17 - 23 Maret 2014
24
Miss Big Indonesia 2014
Luwes di Panggung, Berat di Badak
Wajah Jelita Ramlan yang tadinya tampak cemas tampak tersentak kaget ketika namanya disebut sebagai Miss Big Indonesia 2014. Ia sekaligus menjadi Duta Konservasi Badak Ke menterian Kehutanan. Acara penobatan dilaku kan pada malam Grand Final Pemilihan Miss Big Indonesia yang berlang sung di Underwater Theater Ocean Dream Samudra, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. De rai air mata membasahi wajah manis gadis asal Kalimantan Selatan ini. Ia pun lantas menutup wajahnya dan berusaha menahan tangis sebisa nya. Sementara temantemannya sesama finalis langsung mengerubuti dan memeluk Jelita.
J
elita Ramlan menangis tersedu, karena dalam pandangannya, semua finalis bukan hanya manis dan cantik tapi juga berprestasi. Namun, juri justru memberinya penilaian ter tinggi sehingga ia berhak atas gelar Miss Big Indonesia 2014 serta menyandang Duta Konservasi Badak Indonesia. “Aku sungguh tak menyangka bakal terpilih sebagai Miss Big Indonesia 2014 karena semuanya bagus-bagus. Sungguh saya berterima kasih pada semuanya atas kepercayaan yang diberi,” ungkap adik artis Olla Ramlan yang memi liki berat 125 kg ini, sesaat setelah kemenangannya. Hal yang sama juga diungkapkan, Angela Megawati Hartono, Runner Up 1 Miss Big 2014. “Meski hanya menda pat tempat kedua, saya tetap merasa bersyukur mendapat kesempatan meraih prestasi ini. Apa yang Tuhan beri adalah yang terbaik, dan saya siap menjalankan tugas-tugas yang diberikan nantinya,” ungkap Angela yang berasal dari Provinsi Jawa Timur. Runner Up 2 ditempati oleh Delia dari Papua. Selain tiga penghargaan utama, per helatan Miss Big 2014 ini juga memberi penghargaan khusus pada tiga finalis, yakni; Miss Favorit yang diraih oleh In
tan dari Provinsi Lampung, Miss Persa habatan diraih oleh Elvi dari Yogyakarta karena dia dinilai sebagai finalis paling ramah dan penuh perhatian pada se mua, serta, Miss Fotogenik yang diraih oleh Dewanti dari Yogyakarta. Berbeda dengan pemilihan Miss atau Putri yang ada di Indonesia, poin yang dinilai bukan sekadar brain, behavior and beautiful seperti umumnya konteskontes kecantikan tapi juga ada dua poin lainnya yakni big and believed. Hal yang khusus lainnya adalah penilaian terhadap pengetahuan mereka seputar badak Indonesia. Seperti umumnya kontes-kontes kecantikan, maka dalam salah satu sesi pemilihan Miss Big ini pun menggelar peragaan busana. Ke-22 finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Tanah Air ini, diberi kesempatan tampil di panggung memperagakan keluwesan nya berlenggak-lenggok bak peragawati sungguhan. Tubuh besar seolah tidak mengu rangi keluwesan mereka bergaya di panggung. Sepintas terasa sulit menilai siapa yang paling unggul di antara ke22 finalis ini jika hanya melihat dari penampilan fisiknya saja. Karena ratarata meski bertubuh subur, semuanya berparas manis dan cantik. Semuanya menampilkan rasa percaya diri yang kuat saat bergaya di panggung. Hasil baru bisa terlihat ketika masuk dalam sesi tanya jawab antara juri dan peserta. Materi pertanyaan beragam, mulai dari visi dan misi, membangun motivasi diri hingga pengetahuan mer
Jelita Ramlan Miss Big Indonesia 2014, Angela Megawati Hartono runner up I (kiri), dan Delia (kanan) runner up II
eka seputar badak Indonesia. Materi pertanyaan seputar badak ini memang memiliki bobot yang lebih, pasalnya, kelak salah satu dari mereka akan men jadi Duta Konservasi Badak Indonesia. Karenanya sebagai Duta mereka diharapkan cukup mumpuni untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait program-program yang berhubungan dengan konservasi badak Indonesia yang hampir punah itu. Bagi para undangan sendiri, tentu pertanyaan-pertanyaan dan jawaban peserta terkait masalah badak Indonesia ini, terasa menarik dan juga menambah wawasan kar ena tidak semua orang ‘melek’ informasi itu. “Dulu badak Jawa dan Su matera hidup berdampingan di Sumatera, namun kemudian terjadi penembakan besar-besar sehingga badak Jawa di Sumatera, punah. Kapan peristiwa itu terja di?”, “Mengapa pemerintah harus menunjuk kawasan konservasi hidup badak?” Itulah pertanyaanpertanyaan terkait badak In donesia di babak 10 besar dan pertanyaan makin bertambah berat di babak-babak selanjutnya, khususnya pada babak 10 besar dan lima besar. Dengan berbagai pertanyaan itu, bisa dilihat bahwa untuk bisa menjawab pertanyaan terkait itu, para peserta memang harus benar-benar belajar terkait berbagai informasi tentang badak Indonesia.
PENJURIAN TERBERAT Selain itu yang juga menarik ada lah mendengar jawaban beragam atas pertanyaan juri tentang cantik menurut para peserta, apa yang Anda lakukan jika Anda di-bully, dan berbagai pertanyaan lainnya. “Cantik itu tidak harus berbadan kurus, rambut panjang, tapi cantik itu muncul dari dalam diri sendiri apalagi kalau pintar. Cantik bisa muncul dari rasa percaya diri yang kuat,” ujar sejumlah peserta. Ada lagi peserta yang dengan penuh percaya diri menyebut,”Panutan saya adalah diri saya sendiri. Berbadan besar bukan berarti tidak bisa cantik. Tapi kita juga bisa cantik, bisa gaya dan pintar”. Ati Ganda, salah satu juri yang ditemui seusai acara menyebut, sepan jang pengalamannya sebagai juri diber bagai kontes kecantikan, ajang Miss Big 2014 adalah yang terberat. Kriteria pe nilaian yang berbeda dibanding kontes lain dimana ia pernah menjadi jurinya. “Mungkin selama saya menjadi juri kontes-kontes kecantikan, baik itu pemilihan miss-miss atau putri-putri, inilah kontes yang saya rasa paling be rat. Karena selain kriterianya berbeda dengan pemilihan putri atau miss pada umumnya, juga karena keberadaan mereka itu nantinya juga menjalankan tugas sebagai Duta Konservasi Badak. Jadi mereka harus menguasai penge tahuan tentang badak Indonesia,” ujarnya. Selain itu, dengan tubuh yang di atas rata-rata ini, bagaimana mereka bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka hidup sehat. Mereka harus
mampu tampil percaya diri dan dapat menyampaikan sesuatu dengan baik kepada publik. Ini tentu tidak mudah. Perkembangan mereka selama sepekan di karantina itu juga menjadi penilaian kami. Jadi, bukan hanya pada grand final saja,” tutur Ati Ganda, salah satu dari lima juri dalam ajang ini kepada Tokoh. ”Penilaiannya pun bukan hanya fisik cantik saja. Kalau ngomong cantik, banyak, tapi tidak semua, misalnya, memiliki kemampuan untuk menjelas kan suatu persoalan kepada orang lain secara rinci, runtut, terukur, dan bisa dipahami orang lain. Kemampuan seperti ini sangat dituntut dimiliki oleh seorang Miss Big Indonesia yang juga Duta Konservasi Badak. Buat apa hanya cantik tapi tidak bisa mengungkapkan suatu persoalan. Karena kadang orang meski sudah tahu persoalan tapi tidak mampu mengungkapkan hal itu dengan jelas kepada orang lain,” tambah Ati. Terkait dengan pengetahuan soal badak Indonesia, dalam pengamatan nya, umumnya peserta telah memiliki pengetahuan tentang itu. Mereka te lah mempersiapkannya sejak masih di daerah masing-masing. Para peserta tahu bahwa salah satu materi yang akan diujikan adalah pengetahuan mer eka tentang satwa langka itu. Ketika di Jakarta pengetahuan mereka makin diperdalam dengan kehadiran pihak Kementerian Kehutanan. Selain soal badak, materi yang juga tak kalah pentingnya adalah pembekalan yang terkait dengan memupuk rasa per caya diri . Bagaimana membuat mereka tampil penuh percaya diri, dan mampu berbicara di hadapan public, ini menjadi tantangan tersendiri. Di awal mereka masuk (karantina), tuturnya, sebagian dari mereka masih terlihat takut-takut dan belum berani mengungkapkan pendapat. “Tapi mereka adalah gadis-gadis cerdas dan memiliki beragam prestasi sehingga tidak sulit menyerap apa yang diajarkan. Pembekalan hanya sepekan, meski terasa singkat, namun berhasil mencapai hal-hal yang luar biasa. Kalau dulu mereka terkesan malu, tapi kini sudah bisa berbicara lancar di hada pan publik, bahkan pers. Dari hasil karantina itu juga kami para juri tahu bahwa sesungguhnya semua peserta itu memiliki kemampuan yang luar biasa, hanya saja kesempatan untuk tampil jarang sekali. Karena itu saya sangat mendukung adanya event Miss Big ini, karena lewat event-event semacam ini lah mereka dapat kesempatan tampil,” tegasnya. –Diana Runtu
EKSPRESSO
2
17 - 23 Maret 2014
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh
Contoh Nyata Ada sebuah ironi dalam kel uarga; jika si anak mendapatkan penghargaan (dalam bentuk apa pun, seperti nilai bagus, juara perlombaan), orangtua akan berkata, “Ini baru anak papa” atau “Ini baru anak mama.” Hal sebaliknya terjadi, kalau si anak mendapat nilai buruk atau dini lai berperilaku buruk di seko lah, orangtua berlomba “tak mengakui” anaknya. “Kamu itu anak siapa sih? Kayaknya ma mamu nggak begitu deh. Papa juga nggak juga. Nurun siapa kamu itu? Dasar bodoh. Gitu aja nggak bisa. Anak nggak tahu diuntung.” Panjang sekali. Anak dituntut membang gakan orangtuanya, menjaga nama baik orangtuanya, men jaga nama baik
O
M G
keluarga. Syukurlah kalau anak kita baik-baik saja. Jika tidak? Beragam kasus menimpa remaja kita. Trek-trekan, hamil di luar nikah, pesta seks, pesta miras, jadi anggota geng. Ka lau remaja sudah mengalami berbagai kasus itu, satu per tanyaan penting, “Ke mana saja orangtua selama ini?” Sak ing sibuknya hingga tak tahu perkembangan anak mereka? Kalau sibuk menjadi alasan tak mampu mengurus anak, tepat kiranya kita tak perlu punya anak. Punya anak memiliki konsekuensi tersendiri. Dan, tanggung jawab orangtua tak hanya sebatas memberi materi tapi mengabaikan kebutuhan psikis mereka. Komunikasi terbuka dan intensif men jadi mutlak di
Disangka Teroris
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Itu artinya waktu kerja telah berakhir. Semua karyawan mulai mempersiapkan diri untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Be gitu juga dengan saya. Saat saya sedang mengeluarkan motor dari tempat parkir kantor, seseorang memanggil. “Zal, tunggu sebentar.” Rupanya itu adalah Pak Tude, rekan kerja paman saya. “Iya, ada apa, Pak?” “Begini, Bapak ada sedikit oleholeh untuk pamanmu, tapi tidak sempat mampir ke rumahnya. Bisa minta tolong kamu mengantarkan nya ke sana?” ujar Pak Tude sambil menyodorkan sekotak besar kue donat. “Oh iya, Pak. Bisa. Nggak masalah,” jawabku. Rumah paman saya memang searah dengan per jalanan pulang saya. Saya mengambil kotak tersebut dan meletakkannya di depan sadel motor, agar tidak terjatuh saya menjepitnya dengan kedua paha saya saat berkendara. Tiba di persimpangan jalan, lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Saya menghentikan laju kendaraan demi keselamatan. Beberapa teman sekantor saya juga berhenti di persimpangan tersebut. Lampu lalu lintas di persimpang an ini memang terkenal cukup lama, ini karena ada lima jalur kendaraan yang melewati persimpangan ini.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Sambil menunggu lampu berwarna hijau, saya memperhatikan seorang petugas polisi lalu lintas yang sedang bertugas. Dia berdiri di pinggir jalan mengawasi setiap kendaraan yang berlalu-lalang. Tiba-tiba polisi tersebut juga melihatku. Saya segera mengalihkan penglihatan saya. Agar tidak salah tingkah, saya mencoba membe tulkan posisi kotak donat di motor saya. Saya membuka kotak tersebut untuk memeriksa apakah kue-kue donat di dalam tidak rusak. Setelah yakin donatnya masih tersusun rapi, saya menutup kotak itu kembali. Saya mencoba melirik ke arah polisi itu lagi. Oh my God ternyata dia masih memperhatikan saya. Saya segera mengubah pan dangan saya ke arah lain. Perlahan polisi itu mulai ber jalan mendekati saya. Ya Tuhan apakah saya telah melanggar lalu lintas. Helm ada, kelengkapan mo tor sepertinya tidak bermasalah, mudah-mudahan saya tidak lupa membawa SIM dan STNK. Polisi itu sudah berdiri di sam
GORO-GORO
PENSIUN @mingguantokoh
lakukan. Keterbatasan waktu seharusnya menjadi satu alasan besar mengapa keluarga wajib memanfaatkan kebersamaan tanpa diganggu oleh hal lain. Singkirkan gadget dan menjauh dari televisi ketika bersama keluarga menjadi salah satu cara agar komunikasi bisa terjalin tanpa gangguan. Selain itu, orangtua haruslah bisa memberikan contoh nyata bagi anak-anak mereka. Jika anak tak boleh minum minu man keras, orangtua harus melakukannya juga. Ketika anak dilarang merokok, orangtua juga tak boleh merokok. Ka lau anak tak boleh melakukan seks bebas, orangtua jangan berselingkuh. Anak sejatinya hanya meniru apa yang dilihat dari lingkungan terdekatnya. Siapa? Yang pertama tentu saja orangtuanya. Kalau orangtuanya berhasil menanamkan nilai-nilai kehidupan dan menjadi contoh secara benar, anak hampir bisa dipastikan berperilaku sama. Jika anak harus menjaga nama baik keluarga, bukankah orang tua wajib melakukannya juga?
ping saya. “Apa ini?” tanyanya sambil menunjuk kotak donat di motor saya. “Donat, Pak,” jawab saya gugup karena beberapa pengendara lain mulai memperhatikan kami. “Buka!” perintahnya penuh wibawa. Sepertinya dia tidak per caya dengan jawaban saya. Saya mulai mengerti, rupanya dia curiga dengan isi kotak yang saya bawa ini. Terpaksa saya membuka kotak itu untuk menunjukkan isinya kepadanya. Setelah merasa puas dan yakin bahwa isi kotak itu adalah donat, polisi tersebut kembali ke posisi berpatrolinya tadi. Sebenarnya saya tidak menya lahkan tindakan polisi tersebut. Malah saya salut dengan kewas padaannya, mengingat begitu banyaknya tindak kejahatan tero risme di negara kita. Tapi betapa malunya saya, karena telah di sangka seorang penjahat oleh para pengguna jalan di persimpangan itu terutama teman-teman kan tor saya. Tidak terbayangkan bagaimana mereka akan mener tawakan saya di kantor. Afrizal, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Sobat kental Amat, Pak Ktut Mancrut, bertamu. Amat terkejut. Mereka berdua pelukan mesra dan bersala Putu Wijaya man, penuh kangen. Sudah lama sekali mereka berpisah. Hampir 35 tahun yang lalu. Ktut lari ke Jakarta karena tidak cocok dengan kelu arga, yang dianggapnya terlalu fanatik. “Saya mau pensiun, Bli!” “O, kapan?” “Tahun depan.” “Terus apa rencana Tut? “Pulang. Menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.” Amat tercengang. “Pulang?” “Ya! Kenapa, Bli?” “Bukannya Ktut dulu pergi karena ada konflik dengan keluarga? Atau apa mereka sudah tidak fanatik lagi? Atau Ktut yang sekarang berubah?” Ktut tersenyum. “Semua tidak, Bli. Walaupun waktu sudah puluhan tahun berlalu, semuanya masih seperti kemarin. Tidak ada yang berubah!” “Oh, begitu? Bagaimana nanti kalau ada konflik?” Ktut tertawa. “Tidak apa! Konflik kan sesuatu yang wajar. Itu dinamika kehidupan. Tidak usah dihindari. Konflik bahkan sering mendatangkan pahala. Karena kita jadi berpikir mencari solusi! Ya tidak?” Amat mengangguk kagum. “Kalau begitu memang Pak Ktut sendiri yang sudah berubah,” kata Bu Amat ketika Amat melaporkan pertemuan itu pada istrinya. “Ya, memang dia yang berubah. Tapi rasa-rasanya bukan perubahan yang mendekatkan dia pada keluarganya, tapi menjauhkan.” “Menjauhkan bagaimana?” “Cara berpikirnya sangat kota. Mana ada kita di sini yang suka konflik. Itu gaya hidup orang kota yang sedikit-sedikit gontok-gontokan. Itu memang budaya kota, karena kemudian mereka cepat dan gampang berbaikan kembali. Lain dengan kita di sini. Kita selalu menghindari konflik dengan berbagai cara. Kita menjauhi pertentangan sebab kalau sampai terjadi konflik, bisa musuhan seumur hidup. Orang bersaudara pun bisa bunuh-bunuhan kalau ada konflik. Betul tidak, Bu?” Bu Amat mengangguk. “Apa lagi yang diceritakan Pak Ktut sampai jauh malam begini?” “Dia minta tolong dicarikan rumah, yang letaknya di kota, tapi masih asri, ancer-ancernya asal tidak lewat satu miliar.” Bu Amat terpesona. “Kalau begitu dia kaya-raya!” Amat tersenyum. “Itui juga yang membuktikan dia sudah berubah dia bukan Ktut yang kita kenal. Dia orang kota yang menganggap kita orang udik yang gampang dibohongi. Kalau betul dia bisa beli rumah satu miliar, kenapa datang pakai ojek? Kaus kakinya juga bolong!” Bu Amat tertawa, lalu menambahkan. “Dan waktu makan, rakus sekali, seperti sebulan belum makan!” Amat tertawa. Ia lalu menyimpulkan Ktut tidak bisa dipercaya. Karenanya, omongannya boleh dianggap angin lalu. Tetapi tiga bulan kemudian Ktut datang lagi. Tidak naik ojek lagi tapi pakai taksi. “Bagaimana, Bli, sudah dapat?” Amat bingung. “Dapat apa?” “Lho, rumahya! Saya sudah pensiun dipercepat. Rumah sudah dijual. Saya mau cepat pindah sekarang! Dapat?” Amat bingung. Akhirnya ia minta maaf. “Maaf Ktut, Bli kira tak jadi.” “Tak jadi bagaimana. Kalau tidak jadi kan saya telepon Bli! “Ya, betul.” “Dapat tidak?” “Aduh, maaf, Bli lupa mencarikan.” Ktut kaget. “Lupa? Jadi belum dapat?” “Ya belum. Kebetulan juga Bli repot terus ada kerja adat sambung menyambung.” “Kenapa tidak nelepon, kan saya bisa mencari sendiri sekarang jadi kacau semuanya!” “Kalau begitu besok Bli carikan!” Ktut tampak kecewa dan marah. Ia berdiri mau pergi. Sambil berkata ketus, “Ternyata, orang daerah memang lamban, alon-alon asal klakon. Saya bisa frustasi menghabiskan masa prensiun di sini. Tidak usah carikan saya rumah! Saya tidak jadi pindah!”
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
17 - 23 Maret 2014
Seminar Internasional IKIP PGRI Bali
23
Pendidik Mampu Menilai dengan Baik
S
eorang pendidik hendaknya mengerti fungsinya. De mikian disampaikan His Hollines Atmanivedana Svami Maharaja, Education of Character Building, London dalam International Seminar “The Secret of Character Build ing”: Implementation of Education to Improve the Character and Personal Competence as Educators and Learners yang digelar IKIP PGRI Bali bekerjasama dengan Yayasan Institut Bhaktivedanta Indonesia, Sabtu (15/3) di Mutiara Ball room Hotel Nikki Denpasar. Ia mengingatkan peran pendidik adalah menyampaikan dan menyebar kan pengetahuan. Ada tanggung jawab besar yang mengiringi ketika mengam bil tugas pendidik. “Ada sembilan sifat yang harus dimiliki seorang pendidik, yakni jujur, tulus, dapat dipercaya, ter pelajar, bersemangat, bisa berhubungan dengan orang lain, bisa berkomunikasi dengan baik, selalu belajar, serta bisa membangun kondisi yang baik dan hangat,” ujarnya. Pengetahuan ini salah satu ke mampuan yang dimiliki manusia untuk membedakan baik dan buruk. Tanpa bimbingan yang benar, individu akan mengambil keputusan sendiri seperti yang dipikirkannya, dan terkadang bisa mengambil keputusan yang salah. Mer eka yang memilih perofesi pendidik harus mengetahui kemampuan dirinya. Ada ungkapan “semakin banyak tahu, maka sesungguhnya semakin banyak yang tidak diketahui”. Itu dikarenakan pendidikan dan teknologi selalu berkem bang. Pendidik yang baik harus memi liki kemampuan, motivasi dan sikap. “Sikaplah yang menentukan seberapa baik seseorang melakukan sesuatu,” ucapnya. Seringkali kita menilai sesuatu dari penampakan luar. Seorang pendidik yang tak memiliki kemampuan menilai dengan baik, akan melakukan penilaian yang tidak baik. Pendidik harus bisa melihat melampaui penampakan luar. Ibaratnya, tanaman kecil tapi akarnya sangat besar. Bahwa, tiap individu memiliki bakat tertentu dan punya kemampuan besar
Hollines Atmanivedana Svami Maharaja
untuk belajar. Pendidik yang ahli akan mampu mengungkapkan bakat siswanya, bisa melihat individualitas siswanya, kar ena tiap individu memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Karena itu, pendidik hendaknya bisa menampakkan kekua tan siswanya, menanamkan harapan, keyakinan, dan kepercayaan diri bahwa ia bisa melakukannya. Lima kategori pendidik menu rut Svami Maharaja, yakni orangtua, guru, teman pemimpin, dan budaya. “Orangtua merupakan guru pertama dan paling berperan yang megajarkan prinsip-prinsip dasar,” ujarnya. PEDOMAN FILOSOFI Aristotle Motii Nandy, M. Ed., pakar pendidikan dari Singapura mengatakan guru yang baik memberikan kehidupan kepada kurikulum, tidak hanya melalui transmisi pengetahuan, melainkan membangun makna dan pengetahuan baru bersama siswa. Mereka membuat keputusan mengenai kurikulum melalui pertimbangan yang mendalam terhadap konteks siswa, bidang pendidikan, kelas, pengalaman pribadi dan apa yang mereka praktikkan sebagai pendidik. Dalam proses menyampaikan atau menciptakan kurikulum dalam kelas bersama-sama dengan tujuan mengem bangkan kemampuan individu setiap siswa sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Proses pertimbangan ini menunjukkan bahwa peran guru bu kanlah hanya sebagai penyaring/pem filter melainkan peran mereka adalah sebagai “penjaga instruksi-kurikulum (curricular-instructional gatekeepers)”. “Guru menentukan hal apa yang harus diajarkan di kelas dan bagaimana hal tersebut diajarkan atau didistribusikan baik secara sadar maupun tidak,” tegasnya. Karena itu, guru adalah jembatan manusia yang menghubungkan kuri kulum yang direncanakan dengan kurikulum yang dialami, melalui pen erapan kurikulum yang kita jalankan. Bagaimanapun juga, penerapan kuriku lum yang dilakukan oleh seorang guru dipengaruhi oleh keyakinannya, sistem
Dr. dr. Made Wardana, Sp. KK (K)
Aristotle Motti Nandy, M.ed.
Penandatanganan MoU antara IKIP PGRI Bali dengan Yayasan Institut Bhaktivedanta Indonesia nilai, filosofi pendidikan, latar belakang, dari pembatasan persepsi dan pola pikir pengalaman hidupnya dan sebagainya. yang menghalangi kita untuk memper Hal ini menunjukkan bahwa akses dan oleh pemahaman yang lebih tinggi akan pengalaman siswa terhadap pengeta makna dan tujuan hidup. Karena itu, sangatlah penting untuk huan berserta komponen lainnya dalam kurikulum yang direncanakan, baik membuat pertimbangan yang hati-hati secara eksplisit ataupun sebaliknya, san dalam interaksi sehari-hari pada proses gatlah ditentukan oleh paradigma guru pelaksanaan, demikian juga kesadaran terhadap kurikulum atau pandangan akan kurikulum tersembunyi. Guru perlu untuk membantu siswa berkembang filosofinya. Filosofi memberi makna terhadap dengan cara tertentu dimana mereka keputusan dan tindakan kita. Tanpa berjuang dalam pencarian makna hidup. adanya pedoman atau landasan filosofi Ini membutuhkan budaya refleksi akan yang kuat, guru, dan dalam konteks yang prasangka, nilai-nilai dan tingkah laku lebih luas, yaitu sekolah dan bahkan kita. Peran guru sangatlah penting dalam badan-badan pendidikan nasional, dapat membawa keluar hal yang sama pada diri mudah terbawa oleh tren yang ada dan siswa dan juga mendorong munculnya juga mudah dipengaruhi oleh tekanan- sifat-sifat seperti jujur pada diri sendiri, tekanan eksternal untuk membuat berpikiran terbuka dan keberanian da perubahan pendidikan. “Karena itu, saya lam diri mereka. Pada dasarnya, tujuan yakin bahwa dengan memiliki perspektif dari pendidikan adalah untuk mem yang mendalam atau paradigma filosofi fasilitasi perkembangan holistik manusia yang menjadi pedoman memberikan dengan membangun hubungan internal landasan yang kokoh di mana sudut pre- dan eksternal. scriptive dan descriptive dari kurikulum berjalan,” tegasnya. FAKTOR INTERNAL Dasar utama dari paradigma filosofi DAN EKSTERNAL adalah kesadaran adanya perbedaan Sementara, Dr. dr. Made Wardana, antara individu dengan materi. Oleh Sp. KK (K), seorang Hipno Learning yang karena itu, tujuan dari pendidikan juga Ketua Yayasan Institut Bhaktive adalah untuk mengembangkan jiwa danta Indonesia menyampaikan belajar rasa ingin tahu (inquiry) dan mengem pada dasarnya merupakan kegiatan yang bangkan jiwa kemanusiaan. Aristotle dilakukan secara sadar, teratur dan teru yakin bahwa prinsip-prinsip humanistik kur untuk menghasilkan suatu peruba untuk mengembangkan potensi setiap han dalam pengetahuan, keterampilan, anak hingga batas maksimal dapat ter sikap, dan nilai-nilai. Hasil belajar adalah wujud dengan memfasilitasi pencarian- terjadinya perubahan tingkah laku yang diri mereka dalam mencari makna relatif mandiri dan mantap berkat latihan dan tujuan hidup. Hal yang penting dan pengalaman. dalam proses ini adalah prinsip-prinsip Dalam konteks pendidikan, guru berpikir kritis, khususnya menganalisa mengajar agar peserta didik dapat ketepatan dan validitas dari “asumsi belajar dan menguasai isi pelajaran yang mendasari ide, nilai moral, tinda hingga mencapai sesuatu objektif yang kan dan keyakinan” yang kadangkala ditentukan (aspek kognitif), juga dapat dianggap lumrah. Proses refleksi meru memengaruhi perubahan sikap (aspek pakan kunci untuk menghindarkan diri afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) dari seorang peserta didik. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu sep erti faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor eksternal meliputi yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap dan bakat. Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa, karena itu menen tukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi intelegensi seorang individu, se makin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat intelegensi indi vidu, semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. “Karena itu, perlu bimbingan belajar dari orang lain, sep erti guru, orangtua, dan lain sebagainya. Sebagai faktor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar, pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru profesional, sehingga mereka dapat memahami tingkat kecerdasan nya,” paparnya. Seminar internasional yang meng hadirkan tiga pembicara tersebut diikuti lebih dari 1.800 peserta dari mahasiswa dan dosen IKIP PGRI Bali, dan umum. “Tujuan diselenggarakannya seminar internasional ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana karakter ideal seorang pendidik, serta membekali konsep pendidikan karakter yang benar,” ujar Ketua Panitia, Ni Putu Ayu Krisna Dewi. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H.,M.Hum. menambahkan, seminar ini penekanannya pada pen didikan karakter yang memang sedang diterapkan di IKIP PGRI Bali. “Guru selalu digugu dan ditiru. Orang cedas tidak mengabaikan spiritual. Sasaran pendidikan, cerdas akademis, spiritual, emosional dan sosial. Orang hebat bu kan karena harta benda tapi karena perilakunya,” paparnya. Made Suarta mengungkapkan, ac ara seminar internasional bekerjasama dengan Yayasan Institut Bhativedanta Indonesia, suatu organisasi yang berg erak di bidang penyebaran budaya weda dalam rangka pembentukan karakter ini, direncanakan menjadi agenda tetap tahunan IKIP PGRI Bali ke depan. “Pendidikan karakter ke depan tidak bisa ditawar, mengingat kondisi bangsa sekarang ini yang mengalami degradasi moral. Sebagai calon guru, karakter adalah ciri khas seseorang,” tendasnya. –ten
W H AT ’ S U P
22
Perjuangkan Bali
Pelepas Dahaga Kerinduan Tari Menyalurkan hobi bersama orang-orang yang memiliki kegemaran sama tentu sangat mengasyikkan. Selain menambah ilmu, mereka bisa memperluas jaring an. Saling berbagi dan bertukar pengalaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah komunitas. Hal ini juga dialami para anggota Komunitas Bali Menari (Dancing Bali).
Salah satu adegan dalam tarian Sanghyang Jaran saat hunting bersama dengan anggota Bali Menari di Bona Gianyar.
S
aat hening, bait demi bait kidung geguritan mengalir deras dari atas helai daun lontar. Setia mengurai tuntunan hidup. Demikian lelaku Sang Rakawi (Pujangga) Dewa Agung Istri Kanya, pujangga agung dari Puri Agung Semarapura, Bali. Namun, Sang Rakawi yang halus budi bahasanya itu berubah sontak bisa menjelma jadi Wakcura Singakerthi nan beringas tatkala mar� tabat bangsa tercinta tercabik-cabik oleh kompeni Belanda. Tak ada pilihan lain, Perang Kusamba pun harus dite� riakkan dengan lantang. Dan, Srikandi pilih tanding itu pun meneguhkan sikap belapati satyeng negara, tampil di garda terdepan untuk menumpas belenggu penjajahan. Kisah heroisme Dewa Agung Istri Kanya itulah yang menginspirasi Dewa Nyoman Putra Ariantha mentransfor� masikannya ke dalam gerak tari “Kanya Rakawi”. Tarian yang mengabadikan jejak sejarah leluhur manusia Bali ini makin rancak dengan alunan gamelan kekebyaran yang ditata sangat artistik oleh I Ketut Budiana. Tarian ini didoku� mentasikan dengan apik pula oleh Ian Sumatika. Tak hanya tari “Kanya Rakawi” yang d i � abadikan oleh Ian. Ia memiliki ra� tusan koleksi foto tentang tarian yang su� dah diunggah di facebook Bali Menari. Ta k m e � lulu soal tar� ian, sang penari pun dideskripsikan dengan detail. Hal ini terlihat dari foto para penari legendaris Bali yang tampil di arena Pesta Ke senian Bali (PKB)
XXXII ta� hun 2010. Kendati usia sudah menapak senja, tujuh penari yang tergabung dalam komunitas
“Pregina Mas” dan kiprah berkesenian� nya sudah menjelajah berbagai belahan dunia ini tak pernah surut mengabdikan diri demi kejayaan seni tari Bali. Ibarat emas murni, penari-penari kharismatik Bali itu tetap berkilau memancarkan pesona yang menerangi jagat seni per� tunjukan Bali. Mereka adalah motivator yang tak pernah lelah menebarkan semangat bagi generasi muda Bali untuk menjaga dan menumbuhkembangkan bunga-bunga seni pengharum Bali. Pesona yang tak kalah memukaunya juga ditebarkan oleh para seniman tari lanjut usia pada arena PKB XXXIII tahun 2011. Para legenda hidup seni tari Bali bersinergi dalam pagelaran spektakuler bertajuk “Tetamian I Nyoman Kaler”. Secara khusus, mereka menarikan tari-tari kekebyaran ciptaan maestro I Nyoman Kaler (almarhum) sebagai wujud penghargaan kepada seniman besar Bali itu yang merupa� kan guru mereka. Menarilah terus wahai Pahlawan Seniku! Warnailah Bali ini dengan ge� mulai gerak tarimu hing� ga usia menuntaskan pengabdianmu! Dari kumpulan foto dan kumpulan fotografer ini lahirlah komunitas Bali Menari. Komunitas pecinta fotografi yang memokuskan pada foto seni
3
Ra t aya B. Ke nt janawat hy
“Bali Menari”
tari ini berdiri 18 Juni 2010. Komunitas ini muncul dari banyaknya fotografer khususnya yang sangat tertarik dengan kesenian Bali. Dari situ, timbul ide un� tuk membuat suatu wadah komunitas untuk menampung karya foto para fotografer. Di komunitas Bali Menari ini ada beberapa kategori foto yang bisa dimasukkan ke dalam album foto, di antaranya Archipelago Dance, Balih-balihan Dance, Bebali Dance, Contemporary Dance, Dance in BW, Dance in Potrait dan Wali Dance. Adanya katagori album yang sudah disediakan di komunitas Bali Menari ini bisa memudahkan para fotografer maupun masyarakat luas tahu foto-foto yang merupakan Tari Wali, Bebali, Balihbalihan dan lainnya. Bali Menari merupakan wadah bagi fotografer untuk menampilkan karyakarya fotografi dengan objek tarian khususnya tarian Bali. Namun, para fotografer juga tetap diperkenankan untuk menampilkan foto-foto tarian di luar Bali. Komunitas ini nantinya bisa menjadi pelepas dahaga bagi masyarakat luas yang rindu tarian. Di samping para fotografer itu sendiri ini merupakan suatu ajang saling mengetahui dan seba� gai ajang sharing, berbagi info kegiatan yang menarik untuk diabadikan. “Mudah-mudahan melalui komuni� tas Bali Menari ini bisa membangkitkan kecintaan kita pada seni budaya yang adi luhung lewat jepretan kamera. Hasil karya ini bisa diwariskan kepada anak cucu nantinya sehingga kebudayaan khususnya Bali tidak sampai punah dan selalu bisa kita lestarikan,” ujar Wayan Sukaadnyana, Ketua Komunitas Bali Menari. Syarat menjadi anggota di Komuni� tas Bali Menari ini tidak sulit. Masyarakat yang tidak mempunyai skill dalam bidang fotografi juga bisa menjadi anggota karena
S E L E B R I TA S
17 - 23 maret 2014
17 - 23 maret 2014
Sebagian karya fotografi yang ditampilkan pada pameran “Bali Menari 2013” di Resto d’Tunjung, Renon, Denpasar.
Salah satu kiprah perempuan satu ini adalah sebagai Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) periode 2011-2016. Namun, bicara soal pengabdian, sebagai perempuan Bali ia tidak ingin hanya sampai di sini. Ia bertekad lebih lagi memperjuangkan masyarakat Bali melalui jalur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI. “Kalau bukan orang Bali siapa lagi yang akan memperjuangkannya?” katanya. Lantas, siapa sebenarnya sosok perempuan satu ini?
P
mereka cinta kebudayaan. Bagi yang sudah mempunyai skill di bidang fotografi yang meliputi keindahan gerak tari Wali, Bebali, Balih-balihan dan kontemporer, bisa menampilkan karya seninya. Di usianya yang ketiga ini, be� berapa kegiatan sudah dilakukan oleh komunitas Bali Menari. “Tahun 2012 kami bekerja sama dengan Denpasar Photografer Club (DPC) menggelar pameran yang pertama di Sanur Village Festival. Tahun 2013 kami men� gadakan pa� meran foto yang ber� t e � ma�
kan “In� dah� nya Tari Bali”. Pameran kedua ini diikuti oleh
26 fotografer yang tergabung dalam anggota Bali Menari,” imbuh Suka seraya mengatakan pameran dilaksana� kan di Resto d’Tunjung Denpasar. Pameran foto yang berlangsung selama sebulan itu (10 November – 12 Desember 2013) itu diikuti fotografer Bali yang sudah biasa menjelajah event dan pertunjukan seni di Bali. Wali Kota Denpasar I.B Rai Dhar� mawijaya Mantra pun ikut memamer� kan foto berjudul “Putri Denpasar”. Pameran ini juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-3 komunitas Bali Menari. Di samping menggelar pameran foto, komunitas ini juga sudah per� nah mengadakan hunting bersama yang diikuti oleh anggota Bali Menari. Tema hunting bersama yang sudah dilaksanakan mengambil objek “Tar� ian Sanghyang Jaran” yang berlokasi di Bona, Gianyar. “Dengan adanya komunitas Bali Menari ini semoga di masa-masa yang akan datang lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan positif yang bisa kami lakukan bagi Bali khususnya untuk melestarikan budaya Bali yang penuh dengan kesakralan jangan sampai punah. Bagi fotografer di seluruh nu� santara bisa menjadikan komunitas ini sebagai ajang untuk berbagi informasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Suka. Menurutnya, anggota Bali Menari sangat terkesan dengan apa yang sudah mereka lakukan selama ini. Mereka menjadi memiliki banyak pengetahuan atau wawasan tentang tari-tarian yang ada di Bali. Bali Menari juga punya citacita mengadakan pameran setiap Pesta Kesenian Bali. –Ngurah Budi.
emilik nama lengkap Ir. Ratu Agung Ayu Agung Bayu Kent� janawathy yang sering ditulis singkat Ir. Rataya B. Kent� janawathy ini, adalah putri asli Bali, kelahiran 20 Oktober 1952 dari pasutri Brigjen (Purn.) TNI AD, Drs. Ratu Agung Ngurah Agung (Ranga) Bonjoran Bayupathy Arya Kresna Kepakisan (alm.) dengan Ratu Agung Ayu Puspawathy, dari Banjar Seng� guan, Gianyar, Bali. Selain lahir sebagai anak pejuang Bali, insinyur �������������������������������� elektro lulusan Univer� sitas Trisakti Jakarta ini, telah pula mencatatkan tonggak sejarah dalam perjalanannya selama dua periode sebagai Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), bukan hanya dari segi program dengan banyakn ya terobosan-terobosan pemberdayaan perempuan dan per� lindungan anak, juga ketika organisasi ini tercatat sebagai anggota ke-80 di Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada April 2007. Sementara sang suami yang juga putra Bali, yakni seorang tokoh militer nasional, Mayjen TNI Purnawirawan TNI AD Sang Nyoman Suwisma, kelahiran 10 Mei 1949 di Desa Tamanbali, Bangli, Bali, dari pasutri Sang Made Pegeg, juga seorang veteran pejuang ke� merdekaan RI den� gan Ni Nengah Menter (alm.). Ia adalah Dirut MNC TV, Komisaris Global TV, dan Komisa� ris PT Ga� jah Tunggal (GT Group, Jakarta). Di samping itu, Sang Nyoman Suwisma juga aktif melakukan pembinaan umat Hindu di setiap tempat tugasnya dan senantiasa dipo� sisikan sebagai ses� epuh umat Hindu. Kini Suwisma ter� catat sebagai Ketua Umum Parisada Hin� du Dharma Indonesia (PHDI) Pusat. Selama ini pula Ra t a y a Ke n t j a n a � w a t h y, b e r j u a n g untuk kepentingan bangsa dan negara dalam mendampingi sang suami, Mayjen TNI Purnawirawan TNI AD Sang Nyoman Suwisma di luar Bali. Di antaranya selama 20 tahun di Pasukan Ko� mando Pasukan Khusus (Kopassus), di Korem
Bonjoran Bayupathy (alm)
Garuda Hitam Lampung, Secapa Bandung, Divisi I Kostrad, Mabes TNI AD dan terakhir sebagai anggota DPR RI. Selanjutnya Ibu dari Kapten (Inf.) Sang Ngurah Wikrama Witapathy, S.Kom., Kasie Intel Grup I Kopassus, Lettu (Czi.) Sang Ngurah Wiranggana Adityapathy, S.T., Komandan Peleton Kompi Jihandak Garuda XX Misi Perdamaian PBB di Kongo, dan Iptu (Pol.) Sang Ngurah Wirata� ma Satriapathy, Kanit 3 Subden II Detasemen C Resimen I Gegana Ko r p B r i � mob Polri ini, yang juga aktif di berba� gai organ� isasi lainnya, baik sebagai ketua atau pengurus bi� dang tertentu ini, kembali ke Bali dan berjuang demi Bali di tingkat nasional, demi masa depan Bali yang lebih baik. Demikian pula dengan sang ayah, seorang tokoh veteran, mantan Ketua L egi u n Vetera n Provinsi Bali, Drs. Ratu Agung Ngurah Agung (Ranga) Bon� joran Bayupathy Arya Kresna Kepakisan (alm.), yang memiliki rekam jejak perjuangan di Bali ini, telah pula mengalirkan semangat juangnya kepada sang pu� tri, Rataya Kentjanawathy. Riwayat perjuangan sang
ayah, Bonjoran Bayupathy memang tidak banyak diulas dalam lembaran sejarah nasional Indonesia. Namun, Bonjoran Bayupathy, kelahiran Banjar Sengguan, Gianyar pada 10 November 1926 ini, melewati masa remajanya dengan penuh pergolakan batin. Betapa tidak, Bonjoran menyaksi� kan penderitaan rakyat di mana-mana. penjajah Belanda memeras keringat rakyat. Begitu juga Jepang datang memberi janji kosong. Bonjoran Bayupathy sadar, untuk menjawab persoalan tersebut harus ditempuh dengan jalan pencerahan melalui pen� didikan yang baik. Maka, ketika sekolah di Taman Dewasa, Bonjoran Bayupathy pun mulai aktif melakukan berbagai gera� kan bersama pemuda pejuang untuk memperkokoh persatuan menuju In� donesia merdeka. Ia memilih berjuang total, seluruh waktunya dicurahkan sepenuhnya untuk perjuangan mem� pertahankan kemerdekaan RI yang telah diproklamirkan oleh SoekarnoHatta di Jakarta, 17 Agustus 1945. Bonjoran Bayupathy bersama pe� muda pejuang akhirnya menyepakati membuat sebuah gerakan. Pertama, mereka menyebarluaskan berita ke� merdekaan ke daerah bagian timur Pu� lau Bali. Kedua, melakukan penurunan bendera Jepang diganti dengan ben dera merah putih di daerah tersebut.
Mayjen TNI Purnawirawan TNI AD Sang Nyoman Suwisma dan Ir. Ratu Agung Ayu Agung Bayu Kentjanawathy
Di tengah masa pendidikan itulah, ketika berpangkat Sersan Taruna di Akmil, Bonjoran Bayupathy dipanggil oleh I Gusti Ngurah Rai, pemimpin perjuangan Bali, untuk sama-sama berjuang di Bali. Dalam perjuangan selanjutnya, Bonjoran Bayupathy terus mengikuti Pasukan Induk I Gusti Ngurah Rai dalam rangka Long March Gunung Agung yang meru� pakan bagian dari strategi pasukan I Gusti Ngurah Rai untuk mengecoh serdadu NICA. Karier kemiliteran Bonjoran Bayupathy terus menanjak; Letda tahun 1948, Lettu tahun 1950, Kapten tahun 1956, Mayor tahun 1960, Let� nan Kolonel tahun 1964, Kolonel ta� hun 1966, dan Brigadir Jendral tahun 1971. Karenanya, jadilah Bonjoran Bayupathy orang Bali pertama yang mendapatkan pangkat jendral TNI. Tak berlebihan kiranya ia diberi julu�
hun 1961 penumpasan PRRI/Permesta di Padang. Tahun 1965 penumpasan G30S/PKI di Jakarta. Serta, terakhir, tergabung dalam Operasi Dwikora di Kalimantan Barat tahun 1966. Begitu juga semangat Bonjoran Bayupathy dalam menuntut ilmu tak pernah padam. Selain mengikuti ber� bagai pendidikan dan pelatihan kemi� literan, Bonjoran Bayupathy pun terus menempuh pendidikan umum. Tahun 1954 ia menyelesaikan pendidikan Ta� man Siswa di Yogyakarta. Tahun 1974 Bonjoran Bayupathy menyelesaikan kuliah di Fakultas Sosial Politik (Sospol) Universitas Jayabaya. Tahun 1997 me� nyandang gelar Magister Manajemen (MM). Sedangkan pada tahun 2000 ia berhasil menyandang gelar Doktor. Setelah pensiun dengan pangkat terakhir Brigjen tahun 1971, Bonjoran Bayupathy mengisi masa tuanya de ngan cara mengabdi di Markas Daerah
Rataya B. Kentjanawathy dan keluarga
Dan, ketiga, mengambil alih kekuasa an Jepang, di daerah Gianyar dan Klungkung, yang awalnya ditentang oleh Raja, namun setelah didesak oleh pemuda pejuang akhirnya Raja Gianyar dan Klungkung bersedia. Pada tahun 1945-1948 Bonjoran Bayupathy pun menempuh pendidikan di Akademi Militer Jogjakarta, satu ang� katan dengan pemuda pejuang lainnya, seperti Soesilo Soedarman (mantan Menteri Parpostel RI) dan Soebroto (mantan Menteri Pertambangan dan Energi RI), Letjen Wiyogo Atmodar� minto (mantan Gubernur DKI Jaya).
kan “Bintang Pratama Dewata”. Berbagai perjuangan bersenjata dan operasi militer pun telah dijalani oleh ayah Rataya Kentjanawathy ini. Pada tahun 1945-1947, ia bergabung bersama pasukan gerilya di Bali. Tahun 1947-1948 terlibat dalam perang kemerdekaan I. Tahun 1948 bergabung dalam penumpasan pem� berontak PKI Madiun. Tahun 1949 penumpasan DI/TII Karto Soewiryo. Tahun 1952-1954 bergabung dalam penumpasan DI Kahar Mudjakardi Pare-pare Sulawesi Selatan. Tahun 1953 penumpasan RMS di Maluku. Ta�
Legiun Veteran Republik Indonesia (MADA LVRI) Bali. Hingga usia senja, Bonjoran Bayup� athy terus mengikuti perkembangan bangsa terutama menyikapi berbagai persoalan kebangsaan. Puncaknya adalah ketika bergulirnya gerakan re� formasi, tahun 1998, Legiun Veteran Bali mengeluarkan sikap mendukung gerakan mahasiswa dalam gerakan re� formasi. Selain pada masalah-masalah kebangsaan, ia pun memberi perhatian pada dunia olahraga. Ia berperan besar dalam pengembangan olahraga karate dan silat di Bali. –Sri Ardhini
INSPIRASI
4
17 - 23 Maret 2014
MANDALIKA
17 - 23 Maret 2014
21
Harus Berani tak Makan Sejak dulu Desa Pancasari tersohor dengan stroberinya. Karena itu, banyak wisatawan datang ke desa ini untuk menikmati hawa sejuk desa ini serta memetik stroberi. Dari Pasar Pancasari ini, lebih kurang 500 meter dari patung stroberi ke arah barat terdapat sebuah agrowisata stroberi.
N
yoman Mara, petani stroberi asal desa setempat membuka lahan perkebunan stroberinya seluas satu hektare untuk agrowisata stroberi sejak dua tahun lalu. Sejak saat itu, pria kelahiran Buleleng 1969 ini pun berinisiatif mengembangkan pertanian organik. Tak main-main, untuk belajar sistem pertanian organik ini, Nyoman Mara memilih bergabung dalam Komunitas Pengge-
mar Organik. Selama tiga tahun bergabung, bapak lima anak ini mengaku banyak berkunjung ke berbagai kota di Indonesia bahkan antarnegara. “Kami pernah melakukan studi banding ke Lombok, Medan, Thailand, dan
Singapura,” ujarnya. Memang, menurutnya pilihan ke organik ini bukan pilihan gampang. Selain ongkos produksinya mahal, konsumen pun masih enggan membeli produk organik karena mahal. “Karena itu, keseimbangan itu penting, jangan hanya di kalangan petani saja yang diberikan edukasi, konsumen pun perlu disadarkan,” ucapnya. Pilihan organik ini menurutnya tak bisa sendiri. Harus dilakukan satu kawasan. “Coba bayangkan,
saya mantap ke organik, sementara petani lain di sekeliling saya menyemprot menggunakan pestisida. Tapi apakah saya harus kembali ke racun?” ucapnya. Nyoman Mara tak ingin mundur. Apalagi untuk menjadikan
kawasan bebas pestisida atau organik ini perlu waktu 3 s.d. 5 tahun. “Organik itu susah, bahkan harus berani tak makan,” ujar suami Ketut Srini ini. Setelah 10 tahun berlalu, kini petani stroberi mengalami masalah penurunan kualitas bibit. Hal ini salah satu akibat pemakaian pestisida secara berlebihan yang tersimpan dalam udara dan tanah
yang baru bisa netral bertahuntahun kemudian. “Ada langkah cepat namun perlu kerja keras, yakni dengan sistem adopsi tanah. Sistem ini mengambil tanah dari hutan,” ucap Mara. Tanah tersebut kemudian difermentasi dan ditaruh dalam wadah polibag untuk media tanam stroberi. “Hal ini sudah saya lakukan. Namun, jika dilakukan terus menerus upaya ini akan menimbulkan masalah. Meski begitu, tiap masalah pasti akan melahirkan langkah baru,” ucapnya. Saat ini Nyoman Mara te ngah mengembangkan pertanian stroberi dengan sistem rumah lindung. “Saya sudah coba lakukan di lahan seluas 30 are,” tandasnya. Adanya rumah lindung ini menurutnya tanaman stroberi lebih terlindung dari hama penyakit. Apalagi lebih hemat biaya, meski pada awal perlu banyak biaya untuk membangun rumah
Nyoman Mara (kiri) di lahan organiknya
lindung. Namun jika dihitunghitung, tetap lebih irit biaya. “Jika petani lain perlu 60 kali melakukan penyemprotan, saya perlu melakukan tiga kali saja,” ungkapnya. Sebagai pelaku usaha agrowisata, ia merasa harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan pangan. “Karena buah stroberi ini untuk dimakan di tempat, apalagi pengunjung yang datang ke sini sebagian besar anak-anak dan ibu hamil,” ucapnya. Karena itu, Nyoman Mara lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Pilihan hidup menjadi petani sudah dilakukan Nyoman Mara sejak umur 18 tahun. Lulus SMK, ia sempat merantau ke Denpasar untuk mencari pekerjaan. Ia sempat bekerja di perusahaan asuransi namun, Nyoman Mara memutuskan kembali ke desa. “Sejak itu saya memutuskan menjadi petani sayur,” ucapnya. Ia mulai mengembangkan berbagai jenis tanaman sayur seperti asparagus, kentang, dan kol. Pemasarannya cukup gampang, banyak orang datang mengambil. Apalagi, Desa Pancasari terkenal sebagai penyuplai sayur-mayur. Tahun 2001 Nyoman Mara mencoba mengembangkan stroberi di atas lahan seluas satu hektare, dengan harapan agar hidup lebih baik. “Sejak itu saya menjadi distributor stroberi,” ucapnya. Musim berbuah tanaman stroberi ini pada bulan April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus. “Lima bulan ini bisa dibilang top session,” ujarnya. Sementara Januari s.d. Maret, masa produksi paling rendah. Masa panen bisa tiga minggu sekali, sekali panen per hektare mendapat 200 s.d. 300 kg stroberi yang ia distribusikan ke berbagai hotel dan restoran di Bali. Ia bersama petani lain mendapat bimb-
ingan sistem tanam stroberi seperti Sekolah Lapang Pengendalian Hama dari pemerintah. Tahun 2006, petani membuat SOP mengenai sistem pertanian stroberi untuk diterapkan secara nasional. Seperti sistem pembibitan, penanaman, dan pemupukan. “Keseragaman ini untuk menjaga jangan sampai ada kelebihan pemakaian pestisida serta untuk menjaga keamanan pangan,” ucapnya. Usaha menanam stroberi ini tak sia-sia. Stroberi ini sangat cocok ditanam di daratan tinggi seperti Desa Pancasari yang memiliki ketinggian 1.000 s.d. 1.500 meter di atas permukaan laut. Bahkan untuk Bali, Desa Pancasari kawasan yang klimaks untuk menanam stroberi. Selain stroberi, kini Nyoman Mara mencoba mengembangkan berbagai jenis tanaman lain seperti tomat hidroponik, paprika, dan labu mini. “Untuk pengembangan paprika, saya bekerja sama dengan para petani,” ucapnya saat ditemui Tokoh di kebunnya. Sampai saat ini, Nyoman Mara menyandarkan hidup dari hasil pertanian. Baginya bidang pertanian ini sangat bagus apalagi jika didasari oleh hobi dan seni. - Tini Dwi Rahayu
Cidomo Terancam Punah, Tergusur Motor
Transportasi tradisional khas masyarakat NTB yang masih bertahan hingga saat ini adalah cidomo. Kendaraan yang ditarik kuda ini serupa dengan delman atau dokar di kota-kota lain di Indonesia. Hanya saja, penyebutan nama kendaraan ini berbeda-beda, tergantung tempatnya. Jika di Lombok, khususnya Mataram dan Lombok Barat, kendaraan ini dikenal dengan nama cidomo yang merupakan singkatan dari cikar, dokar, mobil.
Y
Cidomo di kawasan wisata Senggigi
ang disebut cikar, adalah alat angkut atau tempat angkut penumpang tanpa atap dan kuda. Sedangkan dokarnya adalah keseluruhan bagian termasuk atap. Sementara itu, sebutan mobil dipakai karena kendaraan ini bergerak dengan tenaga kuda sebagai alat transportasi. “Bergeraknya itulah yang membuat ia disebut mobil,” kata Muhasah, salah seorang tukang pembuat cidomo, di Kampung Tenges-enges, Dasan Tapen, Gerung, Lombok Barat. Mengenai singkatan ini, memang sudah lama akrab di telinga masyarakat Mataram dan Lombok Barat, meski pun tidak ada keterangan pasti bahwa singkatan tersebut memang benar. Yang pasti, jika bertanya mengapa disebut cidomo, maka hampir semua yang ditanya menjawab, cikar, dokar, mobil. Lain Lombok Barat dan Mataram, lain lagi Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima. Sebagian orang Lombok Tengah menyebut kendaraan ini sebagai cikar, meskipun sebagian lagi juga menamainya dengan cidomo. Yang unik, Lombok Timur yang menyebut kendaraan tradisional ini sebagai becak. Beberapa orang Lombok Timur lainnya juga masih menyebut cidomo.
“Sampai Kantor Camat, naik saja becak,” ungkap Ana, mahasiswa asal Lombok Timur. Apakah di Lombok Timur ada becak? Demikian pertanyaan yang kami lontarkan pada Ana suatu waktu. “Yang saya sebut becak tadi, cidomo maksudnya. Orang asli Lombok Timur, menyebut cidomo dengan nama becak,” jelasnya. Lalu, di Pulau Sumbawa orang menyebut kendaraan ini sebagai dokar (Sumbawa) dan benhur (Bima). Orang Sumbawa mengenal kendaraan yang dikendarai kusir ini dengan sebutan dokar. Sebutan ini sejak lama sudah dipakai, bahkan bisa dibilang sejak kendaraan ini menjadi transportasi tradisional masyarakat sumbawa. Meskipun sama-sama berada di Pulau Sumbawa, orang Bima menamai kendaraan tradisional ini dengan sebutan benhur. Kedengarannya seperti bahasa Belanda. Beberapa tahun terakhir, kendaraan tradisional ini, khususunya di Lombok, keberadaannya terus berkurang. Para kusir cidomo mengakui penghasilan mereka jauh dari yang diharapkan. Selain jumlah cidomo yang makin sedikit, lokasilokasi tempat mangkal yang biasanya pun menjadi berkurang. Dulu trans-
portasi ini menjadi salah satu andalan warga Mataram untuk bepergian. Namun setelah semakin mudahnya kredit kendaraan, membuat transportasi tradisional ini terancam hilang. “Biasanya saya naik cidomo untuk tujuan ke mana-mana, tapi karena sejak lima tahun lalu saya dapat kredit sepeda motor, tidak lagi menggunakan cidomo,” ungkap Asri, warga Kekalik, Mataram. Asri yang ketika kuliah saban hari naik cidomo ini, mengaku sekarang sudah tidak lagi membutuhkan cidomo karena dengan sepeda motor ia bisa bepergian ke mana saja bahkan ke tempat yang sangat jauh untuk ukuran bisa ditempuh cidomo. Tentu hal yang sama juga dilakukan warga lainnya. Hal inilah yang membuat cidomo terancam punah. Jika dulu cidomo dapat ditemui di tiap perempatan di Kota Mataram, kini bisa dipastikan cidomo hanya dapat ditemui di lokasi-lokasi tertentu khususnya di pasar-pasar tradisional, seperti di Pasar Kebon Roek, Pasar Ampenan, Pasar Pagesangan, Pasar Cakranegara dan lainnya. Beberapa kusir cidomo kehilangan banyak penghasilan karenanya. “Dulu cari uang dengan menjadi kusir cidomo, bisa menafkahi keluarga saya. Tapi seka-
Cidomo masih jadi pilihan
rang hal itu tak mungkin lagi, bahkan seharian bisa sama sekali tidak dapat penumpang,” ujar Agus, kusir cidomo yang kesehariannya mangkal di Pasar Kebon Roek Mataram. Menurutnya, hal sama juga dirasakan kusir cidomo lainnya. Biaya perawatan cidomo dan biaya makan kuda yang terbilang besar, kadangkala bisa menghabiskan hasil menarik cidomo seharian. Alasan mereka mengapa masih bertahan, tentu saja karena profesi sebagai kusir telah mereka lakoni bahkan sejak remaja. Ditambah lagi masih memiliki kuda dan peralatan lengkap cidomo. “Jika saya tidak narik cidomo, mau diapakan cidomo ini,” ungkap Saleh, kusir yang mangkal di Pasar Ampenan. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan selain meneruskan bekerja. Kenangan akan cidomo yang jumlahnya terus berkurang, pernah menghiasi album grup musik yang ada di Mataram, bernama Jalan
Harmoni. Lagu berjudul Ampenan ciptaan Imtihan Taufan yang dinyanyikan Jalan Harmoni, yang menceritakan tentang kota tua Ampenan lengkap dengan cidomo sebagai alat transportasinya itu, pernah ramai mengudara di radio-radio di Mataram. Betapa cidomo memiliki arti tersendiri bagi warga Mataram. Gempuran kendaraan seperti sepeda motor dengan kredit murah membuat hampir semua orang bisa memiliki sepeda motor. Apalagi tukang-tukang ojek mangkal di tiap perempatan. Hal inilah yang kemudian menggusur transportasi massal seperti cidomo dan bemo kota, yang jumlahnya terus berkurang. Para kusir cidomo hanya mampu bertahan di seputar pasar tradisional karena para pedagang di pasarlah yang masih banyak membutuhkan jasa mereka untuk mengangkut sayur-sayuran atau pun dagangan lainnya. Tidak banyak lagi cidomo yang mangkal di sekolah-sekolah atau pun kampus-kampus seperti dulu. “Anak sekolahan dan mahasiswa sekarang hampir seluruhnya memiliki kendaraan sendiri terutama sepeda motor atau diantar-jemput,” kata Hambali kusir cidomo lainnya. Namun, ada satu tempat mangkal cidomo yang tergolong bernasib baik, yakni di kawasan Senggigi Lombok Barat. Aktivitas cidomo di sana dipakai untuk mengantar tamutamu/wisatawan yang berkeliling di seputar Pantai Senggigi. Ia berbiaya mahal, namun biaya perawatan dan asesorisnya pun tergolong mahal. Beberapa kusir cidomo berharap agar transportasi ini tidak punah, karena akan punah pula mata pencaharian mereka. Cidomo, riwayatmu dulu dan sekarang jauh berbeda. -Naniek I. Taufan.
20
NINE
Beauty Erawati
Pengawal Perempuan dan Anak NTB Bicara tentang perempuan NTB yang menonjol atas kapasitas pribadinya, tidak lengkap tanpa menyebut Beauty Erawati, Direktur LBH APIK NTB (Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Nusa Tenggara Barat). Perempuan kelahiran 12 November ini adalah sosok yang kekeh mempertahankan prinsip dalam membela hak-hak perempuan dan anak di NTB. Konsistensinya pada prinsip itu tetap ia pegang meski berbagai rintangan dan tantangan terberat sekali pun telah ia lewati.
Beauty Erawati, SH., MHum.
Atas berbagai tantangan dalam membela kaum perempuan dan anak NTB, bahkan sampai kerap mengancam keselamatan ia dan keluarganya itu, Beauty pantas disebut sebagai perempuan gigih. Tidak sedikit pun ia goyah dari prinsipnya itu meski mengalami tekanan yang luar biasa. “Berbagai tantangan dalam mengurus persoalan-persoalan perempuan ‘jangan ditanya’ karena terlalu banyak dan menyakitkan. Bukan saja datang dari para pengambil kebijakan, tetapi juga aparat penegak hukum dan bahkan masyarakat sendiri yang merasa diganggu kenyamanannya. Dan jangan salah, perempuan sendiri juga kadang-kadang menjadi tantangan tersendiri karena waktu itu belum terbukanya perempuan dalam hal menyadari bahwa mereka memiliki hak,” katanya. Tetapi ia sadar benar bahwa saat itu perempuan berada di bawah status nomor dua, baik dari negara maupun rumah tangga dan di masyarakat. Sehingga, apa yang diperjuangkannya juga sempat ditentang perempuan. “Mereka menentang karena ketidaktahuan atau juga ‘terpaksa’. Oleh karena itu pemberdayaan bagi perempuan menjadi sangat penting. Karena setelah berdaya mereka tidak akan mau dipaksa atau bahkan berbalik menjadi bagian dari gerakan prokeadilan dan kesetaraan,” ungkapnya. Ia berprinsip bahwa jika kekerasan terhadap perempuan dan anak masih saja terjadi, hidup ini belum terasa damai. “Damai adalah tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Beauty lewat sebuah email yang dikirimkannya dari New Zealand, tempat ia kini mendampingi suaminya, Michael John Riach. Memang beberapa tahun terakhir ini, Beauty bolak-balik New ZealandLombok, karena memiliki dua tanggung jawab, yakni mendampingi suami dan seorang anaknya Karina Beauty Kartono yang dipanggil Noni, yang sementara ini ikut bersamanya di sana dan mengurus pekerjaannya di LBH APIK NTB serta mengunjungi orangtua dan dua anaknya yang tinggal di Lombok, Bambang Boer Siraj dan Handyas B. Saputra. Sejak 1998, Beauty bersama rekannya sesama aktivis perempuan dan anak di LBH APIK NTB, berjuang merubah paradigma (pandangan) masyarakat tentang keberadaan perempuan. Bahwa, perempuan memiliki hak-hak untuk dilindungi khususnya hak untuk tidak mengalami kekerasan. Beauty pun mengisahkan bahwa LBH APIK NTB berdiri pada saat kasus KDRT terhadap perem-
puan begitu besar di NTB, tetapi tidak nampak secara jelas dan kala itu sangat tabu untuk dibicarakan. “Dibicarakan saja sudah tabu apalagi untuk mencari keadilan rasanya sulit dan tidak mungkin,” ujarnya. Jadi fenomena kekerasan terhadap perempuan saat itu seperti gunung es. Membicarakan kekerasan terhadap perempuan, hal yang tabu dan hanya menjadi konsumsi domestik. Tentu saja ini menjadi tantangan berat baginya dan LBH APIK NTB saat itu dalam membela perempuanperempuan yang mulai berani bersuara atas penderitaannya, khususnya bagi yang berkasus. Mereka harus berhadapan dengan pelaku yang notabene berasal dari “orang-orang kuat”. Banyak kasus yang dilakukan oleh pejabat, pengusaha kaya dan berbagai kekuatan lainnya. Dengan berbagai cara ia dan rekan-rekannya melakukan pendekatan dengan semua pihak termasuk pe-
publik maupun domestik. Dalam peran publik, saya lihat jumlah Wali Kota perempuan di Indonesia. jumlah perempuan di eselon atas, pelaku bisnis, pendidikan, hukum dan lain-lain, sudah meningkat, walaupun belum signifikan,” ujarnya. Begitu pula dengan peran yang lebih penting lagi yakni peran domestik. Karena, di sinilah tempat asal muasal segala bentuk kekerasan dimulai. “Saat ini sudah banyak perempuan dalam rumah tangga mempunyai akses dan kontrol yang sama dengan laki-laki, walaupun harus diakui masih banyak perlakuan budaya dan penafsiran agama yang menyebabkan perempuan menerima “nasibnya” ini, masih menjadi hambatan sampai saat ini, bahkan dengan adanya fundamentalism, hambatan perempuan sangat besar,” imbuhnya. Untuk hal ini, ia masih tetap memilih NTB sebagai tempatnya
merintah, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama hingga ke komunitas masyarakat lainnya, demi melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Secara perlahan-lahan, perjuangan yang kadang mengharuskannya turun ke jalan tersebut membuat masyarakat khususnya di NTB sudah tidak bungkam lagi dan telah menyadari bahwa bicara soal kesetaraan bukan lagi sebagai “dosa”. Meski situasi tersebut telah membaik, ia merasa tidak boleh berhenti sampai di situ melainkan akan terus mengawal agar kekerasan terhadap perempuan tidak akan tumbuh lagi dengan berbagai dalih. “Saya masih tetap berjuang untuk keadilan terhadap perempuan dan anak. Karena saat ini kasus-kasus perdagangan manusia khususnya perempuan dan anak semakin meningkat. Ini harus menjadi agenda serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum karena menyangkut mafia dan uang,” tegasnya serius. Terhadap kiprah perempuan NTB saat ini, ia menaruh harapan untuk kemajuan kaumnya. Menurutnya, ia bangga karena saat ini kondisi perempuan Indonesia, khususnya NTB, sedikit menggembirakan karena peran perempuan telah semakin meningkat. “Ini bisa dilihat dari peran
“berjuang”. Karena baginya NTB banyak memberikannya pelajaran. Ia mengaku belajar banyak tentang kehidupan di NTB. “Anak-anak saya semua lahir dan besar di NTB, saya harus berjuang untuk perempuan dan anak NTB,” katanya. Menurutnya, sebagai daerah yang agamis dan mempunyai budaya yang kuat, berpengaruh kepada kehidupan perempuan. Penafsiran-penafsiran agama dan budaya terhadap kehidupan perempuan sangat berpengaruh. Laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. “Akan
INSPIRASI Agus Darma Yoga Pratama
17 - 23 Maret 2014
17 - 23 Maret 2014
Tak Pakai Jalur Belakang Perhelatan tahunan Pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) sudah berlalu beberapa pekan lalu. Pelaksanaannya dari tahun ke tahun bisa dibilang makin terkonsep dan makin menarik. Semua itu tak terlepas dari kerja keras tim penyelenggara. Salah seorang di antaranya adalah Agus Darma Yoga Pratama, S.S., M.Hum.
P
Beauty Erawati, bersama suami dan anak bungsunya
tetapi peran-peran gender yang diberikan masih kurang adil untuk perempuan dan ini berpengaruh secara politik, yang mengakibatkan produk-produk kebijakan yang tidak sensitif gender. Kemudian formulasi dari permasalahan itulah yang menyebabkan perempuan menjadi korban, TKW, KDRT, trafficking, buruh, dll. Inilah yang membuat tantangan tersendiri bagi saya dan temanteman untuk mengawalnya dengan pendekatan persuasif,” katanya. Di tahun 2014 yang merupakan tahun politik ini, dalam pandangan Beauty, hadirnya perempuan dalam dunia politik kemajuannya masih sangat kecil jika dibandingkan lima tahun lalu. Walau pun partai politik sudah mempunyai regulasi untuk menempatkan perempuan di kepengurusan tetapi bagaimana dengan perannya?Apakah perempuan yang ditempatkan tersebut benar-benar perempuan yang mempunyai taring? Atau dari hasil KKN? Menurutnya, sudah jumlahnya kecil, asal comot pula. “Coba kalau benar-benar partai politik tersebut jujur akan memperbaiki kehidupan masyarakat, pastilah mereka juga jujur memilih siapa yang mampu untuk itu, dan saya kira banyak perempuan yang mampu tetapi tidak dipilih,” ujar Beauty yang mengaku masih ragu dengan Pemilu kali ini. Apakah perjuangan perempuan bisa maksimal dengan menghadapi berbagai tantangan yang double bila dibandingkan dengan laki-laki?
Beauty saat memimpin LBH APIK NTB road show, kunjungan-kunjungan pendekatan ke berbagai pihak dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Foto saat kunjungan ke Wali Kota Mataram
“Bukan hanya perempuan NTB yang akan menghadapi banyak tantangan, tetapi hampir seluruh perempuan di Indonesia. Namun, tentu saja beda dengan perempuan yang sudah punya koneksi yang kuat, dan itu jumlahnya hanya segelintir orang,” ujarnya. Untuk melanjutkan apa yang ia cita-citakan, hidup damai tanpa kekerasan pada perempuan dan anak itu, ia kini pelan-pelan mencari figur baru dan harus banyak belajar tentang LBH APIK NTB, agar organisasi tersebut tetap menjadi organisasi perempuan yang tangguh. Meski begitu, ia akan tetap mengawal LBH APIK NTB, baik di dalam maupun dari luar lembaga. Atas semua yang aktifitasnya itu yang tentu saja banyak menyita waktunya, dengan berkelakar ia mengaku tidak termasuk sebagai “ibu yang tidak baik” bagi anak-anaknya. Cukup lama ia menjadi orangtua tunggal bagi ketiga anaknya, sebelum akhirnya ia menemukan cinta dan kasih sayang Michael yang kini menjadi suaminya. Sebagai single parent ia pun termasuk perempuan yang tabah. Sambil berjuang, ia harus mencari nafkah sendiri yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga pembagian peran dengan ibundanya dalam merawat anak ia atur dengan baik. Ia sangat menghargai sang bunda karena dialah yang sempat merawat anak-anaknya selama ini hingga dua anaknya menjadi sarjana. Sementara si bungsu Noni yang bersekolah di SMA 1 Surabaya gemilang dalam kelas akselerasi sehingga ia hanya dua tahun masa pendidikan SMAnya. Saat ini Noni berada di New Zealand ikut bersamanya memperdalam Bahasa Inggrisnya. “Saya memberikan kebebasan penuh kepada anak-anak saya, sehingga yang sudah lulus kuliah tidak ada yang mau menjadi pegawai negeri, dan saya juga tidak keberatan,” ujarnya. Mereka kini membuka usaha kecil-kecilan untuk belajar menjadi besar. Yang penting, tetap pada jalur hukum dan agama. Sejak kecil, anak-anaknya telah paham tentang UU Perlindungan Anak dan hak-hak perempuan dan anak, atas bimbingannya. -Naniek I. Taufan
5
ria energik 29 tahun yang akrab disapa Agus ini mulai aktif dalam TTD sejak 2005, setelah menyandang gelar Teruna III Denpasar 2005. “Pada lomba-lomba sebelumnya yang pernah saya ikuti hanya sebatas mencari juara. Tetapi, di Teruna Teruni Denpasar banyak hal yang saya bisa saya pelajari,” ungkapnya. Dalam TTD, gelar juara adalah tugas dan tanggung jawab; bagaimana kita bisa menjadi teladan dan contoh bagi generasi muda lain di Kota Denpasar, aktif dalam organisasi, menjalankan program pemerintah kota khususnya di bidang pariwisata dan budaya agar kita tidak terbawa pada arus negatif seperti kenakalan remaja. Agus mengisahkan, saat itu Wali Kota Denpasar AA Ngr. Puspayoga beserta Ibu Bintang sebagai pencetus Pemilihan Teruna Teruni Denpasar dari tahun 2002 memang sangat perhatian terhadap generasi muda yang kreatif, memiliki kemampuan dan keahlian. “Kami tidak hanya diberikan kesempatan menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kota Denpasar, tetapi juga diberikan kesempatan bekerja sebagai pegawai honorer di pemerintahan,” ucapnya. Putra bungsu dari Dr. Ketut Yudha, M.Hum. dan Ni Wayan Yanik ini memulai kariernya sebagai pegawai tahun 2008, sebagai Pramutamu Wali Kota Denpasar. Selanjutnya, menjadi seorang protokol di Kantor Wali Kota Denpasar. “Di sini saya menimba ilmu lagi tentang bagaimana menjadi seorang pewara,” ujarnya. Kesempatan datang lagi dan ditangkapnya, sebagai Ajudan Sekretaris Daerah Kota Denpasar,
sampai akhirnya pernah merasakan menjadi seorang Sekretaris Pribadi Wakil Gubernur Bali. TTD 2005 Sebagai alumni TTD, Agus merasa berkewajiban turut mengawal penyelenggaraan TTD berikutnya. Awalnya, suami Ni Kadek Indah Sanjiwani Dwi, S.E. ini menjalani kegiatan di Teruna Teruni Denpasar dengan konsep ngayah. “Saya menyadari bahwa semuanya sudah diatur Tuhan. Berangkat dari konsep ngayah tersebut, saya mendapatkan banyak hal di luar dugaan, yang membuat orangtua saya bangga atas hal yang sudah bisa saya raih saat itu. Kesempatan dan pengalaman itulah yang ingin saya tularkan pada adik-adik di Teruna Teruni Denpasar,” ujar ayah dua anak, Putu Yoga Putra Cahyadi dan Santhi Paramita Dewi ini. “Jangan pernah mengharapkan hasil dari kerja keras, lakukan saja semuanya dengan baik,” itulah kalimat motivasi Agus untuk dirinya dan untuk adik-adik di TTD. Sampai saat ini Agus masih aktif mengoordinatori Teruna Teruni Denpasar. Selain menjadi juri dalam tiap pemilihan TTD, ia kerap membagi ilmu dan berbagi dengan adik-adik TTD. “Mungkin karena sering bergaul dengan adik-adik TTD, membuat wajah saya masih awet muda,” guraunya. Namun yang jelas, TTD diakuinya telah banyak memberikan warna dalam hidupnya dan membuatnya bisa menjadi seperti saat ini. “Berat rasanya kalau meninggalkan itu semua. Apalagi, tiap tahun saya memiliki 20 teman baru, karena tiap tahun dipilih 10 teruna dan 10 teruni untuk bertugas selama setahun ke
depan,” paparnya. 12 TAHUN TTD Pemilihan Teruna Teruni Denpasar dimulai sejak 2002. Saat itu, pelaksanaannya cukup sederhana dan pesertanya di bawah 100 orang. Diawali dengan tes tulis dan wawancara di hari pertama, kemudian tes kesenian dan keterampilan budaya Bali di hari kedua. Dari sana dijaring 10 pasang finalis Teruna Teruni Denpasar. Mulai tahun 2004, jumlah peserta mulai ada peningkatan, yakni 120 orang dan terus meningkat tiap tahunnya. “Namun, saat itu belum ada karantina di hotel untuk acara pembekalan finalis. Pada Pemilihan Teruna Teruni Denpasar 2006, saya bersama rekan-rekan berusaha mengemasnya dengan lebih menarik dengan diadakannya karantina, menggandeng pihak sponsor yang mau ikut berpartisipasi, dan mengonsepkan grand final dengan beberapa koreografi yang semua kegiatan itu dikemas dan dijalankan oleh para alumni TTD Denpasar sebelumnya. Di sini kita belajar mandiri, bekerja dalam tim, mengenal banyak orang dari pemerintah sampai pihak swasta,” kisahnya. Agus mengatakan, sekarang ini sudah cukup puas dengan penyelenggaraan kegiatan tahunan Kota Denpasar tersebut. Acaranya sudah sangat meningkat dari segi kualitas dan kuantitas pesertanya. “Tahun 2014 ini, pesertanya 140 orang, ada proses karantina di hotel untuk pembekalan, ada field trip bagi finalis, hadiah uang dan vocer yang sudah sangat banyak. Semuanya itu dapat berjalan karena dukungan dan perhatian dari
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ibu Dayu Selly untuk terus melanjutkan program pemilihan Duta Pariwisata Kota Denpasar ini,” ujarnya. Sebagai Teruna III Denpasar A g u s D a r m a Yo g a P r a t a m a 2005, harapannya untuk kegiatan ini cukup sederhana. Tembang Bali ini. Menjadi presenter adalah hoGenerasi muda yang disebutnya sebagai generasi yang memiliki seman- binya. Menjadi seorang dosen adalah gat, penuh dengan ide-ide kreatif, cita-citanya. Dan, menjadi Teruna dan selalu ingin mencoba hal baru, Teruni Denpasar adalah sebuah kesemuanya itu harus dibina dan dia- hormatan baginya. Karena itu pula, ia wasi agar mereka tidak salah memilih memiliki impian semoga nantinya ada jalan. Dalam hal ini organisasi adalah yang mau melanjutkan untuk terus tempat tumbuh kembang yang baik membesarkan TTD. Perjalanan kariernya hingga sepdan media pembelajaran bagi mereka, di samping tentunya keluarga erti sekarang ini ditegaskannya tanpa melalui jalur belakang, semua berjalan dan institusi pendidikan. Anggota Paguyuban Duta Bahasa begitu saja. Bisa menjadi presenter Provinsi Bali ini berharap, pemerintah Bali TV dikarenakan dirinya sempat dapat memberikan perhatian yang menjadi Juara II Presenter Pembawa lebih kepada mereka, memberikan Acara Putra Tahun 2003. Menjadi dukungan dan arahan yang tepat dan pegawai honorer di pemerintahan, tentunya dukungan finansial sehingga dikarenakan diberikan kesempatan ke depannya mereka yang muda bisa oleh Wali Kota saat itu. Hingga berkreativitas dengan kegiatan-keg- menjadi dosen pun, karena usaha iatan yang mereka rancang sebagai dan kerja kerasnya serta dukungan program kerja. “Saya berharap di orangtua. Dengan segudang pengalaman usianya yang ke-12 tahun, 27 Februari 2014 ini, TTD dapat memantap- dan prestasi di antaranya sebagai kan langkahnya, terus berkarya, dan Peraih Penghargaan Pembaca Berita menjadi motor penggerak generasi Pria Terbaik Kategori Televisi Lokal muda saat ini di Kota Denpasar mela- dalam KPID Bali Awards 2013 dan lui program-program yang dijalankan Peringkat IV Lomba Presenter Liputiap tahunnya,” ujarnya. tan 6 SCTV di Surabaya 2013, rupanya Selain itu, ia juga mengharapkan tak lantas memuluskan upayanya program kerja TTD langsung meny- meraih impiannya untuk bekerja entuh masyarakat di Kota Denpasar di pemerintahan sebagai seorang dan menyasar generasi muda. Teruna PNS di protokol. “Saya menyimpan Teruni Denpasar bukan dikenal seba- dengan rapi puluhan prestasi yang gai generasi muda yang berkelas dan saya dapatkan dengan harapan kelak istimewa, tetapi mereka harusnya prestasi tersebut dapat membawa bisa merangkul dari tingkat bawah saya mencapai semua impian saya. yaitu Seka Teruna-teruni di banjar, Namun, pretasi yang saya raih dari desa, kecamatan, sampai di tingkat tingkat kota sampai nasional belum Kota Denpasar, karena itu tujuan bisa menjadi pertimbangan untuk awal dibentuknya pemilihan ini. itu. Kini bagi saya prestasi adalah hasil dari usaha kita, bukan untuk mencari PRESTASI TAK MENJAMIN pekerjaan. Meraih impian adalah perAktivitas tetap Agus saat ini paduan antara kesempatan, usaha, adalah sebagai seorang Dosen Tetap dan takdir Tuhan,” tandasnya. Yayasan di Program Magister S-2 Ia berpesan kepada generasi Linguistik Universitas Warmadewa, muda agar benar-benar memanfaatselain juga mencari tambahan se- kan waktu mudanya untuk melakubagai Dosen Honorer di Jurusan kan hal-hal yang positif dan berguna Bahasa Inggris STIBA Saraswati bagi orang sekitar. Karena, usia muda Denpasar. Saat ini ia mengaku se- tidak akan terulang. “Nikmatilah apa dang masih fokus dengan penelitian- yang menjadi kegiatanmu sehingga nya untuk menuntaskan pendidikan kamu tidak akan merasa terbebani di Program Doktor S-3 Linguistik dan dapat memberikan yang terbaik. Universitas Udayana. “Walaupun Semua kesempatan yang datang jadwal lumayan padat tetapi saya dimanfaatkan dengan baik, biarkan selalu meluangkan waktu untuk hasilnya Tuhan yang menentukan. sesekali menjalankan hobi sebagai Berkarya dengan ikhlas, serahkan presenter Bali TV ataupun pewara. hasilnya kepada Tuhan,” ujarnya. Bahkan, masih sering diundang Agus yang masih dalam suasana sebagai juri dalam Pemilihan Duta berduka sepeninggal ayahnya pekan seperti, Teruna Teruni Denpasar, lalu, berusaha tegar dan bertekad roadshow Teruna Bagus Teruni Jegeg mewujudkan impian sang ayah, SMA/SMK, Kampus, Seka Teruna di segera menamatkan pendidikan Kota Denpasar, Jegeg Bagus BKFK doktornya. “Saya bangga dengan Unud, Health Ambassador FK Unud sosok beliau yang selalu memdan lain-lain,” ungkap Agus yang berikan dukungan dan semangat wajahnya kerap muncul di Bali TV kepada saya. Saya berjanji tidak akan sebagai presenter acara Seputar Bali mengecewakan Bapak,” ucapnya Malam, Giliran Anda, Orti Bali, Lintas dengan mata berkaca-kaca. Mancanegara, Suluh Indonesia, dan –Inten Indrawati
6
l i f e s to ry
Leukimia bukan Akhir Segalanya
“Ini sudah pukul berapa,” tanya Made Weda Arta (10) kepada ibunya. “Baru pukul 14.25. Tunggu satu setengah jam lagi,” sahut sang ibu, Samiasih. Rupanya, Weda sudah bosan tiduran terus sejak pagi. Pagi itu, Weda baru saja di injeksi obat MTX IT di areal tulang punggung nya. “Kata dokter, belum boleh bangun selama enam jam. Tadi Bapaknya yang nungguin, saya tidak berani lihat,” ucap Samiasih.
S
ejak terdiagnosa menderita anemia tahun 2009, Weda menjadi sering bolak-balik DenpasarBangli. Bocah asal Banjar Pule, Desa Sekardadi, Kintamani Bangli, kelahiran 27 Mei 2004 ini harus menjalankan serangkaian proses pengobatan di RSUP Sanglah, Denpasar. Ayahnya, I Nyoman Siram yang hanya seorang petani mengaku tak menyangka putra bungsunya itu menderita penyakit tersebut. Awalnya Weda sakit panas, disertai lemas dan wajahnya pucat. “Saya pikir hanya panas biasa, lalu saya periksakan ke Puskesmas. Kata dokter di sana Weda tidak apa-apa. Namun, sampai empat hari dia lemas tidak bisa bangun,” ungkapnya. Melihat kondisi anaknya tak membaik, pasutri ini membawa Weda periksa ke dokter spesialis anak di RS Gianyar. Dari hasil cek lab, Hb (hemoglobin) Weda rendah, hanya 3,7 (g/dl). Dari serangkaian pemeriksaan, Weda didiagnosa menderita anemia aplastik. Menurut literatur, anemia aplastik adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tubuh tidak
dapat berproduksi maksimal sehingga sel darah baru tidak mencukupi untuk proses penggantian sel darah lama. Tak seperti pada kasus anemia pada umumnya, pada anemia aplastik, tak hanya sel darah merah yang tak dapat berproduksi, tetapi juga sel darah putih (leukosit) dan trombosit. Kondisi ini juga disebut sebagai pansitopenia. Setelah menjalani rawap inap selama empat hari dan sempat mendapat transfusi dua kantung darah, Hb naik menjadi 11 (g/dl), Weda pun diizinkan pulang. Dua hari berikutnya, Weda diajak kontrol ke Poli Anak RS Sanglah. Setelah melakukan kontrol selama empat kali, 7 September 2009 Weda diopname di RS Sanglah. Cairan tulang sumsumnya diambil, hasilnya Weda menderita ALL/kanker darah/leukimia. Weda pun diwajibkan menjalankan kemoterapi selama 112 minggu. Pada bulan pertama sampai bulan ketiga, hampir tiap minggu Weda dikemo. Ada jenis obat yang harus dimasukkan dua hari sekali, satu minggu sekali, dan ada juga yang dosisnya dua minggu sekali. Pada bulan keempat, intervalnya agak jauh, bisa tiap lima minggu
baru dikemo. Samiasih dan suaminya juga tak begitu paham, namun yang jelas dalam protokol kemo yang juga dipegangnya itu sudah tercatat jelas kapan jadwal kemo dan obat apa saja yang diberikan. “Kalau kondisinya bagus, dibolehkan pulang. Biasanya Weda di RS 10 hari habis itu pulang seminggu, kemudian balik lagi ke sini dikemo lagi,” papar Samiasih sembari memperlihatkan protokol kemoterapi putranya itu. Setelah menjalani 112 minggu kemoterapi, Desember 2012, cairan tulang sumsum Weda diambil lagi. Hasilnya kurang dari 1 %, yang disebut dokter “remisi komplit”, artinya Weda sudah bebas kemo, dan diperbolehkan pulang. Weda kembali menjalani aktivitas kesehariannya, sekolah dan bermain.
17 - 23 maret 2014
17 - 23 maret 2014
Saran dokter, jangan terlalu capek dan jangan mengonsumsi snack yang memang sebagian besar mengandung zat-zat yang merusak kesehatan. Tetapi, namanya anak kecil, Weda tetap saja membandel. “Saya suka beli ciki-cikian sama krupuk-krupuk yang berwarna itu,” akunya. Keluar dari RS, Weda tetap harus kontrol tiap bulan. Namun, setelah beberapa kali kontrol, entah karena dipicu faktor makanan atau faktor lain, gejalagejala pucat, lemas, badan panas, terasa semutan dari lutut sampai kaki bawah itu muncul lagi. “Sakit semutannya itu jalan-jalan,” ucapnya seraya menunjuk ke kakinya. Weda pun segera dilarikan ke RS Sanglah. Ia masuk kembali menjalani pengobatan di RS Sanglah mulai 31 Oktober 2013. Bahasa medis, ini disebut relapse (kambuh) kedua. Samiasih mengisahkan, Desember 2013 We d a
sempat ngedrop, Hb dan trombosit rendah, badannya panas sampai 40 derajat tapi menggigil. “Dia sampai muntah darah dari mulut dan hidung. Kebetulan kakaknya juga di sini pas libur sekolah. Bapak, saya, kakaknya semua menangis. Saya takut sekali akan terjadi sesuatu yang buruk. Besoknya dia buang air besar darah,” papar sang ibu. Syukur, semua itu sudah terlewati. Setelah menjalani kemoterapi, Weda dibolehkan pulang 1 Februari 2014. Bulan berikutnya, 4 Maret 2014, Weda kembali lagi ke Sanglah menjalani cek lab, dan hasilnya neutrofil rendah, sehingga tak memungkinkan dimasukkan obat. Weda pun kembali pulang, lima hari berikutnya kembali lagi ke Denpasar. Sebelum menjalani kemo, Weda sempat menginap di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Bali. Selasa (11/3), Weda diperbolehkan pulang. “Mungkin seminggu lagi kami balik ke sini melanjutkan kemo,” ujar sang ibu. Menurut keterangannya, pada relapse kedua ini, Weda juga harus menjalani kemo 112 minggu sesuai protokol pengobatan. Weda yang semangatnya menggebugebu untuk sembuh dan bisa segera pulang mengajak wartawati Tokoh tos dan mengikuti gerakannya. “Received, fight, to be healthy,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. –Inten Indrawati
S U D U T PA N D A N G
19
Orangtua sering Bertengkar Anak Pilih Lesbian “Ini teman saya. Ini pacarnya. Benar, ini pacarnya, perempuan. Ia mengaku kalau lesbian. Saya bingung, setahu saya, waktu sekelas sama dia, dia bukan lesbian. Kok bisa begitu ya?” tanya Ary kepada wartawan tabloid ini sembari menunjukkan foto profil te man di Blackberry Messenger.
K
asus hubungan sesama jenis sebenarnya tak satu-dua terjadi. “Ada kasus, seorang remaja putri sering melihat orangtuanya bertengkar. Dari pengalaman itu ia menyimpulkan, laki-laki dan perempuan suka bertengkar. Akhirnya si remaja putri ini menjalin hubungan dengan perempuan. Usia mereka 10 dan 13 tahun. Kalau sudah begini, siapa yang disalahkan?” tanya dokter Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Lentera Anak Bali. Yang patut digarisbawahi, kata dr. Sri Wahyuni, kita ini sesungguhnya dalam kondisi krisis kebingungan. “Kita berada di era manakah saat ini? Barat atau Timur, tak jelas. Kita harus kembali ke khitah. Hedonisme ini membuat posisi kita tidak jelas. Kita ala Barat? Tidak. Ala Timur? Juga tidak. Lihat saja, ibu-ibu yang varises saja percaya diri pakai celana pendek. Norma yang sekecil itu hilang dari rumah,” kata dr. Sri Wahyuni. Perlu diingat, remaja itu dalam masa hormonal, masa pubertas. “Mereka seperti tidak ada bekal. Orangtua juga tak punya pengetahuan itu. Ibu punya pengetahuan pasang bulu mata palsu tapi tidak punya pengetahuan kesehatan reproduksi. Kami pernah buat Hari Ayah. Ini mengingatkan, pentingnya peran ayah untuk anak laki-laki. Peran ibu, untuk anak perempuan,” urainya. Sejak dari dalam kandungan, perkembangan mental janin
sudah dipengaruhi kondisi psikis ibunya. Bagaimana seorang perempuan yang mentalnya belum siap untuk hamil lalu hamil. Sikap ini akan terpengaruh ke janin. Karena itu, diingatkan agar siap mental untuk memiliki anak. Jika belum siap, lebih baik tunda dulu niat memiliki anak. Jika benar-benar sudah siap, anak merupakan berkah bagi keluarga karena itu keluarga merupakan kekuatan utama bagi anak untuk membentuk karakter dirinya. Sekolah hanya memupuk. “Identitas diri di
Kuatnya pengaruh rekan sebaya juga menjadi tekanan tersen diri bagi remaja. Ada kalanya si anak akan diasingkan jika tidak bisa mengikuti gaya kelompoknya. Agar bisa eksis, tentu apa yang dilakukan kelompok harus diikuti. Contohnya, kalau masih perawan, tak bisa masuk kelompok tertentu.
“Identitas diri dibangun sejak dalam kand ungan. Dalam hal kehamilan tidak diingink an, biasanya muncul penolakan. Si anak bertumbuh kembang dalam kondisi tidak nyaman. Kalau dia diinginkan, pasti berbeda”
bangun sejak dalam kandungan. Dalam hal kehamilan tidak diinginkan, biasanya muncul penolakan. Si anak bertumbuh kembang dalam kondisi tidak nyaman. Kalau dia diinginkan, pasti berbeda,” ujar dr. Sri Wahyuni. Menurutnya, remaja sekarang mengalami krisis identitas, tidak ada role model yang tepat.
“Jangan kaget kalau ada remaja putri patungan mengumpulkan uang untuk menyewa seorang mahasiswa, ada kok yang seperti itu. Bahkan, pernah ada kasus, remaja putri memaksa laki-laki berhubungan seks di sebuah warnet,” katanya. Di samping itu, anak-anak yang menjual diri juga banyak. “Mereka melakukannya hanya untuk having fun. Orangtua baru tahu saat kenaikan kelas karena disuruh memindahkan anaknya. Yang wajib diingat, teman satu kelomp ok biasanya sejenis,” kata dr. Sri Wahyuni. Lalu, dari kalangan mana anak-anak
ini berasal? “Kalangan atas dan bawah, sama porsinya,” tegas dr. Sri Wahyuni. Meski begitu, ia yakin, masih banyak orang yang mempertahankan keperawanannya saat ini. “Edukasi bagi orangtua sangat diperlukan,” imbuhnya. Pengetahuan orangtua dan anak mengenai kesehatan re produksi harus sama. Anak ingin mencoba sesuatu yang dia tidak ketahui. Anak TK/SD main kuda-kudaan, dibiarkan. Pinjam LKS ke teman pukul 24.00, diizinkan. Demi masuk sekolah di Denpasar, anak SMP pun rela dibiarkan kos sendiri. Di bawah 18 tahun, orangtua harus bertanggung jawab penuh. Kalau alasan sibuk, jangan punya anak. Ironisnya, ada orangtua yang tidak bekerja, juga tidak tahu perkembangan anaknya. Anak belajar dari keseharian. Orangtua yang mulai menanamkan nilai-nilai keluarga. They are doing by learning. Kalau orangtua mengenalkan, anak akan meniru. “Orangtua harus mengajarkan malu sejak kecil. Kenapa saya berbeda ya? Dia laki, kamu perempuan. Kamu kayak ibu, kamu kayak bapak. Budaya malu kini hilang,” lanjutnya. TUTUR SEBELUM TIDUR Orangtua juga diharapkan memiliki kepedulian tentang perkembangan anak. Sekarang ini banyak remaja putri yang mengalami menarch (menstruasi pertama kali), bercerita kepada temannya, bukannya kepada ibunya. Ini artinya ada ko-
www.cielsbm.com
munikasi yang terputus antara orangtua dan anak. Dokter Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya menjaga kualitas komunikasi bersama keluarga. “Kita harus mengenal lingkungan anak, siapa teman kelompoknya. Kita tidak harus duduk di sekolah berjam-jam dan yakin hal itu menjamin anak. Bagaimana kita menanamkan nilai-nilai pada anak itu penting,” katanya. Ketika orangtua terpaksa harus menitipkan anak mereka di nenek, tempat penitipan, atau tempat lain, penanaman nilainilai ini harus satu pintu, harus sama. “Nilai-nilai yang dikembangkan keluarga harus disampaikan kepada pengasuh,” kata psikiater yang hobi membaca, makan, dan jalan-jalan ini. Ia menambahkan, kekuatan keluarga merupakan yang utama dalam membentuk karakter anak. Sekolah hanya memberi pupuk. “Persiapkan anak sejak dalam kandungan. Persiapan mental juga sangat menentukan. Anak yang lahir dari ibu yang sudah siap mental akan beda dengan anak yang lahir dari ibu yang belum siap mental untuk melahirkan dan merawat anak,” tegasnya. Sejak kecil anak perlu ditanamkan mengenai bagaimana menjaga diri. Misalnya, membuka pakaian. Jangan sembarangan membuka pakaian. Ingatkan anak, membuka pakaian hanya boleh dilakukan orangtua atau dokter saat diperlukan. Di luar itu, anak-anak harus waspada. Khusus perempuan, diingatkan juga menjaga daerah “segitiga” tubuh (payudara dan vagina). “Tutur sebelum tidur juga mulai dilupakan orangtua. Ini harus dibangkitkan lagi untuk memberi pemahaman kepada anak-anak. Dalam cerita juga dijelaskan tentang ciuman agar anak tidak salah persepsi. Kapan dan di mana orang boleh berciuman. Kesepakatan antara orangtua dan anak tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh juga perlu dibuat. Kalau berbuat baik ada hadiah, kalau melanggar ada hukuman. Aturan yang dibuat tidak otoriter karena ini akan memicu anak mencari atau mencoba di luar rumah. Aturan harus dikomunikasikan secara benar. Harus diingat, tidak semua keinginan anak wajib dipenuhi,” tegas dokter spesialis kejiwaan yang memiliki moto hidup ini indah, hidup ini perjuangan. –Ngurah Budi
18
D AYA C I P TA
“Life in Gajah Mada”
Menguasai Gajah Mada bersama Wayan Doglag
agar pemain bisa melihat dengan jelas apa yang dicari. “Permainan ini sebenarnya masih prototype yang bisa dikembangkan lagi jika ada yang berminat mengembang kannya. Ada 40 site yang kami jadikan ikon. Dulu sempat kami tawarkan ke Pemkot Denpasar ketika diadakan Denpasar Festival tahun 2012. Tetapi karena tema tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan, pembicaraan men jadi mentok. Mudah-mudahan ke depan ada peluang untuk digarap lebih serius lagi. Minimal ada ba liho yang menunjukkan “Life in Gajah Mada” available at Android and Apple Store. Ini artinya lo-
Bagi masyarakat Bali, Jalan Gajah Mada, Denpasar merupakan kawasan yang legendaris. Orangorang tua pasti tahu tentang pusat Kota Denpasar ini. Bahkan dulu sering muncul anggapan, kalau belum ke Gajah Mada, serasa belum ke Badung (sebutan Denpasar bagi orang-orang tua). Kawasan Jalan Gajah Mada terkenal dengan pertokoan yang menjual berbagai macam barang. Dua pasar terkenal di Denpasar, pasar Kumbasari dan pasar Badung juga terletak di kawasan Jalan Gajah Mada.
“J
alan Gajah Mada meru pakan kawasan yang unik dan khas. Kalau Yogyakarta pu nya Malioboro, Denpasar punya Gajah Mada. Sampai sekarang, kawasan Gajah Mada masih diles tarikan di tengah gempuran pusat pertokoan modern. Dari sinilah muncul ide untuk memindahkan Gajah Mada ke dalam sebuah permainan yang memerlukan pengetahuan ten tang kawasan Gajah Mada,” ungkap I Putu Sudiarta, Direktur Bamboomedia yang menggagas permainan “Life in Gajah Mada” akhir tahun 2012. Permainan ini be rawal dari ide seder hana yang kemudian diaplikasikan bersama mahasiswa STIKI In donesia yang magang di Bamboomedia. Ins pirasi lain berasal dari permainan airline city. Konsepnya dipadukan
sehingga jadilah “Life in Gajah Mada” dengan karakter utama I Wayan Doglag. “Doglag ini karakter yang diciptakan sebagai orang yang tahu banyak tentang Gajah Mada. Ia anak yaitm-piatu yang diasuh neneknya. Sejak kecil, Doglag hidup di kawasan Gajah Mada. Ia hapal semua seluk beluk
kawasan Gajah Mada. Pengetahu an ini kemudian dijadikan bekal sebagai pemandu wisata yang menguasai kawasan Gajah Mada,” papar Sudiarta. Dalam permainan “Life in Gajah Mada”, si pemain akan memainkan karakter Doglag. Ketika ada wisatawan bertanya
17 - 23 maret 2014
17 - 23 maret 2014
cal genious yang ada di kawasan Gajah Mada bisa diaplikasikan di teknologi modern. Tujuan lainnya, kami ingin ikut memperkenalkan kawasan Gajah Mada melalui teknologi,” ujar peraih penghar gaan Bali Marketeers Champion 2013 sector Communication, High Tech & Media ini. Dari komentar yang masuk, banyak yang mempertanyakan mengapa tidak merinci atau memberi data tentang apa saja yang sebenarnya ada di Gajah Mada. Pemain harus mengirangira dimana letak toko atau alat yang ditanyakan wisatawan. Menurut Sudiarta, inilah keunikan permainan “Life in Gajah Mada”. Orang diharapkan datang ke ka wasan Gajah Mada untuk melihat langsung apa yang ada. Setelah itu baru bisa memainkan permainan ini. Sisi pengetahuan dan sisi per mainan akan terjalin dalam sebuah aplikasi yang bisa diunduh gratis ini. Ingin mencoba pengetahuan Anda tentang situasi kawasan Gajah Mada? Silakan unduh per mainan ini. –Ngurah Budi
7
Rindu Berkumpul dengan Anak dan Cucu Dengan sekarung sampah plastik yang dijunjung di kepalanya, Parlina (78), meng habiskan hari-harinya. Sejak subuh datang, usai menunaikan kewajiban salat subuh, ia telah bersiap untuk melakukan perjalanan sehari penuh, berkeliling Kota Mataram mencari sampah plastik, berupa gelas bekas maupun botol air minuman kemasan. Dari hasil menjadi pemulung inilah ia hidup. Sejak suaminya meninggal dunia sepuluh tahun lalu, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah untuk bekerja. Ia memang tidak lagi memiliki rumah sejak suaminya meninggal. Kini ia tinggal di sebuah kamar kos sederhana tanpa perabotan apa-apa. Rumah peninggalan suaminya terpaksa dijual untuk membayar utang guna biaya pemakaman suaminya. Inilah kisah Parlina yang diceritakannya saat beristirahat di Taman Udayana, Mataram.
P
dimana letak toko sepatu, di mana membeli sate, atau dimana penjual canang, pemain harus memberi jawaban dengan mengklik salah satu kotak. Ada bunyi khusus yang terdengar jika ada wisatawan bertanya. Pemain harus mencari dimana letak si wisatawan lalu mengklik untuk mengetahui apa per tanyaan. Pemain boleh menjawab boleh tidak. Jika menjawab benar, poin pemain atau Doglag akan bertambah. Di sisi lain, energi Doglag juga akan berkurang. Poin yang dimiliki bisa di pakai untuk belanja oleh Doglag untuk membeli, minuman, makanan, maupun kalimat bijak penyemangat hidup. Peta kawasan Gajah Mada dalam permainan ini dibuat detail ter masuk lokasi pertokoan. Bahkan untuk toko dan produk, Sudiarta dan tim memotret langsung
l i f e s to ry
arlina dari Jawa 15 tahun lalu. Ia menemukan jodohnya seorang pemuda tukang bangunan yang berasal dari Lombok Tengah. Mereka menikah dan memiliki 8 orang anak yang kini semuanya telah berkeluarga. Seluruh anak dan menantunya hidup serba kekurangan. Ada yang menjadi tukang jaga toko, ada juga yang menjadi tukang parkir serta ada pula yang menjadi tukang kebun. Sejak menikah, Parlina tidak pernah merasakan hidup layak, begitu pula dengan anakanaknya. Karena itulah, semua anaknya tidak ada yang bisa mengenyam pendidikan tinggi, melainkan paling tinggi lulusan sekolah dasar saja. Lainnya drop out di tengah jalan tidak dapat menyelesaikan sekolah. “Sekarang mereka cari makan sendiri-sendiri,” ungkapnya. Melihat kondisi ekonomi anak-anaknya yang pas-pasan bahkan sering kekurangan, Parlina memilih tinggal sendiri dan tidak ingin membebani anakanaknya. Untuk bisa membiayai kehidupannya sehari-hari ditambah lagi dengan beban membayar kamar kos Rp 250 ribu sebulan, membuatnya harus bekerja keras. Panas terik juga hujan, tidak ia pedulikan. “Yang pasti setiap hari saya harus mendapatkan uang. Karena kalau tidak dapat uang saya pasti
tidak makan,” ujarnya. Karena itulah ia bekerja apa saja demi bisa mendapatkan uang untuk membeli makanan juga mena bung tiap hari untuk membayar sewa kamar kos. Selain memulung sampah plastik, Parlina juga sesekali menyapu halaman orang yang kebetulan membutuhkan atau juga menyapu kantor yang dilewatinya. Dari sana ia mendapat tambahan penghasilan. “Lumayan bisa menyambung hidup saya,” katanya. Ia bekerja keras karena ia tidak ingin menengadahkan tangan meminta belas kasihan pada orang lain. Biar pun dapat sedikit tapi itu hasil dari keringatnya membuat ia bangga dan nikmat ketika ia menikmati makanan yang ia beli dan nikmat ketika ia menikmati tinggal di kamar kosnya, karena ia bayar dari hasil kerja kerasnya. Kisah menyedihkan yang pernah dialami Parlina adalah ketika suaminya meninggal 10 tahun akibat sakit yang sempat membuatnya lumpuh. Lelaki yang dulunya sebagai penopang hidupnya itu kini telah tiada. Sejak kematiannyalah hidup Parlina berubah menjadi duka. Karena suaminya hanyalah seorang tukang bangunan yang tidak setiap hari mendapatkan pekerjaan untuk bisa mendapatkan uang bagi kelangsungan hidup anak-anak mereka, hidup mereka pas-pasan dan serba kekurangan. Seluruh
penghasilannya tiap bulan habis untuk biaya makan bahkan sering kekurangan. Kala itu mereka tinggal di rumah peninggalan orang tua suaminya. Rumah kecil yang harganya tidak seberapa. Ketika suaminya akhirnya meninggal Parlina sempat kelabakan untuk memenuhi biaya pemakamannya. “Saya tidak punya uang sepeser pun, bahkan untuk membeli kain kafan,” katanya. Sebab itulah ia kemudian meminjam uang Rp 500.000 pada seorang rentenir. Bagai mana tidak, cukup banyak biaya untuk ukurannya, yang harus dikeluarkan untuk pemakaman suaminya, mulai dari kain kafan, batu nisan, membayar tenaga penguburan hingga acara tahlilan yang mengharuskan ia membeli berbagai makanan untuk tamu yang datang menyampaikan bela sungkawa maupun mereka yang datang tahlilan. “Saya tahu orang yang datang tidak harus saya beri makan karena mereka maklum dengan situasi saya, tapi saya sangat ingin menghargai tetanggatetangga saya yang sudah de ngan sukarela dan ikhlas mau mendoakan suami saya dan setia melakukan tahlilan,” katanya. Sumbangan dari para tetangga dan tamu yang datang menyampaikan belasungkawa, tidak cukup untuk menutupi semua biaya yang dikeluarkannya. Lagi pula, sumbangan yang terkumpul
tidaklah banyak. Dengan uang pinjaman itulah ia pergi ke pasar untuk membeli sendiri kain kafan suaminya dan kebutuhan lainnya. Selama beberapa hari sepeninggal suaminya, ia masih bisa tenang karena telah selesai menunaikan tugasnya sebagai seorang istri yang mengantar kepergian suami terakhir kalinya. Dua minggu kemudian, barulah keresahan dan kegelisahan itu mulai datang ketika sang rentenir kerap bertandang ke rumahnya untuk menagih hutang. Sementara ia masih menata hatinya setelah ditinggal suami tercinta, ia juga masih mencari peluang-peluang untuk bisa bekerja, jadi ia belum sempat memikirkan untuk membayar hutang. Barulah ia sadar setelah rentenir itu hampir tiap hari datang menagih. “Hutang harus dibayar, mau tidak mau saya harus berpikir bagaimana melunasinya,” katanya. Ia baru dapat pekerjaan sebagai tukang sapu sebuah kantor pemerintah di Mataram dengan upah yang hanya cukup untuk makan seorang diri saja. “Saya putuskan untuk menjual rumah peninggalan suami saya, hanya dengan itulah saya bisa membayar hutang tersebut,” katanya menitikkan air mata. Ia terdiam sambil memainkan sekeranjang bunga yang ia kumpulkan dari halaman perkantoran yang ia lewati. Ia memang selalu
membawa bunga terutama di hari Kamis, agar ia bisa langsung berziarah ke makam suaminya. Ia mengaku sangat mencintai suaminya itu. Rumah itu laku hanya Rp 10 juta. Ia pakai untuk membayar hutang dan sisanya dibagi kepada delapan anaknya sesuai hukum Islam. “Yang saya jual itu rumah ayah mereka, jadi mereka berhak menerima bagian dari penjualannya. Anak laki-laki saya beri dengan hitungan lebih banyak dari yang perempuan sesuai hukum Islam,” katanya. Setelah hutangnya lunas dibayar, ia tidak mau ada beban lain lagi jika ia tidak memberikan hak tersebut pada anak-anaknya. Maka kini, ringanlah langkah Parlina menjalankan sisa usia nya. Ia bahagia meski hidup pas-pasan. Sejak itulah ia tinggal di sebuah kamar kos yang tidak jauh dari rumahnya. Ia ha nya memiliki tempat tidur dan lemari pakaian seadanya. Parlina tidak memiliki perabotan dapur karena hampir tiap hari ia makan di luar. “Saya tidak pernah masak, tiap hari beli nasi murah meriah Rp 3.000 sekali makan. Kalau harus masak pasti lebih banyak habisnya dan saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk memasak di rumah karena seharian saya pasti bekerja di luar,” katanya. Hanya satu yang sangat ia harapkan adalah dapat ber kumpul dengan delapan anaknya suatu hari nanti. Ia ingin melihat cucu-cucunya berkumpul meski menurutnya mustahil. Kare na untuk berkumpul itu tentu membutuhkan tempat yang luas sementara kamar kosnya sempit sekali. Untuk berkumpul juga membutuhkan biaya sedangkan anak-anaknya ia sadar tak memiliki kemampuan lebih untuk bisa mengunjunginya dalam kesempatan yang sama. Parlina menikmati hidupnya, bahagia dengan segala kegetirannya. -Naniek I. Taufan
8
BUNDA & ANANDA
Anak Mengalami 5L?
Waspadai Anemia Masa anak-anak merupakan masanya untuk bermain. Keceriaan anak-anak saat bermain bersama teman-temannya akan menjadi warna perjalanan hidup mereka. Tak terlihat rasa lelah dan letih jika mereka sudah bermain. Tetapi, jika Anda melihat buah hati tak memiliki semangat untuk bermain, hal ini perlu diwaspadai.
S
Ilustrasi
alah satu penyebab anak tidak bersemangat atau mudah lelah adalah anemia. Anemia merupakan suatu keadaan yang ditandai menurunnya kadar hemoglobin di bawah nilai normal sesuai dengan kelompok usia. Hemoglobin adalah ikatan senyawa
zat besi dan globin yang merupakan unsur penting dalam sel darah merah, berfungsi mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kriteria normal kadar hemoglobin dapat dibedakan sesuai usia atau jenis kelamin. Pada anak usia 6 bulan-5 tahun, kadar hemoglo-
Anemia dapat menyebabkan prestasi belajar menurun
bin normalnya 11, pada usia 5 tahun-11 tahun kadar normalnya 11,5, usia 12 tahun-14 tahun kadar normalnya 12, perempuan usia remaja hingga dewasa normalnya 12, perempuan hamil 11, dan lelaki 13. “Jika kadar hemoglobin berada di bawah normal, ini artinya menderita anemia. Anemia yang banyak diderita anak-anak adalah anemia defisiensi besi yang terjadi karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan hemoglobin berkurang. Apabila keadaan ini berlangsung lama akan menyebabkan dampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” papar dr. I Made Widiaskara, SpA. Penyebab anemia defisiensi besi ini antara lain asupan makanan kurang mengandung zat besi, kebutuhan zat besi meningkat, dan cadangan zat besi dalam tubuh berkurang akibat bayi kurang bulan, bayi kembar, pendarahan kronis, dan cacingan. Dokter anak yang praktik di RSUD Wangaya dan RSIA Puri Bunda ini mengatakan gejala klinis yang terlihat pada anak penderita anemia defisiensi besi antara pucat, 5 L (lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai), daya tahan tibuh menurun, kurang responsive terhadap lingkungan, dan prestasi belajar menurun. “Anemia defisiensi besi ini merupakan kasus yang banyak terjadi di dunia. Di Indonesia, hasil survey rumah tangga tahun 1995 menemukan 40,5% balita dan 47,2% anak usia sekolah
dr. Widiaskara
menderita anemia defisiensi besi. Survei SD tahun 1999 menemukan 50% anak menderita anemia defisiensi besi. Penelitian Ringoringo HP tahun 2006 di Banjar Baru, Kalimantan menyebutkan 38,5% bayi yang berusia kurang dari 6 bulan juga mengalami anemia defisiensi besi,” ungkap dokter spesialis anak dan konsultan hematologi ini. Anemia defisiensi besi bisa didapatkan bayi dari ibu yang mengalami kekurangan zat besi. Artinya, jika ibu hamil mengalami anemia defisiensi besi, bayi yang dilahirkan cenderung akan mengalami anemia defisiensi besi juga. Berat atau ringannya tergantung Fe yang bayi ke bayi. Komplikasi anemia defisiensi besi ada yang ringan dan berat. Komplikasi ringan berupa atropi papil lidah, garis-garis di tepi bibir dan kuku yang cekung seperti sendok. Semuanya ini bisa diobati dengan menambah asupan zat besi. Komplikasi berat diantaranya mudah infeksi, gangguan prestasi belajar bahkan gangguan mental. Penyembuhannya bisa dengan menambah zat besi tetapi waktunya lebih lama disbanding komplikasi ringan. Penelitian
17 - 23 Maret 2014
terhadap anak sekolah yang ketika bayi mengalami anemia defisiensi besi antara lain gangguan konsengtrasi, daya ingat rendah, kapasitas pemecahan masalah rendah, IQ lebih rendah, dan gangguan perilaku. “Kebanyakan pasien datang setelah mereka berada di level 3 dengan ciri-ciri yang sudah dijelaskan tadi. Pada level 1 dan level 2 tidak akan terlihat gejala klinis kecuali dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujar dokter yang menyelesaikan pendidikan dokter spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun 1998 ini. Dokter Widiaskara menambahkan, pencegahan anemia defisiensi besi bisa dilakukan dengan tetap memberikan ASI eksklusif. Selain itu, suplemen zat besi yang mengandung Fe dan vitamin C juga bisa diberikan. Kandungan Fe dari ASI bisa mencapai 40% sedangkan dari susu formula hanya 10%. Karena itu, dokter kelahiran Klungkung, 23 Maret 1963 ini menyarankan pemberian ASI eksklusif wajib diberikan untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi ini. Dari rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dijabarkan suplementasi zat besi bisa diberikan kepada semua anak dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama usia 0-2 tahun. Dosis maksimum untuk bayi 15 mg/hari, dosis tunggal. Khusus remaja putri ditambah 400 mg asam folat. Saat ini IDAI menyatakan belum perlu dilakukan uji tapis secara massal. Pemeriksaan kkadar Hb perlu dilakukan mulai usia 2 tahun hingga remaja. Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan anemia, harus dicari penyebab dan bila perlu dirujuk. Pemerintah juga diharapkan membuat kebijakan mengenai penyediaan preparat zat besi dan alat laboratorium untuk pemeriksaan zat besi. “Cara yang mudah untuk menghindari anemia defisiensi besi adalah dengan dengan nutrisi yang seimbang. Fe bisa ditemukan di protein hewani maupun nabati. Protein hewani misalnya telur, daging, dan ikan sedangna protein nabati didapatkan dari sayursayuran dan buah-buahan,” ujar dr. Widiaskara. –Ngurah Budi
dr. Widiaskara menunjukkan gejala klinis penderita anemia defisiensi besi
17 - 23 Maret 2014
Pesona Kayu Tua
G R I YA
17
Dalam merancang bangunan, kayu merupakan salah satu material penting dalam membangun suatu hunian. Kualitas dan jenis material kayu yang dipilih menentukan bagaimana bangunan tersebut nantinya akan tercipta. Aplikasi kayu tua sebagai wood cladding dan pintu pagar bangunan
Aplikasi kayu tua sebagai meja wastafel
“K
arena itu, sudah selayaknya perancang (arsitek) wajib memiliki ilmu yang luas tentang berbagai macam karakteristik material kayu yang ada di pasaran agar dapat membuat sebuah rancangan bangunan yang sesuai dengan keinginan pemiliknya,” ujar I Gusti Agung Bagus Arimbawa,S.T.,M.T., pemilik Crea Bali Mandiri. Ia mengatakan, saat ini kayu tua banyak dimanfaatkan dalam bidang arsitektur. Yang dimaksud dengan kayu tua adalah memanfaatkan limbah atau kayu bekas sehingga menjadi unsur yang memberikan nilai lebih dalam mendesain suatu hunian. Limbah kayu ini bisa didapatkan dari bongkaran rumah lama, kayu bekas banta-
lan rel kereta, kayu bekas tiang listrik, bongkaran dermaga, dll. Tentunya dalam memanfaatkan kayu jenis ini akan banyak tantangan yang didapat, seperti ukuran kayu yang tidak sesuai dengan kayu baru yang ada di pasaran, permukaan kayu yang tidak rata ataupun terdapat lubang-lubang bekas sambungan baut yang membuat kayu semakin tampil eksotik. Terdapat berbagai jenis kayu tua yang bisa dimanfaatkan dalam bidang arsitektur, di antaranya sebagai struktur utama bangunan yaitu kayu yang berbentuk balok sebagai tiang atau struktur bangunan, ataupun bisa dimanfaatkan sebagai bahan struktur rangka atap bangunan serta bisa dimanfaatkan sebagai dinding bangunan; sebagai elemen penunjang yaitu sebagai bahan
kusen pintu dan jendela ataupun sebagai bahan untuk furnitur seperti meja dan kursi; serta sebagai elemen dekorasi seperti wood decking pada kolam, lambersering plafond, wood cladding, dll. Jenis kayu tua yang bisa dimanfaatkan antara lain, kayu jati, kayu ulin, kayu merbau, dan kayu bangkirai. Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan tekstur paling indah. Karakteristik kayunya yang stabil dan kuat membuat kayu jati dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama. Kayu ulin atau sering disebut sebagai kayu besi merupakan jenis kayu yang memiliki kekuatan yang sangat bagus, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai struktur rangka dermaga karena memiliki sifat yang tahan akan air. Kayu merbau memiliki serat dan tekstur terputus dan berwarna coklat kemerahan, jenis kayu ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan interior bangunan ataupun sebagai bahan kusen pintu dan jendela. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat serta tahan terhadap cuaca sehingga jenis kayu ini sering dipergunakan sebagai konstruksi atap bangunan atau pun untuk eksterior seperti list plank dan decking. Beberapa keuntungan mempergunakan jenis kayu tua, di antaranya, memiliki tingkat kekeringan yang sangat tinggi sehingga sangat jarang terjadi kasus kembang susut pada kayu, tekstur dan serat kayu tua lebih terlihat sehingga sangat cocok
dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi ruangan, harga yang ditawarkan untuk jenis kayu tua atau kayu bekas biasanya lebih murah dibandingkan dengan kayu baru yang dijual di pasaran. Pemanfaatan kayu tua juga membantu program pemerintah dalam penyelamatan hutan dengan mengurangi penebangan hutan dan memanfaatkan kembali kayu yang sudah terpakai (green architecture). Namun, pemanfaatan kayu tua atau kayu bekas dalam arsitektur juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain, ukuran kayu yang tersedia tidak sesuai dengan standar ukuran kayu baru; pada jenis kayu tertentu masih mengeluarkan serbuk kayu sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam pemanfaatannya; terdapat lubanglubang bekas sambungan baut atau paku, sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu; ketika mempergunakan dalam jumlah
I Gusti Agung Bagus Arimbawa,S.T.,M.T.
yang banyak, membutuhkan waktu untuk mengumpulkan jenis kayu tua tersebut. Berikut contoh aplikasi kayu tua dalam beberapa desain arsitektur. –Inten Indrawati Foto-foto: AA Gede Raka Hartawan Sukawati, S.T. dan IB Gede Wahyudi Saraswati, S.T.
Aplikasi papan jati tua sebagai timber decking kolam renang
Aplikasi papan kayu jati tua sebagai pintu
Aplikasi papan jati tua sebagai stepping dan railing tangga
PELESIR
16
17 - 23 maret 2014
Banyak Burung Tanda Lumba-lumba Muncul Pantai Lovina adalah salah satu objek wisata yang populer di Bali Utara. Lokasinya di Desa Kalibuk buk, Buleleng, delapan kilometer dari arah Kota Singaraja.
J
ika Anda datang ke sini, Anda akan disambut sebuah tugu patung lumbalumba. Keberadaan tugu ini, seolah menjadi simbol keistimewaan pantai ini yakni melihat lumba-lumba. Hampir semua wisatawan yang datang ke Lovina untuk melihat kemunculan si ikan pintar ini. Wisatawan yang ingin me-
nyaksikan lumba-lumba harus pergi ke tengah laut dengan menumpang perahu nelayan setempat. Wisatawan bisa dengan mudah mencari perahu tumpa ngan karena di sekitar pantai, banyak nelayan yang menyewakan perahunya. Wayan Putra Yasa, salah satu pemilik perahu yang tiap hari mengais rezeki dengan menyewakan jasa sewa
Jika Anda berkunjung ke sini, Anda pun akan menemukan suasana layaknya di Pantai Sanur. Meski pantainya tak berpasir putih dan suasana tak seramai Pantai Sanur, suasana sepi di Lovina inilah yang kebanyakan dicari wisatawan Eropa.
Suasana di Pantai Lovina
perahu. Harga sewa perahu per orang Rp 60 ribu. “Biasanya satu perahu diisi empat orang,” ujarnya. Waktu yang tepat untuk melihat lumba-lumba adalah pagi hari. Namun, ada juga wisatawan yang tak mengetahui hal ini, sehingga datang ke sini terlalu sore. “Jika sore, perahu harus berjalan lebih jauh ke tengah laut untuk bisa menemukan lumba-lumba,” kata Putra. Meski begitu, kemunculan lumbalumba ini tak bisa diprediksi. “Pernah juga, lumba-lumba tak muncul,” ungkap Putra mengelola jasa sewa perahu sejak tahun 1995 ini. Jika beruntung, tiap saat wisatawan bisa menyaksikan kemunculan lumba-lumba. Bukan hanya satu dua ekor melainkan ribuan ekor. Namun, Putra hapal betul,
biasanya tanda-tanda jika ada lumba-lumba yaitu di sekitar pantai itu terdapat banyak burung. “Jika banyak burung, di situ pasti ada lumba-lumba karena mereka sama-sama mencari makan ikan-ikan ke-
sudah tersedia. Bahkan Putra pun tak keberatan jika ada wisatawan yang ingin menyewa perahu khusus untuk meman cing. Yakni dengan sistem car ter. “Tarifnya tak tentu, rata-rata Rp 500 ribu s.d. Rp 1 juta dari pagi sampai sore,” ucapnya. Jenis ikan banyak ditemui di sekitar pantai ini salah satunya adalah sniper. Selain wisatawan lokal, ba nyak wisatawan mancanegara datang ke pantai berpasir hitam ini. Manager Bintang Bali Sport Bar & Restaurant Ketut Alit Widhiada, S.E., mengatakan kebanyakan yang datang ke sini adalah wisatawan Eropa. Terutama di musim liburan, yakni pertengahan Juli sampai Desember. Malam hari suasana
Para pedagang sedang menunggu pembeli
cil,” ungkapnya. Waktu tempuh ke tengah laut ini biasanya dua jam. Selain melihat kemunculan si ikan pintar ini, wisatawan bisa menyaksikan pesona sunrise di Pantai Lovina. Jika berminat, wisatawan bisa snorkling, de ngan menambah ongkos Rp 60 ribu. Selain lumba-lumba, pesona keindahan alam bawah laut Pantai Lovina, menjadi ketertarikan wisatawan datang ke sini. Bagi yang hobi mancing pun sebaiknya tak melewatkan kesempatan ini. Wisatawan bisa bermancing ria, seusai melihat lumba-lumba. Namun, ini tak gratis, wisatawan harus merogoh kocek lagi senilai Rp 100 ribu. Wisatawan pun tak harus kerepotan membawa alat pancing sendiri, karena di sini
9
Never Surrender is Back Ketut Alit Widhiada
Wayan Putra Yasa
DARA
17 - 23 maret 2014
pantai masih menggeliat sampai pukul 21.00. “Makin malam, tamu makin sepi, yang makan pun berkurang,” ucap Alit. Jika Anda berkunjung ke sini, Anda pun akan menemukan suasana layaknya di Pantai Sanur. Meski pantainya tak berpasir putih dan suasana tak seramai Pantai Sanur, suasana sepi di Lovina inilah yang kebanyakan dicari wisatawan Eropa. Harga penginapan bervariasi namun ada juga yang cukup murah Rp 150 per malam. Saat berbelanja, sebaik nya Anda pintar menawar. Menariknya lagi, masuk ke kawasan pantai, pengunjung tak dikenai biaya masuk, cukup membayar biaya parkir Rp 1000 bagi sepeda motor serta Rp 2 ribu untuk mobil. -Tini Dwi Rahayu
Bermain musik merupakan salah satu cara anak muda untuk meng ekspresikan jiwa mereka. Seman gat pantang menyerah dan terus berkarya menjadi alasan mereka un tuk eksis. Hal ini juga yang dilakoni Never Surrender. Band yang berdiri berdiri sejak 22 Februari 2011.
B
ermula dari keisengan Ida Bagus Darmawan Suardana (Ajus) dan I Kadek Juliawan (Dodok) yang ingin mempunyai band sendiri. Untuk tahun pertama, personel Never Surrender hanya empat orang yaitu Ruka (vokal), Ajus (gitar), Dodok (bass), dan Ihsan (drum). Setelah setahun lebih berjalan, Ihsan meninggalkan band karena melanjutkan sekolah pilot di luar Bali. Sebagai pengganti Ihsan, masuklah Ikhwan, adik Ihsan. Never Surrender juga menambah satu personel di posisi gitar, Yudi Arieska (Yudi). Tahun kedua, Ruka meninggalkan band. Posisi vokalis pun kosong dan membuat Never Surrender vakum hingga hampir setahun. “Kami hilang sementara dari panggung blantika musik indie Bali. Sekarang Never Surrender is back,” ujar Ajus. Awal 2014, Never Surrender kembali bangkit dengan merombak personel yang ada. Dari formasi lama, hanya tersisa tiga orang. Kini ada tambahan dua personil, Made Gede Krisnarendra K. (Krisna), mantan vokalis Set Me Free dan Anak Agung Ngurah Wisnu Wisesa (Wisnu) mantan drummer Rise on Symmetry. Bertepatan dengan hari jadi N e v e r Surrender yang ketiga, mereka hadir kembali dengan memperkenalkan personel tetap Never Surrender yang baru, Krisna (vokal), Ajus (gitar), Yudi (gitar), Dodok (bass) & Wisnu (drum). Mengenai alasan memberi nama Never Surren-
der, Ajus mengatakan awalnya hanya iseng. “Waktu mau buat nama band kami mengumpulkan kata-kata yang keren. Akhirnya terpilih nama Never Surrender karena menurut kami, sangat mewakili jiwa anak muda alias anak muda banget,” tegasnya. Never Surrender yang diartikan jangan menyerah menyiratkan, anak muda itu tidak pernah berhenti untuk berkembang.
Never Surrender
mua pulang kuliah atau pulang kantor. “Kami biasanya rundingan dulu atau chatting di grup.
Never Surrender yang diartikan jangan menyerah menyiratkan, anak muda itu tidak pernah berhenti untuk berkembang
Band ini tak hanya mengusung konsep semangat. Mereka juga mengutamakan kebersamaan. Hal ini diterapkan dalam urusan latihan dan manggung yang diatur agar tidak bentrokan dengan jadwal kerja maupun jadwal kuliah. Seringkali jadwal latihan dan manggung dipilih setelah se-
Kami voting untuk mengatur jadwal. Maklumlah, ada lima orang yang memiliki kesibukan berbeda sehingga sulit memilih waktu kosong. Biasanya kami pakai voting. Yang kalah suara ngikutin jadwal yang mayoritas. Cuma ya pasti disesuaikan lagi. Kita latihan pasti di atas jam
kerja dan jam kuliah. Jangan sampai mengganggu kerja dan kuliah,” papar Ajus. Never Surrender adalah band dengan aliran Pop Punk Hardcore. Mereka terinspirasi dari band luar negeri seperti A Day To Remember, Set Your Goals, New Found Glory bahkan Comeback Kid. Never Surrender sudah mempunyai single yang bisa di-request di beberapa radio. Single itu berjudul “Here We Are”. Lagu lain yang sudah dicipt a k a n “Someday”, dan “This Is Our Ground”. Beberapa materi lagu sudah mereka miliki. Tema lagulagu ini tentang
perjuangan anak muda untuk bertahan hidup. Inspirasinya mereka dapatkan dari Google dengan cara membaca situssitus kemanusiaan. “Pergantian vokalis mungkin nanti akan membuat perbedaan warna musik dan suara khususnya dalam lagulagu terbaru Never Surrender karena akan mengikuti karakter suara Krisna. Pergantian vokalis memang membuat perubahan mendasar dalam sisi musikalitas,” tandas pria kelahiran 1 Januari 1992 ini. Ajus menambahkan proses kreatif penciptaan lagu biasanya di mulai dari nge-jam di studio atau main gitar iseng di rumah. Kalau nada atau musiknya asyik, mereka memasukan syair atau lirik sehingga menjadi sebuah lagu. Kepada penggiat musik di Bali, Never Surrender berharap mereka jangan pernah berhenti untuk berkarya selama itu masih positif
dan terus melakukan perubahan untuk musik yang indah di masa depan. Never Surrender akan terus berkarya untuk mewujudkan impian mereka, membuat album dan tur keliling Indonesia. –Ngurah Budi.
10
BUGAR
17 - 23 Maret 2014
Hati-hati Bersihkan Pusar
Ardi kaget ketika melihat nanah keluar dari pusarnya. Beberapa hari sebelumnya, ia sempat membersihkan kotoran yang ada dalam pusarnya dengan menggosok-gosokkan handuk mandi. Ternyata, ulahnya itu membuat pusar luka. Awalnya, luka hanya sedikit dan ia tak terlalu mengindahkannya. Kini, setelah keluar nanah dari dalam pusarnya, ia ke bingungan. Dia mendengar kabar, gara-gara nanah itu, ia harus diopera si. Padahal, ia sangat takut operasi. Disuntik saja takut, apalagi operasi.
K
ebersihan pusar seringkali terlu pakan. Padahal, kebersihan area pusar sebenarnya sama dengan kebersihan area tubuh lainnya. Hal ini disampaikan dr. IGN Darmaputra, Sp.KK. Umumnya yang lebih peduli dengan kebersihan pusar adalah kaum wanita, karena pada beber apa orang seringkali mengunakan pakaian yang memperlihatkan pusar. Namun, bukan berarti laki-laki tak harus menjaga dan membersihkan pusarnya. Dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedok teran Unud/RS Sanglah menye butkan, dalam membersihkan pusar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena tin dakan pembersihan yang salah dapat menimbulkan luka lecet yang akhirnya mengakibatkan infeksi. Pusar merupakan lubang alamiah yang terbentuk setelah lepasnya tali pusar pada bayi yang baru lahir. Saat di dalam kandun gan, bayi mendapatkan sari ma kanan dari ibu melalui tali pusar. Setelah lahir tali pusar dipotong
dr. IGN Darmaputra, Sp.KK. dan bekas perlekatan tali pusar akan terlepas dan terbentuklah lobang pusar. Kulit pada area pusar umumnya lebih tipis dari pada bagian tubuh lainnya. Kotoran pada pusar umum nya terbentuk dari lapisan keratin kulit yang terlepas pada proses pergantian kulit yang berlangsung secara alami. Kotoran menjadi berbau karena bercampur den gan debu serta produksi kelenjar kulit yang terperangkap di sana. Terbentuknya kotoran pusar
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
serta bau yang ditimbulkan tidak berhubungan dengan jenis ma kanan yang kita makan. Namun, umumnya lebih berhubungan dengan keaktifan kelenjar min yak pada kulit tiap orang yang berbeda-beda. Suasana yang lembab pada area tersebut juga berperanan dalam timbulnya bau dari kotoran pusar. Kotoran pusar sama dengan kotoran tubuh lainnya sebaiknya dibersihkan rutin saat mandi. Jadi, melakukan pembersihan kotoran pusar sebaiknya dilakukan tiap hari saat mandi agar kotorannya tidak menumpuk dan lengket sehingga susah dibersihkan. Ia menyebutkan, untuk membersihkan kotoran pusar baik pada anak maupun dewasa umumnya sama saja. Namun, mengingat area tersebut memi liki kulit yang tipis dan lembab, sebaiknya saat membersihkannya dilakukan secara hati-hati dan selalu usahakan menjaga area tersebut tetap kering. “Dalam melakukan pembersihan pusar kita harus selalu mengingat prinsip, area tersebut memiliki kulit yang tipis dan sensitif. Jadi bahan yang digunakan haruslah
STYLE
Perempuan Dalam Dimensi Lain Mardiana Ika, salah seorang desainer papan atas nasional, yang bermukim di Hongkong dan Bali, kali ini mengusung imajinasinya sendiri. Ia bicara tentang perempuan di luar dari stigma umum masyarakat yang menentukan bentuk dari sosok yang satu ini.
P
erempuan memegang peran penting dalam gaya hidup mo dern masa kini. Mereka punya posisi tersendiri di masyarakat, sebagai ibu, anak perempuan, istri, mertua, menteri, konselor, dokter, profesor, guru, teman dan lainnya. Masyarakat dan lingkungan ingin agar perempuan mampu mengisi status mereka bahan yang lembut. Jangan meng gunakan sabun-sabun antiseptik atau bahan-bahan lain yang dapat menimbulkan iritasi pada daerah tersebut,” ujarnya. Dokter Darmaputra men yarankan, cukup gunakan sabun bayi, sabun biasa atau cukup air saja untuk mengangkat kotoran nya. Untuk mengeringkannya sebaiknya dipilih bahan-bahan yang lembut seperti handuk yang halus, tisu atau bisa juga dengan cotton bud. Saat mengeringkan nya harus dilakukan dengan lembut dan jangan sekali-kali menggosok dengan kasar yang dapat menimbulkan luka atau lecet atau bahkan sampai berd arah. Luka akibat lecet tersebut apabila dibiarkan akan memu dahkan kuman masuk sehingga menimbulkan infeksi dari ringan sampai berat. Tanda-tanda infeksi umumnya berupa kemerahan,
rasa nyeri, dan bernanah pada area tersebut. Apabila dijumpai tanda-tanda infeksi, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk diberikan salep antibiotik atau obat minum antibiotik. Apa bila infeksi berat dan terbentuk abses atau kumpulan nanah di bawah kulit, umumnya dilakukan bedah minor untuk mengeluar kan nanahnya sehingga antibiotik dapat bekerja dengan baik. Ia menegaskan, langkah-lang kah pencegahan sangat penting dilakukan agar tidak sampai ter jadi infeksi. “Ingat selalu melaku kan pembersihan pusar secara hati-hati dan apabila secara tidak sengaja timbul luka lecet ringan, sebaiknya segera diolesi dengan cairan antiseptik seperti betadin untuk mencegah masuknya ku man yang dapat menimbulkan infeksi,” saran pemilik D&I Skin Centre ini. –Wirati Astiti
Membuat Perut Six-Pack kat kontraksi otot melalui sinyal listrik) latihan ini memberikan kontraksi terbesar pada semua bagian otot perut. Lakukan 3 set x 20 repetisi.
Setelah mengetahui rumus untuk membuat perut six-pack, 3x3=6, berikut penjelasan mengenai ele men kedua yang harus dipahami. Elemen 3 yang Kedua - Tiga Latihan Perut Dalam menjalankan pola berlatih selama ini, saya menemukan tiga jenis latihan otot perut yang termasuk paling efektif. Tiga jenis latihan otot perut inilah yang saya gunakan paling sering untuk menga sah bentuk dan kekuatan otot perut yang baik. Untuk hasil maksimal dan memungkinkan untuk melakukan sesuai dengan volume (skema set dan repetisi) yang saya uraikan di bawah, orang perlu mendedikasikan 1 hari khusus untuk melatih otot perut ini. - Hanging Leg Raises Sesuai dengan prinsip latihan prioritas (priority training principle), lakukanlah latihan yang terberat dan paling efektif pada urutan pertama suatu sesi latihan, karena di saat tersebutlah otot dalam kon disi yang belum lelah. Hanging leg raises menurut sebagian orang memberikan target tekanan pada otot perut bagian bawah. Namun secara keseluru han, berdasarkan pengalaman dan terbukti dari tes EMG (electromyography - tes yang mengukur ting
17 - 23 Maret 2014
- Decline Sit-Up / Crunch Sit-up atau crunch dengan menggunakan bangku decline memberikan tantangan dan tekanan yang lebih besar daripada sit-up atau crunch biasa. Hal ini dikarenakan tidak ada atau minimnya penyangga punggung saat melakukan gerakan negatif (turun) sehingga lebih sulit bagi perut untuk melakukan gerakan positif (naik).
2
Lakukan 3 x 20 repetisi. - Machine Crunch Secara pribadi saya suka melakukan gerakan ini karena memberikan tekanan maksimal pada otot perut tanpa membebani punggung bagian bawah. Kenyaman an inilah yang memungkinkan saya untuk memberikan fokus lebih pada tehnik gerakan yang benar agar teka nan dan kontraksi menjadi lebih kuat. Karena diran cang dengan pertimbangan biomekanik yang pintar, maka gerakan ini juga memungkinkan untuk mengap likasikan kontraksi puncak (peak contraction). Mesin latihan perut ini mungkin tidak tersedia di semua pusat kebugaran, dan sebagai al ternatif yang tak kalah baik ada lah: ball crunch (dengan kaki merapat untuk faktor kesulitan yang lebih tinggi) atau rope crunch pada mesin tri ceps pushdown. Lakukan sebanyak 3 x 20 repetisi.
dengan baik. Namun, faktanya sering kali mereka memegang banyak posisi sekaligus hingga mengakibatkan stres yang luar biasa. Sesungguhnya, jauh di dalam lubuk hati mereka, tersimpan keinginan untuk dapat meluapkan kebebasan diri. Terutama dalam berbusana, demi dapat tampil berbeda dari keseharian mereka. Sketsa ini yang diramu Mardiana Ika dalam
karya musim gugur atau musim dingin 2014 ini. Melalui label Ika Butoni, ia berhasil menyajikan di mensi lain seorang perem puan. Koleksinya kali ini merupakan ungkapan sisi riang dan cinta kasih seorang perempuan. Untuk karya dengan sentuhan detil khas Ika kali ini, ia banyak meng gunakan ‘faux cuire’ da lam koleksinya. Bahan lain yang juga disertakan adalah satin, printed jersey, beludru, sifon, taffeta, dan renda. – Sri Ardhini
15
J E L I TA
14
17 - 23 maret 2014
Setiap perempuan, tentu ingin memiliki bibir merona dan terlihat indah. Make up pun akan nampak kurang tanpa lipstik. Menurut I Gusti Ayu Seri Dewi , S.E., pemilik salon Masdewi di kawasan Jalan Hayam Wuruk Denpasar, dengan mermulaskan lipstik, ternyata mampu menjadikan wajah terlihat lebih fresh.
B
agus atau tidaknya sebuah lipstik tergantung pula pada bibir seseorang. Begitu juga dengan kombinasi make up yang dipakai. Untuk saat ini, para pakar kecantikan hampir sama mengatakan pilihan lipstik selama tahun 2014 akan didominasi warna-warna yang sangat menggiurkan. Variannya semakin ba nyak dan pastinya sangat colorful. Salah satu warna yang cerah dan tengah digandrungi adalah lipstik oranye yang hangat dan bisa membuat wajah cerah tanpa kesan terlalu menor. Warna oranye yang hangat ini cocok dengan warna kulit perempuan Indonesia yang rata-rata kuning langsat atau kecokelatan. Warna ini, kata Gung Dewi juga pas bagi perempuan yang ingin penampilannya lembut, karena warna oranye lebih hangat ketimbang merah atau pink. Warna oranye juga masih ada beberapa pilihan, misalnya yang digunakan untuk santai lebih ringan dibandingkan untuk pesta. “Kalau kita lihat di berbagai acara entertainment di dalam negeri maupun Hollywood saat ini, para selebriti banyak yang memakai lipstik oranye. Warna ini juga bisa membuat bibir tipis terlihat lebih berisi, lebih terbentuk juga sensual,”paparnya. Namun, masyarakat umum masih lebih banyak memilih lipstik jenis matte (tidak mengkilat), yang memberikan kesan warna doff alami. Untuk kegiatan pada siang hari, Gung Dewi mengatakan kebanyakan memilih lipstik dengan warna soft dan tidak mengandung glitter. Lipstik matte juga cocok bagi se-
mua bentuk bibir. Warna ini menarik untuk malam hari, untuk mengimbangi make up yang lebih tebal, sehingga menjadi lebih ringan terutama untuk remaja. Sayangnya, lipstik jenis matte dan hampir kebanyakan lipstik dikatakan Gung Dewi mudah menjadikan bibir kering. Karenanya, ia menyarankan untuk antisipasinya, dengan memakai pelembab yang ada vitaminnya, agar bibir tetap sehat dan tidak kering atau pecah-pecah. Dapat dipilih lipstik jenis creme , jika memiliki bibir tipis dan bibir pun akan tampil penuh secara sempurna. Setiap tahun lipstik juga memiliki trennya sendiri. Jika biasanya seseorang sudah pas dengan warna merah terang, ketika sedang tren warna ungu, maka
MENGENAL WARNA LIPSTIK Aturan main untuk warna lipstik, kata Gung Dewi lebih lanjut, memilih yang sesuai dengan bentuk dan karakter bibir serta tidak lupa memperhitungkan warna kulit. Selain itu, disesuaikan pula dengan acaranya. Sesungguhnya, yang paling penting adalah pilih lah warna lipstik yang membuat pemakainya nyaman. Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedomannya. Lipstik yang cocok dipakai dalam segala kesempatan adalah yang warna nya sedikit lebih terang dari warna bibir. Untuk semua perempuan paling tepat memiliki warna peach kecoklatan atau pink. Sedangkan bagi yang berkulit gelap, warna
ungu gelap lebih tepat. Lipstik cokelat bata cocok untuk bibir tebal. Namun, bisa juga memilih warna berry atau coral. Sebaiknya bibir tebal menggunakan warna yang lebih gelap dan netral. Dapat juga mencampur dua sampai tiga warna lipstik berbeda hingga mendapatkan hasil warna yang baru. Gung Dewi juga mengingatkan agar kita jangan meniru orang lain. “Ketika, seorang teman menggunakan warna lipstik dan tampak bagus, belum tentu hasilnya akan sama jika kita yang mengenakannya,” katanya sambil menyarankan agar para perempuan mengenali karakternya sendiri, sehingga dapat menentukan dengan pasti warna lipstik yang sesuai. Seringkali juga seorang perempuan cenderung men cocokkan warna lipstik hanya dengan warna pakaiannya, padahal warna kulit wajah juga menjadi pertimbangan. Bagi yang berkulit putih, sebaik nya menghindari nuansa merah yang dengan rona oranye, karena menjadikan kulit terlihat kusam. Warna merah yang lembut dengan rona berry atau anggur dapat menjadi pilihan, juga merah muda ataupun nude. Untuk mereka yang berkulit sedang, pilihan bisa pada nuansa merah. Lipstik bernuansa merah dapat digunakan, namun pilihlah yang merah agak tua. Mereka dapat mengenakan warna merah dengan nada dasar biru agar kulit wajahnya terlihat lebih terang. Atau, warna merah dengan nada dasar cokelat agar wajah terlihat lebih hangat. Untuk kulit sawo matang, kata Gung Dewi dapat memilih nuansa merah yang bernada dasar cokelat, berry ataupun merah yang lebih tua. Hindari yang bernada dasar biru atau dingin. Jika suatu saat, merasa salah pilih
11
Pasta Gigi Sembuhkan Jerawat?
Lipstik Penunjang Penampilan belum tentu cocok untuknya. Agar tetap bisa mengikuti tren, Gung Dewi menyarankan untuk mencampur warna lipstik yang baru dengan warna netral yang sudah biasa digunakan. ‘Sehingga menghasilkan warna yang sesuai dengan kepribadian kita,” tegasnya.
MITOS ATAU FAKTA
17 - 23 maret 2014
Jerawat adalah salah satu masalah yang banyak menyerang kulit remaja. Kondisi ini tentunya membuat kita merasa kurang percaya diri. Makan kacang, katanya salah satu penyebab jerawat. Jika berjerawat, bisa diobati dengan pasta gigi. Banyak mitos seputar jerawat yang berkembang di masyarakat. Tetapi, apakah itu sekadar mitos atau fakta? Berikut penjelasan dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes.
I Gusti Ayu Seri Dewi
warna lipstik, ia menyarankan, jangan dibuang, bisa digunakan dengan membaurkannya satu dengan lainnya. Dengan begitu, bukan saja lipstik yang ada berguna dan tidak terbuang tapi seringkali diperoleh warna yang unik dan menarik. Setelah memilih formula lipstik yang tepat, juga perlu menjaga kondisi bibir tetap lembab, dengan minum air yang cukup. Selain itu, dengan dasar foundation maupun tidak, lipstik akan tahan lebih lama jika bibir dibingkai terlebih dahulu dengan pensil khusus lipstik. “Memoleskan lipstik dengan kuas akan menghasilkan ketebalan yang baik dan merata,” sarannya. – Sri Ardhini
Mitos: Apa bedanya jer aw at dengan bisulan Fakta: Jerawat adalah peradangan kronik yang terjadi pada kelenjar pilosebacea yang ditandai dengan adanya komedo. Salah satu pemicunya yaitu koloni bakteri propionibacterium acne yang meningkat. Tidak ada penyakit lain yang ditandai oleh adanya komedo selain jerawat. Sedangkan bisulan adalah bahasa awam yang dalam bahasa medis disebut furunkel atau abses yang ditandai dengan adanya benjolan yang meradang. Biasanya terjadi pada folikel rambut dan disertai nanah pada bagian ujungnya. Dan, sudah tentu tidak ditemukan adanya komedo pada penyakit bisulan. Penyebab paling sering dari bisul/furunkel adalah oleh bakteri staphylococcus atau pun streptococcus. Mitos: Banyak makan kacang menyebabkan jerawat Fakta : Sampai saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan/ secara meyakinkan antara konsumsi kacang-kacangan dengan munculnya jerawat. Perlu diketahui bahwa pencetus terjadinya jerawat yang sudah diakui adalah ada beberapa faktor besar yaitu (a) faktor hormonal, (b) produksi kelenjar sebum/pilosebacea yang meningkat, (c) adanya sumbatan muara kelenjar pilosebacea, dan (d) peningkatan jumlah koloni bakteri p. acne. Faktor-faktor tersebut masing-
dr. Oka Negara, FIAS
masing juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya misalnya, stres, pemakaian kosmetik, dll. Mitos: Sering mencuci kulit wajah bisa mengatasi jerawat Fakta : Hal ini ada kebenarannya. Karena, jika dari faktor pemicu terjadinya jerawat, salah satunya adalah adanya sumbatan muara kelenjar pilosebacea. Menjaga kebersihan kulit wajah dengan sering mencuci muka akan mengurangi risiko timbulnya jerawat, karena akan menghilangkan sumbatan kelenjar dan menjaga kebersihan sehingga koloni kuman tidak bertambah. Mitos: Pasta gigi dapat membantu menyembuhkan jerawat Fakta: Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Hal ini bisa terjadi dimungkinkan karena beberapa pasta gigi ada yang mengandung vitamin zinc. Zinc berperan dalam mengontrol produktivitas dan sekresi kelenjar sebum. Jadi, bila pasta gigi digunakan pada jerawat, akan dapat mengurangi produksi kelenjar sebum sehingga mengurangi tingkat keparahan dari jerawat itu sendiri. Mitos: Jerawat hanya muncul pada usia remaja Fakta: Hal ini tidak benar. Mulai munculnya jerawat memang salah satunya dipengaruhi faktor hormonal, yaitu androgen yang meningkat pada saat remaja, mulai haid atau pun saat mengalami stres. Tetapi, bukan saat
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Frigid “Dok, belakangan ini aku kehilangan minat sama sekali untuk melakukan hubungan seksual. Malah kalau dipaksakan, jadinya sakit. Seorang temanku bilang aku mengalami frigid. Apa benar, dok? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan frigid?” (Rina,28) Istilah frigid bukanlah sebuah istilah yang tepat lagi. Memang awalnya istilah frigid masih ditujukan buat keseluruhan kemungkinan gangguan fungsi seksual pada perempuan, mulai dari kehilangan gairah atau dorongan seksual hingga kegagalan mencapai orgasme. Ini jelas tidak spesifik dan tidak pas lagi untuk digunakan istilahnya dalam dunia kesehatan seksual. Tetapi, kalaupun masih digunakan dalam diskusi-diskusi umum, yang dimaksud dengan frigid lebih banyak ditujukan untuk perempuan yang mengalami penurunan dorongan seksual, mulai dari yang ringan sampai dengan kehilangan gairah sama sekali untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi seksual pada perempuan ada empat golongan: 1) gang-
guan dorongan seksual, 2) gangguan bangkitan seksual, 3) gangguan orgas me, dan 4) gangguan yang menimbulkan rasa sakit (termasuk di dalamnya dispareunia, vaginismus, dan gangguan sakit seksual lainnya). Itu sesungguhnya pembagian disfungsi seksual pada perempuan. Gangguan dorongan seksual ini dapat berupa dorongan seksual yang hipoaktif atau dapat berupa gangguan aversi seksual. Dorongan seksual yang hipoaktif dapat diartikan dorongan seksual yang lenyap sehingga tidak merasa bergairah untuk melakukan segala bentuk aktivitas seksual dan hubungan seksual. Sedangkan yang tergolong aversi seksual berarti telah timbul perasaan tidak suka, bahkan takut atau jijik melakukan aktivitas sek-
remaja itu saja faktor hormonal tersebut berperan, bisa sampai usia dewasa bahkan tua. Jerawat juga dipicu faktor-faktor lain seperti sumbatan muara kelenjar sebacea, produksi kelenjar yang meningkat, dan koloni kuman yang meningkat. Hal ini bukan terjadi pada saat remaja saja. Mitos: Berbagi make up dengan orang lain bisa sebabkan jerawat Fakta: Jika kata lainnya bahwa jerawat bisa ditularkan dari orang lain melalui perantaraan make up, itu tidak benar. Hal yang benar adalah make up khususnya make up padat punya efek memicu terjadinya sumbatan muara kelenjar sebum. Hal ini akan menyebabkan produksi dari kelenjar sebum yang mestinya keluar menjadi menumpuk di dalam kelenjar. Dengan menumpuknya sebum dalam kelenjar akan memberikan keuntungan bagi bakteri p. acne untuk berkembang pesat. Karena, sebum merupakan media yang baik untuk perkembangannya dan terjadilah peningkatan jumlah koloni yang akan mengakibatkan peradangan pada dinding kelenjar dan mengakibatkan timbulnya jerawat. Di samping, ada beberapa bahan/kandungan dari make up yang mempunyai efek komedogenik yaitu merangsang timbulnya komedo, biasanya yang mengandung pewarna dan pengharum. Mitos : Pemakaian HP atau helm memicu munculnya jerawat Fakta: Hal ini lebih kepada faktor kebersihan. Karena HP yang sudah dipegang dengan tangan yang berkeringat dan kotor merupakan media yang baik untuk perkembangan kuman. Dengan HP menempel di pipi yang berkeringat akan menambah kotor kulit wajah. Hal ini akan menimbulkan sumbatan, peningkatan koloni bakteri p. acne sehingga memicu jerawat. Begitu juga dengan pemakaian helm. Kebersihan helm yang kurang dijaga akan memicu jerawat. Jika kebersi-
han HP dan helm dijaga, tidak akan menjadi faktor pemicu munculnya jerawat. Mitos: Menjelang menstruasi timbul jerawat Fakta: Hal ini karena pengaruh dari perubahan keseimbangan hormon androgen dan progesterol. Saat menstruasi, akan mengalami perubahan keseimbangan antara dua hormon tersebut.Hormon androgen kadarnya akan meningkat sedangkan progesterol akan menurun, sehingga terjadi ketidakseimbangan yang memicu terjadinya jerawat. Akan tetapi hal ini juga harus didukung oleh faktor-faktor penyebab yang lainnya. Mitos: Jika nafsu tidak tersalurkan, jerawat akan tumbuh Fakta: Belum ada penelitian yang membuktikan hal ini. Malahan, sering juga jerawat timbul pada saat pasien baru menikah, atau sudah melakukan aktifitas seksual secara aktif. Memang hormonal sangat berpengaruh terhadap munculnya jerawat, khususnya hormon androgen. Tetapi, masing-masing individu mengalami keseimbangan hormon androgen yang berbeda dengan individu lainnya. Ada yang pada saat sebelum menikah keseimbangan hormonnya tidak memicu jerawat dan setelah menikah baru terjadi perubahan keseimbangan hormon sehingga memicu jerawat. Ada juga yang sebaliknya Mitos: Jerawat bisa hilang dengan sendirinya Fakta: Jika jerawatnya masih belum parah atau masih pada grade 1 dan 2 (tingkat keparahan jerawat dari 1,2,3 dan 4 ), masih berupa komedo belum adanya peradangan atau nanah, hal ini mungkin terjadi bila ada faktor-faktor yang mempengaruhi empat besar faktor pemicu jerawat tersebut teratasi. Misalnya, dengan perubahan pola hidup yaitu
sual sehingga cenderung menghindari dan menolak. Gangguan bangkitan seksual berarti tidak terjadi reaksi seksual walaupun gairah seksual tetap ada. Misalnya tidak terjadi ereksi klitoris dan lubrikasi saat dirangsang secara seksual. Berikutnya, gangguan orgasme dapat berarti hambatan mencapai oleh orgasme, atau hanya dapat mencapai orgasme dengan cara tertentu saja. Dan satu lagi, hubungan seksual yang berkaitan dengan rasa sakit dapat berupa dispareunia, yaitu merasa sakit pada kelamin dan sekitarnya ketika berhubungan seksual. Hubungan seksual yang menimbulkan rasa sakit jika terus dipaksakan dapat mengakibatkan vaginismus, yaitu kekejangan abnormal otot vagina pada 1/3 bagian luar yang menyebabkan vagina menjadi tertutup rapat. Selain itu sebagian perempuan juga mengalami rasa sakit pada vagina ketika menerima rangsangan seksual walaupun tidak sedang berhubungan seksual. Inilah yang disebut gangguan sakit seksual yang lain. Gangguan dorongan seksual bisa ditelusuri penyebabnya berdasarkan faktor-faktor yang menentukan optimalitas dorongan seksual. Dorongan seksual sangat ditentukan oleh hormon seks, keadaan kesehatan umum, faktor psikis dan pengalaman seksual sebelum nya. Saat estrogen, progesteron bahkan testosteron (perempuan juga menghasilkan hormon testosteron dalam jumlah sedikit) yang merupakan hormon seks terganggu, maka dorongan seks juga bisa terganggu. Misalnya saja pada pengguna kontrasepsi hormonal baik yang berbentuk pil maupun suntikan, sering kali juga dijumpai penurunan dorongan seksual saat memakai
nya. Keadaan kesehatan umum juga menentukan dorongan seksual. Saat seorang perempuan sedang sakit, apalagi sakit kronis dan berat, sudah bisa dipastikan dorongan seksual juga terganggu. Hambatan psikis yang kerap muncul menjadi penyebab menurunnya dorongan seksual adalah kejenuhan dengan pasangan hingga problem psikis dengan pasangan sendiri, atau memang ada beban pikiran dan stres yang berkelanjutan dari keseharian. Sedangkan pengalaman yang traumatik dari hubungan seksual sebelumnya, atau adanya pelecehan seksual yang dialami, adalah pengalaman buruk di masa lalu yang sering menjadi penyebab gangguan dorongan seksual. Jika yang terjadi adalah gangguan dorongan yang tipe aversi seksual, maka yang bersangkutan akan menarik diri dari segala bentuk ajakan dan pembicaraan tentang aktivitas seksual atau yang serupa. Dia akan menolak, bahkan merasa jijik jika ada yang membicarakan tentang seks. Bisa terjadi tanda kegelisahan, gemetar, hingga mual dan menarik diri dari ajakan tentang seks, termasuk sekadar membicarakan seks. Ini biasanya karena masa lalu yang sangat buruk dari pengalaman seksualnya. Beberapa kasus perkosaan, terlebih perkosaan yang cukup ekstrem misalnya perkosaan beramai-ramai, atau perkosaan yang disertai kekerasan fisik, akan menjadi penyebab aversi seksual. Tipe hipoaktif, biasanya tidak ba nyak tanda luar dan perilaku yang bisa terlihat. Tetapi, keluhan akan rasa enggan ataupun merasakan sendiri kurang berminat dan setengah terpaksa untuk melakukan hubungan seksual sering kali yang terucap. Partner seksualnya malah yang lebih sering mengeluhkan
Ketut Suteja Wibawa
dengan rajin mencuci muka sehabis bepergian ke luar rumah, mengurangi makan-makanan yang berlemak , pedas dan mengurangi pemakaian kosmetik, dan make up padat. Sehingga, dengan perubahan perilaku diri individu tersebut akan menghilangkan faktor-faktor pemicunya. Ada juga jerawatnya menghilang tanpa melakukan terapi karena sudah terlalu parah melewati fase grade 3 dan 4, sudah merusak hampir semua kelenjar sebum sehingga menimbulkan bekas/scar. Jadi, jerawat sudah tidak muncul lagi akibat sudah tidak ada lagi kelenjar sebum karena sudah berubah menjadi jaringan parut/scar. Tentunya semua orang tidak akan suka dan berusaha menghindari terjadinya scar. Karena itu, jerawat memang tidak boleh dibiarkan dan harus diobati sesuai dengan tingkat keparahannya, agar terhindar dari scar yang mempunyai penampilan sangat buruk bila dilihat dari sudut estetika dan sangat sulit dikembalikan untuk nampak seperti kulit normal. –Inten Indrawati juga, karena merasa tidak “berimbang” dalam keinginan bersama memulai hubungan seksual. Jika dipaksakan untuk dilakukan hubungan seksual biasanya yang terjadi adalah bangkitan seksual yang tidak maksimal. Tidak terjadi atau berkurangnya lubrikasi vagina adalah yang paling sering terjadi. Pelumasan vagina tidak terjadi. Ereksi atau menegangnya klitoris dan puting payudara saat dirangsang juga bisa tidak terjadi. Vaginapun tidak banyak bereaksi saat dirangsang. Biasanya pada perempuan normal, saat bangkitan seksual, disamping bisa terjadi lubrikasi, ereksi klitoris dan puting payudara, juga terjadi perubahan di vagina, di mana vagina terlihat lebih basah dan menggembung serta lebih memerah, karena banyaknya aliran darah yang mengalir ke pembuluh darah vagina. Pada laki-laki, analoginya adalah tidak tercapainya ereksi penis yang maksimal, yang disebut dengan disfungsi ereksi. Untuk berhubungan seksual, tentu saja sebaiknya harus berhati-hati, kare na jika dipaksakan akan menimbulkan efek yang lebih buruk ke depannya. Kejadian pemaksaan hubungan seksual akan bisa memunculkan juga gangguan fungsi seksual yang lain, seperti dispareunia dan vaginismus. Komunikasi seksual yang baik sangat diperlukan jika salah satu pasangan menginginkan hubungan seksual. Bisa jadi memasturbasikan pasangan adalah pilihan aktivitas seksual yang bisa dilakukan buat saat ini, atau sekadar soft petting saja dan bukan seks penetrasi. Bagi pengidap aversi seksual malah sangat tidak mungkin melakukan hubungan seksual. Yang paling dibutuhkan justru datang ke ahlinya untuk mendapatkan pertolongan dan terapi.
RESEP ALA CHEF
12
17 - 23 Maret 2014
Serba-Bebek
Chef Made Wanantara
Wanantara
Selalu Ingin Berkreasi
Menikmati kuliner di wilayah Ubud, Anda akan banyak bertemu dengan restoran dengan sajian hidangan bebek. Salah satunya, bebek brengkes dan bebek guling yang menjadi andalan d’Star Resto yang dimiliki Y Resort Ubud di Jalan Penestanan, managed by The Bulakan. Berikut resep spesial dari Corporate Executive Chef Made Wanantara. Selamat mencoba.
Bekerja di beberapa wilayah di Bali, memberikan banyak pengetahuan baru tentang makanan kepada Made Wanantara. Ternyata, beda daerah, beda pula yang menjadi keunggulan, tergantung keindahan alam daerah tersebut. Termasuk bekerja di kapal pesiar, juga memberikan banyak pengetahuan menu baru. Seperti apa?
W
Bebek Guling Bahan: 1 ekor bebek
Nasi Kampung Nasi kampung merupakan satu set hidangan yang ditata sedemikian apik beralaskan kaca dan dilapisi daun pisang dibentuk segitiga. Nasi sela diatur sebagai masterpiece, didampingi beberapa laukpauk, pesan pindang, brengkes bebek, gerang goreng, ayam sere lemo, sayur urap. Dua sambal sebagai pelengkap yakni sambal matah dan sambal merah. Menurut Chef Wanantara, inspirasi nasi kampung berasal dari sajian hidangan kepada para sulinggih. Tiap makanan pendamping disajikan dengan tekor dari daun pisang sehingga tampak indah.
Nasi Sela Bahan: 50 gram : beras putih 50 gram : ketela rambat 2 lembar : daun pandan Garam secukupnya Cara membuat: - Ketela rambat dibersihkan
kemudian dicincang. - Beras dicuci kemudian dikukus. Setengah matang diaru dengan air panas. - Masukkan ketela rambat cincang ke dalam beras yang sudah diaru. Tambahkan sedikit garam dan daun pandan. - Kukus beras bersama ketela rambat sampai matang.
Bumbu: 10 gram 10 gram 5 gram 5 gram 10 gram 10 gram 1 batang
: : : : : : :
lengkuas jahe kencur kunyit bawang merah bawang putih sereh
Bumbu: 10 gram : lengkuas 10 gram : jahe 5 gram : kencur
1 butir : kemiri 1 sdm : ketumbar ½ sdm : merica hitam 3 biji : cabai rawit ½ sdt : terasi 2 sdm : gula merah Garam dan merica putih secukupnya Cara membuat: - Bebek dibersihkan. Kemudian
sisihkan. - Bumbu dihaluskan. Ambil 4 sdm bumbu halus ditumis tambahkan satu liter air. Tambahkan 2 sdm nanas. - Masukkan bebek kira-kira masak selama 1 ½ jam ( disebut diungkep) sampai daging bebek empuk. - Ambil alat untuk mengguling, guling bebek sampai matang. - Siap sajikan bebek guling bersama tiga sambal, sambal matah, sambal embe, dan sambal merah. Sertakan sup basa genep dan sayur urap.
anantara, tak ingin berpromosi. Kalau ingin suasana tenang dan damai menikmati eksotik keindahan alam dan sawah, datanglah ke Ubud. Mata Anda akan disajikan keindahan panorama Bali yang membuat takjub. Bukan hanya keindahan alam, aneka sajian makanan khas tradisional Bali banyak memanjakan lidah, tergantung dari kondisi kantong. Mulai yang murah meriah di beberapa pasar tradisional sampai berkelas hotel berbintang, semua tersaji lengkap. Ubud, menjadi keunikan tersendiri bagi siapa pun yang datang. Ketika berkunjung sekali, Anda pasti ingin kembali. Kalimat-kalimat yang dilontarkan Wanantara, bukanlah hanya isapan jempol. Ubud memang sangat dikenal dengan keindahan alam perdesaan yang masih asri. Mata dimanjakan areal persawahan dengan nuansa kesejukan yang sangat menenteramkan hati. Peluang ini juga yang dilakukan para pebisnis kuliner dengan makin
Bahan: 50 gram : wortel 50 gram : jepang 50 gram : daging ayam Bumbu: 10 gram 10 gram 5 gram 5 gram 10 gram 10 gram
: : : : : :
lengkuas jahe kencur kunyit bawang merah bawang putih
5 gram : kunyit 10 gram : bawang merah 10 gram : bawang putih 1 batang : sereh 1 butir : kemiri 1 sdm : ketumbar ½ sdm : merica hitam 3 biji : cabai rawit ½ sdt : terasi 2 sdm : gula merah Garam dan merica putih secukupnya Cara membuat: - Bebek dibersihkan kemudian dicincang. - Bumbu dihaluskan, campurkan bersama cincangan bebek. Tambahkan irisan daun jeruk, irisan sereh, dan perasan jeruk lemo. - Bungkus dengan daun pisang. - Kukus brengkes sampai matang. Kemudian dibakar sebentar untuk mendapatkan aroma yang lebih harum dari daun pisang.
1 batang : sereh 1 butir : kemiri 1 sdm : ketumbar ½ sdm : merica hitam 3 biji : cabai rawit ½ sdt : terasi 2 sdm : gula merah Garam dan merica putih secukupnya Cara membuat: - Daging ayam, jepang dan
wortel dibersihkan kemudian dipotong kotak kecil-kecil. - Bumbu ditumis diberi air dua liter. Biarkan mendidih. - Masukkan daging ayam, wortel, dan jepang. Tambahkan garam dan merica secukupnya. - Sajikan sup dengan tambahan irisan daun seledri dan bawang goreng. –Wirati Astiti
menjamurnya restoran masakan khas Bali sebagai ikon pariwisata ubud, seperti babi guling, nasi ayam, dan bebek goreng. Keunikan ini juga membawa arah Wanantara untuk ikut ambil bagian dalam pariwisata Ubud. “Saya sudah bekerja ke beberapa wilayah di Bali, seperti Kuta, Nusa Dua, bahkan di kapal pesiar. Bermacam-macam tempat kerja, banyak pengalaman, termasuk juga banyak ilmu memasak baru yang saya dapatkan,” ujar Corporate Executive Chef Y Resort Ubud ini. Karier bekerja dimulai dari setamat Mapindo Jurusan Tata Boga, ia mencoba peruntungan di Hotel Westin. Dari sana, ia mulai berpindah-pindah kerja untuk mencari pengalaman. Ia sempat bekerja di Hotel Sekar Nusa, Bali Classic Centre, Adhi Darma Group, dan The Sunset Hotel sebelum akhirnya tiga bulan ini ia menjabat corporate executive chef. Bekerja di kapal pesiar juga pernah dilakoninya, dua kali periode.
Ia mendapat kesempatan mencicipi bekerja di Carnival Cruise dengan rute Amerika dan Eropa. Selama di kapal pesiar, ia mengatakan, banyak belajar menu Barat, terutama memasak ikan salmon yang merupakan makanan mewah karena harganya yang mahal. Belajar kreasi makanan juga banyak didapatkannya saat bekerja di kapal. “Makanan Indonesia yang biasa disajikan seperti sate tapi dibuat besar-besar, dengan bumbu saus yang dipadupadankan dengan makanan Barat,” ucapnya. Walaupun banyak ilmu yang didapat, ia tak menampik kerja di kapal menyita banyak tenaga karena waktu bekerja penuh. “Tapi kalau dipikir dengan keuntungan yang diterima seperti bisa jalan-jalan keliling dunia dan gaji yang diterima, tak terasa berat. Kalau saya capek, paling refreshing jalan-jalan
saat kapal sandar untuk menghindari stres,” tuturnya menceritakan sekelumit pengalamannya di kapal pesiar. Ia berpendapat, menu kreasi harus terus diciptakan, untuk menarik minat yang makan. Saat ini, ia menginginkan, tamu datang karena makanan yang enak. Tamu tidak peduli harga dan jauhnya tempat yang penting mendapatkan makanan enak sehingga kreasi para juru masak sangat dibutuhkan. Menurutnya, yang paling bagus untuk ditonjolkan adalah makanan tradisional Bali dikombinasikan dengan menu Indonesia termasuk menu Barat. “Dengan kualitas makanan yang bersaing, tentu diimbangi juga dengan harga,” kata Wanantara. Bebek kampung memang sedang naik daun di Ubud. Persediaan pun termasuk mencukupi karena masih banyak yang beternak bebek. Tinggal persaingan dalam aneka kreasi yang membuat tiap rumah makan mempunyai ciri khas. Karena itu, di tempatnya bekerja, ia sengaja
13 berkreasi dengan bebek guling yang merupakan ciri khas yang sedang dibuatnya. Bebek guling pun bisa dikonsumsi siapa saja, termasuk warga muslim sehingga target pasar lebih luas. Saat ini, memang babi guling selalu menjadi ikon Gianyar, termasuk Ubud. Kini, bebek tampaknya mulai naik daun mengimbangi babi guling. Bebek goreng tampaknya sudah booming. Ia berpikir, kreasi apa sebaiknya dilakukan agar tetap mempunyai nilai lebih, pilihannya jatuh kepada bebek guling. Bedanya dengan bebek goreng, rasa bebek guling lebih lembut. Namun, menurut Wanantara, bukan hanya dari bebek sebagai hidangan utama yang harus dipikirkan, hidangan pelengkapnya juga memegang peranan seperti nasi, sambal, dan sayur yang merupakan satu kesatuan. Rasa pedas sambal juga harus dikurangi agar sesuai dengan lidah turis asing. Kelengkapan sajian makanan ini juga mendukung sekaligus menjadi daya tarik tamu untuk makan. –Wirati Astiti
Chef Wanantara bersama Resident Manager I Made Dana
Ca Cumi Labu Siam
Sup Basa Genep
Brengkes Bebek Bahan: 1 ekor : bebek
C U L I N A RY C O R N E R
17 - 23 Maret 2014
Sarwan
Pepes Gurami Jamur Bumbu Woku
Bahan: 350 gr : guram bersih, lumuri dengan 2 sdm air jeruk nipis 200 gr : jamur tiram, suwir-suwir 50 gr : daun kemangi, siangi 5 lembar : daun salam Daun pisang secukupnya untuk membungkus Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 9 biji : bawang merah 3 siung : bawang putih 4 biji : cabai merah besar,
buang bijinya 5 biji : cabai kecil 5 butir : kemiri sangrai 2 ruas : jari kunyit Cara membuat: - C a m p u r b u m b u halus dengan garam, gula dan kaldu bubuk hingga rata. - Masukkan gurami, jamur, aduk rata. - Bungkusi pepes dengan daun pisang, alasi dengan daun salam dan tambahkan kemangi di
-
atasnya. Semat dengan lidi dan kukus selama 25 menit, pepes siap dihidangkan.
Spaghetti Merah Udang Bahan: 2.000 ml : air untuk merebus 1 sdm : margarin/minyak 1 sdt : garam 200 gr : spaghetti kering 50 gr : keju parmesan, parut untuk taburan 1 sdm : peterseli cincang 200 gr : udang kupas, potong jadi dua
Bahan saus: 2 sdm : minyak zaitun 3 siung : bawang putih, cincang halus ½ buah : bawang bombai, cincang halus 300 gr : tomat merah, seduh dengan air mendidih, buang kulitnya, cincang halus 30 gr : kaldu bubuk
Bahan: 500 gr :cumi bersihkan tintanya, potong bulat-bulat 400 gr : labu siam potong korek api, remas-remas dengan garam, cuci hingga bersih 5 siung : bawang putih, cincang halus 7 biji : bawang merah , cincang halus 2 biji : cabai merah, iris serong 4 biji : cabai kecil, iris serong 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 sdm : saus tiram 75 ml : air 1 bungkus: penyedap rasa Garam, gula, dan lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya Cara membuat: - Panaskan marga-
2 sdm : saus tomat ½ sdt : oregano kering ¼ sdt : garam Gula dan lada secukupnya Cara membuat: - Didihkan air dalam panci, tambahkan minyak goreng dan garam. - Masukkan spaghetti, rebus selama + 10 menit, hingga matang dan tidak terlalu lembek, angkat, tiriskan. - Membuat saus: panaskan minyak zaitun dalam wajan, masuk-
-
- -
rin atau minyak, masukkan bawang merah, bawang putih, dan lengkuas hingga harum. Masukkan cumi, masak setengah matang, tambahkan saus tiram, merica, cabai merah, cabai kecil, aduk rata. Masukkan air dan labu siam dengan api sedang. Tambahkan gula, penyedap rasa, lada, garam tunggu hingga labu matang, siap untuk dihidangkan, jangan lupa taburi bawang goreng.
kan bawang putih dan bawang bombai hingga berbau harum, masukkan tomat cincang, masak sampai kental dan baunya harum, tambahkan kaldu bubuk, saus tomat, saus pedas, oregano, juga garam dan lada. Masak sambil diaduk hingga matang. - Masukkan udang, masak sebentar, hingga udang berubah warna, angkat segera. - Taruh spaghetti rebus dalam piring saji, tambahkan saus di atasnya, taburi keju dan peterseli
RESEP ALA CHEF
12
17 - 23 Maret 2014
Serba-Bebek
Chef Made Wanantara
Wanantara
Selalu Ingin Berkreasi
Menikmati kuliner di wilayah Ubud, Anda akan banyak bertemu dengan restoran dengan sajian hidangan bebek. Salah satunya, bebek brengkes dan bebek guling yang menjadi andalan d’Star Resto yang dimiliki Y Resort Ubud di Jalan Penestanan, managed by The Bulakan. Berikut resep spesial dari Corporate Executive Chef Made Wanantara. Selamat mencoba.
Bekerja di beberapa wilayah di Bali, memberikan banyak pengetahuan baru tentang makanan kepada Made Wanantara. Ternyata, beda daerah, beda pula yang menjadi keunggulan, tergantung keindahan alam daerah tersebut. Termasuk bekerja di kapal pesiar, juga memberikan banyak pengetahuan menu baru. Seperti apa?
W
Bebek Guling Bahan: 1 ekor bebek
Nasi Kampung Nasi kampung merupakan satu set hidangan yang ditata sedemikian apik beralaskan kaca dan dilapisi daun pisang dibentuk segitiga. Nasi sela diatur sebagai masterpiece, didampingi beberapa laukpauk, pesan pindang, brengkes bebek, gerang goreng, ayam sere lemo, sayur urap. Dua sambal sebagai pelengkap yakni sambal matah dan sambal merah. Menurut Chef Wanantara, inspirasi nasi kampung berasal dari sajian hidangan kepada para sulinggih. Tiap makanan pendamping disajikan dengan tekor dari daun pisang sehingga tampak indah.
Nasi Sela Bahan: 50 gram : beras putih 50 gram : ketela rambat 2 lembar : daun pandan Garam secukupnya Cara membuat: - Ketela rambat dibersihkan
kemudian dicincang. - Beras dicuci kemudian dikukus. Setengah matang diaru dengan air panas. - Masukkan ketela rambat cincang ke dalam beras yang sudah diaru. Tambahkan sedikit garam dan daun pandan. - Kukus beras bersama ketela rambat sampai matang.
Bumbu: 10 gram 10 gram 5 gram 5 gram 10 gram 10 gram 1 batang
: : : : : : :
lengkuas jahe kencur kunyit bawang merah bawang putih sereh
Bumbu: 10 gram : lengkuas 10 gram : jahe 5 gram : kencur
1 butir : kemiri 1 sdm : ketumbar ½ sdm : merica hitam 3 biji : cabai rawit ½ sdt : terasi 2 sdm : gula merah Garam dan merica putih secukupnya Cara membuat: - Bebek dibersihkan. Kemudian
sisihkan. - Bumbu dihaluskan. Ambil 4 sdm bumbu halus ditumis tambahkan satu liter air. Tambahkan 2 sdm nanas. - Masukkan bebek kira-kira masak selama 1 ½ jam ( disebut diungkep) sampai daging bebek empuk. - Ambil alat untuk mengguling, guling bebek sampai matang. - Siap sajikan bebek guling bersama tiga sambal, sambal matah, sambal embe, dan sambal merah. Sertakan sup basa genep dan sayur urap.
anantara, tak ingin berpromosi. Kalau ingin suasana tenang dan damai menikmati eksotik keindahan alam dan sawah, datanglah ke Ubud. Mata Anda akan disajikan keindahan panorama Bali yang membuat takjub. Bukan hanya keindahan alam, aneka sajian makanan khas tradisional Bali banyak memanjakan lidah, tergantung dari kondisi kantong. Mulai yang murah meriah di beberapa pasar tradisional sampai berkelas hotel berbintang, semua tersaji lengkap. Ubud, menjadi keunikan tersendiri bagi siapa pun yang datang. Ketika berkunjung sekali, Anda pasti ingin kembali. Kalimat-kalimat yang dilontarkan Wanantara, bukanlah hanya isapan jempol. Ubud memang sangat dikenal dengan keindahan alam perdesaan yang masih asri. Mata dimanjakan areal persawahan dengan nuansa kesejukan yang sangat menenteramkan hati. Peluang ini juga yang dilakukan para pebisnis kuliner dengan makin
Bahan: 50 gram : wortel 50 gram : jepang 50 gram : daging ayam Bumbu: 10 gram 10 gram 5 gram 5 gram 10 gram 10 gram
: : : : : :
lengkuas jahe kencur kunyit bawang merah bawang putih
5 gram : kunyit 10 gram : bawang merah 10 gram : bawang putih 1 batang : sereh 1 butir : kemiri 1 sdm : ketumbar ½ sdm : merica hitam 3 biji : cabai rawit ½ sdt : terasi 2 sdm : gula merah Garam dan merica putih secukupnya Cara membuat: - Bebek dibersihkan kemudian dicincang. - Bumbu dihaluskan, campurkan bersama cincangan bebek. Tambahkan irisan daun jeruk, irisan sereh, dan perasan jeruk lemo. - Bungkus dengan daun pisang. - Kukus brengkes sampai matang. Kemudian dibakar sebentar untuk mendapatkan aroma yang lebih harum dari daun pisang.
1 batang : sereh 1 butir : kemiri 1 sdm : ketumbar ½ sdm : merica hitam 3 biji : cabai rawit ½ sdt : terasi 2 sdm : gula merah Garam dan merica putih secukupnya Cara membuat: - Daging ayam, jepang dan
wortel dibersihkan kemudian dipotong kotak kecil-kecil. - Bumbu ditumis diberi air dua liter. Biarkan mendidih. - Masukkan daging ayam, wortel, dan jepang. Tambahkan garam dan merica secukupnya. - Sajikan sup dengan tambahan irisan daun seledri dan bawang goreng. –Wirati Astiti
menjamurnya restoran masakan khas Bali sebagai ikon pariwisata ubud, seperti babi guling, nasi ayam, dan bebek goreng. Keunikan ini juga membawa arah Wanantara untuk ikut ambil bagian dalam pariwisata Ubud. “Saya sudah bekerja ke beberapa wilayah di Bali, seperti Kuta, Nusa Dua, bahkan di kapal pesiar. Bermacam-macam tempat kerja, banyak pengalaman, termasuk juga banyak ilmu memasak baru yang saya dapatkan,” ujar Corporate Executive Chef Y Resort Ubud ini. Karier bekerja dimulai dari setamat Mapindo Jurusan Tata Boga, ia mencoba peruntungan di Hotel Westin. Dari sana, ia mulai berpindah-pindah kerja untuk mencari pengalaman. Ia sempat bekerja di Hotel Sekar Nusa, Bali Classic Centre, Adhi Darma Group, dan The Sunset Hotel sebelum akhirnya tiga bulan ini ia menjabat corporate executive chef. Bekerja di kapal pesiar juga pernah dilakoninya, dua kali periode.
Ia mendapat kesempatan mencicipi bekerja di Carnival Cruise dengan rute Amerika dan Eropa. Selama di kapal pesiar, ia mengatakan, banyak belajar menu Barat, terutama memasak ikan salmon yang merupakan makanan mewah karena harganya yang mahal. Belajar kreasi makanan juga banyak didapatkannya saat bekerja di kapal. “Makanan Indonesia yang biasa disajikan seperti sate tapi dibuat besar-besar, dengan bumbu saus yang dipadupadankan dengan makanan Barat,” ucapnya. Walaupun banyak ilmu yang didapat, ia tak menampik kerja di kapal menyita banyak tenaga karena waktu bekerja penuh. “Tapi kalau dipikir dengan keuntungan yang diterima seperti bisa jalan-jalan keliling dunia dan gaji yang diterima, tak terasa berat. Kalau saya capek, paling refreshing jalan-jalan
saat kapal sandar untuk menghindari stres,” tuturnya menceritakan sekelumit pengalamannya di kapal pesiar. Ia berpendapat, menu kreasi harus terus diciptakan, untuk menarik minat yang makan. Saat ini, ia menginginkan, tamu datang karena makanan yang enak. Tamu tidak peduli harga dan jauhnya tempat yang penting mendapatkan makanan enak sehingga kreasi para juru masak sangat dibutuhkan. Menurutnya, yang paling bagus untuk ditonjolkan adalah makanan tradisional Bali dikombinasikan dengan menu Indonesia termasuk menu Barat. “Dengan kualitas makanan yang bersaing, tentu diimbangi juga dengan harga,” kata Wanantara. Bebek kampung memang sedang naik daun di Ubud. Persediaan pun termasuk mencukupi karena masih banyak yang beternak bebek. Tinggal persaingan dalam aneka kreasi yang membuat tiap rumah makan mempunyai ciri khas. Karena itu, di tempatnya bekerja, ia sengaja
13 berkreasi dengan bebek guling yang merupakan ciri khas yang sedang dibuatnya. Bebek guling pun bisa dikonsumsi siapa saja, termasuk warga muslim sehingga target pasar lebih luas. Saat ini, memang babi guling selalu menjadi ikon Gianyar, termasuk Ubud. Kini, bebek tampaknya mulai naik daun mengimbangi babi guling. Bebek goreng tampaknya sudah booming. Ia berpikir, kreasi apa sebaiknya dilakukan agar tetap mempunyai nilai lebih, pilihannya jatuh kepada bebek guling. Bedanya dengan bebek goreng, rasa bebek guling lebih lembut. Namun, menurut Wanantara, bukan hanya dari bebek sebagai hidangan utama yang harus dipikirkan, hidangan pelengkapnya juga memegang peranan seperti nasi, sambal, dan sayur yang merupakan satu kesatuan. Rasa pedas sambal juga harus dikurangi agar sesuai dengan lidah turis asing. Kelengkapan sajian makanan ini juga mendukung sekaligus menjadi daya tarik tamu untuk makan. –Wirati Astiti
Chef Wanantara bersama Resident Manager I Made Dana
Ca Cumi Labu Siam
Sup Basa Genep
Brengkes Bebek Bahan: 1 ekor : bebek
C U L I N A RY C O R N E R
17 - 23 Maret 2014
Sarwan
Pepes Gurami Jamur Bumbu Woku
Bahan: 350 gr : guram bersih, lumuri dengan 2 sdm air jeruk nipis 200 gr : jamur tiram, suwir-suwir 50 gr : daun kemangi, siangi 5 lembar : daun salam Daun pisang secukupnya untuk membungkus Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 9 biji : bawang merah 3 siung : bawang putih 4 biji : cabai merah besar,
buang bijinya 5 biji : cabai kecil 5 butir : kemiri sangrai 2 ruas : jari kunyit Cara membuat: - C a m p u r b u m b u halus dengan garam, gula dan kaldu bubuk hingga rata. - Masukkan gurami, jamur, aduk rata. - Bungkusi pepes dengan daun pisang, alasi dengan daun salam dan tambahkan kemangi di
-
atasnya. Semat dengan lidi dan kukus selama 25 menit, pepes siap dihidangkan.
Spaghetti Merah Udang Bahan: 2.000 ml : air untuk merebus 1 sdm : margarin/minyak 1 sdt : garam 200 gr : spaghetti kering 50 gr : keju parmesan, parut untuk taburan 1 sdm : peterseli cincang 200 gr : udang kupas, potong jadi dua
Bahan saus: 2 sdm : minyak zaitun 3 siung : bawang putih, cincang halus ½ buah : bawang bombai, cincang halus 300 gr : tomat merah, seduh dengan air mendidih, buang kulitnya, cincang halus 30 gr : kaldu bubuk
Bahan: 500 gr :cumi bersihkan tintanya, potong bulat-bulat 400 gr : labu siam potong korek api, remas-remas dengan garam, cuci hingga bersih 5 siung : bawang putih, cincang halus 7 biji : bawang merah , cincang halus 2 biji : cabai merah, iris serong 4 biji : cabai kecil, iris serong 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 sdm : saus tiram 75 ml : air 1 bungkus: penyedap rasa Garam, gula, dan lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya Cara membuat: - Panaskan marga-
2 sdm : saus tomat ½ sdt : oregano kering ¼ sdt : garam Gula dan lada secukupnya Cara membuat: - Didihkan air dalam panci, tambahkan minyak goreng dan garam. - Masukkan spaghetti, rebus selama + 10 menit, hingga matang dan tidak terlalu lembek, angkat, tiriskan. - Membuat saus: panaskan minyak zaitun dalam wajan, masuk-
-
- -
rin atau minyak, masukkan bawang merah, bawang putih, dan lengkuas hingga harum. Masukkan cumi, masak setengah matang, tambahkan saus tiram, merica, cabai merah, cabai kecil, aduk rata. Masukkan air dan labu siam dengan api sedang. Tambahkan gula, penyedap rasa, lada, garam tunggu hingga labu matang, siap untuk dihidangkan, jangan lupa taburi bawang goreng.
kan bawang putih dan bawang bombai hingga berbau harum, masukkan tomat cincang, masak sampai kental dan baunya harum, tambahkan kaldu bubuk, saus tomat, saus pedas, oregano, juga garam dan lada. Masak sambil diaduk hingga matang. - Masukkan udang, masak sebentar, hingga udang berubah warna, angkat segera. - Taruh spaghetti rebus dalam piring saji, tambahkan saus di atasnya, taburi keju dan peterseli
J E L I TA
14
17 - 23 maret 2014
Setiap perempuan, tentu ingin memiliki bibir merona dan terlihat indah. Make up pun akan nampak kurang tanpa lipstik. Menurut I Gusti Ayu Seri Dewi , S.E., pemilik salon Masdewi di kawasan Jalan Hayam Wuruk Denpasar, dengan mermulaskan lipstik, ternyata mampu menjadikan wajah terlihat lebih fresh.
B
agus atau tidaknya sebuah lipstik tergantung pula pada bibir seseorang. Begitu juga dengan kombinasi make up yang dipakai. Untuk saat ini, para pakar kecantikan hampir sama mengatakan pilihan lipstik selama tahun 2014 akan didominasi warna-warna yang sangat menggiurkan. Variannya semakin ba nyak dan pastinya sangat colorful. Salah satu warna yang cerah dan tengah digandrungi adalah lipstik oranye yang hangat dan bisa membuat wajah cerah tanpa kesan terlalu menor. Warna oranye yang hangat ini cocok dengan warna kulit perempuan Indonesia yang rata-rata kuning langsat atau kecokelatan. Warna ini, kata Gung Dewi juga pas bagi perempuan yang ingin penampilannya lembut, karena warna oranye lebih hangat ketimbang merah atau pink. Warna oranye juga masih ada beberapa pilihan, misalnya yang digunakan untuk santai lebih ringan dibandingkan untuk pesta. “Kalau kita lihat di berbagai acara entertainment di dalam negeri maupun Hollywood saat ini, para selebriti banyak yang memakai lipstik oranye. Warna ini juga bisa membuat bibir tipis terlihat lebih berisi, lebih terbentuk juga sensual,”paparnya. Namun, masyarakat umum masih lebih banyak memilih lipstik jenis matte (tidak mengkilat), yang memberikan kesan warna doff alami. Untuk kegiatan pada siang hari, Gung Dewi mengatakan kebanyakan memilih lipstik dengan warna soft dan tidak mengandung glitter. Lipstik matte juga cocok bagi se-
mua bentuk bibir. Warna ini menarik untuk malam hari, untuk mengimbangi make up yang lebih tebal, sehingga menjadi lebih ringan terutama untuk remaja. Sayangnya, lipstik jenis matte dan hampir kebanyakan lipstik dikatakan Gung Dewi mudah menjadikan bibir kering. Karenanya, ia menyarankan untuk antisipasinya, dengan memakai pelembab yang ada vitaminnya, agar bibir tetap sehat dan tidak kering atau pecah-pecah. Dapat dipilih lipstik jenis creme , jika memiliki bibir tipis dan bibir pun akan tampil penuh secara sempurna. Setiap tahun lipstik juga memiliki trennya sendiri. Jika biasanya seseorang sudah pas dengan warna merah terang, ketika sedang tren warna ungu, maka
MENGENAL WARNA LIPSTIK Aturan main untuk warna lipstik, kata Gung Dewi lebih lanjut, memilih yang sesuai dengan bentuk dan karakter bibir serta tidak lupa memperhitungkan warna kulit. Selain itu, disesuaikan pula dengan acaranya. Sesungguhnya, yang paling penting adalah pilih lah warna lipstik yang membuat pemakainya nyaman. Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedomannya. Lipstik yang cocok dipakai dalam segala kesempatan adalah yang warna nya sedikit lebih terang dari warna bibir. Untuk semua perempuan paling tepat memiliki warna peach kecoklatan atau pink. Sedangkan bagi yang berkulit gelap, warna
ungu gelap lebih tepat. Lipstik cokelat bata cocok untuk bibir tebal. Namun, bisa juga memilih warna berry atau coral. Sebaiknya bibir tebal menggunakan warna yang lebih gelap dan netral. Dapat juga mencampur dua sampai tiga warna lipstik berbeda hingga mendapatkan hasil warna yang baru. Gung Dewi juga mengingatkan agar kita jangan meniru orang lain. “Ketika, seorang teman menggunakan warna lipstik dan tampak bagus, belum tentu hasilnya akan sama jika kita yang mengenakannya,” katanya sambil menyarankan agar para perempuan mengenali karakternya sendiri, sehingga dapat menentukan dengan pasti warna lipstik yang sesuai. Seringkali juga seorang perempuan cenderung men cocokkan warna lipstik hanya dengan warna pakaiannya, padahal warna kulit wajah juga menjadi pertimbangan. Bagi yang berkulit putih, sebaik nya menghindari nuansa merah yang dengan rona oranye, karena menjadikan kulit terlihat kusam. Warna merah yang lembut dengan rona berry atau anggur dapat menjadi pilihan, juga merah muda ataupun nude. Untuk mereka yang berkulit sedang, pilihan bisa pada nuansa merah. Lipstik bernuansa merah dapat digunakan, namun pilihlah yang merah agak tua. Mereka dapat mengenakan warna merah dengan nada dasar biru agar kulit wajahnya terlihat lebih terang. Atau, warna merah dengan nada dasar cokelat agar wajah terlihat lebih hangat. Untuk kulit sawo matang, kata Gung Dewi dapat memilih nuansa merah yang bernada dasar cokelat, berry ataupun merah yang lebih tua. Hindari yang bernada dasar biru atau dingin. Jika suatu saat, merasa salah pilih
11
Pasta Gigi Sembuhkan Jerawat?
Lipstik Penunjang Penampilan belum tentu cocok untuknya. Agar tetap bisa mengikuti tren, Gung Dewi menyarankan untuk mencampur warna lipstik yang baru dengan warna netral yang sudah biasa digunakan. ‘Sehingga menghasilkan warna yang sesuai dengan kepribadian kita,” tegasnya.
MITOS ATAU FAKTA
17 - 23 maret 2014
Jerawat adalah salah satu masalah yang banyak menyerang kulit remaja. Kondisi ini tentunya membuat kita merasa kurang percaya diri. Makan kacang, katanya salah satu penyebab jerawat. Jika berjerawat, bisa diobati dengan pasta gigi. Banyak mitos seputar jerawat yang berkembang di masyarakat. Tetapi, apakah itu sekadar mitos atau fakta? Berikut penjelasan dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes.
I Gusti Ayu Seri Dewi
warna lipstik, ia menyarankan, jangan dibuang, bisa digunakan dengan membaurkannya satu dengan lainnya. Dengan begitu, bukan saja lipstik yang ada berguna dan tidak terbuang tapi seringkali diperoleh warna yang unik dan menarik. Setelah memilih formula lipstik yang tepat, juga perlu menjaga kondisi bibir tetap lembab, dengan minum air yang cukup. Selain itu, dengan dasar foundation maupun tidak, lipstik akan tahan lebih lama jika bibir dibingkai terlebih dahulu dengan pensil khusus lipstik. “Memoleskan lipstik dengan kuas akan menghasilkan ketebalan yang baik dan merata,” sarannya. – Sri Ardhini
Mitos: Apa bedanya jer aw at dengan bisulan Fakta: Jerawat adalah peradangan kronik yang terjadi pada kelenjar pilosebacea yang ditandai dengan adanya komedo. Salah satu pemicunya yaitu koloni bakteri propionibacterium acne yang meningkat. Tidak ada penyakit lain yang ditandai oleh adanya komedo selain jerawat. Sedangkan bisulan adalah bahasa awam yang dalam bahasa medis disebut furunkel atau abses yang ditandai dengan adanya benjolan yang meradang. Biasanya terjadi pada folikel rambut dan disertai nanah pada bagian ujungnya. Dan, sudah tentu tidak ditemukan adanya komedo pada penyakit bisulan. Penyebab paling sering dari bisul/furunkel adalah oleh bakteri staphylococcus atau pun streptococcus. Mitos: Banyak makan kacang menyebabkan jerawat Fakta : Sampai saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan/ secara meyakinkan antara konsumsi kacang-kacangan dengan munculnya jerawat. Perlu diketahui bahwa pencetus terjadinya jerawat yang sudah diakui adalah ada beberapa faktor besar yaitu (a) faktor hormonal, (b) produksi kelenjar sebum/pilosebacea yang meningkat, (c) adanya sumbatan muara kelenjar pilosebacea, dan (d) peningkatan jumlah koloni bakteri p. acne. Faktor-faktor tersebut masing-
dr. Oka Negara, FIAS
masing juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya misalnya, stres, pemakaian kosmetik, dll. Mitos: Sering mencuci kulit wajah bisa mengatasi jerawat Fakta : Hal ini ada kebenarannya. Karena, jika dari faktor pemicu terjadinya jerawat, salah satunya adalah adanya sumbatan muara kelenjar pilosebacea. Menjaga kebersihan kulit wajah dengan sering mencuci muka akan mengurangi risiko timbulnya jerawat, karena akan menghilangkan sumbatan kelenjar dan menjaga kebersihan sehingga koloni kuman tidak bertambah. Mitos: Pasta gigi dapat membantu menyembuhkan jerawat Fakta: Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Hal ini bisa terjadi dimungkinkan karena beberapa pasta gigi ada yang mengandung vitamin zinc. Zinc berperan dalam mengontrol produktivitas dan sekresi kelenjar sebum. Jadi, bila pasta gigi digunakan pada jerawat, akan dapat mengurangi produksi kelenjar sebum sehingga mengurangi tingkat keparahan dari jerawat itu sendiri. Mitos: Jerawat hanya muncul pada usia remaja Fakta: Hal ini tidak benar. Mulai munculnya jerawat memang salah satunya dipengaruhi faktor hormonal, yaitu androgen yang meningkat pada saat remaja, mulai haid atau pun saat mengalami stres. Tetapi, bukan saat
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Frigid “Dok, belakangan ini aku kehilangan minat sama sekali untuk melakukan hubungan seksual. Malah kalau dipaksakan, jadinya sakit. Seorang temanku bilang aku mengalami frigid. Apa benar, dok? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan frigid?” (Rina,28) Istilah frigid bukanlah sebuah istilah yang tepat lagi. Memang awalnya istilah frigid masih ditujukan buat keseluruhan kemungkinan gangguan fungsi seksual pada perempuan, mulai dari kehilangan gairah atau dorongan seksual hingga kegagalan mencapai orgasme. Ini jelas tidak spesifik dan tidak pas lagi untuk digunakan istilahnya dalam dunia kesehatan seksual. Tetapi, kalaupun masih digunakan dalam diskusi-diskusi umum, yang dimaksud dengan frigid lebih banyak ditujukan untuk perempuan yang mengalami penurunan dorongan seksual, mulai dari yang ringan sampai dengan kehilangan gairah sama sekali untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi seksual pada perempuan ada empat golongan: 1) gang-
guan dorongan seksual, 2) gangguan bangkitan seksual, 3) gangguan orgas me, dan 4) gangguan yang menimbulkan rasa sakit (termasuk di dalamnya dispareunia, vaginismus, dan gangguan sakit seksual lainnya). Itu sesungguhnya pembagian disfungsi seksual pada perempuan. Gangguan dorongan seksual ini dapat berupa dorongan seksual yang hipoaktif atau dapat berupa gangguan aversi seksual. Dorongan seksual yang hipoaktif dapat diartikan dorongan seksual yang lenyap sehingga tidak merasa bergairah untuk melakukan segala bentuk aktivitas seksual dan hubungan seksual. Sedangkan yang tergolong aversi seksual berarti telah timbul perasaan tidak suka, bahkan takut atau jijik melakukan aktivitas sek-
remaja itu saja faktor hormonal tersebut berperan, bisa sampai usia dewasa bahkan tua. Jerawat juga dipicu faktor-faktor lain seperti sumbatan muara kelenjar sebacea, produksi kelenjar yang meningkat, dan koloni kuman yang meningkat. Hal ini bukan terjadi pada saat remaja saja. Mitos: Berbagi make up dengan orang lain bisa sebabkan jerawat Fakta: Jika kata lainnya bahwa jerawat bisa ditularkan dari orang lain melalui perantaraan make up, itu tidak benar. Hal yang benar adalah make up khususnya make up padat punya efek memicu terjadinya sumbatan muara kelenjar sebum. Hal ini akan menyebabkan produksi dari kelenjar sebum yang mestinya keluar menjadi menumpuk di dalam kelenjar. Dengan menumpuknya sebum dalam kelenjar akan memberikan keuntungan bagi bakteri p. acne untuk berkembang pesat. Karena, sebum merupakan media yang baik untuk perkembangannya dan terjadilah peningkatan jumlah koloni yang akan mengakibatkan peradangan pada dinding kelenjar dan mengakibatkan timbulnya jerawat. Di samping, ada beberapa bahan/kandungan dari make up yang mempunyai efek komedogenik yaitu merangsang timbulnya komedo, biasanya yang mengandung pewarna dan pengharum. Mitos : Pemakaian HP atau helm memicu munculnya jerawat Fakta: Hal ini lebih kepada faktor kebersihan. Karena HP yang sudah dipegang dengan tangan yang berkeringat dan kotor merupakan media yang baik untuk perkembangan kuman. Dengan HP menempel di pipi yang berkeringat akan menambah kotor kulit wajah. Hal ini akan menimbulkan sumbatan, peningkatan koloni bakteri p. acne sehingga memicu jerawat. Begitu juga dengan pemakaian helm. Kebersihan helm yang kurang dijaga akan memicu jerawat. Jika kebersi-
han HP dan helm dijaga, tidak akan menjadi faktor pemicu munculnya jerawat. Mitos: Menjelang menstruasi timbul jerawat Fakta: Hal ini karena pengaruh dari perubahan keseimbangan hormon androgen dan progesterol. Saat menstruasi, akan mengalami perubahan keseimbangan antara dua hormon tersebut.Hormon androgen kadarnya akan meningkat sedangkan progesterol akan menurun, sehingga terjadi ketidakseimbangan yang memicu terjadinya jerawat. Akan tetapi hal ini juga harus didukung oleh faktor-faktor penyebab yang lainnya. Mitos: Jika nafsu tidak tersalurkan, jerawat akan tumbuh Fakta: Belum ada penelitian yang membuktikan hal ini. Malahan, sering juga jerawat timbul pada saat pasien baru menikah, atau sudah melakukan aktifitas seksual secara aktif. Memang hormonal sangat berpengaruh terhadap munculnya jerawat, khususnya hormon androgen. Tetapi, masing-masing individu mengalami keseimbangan hormon androgen yang berbeda dengan individu lainnya. Ada yang pada saat sebelum menikah keseimbangan hormonnya tidak memicu jerawat dan setelah menikah baru terjadi perubahan keseimbangan hormon sehingga memicu jerawat. Ada juga yang sebaliknya Mitos: Jerawat bisa hilang dengan sendirinya Fakta: Jika jerawatnya masih belum parah atau masih pada grade 1 dan 2 (tingkat keparahan jerawat dari 1,2,3 dan 4 ), masih berupa komedo belum adanya peradangan atau nanah, hal ini mungkin terjadi bila ada faktor-faktor yang mempengaruhi empat besar faktor pemicu jerawat tersebut teratasi. Misalnya, dengan perubahan pola hidup yaitu
sual sehingga cenderung menghindari dan menolak. Gangguan bangkitan seksual berarti tidak terjadi reaksi seksual walaupun gairah seksual tetap ada. Misalnya tidak terjadi ereksi klitoris dan lubrikasi saat dirangsang secara seksual. Berikutnya, gangguan orgasme dapat berarti hambatan mencapai oleh orgasme, atau hanya dapat mencapai orgasme dengan cara tertentu saja. Dan satu lagi, hubungan seksual yang berkaitan dengan rasa sakit dapat berupa dispareunia, yaitu merasa sakit pada kelamin dan sekitarnya ketika berhubungan seksual. Hubungan seksual yang menimbulkan rasa sakit jika terus dipaksakan dapat mengakibatkan vaginismus, yaitu kekejangan abnormal otot vagina pada 1/3 bagian luar yang menyebabkan vagina menjadi tertutup rapat. Selain itu sebagian perempuan juga mengalami rasa sakit pada vagina ketika menerima rangsangan seksual walaupun tidak sedang berhubungan seksual. Inilah yang disebut gangguan sakit seksual yang lain. Gangguan dorongan seksual bisa ditelusuri penyebabnya berdasarkan faktor-faktor yang menentukan optimalitas dorongan seksual. Dorongan seksual sangat ditentukan oleh hormon seks, keadaan kesehatan umum, faktor psikis dan pengalaman seksual sebelum nya. Saat estrogen, progesteron bahkan testosteron (perempuan juga menghasilkan hormon testosteron dalam jumlah sedikit) yang merupakan hormon seks terganggu, maka dorongan seks juga bisa terganggu. Misalnya saja pada pengguna kontrasepsi hormonal baik yang berbentuk pil maupun suntikan, sering kali juga dijumpai penurunan dorongan seksual saat memakai
nya. Keadaan kesehatan umum juga menentukan dorongan seksual. Saat seorang perempuan sedang sakit, apalagi sakit kronis dan berat, sudah bisa dipastikan dorongan seksual juga terganggu. Hambatan psikis yang kerap muncul menjadi penyebab menurunnya dorongan seksual adalah kejenuhan dengan pasangan hingga problem psikis dengan pasangan sendiri, atau memang ada beban pikiran dan stres yang berkelanjutan dari keseharian. Sedangkan pengalaman yang traumatik dari hubungan seksual sebelumnya, atau adanya pelecehan seksual yang dialami, adalah pengalaman buruk di masa lalu yang sering menjadi penyebab gangguan dorongan seksual. Jika yang terjadi adalah gangguan dorongan yang tipe aversi seksual, maka yang bersangkutan akan menarik diri dari segala bentuk ajakan dan pembicaraan tentang aktivitas seksual atau yang serupa. Dia akan menolak, bahkan merasa jijik jika ada yang membicarakan tentang seks. Bisa terjadi tanda kegelisahan, gemetar, hingga mual dan menarik diri dari ajakan tentang seks, termasuk sekadar membicarakan seks. Ini biasanya karena masa lalu yang sangat buruk dari pengalaman seksualnya. Beberapa kasus perkosaan, terlebih perkosaan yang cukup ekstrem misalnya perkosaan beramai-ramai, atau perkosaan yang disertai kekerasan fisik, akan menjadi penyebab aversi seksual. Tipe hipoaktif, biasanya tidak ba nyak tanda luar dan perilaku yang bisa terlihat. Tetapi, keluhan akan rasa enggan ataupun merasakan sendiri kurang berminat dan setengah terpaksa untuk melakukan hubungan seksual sering kali yang terucap. Partner seksualnya malah yang lebih sering mengeluhkan
Ketut Suteja Wibawa
dengan rajin mencuci muka sehabis bepergian ke luar rumah, mengurangi makan-makanan yang berlemak , pedas dan mengurangi pemakaian kosmetik, dan make up padat. Sehingga, dengan perubahan perilaku diri individu tersebut akan menghilangkan faktor-faktor pemicunya. Ada juga jerawatnya menghilang tanpa melakukan terapi karena sudah terlalu parah melewati fase grade 3 dan 4, sudah merusak hampir semua kelenjar sebum sehingga menimbulkan bekas/scar. Jadi, jerawat sudah tidak muncul lagi akibat sudah tidak ada lagi kelenjar sebum karena sudah berubah menjadi jaringan parut/scar. Tentunya semua orang tidak akan suka dan berusaha menghindari terjadinya scar. Karena itu, jerawat memang tidak boleh dibiarkan dan harus diobati sesuai dengan tingkat keparahannya, agar terhindar dari scar yang mempunyai penampilan sangat buruk bila dilihat dari sudut estetika dan sangat sulit dikembalikan untuk nampak seperti kulit normal. –Inten Indrawati juga, karena merasa tidak “berimbang” dalam keinginan bersama memulai hubungan seksual. Jika dipaksakan untuk dilakukan hubungan seksual biasanya yang terjadi adalah bangkitan seksual yang tidak maksimal. Tidak terjadi atau berkurangnya lubrikasi vagina adalah yang paling sering terjadi. Pelumasan vagina tidak terjadi. Ereksi atau menegangnya klitoris dan puting payudara saat dirangsang juga bisa tidak terjadi. Vaginapun tidak banyak bereaksi saat dirangsang. Biasanya pada perempuan normal, saat bangkitan seksual, disamping bisa terjadi lubrikasi, ereksi klitoris dan puting payudara, juga terjadi perubahan di vagina, di mana vagina terlihat lebih basah dan menggembung serta lebih memerah, karena banyaknya aliran darah yang mengalir ke pembuluh darah vagina. Pada laki-laki, analoginya adalah tidak tercapainya ereksi penis yang maksimal, yang disebut dengan disfungsi ereksi. Untuk berhubungan seksual, tentu saja sebaiknya harus berhati-hati, kare na jika dipaksakan akan menimbulkan efek yang lebih buruk ke depannya. Kejadian pemaksaan hubungan seksual akan bisa memunculkan juga gangguan fungsi seksual yang lain, seperti dispareunia dan vaginismus. Komunikasi seksual yang baik sangat diperlukan jika salah satu pasangan menginginkan hubungan seksual. Bisa jadi memasturbasikan pasangan adalah pilihan aktivitas seksual yang bisa dilakukan buat saat ini, atau sekadar soft petting saja dan bukan seks penetrasi. Bagi pengidap aversi seksual malah sangat tidak mungkin melakukan hubungan seksual. Yang paling dibutuhkan justru datang ke ahlinya untuk mendapatkan pertolongan dan terapi.
10
BUGAR
17 - 23 Maret 2014
Hati-hati Bersihkan Pusar
Ardi kaget ketika melihat nanah keluar dari pusarnya. Beberapa hari sebelumnya, ia sempat membersihkan kotoran yang ada dalam pusarnya dengan menggosok-gosokkan handuk mandi. Ternyata, ulahnya itu membuat pusar luka. Awalnya, luka hanya sedikit dan ia tak terlalu mengindahkannya. Kini, setelah keluar nanah dari dalam pusarnya, ia ke bingungan. Dia mendengar kabar, gara-gara nanah itu, ia harus diopera si. Padahal, ia sangat takut operasi. Disuntik saja takut, apalagi operasi.
K
ebersihan pusar seringkali terlu pakan. Padahal, kebersihan area pusar sebenarnya sama dengan kebersihan area tubuh lainnya. Hal ini disampaikan dr. IGN Darmaputra, Sp.KK. Umumnya yang lebih peduli dengan kebersihan pusar adalah kaum wanita, karena pada beber apa orang seringkali mengunakan pakaian yang memperlihatkan pusar. Namun, bukan berarti laki-laki tak harus menjaga dan membersihkan pusarnya. Dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedok teran Unud/RS Sanglah menye butkan, dalam membersihkan pusar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena tin dakan pembersihan yang salah dapat menimbulkan luka lecet yang akhirnya mengakibatkan infeksi. Pusar merupakan lubang alamiah yang terbentuk setelah lepasnya tali pusar pada bayi yang baru lahir. Saat di dalam kandun gan, bayi mendapatkan sari ma kanan dari ibu melalui tali pusar. Setelah lahir tali pusar dipotong
dr. IGN Darmaputra, Sp.KK. dan bekas perlekatan tali pusar akan terlepas dan terbentuklah lobang pusar. Kulit pada area pusar umumnya lebih tipis dari pada bagian tubuh lainnya. Kotoran pada pusar umum nya terbentuk dari lapisan keratin kulit yang terlepas pada proses pergantian kulit yang berlangsung secara alami. Kotoran menjadi berbau karena bercampur den gan debu serta produksi kelenjar kulit yang terperangkap di sana. Terbentuknya kotoran pusar
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
serta bau yang ditimbulkan tidak berhubungan dengan jenis ma kanan yang kita makan. Namun, umumnya lebih berhubungan dengan keaktifan kelenjar min yak pada kulit tiap orang yang berbeda-beda. Suasana yang lembab pada area tersebut juga berperanan dalam timbulnya bau dari kotoran pusar. Kotoran pusar sama dengan kotoran tubuh lainnya sebaiknya dibersihkan rutin saat mandi. Jadi, melakukan pembersihan kotoran pusar sebaiknya dilakukan tiap hari saat mandi agar kotorannya tidak menumpuk dan lengket sehingga susah dibersihkan. Ia menyebutkan, untuk membersihkan kotoran pusar baik pada anak maupun dewasa umumnya sama saja. Namun, mengingat area tersebut memi liki kulit yang tipis dan lembab, sebaiknya saat membersihkannya dilakukan secara hati-hati dan selalu usahakan menjaga area tersebut tetap kering. “Dalam melakukan pembersihan pusar kita harus selalu mengingat prinsip, area tersebut memiliki kulit yang tipis dan sensitif. Jadi bahan yang digunakan haruslah
STYLE
Perempuan Dalam Dimensi Lain Mardiana Ika, salah seorang desainer papan atas nasional, yang bermukim di Hongkong dan Bali, kali ini mengusung imajinasinya sendiri. Ia bicara tentang perempuan di luar dari stigma umum masyarakat yang menentukan bentuk dari sosok yang satu ini.
P
erempuan memegang peran penting dalam gaya hidup mo dern masa kini. Mereka punya posisi tersendiri di masyarakat, sebagai ibu, anak perempuan, istri, mertua, menteri, konselor, dokter, profesor, guru, teman dan lainnya. Masyarakat dan lingkungan ingin agar perempuan mampu mengisi status mereka bahan yang lembut. Jangan meng gunakan sabun-sabun antiseptik atau bahan-bahan lain yang dapat menimbulkan iritasi pada daerah tersebut,” ujarnya. Dokter Darmaputra men yarankan, cukup gunakan sabun bayi, sabun biasa atau cukup air saja untuk mengangkat kotoran nya. Untuk mengeringkannya sebaiknya dipilih bahan-bahan yang lembut seperti handuk yang halus, tisu atau bisa juga dengan cotton bud. Saat mengeringkan nya harus dilakukan dengan lembut dan jangan sekali-kali menggosok dengan kasar yang dapat menimbulkan luka atau lecet atau bahkan sampai berd arah. Luka akibat lecet tersebut apabila dibiarkan akan memu dahkan kuman masuk sehingga menimbulkan infeksi dari ringan sampai berat. Tanda-tanda infeksi umumnya berupa kemerahan,
rasa nyeri, dan bernanah pada area tersebut. Apabila dijumpai tanda-tanda infeksi, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk diberikan salep antibiotik atau obat minum antibiotik. Apa bila infeksi berat dan terbentuk abses atau kumpulan nanah di bawah kulit, umumnya dilakukan bedah minor untuk mengeluar kan nanahnya sehingga antibiotik dapat bekerja dengan baik. Ia menegaskan, langkah-lang kah pencegahan sangat penting dilakukan agar tidak sampai ter jadi infeksi. “Ingat selalu melaku kan pembersihan pusar secara hati-hati dan apabila secara tidak sengaja timbul luka lecet ringan, sebaiknya segera diolesi dengan cairan antiseptik seperti betadin untuk mencegah masuknya ku man yang dapat menimbulkan infeksi,” saran pemilik D&I Skin Centre ini. –Wirati Astiti
Membuat Perut Six-Pack kat kontraksi otot melalui sinyal listrik) latihan ini memberikan kontraksi terbesar pada semua bagian otot perut. Lakukan 3 set x 20 repetisi.
Setelah mengetahui rumus untuk membuat perut six-pack, 3x3=6, berikut penjelasan mengenai ele men kedua yang harus dipahami. Elemen 3 yang Kedua - Tiga Latihan Perut Dalam menjalankan pola berlatih selama ini, saya menemukan tiga jenis latihan otot perut yang termasuk paling efektif. Tiga jenis latihan otot perut inilah yang saya gunakan paling sering untuk menga sah bentuk dan kekuatan otot perut yang baik. Untuk hasil maksimal dan memungkinkan untuk melakukan sesuai dengan volume (skema set dan repetisi) yang saya uraikan di bawah, orang perlu mendedikasikan 1 hari khusus untuk melatih otot perut ini. - Hanging Leg Raises Sesuai dengan prinsip latihan prioritas (priority training principle), lakukanlah latihan yang terberat dan paling efektif pada urutan pertama suatu sesi latihan, karena di saat tersebutlah otot dalam kon disi yang belum lelah. Hanging leg raises menurut sebagian orang memberikan target tekanan pada otot perut bagian bawah. Namun secara keseluru han, berdasarkan pengalaman dan terbukti dari tes EMG (electromyography - tes yang mengukur ting
17 - 23 Maret 2014
- Decline Sit-Up / Crunch Sit-up atau crunch dengan menggunakan bangku decline memberikan tantangan dan tekanan yang lebih besar daripada sit-up atau crunch biasa. Hal ini dikarenakan tidak ada atau minimnya penyangga punggung saat melakukan gerakan negatif (turun) sehingga lebih sulit bagi perut untuk melakukan gerakan positif (naik).
2
Lakukan 3 x 20 repetisi. - Machine Crunch Secara pribadi saya suka melakukan gerakan ini karena memberikan tekanan maksimal pada otot perut tanpa membebani punggung bagian bawah. Kenyaman an inilah yang memungkinkan saya untuk memberikan fokus lebih pada tehnik gerakan yang benar agar teka nan dan kontraksi menjadi lebih kuat. Karena diran cang dengan pertimbangan biomekanik yang pintar, maka gerakan ini juga memungkinkan untuk mengap likasikan kontraksi puncak (peak contraction). Mesin latihan perut ini mungkin tidak tersedia di semua pusat kebugaran, dan sebagai al ternatif yang tak kalah baik ada lah: ball crunch (dengan kaki merapat untuk faktor kesulitan yang lebih tinggi) atau rope crunch pada mesin tri ceps pushdown. Lakukan sebanyak 3 x 20 repetisi.
dengan baik. Namun, faktanya sering kali mereka memegang banyak posisi sekaligus hingga mengakibatkan stres yang luar biasa. Sesungguhnya, jauh di dalam lubuk hati mereka, tersimpan keinginan untuk dapat meluapkan kebebasan diri. Terutama dalam berbusana, demi dapat tampil berbeda dari keseharian mereka. Sketsa ini yang diramu Mardiana Ika dalam
karya musim gugur atau musim dingin 2014 ini. Melalui label Ika Butoni, ia berhasil menyajikan di mensi lain seorang perem puan. Koleksinya kali ini merupakan ungkapan sisi riang dan cinta kasih seorang perempuan. Untuk karya dengan sentuhan detil khas Ika kali ini, ia banyak meng gunakan ‘faux cuire’ da lam koleksinya. Bahan lain yang juga disertakan adalah satin, printed jersey, beludru, sifon, taffeta, dan renda. – Sri Ardhini
15
PELESIR
16
17 - 23 maret 2014
Banyak Burung Tanda Lumba-lumba Muncul Pantai Lovina adalah salah satu objek wisata yang populer di Bali Utara. Lokasinya di Desa Kalibuk buk, Buleleng, delapan kilometer dari arah Kota Singaraja.
J
ika Anda datang ke sini, Anda akan disambut sebuah tugu patung lumbalumba. Keberadaan tugu ini, seolah menjadi simbol keistimewaan pantai ini yakni melihat lumba-lumba. Hampir semua wisatawan yang datang ke Lovina untuk melihat kemunculan si ikan pintar ini. Wisatawan yang ingin me-
nyaksikan lumba-lumba harus pergi ke tengah laut dengan menumpang perahu nelayan setempat. Wisatawan bisa dengan mudah mencari perahu tumpa ngan karena di sekitar pantai, banyak nelayan yang menyewakan perahunya. Wayan Putra Yasa, salah satu pemilik perahu yang tiap hari mengais rezeki dengan menyewakan jasa sewa
Jika Anda berkunjung ke sini, Anda pun akan menemukan suasana layaknya di Pantai Sanur. Meski pantainya tak berpasir putih dan suasana tak seramai Pantai Sanur, suasana sepi di Lovina inilah yang kebanyakan dicari wisatawan Eropa.
Suasana di Pantai Lovina
perahu. Harga sewa perahu per orang Rp 60 ribu. “Biasanya satu perahu diisi empat orang,” ujarnya. Waktu yang tepat untuk melihat lumba-lumba adalah pagi hari. Namun, ada juga wisatawan yang tak mengetahui hal ini, sehingga datang ke sini terlalu sore. “Jika sore, perahu harus berjalan lebih jauh ke tengah laut untuk bisa menemukan lumba-lumba,” kata Putra. Meski begitu, kemunculan lumbalumba ini tak bisa diprediksi. “Pernah juga, lumba-lumba tak muncul,” ungkap Putra mengelola jasa sewa perahu sejak tahun 1995 ini. Jika beruntung, tiap saat wisatawan bisa menyaksikan kemunculan lumba-lumba. Bukan hanya satu dua ekor melainkan ribuan ekor. Namun, Putra hapal betul,
biasanya tanda-tanda jika ada lumba-lumba yaitu di sekitar pantai itu terdapat banyak burung. “Jika banyak burung, di situ pasti ada lumba-lumba karena mereka sama-sama mencari makan ikan-ikan ke-
sudah tersedia. Bahkan Putra pun tak keberatan jika ada wisatawan yang ingin menyewa perahu khusus untuk meman cing. Yakni dengan sistem car ter. “Tarifnya tak tentu, rata-rata Rp 500 ribu s.d. Rp 1 juta dari pagi sampai sore,” ucapnya. Jenis ikan banyak ditemui di sekitar pantai ini salah satunya adalah sniper. Selain wisatawan lokal, ba nyak wisatawan mancanegara datang ke pantai berpasir hitam ini. Manager Bintang Bali Sport Bar & Restaurant Ketut Alit Widhiada, S.E., mengatakan kebanyakan yang datang ke sini adalah wisatawan Eropa. Terutama di musim liburan, yakni pertengahan Juli sampai Desember. Malam hari suasana
Para pedagang sedang menunggu pembeli
cil,” ungkapnya. Waktu tempuh ke tengah laut ini biasanya dua jam. Selain melihat kemunculan si ikan pintar ini, wisatawan bisa menyaksikan pesona sunrise di Pantai Lovina. Jika berminat, wisatawan bisa snorkling, de ngan menambah ongkos Rp 60 ribu. Selain lumba-lumba, pesona keindahan alam bawah laut Pantai Lovina, menjadi ketertarikan wisatawan datang ke sini. Bagi yang hobi mancing pun sebaiknya tak melewatkan kesempatan ini. Wisatawan bisa bermancing ria, seusai melihat lumba-lumba. Namun, ini tak gratis, wisatawan harus merogoh kocek lagi senilai Rp 100 ribu. Wisatawan pun tak harus kerepotan membawa alat pancing sendiri, karena di sini
9
Never Surrender is Back Ketut Alit Widhiada
Wayan Putra Yasa
DARA
17 - 23 maret 2014
pantai masih menggeliat sampai pukul 21.00. “Makin malam, tamu makin sepi, yang makan pun berkurang,” ucap Alit. Jika Anda berkunjung ke sini, Anda pun akan menemukan suasana layaknya di Pantai Sanur. Meski pantainya tak berpasir putih dan suasana tak seramai Pantai Sanur, suasana sepi di Lovina inilah yang kebanyakan dicari wisatawan Eropa. Harga penginapan bervariasi namun ada juga yang cukup murah Rp 150 per malam. Saat berbelanja, sebaik nya Anda pintar menawar. Menariknya lagi, masuk ke kawasan pantai, pengunjung tak dikenai biaya masuk, cukup membayar biaya parkir Rp 1000 bagi sepeda motor serta Rp 2 ribu untuk mobil. -Tini Dwi Rahayu
Bermain musik merupakan salah satu cara anak muda untuk meng ekspresikan jiwa mereka. Seman gat pantang menyerah dan terus berkarya menjadi alasan mereka un tuk eksis. Hal ini juga yang dilakoni Never Surrender. Band yang berdiri berdiri sejak 22 Februari 2011.
B
ermula dari keisengan Ida Bagus Darmawan Suardana (Ajus) dan I Kadek Juliawan (Dodok) yang ingin mempunyai band sendiri. Untuk tahun pertama, personel Never Surrender hanya empat orang yaitu Ruka (vokal), Ajus (gitar), Dodok (bass), dan Ihsan (drum). Setelah setahun lebih berjalan, Ihsan meninggalkan band karena melanjutkan sekolah pilot di luar Bali. Sebagai pengganti Ihsan, masuklah Ikhwan, adik Ihsan. Never Surrender juga menambah satu personel di posisi gitar, Yudi Arieska (Yudi). Tahun kedua, Ruka meninggalkan band. Posisi vokalis pun kosong dan membuat Never Surrender vakum hingga hampir setahun. “Kami hilang sementara dari panggung blantika musik indie Bali. Sekarang Never Surrender is back,” ujar Ajus. Awal 2014, Never Surrender kembali bangkit dengan merombak personel yang ada. Dari formasi lama, hanya tersisa tiga orang. Kini ada tambahan dua personil, Made Gede Krisnarendra K. (Krisna), mantan vokalis Set Me Free dan Anak Agung Ngurah Wisnu Wisesa (Wisnu) mantan drummer Rise on Symmetry. Bertepatan dengan hari jadi N e v e r Surrender yang ketiga, mereka hadir kembali dengan memperkenalkan personel tetap Never Surrender yang baru, Krisna (vokal), Ajus (gitar), Yudi (gitar), Dodok (bass) & Wisnu (drum). Mengenai alasan memberi nama Never Surren-
der, Ajus mengatakan awalnya hanya iseng. “Waktu mau buat nama band kami mengumpulkan kata-kata yang keren. Akhirnya terpilih nama Never Surrender karena menurut kami, sangat mewakili jiwa anak muda alias anak muda banget,” tegasnya. Never Surrender yang diartikan jangan menyerah menyiratkan, anak muda itu tidak pernah berhenti untuk berkembang.
Never Surrender
mua pulang kuliah atau pulang kantor. “Kami biasanya rundingan dulu atau chatting di grup.
Never Surrender yang diartikan jangan menyerah menyiratkan, anak muda itu tidak pernah berhenti untuk berkembang
Band ini tak hanya mengusung konsep semangat. Mereka juga mengutamakan kebersamaan. Hal ini diterapkan dalam urusan latihan dan manggung yang diatur agar tidak bentrokan dengan jadwal kerja maupun jadwal kuliah. Seringkali jadwal latihan dan manggung dipilih setelah se-
Kami voting untuk mengatur jadwal. Maklumlah, ada lima orang yang memiliki kesibukan berbeda sehingga sulit memilih waktu kosong. Biasanya kami pakai voting. Yang kalah suara ngikutin jadwal yang mayoritas. Cuma ya pasti disesuaikan lagi. Kita latihan pasti di atas jam
kerja dan jam kuliah. Jangan sampai mengganggu kerja dan kuliah,” papar Ajus. Never Surrender adalah band dengan aliran Pop Punk Hardcore. Mereka terinspirasi dari band luar negeri seperti A Day To Remember, Set Your Goals, New Found Glory bahkan Comeback Kid. Never Surrender sudah mempunyai single yang bisa di-request di beberapa radio. Single itu berjudul “Here We Are”. Lagu lain yang sudah dicipt a k a n “Someday”, dan “This Is Our Ground”. Beberapa materi lagu sudah mereka miliki. Tema lagulagu ini tentang
perjuangan anak muda untuk bertahan hidup. Inspirasinya mereka dapatkan dari Google dengan cara membaca situssitus kemanusiaan. “Pergantian vokalis mungkin nanti akan membuat perbedaan warna musik dan suara khususnya dalam lagulagu terbaru Never Surrender karena akan mengikuti karakter suara Krisna. Pergantian vokalis memang membuat perubahan mendasar dalam sisi musikalitas,” tandas pria kelahiran 1 Januari 1992 ini. Ajus menambahkan proses kreatif penciptaan lagu biasanya di mulai dari nge-jam di studio atau main gitar iseng di rumah. Kalau nada atau musiknya asyik, mereka memasukan syair atau lirik sehingga menjadi sebuah lagu. Kepada penggiat musik di Bali, Never Surrender berharap mereka jangan pernah berhenti untuk berkarya selama itu masih positif
dan terus melakukan perubahan untuk musik yang indah di masa depan. Never Surrender akan terus berkarya untuk mewujudkan impian mereka, membuat album dan tur keliling Indonesia. –Ngurah Budi.
8
BUNDA & ANANDA
Anak Mengalami 5L?
Waspadai Anemia Masa anak-anak merupakan masanya untuk bermain. Keceriaan anak-anak saat bermain bersama teman-temannya akan menjadi warna perjalanan hidup mereka. Tak terlihat rasa lelah dan letih jika mereka sudah bermain. Tetapi, jika Anda melihat buah hati tak memiliki semangat untuk bermain, hal ini perlu diwaspadai.
S
Ilustrasi
alah satu penyebab anak tidak bersemangat atau mudah lelah adalah anemia. Anemia merupakan suatu keadaan yang ditandai menurunnya kadar hemoglobin di bawah nilai normal sesuai dengan kelompok usia. Hemoglobin adalah ikatan senyawa
zat besi dan globin yang merupakan unsur penting dalam sel darah merah, berfungsi mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kriteria normal kadar hemoglobin dapat dibedakan sesuai usia atau jenis kelamin. Pada anak usia 6 bulan-5 tahun, kadar hemoglo-
Anemia dapat menyebabkan prestasi belajar menurun
bin normalnya 11, pada usia 5 tahun-11 tahun kadar normalnya 11,5, usia 12 tahun-14 tahun kadar normalnya 12, perempuan usia remaja hingga dewasa normalnya 12, perempuan hamil 11, dan lelaki 13. “Jika kadar hemoglobin berada di bawah normal, ini artinya menderita anemia. Anemia yang banyak diderita anak-anak adalah anemia defisiensi besi yang terjadi karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan hemoglobin berkurang. Apabila keadaan ini berlangsung lama akan menyebabkan dampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” papar dr. I Made Widiaskara, SpA. Penyebab anemia defisiensi besi ini antara lain asupan makanan kurang mengandung zat besi, kebutuhan zat besi meningkat, dan cadangan zat besi dalam tubuh berkurang akibat bayi kurang bulan, bayi kembar, pendarahan kronis, dan cacingan. Dokter anak yang praktik di RSUD Wangaya dan RSIA Puri Bunda ini mengatakan gejala klinis yang terlihat pada anak penderita anemia defisiensi besi antara pucat, 5 L (lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai), daya tahan tibuh menurun, kurang responsive terhadap lingkungan, dan prestasi belajar menurun. “Anemia defisiensi besi ini merupakan kasus yang banyak terjadi di dunia. Di Indonesia, hasil survey rumah tangga tahun 1995 menemukan 40,5% balita dan 47,2% anak usia sekolah
dr. Widiaskara
menderita anemia defisiensi besi. Survei SD tahun 1999 menemukan 50% anak menderita anemia defisiensi besi. Penelitian Ringoringo HP tahun 2006 di Banjar Baru, Kalimantan menyebutkan 38,5% bayi yang berusia kurang dari 6 bulan juga mengalami anemia defisiensi besi,” ungkap dokter spesialis anak dan konsultan hematologi ini. Anemia defisiensi besi bisa didapatkan bayi dari ibu yang mengalami kekurangan zat besi. Artinya, jika ibu hamil mengalami anemia defisiensi besi, bayi yang dilahirkan cenderung akan mengalami anemia defisiensi besi juga. Berat atau ringannya tergantung Fe yang bayi ke bayi. Komplikasi anemia defisiensi besi ada yang ringan dan berat. Komplikasi ringan berupa atropi papil lidah, garis-garis di tepi bibir dan kuku yang cekung seperti sendok. Semuanya ini bisa diobati dengan menambah asupan zat besi. Komplikasi berat diantaranya mudah infeksi, gangguan prestasi belajar bahkan gangguan mental. Penyembuhannya bisa dengan menambah zat besi tetapi waktunya lebih lama disbanding komplikasi ringan. Penelitian
17 - 23 Maret 2014
terhadap anak sekolah yang ketika bayi mengalami anemia defisiensi besi antara lain gangguan konsengtrasi, daya ingat rendah, kapasitas pemecahan masalah rendah, IQ lebih rendah, dan gangguan perilaku. “Kebanyakan pasien datang setelah mereka berada di level 3 dengan ciri-ciri yang sudah dijelaskan tadi. Pada level 1 dan level 2 tidak akan terlihat gejala klinis kecuali dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujar dokter yang menyelesaikan pendidikan dokter spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun 1998 ini. Dokter Widiaskara menambahkan, pencegahan anemia defisiensi besi bisa dilakukan dengan tetap memberikan ASI eksklusif. Selain itu, suplemen zat besi yang mengandung Fe dan vitamin C juga bisa diberikan. Kandungan Fe dari ASI bisa mencapai 40% sedangkan dari susu formula hanya 10%. Karena itu, dokter kelahiran Klungkung, 23 Maret 1963 ini menyarankan pemberian ASI eksklusif wajib diberikan untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi ini. Dari rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dijabarkan suplementasi zat besi bisa diberikan kepada semua anak dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama usia 0-2 tahun. Dosis maksimum untuk bayi 15 mg/hari, dosis tunggal. Khusus remaja putri ditambah 400 mg asam folat. Saat ini IDAI menyatakan belum perlu dilakukan uji tapis secara massal. Pemeriksaan kkadar Hb perlu dilakukan mulai usia 2 tahun hingga remaja. Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan anemia, harus dicari penyebab dan bila perlu dirujuk. Pemerintah juga diharapkan membuat kebijakan mengenai penyediaan preparat zat besi dan alat laboratorium untuk pemeriksaan zat besi. “Cara yang mudah untuk menghindari anemia defisiensi besi adalah dengan dengan nutrisi yang seimbang. Fe bisa ditemukan di protein hewani maupun nabati. Protein hewani misalnya telur, daging, dan ikan sedangna protein nabati didapatkan dari sayursayuran dan buah-buahan,” ujar dr. Widiaskara. –Ngurah Budi
dr. Widiaskara menunjukkan gejala klinis penderita anemia defisiensi besi
17 - 23 Maret 2014
Pesona Kayu Tua
G R I YA
17
Dalam merancang bangunan, kayu merupakan salah satu material penting dalam membangun suatu hunian. Kualitas dan jenis material kayu yang dipilih menentukan bagaimana bangunan tersebut nantinya akan tercipta. Aplikasi kayu tua sebagai wood cladding dan pintu pagar bangunan
Aplikasi kayu tua sebagai meja wastafel
“K
arena itu, sudah selayaknya perancang (arsitek) wajib memiliki ilmu yang luas tentang berbagai macam karakteristik material kayu yang ada di pasaran agar dapat membuat sebuah rancangan bangunan yang sesuai dengan keinginan pemiliknya,” ujar I Gusti Agung Bagus Arimbawa,S.T.,M.T., pemilik Crea Bali Mandiri. Ia mengatakan, saat ini kayu tua banyak dimanfaatkan dalam bidang arsitektur. Yang dimaksud dengan kayu tua adalah memanfaatkan limbah atau kayu bekas sehingga menjadi unsur yang memberikan nilai lebih dalam mendesain suatu hunian. Limbah kayu ini bisa didapatkan dari bongkaran rumah lama, kayu bekas banta-
lan rel kereta, kayu bekas tiang listrik, bongkaran dermaga, dll. Tentunya dalam memanfaatkan kayu jenis ini akan banyak tantangan yang didapat, seperti ukuran kayu yang tidak sesuai dengan kayu baru yang ada di pasaran, permukaan kayu yang tidak rata ataupun terdapat lubang-lubang bekas sambungan baut yang membuat kayu semakin tampil eksotik. Terdapat berbagai jenis kayu tua yang bisa dimanfaatkan dalam bidang arsitektur, di antaranya sebagai struktur utama bangunan yaitu kayu yang berbentuk balok sebagai tiang atau struktur bangunan, ataupun bisa dimanfaatkan sebagai bahan struktur rangka atap bangunan serta bisa dimanfaatkan sebagai dinding bangunan; sebagai elemen penunjang yaitu sebagai bahan
kusen pintu dan jendela ataupun sebagai bahan untuk furnitur seperti meja dan kursi; serta sebagai elemen dekorasi seperti wood decking pada kolam, lambersering plafond, wood cladding, dll. Jenis kayu tua yang bisa dimanfaatkan antara lain, kayu jati, kayu ulin, kayu merbau, dan kayu bangkirai. Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan tekstur paling indah. Karakteristik kayunya yang stabil dan kuat membuat kayu jati dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama. Kayu ulin atau sering disebut sebagai kayu besi merupakan jenis kayu yang memiliki kekuatan yang sangat bagus, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai struktur rangka dermaga karena memiliki sifat yang tahan akan air. Kayu merbau memiliki serat dan tekstur terputus dan berwarna coklat kemerahan, jenis kayu ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan interior bangunan ataupun sebagai bahan kusen pintu dan jendela. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat serta tahan terhadap cuaca sehingga jenis kayu ini sering dipergunakan sebagai konstruksi atap bangunan atau pun untuk eksterior seperti list plank dan decking. Beberapa keuntungan mempergunakan jenis kayu tua, di antaranya, memiliki tingkat kekeringan yang sangat tinggi sehingga sangat jarang terjadi kasus kembang susut pada kayu, tekstur dan serat kayu tua lebih terlihat sehingga sangat cocok
dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi ruangan, harga yang ditawarkan untuk jenis kayu tua atau kayu bekas biasanya lebih murah dibandingkan dengan kayu baru yang dijual di pasaran. Pemanfaatan kayu tua juga membantu program pemerintah dalam penyelamatan hutan dengan mengurangi penebangan hutan dan memanfaatkan kembali kayu yang sudah terpakai (green architecture). Namun, pemanfaatan kayu tua atau kayu bekas dalam arsitektur juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain, ukuran kayu yang tersedia tidak sesuai dengan standar ukuran kayu baru; pada jenis kayu tertentu masih mengeluarkan serbuk kayu sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam pemanfaatannya; terdapat lubanglubang bekas sambungan baut atau paku, sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu; ketika mempergunakan dalam jumlah
I Gusti Agung Bagus Arimbawa,S.T.,M.T.
yang banyak, membutuhkan waktu untuk mengumpulkan jenis kayu tua tersebut. Berikut contoh aplikasi kayu tua dalam beberapa desain arsitektur. –Inten Indrawati Foto-foto: AA Gede Raka Hartawan Sukawati, S.T. dan IB Gede Wahyudi Saraswati, S.T.
Aplikasi papan jati tua sebagai timber decking kolam renang
Aplikasi papan kayu jati tua sebagai pintu
Aplikasi papan jati tua sebagai stepping dan railing tangga
18
D AYA C I P TA
“Life in Gajah Mada”
Menguasai Gajah Mada bersama Wayan Doglag
agar pemain bisa melihat dengan jelas apa yang dicari. “Permainan ini sebenarnya masih prototype yang bisa dikembangkan lagi jika ada yang berminat mengembang kannya. Ada 40 site yang kami jadikan ikon. Dulu sempat kami tawarkan ke Pemkot Denpasar ketika diadakan Denpasar Festival tahun 2012. Tetapi karena tema tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan, pembicaraan men jadi mentok. Mudah-mudahan ke depan ada peluang untuk digarap lebih serius lagi. Minimal ada ba liho yang menunjukkan “Life in Gajah Mada” available at Android and Apple Store. Ini artinya lo-
Bagi masyarakat Bali, Jalan Gajah Mada, Denpasar merupakan kawasan yang legendaris. Orangorang tua pasti tahu tentang pusat Kota Denpasar ini. Bahkan dulu sering muncul anggapan, kalau belum ke Gajah Mada, serasa belum ke Badung (sebutan Denpasar bagi orang-orang tua). Kawasan Jalan Gajah Mada terkenal dengan pertokoan yang menjual berbagai macam barang. Dua pasar terkenal di Denpasar, pasar Kumbasari dan pasar Badung juga terletak di kawasan Jalan Gajah Mada.
“J
alan Gajah Mada meru pakan kawasan yang unik dan khas. Kalau Yogyakarta pu nya Malioboro, Denpasar punya Gajah Mada. Sampai sekarang, kawasan Gajah Mada masih diles tarikan di tengah gempuran pusat pertokoan modern. Dari sinilah muncul ide untuk memindahkan Gajah Mada ke dalam sebuah permainan yang memerlukan pengetahuan ten tang kawasan Gajah Mada,” ungkap I Putu Sudiarta, Direktur Bamboomedia yang menggagas permainan “Life in Gajah Mada” akhir tahun 2012. Permainan ini be rawal dari ide seder hana yang kemudian diaplikasikan bersama mahasiswa STIKI In donesia yang magang di Bamboomedia. Ins pirasi lain berasal dari permainan airline city. Konsepnya dipadukan
sehingga jadilah “Life in Gajah Mada” dengan karakter utama I Wayan Doglag. “Doglag ini karakter yang diciptakan sebagai orang yang tahu banyak tentang Gajah Mada. Ia anak yaitm-piatu yang diasuh neneknya. Sejak kecil, Doglag hidup di kawasan Gajah Mada. Ia hapal semua seluk beluk
kawasan Gajah Mada. Pengetahu an ini kemudian dijadikan bekal sebagai pemandu wisata yang menguasai kawasan Gajah Mada,” papar Sudiarta. Dalam permainan “Life in Gajah Mada”, si pemain akan memainkan karakter Doglag. Ketika ada wisatawan bertanya
17 - 23 maret 2014
17 - 23 maret 2014
cal genious yang ada di kawasan Gajah Mada bisa diaplikasikan di teknologi modern. Tujuan lainnya, kami ingin ikut memperkenalkan kawasan Gajah Mada melalui teknologi,” ujar peraih penghar gaan Bali Marketeers Champion 2013 sector Communication, High Tech & Media ini. Dari komentar yang masuk, banyak yang mempertanyakan mengapa tidak merinci atau memberi data tentang apa saja yang sebenarnya ada di Gajah Mada. Pemain harus mengirangira dimana letak toko atau alat yang ditanyakan wisatawan. Menurut Sudiarta, inilah keunikan permainan “Life in Gajah Mada”. Orang diharapkan datang ke ka wasan Gajah Mada untuk melihat langsung apa yang ada. Setelah itu baru bisa memainkan permainan ini. Sisi pengetahuan dan sisi per mainan akan terjalin dalam sebuah aplikasi yang bisa diunduh gratis ini. Ingin mencoba pengetahuan Anda tentang situasi kawasan Gajah Mada? Silakan unduh per mainan ini. –Ngurah Budi
7
Rindu Berkumpul dengan Anak dan Cucu Dengan sekarung sampah plastik yang dijunjung di kepalanya, Parlina (78), meng habiskan hari-harinya. Sejak subuh datang, usai menunaikan kewajiban salat subuh, ia telah bersiap untuk melakukan perjalanan sehari penuh, berkeliling Kota Mataram mencari sampah plastik, berupa gelas bekas maupun botol air minuman kemasan. Dari hasil menjadi pemulung inilah ia hidup. Sejak suaminya meninggal dunia sepuluh tahun lalu, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah untuk bekerja. Ia memang tidak lagi memiliki rumah sejak suaminya meninggal. Kini ia tinggal di sebuah kamar kos sederhana tanpa perabotan apa-apa. Rumah peninggalan suaminya terpaksa dijual untuk membayar utang guna biaya pemakaman suaminya. Inilah kisah Parlina yang diceritakannya saat beristirahat di Taman Udayana, Mataram.
P
dimana letak toko sepatu, di mana membeli sate, atau dimana penjual canang, pemain harus memberi jawaban dengan mengklik salah satu kotak. Ada bunyi khusus yang terdengar jika ada wisatawan bertanya. Pemain harus mencari dimana letak si wisatawan lalu mengklik untuk mengetahui apa per tanyaan. Pemain boleh menjawab boleh tidak. Jika menjawab benar, poin pemain atau Doglag akan bertambah. Di sisi lain, energi Doglag juga akan berkurang. Poin yang dimiliki bisa di pakai untuk belanja oleh Doglag untuk membeli, minuman, makanan, maupun kalimat bijak penyemangat hidup. Peta kawasan Gajah Mada dalam permainan ini dibuat detail ter masuk lokasi pertokoan. Bahkan untuk toko dan produk, Sudiarta dan tim memotret langsung
l i f e s to ry
arlina dari Jawa 15 tahun lalu. Ia menemukan jodohnya seorang pemuda tukang bangunan yang berasal dari Lombok Tengah. Mereka menikah dan memiliki 8 orang anak yang kini semuanya telah berkeluarga. Seluruh anak dan menantunya hidup serba kekurangan. Ada yang menjadi tukang jaga toko, ada juga yang menjadi tukang parkir serta ada pula yang menjadi tukang kebun. Sejak menikah, Parlina tidak pernah merasakan hidup layak, begitu pula dengan anakanaknya. Karena itulah, semua anaknya tidak ada yang bisa mengenyam pendidikan tinggi, melainkan paling tinggi lulusan sekolah dasar saja. Lainnya drop out di tengah jalan tidak dapat menyelesaikan sekolah. “Sekarang mereka cari makan sendiri-sendiri,” ungkapnya. Melihat kondisi ekonomi anak-anaknya yang pas-pasan bahkan sering kekurangan, Parlina memilih tinggal sendiri dan tidak ingin membebani anakanaknya. Untuk bisa membiayai kehidupannya sehari-hari ditambah lagi dengan beban membayar kamar kos Rp 250 ribu sebulan, membuatnya harus bekerja keras. Panas terik juga hujan, tidak ia pedulikan. “Yang pasti setiap hari saya harus mendapatkan uang. Karena kalau tidak dapat uang saya pasti
tidak makan,” ujarnya. Karena itulah ia bekerja apa saja demi bisa mendapatkan uang untuk membeli makanan juga mena bung tiap hari untuk membayar sewa kamar kos. Selain memulung sampah plastik, Parlina juga sesekali menyapu halaman orang yang kebetulan membutuhkan atau juga menyapu kantor yang dilewatinya. Dari sana ia mendapat tambahan penghasilan. “Lumayan bisa menyambung hidup saya,” katanya. Ia bekerja keras karena ia tidak ingin menengadahkan tangan meminta belas kasihan pada orang lain. Biar pun dapat sedikit tapi itu hasil dari keringatnya membuat ia bangga dan nikmat ketika ia menikmati makanan yang ia beli dan nikmat ketika ia menikmati tinggal di kamar kosnya, karena ia bayar dari hasil kerja kerasnya. Kisah menyedihkan yang pernah dialami Parlina adalah ketika suaminya meninggal 10 tahun akibat sakit yang sempat membuatnya lumpuh. Lelaki yang dulunya sebagai penopang hidupnya itu kini telah tiada. Sejak kematiannyalah hidup Parlina berubah menjadi duka. Karena suaminya hanyalah seorang tukang bangunan yang tidak setiap hari mendapatkan pekerjaan untuk bisa mendapatkan uang bagi kelangsungan hidup anak-anak mereka, hidup mereka pas-pasan dan serba kekurangan. Seluruh
penghasilannya tiap bulan habis untuk biaya makan bahkan sering kekurangan. Kala itu mereka tinggal di rumah peninggalan orang tua suaminya. Rumah kecil yang harganya tidak seberapa. Ketika suaminya akhirnya meninggal Parlina sempat kelabakan untuk memenuhi biaya pemakamannya. “Saya tidak punya uang sepeser pun, bahkan untuk membeli kain kafan,” katanya. Sebab itulah ia kemudian meminjam uang Rp 500.000 pada seorang rentenir. Bagai mana tidak, cukup banyak biaya untuk ukurannya, yang harus dikeluarkan untuk pemakaman suaminya, mulai dari kain kafan, batu nisan, membayar tenaga penguburan hingga acara tahlilan yang mengharuskan ia membeli berbagai makanan untuk tamu yang datang menyampaikan bela sungkawa maupun mereka yang datang tahlilan. “Saya tahu orang yang datang tidak harus saya beri makan karena mereka maklum dengan situasi saya, tapi saya sangat ingin menghargai tetanggatetangga saya yang sudah de ngan sukarela dan ikhlas mau mendoakan suami saya dan setia melakukan tahlilan,” katanya. Sumbangan dari para tetangga dan tamu yang datang menyampaikan belasungkawa, tidak cukup untuk menutupi semua biaya yang dikeluarkannya. Lagi pula, sumbangan yang terkumpul
tidaklah banyak. Dengan uang pinjaman itulah ia pergi ke pasar untuk membeli sendiri kain kafan suaminya dan kebutuhan lainnya. Selama beberapa hari sepeninggal suaminya, ia masih bisa tenang karena telah selesai menunaikan tugasnya sebagai seorang istri yang mengantar kepergian suami terakhir kalinya. Dua minggu kemudian, barulah keresahan dan kegelisahan itu mulai datang ketika sang rentenir kerap bertandang ke rumahnya untuk menagih hutang. Sementara ia masih menata hatinya setelah ditinggal suami tercinta, ia juga masih mencari peluang-peluang untuk bisa bekerja, jadi ia belum sempat memikirkan untuk membayar hutang. Barulah ia sadar setelah rentenir itu hampir tiap hari datang menagih. “Hutang harus dibayar, mau tidak mau saya harus berpikir bagaimana melunasinya,” katanya. Ia baru dapat pekerjaan sebagai tukang sapu sebuah kantor pemerintah di Mataram dengan upah yang hanya cukup untuk makan seorang diri saja. “Saya putuskan untuk menjual rumah peninggalan suami saya, hanya dengan itulah saya bisa membayar hutang tersebut,” katanya menitikkan air mata. Ia terdiam sambil memainkan sekeranjang bunga yang ia kumpulkan dari halaman perkantoran yang ia lewati. Ia memang selalu
membawa bunga terutama di hari Kamis, agar ia bisa langsung berziarah ke makam suaminya. Ia mengaku sangat mencintai suaminya itu. Rumah itu laku hanya Rp 10 juta. Ia pakai untuk membayar hutang dan sisanya dibagi kepada delapan anaknya sesuai hukum Islam. “Yang saya jual itu rumah ayah mereka, jadi mereka berhak menerima bagian dari penjualannya. Anak laki-laki saya beri dengan hitungan lebih banyak dari yang perempuan sesuai hukum Islam,” katanya. Setelah hutangnya lunas dibayar, ia tidak mau ada beban lain lagi jika ia tidak memberikan hak tersebut pada anak-anaknya. Maka kini, ringanlah langkah Parlina menjalankan sisa usia nya. Ia bahagia meski hidup pas-pasan. Sejak itulah ia tinggal di sebuah kamar kos yang tidak jauh dari rumahnya. Ia ha nya memiliki tempat tidur dan lemari pakaian seadanya. Parlina tidak memiliki perabotan dapur karena hampir tiap hari ia makan di luar. “Saya tidak pernah masak, tiap hari beli nasi murah meriah Rp 3.000 sekali makan. Kalau harus masak pasti lebih banyak habisnya dan saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk memasak di rumah karena seharian saya pasti bekerja di luar,” katanya. Hanya satu yang sangat ia harapkan adalah dapat ber kumpul dengan delapan anaknya suatu hari nanti. Ia ingin melihat cucu-cucunya berkumpul meski menurutnya mustahil. Kare na untuk berkumpul itu tentu membutuhkan tempat yang luas sementara kamar kosnya sempit sekali. Untuk berkumpul juga membutuhkan biaya sedangkan anak-anaknya ia sadar tak memiliki kemampuan lebih untuk bisa mengunjunginya dalam kesempatan yang sama. Parlina menikmati hidupnya, bahagia dengan segala kegetirannya. -Naniek I. Taufan
6
l i f e s to ry
Leukimia bukan Akhir Segalanya
“Ini sudah pukul berapa,” tanya Made Weda Arta (10) kepada ibunya. “Baru pukul 14.25. Tunggu satu setengah jam lagi,” sahut sang ibu, Samiasih. Rupanya, Weda sudah bosan tiduran terus sejak pagi. Pagi itu, Weda baru saja di injeksi obat MTX IT di areal tulang punggung nya. “Kata dokter, belum boleh bangun selama enam jam. Tadi Bapaknya yang nungguin, saya tidak berani lihat,” ucap Samiasih.
S
ejak terdiagnosa menderita anemia tahun 2009, Weda menjadi sering bolak-balik DenpasarBangli. Bocah asal Banjar Pule, Desa Sekardadi, Kintamani Bangli, kelahiran 27 Mei 2004 ini harus menjalankan serangkaian proses pengobatan di RSUP Sanglah, Denpasar. Ayahnya, I Nyoman Siram yang hanya seorang petani mengaku tak menyangka putra bungsunya itu menderita penyakit tersebut. Awalnya Weda sakit panas, disertai lemas dan wajahnya pucat. “Saya pikir hanya panas biasa, lalu saya periksakan ke Puskesmas. Kata dokter di sana Weda tidak apa-apa. Namun, sampai empat hari dia lemas tidak bisa bangun,” ungkapnya. Melihat kondisi anaknya tak membaik, pasutri ini membawa Weda periksa ke dokter spesialis anak di RS Gianyar. Dari hasil cek lab, Hb (hemoglobin) Weda rendah, hanya 3,7 (g/dl). Dari serangkaian pemeriksaan, Weda didiagnosa menderita anemia aplastik. Menurut literatur, anemia aplastik adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tubuh tidak
dapat berproduksi maksimal sehingga sel darah baru tidak mencukupi untuk proses penggantian sel darah lama. Tak seperti pada kasus anemia pada umumnya, pada anemia aplastik, tak hanya sel darah merah yang tak dapat berproduksi, tetapi juga sel darah putih (leukosit) dan trombosit. Kondisi ini juga disebut sebagai pansitopenia. Setelah menjalani rawap inap selama empat hari dan sempat mendapat transfusi dua kantung darah, Hb naik menjadi 11 (g/dl), Weda pun diizinkan pulang. Dua hari berikutnya, Weda diajak kontrol ke Poli Anak RS Sanglah. Setelah melakukan kontrol selama empat kali, 7 September 2009 Weda diopname di RS Sanglah. Cairan tulang sumsumnya diambil, hasilnya Weda menderita ALL/kanker darah/leukimia. Weda pun diwajibkan menjalankan kemoterapi selama 112 minggu. Pada bulan pertama sampai bulan ketiga, hampir tiap minggu Weda dikemo. Ada jenis obat yang harus dimasukkan dua hari sekali, satu minggu sekali, dan ada juga yang dosisnya dua minggu sekali. Pada bulan keempat, intervalnya agak jauh, bisa tiap lima minggu
baru dikemo. Samiasih dan suaminya juga tak begitu paham, namun yang jelas dalam protokol kemo yang juga dipegangnya itu sudah tercatat jelas kapan jadwal kemo dan obat apa saja yang diberikan. “Kalau kondisinya bagus, dibolehkan pulang. Biasanya Weda di RS 10 hari habis itu pulang seminggu, kemudian balik lagi ke sini dikemo lagi,” papar Samiasih sembari memperlihatkan protokol kemoterapi putranya itu. Setelah menjalani 112 minggu kemoterapi, Desember 2012, cairan tulang sumsum Weda diambil lagi. Hasilnya kurang dari 1 %, yang disebut dokter “remisi komplit”, artinya Weda sudah bebas kemo, dan diperbolehkan pulang. Weda kembali menjalani aktivitas kesehariannya, sekolah dan bermain.
17 - 23 maret 2014
17 - 23 maret 2014
Saran dokter, jangan terlalu capek dan jangan mengonsumsi snack yang memang sebagian besar mengandung zat-zat yang merusak kesehatan. Tetapi, namanya anak kecil, Weda tetap saja membandel. “Saya suka beli ciki-cikian sama krupuk-krupuk yang berwarna itu,” akunya. Keluar dari RS, Weda tetap harus kontrol tiap bulan. Namun, setelah beberapa kali kontrol, entah karena dipicu faktor makanan atau faktor lain, gejalagejala pucat, lemas, badan panas, terasa semutan dari lutut sampai kaki bawah itu muncul lagi. “Sakit semutannya itu jalan-jalan,” ucapnya seraya menunjuk ke kakinya. Weda pun segera dilarikan ke RS Sanglah. Ia masuk kembali menjalani pengobatan di RS Sanglah mulai 31 Oktober 2013. Bahasa medis, ini disebut relapse (kambuh) kedua. Samiasih mengisahkan, Desember 2013 We d a
sempat ngedrop, Hb dan trombosit rendah, badannya panas sampai 40 derajat tapi menggigil. “Dia sampai muntah darah dari mulut dan hidung. Kebetulan kakaknya juga di sini pas libur sekolah. Bapak, saya, kakaknya semua menangis. Saya takut sekali akan terjadi sesuatu yang buruk. Besoknya dia buang air besar darah,” papar sang ibu. Syukur, semua itu sudah terlewati. Setelah menjalani kemoterapi, Weda dibolehkan pulang 1 Februari 2014. Bulan berikutnya, 4 Maret 2014, Weda kembali lagi ke Sanglah menjalani cek lab, dan hasilnya neutrofil rendah, sehingga tak memungkinkan dimasukkan obat. Weda pun kembali pulang, lima hari berikutnya kembali lagi ke Denpasar. Sebelum menjalani kemo, Weda sempat menginap di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Bali. Selasa (11/3), Weda diperbolehkan pulang. “Mungkin seminggu lagi kami balik ke sini melanjutkan kemo,” ujar sang ibu. Menurut keterangannya, pada relapse kedua ini, Weda juga harus menjalani kemo 112 minggu sesuai protokol pengobatan. Weda yang semangatnya menggebugebu untuk sembuh dan bisa segera pulang mengajak wartawati Tokoh tos dan mengikuti gerakannya. “Received, fight, to be healthy,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. –Inten Indrawati
S U D U T PA N D A N G
19
Orangtua sering Bertengkar Anak Pilih Lesbian “Ini teman saya. Ini pacarnya. Benar, ini pacarnya, perempuan. Ia mengaku kalau lesbian. Saya bingung, setahu saya, waktu sekelas sama dia, dia bukan lesbian. Kok bisa begitu ya?” tanya Ary kepada wartawan tabloid ini sembari menunjukkan foto profil te man di Blackberry Messenger.
K
asus hubungan sesama jenis sebenarnya tak satu-dua terjadi. “Ada kasus, seorang remaja putri sering melihat orangtuanya bertengkar. Dari pengalaman itu ia menyimpulkan, laki-laki dan perempuan suka bertengkar. Akhirnya si remaja putri ini menjalin hubungan dengan perempuan. Usia mereka 10 dan 13 tahun. Kalau sudah begini, siapa yang disalahkan?” tanya dokter Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Lentera Anak Bali. Yang patut digarisbawahi, kata dr. Sri Wahyuni, kita ini sesungguhnya dalam kondisi krisis kebingungan. “Kita berada di era manakah saat ini? Barat atau Timur, tak jelas. Kita harus kembali ke khitah. Hedonisme ini membuat posisi kita tidak jelas. Kita ala Barat? Tidak. Ala Timur? Juga tidak. Lihat saja, ibu-ibu yang varises saja percaya diri pakai celana pendek. Norma yang sekecil itu hilang dari rumah,” kata dr. Sri Wahyuni. Perlu diingat, remaja itu dalam masa hormonal, masa pubertas. “Mereka seperti tidak ada bekal. Orangtua juga tak punya pengetahuan itu. Ibu punya pengetahuan pasang bulu mata palsu tapi tidak punya pengetahuan kesehatan reproduksi. Kami pernah buat Hari Ayah. Ini mengingatkan, pentingnya peran ayah untuk anak laki-laki. Peran ibu, untuk anak perempuan,” urainya. Sejak dari dalam kandungan, perkembangan mental janin
sudah dipengaruhi kondisi psikis ibunya. Bagaimana seorang perempuan yang mentalnya belum siap untuk hamil lalu hamil. Sikap ini akan terpengaruh ke janin. Karena itu, diingatkan agar siap mental untuk memiliki anak. Jika belum siap, lebih baik tunda dulu niat memiliki anak. Jika benar-benar sudah siap, anak merupakan berkah bagi keluarga karena itu keluarga merupakan kekuatan utama bagi anak untuk membentuk karakter dirinya. Sekolah hanya memupuk. “Identitas diri di
Kuatnya pengaruh rekan sebaya juga menjadi tekanan tersen diri bagi remaja. Ada kalanya si anak akan diasingkan jika tidak bisa mengikuti gaya kelompoknya. Agar bisa eksis, tentu apa yang dilakukan kelompok harus diikuti. Contohnya, kalau masih perawan, tak bisa masuk kelompok tertentu.
“Identitas diri dibangun sejak dalam kand ungan. Dalam hal kehamilan tidak diingink an, biasanya muncul penolakan. Si anak bertumbuh kembang dalam kondisi tidak nyaman. Kalau dia diinginkan, pasti berbeda”
bangun sejak dalam kandungan. Dalam hal kehamilan tidak diinginkan, biasanya muncul penolakan. Si anak bertumbuh kembang dalam kondisi tidak nyaman. Kalau dia diinginkan, pasti berbeda,” ujar dr. Sri Wahyuni. Menurutnya, remaja sekarang mengalami krisis identitas, tidak ada role model yang tepat.
“Jangan kaget kalau ada remaja putri patungan mengumpulkan uang untuk menyewa seorang mahasiswa, ada kok yang seperti itu. Bahkan, pernah ada kasus, remaja putri memaksa laki-laki berhubungan seks di sebuah warnet,” katanya. Di samping itu, anak-anak yang menjual diri juga banyak. “Mereka melakukannya hanya untuk having fun. Orangtua baru tahu saat kenaikan kelas karena disuruh memindahkan anaknya. Yang wajib diingat, teman satu kelomp ok biasanya sejenis,” kata dr. Sri Wahyuni. Lalu, dari kalangan mana anak-anak
ini berasal? “Kalangan atas dan bawah, sama porsinya,” tegas dr. Sri Wahyuni. Meski begitu, ia yakin, masih banyak orang yang mempertahankan keperawanannya saat ini. “Edukasi bagi orangtua sangat diperlukan,” imbuhnya. Pengetahuan orangtua dan anak mengenai kesehatan re produksi harus sama. Anak ingin mencoba sesuatu yang dia tidak ketahui. Anak TK/SD main kuda-kudaan, dibiarkan. Pinjam LKS ke teman pukul 24.00, diizinkan. Demi masuk sekolah di Denpasar, anak SMP pun rela dibiarkan kos sendiri. Di bawah 18 tahun, orangtua harus bertanggung jawab penuh. Kalau alasan sibuk, jangan punya anak. Ironisnya, ada orangtua yang tidak bekerja, juga tidak tahu perkembangan anaknya. Anak belajar dari keseharian. Orangtua yang mulai menanamkan nilai-nilai keluarga. They are doing by learning. Kalau orangtua mengenalkan, anak akan meniru. “Orangtua harus mengajarkan malu sejak kecil. Kenapa saya berbeda ya? Dia laki, kamu perempuan. Kamu kayak ibu, kamu kayak bapak. Budaya malu kini hilang,” lanjutnya. TUTUR SEBELUM TIDUR Orangtua juga diharapkan memiliki kepedulian tentang perkembangan anak. Sekarang ini banyak remaja putri yang mengalami menarch (menstruasi pertama kali), bercerita kepada temannya, bukannya kepada ibunya. Ini artinya ada ko-
www.cielsbm.com
munikasi yang terputus antara orangtua dan anak. Dokter Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya menjaga kualitas komunikasi bersama keluarga. “Kita harus mengenal lingkungan anak, siapa teman kelompoknya. Kita tidak harus duduk di sekolah berjam-jam dan yakin hal itu menjamin anak. Bagaimana kita menanamkan nilai-nilai pada anak itu penting,” katanya. Ketika orangtua terpaksa harus menitipkan anak mereka di nenek, tempat penitipan, atau tempat lain, penanaman nilainilai ini harus satu pintu, harus sama. “Nilai-nilai yang dikembangkan keluarga harus disampaikan kepada pengasuh,” kata psikiater yang hobi membaca, makan, dan jalan-jalan ini. Ia menambahkan, kekuatan keluarga merupakan yang utama dalam membentuk karakter anak. Sekolah hanya memberi pupuk. “Persiapkan anak sejak dalam kandungan. Persiapan mental juga sangat menentukan. Anak yang lahir dari ibu yang sudah siap mental akan beda dengan anak yang lahir dari ibu yang belum siap mental untuk melahirkan dan merawat anak,” tegasnya. Sejak kecil anak perlu ditanamkan mengenai bagaimana menjaga diri. Misalnya, membuka pakaian. Jangan sembarangan membuka pakaian. Ingatkan anak, membuka pakaian hanya boleh dilakukan orangtua atau dokter saat diperlukan. Di luar itu, anak-anak harus waspada. Khusus perempuan, diingatkan juga menjaga daerah “segitiga” tubuh (payudara dan vagina). “Tutur sebelum tidur juga mulai dilupakan orangtua. Ini harus dibangkitkan lagi untuk memberi pemahaman kepada anak-anak. Dalam cerita juga dijelaskan tentang ciuman agar anak tidak salah persepsi. Kapan dan di mana orang boleh berciuman. Kesepakatan antara orangtua dan anak tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh juga perlu dibuat. Kalau berbuat baik ada hadiah, kalau melanggar ada hukuman. Aturan yang dibuat tidak otoriter karena ini akan memicu anak mencari atau mencoba di luar rumah. Aturan harus dikomunikasikan secara benar. Harus diingat, tidak semua keinginan anak wajib dipenuhi,” tegas dokter spesialis kejiwaan yang memiliki moto hidup ini indah, hidup ini perjuangan. –Ngurah Budi
20
NINE
Beauty Erawati
Pengawal Perempuan dan Anak NTB Bicara tentang perempuan NTB yang menonjol atas kapasitas pribadinya, tidak lengkap tanpa menyebut Beauty Erawati, Direktur LBH APIK NTB (Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Nusa Tenggara Barat). Perempuan kelahiran 12 November ini adalah sosok yang kekeh mempertahankan prinsip dalam membela hak-hak perempuan dan anak di NTB. Konsistensinya pada prinsip itu tetap ia pegang meski berbagai rintangan dan tantangan terberat sekali pun telah ia lewati.
Beauty Erawati, SH., MHum.
Atas berbagai tantangan dalam membela kaum perempuan dan anak NTB, bahkan sampai kerap mengancam keselamatan ia dan keluarganya itu, Beauty pantas disebut sebagai perempuan gigih. Tidak sedikit pun ia goyah dari prinsipnya itu meski mengalami tekanan yang luar biasa. “Berbagai tantangan dalam mengurus persoalan-persoalan perempuan ‘jangan ditanya’ karena terlalu banyak dan menyakitkan. Bukan saja datang dari para pengambil kebijakan, tetapi juga aparat penegak hukum dan bahkan masyarakat sendiri yang merasa diganggu kenyamanannya. Dan jangan salah, perempuan sendiri juga kadang-kadang menjadi tantangan tersendiri karena waktu itu belum terbukanya perempuan dalam hal menyadari bahwa mereka memiliki hak,” katanya. Tetapi ia sadar benar bahwa saat itu perempuan berada di bawah status nomor dua, baik dari negara maupun rumah tangga dan di masyarakat. Sehingga, apa yang diperjuangkannya juga sempat ditentang perempuan. “Mereka menentang karena ketidaktahuan atau juga ‘terpaksa’. Oleh karena itu pemberdayaan bagi perempuan menjadi sangat penting. Karena setelah berdaya mereka tidak akan mau dipaksa atau bahkan berbalik menjadi bagian dari gerakan prokeadilan dan kesetaraan,” ungkapnya. Ia berprinsip bahwa jika kekerasan terhadap perempuan dan anak masih saja terjadi, hidup ini belum terasa damai. “Damai adalah tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Beauty lewat sebuah email yang dikirimkannya dari New Zealand, tempat ia kini mendampingi suaminya, Michael John Riach. Memang beberapa tahun terakhir ini, Beauty bolak-balik New ZealandLombok, karena memiliki dua tanggung jawab, yakni mendampingi suami dan seorang anaknya Karina Beauty Kartono yang dipanggil Noni, yang sementara ini ikut bersamanya di sana dan mengurus pekerjaannya di LBH APIK NTB serta mengunjungi orangtua dan dua anaknya yang tinggal di Lombok, Bambang Boer Siraj dan Handyas B. Saputra. Sejak 1998, Beauty bersama rekannya sesama aktivis perempuan dan anak di LBH APIK NTB, berjuang merubah paradigma (pandangan) masyarakat tentang keberadaan perempuan. Bahwa, perempuan memiliki hak-hak untuk dilindungi khususnya hak untuk tidak mengalami kekerasan. Beauty pun mengisahkan bahwa LBH APIK NTB berdiri pada saat kasus KDRT terhadap perem-
puan begitu besar di NTB, tetapi tidak nampak secara jelas dan kala itu sangat tabu untuk dibicarakan. “Dibicarakan saja sudah tabu apalagi untuk mencari keadilan rasanya sulit dan tidak mungkin,” ujarnya. Jadi fenomena kekerasan terhadap perempuan saat itu seperti gunung es. Membicarakan kekerasan terhadap perempuan, hal yang tabu dan hanya menjadi konsumsi domestik. Tentu saja ini menjadi tantangan berat baginya dan LBH APIK NTB saat itu dalam membela perempuanperempuan yang mulai berani bersuara atas penderitaannya, khususnya bagi yang berkasus. Mereka harus berhadapan dengan pelaku yang notabene berasal dari “orang-orang kuat”. Banyak kasus yang dilakukan oleh pejabat, pengusaha kaya dan berbagai kekuatan lainnya. Dengan berbagai cara ia dan rekan-rekannya melakukan pendekatan dengan semua pihak termasuk pe-
publik maupun domestik. Dalam peran publik, saya lihat jumlah Wali Kota perempuan di Indonesia. jumlah perempuan di eselon atas, pelaku bisnis, pendidikan, hukum dan lain-lain, sudah meningkat, walaupun belum signifikan,” ujarnya. Begitu pula dengan peran yang lebih penting lagi yakni peran domestik. Karena, di sinilah tempat asal muasal segala bentuk kekerasan dimulai. “Saat ini sudah banyak perempuan dalam rumah tangga mempunyai akses dan kontrol yang sama dengan laki-laki, walaupun harus diakui masih banyak perlakuan budaya dan penafsiran agama yang menyebabkan perempuan menerima “nasibnya” ini, masih menjadi hambatan sampai saat ini, bahkan dengan adanya fundamentalism, hambatan perempuan sangat besar,” imbuhnya. Untuk hal ini, ia masih tetap memilih NTB sebagai tempatnya
merintah, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama hingga ke komunitas masyarakat lainnya, demi melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Secara perlahan-lahan, perjuangan yang kadang mengharuskannya turun ke jalan tersebut membuat masyarakat khususnya di NTB sudah tidak bungkam lagi dan telah menyadari bahwa bicara soal kesetaraan bukan lagi sebagai “dosa”. Meski situasi tersebut telah membaik, ia merasa tidak boleh berhenti sampai di situ melainkan akan terus mengawal agar kekerasan terhadap perempuan tidak akan tumbuh lagi dengan berbagai dalih. “Saya masih tetap berjuang untuk keadilan terhadap perempuan dan anak. Karena saat ini kasus-kasus perdagangan manusia khususnya perempuan dan anak semakin meningkat. Ini harus menjadi agenda serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum karena menyangkut mafia dan uang,” tegasnya serius. Terhadap kiprah perempuan NTB saat ini, ia menaruh harapan untuk kemajuan kaumnya. Menurutnya, ia bangga karena saat ini kondisi perempuan Indonesia, khususnya NTB, sedikit menggembirakan karena peran perempuan telah semakin meningkat. “Ini bisa dilihat dari peran
“berjuang”. Karena baginya NTB banyak memberikannya pelajaran. Ia mengaku belajar banyak tentang kehidupan di NTB. “Anak-anak saya semua lahir dan besar di NTB, saya harus berjuang untuk perempuan dan anak NTB,” katanya. Menurutnya, sebagai daerah yang agamis dan mempunyai budaya yang kuat, berpengaruh kepada kehidupan perempuan. Penafsiran-penafsiran agama dan budaya terhadap kehidupan perempuan sangat berpengaruh. Laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. “Akan
INSPIRASI Agus Darma Yoga Pratama
17 - 23 Maret 2014
17 - 23 Maret 2014
Tak Pakai Jalur Belakang Perhelatan tahunan Pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) sudah berlalu beberapa pekan lalu. Pelaksanaannya dari tahun ke tahun bisa dibilang makin terkonsep dan makin menarik. Semua itu tak terlepas dari kerja keras tim penyelenggara. Salah seorang di antaranya adalah Agus Darma Yoga Pratama, S.S., M.Hum.
P
Beauty Erawati, bersama suami dan anak bungsunya
tetapi peran-peran gender yang diberikan masih kurang adil untuk perempuan dan ini berpengaruh secara politik, yang mengakibatkan produk-produk kebijakan yang tidak sensitif gender. Kemudian formulasi dari permasalahan itulah yang menyebabkan perempuan menjadi korban, TKW, KDRT, trafficking, buruh, dll. Inilah yang membuat tantangan tersendiri bagi saya dan temanteman untuk mengawalnya dengan pendekatan persuasif,” katanya. Di tahun 2014 yang merupakan tahun politik ini, dalam pandangan Beauty, hadirnya perempuan dalam dunia politik kemajuannya masih sangat kecil jika dibandingkan lima tahun lalu. Walau pun partai politik sudah mempunyai regulasi untuk menempatkan perempuan di kepengurusan tetapi bagaimana dengan perannya?Apakah perempuan yang ditempatkan tersebut benar-benar perempuan yang mempunyai taring? Atau dari hasil KKN? Menurutnya, sudah jumlahnya kecil, asal comot pula. “Coba kalau benar-benar partai politik tersebut jujur akan memperbaiki kehidupan masyarakat, pastilah mereka juga jujur memilih siapa yang mampu untuk itu, dan saya kira banyak perempuan yang mampu tetapi tidak dipilih,” ujar Beauty yang mengaku masih ragu dengan Pemilu kali ini. Apakah perjuangan perempuan bisa maksimal dengan menghadapi berbagai tantangan yang double bila dibandingkan dengan laki-laki?
Beauty saat memimpin LBH APIK NTB road show, kunjungan-kunjungan pendekatan ke berbagai pihak dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Foto saat kunjungan ke Wali Kota Mataram
“Bukan hanya perempuan NTB yang akan menghadapi banyak tantangan, tetapi hampir seluruh perempuan di Indonesia. Namun, tentu saja beda dengan perempuan yang sudah punya koneksi yang kuat, dan itu jumlahnya hanya segelintir orang,” ujarnya. Untuk melanjutkan apa yang ia cita-citakan, hidup damai tanpa kekerasan pada perempuan dan anak itu, ia kini pelan-pelan mencari figur baru dan harus banyak belajar tentang LBH APIK NTB, agar organisasi tersebut tetap menjadi organisasi perempuan yang tangguh. Meski begitu, ia akan tetap mengawal LBH APIK NTB, baik di dalam maupun dari luar lembaga. Atas semua yang aktifitasnya itu yang tentu saja banyak menyita waktunya, dengan berkelakar ia mengaku tidak termasuk sebagai “ibu yang tidak baik” bagi anak-anaknya. Cukup lama ia menjadi orangtua tunggal bagi ketiga anaknya, sebelum akhirnya ia menemukan cinta dan kasih sayang Michael yang kini menjadi suaminya. Sebagai single parent ia pun termasuk perempuan yang tabah. Sambil berjuang, ia harus mencari nafkah sendiri yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga pembagian peran dengan ibundanya dalam merawat anak ia atur dengan baik. Ia sangat menghargai sang bunda karena dialah yang sempat merawat anak-anaknya selama ini hingga dua anaknya menjadi sarjana. Sementara si bungsu Noni yang bersekolah di SMA 1 Surabaya gemilang dalam kelas akselerasi sehingga ia hanya dua tahun masa pendidikan SMAnya. Saat ini Noni berada di New Zealand ikut bersamanya memperdalam Bahasa Inggrisnya. “Saya memberikan kebebasan penuh kepada anak-anak saya, sehingga yang sudah lulus kuliah tidak ada yang mau menjadi pegawai negeri, dan saya juga tidak keberatan,” ujarnya. Mereka kini membuka usaha kecil-kecilan untuk belajar menjadi besar. Yang penting, tetap pada jalur hukum dan agama. Sejak kecil, anak-anaknya telah paham tentang UU Perlindungan Anak dan hak-hak perempuan dan anak, atas bimbingannya. -Naniek I. Taufan
5
ria energik 29 tahun yang akrab disapa Agus ini mulai aktif dalam TTD sejak 2005, setelah menyandang gelar Teruna III Denpasar 2005. “Pada lomba-lomba sebelumnya yang pernah saya ikuti hanya sebatas mencari juara. Tetapi, di Teruna Teruni Denpasar banyak hal yang saya bisa saya pelajari,” ungkapnya. Dalam TTD, gelar juara adalah tugas dan tanggung jawab; bagaimana kita bisa menjadi teladan dan contoh bagi generasi muda lain di Kota Denpasar, aktif dalam organisasi, menjalankan program pemerintah kota khususnya di bidang pariwisata dan budaya agar kita tidak terbawa pada arus negatif seperti kenakalan remaja. Agus mengisahkan, saat itu Wali Kota Denpasar AA Ngr. Puspayoga beserta Ibu Bintang sebagai pencetus Pemilihan Teruna Teruni Denpasar dari tahun 2002 memang sangat perhatian terhadap generasi muda yang kreatif, memiliki kemampuan dan keahlian. “Kami tidak hanya diberikan kesempatan menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kota Denpasar, tetapi juga diberikan kesempatan bekerja sebagai pegawai honorer di pemerintahan,” ucapnya. Putra bungsu dari Dr. Ketut Yudha, M.Hum. dan Ni Wayan Yanik ini memulai kariernya sebagai pegawai tahun 2008, sebagai Pramutamu Wali Kota Denpasar. Selanjutnya, menjadi seorang protokol di Kantor Wali Kota Denpasar. “Di sini saya menimba ilmu lagi tentang bagaimana menjadi seorang pewara,” ujarnya. Kesempatan datang lagi dan ditangkapnya, sebagai Ajudan Sekretaris Daerah Kota Denpasar,
sampai akhirnya pernah merasakan menjadi seorang Sekretaris Pribadi Wakil Gubernur Bali. TTD 2005 Sebagai alumni TTD, Agus merasa berkewajiban turut mengawal penyelenggaraan TTD berikutnya. Awalnya, suami Ni Kadek Indah Sanjiwani Dwi, S.E. ini menjalani kegiatan di Teruna Teruni Denpasar dengan konsep ngayah. “Saya menyadari bahwa semuanya sudah diatur Tuhan. Berangkat dari konsep ngayah tersebut, saya mendapatkan banyak hal di luar dugaan, yang membuat orangtua saya bangga atas hal yang sudah bisa saya raih saat itu. Kesempatan dan pengalaman itulah yang ingin saya tularkan pada adik-adik di Teruna Teruni Denpasar,” ujar ayah dua anak, Putu Yoga Putra Cahyadi dan Santhi Paramita Dewi ini. “Jangan pernah mengharapkan hasil dari kerja keras, lakukan saja semuanya dengan baik,” itulah kalimat motivasi Agus untuk dirinya dan untuk adik-adik di TTD. Sampai saat ini Agus masih aktif mengoordinatori Teruna Teruni Denpasar. Selain menjadi juri dalam tiap pemilihan TTD, ia kerap membagi ilmu dan berbagi dengan adik-adik TTD. “Mungkin karena sering bergaul dengan adik-adik TTD, membuat wajah saya masih awet muda,” guraunya. Namun yang jelas, TTD diakuinya telah banyak memberikan warna dalam hidupnya dan membuatnya bisa menjadi seperti saat ini. “Berat rasanya kalau meninggalkan itu semua. Apalagi, tiap tahun saya memiliki 20 teman baru, karena tiap tahun dipilih 10 teruna dan 10 teruni untuk bertugas selama setahun ke
depan,” paparnya. 12 TAHUN TTD Pemilihan Teruna Teruni Denpasar dimulai sejak 2002. Saat itu, pelaksanaannya cukup sederhana dan pesertanya di bawah 100 orang. Diawali dengan tes tulis dan wawancara di hari pertama, kemudian tes kesenian dan keterampilan budaya Bali di hari kedua. Dari sana dijaring 10 pasang finalis Teruna Teruni Denpasar. Mulai tahun 2004, jumlah peserta mulai ada peningkatan, yakni 120 orang dan terus meningkat tiap tahunnya. “Namun, saat itu belum ada karantina di hotel untuk acara pembekalan finalis. Pada Pemilihan Teruna Teruni Denpasar 2006, saya bersama rekan-rekan berusaha mengemasnya dengan lebih menarik dengan diadakannya karantina, menggandeng pihak sponsor yang mau ikut berpartisipasi, dan mengonsepkan grand final dengan beberapa koreografi yang semua kegiatan itu dikemas dan dijalankan oleh para alumni TTD Denpasar sebelumnya. Di sini kita belajar mandiri, bekerja dalam tim, mengenal banyak orang dari pemerintah sampai pihak swasta,” kisahnya. Agus mengatakan, sekarang ini sudah cukup puas dengan penyelenggaraan kegiatan tahunan Kota Denpasar tersebut. Acaranya sudah sangat meningkat dari segi kualitas dan kuantitas pesertanya. “Tahun 2014 ini, pesertanya 140 orang, ada proses karantina di hotel untuk pembekalan, ada field trip bagi finalis, hadiah uang dan vocer yang sudah sangat banyak. Semuanya itu dapat berjalan karena dukungan dan perhatian dari
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ibu Dayu Selly untuk terus melanjutkan program pemilihan Duta Pariwisata Kota Denpasar ini,” ujarnya. Sebagai Teruna III Denpasar A g u s D a r m a Yo g a P r a t a m a 2005, harapannya untuk kegiatan ini cukup sederhana. Tembang Bali ini. Menjadi presenter adalah hoGenerasi muda yang disebutnya sebagai generasi yang memiliki seman- binya. Menjadi seorang dosen adalah gat, penuh dengan ide-ide kreatif, cita-citanya. Dan, menjadi Teruna dan selalu ingin mencoba hal baru, Teruni Denpasar adalah sebuah kesemuanya itu harus dibina dan dia- hormatan baginya. Karena itu pula, ia wasi agar mereka tidak salah memilih memiliki impian semoga nantinya ada jalan. Dalam hal ini organisasi adalah yang mau melanjutkan untuk terus tempat tumbuh kembang yang baik membesarkan TTD. Perjalanan kariernya hingga sepdan media pembelajaran bagi mereka, di samping tentunya keluarga erti sekarang ini ditegaskannya tanpa melalui jalur belakang, semua berjalan dan institusi pendidikan. Anggota Paguyuban Duta Bahasa begitu saja. Bisa menjadi presenter Provinsi Bali ini berharap, pemerintah Bali TV dikarenakan dirinya sempat dapat memberikan perhatian yang menjadi Juara II Presenter Pembawa lebih kepada mereka, memberikan Acara Putra Tahun 2003. Menjadi dukungan dan arahan yang tepat dan pegawai honorer di pemerintahan, tentunya dukungan finansial sehingga dikarenakan diberikan kesempatan ke depannya mereka yang muda bisa oleh Wali Kota saat itu. Hingga berkreativitas dengan kegiatan-keg- menjadi dosen pun, karena usaha iatan yang mereka rancang sebagai dan kerja kerasnya serta dukungan program kerja. “Saya berharap di orangtua. Dengan segudang pengalaman usianya yang ke-12 tahun, 27 Februari 2014 ini, TTD dapat memantap- dan prestasi di antaranya sebagai kan langkahnya, terus berkarya, dan Peraih Penghargaan Pembaca Berita menjadi motor penggerak generasi Pria Terbaik Kategori Televisi Lokal muda saat ini di Kota Denpasar mela- dalam KPID Bali Awards 2013 dan lui program-program yang dijalankan Peringkat IV Lomba Presenter Liputiap tahunnya,” ujarnya. tan 6 SCTV di Surabaya 2013, rupanya Selain itu, ia juga mengharapkan tak lantas memuluskan upayanya program kerja TTD langsung meny- meraih impiannya untuk bekerja entuh masyarakat di Kota Denpasar di pemerintahan sebagai seorang dan menyasar generasi muda. Teruna PNS di protokol. “Saya menyimpan Teruni Denpasar bukan dikenal seba- dengan rapi puluhan prestasi yang gai generasi muda yang berkelas dan saya dapatkan dengan harapan kelak istimewa, tetapi mereka harusnya prestasi tersebut dapat membawa bisa merangkul dari tingkat bawah saya mencapai semua impian saya. yaitu Seka Teruna-teruni di banjar, Namun, pretasi yang saya raih dari desa, kecamatan, sampai di tingkat tingkat kota sampai nasional belum Kota Denpasar, karena itu tujuan bisa menjadi pertimbangan untuk awal dibentuknya pemilihan ini. itu. Kini bagi saya prestasi adalah hasil dari usaha kita, bukan untuk mencari PRESTASI TAK MENJAMIN pekerjaan. Meraih impian adalah perAktivitas tetap Agus saat ini paduan antara kesempatan, usaha, adalah sebagai seorang Dosen Tetap dan takdir Tuhan,” tandasnya. Yayasan di Program Magister S-2 Ia berpesan kepada generasi Linguistik Universitas Warmadewa, muda agar benar-benar memanfaatselain juga mencari tambahan se- kan waktu mudanya untuk melakubagai Dosen Honorer di Jurusan kan hal-hal yang positif dan berguna Bahasa Inggris STIBA Saraswati bagi orang sekitar. Karena, usia muda Denpasar. Saat ini ia mengaku se- tidak akan terulang. “Nikmatilah apa dang masih fokus dengan penelitian- yang menjadi kegiatanmu sehingga nya untuk menuntaskan pendidikan kamu tidak akan merasa terbebani di Program Doktor S-3 Linguistik dan dapat memberikan yang terbaik. Universitas Udayana. “Walaupun Semua kesempatan yang datang jadwal lumayan padat tetapi saya dimanfaatkan dengan baik, biarkan selalu meluangkan waktu untuk hasilnya Tuhan yang menentukan. sesekali menjalankan hobi sebagai Berkarya dengan ikhlas, serahkan presenter Bali TV ataupun pewara. hasilnya kepada Tuhan,” ujarnya. Bahkan, masih sering diundang Agus yang masih dalam suasana sebagai juri dalam Pemilihan Duta berduka sepeninggal ayahnya pekan seperti, Teruna Teruni Denpasar, lalu, berusaha tegar dan bertekad roadshow Teruna Bagus Teruni Jegeg mewujudkan impian sang ayah, SMA/SMK, Kampus, Seka Teruna di segera menamatkan pendidikan Kota Denpasar, Jegeg Bagus BKFK doktornya. “Saya bangga dengan Unud, Health Ambassador FK Unud sosok beliau yang selalu memdan lain-lain,” ungkap Agus yang berikan dukungan dan semangat wajahnya kerap muncul di Bali TV kepada saya. Saya berjanji tidak akan sebagai presenter acara Seputar Bali mengecewakan Bapak,” ucapnya Malam, Giliran Anda, Orti Bali, Lintas dengan mata berkaca-kaca. Mancanegara, Suluh Indonesia, dan –Inten Indrawati
INSPIRASI
4
17 - 23 Maret 2014
MANDALIKA
17 - 23 Maret 2014
21
Harus Berani tak Makan Sejak dulu Desa Pancasari tersohor dengan stroberinya. Karena itu, banyak wisatawan datang ke desa ini untuk menikmati hawa sejuk desa ini serta memetik stroberi. Dari Pasar Pancasari ini, lebih kurang 500 meter dari patung stroberi ke arah barat terdapat sebuah agrowisata stroberi.
N
yoman Mara, petani stroberi asal desa setempat membuka lahan perkebunan stroberinya seluas satu hektare untuk agrowisata stroberi sejak dua tahun lalu. Sejak saat itu, pria kelahiran Buleleng 1969 ini pun berinisiatif mengembangkan pertanian organik. Tak main-main, untuk belajar sistem pertanian organik ini, Nyoman Mara memilih bergabung dalam Komunitas Pengge-
mar Organik. Selama tiga tahun bergabung, bapak lima anak ini mengaku banyak berkunjung ke berbagai kota di Indonesia bahkan antarnegara. “Kami pernah melakukan studi banding ke Lombok, Medan, Thailand, dan
Singapura,” ujarnya. Memang, menurutnya pilihan ke organik ini bukan pilihan gampang. Selain ongkos produksinya mahal, konsumen pun masih enggan membeli produk organik karena mahal. “Karena itu, keseimbangan itu penting, jangan hanya di kalangan petani saja yang diberikan edukasi, konsumen pun perlu disadarkan,” ucapnya. Pilihan organik ini menurutnya tak bisa sendiri. Harus dilakukan satu kawasan. “Coba bayangkan,
saya mantap ke organik, sementara petani lain di sekeliling saya menyemprot menggunakan pestisida. Tapi apakah saya harus kembali ke racun?” ucapnya. Nyoman Mara tak ingin mundur. Apalagi untuk menjadikan
kawasan bebas pestisida atau organik ini perlu waktu 3 s.d. 5 tahun. “Organik itu susah, bahkan harus berani tak makan,” ujar suami Ketut Srini ini. Setelah 10 tahun berlalu, kini petani stroberi mengalami masalah penurunan kualitas bibit. Hal ini salah satu akibat pemakaian pestisida secara berlebihan yang tersimpan dalam udara dan tanah
yang baru bisa netral bertahuntahun kemudian. “Ada langkah cepat namun perlu kerja keras, yakni dengan sistem adopsi tanah. Sistem ini mengambil tanah dari hutan,” ucap Mara. Tanah tersebut kemudian difermentasi dan ditaruh dalam wadah polibag untuk media tanam stroberi. “Hal ini sudah saya lakukan. Namun, jika dilakukan terus menerus upaya ini akan menimbulkan masalah. Meski begitu, tiap masalah pasti akan melahirkan langkah baru,” ucapnya. Saat ini Nyoman Mara te ngah mengembangkan pertanian stroberi dengan sistem rumah lindung. “Saya sudah coba lakukan di lahan seluas 30 are,” tandasnya. Adanya rumah lindung ini menurutnya tanaman stroberi lebih terlindung dari hama penyakit. Apalagi lebih hemat biaya, meski pada awal perlu banyak biaya untuk membangun rumah
Nyoman Mara (kiri) di lahan organiknya
lindung. Namun jika dihitunghitung, tetap lebih irit biaya. “Jika petani lain perlu 60 kali melakukan penyemprotan, saya perlu melakukan tiga kali saja,” ungkapnya. Sebagai pelaku usaha agrowisata, ia merasa harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan pangan. “Karena buah stroberi ini untuk dimakan di tempat, apalagi pengunjung yang datang ke sini sebagian besar anak-anak dan ibu hamil,” ucapnya. Karena itu, Nyoman Mara lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Pilihan hidup menjadi petani sudah dilakukan Nyoman Mara sejak umur 18 tahun. Lulus SMK, ia sempat merantau ke Denpasar untuk mencari pekerjaan. Ia sempat bekerja di perusahaan asuransi namun, Nyoman Mara memutuskan kembali ke desa. “Sejak itu saya memutuskan menjadi petani sayur,” ucapnya. Ia mulai mengembangkan berbagai jenis tanaman sayur seperti asparagus, kentang, dan kol. Pemasarannya cukup gampang, banyak orang datang mengambil. Apalagi, Desa Pancasari terkenal sebagai penyuplai sayur-mayur. Tahun 2001 Nyoman Mara mencoba mengembangkan stroberi di atas lahan seluas satu hektare, dengan harapan agar hidup lebih baik. “Sejak itu saya menjadi distributor stroberi,” ucapnya. Musim berbuah tanaman stroberi ini pada bulan April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus. “Lima bulan ini bisa dibilang top session,” ujarnya. Sementara Januari s.d. Maret, masa produksi paling rendah. Masa panen bisa tiga minggu sekali, sekali panen per hektare mendapat 200 s.d. 300 kg stroberi yang ia distribusikan ke berbagai hotel dan restoran di Bali. Ia bersama petani lain mendapat bimb-
ingan sistem tanam stroberi seperti Sekolah Lapang Pengendalian Hama dari pemerintah. Tahun 2006, petani membuat SOP mengenai sistem pertanian stroberi untuk diterapkan secara nasional. Seperti sistem pembibitan, penanaman, dan pemupukan. “Keseragaman ini untuk menjaga jangan sampai ada kelebihan pemakaian pestisida serta untuk menjaga keamanan pangan,” ucapnya. Usaha menanam stroberi ini tak sia-sia. Stroberi ini sangat cocok ditanam di daratan tinggi seperti Desa Pancasari yang memiliki ketinggian 1.000 s.d. 1.500 meter di atas permukaan laut. Bahkan untuk Bali, Desa Pancasari kawasan yang klimaks untuk menanam stroberi. Selain stroberi, kini Nyoman Mara mencoba mengembangkan berbagai jenis tanaman lain seperti tomat hidroponik, paprika, dan labu mini. “Untuk pengembangan paprika, saya bekerja sama dengan para petani,” ucapnya saat ditemui Tokoh di kebunnya. Sampai saat ini, Nyoman Mara menyandarkan hidup dari hasil pertanian. Baginya bidang pertanian ini sangat bagus apalagi jika didasari oleh hobi dan seni. - Tini Dwi Rahayu
Cidomo Terancam Punah, Tergusur Motor
Transportasi tradisional khas masyarakat NTB yang masih bertahan hingga saat ini adalah cidomo. Kendaraan yang ditarik kuda ini serupa dengan delman atau dokar di kota-kota lain di Indonesia. Hanya saja, penyebutan nama kendaraan ini berbeda-beda, tergantung tempatnya. Jika di Lombok, khususnya Mataram dan Lombok Barat, kendaraan ini dikenal dengan nama cidomo yang merupakan singkatan dari cikar, dokar, mobil.
Y
Cidomo di kawasan wisata Senggigi
ang disebut cikar, adalah alat angkut atau tempat angkut penumpang tanpa atap dan kuda. Sedangkan dokarnya adalah keseluruhan bagian termasuk atap. Sementara itu, sebutan mobil dipakai karena kendaraan ini bergerak dengan tenaga kuda sebagai alat transportasi. “Bergeraknya itulah yang membuat ia disebut mobil,” kata Muhasah, salah seorang tukang pembuat cidomo, di Kampung Tenges-enges, Dasan Tapen, Gerung, Lombok Barat. Mengenai singkatan ini, memang sudah lama akrab di telinga masyarakat Mataram dan Lombok Barat, meski pun tidak ada keterangan pasti bahwa singkatan tersebut memang benar. Yang pasti, jika bertanya mengapa disebut cidomo, maka hampir semua yang ditanya menjawab, cikar, dokar, mobil. Lain Lombok Barat dan Mataram, lain lagi Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima. Sebagian orang Lombok Tengah menyebut kendaraan ini sebagai cikar, meskipun sebagian lagi juga menamainya dengan cidomo. Yang unik, Lombok Timur yang menyebut kendaraan tradisional ini sebagai becak. Beberapa orang Lombok Timur lainnya juga masih menyebut cidomo.
“Sampai Kantor Camat, naik saja becak,” ungkap Ana, mahasiswa asal Lombok Timur. Apakah di Lombok Timur ada becak? Demikian pertanyaan yang kami lontarkan pada Ana suatu waktu. “Yang saya sebut becak tadi, cidomo maksudnya. Orang asli Lombok Timur, menyebut cidomo dengan nama becak,” jelasnya. Lalu, di Pulau Sumbawa orang menyebut kendaraan ini sebagai dokar (Sumbawa) dan benhur (Bima). Orang Sumbawa mengenal kendaraan yang dikendarai kusir ini dengan sebutan dokar. Sebutan ini sejak lama sudah dipakai, bahkan bisa dibilang sejak kendaraan ini menjadi transportasi tradisional masyarakat sumbawa. Meskipun sama-sama berada di Pulau Sumbawa, orang Bima menamai kendaraan tradisional ini dengan sebutan benhur. Kedengarannya seperti bahasa Belanda. Beberapa tahun terakhir, kendaraan tradisional ini, khususunya di Lombok, keberadaannya terus berkurang. Para kusir cidomo mengakui penghasilan mereka jauh dari yang diharapkan. Selain jumlah cidomo yang makin sedikit, lokasilokasi tempat mangkal yang biasanya pun menjadi berkurang. Dulu trans-
portasi ini menjadi salah satu andalan warga Mataram untuk bepergian. Namun setelah semakin mudahnya kredit kendaraan, membuat transportasi tradisional ini terancam hilang. “Biasanya saya naik cidomo untuk tujuan ke mana-mana, tapi karena sejak lima tahun lalu saya dapat kredit sepeda motor, tidak lagi menggunakan cidomo,” ungkap Asri, warga Kekalik, Mataram. Asri yang ketika kuliah saban hari naik cidomo ini, mengaku sekarang sudah tidak lagi membutuhkan cidomo karena dengan sepeda motor ia bisa bepergian ke mana saja bahkan ke tempat yang sangat jauh untuk ukuran bisa ditempuh cidomo. Tentu hal yang sama juga dilakukan warga lainnya. Hal inilah yang membuat cidomo terancam punah. Jika dulu cidomo dapat ditemui di tiap perempatan di Kota Mataram, kini bisa dipastikan cidomo hanya dapat ditemui di lokasi-lokasi tertentu khususnya di pasar-pasar tradisional, seperti di Pasar Kebon Roek, Pasar Ampenan, Pasar Pagesangan, Pasar Cakranegara dan lainnya. Beberapa kusir cidomo kehilangan banyak penghasilan karenanya. “Dulu cari uang dengan menjadi kusir cidomo, bisa menafkahi keluarga saya. Tapi seka-
Cidomo masih jadi pilihan
rang hal itu tak mungkin lagi, bahkan seharian bisa sama sekali tidak dapat penumpang,” ujar Agus, kusir cidomo yang kesehariannya mangkal di Pasar Kebon Roek Mataram. Menurutnya, hal sama juga dirasakan kusir cidomo lainnya. Biaya perawatan cidomo dan biaya makan kuda yang terbilang besar, kadangkala bisa menghabiskan hasil menarik cidomo seharian. Alasan mereka mengapa masih bertahan, tentu saja karena profesi sebagai kusir telah mereka lakoni bahkan sejak remaja. Ditambah lagi masih memiliki kuda dan peralatan lengkap cidomo. “Jika saya tidak narik cidomo, mau diapakan cidomo ini,” ungkap Saleh, kusir yang mangkal di Pasar Ampenan. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan selain meneruskan bekerja. Kenangan akan cidomo yang jumlahnya terus berkurang, pernah menghiasi album grup musik yang ada di Mataram, bernama Jalan
Harmoni. Lagu berjudul Ampenan ciptaan Imtihan Taufan yang dinyanyikan Jalan Harmoni, yang menceritakan tentang kota tua Ampenan lengkap dengan cidomo sebagai alat transportasinya itu, pernah ramai mengudara di radio-radio di Mataram. Betapa cidomo memiliki arti tersendiri bagi warga Mataram. Gempuran kendaraan seperti sepeda motor dengan kredit murah membuat hampir semua orang bisa memiliki sepeda motor. Apalagi tukang-tukang ojek mangkal di tiap perempatan. Hal inilah yang kemudian menggusur transportasi massal seperti cidomo dan bemo kota, yang jumlahnya terus berkurang. Para kusir cidomo hanya mampu bertahan di seputar pasar tradisional karena para pedagang di pasarlah yang masih banyak membutuhkan jasa mereka untuk mengangkut sayur-sayuran atau pun dagangan lainnya. Tidak banyak lagi cidomo yang mangkal di sekolah-sekolah atau pun kampus-kampus seperti dulu. “Anak sekolahan dan mahasiswa sekarang hampir seluruhnya memiliki kendaraan sendiri terutama sepeda motor atau diantar-jemput,” kata Hambali kusir cidomo lainnya. Namun, ada satu tempat mangkal cidomo yang tergolong bernasib baik, yakni di kawasan Senggigi Lombok Barat. Aktivitas cidomo di sana dipakai untuk mengantar tamutamu/wisatawan yang berkeliling di seputar Pantai Senggigi. Ia berbiaya mahal, namun biaya perawatan dan asesorisnya pun tergolong mahal. Beberapa kusir cidomo berharap agar transportasi ini tidak punah, karena akan punah pula mata pencaharian mereka. Cidomo, riwayatmu dulu dan sekarang jauh berbeda. -Naniek I. Taufan.
W H AT ’ S U P
22
Perjuangkan Bali
Pelepas Dahaga Kerinduan Tari Menyalurkan hobi bersama orang-orang yang memiliki kegemaran sama tentu sangat mengasyikkan. Selain menambah ilmu, mereka bisa memperluas jaring an. Saling berbagi dan bertukar pengalaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah komunitas. Hal ini juga dialami para anggota Komunitas Bali Menari (Dancing Bali).
Salah satu adegan dalam tarian Sanghyang Jaran saat hunting bersama dengan anggota Bali Menari di Bona Gianyar.
S
aat hening, bait demi bait kidung geguritan mengalir deras dari atas helai daun lontar. Setia mengurai tuntunan hidup. Demikian lelaku Sang Rakawi (Pujangga) Dewa Agung Istri Kanya, pujangga agung dari Puri Agung Semarapura, Bali. Namun, Sang Rakawi yang halus budi bahasanya itu berubah sontak bisa menjelma jadi Wakcura Singakerthi nan beringas tatkala mar� tabat bangsa tercinta tercabik-cabik oleh kompeni Belanda. Tak ada pilihan lain, Perang Kusamba pun harus dite� riakkan dengan lantang. Dan, Srikandi pilih tanding itu pun meneguhkan sikap belapati satyeng negara, tampil di garda terdepan untuk menumpas belenggu penjajahan. Kisah heroisme Dewa Agung Istri Kanya itulah yang menginspirasi Dewa Nyoman Putra Ariantha mentransfor� masikannya ke dalam gerak tari “Kanya Rakawi”. Tarian yang mengabadikan jejak sejarah leluhur manusia Bali ini makin rancak dengan alunan gamelan kekebyaran yang ditata sangat artistik oleh I Ketut Budiana. Tarian ini didoku� mentasikan dengan apik pula oleh Ian Sumatika. Tak hanya tari “Kanya Rakawi” yang d i � abadikan oleh Ian. Ia memiliki ra� tusan koleksi foto tentang tarian yang su� dah diunggah di facebook Bali Menari. Ta k m e � lulu soal tar� ian, sang penari pun dideskripsikan dengan detail. Hal ini terlihat dari foto para penari legendaris Bali yang tampil di arena Pesta Ke senian Bali (PKB)
XXXII ta� hun 2010. Kendati usia sudah menapak senja, tujuh penari yang tergabung dalam komunitas
“Pregina Mas” dan kiprah berkesenian� nya sudah menjelajah berbagai belahan dunia ini tak pernah surut mengabdikan diri demi kejayaan seni tari Bali. Ibarat emas murni, penari-penari kharismatik Bali itu tetap berkilau memancarkan pesona yang menerangi jagat seni per� tunjukan Bali. Mereka adalah motivator yang tak pernah lelah menebarkan semangat bagi generasi muda Bali untuk menjaga dan menumbuhkembangkan bunga-bunga seni pengharum Bali. Pesona yang tak kalah memukaunya juga ditebarkan oleh para seniman tari lanjut usia pada arena PKB XXXIII tahun 2011. Para legenda hidup seni tari Bali bersinergi dalam pagelaran spektakuler bertajuk “Tetamian I Nyoman Kaler”. Secara khusus, mereka menarikan tari-tari kekebyaran ciptaan maestro I Nyoman Kaler (almarhum) sebagai wujud penghargaan kepada seniman besar Bali itu yang merupa� kan guru mereka. Menarilah terus wahai Pahlawan Seniku! Warnailah Bali ini dengan ge� mulai gerak tarimu hing� ga usia menuntaskan pengabdianmu! Dari kumpulan foto dan kumpulan fotografer ini lahirlah komunitas Bali Menari. Komunitas pecinta fotografi yang memokuskan pada foto seni
3
Ra t aya B. Ke nt janawat hy
“Bali Menari”
tari ini berdiri 18 Juni 2010. Komunitas ini muncul dari banyaknya fotografer khususnya yang sangat tertarik dengan kesenian Bali. Dari situ, timbul ide un� tuk membuat suatu wadah komunitas untuk menampung karya foto para fotografer. Di komunitas Bali Menari ini ada beberapa kategori foto yang bisa dimasukkan ke dalam album foto, di antaranya Archipelago Dance, Balih-balihan Dance, Bebali Dance, Contemporary Dance, Dance in BW, Dance in Potrait dan Wali Dance. Adanya katagori album yang sudah disediakan di komunitas Bali Menari ini bisa memudahkan para fotografer maupun masyarakat luas tahu foto-foto yang merupakan Tari Wali, Bebali, Balihbalihan dan lainnya. Bali Menari merupakan wadah bagi fotografer untuk menampilkan karyakarya fotografi dengan objek tarian khususnya tarian Bali. Namun, para fotografer juga tetap diperkenankan untuk menampilkan foto-foto tarian di luar Bali. Komunitas ini nantinya bisa menjadi pelepas dahaga bagi masyarakat luas yang rindu tarian. Di samping para fotografer itu sendiri ini merupakan suatu ajang saling mengetahui dan seba� gai ajang sharing, berbagi info kegiatan yang menarik untuk diabadikan. “Mudah-mudahan melalui komuni� tas Bali Menari ini bisa membangkitkan kecintaan kita pada seni budaya yang adi luhung lewat jepretan kamera. Hasil karya ini bisa diwariskan kepada anak cucu nantinya sehingga kebudayaan khususnya Bali tidak sampai punah dan selalu bisa kita lestarikan,” ujar Wayan Sukaadnyana, Ketua Komunitas Bali Menari. Syarat menjadi anggota di Komuni� tas Bali Menari ini tidak sulit. Masyarakat yang tidak mempunyai skill dalam bidang fotografi juga bisa menjadi anggota karena
S E L E B R I TA S
17 - 23 maret 2014
17 - 23 maret 2014
Sebagian karya fotografi yang ditampilkan pada pameran “Bali Menari 2013” di Resto d’Tunjung, Renon, Denpasar.
Salah satu kiprah perempuan satu ini adalah sebagai Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) periode 2011-2016. Namun, bicara soal pengabdian, sebagai perempuan Bali ia tidak ingin hanya sampai di sini. Ia bertekad lebih lagi memperjuangkan masyarakat Bali melalui jalur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI. “Kalau bukan orang Bali siapa lagi yang akan memperjuangkannya?” katanya. Lantas, siapa sebenarnya sosok perempuan satu ini?
P
mereka cinta kebudayaan. Bagi yang sudah mempunyai skill di bidang fotografi yang meliputi keindahan gerak tari Wali, Bebali, Balih-balihan dan kontemporer, bisa menampilkan karya seninya. Di usianya yang ketiga ini, be� berapa kegiatan sudah dilakukan oleh komunitas Bali Menari. “Tahun 2012 kami bekerja sama dengan Denpasar Photografer Club (DPC) menggelar pameran yang pertama di Sanur Village Festival. Tahun 2013 kami men� gadakan pa� meran foto yang ber� t e � ma�
kan “In� dah� nya Tari Bali”. Pameran kedua ini diikuti oleh
26 fotografer yang tergabung dalam anggota Bali Menari,” imbuh Suka seraya mengatakan pameran dilaksana� kan di Resto d’Tunjung Denpasar. Pameran foto yang berlangsung selama sebulan itu (10 November – 12 Desember 2013) itu diikuti fotografer Bali yang sudah biasa menjelajah event dan pertunjukan seni di Bali. Wali Kota Denpasar I.B Rai Dhar� mawijaya Mantra pun ikut memamer� kan foto berjudul “Putri Denpasar”. Pameran ini juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-3 komunitas Bali Menari. Di samping menggelar pameran foto, komunitas ini juga sudah per� nah mengadakan hunting bersama yang diikuti oleh anggota Bali Menari. Tema hunting bersama yang sudah dilaksanakan mengambil objek “Tar� ian Sanghyang Jaran” yang berlokasi di Bona, Gianyar. “Dengan adanya komunitas Bali Menari ini semoga di masa-masa yang akan datang lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan positif yang bisa kami lakukan bagi Bali khususnya untuk melestarikan budaya Bali yang penuh dengan kesakralan jangan sampai punah. Bagi fotografer di seluruh nu� santara bisa menjadikan komunitas ini sebagai ajang untuk berbagi informasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Suka. Menurutnya, anggota Bali Menari sangat terkesan dengan apa yang sudah mereka lakukan selama ini. Mereka menjadi memiliki banyak pengetahuan atau wawasan tentang tari-tarian yang ada di Bali. Bali Menari juga punya citacita mengadakan pameran setiap Pesta Kesenian Bali. –Ngurah Budi.
emilik nama lengkap Ir. Ratu Agung Ayu Agung Bayu Kent� janawathy yang sering ditulis singkat Ir. Rataya B. Kent� janawathy ini, adalah putri asli Bali, kelahiran 20 Oktober 1952 dari pasutri Brigjen (Purn.) TNI AD, Drs. Ratu Agung Ngurah Agung (Ranga) Bonjoran Bayupathy Arya Kresna Kepakisan (alm.) dengan Ratu Agung Ayu Puspawathy, dari Banjar Seng� guan, Gianyar, Bali. Selain lahir sebagai anak pejuang Bali, insinyur �������������������������������� elektro lulusan Univer� sitas Trisakti Jakarta ini, telah pula mencatatkan tonggak sejarah dalam perjalanannya selama dua periode sebagai Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), bukan hanya dari segi program dengan banyakn ya terobosan-terobosan pemberdayaan perempuan dan per� lindungan anak, juga ketika organisasi ini tercatat sebagai anggota ke-80 di Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada April 2007. Sementara sang suami yang juga putra Bali, yakni seorang tokoh militer nasional, Mayjen TNI Purnawirawan TNI AD Sang Nyoman Suwisma, kelahiran 10 Mei 1949 di Desa Tamanbali, Bangli, Bali, dari pasutri Sang Made Pegeg, juga seorang veteran pejuang ke� merdekaan RI den� gan Ni Nengah Menter (alm.). Ia adalah Dirut MNC TV, Komisaris Global TV, dan Komisa� ris PT Ga� jah Tunggal (GT Group, Jakarta). Di samping itu, Sang Nyoman Suwisma juga aktif melakukan pembinaan umat Hindu di setiap tempat tugasnya dan senantiasa dipo� sisikan sebagai ses� epuh umat Hindu. Kini Suwisma ter� catat sebagai Ketua Umum Parisada Hin� du Dharma Indonesia (PHDI) Pusat. Selama ini pula Ra t a y a Ke n t j a n a � w a t h y, b e r j u a n g untuk kepentingan bangsa dan negara dalam mendampingi sang suami, Mayjen TNI Purnawirawan TNI AD Sang Nyoman Suwisma di luar Bali. Di antaranya selama 20 tahun di Pasukan Ko� mando Pasukan Khusus (Kopassus), di Korem
Bonjoran Bayupathy (alm)
Garuda Hitam Lampung, Secapa Bandung, Divisi I Kostrad, Mabes TNI AD dan terakhir sebagai anggota DPR RI. Selanjutnya Ibu dari Kapten (Inf.) Sang Ngurah Wikrama Witapathy, S.Kom., Kasie Intel Grup I Kopassus, Lettu (Czi.) Sang Ngurah Wiranggana Adityapathy, S.T., Komandan Peleton Kompi Jihandak Garuda XX Misi Perdamaian PBB di Kongo, dan Iptu (Pol.) Sang Ngurah Wirata� ma Satriapathy, Kanit 3 Subden II Detasemen C Resimen I Gegana Ko r p B r i � mob Polri ini, yang juga aktif di berba� gai organ� isasi lainnya, baik sebagai ketua atau pengurus bi� dang tertentu ini, kembali ke Bali dan berjuang demi Bali di tingkat nasional, demi masa depan Bali yang lebih baik. Demikian pula dengan sang ayah, seorang tokoh veteran, mantan Ketua L egi u n Vetera n Provinsi Bali, Drs. Ratu Agung Ngurah Agung (Ranga) Bon� joran Bayupathy Arya Kresna Kepakisan (alm.), yang memiliki rekam jejak perjuangan di Bali ini, telah pula mengalirkan semangat juangnya kepada sang pu� tri, Rataya Kentjanawathy. Riwayat perjuangan sang
ayah, Bonjoran Bayupathy memang tidak banyak diulas dalam lembaran sejarah nasional Indonesia. Namun, Bonjoran Bayupathy, kelahiran Banjar Sengguan, Gianyar pada 10 November 1926 ini, melewati masa remajanya dengan penuh pergolakan batin. Betapa tidak, Bonjoran menyaksi� kan penderitaan rakyat di mana-mana. penjajah Belanda memeras keringat rakyat. Begitu juga Jepang datang memberi janji kosong. Bonjoran Bayupathy sadar, untuk menjawab persoalan tersebut harus ditempuh dengan jalan pencerahan melalui pen� didikan yang baik. Maka, ketika sekolah di Taman Dewasa, Bonjoran Bayupathy pun mulai aktif melakukan berbagai gera� kan bersama pemuda pejuang untuk memperkokoh persatuan menuju In� donesia merdeka. Ia memilih berjuang total, seluruh waktunya dicurahkan sepenuhnya untuk perjuangan mem� pertahankan kemerdekaan RI yang telah diproklamirkan oleh SoekarnoHatta di Jakarta, 17 Agustus 1945. Bonjoran Bayupathy bersama pe� muda pejuang akhirnya menyepakati membuat sebuah gerakan. Pertama, mereka menyebarluaskan berita ke� merdekaan ke daerah bagian timur Pu� lau Bali. Kedua, melakukan penurunan bendera Jepang diganti dengan ben dera merah putih di daerah tersebut.
Mayjen TNI Purnawirawan TNI AD Sang Nyoman Suwisma dan Ir. Ratu Agung Ayu Agung Bayu Kentjanawathy
Di tengah masa pendidikan itulah, ketika berpangkat Sersan Taruna di Akmil, Bonjoran Bayupathy dipanggil oleh I Gusti Ngurah Rai, pemimpin perjuangan Bali, untuk sama-sama berjuang di Bali. Dalam perjuangan selanjutnya, Bonjoran Bayupathy terus mengikuti Pasukan Induk I Gusti Ngurah Rai dalam rangka Long March Gunung Agung yang meru� pakan bagian dari strategi pasukan I Gusti Ngurah Rai untuk mengecoh serdadu NICA. Karier kemiliteran Bonjoran Bayupathy terus menanjak; Letda tahun 1948, Lettu tahun 1950, Kapten tahun 1956, Mayor tahun 1960, Let� nan Kolonel tahun 1964, Kolonel ta� hun 1966, dan Brigadir Jendral tahun 1971. Karenanya, jadilah Bonjoran Bayupathy orang Bali pertama yang mendapatkan pangkat jendral TNI. Tak berlebihan kiranya ia diberi julu�
hun 1961 penumpasan PRRI/Permesta di Padang. Tahun 1965 penumpasan G30S/PKI di Jakarta. Serta, terakhir, tergabung dalam Operasi Dwikora di Kalimantan Barat tahun 1966. Begitu juga semangat Bonjoran Bayupathy dalam menuntut ilmu tak pernah padam. Selain mengikuti ber� bagai pendidikan dan pelatihan kemi� literan, Bonjoran Bayupathy pun terus menempuh pendidikan umum. Tahun 1954 ia menyelesaikan pendidikan Ta� man Siswa di Yogyakarta. Tahun 1974 Bonjoran Bayupathy menyelesaikan kuliah di Fakultas Sosial Politik (Sospol) Universitas Jayabaya. Tahun 1997 me� nyandang gelar Magister Manajemen (MM). Sedangkan pada tahun 2000 ia berhasil menyandang gelar Doktor. Setelah pensiun dengan pangkat terakhir Brigjen tahun 1971, Bonjoran Bayupathy mengisi masa tuanya de ngan cara mengabdi di Markas Daerah
Rataya B. Kentjanawathy dan keluarga
Dan, ketiga, mengambil alih kekuasa an Jepang, di daerah Gianyar dan Klungkung, yang awalnya ditentang oleh Raja, namun setelah didesak oleh pemuda pejuang akhirnya Raja Gianyar dan Klungkung bersedia. Pada tahun 1945-1948 Bonjoran Bayupathy pun menempuh pendidikan di Akademi Militer Jogjakarta, satu ang� katan dengan pemuda pejuang lainnya, seperti Soesilo Soedarman (mantan Menteri Parpostel RI) dan Soebroto (mantan Menteri Pertambangan dan Energi RI), Letjen Wiyogo Atmodar� minto (mantan Gubernur DKI Jaya).
kan “Bintang Pratama Dewata”. Berbagai perjuangan bersenjata dan operasi militer pun telah dijalani oleh ayah Rataya Kentjanawathy ini. Pada tahun 1945-1947, ia bergabung bersama pasukan gerilya di Bali. Tahun 1947-1948 terlibat dalam perang kemerdekaan I. Tahun 1948 bergabung dalam penumpasan pem� berontak PKI Madiun. Tahun 1949 penumpasan DI/TII Karto Soewiryo. Tahun 1952-1954 bergabung dalam penumpasan DI Kahar Mudjakardi Pare-pare Sulawesi Selatan. Tahun 1953 penumpasan RMS di Maluku. Ta�
Legiun Veteran Republik Indonesia (MADA LVRI) Bali. Hingga usia senja, Bonjoran Bayup� athy terus mengikuti perkembangan bangsa terutama menyikapi berbagai persoalan kebangsaan. Puncaknya adalah ketika bergulirnya gerakan re� formasi, tahun 1998, Legiun Veteran Bali mengeluarkan sikap mendukung gerakan mahasiswa dalam gerakan re� formasi. Selain pada masalah-masalah kebangsaan, ia pun memberi perhatian pada dunia olahraga. Ia berperan besar dalam pengembangan olahraga karate dan silat di Bali. –Sri Ardhini
EKSPRESSO
2
17 - 23 Maret 2014
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh
Contoh Nyata Ada sebuah ironi dalam kel uarga; jika si anak mendapatkan penghargaan (dalam bentuk apa pun, seperti nilai bagus, juara perlombaan), orangtua akan berkata, “Ini baru anak papa” atau “Ini baru anak mama.” Hal sebaliknya terjadi, kalau si anak mendapat nilai buruk atau dini lai berperilaku buruk di seko lah, orangtua berlomba “tak mengakui” anaknya. “Kamu itu anak siapa sih? Kayaknya ma mamu nggak begitu deh. Papa juga nggak juga. Nurun siapa kamu itu? Dasar bodoh. Gitu aja nggak bisa. Anak nggak tahu diuntung.” Panjang sekali. Anak dituntut membang gakan orangtuanya, menjaga nama baik orangtuanya, men jaga nama baik
O
M G
keluarga. Syukurlah kalau anak kita baik-baik saja. Jika tidak? Beragam kasus menimpa remaja kita. Trek-trekan, hamil di luar nikah, pesta seks, pesta miras, jadi anggota geng. Ka lau remaja sudah mengalami berbagai kasus itu, satu per tanyaan penting, “Ke mana saja orangtua selama ini?” Sak ing sibuknya hingga tak tahu perkembangan anak mereka? Kalau sibuk menjadi alasan tak mampu mengurus anak, tepat kiranya kita tak perlu punya anak. Punya anak memiliki konsekuensi tersendiri. Dan, tanggung jawab orangtua tak hanya sebatas memberi materi tapi mengabaikan kebutuhan psikis mereka. Komunikasi terbuka dan intensif men jadi mutlak di
Disangka Teroris
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Itu artinya waktu kerja telah berakhir. Semua karyawan mulai mempersiapkan diri untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Be gitu juga dengan saya. Saat saya sedang mengeluarkan motor dari tempat parkir kantor, seseorang memanggil. “Zal, tunggu sebentar.” Rupanya itu adalah Pak Tude, rekan kerja paman saya. “Iya, ada apa, Pak?” “Begini, Bapak ada sedikit oleholeh untuk pamanmu, tapi tidak sempat mampir ke rumahnya. Bisa minta tolong kamu mengantarkan nya ke sana?” ujar Pak Tude sambil menyodorkan sekotak besar kue donat. “Oh iya, Pak. Bisa. Nggak masalah,” jawabku. Rumah paman saya memang searah dengan per jalanan pulang saya. Saya mengambil kotak tersebut dan meletakkannya di depan sadel motor, agar tidak terjatuh saya menjepitnya dengan kedua paha saya saat berkendara. Tiba di persimpangan jalan, lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Saya menghentikan laju kendaraan demi keselamatan. Beberapa teman sekantor saya juga berhenti di persimpangan tersebut. Lampu lalu lintas di persimpang an ini memang terkenal cukup lama, ini karena ada lima jalur kendaraan yang melewati persimpangan ini.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Sambil menunggu lampu berwarna hijau, saya memperhatikan seorang petugas polisi lalu lintas yang sedang bertugas. Dia berdiri di pinggir jalan mengawasi setiap kendaraan yang berlalu-lalang. Tiba-tiba polisi tersebut juga melihatku. Saya segera mengalihkan penglihatan saya. Agar tidak salah tingkah, saya mencoba membe tulkan posisi kotak donat di motor saya. Saya membuka kotak tersebut untuk memeriksa apakah kue-kue donat di dalam tidak rusak. Setelah yakin donatnya masih tersusun rapi, saya menutup kotak itu kembali. Saya mencoba melirik ke arah polisi itu lagi. Oh my God ternyata dia masih memperhatikan saya. Saya segera mengubah pan dangan saya ke arah lain. Perlahan polisi itu mulai ber jalan mendekati saya. Ya Tuhan apakah saya telah melanggar lalu lintas. Helm ada, kelengkapan mo tor sepertinya tidak bermasalah, mudah-mudahan saya tidak lupa membawa SIM dan STNK. Polisi itu sudah berdiri di sam
GORO-GORO
PENSIUN @mingguantokoh
lakukan. Keterbatasan waktu seharusnya menjadi satu alasan besar mengapa keluarga wajib memanfaatkan kebersamaan tanpa diganggu oleh hal lain. Singkirkan gadget dan menjauh dari televisi ketika bersama keluarga menjadi salah satu cara agar komunikasi bisa terjalin tanpa gangguan. Selain itu, orangtua haruslah bisa memberikan contoh nyata bagi anak-anak mereka. Jika anak tak boleh minum minu man keras, orangtua harus melakukannya juga. Ketika anak dilarang merokok, orangtua juga tak boleh merokok. Ka lau anak tak boleh melakukan seks bebas, orangtua jangan berselingkuh. Anak sejatinya hanya meniru apa yang dilihat dari lingkungan terdekatnya. Siapa? Yang pertama tentu saja orangtuanya. Kalau orangtuanya berhasil menanamkan nilai-nilai kehidupan dan menjadi contoh secara benar, anak hampir bisa dipastikan berperilaku sama. Jika anak harus menjaga nama baik keluarga, bukankah orang tua wajib melakukannya juga?
ping saya. “Apa ini?” tanyanya sambil menunjuk kotak donat di motor saya. “Donat, Pak,” jawab saya gugup karena beberapa pengendara lain mulai memperhatikan kami. “Buka!” perintahnya penuh wibawa. Sepertinya dia tidak per caya dengan jawaban saya. Saya mulai mengerti, rupanya dia curiga dengan isi kotak yang saya bawa ini. Terpaksa saya membuka kotak itu untuk menunjukkan isinya kepadanya. Setelah merasa puas dan yakin bahwa isi kotak itu adalah donat, polisi tersebut kembali ke posisi berpatrolinya tadi. Sebenarnya saya tidak menya lahkan tindakan polisi tersebut. Malah saya salut dengan kewas padaannya, mengingat begitu banyaknya tindak kejahatan tero risme di negara kita. Tapi betapa malunya saya, karena telah di sangka seorang penjahat oleh para pengguna jalan di persimpangan itu terutama teman-teman kan tor saya. Tidak terbayangkan bagaimana mereka akan mener tawakan saya di kantor. Afrizal, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Sobat kental Amat, Pak Ktut Mancrut, bertamu. Amat terkejut. Mereka berdua pelukan mesra dan bersala Putu Wijaya man, penuh kangen. Sudah lama sekali mereka berpisah. Hampir 35 tahun yang lalu. Ktut lari ke Jakarta karena tidak cocok dengan kelu arga, yang dianggapnya terlalu fanatik. “Saya mau pensiun, Bli!” “O, kapan?” “Tahun depan.” “Terus apa rencana Tut? “Pulang. Menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.” Amat tercengang. “Pulang?” “Ya! Kenapa, Bli?” “Bukannya Ktut dulu pergi karena ada konflik dengan keluarga? Atau apa mereka sudah tidak fanatik lagi? Atau Ktut yang sekarang berubah?” Ktut tersenyum. “Semua tidak, Bli. Walaupun waktu sudah puluhan tahun berlalu, semuanya masih seperti kemarin. Tidak ada yang berubah!” “Oh, begitu? Bagaimana nanti kalau ada konflik?” Ktut tertawa. “Tidak apa! Konflik kan sesuatu yang wajar. Itu dinamika kehidupan. Tidak usah dihindari. Konflik bahkan sering mendatangkan pahala. Karena kita jadi berpikir mencari solusi! Ya tidak?” Amat mengangguk kagum. “Kalau begitu memang Pak Ktut sendiri yang sudah berubah,” kata Bu Amat ketika Amat melaporkan pertemuan itu pada istrinya. “Ya, memang dia yang berubah. Tapi rasa-rasanya bukan perubahan yang mendekatkan dia pada keluarganya, tapi menjauhkan.” “Menjauhkan bagaimana?” “Cara berpikirnya sangat kota. Mana ada kita di sini yang suka konflik. Itu gaya hidup orang kota yang sedikit-sedikit gontok-gontokan. Itu memang budaya kota, karena kemudian mereka cepat dan gampang berbaikan kembali. Lain dengan kita di sini. Kita selalu menghindari konflik dengan berbagai cara. Kita menjauhi pertentangan sebab kalau sampai terjadi konflik, bisa musuhan seumur hidup. Orang bersaudara pun bisa bunuh-bunuhan kalau ada konflik. Betul tidak, Bu?” Bu Amat mengangguk. “Apa lagi yang diceritakan Pak Ktut sampai jauh malam begini?” “Dia minta tolong dicarikan rumah, yang letaknya di kota, tapi masih asri, ancer-ancernya asal tidak lewat satu miliar.” Bu Amat terpesona. “Kalau begitu dia kaya-raya!” Amat tersenyum. “Itui juga yang membuktikan dia sudah berubah dia bukan Ktut yang kita kenal. Dia orang kota yang menganggap kita orang udik yang gampang dibohongi. Kalau betul dia bisa beli rumah satu miliar, kenapa datang pakai ojek? Kaus kakinya juga bolong!” Bu Amat tertawa, lalu menambahkan. “Dan waktu makan, rakus sekali, seperti sebulan belum makan!” Amat tertawa. Ia lalu menyimpulkan Ktut tidak bisa dipercaya. Karenanya, omongannya boleh dianggap angin lalu. Tetapi tiga bulan kemudian Ktut datang lagi. Tidak naik ojek lagi tapi pakai taksi. “Bagaimana, Bli, sudah dapat?” Amat bingung. “Dapat apa?” “Lho, rumahya! Saya sudah pensiun dipercepat. Rumah sudah dijual. Saya mau cepat pindah sekarang! Dapat?” Amat bingung. Akhirnya ia minta maaf. “Maaf Ktut, Bli kira tak jadi.” “Tak jadi bagaimana. Kalau tidak jadi kan saya telepon Bli! “Ya, betul.” “Dapat tidak?” “Aduh, maaf, Bli lupa mencarikan.” Ktut kaget. “Lupa? Jadi belum dapat?” “Ya belum. Kebetulan juga Bli repot terus ada kerja adat sambung menyambung.” “Kenapa tidak nelepon, kan saya bisa mencari sendiri sekarang jadi kacau semuanya!” “Kalau begitu besok Bli carikan!” Ktut tampak kecewa dan marah. Ia berdiri mau pergi. Sambil berkata ketus, “Ternyata, orang daerah memang lamban, alon-alon asal klakon. Saya bisa frustasi menghabiskan masa prensiun di sini. Tidak usah carikan saya rumah! Saya tidak jadi pindah!”
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
17 - 23 Maret 2014
Seminar Internasional IKIP PGRI Bali
23
Pendidik Mampu Menilai dengan Baik
S
eorang pendidik hendaknya mengerti fungsinya. De mikian disampaikan His Hollines Atmanivedana Svami Maharaja, Education of Character Building, London dalam International Seminar “The Secret of Character Build ing”: Implementation of Education to Improve the Character and Personal Competence as Educators and Learners yang digelar IKIP PGRI Bali bekerjasama dengan Yayasan Institut Bhaktivedanta Indonesia, Sabtu (15/3) di Mutiara Ball room Hotel Nikki Denpasar. Ia mengingatkan peran pendidik adalah menyampaikan dan menyebar kan pengetahuan. Ada tanggung jawab besar yang mengiringi ketika mengam bil tugas pendidik. “Ada sembilan sifat yang harus dimiliki seorang pendidik, yakni jujur, tulus, dapat dipercaya, ter pelajar, bersemangat, bisa berhubungan dengan orang lain, bisa berkomunikasi dengan baik, selalu belajar, serta bisa membangun kondisi yang baik dan hangat,” ujarnya. Pengetahuan ini salah satu ke mampuan yang dimiliki manusia untuk membedakan baik dan buruk. Tanpa bimbingan yang benar, individu akan mengambil keputusan sendiri seperti yang dipikirkannya, dan terkadang bisa mengambil keputusan yang salah. Mer eka yang memilih perofesi pendidik harus mengetahui kemampuan dirinya. Ada ungkapan “semakin banyak tahu, maka sesungguhnya semakin banyak yang tidak diketahui”. Itu dikarenakan pendidikan dan teknologi selalu berkem bang. Pendidik yang baik harus memi liki kemampuan, motivasi dan sikap. “Sikaplah yang menentukan seberapa baik seseorang melakukan sesuatu,” ucapnya. Seringkali kita menilai sesuatu dari penampakan luar. Seorang pendidik yang tak memiliki kemampuan menilai dengan baik, akan melakukan penilaian yang tidak baik. Pendidik harus bisa melihat melampaui penampakan luar. Ibaratnya, tanaman kecil tapi akarnya sangat besar. Bahwa, tiap individu memiliki bakat tertentu dan punya kemampuan besar
Hollines Atmanivedana Svami Maharaja
untuk belajar. Pendidik yang ahli akan mampu mengungkapkan bakat siswanya, bisa melihat individualitas siswanya, kar ena tiap individu memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Karena itu, pendidik hendaknya bisa menampakkan kekua tan siswanya, menanamkan harapan, keyakinan, dan kepercayaan diri bahwa ia bisa melakukannya. Lima kategori pendidik menu rut Svami Maharaja, yakni orangtua, guru, teman pemimpin, dan budaya. “Orangtua merupakan guru pertama dan paling berperan yang megajarkan prinsip-prinsip dasar,” ujarnya. PEDOMAN FILOSOFI Aristotle Motii Nandy, M. Ed., pakar pendidikan dari Singapura mengatakan guru yang baik memberikan kehidupan kepada kurikulum, tidak hanya melalui transmisi pengetahuan, melainkan membangun makna dan pengetahuan baru bersama siswa. Mereka membuat keputusan mengenai kurikulum melalui pertimbangan yang mendalam terhadap konteks siswa, bidang pendidikan, kelas, pengalaman pribadi dan apa yang mereka praktikkan sebagai pendidik. Dalam proses menyampaikan atau menciptakan kurikulum dalam kelas bersama-sama dengan tujuan mengem bangkan kemampuan individu setiap siswa sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Proses pertimbangan ini menunjukkan bahwa peran guru bu kanlah hanya sebagai penyaring/pem filter melainkan peran mereka adalah sebagai “penjaga instruksi-kurikulum (curricular-instructional gatekeepers)”. “Guru menentukan hal apa yang harus diajarkan di kelas dan bagaimana hal tersebut diajarkan atau didistribusikan baik secara sadar maupun tidak,” tegasnya. Karena itu, guru adalah jembatan manusia yang menghubungkan kuri kulum yang direncanakan dengan kurikulum yang dialami, melalui pen erapan kurikulum yang kita jalankan. Bagaimanapun juga, penerapan kuriku lum yang dilakukan oleh seorang guru dipengaruhi oleh keyakinannya, sistem
Dr. dr. Made Wardana, Sp. KK (K)
Aristotle Motti Nandy, M.ed.
Penandatanganan MoU antara IKIP PGRI Bali dengan Yayasan Institut Bhaktivedanta Indonesia nilai, filosofi pendidikan, latar belakang, dari pembatasan persepsi dan pola pikir pengalaman hidupnya dan sebagainya. yang menghalangi kita untuk memper Hal ini menunjukkan bahwa akses dan oleh pemahaman yang lebih tinggi akan pengalaman siswa terhadap pengeta makna dan tujuan hidup. Karena itu, sangatlah penting untuk huan berserta komponen lainnya dalam kurikulum yang direncanakan, baik membuat pertimbangan yang hati-hati secara eksplisit ataupun sebaliknya, san dalam interaksi sehari-hari pada proses gatlah ditentukan oleh paradigma guru pelaksanaan, demikian juga kesadaran terhadap kurikulum atau pandangan akan kurikulum tersembunyi. Guru perlu untuk membantu siswa berkembang filosofinya. Filosofi memberi makna terhadap dengan cara tertentu dimana mereka keputusan dan tindakan kita. Tanpa berjuang dalam pencarian makna hidup. adanya pedoman atau landasan filosofi Ini membutuhkan budaya refleksi akan yang kuat, guru, dan dalam konteks yang prasangka, nilai-nilai dan tingkah laku lebih luas, yaitu sekolah dan bahkan kita. Peran guru sangatlah penting dalam badan-badan pendidikan nasional, dapat membawa keluar hal yang sama pada diri mudah terbawa oleh tren yang ada dan siswa dan juga mendorong munculnya juga mudah dipengaruhi oleh tekanan- sifat-sifat seperti jujur pada diri sendiri, tekanan eksternal untuk membuat berpikiran terbuka dan keberanian da perubahan pendidikan. “Karena itu, saya lam diri mereka. Pada dasarnya, tujuan yakin bahwa dengan memiliki perspektif dari pendidikan adalah untuk mem yang mendalam atau paradigma filosofi fasilitasi perkembangan holistik manusia yang menjadi pedoman memberikan dengan membangun hubungan internal landasan yang kokoh di mana sudut pre- dan eksternal. scriptive dan descriptive dari kurikulum berjalan,” tegasnya. FAKTOR INTERNAL Dasar utama dari paradigma filosofi DAN EKSTERNAL adalah kesadaran adanya perbedaan Sementara, Dr. dr. Made Wardana, antara individu dengan materi. Oleh Sp. KK (K), seorang Hipno Learning yang karena itu, tujuan dari pendidikan juga Ketua Yayasan Institut Bhaktive adalah untuk mengembangkan jiwa danta Indonesia menyampaikan belajar rasa ingin tahu (inquiry) dan mengem pada dasarnya merupakan kegiatan yang bangkan jiwa kemanusiaan. Aristotle dilakukan secara sadar, teratur dan teru yakin bahwa prinsip-prinsip humanistik kur untuk menghasilkan suatu peruba untuk mengembangkan potensi setiap han dalam pengetahuan, keterampilan, anak hingga batas maksimal dapat ter sikap, dan nilai-nilai. Hasil belajar adalah wujud dengan memfasilitasi pencarian- terjadinya perubahan tingkah laku yang diri mereka dalam mencari makna relatif mandiri dan mantap berkat latihan dan tujuan hidup. Hal yang penting dan pengalaman. dalam proses ini adalah prinsip-prinsip Dalam konteks pendidikan, guru berpikir kritis, khususnya menganalisa mengajar agar peserta didik dapat ketepatan dan validitas dari “asumsi belajar dan menguasai isi pelajaran yang mendasari ide, nilai moral, tinda hingga mencapai sesuatu objektif yang kan dan keyakinan” yang kadangkala ditentukan (aspek kognitif), juga dapat dianggap lumrah. Proses refleksi meru memengaruhi perubahan sikap (aspek pakan kunci untuk menghindarkan diri afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) dari seorang peserta didik. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu sep erti faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor eksternal meliputi yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap dan bakat. Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa, karena itu menen tukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi intelegensi seorang individu, se makin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat intelegensi indi vidu, semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. “Karena itu, perlu bimbingan belajar dari orang lain, sep erti guru, orangtua, dan lain sebagainya. Sebagai faktor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar, pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru profesional, sehingga mereka dapat memahami tingkat kecerdasan nya,” paparnya. Seminar internasional yang meng hadirkan tiga pembicara tersebut diikuti lebih dari 1.800 peserta dari mahasiswa dan dosen IKIP PGRI Bali, dan umum. “Tujuan diselenggarakannya seminar internasional ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana karakter ideal seorang pendidik, serta membekali konsep pendidikan karakter yang benar,” ujar Ketua Panitia, Ni Putu Ayu Krisna Dewi. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H.,M.Hum. menambahkan, seminar ini penekanannya pada pen didikan karakter yang memang sedang diterapkan di IKIP PGRI Bali. “Guru selalu digugu dan ditiru. Orang cedas tidak mengabaikan spiritual. Sasaran pendidikan, cerdas akademis, spiritual, emosional dan sosial. Orang hebat bu kan karena harta benda tapi karena perilakunya,” paparnya. Made Suarta mengungkapkan, ac ara seminar internasional bekerjasama dengan Yayasan Institut Bhativedanta Indonesia, suatu organisasi yang berg erak di bidang penyebaran budaya weda dalam rangka pembentukan karakter ini, direncanakan menjadi agenda tetap tahunan IKIP PGRI Bali ke depan. “Pendidikan karakter ke depan tidak bisa ditawar, mengingat kondisi bangsa sekarang ini yang mengalami degradasi moral. Sebagai calon guru, karakter adalah ciri khas seseorang,” tendasnya. –ten
17 - 23 Maret 2014
24
Miss Big Indonesia 2014
Luwes di Panggung, Berat di Badak
Wajah Jelita Ramlan yang tadinya tampak cemas tampak tersentak kaget ketika namanya disebut sebagai Miss Big Indonesia 2014. Ia sekaligus menjadi Duta Konservasi Badak Ke menterian Kehutanan. Acara penobatan dilaku kan pada malam Grand Final Pemilihan Miss Big Indonesia yang berlang sung di Underwater Theater Ocean Dream Samudra, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. De rai air mata membasahi wajah manis gadis asal Kalimantan Selatan ini. Ia pun lantas menutup wajahnya dan berusaha menahan tangis sebisa nya. Sementara temantemannya sesama finalis langsung mengerubuti dan memeluk Jelita.
J
elita Ramlan menangis tersedu, karena dalam pandangannya, semua finalis bukan hanya manis dan cantik tapi juga berprestasi. Namun, juri justru memberinya penilaian ter tinggi sehingga ia berhak atas gelar Miss Big Indonesia 2014 serta menyandang Duta Konservasi Badak Indonesia. “Aku sungguh tak menyangka bakal terpilih sebagai Miss Big Indonesia 2014 karena semuanya bagus-bagus. Sungguh saya berterima kasih pada semuanya atas kepercayaan yang diberi,” ungkap adik artis Olla Ramlan yang memi liki berat 125 kg ini, sesaat setelah kemenangannya. Hal yang sama juga diungkapkan, Angela Megawati Hartono, Runner Up 1 Miss Big 2014. “Meski hanya menda pat tempat kedua, saya tetap merasa bersyukur mendapat kesempatan meraih prestasi ini. Apa yang Tuhan beri adalah yang terbaik, dan saya siap menjalankan tugas-tugas yang diberikan nantinya,” ungkap Angela yang berasal dari Provinsi Jawa Timur. Runner Up 2 ditempati oleh Delia dari Papua. Selain tiga penghargaan utama, per helatan Miss Big 2014 ini juga memberi penghargaan khusus pada tiga finalis, yakni; Miss Favorit yang diraih oleh In
tan dari Provinsi Lampung, Miss Persa habatan diraih oleh Elvi dari Yogyakarta karena dia dinilai sebagai finalis paling ramah dan penuh perhatian pada se mua, serta, Miss Fotogenik yang diraih oleh Dewanti dari Yogyakarta. Berbeda dengan pemilihan Miss atau Putri yang ada di Indonesia, poin yang dinilai bukan sekadar brain, behavior and beautiful seperti umumnya konteskontes kecantikan tapi juga ada dua poin lainnya yakni big and believed. Hal yang khusus lainnya adalah penilaian terhadap pengetahuan mereka seputar badak Indonesia. Seperti umumnya kontes-kontes kecantikan, maka dalam salah satu sesi pemilihan Miss Big ini pun menggelar peragaan busana. Ke-22 finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Tanah Air ini, diberi kesempatan tampil di panggung memperagakan keluwesan nya berlenggak-lenggok bak peragawati sungguhan. Tubuh besar seolah tidak mengu rangi keluwesan mereka bergaya di panggung. Sepintas terasa sulit menilai siapa yang paling unggul di antara ke22 finalis ini jika hanya melihat dari penampilan fisiknya saja. Karena ratarata meski bertubuh subur, semuanya berparas manis dan cantik. Semuanya menampilkan rasa percaya diri yang kuat saat bergaya di panggung. Hasil baru bisa terlihat ketika masuk dalam sesi tanya jawab antara juri dan peserta. Materi pertanyaan beragam, mulai dari visi dan misi, membangun motivasi diri hingga pengetahuan mer
Jelita Ramlan Miss Big Indonesia 2014, Angela Megawati Hartono runner up I (kiri), dan Delia (kanan) runner up II
eka seputar badak Indonesia. Materi pertanyaan seputar badak ini memang memiliki bobot yang lebih, pasalnya, kelak salah satu dari mereka akan men jadi Duta Konservasi Badak Indonesia. Karenanya sebagai Duta mereka diharapkan cukup mumpuni untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait program-program yang berhubungan dengan konservasi badak Indonesia yang hampir punah itu. Bagi para undangan sendiri, tentu pertanyaan-pertanyaan dan jawaban peserta terkait masalah badak Indonesia ini, terasa menarik dan juga menambah wawasan kar ena tidak semua orang ‘melek’ informasi itu. “Dulu badak Jawa dan Su matera hidup berdampingan di Sumatera, namun kemudian terjadi penembakan besar-besar sehingga badak Jawa di Sumatera, punah. Kapan peristiwa itu terja di?”, “Mengapa pemerintah harus menunjuk kawasan konservasi hidup badak?” Itulah pertanyaanpertanyaan terkait badak In donesia di babak 10 besar dan pertanyaan makin bertambah berat di babak-babak selanjutnya, khususnya pada babak 10 besar dan lima besar. Dengan berbagai pertanyaan itu, bisa dilihat bahwa untuk bisa menjawab pertanyaan terkait itu, para peserta memang harus benar-benar belajar terkait berbagai informasi tentang badak Indonesia.
PENJURIAN TERBERAT Selain itu yang juga menarik ada lah mendengar jawaban beragam atas pertanyaan juri tentang cantik menurut para peserta, apa yang Anda lakukan jika Anda di-bully, dan berbagai pertanyaan lainnya. “Cantik itu tidak harus berbadan kurus, rambut panjang, tapi cantik itu muncul dari dalam diri sendiri apalagi kalau pintar. Cantik bisa muncul dari rasa percaya diri yang kuat,” ujar sejumlah peserta. Ada lagi peserta yang dengan penuh percaya diri menyebut,”Panutan saya adalah diri saya sendiri. Berbadan besar bukan berarti tidak bisa cantik. Tapi kita juga bisa cantik, bisa gaya dan pintar”. Ati Ganda, salah satu juri yang ditemui seusai acara menyebut, sepan jang pengalamannya sebagai juri diber bagai kontes kecantikan, ajang Miss Big 2014 adalah yang terberat. Kriteria pe nilaian yang berbeda dibanding kontes lain dimana ia pernah menjadi jurinya. “Mungkin selama saya menjadi juri kontes-kontes kecantikan, baik itu pemilihan miss-miss atau putri-putri, inilah kontes yang saya rasa paling be rat. Karena selain kriterianya berbeda dengan pemilihan putri atau miss pada umumnya, juga karena keberadaan mereka itu nantinya juga menjalankan tugas sebagai Duta Konservasi Badak. Jadi mereka harus menguasai penge tahuan tentang badak Indonesia,” ujarnya. Selain itu, dengan tubuh yang di atas rata-rata ini, bagaimana mereka bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka hidup sehat. Mereka harus
mampu tampil percaya diri dan dapat menyampaikan sesuatu dengan baik kepada publik. Ini tentu tidak mudah. Perkembangan mereka selama sepekan di karantina itu juga menjadi penilaian kami. Jadi, bukan hanya pada grand final saja,” tutur Ati Ganda, salah satu dari lima juri dalam ajang ini kepada Tokoh. ”Penilaiannya pun bukan hanya fisik cantik saja. Kalau ngomong cantik, banyak, tapi tidak semua, misalnya, memiliki kemampuan untuk menjelas kan suatu persoalan kepada orang lain secara rinci, runtut, terukur, dan bisa dipahami orang lain. Kemampuan seperti ini sangat dituntut dimiliki oleh seorang Miss Big Indonesia yang juga Duta Konservasi Badak. Buat apa hanya cantik tapi tidak bisa mengungkapkan suatu persoalan. Karena kadang orang meski sudah tahu persoalan tapi tidak mampu mengungkapkan hal itu dengan jelas kepada orang lain,” tambah Ati. Terkait dengan pengetahuan soal badak Indonesia, dalam pengamatan nya, umumnya peserta telah memiliki pengetahuan tentang itu. Mereka te lah mempersiapkannya sejak masih di daerah masing-masing. Para peserta tahu bahwa salah satu materi yang akan diujikan adalah pengetahuan mer eka tentang satwa langka itu. Ketika di Jakarta pengetahuan mereka makin diperdalam dengan kehadiran pihak Kementerian Kehutanan. Selain soal badak, materi yang juga tak kalah pentingnya adalah pembekalan yang terkait dengan memupuk rasa per caya diri . Bagaimana membuat mereka tampil penuh percaya diri, dan mampu berbicara di hadapan public, ini menjadi tantangan tersendiri. Di awal mereka masuk (karantina), tuturnya, sebagian dari mereka masih terlihat takut-takut dan belum berani mengungkapkan pendapat. “Tapi mereka adalah gadis-gadis cerdas dan memiliki beragam prestasi sehingga tidak sulit menyerap apa yang diajarkan. Pembekalan hanya sepekan, meski terasa singkat, namun berhasil mencapai hal-hal yang luar biasa. Kalau dulu mereka terkesan malu, tapi kini sudah bisa berbicara lancar di hada pan publik, bahkan pers. Dari hasil karantina itu juga kami para juri tahu bahwa sesungguhnya semua peserta itu memiliki kemampuan yang luar biasa, hanya saja kesempatan untuk tampil jarang sekali. Karena itu saya sangat mendukung adanya event Miss Big ini, karena lewat event-event semacam ini lah mereka dapat kesempatan tampil,” tegasnya. –Diana Runtu