Skip to main content

tokoh-edisi-1038

Page 1

SUDUT PANDANG

16 Setahun yang lalu, Lalu Zakaria, pegawai Taman Budaya NTB mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah dan harus menjalani operasi dan rawat inap di rumah sakit Kota Mataram. Biaya operasi pemasangan pen tentu tidak murah. Beruntung ia memiliki BPJS kesehatan yang membantu biaya operasi dan perawatan.

R

upanya, saat operasi pemasangan pen, BPJS tidak berlaku sebab ditanggung oleh Jasa Raharja. Cukup mahal yakni sekitar Rp 13 juta. Asuransi dan jaminan kesehatan ini membuat ringan sebab ia sama sekali tidak membayar biaya tersebut. “Karena kecelakaan, jadi Jasa Raharja yang menanggung biayanya. Saat itulah saya baru tahu, jika sudah ditanggung asuransi lain lain, maka tidak lagi ditanggung BPJS. Namun jika tidak memakai asuransi lain, maka BPJS akan

Edisi 1038/ 1 - 7 juLi 2019

Banyak Tanya Agar Mengerti Kongso yang setiap menanggung biaya seluruhbulan membayar sekinya,” kata Yuni, istri dari Lalu Zakaria. tar Rp 85.000 untuk Itu sebabnya ketika Lalu fasilitas kelas 1. Ia berZakaria harus menjalani opsama istrinya dan dua erasi kedua untuk pelepasan anaknya yang masih pen, ia bebas biaya sebab kecil menjadi peserditanggung BPJS sepenuhta BPJS ini. Menurut nya. “Dua kali operasi tidak Kongso, jaminan kesada biaya yang kami keluarehatan BPJS memang kan, semua ditanggung Jasa sangat membantu. Raharja dan BPJS sesuai Namun, ia menkelas kami yakni kelas 2,” yarankan untuk banyak ungkap Yuni. Ia mengaku bertanya soal fasilisangat bersyukur memiliki tas BPJS ini agar lebih BPJS sehingga ada jaminan mengerti, khususnya kesehatan keluarganya. lagi jika perawatan di“Tak terbayang jika kami lakukan di rumah sakit harus membayar sendiri,” swasta yang menerima ujarnya. pasien BPJS. Sebab, Selain Lalu Zakaria, katanya, sering kali ada pengguna BPJS lainnya juga pembayaran fasilitas mengaku terbantu dendengan berbagai alagan BPJS. Kongso Sukoco, san. Diakuinya secara dari Marlinda saat dirawat di IGD RS Kota warga Kota Mataram yang Zidan, Anak umum, layanan BPJS Mataram akibat mengalami dehidrasi merupakan peserta BPJS mandiri terbilang sangat membantu. pernah menggunakan BPJS dalam dialaminya tahun lalu. “Seluruh “Sangat membantu,” kata Kongmenjalani operasi dan perawatan biaya ditanggung oleh BPJS ses- so yang masih menggunakan akibat 2 kali kecelakaan yang uai kelas yang kami bayar,” ujar kursi roda akibat kecelakaan yang

dialaminya akhir tahun lalu. Layanan BPJS yang mudah juga dirasakan oleh Marlinda yang selama ini aktif sebagai pengguna BPJS. Fasilitas puskesmas yang relatif baik di Kota Mataram kerap membuatnya tak perlu ke rumah sakit jika hanya berobat sakit biasa seperti flu, batuk, demam dan lainnya. “Dengan BPJS semua pelayanan gratis,” ujar Linda yang tinggal di BTN Kekeri Mataram. Ia menjadi peserta BPJS dari kantor suaminya yang bekerja di salah satu bank di Mataram. Kemudahan dan keringanan pelayanan BPJS juga pernah dirasakannya ketika harus membawa anaknya, Zidan yang baru berusia dua tahun yang mengalami dehidrasi, setahun yang lalu. Anaknya sempat dirawat di IGD rumah sakit umum Kota Mataram selama beberapa jam, dengan biaya seluruhnya ditanggung BPJS. Ia sendiri terbilang rajin melakukan perawatan gigi di puskesmas tempat fasilitas kesehatan BPJS-nya. (Naniek I. Taufan)

Wujudkan KKS dengan Pemberdayaan Masyarakat Guna memperkuat, meningkatkan jejaring kerja antara sektor terkait, serta meningkatkan pemahaman tentang upaya mengoptimalisasikan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Selasa (25/6). Sosialisasi ini diikuti tim pembina kabupaten/ kota sehat Provinsi Bali, tim pembina kabupaten/kota sehat Kabupaten Buleleng, forum kecamatan sehat se-Kabupaten Buleleng, dan SKPD terkait. Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng Ni Made Rousmini, S.Sos. yang mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana membuka secara resmi kegiatan sosialisasi ini. Dalam sambutannya ia menjelaskan KKS merupakan suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah, KKS ini dilakukan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat

secara bertahap dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan dengan dukungan pemerintah daerah dan pendapatan fasilitas dari sektor terkait melalui program yang telah dilaksanakan. Rousmini menambahkan penyelenggaraan KKS dilakukan oleh forum yang dibentuk bupati atau walikota yang terdiri dari unsur pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan tinggi, forum ini bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan di tingkat kabupaten kota, di tingkat kecamatan dibentuk Forum Komunikasi Kecamatan Sehat, dan di tingkat desa dibentuk Kelompok Kerja

(pokja) Desa/Kelurahan Sehat. Ia berharap program Kabupaten/Kota Sehat bukan hanya milik sektor kesehatan saja, namun merupakan milik semua instansi yang ada di daerah. Dan juga diharapkan program ini dapat mendekatkan programprogram pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat karena program KKS ini dilakukan melalui pendekatanpendekatan aktif masyarakat serta lebih

ditekankan kepada proses output. “Kami harap semua instansi bersama-sama mensukseskan program ini,” ujar Rousmini. Ditemui di sela-sela acara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Nyoman Suasa Giri, S.K.M., M.Kes menjelaskan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan pembekalan kepada masing-masing pokja dan forum di setiap kecamatan agar program ini bisa diaplikasikan di tingkat desa. Ia berharap peran dari masing-masing pokja yang sudah dibentuk un-

tuk bekerja mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat di Kabupaten Buleleng dengan harapan adanya sinergitas antara pokja desa dan forum kecamatan untuk sama-sama mewujudkan program KKS ini. “Kita sangat memerlukan sinergitas dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten untuk mensukseskan program ini,”. pungkasnya. (Wiwin Meliana)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO BK

Amat bangun pagi dengan terkejut. Ia buruburu mandi, mengenakan pakaian bersih, lalu Putu Wijaya menyeduh kopi sendiri. Kemudian termenung lama di beranda sampai asap yang mengepul di atas gelas kopinya hilang. Bu Amat yang mengintip kelakuan teman hidupnya dari celah pelupuk matanya yang masih bengkak karena menangis semalam, heran. Ia lupakan tubuhnya yang masih pegal, lalu mendekat. Diamdiam gelas kopi yang sudah dingin itu diangkatnya. Dibawa ke dapur untuk diganti yang baru. Ketika ia kembali dengan gelas kopi yang masih mengepul, serta meletakkan di meja, Amat menyangka gelas itu mau diambil. Lalu berbisik. “Sudahlah, Bu. Itu kesalahan Bapak. Anggap saja sebagai karmapala.” Bu Amat heran.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) telah membawa perubahan yang signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang demikian pesat melahirkan jutaan informasi setiap hari yang sebagian besar mungkin mengandung informasi yang berpengaruh buruk terhadap diri anak. Berdasarkan rilis Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebanyak 132,7 juta orang menggunakan media sosial dengan 800 ribu situs yang diakses terindikasi sebagai situs yang menyebar informasi palsu. Demikian pula berdasarkan rilis Badan Intelijen Negara, menyebut konten media sosial didominasi berita bohong dimana 60% informasi hoax sudah mencakup dari konten konten media sosial (medsos). Selain itu, berdasarkan laporan dari Daily Social terkait dengan distribusi hoax di media sosial tahun 2018 yang terjadi di Indonesia, informasi atau konten hoax ditemukan sebanyak 82,25% di platform Facebook, 56,55% di platform WhatsApp

bacaan wanita dan keluarga Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Karmapala apa?” Amat menarik nafas panjang. “Ya, semalam pikiran Bapak kacau sekali. Sebetulnya bukan tidak mau mijitin kaki Ibu. Bukan karena badan Bapak juga kaku semua habis kerja bakti membersihkan halaman. Hanya karena mash sakit hati dengar ngeong kucing di sebelah itu!” “Kucing? Kan kucing Bu Made sudah ditabrak turis waktu pemilu kemarin?” “Kucingnya memang sudah mati! Tapi bosnya masih terus berkoar. Masak dia terus bilang, ini semua salah BK!” “BK siapa?” “Bung Karno!” “Ooo! Memangnya Pak Made sudah bilang apa?” “Di bilang, Pak BK sudah percuma buang-buang waktu berkoarkoar pidato tok, mengkampanyekan revolusi belum selesai, revolusi belum selesai, sampai lupa membangun negeri! Coba dengarin apa kata BH!” “Siapa BH?” “Ah ibu ini suka bloon kalau

diajak bicara politik. Maknya jangan cuma nonton sinetron dan Siraman kalbu di TV. Apresiasi sedikit politik biar paham peta NKRI sekarang.” “Ya, sudah jangan ngomel terus, minum dulu kopinya nanti dingin!” “Nggak usah! Masak kucing itu bilang... .” “Kucing?” “Pak Made suaminya Bu Made sekutu ibu cari kutu, itu! Masak dia bilang, coba kalau dulu BK mau dengerin BH bahwa revolusi sudah selesai, perang sudah kita menangkan, kemerdekaan sudah kita rebut, tinggal evolusi, membangun dan membangun, hanya membangun, kerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk membangun, pasti tidak usah menunggu sampai 74 tahun, baru punya MRT! Bukan cuma di Jakarta tapi di Bali juga! Lihat sekarang entah kapan kita bisa mencicipi ikut naik MRT di Bali kalau revolusi tak pernah selesai. Maunya berantem terus! Sudah jelas kalah, terus saja ngotot mau menang! Sebel, sebel aku!” Bu Amat mulai mengerti, lalu

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

tersenyum. “Jadi Bapak ini keki ya?” “Bukan keki lagi, bete! Makanya Bapak tidak mau mijitin. Tapi begitu saja Ibu kok sudah nangis?” Bu Amat ketawa. “Saya tadi malam menangis, bukan karena Bapak tidak mau mijitin, tapi ....”. “Tapi apa?” “Tapi karena saya habis mimpi ketemu Bung Karno!” Amat tercengang. “Ketemu BK? Masak?” “Ya! Beliau bilang, banyak orang salah paham tentang revolusi! Mereka mengira revolusi itu hanya perubahan, pengerombakan, penjungkirbalikkan jasmani. Revolus yang aku maksudkan adalah rev-

: Cyber Tokoh

Tri Pramana sebagai Dasar Berpikir Kritis Anak (1) dan 29,48% di platform Instagram. Dari laporan tersebut juga dikatakannya, sebanyak 44,49% responden tidak yakin memiliki kepiawaian dalam mendeteksi berita hoax dan sebanyak 51,03% yang memilih berdiam diri ketika menemui berita hoax. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orangtua belakangan ini memiliki ketakutan anaknya akan terpengaruh oleh banyak hal negatif yang diperoleh dari internet maupun media sosial. Ketakutan ini sangat beralasan. Namun tidak mungkin dan tidak bijak untuk mengisolasi anak-anak dari berbagai informasi. Harus dipahami bahwa mengembangkan kemampuan berpikir kritis bukan mengajarkan anak untuk “mengkritik”. Berpikir kritis merupakan sebuah proses intelektual yang secara aktif dan terampil memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, dan komunikasi yang dilakukan. Mendidik anak berpikir

A.A.Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda

kritis akan membantu anak untuk secara aktif membangun pertahanan diri terhadap serangan informasi di sekelilingnya. Sudah selayaknya orang tua mulai untuk “melatih anak berpikir kritis” sejak dini. Mengapa harus diajarkan sejak dini? Karena anakanak memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih besar dari orang dewasa.

olusi total, jasmani dan rohani. Kemerdekaan fisik sudah kita rebut pada 17 Agustus 1945, tapi mental kita rohani kita masih dijajah! Itu harus kita merdekakan tuntas! Itu sebabnya aku bilnag revolusi Indonesia belum selesai!” Amat terpaku. Tak peduli itu mimpi atau bukan. Tapi ia seperti dihujani siraman moral. Bu Amat tersenyum, lalu mengambil gelas kopi dan mengulurkan pada suaminya. “Minum dulu kopinya, nanti sakit kepala!” Amat menggeleng. Bu Amat heran. “Kenapa?” “Tadi Bapak salah waktu bikin. Dikira gula ternyata garam.”

Membiasakan mereka berpikir kritis sejak dini akan membantu mereka untuk memahami sesuatu dengan lebih baik. Latihan berpikir kritis ini bukan hanya sekedar pendidikan iseng yang dilakukan oleh orangtua pada anak. Melainkan pendidikan jangka panjang, sebagai bekal kehidupan saat anak beranjak dewasa kelak. Dengan bertanya, anak memuaskan rasa ingin tahunya akan dunia. Jadi alih-alih memarahi anak karena banyak bertanya, Anda justru perlu memberikan anak kesempatan untuk bertanya sebanyak mungkin. Meskipun pertanyaan-pertanyaan anak terdengar sepele bagi Anda, untuk anak bisa jadi ini sangat penting. Respons dengan bijak dan beri penjelasan yang logis sesuai tingkat

pemahamannya. Upayakan untuk tidak memberi penjelasan yang bertele-tele dan malah membuat anak bingung. Katakan pada anak, “Kamu boleh bertanya apa saja dan Ibu akan berusaha menjawabnya.” Ini tidak hanya membuat anak merasa dihargai tapi juga dapat membuat anak percaya diri. Biasakanlah memberi penjelasan pada anak atas setiap aktivitas yang Anda lakukan atau keputusan yang Anda buat. Ajak anak berdiskusi agar ia mengerti mengapa ini penting, mengapa itu tidak boleh, bagaimana melakukan sesuatu dan mengapa Anda melakukannya. Hilangkan kebiasaan menjawab pertanyaan anak dengan jawaban yang dapat menghambat kemampuannya untuk berpikir kritis, seperti “Jangan banyak bertanya” atau “nak mule keto”. A.A.Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Sudah lima tahun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan beroperasi namun masih amburadul, baik dari sisi managemen maupun pelayanan kepada masyarakat. Keluhan pasien terhadap pelayanan BPJS kesehatan masih belum mereda, sementara defisit anggaran BPJS terus membengkak setidaknya dalam empat tahun terakhir. Tak heran kalau BPJS Kesehatan pun terengahenggah dalam membayar klaim rumah sakit.

M

asih ‘memble’-nya pelayanan BPJS Kesehatan juga diakui oleh dr. Marius Widjajarta, S.E., Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan. Ada banyak faktornya, ucap Marius, di antaranya adalah sampai sekarang belum adanya Standar Medik Nasional. “Saya sudah lama ‘berteriak’ soal Indonesia yang belum memiliki Standar Pelayanan Medik Nasional atau SPMN. Masak negara sebesar Indonesia ini tidak punya ‘SPMN’, bagaimana bisa begitu? Yang harus membuat itu adalah Kementerian Kesehatan. Namun sampai sekarang tidak juga ada wujudnya. Yang ada hanyalah panduan. Ada juga Standar Pelayanan Minimal. Tapi itu bukan standar pelayanan medik nasional. Berbeda,” jelas Marius. Diungkapkan Marius, pengalamannya dalam mendampingi kasus di pengadilan, hakim selalu bertanya tentang Standar Pelayanan Medik Nasional. “Di Jawa Tengah contohnya, hakimnya cuma tanya apakah di Indonesia ada Standar Pelayanan Medik yang Nasional, saya bilang enggak ada. Kalau di daerah, ada SOP. Tapi kata hakim, kalau di pengadilan SOP lokal nggak berlaku. Jadi harus ada SPMN,” jelasnya. Dengan adanya SPMN, lanjutnya, bisa ditentukan berapa cost untuk suatu pelayan. Itu bisa dihitung biayanya. MISS MANAGEMENT BERUJUNG DEFISIT Ketiadaan SPMN itu berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Persoalan lainnya adalah masalah ‘miss management’ dalam tubuh BPJS Kesehatan. Kesalahan manajemen ini salah satunya menyebabkan BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit keuangan bahkan terus membengkak setiap tahun. “Jika masalah ini tak juga kunjung diatasi, ya, jangan harap pelayanan

SUDUT PANDANG

15

Harus Ada Standar Pelayanan Medik Nasional

akan membaik. Yang terjadi ya seperti itu, terus berulang berbagai pemasalahan,” tuturnya. “Pengawas BPJS Kesehatan kan banyak, itu bagaimana? Kenapa bisa BPJS Kesehatan selalu defisit. Dalam undang-undang BPJS Kesehatan adalah sebagai pengelola keuangan bukan juru bayar. Yang sekarang terjadi sudah seperti juru bayar. Uang masuk, langsung dibayarin semua, trus habis. Harusnya kan dapat uang dikelola dulu. Ini bagaimana pengawasannya,” ujarnya. Jika BPJS Kesehatan bisa mengelola dengan benar, Marius berkeyakinan pelayanan kesehatan pada masyarakat pun akan meningkat. “Itukan saling berkaitan ya. Pengelolaan manajemen yang benar, ketersediaan dana, juga adanya standar pelayanan medik nasional. Jika semuanya baik maka akan berdampak pada pelayanan kesehatan,” tegasnya. Hal lain yang sangat disesalkan Marius adalah soal tidak digarapnya MoU COB BPJS Kesehatan dengan pihak asuransi-asuransi komersil. Padahal kalau itu digarap, bisa membantu dalam masalah defisit yang sekarang selalu dikeluhkan BPJS. “Beberapa tahun lalu saya sudah presentasi di Kadin dalam sebuah diskusi. Saya bilang, ini kan duit semua bukan ‘daun’. Duit banyak. Ini kan bisa membantu BPJS Kesehatan. Waktu itu kan persoalannya ada beberapa pasal yang belum disetujui. Lah, tapi trus nggak dilanjutkan, sayang sekali. Itu ada potensi di sektor formal dimana pesertanya mencapai 40 juta jiwa. Coba bayangin kalau satu orang menanggung 4 orang (dirinya, satu istri dan dua anak), sudah berapa banyak uangnya. Tapi ini kok nggak dikerjain BPJS Kesehatan malah ngomong defisit-defisit terus,” tutur Marius gemas. Di bagian lain pensiunan dokter RS St Carolus ini menyebut pelayanan kesehatan Askes (sebelum adanya BPJS Kesehatan) masih jauh lebih baik ketimbang yang sekarang. Kondisi ini, tambahnya sungguh memprihatinkan. “Dulu Askes, ya cukup kartu saja, tidak pakai foto copy berulang-ulang seperti BPJS Kesehatan sekarang, sekali berobat minimal fotocopy 3 lembar. Selain itu, BPJS Kesehatan berlaku regional. Jadi

dr. Marius Widjajarta, S.E. misalnya kita sedang di daerah lain, nggak bisa berobat pakai BPJS Kesehatan kecuali dalam kondisi emergency. Sedang dulu

Askes berlaku nasional. Jadi ketika kita berada di daerah lain, kita bisa berobat dengan ‘modal’ kartu Askes yang kita miliki,” jelasnya sambil menyebut beberapa contoh yang disampaikannya hanya sedikit dari banyaknya permasalahan BPJS Kesehatan. “Itu yang saya bicarakan baru soal pelayanan. Belum lagi soal rumah sakit dan dokter,” tambahnya. Terkait pelayanan kesehatan BPJS juga sempat disinggung oleh Tulus Abadi, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) beberapa waktu lalu. Mengutip dari laman YLKI, Tulus mengatakan, dalam empat tahun terakhir BPJS Kesehatan masih dijumpai banyak masalah. “Dari sisi pelayanan masih minimalis, antara lain antrean sangat panjang, tidak semua tindakan medis ditanggung, penggantian jenis obat secara sepihak tanpa konfirmasi konsumen,

dll,” ujar Tulus. Namun begitu ada hal positifnya, kata Tulus, dalam hal kepesertaan melonjak tajam, hampir 200 juta peserta, dan 92% di antaranya adalah kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) alias peserta gratis. Ini berarti negara hadir untuk masalah pelayanan kesehatan masyarakat. “Manfaat BPJS Kesehatan dominan dirasakan oleh golong PBI,” ucapnya. Namun berbeda dengan peserta yang membayar ataupun para stakeholder utama seperti rumah-rumah sakit dan dokter. Banyak rumah sakit yang klaimnya macet dan terlambat dibayar oleh BPJS. Profesi dokter merasa dipinggirkan, profesionalitasnya direduksi. “Intinya, BPJS Kesehatan telah menjadikan pelayanan kesehatan substandar yang bisa berdampak pada ‘patient safety’,” kata Tulus. (Diana Runtu)


SUDUT PANDANG

14 Berbagai layanan diberikan pemerintah kepada masyarakat. Salah satunya BPJS Kesehatan. Dalam pelaksanaannya tentu ada pro kontra. Berikut pendapat salah seorang pengguna jasa BPJS Kesehatan, Luh Riniti Rahayu.

M

enurut aktivis perempuan ini, sebenarnya BPJS Kesehatan, sangat membantu masyarakat. Namun, memang dari segi prosedur agak rumit dan masyarakat masih banyak yang belum faham, sehingga beberapa orang merasa malas menggunakan atau mengatakan agak susah. Ia juga melihat, di samping masyarakat yang bingung, para dokter juga masih bingung. “Dalam pelayanan BPJS, kita harus mengikuti prosedur tahapan, mulai dari faskes I, kemudian baru faskes 2. Kalau saya faskes 1 di Puskesmas Denpasar Selatan III Pemogan, dan faskes 2 di RS Prima Medika. Kebetulan dekat rumah. Jadi kalau mau konsul ke dokter spesialis, tidak bisa langsung, harus melalui faskes 1 terlebih dahulu. Setelah diperiksa di sana, dan dinyatakan mendapatkan pemeriksaan lanjutan ke spesialis, barulah diberi rujukan ke faskes 2,” tutur Riniti. Ia menuturkan, saat ini ia mempunyai keluhan di lutut kaki. Setelah memeriksakan diri ke puskesmas, ia mendapatkan rujukan ke faskes 2 di RS Prima Medika untuk pengobatan

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Berobatlah Sedini Mungkin lebih lanjut. Saat pengobatan di RS Prima Medika, sebagai pasien BPJS ia harus mendaftar sehari sebelumnya lewat ponsel untuk mendapatkan nomer antrian keesokan harinya. Untuk tindakan operasi, BPJS hanya menanggung satu kali. “Saya pernah melakukan operasi katarak kedua mata di RS Bali Med, jika akan melakukan operasi lagi, tidak ditanggung BPJS,” kata Riniti. Begitu juga, ketika lututnya dinyatakan ada masalah dan harus ditangani dengan penyuntikan cairan, hal itu hanya bisa dilakukan sekali. Jika mau melakukan lagi, tidak ditanggung BPJS. Ia juga menuturkan, ia pernah mengalami tekanan darah yang tinggi, sehingga ia harus meminum obat tiap hari. Ia mendapatkan resep obat untuk sebulan. Untuk mencari obat, rumah sakit hanya memberikan waktu seminggu. Sementara sisanya lagi 23 hari dicari di apotek khusus BPJS yang kerjasama dengan faskes. “Obat yang diresepkan kadang jumlahnya lebih dari tiga. Kadang, ketersediaan obat di apotek tersebut tidak ada sehingga terpaksa karena pasien membutuhkan, akhirnya membeli,” ujarnya. Riniti menyarankan, mungkin para dokter juga harus paham, ada obat yang memang tidak semua ada di apotek BPJS rekanan. Jadi para dokter

juga harus update obat apa saja yang ada di apotek dan ditanggung BPJS. Untuk medical check up, BPJS hanya melayani step by step. Jadi, kalau mau langsung semuanya dicek, tidak bisa, sehingga terlihat pasien pengguna BPJS sering ke rumah sakit karena mereka harus mengikuti prosedur yang benar. Ia menegaskan, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan juga adalah hak dasar warga negara. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih dalam hal ini. Tidak ada lagi slogan orang miskin dilarang sakit, karena orang miskin juga sadar akan kesehatannya. Jadi, harus ada kesadaran dari pemerintah untuk memperbaiki pelayanan menjadi lebih baik. Riniti menilai, sebenarnya ada pesan yang dibawa BPJS Kesehatan, yakni berobatlah sedini mungkin jika ada keluhan, sehingga pengobatan lebih cepat dilakukan. “Dengan keluhan yang belum gawat, tentu pasien bisa dengan sabar mengikuti prosedur. Namanya BPJS Kesehatan bukan berarti harus gratis semua. Masyarakat juga harus sadar hal ini, sehingga memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk terus memperbaiki sistem pelayanan,” kata Riniti. Ia juga mengimbau kepada para perempuan terutama seperti dirinya yang sudah memasuki usia 59 tahun

pelayanan kesehatan bagi warganya,” jelas Elly. Perempuan yang baru beberapa bulan menjabat di kantor cabang Singaraja ini pun tidak menampik jika masalah kepesertaan JKN di Buleleng sempat mencuat ke publik. Akan tetapi pihaknya menegaskan sampai saat ini pemerintah telah menganggarkan kembali UHC pada anggaran perubahan 2019 hingga seratus persen. Meskipun sempat terjadi keterlambatan pembayaran, akan tetapi Elly meyakinkan tidak ada pengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diterima oleh masyarakat di masing-masing fasilitas kesehatan. “Kami tegaskan, bahwa pembayaran UHC dan pelayanan kesehatan adalah dua hal yang berbeda. Sehingga untuk klaim di rumah sakit menggunakan penganggaran terpusat,” ungkapnya. Berkenaan dengan pelayanan kesehatan, perempuan yang berasal dari Buleleng ini mengatakan bahwa BPJS Kesehatan mempunyai target sesuai dengan perpres No. 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan masyarakat wajib memiliki JKN KBS dan mendapat jaminan kesehatan bagi seluruh krama Bali. Dari data yang dimiliki, per Juni 2019 masyarakat Buleleng yang belum memiliki JKN baik mandiri maupun PBI mencapai 19.807 jiwa. “Kami terus lakukan koordinasi dengan pemerintah dan pihak aparat desa agar terus menyisir warganya yang belum memiliki JKN. Jika didaftarkan oleh pemerintah daerah, masyarakat hanya tinggal melapor melalui desa untuk didaftarkan oleh

3

Erika Sedana

Komitmen Kuat dan Visi Jelas Pelantikan Anggota Baru oleh AG Julia

End Polio Fundraising

Luh Riniti Rahayu

menuju pralansia, rutin memeriksakan diri. “Jadilah lansia sehat agar tidak menyusahkan anak di masa tua,” pesan

Riniti. Ia berharap ke depan, pelayanan BPJS Kesehatan juga semakin membaik. (Wirati Astiti)

Bentuk Kader JKN untuk Dampingi Masyarakat Pemerintah Kabupaten Buleleng senantiasa mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Salah satunya melalui bidang kesehatan. Dalam hal ini, Pemkab Buleleng bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan untuk mengcover biaya kesehatan masyarakat yang tidak mampu. Pelayanan dari BPJS Kesehatan diberikan kepada seluruh masyarakat Buleleng yang telah masuk database BPJS Kesehatan baik itu mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI). JKN KBS ini merupakan salah satu pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng sehingga masyarakat betul–betul merasakan program JKN KBS yang sesuai dengan visi Gubernur Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/6) siang, Kepala BPJS Cabang Singaraja Elly Widiani mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Pemkab Buleleng dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Buleleng. Menurutnya, masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat prinsip bagi pemerintah Kabupaten Buleleng karena masalah kesehatan merupakan hal yang mendasar dalam menentukan indeks pembangunan manusia khususnya di Kabupaten Buleleng. Pihaknya sangat mengapresiasi komitmen Pemkab Buleleng dalam memenuhi pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dengan persentase saat ini mencapai 97,58 persen. “Kami sangat mengapresiasi komitmen dari pemerintah yang telah berupaya memenuhi

Sosialita

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Dinas Sosial untuk didaftarkan ke BPJS Kesehatan, serta untuk pemilik perusahaan agar segera mendaftarkan seluruh karyawannya.” jelasnya. Pihaknya juga menghimbau kepada masayarakat yang sudah menjadi peserta JKN secara mandiri agar melakukan pembayaran iuran secara kontinyu dan tepat waktu. Elly menambahkan tingkat kolektabilitas masyarakat dalam membayar iuran masih rendah yaitu 73,75 % sehingga menyisakan 26,25 % masyarakat yang masih menunggak. “Kami lakukan pendekatan dengan menghubungi via telepon maupun kami datangi, bahkan kami juga membentuk kader-kader JKN di beberapa tempat untuk mendampingi masyarakat dalam hal pembayaran iuran,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Elly Widiani

“Whatever Rotary may mean to us, to the world it will be known by the results it achieves”. Paul Harris, Rotary founder

sama-sama dilakukan Rotary bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dikatakannya , bertumbuhnya anggota Rotary sangat membantu perlua-

Kanada, Swiss, Singapura, Slovakia, Norwegia, Jerman, Perancis, Belgia, Finlandia , Belanda , Inggris, Serbia , Italia dan Indonesia. “Kami bertemu setiap Rabu di Trans Resort Bali, Seminyak. Tahun 2018-2019 ini, Rotary Club

satu anggota Rotary Bali Seminyak, Jeni Kardinal. Ia tidak menyangka bahwa setiap tahap kegiatan ini dilakukan dengan sangat cepat. Menurut Jeni, begitu juga masyarakat sangat antusias sehingga mempermudah penyelesaian setiap tahap proyek tersebut. “Kegiatan Global Grant Desa Datah & Nawa Kerti dengan anggaran USD 33,716.81 ini, dimulai Januari 2019 dan estimasi akan berakhir dalam 3 sampai 4 bulan ke depan. Saat rampung nanti, proyek sosial ini akan memberi akses air bersih kepada masyarakat di Desa Datah dan Nawa Kerti termasuk siswa siswi Sekolah Dasar yang ada di sana,”

papar Erika yang juga menjadi President termuda di Rotary Bali Seminyak ini. Ke depannya, Rotary sangat optimis melanjutkan program kerjanya yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memberi dampak positif yang lebih luas untuk masyarakat di Bali dan Indonesia. “Rotary sangat terbuka untuk mengundang profesional, para leaders di Bali untuk ikut bergabung sehingga kita bisa bersama masyarakat melakukan community assessment untuk merencanakan proyek selanjutnya yang lebih baik dengan sustainable outcome. Mari bekerja bersama Rotary – People of Action,” pungkas Erika. -ard

R

otary International, sebuah organisasi dunia yang tahun ini berusia 114 tahun. Organisasi ini, melakukan kegiatan yang difokuskan pada 6 bidang: Preventing disease, Providing clean water, Supporting education, Growing local economies, Saving mother & children, dan Promoting peace. Demikian disampaikan Made Herry Erika Sedana, President Rotary Club of Bali Seminyak ini. Rotary yang dibentuk di Chicago, Amerika Serikat oleh Paul Harris ini memiliki visi dan misi besar. Rotary mempertemukan pengusaha, professionals, problem-solver dan para pemimpin di seluruh dunia untuk bersama-sama bertukar pikiran, diskusi, bekerja memberi perubahan positif di dunia, di lingkungan kita dan kemajuan bagi anggotanya. Membantu masyarakat bersama Rotary, benar-benar diperlukan komitmen kuat dan visi yang sangat jelas. Herry Erika adalah wanita Bali pertama yang menjadi President Rotary Club berbahasa Inggris terbesar di District 3420 Indonesia. Ia mengungkapkan, banyak hal mendasar lain yang bisa

any

Rotary Convention di Hamburg, Germ Banner Exchan

ge dengan Rota

san area kerja Rotary dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Mendapat dukungan penuh dari board members, Alexander Jovanovic, Marie Francoise, Marilyn Carson, Anita Lococo, Alex Potkonjak, dan Patrick Monsarrat, Erika bersama para anggota aktif bertemu setiap minggu dalam “Lunch Meeting, Fellowship dan Vocational Program”. Tergabung di Rotary Club of Bali Seminyak, anggota Rotary dari 16 negara, yakni; Australia, Amerika,

Vocational Program di Yayasan Pusopadi Bali

ry Australia

Seminyak aktif melantik anggota baru serta orientasi proyek agar dapat turut berkontribusi dalam pelayanan kegiatan kemanusiaan di 6 area yang difokuskan Rotary International,” ujar Erika. Lebih lanjut dikatakan oleh Erika, di Karangasem, saat ini sedang dilakukan project ‘Global Grant’ yang mencakup pengadaan air bersih, sanitasi, dan pelatihan bagi masyarakat di Desa Datah dan Nawa Kerti, Kecamatan Abang. Project ini dipimpin oleh salah

Program Literacy & Library oleh Rotaract

Seeds to Table

President & Board Members

Global Grant Air Bersih & Sanitasi


Woman on Top

4 Universitas Udayana melaksanakan ujian terbuka promosi doktor untuk dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ. pada Kamis (20/6). Dalam disertasinya, perempuan yang akrab disapa Dokter Yuni ini mengupas tentang polimorfisme gen serotonin transporter (5-HTT), monoamin oksidase A (MAOA) dan pola asuh merupakan faktor risiko perilaku antisosial pada anak.

D

okter Yuni menjelaskan, disertasi ini dibuat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa anak-anak yang berperilaku antisosial yang saat ini semakin marak di masyarakat, agar mendapat terapi yang optimal. Sehingga mereka tidak harus berakhir di penjara dan menjadi pelaku kriminal kronis. “Disertasi ini diambil karena ketertarikan saya pada anak–anak. Karena anak–anak adalah generasi penerus bangsa,” ungkapnya. Ia menilai, kasus antisosial anak seperti ini cukup banyak di Bali. Dari laporan KPPAD 2017, ada 130 kasus yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum. Hampir 50 persennya berakhir di lembaga pendidikan khusus anak, seperti

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Tangani Kelainan Gen dengan Holistik bilitasi dengan biaya dari pemerintah. Sehingga mereka diharapkan bisa menjadi penerus bangsa ini, menjadikan Indonesia sejahtera. Pada kasus-kasus anak selama ini, penegakan hukum belum banyak melibatkan psikiater sebagai tenaga ahli bukti visum psikiatrikum, yang bisa membuktikan bahwa anak tersebut berperilaku antisosial. “Bisa saja anak tersebut mengalami kelainan gen yang bisa ditangani secara holistik agar anak itu bisa kembali menjadi anak yang normal,” kata dr. Sri Wahyuni. Melalui di-

sertasi ini, ia berharap pemeriksaan serotonin dan monoamine pada semua kasus anak berhadapan dengan hukum dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam pertimbangan hukum pada peradilan anak. (Wirati Astiti)

“Salam Senyum” Tulisan saya sebelumnya, sudah membahas tentang bagaimana percepatan tujuan layanan dengan melakukan tiga hal melalui kata-kata. Dimana para pemimpin layanan mengatakan tiga kalimat ini kepada para pelaku layanan, “terima kasih, Kerja Anda luar biasa, dan Tolong lakukan hal itu lagi.” Hal kecil ini sebenarnya adalah sebuah ‘pengakuan” dari seorang atasan kepada pelaku layanan atas kinerja yang sudah dilakukan. Selain ketiga hal tersebut masih banyak cara lain yang dilakukan untuk percepatan tujuan visi layanan. Seorang pemimpin layanan harus kreatif dalam memberikan pengakuan ini kepada bawahannya. Saya akan berikan beberapa contoh yang nanti dapat dilakukan di perusahaan atau instansi di mana Anda bekerja. Seorang ‘Customer Service’ di sebuah jasa perbankan pernah menuturkan pengalamannya kepada saya, dan dia tidak

akan pernah melupakan peristiwa ini. Disaat diadakan pertemuan rutin bulanan seluruh pegawai di kantornya, tiba tiba namanya dipanggil oleh seorang pimpinan. Ternyata, pimpinannya memberikan apresiasi dengan memanggilnya untuk berdiri di depan kemudian pimpinannya memohon kepada seluruh pegawai untuk berdiri sambil bertepuk tangan atas keberhasilan kinerjanya di bulan lalu. Pimpinannya menceritakan bahwa ‘Customer Service’ ini telah berhasil melayani dengan baik seorang customer. Dimana customer ini adalah seorang Ibu yang memiliki keterbatasan fisik,yaitu pendengarannya sudah tidak normal lagi. Namun, dengan teliti, sabar, ramah dan tuntas, layanan tersebut dilakukan dengan senang hati, sehingga customer merasa sangat senang dan bercerita kepada anaknya. Dan, melalui anaknya, hal ini diceritakan di media sosial, bahkan ada foto kejadiannya, sehingga berita baik ini dapat diakses oleh banyak pemilik akun di

media sosial terebut. Kalau kita baca kembali, ternyata poinnya adalah pengakuan kinerja dari seorang pimpinan, dengan berdiri sambal bertepuk tangan dan mengajak seluruh pegawainya melakukan hal yang sama. Sederhana, berdiri dan bertepuk tangan dilakukan oleh banyak orang. Ternyata pengakuan seperti ini menambah semangat seorang pelaku layanan dalam menjalankan tugasnya. Dan, tentu secara tidak langsung dapat memberi inspirasi bagi pelaku layanan lainnya. Cerita lain yang pernah saya dengar dari seorang pelaku layanan adalah ketika seorang pimpinan sering mencetak kartu yang didalamnya berisikan kalimat pengakuan atas hasil kerja bawahannya, dan membagikannya kepada seluruh pelaku layanan di kantornya. Juga ada cerita seorang pimpinan, memberikan sehari cuti ekstra kepada seorang pelaku layanan, sekotak permen coklat, memberikan tiket nonton film/nonton sepak bola, dan masih banyak kejadian-kejadian inspiratif lainnya. Selain seperti hal diatas, masih banyak pengakuan-pengakuan lain sebagai akselerator yang dapat dilakukan untuk percepatan tujuan dari sebuah visi dan misi layanan. Tentu hal seperti ini mudah untuk dilakukan kalau kita membiasakannya. Tidak harus selalu berupa finansial,

Sebagian masyarakat sepertinya tidak peduli ‘hingar-bingar’ politik di Jakarta. Demo-demo berjilid-jilid yang melelahkan dan menguras energi. Lebih asyik menikmati ‘kehebohan’ yang disajikan di Pekan Raya Jakarta 2019. Selama 1,5 bulan lebih masyarakat dijamu dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Mau berbelanja, kulineran, bermain, atau menikmati atraksi budaya dan musik, semua ada. Ditambah lagi aneka diskon menggiurkan.

Y

“Akselerator Layanan II” tapi bagaimana sebuah pengakuan ini dilakukan dengan tindakan dan kata-kata. Karena banyak pelaku layanan tidak bersemangat melakukan pekerjaan, yang disebabkan oleh tidak adanya pengakuan yang dilakukan oleh pimpinannya kepada mereka. Bukankah sebuah ‘pengakuan’ merupakan akselerator bagi percepatan tujuan layanan? Kenapa kita tidak segera melakukannya? Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

13

PRJ 2019 Dipuji Sekaligus Dikritik

Dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ

Lapas anak di Karangasem. Sebagian lagi ditempatkan bersama– sama dengan narapidana dewasa di Kerobokan atau di lapas-lapas di kabupaten, karena orang tuanya tidak menginginkan. Perilaku antisosial anak terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya, karena mereka terlahir dengan kelainan gen yaitu polimorfisme gen. Apalagi jika kelainan ini disertai dengan pola asuh atau lingkungan (group) yang memicu anak menjadi nakal. Seperti pola asuh otoriter atau penelantaran, maka mereka akan berkembang menjadi pelaku kriminal di masa mendatang. Ia berharap mereka diperlakukan sama seperti anak berperilaku antisosial lainnya seperti anak pecandu zat. Karena ketika mereka dibuktikan di laboratorium bahwa ada kelainan polimorfisme di gen serotonin atau monoamine, anak tersebut harus mendapatkan reha-

METROPOLITAN

ang hobi selfie silahkan memuaskan ‘dahaga’ dengan ‘mengeksplore’ wahana-wahana cantik di sana, salah satunya adalah wahana lampion yang memiliki banyak spot menarik. Makin asyik karena adanya wahana ‘Snow Park’ tempat anak-anak dan keluarga bermain salju. Tak heran dengan semakin meningkatnya berbagai fasilitas, masyarakat pun menyerbu Pekan Raya Jakarta atau kerap juga disebut Jakarta Fair. Bisa jadi karena bertepatan dengan hari libur, pengunjung membludak, khususnya tiap weekend. Padahal harga tiketnya tidak murah, Rp 40 ribu saat weekend, plus Rp 30 ribu untuk mobil. Selain aneka event serta berbagai produk unggulan yang digelar, salah satu daya tarik utama dari membludaknya jumlah pengunjung adalah pertunjukan musik. Pengelola PRJ agaknya tahu betul bahwa masyarakat khususnya kalangan muda sangat gandrung pertunjukan musik. Maka dihadirkanlah para penyanyi juga grup-grup band papan atas. Sebut saja Ari Lasso, grup band Sheila On 7, Slank,

Changcuters, Young Lex, Pas Band, Superman is Dead, dll. Tak ketinggalan grup band lendendaris semacam Godbless yang memiliki penggemar fanatik, serta musik indie dengan menghadirkan Jason Ranti, yang kini menjadi idola musik indie. Jadi, jangan heran kalau areal panggung pertunjukan musik selalu membludak pengunjung yang didominasi kalangan muda. Lihat saja ketika pertunjukkan Sheila On 7 pada Selasa (25/6) malam yang dipadati pengunjung hingga meluber ke lorong-lorong both PRJ. Apalagi ketika Sheila On 7 yang beranggotakan Duta, Erros, Adam dan Brian, menyanyikan lagulagu hits mereka, sontak pengunjung pun histeris. “Tolong dong, pada PRJ tahun depan, pertunjukan semacam Sheila On 7 digelar beberapa kali selama PRJ. Biar kita puas,” ucap Amri, fans Sheila On 7 asal Bekasi, Jawa Barat. Amri dan teman-temannya yang berjumlah tujuh orang mengaku datang ke PRJ bukan untuk berbelanja melainkan menikmati musik. “Kita kesini mau nonton musik. Penyanyinya keren-keren. Daripada nonton konsernya mahal, mending di PRJ murah-meriah,” ungkap pemuda asal Bekasi, Jawa Barat. Mereka mengaku sudah dua kali ke PRJ demi menonton musik. “Harusnya sih tiga kali ya, tapi waktu itu sempat pulang nggak jadi masuk, macetnya nggak tahan. Parah banget,” ucapnya sembari menambahkan baru PRJ tahun ini kemacetan menuju ‘gate’ masuk separah ini. Biasanya, meski macet, tapi tidak lah seperti sekarang. “Waktu itu saya juga datang dengan teman-teman, tapi nggak tahan macet akhirnya pulang,” ujarnya. Keluhan soal kemacetan parah bukan hanya diucap Amri tapi juga banyak calon pengunjung lainnya yang akhirnya membatalkan kunjungannya ke PRJ. Di akun instagram ‘Jakarta Fair Kemayoran’ 2019 pun marak dengan komplain para pengunjung yang kecewa karena kemacetan yang parah. Seperti yang diungkap akun @kulih: “Parah banget macetnya. 1 jam ga gerak. Jadi balik kanan. Pulang lagi”. Senada dengan itu, akun @silvianaoki menyebut: “Ini antriannya parah banget. Mau masuk buat belanja aja susah. Tiket abis, parah”. “Gue pikir pake DANA antriannya BEDA!! lah sama aja.. klo udah pake DANA ngapain gue ikut umpel2an ngantri beli tiket ujung2nya ga dapet tiket?????? jadi fungsinya DANA disini cuma buat dapetin cashback?????? gue pikir mempermudah gue buat masuk lebih cepet kagak umpel2an,” tulis akun @tamyriyadi. Kata @aliiiiiian: “Tolong di perhatiin lagi sistem ticketing nya..hari ini 25 juni 2019 sistem tiket nya parah banget...harusnya event sekelas prj punya plan B buat antisipasi membludak nya pengunjung yg dteng,yaaa minimal ada petugas lahh di loket, ini ga ada petugas yg sama sekali yg ngatur pdhl antrian udah panjang banget dan desek2an parah...terlepas

hari ini ada sheila on 7 tp setidaknya tolong di perhatikan sistem tiketing nya... Jgn kebanyakan di pintu masuk pas masukin kartu”. Saking jengkelnya salah seorang pengunjung PRJ menulis di instagram, ‘Untuk kalian yang tidak mendapat tiket, berbahagialah. Karena di dalam pun tidak bisa menikmati karena terlalu crowded. KRITIK YLKI Ternyata, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi termasuk pengunjung yang ikut ‘bermacet-macet ria’ saat akan berkunjung ke PRJ. Tulus mengaku terjebak kemacetan sejak pukul 16.15 dan baru pukul 17.15 baru bisa mendapat parkir. “Saya masuk areal PRJ sekitar pukul 16.15, macet parah. Baru bisa parkir pukul 17.15,” ujar Tulus. Bukan hanya soal kemacetan dan masalah perparkiran yang disorot Tulus tapi ada beberapa hal, di antaranya, mahalnya tiket masuk serta biaya parkir, belum lagi soal kurangnya toilet serta mushola di area PRJ. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah dirinya menemukan banyaknya pengunjung merokok di sana. Dia berharap, pihak manajemen segera melakukan perbaikan atas berbagai catatan tersebut. Pihak DPRD Jakarta pun diharapkan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PRJ. Menurutnya, sungguh tidak fair, pengunjung diminta membayar tarif masuk mahal, parkir mahal, namun tidak mendapat kenyamanan saat di PRJ. “Tarif parkir Rp 30 ribu sekali masuk, terlalu mahal. Itu sama saja kenaikan tiket terselubung. Belum lagi tiket masuk Rp 40 ribu. Jadi total satu pengunjung yang membawa mobil harus bayar Rp 70 ribu,” ungkapnya. Area parkirnya pun, kata Tulus, tidak nyaman. Selain berdebu juga sesak sehingga pengunjung kesulitan mencari tempat parkir. “Tapi pihak pengelola terus saja menerima pengunjung yang bawa mobil, padahal areal parkir sudah penuh. Harusnya manajemen PRJ bisa menakar kapasitas maksimal area PRJ, bukan malah terus saja menerima pengunjung padahal sudah penuh sesak,” tandasnya. Harga tiket masuk PRJ adalah Senin Rp 25 ribu, Selasa-Kamis Rp 30 ribu, Jumat-Minggu dan hari libur nasional Rp 40 ribu. Parkir mobil flat Rp 30 ribu dan motor Rp 15 ribu. (Diana Runtu)


12 Dalam kunjungannya ke Australia minggu lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan beberapa kegiatan penting yakni terkait strategi tanggap bencana, bidang peternakan juga bidang pendidikan. Gubernur NTB bertemu dengan Gubernur Northern Territory, Hon Vicky O’ Halloran. Pertemuan itu digelar guna mewujudkan kerjasama sister province antara NTB dan NT, Australia.

“D

engan menjadikan NTB Sister Province dengan NT Australia akan banyak kerjasama dan kegiatan bersama yang akan dilakukan ke depan,” ujar Doktor Zul. Selain pertemuan ini, Gubernur NTB Juga melakukan pertemuan dengan anggota Parlemen Australia. Pertemuan ini dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama pendidikan dengan Chairman dan CEO Australian Skill Institute, Kathryn Stenson yang mewakili Pemerintah Australia.

BUMI GORA

Maksimalkan Sister Province, Langsung Beraksi

kemuka di luar negeri, Doktor Zul merasakan betul bagaimana dampak yang dirasakan seseorang saat ia berinteraksi dengan orang-orang dari belahan dunia yang berbedabeda. Sebab itu, dalam berbagai kesempatan, Gubernur NTB ini kerap mengungkapkan, saat berada di luar negeri seseorang akan merasakan semangat nasionalisme yang lebih kuat ketimbang saat berada di negeri sendiri. Itu adalah nilai tambah tersendiri, selain keuntungan berupa bertambahnya pengetahuan, keterampilan, teman dan sahabat dari luar negeri. Bagi Gubernur, peningkatan kualitas ASN adalah hal mutlak untuk membentuk tatanan birokrasi yang profesional. Dengan demikian, birokrasi di NTB diharapkan akan siap untuk menghadapi dinamika dunia yang setiap saat terus berubah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama Konsulat Jenderal RI di Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja

Melalui kesepakatan kerjasama ini, pemerintah NT bersedia memberi akses bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB mengikuti kursus singkat di Darwin, Australia. Kesepakatan ini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Rencananya, mulai tanggal 8 Juli 2019, rombongan pertama ASN peserta kursus singkat akan berangkat ke Darwin. Biayanya ditanggung oleh pihak Northern Territory, Australia. Gubernur menegaskan, kesempatan semacam ini akan membawa banyak manfaat bagi para ASN lingkup Pemprov NTB. Tidak hanya sebatas peningkatan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Lebih jauh, pengalaman mengikuti program ke luar negeri dan berinteraksi dengan orang dari negara yang berbeda bisa memperluas jaringan para ASN tersebut. Sebagai tokoh yang pernah menimba ilmu di berbagai kampus ter-

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

dan melahirkan hal-hal baru. Yang terpenting, dengan bertambahnya pengalaman, ilmu dan keterampilan, ASN juga semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat NTB. “Mudahmudahan ASN kita tambah semangat demi berkhidmat maksimal pada masyarakat NTB,” katanya. Selain itu, Gubernur NTB juga meninjau sektor peternakan di provinsi ini. Sebagai daerah dengan potensi sektor peternakan yang besar, kunjungan ini mampu memberikan nilai tambah dalam pengembangan peternakan di NTB. Sebab potensi besar itu harus pula didukung oleh strategi pengembangan yang baik. Gubernur NTB mengunjungi Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA) Cattle Station dan berdialog dengan pengelolanya. Di sini, Gubernur mendapati bagaimana aktivitas beternak benar-benar dijalankan

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat bertemu Gubernur Northern Territory, Hon Vicky O’ Halloran di Darwin, Australia.

dengan profesional dan modern. Tak heran jika produktivitas dan kualitas ternak yang dihasilkan pun sangat bagus. “Northern Territory mengirimkan sapi ke Indonesia tidak kurang dari 800.000 ekor setiap tahun. Peternak di sini memiliki lahan sangat luas dan rata-rata jumlah ternaknya mencapai ribuan,” ujar Gubernur. Tidak hanya banyak, ternak yang dihasilkan pun memiliki kualitas daging yang baik. MAGANG DI PETERNAKAN Kesuksesan yang dicapai NT dalam mengembangkan sektor peternakan ini menurutnya sangat mungkin ditularkan ke NTB. Sebab, secara geografis NT sangat dekat dengan NTB. “Peternak-peternak kita harus banyak belajar dan memanfaatkan banyak peluang di NT mumpung dekat sekali dengan NTB. Para peternak di sini siap menerima anak-anak muda kita untuk magang di peternakan-peternakan di sini,” ujarnya. Kunjungan ke Cattle Station dan pertemuan dengan jajaran pengelola NTCA, telah memberikan satu pelajaran penting bagi Gubernur. “Kalau NTB mau maju peternakannya, NTB harus memiliki pabrik pakan ternak,” serunya. Tanpa pabrik pakan ternak, ia meyakini peternakan di NTB tidak akan maju dan kompetitif. Karenanya, ia menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan dan mewujudkan pabrik pakan di NTB. Doktor Zul tidak ingin membuang waktu. Ia langsung beraksi dengan memberi arahan kepada jajarannya. Target yang dibuat juga kongkret. “Pabrik pakan ternak harus ada di NTB tahun depan,” ujar Gubernur. Tidak main-main, Gubernur juga menunjuk langsung tiga pimpinan

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan misi pendirian pabrik pakan ternak di NTB ini. Tiga pimpinan OPD itu adalah Kepala Disnakeswan NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si, dan Kepala Distanbun NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si. “Jadikan ini target yang harus direalisasikan,” begitu perintahnya. Sebelumnya Gubernur NTB, juga telah memenuhi undangan Pemerintah Northern Territory (NT), Australia untuk melihat kesiapan pemerintah setempat dalam menghadapi berbagai bencana. Kunjungan tersebut dilakukan di National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin. Menurut Doktor Zul, agenda kunjungan ini memiliki makna penting sebagai sebuah proses pembelajaran mengenai kebijakan mitigasi bencana. Sebagai daerah yang rawan gempa, NTB tentunya membutuhkan kebijakan mitigasi bencana yang andal. Berkunjung ke Northern Territory, menurut Doktor Zul, telah

memberikan gambaran mengenai berbagai pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana. “Mereka sadar kawasan ASEAN sangat rawan bencana. Karenanya Australia menempatkan badan bencananya di Darwin yang sangat dekat dengan negara-negara ASEAN sebagai bentuk persiapan mereka kalau ada bencana di Australia dan negara-negara tetangganya,” ujar Gubernur. Di National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin, Gubernur mendapatkan gambaran bagaimana kebijakan penanganan bencana benar-benar telah dipersiapkan. Berbagai kebutuhan warga di saat bencana, telah dipersiapkan. Nantinya, pasokan kebutuhan ini siap didistribusikan jika sewaktuwaktu bencana datang. Gubernur juga melihat sendiri bagaimana makanan-makanan siap konsumsi telah disiapkan untuk tim dan warga dalam kondisi darurat bencana. Tidak hanya makanan, berbagai kebutuhan lain seperti tenda berbagai ukuran, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lainnya sudah tersedia. Bahkan, kebutuhan seperti boneka untuk anak-anak kecil di daerah bencana juga sudah ada. “Lengkap sekali dan sudah ready dari sekarang. Jadi kalau ada bencana mereka sudah sangat siap,” tegas Gubernur. B a g i G u b e r n u r, k e s i a p a n semacam ini tentu menjadi hal yang harus diadaptasi di daerah NTB yang juga merupakan daerah rawan bencana. “Mereka akan dengan senang hati untuk melatih orang-orang kita di Darwin untuk sigap dan siaga bencana. Atau melatih orang-orang kita dalam jumlah lebih banyak di NTB,” kata gubernur yang juga menggelar kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal RI di Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja. (Naniek I. Taufan)

Aktivitas para peternak di NTCA Cattle Station, Australia yang sudah menggunakan pendekatan modern dan profesional

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

BUNDA ANANDA

Fokus, Lurus, dan Tulus Teriknya matahari pagi di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Sabtu (22/6) tidak menyurutkan semangat 190 pemanah tradisional. Mereka siap dengan busur dan anak panahnya untuk memeriahkan “Jepun Bali Cup 2019, Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara”.

E

vent yang dilaksanakan Jepun Bali Traditional Archery Club ini dibuka Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. ditandai dengan pelepasan anak panah. Perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini memanah didampingi Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serta empat pemanah cilik. “Event ini merupakan bagian dari pelestarian budaya yang berasal dari wira carita. Zaman dulu penglingsir membawa panah ke hutan memanah. Mereka arahkan ke sasaran dan fokus. Panahan tradisional atau jemparingan melatih karakter anak-anak. Ini unik dan menarik, karena ada unsur olahraga, pendidikan, dan budi pekerti. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui bagi anakanak,” ujarnya. Bunda Putri menekankan ada tiga hal yang harus diperhatikan, fokus, lurus, dan tulus. “Ini tidak sekadar olahraga. Ada muatan di dalamnya. Olahraga panahan punya hal-hal yang harus dilakukan. Landasannya fokus, lurus, dan tulus. Tiga hal mendasar ini dilatih agar jadi jawara. Suatu saat nanti ketika siap jadi pemimpin, tiga hal ini yang akan dibawa dalam jatidirinya,” tegas istri Gubernur Bali Wayan Koster ini.

Bunda Putri Koster membuka event dengan memanah

Ia berharap dengan pola Tut Wuri Handayani, ada pemerintah, ada orangtua yang siap mendukung anak-anak. Ini pola asuh yang luar biasa dan mendidik. Ke depan, event ini diharapkan menemukan atlet yang andal bagi Bali dan Nusantara. Ketua Panitia Anak Agung Bagus Bayu Putra mengatakan panahan tradisional (jemparingan) merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai banyak diminati masyakatkat Indonesia khususnya Bali. “Kami di Jepun Bali Traditional Archery Club (JBTAC) telah mencetak atlet mulai dari usia dini hingga dewasa. Melalui event ini, kami ingin membentuk generasi muda yang sehat, kuat jasmani, tangkas, dan cerdas serta mampu berprestasi di berbagai level,” ujarnya. Bayu yang didampingi Pembina JBTAC Anak Agung Anom Giri dan Daniel Morado Parulian menambahkan “Jepun Bali Cup

Bunda Putri Koster bersama Pembina Jepun Bali TAC dan pemanah cilik

5

2019, Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara” bertujuan menyalurkan bakat olahraga sekaligus pelestarian budaya generasi muda. Selain itu, event ini menjadi wadah bagi pecinta dan penggemar jemparingan se-Nusantara untuk berkompetisi dengan menjunjung nilai sportivitas, kejujuran, dan kekeluargaan. “JBTAC berasaskan kekeluargaan dan gotong royong serta mengembangkan sikap rasa memiliki, mau berprestasi serta menjunjung tinggi sifat-sifat olahragawan sejati khususnya panahan tradisional. Fungsi olahraga panahan yang berlandaskan budaya serta dapat memberi kesehatan dan keterampilan secara mental dan fisik serta mampu membentuk dan membangun karakter generasi muda,” imbuh Anom Giri. (Ngurah Budi)

Mendongeng Lima Menit MONYET DAN KELINCI

Monyet dan Kelinci bersahabat sejak lama. Pada suatu siang mereka berdua berjalan-jalan di tengah hutan. Ketika ngobrol di bawah pohon duku, tibatiba Monyet mengeluhkan gerakan aneh si Kelinci. “Hai, Kelinci!” seru Monyet. “Hentikan kebiasaanmu itu! Tidak enak dipandang mata!” “Kebiasaan apa?” Tanya Kelinci heran. “Kamu menggaruk-garuk seluruh tubuh. Tampaknya kamu sangat gelisah.” Kelinci menghentikan garukannya. Namun sesaat kemudian ia melihat si Monyet menggarukgaruk tubuhnya, mulai dari kepala sampai kaki. “Hai, Monyet! Hentikan kebiasaanmu menggaruk-garuk tubuhmu! Tampak menjijikkan!” demikian peringatan Kelinci. Si Monyet tersenyum. Ia sadar telah melakukan kesalahan yang sama dengan Kelinci, padahal ia tidak suka melihat Kelinci berbuat seperti itu. Monyet memang kreatif. Ia ingin menggunakan kesempatan itu untuk bertanding. “Hai, Kelinci!” kata Monyet. “Ayo kita bertanding! Barang siapa yang melanggar, dihukum pukul. Mulai saat ini, kita menghentikan kebiasaan menggaruk-garuk tubuh. Satu, dua, tiga, …. mulai!” Si Kelinci terpaksa mengikuti pertandingan yang tidak mengenakkan itu. Ia tidak sempat membantah. Melihat si Monyet duduk terpaku, ia pun melakukan hal yang sama. Menahan diri tanpa menggarukkan tangan. Lihat itu! Si Monyet duduk seperti seorang pertapa. Sebetulnya dalam hati hewan yang suka melucu itu tersenyum. Ia membayangkan akan memenangkan pertandingan itu, lalu ia akan memukul sahabatnya yang gampang diolok-olok.

Pertandingan menghapus kebiasaan buruk itu berlangsung tertib. Namun beberapa saat kemudian, tampak si Monyet mulai gelisah. Rupa-rupanya ia memikirkan sesuatu. “Hai, Kelinci!” katanya. “Untuk mengusir kejemuan ini, maukah kau mendengarkan cerita pengalamanku?” “Sesuka hatimulah! Akan kudengarkan,” jawab Kelinci. “Pada suatu hari,” demikian si Monyet memulai ceritanya. “Aku berjalan-jalan ke sebuah kebun. Tibatiba di tengah jalan, seorang anak nakal melempar aku dengan sebuah batu kerikil. Pang! Tepat kena hidungku!” Monyet yang cerdik itu lalu menggaruk-garuk hidungnya. “Aku berlari. Namun beberapa langkah kemudian, anak nakal lainnya melempar kepalaku.” Si Monyet menggaruk kepalanya. Pang! Pang! Pang! Si Monyet menunjuk bagian tubuh yang kena pukul, sambil menggaruk-garuk bagian tubuh itu. Si Kelinci tahu akal-akalan sahabatnya. Ia juga ingin berbuat seperti itu. Kemudian ia menceritakan pengalamannya. “Pada suatu hari aku pergi ke kolam,” demikian Kelinci memulai ceritanya. “Sedang asyiknya mencuci muka, tiba-tiba serombongan nyamuk menyerbuku. Ada yang menggigit kupingku, ada yang menggigit mulutku, dadaku, perutku, kakiku, ekorku….!” Kelinci asyik menggaruk bagian tubuh yang seolah-olah �digigit nyamuk. “Stop!” si Monyet berteriak, lalu tertawa. Si Kelinci pun tertawa. Kedua hewan yang bersahabat itu tertawa terpingkal-pingkal sambil menggaruk seluruh tubuhnya. “Kalau demikian, teruskanlah persahabatan kita sambil memelihara kebiasaan masing-masing,” demikian kata si Monyet. Si Kelinci segera menyetujui. (Afrika Barat)


DARA

6

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Jane Callista Saweango

Menikmati Semua Proses Cerdas dan lincah. Itulah Jane Callista Saweango, remaja bersuara emas yang telah berkali-kali menoreh prestasi menyanyi di kompetisi internasional. Baru-baru ini Jane kembali mengharumkan Indonesia dengan keberhasilannya meraih juara pertama pada kompetisi ‘Dreamerz 2019’ di Singapura, 15 Juni lalu.

A

tas prestasi tersebut, Jane mendapat kesempatan untuk tampil dalam ajang ‘World Competition’ di Spanyol pada November 2019 mendatang. Event akbar ini akan diikuti oleh para penyanyi dari 80 negara. Ini bukan prestasi internasional pertamanya. Sebelumnya, tepatnya 2018 lalu, dia pun meraih juara pertama ‘Grand Champion Vocalist Asia Pacific Arts Festival 2018’ di Kamboja. Dalam event itu dia juga meraih penghargaan ‘Gold with Distiction’ untuk nilai vokal tertinggi. Ia juga termasuk salah satu yang terpilih dari ratusan peserta audisi untuk masuk dalam drama musikal ‘The Sound of Music’ yang diproduksi oleh London West End, Singapura. Hebatnya lagi, dia lolos casting untuk pemeran utama. “Event-event itu memberi kesan mendalam untuk aku. Aku ketemu banyak orang yang berbeda, mendapat banyak teman dan koneksi. Aku nggak pernah membayangkan bisa ikut ‘The Sound of Music’ di Marina Singapura. Apalagi aku berhasil lolos casting dan mendapat peran utama. Aku bersaing dengan 700-an peserta dari seluruh dunia lewat

seleksi yang sangat ketat meliputi kemampuan akting, menyanyi dan menari. Itu sungguh pengalaman tak terduga,” ungkap Jane. Nama presenter acara anak ‘Dubi Dubi Dam’ di sebuah televisi swasta ini, mulai dikenal masyarakat sejak ia menjadi peserta ‘The Voice Kids Indonesia’ tahun 2016. Saat itu usianya masih 8 tahun. Meskipun langkahnya terhenti di babak ke-21, namun sosok Jane dengan suara emasnya sudah mencuri hati masyarakat. Sejak itu dia pun banyak diundang untuk mengisi berbagai acara, bahkan kemudian ditawari untuk menjadi presenter acara anak di televisi. Gadis kelahiran Januari 2008 ini mengaku sudah tertarik pada dunia musik sejak kecil. “Sejak kecil aku sudah tertarik dengan menyanyi juga hal-hal yang terkait drama musikal. Dari masa itu aku sudah mulai memiliki mimpi untuk menjadi penyanyi profesional,” ungkapnya Jane yang lancar berbahasa Inggris ini. Hal itu juga dibenarkan oleh ibunya, Fanny, yang juga manajer Jane. “Seingat aku ketertarikan Jane pada dunia menyanyi sejak dia berusia satu tahun lebih ya. Saat itu dia paling suka dengan acara-acara TV yang menayangkan pertunjukan musik atau drama musikal,” ungkap Fanny, mantan balerina. Jane memiliki ingatan yang tajam. Ketika dia menonton TV dia akan mengikutinya dengan saksama, setelah itu dia bisa menceritakannya kembali sesuai apa yang dia tangkap. “Semua itu dia record kemudian dia akan ceritakan kembali. Dia juga menyanyikan lagu-lagunya dengan nada yang tepat,” tambah sang ibu.

Namun kata Fanny, ketika itu dirinya sebagai ibu masih menganggap hal itu sebagai ketertarikan anak-anak. Barulah saat Jane berumur 4-5 tahun,

bum perdananya dia mengerjakan saat santai. Saat bertajuk ‘This is ini koleksi lagunya sudah cukup Jane’ yang dilun- banyak. curkan Oktober “Biasanya kalau pas dapat in2018 lalu meru- spirasi langsung aku tulis liriknya. pakan salah satu Kalau aku rasa memang bagus, bukti perjalanan- aku minta bantuan mama, dan nya meraih cita- guru vokal dan guru piano aku cita. membantu membuat liriknya. Aku Memang, bangga bisa menulis lagu sendiri. tambahnya, Dalam album perdana aku, ada perjalanannya empat lagu yang liriknya aku meraih mimpi ti- tulis sendiri seperti ‘Ayo Cerita’, dak selalu mulus. ‘Special’, ‘Famous’ dan ‘Tiny But Ada saja rintan- Mighty’,” kata murid sekolah gan yang datang. musik Purwa Caraka Music StuN a m u n , s e b - dio ini. agaimana orangJane merasa beruntung dirinya tua selalu men- didukung penuh oleh orang-orang gajarkan, dir- terdekatnya, khususnya sang inya tidak patah mama yang selalu mendampingi. semangat. Dia “Aku beruntung memiliki mami selalu memoti- sebagai manajer aku. Mami yang vasi dirinya untuk mengatur semua kegiatan, mulai terus belajar dan dari les-les sampai kegiatanJane dan aneka penghargaan yang diterimanya mengasah ke- kegiatan menyanyi, dll. Mami mampuan. “Bagi yang bantu dan mendiskusikannya ketertarikannya semakin kuat dan aku tidak ada kata berhenti un- semua dengan aku. Mami juga potensinya pun terlihat menonjol. tuk mencapai sebuah cita-cita,” kerap memberi ide-ide untuk “Orangtua adalah yang paling tandas pemeran Purbasari dalam penampilan terbaik aku di pangdekat dengan anak, tahu karak- pementasan drama musikal ‘Lu- gung,” ungkapnya. Dari jadwal padat itu, memang ternya, minat anak-anaknya, itu tung Kasarung’, belum lama ini. Apa yang dilakukan Jane hingga kelihatan seperti tidak ada habiskarena setiap hari spend time dengan anak. Itu juga yang aku mencapai hasil seperti saat ini bukan nya, namun ucap Jane, dirinya lakukan, mengamati Jane yang hal yang mudah, bahkan cukup menikmati semua itu. Lebih dari mulai tertarik pada tontonan berat untuk anak seusianya. Dia itu, kata Jane, pendidikan tetap musik. Pada umur 4-5 tahub harus benar-benar mengatur wak- lah menjadi prioritasnya. “Meski baru mulai kelihatan potensi yang tunya untuk pendidikan juga untuk aku sibuk dengan berbagai kegdimilikinya,” ujar Fanny yang juga berbagai kegiatannya di luar itu. iatan, aku juga tetap peduli pada guru balet ini. Lihat saja akun instagramnya, ada pendidikan aku. Itu yang utama Jane bukan hanya tertarik pada jadwal kegiatan bulanannya yang dan prioritas,” kata Jane yang musik dan olah vokal tapi juga rutin diposting. Dari sana bisa dilihat juga mengoleksi banyak prestasi pada tarian. Sejak usia 4 tahun, betapa sibuknya gadis 11 tahun ini. di bidang pendidikan. anaknya sudah berlatih balet dan Belum lagi kegiatannya menulis Di antaranya, gold medal Engles piano. Semua kegiatan itu lagu sendiri. Kegiatannya menulis lish Spelling Bee Competition dilakukannya dengan gembira lagu, kata Jane, sudah dimulai 2018, silver medal Mathematics karena memang dia menyukainya. sejak dia berusia 7 tahun. Idenya Competition 2016, bronze medal didapat dari mana saja, sesuai English International Competition SEMANGAT pengalaman hariannya. Biasanya ICAS 2016. (Diana Runtu) MENGEJAR MIMPI Jane juga membenarkan ucapan sang ibu. Menurutnya, ia memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia seni, baik itu musik, olah vokal maupun menari (balet). Semua itu, ia jalani dengan tekun dan disiplin. Dia merasa balet sangat bermanfaat bagi karier menyanyi yang sedang dia rintis. “Itu sudah cita-cita aku sejak kecil. Menjadi penyanyi dan penari profesional. Makanya sejak dini aku berlatih serius. Kalau dibilang lelah, ya sudah pasti. Tapi karena aku mau dan punya mimpi, itu membuat perjalanan aku terasa menyenangkan. Tidak ada beban. Aku menikmati semua prosesnya,” Jane dan kakak serta kedua orangtuanya tutur Jane sembari menyebut al-

BULELENG

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Sampah plastik saat ini menjadi masalah yang harus segera dicarikan solusinya. Dampak negatif dari penggunaan sampah plastik secara kompleks dapat dirasakan dalam jangka waktu singkat maupun panjang. Berbagai upaya untuk mengatasi persoalan ini pun dilakukan berbagai pihak. Baik mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari maupun mencari cara untuk memanfaatkan atau mendaur ulang sampah plastik.

T

idak hanya di darat, sampah plastik juga menjadi masalah bagi biota laut. Jika tidak dikelola secara serius, pencemaran sampah plastik tentunya akan san-

11

Daur Ulang Sampah Plastik

gat berbahaya bagi kelangsungan hidup di bumi. Kepedulian terhadap bahaya sampah plastik juga ditunjukkan oleh PT. PLN (Persero) UP3 Bali Utara. Melalui program PLN Peduli, PLN menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin pengolahan sampah plastik (Pirolisis) menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menjadi Batu Bata kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng. Penyerahan bantuan mesin ini juga merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap lingkungan yang juga bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli. Penyerahan mesin pengolah sampah

Simulasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM

nantinya pengadaan mesin ini kita lanjutkan hingga ke desa – desa,” imbuhnya. Sementara itu, teknisi sekaligus penggas mesin pengolahaan sampah plastik, Ajik Anggi menjelaskan cara kerja dari mesin ini dengan sistem destilasi dengan uap panas yang tinggi. Uap inilah nantinya menjadi tetesan–tetesan minyak. Jenis–jenis bahan bakar yang Penyerahan bantuan mesin pengolah sampah dari PLN bisa dihasilkan melalui plastik ini kepada DLH Kabupaten Buleleng. disesuaikan dengan suhu, dimana ini diserahkan langsung oleh Manager pengepul sampah,” jelasnya. dari 50–150 derajat menghasilkan PLN UP3 Bali Utara I Gusti Made Hal senada juga diungkapkan premium, dari 150–200 menghasilAditya San Adinata kepada Kepala Manager PLN UP3 Bali Utara kan solar dan diatas suhu tersebut Dinas LH Buleleng Putu Ariadi I Gusti Made Aditya San Adi- menghasilkan minyak tanah. Untuk Pribadi,S.STP,MAP. di Depo DLH nata bahwasannya bantuan CSR 1 kilogram sampah plastik mesin Jalan Seroja, Singaraja Senin (24/6). ini merupakan kelanjutan dari ini mampu menghasilkan 0.7 liter Dinas LH Kabupaten Buleleng program peduli sampah yakni minyak mentah, dengan durasi Putu Ariadi Pribadi S.STP,MAP., AKUSTIK (Ayo Kurangi Sampah pembakaran paling cepat 1 jam. menjelaskan bantuan CSR ini meru- Plastik). Bantuan mesin pirolisis “Semua plastik bisa, kaleng oli dan pakan bentuk sinergitas antara dan pengpresan plastik ini di- pipa itu bagus untuk bensin, kalau Pemerintah Kabupaten Buleleng harapkan mampu memberikan plastik kantong kresek bagus untuk dengan BUMN khususnya PT. PLN solusi dalam mengolah sampah solar,” jelasnya. (Persero) Bali Utara untuk peduli plastik yang menjandi komponen Ia menambahkan, sejauh ini permasalahan persampahan di penting dalam mgurangi sampah bahan bakar yang dihasilkan dari Buleleng khususnya sampah plastik. plastik. “Salah satu solusi apakah olahan limbah plastik ini sudah diMelalui mesin pengepresan plas- akan di daur ulang menjadi Batu lakukan uji coba untuk menggeraktik dan mesin Pirolisis ini nantinya Bata atau di bakar menjadi BBM, kan mesin 2 tak. Namun pihaknya diharapkan dapat mengefektifkan sehingga pengelolaan sampah jadi belum berani memastikan bahan penanggulangan sampah – sampah lebih baik kedepannya,”ujarnya. bakar ini bisa digunakan untuk meplastik di Bali Utara. Bahkan kedepan Pihaknya juga akan melakukan sin injeksi, mengingat bahan bakar pihaknya akan membentuk Bank evaluasi terhadap mesin pengolahan mesin injeksi menggunakan bahan Sampah induk, yang akan memfasili- sampah ini, seberapa efektif mampu bakar non timbal. “Sejauh ini bahan tasi bank sampah yang dibentuk di mengurangi volume sampah plastik. bakar minyak dari limbah plastik desa–desa. “Ini akan menjadi jem- “Kalau memang ini cara yang tepat juga sedang dilakukan uji Laboratobatan antara Bank Sampah di desa untuk memerangi sampah plastik rium oleh tim uji coba di Kabupaten dengan distributor atau pengepul– bukan menutup kemungkinan Tabanan,” ujarnya. (Wiwin Meliana)

Bimtek Peningkatan Kualitas Tenun Ikat Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula memiliki potensi pada bidang industri kain yakni kain tenun ikat. Kerajinan kain tenun ikat Desa Sembiran sudah diwariskan sejak turun temurun. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Bali, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Dekranasda Kabupaten Buleleng, dan Pemkab Buleleng ingin membangkitkan kembali kain tenun ikat Desa Sembiran. Pengembangan tersebut dimulai dari perbaikan kualitas kain. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan

Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat kepada perajin kain tenun ikat Desa Sembiran, Senin (24/6). Acara yang dipusatkan di Kantor Kepala Desa Sembiran ini dibuka oleh Ketua Dekernasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng Drs. Ketut Suparto,MMA, dan Camat Tejakula

(Bimtek) Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat kepada pengerajin kain tenun ikat Desa Sembiran, Senin (246).

Drs. Nyoman Widiartha. Bimtek ini diselenggarakan selama empat hari dengan mendatangkan narasumber Nyoman Sudira, perajin berpengalaman dari Kabupaten Klungkung. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Buleleng terus berupaya untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi budayabudaya lokal yang mempengaruhi kerajinan di daerah tersebut. Sebelumnya, kain tenun ikat Desa Sembiran diketahui memiliki kualitas ketahanan luntur warna yang kurang baik. Sehingga, kain tenun ikat Desa Sembiran kurang diminati. Melihat permasalahan tersebut, Disdagperin dan Dekranasda Kabupaten Buleleng berupaya memperbaiki masalah tersebut. Dengan memagangkan salah seorang perajin tenun dari Desa Sembiran ke Klaten, Jawa Tengah. Bukan hanya itu, pelatihan-pelatihan ketahanan luntur warna juga dilaksanakan

untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi perajin desa Sembiran. Hal ini diungkapkan Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana saat ditemui usai pembukaan Bimtek. Istri dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana tersebut juga mengatakan, pelatihan ini juga sudah dilakukan tahun lalu. Ia menambahkan, Pelatihan ini diselenggarakan berkat kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali. “Saya berharap, kegiatan ini dapat terus terlaksana di tahuntahun mendatang sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih memiliki kualitas,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Per-

industrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, Bimtek ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM. Karena menurutnya, peningkatan industri harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Ia juga menambahkan, Bimtek ini juga diselenggarakan untuk membuat teknik kain tenun tersebut lebih berkualitas sehingga segmen pasar akan semankin meningkat. “Disisi lain ini juga sebagai upaya pelestarian kain tenun ikat Desa Sembiran, apa yang menjadi kearifan lokal dari desa sembiran ini. Kearifan lokal ini jangan sampai diubah-ubah lagi agar motif khas kain tenun ikat desa Sembiran tidak hilang,” katanya. (Wiwin Meliana)


Style

10

Cantik dan Elegannya Kebaya Beludru

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019 lavender variasi payet, dan kamen songket sutra ungu. Novi, memakai kebaya beludru lengan lonceng variasi payet garis, dengan kamen endek motif warna ungu kombinasi prada gold. Terakhir Manggek, berkebaya beludru hitam lengan lonceng variasi prada di lengan dan sepanjang dada, dilengkapi kamen prada warna senada. (Sri Ardhini)

Bahan beludru atau velvet adalah sejenis tenun t­ afting (berumbai) dengan struktur sangat halus. Karakternya yang memantulakan cahaya berkilau menjadikannya terlihat anggun, mewah dan elegan.

B

eludru sangat nyaman dikenakan. Pilihan warnanya beragam dan cantik untuk acara formal dan non formal. Kali ini kebaya beludru menjadi pilihan beberapa perempuan pengusaha, anggota Asbest Kota Denpasar. Rhea Cempaka, men-

genakan kebaya beludru hitam dengan cutting semi formal. Potongan kerah asimetris dipadukan kamen modifikasi tuist sutra colet serta selendang yang serasi. Dewi Anyar berkebaya beludru polos model kartini warna jingga padanannya kamen prada ungu Berikutnya, Winda memilih kebaya beludru hitam polos tanpa bet, berpadu kamen tuist motif prada nuansa merah hitam dan krem. Ayu Jegeg Bagus dengan beludru biru dongker variasi payet dan kamen endek prada biru navy. Sementara Candra tampil berkebaya beludru ungu

7 EDUKASI Perilaku Hidup Sehat Modal Menuju Sekolah Sehat

Edisi 1038/ 1 - 7juli 2019

Sebagai upaya meningkatkan dan mengoptimalkan capaian program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M ) maka perlu peran masing-masing sektor. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ir. Gde Darmaja, M.Si pada kegiatan pembukaan pelatihan pengelola UKS/M kecamatan dan sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang diikuti seratus peserta itu berlangsung di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Rabu (26/6).

Gde Darmaja lebih lanjut mengatakan lingkungan sekolah yang sehat memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dalam pembentukan manusia yang berkualitas. Dengan dilaksanakan kegiatan ini dirinya berharap ke depan agar mutu dan prestasi sekolah dapat ditingkatkan melalui adanya UKS/M yang memiliki kualifikasi paripurna. Pada kesempatan tersebut Kadisdikpora Darmaja juga mengatakan, untuk mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik siswa harus dalam keadaan sehat oleh karena itu siswa dalam proses belajar di sekolah maupun di rumah siswa harus membiasa-

kan diri berprilaku hidup bersih dan sehat dibantu dengan seluruh stakeholder terkait menuju sekolah sehat. “Jika anak-anak siswa sehat otomatis daya serap siswa mengikuti pendidikan makin optimal,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan untuk mewujudkan sekolah sehat, semua yang terlibat dalam proses pendidikan harus mengupayakan lingkungan sekolah yang sehat seperti sanitasi yang sehat, ruang belajar yang bersih, drainase yang baik, serta air yang bersih. “ Termasuk tidak kalah pentingnya soal keamanan dan kebersihan makanan yang disediakan oleh kantin sekolah,” pungkasnya.

Seks yang Didokumentasikan

Dari kiri: Dewi Anyar, Winda, Ayu Jegeg Bagus, Rhea Cempaka, Novi, Manggek, Candra

Sebagai seorang perempuan dewasa yang sudah berkeluarga, aku masih sangat menikmati setiap saat aku dicumbu oleh suamiku. Suamiku ini tipe lelaki yang baginya memuaskan pasangannya adalah sebuah prioritas dalam sebuah hubungan. Walaupun saat ini kami berdua sedang memiliki buah hati yang masih kecil, tetapi berhubungan seksual dua sampai tiga kali seminggu tidak pernah absen. Termasuk melakukannya dengan beragam variasi dan juga di beberapa tempat yang kami sepakati. Beruntung sekali sebenarnya aku memilikinya sebagai pasangan hidup, terasa senang lahir dan batin. Sampai dengan akhirnya aku mulai galau semingguan ini. Sudah sejak mingu lalu, suamiku mempunyai keinginan yang nyeleneh, dia beberapa kali ingin merekam hubungan seksual kami, bahkan suka memfoto aku pas tidak

berbusana, tanpa sepersetujuanku. Katanya biar ada yang dilihat saat dia tugas keluar kota. Sebenarnya kami sudah pernah sekali merekam video hubungan seksual kami dan kami menikmatinya saat menonton bersama, tapi aku meminta segera menghapusnya supaya tidak jadi masalah. Sekali itu saja. Aku takut sekali sebenarnya foto dan video kami bisa beredar, seperti kasus belakangan yang banyak terjadi. Ini disebut “seks yang didokumentasikan”. Membuat video pribadi, sekarang sangat mudah, semua orang bisa melakukannya. Pasangan yang ingin mendokumentasikan kemesraannya ternyata alasannya bervariasi. Ada yang buat ditonton bersama supaya tahu bagaimana “tampilan” mereka di video, ada juga untuk “kenang-kenangan” buat pasangan seandainya tidak sedang bersama. Istilahnya “obat kangen”.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Buleleng, Made Suriani, S.Sos dalam laporan tertulisnya mengatakan, pelatihan pengelola UKS/M kecamatan dan sekolah tingkat TK,

SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Buleleng tahun 2019 ini diikuti seratus orang peserta yang terdiri dari guru Pembina dan peserta dari kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung 3 hari ( 26 s/d 28 Juni) itu digelar bertujuan agar meningkatkan keterampilan guru Pembina UKS/M kecamatan. (Wiwin Meliana)

Atau ada juga yang mendokumentasikan tanpa sepersetujuan pasangan, bisa secara sembunyi, atau ada juga dengan paksaan, dengan berbagai alasan, buat koleksi, atau untuk suatu saat “dibangga-banggain” kepada teman-temannya. Malah ada pernah terjadi, pasangan kekasih sengaja mendokumentasikan hubungan seksual dengan menyuruh orang lain yang memvideokan untuk urusan komersil, dijual filmnya. Jadi, kembali lagi, wajar tidaknya tergantung dari tujuannya, yang masih dianggap wajar adalah bila membuatnya sesekali dua kali saja, demi kepentingan untuk dinikmati pribadi, berdua saja, sebagai sebuah variasi kehidupan seksual. Tentu saja kemudian yang jadi catatan adalah, kalau memang berniat membuat demi kepentingan berdua, buat pribadi, tentu saja jangan sampai tersebar luas. Seks yang didokumentasikan jika dimanfaatkan secara bertanggung jawab dengan terbatas untuk kepentingan pribadi, dapat memiliki manfaat personal dan manfaat klinis. Dokumentasi video seks pribadi bisa saja menjadi alat bantu juga buat meningkatkan stimulus seksual bersama, karena menonton bagaimana diri kita dan pasangan melakukan kemesraan seksual juga bisa jadi referensi positif untuk melakukan hubungan seksual yang menyenangkan, asal dilakukan tanpa paksaan, disetujui bersama, berhati-hati, serta tentu saja ditonton sebagai “part of the show” atau bagian dari

hubungan seksual itu sendiri. Jadi, mengonsumsi video seks sebaiknya dilakukan bersama-sama atau sepengetahuan bersama. Itu akan jauh lebih menyenangkan dan lebih aman. Sekaligus bisa mengevaluasi apakah hubungan seksual yang dilakukan selama ini sudah dapat dikatakan menyenangkan buat bersama. Asyik juga, bila berdua bisa saling mengomentari tayangan video yang dibuat bersama. Video seks yang dibuat, jika dikelola dengan tepat waktu dan tepat tontonan (bukan yang ekstrem), bisa bermanfaat untuk relaksasi, melepaskan ketegangan pasca menontonnya, selama semuanya berhenti sampai di sana saja. Kita harus memahami juga bahwa, aktivitas seksual sesungguhnya, selama dilakukan dengan saling setia dengan pasangan yang sah atau yang dicintai akan membawa kebugaran diri jika aktivitas seksual itu bisa terpenuhi dengan memuaskan. Endorfin yang dikeluarkan otak saat orgasme dan tercapai kepuasan seksual adalah penanda rasa senang, tenang, nyaman dan bagus untuk kehidupan seksual, kualitas hidup dan mencegah penuaan dini. Oksitosin yang juga dikeluarkan dapat memunculkan kepuasan dan keintiman sebagai rasa kenyamanan bersama. Demikian juga bila ternyata, pasangan sedang jauh, video seks bisa ditonton sendiri sambil bermasturbasi. Ingat, masturbasi yang dilakukan, asal tidak menggunakan alat bantu yang anehaneh dan tidak terlalu sering, semua

bisa fine-fine saja dan menyehatkan. Berbeda dengan persepsi kuno yang menyebutkan akan berbahaya dan menimbulkan penyakit. Pada waktu membuatnya tentu saja syarat yang harus diperhatikan adalah: tidak ada unsur paksaan kepada pasangan saat membuatnya, disetujui bersama, dan yakin bahwa rekaman tidak bakal bisa bocor tersebar kemana-mana. Komitmen yang kuat harus benar-benar dipegang, kalau tidak yakin, sebaiknya tidak usah membuatnya, karena belakangan ini makin banyak video seks yang bocor justru dari mereka yang memang pasangan yang sah, bukan lagi antar pacar atau selingkuhan saja. Terakhir, berhati-hatilah dengan risiko. Sesungguhnya memang risiko bocor ke publik adalah yang paling ditakutkan, karena konsekuensinya banyak, bisa mengakibatkan stres hingga depresi, sebab cap buruk yang melekat bisa tidak kuat buat dipikul bagi banyak orang yang mengalaminya. Belum lagi risiko kekerabatan, pekerjaan juga memperburuk goncangan psikis sering kali, walau pada beberapa orang lainnya tidak banyak memunculkan efek jangka panjang. Kasus seorang perempuan yang diduga seorang bidan yang adegan masturbasinya menggunakan buah mentimun didokumentasikan dan akhirnya tersebar di media sosial, konon membuatnya berhenti dari pekerjaannya dan membuatnya menjadi stress karena banyak yang membullynya.


JELITA

8

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Gunakan Busana Adat Bali yang Pantas dan Nyaman Dengan terbitnya, Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 tahun 2018, tentang aturan berbusana adat Bali, masih banyak para karyawan yang belum memenuhi kepantasan dan kenyamanan dalam berbusana adat Bali.

Contoh busana adat Bali

S

eperti yang diungkapkan Dr. Cokorda Abinanda Sukawati, M.Sn atau yang akrab disapa Cok Abi, dalam workshop Tata Rias dan Busana Adat Tradisional Bali, pekan lalu di Gedung Ksirarnawa Art Center. Ia menghadirkan model per­ agaan busana untuk memberi­ kan contoh bagaimana seha­ rusnya berbusana adat Bali. Untuk busana ke Pura standar dari panjang kebaya adalah di bawah pinggul. Bentuk kebaya

kartini dan lengan panjang den­ gan kebaya katun yang polos. Begitu juga dengan busana adat Bali untuk bekerja. “Sebaiknya memilih kebaya katun lengan panjang bukan brokat. Rambut tidak digerai, tapi diikat atau lebih bagus disanggul sederhana, misalnya dicepol atau bentuk keong,” ujar Cok Abi. Pilihan kain katun agar mudah menyerap keringat dan nya­ man dipakai bekerja baik pagi, siang, atau malam hari. Cok Abi juga menyarankan untuk berbu­ sana kerja sebaiknya nyaman dan mudah digunakan bekerja dan penggunaan warna itu haruslah yang lembut tidak menjolok. Sementara, untuk ke busana ke Pura tidak harus berwarna putih. Menurutnya, bahan berokat sebaiknya tidak dipilih apalagi yang tipis dan tembus pandang. “Sebaiknya brokat dipilih untuk busana ke pesta atau kundangan

Tampil Memesona dengan Nail Art

Nail art adalah seni melukis kuku dengan cara mengecat

kuku menggunakan bahan cat khusus. Nail Art tidak saja di­

Nail Art

adat,” kata Cok Abi. Sementara menurut akademisi Dr. A.A. Anom Mayun K. Tenaya, S.Sn.,M.Sn., saat ini pakem tata rias dan busana adat tradisional Bali yang ada di setiap kabupaten/ kota langka ditemukan lagi dikare­ nakan pergeseran zaman. Padahal tata rias dan busana adat tradis­ ional Bali sangat banyak memiliki keragaman ciri khasnya. Ia menilai, ciri khas dari setiap kabupaten/kota memiliki keuni­ kannya masing- masing, seperti bagian pusungan. Gianyar memi­ liki pusung tanduk, di Klungkung terdapat pusungan kletek mandel, pusung tanduk juga terdapat di kabupaten Tabanan namun dari segi bentuk berbeda. Pusungan dari Karangasem dan Buleleng dinamakan pusung tagel namun yang membedakan, pusungan khas Buleleng dibawa naik tidak seperti Karangasem. Saat upacara pernikahan,

sukai para sosialita namun juga mulai para ibu rumah tangga dan remaja putri ikut menggandrunginya. “Sebe­ narnya manfaat Nail Art bukan hanya untuk sekadar menam­ bah kecantikan, tetapi juga se­ bagai sebuah bentuk ekspresi diri seorang perempuan masa kini agar tampil lebih modis

9

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Ayam Ungkep Kelapa BAHAN: 1 ekor : ayam potong potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 4 siung : bawang putih cincang 12 buah : bawang merah cincang 4 buah : cabe merah besar cincang buang bijinya 11 buah : cabe rawit 2 ruas jari : lenguas parut 1 buah : kelapa parut, sangria 1 sdm : gula merah sisir 300 ml : air 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : minyak Garam, kaldu bubuk secukupnya

CARA MEMBUAT: Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, aduk rata, diamkan 15 menit lalu cuci bersih, tiriskan. Panaskan min­ yak, tumis irisan bawang putih dan bawang merah hingga harum lalu masukkan potongan ayam, cabe merah, cabe rawit dan lengkuas. Aduk hingga ayam berubah warna lalu masukkan air, gula merah, garam, dan kaldu bubuk. Aduk lalu tutup hingga air berkurang tinggal seperempatnya lalu masukkan kelapa sangrai juga air jeruk nipis. Aduk rata hingga air sat dan agak kering matang. Siap disajikan

Chef Sarwan

Entok Ungkep Kecap BAHAN: 1 ekor : entok potong potong menurut selera 350 ml : air 100 ml : kecap manis 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : minyak goreng 2 sdm : air jeruk nipis Gula, garam secukupnya

Cok Abi sedang menerangkan busana adat Bali yang nyaman dan pantas.

seringkali pengantin lebih me­ milih payas modifikasi dengan asalan lebih efisien. Saat upa­ cara natab, malah pengantin kebanyakan menggunakan payas agung Badung. Padahal, mer­ eka bukan berasal dari Badung. “Seharusnya mereka menggu­ nakan busana khas dari daerahnya masing-masing. Dengan kondisi seperti ini, ciri khas masing-ma­ sing busana tradisional Bali lama-

dan menarik perhatian,” ujar Syerli Yustiani, Sales Marke­ ting Vita Luxe Nail & Beauty Bar, Level 21 Denpasar. Ia mengatakan, Nail Art ada ragam jenisnya. Pertama adalah nail art kuteks yakni nail art yang menggunakan kuteks saja. Jenis kedua adalah nail art stone yaitu nail art yang dihiasi batuan-batuan kecil yang unik dan berwarna-warni. Untuk jenis ketiga disebut nail art akrilik sebagai hiasan di kuku. Kelebihan nail art akrilik se­ lain mempercantik kuku juga menutupi kekurangan sang pemilik kuku. Menurut Syerli, tema lukisan di kuku macam-macam, ada bunga, daun, binatang, atau disesuikan dengan tema hari, misalnya valentine identik den­ gan warna pink dan jantung hati, hari imlek, Natal dengan boneka salju, Santa Claus, pernak -pernik Natal, Hari kemerdekaan dengan warna merah putih. “Ada juga anakanak yang suka nail art, seperti tokoh kartun Sponge Bob dan

kelamaan akan dilupakan generasi muda,”ujarnya. Mayun berharap agar nilai estetika dan keindahan dari tata rias dan busana adat tradisional haruslah dipertahankan. Untuk itu, pelatihan perlu dilakukan kepada para peggiat kecantikan, agar mereka faham, dan ciri khas masing-masing kabupaten/kota tetap dipertahankan. (Wirati Astiti)

BUMBU CINCANG 4 siung : bawang putih 11 buah : bawang merah 2 buah : cabe merah besar

7 buah : cabe rawit 2 ruas jari : jahe CARA MEMBUAT: - Lumuri potongan entok dengan air jeruk nipis lalu aduk. - Diamkan 15 menit lalu cuci bersih, tiriskan. - Panaskan minyak, masukkan bahan bumbu cin­ cang, tumis hingga harum lalu masukkan entok. - Aduk rata, lalu masukkan air dan kecap manis, gula, garam, kaldu bubuk. - Ungkep sampai bumbu meresap dan matang. - Siap disajikan.

Laklak dan Cendol dari Daun Kelor Bisnis kuliner saat ini mulai banyak digeluti karena peluang pasar yang sangat baik. Ber­ bagai jenis kuliner baik yang modern hingga tradisional kini dikemas dengan berbagai keunikan sehingga tetap me­ narik untuk konsumen. Selain rasa, pelaku bisnis kuliner juga diharapkan mampu berinovasi untuk dapat bersaing dengan pedagang lainnya. Salah satu kuliner yang saat

ini mulai bangkit kembali ialah jaja laklak. Panganan tradisional ini memang sudah dikenal dan digemari sejak dahulu. Berba­ han dasar tepung beras yang ”dioven” menggunakan alat tradisional di atas tungku api, jajanan ini memang digemari para oran tua. Berbagai inovasi pun dilakukan untuk kembali mengangkat nilai jual panganan khas Pulau Dewata tersebut. Ketut Darmada salah sa­ Laklak daun kelor

Syerli Micky Mouse,” ujarnya. Seperti melukis di kertas, melukis kuku juga diperlukan seni dari si pelukisnya, apa­ lagi dengan media kuku yang sangat kecil sehingga tingkat kesukarannya lebih tinggi. Jadi, kata dia, wajar kalau har­ ganya di atas rata-rata, apalagi produk gel kuku yang digu­ nakan tidak membahayakan kulit dan aman. (Wirati Astiti)

Darmada sedang membuat laklak daun kelor

tunya. Pria yang berasal dari Banjar Dinas Bajangan, Desa Dencarik Kecamatan Banjar Buleleng ini mencoba membuat inovasi yang tidak biasanya. Jika saat ini banyak dijumpai laklak dengan berbagai rasa seperti buah naga, labu kuning, beras hitam dan daun suji, ia mencoba membuat terobosan dengan mengkombinasikan kue ini dengan sayuran. Melalui ide kreatifnya, Dar­ mada mencampurkan bahan dasar untuk membuat laklak dengan daun kelor. Dirinya menuturkan, bisnis panganan

berbahan dasar kelor ini baru ia geluti sejak sebulan yang lalu. Ide itu muncul saat dirinya melihat selama ini daun kelor hanya diolah sebagai sayur oleh masyarakat. Padahal khasiat yang terkandung di dalam daun kelor sangat baik untuk tubuh, seperti mengandung vitamin C, vitamin A, dan kalsium. Untuk itu, Darmada pun mencoba mengolah daun kelor tidak hanya sebagai sayur, na­ mun juga dapat dinikmati seb­ agai teman ngopi. Daun kelor yang sudah dibersihkan dari tangkainya, ia cuci lalu disimpan

selama 14 hari di dalam suhu ruangan. Selanjutnya, daun kelor yang sudah kering ia han­ curkan hingga menjadi tepung, untuk kemudian dicampurkan ke dalam adonan kue laklak, makanan tradisional asal pulau dewata. “Komposisi adonannya hampir sama dengan membuat kue laklak pada umumnya. Be­ gitu juga dengan cendol. Hanya adonanya saya tambahkan be­ berapa gram tepung daun kelor. Sehingga aroma dan rasanya menjadi khas,” jelasnya. Tidak hanya laklak, Darmada juga mencoba membuat cen­ dol dengan bahan daun kelor. Rasanya pun sangat khas dan tentu memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Hasil olahannya itu pun dijual oleh Darmada disebuah warung sederhana miliknya, yang diberi nama Angkringan Moringa, ter­ letak di Banjar Dinas Bajangan. Seporsi kue laklak dengan isian enam potong, ia jual dengan harga Rp 5000. Pun dengan es cendolnya, ia jual dengan harga Rp 5000 per gelasnya. “Pe­ minatnya lumayan. Sehari itu mengabiskan dua kilo adonan,” pungkasnya.


JELITA

8

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Gunakan Busana Adat Bali yang Pantas dan Nyaman Dengan terbitnya, Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 tahun 2018, tentang aturan berbusana adat Bali, masih banyak para karyawan yang belum memenuhi kepantasan dan kenyamanan dalam berbusana adat Bali.

Contoh busana adat Bali

S

eperti yang diungkapkan Dr. Cokorda Abinanda Sukawati, M.Sn atau yang akrab disapa Cok Abi, dalam workshop Tata Rias dan Busana Adat Tradisional Bali, pekan lalu di Gedung Ksirarnawa Art Center. Ia menghadirkan model per­ agaan busana untuk memberi­ kan contoh bagaimana seha­ rusnya berbusana adat Bali. Untuk busana ke Pura standar dari panjang kebaya adalah di bawah pinggul. Bentuk kebaya

kartini dan lengan panjang den­ gan kebaya katun yang polos. Begitu juga dengan busana adat Bali untuk bekerja. “Sebaiknya memilih kebaya katun lengan panjang bukan brokat. Rambut tidak digerai, tapi diikat atau lebih bagus disanggul sederhana, misalnya dicepol atau bentuk keong,” ujar Cok Abi. Pilihan kain katun agar mudah menyerap keringat dan nya­ man dipakai bekerja baik pagi, siang, atau malam hari. Cok Abi juga menyarankan untuk berbu­ sana kerja sebaiknya nyaman dan mudah digunakan bekerja dan penggunaan warna itu haruslah yang lembut tidak menjolok. Sementara, untuk ke busana ke Pura tidak harus berwarna putih. Menurutnya, bahan berokat sebaiknya tidak dipilih apalagi yang tipis dan tembus pandang. “Sebaiknya brokat dipilih untuk busana ke pesta atau kundangan

Tampil Memesona dengan Nail Art

Nail art adalah seni melukis kuku dengan cara mengecat

kuku menggunakan bahan cat khusus. Nail Art tidak saja di­

Nail Art

adat,” kata Cok Abi. Sementara menurut akademisi Dr. A.A. Anom Mayun K. Tenaya, S.Sn.,M.Sn., saat ini pakem tata rias dan busana adat tradisional Bali yang ada di setiap kabupaten/ kota langka ditemukan lagi dikare­ nakan pergeseran zaman. Padahal tata rias dan busana adat tradis­ ional Bali sangat banyak memiliki keragaman ciri khasnya. Ia menilai, ciri khas dari setiap kabupaten/kota memiliki keuni­ kannya masing- masing, seperti bagian pusungan. Gianyar memi­ liki pusung tanduk, di Klungkung terdapat pusungan kletek mandel, pusung tanduk juga terdapat di kabupaten Tabanan namun dari segi bentuk berbeda. Pusungan dari Karangasem dan Buleleng dinamakan pusung tagel namun yang membedakan, pusungan khas Buleleng dibawa naik tidak seperti Karangasem. Saat upacara pernikahan,

sukai para sosialita namun juga mulai para ibu rumah tangga dan remaja putri ikut menggandrunginya. “Sebe­ narnya manfaat Nail Art bukan hanya untuk sekadar menam­ bah kecantikan, tetapi juga se­ bagai sebuah bentuk ekspresi diri seorang perempuan masa kini agar tampil lebih modis

9

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Ayam Ungkep Kelapa BAHAN: 1 ekor : ayam potong potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 4 siung : bawang putih cincang 12 buah : bawang merah cincang 4 buah : cabe merah besar cincang buang bijinya 11 buah : cabe rawit 2 ruas jari : lenguas parut 1 buah : kelapa parut, sangria 1 sdm : gula merah sisir 300 ml : air 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : minyak Garam, kaldu bubuk secukupnya

CARA MEMBUAT: Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, aduk rata, diamkan 15 menit lalu cuci bersih, tiriskan. Panaskan min­ yak, tumis irisan bawang putih dan bawang merah hingga harum lalu masukkan potongan ayam, cabe merah, cabe rawit dan lengkuas. Aduk hingga ayam berubah warna lalu masukkan air, gula merah, garam, dan kaldu bubuk. Aduk lalu tutup hingga air berkurang tinggal seperempatnya lalu masukkan kelapa sangrai juga air jeruk nipis. Aduk rata hingga air sat dan agak kering matang. Siap disajikan

Chef Sarwan

Entok Ungkep Kecap BAHAN: 1 ekor : entok potong potong menurut selera 350 ml : air 100 ml : kecap manis 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : minyak goreng 2 sdm : air jeruk nipis Gula, garam secukupnya

Cok Abi sedang menerangkan busana adat Bali yang nyaman dan pantas.

seringkali pengantin lebih me­ milih payas modifikasi dengan asalan lebih efisien. Saat upa­ cara natab, malah pengantin kebanyakan menggunakan payas agung Badung. Padahal, mer­ eka bukan berasal dari Badung. “Seharusnya mereka menggu­ nakan busana khas dari daerahnya masing-masing. Dengan kondisi seperti ini, ciri khas masing-ma­ sing busana tradisional Bali lama-

dan menarik perhatian,” ujar Syerli Yustiani, Sales Marke­ ting Vita Luxe Nail & Beauty Bar, Level 21 Denpasar. Ia mengatakan, Nail Art ada ragam jenisnya. Pertama adalah nail art kuteks yakni nail art yang menggunakan kuteks saja. Jenis kedua adalah nail art stone yaitu nail art yang dihiasi batuan-batuan kecil yang unik dan berwarna-warni. Untuk jenis ketiga disebut nail art akrilik sebagai hiasan di kuku. Kelebihan nail art akrilik se­ lain mempercantik kuku juga menutupi kekurangan sang pemilik kuku. Menurut Syerli, tema lukisan di kuku macam-macam, ada bunga, daun, binatang, atau disesuikan dengan tema hari, misalnya valentine identik den­ gan warna pink dan jantung hati, hari imlek, Natal dengan boneka salju, Santa Claus, pernak -pernik Natal, Hari kemerdekaan dengan warna merah putih. “Ada juga anakanak yang suka nail art, seperti tokoh kartun Sponge Bob dan

kelamaan akan dilupakan generasi muda,”ujarnya. Mayun berharap agar nilai estetika dan keindahan dari tata rias dan busana adat tradisional haruslah dipertahankan. Untuk itu, pelatihan perlu dilakukan kepada para peggiat kecantikan, agar mereka faham, dan ciri khas masing-masing kabupaten/kota tetap dipertahankan. (Wirati Astiti)

BUMBU CINCANG 4 siung : bawang putih 11 buah : bawang merah 2 buah : cabe merah besar

7 buah : cabe rawit 2 ruas jari : jahe CARA MEMBUAT: - Lumuri potongan entok dengan air jeruk nipis lalu aduk. - Diamkan 15 menit lalu cuci bersih, tiriskan. - Panaskan minyak, masukkan bahan bumbu cin­ cang, tumis hingga harum lalu masukkan entok. - Aduk rata, lalu masukkan air dan kecap manis, gula, garam, kaldu bubuk. - Ungkep sampai bumbu meresap dan matang. - Siap disajikan.

Laklak dan Cendol dari Daun Kelor Bisnis kuliner saat ini mulai banyak digeluti karena peluang pasar yang sangat baik. Ber­ bagai jenis kuliner baik yang modern hingga tradisional kini dikemas dengan berbagai keunikan sehingga tetap me­ narik untuk konsumen. Selain rasa, pelaku bisnis kuliner juga diharapkan mampu berinovasi untuk dapat bersaing dengan pedagang lainnya. Salah satu kuliner yang saat

ini mulai bangkit kembali ialah jaja laklak. Panganan tradisional ini memang sudah dikenal dan digemari sejak dahulu. Berba­ han dasar tepung beras yang ”dioven” menggunakan alat tradisional di atas tungku api, jajanan ini memang digemari para oran tua. Berbagai inovasi pun dilakukan untuk kembali mengangkat nilai jual panganan khas Pulau Dewata tersebut. Ketut Darmada salah sa­ Laklak daun kelor

Syerli Micky Mouse,” ujarnya. Seperti melukis di kertas, melukis kuku juga diperlukan seni dari si pelukisnya, apa­ lagi dengan media kuku yang sangat kecil sehingga tingkat kesukarannya lebih tinggi. Jadi, kata dia, wajar kalau har­ ganya di atas rata-rata, apalagi produk gel kuku yang digu­ nakan tidak membahayakan kulit dan aman. (Wirati Astiti)

Darmada sedang membuat laklak daun kelor

tunya. Pria yang berasal dari Banjar Dinas Bajangan, Desa Dencarik Kecamatan Banjar Buleleng ini mencoba membuat inovasi yang tidak biasanya. Jika saat ini banyak dijumpai laklak dengan berbagai rasa seperti buah naga, labu kuning, beras hitam dan daun suji, ia mencoba membuat terobosan dengan mengkombinasikan kue ini dengan sayuran. Melalui ide kreatifnya, Dar­ mada mencampurkan bahan dasar untuk membuat laklak dengan daun kelor. Dirinya menuturkan, bisnis panganan

berbahan dasar kelor ini baru ia geluti sejak sebulan yang lalu. Ide itu muncul saat dirinya melihat selama ini daun kelor hanya diolah sebagai sayur oleh masyarakat. Padahal khasiat yang terkandung di dalam daun kelor sangat baik untuk tubuh, seperti mengandung vitamin C, vitamin A, dan kalsium. Untuk itu, Darmada pun mencoba mengolah daun kelor tidak hanya sebagai sayur, na­ mun juga dapat dinikmati seb­ agai teman ngopi. Daun kelor yang sudah dibersihkan dari tangkainya, ia cuci lalu disimpan

selama 14 hari di dalam suhu ruangan. Selanjutnya, daun kelor yang sudah kering ia han­ curkan hingga menjadi tepung, untuk kemudian dicampurkan ke dalam adonan kue laklak, makanan tradisional asal pulau dewata. “Komposisi adonannya hampir sama dengan membuat kue laklak pada umumnya. Be­ gitu juga dengan cendol. Hanya adonanya saya tambahkan be­ berapa gram tepung daun kelor. Sehingga aroma dan rasanya menjadi khas,” jelasnya. Tidak hanya laklak, Darmada juga mencoba membuat cen­ dol dengan bahan daun kelor. Rasanya pun sangat khas dan tentu memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Hasil olahannya itu pun dijual oleh Darmada disebuah warung sederhana miliknya, yang diberi nama Angkringan Moringa, ter­ letak di Banjar Dinas Bajangan. Seporsi kue laklak dengan isian enam potong, ia jual dengan harga Rp 5000. Pun dengan es cendolnya, ia jual dengan harga Rp 5000 per gelasnya. “Pe­ minatnya lumayan. Sehari itu mengabiskan dua kilo adonan,” pungkasnya.


Style

10

Cantik dan Elegannya Kebaya Beludru

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019 lavender variasi payet, dan kamen songket sutra ungu. Novi, memakai kebaya beludru lengan lonceng variasi payet garis, dengan kamen endek motif warna ungu kombinasi prada gold. Terakhir Manggek, berkebaya beludru hitam lengan lonceng variasi prada di lengan dan sepanjang dada, dilengkapi kamen prada warna senada. (Sri Ardhini)

Bahan beludru atau velvet adalah sejenis tenun t­ afting (berumbai) dengan struktur sangat halus. Karakternya yang memantulakan cahaya berkilau menjadikannya terlihat anggun, mewah dan elegan.

B

eludru sangat nyaman dikenakan. Pilihan warnanya beragam dan cantik untuk acara formal dan non formal. Kali ini kebaya beludru menjadi pilihan beberapa perempuan pengusaha, anggota Asbest Kota Denpasar. Rhea Cempaka, men-

genakan kebaya beludru hitam dengan cutting semi formal. Potongan kerah asimetris dipadukan kamen modifikasi tuist sutra colet serta selendang yang serasi. Dewi Anyar berkebaya beludru polos model kartini warna jingga padanannya kamen prada ungu Berikutnya, Winda memilih kebaya beludru hitam polos tanpa bet, berpadu kamen tuist motif prada nuansa merah hitam dan krem. Ayu Jegeg Bagus dengan beludru biru dongker variasi payet dan kamen endek prada biru navy. Sementara Candra tampil berkebaya beludru ungu

7 EDUKASI Perilaku Hidup Sehat Modal Menuju Sekolah Sehat

Edisi 1038/ 1 - 7juli 2019

Sebagai upaya meningkatkan dan mengoptimalkan capaian program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M ) maka perlu peran masing-masing sektor. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ir. Gde Darmaja, M.Si pada kegiatan pembukaan pelatihan pengelola UKS/M kecamatan dan sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang diikuti seratus peserta itu berlangsung di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Rabu (26/6).

Gde Darmaja lebih lanjut mengatakan lingkungan sekolah yang sehat memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dalam pembentukan manusia yang berkualitas. Dengan dilaksanakan kegiatan ini dirinya berharap ke depan agar mutu dan prestasi sekolah dapat ditingkatkan melalui adanya UKS/M yang memiliki kualifikasi paripurna. Pada kesempatan tersebut Kadisdikpora Darmaja juga mengatakan, untuk mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik siswa harus dalam keadaan sehat oleh karena itu siswa dalam proses belajar di sekolah maupun di rumah siswa harus membiasa-

kan diri berprilaku hidup bersih dan sehat dibantu dengan seluruh stakeholder terkait menuju sekolah sehat. “Jika anak-anak siswa sehat otomatis daya serap siswa mengikuti pendidikan makin optimal,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan untuk mewujudkan sekolah sehat, semua yang terlibat dalam proses pendidikan harus mengupayakan lingkungan sekolah yang sehat seperti sanitasi yang sehat, ruang belajar yang bersih, drainase yang baik, serta air yang bersih. “ Termasuk tidak kalah pentingnya soal keamanan dan kebersihan makanan yang disediakan oleh kantin sekolah,” pungkasnya.

Seks yang Didokumentasikan

Dari kiri: Dewi Anyar, Winda, Ayu Jegeg Bagus, Rhea Cempaka, Novi, Manggek, Candra

Sebagai seorang perempuan dewasa yang sudah berkeluarga, aku masih sangat menikmati setiap saat aku dicumbu oleh suamiku. Suamiku ini tipe lelaki yang baginya memuaskan pasangannya adalah sebuah prioritas dalam sebuah hubungan. Walaupun saat ini kami berdua sedang memiliki buah hati yang masih kecil, tetapi berhubungan seksual dua sampai tiga kali seminggu tidak pernah absen. Termasuk melakukannya dengan beragam variasi dan juga di beberapa tempat yang kami sepakati. Beruntung sekali sebenarnya aku memilikinya sebagai pasangan hidup, terasa senang lahir dan batin. Sampai dengan akhirnya aku mulai galau semingguan ini. Sudah sejak mingu lalu, suamiku mempunyai keinginan yang nyeleneh, dia beberapa kali ingin merekam hubungan seksual kami, bahkan suka memfoto aku pas tidak

berbusana, tanpa sepersetujuanku. Katanya biar ada yang dilihat saat dia tugas keluar kota. Sebenarnya kami sudah pernah sekali merekam video hubungan seksual kami dan kami menikmatinya saat menonton bersama, tapi aku meminta segera menghapusnya supaya tidak jadi masalah. Sekali itu saja. Aku takut sekali sebenarnya foto dan video kami bisa beredar, seperti kasus belakangan yang banyak terjadi. Ini disebut “seks yang didokumentasikan”. Membuat video pribadi, sekarang sangat mudah, semua orang bisa melakukannya. Pasangan yang ingin mendokumentasikan kemesraannya ternyata alasannya bervariasi. Ada yang buat ditonton bersama supaya tahu bagaimana “tampilan” mereka di video, ada juga untuk “kenang-kenangan” buat pasangan seandainya tidak sedang bersama. Istilahnya “obat kangen”.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Buleleng, Made Suriani, S.Sos dalam laporan tertulisnya mengatakan, pelatihan pengelola UKS/M kecamatan dan sekolah tingkat TK,

SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Buleleng tahun 2019 ini diikuti seratus orang peserta yang terdiri dari guru Pembina dan peserta dari kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung 3 hari ( 26 s/d 28 Juni) itu digelar bertujuan agar meningkatkan keterampilan guru Pembina UKS/M kecamatan. (Wiwin Meliana)

Atau ada juga yang mendokumentasikan tanpa sepersetujuan pasangan, bisa secara sembunyi, atau ada juga dengan paksaan, dengan berbagai alasan, buat koleksi, atau untuk suatu saat “dibangga-banggain” kepada teman-temannya. Malah ada pernah terjadi, pasangan kekasih sengaja mendokumentasikan hubungan seksual dengan menyuruh orang lain yang memvideokan untuk urusan komersil, dijual filmnya. Jadi, kembali lagi, wajar tidaknya tergantung dari tujuannya, yang masih dianggap wajar adalah bila membuatnya sesekali dua kali saja, demi kepentingan untuk dinikmati pribadi, berdua saja, sebagai sebuah variasi kehidupan seksual. Tentu saja kemudian yang jadi catatan adalah, kalau memang berniat membuat demi kepentingan berdua, buat pribadi, tentu saja jangan sampai tersebar luas. Seks yang didokumentasikan jika dimanfaatkan secara bertanggung jawab dengan terbatas untuk kepentingan pribadi, dapat memiliki manfaat personal dan manfaat klinis. Dokumentasi video seks pribadi bisa saja menjadi alat bantu juga buat meningkatkan stimulus seksual bersama, karena menonton bagaimana diri kita dan pasangan melakukan kemesraan seksual juga bisa jadi referensi positif untuk melakukan hubungan seksual yang menyenangkan, asal dilakukan tanpa paksaan, disetujui bersama, berhati-hati, serta tentu saja ditonton sebagai “part of the show” atau bagian dari

hubungan seksual itu sendiri. Jadi, mengonsumsi video seks sebaiknya dilakukan bersama-sama atau sepengetahuan bersama. Itu akan jauh lebih menyenangkan dan lebih aman. Sekaligus bisa mengevaluasi apakah hubungan seksual yang dilakukan selama ini sudah dapat dikatakan menyenangkan buat bersama. Asyik juga, bila berdua bisa saling mengomentari tayangan video yang dibuat bersama. Video seks yang dibuat, jika dikelola dengan tepat waktu dan tepat tontonan (bukan yang ekstrem), bisa bermanfaat untuk relaksasi, melepaskan ketegangan pasca menontonnya, selama semuanya berhenti sampai di sana saja. Kita harus memahami juga bahwa, aktivitas seksual sesungguhnya, selama dilakukan dengan saling setia dengan pasangan yang sah atau yang dicintai akan membawa kebugaran diri jika aktivitas seksual itu bisa terpenuhi dengan memuaskan. Endorfin yang dikeluarkan otak saat orgasme dan tercapai kepuasan seksual adalah penanda rasa senang, tenang, nyaman dan bagus untuk kehidupan seksual, kualitas hidup dan mencegah penuaan dini. Oksitosin yang juga dikeluarkan dapat memunculkan kepuasan dan keintiman sebagai rasa kenyamanan bersama. Demikian juga bila ternyata, pasangan sedang jauh, video seks bisa ditonton sendiri sambil bermasturbasi. Ingat, masturbasi yang dilakukan, asal tidak menggunakan alat bantu yang anehaneh dan tidak terlalu sering, semua

bisa fine-fine saja dan menyehatkan. Berbeda dengan persepsi kuno yang menyebutkan akan berbahaya dan menimbulkan penyakit. Pada waktu membuatnya tentu saja syarat yang harus diperhatikan adalah: tidak ada unsur paksaan kepada pasangan saat membuatnya, disetujui bersama, dan yakin bahwa rekaman tidak bakal bisa bocor tersebar kemana-mana. Komitmen yang kuat harus benar-benar dipegang, kalau tidak yakin, sebaiknya tidak usah membuatnya, karena belakangan ini makin banyak video seks yang bocor justru dari mereka yang memang pasangan yang sah, bukan lagi antar pacar atau selingkuhan saja. Terakhir, berhati-hatilah dengan risiko. Sesungguhnya memang risiko bocor ke publik adalah yang paling ditakutkan, karena konsekuensinya banyak, bisa mengakibatkan stres hingga depresi, sebab cap buruk yang melekat bisa tidak kuat buat dipikul bagi banyak orang yang mengalaminya. Belum lagi risiko kekerabatan, pekerjaan juga memperburuk goncangan psikis sering kali, walau pada beberapa orang lainnya tidak banyak memunculkan efek jangka panjang. Kasus seorang perempuan yang diduga seorang bidan yang adegan masturbasinya menggunakan buah mentimun didokumentasikan dan akhirnya tersebar di media sosial, konon membuatnya berhenti dari pekerjaannya dan membuatnya menjadi stress karena banyak yang membullynya.


DARA

6

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Jane Callista Saweango

Menikmati Semua Proses Cerdas dan lincah. Itulah Jane Callista Saweango, remaja bersuara emas yang telah berkali-kali menoreh prestasi menyanyi di kompetisi internasional. Baru-baru ini Jane kembali mengharumkan Indonesia dengan keberhasilannya meraih juara pertama pada kompetisi ‘Dreamerz 2019’ di Singapura, 15 Juni lalu.

A

tas prestasi tersebut, Jane mendapat kesempatan untuk tampil dalam ajang ‘World Competition’ di Spanyol pada November 2019 mendatang. Event akbar ini akan diikuti oleh para penyanyi dari 80 negara. Ini bukan prestasi internasional pertamanya. Sebelumnya, tepatnya 2018 lalu, dia pun meraih juara pertama ‘Grand Champion Vocalist Asia Pacific Arts Festival 2018’ di Kamboja. Dalam event itu dia juga meraih penghargaan ‘Gold with Distiction’ untuk nilai vokal tertinggi. Ia juga termasuk salah satu yang terpilih dari ratusan peserta audisi untuk masuk dalam drama musikal ‘The Sound of Music’ yang diproduksi oleh London West End, Singapura. Hebatnya lagi, dia lolos casting untuk pemeran utama. “Event-event itu memberi kesan mendalam untuk aku. Aku ketemu banyak orang yang berbeda, mendapat banyak teman dan koneksi. Aku nggak pernah membayangkan bisa ikut ‘The Sound of Music’ di Marina Singapura. Apalagi aku berhasil lolos casting dan mendapat peran utama. Aku bersaing dengan 700-an peserta dari seluruh dunia lewat

seleksi yang sangat ketat meliputi kemampuan akting, menyanyi dan menari. Itu sungguh pengalaman tak terduga,” ungkap Jane. Nama presenter acara anak ‘Dubi Dubi Dam’ di sebuah televisi swasta ini, mulai dikenal masyarakat sejak ia menjadi peserta ‘The Voice Kids Indonesia’ tahun 2016. Saat itu usianya masih 8 tahun. Meskipun langkahnya terhenti di babak ke-21, namun sosok Jane dengan suara emasnya sudah mencuri hati masyarakat. Sejak itu dia pun banyak diundang untuk mengisi berbagai acara, bahkan kemudian ditawari untuk menjadi presenter acara anak di televisi. Gadis kelahiran Januari 2008 ini mengaku sudah tertarik pada dunia musik sejak kecil. “Sejak kecil aku sudah tertarik dengan menyanyi juga hal-hal yang terkait drama musikal. Dari masa itu aku sudah mulai memiliki mimpi untuk menjadi penyanyi profesional,” ungkapnya Jane yang lancar berbahasa Inggris ini. Hal itu juga dibenarkan oleh ibunya, Fanny, yang juga manajer Jane. “Seingat aku ketertarikan Jane pada dunia menyanyi sejak dia berusia satu tahun lebih ya. Saat itu dia paling suka dengan acara-acara TV yang menayangkan pertunjukan musik atau drama musikal,” ungkap Fanny, mantan balerina. Jane memiliki ingatan yang tajam. Ketika dia menonton TV dia akan mengikutinya dengan saksama, setelah itu dia bisa menceritakannya kembali sesuai apa yang dia tangkap. “Semua itu dia record kemudian dia akan ceritakan kembali. Dia juga menyanyikan lagu-lagunya dengan nada yang tepat,” tambah sang ibu.

Namun kata Fanny, ketika itu dirinya sebagai ibu masih menganggap hal itu sebagai ketertarikan anak-anak. Barulah saat Jane berumur 4-5 tahun,

bum perdananya dia mengerjakan saat santai. Saat bertajuk ‘This is ini koleksi lagunya sudah cukup Jane’ yang dilun- banyak. curkan Oktober “Biasanya kalau pas dapat in2018 lalu meru- spirasi langsung aku tulis liriknya. pakan salah satu Kalau aku rasa memang bagus, bukti perjalanan- aku minta bantuan mama, dan nya meraih cita- guru vokal dan guru piano aku cita. membantu membuat liriknya. Aku Memang, bangga bisa menulis lagu sendiri. tambahnya, Dalam album perdana aku, ada perjalanannya empat lagu yang liriknya aku meraih mimpi ti- tulis sendiri seperti ‘Ayo Cerita’, dak selalu mulus. ‘Special’, ‘Famous’ dan ‘Tiny But Ada saja rintan- Mighty’,” kata murid sekolah gan yang datang. musik Purwa Caraka Music StuN a m u n , s e b - dio ini. agaimana orangJane merasa beruntung dirinya tua selalu men- didukung penuh oleh orang-orang gajarkan, dir- terdekatnya, khususnya sang inya tidak patah mama yang selalu mendampingi. semangat. Dia “Aku beruntung memiliki mami selalu memoti- sebagai manajer aku. Mami yang vasi dirinya untuk mengatur semua kegiatan, mulai terus belajar dan dari les-les sampai kegiatanJane dan aneka penghargaan yang diterimanya mengasah ke- kegiatan menyanyi, dll. Mami mampuan. “Bagi yang bantu dan mendiskusikannya ketertarikannya semakin kuat dan aku tidak ada kata berhenti un- semua dengan aku. Mami juga potensinya pun terlihat menonjol. tuk mencapai sebuah cita-cita,” kerap memberi ide-ide untuk “Orangtua adalah yang paling tandas pemeran Purbasari dalam penampilan terbaik aku di pangdekat dengan anak, tahu karak- pementasan drama musikal ‘Lu- gung,” ungkapnya. Dari jadwal padat itu, memang ternya, minat anak-anaknya, itu tung Kasarung’, belum lama ini. Apa yang dilakukan Jane hingga kelihatan seperti tidak ada habiskarena setiap hari spend time dengan anak. Itu juga yang aku mencapai hasil seperti saat ini bukan nya, namun ucap Jane, dirinya lakukan, mengamati Jane yang hal yang mudah, bahkan cukup menikmati semua itu. Lebih dari mulai tertarik pada tontonan berat untuk anak seusianya. Dia itu, kata Jane, pendidikan tetap musik. Pada umur 4-5 tahub harus benar-benar mengatur wak- lah menjadi prioritasnya. “Meski baru mulai kelihatan potensi yang tunya untuk pendidikan juga untuk aku sibuk dengan berbagai kegdimilikinya,” ujar Fanny yang juga berbagai kegiatannya di luar itu. iatan, aku juga tetap peduli pada guru balet ini. Lihat saja akun instagramnya, ada pendidikan aku. Itu yang utama Jane bukan hanya tertarik pada jadwal kegiatan bulanannya yang dan prioritas,” kata Jane yang musik dan olah vokal tapi juga rutin diposting. Dari sana bisa dilihat juga mengoleksi banyak prestasi pada tarian. Sejak usia 4 tahun, betapa sibuknya gadis 11 tahun ini. di bidang pendidikan. anaknya sudah berlatih balet dan Belum lagi kegiatannya menulis Di antaranya, gold medal Engles piano. Semua kegiatan itu lagu sendiri. Kegiatannya menulis lish Spelling Bee Competition dilakukannya dengan gembira lagu, kata Jane, sudah dimulai 2018, silver medal Mathematics karena memang dia menyukainya. sejak dia berusia 7 tahun. Idenya Competition 2016, bronze medal didapat dari mana saja, sesuai English International Competition SEMANGAT pengalaman hariannya. Biasanya ICAS 2016. (Diana Runtu) MENGEJAR MIMPI Jane juga membenarkan ucapan sang ibu. Menurutnya, ia memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia seni, baik itu musik, olah vokal maupun menari (balet). Semua itu, ia jalani dengan tekun dan disiplin. Dia merasa balet sangat bermanfaat bagi karier menyanyi yang sedang dia rintis. “Itu sudah cita-cita aku sejak kecil. Menjadi penyanyi dan penari profesional. Makanya sejak dini aku berlatih serius. Kalau dibilang lelah, ya sudah pasti. Tapi karena aku mau dan punya mimpi, itu membuat perjalanan aku terasa menyenangkan. Tidak ada beban. Aku menikmati semua prosesnya,” Jane dan kakak serta kedua orangtuanya tutur Jane sembari menyebut al-

BULELENG

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Sampah plastik saat ini menjadi masalah yang harus segera dicarikan solusinya. Dampak negatif dari penggunaan sampah plastik secara kompleks dapat dirasakan dalam jangka waktu singkat maupun panjang. Berbagai upaya untuk mengatasi persoalan ini pun dilakukan berbagai pihak. Baik mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari maupun mencari cara untuk memanfaatkan atau mendaur ulang sampah plastik.

T

idak hanya di darat, sampah plastik juga menjadi masalah bagi biota laut. Jika tidak dikelola secara serius, pencemaran sampah plastik tentunya akan san-

11

Daur Ulang Sampah Plastik

gat berbahaya bagi kelangsungan hidup di bumi. Kepedulian terhadap bahaya sampah plastik juga ditunjukkan oleh PT. PLN (Persero) UP3 Bali Utara. Melalui program PLN Peduli, PLN menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin pengolahan sampah plastik (Pirolisis) menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menjadi Batu Bata kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng. Penyerahan bantuan mesin ini juga merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap lingkungan yang juga bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli. Penyerahan mesin pengolah sampah

Simulasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM

nantinya pengadaan mesin ini kita lanjutkan hingga ke desa – desa,” imbuhnya. Sementara itu, teknisi sekaligus penggas mesin pengolahaan sampah plastik, Ajik Anggi menjelaskan cara kerja dari mesin ini dengan sistem destilasi dengan uap panas yang tinggi. Uap inilah nantinya menjadi tetesan–tetesan minyak. Jenis–jenis bahan bakar yang Penyerahan bantuan mesin pengolah sampah dari PLN bisa dihasilkan melalui plastik ini kepada DLH Kabupaten Buleleng. disesuaikan dengan suhu, dimana ini diserahkan langsung oleh Manager pengepul sampah,” jelasnya. dari 50–150 derajat menghasilkan PLN UP3 Bali Utara I Gusti Made Hal senada juga diungkapkan premium, dari 150–200 menghasilAditya San Adinata kepada Kepala Manager PLN UP3 Bali Utara kan solar dan diatas suhu tersebut Dinas LH Buleleng Putu Ariadi I Gusti Made Aditya San Adi- menghasilkan minyak tanah. Untuk Pribadi,S.STP,MAP. di Depo DLH nata bahwasannya bantuan CSR 1 kilogram sampah plastik mesin Jalan Seroja, Singaraja Senin (24/6). ini merupakan kelanjutan dari ini mampu menghasilkan 0.7 liter Dinas LH Kabupaten Buleleng program peduli sampah yakni minyak mentah, dengan durasi Putu Ariadi Pribadi S.STP,MAP., AKUSTIK (Ayo Kurangi Sampah pembakaran paling cepat 1 jam. menjelaskan bantuan CSR ini meru- Plastik). Bantuan mesin pirolisis “Semua plastik bisa, kaleng oli dan pakan bentuk sinergitas antara dan pengpresan plastik ini di- pipa itu bagus untuk bensin, kalau Pemerintah Kabupaten Buleleng harapkan mampu memberikan plastik kantong kresek bagus untuk dengan BUMN khususnya PT. PLN solusi dalam mengolah sampah solar,” jelasnya. (Persero) Bali Utara untuk peduli plastik yang menjandi komponen Ia menambahkan, sejauh ini permasalahan persampahan di penting dalam mgurangi sampah bahan bakar yang dihasilkan dari Buleleng khususnya sampah plastik. plastik. “Salah satu solusi apakah olahan limbah plastik ini sudah diMelalui mesin pengepresan plas- akan di daur ulang menjadi Batu lakukan uji coba untuk menggeraktik dan mesin Pirolisis ini nantinya Bata atau di bakar menjadi BBM, kan mesin 2 tak. Namun pihaknya diharapkan dapat mengefektifkan sehingga pengelolaan sampah jadi belum berani memastikan bahan penanggulangan sampah – sampah lebih baik kedepannya,”ujarnya. bakar ini bisa digunakan untuk meplastik di Bali Utara. Bahkan kedepan Pihaknya juga akan melakukan sin injeksi, mengingat bahan bakar pihaknya akan membentuk Bank evaluasi terhadap mesin pengolahan mesin injeksi menggunakan bahan Sampah induk, yang akan memfasili- sampah ini, seberapa efektif mampu bakar non timbal. “Sejauh ini bahan tasi bank sampah yang dibentuk di mengurangi volume sampah plastik. bakar minyak dari limbah plastik desa–desa. “Ini akan menjadi jem- “Kalau memang ini cara yang tepat juga sedang dilakukan uji Laboratobatan antara Bank Sampah di desa untuk memerangi sampah plastik rium oleh tim uji coba di Kabupaten dengan distributor atau pengepul– bukan menutup kemungkinan Tabanan,” ujarnya. (Wiwin Meliana)

Bimtek Peningkatan Kualitas Tenun Ikat Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula memiliki potensi pada bidang industri kain yakni kain tenun ikat. Kerajinan kain tenun ikat Desa Sembiran sudah diwariskan sejak turun temurun. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Bali, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Dekranasda Kabupaten Buleleng, dan Pemkab Buleleng ingin membangkitkan kembali kain tenun ikat Desa Sembiran. Pengembangan tersebut dimulai dari perbaikan kualitas kain. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan

Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat kepada perajin kain tenun ikat Desa Sembiran, Senin (24/6). Acara yang dipusatkan di Kantor Kepala Desa Sembiran ini dibuka oleh Ketua Dekernasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng Drs. Ketut Suparto,MMA, dan Camat Tejakula

(Bimtek) Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat kepada pengerajin kain tenun ikat Desa Sembiran, Senin (246).

Drs. Nyoman Widiartha. Bimtek ini diselenggarakan selama empat hari dengan mendatangkan narasumber Nyoman Sudira, perajin berpengalaman dari Kabupaten Klungkung. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Buleleng terus berupaya untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi budayabudaya lokal yang mempengaruhi kerajinan di daerah tersebut. Sebelumnya, kain tenun ikat Desa Sembiran diketahui memiliki kualitas ketahanan luntur warna yang kurang baik. Sehingga, kain tenun ikat Desa Sembiran kurang diminati. Melihat permasalahan tersebut, Disdagperin dan Dekranasda Kabupaten Buleleng berupaya memperbaiki masalah tersebut. Dengan memagangkan salah seorang perajin tenun dari Desa Sembiran ke Klaten, Jawa Tengah. Bukan hanya itu, pelatihan-pelatihan ketahanan luntur warna juga dilaksanakan

untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi perajin desa Sembiran. Hal ini diungkapkan Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana saat ditemui usai pembukaan Bimtek. Istri dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana tersebut juga mengatakan, pelatihan ini juga sudah dilakukan tahun lalu. Ia menambahkan, Pelatihan ini diselenggarakan berkat kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali. “Saya berharap, kegiatan ini dapat terus terlaksana di tahuntahun mendatang sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih memiliki kualitas,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Per-

industrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, Bimtek ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM. Karena menurutnya, peningkatan industri harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Ia juga menambahkan, Bimtek ini juga diselenggarakan untuk membuat teknik kain tenun tersebut lebih berkualitas sehingga segmen pasar akan semankin meningkat. “Disisi lain ini juga sebagai upaya pelestarian kain tenun ikat Desa Sembiran, apa yang menjadi kearifan lokal dari desa sembiran ini. Kearifan lokal ini jangan sampai diubah-ubah lagi agar motif khas kain tenun ikat desa Sembiran tidak hilang,” katanya. (Wiwin Meliana)


12 Dalam kunjungannya ke Australia minggu lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan beberapa kegiatan penting yakni terkait strategi tanggap bencana, bidang peternakan juga bidang pendidikan. Gubernur NTB bertemu dengan Gubernur Northern Territory, Hon Vicky O’ Halloran. Pertemuan itu digelar guna mewujudkan kerjasama sister province antara NTB dan NT, Australia.

“D

engan menjadikan NTB Sister Province dengan NT Australia akan banyak kerjasama dan kegiatan bersama yang akan dilakukan ke depan,” ujar Doktor Zul. Selain pertemuan ini, Gubernur NTB Juga melakukan pertemuan dengan anggota Parlemen Australia. Pertemuan ini dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama pendidikan dengan Chairman dan CEO Australian Skill Institute, Kathryn Stenson yang mewakili Pemerintah Australia.

BUMI GORA

Maksimalkan Sister Province, Langsung Beraksi

kemuka di luar negeri, Doktor Zul merasakan betul bagaimana dampak yang dirasakan seseorang saat ia berinteraksi dengan orang-orang dari belahan dunia yang berbedabeda. Sebab itu, dalam berbagai kesempatan, Gubernur NTB ini kerap mengungkapkan, saat berada di luar negeri seseorang akan merasakan semangat nasionalisme yang lebih kuat ketimbang saat berada di negeri sendiri. Itu adalah nilai tambah tersendiri, selain keuntungan berupa bertambahnya pengetahuan, keterampilan, teman dan sahabat dari luar negeri. Bagi Gubernur, peningkatan kualitas ASN adalah hal mutlak untuk membentuk tatanan birokrasi yang profesional. Dengan demikian, birokrasi di NTB diharapkan akan siap untuk menghadapi dinamika dunia yang setiap saat terus berubah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama Konsulat Jenderal RI di Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja

Melalui kesepakatan kerjasama ini, pemerintah NT bersedia memberi akses bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB mengikuti kursus singkat di Darwin, Australia. Kesepakatan ini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Rencananya, mulai tanggal 8 Juli 2019, rombongan pertama ASN peserta kursus singkat akan berangkat ke Darwin. Biayanya ditanggung oleh pihak Northern Territory, Australia. Gubernur menegaskan, kesempatan semacam ini akan membawa banyak manfaat bagi para ASN lingkup Pemprov NTB. Tidak hanya sebatas peningkatan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Lebih jauh, pengalaman mengikuti program ke luar negeri dan berinteraksi dengan orang dari negara yang berbeda bisa memperluas jaringan para ASN tersebut. Sebagai tokoh yang pernah menimba ilmu di berbagai kampus ter-

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

dan melahirkan hal-hal baru. Yang terpenting, dengan bertambahnya pengalaman, ilmu dan keterampilan, ASN juga semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat NTB. “Mudahmudahan ASN kita tambah semangat demi berkhidmat maksimal pada masyarakat NTB,” katanya. Selain itu, Gubernur NTB juga meninjau sektor peternakan di provinsi ini. Sebagai daerah dengan potensi sektor peternakan yang besar, kunjungan ini mampu memberikan nilai tambah dalam pengembangan peternakan di NTB. Sebab potensi besar itu harus pula didukung oleh strategi pengembangan yang baik. Gubernur NTB mengunjungi Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA) Cattle Station dan berdialog dengan pengelolanya. Di sini, Gubernur mendapati bagaimana aktivitas beternak benar-benar dijalankan

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat bertemu Gubernur Northern Territory, Hon Vicky O’ Halloran di Darwin, Australia.

dengan profesional dan modern. Tak heran jika produktivitas dan kualitas ternak yang dihasilkan pun sangat bagus. “Northern Territory mengirimkan sapi ke Indonesia tidak kurang dari 800.000 ekor setiap tahun. Peternak di sini memiliki lahan sangat luas dan rata-rata jumlah ternaknya mencapai ribuan,” ujar Gubernur. Tidak hanya banyak, ternak yang dihasilkan pun memiliki kualitas daging yang baik. MAGANG DI PETERNAKAN Kesuksesan yang dicapai NT dalam mengembangkan sektor peternakan ini menurutnya sangat mungkin ditularkan ke NTB. Sebab, secara geografis NT sangat dekat dengan NTB. “Peternak-peternak kita harus banyak belajar dan memanfaatkan banyak peluang di NT mumpung dekat sekali dengan NTB. Para peternak di sini siap menerima anak-anak muda kita untuk magang di peternakan-peternakan di sini,” ujarnya. Kunjungan ke Cattle Station dan pertemuan dengan jajaran pengelola NTCA, telah memberikan satu pelajaran penting bagi Gubernur. “Kalau NTB mau maju peternakannya, NTB harus memiliki pabrik pakan ternak,” serunya. Tanpa pabrik pakan ternak, ia meyakini peternakan di NTB tidak akan maju dan kompetitif. Karenanya, ia menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan dan mewujudkan pabrik pakan di NTB. Doktor Zul tidak ingin membuang waktu. Ia langsung beraksi dengan memberi arahan kepada jajarannya. Target yang dibuat juga kongkret. “Pabrik pakan ternak harus ada di NTB tahun depan,” ujar Gubernur. Tidak main-main, Gubernur juga menunjuk langsung tiga pimpinan

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan misi pendirian pabrik pakan ternak di NTB ini. Tiga pimpinan OPD itu adalah Kepala Disnakeswan NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si, dan Kepala Distanbun NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si. “Jadikan ini target yang harus direalisasikan,” begitu perintahnya. Sebelumnya Gubernur NTB, juga telah memenuhi undangan Pemerintah Northern Territory (NT), Australia untuk melihat kesiapan pemerintah setempat dalam menghadapi berbagai bencana. Kunjungan tersebut dilakukan di National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin. Menurut Doktor Zul, agenda kunjungan ini memiliki makna penting sebagai sebuah proses pembelajaran mengenai kebijakan mitigasi bencana. Sebagai daerah yang rawan gempa, NTB tentunya membutuhkan kebijakan mitigasi bencana yang andal. Berkunjung ke Northern Territory, menurut Doktor Zul, telah

memberikan gambaran mengenai berbagai pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana. “Mereka sadar kawasan ASEAN sangat rawan bencana. Karenanya Australia menempatkan badan bencananya di Darwin yang sangat dekat dengan negara-negara ASEAN sebagai bentuk persiapan mereka kalau ada bencana di Australia dan negara-negara tetangganya,” ujar Gubernur. Di National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin, Gubernur mendapatkan gambaran bagaimana kebijakan penanganan bencana benar-benar telah dipersiapkan. Berbagai kebutuhan warga di saat bencana, telah dipersiapkan. Nantinya, pasokan kebutuhan ini siap didistribusikan jika sewaktuwaktu bencana datang. Gubernur juga melihat sendiri bagaimana makanan-makanan siap konsumsi telah disiapkan untuk tim dan warga dalam kondisi darurat bencana. Tidak hanya makanan, berbagai kebutuhan lain seperti tenda berbagai ukuran, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lainnya sudah tersedia. Bahkan, kebutuhan seperti boneka untuk anak-anak kecil di daerah bencana juga sudah ada. “Lengkap sekali dan sudah ready dari sekarang. Jadi kalau ada bencana mereka sudah sangat siap,” tegas Gubernur. B a g i G u b e r n u r, k e s i a p a n semacam ini tentu menjadi hal yang harus diadaptasi di daerah NTB yang juga merupakan daerah rawan bencana. “Mereka akan dengan senang hati untuk melatih orang-orang kita di Darwin untuk sigap dan siaga bencana. Atau melatih orang-orang kita dalam jumlah lebih banyak di NTB,” kata gubernur yang juga menggelar kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal RI di Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja. (Naniek I. Taufan)

Aktivitas para peternak di NTCA Cattle Station, Australia yang sudah menggunakan pendekatan modern dan profesional

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

BUNDA ANANDA

Fokus, Lurus, dan Tulus Teriknya matahari pagi di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Sabtu (22/6) tidak menyurutkan semangat 190 pemanah tradisional. Mereka siap dengan busur dan anak panahnya untuk memeriahkan “Jepun Bali Cup 2019, Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara”.

E

vent yang dilaksanakan Jepun Bali Traditional Archery Club ini dibuka Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. ditandai dengan pelepasan anak panah. Perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini memanah didampingi Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serta empat pemanah cilik. “Event ini merupakan bagian dari pelestarian budaya yang berasal dari wira carita. Zaman dulu penglingsir membawa panah ke hutan memanah. Mereka arahkan ke sasaran dan fokus. Panahan tradisional atau jemparingan melatih karakter anak-anak. Ini unik dan menarik, karena ada unsur olahraga, pendidikan, dan budi pekerti. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui bagi anakanak,” ujarnya. Bunda Putri menekankan ada tiga hal yang harus diperhatikan, fokus, lurus, dan tulus. “Ini tidak sekadar olahraga. Ada muatan di dalamnya. Olahraga panahan punya hal-hal yang harus dilakukan. Landasannya fokus, lurus, dan tulus. Tiga hal mendasar ini dilatih agar jadi jawara. Suatu saat nanti ketika siap jadi pemimpin, tiga hal ini yang akan dibawa dalam jatidirinya,” tegas istri Gubernur Bali Wayan Koster ini.

Bunda Putri Koster membuka event dengan memanah

Ia berharap dengan pola Tut Wuri Handayani, ada pemerintah, ada orangtua yang siap mendukung anak-anak. Ini pola asuh yang luar biasa dan mendidik. Ke depan, event ini diharapkan menemukan atlet yang andal bagi Bali dan Nusantara. Ketua Panitia Anak Agung Bagus Bayu Putra mengatakan panahan tradisional (jemparingan) merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai banyak diminati masyakatkat Indonesia khususnya Bali. “Kami di Jepun Bali Traditional Archery Club (JBTAC) telah mencetak atlet mulai dari usia dini hingga dewasa. Melalui event ini, kami ingin membentuk generasi muda yang sehat, kuat jasmani, tangkas, dan cerdas serta mampu berprestasi di berbagai level,” ujarnya. Bayu yang didampingi Pembina JBTAC Anak Agung Anom Giri dan Daniel Morado Parulian menambahkan “Jepun Bali Cup

Bunda Putri Koster bersama Pembina Jepun Bali TAC dan pemanah cilik

5

2019, Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara” bertujuan menyalurkan bakat olahraga sekaligus pelestarian budaya generasi muda. Selain itu, event ini menjadi wadah bagi pecinta dan penggemar jemparingan se-Nusantara untuk berkompetisi dengan menjunjung nilai sportivitas, kejujuran, dan kekeluargaan. “JBTAC berasaskan kekeluargaan dan gotong royong serta mengembangkan sikap rasa memiliki, mau berprestasi serta menjunjung tinggi sifat-sifat olahragawan sejati khususnya panahan tradisional. Fungsi olahraga panahan yang berlandaskan budaya serta dapat memberi kesehatan dan keterampilan secara mental dan fisik serta mampu membentuk dan membangun karakter generasi muda,” imbuh Anom Giri. (Ngurah Budi)

Mendongeng Lima Menit MONYET DAN KELINCI

Monyet dan Kelinci bersahabat sejak lama. Pada suatu siang mereka berdua berjalan-jalan di tengah hutan. Ketika ngobrol di bawah pohon duku, tibatiba Monyet mengeluhkan gerakan aneh si Kelinci. “Hai, Kelinci!” seru Monyet. “Hentikan kebiasaanmu itu! Tidak enak dipandang mata!” “Kebiasaan apa?” Tanya Kelinci heran. “Kamu menggaruk-garuk seluruh tubuh. Tampaknya kamu sangat gelisah.” Kelinci menghentikan garukannya. Namun sesaat kemudian ia melihat si Monyet menggarukgaruk tubuhnya, mulai dari kepala sampai kaki. “Hai, Monyet! Hentikan kebiasaanmu menggaruk-garuk tubuhmu! Tampak menjijikkan!” demikian peringatan Kelinci. Si Monyet tersenyum. Ia sadar telah melakukan kesalahan yang sama dengan Kelinci, padahal ia tidak suka melihat Kelinci berbuat seperti itu. Monyet memang kreatif. Ia ingin menggunakan kesempatan itu untuk bertanding. “Hai, Kelinci!” kata Monyet. “Ayo kita bertanding! Barang siapa yang melanggar, dihukum pukul. Mulai saat ini, kita menghentikan kebiasaan menggaruk-garuk tubuh. Satu, dua, tiga, …. mulai!” Si Kelinci terpaksa mengikuti pertandingan yang tidak mengenakkan itu. Ia tidak sempat membantah. Melihat si Monyet duduk terpaku, ia pun melakukan hal yang sama. Menahan diri tanpa menggarukkan tangan. Lihat itu! Si Monyet duduk seperti seorang pertapa. Sebetulnya dalam hati hewan yang suka melucu itu tersenyum. Ia membayangkan akan memenangkan pertandingan itu, lalu ia akan memukul sahabatnya yang gampang diolok-olok.

Pertandingan menghapus kebiasaan buruk itu berlangsung tertib. Namun beberapa saat kemudian, tampak si Monyet mulai gelisah. Rupa-rupanya ia memikirkan sesuatu. “Hai, Kelinci!” katanya. “Untuk mengusir kejemuan ini, maukah kau mendengarkan cerita pengalamanku?” “Sesuka hatimulah! Akan kudengarkan,” jawab Kelinci. “Pada suatu hari,” demikian si Monyet memulai ceritanya. “Aku berjalan-jalan ke sebuah kebun. Tibatiba di tengah jalan, seorang anak nakal melempar aku dengan sebuah batu kerikil. Pang! Tepat kena hidungku!” Monyet yang cerdik itu lalu menggaruk-garuk hidungnya. “Aku berlari. Namun beberapa langkah kemudian, anak nakal lainnya melempar kepalaku.” Si Monyet menggaruk kepalanya. Pang! Pang! Pang! Si Monyet menunjuk bagian tubuh yang kena pukul, sambil menggaruk-garuk bagian tubuh itu. Si Kelinci tahu akal-akalan sahabatnya. Ia juga ingin berbuat seperti itu. Kemudian ia menceritakan pengalamannya. “Pada suatu hari aku pergi ke kolam,” demikian Kelinci memulai ceritanya. “Sedang asyiknya mencuci muka, tiba-tiba serombongan nyamuk menyerbuku. Ada yang menggigit kupingku, ada yang menggigit mulutku, dadaku, perutku, kakiku, ekorku….!” Kelinci asyik menggaruk bagian tubuh yang seolah-olah �digigit nyamuk. “Stop!” si Monyet berteriak, lalu tertawa. Si Kelinci pun tertawa. Kedua hewan yang bersahabat itu tertawa terpingkal-pingkal sambil menggaruk seluruh tubuhnya. “Kalau demikian, teruskanlah persahabatan kita sambil memelihara kebiasaan masing-masing,” demikian kata si Monyet. Si Kelinci segera menyetujui. (Afrika Barat)


Woman on Top

4 Universitas Udayana melaksanakan ujian terbuka promosi doktor untuk dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ. pada Kamis (20/6). Dalam disertasinya, perempuan yang akrab disapa Dokter Yuni ini mengupas tentang polimorfisme gen serotonin transporter (5-HTT), monoamin oksidase A (MAOA) dan pola asuh merupakan faktor risiko perilaku antisosial pada anak.

D

okter Yuni menjelaskan, disertasi ini dibuat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa anak-anak yang berperilaku antisosial yang saat ini semakin marak di masyarakat, agar mendapat terapi yang optimal. Sehingga mereka tidak harus berakhir di penjara dan menjadi pelaku kriminal kronis. “Disertasi ini diambil karena ketertarikan saya pada anak–anak. Karena anak–anak adalah generasi penerus bangsa,” ungkapnya. Ia menilai, kasus antisosial anak seperti ini cukup banyak di Bali. Dari laporan KPPAD 2017, ada 130 kasus yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum. Hampir 50 persennya berakhir di lembaga pendidikan khusus anak, seperti

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Tangani Kelainan Gen dengan Holistik bilitasi dengan biaya dari pemerintah. Sehingga mereka diharapkan bisa menjadi penerus bangsa ini, menjadikan Indonesia sejahtera. Pada kasus-kasus anak selama ini, penegakan hukum belum banyak melibatkan psikiater sebagai tenaga ahli bukti visum psikiatrikum, yang bisa membuktikan bahwa anak tersebut berperilaku antisosial. “Bisa saja anak tersebut mengalami kelainan gen yang bisa ditangani secara holistik agar anak itu bisa kembali menjadi anak yang normal,” kata dr. Sri Wahyuni. Melalui di-

sertasi ini, ia berharap pemeriksaan serotonin dan monoamine pada semua kasus anak berhadapan dengan hukum dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam pertimbangan hukum pada peradilan anak. (Wirati Astiti)

“Salam Senyum” Tulisan saya sebelumnya, sudah membahas tentang bagaimana percepatan tujuan layanan dengan melakukan tiga hal melalui kata-kata. Dimana para pemimpin layanan mengatakan tiga kalimat ini kepada para pelaku layanan, “terima kasih, Kerja Anda luar biasa, dan Tolong lakukan hal itu lagi.” Hal kecil ini sebenarnya adalah sebuah ‘pengakuan” dari seorang atasan kepada pelaku layanan atas kinerja yang sudah dilakukan. Selain ketiga hal tersebut masih banyak cara lain yang dilakukan untuk percepatan tujuan visi layanan. Seorang pemimpin layanan harus kreatif dalam memberikan pengakuan ini kepada bawahannya. Saya akan berikan beberapa contoh yang nanti dapat dilakukan di perusahaan atau instansi di mana Anda bekerja. Seorang ‘Customer Service’ di sebuah jasa perbankan pernah menuturkan pengalamannya kepada saya, dan dia tidak

akan pernah melupakan peristiwa ini. Disaat diadakan pertemuan rutin bulanan seluruh pegawai di kantornya, tiba tiba namanya dipanggil oleh seorang pimpinan. Ternyata, pimpinannya memberikan apresiasi dengan memanggilnya untuk berdiri di depan kemudian pimpinannya memohon kepada seluruh pegawai untuk berdiri sambil bertepuk tangan atas keberhasilan kinerjanya di bulan lalu. Pimpinannya menceritakan bahwa ‘Customer Service’ ini telah berhasil melayani dengan baik seorang customer. Dimana customer ini adalah seorang Ibu yang memiliki keterbatasan fisik,yaitu pendengarannya sudah tidak normal lagi. Namun, dengan teliti, sabar, ramah dan tuntas, layanan tersebut dilakukan dengan senang hati, sehingga customer merasa sangat senang dan bercerita kepada anaknya. Dan, melalui anaknya, hal ini diceritakan di media sosial, bahkan ada foto kejadiannya, sehingga berita baik ini dapat diakses oleh banyak pemilik akun di

media sosial terebut. Kalau kita baca kembali, ternyata poinnya adalah pengakuan kinerja dari seorang pimpinan, dengan berdiri sambal bertepuk tangan dan mengajak seluruh pegawainya melakukan hal yang sama. Sederhana, berdiri dan bertepuk tangan dilakukan oleh banyak orang. Ternyata pengakuan seperti ini menambah semangat seorang pelaku layanan dalam menjalankan tugasnya. Dan, tentu secara tidak langsung dapat memberi inspirasi bagi pelaku layanan lainnya. Cerita lain yang pernah saya dengar dari seorang pelaku layanan adalah ketika seorang pimpinan sering mencetak kartu yang didalamnya berisikan kalimat pengakuan atas hasil kerja bawahannya, dan membagikannya kepada seluruh pelaku layanan di kantornya. Juga ada cerita seorang pimpinan, memberikan sehari cuti ekstra kepada seorang pelaku layanan, sekotak permen coklat, memberikan tiket nonton film/nonton sepak bola, dan masih banyak kejadian-kejadian inspiratif lainnya. Selain seperti hal diatas, masih banyak pengakuan-pengakuan lain sebagai akselerator yang dapat dilakukan untuk percepatan tujuan dari sebuah visi dan misi layanan. Tentu hal seperti ini mudah untuk dilakukan kalau kita membiasakannya. Tidak harus selalu berupa finansial,

Sebagian masyarakat sepertinya tidak peduli ‘hingar-bingar’ politik di Jakarta. Demo-demo berjilid-jilid yang melelahkan dan menguras energi. Lebih asyik menikmati ‘kehebohan’ yang disajikan di Pekan Raya Jakarta 2019. Selama 1,5 bulan lebih masyarakat dijamu dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Mau berbelanja, kulineran, bermain, atau menikmati atraksi budaya dan musik, semua ada. Ditambah lagi aneka diskon menggiurkan.

Y

“Akselerator Layanan II” tapi bagaimana sebuah pengakuan ini dilakukan dengan tindakan dan kata-kata. Karena banyak pelaku layanan tidak bersemangat melakukan pekerjaan, yang disebabkan oleh tidak adanya pengakuan yang dilakukan oleh pimpinannya kepada mereka. Bukankah sebuah ‘pengakuan’ merupakan akselerator bagi percepatan tujuan layanan? Kenapa kita tidak segera melakukannya? Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

13

PRJ 2019 Dipuji Sekaligus Dikritik

Dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ

Lapas anak di Karangasem. Sebagian lagi ditempatkan bersama– sama dengan narapidana dewasa di Kerobokan atau di lapas-lapas di kabupaten, karena orang tuanya tidak menginginkan. Perilaku antisosial anak terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya, karena mereka terlahir dengan kelainan gen yaitu polimorfisme gen. Apalagi jika kelainan ini disertai dengan pola asuh atau lingkungan (group) yang memicu anak menjadi nakal. Seperti pola asuh otoriter atau penelantaran, maka mereka akan berkembang menjadi pelaku kriminal di masa mendatang. Ia berharap mereka diperlakukan sama seperti anak berperilaku antisosial lainnya seperti anak pecandu zat. Karena ketika mereka dibuktikan di laboratorium bahwa ada kelainan polimorfisme di gen serotonin atau monoamine, anak tersebut harus mendapatkan reha-

METROPOLITAN

ang hobi selfie silahkan memuaskan ‘dahaga’ dengan ‘mengeksplore’ wahana-wahana cantik di sana, salah satunya adalah wahana lampion yang memiliki banyak spot menarik. Makin asyik karena adanya wahana ‘Snow Park’ tempat anak-anak dan keluarga bermain salju. Tak heran dengan semakin meningkatnya berbagai fasilitas, masyarakat pun menyerbu Pekan Raya Jakarta atau kerap juga disebut Jakarta Fair. Bisa jadi karena bertepatan dengan hari libur, pengunjung membludak, khususnya tiap weekend. Padahal harga tiketnya tidak murah, Rp 40 ribu saat weekend, plus Rp 30 ribu untuk mobil. Selain aneka event serta berbagai produk unggulan yang digelar, salah satu daya tarik utama dari membludaknya jumlah pengunjung adalah pertunjukan musik. Pengelola PRJ agaknya tahu betul bahwa masyarakat khususnya kalangan muda sangat gandrung pertunjukan musik. Maka dihadirkanlah para penyanyi juga grup-grup band papan atas. Sebut saja Ari Lasso, grup band Sheila On 7, Slank,

Changcuters, Young Lex, Pas Band, Superman is Dead, dll. Tak ketinggalan grup band lendendaris semacam Godbless yang memiliki penggemar fanatik, serta musik indie dengan menghadirkan Jason Ranti, yang kini menjadi idola musik indie. Jadi, jangan heran kalau areal panggung pertunjukan musik selalu membludak pengunjung yang didominasi kalangan muda. Lihat saja ketika pertunjukkan Sheila On 7 pada Selasa (25/6) malam yang dipadati pengunjung hingga meluber ke lorong-lorong both PRJ. Apalagi ketika Sheila On 7 yang beranggotakan Duta, Erros, Adam dan Brian, menyanyikan lagulagu hits mereka, sontak pengunjung pun histeris. “Tolong dong, pada PRJ tahun depan, pertunjukan semacam Sheila On 7 digelar beberapa kali selama PRJ. Biar kita puas,” ucap Amri, fans Sheila On 7 asal Bekasi, Jawa Barat. Amri dan teman-temannya yang berjumlah tujuh orang mengaku datang ke PRJ bukan untuk berbelanja melainkan menikmati musik. “Kita kesini mau nonton musik. Penyanyinya keren-keren. Daripada nonton konsernya mahal, mending di PRJ murah-meriah,” ungkap pemuda asal Bekasi, Jawa Barat. Mereka mengaku sudah dua kali ke PRJ demi menonton musik. “Harusnya sih tiga kali ya, tapi waktu itu sempat pulang nggak jadi masuk, macetnya nggak tahan. Parah banget,” ucapnya sembari menambahkan baru PRJ tahun ini kemacetan menuju ‘gate’ masuk separah ini. Biasanya, meski macet, tapi tidak lah seperti sekarang. “Waktu itu saya juga datang dengan teman-teman, tapi nggak tahan macet akhirnya pulang,” ujarnya. Keluhan soal kemacetan parah bukan hanya diucap Amri tapi juga banyak calon pengunjung lainnya yang akhirnya membatalkan kunjungannya ke PRJ. Di akun instagram ‘Jakarta Fair Kemayoran’ 2019 pun marak dengan komplain para pengunjung yang kecewa karena kemacetan yang parah. Seperti yang diungkap akun @kulih: “Parah banget macetnya. 1 jam ga gerak. Jadi balik kanan. Pulang lagi”. Senada dengan itu, akun @silvianaoki menyebut: “Ini antriannya parah banget. Mau masuk buat belanja aja susah. Tiket abis, parah”. “Gue pikir pake DANA antriannya BEDA!! lah sama aja.. klo udah pake DANA ngapain gue ikut umpel2an ngantri beli tiket ujung2nya ga dapet tiket?????? jadi fungsinya DANA disini cuma buat dapetin cashback?????? gue pikir mempermudah gue buat masuk lebih cepet kagak umpel2an,” tulis akun @tamyriyadi. Kata @aliiiiiian: “Tolong di perhatiin lagi sistem ticketing nya..hari ini 25 juni 2019 sistem tiket nya parah banget...harusnya event sekelas prj punya plan B buat antisipasi membludak nya pengunjung yg dteng,yaaa minimal ada petugas lahh di loket, ini ga ada petugas yg sama sekali yg ngatur pdhl antrian udah panjang banget dan desek2an parah...terlepas

hari ini ada sheila on 7 tp setidaknya tolong di perhatikan sistem tiketing nya... Jgn kebanyakan di pintu masuk pas masukin kartu”. Saking jengkelnya salah seorang pengunjung PRJ menulis di instagram, ‘Untuk kalian yang tidak mendapat tiket, berbahagialah. Karena di dalam pun tidak bisa menikmati karena terlalu crowded. KRITIK YLKI Ternyata, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi termasuk pengunjung yang ikut ‘bermacet-macet ria’ saat akan berkunjung ke PRJ. Tulus mengaku terjebak kemacetan sejak pukul 16.15 dan baru pukul 17.15 baru bisa mendapat parkir. “Saya masuk areal PRJ sekitar pukul 16.15, macet parah. Baru bisa parkir pukul 17.15,” ujar Tulus. Bukan hanya soal kemacetan dan masalah perparkiran yang disorot Tulus tapi ada beberapa hal, di antaranya, mahalnya tiket masuk serta biaya parkir, belum lagi soal kurangnya toilet serta mushola di area PRJ. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah dirinya menemukan banyaknya pengunjung merokok di sana. Dia berharap, pihak manajemen segera melakukan perbaikan atas berbagai catatan tersebut. Pihak DPRD Jakarta pun diharapkan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PRJ. Menurutnya, sungguh tidak fair, pengunjung diminta membayar tarif masuk mahal, parkir mahal, namun tidak mendapat kenyamanan saat di PRJ. “Tarif parkir Rp 30 ribu sekali masuk, terlalu mahal. Itu sama saja kenaikan tiket terselubung. Belum lagi tiket masuk Rp 40 ribu. Jadi total satu pengunjung yang membawa mobil harus bayar Rp 70 ribu,” ungkapnya. Area parkirnya pun, kata Tulus, tidak nyaman. Selain berdebu juga sesak sehingga pengunjung kesulitan mencari tempat parkir. “Tapi pihak pengelola terus saja menerima pengunjung yang bawa mobil, padahal areal parkir sudah penuh. Harusnya manajemen PRJ bisa menakar kapasitas maksimal area PRJ, bukan malah terus saja menerima pengunjung padahal sudah penuh sesak,” tandasnya. Harga tiket masuk PRJ adalah Senin Rp 25 ribu, Selasa-Kamis Rp 30 ribu, Jumat-Minggu dan hari libur nasional Rp 40 ribu. Parkir mobil flat Rp 30 ribu dan motor Rp 15 ribu. (Diana Runtu)


SUDUT PANDANG

14 Berbagai layanan diberikan pemerintah kepada masyarakat. Salah satunya BPJS Kesehatan. Dalam pelaksanaannya tentu ada pro kontra. Berikut pendapat salah seorang pengguna jasa BPJS Kesehatan, Luh Riniti Rahayu.

M

enurut aktivis perempuan ini, sebenarnya BPJS Kesehatan, sangat membantu masyarakat. Namun, memang dari segi prosedur agak rumit dan masyarakat masih banyak yang belum faham, sehingga beberapa orang merasa malas menggunakan atau mengatakan agak susah. Ia juga melihat, di samping masyarakat yang bingung, para dokter juga masih bingung. “Dalam pelayanan BPJS, kita harus mengikuti prosedur tahapan, mulai dari faskes I, kemudian baru faskes 2. Kalau saya faskes 1 di Puskesmas Denpasar Selatan III Pemogan, dan faskes 2 di RS Prima Medika. Kebetulan dekat rumah. Jadi kalau mau konsul ke dokter spesialis, tidak bisa langsung, harus melalui faskes 1 terlebih dahulu. Setelah diperiksa di sana, dan dinyatakan mendapatkan pemeriksaan lanjutan ke spesialis, barulah diberi rujukan ke faskes 2,” tutur Riniti. Ia menuturkan, saat ini ia mempunyai keluhan di lutut kaki. Setelah memeriksakan diri ke puskesmas, ia mendapatkan rujukan ke faskes 2 di RS Prima Medika untuk pengobatan

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Berobatlah Sedini Mungkin lebih lanjut. Saat pengobatan di RS Prima Medika, sebagai pasien BPJS ia harus mendaftar sehari sebelumnya lewat ponsel untuk mendapatkan nomer antrian keesokan harinya. Untuk tindakan operasi, BPJS hanya menanggung satu kali. “Saya pernah melakukan operasi katarak kedua mata di RS Bali Med, jika akan melakukan operasi lagi, tidak ditanggung BPJS,” kata Riniti. Begitu juga, ketika lututnya dinyatakan ada masalah dan harus ditangani dengan penyuntikan cairan, hal itu hanya bisa dilakukan sekali. Jika mau melakukan lagi, tidak ditanggung BPJS. Ia juga menuturkan, ia pernah mengalami tekanan darah yang tinggi, sehingga ia harus meminum obat tiap hari. Ia mendapatkan resep obat untuk sebulan. Untuk mencari obat, rumah sakit hanya memberikan waktu seminggu. Sementara sisanya lagi 23 hari dicari di apotek khusus BPJS yang kerjasama dengan faskes. “Obat yang diresepkan kadang jumlahnya lebih dari tiga. Kadang, ketersediaan obat di apotek tersebut tidak ada sehingga terpaksa karena pasien membutuhkan, akhirnya membeli,” ujarnya. Riniti menyarankan, mungkin para dokter juga harus paham, ada obat yang memang tidak semua ada di apotek BPJS rekanan. Jadi para dokter

juga harus update obat apa saja yang ada di apotek dan ditanggung BPJS. Untuk medical check up, BPJS hanya melayani step by step. Jadi, kalau mau langsung semuanya dicek, tidak bisa, sehingga terlihat pasien pengguna BPJS sering ke rumah sakit karena mereka harus mengikuti prosedur yang benar. Ia menegaskan, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan juga adalah hak dasar warga negara. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih dalam hal ini. Tidak ada lagi slogan orang miskin dilarang sakit, karena orang miskin juga sadar akan kesehatannya. Jadi, harus ada kesadaran dari pemerintah untuk memperbaiki pelayanan menjadi lebih baik. Riniti menilai, sebenarnya ada pesan yang dibawa BPJS Kesehatan, yakni berobatlah sedini mungkin jika ada keluhan, sehingga pengobatan lebih cepat dilakukan. “Dengan keluhan yang belum gawat, tentu pasien bisa dengan sabar mengikuti prosedur. Namanya BPJS Kesehatan bukan berarti harus gratis semua. Masyarakat juga harus sadar hal ini, sehingga memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk terus memperbaiki sistem pelayanan,” kata Riniti. Ia juga mengimbau kepada para perempuan terutama seperti dirinya yang sudah memasuki usia 59 tahun

pelayanan kesehatan bagi warganya,” jelas Elly. Perempuan yang baru beberapa bulan menjabat di kantor cabang Singaraja ini pun tidak menampik jika masalah kepesertaan JKN di Buleleng sempat mencuat ke publik. Akan tetapi pihaknya menegaskan sampai saat ini pemerintah telah menganggarkan kembali UHC pada anggaran perubahan 2019 hingga seratus persen. Meskipun sempat terjadi keterlambatan pembayaran, akan tetapi Elly meyakinkan tidak ada pengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diterima oleh masyarakat di masing-masing fasilitas kesehatan. “Kami tegaskan, bahwa pembayaran UHC dan pelayanan kesehatan adalah dua hal yang berbeda. Sehingga untuk klaim di rumah sakit menggunakan penganggaran terpusat,” ungkapnya. Berkenaan dengan pelayanan kesehatan, perempuan yang berasal dari Buleleng ini mengatakan bahwa BPJS Kesehatan mempunyai target sesuai dengan perpres No. 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan masyarakat wajib memiliki JKN KBS dan mendapat jaminan kesehatan bagi seluruh krama Bali. Dari data yang dimiliki, per Juni 2019 masyarakat Buleleng yang belum memiliki JKN baik mandiri maupun PBI mencapai 19.807 jiwa. “Kami terus lakukan koordinasi dengan pemerintah dan pihak aparat desa agar terus menyisir warganya yang belum memiliki JKN. Jika didaftarkan oleh pemerintah daerah, masyarakat hanya tinggal melapor melalui desa untuk didaftarkan oleh

3

Erika Sedana

Komitmen Kuat dan Visi Jelas Pelantikan Anggota Baru oleh AG Julia

End Polio Fundraising

Luh Riniti Rahayu

menuju pralansia, rutin memeriksakan diri. “Jadilah lansia sehat agar tidak menyusahkan anak di masa tua,” pesan

Riniti. Ia berharap ke depan, pelayanan BPJS Kesehatan juga semakin membaik. (Wirati Astiti)

Bentuk Kader JKN untuk Dampingi Masyarakat Pemerintah Kabupaten Buleleng senantiasa mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Salah satunya melalui bidang kesehatan. Dalam hal ini, Pemkab Buleleng bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan untuk mengcover biaya kesehatan masyarakat yang tidak mampu. Pelayanan dari BPJS Kesehatan diberikan kepada seluruh masyarakat Buleleng yang telah masuk database BPJS Kesehatan baik itu mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI). JKN KBS ini merupakan salah satu pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng sehingga masyarakat betul–betul merasakan program JKN KBS yang sesuai dengan visi Gubernur Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/6) siang, Kepala BPJS Cabang Singaraja Elly Widiani mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Pemkab Buleleng dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Buleleng. Menurutnya, masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat prinsip bagi pemerintah Kabupaten Buleleng karena masalah kesehatan merupakan hal yang mendasar dalam menentukan indeks pembangunan manusia khususnya di Kabupaten Buleleng. Pihaknya sangat mengapresiasi komitmen Pemkab Buleleng dalam memenuhi pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dengan persentase saat ini mencapai 97,58 persen. “Kami sangat mengapresiasi komitmen dari pemerintah yang telah berupaya memenuhi

Sosialita

Edisi 1038/ 1 - 7 juli 2019

Dinas Sosial untuk didaftarkan ke BPJS Kesehatan, serta untuk pemilik perusahaan agar segera mendaftarkan seluruh karyawannya.” jelasnya. Pihaknya juga menghimbau kepada masayarakat yang sudah menjadi peserta JKN secara mandiri agar melakukan pembayaran iuran secara kontinyu dan tepat waktu. Elly menambahkan tingkat kolektabilitas masyarakat dalam membayar iuran masih rendah yaitu 73,75 % sehingga menyisakan 26,25 % masyarakat yang masih menunggak. “Kami lakukan pendekatan dengan menghubungi via telepon maupun kami datangi, bahkan kami juga membentuk kader-kader JKN di beberapa tempat untuk mendampingi masyarakat dalam hal pembayaran iuran,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Elly Widiani

“Whatever Rotary may mean to us, to the world it will be known by the results it achieves”. Paul Harris, Rotary founder

sama-sama dilakukan Rotary bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dikatakannya , bertumbuhnya anggota Rotary sangat membantu perlua-

Kanada, Swiss, Singapura, Slovakia, Norwegia, Jerman, Perancis, Belgia, Finlandia , Belanda , Inggris, Serbia , Italia dan Indonesia. “Kami bertemu setiap Rabu di Trans Resort Bali, Seminyak. Tahun 2018-2019 ini, Rotary Club

satu anggota Rotary Bali Seminyak, Jeni Kardinal. Ia tidak menyangka bahwa setiap tahap kegiatan ini dilakukan dengan sangat cepat. Menurut Jeni, begitu juga masyarakat sangat antusias sehingga mempermudah penyelesaian setiap tahap proyek tersebut. “Kegiatan Global Grant Desa Datah & Nawa Kerti dengan anggaran USD 33,716.81 ini, dimulai Januari 2019 dan estimasi akan berakhir dalam 3 sampai 4 bulan ke depan. Saat rampung nanti, proyek sosial ini akan memberi akses air bersih kepada masyarakat di Desa Datah dan Nawa Kerti termasuk siswa siswi Sekolah Dasar yang ada di sana,”

papar Erika yang juga menjadi President termuda di Rotary Bali Seminyak ini. Ke depannya, Rotary sangat optimis melanjutkan program kerjanya yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memberi dampak positif yang lebih luas untuk masyarakat di Bali dan Indonesia. “Rotary sangat terbuka untuk mengundang profesional, para leaders di Bali untuk ikut bergabung sehingga kita bisa bersama masyarakat melakukan community assessment untuk merencanakan proyek selanjutnya yang lebih baik dengan sustainable outcome. Mari bekerja bersama Rotary – People of Action,” pungkas Erika. -ard

R

otary International, sebuah organisasi dunia yang tahun ini berusia 114 tahun. Organisasi ini, melakukan kegiatan yang difokuskan pada 6 bidang: Preventing disease, Providing clean water, Supporting education, Growing local economies, Saving mother & children, dan Promoting peace. Demikian disampaikan Made Herry Erika Sedana, President Rotary Club of Bali Seminyak ini. Rotary yang dibentuk di Chicago, Amerika Serikat oleh Paul Harris ini memiliki visi dan misi besar. Rotary mempertemukan pengusaha, professionals, problem-solver dan para pemimpin di seluruh dunia untuk bersama-sama bertukar pikiran, diskusi, bekerja memberi perubahan positif di dunia, di lingkungan kita dan kemajuan bagi anggotanya. Membantu masyarakat bersama Rotary, benar-benar diperlukan komitmen kuat dan visi yang sangat jelas. Herry Erika adalah wanita Bali pertama yang menjadi President Rotary Club berbahasa Inggris terbesar di District 3420 Indonesia. Ia mengungkapkan, banyak hal mendasar lain yang bisa

any

Rotary Convention di Hamburg, Germ Banner Exchan

ge dengan Rota

san area kerja Rotary dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Mendapat dukungan penuh dari board members, Alexander Jovanovic, Marie Francoise, Marilyn Carson, Anita Lococo, Alex Potkonjak, dan Patrick Monsarrat, Erika bersama para anggota aktif bertemu setiap minggu dalam “Lunch Meeting, Fellowship dan Vocational Program”. Tergabung di Rotary Club of Bali Seminyak, anggota Rotary dari 16 negara, yakni; Australia, Amerika,

Vocational Program di Yayasan Pusopadi Bali

ry Australia

Seminyak aktif melantik anggota baru serta orientasi proyek agar dapat turut berkontribusi dalam pelayanan kegiatan kemanusiaan di 6 area yang difokuskan Rotary International,” ujar Erika. Lebih lanjut dikatakan oleh Erika, di Karangasem, saat ini sedang dilakukan project ‘Global Grant’ yang mencakup pengadaan air bersih, sanitasi, dan pelatihan bagi masyarakat di Desa Datah dan Nawa Kerti, Kecamatan Abang. Project ini dipimpin oleh salah

Program Literacy & Library oleh Rotaract

Seeds to Table

President & Board Members

Global Grant Air Bersih & Sanitasi


2

ESPRESSO GORO-GORO BK

Amat bangun pagi dengan terkejut. Ia buruburu mandi, mengenakan pakaian bersih, lalu Putu Wijaya menyeduh kopi sendiri. Kemudian termenung lama di beranda sampai asap yang mengepul di atas gelas kopinya hilang. Bu Amat yang mengintip kelakuan teman hidupnya dari celah pelupuk matanya yang masih bengkak karena menangis semalam, heran. Ia lupakan tubuhnya yang masih pegal, lalu mendekat. Diamdiam gelas kopi yang sudah dingin itu diangkatnya. Dibawa ke dapur untuk diganti yang baru. Ketika ia kembali dengan gelas kopi yang masih mengepul, serta meletakkan di meja, Amat menyangka gelas itu mau diambil. Lalu berbisik. “Sudahlah, Bu. Itu kesalahan Bapak. Anggap saja sebagai karmapala.” Bu Amat heran.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) telah membawa perubahan yang signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang demikian pesat melahirkan jutaan informasi setiap hari yang sebagian besar mungkin mengandung informasi yang berpengaruh buruk terhadap diri anak. Berdasarkan rilis Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebanyak 132,7 juta orang menggunakan media sosial dengan 800 ribu situs yang diakses terindikasi sebagai situs yang menyebar informasi palsu. Demikian pula berdasarkan rilis Badan Intelijen Negara, menyebut konten media sosial didominasi berita bohong dimana 60% informasi hoax sudah mencakup dari konten konten media sosial (medsos). Selain itu, berdasarkan laporan dari Daily Social terkait dengan distribusi hoax di media sosial tahun 2018 yang terjadi di Indonesia, informasi atau konten hoax ditemukan sebanyak 82,25% di platform Facebook, 56,55% di platform WhatsApp

bacaan wanita dan keluarga Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Karmapala apa?” Amat menarik nafas panjang. “Ya, semalam pikiran Bapak kacau sekali. Sebetulnya bukan tidak mau mijitin kaki Ibu. Bukan karena badan Bapak juga kaku semua habis kerja bakti membersihkan halaman. Hanya karena mash sakit hati dengar ngeong kucing di sebelah itu!” “Kucing? Kan kucing Bu Made sudah ditabrak turis waktu pemilu kemarin?” “Kucingnya memang sudah mati! Tapi bosnya masih terus berkoar. Masak dia terus bilang, ini semua salah BK!” “BK siapa?” “Bung Karno!” “Ooo! Memangnya Pak Made sudah bilang apa?” “Di bilang, Pak BK sudah percuma buang-buang waktu berkoarkoar pidato tok, mengkampanyekan revolusi belum selesai, revolusi belum selesai, sampai lupa membangun negeri! Coba dengarin apa kata BH!” “Siapa BH?” “Ah ibu ini suka bloon kalau

diajak bicara politik. Maknya jangan cuma nonton sinetron dan Siraman kalbu di TV. Apresiasi sedikit politik biar paham peta NKRI sekarang.” “Ya, sudah jangan ngomel terus, minum dulu kopinya nanti dingin!” “Nggak usah! Masak kucing itu bilang... .” “Kucing?” “Pak Made suaminya Bu Made sekutu ibu cari kutu, itu! Masak dia bilang, coba kalau dulu BK mau dengerin BH bahwa revolusi sudah selesai, perang sudah kita menangkan, kemerdekaan sudah kita rebut, tinggal evolusi, membangun dan membangun, hanya membangun, kerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk membangun, pasti tidak usah menunggu sampai 74 tahun, baru punya MRT! Bukan cuma di Jakarta tapi di Bali juga! Lihat sekarang entah kapan kita bisa mencicipi ikut naik MRT di Bali kalau revolusi tak pernah selesai. Maunya berantem terus! Sudah jelas kalah, terus saja ngotot mau menang! Sebel, sebel aku!” Bu Amat mulai mengerti, lalu

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

tersenyum. “Jadi Bapak ini keki ya?” “Bukan keki lagi, bete! Makanya Bapak tidak mau mijitin. Tapi begitu saja Ibu kok sudah nangis?” Bu Amat ketawa. “Saya tadi malam menangis, bukan karena Bapak tidak mau mijitin, tapi ....”. “Tapi apa?” “Tapi karena saya habis mimpi ketemu Bung Karno!” Amat tercengang. “Ketemu BK? Masak?” “Ya! Beliau bilang, banyak orang salah paham tentang revolusi! Mereka mengira revolusi itu hanya perubahan, pengerombakan, penjungkirbalikkan jasmani. Revolus yang aku maksudkan adalah rev-

: Cyber Tokoh

Tri Pramana sebagai Dasar Berpikir Kritis Anak (1) dan 29,48% di platform Instagram. Dari laporan tersebut juga dikatakannya, sebanyak 44,49% responden tidak yakin memiliki kepiawaian dalam mendeteksi berita hoax dan sebanyak 51,03% yang memilih berdiam diri ketika menemui berita hoax. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orangtua belakangan ini memiliki ketakutan anaknya akan terpengaruh oleh banyak hal negatif yang diperoleh dari internet maupun media sosial. Ketakutan ini sangat beralasan. Namun tidak mungkin dan tidak bijak untuk mengisolasi anak-anak dari berbagai informasi. Harus dipahami bahwa mengembangkan kemampuan berpikir kritis bukan mengajarkan anak untuk “mengkritik”. Berpikir kritis merupakan sebuah proses intelektual yang secara aktif dan terampil memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, dan komunikasi yang dilakukan. Mendidik anak berpikir

A.A.Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda

kritis akan membantu anak untuk secara aktif membangun pertahanan diri terhadap serangan informasi di sekelilingnya. Sudah selayaknya orang tua mulai untuk “melatih anak berpikir kritis” sejak dini. Mengapa harus diajarkan sejak dini? Karena anakanak memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih besar dari orang dewasa.

olusi total, jasmani dan rohani. Kemerdekaan fisik sudah kita rebut pada 17 Agustus 1945, tapi mental kita rohani kita masih dijajah! Itu harus kita merdekakan tuntas! Itu sebabnya aku bilnag revolusi Indonesia belum selesai!” Amat terpaku. Tak peduli itu mimpi atau bukan. Tapi ia seperti dihujani siraman moral. Bu Amat tersenyum, lalu mengambil gelas kopi dan mengulurkan pada suaminya. “Minum dulu kopinya, nanti sakit kepala!” Amat menggeleng. Bu Amat heran. “Kenapa?” “Tadi Bapak salah waktu bikin. Dikira gula ternyata garam.”

Membiasakan mereka berpikir kritis sejak dini akan membantu mereka untuk memahami sesuatu dengan lebih baik. Latihan berpikir kritis ini bukan hanya sekedar pendidikan iseng yang dilakukan oleh orangtua pada anak. Melainkan pendidikan jangka panjang, sebagai bekal kehidupan saat anak beranjak dewasa kelak. Dengan bertanya, anak memuaskan rasa ingin tahunya akan dunia. Jadi alih-alih memarahi anak karena banyak bertanya, Anda justru perlu memberikan anak kesempatan untuk bertanya sebanyak mungkin. Meskipun pertanyaan-pertanyaan anak terdengar sepele bagi Anda, untuk anak bisa jadi ini sangat penting. Respons dengan bijak dan beri penjelasan yang logis sesuai tingkat

pemahamannya. Upayakan untuk tidak memberi penjelasan yang bertele-tele dan malah membuat anak bingung. Katakan pada anak, “Kamu boleh bertanya apa saja dan Ibu akan berusaha menjawabnya.” Ini tidak hanya membuat anak merasa dihargai tapi juga dapat membuat anak percaya diri. Biasakanlah memberi penjelasan pada anak atas setiap aktivitas yang Anda lakukan atau keputusan yang Anda buat. Ajak anak berdiskusi agar ia mengerti mengapa ini penting, mengapa itu tidak boleh, bagaimana melakukan sesuatu dan mengapa Anda melakukannya. Hilangkan kebiasaan menjawab pertanyaan anak dengan jawaban yang dapat menghambat kemampuannya untuk berpikir kritis, seperti “Jangan banyak bertanya” atau “nak mule keto”. A.A.Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1038/ 1-7 JULI 2019

Sudah lima tahun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan beroperasi namun masih amburadul, baik dari sisi managemen maupun pelayanan kepada masyarakat. Keluhan pasien terhadap pelayanan BPJS kesehatan masih belum mereda, sementara defisit anggaran BPJS terus membengkak setidaknya dalam empat tahun terakhir. Tak heran kalau BPJS Kesehatan pun terengahenggah dalam membayar klaim rumah sakit.

M

asih ‘memble’-nya pelayanan BPJS Kesehatan juga diakui oleh dr. Marius Widjajarta, S.E., Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan. Ada banyak faktornya, ucap Marius, di antaranya adalah sampai sekarang belum adanya Standar Medik Nasional. “Saya sudah lama ‘berteriak’ soal Indonesia yang belum memiliki Standar Pelayanan Medik Nasional atau SPMN. Masak negara sebesar Indonesia ini tidak punya ‘SPMN’, bagaimana bisa begitu? Yang harus membuat itu adalah Kementerian Kesehatan. Namun sampai sekarang tidak juga ada wujudnya. Yang ada hanyalah panduan. Ada juga Standar Pelayanan Minimal. Tapi itu bukan standar pelayanan medik nasional. Berbeda,” jelas Marius. Diungkapkan Marius, pengalamannya dalam mendampingi kasus di pengadilan, hakim selalu bertanya tentang Standar Pelayanan Medik Nasional. “Di Jawa Tengah contohnya, hakimnya cuma tanya apakah di Indonesia ada Standar Pelayanan Medik yang Nasional, saya bilang enggak ada. Kalau di daerah, ada SOP. Tapi kata hakim, kalau di pengadilan SOP lokal nggak berlaku. Jadi harus ada SPMN,” jelasnya. Dengan adanya SPMN, lanjutnya, bisa ditentukan berapa cost untuk suatu pelayan. Itu bisa dihitung biayanya. MISS MANAGEMENT BERUJUNG DEFISIT Ketiadaan SPMN itu berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Persoalan lainnya adalah masalah ‘miss management’ dalam tubuh BPJS Kesehatan. Kesalahan manajemen ini salah satunya menyebabkan BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit keuangan bahkan terus membengkak setiap tahun. “Jika masalah ini tak juga kunjung diatasi, ya, jangan harap pelayanan

SUDUT PANDANG

15

Harus Ada Standar Pelayanan Medik Nasional

akan membaik. Yang terjadi ya seperti itu, terus berulang berbagai pemasalahan,” tuturnya. “Pengawas BPJS Kesehatan kan banyak, itu bagaimana? Kenapa bisa BPJS Kesehatan selalu defisit. Dalam undang-undang BPJS Kesehatan adalah sebagai pengelola keuangan bukan juru bayar. Yang sekarang terjadi sudah seperti juru bayar. Uang masuk, langsung dibayarin semua, trus habis. Harusnya kan dapat uang dikelola dulu. Ini bagaimana pengawasannya,” ujarnya. Jika BPJS Kesehatan bisa mengelola dengan benar, Marius berkeyakinan pelayanan kesehatan pada masyarakat pun akan meningkat. “Itukan saling berkaitan ya. Pengelolaan manajemen yang benar, ketersediaan dana, juga adanya standar pelayanan medik nasional. Jika semuanya baik maka akan berdampak pada pelayanan kesehatan,” tegasnya. Hal lain yang sangat disesalkan Marius adalah soal tidak digarapnya MoU COB BPJS Kesehatan dengan pihak asuransi-asuransi komersil. Padahal kalau itu digarap, bisa membantu dalam masalah defisit yang sekarang selalu dikeluhkan BPJS. “Beberapa tahun lalu saya sudah presentasi di Kadin dalam sebuah diskusi. Saya bilang, ini kan duit semua bukan ‘daun’. Duit banyak. Ini kan bisa membantu BPJS Kesehatan. Waktu itu kan persoalannya ada beberapa pasal yang belum disetujui. Lah, tapi trus nggak dilanjutkan, sayang sekali. Itu ada potensi di sektor formal dimana pesertanya mencapai 40 juta jiwa. Coba bayangin kalau satu orang menanggung 4 orang (dirinya, satu istri dan dua anak), sudah berapa banyak uangnya. Tapi ini kok nggak dikerjain BPJS Kesehatan malah ngomong defisit-defisit terus,” tutur Marius gemas. Di bagian lain pensiunan dokter RS St Carolus ini menyebut pelayanan kesehatan Askes (sebelum adanya BPJS Kesehatan) masih jauh lebih baik ketimbang yang sekarang. Kondisi ini, tambahnya sungguh memprihatinkan. “Dulu Askes, ya cukup kartu saja, tidak pakai foto copy berulang-ulang seperti BPJS Kesehatan sekarang, sekali berobat minimal fotocopy 3 lembar. Selain itu, BPJS Kesehatan berlaku regional. Jadi

dr. Marius Widjajarta, S.E. misalnya kita sedang di daerah lain, nggak bisa berobat pakai BPJS Kesehatan kecuali dalam kondisi emergency. Sedang dulu

Askes berlaku nasional. Jadi ketika kita berada di daerah lain, kita bisa berobat dengan ‘modal’ kartu Askes yang kita miliki,” jelasnya sambil menyebut beberapa contoh yang disampaikannya hanya sedikit dari banyaknya permasalahan BPJS Kesehatan. “Itu yang saya bicarakan baru soal pelayanan. Belum lagi soal rumah sakit dan dokter,” tambahnya. Terkait pelayanan kesehatan BPJS juga sempat disinggung oleh Tulus Abadi, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) beberapa waktu lalu. Mengutip dari laman YLKI, Tulus mengatakan, dalam empat tahun terakhir BPJS Kesehatan masih dijumpai banyak masalah. “Dari sisi pelayanan masih minimalis, antara lain antrean sangat panjang, tidak semua tindakan medis ditanggung, penggantian jenis obat secara sepihak tanpa konfirmasi konsumen,

dll,” ujar Tulus. Namun begitu ada hal positifnya, kata Tulus, dalam hal kepesertaan melonjak tajam, hampir 200 juta peserta, dan 92% di antaranya adalah kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) alias peserta gratis. Ini berarti negara hadir untuk masalah pelayanan kesehatan masyarakat. “Manfaat BPJS Kesehatan dominan dirasakan oleh golong PBI,” ucapnya. Namun berbeda dengan peserta yang membayar ataupun para stakeholder utama seperti rumah-rumah sakit dan dokter. Banyak rumah sakit yang klaimnya macet dan terlambat dibayar oleh BPJS. Profesi dokter merasa dipinggirkan, profesionalitasnya direduksi. “Intinya, BPJS Kesehatan telah menjadikan pelayanan kesehatan substandar yang bisa berdampak pada ‘patient safety’,” kata Tulus. (Diana Runtu)


SUDUT PANDANG

16 Setahun yang lalu, Lalu Zakaria, pegawai Taman Budaya NTB mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah dan harus menjalani operasi dan rawat inap di rumah sakit Kota Mataram. Biaya operasi pemasangan pen tentu tidak murah. Beruntung ia memiliki BPJS kesehatan yang membantu biaya operasi dan perawatan.

R

upanya, saat operasi pemasangan pen, BPJS tidak berlaku sebab ditanggung oleh Jasa Raharja. Cukup mahal yakni sekitar Rp 13 juta. Asuransi dan jaminan kesehatan ini membuat ringan sebab ia sama sekali tidak membayar biaya tersebut. “Karena kecelakaan, jadi Jasa Raharja yang menanggung biayanya. Saat itulah saya baru tahu, jika sudah ditanggung asuransi lain lain, maka tidak lagi ditanggung BPJS. Namun jika tidak memakai asuransi lain, maka BPJS akan

Edisi 1038/ 1 - 7 juLi 2019

Banyak Tanya Agar Mengerti Kongso yang setiap menanggung biaya seluruhbulan membayar sekinya,” kata Yuni, istri dari Lalu Zakaria. tar Rp 85.000 untuk Itu sebabnya ketika Lalu fasilitas kelas 1. Ia berZakaria harus menjalani opsama istrinya dan dua erasi kedua untuk pelepasan anaknya yang masih pen, ia bebas biaya sebab kecil menjadi peserditanggung BPJS sepenuhta BPJS ini. Menurut nya. “Dua kali operasi tidak Kongso, jaminan kesada biaya yang kami keluarehatan BPJS memang kan, semua ditanggung Jasa sangat membantu. Raharja dan BPJS sesuai Namun, ia menkelas kami yakni kelas 2,” yarankan untuk banyak ungkap Yuni. Ia mengaku bertanya soal fasilisangat bersyukur memiliki tas BPJS ini agar lebih BPJS sehingga ada jaminan mengerti, khususnya kesehatan keluarganya. lagi jika perawatan di“Tak terbayang jika kami lakukan di rumah sakit harus membayar sendiri,” swasta yang menerima ujarnya. pasien BPJS. Sebab, Selain Lalu Zakaria, katanya, sering kali ada pengguna BPJS lainnya juga pembayaran fasilitas mengaku terbantu dendengan berbagai alagan BPJS. Kongso Sukoco, san. Diakuinya secara dari Marlinda saat dirawat di IGD RS Kota warga Kota Mataram yang Zidan, Anak umum, layanan BPJS Mataram akibat mengalami dehidrasi merupakan peserta BPJS mandiri terbilang sangat membantu. pernah menggunakan BPJS dalam dialaminya tahun lalu. “Seluruh “Sangat membantu,” kata Kongmenjalani operasi dan perawatan biaya ditanggung oleh BPJS ses- so yang masih menggunakan akibat 2 kali kecelakaan yang uai kelas yang kami bayar,” ujar kursi roda akibat kecelakaan yang

dialaminya akhir tahun lalu. Layanan BPJS yang mudah juga dirasakan oleh Marlinda yang selama ini aktif sebagai pengguna BPJS. Fasilitas puskesmas yang relatif baik di Kota Mataram kerap membuatnya tak perlu ke rumah sakit jika hanya berobat sakit biasa seperti flu, batuk, demam dan lainnya. “Dengan BPJS semua pelayanan gratis,” ujar Linda yang tinggal di BTN Kekeri Mataram. Ia menjadi peserta BPJS dari kantor suaminya yang bekerja di salah satu bank di Mataram. Kemudahan dan keringanan pelayanan BPJS juga pernah dirasakannya ketika harus membawa anaknya, Zidan yang baru berusia dua tahun yang mengalami dehidrasi, setahun yang lalu. Anaknya sempat dirawat di IGD rumah sakit umum Kota Mataram selama beberapa jam, dengan biaya seluruhnya ditanggung BPJS. Ia sendiri terbilang rajin melakukan perawatan gigi di puskesmas tempat fasilitas kesehatan BPJS-nya. (Naniek I. Taufan)

Wujudkan KKS dengan Pemberdayaan Masyarakat Guna memperkuat, meningkatkan jejaring kerja antara sektor terkait, serta meningkatkan pemahaman tentang upaya mengoptimalisasikan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Selasa (25/6). Sosialisasi ini diikuti tim pembina kabupaten/ kota sehat Provinsi Bali, tim pembina kabupaten/kota sehat Kabupaten Buleleng, forum kecamatan sehat se-Kabupaten Buleleng, dan SKPD terkait. Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng Ni Made Rousmini, S.Sos. yang mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana membuka secara resmi kegiatan sosialisasi ini. Dalam sambutannya ia menjelaskan KKS merupakan suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah, KKS ini dilakukan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat

secara bertahap dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan dengan dukungan pemerintah daerah dan pendapatan fasilitas dari sektor terkait melalui program yang telah dilaksanakan. Rousmini menambahkan penyelenggaraan KKS dilakukan oleh forum yang dibentuk bupati atau walikota yang terdiri dari unsur pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan tinggi, forum ini bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan di tingkat kabupaten kota, di tingkat kecamatan dibentuk Forum Komunikasi Kecamatan Sehat, dan di tingkat desa dibentuk Kelompok Kerja

(pokja) Desa/Kelurahan Sehat. Ia berharap program Kabupaten/Kota Sehat bukan hanya milik sektor kesehatan saja, namun merupakan milik semua instansi yang ada di daerah. Dan juga diharapkan program ini dapat mendekatkan programprogram pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat karena program KKS ini dilakukan melalui pendekatanpendekatan aktif masyarakat serta lebih

ditekankan kepada proses output. “Kami harap semua instansi bersama-sama mensukseskan program ini,” ujar Rousmini. Ditemui di sela-sela acara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Nyoman Suasa Giri, S.K.M., M.Kes menjelaskan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan pembekalan kepada masing-masing pokja dan forum di setiap kecamatan agar program ini bisa diaplikasikan di tingkat desa. Ia berharap peran dari masing-masing pokja yang sudah dibentuk un-

tuk bekerja mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat di Kabupaten Buleleng dengan harapan adanya sinergitas antara pokja desa dan forum kecamatan untuk sama-sama mewujudkan program KKS ini. “Kita sangat memerlukan sinergitas dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten untuk mensukseskan program ini,”. pungkasnya. (Wiwin Meliana)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook