosan atau malas berlatih. Jangan lupa juga memberi pujian jika anak menghasilkan prestasi atau sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Misalnya, saya sering memuji gambar ogoh-ogoh yang dibuat Gung Vito. Secara anatomi, gambarnya lengkap karena ada kepala, badan, tangan, dan kaki. Bagi anak kecil, ini tidak mudah. Saya juga ingatkan dia untuk terus berlatih menggambar agar makin hari makin bagus. Hal yang sama saya lakukan untuk Gung Gek Dinda. Prestasinya dia raih di bulutangkis bisa menjadi modal untuk sekolah. Aktivitas menyanyi juga demikian. Semua kegiatan yang dilakukan anak-anak harus bermanfaat,” ujar perempuan yang kini duduk sebagai anggota KPI Bali ini. Kepada orangtua yang lain, ia mengingatkan perlunya kepekaan orangtua terhadap apa yang menjadi kegemaran anak. Tipsnya, berikan anak berbagai macam pilihan kegiatan. Secara alami, anak hanya akan memilih dan meneruskan mana yang paling disukai. Selanjutnya tugas orangtua untuk mendukung apa yang menjadi pilihan anak. Apa yang diterapkan Ani Wirasutha terhadap anak-anaknya ini sesuai dengan pennjelasan Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog, Cht. “Orangtua tidak bisa memaksa apa yang menjadi keinginan mereka. Tugas orangtua hanya mengarahkan anak dan mendukung apa yang menjadi pilihan mereka. Jika anak dipaksa menuruti keinginan orangtua, anak akan menjadi tidak nyaman,” tegasnya. Pria yang juga menekuni dunia hypnosis
Hari Imam Wahyudi, S.Psi
ini menambahkan komunikasi antara anak dan orangtua sangat menentukan langkah anak ke depan. Dalam beberapa kasus ia menemukan ada orangtua yang memaksakan anaknya menjadi atlet karena orangtua itu atlet. Ternyata anaknya memang bisa menjadi atlet bahkan menjadi juara. Tetapi, dibalik semua itu ada kegalauan di dalam diri anak. Ia merasa tertekan karena kerasnya didikan orangtua. Anak itu merasa tidak nyaman dengan apa yang ia raih karena semua dilakukan dengan terpaksa. Kasus lain, ada orangtua yang dulunya kurang mampu. Mereka mendidik anaknya untuk tidak bergaul dengan lingkungan karena malu. Anak itu akan tumbuh dalam situasi penuh tekanan. Roda kehidupan berputar, orangtua itu bangkit dan menjadi orang kaya. Anaknya pun mulai membuka diri dengan lingkungan. Ia pun bergaul dengan teman sebaya. Dari pergaulan itu, terlihat si anak memiliki hobi melakukan modifikasi mobil dan motor. Namun, hobi anak ini tidak mendapat dukungan orangtua karena dianggap hanya menghambur-hamburkan uang. Ketidaksingkronan anak dan orangtua ini akan membuat suasana menjadi kacau. Anak tidak akan pernah mendapat dukungan dari orangtua sebaliknya orangtua tidak pernah memuji keberhasilan anaknya. Hari pun menconthkan bagaimana ia berkeinginan anaknya untuk mengikuti kegiatan bela diri. Anak sulungnya ternyata tidak tertarik tetapi anak bungsunya tertarik. Ketika diperkenalkan dunia fotografi, anak sulungnya yang tertarik. Dari sini terlihat tiap anak memiliki keinginan yang berbeda. “Saya gunakan pendekatan persuasive. Saya anak ajak-anak
menonton dulu kegiatannya, lalu saya biarkan mereka memilih. Kata kuncinya adalah komunikasi dengan anak disertai kesepakatan-kesepakatan tentang pilihan itu. Orangtua juga harus siap secara materi untuk mendukung hobi anak. Tetapi, jangan dipaksakan. Jika memang tidak memiliki dana, berkompromilah dengan anak. Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi,” ujar pria yang pernah bermain dalam beberapa FTV ini. Jika anak sudah memutuskan untuk menekuni apa yang disenangi, seringseringlah memberi pujian dan penyemangat. Ketika anak merasa jenuh, ingatkan mereka tentang komitmen tanggung jawab dan orangtua tidak boleh memarahi anak. Orangtua juga harus banyak memberi stimulus agar anak menekuni pilihannya dan percaya kepada anak. “Antara keinginan orangtua dan harapan itu beda. Keinginan itu cenderung memaksa sedangkan harapan itu lebih persuasive. Pintar-pintar orangtua untuk mengarahkan anak agar si anak menikmati apa yang menjadi hobinya. Kuncinya adalah komunikasi yang baik antara anak dan orangtua. Kalau tidak berkomunikasi bagaiman satu sama lain bisa saling mengerti,” tegas Hari. –Ngurah Budi
“Orangtua juga harus siap secara materi untuk mendukung hobi anak. Tetapi, jangan dipaksakan. Jika memang tidak memiliki dana, berkompromilah dengan anak. Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi”
Keluarga Agung Wirasutha
24 - 30 Maret 2014
G R I YA
Makin Tua Makin Antik Salah satu bagian dari tanaman adalah akar. Akar yang dulu belum terpikirkan peruntukkannya, kini diolah hingga mampu menjadi produk bernilai jual tinggi. Apalagi, jika bentuknya unik. Akar kayu ini umumnya dipakai furnitur seperti meja, kursi, dan hiasan dinding.
P
ara perajin akar kayu ini lebih banyak memanfaatkan akar kayu jati. Seperti yang diakui Rizky, salah seorang perajin kayu di Artshop Anehaneh di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar. Ia yang sudah 10 tahun terakhir bekerja di tempat ini mengatakan kayu jati memiliki nilai lebih dibandingkan jenis kayu lain. “Kayu jati lebih kuat dan seratnya juga bagus,” ujarnya. Kayu jati memang memiliki kualitas yang sangat baik dan terkenal kuat serta kokoh. Kayu jati mempunyai tekstur kayu yang indah dengan guratan seratseratnya yang menggaris lurus kadang melengkung. Karena itu, di artshop tempatnya bekerja, bongkahan-bongkahan akar kayu jati dengan berbagai ukuran itu sengaja ditempatkan di luar ruangan, dibiarkan terkena panas sinar matahari dan hujan. Ini dikatakannya justru membuat kayu itu lebih kuat. “Kayu-kayu jati ini stok lama dan usianya sudah tua, mungkin ratusan tahun. Makin lama kayu jati, makin kuat, makin tua, makin antik. Tak seperti kayu-
kayu yang umumnya dipakai kerajinan saat ini, masih muda,” tuturnya sembari memperlihatkan stok bongkahanbongkahan akar kayu jati yang terkesan tak terurus itu. Selain akar kayu jati, beberapa kayu lain juga bisa dipakai, salah satunya akar kayu leci. Rizky mengakui baru akan mengolah akar kayu tersebut jika ada pesanan. Jika tidak, akar-akar kayu tersebut dibiarkan begitu saja, dan mengalami proses penuaan secara alami. Bongkahan-bongkahan akar kayu jati ini biasanya dibentuk menyesesuaikan alur bentuk dasar akar tersebut. Sudah dapat dipastikan, bentuk kerajinan akar tersebut satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama. Meski pemasaran kerajinan akar kayu khususnya yang berupa produk furnitur kursi dan meja tak seramai dulu, namun Rizky mengaku masih ada saja pesanan. “Sekarang ini kami sedang mengerjakan pesanan meja dari akar kayu jati dari orang lokal. Kami jual Rp 4 juta, itu sudah kami kasih harga murah,” ujarnya. Menurut penuturannya, kerajinan akar kayu ini sempat booming sekitar tahun 2008. Artshop-nya sendiri saat itu bisa memasok akar kayu jati dari Jawa Timur hingga satu unit truk fuso tiap lima bulannya. Satu unit truk fuso itu bisa memuat hingga 50 bongkah akar kayu jati. Pemasarannya pun tiap bulannya lumayan. “Dalam sebulan, bisa 5-10 furnitur akar jati yang terjual. Peminatnya kebanyakan tamu Jepang dan Perancis. Tetapi sekarang ini, dalam sebulan belum tentu ada yang beli,” ujarnya. Harga kerajinan akar kayu jati ini beragam tergantung besar dan kesulitan pengerjaannya. Furnitur meja dari akar kayu jati dengan ketebalan 10 cm dan lebar 1 m, dijual minimal Rp 5 juta. Sementara, satu set yakni satu meja dengan empat kursi berukuran kecil, minimal dijual Rp 7,5 juta. “Namun jika diukir, harganya beda lagi. Begitu juga dengan akar kayu yang diolah menjadi hiasan dinding/ pajangan,” ujarnya. Proses pengolahan akar kayu tersebut sampai menjadi produk kerajinan melalui beberapa tahap, di antaranya, membersihkan material kayu dengan soda api dan cairan pemutih. “Ini untuk menghilangkan noda-noda hitam akibat jamur/lumut yang melekat pada kayu,” ujar
Rizky Rizky. Selanjutnya, material diamplas, lalu dipolitur atau di-clear gloss/dop atau diwarna sesuai permintaan pemesan. Furnitur kursi dan meja dari akar kayu ini bisa diaplikasikan di dalam maupun di luar ruang an. “Kalau tamu-tamu lebih banyak menempatkannya di luar ruangan, seperti di taman atau di tepi kolam,” tandasnya. Umumnya, pada permukaan furnitur meja dialasi juga dengan kaca. -Inten Indrawati
17
PELESIR
16
24 - 30 maret 2014
Pesona Air Terjun Tegenungan Salah satu objek wisata alam yang bisa Anda kunjungi di Gianyar adalah Air Terjun Tegenu ngan. Lokasinya berada di Banjar Tegegungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati Gianyar. Anda mengikuti jalur Denpasar-Gianyar, lalu belok kanan di persimpangan Patung Bayi Blahbatuh. Di traffic light berikutnya, belok kanan, menuju arah selatan. Ikuti saja jalan desa tersebut, Anda akan menemukan papan petunjuk yang berada di sebelah kiri jalan.
L
okasi air terjun dicapai dengan menuruni 150 anak tangga. Air terjun di Sungai Tukad Petanu ini cukup unik. Meski tidak begitu tinggi (tingginya hanya sekitar empat meter), debit airnya sangat deras. Airnya juga bersih dan bening. Sangat cocok untuk mandi atau sekadar bermain-main air. Air Terjun Tegenungan menawarkan pesona yang unik. Aura alam sangat terasa. Sekali mengunjungi tempat wisata ini pasti akan ketagihan. Pemandangan alamnya begitu
indah. Pepohonan hijau dan asri tumbuh di tebing sungai. Di areal nya terdapat beberapa tempat mandi dengan beberapa pancuran yang berasal dari mata air alami. Penduduk sekitar sering mandi dan mengambil air untuk dikonsumsi sehari-hari. Wisatawan yang sedang berwisata sering pula memanfaatkan air pancuran ini. Mulai dari sekadar membersihkan muka, hingga membersihkan badan. Pada waktu tertentu, pancoran yang berdekatan dengan Pura ini dipadati warga setempat karena
melaksanakan prosesi melasti, sebuah prosesi dari upacara Dewa Yadnya oleh masyarakat Hindu di Bali. Jika Anda ingin mendapatkan gambar yang bagus, ada baiknya datang pada siang atau sore hari. Karena, air terjun itu menghadap ke barat dan pada pagi hari akan kesulitan untuk mendapatkan foto yang menarik karena terganggu cahaya ma-
tahari. Ketika turun, mungkin tidak terlalu menguras tenaga namun saat harus kembali ketahanan fisik betul-betul diuji.Tetapi, jangan takut, jika Anda merasa haus atau lapar di tempat parkir tersedia warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan. Makan disini dapat menikmati keinda-
han Air Terjun Tegenungan dari jauh. Sehari rata-rata 100 wisatawan yang datang, baik lokal maupun asing. “Biasanya mereka datang sudah menjadi satu paket yang ditawarkan travel agent. Mereka mengunjungi air terjun setelah menonton barong. Selanjutnya ke Goa Gajah dan Kintamani,” ujar Desak Putri, penjaga tiket di Air Terjun Tegenungan.. Daerah tujuan wisata alam ini dibuka mulai pukul 08.00 sampai pukul 19.00 wita. Pengunjung harus membeli tiket Rp 5000 (dewasa), Rp 3000 (anak-anak) dan Rp 1000 untuk warga lokal. Hasil penjualan tiket ini dipakai untuk memperbaiki fasilitas di objek seperti pengaspalan jalan, perawatan toilet dan perbaikan jalan turun menuju objek serta perbaikan fasilitas desa. -Budarsana
DARA
24 - 30 maret 2014
9
Alexa
Menyesuaikan Tema One Million Dreams Concert merupakan aksi 100 musisi pendukung acara yang dilakukan serentak di 10 kota, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar. Acara ini merupakan rangkaian peluncuran Loop yang bertujuan mengumpulkan satu juta mimpi anak-anak Indonesia tentang kemajuan pendidikan. Salah satu band nasional yang tampil di Denpasar adalah Alexa.
“K
ami senang sekali bisa tampil di acara One Million Dreams Concert di Bali. Bali merupakan tempat kami untuk mencari inspirasi. Banyak hal yang kami dapatkan di Bali. Ketika ada tawaran untuk main dalam acara Loop yang bertema Bersama, Beri Arti dalam Satu Aksi ini, kami sangat senang dan merasa terhormat,” ujar Aqi Singgih, vokalis Alexa yang akrab disapa Aqi. Ia mengaku dunia pendidikan dan teknologi sekarang tidak bisa dipisahkan. “Bangun pagi, orang pasti buka internet, ada berita terbaru apa. Kalau pelajar buat tugas, perlu referensi, ting-
gal klik mbah Google atau om YouTube. Semua jadi dimudahkan oleh teknologi. Sekarang tergantung bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi ini,” kata Aqi yang didampingi Fajar Arifan (Fajar) dan Nur Satriatama (Satrio) sebagai formasi terbaru (#newALEXA) yang diresmikan Desember 2012. Fajar menambahkan era serba canggih ini, teknologi banyak memberi kemudahan. “Karena kami berkiprah di bidang musik, kami ingin memberi contoh lewat musik. Akses komunikasi yang baik juga sangat membantu kami dekat dengan penggemar. Secara umum, mari kita sama-sama berkarya untuk menghasilkan yang terbaik,” ujar penggebuk
drum Alexa ini. Alexa yang berarti dewi pembela laki-laki terbentuk ber awal dari pertemanan Satrio dan JMono. Satrio mantan gitaris Maliq n D’Essentials dan JMono session bassist dari beberapa band yang memiliki ide untuk membuat sebuah proyek musik yang me reka impikan sejak dulu. Mereka mewujudkan rencana tersebut dengan membuat beberapa lagu yang akan menjadi dasar konsep musik yang mereka inginkan. Musik rock menjadi pilihan latar belakang musik mereka dan merekrut Rizki untuk posisi gitar, Fajar drum dan Aqi sebagai vokalis. Tahun 2011, Rizki mengumumkan keluar dari Alexa karena melanjutkan studinya di Australia. Oktober 2012, Jmono yang keluar dari Alexa. Akhirnya yang tersisa Aqi, Fajar, dan Satrio yang membuat formasi terbaru (#newALEXA) pada Desember 2012. Mereka memutuskan untuk terus tetap memberikan warna di blantika musik industri Indonesia, dan mempunyai target untuk bisa go international di masa depan. “Sampai saat ini kami sudah memiliki empat album, Alexa, Alexa Special Edition (album pertama diubah musiknya dan ditambahkan tiga lagu baru), Edisi Kedua, dan satu album playbottom. Album terakhir ini langsung injeksi
di media pemutar musik, jadi sulit dibajak,” ungkap Aqi. Ia menambahkan saat ini Alexa sedang sibuk menggarap theme song untuk film “Mari Berlari” yang dibintangi Olivia Jansen. Alexa mengisi soundtrack film yang berlatar belakang olahraga lari ini. Lagu “Marilah Berlari” diadaptasi dari lagu “Marilah Kemari” yang dipopulerkan Titik Puspa. Lagu ini diubah sesuai dengan tema film. “Antara mengisi soundtrack film dan rekaman album sendiri hampir mirip proses kreatifnya. Bedanya, kalau untuk soundtrack, kami harus menyesuaikan diri dengan tema film, skenario, bahkan skrip naskah kami baca biar nyambung. Ada koridor yang menjadi panduan kami. Kalau untuk rekaman album sendiri, kami bebas menentukan temanya,” ujar Aqi seraya mengatakan Fajar suka berlari sehingga memudahkan penjiwaan dalam pembuatan
soundtrack film “Mari Berlari”. Menggarap soundtrack, bagi Alexa bukanlah hal baru. Sebelumnya mereka sudah pernah mengerjakannya untuk film “Hari untuk Amanda” dan “Mama, I Love U”. Bahan-bahan inspirasi dalam penggarapan soundtrack juga bisa mereka dapatkan darimana saja. “Bali merupakan salah satu tempat kami mendapatkan inspirasi. Pernah kami datang ke Bali tanpa agenda tetapi membawa peralatan.Tiba-tiba ada ide, langsung garap musik. Kalau lagu khusus tentang Bali, kami belum pernah buat,” ujar pria asal Jakarta ini. Rencana Alexa berikutnya adalah menyiapkan album keempat yang diharapkan dirilis akhir tahun 2014. “Jeda waktu saat pemilu dan puasa akan kami gunakan untuk mengumpulkan materi album keempat,” imbuh Fajar. –Ngurah Budi.
BUGAR
10
Jangan Tunggu Bisul Pecah Sendiri Dwi merasakan sakit di pahanya. Malah dia tidak bisa jalan. Ternyata ada bisul di sekitar alat kelaminnya. Dia berpikir, sebaiknya ditunggu agar bisulnya pecah sendiri. Benarkah demikian?
D
osen Bagian SMF Mikrobiologi Klinik FK.Unud/ RS.Sanglah dr.Made Agus Hendrayana,M. Ked mengatakan, bisul atau istilah medisnya furunkel adalah infeksi pada kulit yang terjadi pada folikel rambut dan jaringan bawah kulit di sekitarnya. Penyebab bisul ini adanya infeksi bakteri terutama dari golongan kokus biasanya staphylococcus aureus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri golongan lainnya. Bisul dapat terjadi di bagian kulit mana saja yang memiliki folikel rambut. Bisul biasanya timbul pada daerah-daerah kulit yang sering lembab, karena bakteri dapat hidup lebih baik di daerah kulit yang lembab dan yang kurang terjaga kebersihannya. Bisul juga bisa terjadi, pada daerah yang mendapat gesekan, tekanan, dan iritasi lokal, seperti garukan sehingga memungkinkan untuk bakterinya masuk ke dalam tubuh. “Bisul tidak mesti di daerah bokong. Memang banyak terjadi di
pantat atau bokong karena daerah tersebut sering lembab dan kadang kurang terjaga kebersihannya serta sering mendapat gesekan dan tekanan jika duduk. Bahkan bisul dapat juga terjadi di kulit kepala, rongga hidung bahkan di liang telinga,” jelas Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini. Menurutnya, tidak benar timbulnya bisul akibat duduk di atas bantal. Itu hanya mitos yang biasanya pesan para orangtua kepada anak-anak tidak baik dan tidak pantas menduduki bantal yang sebenarnya buat kepala. Ia menyebutkan, bisul dapat saja menyerang daerah sekitar organ kelamin wanita karena merupakan daerah dengan banyak folikel rambut terutama di daerah pubis dan labia mayora. Pengobatannya sama dengan bisul di tempat lain. Namun, ada satu infeksi pada organ kelamin wanita terutama di labia mayora yang sering menyerupai bisul yang disebut dengan abses bartolinitis. Bartolinitis adalah infeksi pada salah satu atau kedua kelenjar
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Elemen 3 yang Ketiga Berhubung 3 elemen pertama sudah disebutkan pada pembahasan di atas, maka saya akan langsung menuju pada elemen 3 yang kedua, yaitu 3 tips dalam melaksanakan masing-masing faktor utama gaya hidup fitnes:
1. Aktivitas fisik:
Berlatihlah beban pada otot-otot utama tubuh Melatih otot utama tubuh seperti dada, punggung, bahu, paha, lengan, dan betis juga memberikan kontribusi signifikan untuk perut yang lebih langsing. Selain meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan untuk waktu yang cukup lama, latihan fisik untuk otot-otot tubuh yang lain juga sangat penting untuk membangun kekuatan otot perut dalam menjalankan latihan-latihan spesifik. l Lakukan kardio/aktivitas aerobik Latihan kardio adalah satu-satunya latihan yang memungkinkan fitnesmania untuk membakar lemak dan merangsang mitokondria (dapur pembakar lemak dalam tubuh) untuk menjadi lebih besar dan meningkat dalam kapasitas. l Latihlah otot perut secara spesifik Definisi atau garis-garis otot perut yang jelas tentunya tidak akan lengkap tanpa tonjolan-tonjolan otot perut itu sendiri. Satu-satunya cara untuk merangsang pertumbuhan otot perut secara maksimal adalah dengan melatihnya secara langsung dan khusus. l
2. Pengaturan pola makan:
l Konsumsikan kalori yang lebih sedikit daripada kalori yang keluar Membakar lemak menuntut kita semua untuk masuk dalam kondisi defisit kalori, di mana energi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman lebih sedikit daripada energi yang keluar dari tubuh melalui aktivitas fisik. Prinsip ini sangat penting untuk memastikan terpakainya cadangan energi lemak dalam tubuh. l Ketahui komposisi dan timing makan yang baik. Tanpa perlu berbasa-basi lagi, pastikan fitnesmania mengonsumsi setidaknya 2 gram protein per kilogram berat badan per hari, 3 gram
dr.Made Agus Hendrayana,M.
bartolin karena adanya sumbatan pada saluran kelenjar bartolin pada daerah labia mayora. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan pada jaringan di sekitarnya, dan dapat terjadi abses. Penyebabnya akibat adanya infeksi bakteri pada kelenjar bartolin di organ kelamin wanita. “Baik bisul maupun bartolinitis bukan merupakan penyakit kelamin yang pengertiannya penularannya hanya melalui hubungan seksual. Bisul dan bartolinitis ini bukan penyakit menular seksual tetapi dapat menyerang sekitar organ kelamin pria atau wanita dan dapat menyerang siapa saja tanpa berhubungan seksual,” ucapnya. Bisul bisa menyerang siapa saja tidak tergantung umur dan jenis
24 - 30 Maret 2014
kelamin. Yang terserang biasanya, orang-orang yang daya tahan tubuhnya terutama organ kulit yang masih rendah, misalnya anak-anak, orang yang menderita penyakit diabetes dan orang yang tidak terjaga kebersihan dirinya. Ia menyarankan, sebaiknya bisul segera diobati. Bisul yang didiamkan atau tidak diobati dapat menjadi bertambah banyak menjadi karbunkel, bertambah luas menjadi abses serta dapat menyebar ke jaringan sekitarnya yang tentu memperberat penyakitnya. Bisul yang bertambah besar menjadi abses tersebut dapat mendesak organ disekitarnya yang tentu saja mengganggu aktivitas penderitanya. Seringkali anggapan masyarakat bisul dibiarkan saja dan tidak diobati dengan menunggu istilah sampai matang dan telah terkumpul nanahnya baru kemudian menunggu pecah sendiri dan sembuh. “Ini adalah tidak benar, kalau sudah merasa nyeri pada suatu daerah kulit dengan tampak adanya tanda radang kemerahan yang akan muncul bisul, sebaiknya segera diobati, jangan sampai timbulnya nanah yang menunjukkan telah terjadi infeksi yang merusak jaringan sekitar kulit,” sarannya. Bisul yang timbulnya pada satu atau beberapa daerah kulit dan masih kecil belum tampak nanah-
nya dapat disembuhkan dengan diberikan salep antibiotik pada daerah yang terinfeksi. Salep antibiotik ini dapat menyerap karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif untuk membunuh bakteri pada bisul. Kompres hangat bisa membantu meringankan penyakitnya dan mengurangi rasa nyeri. Tapi, jika sudah membesar dan tampak mulai ada nanahnya apalagi disertai demam perlu ditambah obat antibiotik yang diminum. Bisul yang sudah banyak nanahnya menjadi abses harus dipecahkan untuk mengeluarkan nanahnya. Bisul bisa pecah spontan tanpa sengaja atau sengaja dipecahkan agar dapat dibersihkan nanahnya. Sebaiknya memecah bisul dilakukan di petugas kesehatan/dokter menggunakan peralatan steril dengan menginsisi dengan pisau tajam untuk membuat saluran yang baik dan nanahnya dibersihkan sampai tuntas sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah spontan atau mencoba memecahkan sendiri di rumah penyembuhannya mungkin tidak sempurna. Suami I Dewa Ayu Novia Saraswati,SH ini menyarankan, jangan pernah memencet atau dipaksa dikeluarkan karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi serta penyembuhannya kurang sempurna. -Wirati Astiti
Foto:net
Membuat Perut Six-Pack 3 karbohidrat rendah indeks glikemi per kilogram berat badan per hari, dan 0,4 gram lemak esensial per kilogram berat badan per hari. l Pastikan penyajian makanan yang sehat dan optimal Hindari cara memasak dengan menggoreng ataupun tambahan minyak atau mentega apabila tidak perlu. Resep-resep masakan umum Indonesia yang kaya rempah dan bumbu masih bisa dimasak dengan varian yang rendah lemak dan rendah garam. Contoh: bumbu Bali tanpa santan dan garam yang lebih sedikit? Pasti bisa!
3. Istirahat
Pastikan istirahat yang cukup Dalam beberapa literatur ditemukan, orang yang tidak mendapatkan istirahat cukup lebih memiliki kecenderungan makan berlebihan saat tidak tidur (beraktivitas di pagi, siang, dan sore hari). Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, tubuh dan otak akan lebih optimal dalam bekerja maupun berlatih. l Hindari tidur terlalu malam Menurut para pakar yang meneliti sindrom tidur malam pada beberapa kelompok individu, disimpulkan untuk setiap jam seseorang melewati jam tidurnya ia akan mengkonsumsi 118 kalori tambahan. Dan apabila hal ini dilakukan selama 1 bulan saja, makan sudah terjadi penambahan asupan kalori sebanyak 3540 kalori atau sama dengan setengah kilo lemak dalam tubuh. l Pastikan jadwal istirahat yang konsisten Jadwal tidur yang konsisten memiliki dampak yang sangat besar dalam memiliki konsistensi aktivitas sepanjang hari. Tidur dan bangun pada waktu yang konsisten akan membuat pengaturan waktu menjadi lebih mudah. Salah satu contoh adalah keteraturan untuk sarapan. Sarapan juga ternyata berperan dalam mencegah melambatnya metabolisme dan menghindari kebiasaan makan yang berlebihan (bingeing) pada meal berikutnya. l
Elemen Terakhir
Hasil angka 6 memang tampaknya sangat tidak sepadan dengan hasil perkalian dari 3 x 3 x 3 yang seharusnya adalah 27. Tapi ini hanya lebih merupakan ilustrasi mengenai sulitnya memiliki six-pack yang tajam dan inspirasional, bahwa diperlukan usaha yang keras sekaligus pintar. Usaha besar berarti berani untuk mengerahkan kemampuan diri ke batas maksimal. Menantang rasa sakit (pegal) latihan yang ditimbulkan akibat kualitas latihan yang tinggi. Dan menantang diri
Habis
sendiri untuk selalu lebih baik pada sesi latihan yang berikutnya. Usaha yang pintar berarti senantiasa belajar dan mencari informasi ilmiah mengenai cara latihan, diet, dan istirahat yang baik. Tak lupa mengaplikasikan tehnik dan informasi yang telah didapat dengan konsisten dalam suatu program yang terstruktur, dan akhirnya melakukan evaluasi hasil latihan dan diet secara berkala. Bagi fitnesmania yang memiliki mental berpikir (mindset) yang positif, rumusan di atas justru akan menjadi tantangan yang memotivasi dirinya untuk memunculkan otot perut berkotak enam miliknya. Ia sadar bahwa tidak semua orang bisa memilikinya, dan hanya orang-orang yang rajin, disiplin, dan berani melalui rasa sakit melewati batas kesakitanlah yang akan mencuat sebagai orang yang dikagumi orang-orang di sekitarnya. Ia pantang menyerah pada mediokritas (berada di tengah-tengah, atau sedang-sedang saja) dan ia ingin bergabung dengan kelompok “ujung gunung es” yang mencuat keluar dari permukaan laut. Dalam mendapatkan hasil yang besar, tidak semua orang bersedia melakukan pengorbanan besar. Prinsip ekonomi yang berbunyi “Mendapatkan yang sebanyak-banyaknya dengan pengorbanan sekecil mungkin” secara ironis tidak bisa diaplikasikan di sini, namun justru merupakan jalur yang ditempuh oleh lebih banyak orang. Itulah sebabnya hanya segelintir orang yang bersredia melakukan pengorbanan besarlah yang akan mendapatkan hasilnya. Pengorbanan besar tersebut bisa saja sebesar yang kita kira, bisa pula tak sebesar yang kita kira, atau bahkan mungkin lebih besar dari yang kita kira. Semua itu pada akhirnya tidak akan menjadi masalah apabila kita mengetahui seberapa besar tekad kita untuk mewujudkannya. Semakin besar tekad untuk mendapatkan perut berkotakkotak, semakin kecil pula persepsi kita terhadap pengorbanan yang perlu dilakukan.
Konklusi
Memiliki perut six-pack mungkin memang bukanlah segalanya, namun bukan berarti Anda tidak perlu memiliki aspirasi untuk memilikinya. Perut berkotak-kotak hanya bisa dicapai oleh mereka yang bersedia menjalankan gaya hidup fitnes secara disiplin. Mudah? Tentu saja tidak. Karena kalau mudah, maka perut six-pack sudah tidak menarik untuk dimiliki dan semua orang sudah memilikinya tanpa harus berjuang berat dan pintar. Dan, di sanalah letak nilai dari artikel ini bagi saya. Semoga dengan menjalankan apa yang telah saya lalui, Anda bisa segera mendapatkan hasil yang sepadan.
24 - 30 Maret 2014
STYLE
Gaya Anak Muda Cinta Indonesia
Damn! I Love Indonesia (DILI), adalah label pakai an sehari-hari dengan desain khas gaya anak muda. Sebuah karya yang memperlihatkan penampilan seorang laki-laki yang dinamis dan fashionable.
B
elum lama ini, sederetan koleksi DILI, turut mengisi pergelaran Indonesia Fashion Week di JCC, Jakarta dengan tema “Pop Patriotic”. Menariknya, Daniel Mananta, presenter kondang Indonesia si pemilik, berhasil menghadirkan nuansa patriotik ala – Daniel yang cocok dengan gaya hidup perkotaan. Serta, disaat yang sama pula Daniel juga mampu mempromosikan semangat kebanggaan, cinta dan patriotisme bagi anak-anak muda terhadap bangsa dan tanah airnya, Indonesia. Begitu juga cinta dengan warisan budayanya dengan cara yang modern. Seperti yang nampak pada salah satunya karyanya selain bertuliskan Damn! I Love Indonesia, juga ada yang t- shirt dengan motif wajah Bung Karno yang dicetak memenuhi bagian dada. Mengusung konsep high street fashion dengan harga low street, rancangan produk DILI ini dihadirkannya dalam warna cerah seperti merah, coklat , hijau dan hitam dalam
15
bentuk t-shirt , jaket , dres, rok ,celana , polo shirt juga tank top , serta tak ketinggalan aksesori pakaian. - Sri Ardhini
J E L I TA
14
24 - 30 maret 2014
Tips Merawat Kuku di Rumah Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf. Selain itu, kuku kaki dan kuku tangan memiliki banyak fungsi dalam membantu aktivitas kegiatan sehari-hari. Begitu pula dalam hal kecantikan, kuku berfungsi sebagai akse soris alami tubuh yang bisa menambah nilai penampilan.
K
uku tangan dan kaki yang kotor serta tidak terawat, selain menjadikan penampilan terlihat jelek juga menjadi sumber penyakit. Karenanya, kita wajib menjaga kebersihan dan kesehatan kuku. Saat ini, dengan semakin banyaknya pilihan produk kecantikan juga semakin memudahkan orang melakukan perawatan untuk mendapatkan kuku yang terlihat indah cantik dan mengkilap. Menurut Suci Setiawati, Manajer Spa Bali Tangi yang dikenal dengan panggilan Tia ini, perawatan kuku ini bisa juga dilakukan dengan cara yang alami dan sederhana yang dikerjakan sendiri. Pasalnya, bahan - bahan yang dibutuhkan juga banyak tersedia di sekitar kita. “Kuku yang sehat biasanya lebih kuat dan tentunya tidak mudah mengelupas atau patah,” kata Tia sambil
menyebutkan beberapa contoh bahan alami yang tersedia di sekitar kita yang bermanfaat untuk perawatan kuku. Belimbing wuluh, berguna untuk membersihkan kotoran di sela-sela kuku dan kulit luar, sekaligus menguatkan kuku. Caranya mudah, yakni dengan menggosokkan potongan belimbing wuluh pada kuku yang mau dibersihkan, setelahnya dibilas dengan air bersih. Lidah buaya, selain untuk merawat rambut, ternyata juga bisa untuk merawat kuku, dengan cara mengoleskan secara merata pada kuku. Jika perawatann yangh simpel ini dilakukan ini secara rutin, maka kuku akan terlihat lebih cantik dan bening. Lemon (jeruk nipis) juga dapat digunakan untuk mengembalikan kuku yang kuning. Caranya, satu sendok perasan lemon dicampur dengan pasta gigi kemudian oleskan pada kuku . Biarkan kering, setelahnya cuci dengan air hangat. Laku-
dok.net
kanlah secara teratur minimal sepekan sekali, maka kita akan mendapatkan kuku dengan warna yang normal. “Selain itu, bawang putih juga berguna untuk menguatkan kuku. Yang terpenting adalah mengonsumsi air putih. Sebab, air putih juga merupakan salah satu cara sederhana memperindah dan menguatkan kuku dari dalam dengan membuatnya tidak kering,”ujar Tia. Menicure dan Pedicure Perawatan kuku secara alami dan sederhana, menurut Tia sangat mudah diaplikasikan sendiri di rumah. Begitu juga dengan pedicure dan manicure , akan sangat bermanfaat jika dilakukan setidaknya dua seminggu sekali. Langkah untuk manicure yakni; bersihkan kuku tangan dan rapikan dengan menggunakan gunting kuku. Saat membersihkan kuku, hindari memotong kutikula. Karena kutikula ber-
dok.net
fungsi sebagai penahan alami kuku agar terhindar dari infeksi. Cukup dorong lembut kutikula dengan menggunakan stik khusus kutikula. Berikutnya, siapkan air hangat di dalam baskom yang sudah diberi perasan jeruk nipis, olive oil dan garam secukupnya. Rendam jari tangan selama 5 - 10 menit sambil dipijat lembut dan disikat perlahan. Setelah kuku terlihat lebih bersih keringkan dengan handuk. Untuk mencegah kuku terlihat kering, gunakan pelembap khusus untuk kuku. Sedangkan langkah pedicure adalah ; setelah membersihkan dan merapikan kuku kaki dengan menggunakan gunting kuku, rendam kaki dengan air hangat yang sudah dicampur dengan garam dan kelopak bunga mawar. Lalu, sikat kuku kaki dengan lembut untuk menghilangkan sel-sel kulit mati. Bersihkan kaki dengan scrub khusus kaki dan oleskan pelembab di setiap pangkal kuku kaki. Bersihkan kakimu dengan air hangat dan keringkan dengan handuk. “Bagi mereka yang sering menggunakan kuteks, sebaiknya biarkan kuku istirahat untuk mendapatkan udara segar beberapa hari tanpa kuteks untuk mencegah kuku berwarna kuning,” imbuhnya. Tia juga memaparkan beberapa hal yang penting dilakukan untuk menjaga dan merawat kuku kaki dan tangan. lJagalah kelembaban kuku tangan dan kaki setiap hari. Oleskan lotion atau krim pada kuku kaki dan tangan setelah mandi atau sebelum tidur. Ini akan membuat kuku kaki dan tangan terasa lembut dan bersinar l Begitu juga, jaga kelembaban kuku tangan saat usai mencuci dengan deterjen, sebaiknya segera oleskan krim
24 - 30 maret 2014
MITOS ATAU FAKTA
Mimisan atau istilah kedokterannya epistaksis adalah keluarnya darah akibat pecahnya pembuluh darah dalam rongga hidung. Bila jumlah darah yang keluar sedikit, biasanya hanya keluar melalui rongga hidung. Namun bila mimisan cukup banyak, selain dari rongga hidung, darah juga keluar melalui rongga mulut. Banyak mitos yang berkembang di masyarakat, ada yang khawatir bahwa mimisan itu berbahaya, ada yang mengatakan bahwa mimisan hanya terjadi pada anak-anak, ada juga yang mempercayai bahwa mimisan cukup ditangani dengan menyumpal hidung dengan daun sirih. Berikut penjelasan dr. Sari Wulan Dwi, Sp.THT-KL, Subdiv. Rinologi-Alergi imunologi, SMF/Bag THT-KL, FK UNUD-RSUP Sanglah, Denpasar. Suci Setiawati
khusus kulit atau hand body lotion. l Hindari aktivitas yang berat, misalnya memaksakan kuku jari untuk melepas staples, atau mengerok sesuatu. Saat menggaruk kulit pun jangan terlalu kasar karena dapat membuat kulit luka atau iritasi. lJika memiliki alat manicure dan pedicure sendiri, simpan dengan baik di tempat yang bersih, tertutup dan kering agar kuman tidak berkembang biak pada alat tersebut. lKetika kuku kaki dan kuku tangan masih pendek jangan dipotong lagi. Tunggu satu minggu atau lebih baru dipotong. Terlalu rajin memotong kuku dapat menjadikan pertumbuhannya kurang bagus. lJika perlu gunakan sarung tangan, saat mencuci yang kotor-kotor agar kondisi kuku kita terjaga dengan baik. lGunakan pelembab setelah lama menggunakan tangan dan kaki di arena yang panas. Begitu pula jika kuku jari tangan dan kuku jari kaki lama terkena sinar matahari. Terlebih jika jenis kuku yang rapuh dan mudah patah atau sobek, perlu sering diberi pelembab. lPada saat mandi, usahakan menyikat sela-sela kuku supaya bersih. – Sri Ardhini
Mengapa dari hidung keluar darah/mimisan? Mukosa (selaput lendir) dalam rongga hidung manusia relatif lebih tipis dan sensitif dibandingkan bagian tubuh yang lain, terutama di daerah depan sekitar cuping hidung dan sekat rongga hidung. Di samping itu, di sini juga terdapat banyak pembuluh darah, yang berfungsi untuk menghangatkan udara yang dihirup agar sama dengan suhu tubuh kita. Mimisan bisa terjadi karena berbagai macam pencetus, antara lain, trauma, infeksi, perubahan suhu udara, adanya benda asing di hidung, alergi, pemakaian obat tertentu dan juga bisa merupakan suatu gejala adanya proses keganasan. Trauma, dicontohkan dr. Wulan, bisa karena terbentur benda keras, jatuh, kemasukan benda asing, dikorek-korek dengan ujung jari ( sering pada anak-anak), dan ini akan melukai mukosa atau selaput lendir hidung. Infeksi akan menyebabkan selaput lendir bengkak dan lebih mudah mengalami perlukaan terutama saat buang ingus atau bersin yang keras. Perubahan suhu misalkan berada pada ruangan dengan AC yang terlalu dingin, akan membuat udara menjadi kering. Kare na, cara kerja AC menyerap uap air di udara membuat kelembaban dalam ruangan akan berkurang, sehingga bila anak berada dalam ruangan ini, alat pernapasannya pun akan menjadi kering dan selaput lendirnya jadi mudah pecah dan berdarah. Pada proses keganasan
dr. Oka Negara, FIAS
(tumor) biasanya pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah. Mimisan lebih sering terjadi pada anak? Mimisan paling sering terjadi pada anak, karena anak-anak memiliki mukosa atau selaput lendir hidung yang lebih tipis dan sensitif. Sehingga, bila ada faktor pencetus seperti tidur di kamar dengan AC terlalu dingin, mengorek hidungnya akibat adanya rasa gatal, atau karena pilek alergi, darah akan langsung mengucur. Pada anak, sebagian besar mimisan tidak berbahaya dan umumnya dapat berhenti sendiri. “Jadi, orangtua tidak perlu panik, selama anak masih aktif dan terlihat sehat, serta tidak terdapat gejala yang lain seperti demam,” ujar istri dr. Suryanata, Sp.OG. ini. Namun, orangtua perlu waspada apabila anak mengalami mimisan hampir tiap hari, disertai wajah terlihat pucat, tidak aktif, atau demam. Karena, kemungkinan besar anak menderita kelainan darah, seperti demam ber darah, leukemia, hemophilia, ITP (Idiopathic trombositophenic purpura). Ini dikarenakan kadar trombositnya yang rendah dalam darah, sehingg mudah terjadi perdarahan di hidung. Mimisan yang biasanya berhenti spontan berasal dari kapiler atau pecahnya pembuluh darah kecil di bagian depan hidung. Namun, pada penderita penyakit sistemik, seperti hipertensi, perdarahan bisa terjadi akibat pecah-
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
HUBUNGAN SEDARAH
“Dok, mohon maaf aku bertanya seperti ini. Ternyata seseorang yang kukira selama ini saudara jauhku, ternyata adalah kakak kandungku sendiri. Aku dan dia sudah saling sayang dan malah sudah pernah berhubungan seksual. Kalau andainya kami nekat juga, melawan aturan buat pergi bersama dan menikah, apa ada bahaya medisnya dok?” (Verra,20 th) Hubungan seksual yang terjadi pada pasangan yang memiliki hubungan keluarga atau saudara sedarah, sebenarnya, telah terjadi sejak zaman dahulu kala, dan sampai sekarang juga masih terjadi. Ada dilakukan dalam sebuah pernikahan ada juga yang sembunyi- sembunyi tanpa pernikahan, karena dianggap terlarang. Hubungan seksual dengan saudara kandung atau sedarah disebut dengan “incest”. Kalau di zaman dulu malah pada beberapa daerah, hubungan
seksual dan pernikahan sedarah bukan hal yang tabu, bahkan diberkahi. Zaman Mesir kuno, pernikahan sedarah biasa terjadi. Bahkan Cleopatra yang terkenal pun disebut memiliki hubungan romantisme dengan adik kan dungnya sendiri secara seksual. Kasus yang sering kita dengar di masa sekarang, umumnya incest terjadi karena perkosaan, penipuan, penganiayaan. Contohnya ayah kandung yang memperkosa putrinya, ibu kandung yang menggauli putranya, atau paman yang
11
Atasi Mimisan dengan Daun Sirih
nya pembuluh darah yang lebih besar dan terletak di bagian belakang rongga hidung. Ini menyebabkan perdarahan biasanya tak dapat berhenti sendiri. Mimisan yang hilang timbul karena pencetusnya tak tertangani dengan baik, dapat berakibat anak menjadi anemia dan biasanya memerlukan vitamin, mineral dan obat penambah darah. “Bila perdarahan terjadi cukup banyak, maka transfusi darah perlu diberikan,” tegasnya.
atasi, segera pasang tampon yang sudah diolesi vaselin atau zalf, serta mempertahankannya selama dua hari agar luka pada pembuluh darah menutup.
Kalau mimisan kepala harus menengadah ke atas? Hati- hati, jika mimisan sebaiknya hindari menengadahkan kepala ke atas, karena dapat menimbulkan tersedak bila jumlah perdarahan banyak. Begitu pula kalau kepala menunduk, justru dapat memicu perdarahan lebih deras. Pertolongan pertama, biasanya dengan memencet hidung rapat-rapat menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tubuh dalam posisi duduk, usahakan punggung bersandar, rileks. Pada anakanak bisa dipangku, dengan kepala tegak agak maju. Pernafasan sementara lewat mulut, sehingga mulut harus dibiarkan terbuka. Pertahankan selama 7 hingga 10 menit, biasanya darah akan langsung berhenti. Sementara itu bisa juga dibantu kompres hidung dengan es batu yang dibungkus saputangan atau kain, ditempelkan di batang hidung, antara kening dan hidung. “Yang penting, orangtua/ penolong harus tenang, jangan panik karena nanti anak akan ikut ketakutan atau menangis sehingga perdarahan justru sulit berhenti,” ingat dr. Wulan.
Mimisan bisa ditangani dengan daun sirih? Jika dalam waktu tersebut perdarah an tak mau berhenti, lubang hidung sementara dapat ditutup dengan kapas atau daun sirih yang sudah digulung. Daun sirih memiliki efek antiseptik. Daun sirih dapat digunakan untuk pertolongan pertama dengan cara mengambil beberapa lembar daun sirih, cuci bersih, lalu gulung seukuran lubang hidung dan gunakan untuk menyumpal lubang hidung. Segera hubungi atau pergi ke dokter atau paramedis atau klinik atau rumah sakit terdekat. Biasanya dokter akan memasang tampon yang berisi obat penyetop perdarahan agar dapat mencari sumber perdarahannya. Namun, bila perdarahan tak dapat di-
melecehkan keponakan. Kini pernikahan dan hubungan sedarah sudah tidak dilakukan lagi secara normatif. Malah yang terjadi adalah masyarakat menolak dan menganggap aneh jika incest itu terjadi karena adanya hubungan cinta di antara keduanya. Masyarakat barat maupun timur, sepertinya mempunyai kesamaan sikap soal ini. Sejumlah negara mengkategorikan incest sebagai suatu kejahatan pidana, dan pelakunya mendapat hukum an. Amerika Serikat misalnya, incest dinyatakan illegal dengan hukuman bervariasi di tiap negara bagian. Massachusetts adalah negara bagian paling keras hukumannya yakni bisa mencapai 20 tahun penjara, sedang di Hawai hanya 5 tahun. Sedang di Inggris, hukumannya adalah 12 tahun penjara. Tapi ada juga negara yang ‘bebas’ seperti Perancis misalnya. Di sana incest bukanlah suatu kejahatan. Tak heran kalau para pelaku incest lebih suka ‘lari’ ke negara ini. Tetapi, kenyataannya sering disebutkan bahwa cinta itu buta. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan seseorang jatuh cinta dengan orang yang masih ada hubungan saudara misalnya kakak kandungnya sendiri, yang sudah sekian lama terpisah darinya,
seperti kasus ini. Lalu, apa ada risikonya? Mungkin contoh ini bisa dijadikan pemahaman. Pada kehidupan di pulau Tristan de Cunha, pulau terisolir yang masih masuk wilayah Inggris, budaya kawin sedarah adalah biasa karena memang, selain lokasi pulau yang sangat terisolir dan sulit diakses orang di luar, juga adanya larang an keras bagi pendatang untuk tinggal di pulau itu. Di pulau yang berpenduduk 270 jiwa itu, banyak dijumpai kasus kelainan genetik, juga cacat pada bayi yang lahir. Berdasarkan ilmu kedokteran, jika dua orang yang membawa gen resesif saling bertemu untuk bereproduksi, maka anak-anaknya memiliki satu dari empat kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut dan satu dari dua anak memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier). Hal inilah yang membahayakan pernikahan sedarah atau memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, karena risiko penyakit atau kondisi genetik tertentu menjadi lebih besar. Pernikahan sedarah bisa meningkatk an secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan, dibandingkan jika menikah dengan orang yang berasal dari luar keluarga. Hal ini disebabkan
dr. Sari Wulan Dwi, Sp.THT-KL
Setelah darah berhenti, apa yang harus dilakukan? Selaput lendir yang bekas luka akan tumbuh lebih tipis dari yang normal, sehingga akan mudah mengalami perdarahan berulang. Karena itu, harus berhati-hati saat bersin jangan terlalu keras, begitu juga saat membuang ingus. “Pada anak, harus diingatkan agar jangan lagi mengorek-ngorek hidungnya ataupun bekas luka yg sudah mengering karena nanti akan terjadi perdarahan berulang,” tegasnya. Mimisan akan hilang bila faktor pencetusnya sudah teratasi. Umumnya dengan pertambahan usia, selaput lendir dan pembuluh darah akan tumbuh semakin tebal dan kuat, sehingga gangguan mimisan akan berkurang atau hilang. Pemakaian obat tertentu dapat menyebabkan mimisan? Penggunaan obat-obatan seperti obat penurun panas yang mengandung acetyl salicylic acid dan ibuprofen bisa menyebabkan mimisan pada beberapa anak. Begitu pula pada penderita gangguan ginjal ataupun jantung yang mendapatkan obat-obat untuk memperlancar aliran darah. Ini dapat mempermudah terjadinya mimisan. “Segera konsultasikan ke dokter bila timbul keluhan mimisan setelah pemakaian obat-obatan tertentu,” tandasnya. –Inten Indrawati
masing-masing orang membawa salinan gen yang buruk dan tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak mend erita kelainan genetik. Pernikahan sedarah memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar dari pada populasi umum untuk memiliki keturunan yang mengalami kelainan genetik, meninggal pada saat baru lahir atau mengalami cacat yang serius. Kelainan genetik yang lebih umum terjadi pada pernikahan sedarah adalah gangguan resesif langka yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah, seperti kebutaan, ketulian, penyakit kulit dan kondisi kelainan saraf. The Latin American Collaborative Study of Congenital Malformation menambahkan bahwa kelainan genetik yang juga sering ditemukan terjadi adalah hidrosefalus, bibir sum bing, polidaktili (jumlah jari kaki dan atau tangan yang lebih ba nyak dari normal) dan kelainan jantung. Akhirnya memang, berbagai kerugian medis ini merupakan dasar untuk tidak menganjurkan pernikahan antara mereka yang memiliki hubungan darah.
12
RESEP ALA CHEF
24 - 30 Maret 2014
Kue Cantik Istimewa
I Ketut Surna
Cokelat Mengubah Hidup Saya Dalam membuat kue, ada keasyikan sendiri. Kita bisa berkreasi menuangkan ide-ide, terutama dalam menghias kue tar. Bermain dengan krim dan cokelat makin membuat tantangan. “Cokelat telah mengubah hidup saya,” tutur I Ketut Surna, Chef Pastry Bakery Hotel Sanur Paradise Plaza ini.
Cake Vanilla
Cake Ulang Tahun
Bahan: Sponge cake Vla Sirup gula Cokelat leleh
Bahan: Sponge cake warna cokelat
Krim hiasan kue: Cara membuat sponge cake: 240 gram : krim cair (bisa dibeli - Telur dan gula pasir dikocok di supermarket) sampai mengembang. 200 gram : air - Campur tepung terigu dan 380 gram : gula pasir cokelat. aduk rata. Tuang ke 120 gram : cokelat bubuk adonan. Aduk rata. 20 gram : gelatin - Terakhir tuang mentega cair. (seperti agar-agar
Cake Cokelat Bahan: Sponge cake warna cokelat Bahan sponge cake: 300 gram : gula pasir 250 gram : tepung terigu 50 gram : cokelat bubuk 10 butir : telur ayam 50 gram : mentega cair Cara membuat sponge cake: - Telur dan gula pasir dikocok sampai mengembang. - Campur tepung terigu dan cokelat, aduk rata. Tuang ke adonan. Aduk rata. - Terakhir tuang mentega cair. - Oven dengan suhu 200 derajat Celcius selama 10 menit. Bahan lapisan kue: 250 ml : krim cair 500 gram : cokelat batangan
Bahan sponge cake: 300 gram : gula pasir 300 gram : tepung terigu 10 butir : telur ayam 50 gram : mentega cair
Cara membuat sponge cake: - Telur dan gula pasir dikocok sampai mengembang. - Tambahkan tepung terigu ke adonan, aduk rata. - Terakhir tuang mentega cair. - Oven dengan suhu 200 derajat Celcius selama 10 menit.
- Oven dengan suhu 200°C selama 10 menit.
yang sudah dilelehkan 1 sdm : rhum 500 gram : whipping cream Gelatin
13
I Ketut Surna
Pesta menjadi lebih meriah dengan kehad ir an kue istimewa. Anda tertarik belajar membuat kue tar? Mari kita belajar bersama chef pastry and bakery Hotel Sanur Paradise Plaza I Ketut Surna.
Bahan sponge cake: 300 gram : gula pasir 250 gram : tepung terigu 50 gram : cokelat bubuk 10 butir : telur ayam 50 gram : mentega cair
C U L I N A RY C O R N E R
24 - 30 Maret 2014
adonan pengental)
Cara membuat: - Masak semua sampai mendidih, kecuali gelatin. - Gelatin direndam air dingin. - Masukkan gelatin setelah adonan krim mendidih, aduk rata agar menyatu. Dinginkan, siap dipakai.
Cara membuat: - Krim cair dipanaskan, tambahkan gelatin. Tuang cokelat yang sudah meleleh, aduk sampai menjadi saus cokelat. - Tambahkan rhum dan whipping cream. Siap digunakan. -Wirati Astiti
I Ketut Surna
L
elaki yang hobi makan kue sejak kecil ini menuturkan, membuat kue tak hanya mengandalkan keterampilan,
Bahan vla: 1 liter : susu cair 10 butir : kuning telur 1 sdt : rasa vanili 1 batang : vanili 175 gram : tepung maizena Whipping cream bisa dibeli di supermarket Cara membuat vla: - Masak semua bahan, aduk rata. - Tambahkan 200 gram whipping cream agar rasa vla lebih gurih. Penyelesaian: - Sponge cake dibagi tiga. Siram masing-masing bagian dengan sirup gula. - Sirup gula: perbandingan gula pasir dan air 1:2. - Setelah kue diberi sirup gula, olesi dengan vla. - Hias dengan cokelat leleh.
namun juga ketelitian dan panduan resep sangat penting. “Kami selalu berpedoman pada feeling dan taste. Tapi kerja tanpa resep akan gagal atau tak maksimal,” tutur lelaki asal Jimbaran ini. Ketertarikannya pada kue dan roti, berawal dari kesukaannya sejak kecil makan kue. “Istilah Balinya, saya suka makan jajan. Tiap hari raya banyak kue usai upacara adat. Biasanya saya pasti habiskan. Makan nasi biasa saja, tidak terlalu. Sampai-sampai ibu saya heran melihat ulah saya,” kata Surna menceritakan sekelumit pengalaman masa kecilnya.
Ketika tamat SMA Kuta Pura, ia ditawari training oleh tetangganya yang kebetulan pekerja hotel, Surna langsung mengiyakan. Padahal, cita-citanya ingin jadi polisi. Namun, berbelok arah malah training ke hotel. Awalnya, ia sudah mendapat bagian pastry dan bakery. Itu pun tidak ia yang memilih. Ia langsung saja ditempatkan di bagian kue. Surna mengatakan sangat tertarik pada cokelat. “Aneka hiasan dapat dibuat dari cokelat, baik untuk hiasan dalam kue atau bagian luarnya. Cokelat juga difungsikan bermacam-macam. Cokelat dapat diolah tergantung keinginan. Mulai dari cokelat yang diserut
sampai cokelat yang dilelehkan. Saat menggunakan cokelat cair, kemahiran tangan sangat diperlukan, seperti tukang cat. Di samping feeling mau buat apa sudah ada di otak. Cokelat juga bisa dipadupadankan dengan krim lainnya,” kata Surna. Saat awal training, ia lebih banyak membantu menyajikan kue. Namun, dalam hati ia sangat ingin sekali bisa mahir membuat kue. “Kue itu sangat unik. Apalagi kue-kue kecil yang dihias secantik mungkin. Memang diperlukan tangan terampil. Kue sangat sulit, beda dengan makanan. Kalau salah resep, kuenya tak mengembang,” kata Surna. Setelah pelatihan di beberapa tempat, ia ditawari bekerja di salah satu hotel di Lombok yang baru saja dibuka. Pengalamannya di hotel baru ini lumayan lama, sekitar lima tahun, mulai dari cook helper sampai senior cook. Keberuntungan datang lagi setelah itu, ia ditawari pulang ke Bali dan diberi jabatan chef de partie.
“Aneka hiasan dapat dibuat dari cokelat, baik untuk hiasan dalam kue atau bagian luarnya. Cokelat juga difungsikan bermacam-macam. Cokelat dapat diolah tergantung keinginan...”
“Setelah mencari ilmu dan pengalaman di Lombok saya balik lagi ke Bali, dan berkarier di beberapa hotel di Bali,” tuturnya. Bagi Surna, di mana pun ia bekerja, ia ingin selalu mendapatkan ilmu baru. Karena itu, ketika ia merasa pengalamannya bekerja biasa-biasa saja dan tak berkembang, ia mencoba peruntungan baru di tempat lain. Itu sebabnya, ia sering pindah-pindah bekerja. Baginya, dengan mencoba di berbagai tempat, ia mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan lebih bertambah. Karena cokelat juga ia sampai ke Bangkok menekuni ilmu mengolah cokelat, saat ia bekerja di Conrad. “Saya dikirim ke Bangkok belajar mengolah cokelat. Saya juga pernah belajar kreasi kue untuk dessert di Mozaik,” kata Surna. Dalam sebuah acara di Nusa Dua, ia bertemu dengan Executive Chef Sanur Paradise Plaza Komang Adi Arsana, Surna tertarik untuk pindah ke sana, ketika belum ada chef pastry di hotel tersebut. Januari 2014, ia resmi mengisi kekosongan chef pastry bakery di Sanur Paradise Plaza Hotel. –Wirati Astiti
Crepes Isi Sosis
Ceker Kecap Pedas Sarwan Bahan: 500 gr : ceker, bersihkan, lumuri perasan air jeruk nipis. 100 ml : kecap manis. 500 ml : air. 2 buah : cabai merah besar, cincang halus. 10 buah : cabai kecil cincang halus. 9 biji : bawang merah, cincang halus. 7 siung : bawang putih cicang halus 1 sdt : merica bubuk. Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. Margarin/minyak secukupnya. Cara membuat: - Panaskan minyak/margarin, masukkan cincangan bawang putih dan merah, cabai merah juga cabai kecil, tumis hingga harum.
- Masukkan ceker, bolak-balik hingga berubah warna kecokelatan. - Tambahkan air sampai mendidih, masukkan kecap manis dan merica, gula, garam dan kaldu bubuk, bolak-balik ceker lalu tutup pancinya sampai air berkurang/mengental. - Ceker kecap pedas siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Bahan: 150 gr : tepung terigu 50 gr : gula halus 50 gr : susu bubuk 10 gr : baking powder 300 ml : susu cair 2 butir : telur 60 gr : mentega cair Bahan isi: 6 biji : sosis sapi/ayam Bumbu: ½ : bawang bombai, cincang halus dadar lalu buat dadar tipis. 2 sdm : saus sambal Angkat lalu sisihkan. 1 sdm : saus tomat - Isi: kerat-kerat sosis, panaskan 1 sdm : margarin margarin, masukkan bawang 50 ml : air bombai, masukkan sosis lalu Garam, merica, gula secukupnya saus tomat, saus sambal, garam, gula, dan merica. Cara membuat: Tambahkan air. - Crepes: campur semua bahan, - Ambil crepes, tata isi crepes, aduk hingga rata, panaskan dan lipat sesuai selera.
Sup Ayam Jamur Bahan: 350 gr : 100 gr : 100 gr : 1.000 ml : 2 batang :
daging ayam, lumuri jeruk nipis, potong dadu jamur kuping, diiris-iris, rendam dengan air panas kancing, belah 2 atau 4 air daun prei iris tipis-tipis
½ buah : bawang bombai potong halus 2 biji : magic blok Garam, gula, pala dan lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya
Cara membuat: - Panaskan minyak atau margarin, masukkan bawang prei dan bawang bombai tumis hingga harum. - Masukkan ayam lalu bolak-balik hingga berubah warna lalu tambahkan air hingga mendidih. - Masukkan jamur kuping, jamur kan cing hingga mendidih. - Masukkan garam, gula, pala, kaldu blok dan lada hingga mendidih, angkat lalu taburi dengan bawang goreng, siap disajikan.
12
RESEP ALA CHEF
24 - 30 Maret 2014
Kue Cantik Istimewa
I Ketut Surna
Cokelat Mengubah Hidup Saya Dalam membuat kue, ada keasyikan sendiri. Kita bisa berkreasi menuangkan ide-ide, terutama dalam menghias kue tar. Bermain dengan krim dan cokelat makin membuat tantangan. “Cokelat telah mengubah hidup saya,” tutur I Ketut Surna, Chef Pastry Bakery Hotel Sanur Paradise Plaza ini.
Cake Vanilla
Cake Ulang Tahun
Bahan: Sponge cake Vla Sirup gula Cokelat leleh
Bahan: Sponge cake warna cokelat
Krim hiasan kue: Cara membuat sponge cake: 240 gram : krim cair (bisa dibeli - Telur dan gula pasir dikocok di supermarket) sampai mengembang. 200 gram : air - Campur tepung terigu dan 380 gram : gula pasir cokelat. aduk rata. Tuang ke 120 gram : cokelat bubuk adonan. Aduk rata. 20 gram : gelatin - Terakhir tuang mentega cair. (seperti agar-agar
Cake Cokelat Bahan: Sponge cake warna cokelat Bahan sponge cake: 300 gram : gula pasir 250 gram : tepung terigu 50 gram : cokelat bubuk 10 butir : telur ayam 50 gram : mentega cair Cara membuat sponge cake: - Telur dan gula pasir dikocok sampai mengembang. - Campur tepung terigu dan cokelat, aduk rata. Tuang ke adonan. Aduk rata. - Terakhir tuang mentega cair. - Oven dengan suhu 200 derajat Celcius selama 10 menit. Bahan lapisan kue: 250 ml : krim cair 500 gram : cokelat batangan
Bahan sponge cake: 300 gram : gula pasir 300 gram : tepung terigu 10 butir : telur ayam 50 gram : mentega cair
Cara membuat sponge cake: - Telur dan gula pasir dikocok sampai mengembang. - Tambahkan tepung terigu ke adonan, aduk rata. - Terakhir tuang mentega cair. - Oven dengan suhu 200 derajat Celcius selama 10 menit.
- Oven dengan suhu 200°C selama 10 menit.
yang sudah dilelehkan 1 sdm : rhum 500 gram : whipping cream Gelatin
13
I Ketut Surna
Pesta menjadi lebih meriah dengan kehad ir an kue istimewa. Anda tertarik belajar membuat kue tar? Mari kita belajar bersama chef pastry and bakery Hotel Sanur Paradise Plaza I Ketut Surna.
Bahan sponge cake: 300 gram : gula pasir 250 gram : tepung terigu 50 gram : cokelat bubuk 10 butir : telur ayam 50 gram : mentega cair
C U L I N A RY C O R N E R
24 - 30 Maret 2014
adonan pengental)
Cara membuat: - Masak semua sampai mendidih, kecuali gelatin. - Gelatin direndam air dingin. - Masukkan gelatin setelah adonan krim mendidih, aduk rata agar menyatu. Dinginkan, siap dipakai.
Cara membuat: - Krim cair dipanaskan, tambahkan gelatin. Tuang cokelat yang sudah meleleh, aduk sampai menjadi saus cokelat. - Tambahkan rhum dan whipping cream. Siap digunakan. -Wirati Astiti
I Ketut Surna
L
elaki yang hobi makan kue sejak kecil ini menuturkan, membuat kue tak hanya mengandalkan keterampilan,
Bahan vla: 1 liter : susu cair 10 butir : kuning telur 1 sdt : rasa vanili 1 batang : vanili 175 gram : tepung maizena Whipping cream bisa dibeli di supermarket Cara membuat vla: - Masak semua bahan, aduk rata. - Tambahkan 200 gram whipping cream agar rasa vla lebih gurih. Penyelesaian: - Sponge cake dibagi tiga. Siram masing-masing bagian dengan sirup gula. - Sirup gula: perbandingan gula pasir dan air 1:2. - Setelah kue diberi sirup gula, olesi dengan vla. - Hias dengan cokelat leleh.
namun juga ketelitian dan panduan resep sangat penting. “Kami selalu berpedoman pada feeling dan taste. Tapi kerja tanpa resep akan gagal atau tak maksimal,” tutur lelaki asal Jimbaran ini. Ketertarikannya pada kue dan roti, berawal dari kesukaannya sejak kecil makan kue. “Istilah Balinya, saya suka makan jajan. Tiap hari raya banyak kue usai upacara adat. Biasanya saya pasti habiskan. Makan nasi biasa saja, tidak terlalu. Sampai-sampai ibu saya heran melihat ulah saya,” kata Surna menceritakan sekelumit pengalaman masa kecilnya.
Ketika tamat SMA Kuta Pura, ia ditawari training oleh tetangganya yang kebetulan pekerja hotel, Surna langsung mengiyakan. Padahal, cita-citanya ingin jadi polisi. Namun, berbelok arah malah training ke hotel. Awalnya, ia sudah mendapat bagian pastry dan bakery. Itu pun tidak ia yang memilih. Ia langsung saja ditempatkan di bagian kue. Surna mengatakan sangat tertarik pada cokelat. “Aneka hiasan dapat dibuat dari cokelat, baik untuk hiasan dalam kue atau bagian luarnya. Cokelat juga difungsikan bermacam-macam. Cokelat dapat diolah tergantung keinginan. Mulai dari cokelat yang diserut
sampai cokelat yang dilelehkan. Saat menggunakan cokelat cair, kemahiran tangan sangat diperlukan, seperti tukang cat. Di samping feeling mau buat apa sudah ada di otak. Cokelat juga bisa dipadupadankan dengan krim lainnya,” kata Surna. Saat awal training, ia lebih banyak membantu menyajikan kue. Namun, dalam hati ia sangat ingin sekali bisa mahir membuat kue. “Kue itu sangat unik. Apalagi kue-kue kecil yang dihias secantik mungkin. Memang diperlukan tangan terampil. Kue sangat sulit, beda dengan makanan. Kalau salah resep, kuenya tak mengembang,” kata Surna. Setelah pelatihan di beberapa tempat, ia ditawari bekerja di salah satu hotel di Lombok yang baru saja dibuka. Pengalamannya di hotel baru ini lumayan lama, sekitar lima tahun, mulai dari cook helper sampai senior cook. Keberuntungan datang lagi setelah itu, ia ditawari pulang ke Bali dan diberi jabatan chef de partie.
“Aneka hiasan dapat dibuat dari cokelat, baik untuk hiasan dalam kue atau bagian luarnya. Cokelat juga difungsikan bermacam-macam. Cokelat dapat diolah tergantung keinginan...”
“Setelah mencari ilmu dan pengalaman di Lombok saya balik lagi ke Bali, dan berkarier di beberapa hotel di Bali,” tuturnya. Bagi Surna, di mana pun ia bekerja, ia ingin selalu mendapatkan ilmu baru. Karena itu, ketika ia merasa pengalamannya bekerja biasa-biasa saja dan tak berkembang, ia mencoba peruntungan baru di tempat lain. Itu sebabnya, ia sering pindah-pindah bekerja. Baginya, dengan mencoba di berbagai tempat, ia mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan lebih bertambah. Karena cokelat juga ia sampai ke Bangkok menekuni ilmu mengolah cokelat, saat ia bekerja di Conrad. “Saya dikirim ke Bangkok belajar mengolah cokelat. Saya juga pernah belajar kreasi kue untuk dessert di Mozaik,” kata Surna. Dalam sebuah acara di Nusa Dua, ia bertemu dengan Executive Chef Sanur Paradise Plaza Komang Adi Arsana, Surna tertarik untuk pindah ke sana, ketika belum ada chef pastry di hotel tersebut. Januari 2014, ia resmi mengisi kekosongan chef pastry bakery di Sanur Paradise Plaza Hotel. –Wirati Astiti
Crepes Isi Sosis
Ceker Kecap Pedas Sarwan Bahan: 500 gr : ceker, bersihkan, lumuri perasan air jeruk nipis. 100 ml : kecap manis. 500 ml : air. 2 buah : cabai merah besar, cincang halus. 10 buah : cabai kecil cincang halus. 9 biji : bawang merah, cincang halus. 7 siung : bawang putih cicang halus 1 sdt : merica bubuk. Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. Margarin/minyak secukupnya. Cara membuat: - Panaskan minyak/margarin, masukkan cincangan bawang putih dan merah, cabai merah juga cabai kecil, tumis hingga harum.
- Masukkan ceker, bolak-balik hingga berubah warna kecokelatan. - Tambahkan air sampai mendidih, masukkan kecap manis dan merica, gula, garam dan kaldu bubuk, bolak-balik ceker lalu tutup pancinya sampai air berkurang/mengental. - Ceker kecap pedas siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Bahan: 150 gr : tepung terigu 50 gr : gula halus 50 gr : susu bubuk 10 gr : baking powder 300 ml : susu cair 2 butir : telur 60 gr : mentega cair Bahan isi: 6 biji : sosis sapi/ayam Bumbu: ½ : bawang bombai, cincang halus dadar lalu buat dadar tipis. 2 sdm : saus sambal Angkat lalu sisihkan. 1 sdm : saus tomat - Isi: kerat-kerat sosis, panaskan 1 sdm : margarin margarin, masukkan bawang 50 ml : air bombai, masukkan sosis lalu Garam, merica, gula secukupnya saus tomat, saus sambal, garam, gula, dan merica. Cara membuat: Tambahkan air. - Crepes: campur semua bahan, - Ambil crepes, tata isi crepes, aduk hingga rata, panaskan dan lipat sesuai selera.
Sup Ayam Jamur Bahan: 350 gr : 100 gr : 100 gr : 1.000 ml : 2 batang :
daging ayam, lumuri jeruk nipis, potong dadu jamur kuping, diiris-iris, rendam dengan air panas kancing, belah 2 atau 4 air daun prei iris tipis-tipis
½ buah : bawang bombai potong halus 2 biji : magic blok Garam, gula, pala dan lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya
Cara membuat: - Panaskan minyak atau margarin, masukkan bawang prei dan bawang bombai tumis hingga harum. - Masukkan ayam lalu bolak-balik hingga berubah warna lalu tambahkan air hingga mendidih. - Masukkan jamur kuping, jamur kan cing hingga mendidih. - Masukkan garam, gula, pala, kaldu blok dan lada hingga mendidih, angkat lalu taburi dengan bawang goreng, siap disajikan.
J E L I TA
14
24 - 30 maret 2014
Tips Merawat Kuku di Rumah Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf. Selain itu, kuku kaki dan kuku tangan memiliki banyak fungsi dalam membantu aktivitas kegiatan sehari-hari. Begitu pula dalam hal kecantikan, kuku berfungsi sebagai akse soris alami tubuh yang bisa menambah nilai penampilan.
K
uku tangan dan kaki yang kotor serta tidak terawat, selain menjadikan penampilan terlihat jelek juga menjadi sumber penyakit. Karenanya, kita wajib menjaga kebersihan dan kesehatan kuku. Saat ini, dengan semakin banyaknya pilihan produk kecantikan juga semakin memudahkan orang melakukan perawatan untuk mendapatkan kuku yang terlihat indah cantik dan mengkilap. Menurut Suci Setiawati, Manajer Spa Bali Tangi yang dikenal dengan panggilan Tia ini, perawatan kuku ini bisa juga dilakukan dengan cara yang alami dan sederhana yang dikerjakan sendiri. Pasalnya, bahan - bahan yang dibutuhkan juga banyak tersedia di sekitar kita. “Kuku yang sehat biasanya lebih kuat dan tentunya tidak mudah mengelupas atau patah,” kata Tia sambil
menyebutkan beberapa contoh bahan alami yang tersedia di sekitar kita yang bermanfaat untuk perawatan kuku. Belimbing wuluh, berguna untuk membersihkan kotoran di sela-sela kuku dan kulit luar, sekaligus menguatkan kuku. Caranya mudah, yakni dengan menggosokkan potongan belimbing wuluh pada kuku yang mau dibersihkan, setelahnya dibilas dengan air bersih. Lidah buaya, selain untuk merawat rambut, ternyata juga bisa untuk merawat kuku, dengan cara mengoleskan secara merata pada kuku. Jika perawatann yangh simpel ini dilakukan ini secara rutin, maka kuku akan terlihat lebih cantik dan bening. Lemon (jeruk nipis) juga dapat digunakan untuk mengembalikan kuku yang kuning. Caranya, satu sendok perasan lemon dicampur dengan pasta gigi kemudian oleskan pada kuku . Biarkan kering, setelahnya cuci dengan air hangat. Laku-
dok.net
kanlah secara teratur minimal sepekan sekali, maka kita akan mendapatkan kuku dengan warna yang normal. “Selain itu, bawang putih juga berguna untuk menguatkan kuku. Yang terpenting adalah mengonsumsi air putih. Sebab, air putih juga merupakan salah satu cara sederhana memperindah dan menguatkan kuku dari dalam dengan membuatnya tidak kering,”ujar Tia. Menicure dan Pedicure Perawatan kuku secara alami dan sederhana, menurut Tia sangat mudah diaplikasikan sendiri di rumah. Begitu juga dengan pedicure dan manicure , akan sangat bermanfaat jika dilakukan setidaknya dua seminggu sekali. Langkah untuk manicure yakni; bersihkan kuku tangan dan rapikan dengan menggunakan gunting kuku. Saat membersihkan kuku, hindari memotong kutikula. Karena kutikula ber-
dok.net
fungsi sebagai penahan alami kuku agar terhindar dari infeksi. Cukup dorong lembut kutikula dengan menggunakan stik khusus kutikula. Berikutnya, siapkan air hangat di dalam baskom yang sudah diberi perasan jeruk nipis, olive oil dan garam secukupnya. Rendam jari tangan selama 5 - 10 menit sambil dipijat lembut dan disikat perlahan. Setelah kuku terlihat lebih bersih keringkan dengan handuk. Untuk mencegah kuku terlihat kering, gunakan pelembap khusus untuk kuku. Sedangkan langkah pedicure adalah ; setelah membersihkan dan merapikan kuku kaki dengan menggunakan gunting kuku, rendam kaki dengan air hangat yang sudah dicampur dengan garam dan kelopak bunga mawar. Lalu, sikat kuku kaki dengan lembut untuk menghilangkan sel-sel kulit mati. Bersihkan kaki dengan scrub khusus kaki dan oleskan pelembab di setiap pangkal kuku kaki. Bersihkan kakimu dengan air hangat dan keringkan dengan handuk. “Bagi mereka yang sering menggunakan kuteks, sebaiknya biarkan kuku istirahat untuk mendapatkan udara segar beberapa hari tanpa kuteks untuk mencegah kuku berwarna kuning,” imbuhnya. Tia juga memaparkan beberapa hal yang penting dilakukan untuk menjaga dan merawat kuku kaki dan tangan. lJagalah kelembaban kuku tangan dan kaki setiap hari. Oleskan lotion atau krim pada kuku kaki dan tangan setelah mandi atau sebelum tidur. Ini akan membuat kuku kaki dan tangan terasa lembut dan bersinar l Begitu juga, jaga kelembaban kuku tangan saat usai mencuci dengan deterjen, sebaiknya segera oleskan krim
24 - 30 maret 2014
MITOS ATAU FAKTA
Mimisan atau istilah kedokterannya epistaksis adalah keluarnya darah akibat pecahnya pembuluh darah dalam rongga hidung. Bila jumlah darah yang keluar sedikit, biasanya hanya keluar melalui rongga hidung. Namun bila mimisan cukup banyak, selain dari rongga hidung, darah juga keluar melalui rongga mulut. Banyak mitos yang berkembang di masyarakat, ada yang khawatir bahwa mimisan itu berbahaya, ada yang mengatakan bahwa mimisan hanya terjadi pada anak-anak, ada juga yang mempercayai bahwa mimisan cukup ditangani dengan menyumpal hidung dengan daun sirih. Berikut penjelasan dr. Sari Wulan Dwi, Sp.THT-KL, Subdiv. Rinologi-Alergi imunologi, SMF/Bag THT-KL, FK UNUD-RSUP Sanglah, Denpasar. Suci Setiawati
khusus kulit atau hand body lotion. l Hindari aktivitas yang berat, misalnya memaksakan kuku jari untuk melepas staples, atau mengerok sesuatu. Saat menggaruk kulit pun jangan terlalu kasar karena dapat membuat kulit luka atau iritasi. lJika memiliki alat manicure dan pedicure sendiri, simpan dengan baik di tempat yang bersih, tertutup dan kering agar kuman tidak berkembang biak pada alat tersebut. lKetika kuku kaki dan kuku tangan masih pendek jangan dipotong lagi. Tunggu satu minggu atau lebih baru dipotong. Terlalu rajin memotong kuku dapat menjadikan pertumbuhannya kurang bagus. lJika perlu gunakan sarung tangan, saat mencuci yang kotor-kotor agar kondisi kuku kita terjaga dengan baik. lGunakan pelembab setelah lama menggunakan tangan dan kaki di arena yang panas. Begitu pula jika kuku jari tangan dan kuku jari kaki lama terkena sinar matahari. Terlebih jika jenis kuku yang rapuh dan mudah patah atau sobek, perlu sering diberi pelembab. lPada saat mandi, usahakan menyikat sela-sela kuku supaya bersih. – Sri Ardhini
Mengapa dari hidung keluar darah/mimisan? Mukosa (selaput lendir) dalam rongga hidung manusia relatif lebih tipis dan sensitif dibandingkan bagian tubuh yang lain, terutama di daerah depan sekitar cuping hidung dan sekat rongga hidung. Di samping itu, di sini juga terdapat banyak pembuluh darah, yang berfungsi untuk menghangatkan udara yang dihirup agar sama dengan suhu tubuh kita. Mimisan bisa terjadi karena berbagai macam pencetus, antara lain, trauma, infeksi, perubahan suhu udara, adanya benda asing di hidung, alergi, pemakaian obat tertentu dan juga bisa merupakan suatu gejala adanya proses keganasan. Trauma, dicontohkan dr. Wulan, bisa karena terbentur benda keras, jatuh, kemasukan benda asing, dikorek-korek dengan ujung jari ( sering pada anak-anak), dan ini akan melukai mukosa atau selaput lendir hidung. Infeksi akan menyebabkan selaput lendir bengkak dan lebih mudah mengalami perlukaan terutama saat buang ingus atau bersin yang keras. Perubahan suhu misalkan berada pada ruangan dengan AC yang terlalu dingin, akan membuat udara menjadi kering. Kare na, cara kerja AC menyerap uap air di udara membuat kelembaban dalam ruangan akan berkurang, sehingga bila anak berada dalam ruangan ini, alat pernapasannya pun akan menjadi kering dan selaput lendirnya jadi mudah pecah dan berdarah. Pada proses keganasan
dr. Oka Negara, FIAS
(tumor) biasanya pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah. Mimisan lebih sering terjadi pada anak? Mimisan paling sering terjadi pada anak, karena anak-anak memiliki mukosa atau selaput lendir hidung yang lebih tipis dan sensitif. Sehingga, bila ada faktor pencetus seperti tidur di kamar dengan AC terlalu dingin, mengorek hidungnya akibat adanya rasa gatal, atau karena pilek alergi, darah akan langsung mengucur. Pada anak, sebagian besar mimisan tidak berbahaya dan umumnya dapat berhenti sendiri. “Jadi, orangtua tidak perlu panik, selama anak masih aktif dan terlihat sehat, serta tidak terdapat gejala yang lain seperti demam,” ujar istri dr. Suryanata, Sp.OG. ini. Namun, orangtua perlu waspada apabila anak mengalami mimisan hampir tiap hari, disertai wajah terlihat pucat, tidak aktif, atau demam. Karena, kemungkinan besar anak menderita kelainan darah, seperti demam ber darah, leukemia, hemophilia, ITP (Idiopathic trombositophenic purpura). Ini dikarenakan kadar trombositnya yang rendah dalam darah, sehingg mudah terjadi perdarahan di hidung. Mimisan yang biasanya berhenti spontan berasal dari kapiler atau pecahnya pembuluh darah kecil di bagian depan hidung. Namun, pada penderita penyakit sistemik, seperti hipertensi, perdarahan bisa terjadi akibat pecah-
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
HUBUNGAN SEDARAH
“Dok, mohon maaf aku bertanya seperti ini. Ternyata seseorang yang kukira selama ini saudara jauhku, ternyata adalah kakak kandungku sendiri. Aku dan dia sudah saling sayang dan malah sudah pernah berhubungan seksual. Kalau andainya kami nekat juga, melawan aturan buat pergi bersama dan menikah, apa ada bahaya medisnya dok?” (Verra,20 th) Hubungan seksual yang terjadi pada pasangan yang memiliki hubungan keluarga atau saudara sedarah, sebenarnya, telah terjadi sejak zaman dahulu kala, dan sampai sekarang juga masih terjadi. Ada dilakukan dalam sebuah pernikahan ada juga yang sembunyi- sembunyi tanpa pernikahan, karena dianggap terlarang. Hubungan seksual dengan saudara kandung atau sedarah disebut dengan “incest”. Kalau di zaman dulu malah pada beberapa daerah, hubungan
seksual dan pernikahan sedarah bukan hal yang tabu, bahkan diberkahi. Zaman Mesir kuno, pernikahan sedarah biasa terjadi. Bahkan Cleopatra yang terkenal pun disebut memiliki hubungan romantisme dengan adik kan dungnya sendiri secara seksual. Kasus yang sering kita dengar di masa sekarang, umumnya incest terjadi karena perkosaan, penipuan, penganiayaan. Contohnya ayah kandung yang memperkosa putrinya, ibu kandung yang menggauli putranya, atau paman yang
11
Atasi Mimisan dengan Daun Sirih
nya pembuluh darah yang lebih besar dan terletak di bagian belakang rongga hidung. Ini menyebabkan perdarahan biasanya tak dapat berhenti sendiri. Mimisan yang hilang timbul karena pencetusnya tak tertangani dengan baik, dapat berakibat anak menjadi anemia dan biasanya memerlukan vitamin, mineral dan obat penambah darah. “Bila perdarahan terjadi cukup banyak, maka transfusi darah perlu diberikan,” tegasnya.
atasi, segera pasang tampon yang sudah diolesi vaselin atau zalf, serta mempertahankannya selama dua hari agar luka pada pembuluh darah menutup.
Kalau mimisan kepala harus menengadah ke atas? Hati- hati, jika mimisan sebaiknya hindari menengadahkan kepala ke atas, karena dapat menimbulkan tersedak bila jumlah perdarahan banyak. Begitu pula kalau kepala menunduk, justru dapat memicu perdarahan lebih deras. Pertolongan pertama, biasanya dengan memencet hidung rapat-rapat menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tubuh dalam posisi duduk, usahakan punggung bersandar, rileks. Pada anakanak bisa dipangku, dengan kepala tegak agak maju. Pernafasan sementara lewat mulut, sehingga mulut harus dibiarkan terbuka. Pertahankan selama 7 hingga 10 menit, biasanya darah akan langsung berhenti. Sementara itu bisa juga dibantu kompres hidung dengan es batu yang dibungkus saputangan atau kain, ditempelkan di batang hidung, antara kening dan hidung. “Yang penting, orangtua/ penolong harus tenang, jangan panik karena nanti anak akan ikut ketakutan atau menangis sehingga perdarahan justru sulit berhenti,” ingat dr. Wulan.
Mimisan bisa ditangani dengan daun sirih? Jika dalam waktu tersebut perdarah an tak mau berhenti, lubang hidung sementara dapat ditutup dengan kapas atau daun sirih yang sudah digulung. Daun sirih memiliki efek antiseptik. Daun sirih dapat digunakan untuk pertolongan pertama dengan cara mengambil beberapa lembar daun sirih, cuci bersih, lalu gulung seukuran lubang hidung dan gunakan untuk menyumpal lubang hidung. Segera hubungi atau pergi ke dokter atau paramedis atau klinik atau rumah sakit terdekat. Biasanya dokter akan memasang tampon yang berisi obat penyetop perdarahan agar dapat mencari sumber perdarahannya. Namun, bila perdarahan tak dapat di-
melecehkan keponakan. Kini pernikahan dan hubungan sedarah sudah tidak dilakukan lagi secara normatif. Malah yang terjadi adalah masyarakat menolak dan menganggap aneh jika incest itu terjadi karena adanya hubungan cinta di antara keduanya. Masyarakat barat maupun timur, sepertinya mempunyai kesamaan sikap soal ini. Sejumlah negara mengkategorikan incest sebagai suatu kejahatan pidana, dan pelakunya mendapat hukum an. Amerika Serikat misalnya, incest dinyatakan illegal dengan hukuman bervariasi di tiap negara bagian. Massachusetts adalah negara bagian paling keras hukumannya yakni bisa mencapai 20 tahun penjara, sedang di Hawai hanya 5 tahun. Sedang di Inggris, hukumannya adalah 12 tahun penjara. Tapi ada juga negara yang ‘bebas’ seperti Perancis misalnya. Di sana incest bukanlah suatu kejahatan. Tak heran kalau para pelaku incest lebih suka ‘lari’ ke negara ini. Tetapi, kenyataannya sering disebutkan bahwa cinta itu buta. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan seseorang jatuh cinta dengan orang yang masih ada hubungan saudara misalnya kakak kandungnya sendiri, yang sudah sekian lama terpisah darinya,
seperti kasus ini. Lalu, apa ada risikonya? Mungkin contoh ini bisa dijadikan pemahaman. Pada kehidupan di pulau Tristan de Cunha, pulau terisolir yang masih masuk wilayah Inggris, budaya kawin sedarah adalah biasa karena memang, selain lokasi pulau yang sangat terisolir dan sulit diakses orang di luar, juga adanya larang an keras bagi pendatang untuk tinggal di pulau itu. Di pulau yang berpenduduk 270 jiwa itu, banyak dijumpai kasus kelainan genetik, juga cacat pada bayi yang lahir. Berdasarkan ilmu kedokteran, jika dua orang yang membawa gen resesif saling bertemu untuk bereproduksi, maka anak-anaknya memiliki satu dari empat kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut dan satu dari dua anak memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier). Hal inilah yang membahayakan pernikahan sedarah atau memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, karena risiko penyakit atau kondisi genetik tertentu menjadi lebih besar. Pernikahan sedarah bisa meningkatk an secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan, dibandingkan jika menikah dengan orang yang berasal dari luar keluarga. Hal ini disebabkan
dr. Sari Wulan Dwi, Sp.THT-KL
Setelah darah berhenti, apa yang harus dilakukan? Selaput lendir yang bekas luka akan tumbuh lebih tipis dari yang normal, sehingga akan mudah mengalami perdarahan berulang. Karena itu, harus berhati-hati saat bersin jangan terlalu keras, begitu juga saat membuang ingus. “Pada anak, harus diingatkan agar jangan lagi mengorek-ngorek hidungnya ataupun bekas luka yg sudah mengering karena nanti akan terjadi perdarahan berulang,” tegasnya. Mimisan akan hilang bila faktor pencetusnya sudah teratasi. Umumnya dengan pertambahan usia, selaput lendir dan pembuluh darah akan tumbuh semakin tebal dan kuat, sehingga gangguan mimisan akan berkurang atau hilang. Pemakaian obat tertentu dapat menyebabkan mimisan? Penggunaan obat-obatan seperti obat penurun panas yang mengandung acetyl salicylic acid dan ibuprofen bisa menyebabkan mimisan pada beberapa anak. Begitu pula pada penderita gangguan ginjal ataupun jantung yang mendapatkan obat-obat untuk memperlancar aliran darah. Ini dapat mempermudah terjadinya mimisan. “Segera konsultasikan ke dokter bila timbul keluhan mimisan setelah pemakaian obat-obatan tertentu,” tandasnya. –Inten Indrawati
masing-masing orang membawa salinan gen yang buruk dan tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak mend erita kelainan genetik. Pernikahan sedarah memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar dari pada populasi umum untuk memiliki keturunan yang mengalami kelainan genetik, meninggal pada saat baru lahir atau mengalami cacat yang serius. Kelainan genetik yang lebih umum terjadi pada pernikahan sedarah adalah gangguan resesif langka yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah, seperti kebutaan, ketulian, penyakit kulit dan kondisi kelainan saraf. The Latin American Collaborative Study of Congenital Malformation menambahkan bahwa kelainan genetik yang juga sering ditemukan terjadi adalah hidrosefalus, bibir sum bing, polidaktili (jumlah jari kaki dan atau tangan yang lebih ba nyak dari normal) dan kelainan jantung. Akhirnya memang, berbagai kerugian medis ini merupakan dasar untuk tidak menganjurkan pernikahan antara mereka yang memiliki hubungan darah.
BUGAR
10
Jangan Tunggu Bisul Pecah Sendiri Dwi merasakan sakit di pahanya. Malah dia tidak bisa jalan. Ternyata ada bisul di sekitar alat kelaminnya. Dia berpikir, sebaiknya ditunggu agar bisulnya pecah sendiri. Benarkah demikian?
D
osen Bagian SMF Mikrobiologi Klinik FK.Unud/ RS.Sanglah dr.Made Agus Hendrayana,M. Ked mengatakan, bisul atau istilah medisnya furunkel adalah infeksi pada kulit yang terjadi pada folikel rambut dan jaringan bawah kulit di sekitarnya. Penyebab bisul ini adanya infeksi bakteri terutama dari golongan kokus biasanya staphylococcus aureus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri golongan lainnya. Bisul dapat terjadi di bagian kulit mana saja yang memiliki folikel rambut. Bisul biasanya timbul pada daerah-daerah kulit yang sering lembab, karena bakteri dapat hidup lebih baik di daerah kulit yang lembab dan yang kurang terjaga kebersihannya. Bisul juga bisa terjadi, pada daerah yang mendapat gesekan, tekanan, dan iritasi lokal, seperti garukan sehingga memungkinkan untuk bakterinya masuk ke dalam tubuh. “Bisul tidak mesti di daerah bokong. Memang banyak terjadi di
pantat atau bokong karena daerah tersebut sering lembab dan kadang kurang terjaga kebersihannya serta sering mendapat gesekan dan tekanan jika duduk. Bahkan bisul dapat juga terjadi di kulit kepala, rongga hidung bahkan di liang telinga,” jelas Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini. Menurutnya, tidak benar timbulnya bisul akibat duduk di atas bantal. Itu hanya mitos yang biasanya pesan para orangtua kepada anak-anak tidak baik dan tidak pantas menduduki bantal yang sebenarnya buat kepala. Ia menyebutkan, bisul dapat saja menyerang daerah sekitar organ kelamin wanita karena merupakan daerah dengan banyak folikel rambut terutama di daerah pubis dan labia mayora. Pengobatannya sama dengan bisul di tempat lain. Namun, ada satu infeksi pada organ kelamin wanita terutama di labia mayora yang sering menyerupai bisul yang disebut dengan abses bartolinitis. Bartolinitis adalah infeksi pada salah satu atau kedua kelenjar
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Elemen 3 yang Ketiga Berhubung 3 elemen pertama sudah disebutkan pada pembahasan di atas, maka saya akan langsung menuju pada elemen 3 yang kedua, yaitu 3 tips dalam melaksanakan masing-masing faktor utama gaya hidup fitnes:
1. Aktivitas fisik:
Berlatihlah beban pada otot-otot utama tubuh Melatih otot utama tubuh seperti dada, punggung, bahu, paha, lengan, dan betis juga memberikan kontribusi signifikan untuk perut yang lebih langsing. Selain meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan untuk waktu yang cukup lama, latihan fisik untuk otot-otot tubuh yang lain juga sangat penting untuk membangun kekuatan otot perut dalam menjalankan latihan-latihan spesifik. l Lakukan kardio/aktivitas aerobik Latihan kardio adalah satu-satunya latihan yang memungkinkan fitnesmania untuk membakar lemak dan merangsang mitokondria (dapur pembakar lemak dalam tubuh) untuk menjadi lebih besar dan meningkat dalam kapasitas. l Latihlah otot perut secara spesifik Definisi atau garis-garis otot perut yang jelas tentunya tidak akan lengkap tanpa tonjolan-tonjolan otot perut itu sendiri. Satu-satunya cara untuk merangsang pertumbuhan otot perut secara maksimal adalah dengan melatihnya secara langsung dan khusus. l
2. Pengaturan pola makan:
l Konsumsikan kalori yang lebih sedikit daripada kalori yang keluar Membakar lemak menuntut kita semua untuk masuk dalam kondisi defisit kalori, di mana energi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman lebih sedikit daripada energi yang keluar dari tubuh melalui aktivitas fisik. Prinsip ini sangat penting untuk memastikan terpakainya cadangan energi lemak dalam tubuh. l Ketahui komposisi dan timing makan yang baik. Tanpa perlu berbasa-basi lagi, pastikan fitnesmania mengonsumsi setidaknya 2 gram protein per kilogram berat badan per hari, 3 gram
dr.Made Agus Hendrayana,M.
bartolin karena adanya sumbatan pada saluran kelenjar bartolin pada daerah labia mayora. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan pada jaringan di sekitarnya, dan dapat terjadi abses. Penyebabnya akibat adanya infeksi bakteri pada kelenjar bartolin di organ kelamin wanita. “Baik bisul maupun bartolinitis bukan merupakan penyakit kelamin yang pengertiannya penularannya hanya melalui hubungan seksual. Bisul dan bartolinitis ini bukan penyakit menular seksual tetapi dapat menyerang sekitar organ kelamin pria atau wanita dan dapat menyerang siapa saja tanpa berhubungan seksual,” ucapnya. Bisul bisa menyerang siapa saja tidak tergantung umur dan jenis
24 - 30 Maret 2014
kelamin. Yang terserang biasanya, orang-orang yang daya tahan tubuhnya terutama organ kulit yang masih rendah, misalnya anak-anak, orang yang menderita penyakit diabetes dan orang yang tidak terjaga kebersihan dirinya. Ia menyarankan, sebaiknya bisul segera diobati. Bisul yang didiamkan atau tidak diobati dapat menjadi bertambah banyak menjadi karbunkel, bertambah luas menjadi abses serta dapat menyebar ke jaringan sekitarnya yang tentu memperberat penyakitnya. Bisul yang bertambah besar menjadi abses tersebut dapat mendesak organ disekitarnya yang tentu saja mengganggu aktivitas penderitanya. Seringkali anggapan masyarakat bisul dibiarkan saja dan tidak diobati dengan menunggu istilah sampai matang dan telah terkumpul nanahnya baru kemudian menunggu pecah sendiri dan sembuh. “Ini adalah tidak benar, kalau sudah merasa nyeri pada suatu daerah kulit dengan tampak adanya tanda radang kemerahan yang akan muncul bisul, sebaiknya segera diobati, jangan sampai timbulnya nanah yang menunjukkan telah terjadi infeksi yang merusak jaringan sekitar kulit,” sarannya. Bisul yang timbulnya pada satu atau beberapa daerah kulit dan masih kecil belum tampak nanah-
nya dapat disembuhkan dengan diberikan salep antibiotik pada daerah yang terinfeksi. Salep antibiotik ini dapat menyerap karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif untuk membunuh bakteri pada bisul. Kompres hangat bisa membantu meringankan penyakitnya dan mengurangi rasa nyeri. Tapi, jika sudah membesar dan tampak mulai ada nanahnya apalagi disertai demam perlu ditambah obat antibiotik yang diminum. Bisul yang sudah banyak nanahnya menjadi abses harus dipecahkan untuk mengeluarkan nanahnya. Bisul bisa pecah spontan tanpa sengaja atau sengaja dipecahkan agar dapat dibersihkan nanahnya. Sebaiknya memecah bisul dilakukan di petugas kesehatan/dokter menggunakan peralatan steril dengan menginsisi dengan pisau tajam untuk membuat saluran yang baik dan nanahnya dibersihkan sampai tuntas sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah spontan atau mencoba memecahkan sendiri di rumah penyembuhannya mungkin tidak sempurna. Suami I Dewa Ayu Novia Saraswati,SH ini menyarankan, jangan pernah memencet atau dipaksa dikeluarkan karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi serta penyembuhannya kurang sempurna. -Wirati Astiti
Foto:net
Membuat Perut Six-Pack 3 karbohidrat rendah indeks glikemi per kilogram berat badan per hari, dan 0,4 gram lemak esensial per kilogram berat badan per hari. l Pastikan penyajian makanan yang sehat dan optimal Hindari cara memasak dengan menggoreng ataupun tambahan minyak atau mentega apabila tidak perlu. Resep-resep masakan umum Indonesia yang kaya rempah dan bumbu masih bisa dimasak dengan varian yang rendah lemak dan rendah garam. Contoh: bumbu Bali tanpa santan dan garam yang lebih sedikit? Pasti bisa!
3. Istirahat
Pastikan istirahat yang cukup Dalam beberapa literatur ditemukan, orang yang tidak mendapatkan istirahat cukup lebih memiliki kecenderungan makan berlebihan saat tidak tidur (beraktivitas di pagi, siang, dan sore hari). Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, tubuh dan otak akan lebih optimal dalam bekerja maupun berlatih. l Hindari tidur terlalu malam Menurut para pakar yang meneliti sindrom tidur malam pada beberapa kelompok individu, disimpulkan untuk setiap jam seseorang melewati jam tidurnya ia akan mengkonsumsi 118 kalori tambahan. Dan apabila hal ini dilakukan selama 1 bulan saja, makan sudah terjadi penambahan asupan kalori sebanyak 3540 kalori atau sama dengan setengah kilo lemak dalam tubuh. l Pastikan jadwal istirahat yang konsisten Jadwal tidur yang konsisten memiliki dampak yang sangat besar dalam memiliki konsistensi aktivitas sepanjang hari. Tidur dan bangun pada waktu yang konsisten akan membuat pengaturan waktu menjadi lebih mudah. Salah satu contoh adalah keteraturan untuk sarapan. Sarapan juga ternyata berperan dalam mencegah melambatnya metabolisme dan menghindari kebiasaan makan yang berlebihan (bingeing) pada meal berikutnya. l
Elemen Terakhir
Hasil angka 6 memang tampaknya sangat tidak sepadan dengan hasil perkalian dari 3 x 3 x 3 yang seharusnya adalah 27. Tapi ini hanya lebih merupakan ilustrasi mengenai sulitnya memiliki six-pack yang tajam dan inspirasional, bahwa diperlukan usaha yang keras sekaligus pintar. Usaha besar berarti berani untuk mengerahkan kemampuan diri ke batas maksimal. Menantang rasa sakit (pegal) latihan yang ditimbulkan akibat kualitas latihan yang tinggi. Dan menantang diri
Habis
sendiri untuk selalu lebih baik pada sesi latihan yang berikutnya. Usaha yang pintar berarti senantiasa belajar dan mencari informasi ilmiah mengenai cara latihan, diet, dan istirahat yang baik. Tak lupa mengaplikasikan tehnik dan informasi yang telah didapat dengan konsisten dalam suatu program yang terstruktur, dan akhirnya melakukan evaluasi hasil latihan dan diet secara berkala. Bagi fitnesmania yang memiliki mental berpikir (mindset) yang positif, rumusan di atas justru akan menjadi tantangan yang memotivasi dirinya untuk memunculkan otot perut berkotak enam miliknya. Ia sadar bahwa tidak semua orang bisa memilikinya, dan hanya orang-orang yang rajin, disiplin, dan berani melalui rasa sakit melewati batas kesakitanlah yang akan mencuat sebagai orang yang dikagumi orang-orang di sekitarnya. Ia pantang menyerah pada mediokritas (berada di tengah-tengah, atau sedang-sedang saja) dan ia ingin bergabung dengan kelompok “ujung gunung es” yang mencuat keluar dari permukaan laut. Dalam mendapatkan hasil yang besar, tidak semua orang bersedia melakukan pengorbanan besar. Prinsip ekonomi yang berbunyi “Mendapatkan yang sebanyak-banyaknya dengan pengorbanan sekecil mungkin” secara ironis tidak bisa diaplikasikan di sini, namun justru merupakan jalur yang ditempuh oleh lebih banyak orang. Itulah sebabnya hanya segelintir orang yang bersredia melakukan pengorbanan besarlah yang akan mendapatkan hasilnya. Pengorbanan besar tersebut bisa saja sebesar yang kita kira, bisa pula tak sebesar yang kita kira, atau bahkan mungkin lebih besar dari yang kita kira. Semua itu pada akhirnya tidak akan menjadi masalah apabila kita mengetahui seberapa besar tekad kita untuk mewujudkannya. Semakin besar tekad untuk mendapatkan perut berkotakkotak, semakin kecil pula persepsi kita terhadap pengorbanan yang perlu dilakukan.
Konklusi
Memiliki perut six-pack mungkin memang bukanlah segalanya, namun bukan berarti Anda tidak perlu memiliki aspirasi untuk memilikinya. Perut berkotak-kotak hanya bisa dicapai oleh mereka yang bersedia menjalankan gaya hidup fitnes secara disiplin. Mudah? Tentu saja tidak. Karena kalau mudah, maka perut six-pack sudah tidak menarik untuk dimiliki dan semua orang sudah memilikinya tanpa harus berjuang berat dan pintar. Dan, di sanalah letak nilai dari artikel ini bagi saya. Semoga dengan menjalankan apa yang telah saya lalui, Anda bisa segera mendapatkan hasil yang sepadan.
24 - 30 Maret 2014
STYLE
Gaya Anak Muda Cinta Indonesia
Damn! I Love Indonesia (DILI), adalah label pakai an sehari-hari dengan desain khas gaya anak muda. Sebuah karya yang memperlihatkan penampilan seorang laki-laki yang dinamis dan fashionable.
B
elum lama ini, sederetan koleksi DILI, turut mengisi pergelaran Indonesia Fashion Week di JCC, Jakarta dengan tema “Pop Patriotic”. Menariknya, Daniel Mananta, presenter kondang Indonesia si pemilik, berhasil menghadirkan nuansa patriotik ala – Daniel yang cocok dengan gaya hidup perkotaan. Serta, disaat yang sama pula Daniel juga mampu mempromosikan semangat kebanggaan, cinta dan patriotisme bagi anak-anak muda terhadap bangsa dan tanah airnya, Indonesia. Begitu juga cinta dengan warisan budayanya dengan cara yang modern. Seperti yang nampak pada salah satunya karyanya selain bertuliskan Damn! I Love Indonesia, juga ada yang t- shirt dengan motif wajah Bung Karno yang dicetak memenuhi bagian dada. Mengusung konsep high street fashion dengan harga low street, rancangan produk DILI ini dihadirkannya dalam warna cerah seperti merah, coklat , hijau dan hitam dalam
15
bentuk t-shirt , jaket , dres, rok ,celana , polo shirt juga tank top , serta tak ketinggalan aksesori pakaian. - Sri Ardhini
PELESIR
16
24 - 30 maret 2014
Pesona Air Terjun Tegenungan Salah satu objek wisata alam yang bisa Anda kunjungi di Gianyar adalah Air Terjun Tegenu ngan. Lokasinya berada di Banjar Tegegungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati Gianyar. Anda mengikuti jalur Denpasar-Gianyar, lalu belok kanan di persimpangan Patung Bayi Blahbatuh. Di traffic light berikutnya, belok kanan, menuju arah selatan. Ikuti saja jalan desa tersebut, Anda akan menemukan papan petunjuk yang berada di sebelah kiri jalan.
L
okasi air terjun dicapai dengan menuruni 150 anak tangga. Air terjun di Sungai Tukad Petanu ini cukup unik. Meski tidak begitu tinggi (tingginya hanya sekitar empat meter), debit airnya sangat deras. Airnya juga bersih dan bening. Sangat cocok untuk mandi atau sekadar bermain-main air. Air Terjun Tegenungan menawarkan pesona yang unik. Aura alam sangat terasa. Sekali mengunjungi tempat wisata ini pasti akan ketagihan. Pemandangan alamnya begitu
indah. Pepohonan hijau dan asri tumbuh di tebing sungai. Di areal nya terdapat beberapa tempat mandi dengan beberapa pancuran yang berasal dari mata air alami. Penduduk sekitar sering mandi dan mengambil air untuk dikonsumsi sehari-hari. Wisatawan yang sedang berwisata sering pula memanfaatkan air pancuran ini. Mulai dari sekadar membersihkan muka, hingga membersihkan badan. Pada waktu tertentu, pancoran yang berdekatan dengan Pura ini dipadati warga setempat karena
melaksanakan prosesi melasti, sebuah prosesi dari upacara Dewa Yadnya oleh masyarakat Hindu di Bali. Jika Anda ingin mendapatkan gambar yang bagus, ada baiknya datang pada siang atau sore hari. Karena, air terjun itu menghadap ke barat dan pada pagi hari akan kesulitan untuk mendapatkan foto yang menarik karena terganggu cahaya ma-
tahari. Ketika turun, mungkin tidak terlalu menguras tenaga namun saat harus kembali ketahanan fisik betul-betul diuji.Tetapi, jangan takut, jika Anda merasa haus atau lapar di tempat parkir tersedia warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan. Makan disini dapat menikmati keinda-
han Air Terjun Tegenungan dari jauh. Sehari rata-rata 100 wisatawan yang datang, baik lokal maupun asing. “Biasanya mereka datang sudah menjadi satu paket yang ditawarkan travel agent. Mereka mengunjungi air terjun setelah menonton barong. Selanjutnya ke Goa Gajah dan Kintamani,” ujar Desak Putri, penjaga tiket di Air Terjun Tegenungan.. Daerah tujuan wisata alam ini dibuka mulai pukul 08.00 sampai pukul 19.00 wita. Pengunjung harus membeli tiket Rp 5000 (dewasa), Rp 3000 (anak-anak) dan Rp 1000 untuk warga lokal. Hasil penjualan tiket ini dipakai untuk memperbaiki fasilitas di objek seperti pengaspalan jalan, perawatan toilet dan perbaikan jalan turun menuju objek serta perbaikan fasilitas desa. -Budarsana
DARA
24 - 30 maret 2014
9
Alexa
Menyesuaikan Tema One Million Dreams Concert merupakan aksi 100 musisi pendukung acara yang dilakukan serentak di 10 kota, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar. Acara ini merupakan rangkaian peluncuran Loop yang bertujuan mengumpulkan satu juta mimpi anak-anak Indonesia tentang kemajuan pendidikan. Salah satu band nasional yang tampil di Denpasar adalah Alexa.
“K
ami senang sekali bisa tampil di acara One Million Dreams Concert di Bali. Bali merupakan tempat kami untuk mencari inspirasi. Banyak hal yang kami dapatkan di Bali. Ketika ada tawaran untuk main dalam acara Loop yang bertema Bersama, Beri Arti dalam Satu Aksi ini, kami sangat senang dan merasa terhormat,” ujar Aqi Singgih, vokalis Alexa yang akrab disapa Aqi. Ia mengaku dunia pendidikan dan teknologi sekarang tidak bisa dipisahkan. “Bangun pagi, orang pasti buka internet, ada berita terbaru apa. Kalau pelajar buat tugas, perlu referensi, ting-
gal klik mbah Google atau om YouTube. Semua jadi dimudahkan oleh teknologi. Sekarang tergantung bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi ini,” kata Aqi yang didampingi Fajar Arifan (Fajar) dan Nur Satriatama (Satrio) sebagai formasi terbaru (#newALEXA) yang diresmikan Desember 2012. Fajar menambahkan era serba canggih ini, teknologi banyak memberi kemudahan. “Karena kami berkiprah di bidang musik, kami ingin memberi contoh lewat musik. Akses komunikasi yang baik juga sangat membantu kami dekat dengan penggemar. Secara umum, mari kita sama-sama berkarya untuk menghasilkan yang terbaik,” ujar penggebuk
drum Alexa ini. Alexa yang berarti dewi pembela laki-laki terbentuk ber awal dari pertemanan Satrio dan JMono. Satrio mantan gitaris Maliq n D’Essentials dan JMono session bassist dari beberapa band yang memiliki ide untuk membuat sebuah proyek musik yang me reka impikan sejak dulu. Mereka mewujudkan rencana tersebut dengan membuat beberapa lagu yang akan menjadi dasar konsep musik yang mereka inginkan. Musik rock menjadi pilihan latar belakang musik mereka dan merekrut Rizki untuk posisi gitar, Fajar drum dan Aqi sebagai vokalis. Tahun 2011, Rizki mengumumkan keluar dari Alexa karena melanjutkan studinya di Australia. Oktober 2012, Jmono yang keluar dari Alexa. Akhirnya yang tersisa Aqi, Fajar, dan Satrio yang membuat formasi terbaru (#newALEXA) pada Desember 2012. Mereka memutuskan untuk terus tetap memberikan warna di blantika musik industri Indonesia, dan mempunyai target untuk bisa go international di masa depan. “Sampai saat ini kami sudah memiliki empat album, Alexa, Alexa Special Edition (album pertama diubah musiknya dan ditambahkan tiga lagu baru), Edisi Kedua, dan satu album playbottom. Album terakhir ini langsung injeksi
di media pemutar musik, jadi sulit dibajak,” ungkap Aqi. Ia menambahkan saat ini Alexa sedang sibuk menggarap theme song untuk film “Mari Berlari” yang dibintangi Olivia Jansen. Alexa mengisi soundtrack film yang berlatar belakang olahraga lari ini. Lagu “Marilah Berlari” diadaptasi dari lagu “Marilah Kemari” yang dipopulerkan Titik Puspa. Lagu ini diubah sesuai dengan tema film. “Antara mengisi soundtrack film dan rekaman album sendiri hampir mirip proses kreatifnya. Bedanya, kalau untuk soundtrack, kami harus menyesuaikan diri dengan tema film, skenario, bahkan skrip naskah kami baca biar nyambung. Ada koridor yang menjadi panduan kami. Kalau untuk rekaman album sendiri, kami bebas menentukan temanya,” ujar Aqi seraya mengatakan Fajar suka berlari sehingga memudahkan penjiwaan dalam pembuatan
soundtrack film “Mari Berlari”. Menggarap soundtrack, bagi Alexa bukanlah hal baru. Sebelumnya mereka sudah pernah mengerjakannya untuk film “Hari untuk Amanda” dan “Mama, I Love U”. Bahan-bahan inspirasi dalam penggarapan soundtrack juga bisa mereka dapatkan darimana saja. “Bali merupakan salah satu tempat kami mendapatkan inspirasi. Pernah kami datang ke Bali tanpa agenda tetapi membawa peralatan.Tiba-tiba ada ide, langsung garap musik. Kalau lagu khusus tentang Bali, kami belum pernah buat,” ujar pria asal Jakarta ini. Rencana Alexa berikutnya adalah menyiapkan album keempat yang diharapkan dirilis akhir tahun 2014. “Jeda waktu saat pemilu dan puasa akan kami gunakan untuk mengumpulkan materi album keempat,” imbuh Fajar. –Ngurah Budi.
BUNDA & ANANDA
8
24 - 30 Maret 2014
Antara Keinginan dan Harapan Kuncinya Komunikasi
Tiap orang dilahirkan untuk berbeda satu sama lain. Perbedaan ini juga terlihat dari bakat atau hobi yang dimiliki. Anak kembar pun bisa memiliki hobi yang berbeda. Bagaimana peran orangtua untuk mendukung hobi anak?
A
ni Wirasutha heran melihat anak sulungnya yang tak pernah merasa lelah. Pulang sekolah, istirahat lalu main bulutangkis. Sekali waktu, putrinya ini ikut bernyanyi bersama ayahnya. “Saya sampai tanya, Gung Gek ndak capek? Jawabannya malah tidak. Dia malah bingung kalau tidak ada kegiatan. Adiknya juga begitu. Dia selalu ikut apa yang dilakukan kakaknya,” ujar perempuan bernama lengkap Ni Putu Suaryani, ST ini. Ia menuturkan sejak kecil I Gusti Agung Ayu Dinda Prameswari Sutha (Gek Dinda) dan I Gusti Agung Bagus Revito Nugraha Sutha (Gung Vito) diperkenalkan dengan berbagai macam kegiatan. Pengenalan ini dilakukan agar anak-anak bisa memilih apa yang paling mereka sukai. “Berenang, bernyanyi, olahraga, pokoknya segala macam. Lama-lama akan terlihat mana yang paling mereka sukai. Gung Gek Dinda sudah memilih menyanyi dan bulutangkis sebagai hobinya. Kalau Gung Vito sukanya menggambar tetapi dia belum menentukan pilihannya apakah akan menjadi pelukis atau tidak,” ungkap istri penyanyi Agung Wirasutha ini. Bagi Ani, apa yang dilakukan anakanak haruslah menyenangkan dan bermanfaat bagi mereka. Jangan sampai yang dilakukan itu malah membosankan bagi anak-anak. Sebagai orangtua, ia hanya mengarahkan tanpa memaksakan anak. Orangtua juga harus peka dengan minat dan kemampuan anak sepanjang yang dilakukan itu adalah kegiatan positif dan bermanfaat untuk masa depannya.
“Bagi saya sebagai orangtua, arahkan anak untuk menekuni apa yang dia suka. Yang penting adalah anak senang. Kalau dia tidak senang, akan terlihat, misalnya dia cepat bosan atau malas berlatih. Jangan lupa juga memberi pujian jika anak menghasilkan prestasi atau sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Misalnya, saya sering memuji gambar ogoh-ogoh yang dibuat Gung Vito. Secara anatomi, gambarnya lengkap karena ada kepala, badan, tangan, dan kaki. Bagi anak kecil, ini tidak mudah. Saya juga ingatkan dia untuk terus berlatih menggambar agar makin hari makin bagus. Hal yang sama saya lakukan untuk Gung Gek Dinda. Prestasinya dia raih di bulutangkis bisa menjadi modal untuk sekolah. Aktivitas menyanyi juga demikian. Semua kegiatan yang dilakukan anak-anak harus bermanfaat,” ujar perempuan yang kini duduk sebagai anggota KPI Bali ini. Kepada orangtua yang lain, ia mengingatkan perlunya kepekaan orangtua terhadap apa yang menjadi kegemaran anak. Tipsnya, berikan anak berbagai macam pilihan kegiatan. Secara alami, anak hanya akan memilih dan meneruskan mana yang paling disukai. Selanjutnya tugas orangtua untuk mendukung apa yang menjadi pilihan anak. Apa yang diterapkan Ani Wirasutha terhadap anak-anaknya ini sesuai dengan pennjelasan Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog, Cht. “Orangtua tidak bisa memaksa apa yang menjadi keinginan mereka. Tugas orangtua hanya mengarahkan anak dan mendukung apa yang menjadi pilihan mereka. Jika anak dipaksa menuruti keinginan orangtua, anak akan menjadi tidak nyaman,” tegasnya. Pria yang juga menekuni dunia hypnosis
Hari Imam Wahyudi, S.Psi
ini menambahkan komunikasi antara anak dan orangtua sangat menentukan langkah anak ke depan. Dalam beberapa kasus ia menemukan ada orangtua yang memaksakan anaknya menjadi atlet karena orangtua itu atlet. Ternyata anaknya memang bisa menjadi atlet bahkan menjadi juara. Tetapi, dibalik semua itu ada kegalauan di dalam diri anak. Ia merasa tertekan karena kerasnya didikan orangtua. Anak itu merasa tidak nyaman dengan apa yang ia raih karena semua dilakukan dengan terpaksa. Kasus lain, ada orangtua yang dulunya kurang mampu. Mereka mendidik anaknya untuk tidak bergaul dengan lingkungan karena malu. Anak itu akan tumbuh dalam situasi penuh tekanan. Roda kehidupan berputar, orangtua itu bangkit dan menjadi orang kaya. Anaknya pun mulai membuka diri dengan lingkungan. Ia pun bergaul dengan teman sebaya. Dari pergaulan itu, terlihat si anak memiliki hobi melakukan modifikasi mobil dan motor. Namun, hobi anak ini tidak mendapat dukungan orangtua karena dianggap hanya menghambur-hamburkan uang. Ketidaksingkronan anak dan orangtua ini akan membuat suasana menjadi kacau. Anak tidak akan pernah mendapat dukungan dari orangtua sebaliknya orangtua tidak pernah memuji keberhasilan anaknya. Hari pun menconthkan bagaimana ia berkeinginan anaknya untuk mengikuti kegiatan bela diri. Anak sulungnya ternyata tidak tertarik tetapi anak bungsunya tertarik. Ketika diperkenalkan dunia fotografi, anak sulungnya yang tertarik. Dari sini terlihat tiap anak memiliki keinginan yang berbeda. “Saya gunakan pendekatan persuasive. Saya anak ajak-anak
menonton dulu kegiatannya, lalu saya biarkan mereka memilih. Kata kuncinya adalah komunikasi dengan anak disertai kesepakatan-kesepakatan tentang pilihan itu. Orangtua juga harus siap secara materi untuk mendukung hobi anak. Tetapi, jangan dipaksakan. Jika memang tidak memiliki dana, berkompromilah dengan anak. Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi,” ujar pria yang pernah bermain dalam beberapa FTV ini. Jika anak sudah memutuskan untuk menekuni apa yang disenangi, seringseringlah memberi pujian dan penyemangat. Ketika anak merasa jenuh, ingatkan mereka tentang komitmen tanggung jawab dan orangtua tidak boleh memarahi anak. Orangtua juga harus banyak memberi stimulus agar anak menekuni pilihannya dan percaya kepada anak. “Antara keinginan orangtua dan harapan itu beda. Keinginan itu cenderung memaksa sedangkan harapan itu lebih persuasive. Pintar-pintar orangtua untuk mengarahkan anak agar si anak menikmati apa yang menjadi hobinya. Kuncinya adalah komunikasi yang baik antara anak dan orangtua. Kalau tidak berkomunikasi bagaiman satu sama lain bisa saling mengerti,” tegas Hari. –Ngurah Budi
“Orangtua juga harus siap secara materi untuk mendukung hobi anak. Tetapi, jangan dipaksakan. Jika memang tidak memiliki dana, berkompromilah dengan anak. Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi”
Keluarga Agung Wirasutha
24 - 30 Maret 2014
G R I YA
Makin Tua Makin Antik Salah satu bagian dari tanaman adalah akar. Akar yang dulu belum terpikirkan peruntukkannya, kini diolah hingga mampu menjadi produk bernilai jual tinggi. Apalagi, jika bentuknya unik. Akar kayu ini umumnya dipakai furnitur seperti meja, kursi, dan hiasan dinding.
P
ara perajin akar kayu ini lebih banyak memanfaatkan akar kayu jati. Seperti yang diakui Rizky, salah seorang perajin kayu di Artshop Anehaneh di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar. Ia yang sudah 10 tahun terakhir bekerja di tempat ini mengatakan kayu jati memiliki nilai lebih dibandingkan jenis kayu lain. “Kayu jati lebih kuat dan seratnya juga bagus,” ujarnya. Kayu jati memang memiliki kualitas yang sangat baik dan terkenal kuat serta kokoh. Kayu jati mempunyai tekstur kayu yang indah dengan guratan seratseratnya yang menggaris lurus kadang melengkung. Karena itu, di artshop tempatnya bekerja, bongkahan-bongkahan akar kayu jati dengan berbagai ukuran itu sengaja ditempatkan di luar ruangan, dibiarkan terkena panas sinar matahari dan hujan. Ini dikatakannya justru membuat kayu itu lebih kuat. “Kayu-kayu jati ini stok lama dan usianya sudah tua, mungkin ratusan tahun. Makin lama kayu jati, makin kuat, makin tua, makin antik. Tak seperti kayu-
kayu yang umumnya dipakai kerajinan saat ini, masih muda,” tuturnya sembari memperlihatkan stok bongkahanbongkahan akar kayu jati yang terkesan tak terurus itu. Selain akar kayu jati, beberapa kayu lain juga bisa dipakai, salah satunya akar kayu leci. Rizky mengakui baru akan mengolah akar kayu tersebut jika ada pesanan. Jika tidak, akar-akar kayu tersebut dibiarkan begitu saja, dan mengalami proses penuaan secara alami. Bongkahan-bongkahan akar kayu jati ini biasanya dibentuk menyesesuaikan alur bentuk dasar akar tersebut. Sudah dapat dipastikan, bentuk kerajinan akar tersebut satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama. Meski pemasaran kerajinan akar kayu khususnya yang berupa produk furnitur kursi dan meja tak seramai dulu, namun Rizky mengaku masih ada saja pesanan. “Sekarang ini kami sedang mengerjakan pesanan meja dari akar kayu jati dari orang lokal. Kami jual Rp 4 juta, itu sudah kami kasih harga murah,” ujarnya. Menurut penuturannya, kerajinan akar kayu ini sempat booming sekitar tahun 2008. Artshop-nya sendiri saat itu bisa memasok akar kayu jati dari Jawa Timur hingga satu unit truk fuso tiap lima bulannya. Satu unit truk fuso itu bisa memuat hingga 50 bongkah akar kayu jati. Pemasarannya pun tiap bulannya lumayan. “Dalam sebulan, bisa 5-10 furnitur akar jati yang terjual. Peminatnya kebanyakan tamu Jepang dan Perancis. Tetapi sekarang ini, dalam sebulan belum tentu ada yang beli,” ujarnya. Harga kerajinan akar kayu jati ini beragam tergantung besar dan kesulitan pengerjaannya. Furnitur meja dari akar kayu jati dengan ketebalan 10 cm dan lebar 1 m, dijual minimal Rp 5 juta. Sementara, satu set yakni satu meja dengan empat kursi berukuran kecil, minimal dijual Rp 7,5 juta. “Namun jika diukir, harganya beda lagi. Begitu juga dengan akar kayu yang diolah menjadi hiasan dinding/ pajangan,” ujarnya. Proses pengolahan akar kayu tersebut sampai menjadi produk kerajinan melalui beberapa tahap, di antaranya, membersihkan material kayu dengan soda api dan cairan pemutih. “Ini untuk menghilangkan noda-noda hitam akibat jamur/lumut yang melekat pada kayu,” ujar
Rizky Rizky. Selanjutnya, material diamplas, lalu dipolitur atau di-clear gloss/dop atau diwarna sesuai permintaan pemesan. Furnitur kursi dan meja dari akar kayu ini bisa diaplikasikan di dalam maupun di luar ruang an. “Kalau tamu-tamu lebih banyak menempatkannya di luar ruangan, seperti di taman atau di tepi kolam,” tandasnya. Umumnya, pada permukaan furnitur meja dialasi juga dengan kaca. -Inten Indrawati
17
D AYA C I P TA
18
Belajar Merangkai Bunga
S
suatu karya ekspresi diri dari penciptanya,”ujar Teresia. Dalam penciptaan kreasi ini beraneka ragam barang bisa dijadikan media atau aksesoris floral art. Semua pada dasarnya memiliki teknik yang sama. hal yang membedakan adalah selera. Kotak bekas tidak harus menjadi tempat sampah. Kotak bisa dikreasikan menjadi penghias ruangan. Hal ini yang diaplikasikan Teresia. Kotak diberi palang bambu sebagai penyangga. Ia lalu menempatkan bunga garbera yang memiliki warna analog, seperti merah, kuning, dan oranye. “Dalam satu tempat, jangan terlalu banyak memberi warna agar bunga terlihat fokus. Merangkai bunga itu mudah asal kita sudah punya bahan, tinggal tusuk-tusuk, jadi,” kata perangkai bunga yang kerap menjadi juara lomba merangkai bunga ini.
l i f e s to ry
Lepas Pilot Pilih Petani
Di bawah terik matahari yang membakar kulit, Nu rul (67), duduk di pinggiran sawah. Ia beristirahat di bawah sebuah pohon sambil menikmati sebotol air putih yang ia bawa dari rumahnya. Bersama dengan suaminya, Rahman (70), inilah keseharian perem puan yang di masa mudanya menjadi idola para pria karena kecantikan dan kekayaannya. Lahir dari keluarga berada, bahkan bisa dikatakan kaya raya, membuat banyak pria berpangkat dan berjabatan “tergila-gila” padanya. Namun, itu masa lalu Nurul kisah nyaris setengah abad yang lalu.
Mempercantik ruangan bisa dilakukan dengan menempatkan rangkaian bu nga segar. Beragam kreasi bisa dibuat dengan bunga seperti anthurium, garbera, mawar, bahkan dedaunan. Apa saja kreasi yang bisa dibentuk? Berikut kreasi bunga segar dari Tere sia Maria Ineke Turangan, AIFD, CFD yang ditampilkan di ajang Bali Floral Show 2014. ebelum membuat rangkaian bunga de ngan perpaduan East (budaya lokal Bali) dan West (bunga-bunga yang banyak tumbuh di luar negeri), kita harus mengenali dulu karakter , sifat, dan keunggulan bunga. Bunga tunggal yang memiliki satu kelopak dan satu tangkai memiliki karakter solid. Bunga bercabang yang memiliki banyak kuncup dan cabang memberi karakter ramai. Ada juga bunga yang berdaun dan batang atau bunga melengkung. Kreasi bunga sekarang ini bisa dijadikan sebagai hantaran (yang disesuaikan dengan permintaan pemesan), sebagai ornamen interior, dan sebagai seni (floral art). “Floral art cen derung merupakan
24 - 30 maret 2014
24 - 30 maret 2014
T
Theresia menunjukkan cara merangkai bunga
Sembari menunjukkan cara merangkai, Teresia memberikan tips yang berkaitan dengan pemilihan bahan. Salah satunya cara membuat bunga garbera menjadi awet. “Harus ada air yang cukup untuk merendam batang garbera dan potong batang yang rusak. Rawat bahan dengan baik sebelum dirangkai,” jelasnya. Ia juga mengatakan janur bisa dijadikan pelengkap rangkaian bunga. Janur menurutnya bisa tahan dua minggu jika ditempatkan di dalam ruangan. Anthurium sebagai Fokus Rangkaian bunga yang tak kalah menarik adalah menjadikan anthurium sebagai fokus sedangkan mawar sebagai dasar. “Biasanya mawar yang dijadikan fokus, tapi kali ini mari buat sesuatu yang beda. Dalam merangkai bunga tidak ada yang salah atau benar. Yang ada, kreasi,” ujarnya. Teresia mencontohkan keranjang isi cobek, ditutup kain. Bunga mawar ditempatkan dibagian bawah sebagai dasar, bukan sebagai fokus. Rangkaian dilengkapi dengan variasi lipatan daun berwarna hijau yang
kontras dengan mawar merah. Pemilihan warna juga disesuaikan dengan selera si pembuat atau pemesan. Ketika ditanya apakah melipat daun menggunakan staples untuk merekatkan, ia mengatakan boleh saja. “Staples boleh
d i pakai asal t i d a k kelihatan. Bagi saya, cenderung menggunakan lidi/semat. Semat lebih berciri Bali,” ujarnya. Lontar Selain memakai janur, Teresia juga memanfaatkan lontar yang banyak ditemui di Bali. Rangkaian
Beberapa kreasi bunga karya Theresia
ini terkesan minimalis. Bahannya hanya spon, lontar, bunga garbera, anthurium. Di sela-sela ental diselipkan garbera dan anthurium yang sudah dipilih. “Bahan menjadi faktor utama. Kalau bahan yang dapat bagus, kita akan lebih mudah membuat kreasi. Misalnya batang bunga lurus, itu akan mempermudah kita merangkai. Kalau batang bengkok perlu disesuaikan dengan bentuk rangkaian secara umum,” ujarnya memberi tips tambahan. Mengenai mana yang duluan dirangkai antara bunga atau daun, Teresia mengatakan kembali lagi ke selera. Mana saja boleh dipasang duluan. Membuat rangkaian minimalis menurutnya lebih sulit. Perlu ekstra hati-hati memilih materi. “Persepsi minimalis, konvensional, atau modern tergantung kita. Kalau konvensional, bunganya natural, meriah. Dulu rangkaian minimalis kurang sesuai untuk interior. Sekarang minimalis yang disukai. Intinya, seni merangkai bunga juga mengikuti perkembangan trend,” tandasnya. -Ngurah Budi
ubuh dan kulitnya yang dahulu putih dan mulus, kini tinggalah keriput yang menghitam akibat sengatan matahari yang tiap hari membakarnya. Karena patah hati, Nurul pulang kampung di sebuah desa terpencil di Pulau Sumbawa dan memilih menikah dengan kerabatnya yang seorang petani. Sejak itulah, puluhan tahun ia menerima nasibnya menjadi seorang petani. Perjalanan hidup yang penuh ironi, sempat membuatnya shock ketika pertama kali menyadari bahwa ia telah memilih menikah dengan pemuda kampung yang beda dengan pria-pria kota yang parlente yang pernah ia kenal. Namun, makin lama ia berpasrah diri, makin ia bisa menerima keadaannya itu meski terkadang ia sedikit minder. Ketika ia memutuskan mengikuti kakaknya tinggal di Bandung, Jawa Barat, sekitar 40-an tahun yang lalu, ia menikmati kehidupan kota besar yang membawanya pada pergaulan berkelas. Keputusan kakaknya untuk membawa Nurul ke Bandung kala itu lebih karena di Pulau Sumbawa tempatnya tinggal, ia banyak disukai para pria. Ia memang dikenal sebagai seorang perempuan cantik dan menawan. “Istilah sekarang, di kota kecil tempatnya tinggal Bibi Nurul menjadi role model. Apa yang dipakainya akan diikuti orang lain. Begitu juga dengan gaya rambut dan model pakaiannya. Jika memakai sanggul, miring seinci pun akan membuat ia berdandan berjam-jam, seolah tiada habisnya jika dandannya tidak sempurna,” ungkap Rahmi, salah seorang keponakannya. Cantik, menawan, pintar dan
dikenal membuat banyak pria me nyimpan hati padanya. Namun Nurul seperti tidak bersemangat untuk pacaran. Hingga suatu hari seorang pria dengan kedudukan jabatan yang baik nekad datang melamarnya pada kakaknya karena kala itu orang tua mereka telah meninggal dunia. Karena ia merasa tidak menyimpan hati untuk pria tersebut ia menolak. Penolakannya itu membuat si pria nekad dan memilih melarikannya. Beruntung, pria tersebut baik hati karena terlalu mencintainya sehingga Nurul tidak mengalami pelecehan atau lainnya. Selama dua hari dilarikan pria itu, Nurul baik-baik dan aman saja. Nurul sendiri tidak marah pada pria itu karena ia tahu pria itu mencintainya apalagi dia memperlakukannya dengan baik selama “pelarian” itu. “Kejadian itu bikin heboh di kota kecil tempat Bibi Nurul tinggal,” kata Rahmi. Kisah itu sempat membuat beberapa pria yang juga menyukai Nurul sempat “patah hati”. Melihat situasi demikian, kakak Nurul akhirnya membawa Nurul tinggal bersama dengannya di Bandung. Di sana, Nurul melanjutkan sekolah guru TK-nya dan dengan mudah masuk dan bergaul meski pun itu kota besar. Ia banyak memiliki kawan-kawan hingga konon ia berkawan dengan orang-orang berkelas. “Bibi Nurul punya pacar seorang pilot, tampan dan baik,” kata Rahmi. Mereka menjalin hubungan cukup lama bahkan hingga sekolah Nurul selesai. Suatu hari, di saat sang pilot berlibur dan mengunjunginya di Bandung, mereka pun jalan-jalan bersama. Mereka berdua sengaja naik becak
berkeliling kota. Di tengah jalan, Nurul di lamar oleh kekasihnya. Alangkah senang hati Nurul mendengarnya. Obrolan pun berlanjut hingga ke rencana pernikahan yang rupanya mereka sepakati bersama. Kedua sejoli ini larut suka cita karena keduanya merasa bahwa cinta mereka segera bersatu. Seluruh kesepakatan mereka buat sambil meneruskan naik becak bersama. Termasuk soal waktu sang pilot yang tidak setiap waktu bisa bersamanya karena harus terbang dari satu kota ke kota lainnya. Setelah semua sepakat, tibalah waktunya mereka membahas soal tempat pernikahan. “Di sanalah Bibi Nurul baru tahu kalau calon suaminya itu beda agama,” kata Rahmi. Nurul sesaat tersentak dan diam. Selama mereka berhubungan, karena jarang bertemu, ia memang tidak pernah bertanya soal agama. Yang ada di kepalanya laki-laki itu Muslim, seagama dengannya karena tiap kali ketemu ia selalu mengucapkan salam dan sapaansapaan keseharian seorang Muslim. Nurul tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dan langsung menyampaikan keberatannya pada calon suaminya jika harus menikah di luar cara Islam. Di lain pihak, rupanya calon suaminya pun bertahan bahwa ia tetap ingin menikah memakai cara agamanya. Sempat terjadi percekcokan hingga akhirnya Nurul pulang dalam keadaan menangis. Nurul mengurung diri di kamar beberapa hari tidak keluar. Matanya sembab dan ia murung. Hingga akhirnya kepada kakaknya ia minta pulang ke kampung. Oleh kakaknya sebenarnya mereka telah dipertemukan untuk bisa bicara lebih jauh dalam diskusi dengan kepala dingin. Rupanya diskusi itu mentok karena masing-masing bertahan dengan agama yang dianutnya. Pembicaraan yang menemui jalan buntu itu, akhirnya membuat Nurul tetap memutuskan pulang kampung. Lari dan bersembunyi dari calon suaminya. Ia memilih tempat yang sangat jauh dan terpencil, di sebuah kampung asal ibunya. Padahal ibunya sendiri belum pernah tinggal di kampung tersebut karena sejak kecil telah tinggal di kota. Tanpa pikir panjang, ia tidak ingin lagi berurusan dengan banyak pria yang
juga dulu “memperebutkannya” ditambah lagi ia tak ingin calon suaminya itu menemukannya, ia minta dinikahkan dengan keluarganya yang tinggal di desa itu. Tentu saja, pemuda yang telah memberinya tiga orang anak itu, seperti ketiban bulan, rezeki yang tidak pernah diduganya. Pernikahan mereka berjalan mulus dan Nurul menyerahkan nasibnya pada suami yang seorang petani. Saat pulang dari Bandung, Nurul tidak kembali ke kota tempat mereka tinggal bersama orangtuanya melainkan ia pulang kampung. Hal itu dilakukannya karena Nurul sudah tidak memiliki apa-apa. Harta kekayaan orangtuanya yang banyak, tidak ditemuinya lagi. Beberapa toko, rumah dan aset-aset lain milik saudagar ini telah dikuasai oleh saudarasaudaranya (paman-paman Nurul). Sebelum ayah dan ibunya meninggal, toko sembako terbesar milik mereka di kota itu, terbakar habis tak meninggalkan sisa sama sekali. Awalnya kondisi ekonomi mereka tidak terganggu dengan terbakarnya toko tersebut karena masih memiliki aset-aset lainnya. Situasi mulai berubah setelah orangtuanya meninggal. Seperti dalam sinetron-sinetron, harta mereka “dirampas” dan diakui oleh paman-pamannya yang tinggal di kota itu. Benar-benar tidak ada sedikit pun yang tersisa untuk mereka. Kakak beradik itu pun memilih pergi dari kota tersebut tanpa membawa apa-apa. Mereka tidak sedikit pun mendapatkan hak-hak dari harta yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. “Allah kan maha tahu dan maha melihat,” ujar Nurul pelan sambil tersenyum dan menyiangi padi di sawahnya. Nurul dan kakaknya ikhlas atas apa yang dilakukan oleh paman mereka. Kedua anak yatim piatu itu akhirnya memilih pergi mencari kehidupan sendiri di luar kota. Begitu kembali ke kota itu mereka sama sekali tidak menemukan secuil pun dari harta orangtua mereka. Sejak itulah ia diambil kakaknya untuk tinggal di Bandung beberapa tahun hingga akhirnya Nurul memilih kembali ke kampung asal ibunya dan menikah. Segala dendam dan sakit hati atas ber-
7
bagai peristiwa perjalanan hidupnya, telah hilang. Ia menerima kehidupannya hari ini sepahit apa pun itu. Selama obrolan, Nurul memang tidak banyak bicara, ia hanya tersenyum-senyum saja, ketika keponakannya menceritakan kisahnya. Satu hal yang selalu ia katakan pada keponakan-keponakannya, hidup ini adalah pilihan. Jalani apa yang menjadi pilihan itu dalam keikhlasan lalu nikmati dengan ketulusan. Nurul, perempuan dengan pesona yang indah telah memilih hidup sebagai seorang petani dalam keikhlasan dan kesabaran menjalani hari-harinya. Sesekali, beberapa pria yang pernah sangat menyukainya, kerap bertanya tentang keberadaannya pada keponakannya ini. Ketika menghilang, Nurul tidak main-main. Meski ia selalu menjadi trendsetter di kota tempatnya tinggal, ia tidak segan bersembunyi di tempat yang tidak bisa dijangkau orang lain. Ia lari dan bersembunyi dari dunia yang pernah menawarkan “keindahan hidup” tersebut demi satu pilihan yang selalu dijalaninya dengan ikhlas dan sabar. -Naniek I. Taufan
6
l i f e s to ry
Berburu Rezeki di Bak Sampah
Seorang pria yang baru saja melempar kantung sampahnya ke bak sampah umum di tepi Jalan Sudirman (depan SMAN 2 Denpasar), tampak terkejut. “Eh, maaf..maaf,” ujarnya yang masih duduk di motor kepada bocah laki-laki yang tibatiba menyembul dari dalam bak sampah itu.
P
ria itu benar-benar tak menyangka akan ada orang yang sanggup bergelut dalam bak hijau besar yang baunya menyengat hingga radius beberapa meter itu. Lima belas menit kemudian, pria tersebut kembali datang bersama anak perempuannya yang sebaya dengan bocah laki-laki tadi. Kali ini pria itu membawa sekantung baju bekas layak pakai. “Gus, ini ada baju-baju bekas, mau? Ini buat bekal sekolah,” ujar pria itu kepada sang bocah sembari menyerahkan kantung plastik merah besar dan selembar uang lima ribuan. Masih duduk di atas motornya, pria itu terlihat berkomunikasi dengan anak perempuannya yang sedari tadi hanya bisa terbengong-bengong me lihat aktivitas bocah laki-laki yang bernama Komang Bagus Pradnyana (7) itu. Komang Bagus yang masih duduk di bangku kelas 1 SDN 29 Yangbatu itu mengaku sudah setahun terakhir akrab dengan sampah. “Saya bantu-bantu Ibu nyari rongsokan,” ujarnya usai meng habiskan semangkok bakso sebagai menu makan siangnya. Menurut pengakuan ibunya Luh Ayu Puspitasari (30), sesekali ada saja masyarakat yang memberikan mereka nasi bungkus, atau sekadar uang saku
untuk anaknya. “Waktu ini juga ada orang baik yang memberikan saya uang Rp 300 ribu dan membelikan anaknya tiga lusin buku tulis,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ada juga sebagian masyarakat yang membuang sampah ke tempat itu, memberikannya rongsokan, ditukar dengan sampah-sampah sayur dan nasi-nasi sisa sebagai pakan ternak babi. Setelah beristirahat sebentar, Komang Bagus yang mengenakan kaus merah lusuh dengan perawakan dekilnya itu kembali nyemplung ke dalam bak sampah ditemani sang ibu. Kantung-kantung sampah yang dibuang masyarakat Panjer, Sanglah dan
sekitarnya itu menjadi “buruan” mereka. Di dalam bak inilah aktivitas mereka menyortir sampah untuk mencari rongsokan, istilah mereka untuk botol-botol plastik dan kantung-kantung plastik bekas yang bisa mereka jual kembali. Baru setahun terakhir, Luh Ayu mangkal di tempat ini. Ia dipercaya DKP untuk menjaga kebersihan di areal sekitar bak sampah ini. “Dulu, banyak pemulung yang mencari rongsokan ke sini. Setelah mengorek-orek, sampahnya dibiarkan berantakan di bawah, jadinya kotor. Warga di sini komplain. Sekarang, saya yang menjaga kebersihan di sini. Imbalannya, hanya saya yang boleh mengambil rongsokan di sini. Pemulung lain tidak boleh masuk,” paparnya. Ibu empat anak itu memulai
24 - 30 maret 2014
24 - 30 maret 2014
aktivitasnya di sini pukul 09.00 hingga 14.00. Sesekali ditinggal sebentar menjemput putranya Komang Bagus, yang kemudian ikut membantu ibunya hingga jam 17.00. Anak-anaknya yang lain juga kerap turut membantunya. “Kebetulan anak kedua saya, Pande yang sekarang kelas 6 SD lagi persiapan ujian,” ujarnya. Menurut penuturan ibunya, Pande kerap menjadi bahan olok-olokan teman sekolahnya, ia dikata-katain, “eh kamu pemulung ya”. “Iya, memangnya kenapa? Saya kan bantu Ibu. Yang penting kan halal,” sahut Pande meladeni ledekan teman-temannya, seperti yang dikutip Luh Ayu sedih. Jika tak mengambil pekerjaan ini, Luh Ayu mengatakan tak bisa mencukupi kebutuhan hidup hanya dengan mengandalkan pekerjaan suaminya Putu Artana (36) yang seorang buruh bangunan. Jika tak ada proyek, suaminya
pun turut membantunya mengorek sampah di sana. Dalam sehari, ia mengaku bisa mengumpulkan satu kampil botol plastik dan satu kampil kantung plastik. Botolbotol plastik ini diangkutnya ke rumah kontrakannya dan disortir lagi sesuai warnanya. “Yang berwarna bening harganya lebih mahal daripada botol-botol berwarna,” jelasnya. Dari hasil penjualan barang-barang rongsokan itu, Luh Ayu rata-rata bisa mengantongi uang Rp 40 ribu per hari. Hujan deras yang sewaktu-waktu melanda Denpasar, diakuinya cukup menjadi kendala. Biasanya, Luh Ayu berteduh dulu hingga hujan reda, dan kembali menlanjutkan rutinitasnya, walau harus berbecek-becekan. “Kalau saya tidak ‘nyemplung’, hilang rezeki saya sehari. Saya terpaksa bekerja begini biar ada saya pakai membiayai anak sekolah. Sekarang ini saya lagi mengumpulkan uang untuk Pande yang sebentar lagi masuk SMP. Paling tidak, saya harus siapkan Rp 3 juta,” ujarnya pasrah dan berharap ada yang bisa memberikannya bantuan dana pendidikan. Meski awalnya sempat muntahmuntah dan sakit sesaknya kumat, dengan bermodalkan sapu lidi, keranjang sampah, kampil, dan sandal jepit tebal, Luh Ayu dan putranya setia melakoni pekerjaannya bergelut dengan sampahsampah warga Kota Denpasar. –Inten Indrawati
S U D U T PA N D A N G
19
Hamil sebelum Menikah Jadi Budaya Permisif di Bali
Sepasang kekasih mendatangi tempat praktik dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K). Mereka minta dibuatkan program ke hamilan. “Saya tanya pada si perempuan. Kalau kamu tidak hamil, kamu nggak dinikahi, mau nggak? Kamu perempuan kok kayak mobil aja, bisa “test drive”. Kamu sebagai calon suami, harus menghargai perempuan. Bagaimana bisa menghargai perempuan kalau begini caranya? Kalau memang mau hamil, menikah saja, bukan hamil dulu. Mereka salah men defisinikan cinta,” tutur Ketua POGI Cabang Denpasar ini.
K
ondisi ini dipertegas dengan situasi yang berkembang saat ini di Bali, ba nyak pasangan menikah dalam kondisi pengantin perempuan hamil lebih dulu. Salah satunya, Tora (bukan nama sebenarnya) dan pasangannya. “Saya punya target menikah di usia 28 tahun. Hubungan saya dan pasangan yang beda umur tujuh tahun sudah diketahui orangtua. Orangtua menganggap saya sudah dewasa dan sudah bisa menafkahi diri sendiri. Ketika saya tahu pacar hamil, saya sampaikan ke orangtua. Mereka tidak kaget dan mempersilakan saya untuk menikah,” ujar Tora. Ia menilai apa yang ia lakukan
bagian dari proses. Karena sudah memiliki target untuk menikah, ia pun berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Orangtuanya pun memberi lampu hijau. “Kalau saya masih sekolah atau kuliah, mungkin orangtua tidak akan memberikan saya izin menikah. Pacar menginap di rumah pun bisa dilarang. Tetapi karena pertimbangan usia dan saya sudah bekerja, mereka tidak mempermasalahkan. Pesannya hanya satu, jangan ke pura selama kondisi pacar sudah hamil,” ungkap pria yang menikahi pacarnya ketika pacarnya sudah hamil tiga bulan ini. Orangtua Tora memiliki alasan, sepanjang yang dilakukan anaknya bisa dipertanggungjawabkan, mereka siap memberi restu.
Dr. Sri Wahyuni
Dr. Suyasa Jaya
Pergaulan remaja saat ini antara di perkotaan dan perdesaan hampir sama. Karena itu, sebagai orangtua, hanya bisa mengawasi tanpa bermaksud mengekang. “Yang penting saya jujur kepada orangtua dan siap bertanggungjawab,” ujar Tora. Di sisi lain, ada kasus remaja yang tidak jujur kepada orangtuanya. Remaja yang masih bersekolah ini badannya terus membesar. Kepada orangtuanya, ia mengatakan banyak minum susu. Padahal ia hamil. Ketika bayinya lahir, ia baru mengaku kepada orangtuanya. Untungnya, si laki-laki yang menghamili mau bertanggung jawab dan mau menikahi. “Ada anak yang baru diketahui hamil setelah diajak mandi bersama ke pantai. Kalau seperti ini, orangtua ke mana saja. Tidakkah mereka tahu perkembangan dan
pergaulan anaknya? Bagaimana komunikasi anak dan orangtua selama ini? Ada yang bangga anaknya SMP sudah menikah,” ujar dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Lentera Anak Bali. Dalam kasus-kasus seperti hamil sebelum menikah, pihak perempuanlah yang banyak membawa beban. Beban fisik karena perut terus membesar dan beban mental karena hamil sebelum menikah. Saking banyaknya terjadi kehamilan tidak diinginkan khususnya bagi remaja, ini malah dianggap bukan aib. Dokter Suyasa Jaya mengingat kaum perempuan untuk berhati-hati menjaga diri. “Perempuan sangat memegang peran penting dalam perkembangbiakan manusia karena perempuan yang punya rahim. Kalau sekarang sudah “cedera” bagaimana nanti generasi ke de-
Suasana diskusi terbatas Mingguan Tokoh “Kehamilan tidak Diinginkan di Kalangan Pelajar”. di Warung 63 Denpasar
pan. Ini memerlukan pemikiran bersama agar semua komponen memiliki tanggung jawab moral menghasilkan generasi masa depan yang terbaik,” tegasnya. Hamil sebelum menikah itu sebenarnya tidak boleh. Tetapi diakuinya fenomena itu banyak terjadi di Bali. Fenomena yang terjadi ini harus diselesaikan sesuai dengan adat setempat. “Penyelesaian kami kembalikan ke desa adat sesuai aturan yang berlaku di desa adat tersebut. Kami dari MUDP hanya memberi petunjuk atau arahan jika perlu aturan umum. Kewenangan ada di desa adat. Kalau mau diatur, apa yang mau diatur. Sanksinya mau seperti apa, semua kembali ke desa adat masing-masing,” tegas Bendesa Agung MUDP Bali Jro Gede Putus Upadesa. Tugas MUDP adalah mengingatkan desa adat jika ada hal-hal yang belum diatur untuk dibuatkan aturannya sesuai dengan keperluan desa adat. Aturan itu bisa dimasukkan dalam perarem pengele, perarem lepas maupun penyacah awig. Jika permasalahan hamil sebelum menikah ini tidak dicarikan solusinya, Bendesa Agung khawatir ini akan menjadi budaya di masyarakat. Misalnya, jika yang hamil tidak segera dinikahkan, setelah anaknya lahir akan menjadi tidak jelas statusnya.Selain itu desa adat akan ikut kena cuntaka atau leteh. Karena itu, kembali ke desa adatlah yang berwenang untuk melakukan pengaturan. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah pembinaan mental dan spiritual kepada kaum muda. Jika mental dan spiritual mereka sudah kuat, permasalahan seperti kehamilan sebelum menikah bisa dihindari. Dr. Ketut Sudantra, S.H., M.H. menambahkan, banyaknya anak muda yang hamil sebelum menikah memang terjadi di Bali. Ini menjadi budaya permisif. Budaya permisif artinya budaya yang bersifat terbuka (serbamembolehkan, mengizinkan). “Perlu peran orangtua, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengingatkan remaja tentang norma-norma yang harus diingat. Orangtua juga kadang malu kalau anaknya hamil sebelum menikah,” ujar dosen hukum adat Fakultas Hukum Unud ini. Faktor penyebab terjadinya kehamilan di luar nikah sangat banyak atau multifaktor. “Budaya luar negeri yang mengusung kebebasan gampang sekali masuk melalui tayangan televisi dan media sosial. Ini salah satu faktor yang mendorong anak muda untuk terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan salah satu akibatnya adalah hamil sebelum menikah,” ujarnya. –Ngurah Budi
20
NINE
Dr. Hj. Siti Maryam
Intip Kebudayaan Bima di Museum Samparaja
Tidak banyak orang yang peduli dan mau menjaga, memelihara bahkan mempelari serta melestarikan manuskrip atau naskah-naskah kuno. Kerumitan dalam memperlakukan naskah-naskah kuno tersebut membuat tidak semua orang mau dan bisa melakukannya. Adalah Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima yang juga putri ketujuh Raja Bima, Sultan Muhammad Salahuddin, satu dari tidak banyak orang tersebut.
D
emi menyelamatkan kebudayaan Bima, tidak hanya naskah-naskah kuno milik Kesultanan Bima saja yang akhirnya selamat di tangannya, tetapi juga berbagai jejak sejarah kebudayaan Bima. Seperti benda-benda Istana Kesultanan Bima, pakaian adat hingga foto dan dokumentasi milik Kesultanan Bima. Semua itu ia rawat dalam sebuah museum pribadi miliknya yang diberi nama Museum Kebudayaan Samparaja Bima. Perempuan kelahiran 13 Juni 1927 yang kini berusia 87 tahun ini, tetap rajin merawat bendabenda koleksi museum pribadinya. Museum Kebudayaan Samparaja Bima dibangun olehnya tahun 1990. Berasitektur tradisional Bima Uma Ceko, museum ini mulai dibuka untuk umum 10 Agustus 1995 di Bima, merupakan salah satu museum yang banyak dikunjungi terutama oleh para peneliti dan filolog dari berbagai daerah di Indonesia juga luar negeri. Dari Museum Samparaja Bima, sumber informasi dan penelitian/pengkajian mengenai kebudayaan Bima dapat diperoleh. Selain menyimpan banyak koleksi benda-benda bersejarah, salah satu koleksi yang paling banyak dicari dan diburu peneliti adalah naskahnaskah kuno Bima yang tersimpan dan terawat dengan apik di museum tersebut. Museum Kebudayaan Samparaja Bima, menyimpan jejak sejarah Kesultanan Bima. Pendirian Museum Samparaja Bima oleh Siti Maryam, tidak lepas dari tujuannya menyelamatkan benda-benda budaya bersejarah dari kepunahan, melestarikan nilainilai budaya daerah yang adi luhung
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin
dan mengadakan usaha penelitian serta pembahasan menyangkut kebudayaan daerah Bima untuk memperkaya khasanah budaya bangsa Indonesia. ”Agar anak-anak dan cucu-cucu kita di masa depan bisa melihat warisan budaya leluhurnya,” ungkap mantan birokrat perempuan ini. Khusus mengenai peninggalan Kesultanan Bima yang berupa naskah-naskah lama yang tertulis dalam aksara Arab berbahasa Melayu yang jumlahnya cukup banyak, Siti Maryam dan Museum Samparaja-nya melakukan tindakan penyelamatan terhadap fisik maupun isi naskah yang mengandung berbagai macam jenis ilmu, sejarah pemerintahan di Bima, hukum adat dan hukum islam yang diterapkan, ilmu pertanian, kelautan, perbintangan, hubungan interaksi dengan daerah-daerah lain maupun hubungan perdagangan dengan negara asing. Pada tahun 1987-1989,
ka (manequin) laki-laki/perempuan yang ditempatkan dalam vitrin. Tersimpan pula benda-benda hasil karya tradisional berupa ukiran dari kayu dan perak serta barangbarang keramik lama. sebagai kepala museum tersebut Benda-benda budaya yang teria menyelamatkan naskah-naskah simpan dalam Museum Samparaja yang ada dengan cara mengawet- merupakan koleksi pribadinya di kan atau dilaminasi atas bantuan luar benda-benda pusaka dan atridan kerja sama dengan Arsip Na- but Kesultanan Bima yang disimpan sional RI di Jakarta. Sehingga, di Museum Asi Mbojo. Dengan hampir seluruh naskah secara ber- demikian, Museum Kebudayaan tahap sudah bisa diselamatkan dari Samparaja Bima berstatus sebagai kepunahan, termasuk kitab-kitab museum pribadi. Museum pribadi Al Quran tulis tangan peninggalan yang disiapkan untuk kepentingan kesultanan (La Nonto Gama) pun umum. ”Agar generasi mendatang sudah diawetkan. Jumlah naskah tidak putus dengan sejarahnya,” yang sudah dikerjakan sebanyak ujar salah seorang perintis Provinsi 2.500 lembar dilaminasi bisa berta- Nusa Tenggara Barat ini. han 50-100 tahun lagi, berarti bisa Museum Samparaja juga telah dibaca dan dipelajari oleh generasi menerbitkan buku-buku untuk sekarang dan akan datang. kepentingan kemudahan bagi Karena tujuan pertama dari para peneliti, antara lain, KataMuseum Kebudayaan Samparaja, logus Naskah Bima dengan judul selain untuk menyelamatkan pe- Katalogus Naskah Melayu-Bima ninggalan adalah juga untuk me- Jilid I dan II yang disusun olehnya nyediakan sarana khusus untuk bersama seorang ahli philoloog, naskah-naskah tersebut, maka dosen Fakultas Sastra Universitas rencana mendirikan museum se- Indonesia Jakarta, Dr. Sri Wulan bagai wadah untuk menghimpun Rujiati Mulyadi. Transliterasi Bo berbagai corak dan ragam karya Sangaji Kai” (catatan-catatan Kebudaya mulai dirintis. Setelah rajaan Bima) ke dalam huruf latin berkonsultasi dengan Direktorat (karena naskah asli tertulis dalam Permuseuman Direktorat Jen- aksara Arab berbahasa Melayu), deral Kebudayaan Departemen yang disusun Dr. Henri Chambert Pendidikan dan Kebudayaan di Loir. Ahli Philoloog Perancis dari Jakarta, disarankan untuk mem- Lembaga Kebudayaan Perancis buat museum tidak untuk naskah EFEO (Ecole Francaise di Extrime saja, tetapi dibuat suatu museum Orient) dan Hj. Siti ����������������� Maryam Salaetnografi atau museum khusus huddin. Buku ini kini telah menjadi benda-benda budaya termasuk di salah satu dokumen nasional. dalamnya naskah-naskah. Museum Samparaja Bima telah Selain sebagai sarana untuk terdaftar namanya dalam buku menyimpan benda-benda budaya Khasanah Naskah, panduan koleksi dan bersejarah, Museum Sampa- naskah-naskah Indonesia sedunia, raja juga memperagakan berbagai World Guide To Indonesia Colpakaian adat lama semasa Kesul- lections. Sejalan dengan itu, agar tanan Bima dari pakaian pangkat- sejarah kebudayaan Bima dikenal pangkat adat, pakaian upacara- oleh generasi muda dan dunia upacara adat, pakaian pengantin luar, Museum Samparaja memdan pakaian adat anak-anak. Pera- buka kesempatan dan memupuk gaan menggunakan boneka-bone- perhatian cendekiawan/ilmuwan untuk melakukan studi penelitian naskah-naskah yang mengandung ilmu Agama Islam yang diimplementasikan ke dalam kehidupan
INSPIRASI Kanty Widjaja
24 - 30 Maret 2014
24 - 30 Maret 2014
Harus Tahu Posisi Dingin yang luar biasa hingga mencapai minus 10°C yang melanda Korea Selatan Januari lalu, menjadi tantangan tersendiri bagi Kanty Widjaja, 1st Runner Up Miss Earth Indonesia, saat bertarung di ajang World Miss University 2014. Saking dinginnya suhu ketika itu, tangan Kanty pun melepuh. Tapi bukan Kanty namanya kalau gara-gara dinginnya suhu membuatnya menyerah dan tak mampu melakukan apa-apa. berpemerintahan dan bermasyarakat di daerah Bima pada zaman kesultanan. Perhatian pun diberikan oleh Perpustakaan Nasional Jakarta dengan melakukan konservasi, digitalisasi dan mikro film terhadap kurang lebih 2.200 (dua ribu dua ratus) lembar naskah kuno (manuskrip) yang lepas maupun yang dijilid bertempat di Museum Samparaja di Bima. Dengan demikian, Museum Samparaja Bima sampai saat ini menyimpan naskah-naskah kuno (manuskrip) yang sudah dilaminasi, didigitalisasi dan dimikrofilmkan sejumlah kurang lebih 5.000 (lima ribu) lembar naskah lepas dan yang dijilid. Usaha dan kerja keras Siti Maryam melestarikan naskah-naskah kuno peninggalan Kesultanan Bima berbuah manis, ketika pada Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XI, 2007 lalu, filologfilolog dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara, telah pula datang mengunjungi museum ini. Kini, masa tua banyak ia habiskan untuk mengurus museum tersebut. Selain berkeliling menghadiri tempat-tempat yang menawarkan ”pembicaraan” mengenai naskah kuno dan museum, ia juga selalu suntuk membolak-balik naskah dan mengecek koleksi-koleksi benda koleksi museumnya. Ketelatenannya telah memberikan keteladan, bahwa meski usia telah senja, ia tak pernah berhenti mengurus museum tersebut. ”Di sinilah jejak sejarah Bima bisa dipelajari. Maka jangan sampai punah,” kata Siti Maryam saat ditanya mengapa ia begitu gigih memperjuangkan, merawat dan melestarikan benda-benda pusaka tersebut. Atas ketekunannya memperlajari naskah-naskah itu, ia pun menemukan satu kebanggaan lagi bagi masyarakat Bima adalah dengan ditemukannya kembali huruf asli Bima, pada tahun 2007. Kini, Bima memiliki huruf-huruf asli yang merupakan kekayaan budaya bagi masyarakatnya. --Naniek I. Taufan
T
ekadnya untuk berbuat yang terbaik, ditunjang semangat juang yang tinggi, membuat gadis usia 23 tahun ini, mampu menghalau semua kendala yang ada. Hasilnya tak sia-sia. Meski gagal meraih gelar utama dalam ajang tersebut, ia tetap berhasil membawa pulang penghargaan khusus sebagai Miss Hyundai Media World 2014. “Waktu di sana kami mendapat cerita tentang bagaimana dalam suhu dingin, tubuh dingin, tentara Korea tetap bertempur untuk negaranya. Mereka mati kedinginan, kekurangan makanan, namun tetap fighting untuk negaranya. Cerita tersebut memberi inspirasi bagi semua, khususnya saya, untuk tidak mengeluh, pantang menyerah. Ini memberi spirit bagi saya, masak saya down karena dingin, karena bête. Karena itu, sekalipun suhu mencapai minus 10°C, saya tetap semangat untuk memberi yang terbaik,” tutur Kanty menceritakan pengalamannya mengikuti kontes kecantikan World Miss University 2014 di Seoul, Korea Selatan. Menurut Kanty, banyak pengalaman luar biasa didapatnya dalam ajang tersebut. Di antaranya adalah bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan sesama peserta meskipun dalam suasana
kompetisi. “Selalu ramah pada siapa pun, senyum, dan siap menolong bagi yang membutuhkan adalah sikap-sikap yang dikembangkannya dalam membina hubungan baik dengan semua orang,” ujarnya. Yang tak kalah pentingnya, ucap Kanty, adalah bagaimana membuat diri kita tetap bersemangat menjalani semua kegiatan. Maklum saja, agenda selama dua pekan masa karantina begitu padat dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi, sehingga jika tidak pandai-pandai mengelola diri, hasil terbaik yang diharapkan sudah barang tentu akan sukar dicapai. “Kita harus mampu melawan perasaan-perasaan negatif dalam diri kita. Kita harus stabil, tetap ceria. Dengan begitu sinar akan terpancar dalam diri kita,” tambah gadis cantik ini. World Miss University adalah event internasional pertama yang diikuti mantan reporter televisi ini. Meski begitu, Kanty mengaku tidak canggung karena selain telah mempersiapkan diri dengan baik, ia juga telah kerap mengikuti berbagai event yang ditujukan menguji kemampuan diri, di mana beberapa di antaranya ia berhasil meraih juara. Antara lain, Runner Up Presenter/Reporter 2013 yang diseleng-
garakan sebuah stasiun televisi nasional, juara pertama MC Hunt dan juara dua Self Make Up by LT Pro Competition by La Tulipe. “Aku memang suka kompetisi. Ini melatihku untuk terus maju dan mengasah kemampuan diri,” ungkap finalis Miss Indonesia 2012 ini. Di antara keberhasilan yang diraihnya, lanjut anak bungsu pasangan Siawany Asally-Ismawi Widjaja, seperti orang lain yang juga gemar mengikuti ajang kompetisi, ia pun kerap kali gagal. Namun kegagalan demi kegagalan, tidak membuatnya patah semangat. Baginya kegagalan adalah cambuk untuk berusaha lebih giat lagi. “Aku pernah terpuruk, pernah gagal, tapi aku bangkit lagi dan lagi. Aku tetap berusaha menjadi Kanty yang penuh semangat. Selangkah demi selangkah sampai akhirnya bisa mencapai keberhasilan. Jadi intinya, menurutku, setiap orang harus memiliki semangat, tidak mudah menyerah, pantang putus asa dalam merealisasikan impian kita,” tegas gadis kelahiran 10 Juli 1991 ini. Keberhasilannya menggapai 1st runner up Miss Earth Indonesia 2013- El John Pageant, Oktober lalu, bisa dibilang sebagai gerbang untuk mewujudkan
mimpi-mimpinya. Capaian itu membuatnya berhasil mewujudkan mimpi masa kecilnya, yakni mewakili Indonesia di world stage. “Ini mimpiku sejak kecil untuk bisa tampil sebagai wakil Indonesia di world stage,” ucapnya. Dan yang tak kalah membahagiakannya adalah berkat prestasi tersebut ia berhasil meraih beasiswa pendidikan S-2 di London School of Public Relation, Jakarta, tempat ia mengambil jurusan Marketing Communication. “Aku sungguh bersyukur mendapat kesempatan ini dari Pak John (CEO El John Indonesia). Aku juga berterima kasih pada mentorku dan juga keluarga yang memberi dukungan sangat besar. Aku akan fokus di sini untuk menjadi yang terbaik. Aku ingin menjadi best of the best dalam menyelesaikan S-2 ini,” ucap Kanty yang akhir tahun depan menyelesaikan pendidikannya. Selain kuliah dan menjalankan tugasnya sebagai runner up Miss Earth Indonesia, Kanty juga disibukkan dengan berbagai aktivitas di dunia hiburan. Di antaranya adalah menjadi presenter MNC TV untuk program traveling. Meski memiliki berbagai aktivitas, Kanty mengaku, tak pernah keteteran dalam membagi waktu. Ia adalah orang yang tahu prioritas dan fokus untuk itu. “Aku ini termasuk tipe orang rumahan. Jadi kalau tidak ada kegiatan penting, aku lebih suka menghabiskan waktu di rumah, membaca buku, dll. Kalaupun bertemu teman, paling hanya dinner atau ke acara gereja,” ujar Kanty. Meski masih berusia muda, tuturnya, ia tahu apa kegiatan prioritas yang harus dilakukannya untuk meraih kesuksesan di masa depan. “Waktuku tidak banyak.
5
Jadi aku sudah punya rencana, langkahlangkah apa saja yang harus diambil untuk masa depan. Rencanaku, 1,5 tahun S-2, tiga tahun berkiprah di entertainment. Jadi aku tahu kapan waktunya harus stop,” katanya. Menurutnya, untuk meraih kesuksesan seseorang harus tahu position, differentiation, dan brand. Hal ini penting dalam menghapi persaingan ketat di masa kini. “Jadi pertama kita harus tahu mau menjadi apa, posisi kita di mana. Kalau ingin jadi artis atau public figure yang seperti apa, dan apa yang membuat kita berbeda dari yang lain. Kita juga harus memiliki karakter dan integritas. Dua hal terakhir ini (karakter dan integritas) adalah penting, jika kita ingin bertahan. Sebab itulah yang membuat kita tampil berbeda,” tutur Kanty yang memiliki obsesi membangun sekolah kepribadian. – Diana Runtu
H. Teuku Muhammad Jamil AS
Siap Bersaing dengan Hati Nurani Menerjuni dunia politik merupakan sebuah panggilan hati. Demikian tekad H. Teuku Muhammad Jamil AS, calon anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan periode 2014 s.d. 2019 ini. H. Teuku Muhammad Jamil AS dikenal sebagai tokoh masyarakat, tokoh intelektual Islam yang dekat dengan semua umat. Melalui bidang politik ini, pria kelahiran Aceh Utara Nangro Aceh Darrussalam ini ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat Bali. “Bali sebagai daerah pariwisata, banyak hal-hal yang perlu diperjuangkan agar pariwisata ini kelak bisa kita wariskan ke anak cucu,” ucapnya. Perjuangannya melalui bidang politik ini juga untuk mengontrol pemerintah dalam mengelola APBD dan kebijakankebijakan yang diambil pemerintah daerah agar tepat sasaran. Sehingga, masyarakat bisa menikmati kesejahteraan dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Mengingat pendapatan daerah ini sangat besar. Caleg bernomor urut 4 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengusung visi melayani rakyat dengan hati nurani untuk kemakmuran bersama. Serta, misi mengembangkan sumber daya manusia untuk tercapainya kesejahteraan ekonomi rakyat secara merata, melanjutkan perjuangan rakyat dalam bidang pendidikan yang inovatif dan kreatif untuk mencerdaskan kehidupan rakyat. Karena tekad awal yang kuat untuk membantu menyehatkan masyarakat yang nantinya akan berimbas ke seluruh aspek kehidupan, menuju masyarakat sehat, makmur dan bahagia, H. Teuku Muhammad Jamil AS siap menang, siap kalah dan siap bersaing dengan hati nurani yang tulus. “Mari kita bersamasama menjaga keamanan Bali dalam
H. Teuku Muhammad Jamil AS pemilu 2014 ini,” ucapnya. Misi H. Teuku Muhammad Jamil AS dalam mencerdaskan umat melalui jalur pendidikan sebelumnya telah ia lakukan dalam Lembaga Pendidikan TPQ Wadah Silaturrahmi Denpasar. “Karena itu saya bertekad melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan agar menghasilkan generasi muda yang kreatif, inovatif sehingga berpotensi bagi kemajuan bangsa,” ucapnya. TOKOH AGAMA YANG DISEGANI Apa pendapat mereka tentang sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS? “Menurut saya ini adalah waktu yang tepat bagi beliau untuk maju sebagai wakil rakyat. Melihat kondisi bangsa seperti sekarang ini, kita betul-betul perlu sosok pemimpin yang jujur, bisa menjaga amanah dan melaksanakan apa
yang menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Dan, karakter inilah yang melekat pada sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS,” ucap Umbu Ngailu Dama Loli. Sebagai orang yang cukup lama mengenal sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS, meski berbeda suku dan agama, Umbu sendiri merasa sangat dekat dan menghormati sosok beliau. “Kami sama-sama aktif bergerak dalam organisasi Pekat (Pembela Kesatuan Tanah Air). Di sana kami banyak bertukar pikiran dan melahirkan ide-ide baru,” ucapnya. Memang, sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS merupakan tokoh agama yang sangat disegani semua umat. Bukan hanya orang muslim, H. Teuku Muhammad Jamil AS dikenal dekat dengan semua umat, meski berasal dari suku, agama yang berbeda. Tentu, jiwa nasionalisme ini harus dimiliki sosok pemimpin agar bisa menyatukan umat yang berbeda adat, budaya dan agama. Lahir di tengah keluarga yang memiliki agama kuat, H. Teuku Muhammad Jamil AS dikenal sebagai individu yang taat beribadah. Landasan agama yang kuat ini tentu harus dimiliki sosok pemimpin, sehingga ia bisa menjalankan amanah rakyat dengan baik dan antikorupsi. Saat ini Indonesia perlu sosok pemimpin yang melayani masyarakat, bukan hanya cerdas. Dan, H. Teuku Muhammad Jamil AS ini merupakan tokoh intelektual Islami yang banyak berbuat baik bagi masyarakat. Selain mencerdaskan umat melalui kegiatan TPQ yang diasuhnya, ia juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Seperti melaksanakan kegiatan pengobatan gratis dan menggelar sunatan massal. “Tentu ini hanya bagian kecil yang beliau lakukan. Jika dipercaya sebagai
Dari kiri: Umbu, Sulaiman, Pak Aceh, H. Teuku Muhammad Jamil AS, Anton, Putra wakil rakyat, saya yakin beliau akan berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” tandas pria yang turut mendeklarasikan Pekat Bali tahun 2007 ini. H. Teuku Muhammad Jamil AS juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan sosok yang sangat vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ia paham betul terhadap kondisi masyarakat saat ini dan masalahmasalah yang terjadi dalam kehidupan sosial saat ini seperti kesenjangan hukum. “Inilah beberapa hal yang akan beliau perjuangkan,” ucapnya. H. Teuku Muhammad Jamil AS juga merupakan sosok entrepreneur yang banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Pilihan usaha di bidang swasta ini juga menunjang langkahnya menuju kancah politik. Karena jika
Biodata :
terpilih, ia tak mungkin melakukan upaya untuk kepentingan bisnis pribadi. “Inilah salah satu alasan saya mendukung beliau,” ucap pria asal Sumba yang telah 20 tahun menetap di Bali ini. TEGAS DAN BIJAKSANA Bali yang terkenal di bidang pariwisata perlu sumber daya manusia yang berkualitas. “Karena itu, saya sangat mendukung visi beliau meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ucap Teuku Putra. Pria yang sudah 21 tahun mengenal sosok H. Teuku Muhammad Jamil AS ini menilai selain sebagai sosok pemimpin yang jujur, tegas dan bijaksana, H . Teuku Muhammad Jamil AS, memiliki visi misi yang tepat mengangkat permasalahan dari akarnya.
Nama : H. Teuku Muhammad Jamil AS Pengalaman organisasi : - Ketua TPQ Wadah Sillaturahmi Kota Denpasar - Pembina Majelis Ta’lim Wadah Silaturrahmi Denpasar - Wakil Ketua Bidang Sosial dan Politik Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu DWP Provinsi Bali - Bendahara Forum Silaturrahim Haji tahun 2010 - Ketua I Ikatan Pengobat Tabib Alternatif (IPTA) Provinsi Bali - Pimpinan Pengobatan Shin She Ahli Ngurah se-Indonesia
4
INSPIRASI
24 - 30 Maret 2014
Tekad Rataya B Kentjanawathi
Memajukan Perempuan Bali Perempuan banyak dieksploitasi untuk kepentingan politik sesaat. Namun, terpinggirkan kembali ketika musim politik telah berlalu. Fenomena ini juga berlaku di Bali. Atas ketimpangan kondisi kaum perempuan tersebut, Ir. Rataya B Kentjanawathy jauh-jauh hari sudah menunjukkan perhatiannya yang besar terhadap persoalan perempuan dan anak di Bali.
Ir. Rataya Kentjanawathy
K
arenanya, Ir. Rataya B Kentjanawathy yang juga Ketua U m u m Wa n i t a Hindu Dharma (WHDI) ini telah mendaftar ke KPU untuk menjadi calon anggota DPD RI. Ia bertekad mengabdikan diri untuk Bali di pentas nasional melalui sistem politik negara. “Saya terpanggil untuk memajukan perempuan Bali serta memperjuangkan masyarakat Bali baik yang tinggal di Bali, lahir di Bali dan yang berasal dari Bali,” tutur istri Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Sang Nyoman Suwisma ini. Kentjanawathy yang dikenal selalu penuh semangat, memang pantang menyerah. Ia mengaku lebih merasa terpanggil lagi menjadi anggota DPD RI, setelah mengetahui hasil Pesamuan Agung PHDI 2013 di Palangkaraya, Kal teng. Dalam kesempatan terse-
but Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana memberi laporan yang menyebutkan bahwa Bali saat ini menghadapi empat permasalahan serius yang perlu mendapat perhatian. Pertama, Masih tingginya kasus KDRT (ke kerasan dalam rumah tangga). Kedua, masih tingginya angka ke kerasan terhadap anak. Ketiga, fenomena me ningkatnya jumlah penduduk Bali yang terjangkit virus HIV/AIDS. Keempat, masih tingginya persentase perempuan Bali yang buta aksara. “Yang berbicara adalah statistik, data. Suka atau tidak suka kita harus terima. Sekarang persoalannya adalah bagaimana kita berjuang untuk mengikis empat problematika Bali yang serius ini,” ujar insinyur elektro lulusan Universitas Trisakti, Jakarta ini. Kentjanawathy trenyuh sekali gus prihatin dengan fakta yang ada. Karena itu, ia memilih jalur DPD (Dewan Perwakilan Dae rah). Apalagi ia menyadari bahwa perempuan adalah komponen penting bagi pencapaian program mewujudkan Bali yang damai, sejahtera, dan maju. Ia tidak segansegan menunjukkan keberpihakannya pada kaum perempuan, salah satunya karena perempuan memiliki peran strategi bagi perbaikan nasib bangsa ke depan. Betapa tidak, sejak seorang perempuan memasuki kehidupan rumah tangga kemudian secara normatif melewati fase kehamilan, melahirkan, dan membesarkan
Rataya Kenjtanawathi dalam salahn satu kegiatan sosial keagamaan
anak. Sejatinya, perempuan secara tidak langsung tengah meletakkan dasar bagi penentuan masa depan bangsa. “Di era teknologi dan modernisasi ini, bahkan janin dalam kandungan sudah bisa diberi terapi melalui musik, dongeng dan lain sebagainya, agar kelak lahir bayi yang memiliki tingkat intelejensia tinggi,” ungkap istri seorang Mayjen TNI Purnawirawan TNI-AD ini. Asupan gizi yang baik bagi ibu hamil, lanjut Kentjanawathy akan menambah besar peluang melahirkan bayi yang sehat dan cerdas. “Peran ibu masih berlanjut, dalam membentuk karakter atau kepri badian dasar seorang anak, mulai dari aktivitas memberi ASI hingga bimbingan intensif, setidaknya sampai usia lima tahun,” lanjut Ketua Bidang Organisasi Kanker Payudara Indonesia ini. Karenanya, tak ada pilihan lain untuk kaum perempuan Bali ke depan, kecuali meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. Apalagi, dalam skala tertentu, seorang ibu berperan mengimplementasikan teknologi atau teori, meletakkan dasar pembentukan watak kecerdasan bayi atau anak, yang nantinya menjadi generasi muda berkualitas. “Sekali lagi saya tegaskan begitu pentingnya peran seorang ibu dalam suatu peradaban bangsa. Perempuan dalam konsep saya menjadi bagian penting dari suatu sistem pembinaan generasi yang akan datang,” lanjut putri Brigjen (Purn) TNI AD Drs. Ranga Bonjoran Bayupathy AKK(alm.) ini. Bahkan, ajaran Hindu pun kata Kentjanawathy, menempatkan perempuan pada posisi yang tidak kalah terhormat dibandingkan pria. Begitu pula dengan istilah
24 - 30 Maret 2014
MANDALIKA
21
Bunyi Rantok Pertanda akan Ada Pernikahan
Salah satu keunikan dalam perkawinan adat Tau Samawa (orang Sumbawa bersuku Samawa) di Nusa Tenggara Barat adalah tradisi baguntung. Tradisi baguntung ini yakni membunyikan rantok- alat penumbuk padi tradisional yang disebut lesung yang terbuat dari kayu, sesaat setelah seorang gadis yang oleh orangtua atau keluarganya diberitahu bahwa ia akan dinikahkan, tentu saja dengan laki-laki pilihan orangtua atau keluarganya. Kini, tradisi ini memang jarang dilakukan lagi. Ir. Rataya Kentjanawathy bersama keluarga
rwa bhineda, dua yang berbeda, siang dan malam, purusha dan perdana, laki-laki dan perempuan. Penekanan pengertian rwa bhineda adalah sebuah keseimbangan, bersama-sama berperan secara proporsional. Antara perempuan dan laki-laki, suami dan istri harus bekerjasama.
Gunakan Hak Pilih Secara Cerdas dan Bertanggung Jawab Menurutnya, secara umum peran, fungsi, suami dan istri dalam rumah tangga di Bali tidak berbeda jauh layaknya di daerah lain. Namun, khusus di Bali ada yang menarik, kaum perempuannya adalah pekerja keras dan seringkali mengerjakan pekerjaan laki-laki, terutama dalam keluarga yang kehidupannya belum mapan secara ekonomi. Diakui Komisaris Utama PT Aveon ini, batasan tanggung jawab dalam keluarga, seorang ibu senantiasa mengambil posisi pekerjaan dengan volume lebih besar. Sementara itu, ia juga melihat beberapa masalah klasik, perempuan di Bali acapkali diposisikan sebagai pihak yang lemah, termasuk dalam hak memperoleh pendidikan. Contoh dalam keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, pihak orangtua akan mendahulukan anak laki-laki untuk bersekolah dibandingkan perempuan. Begitu pula saat rumah tangga dilanda ketidakharmonisan, si istri juga diposisikan lemah. Para suami dengan mudah menceraikan istri dan menikah dengan perempuan lain, sementara perempuan terpuruk dalam penderitaan Belum la gi terjadinya k a s u s - k a s u s kekerasan dalam rumah tangga. Perempuan yang secara fisik lebih lemah diban dingkan pria, Kegiatan Rataya Kentjanawathy dalam program koservasi penyu
sering tidak berdaya saat sang suami melakukan tindak keke rasan. Tidak berhenti sampai di situ, Kentjanawathi mencatat tingginya angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan. Tentu karena multifaktor, misalnya tidak adanya kemampuan dana untuk melahirkan di rumah sakit atau bidan. Juga, karena kurangnya perhatian suami saat istri me ngandung. Jadi, masih banyak kasus memilukan. Misalnya istri hamil dan meninggal saat melahirkan, lantas suami menikah lagi. Tidak sedikit juga kasus suami gemar selingkuh sehingga menularkan penyakit kelamin pada istrinya. Namun, dikatakan oleh ibu tiga putra ini, sejak reformasi, upaya untuk memajukan peran perempuan khususnya dari aspek politik telah memperoleh kemajuan secara formal yang sangat berarti. Kemajuan ini tentu saja merupakan batu pijakan yang sangat penting bagi upaya mengeluarkan perempuan Indonesia dari belenggu buta aksara misalnya, juga situasi yang meminggirkan peran dan fitrahnya sebagai manusia sejak lahir. Selanjutnya berbekal pengetahuannya secara akademis, ditambah pengalamannya bekerja di Telkom, memimpin berbagai organisasi, begitu juga suka-duka mendampingi suami di berbagai medan penugasan, menjadikan Kentjanawathy seorang figur yang matang. Sebagai istri prajurit, ia bergabung dalam wadah Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana TNI-AD. Ketika pensiun bersama mengabdikan diri di bidang sosial kemasyarakatan dan sosial keagamaan. Calon Anggota DPD RI 20142019 No. 40 ini juga mengajak wa nita Hindu menyadari peran pen ting yang dipikul dalam membangun daerah bahkan bangsanya, salah satunya melalui jalur politik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab. Perempuan umat Hindu juga dapat menjaga dan meningkatkan soliditas serta bersatu padu mendukung umat Hindu lainnya yang memiliki peluang dan kapasitas untuk membaktikan dirinya dalam politik dan pemerintahan. -ard
M
eski demikian, hal ini menjadi salah satu kekayaan budaya Sumbawa yang kerap dipamerkan dalam kegiatan-kegiatan budaya di Nusa Tenggara Barat. Dalam tradisi pernikahan adat Sumbawa, sebelum ada kesepakatan antarkeluarga pihak laki-laki dan perempuan, si gadis belum diberitahu. Jika tawarmenawar untuk semua urusan menyangkut pernikahan, berakhir dengan kesepakatan, proses menuju perkawinan terus berjalan. Setelah musyawarah keluarga dan dicapainya kesepakatan antara kedua belah pihak, barulah si gadis diberitahu secara resmi. “Pemberitahuan penerimaan pinangan kepada si gadis ini, secara umum di Sumbawa dikenal dengan istilah bada dan di Sumbawa Barat dikenal dengan baya,” ungkap HM. Muhadli, Budayawan Sumbawa di Taliwang. Bada atau baya dalam bahasa Samawa berarti memberitahu. Dalam acara baya ini, orangtua dan keluarga pihak perempuan akan memberitahu si gadis, bahwa kini ia telah resmi menjadi calon pengantin bagi laki-laki yang telah meminang. Maka, si gadis tidak lagi diperbolehkan keluar rumah sembarang waktu dan ia harus mulai mempersiapkan diri menuju segala prosesi adat perkawinan yang segera digelar. Baya, selain bermakna memberitahu sekaligus mempersiapkan si gadis akan perkawinannya, juga sebagai media pengumuman kepada publik bahwa akan ada acara pernikahan di kampung tersebut. “Pengumuman ini dilakukan dengan cara memukul lesung panjang (rantok) dengan alu,” kata Hasanuddin, budayawan Sumbawa lainnya. Acara baya lazimnya dilakukan saat usai Magrib. Namun, ada juga yang melaksanakannya pada subuh hari. Dalam tradisi masyarakat Samawa, gadis yang akan dinikahkan, menjelang acara baya berlangsung, dialihkan perhatiannya dari rumah. Sekelompok gadis lain yang merupakan kawan si gadis yang hendak dinikahkan, diminta untuk merahasiakan hal tersebut dengan membawa si calon pengantin ini ke tempat yang jauh dari rumah untuk berwisata. “Biasanya diajak ke kebun untuk acara pelesir sehingga ia sama sekali tidak mengetahui kalau dirinya telah dipinang. Saat inilah, kawan-
kawannya menghibur si gadis dengan bersuka ria dan bergembira bersama,” kata Muhadli. Ketika Magrib lewat, si gadis akan dikejutkan dengan acara tersebut. Pada baya yang dilakukan subuh hari, maka acara baguntung juga dilakukan pada subuh hari. Acara baya dipersiapkan secermat mungkin dan diam-diam. Sebelum si calon mempelai perempuan tiba di rumah usai Magrib, kelompok yang akan bertugas dalam acara ini telah bersiap-siap. Sekelompok perempuan telah bersiap di depan rantok di tempat yang tak tampak oleh si gadis. Siap dengan alu sebagai pemukulnya. Gerak-gerik si gadis ketika pulang ke rumah saat itu, diperhatikan sekali, sehingga ketika ia tiba di tangga paling atas dan menjejakkan kaki di pintu rumah panggungnya, tangannya pun dipegang. Dan saat inilah, ia diberitahu bahwa dirinya tidak lagi bisa keluar rumah sejak saat itu karena akan dinikahkan dengan lakilaki yang disebutkan. “Kekagetan dan rasa tak percaya serta campur aduk, biasanya membuat si gadis menangis sejadi-jadinya. Maka bersamaan dengan tangis haru si gadis, kelompok yang sudah siap di depan rantok itu pun, dengan sigap menumbuk-numbukkan alu, berirama dan keras sekali,” ujar Hasanuddin yang dikenal dengan panggilan Ace ini. Bunyi rantok yang dipukul berirama ini dilakukan tidak boleh terputus. Maknanya sebagai doa, agar perkawinan tersebut berjalan langgeng. Kegiatan ini disebut baguntung. Karena itu, tiap kali terdengar rantok bergemuruh dalam kegiatan baguntung, maka masyarakat sekitar telah tahu bahwa akan ada perhelatan pernikahan di lingkungan tempatnya tinggal. Dan masyarakat juga akan segera menyiapkan diri untuk menjadi bagian dari kegiatan
tersebut untuk bergotong-royong dan berpartisipasi menyukseskan pernikahan tersebut. Bunyi rantok yang bergemuruh ini akan ditambah lagi dengan suara rebana. Suasananya menjadi sangat ramai dan riuh. “Hal ini sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap tangis si gadis yang terkadang histeris,” kata Ace. Perempuan Samawa biasanya dinikahkan pada usia yang sudah dianggap matang, 20 tahun ke atas. Saat malam si gadis di-baya, baguntung terdengar, juga akan sahut menyahut di tempat lainnya, termasuk di rumah pihak laki-laki. Si gadis biasanya akan larut bersedih atau haru sepanjang malam usai di-baya. Sesuai kebiasaan,
Foto: (Budi K)
Tiap kali terdengar rantok bergemuruh dalam acara baguntung, maka masyarakat sekitar tahu bahwa akan ada perhelatan pernikahan di lingkungan tempat tinggalnya
kawan-kawannya akan datang menjenguk untuk menghibur si gadis. Acara menjenguk si gadis juga akan dilakukan oleh keluarga dari pihak laki-laki, yang dikenal dengan bajango. Karena terlalu bersedih, si gadis terkadang tak ingin membuka pintu kamar tiap kali ada orang bajango. Namun, sebagai wujud cinta kasih dari keluarga pihak laki-laki yang bajango, untuk
membujuknya, biasanya dibawakan sebuah cincin emas dan dipakaikan di jari manis si gadis. Pendekatan yang dilakukan oleh pihak laki-laki kepada si gadis selalu dengan cara yang manis, yang biasanya bisa meluluhkan hati si gadis. Namun begitu, ada juga yang menolak perkawinan yang sudah disiapkan tersebut dengan cara melarikan diri. -Naniek I. Taufan
22
Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014
Nanda Wakil Bali Raih Runner Up II Komitmen Pemerintah Kota Denpasar memberikan hak yang sama dan memfasilitasi kebutuhan para pe nyandang disabilitas patut diacungi jempol. Denpasar sebagai salah satu kota yang masuk dalam jaring an kota inklusi ini, juga mendapat apresiasi dari Dr. Hubert Gijzen, Direktur dan Representatif Unesco.
B
ahkan, dalam Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014 yang berlangsung Sabtu (15/3) di Gedung A Kementerian Pen didikan dan Kebudayaan Republik In donesia Jln. Sudirman, Senayan Jakarta, salah seorang penyandang disabilitas wakil Bali, binaan K3S Kota Denpasar, Ananda Ade Qisthi yang biasa dipanggil Nanda ini mampu tampil cemerlang. Setelah tim juri yang berkompeten di bidangnya, yakni Tati Hartono (Pemred majalah Ayah Bunda), Ilma Sovriyanti (Satgas Komisi perlindungan Anak Indonesia), Tony Santosa (Kepala Sekolah SLB), Alvian Rahajo (Dosen dan Anchor Trans7), serta Indah Dewi Per tiwi (musisi) memberikan penilaiannya, Nanda berhasil menyabet dua gelar sekaligus yakni sebagai Runner Up II dan Pemenang Berbakat. Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Den pasar, Ny. IA Selly D. Mantra didam pingi Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Rai Iswara yang menyaksikan langsung jalannya kontes mengatakan anak-anak disabilitas tersebut memang istimewa. Dilahirkan dengan keterbatasan ke mampuan mendengar serta berbicara, namun tidak membuat mereka ber putus asa dalam menggapai prestasi. Mereka bukan hanya cerdas dan bertalenta, tapi juga berani tampil de ngan pernuh rasa percaya diri di atas
panggung. Terlihat jelas ketika Nanda tampil berlenggang di panggung, baik dalam balutan busana daerah atau nasional maupun dengan gaun malam. Begitu juga saat Nanda me nampilkan bakatnya dalam menarikan Tari Tenun, ia juga berhasil mencuri per hatian juri. Dikatakan Ny. IA Selly D. Mantra, wakil Bali sudah pu nya bekal yang cukup untuk berlaga di tingkat nasional, karena sebelumnya mereka juga pemenang Pemilihan Pu tra Putri Tunarungu yang di laksanakan di Denpasar, atas kerjasama K3S dengan DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Ger katin) Denpasar, serta Dinas Sosial serta Tenaga Kerja Kota Denpasar dan diikuti peserta dari seluruh Bali. Hal yang sama juga di ungkapkan Rah Tut, salah seorang seniman Bali yang ikut berperan dalam pengem bangan kegiatan berkesenian anak-anak disabilitas Kota Denpasar, seperti dalam penggarap an album maupun filmnya. “Selama stimulan yang diberikan benar, maka di balik kekurangannya tersimpan sebuah keistimewaan,” ujarnya. Pada acara puncak Kontes Putra Putri Tunarungu 2014 tersebut, istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra ini juga diminta naik panggung untuk mema parkan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk anak-anak disabiltas di Kota Denpasar. B a h w a , Pe merintah Kota Denpasar te lah melaku kan banyak hal untuk memfasilitasi k e b u t u h a n penyandang disabilitas, memberikan kesempatan yang sama seperti masyarakat umum nya dalam melakukan berbagai aktivitas sosial, seperti kegiatan seni termasuk pendidikan informal yang gaungnya sudah menasional. Pemkot Denpasar juga memberikan ruang yang luas untuk berkreativitas bagi penyandang disabilitas baik di
S E L E B R I TA S
24 - 30 maret 2014
24 - 30 maret 2014
IGAA Inda Trimafo Yudha
Lanjutkan Cita-cita Luhur
Sosok wanita muda bernama lengkap IGAA Inda Trimafo Yudha, ini memang sudah tidak asing lagi di mata masyarakat Bali. Selain sebagai sosok pengusaha sukses di bidang konservasi alam, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, sosial maupun kewirausahaan.
Nanda dan Andi bersama Ny. IA Selly D Mantra, Ny. Antari Jayanegara, dan Ny. Rai Iswara
bidang seni, budaya, sosial maupun bidang ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarganya, salah satunya melalui pembentukan kelompok usaha bersama atau kube. Apa yang dilaksanakan Pemkot Denpasar, kata Ny. IA Selly D. Man tra sesuai pula dengan UU RI No. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat dan dipertegas lagi dengan UU No.19 tahun 2011 tentang pengesahan kon vensi mengenai hak-hak penyandang disabilitas yang berisi pengakuan harga diri dan nilai hak yang sama bagi pe nyandang disabilitas serta kewajiban negara untuk merealisasikan hak-hak seperti yang yang termuat dalam UU tersebut. Di samping itu, Pemkot Denpasar bersama K3S juga berkomit men terus meningkatkan pelayanan untuk mem berdayakan penyandang disabilitas mulai dari membangun jiwa kewira usahaan ser ta memberi k e s e m p a t a n sama untuk berkerja di pe merintahan. Hal ini tentu se makin sempurna saja ditambahkan dengan ide dan gagasan Ny. IA Selly D Mantra selaku Ketua K3S, bersama-sama dengan pe merintah mengembangkan bakat dan kemampuan para penyandang disabili tas di Kota Denpasar, baik itu disabi lit as netra, mental maupun tunarungu. Betapa di berbagai acara mereka diberi kesempatan untuk unjuk kemampuan. Termasuk juga ga gasannya mendirikan Pusat layanan Autis, yang akhirnya men jadi sekolah autis pertama di Bali. Sementara menurut Indah Dewi Pertiwi, salah se
orang juri Kontes Putra Putri Tuna rungu Indonesia 2014 yang juga dinobatkan sebagai Dewan Pemer hati Tunarungu ini, hampir seluruh peserta mempunyai bakat dan ke cerdasan yang baik dalam menjawab pertanyaan dewan juri. Sedangkan Dian Inggrawati, Miss Deaf Indonesia 2011, Runner Up II Miss Deaf World 2011 dan Top 5 Miss Deaf International 2012, selaku ketua panitia penyelenggara, mengatakan bahwa acara pemilihan Putra Putri Tu narungu Indonesia ini diadakan demi meningkatkan awareness dan kepedu lian masyarakat, meski dalam keter
batasan, para penyandang disabilitas dapat berprestasi dan membawa harum nama bangsa. Pemenang kon tes ini, lanjut Dian, akan berangkat ke London mengikuti Mister &Miss Deaf International 2014. “Dari pemilihan ini mereka mam pu menunjukkan bahwa mereka bisa maju seperti anak-anak normal lain nya,” kata Ny. I.A Selly D. Mantra sambil mengucapkan terimakasihnya pada seluruh instansi terkait juga para desainer yang mendukung keberhasilan wakil Bali dalam Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014 ini. -ard
Ny. IA Selly D. Mantra saat didaulat ke panggung untuk bercerita tentang kegiatan penyandang disabilitas di Kota Denpasar
Nama-nama Pemenang Kontes Putra Putri Tunarungu Indonesia 2014 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Yoga Drgantara (Jatim Putri Tunarungu Indonesia 2014 Kiki Sridanty Maizuli (Kep.Riau)
S
ebagai cucu Pahlawan Nasional I Gusti Ngu rah Rai yang gugur dalam medan perang, pada November 1946 silam di Margarana, putri ke-3 dari pasangan I Ngusti Ngurah Alit Yudha dari Puri Carangsari Petang dengan IGA Wardhani Pindha dari Puri Den Kayu Mengwi ini ingin melanjutkan cita-cita luhur para pejuang demi rakyat Bali, bangsa dan negara. “Saya tak ingin me mutus perjuangan leluhur saya, karena itu saya memilih terjun ke dunia politik dengan segala risikonya,” ungkapnya kepada Tokoh di sela-sela kegiatannya sebagai salah satu pembicara dalam workshop Marketing Communication & Meracik Peluang Bisnis di Bursa Saham, Selasa (18/3) di Wantilan Gedung Pers K. Nadha. Sementara, ayahanda dari ibunda Gung Inda, I Gusti Ngu rah Pindha merupakan teman seperjuangan dari I Gusti Ngurah Rai dan sempat menjabat seba gai Wakil Gubernur Bali tahun 1960-an.
Ia menghabiskan waktunya di Makassar, Sulawesi Selatan selama lebih kurang 11 tahun demi men jalankan tugas sebagai komandan Pelabuhan Laut dan Komandan Kodim. Ibunda Gung Inda terlahir di Makassar. Gung Inda lahir di Denpasar, 18 Desember 1976. Masa kecil Gung Inda tak semua ia lalui di Bali, melainkan di Jakarta. Saat usianya memasuki masa sekolah ia bersama keluarga harus pindah ke Jakarta mengikuti sang aya handa bertugas sebagai anggota DPR RI. Meski awalnya ia tak pernah bermimpi menerjuni dunia poli tik, kecintaan pada bidang politik ini telah tertanam sejak ia masih belia, yakni dari cerita-cerita sang ayah akan keseharian dan pengalaman sosok yang dicin tainya itu saat menjadi anggota DPR RI. Keikutsertaan Gung Inda se bagai salah satu calon legislator perempuan dalam pemilihan umum legislatif 2014 ini juga merupakan salah satu bentuk nyata dalam mendukung kebi
Ru- 1 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Arief Burhan Effendi (Jatim) Ru- 1 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Irma Suryani (Semarang) Ru- 2 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Irfa Nugroho (Solo/Jateng Ru- 1 Putra Tunarungu Indonesia 2014 Ananda Ade Qisthi (Bali) Pemenang Persahabatan Putra Tunarungu Indonesia 2014 Dicky Permana Putra (Sumut) Putri Tunarungu Indonesia 2014 Devi Fellany (Solo/Jateng) Pemenang Berbakat Putra Tunarungu Indonesia 2014 Yoga Dirgantara (Jatim) Putri Tunarungu Indonesia 2014 Ananda Ade Qisthi (Bali)
3
Gung Inda saat menjadi pembicara Workshop Bisnis di Wantilan Gedung Pers BaliTV
jakan ditetapkannya kuota 30% perempuan dalam pencalegan yang merupakan bentuk pe nyetaraan gender yang disambut positif Gung Inda, caleg DPRD Provinsi Bali bernomor urut 3 dengan warna kertas suara biru dari Partai Golkar dengan Dapil Badung ini. Juga, sebagai bentuk solidari tas terhadap kaum perempuan dengan harapan memotivasi kaum perempuan lain dan mewakili aspirasi mereka. “Saya ber harap ke depan ada kebijakan persyaratan yang lebih mudah bagi kaum perempuan yang ingin terjun ke politik,” ucap wanita yang selalu tampil en ergik ini. Selain sebagai se orang ibu dua buah hatinya kini, Anas tasya Apsara Garritt dan Jayden Challeng er Garrit, istri Toby Garritt, ini dikenal sebagai sosok entrepreneur yang tangguh. Saat ini selain mengembangkan usaha keluarga wisata petualangan di kampung halamannya, Desa Carangsari, wanita lulusan bidang Pariwisata dan Manajemen Perho
(agro usaha), ia dibantu sang suami mengolah kakao menjadi makanan ringan berstandar inter nasional dengan mendirikan pabrik cokelat di bawah bendera PT Bali Chocolate. Mereka pun banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Gung Inda banyak merangkul petani setempat, memberdaya kan mereka dan membantu para petani kakao meningkatkan hasil pertanian kakao sehingga mer eka terbantu secara ekonomi.
telan di Adelaide, South Australia ini juga tengah mengembangkan usaha pertanian dan perkebunan (agro usaha). Dengan bekal ilmu yang ia miliki, usaha wisata petualangan konservasi alam rintisan sang ayahanda itu kini makin dikenal wisatawan mancanegara. Saat ke Bali, mereka pasti tertarik me nikmati wisata petualangan alam arung jeram, cycling, tracking, safari gajah, berkuda di pantai di bawah bendera A True Balinese Experience ini. Namun dalam mengelola usaha ini, Gung Inda tetap memegang teguh pada kearifan lokal Bali. Sementara itu, dalam usaha bidang pertanian dan perkebunan
“Harapan kami ke depan selain bisa menampung hasil pertanian kakao di Badung juga di seluruh Bali dan Indonesia sehingga makin banyak petani yang terbantu,” ucapnya. Di tengah kesibukan mengu rus bisnis, Gung Inda tetap aktif dalam berbagai organisasi baik yang bersifat kemasyarakatan, kepemudaan, sosial, dan kewirau sahaan. Saat ini ia tercatat sebagai Wakil Ketua Pemuda Pancasi la, Wakil Ketua Pemuda Panca Marga Bali, Wakil Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Political Caucus (2012), Presiden JCI tahun 2007, Ben dahara Umum DPD KNPI Bali,
IGAA Inda Trimafo Yudha
dan Wakil Ketua Umum KADIN Bali bidang pariwisata. Gung Inda juga merupakan perempuan per tama yang terpilih sebagai Ketua Umum BPD HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali periode 2013 s.d. 2016. Dari berbagai pengalaman sebagai entrepreneur selama be lasan tahun, dan pengalamannya duduk di berbagai bidang organi sasi inilah membuat Gung Inda terbiasa bekerjakeras, terbentuk sebagai pribadi yang ulet, ramah, terampil, jujur dan disiplin, yang tentu sangat diperlukan sebagai modal dasar menjadi wakil rakyat nanti. Apabila dipercaya dan terpilih seba gai anggota DPRD Tingkat I Bali dalam Pileg nanti, Gung Inda bertekad untuk bekerja keras men jalankan tugas dan tanggung jawab se laku wakil rakyat de ngan baik dan jujur. Perhatiannya cukup besar dalam m em p er ju a n gka n dan menyuarakan ke pentingan masyarakat Bali terutama yang berkaitan dengan perlindungan terhadap hak-hak kaum perempuan dan anak, seperti anak-anak gepeng serta hak waris dan pengasuhan anak di bawah umur pada ke luarga yang bermasalah. Di samping itu, meningkatkan sumber daya manusia mela lui pendidikan yang berkualitas sehingga tercapai kesejahter aan masyarakat di sektor per ekonomian dan pertanian. Gung Inda yang juga mewakili kelompok pelaku usaha, akan se lalu terbuka menampung aspirasi tanpa mengesampingkan ajeg Bali dan pelestarian budaya Bali. - Tini Dwi Rahayu
EKSPRESSO
2
24 - 30 Maret 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id
PEmilu
mingguantokoh @mingguantokoh
Budaya Malu Malu bertanya sesat di jalan. Itulah pepatah yang sering di ungkapkan untuk mencegah kita kebingungan. Bertanyalah jika kita menemukan kesulitan. Jika malu bertanya, kita tidak akan menemu kan apa yang kita cari. Malu dalam Kamus Besar Ba hasa Indonesia diartikan sebagai perasaan sangat tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang tidak baik atau berbeda dengan kebiasaan. Malu juga diartikan segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat. Memiliki rasa malu merupakan bagian dari ke hidupan manusia. Kadar malu ini harus disesuaikan porsinya. Jangan sampai kelebihan rasa malu seh ingga tidak berani berbuat apa-apa atau sebaliknya tidak punya rasa malu sehingga melakukan sesuatu
O
M G
sekena hati tanpa mempedulikan orang lain. Malu tidak hanya ditunjuk kan kepada orang lain. Kepada Tuhan dan kepada diri sendiri pun kita wajib malu jika kita tidak melakukan apa-apa dalam kehidupan ini. Rasa malu yang kita miliki merupakan cerminan kita terhadap penghayatan nilainilai moral dan etika. Ketika rasa malu sudah tidak ada dalam diri, semua akan kita terjang demi mencapai tujuan. Hal yang patut diingat adalah manusia merupakan mahluk sosial yang berada dalam hubungan timbal-balik antara satu dengan lainnya. Jangan sampai rasa malu yang sudah lenyap dari dalam diri membuat kita jumawa dan angkuh. Contoh sederhana berkaitan dengan rasa malu dalam hal mem buang sampah. Jika kita punya
etika, kita tidak akan membuang sampah sembarangan, apalagi sampai membuang sampai ke sun gai. Membuang sampah ya harus di tempat sampah. Kini tempat sampah sudah dipilah mana untuk sampah organik dan mana sampah anorganik. Kedisiplinan ini akan membuat kita mendapat manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Lingkungan bersih dan sehat. Namun, jika ada orang yang tidak punya rasa malu, membuang sampah sembarang bahkan ke sungai, dampaknya akan dirasakan orang lain. Artinya Anda sangat egois. Demi kepentingan sendiri tetapi menyengsarakan orang lain. Sampah yang dibuang sem barangan akan membuat kuman penyakit berkembangbiak dan menyerang orang lain. Orang yang buang sampah di hulu akan me nyiksa yang di hilir karena sampah berkumpul di hilir. Rasa malu yang wajar akan membuat Anda memiliki toleransi terhadap orang lain. Kebanya kan rasa malu menjadikan Anda minder. Tidak punya rasa malu membuat Anda pongah. Mari cermati mana yang akan kita pilih. Mari introspeksi diri. Salam
Tidak Ada Alasan Lain lagi
Suatu siang saat saya tengah menga jar di sebuah kelas di sebuah SMA di Bali Utara, saya mendapatkan seorang mu rid yang tidak ambil peduli lagi dengan pelajaran yang saya jelaskan. Saya sebe narnya bisa mahfum dengan keadaan itu. Mengapa? Karena itu jam pelajaran terakhir. Para murid dan mungkin juga banyak guru yang sudah kehabisan tenaga agar tetap bersemangat. Namun, ketika saya selidiki, ketidak peduliannya itu karena si murid ini asyik mengerjakan sesuatu. Apa itu? Ternyata dia tengah menulis sepucuk surat. Saya dekati dan tanya, ”Yan, kamu sedang menulis apa?” Dia jawab singkat, ”Surat.” “Kan pelajaran sekarang bukan pelajaran menulis surat,” seloroh saya, yang me nyebabkan teman-temannya tertawa. Setelah tawa teman-temannya mereda, dia melihat saya dan berkata, ”Ini surat untuk besok, Pak. Rumah saya kan jauh, terus teman-teman yang mau saya titipi surat juga tidak ada. Maka, surat ini saya buat sekarang, sebentar akan saya titipkan kepada teman untuk disampaikan besok.” Alasan murid itu sangat masuk akal bagi saya. Mengapa? Ya, karena memang rumahnya jauh dan teman-teman sekelasnya, bahkan satu sekolahnya tidak ada dari desanya itu. Namun, yang mengejutkan saya adalah ketika saya bertanya apa alasan dia tidak masuk esok harinya itu, yaitu dia mengatakan kakeknya meninggal. Mengapa alasan itu mengejutkan saya? Karena kakaknya yang juga se orang guru, yang saya kenal dengan baik, beberapa jam sebelumnya masih ikut pertemuan guru dengan saya tidak mengabarkan apa pun.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Maka begitu bel pulang sekolah berbunyi dan murid-murid sudah bubar, saya coba untuk menghubungi kakak murid saya itu, yang ternyata sudah ada di rumahnya. Dan jawaban yang saya dapati adalah, ”Siapa yang bilang kakek kami meninggal? Kakek kami masih segar bugar tak kurang satu apa pun. Dan sekarang saya tengah bersama dengannya.” “Adikmu!” jawab saya singkat. “Wah, kurang ajar betul anak itu,” katanya lagi. Setelah dua hari tidak sekolah, murid saya itu muncul pagi-pagi di sekolah. Begitu ia tiba di hadapan saya yang berdiri di depan ruangan kelasnya, saya panggil dia, ”Yan, ikut saya ke kan tor guru!” Dia pun mengikuti saya. Setelah sampai di ruangan saya, saya persilakan dia duduk di kursi di hadapan saya. Sebelum saya tanya, dia sudah bertanya, ”Ada apa, Pak?” “Bagaimana pemakaman kakekmu? Diaben atau dikubur?” tanya saya seakan-akan saya tidak tahu yang ses ungguhnya terjadi. Mendapatkan pertanyaan seperti itu, murid saya itu celingak-celinguk. Dia sepertinya susah untuk buka mulut. Ketika saya desak, dia bilang, “Kakek
saya tidak meninggal, Pak!” “ Lha, kalau begitu, kenapa di su rat yang kau tulis itu kau menyatakan bahwa kamu tidak masuk sekolah karena kakekmu meninggal?” tanya saya sambil memperhatikan dirinya yang semakin gelisah. Setelah agak lama saya diamkan saja, dia tiba-tiba bilang begini, ”Pak, saya terpaksa.” “Terpaksa? Siapa yang memak samu?” “Maksud saya, saya terpaksa meng gunakan alasan itu di surat, karena alasan-alasan lainnya sudah tidak ada lagi, alias sudah semua alasan yang lain nya itu pernah saya gunakan di dalam surat ketika saya tidak sekolah,” katanya cengengesan. Mendengarkan pengakuannya itu, saya membatin, ”Ternyata dalam ket erdesakan manusia bisa kehilangan ke manusiaannya. Betapa tidak? Kakeknya saja, yang pada kesempatan tertentu atau di tempat lain, di mata cucunya begitu terhormat, oleh sesosok manusia yang kehilangan keadabannya dengan gampang kehidupannya dicatut sebagai alasan untuk melakukan sesuatu. Sung guh naïf! Semoga Anda yang lain tidak terpeleset dalam lubang ini!” Gst. Ngr. Rai Sujaya, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
Pemilu sudah di depan mata. Memilih caleg akan segera dilaksanakan, tapi Amat belum
punya pilihan. “Bagaimana akan memilih, kalau kita tidak kenal siapa yang akan kita pilih, Bu,” sambat Amat. Bu Amat langsung membantah. “Bapak ini bagaimana! Itu di jalan, di pohon, di tiang listrik, di mana-mana gambarnya segede gajah kok masih mengeluh tidak kenal?” “Lho Bu, kenal itu tidak hanya sebatas tahu wajahnya, tapi tahu konsepnya, kinerjanya, kapasitasnya, itikadnya jadi wakil rakyat. Apa betul-betul mau mengabdi rakyat atau mengincer proyek. Ini politik, Bu! Kenal itu berarti ..” Bu Amat memotong. “Sudah, jangan berkicau terus! Kalau tidak tahu siapa yang akan dipilih ya, tak usah ikut pemilu! Tidak ada yang maksa, kan bebas rahasia!” “Bukan begitu, Bu. Bukan tidak mau memilih, tapi hanya…” “Hanya tidak mau milih! Ya sudah Jadi apa namanya itu?” “Golput!” “Ya Bapak jadi golput saja! Saya tidak mau ikut-ikutan. Saya akan milih, biar kata Bapak belum kenal! Seperti beli jeruk. Kalau mau beli, ya beli saja, tidak bisa dicicip dulu baru dibeli. Sudah jadi golput sana, jangan ajak-ajak orang lain!” Bu Amat langsung cabut meninggalkan Amat. “Jadi Pak Amat dituduh golput oleh Ibu?” tanya tetangga sebelah mendengar curhat Amat. “Ya begitulah.” “Kalau begitu kita sama!” Tetangga itu mengulurkan tangan ngajak salaman. Tapi Amat tidak mau menyambut. “Maaf saya bukan golput!” “Tadi kata Pak Amat tidak kenal siapa yang harus dipi lih?” “Betul, tapi tidak berarti saya tidak akan memilih!” “Jadi Pak Amat akan memilih orang yang Bapak tidak kenal?” “Habis bagaimana lagi! Sebagai warga negara yang baik kita harus mempergunakan hak dan sekaligus kewajiban kita itu!” Tetangga ketawa sinis dan mengejek. “Maaf, itu seperti Pak Amat takut dan tidak punya pendi rian!” Amat terkejut. Ia langsung mendebat. “Siapa bilang saya tidak punya pendirian? Itulah pendirian saya! Seperti kalau kita membeli jeruk. Kita tidak bisa men cicipi dulu sebelum dibeli. Kalau mau beli beli saja. Perkara manis atau asam itu risiko. Hidup ini penuh risiko.” Tetangga ketawa. “Pak Amat salah. Kalau beli buah selalu ada contohnya yang bisa kita cicip, supaya kita kenal. Kalau beli buah saja baru kita beli setelah kita kenal, apalagi memilih caleg yang akan kita pakai lima tahun.” Tetangga ketawa lagi panjang, Amat langsung memo tong. “Tapi jeruk yang saya beli itu tidak pakai contoh yang bisa dicicipi!” Tetangga berhenti ketawa. Amat cepat-cepat pergi. Di rumah, Amat mendekati Bu Amat yang lagi masak. Langsung bicara. “Tapi Bu, kalau beli jeruk kan selalu ada contoh yang bisa dicicip. Kalau manis baru dibeli. Kalau masam untuk apa dibeli?” Bu Amat menoleh. “Pagi-pagi kok mau beli jeruk untuk apa! Bapak ini ba gaimana? Tidak usah!”
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
24 - 30 Maret 2014
23
Denpasar Design Centre
Hadir untuk Kemajuan Usaha Anda
Desain merupakan salah satu subsektor industri kreatif yang meman faatkan kreativitas dan inovasi individu sebagai produk utama dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Desain juga salah satu bentuk inovasi yang mendorong produk industri kecil dan menengah (IKM) menembus pasar dunia. Hal ini diungkapkan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat pada peresmian Gedung “Denpasar Design Centre,” di Jalan Melati No. 31, Denpasar, Jumat (21/3).
efektif dalam memberikan dukungan layanan inovasi dan teknologi ter baru bagi para pelaku usaha IKM.
P
Penandatanganan prasasti Gedung DDC
ada kesempatan terse but Menperin meng apresiasi didirikannya DDC sebagai salah satu bentuk fasilitas dan layanan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam upaya mendukung serta mendo rong pengembangan IKM. Terutama dalam hal desain kemasan, produk, tekstil dan konsultasi peningkatan nilai tambah, yang akan mening katkan daya saing. Terlebih adanya dukungan layanan e-commerce, semakin memudahkan IKM meng akses pasar. Sebagai wadah pengembangan dan peningkatan kualitas desain, DDC juga diharapkan memiliki fungsi marketing, Apalagi, Denpasar, Bali sudah menjadi brand dan diakui internasional. Dengan terintegrasi nya seluruh fungsi layanan, DDC diharapkan bisa menjadi one stop service bagi pelaku IKM.“Sekarang tinggal diikuti dengan langkah stra tegis, berdasarkan norma dan kaidah bisnis yang engandung unsur budaya sehingga produknya bisa marketable dan dikenal di nasional bahkan internasioanl,” ujar Menperin me nambahkan. Peran Pemerintah Kota (Pem kot) Denpasar, dikatakannya sangat menentukan. “Pemkot perlu proaktif membimbing dan mengembangkan industri kreatif ini. Dan, pemerintah pusat akan memberikan dukungan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif dan pengembangan skim pembiayaan dengan suku bunga kompetitif serta akses yang lebih mudah,” tegas Menperin. Selanjutnya Menperin menga takan, selama ini di kalangan IKM dikenal, jika ingin mendapatkan modal dengan akses mudah dan cepat biasanya biaya bunganya tinggi, sehingga tidak menarik. Begitu juga kalau menggunakan prosedur biasa di perbankan, seringkali berteletele.
“Jangan sampai terjadi suatu ki sah seperti saat saya masih menjadi Ketua Kadin. Saya mendapatkan laporan ada pengusaha muda kre atif dari Bandung yang membuat animasi, mendapat kontrak dari Amerika dan membutuhkan dana sebesar Rp 3 miliar. Ternyata bank, tidak bersedia memberi pinjaman, sebab pengusaha muda yang baru saja lulus ini tidak punya jaminan. Asetnya adalah otaknya,” kisah Menperin. Saat gagal tersebut, katanya si pengusaha muda kreatif ini justru mendapat dukungan dari bank di Singapura tanpa jaminan, tapi ia di minta pindah ke Singapura dan sam pai sekarang di sana. Jangan sampai kisah sedih ini terulang lagi. Ia sudah berbicara dengan pihak perbankan, bahwa industri kreatif sekarang se dang tren dan sangat menjanjikan. Idustri kreatif sangat maju karena didukung talenta masyarakat selaku perajin maupun desainer. “Semua harus terus berkem bang, dan kami akan mencarikan jalan bagaimana membuat skim pembiayaan agar bisa mengembang kan diri,” lanjut Menperin sambil berharap seluruh pegawai DDC serta aparat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar melakukan tugas yang terbaik, dan
AYO MANFAATKAN DDC Pada acara yang juga dihadiri Wakil Menperin, Kadisperindag Provinsi Bali, Sekda Kota Denpasar, dan kalangan perajin tersebut, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharma wijaya Mantra mengungkapkan industri kecil dan menengah (IKM) juga usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia memegang peranan sentral dan strategis bagi pembangunan ekonomi kerakyatan dan penyerapan tenaga kerja. Di Denpasar, IKM dan UKM cukup banyak menyerap tenaga kerja, yang berarti pula membantu menekan pengangguran. Pihaknya mengatakan kelompok perajin yang terlibat di DDC di
Mohamad S Hidayat
IB Rai D Mantra
sebagai kota kreatif. Terlebih saat ini Kota Denpasar sedang diusulkan ke Unesco oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadi salah satu kota kreatif. “Kreatif yang dimiliki Denpasar bukan hanya seni dan budaya, juga banyak artifak dari hasil seni dan bu daya. Kerajinan inilah akan dikem bangkan agar bisa mendampingi perkembangan industri pariwisata di Bali. Selain itu, untuk mempersiap kan mereka menghadapi persaingan global pada 2015-2020. Karenanya, dianggap penting untuk membantu
masan serta tekstil. Juga, melakukan pengembangann serta penelitian dan konsultasi hak kekayaan intelektual (HKI) dan paten serta menyediakan arena promosi gratis melalui media internet dengan e-commerce. Bicara e-commerce, Pemerintah Kota Denpasar telah mendirikannya sejak tahun 2008. Perkembangannya cukup baik. Jika di awal hanya diikuti 30 perajin, dalam perjalanannya di tahun 2011 tercatat 363 perajin, tahun 2012 menjadi 463, dan tahun 2013 meningkat lagi sebanyak 663 perajin. “Kami yakin anggotanya akan terus bertambah. Apalagi dari data terlihat banyak buyer di antaranya dari Amerika mengunjungi e-commerce kami,” kata Wali Kota Denpasar ini. Sementara, Kepala Dinas Per dagangan dan Industri Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan DDC telah menerima bantuan delapan mesin kemasan dari Departemen Perin dustrian. Di DDC, pelaku IKM dan UKM bisa memperoleh bantuan pe menuhan kebutuhan terkait kemasan maupun konsultasi hak cipta. Semua layanan yang disediakan di DDC, lanjut Wayan Gatra tidak dipungut biaya. “Sejak berdiri, fasilitas DDC telah membantu meningkatkan kualitas kemasan berbagai produk, termasuk endek. Jika sebelumnya, kain endek dijual tanpa kemasan, sekarang semakin banyak yang dijual dalam kemasan yang menarik. Selain kotak kemasan juga dapat menunjukkan nama dan alamat perajin,” ungkap Kadis perindag Denpasar ini. Wayan Gatra juga sempat meng ungkapkan kalau Denpasar De sign Centre (DDC) yang ada di Denpasar, Bali ini berbeda konsep dengan Jakarta Design Centre (JDC) di Jakarta. “JDC hanya di fungsikan sebagai gedung pameran yang dikelola swasta. Sementara, DDC adalah fasilitas yang disiapkan pemerintah yang di dalamnya ada proses kreativitas, dengan segala fasilitasnya,” paparnya. Setelah Gedung DDC diresmi kan dengan tagline “The Spirit of Design” juga ajakan Wali Kota agar masyarakat menggunakan DDC, Wayan Gatra berharap keberadaan DDC di Kota Denpasar ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Kota Denpasar untuk kemajuan usahanya. –ard
Menperin tengah mengamati salah satu produk dari seorang pengusaha muda
bawah kendali Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga Dinas Ko perasi. Pemerintah membantu sarana dan prasarana IKM dan UKM dari sisi marketing, bahan baku, permodalan serta asistensi mereka untuk mening katkan usahanya melalui inkubatorinkubator yang tersedia. Keberadaan DDC, oleh IB Rai Mantra difokuskan untuk Denpasar
Sebagian perajin yang hadir saat peresmian Gedung DDC
dalam membentuk suatu desain,” papar IB Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar ini juga men gucapkan terima kasih atas bantuan mesin pengemasan dari Kementrian Perindustrian. Sehingga, kegiatan bisa berjalan dengan baik dan para perajin telah pula memiliki wawasan perihal desain dan kemasan sebagai daya saing. Selanjutnya, ia meng harapkan DDC menjadi sentral pengembangan desain di Bali. Sebagai salah satu bentuk fasilitas dan layanan oleh Pemerintah Kota Denpasar, DDC dikatakannya juga demi mendukung pengembangan IKM dan UKM, pengembangan de sain, menyosialisasikan dan melatih IKM agar dapat memperguna kan software-software desain serta mengembangkan desain lokal dan nasional agar dapat bersaing di pasar dunia. Selain itu, DDC juga mem berikan layanan konsultasi desain produk dan pelatihan produk ke
24 - 30 Maret 2014
24
Daya Pikat Bali di Jabodetabek Tidak sedikit warga Jakarta yang merindukan nuansa Bali. Fenomena inilah yang ditangkap para pengembang dan mewujudkannya dalam bentuk pembangunan perumahan-perumahan bernuansa Bali. Berkeliling sekitar Jakarta, seperti di Depok, Bekasi, Tangerang, banyak kita jumpai perumahan yang ‘menjual’ Bali sebagai daya pikat.
D
Pintu Gerbang Bali View
i antara sekian ba nyak perumahan bercorak Bali, ba rangkali yang ter bilang perintis adalah perumahan Bali View yang ada di Cirendeu, Jakarta Selatan. Sekalipun tidak be sar, perumahan ini sempat menjadi ikon di Jakarta Selatan. Lokasinya yang tidak jauh dari Fatmawati dan Pondok Indah, membuat Bali View cepat melambung menjadi lokasi perumahan yang prestisius. Tahun 2000-an, saat awal perumahan Bali View dibangun, kawasan Cirendeu relatif belum sepadat sekarang. Saat itu, jalanan menuju Cirendeu terbilang masih lancar. Namun saat Tokoh ber kunjung ke lokasi Bali View barubaru ini, suasananya sudah jauh berubah. Kemacetan menjadi pe mandangan rutin di sini. Sejak tahun 2000 hingga sekarang, relatif tidak ada pelebaran jalan, sementara jumlah pengguna kendaraan terus bertambah. Dulu, pintu gerbang masuk Bali View, masih terbilang menonjol, sekarang, jika tida diperhatikan dengan sungguh-sungguh, nyaris tertutup oleh banyaknya pusatpusat keramaian, baik berupa per tokoan, maupun pusat-pusat makan waralaba. Di kiri dan kanan pintu gerbang masuk Bali View, sudah padat dengan toko dan restoran impor. Meski begitu, suasana di dalam komplek perumahan Bali View tetap terasa sejuk. Bukan saja kare na lokasinya di wilayah selatan, yang lebih adem dibanding pusat dan utara, di perumahan ini juga sudah tumbuh pepohonan rindang. Mana jemen komplek juga mengatur ke
bersihan dan keamanan lingkungan dengan baik. Nah, tidak jauh dari Bali View, kurang lebih 8 km ke arah selatan, bercokol perumahan yang lebih luas dengan nama Tamansari Puri Bali. Perumahan ini masuk kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Lokasinya lebih luas dari Bali View. Selain itu, Puri Bali juga berpintugerbang di jalan provinsi yang menghubungkan Jakarta – Bogor via Parung. Sekalipun tak jauh dari Puri Bali bercokol perumahan-perumah an elite lain –salah satunya milik pengembang Ciputra—tetapi ikon Puri Bali tetap menonjol. Hunian berkonsep resort Bali tidak melulu identik dengan laut, pantai atau pun pasir putih. Bali juga memiliki daerah pegunu ngan yang sejuk dan asri, dengan pemandangan indah seperti Kintamani atau Bedugul yang juga sudah mendunia. Konsep kenyaman an lingkungan itulah yang menjadi inspirasi pembangunan peru mahan Tamansari Puri Bali di Sawangan, De pok oleh Wika Rea l t y, a n a k p e r u s a h a an PT Wijaya Karya. Memasuki jalan sepanjang 300 meter menuju ger bang Tamansari Puri Bali, suasana Bali mulai terasa. Di sisi kanan jalan diban gun tembok pembatas dengan warna tembok abu dan oranye. Sampai di gerbang masuk, ekso
Gerbang Bali Resort Tangerang
tisme Bali tidak hanya dapat dilihat dari desain gapuranya saja, karena taman dengan bunga nan asri siap menyambut setiap tamu yang da tang ataupun penghuni yang pulang setelah seharian beraktivitas. Perumahan ini terbilang strategis, karena memiliki akses ke Depok dan Ciputat menuju Jakarta, ke Bogor dan ke Serpong. Alat transportasi dari dan ke tempat kegiatan, seperti sekolah dan tempat kerja juga mu dah ditemui karena Tamansari Puri Bali dilewati jalur kendaraan umum 24 jam non stop. Sawangan sendiri sekarang ini telah menjadi pusat kota kedua setelah Margonda. Dengan tren hunian yang cenderung mengarah ke selatan, karena pertimbangan air yang lebih bagus dan udara yang masih sejuk, maka fasilitas lingku ngan di daerah ini pun mengalami pertumbuhan yang cepat. Rumah sakit, tempat rekreasi seperti Ta man Rekreasi Aquatic Telaga Golf Sawangan dan Taman Rekreasi Permata Buana, sekolah ternama seperti Madania dan fasilitas publik lainnya dapat dijangkau dengan mudah. Dari 20 hektare lahan yang akan dibangun, saat ini pengembangan baru mencapai tahap I, yaitu seluas 7 hektar untuk 2 banjar, yaitu Banjar Bedugul dan Banjar Taman Ayun. Kata banjar sendiri digunakan untuk mengganti istilah cluster yang umum digunakan di dunia properti. Setiap banjar terdiri dari paling sedikit 90 unit rumah. Dengan menggu nakan sistem banjar atau cluster ini, keamanan tentunya akan lebih terjamin. Rumah-rumah di Banjar Bedugul didesain lebih mengikuti arus tren saat ini, yaitu minimalis, tapi tetap menekankan pada fungsi ruang dan
konsep lingkungan Bali yang hijau dan asri. Tipe rumah yang ditawar kan adalah tipe 27 dan 38 dengan luas tanah bervariasi, yaitu 83 hingga 232 untuk tipe 27, dan 82 hingga 145 untuk tipe 38. Arsitektur rumah-rumah di Ban jar Taman Ayun lebih berasa Bali. Bangunan rumah terinspirasi dari bangunan di Karangasem yang unik. Tipe rumah yang ditawarkan
konsep hijau. Bergeser ke Tangerang, Provinsi Banten, di sana ada perumahan Bali Resort yang terletak di kawasan Rawa Kalong, Kota Tangerang. Proyek dengan total lahan 4,7 hektar ini memiliki 263 unit rumah dan 6 unit ruko. Properti ini me nyasar segmen kelas menengahatas. Bali Resort dibangun dengan konsep arsitektur tropis-minimalis
Green Ubud
saat ini adalah tipe 38 dengan luas tanah mulai dari 83 hingga 155, tipe 51 dengan luas tanah mulai dari 96 hingga 150 dan tipe 67 dengan luas tanah 129 hingga 158. Untuk tahap selanjutnya, akan dibangun lagi cluster ketiga dengan konsep yang akan lebih Bali dengan tipe rumah bervariasi. Tidak seperti perumahan lainnya yang memiliki pusat aktivitas seperti sport center, Tamansari Puri Bali akan mem bangun pusat kesenian dimana anak-anak dapat belajar menari, melukis atau kegiatan seni lainnya. Saat ini, miniatur panggung kesenian sendratari Bali pun sudah dibangun. Selain memiliki pos keamanan, setiap banjar juga memiliki taman, yang dapat digunakan sebagai area bermain anak-anak, ataupun tempat berkumpul warga. Suara gemercik air berasal dari sungai kecil buatan yang membelah jalan menuju ban jar Bedugul, semakin mem bangkitkan kesan asri. Petakpetak sawah seperti yang ada di pedesaan Bali pun dapat ditemui di sini berikut kincir airnya, mengundang burung untuk datang dan berkicau. Agaknya pengembang tidak sekadar ingin mengem bangkan suatu bangunan rumah, namun mencoba membangun hunian, tempat tinggal yang not just house but home, senyaman mung kin untuk dihuni. Tak heran kalau suasana diciptakan senyaman mungkin dengan
yang dilengkapi dengan elemenelemen bernuansa Bali. Beberapa aksesori, seperti ukiran, batu alam, dan pohon kamboja, konon, sengaja didatangkan khusus dari Bali. Selanjutnya Tokoh mengunjungi perumahan Green Ubud yang ter letak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perumahan ini memiliki konsep ‘manilasting the exotic paradise in Bali’. Gaya hunian privat ini menghampar seluas 11 hektare, dan sudah dipasarkan sejak tahun 2012. Saat ini, hunian itu sudah penuh terisi. Guna menunjang nuansa Bali, pihak pengembang membuka Ba linese massage & spa di dalamnya, kemudian membangun Aura & Jade therapy, lantas menyisakan sebagian lahan untuk membangun Ubud Botanical Park, area jogging dan sport club. Lokasi perumahan juga terbilang strategis, karena tidak jauh dari pintu tol Cibinong. Di sekitar lokasi, juga sudah banyak berdiri bangunan mall. Banyaknya peminat terhadap perumahan bernuansa Bali, men jadikan para pengembang terus berkreasi “menjual” Bali dalam pe rumahan mereka. Bagi pengembang yang menguasai lahan cukup luas, mereka membangunnya secara massal. Bagi pengembang yang menguasai lahan tidak terlalu lebar, mereka membangunnya dalam bentuk cluster. Sebagian masyarakat Ibu Kota Republik Indonesia ini, meminatinya untuk dua tujuan. Per tama, sebagai tempat hunian yang nyaman. Kedua, sebagai bentuk investasi di bidang properti. –Diana Runtu