16 Meraih predikat cukup memuaskan serta sebagai provinsi peringkat kedua terbaik nasional terkait keberhasilan menanggapi keluhan publik, belum dirasa cukup oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Justru ia menargetkan Provinsi Bali harus mampu menuju sebagai kawasan dengan pelayan publik modern yang zero complain.
D
emikian terungkap saat Gubernur Koster saat membuka Workshop dan Penandatangan Penguatan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar pada Selasa (30/7). “Saya sudah gariskan kepada jajaran di Pemprov Bali untuk memperbaiki pelayanan menuju zero complain. Semua (pelayanan publik,red) harus riil, penuh tanggung jawab, dan berjalan untuk mengayomi dan melayani masyarakat,” tegas Gubernur Koster. Dalam acara yang diprakarsai Ombudsman RI Perwakilan Bali itu, Gubernur Koster mengatakan bahwa pelayanan publik adalah hak dasar dari masyarakat yang secara tegas memiliki dasar hukum dalam undangundang. Kemudian diatur dalam bentuk sejumlah regulasi sebagai payung hukumnya. “Semua orang butuh pelayanan publik, untuk itu harus dijalankan dengan komitmen dan kebijakan yang nyata, dan pemerintah daerah
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Gubernur Koster Segera Terbitkan Pergub Standarisasi Perizinan punya kewajiban untuk membuat sistem yang baik secara efektif dan efisien,” kata pria Kelahiran Sembiran, Buleleng ini. Maka untuk Bali yang terbilang wilayah kecil hanya dengan 9 kabupaten/kota sesungguhnya menurut dia, sangat memungkin dikelola dalam satu sistem terintegras. “Kalau untuk menjalankan fungsi manajemen membangun Bali, kita bisa membuat satu pola untuk mengintegrasikan pola yang ada di Bali. Membagun Bali secara terintegrasi dalam satu pola,” sebutnya. “Saya merancang-rancang sistem pengaduan masayarakat yang bisa mengakomodasi komplain warga terhadap pelayanan yang dilaksanakan secara online jadi lebih modern,” imbuhnya. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini kemudian menyontohkan terkait masalah lama waktu proses perizinan yang belum seragam antar kabupaten/kota. “Ada yang lama, ada pula yang cepat. Ada yang gratis, ada pula yang tidak. Untuk itu kami sedang menyiapkan Pergub (Peraturan Gubernur) untuk standarisasi perizinan, semua kabupaten/kota di Bali akan punya standar teknis yang sama. Jadi ke depannya, jangan beda-beda praktiknya dan jangan dibiarkan terus-
menerus seperti itu,” bebernya. “Sehingga pelayanan pubik kita di Bali ada standar dengan kualitas yang baik, cepat. Dan yang paling utama, bersih. Jangan ada KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Sogok ini, sogok itu, kasihan masyarakat kita,” tegasnya. Mendengar komitmen Gubernur Koster tersebut, Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty langsung menyatakan dukungannya. Sebab menurutnya, hal ini sesuai dengan tujuan utama lembaga Ombudsman. “Karena pelayanan publik itu sangat vital perannya. Dari lahir sampai kita mati minta membutuhkan pelayanan publik yang baik dan prima, sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang,” katanya. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi pencapaian Provinsi Bali yang berpredikat cukup memuaskan dalam hal menanggapi keluhan publik. “Berdasarkan data terakhir yang masuk 28 Juni 2019 lalu, Provinsi Bali dari tahun 2014 mendapatkan 965 laporan. Baik keluhan untuk pelayanan publik, tanah hingga kepolisian. Dari angka itu yang ditindaklanjuti mencapai 918 laporan alias presentase penyelesaiannya 95,13 persen. Angka ini tertinggi kedua di indonesia di bawah Provinsi
Gubernur Koster saat membuka Workshop dan Penandatangan Penguatan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar
Riau,” paparnya. “Responsifitas di Bali sudah sangat baik, kinerja perwakilan juga sangat baik. Target kami 90 persen, dan di Bali bisa melewati target kita,” imbuhnya. Sebetulnya kata Lely Pelitasari, Ombudsman saat ini lebih cenderung berperan sebagai rekan atau teman curhat yang mendorong pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pelayanan publik di wilayahnya. “Peran mediasi antar penyelenggara sekarang juga jadi konsen kita, dan saya kira akan
lebih mudah dengan komitmen seperti yang diungkapkan Bapak Gubernur,” kata Lely. Hadir pula dalam kegiatan itu, Perwakilan Kantor Sekretariat Presiden Marcelina Laurencia, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara, Sekda Tabanan I Gede Susila, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, dan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka. (ast)
Ia mengatakan Pergub ini mendapat respon luar biasa dari masyarakat hingga mampu mengurangi sampah plastik sekali pakai hingga 90%. “Jadi jika Anda berkunjung ke Bali, sudah tidak ada rumah makan yang menggunakan sedotan plastik, dan tidak ada pasar modern menggunakan kantong plastik. Meskipun sempat mendapatkan perlawanan oleh pengusaha plastik, namun kami menang dalam uji materil di MA (Makamah Agung), sehingga pemberlakuannya pun sah di seluruh Bali,” tegasnya. Sementara dalam upaya menjaga manusia Bali, pihaknya meluncurkan Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Melalui Pergub ini, tak hanya ASN, pegawai swasta dan instansi vertikal namun para pelajar juga menggunakan busana adat Bali pada hari tertentu. Yakni pada hari Kamis, Hari Raya Purnama dan Tilem serta hari jadi Provinsi Bali maupun kabupaten/kota. Pergub ini pun terbukti mampu mendorong pertumbuhan industri ekonomi kerakyatan yang disebabkan melonjaknya permintaan busana adat Bali. Selain penggunaan busana adat Bali juga diberlakukan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pergub ini mengatur agar setiap papan nama instansi mulai pemerintah maupun swasta mencatumkan aksara Bali sebagai
bentuk pelestarian aksara daerah. Sedangkan terkait birokrasi dan pelayanan publik, pihaknya melaksanakan perekrutan pejabat secara transparan dan sesuai SOP. “Kami dengan tim terus berupaya melakukan perekrutan dengan mengedepankan penempatan sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing,” ujarnya. Usai mendengar penjabaran Gubernur Koster, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. H Madani Ali Sera mengapresiasi sejumlah program terobosan tersebut. Bahkan pihaknya mengaku kagum atas berbagai terobosan Gubernur Koster yang mampu direalisasi dalam waktu begitu cepat dan singkat Selanjutnya ìa menyampaikan tujuan kunjungan kerja rombongannga ke Bali adalah untuk menyerap aspirasi Pemprov Bali sehingga bisa diformulasikan menjadi undang-undang Dalam kunjungan kerja kali ini pihaknya mengandeng 14 instansi mitra kerja komisi II DPR RI. “Kenapa kami datang agak banyak? Karena setiap permasalahan dan solusi memerlukan kerjasama lintas instansi agar bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya. Terkait kebijakan yang ingin dielaborasi dalam kesempatan itu, ia menyebut tentang pelayanan publik dan reformasi birokrasi. “Kami ingin tahu sejauh mana peyanan publik dan reformasi birokrasi yang telah dijalankan Pemprov Bali, dan hal apa yang diperlukan untuk memantapkan kedua hal tersebut,” tandasnya.(ast)
Komisi II DPR RI Apresiasi Program Terobosan Gubernur Koster
Kunjungan kerja Komisi II DPR RI dengam Gubernur Koster yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Komisi II DPR RI apresiasi berbagai program terobosan Gubernur Wayan Koster yang mampu direalisasi dalam waktu begitu singkat dan cepat. Meski demikian ,Gubernur Koster tetap meminta dukungan dan kerjasama agar berbagai visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali mampu terlaksana dengan lancar sesuai target. Hal ini terungkap dalam pertemuan kunjungan kerja Komisi II DPR RI dengam Gubernur Koster yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar yang dihadiri pula Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Kori, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Forkompinda Provinsi Bali, Mitra Kerja Komisi II DPR RI, serta jajaran OPD Pemprov Bali. Mengawali penjelasannya, Guber-
nur Koster menjabarkan soal rencana perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali. Semula dari 49 OPD akan dirampingkan menjadi 40 disertai penambahan dua OPD baru, yakni Dinas Pemajuan Desa Adat serta Badan Riset dan Inovasi Daerah. “Dinas Pemajuan Desa Adat kami pandang perlu karena adat dan budaya merupakan pilar pembangunan dan ekonomi Bali, sehingga kami minta bantuan DPR RI terutama komisi II untuk mengawal dan membantu agar rancangan kami disetujui Kemendagri. Karena bagaimanapun dinas yang berkaitan dengan desa adat belum ada di Bali,” terangnya. Ditambahkannya, Dinas Pemajuan Desa Adat ini sebagai tindaklanjut dari lahirnya Peraturan Daerah (Perda)
Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. “Desa Adat dari dulu hadir untuk menjaga serta melestarikan adat dan budaya kami, sehingga butuh perlindungan hukum untuk menguatkan peranannya,” imbuhnya. Lebih lanjut Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini menegaskan bahwa melalui Perda tersebut untuk pertama kalinya desa adat diakui secara resmi dan eksplisit sebagai subyek hukum dengan kedudukan hukum yang jelas dan tegas. Selain itu, Perda ini menetapkan bahwa desa adat berkedudukan di wilayah Provinsi Bali. “Bali ini unik, selain memiliki desa dinas yang berfungsi mengurus administrasi pemerintahan dan pelayanan publik, terdapat juga desa adat untuk menjaga eksistensi adat dan agama di Bali. Selain itu juga sudah mencakup sistem hukum, ekonomi dan keamaan, sehingga dengan pemberlakuan Perda serta pembentukan OPD Desa Adat bisa memperkuat eksistensinya, dan daerah lain bisa meniru langkah kami,” urainya. Selain itu, Gubernur Koster juga menjabarkan tentang visi pembangunan Bali yang tertuang dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan tersebut menurutnya fokus terhadap keseimbangan alam, manusia dan budaya berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana. Salah satu terobosan besar dalam menjaga alam Bali adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
ESPRESSO GORO-GORO BK (6)
2
Putu Wijaya
Bung Kar(so) no bengong. ia hanya menatap 2 lembar ratusan ribu yang diletakkan Amat di atas meja di depannya. “Aku jadi
introspeksi, Mat.” “Introspeksi bagaimana? Sana cepet berangkat!” “Apakah langkahku ini sudah benar?” “Langkahmu waktu digigit anjing? Jelas salah. Tapi bukan karena kau berlari supaya tidak telat nonton Koetkoetbi. Di sini anjing sudah sudah biasa lihat orang lari ngejar angkot. Masaalahnya hanya karena, kau menginjaknya. Meskipun sedang kesusu lari kau tak boleh nginjak orang.” “Maaf aku koreksi, itu bukan orang, aku nginjak anjing.” “Dalam soal injak menginjak orang dan hewan sama, kalau diinjak pasti
menggigit! Kalau dulu Belanda atau Saudara Tua tidak menginjak-injak kita, mungkin kita belum merdeka sampai sekarang!” Karsono melotot. “Maksudmu, aku tak boleh marah meskipun sudah digigit?” “Masih untung itu anjing, coba kalau itu cobra, kalau itu macan? Kau sudah koit dan tidak akan pernah bertamu ke rumahku seperti keberadaanmu sekarang ini. Ya, nggak?” “Kok nada suaramu seperti menyuruhku bersyukur??” “Terserah tafsiranmu.” “Seperti kau syukuri anjing itu menggigitku sehingga aku terpaksa ke mari mengetuk empati gotong-royongmu! itu kan sama dengan mengatakan aku memperalat gotong-royong untuk pamrih pribadi?! Lalu kau uruk aku dengan pesan-pesan moralmu yang sok suci itu. Supaya aku malu dan tak jadi minta tolong!” Amat mulai marah. “Terserah! Kalau kau memaknakan pesan Bung Karno begitu, pesan-
pesannya itu jadi cetek. Kami di sini selalu menggosoknya sesuai dengan desa-kala-patra. Gotong-royong tidak berarti mangan ora mangan asal kumpul! Dulu mungkin bisa begitu. Sekarang, tidak! Daripada dua orang setengah mati, lalu kalah, lebih baik satu mati, tapi yang satunya terus berjuang melawan. Mengangkat kursi rotan tidak perlu mengerahkan seribu orang. Cukup satu saja. Yang 999 biar tidur, hemat energi, kumpulkan tenaga, supaya nanti bisa bunuh raksasa. Itu baru gotong-royong milenial. Duit kami habis disumbangkan untuk orang sakit. Karena aku masih bisa pinjam pada anakku. Tapi duit itu pun tak masaalah aku kasih kamu, karena kamu digigit anjing harus pulang, karena keluargamu. Membutuhkan figur bapak. Aku dengan ikhlas berikan uang yang kupinjam dari anakku, bukan karena aku bisa hidup tanpa makan. Tapi karena ini rumahku, banyak tetangga yang bisa bergotong-royong menolongku. Lagipula perasaanku yang merasa diriku berharga karena sudah
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
bisa menolongmu tidak akan membiarkan aku dan isteriku mati. Paham?” Karsono kehabisan jawaban. “Kecuali kalau 2 ratus ribu itu, kau anggap kurang buat kamui. Tapi jangan pakai berkilah dengan segala alasan introspeksi sok filosofis ece-ece itu. Bilang saja sejujurnya, kurang! Titi! Siapa tahu....” Tiba-tiba muncul Ami. Langsung mengulurkan amplop tebal, sambil berbisik. “Lima juta hadiah Sayembara Penafsiran Pemikiran BK, yang baru diterima Bli Sugi dari Gubernur.” Amat langsung mengulurkan amplop itu pada Karsono. “Ni, lihat. Baru saja kita harapkan sudah datang. Kalau dengan hati jujur suci, bersih, ikhlas, nasib pun akan kandas. Ini lima juta! Untukmu semua supaya bisa pulang. Ini!” Amat mendorong amplop itu pada Karsono. Tapi lelaki itu tiba-tiba pucat pasi. Tangannya gemetar. Mendadak ia bersimpuh lalu memeluk kaki Amat. “Tidak! Ampun! Ampun! Aku tidak bisa menerima ini! Jangan, ini bukan gotong-royong!” “Kenapa?” “Aku kualat! Aku keblinger!”
Karsono mau kabur. Amat memegang dan menggenggamkan amplop itu ke tangannya! “Jangan, ampun! Biar aku mati! Keluargaku menunggu, aku janji pulang bawa duit. Sudah 3 tahun aku gelandangan di sini!” “Makanya jangan hancurkan perasaan keluargamu. Kami masih bisa hidup di sini tanpa duit itu, kalau itu bisa menolong keluargamu, kami bangga! Aku tahu semua dikabari anakmu. Ambil dan cepat masuk rumah sakit, sekarang banyak anjing kena rabies!” Amat memaksa memasukkan amplop itu ke saku Karsono. Karsono berteriak panik mendorong Amat hingga tejerembah jatuh bersama amplop yang menaburkan lembaran seratus ribuan ke tubuh Amat. Karsono bebas. Ia mengambil jarak, menjauh beberapa langkah. “Sorry, Mat! Terima kasih sudah menarikku nyadar. Aku sudah memanipulasi gotong-royong bertahun-tahun, sekarang aku tobat!” Ia membuka perban kakinya yang digigit anjing. Lalu melemparkanya. “Aku tidak pernah digigit anjing. Aku kualat! Aku tobat!” Karsono berbalik dan kabur.
UKM Kota Denpasar Sukses Produknya Diminati Pengunjung PKB
Membuka akses pasar baru serta meningkatkan pemasaran produk unggulan, tidak pernah henti dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dekranasda Kota Denpasar. Salah satunya dengan mengikutsertakan dan memberikan kesempatan para perajin dalam kegiatan pameran di ajang Pesta Kesenian Bali ke-41 di Taman Budaya Art Centre Denpasar belum lama ini.
K
epala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, S.Sos., M.Si mengatakan,
pemerintah memberikan fasilitas akses pasar domestik bagi para perajin Kota Denpasar, agar mereka dapat menjangkau pembeli yang lebih luas dan lebih
Anak Perlu Panutan Literasi (1) Ke g i a t a n l i t e r a s i m u l a i menggeliat di sekolah-sekolah. Geliat ini bermula dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) per tahun 2016 sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Konkretnya, para siswa diwajibkan membaca buku non-mapel setiap hari 15 menit sebelum pembelajaran dimulai di kelas. Walaupun singkat, pembiasaan tersebut cukup membangunkan kesadaran siswa dari belenggu budaya “kontrak literasi” yang sudah mendarah daging pada diri siswa. Budaya “kontrak l i terasi” merupakan akti vitas belajar (membacamenulis) untuk memperoleh (jangka pendek) apresiasi nilai atau angka. Keinginan memperoleh angka-angka inilah yang mendorong siswa u n t u k b e l a j a r. I t u l a h s e babnya, siswa baru belajar apabila ada tes ulangan atau ujian. Mereka belajar untuk
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
mendapatkan angka yang baik. Selanjutnya, angkaangka ini didokumentasikan dalam raport atau ijazah untuk dibanggakan di kemudian hari. Segi kepraktisan atau efek ilmu yang dipelajari dari aktivitas belajar, tidak menjadi persoalan. Habis belajar dan siswa memperoleh angka, maka kontrak sudah berakhir. Apakah ilmu yang I Ketut Serawan, S.Pd. dipelajari berguna atau tidak Guru SMP Cipta Dharma Denpasar dalam kehidupan seharihari? Tidak penting. berarti bebas dari aktivitas Belajar menjadi semacam membaca dan menulis. proyek (kontrak). Kontrak Oleh karena itu, banuntuk menjawab soal-so - yak masyarakat (orang tua) a l s e s a a t . S e t e l a h m e n g - merasa tak berdosa ketika hadapi ulangan atau ujian, m e n y u r u h a n a k n y a b e l a siswa merasa bebas. Mereka jar. Para orang tua sering merasa bebas dari aktivitas m e n c e r a m a h i , m e m a k s a , belajar (membaca/menulis). m e m a r a h i , m e n g a n c a m Membaca pasca tes dianggap hingga pasrah. Karena betindakan sia-sia. berapa anak malah memilih Selanjutnya, dari “kontrak diam menutup pintu, lalu literasi” inilah menumbuh- komunikasi menjadi buntu. kan anggapan bahwa belajar Mereka mengurung diri di ( m e m b a c a ) d i k h u s u s k a n kamar entah untuk kondisi u n t u k s t a t u s s i s w a a t a u ancaman belajar atau puramahasiswa. Istilah belajar pura belajar. adalah kontrak ketika menDaripada kukuh merasa jadi siswa atau mahasiswa. benar dan menjadikan anak Lepas dari dua status ini, sebagai “pesakitan belajar ”,
lebih baik orang tua menjadi panutan literasi di rumah. Orang tua membiasakan diri membaca di rumah. Berusaha terus menjadi contoh pembaca yang baik di keluarga. Lakukan berulangu l a n g . S e t i a p s a a t . Ka l a u bisa, setiap hari. Karena sesungguhnya anak membutuhkan contoh-contoh konkret di lingkungan keluarga. Apa yang sering dilihatnya, dialaminya, dan dirasakannya di rumah akan membentuk kebiasaan pada diri siswa. Di sinilah, pentingnya orang tua tampil menjadi contoh bukan sekadar memberikan contoh-contoh. Orang tua harus bisa menjadi panutan literasi di rumah. Begitu juga di lingkungan sekolah. Guru harus dapat menjadi panutan literasi bagi anak didiknya. Namun kenyataannya, kadangkala guru gagal menjadi teladan. Mereka meminta para siswa
rajin dan tekun belajar. Pun ketika siswa membaca 15 menit sebelum pembelajaran di kelas. Semangatnya bak juru kampanye. Suara para guru lantang. Sayangnya, guru lebih sering memanfaatkan waktu senggang untuk ngerumpi di ruang guru. Mereka enggan mengupgrade diri dengan membaca (walaupun tidak semua). Beberapa guru merasa nyaman dengan ilmu yang serba berkecukupan sewaktu di bangku kuliah. Kontrak literasi yang membudaya, menyebabkan ortu atau guru sering gagal menjadi panutan. Celakanya, sering ortu dan guru tetap merasa benar. Mereka membela diri dengan alasan faktor usia, kesibukan, lelah dan lain sebagainya. Alasan ini seolah-olah sudah menjadi legitimasi bahwa usia tua harus dibebaskan dari aktivitas belajar.
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
15
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
besar. Selain untuk mempromosikan produk kerajinan juga menciptakan iklim investasi yang kondusif antar daerah dan bahkan antara negera tujuan ekspor. Mengingat pada PKB kali ini selain dikunjungi wisatawan asing juga ada beberapa negara yang turut ambil bagian dalam event ini. Begitu pula disampaikan oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra, pemerintah tidak pernah berhenti memacu semua perajin UKM di Kota Denpasar dengan memberikan kesempatan dan peluang untuk membuka akses pasar seluasluasnya. Bahkan, bukan hanya di Bali namun di seluruh Indonesia. Para perajin dapat berinteraksi langsung dengan pembeli guna mencari ataupun menambah agen penjual sekaligus juga semakin mengetahui karakteristik selera masyarakat.
Dikatakan oleh istri Wali Kota Denpasar ini, bagi UKM pemula, pameran menjadi sarana pemasaran yang tepat untuk mengenalkan dan mempromosikan produknya. Bukan hanya itu saja, profil usaha pun diedukasikan ke pengunjung. Sebab, citra pengusaha yang baik turut menjadi penentu tertarik atau loyalnya konsumen pada karya perajin. Perajin juga bisa melakukan survei pasar, apalagi pameran di PKB cukup panjang waktunya.
Bisa dilihat di sana seberapa besar peluang diterimanya produk kita oleh pengunjung. Menurutnya tidak menutup kemungkinan pula di ajang PKB ada transaksi dengan perwakilian supplier atau bahkan investor yang mencari rekan bisnis. Selain itu, Selly Rai Mantra juga menekankan agar para perajin mau melakukan evaluasi terhadap kegiatan pameran yang telah mereka ikuti untuk mengembangkan strategi berikutnya. – ard
Animo dan minat masyarakat terhadap produk yang ada di stan Kota Denpasar sangat baik. terbukti penjualan produk karya suami dari Dra. Ni Luh Putu Astiti ini cukup memuaskan. Bapak tiga anak ini juga menyampaikan terima kasihnya kepada Dekranasda dan Disperindag Kota
Denpasar yang telah memberikannya kesempatan ikut dalam promosi usahanya berupa pisau, temutik, pengerupak, blakas dan lainnya sepanjang berlangsungnya PKB tahun ini dan dirinya bisa semakin memperluas jaringan serta menggaet pelanggan baru. - ard
Ajang Promosi yang Panjang Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Endharta, S.E., didampingi Kasi Pengembangan Ekspor dan Promosi Disperindag Kota Denpasar, Ir Ni Nyoman Masrini, M.Si., mengatakan pameran di PKB adalah salah satu dari berbagai kegiatan yang diperuntukkan membantu perajin UKM di Kota Denpasar demi meningkatnya akses pasar domestik dan luar negeri dengan sumber pembiayaan, dana APBD
Tahun Anggaran 2019. Untuk peserta pameran tahun ini, diantaranya para perajin baru binaan Kota Denpasar yang memiliki produk unggulan dan produk ekspor. Harapannya dalam event PKB ke-41 tersebut, mereka dapat meningkatkan omzet penjualannya. Melalui kepesertaan mereka di pameran ini pula, perajin UKM Kota Denpasar mampu lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produkproduk kerajinannya.
Gus Yoga mengatakan, para perajin sangat memiliki peluang untuk memanfaatkan ladang promosi yang potensial tersebut terhadap hadirnya buyer baru. Dari empat orang perajin yang diberi kesempatan tahun ini mengisi stan Dekranasda Kota Denpasar berhasil meraup omzet yang cukup membahagiakan. Mereka adalah 1) Basudewa dengan omzet Rp 36.045.000; 2) Asyuka Kebaya Rp 50.350.000,00; 3) Keben Decopage Rp 10.770.000,00; dan 4) Pande Sunarta Rp 54.250.000. Sehingga totalnya menjadi Rp 151.415.000. Gus Yoga juga mengharapkan untuk para perajin yang akan mengikuti pameran, eksebisi maupun expo, dan yang segera berlangsung adalah event Sanur Festival (Sanfes), siap dengan amunisi yang terbaik. Mulai dari kreativitas , inovasi dan kualitas, sebab hal ini yang akan mendukung mengembangkan usaha UKM menjadi lebih besar. Selanjutnya, salah seorang peserta yang ikut ambil bagian di pameran PKB, I Pande Made Sunarta, mengatakan bahwa respons pengunjung dan antusiasme mereka menyenangkan.
14 Tidak seperti era Orde Baru dimana pemberitaan terkait Dharma Wanita bergitu marak di media massa, di era Reformasi pemberitaan terkait Dharma Wanita Persatuan (DWP) jarang ditemui di media massa. Banyak yang penasaran seperti apa eksistensi DWP zaman now.
SUDUT PANDANG
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
DWP Jakarta Menjawab Tantangan Zaman Now
D
i era sekarang di mana umumnya media massa lebih menyukai pemberitaan yang ‘sexy’ dan peristiwa-peristiwa yang berefek ‘wow’, membuat aktivitas DWP seolah kurang menarik diekspos. Padahal, DWP memiliki banyak kegiatan menarik sebut saja kegiatankegiatan peningkatan ketrampilan para ibu di berbagai daerah, khususnya para ibu dari kelas menengah ke dharma wanita dki jkt - istimewa. bawah. Atau kegiatan terkait keluarga dan parenting. Terkait berbagai hal tersebut, Jakarta juga mengadakan berbagai Kegiatan-kegiatan itu sepintas DPW Provinsi DKI Jakarta mem- kegiatan yang sejalan dengan promemang kelihatan biasa saja. Namun fasilitasi dengan digelarnya berbagai gram pemerintah. Sebagaimana yang sesungguhnya sangat bermanfaat bagi kegiatan yang diperlukan untuk men- disampaikan Gubernur DKI Jakarta para ibu dalam meningkatkan kualitas ingkatkan kemampuan. Di antaranya Anies Baswedan dalam HUT DWP hidupnya. “Bagi kami yang terpent- dengan berbagai kegiatan pelatihan Provinsi DKI Jakarta ke-19 pada ing adalah kegiatan itu sendiri bisa ketrampilan. Desember 2018 lalu. Dalam kesemterlaksana dengan baik dan dirasakan Seperti yang belum lama ini di- patan itu Gubernur menginginkan hasilnya oleh masyarakat,” ungkap laksanakan di rumah susun Pesak- agar DWP Provinsi DKI Jakarta dapat seorang penih, Duri berkolaborasi dan mensinergikan gurus DWP Kosambi, program-program kemasyarakat di Jakarta. Cengkar- di DKI Jakarta, agar berbagai proMenurut e n g , J a - gram dan kegiatan mencapai hasil Ketua DWP karta BaProvinsi rat, yakni DKI Jakarta, pelatihan Rusmiati Saemembuat fullah, tansandal hias tangan DWP rumahan. Provinsi “Kegiatan DKI Jakarta ini dimodalam mentori oleh jalankan visi DWP dan misinya, Provinsi DWP gelarr pelatihan membuat kue - foto beritajkt. cukup besar. DKI JaUntuk itu diperlukan peningkatan karta bidang ekonomi. Jadi kami menkualitas dari anggota DWP agar gadakan pelatihan membuat sendal mampu menjawab tantangan masa hias rumahan. Pesertanya sekitar 60 depan serta meraih kehidupan orang yang merupakan warga rusun lebih baik. “Anggota DWP Provinsi Pesakih,” jelasnya. DKI Jakarta harus mampu memacu SINERGI PROGRAM kreativitas sesuai dengan tuntutan Kegiatan membuat sandal hias kemajuan, serta memiliki wawasan rumahan ini juga telah diadakan jauh ke depan,” tutur Rusmiati. sebelumnya di kantor DWP DKI Selain itu, anggota DWP harus Jakarta Gedung Nyi Ageng Serang memiliki kemampuan untuk men- yang diikuti oleh anggota DWP unsur gubah pola pikir dan sikap mental Pelaksana. “Ada banyak lagi pelatihanyang sesuai dengan perkembangan pelatihan ketrampilan ataupun lainnya teknologi dan ilmu pengetahuan den- yang digelar untuk pemberdayaan gan senantiasa memperhatikan nilai- perempuan,” tambahnya. nilai kepribadian bangsa Indonesia. Di luar itu, DWP Provinsi DKI
ketua dwp jkt rusmiati dalam baksos di RPTRA Rasela rawa Badak - istimewa.
optimal. “Itu semua sudah kami jalankan, ya. Salah satu contohnya adalah kegiatan yang belum lama ini berjalan yakni pemeriksaan kesehatan Ibu dan Anak di RPTRA Rasela, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara,” jelasnya. Ketika itu sekitar 100-an ibuibu dan warga sekitar ikut memeriksakan kesehatan mata, gigi dan THT. Kegiatan ini didukung oleh tim medis dari Sudin Kesehatan Jakarta Utara. Kegiatan baksos tersebut, ujar Rusmiati, merupakan program rutin tahunan yang bekerjasama dengan PKK. “Ini kegiatan rutin setiap tahun dari bidang sosial budaya. Tempatnya dilaksanakan bergilir di lima wilayah kota dan satu kabupaten di Jakarta. Tahun lalu kita bikin baksos sunatan massal di Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur,” jelasnya. (Diana Runtu)
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Eka Wiryastuti
Sosialita
3
Ciptakan Inovasi “Tabanan dalam Genggaman” Satu lagi inovasi dalam hal informasi dan data diciptakan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Setiap orang yang memiliki ponsel dapat mengakses “Tabanan dalam Genggaman”.
M
ketua DWP DKI JKT rusmiati saefullah - foto beritajkt.
enurut Bupati Eka, ino- tukang, hotel, rumah sakit, salon, vasi ini baru saja sebu- lokasi ATM, dan banyak lainnya lagi. lan diluncurkan. Saat ini Sehingga masyarakat Tabanan atau masih tahap sosialisasi ke Organisasi wisatawan yang sedang berkunjung Perangkat Daerah (OPD) di ling- ke Tabanan tak usah bingung lagi. kungan Pemkab Tabanan dan kepada “Kami memiliki 40 OPD. Saat ini masyarakat. masih soIa menilai, sialisasi ke saat ini, kita OPD agar masih miskin mereka bisa informasi dan menyiapkan data. Kadang dan mengkita melihat link-kan ke informasi program di google ini, sehasilnya juga hingga kami bisa beda. harapkan “Dengan dua tahun program ini, ke depan operatornya sudah bisa adalah massempurna,” ing-masing kata Bupati OPD. Jadi, Eka. informasi Ia medan data nambahkan, yang didapat untuk saat adalah benar, ini memang termasuk masih berAplikasi sudah bisa diunduh melalui antujuan kita sifat data indroid atau Google Play Store di smartphone. harus kem put, sudah ana juga jelas. Bisa diibaratkan ini tersedia nomor telepon, website, seperti kompasnya Tabanan,” jelas seperti company profile dalam setiap Bupati Eka. informasi, selanjutnya setelah sosialDengan meng-install program isasi ini, masing-masing OPD akan Tabanan dalam Genggaman, peng- menselaraskan program mereka ke guna bisa mengakses mengenai in- Tabanan dalam Gengaman. formasi dan data mengenai Tabanan Bupati Eka mencontohkan rumah secara keseluruhan. Mulai dari sosial sakit. Ke depan, bisa juga untuk ekonomi, kesehatan, tempat makan, daftar antri rumah sakit. Begitu tempat wisata, dsbnya. saja program Trans Serasi. Dengan Aplikasi ini sudah bisa diunduh program GPRS orangtuanya sudah melalui android atau Google Play tahu anaknya sudah sampai di mana Store di smartphone masing-masing. dengan mobil apa, jam berapa tiba. Aplikasi ini menyediakan berbagai Masyarakat yang sudah memiliki informasi mulai atau nama warung id masuk ke program Trans Serasi makan, tempat wisata, dokter, untuk mengakses mobilisasi anak
sekolah ini, bisa juga masuk lewat Tabanan dalam Genggaman. Dinas Catatan Sipil memiliki program Depaon, sistem registrasi KTP dsbnya, nanti juga digabungkan dalam Tabanan dalam Genggaman. Ia menjelaskan, aplikasi ini bertujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat Tabanan khususnya yang ingin mencari lokasi tujuan belanja ataupun lainnya. Terlebih lagi, saat ini kita berada di zaman yang sebagian Menyapa rakyat adalah energi perjuangan besar pelayanan informasinya online. “Semangat aplikasi ini bagaimana konsep smart city. Sebenarnya aplikasi ini membutuhkan peran s er ta ma s ya r a ka t Tabanan, jadi kita memberikan ruang kepada masyarakat yang memiliki usaha misalnya salon, bengkel las, atau kuliner, bisa dimasukkan atau mengunggah informasinya ke aplikasi ini,” ujarnya Menurut Bupati Eka, yang paling prioritas adalah UMKM yang ada di Tabanan misalkan seperti usaha genteng, kerupuk, dan Kebersamaan bersama OPD dengan gerakan Investasi Hati s e b a g a i n y a . “J a d i masyarakat yang akan menggung- Saat ini masih pengembangan, dan tuk cara pengunggahan informasi,” gah informasi itu sendiri ke aplikasi. sedang siapkan video tutorial un- jelasnya. --ast
Pesan Kedamaian
Agustus bulan yang istimewa. Kita baru saja usai merayakan hari raya Kuningan. Kemudian, ke depan kita akan merayakan hari HUT Proklamasi Kemerdekaan. Dalam kesempatan ini, Bupati Eka berpesan, Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa. “Musuh kita di luar, anehnya bangsa ini senang ribut di dalam. Ribut dengan sesama keluarga, ribut sesama warga. Kita terninabobo sehingga terpecah-belah. Kalau terpecah belah, tidak bersatu tidak pernah ada kemajuan dan kesuksesan dalam apapun termasuk pembangunan bangsa,” ujarnya. Ia membandingkan, kalau dulu musuh lebih jelas dan kelihatan dengan senjata tradisional, sekarang musuh tidak terlihat dengan senjata lebih canggih yang berurusan dengan hukum. Kalau mau dibilang merdeka, kita memang merdeka. Tapi semangat persatuan tidak dimanfaatkan untuk kebesaran bersama. Saat ini masih saja ada yang memanfaatkan kebesaran untuk kelompoknya sendiri. Sepanjang dia cocok bisa berteman. Sepanjang kepentingannya masuk, itu dibilang bagus. Tapi ketika ada orang bicara benar dia sendiri saja benar. Saya benar saja salah, apalagi saya berbuat salah?
“Kalau saya, berserah diri saja. Saya sudah menyampaikan kebenaran. Biarkan alam saja yang membuktikan,” katanya. Ia melihat, orang benar tantangannya menyampaikan kebenaran itu sangat banyak. Zaman ini, yang tidak benar lebih banyak dibukakan jalan. Kalau ingin membuat yang aneh-aneh gampang sekali. Tapi kalau sudah membuat yang bagus tantangannya luar biasa. Ini juga godaan bagi yang orang yang dipilih. Untuk membuktikan kebenaran itu perlu pengorbanan pikiran, hati, keluarga, semuanya. Sebenarnya alam semakin bergejolak, gempa dan gunung meletus memberi tanda. “Bagi orang yang sadar, alam sedang merasakan perubahan. Buat orang yang tidak sadar, mereka cuek saja,” kata Eka. Ia mengajak semua umat introkpeksi diri, mau dari pejabat dan rakyat. Tuhan menciptakan manusia sama. Yang membedakan hanya tugas dan kewajiban. “Cobalah kenali diri lebih ke dalam. Mulat sarira. Semua manusia terlahir baik, kalau ingin alam baik, manusialah yang memulai,” ujarnya. --ast
Woman on Top
4
Helga Rif
Mencoba yang Baru Kehadiran novel dewasa di Indonesia sangat jarang. Sebagai penulis novel yang terbiasa dengan tema cinta, Helga Riftiana berusaha keluar dari zone nyaman. Novel kedelapan yang berjudul “Rahasia Duma” akan menjadi pembuktian Helga menghadirkan tema dewasa.
“N
Novel “Rahasia Duma”
ovel “Rahasia Duma” saya tulis berawal dari keinginan saya untuk mendapatkan cerita yang lebih dewasa di Indonesia. Dan hanya sedikit penulis yang menuliskannya. Oleh karena itu, mengapa tidak jika saya menulis tentang cerita dewasa yang saya inginkan sendiri,” ungkap ibu dua putra ini, Gede Ngurah Arkana Putera Saka dan Made Ngurah Arkananta Putera Saka. Ide cerita berasal dari ketertarikan Helga Rif terhadap dunia yang tidak kita ketahui, namun memang ada. Dunia yang tidak semua orang mau terlibat di dalamnya. “Proses penggarapannya lebih
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019 dari 3 tahun. Karena tidak mudah untuk menuliskannya dengan bahasa yang kiranya mampu diterima oleh pembaca Indonesia. Kerap kali ditunda karena “block writer” yang sering saya alami. Namun bersyukur bahwa ada satu titik, saya harus menyelesaikannya dengan cepat,” ujar istri dari Bagus Sakaputera, S.E., M.M. ini. “Rahasia Duma” menceritakan tentang perjuangan hidup Duma yang tidak pernah menginginkan hidup yang harus dia jalani sekarang ini. Melayani nafsu para lelaki yang menginginkan tubuhnya hanya untuk menghidupi dirinya dan anak semata wayangnya, Kenny. Suatu ketika, seseorang menculik anaknya. Akhirnya Kenny berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian berkat informasi seseorang. Namun siapa sangka bahwa sang informan tersebut adalah salah satu klien Duma, yang memiliki kehidupan tak juga sempurna. Dua pribadi dengan masa lalu mereka masing-masing, bertemu sekali lagi untuk menguji hati yang mulai tergoyah. Siapa yang harus berkorban? Atau bahkan dikorbankan? “Semoga tulisan saya kali ini mampu diterima oleh pembaca, karena memang agak berbeda dengan novel-novel saya yang lain. Mencoba sesuatu yang baru, ternyata menyenangkan. Kita tahu bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk kita wujudkan dalam hidup kita jika kita menginginkannya,” ujar mantan model yang lebih senang ke lapangan tembak daripada jalan-jalan ke mall ini. Novel yang sudah diluncurkan Helga Rif adalah Gara-gara Irana Jadi Arini (2007), Menemukanmu: dalam sebuah kisah cinta (2011), Kepingan Cinta Lalu (2012), Melepaskanmu: Cerita Cinta yang Lain (2013), First Love (2014), Di Bawah Langit yang Sama (2015), dan Let Me Love You (2017). (Ngurah Budi)
Helga Rif
Bentuk Desa dan Kecamatan Layak Anak Serangkaian Hari Anak Nasional tahun 2019, Kabupaten Buleleng kembali mendapat penganugerahan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019 secara berturut-turut selama tiga tahun. Kali ini Buleleng mendapat penganugerahan KLA kategori pratama dari 122 kabupaten di Indonesia. Putu Agustini, SST., Keb., Kasi Data Gender Anak dan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk Putu Agustini Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB3PA) Kabupaten Buleleng, yang mewakili Bupati Buleleng dalam penerimaan anugerah tersebut mengatakan sesuai dengan indikator yang ditetapkan oleh Kementrian PPPA, Buleleng berhasil mempertahankan KLA kategori pratama dengan 24 indikator dari lima kluster. “Masing-masing kluster terdiri dari OPD yang terlibat dan memiliki tupoksi masing-masing,” un-
gkap Agustini ditemui di ruang kerjanya. Untuk tahun ini, ungkap Agustini ada dua indikator yang menjadi program unggulan Kabupaten Buleleng yaitu puskemas ramah anak dari Dinas Kesehatan dan sekolah ramah anak dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng. “Ini adalah dua program yang paling menonjol sebagai pendukung kami mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak,” jelasnya. Pihaknya mengatakan sekitar 20 puskesmas yang ada di Buleleng secara sarana dan prasarana telah memenuhi indikator sebagai puskesmas layak anak. Bahkan semua telah terakreditasi. Hanya saja beberapa puskesmas belum memiliki SK dari Dinas Kesehatan. “Semoga tahun depan semua puskesmas telah di-SK-kan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya. Sementara itu, beberapa sekolah di Kabupaten Buleleng telah memenuhi kategori sebagai sekolah ramah anak. Agustini mengatakan untuk memenuhi indikator tersebut tidak saja dinilai dari segi sarana dan prasarana. Akan tetapi bagaimana pemenuhan terhadap 10 hak anak dan menjadikan siswa sebagai partisipan dalam pembelajaran. “Jangan sampai sekolah membedakan hak anak satu dengan lain, baik yang normal maupun yang memiliki keterbatasan termasuk bullying dan keamanan bagi anak,” jelasnya.
Untuk ke depan, Agustini berharap Kabupaten Buleleng dapat meningkatkan kategori dari Pratama ke Madya. Meskipun pihaknya mengaku tidak semata-mata ingin memperoleh penghargaan tetapi hal tersebut akan dijadikan motivasi untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik. “Lebih kepada pengaplikasian program-program yang telah kami miliki,” jelasnya. Untuk mendukung peningkatan kategori dalam Kabupaten Layak Anak, pihaknya akan membentuk Desa Layak Anak dan Kecamatan Layak Anak. Saat ini telah dibentuk kecamatan layak anak di Kecamatan Sukasada, Seririt, Sawan dan Buleleng. “Ini PR untuk kita bagaimana kita bisa bentuk dari desa hingga kecamatan agar menjadi Kabupaten dan menuju Provinsi Layak Anak,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
METROPOLITAN
13
Restoran Juga Tempat Wisata
L
lemongrass2.tif
Bisnis kuliner memang tidak ada matinya. Ketika bisnis lain ‘nyungsep’, bisnis kuliner tetap berkibar. Tak heran kalau suatu ketika Pak Made, seorang pengusaha kuliner roti-rotian menyebut, bisnis kuliner adalah bisnis ‘tahan banting’. Kenapa? Karena semua orang memerlukan makan. Apalagi sekarang kulineran sudah menjadi gaya hidup.
ihat saja di mal-mal, toko-toko yang menjajakan produk fashion, dll, sepi pengunjung. Tapi coba tengok restoresto ataupun food court-nya, pasti di sana ramai. Kini banyak orang datang ke mall tidak untuk belanja fashion, tapi untuk santai, kongkowkongkow, makan-makan. Inilah realita gaya hidup mayarakat kelas menengah Indonesia saat ini. Kalau disebut tahan banting, kenapa ada bisnis kuliner yang ‘nyungsep’? Menurut Pak Made, meskipun bisnis kuliner disebut ‘tahan banting’ bukan berarti bebas dari kegagalan. Itu tergantung dari pengusahanya. Yang pasti makanan harus enak serta ‘how to serve’ , itu tidak dapat dibantah lagi. Hal lainnya kemampuan pelaku bisnis dalam berinovasi. Inovasi yang dimaksud aneka makana di gurih 7 - instagram lemongrass - 4 - instagram. bukan hanya inovasi produk (makanan dan minuman) tapi juga kreasi tempat. sekitar 1 jam perjalanan. “Bukan hanya soal keunikan rasa dan varian produk tapi juga Tapi ada satu hal yang harus diperhatikan jika ingin berkunjung ke layout dan desain tempat. Kalau sekarang masyarakat sedang demam resto itu. Yakni, jangan dalam keadaan lapar berat. Kenapa? Pasalselfie dan wefie maka pengusaha harus menyesuaikan. Misalnya, nya, karena tempat itu sekarang tengah ‘ngehits’ maka pengunjung menyediakan spot-spot intagramable di restonya. Yang ingin saya pun membludak. Walhasil, antrean panjang pun tak terhindarkan. katakan adalah pengusaha kuliner harus berpikiran terbuka, kreatif. “Kalau datang ke sini pas weekend, situasinya memang sering Tak masalah jika mencontek tempat lain, tapi harus dimodifikasi seperti ini (ramai). Saat weekend rata-rata pengunjung yang datang menjadi lebih indah,” tambahnya. 500 orang lebih. Sementara di hari biasa, tetap ramai, tapi tidak Apa yang dikatakan Pak Made itu agaknya juga diterapkan oleh sampai keterlaluan,” ungkap seorang pelayan. banyak pengusaha resto masa kini. Selain makanan dan minuman, PINTU MASUK TERSEMBUNYI mereka juga mendesain tempatnya dengan kreatif. Sehingga restoran Banya hal unik dan menarik dari resto ini. Misalnya saja, jalan bukan hanya sekadar tempat makan tapi juga wisata. masuk ke resto yang sempat membingungkan untuk yang baru Sebut saja resto ‘Lemongrass’ di Bogor Utara. Resto yang berdiri pertama datang ke sana. Betapa tidak, umumnya resto jalan masuk sejak 2015 kini tengah ‘ngehits’ di kalangan masyarakat Bogor bahbiasanya terletak di tengah bangunan. Namun ‘Lemongrass’, tidak. kan Jakarta. Jadi kalau ke sana, tak usah heran jika melihat lahan Di depan resto justru terbentang kolam. perparkiran dipenuhi kendaraan-kendaraan ber-plat ‘B’. Maklum Lalu lewat mana orang masuk? Ternyata di pojok sebelah kanan, jarak Jakarta-Bogor tidak terlalu jauh hanya 60 km waktu tempuh agak tersembunyi lantaran ada pepohonan, ada lorong panjang den-
lemongrass - Foto instagram.
resto gurih 7 bogor - instagram.
gurih 7 - instagram.
gan lebar cuma 1 meter lebih. Di kiri-kanan lorong terdapat pohon hias. Lorong sempit itulah tempat masuk keluar pengunjung. Lorong yang indah itu, kerap menjadi objek selfie atau wefie pengunjung. Kita harus sabar menunggu giliran untuk berjalan. Sampai di dalam kita sudah ditunggu petugas yang akan mendata nama kita untuk antrian tempat duduk. Umumnya pengunjung ingin duduk di lantai 2, mereka itulah yang biasanya harus lebih bersabar karena banyak antrean. Sedang yang tidak mementingkan lokasi, bisa duduk di taman, tak kalah nyaman dibanding di lantai dua. Selain ‘Lemongrass’ , ada satu lagi resto di Jl Pajajaran yang juga ‘ngehits’ di Bogor. Namanya, Resto Gurih 7. Resto ini menyodorkan konsep perdesaan camilan favorit pengunjung resto lemongrass. dengan air terjun mini dan batu-batuan kali. Saung-saung di atas danau dan pengunjung duduk lesehan sambil bersantap membuat nuansa pedesaan makin terasa. Penampakan resto ini, dari depan terasa biasa saja. Suasana berbeda baru kita temui di belakang bangunan utama. Jalan naikturun yang disesuaikan dengan kontur lahan, menjadi kegiatan awal pengunjung untuk mencapai saung-saung. Seperti umumnya resto yang ramai kala weekend maka lebih baik memarkir kendaraan di depan gedung utama. Karena jika lahan parkir di belakang selain sempit juga kerap kali penuh. Menunya? Sesuai konsep yang diusung maka menunya pun umumnya makanan Sunda, seperti ikan bakar, lalap-lalapan, sambal, dll. Namun yang ingin makanan lainnya tetap disediakan. Soal harga. Tak perlu khawatir karena harga makanan lumayan ‘ramah kantong’. Sambil menunggu datangnya makanan, pengunjung bisa berfotofoto ria di sejumlah spot, seperti di samping air terjun dan batu-batu kali atau sudut menarik lainnya. (Diana Runtu)
lemongrass tampak depan - instagram.
12
BUMI GORA
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Pemilihan Kepala Sekolah harus Berdasarkan Prestasi dan Kompetensi
Komitmen Pemerintah Provinsi NTB pada pembangunan sarana dan prasarana di SMA di Kabupaten Sumbawa Besar, bahkan seluruh NTB, diperlihatkan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Hal ini diungkapkan Doktor Zul saat menggelar silaturahim sekaligus menjaring aspirasi para Kepala Sekolah SMA/ SMK/SLB se-Kabupten Sumbawa Besar, di SMA Negeri 1 Sumbawa Besar.
P
entingnya peran Kepala Sekolah dalam kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat,
khususnya di Sumbawa juga menjadi perhatian yang diungkapkannya dalam kegiatan yang sekaligus dirangkaikannya
dengan reuni bersama para guru dan wali kelasnya saat menuntut ilmu di sekolah ini puluhan tahun silam. “Apapun keinginan bapak dan ibu, silahkan sampaikan kepada kami, kami telah hadirkan pak Kadis dan Kabid di sini,” katanya. Dalam kesempatan ini juga Doktor Zul kembali menekankan bahwa pemilihan Kepala Sekolah haruslah berdasarkan prestasi dan kompetensi yang sesuai standar pendidikan. Ke- diskusi serta bertukar pikipala Sekolah menurutnya harus ran bagi Kepala Sekolah dan dapat menjadi contoh baik dan panutan bagi guru dan murid di Sekolah tersebut. “Tidak boleh lagi pemilihan Kepala Sekolah karena kedekatan personal, politik, ataupun faktor lainnya,” tegas Gubernur. Ia pun berharap dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat ke depannya dapat terus membaik dan semakin maju. Pa d a k e s e m p a t a n y a n g s a m a , P l t . Ke p a l a S e k o l a h SMA Negeri 1 Sumbawa Besar, Dra. Masuji Mando, menungkapkan harapannya agar dapat menjadi ajang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Naniek I. Taufan)
Setelah melalui proses silaturrahmi dan komunikasi yang baik dengan Drs. H. Nurdin Ending, M,M,, pemilik sah lahan SMAN 1 Alas Barat, akhirnya sengketa lahan yang berjumlah 53 are di sekolah tersebut bisa diselesaikan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Sengketa ini berlangsung hampir 14 tahun lalu dimenangkan kasusnya oleh Nurdin Ending. Pada minggu lalu, lahan tersebut kemudian dis-
erahkan ke Pemerintah Provinsi NTB. Acara penyerahan dilakukan di SMAN 1 Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat dengan agenda penandatanganan dan penyerahan hibah dari H. Nurdin Ending kepada Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. Rusman, mengungkapkan kebahagiaanya atas pencapaian baik hari itu terkait urusan sengketa yang terbilang panjang.
liaan. Orang banyak mengorbankan biaya, tenaga, keringat, air mata bahkan darah sekalipun demi menjaga harga diri,” ungkapnya. Orang mulia itu bukanlah orang yang memiliki banyak tanah, uang atau yang tinggi jabatannya, begitu kata Doktor Zul. Namun, orang mulia adalah yang mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa, agama dan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki. “Saya kira, pak Nurdin memperlihatkan itu kepada
kita semua,” ungkapnya. Gubernur NTB juga mengingatkan bahwa menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa, agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk. Pada akhirnya, harta itu diperebutkan anak cucu yang menyebabkan hilangnya persaudaraan. “Terima kasih kepada pak Nurdin. Semoga ini menjadi inspirasi kita, tidak hanya di Alas Barat, namun di seluruh wilayah NTB,” katanya. Sementara itu, H. Nurdin Ending terlihat haru dan meneteskan air mata ketika menerima penghargaan dari Gubernur. Gubernur memberikan penghargaan itu atas seluruh perjuangan serta sumbangsihnya bagi pendidikan di NTB. Ia mengaku telah menjalani perkara lahan ini hampir 14 tahun. Akhirnya, di pengadilan ia dinyatakan menang dan berhak atas lahan itu. Namun, dengan keikhlasan yang tinggi, lahan itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB. “Alhamdulillah tanah ini sudah saya hibahkan. Saya merasa bersyukur dan lega. Semoga ini bermanfaat,” ungkapnya. (Naniek I. Taufan)
BUNDA ANANDA
Remaja Rentan HIV/AIDS Data KPA Provinsi Bali mencatat, kurun waktu tahun 1987 sampai Maret 2019, sebanyak 21018 penderita HIV/AIDS, yang terbagi dalam 12.678 penderita HIV dan 8340 pengidap AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7865 atau 37% berada di Denpasar.
D
Pemprov NTB Terima Hibah dari Nurdin Ending “Terima kasih yang tak terhingga, atas nama Pemerintah Provinsi kepada Pak Nurdin, yang dengan lapang dada, setelah hampir 14 tahun berperkara, kemudian tanahnya diserahkan kepada bangsa dan negara,” ungkap Gubernur NTB pada acara tersebut. Ia menilai, apa yang dilakukan Nurdin Ending merupakan hal yang luar biasa di era modern seperti saat ini. “Betapa pentingnya sebuah harga diri, betapa pentingnya sebuah kemu-
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
ilihat dari rentang usia, usia 0 sampai di bawah 1 tahun sebanyak 151, usia 1-4 tahun sebanyak 445, 5-14 tahun sebanyak 153, usia 15-19 tahun 465, usia 20-29 tahun sebanyak 7980, sisanya usia dewasa. Komang Sutrisna penggiat Kisara yang juga Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali mengatakan, remaja merupakan usia yang sangat rentan dengan HIV/AIDS. Usia remaja adalah generasi milineal yang penuh tantangan baik gejolak dalam dirinya dan lingkungan. Data Kisara tahun 2014 menunjukkan, hasil survei tiga kabupaten di Bali, 5 dari 10 (48%) remaja pernah mendengar ada teman sebayanya sudah melakukan hubungan seksual aktif dan 2 dari 10 (19%) pernah melakukan aktivitas seksual heteroseksual. Diantara 13.319 kasus HIV/AIDS di Provinsi Bali tahun 2015 terdapat 264 adalah usia remaja 15 – 19 tahun. Ia mengutip data tahun 2016 dari Kisara dengan sampel 1200 siswa di 24 sekolah menyatakan, sebesar 48,9% responden remaja berpendapat perilaku berciuman, berpelukan, dan bersentuhan dapat dilakukan sebelum menikah. Sekitar 18,7% responden berpendapat perilaku petting dan oral seks dapat dilakukan sebelum menikah; dan 16,8% responden berpendapat bahwa hubungan intim vaginal seks dapat dilakukan sebelum menikah. Pada responden yang pernah melakukan vaginal seks, terdapat 19,30% yang selalu menggunakan kondom, 36,84% kadang-kadang menggunakan kondom, dan sisanya 43,86% tidak pernah menggunakan kondom Jika dilihat dari pengetahuan remaja soal pubertas sudah sekitar 90,67% dan soal IMS/HIV/AIDS sekitar 55,58%. Ini menunjukkan remaja sudah mengerti informasi tersebut dengan baik, namun, mengapa mereka masih juga terkena. Data Kisara menunjukkan, dari 1200 responden, terdapat 880 (73,33%) yang sudah berpacaran. 6,48% (57 orang) pernah melakukan vaginal seks. Rata-rata umur pertama kali melakukan hubungan
seksual (oral, vaginal, atau anal seks) yaitu 15 tahun dan umur paling muda melakukan hubungan seksual yaitu 11 tahun. Alasan siswa melakukan hubungan seksual tersebut sebagian besar yaitu atas dasar keinginan bersama (43,88%) dan rasa ingin tahu (24,49%). PROGRAM SETARA Menurut Sutrisna, saat ini remaja siswa SMP adalah sasaran yang paling tepat untuk diberikan edukasi. Ketika mereka memasuki kelas 7, mereka mendapatkan banyak sekali tantangan dan gejolak baik dari dalam diri mereka sendiri dan lingkungan sebaya. Saat ini Kisara dan PKBI telah melakukan pilot project pada 5 sekolah di Denpasar yakni SLUB Saraswasti, SMP Wisata Sanur, SMPN 3, SMPN4, dan SMPN 6, dengan modul pembelajaran semangat dunia remaja atau yang disingkat Setara. Setara mengajarkan pengetahuan kesehatan reproduksi komprehensif. “Setara bukan hanya sekadar masalah hubungan seksual, atau bagaimana dia menjaga organ tubuhnya, tapi termasuk juga, bagaimana remaja mengendalikan emosinya. Modul itu diaplikasikan pada mata pelajaran seperti agama, biologi, atau BK,” ujarnya dalam pemaparan Lokakarya Kelompok Jurnalis Peduli HIV/AIDS, yang digagas KPA Provinsi Bali, pekan lalu. Ia menambahkan, modul dibuat menarik dengan pembelajaran 60-70% dalam bentuk games sehingga remaja menjadi sangat tertarik. Ia menilai, di era milenial pendekatan kepada remaja harus diubah. Dalam pembelajaran ini, guru yang biasanya killer di kelas, bisa menjadi tempat curhat siswa. Karena dalam pembelajaran ini, siswa bisa bercerita tentang dirinya sendiri. Dalam modul ini guru juga harus belajar sehingga Setara juga memberi pemahaman kepada para guru bagaimana cara menghadapi remaja. “Dari pengamatan saya, modul ini sangat disukai para siswa. Terlihat ketika siswa akan mendapatkan materi Setara, mereka sangat antusias mengikutinya,” kata Sutrisna. Saat ini sedang dilakukan penelitian awal bagaimana
Komang Sutrisna (kiri) bersama moderator
perubahan yang terjadi sejak modul Setara ini diterapkan. STOP HIV/AIDS Dulu penanganan HIV/AIDS dilakukan dengan cara TOP, Temukan yang positif, Obati yang positif, dan Pertahankan yang diobati. Sekarang ini, penanganan cara lama diubah dengan Strategi Jalur Cepat Top atau yang disingkat STOP. Suluh: 90% masyarakat paham HIV. Temukan:
90% ODHA tahu statusnya. Obati: 90% ODHA mendapat terapi ARV. Pertahankan: 90% ODHA yang ART tidak terdeteksi virusnya Sutrisna mengatakan, strategi pertama, adalah dengan cara mengubah cara pandang. “Percepatan akan terjadi jika stigma dan diskriminasi telah menurun. Mengubah cara pandang, yang mulanya menganggap HIV penyakit mematikan, ternyata HIV penyakit kronis yang bisa dikelola.Yang
5
mulanya menganggap HIV tidak bisa disembuhkan, ternyata HIV/AIDS sudah ada obatnya,” kata Sutrisna. Strategi kedua, edukasi kesehatan reproduksi remaja, perilaku hidup sehat bagi masyarakat, dan pendidikan kespro yang tepat di dalam kurikulum pendidikan. Ia mengatakan, lebih dari 70% ODHA bukan dari populasi kunci. Partisipasi masyarakat adalah kunci dari penurunan stigma dan diskriminasi serta dukungan terhadap ODHA. Peningkatan partisipasi dimulai dengan peningkatan pemahaman tentang HIV-AIDS. Promosi kesehatan memegang peranan penting untuk pemberdayaan masyarakat Strategi ketiga, kampanye promosi ARV. Selama ini, masih banyak mispersepsi tentang ARV. Hal ini karena, kurangnya informasi dan promosi tentang ARV. Strategi penting lainnya, pemberitahuan dan ajakan tes yang dibantu petugas kesehatan dan memperluas akses tes untuk bayi dari ibu dengan HIV. Tes pada kelompok rentan, seperti pekerja tambang, perkebunan, konstruksi, buruh migran, anak/ remaja jalanan, komunitas lain. Perluasan layanan agar semua PKM dan RS pemerintah bisa memberikan ARV. (Wirati Astiti)
Mendongeng Lima Menit Manis Bulan Madu
Baru seminggu menikah, pasangan pengantin itu berjalanjalan ke pasar tradisional. Sambil berpegangan tangan, mereka menyusuri warung pedagang kain, pedagang rempah-rempah, dan pedagang kue. Ketika melintas di depan warung pedagang mainan, terdengr suara, “kwek, kwek, kwek….!” Sang istri segera melepas pegangan tangannya lalu berteriak, “Dengar itu, …suara ayam!” Si suami terheran-heran. “Bukan! Itu suara bebek!” bantahnya. Suara itu terdengar lagi, kwek, kwek, kwek …., kwek, kwek, kwek …! “Itu suara ayam!” kata isterinya yakin. “Memalukan! Itu jelas suara bebek!” bantah suaminya. “Suara ayam bunyinya kukuruyuuuk…,
suara bebek bunyinya kwek, kwek, kwek…!” Sang istri yang sangat penasaran, menarik tangan suaminya. Mereka berdua mendekat ke warung mainan itu. “Kwek, kwek, kwek…., kwek, kwek, kwek….!” “Jelas sekali, Bang! Itu suara ayam!” kata istrinya ngotot. Sang suami berusaha menahan marah. Ia sangat jengkel akan perilaku istrinya. Apalagi beberapa orang yang lalu - lalang memperhatikan perbedaan pendapat pasangan pengantin itu. Mereka bukan saja memperhatikan kecantikan dan ketampanan pengantin baru itu, tetapi juga mendengarkan perbedaan pendapat mengenai hal yang sepele. Seminggu menikah, si suami mulai merasakan kecerewetan perempuan. “Pendapat perempuan tak boleh dibantah,” kata hatinya. “Benar kata orang, pengantin baru merasakan manisnya bulan madu pada awal pernika-
han. Lambat-laun, sang istri akan menunjukkan taringnya. Sang istri akan menguasai suami, dan akhirnya sang istrilah yang menjadi nakhoda perahu keluarga.” Sang suami masih berusaha menahan amarahnya. Ia berpikir, “Mengapa manisnya bulan madu diganggu oleh suara bebek atau ayam?” “Sayangku!” katanya sambil memegang tangan istrinya. “Sebaiknya kita periksa, suara apakah itu?” Keduanya masuk ke dalam warung mainan. Di situ, mereka melihat seorang bocah sedang bermain-main dengan bonekanya. Boneka itu berbentuk ayam, tetapi kalau perutnya dipencet, keluar suara bebek. Pasangan pengantin itu tertawa cekikikan. Mereka mempererat pegangan tangannya, lalu melanjutkan perjalanan menyusuri warung-warung lainnya. (Disadur dari cerita Ajahn Brahm, 108 Cerita Pembuka Pintu Hati)
6
Jihan Audy
DARA
Pilih Lagu yang Tepat Di kalangan pencinta dangdut, gadis cantik ini sudah tidak asing lagi. Namanya Jihan Audy. Usianya baru 15 tahun, 12 Januari 2019 lalu. Para pengamat musik dangdut menyebut Jihan mempunyai modal sebagai ‘bintang’ lantaran memiliki suara merdu serta berparas cantik. Karier dan ketenaran siswi kelas III SMP ini diramalkan akan mengikuti Via Vallen, penyanyi dangdut yang kariernya tengah bersinar.
D
ara kelahiran Mojokerto, Jawa Timur ini namanya mulai dikenal publik tahun 2017 ini, makin sering muncul di panggung-panggung hiburan tanah air serta ‘wara-wiri’ di layar kaca. “Alhamdulilah,” ucap Jihan ketika disebut kariernya semakin kinclong. Ia mengaku merintis karier menyanyi sejak kelas 3 SD. Saat itu dia sudah menyanyi dari panggung ke panggung. “Aku menjalani prosesnya. Sejak kelas 3 SD aku sudah manggung dari kampung ke kampung, dari acara ke acara,” ungkap Jihan yang selalu didampingi Ummi (Ibu)-nya dalam setiap kesempatan. Meski terbilang berat untuk anak seusianya, namun kata Jihan, ia sangat menyukainya. Bahkan, tambahnya, di awal-awal penampilannya, dirinya tidak selalu mendapat bayaran. “Ya mungkin karena waktu itu aku dianggap
anak kecil ya. Jadi pernah juga nggak dibayar setelah selesai manggung.” “Ya nggak apa apa. Lagipula aku juga kala itu belum terlalu mengerti, pokoknya bisa menyanyi di panggung aku sudah senang. Setelah itu, ketika sudah makin sering menyanyi, aku dapat bayaran Rp 50 ribu. Itu waktu aku masih kecil,” tutur Jihan yang kini sudah memiliki komunitas fans sendiri namanya ‘JYLO’ –Jihan Audy Lovers. Ketekunan gadis bernama lengkap Jihan Audylia Arinde Silva ini, perlahan menuai hasil. Namanya semakin populer. Pameo yang menyebut merintis karier dunia dangdut harus dengan goyang heboh dan penampilan seksi, berhasil dipatahkan Jihan. Cukup dengan suaranya yang merdu, lagu yang tepat dan paras cantik, kariernya melejit. Tembang ‘Alamat Palsu’ yang dipopulerkan pedangdut Ayu Ting Ting, adalah salah satu yang ikut ‘men-
Jihan Audy
gangkat’ nama Jihan. Orkes melayu tempat awal Jihan bercokol, OM New Pallapa pun berkontribusi tidak sedikit bagi kepopulerannya. Hal ini juga terjadi pada sejumlah pedangdut papan atas seperti Nella Karisma dan Via Vallen yang dulunya juga bercokol di OM Pallapa. Mungkin, itu juga sebabnya Jihan selalu dikait-kaitkan dengan Via Vallen lantaran diawal karier keduanya berkiprah di OM Pallapa. “Aku sebenarnya juga heran ya kenapa dikaitkan dengan Via Vallen. Kok dibilang begitu ya, bingung aku. Dilihat darimana-nya ya? Tapi ya aku sih bangga karena kak Via kan saat ini kariernya sedang booming,” ujar Jihan. DARI MODELING KE DUNIA MENYANYI Menurut Jihan, orang yang berjasa dalam kariernya adalah sang ibu yang disebutnya dengan panggilan Ummi. “Ummi yang membantu aku sampai bisa seperti ini. Ummi yang selalu mendampingi, memberi support juga membantu aku menyiapkan berbagai keperluan manggung,” ungkap anak bungsu dari empat bersaudara ini. Bicara tentang talenta bernyanyi, Jihan sendiri mengaku tidak tahu dari mana asalnya. Sebab kedua orangtuanya tidak ada yang menekuni dunia seni. Uniknya, bukan hanya Jihan yang punya talenta menyanyi tapi sang kakak –pun juga berkarier telah lebih dulu berkarier di dunia menyanyi. “Kata Ummi, bakat seni aku sudah kelihatan sejak kecil. Hanya saja dulu itu sebelum mulai menyanyi dari panggung ke panggung, aku sudah lebih dulu aktif di dunia modeling. Jadi dari TK aku sudah sering ikut lomba-lomba model cilik. Sampai suatu ketika guru aku mengajak ikut lomba menyanyi. Akupun ikut saja. Ternyata bisa. Sejak itu akupun aktif ikut lomba menyanyi,” Jihan yang mengaku mempelajari olah vokal dangdut secara otodidak. Yang menarik, orang kerap kali ‘kecele’ dengan usianya. Mungkin karena dandanannya, orang mengira usia Jihan telah dewasa. Padahal saat ia mulai dikenal publik tahun 2017, Jihan baru berusia 13 tahun. “Mungkin karena aku bongsor ya. Jadi mereka mengira aku sudah gede. Mereka tidak percaya ketika aku sebut umurku. Mereka bilang minimal aku anak SMA. Padahal masih SMP,” ucapnya sambil tersenyum. Meski tergolong pendatang baru,
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
BULELENG
11
Pengusaha Wanita Harus Tahan Banting
namun cukup banyak pengalaman yang telah didapat Jihan sebagai entertainer muda. Termasuk juga godaan dari penggemar nakal. Bisa jadi itu
karena mereka mengira Jihan telah dewasa. Menyikapi kondisi yang tidak menyenangkan (godaan lelaki), Jihan mengaku sudah memiliki ‘bekal’. “Aku nggak mau ngeladenin yang kayak gitu. Kalau kita ladeni malah dia senang. Jadi cuekin aja. Yang dosa kan dia,” ucap Jihan yang memilih menembang dangdut koplo ketimbang dangdut klasik. Jihan bersyukur kerja kerasnya sejak kecil dalam menekuni karier menyanyi membuahkan hasil yang baik. Itu semua,katanya, berkah dari Allah. Juga berkat dukungan dari orangorang terdekat serta para fansnya. Namun begitu dia tak mau cepat berpuas diri. Apalagi, persaingan di industri musik, khususnya dangdut, sangat ketat. Karenanya ia terus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya. “Aku ingin terus menghasilkan karya-karya terbaik dan dapat menghibur masyarakat,” kata pelantun tembang ‘Kidung Cinta’. Tembang yang dirilis di youtube tahun 2017 ini termasuk salah satu yang disukai masyarakat. Terbukti dengan jumlah view yang mencapai 1 juta lebih. Tentang sekolah, Jihan mengaku di awal-awal kariernya berjalan biasa saja. Saat itu tawaran manggung belum terlalu banyak. Namun seiring waktu, kariernya terus menanjak, dia pun kebanjiran job. Sehingga membuat sekolahnya agak keteteran. Apalagi begitu banyak tugas sekolah yang harus dia selesaikan. Walhasil dia
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Guna merangkul dan meningkatkan kesejahteraan pengusaha-pengusaha perempuan yang sedang merintis maupun yang berkembang, DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Provinsi Bali melantik DPC Iwapi Kabupaten Buleleng periode 2019-2024. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Wanita Laksmi Graha Selasa (30/7) juga dirangkaikan dengan Pembukaan Rakerda DPD Iwapi Provinsi Bali.
N
pun memutuskan untuk mengikuti homeschooling. “Jadwal manggung aku makin padat, jadi sering minta izin dari sekolah. Akhirnya aku memilih homeschooling saja, jadi bisa mengatur waktu belajar. Aku mulai homeschooling saat kelas 2 SMP sampai sekarang. Aku ingin meski sibuk berkarier tapi pendidikan tetap berjalan, harus ada keseimbangan. Jadi pilihannya ya homeschooling,” jelas penyanyi ‘Prei Kanan Kiri’, ini. Kesibukan Jihan yang tengah ‘naik daun’ memang luar biasa. Setidaknya saat ini, rata-rata dia manggung 3 kali sehari. Bayarannya pun sudah semakin meningkat. Honornya bisa jutaan rupiah sekali manggung. Bahkan kalau manggung di luar daerah, dia mendapat bayaran antara Rp 1520 juta. “Alhamdulilah. Aku sudah bisa menabung. Sudah bisa menghajikan ummi dan abah. Uang tabungan ini juga untuk masa depan aku,” kata Jihan yang tak jarang pulang show hingga larut malam. (Diana Runtu)
Jihan dan Umminya
i Luh Putu Gunatri, S.E., terpilih sebagai Ketua DPC Iwapi Kabupaten Buleleng periode 2019-2024. Di masa jabatannya, Gunatri menjelaskan progres jangka panjang dari organisasi ini adalah menyasar 100 pengusaha wanita di Buleleng. Hal ini tidak dimungkiri karena saat ini minat perempuan dalam dunia usaha masih rendah. Bahkan dalam keanggotaan Iwapi hanya memiliki 30 orang anggota. “Itu target kami terlebih dahulu, jadi kami fokus membangkitkan organisasi dulu sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi dari Iwapi itu sendiri tentunya berbekal program kerja yang telah disusun,” ungkapnya.
Gunatri menambahkan tidak ada syarat khusus untuk menjadi calon anggota Iwapi. Dirinya menekankan bahwa menjadi seorang pengusaha dalam bidang apapun harus memiliki kreativitas dan sikap mental tahan banting. Menjadi pengusaha menurutnya, harus siap untung dan rugi. Jika hal-hal tersebut tidak dimiliki maka jangan berharap dalam bertahan dalam persaingan usaha. Lebih jauh, pihaknya mengungkapkan bahwa dalam keorganisasian, anggota akan dibina dibantu dalam proses pemasaran. Bahkan dalam segi permodalan, Iwapi akan memfasilitasi anggota dengan pemberi pinjaman. “Selama ini kendala usaha kan pemasaran dan permodalan, nah bagaimana
kami memberikan solusi atas masalah tersebut. Meskipun kami tidak dapat membantu dalam segi permodalan tetapi kami dapat memfasilitasi dengan pemberi modal,” jelasnya. Perempuan yang menggeluti beberapa bidang usaha ini
juga berupaya untuk mengembangkan wirausaha wanita di Buleleng salah satunya adalah dengan menggelar seminar atau workshop yang rencananya akan dimulai September mendatang bekerja sama dengan SMA/SMK di Kabupaten Buleleng hingga
Universitas yang didukung oleh KNPI dan instansi terkait. “Termasuk memberikan pelatihan bekerjasama dengan LPK, organisasi terkait lainnya, termasuk dengan DPD Iwapi sendiri dan juga Disperindag Buleleng,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)
Pelantikan DPC IWAPI Kabupaten Buleleng
Asterisk Siap Ramaikan Musik Bali Untuk masalah musik, Buleleng tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak musisi-musisi Bali yang lahir di Buleleng, bahkan seperti tidak ada matinya kreativitas tanpa batas terus memunculkan karya-karya baik dari nama-nama baru maupun nama yang sudah tidak asing lagi
di dunia musik. Asterisk salah satunya. Band indie yang mengusung genre pop rock terbentuk sejak 1 Juni 2014 lalu. Dengan semangat yang tinggi para personil membentuk sebuah band bernama Asterisk yang artinya “bintang kecil”. Asterisk sudah dua kali berganti personil
sejak saat didirikan. Dari pergantian vokalis, hingga pergantian pemain bass. Sebagai band yang baru merintis karier di blantika musik Bali, Asterisk memiliki semangat dan tekad yang luar biasa. Ini terbukti, sejak terbentuk, band yang digawangi oleh Agus di vokal, Diatmika di drum, Delly
di bass, dan Ricko di gitar sekaligus sebagai backing vokal telah merilis dua single, “Kenangan Manis” dan “Megedi”. Seperti kebanyakan musisi saat ini, band ini masih mengandalkan media sosial terutama Youtube sebagai media promosi. Dua video klip lagu tersebut pelan-pelan mulai mendapat perhatian dan penikmat musik terutama penggemar lagu berbahasa Bali. Meskipun baru mulai berkarya, personel yang mendukung Asterisk bukanlah wajah baru dalam urusan bermusik. Bahkan band ini sendiri sudah terbentuk sejak lima tahun silam, berawal dari panggung parade dan festival band, hingga kerap diminta mengisi berbagai acara. “Karena mengawali karier dari bawah maka kami memutuskan untuk berkarier dalam jalur indie
meski tidak menutup kemungkinan juga mengikuti jalur label jika suatu saat nanti kami mendapat tawaran rekaman dari salah satu label musik. Akan tetapi untuk awal kami baru mengusahakan promosi band melalui jalur indie,” jelas Ricko. Sejak terbentuk lima tahun silam, Asterisk baru bisa fokus berkarya. Hal ini dikarenakan kesibukan kerja masing-masing personel, mereka baru bisa menuntaskan keinginan rekaman dan merilis karya tahun ini. “Banyaknya pemunculan bandband indie di Bali mendorong kami untuk turut tampil, membentuk satu band dengan warna musik yang sedikit berbeda. Kami yang samasama mencintai musik bertekad akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” imbuh Ricko. (Wiwin Meliana)
Style
10
Inspirasi Sang Legenda Hadir dengan warna alam, hijau, merah bata dan abu, karya dari Dede Damayanti ini diberi judul “Seseh”. Desain yang menonjolkan tameng dan kostum tokoh pahlawan film futuristik ini berkesan santai namun tetap elegan. Dengan cutting yang sederhana menjadikan busana ready to wear deluxe koleksi Dede ini menarik.
B
egitu pula “Nirvana” karya Lidia Sadha. Masih dengan konsep ready to wear deluxe, ia berhasil mengangkat Candi Borobudur dan kisah Sidartha Gautama dengan kisah reinkarnasi hingga menuju nirwana. Lidia memadukan warna hitam, p utih, emas dan oranye dengan material wool dan satin. Desainnya yang dikombinasi-
kan printing dan bordir ini pun terlihat elegan. Selanjutnya “Rhapsody ” dari Angela Jaury yang simpel namun menarik. Ia terinspirasi dari Freddy Mercury, salah seorang personel Band Queen. Betapa menjelang momen kepergiannya, sang legenda masih memberikan keahliannya sebagai musisi untuk fansnya. Karya Angela hadir dengan karakter narsis namun aktif, optimisme dan ceria. (Sri Ardhini)
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
EDUKASI
7
KPK Edukasi Masyarakat tentang Antikorupsi Kasus tindak pidana korupsi belakangan ini mulai mencuat ke permukaan. Tindakan korupsi dilakukan oleh berbagai oknum di tingkat pemerintahan paling bawah hingga pemerintahan pusat. Guna mencegah munculnya kasuskasus yang merugikan Negara, tidak hanya diperlukan ketegasan hukum tetapi juga dibutuhkan upaya pencegahan berupa edukasi kepada masyarakat.
K
omisi Pembersama-sama. “Jika sudah berantasan baik ya dilanjutkan walauKorupsi pun bus KPK tidak lagi di (KPK) RI Buleleng,” jelasnya. menyambangi KabupatDirinya menambahen Buleleng membawa kan berdasarkan amanat misi untuk mengedukasi undang-undang, edukasi masyarakat tentang anti akan diberikan kepada sekorupsi. Melalui Roadshow mua elemen masyarakat. Bus KPK RI, Buleleng menMulai dari anak-anak, jadi kabupaten pertama di remaja sampai dengan Bali yang dikunjungi oleh dewasa. Untuk anak-anak KPK RI. Kegiatan yang sendiri akan dibuatkan berlangsung selama tiga interaktif-interaktif yang hari tersebut mulai 26-28 menarik untuk memberiJuli 2019 ini akan menyasar Bupati Buleleng meninjau Bus KPK yang tiba di tAMAN Kota Singaraja. kan pelajaran mengenai berbagai elemen masayarakat. kan kabupaten pertama di Provinsi Bali anti korupsi. “Untuk dewasa nanti Hal tersebut diungkapkan Penasehat yang dikunjungi KPK. Pada roadshow ada kuliah umum dan pemutaran film KPK RI yang ikut dalam rombongan ini akan dimanfaatkan untuk mengedu- anti korupsi di Universitas Pendidikan Roadshow Bus KPK RI, Tsanni Annafari kasi masyarakat tentang antikorupsi. Ganesha,” imbuh Tsanni. saat ditemui usai Pembukaan kegiatan Selain itu, pada roadshow kali ini juga Bupati Buleleng Putu Agus SuradRoadshow Bus KPK 2019 “Jelajah Neg- digunakan untuk memantau kepuasan nyana sangat mendukung roadshow eri Bangun Antikorupsi” di Taman Kota masyarakat terhadap pelayanan publik bus KPK ini. Kegiatan juga bertujuan Singaraja, Jumat (26/7). di Kabupaten Buleleng. Jika ada yang untuk mengubah image di masyarakat Tsanni menjelaskan Buleleng merupa- kurang memuaskan bisa didiskusikan mengenai KPK yang hanya melakukan
Bus KPK di Taman Kota Singaraja.
penindakan saja. Padahal ada tiga fungsi lain dari KPK yaitu edukasi, pencegahan, dan juga koordinasi. “Yang paling penting kan pencegahan sehingga tidak terjadi korupsi di masa yang akan datang,” ujarnya. Dalam roadshow tersebut ratusan anak-anak PAUD yang ada di Kabupaten Buleleng juga turut memeriahkan jalannya acara, melalui sosialisasi antikorupsi , playday boardgames, mendongeng tentang kejujuran dan nonton bareng film pendek serta games interaktif yang diberikan kepada mereka diharapkan anak-anak PAUD mampu memahami pentingnya kejujuran dan kerjasama yang baik dalam menjalankan hidup. Seperti diungkapkan oleh Dewi Suseni, salah satu orangtua murid, dirinya sangat menyambut baik acara yang diselenggarakan oleh KPK RI
tersebut. Melalui pembelajaran dan penanaman sikap kejujuran sejak dini dengan memberikan cerita dongeng tentang pentingnya kejujuran itu sangat mudah diserap oleh anak-anak PAUD, selain dongeng tentang kejujuran anakanak juga diajarkan bagaimana hidup berdampingan dan saling membantu. “Kegiatan ini super luarbiasa karena kejujuran itu penting dari sejak dini,“ ujarnya. Kehadiran roadshow ini diikuti juga oleh pameran pelayanan publik yang diikuti beberapa jenis pelayanan seperti, pembuatan KTP dan KK dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Buleleng, Samsat keliling, Perpustakaan keliling, BNNK Buleleng, dan Layanan Buleleng Emergency Service (BES) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. (Wiwin Meliana)
Cegah Narkoba Mulai dari Keluarga
Executive Chef Komang Aryana.
Narkoba masih menjadi momok tersendiri bagi kalangan keluarga Indonesia. Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakannya, sehingga patut untuk diperhatikan secara serius tidak hanya oleh pemerintah, namun juga oleh keluarga. Untuk itu, Aston Denpasar Hotel & Convention Center bekerjasama dengan Radio Pinguin FM Bali menyelenggarakan talkshow offair dengan tema “Lindungi Keluarga dari Narkoba”, Sabtu, 27 Juli 2019 yang lalu. Talkshow yang diadakan di Ruang Agung ini menghadirkan Hagnyono, Kepala BNN Kota Denpasar sebagai narasumber yang membawakan tema “Pencegahan Narkoba Dimulai Dari Lingkungan Keluarga”. Acara yang dipandu oleh Wibi & Winda tersebut sangat interaktif. Hadir juga komedian Puja Astawa atau yang lebih dikenal dengan HaiPuja tersebut. Di penghujung acara, para peserta juga mendapatkan tambahan wawasan melalui cooking demo yang dilakukan langsung oleh Duo Chef Komang melalui dua menu yang telah disiapkan, antara lain stuffing chicken with spinach dan pancake durian. “Maraknya penyalahgunaan narkoba di berbagai tingkatan, menuntut tindakan yang konkret yang perlu segera dilakukan, salah Pastry Chef Komang Suarsih. satu contohnya adalah acara-acara seminar seperti
Para peserta offair talkshow.
ini yang dapat langsung menjangkau masyarakat, sehingga peserta seminar dapat menyampaikannya kepada keluarga masing-masing. Dan kami sangat senang dapat bekerjasama untuk menyelenggarakan acara-acara seperti ini, sehingga kita semua sudah melakukan tindakan konkret dengan berperan dalam membantu pencegahan penyebaran narkoba di lingkungan sekitar kita,” ujar Sonny Bambang, General Manager Aston Denpasar Hotel & Convention Center. “Kasus penyalahgunaan narkoba di semua kalangan masyarakat sangat meresahkan. Apalagi saat ini banyak publik figur yang terciduk dengan kasus tersebut, dan saya sebagai orangtua yang masih memiliki anak-anak remaja sangat khawatir jika mereka juga terjerumus. Namun dengan mengikuti talkshow ini rasa khawatir tersebut sedikit berkurang, karena saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk memastikan keluarga saya terbebas dari penyalahgunaan narkoba tersebut. Terima kasih untuk acara yang bermanfaat ini. Semoga kedepannya kami masih mendapat kesempatan untuk diundang di acara-acara yang bermanfaat seperti ini,” ungkap Ni Ayu Komang Sukani, salah satu peserta talkhsow.
jelita
8
Edisi 1043/ 5 - 11 Agustus 2019
Edisi 1043/ 5 - 11 Agustus 2019
dibenahi agar makin berkualitas. Di samping pula terus mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat “Tentu saja kepentingan kita adalah tidak saja angka partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya tinggi. Yang berikutnya kita bangun adalah penyelenggaraannya yang lebih bagus secara keseluruhan,” ujarnya. Selanjutnya ia mengajak penyelenggara pemilu agar memanfaatkan kearifan lokal yang bertujuan guna meningkatkan kualitas demokrasi di Bali. Misalnya dalam tata laksana di lapangan menyangkut pemasangan baliho, sosialisasi dan sebagainya dengan menggandeng desa adat untuk menciptakan Pilkada yang tertib. “Gunakan kearifan lokal kita di Bali untuk menyatukan, untuk menum-
buhkan semangat berdemokrasi,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini. Sedangkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Gubernur Koster merancang pemberian reward berupa program kepada desa yang tingkat partisipasi pemilihnya tinggi. Dengan begitu ia berharap, tingkat partisipasi pemilih akan mampu mencapai angka 85 persen, sehingga kualitas pemilu juga ikut membaik. “Nanti semua target KPU kabupaten/kota minimum 85 (persen),” sebutnya. Hal tersebut lanjut dia dimungkinkan dengan pola sosialisasi yang mensinergikan antara desa dinas dengan desa adat. Bahkan menurutnya pola ini mampu menekan biaya pemilu. Misalnya dengan melakukan
sosialisasi dalam forum sangkep. Penggunaan anggaran yang rasional, efektif dan efisien sekaligus menjadi pesan Gubernur Koster
kepada penyelenggara pemilu adalah untuk menghasilkan pemimpin yang baik. Bukan pemimpin karena politik uang. (ast)
dan mendorong aparatur desa untuk mengadakan kegiatan produktif bagi para lansia. Pada saat pelaksanaan Hatinya PKK ke-57 yang berlangsung di 57 Kecamatan/ Kabupaten/Kota, TP PKK Provinsi Bali menghadirkan lansia untuk ikut melaksanakan ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’ dengan aktivitas fisik melakukan senam lansia, pemeriksaan kesehatan, pemberian kaca kata gratis, mensuport lansia dengan hadiah minyak urut, dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan beberapa kegiatan pemantauan seperti mengunjungi panti jompo dan mengoptimalkan keterampilan para lansia, mengunjungi lansia yang terlantar serta meghibur para lansia dengan mengajak bernyanyi dan menari bersama. “Namun untuk mewujudkan lansia yang sadar sehat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak semata, melainkan dibutuhkan dukungan dan keterlibatan dari unsur nonkesehatan seperti CSR, LSM, organisasi masyarakat dan dunia
usaha untuk memberikan kehidupan yang bahagia bagi lansia,” ujar Ny Putri Koster. Menurutnya, hal ini sejalan dengan Visi Misi Gubernur Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. “Ke depan jika kita bersinergi dan sungguh-sungguh melakukannya, maka saya percaya kita akan mampu mencapai hasil yang terbaik, baik meningkatkan usia harapan hidup maupun meningkatkan kualitas hidup lansia di Bali,” ujar istri orang nomor satu di Bali. Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan bahwa pihak melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan usia harapan hidup para lansia, baik dari menyediakan layanan kesehatan termasuk dari segi penyediaan vaksinasi bagi para lansia untuk meningkatkan antibodinya.
Dikatakannya, masyarakat yang ada di sekitar juga memiliki peran penting untuk mendorong para lansia untuk melakukan cek kesehatan rutin, di mana di desa terpencilpun sudah disediakan puskesmas. Untuk itu, ia harap para lansia bisa rutin memeriksakan kesehatannya, minimal mengecek tekanan darah, di samping juga para lansia harus mengedepankan pola hidup sehat seperti makanan, olahraga, istirahat yang teratur dan dapat mengelola tingkat stres. “Jika kita bersama-sama dapat menjaga lansia, niscaya para lansia kita ini akan terjaga kualitas hidupnya dan tentunya usia harapan hidupnya dapat meningkat,” katanya. Acara yang diselenggarakan oleh Pergemi Cabang Bali dan Papdi Bali ini, berlangsung meriah atas dukungan kerja sama dari PT Sanofi Pasteur yang memberikan vaksin influenza gratis secara simbolis kepada para lansia. (ast)
Gubernur Koster saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali
Ny Putri Koster Dorong Aparatur Desa untuk Berdayakan Lansia
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Wantilan Kantor DPRD Provinsi Bali Upaya memelihara kesehatan para lansia harus ditujukan untuk menjaga kondisi mereka, agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomi. Hal ini merujuk pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mengacu dengan hal tersebut, maka pemerintah serta komponen masyarakat terutama aparatur desa, harus memberdayakan para lansia dengan berbagai kegiatan
positif. Demikian dikatakan dalam sambutan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster dalam acara ‘Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2019’ di Wantilan Kantor DPRD Provinsi Bali, di Denpasar, pada Rabu (31/7). Lebih lanjut dalam sambutannya, Ny Putri Koster mengatakan, sampai saat ini pihaknya selaku Ketua Tim Penggerak PKK selalu mendukung
Terima PNS Lulusan IPDN Sekda Dewa Indra Minta Tunjukkan Integritas dalam Bertugas
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melaksanakan serah terima PNS Kementerian Dalam Negeri alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (1/8). Dalam arahannya didepan 22 orang PNS IPDN angkatan 25 ini, Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwasanya per hari ini ( 1 Agustus), para alumni IPDN ini telah resmi menjadi PNS yang ditempatkan baik di lingkungan Pemprov Bali maupun di Kabupaten/Kota se Bali. Untuk itu Sekda Dewa Indra meminta agar semua ilmu, pengetahuan serta kedisiplinan yang telah ditempa dan diperoleh dalam pendidikan selama ini agar diimplementasikan dengan
sebaik baiknya dalam melaksanakan tugas. “Tunjukkan bahwa kalian orang yang dididik dengan kedisiplinan, penuh loyalitas serta berintegritas dalam bekerja. Jaga nama baik almamater dan laksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik baiknya, “ imbuhnya. Sekda Dewa Indra yang didampingi Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana juga meminta agar para PNS lulusan IPDN ini bisa cepat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga tercipta rasa nyaman dalam melaksanakan tugas. “Ditugaskan dimanapun kalian harus siap. Setiap penugasan adalah kepercayaan jadi laksanakan dengan baik, “ tuturnya. Sementara itu Wakil Rektor Bi-
dang Administrasi IPDN Dr. Drs. Rizari,MBA, MSi dalam arahannya juga mengingatkan agar lulusan IPDN yang baru saja diangkat PNS ini senantiasa menjungjung tinggi loyalitas, integritas dan disiplin dalam menjalankan tugas serta selalu berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “ Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung. Jangan membangun eksklusifitas . Jaga nama baik almamater dan nama baik diri sendiri dengan bekerja sebaik baiknya, “ pungkasnya. Serah terima PNS lulusan IPDN ini juga diisi dengan penandatanganan berita acara serah terima penempatan tugas dari Sekretaris Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Dr. Ir. I Gede Suratha, MMA
kepada Sekda Dewa Indra yang kemudian dilanjutkan dengan penandatangan berita acara serah terima
dari Pemprov Bali kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten/Kota se Bali. (ast)
Sekda Dewa Indra besama para PNS Kementerian Dalam Negeri alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali.
9
Lentil, Sumber Protein Nabati Selain Kedelai
Gubernur Koster Minta Peningkatan Kualitas Demokrasi Memanfaatkan Kearifan Lokal Meski indeks demokrasi Bali terbaik kedua di Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar secara kualitas makin terus ditingkatkan. Peningkatan kualitas demokrasi yang gilirannya ikut memajukan mutu pembangunan sebetulnya dapat dilakukan melalui sinergisitas dengan desa adat sebagai bagian unsur kearifan lokal Bali. Hal ini disampaikannya Gubernur Koster saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (1/8). Khusus terkait penyelengaraan Pilkada Serentak Tahun 2020, Gubernur Koster mengatakan, secara substansi ada unsur-unsur yang perlu
Kuliner
Tempe dan tahu sebagai sumber protein nabati paling diminati orang Indonesia. Dari beberapa penelitian, kedelai memiliki kandungan isoflavon bernama fitoestrogen yang tinggi, senyawa alami tanamannya mempengaruhi aktivitas estrogenik tubuh. Begitu dikatakan Nikki Indrawati (Plant Bassed dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik).
Nikki Indrawati Jika dikonsumsi berlebihan, bisa memicu efek hormon estrogen dan timbulkan ketidakseimbangan hormon, khususnya wanita. Namun, jika dikonsumsi secara moderasi, sumber makanan dengan estrogen ini bisa menjadi makanan sehat yang bermanfaat bagi tubuh. Kacang lentil mengandung protein 22,7%, serat 13%, juga beberapa mineral terutama fosfor dan isoflavon. Lentil juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B4 dan B6. Manfaat mengonsumsi lentil menjadi sumber protein nabati tinggi pengganti makanan yang berasal dari hewan dan mengandung kolesterol, sebaliknya lentil juga menurunkan kolesterol. Bagi ibu hamil, lentil bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan janin. Selain itu, asam
folat dan magnesium pada lentil berguna bagi kesehatan jantung. Kandungan serat lentil menyehatkan saluran pencernaan dan baik untuk diet karena berfungsi menahan lapar. Lentil memiliki indeks glikemik rendah sehingga bisa menstabilkan gula darah. Berikut ini Chef Nikki membagikan 2 resep pilihan berbahan lentil, sebagai menu variasi tambahan asupan protein nabati bagi keluarga.
Sup Lentil
Bahan-bahan ½ cup kacang lentil cokelat, rendam semalam ½ bawang Bombay, dirajang 1 buah wortel ukuran sedang, potong dadu ½ paprika merah, potong dadu 1 buah kentang atau ubi, potong dadu 1-2 sdm pasta tomat 2 siung bawang putih, cincang 1 sdt bubuk jintan 1 sdt bubuk kari 4 buah tomat, rebus sebentar lalu kupas kulitnya dan diblender 2 cup air Garam dan merica menurut selera 1 sdt kaldu bubuk jamur Gula bila perlu 2 batang daun parsley, iris tipis Minyak olive untuk menumis Cara membuat Panaskan minyak olive dalam wajan lalu tumis bawang Bombay, paprika dan wortel kurang lebih selama 5 menit.
Cita Rasa
Tambahkan bawang putih cincang, bubuk jintan dan bubuk kari hingga harum. Setelah itu, masukkan tomat yang sudah diblender, pasta tomat, air, kentang dan lentil. Bumbui dengan garam, merica dan kaldu bubuk sesuai selera. Tambahkan gula jika perlu. Masak dengan api sedang, kurang lebih 25 menit atau hingga kacang lentil empuk. Setelah matang, hidangkan selagi panas dan taburi daun parsley cincang. Bisa dinikmati dengan roti atau keripik jagung.
Spaghetti Saos Lentil Bolognese Bahan-bahan 250gr Spaghetti (untuk 4 orang) ½ cup kacang lentil cokelat, rendam semalam lalu rebus hingga empuk 5 buah tomat, rebus lalu kupas kulitnya dan diblender 1 buah wortel ukuran sedang, potong dadu kecil 1 bawang bombay potong dadu 2 siung bawang putih cincang 2 sdm pasta tomat 2 sdm saos cabai 1 sdt oregano kering 1 sdm kaldu jamur Garam dan merica secukupnya
Gula bila perlu Minyak zaitun untuk menumis Cara membuat Masak spaghetti sesuai instruksi pada bungkusnya Panaskan minyak zaitun dalam wajan lalu tumis bawang bombay dan wortel selama kurang lebih 5 menit. Lalu tambahkan bawang putih cincang dan tumis hingga harum. Setelah itu masukkan tomat yang sudah diblender, lentil yang sudah dimasak, pasta tomat, saos cabai, kaldu jamur bubuk dan oregano kering. Masak hingga saos mengental dan bumbui dengan garam, merica dan gula bila perlu. Dihidangkan diatas mie spaghetti.
Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Stuffing Chicken with Spinach dan Pancake Durian. Selamat mencoba.
Chef Komang Aryana
STUFFING CHICKEN WITH SPINACH Bahan-Bahan: 200 gr : dada ayam dibelah jangan putus, kemudian tumbuk hingga rata dan berbentuk lembaran kotak 5 gr : bawang putih cincang ½ sdt : herb thyme dan oregano 10 ml : minyak salad Garam dan merica secukupnya Campur semua bahan lalu simpan di kulkas sekitar 15 menit Bahan Saus: 1 siung : bawang putih cincang 10 gr : bawang bombai cincang
2 buah : cabai rawit cincang 50 ml : cream cooking 1 lembar : keju lembar Garam dan merica secukupnya Rebus pasta kemudian tumis bawang putih dan bawang bombai, kemudian masukkan cream cooking, tambahkan garam dan merica, kemudian masukkan keju lembar.
5 gr : keju parmesan parut Garam dan merica secukupnya Tumis bawang merah dan bawang bombai, kemudian masukkan ayam Tambahkan garam dan merica, lalu lanjutkan menumis hingga bayam matang, dan masukkan keju parmesan Bahan Pasta: 100 gr : pasta (rebus) 5 gr : bawang putih 5 gr : bawang bombai Garam dan merica secukupnya Tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum, lalu masukkan pasta, garam, dan merica, kemudian tumis hingga matang dan sajikan di atas piring yang telah disediakan.
Cara Membuat: Keluarkan ayam yang sudah disimpan di kulkas, letakkan melebar, lalu taruh di tengahnya dengan bayam, Bahan Ayam: 50 gr : bayam petik (daun saja) kemudian digulung dengan menggunakan aluminium foil. kemudian cuci sampai bersih Panggang ayam dengan api sedang. 5 gr : bawang putih Sambil menunggu ayam matang, 5 gr : bawang bombai
siapkan saus keju krimnya. Angkat ayam, kemudian potong selebar 1 cm, dan taruh di piring
berdampingan dengan pasta. Angkat saus kemudian
tuang di antara pasta dan ayam. Taburi daun parsley cincang dan keju parmesan parut, hidangan siap disajikan.
PANCAKE DURIAN
Bahan untuk Kulit Dadar: 2 btr : telur ayam 50 gr : gula pasir 200 ml : susu segar 100 gr : mentega cair ¼ sdt : garam
Isian Dalam Pancake: 250 gr : daging durian 250 ml : fresh cream (Kocok sampai kental) Cara Membuat: Campur semua bahan kulit dadar, aduk sampai rata kemudian saring. Panaskan teflon dengan api kecil, kemudian tuang sedikit adonan sampai permukaan teflon rata. Jika sisi bawah matang, balik adonan agar sisi yang
lainnya juga matang. Lakukan beberapa kali untuk mendapatkan lembar kulit dadar yang dibutuhkan. Selanjutkanya ambil selembar kulit dadar, kemudian masukkan krim dan daging durian kira-kira 1 sendok makan, kemudian gulung dan lipat. Begitu seterusnya sampai kulit dadar dan daging durian habis. Simpan di kulkas kira-kira 2 jam, kemudian sajikan.
jelita
8
Edisi 1043/ 5 - 11 Agustus 2019
Edisi 1043/ 5 - 11 Agustus 2019
dibenahi agar makin berkualitas. Di samping pula terus mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat “Tentu saja kepentingan kita adalah tidak saja angka partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya tinggi. Yang berikutnya kita bangun adalah penyelenggaraannya yang lebih bagus secara keseluruhan,” ujarnya. Selanjutnya ia mengajak penyelenggara pemilu agar memanfaatkan kearifan lokal yang bertujuan guna meningkatkan kualitas demokrasi di Bali. Misalnya dalam tata laksana di lapangan menyangkut pemasangan baliho, sosialisasi dan sebagainya dengan menggandeng desa adat untuk menciptakan Pilkada yang tertib. “Gunakan kearifan lokal kita di Bali untuk menyatukan, untuk menum-
buhkan semangat berdemokrasi,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini. Sedangkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Gubernur Koster merancang pemberian reward berupa program kepada desa yang tingkat partisipasi pemilihnya tinggi. Dengan begitu ia berharap, tingkat partisipasi pemilih akan mampu mencapai angka 85 persen, sehingga kualitas pemilu juga ikut membaik. “Nanti semua target KPU kabupaten/kota minimum 85 (persen),” sebutnya. Hal tersebut lanjut dia dimungkinkan dengan pola sosialisasi yang mensinergikan antara desa dinas dengan desa adat. Bahkan menurutnya pola ini mampu menekan biaya pemilu. Misalnya dengan melakukan
sosialisasi dalam forum sangkep. Penggunaan anggaran yang rasional, efektif dan efisien sekaligus menjadi pesan Gubernur Koster
kepada penyelenggara pemilu adalah untuk menghasilkan pemimpin yang baik. Bukan pemimpin karena politik uang. (ast)
dan mendorong aparatur desa untuk mengadakan kegiatan produktif bagi para lansia. Pada saat pelaksanaan Hatinya PKK ke-57 yang berlangsung di 57 Kecamatan/ Kabupaten/Kota, TP PKK Provinsi Bali menghadirkan lansia untuk ikut melaksanakan ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’ dengan aktivitas fisik melakukan senam lansia, pemeriksaan kesehatan, pemberian kaca kata gratis, mensuport lansia dengan hadiah minyak urut, dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan beberapa kegiatan pemantauan seperti mengunjungi panti jompo dan mengoptimalkan keterampilan para lansia, mengunjungi lansia yang terlantar serta meghibur para lansia dengan mengajak bernyanyi dan menari bersama. “Namun untuk mewujudkan lansia yang sadar sehat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak semata, melainkan dibutuhkan dukungan dan keterlibatan dari unsur nonkesehatan seperti CSR, LSM, organisasi masyarakat dan dunia
usaha untuk memberikan kehidupan yang bahagia bagi lansia,” ujar Ny Putri Koster. Menurutnya, hal ini sejalan dengan Visi Misi Gubernur Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. “Ke depan jika kita bersinergi dan sungguh-sungguh melakukannya, maka saya percaya kita akan mampu mencapai hasil yang terbaik, baik meningkatkan usia harapan hidup maupun meningkatkan kualitas hidup lansia di Bali,” ujar istri orang nomor satu di Bali. Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan bahwa pihak melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan usia harapan hidup para lansia, baik dari menyediakan layanan kesehatan termasuk dari segi penyediaan vaksinasi bagi para lansia untuk meningkatkan antibodinya.
Dikatakannya, masyarakat yang ada di sekitar juga memiliki peran penting untuk mendorong para lansia untuk melakukan cek kesehatan rutin, di mana di desa terpencilpun sudah disediakan puskesmas. Untuk itu, ia harap para lansia bisa rutin memeriksakan kesehatannya, minimal mengecek tekanan darah, di samping juga para lansia harus mengedepankan pola hidup sehat seperti makanan, olahraga, istirahat yang teratur dan dapat mengelola tingkat stres. “Jika kita bersama-sama dapat menjaga lansia, niscaya para lansia kita ini akan terjaga kualitas hidupnya dan tentunya usia harapan hidupnya dapat meningkat,” katanya. Acara yang diselenggarakan oleh Pergemi Cabang Bali dan Papdi Bali ini, berlangsung meriah atas dukungan kerja sama dari PT Sanofi Pasteur yang memberikan vaksin influenza gratis secara simbolis kepada para lansia. (ast)
Gubernur Koster saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali
Ny Putri Koster Dorong Aparatur Desa untuk Berdayakan Lansia
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Wantilan Kantor DPRD Provinsi Bali Upaya memelihara kesehatan para lansia harus ditujukan untuk menjaga kondisi mereka, agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomi. Hal ini merujuk pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mengacu dengan hal tersebut, maka pemerintah serta komponen masyarakat terutama aparatur desa, harus memberdayakan para lansia dengan berbagai kegiatan
positif. Demikian dikatakan dalam sambutan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster dalam acara ‘Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2019’ di Wantilan Kantor DPRD Provinsi Bali, di Denpasar, pada Rabu (31/7). Lebih lanjut dalam sambutannya, Ny Putri Koster mengatakan, sampai saat ini pihaknya selaku Ketua Tim Penggerak PKK selalu mendukung
Terima PNS Lulusan IPDN Sekda Dewa Indra Minta Tunjukkan Integritas dalam Bertugas
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melaksanakan serah terima PNS Kementerian Dalam Negeri alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (1/8). Dalam arahannya didepan 22 orang PNS IPDN angkatan 25 ini, Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwasanya per hari ini ( 1 Agustus), para alumni IPDN ini telah resmi menjadi PNS yang ditempatkan baik di lingkungan Pemprov Bali maupun di Kabupaten/Kota se Bali. Untuk itu Sekda Dewa Indra meminta agar semua ilmu, pengetahuan serta kedisiplinan yang telah ditempa dan diperoleh dalam pendidikan selama ini agar diimplementasikan dengan
sebaik baiknya dalam melaksanakan tugas. “Tunjukkan bahwa kalian orang yang dididik dengan kedisiplinan, penuh loyalitas serta berintegritas dalam bekerja. Jaga nama baik almamater dan laksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik baiknya, “ imbuhnya. Sekda Dewa Indra yang didampingi Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana juga meminta agar para PNS lulusan IPDN ini bisa cepat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga tercipta rasa nyaman dalam melaksanakan tugas. “Ditugaskan dimanapun kalian harus siap. Setiap penugasan adalah kepercayaan jadi laksanakan dengan baik, “ tuturnya. Sementara itu Wakil Rektor Bi-
dang Administrasi IPDN Dr. Drs. Rizari,MBA, MSi dalam arahannya juga mengingatkan agar lulusan IPDN yang baru saja diangkat PNS ini senantiasa menjungjung tinggi loyalitas, integritas dan disiplin dalam menjalankan tugas serta selalu berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “ Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung. Jangan membangun eksklusifitas . Jaga nama baik almamater dan nama baik diri sendiri dengan bekerja sebaik baiknya, “ pungkasnya. Serah terima PNS lulusan IPDN ini juga diisi dengan penandatanganan berita acara serah terima penempatan tugas dari Sekretaris Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Dr. Ir. I Gede Suratha, MMA
kepada Sekda Dewa Indra yang kemudian dilanjutkan dengan penandatangan berita acara serah terima
dari Pemprov Bali kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten/Kota se Bali. (ast)
Sekda Dewa Indra besama para PNS Kementerian Dalam Negeri alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali.
9
Lentil, Sumber Protein Nabati Selain Kedelai
Gubernur Koster Minta Peningkatan Kualitas Demokrasi Memanfaatkan Kearifan Lokal Meski indeks demokrasi Bali terbaik kedua di Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar secara kualitas makin terus ditingkatkan. Peningkatan kualitas demokrasi yang gilirannya ikut memajukan mutu pembangunan sebetulnya dapat dilakukan melalui sinergisitas dengan desa adat sebagai bagian unsur kearifan lokal Bali. Hal ini disampaikannya Gubernur Koster saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (1/8). Khusus terkait penyelengaraan Pilkada Serentak Tahun 2020, Gubernur Koster mengatakan, secara substansi ada unsur-unsur yang perlu
Kuliner
Tempe dan tahu sebagai sumber protein nabati paling diminati orang Indonesia. Dari beberapa penelitian, kedelai memiliki kandungan isoflavon bernama fitoestrogen yang tinggi, senyawa alami tanamannya mempengaruhi aktivitas estrogenik tubuh. Begitu dikatakan Nikki Indrawati (Plant Bassed dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik).
Nikki Indrawati Jika dikonsumsi berlebihan, bisa memicu efek hormon estrogen dan timbulkan ketidakseimbangan hormon, khususnya wanita. Namun, jika dikonsumsi secara moderasi, sumber makanan dengan estrogen ini bisa menjadi makanan sehat yang bermanfaat bagi tubuh. Kacang lentil mengandung protein 22,7%, serat 13%, juga beberapa mineral terutama fosfor dan isoflavon. Lentil juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B4 dan B6. Manfaat mengonsumsi lentil menjadi sumber protein nabati tinggi pengganti makanan yang berasal dari hewan dan mengandung kolesterol, sebaliknya lentil juga menurunkan kolesterol. Bagi ibu hamil, lentil bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan janin. Selain itu, asam
folat dan magnesium pada lentil berguna bagi kesehatan jantung. Kandungan serat lentil menyehatkan saluran pencernaan dan baik untuk diet karena berfungsi menahan lapar. Lentil memiliki indeks glikemik rendah sehingga bisa menstabilkan gula darah. Berikut ini Chef Nikki membagikan 2 resep pilihan berbahan lentil, sebagai menu variasi tambahan asupan protein nabati bagi keluarga.
Sup Lentil
Bahan-bahan ½ cup kacang lentil cokelat, rendam semalam ½ bawang Bombay, dirajang 1 buah wortel ukuran sedang, potong dadu ½ paprika merah, potong dadu 1 buah kentang atau ubi, potong dadu 1-2 sdm pasta tomat 2 siung bawang putih, cincang 1 sdt bubuk jintan 1 sdt bubuk kari 4 buah tomat, rebus sebentar lalu kupas kulitnya dan diblender 2 cup air Garam dan merica menurut selera 1 sdt kaldu bubuk jamur Gula bila perlu 2 batang daun parsley, iris tipis Minyak olive untuk menumis Cara membuat Panaskan minyak olive dalam wajan lalu tumis bawang Bombay, paprika dan wortel kurang lebih selama 5 menit.
Cita Rasa
Tambahkan bawang putih cincang, bubuk jintan dan bubuk kari hingga harum. Setelah itu, masukkan tomat yang sudah diblender, pasta tomat, air, kentang dan lentil. Bumbui dengan garam, merica dan kaldu bubuk sesuai selera. Tambahkan gula jika perlu. Masak dengan api sedang, kurang lebih 25 menit atau hingga kacang lentil empuk. Setelah matang, hidangkan selagi panas dan taburi daun parsley cincang. Bisa dinikmati dengan roti atau keripik jagung.
Spaghetti Saos Lentil Bolognese Bahan-bahan 250gr Spaghetti (untuk 4 orang) ½ cup kacang lentil cokelat, rendam semalam lalu rebus hingga empuk 5 buah tomat, rebus lalu kupas kulitnya dan diblender 1 buah wortel ukuran sedang, potong dadu kecil 1 bawang bombay potong dadu 2 siung bawang putih cincang 2 sdm pasta tomat 2 sdm saos cabai 1 sdt oregano kering 1 sdm kaldu jamur Garam dan merica secukupnya
Gula bila perlu Minyak zaitun untuk menumis Cara membuat Masak spaghetti sesuai instruksi pada bungkusnya Panaskan minyak zaitun dalam wajan lalu tumis bawang bombay dan wortel selama kurang lebih 5 menit. Lalu tambahkan bawang putih cincang dan tumis hingga harum. Setelah itu masukkan tomat yang sudah diblender, lentil yang sudah dimasak, pasta tomat, saos cabai, kaldu jamur bubuk dan oregano kering. Masak hingga saos mengental dan bumbui dengan garam, merica dan gula bila perlu. Dihidangkan diatas mie spaghetti.
Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Stuffing Chicken with Spinach dan Pancake Durian. Selamat mencoba.
Chef Komang Aryana
STUFFING CHICKEN WITH SPINACH Bahan-Bahan: 200 gr : dada ayam dibelah jangan putus, kemudian tumbuk hingga rata dan berbentuk lembaran kotak 5 gr : bawang putih cincang ½ sdt : herb thyme dan oregano 10 ml : minyak salad Garam dan merica secukupnya Campur semua bahan lalu simpan di kulkas sekitar 15 menit Bahan Saus: 1 siung : bawang putih cincang 10 gr : bawang bombai cincang
2 buah : cabai rawit cincang 50 ml : cream cooking 1 lembar : keju lembar Garam dan merica secukupnya Rebus pasta kemudian tumis bawang putih dan bawang bombai, kemudian masukkan cream cooking, tambahkan garam dan merica, kemudian masukkan keju lembar.
5 gr : keju parmesan parut Garam dan merica secukupnya Tumis bawang merah dan bawang bombai, kemudian masukkan ayam Tambahkan garam dan merica, lalu lanjutkan menumis hingga bayam matang, dan masukkan keju parmesan Bahan Pasta: 100 gr : pasta (rebus) 5 gr : bawang putih 5 gr : bawang bombai Garam dan merica secukupnya Tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum, lalu masukkan pasta, garam, dan merica, kemudian tumis hingga matang dan sajikan di atas piring yang telah disediakan.
Cara Membuat: Keluarkan ayam yang sudah disimpan di kulkas, letakkan melebar, lalu taruh di tengahnya dengan bayam, Bahan Ayam: 50 gr : bayam petik (daun saja) kemudian digulung dengan menggunakan aluminium foil. kemudian cuci sampai bersih Panggang ayam dengan api sedang. 5 gr : bawang putih Sambil menunggu ayam matang, 5 gr : bawang bombai
siapkan saus keju krimnya. Angkat ayam, kemudian potong selebar 1 cm, dan taruh di piring
berdampingan dengan pasta. Angkat saus kemudian
tuang di antara pasta dan ayam. Taburi daun parsley cincang dan keju parmesan parut, hidangan siap disajikan.
PANCAKE DURIAN
Bahan untuk Kulit Dadar: 2 btr : telur ayam 50 gr : gula pasir 200 ml : susu segar 100 gr : mentega cair ¼ sdt : garam
Isian Dalam Pancake: 250 gr : daging durian 250 ml : fresh cream (Kocok sampai kental) Cara Membuat: Campur semua bahan kulit dadar, aduk sampai rata kemudian saring. Panaskan teflon dengan api kecil, kemudian tuang sedikit adonan sampai permukaan teflon rata. Jika sisi bawah matang, balik adonan agar sisi yang
lainnya juga matang. Lakukan beberapa kali untuk mendapatkan lembar kulit dadar yang dibutuhkan. Selanjutkanya ambil selembar kulit dadar, kemudian masukkan krim dan daging durian kira-kira 1 sendok makan, kemudian gulung dan lipat. Begitu seterusnya sampai kulit dadar dan daging durian habis. Simpan di kulkas kira-kira 2 jam, kemudian sajikan.
Style
10
Inspirasi Sang Legenda Hadir dengan warna alam, hijau, merah bata dan abu, karya dari Dede Damayanti ini diberi judul “Seseh”. Desain yang menonjolkan tameng dan kostum tokoh pahlawan film futuristik ini berkesan santai namun tetap elegan. Dengan cutting yang sederhana menjadikan busana ready to wear deluxe koleksi Dede ini menarik.
B
egitu pula “Nirvana” karya Lidia Sadha. Masih dengan konsep ready to wear deluxe, ia berhasil mengangkat Candi Borobudur dan kisah Sidartha Gautama dengan kisah reinkarnasi hingga menuju nirwana. Lidia memadukan warna hitam, p utih, emas dan oranye dengan material wool dan satin. Desainnya yang dikombinasi-
kan printing dan bordir ini pun terlihat elegan. Selanjutnya “Rhapsody ” dari Angela Jaury yang simpel namun menarik. Ia terinspirasi dari Freddy Mercury, salah seorang personel Band Queen. Betapa menjelang momen kepergiannya, sang legenda masih memberikan keahliannya sebagai musisi untuk fansnya. Karya Angela hadir dengan karakter narsis namun aktif, optimisme dan ceria. (Sri Ardhini)
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
EDUKASI
7
KPK Edukasi Masyarakat tentang Antikorupsi Kasus tindak pidana korupsi belakangan ini mulai mencuat ke permukaan. Tindakan korupsi dilakukan oleh berbagai oknum di tingkat pemerintahan paling bawah hingga pemerintahan pusat. Guna mencegah munculnya kasuskasus yang merugikan Negara, tidak hanya diperlukan ketegasan hukum tetapi juga dibutuhkan upaya pencegahan berupa edukasi kepada masyarakat.
K
omisi Pembersama-sama. “Jika sudah berantasan baik ya dilanjutkan walauKorupsi pun bus KPK tidak lagi di (KPK) RI Buleleng,” jelasnya. menyambangi KabupatDirinya menambahen Buleleng membawa kan berdasarkan amanat misi untuk mengedukasi undang-undang, edukasi masyarakat tentang anti akan diberikan kepada sekorupsi. Melalui Roadshow mua elemen masyarakat. Bus KPK RI, Buleleng menMulai dari anak-anak, jadi kabupaten pertama di remaja sampai dengan Bali yang dikunjungi oleh dewasa. Untuk anak-anak KPK RI. Kegiatan yang sendiri akan dibuatkan berlangsung selama tiga interaktif-interaktif yang hari tersebut mulai 26-28 menarik untuk memberiJuli 2019 ini akan menyasar Bupati Buleleng meninjau Bus KPK yang tiba di tAMAN Kota Singaraja. kan pelajaran mengenai berbagai elemen masayarakat. kan kabupaten pertama di Provinsi Bali anti korupsi. “Untuk dewasa nanti Hal tersebut diungkapkan Penasehat yang dikunjungi KPK. Pada roadshow ada kuliah umum dan pemutaran film KPK RI yang ikut dalam rombongan ini akan dimanfaatkan untuk mengedu- anti korupsi di Universitas Pendidikan Roadshow Bus KPK RI, Tsanni Annafari kasi masyarakat tentang antikorupsi. Ganesha,” imbuh Tsanni. saat ditemui usai Pembukaan kegiatan Selain itu, pada roadshow kali ini juga Bupati Buleleng Putu Agus SuradRoadshow Bus KPK 2019 “Jelajah Neg- digunakan untuk memantau kepuasan nyana sangat mendukung roadshow eri Bangun Antikorupsi” di Taman Kota masyarakat terhadap pelayanan publik bus KPK ini. Kegiatan juga bertujuan Singaraja, Jumat (26/7). di Kabupaten Buleleng. Jika ada yang untuk mengubah image di masyarakat Tsanni menjelaskan Buleleng merupa- kurang memuaskan bisa didiskusikan mengenai KPK yang hanya melakukan
Bus KPK di Taman Kota Singaraja.
penindakan saja. Padahal ada tiga fungsi lain dari KPK yaitu edukasi, pencegahan, dan juga koordinasi. “Yang paling penting kan pencegahan sehingga tidak terjadi korupsi di masa yang akan datang,” ujarnya. Dalam roadshow tersebut ratusan anak-anak PAUD yang ada di Kabupaten Buleleng juga turut memeriahkan jalannya acara, melalui sosialisasi antikorupsi , playday boardgames, mendongeng tentang kejujuran dan nonton bareng film pendek serta games interaktif yang diberikan kepada mereka diharapkan anak-anak PAUD mampu memahami pentingnya kejujuran dan kerjasama yang baik dalam menjalankan hidup. Seperti diungkapkan oleh Dewi Suseni, salah satu orangtua murid, dirinya sangat menyambut baik acara yang diselenggarakan oleh KPK RI
tersebut. Melalui pembelajaran dan penanaman sikap kejujuran sejak dini dengan memberikan cerita dongeng tentang pentingnya kejujuran itu sangat mudah diserap oleh anak-anak PAUD, selain dongeng tentang kejujuran anakanak juga diajarkan bagaimana hidup berdampingan dan saling membantu. “Kegiatan ini super luarbiasa karena kejujuran itu penting dari sejak dini,“ ujarnya. Kehadiran roadshow ini diikuti juga oleh pameran pelayanan publik yang diikuti beberapa jenis pelayanan seperti, pembuatan KTP dan KK dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Buleleng, Samsat keliling, Perpustakaan keliling, BNNK Buleleng, dan Layanan Buleleng Emergency Service (BES) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. (Wiwin Meliana)
Cegah Narkoba Mulai dari Keluarga
Executive Chef Komang Aryana.
Narkoba masih menjadi momok tersendiri bagi kalangan keluarga Indonesia. Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakannya, sehingga patut untuk diperhatikan secara serius tidak hanya oleh pemerintah, namun juga oleh keluarga. Untuk itu, Aston Denpasar Hotel & Convention Center bekerjasama dengan Radio Pinguin FM Bali menyelenggarakan talkshow offair dengan tema “Lindungi Keluarga dari Narkoba”, Sabtu, 27 Juli 2019 yang lalu. Talkshow yang diadakan di Ruang Agung ini menghadirkan Hagnyono, Kepala BNN Kota Denpasar sebagai narasumber yang membawakan tema “Pencegahan Narkoba Dimulai Dari Lingkungan Keluarga”. Acara yang dipandu oleh Wibi & Winda tersebut sangat interaktif. Hadir juga komedian Puja Astawa atau yang lebih dikenal dengan HaiPuja tersebut. Di penghujung acara, para peserta juga mendapatkan tambahan wawasan melalui cooking demo yang dilakukan langsung oleh Duo Chef Komang melalui dua menu yang telah disiapkan, antara lain stuffing chicken with spinach dan pancake durian. “Maraknya penyalahgunaan narkoba di berbagai tingkatan, menuntut tindakan yang konkret yang perlu segera dilakukan, salah Pastry Chef Komang Suarsih. satu contohnya adalah acara-acara seminar seperti
Para peserta offair talkshow.
ini yang dapat langsung menjangkau masyarakat, sehingga peserta seminar dapat menyampaikannya kepada keluarga masing-masing. Dan kami sangat senang dapat bekerjasama untuk menyelenggarakan acara-acara seperti ini, sehingga kita semua sudah melakukan tindakan konkret dengan berperan dalam membantu pencegahan penyebaran narkoba di lingkungan sekitar kita,” ujar Sonny Bambang, General Manager Aston Denpasar Hotel & Convention Center. “Kasus penyalahgunaan narkoba di semua kalangan masyarakat sangat meresahkan. Apalagi saat ini banyak publik figur yang terciduk dengan kasus tersebut, dan saya sebagai orangtua yang masih memiliki anak-anak remaja sangat khawatir jika mereka juga terjerumus. Namun dengan mengikuti talkshow ini rasa khawatir tersebut sedikit berkurang, karena saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk memastikan keluarga saya terbebas dari penyalahgunaan narkoba tersebut. Terima kasih untuk acara yang bermanfaat ini. Semoga kedepannya kami masih mendapat kesempatan untuk diundang di acara-acara yang bermanfaat seperti ini,” ungkap Ni Ayu Komang Sukani, salah satu peserta talkhsow.
6
Jihan Audy
DARA
Pilih Lagu yang Tepat Di kalangan pencinta dangdut, gadis cantik ini sudah tidak asing lagi. Namanya Jihan Audy. Usianya baru 15 tahun, 12 Januari 2019 lalu. Para pengamat musik dangdut menyebut Jihan mempunyai modal sebagai ‘bintang’ lantaran memiliki suara merdu serta berparas cantik. Karier dan ketenaran siswi kelas III SMP ini diramalkan akan mengikuti Via Vallen, penyanyi dangdut yang kariernya tengah bersinar.
D
ara kelahiran Mojokerto, Jawa Timur ini namanya mulai dikenal publik tahun 2017 ini, makin sering muncul di panggung-panggung hiburan tanah air serta ‘wara-wiri’ di layar kaca. “Alhamdulilah,” ucap Jihan ketika disebut kariernya semakin kinclong. Ia mengaku merintis karier menyanyi sejak kelas 3 SD. Saat itu dia sudah menyanyi dari panggung ke panggung. “Aku menjalani prosesnya. Sejak kelas 3 SD aku sudah manggung dari kampung ke kampung, dari acara ke acara,” ungkap Jihan yang selalu didampingi Ummi (Ibu)-nya dalam setiap kesempatan. Meski terbilang berat untuk anak seusianya, namun kata Jihan, ia sangat menyukainya. Bahkan, tambahnya, di awal-awal penampilannya, dirinya tidak selalu mendapat bayaran. “Ya mungkin karena waktu itu aku dianggap
anak kecil ya. Jadi pernah juga nggak dibayar setelah selesai manggung.” “Ya nggak apa apa. Lagipula aku juga kala itu belum terlalu mengerti, pokoknya bisa menyanyi di panggung aku sudah senang. Setelah itu, ketika sudah makin sering menyanyi, aku dapat bayaran Rp 50 ribu. Itu waktu aku masih kecil,” tutur Jihan yang kini sudah memiliki komunitas fans sendiri namanya ‘JYLO’ –Jihan Audy Lovers. Ketekunan gadis bernama lengkap Jihan Audylia Arinde Silva ini, perlahan menuai hasil. Namanya semakin populer. Pameo yang menyebut merintis karier dunia dangdut harus dengan goyang heboh dan penampilan seksi, berhasil dipatahkan Jihan. Cukup dengan suaranya yang merdu, lagu yang tepat dan paras cantik, kariernya melejit. Tembang ‘Alamat Palsu’ yang dipopulerkan pedangdut Ayu Ting Ting, adalah salah satu yang ikut ‘men-
Jihan Audy
gangkat’ nama Jihan. Orkes melayu tempat awal Jihan bercokol, OM New Pallapa pun berkontribusi tidak sedikit bagi kepopulerannya. Hal ini juga terjadi pada sejumlah pedangdut papan atas seperti Nella Karisma dan Via Vallen yang dulunya juga bercokol di OM Pallapa. Mungkin, itu juga sebabnya Jihan selalu dikait-kaitkan dengan Via Vallen lantaran diawal karier keduanya berkiprah di OM Pallapa. “Aku sebenarnya juga heran ya kenapa dikaitkan dengan Via Vallen. Kok dibilang begitu ya, bingung aku. Dilihat darimana-nya ya? Tapi ya aku sih bangga karena kak Via kan saat ini kariernya sedang booming,” ujar Jihan. DARI MODELING KE DUNIA MENYANYI Menurut Jihan, orang yang berjasa dalam kariernya adalah sang ibu yang disebutnya dengan panggilan Ummi. “Ummi yang membantu aku sampai bisa seperti ini. Ummi yang selalu mendampingi, memberi support juga membantu aku menyiapkan berbagai keperluan manggung,” ungkap anak bungsu dari empat bersaudara ini. Bicara tentang talenta bernyanyi, Jihan sendiri mengaku tidak tahu dari mana asalnya. Sebab kedua orangtuanya tidak ada yang menekuni dunia seni. Uniknya, bukan hanya Jihan yang punya talenta menyanyi tapi sang kakak –pun juga berkarier telah lebih dulu berkarier di dunia menyanyi. “Kata Ummi, bakat seni aku sudah kelihatan sejak kecil. Hanya saja dulu itu sebelum mulai menyanyi dari panggung ke panggung, aku sudah lebih dulu aktif di dunia modeling. Jadi dari TK aku sudah sering ikut lomba-lomba model cilik. Sampai suatu ketika guru aku mengajak ikut lomba menyanyi. Akupun ikut saja. Ternyata bisa. Sejak itu akupun aktif ikut lomba menyanyi,” Jihan yang mengaku mempelajari olah vokal dangdut secara otodidak. Yang menarik, orang kerap kali ‘kecele’ dengan usianya. Mungkin karena dandanannya, orang mengira usia Jihan telah dewasa. Padahal saat ia mulai dikenal publik tahun 2017, Jihan baru berusia 13 tahun. “Mungkin karena aku bongsor ya. Jadi mereka mengira aku sudah gede. Mereka tidak percaya ketika aku sebut umurku. Mereka bilang minimal aku anak SMA. Padahal masih SMP,” ucapnya sambil tersenyum. Meski tergolong pendatang baru,
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
BULELENG
11
Pengusaha Wanita Harus Tahan Banting
namun cukup banyak pengalaman yang telah didapat Jihan sebagai entertainer muda. Termasuk juga godaan dari penggemar nakal. Bisa jadi itu
karena mereka mengira Jihan telah dewasa. Menyikapi kondisi yang tidak menyenangkan (godaan lelaki), Jihan mengaku sudah memiliki ‘bekal’. “Aku nggak mau ngeladenin yang kayak gitu. Kalau kita ladeni malah dia senang. Jadi cuekin aja. Yang dosa kan dia,” ucap Jihan yang memilih menembang dangdut koplo ketimbang dangdut klasik. Jihan bersyukur kerja kerasnya sejak kecil dalam menekuni karier menyanyi membuahkan hasil yang baik. Itu semua,katanya, berkah dari Allah. Juga berkat dukungan dari orangorang terdekat serta para fansnya. Namun begitu dia tak mau cepat berpuas diri. Apalagi, persaingan di industri musik, khususnya dangdut, sangat ketat. Karenanya ia terus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya. “Aku ingin terus menghasilkan karya-karya terbaik dan dapat menghibur masyarakat,” kata pelantun tembang ‘Kidung Cinta’. Tembang yang dirilis di youtube tahun 2017 ini termasuk salah satu yang disukai masyarakat. Terbukti dengan jumlah view yang mencapai 1 juta lebih. Tentang sekolah, Jihan mengaku di awal-awal kariernya berjalan biasa saja. Saat itu tawaran manggung belum terlalu banyak. Namun seiring waktu, kariernya terus menanjak, dia pun kebanjiran job. Sehingga membuat sekolahnya agak keteteran. Apalagi begitu banyak tugas sekolah yang harus dia selesaikan. Walhasil dia
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Guna merangkul dan meningkatkan kesejahteraan pengusaha-pengusaha perempuan yang sedang merintis maupun yang berkembang, DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Provinsi Bali melantik DPC Iwapi Kabupaten Buleleng periode 2019-2024. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Wanita Laksmi Graha Selasa (30/7) juga dirangkaikan dengan Pembukaan Rakerda DPD Iwapi Provinsi Bali.
N
pun memutuskan untuk mengikuti homeschooling. “Jadwal manggung aku makin padat, jadi sering minta izin dari sekolah. Akhirnya aku memilih homeschooling saja, jadi bisa mengatur waktu belajar. Aku mulai homeschooling saat kelas 2 SMP sampai sekarang. Aku ingin meski sibuk berkarier tapi pendidikan tetap berjalan, harus ada keseimbangan. Jadi pilihannya ya homeschooling,” jelas penyanyi ‘Prei Kanan Kiri’, ini. Kesibukan Jihan yang tengah ‘naik daun’ memang luar biasa. Setidaknya saat ini, rata-rata dia manggung 3 kali sehari. Bayarannya pun sudah semakin meningkat. Honornya bisa jutaan rupiah sekali manggung. Bahkan kalau manggung di luar daerah, dia mendapat bayaran antara Rp 1520 juta. “Alhamdulilah. Aku sudah bisa menabung. Sudah bisa menghajikan ummi dan abah. Uang tabungan ini juga untuk masa depan aku,” kata Jihan yang tak jarang pulang show hingga larut malam. (Diana Runtu)
Jihan dan Umminya
i Luh Putu Gunatri, S.E., terpilih sebagai Ketua DPC Iwapi Kabupaten Buleleng periode 2019-2024. Di masa jabatannya, Gunatri menjelaskan progres jangka panjang dari organisasi ini adalah menyasar 100 pengusaha wanita di Buleleng. Hal ini tidak dimungkiri karena saat ini minat perempuan dalam dunia usaha masih rendah. Bahkan dalam keanggotaan Iwapi hanya memiliki 30 orang anggota. “Itu target kami terlebih dahulu, jadi kami fokus membangkitkan organisasi dulu sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi dari Iwapi itu sendiri tentunya berbekal program kerja yang telah disusun,” ungkapnya.
Gunatri menambahkan tidak ada syarat khusus untuk menjadi calon anggota Iwapi. Dirinya menekankan bahwa menjadi seorang pengusaha dalam bidang apapun harus memiliki kreativitas dan sikap mental tahan banting. Menjadi pengusaha menurutnya, harus siap untung dan rugi. Jika hal-hal tersebut tidak dimiliki maka jangan berharap dalam bertahan dalam persaingan usaha. Lebih jauh, pihaknya mengungkapkan bahwa dalam keorganisasian, anggota akan dibina dibantu dalam proses pemasaran. Bahkan dalam segi permodalan, Iwapi akan memfasilitasi anggota dengan pemberi pinjaman. “Selama ini kendala usaha kan pemasaran dan permodalan, nah bagaimana
kami memberikan solusi atas masalah tersebut. Meskipun kami tidak dapat membantu dalam segi permodalan tetapi kami dapat memfasilitasi dengan pemberi modal,” jelasnya. Perempuan yang menggeluti beberapa bidang usaha ini
juga berupaya untuk mengembangkan wirausaha wanita di Buleleng salah satunya adalah dengan menggelar seminar atau workshop yang rencananya akan dimulai September mendatang bekerja sama dengan SMA/SMK di Kabupaten Buleleng hingga
Universitas yang didukung oleh KNPI dan instansi terkait. “Termasuk memberikan pelatihan bekerjasama dengan LPK, organisasi terkait lainnya, termasuk dengan DPD Iwapi sendiri dan juga Disperindag Buleleng,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)
Pelantikan DPC IWAPI Kabupaten Buleleng
Asterisk Siap Ramaikan Musik Bali Untuk masalah musik, Buleleng tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak musisi-musisi Bali yang lahir di Buleleng, bahkan seperti tidak ada matinya kreativitas tanpa batas terus memunculkan karya-karya baik dari nama-nama baru maupun nama yang sudah tidak asing lagi
di dunia musik. Asterisk salah satunya. Band indie yang mengusung genre pop rock terbentuk sejak 1 Juni 2014 lalu. Dengan semangat yang tinggi para personil membentuk sebuah band bernama Asterisk yang artinya “bintang kecil”. Asterisk sudah dua kali berganti personil
sejak saat didirikan. Dari pergantian vokalis, hingga pergantian pemain bass. Sebagai band yang baru merintis karier di blantika musik Bali, Asterisk memiliki semangat dan tekad yang luar biasa. Ini terbukti, sejak terbentuk, band yang digawangi oleh Agus di vokal, Diatmika di drum, Delly
di bass, dan Ricko di gitar sekaligus sebagai backing vokal telah merilis dua single, “Kenangan Manis” dan “Megedi”. Seperti kebanyakan musisi saat ini, band ini masih mengandalkan media sosial terutama Youtube sebagai media promosi. Dua video klip lagu tersebut pelan-pelan mulai mendapat perhatian dan penikmat musik terutama penggemar lagu berbahasa Bali. Meskipun baru mulai berkarya, personel yang mendukung Asterisk bukanlah wajah baru dalam urusan bermusik. Bahkan band ini sendiri sudah terbentuk sejak lima tahun silam, berawal dari panggung parade dan festival band, hingga kerap diminta mengisi berbagai acara. “Karena mengawali karier dari bawah maka kami memutuskan untuk berkarier dalam jalur indie
meski tidak menutup kemungkinan juga mengikuti jalur label jika suatu saat nanti kami mendapat tawaran rekaman dari salah satu label musik. Akan tetapi untuk awal kami baru mengusahakan promosi band melalui jalur indie,” jelas Ricko. Sejak terbentuk lima tahun silam, Asterisk baru bisa fokus berkarya. Hal ini dikarenakan kesibukan kerja masing-masing personel, mereka baru bisa menuntaskan keinginan rekaman dan merilis karya tahun ini. “Banyaknya pemunculan bandband indie di Bali mendorong kami untuk turut tampil, membentuk satu band dengan warna musik yang sedikit berbeda. Kami yang samasama mencintai musik bertekad akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” imbuh Ricko. (Wiwin Meliana)
12
BUMI GORA
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Pemilihan Kepala Sekolah harus Berdasarkan Prestasi dan Kompetensi
Komitmen Pemerintah Provinsi NTB pada pembangunan sarana dan prasarana di SMA di Kabupaten Sumbawa Besar, bahkan seluruh NTB, diperlihatkan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Hal ini diungkapkan Doktor Zul saat menggelar silaturahim sekaligus menjaring aspirasi para Kepala Sekolah SMA/ SMK/SLB se-Kabupten Sumbawa Besar, di SMA Negeri 1 Sumbawa Besar.
P
entingnya peran Kepala Sekolah dalam kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat,
khususnya di Sumbawa juga menjadi perhatian yang diungkapkannya dalam kegiatan yang sekaligus dirangkaikannya
dengan reuni bersama para guru dan wali kelasnya saat menuntut ilmu di sekolah ini puluhan tahun silam. “Apapun keinginan bapak dan ibu, silahkan sampaikan kepada kami, kami telah hadirkan pak Kadis dan Kabid di sini,” katanya. Dalam kesempatan ini juga Doktor Zul kembali menekankan bahwa pemilihan Kepala Sekolah haruslah berdasarkan prestasi dan kompetensi yang sesuai standar pendidikan. Ke- diskusi serta bertukar pikipala Sekolah menurutnya harus ran bagi Kepala Sekolah dan dapat menjadi contoh baik dan panutan bagi guru dan murid di Sekolah tersebut. “Tidak boleh lagi pemilihan Kepala Sekolah karena kedekatan personal, politik, ataupun faktor lainnya,” tegas Gubernur. Ia pun berharap dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat ke depannya dapat terus membaik dan semakin maju. Pa d a k e s e m p a t a n y a n g s a m a , P l t . Ke p a l a S e k o l a h SMA Negeri 1 Sumbawa Besar, Dra. Masuji Mando, menungkapkan harapannya agar dapat menjadi ajang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Naniek I. Taufan)
Setelah melalui proses silaturrahmi dan komunikasi yang baik dengan Drs. H. Nurdin Ending, M,M,, pemilik sah lahan SMAN 1 Alas Barat, akhirnya sengketa lahan yang berjumlah 53 are di sekolah tersebut bisa diselesaikan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Sengketa ini berlangsung hampir 14 tahun lalu dimenangkan kasusnya oleh Nurdin Ending. Pada minggu lalu, lahan tersebut kemudian dis-
erahkan ke Pemerintah Provinsi NTB. Acara penyerahan dilakukan di SMAN 1 Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat dengan agenda penandatanganan dan penyerahan hibah dari H. Nurdin Ending kepada Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. Rusman, mengungkapkan kebahagiaanya atas pencapaian baik hari itu terkait urusan sengketa yang terbilang panjang.
liaan. Orang banyak mengorbankan biaya, tenaga, keringat, air mata bahkan darah sekalipun demi menjaga harga diri,” ungkapnya. Orang mulia itu bukanlah orang yang memiliki banyak tanah, uang atau yang tinggi jabatannya, begitu kata Doktor Zul. Namun, orang mulia adalah yang mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa, agama dan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki. “Saya kira, pak Nurdin memperlihatkan itu kepada
kita semua,” ungkapnya. Gubernur NTB juga mengingatkan bahwa menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa, agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk. Pada akhirnya, harta itu diperebutkan anak cucu yang menyebabkan hilangnya persaudaraan. “Terima kasih kepada pak Nurdin. Semoga ini menjadi inspirasi kita, tidak hanya di Alas Barat, namun di seluruh wilayah NTB,” katanya. Sementara itu, H. Nurdin Ending terlihat haru dan meneteskan air mata ketika menerima penghargaan dari Gubernur. Gubernur memberikan penghargaan itu atas seluruh perjuangan serta sumbangsihnya bagi pendidikan di NTB. Ia mengaku telah menjalani perkara lahan ini hampir 14 tahun. Akhirnya, di pengadilan ia dinyatakan menang dan berhak atas lahan itu. Namun, dengan keikhlasan yang tinggi, lahan itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB. “Alhamdulillah tanah ini sudah saya hibahkan. Saya merasa bersyukur dan lega. Semoga ini bermanfaat,” ungkapnya. (Naniek I. Taufan)
BUNDA ANANDA
Remaja Rentan HIV/AIDS Data KPA Provinsi Bali mencatat, kurun waktu tahun 1987 sampai Maret 2019, sebanyak 21018 penderita HIV/AIDS, yang terbagi dalam 12.678 penderita HIV dan 8340 pengidap AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7865 atau 37% berada di Denpasar.
D
Pemprov NTB Terima Hibah dari Nurdin Ending “Terima kasih yang tak terhingga, atas nama Pemerintah Provinsi kepada Pak Nurdin, yang dengan lapang dada, setelah hampir 14 tahun berperkara, kemudian tanahnya diserahkan kepada bangsa dan negara,” ungkap Gubernur NTB pada acara tersebut. Ia menilai, apa yang dilakukan Nurdin Ending merupakan hal yang luar biasa di era modern seperti saat ini. “Betapa pentingnya sebuah harga diri, betapa pentingnya sebuah kemu-
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
ilihat dari rentang usia, usia 0 sampai di bawah 1 tahun sebanyak 151, usia 1-4 tahun sebanyak 445, 5-14 tahun sebanyak 153, usia 15-19 tahun 465, usia 20-29 tahun sebanyak 7980, sisanya usia dewasa. Komang Sutrisna penggiat Kisara yang juga Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali mengatakan, remaja merupakan usia yang sangat rentan dengan HIV/AIDS. Usia remaja adalah generasi milineal yang penuh tantangan baik gejolak dalam dirinya dan lingkungan. Data Kisara tahun 2014 menunjukkan, hasil survei tiga kabupaten di Bali, 5 dari 10 (48%) remaja pernah mendengar ada teman sebayanya sudah melakukan hubungan seksual aktif dan 2 dari 10 (19%) pernah melakukan aktivitas seksual heteroseksual. Diantara 13.319 kasus HIV/AIDS di Provinsi Bali tahun 2015 terdapat 264 adalah usia remaja 15 – 19 tahun. Ia mengutip data tahun 2016 dari Kisara dengan sampel 1200 siswa di 24 sekolah menyatakan, sebesar 48,9% responden remaja berpendapat perilaku berciuman, berpelukan, dan bersentuhan dapat dilakukan sebelum menikah. Sekitar 18,7% responden berpendapat perilaku petting dan oral seks dapat dilakukan sebelum menikah; dan 16,8% responden berpendapat bahwa hubungan intim vaginal seks dapat dilakukan sebelum menikah. Pada responden yang pernah melakukan vaginal seks, terdapat 19,30% yang selalu menggunakan kondom, 36,84% kadang-kadang menggunakan kondom, dan sisanya 43,86% tidak pernah menggunakan kondom Jika dilihat dari pengetahuan remaja soal pubertas sudah sekitar 90,67% dan soal IMS/HIV/AIDS sekitar 55,58%. Ini menunjukkan remaja sudah mengerti informasi tersebut dengan baik, namun, mengapa mereka masih juga terkena. Data Kisara menunjukkan, dari 1200 responden, terdapat 880 (73,33%) yang sudah berpacaran. 6,48% (57 orang) pernah melakukan vaginal seks. Rata-rata umur pertama kali melakukan hubungan
seksual (oral, vaginal, atau anal seks) yaitu 15 tahun dan umur paling muda melakukan hubungan seksual yaitu 11 tahun. Alasan siswa melakukan hubungan seksual tersebut sebagian besar yaitu atas dasar keinginan bersama (43,88%) dan rasa ingin tahu (24,49%). PROGRAM SETARA Menurut Sutrisna, saat ini remaja siswa SMP adalah sasaran yang paling tepat untuk diberikan edukasi. Ketika mereka memasuki kelas 7, mereka mendapatkan banyak sekali tantangan dan gejolak baik dari dalam diri mereka sendiri dan lingkungan sebaya. Saat ini Kisara dan PKBI telah melakukan pilot project pada 5 sekolah di Denpasar yakni SLUB Saraswasti, SMP Wisata Sanur, SMPN 3, SMPN4, dan SMPN 6, dengan modul pembelajaran semangat dunia remaja atau yang disingkat Setara. Setara mengajarkan pengetahuan kesehatan reproduksi komprehensif. “Setara bukan hanya sekadar masalah hubungan seksual, atau bagaimana dia menjaga organ tubuhnya, tapi termasuk juga, bagaimana remaja mengendalikan emosinya. Modul itu diaplikasikan pada mata pelajaran seperti agama, biologi, atau BK,” ujarnya dalam pemaparan Lokakarya Kelompok Jurnalis Peduli HIV/AIDS, yang digagas KPA Provinsi Bali, pekan lalu. Ia menambahkan, modul dibuat menarik dengan pembelajaran 60-70% dalam bentuk games sehingga remaja menjadi sangat tertarik. Ia menilai, di era milenial pendekatan kepada remaja harus diubah. Dalam pembelajaran ini, guru yang biasanya killer di kelas, bisa menjadi tempat curhat siswa. Karena dalam pembelajaran ini, siswa bisa bercerita tentang dirinya sendiri. Dalam modul ini guru juga harus belajar sehingga Setara juga memberi pemahaman kepada para guru bagaimana cara menghadapi remaja. “Dari pengamatan saya, modul ini sangat disukai para siswa. Terlihat ketika siswa akan mendapatkan materi Setara, mereka sangat antusias mengikutinya,” kata Sutrisna. Saat ini sedang dilakukan penelitian awal bagaimana
Komang Sutrisna (kiri) bersama moderator
perubahan yang terjadi sejak modul Setara ini diterapkan. STOP HIV/AIDS Dulu penanganan HIV/AIDS dilakukan dengan cara TOP, Temukan yang positif, Obati yang positif, dan Pertahankan yang diobati. Sekarang ini, penanganan cara lama diubah dengan Strategi Jalur Cepat Top atau yang disingkat STOP. Suluh: 90% masyarakat paham HIV. Temukan:
90% ODHA tahu statusnya. Obati: 90% ODHA mendapat terapi ARV. Pertahankan: 90% ODHA yang ART tidak terdeteksi virusnya Sutrisna mengatakan, strategi pertama, adalah dengan cara mengubah cara pandang. “Percepatan akan terjadi jika stigma dan diskriminasi telah menurun. Mengubah cara pandang, yang mulanya menganggap HIV penyakit mematikan, ternyata HIV penyakit kronis yang bisa dikelola.Yang
5
mulanya menganggap HIV tidak bisa disembuhkan, ternyata HIV/AIDS sudah ada obatnya,” kata Sutrisna. Strategi kedua, edukasi kesehatan reproduksi remaja, perilaku hidup sehat bagi masyarakat, dan pendidikan kespro yang tepat di dalam kurikulum pendidikan. Ia mengatakan, lebih dari 70% ODHA bukan dari populasi kunci. Partisipasi masyarakat adalah kunci dari penurunan stigma dan diskriminasi serta dukungan terhadap ODHA. Peningkatan partisipasi dimulai dengan peningkatan pemahaman tentang HIV-AIDS. Promosi kesehatan memegang peranan penting untuk pemberdayaan masyarakat Strategi ketiga, kampanye promosi ARV. Selama ini, masih banyak mispersepsi tentang ARV. Hal ini karena, kurangnya informasi dan promosi tentang ARV. Strategi penting lainnya, pemberitahuan dan ajakan tes yang dibantu petugas kesehatan dan memperluas akses tes untuk bayi dari ibu dengan HIV. Tes pada kelompok rentan, seperti pekerja tambang, perkebunan, konstruksi, buruh migran, anak/ remaja jalanan, komunitas lain. Perluasan layanan agar semua PKM dan RS pemerintah bisa memberikan ARV. (Wirati Astiti)
Mendongeng Lima Menit Manis Bulan Madu
Baru seminggu menikah, pasangan pengantin itu berjalanjalan ke pasar tradisional. Sambil berpegangan tangan, mereka menyusuri warung pedagang kain, pedagang rempah-rempah, dan pedagang kue. Ketika melintas di depan warung pedagang mainan, terdengr suara, “kwek, kwek, kwek….!” Sang istri segera melepas pegangan tangannya lalu berteriak, “Dengar itu, …suara ayam!” Si suami terheran-heran. “Bukan! Itu suara bebek!” bantahnya. Suara itu terdengar lagi, kwek, kwek, kwek …., kwek, kwek, kwek …! “Itu suara ayam!” kata isterinya yakin. “Memalukan! Itu jelas suara bebek!” bantah suaminya. “Suara ayam bunyinya kukuruyuuuk…,
suara bebek bunyinya kwek, kwek, kwek…!” Sang istri yang sangat penasaran, menarik tangan suaminya. Mereka berdua mendekat ke warung mainan itu. “Kwek, kwek, kwek…., kwek, kwek, kwek….!” “Jelas sekali, Bang! Itu suara ayam!” kata istrinya ngotot. Sang suami berusaha menahan marah. Ia sangat jengkel akan perilaku istrinya. Apalagi beberapa orang yang lalu - lalang memperhatikan perbedaan pendapat pasangan pengantin itu. Mereka bukan saja memperhatikan kecantikan dan ketampanan pengantin baru itu, tetapi juga mendengarkan perbedaan pendapat mengenai hal yang sepele. Seminggu menikah, si suami mulai merasakan kecerewetan perempuan. “Pendapat perempuan tak boleh dibantah,” kata hatinya. “Benar kata orang, pengantin baru merasakan manisnya bulan madu pada awal pernika-
han. Lambat-laun, sang istri akan menunjukkan taringnya. Sang istri akan menguasai suami, dan akhirnya sang istrilah yang menjadi nakhoda perahu keluarga.” Sang suami masih berusaha menahan amarahnya. Ia berpikir, “Mengapa manisnya bulan madu diganggu oleh suara bebek atau ayam?” “Sayangku!” katanya sambil memegang tangan istrinya. “Sebaiknya kita periksa, suara apakah itu?” Keduanya masuk ke dalam warung mainan. Di situ, mereka melihat seorang bocah sedang bermain-main dengan bonekanya. Boneka itu berbentuk ayam, tetapi kalau perutnya dipencet, keluar suara bebek. Pasangan pengantin itu tertawa cekikikan. Mereka mempererat pegangan tangannya, lalu melanjutkan perjalanan menyusuri warung-warung lainnya. (Disadur dari cerita Ajahn Brahm, 108 Cerita Pembuka Pintu Hati)
Woman on Top
4
Helga Rif
Mencoba yang Baru Kehadiran novel dewasa di Indonesia sangat jarang. Sebagai penulis novel yang terbiasa dengan tema cinta, Helga Riftiana berusaha keluar dari zone nyaman. Novel kedelapan yang berjudul “Rahasia Duma” akan menjadi pembuktian Helga menghadirkan tema dewasa.
“N
Novel “Rahasia Duma”
ovel “Rahasia Duma” saya tulis berawal dari keinginan saya untuk mendapatkan cerita yang lebih dewasa di Indonesia. Dan hanya sedikit penulis yang menuliskannya. Oleh karena itu, mengapa tidak jika saya menulis tentang cerita dewasa yang saya inginkan sendiri,” ungkap ibu dua putra ini, Gede Ngurah Arkana Putera Saka dan Made Ngurah Arkananta Putera Saka. Ide cerita berasal dari ketertarikan Helga Rif terhadap dunia yang tidak kita ketahui, namun memang ada. Dunia yang tidak semua orang mau terlibat di dalamnya. “Proses penggarapannya lebih
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019 dari 3 tahun. Karena tidak mudah untuk menuliskannya dengan bahasa yang kiranya mampu diterima oleh pembaca Indonesia. Kerap kali ditunda karena “block writer” yang sering saya alami. Namun bersyukur bahwa ada satu titik, saya harus menyelesaikannya dengan cepat,” ujar istri dari Bagus Sakaputera, S.E., M.M. ini. “Rahasia Duma” menceritakan tentang perjuangan hidup Duma yang tidak pernah menginginkan hidup yang harus dia jalani sekarang ini. Melayani nafsu para lelaki yang menginginkan tubuhnya hanya untuk menghidupi dirinya dan anak semata wayangnya, Kenny. Suatu ketika, seseorang menculik anaknya. Akhirnya Kenny berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian berkat informasi seseorang. Namun siapa sangka bahwa sang informan tersebut adalah salah satu klien Duma, yang memiliki kehidupan tak juga sempurna. Dua pribadi dengan masa lalu mereka masing-masing, bertemu sekali lagi untuk menguji hati yang mulai tergoyah. Siapa yang harus berkorban? Atau bahkan dikorbankan? “Semoga tulisan saya kali ini mampu diterima oleh pembaca, karena memang agak berbeda dengan novel-novel saya yang lain. Mencoba sesuatu yang baru, ternyata menyenangkan. Kita tahu bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk kita wujudkan dalam hidup kita jika kita menginginkannya,” ujar mantan model yang lebih senang ke lapangan tembak daripada jalan-jalan ke mall ini. Novel yang sudah diluncurkan Helga Rif adalah Gara-gara Irana Jadi Arini (2007), Menemukanmu: dalam sebuah kisah cinta (2011), Kepingan Cinta Lalu (2012), Melepaskanmu: Cerita Cinta yang Lain (2013), First Love (2014), Di Bawah Langit yang Sama (2015), dan Let Me Love You (2017). (Ngurah Budi)
Helga Rif
Bentuk Desa dan Kecamatan Layak Anak Serangkaian Hari Anak Nasional tahun 2019, Kabupaten Buleleng kembali mendapat penganugerahan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019 secara berturut-turut selama tiga tahun. Kali ini Buleleng mendapat penganugerahan KLA kategori pratama dari 122 kabupaten di Indonesia. Putu Agustini, SST., Keb., Kasi Data Gender Anak dan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk Putu Agustini Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB3PA) Kabupaten Buleleng, yang mewakili Bupati Buleleng dalam penerimaan anugerah tersebut mengatakan sesuai dengan indikator yang ditetapkan oleh Kementrian PPPA, Buleleng berhasil mempertahankan KLA kategori pratama dengan 24 indikator dari lima kluster. “Masing-masing kluster terdiri dari OPD yang terlibat dan memiliki tupoksi masing-masing,” un-
gkap Agustini ditemui di ruang kerjanya. Untuk tahun ini, ungkap Agustini ada dua indikator yang menjadi program unggulan Kabupaten Buleleng yaitu puskemas ramah anak dari Dinas Kesehatan dan sekolah ramah anak dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng. “Ini adalah dua program yang paling menonjol sebagai pendukung kami mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak,” jelasnya. Pihaknya mengatakan sekitar 20 puskesmas yang ada di Buleleng secara sarana dan prasarana telah memenuhi indikator sebagai puskesmas layak anak. Bahkan semua telah terakreditasi. Hanya saja beberapa puskesmas belum memiliki SK dari Dinas Kesehatan. “Semoga tahun depan semua puskesmas telah di-SK-kan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya. Sementara itu, beberapa sekolah di Kabupaten Buleleng telah memenuhi kategori sebagai sekolah ramah anak. Agustini mengatakan untuk memenuhi indikator tersebut tidak saja dinilai dari segi sarana dan prasarana. Akan tetapi bagaimana pemenuhan terhadap 10 hak anak dan menjadikan siswa sebagai partisipan dalam pembelajaran. “Jangan sampai sekolah membedakan hak anak satu dengan lain, baik yang normal maupun yang memiliki keterbatasan termasuk bullying dan keamanan bagi anak,” jelasnya.
Untuk ke depan, Agustini berharap Kabupaten Buleleng dapat meningkatkan kategori dari Pratama ke Madya. Meskipun pihaknya mengaku tidak semata-mata ingin memperoleh penghargaan tetapi hal tersebut akan dijadikan motivasi untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik. “Lebih kepada pengaplikasian program-program yang telah kami miliki,” jelasnya. Untuk mendukung peningkatan kategori dalam Kabupaten Layak Anak, pihaknya akan membentuk Desa Layak Anak dan Kecamatan Layak Anak. Saat ini telah dibentuk kecamatan layak anak di Kecamatan Sukasada, Seririt, Sawan dan Buleleng. “Ini PR untuk kita bagaimana kita bisa bentuk dari desa hingga kecamatan agar menjadi Kabupaten dan menuju Provinsi Layak Anak,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
METROPOLITAN
13
Restoran Juga Tempat Wisata
L
lemongrass2.tif
Bisnis kuliner memang tidak ada matinya. Ketika bisnis lain ‘nyungsep’, bisnis kuliner tetap berkibar. Tak heran kalau suatu ketika Pak Made, seorang pengusaha kuliner roti-rotian menyebut, bisnis kuliner adalah bisnis ‘tahan banting’. Kenapa? Karena semua orang memerlukan makan. Apalagi sekarang kulineran sudah menjadi gaya hidup.
ihat saja di mal-mal, toko-toko yang menjajakan produk fashion, dll, sepi pengunjung. Tapi coba tengok restoresto ataupun food court-nya, pasti di sana ramai. Kini banyak orang datang ke mall tidak untuk belanja fashion, tapi untuk santai, kongkowkongkow, makan-makan. Inilah realita gaya hidup mayarakat kelas menengah Indonesia saat ini. Kalau disebut tahan banting, kenapa ada bisnis kuliner yang ‘nyungsep’? Menurut Pak Made, meskipun bisnis kuliner disebut ‘tahan banting’ bukan berarti bebas dari kegagalan. Itu tergantung dari pengusahanya. Yang pasti makanan harus enak serta ‘how to serve’ , itu tidak dapat dibantah lagi. Hal lainnya kemampuan pelaku bisnis dalam berinovasi. Inovasi yang dimaksud aneka makana di gurih 7 - instagram lemongrass - 4 - instagram. bukan hanya inovasi produk (makanan dan minuman) tapi juga kreasi tempat. sekitar 1 jam perjalanan. “Bukan hanya soal keunikan rasa dan varian produk tapi juga Tapi ada satu hal yang harus diperhatikan jika ingin berkunjung ke layout dan desain tempat. Kalau sekarang masyarakat sedang demam resto itu. Yakni, jangan dalam keadaan lapar berat. Kenapa? Pasalselfie dan wefie maka pengusaha harus menyesuaikan. Misalnya, nya, karena tempat itu sekarang tengah ‘ngehits’ maka pengunjung menyediakan spot-spot intagramable di restonya. Yang ingin saya pun membludak. Walhasil, antrean panjang pun tak terhindarkan. katakan adalah pengusaha kuliner harus berpikiran terbuka, kreatif. “Kalau datang ke sini pas weekend, situasinya memang sering Tak masalah jika mencontek tempat lain, tapi harus dimodifikasi seperti ini (ramai). Saat weekend rata-rata pengunjung yang datang menjadi lebih indah,” tambahnya. 500 orang lebih. Sementara di hari biasa, tetap ramai, tapi tidak Apa yang dikatakan Pak Made itu agaknya juga diterapkan oleh sampai keterlaluan,” ungkap seorang pelayan. banyak pengusaha resto masa kini. Selain makanan dan minuman, PINTU MASUK TERSEMBUNYI mereka juga mendesain tempatnya dengan kreatif. Sehingga restoran Banya hal unik dan menarik dari resto ini. Misalnya saja, jalan bukan hanya sekadar tempat makan tapi juga wisata. masuk ke resto yang sempat membingungkan untuk yang baru Sebut saja resto ‘Lemongrass’ di Bogor Utara. Resto yang berdiri pertama datang ke sana. Betapa tidak, umumnya resto jalan masuk sejak 2015 kini tengah ‘ngehits’ di kalangan masyarakat Bogor bahbiasanya terletak di tengah bangunan. Namun ‘Lemongrass’, tidak. kan Jakarta. Jadi kalau ke sana, tak usah heran jika melihat lahan Di depan resto justru terbentang kolam. perparkiran dipenuhi kendaraan-kendaraan ber-plat ‘B’. Maklum Lalu lewat mana orang masuk? Ternyata di pojok sebelah kanan, jarak Jakarta-Bogor tidak terlalu jauh hanya 60 km waktu tempuh agak tersembunyi lantaran ada pepohonan, ada lorong panjang den-
lemongrass - Foto instagram.
resto gurih 7 bogor - instagram.
gurih 7 - instagram.
gan lebar cuma 1 meter lebih. Di kiri-kanan lorong terdapat pohon hias. Lorong sempit itulah tempat masuk keluar pengunjung. Lorong yang indah itu, kerap menjadi objek selfie atau wefie pengunjung. Kita harus sabar menunggu giliran untuk berjalan. Sampai di dalam kita sudah ditunggu petugas yang akan mendata nama kita untuk antrian tempat duduk. Umumnya pengunjung ingin duduk di lantai 2, mereka itulah yang biasanya harus lebih bersabar karena banyak antrean. Sedang yang tidak mementingkan lokasi, bisa duduk di taman, tak kalah nyaman dibanding di lantai dua. Selain ‘Lemongrass’ , ada satu lagi resto di Jl Pajajaran yang juga ‘ngehits’ di Bogor. Namanya, Resto Gurih 7. Resto ini menyodorkan konsep perdesaan camilan favorit pengunjung resto lemongrass. dengan air terjun mini dan batu-batuan kali. Saung-saung di atas danau dan pengunjung duduk lesehan sambil bersantap membuat nuansa pedesaan makin terasa. Penampakan resto ini, dari depan terasa biasa saja. Suasana berbeda baru kita temui di belakang bangunan utama. Jalan naikturun yang disesuaikan dengan kontur lahan, menjadi kegiatan awal pengunjung untuk mencapai saung-saung. Seperti umumnya resto yang ramai kala weekend maka lebih baik memarkir kendaraan di depan gedung utama. Karena jika lahan parkir di belakang selain sempit juga kerap kali penuh. Menunya? Sesuai konsep yang diusung maka menunya pun umumnya makanan Sunda, seperti ikan bakar, lalap-lalapan, sambal, dll. Namun yang ingin makanan lainnya tetap disediakan. Soal harga. Tak perlu khawatir karena harga makanan lumayan ‘ramah kantong’. Sambil menunggu datangnya makanan, pengunjung bisa berfotofoto ria di sejumlah spot, seperti di samping air terjun dan batu-batu kali atau sudut menarik lainnya. (Diana Runtu)
lemongrass tampak depan - instagram.
14 Tidak seperti era Orde Baru dimana pemberitaan terkait Dharma Wanita bergitu marak di media massa, di era Reformasi pemberitaan terkait Dharma Wanita Persatuan (DWP) jarang ditemui di media massa. Banyak yang penasaran seperti apa eksistensi DWP zaman now.
SUDUT PANDANG
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
DWP Jakarta Menjawab Tantangan Zaman Now
D
i era sekarang di mana umumnya media massa lebih menyukai pemberitaan yang ‘sexy’ dan peristiwa-peristiwa yang berefek ‘wow’, membuat aktivitas DWP seolah kurang menarik diekspos. Padahal, DWP memiliki banyak kegiatan menarik sebut saja kegiatankegiatan peningkatan ketrampilan para ibu di berbagai daerah, khususnya para ibu dari kelas menengah ke dharma wanita dki jkt - istimewa. bawah. Atau kegiatan terkait keluarga dan parenting. Terkait berbagai hal tersebut, Jakarta juga mengadakan berbagai Kegiatan-kegiatan itu sepintas DPW Provinsi DKI Jakarta mem- kegiatan yang sejalan dengan promemang kelihatan biasa saja. Namun fasilitasi dengan digelarnya berbagai gram pemerintah. Sebagaimana yang sesungguhnya sangat bermanfaat bagi kegiatan yang diperlukan untuk men- disampaikan Gubernur DKI Jakarta para ibu dalam meningkatkan kualitas ingkatkan kemampuan. Di antaranya Anies Baswedan dalam HUT DWP hidupnya. “Bagi kami yang terpent- dengan berbagai kegiatan pelatihan Provinsi DKI Jakarta ke-19 pada ing adalah kegiatan itu sendiri bisa ketrampilan. Desember 2018 lalu. Dalam kesemterlaksana dengan baik dan dirasakan Seperti yang belum lama ini di- patan itu Gubernur menginginkan hasilnya oleh masyarakat,” ungkap laksanakan di rumah susun Pesak- agar DWP Provinsi DKI Jakarta dapat seorang penih, Duri berkolaborasi dan mensinergikan gurus DWP Kosambi, program-program kemasyarakat di Jakarta. Cengkar- di DKI Jakarta, agar berbagai proMenurut e n g , J a - gram dan kegiatan mencapai hasil Ketua DWP karta BaProvinsi rat, yakni DKI Jakarta, pelatihan Rusmiati Saemembuat fullah, tansandal hias tangan DWP rumahan. Provinsi “Kegiatan DKI Jakarta ini dimodalam mentori oleh jalankan visi DWP dan misinya, Provinsi DWP gelarr pelatihan membuat kue - foto beritajkt. cukup besar. DKI JaUntuk itu diperlukan peningkatan karta bidang ekonomi. Jadi kami menkualitas dari anggota DWP agar gadakan pelatihan membuat sendal mampu menjawab tantangan masa hias rumahan. Pesertanya sekitar 60 depan serta meraih kehidupan orang yang merupakan warga rusun lebih baik. “Anggota DWP Provinsi Pesakih,” jelasnya. DKI Jakarta harus mampu memacu SINERGI PROGRAM kreativitas sesuai dengan tuntutan Kegiatan membuat sandal hias kemajuan, serta memiliki wawasan rumahan ini juga telah diadakan jauh ke depan,” tutur Rusmiati. sebelumnya di kantor DWP DKI Selain itu, anggota DWP harus Jakarta Gedung Nyi Ageng Serang memiliki kemampuan untuk men- yang diikuti oleh anggota DWP unsur gubah pola pikir dan sikap mental Pelaksana. “Ada banyak lagi pelatihanyang sesuai dengan perkembangan pelatihan ketrampilan ataupun lainnya teknologi dan ilmu pengetahuan den- yang digelar untuk pemberdayaan gan senantiasa memperhatikan nilai- perempuan,” tambahnya. nilai kepribadian bangsa Indonesia. Di luar itu, DWP Provinsi DKI
ketua dwp jkt rusmiati dalam baksos di RPTRA Rasela rawa Badak - istimewa.
optimal. “Itu semua sudah kami jalankan, ya. Salah satu contohnya adalah kegiatan yang belum lama ini berjalan yakni pemeriksaan kesehatan Ibu dan Anak di RPTRA Rasela, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara,” jelasnya. Ketika itu sekitar 100-an ibuibu dan warga sekitar ikut memeriksakan kesehatan mata, gigi dan THT. Kegiatan ini didukung oleh tim medis dari Sudin Kesehatan Jakarta Utara. Kegiatan baksos tersebut, ujar Rusmiati, merupakan program rutin tahunan yang bekerjasama dengan PKK. “Ini kegiatan rutin setiap tahun dari bidang sosial budaya. Tempatnya dilaksanakan bergilir di lima wilayah kota dan satu kabupaten di Jakarta. Tahun lalu kita bikin baksos sunatan massal di Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur,” jelasnya. (Diana Runtu)
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Eka Wiryastuti
Sosialita
3
Ciptakan Inovasi “Tabanan dalam Genggaman” Satu lagi inovasi dalam hal informasi dan data diciptakan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Setiap orang yang memiliki ponsel dapat mengakses “Tabanan dalam Genggaman”.
M
ketua DWP DKI JKT rusmiati saefullah - foto beritajkt.
enurut Bupati Eka, ino- tukang, hotel, rumah sakit, salon, vasi ini baru saja sebu- lokasi ATM, dan banyak lainnya lagi. lan diluncurkan. Saat ini Sehingga masyarakat Tabanan atau masih tahap sosialisasi ke Organisasi wisatawan yang sedang berkunjung Perangkat Daerah (OPD) di ling- ke Tabanan tak usah bingung lagi. kungan Pemkab Tabanan dan kepada “Kami memiliki 40 OPD. Saat ini masyarakat. masih soIa menilai, sialisasi ke saat ini, kita OPD agar masih miskin mereka bisa informasi dan menyiapkan data. Kadang dan mengkita melihat link-kan ke informasi program di google ini, sehasilnya juga hingga kami bisa beda. harapkan “Dengan dua tahun program ini, ke depan operatornya sudah bisa adalah massempurna,” ing-masing kata Bupati OPD. Jadi, Eka. informasi Ia medan data nambahkan, yang didapat untuk saat adalah benar, ini memang termasuk masih berAplikasi sudah bisa diunduh melalui antujuan kita sifat data indroid atau Google Play Store di smartphone. harus kem put, sudah ana juga jelas. Bisa diibaratkan ini tersedia nomor telepon, website, seperti kompasnya Tabanan,” jelas seperti company profile dalam setiap Bupati Eka. informasi, selanjutnya setelah sosialDengan meng-install program isasi ini, masing-masing OPD akan Tabanan dalam Genggaman, peng- menselaraskan program mereka ke guna bisa mengakses mengenai in- Tabanan dalam Gengaman. formasi dan data mengenai Tabanan Bupati Eka mencontohkan rumah secara keseluruhan. Mulai dari sosial sakit. Ke depan, bisa juga untuk ekonomi, kesehatan, tempat makan, daftar antri rumah sakit. Begitu tempat wisata, dsbnya. saja program Trans Serasi. Dengan Aplikasi ini sudah bisa diunduh program GPRS orangtuanya sudah melalui android atau Google Play tahu anaknya sudah sampai di mana Store di smartphone masing-masing. dengan mobil apa, jam berapa tiba. Aplikasi ini menyediakan berbagai Masyarakat yang sudah memiliki informasi mulai atau nama warung id masuk ke program Trans Serasi makan, tempat wisata, dokter, untuk mengakses mobilisasi anak
sekolah ini, bisa juga masuk lewat Tabanan dalam Genggaman. Dinas Catatan Sipil memiliki program Depaon, sistem registrasi KTP dsbnya, nanti juga digabungkan dalam Tabanan dalam Genggaman. Ia menjelaskan, aplikasi ini bertujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat Tabanan khususnya yang ingin mencari lokasi tujuan belanja ataupun lainnya. Terlebih lagi, saat ini kita berada di zaman yang sebagian Menyapa rakyat adalah energi perjuangan besar pelayanan informasinya online. “Semangat aplikasi ini bagaimana konsep smart city. Sebenarnya aplikasi ini membutuhkan peran s er ta ma s ya r a ka t Tabanan, jadi kita memberikan ruang kepada masyarakat yang memiliki usaha misalnya salon, bengkel las, atau kuliner, bisa dimasukkan atau mengunggah informasinya ke aplikasi ini,” ujarnya Menurut Bupati Eka, yang paling prioritas adalah UMKM yang ada di Tabanan misalkan seperti usaha genteng, kerupuk, dan Kebersamaan bersama OPD dengan gerakan Investasi Hati s e b a g a i n y a . “J a d i masyarakat yang akan menggung- Saat ini masih pengembangan, dan tuk cara pengunggahan informasi,” gah informasi itu sendiri ke aplikasi. sedang siapkan video tutorial un- jelasnya. --ast
Pesan Kedamaian
Agustus bulan yang istimewa. Kita baru saja usai merayakan hari raya Kuningan. Kemudian, ke depan kita akan merayakan hari HUT Proklamasi Kemerdekaan. Dalam kesempatan ini, Bupati Eka berpesan, Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa. “Musuh kita di luar, anehnya bangsa ini senang ribut di dalam. Ribut dengan sesama keluarga, ribut sesama warga. Kita terninabobo sehingga terpecah-belah. Kalau terpecah belah, tidak bersatu tidak pernah ada kemajuan dan kesuksesan dalam apapun termasuk pembangunan bangsa,” ujarnya. Ia membandingkan, kalau dulu musuh lebih jelas dan kelihatan dengan senjata tradisional, sekarang musuh tidak terlihat dengan senjata lebih canggih yang berurusan dengan hukum. Kalau mau dibilang merdeka, kita memang merdeka. Tapi semangat persatuan tidak dimanfaatkan untuk kebesaran bersama. Saat ini masih saja ada yang memanfaatkan kebesaran untuk kelompoknya sendiri. Sepanjang dia cocok bisa berteman. Sepanjang kepentingannya masuk, itu dibilang bagus. Tapi ketika ada orang bicara benar dia sendiri saja benar. Saya benar saja salah, apalagi saya berbuat salah?
“Kalau saya, berserah diri saja. Saya sudah menyampaikan kebenaran. Biarkan alam saja yang membuktikan,” katanya. Ia melihat, orang benar tantangannya menyampaikan kebenaran itu sangat banyak. Zaman ini, yang tidak benar lebih banyak dibukakan jalan. Kalau ingin membuat yang aneh-aneh gampang sekali. Tapi kalau sudah membuat yang bagus tantangannya luar biasa. Ini juga godaan bagi yang orang yang dipilih. Untuk membuktikan kebenaran itu perlu pengorbanan pikiran, hati, keluarga, semuanya. Sebenarnya alam semakin bergejolak, gempa dan gunung meletus memberi tanda. “Bagi orang yang sadar, alam sedang merasakan perubahan. Buat orang yang tidak sadar, mereka cuek saja,” kata Eka. Ia mengajak semua umat introkpeksi diri, mau dari pejabat dan rakyat. Tuhan menciptakan manusia sama. Yang membedakan hanya tugas dan kewajiban. “Cobalah kenali diri lebih ke dalam. Mulat sarira. Semua manusia terlahir baik, kalau ingin alam baik, manusialah yang memulai,” ujarnya. --ast
ESPRESSO GORO-GORO BK (6)
2
Putu Wijaya
Bung Kar(so) no bengong. ia hanya menatap 2 lembar ratusan ribu yang diletakkan Amat di atas meja di depannya. “Aku jadi
introspeksi, Mat.” “Introspeksi bagaimana? Sana cepet berangkat!” “Apakah langkahku ini sudah benar?” “Langkahmu waktu digigit anjing? Jelas salah. Tapi bukan karena kau berlari supaya tidak telat nonton Koetkoetbi. Di sini anjing sudah sudah biasa lihat orang lari ngejar angkot. Masaalahnya hanya karena, kau menginjaknya. Meskipun sedang kesusu lari kau tak boleh nginjak orang.” “Maaf aku koreksi, itu bukan orang, aku nginjak anjing.” “Dalam soal injak menginjak orang dan hewan sama, kalau diinjak pasti
menggigit! Kalau dulu Belanda atau Saudara Tua tidak menginjak-injak kita, mungkin kita belum merdeka sampai sekarang!” Karsono melotot. “Maksudmu, aku tak boleh marah meskipun sudah digigit?” “Masih untung itu anjing, coba kalau itu cobra, kalau itu macan? Kau sudah koit dan tidak akan pernah bertamu ke rumahku seperti keberadaanmu sekarang ini. Ya, nggak?” “Kok nada suaramu seperti menyuruhku bersyukur??” “Terserah tafsiranmu.” “Seperti kau syukuri anjing itu menggigitku sehingga aku terpaksa ke mari mengetuk empati gotong-royongmu! itu kan sama dengan mengatakan aku memperalat gotong-royong untuk pamrih pribadi?! Lalu kau uruk aku dengan pesan-pesan moralmu yang sok suci itu. Supaya aku malu dan tak jadi minta tolong!” Amat mulai marah. “Terserah! Kalau kau memaknakan pesan Bung Karno begitu, pesan-
pesannya itu jadi cetek. Kami di sini selalu menggosoknya sesuai dengan desa-kala-patra. Gotong-royong tidak berarti mangan ora mangan asal kumpul! Dulu mungkin bisa begitu. Sekarang, tidak! Daripada dua orang setengah mati, lalu kalah, lebih baik satu mati, tapi yang satunya terus berjuang melawan. Mengangkat kursi rotan tidak perlu mengerahkan seribu orang. Cukup satu saja. Yang 999 biar tidur, hemat energi, kumpulkan tenaga, supaya nanti bisa bunuh raksasa. Itu baru gotong-royong milenial. Duit kami habis disumbangkan untuk orang sakit. Karena aku masih bisa pinjam pada anakku. Tapi duit itu pun tak masaalah aku kasih kamu, karena kamu digigit anjing harus pulang, karena keluargamu. Membutuhkan figur bapak. Aku dengan ikhlas berikan uang yang kupinjam dari anakku, bukan karena aku bisa hidup tanpa makan. Tapi karena ini rumahku, banyak tetangga yang bisa bergotong-royong menolongku. Lagipula perasaanku yang merasa diriku berharga karena sudah
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
bisa menolongmu tidak akan membiarkan aku dan isteriku mati. Paham?” Karsono kehabisan jawaban. “Kecuali kalau 2 ratus ribu itu, kau anggap kurang buat kamui. Tapi jangan pakai berkilah dengan segala alasan introspeksi sok filosofis ece-ece itu. Bilang saja sejujurnya, kurang! Titi! Siapa tahu....” Tiba-tiba muncul Ami. Langsung mengulurkan amplop tebal, sambil berbisik. “Lima juta hadiah Sayembara Penafsiran Pemikiran BK, yang baru diterima Bli Sugi dari Gubernur.” Amat langsung mengulurkan amplop itu pada Karsono. “Ni, lihat. Baru saja kita harapkan sudah datang. Kalau dengan hati jujur suci, bersih, ikhlas, nasib pun akan kandas. Ini lima juta! Untukmu semua supaya bisa pulang. Ini!” Amat mendorong amplop itu pada Karsono. Tapi lelaki itu tiba-tiba pucat pasi. Tangannya gemetar. Mendadak ia bersimpuh lalu memeluk kaki Amat. “Tidak! Ampun! Ampun! Aku tidak bisa menerima ini! Jangan, ini bukan gotong-royong!” “Kenapa?” “Aku kualat! Aku keblinger!”
Karsono mau kabur. Amat memegang dan menggenggamkan amplop itu ke tangannya! “Jangan, ampun! Biar aku mati! Keluargaku menunggu, aku janji pulang bawa duit. Sudah 3 tahun aku gelandangan di sini!” “Makanya jangan hancurkan perasaan keluargamu. Kami masih bisa hidup di sini tanpa duit itu, kalau itu bisa menolong keluargamu, kami bangga! Aku tahu semua dikabari anakmu. Ambil dan cepat masuk rumah sakit, sekarang banyak anjing kena rabies!” Amat memaksa memasukkan amplop itu ke saku Karsono. Karsono berteriak panik mendorong Amat hingga tejerembah jatuh bersama amplop yang menaburkan lembaran seratus ribuan ke tubuh Amat. Karsono bebas. Ia mengambil jarak, menjauh beberapa langkah. “Sorry, Mat! Terima kasih sudah menarikku nyadar. Aku sudah memanipulasi gotong-royong bertahun-tahun, sekarang aku tobat!” Ia membuka perban kakinya yang digigit anjing. Lalu melemparkanya. “Aku tidak pernah digigit anjing. Aku kualat! Aku tobat!” Karsono berbalik dan kabur.
UKM Kota Denpasar Sukses Produknya Diminati Pengunjung PKB
Membuka akses pasar baru serta meningkatkan pemasaran produk unggulan, tidak pernah henti dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dekranasda Kota Denpasar. Salah satunya dengan mengikutsertakan dan memberikan kesempatan para perajin dalam kegiatan pameran di ajang Pesta Kesenian Bali ke-41 di Taman Budaya Art Centre Denpasar belum lama ini.
K
epala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, S.Sos., M.Si mengatakan,
pemerintah memberikan fasilitas akses pasar domestik bagi para perajin Kota Denpasar, agar mereka dapat menjangkau pembeli yang lebih luas dan lebih
Anak Perlu Panutan Literasi (1) Ke g i a t a n l i t e r a s i m u l a i menggeliat di sekolah-sekolah. Geliat ini bermula dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) per tahun 2016 sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Konkretnya, para siswa diwajibkan membaca buku non-mapel setiap hari 15 menit sebelum pembelajaran dimulai di kelas. Walaupun singkat, pembiasaan tersebut cukup membangunkan kesadaran siswa dari belenggu budaya “kontrak literasi” yang sudah mendarah daging pada diri siswa. Budaya “kontrak l i terasi” merupakan akti vitas belajar (membacamenulis) untuk memperoleh (jangka pendek) apresiasi nilai atau angka. Keinginan memperoleh angka-angka inilah yang mendorong siswa u n t u k b e l a j a r. I t u l a h s e babnya, siswa baru belajar apabila ada tes ulangan atau ujian. Mereka belajar untuk
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
mendapatkan angka yang baik. Selanjutnya, angkaangka ini didokumentasikan dalam raport atau ijazah untuk dibanggakan di kemudian hari. Segi kepraktisan atau efek ilmu yang dipelajari dari aktivitas belajar, tidak menjadi persoalan. Habis belajar dan siswa memperoleh angka, maka kontrak sudah berakhir. Apakah ilmu yang I Ketut Serawan, S.Pd. dipelajari berguna atau tidak Guru SMP Cipta Dharma Denpasar dalam kehidupan seharihari? Tidak penting. berarti bebas dari aktivitas Belajar menjadi semacam membaca dan menulis. proyek (kontrak). Kontrak Oleh karena itu, banuntuk menjawab soal-so - yak masyarakat (orang tua) a l s e s a a t . S e t e l a h m e n g - merasa tak berdosa ketika hadapi ulangan atau ujian, m e n y u r u h a n a k n y a b e l a siswa merasa bebas. Mereka jar. Para orang tua sering merasa bebas dari aktivitas m e n c e r a m a h i , m e m a k s a , belajar (membaca/menulis). m e m a r a h i , m e n g a n c a m Membaca pasca tes dianggap hingga pasrah. Karena betindakan sia-sia. berapa anak malah memilih Selanjutnya, dari “kontrak diam menutup pintu, lalu literasi” inilah menumbuh- komunikasi menjadi buntu. kan anggapan bahwa belajar Mereka mengurung diri di ( m e m b a c a ) d i k h u s u s k a n kamar entah untuk kondisi u n t u k s t a t u s s i s w a a t a u ancaman belajar atau puramahasiswa. Istilah belajar pura belajar. adalah kontrak ketika menDaripada kukuh merasa jadi siswa atau mahasiswa. benar dan menjadikan anak Lepas dari dua status ini, sebagai “pesakitan belajar ”,
lebih baik orang tua menjadi panutan literasi di rumah. Orang tua membiasakan diri membaca di rumah. Berusaha terus menjadi contoh pembaca yang baik di keluarga. Lakukan berulangu l a n g . S e t i a p s a a t . Ka l a u bisa, setiap hari. Karena sesungguhnya anak membutuhkan contoh-contoh konkret di lingkungan keluarga. Apa yang sering dilihatnya, dialaminya, dan dirasakannya di rumah akan membentuk kebiasaan pada diri siswa. Di sinilah, pentingnya orang tua tampil menjadi contoh bukan sekadar memberikan contoh-contoh. Orang tua harus bisa menjadi panutan literasi di rumah. Begitu juga di lingkungan sekolah. Guru harus dapat menjadi panutan literasi bagi anak didiknya. Namun kenyataannya, kadangkala guru gagal menjadi teladan. Mereka meminta para siswa
rajin dan tekun belajar. Pun ketika siswa membaca 15 menit sebelum pembelajaran di kelas. Semangatnya bak juru kampanye. Suara para guru lantang. Sayangnya, guru lebih sering memanfaatkan waktu senggang untuk ngerumpi di ruang guru. Mereka enggan mengupgrade diri dengan membaca (walaupun tidak semua). Beberapa guru merasa nyaman dengan ilmu yang serba berkecukupan sewaktu di bangku kuliah. Kontrak literasi yang membudaya, menyebabkan ortu atau guru sering gagal menjadi panutan. Celakanya, sering ortu dan guru tetap merasa benar. Mereka membela diri dengan alasan faktor usia, kesibukan, lelah dan lain sebagainya. Alasan ini seolah-olah sudah menjadi legitimasi bahwa usia tua harus dibebaskan dari aktivitas belajar.
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
15
EDISI 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
besar. Selain untuk mempromosikan produk kerajinan juga menciptakan iklim investasi yang kondusif antar daerah dan bahkan antara negera tujuan ekspor. Mengingat pada PKB kali ini selain dikunjungi wisatawan asing juga ada beberapa negara yang turut ambil bagian dalam event ini. Begitu pula disampaikan oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra, pemerintah tidak pernah berhenti memacu semua perajin UKM di Kota Denpasar dengan memberikan kesempatan dan peluang untuk membuka akses pasar seluasluasnya. Bahkan, bukan hanya di Bali namun di seluruh Indonesia. Para perajin dapat berinteraksi langsung dengan pembeli guna mencari ataupun menambah agen penjual sekaligus juga semakin mengetahui karakteristik selera masyarakat.
Dikatakan oleh istri Wali Kota Denpasar ini, bagi UKM pemula, pameran menjadi sarana pemasaran yang tepat untuk mengenalkan dan mempromosikan produknya. Bukan hanya itu saja, profil usaha pun diedukasikan ke pengunjung. Sebab, citra pengusaha yang baik turut menjadi penentu tertarik atau loyalnya konsumen pada karya perajin. Perajin juga bisa melakukan survei pasar, apalagi pameran di PKB cukup panjang waktunya.
Bisa dilihat di sana seberapa besar peluang diterimanya produk kita oleh pengunjung. Menurutnya tidak menutup kemungkinan pula di ajang PKB ada transaksi dengan perwakilian supplier atau bahkan investor yang mencari rekan bisnis. Selain itu, Selly Rai Mantra juga menekankan agar para perajin mau melakukan evaluasi terhadap kegiatan pameran yang telah mereka ikuti untuk mengembangkan strategi berikutnya. – ard
Animo dan minat masyarakat terhadap produk yang ada di stan Kota Denpasar sangat baik. terbukti penjualan produk karya suami dari Dra. Ni Luh Putu Astiti ini cukup memuaskan. Bapak tiga anak ini juga menyampaikan terima kasihnya kepada Dekranasda dan Disperindag Kota
Denpasar yang telah memberikannya kesempatan ikut dalam promosi usahanya berupa pisau, temutik, pengerupak, blakas dan lainnya sepanjang berlangsungnya PKB tahun ini dan dirinya bisa semakin memperluas jaringan serta menggaet pelanggan baru. - ard
Ajang Promosi yang Panjang Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Endharta, S.E., didampingi Kasi Pengembangan Ekspor dan Promosi Disperindag Kota Denpasar, Ir Ni Nyoman Masrini, M.Si., mengatakan pameran di PKB adalah salah satu dari berbagai kegiatan yang diperuntukkan membantu perajin UKM di Kota Denpasar demi meningkatnya akses pasar domestik dan luar negeri dengan sumber pembiayaan, dana APBD
Tahun Anggaran 2019. Untuk peserta pameran tahun ini, diantaranya para perajin baru binaan Kota Denpasar yang memiliki produk unggulan dan produk ekspor. Harapannya dalam event PKB ke-41 tersebut, mereka dapat meningkatkan omzet penjualannya. Melalui kepesertaan mereka di pameran ini pula, perajin UKM Kota Denpasar mampu lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produkproduk kerajinannya.
Gus Yoga mengatakan, para perajin sangat memiliki peluang untuk memanfaatkan ladang promosi yang potensial tersebut terhadap hadirnya buyer baru. Dari empat orang perajin yang diberi kesempatan tahun ini mengisi stan Dekranasda Kota Denpasar berhasil meraup omzet yang cukup membahagiakan. Mereka adalah 1) Basudewa dengan omzet Rp 36.045.000; 2) Asyuka Kebaya Rp 50.350.000,00; 3) Keben Decopage Rp 10.770.000,00; dan 4) Pande Sunarta Rp 54.250.000. Sehingga totalnya menjadi Rp 151.415.000. Gus Yoga juga mengharapkan untuk para perajin yang akan mengikuti pameran, eksebisi maupun expo, dan yang segera berlangsung adalah event Sanur Festival (Sanfes), siap dengan amunisi yang terbaik. Mulai dari kreativitas , inovasi dan kualitas, sebab hal ini yang akan mendukung mengembangkan usaha UKM menjadi lebih besar. Selanjutnya, salah seorang peserta yang ikut ambil bagian di pameran PKB, I Pande Made Sunarta, mengatakan bahwa respons pengunjung dan antusiasme mereka menyenangkan.
16 Meraih predikat cukup memuaskan serta sebagai provinsi peringkat kedua terbaik nasional terkait keberhasilan menanggapi keluhan publik, belum dirasa cukup oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Justru ia menargetkan Provinsi Bali harus mampu menuju sebagai kawasan dengan pelayan publik modern yang zero complain.
D
emikian terungkap saat Gubernur Koster saat membuka Workshop dan Penandatangan Penguatan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar pada Selasa (30/7). “Saya sudah gariskan kepada jajaran di Pemprov Bali untuk memperbaiki pelayanan menuju zero complain. Semua (pelayanan publik,red) harus riil, penuh tanggung jawab, dan berjalan untuk mengayomi dan melayani masyarakat,” tegas Gubernur Koster. Dalam acara yang diprakarsai Ombudsman RI Perwakilan Bali itu, Gubernur Koster mengatakan bahwa pelayanan publik adalah hak dasar dari masyarakat yang secara tegas memiliki dasar hukum dalam undangundang. Kemudian diatur dalam bentuk sejumlah regulasi sebagai payung hukumnya. “Semua orang butuh pelayanan publik, untuk itu harus dijalankan dengan komitmen dan kebijakan yang nyata, dan pemerintah daerah
Edisi 1043/ 5 - 11 AGUSTUS 2019
Gubernur Koster Segera Terbitkan Pergub Standarisasi Perizinan punya kewajiban untuk membuat sistem yang baik secara efektif dan efisien,” kata pria Kelahiran Sembiran, Buleleng ini. Maka untuk Bali yang terbilang wilayah kecil hanya dengan 9 kabupaten/kota sesungguhnya menurut dia, sangat memungkin dikelola dalam satu sistem terintegras. “Kalau untuk menjalankan fungsi manajemen membangun Bali, kita bisa membuat satu pola untuk mengintegrasikan pola yang ada di Bali. Membagun Bali secara terintegrasi dalam satu pola,” sebutnya. “Saya merancang-rancang sistem pengaduan masayarakat yang bisa mengakomodasi komplain warga terhadap pelayanan yang dilaksanakan secara online jadi lebih modern,” imbuhnya. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini kemudian menyontohkan terkait masalah lama waktu proses perizinan yang belum seragam antar kabupaten/kota. “Ada yang lama, ada pula yang cepat. Ada yang gratis, ada pula yang tidak. Untuk itu kami sedang menyiapkan Pergub (Peraturan Gubernur) untuk standarisasi perizinan, semua kabupaten/kota di Bali akan punya standar teknis yang sama. Jadi ke depannya, jangan beda-beda praktiknya dan jangan dibiarkan terus-
menerus seperti itu,” bebernya. “Sehingga pelayanan pubik kita di Bali ada standar dengan kualitas yang baik, cepat. Dan yang paling utama, bersih. Jangan ada KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Sogok ini, sogok itu, kasihan masyarakat kita,” tegasnya. Mendengar komitmen Gubernur Koster tersebut, Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty langsung menyatakan dukungannya. Sebab menurutnya, hal ini sesuai dengan tujuan utama lembaga Ombudsman. “Karena pelayanan publik itu sangat vital perannya. Dari lahir sampai kita mati minta membutuhkan pelayanan publik yang baik dan prima, sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang,” katanya. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi pencapaian Provinsi Bali yang berpredikat cukup memuaskan dalam hal menanggapi keluhan publik. “Berdasarkan data terakhir yang masuk 28 Juni 2019 lalu, Provinsi Bali dari tahun 2014 mendapatkan 965 laporan. Baik keluhan untuk pelayanan publik, tanah hingga kepolisian. Dari angka itu yang ditindaklanjuti mencapai 918 laporan alias presentase penyelesaiannya 95,13 persen. Angka ini tertinggi kedua di indonesia di bawah Provinsi
Gubernur Koster saat membuka Workshop dan Penandatangan Penguatan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar
Riau,” paparnya. “Responsifitas di Bali sudah sangat baik, kinerja perwakilan juga sangat baik. Target kami 90 persen, dan di Bali bisa melewati target kita,” imbuhnya. Sebetulnya kata Lely Pelitasari, Ombudsman saat ini lebih cenderung berperan sebagai rekan atau teman curhat yang mendorong pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pelayanan publik di wilayahnya. “Peran mediasi antar penyelenggara sekarang juga jadi konsen kita, dan saya kira akan
lebih mudah dengan komitmen seperti yang diungkapkan Bapak Gubernur,” kata Lely. Hadir pula dalam kegiatan itu, Perwakilan Kantor Sekretariat Presiden Marcelina Laurencia, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara, Sekda Tabanan I Gede Susila, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, dan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka. (ast)
Ia mengatakan Pergub ini mendapat respon luar biasa dari masyarakat hingga mampu mengurangi sampah plastik sekali pakai hingga 90%. “Jadi jika Anda berkunjung ke Bali, sudah tidak ada rumah makan yang menggunakan sedotan plastik, dan tidak ada pasar modern menggunakan kantong plastik. Meskipun sempat mendapatkan perlawanan oleh pengusaha plastik, namun kami menang dalam uji materil di MA (Makamah Agung), sehingga pemberlakuannya pun sah di seluruh Bali,” tegasnya. Sementara dalam upaya menjaga manusia Bali, pihaknya meluncurkan Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Melalui Pergub ini, tak hanya ASN, pegawai swasta dan instansi vertikal namun para pelajar juga menggunakan busana adat Bali pada hari tertentu. Yakni pada hari Kamis, Hari Raya Purnama dan Tilem serta hari jadi Provinsi Bali maupun kabupaten/kota. Pergub ini pun terbukti mampu mendorong pertumbuhan industri ekonomi kerakyatan yang disebabkan melonjaknya permintaan busana adat Bali. Selain penggunaan busana adat Bali juga diberlakukan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pergub ini mengatur agar setiap papan nama instansi mulai pemerintah maupun swasta mencatumkan aksara Bali sebagai
bentuk pelestarian aksara daerah. Sedangkan terkait birokrasi dan pelayanan publik, pihaknya melaksanakan perekrutan pejabat secara transparan dan sesuai SOP. “Kami dengan tim terus berupaya melakukan perekrutan dengan mengedepankan penempatan sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing,” ujarnya. Usai mendengar penjabaran Gubernur Koster, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. H Madani Ali Sera mengapresiasi sejumlah program terobosan tersebut. Bahkan pihaknya mengaku kagum atas berbagai terobosan Gubernur Koster yang mampu direalisasi dalam waktu begitu cepat dan singkat Selanjutnya ìa menyampaikan tujuan kunjungan kerja rombongannga ke Bali adalah untuk menyerap aspirasi Pemprov Bali sehingga bisa diformulasikan menjadi undang-undang Dalam kunjungan kerja kali ini pihaknya mengandeng 14 instansi mitra kerja komisi II DPR RI. “Kenapa kami datang agak banyak? Karena setiap permasalahan dan solusi memerlukan kerjasama lintas instansi agar bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya. Terkait kebijakan yang ingin dielaborasi dalam kesempatan itu, ia menyebut tentang pelayanan publik dan reformasi birokrasi. “Kami ingin tahu sejauh mana peyanan publik dan reformasi birokrasi yang telah dijalankan Pemprov Bali, dan hal apa yang diperlukan untuk memantapkan kedua hal tersebut,” tandasnya.(ast)
Komisi II DPR RI Apresiasi Program Terobosan Gubernur Koster
Kunjungan kerja Komisi II DPR RI dengam Gubernur Koster yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Komisi II DPR RI apresiasi berbagai program terobosan Gubernur Wayan Koster yang mampu direalisasi dalam waktu begitu singkat dan cepat. Meski demikian ,Gubernur Koster tetap meminta dukungan dan kerjasama agar berbagai visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali mampu terlaksana dengan lancar sesuai target. Hal ini terungkap dalam pertemuan kunjungan kerja Komisi II DPR RI dengam Gubernur Koster yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar yang dihadiri pula Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Kori, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Forkompinda Provinsi Bali, Mitra Kerja Komisi II DPR RI, serta jajaran OPD Pemprov Bali. Mengawali penjelasannya, Guber-
nur Koster menjabarkan soal rencana perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali. Semula dari 49 OPD akan dirampingkan menjadi 40 disertai penambahan dua OPD baru, yakni Dinas Pemajuan Desa Adat serta Badan Riset dan Inovasi Daerah. “Dinas Pemajuan Desa Adat kami pandang perlu karena adat dan budaya merupakan pilar pembangunan dan ekonomi Bali, sehingga kami minta bantuan DPR RI terutama komisi II untuk mengawal dan membantu agar rancangan kami disetujui Kemendagri. Karena bagaimanapun dinas yang berkaitan dengan desa adat belum ada di Bali,” terangnya. Ditambahkannya, Dinas Pemajuan Desa Adat ini sebagai tindaklanjut dari lahirnya Peraturan Daerah (Perda)
Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. “Desa Adat dari dulu hadir untuk menjaga serta melestarikan adat dan budaya kami, sehingga butuh perlindungan hukum untuk menguatkan peranannya,” imbuhnya. Lebih lanjut Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini menegaskan bahwa melalui Perda tersebut untuk pertama kalinya desa adat diakui secara resmi dan eksplisit sebagai subyek hukum dengan kedudukan hukum yang jelas dan tegas. Selain itu, Perda ini menetapkan bahwa desa adat berkedudukan di wilayah Provinsi Bali. “Bali ini unik, selain memiliki desa dinas yang berfungsi mengurus administrasi pemerintahan dan pelayanan publik, terdapat juga desa adat untuk menjaga eksistensi adat dan agama di Bali. Selain itu juga sudah mencakup sistem hukum, ekonomi dan keamaan, sehingga dengan pemberlakuan Perda serta pembentukan OPD Desa Adat bisa memperkuat eksistensinya, dan daerah lain bisa meniru langkah kami,” urainya. Selain itu, Gubernur Koster juga menjabarkan tentang visi pembangunan Bali yang tertuang dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan tersebut menurutnya fokus terhadap keseimbangan alam, manusia dan budaya berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana. Salah satu terobosan besar dalam menjaga alam Bali adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com