10 - 16 Maret 2014
24
Menghidupkan Kembali Out Batavia Kalau berbicara Kota Tua tiga atau empat tahun lalu, mungkin banyak yang men desah prihatin lantaran kota yang men jadi cikal bakal Jakarta itu, penampilan nya begitu tidak menarik, kumuh dan usang. Kondisi lalu lintas yang kerap macet, membuat wisatawan kurang ter tarik datang ke sana.
J
ika ada wisatawan datang ber kunjung, biasanya hanya sampai di Museum Sejarah Jakarta atau Mu seum Fatahillah dan bangunan lain di sekitarn ya. Padahal kawasan Kota Tua bukan hanya Taman Fatahillah dan sekitarnya, Kota Tua memiliki luas 1,3 km2 yang melintasi Jakarta Utara dan Ja karta Barat. Kota yang pada abad ke-16 mendapat julukan ‘Mutiara dari Timur’ ini, sarat dengan bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Jakarta seperti Pelabuhan Sunda Kelapa yang dibangun 1527, Jembatan Tarik Kota Intan yang dibangun tahun 1628, Nieuws van de Dag, dll. Sayangnya kawasan yang dulunya sempat menjadi salah satu pusat per dagangan di Benua Asia ini, dibiarkan terlantar, kumuh dan semrawut. Begitu juga bangunan-bangunan yang sejak pu luhan tahun masuk dalam cagar budaya, kondisinya makin memprihatinkan. Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sendiri pun sempat terheran-heran melihat kondisi kumuh dan kotor di kawasan tersebut. “Sudah banyak masterplan untuk pembenahan kawasan Kota Tua, rencananya pun banyak, tapi tidak per nah terlaksana,” ujar Jokowi. Kondisi ini tentu saja tak bisa dibiar kan. Penataan pun dimulai, meski belum menyeluruh. Kini, tampilan Kota Tua yang dulunya bernama Out Batavia ini, mulai berubah. Meski perubahan itu masih jauh dari apa yang diimpikan masyarakat Jakarta yang mengidamkan Out Batavia ‘hidup’ kembali. Perubahan yang paling terasa adalah pada kawasan Museum Fatahillah yang terlihat lebih tertata. Museum Fatahillah yang dibangun tahun 1707 ini, dulunya adalah Balai Kota atau Stadhuis. Bangunan itu me nyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Kawasan Fatahillah semakin semarak karena bekangan kerap diselenggarakan berbagai event. Aura yang berbeda dari kawasan Museum Jakarta ini, membuat banyak warga maupun wisatawan ramai datang ke sana. Di sana juga tersedia
sepeda onthel yang siap membawa Anda keliling kota. Sayangnya baru wajah kawasan Fata hillah yang terlihat bersolek, sementara kawasan Kota Tua lainnya terkesan be lum tersentuh. Pemda DKI Jakarta pun menyadari hal ini. Niatan merevitalisasi Out Batavia yang sejak lama hanya seba tas wacana, bakal segera teralisir. Hal ini dipastikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, “Selama puluhan tahun bangunan-bangunan yang berada di kawasan Kota Tua telah ditetapkan se bagai warisan budaya. Namun, sampai sekarang banyak cerita menyedihkan mengenai keberadaannya,” ujar Arie.
Museum Fatahillah
bertambah. Sebagai tahap awal, PT Pos yang terletak berhadapan dengan Taman Fa tahillah akan dijadikan sebagai museum kontemporer dan pusat informasi. “Yang pasti revitalisasi ini akan dimulai
Revitalisasi Kota Tua ini, bukan hanya menyangkut fisik bangunan dan ling kungan sekitar, tapi juga menghadirkan banyak kegiatan seni dan budaya, seka ligus membangkitkan ekonomi kreatif di lingkungan tersebut.
canegara. Tak menutup kemungkinan, ke depannya juga akan dibuat program trail landmark,” jelas Arie. Sebagai kawasan heritage harus dibuatkan landmark supaya ada story telling, historical background sekaligus menggali kearifan lokal. Meski Kota Tua segera direvitalisasi, namun untuk benar-benar mencapai apa yang diimpikan yakni kota wisata budaya berwawasan lingkungan, tentu tidaklah sebentar. UNESCO konon juga akan membantu Pemda DKI Jakarta da lam bentuk konsep penataan. UNESCO telah memiliki pengalaman dalam merevitalisasi Kota Tua di Jepang yang kondisinya hampir sama dengan Jakarta, properti yang dimiliki banyak pihak. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sebenarnya organisasi dunia yang membidangi pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, itu, telah lama mendesak agar Kota Tua direvitalisasi karena khawatir bangunanbangunan bernilai sejarah itu, hilang atau roboh atau berubah bentuk. Namun, baru sekarang dapat terlaksana. Menurut Arie, untuk menyambut pencanangan revitalisasi Kota Tua, akan digelar serangkaian acara seni
“Ke depannya, Kota Tua akan men jadi kawasan prospektif dan memiliki nilai luar biasa. Revitalisasi akan ber dampak pada nilai ekonomi, mengingat Kota Tua ini akan menjadi magnet bagi wisatawan dalam negeri maupun man
dan budaya bertajuk ‘Fiesta Fatahillah’ di Taman Fatahillah pada 13-16 Maret mendatang. Acara ini diselenggarakan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta. –Diana Runtu
Pelabuhan Sunda Kelapa
Pencanangan revitalisasi Kota Tua ini, akan dilakukan pada Kamis 13 Maret mendatang di Taman Fatahilah. Revitalisasi ini akan meliputi 85 banguan bersejarah yang berada di areal seluas 150 hektare, dalam perjalanannya jumlah bangunan ini masih mungkin
secara bertahap, tanggal 13 Maret akan diluncurkan oleh Gubernur di Taman Fatahillah,” ucap Arie. Revitalisasi Kota Tua menggunakan pendekatan konservasi, yakni dengan cara merestorasi bangunan tua yang sudah lama tidak berpenghuni. Hanya saja ada beberapa kendala Pemda DKI Jakarta dalam melakukan revitalisasi tersebut, di antaranya, fakta bahwa banyak dari bangunan-bangunan itu adalah milik swasta dan perorangan, selain BUMN. Untuk itu Pemda harus melakukan pendekatan pada mereka (pengelola bangunan) terkait hal tersebut. Untuk mempermudah pembangunannya, Pem da membentuk konsorsium. “Nantinya pihak konsorsium juga Pemda DKI akan menawarkan skema kerjasama bisnis nya kepada para pihak,” ucapnya. Meski agak lambat, gerakan Pemda DKI Jakarta dalam upaya memcegah ‘hilangnya’ sejarah Jakarta, patutlah diapresiasi. Kurang perhatiannya Pemda DKI Jakarta di masa lalu, menyebabkan, banyak bangunan bernilai sejarah yang dibiarkan telantar akhirnya hancur.
EKSPRESSO
2
10 - 16 Maret 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh
MIMPI
@mingguantokoh
Putu Wijaya
Keluarga yang Pertama dan Utama Kasus kehamilan tidak di inginkan (KTD) di kalangan pelajar memicu kontroversi. Apakah pelajar ini boleh tetap sekolah atau harus berhenti sekolah. Ada dilema bagi sekolah jika men gizinkan siswi hamil bersekolah. Sekolah bisa dicap melegalkan kehamilan di usia muda. Dari sisi keluarga, muncul pertanyaan kemana saja orangtua? Mengapa anaknya bisa hamil di luar nikah? Sudah sering digem bar-gemborkan keluarga harus menjadi yang pertama dan uta ma dalam perkembangan anak. Tetapi, realita sekarang, banyak anak yang lebih dekat dengan kawan sebaya. Merekalah yang kerap diajak curhat dibanding dengan orangtua. Ketika menarch (menstruasi pertama), si anak lebih memilih bercerita kepada
O
M G
teman sebayanya dibanding ke pada ibunya. Mengapa? Karena orangtua sibuk mencari nafkah dan mengejar karier. Dalam diskusi terbatas yang digelar Mingguan Tokoh dengan tema KTD di kalangan pelajar, masalah keluarga menjadi pang kal penyebab. Ada kesenjangan komunikasi antara orangtua dan anak. Orangtua terlalu sibuk. Sibuk tidak bisa dijadikan alasan lalai memperhatikan perkem bangan anak. Jika memang dari awal tidak bisa memperhatikan, lebih baik jangan dulu memiliki anak. Namun, kita harus syukuri masih ada orangtua yang peduli dengan perkembangan anak. Anak merupakan anugerah Tuhan yang harus dirawat dan disayangi. Semua tahap perkembangannya harus diketahui. Banyak cara bisa dilakukan seba
gai wujud perhatian itu. Makan bersama, ngobrol mengenai aktivitas sehari-hari, rekreasi, dll. Pendidikan karakter yang diberikan sejak dini kepada anak juga akan membuat anak tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan tidak mudah rapuh. Semua bisa dipersiapkan dari awal. Kalau di hulu sudah tertata dengan baik, tidak akan ada permasalahan besar di hilir. Bagaimana pandangan orang tua, dokter, guru, psikiater dan aktivis LSM menjadi bagian yang menarik untuk disimak di edisi kali ini. Rangkuman pendapat dari sudut pandang yang ber beda ini membuat kita memiliki pemahaman yang lebih kompre hensif. Semua tujuannya satu, bagaimana membentuk generasi muda yang berbudi pekerti dan berahlak mulia. Semoga ini dapat kita wujudkan. Salam
Baju Bernoda Bumbu Pempek
Kebiasaan kami yang sering ja jan dan makan di luar, membuatku dan temanku “nyambung” ketika suatu hari kuajak dua temanku untuk makan pempek Palembang kesukaan kami. Rasanya yang manis, asam, pedas yang meru pakan ciri khas makanan itu yang kuidamkan, sebagai “obat” rasa mualku karena numpang di mobil temanku yang lain. Beberapa saat sebelumnya kami berbanyak men datangi rumah teman yang ibunya meninggal. Setelah selesai majenukan, kami kembali ke sekolah. Saya dan dua teman turun dari mobil tumpangan, dan masing-masing menuju tempat parkir motor. Kami bertiga bersepeda motor berjalan beriringan menuju warung pempek langganan kami. Kami duduk di meja yang tidak terlalu besar de ngan empat tempat duduk plastik, dua temanku duduk berhadapan denganku. Tas gendong berisi lap top dan jaket kusimpan di samping tempat dudukku. Setelah memesan pempek kesukaan masing-masing, sambil menunggu matang, kami mengobrol tentang pekerjaan dan teman-teman lain. Tidak berapa lama, datang pesanan kami. Tanpa menunggu waktu, kami makan, masih de ngan diselingi ngobrol. Meja yang kecil, dengan tiga piring pempek, tiga minuman dengan botol-botol
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
bumbu dan sambal, membuat meja terasa makin sempit dan penuh. Entah kenapa, tiba-tiba aku berniat mengambil sesuatu di tas yang tersandar di dinding, di samping tempat dudukku. Kubungkukkan badanku, hendak mengambil tas. OMG, belum sampai tanganku meraih tas, piring pempekku jatuh terbalik ke dadaku. Baju olahraga putihku basah terkena bumbu pempek, yang baru sedikit ku makan. Dua temanku yang sedang makan dan mengobrol menatapku heran dan kaget. Aku lebih kaget, selain itu malu pada dua temanku itu. Sebenarnya, dengan temanku itu aku nggak malu-malu amat hehehe, yang lebih malu adalah pada mbak yang melayani kami. Sisa pempek jatuh di pangkuanku, juga ke lantai, sendok dan garpu, juga sebagian kecil bumbu pempek jatuh ke lantai… lengkap sudah. Mbak sepertinya mengerti perasaanku, dan menunjukkanku toilet. Kuambil jaketku. Di toilet kubuka kaus dan baju dalamku, kubasuh badanku dengan air dan
kupakai jaketku. Lalu aku keluar dari toilet. Mbak membersihkan kotoran yang ada, saya berterima kasih padanya dan meminta maaf. Saya juga meminta maaf pada dua temanku. Suasana makan jadi berubah oleh karena kelalaianku. Saya yakin dua temanku jadi tidak enak makan. Setelah dua temanku selesai makan, kami masing-masing membayar dan pulang. Setelah lama dari kejadian itu, aku datang sendiri. Mbak masih ingat padaku dan kejadian itu. Rupanya, dia menceritakan pada saudaranya yang merupakan pemilik warung itu. Pemilik warung itu adalah kenalanku di tempat senam. Ibu pemilik warung ber kata padaku, ”Oh, ibu, ya, yang pempeknya jatuh dan kena baju?” dengan menahan malu, kujawab, “Sayalah tersangkanya, Bu…” Tiap aku datang ke warung itu, hal pertama yang kulakukan pada mbak adalah tersenyum karena selalu ingat kejadian yang memalu kan itu. Elly, Negara
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
10 - 16 Maret 2014
Setelah kunjungan keponakannya, Bu Amat mulai bermimpi. Ia masak royal, banyak senyum, dan memanjakan Amat. Bahkan bersenandung
lagu-lagu tua. Amat tak bisa menahan rasa ingin tahunya. “Ada apa sebenarnya ini, Bu, kok kayak orang kumat?” Bu Amat tersenyum. “Ada deh!” Amat kaget. “Sudah jangan genit begitu! Akibat kebanyakan nonton sin etron!” Bu Amat yang biasanya cepat marah, kembali senyum. “Sabar, Pak.” “Jadi kenapa?” “Harapan kita akan terkabul!” “Harapan apa?” “Bapak ingin beli mobil kan?” Amat melengos. “Buat apa mobil, bikin susah saja. Jalanan macet, lebih cepat jalan kaki.” “Jadi tidak mau mobil?” “Tidak!” “Kalau rumah di permukiman real estate?” Amat kesal, ia membawa kopinya ke teras. Ia paling benci kalau orang bermimpi. Bagi Amat hidup harus disyukuri. Apa saja yang dimiliki itulah yang terbaik. Tak lama kemudian Bu Amat menyusul membawa pisang goreng. “Begini, Pak, ini bukan mimpi. Rumah Bapak saya almarhum, yang disita bank itu, karena kredit macet, katanya bisa kita rebut lagi. Soalnya rumah itu tidak ikut dipakai agunan waktu perusahaan Bapak pinjam uang bank. Kalau dinilai dengan uang rumah dan tanahnya yang 12 are itu harganya Rp 2 miliar. Un tuk beli mobil dan rumah di real estate masih banyak sisanya. Nanti kita bagi-bagi sedikit pada saudara. Sisanya kita taruh di bank. Bunganya untuk biaya hidup kita tiap bulan. Begitu ceri tanya, Pak. Makanya jangan cepat marah. Ayo, makan pisang gorengnya!” Amat termenung. Wajahnya berkerut. “Siapa yang bilang rumah itu bisa dituntut lagi?” “Pak Sabar, teman baik Bapak, yang kongsi dengan Bapak mendirikan perusahaan itu. Dia mau menolong supaya rumah itu dikembalikan tanpa bayaran sepeser pun.” “Tanpa bayaran sepeser pun?” “Ya! Katanya karena mau membalas kebaikan Bapak.” Amat tak percaya. “Kenapa dia baru mengatakan sekarang, bukan waktu Bapak masih hidup? Kenapa dia diam saja waktu bank menyita rumah Bapak, padahal rumah itu kan tidak termasuk agunan?” Bu Amat terdiam. “Kenapa sekarang dia mengatakan mau mengurus pengem balian rumah itu tanpa biaya sepeser pun? Biayanya pasti mahal. Tak mungkin dia mau rugi, orang dagang, sepeser pun dihi tung!” Bu Amat tiba-tiba marah. “Maksud Bapak dia mau menipu? Bapak ini selalu berpikir negatif. Tidak mungkin keponakan kita sengaja datang ke mari untuk menipu. Jangan terlalu curiga begitu! Ini akibat Bapak ikutikutan main politik-politikan.” Untuk menghindari pertengkaran, Amat diam, mengalah. Seminggu kemudian keponakan Bu Amat datang lagi. Ia membawa surat yang menyatakan kuasa penuh dari Bu Amat guna pengem balian rumah. Untuk itu ia perlu tanda tangan Bu Amat.” Bu Amat sudah hampir mau menandatangani, keburu datang Ami yang di-SMS Amat. “Tunggu! Berapa yang akan diterima Ibu saya kalau berha sil?” “Ya, tergantung berapa lakunya.” “Dua miliar?” “O, tidak. Banyak orang terlibat dan tidak sedikit uang yang sudah dikeuarkan. Bagian Ibu tidak akan diutak-utik! “Berapa?” “Sepuluh persen.”
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
23
A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T.
Ciptakan Kejujuran dengan Penuh Kesungguhan Hati Awalnya, ia murni sebagai pengusaha. Namun, berbagai masalah yang sedang menerpa Bali, yang tak kunjung usai, membuat hati nurani A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T., terusik. Ketika, ia dicalonkan sebagai anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Bali, dari Partai PDI Perjuangan, ia berpikir, inilah satu kesempat an untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.
Peran A.A.A. Atmi Hemadewi sebagai istri selalu mendukung kiprah suami
T
okoh Puri Gerenceng ini mungkin sudah tak a sing lagi. Ia kerap muncul berbicara lantang tentang kondisi pariwisata Bali. Lelaki yang kini menjabat Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar ini mengaku miris memikir kan nasib pariwisata Bali yang masih dikuasai sebagian besar orang luar Bali. Sebagai salah satu insan yang bergerak di bidang pariwisata yang juga aktif di PHRI, ia ingin sekali mendorong semakin banyak pengusaha lokal Bali yang bisa lebih eksis di wilayahnya sendiri. “Kami melihat masih banyak investor-investor luar yang datang ke Bali menawarkan konsep yang melang gar aturan alias investor negatif yang bisa merugikan Bali, misalnya merusak lingkungan seperti reklamasi di Teluk Benoa,” ujar Sarjana Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini, ketika ditemui Tokoh di restoran miliknya, Ayucious Resto Renon, Denpasar, Senin (3/3). Suami A.A.A. Atmi Hemadewi, S.E. ini menilai, pariwisata sebagai ujung tombak kehidupan masyarakat
Bali harus dibenahi. Salah satu contoh, penghasilan seniman yang menghibur tamu di hotel masih ke cil. Itu terjadi, karena kondisi tarif hotel yang juga menurun. Berbagai hotel melakukan perang tarif agar mendapatkan tamu, sehingga ber imbas kepada honor seniman yang melakukan pertunjuka n di hotel juga dibayar murah. Menurutnya, Bali perlu membuat suatu konsep pariwisata yang jelas. Artinya, ada blue print yang dibuat disertai kajian ilmiah. Ia mencontohkan, program City Centre Kota Denpasar menurutnya sangat bagus. Namun, tujuan yang ingin dicapai tampaknya masih ka bur. Siapa tamu yang akan disasar, apakah lokal atau turis asing. Mi salnya, ia memberikan saran, dapat dibentuk satu badan promosi yang melakukan koordinasi dan gathering dengan biro perjalanan wisata, termasuk bekerja sama dengan asosiasi arsitek merenovasi hotel-hotel lama sehingga nyaman dan cocok dengan target pasar yang ingin disasar. Me mang semua membutuhkan suatu kon sep yang matang. Artinya, diperlukan satu kajian yang jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai. Kajian yang dimaksud hendaknya dilakukan para ahli independen di bi dangnya untuk memberi pandangan. Selama ini, yang sering ia amati, para anggota DPRD selalu melakukan hearing, tanpa melakukan kajian. “Inilah yang ingin saya tawarkan ketika nanti saya duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. Sebagai anggota dewan, saya harus mampu berkomunikasi dengan para eksekutif di daerah yang saya wakilkan. Tidak hanya bertemu saat sidang DPRD, namun komunikasi yang intens dilakukan untuk memberi masukan agar tercapai pembangunan yang seimbang. Karena ujung-ujungnya semua berimbas kepada kesejahteraan rakyat,” kata caleg PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali Dapil Bali 1 (Den pasar) Nomor urut 8, yang mengusung visi “Berawal dari Kejujuran dan Ke
sungguhan Hati, Berjuang untuk Ke sejahteraan Rakyat” ini. Dalam menyerap inspirasi rakyat, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T. juga kerap melakukan blusukan atau sila turahmi ke banyak wilayah di Kota Denpasar. Selain berbagai persoalan disampaikan masyarakat kepadan ya, ia juga melihat potensi kreatif masyarakat Denpasar yang perlu dikembangkan. Seperti yang ia lihat di Banjar Binoh Kelod, Denpasar Utara, terdapat Seka Gerabah. “Seka gerabah ini memiliki wadah resmi dari banjar,” tutur lelaki yang pernah menjadi Ketua Komite Pemuda dan Mahasiswa Bali (KPMB) Swastika Taruna Surabaya ini. Ia menilai, usaha kreatif ini perlu dibantu. Misalnya, de ngan meningkatkan sumber daya manusia seperti melaku kan pelatihan kelompok kreatif, agar ke depannya tercapai peningkatan ekonomi kerakyatan. Begitu juga home industry pie susu di Jalan Nangka dan telur bekasem Abiantimbul. Ia menegaskan, perlu suatu sistem yang mengorganisir untuk mendukung industri ekonomi kerakyatan yang dapat menunjuang sektor parwisata Bali. Ketika diberi kesempatan untuk duduk di kursi legislatif, ia secara l a h i r b a t i n m e m b e r i k a n s e b e s a rbesarnya pengabdiannya sebagai wakil rakyat menyuarakan keinginan maupun kebutuhan masyarakat serta mengawasi pemerintahan, demi mem perbaiki kualitas kehidupan bernegara dan bermasyarakat. “Saya menawarkan mediasi dan menyuar akan masyarakat dalam menyampaikan keinginan mau pun keluhan kepada pemerintah. Mengawasi dan mengkritisi jalannya pemerintah dalam bernegara dengan jiwa negarawan, dan mendahulukan tujuan bernegara dibandingkan dirisendiri,” tandas lelaki yang dulunya pernah bekerja di R & D Division Federal Honda Motor Jakarta ini. Putra Prof. Dr. I. Gst. Ngoerah Gede
A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T. saat melakukan silaturahmi dengan masyarakat Denpasar
A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T.
Ngoerah, Sp.S. (alm.) dengan I Gst. Ayu Oka Arwati ini, lahir dan besar dididik secara disiplin dan berkualitas. “Sepan jang hidup sebagai keluarga pemimpin di lingkungan masyarakat Denpasar membuat saya menjadi terbiasa mem bantu masyarakat, memediasi maupun menyelesaikan masalah tanpa harus mengorbankan hubungan sesama ke lompok masyarakat. Saya selalu ber usaha memiliki hubungan kekerabatan maupun teman yang erat secara merata di seluruh Denpasar,” tutur pengusaha supermarket, hotel, dan restoran ini. Sementara, A.A.A. Atmi Hemadewi menuturkan, sebagai istri ia sangat men dukung kiprah suaminya berpolitik. Kiat ibunda A.A. Ngr. Bagus Natarajendra ini, urusan keluarga termasuk anakanak ia tangani hampir 90 persen agar suaminya dapat fokus dengan baik dalam perjuangannya menyerap aspirasi rakyat. Hal itu, diamini Agung Adhi. “Saya sangat berterimakasih atas dukungan istri dan keluarga. Karena dengan dukungan me reka, kiprah saya dalam berpolitik lebih matang,” ujar lelaki yang tinggal di Jalan Sudirman 14 Denpasar ini. –ast
W H AT ’ S U P
22
10 - 16 maret 2014
S’Moto Community
Onroad Oke, Offroad Oke
Memiliki hobi yang sama lalu bergabung dalam aktivitas bersama merupakan hal yang menyenangkan. Hal ini yang dilakukan S’Moto Community. Komunitas yang berdiri sejak 8 Juli 2012 ini adalah kumpulkan penggemar motor trail yang rutin melakukan touring.
“A
wal ter bentuknya S’Moto be rawal dari enam orang pengendara Kawa saki KLX/D’Tracker (saya, Toni, Gus Boby, Wilada, Gus Agung, dan Dewok) berkumpul dan melakukan touring perdana. Kami menemukan kesamaan minat dan hobi. Dari situ terbersit keinginan untuk mewadahi ke samaan hobi tersebut. Setelah touring perdana itu dibentuklah Komunitas S’Moto. Ini juga atas masukan Bu Lina dari Duta Intika cabang Gianyar sehingga S’Moto merupakan official klub dari Duta Intika Kawasaki,” ujar Goes Tu, Ketua S’Moto Com munity dan Dewa Toni, Wakil Ketua S’Community. Begitu berdiri, S’Moyo ba nyak melakukan tour onroad sesuai mayoritas kendaraan ang gota yang menggunakan ban jenis super moto. Seiring berjalan nya waktu, tour onroad dirasan makin membosankan. Mereka lalu mencoba sesuatu yang baru, yaitu tour semi offroad. Mereka bisa menjelajahi medan-medan
yang rusak, jalan-jalan setapak, sungai-sungai mati dengan meng gunakan ban super moto. “Dari tour semi offroad itulah kami menemukan sensasi baru yang namanya adventure dalam offroad. Banyak anggota yang mulai beralih dari menggunakan ban jenis super moto ke ban jenis motocross lengkap dengan aksesorisnya. Ada beberapa ang gota yang tetap bertahan dengan gaya supermotonya dengan meng gunakan ban super moto. Karena
10 - 16 maret 2014
Komunitas para pengendara motor jenis trail ini memiliki tu juan mewadahi sesama penghobi dan peminat motor trail dalam satu klub. Selain itu, komunitas ini juga untuk menambah perteman an antaranggota dan antarklub. “Sejak berdirinya klub ini, un tuk sementara kami masih dalam fase menikmati hobi itu untuk diri sendiri maupun klub. Acara nya touring onroad ke berbagai objek wisata dan touring onroad bersama atas undangan dealer Kawasaki Duta Intika di Bali dan Lombok. Kami juga melakukan
Kebanyakan anggota komuni tas ini mengaku mau bergabung dengan tujuan menambah te man. Hal ini diungkapkan Agus Lionk, Ega, dan Yudick Hollic. “Di komunitas banyak teman baru, ada yang diajak offroad sekaligus refreshing melihat alam. Kadang menghilangkan stress karena teman-teman suka melucu,” ujar Bayu sembari tertawa. Man San menambah kan dirinya biar dapat kumpul, tertawa, dan tidak percuma punya KLX. “Biasanya kami memilih hari
tour offroad private klub ke jalur jalur di pelosok-pelosok desa dan ikut berpartisipasi dalam undangan event-event enduro race dan adventure yang dilakukan klubklub lain,” jelas Goes Tu. Keakraban dan persaudaraan yang kental pun terjalin sesame anggota komunitas melalui canda tawa, guyonan, dan aksi selama melakukan touring offroad/onroad. Mereka juga banyak mendapatkan pengalaman baru dalam menikmati alam. Karena anggota kebanyakan sibuk, komunitas ini harus pintarpintar membagi waktu.
Minggu untuk melakukan ke giatan touring, karena mayoritas anggota mendapatkan libur di hari Minggu. Kalau kopi darat, pemilihan waktunya dadakan, tergantung kesepakatan teman teman di klub melalui info di BBM grup, twitter, atau grup di Facebook,” imbuh Bayu. Syarat bergabung di S’Moto yang pertama adalah harus memi liki kendaran trail, bersedia untuk ikut kegiatan kegiatan S’Moto dan tentunya tidak terdaftar dalam keanggotaan klub lain. –Ngurah Budi
3
Acha Septriasa
Diundur Jadi Bersyukur Menjelang pernikahannya, Acha Septriasa seolah ketiban banyak rezeki. Setidaknya ada tiga film yang bakal dimainkannya di awal tahun ini, belum lagi sinetron. Tak mengherankan, kalau ada yang berpendapat, artis yang melejit namanya lewat penampilannya di film Heart ini, tengah mengejar setoran untuk pernikahannya. Acha hanya tertawa menanggapi itu, namun diakuinya, tahun ini mem bawa banyak berkah baginya. Bukan hanya akan segera menikah, tapi Tuhan juga melimpahinya dengan banyak rezeki.
“A
itu, dalam S’Moto ada dua aliran yaitu offroad (S’Moto Adventure) dan onroad (S’Moto). Keduanya masih dalam satu bendera klub yaitu S’Moto Community. Banyak anggota yang mengikuti dua-duanya dengan memiliki dua jenis ban yang berbeda, onroad oke, offroad juga oke,” imbuh Bayu Lona, bendahara S’Moto Community.
S E L E B R I TA S
lhamdu lillah, aku mend apat banyak rezeki tahun ini. Aku diberi kesempatan oleh Allah untuk memerankan banyak karakter di film, ini luar biasa banget. Aku mendapat kesempatan belajar banyak hal dalam memerankan karakter berbeda. Banyak hal luar biasa aku dapatkan di awal tahun ini, membuatku tak henti-hentinya bersyukur,” ujar gadis bernama lengkap Jelita Septriasa ini saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta. Menurutnya, meski tahun ini akan banyak tampil di film, hal itu bukan dimaksudkan untuk mengejar setoran melainkan karena ia memang benarbenar menyukai film. “ Aku suka banget. Aku benarbenar merasakan bagaimana enaknya berada di depan kamera, menghapal script, proses reading. Bagiku, dapat script itu rasanya seperti da pat hadiah…hahahaha. Jadi film tuh bukan kejar setoran, ini adalah idealisme. Ba rangkali, kejar setoran itu di sinetron, ya, hahaha…,” ujar mantan kekasih Irwan syah ini. Penampilan Acha ta hun ini dibuka dengan film 99 Cahaya di Langit Eropa part 2, pada saat bersamaan film omnibusnya berjudul Aku Cinta Kamu juga tayang. Film ini menyajikan empat kisah berbeda dalam satu film. Di sini, Acha bukan hanya tampil sebagai pemain, tapi dia juga sebagai sutra dara untuk segmen Firasatku yang juga dibintangi oleh Rio Dewanto. “Setidaknya ada tiga film, film ini (99 Cahaya di Langit Eropa), juga film lainnya, nanti Mei ada satu film lagi. Setelah itu, masih ada beberapa film lagi di masa mendatang. Alhamdullilah, banyak rezeki. Yah, aku ingin puas-puasin main film,” ucap Acha yang konon menjadi artis film In donesia dengan honor tertinggi saat ini.
Peraih Gadis Sampul 2004 ini, mengawali kariernya di dunia film dengan tampil di Apa Artinya Cinta, namun namanya melejit saat dia membintangi film Heart. Tidak hanya tampil di film itu, tapi ia juga menyanyikan theme song film itu berduet dengan Irwansyah, yang ketika itu adalah kekasihnya. Kesuksesan Heart tersebut membawa sejoli ini tampil di Love is Cinta dan sine tron Andai Ku Tahu. Tapi akhirnya cinta keduanya berakhir pada 2008 karena Acha memilih melanjutkan sekolahnya di Limkokwing University of Creative Technology, Cyberjaya, Malaysia. Prestasi Acha di dunia akting Indone sia memang terbilang moncer. Setidaknya sejak 2005 sampai saat ini, Acha telah tampil di 14 film, 15 FTV, dan tiga sine tron. Sejumlah peng hargaan diraihnya, di antaranya Leading Actress (Aktris Terbaik) GusrdianseAwards pada tahun 2008 berkat akting nya yang cemerlang dalam film Love. Tahun itu juga dia dinobatkan Star of the Year oleh Mel lyana’s Guardians. Bintangnya makin bersinar ketika ia memerankan film Test Pack, yang menghantarnya meraih penghar g a a n Pe m e r a n Utama Wanita Terbaik dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia 2012. Tidak hanya di dun ia akting, gadis berd arah Minangkabau ini juga berkiprah di dunia tarik suara dan sempat mendapat penghargaan double platinum untuk Orginal Soundtrack Terbaik atas album Heart. Setidaknya di dunia menyanyi, Acha telah meluncurkan empat album; dua solo dan dua kompilasi. Acha mengaku menikmati
Acha dan Dito
kerjanya selama ini. Apalagi, orangtuanya pun mendukung penuh kariernya dan meng hendaki dia berkarya semaksimal mungkin selagi masih muda. Jadi, sekalipun ia mendapat restu orangtua untuk menikah dengan Radipto Indra Rukmana (Dito), tapi sesungguhnya orangtuanya masih ingin bersamanya. “Yah, orangtua terlalu sayang sama aku, mereka masih ingin aku tetap di rumah, bekerja lebih giat, juga menikmati masa mudaku,” kata gadis kelahiran Jakarta, 1 Septem ber 1989 ini. Ber bicara tentang rencana pernika hannya, Acha lang sung semringah. Menurutnya, rencana pernikahann ya akan digelar tahun ini, namun ia menolak menyebut kapan persisnya. Yang pasti, ucapnya, dirinya telah melakukan persiapan, termasuk make up pengantin yang telah dipesannya jauh-jauh hari. “Aku sudah mengantungi restu orang tua, baik dari orangtuaku juga orangtua Dito. Soal persiapan pernikahan, aku sudah melaku kannya beberapa, orangtua juga bantu. Jadi tolong didoakan ya,” ujar Acha yang hampir dua tahun menjalin hubungan dengan Dito, keponakan bos Trans TV Chairul Tandjung. Keduanya berkenalan pada Oktober 2011, diperkenalkan seorang teman. Dalam per jalanannya, keduanya merasa cocok dan akhirnya berpacaran Juni tahun berikutnya. Dito yang juga seorang DJ di sebuah klub di Jakarta, saat ini bekerja di Trans Event Production. Acha mengaku nyaman berpacaran dengan Dito yang empat tahun lebih tua daripada dirinya. Selain penuh pengertian dan berpola pikir dewasa, Dito juga, kata Acha, seorang yang humoris. “Aku merasa nyaman dekat dia,”
ucap Acha. Sedianya pernikahan kedua nya bakal digelar April, namun karena satu lain hal, diundur. Menurut Acha ada hikmah yang dia dan Dito tarik dari kejadian tersebut. Di antaranya, dia punya banyak waktu untuk menyempur nakan persiapan pernikahan, juga melakukan beberapa pekerjaan terkait film. “Ya untuk mencapai pernikahan, kan, ada prosesnya, jadi kita terima saja dan mengambil hikmah yang besar di balik semua ini. Aku juga jadi bisa menyelesai kan beber apa peker jaan. Aku ini pekerja keras, k e r j a n y a cari duit melulu. Aku juga harus mendorong calon suamiku, ‘Ayo deh, kalau bisa sama seperti gue. Cepet-cepet menab ung yang banyak supaya mereka (orangtua) bisa melepas kita dengan lega’,” ungkapnya. Untuk meyakinkan orangtu anya, lanjut Acha, Dito telah tiga kali datang membawa keluargan ya. Dua kali tahun lalu, dan sekali di tahun ini. Acha sendiri secara mental mengaku sudah siap me masuki dunia rumah tangga. Hal ini tak lepas dari dukungan besar yang didapatnya dari keluarga besar kedua belah pihak. “Keluarga kedua belah pihak telah tiga kali bertemu, namun pertemuan itu sifatnya bukan lamaran. Di tiga pertemuan itu aku dan Dito banyak mendapat banyak wejangan dari orangtua. Misalnya, tentang bagaimana ke depan, tentang banyaknya pondasi yang harus dijaga dalam berumah tangga, dll. Aku merasa, semakin ke sini, hubunganku dengan semuanya menjadi semakin enak. Aku merasa ini suatu proses mengenal keluarga, sehingga kala memasuki dunia rumah tangga nantinya, aku nggak ‘hah’ tepuk jidat,” ungkap Acha yang mengaku sudah memikirkan rencana pernikahannya dengan matang. – Diana Runtu
4
INSPIRASI
10 - 16 Maret 2014
Ni Putu Tirka Widanti
Bansos Hak Masyarakat Bukan dari Personal Caleg Perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha dan pendidik ini siap berkompetisi di pemilihan umum (pemilu) 2014. Ia tercatat sebagai salah seorang calon anggota legislatif perempuan dari daerah pemilihan (dapil) Gianyar untuk meraih kursi di DPRD Bali. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.B.A., M.M., nama lengkap perempuan energik ini. Bagaimana ceritanya ia bisa terjun ke politik? Bagaimana persiapannya menjelang pemilu? Mengapa ia terlihat tenang-tenang saja?
dr. I Ketut Tirka Nandaka, SpKJ, MMKes
T
irka yang akrab di sapa Ika menutur kan keikutserta annya sebagai caleg, tidak melamar, melainkan diberikan tugas oleh PDIP. “Tugas ini saya terima. Apalagi PDIP partai besar. Pastinya saya bangga mendapatkan kepercayaan ini, ” ungkap Ika. Di kancah politik ia bisa mengaplikasikan teori-teori ilmu administrasi, khususnya dalam administrasi pelayanan publik. Ika mengawali langkah karier nya di dunia bisnis yang dibarengi hasrat untuk terus belajar s etinggi-tingginya. Dari praktisi ia menuju seorang akademisi dan kini melangkah ke politisi. Jika melihat aktivitasnya yang cukup padat, sebetulnya ia tidak perlu terjun berpolitik, karena sesungguhnya dalam hidup ini setiap orang sudah berpolitik. Namun, Ika memiliki alasan kuat soal bersedianya ia masuk ke ranah politik praktis. Dikatakannya, hal ini sebagai tambahan ilmu
Letkol CziI Made Tirka Nurgaduh, S.IP
. “Semuanya masih beriringan dan sejalan dalam koridor pendidikan serta edukasi,” ujarnya. Ibu tiga anak ini selain tercatat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Universitas Ngurah Rai, ia juga seorang dosen yang mengasuh beberapa mata kuliah, yang memiliki keterkaitan dengan FISIP. Presiden Yayasan Kul Kul ini juga menegaskan kalau dirinya menjalankan proses berpolitik yang beretika. Ia juga menghindari menggunakan cara yang kurang baik, seperti money politic. Ia berani menggaransi kalau dirinya benar-benar clean. Ia siap melangkah dengan nyaman dan tenang hingga saat ini, padahal pemilu sudah di depan mata. Menurut Ika , ia bisa tenang sebab tujuannya bukan sematamata untuk dapat kursi. Namun, tujuannya lebih luas lagi, yakni mengedukasi dirinya sendiri me
ngenai politik praktis. Mengedukasi sekitarnya serta mendapatkan masukan-masukan terutama mengenai bagaimana masyarakat menyikapi politik. Dari sini pula, ia mengetahui bahwa masyarakat belum memiliki persepsi yang sama tentang politik. Masih banyak yang bera nggapan politik itu kurang santun, bahkan ada yang memiliki kesan hingga sekarang kalau politik itu jahat. Ika juga tidak menyalahkan kalau berkunjung ke salah satu banjar di lingkungan dapilnya di Gianyar, ada juga yang mempertanyakan “Ibu bawa apa?” “Ada bansos tidak?” Biasanya Ika dengan santun akan mengatakan kalau dirinya tidak punya bansos. Ia adalah seorang pemula. ”Saya juga menggunakan kesempatan untuk memberikan pengertian apa yang dimaksud dengan bansos tersebut. Bahwa bansos tersebut bukan dari personal seorang caleg, namun memang merupakan hak masyarakat. Siapapun nanti yang duduk menjadi wakil rakyat di DPRD maupun DPR RI, tentu akan memiliki dan membantu program-program masyarakat., mungkin saja namanya bukan bansos lagi,” jelas perempuan yang aktif di organisasi IAPA, REI, dan IWAPI dan Persadi ini. Meski demikian, diakuinya tidak semua konstituen yang di datanginya mengharap ses uatu. Ada juga yang menerima dengan baik. “Jika dihitung ada 20- 25 %, masyarakat yang masih mengharapkan kehadiran caleg yang berkualitas. Katanya, agar bangsa
Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.B.A., M.M
ini berubah dalam arti positif. Mereka ini tergolong kelompok yang masih yakin akan ada perubahan baik,” ungkap Ika. Ia menganggap respons negatif maupun positif masyarakat sama pentingnya. Sepanjang dirinya memiliki dan melakukan tujuan positif maka ia akan keep doing. Hal yang luar biasa ketika beberapa tokoh masyarakat sempat memberikan dirinya wejangan dan petuah-petuahnya. Kepada mereka ia pun terus terang mengatakan dirinya sebagai caleg, berani malu, berani menanggung risiko. “Ini keuntungan besar bagi saya. Sebuah pembelajaran yang tidak mudah didapatkan. Meski mereka welcome, namun belum menjamin akan memilih saya atau tidak,” ujar Ika tanpa merasa galau. Baginya yang terpenting adalah bisa meneruskan informasi, mengedukasi bahwa ilmu politik dan caleg perempuan tidak semuanya negatif. EDUKASI MULAI RING 1 Mengenai edukasi, Ika sangat memperhatikan proses yang satu ini. Ia bisa memulainya dari ring 1, yakni keluarga, bergeser ke teman dan lingkungan terdekat. Begitu juga di sekolah atau di kampus dan berlanjut di lapangan. “Kita tidak bisa berharap masyarakat segera menghilangkan kesan kalau politik itu jahat. Tidak ada formula yang instan untuk dibagikan di lapangan. Prosesnya kembali dengan edukasi. Secara perlahan tentu akan ada perubahan yang positif,” tutur Ika yang kerap diundang ke luar negeri sebagai pembicara ini. Menurutnya sebagai caleg juga, ia mengaku sangat banyak mendapat keuntungan dan manfaat. ”Di sini tidak ada pamrih sebab tujuan saya bukan semata–mata mencari
kursi namun meraih pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sebagai seorang pendidik saya sudah merasa bangga, bisa lebih banyak mengedukasi. Kalaupun nantinya terpilih itu adalah bonusnya,” tegas Ika. Ia juga menggaransi dirinya tidak akan stres, jika tidak terpilih, Ika sudah eling dan siap mental sebelum melangkah. Ika juga dan cukup banyak berdiskusi dengan kakaknya dr. I Ketut Tirka Nandaka, Sp.KJ yang seorang psikiater dan adiknya Letkol. CZI. I Made Tirka Nurgaduh, S.I.P. Kakak dan adiknya ini mendukung langkah Ika dan menyakinkan Ika dengan segala bekal dan kemampuannya siap menghadapi tantangan ke depan dalam situasi apapun. “Tuhan menciptakan kita dengan beberapa pilihan. Jika di sini tidak berhasil, maka yang lain pasti berhasil. Ini sudah hukum alam,” tandas Ika. Mengenai modal kampanye, Ika mengaku pasti ada biaya yang dikeluarkan namun ia tidak menghitungnya. Biaya itu antara lain untuk membeli bensin, makanan, dan minuman. Untuk tim sukses, ia menggandeng tim sukses sejatinya yakni sang suami tercinta Ir. Wayan Darma Sedana, M.M. Disamping suami tercinta, ada beberapa teman, rekan dan kerabatnya yang menjadi relawan. Ketika ditanya mengenai joke yang mengatakan bahwa selesai pemilu, RSJ Bangli perlu me nyiapkan tempat tidur lebih ba nyak. Ika memberikan tanggapan santai. “Kalimat tersebut bisa muncul tentu karena ada peng alaman sebelumnya. Tidak perlu risau menghadapinya. Mungkin hal tersebut, bisa dijadikannya sebagai warning,” jawabnya santai. - ard
MANDALIKA
10 - 16 Maret 2014
Peringatan Kesatuan Gerak PKK ke-42
21
Penghargaan untuk Para Kader PKK Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu tampak meriah. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturrahmi bagi jajaran TP PKK Provinsi NTB dan kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat serta para kader PKK se-NTB. Penampilan anak-anak berkebutuhan khusus yang membawakan beberapa lagu, membuka acara yang dihadiri pula oleh Gubernur NTB, anggota Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan para pejabat Pemerintah Provinsi NTB ini.
Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, mulai mentradisikan pemberian penghargaan pada kader-kader PKK di NTB
P
uncak peringatan ini dilaksanakan setelah sebelumnya PKK NTB melakukan berbagai kegiatan sosial bekerjasama dengan mitra kerja PKK seperti BKKBN dan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten dan kota. “TP PKK telah melakukan roadshow PKK di seluruh kabupaten/ kota di NTB, dengan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kesehatan dan lomba-lomba,” ungkap Hj. Keniasih Mudjitahid, Ketua Panitia HUT PKK 2014. Kegiatan yang menyangkut 10 program pokok PKK ini telah dilaksanakan sejak pencanangan HKG PKK pada bulan Oktober 2013 hingga Februari 2014. Untuk menyosialisasikan cara hidup bersih dan sehat, dilaksanakan senam massal yang diikuti sekitar 1.000 siswa dan pelajar SD hingga SLTA dalam Jambore Kader PKK yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Tingkat Provinsi NTB, dilaksanakan di Sumbawa. Untuk membangun silaturrahmi antarkader telah pula dilaksanakan kegiatan seperti lomba pidato 10 program pokok PKK bagi Ketua TP PKK desa/kelurahan, lomba PKBN, lomba penyuluhan HATINYA PKK dan berbagai lomba lainnya.
Rangkaian kegiatan roadshow TP PKK tersebut, sekaligus merupakan ajang evaluasi 10 program kerja TP PKK NTB. Salah satu hasil lomba yang membanggakan adalah lomba HBS (hidup bersih dan sehat). “Desa Kempo, kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, berhasil masuk dalam enam besar lomba HBS tingkat nasional, yang penilaian akhirnya akan dilakukan pada bulan Mei mendatang di Jakarta,” kata Keniasih. Kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Tim Penggerak PKK seluruh Indonesia untuk memahami hakekat pemberdayaan masyarakat dan memahami program-program sosial dasar masyarakat, agar mampu mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pemberdayaan keluarga sesuai kebutuhan masyarakat. “Selain itu dilaksanakan seminar tentang kesehatan reproduksi bagi remaja juga tentang Indonesia Berseri juga pencanangan NTB bebas pasung tahun 2018 pada puncak acara Hari Keluarga Tingkat Provinsi NTB pada bulan Oktober 2013 lalu,” ungkap Keniasih. Sebagai upaya penurunana angka kelahiran dan melakukan evaluasi pelaksanaan 10 program PKK melalui lomba-lomba tersebut, PKK
Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi saat acara potong tumpeng pada puncak Peringatan HKG PKK ke-42
NTB telah melakukan roadshow di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok sekaligus melakukan penilaian Lomba Administrasi PKK Desa/Kelurahan, Lomba UP2K-PKK, Lomba HATINYA PKK, Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat, dan Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tidak ketinggalan, kunjungan dan pemberian santunan bagi anak-anak penyandang cacat mewarnai rangkaian kegiatan HKG PKK ke-42. Mengingat angka kematian akibat kanker leher rahim dan kanker payudara yang cukup tinggi, TP PKK bekerjasama dengan Tim FCP (Female Cancer Programme), POGI, BKKBN dan Dinas-dinas Kesehatan di NTB melaksanakan sosialisasi dan screening metode IVA di Kelurahan Tanjung Karang Ampenan. Hal serupa juga dilakukan di Lombok Timur yakni sosialisasi deteksi dini kanker rahim. Sosialisasi hidup sehat dan bersih
ini menghadirkan narasumber dari KPK dan Universitas Indonesia. Masalah Bonus Demografi, sempat disinggung Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam sambutannya pada acara tersebut. Hanya sedikit bangsa di dunia ini yang mendapatkan bonus demografi yakni penduduk dengan umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. “Kalau bangsa-bangsa di dunia mengalami penurunan penduduk usia produktif dari tahun ke tahun, maka Indonesia pada tahun 2012-2035 malah meningkat pesat penduduk usia produktifnya,” katanya. “Menghadapi hal tersebut mestilah disikapi dengan cermat. Mesti ada pembangunan penduduk yang terus berkembang agar terdidik dan terlatih,” imbuhnya. Harus terjadi peningkatan kesehatan bagi
pada anak PAUD juga dilakukan PKK untuk membiasakan anak-anak hidup sehat sejak usia dini. PKK NTB juga turut andil dalam upaya pemberantasan korupsi dengan melakukan sosialisasi dan pencegahan serta pemberantasan korupsi bagi organisasi wanita tingkat provinsi, kabupaten dan kota seNTB yang bekerjasama dengan AIPJ (Australia Indonesia Partnership For Justice) melalui Bappeda. Kegiatan
usia produktif 15-65 tahun. Selain itu, juga harus ada pembangunan ekonomi sehingga usia produktif mendapatkan lapangan kerja, yang harus pula dibarengi dengan pengendalian penduduk yang efektif. Menurut Majdi, pada keempat hal tersebut, PKK mempunyai ruang sumbangsih pada semua sector. Pada sektor pendidikan, PKK bisa menyosialisasikan pentingnya mendapatkan pendidikan yang baik.
Berbagai kegiatan PKK NTB selama bulan Oktober 2013-Februari 2014 dalam rangka menyambut HKG PKK ke- 42
Pada sektor kesehatan, PKK harus memiliki kemitraan yang kuat dengan stake holder bidang kesehatan. Sedangkan, dalam hal pemberdayaan ekonomi banyak kader PKK yang memiliki usaha harus didorong dan diarahkan untuk semakin meningkatkan usaha tersebut. “Bonus demografi tidak ada yang sifatnya jadi dan selesai, melainkan harus diolah, dan keunggulan itu harus dikelola dan dibangun dengan baik untuk mendapatkan mafaat yang besar,” katanya. Selain itu, menurut gubernur, kiprah PKK akan semakin menemukan titik manfaatnya jika melakukan kemitraan dengan semua pihak dan tidak menghilangkan silaturrahmi. Jika ingin lebih baik diharapkan PKK tidak cukup belajar dari diri sendiri atau dalam kelompok saja, namun harus menjalin kemitraan yang kuat dan belajar dari pihak luar. Pada Puncak Peringatan HKG PKK ke-42, PKK NTB memberikan penghargaan pada kader-kader PKK yang selama ini dinilai aktif dalam membangun PKK. Penghargaan ini dimaksudkan agar setiap kader PKK mengetahui bahwa tim penggerak PKK dan pemerintah Provinsi NTB, menghargai setiap kontribusi yang diberikan kader-kader PKK kepada Nusa Tenggara Barat. “Saya ingin mulai membangun tradisi memberikan penghargaan kepada kaderkader PKK, tidak saja di tingkat provinsi, namun juga untuk kaderkader PKK di tingkat kabupaten/ kota, kecamatan, desa dusun dan dasa wisma. Hal ini dilakukan agar para kader tahu bahwa tiap-tiap kontribusi kader dalam membangun NTB ini adalah hal yang berharga bagi daerah. Kiranya penghargaan yang diberikan ini dapat mewakili rasa kasih sayang dan terima kasih kami yang tidak terhingga, kepada para kader teladan PKK di daerah ini,” ucap Ketua TP PKK NTB Erica Zainul Majdi,dengan senyum yang khas. - Naniek I. Taufan
20
NINE
10 - 16 Maret 2014
Diyah Ratu Ganefi
Pedagang Asongan jadi Pengusaha Ketika gadis, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi pernah menjadi pegawai bank. Selama tiga tahun rutinitas bekerja dari pagi hingga sore hari ia jalani dengan suka cita. Namun, ketika ia menikah di tahun 1987, Diyah menemukan kenyataan bahwa ia harus mengurus sendiri rumah tangganya. Itu membuat pilihan karirnya berubah. Tidak punya pembantu membuatnya merasa kerepotan mengurus anak dan suami jika ia tetap menjadi pegawai bank. “Setelah menikah saya mengundurkan diri dan memilih karir sebagai ibu rumah tangga,” ungkapnya. Ia sadar bahwa men jadi seorang istri dan ibu bukanlah hal yang mudah. Kesuksesan seorang anak ada da lam bimbingan ibu. Demikianlah prinsip Anggota DPD RI yang mewakili Nusa Teng gara Barat, sejak lima tahun belakangan ini. Perempuan kela hiran 20 Oktober 1963 ini adalah so sok yang tidak biasa berpangku tangan. Ia Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi memang telah memu tuskan meninggalkan karirnya di dunia perbankan namun, ia juga merasa harus mempunyai aktivitas yang bisa membantu ekonomi keluarga, dengan tetap dapat mengatur jadwal dengan baik demi anak dan keluarganya. “Saya memilih usaha kecil-kecilan dari menjadi pedagang asongan di Pantai Senggigi,” kata pemilik Bale Gaye Ratu Emas ini. Itu mulai ditekuninya sejak 27 tahun lalu, tahun 1987, di saat pariwisata Lombok mulai dirintis. Diyah Ratu Ganefi, telah memulai karirnya sebagai pengusaha dalam bidang tersebut. Waktu itu, ia memang bukan pengusaha hotel, bukan pula pengusaha travel, melainkan pengusaha oleholeh khas Lombok, seperti kerajinan-kerajinan gerabah, gelang-gelang bertuliskan Lombok, ketak dan lain-lain. Usaha berdagang oleh-oleh ini merupakan pilihan yang tepat saat itu, karena oleh-oleh khas suatu daerah menjadi salah satu penunjang penting sebuah daerah pariwisata. Naluri bisnis yang dimiliki pengusaha yang kini menjadi Ketua DPD IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ) NTB periode 2013-2018 ini, begitu jeli membaca “pasar” saat itu. Diyah menggeluti dunia usaha yang mengokohkan dirinya
menjadi salah seorang perempuan pengusaha yang sukses di Lombok, benar-benar berangkat dari nol. Bermodal berasal dari keluarga pebisnis, Diyah menetapkan pi lihan hidupnya pada dunia bisnis Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi bersama anggota Iwapi NTB lainnya dalam kegiatan sosial meski awalnya ia tidak tahu apakah saksi tukar uang, tidak pakai mesin hanya pakai kertas saja,” ia akan berhasil dengan pilihan tersebut. “Saya mencoba katanya tertawa. tekun menggeluti dunia usaha sejak awal,” ungkapnya. Tidak sampai di situ, kejeliannya membaca kebutuhan Saat memulai karir bisnisnya ia tidak berjualan oleh-oleh pasar usaha waktu itu, mengantarnya menggeluti usaha khas Lombok tersebut dalam sebuah art shop atau toko yang kebanyakan ditangani laki-laki. Diyah menjadi pemasok khusus atau gallery, melainkan menjadi pedagang asongan bahan bangunan bagi hotel-hotel yang akan dibangun. Mulai di Pantai Senggigi Lombok Barat. Berpindah dari satu titik dari pasir, batu, batu bata dan bahan-bahan bangunan lain pantai ke titik pantai lainnya di sepanjang pesisir pasir putih nya. “Sambil jadi pedagang asongan, saya juga “ikut-ikutan” Senggigi, di sanalah ia mulai menancapkan cita-cita dan memasok bahan-bahan bangunan untuk hotel-hotel yang mimpi-mimpinya meraih sukses hingga akhirnya ia menjadi baru dibangun waktu itu,” ungkapnya. Ketua Iwapi NTB. Seiring dengan mulai berkembangnya pariwisata di Ia sadar sepenuhnya bahwa dunia bisnis tidaklah selu Lombok dan NTB umumnya, usaha yang digelutinya terus ruhnya menawarkan keuntungan, melainkan risiko terutama memberikan harapan yang baik baginya. Giatnya ia bersama kemungkinan merugi, tetap mengintai. Sebagai “anak beberapa pedagang barang-barang kerajinan khas lainnya, bawang” dalam dunia usaha, hal tersebut belum mampu menarik perhatian pemerintah daerah NTB waktu itu, yang sepenuhnya ia manajemen. Sehingga, meninggalkan sebuah kemudian mengajaknya berkeliling ke lima negara Eropa di kisah sedih yang hingga kini tidak dapat dilupakannya. tahun 1990-an, di saat harga dolar Amerika masih bernilai Namun, menurutnya, sekecewa-kecewanya, kisah yang Rp 2.300. “Itulah perjalanan ke Eropa pertama yang saya kurang menyenangkan itu, menjadi pengalaman dan guru lakukan,” ungkapnya. bagi perjalanan usaha selanjutnya. Saat itu pula, telah terpikir olehnya mendirikan sebuah Pedagang asongan cantik itu, tiap pukul 10.00 hingga “klinik” yang diberi nama Dokter on Call (DoC) di wilayah pukul 17.00 menggelar dagangannya di pinggir Pantai Senggigi. Ia mengamati kala itu fasilitas kesehatan di wilayah Senggigi di sebuah mobil yang sengaja dimodifikasinya yang mulai didatangi turis asing itu masih sangat terbatas. sedemikian rupa menjadi semacam toko berjalan. Saat Karena itu, DoC yang menjadi jembatan jika ada turis yang itu, wisatawan mancanegara maupun lokal belum banyak, menderita sakit. “Tiap jam dua siang DoC buka dan jika karena pariwisata Lombok baru saja mulai dibangun. Jadi, ada yang sakit saya menghubungi rumah sakit agar pasien butuh kesabaran untuk mendapatkan pembeli. tersebut mendapat penanganan medis seperti yang dibu Sebagai seorang perempuan, Diyah tergolong berjiwa tuhkan,” katanya. mandiri. Ia juga ulet dan gigih menjalankan usaha yang ia Berbagai pengalaman itu akhirnya membawa Diyah rintis sejak berusia 24 tahun. Meski dari ekonomi ia tergo menemukan bahwa ia merasa lebih cocok berbisnis bidang long tidak kekurangan saat itu, namunia tetap ingin memiliki garmen dan kain. Menggeluti usaha kain, memang sudah penghasilan sendiri demi membantu ekonomi keluarga. lama dilakukannya bersamaan dengan usaha-usaha lain yang Karena itu, setiap hari ia habiskan waktunya di pinggir pernah dicoba. Puluhan tahun ia mengoleksi berbagai jenis pantai untuk berjualan dengan si buah hati, anak semata tenunan NTB. Karena itulah, Diyah akhirnya jatuh hati un wayangnyaYudit Sandya yang kini telah menjadi seorang tuk “setia” pada kain. “Saya sekarang fokus di usaha kain, dokter. “Yudit ikut bersama saya, menemani saya berjualan termasuk tenun khas NTB,” ujarnya. di pinggir pantai, sejak usia lima bulan,” kenangnya. Mobil Kini, sebuah tugas memimpin para wanita pengusaha di yang dimodifikasinya tersebut, sekalian sebagai tempat tidur NTB membuatnya harus memiliki inovasi demi memajukan bagi si kecil. Ia memang selalu membawa anaknya tiap kali perempuan dalam dunia usaha ini. Sebagai “ibu” dari para berjualan karena tidak ingin apa yang dilakukannya untuk pengusaha wanita NTB ini, ia harus bisa melewati tantanganmencari rezeki tersebut, memisahkan ia dari tugas-tugasnya tantangan dengan menjadi penyeimbang dalam “gesekan” sebagai seorang ibu. dunia usaha yang tentu saja selalu terjadi, khususnya bagi Di pesisir pantai para pengusaha dalam bidang yang sama. Memperbanyak inilah, kegigihan Di silaturahmi antarpengusaha wanita di NTB adalah salah yah terlihat. Ia belajar satu kiatnya “merukunkan” para pengusaha untuk dapat tentang seluk-beluk bersaing secara sehat. dunia usaha yang juga Dan satu hal lagi yang menjadi fokusnya adalah menjadi memperkenalkannya kan para perempuan pengusaha ini untuk selalu menyadari dengan mata uang bahwa di tengah kesibukan sebagai pengusaha, keluarga dolar untuk pertama jangan sampai terbengkalai. Para ibu memiliki banyak kes kalinya. Meski terasa ibukan bahkan dari membuka mata hingga kembali tidur, sangat asing waktu itu, kesibukan tak ada habisnya apalagi ditambah dengan keg ia melihat hal tersebut iatan usaha. “Namun, kesibukan jangan sampai memecah sebagai peluang bisnis belah keluarga,” ungkapnya. Apa yang diungkapkannya ini baru. Ia belajar ten berdasarkan pengalamannya merintis usaha yang kerap tang dolar dan sepu diwarnai jatuh bangun. Namun, ia tetap berdiri kokoh tarnya dari pengala dan tegar, semua yang terjadi dihadapi dan diselesaikan man tersebut. Meski jika ada masalah. belum sepenuhnya Demi memajukan para perempuan usahawan di NTB, paham tentang dunia ia akan mengarahkan untuk menguasai IT. Menurutnya, tukar-menukar mata masih minimnya pemahaman wanita pengusaha terhadap uang asing ini, Diyah kecanggihan teknologi, akan bisa menjadi kendala dalam berani mulai mencoba mengembangkan usaha. Karena itulah, ia bertekad men melakukannya dengan jadikan perempuan pengusaha di NTB untuk melek IT. cara manual. Untuk “Program IWAPI NTB ke depan adalah semua anggota mengetahui nilai mata perempuan pengusaha ini harus bisa memanfaatkan ke uang, ia mencari infor canggihan IT guna menunjang perkembangan usahanya,” masi sana-sini. “Masih katanya. --Naniek I. Taufan sangat manual tran
INSPIRASI
10 - 16 Maret 2014
5
Qotrun Nada Fitriana
Mulai dari Gitar Pinjaman Tidak mudah menyelaraskan karier dan pendidikan. Perlu usaha superkeras agar dua hal penting ini bisa seiring sejalan, tanpa harus mengorbankan salah satunya. Problema ini umumnya dialami mere ka yang berkarier saat masih menempuh pendidikan. Qotrun Nada Fitriana, gitaris grup band SHE juga mengalami itu. Hobinya ber musik demikian kuat, namun di sisi lain, ia juga sadar bahwa pen didikan adalah hal penting untuk masa depannya.
“B
agaimana me nyelaraskan an tara keduanya, inilah yang berat. Ini masalah manajemen waktu, aku sadar itu. Aku sempat keteteran, ku liah berantakan, dan akhirnya ngaret setahun,” tutur Qoqo, sapaan akrab Qotrun Nada Fitriana. Gadis tomboi yang hobi ngeband sejak SMP ini mengaku, gangguan pada pendidikannya mulai terasa saat kuliah, khususnya di awal kiprah nya sebagai mahasiswa Universitas Padjajaran, Bandung. Hal ini karena saat itu dia telah menekuni dunia musik bukan hanya sekadar hobi tapi juga mengarah lebih profesional. Persisnya, sejak ia bergabung dalam grup band SHE, band yang semua personilnya adalah wanita yang me mainkan musik. Kuliahnya jeblok membuat orang tuanya bereaksi. Meski tidak sampai memerintahkan Qoqo menghentikan kegiatan ngebandnya, namun tak urung peringatan keras diberikan padanya. “Aku diingatkan orangtua tentang konsekuensi yang sejak dulu diingatkan ketika aku minta izin serius menekuni ngeband. Yah maklum, namanya orangtua, beliau ingin yang terbaik bagi anaknya. Apalagi aku kan masih sekolah. Sebagai anak ya tentu saja aku pun ingin semuanya bisa
berjalan baik. Tapi, itu dia, akitivitas yang padat membuatku keteteran mengatur waktu,” tambah anak bungsu tiga bersaudara ini. Kondisi waktu itu parah karena menurut Qoqo, dia dan grupnya banyak menghabiskan waktu di luar kota untuk tour promo album kedua SHE yang bertajuk Tersenyum Lagi. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Walhasil, dia pun harus mengorban kan waktu liburnya dengan mengejar ketinggalan nilai-nilai kuliahnya. “Jadi pas band libur, aku pun meng genjot kuliah semaksimal mungkin. Aku ikut tes susulan untuk perbaikan nilai. Jadi pas orang-orang libur, aku belajar mati-matian... hehehehe. Sejak itu aku juga berusaha memperbaiki manajemen waktuku agar masalah semacam itu tidak terulang lagi,” kata Qoqo yang akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya di jurusan Akuntansi Unpad pada 2010. Pengalaman semacam ini, lanjut gadis kelahiran Bandung, 13 Juni 1987 ini, memang banyak dialami mereka yang sibuk berkarier di saat masih sekolah/kuliah. Bahkan banyak di antaranya akhirnya terpaksa me ngorbankan salah satunya. Ada juga yang tetap mempertahankan ke duanya namun biasanya pendidikan nya berjalan terseok-seok, bahkan terpaksa kelulusannya ngaret selama bertahun-tahun. Qoqo sendiri me mutuskan tidak cuti kuliah, meski untuk itu dia harus berjuang ekstrakeras khusus nya dalam membagi waktu. “Masa-masa itu memang berat. Dua-duanya (ngeband dan pendidi kan) sama pentingnya bagiku. Kebetulan, di saat yang sama SHE juga tengah naik dan aktivitasnya begitu padat. Bersyukur, meski berat, aku bisa melaluinya. Sekarang aku sudah lega kare na sudah lulus dan bisa fokus pada passion aku,” ujar Qoqo yang termasuk dalam 10 besar gitaris wa nita terbaik Indonesia saat ini. Bermusik me mang telah menjadi passion Qoqo sejak remaja. Kecintaannya pada musik bukan karena ia berasal dari
keluarga pemusik, namun karena pengaruh lingkungan pergaulan saat SMP. “Waktu itu teman-teman heboh ngeband. Aku tertarik ikut. Terus, aku melihat teman main gitar di panggung pertunjukan, kayaknya keren banget. Maka sejak itu aku kepincut sama gitar dan mulai belajar. Aku nggak kursus resmi, jadi hanya belajar dari teman-teman,” tambah Qoqo yang sebelumnya juga sempat menekuni drum. Memasuki SMA, Qoqo makin keranjingan ngeband. Tapi waktu itu kegiatannya masih sebatas hobi dan pembagian waktu antara sekolah dan ngeband juga tidak ada masalah. Buktinya, meski rajin ngeband Qoqo tetap tercatat sebagai salah satu siswa cerdas di sekolahnya. “Waktu SMA aku juga rajin ikut festival band. Tapi sekolah nggak pernah ketinggalan. Makanya orangtua nggak keberatan. Aku cuma diingatkan agar pandai membagi waktu, agar sekolah tidak keteteran,” ucap Qoqo yang masuk 10 besar saat audisi ‘Dream Band’ yang digelar salah satu TV nasional. Qoqo bergabung di grup band SHE sekitar sembilan tahun lalu, mengantikan salah satu personil SHE, Kika, yang menikah dan pindah ke luar negeri. Kehadiran Qoqo mem beri warna berbeda bagi SHE. Warna musik SHE terasa lebih ngerock dengan kehadiran Qoqo pada al bum kedua. Permainan gitar Qoqo dinilai lebih garang ketimbang Kika. “Awalnya aku hanya jadi additional player selama tiga bulan, lalu diminta resmi gabung sebagai personil tetap. Aku personil terbungsu dari segi usia karena baru lulus SMA, juga karena personil terakhir yang bergabung kala itu,” tambahnya. Sebelumnya, Qoqo juga sempat menekuni drum, namun kemudian merasa menjadi gitaris terasa lebih menantang dan memberi warna tersendiri bagi band. Meski be gitu katanya, tidak boleh berlebihan karena seorang gitaris harus bisa bermain secara proporsional men dukung band. “Improvisasi tetap bisa tapi tidak berlebihan. Bagiku yang terpenting adalah bermain sebaik mungkin,” ucap Qoqo yang berharap permainannya bisa menjadi inspirasi bagi para penonton. TIDAK MEMILIKI GITAR PRIBADI Yang menarik yang diungkap Qoqo adalah saat awal bergabung dengan SHE, ia tidak memiliki gitar pribadi. Dalam pengertian, gitar yang benar-benar layak dipakai untuk manggung dan rekaman. Walhasil,
Qoqo setiap kali manggung atau rekaman, ia terpaksa pinjam sana-sini. Untung teman-temannya baik hati sehingga Qoqo tak pernah kesulitan menda patkannya. “Rasanya sedih ya. Ibaratnya gitar itu, kan, alat perang, alat tempur, ‘nyawa’ kita. Jadi kalau tidak punya tuh, rasanya bagaimana ya. Itu ter jadinya di awal-awal, maklum kan masih baru. Lagi pula, gitar yang aku inginkan itu, bukan hanya bagus tapi harganya lumayan. Jadi selama belum punya, aku minjem sana-sini.. hehehehe. Untung, teman-temanku baik hati mau meminjamkan. Baru setelah setahun, aku bisa beli gitar sendiri dari hasil nabung honor mang gung,” bebernya. Bandung, Jawa Barat, tempat Qoqo tumbuh dikenal sebagai gu dangnya musisi. Begitu banyak musisi terkenal Tanah Air berasal dari Kota Bunga itu. Tak mengherankan, kata Qoqo, persaingan di industri musik Kota Bandung, begitu ketat. Bandung tak pernah kekurangan pemusik ka rena bibit-bibit baru di bidang musik tumbuh bak jamur di musim hujan. Grup-grup musik perempuan pun tak kurang banyaknya. Karena itu ketika SHE muncul di Bandung, mendapat begitu banyak pesaing. “Di Bandung, banyak band cewek yang semua personilnya bermain musik, sama seperti SHE. Mereka bagus-bagus semua. Hanya saja, mungkin, belum terekspose saja,” katanya. Grup band SHE (Sound and Harmony Electric) berbasis di Bandung, Jawa Barat, didirikan tahun 2000, dengan tujuh personil yang memiliki latar belakang musik yang berbeda. Dalam perjalanannya, personil yang tersisa dari grup ini empat orang, yakni Qoqo (electric guitar), Arnie (bassist), Yoyo (keyboard) dan Adis (drummer). Meski tinggal empat orang, namun penampilan SHE tetap stabil. Kuncinya adalah, mereka tetap semangat dan tetap kreatif dalam berkarya. Telah empat album dihasilkan
oleh band ini, terakhir SHE is the Best yang diluncurkan tahun 2013 lalu. Agar bisa eksis sampai sekarang usia 14 tahun, kata Qoqo, bukan hal yang mudah. SHE telah melalui berbagai pengalaman mengesankan. Mulai dari dilecehkan karena dianggap band cewek tidak memiliki kemampuan seperti halnya band cowok, hingga manggung hanya dibayar dengan nasi kotak. “Dulu, saat di awal-awal SHE tampil di publik, kan, banyak yang belum tahu kemampuan kami. Mungkin mereka pikir, ‘Ih siapa nih, band isinya cewek semua, apa emang bisa?’ Setelah kami manggung, barulah mereka tahu kalau band cewek pun tak kalah dengan cowok. Mereka kasih aplaus panjang, kami puas! Tapi itu dulu, ketika SHE belum dikenal publik. Dulu waktu merintis SHE, kami juga pernah manggung hanya dibayar dengan nasi kotak..hahahaha. Yah, nggak apa-apa, kan, waktu itu kita masih mencari nama, masih bukan siapasiapa, sampai akhirnya kami bisa dikenal publik. Kini semuanya lebih lancar, alhamdullilah,” tutur Qoqo yang memegang gitar elektrik. Qoqo mengaku, tak mempunyai target tertentu sampai kapan ber main musik. “Aku akan main musik sampai puas, sampai bosan. Tapi apakah mungkin (bosan)? Hahaha... rasanya aku nggak bakal bosan ber main musik. Itu passion aku, mana mungkin bosan. Pun, dari sana bisa berkembang macam-macam, mi salnya, pencipta lagu, produser atau bahkan bisnis musik. Ya banyaklah, jadi lihat saja nanti,” katanya. Selain bermusik, kegiatan yang sekarang sedang dirintisnya adalah penjajakan terjun ke bisnis. “Aku ingin punya usaha sendiri. Yang sedang proses adalah usaha makanan. Kon sepnya sederhana, seperti angkringan. Harganya tidak mahal, menunya unik. Sekarang sedang proses,” ucap Qoqo yang mengaku tidak suka kerja kantoran. – Diana Runtu
l i f e s to ry
6
Sore itu sekitar pukul 16.00, beberapa bocah perempuan berkumpul di undakan tangga Pasar Badung, Denpasar. Mereka membawa makanan dan minuman ringan, dan saling berbagi disana.
W
ayan Jeklin (11) yang mengaku baru lima hari mulai kembali ke rutinitasnya itu, tengah asyik menyeruput esnya. Lubang telinga kirinya masih disumpal kapas. “Ini masih keluar cairan. Enam bulan lalu saya sempat sakit tetanus. Dirawat di RS di Buleleng, tiga hari masuk ICU, katanya sampai habis Rp 10,5 juta,” kisahnya. Jeklin tidak pernah mengenyam pendidikan di tanah kelahirann ya, Desa Pedahan, Karangasem. Tahun lalu ia hijrah ke Denpasar, membantu mengasuh anak-anak kakaknya yang masih kecil-kecil. Kakaknya seorang tukang suun. Karena bosan di rumah terus, Jeklin mengutarakan niatnya untuk ber
profesi serupa dengan kakaknya. “Biar dapat melancong, ketemu teman-teman,” ujarnya. Kakaknya mengizinkan. Meski tak mendapatkan pen-
Jeklin tengah memburu calon pengguna jasanya sebagai tukang suun
Jeklin (duduk bawah kiri) dan Indah (duduk bawah) bersantai sebelum memulai aktifitasnya
Sore hari, baru ia ke pasar. Tak lupa memakai jaket atau baju lengan panjang untuk menghindari sengatan matahari langsung ke kulitnya. “Kalau hujan-hujan, saya tidak mau nyuun, walaupun ada yang minta. Ngapain hujanhujanan, nanti sakit,” ujarnya. Jeklin mengaku sempat juga ikut belajar bersama temanteman sesama tukang suun di Lantai IV Pasar Badung, namun hanya ikut dua kali. “Malas ikut lagi, teman-temannya nakal-nakal. Baru mulai nulis, sudah dicoratcoret buku tulis saya,” keluhnya. Sejak saat itu, Jeklin yang meng aku bercita-cita menjadi guru itu pun akhirnya tak melanjutkan belajarnya lagi. Jeklin memulai pekerjaan tukang suun-nya pukul 16.00 sampai 21.30. Jika ramai, ia bisa mengantongi Rp 30 ribu perhari. Tetapi jika sepi, bisa tak membawa hasil sepeser pun. Karena itu, Jeklin
Ida Ayu Putu Manik, S.H.
Karena Rp 100 Ribu Menderita 5 Tahun Terjun ke dunia politik sebenarnya bukan tujuan Ida Ayu Putu Manik, S.H. Kalau mau, dulu saat pensiun tahun 2007 di Pemkab Badung, ia sudah dicalonkan di wilayah Badung. Namun saat ini kondisinya berbeda, karena ada seorang caleg perempuan yang mengundurkan diri yang harus digantikan perempuan pula, partai banteng bermoncong putih itu mengusung Dayu Manik. “Ini merupakan amanah. Demi menyelamatkan partai, saya siap maju,” ujar Dayu Manik, tokoh Puri Satria yang siap bertarung dalam perhelatan demokrasi 9 April mendatang ini. Melenggangnya Dayu Manik sebagai caleg DPRD Provinsi Bali dari Partai PDI Perjuangan Dapil Denpasar dengan nomor urut 5 tersebut bukan lantaran ia istri Cok Ratmadi, Ketua DPRD Bali. Namun, lebih kepada eksistensi dan pengalamannya dalam kepemerintahan yang layak diperhitungkan. Masa kerja 37 tahun sebagai PNS dengan jabatan akhir sebagai mantan Kepala Bawasda Badung, sedikit tidaknya menjadi modal Dayu Manik akan apa yang akan ia tuju sekarang ini. Ia sudah sangat paham tentang birokrasi, termasuk tugas dan wewenang seorang anggota dewan. Untuk menyosialisasikan program-programnya dalam waktu yang pendek ini, tim sukses Dayu Manik bertekad menggolkan tokoh Puri Satria ini. Beberapa kegiatan safari kesehatan, pemeriksaan mata, tali
kasih dan tirtayatra dengan para lansia sudah dilakukan. Namun, menurut Ketua Gatriwara (Gabungan Istri Wakil Rakyat) Bali, isu yang paling penting di Bali adalah masalah lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Apalagi di Kota Denpasar, dengan penduduk yang heterogen. Masalah lingkungan menjadi penting sekali, terutama sampah plastik yang susah dihancurkan. Belum lagi penanganan sampah yang masih belum maksimal yang hampir di setiap sudut kota masih terlihat menumpuk. “Perlu adanya penyuluhan dari DKP atau pihak terkait untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah berdampak pada kebersihan yang berujung pada terganggunya kesehatan,” ujarnya. Penyuluhan ini bisa diselipkan dalam ke senian, seperti pertunjukkan wayang, bondres, dll. yang tentunya akan lebih mengena di hati masyarakat. Pemahaman yang perlu ditanamkan, menurutnya adalah sampah tak hanya masalah bagi pemerintah atau hanya kepentingan pemerintah untuk menampilkan lingkungan yang bersih. Namun, ini untuk kepentingan kita semua, pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tentunya ingin yang terbaik bagi masyarakat. Dengan lingkungan bersih, masyarakat menjadi sehat. Jika sudah sehat, fisik menjadi kuat dalam menjalani aktifitas, pekerjaan, dll. Kesehatan itu mahal. Sampah merupakan sumber penyakit. Karena itu, keterhubungan ini patut dicermati. Terkait kesehatan, perempuan dikatakannya harus lebih menjaga
kesehatan, karena ada beberapa hal dari perempuan yang tak bisa digantikan laki-laki. Salah satunya melahirkan. Karena itu, Dayu Manik mengingatkan kembali kepada perempuan Bali khususnya untuk menjaga kesehatan reproduksinya, misalkan dengan melakukan pap smear. “Kesehatan perempuan ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Karena, hanya dari ibu yang sehat menghasilkan anak yang sehat,” ujarnya. Penyadaran pada kaum perempuan untuk menjaga kesehatannya ini masih perlu digencarkan lagi. Karena masih ada perempuan yang enggan melakukan pemeriksaan dini seperti pap smear, entah karena ketiadaan biaya atau alasan lain. “Namun, paling tidak, jika diperjuangkan pendanaan untuk bisa melakukan pap smear gratis, mungkin mereka mau,” ucapnya. Pendidikan merupakan isu yang tak kalah penting. Penduduk Indonesia yang lebih dari 50 persennya perempuan harus juga diberdayakan dan berperan aktif dalam pembangunan. Dayu Manik mengungkapkan dalam Menawa Darma Sastra disebutkan, jika perempuan tak diikutsertakan dalam upakara, tak akan ada pahala yang sempurna. Demikian halnya dalam pembangunan, jika perempuan tak dilibatkan, tentunya jalannya pemba ngunan akan kurang lancar. Perempuan harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Meski tak memiliki pendidikan yang cukup tinggi, Dayu Manik mengimbau
perempuan untuk terus mengisi diri dengan keterampilan lain sesuai dengan minat dan bakatnya seperti, tata rias, menjahit, membuat kue, kerajinan, dll. Selain itu, penting juga dipahami potensi desa dan meningkatkannya untuk memberikan nilai lebih untuk mendatangkan penghasilan. “Disinilah tugas anggota dewan untuk menyerap aspirasi rakyat, keluhan-keluhan rakyat, yang kemudian penganggarannya dibahas bersama eksekutif. Anggota dewan hanya menjembatani,” ujar Dayu Manik yang Jumat, 7 Maret 2014 ini genap berusia 64 tahun. Karena itu, dengan moto “Berjuang untuk kese jahteraan rakyat dilandasi kejujuran dan tulus ikhlas,” ia mantap bertarung di arena pileg mendatang.
S U D U T PA N D A N G
19
Aman kalau tak Diketahui Media
Anak Tukang Suun yang Malu Sekolah didikan formal di sekolah, Jeklin sempat mengenyam pendidikan di Yayasan Kasih Peduli Anak di Jalan Gunung Payung, Denpasar. Pagi sekolah, sore bekerja sebagai tukang suun. Namun, Jeklin hanya sampai kelas 2 SD bersekolah di sana, keburu sakit. Setelah sembuh, ia mengaku malu untuk balik lagi bersekolah. Kini, ia hanya menghabiskan waktu paginya di rumah saja, mengerjakan pekerjaan rumah.
10 - 16 maret 2014
10 - 16 maret 2014
selalu membawa uang saku Rp 5 ribu. “Kalau tidak dapat nyuun, ada yang dipakai beli nasi,” ujarnya. Dari hasil nyuun, setengahnya disisihkan untuk ditabung, membantu membayar utang-utang ibunya yang hanya bekerja sebagai tukang ngarit dan pencari kayu bakar. Nasib serupa dilakoni Kadek Indah (13). Indah dan ibunya samasama mengais rezeki sebagai tukang suun di Pasar Badung. Ia lebih beruntung daripada Jeklin. Indah sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 5 SD di kampungnya, Pedahan, Karangasem. Namun sayang harus terhenti karena ketiadaan biaya. Jadilah usia sekolah mereka, Jeklin dan Indah harus dihabiskan untuk membantu mencari nafkah. Jeklin dan Indah hanya dua dari sekian banyak anak-anak yang berprofesi sebagai tukang suun di Pasar Badung. -Inten Indrawati CERDAS GUNAKAN HAK PILIH Dalam tiap pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat, Dayu Manik menyayangkan masih ada saja yang memakai cara-cara yang kotor. De ngan Rp 100 ribu, suara masyarakat bisa dibeli, taruhannya nasib lima tahun ke depan. “Jika terus begini, masyarakat diintimidasi, kapan masyarakat akan pintar menggunakan hak pilih. Ini pendidikan politik bagi masyarakat,” ujarnya. Karen a itu, ia berharap para caleg bermain yang cantik. Masyarakat pun harus cerdas memilih wakil rakyat, cerdas menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai karena Rp 100 ribu menderita lima tahun. Terkait uang ratusan juta yang kerap disumbangkan kepada kelompok masyarakat tertentu, oleh caleg yang sebelumnya sudah menjabat, dikatakan Dayu Manik merupakan suatu kewajaran. Yang perlu dicermati, apakah uang sumbangan itu dari kantung pribadi atau dari dana APBD berupa dana hibah atau bansos, yang memang merupakan hak rakyat. Demikian halnya, iming-iming uang dari caleg. Masyarakat harusnya berpikir, dengan menghabiskan ratusan juta hingga lebih untuk dana kampanye, apakah yang akan dilakukan caleg itu setelah duduk di kursi dewan? “Jadi, masyarakat harus jeli. Jika dana itu dari APBD, itu uang rakyat yang memang harus dikembalikan kepada rakyat. Jangan karena iming-iming uang, nasib lima tahun ke depan jadi taruhannya,” tandasnya. –Inten Indrawati
Seorang siswi kelas 3 sebuah SMK di Denpasar tidak bisa melanjutkan sekolah. Siswi ini hamil. Pihak se kolah merespons situasi tersebut dengan mempersilakan siswi itu mengundurkan diri.
Luh Putu Anggreni
Ni Nyoman Sri Mudani
asus lain terjadi di sebuah SMA yang juga berada di Denpasar. Ada dua siswi yang hamil. Keduanya sudah dipanggil pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah itu. Secara aturan, memang tidak ada hukum tertulis yang menyatakan siswi hamil dilarang sekolah. Namun, dengan alasan kemanusiaan dan masa depan mereka, kedua siswi itu diminta untuk “cuti” selama melahirkan. Setelah itu, mereka dipersilakan kembali ke sekolah untuk mengikuti ujian. Dua kasus yang terjadi di dua sekolah ini bisa saja terjadi di sekolah lainnya. Namun, kebanyakan kasus-kasus semacam ini ditutupi karena bisa dianggap aib bagi sekolah. “Kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) banyak terjadi di kalangan remaja usia sekolah. Saya pernah didatangi seorang ibu bersama putrinya yang masih SMP. Dia mengatakan ingin memeriksakan anaknya. Teman-teman anaknya bilang, si anak kena tumor di perut. Setelah saya periksa, putrinya itu ternyata hamil tujuh bulan. Si ibu kaget, menangis sambil bersimpuh. Ia tidak menyangka putrinya hamil. Kasus lainnya, seorang siswi kelas 2 SMA datang dalam kondisi demam 42 derajat Celcius. Setelah diperiksa, ada nanah di rahimnya setelah aborsi yang dilakukan di dukun. Mau diapakan pasien semacam ini? Mau tidak mau, rahimnya diangkat,” ungkap dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K), Ketua POGI Cabang Denpasar dalam diskusi terbatas Mingguan Tokoh “Kehamilan tidak Diinginkan di Kalangan Pelajar”. Data diungkapkan dr. Kadek, sapaan Suyasa Jaya. Proporsi KTD tertinggi pada remaja perempuan usia kurang dari 14 tahun. Pada usia kurang dari 19 tahun, empat
dari lima kehamilan merupakan KTD. “Dari pasien yang datang ke RS Sanglah dalam kasus abortus infeksiosus (pasien datang setelah melakukan aborsi di luar penanganan dokter), usia 16-19 tahun (23,7%), status belum menikah (57,9%), profesi pelajar (13,2%), dan aborsi dilakukan dukun (50%). Ini data tahun 2010-2011,” ujar Ketua Divisi Fer bagian Obgin RSUP Sanglah Denpasar ini. “Masalah KTD di kalangan pelajar ini sangat kompleks. Tidak bisa hanya diselesaikan satu pihak. Perlu sinergi dengan banyak pihak untuk meminimalkan kasus,” tegas dokter kelahiran Surabaya, 1 Desember 1957 ini. Lalu, bagaimana solusi terbaik jika ada siswi yang hamil di sebuah sekolah? Ketut Arianingsih, guru BK SMAN 8 Denpasar menuturkan, di sekolahnya beberapa tahun lalu ada siswi kelas 3 yang hamil. Orangtua siswi tersebut melapor ke sekolah dan menyampaikan putrinya mengundurkan diri. Rencana mereka, setelah melahirkan, siswi ini akan mengikuti ujian kejar paket. “Sekolah tidak memiliki aturan tertulis mengenai siswi hamil tidak boleh sekolah. Tetapi, karena orangtua yang proaktif ke sekolah untuk menyampaikan permasalahan, sekolah pun memberi jalan, salah satunya dengan menyarankan ikut kejar paket. Kalau dibiarkan ikut ujian di sekolah, kasihan siswi itu, ia akan terbebani secara mental karena jadi bahan gunjingan temannya. Sekolah pun dicap melegalkan siswi hamil,” ujar perempuan kelahiran Singaraja, 16 Agustus 1958 ini. Tetapi, ia tak menampik, ada sekolah yang bisa mengondisikan situasi tersebut. “Anak itu disebut sakit ketika melahirkan. Kalau anak tidak diizinkan sekolah, kasihan juga, bagaimana masa depannya,” ujarnya.
K
Dokter Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ mengatakan, selama ini penyelesaian masalah KTD yang terjadi pada remaja usia sekolah diselesaikan berdasarkan kasus. “Kasus per kasus diselesaikan. Tidak bisa disamakan. Kalau kehamilan belum tampak dan tidak diketahui banyak orang, dia tetap sekolah. Menjelang kelahiran, siswi tersebut “cuti” sakit. Saat ujian, ia tetap bisa ikut ujian tetapi ujian susulan,” kata Ketua Lentera Anak Bali ini. Ni Nyoman Sri Mudani, ibu dua orang ini mengatakan, dalam kasus KTD, harus ada solusi yang terbaik bagi anak. “Kalau anak tidak bisa sekolah, kasihan mereka. Bagaimana masa depan mereka? Apa perlu dibuatkan sekolah khusus untuk siswi hamil?” tanyanya. Solusi menangani KTD dengan membuatkan sekolah khusus, menurut dr. Sri Wahyuni, tidak tepat. “Kalau dibuatkan sekolah khusus, malah jadi stigma. Disebut sekolah ibu hamil, sekolah anak nakal. Nggak cocok. Kalau kebijakan, buat saja di internal. Jangan diberitakan di media massa,” saran dr. Sri Wahyuni. Luh Putu Anggreni, S.H., advokat yang kerap mendampingi remaja bermasalah mengakui, kasus KTD kalau tak diketahui media massa, biasanya aman. “Kalau sudah diketahui media, pendidikan si anak jadi berantakan. Sepanjang tidak diramaikan, sekolah bisa jalan. Kalau diberitakan media, bikin malu. Itu saja masalahnya,” ujar Anggreni. Di sisi lain, ada juga kasus, sekolah yang awalnya menerima siswa hamil tetap bersekolah, membatalkan kebijakan tersebut pada si anak. Alasannya, anak tersebut malah bercerita ke temantemannya kalau dia hamil. Temantemannya yang sebelumnya tidak tahu, jadi tahu. Akhirnya, orangtua anak itu dipanggil dan diminta untuk memindahkan putrinya dengan memfasilitasi rekomendasi. “Kalau dia tidak cerita, sekolah masih mau membantu supaya anak itu tetap sekolah,” papar Anggreni. Kisah lain, seorang siswi SMK hamil. Orangtuanya sebenarnya orangtua berpendidikan. Tetapi, mereka tidak tahu anaknya hamil. Tiap disuruh sembahyang, alasan si anak sedang mens. Nah, pada satu kesempatan, ketika mandi di pantai bersama-sama, ibunya melihat perut putrinya besar. Ketika ditanya, si anak telah hamil enam bulan. Koordinasi dengan pihak sekolah pun dilakukan. Sekolah mau membantu agar anak itu tetap sekolah karena jadwal ujian nasional sudah dekat. Masalah lain muncul, kasus itu diketahui pihak luar, yang juga orangtua siswa di sekolah yang sama. Mereka mengancam akan melaporkan kasus ini karena dianggap mempermalukan sekolah. Situasi jadi berubah, sekolah tidak bisa mengondisikan anak tetap ikut ujian. Sialnya lagi, tidak ada kejar paket bagi siswa SMK. Akhirnya, dikondisikan anak itu istirahat. Dia dinikahkan hanya
Anak Ayu Sri Wahyuni
Made Suyasa Jaya
untuk status. Bayi itu diambil alih keluarga orangtuanya, diadopsi dan siswi itu melanjutkan sekolah tahun berikutnya. Kejadian lain, ada pelaku anak SMP dan SMA. “Mereka tetap sekolah. Tetapi, ada perjanjian, jika jodoh lagi, bisa dilanjutkan hubungan mereka. Usai melahirkan, anak itu pindah sekolah. Satu tahun kemudian, bayi mereka diminta sama keluarga yang laki-laki dijadikan keponakan. “Penyelamatan anak dianggap solusi terbaik selama ini dan bisa berjalan ketika ada pendampingan. Jika ada masalah, solusinya jangan malah merugikan si anak,” tegas Anggreni. Dari sisi aturan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, di tempat terpisah mengatakan, memang tidak aturan yang mengatur mengenai siswi hamil apakah boleh sekolah atau tidak. “Masingmasing sekolah tentu sudah punya kebijakan. Dalam pendidikan dasar hingga menengah, aspek-aspek moral dan etika sangat dikedepankan. Tujuannya adalah menghasilkan generasi yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti. Tetapi, kami tidak menutup mata jika ada kasus. Pemerintah berkewajiban menurunkan angka putus sekolah. Karena itu, salah satu solusi adalah melanjutkan pendidikan di program kejar paket,” jelasnya.
diajarkan kesehatan reproduksi,” paparnya. Sri Mudani mengaku miris dan galau melihat kasus-kasus seksual yang menimpa para remaja. Ia setuju jika remaja diberikan pendidikan kesehatan reproduksi ketimbang diberikan pelajaran tentang peraturan daerah. “Hari ini saya baca koran, sebuah SMP negeri diberikan pemahaman tentang perda. Untuk apa anak SMP diberikan pemahaman tentang perda? Pejabat saja belum tentu mengerti. Saya pikir lebih baik diberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Saya sempat baca kisah seorang remaja putri usia 13 tahun pacaran dengan pria usia 21 tahun. Remaja putri ini rela melakukan hubungan seksual saat hari Valentine. Setelah kejadian itu, seminggu berikutnya mereka mengulangi. Begitu terus seperti ketagihan. Apakah mereka tidak menyadari risiko kehamilan? Sekarang ini punya anak laki-laki dan anak perempuan sama khawatirnya. Kalau tidak hamil ya menghamili,” ujar perempuan yang akrab disapa Manik ini. Ketut Arianingsih, guru BK SMAN 8 Denpasar memaparkan pendidikan kesehatan reproduksi sudah ada yang diselipkan di pelajaran biologi. Namun, materinya memang tidak banyak karena guru dan siswa dibebani muatan kurikulum yang cukup banyak. Di sisi lain, peran masyarakat sangat penting. “Saya jadi berpikir, selama 20 tahun saya ikut arisan PKK di banjar, saya tidak pernah mendapatkan pemahaman tentang hal ini di acara itu. Seharusnya kan bisa ya sosialisasi soal ini? Selama ini malah mendatangkan orang untuk demo masak, kredit panci, long torso,” kata Sri Mudiani. “Tentu saja bisa. Kami bahkan siap datang tanpa dibayar. Selama ini kami memberikan seminar gratis bagi orangtua tentang kesehatan reproduksi, tak ada yang datang. Giliran ada seminar kecantikan yang bayarnya mahal, banyak yang datang,” kata dr. Sri Wahyuni. Peran pemerintah juga tak bisa dikesampingkan. “Pemerintah harus menciptakan iklim yang kondusif agar kondisi ini tidak bertambah buruk,” kata dr. Kadek. Contohnya, pemberian izin kafe dan warnet yang dinilai mulai disalahgunakan. Kini, kafe dan warnet menjadi perantara hubungan seks secara bebas. Warnet dengan bilik tinggi digunakan berhubungan seks. “Kalau pemerintah terus memberi izin pembukaan kafe dan warnet seperti ini, anak-anak itu ke sana. Di Singapura ada science center. Di sana, jarang ada anak sekolah di mal. Di sini, Rumah Pintar nggak ada isinya. Kenapa tidak berikan saja ke pihak swasta?” katanya.
MULAI DARI HULU Dokter Kadek mengingatkan, kita selalu ribut di hilir, ketika anak itu hamil. “Bisa nggak kita lakukan upaya di hulu? Pencegahan terjadinya kasus seperti ini, itu yang penting,” kata dr. Kadek. Jangan pernah lupa, aset kita sesungguhnya adalah anak kita. “Lingkungan keluarga penting dalam mencegah kasus seperti ini. Kalau ada orangtua yang marahmarah karena anaknya hamil tak diinginkan, saya malah balik bertanya, ke mana saja orangtua sehingga tidak tahu anaknya hamil?” kata dr. Kadek. Selain peran orangtua, peran sekolah juga dituntut dalam hal ini. “Selama ini sekolah hanya berpacu pada pengetahuan tetapi pendidikan karakter diabaikan,” kata dr. Kadek miris. Dokter Kadek menyebut, komplikasi aborsi yang tidak aman, jauh lebih kecil terjadi di negara yang melegalkan aborsi. Tetapi, katanya, aborsi lebih berisiko tinggi ketimbang menikah. 80% perempuan mandul karena infeksi saluran rahim. Hal ini bisa disebabkan sering aborsi dan sering ganti pasangan seksual. “Riwayat aborsi meningkatkan kemandulan. Kesehatan reproduksi harus masuk kurikulum. Di Malaysia misalnya, umur delapan tahun sudah
– Ngurah Budi
D AYA C I P TA
18
Fotografer Merangkap Sutradara Dunia fotografi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kamera analog sudah digantikan kamera digital. Penggemar fotografi bukan hanya orang dewasa. Banyak anak-anak dan remaja yang mulai berminat memotret. Semua ini dibantu kecanggihan teknologi. Namun, adahal yang sangat penting yang menjadi modal seorang fotografer, ide.
“S
ekarang siapa pun bisa me motret. Kame ra mulai dari yang murah sampai yang mahal tersedia.Teknik bisa dipelajari melalui workshop, dari buku, dari pengalaman. Begitu memiliki karya foto, kadang ada yang belum tahu mau diapakan foto-foto itu. Kalau memang serius menekuni fotografi harus punya tujuan,” ujar Anom Manik Agung, S.Sn. A.FPSI**, Ketua Perh impunan Fotografer Bali (PFB) periode 2013-2016. Ia menuturkan banyak genre dalam fotografi yang bisa ditekuni. Genre manapun bisa dipilih un tuk ditekuni. Salah satu diantara genre itu adalah fotografi konsep. Sebagian orang ada yang menye butnya hanya sebagai metode daripada genre khusus dalam fotografi. Namun intinya sama yaitu sebagai fotografi untuk menggambarkan sebuah ide. Pada fotografi konsep, foto sudah dipersiapkan mulai dari ide sampai eksekusi. Ibaratnya, A-Z sudah dirancang oleh si fotografer. Ber beda dengan fotografi jurnalistik yang mengedepankan momen yang sebenarnya dan tidak bias diulangi. “Dalam fotografi konsep, mulai dari ide, lokasi pemotretan, model, properti, pencahayaan, termasuk story board sudah disetting oleh fotografer. Semua berawal dari ide atau pemikiran. Begitu si fotografer punya ide, ia
Ramayana epic
Anom Manik Agung
akan berusaha untuk mewujud kan ide itu. Dari mana menda patkan ide? Ide bisa didapat dari proses perenungan, melihat situasi sekeliling, foto-fotokarya orang lain sepanjang bukan untuk dijiplak tetapi dijadikan acuan awal,” ujar fotografer profesional yang sudah mengoleksi ratusan piala dan piagam sebagai juara lomba foto nasional dan interna sional ini. Anom Manik menambahkan ide merupakan dasar dari fo tografi konsep. Ide ini diwujud kanke dalam karya foto, ibarat pelukis yang mewujudkan idenya dalam kanvas. Proses perwujud kan ide ini harus dilakukan de ngan baik jika ingin mendapatkan hasil yang baik. Adakalanya hasil yang diperoleh lebih buruk dari
bayangan atau sebaliknya, hasil nya malah lebih bagus dari yang dipikirkan. Dalam foto konsep, fotografer sebagai pemilik ide akan menu angkan idenya itu dalam sebuah jalinan cerita, karena itu perlu story board yang menjadi landasan apa yang dimaksud dari foto. “Fotografer juga merangkap sutradara karena dia yang tahu apa yang diinginkan. Dialah yang mengarahkan bagaimana semua proses itu dilalui,” ujar alumnus PSSRD Universitas Udayana ini. Hal yang juga perlu diper hatikan dalam fotokonsep adalah apa tujuan pembuatan foto kon sep ini. Pria kelahiran Denpasar ini mengatakan tujuan foto kon sep bisa untuk komersial, lomba, trip photo, belajar, dan aktivitas komunitas. Karena konsep ini sudah dipikirkan sejak awal, tentu waktu dan biaya sudah bisa diperhitungkan. Ia juga mengatkan siapa pun bisa membuat foto kon sep sepanjang sudah menguasai dasar-dasar fotografi. Anom Manik mencontohkan jika ingin foto konsep tentang tarian, semua harus dipersiap kan dengan detail. Persiapan mulai dari lokasi pemotretan, posisifotografer, pencahayaan hingga persiapan peralatan. Pemahaman mengenai karakter kamera juga akan mempermu dah fotografer dalam melakukan ekseskusi. “ Waktu pemotretan ter gantung keperluan kita. Antara pagi sampai sore, mungkin tidak terlalu banyak peralatan penca hayaan karena sudah ada ca haya matahari.Tetapi kalau sore hingga pagi perlu ada cahaya tambahan. Pikirkan juga kalau pemotretan dialam terbuka. Apakah berpotensi hujan atau tidak. Semua perlu dipersiapkan dengan detail,” ujarnya. Mengenai properti sebagai pendukung objek foto, pemilik Puri Artistik Photography ini memberikan tips. Jika melihat
Ceria
10 - 16 maret 2014
10 - 16 maret 2014
l i f e s to ry
Tukang Parkir Sepanjang Hayat Priiit…!! Suara peluit melengking di pelataran parkir kantor Pos Ampenan, Mataram, tiap kali ada peng unjung memarkir kendaraannya. Seorang perempuan tua berpakaian seadanya dengan slayer penutup kepala, melambaikan tangan memberi tanda agar mundur sedikit. Lalu, ia datang seraya tersenyum menyambut dan menyapa dengan akrabnya meski ia tidak mengenal pengunjung tersebut. Ia selalu ramah menyapa pengunjung dan tidak jarang pula ia tampak ngobrol akrab dengan pelanggan yang biasa datang ke kantor tersebut. Ia tertawa dan bercanda lepas, setiap orang ia sapa dengan kata, Nak. Di sela-sela kesibukan nya itu, ia bicara seputar kisah dan pilihan hidupnya.
S
Menunggu kelahiran
sesuatu yang menarik, segera dapatkan benda itu, lalu simpan. Suatu saat, benda itu pasti bisa
Wajah ikan
digunakan. Jika punya ide, catat. Suatu saat ide itu bisa direalisasi kan. –Ngurah Budi
7
ejak puluhan tahun lalu, warga Mataram teruta ma mereka yang sering berurusan dengan Kantor Telkom dan Kantor Pos Ampenan, te lah akrab dengan sosok tukang parkir perempuan tua yang masih tampak enerjik ini. Ia adalah Sunari (80), yang telah menjadi ‘penguasa’ di areal parkir sejak dua kantor yang bersebelahan itu dibangun. “Saya sudah lumutan jadi tukang parkir, sejak kantor ini ada,” kata Sunari. Sunari yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini datang ke Mataram dari Praya Lombok Tengah, puluhan tahun silam untuk bekerja mengikuti almarhum suaminya yang dulunya bekerja sebagai tukang di instalatir swasta. Hanya beberapa saat pekerja an itu dapat menghidupi mereka. Hingga akhirnya suaminya kehilangan pekerjaan tersebut. Menghidupi begitu banyak anak membuat mereka harus banting tulang bekerja demi menafkahi keluarga besarnya dengan 10 anak (tiga orang meninggal dunia). Kini Sunari memiliki 7 anak (tiga bekerja di Pulau Jawa dan Malaysia serta empat lainnya di Lombok). Hal inilah yang membuat mereka berdua memilih “profesi” sebagai tu kang parkir. Bertahun-tahun mereka menggeluti pekerjaan ini. Didera panas dan hujan bukanlah penghalang bagi
mereka. Sunari tidak pernah mem biarkan suaminya bekerja sendiri, ia selalu membantu semampunya. “Meski panas dan hujan, saya selalu senang mendampingi suami jadi tukang parkir,” katanya. Delapan tahun yang lalu, Sunari kehilangan suami yang meninggal akibat stroke. Kesedihan Sunari di tinggal suaminya hingga kini tidak bisa hilang. Dengan mata berkaca-kaca dan nafas yang tertahan, Sunari pun mengungkapkan betapa ia mencintai laki-laki tersebut. Dalam sebuah wadah plastik yang digantung di sebuah pohon dekat tempatnya berteduh, terdapat bermacam-macam bunga yang rupa nya telah ia siapkan untuk nyekar ke makam suaminya. “Sejak ia pergi, tiap hari Kamis sore, saya selalu nyekar ke makam suami saya,” ungkapnya. Sepeninggal suaminya itulah, Sunari memantapkan hatinya untuk tetap menjadi tukang parkir di halaman kantor tersebut. Bisa jadi, dialah satusatunya tukang parkir perempuan di NTB yang mengawali ‘kariernya’ sebagai tukang parkir dan tetap setia menjadi tukang parkir. “Kalau perlu sampai akhir hayat,” katanya. Sunari yang mengaku tidak pernah menginjakkan kakinya di bangku seko lahan karena ia hidup semasa penjajah masih bercokol di negeri ini, tidak pernah malu menjalani pekerjaannya
Sunari
ini. “Orang perempuan mana boleh sekolah zaman dulu,” ceritanya. Hanya saudara-saudara laki-lakinya saja yang diperkenankan bersekolah, meski tidak pernah ada yang berhasil gemilang. Bagimana tidak, ia terlahir dari seorang ibu yang memiliki 10 anak dari ayah yang memiliki tiga istri, sehingga ia bersaudara 25 orang. “Banyak juga ya, ibunya kan tiga,” katanya meledek. Hal inilah yang mengawali kisah yang mungkin bagi orang pedih tapi baginya tidak. “Saya orang miskin, lapar yang membuat saya mau menjadi tukang parkir hingga kini,” katanya berterus terang. Saya tidak pernah malu mengaku kalau hidup saya susah karena kenyataannya demikian. Ia memang kelihatan sangat tegar menghadapi kerasnya persaingan hidup yang tidak pernah dicita-cikannya. Tujuh dari sepu luh anak yang dilahirkannya (tiga meninggal) terkadang masih harus ia bantu, pun ketika mereka sudah menikah ia masih menyisihkan hasil jerih payahnya untuk anak dan cucunya. Sunari mengaku sering sedih melihat nasib anak-anaknya yang malah lebih baik dari dirinya, satu anaknya menjadi tukang catat meteran listrik, satu lagi gembala kambing milik orang lain, satunya lagi menjadi tukang parkir dan seorang lagi menjadi TKI ke Malaysia yang sudah sekitar tujuh tahun pergi namun belum juga kembali. “Kalau bukan saya, siapa lagi yang bantu anak dan cucu saya,” katanya sembari menunjuk anak perempuannya bernama Maryati (40), yang kini menggantikan sua mi Sunari menjadi tukang parkir
di kantor pos yang persis bersebelahan dengan kantor Telkom. Maryati tampak sibuk melayani parkir. “Suami saya hanya buruh kasar yang tidak tentu penghasilannya,” ujar Maryati. Ibu dan anak ini tidak sedikit pun malu meng akui keadaannya yang sebenarnya, me reka menerima apa pun yang diberikan Yang Kuasa. Meski hidup susah, Sunari tetap memegang teguh prinsip hidupnya yang tidak mau menengadahkan tangan meminta-minta menjadi pengemis di jalanan. “Saya tidak mau begini, saya harus kerja untuk mendapatkan uang,” katanya. Meskipun penghasilannya tidak menentu ia bersikukuh berapa pun hasilnya ia membagi seluruhnya kepada anak dan menantunya yang ikut membantunya. Sunari memang tidak mengenal lelah, tubuh yang seharusnya telah ringkih tetap ia tegakkan demi kelangsungan hidup keluarganya. Ia bu kanlah orang yang menuntut dipelihara setelah membesarkan anak-anaknya, tapi malah terus memelihara mereka. Pukul empat dinihari, dinginnya embun tidak menyurutkan langkahnya berjalan kaki dari kamar kontrakan di Pejeruk Ampenan menuju tempat parkirnya. Pukul empat dinihari itulah ia mulai bekerja hingga malam pukul empat siang. Jika dulu sewaktu ia masih kuat bekerja, ia bisa menghabiskan selu ruh waktunya di tempat parkir bahkan hingga pukul sepuluh malam. Waktu itu kantor Telkom masih beroperasi dengan wartelnya. Pukul empat dinihari itu ia datang bekerja sambil memungut gelas dan botol plastik yang juga akan dijual dengan hasil seadanya.
Sunarti tidak mengenal panas dan hujan, tubuhnya yang mulai terasa sakit di sana sini tidak ia hiraukan. Kulitnya telah keriput dan menghitam disengat teriknya matahari. “Saya gosok peng hangat saja untuk mengatasi nyerinya,” ujarnya. Ia berada di tempat parkir untuk bekerja selama 12 jam sehari. Ia sarapan dan makan siang nasi bungkus seadanya di tempatnya bekerja. “Tidak jarang, tiba-tiba saja ada orang yang sama sekali tidak saya kenal datang membawa nasi bungkus,” ujarnya senang. Mungkin bisa jadi, itulah rezeki buah keikhlasannya bekerja tak kenal lelah bagi anak dan cucunya. Penghasilan Sunarti tidak menentu. Tergantung pula pada kebaikan para pengunjung. Setiap sepeda motor dan mobil yang ia parkir dibayar Rp 500 dan Rp 1.000. “Kalau lagi rezeki bisa dibayar lebih,” katanya. Dalam sehari ia meng umpulkan rata-rata Rp 50 ribu. Syukur dan terima kasih, itulah yang selalu ia katakan pada pelanggannya. Suatu waktu lahan parkir tersebut sempat ingin ‘direbut’ pihak lain. Na mun, ia bertahan tidak ingin pindah. Sunari putar otak mendatangi kepala kantor pemilik tempat parkir, meminta nya mau membantu dirinya agar tidak dipindah tempatnya mencari nafkah. Baginya kini, tempat parkir tersebut bukan semata-mata lahannya mencari rezeki melainkan lebih dari itu, adalah kenangannya bersama sang suami ketika dulu bersama-sama melawan kerasnya persaingan hidup demi membesarkan anak-anak mereka. -Naniek I. Taufan
8
BUNDA & ANANDA
10 - 16 Maret 2014
Berat Beban Tas Maksimal 1/15 Berat Badan Saat ini tas ransel yang digendong menjadi pilihan bagi anak-anak SD. Memakai tas ransel dianggap lebih praktis karena semua keperluan sekolah bisa dimasukkan dalam tas. Namun, orangtua harus memperhatikan bagaimana tas yang ergonomis untuk anak SD. Kelebihan beban bisa membuat anak mengalami nyeri tulang.
K
eluar dari ruang kelas, Delon yang menggendong tas bergambar Ben 10 langsung menghampiri ayahnya. Ia langsung menyerahkan tas kepada ayahnya. Hal yang sama dilakukan Ata dan Milo. Mereka juga menyerahkan tas kepada penjemputnya. Alasan mereka, tasnya berat sehingga lebih baik kalau diberikan kepada orang yang lebih dewasa untuk membawakan. Banyaknya buku pelajaran yang mereka bawa membuat tas menjadi berat. Selain berisi buku, tas juga berisi bekal makanan. “Semua buku yang dibawa sesuai jadwal pelajaran. Kadang saya juga membawa buku gambar dan crayon untuk mengisi waktu luang saat menunggu jemputan,” ujar Ata. Saat ditimbang, berat badan Ata 17 kg. Ketika menggendong tas, berat total Ata dan tas 23 kg. Berarti tas yang dia bawa
beratnya 6 kg. Dari sisi ergonomis, komposisi ini sangat tidak ideal. “Berat beban yang ideal dibawa anak-anak 1/10 sampai 1/15 dari berat badannya. Lebih dari itu, sudah kelebihan berat,” ujar Prof. dr. Ketut Tirtayasa, M.Sc., Sp.Erg., AIFO, ahli fisiologi dan ergonomi Pusat Studi Ergonomi Universitas Udayana. Prof. Tirtayasa mengatakan dirinya pernah menimbang berat badan dan tas siswa SD yang berada di rumahnya. Berat badan siswa itu berikut tasnya 33,5 kg sedangkan berat badan tanpa membawa tas, 31,5 kg. Artinya tas itu beratnya 2 kg. Berat ini normal untuk beban seorang anak SD. Tetapi, jika sampai membawa beban 6 kg, itu sudah kelebihan beban. “Anak-anak sedang dalam proses pertumbuhan fisik dan tulang. Pertumbuhan ini terjadi tiap saat. Jika saat
Holiday Camp Terbesar di Singapura Kini Hadir di Bali
Apa yang unik dari program ini? Program ini dibuat untuk anak-anak remaja selama empat hari tiga malam, dikemas dengan sangat menyenangkan, menarik, dan berdampak maksimal. Anak-anak dilatih untuk menemukan quantum leap (terobosan baru yang positif) dalam diri nya. Ria Devina (Surabaya), setelah ikut I Am Gifted Camp menerapkan strategi belajar dengan mind mapping, speed reading dan time management berhasil me ningkatkan IPK-nya dari 2,79 menjadi 3,44 dan 3,53. Sekarang ia belajar lebih tenang dan juga sudah tahu tujuannya apa, sudah ada rencana untuk masa depannya. Selain itu, Ria Devina juga bisa lebih sabar, tidak emosional, lebih menghargai orangtuanya, dan berkomunikasi dengan lebih baik lagi sehingga hubungan dengan orangtuanya menjadi lebih harmonis. Adam Khoo, Chief Master Trainer dan No.1 Success Coach dari Singapura mengatakan, “Kita percaya, jika orang lain bisa menjadi pemenang,
kita juga bisa!” Ini masalah kemampuan dan strategi saja. Murid yang nilainya jelek di sekolah bukan berarti mereka bodoh atau lamban tapi karena mereka tidak tahu bagaimana strategi belajar yang lebih efektif. Dalam buku I Am Gifted, So Are YouTM! Adam mengatakan semua murid tidak ada yang malas, bodoh atau berbeda, semua punya potensi yang besar, hanya kurang jelas tujuan dan panutan yang baik bagi mereka. Tiap anak itu spesial! Ingin anak-anak Anda tahu strategi belajar yang tepat? Punya pola pikir positif, goal setting, time management, self motivation, dll.? Ingin anak-anak Anda mengalami transformasi dalam hidupnya? Dapatkan rahasianya di seminar gratis untuk remaja 10-19 tahun bersama orangtuanya pada Minggu, 16 Maret 2014 di 100 Sunset 2 Hotel, Jln. Sunset Road No. 100 C, Kuta Bali, pukul 13.30-16.30. Daftar segera, tempat terbatas! Hubungi: 031-7178 7638 atau 0813 3120 7928 www.akltg.com.
masa pertumbuhan ini diberikan beban berlebih, akan menyebabkan keluhan otot (muskulo skeletol). Keluhan ini harus dihindari oleh anak-anak. Caranya, tentu melibatkan orangtua. Bagaimana caranya agar anak tidak membawa beban terlalu berat,” papar profesor yang juga Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Penggunaan tas punggung yang ergonomis menjadi salah satu solusi untuk menghindari terjadinya keluhan otot. Tas ransel yang ergonomis ciri-cirinya memiliki tali yang lebar, tepi atas sedapat mungkin tidak lebih rendah dari bahu. Posisi sejajar bahu akan lebih baik. Batas bawah tas tidak melewati pinggang. Persyaratan ini harus dilengkapi dengan beban tas yang maksimal 1/15 dari berat badan anak. Kalau anak menggendong tas dan terlihat bungkuk untuk menjaga keseimbangan, itu sudah termasuk gangguan bio mekanik. Secara empiris terlihat si anak kelebihan beban. Condong ke depan atau bungkuk menjadi cara untuk menahan beban tersebut. Hal inilah yang harus dihindari oleh anak-anak. Pria asal Peliatan, Ubud ini menambahkan, jika membawa beban berat, hindari menggunakan tas selempang. Tas selempang hanya akan bertumpu pada satu bahu.Beban berlebih di satu sisi juga tidak baik untuk pertumbuhan postur tubuh. Tetapi, bukan berarti tas selempang tidak bisa digunakan. “Untuk bawaan yang sedikit, silakan saja pakai tas selempang. Penggunaan tas ransel untuk bawaan yang berat dan melihat manfaat jangka panjangnya. Nilai ergonomis terletak di manfaat jangka panjang-
G R I YA
10 - 16 Maret 2014
17
Aplikasi Bambu dalam Bangunan
Dwi Erayanti
Prof. dr. Ketut Tirtayasa
nya itu,” jelas Prof. Tirtayasa. Sebagai solusi, ia berharap pihak sekolah menyediakan loker bagi siswa untuk menyimpan buku-buku pelajaran yang berat. Solusi lain jika dilihat dari penggunaan alat bantu, lebih baik anak diberikan tas yang memakai roda. “Sekarang bentuk dan model tas macammacam. Gambarnya juga menarik perhatian anak-anak. Orangtualah yang harus bijaksana. Mana yang sesuai untuk anak secara ergonomis dan mana yang tidak. Pertimbangan dengan matang bentuk, bahan, dan besarnya tas,” tegasnya. Jika di luar negeri, dari pengamatan dokter yang juga pelukis ini, siswa SD tidak terlalu banyak membawa buku. Buku-buku pelajaran sudah disimpan di loker yang ada di sekolah. Siswa datang ke sekolah hanya membawa tas yang berisi bekal makanan. Konsep ergonomi pun sudah diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Mereka pun paham ergonomi yang mengutamakan posisi alamiah tubuh akan bermanfaat untuk jangka panjang. Pemahaman sejak dini ini akan terus teringat hingga mereka dewasa yang bekerja. Jika bekerja di tempat yang banyak berkaitan dengan mobilisasi barang khususnya yang berat, mereka akan menanyakan apakah ada alat bantu dan apakah ada asuransi jika cedera. Faktor kesehatan dalam jangka pendek dan jangka panjang sangat menjadi perhatian mereka. Selain memahami ergonomi, perlu juga dibarengi dengan olahraga teratur. Bagi anakanak yang kerap mengeluhkan nyeri otot, bisa melakukan peregangan untuk mengembalikan postur ke posisi alamiah. Olahraga ini penting sebagai pengimbang aktivitas kerja. Anakanak yang sedang masa pertumbuhan, otot dan tulangnya tumbuh tiap detik. Ini yang harus dijaga agar tidak sampai menimbulkan keluhan. –Ngurah Budi
Tas yang digendong anakanak beratnya jangan lebih dari 1/15 berat tubuhnya
D
esain rumah bambu memiliki desain estetika cukup tinggi. Seperti bangunan gazebo yang dibangun secara alami di tempattempat wisata serta tempat per
Saat ini, material bambu tak hanya dimanfaatkan sebagi furnitur. Sebagai bahan alami, selain kayu dan rotan, bambu banyak dipakai pilihan untuk dekorasi ruangan. “Bambu bisa diaplikasikan sebagai partisi/sketsel, reiling, dsb. Bisa juga dikombinasikan dengan material lain. Bahkan, kini sudah mulai diekspor desain rumah bambu dengan konstruksi knockdown,” ujar desainer interior, Dwi Erayanti,S.Sn. singgahan cukup nyaman untuk dikunjungi. Bahkan, bangunan rumah tinggal pun yang dibuat dari bambu bisa dirancang lebih estetia dan natural. Desain rumah bambu termasuk dalam desain rumah tahan
Foto: net
gempa. Sebab, anyaman bambu tak akan mudah roboh sebagaimana bangunan batu. Rumah bambu lebih nyaman, dingin, dan tidak memerlukan perwatan mahal. Juga, tak membutuhkan AC karena kesejukan alami akan datang menyusup ke sela-sela din ding rumah. Desain rumah bambu dengan pengelolaan ketahanan yang benar bisa bertahan hingga 20 tahun. Demikian halnya dengan peng aplikasian materi bambu dalam interior maupun sebagai dekorasi. Tentu saja ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai estetis cukup tinggi dengan tampilan natural yang lebih menawan. Bahkan saat ini, material bambu juga banyak dijadikan papan laminasi. Seratnya yang sangat indah ini sangat baik sebagai bahan baku untuk pembuatan dinding, punutup lantai, daun pintu, dan
mebel. Sedangkan, yang berbentuk balok dapat dipakai sebagai komponen kontruksi bangunan, kusen, dll. “Kelebihan memakai papan laminasi ini lebih tahan lama, awet,” ujarnya. Penggunaan material bambu
sebagai pengganti kayu memiliki karakteristik yang berongga, sehingga memiliki keterbatasan fungsi. Karena itu, dikembangkanlah papan laminasi ini agar bisa membuat desain yang lebih variatif. –Inten Indrawati
Kuliah Umum IKIP PGRI Bali
Sekolah Wajib Berikan Hard Skill dan Soft Skill Paradigma dalam pendidikan sekarang harus dialihkan. Guru tidak hanya menangani anak yang bermasalah, tapi juga anak yang pintar dan hebat. Mempertahankan hal-hal yang positif dan meningkatkannya. Demikian yang disampaikan Prof. Dr. Suryanto, M.Si. dalam Kuliah Umum untuk para maha siswa di lingkungan IKIP PGRI Bali, Senin (3/3) di Ruang Auditorium Redha Gunawan, Kampus IKIP PGRI Bali. Prof. Suryanto yang konsentrasi keilmuannya psikologi sosial ini mengingatkan, dalam era modernitas ini profesi guru hendaknya tetap menjadi pribadi yang patut di gugu dan ditiru. Mahasiswa sebagai calon guru tak hanya dituntut pintar dalam pelajaran/ akademis saja, namun harus memiliki banyak soft skill. “Jika nantinya tak bisa menjadi guru, Anda bisa kerja di tempat lain, seperti LSM atau di pendidikan nonformal. Saya sedih, selama ini guru tahunya sekolah formal saja,” ungkapnya. Pendidikan ditegaskannya tak hanya di lingkup formal, banyak pendidikan informal di luar sana yang membutuhkan guru. Seperti menjadi guru utnuk anak-anak terlantar, anakanak di kolong jembatan, anak-anak homeschooling, anak-anak kejar paket, dsb. Ilmu pendidikan bisa dikembangkan disana. Basis pendidikan sebenar nya adalah pembinaan di keluarga. Ia mencontohkan di Institut Pertanian Bogor ada jurusan Ilmu Keluarga. “Mereka sudah memandang, bahkan untuk mengelola pertanian, basis keluarga itu penting,” ucap Ketua S-3 Psikologi Unair, Surabaya ini. Ia menyayangkan realita pen-
didikan di Indonesia sekarang. Yang mereka kejar hanya pencapaian nilai tinggi pada ujian nasional. “Jika ingin nilai tinggi, ikut bimbel saja. Di bimbel kan kita didrel dengan latihan soal-soal untuk mengahdapi ujian, tak perlu sekolah,” ucapnya ketus. Target kelulusan 100% ini kemudian menekan para Kadis Pendidikan, kadis menekan kepala sekolah, kasek menekan guru, dan guru pengawas pun akhirnya sepakat melonggarkan pengawasan, membiarkan anak-anak mencontek/ bekerjasama, demi mendapatkan nilai tinggi. “Nilai memang benar tinggi, tapi mental anak-anak rusak. Guru mengajarkan anak menyontek, membiarkana anak mendapatkan sesuatu dengan jalan tidak benar. Nilai etika, kulturalnya sudah tidak ada. Namun, saya berharap lulusan IKIP berbeda,”
serunya yang disambut dengan tepuk tangan riuh peserta. Dunia pendidikan dalam era globalisasi dikatakannya harus menjalin interaksi antarindividu, antarkelompok dan antarnegara untuk bisa melek teknologi dan informasi. Mungkin awalnya sulit, namun semua bisa karena biasa, biar biasa harus dipaksa. Dalam interaksi tak terbatas itu, profesi guru mau tak mau harus mengikuti. Dalam mengikuti arus globalisasi yang selalu menempatkan ukuran Barat yang paling baik, kita harus memiliki standar yang jelas, yang mana yang akan kita pakai. Dari standar-standar tersebut akan menjadi internasional. Namun, tak boleh meninggalkan budaya lokal. Mahasiswa, khususnya mhasiswa IKIP PGRI Bali yang merupakan calon guru diingatkannya harus berperan di
masyarakat, seperti di banjarbanjar. Ini harus diprogramkan dalam kurikulum. UKM juga bisa membentuk pemberdayaan masyarakat adat. “Dari sana Anda akan mendapatkan soft skill lain,” ujarnya. Apakah globalisasi tuntutan? Kampus ibaratnya produsen yang memproduksi jasa. Idealnya, di sekolah itu mendapatkan hard skill dan soft skill, ini yang belum dimasukkan dalam kurikulum, seperti ilmu wirausaha, leadership, dan komunikasi. Tuntutan bagi mahasiswa keguruan itu dikatakannya cukup banyak. Lulusannya, tak harus menjadi guru kelas, bisa jadi guru di keluarga, guru di masyarakat. Untuk membuka kelompok masyarakat, harus punya metode. “Orang pendidik, hendaknya menguasai perkembangan orang. Berbekal itu, kita bisa mengajar di semua bidang,” ucapnya. Target pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini dibangun bersama, dan untuk mencapai target harus ada dukungan ideal pendidikan, kebijakan yang pro pendidikan, sasaran pendidikan yang jelas, SDM yang kompoten, sumber dana memadai, sarana dan prasarana cukup, dan iklim akademik yang kondusif. Tantangan guru masa depan, memiliki kualitas global dan lokal. Mengikuti arus globalisasi tanpa meninggalkan tradisi. Jadi guru harus punya orientasi jangka panjang. “Sekarang ini orientasinya masih jangka pendek, diajari
nyontek, didrel menjelang unas. Namun, untuk pendidikan karakter tak mungkin dicapai dalam jangka pendek. Karena itu, guru disebut pembentuk karakter bangsa,” paparnya. Pola pendidikan bisa berorientasi massal dan individu. Ketiganya ini harus diperoleh, pengetahuan,keterampilan, dan perilaku. “Guru yang baik tak harus lebih pintar dari muridnya, namun yang paling penting harus bisa jadi fasilitator. Jika ingin menjadi mahasiswa biasa lakukan yang biasa saja. Namun, jika ingin jadi luar biasa, lakukan proses luar biasa,” tandasnya. MENUJU AKREDITASI Kedatangan Prof. Suryanto ke IKIP PGRI Bali juga melakukan tatap muka dan sharing dengan staf pimpinan di lingkungan IKIP PGRI Bali. Topik yang dibahas “Penyelenggaraan Perguruan Tinggi yang Sehat Mengantisipasi Persaingan Global”. Banyak hal yang didiskusikan saat itu, di antaranya kriteria organisasi yang sehat dan penyusunan borang untuk mengahadapi akreditasi. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H.,M.Hum. menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kehadiran Prof. Suryanto di Kampus IKIP PGRI Bali. Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa dengan ilmu baru terkait dengan profesi guru dan peluangnya di dunia kerja. Juga bagi para dosen untuk menghadapi akreditasi institusi. “Hanya orang berkualitas yang mampu bersaing. Jangan menyerah. Sekalipun hasilnya sedikit teruslah berkarya,” ujar Made Suarta. -Inten Indrawati.
PELESIR
16
10 - 16 maret 2014
Dari Tempat Penelitian hingga Pemotretan Prewedding Jika Anda menuju Bandara Ngurah Rai melalui jalan by pass Sanur, Anda pasti melihat kawasan hutan bakau atau mangrove. Pernahkah Anda mencoba masuk ke dalamnya? Memang, tak banyak turis yang mampir ke tempat ini. Namun, penduduk lokal biasa pelesir di kawasan ini, sekadar bersantai di tengah rimbunnya pohon bakau.
Anak muda paling banyak mengunjungi hutan bakau
napas lega dari polusi yang selama ini kita hirup di Kota Denpasar. Anda dapat melanjutkan kembali perjalanan sampai menuju me nara pandang (tower) dari kayu. Naiklah ke atas untuk melihat keseluruhan hutan bakau sangat hijau dan indah. Luas hutan bakau sekitar 1300 hektar, merupakan hasil
D
Hutan bakau dari atas menara
ari arah Sa nur, sekitar 100 sebelum patung Dewa Ruci (Simpang Siur), ada papan penunjuk jalan menuju Mangrove Center. Saat masuk Anda akan disambut ka wasan hutan bakau yang lebat. Ekowisata hutan bakau ini lokasi nya sangat tersembunyi dari hiruk
pikuk kota Denpasar dan jalan Bypass Ngurah Rai yang selalu macet. Di tengah kebisingan itu, terdapat kawasan hijau seperti oase di gunung pasir. Dalam benak kita terpikir, hu tan bakau identik dengan kawas an rawa-rawa yang berlumpur. Namun, jangan salah, di kawasan ini semua sudah ditata rapi dengan jembatan kayu, sehingga Anda
Belajar menanam bakau
Para pengunjung melihat biawak
Bersantai di atas menara
dapat menikmati perjalanan di hutan bakau dengan santai dan nyaman. Namun, tetap saja Anda harus berhati-hati karena kalau tidak, bisa tergelincir ke rawarawa. Dari tempat parkir, Anda bisa memulai perjalanan dengan meniti jembatan kayu sepanjang lebih kurang dua kilometer. Tapi jangan lupa, beli tiket masuk dulu seharga Rp 5000, hari Sabtu/Minggu dan hari libur. Hari biasa harga tiket Rp 2000. Itu pun menurut penuturan salah seorang pengunjung, karena harga tiket tidak terpampang, hanya ada dua petugas yang berjaga di depan jembatan. Perjalanan meniti jembatan kayu terasa begitu santai karena rimbunnya pohon bakau di sisi kanan-kiri. Di tengah-tengah, sekitar beberapa meter dari jalan masuk, terdapat tempat untuk bersantai sekadar duduk-duduk beristirahat. Anda dapat menarik
kerjasama pemerintah dengan Japan International Cooperation Agency. Kawasan wisata ini se ring digunakan anak-anak sekolah untuk mengenal lingkungan lebih dekat. Tempat ini sering dijadi kan tempat penelitian dan cara
belajar menanam pohon bakau. Para calon pengantin juga biasa menjadikan tempat ini sebagai lokasi pemotretan prewedding. Saat Tokoh berkunjung, ba nyak terlihat remaja berpasangan sedang berjalan-jalan ke hutan bakau. Salah satunya Eka asal Denpasar yang datang bersama temannya Dewi. Menurut Eka, walaupun ting gal di Denpasar, hari itu me rupakan hari pertama ia datang ke hutan bakau. Itu pun kare na diajak temannya. “Daripada bin gung mau ke mana meng habiskan weekend, ya jalan-jalan ke m angrove saja,” tutur lelaki usia 25 tahun ini. Namun, ada satu rasa gundah yang dituturkannya. “Padahal sudah disiapkan tempat sampah, kok masih saja banyak sampah berserakan,” ujar Eka. Penuturan Sunaryo asal Jawa Timur lain lagi. Ia datang bersama seluruh keluarganya yang ke betulan berlibur di Bali. Atas saran kerabatnya yang tinggal di Bali, mereka mencoba berkunjung ke hutan bakau. “Saya belum pernah ke hutan bakau di Jawa. Ini per tamakalinya saya tahu hutan bakau bisa juga menjadi pilihan wisata di Bali,” tutur lelaki yang beramairamai duduk di tangga kayu demi dapat melihat dari dekat biawak kecil di rawa-rawa.
Tanaman bakau
-Wirati Astiti
10 - 16 maret 2014
9
Grand Opening LP2B Informatika Bali
Kampus IT Terdepan Pencetak Generasi Cerdas dan Kreatif LP2B Informatika Bali diresmikan Rabu (5/3). Penggunti ngan pita dan penan datanganan prasasti menandai kampus tersebut siap mener ima mahasiswa baru. Kampus yang dires mikan Bupati Gia nyar A.A. Gde Agung Bharata, S.H. ini akan menjadi kampus ter depan, terbaik, ter favorit dan menjadi satu-satunya di Bali Timur dalam men cetak generasi muda cerdas dan kreatif di bidang IT.
B
upati Agung Bharata sangat mengapresiasi hadirnya LP2B In formatika Bali yang memang sangat dinantikan itu. Bahkan, orang nomor satu di Gi anyar ini minta agar generasi muda
Bupati Agung Bharata bersama Dirut Dedek Arimbawa melakukan pengguntingan pita.
bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensinya di bidang IT. “Saya mengapresiasi dan me nyambut baik kehadiran kampus baru LP2B Informatika Bali ini. Kampus ini sangat dibutuhkan generasi muda untuk membekali diri mereka dalam bersaing di dunia kerja. Saya berterima kasih kepada Bapak Dedek Arimbawa yang mampu mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan generasi muda saat ini. Saya berharap kesem patan ini tidak disia-siakan,” ujar Bupati Bharata saat grand opening LP2B Informatika dan HUT ke-15 LP2B Bali.
Dedek Arimbawa, S.H.
Generasi Layak ‘Jual’ Pria kelahiran Gianyar, 30 Juli 1976 ini dikenal sebagai putra daerah yang qualified. Ketokohannya di bidang pendidikan di Kabupaten Gianyar telah diakui. Seman gatnya untuk memajukan dunia pendidikan perhote lan dan kapal pesiar layak diteladani. Ayah tiga anak ini berambisi untuk mem persiapkan generasi muda di daerahnya menjadi gene rasi terdidik dan layak ‘jual’ serta bisa bersaing di bursa kerja dalam dan luar negeri. Apalagi peluang dunia kerja di sektor itu sangat men janjikan. “Saya ingin generasi muda di Gianyar khususnya bisa maju seper ti daerah-daerah lainnya dan menjadi generasi siap ‘jual’. Artinya mereka siap bekerja profesional sesuai kompetensi yang dimiliki. Saya melihat peluang generasi muda untuk bekerja di bidang per hotelan dan kapal pesiar di dalam dan luar negeri sangat besar. Itu sebabnya saya membuka sekolah perhotelan dan kapal pesiar LP2B Gianyar dan LP2B Negara yang saat ini sudah memasuki usia 15 tahun,” ujarnya. Kini, owner sekaligus praktisi perhotelan ini menambah program studi Informatika untuk membekali generasi muda lebih berkom peten. “LP2B Informatika Bali hadir untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang komputer agar bisa lebih bersaing di dunia kerja yang sangat ketat,” sebut Dirut LP2B Bali ini. Bagi Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata, Dedek Arimbawa adalah tokoh pemuda yang sanggup mengangkat nama Gianyar lewat prestasi dan dedikasinya di dunia pendidikan. Diharapkan muncul ba nyak ‘Dedek Arimbawa’ lainnya demi memotivasi generasi muda lebih maju lagi. “Peluang generasi muda Gianyar untuk berkiprah di dunia kerja makin terbuka lebar dengan adanya sekolah LP2B Bali. Pak Dedek Arimbawa sudah memberikan peluang itu,” ungkapnya. –ari.
LP2B Informatika Bali yang berlokasi di Jalan Dharma Giri No. 99 Gianyar ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 m2 dengan luas bangunan 1.300 m2, terdiri atas 3 lantai, dilengkapi 10 kelas dan 50 tenaga dosen/pengajar. Fasilitas belajar dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang modern dan canggih, demikian pula untuk t enaga pengajar adalah mereka yang memiliki kualifikasi sebagai dosen IT yang berkompeten. TERDEPAN, TERBAIK, TERFAVORIT LP2B Informatika Bali tidak ha nya mempersiapkan mahasiswanya untuk mengisi bursa kerja yang ada tetapi juga pencipta lapangan kerja sebagai seorang entrepreneur yang berkompeten di bidang teknologi, informatika dan komputer (TIK). Menurut Dirut LP2B Informatika Bali Dedek Arimbawa, S.H., seko lah ini mampu menjawab kebutuh an user (pengguna naker) terhadap tenaga kerja (naker) yang memiliki kompetensi TIK. “LP2B Informa tika Bali adalah pilihan cerdas generasi muda yang ingin meraih masa depan gemilang,” paparnya usai peresmian kampus. Ditambahkan, LP2B Infor matika Bali adalah satu-satunya kampus komputer dengan ge dung megah di lokasi premium dan strategis di Gianyar. Kampus yang berada di jantung kota ini dilengkapi dengan laboratorium terlengkap dan modern, per alatan terbaru yang digunakan di dunia internasional, meng gunakan software terbaru dalam p e r k u l i a h a n , d i d u k u n g o l e h owner yang berpengalaman di bi dang perh otelan dan pariwisata maupun bidang teknologi infor matika dan komputer sepert i carrier center, a dvertizing dan sebagainya. LP2B Informatika Bali juga dilengkapi dengan fasilitas kelas yang terbaik seperti AC, moni tor dosen, jaringan dan akses wifi gratis. Kampus ini memiliki per pustakaan dengan koleksi buku yang lengkap dan terbaru. “Dengan berbagai fasilitas terkini, kami menjamin lulu san LP2B Informatika Bali siap bersaing di dunia kerja. Saat ini sudah ada 50 mahasiswa dan ke depan kami targetkan 200 ma hasiswa. Kami berharap generasi muda segera bergabung dengan kami,” ujar Dedek Arimbawa, S.H. LP2B Informatika Bali me
Dedek Arimbawa (kiri) menandatangani prasasti peresmian kampus LP2B Informatika Bali didampingi Bupati Agung Bharata.
nawarkan program profesional yakni: 1.Desain Grafis & Multimedia Program ini menciptakan lulusan yang menguasai desain grafis dengan menggunakan aplikasi software ter kini dan mempunyai konsep desain yang baik dan memiliki daya jual. Materi perkuliahan yang akan dipela jari di antaranya typography, vector drawing, digital imaging, prepress dan digital printing. 2.Administrasi Rumah Sakit Program ini menciptakan lulus an yang menguasai administrasi rumah sakit yang berbasis kom puter sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat dan handal. Peluang kerja antara lain, rekam medis, front office, customer service, system control obat, keuangan, akuntansi, marketing rumah sakit dan lainnya. 3.Manajemen Bisnis & Akuntansi Program studi ini pun siap men ciptakan lulusan profesional yang menguasai bidang administrasi bisnis
dan akuntansi dengan menggunakan software computer untuk menunjang kegiatan dan pengelolaan bisnis perusahaan. Materi perkuliahan meliputi laporan keuangan, per pajakan, marketing, finance dengan menggunakan software aplikasi yang dipakai di dunia kerja. 4. Teknik Komputer Menciptakan lulusan yang pro fesional yang dibekali dengan ke mampuan dalam mengatasi trouble shooting perangkat keras, memban gun jaringan terpadu, baik dengan media kabel maupun wireless. Ma teri perkuliahan yang akan dipela jari yaitu jaringan, sistem operasi, hardware dan trouble shooting serta basis data. 5. Manajemen Informatika Menciptakan lulusan profesional yang merancang dan membuat sistem informasi yang terintegrasi dengan data base. Materi perkulia han yang akan dipelajari di antaranya sistem informasi manajemen, jarin gan komputer, web design concept, bahasa pemrograman, data base dan sebagainya. –ari.
Kampus LP2B Informatika Bali.
Alamat Kampus LP2B Bali: LP2B Informatika
Jln. Bypass Dharma Giri No. 99 Gianyar, Tlp. 0361 8958429
LP2B Perhotelan
Jln. Kebo Iwa No. 21 Gianyar, Tlp. 0361 943671, Faks. 0361 943283 Jln. Bypass Dharma Giri No. 23 Gianyar, Tlp. 0361 8958252
Kampus LP2B Negara
Jln. Banyu Biru Km 4 Denpasar Gilimanuk, Tlp. 0365 4731558 Email : info@lp2b-informatika.com www.lp2b-informatika.com
BUGAR
10
10 - 16 Maret 2014
Hindari Gunakan Celana Ketat Dalam kondisi normal adanya cairan di vagina merupakan suatu hal yang alami dari tubuh. Cairan ini biasa dikenal dengan nama keputihan yang bertujuan untuk membersihkan diri, sebagai pertahanan dari berbagai infeksi, dan pelicin. Cairan vagina yang normal tersebut tampak jernih atau putih keruh, tidak berbau, tidak terdapat darah, dan memiliki pH 3,5-4,5.
M
dr. IGA Sri Darmayani, Sp.OG.
enurut dokter spesialis kebidanan & kandungan RSIA Puri Bunda dr. IGA Sri Darmayani, Sp.OG., keputihan normal ditemukan pada bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari. Begitu juga, di sekitar haid pertama yang terjadi karena pengaruh hormon estrogen. Keputihan normal juga bisa terjadi pada wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu berhubungan. Begitu juga, sekitar saat ovulasi, wanita dengan penyakit menahun, dan pada wanita dengan neurosis. Keputihan normal, dapat hilang sendiri walau kadang si penderita menjadi resah. Beda halnya jika keputihan tersebut tidak normal. Keputihan tidak normal sebagian besar disebabkan infeksi. “Infeksi terjadi karena flora normal vagina berubah
akibat pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari lingkungan vagina sehingga bakteri patogen itu mengalami pertumbuhan,” kata dokter yang juga bertugas di RS Puri Raharja ini. Ia menyebutkan, pemakaian antibiotik, alat kontrasepsi, hubungan seksual, kebersihan yang buruk, stres, dan perempuan yang sering menggunakan pembersih vagina, dapat merubah lingkungan vagina tersebut dan memicu pertumbuhan bakteri. “Warna cairan keputihan infeksi agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau. Infeksi yang sering menyebabkan keputihan adalah infeksi karena bakteri, jamur, protozoa (trikomonas), virus,” ujarnya. Keputihan yang tidak normal sering juga disebabkan noninfeksi seperti alergi atau iritasi sperma, pelicin, kondom, sabun
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Memiliki otot perut yang berkotak-kotak adalah idaman hampir semua pria. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, perut yang berkotak juga sudah menjadi salah satu syarat fisik yang ingin dimiliki juga oleh wanita, atau setidaknya perut yang rata. Fenomena Perut Six-Pack Perut yang berkotak atau lebih sering kita kenal dengan nama six-pack abs memiliki tempat tersendiri dalam kacamata dunia kebugaran. Meskipun biceps yang menonjol atau otot dada yang bidang dan tebal maupun latihan-latihan yang ditujukan untuk kedua jenis otot tersebut sering mendapatkan jatah tinta yang lebih banyak dalam ulasan di majalah kebugaran. Perut berkotak justru menjadi penutup atau final yang melengkapi sebuah fisik yang terbentuk. Mengapa Six-Pack lebih Sulit Diraih? Mengapa demikian? Sewaktu memulai fitnes, saya juga kurang mengetahui mengapa. Tetapi setelah menjalaninya selama beberapa tahun, saya baru menyadari
cuci, pelembut pakaian, cairan antiseptik untuk mandi atau pembersih vagina, dan celana yang ketat dan tidak menyerap keringat. Tumor, benda asing serta keadaan psikologi seperti vulvovaginitis psikosomatik juga dapat menyebabkan keputihan. Keputihan yang disebabkan bakteri (bakterial vaginosis), cairannya keruh, encer, putih abu-abu hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis. Bau semakin bertambah keras setelah hubungan seksual. Infeksi trikomonas menyebabkan cairan keputihan yang sangat banyak, berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau amis. Pada penderita dengan trikomoniasis, perubahan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan peningkatan pH vagina dan kadar glikogen sehingga berpotensi bagi pertumbuhan trichomonas vaginalis. Infeksi jamur (kandidiasis) menyebabkan cairan vagina menggumpal, putih kental, gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak. Infeksi jamur menyebabkan infeksi vagina karena adanya perubahan kondisi vagina. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini menyarankan, untuk menghindari komplikasi yang serius dari keputihan, sebaiknya penanganan dilakukan sedini mungkin sekaligus menyingkirkan kemungkinan
adanya penyebab lain seperti kanker leher rahim yang juga memberikan gejala keputihan cairan encer, berwarna merah muda, coklat mengandung darah atau hitam serta berbau busuk. Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala, memberantas penyebabnya, mencegah terjadinya infeksi yang berulang, dan sebaiknya pasangan diikutkan dalam pengobatan. Pengobatan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit. Umumnya diberikan obatobatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual, terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masih dalam pengobatan. Tips mencegah keputihan: Menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat, hindari pemakaian
celana terlalu ketat. Biasakan untuk mengganti pembalut, pantiliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stres berkepanjangan, serta setia kepada pasangan. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina. Hindari penggunaan bedak talkum, tisu atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi. Hindari pemakaian barangbarang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya. -Wirati Astiti
“Warna cairan keputihan infeksi agak kekuningkuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau. Infeksi yang sering menyebabkan keputihan adalah infeksi karena bakteri, jamur, protozoa (trikomonas), virus”
Membuat Perut Six-Pack bahwa otot perut yang berkotak lebih sulit diraih. Alasan pertama adalah mengenai kecenderungan biologis tubuh manusia dalam menyimpan lemak. Ternyata tubuh manusia memiliki kecenderungan untuk menyimpan lemak paling banyak di daerah perut. Tubuh manusia memiliki kantong-kantong penyimpanan lemak yang lebih besar di daerah tersebut dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain. Tambahkan kenyataan ini dengan kecenderungan genetik dari kebanyakan orang untuk menyimpan timbunan lemak di perut sebelum tubuh menyimpannya di tempat yang lain. Alasan kedua, dengan banyaknya kapasitas penimbunan lemak pada perut, hal ini juga berarti tantangan untuk memiliki otot perut yang terlihat jelas menjadi lebih besar pula. Seseorang bisa memiliki forearms yang berotot dan cukup vaskular (terlihat urat-urat yang menonjol) sebagai tanda komposisi lemak pada daerah tersebut yang rendah. Tetapi orang yang sama mungkin masih harus bekerja lebih keras untuk menurunkan kadar lemaknya ke tingkat yang lebih rendah lagi agar otot perutnya bisa terlihat berotot seperti forearms-nya. Alasan ketiga, walaupun ada tantangan yang lebih besar seperti yang diuraikan pada alasan nomor dua, kita tidak bisa menghilangkan lemak hanya pada satu bagian
tubuh tertentu saja, dalam hal ini bagian perut. Hingga kini, menghilangkan lemak hanya pada bagian tubuh tertentu atau lebih sering dikenal dengan istilah spot-reduction hanya merupakan suatu teori yang tak pernah terbuktikan. Hingga saat ini, tidak pernah ada satupun ilmuwan dunia yang bisa menemukan kebenaran dari teori spot-reduction ini melalui jenis diet atau latihan apapun. Satu-satunya cara yang dikenal untuk spot-reduction adalah melalui prosedur yang sangat menyakitkan, sangat mahal harganya, dengan risiko kesehatan yang cukup besar pula yakni operasi sedot lemak (liposuction). Saya akan memberikan sebuah rumusan kepada Anda. Rumusan ini adalah 3 x 3 = 6. Ada empat elemen yang bisa didapat dari rumusan tersebut. Elemen pertama adalah angka 3 yang pertama, yang melambangkan 3 faktor utama fitnes: aktivitas fisik, pengaturan pola makan, dan istirahat. Elemen kedua adalah tentunya angka 3 yang kedua, yang berarti 3 latihan spesifik otot perut yang perlu dilakukan. Elemen ketiga adalah angka 3 yang ketiga, yang artinya 3 tips untuk masing-masing elemen gaya hidup fitnes. Elemen terakhir adalah angka 6 yang artinya six-pack sekaligus untuk menggambarkan juga bahwa mendapatkan perut berkotak-kotak tidaklah mudah dan butuh pengorbanan yang besar.
10 - 16 Maret 2014
STYLE
15
Busana Kerja Bergaya Romantic Punk Pada setiap pergelaran karya nya, ia selalu tampil dengan pesona tersendiri,menarik, dan spesial.Seperti deretan koleksi yang dipersembahkannya pada pembukaan ajang Indonesia Fashion Week 2014, Februari lalu.
M
engusung tema “Lush Haze”, Ali Charisma, desainer yang bermarkas di kawasan Kerobokan, Bali, ini berhasil mengambil inspirasi dari peristiwa sehari-hari dan didukung dengan pilihan warna khas seorang Ali. Ia berhasil menuangkannya dalam gaya urban yang sangat kental. Mengeksplorasi material seperti kulit, renda, tulle dan sutra, Ali Charisma begitu bebas memotret pergulatan kehidup an masa kini perempuan muda di kotakota besar seperti Jakarta. Modernitas tanpa menghilangkan kesan romantiknya.
Tak ketinggalan juga nuansa punk yang dikuatkan dengan sentuhan beberapa detil ornamen dari besi. Menurut President Director Indonesia Fashion Week ini, meski pilihan busana kerjanya kali ini beraliran romantik punk, namun garis femininnya tetap terlihat. Hal ini pula yang menjadikan rancangan ready to wear milik Ali Charisma ini memiliki gaya yang berbeda dan unik. Jika ingin tampil beda, mungkin style pekan ini dapat menjadi inspirasi. -Sri Ardhini
J E L I TA
14
Kulit Mulus tanpa Bulu
Bagi sebagian perempuan, bulu-bulu halus di permukaan kulit dianggap menganggu penampilan. Waxing adalah cara yang pa ling banyak dipilih untuk menghaluskan kulitnya. Benarkah cara ini tidak me nimbulkan masalah dan apa sebenarnya waxing tersebut?
M
enurut dr. A.A. Ari A. Kayika, Sp.KK., waxing merupakan me tode menghilangkan rambut pada kulit yang sifatnya semi permanen dengan menghilangkan rambut pada bagian akarnya. Bagian tubuh yang boleh dihilangkan rambutnya hampir di seluruh area. Mulai dari alis, wajah, area pubis, tungkai kaki, lengan, punggung, dada, perut. Pengecualian hanya pada daerah rambut mata. Masalah bisa timbul dan mengganggu penampilan se orang perempuan, ketika terjadi iritasi atau alergi terhadap bahan waxing. Rasa gatal yang muncul berulang kata dokter Kayika akan menimbulkan warna bintik kem erahan serta kehitaman pada kulit seseorang. Selain mengganggu penampilan, juga menurunkan kualitas kerja seseorang. “Ma kanya , waxing harus dilakukan oleh ahlinya dan perlu persiapan
yang benar,”tegas dokter spesilais kulit ini. Akibat waxing jika dilaku kan dengan tidak benar juga dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Seperti hasil yang tidak maksimal karena bulu yang tumbuh berikutnya tidak dalam
tkh/net
satu fase. Apalagi kalau bahan yang digunakan tidak bagus dan dilakukan oleh mereka yang tidak profesional, sangat mungkin menimbulkan alergi. Waxing, sebaiknya dilakukan pada saat rambut sudah tumbuh sempurna, agar memudahkan waxing dan kain yang melekat mak simal pada seluruh bagian rambut. “Jadi saat dilakukan penarikan seluruh bagian rambut terangkat, hasil akhir akan lebih sempurna. Sebaiknya pada masa menjelang menstruasi sebaiknya ditunda melakukan waxing,” katanya. Selain waxing, ada juga metode shaving, kedunya memiliki kelebi han dan kekurangan. Waxing mer upakan metode yang lebih efektif dan menghilangkan sejumlah besar
10 - 16 maret 2014
10 - 16 maret 2014
dr. A.A. Ari A. Kayika, Sp.KK.
rambut dalam waktu singkat. Hasil akhirnya serempak. Selanjutnya rambut- rambut di atas kulit akan tumbuh lagi dalam waktu 2 sampai 8 minggu.Rambut yang di-waxing akan tumbuh lebih halus. Saat pengerjaan waxing, kadang timbul rasa nyeri dan sering pula menimbulkan reaksi kulit sensi tive, jika terlalu sering melaku kan waxing. “Kalau bicara harga, waxing lebih mahal dibandingkan shaving. Selain itu waxing juga sulit kalau dikerjakan sendiri. Efek samping yang mungkin terjadi diantaranya kemerahan, perdarahan minimal pada daerah yang rambutnya terlalu lebat. Karena itu, kualitas bahan dan tenaga ahli sangat berperan. Metode shaving, hanya meng hilangkan rambut pada permu kaan kulit, sehingga rambut bisa tumbuh kembali dalam beberapa hari. Rambut yang tumbuh juga bisa lebih kasar dan kaku. Shaving lebih mudah dalam penger jaannya, lebih murah dan dapat
dikerjakan sendiri. Dokter Kayika mengatakan, untuk perempuan yang memiliki kulit sensitif dianjurkan menggu nakan metode waxing yang disebut strip-less wax atau tipe hard wax. Metode ini tanpa menggunakan kertas penarik rambut, tapi wax yang mengeras menjadi dingin, menempel erat pada rambut yang tidak diinginkan. Mudah diangkat tanpa bantuan kain, karena hard wax menyelimuti rambut dengan kuat sehingga saat ditarik tidak menimbulkan rasa nyeri. Krim penghilang bulu rambut sekarang kata dokter Kayika, kini tidak sulit dijumpai di swalayan atau supermarket. Bahan aktifnya seperti calcium thioglycolate atau potassium thioglycolate, yang tujuan nya menghancurkan ikatan disulfida keratin sehingga rambut dapat tercabut. Harganya juga murah, hasilnya cepat, nyerinya minimal dan mudah dilakukan di rumah. “Namun, efek sampingnya tentu ada. Kulit menjadi mudah iritasi dan mudah sensitif. Sebaik nya tidak menggunakan krim ini di area wajah. Rambut juga akan tumbuh lagi dalam waktu singkat 2 sampai 5 hari. Krim sering berbau, setelah pemakaian bisa mengalami kehitaman,” ujarnya. Dokter Kayika juga menye butkan cara menguji apakah krim sudah aman bagi kulit, adalah dengan cara mengoleskan bahan yang diuji dibagian kulit yang ter tutup pakaian selama 2 hari. “Jika dalam waktu tersebut tidak ada tanda iritasi seperti kemerahan dan rasa gatal atau pada kulit, wax dapat dikerjakan,” ucapnya. -Sri Ardhini
MITOS ATAU FAKTA
11
Tak Ada Asap Jika tak Ada Api Seringkali kita mendengar kata “stres”. Kata ini begitu mudah diucapkan oleh orang-orang yang sudah tak menemukan jalan keluar atas permasalahannya. Ada mitos yang menganggap bahwa semua orang mengalami gejala stres yang sama, dan hanya gejala besar yang memerlukan perhatian. Ada juga yang mengatakan bahwa stres adalah motivator dan temannya orang-orang sukses. Apa sebenarnya stres itu? Apa sama dengan cemas? Bagaimana menghadapinya? Berikut ini penjelasan Agus Binti Kh, Psi, CH,CHt,M.NLP.
D
alam kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari masalah. Masalah adalah proses pembelajaran baik positif maupun negatif dengan pemaknaan yang berbeda pada tiap manusia. Jika masalah tersebut dirasakan menekan, mengganggu dan mengancam, keadaan ini dapat disebut stres. Beberapa literatur menyebutkan stres merupakan beberapa reaksi fisik dan psikologis yang ditunjukkan seseorang dalam merespon beberapa perubahan yang mengancam dari lingkungan nya yang disebut stresor. Stres adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri yang bila tidak diatasi dengan baik, akan meng ganggu keseimbangan hidup dari manusia. Stres dapat diartikan pula se bagai reaksi yang dirasakan oleh manusia bila mendapat tekanan dari luar ataupun sesuatu sebab
dr. Oka Negara, FIAS
yang tidak dapat diraba, bentuknya dapat berupa kekurangan atau kelebihan stimulasi yang dapat menimbulkan perasaan bosan yang berkepanjangan. Stres diartikan sebagai persepsi seseorang ter hadap keadaan yang melebihi ke mampuannya atau sumber-sumber yang dianggap membahayakan atau mengancam kesejahteraan dirinya. Stres dibedakan menjadi dua, yaitu stres yang merugikan dan merusak yang disebut distres, dan stres yang positif dan menguntungkan, yang disebut eustres. Setiap individu mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stres, dalam ke nyataannya stres menyebabkan sebagian individu menjadi putus asa tetapi bagi individu lain justru dapat menjadi dorongan baginya untuk lebih baik. Penyebab stres banyak faktor dan bisa apa saja, seperti tekanan di tempat kerja, rumah tangga, anakanak, lingkungan dsb. Pada umum
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Kondom Bocor “Dok, aku dan suami saat ini menunda hamil dulu karena sama-sama masih sibuk kerja dan anak pertama masih berusia setahun, maunya biar anak sudah tiga tahun baru berpikir punya anak yang kedua. Kami sepakat, suami yang menggunakan kondom buat mencegah kehamilan. Tetapi saya sering sekali dengar bahwa kondom juga bisa bocor saat digunakan, sehingga dibilang tidak efektif. Itu bagaimana dok?” (Mella, 24) Seberapa efektif sebenarnya penggunaan kondom? Berdasar kan studi pada orang-orang yang menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi, dari 100 orang hanya 1 orang yang akhirnya men galami kehamilan pada pasangan dari kelompok laki-laki peng guna kondom. Di samping buat mencegah kehamilan, kondom juga ditujukan buat mencegah infeksi menular seksual. Secara medis dan epidemiologis su
dah terbukti bahwa akan terjadi penurunan risiko penularan infeksi menular seksual pada para peng guna kondom. Dari banyak studi juga diketahui bahwa kondom efektif mencegah HIV. Lalu apa penyebab kegagalan kondom? Di samping angka peng gunaan kondom pada masyarakat Indonesia masih rendah, penyebab kegagalan proteksi diyakini hanya lah karena satu alasan: kesalahan penggunaan kondom. Pengetahuan
nya penyebab stres adalah suatu keinginan yang tidak terpenuhi atau suatu rasa kekhawatiran apabila keinginan tidak terpenuhi. Suatu perasaan/emosional yang memicu metabolisme tubuh untuk bekerja secara alamiah normal, tetapi bila metabolisme ini sering terjadi dapat menyebabkan over load/ kerja yang berlebihan yang selanjutnya dapat mempengaruhi metabolisme yang lain menjadi tidak normal lagi. Inilah yang sangat dirasakan oleh pen derita/ individu yang tercetus men jadi gejala fisik yang tidak diketahui/ secara sadar apa penyebabnya. “Untuk menetapkan bagaimana cara pencegahan stres, pengobatan stres ataupun pengelolaan stres, terlebih dahulu perlu diketahui pe nyebab stres,” ujar pemilik Madania Centre, sekolah yang menangani anak autis ini. Ia menyebutkan, ada beberapa penyebab stres yang kadang-kadang tidak diketahui oleh yang bersangkutan, seperti beban fisik yang yeng relatif lama, ketidakpuasan terhadap pencapai an hasil upaya/merasa superior, kekhawatiran terhadap sesuatu/ kurang percaya diri dan kega galan dalam usaha. “Stres adalah gangguan psikologis yang dialami setiap manusia dengan kadar yang berbeda-beda. Stres bisa dialami setiap manusia dengan permasala han yang berbeda-beda dan ter gantung bagaimana cara manusia menyikapinya,” tegasnya. Apakah cemas, stres, dan depresi itu sama? Stres dan depresi itu berbeda. Jika manusia tak bisa menangani masalahnya, menyebab kan muncul tekanan, disebut stres. Jika tekanan ini terus-menerus tak selesai dan lebih berat lagi
naik tingkatan disebut depresi. Cemas adalah bagian dari simp tom atau gejala stres dan depresi. “Jika depresi berlanjut dan meningkat bisa menyebabkan gangguan jiwa. Jika seseorang mengalami stres dan sakit, dina makan psikosomatis,” ucapnya Stres sangat bisa dihindari tergan tung masing-masing individu untuk memilih dan menentukan akankah masalah yang dihadapinya akan menjadikannya lebih baik atau se baliknya. Hal tersebut sangat terkait dengan kematangan psikologis dan spiritual seseorang, sehingga stres bisa menjadi hal yang bermakna. Tidak benar jika disebutkan tidak ada gejala atau hanya ada gejala yang besar yang bisa me nyebabkan stres.Tidak akan ada asap jika tidak ada api, begitu se baliknya.Tidak akan dikatakan stres jika tidak ada perasaan tertekan yang memunculkan kecemasan se hingga individu beranggapan bahwa dirinya stres. Artinya, jika individu/
masyarakat tentang kondom masih sangat rendah sehingga orang masih belum menggunakannya secara tepat. Kegagalan kon dom lebih sering disebabkan pe makainya tidak menggunakannya dengan benar, dan bukan karena mutu kondom itu sendiri. Juga karena lekatnya cap buruk yang dilabelkan masyarakat terhadap kondom menjadikan akses untuk membeli dan kecermatan peng gunaannya menjadi tidak maksimal. Masih banyak orang yang malu untuk membeli kondom padahal memerlukannya. Demikian pula masih banyak yang tidak mem perhatikan cara penggunaan yang baik, tidak memperhatikan masa kedaluwarsa kondom, masih ban yak yang menyimpan di dompet atau ditempat yang panas dan ter lampau lembab, dan masih banyak yang keliru dalam memasangnya selama hubungan seksual. Bila di gunakan secara benar dan konsis ten, kondom mempunyai peranan penting dalam kesehatan umum masyarakat, khususnya sebagai salah satu pilihan kontrasepsi dan pencegahan infeksi menular sek sual, termasuk HIV dan Hepatitis B. Penggunaan kondom yang baik akan mengurangi risiko terinfeksi penyakit seksual, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa seks.
Kondom yang bocor adalah salah satu hal yang paling ingin di hindari dalam praktek penggunaan kondom, karena saat kondom itu bocor atau robek maka fungsin ya sebagai alat kontrasepsi dan mencegah infeksi menular seksual menjadi gagal. Apa saja yang paling sering menjadi penyebab kegagalan penggunaan kondom? Yang paling sering dan mungkin adalah: Penyimpanan kondom yang tidak baik. Sering kali disimpan di dompet yang ketat dan panas sehingga bahan lateks bisa meng alami kerusakan, atau malah di tempat yang terlalu lembab dan berjamur Pemakaian kondom yang su dah kadaluarsa. Tentu saja jika digunakan akan menghilangkan daya proteksinya karena kondom berbahan lateks menjadi kehilang an kelenturan, kehilangan cairan pelumas sehingga mudah robek. Pemakaian kondom dalam keadaan mabuk. Ini tentu saja membuat penggunanya tidak bisa menggunakan secara tepat, atau terlepas saat menggunakannya. Kondom tersebut robek ketika dibuka dari bungkusan. Bisa jadi karena tidak cermat saat mem buka, atau karena terkena kuku sehingga mengakibatkan robek. Yang unik dari kondom adalah
Agus Binti Kh, Psi, CH,CHt,M.NLP.
seseorang mengatakan dirinya stres, ia menganggap bahwa dirinya sedang menghadapi tekanan yang memerlukan pertolongan. Orang yang cerdas akan ber syukur jika mendapatkan kondisi seperti ini, tergantung tingkat pe mahaman dan kematangan sese orang. Sehingga, memunculkan cara bijak melewati proses tersebut sehingga menjadi lebih bermakna. Bisa menjadi support atau motiva tor perbaikan diri jika konsepnya bagus. Namun bisa sebaliknya, stres dipakai sebagai pembenaran diri dalam melakukan/mengambil jalan pintas dengan hal-hal yang dianggap benar. Seperti yang masih banyak terjadi sekarang ini, stres dilarikan ke minum minuman beralkohol, narkoba, dll. Semua itu pilihan masing-masing individu. Jika berada pada kondisi ini, kita bisa melatih diri dengan Neuro Linguistik Programming (NLP) atau disebut juga Program Pembentukan Manusia Sempurna yaitu suatu bentuk pendekatan yang lebih rasional. Metode ini sesungguh nya adalah suatu bentuk metode komunikasi, yang dapat digunakan untuk pribadi maupun dapat me nyampaikan pesan secara santun dan bersahaja kepada orang lain. NLP (Neuro Lingustik Program ming) merupakan strategi dan teknik komunikasi berdasarkan kebiasaan dan perilaku seseorang. Metode ini, kini tidak hanya di lakukan sebagai terapi, tetapi juga bermanfaat di bidang manajemen, pendidikan, kesehatan, bahkan sales. Efeknya telah terbukti mam pu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang. –Inten Indrawati
dalam fungsinya, yang tidak bisa dimiliki oleh alat kontrasepsi lain. Kondom memiliki fungsi ganda yaitu untuk mencegah penularan infeksi menular seksual juga da pat digunakan sebagai alat kon trasepsi. Hingga saat ini kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit seksual. Suntik KB, pil KB, spiral atau IUD hingga susuk KB tidaklah mampu mencegah infeksi menular sek sual. Bahkan vasektomi atau pemotongan saluran sperma pada laki-laki pun tidak mampu men cegah infeksi menular seksual. Satu tambahan lain, orang yang sudah mengetahui dirinya mengidap infeksi menular seksual harusnya tetap menggunakan kon dom untuk mencegah penularan pada pasangannya. Harus juga diperhatikan, apakah pasangan seksual juga mengalami keluhan yang sama, dan sudah sebaiknya diperiksakan juga ke dokter untuk menuntaskan bersama gangguan dan keluhan penyakit yang ada. Sudah sebaiknya juga, bila telah melakukan hubungan seksual yang berisiko dan tidak setia den gan pasangan agar melakukan pemeriksaan darah untuk menge tahui lebih dini apakah terinfeksi HIV juga.
12
RESEP ALA CHEF
10 - 16 Maret 2014
Belajar Membuat Sushi
Pernahkan Anda mendengar makanan yang disebut sushi? Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Di Indonesia banyak bertebaran restoran Jepang yang menjual sushi mulai dari harga kaki lima sampai harga hotel berbintang
lima. Yuk, kita belajar membuat sushi dengan resep Ida Bagus Putu Eka Putra dari The Bulgary Resort Hotel Pecatu.
California Roll Bahan nasi sushi: 300 gram : beras jepang 500 ml : air 1 sdm rice vinegar/ cuka beras 2 sdt : garam 2 sdt : gula pasir
Tamago Sushi Bahan: Nasi sushi 2 lembar : nori Bahan yang harus didadar: 4 butir : telur, kocok lepas ¼ sdt : dashi bubuk 1 ½ sdm : mirin 1 sdt : gula pasir 1 sendok : shoyu 3 sdm : minyak goreng Cara membuat: • Aduk bahan yang akan didadar. Masak dengan pan bentuk kotak. • Ambil satu sdm nasi sushi, ratakan bentuk kotak. Beri telur dadar di atasnya.
• Lalu ikat dengan potongan nori di sekelilingnya. Beri irisan telur salmon. • Sajikan. Keterangan: • Shoyu disebut juga kecap jepang. Kecap ini merupakan hasil fermentasi kedelai. Berbentuk cair dengan warna cokelat tua. Aromanya seperti kecap dengan rasa gurih kedelai. Dijual dalam kemasan botol dan banyak dijual di pasar swalayan atau toko bahan makanan jepang. • Mirin adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa
minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. • Aslinya dashi atau kaldu jepang dibuat sendiri dengan merebus kombu dashi (potongan rumput laut yang tebal) dan bonito (serutan halus daging ikan) dalam air sehingga menghasilkan larutan yang beraroma khas dengan rasa gurih. Kini, banyak dijual dashi berbentuk instan. Berupa butiran kecil berwarna merah muda yang bisa langsung dilarutkan dalam air sejumlah yang diperlukan. Dashi jenis ini memang rasanya tak seenak dashi buatan sendiri. Bisa dibeli di pasar swalayan atau toko bahan makanan Jepang.
Bahan isi: 4 lembar : nori ukuran 19x20 cm 8 buah : daging kepiting yang sudah direbus 8 potong : avokad dipotong memanjang 4 potong : mentimun jepang, buang biji, potong panjang 2 sdt : wijen putih sangrai Daging salmon secukupnya Cara membuat: • Nasi sushi, cuci beras sampai bersih. Tiriskan.
• Masukkan dalam rice cooker. Tuang air. Masak sampai matang. Diamkan beberapa saat. • Panas-panas tuang di nampan. Sisihkan dan biarkan hangat. • Campur rice vinegar, garam, dan gula pasir sampai rata. Tuang di atas nasi, aduk dengan sendok kayu perlahan sampai rata. Tutup dengan lap bersih lembab. Nasi siap digunakan. • Ambil 120 gram nasi sushi, lalu dikepal-kepal. Letakkan di atas selembar nori. Ratakan nasi sushi di atas nori, tabur bagian tengahnya dengan wijen putih. • Tata daging kepiting, avokad, dan mentimun jepang. Gulung sambil dipadatkan. • Di atasnya diberi ikan salmon atau ditaburi wijen.
Cara membuat : • Setelah beras dicuci, tiriskan. Masak nasi dengan kaldu Jepang. • Jamur dipanggang, kemudian masukkan ke dalam beras, masak sampai nasi matang. • Tahu direbus dengan shoyu, mirin, dan gula. Tiriskan. • Goreng tahu sampai berwarna kekuningan. • Masukkan nasi jamur ke dalam tahu sebagai isian. • Taruh salmon di atasnya.
Promosikan 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia Pameran Food, Hotel & Tourism Bali 2014 kembali digelar 6-8 Maret di Bali Nusa Dua Convention Centre. Acara ini juga bersamaan dengan pameran retail Indonesia 2014. Pameran juga diisi dengan “Salon Culinaire”, yakni kompetisi kuliner yang paling bergengsi yang diadakan Bali Culinary Professionals (BCP) salah satu anggota World Association of Chefs Societies.
A
cara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan 24 pertandingan dari enam kelompok utama yang terdiri dari pastry display and live, artistic display and practical, plated food display, practical cooking, young chef basic and beverage. Salah satu juri lomba masak Chef Vindex Valentino Tengker mengatakan, acara ini diadakan setiap dua tahun sekali di Bali dan Jakarta. “Tahun ini kami fokus ke masakan Indonesia,” ujar lelaki yang juga juri Master Chef Indonesia dan Top Chef Indonesia ini. Namun, ia masih menyayangkan, peserta hotel di Bali masih sedikit padahal, banyak hotel yang ada di Bali. Ia menilai, banyak chef takut berlomba dengan tema makanan Indonesia. “Para chef mengatakan, makanan Indonesia lebih susah,” ujar Chef Vindex. Menurutnya, kurikulum sekolah
Sarwan
pariwisata yang harus dibenahi. Seperti di SMK dan sekolah tinggi pariwisata yang lebih banyak mengajarkan makanan Barat. Ia berharap, agar asosiasi chef juga ikut dilibatkan dalam penyusunan kurikulum untuk menaikkan level. “Saat ini, kami sedang mempromosikan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia. Sebenarnya Indonesia kaya akan makanan Indonesia. Ada 5.600 resep masakan Indonesia yang terdaftar. Mungkin masih banyak yang lain yang belum terdaftar. Dengan 30 ikon ini, kami jadikan platform terlebih dahulu. Dalam kontes ini juga dikenalkan tumpeng Nusantara dan tumpeng Bali,” katanya. Ia mengatakan, sejak tahun lalu, ia bersama para chef sudah gencar melakukan promosi 30 ikon kuliner tradisional Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya, dengan melakukan demo masak di Belanda. “Kami mengadakan demo masak kepada chef Indonesia yang
ada di Belanda, termasuk para chef Belanda. Demo ini kami lakukan di hotel-hotel,” ucapnya.Menurutnya, sambutan para tamu sangat bagus. Mereka sangat menyukai rendang, nasi goreng, termasuk sate lilit khas Bali. Ia menilai, pada dasarnya turis asing sangat menyukai masakan Indonesia namun mereka tidak tahu bagaimana rupa makanan tersebut. “Seperti contoh sup khas Thailand Tom Yang. Semua orang sudah tahu rasa makanannya pedas dan asam. Sementara, rendang mereka tidak tahu karena rasa rendang macammacam,” kata chef Vindex. 30 ikon kuliner tradisional Indonesia ini diambil mulai dari makanan pembuka, sup, makanan utama, dan makanan penutup. Dari segi rasa, juga dibuat tidak boleh terlalu pedas atau tidak pedas samasekali. Rasa inilah yang diperkenalkan. Jika ingin belajar masakan Indonesia, ia menyarankan, dapat
Bihun Goreng Bahan: 200 gr : bihun kering, seduh air panas, tiriskan 100 gr : udang kupas 100 gr : daging ayam, potong kecil-kecil 1 batang : daun pre iris serong 2 sdm : seledri yang dicincang kasar 1 sdm : kecap manis 70 ml : air Lada, garam, penyedap bubuk secukupnya
–Wirati Astiti
Bola-bola Tongkol Ida Bagus Putu Eka Putra
13
Vindex Valentino Tengker
Inari Sushi
Bahan: 200 gram : beras jepang 350 ml : kaldu jepang (sudah ada dalam bentuk sachet) 50 gram : jamur 1 sdm : wijen 2 sdm : shoyu 2 sdt : gula 1 sdt : mirin 8 : tahu jepang Salmon yang dibakar
C U L I N A RY C O R N E R
10 - 16 Maret 2014
Bahan: 500 gr : tongkol kukus, dihaluskan 3 sdm : maizena 1 bungkus : penyedap rasa 2 butir : telur ½ sdt : lada halus 3 batang : daun bawang iris halus 2 sdm : bawang putih goreng, haluskan Minyak secukupnya
Cara membuat - Campur semua bahan menjadi satu, bentuk menjadi bola-bola kecil. - Panaskan minyak hingga panas. - Masukkan bol-bola tongkol dengan api sedang, bolak-balik hingga matang kecokelatan. - Siap untuk disajikan dengan saus sambal.
Vindex Valentino Tengker
belajar dari 30 ikon itu. “Dari sana, kita sudah bisa membuka satu restoran,” kata chef Vindex. Ia menegaskan,jika ingin belajar masakan Indonesia, harus ada kemauan dari hati kita sendiri untuk mencintai makanan Indonesia. Ia berharap, akan semakin banyak para chef yang mendalami masakan Indonesia. Saat ini, hotel di Indonesia dan di luar negeri, sulit mencari chef yang bisa memasak makanan Indonesia. “Kita masih kekurangan chef yang bisa memasak masakan Indonesia. Ini suatu peluang bagi generasi muda bahwa profesi chef makanan Indonesia
Bumbu halus: 10 biji bawang merah 4 siung bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 2 biji : cabai merah besar 4 biji : cabai kecil Cara membuat: - Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun pre, udang dan daging ayam, masak hingga matang. - Masukkan garam, gula, lada, kecap, aduk hingga rata, masukkan air dan bihun. - Masak bihun hingga bumbu merata dan air mengering, tambah seledri, angkat. - Masakan siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
sangat dibutuhkan dan menjanjikan,” katanya. Vindex Tengker, berasal dari Manado adalah President Association Culinary Professional Indonesia yang juga menjabat sebagai Koki Eksekutif Hotel Four Seasons di Jakarta. Kariernya dimulai di Amandari Hotel Ubud Bali kemudian bergabung dengan salah satu hotel internasional seperti Four Seasons. Chef Vindex sudah berkecimpung di bidang kuliner selama 21 tahun, pengalaman bekerja di Mallorca, Spanyol, dan Los Angeles, Amerika Serikat juga sudah pernah dirasakan. -Wirati Astiti
Es Melon Gembira
Bahan: 350 gr melon, serut memanjang 150 gr sari kelapa 50 gr selasih, siap pakai 1.000 ml air soda manis Es batu secukupnya Cara membuat: - Campur semua bahan, tambahkan es batu, aduk rata. - Taruh es dalam gelas saji, es siap dihidangkan.
12
RESEP ALA CHEF
10 - 16 Maret 2014
Belajar Membuat Sushi
Pernahkan Anda mendengar makanan yang disebut sushi? Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Di Indonesia banyak bertebaran restoran Jepang yang menjual sushi mulai dari harga kaki lima sampai harga hotel berbintang
lima. Yuk, kita belajar membuat sushi dengan resep Ida Bagus Putu Eka Putra dari The Bulgary Resort Hotel Pecatu.
California Roll Bahan nasi sushi: 300 gram : beras jepang 500 ml : air 1 sdm rice vinegar/ cuka beras 2 sdt : garam 2 sdt : gula pasir
Tamago Sushi Bahan: Nasi sushi 2 lembar : nori Bahan yang harus didadar: 4 butir : telur, kocok lepas ¼ sdt : dashi bubuk 1 ½ sdm : mirin 1 sdt : gula pasir 1 sendok : shoyu 3 sdm : minyak goreng Cara membuat: • Aduk bahan yang akan didadar. Masak dengan pan bentuk kotak. • Ambil satu sdm nasi sushi, ratakan bentuk kotak. Beri telur dadar di atasnya.
• Lalu ikat dengan potongan nori di sekelilingnya. Beri irisan telur salmon. • Sajikan. Keterangan: • Shoyu disebut juga kecap jepang. Kecap ini merupakan hasil fermentasi kedelai. Berbentuk cair dengan warna cokelat tua. Aromanya seperti kecap dengan rasa gurih kedelai. Dijual dalam kemasan botol dan banyak dijual di pasar swalayan atau toko bahan makanan jepang. • Mirin adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa
minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. • Aslinya dashi atau kaldu jepang dibuat sendiri dengan merebus kombu dashi (potongan rumput laut yang tebal) dan bonito (serutan halus daging ikan) dalam air sehingga menghasilkan larutan yang beraroma khas dengan rasa gurih. Kini, banyak dijual dashi berbentuk instan. Berupa butiran kecil berwarna merah muda yang bisa langsung dilarutkan dalam air sejumlah yang diperlukan. Dashi jenis ini memang rasanya tak seenak dashi buatan sendiri. Bisa dibeli di pasar swalayan atau toko bahan makanan Jepang.
Bahan isi: 4 lembar : nori ukuran 19x20 cm 8 buah : daging kepiting yang sudah direbus 8 potong : avokad dipotong memanjang 4 potong : mentimun jepang, buang biji, potong panjang 2 sdt : wijen putih sangrai Daging salmon secukupnya Cara membuat: • Nasi sushi, cuci beras sampai bersih. Tiriskan.
• Masukkan dalam rice cooker. Tuang air. Masak sampai matang. Diamkan beberapa saat. • Panas-panas tuang di nampan. Sisihkan dan biarkan hangat. • Campur rice vinegar, garam, dan gula pasir sampai rata. Tuang di atas nasi, aduk dengan sendok kayu perlahan sampai rata. Tutup dengan lap bersih lembab. Nasi siap digunakan. • Ambil 120 gram nasi sushi, lalu dikepal-kepal. Letakkan di atas selembar nori. Ratakan nasi sushi di atas nori, tabur bagian tengahnya dengan wijen putih. • Tata daging kepiting, avokad, dan mentimun jepang. Gulung sambil dipadatkan. • Di atasnya diberi ikan salmon atau ditaburi wijen.
Cara membuat : • Setelah beras dicuci, tiriskan. Masak nasi dengan kaldu Jepang. • Jamur dipanggang, kemudian masukkan ke dalam beras, masak sampai nasi matang. • Tahu direbus dengan shoyu, mirin, dan gula. Tiriskan. • Goreng tahu sampai berwarna kekuningan. • Masukkan nasi jamur ke dalam tahu sebagai isian. • Taruh salmon di atasnya.
Promosikan 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia Pameran Food, Hotel & Tourism Bali 2014 kembali digelar 6-8 Maret di Bali Nusa Dua Convention Centre. Acara ini juga bersamaan dengan pameran retail Indonesia 2014. Pameran juga diisi dengan “Salon Culinaire”, yakni kompetisi kuliner yang paling bergengsi yang diadakan Bali Culinary Professionals (BCP) salah satu anggota World Association of Chefs Societies.
A
cara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan 24 pertandingan dari enam kelompok utama yang terdiri dari pastry display and live, artistic display and practical, plated food display, practical cooking, young chef basic and beverage. Salah satu juri lomba masak Chef Vindex Valentino Tengker mengatakan, acara ini diadakan setiap dua tahun sekali di Bali dan Jakarta. “Tahun ini kami fokus ke masakan Indonesia,” ujar lelaki yang juga juri Master Chef Indonesia dan Top Chef Indonesia ini. Namun, ia masih menyayangkan, peserta hotel di Bali masih sedikit padahal, banyak hotel yang ada di Bali. Ia menilai, banyak chef takut berlomba dengan tema makanan Indonesia. “Para chef mengatakan, makanan Indonesia lebih susah,” ujar Chef Vindex. Menurutnya, kurikulum sekolah
Sarwan
pariwisata yang harus dibenahi. Seperti di SMK dan sekolah tinggi pariwisata yang lebih banyak mengajarkan makanan Barat. Ia berharap, agar asosiasi chef juga ikut dilibatkan dalam penyusunan kurikulum untuk menaikkan level. “Saat ini, kami sedang mempromosikan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia. Sebenarnya Indonesia kaya akan makanan Indonesia. Ada 5.600 resep masakan Indonesia yang terdaftar. Mungkin masih banyak yang lain yang belum terdaftar. Dengan 30 ikon ini, kami jadikan platform terlebih dahulu. Dalam kontes ini juga dikenalkan tumpeng Nusantara dan tumpeng Bali,” katanya. Ia mengatakan, sejak tahun lalu, ia bersama para chef sudah gencar melakukan promosi 30 ikon kuliner tradisional Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya, dengan melakukan demo masak di Belanda. “Kami mengadakan demo masak kepada chef Indonesia yang
ada di Belanda, termasuk para chef Belanda. Demo ini kami lakukan di hotel-hotel,” ucapnya.Menurutnya, sambutan para tamu sangat bagus. Mereka sangat menyukai rendang, nasi goreng, termasuk sate lilit khas Bali. Ia menilai, pada dasarnya turis asing sangat menyukai masakan Indonesia namun mereka tidak tahu bagaimana rupa makanan tersebut. “Seperti contoh sup khas Thailand Tom Yang. Semua orang sudah tahu rasa makanannya pedas dan asam. Sementara, rendang mereka tidak tahu karena rasa rendang macammacam,” kata chef Vindex. 30 ikon kuliner tradisional Indonesia ini diambil mulai dari makanan pembuka, sup, makanan utama, dan makanan penutup. Dari segi rasa, juga dibuat tidak boleh terlalu pedas atau tidak pedas samasekali. Rasa inilah yang diperkenalkan. Jika ingin belajar masakan Indonesia, ia menyarankan, dapat
Bihun Goreng Bahan: 200 gr : bihun kering, seduh air panas, tiriskan 100 gr : udang kupas 100 gr : daging ayam, potong kecil-kecil 1 batang : daun pre iris serong 2 sdm : seledri yang dicincang kasar 1 sdm : kecap manis 70 ml : air Lada, garam, penyedap bubuk secukupnya
–Wirati Astiti
Bola-bola Tongkol Ida Bagus Putu Eka Putra
13
Vindex Valentino Tengker
Inari Sushi
Bahan: 200 gram : beras jepang 350 ml : kaldu jepang (sudah ada dalam bentuk sachet) 50 gram : jamur 1 sdm : wijen 2 sdm : shoyu 2 sdt : gula 1 sdt : mirin 8 : tahu jepang Salmon yang dibakar
C U L I N A RY C O R N E R
10 - 16 Maret 2014
Bahan: 500 gr : tongkol kukus, dihaluskan 3 sdm : maizena 1 bungkus : penyedap rasa 2 butir : telur ½ sdt : lada halus 3 batang : daun bawang iris halus 2 sdm : bawang putih goreng, haluskan Minyak secukupnya
Cara membuat - Campur semua bahan menjadi satu, bentuk menjadi bola-bola kecil. - Panaskan minyak hingga panas. - Masukkan bol-bola tongkol dengan api sedang, bolak-balik hingga matang kecokelatan. - Siap untuk disajikan dengan saus sambal.
Vindex Valentino Tengker
belajar dari 30 ikon itu. “Dari sana, kita sudah bisa membuka satu restoran,” kata chef Vindex. Ia menegaskan,jika ingin belajar masakan Indonesia, harus ada kemauan dari hati kita sendiri untuk mencintai makanan Indonesia. Ia berharap, akan semakin banyak para chef yang mendalami masakan Indonesia. Saat ini, hotel di Indonesia dan di luar negeri, sulit mencari chef yang bisa memasak makanan Indonesia. “Kita masih kekurangan chef yang bisa memasak masakan Indonesia. Ini suatu peluang bagi generasi muda bahwa profesi chef makanan Indonesia
Bumbu halus: 10 biji bawang merah 4 siung bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 2 biji : cabai merah besar 4 biji : cabai kecil Cara membuat: - Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun pre, udang dan daging ayam, masak hingga matang. - Masukkan garam, gula, lada, kecap, aduk hingga rata, masukkan air dan bihun. - Masak bihun hingga bumbu merata dan air mengering, tambah seledri, angkat. - Masakan siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
sangat dibutuhkan dan menjanjikan,” katanya. Vindex Tengker, berasal dari Manado adalah President Association Culinary Professional Indonesia yang juga menjabat sebagai Koki Eksekutif Hotel Four Seasons di Jakarta. Kariernya dimulai di Amandari Hotel Ubud Bali kemudian bergabung dengan salah satu hotel internasional seperti Four Seasons. Chef Vindex sudah berkecimpung di bidang kuliner selama 21 tahun, pengalaman bekerja di Mallorca, Spanyol, dan Los Angeles, Amerika Serikat juga sudah pernah dirasakan. -Wirati Astiti
Es Melon Gembira
Bahan: 350 gr melon, serut memanjang 150 gr sari kelapa 50 gr selasih, siap pakai 1.000 ml air soda manis Es batu secukupnya Cara membuat: - Campur semua bahan, tambahkan es batu, aduk rata. - Taruh es dalam gelas saji, es siap dihidangkan.
J E L I TA
14
Kulit Mulus tanpa Bulu
Bagi sebagian perempuan, bulu-bulu halus di permukaan kulit dianggap menganggu penampilan. Waxing adalah cara yang pa ling banyak dipilih untuk menghaluskan kulitnya. Benarkah cara ini tidak me nimbulkan masalah dan apa sebenarnya waxing tersebut?
M
enurut dr. A.A. Ari A. Kayika, Sp.KK., waxing merupakan me tode menghilangkan rambut pada kulit yang sifatnya semi permanen dengan menghilangkan rambut pada bagian akarnya. Bagian tubuh yang boleh dihilangkan rambutnya hampir di seluruh area. Mulai dari alis, wajah, area pubis, tungkai kaki, lengan, punggung, dada, perut. Pengecualian hanya pada daerah rambut mata. Masalah bisa timbul dan mengganggu penampilan se orang perempuan, ketika terjadi iritasi atau alergi terhadap bahan waxing. Rasa gatal yang muncul berulang kata dokter Kayika akan menimbulkan warna bintik kem erahan serta kehitaman pada kulit seseorang. Selain mengganggu penampilan, juga menurunkan kualitas kerja seseorang. “Ma kanya , waxing harus dilakukan oleh ahlinya dan perlu persiapan
yang benar,”tegas dokter spesilais kulit ini. Akibat waxing jika dilaku kan dengan tidak benar juga dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Seperti hasil yang tidak maksimal karena bulu yang tumbuh berikutnya tidak dalam
tkh/net
satu fase. Apalagi kalau bahan yang digunakan tidak bagus dan dilakukan oleh mereka yang tidak profesional, sangat mungkin menimbulkan alergi. Waxing, sebaiknya dilakukan pada saat rambut sudah tumbuh sempurna, agar memudahkan waxing dan kain yang melekat mak simal pada seluruh bagian rambut. “Jadi saat dilakukan penarikan seluruh bagian rambut terangkat, hasil akhir akan lebih sempurna. Sebaiknya pada masa menjelang menstruasi sebaiknya ditunda melakukan waxing,” katanya. Selain waxing, ada juga metode shaving, kedunya memiliki kelebi han dan kekurangan. Waxing mer upakan metode yang lebih efektif dan menghilangkan sejumlah besar
10 - 16 maret 2014
10 - 16 maret 2014
dr. A.A. Ari A. Kayika, Sp.KK.
rambut dalam waktu singkat. Hasil akhirnya serempak. Selanjutnya rambut- rambut di atas kulit akan tumbuh lagi dalam waktu 2 sampai 8 minggu.Rambut yang di-waxing akan tumbuh lebih halus. Saat pengerjaan waxing, kadang timbul rasa nyeri dan sering pula menimbulkan reaksi kulit sensi tive, jika terlalu sering melaku kan waxing. “Kalau bicara harga, waxing lebih mahal dibandingkan shaving. Selain itu waxing juga sulit kalau dikerjakan sendiri. Efek samping yang mungkin terjadi diantaranya kemerahan, perdarahan minimal pada daerah yang rambutnya terlalu lebat. Karena itu, kualitas bahan dan tenaga ahli sangat berperan. Metode shaving, hanya meng hilangkan rambut pada permu kaan kulit, sehingga rambut bisa tumbuh kembali dalam beberapa hari. Rambut yang tumbuh juga bisa lebih kasar dan kaku. Shaving lebih mudah dalam penger jaannya, lebih murah dan dapat
dikerjakan sendiri. Dokter Kayika mengatakan, untuk perempuan yang memiliki kulit sensitif dianjurkan menggu nakan metode waxing yang disebut strip-less wax atau tipe hard wax. Metode ini tanpa menggunakan kertas penarik rambut, tapi wax yang mengeras menjadi dingin, menempel erat pada rambut yang tidak diinginkan. Mudah diangkat tanpa bantuan kain, karena hard wax menyelimuti rambut dengan kuat sehingga saat ditarik tidak menimbulkan rasa nyeri. Krim penghilang bulu rambut sekarang kata dokter Kayika, kini tidak sulit dijumpai di swalayan atau supermarket. Bahan aktifnya seperti calcium thioglycolate atau potassium thioglycolate, yang tujuan nya menghancurkan ikatan disulfida keratin sehingga rambut dapat tercabut. Harganya juga murah, hasilnya cepat, nyerinya minimal dan mudah dilakukan di rumah. “Namun, efek sampingnya tentu ada. Kulit menjadi mudah iritasi dan mudah sensitif. Sebaik nya tidak menggunakan krim ini di area wajah. Rambut juga akan tumbuh lagi dalam waktu singkat 2 sampai 5 hari. Krim sering berbau, setelah pemakaian bisa mengalami kehitaman,” ujarnya. Dokter Kayika juga menye butkan cara menguji apakah krim sudah aman bagi kulit, adalah dengan cara mengoleskan bahan yang diuji dibagian kulit yang ter tutup pakaian selama 2 hari. “Jika dalam waktu tersebut tidak ada tanda iritasi seperti kemerahan dan rasa gatal atau pada kulit, wax dapat dikerjakan,” ucapnya. -Sri Ardhini
MITOS ATAU FAKTA
11
Tak Ada Asap Jika tak Ada Api Seringkali kita mendengar kata “stres”. Kata ini begitu mudah diucapkan oleh orang-orang yang sudah tak menemukan jalan keluar atas permasalahannya. Ada mitos yang menganggap bahwa semua orang mengalami gejala stres yang sama, dan hanya gejala besar yang memerlukan perhatian. Ada juga yang mengatakan bahwa stres adalah motivator dan temannya orang-orang sukses. Apa sebenarnya stres itu? Apa sama dengan cemas? Bagaimana menghadapinya? Berikut ini penjelasan Agus Binti Kh, Psi, CH,CHt,M.NLP.
D
alam kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari masalah. Masalah adalah proses pembelajaran baik positif maupun negatif dengan pemaknaan yang berbeda pada tiap manusia. Jika masalah tersebut dirasakan menekan, mengganggu dan mengancam, keadaan ini dapat disebut stres. Beberapa literatur menyebutkan stres merupakan beberapa reaksi fisik dan psikologis yang ditunjukkan seseorang dalam merespon beberapa perubahan yang mengancam dari lingkungan nya yang disebut stresor. Stres adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri yang bila tidak diatasi dengan baik, akan meng ganggu keseimbangan hidup dari manusia. Stres dapat diartikan pula se bagai reaksi yang dirasakan oleh manusia bila mendapat tekanan dari luar ataupun sesuatu sebab
dr. Oka Negara, FIAS
yang tidak dapat diraba, bentuknya dapat berupa kekurangan atau kelebihan stimulasi yang dapat menimbulkan perasaan bosan yang berkepanjangan. Stres diartikan sebagai persepsi seseorang ter hadap keadaan yang melebihi ke mampuannya atau sumber-sumber yang dianggap membahayakan atau mengancam kesejahteraan dirinya. Stres dibedakan menjadi dua, yaitu stres yang merugikan dan merusak yang disebut distres, dan stres yang positif dan menguntungkan, yang disebut eustres. Setiap individu mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stres, dalam ke nyataannya stres menyebabkan sebagian individu menjadi putus asa tetapi bagi individu lain justru dapat menjadi dorongan baginya untuk lebih baik. Penyebab stres banyak faktor dan bisa apa saja, seperti tekanan di tempat kerja, rumah tangga, anakanak, lingkungan dsb. Pada umum
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Kondom Bocor “Dok, aku dan suami saat ini menunda hamil dulu karena sama-sama masih sibuk kerja dan anak pertama masih berusia setahun, maunya biar anak sudah tiga tahun baru berpikir punya anak yang kedua. Kami sepakat, suami yang menggunakan kondom buat mencegah kehamilan. Tetapi saya sering sekali dengar bahwa kondom juga bisa bocor saat digunakan, sehingga dibilang tidak efektif. Itu bagaimana dok?” (Mella, 24) Seberapa efektif sebenarnya penggunaan kondom? Berdasar kan studi pada orang-orang yang menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi, dari 100 orang hanya 1 orang yang akhirnya men galami kehamilan pada pasangan dari kelompok laki-laki peng guna kondom. Di samping buat mencegah kehamilan, kondom juga ditujukan buat mencegah infeksi menular seksual. Secara medis dan epidemiologis su
dah terbukti bahwa akan terjadi penurunan risiko penularan infeksi menular seksual pada para peng guna kondom. Dari banyak studi juga diketahui bahwa kondom efektif mencegah HIV. Lalu apa penyebab kegagalan kondom? Di samping angka peng gunaan kondom pada masyarakat Indonesia masih rendah, penyebab kegagalan proteksi diyakini hanya lah karena satu alasan: kesalahan penggunaan kondom. Pengetahuan
nya penyebab stres adalah suatu keinginan yang tidak terpenuhi atau suatu rasa kekhawatiran apabila keinginan tidak terpenuhi. Suatu perasaan/emosional yang memicu metabolisme tubuh untuk bekerja secara alamiah normal, tetapi bila metabolisme ini sering terjadi dapat menyebabkan over load/ kerja yang berlebihan yang selanjutnya dapat mempengaruhi metabolisme yang lain menjadi tidak normal lagi. Inilah yang sangat dirasakan oleh pen derita/ individu yang tercetus men jadi gejala fisik yang tidak diketahui/ secara sadar apa penyebabnya. “Untuk menetapkan bagaimana cara pencegahan stres, pengobatan stres ataupun pengelolaan stres, terlebih dahulu perlu diketahui pe nyebab stres,” ujar pemilik Madania Centre, sekolah yang menangani anak autis ini. Ia menyebutkan, ada beberapa penyebab stres yang kadang-kadang tidak diketahui oleh yang bersangkutan, seperti beban fisik yang yeng relatif lama, ketidakpuasan terhadap pencapai an hasil upaya/merasa superior, kekhawatiran terhadap sesuatu/ kurang percaya diri dan kega galan dalam usaha. “Stres adalah gangguan psikologis yang dialami setiap manusia dengan kadar yang berbeda-beda. Stres bisa dialami setiap manusia dengan permasala han yang berbeda-beda dan ter gantung bagaimana cara manusia menyikapinya,” tegasnya. Apakah cemas, stres, dan depresi itu sama? Stres dan depresi itu berbeda. Jika manusia tak bisa menangani masalahnya, menyebab kan muncul tekanan, disebut stres. Jika tekanan ini terus-menerus tak selesai dan lebih berat lagi
naik tingkatan disebut depresi. Cemas adalah bagian dari simp tom atau gejala stres dan depresi. “Jika depresi berlanjut dan meningkat bisa menyebabkan gangguan jiwa. Jika seseorang mengalami stres dan sakit, dina makan psikosomatis,” ucapnya Stres sangat bisa dihindari tergan tung masing-masing individu untuk memilih dan menentukan akankah masalah yang dihadapinya akan menjadikannya lebih baik atau se baliknya. Hal tersebut sangat terkait dengan kematangan psikologis dan spiritual seseorang, sehingga stres bisa menjadi hal yang bermakna. Tidak benar jika disebutkan tidak ada gejala atau hanya ada gejala yang besar yang bisa me nyebabkan stres.Tidak akan ada asap jika tidak ada api, begitu se baliknya.Tidak akan dikatakan stres jika tidak ada perasaan tertekan yang memunculkan kecemasan se hingga individu beranggapan bahwa dirinya stres. Artinya, jika individu/
masyarakat tentang kondom masih sangat rendah sehingga orang masih belum menggunakannya secara tepat. Kegagalan kon dom lebih sering disebabkan pe makainya tidak menggunakannya dengan benar, dan bukan karena mutu kondom itu sendiri. Juga karena lekatnya cap buruk yang dilabelkan masyarakat terhadap kondom menjadikan akses untuk membeli dan kecermatan peng gunaannya menjadi tidak maksimal. Masih banyak orang yang malu untuk membeli kondom padahal memerlukannya. Demikian pula masih banyak yang tidak mem perhatikan cara penggunaan yang baik, tidak memperhatikan masa kedaluwarsa kondom, masih ban yak yang menyimpan di dompet atau ditempat yang panas dan ter lampau lembab, dan masih banyak yang keliru dalam memasangnya selama hubungan seksual. Bila di gunakan secara benar dan konsis ten, kondom mempunyai peranan penting dalam kesehatan umum masyarakat, khususnya sebagai salah satu pilihan kontrasepsi dan pencegahan infeksi menular sek sual, termasuk HIV dan Hepatitis B. Penggunaan kondom yang baik akan mengurangi risiko terinfeksi penyakit seksual, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa seks.
Kondom yang bocor adalah salah satu hal yang paling ingin di hindari dalam praktek penggunaan kondom, karena saat kondom itu bocor atau robek maka fungsin ya sebagai alat kontrasepsi dan mencegah infeksi menular seksual menjadi gagal. Apa saja yang paling sering menjadi penyebab kegagalan penggunaan kondom? Yang paling sering dan mungkin adalah: Penyimpanan kondom yang tidak baik. Sering kali disimpan di dompet yang ketat dan panas sehingga bahan lateks bisa meng alami kerusakan, atau malah di tempat yang terlalu lembab dan berjamur Pemakaian kondom yang su dah kadaluarsa. Tentu saja jika digunakan akan menghilangkan daya proteksinya karena kondom berbahan lateks menjadi kehilang an kelenturan, kehilangan cairan pelumas sehingga mudah robek. Pemakaian kondom dalam keadaan mabuk. Ini tentu saja membuat penggunanya tidak bisa menggunakan secara tepat, atau terlepas saat menggunakannya. Kondom tersebut robek ketika dibuka dari bungkusan. Bisa jadi karena tidak cermat saat mem buka, atau karena terkena kuku sehingga mengakibatkan robek. Yang unik dari kondom adalah
Agus Binti Kh, Psi, CH,CHt,M.NLP.
seseorang mengatakan dirinya stres, ia menganggap bahwa dirinya sedang menghadapi tekanan yang memerlukan pertolongan. Orang yang cerdas akan ber syukur jika mendapatkan kondisi seperti ini, tergantung tingkat pe mahaman dan kematangan sese orang. Sehingga, memunculkan cara bijak melewati proses tersebut sehingga menjadi lebih bermakna. Bisa menjadi support atau motiva tor perbaikan diri jika konsepnya bagus. Namun bisa sebaliknya, stres dipakai sebagai pembenaran diri dalam melakukan/mengambil jalan pintas dengan hal-hal yang dianggap benar. Seperti yang masih banyak terjadi sekarang ini, stres dilarikan ke minum minuman beralkohol, narkoba, dll. Semua itu pilihan masing-masing individu. Jika berada pada kondisi ini, kita bisa melatih diri dengan Neuro Linguistik Programming (NLP) atau disebut juga Program Pembentukan Manusia Sempurna yaitu suatu bentuk pendekatan yang lebih rasional. Metode ini sesungguh nya adalah suatu bentuk metode komunikasi, yang dapat digunakan untuk pribadi maupun dapat me nyampaikan pesan secara santun dan bersahaja kepada orang lain. NLP (Neuro Lingustik Program ming) merupakan strategi dan teknik komunikasi berdasarkan kebiasaan dan perilaku seseorang. Metode ini, kini tidak hanya di lakukan sebagai terapi, tetapi juga bermanfaat di bidang manajemen, pendidikan, kesehatan, bahkan sales. Efeknya telah terbukti mam pu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang. –Inten Indrawati
dalam fungsinya, yang tidak bisa dimiliki oleh alat kontrasepsi lain. Kondom memiliki fungsi ganda yaitu untuk mencegah penularan infeksi menular seksual juga da pat digunakan sebagai alat kon trasepsi. Hingga saat ini kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit seksual. Suntik KB, pil KB, spiral atau IUD hingga susuk KB tidaklah mampu mencegah infeksi menular sek sual. Bahkan vasektomi atau pemotongan saluran sperma pada laki-laki pun tidak mampu men cegah infeksi menular seksual. Satu tambahan lain, orang yang sudah mengetahui dirinya mengidap infeksi menular seksual harusnya tetap menggunakan kon dom untuk mencegah penularan pada pasangannya. Harus juga diperhatikan, apakah pasangan seksual juga mengalami keluhan yang sama, dan sudah sebaiknya diperiksakan juga ke dokter untuk menuntaskan bersama gangguan dan keluhan penyakit yang ada. Sudah sebaiknya juga, bila telah melakukan hubungan seksual yang berisiko dan tidak setia den gan pasangan agar melakukan pemeriksaan darah untuk menge tahui lebih dini apakah terinfeksi HIV juga.
BUGAR
10
10 - 16 Maret 2014
Hindari Gunakan Celana Ketat Dalam kondisi normal adanya cairan di vagina merupakan suatu hal yang alami dari tubuh. Cairan ini biasa dikenal dengan nama keputihan yang bertujuan untuk membersihkan diri, sebagai pertahanan dari berbagai infeksi, dan pelicin. Cairan vagina yang normal tersebut tampak jernih atau putih keruh, tidak berbau, tidak terdapat darah, dan memiliki pH 3,5-4,5.
M
dr. IGA Sri Darmayani, Sp.OG.
enurut dokter spesialis kebidanan & kandungan RSIA Puri Bunda dr. IGA Sri Darmayani, Sp.OG., keputihan normal ditemukan pada bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari. Begitu juga, di sekitar haid pertama yang terjadi karena pengaruh hormon estrogen. Keputihan normal juga bisa terjadi pada wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu berhubungan. Begitu juga, sekitar saat ovulasi, wanita dengan penyakit menahun, dan pada wanita dengan neurosis. Keputihan normal, dapat hilang sendiri walau kadang si penderita menjadi resah. Beda halnya jika keputihan tersebut tidak normal. Keputihan tidak normal sebagian besar disebabkan infeksi. “Infeksi terjadi karena flora normal vagina berubah
akibat pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari lingkungan vagina sehingga bakteri patogen itu mengalami pertumbuhan,” kata dokter yang juga bertugas di RS Puri Raharja ini. Ia menyebutkan, pemakaian antibiotik, alat kontrasepsi, hubungan seksual, kebersihan yang buruk, stres, dan perempuan yang sering menggunakan pembersih vagina, dapat merubah lingkungan vagina tersebut dan memicu pertumbuhan bakteri. “Warna cairan keputihan infeksi agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau. Infeksi yang sering menyebabkan keputihan adalah infeksi karena bakteri, jamur, protozoa (trikomonas), virus,” ujarnya. Keputihan yang tidak normal sering juga disebabkan noninfeksi seperti alergi atau iritasi sperma, pelicin, kondom, sabun
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Memiliki otot perut yang berkotak-kotak adalah idaman hampir semua pria. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, perut yang berkotak juga sudah menjadi salah satu syarat fisik yang ingin dimiliki juga oleh wanita, atau setidaknya perut yang rata. Fenomena Perut Six-Pack Perut yang berkotak atau lebih sering kita kenal dengan nama six-pack abs memiliki tempat tersendiri dalam kacamata dunia kebugaran. Meskipun biceps yang menonjol atau otot dada yang bidang dan tebal maupun latihan-latihan yang ditujukan untuk kedua jenis otot tersebut sering mendapatkan jatah tinta yang lebih banyak dalam ulasan di majalah kebugaran. Perut berkotak justru menjadi penutup atau final yang melengkapi sebuah fisik yang terbentuk. Mengapa Six-Pack lebih Sulit Diraih? Mengapa demikian? Sewaktu memulai fitnes, saya juga kurang mengetahui mengapa. Tetapi setelah menjalaninya selama beberapa tahun, saya baru menyadari
cuci, pelembut pakaian, cairan antiseptik untuk mandi atau pembersih vagina, dan celana yang ketat dan tidak menyerap keringat. Tumor, benda asing serta keadaan psikologi seperti vulvovaginitis psikosomatik juga dapat menyebabkan keputihan. Keputihan yang disebabkan bakteri (bakterial vaginosis), cairannya keruh, encer, putih abu-abu hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis. Bau semakin bertambah keras setelah hubungan seksual. Infeksi trikomonas menyebabkan cairan keputihan yang sangat banyak, berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau amis. Pada penderita dengan trikomoniasis, perubahan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan peningkatan pH vagina dan kadar glikogen sehingga berpotensi bagi pertumbuhan trichomonas vaginalis. Infeksi jamur (kandidiasis) menyebabkan cairan vagina menggumpal, putih kental, gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak. Infeksi jamur menyebabkan infeksi vagina karena adanya perubahan kondisi vagina. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini menyarankan, untuk menghindari komplikasi yang serius dari keputihan, sebaiknya penanganan dilakukan sedini mungkin sekaligus menyingkirkan kemungkinan
adanya penyebab lain seperti kanker leher rahim yang juga memberikan gejala keputihan cairan encer, berwarna merah muda, coklat mengandung darah atau hitam serta berbau busuk. Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala, memberantas penyebabnya, mencegah terjadinya infeksi yang berulang, dan sebaiknya pasangan diikutkan dalam pengobatan. Pengobatan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit. Umumnya diberikan obatobatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual, terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masih dalam pengobatan. Tips mencegah keputihan: Menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat, hindari pemakaian
celana terlalu ketat. Biasakan untuk mengganti pembalut, pantiliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stres berkepanjangan, serta setia kepada pasangan. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina. Hindari penggunaan bedak talkum, tisu atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi. Hindari pemakaian barangbarang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya. -Wirati Astiti
“Warna cairan keputihan infeksi agak kekuningkuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau. Infeksi yang sering menyebabkan keputihan adalah infeksi karena bakteri, jamur, protozoa (trikomonas), virus”
Membuat Perut Six-Pack bahwa otot perut yang berkotak lebih sulit diraih. Alasan pertama adalah mengenai kecenderungan biologis tubuh manusia dalam menyimpan lemak. Ternyata tubuh manusia memiliki kecenderungan untuk menyimpan lemak paling banyak di daerah perut. Tubuh manusia memiliki kantong-kantong penyimpanan lemak yang lebih besar di daerah tersebut dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain. Tambahkan kenyataan ini dengan kecenderungan genetik dari kebanyakan orang untuk menyimpan timbunan lemak di perut sebelum tubuh menyimpannya di tempat yang lain. Alasan kedua, dengan banyaknya kapasitas penimbunan lemak pada perut, hal ini juga berarti tantangan untuk memiliki otot perut yang terlihat jelas menjadi lebih besar pula. Seseorang bisa memiliki forearms yang berotot dan cukup vaskular (terlihat urat-urat yang menonjol) sebagai tanda komposisi lemak pada daerah tersebut yang rendah. Tetapi orang yang sama mungkin masih harus bekerja lebih keras untuk menurunkan kadar lemaknya ke tingkat yang lebih rendah lagi agar otot perutnya bisa terlihat berotot seperti forearms-nya. Alasan ketiga, walaupun ada tantangan yang lebih besar seperti yang diuraikan pada alasan nomor dua, kita tidak bisa menghilangkan lemak hanya pada satu bagian
tubuh tertentu saja, dalam hal ini bagian perut. Hingga kini, menghilangkan lemak hanya pada bagian tubuh tertentu atau lebih sering dikenal dengan istilah spot-reduction hanya merupakan suatu teori yang tak pernah terbuktikan. Hingga saat ini, tidak pernah ada satupun ilmuwan dunia yang bisa menemukan kebenaran dari teori spot-reduction ini melalui jenis diet atau latihan apapun. Satu-satunya cara yang dikenal untuk spot-reduction adalah melalui prosedur yang sangat menyakitkan, sangat mahal harganya, dengan risiko kesehatan yang cukup besar pula yakni operasi sedot lemak (liposuction). Saya akan memberikan sebuah rumusan kepada Anda. Rumusan ini adalah 3 x 3 = 6. Ada empat elemen yang bisa didapat dari rumusan tersebut. Elemen pertama adalah angka 3 yang pertama, yang melambangkan 3 faktor utama fitnes: aktivitas fisik, pengaturan pola makan, dan istirahat. Elemen kedua adalah tentunya angka 3 yang kedua, yang berarti 3 latihan spesifik otot perut yang perlu dilakukan. Elemen ketiga adalah angka 3 yang ketiga, yang artinya 3 tips untuk masing-masing elemen gaya hidup fitnes. Elemen terakhir adalah angka 6 yang artinya six-pack sekaligus untuk menggambarkan juga bahwa mendapatkan perut berkotak-kotak tidaklah mudah dan butuh pengorbanan yang besar.
10 - 16 Maret 2014
STYLE
15
Busana Kerja Bergaya Romantic Punk Pada setiap pergelaran karya nya, ia selalu tampil dengan pesona tersendiri,menarik, dan spesial.Seperti deretan koleksi yang dipersembahkannya pada pembukaan ajang Indonesia Fashion Week 2014, Februari lalu.
M
engusung tema “Lush Haze”, Ali Charisma, desainer yang bermarkas di kawasan Kerobokan, Bali, ini berhasil mengambil inspirasi dari peristiwa sehari-hari dan didukung dengan pilihan warna khas seorang Ali. Ia berhasil menuangkannya dalam gaya urban yang sangat kental. Mengeksplorasi material seperti kulit, renda, tulle dan sutra, Ali Charisma begitu bebas memotret pergulatan kehidup an masa kini perempuan muda di kotakota besar seperti Jakarta. Modernitas tanpa menghilangkan kesan romantiknya.
Tak ketinggalan juga nuansa punk yang dikuatkan dengan sentuhan beberapa detil ornamen dari besi. Menurut President Director Indonesia Fashion Week ini, meski pilihan busana kerjanya kali ini beraliran romantik punk, namun garis femininnya tetap terlihat. Hal ini pula yang menjadikan rancangan ready to wear milik Ali Charisma ini memiliki gaya yang berbeda dan unik. Jika ingin tampil beda, mungkin style pekan ini dapat menjadi inspirasi. -Sri Ardhini
PELESIR
16
10 - 16 maret 2014
Dari Tempat Penelitian hingga Pemotretan Prewedding Jika Anda menuju Bandara Ngurah Rai melalui jalan by pass Sanur, Anda pasti melihat kawasan hutan bakau atau mangrove. Pernahkah Anda mencoba masuk ke dalamnya? Memang, tak banyak turis yang mampir ke tempat ini. Namun, penduduk lokal biasa pelesir di kawasan ini, sekadar bersantai di tengah rimbunnya pohon bakau.
Anak muda paling banyak mengunjungi hutan bakau
napas lega dari polusi yang selama ini kita hirup di Kota Denpasar. Anda dapat melanjutkan kembali perjalanan sampai menuju me nara pandang (tower) dari kayu. Naiklah ke atas untuk melihat keseluruhan hutan bakau sangat hijau dan indah. Luas hutan bakau sekitar 1300 hektar, merupakan hasil
D
Hutan bakau dari atas menara
ari arah Sa nur, sekitar 100 sebelum patung Dewa Ruci (Simpang Siur), ada papan penunjuk jalan menuju Mangrove Center. Saat masuk Anda akan disambut ka wasan hutan bakau yang lebat. Ekowisata hutan bakau ini lokasi nya sangat tersembunyi dari hiruk
pikuk kota Denpasar dan jalan Bypass Ngurah Rai yang selalu macet. Di tengah kebisingan itu, terdapat kawasan hijau seperti oase di gunung pasir. Dalam benak kita terpikir, hu tan bakau identik dengan kawas an rawa-rawa yang berlumpur. Namun, jangan salah, di kawasan ini semua sudah ditata rapi dengan jembatan kayu, sehingga Anda
Belajar menanam bakau
Para pengunjung melihat biawak
Bersantai di atas menara
dapat menikmati perjalanan di hutan bakau dengan santai dan nyaman. Namun, tetap saja Anda harus berhati-hati karena kalau tidak, bisa tergelincir ke rawarawa. Dari tempat parkir, Anda bisa memulai perjalanan dengan meniti jembatan kayu sepanjang lebih kurang dua kilometer. Tapi jangan lupa, beli tiket masuk dulu seharga Rp 5000, hari Sabtu/Minggu dan hari libur. Hari biasa harga tiket Rp 2000. Itu pun menurut penuturan salah seorang pengunjung, karena harga tiket tidak terpampang, hanya ada dua petugas yang berjaga di depan jembatan. Perjalanan meniti jembatan kayu terasa begitu santai karena rimbunnya pohon bakau di sisi kanan-kiri. Di tengah-tengah, sekitar beberapa meter dari jalan masuk, terdapat tempat untuk bersantai sekadar duduk-duduk beristirahat. Anda dapat menarik
kerjasama pemerintah dengan Japan International Cooperation Agency. Kawasan wisata ini se ring digunakan anak-anak sekolah untuk mengenal lingkungan lebih dekat. Tempat ini sering dijadi kan tempat penelitian dan cara
belajar menanam pohon bakau. Para calon pengantin juga biasa menjadikan tempat ini sebagai lokasi pemotretan prewedding. Saat Tokoh berkunjung, ba nyak terlihat remaja berpasangan sedang berjalan-jalan ke hutan bakau. Salah satunya Eka asal Denpasar yang datang bersama temannya Dewi. Menurut Eka, walaupun ting gal di Denpasar, hari itu me rupakan hari pertama ia datang ke hutan bakau. Itu pun kare na diajak temannya. “Daripada bin gung mau ke mana meng habiskan weekend, ya jalan-jalan ke m angrove saja,” tutur lelaki usia 25 tahun ini. Namun, ada satu rasa gundah yang dituturkannya. “Padahal sudah disiapkan tempat sampah, kok masih saja banyak sampah berserakan,” ujar Eka. Penuturan Sunaryo asal Jawa Timur lain lagi. Ia datang bersama seluruh keluarganya yang ke betulan berlibur di Bali. Atas saran kerabatnya yang tinggal di Bali, mereka mencoba berkunjung ke hutan bakau. “Saya belum pernah ke hutan bakau di Jawa. Ini per tamakalinya saya tahu hutan bakau bisa juga menjadi pilihan wisata di Bali,” tutur lelaki yang beramairamai duduk di tangga kayu demi dapat melihat dari dekat biawak kecil di rawa-rawa.
Tanaman bakau
-Wirati Astiti
10 - 16 maret 2014
9
Grand Opening LP2B Informatika Bali
Kampus IT Terdepan Pencetak Generasi Cerdas dan Kreatif LP2B Informatika Bali diresmikan Rabu (5/3). Penggunti ngan pita dan penan datanganan prasasti menandai kampus tersebut siap mener ima mahasiswa baru. Kampus yang dires mikan Bupati Gia nyar A.A. Gde Agung Bharata, S.H. ini akan menjadi kampus ter depan, terbaik, ter favorit dan menjadi satu-satunya di Bali Timur dalam men cetak generasi muda cerdas dan kreatif di bidang IT.
B
upati Agung Bharata sangat mengapresiasi hadirnya LP2B In formatika Bali yang memang sangat dinantikan itu. Bahkan, orang nomor satu di Gi anyar ini minta agar generasi muda
Bupati Agung Bharata bersama Dirut Dedek Arimbawa melakukan pengguntingan pita.
bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensinya di bidang IT. “Saya mengapresiasi dan me nyambut baik kehadiran kampus baru LP2B Informatika Bali ini. Kampus ini sangat dibutuhkan generasi muda untuk membekali diri mereka dalam bersaing di dunia kerja. Saya berterima kasih kepada Bapak Dedek Arimbawa yang mampu mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan generasi muda saat ini. Saya berharap kesem patan ini tidak disia-siakan,” ujar Bupati Bharata saat grand opening LP2B Informatika dan HUT ke-15 LP2B Bali.
Dedek Arimbawa, S.H.
Generasi Layak ‘Jual’ Pria kelahiran Gianyar, 30 Juli 1976 ini dikenal sebagai putra daerah yang qualified. Ketokohannya di bidang pendidikan di Kabupaten Gianyar telah diakui. Seman gatnya untuk memajukan dunia pendidikan perhote lan dan kapal pesiar layak diteladani. Ayah tiga anak ini berambisi untuk mem persiapkan generasi muda di daerahnya menjadi gene rasi terdidik dan layak ‘jual’ serta bisa bersaing di bursa kerja dalam dan luar negeri. Apalagi peluang dunia kerja di sektor itu sangat men janjikan. “Saya ingin generasi muda di Gianyar khususnya bisa maju seper ti daerah-daerah lainnya dan menjadi generasi siap ‘jual’. Artinya mereka siap bekerja profesional sesuai kompetensi yang dimiliki. Saya melihat peluang generasi muda untuk bekerja di bidang per hotelan dan kapal pesiar di dalam dan luar negeri sangat besar. Itu sebabnya saya membuka sekolah perhotelan dan kapal pesiar LP2B Gianyar dan LP2B Negara yang saat ini sudah memasuki usia 15 tahun,” ujarnya. Kini, owner sekaligus praktisi perhotelan ini menambah program studi Informatika untuk membekali generasi muda lebih berkom peten. “LP2B Informatika Bali hadir untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang komputer agar bisa lebih bersaing di dunia kerja yang sangat ketat,” sebut Dirut LP2B Bali ini. Bagi Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata, Dedek Arimbawa adalah tokoh pemuda yang sanggup mengangkat nama Gianyar lewat prestasi dan dedikasinya di dunia pendidikan. Diharapkan muncul ba nyak ‘Dedek Arimbawa’ lainnya demi memotivasi generasi muda lebih maju lagi. “Peluang generasi muda Gianyar untuk berkiprah di dunia kerja makin terbuka lebar dengan adanya sekolah LP2B Bali. Pak Dedek Arimbawa sudah memberikan peluang itu,” ungkapnya. –ari.
LP2B Informatika Bali yang berlokasi di Jalan Dharma Giri No. 99 Gianyar ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 m2 dengan luas bangunan 1.300 m2, terdiri atas 3 lantai, dilengkapi 10 kelas dan 50 tenaga dosen/pengajar. Fasilitas belajar dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang modern dan canggih, demikian pula untuk t enaga pengajar adalah mereka yang memiliki kualifikasi sebagai dosen IT yang berkompeten. TERDEPAN, TERBAIK, TERFAVORIT LP2B Informatika Bali tidak ha nya mempersiapkan mahasiswanya untuk mengisi bursa kerja yang ada tetapi juga pencipta lapangan kerja sebagai seorang entrepreneur yang berkompeten di bidang teknologi, informatika dan komputer (TIK). Menurut Dirut LP2B Informatika Bali Dedek Arimbawa, S.H., seko lah ini mampu menjawab kebutuh an user (pengguna naker) terhadap tenaga kerja (naker) yang memiliki kompetensi TIK. “LP2B Informa tika Bali adalah pilihan cerdas generasi muda yang ingin meraih masa depan gemilang,” paparnya usai peresmian kampus. Ditambahkan, LP2B Infor matika Bali adalah satu-satunya kampus komputer dengan ge dung megah di lokasi premium dan strategis di Gianyar. Kampus yang berada di jantung kota ini dilengkapi dengan laboratorium terlengkap dan modern, per alatan terbaru yang digunakan di dunia internasional, meng gunakan software terbaru dalam p e r k u l i a h a n , d i d u k u n g o l e h owner yang berpengalaman di bi dang perh otelan dan pariwisata maupun bidang teknologi infor matika dan komputer sepert i carrier center, a dvertizing dan sebagainya. LP2B Informatika Bali juga dilengkapi dengan fasilitas kelas yang terbaik seperti AC, moni tor dosen, jaringan dan akses wifi gratis. Kampus ini memiliki per pustakaan dengan koleksi buku yang lengkap dan terbaru. “Dengan berbagai fasilitas terkini, kami menjamin lulu san LP2B Informatika Bali siap bersaing di dunia kerja. Saat ini sudah ada 50 mahasiswa dan ke depan kami targetkan 200 ma hasiswa. Kami berharap generasi muda segera bergabung dengan kami,” ujar Dedek Arimbawa, S.H. LP2B Informatika Bali me
Dedek Arimbawa (kiri) menandatangani prasasti peresmian kampus LP2B Informatika Bali didampingi Bupati Agung Bharata.
nawarkan program profesional yakni: 1.Desain Grafis & Multimedia Program ini menciptakan lulusan yang menguasai desain grafis dengan menggunakan aplikasi software ter kini dan mempunyai konsep desain yang baik dan memiliki daya jual. Materi perkuliahan yang akan dipela jari di antaranya typography, vector drawing, digital imaging, prepress dan digital printing. 2.Administrasi Rumah Sakit Program ini menciptakan lulus an yang menguasai administrasi rumah sakit yang berbasis kom puter sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat dan handal. Peluang kerja antara lain, rekam medis, front office, customer service, system control obat, keuangan, akuntansi, marketing rumah sakit dan lainnya. 3.Manajemen Bisnis & Akuntansi Program studi ini pun siap men ciptakan lulusan profesional yang menguasai bidang administrasi bisnis
dan akuntansi dengan menggunakan software computer untuk menunjang kegiatan dan pengelolaan bisnis perusahaan. Materi perkuliahan meliputi laporan keuangan, per pajakan, marketing, finance dengan menggunakan software aplikasi yang dipakai di dunia kerja. 4. Teknik Komputer Menciptakan lulusan yang pro fesional yang dibekali dengan ke mampuan dalam mengatasi trouble shooting perangkat keras, memban gun jaringan terpadu, baik dengan media kabel maupun wireless. Ma teri perkuliahan yang akan dipela jari yaitu jaringan, sistem operasi, hardware dan trouble shooting serta basis data. 5. Manajemen Informatika Menciptakan lulusan profesional yang merancang dan membuat sistem informasi yang terintegrasi dengan data base. Materi perkulia han yang akan dipelajari di antaranya sistem informasi manajemen, jarin gan komputer, web design concept, bahasa pemrograman, data base dan sebagainya. –ari.
Kampus LP2B Informatika Bali.
Alamat Kampus LP2B Bali: LP2B Informatika
Jln. Bypass Dharma Giri No. 99 Gianyar, Tlp. 0361 8958429
LP2B Perhotelan
Jln. Kebo Iwa No. 21 Gianyar, Tlp. 0361 943671, Faks. 0361 943283 Jln. Bypass Dharma Giri No. 23 Gianyar, Tlp. 0361 8958252
Kampus LP2B Negara
Jln. Banyu Biru Km 4 Denpasar Gilimanuk, Tlp. 0365 4731558 Email : info@lp2b-informatika.com www.lp2b-informatika.com
8
BUNDA & ANANDA
10 - 16 Maret 2014
Berat Beban Tas Maksimal 1/15 Berat Badan Saat ini tas ransel yang digendong menjadi pilihan bagi anak-anak SD. Memakai tas ransel dianggap lebih praktis karena semua keperluan sekolah bisa dimasukkan dalam tas. Namun, orangtua harus memperhatikan bagaimana tas yang ergonomis untuk anak SD. Kelebihan beban bisa membuat anak mengalami nyeri tulang.
K
eluar dari ruang kelas, Delon yang menggendong tas bergambar Ben 10 langsung menghampiri ayahnya. Ia langsung menyerahkan tas kepada ayahnya. Hal yang sama dilakukan Ata dan Milo. Mereka juga menyerahkan tas kepada penjemputnya. Alasan mereka, tasnya berat sehingga lebih baik kalau diberikan kepada orang yang lebih dewasa untuk membawakan. Banyaknya buku pelajaran yang mereka bawa membuat tas menjadi berat. Selain berisi buku, tas juga berisi bekal makanan. “Semua buku yang dibawa sesuai jadwal pelajaran. Kadang saya juga membawa buku gambar dan crayon untuk mengisi waktu luang saat menunggu jemputan,” ujar Ata. Saat ditimbang, berat badan Ata 17 kg. Ketika menggendong tas, berat total Ata dan tas 23 kg. Berarti tas yang dia bawa
beratnya 6 kg. Dari sisi ergonomis, komposisi ini sangat tidak ideal. “Berat beban yang ideal dibawa anak-anak 1/10 sampai 1/15 dari berat badannya. Lebih dari itu, sudah kelebihan berat,” ujar Prof. dr. Ketut Tirtayasa, M.Sc., Sp.Erg., AIFO, ahli fisiologi dan ergonomi Pusat Studi Ergonomi Universitas Udayana. Prof. Tirtayasa mengatakan dirinya pernah menimbang berat badan dan tas siswa SD yang berada di rumahnya. Berat badan siswa itu berikut tasnya 33,5 kg sedangkan berat badan tanpa membawa tas, 31,5 kg. Artinya tas itu beratnya 2 kg. Berat ini normal untuk beban seorang anak SD. Tetapi, jika sampai membawa beban 6 kg, itu sudah kelebihan beban. “Anak-anak sedang dalam proses pertumbuhan fisik dan tulang. Pertumbuhan ini terjadi tiap saat. Jika saat
Holiday Camp Terbesar di Singapura Kini Hadir di Bali
Apa yang unik dari program ini? Program ini dibuat untuk anak-anak remaja selama empat hari tiga malam, dikemas dengan sangat menyenangkan, menarik, dan berdampak maksimal. Anak-anak dilatih untuk menemukan quantum leap (terobosan baru yang positif) dalam diri nya. Ria Devina (Surabaya), setelah ikut I Am Gifted Camp menerapkan strategi belajar dengan mind mapping, speed reading dan time management berhasil me ningkatkan IPK-nya dari 2,79 menjadi 3,44 dan 3,53. Sekarang ia belajar lebih tenang dan juga sudah tahu tujuannya apa, sudah ada rencana untuk masa depannya. Selain itu, Ria Devina juga bisa lebih sabar, tidak emosional, lebih menghargai orangtuanya, dan berkomunikasi dengan lebih baik lagi sehingga hubungan dengan orangtuanya menjadi lebih harmonis. Adam Khoo, Chief Master Trainer dan No.1 Success Coach dari Singapura mengatakan, “Kita percaya, jika orang lain bisa menjadi pemenang,
kita juga bisa!” Ini masalah kemampuan dan strategi saja. Murid yang nilainya jelek di sekolah bukan berarti mereka bodoh atau lamban tapi karena mereka tidak tahu bagaimana strategi belajar yang lebih efektif. Dalam buku I Am Gifted, So Are YouTM! Adam mengatakan semua murid tidak ada yang malas, bodoh atau berbeda, semua punya potensi yang besar, hanya kurang jelas tujuan dan panutan yang baik bagi mereka. Tiap anak itu spesial! Ingin anak-anak Anda tahu strategi belajar yang tepat? Punya pola pikir positif, goal setting, time management, self motivation, dll.? Ingin anak-anak Anda mengalami transformasi dalam hidupnya? Dapatkan rahasianya di seminar gratis untuk remaja 10-19 tahun bersama orangtuanya pada Minggu, 16 Maret 2014 di 100 Sunset 2 Hotel, Jln. Sunset Road No. 100 C, Kuta Bali, pukul 13.30-16.30. Daftar segera, tempat terbatas! Hubungi: 031-7178 7638 atau 0813 3120 7928 www.akltg.com.
masa pertumbuhan ini diberikan beban berlebih, akan menyebabkan keluhan otot (muskulo skeletol). Keluhan ini harus dihindari oleh anak-anak. Caranya, tentu melibatkan orangtua. Bagaimana caranya agar anak tidak membawa beban terlalu berat,” papar profesor yang juga Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Penggunaan tas punggung yang ergonomis menjadi salah satu solusi untuk menghindari terjadinya keluhan otot. Tas ransel yang ergonomis ciri-cirinya memiliki tali yang lebar, tepi atas sedapat mungkin tidak lebih rendah dari bahu. Posisi sejajar bahu akan lebih baik. Batas bawah tas tidak melewati pinggang. Persyaratan ini harus dilengkapi dengan beban tas yang maksimal 1/15 dari berat badan anak. Kalau anak menggendong tas dan terlihat bungkuk untuk menjaga keseimbangan, itu sudah termasuk gangguan bio mekanik. Secara empiris terlihat si anak kelebihan beban. Condong ke depan atau bungkuk menjadi cara untuk menahan beban tersebut. Hal inilah yang harus dihindari oleh anak-anak. Pria asal Peliatan, Ubud ini menambahkan, jika membawa beban berat, hindari menggunakan tas selempang. Tas selempang hanya akan bertumpu pada satu bahu.Beban berlebih di satu sisi juga tidak baik untuk pertumbuhan postur tubuh. Tetapi, bukan berarti tas selempang tidak bisa digunakan. “Untuk bawaan yang sedikit, silakan saja pakai tas selempang. Penggunaan tas ransel untuk bawaan yang berat dan melihat manfaat jangka panjangnya. Nilai ergonomis terletak di manfaat jangka panjang-
G R I YA
10 - 16 Maret 2014
17
Aplikasi Bambu dalam Bangunan
Dwi Erayanti
Prof. dr. Ketut Tirtayasa
nya itu,” jelas Prof. Tirtayasa. Sebagai solusi, ia berharap pihak sekolah menyediakan loker bagi siswa untuk menyimpan buku-buku pelajaran yang berat. Solusi lain jika dilihat dari penggunaan alat bantu, lebih baik anak diberikan tas yang memakai roda. “Sekarang bentuk dan model tas macammacam. Gambarnya juga menarik perhatian anak-anak. Orangtualah yang harus bijaksana. Mana yang sesuai untuk anak secara ergonomis dan mana yang tidak. Pertimbangan dengan matang bentuk, bahan, dan besarnya tas,” tegasnya. Jika di luar negeri, dari pengamatan dokter yang juga pelukis ini, siswa SD tidak terlalu banyak membawa buku. Buku-buku pelajaran sudah disimpan di loker yang ada di sekolah. Siswa datang ke sekolah hanya membawa tas yang berisi bekal makanan. Konsep ergonomi pun sudah diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Mereka pun paham ergonomi yang mengutamakan posisi alamiah tubuh akan bermanfaat untuk jangka panjang. Pemahaman sejak dini ini akan terus teringat hingga mereka dewasa yang bekerja. Jika bekerja di tempat yang banyak berkaitan dengan mobilisasi barang khususnya yang berat, mereka akan menanyakan apakah ada alat bantu dan apakah ada asuransi jika cedera. Faktor kesehatan dalam jangka pendek dan jangka panjang sangat menjadi perhatian mereka. Selain memahami ergonomi, perlu juga dibarengi dengan olahraga teratur. Bagi anakanak yang kerap mengeluhkan nyeri otot, bisa melakukan peregangan untuk mengembalikan postur ke posisi alamiah. Olahraga ini penting sebagai pengimbang aktivitas kerja. Anakanak yang sedang masa pertumbuhan, otot dan tulangnya tumbuh tiap detik. Ini yang harus dijaga agar tidak sampai menimbulkan keluhan. –Ngurah Budi
Tas yang digendong anakanak beratnya jangan lebih dari 1/15 berat tubuhnya
D
esain rumah bambu memiliki desain estetika cukup tinggi. Seperti bangunan gazebo yang dibangun secara alami di tempattempat wisata serta tempat per
Saat ini, material bambu tak hanya dimanfaatkan sebagi furnitur. Sebagai bahan alami, selain kayu dan rotan, bambu banyak dipakai pilihan untuk dekorasi ruangan. “Bambu bisa diaplikasikan sebagai partisi/sketsel, reiling, dsb. Bisa juga dikombinasikan dengan material lain. Bahkan, kini sudah mulai diekspor desain rumah bambu dengan konstruksi knockdown,” ujar desainer interior, Dwi Erayanti,S.Sn. singgahan cukup nyaman untuk dikunjungi. Bahkan, bangunan rumah tinggal pun yang dibuat dari bambu bisa dirancang lebih estetia dan natural. Desain rumah bambu termasuk dalam desain rumah tahan
Foto: net
gempa. Sebab, anyaman bambu tak akan mudah roboh sebagaimana bangunan batu. Rumah bambu lebih nyaman, dingin, dan tidak memerlukan perwatan mahal. Juga, tak membutuhkan AC karena kesejukan alami akan datang menyusup ke sela-sela din ding rumah. Desain rumah bambu dengan pengelolaan ketahanan yang benar bisa bertahan hingga 20 tahun. Demikian halnya dengan peng aplikasian materi bambu dalam interior maupun sebagai dekorasi. Tentu saja ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai estetis cukup tinggi dengan tampilan natural yang lebih menawan. Bahkan saat ini, material bambu juga banyak dijadikan papan laminasi. Seratnya yang sangat indah ini sangat baik sebagai bahan baku untuk pembuatan dinding, punutup lantai, daun pintu, dan
mebel. Sedangkan, yang berbentuk balok dapat dipakai sebagai komponen kontruksi bangunan, kusen, dll. “Kelebihan memakai papan laminasi ini lebih tahan lama, awet,” ujarnya. Penggunaan material bambu
sebagai pengganti kayu memiliki karakteristik yang berongga, sehingga memiliki keterbatasan fungsi. Karena itu, dikembangkanlah papan laminasi ini agar bisa membuat desain yang lebih variatif. –Inten Indrawati
Kuliah Umum IKIP PGRI Bali
Sekolah Wajib Berikan Hard Skill dan Soft Skill Paradigma dalam pendidikan sekarang harus dialihkan. Guru tidak hanya menangani anak yang bermasalah, tapi juga anak yang pintar dan hebat. Mempertahankan hal-hal yang positif dan meningkatkannya. Demikian yang disampaikan Prof. Dr. Suryanto, M.Si. dalam Kuliah Umum untuk para maha siswa di lingkungan IKIP PGRI Bali, Senin (3/3) di Ruang Auditorium Redha Gunawan, Kampus IKIP PGRI Bali. Prof. Suryanto yang konsentrasi keilmuannya psikologi sosial ini mengingatkan, dalam era modernitas ini profesi guru hendaknya tetap menjadi pribadi yang patut di gugu dan ditiru. Mahasiswa sebagai calon guru tak hanya dituntut pintar dalam pelajaran/ akademis saja, namun harus memiliki banyak soft skill. “Jika nantinya tak bisa menjadi guru, Anda bisa kerja di tempat lain, seperti LSM atau di pendidikan nonformal. Saya sedih, selama ini guru tahunya sekolah formal saja,” ungkapnya. Pendidikan ditegaskannya tak hanya di lingkup formal, banyak pendidikan informal di luar sana yang membutuhkan guru. Seperti menjadi guru utnuk anak-anak terlantar, anakanak di kolong jembatan, anak-anak homeschooling, anak-anak kejar paket, dsb. Ilmu pendidikan bisa dikembangkan disana. Basis pendidikan sebenar nya adalah pembinaan di keluarga. Ia mencontohkan di Institut Pertanian Bogor ada jurusan Ilmu Keluarga. “Mereka sudah memandang, bahkan untuk mengelola pertanian, basis keluarga itu penting,” ucap Ketua S-3 Psikologi Unair, Surabaya ini. Ia menyayangkan realita pen-
didikan di Indonesia sekarang. Yang mereka kejar hanya pencapaian nilai tinggi pada ujian nasional. “Jika ingin nilai tinggi, ikut bimbel saja. Di bimbel kan kita didrel dengan latihan soal-soal untuk mengahdapi ujian, tak perlu sekolah,” ucapnya ketus. Target kelulusan 100% ini kemudian menekan para Kadis Pendidikan, kadis menekan kepala sekolah, kasek menekan guru, dan guru pengawas pun akhirnya sepakat melonggarkan pengawasan, membiarkan anak-anak mencontek/ bekerjasama, demi mendapatkan nilai tinggi. “Nilai memang benar tinggi, tapi mental anak-anak rusak. Guru mengajarkan anak menyontek, membiarkana anak mendapatkan sesuatu dengan jalan tidak benar. Nilai etika, kulturalnya sudah tidak ada. Namun, saya berharap lulusan IKIP berbeda,”
serunya yang disambut dengan tepuk tangan riuh peserta. Dunia pendidikan dalam era globalisasi dikatakannya harus menjalin interaksi antarindividu, antarkelompok dan antarnegara untuk bisa melek teknologi dan informasi. Mungkin awalnya sulit, namun semua bisa karena biasa, biar biasa harus dipaksa. Dalam interaksi tak terbatas itu, profesi guru mau tak mau harus mengikuti. Dalam mengikuti arus globalisasi yang selalu menempatkan ukuran Barat yang paling baik, kita harus memiliki standar yang jelas, yang mana yang akan kita pakai. Dari standar-standar tersebut akan menjadi internasional. Namun, tak boleh meninggalkan budaya lokal. Mahasiswa, khususnya mhasiswa IKIP PGRI Bali yang merupakan calon guru diingatkannya harus berperan di
masyarakat, seperti di banjarbanjar. Ini harus diprogramkan dalam kurikulum. UKM juga bisa membentuk pemberdayaan masyarakat adat. “Dari sana Anda akan mendapatkan soft skill lain,” ujarnya. Apakah globalisasi tuntutan? Kampus ibaratnya produsen yang memproduksi jasa. Idealnya, di sekolah itu mendapatkan hard skill dan soft skill, ini yang belum dimasukkan dalam kurikulum, seperti ilmu wirausaha, leadership, dan komunikasi. Tuntutan bagi mahasiswa keguruan itu dikatakannya cukup banyak. Lulusannya, tak harus menjadi guru kelas, bisa jadi guru di keluarga, guru di masyarakat. Untuk membuka kelompok masyarakat, harus punya metode. “Orang pendidik, hendaknya menguasai perkembangan orang. Berbekal itu, kita bisa mengajar di semua bidang,” ucapnya. Target pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini dibangun bersama, dan untuk mencapai target harus ada dukungan ideal pendidikan, kebijakan yang pro pendidikan, sasaran pendidikan yang jelas, SDM yang kompoten, sumber dana memadai, sarana dan prasarana cukup, dan iklim akademik yang kondusif. Tantangan guru masa depan, memiliki kualitas global dan lokal. Mengikuti arus globalisasi tanpa meninggalkan tradisi. Jadi guru harus punya orientasi jangka panjang. “Sekarang ini orientasinya masih jangka pendek, diajari
nyontek, didrel menjelang unas. Namun, untuk pendidikan karakter tak mungkin dicapai dalam jangka pendek. Karena itu, guru disebut pembentuk karakter bangsa,” paparnya. Pola pendidikan bisa berorientasi massal dan individu. Ketiganya ini harus diperoleh, pengetahuan,keterampilan, dan perilaku. “Guru yang baik tak harus lebih pintar dari muridnya, namun yang paling penting harus bisa jadi fasilitator. Jika ingin menjadi mahasiswa biasa lakukan yang biasa saja. Namun, jika ingin jadi luar biasa, lakukan proses luar biasa,” tandasnya. MENUJU AKREDITASI Kedatangan Prof. Suryanto ke IKIP PGRI Bali juga melakukan tatap muka dan sharing dengan staf pimpinan di lingkungan IKIP PGRI Bali. Topik yang dibahas “Penyelenggaraan Perguruan Tinggi yang Sehat Mengantisipasi Persaingan Global”. Banyak hal yang didiskusikan saat itu, di antaranya kriteria organisasi yang sehat dan penyusunan borang untuk mengahadapi akreditasi. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H.,M.Hum. menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kehadiran Prof. Suryanto di Kampus IKIP PGRI Bali. Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa dengan ilmu baru terkait dengan profesi guru dan peluangnya di dunia kerja. Juga bagi para dosen untuk menghadapi akreditasi institusi. “Hanya orang berkualitas yang mampu bersaing. Jangan menyerah. Sekalipun hasilnya sedikit teruslah berkarya,” ujar Made Suarta. -Inten Indrawati.
D AYA C I P TA
18
Fotografer Merangkap Sutradara Dunia fotografi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kamera analog sudah digantikan kamera digital. Penggemar fotografi bukan hanya orang dewasa. Banyak anak-anak dan remaja yang mulai berminat memotret. Semua ini dibantu kecanggihan teknologi. Namun, adahal yang sangat penting yang menjadi modal seorang fotografer, ide.
“S
ekarang siapa pun bisa me motret. Kame ra mulai dari yang murah sampai yang mahal tersedia.Teknik bisa dipelajari melalui workshop, dari buku, dari pengalaman. Begitu memiliki karya foto, kadang ada yang belum tahu mau diapakan foto-foto itu. Kalau memang serius menekuni fotografi harus punya tujuan,” ujar Anom Manik Agung, S.Sn. A.FPSI**, Ketua Perh impunan Fotografer Bali (PFB) periode 2013-2016. Ia menuturkan banyak genre dalam fotografi yang bisa ditekuni. Genre manapun bisa dipilih un tuk ditekuni. Salah satu diantara genre itu adalah fotografi konsep. Sebagian orang ada yang menye butnya hanya sebagai metode daripada genre khusus dalam fotografi. Namun intinya sama yaitu sebagai fotografi untuk menggambarkan sebuah ide. Pada fotografi konsep, foto sudah dipersiapkan mulai dari ide sampai eksekusi. Ibaratnya, A-Z sudah dirancang oleh si fotografer. Ber beda dengan fotografi jurnalistik yang mengedepankan momen yang sebenarnya dan tidak bias diulangi. “Dalam fotografi konsep, mulai dari ide, lokasi pemotretan, model, properti, pencahayaan, termasuk story board sudah disetting oleh fotografer. Semua berawal dari ide atau pemikiran. Begitu si fotografer punya ide, ia
Ramayana epic
Anom Manik Agung
akan berusaha untuk mewujud kan ide itu. Dari mana menda patkan ide? Ide bisa didapat dari proses perenungan, melihat situasi sekeliling, foto-fotokarya orang lain sepanjang bukan untuk dijiplak tetapi dijadikan acuan awal,” ujar fotografer profesional yang sudah mengoleksi ratusan piala dan piagam sebagai juara lomba foto nasional dan interna sional ini. Anom Manik menambahkan ide merupakan dasar dari fo tografi konsep. Ide ini diwujud kanke dalam karya foto, ibarat pelukis yang mewujudkan idenya dalam kanvas. Proses perwujud kan ide ini harus dilakukan de ngan baik jika ingin mendapatkan hasil yang baik. Adakalanya hasil yang diperoleh lebih buruk dari
bayangan atau sebaliknya, hasil nya malah lebih bagus dari yang dipikirkan. Dalam foto konsep, fotografer sebagai pemilik ide akan menu angkan idenya itu dalam sebuah jalinan cerita, karena itu perlu story board yang menjadi landasan apa yang dimaksud dari foto. “Fotografer juga merangkap sutradara karena dia yang tahu apa yang diinginkan. Dialah yang mengarahkan bagaimana semua proses itu dilalui,” ujar alumnus PSSRD Universitas Udayana ini. Hal yang juga perlu diper hatikan dalam fotokonsep adalah apa tujuan pembuatan foto kon sep ini. Pria kelahiran Denpasar ini mengatakan tujuan foto kon sep bisa untuk komersial, lomba, trip photo, belajar, dan aktivitas komunitas. Karena konsep ini sudah dipikirkan sejak awal, tentu waktu dan biaya sudah bisa diperhitungkan. Ia juga mengatkan siapa pun bisa membuat foto kon sep sepanjang sudah menguasai dasar-dasar fotografi. Anom Manik mencontohkan jika ingin foto konsep tentang tarian, semua harus dipersiap kan dengan detail. Persiapan mulai dari lokasi pemotretan, posisifotografer, pencahayaan hingga persiapan peralatan. Pemahaman mengenai karakter kamera juga akan mempermu dah fotografer dalam melakukan ekseskusi. “ Waktu pemotretan ter gantung keperluan kita. Antara pagi sampai sore, mungkin tidak terlalu banyak peralatan penca hayaan karena sudah ada ca haya matahari.Tetapi kalau sore hingga pagi perlu ada cahaya tambahan. Pikirkan juga kalau pemotretan dialam terbuka. Apakah berpotensi hujan atau tidak. Semua perlu dipersiapkan dengan detail,” ujarnya. Mengenai properti sebagai pendukung objek foto, pemilik Puri Artistik Photography ini memberikan tips. Jika melihat
Ceria
10 - 16 maret 2014
10 - 16 maret 2014
l i f e s to ry
Tukang Parkir Sepanjang Hayat Priiit…!! Suara peluit melengking di pelataran parkir kantor Pos Ampenan, Mataram, tiap kali ada peng unjung memarkir kendaraannya. Seorang perempuan tua berpakaian seadanya dengan slayer penutup kepala, melambaikan tangan memberi tanda agar mundur sedikit. Lalu, ia datang seraya tersenyum menyambut dan menyapa dengan akrabnya meski ia tidak mengenal pengunjung tersebut. Ia selalu ramah menyapa pengunjung dan tidak jarang pula ia tampak ngobrol akrab dengan pelanggan yang biasa datang ke kantor tersebut. Ia tertawa dan bercanda lepas, setiap orang ia sapa dengan kata, Nak. Di sela-sela kesibukan nya itu, ia bicara seputar kisah dan pilihan hidupnya.
S
Menunggu kelahiran
sesuatu yang menarik, segera dapatkan benda itu, lalu simpan. Suatu saat, benda itu pasti bisa
Wajah ikan
digunakan. Jika punya ide, catat. Suatu saat ide itu bisa direalisasi kan. –Ngurah Budi
7
ejak puluhan tahun lalu, warga Mataram teruta ma mereka yang sering berurusan dengan Kantor Telkom dan Kantor Pos Ampenan, te lah akrab dengan sosok tukang parkir perempuan tua yang masih tampak enerjik ini. Ia adalah Sunari (80), yang telah menjadi ‘penguasa’ di areal parkir sejak dua kantor yang bersebelahan itu dibangun. “Saya sudah lumutan jadi tukang parkir, sejak kantor ini ada,” kata Sunari. Sunari yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini datang ke Mataram dari Praya Lombok Tengah, puluhan tahun silam untuk bekerja mengikuti almarhum suaminya yang dulunya bekerja sebagai tukang di instalatir swasta. Hanya beberapa saat pekerja an itu dapat menghidupi mereka. Hingga akhirnya suaminya kehilangan pekerjaan tersebut. Menghidupi begitu banyak anak membuat mereka harus banting tulang bekerja demi menafkahi keluarga besarnya dengan 10 anak (tiga orang meninggal dunia). Kini Sunari memiliki 7 anak (tiga bekerja di Pulau Jawa dan Malaysia serta empat lainnya di Lombok). Hal inilah yang membuat mereka berdua memilih “profesi” sebagai tu kang parkir. Bertahun-tahun mereka menggeluti pekerjaan ini. Didera panas dan hujan bukanlah penghalang bagi
mereka. Sunari tidak pernah mem biarkan suaminya bekerja sendiri, ia selalu membantu semampunya. “Meski panas dan hujan, saya selalu senang mendampingi suami jadi tukang parkir,” katanya. Delapan tahun yang lalu, Sunari kehilangan suami yang meninggal akibat stroke. Kesedihan Sunari di tinggal suaminya hingga kini tidak bisa hilang. Dengan mata berkaca-kaca dan nafas yang tertahan, Sunari pun mengungkapkan betapa ia mencintai laki-laki tersebut. Dalam sebuah wadah plastik yang digantung di sebuah pohon dekat tempatnya berteduh, terdapat bermacam-macam bunga yang rupa nya telah ia siapkan untuk nyekar ke makam suaminya. “Sejak ia pergi, tiap hari Kamis sore, saya selalu nyekar ke makam suami saya,” ungkapnya. Sepeninggal suaminya itulah, Sunari memantapkan hatinya untuk tetap menjadi tukang parkir di halaman kantor tersebut. Bisa jadi, dialah satusatunya tukang parkir perempuan di NTB yang mengawali ‘kariernya’ sebagai tukang parkir dan tetap setia menjadi tukang parkir. “Kalau perlu sampai akhir hayat,” katanya. Sunari yang mengaku tidak pernah menginjakkan kakinya di bangku seko lahan karena ia hidup semasa penjajah masih bercokol di negeri ini, tidak pernah malu menjalani pekerjaannya
Sunari
ini. “Orang perempuan mana boleh sekolah zaman dulu,” ceritanya. Hanya saudara-saudara laki-lakinya saja yang diperkenankan bersekolah, meski tidak pernah ada yang berhasil gemilang. Bagimana tidak, ia terlahir dari seorang ibu yang memiliki 10 anak dari ayah yang memiliki tiga istri, sehingga ia bersaudara 25 orang. “Banyak juga ya, ibunya kan tiga,” katanya meledek. Hal inilah yang mengawali kisah yang mungkin bagi orang pedih tapi baginya tidak. “Saya orang miskin, lapar yang membuat saya mau menjadi tukang parkir hingga kini,” katanya berterus terang. Saya tidak pernah malu mengaku kalau hidup saya susah karena kenyataannya demikian. Ia memang kelihatan sangat tegar menghadapi kerasnya persaingan hidup yang tidak pernah dicita-cikannya. Tujuh dari sepu luh anak yang dilahirkannya (tiga meninggal) terkadang masih harus ia bantu, pun ketika mereka sudah menikah ia masih menyisihkan hasil jerih payahnya untuk anak dan cucunya. Sunari mengaku sering sedih melihat nasib anak-anaknya yang malah lebih baik dari dirinya, satu anaknya menjadi tukang catat meteran listrik, satu lagi gembala kambing milik orang lain, satunya lagi menjadi tukang parkir dan seorang lagi menjadi TKI ke Malaysia yang sudah sekitar tujuh tahun pergi namun belum juga kembali. “Kalau bukan saya, siapa lagi yang bantu anak dan cucu saya,” katanya sembari menunjuk anak perempuannya bernama Maryati (40), yang kini menggantikan sua mi Sunari menjadi tukang parkir
di kantor pos yang persis bersebelahan dengan kantor Telkom. Maryati tampak sibuk melayani parkir. “Suami saya hanya buruh kasar yang tidak tentu penghasilannya,” ujar Maryati. Ibu dan anak ini tidak sedikit pun malu meng akui keadaannya yang sebenarnya, me reka menerima apa pun yang diberikan Yang Kuasa. Meski hidup susah, Sunari tetap memegang teguh prinsip hidupnya yang tidak mau menengadahkan tangan meminta-minta menjadi pengemis di jalanan. “Saya tidak mau begini, saya harus kerja untuk mendapatkan uang,” katanya. Meskipun penghasilannya tidak menentu ia bersikukuh berapa pun hasilnya ia membagi seluruhnya kepada anak dan menantunya yang ikut membantunya. Sunari memang tidak mengenal lelah, tubuh yang seharusnya telah ringkih tetap ia tegakkan demi kelangsungan hidup keluarganya. Ia bu kanlah orang yang menuntut dipelihara setelah membesarkan anak-anaknya, tapi malah terus memelihara mereka. Pukul empat dinihari, dinginnya embun tidak menyurutkan langkahnya berjalan kaki dari kamar kontrakan di Pejeruk Ampenan menuju tempat parkirnya. Pukul empat dinihari itulah ia mulai bekerja hingga malam pukul empat siang. Jika dulu sewaktu ia masih kuat bekerja, ia bisa menghabiskan selu ruh waktunya di tempat parkir bahkan hingga pukul sepuluh malam. Waktu itu kantor Telkom masih beroperasi dengan wartelnya. Pukul empat dinihari itu ia datang bekerja sambil memungut gelas dan botol plastik yang juga akan dijual dengan hasil seadanya.
Sunarti tidak mengenal panas dan hujan, tubuhnya yang mulai terasa sakit di sana sini tidak ia hiraukan. Kulitnya telah keriput dan menghitam disengat teriknya matahari. “Saya gosok peng hangat saja untuk mengatasi nyerinya,” ujarnya. Ia berada di tempat parkir untuk bekerja selama 12 jam sehari. Ia sarapan dan makan siang nasi bungkus seadanya di tempatnya bekerja. “Tidak jarang, tiba-tiba saja ada orang yang sama sekali tidak saya kenal datang membawa nasi bungkus,” ujarnya senang. Mungkin bisa jadi, itulah rezeki buah keikhlasannya bekerja tak kenal lelah bagi anak dan cucunya. Penghasilan Sunarti tidak menentu. Tergantung pula pada kebaikan para pengunjung. Setiap sepeda motor dan mobil yang ia parkir dibayar Rp 500 dan Rp 1.000. “Kalau lagi rezeki bisa dibayar lebih,” katanya. Dalam sehari ia meng umpulkan rata-rata Rp 50 ribu. Syukur dan terima kasih, itulah yang selalu ia katakan pada pelanggannya. Suatu waktu lahan parkir tersebut sempat ingin ‘direbut’ pihak lain. Na mun, ia bertahan tidak ingin pindah. Sunari putar otak mendatangi kepala kantor pemilik tempat parkir, meminta nya mau membantu dirinya agar tidak dipindah tempatnya mencari nafkah. Baginya kini, tempat parkir tersebut bukan semata-mata lahannya mencari rezeki melainkan lebih dari itu, adalah kenangannya bersama sang suami ketika dulu bersama-sama melawan kerasnya persaingan hidup demi membesarkan anak-anak mereka. -Naniek I. Taufan
l i f e s to ry
6
Sore itu sekitar pukul 16.00, beberapa bocah perempuan berkumpul di undakan tangga Pasar Badung, Denpasar. Mereka membawa makanan dan minuman ringan, dan saling berbagi disana.
W
ayan Jeklin (11) yang mengaku baru lima hari mulai kembali ke rutinitasnya itu, tengah asyik menyeruput esnya. Lubang telinga kirinya masih disumpal kapas. “Ini masih keluar cairan. Enam bulan lalu saya sempat sakit tetanus. Dirawat di RS di Buleleng, tiga hari masuk ICU, katanya sampai habis Rp 10,5 juta,” kisahnya. Jeklin tidak pernah mengenyam pendidikan di tanah kelahirann ya, Desa Pedahan, Karangasem. Tahun lalu ia hijrah ke Denpasar, membantu mengasuh anak-anak kakaknya yang masih kecil-kecil. Kakaknya seorang tukang suun. Karena bosan di rumah terus, Jeklin mengutarakan niatnya untuk ber
profesi serupa dengan kakaknya. “Biar dapat melancong, ketemu teman-teman,” ujarnya. Kakaknya mengizinkan. Meski tak mendapatkan pen-
Jeklin tengah memburu calon pengguna jasanya sebagai tukang suun
Jeklin (duduk bawah kiri) dan Indah (duduk bawah) bersantai sebelum memulai aktifitasnya
Sore hari, baru ia ke pasar. Tak lupa memakai jaket atau baju lengan panjang untuk menghindari sengatan matahari langsung ke kulitnya. “Kalau hujan-hujan, saya tidak mau nyuun, walaupun ada yang minta. Ngapain hujanhujanan, nanti sakit,” ujarnya. Jeklin mengaku sempat juga ikut belajar bersama temanteman sesama tukang suun di Lantai IV Pasar Badung, namun hanya ikut dua kali. “Malas ikut lagi, teman-temannya nakal-nakal. Baru mulai nulis, sudah dicoratcoret buku tulis saya,” keluhnya. Sejak saat itu, Jeklin yang meng aku bercita-cita menjadi guru itu pun akhirnya tak melanjutkan belajarnya lagi. Jeklin memulai pekerjaan tukang suun-nya pukul 16.00 sampai 21.30. Jika ramai, ia bisa mengantongi Rp 30 ribu perhari. Tetapi jika sepi, bisa tak membawa hasil sepeser pun. Karena itu, Jeklin
Ida Ayu Putu Manik, S.H.
Karena Rp 100 Ribu Menderita 5 Tahun Terjun ke dunia politik sebenarnya bukan tujuan Ida Ayu Putu Manik, S.H. Kalau mau, dulu saat pensiun tahun 2007 di Pemkab Badung, ia sudah dicalonkan di wilayah Badung. Namun saat ini kondisinya berbeda, karena ada seorang caleg perempuan yang mengundurkan diri yang harus digantikan perempuan pula, partai banteng bermoncong putih itu mengusung Dayu Manik. “Ini merupakan amanah. Demi menyelamatkan partai, saya siap maju,” ujar Dayu Manik, tokoh Puri Satria yang siap bertarung dalam perhelatan demokrasi 9 April mendatang ini. Melenggangnya Dayu Manik sebagai caleg DPRD Provinsi Bali dari Partai PDI Perjuangan Dapil Denpasar dengan nomor urut 5 tersebut bukan lantaran ia istri Cok Ratmadi, Ketua DPRD Bali. Namun, lebih kepada eksistensi dan pengalamannya dalam kepemerintahan yang layak diperhitungkan. Masa kerja 37 tahun sebagai PNS dengan jabatan akhir sebagai mantan Kepala Bawasda Badung, sedikit tidaknya menjadi modal Dayu Manik akan apa yang akan ia tuju sekarang ini. Ia sudah sangat paham tentang birokrasi, termasuk tugas dan wewenang seorang anggota dewan. Untuk menyosialisasikan program-programnya dalam waktu yang pendek ini, tim sukses Dayu Manik bertekad menggolkan tokoh Puri Satria ini. Beberapa kegiatan safari kesehatan, pemeriksaan mata, tali
kasih dan tirtayatra dengan para lansia sudah dilakukan. Namun, menurut Ketua Gatriwara (Gabungan Istri Wakil Rakyat) Bali, isu yang paling penting di Bali adalah masalah lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Apalagi di Kota Denpasar, dengan penduduk yang heterogen. Masalah lingkungan menjadi penting sekali, terutama sampah plastik yang susah dihancurkan. Belum lagi penanganan sampah yang masih belum maksimal yang hampir di setiap sudut kota masih terlihat menumpuk. “Perlu adanya penyuluhan dari DKP atau pihak terkait untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah berdampak pada kebersihan yang berujung pada terganggunya kesehatan,” ujarnya. Penyuluhan ini bisa diselipkan dalam ke senian, seperti pertunjukkan wayang, bondres, dll. yang tentunya akan lebih mengena di hati masyarakat. Pemahaman yang perlu ditanamkan, menurutnya adalah sampah tak hanya masalah bagi pemerintah atau hanya kepentingan pemerintah untuk menampilkan lingkungan yang bersih. Namun, ini untuk kepentingan kita semua, pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tentunya ingin yang terbaik bagi masyarakat. Dengan lingkungan bersih, masyarakat menjadi sehat. Jika sudah sehat, fisik menjadi kuat dalam menjalani aktifitas, pekerjaan, dll. Kesehatan itu mahal. Sampah merupakan sumber penyakit. Karena itu, keterhubungan ini patut dicermati. Terkait kesehatan, perempuan dikatakannya harus lebih menjaga
kesehatan, karena ada beberapa hal dari perempuan yang tak bisa digantikan laki-laki. Salah satunya melahirkan. Karena itu, Dayu Manik mengingatkan kembali kepada perempuan Bali khususnya untuk menjaga kesehatan reproduksinya, misalkan dengan melakukan pap smear. “Kesehatan perempuan ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Karena, hanya dari ibu yang sehat menghasilkan anak yang sehat,” ujarnya. Penyadaran pada kaum perempuan untuk menjaga kesehatannya ini masih perlu digencarkan lagi. Karena masih ada perempuan yang enggan melakukan pemeriksaan dini seperti pap smear, entah karena ketiadaan biaya atau alasan lain. “Namun, paling tidak, jika diperjuangkan pendanaan untuk bisa melakukan pap smear gratis, mungkin mereka mau,” ucapnya. Pendidikan merupakan isu yang tak kalah penting. Penduduk Indonesia yang lebih dari 50 persennya perempuan harus juga diberdayakan dan berperan aktif dalam pembangunan. Dayu Manik mengungkapkan dalam Menawa Darma Sastra disebutkan, jika perempuan tak diikutsertakan dalam upakara, tak akan ada pahala yang sempurna. Demikian halnya dalam pembangunan, jika perempuan tak dilibatkan, tentunya jalannya pemba ngunan akan kurang lancar. Perempuan harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Meski tak memiliki pendidikan yang cukup tinggi, Dayu Manik mengimbau
perempuan untuk terus mengisi diri dengan keterampilan lain sesuai dengan minat dan bakatnya seperti, tata rias, menjahit, membuat kue, kerajinan, dll. Selain itu, penting juga dipahami potensi desa dan meningkatkannya untuk memberikan nilai lebih untuk mendatangkan penghasilan. “Disinilah tugas anggota dewan untuk menyerap aspirasi rakyat, keluhan-keluhan rakyat, yang kemudian penganggarannya dibahas bersama eksekutif. Anggota dewan hanya menjembatani,” ujar Dayu Manik yang Jumat, 7 Maret 2014 ini genap berusia 64 tahun. Karena itu, dengan moto “Berjuang untuk kese jahteraan rakyat dilandasi kejujuran dan tulus ikhlas,” ia mantap bertarung di arena pileg mendatang.
S U D U T PA N D A N G
19
Aman kalau tak Diketahui Media
Anak Tukang Suun yang Malu Sekolah didikan formal di sekolah, Jeklin sempat mengenyam pendidikan di Yayasan Kasih Peduli Anak di Jalan Gunung Payung, Denpasar. Pagi sekolah, sore bekerja sebagai tukang suun. Namun, Jeklin hanya sampai kelas 2 SD bersekolah di sana, keburu sakit. Setelah sembuh, ia mengaku malu untuk balik lagi bersekolah. Kini, ia hanya menghabiskan waktu paginya di rumah saja, mengerjakan pekerjaan rumah.
10 - 16 maret 2014
10 - 16 maret 2014
selalu membawa uang saku Rp 5 ribu. “Kalau tidak dapat nyuun, ada yang dipakai beli nasi,” ujarnya. Dari hasil nyuun, setengahnya disisihkan untuk ditabung, membantu membayar utang-utang ibunya yang hanya bekerja sebagai tukang ngarit dan pencari kayu bakar. Nasib serupa dilakoni Kadek Indah (13). Indah dan ibunya samasama mengais rezeki sebagai tukang suun di Pasar Badung. Ia lebih beruntung daripada Jeklin. Indah sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 5 SD di kampungnya, Pedahan, Karangasem. Namun sayang harus terhenti karena ketiadaan biaya. Jadilah usia sekolah mereka, Jeklin dan Indah harus dihabiskan untuk membantu mencari nafkah. Jeklin dan Indah hanya dua dari sekian banyak anak-anak yang berprofesi sebagai tukang suun di Pasar Badung. -Inten Indrawati CERDAS GUNAKAN HAK PILIH Dalam tiap pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat, Dayu Manik menyayangkan masih ada saja yang memakai cara-cara yang kotor. De ngan Rp 100 ribu, suara masyarakat bisa dibeli, taruhannya nasib lima tahun ke depan. “Jika terus begini, masyarakat diintimidasi, kapan masyarakat akan pintar menggunakan hak pilih. Ini pendidikan politik bagi masyarakat,” ujarnya. Karen a itu, ia berharap para caleg bermain yang cantik. Masyarakat pun harus cerdas memilih wakil rakyat, cerdas menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai karena Rp 100 ribu menderita lima tahun. Terkait uang ratusan juta yang kerap disumbangkan kepada kelompok masyarakat tertentu, oleh caleg yang sebelumnya sudah menjabat, dikatakan Dayu Manik merupakan suatu kewajaran. Yang perlu dicermati, apakah uang sumbangan itu dari kantung pribadi atau dari dana APBD berupa dana hibah atau bansos, yang memang merupakan hak rakyat. Demikian halnya, iming-iming uang dari caleg. Masyarakat harusnya berpikir, dengan menghabiskan ratusan juta hingga lebih untuk dana kampanye, apakah yang akan dilakukan caleg itu setelah duduk di kursi dewan? “Jadi, masyarakat harus jeli. Jika dana itu dari APBD, itu uang rakyat yang memang harus dikembalikan kepada rakyat. Jangan karena iming-iming uang, nasib lima tahun ke depan jadi taruhannya,” tandasnya. –Inten Indrawati
Seorang siswi kelas 3 sebuah SMK di Denpasar tidak bisa melanjutkan sekolah. Siswi ini hamil. Pihak se kolah merespons situasi tersebut dengan mempersilakan siswi itu mengundurkan diri.
Luh Putu Anggreni
Ni Nyoman Sri Mudani
asus lain terjadi di sebuah SMA yang juga berada di Denpasar. Ada dua siswi yang hamil. Keduanya sudah dipanggil pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah itu. Secara aturan, memang tidak ada hukum tertulis yang menyatakan siswi hamil dilarang sekolah. Namun, dengan alasan kemanusiaan dan masa depan mereka, kedua siswi itu diminta untuk “cuti” selama melahirkan. Setelah itu, mereka dipersilakan kembali ke sekolah untuk mengikuti ujian. Dua kasus yang terjadi di dua sekolah ini bisa saja terjadi di sekolah lainnya. Namun, kebanyakan kasus-kasus semacam ini ditutupi karena bisa dianggap aib bagi sekolah. “Kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) banyak terjadi di kalangan remaja usia sekolah. Saya pernah didatangi seorang ibu bersama putrinya yang masih SMP. Dia mengatakan ingin memeriksakan anaknya. Teman-teman anaknya bilang, si anak kena tumor di perut. Setelah saya periksa, putrinya itu ternyata hamil tujuh bulan. Si ibu kaget, menangis sambil bersimpuh. Ia tidak menyangka putrinya hamil. Kasus lainnya, seorang siswi kelas 2 SMA datang dalam kondisi demam 42 derajat Celcius. Setelah diperiksa, ada nanah di rahimnya setelah aborsi yang dilakukan di dukun. Mau diapakan pasien semacam ini? Mau tidak mau, rahimnya diangkat,” ungkap dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K), Ketua POGI Cabang Denpasar dalam diskusi terbatas Mingguan Tokoh “Kehamilan tidak Diinginkan di Kalangan Pelajar”. Data diungkapkan dr. Kadek, sapaan Suyasa Jaya. Proporsi KTD tertinggi pada remaja perempuan usia kurang dari 14 tahun. Pada usia kurang dari 19 tahun, empat
dari lima kehamilan merupakan KTD. “Dari pasien yang datang ke RS Sanglah dalam kasus abortus infeksiosus (pasien datang setelah melakukan aborsi di luar penanganan dokter), usia 16-19 tahun (23,7%), status belum menikah (57,9%), profesi pelajar (13,2%), dan aborsi dilakukan dukun (50%). Ini data tahun 2010-2011,” ujar Ketua Divisi Fer bagian Obgin RSUP Sanglah Denpasar ini. “Masalah KTD di kalangan pelajar ini sangat kompleks. Tidak bisa hanya diselesaikan satu pihak. Perlu sinergi dengan banyak pihak untuk meminimalkan kasus,” tegas dokter kelahiran Surabaya, 1 Desember 1957 ini. Lalu, bagaimana solusi terbaik jika ada siswi yang hamil di sebuah sekolah? Ketut Arianingsih, guru BK SMAN 8 Denpasar menuturkan, di sekolahnya beberapa tahun lalu ada siswi kelas 3 yang hamil. Orangtua siswi tersebut melapor ke sekolah dan menyampaikan putrinya mengundurkan diri. Rencana mereka, setelah melahirkan, siswi ini akan mengikuti ujian kejar paket. “Sekolah tidak memiliki aturan tertulis mengenai siswi hamil tidak boleh sekolah. Tetapi, karena orangtua yang proaktif ke sekolah untuk menyampaikan permasalahan, sekolah pun memberi jalan, salah satunya dengan menyarankan ikut kejar paket. Kalau dibiarkan ikut ujian di sekolah, kasihan siswi itu, ia akan terbebani secara mental karena jadi bahan gunjingan temannya. Sekolah pun dicap melegalkan siswi hamil,” ujar perempuan kelahiran Singaraja, 16 Agustus 1958 ini. Tetapi, ia tak menampik, ada sekolah yang bisa mengondisikan situasi tersebut. “Anak itu disebut sakit ketika melahirkan. Kalau anak tidak diizinkan sekolah, kasihan juga, bagaimana masa depannya,” ujarnya.
K
Dokter Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ mengatakan, selama ini penyelesaian masalah KTD yang terjadi pada remaja usia sekolah diselesaikan berdasarkan kasus. “Kasus per kasus diselesaikan. Tidak bisa disamakan. Kalau kehamilan belum tampak dan tidak diketahui banyak orang, dia tetap sekolah. Menjelang kelahiran, siswi tersebut “cuti” sakit. Saat ujian, ia tetap bisa ikut ujian tetapi ujian susulan,” kata Ketua Lentera Anak Bali ini. Ni Nyoman Sri Mudani, ibu dua orang ini mengatakan, dalam kasus KTD, harus ada solusi yang terbaik bagi anak. “Kalau anak tidak bisa sekolah, kasihan mereka. Bagaimana masa depan mereka? Apa perlu dibuatkan sekolah khusus untuk siswi hamil?” tanyanya. Solusi menangani KTD dengan membuatkan sekolah khusus, menurut dr. Sri Wahyuni, tidak tepat. “Kalau dibuatkan sekolah khusus, malah jadi stigma. Disebut sekolah ibu hamil, sekolah anak nakal. Nggak cocok. Kalau kebijakan, buat saja di internal. Jangan diberitakan di media massa,” saran dr. Sri Wahyuni. Luh Putu Anggreni, S.H., advokat yang kerap mendampingi remaja bermasalah mengakui, kasus KTD kalau tak diketahui media massa, biasanya aman. “Kalau sudah diketahui media, pendidikan si anak jadi berantakan. Sepanjang tidak diramaikan, sekolah bisa jalan. Kalau diberitakan media, bikin malu. Itu saja masalahnya,” ujar Anggreni. Di sisi lain, ada juga kasus, sekolah yang awalnya menerima siswa hamil tetap bersekolah, membatalkan kebijakan tersebut pada si anak. Alasannya, anak tersebut malah bercerita ke temantemannya kalau dia hamil. Temantemannya yang sebelumnya tidak tahu, jadi tahu. Akhirnya, orangtua anak itu dipanggil dan diminta untuk memindahkan putrinya dengan memfasilitasi rekomendasi. “Kalau dia tidak cerita, sekolah masih mau membantu supaya anak itu tetap sekolah,” papar Anggreni. Kisah lain, seorang siswi SMK hamil. Orangtuanya sebenarnya orangtua berpendidikan. Tetapi, mereka tidak tahu anaknya hamil. Tiap disuruh sembahyang, alasan si anak sedang mens. Nah, pada satu kesempatan, ketika mandi di pantai bersama-sama, ibunya melihat perut putrinya besar. Ketika ditanya, si anak telah hamil enam bulan. Koordinasi dengan pihak sekolah pun dilakukan. Sekolah mau membantu agar anak itu tetap sekolah karena jadwal ujian nasional sudah dekat. Masalah lain muncul, kasus itu diketahui pihak luar, yang juga orangtua siswa di sekolah yang sama. Mereka mengancam akan melaporkan kasus ini karena dianggap mempermalukan sekolah. Situasi jadi berubah, sekolah tidak bisa mengondisikan anak tetap ikut ujian. Sialnya lagi, tidak ada kejar paket bagi siswa SMK. Akhirnya, dikondisikan anak itu istirahat. Dia dinikahkan hanya
Anak Ayu Sri Wahyuni
Made Suyasa Jaya
untuk status. Bayi itu diambil alih keluarga orangtuanya, diadopsi dan siswi itu melanjutkan sekolah tahun berikutnya. Kejadian lain, ada pelaku anak SMP dan SMA. “Mereka tetap sekolah. Tetapi, ada perjanjian, jika jodoh lagi, bisa dilanjutkan hubungan mereka. Usai melahirkan, anak itu pindah sekolah. Satu tahun kemudian, bayi mereka diminta sama keluarga yang laki-laki dijadikan keponakan. “Penyelamatan anak dianggap solusi terbaik selama ini dan bisa berjalan ketika ada pendampingan. Jika ada masalah, solusinya jangan malah merugikan si anak,” tegas Anggreni. Dari sisi aturan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, di tempat terpisah mengatakan, memang tidak aturan yang mengatur mengenai siswi hamil apakah boleh sekolah atau tidak. “Masingmasing sekolah tentu sudah punya kebijakan. Dalam pendidikan dasar hingga menengah, aspek-aspek moral dan etika sangat dikedepankan. Tujuannya adalah menghasilkan generasi yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti. Tetapi, kami tidak menutup mata jika ada kasus. Pemerintah berkewajiban menurunkan angka putus sekolah. Karena itu, salah satu solusi adalah melanjutkan pendidikan di program kejar paket,” jelasnya.
diajarkan kesehatan reproduksi,” paparnya. Sri Mudani mengaku miris dan galau melihat kasus-kasus seksual yang menimpa para remaja. Ia setuju jika remaja diberikan pendidikan kesehatan reproduksi ketimbang diberikan pelajaran tentang peraturan daerah. “Hari ini saya baca koran, sebuah SMP negeri diberikan pemahaman tentang perda. Untuk apa anak SMP diberikan pemahaman tentang perda? Pejabat saja belum tentu mengerti. Saya pikir lebih baik diberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Saya sempat baca kisah seorang remaja putri usia 13 tahun pacaran dengan pria usia 21 tahun. Remaja putri ini rela melakukan hubungan seksual saat hari Valentine. Setelah kejadian itu, seminggu berikutnya mereka mengulangi. Begitu terus seperti ketagihan. Apakah mereka tidak menyadari risiko kehamilan? Sekarang ini punya anak laki-laki dan anak perempuan sama khawatirnya. Kalau tidak hamil ya menghamili,” ujar perempuan yang akrab disapa Manik ini. Ketut Arianingsih, guru BK SMAN 8 Denpasar memaparkan pendidikan kesehatan reproduksi sudah ada yang diselipkan di pelajaran biologi. Namun, materinya memang tidak banyak karena guru dan siswa dibebani muatan kurikulum yang cukup banyak. Di sisi lain, peran masyarakat sangat penting. “Saya jadi berpikir, selama 20 tahun saya ikut arisan PKK di banjar, saya tidak pernah mendapatkan pemahaman tentang hal ini di acara itu. Seharusnya kan bisa ya sosialisasi soal ini? Selama ini malah mendatangkan orang untuk demo masak, kredit panci, long torso,” kata Sri Mudiani. “Tentu saja bisa. Kami bahkan siap datang tanpa dibayar. Selama ini kami memberikan seminar gratis bagi orangtua tentang kesehatan reproduksi, tak ada yang datang. Giliran ada seminar kecantikan yang bayarnya mahal, banyak yang datang,” kata dr. Sri Wahyuni. Peran pemerintah juga tak bisa dikesampingkan. “Pemerintah harus menciptakan iklim yang kondusif agar kondisi ini tidak bertambah buruk,” kata dr. Kadek. Contohnya, pemberian izin kafe dan warnet yang dinilai mulai disalahgunakan. Kini, kafe dan warnet menjadi perantara hubungan seks secara bebas. Warnet dengan bilik tinggi digunakan berhubungan seks. “Kalau pemerintah terus memberi izin pembukaan kafe dan warnet seperti ini, anak-anak itu ke sana. Di Singapura ada science center. Di sana, jarang ada anak sekolah di mal. Di sini, Rumah Pintar nggak ada isinya. Kenapa tidak berikan saja ke pihak swasta?” katanya.
MULAI DARI HULU Dokter Kadek mengingatkan, kita selalu ribut di hilir, ketika anak itu hamil. “Bisa nggak kita lakukan upaya di hulu? Pencegahan terjadinya kasus seperti ini, itu yang penting,” kata dr. Kadek. Jangan pernah lupa, aset kita sesungguhnya adalah anak kita. “Lingkungan keluarga penting dalam mencegah kasus seperti ini. Kalau ada orangtua yang marahmarah karena anaknya hamil tak diinginkan, saya malah balik bertanya, ke mana saja orangtua sehingga tidak tahu anaknya hamil?” kata dr. Kadek. Selain peran orangtua, peran sekolah juga dituntut dalam hal ini. “Selama ini sekolah hanya berpacu pada pengetahuan tetapi pendidikan karakter diabaikan,” kata dr. Kadek miris. Dokter Kadek menyebut, komplikasi aborsi yang tidak aman, jauh lebih kecil terjadi di negara yang melegalkan aborsi. Tetapi, katanya, aborsi lebih berisiko tinggi ketimbang menikah. 80% perempuan mandul karena infeksi saluran rahim. Hal ini bisa disebabkan sering aborsi dan sering ganti pasangan seksual. “Riwayat aborsi meningkatkan kemandulan. Kesehatan reproduksi harus masuk kurikulum. Di Malaysia misalnya, umur delapan tahun sudah
– Ngurah Budi
20
NINE
10 - 16 Maret 2014
Diyah Ratu Ganefi
Pedagang Asongan jadi Pengusaha Ketika gadis, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi pernah menjadi pegawai bank. Selama tiga tahun rutinitas bekerja dari pagi hingga sore hari ia jalani dengan suka cita. Namun, ketika ia menikah di tahun 1987, Diyah menemukan kenyataan bahwa ia harus mengurus sendiri rumah tangganya. Itu membuat pilihan karirnya berubah. Tidak punya pembantu membuatnya merasa kerepotan mengurus anak dan suami jika ia tetap menjadi pegawai bank. “Setelah menikah saya mengundurkan diri dan memilih karir sebagai ibu rumah tangga,” ungkapnya. Ia sadar bahwa men jadi seorang istri dan ibu bukanlah hal yang mudah. Kesuksesan seorang anak ada da lam bimbingan ibu. Demikianlah prinsip Anggota DPD RI yang mewakili Nusa Teng gara Barat, sejak lima tahun belakangan ini. Perempuan kela hiran 20 Oktober 1963 ini adalah so sok yang tidak biasa berpangku tangan. Ia Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi memang telah memu tuskan meninggalkan karirnya di dunia perbankan namun, ia juga merasa harus mempunyai aktivitas yang bisa membantu ekonomi keluarga, dengan tetap dapat mengatur jadwal dengan baik demi anak dan keluarganya. “Saya memilih usaha kecil-kecilan dari menjadi pedagang asongan di Pantai Senggigi,” kata pemilik Bale Gaye Ratu Emas ini. Itu mulai ditekuninya sejak 27 tahun lalu, tahun 1987, di saat pariwisata Lombok mulai dirintis. Diyah Ratu Ganefi, telah memulai karirnya sebagai pengusaha dalam bidang tersebut. Waktu itu, ia memang bukan pengusaha hotel, bukan pula pengusaha travel, melainkan pengusaha oleholeh khas Lombok, seperti kerajinan-kerajinan gerabah, gelang-gelang bertuliskan Lombok, ketak dan lain-lain. Usaha berdagang oleh-oleh ini merupakan pilihan yang tepat saat itu, karena oleh-oleh khas suatu daerah menjadi salah satu penunjang penting sebuah daerah pariwisata. Naluri bisnis yang dimiliki pengusaha yang kini menjadi Ketua DPD IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ) NTB periode 2013-2018 ini, begitu jeli membaca “pasar” saat itu. Diyah menggeluti dunia usaha yang mengokohkan dirinya
menjadi salah seorang perempuan pengusaha yang sukses di Lombok, benar-benar berangkat dari nol. Bermodal berasal dari keluarga pebisnis, Diyah menetapkan pi lihan hidupnya pada dunia bisnis Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi bersama anggota Iwapi NTB lainnya dalam kegiatan sosial meski awalnya ia tidak tahu apakah saksi tukar uang, tidak pakai mesin hanya pakai kertas saja,” ia akan berhasil dengan pilihan tersebut. “Saya mencoba katanya tertawa. tekun menggeluti dunia usaha sejak awal,” ungkapnya. Tidak sampai di situ, kejeliannya membaca kebutuhan Saat memulai karir bisnisnya ia tidak berjualan oleh-oleh pasar usaha waktu itu, mengantarnya menggeluti usaha khas Lombok tersebut dalam sebuah art shop atau toko yang kebanyakan ditangani laki-laki. Diyah menjadi pemasok khusus atau gallery, melainkan menjadi pedagang asongan bahan bangunan bagi hotel-hotel yang akan dibangun. Mulai di Pantai Senggigi Lombok Barat. Berpindah dari satu titik dari pasir, batu, batu bata dan bahan-bahan bangunan lain pantai ke titik pantai lainnya di sepanjang pesisir pasir putih nya. “Sambil jadi pedagang asongan, saya juga “ikut-ikutan” Senggigi, di sanalah ia mulai menancapkan cita-cita dan memasok bahan-bahan bangunan untuk hotel-hotel yang mimpi-mimpinya meraih sukses hingga akhirnya ia menjadi baru dibangun waktu itu,” ungkapnya. Ketua Iwapi NTB. Seiring dengan mulai berkembangnya pariwisata di Ia sadar sepenuhnya bahwa dunia bisnis tidaklah selu Lombok dan NTB umumnya, usaha yang digelutinya terus ruhnya menawarkan keuntungan, melainkan risiko terutama memberikan harapan yang baik baginya. Giatnya ia bersama kemungkinan merugi, tetap mengintai. Sebagai “anak beberapa pedagang barang-barang kerajinan khas lainnya, bawang” dalam dunia usaha, hal tersebut belum mampu menarik perhatian pemerintah daerah NTB waktu itu, yang sepenuhnya ia manajemen. Sehingga, meninggalkan sebuah kemudian mengajaknya berkeliling ke lima negara Eropa di kisah sedih yang hingga kini tidak dapat dilupakannya. tahun 1990-an, di saat harga dolar Amerika masih bernilai Namun, menurutnya, sekecewa-kecewanya, kisah yang Rp 2.300. “Itulah perjalanan ke Eropa pertama yang saya kurang menyenangkan itu, menjadi pengalaman dan guru lakukan,” ungkapnya. bagi perjalanan usaha selanjutnya. Saat itu pula, telah terpikir olehnya mendirikan sebuah Pedagang asongan cantik itu, tiap pukul 10.00 hingga “klinik” yang diberi nama Dokter on Call (DoC) di wilayah pukul 17.00 menggelar dagangannya di pinggir Pantai Senggigi. Ia mengamati kala itu fasilitas kesehatan di wilayah Senggigi di sebuah mobil yang sengaja dimodifikasinya yang mulai didatangi turis asing itu masih sangat terbatas. sedemikian rupa menjadi semacam toko berjalan. Saat Karena itu, DoC yang menjadi jembatan jika ada turis yang itu, wisatawan mancanegara maupun lokal belum banyak, menderita sakit. “Tiap jam dua siang DoC buka dan jika karena pariwisata Lombok baru saja mulai dibangun. Jadi, ada yang sakit saya menghubungi rumah sakit agar pasien butuh kesabaran untuk mendapatkan pembeli. tersebut mendapat penanganan medis seperti yang dibu Sebagai seorang perempuan, Diyah tergolong berjiwa tuhkan,” katanya. mandiri. Ia juga ulet dan gigih menjalankan usaha yang ia Berbagai pengalaman itu akhirnya membawa Diyah rintis sejak berusia 24 tahun. Meski dari ekonomi ia tergo menemukan bahwa ia merasa lebih cocok berbisnis bidang long tidak kekurangan saat itu, namunia tetap ingin memiliki garmen dan kain. Menggeluti usaha kain, memang sudah penghasilan sendiri demi membantu ekonomi keluarga. lama dilakukannya bersamaan dengan usaha-usaha lain yang Karena itu, setiap hari ia habiskan waktunya di pinggir pernah dicoba. Puluhan tahun ia mengoleksi berbagai jenis pantai untuk berjualan dengan si buah hati, anak semata tenunan NTB. Karena itulah, Diyah akhirnya jatuh hati un wayangnyaYudit Sandya yang kini telah menjadi seorang tuk “setia” pada kain. “Saya sekarang fokus di usaha kain, dokter. “Yudit ikut bersama saya, menemani saya berjualan termasuk tenun khas NTB,” ujarnya. di pinggir pantai, sejak usia lima bulan,” kenangnya. Mobil Kini, sebuah tugas memimpin para wanita pengusaha di yang dimodifikasinya tersebut, sekalian sebagai tempat tidur NTB membuatnya harus memiliki inovasi demi memajukan bagi si kecil. Ia memang selalu membawa anaknya tiap kali perempuan dalam dunia usaha ini. Sebagai “ibu” dari para berjualan karena tidak ingin apa yang dilakukannya untuk pengusaha wanita NTB ini, ia harus bisa melewati tantanganmencari rezeki tersebut, memisahkan ia dari tugas-tugasnya tantangan dengan menjadi penyeimbang dalam “gesekan” sebagai seorang ibu. dunia usaha yang tentu saja selalu terjadi, khususnya bagi Di pesisir pantai para pengusaha dalam bidang yang sama. Memperbanyak inilah, kegigihan Di silaturahmi antarpengusaha wanita di NTB adalah salah yah terlihat. Ia belajar satu kiatnya “merukunkan” para pengusaha untuk dapat tentang seluk-beluk bersaing secara sehat. dunia usaha yang juga Dan satu hal lagi yang menjadi fokusnya adalah menjadi memperkenalkannya kan para perempuan pengusaha ini untuk selalu menyadari dengan mata uang bahwa di tengah kesibukan sebagai pengusaha, keluarga dolar untuk pertama jangan sampai terbengkalai. Para ibu memiliki banyak kes kalinya. Meski terasa ibukan bahkan dari membuka mata hingga kembali tidur, sangat asing waktu itu, kesibukan tak ada habisnya apalagi ditambah dengan keg ia melihat hal tersebut iatan usaha. “Namun, kesibukan jangan sampai memecah sebagai peluang bisnis belah keluarga,” ungkapnya. Apa yang diungkapkannya ini baru. Ia belajar ten berdasarkan pengalamannya merintis usaha yang kerap tang dolar dan sepu diwarnai jatuh bangun. Namun, ia tetap berdiri kokoh tarnya dari pengala dan tegar, semua yang terjadi dihadapi dan diselesaikan man tersebut. Meski jika ada masalah. belum sepenuhnya Demi memajukan para perempuan usahawan di NTB, paham tentang dunia ia akan mengarahkan untuk menguasai IT. Menurutnya, tukar-menukar mata masih minimnya pemahaman wanita pengusaha terhadap uang asing ini, Diyah kecanggihan teknologi, akan bisa menjadi kendala dalam berani mulai mencoba mengembangkan usaha. Karena itulah, ia bertekad men melakukannya dengan jadikan perempuan pengusaha di NTB untuk melek IT. cara manual. Untuk “Program IWAPI NTB ke depan adalah semua anggota mengetahui nilai mata perempuan pengusaha ini harus bisa memanfaatkan ke uang, ia mencari infor canggihan IT guna menunjang perkembangan usahanya,” masi sana-sini. “Masih katanya. --Naniek I. Taufan sangat manual tran
INSPIRASI
10 - 16 Maret 2014
5
Qotrun Nada Fitriana
Mulai dari Gitar Pinjaman Tidak mudah menyelaraskan karier dan pendidikan. Perlu usaha superkeras agar dua hal penting ini bisa seiring sejalan, tanpa harus mengorbankan salah satunya. Problema ini umumnya dialami mere ka yang berkarier saat masih menempuh pendidikan. Qotrun Nada Fitriana, gitaris grup band SHE juga mengalami itu. Hobinya ber musik demikian kuat, namun di sisi lain, ia juga sadar bahwa pen didikan adalah hal penting untuk masa depannya.
“B
agaimana me nyelaraskan an tara keduanya, inilah yang berat. Ini masalah manajemen waktu, aku sadar itu. Aku sempat keteteran, ku liah berantakan, dan akhirnya ngaret setahun,” tutur Qoqo, sapaan akrab Qotrun Nada Fitriana. Gadis tomboi yang hobi ngeband sejak SMP ini mengaku, gangguan pada pendidikannya mulai terasa saat kuliah, khususnya di awal kiprah nya sebagai mahasiswa Universitas Padjajaran, Bandung. Hal ini karena saat itu dia telah menekuni dunia musik bukan hanya sekadar hobi tapi juga mengarah lebih profesional. Persisnya, sejak ia bergabung dalam grup band SHE, band yang semua personilnya adalah wanita yang me mainkan musik. Kuliahnya jeblok membuat orang tuanya bereaksi. Meski tidak sampai memerintahkan Qoqo menghentikan kegiatan ngebandnya, namun tak urung peringatan keras diberikan padanya. “Aku diingatkan orangtua tentang konsekuensi yang sejak dulu diingatkan ketika aku minta izin serius menekuni ngeband. Yah maklum, namanya orangtua, beliau ingin yang terbaik bagi anaknya. Apalagi aku kan masih sekolah. Sebagai anak ya tentu saja aku pun ingin semuanya bisa
berjalan baik. Tapi, itu dia, akitivitas yang padat membuatku keteteran mengatur waktu,” tambah anak bungsu tiga bersaudara ini. Kondisi waktu itu parah karena menurut Qoqo, dia dan grupnya banyak menghabiskan waktu di luar kota untuk tour promo album kedua SHE yang bertajuk Tersenyum Lagi. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Walhasil, dia pun harus mengorban kan waktu liburnya dengan mengejar ketinggalan nilai-nilai kuliahnya. “Jadi pas band libur, aku pun meng genjot kuliah semaksimal mungkin. Aku ikut tes susulan untuk perbaikan nilai. Jadi pas orang-orang libur, aku belajar mati-matian... hehehehe. Sejak itu aku juga berusaha memperbaiki manajemen waktuku agar masalah semacam itu tidak terulang lagi,” kata Qoqo yang akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya di jurusan Akuntansi Unpad pada 2010. Pengalaman semacam ini, lanjut gadis kelahiran Bandung, 13 Juni 1987 ini, memang banyak dialami mereka yang sibuk berkarier di saat masih sekolah/kuliah. Bahkan banyak di antaranya akhirnya terpaksa me ngorbankan salah satunya. Ada juga yang tetap mempertahankan ke duanya namun biasanya pendidikan nya berjalan terseok-seok, bahkan terpaksa kelulusannya ngaret selama bertahun-tahun. Qoqo sendiri me mutuskan tidak cuti kuliah, meski untuk itu dia harus berjuang ekstrakeras khusus nya dalam membagi waktu. “Masa-masa itu memang berat. Dua-duanya (ngeband dan pendidi kan) sama pentingnya bagiku. Kebetulan, di saat yang sama SHE juga tengah naik dan aktivitasnya begitu padat. Bersyukur, meski berat, aku bisa melaluinya. Sekarang aku sudah lega kare na sudah lulus dan bisa fokus pada passion aku,” ujar Qoqo yang termasuk dalam 10 besar gitaris wa nita terbaik Indonesia saat ini. Bermusik me mang telah menjadi passion Qoqo sejak remaja. Kecintaannya pada musik bukan karena ia berasal dari
keluarga pemusik, namun karena pengaruh lingkungan pergaulan saat SMP. “Waktu itu teman-teman heboh ngeband. Aku tertarik ikut. Terus, aku melihat teman main gitar di panggung pertunjukan, kayaknya keren banget. Maka sejak itu aku kepincut sama gitar dan mulai belajar. Aku nggak kursus resmi, jadi hanya belajar dari teman-teman,” tambah Qoqo yang sebelumnya juga sempat menekuni drum. Memasuki SMA, Qoqo makin keranjingan ngeband. Tapi waktu itu kegiatannya masih sebatas hobi dan pembagian waktu antara sekolah dan ngeband juga tidak ada masalah. Buktinya, meski rajin ngeband Qoqo tetap tercatat sebagai salah satu siswa cerdas di sekolahnya. “Waktu SMA aku juga rajin ikut festival band. Tapi sekolah nggak pernah ketinggalan. Makanya orangtua nggak keberatan. Aku cuma diingatkan agar pandai membagi waktu, agar sekolah tidak keteteran,” ucap Qoqo yang masuk 10 besar saat audisi ‘Dream Band’ yang digelar salah satu TV nasional. Qoqo bergabung di grup band SHE sekitar sembilan tahun lalu, mengantikan salah satu personil SHE, Kika, yang menikah dan pindah ke luar negeri. Kehadiran Qoqo mem beri warna berbeda bagi SHE. Warna musik SHE terasa lebih ngerock dengan kehadiran Qoqo pada al bum kedua. Permainan gitar Qoqo dinilai lebih garang ketimbang Kika. “Awalnya aku hanya jadi additional player selama tiga bulan, lalu diminta resmi gabung sebagai personil tetap. Aku personil terbungsu dari segi usia karena baru lulus SMA, juga karena personil terakhir yang bergabung kala itu,” tambahnya. Sebelumnya, Qoqo juga sempat menekuni drum, namun kemudian merasa menjadi gitaris terasa lebih menantang dan memberi warna tersendiri bagi band. Meski be gitu katanya, tidak boleh berlebihan karena seorang gitaris harus bisa bermain secara proporsional men dukung band. “Improvisasi tetap bisa tapi tidak berlebihan. Bagiku yang terpenting adalah bermain sebaik mungkin,” ucap Qoqo yang berharap permainannya bisa menjadi inspirasi bagi para penonton. TIDAK MEMILIKI GITAR PRIBADI Yang menarik yang diungkap Qoqo adalah saat awal bergabung dengan SHE, ia tidak memiliki gitar pribadi. Dalam pengertian, gitar yang benar-benar layak dipakai untuk manggung dan rekaman. Walhasil,
Qoqo setiap kali manggung atau rekaman, ia terpaksa pinjam sana-sini. Untung teman-temannya baik hati sehingga Qoqo tak pernah kesulitan menda patkannya. “Rasanya sedih ya. Ibaratnya gitar itu, kan, alat perang, alat tempur, ‘nyawa’ kita. Jadi kalau tidak punya tuh, rasanya bagaimana ya. Itu ter jadinya di awal-awal, maklum kan masih baru. Lagi pula, gitar yang aku inginkan itu, bukan hanya bagus tapi harganya lumayan. Jadi selama belum punya, aku minjem sana-sini.. hehehehe. Untung, teman-temanku baik hati mau meminjamkan. Baru setelah setahun, aku bisa beli gitar sendiri dari hasil nabung honor mang gung,” bebernya. Bandung, Jawa Barat, tempat Qoqo tumbuh dikenal sebagai gu dangnya musisi. Begitu banyak musisi terkenal Tanah Air berasal dari Kota Bunga itu. Tak mengherankan, kata Qoqo, persaingan di industri musik Kota Bandung, begitu ketat. Bandung tak pernah kekurangan pemusik ka rena bibit-bibit baru di bidang musik tumbuh bak jamur di musim hujan. Grup-grup musik perempuan pun tak kurang banyaknya. Karena itu ketika SHE muncul di Bandung, mendapat begitu banyak pesaing. “Di Bandung, banyak band cewek yang semua personilnya bermain musik, sama seperti SHE. Mereka bagus-bagus semua. Hanya saja, mungkin, belum terekspose saja,” katanya. Grup band SHE (Sound and Harmony Electric) berbasis di Bandung, Jawa Barat, didirikan tahun 2000, dengan tujuh personil yang memiliki latar belakang musik yang berbeda. Dalam perjalanannya, personil yang tersisa dari grup ini empat orang, yakni Qoqo (electric guitar), Arnie (bassist), Yoyo (keyboard) dan Adis (drummer). Meski tinggal empat orang, namun penampilan SHE tetap stabil. Kuncinya adalah, mereka tetap semangat dan tetap kreatif dalam berkarya. Telah empat album dihasilkan
oleh band ini, terakhir SHE is the Best yang diluncurkan tahun 2013 lalu. Agar bisa eksis sampai sekarang usia 14 tahun, kata Qoqo, bukan hal yang mudah. SHE telah melalui berbagai pengalaman mengesankan. Mulai dari dilecehkan karena dianggap band cewek tidak memiliki kemampuan seperti halnya band cowok, hingga manggung hanya dibayar dengan nasi kotak. “Dulu, saat di awal-awal SHE tampil di publik, kan, banyak yang belum tahu kemampuan kami. Mungkin mereka pikir, ‘Ih siapa nih, band isinya cewek semua, apa emang bisa?’ Setelah kami manggung, barulah mereka tahu kalau band cewek pun tak kalah dengan cowok. Mereka kasih aplaus panjang, kami puas! Tapi itu dulu, ketika SHE belum dikenal publik. Dulu waktu merintis SHE, kami juga pernah manggung hanya dibayar dengan nasi kotak..hahahaha. Yah, nggak apa-apa, kan, waktu itu kita masih mencari nama, masih bukan siapasiapa, sampai akhirnya kami bisa dikenal publik. Kini semuanya lebih lancar, alhamdullilah,” tutur Qoqo yang memegang gitar elektrik. Qoqo mengaku, tak mempunyai target tertentu sampai kapan ber main musik. “Aku akan main musik sampai puas, sampai bosan. Tapi apakah mungkin (bosan)? Hahaha... rasanya aku nggak bakal bosan ber main musik. Itu passion aku, mana mungkin bosan. Pun, dari sana bisa berkembang macam-macam, mi salnya, pencipta lagu, produser atau bahkan bisnis musik. Ya banyaklah, jadi lihat saja nanti,” katanya. Selain bermusik, kegiatan yang sekarang sedang dirintisnya adalah penjajakan terjun ke bisnis. “Aku ingin punya usaha sendiri. Yang sedang proses adalah usaha makanan. Kon sepnya sederhana, seperti angkringan. Harganya tidak mahal, menunya unik. Sekarang sedang proses,” ucap Qoqo yang mengaku tidak suka kerja kantoran. – Diana Runtu
4
INSPIRASI
10 - 16 Maret 2014
Ni Putu Tirka Widanti
Bansos Hak Masyarakat Bukan dari Personal Caleg Perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha dan pendidik ini siap berkompetisi di pemilihan umum (pemilu) 2014. Ia tercatat sebagai salah seorang calon anggota legislatif perempuan dari daerah pemilihan (dapil) Gianyar untuk meraih kursi di DPRD Bali. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.B.A., M.M., nama lengkap perempuan energik ini. Bagaimana ceritanya ia bisa terjun ke politik? Bagaimana persiapannya menjelang pemilu? Mengapa ia terlihat tenang-tenang saja?
dr. I Ketut Tirka Nandaka, SpKJ, MMKes
T
irka yang akrab di sapa Ika menutur kan keikutserta annya sebagai caleg, tidak melamar, melainkan diberikan tugas oleh PDIP. “Tugas ini saya terima. Apalagi PDIP partai besar. Pastinya saya bangga mendapatkan kepercayaan ini, ” ungkap Ika. Di kancah politik ia bisa mengaplikasikan teori-teori ilmu administrasi, khususnya dalam administrasi pelayanan publik. Ika mengawali langkah karier nya di dunia bisnis yang dibarengi hasrat untuk terus belajar s etinggi-tingginya. Dari praktisi ia menuju seorang akademisi dan kini melangkah ke politisi. Jika melihat aktivitasnya yang cukup padat, sebetulnya ia tidak perlu terjun berpolitik, karena sesungguhnya dalam hidup ini setiap orang sudah berpolitik. Namun, Ika memiliki alasan kuat soal bersedianya ia masuk ke ranah politik praktis. Dikatakannya, hal ini sebagai tambahan ilmu
Letkol CziI Made Tirka Nurgaduh, S.IP
. “Semuanya masih beriringan dan sejalan dalam koridor pendidikan serta edukasi,” ujarnya. Ibu tiga anak ini selain tercatat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Universitas Ngurah Rai, ia juga seorang dosen yang mengasuh beberapa mata kuliah, yang memiliki keterkaitan dengan FISIP. Presiden Yayasan Kul Kul ini juga menegaskan kalau dirinya menjalankan proses berpolitik yang beretika. Ia juga menghindari menggunakan cara yang kurang baik, seperti money politic. Ia berani menggaransi kalau dirinya benar-benar clean. Ia siap melangkah dengan nyaman dan tenang hingga saat ini, padahal pemilu sudah di depan mata. Menurut Ika , ia bisa tenang sebab tujuannya bukan sematamata untuk dapat kursi. Namun, tujuannya lebih luas lagi, yakni mengedukasi dirinya sendiri me
ngenai politik praktis. Mengedukasi sekitarnya serta mendapatkan masukan-masukan terutama mengenai bagaimana masyarakat menyikapi politik. Dari sini pula, ia mengetahui bahwa masyarakat belum memiliki persepsi yang sama tentang politik. Masih banyak yang bera nggapan politik itu kurang santun, bahkan ada yang memiliki kesan hingga sekarang kalau politik itu jahat. Ika juga tidak menyalahkan kalau berkunjung ke salah satu banjar di lingkungan dapilnya di Gianyar, ada juga yang mempertanyakan “Ibu bawa apa?” “Ada bansos tidak?” Biasanya Ika dengan santun akan mengatakan kalau dirinya tidak punya bansos. Ia adalah seorang pemula. ”Saya juga menggunakan kesempatan untuk memberikan pengertian apa yang dimaksud dengan bansos tersebut. Bahwa bansos tersebut bukan dari personal seorang caleg, namun memang merupakan hak masyarakat. Siapapun nanti yang duduk menjadi wakil rakyat di DPRD maupun DPR RI, tentu akan memiliki dan membantu program-program masyarakat., mungkin saja namanya bukan bansos lagi,” jelas perempuan yang aktif di organisasi IAPA, REI, dan IWAPI dan Persadi ini. Meski demikian, diakuinya tidak semua konstituen yang di datanginya mengharap ses uatu. Ada juga yang menerima dengan baik. “Jika dihitung ada 20- 25 %, masyarakat yang masih mengharapkan kehadiran caleg yang berkualitas. Katanya, agar bangsa
Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.B.A., M.M
ini berubah dalam arti positif. Mereka ini tergolong kelompok yang masih yakin akan ada perubahan baik,” ungkap Ika. Ia menganggap respons negatif maupun positif masyarakat sama pentingnya. Sepanjang dirinya memiliki dan melakukan tujuan positif maka ia akan keep doing. Hal yang luar biasa ketika beberapa tokoh masyarakat sempat memberikan dirinya wejangan dan petuah-petuahnya. Kepada mereka ia pun terus terang mengatakan dirinya sebagai caleg, berani malu, berani menanggung risiko. “Ini keuntungan besar bagi saya. Sebuah pembelajaran yang tidak mudah didapatkan. Meski mereka welcome, namun belum menjamin akan memilih saya atau tidak,” ujar Ika tanpa merasa galau. Baginya yang terpenting adalah bisa meneruskan informasi, mengedukasi bahwa ilmu politik dan caleg perempuan tidak semuanya negatif. EDUKASI MULAI RING 1 Mengenai edukasi, Ika sangat memperhatikan proses yang satu ini. Ia bisa memulainya dari ring 1, yakni keluarga, bergeser ke teman dan lingkungan terdekat. Begitu juga di sekolah atau di kampus dan berlanjut di lapangan. “Kita tidak bisa berharap masyarakat segera menghilangkan kesan kalau politik itu jahat. Tidak ada formula yang instan untuk dibagikan di lapangan. Prosesnya kembali dengan edukasi. Secara perlahan tentu akan ada perubahan yang positif,” tutur Ika yang kerap diundang ke luar negeri sebagai pembicara ini. Menurutnya sebagai caleg juga, ia mengaku sangat banyak mendapat keuntungan dan manfaat. ”Di sini tidak ada pamrih sebab tujuan saya bukan semata–mata mencari
kursi namun meraih pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sebagai seorang pendidik saya sudah merasa bangga, bisa lebih banyak mengedukasi. Kalaupun nantinya terpilih itu adalah bonusnya,” tegas Ika. Ia juga menggaransi dirinya tidak akan stres, jika tidak terpilih, Ika sudah eling dan siap mental sebelum melangkah. Ika juga dan cukup banyak berdiskusi dengan kakaknya dr. I Ketut Tirka Nandaka, Sp.KJ yang seorang psikiater dan adiknya Letkol. CZI. I Made Tirka Nurgaduh, S.I.P. Kakak dan adiknya ini mendukung langkah Ika dan menyakinkan Ika dengan segala bekal dan kemampuannya siap menghadapi tantangan ke depan dalam situasi apapun. “Tuhan menciptakan kita dengan beberapa pilihan. Jika di sini tidak berhasil, maka yang lain pasti berhasil. Ini sudah hukum alam,” tandas Ika. Mengenai modal kampanye, Ika mengaku pasti ada biaya yang dikeluarkan namun ia tidak menghitungnya. Biaya itu antara lain untuk membeli bensin, makanan, dan minuman. Untuk tim sukses, ia menggandeng tim sukses sejatinya yakni sang suami tercinta Ir. Wayan Darma Sedana, M.M. Disamping suami tercinta, ada beberapa teman, rekan dan kerabatnya yang menjadi relawan. Ketika ditanya mengenai joke yang mengatakan bahwa selesai pemilu, RSJ Bangli perlu me nyiapkan tempat tidur lebih ba nyak. Ika memberikan tanggapan santai. “Kalimat tersebut bisa muncul tentu karena ada peng alaman sebelumnya. Tidak perlu risau menghadapinya. Mungkin hal tersebut, bisa dijadikannya sebagai warning,” jawabnya santai. - ard
MANDALIKA
10 - 16 Maret 2014
Peringatan Kesatuan Gerak PKK ke-42
21
Penghargaan untuk Para Kader PKK Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu tampak meriah. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturrahmi bagi jajaran TP PKK Provinsi NTB dan kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat serta para kader PKK se-NTB. Penampilan anak-anak berkebutuhan khusus yang membawakan beberapa lagu, membuka acara yang dihadiri pula oleh Gubernur NTB, anggota Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan para pejabat Pemerintah Provinsi NTB ini.
Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, mulai mentradisikan pemberian penghargaan pada kader-kader PKK di NTB
P
uncak peringatan ini dilaksanakan setelah sebelumnya PKK NTB melakukan berbagai kegiatan sosial bekerjasama dengan mitra kerja PKK seperti BKKBN dan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten dan kota. “TP PKK telah melakukan roadshow PKK di seluruh kabupaten/ kota di NTB, dengan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kesehatan dan lomba-lomba,” ungkap Hj. Keniasih Mudjitahid, Ketua Panitia HUT PKK 2014. Kegiatan yang menyangkut 10 program pokok PKK ini telah dilaksanakan sejak pencanangan HKG PKK pada bulan Oktober 2013 hingga Februari 2014. Untuk menyosialisasikan cara hidup bersih dan sehat, dilaksanakan senam massal yang diikuti sekitar 1.000 siswa dan pelajar SD hingga SLTA dalam Jambore Kader PKK yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Tingkat Provinsi NTB, dilaksanakan di Sumbawa. Untuk membangun silaturrahmi antarkader telah pula dilaksanakan kegiatan seperti lomba pidato 10 program pokok PKK bagi Ketua TP PKK desa/kelurahan, lomba PKBN, lomba penyuluhan HATINYA PKK dan berbagai lomba lainnya.
Rangkaian kegiatan roadshow TP PKK tersebut, sekaligus merupakan ajang evaluasi 10 program kerja TP PKK NTB. Salah satu hasil lomba yang membanggakan adalah lomba HBS (hidup bersih dan sehat). “Desa Kempo, kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, berhasil masuk dalam enam besar lomba HBS tingkat nasional, yang penilaian akhirnya akan dilakukan pada bulan Mei mendatang di Jakarta,” kata Keniasih. Kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Tim Penggerak PKK seluruh Indonesia untuk memahami hakekat pemberdayaan masyarakat dan memahami program-program sosial dasar masyarakat, agar mampu mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pemberdayaan keluarga sesuai kebutuhan masyarakat. “Selain itu dilaksanakan seminar tentang kesehatan reproduksi bagi remaja juga tentang Indonesia Berseri juga pencanangan NTB bebas pasung tahun 2018 pada puncak acara Hari Keluarga Tingkat Provinsi NTB pada bulan Oktober 2013 lalu,” ungkap Keniasih. Sebagai upaya penurunana angka kelahiran dan melakukan evaluasi pelaksanaan 10 program PKK melalui lomba-lomba tersebut, PKK
Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi saat acara potong tumpeng pada puncak Peringatan HKG PKK ke-42
NTB telah melakukan roadshow di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok sekaligus melakukan penilaian Lomba Administrasi PKK Desa/Kelurahan, Lomba UP2K-PKK, Lomba HATINYA PKK, Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat, dan Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tidak ketinggalan, kunjungan dan pemberian santunan bagi anak-anak penyandang cacat mewarnai rangkaian kegiatan HKG PKK ke-42. Mengingat angka kematian akibat kanker leher rahim dan kanker payudara yang cukup tinggi, TP PKK bekerjasama dengan Tim FCP (Female Cancer Programme), POGI, BKKBN dan Dinas-dinas Kesehatan di NTB melaksanakan sosialisasi dan screening metode IVA di Kelurahan Tanjung Karang Ampenan. Hal serupa juga dilakukan di Lombok Timur yakni sosialisasi deteksi dini kanker rahim. Sosialisasi hidup sehat dan bersih
ini menghadirkan narasumber dari KPK dan Universitas Indonesia. Masalah Bonus Demografi, sempat disinggung Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam sambutannya pada acara tersebut. Hanya sedikit bangsa di dunia ini yang mendapatkan bonus demografi yakni penduduk dengan umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. “Kalau bangsa-bangsa di dunia mengalami penurunan penduduk usia produktif dari tahun ke tahun, maka Indonesia pada tahun 2012-2035 malah meningkat pesat penduduk usia produktifnya,” katanya. “Menghadapi hal tersebut mestilah disikapi dengan cermat. Mesti ada pembangunan penduduk yang terus berkembang agar terdidik dan terlatih,” imbuhnya. Harus terjadi peningkatan kesehatan bagi
pada anak PAUD juga dilakukan PKK untuk membiasakan anak-anak hidup sehat sejak usia dini. PKK NTB juga turut andil dalam upaya pemberantasan korupsi dengan melakukan sosialisasi dan pencegahan serta pemberantasan korupsi bagi organisasi wanita tingkat provinsi, kabupaten dan kota seNTB yang bekerjasama dengan AIPJ (Australia Indonesia Partnership For Justice) melalui Bappeda. Kegiatan
usia produktif 15-65 tahun. Selain itu, juga harus ada pembangunan ekonomi sehingga usia produktif mendapatkan lapangan kerja, yang harus pula dibarengi dengan pengendalian penduduk yang efektif. Menurut Majdi, pada keempat hal tersebut, PKK mempunyai ruang sumbangsih pada semua sector. Pada sektor pendidikan, PKK bisa menyosialisasikan pentingnya mendapatkan pendidikan yang baik.
Berbagai kegiatan PKK NTB selama bulan Oktober 2013-Februari 2014 dalam rangka menyambut HKG PKK ke- 42
Pada sektor kesehatan, PKK harus memiliki kemitraan yang kuat dengan stake holder bidang kesehatan. Sedangkan, dalam hal pemberdayaan ekonomi banyak kader PKK yang memiliki usaha harus didorong dan diarahkan untuk semakin meningkatkan usaha tersebut. “Bonus demografi tidak ada yang sifatnya jadi dan selesai, melainkan harus diolah, dan keunggulan itu harus dikelola dan dibangun dengan baik untuk mendapatkan mafaat yang besar,” katanya. Selain itu, menurut gubernur, kiprah PKK akan semakin menemukan titik manfaatnya jika melakukan kemitraan dengan semua pihak dan tidak menghilangkan silaturrahmi. Jika ingin lebih baik diharapkan PKK tidak cukup belajar dari diri sendiri atau dalam kelompok saja, namun harus menjalin kemitraan yang kuat dan belajar dari pihak luar. Pada Puncak Peringatan HKG PKK ke-42, PKK NTB memberikan penghargaan pada kader-kader PKK yang selama ini dinilai aktif dalam membangun PKK. Penghargaan ini dimaksudkan agar setiap kader PKK mengetahui bahwa tim penggerak PKK dan pemerintah Provinsi NTB, menghargai setiap kontribusi yang diberikan kader-kader PKK kepada Nusa Tenggara Barat. “Saya ingin mulai membangun tradisi memberikan penghargaan kepada kaderkader PKK, tidak saja di tingkat provinsi, namun juga untuk kaderkader PKK di tingkat kabupaten/ kota, kecamatan, desa dusun dan dasa wisma. Hal ini dilakukan agar para kader tahu bahwa tiap-tiap kontribusi kader dalam membangun NTB ini adalah hal yang berharga bagi daerah. Kiranya penghargaan yang diberikan ini dapat mewakili rasa kasih sayang dan terima kasih kami yang tidak terhingga, kepada para kader teladan PKK di daerah ini,” ucap Ketua TP PKK NTB Erica Zainul Majdi,dengan senyum yang khas. - Naniek I. Taufan
W H AT ’ S U P
22
10 - 16 maret 2014
S’Moto Community
Onroad Oke, Offroad Oke
Memiliki hobi yang sama lalu bergabung dalam aktivitas bersama merupakan hal yang menyenangkan. Hal ini yang dilakukan S’Moto Community. Komunitas yang berdiri sejak 8 Juli 2012 ini adalah kumpulkan penggemar motor trail yang rutin melakukan touring.
“A
wal ter bentuknya S’Moto be rawal dari enam orang pengendara Kawa saki KLX/D’Tracker (saya, Toni, Gus Boby, Wilada, Gus Agung, dan Dewok) berkumpul dan melakukan touring perdana. Kami menemukan kesamaan minat dan hobi. Dari situ terbersit keinginan untuk mewadahi ke samaan hobi tersebut. Setelah touring perdana itu dibentuklah Komunitas S’Moto. Ini juga atas masukan Bu Lina dari Duta Intika cabang Gianyar sehingga S’Moto merupakan official klub dari Duta Intika Kawasaki,” ujar Goes Tu, Ketua S’Moto Com munity dan Dewa Toni, Wakil Ketua S’Community. Begitu berdiri, S’Moyo ba nyak melakukan tour onroad sesuai mayoritas kendaraan ang gota yang menggunakan ban jenis super moto. Seiring berjalan nya waktu, tour onroad dirasan makin membosankan. Mereka lalu mencoba sesuatu yang baru, yaitu tour semi offroad. Mereka bisa menjelajahi medan-medan
yang rusak, jalan-jalan setapak, sungai-sungai mati dengan meng gunakan ban super moto. “Dari tour semi offroad itulah kami menemukan sensasi baru yang namanya adventure dalam offroad. Banyak anggota yang mulai beralih dari menggunakan ban jenis super moto ke ban jenis motocross lengkap dengan aksesorisnya. Ada beberapa ang gota yang tetap bertahan dengan gaya supermotonya dengan meng gunakan ban super moto. Karena
10 - 16 maret 2014
Komunitas para pengendara motor jenis trail ini memiliki tu juan mewadahi sesama penghobi dan peminat motor trail dalam satu klub. Selain itu, komunitas ini juga untuk menambah perteman an antaranggota dan antarklub. “Sejak berdirinya klub ini, un tuk sementara kami masih dalam fase menikmati hobi itu untuk diri sendiri maupun klub. Acara nya touring onroad ke berbagai objek wisata dan touring onroad bersama atas undangan dealer Kawasaki Duta Intika di Bali dan Lombok. Kami juga melakukan
Kebanyakan anggota komuni tas ini mengaku mau bergabung dengan tujuan menambah te man. Hal ini diungkapkan Agus Lionk, Ega, dan Yudick Hollic. “Di komunitas banyak teman baru, ada yang diajak offroad sekaligus refreshing melihat alam. Kadang menghilangkan stress karena teman-teman suka melucu,” ujar Bayu sembari tertawa. Man San menambah kan dirinya biar dapat kumpul, tertawa, dan tidak percuma punya KLX. “Biasanya kami memilih hari
tour offroad private klub ke jalur jalur di pelosok-pelosok desa dan ikut berpartisipasi dalam undangan event-event enduro race dan adventure yang dilakukan klubklub lain,” jelas Goes Tu. Keakraban dan persaudaraan yang kental pun terjalin sesame anggota komunitas melalui canda tawa, guyonan, dan aksi selama melakukan touring offroad/onroad. Mereka juga banyak mendapatkan pengalaman baru dalam menikmati alam. Karena anggota kebanyakan sibuk, komunitas ini harus pintarpintar membagi waktu.
Minggu untuk melakukan ke giatan touring, karena mayoritas anggota mendapatkan libur di hari Minggu. Kalau kopi darat, pemilihan waktunya dadakan, tergantung kesepakatan teman teman di klub melalui info di BBM grup, twitter, atau grup di Facebook,” imbuh Bayu. Syarat bergabung di S’Moto yang pertama adalah harus memi liki kendaran trail, bersedia untuk ikut kegiatan kegiatan S’Moto dan tentunya tidak terdaftar dalam keanggotaan klub lain. –Ngurah Budi
3
Acha Septriasa
Diundur Jadi Bersyukur Menjelang pernikahannya, Acha Septriasa seolah ketiban banyak rezeki. Setidaknya ada tiga film yang bakal dimainkannya di awal tahun ini, belum lagi sinetron. Tak mengherankan, kalau ada yang berpendapat, artis yang melejit namanya lewat penampilannya di film Heart ini, tengah mengejar setoran untuk pernikahannya. Acha hanya tertawa menanggapi itu, namun diakuinya, tahun ini mem bawa banyak berkah baginya. Bukan hanya akan segera menikah, tapi Tuhan juga melimpahinya dengan banyak rezeki.
“A
itu, dalam S’Moto ada dua aliran yaitu offroad (S’Moto Adventure) dan onroad (S’Moto). Keduanya masih dalam satu bendera klub yaitu S’Moto Community. Banyak anggota yang mengikuti dua-duanya dengan memiliki dua jenis ban yang berbeda, onroad oke, offroad juga oke,” imbuh Bayu Lona, bendahara S’Moto Community.
S E L E B R I TA S
lhamdu lillah, aku mend apat banyak rezeki tahun ini. Aku diberi kesempatan oleh Allah untuk memerankan banyak karakter di film, ini luar biasa banget. Aku mendapat kesempatan belajar banyak hal dalam memerankan karakter berbeda. Banyak hal luar biasa aku dapatkan di awal tahun ini, membuatku tak henti-hentinya bersyukur,” ujar gadis bernama lengkap Jelita Septriasa ini saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta. Menurutnya, meski tahun ini akan banyak tampil di film, hal itu bukan dimaksudkan untuk mengejar setoran melainkan karena ia memang benarbenar menyukai film. “ Aku suka banget. Aku benarbenar merasakan bagaimana enaknya berada di depan kamera, menghapal script, proses reading. Bagiku, dapat script itu rasanya seperti da pat hadiah…hahahaha. Jadi film tuh bukan kejar setoran, ini adalah idealisme. Ba rangkali, kejar setoran itu di sinetron, ya, hahaha…,” ujar mantan kekasih Irwan syah ini. Penampilan Acha ta hun ini dibuka dengan film 99 Cahaya di Langit Eropa part 2, pada saat bersamaan film omnibusnya berjudul Aku Cinta Kamu juga tayang. Film ini menyajikan empat kisah berbeda dalam satu film. Di sini, Acha bukan hanya tampil sebagai pemain, tapi dia juga sebagai sutra dara untuk segmen Firasatku yang juga dibintangi oleh Rio Dewanto. “Setidaknya ada tiga film, film ini (99 Cahaya di Langit Eropa), juga film lainnya, nanti Mei ada satu film lagi. Setelah itu, masih ada beberapa film lagi di masa mendatang. Alhamdullilah, banyak rezeki. Yah, aku ingin puas-puasin main film,” ucap Acha yang konon menjadi artis film In donesia dengan honor tertinggi saat ini.
Peraih Gadis Sampul 2004 ini, mengawali kariernya di dunia film dengan tampil di Apa Artinya Cinta, namun namanya melejit saat dia membintangi film Heart. Tidak hanya tampil di film itu, tapi ia juga menyanyikan theme song film itu berduet dengan Irwansyah, yang ketika itu adalah kekasihnya. Kesuksesan Heart tersebut membawa sejoli ini tampil di Love is Cinta dan sine tron Andai Ku Tahu. Tapi akhirnya cinta keduanya berakhir pada 2008 karena Acha memilih melanjutkan sekolahnya di Limkokwing University of Creative Technology, Cyberjaya, Malaysia. Prestasi Acha di dunia akting Indone sia memang terbilang moncer. Setidaknya sejak 2005 sampai saat ini, Acha telah tampil di 14 film, 15 FTV, dan tiga sine tron. Sejumlah peng hargaan diraihnya, di antaranya Leading Actress (Aktris Terbaik) GusrdianseAwards pada tahun 2008 berkat akting nya yang cemerlang dalam film Love. Tahun itu juga dia dinobatkan Star of the Year oleh Mel lyana’s Guardians. Bintangnya makin bersinar ketika ia memerankan film Test Pack, yang menghantarnya meraih penghar g a a n Pe m e r a n Utama Wanita Terbaik dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia 2012. Tidak hanya di dun ia akting, gadis berd arah Minangkabau ini juga berkiprah di dunia tarik suara dan sempat mendapat penghargaan double platinum untuk Orginal Soundtrack Terbaik atas album Heart. Setidaknya di dunia menyanyi, Acha telah meluncurkan empat album; dua solo dan dua kompilasi. Acha mengaku menikmati
Acha dan Dito
kerjanya selama ini. Apalagi, orangtuanya pun mendukung penuh kariernya dan meng hendaki dia berkarya semaksimal mungkin selagi masih muda. Jadi, sekalipun ia mendapat restu orangtua untuk menikah dengan Radipto Indra Rukmana (Dito), tapi sesungguhnya orangtuanya masih ingin bersamanya. “Yah, orangtua terlalu sayang sama aku, mereka masih ingin aku tetap di rumah, bekerja lebih giat, juga menikmati masa mudaku,” kata gadis kelahiran Jakarta, 1 Septem ber 1989 ini. Ber bicara tentang rencana pernika hannya, Acha lang sung semringah. Menurutnya, rencana pernikahann ya akan digelar tahun ini, namun ia menolak menyebut kapan persisnya. Yang pasti, ucapnya, dirinya telah melakukan persiapan, termasuk make up pengantin yang telah dipesannya jauh-jauh hari. “Aku sudah mengantungi restu orang tua, baik dari orangtuaku juga orangtua Dito. Soal persiapan pernikahan, aku sudah melaku kannya beberapa, orangtua juga bantu. Jadi tolong didoakan ya,” ujar Acha yang hampir dua tahun menjalin hubungan dengan Dito, keponakan bos Trans TV Chairul Tandjung. Keduanya berkenalan pada Oktober 2011, diperkenalkan seorang teman. Dalam per jalanannya, keduanya merasa cocok dan akhirnya berpacaran Juni tahun berikutnya. Dito yang juga seorang DJ di sebuah klub di Jakarta, saat ini bekerja di Trans Event Production. Acha mengaku nyaman berpacaran dengan Dito yang empat tahun lebih tua daripada dirinya. Selain penuh pengertian dan berpola pikir dewasa, Dito juga, kata Acha, seorang yang humoris. “Aku merasa nyaman dekat dia,”
ucap Acha. Sedianya pernikahan kedua nya bakal digelar April, namun karena satu lain hal, diundur. Menurut Acha ada hikmah yang dia dan Dito tarik dari kejadian tersebut. Di antaranya, dia punya banyak waktu untuk menyempur nakan persiapan pernikahan, juga melakukan beberapa pekerjaan terkait film. “Ya untuk mencapai pernikahan, kan, ada prosesnya, jadi kita terima saja dan mengambil hikmah yang besar di balik semua ini. Aku juga jadi bisa menyelesai kan beber apa peker jaan. Aku ini pekerja keras, k e r j a n y a cari duit melulu. Aku juga harus mendorong calon suamiku, ‘Ayo deh, kalau bisa sama seperti gue. Cepet-cepet menab ung yang banyak supaya mereka (orangtua) bisa melepas kita dengan lega’,” ungkapnya. Untuk meyakinkan orangtu anya, lanjut Acha, Dito telah tiga kali datang membawa keluargan ya. Dua kali tahun lalu, dan sekali di tahun ini. Acha sendiri secara mental mengaku sudah siap me masuki dunia rumah tangga. Hal ini tak lepas dari dukungan besar yang didapatnya dari keluarga besar kedua belah pihak. “Keluarga kedua belah pihak telah tiga kali bertemu, namun pertemuan itu sifatnya bukan lamaran. Di tiga pertemuan itu aku dan Dito banyak mendapat banyak wejangan dari orangtua. Misalnya, tentang bagaimana ke depan, tentang banyaknya pondasi yang harus dijaga dalam berumah tangga, dll. Aku merasa, semakin ke sini, hubunganku dengan semuanya menjadi semakin enak. Aku merasa ini suatu proses mengenal keluarga, sehingga kala memasuki dunia rumah tangga nantinya, aku nggak ‘hah’ tepuk jidat,” ungkap Acha yang mengaku sudah memikirkan rencana pernikahannya dengan matang. – Diana Runtu
EKSPRESSO
2
10 - 16 Maret 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh
MIMPI
@mingguantokoh
Putu Wijaya
Keluarga yang Pertama dan Utama Kasus kehamilan tidak di inginkan (KTD) di kalangan pelajar memicu kontroversi. Apakah pelajar ini boleh tetap sekolah atau harus berhenti sekolah. Ada dilema bagi sekolah jika men gizinkan siswi hamil bersekolah. Sekolah bisa dicap melegalkan kehamilan di usia muda. Dari sisi keluarga, muncul pertanyaan kemana saja orangtua? Mengapa anaknya bisa hamil di luar nikah? Sudah sering digem bar-gemborkan keluarga harus menjadi yang pertama dan uta ma dalam perkembangan anak. Tetapi, realita sekarang, banyak anak yang lebih dekat dengan kawan sebaya. Merekalah yang kerap diajak curhat dibanding dengan orangtua. Ketika menarch (menstruasi pertama), si anak lebih memilih bercerita kepada
O
M G
teman sebayanya dibanding ke pada ibunya. Mengapa? Karena orangtua sibuk mencari nafkah dan mengejar karier. Dalam diskusi terbatas yang digelar Mingguan Tokoh dengan tema KTD di kalangan pelajar, masalah keluarga menjadi pang kal penyebab. Ada kesenjangan komunikasi antara orangtua dan anak. Orangtua terlalu sibuk. Sibuk tidak bisa dijadikan alasan lalai memperhatikan perkem bangan anak. Jika memang dari awal tidak bisa memperhatikan, lebih baik jangan dulu memiliki anak. Namun, kita harus syukuri masih ada orangtua yang peduli dengan perkembangan anak. Anak merupakan anugerah Tuhan yang harus dirawat dan disayangi. Semua tahap perkembangannya harus diketahui. Banyak cara bisa dilakukan seba
gai wujud perhatian itu. Makan bersama, ngobrol mengenai aktivitas sehari-hari, rekreasi, dll. Pendidikan karakter yang diberikan sejak dini kepada anak juga akan membuat anak tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan tidak mudah rapuh. Semua bisa dipersiapkan dari awal. Kalau di hulu sudah tertata dengan baik, tidak akan ada permasalahan besar di hilir. Bagaimana pandangan orang tua, dokter, guru, psikiater dan aktivis LSM menjadi bagian yang menarik untuk disimak di edisi kali ini. Rangkuman pendapat dari sudut pandang yang ber beda ini membuat kita memiliki pemahaman yang lebih kompre hensif. Semua tujuannya satu, bagaimana membentuk generasi muda yang berbudi pekerti dan berahlak mulia. Semoga ini dapat kita wujudkan. Salam
Baju Bernoda Bumbu Pempek
Kebiasaan kami yang sering ja jan dan makan di luar, membuatku dan temanku “nyambung” ketika suatu hari kuajak dua temanku untuk makan pempek Palembang kesukaan kami. Rasanya yang manis, asam, pedas yang meru pakan ciri khas makanan itu yang kuidamkan, sebagai “obat” rasa mualku karena numpang di mobil temanku yang lain. Beberapa saat sebelumnya kami berbanyak men datangi rumah teman yang ibunya meninggal. Setelah selesai majenukan, kami kembali ke sekolah. Saya dan dua teman turun dari mobil tumpangan, dan masing-masing menuju tempat parkir motor. Kami bertiga bersepeda motor berjalan beriringan menuju warung pempek langganan kami. Kami duduk di meja yang tidak terlalu besar de ngan empat tempat duduk plastik, dua temanku duduk berhadapan denganku. Tas gendong berisi lap top dan jaket kusimpan di samping tempat dudukku. Setelah memesan pempek kesukaan masing-masing, sambil menunggu matang, kami mengobrol tentang pekerjaan dan teman-teman lain. Tidak berapa lama, datang pesanan kami. Tanpa menunggu waktu, kami makan, masih de ngan diselingi ngobrol. Meja yang kecil, dengan tiga piring pempek, tiga minuman dengan botol-botol
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
bumbu dan sambal, membuat meja terasa makin sempit dan penuh. Entah kenapa, tiba-tiba aku berniat mengambil sesuatu di tas yang tersandar di dinding, di samping tempat dudukku. Kubungkukkan badanku, hendak mengambil tas. OMG, belum sampai tanganku meraih tas, piring pempekku jatuh terbalik ke dadaku. Baju olahraga putihku basah terkena bumbu pempek, yang baru sedikit ku makan. Dua temanku yang sedang makan dan mengobrol menatapku heran dan kaget. Aku lebih kaget, selain itu malu pada dua temanku itu. Sebenarnya, dengan temanku itu aku nggak malu-malu amat hehehe, yang lebih malu adalah pada mbak yang melayani kami. Sisa pempek jatuh di pangkuanku, juga ke lantai, sendok dan garpu, juga sebagian kecil bumbu pempek jatuh ke lantai… lengkap sudah. Mbak sepertinya mengerti perasaanku, dan menunjukkanku toilet. Kuambil jaketku. Di toilet kubuka kaus dan baju dalamku, kubasuh badanku dengan air dan
kupakai jaketku. Lalu aku keluar dari toilet. Mbak membersihkan kotoran yang ada, saya berterima kasih padanya dan meminta maaf. Saya juga meminta maaf pada dua temanku. Suasana makan jadi berubah oleh karena kelalaianku. Saya yakin dua temanku jadi tidak enak makan. Setelah dua temanku selesai makan, kami masing-masing membayar dan pulang. Setelah lama dari kejadian itu, aku datang sendiri. Mbak masih ingat padaku dan kejadian itu. Rupanya, dia menceritakan pada saudaranya yang merupakan pemilik warung itu. Pemilik warung itu adalah kenalanku di tempat senam. Ibu pemilik warung ber kata padaku, ”Oh, ibu, ya, yang pempeknya jatuh dan kena baju?” dengan menahan malu, kujawab, “Sayalah tersangkanya, Bu…” Tiap aku datang ke warung itu, hal pertama yang kulakukan pada mbak adalah tersenyum karena selalu ingat kejadian yang memalu kan itu. Elly, Negara
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
10 - 16 Maret 2014
Setelah kunjungan keponakannya, Bu Amat mulai bermimpi. Ia masak royal, banyak senyum, dan memanjakan Amat. Bahkan bersenandung
lagu-lagu tua. Amat tak bisa menahan rasa ingin tahunya. “Ada apa sebenarnya ini, Bu, kok kayak orang kumat?” Bu Amat tersenyum. “Ada deh!” Amat kaget. “Sudah jangan genit begitu! Akibat kebanyakan nonton sin etron!” Bu Amat yang biasanya cepat marah, kembali senyum. “Sabar, Pak.” “Jadi kenapa?” “Harapan kita akan terkabul!” “Harapan apa?” “Bapak ingin beli mobil kan?” Amat melengos. “Buat apa mobil, bikin susah saja. Jalanan macet, lebih cepat jalan kaki.” “Jadi tidak mau mobil?” “Tidak!” “Kalau rumah di permukiman real estate?” Amat kesal, ia membawa kopinya ke teras. Ia paling benci kalau orang bermimpi. Bagi Amat hidup harus disyukuri. Apa saja yang dimiliki itulah yang terbaik. Tak lama kemudian Bu Amat menyusul membawa pisang goreng. “Begini, Pak, ini bukan mimpi. Rumah Bapak saya almarhum, yang disita bank itu, karena kredit macet, katanya bisa kita rebut lagi. Soalnya rumah itu tidak ikut dipakai agunan waktu perusahaan Bapak pinjam uang bank. Kalau dinilai dengan uang rumah dan tanahnya yang 12 are itu harganya Rp 2 miliar. Un tuk beli mobil dan rumah di real estate masih banyak sisanya. Nanti kita bagi-bagi sedikit pada saudara. Sisanya kita taruh di bank. Bunganya untuk biaya hidup kita tiap bulan. Begitu ceri tanya, Pak. Makanya jangan cepat marah. Ayo, makan pisang gorengnya!” Amat termenung. Wajahnya berkerut. “Siapa yang bilang rumah itu bisa dituntut lagi?” “Pak Sabar, teman baik Bapak, yang kongsi dengan Bapak mendirikan perusahaan itu. Dia mau menolong supaya rumah itu dikembalikan tanpa bayaran sepeser pun.” “Tanpa bayaran sepeser pun?” “Ya! Katanya karena mau membalas kebaikan Bapak.” Amat tak percaya. “Kenapa dia baru mengatakan sekarang, bukan waktu Bapak masih hidup? Kenapa dia diam saja waktu bank menyita rumah Bapak, padahal rumah itu kan tidak termasuk agunan?” Bu Amat terdiam. “Kenapa sekarang dia mengatakan mau mengurus pengem balian rumah itu tanpa biaya sepeser pun? Biayanya pasti mahal. Tak mungkin dia mau rugi, orang dagang, sepeser pun dihi tung!” Bu Amat tiba-tiba marah. “Maksud Bapak dia mau menipu? Bapak ini selalu berpikir negatif. Tidak mungkin keponakan kita sengaja datang ke mari untuk menipu. Jangan terlalu curiga begitu! Ini akibat Bapak ikutikutan main politik-politikan.” Untuk menghindari pertengkaran, Amat diam, mengalah. Seminggu kemudian keponakan Bu Amat datang lagi. Ia membawa surat yang menyatakan kuasa penuh dari Bu Amat guna pengem balian rumah. Untuk itu ia perlu tanda tangan Bu Amat.” Bu Amat sudah hampir mau menandatangani, keburu datang Ami yang di-SMS Amat. “Tunggu! Berapa yang akan diterima Ibu saya kalau berha sil?” “Ya, tergantung berapa lakunya.” “Dua miliar?” “O, tidak. Banyak orang terlibat dan tidak sedikit uang yang sudah dikeuarkan. Bagian Ibu tidak akan diutak-utik! “Berapa?” “Sepuluh persen.”
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
23
A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T.
Ciptakan Kejujuran dengan Penuh Kesungguhan Hati Awalnya, ia murni sebagai pengusaha. Namun, berbagai masalah yang sedang menerpa Bali, yang tak kunjung usai, membuat hati nurani A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T., terusik. Ketika, ia dicalonkan sebagai anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Bali, dari Partai PDI Perjuangan, ia berpikir, inilah satu kesempat an untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.
Peran A.A.A. Atmi Hemadewi sebagai istri selalu mendukung kiprah suami
T
okoh Puri Gerenceng ini mungkin sudah tak a sing lagi. Ia kerap muncul berbicara lantang tentang kondisi pariwisata Bali. Lelaki yang kini menjabat Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar ini mengaku miris memikir kan nasib pariwisata Bali yang masih dikuasai sebagian besar orang luar Bali. Sebagai salah satu insan yang bergerak di bidang pariwisata yang juga aktif di PHRI, ia ingin sekali mendorong semakin banyak pengusaha lokal Bali yang bisa lebih eksis di wilayahnya sendiri. “Kami melihat masih banyak investor-investor luar yang datang ke Bali menawarkan konsep yang melang gar aturan alias investor negatif yang bisa merugikan Bali, misalnya merusak lingkungan seperti reklamasi di Teluk Benoa,” ujar Sarjana Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini, ketika ditemui Tokoh di restoran miliknya, Ayucious Resto Renon, Denpasar, Senin (3/3). Suami A.A.A. Atmi Hemadewi, S.E. ini menilai, pariwisata sebagai ujung tombak kehidupan masyarakat
Bali harus dibenahi. Salah satu contoh, penghasilan seniman yang menghibur tamu di hotel masih ke cil. Itu terjadi, karena kondisi tarif hotel yang juga menurun. Berbagai hotel melakukan perang tarif agar mendapatkan tamu, sehingga ber imbas kepada honor seniman yang melakukan pertunjuka n di hotel juga dibayar murah. Menurutnya, Bali perlu membuat suatu konsep pariwisata yang jelas. Artinya, ada blue print yang dibuat disertai kajian ilmiah. Ia mencontohkan, program City Centre Kota Denpasar menurutnya sangat bagus. Namun, tujuan yang ingin dicapai tampaknya masih ka bur. Siapa tamu yang akan disasar, apakah lokal atau turis asing. Mi salnya, ia memberikan saran, dapat dibentuk satu badan promosi yang melakukan koordinasi dan gathering dengan biro perjalanan wisata, termasuk bekerja sama dengan asosiasi arsitek merenovasi hotel-hotel lama sehingga nyaman dan cocok dengan target pasar yang ingin disasar. Me mang semua membutuhkan suatu kon sep yang matang. Artinya, diperlukan satu kajian yang jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai. Kajian yang dimaksud hendaknya dilakukan para ahli independen di bi dangnya untuk memberi pandangan. Selama ini, yang sering ia amati, para anggota DPRD selalu melakukan hearing, tanpa melakukan kajian. “Inilah yang ingin saya tawarkan ketika nanti saya duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. Sebagai anggota dewan, saya harus mampu berkomunikasi dengan para eksekutif di daerah yang saya wakilkan. Tidak hanya bertemu saat sidang DPRD, namun komunikasi yang intens dilakukan untuk memberi masukan agar tercapai pembangunan yang seimbang. Karena ujung-ujungnya semua berimbas kepada kesejahteraan rakyat,” kata caleg PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali Dapil Bali 1 (Den pasar) Nomor urut 8, yang mengusung visi “Berawal dari Kejujuran dan Ke
sungguhan Hati, Berjuang untuk Ke sejahteraan Rakyat” ini. Dalam menyerap inspirasi rakyat, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T. juga kerap melakukan blusukan atau sila turahmi ke banyak wilayah di Kota Denpasar. Selain berbagai persoalan disampaikan masyarakat kepadan ya, ia juga melihat potensi kreatif masyarakat Denpasar yang perlu dikembangkan. Seperti yang ia lihat di Banjar Binoh Kelod, Denpasar Utara, terdapat Seka Gerabah. “Seka gerabah ini memiliki wadah resmi dari banjar,” tutur lelaki yang pernah menjadi Ketua Komite Pemuda dan Mahasiswa Bali (KPMB) Swastika Taruna Surabaya ini. Ia menilai, usaha kreatif ini perlu dibantu. Misalnya, de ngan meningkatkan sumber daya manusia seperti melaku kan pelatihan kelompok kreatif, agar ke depannya tercapai peningkatan ekonomi kerakyatan. Begitu juga home industry pie susu di Jalan Nangka dan telur bekasem Abiantimbul. Ia menegaskan, perlu suatu sistem yang mengorganisir untuk mendukung industri ekonomi kerakyatan yang dapat menunjuang sektor parwisata Bali. Ketika diberi kesempatan untuk duduk di kursi legislatif, ia secara l a h i r b a t i n m e m b e r i k a n s e b e s a rbesarnya pengabdiannya sebagai wakil rakyat menyuarakan keinginan maupun kebutuhan masyarakat serta mengawasi pemerintahan, demi mem perbaiki kualitas kehidupan bernegara dan bermasyarakat. “Saya menawarkan mediasi dan menyuar akan masyarakat dalam menyampaikan keinginan mau pun keluhan kepada pemerintah. Mengawasi dan mengkritisi jalannya pemerintah dalam bernegara dengan jiwa negarawan, dan mendahulukan tujuan bernegara dibandingkan dirisendiri,” tandas lelaki yang dulunya pernah bekerja di R & D Division Federal Honda Motor Jakarta ini. Putra Prof. Dr. I. Gst. Ngoerah Gede
A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T. saat melakukan silaturahmi dengan masyarakat Denpasar
A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T.
Ngoerah, Sp.S. (alm.) dengan I Gst. Ayu Oka Arwati ini, lahir dan besar dididik secara disiplin dan berkualitas. “Sepan jang hidup sebagai keluarga pemimpin di lingkungan masyarakat Denpasar membuat saya menjadi terbiasa mem bantu masyarakat, memediasi maupun menyelesaikan masalah tanpa harus mengorbankan hubungan sesama ke lompok masyarakat. Saya selalu ber usaha memiliki hubungan kekerabatan maupun teman yang erat secara merata di seluruh Denpasar,” tutur pengusaha supermarket, hotel, dan restoran ini. Sementara, A.A.A. Atmi Hemadewi menuturkan, sebagai istri ia sangat men dukung kiprah suaminya berpolitik. Kiat ibunda A.A. Ngr. Bagus Natarajendra ini, urusan keluarga termasuk anakanak ia tangani hampir 90 persen agar suaminya dapat fokus dengan baik dalam perjuangannya menyerap aspirasi rakyat. Hal itu, diamini Agung Adhi. “Saya sangat berterimakasih atas dukungan istri dan keluarga. Karena dengan dukungan me reka, kiprah saya dalam berpolitik lebih matang,” ujar lelaki yang tinggal di Jalan Sudirman 14 Denpasar ini. –ast
10 - 16 Maret 2014
24
Menghidupkan Kembali Out Batavia Kalau berbicara Kota Tua tiga atau empat tahun lalu, mungkin banyak yang men desah prihatin lantaran kota yang men jadi cikal bakal Jakarta itu, penampilan nya begitu tidak menarik, kumuh dan usang. Kondisi lalu lintas yang kerap macet, membuat wisatawan kurang ter tarik datang ke sana.
J
ika ada wisatawan datang ber kunjung, biasanya hanya sampai di Museum Sejarah Jakarta atau Mu seum Fatahillah dan bangunan lain di sekitarn ya. Padahal kawasan Kota Tua bukan hanya Taman Fatahillah dan sekitarnya, Kota Tua memiliki luas 1,3 km2 yang melintasi Jakarta Utara dan Ja karta Barat. Kota yang pada abad ke-16 mendapat julukan ‘Mutiara dari Timur’ ini, sarat dengan bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Jakarta seperti Pelabuhan Sunda Kelapa yang dibangun 1527, Jembatan Tarik Kota Intan yang dibangun tahun 1628, Nieuws van de Dag, dll. Sayangnya kawasan yang dulunya sempat menjadi salah satu pusat per dagangan di Benua Asia ini, dibiarkan terlantar, kumuh dan semrawut. Begitu juga bangunan-bangunan yang sejak pu luhan tahun masuk dalam cagar budaya, kondisinya makin memprihatinkan. Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sendiri pun sempat terheran-heran melihat kondisi kumuh dan kotor di kawasan tersebut. “Sudah banyak masterplan untuk pembenahan kawasan Kota Tua, rencananya pun banyak, tapi tidak per nah terlaksana,” ujar Jokowi. Kondisi ini tentu saja tak bisa dibiar kan. Penataan pun dimulai, meski belum menyeluruh. Kini, tampilan Kota Tua yang dulunya bernama Out Batavia ini, mulai berubah. Meski perubahan itu masih jauh dari apa yang diimpikan masyarakat Jakarta yang mengidamkan Out Batavia ‘hidup’ kembali. Perubahan yang paling terasa adalah pada kawasan Museum Fatahillah yang terlihat lebih tertata. Museum Fatahillah yang dibangun tahun 1707 ini, dulunya adalah Balai Kota atau Stadhuis. Bangunan itu me nyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Kawasan Fatahillah semakin semarak karena bekangan kerap diselenggarakan berbagai event. Aura yang berbeda dari kawasan Museum Jakarta ini, membuat banyak warga maupun wisatawan ramai datang ke sana. Di sana juga tersedia
sepeda onthel yang siap membawa Anda keliling kota. Sayangnya baru wajah kawasan Fata hillah yang terlihat bersolek, sementara kawasan Kota Tua lainnya terkesan be lum tersentuh. Pemda DKI Jakarta pun menyadari hal ini. Niatan merevitalisasi Out Batavia yang sejak lama hanya seba tas wacana, bakal segera teralisir. Hal ini dipastikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, “Selama puluhan tahun bangunan-bangunan yang berada di kawasan Kota Tua telah ditetapkan se bagai warisan budaya. Namun, sampai sekarang banyak cerita menyedihkan mengenai keberadaannya,” ujar Arie.
Museum Fatahillah
bertambah. Sebagai tahap awal, PT Pos yang terletak berhadapan dengan Taman Fa tahillah akan dijadikan sebagai museum kontemporer dan pusat informasi. “Yang pasti revitalisasi ini akan dimulai
Revitalisasi Kota Tua ini, bukan hanya menyangkut fisik bangunan dan ling kungan sekitar, tapi juga menghadirkan banyak kegiatan seni dan budaya, seka ligus membangkitkan ekonomi kreatif di lingkungan tersebut.
canegara. Tak menutup kemungkinan, ke depannya juga akan dibuat program trail landmark,” jelas Arie. Sebagai kawasan heritage harus dibuatkan landmark supaya ada story telling, historical background sekaligus menggali kearifan lokal. Meski Kota Tua segera direvitalisasi, namun untuk benar-benar mencapai apa yang diimpikan yakni kota wisata budaya berwawasan lingkungan, tentu tidaklah sebentar. UNESCO konon juga akan membantu Pemda DKI Jakarta da lam bentuk konsep penataan. UNESCO telah memiliki pengalaman dalam merevitalisasi Kota Tua di Jepang yang kondisinya hampir sama dengan Jakarta, properti yang dimiliki banyak pihak. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sebenarnya organisasi dunia yang membidangi pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, itu, telah lama mendesak agar Kota Tua direvitalisasi karena khawatir bangunanbangunan bernilai sejarah itu, hilang atau roboh atau berubah bentuk. Namun, baru sekarang dapat terlaksana. Menurut Arie, untuk menyambut pencanangan revitalisasi Kota Tua, akan digelar serangkaian acara seni
“Ke depannya, Kota Tua akan men jadi kawasan prospektif dan memiliki nilai luar biasa. Revitalisasi akan ber dampak pada nilai ekonomi, mengingat Kota Tua ini akan menjadi magnet bagi wisatawan dalam negeri maupun man
dan budaya bertajuk ‘Fiesta Fatahillah’ di Taman Fatahillah pada 13-16 Maret mendatang. Acara ini diselenggarakan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta. –Diana Runtu
Pelabuhan Sunda Kelapa
Pencanangan revitalisasi Kota Tua ini, akan dilakukan pada Kamis 13 Maret mendatang di Taman Fatahilah. Revitalisasi ini akan meliputi 85 banguan bersejarah yang berada di areal seluas 150 hektare, dalam perjalanannya jumlah bangunan ini masih mungkin
secara bertahap, tanggal 13 Maret akan diluncurkan oleh Gubernur di Taman Fatahillah,” ucap Arie. Revitalisasi Kota Tua menggunakan pendekatan konservasi, yakni dengan cara merestorasi bangunan tua yang sudah lama tidak berpenghuni. Hanya saja ada beberapa kendala Pemda DKI Jakarta dalam melakukan revitalisasi tersebut, di antaranya, fakta bahwa banyak dari bangunan-bangunan itu adalah milik swasta dan perorangan, selain BUMN. Untuk itu Pemda harus melakukan pendekatan pada mereka (pengelola bangunan) terkait hal tersebut. Untuk mempermudah pembangunannya, Pem da membentuk konsorsium. “Nantinya pihak konsorsium juga Pemda DKI akan menawarkan skema kerjasama bisnis nya kepada para pihak,” ucapnya. Meski agak lambat, gerakan Pemda DKI Jakarta dalam upaya memcegah ‘hilangnya’ sejarah Jakarta, patutlah diapresiasi. Kurang perhatiannya Pemda DKI Jakarta di masa lalu, menyebabkan, banyak bangunan bernilai sejarah yang dibiarkan telantar akhirnya hancur.