Skip to main content

tokoh1047

Page 1

16

Sebanyak 55 anggota DPRD Bali periode 2019 – 2024 resmi dilantik di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Senin (2/9). Gubernur Bali Wayan Koster yang turut menghadiri acara pelantikan, mengajak seluruh anggota DPRD untuk bersinergi mewujudkan Bali Era Baru. “Kita harus bersama-sama mengembangkan hubungan yang harmonis dan saling melengkapi antara Gubernur de­ ngan DPRD, mengingat hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan, kata Koster dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Bupati/Wali Kota se-Bali, anggota Forkompinda, FKUB, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali. Dilanjutkan Gubernur Koster, Peme­ rintah Daerah dan DPRD Provinsi Bali harus mengembangkan kemitraan dan sinergitas dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Bali, agar secara bersama-sama membangun Bali dalam

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019 satu kesatuan wilayah; 1 pulau, 1 pola, dan 1 tata kelola guna mewujudkan visi pembangunan Bali, yakni ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pemba­ ngunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. “Fungsi pengawasan DPRD Provinsi Bali sebagai bagian dari pemerintahan daerah diaktualisasikan, guna memastikan fungsi legislasi dan fungsi penganggaran DPRD agar sesuai dengan kebijakan pembangunan daerah Bali,” ujar Ketua DPD PDIP Bali tersebut. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali secara konsisten mengarahkan sinergitas kebijakan, regulasi, perencanaan, dan pendanaan didasarkan pada tantangan mendasar yang dihadapi Bali, baik dalam tataran lokal, nasional, regional dan global serta sedapat mungkin bisa melakukan lompatan-lompatan yang mendasar untuk meningkatkan daya saing daerah Bali. “Pemerintah Provinsi Bali bersamasama DPRD Provinsi Bali periode sebelumnya sudah menetapkan 5 (lima) bidang prioritas Pembangunan sesuai visi: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana, meliputi: 1. Bidang Pangan, Sandang, dan Papan; 2. Bidang Pendidikan dan Kesehatan; 3. Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; 4. Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; 5. Bidang Pariwisata,” jelasnya. Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah tengah menggenjot pemba­ ngunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi untuk mendukung 5 bidang prioritas tersebut. Sehingga ke depan arah kebijakan, program, dan kegiatan serta alokasi anggaran difokuskan untuk mendanai 5 bidang prioritas itu. “Saat ini tengah dikerjakan shortcut Denpasar – Singaraja di titik 3,4,5,6 dari total 10 titik, dan diperkirakan akhir tahun ini

55 Anggota DPRD Bali Dilantik Kenakan Busana Adat bisa rampung sehingga tahun depan titik 7,8,9,10 bisa dikerjakan dan di pe­nghujung tahun 2020 bisa selesai,” ujarnya. Pembangunan infrastruktur lainnya adalah pengembangan dermaga yang me­ng­ hubungkan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Lem­bongan. “Target 2021 dermaga ini sudah selesai sehingga wilayah segitiga tersebut bisa terhubung de­ ngan baik serta mendukung sektor pariwisata,” tambahnya. Pengembangan infrastruktur lainnya adalah Dermaga Tanah Ampo yang ditargetkan selesai tahun 2021, sehingga Bali akan mempunyai pelabuhan untuk cruise bertaraf internasional. “Untuk jalur logistik ­Jembrana-Karangasem nantinya akan diarahkan ke jalur utara, sehingga jalur Gilimanuk-Singaraja hanya untuk jalur pariwisata,” kata Gubernur Koster. Sementara di bidang kebu­d ayaan, Gubernur Koster mengaku telah melakukan upaya penguatan desa pakraman. Berbagai upaya yang dilakukan adalah membuat Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, dan Pe­ raturan Gubernur tentang Pengelolaan Dana Desa Adat. Pergub ini sedang diproses Kemen­ terian Dalam Negeri. Dengan peraturan ini, maka dana desa adat dari APBD

Pelantikan anggota DPRD Provinsi Bali Periode 2019-2024 Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan langsung ditransfer ke rekening desa Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/ adat. Pergub juga akan mengatur tata keKota se-Bali. lola keuangan desa adat, serta pembenGubernur Koster mengapresiasi tukan organisasi perangkat daerah baru partisipasi masyarakat Bali dalam Peyaitu: Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. milu yang dilaksanakan 17 April yang Peraturan daerah yang berkaitan lalu. “Partisipasi masyarakat mencapai dengan Organisasi Perangkat Dae81,84%, melebihi target yang kami rah ini sedang diproses Kementerian tetapkan bersama KPU sekitar 77,52%. Dalam Negeri, mengusung materi Tingginya angka partisipan masyarakat pem­b entukan tim pendamping di tentu saja menjadi prestasi tersendiri semua desa adat, serta dibangunnya untuk Bali,” katanya. (ast)

Pidato Tahun Pertama, Gubernur Koster Sampaikan Capaian untuk Krama Bali

Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace Satu tahun adalah periode waktu yang terbilang pendek dalam melaksanakan kepemimpinan dan pemerintahan membangun Bali untuk periode lima tahun ke depan. Gubernur bersama Wakil Gubernur dan jajaran Pemeritahan Provinsi Bali telah berupaya menyelenggarakan pembangunan yang dimulai de­ ngan menyusun sejumlah kebijakan dan regulasi se­ suai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam paparannya pada acara Pidato Gubernur Tahun Pertama Pencapaian Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru di Gedung Ksirarnawa,Taman Budaya, Denpasar, Kamis (5/9). Gubernur Koster menyampaikan, dalam visi menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pem­bangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yaitu alam, krama, dan kebudayaan Bali yang berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Arah kebijakan dan program pembangunan mencakup 5 bidang

prioritas, yaitu (1) pangan, sandang, dan papan, (2) kesehatan dan pendidikan, (3) jaminan sosial dan ketenagakerjaan, (4) adat, agama, tradisi, seni dan budaya, (5) dan pariwisata. “Di tahun pertama kami siapkan fondasi yang kuat berupa regulasi, keseluruhan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur ini yang dijadikan dasar hukum untuk menata secara fundamental dan komprehensif yang akan menjadi dasar pelaksanan program ke depan mewujudkan visi kita bersama. Bahkan Bali menjadi provinsi pertama yang me­ ngeluarkan Pergub pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, yang diatur pada Pergub Nomor 97 Tahun 2018,” ujarnya. Dalam bidang pangan, sandang dan papan berbagai langkah nyata telah dilakukan di antaranya pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal, membangun kerja sama (MoU) antara kelompok tani (sebagai produsen) dengan hotel, restoran, dan pasar swalayan (sebagai konsumen) dalam pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal serta mengembangkan industri arak Bali di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Tabanan. Dalam bidang kesehatan, telah dibangun gedung Pusat Pengolahan Pascapanen Tanaman Obat (P4TO) dan perlengkapannya sebanyak 3 unit di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Tabanan, yang akan menjadi pusat pengembangan produk obat tradisional Bali (herbal/Usadha Bali). Di samping itu, juga dibangun gedung unit Layanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Bali Mandara serta pembangunan gedung unit rehabilitasi narkoba. “Kita punya lontar dan sastra terkait pengolahan pengobatan herbal tapi tidak dikembangkan sebagai sumber daya ekonomi, untuk itu produk herbal kita berdayakan. Bali juga provinsi pertama yang pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) yang sudah mencapai 97.12% Universal Health Coverage (UHC), “ kata Gubernur Bali. Untuk pertama kali dalam sejarah, desa adat berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerin-

tahan Provinsi Bali. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Perda ini mengatur secara menyeluruh mengenai keberadaan desa adat dengan memberi kewenangan yang kuat kepada desa adat. Selain itu, juga dibentuk Organisasi Perangkat Daerah baru yaitu Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Organisasi Perangkat Daerah ini sedang diproses oleh Kementerian Dalam Negeri. Pada prinsipnya Kemendagri telah menyetujui terbentuknya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Dalam bidang pariwisata, pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini mengatakan arah pembangunan pariwisata berorientasi pada pariwisata berbasis budaya dan berkualitas. Melaksanakan penertiban tata niaga pariwisata seperti menertibkan wisatawan yang melanggar aturan, antara lain; praktik jual beli kepala, bisnis wisata ilegal, bisnis wisata murahan yang dapat merusak citra dan pasar pariwisata Bali. Melaksanakan kegiatan Balingkang Kintamani Festival di Kabupaten Bangli, yang dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2019. Melaksanakan Lomba Makepung Gubernur Cup di Kabupaten Jembrana, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2019, setiap tahun. Merancang kebijakan standardisasi penyelenggaraan kepariwisataan secara komprehensif, serta bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/ kota menertibkan usaha pariwisata yang melanggar Peraturan Daerah. Pada bidang infrastruktur, Gubernur Koster mengakui saat ini tengah melakukan pembangunan infrastruktur di antaranya pembangunan shortcut ruas jalan Mengwitani-Singaraja titik 3-4 dan titik 5-6 yang akan selesai bulan Desember tahun ini. Selanjutnya, pembangunan shortcut akan dilanjutkan pada titik 7, 8, 9, dan 10 yang akan selesai pada tahun 2020. Selanjutnya ditambah pembangunan jalur titik 11 yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Pembebasan lahan memakai dana dari APBD Provinsi Bali, sedangkan pembangunan jalan memakai dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain pembangunan shortcut, juga akan dilaku-

kan pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo untuk Kapal Cruise, pada tahun 2019 dengan skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan dan pihak ketiga, yang akan selesai tahun 2020. Mengadakan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk pengelolaan Pelabuhan Cruise di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem serta pembangunan Dermaga Segitiga Sanur-Denpasar ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung Tahun 2019. “Di bidang teknologi informasi saya sudah melaunching penyediaan layanan Wifi gratis dengan target 1.813 titik dengan realisasi 860 titik atau 47,49% untuk semua desa adat, Puskesmas, objek wisata, dan SMA/SMK/SLB se-Bali untuk mendukung aktivitas muda milenial Bali,” kata Gubernur Koster. Dalam satu tahun kepemimpinannya ber­ gandengan dengan Wagub Cok Ace, Gubernur Koster juga telah menyelesaikan berbagai masalah yakni rencana Reklamasi Teluk Benoa tidak dapat dilaksanakan, teguran keras kepada PT Pelindo untuk tidak melanjutkan kegiatan reklamasi serta melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap dampak yang terjadi dan membangun revetment pada hasil reklamasi yang sudah dilakukan pemulihan terhadap kerusakan lingkungan dan ekosistem mangrove serta memastikan rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis panas bumi di kawasan Bedugul tidak akan dilaksanakan, sesuai dengan pembicaraan dan kesepakatan antara Gubernur Bali dengan Menteri ESDM. “Titiang Wayan Koster bersama Tjok Oka Sukawati sampun ngayah satu tahun dan siap melanjutkan ngayah secara total, lascarya sakala niskala, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, dengan selurus-lurusnya, dan dengan setulus-tulusnya. Saya mengajak semeton sareng sami mari bersama-sama berderap, serentak, bergerak ‘Kerja Fokus, Tulus, dan Lurus’ guna memajukan Bali secara menyeluruh menuju Bali Era Baru. One for All and All for One,” ajaknya. (ast)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO BK (10)

Amat dan istrinya terpaksa kembali merongrong Ami. “Ami, ini ada Putu Wijaya kesalahan taktis. Sebenarnya tidak perlu terjadi, kalau kami mau belajar dari pengalaman. Seperti kata Bung Karno bangsa yang besar adalah ... “. Bu Amat memotong. “Sudah, Pak! Jangan mutermuter seperti baling-baling! Begini, Ami. Jadi singkat cerita, Pak Made itu kan memang sentimen sama kita. Terutama sama Bapak. Padahal pemilu kan sudah selesai. MK sudah mengumumkan sapa pemenangnya. Kedua kubu harus menerima kenyataan. Demokrasi kan begitu. Kita berhenti bersaing. Sekarang waktunya membangun, kita harus bersatu. Tapi Pak Made sudah salah kaprah. Untung ibu Made baik. Mungkin karena Bu Made itu berasal dari keluarga Puri.

Jadi tata-krama. di Purinya, sopansantun masih terasa pada beliau. Meskipun bukan orang Puri lagi. Misalnya dulu, waktu baru pindah ke mari ....” Giliran Amat memotong balik. “Bu! Cukup! Kok jadi cerita zaman dulu, langsung saja, to the point, Ami! Ini masalah....” “Eeee Bapak! Kalau orang ngomong mesti ngerecokin, mending betul, ini kok? Orang bicara kan perlu pembukaan biar gamblang! Jadi sebagai bekas orang Puri, Bu Made paham bahwa desa-kalapatra ...” “Kok pakai desa kala patra, to the point saja! Ami, kita sudah ditipu!” “Kita kan menyumbang 2 juta untuk orang yang pura-pura begitu, Pak! Ami kan belum paham apa persoalannya, mesti ...” “Kan tadi sudah Bapak buka, berapa kali mesti dibuka, memangnya makan duren?! Jadi singkatnya ini masalah... “Tidak sesederhana itu, Pak! Kita tetangga hanya bersebelahan tembok!” “Tapi biar hanya bersebelahan

tembok, karena itu tembok politik, kita harus...” “Merelakan menyumbang 2 juta untuk orang yang pura-pura sakit?” Amat tersenyum masam. “Habis sudah masuk rumah sakit begitu!, kasihan. Kita kan tetangga yang hanya bersebelahan tembok...” “Tapi tembok politik...” “Makanya!” “Makanya apa? Rela nyumbang 2 juta? Hah! Tidak! Ami!” Bu Amat menoleh. Tapi Ami sudah pergi Bu Amat kecewa, sedang Amat ketawa. “Tenang, Bu, Ami harus jemput anaknya pulang sekolah.” “Kok. Tidak bilang-bilang? Mulai tidak sopan anak Bapak itu sekarang!” “Habis Ibu ceramah terus!” “Apa dia pikir kita ke mari mau minta uang.apa??! Ayo kita pulang!” Bu Amat marah, langsung mau balik kanan. Amat langsung merogoh saku. “Sabar, Bu! ini dari anakmu yang tidak sopan. Itu!”

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Amat mengulurkan sebuah amplop. “Dua juta dari Ami.” Bu Amat kontan ceria lagi, cepat menyambut. “Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga!” “Air apa, sih?” tanya Amat, bloon, dalam perjalanan pulang. Bu Amat tak menjawab. Ia masih terharu oleh sikap Ami yang penuh pengertian, yang diyakininya itu berkat didikannya. “Tunggu!” kata Amat menahan langkah istrinya. “Kenapa?” Amat menunjuk ke teras rumah. Ada tamu yang sedang berbaring tiduran pakai 2 kursi. Seenak perutnya. Amat lantas ajak istrinya masuk rumah lewat pintu belakang. Mengendap-endap Amat kemudian ngitip dari dalam rumahm ternyata orang itu Bung Kar(so)no. Amat langsung mau menggebrak. Tapi Bu Amat menyabarkan. “Kasihan, Pak, mungkin dia mau pulang tapi tak punya ongkos.” “Kalau tak punya kenapa kemarin pemberaan Bapak yang tulus ikhlas pakai dikembalikan dengan sok?” “Itu harga dirinya kembali se-

bagai kepala rumah tangga yang seharusnya mengurus kelurga tapi dia tinggalkan. Sekarang dia malu! Mau pulang tapi tak punya uang!” “Biarin, biar jadi pelajaran!” “Jangan! Tolong dia! Ingat Bung Karno kan sudah mengingatkan kita, harus hidup bergotongroyong!” Bu Amat mengulurkan amplop yang diberikan Ami. Amat heran. “Lho nanti kita makan apa?” Bu Amat tersenyum. “Saya sudah ngambil 2 juta dari amplop Pak Made.” Amat kaget. “Wah? itu sama dengan mencuri!” “Sama sekali tidak!” “Tidak bagaimana? Ibu sudah terpengaruh oleh Pak Made: tujuan menghalalkan cara!” Senyum Bu Amat tambah lebar. “Saya kan hanya melaksanakan perintah Bu Made. Semalam dia ngirim putranya ke mari, waktu Bapak tidur, nyuruh saya ambil uang sumbangan kita dari amplop itu saja. Sebab dia tak jadi sakit tapi sudah terlanjur ada sumbangan dari partai, yang tidak bisa dikembalikan, jadi terpaksa dialihkan untuk studi banding ke Jakarta. Sana cepat, kasihan itu Pak Karsono!”

Edukasi Sampah dalam Keluarga Di Bali mengenal konsep Tri Hita Karana, sebuah konsep luhur untuk mendapatkan kebahagiaan. Tiga hal itu meliputi menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, alam semesta, dan Tuhan. Konsep ini tampak belum dimaknai dengan benar, sebab masalah sampah di Bali masih perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Bali belum bisa menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar, dengan alam tempat mereka tinggal. Persoalan sampah masih menjadi persoalan kompleks di hampir semua kota besar di Indonesia. Pola pikir dan pola hidup yang memelihara siklus sampah di bumi menjadi target perang aktivis lingkungan. Bali yang cantik dengan alam indah dan tradisi menawan rawan tercemar sampah. Keberadaan sampah menghantui di segala sudut sungai,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

I Wayan Esa Bhaskara

di tempat wisata, juga di Pura. Bisa dipastikan jika masalah sampah ini tidak segera diatasi maka tangga menuju kebahagiaan akan semakin

panjang dan mustahil tergapai. Yang paling meresahkan tentu saja sampah plastik. Sebab sampah jenis ini sukar terurai dan dapat menjadi limbah yang lamban laun akan menimbun dalam tanah, lalu menyumbat saluran air, dan menyebabkan banjir serta mencemari lingkungan. Kebiasaan buang sampah sembarangan seperti sudah menjadi tradisi masyarakat di Bali, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Begitupula dengan penggunaan plastik sekali pakai belum bisa ditinggalkan masyarakat. Selain karena belum ditemukannya solusi penggantian kemasan plastik menjadi penyumbang utama sampah plastik. Pemerintah sesungguhnya telah merespons dengan Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Ada juga Peraturan Wali Kota Denpasar

Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Dukungan yang bisa dilakukan oleh para orangtua adalah membiasakan anggota keluarga untuk mengelola sampah keluarga. Langkahnya sederhana, pertama, memberikan informasi bahaya sampah plastik bagi alam. Melalui pembiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kedua, membiasakan menggunakan kemasan non plastik atau mengurangi konsumsi sampah plastik merupakan langkah yang praktis. Misalnya, menyediakan sedotan kayu atau aluminium di rumah. Misalnya ketika anggota keluarga memesan makanan melalui ojek daring agar meniadakan kemasan plastik sekali pakai dan menyediakan

penggantinya. Ketiga, mengedukasi terkait pemilahan sampah dan disiplin dalam pengelolaan sampah. Upaya bertahap dan kolektif sedikit banyak akan membuahkan hasil. Hendaknya dimulai dari hal kecil di sekeliling diri sendiri. Misal tentang mengasah kesadaran dan edukasi terkait bahaya sampah plastik ini hendaknya sudah dimulai dari rumah tangga. Orangtua bertindak sebagai model untuk pembiasaan buang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan sampah plastik I Wayan Esa Bhaskara Guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Denpasar

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

15

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Fun Farming SD Cerdas Mandiri DCC Sejumlah anak-anak berpakaian olahraga tampak ramai memasuki halaman Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (KPFP Unud). Mereka adalah siswa-siswi SD Cerdas Mandiri DCC, yang melakukan kunjungan langsung ke kebun yang berlokasi di Jalan Pulau Moyo 16 X, Denpasar Selatan. Minggu , (25/8).

M

enurut Kepala Sekolah SD Cerdas Mandiri, Santy Shandy Nurany, S.Pd., didampingi salah seorang guru, Nyoman Sumiartini, S.Si. saat ditemui di sekolah DCC, di kawasan Jalan Bedugul, Denpasar, kegiatan ini adalah memenuhi undangann yang dilaksanakan serangkaian HUT ke52 Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Kegiatannya dinamakan “Agro Edu Wisata untuk Anak,” yang idenya digagas oleh Prof. Dr. Ir. I Ketut Budi Susrusa,M.S., selaku Ketua Pengelola Kebon Pegok dan dosen di Program Studi Agribisnis Fak. Pertanian Udayana. Mrs. Santy menuturkan, sebanyak 47 orang siswa kelas dua yang mengikuti acara ini bersama Mrs. Komang, Mrs. Frida, Ms. Ayu, dan Ms. Asti, sebagai guru pendamping. K unjungan yang pertama kali

ini dalam rangka mengembangkan model pendidikan pertanian era milenial melalui ‘fun farming’ pada anak-anak. Aktivitasnya mengenalkan dunia pertanian. Mulai dari cara menanam tumbuhan, jenis tanaman,

hingga hewan yang bermanfaaat untuk pertanian. Selanjutnya Mrs. Komang menambahkan di sana anak-anak, setelah dibagi berkelompok dan ditemani mahasiswa pertanian yang membimbing mereka terlihat menikmati kegiatannya. Mereka sangat antusias, mulai dari mengambil media tanam dari botol bekas dan mengisi dengan tanah subur, kemudian menanam

bibit pohon tomat hingga menyiramnya. Murid-murid SD Cerdas Mandiri ini juga diajak berkeliling kebun. Mereka diperkenalkan berbagai jenis tanaman buah yang ada di KPFP tersebut, seperti melon, labu, semangka, buah naga dan yang lainnya. Anak- juga tak ketinggalan diajak menikmati jagung yang merupakan hasil dari KPFP. Selain itu, kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai serangga yang bisa berkamuflase seperti belalang sembah. Begitu juga saat diberikan pengenalan tentang lebah dan madu yang dihasilkannya. Bahkan semua anak dan guru pendamping sempat mencicipi madu asli yang masih di sarangnya. Setelahnya anak-anak diajak berkumpul, dan melakukan tanya jawab mengenai kegiatan yang telah mereka lakukan. Mulai dari manfaat buah, dan diselingi menyanyi bersama untuk menghangatkan suasana. KENALKAN AGRO EDU WISATA SEJAK DINI Mrs. Santy berharap anak-anak bisa membuat tanaman sendiri di rumah, membiasakan diri memakan buah karena baik untuk kesehatan. Sebagai pendidik, dirinya merasakan kegiatan ini sangat baik dilanjutkan menjadi program setiap tahun. Ia juga mengakui banyak kegiatan yang bisa ditindaklanjuti, apakah di sekolah maupun di rumah nantinya . Sementara itu Direktur DCC Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., yang lebih akrab dipanggil Bu Dani mengatakan kegiatan mengenal dunia pertanian sejak usia dini ini, memang menjadi

salah satu rencananya sejak setahun lalu, dan saat ini akhirnya terlaksana. “Inilah salah satuz kegiatan yang mengajarkan anak-anak sekolah dasar cinta pertanian dalam bentuk Agro Edu Wisata. Apalagi program ini selain rekreasi juga bisa menjadi jalan menumbuhkan rasa cinta pertanian sekaligus menjadi titik awal membuka cita-cita menjadi petani modern,” ujar Bu Dani yang juga tercatat sebagai dosen di Fakultas Pertanian Unud ini. Ia juga menilai, kegiatan seperti ini menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mencintai lingkungan, menghargai proses bertani untuk mendapatkan makanan yang biasa dimakan sehari-hari. Meski disadarinya pengenalan dunia pertanian memerlukan proses, maka kegiatan yang dilakukan murid-muridnya tersebut menjadi salah satu langkah nyata pengenalan dunia pertanian. Mengingat pula mereka adalah tunas bangsa sebagai

penerus pembangunan pertanian, memang perlu diarahkan pada sebuah mental yang mencintai lingkungannya. Karena itu diperlukan prilaku positif, sehingga diharapkan mampu membentuk karakter yang baik. - ard


14

SUDUT PANDANG

Tubuh “Protes” kalau Tak Olahraga Punya kesibukan tinggi jangan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Karena dengan rutin berolahraga justru sangat menunjang bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi. Stamina dan mental terjaga, begitu juga konsentrasi. Hal ini disadari oleh Lusia Efriani Kiroyan, pengusaha yang juga pendidri Cinderella From Indonesia Center (CFIC).

“S

aya rutin berolahraga sejak 10 tahun terakhir. Awalnya saya pernah terkena penyakit serius pada 2007 lalu. Setelah sembuh total, saya giat berolahraga untuk menjaga kesehatan. Ternyata setelah rutin berolahraga, saya merasa stamina meningkat. Dan—ini kata orang lho ya—saya terlihat awet muda,” ungkap Lusi yang mengaku tidak suka mengonsumsi suplemen. Dalam perkembangannya, lanjut wanita yang kerap ke luar negeri untuk urusan bisnis dan proyek Cinderella Indonesia, olahraga bukan sekadar untuk menjaga kesehatan namun juga sudah menjadi hobinya. Tak heran kalau dia pun gemar menjajal berbagai jenis olah raga. Mulai dari bulu tangkis, aerobik, renang, gym, yoga, aquarobic, power cardio, panahan, berkuda, poundfit, body combat, body faster, zumba, strongzumba dan taichi. Selain untuk kesehatan, lanjut Lusi, beberapa olahraga yang diikutinya juga bermanfaat untuk self defence. Hal tersebut dirasakan perlu karena sebagai wanita yang banyak berkegiatan di luar dan kerap berkunjung ke berbagai daerah juga luar negeri, memiliki kemampuan menjaga diri. “Saya kan sering roadshow ke luar daerah maupun luar negeri sendirian. Karena itu saya ambil kelas seperti body combat dan power cardio, tujuannya supaya saya bisa kuat dan untuk menjaga diri,” jelas wanita cantik kelahiran Surabaya 1980 ini. Body combat dan power cardio termasuk olahraga favorit yang rutin diikutinya. “Selain itu saya juga berlatih body faster. Itu juga favorit saya. Olahraga-olahraga itu bukan hanya untuk kesehatan tapi juga kekuatan, pembentukan tubuh serta pertahanan diri,” kata Lusi yang dua tahun berturut-turut meraih penghargaan ‘Perempuan Inspiratif’ 2016-2017. Begitu pentingnya manfaat yang didapat membuat Lusi nyaris tak pernah absen dalam berolahraga. “Tapi kalau pas Ramadhan, saya off sebulan. Jadwal olahraga saya ganti dengan tarawih, itu wajib,” kata peraih penghargaan Interna-

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

tional Award-YSEALI Competition: Seed of the Future 2015. Namun, diakuinya juga karena sudah terbiasa berolahraga maka ketika tidak melakukannya, tubuhnya ‘protes’. Karenanya di luar bulan Ramadhan, ia tetap dengan rutinitasnya dalam berolahraga. Jadi, sesibuk apapun dirinya, pasti akan menyempatkan diri untuk berolahraga. “Kesibukan saya memang luar biasa. Tapi olahraga masuk dalam daftar penting yang wajib saya lakukan. Makanya meski sangat sibuk, saya pasti punya waktu untuk itu. Kalau tidak, maka tubuh saya akan ‘protes’,” ujarnya. Kesibukan memang terkadang menjadi salah satu alasan untuk mengabaikan olahraga. Banyak yang menyepelekan, meski sadar berapa bermanfaatnya berolahraga secara rutin. Semua ini, memang tergantung pada komitmen pribadi masing-masing. Jika sudah berkomitmen dan disiplin, pasti tidak ada kata tidak untuk olah raga. Kesibukan tinggi tidak akan menjadi alasan. Karena asal ada komitmen, waktu yang selalu dipermasalahkan, pasti tersedia. Jadi kuncinya adalah pada komitmen dan kedisiplinan. Lusi sendiri mengaku tidak pernah kesulitan me-manage waktunya. “Tidak ada masalah. Saya bisa me-manage waktu dengan baik. Olahraga saya taruh di daftar prioritas penting,” katanya. Ternyata ada alasan lain kenapa Lusi harus berolahraga. Ini karena dirinya menderita insomnia akut. “Kalau tidak berolahraga saya tidak bisa tidur,” ujar Lusi. LANGSING TANPA DIET Berbeda dengan kebanyakan wanita yang ingin memiliki tubuh langsing dan indah, selain berolahraga mereka juga membatasi asupan makanannya. Lusi tidak demikian. Dia mengaku sangat suka makan, juga suka ngemil. “Saya tak tahan lapar,” ucapnya. Mungkin karena itu juga saat dia menempuh pendidikan di Amerika, berat badannya melar sampai 60 kg. “Saya doyan makan. Tidak rewel dalam hal makanan. Saya juga doyan ngemil. Untungnya badan saya tipe yang mudah naik, mudah turun. Jadi dengan berolahraga rutin, berat badan bisa terjaga,” kata peraih penghargaan ‘The Most Powerful Woman 2015’, ini. Dan, memang itu terbukti. Lusi yang mengaku banyak makan, tetap mampu menjaga tubuhnya tetap langsing hanya dengan berolahraga. Lagi pula, kata Lusi, dirinya banyak makan karena energi yang dikeluarkannya pun besar. “Berimbang dengan kerja dan belajar saya. Saya suka begadang untuk belajar.

Jam istirahat saya sangat kurang. Dalam sehari saya hanya tidur 3-4 jam. Tapi dengan olahraga, kualitas tidur saya jadi bagus. Makanya saya tetap sehat dan tubuh saya indah serta wajah awet muda,” ungkapnya. Saat ini, selain kegiatan rutinnya, Lusi juga aktif berkampanye antinarkoba lewat olahraga. Dia berpendapat, mengisi waktu dengan rajin berolahraga dapat menghindari generasi muda dari penggunaan narkoba. “Saya ingin memberi contoh kepada generasi muda tentang mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, hal-hal yang berguna, misalnya dengan berolahraga,” katanya. Perang terhadap narkoba, sudah menjadi tekadnya. Hal ini ‘in line’ dengan misi Batik Girl. Namun ia lebih memfokuskan diri dengan pencegahan (narkoba). “Merawat mereka yang belum terkena, lebih murah ketimbang mengobati mereka yang di penjara, memerlukan biaya besar,” tandas Alumni Grant Scheme (AGS) 2017 by Australia Government ini. (Diana Runtu)

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019 Sejak SMA sosok satu ini, memiliki impian studi di Belanda atau Eropa. Ia ingin merasakan hidup di luar negeri dengan suasana akademik internasional. Setelah mengikut lomba di Universitas Leiden, tahun 2016 serta meraih predikat ‘Best Position Paper’ makin menguatkan hasratnya memilih Universitas Leiden. Kini gelar Master of Laws (LL.M.) sudah dikantonginya.

M

enurut pemilik nama lengkap A. A. B. N. A. Surya Putra, S.H., LL.M,

yang akrab disapa Gung Gus ini, tahun 2016 ia memenuhi tantangan salah seorang dosen Fakultas ­H ukum Unud untuk mengikuti “Leiden-Sarin International Air Law Moot Court Competition” dan berhasil meraih “Best Position Paper”, untuk Komite Pe r k e m b a n g a n Ekonomi Transportsasi Udara Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Padahal, saat itu pengetahuan hukum udara –nya sangat minim.

SOSIALITA

3

A. A. B. N. A. Surya Putra, S.H., LL.M.

Raih Gelar Master Hukum Udara dan Antariksa

“Saya menyanggupinya dengan modal nekat. Dari situlah saya mulai tertarik dengan hukum penerbangan. Kebetulan Universitas Leiden merupakan salah satu universitas terbaik, yang menyediakan Advanced LLM in Air and Space Law, studi S2 lanjutan dalam Hukum Udara dan Antariksa,” papar Gung Gus. Mengenai alasan memilih Universitas Leiden, anak sulung dari pasangan Dr. A. A. A. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., dan A. A. Bagus Ngurah Agung, S.H., M.M., ini mengatakan pertimbangannya menambah ilmu hukum

udara di Universitas Leiden karena di sana mengadakan lomba peradilan semu hukum udara setiap tahun. “Disamping sebagai universitas tertua di Belanda juga satu-satunya memiliki studi khusus hukum udara dan antariksa. Pastinya juga wilayahnya strategis untuk jalan ke banyak negara. Jadi, sembari kuliah bisa keliling negara Uni Eropa,” ucap kakak dari A. A. Ayu Agung Candra Dewi, ST. ini tersenyum. Lebih lanjut pria kelahiran11 Oktober 1993 ini, mengatakan pasti wajib menguasai bahasa Inggris serta IELTS dan sebelumnya ia sempat magang di Kantor Hukum Bahar di Jakarta yang menangani

kasus penerbangan. Harus diakui, lanjut Gung Gus yang mengambil program Advanced LL.M in Air and Space Law, Studi S2 Lanjutan Hukum Udara dan Antariksa, menariknya di Universitas Leiden adalah banyaknya dosen tamu dan koneksi yang disediakan. “Selain itu, teman-teman sekelas saya juga merupakan para ahli di bidang hukum udara dan antariksa. Begitu juga atmosfer akademik di sana mendukung untuk saya terus mengembangkan diri.Suasana kelas sangat kompetitif. Peraihan nilai pun lebih ketat,” tandas Gung Gus, yang bersyukur orangtuanya mendukung penuh secara moril dan materiil selama dirinya di Belanda. - ard.

Perjalanan Profesional dan Romansa

Gung Gus menceritakan tiga minggu pertama adalah waktu paling sulit dalam studinya. Mata kuliah yang berat dan kelas yang intensif membuatnya kelelahan. “Saya tidak menyangka kuliah S2 sepadat itu, mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore, dari Senin sampai Jumat. Ini di luar tugas paper dan presentasi. Saya agak keteteran di awal.Namun untungnya setelah 3 minggu saya bisa beradaptasi,” cetusnya. Ia mengatakan kalau studi ini memang minatnya, sehingga ia siap bekerja keras dan keluar dari zona nyaman. Setelah berhasil beradaptasi, Gung Gus pun memutuskan mengambil aktivitas tambahan, yakni mengikuti seleksi lomba sidang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional yang diadakan setiap tahun di Markas Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (the Headquarter of the International Civil Aviation Organisation) di Montreal, Kanada,. Dan, ia berhasil lolos seleksi menjadi salah satu anggota tim yang mewakili Universitas Leiden tersebut. “Lomba Model ICAO ini, seperti Model United Nation (MUN) yang memberikan simulasi sidang para diplomat negara untuk membuat dan merampungkan kebijakan dan hukum internasional. Kompetisinya lebih spesifik mengenai isu-isu penerbangan sipil. Kami delegasi Leiden dianugerahi “The Best Position Paper”. Hal ini menjadikan saya mendapat nilai 9 dalam salah satu mata kuliah. Nilai 9 merupakan nilai yang terbilang cukup langka di Belanda, karena nila 7 dan 8 sudah tergolong nilai yang bagus,” ujar Gung Gus. Mengenai p roses mengikuti ujian di kampusnya , Gung Gus menyatakan sangat menegangkan, menguras tenaga dan menantang. Meski hanya satu mata kuliah yang diuji per mi­ nggu tapi materinya padat dan berlangsung 4 jam. “Ujiannya open book, bisa melihat buku, catatan, jurnal, atau instrumen hukum, tapi jawaban yang diinginkan adalah analisa kita sendiri, tidak hanya menyalin yang ada di buku,” ungkapnya. Hal menarik lainnya, saat ia studi ke Belanda adalah

bisa bersama dengan wanita teman terbaiknya, secara profesional dan romansa. ”Agung Mia juga studi Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional di Universitas Groningen di Belanda. Jadi setelah kesibukan kuliah setiap weekend kami jalan menelusuri seluruh penjuru Belanda, dan negara Eropa lainnya. Kurang lebih ini implementasi dari prinsip Work Hard Play Hard lah,” katanya tersenyum penuh arti. Setelah studinya selesai, pemilik motto “Be kind whenever possible, it is always possible (Dalai Lama)” yang mengidolakan sang kakek Prof. Dr. I. G. N. Gorda, M.S., M.M., ini, menyatakan ingin bergabung dan memberikan kontribusi terbaiknya pada institusi pendidikan yang dibangun oleh Tukak -nya Prof. Gorda. Meski karier akademiknya sebatas mahasiswa. “Namun saya ingin dapat mengaplikasikan ilmu saya bagi Undiknas,” ujar Gung Gus yang masih memiliki mimpi melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, S3, untuk memperoleh lisensi sebagai seorang peneliti. -ard


4 Apakah yang mau kau renggut dari tanah pertiwi? Ia lahir dari warna jiwa ruh leluhur Menjadi panji, yang mengabarkan padamu Tentang jejak keberanian dan kesucian Ia masih bertahta di setiap hela napasku Di setiap jejak langkah dan pekik sumpah Sang Mahapatih Gajah Mada

I

tulah sepenggal bait puisi “Merah Putih” yang dibawakan Ny. Putri Suastini Koster dalam perayaan Puncak HUT Ke-71 Bali Post lewat pentas drama kolosal Gajah Mada Reborn, Sabtu ( 31/8) di Art Centre, Taman Budaya Denpasar. Puisi yang diciptakan sendiri dalam

WOMAN ON TOP

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Medsos Beri Ruang Menulis Puisi mengatakan, di tengah kesibukan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, jarang bisa menulis puisi. “Jangankan menulis puisi, waktu untuk tidur saja kurang. Tapi kalau sudah ada waktu luang, mengalir begitu saja di pikiran. Ambil HP, buka medsos, lalu menulis. Medsos memberi ruang untuk saya menulis puisi,” kata Bunda Putri. Yang menarik, puisi untuk drama kolosal Gajah Mada Reborn ini dijadikan sebagai puisi andalan sekaligus judul antologi puisi Bunda Putri dari trilogi “Bunga Merah”, “Rumah Merah”, dan “Merah Putih”. Ia menambahkan, saat ini ia baru menciptakan sekitar 9 puisi. Untuk menerbitkan satu buku minimal ada 100 puisi. Namun, ia yakin mampu menuntaskan tahun ini. Ia menuturkan, pesan dari puisi Merah Putih, untuk menjaga NKRI tetap satu di bawah merah putih. “Dulu leluhur kita berjaya, kita punya kerajaan yang menyatukan nusantara. Saat itu juga terjadi pemberontakan, sekarang bukan tidak mungkin bibitbibit seperti itu ada. Tetapi bagaimana kita belajar dari masa lalu, belajar dari sejarah itu, sehingga tidak ada paregreg yang kedua,” jelasnya.

Dulu melakukan oplas (operasi plastik) untuk mempercantik wajah maupun memperindah tubuh masih dianggap ‘tabu’. Karenanya tidak ada yang berani mengakuinya secara terbuka. Termasuk para artis yang mati-matian membantah melakukan oplas, meskipun jelas-jelas terjadi perubahan drastis pada wajahnya maupun tampilannya.

Begitu juga, ia berharap, pemimpin dalam mewujudkan tujuan mesti fokus, tulus, dan lurus. Hal itulah yang di­ dengungkan lewat puisi. “Lewat kesenian juga bisa kita tanamkan nilai-nilai luhur para pendahulu kita. Nilai-nilai nasionalisme di setiap dada anak bangsa,” imbuhnya. Ia mengatakan sangat bangga dapat pentas di malam itu, karena ia tampil dengan spesial mengenakan kostum rancangan AA Rahma Putra dari Pancer Langiit. “Lumayan berat ini mahkotanya, tapi terlihat seperti Ratu. Dari dulu saya ingin berkola­ borasi dengan Pancer La­ngit, baru kali ini kesampaian,” kata Bunda Putri. Ia sangat mengapresiasi Bali Post selalu memberi ruang kepada seniman untuk berkarya, termasuk undangan khusus kepada dirinya untuk tampil. “Sebagai seniman, saya juga rindu akan suasana panggung. Mengobati rasa kangen bisa tampil sekaligus bisa juga berdandan, “ ujarnya sembari tertawa. (Wirati Astiti)

K

“Langkah Awal Menuju Zero Complain” #1 (Bagian Pertama)

Salam Senyum Layanan yang zero complain menjadi dambaan tiap instansi/perusahaan yang melayani pelanggan. Pemberitaan di media akhir ini sedang hangat-hangatnya mengangkat berita tentang layanan yang zero complain. Sebagai seorang praktisi, pembicara, pengamat, dan penulis tentang layanan, tentu sangat tergerak untuk memberikan inspirasi kepada publik. Biasanya akan banyak timbul pertanyaan. Mulainya dari mana? Apa yang harus dilakukan? Siapa saja yang terlibat? Berapa biaya diperlukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang timbul. Sebuah kalimat tanya yang sering saya tanyakan kepada seluruh peserta pelatihan dengan materi ‘Service Excellence’ dengan judul materi ‘Serve with Love’ adalah, “Apakah dari kecil Anda bercita-cita menjadi seorang pelayan?” Dan, hampir seluruhnya akan menjawab dengan semangat.. “tidaaaaaak”... Jawaban dengan kata ‘tidak’ adalah sangat manusiawi. Karena setiap orang menganggap pekerjaan pelayan adalah pekerjaan yang diindentikkan dengan pekerjaan yang kasar, pekerjaan yang rendah, tak bernilai, dan sebagainya.

Hal inilah sebenarnya yang mendasari saya ketika memberikan pelatihan ‘Service Excellence’, atau lebih dikenal dengan layanan prima, tidak akan langsung mengajarkan standar layanan yang benar. Padahal mempunyai pengalaman sebagai praktisi layanan perbankan selama 27 tahun, sesungguhnya sangat mudah memberikan hal tersebut. Yang lebih saya tekankan dalam ilmu melayani sebelum mengajarkan standar layanan adalah membuat pondasi yang kuat sebagai seorang pelaku layanan. Salah satu indikator keberhasilan sebuah pemerintahan adalah terselenggaranya layanan publik dengan baik. Tentu yang baik di sini bukan hanya ketuntasan sebuah layanan yang diberikan, namun lebih kepada puasnya masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Kalau pernah mendengar tangga layanan, kepuasan masyarakat (dalam hal ini bertindak sebagai customer) bukan ada di titik tangga layanan yang paling bawah. Yang lebih dikenal dengan tingkat ‘layanan kriminal.’ Tingkat ini menggambarkan layanan yang sangat buruk. Seperti pelaku layanan yang judes, proses yang berbelit dan lama, fasilitas pendukung

seperti ruangan, kursi, toilet, parkir, dan lainnya sangat buruk. Keberhasilan layanan publik ketika minimal dalam tangga layanan sudah berada pada tingkat ‘layanan desire’. Dimana layanan ini sudah pada tingkat seperti yang diinginkan oleh masyarakat. Seperti keramahan, kecepatan, tuntas, dengan fasilitas pendukung yang baik (toilet, kursi, ruang tunggu, parkir, dll ) Kembali pada permasalahan pondasi sebuah layanan. Bagaimana caranya agar para pelaku layanan mempunyai pondasi yang kuat sebagai seorang pelayan? Beberapa hal inilah yang sering saya sampaikan kepada peserta pelatihan. Yang pertama, memberikan paradigma yang benar tentang ‘customer’. Yang selama ini mereka paradigmakan ‘customer’ adalah bos atau raja. Saat ini diubah menjadi pelanggan itu adalah sahabat. Yang kedua memberikan pemahaman terhadap perilaku layanan selama ini yang terjadi. Dalam hal ini mereka diminta mengukur diri sendiri. Apakah perilaku mereka dalam melayani termasuk perilaku layanan if, because, atau event if. Selanjutnya yang ketiga mereka diberikan pemahaman tentang kesempurnaan layanan terletak pada hal apa saja. Dimana di dalamnya terdapat manusianya, fasilitasnya, dan juga prosesnya. Yang keempat mereka diajarkan tersenyum yang benar, yang seolah olah dapat ‘menyihir’ para customer dan bagaimana selalu konsistensi dalam melayani. Adapun hal

kelima yang sangat penting diberikan adalah tentang pemahaman tentang filosofi dari sebuah layanan beserta teknik atau cara melakukannya. Dan terakhir hal yang diberikan sebagai penutup adalah ‘Service Winner”, yaitu siapakah sebenarnya pemenang di dunia service. Inilah tahap-tahap yang diberikan untuk membuat para pelaku layanan mempunyai pondasi yang kuat dalam melayani, sebelum mereka belajar tentang SOP (standart operational procedure) sebagai pelayan publik. Sebelum melakukan tahap-tahap di atas agar para pelaku layanan mempunyai pondasi yang kuat untuk melayani, ada hal yang tidak kalah pentingnya yaitu, bagaimana tahapan sebelum memulai melatih para pelaku layanan, yaitu cara perekrutannya. Banyak instansi begitupun perusahaan yang bergerak di bidang jasa mengeluhkan atau mengkambinghitamkan perekrut pelaku layanan yang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Atau, lebih kepada ‘bahan baku’ yang dilatih untuk menjadi seorang pelaku layanan sangat sulit untuk dikembangkan karena merekrut orangorang yang dianggap kurang tepat. Salah satu kemungkinan kesalahan perekrutan terletak pada “casing” atau kulit luarnya saja. Ketika mereka merekrut calon karyawan, yang dilihat hanya penampilan luarnya, yang menyangkut fisik dan nilai akademis yang dilihat dari bukti lembaran dokumen yang menjadi per-

METROPOLITAN

Oplas dengan Beragam Alasan

Ny. Putri Suastini Koster

waktu dua malam ini, rampung tanggal 25 Agustus, dibuat khusus dalam rangka HUT ke-71 Bali Post. Bunda Putri begitu ia akrab disapa

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

syaratan administrasi. Padahal untuk mendapatkan ‘bahan baku’ bagi calon pelaku layanan yang baik, bukan hanya dilihat dari dua hal tersebut. Tapi bagaimana menemukan bahan baku yang tepat agar kelak mereka menjadi para pelaku layanan yang hebat. Hal ini sangat menentukan. Karena tidak akan timbul lagi pernyataan dari pimpinan instansi/ perusahaan seperti ini, “Kami sudah memberikan pelatihan, pendidikan, coaching layanan yang sama diberikan kepada seluruh pelaku layanan, namun kenapa hasilnya berbeda pada setiap karyawan.” (Bersambung) Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve with Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

ini zaman sudah berubah. Seiring makin modernnya masyarakat serta derasnya kemajuan teknologi, operasi plastik untuk mempercantik diri sudah dianggap biasa. Mereka yang melakukan oplas pun sudah tidak malu-malu lagi mengakui kalau wajahnya ‘dipermak’. Krisdayanti, misalnya. Diva pop Indonesia ini, dulu sempat membantah kalau dirinya lakukan oplas, namun akhirnya mengaku juga. Lewat bukunya ‘My Life, My Screet: Catatan Hati Krisdayanti’ yang ditulis oleh Alberthiene Endah, ‘KD’ begitu dia kerap disebut, mengaku kalau dirinya memang melakukan operasi plastik. Buku ini diluncurkan pada Juni 2009. Sejak pengakuan itu, perlahan artis-artis yang melakukan oplas mulai berani terbuka mengungkap tentang upayanya agar tetap cantik. Alasan mereka untuk melakukan oplas beragam. Dari yang beralasan untuk menyenangkan diri sendiri, untuk menyenangkan suami sampai alasan karier di dunia Krisdayanti KD--foto instagram hiburan. Artis lain yang juga mengaku oplas adalah Ruth Sahanaya. Ia mengaku oplas untuk memperbaiki payudaranya dari ukuran 32A menjadi 34 A. Masalah kecilnya payudara ini, aku Ruth, membuatnya kerap tidak ‘PD’ dalam berbusana. Begitu juga dengan presenter Becky Tumewu yang mengaku cangkok silikon pada payudara lantaran ukurannya tidak sama. Lain lagi dengan salah satu diva pop Indonesia, Titi Dj. Titi DJ justru melakukan oplas karena payudaranya terlalu besar. Hal itu menyulitkannya dalam berbusana, khususnya busana-busana para desainer. Selain itu, ia juga menyebut sering kelelahan dan pegal-pegal lantaran kelebihan berat pada dadanya. Sebelum oplas payudara, Titi juga melakukan sedot lemak perut. Artis penuh sensasi Nikita Mirzani juga secara terbuka mengakui melakukan oplas untuk mempercantik diri. “Dulu hidung Niki kan pesek. Jadi operasi hidung, ditinggikan,” ujar Nikita. Selain itu dia juga melakukan oplas pada beberapa bagian tubuhnya, termasuk mengencangkan payudara. Dia juga melakukan operasi sedot lemak dan penghapusan tato. Hasil dari berbagai tindakan oplas itu, Niki tampil cantik dan penuh percaya diri. Pemeran film ‘Si Juki The Movie’ yang kadang disapa ‘Nyai’ ini, mengaku sangat suka dengan wajahnya yang sekarang. Untuk menjaga agar penampilannya tetap prima, dia juga rajin melakukan perawatan. BIAYA RP 1 MILIAR Hal yang mengejutkan adalah Nita Thalia yang melakukan oplas besar-besaran pada wajahnya. Walhasil membuat publik tercengang. Penyanyi dangdut ini kini bukan hanya memiliki tubuh seksi tapi juga berwajah jelita. Nita sempat mengaku

Nita Thalia dulu dan kini---foto kapanlagi com dan instagram nitathalia

13

Nikita Mirzani dulu dan kini---foto istimewa instagramnikita

kalau biaya oplas plus berbagai perawatan yang dilakukan pada wajah dan tubuhnya itu menelan biaya Rp 1 miliar. “Operasinya sendiri dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus,” tambah Nita yang mengaku mendapat tentangan keras dari orangtuanya. Sebenarnya, Nita dulu itu berniat hanya meniruskan wajahnya lantaran pipinya dianggap terlalu cubby (tembem). Namun kata dokter, kalau mau menghilangkan lemak di pipi atau membuat tirus, maka hidung aku harus ditinggikan agar seimbang dengan wajah. “Hidung asli aku kan sebenarnya tidak pesek, namun kata dokter masih kurang tinggi. Akhirnya selain oplas pipi juga meninggikan hidung. Tapi aku bilang ke dokter kalau aku mau tinggi hidung natural, artinya tidak terlalu tinggi,” papar pelantun tembang ‘Gadis atau Janda’ ini. Ia mengaku cukup banyak bagian wajah maupun tubuhnya yang dipermak. Untuk wajah misalnya, selain pipi dan hidung, dia juga menjalani tindakan pembuangan kantung mata juga dagu. Untuk dagu, awalnya dipasang implan namun akhirnya diangkat lagi karena dia tidak merasa nyaman dengan tampilan dagu implan itu. “Jadi implan didagu diangkat, lalu diganti dengan suntik filler. Jadi wajah aku kesannya lebih tirus. Filler ini semacam gel yang lama-lama larut dan terserap oleh tubuh. Daya tahannya tidak lama hanya 1-2 tahun, habis itu suntik lagi. Jadi seperti isi ulang ya,” ucap Nita yang juga mengeluarkan banyak uang untuk menjalani serangkaian perawatan pasca oplas. Menurut Nita, dia sangat puas dengan wajah dan penampilannya saat ini. Itu juga membuatnya makin PD dalam berkiprah di dunia entertainment. Dia tak malu mengakui kalau perubahan yang banyak pada dirinya adalah hasil operasi plastik. “Saya memang melakukan operasi. Untuk apa diumpet-umpetin, toh banyak orang yang melihat kalau diri saya memang berubah. Perubahannya banyak sekali, kan bisa dilihat. Jadi apa gunanya tidak mengaku?” ujar Nita. (Diana Runtu)

Nikita Mirzani--foto instagram nikita

Mau Cantik malah Jadi “Nenek Sihir” Dari semua cerita indah itu, 15 menit. Ehh, bener, dagu Mpok mungkin yang paling memprihaAtiek jadi terbelah,” katanya sambil tinkan adalah cerita Mpok Atiek tertawa. yang melakukan suntik silikon di era Bertahun-tahun setelah suntik 1990-an. Kala itu demi karier dan silikon itu, Mpok Atiek mulai meraagar terlihat cantik, artis senior ini sakan tidak enak pada wajahnya. tergoda untuk suntik silikon. Yang Dia merasa wajahnya makin lama akhirnya, puluhan tahun kemudian, makin aneh. “Setelah 20 tahun, kok membuatnya merana. saya merasa wajah saya lama-lama “Mpok Atiek nyesel, nyesel banseperti “nenek sihir”. Mengendur get suntik silikon. Buat generasi dan bentuknya jadi nggak karuan. muda yang ingin cantik, jangan lah Cuping hidung turun ke bawah, suntik silikon. Kalau mau cantik, kulit dahi turun hingga dekat mata, datang ke dokter yang benar jangan sehingga mata jadi seperti orang sembarangan,” ujar wanita yang mengantuk,” tuturnya. punya kebiasaan latah yang parah. Parahnya lagi ketika tidur miring Di era 1990-an, ketika oplas beagak lama, maka saking kendurnya lum menjadi tren kecantikan, banyak wajah, sampai-sampai seluruh kulit Mpok Atiek--instagram wanita yang ingin cantik nekad menwajah tertarik ke sisi samping. Bayempuh suntik silikon. Awalnya, Mpok Atiek tergoda karena angin. Jadi kalau pagi bangun tidur, Mpok Atiek malah sibuk temannya yang awalnya berwajah ‘di bawah standar’ berubah ‘beresin wajah’ menekan-nekan wajah agar kembali ke posisi drastis menjadi cantik jelita karena suntik silikon. Hasil itu semula,” ujarnya. membuatnya tertarik. Tak tahan lagi dengan situasi itu, Mpok Atiek pun meTak tanggung-tanggung, dia pun ‘memermak’ banyak minta dokter melakukan operasi pengangkatan silikon. bagian wajahnya, termasuk dagu dengan membuatnya men- Sampai sekarang dia telah menjalani puluhan kali operasi jadi terbelah. “Dagu terbelah kan era 1990-an ngetren ya,” pengangkatan silikon. “Karena sudah puluhan tahun, jadi katanya sambil tertawa. Hasilnya memang luar biasa. “Pas silikon yang tertanam itu sudah menyatu dengan jaringan, sulit ngaca, wow..wow banget. Seneng banget,” kata Mpok Atiek mengeluarkannya. Harus pelan-pelan.Misalnya pada dagu, itu yang berkiprah di dunia hiburan sejak 1978. sudah beberapa kali dioperasi tapi turun terus,” ungkapnya. Dia mengaku tidak dibius saat disuntik silikon.“Sakittt Menurut Mpok Atiek, mengulang kata dokternya, bahwa banget. Tapi Mpok Atiek tahan demi kecantikan,” tutur silikon sudah menyatu dengan jaringan di tubuhnya. “Kata Mpok Atiek. Bukan itu saja, ‘salon abal-abal itu’ juga melaku- dokter, ibaratnya, sampai Mpok Atiek meninggal pun silikon kan metode membelah dagu dengan menggunakan batang yang sudah tertanam itu belum seluruhnya bisa diangkat,” korek api. kata Mpok Atiek yang menyebut silikon yang sudah mengeras “Nah untuk membuat dagu terbelah, ditaruh lah batang itu akan menonjol di wajahnya seperti benjolan. Benjolan korek api di tengah-tengah dagu kemudian ditekan selama itulah yang dioperasi. (Diana Runtu)


BUMI GORA

12

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

NTB Tunjukkan Kebangkitan pada Dunia “Orang yang kuat adalah orang yang terjatuh tujuh kali, namun mampu bangkit delapan kali”. Begitu kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah, di depan Presiden Global Geopark Network, Guy Martini, Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO, Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan pihak terkait lainnya yang hadir dalam The 6th Asia Pacific Geopark Networks (APGN) Symposium tahun 2019, di Mataram Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Ungkapan ini merupakan bentuk semangat bagi masyarakat NTB yang telah dilanda bencana gempa bumi tahun 2018 lalu. Gubernur NTB memuji semangat masyarakat NTB yang terus berupaya bangkit paskagempa.

G

ubernur NTB juga mengungkapkan suatu kehormatan bagi NTB bisa menjadi tuan rumah kegiatan besar ini. Dr. Zul mengatakan, ditunjuknya Lombok sebagai lokasi The 6th Asia Pacific Geopark Networks (APGN) Symposium tahun 2019 sangat berarti bagi masyarakat NTB. Agenda ini akan menjadi sejarah bagi masyarakat NTB dan sebagai pendorong untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki oleh daerah. Menjadi tuan rumah APGN merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat. “Tahun lalu, kami dilanda gempa bukan hanya tujuh kali, namun lebih dari dua ribu kali. Namun masyarakat NTB mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bangkit lebih dari tiga ribu kali,” kata Gubernur NTB yang diikuti oleh tepuk tangan para peserta. Ia mengungkapkan, pihaknya sadar dan setuju untuk mengelola warisan geologi dengan pendekatan kebijakan yang ril yaitu dengan melakukan perlindungan kawasan, memajukan pendidikan serta pembangunan berkelanjutan. “Saya berharap kegiatan APGN galaman serta untuk belajar bagaimana menjadi forum untuk berbagi pen- mengelola potensi alam demi kelang-

sungan hidup masyarakat di masa mendatang,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)

Tulislah Cerita Kehidupan Sendiri

Ketika bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, dalam kegiatan “Leadership Talk”, yang difasilitasi Badan Penghubung Daerah (BPD), di Wisma NTB di Jakarta minggu lalu, Gubernur NTB Dr. H. Zulkiflimansyah, memotivasi mereka agar punya keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Beberapa hal penting disampaikan di antaranya adalah, mendorong puluhan mahasiswa agar mampu melukis cerita hidup masing masing, sesuai dengan latar belakang mereka.

Gubernur NTB ini mengatakan, setiap orang dihadapkan dengan dua pilihan, yakni menulis cerita hidup sendiri, atau menulis kisah cerita kehidupan orang lain. Maka orang yang ingin hidup sukses itu, tercermin dalam cerita hidup yang akan ia jalani. Cerita hidup itu, lanjut Dr. Zul harus dilukiskan hingga akan menemukan ending cerita. “Harus punya keberanian menulis cerita kehidupan sendiri. Kalau dalam ilmu managemen, kalau kita tidak punya kemampuan nulis cerita sendiri maka cerita kehidupan kita akan ditulis orang

lain,” ungkap Gubernur. Ia juga berujar bahwa setiap orang harus menyusun mental picture (gambaran hidup) berjenjang. Setiap orang harus memahami skenario ke depan, lalu membuat langkah tertentu, sehingga mengetahui andaikan apa yang diinginkan tidak tercapai. “Kalau kita sekadar jalan, ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan, nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan, saya itu seperti apa. Ini masuk dalam potret skenario tadi,” katanya. Selain itu ia mengajak agar setiap orang harus mempunyai keahlian tersendiri. Ini bisa didapatkan dengan menggali potensi diri yang berbeda dengan keahlian yang dimiliki orang lain. “Pertajam potensi diri, kapasitas diri perlu diperkuat dengan kompetensi yang pas,” katanya. Terakhir, gubernur berpesan agar menikmati hidup dengan apa adanya. Setiap orang harus menyadari apa yang direncanakan tidak mesti tercapai. Meski berbagai usaha yang dilakukan, namun apa yang didapatkan itu merupakan kehendak Sang Ilahi. “Sadarilah bahwa setiap daun yang jatuh pun, sudah ada yang mengatur, sehingga apapun yang terjadi, itulah kehendak yang diinginkan Yang Maha Kuasa. Jangan ada penyesalan,” katanya. Eriska Permatasari, yang menjadi peserta dalam kegiatan ini mengaku

kegiatan yang dihadiri Gubernur NTB itu, sangat memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat dalam menghadapi tantangan hidup, di tengah persaingan yang semakin ketat. “Acaranya sangat bagus sekali, kita harus berani menulis masa depan kita seperti apa dan kita juga harus berani mengambil kesimpulan, tentang apa saja yang pernah kita lakukan di masa lalu,” ungkap mahasiswi Universitas Indonesia itu. Sementara itu, Pembina Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) di Jakarta, Bahtiar Rahman mengatakan,

kegiatan yang rutin dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini, bertujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa, untuk menjadi seseorang yang tidak gampang berpuas diri atas apa yang diraih. “Pemeran hidup ini adalah diri sendiri orang lain itu hanya sebatas hiburan. untuk itu tulislah rencana hidup kalian sesuai dengan yang kalian inginkan,” katanya. Bahtiar juga sangat mengapresiasi ide dan gagasan cemerlang yang dicetuskan Gubernur NTB. (Naniek I. Taufan)

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

5


dara

6

Edisi 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Seleksi Duta Endek Kota Denpasar

Lestarikan dan Kembangkan Endek Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar membuktikan konsistensinya menjaga, melestarikan dan mengembangkan endek sebagai produk unggulan Kota Denpasar melalui ajang Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar.

Salah satubudaya bangsanya nya dengan dilak,” ujar Ni Nyoman sanakannya kemSri Utari, S.Sos, M. bali “Pemilihan Duta Si., Kadisperindag Endek Kota DenKota Denpasar pasar 2019”. “Kegdidampingi Kabid iatan ini merupakan Perdagangan I.B. ide kreatif Ketua Yoga Endharta, S.E., Dekranasda Kota ditengah proses Denpasar I.A. Selly seleksi Duta Endek Rai Mantra. TeroKota Denpasar di bosan inovasi ini Gedung Sewaka, diluncurkan sejak Lt.3 Lumintang, tahun 2012. Kini D e n p a s a r, S a b t u setelah pemilihan (31/8). yang ke-8, Ibu Ketua Melalui program Dekranasda berhasil Duta Endek ini, kata menjadikan endek Sri Utari diharapkan Ni Nyoman Sri Utari sebagai komoditas akan semakin bandunia fashion yang berbasiskan budaya. yak anak muda yang menjadi corong Disamping menjadi salah satu program untuk menggalakkan pemakaian endek mendekatkan generasi muda dengan terutama di kalangan generasi muda.

Pekerjaan yang didasarkan pada hobi tentu akan lebih menyenangkan untuk ditekuni. Selain mendapatkan hasil, hobi yang dimiliki juga dapat disalurkan dan dieksplorasi. Hal inilah yang melatarbelakangi seorang Wayan Kantra membudidayakan buah naga. Berawal dari hobinya bertani, Kantra mencoba menggeluti dunia pertanian.

buleleng

11

Pertanian Terpadu di Lahan Kering

M

“Mengingat setelah terpilih nanti, Duta Endek ini akan bertugas memberi layanan informasi kepada masyarakat

Endek Kita Punya, Kita Pakai, Kita Bangga

Bicara tujuan “Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar“ I.B. Yoga Endharta memaparkan adalah sebagai upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam menyosialisasikan produksi lokal, sebagai program ‘Aku Cinta Indonesia’. Dengan, menumbuhkan cinta dan bangga di kalangan generasi muda terhadap kain tradisional endek. Kemudian, mempromosikan ragam endek sebagai kearifan lokal yang menjadi salah satu potensi unggulan Kota Denpasar . “Selain itu, demi meningkatan kemampuan personal putra-putri terbaik Kota Denpasar yang berprestasi sebagai Duta Endek bagi Kotanya sebagaimana mottonya: Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga,” terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Duta Endek sekaligus Ketua Duta Endek Kota Denpasar 2018, Devidson Imanuel Eman mengatakan, ajang tahun ini bertemakan ‘Heri-

Edisi 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

tage is Our Responsibility’, bertujuan untuk meningkatkan eksistensi kain tradisional khas Bali, endek di masyarakat, sekaligus ikut menjaga kelestariannya sebagai warisan budaya. Dikatakannya dalam Pemilihan Duta Endek tahun ini, pesertanya mengalami peningkatan. Seluruh peserta berjumlah 146 orang, terdiri dari 91 orang wanita dan 55 orang pria. Mereka telah mengikuti seleksi tahap awal, Sabtu (31/8) ,berupa tes tulis, yang menguji wawasan peserta mengenai endek termasuk perihal seputar pemilihan Duta Endek tersebut. Hal ini, kata Devidson, sebagai salah satu indikator yang menggambarkan kesiapan peserta untuk nantinya menjalankan tugas sebagai Duta Endek Denpasar. Sedangkan seleksi tahap dua, Minggu (1/9) berupa tes wawancara dan catwalk. Dari kedua seleksi tersebut terpilih 50 orang, 25 peserta putra dan 25 putri, yang akan melaju ke seleksi tahap tiga Sabtu (7/9). Di sini dipilih 24 besar peserta putra dan putri untuk ditetapkan sebagai Finalis Duta Endek Denpasar. Mereka akan memperoleh pembekalan dan pelatihan pengembangan diri dan penambahan wawasan diantaranya pelatihan public speaking,entrepreneurship,hingga visiting trip ke perajin endek, sebelum tampil pada puncak acara “Grand Final Duta Endek Kota Denpasar 2019 “ pada 19 Oktober. Selanjutnya peraih gelar Duta Endek Kota Denpasar akan menjalankan tugasnya. Mereka resmi menjadi Duta Endek dengan lisensi (all right reserved) dibawah Dekranasda Kota Denpasar. Mereka akan terjun ke masyarakat melalui sederet program kerja dengan selalu menggenggam motto “Endek Kita Punya, Kita Pakai, dan Kita Bangga”. - ard

tentang endek juga mempromosikannya sebagai produk lokal unggulan Kota Denpasar ,” tandasnya. Ia juga menyatakan kebanggaan Kota Denpasar akan pesona warisan seni budaya ini wajib terus dipelihara dan dilestarikan. Pemerintah Kota Denpasar melalui Duta Endek

mewujudkan produk unggulan bagi pengembangan ekonomi kreatif , menunjang Kota Denpasar sebagai “Smart City”, di era globalisasi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia. Juga dikembangkannya aktivitas dari komunitas pecinta kain endek dalam wadah “Endek Lovers” - ard

enurut Kantra, bertani jangan sekali kali melawan arus. Maksudnya, jika memiliki lahan kering maka tanamlah komoditi-komoditi yang sesuai dan cocok di lahan kering, begitu juga sebaliknya. “Kuncinya jangan pernah mencoba melawan arus,” tegasnya. Dengan prinsip tersebut, kini Kantra telah berhasil mengembangkan buah naga varietas merah di atas lahan seluas 18 hektare dengan 20 ribu pohon. Bahkan dirinya mengklaim sebagai petani buah naga terbesar di Buleleng. Melihat kondisi lahan di Desa Bulian yang kering, bukan menjadi halangan baginya untuk mengembangkan ribuan buh naga. Pihaknya tentu sudah melakukan antisipasi kekeringan dengan menyediakan puluhan bak penampungan untuk irigasi. Ia juga membuat lahan pertanian terpadu dengan peternakan kambing dan sapi yang menghasilkan pupuk organik, karena dirinya ingin membudidayakan buah naga nonkimia atau secara organik. “Ini juga menjadi salah satu upaya untuk konservasi lahan ker-

Perkebunan buah naga milik Wayan Kantra

ing, kebetulan di kawasan ini salah satu yang cocok dibudidayakan adalah buah naga,” jelasnya. Pemilihan buah naga varietas merah karena memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik dari pada buah naga varietas lainnya. Selain itu permintaan pasar cenderung didominasi varietas merah. Sejauh ini pemasaran buah naga hasil budidaya ini sudah merambah hingga pasar ekspor Tiongkok dan Jerman. Kantra menjelaskan, untuk menghasilkan produk buah yang berkualitas di atas lahan kering, dilakukan perawatan yang khusus agar tanaman tidak sampai kekeringan salah satunya dengan pengairan yang cukup. Bahkan untuk menjaga suplai air agar selalu ter-

penuh ia pun membuat bak penampungan air. Hal ini mencegah kekeringan pada musim kemarau tiba. Selain sebagai pembudidaya buah naga, Kantra juga mencoba beternak ikan nila dengan memanfaatkan bak penampungan air untuk pengairan lahan buah naga. Bahkan untuk pakan ikan, dirinya menggunakan limbah bunga buah naga yang telah dikeringkan. “Kalau untuk pakan lele, limbah bunga buah naga bisa langsung diberikan, sementara untuk anakan ikan nila harus dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan dedak dan bahan lainnya,”ungkapnya. Ia mengungkapkan, ide penggunaan limbah bunga buah naga untuk pakan ternak lele dan ikan nila ini

Lulusan Undiksha Didorong Kompetitif Secara Keilmuan dan Karakter

Rektor Undiksha menggelar wisuda ke 59

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada bangsa dan negara Indonesia, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing di era global, Undiksha kembali menggelar wisuda ke-59 pada 29 dan 30 Agustus 2019 lalu. Berlangsung di gedung Auditorium kampus, wisuda diikuti oleh 1.946 wisudawan dari berbagai program studi. Sejalan dengan visi Presiden Jokowi, Undiksha senantiasa berupaya mewujudkan SDM unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana. Di era disrupsi saat ini, Undiksha tidak saja harus mampu lebih baik dari sebelumnya tetapi harus

lebih baik dari yang lainnya. Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., mengatakan pembentukan SDM unggul menjadi poin penting dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kompetitif, kolaboratif, inovatif, dan berkarakter. Rektor Jampel menambahkan Undiksha telah melaksanakan terobosan-terobosan baik dari sisi input, proses, output, dan outcome. Di awali dengan sistem rekrutmen yang profesional hingga peningkatan kualitas SDM yang dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, studi lanjut, dan program-program peningkatan SDM

unggul lainnya. Salah satu program yang dicanangkan tahun ini adalah Internationalization at Home. Program yang bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman internasional SDM Undiksha yang menjadi tuntutan global saat ini. “Dengan ini, daya saing SDM Undiksha meningkat seiring perubahan zaman yang semakin kompleks. Hal ini sesuai dengan visi Undiksha yaitu unggul berlandasakan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045,” jelasnya. Di samping program-program peningkatan ilmu pengetahuan dan

mengingat ketersediaan tanaman buah naga yang mencapai puluhan ribu menghasilkan banyak limbah bunga buah naga. Oleh karenanya sebagai bentuk efisiensi biaya produksi, selain itu juga tanaman buah naga miliknya yang di budidayakan secara organik ini tentu tidak berdampak buruk pada pertumbuhan ikan begitu juga dengan air dalam bak penampungan. “Budidaya ikan nila dan lele ini juga sebagai alternatif untuk meminimalir adanya jentik jentik nyamuk di dalam air, semua organik tidak ada campuran pupuk kimia pada tanaman, sehingga limba bunga ini juga aman digunakan,” ungkapnya. (Wiwin Meliana) teknologi, digulirkan pula program peningkatan karakter bagi SDM di lingkungan Undiksha melalui program character building bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta mahasiswa. Dengan kata lain, SDM Undiksha didorong mampu kompetitif secara keilmuan dan juga kompetitif dalam karakter. Seiring meningkatnya kompetisi global di era revolusi industri 4.0, yang diwarnai perubahan semakin cepat, persaingan semakin tajam, maka kebutuhan akan SDM yang berkualitas tidak dapat terelakkan. “Presiden Jokowi menyatakan bahwa SDM unggul adalah kunci Indonesia di masa depan. Pendidikan tinggi sebagai lini terakhir pendidikan harus mampu membentuk SDM yang jujur, pekerja keras, kolaboratif, solutif, dan entrepreneurship. Di sisi lain juga harus kompetitif dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, menguasai the emerging skill, yang mampu mengisi the emerging jobs dan inovatif dalam membangun the emerging business. Ini yang juga menjadi perhatian serius Undiksha,” kata Jampel. Sebagai salah satu pendidikan tinggi yang bersandar pada keluhuran nilainilai pendidikan, Undiksha sejak awal telah menjadikan kualitas SDM sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan kelembagaan tak terkecuali kualitas lulusan. Undiksha melalui lulusannya, sangat mengutamakan penanaman nilainilai kebaikan dan kebijaksanaan sebagai inti dari pendidikan karakter dan jauh lebih tinggi nilainya dibanding dengan melahirkan lulusan yang kompeten namun tidak berkarakter. “Dengan kata lain lulusan Undiksha harus unggul dan berkarakter. Sejalan dengan preposisi

Wayan Kantra

tersebut, kegiatan-kegiatan intra, ekstra, dan ko-kurikuler di kalangan mahasiswa selalu diarahkan pada bagaimana nilainilai karakter tersebut mampu dibudayakan, sehingga nantinya dapat menjadi kebiasaan sehari-hari,” jelasnya. Pada wisuda kali ini, lulusan berprestasi pamuncak tingkat universitas diraih Dr. I Putu Mas Dewantara, M.Pd., Program Studi Pendidikan Bahasa, jenjang pendidikan Doktor dengan IPK 3,84, dan masa studi 5 tahun. Ia mendapatkan predikat Sangat Memuaskan; Ni Made Ayu Dwi Anggreni, M.Pd., Program Studi Bimbingan Konseling, jenjang pendidikan Magister dengan IPK 3,96 dan masa studi 2 tahun. Perempuan asal Jembrana ini mendapat predikat Pujian; Ni Luh Linda Seniasih, S.Pd., Program Studi Bimbingan Konseling, jenjang pendidikan Sarjana, IPK 3,99 dengan masa studi 3 tahun 11 bulan. Ia mendapat predikat Pujian; dan A.A.A. Made Arianti Suryani, A.Md., Program Studi Akuntansi, jenjang pendidikan Diploma III, IPK 4,00 dengan masa studi 2 tahun 11 bulan. Ia juga mendapat predikat Pujian. Lulusan terbaik, Ayu Dwi Anggreni mengungkapkan pola pendidikan yang diterapkan Undiksha sangat baik, khususnya dalam pembentukan karakter. Ia menilai hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya saing kedepannya. “Saya juga S-1 di Undiksha. Undiksha mampu menciptakan guruguru profesional dan paling penting seperti yang disampaikan Rektor, mampu membentuk karakter,” katanya. Ia yang kini menjadi guru di SMK TI Bali Global Denpasar mengharapkan Undiksha bisa semakin unggul, baik ditingkat nasional maupun internasional. --win


10

Sentuhan Unik Kalung Endek

Tampil modis tidak selalu lekat dengan aksesoris modern. Namun, bisa didukung dengan aksesoris klasik seperti kalung jenis etnik. Bali punya berbagai macam aksesoris yang dibuat dari bahan lokal yang menjadi ciri khas daerah.

S

alah satunya adalah tenun produk lokal bernama endek, yang kini bahkan sudah mendunia. Apalagi kain ini kaya akan warna dan coraknya yang khas. Endek tidak hanya didesain untuk busana tapi juga beragam aksesori. Adalah Upik Rustiah pemilik label “Lembayunq” dengan jeli memilih material endek untuk dirancang dan dirangkai menjadi kalung cantik ready to wear dengan detil unik dan berkualitas. Anda, ingin memperindah dan mempercantik penampilan? Baik untuk acara formal maupun hanya sekadar untuk santai aja, aksesoris koleksi “Lembayunq” bisa menjadi pilihan dan inspirasi. (Sri Ardhini)

STYLE

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

EDUKASI

7

Lulusan Fisip UNR Siap Bersaing di Revolusi 4.0

Ada yang menarik dalam prosesi yudisium Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai Denpasar, Senin ( 26/8) di Hotel Harris Cokroaminoto Denpasar. Dekan, wakil dekan, dan ketua prodi memakai busana adat Bali. Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar, Dr. Gede Wirata, S.Sos., SH., MAP., hal itu dilakukan untuk mengaplikasikan Pergub Nomor 79 Tahun 2018, tentang penggunaan busana adat Bali pada hari-hari tertentu dan juga telah dicontohkan Presiden Jokowi tampil dengan busana adat Bali dalam upacara kemerdekaan RI. Menurut Dr. Gede Wirata, calon wisudawan-wisudawati yang diyudisium berjum-

lah 102 orang yang akan diwisuda tanggal 28 September 2019. Saat ini alumni fisip berjumlah 1605 orang sarjana. Dari 102 calon wisudawan yang diyudisium, laki-laki berjumlah 63 orang atau 61,76 persen dan perempuan 39 orang atau 38,24 persen. “Untuk tahun ini, lulusan lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan, beda dengan tahun lalu, lebih banyak perempuan,” ujar Wirata dalam sambutannya. IPK tertinggi 4. 00, sedangkan terendah 3,01. IPK rata-rata 3,50, dan terjadi peningkatan indeks prestasi rata-rata dari tahun

Yudisium Universitas Ngurah Rai Denpasar

Wisudawan berprestasi bersama dengan Dekan Dr. Gede Wirata, Wakil Dekan I Made Artayasa, S.Sos., MAP., dan dan Ketua Prodi Drs. I Wayan Astawa, Sh., MAP. lalu. IPK terendah tahun lalu sebesar 2,72 sedangkan sekarang IPK terendah 3,01, ada peningkatan sebesar 0,29. Lulusan termuda atas nama Ni Luh Putu Intan Budayani, umur 21 tahun, dan lulusan tertua atas nama Gusti Ngurah Sukasutresna, umur 52 tahun. kemudian Lulusan tercepat diraih I Dewa Gede Budi Adnyana, I Gusti Ketut Rupawan, dan I Dewa Putu Gede dengan masa studi 3,6 tahun. Ia mengatakan, sangat bangga karena para lulusan yang diyudisium telah terjun di berbagai tempat atau bidang, seperti menjadi wirausaha, pegawai swasta, PNS, dan organisasi partai politik. “Ini artinya kami tidak meluluskan calon pengangguran atau menambah deretan pengangguran,” katanya. Rangkaian yudisium tahun ini diisi dcngan kcgiatan pertandingan futsal antar Fakultas, temu alumni dirangkai dengan alumni

bicara, persembahyangan bersama, dan pada tanggal 31 Agustus akan mengadakun bakti social dcngan tema penanaman scribu pohon dalam mengimplementasikan Tri Hita Karana di Danau Buyan Pancasari Singaraja. Fisip UNR terus menerus melakukan pembenahan baik SDM maupun sarana dan prasarana. Dari segi SDM dari dosen baik PNS maupun dosen tetap yayasan yang ada di Fisip, 7 orang berkualifikasi S3 atau Doktor, 5 orang sedang mengikuti tugas belajar program S3 dan 6 orang berkualiflkasi S2 sesuai dengan UU guru dan dosen. Ini artinya bahwa Fisip UNR sangat siap dalam persaingan dunia global karena didukung SDM yang andal. “Dari sisi sarana dan prasarana, kami terus menerus melakukan pembenahan dengan terus menambah jumlah literatur yang diperlukan,” ujarnya. Ia menilai, dengan perkembangan revolusi 4.0. kebutuhan tenaga manusia secara pelan namun pasti akan dikurangi

dan tergantikan oleh mesin atau robot. Sebagai calon pemimpin baik di pemerintahan maupun di swasta diperlukan gaya kepemimpinan yang kreatif, adaptif, cepat, dan mumpuni dalam mengelola perubahan eksponensial yang dihasilkan revolusi industry 4.0. Ia meminta, para alumni untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di manapun bekerja dan bangga menjadi alumni Fisip UNR, dan siap bersaing dalam revolusi 4.0. “Saya berharap, para lulusan jangan berpuas diri, jangan pernah berhenti untuk meningkatkan pengetahuan baik formal maupun informal serta selalu terus menerus meningkatkan kompetensi dan kemampuan di berbagai bidang kehidupan agar tidak tertinggal,” pesannya. Tiga wisudawan berprestasi dengan nilai tertinggi I Dewa Gede Putu Budiadnyana IPK 4,0. I Nyoman Tiles IPK 4.0, dan Ni Luh Putri Aristiadewi IPK 3,85. (ast)

Diare pada Wisatawan

Diare pada wisatawan atau traveller’s diarrhea (TD) adalah suatu kondisi diare akut, terjadi pada saat seseorang yang sedang berwisata atau berpergian kesuatu tempat. TD merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling sering terjadi pada wisatawan dan kerap menganggu mereka pada saat berwisata. Berbagai agen infeksius yang menyebabkan TD, diantaranya bakteri seperti Eescherichia coli, Salmonella sp dan bakteri lainya. Selain bakteri, amuba seperti Entamoeba sp dan cacing juga sering menjadi agen penyebab TD. Jika seseorang menderita TD, akan menimbulkan berbagai gejala, diantaranya buang air besar (BAB) cair

sampai lebih dari tiga kali dalam sehari dan dapat disertai darah ataupun lendir. Selain itu, gejala seperti demam, mual, muntah dan nyeri perut sering kali terjadi pada pasien TD. Komplikasi yang patut diwaspadai pada TD adalah dehidrasi yang dapat berakibat fatal pada penderita TD. Pada kondisi dehidrasi sedang ataupun berat, penderita TD selayaknya diberikan terapi cairan melalui infus dan di monitor kondisi fisiknya. Berbagai pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis TD, seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Sampel darah ataupun feses dari pasien dapat

Sumbergambar: medinaction.com

diambil dan dilakukan analisis di laboratorium guna memastikan kuman atau pathogen apa saja yang menjadi penyebab dari TD. Selain itu, pemeriksaan radiologi seperti rontgen dan USG dapat juga dilakukan guna mencari ada atau tidaknya komplikasi dari TD ataupun menyingkirkan kemungkinan terserang penyakit lain. Riwayat mengonsumsi makanan sembarangan ataupun makanan yang kurang matang merupakan salah satu faktor risiko penting terjangkitnya TD pada seseorang. Selain itu, kurangnya higenitas diri (personal hygiene) juga turut menjadi faktor terjadinya diare pada wisatawan. Untuk mencegah terjadinya TD, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti lebih selektif dalam memilih makanan pada saat berwisata. Makanan yang dimasak secara matang lebih disarankan untuk dikonsumsi ketimbang makanan mentah. Meningkatkan higienitas diri seperti rajin cuci tangan pun menjadi salah satu kiat efektif dalam mencegah terjangkitnya TD. Dan, hal penting lainnya dalam mencegah terjangkitnya TD adalah melakukan persiapan pra berwisata (pre travel preparation) dengan baik, meliputi : vaksinasi, mempersiapkan oralit beserta obat-obatan dalam penanganan awal diare. Hal tersebut dapat dicapai jika seseorang wisatawan melakukan konsultasi pra berwisata (pre travel consultation) ke dokter ataupun

dr. Anak Agung P. Agung Raditya Wisesa Wedananta, M.Med.

menyiapkan fasilitas kesehatan sebelum berpergian. Berbagai faktor risiko ataupun daftar masalah dapat diidentifikasi dan dianalisis pada saat orang tersebut melakukan pre travel consultation. Jika seseorang menderitaTD, hal yang pertama dilakukan adalah mengonsumsi oralit sesuai anjuran. Oralit berguna untuk mengganti cairan tubuh beserta ion yang hilang akibat diare. Memeriksakan diri kedokter ataupun fasilitas kesehatan juga harus dilakukan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga tidak terjadi komplikasi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa TD atau diare pada wisatawan merupakan

suatu penyakit yang kerap mengganggu seseorang pada saat berwisata. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi dehidrasi pada wisatawan tersebut. Selektif dalam pemilihan makanan, peningkatan higenitas diri serta konsultasi pada dokter sebelum berwisata merupakan hal yang penting untuk mencegah traveller’s diarrhea (TD). dr. Anak Agung P. Agung Raditya Wisesa Wedananta, M.Med. S1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. S2 Master of Medicine in Infection and Immunity University of Sydney Australia.


8

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Bertemu Kepala Parlemen Portugal Gubernur Koster Ingin Pariwisata Bali Berkualitas

Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan dari President of the Assembly of the Republic Portugal (Kepala Parlemen Portugal) Y.M. Eduardo Ferro Rodrigues di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Senin (2/9).

P

ertemuan ini dihadiri pula Duta Besar Portugal untuk Indonesia Y.M. Rui Fernando Sucena do Carno dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. Dalam pertemuan ini Kepala Parlemen Portugal Eduardo Ferro Rodrigues mengatakan ada cukup banyak wisatawan dan pekerja asal Portugal di Indonesia. Khususnya di Jakarta dan Bali. Itulah sebabnya

penting untuk menjaga hubungan baik antara kedua negara. Rodrigues menyebut ada sekitar 30 ribu turis asal Portugal yang berkunjung ke Bali. Ia berharap ini bisa menjadi pintu masuk untuk hubungan yang lebih mendalam antara Bali dengan Portugal. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik kunjungan kehormatan Kepala Parlemen Portugal ke rumah jabatan Gubernur Bali.

Ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemim­ pinannya yang akan memasuki tahun pertama, melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali akan terus melakukan penataan pembangunan secara fundamental dan komprehensif. Termasuk di antaranya bidang pariwisata. Ia berharap dengan Bali yang lebih baik ini, akan lebih banyak wisatawan asal Portugal datang berkunjung menikmati pariwisata Bali yang berkualitas. Dalam pertemuan ini Kepala Parlemen Portugal Eduardo Ferro Rodrigues memberikan cinderamata sebagai tanda persahabatan k e p a d a G u b e r n u r B a l i Wa y a n Koster. (ast)

Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan dari President of the Assembly of the Republic Portugal (Kepala Parlemen Portugal) Y.M. Eduardo Ferro Rodrigues di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Senin (2/9).

Wagub Cok Ace Hadiri Forum Irigasi Dunia Gubernur Bali diwakili oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menghadiri Forum Irigasi Dunia ke 3 dan Pertemuan Dewan Eksekutif International ke 70 Komisi International Untuk Irigasi dan Drainase,di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Senin (2/9). Dalam sambutan selamat datangnya, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasinya dan merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan bagi Pemprov Bali sebagai tempat pe­ nyelenggaraan even International ini. Sebagai pulau tujuan pariwisata dunia, masyarakat Bali memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan dan spiritualitas tinggi yang diwadahi di Desa Adat. Bali juga memiliki banyak warisan budaya yang adi luhung dari para leluhur yang salah satunya adalah

sistem pengelolaan irigasi yang bernama Subak. Subak merupakan budaya agraris tradisional berdasarkan nilai kearifan lokal Bali yang sudah mendunia, bahkan Unesco telah menetapkan subak beserta manifestasinya sebagai warisan budaya dunia. “Untuk itu saya berharap pertemuan ini menjadi forum berbagi wawasan,pengalaman serta pengetahuan guna memajukan irigasi dalam upaya menjaga ketahanan air dan pangan kita, “ imbuhnya. Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa enam tahun yang lalu fokus dari pertemuan adalah irigasi dan drainase di dunia yang berubah, tantangan dan peluang untuk ketahanan pangan global. Sedangkan tiga tahun lalu kami meningkatkan fokus

pada air manajemen dalam dunia yang berubah, memformulasikan peran irigasi untuk pangan berkelanjutan dan untuk tahun ini kita fokus pada pengembangan air, makanan dan nutrisi. Perubahan tema ini sebagai respons terhadap arus dan tantangan di masa depan. Di tahun 2050 produksi pangan juga ditingkatkan dua kali lipat untuk memenuhi permintaan populasi dunia yang terus bertambah. Disisi lain daratan dan ketersediaan air menjadi terbatas. Untuk itu memerlukan strategi yang kuat dan inovatif untuk meme­ rangi kelaparan dan untuk mengakhiri kemiskinan di pedesaan. “Forum ini saya harapkan menghasilkan ide-ide baru, membawa solusi untuk masa depan air dan makanan, “ ucapnya. Forum Irigasi Dunia yang berlang-

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan

Nikki Indrawati

seperti jantung, kanker dan diabetes. Tubuh sebenarnya dapat mengeluarkan racun sendiri, disini buah bit bisa berperan membantu organ ginjal dan hati dalam proses detoksifikasi. Buah bit juga sangat identik mengatasi masalah anemia. Kandungan zat besi yang cukup tinggi mengaktifkan kembali dan meregenerasi sel darah merah serta menyuplai oksigen untuk kesehatan sel-sel darah merah. Nikki juga mengatakan banyak cara untuk mengolah buah bit. Selain bisa dimasak dengan cara direbus, dipanggang dan dikukus, buah bit juga bisa dimakan mentah. Di sini khusus dihadirkan resep bit mentah sebagai campuran salad dan juga untuk jus detoks. Cara pengolahannya berguna untuk mencegah oksidasi akibat pemanasan terlalu lama dan juga untuk memaksimalkan nilai gizinya. (Sri Ardhini )

Gubernur menjelaskan ada lima bidang prioritas pemba­ ngunan sesuai visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Meliputi bidang pangan dan sandang papan. Pendidikan, kesehatan, jaminan sosial serta ketenagakerjaan yang dilanjutkan bidang adat agama, tradisi, seni budaya. Terakhir bidang pariwisata. Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi guna mendukung lima bidang prioritas tersebut. Sehingga ke depan arah kebijakan, program, dan kegiatan serta alokasi anggaran difokuskan untuk mendanai lima bidang prioritas itu. “Saat ini tengah dikerjakan shortcut Denpasar–Singaraja di titik 3,4,5,6 dari total 10 titik,

Gubernur Bali Wayan Koster

dan diperkirakan akhir tahun ini bisa rampung sehingga tahun depan

titik 7,8,9,10 bisa dikerjakan dan selesai tahun 2020. Saya sudah bertemu dengan Menteri PUPR, dan beliau siap membantu,” ujarnya. Ditambahkan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, pembangunan infrastruktur lainnya, yakni pengembangan dermaga yang menghubungkan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Lembongan. “Target 2021 dermaga ini sudah selesai, sehingga wilayah segitiga tersebut bisa terhubung dengan baik serta mendukung sektor pariwisata. Saat ini ribuan orang berkunjung ke Nusa Penida, baik yang berwisata, sembahyang ataupun warga. Yang ada sekarang ini kan dermaganya tidak bagus, saat air laut naik mereka harus basah-basahan. Ini harus kita tata,” tambahnya. Lebih lanjut, Pengembangan infrastruktur lainnya adalah Dermaga Tanah Ampo ditargetkan selesai tahun 2021, sehingga Bali akan

Menteri terkait dari Negara Mesir, Malaysia, Nepal dan Srilanka serta undangan lainya. (ast)

mempunyai pelabuhan untuk cruise bertaraf internasional. Tak hanya itu, jalur logistik Jembrana-Karangasem nantinya akan diarahkan ke jalur utara, sehingga jalur Gilimanuk-Singaraja hanya untuk jalur pariwisata. Selain itu by pass jalan lingkar Bali juga akan diwujudkan. “Banyak regulasi yang saya susun untuk menunjang kesucian alam Bali ini, baik udaranya, airnya, ling­ kungannya. Karena itu prioritas saya dalam menuju Bali Era Baru. Salah satunya, terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, sedotan dan styrofoam yang tertuang dalam Pergub Nomor 97 tahun 2018. Sejak dicanangkan, Pergub yang pertama ada di Indonesia ini mendapatkan banyak apresiasi dan respon positif dari berbagai daerah. Bahkan dunia internasional. Kemarin ada yang coba menggugat, tapi kita menang di MK. Saya tegaskan, untuk menjaga alam Bali ini, saya tidak pernah takut de­ ngan siapapun yang mau merusak. Itu komitmen saya,” tegasnya. (ast)

Salad Bit dan Bengkuang

Cara membuat: Campur potongan bit dan bengkuang ke dalam mangkok lalu tambahkan perasan jeruk nipis dan minyak zaitun aduk hingga rata. Bumbui dengan garam dan merica. Pindahkan ke dalam mangkok saji yang dihiasi salada lalu taburi dengan daun mint cincang dan biji bunga matahari. Bisa dinikmati dengan roti panggang dengan olesan mentega.

Jus Bit Detoks Bahan-bahan: 1 buah bit ukuran besar 3 buah wortel 1 mentimun Perasan air jeruk nipis (optional) Cara membuat Cuci bersih semua bahan Lalu potong dadu dan proses ke dalam mesin juicer. Tuangkan ke dalam gelas dan ditambahkan perasan jeruk nipis bila suka Bisa disimpan di dalam botol kaca selama 1 hari di dalam kulkas

Cita Rasa Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Pasta Pesto Cream with Beef Meatball dan BBQ Banana Split. Selamat mencoba.

PASTA PESTO CREAM WITH BEEF MEATBALL

Gubernur Koster Ajak Perbankan Wujudkan Bali Era Baru Menyadari keberhasilan pembangunan dan program penerintah membutuhkan sinergisitas dan partisipasi semua pihak, Gubernur Bali Wayan Koster dalam berbagai kesempatan terus mengajak segala komponen untuk bersinergi mewujudkan Bali Era Baru sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pun halnya saat Gubernur Koster menjamu makan malam para pimpinan lembaga perbankan di Bali pada Senin (2/9) malam di Gedung Kertasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar. “Dana Corporate Social Responsibility yang dimiliki perusahaan perbankan bisa diarahkan untuk kepentingan program yang bisa disinergikan dengan pemerintah. CSR-nya tetap dikelola oleh perusahaan, tapi untuk sasarannya kita yang berikan. Dengan demikian, kan bisa berkontribusi untuk pembangunan Bali jadinya,” ungkap Gubernur Koster.

uah bit merupakan tanaman sejenis umbi yang berwarna ungu kemerahan. Walapun daun bit bisa dimasak dijadikan sayur, namun umbinya lebih dikenal, karena banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Buah bit mengandung karbohidrat yang tinggi tapi kandungan lemak, kalori dan proteinnya sangat rendah, jadi baik untuk menurunkan berat badan. Demikian disampaikan Nikki Indrawati (Plant Based dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik) Dalam buah bit terkandung asam folat, serat, vitamin C, magnesium, zat besi, fosfor dan lainnya. Buah bit juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan masuknya radikal bebas di dalam tubuh. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa antioksidan dapat melindungi tubuh terhadap banyak jenis penyakit kronis

9 Bahan-bahan: 1 buah : bit ukuran medium, dipotong korek api 1 buah : bengkuang ukuran medium, dipotong korek api 1 buah : jeruk nipis, peras airnya 2 sdm : minyak zaitun murni 2 sdm : daun mint cincang 2 sdm : biji bunga matahari Garam dan merica secukupnya

B

Wagub Cok Ace Hadiri Forum Irigasi Dunia sung dari tanggal 1-7 September 2019 turut dihadiri oleh Presiden ICID , Presiden World Water Council , Para

KULINER

5 gr ½ pcs 3 sdm ½ sdm

Chef Komang Aryana

Bahan Pasta: 100 gr : pasta parppadelle (rebus hingga matang) Bahan Beef Meatball (bakso sapi): 100 gr : daging sapi cincang (tambahkan ½ sdt bawang putih cincang, ½ sdt bawang bombai cincang, garam dan merica). Tambahkan rempah-rempah kering seperti thyme, rosemary, dan oregano. Kemudian aduk daging hingga rata. Buat berbentuk bulatan bakso, kemudian panggang di atas pan hingga matang, kemudian angkat. Bahan Saus Pesto: 10 gr : daun basil

: wallnut : bawang putih : minyak zaitun : keju parmesan

Cara Memasak: - Panaskan pan, kemudian tambahkan 1 sdm minyak zaitun. - Tumis 1 sdt bawang putih cincang dan 1 sdt bawang bombai hingga harum. - Masukkan paprika merah, paprika hijau, paprika kuning, kemudian tumis juga hingga harum. - Masukkan bakso sapi yang sudah matang tadi. - Tambahkan ½ sdm saus pesto, tumis dan masukkan 1 cangkir teh cream cooking, kemudian diaduk hingga merata. - Tambahkan garam dan merica. - Masukkan pasta yang sudah direbus, aduk rata, dan biarkan sampai saus mengental sehingga siap disajikan.

BBQ BANANA SPLIT

Bahan-Bahan: 1 pcs : pisang raja 100 gr : gula pasir 10 gr : butter 50 ml : jus jeruk 3 sendok : es krim vanila

Cara Membuat: Panaskan gula hingga jadi karamel. Masukkan butter dan jus jeruk

kemudian aduk hingga rata. Belah pisang menjadi 4 bagian, kemudian masukkan ke dalam adonan, dan masak hingga matang. Angkat dan tata pisang di atas piring, kemudian tambahkan 3 sendok es krim vanila. Siram sisa saus karamel di atasnya dan tambahkan whipped cream, stroberi, dan kacang almon, kemudian hidangkan.


8

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Bertemu Kepala Parlemen Portugal Gubernur Koster Ingin Pariwisata Bali Berkualitas

Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan dari President of the Assembly of the Republic Portugal (Kepala Parlemen Portugal) Y.M. Eduardo Ferro Rodrigues di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Senin (2/9).

P

ertemuan ini dihadiri pula Duta Besar Portugal untuk Indonesia Y.M. Rui Fernando Sucena do Carno dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. Dalam pertemuan ini Kepala Parlemen Portugal Eduardo Ferro Rodrigues mengatakan ada cukup banyak wisatawan dan pekerja asal Portugal di Indonesia. Khususnya di Jakarta dan Bali. Itulah sebabnya

penting untuk menjaga hubungan baik antara kedua negara. Rodrigues menyebut ada sekitar 30 ribu turis asal Portugal yang berkunjung ke Bali. Ia berharap ini bisa menjadi pintu masuk untuk hubungan yang lebih mendalam antara Bali dengan Portugal. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik kunjungan kehormatan Kepala Parlemen Portugal ke rumah jabatan Gubernur Bali.

Ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemim­ pinannya yang akan memasuki tahun pertama, melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali akan terus melakukan penataan pembangunan secara fundamental dan komprehensif. Termasuk di antaranya bidang pariwisata. Ia berharap dengan Bali yang lebih baik ini, akan lebih banyak wisatawan asal Portugal datang berkunjung menikmati pariwisata Bali yang berkualitas. Dalam pertemuan ini Kepala Parlemen Portugal Eduardo Ferro Rodrigues memberikan cinderamata sebagai tanda persahabatan k e p a d a G u b e r n u r B a l i Wa y a n Koster. (ast)

Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan dari President of the Assembly of the Republic Portugal (Kepala Parlemen Portugal) Y.M. Eduardo Ferro Rodrigues di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Senin (2/9).

Wagub Cok Ace Hadiri Forum Irigasi Dunia Gubernur Bali diwakili oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menghadiri Forum Irigasi Dunia ke 3 dan Pertemuan Dewan Eksekutif International ke 70 Komisi International Untuk Irigasi dan Drainase,di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Senin (2/9). Dalam sambutan selamat datangnya, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasinya dan merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan bagi Pemprov Bali sebagai tempat pe­ nyelenggaraan even International ini. Sebagai pulau tujuan pariwisata dunia, masyarakat Bali memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan dan spiritualitas tinggi yang diwadahi di Desa Adat. Bali juga memiliki banyak warisan budaya yang adi luhung dari para leluhur yang salah satunya adalah

sistem pengelolaan irigasi yang bernama Subak. Subak merupakan budaya agraris tradisional berdasarkan nilai kearifan lokal Bali yang sudah mendunia, bahkan Unesco telah menetapkan subak beserta manifestasinya sebagai warisan budaya dunia. “Untuk itu saya berharap pertemuan ini menjadi forum berbagi wawasan,pengalaman serta pengetahuan guna memajukan irigasi dalam upaya menjaga ketahanan air dan pangan kita, “ imbuhnya. Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa enam tahun yang lalu fokus dari pertemuan adalah irigasi dan drainase di dunia yang berubah, tantangan dan peluang untuk ketahanan pangan global. Sedangkan tiga tahun lalu kami meningkatkan fokus

pada air manajemen dalam dunia yang berubah, memformulasikan peran irigasi untuk pangan berkelanjutan dan untuk tahun ini kita fokus pada pengembangan air, makanan dan nutrisi. Perubahan tema ini sebagai respons terhadap arus dan tantangan di masa depan. Di tahun 2050 produksi pangan juga ditingkatkan dua kali lipat untuk memenuhi permintaan populasi dunia yang terus bertambah. Disisi lain daratan dan ketersediaan air menjadi terbatas. Untuk itu memerlukan strategi yang kuat dan inovatif untuk meme­ rangi kelaparan dan untuk mengakhiri kemiskinan di pedesaan. “Forum ini saya harapkan menghasilkan ide-ide baru, membawa solusi untuk masa depan air dan makanan, “ ucapnya. Forum Irigasi Dunia yang berlang-

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan

Nikki Indrawati

seperti jantung, kanker dan diabetes. Tubuh sebenarnya dapat mengeluarkan racun sendiri, disini buah bit bisa berperan membantu organ ginjal dan hati dalam proses detoksifikasi. Buah bit juga sangat identik mengatasi masalah anemia. Kandungan zat besi yang cukup tinggi mengaktifkan kembali dan meregenerasi sel darah merah serta menyuplai oksigen untuk kesehatan sel-sel darah merah. Nikki juga mengatakan banyak cara untuk mengolah buah bit. Selain bisa dimasak dengan cara direbus, dipanggang dan dikukus, buah bit juga bisa dimakan mentah. Di sini khusus dihadirkan resep bit mentah sebagai campuran salad dan juga untuk jus detoks. Cara pengolahannya berguna untuk mencegah oksidasi akibat pemanasan terlalu lama dan juga untuk memaksimalkan nilai gizinya. (Sri Ardhini )

Gubernur menjelaskan ada lima bidang prioritas pemba­ ngunan sesuai visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Meliputi bidang pangan dan sandang papan. Pendidikan, kesehatan, jaminan sosial serta ketenagakerjaan yang dilanjutkan bidang adat agama, tradisi, seni budaya. Terakhir bidang pariwisata. Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi guna mendukung lima bidang prioritas tersebut. Sehingga ke depan arah kebijakan, program, dan kegiatan serta alokasi anggaran difokuskan untuk mendanai lima bidang prioritas itu. “Saat ini tengah dikerjakan shortcut Denpasar–Singaraja di titik 3,4,5,6 dari total 10 titik,

Gubernur Bali Wayan Koster

dan diperkirakan akhir tahun ini bisa rampung sehingga tahun depan

titik 7,8,9,10 bisa dikerjakan dan selesai tahun 2020. Saya sudah bertemu dengan Menteri PUPR, dan beliau siap membantu,” ujarnya. Ditambahkan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, pembangunan infrastruktur lainnya, yakni pengembangan dermaga yang menghubungkan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Lembongan. “Target 2021 dermaga ini sudah selesai, sehingga wilayah segitiga tersebut bisa terhubung dengan baik serta mendukung sektor pariwisata. Saat ini ribuan orang berkunjung ke Nusa Penida, baik yang berwisata, sembahyang ataupun warga. Yang ada sekarang ini kan dermaganya tidak bagus, saat air laut naik mereka harus basah-basahan. Ini harus kita tata,” tambahnya. Lebih lanjut, Pengembangan infrastruktur lainnya adalah Dermaga Tanah Ampo ditargetkan selesai tahun 2021, sehingga Bali akan

Menteri terkait dari Negara Mesir, Malaysia, Nepal dan Srilanka serta undangan lainya. (ast)

mempunyai pelabuhan untuk cruise bertaraf internasional. Tak hanya itu, jalur logistik Jembrana-Karangasem nantinya akan diarahkan ke jalur utara, sehingga jalur Gilimanuk-Singaraja hanya untuk jalur pariwisata. Selain itu by pass jalan lingkar Bali juga akan diwujudkan. “Banyak regulasi yang saya susun untuk menunjang kesucian alam Bali ini, baik udaranya, airnya, ling­ kungannya. Karena itu prioritas saya dalam menuju Bali Era Baru. Salah satunya, terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, sedotan dan styrofoam yang tertuang dalam Pergub Nomor 97 tahun 2018. Sejak dicanangkan, Pergub yang pertama ada di Indonesia ini mendapatkan banyak apresiasi dan respon positif dari berbagai daerah. Bahkan dunia internasional. Kemarin ada yang coba menggugat, tapi kita menang di MK. Saya tegaskan, untuk menjaga alam Bali ini, saya tidak pernah takut de­ ngan siapapun yang mau merusak. Itu komitmen saya,” tegasnya. (ast)

Salad Bit dan Bengkuang

Cara membuat: Campur potongan bit dan bengkuang ke dalam mangkok lalu tambahkan perasan jeruk nipis dan minyak zaitun aduk hingga rata. Bumbui dengan garam dan merica. Pindahkan ke dalam mangkok saji yang dihiasi salada lalu taburi dengan daun mint cincang dan biji bunga matahari. Bisa dinikmati dengan roti panggang dengan olesan mentega.

Jus Bit Detoks Bahan-bahan: 1 buah bit ukuran besar 3 buah wortel 1 mentimun Perasan air jeruk nipis (optional) Cara membuat Cuci bersih semua bahan Lalu potong dadu dan proses ke dalam mesin juicer. Tuangkan ke dalam gelas dan ditambahkan perasan jeruk nipis bila suka Bisa disimpan di dalam botol kaca selama 1 hari di dalam kulkas

Cita Rasa Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Pasta Pesto Cream with Beef Meatball dan BBQ Banana Split. Selamat mencoba.

PASTA PESTO CREAM WITH BEEF MEATBALL

Gubernur Koster Ajak Perbankan Wujudkan Bali Era Baru Menyadari keberhasilan pembangunan dan program penerintah membutuhkan sinergisitas dan partisipasi semua pihak, Gubernur Bali Wayan Koster dalam berbagai kesempatan terus mengajak segala komponen untuk bersinergi mewujudkan Bali Era Baru sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pun halnya saat Gubernur Koster menjamu makan malam para pimpinan lembaga perbankan di Bali pada Senin (2/9) malam di Gedung Kertasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar. “Dana Corporate Social Responsibility yang dimiliki perusahaan perbankan bisa diarahkan untuk kepentingan program yang bisa disinergikan dengan pemerintah. CSR-nya tetap dikelola oleh perusahaan, tapi untuk sasarannya kita yang berikan. Dengan demikian, kan bisa berkontribusi untuk pembangunan Bali jadinya,” ungkap Gubernur Koster.

uah bit merupakan tanaman sejenis umbi yang berwarna ungu kemerahan. Walapun daun bit bisa dimasak dijadikan sayur, namun umbinya lebih dikenal, karena banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Buah bit mengandung karbohidrat yang tinggi tapi kandungan lemak, kalori dan proteinnya sangat rendah, jadi baik untuk menurunkan berat badan. Demikian disampaikan Nikki Indrawati (Plant Based dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik) Dalam buah bit terkandung asam folat, serat, vitamin C, magnesium, zat besi, fosfor dan lainnya. Buah bit juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan masuknya radikal bebas di dalam tubuh. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa antioksidan dapat melindungi tubuh terhadap banyak jenis penyakit kronis

9 Bahan-bahan: 1 buah : bit ukuran medium, dipotong korek api 1 buah : bengkuang ukuran medium, dipotong korek api 1 buah : jeruk nipis, peras airnya 2 sdm : minyak zaitun murni 2 sdm : daun mint cincang 2 sdm : biji bunga matahari Garam dan merica secukupnya

B

Wagub Cok Ace Hadiri Forum Irigasi Dunia sung dari tanggal 1-7 September 2019 turut dihadiri oleh Presiden ICID , Presiden World Water Council , Para

KULINER

5 gr ½ pcs 3 sdm ½ sdm

Chef Komang Aryana

Bahan Pasta: 100 gr : pasta parppadelle (rebus hingga matang) Bahan Beef Meatball (bakso sapi): 100 gr : daging sapi cincang (tambahkan ½ sdt bawang putih cincang, ½ sdt bawang bombai cincang, garam dan merica). Tambahkan rempah-rempah kering seperti thyme, rosemary, dan oregano. Kemudian aduk daging hingga rata. Buat berbentuk bulatan bakso, kemudian panggang di atas pan hingga matang, kemudian angkat. Bahan Saus Pesto: 10 gr : daun basil

: wallnut : bawang putih : minyak zaitun : keju parmesan

Cara Memasak: - Panaskan pan, kemudian tambahkan 1 sdm minyak zaitun. - Tumis 1 sdt bawang putih cincang dan 1 sdt bawang bombai hingga harum. - Masukkan paprika merah, paprika hijau, paprika kuning, kemudian tumis juga hingga harum. - Masukkan bakso sapi yang sudah matang tadi. - Tambahkan ½ sdm saus pesto, tumis dan masukkan 1 cangkir teh cream cooking, kemudian diaduk hingga merata. - Tambahkan garam dan merica. - Masukkan pasta yang sudah direbus, aduk rata, dan biarkan sampai saus mengental sehingga siap disajikan.

BBQ BANANA SPLIT

Bahan-Bahan: 1 pcs : pisang raja 100 gr : gula pasir 10 gr : butter 50 ml : jus jeruk 3 sendok : es krim vanila

Cara Membuat: Panaskan gula hingga jadi karamel. Masukkan butter dan jus jeruk

kemudian aduk hingga rata. Belah pisang menjadi 4 bagian, kemudian masukkan ke dalam adonan, dan masak hingga matang. Angkat dan tata pisang di atas piring, kemudian tambahkan 3 sendok es krim vanila. Siram sisa saus karamel di atasnya dan tambahkan whipped cream, stroberi, dan kacang almon, kemudian hidangkan.


10

Sentuhan Unik Kalung Endek

Tampil modis tidak selalu lekat dengan aksesoris modern. Namun, bisa didukung dengan aksesoris klasik seperti kalung jenis etnik. Bali punya berbagai macam aksesoris yang dibuat dari bahan lokal yang menjadi ciri khas daerah.

S

alah satunya adalah tenun produk lokal bernama endek, yang kini bahkan sudah mendunia. Apalagi kain ini kaya akan warna dan coraknya yang khas. Endek tidak hanya didesain untuk busana tapi juga beragam aksesori. Adalah Upik Rustiah pemilik label “Lembayunq” dengan jeli memilih material endek untuk dirancang dan dirangkai menjadi kalung cantik ready to wear dengan detil unik dan berkualitas. Anda, ingin memperindah dan mempercantik penampilan? Baik untuk acara formal maupun hanya sekadar untuk santai aja, aksesoris koleksi “Lembayunq” bisa menjadi pilihan dan inspirasi. (Sri Ardhini)

STYLE

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

EDUKASI

7

Lulusan Fisip UNR Siap Bersaing di Revolusi 4.0

Ada yang menarik dalam prosesi yudisium Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai Denpasar, Senin ( 26/8) di Hotel Harris Cokroaminoto Denpasar. Dekan, wakil dekan, dan ketua prodi memakai busana adat Bali. Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar, Dr. Gede Wirata, S.Sos., SH., MAP., hal itu dilakukan untuk mengaplikasikan Pergub Nomor 79 Tahun 2018, tentang penggunaan busana adat Bali pada hari-hari tertentu dan juga telah dicontohkan Presiden Jokowi tampil dengan busana adat Bali dalam upacara kemerdekaan RI. Menurut Dr. Gede Wirata, calon wisudawan-wisudawati yang diyudisium berjum-

lah 102 orang yang akan diwisuda tanggal 28 September 2019. Saat ini alumni fisip berjumlah 1605 orang sarjana. Dari 102 calon wisudawan yang diyudisium, laki-laki berjumlah 63 orang atau 61,76 persen dan perempuan 39 orang atau 38,24 persen. “Untuk tahun ini, lulusan lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan, beda dengan tahun lalu, lebih banyak perempuan,” ujar Wirata dalam sambutannya. IPK tertinggi 4. 00, sedangkan terendah 3,01. IPK rata-rata 3,50, dan terjadi peningkatan indeks prestasi rata-rata dari tahun

Yudisium Universitas Ngurah Rai Denpasar

Wisudawan berprestasi bersama dengan Dekan Dr. Gede Wirata, Wakil Dekan I Made Artayasa, S.Sos., MAP., dan dan Ketua Prodi Drs. I Wayan Astawa, Sh., MAP. lalu. IPK terendah tahun lalu sebesar 2,72 sedangkan sekarang IPK terendah 3,01, ada peningkatan sebesar 0,29. Lulusan termuda atas nama Ni Luh Putu Intan Budayani, umur 21 tahun, dan lulusan tertua atas nama Gusti Ngurah Sukasutresna, umur 52 tahun. kemudian Lulusan tercepat diraih I Dewa Gede Budi Adnyana, I Gusti Ketut Rupawan, dan I Dewa Putu Gede dengan masa studi 3,6 tahun. Ia mengatakan, sangat bangga karena para lulusan yang diyudisium telah terjun di berbagai tempat atau bidang, seperti menjadi wirausaha, pegawai swasta, PNS, dan organisasi partai politik. “Ini artinya kami tidak meluluskan calon pengangguran atau menambah deretan pengangguran,” katanya. Rangkaian yudisium tahun ini diisi dcngan kcgiatan pertandingan futsal antar Fakultas, temu alumni dirangkai dengan alumni

bicara, persembahyangan bersama, dan pada tanggal 31 Agustus akan mengadakun bakti social dcngan tema penanaman scribu pohon dalam mengimplementasikan Tri Hita Karana di Danau Buyan Pancasari Singaraja. Fisip UNR terus menerus melakukan pembenahan baik SDM maupun sarana dan prasarana. Dari segi SDM dari dosen baik PNS maupun dosen tetap yayasan yang ada di Fisip, 7 orang berkualifikasi S3 atau Doktor, 5 orang sedang mengikuti tugas belajar program S3 dan 6 orang berkualiflkasi S2 sesuai dengan UU guru dan dosen. Ini artinya bahwa Fisip UNR sangat siap dalam persaingan dunia global karena didukung SDM yang andal. “Dari sisi sarana dan prasarana, kami terus menerus melakukan pembenahan dengan terus menambah jumlah literatur yang diperlukan,” ujarnya. Ia menilai, dengan perkembangan revolusi 4.0. kebutuhan tenaga manusia secara pelan namun pasti akan dikurangi

dan tergantikan oleh mesin atau robot. Sebagai calon pemimpin baik di pemerintahan maupun di swasta diperlukan gaya kepemimpinan yang kreatif, adaptif, cepat, dan mumpuni dalam mengelola perubahan eksponensial yang dihasilkan revolusi industry 4.0. Ia meminta, para alumni untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di manapun bekerja dan bangga menjadi alumni Fisip UNR, dan siap bersaing dalam revolusi 4.0. “Saya berharap, para lulusan jangan berpuas diri, jangan pernah berhenti untuk meningkatkan pengetahuan baik formal maupun informal serta selalu terus menerus meningkatkan kompetensi dan kemampuan di berbagai bidang kehidupan agar tidak tertinggal,” pesannya. Tiga wisudawan berprestasi dengan nilai tertinggi I Dewa Gede Putu Budiadnyana IPK 4,0. I Nyoman Tiles IPK 4.0, dan Ni Luh Putri Aristiadewi IPK 3,85. (ast)

Diare pada Wisatawan

Diare pada wisatawan atau traveller’s diarrhea (TD) adalah suatu kondisi diare akut, terjadi pada saat seseorang yang sedang berwisata atau berpergian kesuatu tempat. TD merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling sering terjadi pada wisatawan dan kerap menganggu mereka pada saat berwisata. Berbagai agen infeksius yang menyebabkan TD, diantaranya bakteri seperti Eescherichia coli, Salmonella sp dan bakteri lainya. Selain bakteri, amuba seperti Entamoeba sp dan cacing juga sering menjadi agen penyebab TD. Jika seseorang menderita TD, akan menimbulkan berbagai gejala, diantaranya buang air besar (BAB) cair

sampai lebih dari tiga kali dalam sehari dan dapat disertai darah ataupun lendir. Selain itu, gejala seperti demam, mual, muntah dan nyeri perut sering kali terjadi pada pasien TD. Komplikasi yang patut diwaspadai pada TD adalah dehidrasi yang dapat berakibat fatal pada penderita TD. Pada kondisi dehidrasi sedang ataupun berat, penderita TD selayaknya diberikan terapi cairan melalui infus dan di monitor kondisi fisiknya. Berbagai pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis TD, seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Sampel darah ataupun feses dari pasien dapat

Sumbergambar: medinaction.com

diambil dan dilakukan analisis di laboratorium guna memastikan kuman atau pathogen apa saja yang menjadi penyebab dari TD. Selain itu, pemeriksaan radiologi seperti rontgen dan USG dapat juga dilakukan guna mencari ada atau tidaknya komplikasi dari TD ataupun menyingkirkan kemungkinan terserang penyakit lain. Riwayat mengonsumsi makanan sembarangan ataupun makanan yang kurang matang merupakan salah satu faktor risiko penting terjangkitnya TD pada seseorang. Selain itu, kurangnya higenitas diri (personal hygiene) juga turut menjadi faktor terjadinya diare pada wisatawan. Untuk mencegah terjadinya TD, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti lebih selektif dalam memilih makanan pada saat berwisata. Makanan yang dimasak secara matang lebih disarankan untuk dikonsumsi ketimbang makanan mentah. Meningkatkan higienitas diri seperti rajin cuci tangan pun menjadi salah satu kiat efektif dalam mencegah terjangkitnya TD. Dan, hal penting lainnya dalam mencegah terjangkitnya TD adalah melakukan persiapan pra berwisata (pre travel preparation) dengan baik, meliputi : vaksinasi, mempersiapkan oralit beserta obat-obatan dalam penanganan awal diare. Hal tersebut dapat dicapai jika seseorang wisatawan melakukan konsultasi pra berwisata (pre travel consultation) ke dokter ataupun

dr. Anak Agung P. Agung Raditya Wisesa Wedananta, M.Med.

menyiapkan fasilitas kesehatan sebelum berpergian. Berbagai faktor risiko ataupun daftar masalah dapat diidentifikasi dan dianalisis pada saat orang tersebut melakukan pre travel consultation. Jika seseorang menderitaTD, hal yang pertama dilakukan adalah mengonsumsi oralit sesuai anjuran. Oralit berguna untuk mengganti cairan tubuh beserta ion yang hilang akibat diare. Memeriksakan diri kedokter ataupun fasilitas kesehatan juga harus dilakukan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga tidak terjadi komplikasi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa TD atau diare pada wisatawan merupakan

suatu penyakit yang kerap mengganggu seseorang pada saat berwisata. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi dehidrasi pada wisatawan tersebut. Selektif dalam pemilihan makanan, peningkatan higenitas diri serta konsultasi pada dokter sebelum berwisata merupakan hal yang penting untuk mencegah traveller’s diarrhea (TD). dr. Anak Agung P. Agung Raditya Wisesa Wedananta, M.Med. S1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. S2 Master of Medicine in Infection and Immunity University of Sydney Australia.


dara

6

Edisi 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Seleksi Duta Endek Kota Denpasar

Lestarikan dan Kembangkan Endek Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar membuktikan konsistensinya menjaga, melestarikan dan mengembangkan endek sebagai produk unggulan Kota Denpasar melalui ajang Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar.

Salah satubudaya bangsanya nya dengan dilak,” ujar Ni Nyoman sanakannya kemSri Utari, S.Sos, M. bali “Pemilihan Duta Si., Kadisperindag Endek Kota DenKota Denpasar pasar 2019”. “Kegdidampingi Kabid iatan ini merupakan Perdagangan I.B. ide kreatif Ketua Yoga Endharta, S.E., Dekranasda Kota ditengah proses Denpasar I.A. Selly seleksi Duta Endek Rai Mantra. TeroKota Denpasar di bosan inovasi ini Gedung Sewaka, diluncurkan sejak Lt.3 Lumintang, tahun 2012. Kini D e n p a s a r, S a b t u setelah pemilihan (31/8). yang ke-8, Ibu Ketua Melalui program Dekranasda berhasil Duta Endek ini, kata menjadikan endek Sri Utari diharapkan Ni Nyoman Sri Utari sebagai komoditas akan semakin bandunia fashion yang berbasiskan budaya. yak anak muda yang menjadi corong Disamping menjadi salah satu program untuk menggalakkan pemakaian endek mendekatkan generasi muda dengan terutama di kalangan generasi muda.

Pekerjaan yang didasarkan pada hobi tentu akan lebih menyenangkan untuk ditekuni. Selain mendapatkan hasil, hobi yang dimiliki juga dapat disalurkan dan dieksplorasi. Hal inilah yang melatarbelakangi seorang Wayan Kantra membudidayakan buah naga. Berawal dari hobinya bertani, Kantra mencoba menggeluti dunia pertanian.

buleleng

11

Pertanian Terpadu di Lahan Kering

M

“Mengingat setelah terpilih nanti, Duta Endek ini akan bertugas memberi layanan informasi kepada masyarakat

Endek Kita Punya, Kita Pakai, Kita Bangga

Bicara tujuan “Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar“ I.B. Yoga Endharta memaparkan adalah sebagai upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam menyosialisasikan produksi lokal, sebagai program ‘Aku Cinta Indonesia’. Dengan, menumbuhkan cinta dan bangga di kalangan generasi muda terhadap kain tradisional endek. Kemudian, mempromosikan ragam endek sebagai kearifan lokal yang menjadi salah satu potensi unggulan Kota Denpasar . “Selain itu, demi meningkatan kemampuan personal putra-putri terbaik Kota Denpasar yang berprestasi sebagai Duta Endek bagi Kotanya sebagaimana mottonya: Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga,” terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Duta Endek sekaligus Ketua Duta Endek Kota Denpasar 2018, Devidson Imanuel Eman mengatakan, ajang tahun ini bertemakan ‘Heri-

Edisi 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

tage is Our Responsibility’, bertujuan untuk meningkatkan eksistensi kain tradisional khas Bali, endek di masyarakat, sekaligus ikut menjaga kelestariannya sebagai warisan budaya. Dikatakannya dalam Pemilihan Duta Endek tahun ini, pesertanya mengalami peningkatan. Seluruh peserta berjumlah 146 orang, terdiri dari 91 orang wanita dan 55 orang pria. Mereka telah mengikuti seleksi tahap awal, Sabtu (31/8) ,berupa tes tulis, yang menguji wawasan peserta mengenai endek termasuk perihal seputar pemilihan Duta Endek tersebut. Hal ini, kata Devidson, sebagai salah satu indikator yang menggambarkan kesiapan peserta untuk nantinya menjalankan tugas sebagai Duta Endek Denpasar. Sedangkan seleksi tahap dua, Minggu (1/9) berupa tes wawancara dan catwalk. Dari kedua seleksi tersebut terpilih 50 orang, 25 peserta putra dan 25 putri, yang akan melaju ke seleksi tahap tiga Sabtu (7/9). Di sini dipilih 24 besar peserta putra dan putri untuk ditetapkan sebagai Finalis Duta Endek Denpasar. Mereka akan memperoleh pembekalan dan pelatihan pengembangan diri dan penambahan wawasan diantaranya pelatihan public speaking,entrepreneurship,hingga visiting trip ke perajin endek, sebelum tampil pada puncak acara “Grand Final Duta Endek Kota Denpasar 2019 “ pada 19 Oktober. Selanjutnya peraih gelar Duta Endek Kota Denpasar akan menjalankan tugasnya. Mereka resmi menjadi Duta Endek dengan lisensi (all right reserved) dibawah Dekranasda Kota Denpasar. Mereka akan terjun ke masyarakat melalui sederet program kerja dengan selalu menggenggam motto “Endek Kita Punya, Kita Pakai, dan Kita Bangga”. - ard

tentang endek juga mempromosikannya sebagai produk lokal unggulan Kota Denpasar ,” tandasnya. Ia juga menyatakan kebanggaan Kota Denpasar akan pesona warisan seni budaya ini wajib terus dipelihara dan dilestarikan. Pemerintah Kota Denpasar melalui Duta Endek

mewujudkan produk unggulan bagi pengembangan ekonomi kreatif , menunjang Kota Denpasar sebagai “Smart City”, di era globalisasi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia. Juga dikembangkannya aktivitas dari komunitas pecinta kain endek dalam wadah “Endek Lovers” - ard

enurut Kantra, bertani jangan sekali kali melawan arus. Maksudnya, jika memiliki lahan kering maka tanamlah komoditi-komoditi yang sesuai dan cocok di lahan kering, begitu juga sebaliknya. “Kuncinya jangan pernah mencoba melawan arus,” tegasnya. Dengan prinsip tersebut, kini Kantra telah berhasil mengembangkan buah naga varietas merah di atas lahan seluas 18 hektare dengan 20 ribu pohon. Bahkan dirinya mengklaim sebagai petani buah naga terbesar di Buleleng. Melihat kondisi lahan di Desa Bulian yang kering, bukan menjadi halangan baginya untuk mengembangkan ribuan buh naga. Pihaknya tentu sudah melakukan antisipasi kekeringan dengan menyediakan puluhan bak penampungan untuk irigasi. Ia juga membuat lahan pertanian terpadu dengan peternakan kambing dan sapi yang menghasilkan pupuk organik, karena dirinya ingin membudidayakan buah naga nonkimia atau secara organik. “Ini juga menjadi salah satu upaya untuk konservasi lahan ker-

Perkebunan buah naga milik Wayan Kantra

ing, kebetulan di kawasan ini salah satu yang cocok dibudidayakan adalah buah naga,” jelasnya. Pemilihan buah naga varietas merah karena memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik dari pada buah naga varietas lainnya. Selain itu permintaan pasar cenderung didominasi varietas merah. Sejauh ini pemasaran buah naga hasil budidaya ini sudah merambah hingga pasar ekspor Tiongkok dan Jerman. Kantra menjelaskan, untuk menghasilkan produk buah yang berkualitas di atas lahan kering, dilakukan perawatan yang khusus agar tanaman tidak sampai kekeringan salah satunya dengan pengairan yang cukup. Bahkan untuk menjaga suplai air agar selalu ter-

penuh ia pun membuat bak penampungan air. Hal ini mencegah kekeringan pada musim kemarau tiba. Selain sebagai pembudidaya buah naga, Kantra juga mencoba beternak ikan nila dengan memanfaatkan bak penampungan air untuk pengairan lahan buah naga. Bahkan untuk pakan ikan, dirinya menggunakan limbah bunga buah naga yang telah dikeringkan. “Kalau untuk pakan lele, limbah bunga buah naga bisa langsung diberikan, sementara untuk anakan ikan nila harus dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan dedak dan bahan lainnya,”ungkapnya. Ia mengungkapkan, ide penggunaan limbah bunga buah naga untuk pakan ternak lele dan ikan nila ini

Lulusan Undiksha Didorong Kompetitif Secara Keilmuan dan Karakter

Rektor Undiksha menggelar wisuda ke 59

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada bangsa dan negara Indonesia, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing di era global, Undiksha kembali menggelar wisuda ke-59 pada 29 dan 30 Agustus 2019 lalu. Berlangsung di gedung Auditorium kampus, wisuda diikuti oleh 1.946 wisudawan dari berbagai program studi. Sejalan dengan visi Presiden Jokowi, Undiksha senantiasa berupaya mewujudkan SDM unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana. Di era disrupsi saat ini, Undiksha tidak saja harus mampu lebih baik dari sebelumnya tetapi harus

lebih baik dari yang lainnya. Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., mengatakan pembentukan SDM unggul menjadi poin penting dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kompetitif, kolaboratif, inovatif, dan berkarakter. Rektor Jampel menambahkan Undiksha telah melaksanakan terobosan-terobosan baik dari sisi input, proses, output, dan outcome. Di awali dengan sistem rekrutmen yang profesional hingga peningkatan kualitas SDM yang dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, studi lanjut, dan program-program peningkatan SDM

unggul lainnya. Salah satu program yang dicanangkan tahun ini adalah Internationalization at Home. Program yang bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman internasional SDM Undiksha yang menjadi tuntutan global saat ini. “Dengan ini, daya saing SDM Undiksha meningkat seiring perubahan zaman yang semakin kompleks. Hal ini sesuai dengan visi Undiksha yaitu unggul berlandasakan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045,” jelasnya. Di samping program-program peningkatan ilmu pengetahuan dan

mengingat ketersediaan tanaman buah naga yang mencapai puluhan ribu menghasilkan banyak limbah bunga buah naga. Oleh karenanya sebagai bentuk efisiensi biaya produksi, selain itu juga tanaman buah naga miliknya yang di budidayakan secara organik ini tentu tidak berdampak buruk pada pertumbuhan ikan begitu juga dengan air dalam bak penampungan. “Budidaya ikan nila dan lele ini juga sebagai alternatif untuk meminimalir adanya jentik jentik nyamuk di dalam air, semua organik tidak ada campuran pupuk kimia pada tanaman, sehingga limba bunga ini juga aman digunakan,” ungkapnya. (Wiwin Meliana) teknologi, digulirkan pula program peningkatan karakter bagi SDM di lingkungan Undiksha melalui program character building bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta mahasiswa. Dengan kata lain, SDM Undiksha didorong mampu kompetitif secara keilmuan dan juga kompetitif dalam karakter. Seiring meningkatnya kompetisi global di era revolusi industri 4.0, yang diwarnai perubahan semakin cepat, persaingan semakin tajam, maka kebutuhan akan SDM yang berkualitas tidak dapat terelakkan. “Presiden Jokowi menyatakan bahwa SDM unggul adalah kunci Indonesia di masa depan. Pendidikan tinggi sebagai lini terakhir pendidikan harus mampu membentuk SDM yang jujur, pekerja keras, kolaboratif, solutif, dan entrepreneurship. Di sisi lain juga harus kompetitif dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, menguasai the emerging skill, yang mampu mengisi the emerging jobs dan inovatif dalam membangun the emerging business. Ini yang juga menjadi perhatian serius Undiksha,” kata Jampel. Sebagai salah satu pendidikan tinggi yang bersandar pada keluhuran nilainilai pendidikan, Undiksha sejak awal telah menjadikan kualitas SDM sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan kelembagaan tak terkecuali kualitas lulusan. Undiksha melalui lulusannya, sangat mengutamakan penanaman nilainilai kebaikan dan kebijaksanaan sebagai inti dari pendidikan karakter dan jauh lebih tinggi nilainya dibanding dengan melahirkan lulusan yang kompeten namun tidak berkarakter. “Dengan kata lain lulusan Undiksha harus unggul dan berkarakter. Sejalan dengan preposisi

Wayan Kantra

tersebut, kegiatan-kegiatan intra, ekstra, dan ko-kurikuler di kalangan mahasiswa selalu diarahkan pada bagaimana nilainilai karakter tersebut mampu dibudayakan, sehingga nantinya dapat menjadi kebiasaan sehari-hari,” jelasnya. Pada wisuda kali ini, lulusan berprestasi pamuncak tingkat universitas diraih Dr. I Putu Mas Dewantara, M.Pd., Program Studi Pendidikan Bahasa, jenjang pendidikan Doktor dengan IPK 3,84, dan masa studi 5 tahun. Ia mendapatkan predikat Sangat Memuaskan; Ni Made Ayu Dwi Anggreni, M.Pd., Program Studi Bimbingan Konseling, jenjang pendidikan Magister dengan IPK 3,96 dan masa studi 2 tahun. Perempuan asal Jembrana ini mendapat predikat Pujian; Ni Luh Linda Seniasih, S.Pd., Program Studi Bimbingan Konseling, jenjang pendidikan Sarjana, IPK 3,99 dengan masa studi 3 tahun 11 bulan. Ia mendapat predikat Pujian; dan A.A.A. Made Arianti Suryani, A.Md., Program Studi Akuntansi, jenjang pendidikan Diploma III, IPK 4,00 dengan masa studi 2 tahun 11 bulan. Ia juga mendapat predikat Pujian. Lulusan terbaik, Ayu Dwi Anggreni mengungkapkan pola pendidikan yang diterapkan Undiksha sangat baik, khususnya dalam pembentukan karakter. Ia menilai hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya saing kedepannya. “Saya juga S-1 di Undiksha. Undiksha mampu menciptakan guruguru profesional dan paling penting seperti yang disampaikan Rektor, mampu membentuk karakter,” katanya. Ia yang kini menjadi guru di SMK TI Bali Global Denpasar mengharapkan Undiksha bisa semakin unggul, baik ditingkat nasional maupun internasional. --win


BUMI GORA

12

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

NTB Tunjukkan Kebangkitan pada Dunia “Orang yang kuat adalah orang yang terjatuh tujuh kali, namun mampu bangkit delapan kali”. Begitu kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah, di depan Presiden Global Geopark Network, Guy Martini, Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO, Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan pihak terkait lainnya yang hadir dalam The 6th Asia Pacific Geopark Networks (APGN) Symposium tahun 2019, di Mataram Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Ungkapan ini merupakan bentuk semangat bagi masyarakat NTB yang telah dilanda bencana gempa bumi tahun 2018 lalu. Gubernur NTB memuji semangat masyarakat NTB yang terus berupaya bangkit paskagempa.

G

ubernur NTB juga mengungkapkan suatu kehormatan bagi NTB bisa menjadi tuan rumah kegiatan besar ini. Dr. Zul mengatakan, ditunjuknya Lombok sebagai lokasi The 6th Asia Pacific Geopark Networks (APGN) Symposium tahun 2019 sangat berarti bagi masyarakat NTB. Agenda ini akan menjadi sejarah bagi masyarakat NTB dan sebagai pendorong untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki oleh daerah. Menjadi tuan rumah APGN merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat. “Tahun lalu, kami dilanda gempa bukan hanya tujuh kali, namun lebih dari dua ribu kali. Namun masyarakat NTB mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bangkit lebih dari tiga ribu kali,” kata Gubernur NTB yang diikuti oleh tepuk tangan para peserta. Ia mengungkapkan, pihaknya sadar dan setuju untuk mengelola warisan geologi dengan pendekatan kebijakan yang ril yaitu dengan melakukan perlindungan kawasan, memajukan pendidikan serta pembangunan berkelanjutan. “Saya berharap kegiatan APGN galaman serta untuk belajar bagaimana menjadi forum untuk berbagi pen- mengelola potensi alam demi kelang-

sungan hidup masyarakat di masa mendatang,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)

Tulislah Cerita Kehidupan Sendiri

Ketika bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, dalam kegiatan “Leadership Talk”, yang difasilitasi Badan Penghubung Daerah (BPD), di Wisma NTB di Jakarta minggu lalu, Gubernur NTB Dr. H. Zulkiflimansyah, memotivasi mereka agar punya keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Beberapa hal penting disampaikan di antaranya adalah, mendorong puluhan mahasiswa agar mampu melukis cerita hidup masing masing, sesuai dengan latar belakang mereka.

Gubernur NTB ini mengatakan, setiap orang dihadapkan dengan dua pilihan, yakni menulis cerita hidup sendiri, atau menulis kisah cerita kehidupan orang lain. Maka orang yang ingin hidup sukses itu, tercermin dalam cerita hidup yang akan ia jalani. Cerita hidup itu, lanjut Dr. Zul harus dilukiskan hingga akan menemukan ending cerita. “Harus punya keberanian menulis cerita kehidupan sendiri. Kalau dalam ilmu managemen, kalau kita tidak punya kemampuan nulis cerita sendiri maka cerita kehidupan kita akan ditulis orang

lain,” ungkap Gubernur. Ia juga berujar bahwa setiap orang harus menyusun mental picture (gambaran hidup) berjenjang. Setiap orang harus memahami skenario ke depan, lalu membuat langkah tertentu, sehingga mengetahui andaikan apa yang diinginkan tidak tercapai. “Kalau kita sekadar jalan, ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan, nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan, saya itu seperti apa. Ini masuk dalam potret skenario tadi,” katanya. Selain itu ia mengajak agar setiap orang harus mempunyai keahlian tersendiri. Ini bisa didapatkan dengan menggali potensi diri yang berbeda dengan keahlian yang dimiliki orang lain. “Pertajam potensi diri, kapasitas diri perlu diperkuat dengan kompetensi yang pas,” katanya. Terakhir, gubernur berpesan agar menikmati hidup dengan apa adanya. Setiap orang harus menyadari apa yang direncanakan tidak mesti tercapai. Meski berbagai usaha yang dilakukan, namun apa yang didapatkan itu merupakan kehendak Sang Ilahi. “Sadarilah bahwa setiap daun yang jatuh pun, sudah ada yang mengatur, sehingga apapun yang terjadi, itulah kehendak yang diinginkan Yang Maha Kuasa. Jangan ada penyesalan,” katanya. Eriska Permatasari, yang menjadi peserta dalam kegiatan ini mengaku

kegiatan yang dihadiri Gubernur NTB itu, sangat memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat dalam menghadapi tantangan hidup, di tengah persaingan yang semakin ketat. “Acaranya sangat bagus sekali, kita harus berani menulis masa depan kita seperti apa dan kita juga harus berani mengambil kesimpulan, tentang apa saja yang pernah kita lakukan di masa lalu,” ungkap mahasiswi Universitas Indonesia itu. Sementara itu, Pembina Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) di Jakarta, Bahtiar Rahman mengatakan,

kegiatan yang rutin dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini, bertujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa, untuk menjadi seseorang yang tidak gampang berpuas diri atas apa yang diraih. “Pemeran hidup ini adalah diri sendiri orang lain itu hanya sebatas hiburan. untuk itu tulislah rencana hidup kalian sesuai dengan yang kalian inginkan,” katanya. Bahtiar juga sangat mengapresiasi ide dan gagasan cemerlang yang dicetuskan Gubernur NTB. (Naniek I. Taufan)

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

5


4 Apakah yang mau kau renggut dari tanah pertiwi? Ia lahir dari warna jiwa ruh leluhur Menjadi panji, yang mengabarkan padamu Tentang jejak keberanian dan kesucian Ia masih bertahta di setiap hela napasku Di setiap jejak langkah dan pekik sumpah Sang Mahapatih Gajah Mada

I

tulah sepenggal bait puisi “Merah Putih” yang dibawakan Ny. Putri Suastini Koster dalam perayaan Puncak HUT Ke-71 Bali Post lewat pentas drama kolosal Gajah Mada Reborn, Sabtu ( 31/8) di Art Centre, Taman Budaya Denpasar. Puisi yang diciptakan sendiri dalam

WOMAN ON TOP

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Medsos Beri Ruang Menulis Puisi mengatakan, di tengah kesibukan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, jarang bisa menulis puisi. “Jangankan menulis puisi, waktu untuk tidur saja kurang. Tapi kalau sudah ada waktu luang, mengalir begitu saja di pikiran. Ambil HP, buka medsos, lalu menulis. Medsos memberi ruang untuk saya menulis puisi,” kata Bunda Putri. Yang menarik, puisi untuk drama kolosal Gajah Mada Reborn ini dijadikan sebagai puisi andalan sekaligus judul antologi puisi Bunda Putri dari trilogi “Bunga Merah”, “Rumah Merah”, dan “Merah Putih”. Ia menambahkan, saat ini ia baru menciptakan sekitar 9 puisi. Untuk menerbitkan satu buku minimal ada 100 puisi. Namun, ia yakin mampu menuntaskan tahun ini. Ia menuturkan, pesan dari puisi Merah Putih, untuk menjaga NKRI tetap satu di bawah merah putih. “Dulu leluhur kita berjaya, kita punya kerajaan yang menyatukan nusantara. Saat itu juga terjadi pemberontakan, sekarang bukan tidak mungkin bibitbibit seperti itu ada. Tetapi bagaimana kita belajar dari masa lalu, belajar dari sejarah itu, sehingga tidak ada paregreg yang kedua,” jelasnya.

Dulu melakukan oplas (operasi plastik) untuk mempercantik wajah maupun memperindah tubuh masih dianggap ‘tabu’. Karenanya tidak ada yang berani mengakuinya secara terbuka. Termasuk para artis yang mati-matian membantah melakukan oplas, meskipun jelas-jelas terjadi perubahan drastis pada wajahnya maupun tampilannya.

Begitu juga, ia berharap, pemimpin dalam mewujudkan tujuan mesti fokus, tulus, dan lurus. Hal itulah yang di­ dengungkan lewat puisi. “Lewat kesenian juga bisa kita tanamkan nilai-nilai luhur para pendahulu kita. Nilai-nilai nasionalisme di setiap dada anak bangsa,” imbuhnya. Ia mengatakan sangat bangga dapat pentas di malam itu, karena ia tampil dengan spesial mengenakan kostum rancangan AA Rahma Putra dari Pancer Langiit. “Lumayan berat ini mahkotanya, tapi terlihat seperti Ratu. Dari dulu saya ingin berkola­ borasi dengan Pancer La­ngit, baru kali ini kesampaian,” kata Bunda Putri. Ia sangat mengapresiasi Bali Post selalu memberi ruang kepada seniman untuk berkarya, termasuk undangan khusus kepada dirinya untuk tampil. “Sebagai seniman, saya juga rindu akan suasana panggung. Mengobati rasa kangen bisa tampil sekaligus bisa juga berdandan, “ ujarnya sembari tertawa. (Wirati Astiti)

K

“Langkah Awal Menuju Zero Complain” #1 (Bagian Pertama)

Salam Senyum Layanan yang zero complain menjadi dambaan tiap instansi/perusahaan yang melayani pelanggan. Pemberitaan di media akhir ini sedang hangat-hangatnya mengangkat berita tentang layanan yang zero complain. Sebagai seorang praktisi, pembicara, pengamat, dan penulis tentang layanan, tentu sangat tergerak untuk memberikan inspirasi kepada publik. Biasanya akan banyak timbul pertanyaan. Mulainya dari mana? Apa yang harus dilakukan? Siapa saja yang terlibat? Berapa biaya diperlukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang timbul. Sebuah kalimat tanya yang sering saya tanyakan kepada seluruh peserta pelatihan dengan materi ‘Service Excellence’ dengan judul materi ‘Serve with Love’ adalah, “Apakah dari kecil Anda bercita-cita menjadi seorang pelayan?” Dan, hampir seluruhnya akan menjawab dengan semangat.. “tidaaaaaak”... Jawaban dengan kata ‘tidak’ adalah sangat manusiawi. Karena setiap orang menganggap pekerjaan pelayan adalah pekerjaan yang diindentikkan dengan pekerjaan yang kasar, pekerjaan yang rendah, tak bernilai, dan sebagainya.

Hal inilah sebenarnya yang mendasari saya ketika memberikan pelatihan ‘Service Excellence’, atau lebih dikenal dengan layanan prima, tidak akan langsung mengajarkan standar layanan yang benar. Padahal mempunyai pengalaman sebagai praktisi layanan perbankan selama 27 tahun, sesungguhnya sangat mudah memberikan hal tersebut. Yang lebih saya tekankan dalam ilmu melayani sebelum mengajarkan standar layanan adalah membuat pondasi yang kuat sebagai seorang pelaku layanan. Salah satu indikator keberhasilan sebuah pemerintahan adalah terselenggaranya layanan publik dengan baik. Tentu yang baik di sini bukan hanya ketuntasan sebuah layanan yang diberikan, namun lebih kepada puasnya masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Kalau pernah mendengar tangga layanan, kepuasan masyarakat (dalam hal ini bertindak sebagai customer) bukan ada di titik tangga layanan yang paling bawah. Yang lebih dikenal dengan tingkat ‘layanan kriminal.’ Tingkat ini menggambarkan layanan yang sangat buruk. Seperti pelaku layanan yang judes, proses yang berbelit dan lama, fasilitas pendukung

seperti ruangan, kursi, toilet, parkir, dan lainnya sangat buruk. Keberhasilan layanan publik ketika minimal dalam tangga layanan sudah berada pada tingkat ‘layanan desire’. Dimana layanan ini sudah pada tingkat seperti yang diinginkan oleh masyarakat. Seperti keramahan, kecepatan, tuntas, dengan fasilitas pendukung yang baik (toilet, kursi, ruang tunggu, parkir, dll ) Kembali pada permasalahan pondasi sebuah layanan. Bagaimana caranya agar para pelaku layanan mempunyai pondasi yang kuat sebagai seorang pelayan? Beberapa hal inilah yang sering saya sampaikan kepada peserta pelatihan. Yang pertama, memberikan paradigma yang benar tentang ‘customer’. Yang selama ini mereka paradigmakan ‘customer’ adalah bos atau raja. Saat ini diubah menjadi pelanggan itu adalah sahabat. Yang kedua memberikan pemahaman terhadap perilaku layanan selama ini yang terjadi. Dalam hal ini mereka diminta mengukur diri sendiri. Apakah perilaku mereka dalam melayani termasuk perilaku layanan if, because, atau event if. Selanjutnya yang ketiga mereka diberikan pemahaman tentang kesempurnaan layanan terletak pada hal apa saja. Dimana di dalamnya terdapat manusianya, fasilitasnya, dan juga prosesnya. Yang keempat mereka diajarkan tersenyum yang benar, yang seolah olah dapat ‘menyihir’ para customer dan bagaimana selalu konsistensi dalam melayani. Adapun hal

kelima yang sangat penting diberikan adalah tentang pemahaman tentang filosofi dari sebuah layanan beserta teknik atau cara melakukannya. Dan terakhir hal yang diberikan sebagai penutup adalah ‘Service Winner”, yaitu siapakah sebenarnya pemenang di dunia service. Inilah tahap-tahap yang diberikan untuk membuat para pelaku layanan mempunyai pondasi yang kuat dalam melayani, sebelum mereka belajar tentang SOP (standart operational procedure) sebagai pelayan publik. Sebelum melakukan tahap-tahap di atas agar para pelaku layanan mempunyai pondasi yang kuat untuk melayani, ada hal yang tidak kalah pentingnya yaitu, bagaimana tahapan sebelum memulai melatih para pelaku layanan, yaitu cara perekrutannya. Banyak instansi begitupun perusahaan yang bergerak di bidang jasa mengeluhkan atau mengkambinghitamkan perekrut pelaku layanan yang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Atau, lebih kepada ‘bahan baku’ yang dilatih untuk menjadi seorang pelaku layanan sangat sulit untuk dikembangkan karena merekrut orangorang yang dianggap kurang tepat. Salah satu kemungkinan kesalahan perekrutan terletak pada “casing” atau kulit luarnya saja. Ketika mereka merekrut calon karyawan, yang dilihat hanya penampilan luarnya, yang menyangkut fisik dan nilai akademis yang dilihat dari bukti lembaran dokumen yang menjadi per-

METROPOLITAN

Oplas dengan Beragam Alasan

Ny. Putri Suastini Koster

waktu dua malam ini, rampung tanggal 25 Agustus, dibuat khusus dalam rangka HUT ke-71 Bali Post. Bunda Putri begitu ia akrab disapa

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

syaratan administrasi. Padahal untuk mendapatkan ‘bahan baku’ bagi calon pelaku layanan yang baik, bukan hanya dilihat dari dua hal tersebut. Tapi bagaimana menemukan bahan baku yang tepat agar kelak mereka menjadi para pelaku layanan yang hebat. Hal ini sangat menentukan. Karena tidak akan timbul lagi pernyataan dari pimpinan instansi/ perusahaan seperti ini, “Kami sudah memberikan pelatihan, pendidikan, coaching layanan yang sama diberikan kepada seluruh pelaku layanan, namun kenapa hasilnya berbeda pada setiap karyawan.” (Bersambung) Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve with Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

ini zaman sudah berubah. Seiring makin modernnya masyarakat serta derasnya kemajuan teknologi, operasi plastik untuk mempercantik diri sudah dianggap biasa. Mereka yang melakukan oplas pun sudah tidak malu-malu lagi mengakui kalau wajahnya ‘dipermak’. Krisdayanti, misalnya. Diva pop Indonesia ini, dulu sempat membantah kalau dirinya lakukan oplas, namun akhirnya mengaku juga. Lewat bukunya ‘My Life, My Screet: Catatan Hati Krisdayanti’ yang ditulis oleh Alberthiene Endah, ‘KD’ begitu dia kerap disebut, mengaku kalau dirinya memang melakukan operasi plastik. Buku ini diluncurkan pada Juni 2009. Sejak pengakuan itu, perlahan artis-artis yang melakukan oplas mulai berani terbuka mengungkap tentang upayanya agar tetap cantik. Alasan mereka untuk melakukan oplas beragam. Dari yang beralasan untuk menyenangkan diri sendiri, untuk menyenangkan suami sampai alasan karier di dunia Krisdayanti KD--foto instagram hiburan. Artis lain yang juga mengaku oplas adalah Ruth Sahanaya. Ia mengaku oplas untuk memperbaiki payudaranya dari ukuran 32A menjadi 34 A. Masalah kecilnya payudara ini, aku Ruth, membuatnya kerap tidak ‘PD’ dalam berbusana. Begitu juga dengan presenter Becky Tumewu yang mengaku cangkok silikon pada payudara lantaran ukurannya tidak sama. Lain lagi dengan salah satu diva pop Indonesia, Titi Dj. Titi DJ justru melakukan oplas karena payudaranya terlalu besar. Hal itu menyulitkannya dalam berbusana, khususnya busana-busana para desainer. Selain itu, ia juga menyebut sering kelelahan dan pegal-pegal lantaran kelebihan berat pada dadanya. Sebelum oplas payudara, Titi juga melakukan sedot lemak perut. Artis penuh sensasi Nikita Mirzani juga secara terbuka mengakui melakukan oplas untuk mempercantik diri. “Dulu hidung Niki kan pesek. Jadi operasi hidung, ditinggikan,” ujar Nikita. Selain itu dia juga melakukan oplas pada beberapa bagian tubuhnya, termasuk mengencangkan payudara. Dia juga melakukan operasi sedot lemak dan penghapusan tato. Hasil dari berbagai tindakan oplas itu, Niki tampil cantik dan penuh percaya diri. Pemeran film ‘Si Juki The Movie’ yang kadang disapa ‘Nyai’ ini, mengaku sangat suka dengan wajahnya yang sekarang. Untuk menjaga agar penampilannya tetap prima, dia juga rajin melakukan perawatan. BIAYA RP 1 MILIAR Hal yang mengejutkan adalah Nita Thalia yang melakukan oplas besar-besaran pada wajahnya. Walhasil membuat publik tercengang. Penyanyi dangdut ini kini bukan hanya memiliki tubuh seksi tapi juga berwajah jelita. Nita sempat mengaku

Nita Thalia dulu dan kini---foto kapanlagi com dan instagram nitathalia

13

Nikita Mirzani dulu dan kini---foto istimewa instagramnikita

kalau biaya oplas plus berbagai perawatan yang dilakukan pada wajah dan tubuhnya itu menelan biaya Rp 1 miliar. “Operasinya sendiri dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus,” tambah Nita yang mengaku mendapat tentangan keras dari orangtuanya. Sebenarnya, Nita dulu itu berniat hanya meniruskan wajahnya lantaran pipinya dianggap terlalu cubby (tembem). Namun kata dokter, kalau mau menghilangkan lemak di pipi atau membuat tirus, maka hidung aku harus ditinggikan agar seimbang dengan wajah. “Hidung asli aku kan sebenarnya tidak pesek, namun kata dokter masih kurang tinggi. Akhirnya selain oplas pipi juga meninggikan hidung. Tapi aku bilang ke dokter kalau aku mau tinggi hidung natural, artinya tidak terlalu tinggi,” papar pelantun tembang ‘Gadis atau Janda’ ini. Ia mengaku cukup banyak bagian wajah maupun tubuhnya yang dipermak. Untuk wajah misalnya, selain pipi dan hidung, dia juga menjalani tindakan pembuangan kantung mata juga dagu. Untuk dagu, awalnya dipasang implan namun akhirnya diangkat lagi karena dia tidak merasa nyaman dengan tampilan dagu implan itu. “Jadi implan didagu diangkat, lalu diganti dengan suntik filler. Jadi wajah aku kesannya lebih tirus. Filler ini semacam gel yang lama-lama larut dan terserap oleh tubuh. Daya tahannya tidak lama hanya 1-2 tahun, habis itu suntik lagi. Jadi seperti isi ulang ya,” ucap Nita yang juga mengeluarkan banyak uang untuk menjalani serangkaian perawatan pasca oplas. Menurut Nita, dia sangat puas dengan wajah dan penampilannya saat ini. Itu juga membuatnya makin PD dalam berkiprah di dunia entertainment. Dia tak malu mengakui kalau perubahan yang banyak pada dirinya adalah hasil operasi plastik. “Saya memang melakukan operasi. Untuk apa diumpet-umpetin, toh banyak orang yang melihat kalau diri saya memang berubah. Perubahannya banyak sekali, kan bisa dilihat. Jadi apa gunanya tidak mengaku?” ujar Nita. (Diana Runtu)

Nikita Mirzani--foto instagram nikita

Mau Cantik malah Jadi “Nenek Sihir” Dari semua cerita indah itu, 15 menit. Ehh, bener, dagu Mpok mungkin yang paling memprihaAtiek jadi terbelah,” katanya sambil tinkan adalah cerita Mpok Atiek tertawa. yang melakukan suntik silikon di era Bertahun-tahun setelah suntik 1990-an. Kala itu demi karier dan silikon itu, Mpok Atiek mulai meraagar terlihat cantik, artis senior ini sakan tidak enak pada wajahnya. tergoda untuk suntik silikon. Yang Dia merasa wajahnya makin lama akhirnya, puluhan tahun kemudian, makin aneh. “Setelah 20 tahun, kok membuatnya merana. saya merasa wajah saya lama-lama “Mpok Atiek nyesel, nyesel banseperti “nenek sihir”. Mengendur get suntik silikon. Buat generasi dan bentuknya jadi nggak karuan. muda yang ingin cantik, jangan lah Cuping hidung turun ke bawah, suntik silikon. Kalau mau cantik, kulit dahi turun hingga dekat mata, datang ke dokter yang benar jangan sehingga mata jadi seperti orang sembarangan,” ujar wanita yang mengantuk,” tuturnya. punya kebiasaan latah yang parah. Parahnya lagi ketika tidur miring Di era 1990-an, ketika oplas beagak lama, maka saking kendurnya lum menjadi tren kecantikan, banyak wajah, sampai-sampai seluruh kulit Mpok Atiek--instagram wanita yang ingin cantik nekad menwajah tertarik ke sisi samping. Bayempuh suntik silikon. Awalnya, Mpok Atiek tergoda karena angin. Jadi kalau pagi bangun tidur, Mpok Atiek malah sibuk temannya yang awalnya berwajah ‘di bawah standar’ berubah ‘beresin wajah’ menekan-nekan wajah agar kembali ke posisi drastis menjadi cantik jelita karena suntik silikon. Hasil itu semula,” ujarnya. membuatnya tertarik. Tak tahan lagi dengan situasi itu, Mpok Atiek pun meTak tanggung-tanggung, dia pun ‘memermak’ banyak minta dokter melakukan operasi pengangkatan silikon. bagian wajahnya, termasuk dagu dengan membuatnya men- Sampai sekarang dia telah menjalani puluhan kali operasi jadi terbelah. “Dagu terbelah kan era 1990-an ngetren ya,” pengangkatan silikon. “Karena sudah puluhan tahun, jadi katanya sambil tertawa. Hasilnya memang luar biasa. “Pas silikon yang tertanam itu sudah menyatu dengan jaringan, sulit ngaca, wow..wow banget. Seneng banget,” kata Mpok Atiek mengeluarkannya. Harus pelan-pelan.Misalnya pada dagu, itu yang berkiprah di dunia hiburan sejak 1978. sudah beberapa kali dioperasi tapi turun terus,” ungkapnya. Dia mengaku tidak dibius saat disuntik silikon.“Sakittt Menurut Mpok Atiek, mengulang kata dokternya, bahwa banget. Tapi Mpok Atiek tahan demi kecantikan,” tutur silikon sudah menyatu dengan jaringan di tubuhnya. “Kata Mpok Atiek. Bukan itu saja, ‘salon abal-abal itu’ juga melaku- dokter, ibaratnya, sampai Mpok Atiek meninggal pun silikon kan metode membelah dagu dengan menggunakan batang yang sudah tertanam itu belum seluruhnya bisa diangkat,” korek api. kata Mpok Atiek yang menyebut silikon yang sudah mengeras “Nah untuk membuat dagu terbelah, ditaruh lah batang itu akan menonjol di wajahnya seperti benjolan. Benjolan korek api di tengah-tengah dagu kemudian ditekan selama itulah yang dioperasi. (Diana Runtu)


14

SUDUT PANDANG

Tubuh “Protes” kalau Tak Olahraga Punya kesibukan tinggi jangan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Karena dengan rutin berolahraga justru sangat menunjang bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi. Stamina dan mental terjaga, begitu juga konsentrasi. Hal ini disadari oleh Lusia Efriani Kiroyan, pengusaha yang juga pendidri Cinderella From Indonesia Center (CFIC).

“S

aya rutin berolahraga sejak 10 tahun terakhir. Awalnya saya pernah terkena penyakit serius pada 2007 lalu. Setelah sembuh total, saya giat berolahraga untuk menjaga kesehatan. Ternyata setelah rutin berolahraga, saya merasa stamina meningkat. Dan—ini kata orang lho ya—saya terlihat awet muda,” ungkap Lusi yang mengaku tidak suka mengonsumsi suplemen. Dalam perkembangannya, lanjut wanita yang kerap ke luar negeri untuk urusan bisnis dan proyek Cinderella Indonesia, olahraga bukan sekadar untuk menjaga kesehatan namun juga sudah menjadi hobinya. Tak heran kalau dia pun gemar menjajal berbagai jenis olah raga. Mulai dari bulu tangkis, aerobik, renang, gym, yoga, aquarobic, power cardio, panahan, berkuda, poundfit, body combat, body faster, zumba, strongzumba dan taichi. Selain untuk kesehatan, lanjut Lusi, beberapa olahraga yang diikutinya juga bermanfaat untuk self defence. Hal tersebut dirasakan perlu karena sebagai wanita yang banyak berkegiatan di luar dan kerap berkunjung ke berbagai daerah juga luar negeri, memiliki kemampuan menjaga diri. “Saya kan sering roadshow ke luar daerah maupun luar negeri sendirian. Karena itu saya ambil kelas seperti body combat dan power cardio, tujuannya supaya saya bisa kuat dan untuk menjaga diri,” jelas wanita cantik kelahiran Surabaya 1980 ini. Body combat dan power cardio termasuk olahraga favorit yang rutin diikutinya. “Selain itu saya juga berlatih body faster. Itu juga favorit saya. Olahraga-olahraga itu bukan hanya untuk kesehatan tapi juga kekuatan, pembentukan tubuh serta pertahanan diri,” kata Lusi yang dua tahun berturut-turut meraih penghargaan ‘Perempuan Inspiratif’ 2016-2017. Begitu pentingnya manfaat yang didapat membuat Lusi nyaris tak pernah absen dalam berolahraga. “Tapi kalau pas Ramadhan, saya off sebulan. Jadwal olahraga saya ganti dengan tarawih, itu wajib,” kata peraih penghargaan Interna-

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

tional Award-YSEALI Competition: Seed of the Future 2015. Namun, diakuinya juga karena sudah terbiasa berolahraga maka ketika tidak melakukannya, tubuhnya ‘protes’. Karenanya di luar bulan Ramadhan, ia tetap dengan rutinitasnya dalam berolahraga. Jadi, sesibuk apapun dirinya, pasti akan menyempatkan diri untuk berolahraga. “Kesibukan saya memang luar biasa. Tapi olahraga masuk dalam daftar penting yang wajib saya lakukan. Makanya meski sangat sibuk, saya pasti punya waktu untuk itu. Kalau tidak, maka tubuh saya akan ‘protes’,” ujarnya. Kesibukan memang terkadang menjadi salah satu alasan untuk mengabaikan olahraga. Banyak yang menyepelekan, meski sadar berapa bermanfaatnya berolahraga secara rutin. Semua ini, memang tergantung pada komitmen pribadi masing-masing. Jika sudah berkomitmen dan disiplin, pasti tidak ada kata tidak untuk olah raga. Kesibukan tinggi tidak akan menjadi alasan. Karena asal ada komitmen, waktu yang selalu dipermasalahkan, pasti tersedia. Jadi kuncinya adalah pada komitmen dan kedisiplinan. Lusi sendiri mengaku tidak pernah kesulitan me-manage waktunya. “Tidak ada masalah. Saya bisa me-manage waktu dengan baik. Olahraga saya taruh di daftar prioritas penting,” katanya. Ternyata ada alasan lain kenapa Lusi harus berolahraga. Ini karena dirinya menderita insomnia akut. “Kalau tidak berolahraga saya tidak bisa tidur,” ujar Lusi. LANGSING TANPA DIET Berbeda dengan kebanyakan wanita yang ingin memiliki tubuh langsing dan indah, selain berolahraga mereka juga membatasi asupan makanannya. Lusi tidak demikian. Dia mengaku sangat suka makan, juga suka ngemil. “Saya tak tahan lapar,” ucapnya. Mungkin karena itu juga saat dia menempuh pendidikan di Amerika, berat badannya melar sampai 60 kg. “Saya doyan makan. Tidak rewel dalam hal makanan. Saya juga doyan ngemil. Untungnya badan saya tipe yang mudah naik, mudah turun. Jadi dengan berolahraga rutin, berat badan bisa terjaga,” kata peraih penghargaan ‘The Most Powerful Woman 2015’, ini. Dan, memang itu terbukti. Lusi yang mengaku banyak makan, tetap mampu menjaga tubuhnya tetap langsing hanya dengan berolahraga. Lagi pula, kata Lusi, dirinya banyak makan karena energi yang dikeluarkannya pun besar. “Berimbang dengan kerja dan belajar saya. Saya suka begadang untuk belajar.

Jam istirahat saya sangat kurang. Dalam sehari saya hanya tidur 3-4 jam. Tapi dengan olahraga, kualitas tidur saya jadi bagus. Makanya saya tetap sehat dan tubuh saya indah serta wajah awet muda,” ungkapnya. Saat ini, selain kegiatan rutinnya, Lusi juga aktif berkampanye antinarkoba lewat olahraga. Dia berpendapat, mengisi waktu dengan rajin berolahraga dapat menghindari generasi muda dari penggunaan narkoba. “Saya ingin memberi contoh kepada generasi muda tentang mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, hal-hal yang berguna, misalnya dengan berolahraga,” katanya. Perang terhadap narkoba, sudah menjadi tekadnya. Hal ini ‘in line’ dengan misi Batik Girl. Namun ia lebih memfokuskan diri dengan pencegahan (narkoba). “Merawat mereka yang belum terkena, lebih murah ketimbang mengobati mereka yang di penjara, memerlukan biaya besar,” tandas Alumni Grant Scheme (AGS) 2017 by Australia Government ini. (Diana Runtu)

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019 Sejak SMA sosok satu ini, memiliki impian studi di Belanda atau Eropa. Ia ingin merasakan hidup di luar negeri dengan suasana akademik internasional. Setelah mengikut lomba di Universitas Leiden, tahun 2016 serta meraih predikat ‘Best Position Paper’ makin menguatkan hasratnya memilih Universitas Leiden. Kini gelar Master of Laws (LL.M.) sudah dikantonginya.

M

enurut pemilik nama lengkap A. A. B. N. A. Surya Putra, S.H., LL.M,

yang akrab disapa Gung Gus ini, tahun 2016 ia memenuhi tantangan salah seorang dosen Fakultas ­H ukum Unud untuk mengikuti “Leiden-Sarin International Air Law Moot Court Competition” dan berhasil meraih “Best Position Paper”, untuk Komite Pe r k e m b a n g a n Ekonomi Transportsasi Udara Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Padahal, saat itu pengetahuan hukum udara –nya sangat minim.

SOSIALITA

3

A. A. B. N. A. Surya Putra, S.H., LL.M.

Raih Gelar Master Hukum Udara dan Antariksa

“Saya menyanggupinya dengan modal nekat. Dari situlah saya mulai tertarik dengan hukum penerbangan. Kebetulan Universitas Leiden merupakan salah satu universitas terbaik, yang menyediakan Advanced LLM in Air and Space Law, studi S2 lanjutan dalam Hukum Udara dan Antariksa,” papar Gung Gus. Mengenai alasan memilih Universitas Leiden, anak sulung dari pasangan Dr. A. A. A. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., dan A. A. Bagus Ngurah Agung, S.H., M.M., ini mengatakan pertimbangannya menambah ilmu hukum

udara di Universitas Leiden karena di sana mengadakan lomba peradilan semu hukum udara setiap tahun. “Disamping sebagai universitas tertua di Belanda juga satu-satunya memiliki studi khusus hukum udara dan antariksa. Pastinya juga wilayahnya strategis untuk jalan ke banyak negara. Jadi, sembari kuliah bisa keliling negara Uni Eropa,” ucap kakak dari A. A. Ayu Agung Candra Dewi, ST. ini tersenyum. Lebih lanjut pria kelahiran11 Oktober 1993 ini, mengatakan pasti wajib menguasai bahasa Inggris serta IELTS dan sebelumnya ia sempat magang di Kantor Hukum Bahar di Jakarta yang menangani

kasus penerbangan. Harus diakui, lanjut Gung Gus yang mengambil program Advanced LL.M in Air and Space Law, Studi S2 Lanjutan Hukum Udara dan Antariksa, menariknya di Universitas Leiden adalah banyaknya dosen tamu dan koneksi yang disediakan. “Selain itu, teman-teman sekelas saya juga merupakan para ahli di bidang hukum udara dan antariksa. Begitu juga atmosfer akademik di sana mendukung untuk saya terus mengembangkan diri.Suasana kelas sangat kompetitif. Peraihan nilai pun lebih ketat,” tandas Gung Gus, yang bersyukur orangtuanya mendukung penuh secara moril dan materiil selama dirinya di Belanda. - ard.

Perjalanan Profesional dan Romansa

Gung Gus menceritakan tiga minggu pertama adalah waktu paling sulit dalam studinya. Mata kuliah yang berat dan kelas yang intensif membuatnya kelelahan. “Saya tidak menyangka kuliah S2 sepadat itu, mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore, dari Senin sampai Jumat. Ini di luar tugas paper dan presentasi. Saya agak keteteran di awal.Namun untungnya setelah 3 minggu saya bisa beradaptasi,” cetusnya. Ia mengatakan kalau studi ini memang minatnya, sehingga ia siap bekerja keras dan keluar dari zona nyaman. Setelah berhasil beradaptasi, Gung Gus pun memutuskan mengambil aktivitas tambahan, yakni mengikuti seleksi lomba sidang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional yang diadakan setiap tahun di Markas Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (the Headquarter of the International Civil Aviation Organisation) di Montreal, Kanada,. Dan, ia berhasil lolos seleksi menjadi salah satu anggota tim yang mewakili Universitas Leiden tersebut. “Lomba Model ICAO ini, seperti Model United Nation (MUN) yang memberikan simulasi sidang para diplomat negara untuk membuat dan merampungkan kebijakan dan hukum internasional. Kompetisinya lebih spesifik mengenai isu-isu penerbangan sipil. Kami delegasi Leiden dianugerahi “The Best Position Paper”. Hal ini menjadikan saya mendapat nilai 9 dalam salah satu mata kuliah. Nilai 9 merupakan nilai yang terbilang cukup langka di Belanda, karena nila 7 dan 8 sudah tergolong nilai yang bagus,” ujar Gung Gus. Mengenai p roses mengikuti ujian di kampusnya , Gung Gus menyatakan sangat menegangkan, menguras tenaga dan menantang. Meski hanya satu mata kuliah yang diuji per mi­ nggu tapi materinya padat dan berlangsung 4 jam. “Ujiannya open book, bisa melihat buku, catatan, jurnal, atau instrumen hukum, tapi jawaban yang diinginkan adalah analisa kita sendiri, tidak hanya menyalin yang ada di buku,” ungkapnya. Hal menarik lainnya, saat ia studi ke Belanda adalah

bisa bersama dengan wanita teman terbaiknya, secara profesional dan romansa. ”Agung Mia juga studi Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional di Universitas Groningen di Belanda. Jadi setelah kesibukan kuliah setiap weekend kami jalan menelusuri seluruh penjuru Belanda, dan negara Eropa lainnya. Kurang lebih ini implementasi dari prinsip Work Hard Play Hard lah,” katanya tersenyum penuh arti. Setelah studinya selesai, pemilik motto “Be kind whenever possible, it is always possible (Dalai Lama)” yang mengidolakan sang kakek Prof. Dr. I. G. N. Gorda, M.S., M.M., ini, menyatakan ingin bergabung dan memberikan kontribusi terbaiknya pada institusi pendidikan yang dibangun oleh Tukak -nya Prof. Gorda. Meski karier akademiknya sebatas mahasiswa. “Namun saya ingin dapat mengaplikasikan ilmu saya bagi Undiknas,” ujar Gung Gus yang masih memiliki mimpi melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, S3, untuk memperoleh lisensi sebagai seorang peneliti. -ard


2

ESPRESSO GORO-GORO BK (10)

Amat dan istrinya terpaksa kembali merongrong Ami. “Ami, ini ada Putu Wijaya kesalahan taktis. Sebenarnya tidak perlu terjadi, kalau kami mau belajar dari pengalaman. Seperti kata Bung Karno bangsa yang besar adalah ... “. Bu Amat memotong. “Sudah, Pak! Jangan mutermuter seperti baling-baling! Begini, Ami. Jadi singkat cerita, Pak Made itu kan memang sentimen sama kita. Terutama sama Bapak. Padahal pemilu kan sudah selesai. MK sudah mengumumkan sapa pemenangnya. Kedua kubu harus menerima kenyataan. Demokrasi kan begitu. Kita berhenti bersaing. Sekarang waktunya membangun, kita harus bersatu. Tapi Pak Made sudah salah kaprah. Untung ibu Made baik. Mungkin karena Bu Made itu berasal dari keluarga Puri.

Jadi tata-krama. di Purinya, sopansantun masih terasa pada beliau. Meskipun bukan orang Puri lagi. Misalnya dulu, waktu baru pindah ke mari ....” Giliran Amat memotong balik. “Bu! Cukup! Kok jadi cerita zaman dulu, langsung saja, to the point, Ami! Ini masalah....” “Eeee Bapak! Kalau orang ngomong mesti ngerecokin, mending betul, ini kok? Orang bicara kan perlu pembukaan biar gamblang! Jadi sebagai bekas orang Puri, Bu Made paham bahwa desa-kalapatra ...” “Kok pakai desa kala patra, to the point saja! Ami, kita sudah ditipu!” “Kita kan menyumbang 2 juta untuk orang yang pura-pura begitu, Pak! Ami kan belum paham apa persoalannya, mesti ...” “Kan tadi sudah Bapak buka, berapa kali mesti dibuka, memangnya makan duren?! Jadi singkatnya ini masalah... “Tidak sesederhana itu, Pak! Kita tetangga hanya bersebelahan tembok!” “Tapi biar hanya bersebelahan

tembok, karena itu tembok politik, kita harus...” “Merelakan menyumbang 2 juta untuk orang yang pura-pura sakit?” Amat tersenyum masam. “Habis sudah masuk rumah sakit begitu!, kasihan. Kita kan tetangga yang hanya bersebelahan tembok...” “Tapi tembok politik...” “Makanya!” “Makanya apa? Rela nyumbang 2 juta? Hah! Tidak! Ami!” Bu Amat menoleh. Tapi Ami sudah pergi Bu Amat kecewa, sedang Amat ketawa. “Tenang, Bu, Ami harus jemput anaknya pulang sekolah.” “Kok. Tidak bilang-bilang? Mulai tidak sopan anak Bapak itu sekarang!” “Habis Ibu ceramah terus!” “Apa dia pikir kita ke mari mau minta uang.apa??! Ayo kita pulang!” Bu Amat marah, langsung mau balik kanan. Amat langsung merogoh saku. “Sabar, Bu! ini dari anakmu yang tidak sopan. Itu!”

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Amat mengulurkan sebuah amplop. “Dua juta dari Ami.” Bu Amat kontan ceria lagi, cepat menyambut. “Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga!” “Air apa, sih?” tanya Amat, bloon, dalam perjalanan pulang. Bu Amat tak menjawab. Ia masih terharu oleh sikap Ami yang penuh pengertian, yang diyakininya itu berkat didikannya. “Tunggu!” kata Amat menahan langkah istrinya. “Kenapa?” Amat menunjuk ke teras rumah. Ada tamu yang sedang berbaring tiduran pakai 2 kursi. Seenak perutnya. Amat lantas ajak istrinya masuk rumah lewat pintu belakang. Mengendap-endap Amat kemudian ngitip dari dalam rumahm ternyata orang itu Bung Kar(so)no. Amat langsung mau menggebrak. Tapi Bu Amat menyabarkan. “Kasihan, Pak, mungkin dia mau pulang tapi tak punya ongkos.” “Kalau tak punya kenapa kemarin pemberaan Bapak yang tulus ikhlas pakai dikembalikan dengan sok?” “Itu harga dirinya kembali se-

bagai kepala rumah tangga yang seharusnya mengurus kelurga tapi dia tinggalkan. Sekarang dia malu! Mau pulang tapi tak punya uang!” “Biarin, biar jadi pelajaran!” “Jangan! Tolong dia! Ingat Bung Karno kan sudah mengingatkan kita, harus hidup bergotongroyong!” Bu Amat mengulurkan amplop yang diberikan Ami. Amat heran. “Lho nanti kita makan apa?” Bu Amat tersenyum. “Saya sudah ngambil 2 juta dari amplop Pak Made.” Amat kaget. “Wah? itu sama dengan mencuri!” “Sama sekali tidak!” “Tidak bagaimana? Ibu sudah terpengaruh oleh Pak Made: tujuan menghalalkan cara!” Senyum Bu Amat tambah lebar. “Saya kan hanya melaksanakan perintah Bu Made. Semalam dia ngirim putranya ke mari, waktu Bapak tidur, nyuruh saya ambil uang sumbangan kita dari amplop itu saja. Sebab dia tak jadi sakit tapi sudah terlanjur ada sumbangan dari partai, yang tidak bisa dikembalikan, jadi terpaksa dialihkan untuk studi banding ke Jakarta. Sana cepat, kasihan itu Pak Karsono!”

Edukasi Sampah dalam Keluarga Di Bali mengenal konsep Tri Hita Karana, sebuah konsep luhur untuk mendapatkan kebahagiaan. Tiga hal itu meliputi menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, alam semesta, dan Tuhan. Konsep ini tampak belum dimaknai dengan benar, sebab masalah sampah di Bali masih perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Bali belum bisa menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar, dengan alam tempat mereka tinggal. Persoalan sampah masih menjadi persoalan kompleks di hampir semua kota besar di Indonesia. Pola pikir dan pola hidup yang memelihara siklus sampah di bumi menjadi target perang aktivis lingkungan. Bali yang cantik dengan alam indah dan tradisi menawan rawan tercemar sampah. Keberadaan sampah menghantui di segala sudut sungai,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

I Wayan Esa Bhaskara

di tempat wisata, juga di Pura. Bisa dipastikan jika masalah sampah ini tidak segera diatasi maka tangga menuju kebahagiaan akan semakin

panjang dan mustahil tergapai. Yang paling meresahkan tentu saja sampah plastik. Sebab sampah jenis ini sukar terurai dan dapat menjadi limbah yang lamban laun akan menimbun dalam tanah, lalu menyumbat saluran air, dan menyebabkan banjir serta mencemari lingkungan. Kebiasaan buang sampah sembarangan seperti sudah menjadi tradisi masyarakat di Bali, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Begitupula dengan penggunaan plastik sekali pakai belum bisa ditinggalkan masyarakat. Selain karena belum ditemukannya solusi penggantian kemasan plastik menjadi penyumbang utama sampah plastik. Pemerintah sesungguhnya telah merespons dengan Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Ada juga Peraturan Wali Kota Denpasar

Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Dukungan yang bisa dilakukan oleh para orangtua adalah membiasakan anggota keluarga untuk mengelola sampah keluarga. Langkahnya sederhana, pertama, memberikan informasi bahaya sampah plastik bagi alam. Melalui pembiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kedua, membiasakan menggunakan kemasan non plastik atau mengurangi konsumsi sampah plastik merupakan langkah yang praktis. Misalnya, menyediakan sedotan kayu atau aluminium di rumah. Misalnya ketika anggota keluarga memesan makanan melalui ojek daring agar meniadakan kemasan plastik sekali pakai dan menyediakan

penggantinya. Ketiga, mengedukasi terkait pemilahan sampah dan disiplin dalam pengelolaan sampah. Upaya bertahap dan kolektif sedikit banyak akan membuahkan hasil. Hendaknya dimulai dari hal kecil di sekeliling diri sendiri. Misal tentang mengasah kesadaran dan edukasi terkait bahaya sampah plastik ini hendaknya sudah dimulai dari rumah tangga. Orangtua bertindak sebagai model untuk pembiasaan buang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan sampah plastik I Wayan Esa Bhaskara Guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Denpasar

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

15

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019

Fun Farming SD Cerdas Mandiri DCC Sejumlah anak-anak berpakaian olahraga tampak ramai memasuki halaman Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (KPFP Unud). Mereka adalah siswa-siswi SD Cerdas Mandiri DCC, yang melakukan kunjungan langsung ke kebun yang berlokasi di Jalan Pulau Moyo 16 X, Denpasar Selatan. Minggu , (25/8).

M

enurut Kepala Sekolah SD Cerdas Mandiri, Santy Shandy Nurany, S.Pd., didampingi salah seorang guru, Nyoman Sumiartini, S.Si. saat ditemui di sekolah DCC, di kawasan Jalan Bedugul, Denpasar, kegiatan ini adalah memenuhi undangann yang dilaksanakan serangkaian HUT ke52 Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Kegiatannya dinamakan “Agro Edu Wisata untuk Anak,” yang idenya digagas oleh Prof. Dr. Ir. I Ketut Budi Susrusa,M.S., selaku Ketua Pengelola Kebon Pegok dan dosen di Program Studi Agribisnis Fak. Pertanian Udayana. Mrs. Santy menuturkan, sebanyak 47 orang siswa kelas dua yang mengikuti acara ini bersama Mrs. Komang, Mrs. Frida, Ms. Ayu, dan Ms. Asti, sebagai guru pendamping. K unjungan yang pertama kali

ini dalam rangka mengembangkan model pendidikan pertanian era milenial melalui ‘fun farming’ pada anak-anak. Aktivitasnya mengenalkan dunia pertanian. Mulai dari cara menanam tumbuhan, jenis tanaman,

hingga hewan yang bermanfaaat untuk pertanian. Selanjutnya Mrs. Komang menambahkan di sana anak-anak, setelah dibagi berkelompok dan ditemani mahasiswa pertanian yang membimbing mereka terlihat menikmati kegiatannya. Mereka sangat antusias, mulai dari mengambil media tanam dari botol bekas dan mengisi dengan tanah subur, kemudian menanam

bibit pohon tomat hingga menyiramnya. Murid-murid SD Cerdas Mandiri ini juga diajak berkeliling kebun. Mereka diperkenalkan berbagai jenis tanaman buah yang ada di KPFP tersebut, seperti melon, labu, semangka, buah naga dan yang lainnya. Anak- juga tak ketinggalan diajak menikmati jagung yang merupakan hasil dari KPFP. Selain itu, kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai serangga yang bisa berkamuflase seperti belalang sembah. Begitu juga saat diberikan pengenalan tentang lebah dan madu yang dihasilkannya. Bahkan semua anak dan guru pendamping sempat mencicipi madu asli yang masih di sarangnya. Setelahnya anak-anak diajak berkumpul, dan melakukan tanya jawab mengenai kegiatan yang telah mereka lakukan. Mulai dari manfaat buah, dan diselingi menyanyi bersama untuk menghangatkan suasana. KENALKAN AGRO EDU WISATA SEJAK DINI Mrs. Santy berharap anak-anak bisa membuat tanaman sendiri di rumah, membiasakan diri memakan buah karena baik untuk kesehatan. Sebagai pendidik, dirinya merasakan kegiatan ini sangat baik dilanjutkan menjadi program setiap tahun. Ia juga mengakui banyak kegiatan yang bisa ditindaklanjuti, apakah di sekolah maupun di rumah nantinya . Sementara itu Direktur DCC Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., yang lebih akrab dipanggil Bu Dani mengatakan kegiatan mengenal dunia pertanian sejak usia dini ini, memang menjadi

salah satu rencananya sejak setahun lalu, dan saat ini akhirnya terlaksana. “Inilah salah satuz kegiatan yang mengajarkan anak-anak sekolah dasar cinta pertanian dalam bentuk Agro Edu Wisata. Apalagi program ini selain rekreasi juga bisa menjadi jalan menumbuhkan rasa cinta pertanian sekaligus menjadi titik awal membuka cita-cita menjadi petani modern,” ujar Bu Dani yang juga tercatat sebagai dosen di Fakultas Pertanian Unud ini. Ia juga menilai, kegiatan seperti ini menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mencintai lingkungan, menghargai proses bertani untuk mendapatkan makanan yang biasa dimakan sehari-hari. Meski disadarinya pengenalan dunia pertanian memerlukan proses, maka kegiatan yang dilakukan murid-muridnya tersebut menjadi salah satu langkah nyata pengenalan dunia pertanian. Mengingat pula mereka adalah tunas bangsa sebagai

penerus pembangunan pertanian, memang perlu diarahkan pada sebuah mental yang mencintai lingkungannya. Karena itu diperlukan prilaku positif, sehingga diharapkan mampu membentuk karakter yang baik. - ard


16

Sebanyak 55 anggota DPRD Bali periode 2019 – 2024 resmi dilantik di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Senin (2/9). Gubernur Bali Wayan Koster yang turut menghadiri acara pelantikan, mengajak seluruh anggota DPRD untuk bersinergi mewujudkan Bali Era Baru. “Kita harus bersama-sama mengembangkan hubungan yang harmonis dan saling melengkapi antara Gubernur de­ ngan DPRD, mengingat hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan, kata Koster dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Bupati/Wali Kota se-Bali, anggota Forkompinda, FKUB, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali. Dilanjutkan Gubernur Koster, Peme­ rintah Daerah dan DPRD Provinsi Bali harus mengembangkan kemitraan dan sinergitas dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Bali, agar secara bersama-sama membangun Bali dalam

EDISI 1047/ 9 - 15 SEPTEMBER 2019 satu kesatuan wilayah; 1 pulau, 1 pola, dan 1 tata kelola guna mewujudkan visi pembangunan Bali, yakni ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pemba­ ngunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. “Fungsi pengawasan DPRD Provinsi Bali sebagai bagian dari pemerintahan daerah diaktualisasikan, guna memastikan fungsi legislasi dan fungsi penganggaran DPRD agar sesuai dengan kebijakan pembangunan daerah Bali,” ujar Ketua DPD PDIP Bali tersebut. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali secara konsisten mengarahkan sinergitas kebijakan, regulasi, perencanaan, dan pendanaan didasarkan pada tantangan mendasar yang dihadapi Bali, baik dalam tataran lokal, nasional, regional dan global serta sedapat mungkin bisa melakukan lompatan-lompatan yang mendasar untuk meningkatkan daya saing daerah Bali. “Pemerintah Provinsi Bali bersamasama DPRD Provinsi Bali periode sebelumnya sudah menetapkan 5 (lima) bidang prioritas Pembangunan sesuai visi: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana, meliputi: 1. Bidang Pangan, Sandang, dan Papan; 2. Bidang Pendidikan dan Kesehatan; 3. Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; 4. Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; 5. Bidang Pariwisata,” jelasnya. Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah tengah menggenjot pemba­ ngunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi untuk mendukung 5 bidang prioritas tersebut. Sehingga ke depan arah kebijakan, program, dan kegiatan serta alokasi anggaran difokuskan untuk mendanai 5 bidang prioritas itu. “Saat ini tengah dikerjakan shortcut Denpasar – Singaraja di titik 3,4,5,6 dari total 10 titik, dan diperkirakan akhir tahun ini

55 Anggota DPRD Bali Dilantik Kenakan Busana Adat bisa rampung sehingga tahun depan titik 7,8,9,10 bisa dikerjakan dan di pe­nghujung tahun 2020 bisa selesai,” ujarnya. Pembangunan infrastruktur lainnya adalah pengembangan dermaga yang me­ng­ hubungkan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Lem­bongan. “Target 2021 dermaga ini sudah selesai sehingga wilayah segitiga tersebut bisa terhubung de­ ngan baik serta mendukung sektor pariwisata,” tambahnya. Pengembangan infrastruktur lainnya adalah Dermaga Tanah Ampo yang ditargetkan selesai tahun 2021, sehingga Bali akan mempunyai pelabuhan untuk cruise bertaraf internasional. “Untuk jalur logistik ­Jembrana-Karangasem nantinya akan diarahkan ke jalur utara, sehingga jalur Gilimanuk-Singaraja hanya untuk jalur pariwisata,” kata Gubernur Koster. Sementara di bidang kebu­d ayaan, Gubernur Koster mengaku telah melakukan upaya penguatan desa pakraman. Berbagai upaya yang dilakukan adalah membuat Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, dan Pe­ raturan Gubernur tentang Pengelolaan Dana Desa Adat. Pergub ini sedang diproses Kemen­ terian Dalam Negeri. Dengan peraturan ini, maka dana desa adat dari APBD

Pelantikan anggota DPRD Provinsi Bali Periode 2019-2024 Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan langsung ditransfer ke rekening desa Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/ adat. Pergub juga akan mengatur tata keKota se-Bali. lola keuangan desa adat, serta pembenGubernur Koster mengapresiasi tukan organisasi perangkat daerah baru partisipasi masyarakat Bali dalam Peyaitu: Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. milu yang dilaksanakan 17 April yang Peraturan daerah yang berkaitan lalu. “Partisipasi masyarakat mencapai dengan Organisasi Perangkat Dae81,84%, melebihi target yang kami rah ini sedang diproses Kementerian tetapkan bersama KPU sekitar 77,52%. Dalam Negeri, mengusung materi Tingginya angka partisipan masyarakat pem­b entukan tim pendamping di tentu saja menjadi prestasi tersendiri semua desa adat, serta dibangunnya untuk Bali,” katanya. (ast)

Pidato Tahun Pertama, Gubernur Koster Sampaikan Capaian untuk Krama Bali

Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace Satu tahun adalah periode waktu yang terbilang pendek dalam melaksanakan kepemimpinan dan pemerintahan membangun Bali untuk periode lima tahun ke depan. Gubernur bersama Wakil Gubernur dan jajaran Pemeritahan Provinsi Bali telah berupaya menyelenggarakan pembangunan yang dimulai de­ ngan menyusun sejumlah kebijakan dan regulasi se­ suai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam paparannya pada acara Pidato Gubernur Tahun Pertama Pencapaian Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru di Gedung Ksirarnawa,Taman Budaya, Denpasar, Kamis (5/9). Gubernur Koster menyampaikan, dalam visi menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pem­bangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yaitu alam, krama, dan kebudayaan Bali yang berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Arah kebijakan dan program pembangunan mencakup 5 bidang

prioritas, yaitu (1) pangan, sandang, dan papan, (2) kesehatan dan pendidikan, (3) jaminan sosial dan ketenagakerjaan, (4) adat, agama, tradisi, seni dan budaya, (5) dan pariwisata. “Di tahun pertama kami siapkan fondasi yang kuat berupa regulasi, keseluruhan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur ini yang dijadikan dasar hukum untuk menata secara fundamental dan komprehensif yang akan menjadi dasar pelaksanan program ke depan mewujudkan visi kita bersama. Bahkan Bali menjadi provinsi pertama yang me­ ngeluarkan Pergub pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, yang diatur pada Pergub Nomor 97 Tahun 2018,” ujarnya. Dalam bidang pangan, sandang dan papan berbagai langkah nyata telah dilakukan di antaranya pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal, membangun kerja sama (MoU) antara kelompok tani (sebagai produsen) dengan hotel, restoran, dan pasar swalayan (sebagai konsumen) dalam pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal serta mengembangkan industri arak Bali di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Tabanan. Dalam bidang kesehatan, telah dibangun gedung Pusat Pengolahan Pascapanen Tanaman Obat (P4TO) dan perlengkapannya sebanyak 3 unit di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Tabanan, yang akan menjadi pusat pengembangan produk obat tradisional Bali (herbal/Usadha Bali). Di samping itu, juga dibangun gedung unit Layanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Bali Mandara serta pembangunan gedung unit rehabilitasi narkoba. “Kita punya lontar dan sastra terkait pengolahan pengobatan herbal tapi tidak dikembangkan sebagai sumber daya ekonomi, untuk itu produk herbal kita berdayakan. Bali juga provinsi pertama yang pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) yang sudah mencapai 97.12% Universal Health Coverage (UHC), “ kata Gubernur Bali. Untuk pertama kali dalam sejarah, desa adat berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerin-

tahan Provinsi Bali. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Perda ini mengatur secara menyeluruh mengenai keberadaan desa adat dengan memberi kewenangan yang kuat kepada desa adat. Selain itu, juga dibentuk Organisasi Perangkat Daerah baru yaitu Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Organisasi Perangkat Daerah ini sedang diproses oleh Kementerian Dalam Negeri. Pada prinsipnya Kemendagri telah menyetujui terbentuknya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Dalam bidang pariwisata, pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini mengatakan arah pembangunan pariwisata berorientasi pada pariwisata berbasis budaya dan berkualitas. Melaksanakan penertiban tata niaga pariwisata seperti menertibkan wisatawan yang melanggar aturan, antara lain; praktik jual beli kepala, bisnis wisata ilegal, bisnis wisata murahan yang dapat merusak citra dan pasar pariwisata Bali. Melaksanakan kegiatan Balingkang Kintamani Festival di Kabupaten Bangli, yang dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2019. Melaksanakan Lomba Makepung Gubernur Cup di Kabupaten Jembrana, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2019, setiap tahun. Merancang kebijakan standardisasi penyelenggaraan kepariwisataan secara komprehensif, serta bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/ kota menertibkan usaha pariwisata yang melanggar Peraturan Daerah. Pada bidang infrastruktur, Gubernur Koster mengakui saat ini tengah melakukan pembangunan infrastruktur di antaranya pembangunan shortcut ruas jalan Mengwitani-Singaraja titik 3-4 dan titik 5-6 yang akan selesai bulan Desember tahun ini. Selanjutnya, pembangunan shortcut akan dilanjutkan pada titik 7, 8, 9, dan 10 yang akan selesai pada tahun 2020. Selanjutnya ditambah pembangunan jalur titik 11 yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Pembebasan lahan memakai dana dari APBD Provinsi Bali, sedangkan pembangunan jalan memakai dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain pembangunan shortcut, juga akan dilaku-

kan pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo untuk Kapal Cruise, pada tahun 2019 dengan skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan dan pihak ketiga, yang akan selesai tahun 2020. Mengadakan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk pengelolaan Pelabuhan Cruise di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem serta pembangunan Dermaga Segitiga Sanur-Denpasar ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung Tahun 2019. “Di bidang teknologi informasi saya sudah melaunching penyediaan layanan Wifi gratis dengan target 1.813 titik dengan realisasi 860 titik atau 47,49% untuk semua desa adat, Puskesmas, objek wisata, dan SMA/SMK/SLB se-Bali untuk mendukung aktivitas muda milenial Bali,” kata Gubernur Koster. Dalam satu tahun kepemimpinannya ber­ gandengan dengan Wagub Cok Ace, Gubernur Koster juga telah menyelesaikan berbagai masalah yakni rencana Reklamasi Teluk Benoa tidak dapat dilaksanakan, teguran keras kepada PT Pelindo untuk tidak melanjutkan kegiatan reklamasi serta melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap dampak yang terjadi dan membangun revetment pada hasil reklamasi yang sudah dilakukan pemulihan terhadap kerusakan lingkungan dan ekosistem mangrove serta memastikan rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis panas bumi di kawasan Bedugul tidak akan dilaksanakan, sesuai dengan pembicaraan dan kesepakatan antara Gubernur Bali dengan Menteri ESDM. “Titiang Wayan Koster bersama Tjok Oka Sukawati sampun ngayah satu tahun dan siap melanjutkan ngayah secara total, lascarya sakala niskala, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, dengan selurus-lurusnya, dan dengan setulus-tulusnya. Saya mengajak semeton sareng sami mari bersama-sama berderap, serentak, bergerak ‘Kerja Fokus, Tulus, dan Lurus’ guna memajukan Bali secara menyeluruh menuju Bali Era Baru. One for All and All for One,” ajaknya. (ast)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
tokoh1047 by e-Paper KMB - Issuu