Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

16 HALAMAN NOMOR 277 TAHUN KE 13

SUARA NTB

SABTU, 10 FEBRUARI 2018

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

Kenangan Ahyar Abduh dan Buah ”Jeruti” di Senteluk Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, punya kenangan masa kecil yang cukup manis di Dusun Senteluk, Batulayar, Lombok Barat. Kenangan itu terletak pada nikmatnya menyantap buah jeruti (jeruk) yang tumbuh di salah satu rumah milik kerabatnya di daerah tersebut. MEMORI tentang jeruti itu kembali terlintas di benak Ahyar saat ia menyusuri ganggang menuju Masjid AlHikmah di Dusun Senteluk, Batulayar, Lombok Barat, Jumat (9/2). Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

SILATURAHMI - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh saat bersilaturahmi dengan warga Senteluk Daya dan Lauq, Batulayar, Lombok Barat, Jumat (9/2).

Aset Tersangka Kasus PT. LTB Segera Dilelang Praya (Suara NTB) Aset berupa mesin cetak bata ringan milik ZA, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana investasi pemerintah daerah pada PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB), bakal segera dilelang Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng). Pelelangan akan difasilitas Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKLN) Mataram. Hal itu disampaikan Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H., M.H., kepada Suara NTB, Jumat (9/2). Hasan mengatakan, KPKLN Mataram sudah turun ke lapangan untuk melakukan cek fisik terhadap aset tersebut guna menghitung taksiran harga aset.

Hanya saja, untuk proses lelang aset tersebut harus menunggu izin dari majelis hakim. Pasalnya, kasus dugaan korupsi sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram dan akan mulai disidangkan Rabu (14/2) mendatang. Bersambung ke hal 15

Ahsanul Khalik-Saswadi Masuk Kandidat Pjs Bupati Lotim dan Lobar Mataram (Suara NTB) Nama Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH digadang-gadang akan menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Timur (Lotim). Sedangkan nama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Drs. H. L. Saswadi disebut-sebut akan menjadi Pjs Bupati Lombok Barat (Lobar). Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (9/2) siang, menjelaskan SK penetapan Pjs Bupati Lotim dan Lobar masih belum keluar dari Mendagri.

‘’SK Pjs belum keluar. Yang sudah keluar surat cuti Pak Wagub,’’ terangnya. Ia menjelaskan SK penetapan Pjs Bupati Lotim dan Lobar masih dalam proses di Kemendagri. Saat ini, SK tersebut sudah masuk di meja Dirjen Otonomi Daerah (Otda). Wirajaya mengatakan, SK Pjs Bupati Lotim dan Lobar akan keluar sebelum 14 Februari mendatang. ‘’Sedang diupayakan. Prosesnya sedang berjalan. Prosesnya mereka (Kemendagri) sudah tahu bahwa tanggal 15 Februari sudah cuti orang. Bersambung ke hal 15

Aset Strategis Pemprov NTB Banyak Dibiarkan Menganggur

TO K O H Negara dan Agama Saudara Kembar GUBERNURNTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendorong para mahasiswa, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Islam untuk ikut secara aktif dalam proses menentukan bagaimana arah bangsa Indonesia ini ke depan. Sebab, menurut Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB) itu, ikhtiar dan dakwah yang dilakukan para mahasiswa Islam adalah bagaimana kita ikut secara aktif membangun negara dan meletakkan negara kita ke depan pada konteks persaingan global. ‘’Karena jika ada bagian dari warga negara yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan Indonesia, Bersambung TGH.M.Zainul Majdi ke hal 15

(Suara NTB/nas)

Eks rumah Dinas Sekda NTB yang belum dimanfaatkan.

Mataram (Suara NTB) – Aset strategis milik Pemprov NTB banyak yang dibiarkan menganggur atau tak dimanfaatkan. Sejak 2017, Pemprov melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan beauty contest untuk menjaring mitra Pemda untuk memanfaatkan aset-aset yang ada. Sejumlah aset strategis milik Pemprov NTB tersebut yakni eks Rumah Dinas Sekda NTB yang berada di depan Lapangan Sangkareang, tanah atau lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan hotel syariah dekat Islamic

Center. Kemudian lahan eks rumah dinas pimpinan DPRD NTB di Pajang dan lahan untuk pembangunan NTB Convention Centre (NCC) di Jalan Bung Karno, Kota Mataram. Salah seorang warga Kota Mataram, Ahmad menyayangkan banyaknya aset daerah yang menganggur atau belum dimanfaatkan. Terlebih, aset-aset daerah itu berada di lokasi yang sangat strategis. Ia menyebutkan seperti lahan eks rumah dinas sekda dan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan hotel syariah. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

KO M E N TTAA R

Tersandera Persoalan Hukum PENGEMBANGAN Pantai Pink Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim) oleh investor asal Swedia PT. Eco Solutions Lombok (ESL) tersandera persoalan hukum. Kelanjutan pembangunan ekowisata berkelas dunia di daerah tersebut hingga saat ini belum dapat dilanjutkan sejak dilakukan grounbreaking pada 2014 lantaran persoalan lahan. “Iya seperti itu (tersandera akibat persoalan hukum). Makanya kita terkendala itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, M. Si ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (9/2) siang. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

Lahan di eks Rumah Dinas Pimpinan DPRD NTB masih menganggur.

Madani Mukarom

Pejabat Pemprov Diperiksa Soal Perusahaan Air Minum Diduga Ilegal saan sekitar empat jam. ‘’Kemarin kita periksa pejabat BPMPTSP terkait bagaimana alur perizinannya untuk izin usaha pengelolaan air,” kata Kasubdit IV Tipiter AKBP Darsono Setyo Adjie, SIK kepada Suara NTB, Jumat (9/2). Pengusutan ini diakui Darsono , menjadi kasus kedua dengan modus sama setelah PT. BAL di Gili Air. Klarifikasi pejabat itu seputar kewenangannya sesuai aturan penerbitan perizinan untuk perusahaan air minum sekelas PT BAL tersebut. Bersambung ke hal 15

’’

Kemarin kita periksa pejabat BPMPTSP terkait bagaimana alur perizinannya untuk izin usaha pengelolaan air.

Darsono Setyo Adjie

(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Pejabat Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Pronvinsi NTB diperiksa penyidik Polda NTB. Pemeriksaan terkait terbitnya izin orang asing pemilik PT GPL yang mengelola perusahaan air minum di kawasan Mentigi Bay, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang Lombok Utara. Pejabat yang diperiksa diketahui dari Bidang Pelayanan pada BPMPTSP di ruang Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda NTB. Pemerik-


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Halaman 2

Pantai di Mataram Rawan Gelombang Pasang Mataram (Suara NTB) Sepanjang sembilan kilometer Pantai di Kota Mataram menjadi titik rawan gelombang pasang. Masyarakat diminta waspada terutama menjelang Perayaan Imlek. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, antisipasi dilakukan pemerintah menjelang Perayaan Imlek tanggal 16 Februari pekan depan, tim siaga bencana terdiri dari BPBD, Tagana, Satpol PP dan Bakesbangpol diminta menyiapkan tim untuk mengantisipasi kerawanan bencana seperti angin kencang, genangan dan gelombang pasang. “Antisipasi sudah dibangun posko induk di pendopo. Posko pembantu di Ampenan dan Sekarbela,” kata Martawang, Jumat (9/2). Kawasan yang menjadi titik rawan gelombang pasang yakni

di sepanjang sembilan kilometer Pantai Ampenan. Dengan fokus di wilayah Bintaro, Banjar, Penghulu Agung dan Mapak. Identifikasi kerawanan lainnya terhadap ancaman genangan di sejumlah titik

disiapkan mesin pompa untuk melakukan normalisasi. Disamping itu, jalan utama rawan pohon tumbang. “Dalam kota rawan terutama di jalan utama. Kita minta masyarakat menghindar dari

pohon tinggi,” imbaunya. Dikatakan Martawang, tidak saja saat bencana yang dipersiapkan oleh pemerintah. Kebutuhan pasca bencana jadi bagian disiapkan ke masyarakat. Dinas Sosial termasuk BPBD dikerahkan menyiapkan bantuan logistik. Dan, organisasi perangkat daerah lainnya diminta bekerja sesuai tupoksinya. Ditanya kerugian materil dialami masyarakat selama bencana dua pekan ini. Martawang tidak mengetahui detail mengenai hal tersebut. Hanya disampaikan kawasan

di Kelurahan Bintaro jadi titik rawan gelombang jadi bagian intervensi rumah nelayan. Walikota Mataram, H. Abduh Abduh mengatakan, kerawanan bencana seperti banjir, gelombang pasang dan pohon tumbang perlu diantisipasi oleh masyarakat. Pemerintah juga mengupayakan tetap memantau titik - titik rawan bencana agar segera dilakukan intervensi. “Saya minta camat dan lurah langsung turun berada di tengah - tengah masyarakat jika cuaca kurang bagus,” tegasnya. (cem)

(Suara NTB/cem)

POSKO INDUK - Posko induk siaga bencana telah dibangun di Halaman Pendopo Walikota Mataram. Posko ini akan ditempati oleh tim siaga bencana Kota Mataram.

Bangun Talud dan Sekolah PADA penyusunan MPBM kemarin, Kelurahan Cakranegara Utara mengusulkan beberapa program yang memang dirasa penting oleh masyarakat. “Apalagi sekarang penyusunan program sudah tersusun, tinggal kita melihat program apa saja yang cocok di sini,” terang Lurah Cakranegara Utara, I Gde Sweca. Program yang paling diprioritaskan di wilayahnya adalah pembangunan talud serta bangunan sekolah baru. Pembangunan talud ini dirasa penting karena aliran Kali Ning yang melintasi Cakranegara Utara selama ini tidak memilikinya. “Dengan dibangunnya talud nantinya, juga bisa mengurangi kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah di sana,” jelasnya. Panjang talud yang diminta masyarakat untuk dibangun adalah sepanjang 800 meter, atau sepanjang jalan Gora. Nantinya selain dibangun talud, pihaknya juga berencana akan membuat Ruang Terbuka Hijau di sepanjang talud itu. “RTH itu akan ditanami dengan bunga-bunga yang selain mempercantik penampilan, juga bisa digunakan masyarakat untuk kegiatan keagamaan,” kata Sweca. Ia menambahkan pembuatan RTH ini dilakukan karena selama ini Cakranegara Utara belum memilikinya. Selain pembangunan talud, masyarakat juga meminta untuk dibuatkan bangunan sekolah dasar baru, menambah 2 sekolah yang sudah ada sebelumnya yaitu SD 11 dan SD 36 Cakranegara. “Usulan itu sudah beberapa tahun digaungkan oleh masyarakat, terutama di lingkungan Karang Mas-mas dan Tohpati,” imbuh Sweca. Usulan itu dikarenakan anak-anak yang berasal dari kedua lingkungan banyak yang bersekolah ke Karang Taliwang. “Di Karang MasMas sudah ada PAUD di sana, tinggal sekolah dasar saja,” tambahnya. Jika nantinya usulan itu diterima, ia berharap adanya bangunan sekolah itu bisa menyatukan anak-anak dari dua lingkungan dan agama yang berbeda sehingga bisa membaur. “Kita minta bangunan sekolahnya itu di dekat jalan baru itu agar dari wilayah lain juga bisa sekolah ke sana,” demikian Sweca. (uul) I Gde Sweca

(Suara NTB/ist)

PEMAKAMAN – Ribuan jemaah mengantarkan jenazah Hj. Mislah, (Suara NTB/ist) nenek dari Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, ke pemaka- FOTO BERSAMA - Hj. Mislah (alm) berfoto bersama dengan cucu dan cicitman keluarga di Ponpes Tarbiyatul Ummah. nya pada suatu kesempatan.

In Memoriam Hj. Mislah

Sosok Ibu dan Nenek yang Ajarkan Kesederhanaan Ibunda mantan Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan (alm) yang juga nenek dari Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Hj. Mislah tutup usia, sekitar pukul 04.30 Wita pada Jumat (9/2). HJ. Mislah meninggal pada usia 105 tahun di kediamannya di Lingkungan Karang Bedil Kelurahan Mataram Timur. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai sosok perempuan tegar, penyayang, taat beribadah serta mengajarkan kesederhanaan kepada anak dan cucunya. Almarhumah memiliki tiga orang anak. Yakni, H. Moh. Ruslan (alm), Hj. Bedah dan Hj. Misbah. Cucu sembilan orang serta cicit 21 orang. Pada masa mudanya, ia dikenal masyarakat sebagai belian (dukun tradisional). Kepiawaiannya mengobati pasien membuat namanya dikenal oleh banyak orang. Pasiennya banyak berasal dari

(Suara NTB/uul)

tidak bisa jalan habis waktu di kasur. Kasih sayangnya luar biasa sebagai seorang nenek. Walaupun sakit menanyakan kondisi cucu. Terhadap cucu selalu diingat,” ucapnya. Sebagai seorang cucu, Novian mengingat betul karakter ibu dari almarhum ayahnya tersebut. Karena, pada masa kecil, Novian menghabiskan waktu bermain di rumah neneknya. Yang paling utama dan pertama diperintahkan usai pulang sekolah adalah mengaji. “Saya waktu kecil kan di sini. Begitu pulang sekolah langsung disuruh ngaji sama beliau,” kenangnya. Neneknya, demikian Novian, banyak menceritakan kisah hidupnya. Perjalanan hidup pahit dan manis jadi kenangan yang beliau tak bisa lupakan. Tetapi menurutnya, pengalaman diceritakan itu jadi pembelajaran diberikan ke anak dan

cucunya agar bisa bermanfaat bagi masarakat. “Kisah hidupnya selalu diceritakan kepada keluarga,” tuturnya. Kondisi neneknya tak begitu melihat jelas, pendengar tak seterang dulu, tetapi daya ingatnya kuat. Satu persatu cucunya diingat. Tak ada wasiat yang ditinggalkan. Hanya pesan moral diajarkan semasa hidup almarhumah akan menjadi pegangan bagi keluarga. Novian menambahkan, rencananya almarhumah akan dimakamkan di pekuburan keluarga di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ummah yang tak jauh dari kediamannya. Usai disalatkan, ribuan jemaah mengantarkan almarhumah ke pemakaman keluarga di Ponpes Tarbiyatul Ummah. Para pelayat mengiringi pemakaman dengan melantunkan ayat - ayat suci Alquran serta dzikir. (cem)

Kantor Lurah Ampenan Utara Pasar Modern Jual Beras di Atas HET Tak Layak Huni

Dukung Penertiban PKL

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram telah membebaskan lahan untuk Kantor Lurah Ampenan Utara persis berada di depan Makan Bintaro. Kantor sebelumnya dikeluhkan karena tak layak huni. Camat Ampenan, Zarkasy mengatakan, Kantor Lurah Ampenan Utara baru dibeli oleh Pemkot Mataram. Kondisinya tak layak huni. Hanya memiliki satu ruangan, tidak ada atap sehingga akan menganggu pelayanan di kelurahan. “Kalau hujan kayak ndak punya atap,” kata Zarkasy saat membuka MPBM tingkat kecamatan, Kamis (8/2). Dia mengatakan, agar layak dijadikan kantor perlu dikembangkan. Ditata untuk

ruang rapat, ruang kerja lurah dan pelayanan bagi masyarakat. Demikian pula Kantor Camat Ampenan. Kondisi gedung sudah lama dan dinilai tak representatif lagi. Pihaknya telah mengusulkan perbaikan, tetapi belum juga terealisasi hingga saat ini. “DED sudah di Bappeda. Tinggal dikeroyok saja,” ucapnya. Lurah Ampenan Utara, Saharuddin mengatakan, sebenarnya kantor barunya itu bukan tidak layak, melainkan perlu dilakukan penataan. Ia mengaku, kantor yang baru ditempati Bulan Desember lalu memiliki satu ruang saja. “Cuman ada aula dan ruang lurah saja,” sebutnya. Dia menginginkan, kantor ditempati ditata rapi. Sebab, ini berpengaruh terhadap pel-

ayanan prima kepada masyarakat. Saharuddin mengaku, sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat. Pihaknya tetap mawas diri untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi warga. “Pelayanan sih tidak terganggu,” tuturnya. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Putu Sudarsana menegaskan, sebenarnya bukan Kantor Lurah Ampenan Utara saja tidak representatif. Kelurahan lain seperti Selagalas juga demikian. Secara bertahap akan memperbaiki dan tidak secara keseluruhan, karena keterbatasan anggaran. “Tahu sendiri anggaran kita terbatas,” jawabnya. (cem)

Walikota Tak Bisa Lantik Pejabat Struktural Eselon III dan IV

(Suara NTB/fit)

ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., memuji kinerja Satpol PP Kota Mataram yang belakangan ini cukup intens melakukan penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) di sejumlah titik di Mataram. ‘’Sebenarnya sebelum ditertibkan dipasang pengumuman bahwa di sepanjang jalan ini PKL dilarang berjualan. Ini harus ditentukan dulu dimana saja ndak boleh jualan,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram kemarin. Menurut dia, Pemkot Mataram sudah menyediakan lokasi boleh berjualan. Agar PKL tak lagi berjualan di lokasi yang dilarang, Satpol PP diminta melakukan penertiban berkelanjutan. ‘’Terus menerus dilakukan. Jangan tunggu banyak. Nanti kesannya menggusur,’’ cetusnya. Terhadap PKL yang berjualan di sejumlah titik di Mataram, Misban menyarankan kepada Satpol PP agar melihat KTP PKL bersangkutan. ‘’Jadi yang harus diprioritaskan adalah warga Mataram. Kecuali memang sudah ndak ada yang mau jualan,’’ pungkas. Namun demikian, lanjut Misban, bukan berarti PKL dari luar Mataram tidak boleh berjualan. Tidak hanya PKL yang punya lapak, PKL yang berjualan menggunakan mobil, juga harus ditertibkan. ‘’Kalau memang Satpol PP perlu tambahan anggaran, ajukan lagi ke Dewan,’’ katanya. Dewan, lanjut Misban, ingin melihat Kota Mataram bersih. Ia mencontohkan daerah yang sudah bagus dalam penataan PKL adalah Surabaya. Dari penertiban yang sudah dilakukan aparat Satpol PP Kota Mataram beberapa hari ini, memang ada yang sudah terlihat mulai bersih. Namun demikian, Pol PP masih mempunyai banyak PR guna menertibkan PKL lainnya. ‘’Ndak punya tempat, jualan pakai mobil, itu juga kotor,’’ katanya. Selain kotor, keberadaan PKL yang berjualan di sembarang tempat, juga menimbulkan kemacetan. Politisi PKPI ini juga mengingatkan Satpol PP Kota Mataram mengenai PKL yang berjualan di Bundaran Lingkar Selatan. Hadirnya PKL di sana, sebut Misban, menggangu lalu lintas. Apalagi di sana merupakan jalur bypass atau jalur bebas hambatan menuju Lombok Internasional Airport. ‘’Sebenarnya yang kita harapkan, tatkala masih kosong, dipasang pengumuman,’’ demikian Misban. Karena, ada mindset yang keliru dari masyarakat bahwa di mana ada lahan kosong di sana boleh berjualan. ‘’Jangan begitu. Itu yang keliru,’’ pungkasnya. Sebaliknya, di lahan yang boleh ditempati PKL, Pemkot Mataram juga harus menyediakan fasilitas. (fit) Misban Ratmaji

luar Kota Mataram. “Beliau dulu adalah terapis tradisional (belian, red). Pasiennya banyak dari luar. Bahkan, ada dari Lotim datang nyari beliau,” kenang cucunya, H. Novian Rosmana. Novian menceritakan, selain faktor usia, neneknya meninggal dunia karena mengidap komplikasi sakit jantung dan sesak nafas. Selama 10 hari sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Diagnosis dokter memutuskan mengambil tindakan operasi. Tetapi keluarga menolak dengan pertimbangan usia. Dengan tidak adanya

perkembangan, pihak keluarga memutuskan membawa pulang dan dirawat di rumah. “Tim dokter menganjurkan untuk operasi. Karena pertimbangan usia keluarga minta dirawat di rumah saja,” tuturnya. Dalam kondisi sakit, kenang Novian, neneknya memiliki kekuatan fisik bagus. Padahal tekanan darahnya 78/30. Selama 10 tahun menjalani aktifitas di atas kasur. Bukan berarti, Hj. Mislah melupakan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Diusianya lebih satu abad dimanfaatkan dengan berdzikir dan beribadah. Bibirnya selalu mengucap dengan lantunan Asma Allah. Sebagai seorang ibu dan nenek banyak kenangan ditinggalkan. Pesan - pesan moral selalu ditanamkan di saat seluruh keluarga berkumpul. “Selama 10 tahun terakhir

Mataram (Suara NTB) Rekomendasi pengisian jabatan dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, belum diterima oleh Pemkot Mataram. Kemungkinan, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh tak bisa melantik pejabat struktural eselon III dan IV, karena terbentur cuti. Seperti diketahui, Walikota mulai cuti 15 Februari - 23 Juni. Namun demikian, hingga Jumat (9/ 2) kemarin, belum ada rekomendasi. Upaya mengejar rekomendasi ke Kemendagri dilakukan oleh

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Namun, Baiq Nelly Kusumawati selaku Kepala BKPSDM bersama Sekretarisnya Taufik Priyono dan Kabid Pengembangan Aparatur Ahmad Mujahiddin pulang dengan tangan kosong. Muja dikonfirmasi, Jumat (9/2) siang mengaku, belum mendapatkan rekomendasi pengisian pejabat eselon III dan IV dari Kementerian Dalam Negeri. “Belum ada sampai sekarang ini,” jawab Muja. Walikota memiliki batas waktu pengisian jabatan hari ini (kemarin, red). Pasalnya, 12 Februari akan diteta-

pkan menjadi sebagai Calon Gubernur pada Pilkada NTB 2018. Terkait hal ini, Muja mengatakan belum mengetahui aturan tersebut. Pihaknya mengacu jadwal cuti Walikota tanggal 15 Februari. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dikonfirmasi sebelumnya menegaskan, kalaupun izin pengisian jabatan ke luar setelah dirinya cuti kampanye di luar tanggungan Negara, pelantikan bisa dilaksanakan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Walikota yang juga Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. (cem)

Mataram (Suara NTB) Dinas Perdagangan melakukan inspeksi terhadap pasar modern di Kota Mataram. Ditemukan sebagian besar retail modern lokal menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET). Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menegaskan, pasar modern terutama lokal, banyak tidak menyesuaikan harga beras dengan alasan sulit membedakan mana beras premium dan medium. Karena, mereka telah menerima beras dari pengecer sudah dengan harga mahal. “Mereka sudah menerima posisi dibungkus langsung. Produk kemasan lokal membedakan premium dan medium,” kata Alwan. Rata - rata harga beras dijual di pasar modern atau swalayan Rp 12.000 - 12.100. Padahal, standar harga yang ditentukan Kementerian Perdagangan yakni Rp 9.350 perkilogram. Alwan mengatakan, satgas pangan tetap memantau kondisi stok termasuk harga beras medium dan premium. Jika ada kenaikan ini diintervensi melalui operasi pasar. “Maka kita minta masyarakat silahkan berbelanja di operasi pasar,” imbuhnya. Operasi pasar digelar

Badan Urusan Logistik bekerjasama dengan Dinas Perdagangan kata Alwan, diprioritaskan di pasar tradisional untuk menjangkau masyarakat. Sebagian pula, disuplai oleh Bulog ke mitra kerja mereka di pasar. Yang diharapkan penyesuaian harga oleh pasar swalayan lokal sesuai HET. “Bulog kan punya mitra kerja di pasar. Disitu disuplai supaya harga harga di pasar modern bisa ditekan,” ujarnya. Terhadap kualitas maupun kuantitas beras dijual Bulog sering tak sesuai harapan masyarakat. Alwan menolak menjawab hal tersebut. “Kalau itu silahkan tanya langsung ke Bulog,” pintanya. Harga beras di pasar modern dirasakan mahal bila dibandingkan di pasar tradisional. Jika beras kualitas medium dibeli Rp 11.500, pasar modern selisih Rp 500 - 600 perkilogram. “Lebih murah di pasar. Beras kita dapat juga bersih,” kata Yani. Setidaknya harga telah ditentukan oleh pemerintah, menjadi rujukan pedagang, agar tidak menaikan harga. Ibu satu orang anak meminta pemerintah bersikap tegas terhadap pengaturan harga tersebut. (cem)


SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Citilink Raih Maskapai LCC Bintang Empat

Garuda Indonesia Berhasil Pertahankan Predikat Maskapai Bintang Lima Skytrax

(Suara NTB/bul)

RESTORAN APUNG - Wisata Sekotong sedang menggeliat. Peluang ini ditangkap oleh para pengusaha. Nampak keramba apung untuk budidaya beragam ikan laut yang disiapkan untuk pengunjung restoran apung di Sekotong.

Puluhan Entitas Bisnis di NTB Terindikasi Bermasalah Mataram (Suara NTB) Otoritas Jasa Keungan (OJK) dengan tim Satgas Waspada Investasi gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Di NTB, ada puluhan entitas bisnis yang terindikasi bermasalah. Masyarakat diminta mewaspadainya. Diantara puluhan entitas itu, 18 yang sering dipublis oleh OJK yakni Dream 4 Freedom, PT. Inti Benua Indonesia, Talk Fushion, Koperasi Segitiga Bermuda, Ruame Karya Putra Bangsa, 2 Dollars Club, Black Wallet. Lalu, 4Jovem, Bitconnect Coin, Questra, PT. Maestro Digital Indonesia, First Travel, PT. Cahaya Mandiri Rinjani, Dinar Dirham Indonesia, Koperasi Nusa Sejahtera, Koperasi Bhakti Abadi, Koperasi Rizki/Abadi, dan Taracto Coin/ Tracto Ventura. “Mendominasi yang bermasalah yang menggunakan skema MLM (Multi Level Marketing). Ada puluhan jumlah-

nya keseluruhan,” kata Humas OJK Provinsi NTB, Muhammad Abdul Mannan. Terakhir sosilisasi dilakukan di Kantor Bupati Lombok Timur. Kepala OJK NTB, Farid Faletehan langsung hadir, bersama perwakilan OJK pusat. Pesertanya, kalangan Pemda setempat, Dosen-dosen dari Perguruan Tinggi (PT) di Lombok Timur, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa, dan pelaku usaha kecil yang notabenenya rawan jadi sasaran investasi bodong. ‘’Pesertanya, kalau yang kita undang dari kalangan Pemda, Dosen-dosen PT di Lotim, perwakilan BEM empat kampus. Kemudian pel-

aku usaha UMKM (PKL taman kota, karena mereka paling sering jadi sasaran investasi bodong,’’ terangnya. Entitas bisnis terindikasi bermasalah yang ada di OJK, kata Mamet, sapaan akrabnya, ada diantaranya sudah tedaftar di Satgas Waspada Investasi pusat. Sebagian besar diadukan oleh masyarakat karena bermasalah. Pengaduan diterima langsung maupun dari stakeholders. OJK juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkannya langsung kepada OJK, maupun kepada tim Satgas Waspada Investasi. Ataupun jika terjadi penipuan, dapat

dilaporkan langsung ke aparat untuk ditangani komprehensif. “Kami di daerah terus aktif mencaritahu apakah ada yang masuk daftar Tim Satgas Waspada Investasi, beroperasi di NTB. Peran serta masyarakat juga sangat penting. Laporkan saja kalau ada kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya. Perusahaan-perusahaan yang terindikasi bermasalah itu nantinya akan ditindaklanjuti. Misalnya bila bentuknya koperasi, bisa direkomendasikan untuk pencabutan izin koperasinya. Jika produknya lain, akan direkomedasikan kepada pihak terkait untuk pencabutan izin-izinnya. “Kami ingatkan lagi masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap kegiatan usaha yang bersifat abu-abu,” demikian Mamet pada Suara NTB di Mataram, Jumat (9/2). (bul)

Waspadai Kosmetik danObat-obatan Dijual ’’Online’’ dan MLM Mataram (Suara NTB) – BPOM Mataram tak berhenti mengingatkan publik untuk tetap waspada dan menjadi konsumen cerdas. Beragam produk kosmetik dan obat-obatan leluasa dijual secara online, maupun dengan skema Multi Level Marketing (MLM). Yosef Dwi Setiawan dari BPOM Mataram mengatakan pengawasan barang beredar, baik pangan, obat-obatan maupun kosmetik rutin dilakukan. Pun yang dijual dengan cara online. Hanya saja, keterbatasan tenaga yang membuat BPOM Mataram belum menjangkau hingga ke desa-desa. BPOM juga melakukan sosialisasi, pemberian informasi melalui berbagai media. Kegiatan ini dilakukan sebatas yang mampu dijangkau. Karenanya, sangat diharap-

kan yang mengambil bagian terdepan adalah dinas di kabupaten/kota. Misalnya, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan. Tentu yang paling penting adalah peran aktif dari masyarakat untuk melaporkan produk-produk yang dianggap tak meyakinkan. Penjualan produk kecantikan dan obat-obatan marak. Terutama di desa-desa, berkembang sistem pemasaran MLM. ‘’Disanalah pentingnya menjadi konsumen cerdas. Teliti sebelum membeli. Perhatikan segala sisi produk, dari label, kemasan (kompisisi produk dan alamat produsen), termasuk izin-izin edarnya, serta masa berlakunya,’’ terang Yosep. Kalau produk tidak terdaftar di POM, tidak ada jaminan kemanfaatan, mutu serta khasiatnya, itu juga me-

langgar Undang-Undang. Pada dasarnya, pemerintah tak melarang pemasaran produk dengan sistem MLM maupun online. Karena menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kerakyatan. Tetapi catatannya, harus produk yang dijual adalah yang sudah mendapatkan izin edar resmi. “Karena produk-produk online ini ada juga kita sita karena tidak memiliki izin edar. Misalnya temu lawak. Ada juga yang obat pemutih, masker,” terangnya. Belakangan marak penjualan produk kesehatan, Cristal X. Bahkan BPOM memantau terus promosi dari orang ke orang melalui jejaring media. BPOM sudah berencana akan mengecek kembali legalitas produk-produk tersebut. Kepada masyarakat, diimbau juga untuk melakukan penga-

(Suara NTB/bul)

Yosef Dwi Setiawan wasan secara mandiri. Terhadap produk kosmetik, maupun obatobatan yang dijual online dan dengan sistem MLM, disarankan dicek langsung melalui aplikasi cek BPOM. Yosef. (bul)

Singapura – Maskapai nasional Garuda Indonesiakembali mempertahankan predikat sebagai “Maskapai bintang 5” dari Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan global independen yang berbasis di Inggris. Pencapaian predikat “Maskapai Bintang 5” tersebut diterima Garuda Indonesia sejak tahun 2014 lalu. Pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahan certification renewal predikat “Maskapai Bintang 5” Skytrax yang diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury dari CEO Skytrax, Edward Plaisted bertempat di ajang pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center, Kamis (8/2). Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi kerja keras dan komitmen manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk selalu memberikan layanan yang terbaik kepada para pengguna jasa. “Adapun certification renewal bintang 5 yang Garuda Indonesia terima pada hari ini merupakan hasil audit layanan menyeluruh “5 Star Follow-up Audit” yang dilaksanakan Skytrax sepanjang tahun 2016 – 2017. Capaian ini tentu saja memiliki arti penting bagi perusahaan, mengingat Skytrax Airline Rating System tersebut merupakan salah satu instrumen penting perusahaan dalam mengukur efektivitas peningkatan kualitas layanan yang terus kami lakukan secara berkelanjutan sekaligus menjadi strategic asset perusahaan dalam meningkatkan daya saing layanan Garuda Indonesia”. Jelas Pahala. “Pada kesempatan ini kami juga berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia selama ini kepada Garuda Indonesia sehingga dapat maju dan berkembang seperti saat ini. Kami juga percaya bahwa pencapaian yang kami raih ini bukan semata mata sebuah pencapaian perusahaan melainkan juga merupakan capaian dan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia”. Papar Pahala. Pahala juga menambahkan bahwa pencapaian Garuda Indonesia ini juga tidak hanya merepresentasikan pencapaian Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan kelas dunia, melainkan juga menjadi representasi kesuksesan konsep layanan “Indonesia Hospitality” kancah global, sekaligus memperkuat “Nation Branding” Indonesia di mata dunia. “Keramah-tamahan khas Indonesia serta konsep layanan “Indonesian Hospitality” telah menjadi “competitive advantage” bagi Garuda Indonesia dalam merebut hati pengguna jasa ditengah persaingan yang semakin ketat di pasar internasional”. Jelas Pahala. “Sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang telah “go global”, capaian predikat bintang lima tersebut juga semakin menegaskan kembali posisi Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai global yang terdepan dalam hal peningkatan pengalaman dan kenyamananpenerbangan berstandar bintang lima”, kata Pahala. “Ditengah tantangan kinerja operasional yang terus dimaksimalkan perusahaan, capaian Garuda Indonesia ini menjadi wujud nyata upaya perusahaan dalam mempertahankan kualitas layanan bintang 5 yang tentunya menjadi komitmen dan landasan utama kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa khususnya melalui konsep layanan “Garuda Indonesia Experience” yang mengedepankan keramahtamahan khas “Indonesian Hospitality,” ungkap Pahala. Proses sertifikasi maskapai bintang lima tersebut dilaksanakan melalui proses “5 Star Follow-up Audit” oleh Skytrax dengan poin-poin penilaian mendetil yang meliputi seluruh aspek pelayanan, dari pre-flight, in-flight dan postflight, seperti kualitas pelayanan penumpang di bandara, kualitas ruang tunggu, kenyamanan kabin, sajian dalam pesawat (inflight meal), kualitas hiburan dalam pesawat (in-flight en-

tertainment), hingga layanan oleh awak kabin. Pada kesempatan tersebut, CEO Skytrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan predikat “Maskapai Bintang 5” merupakan wujud kerja keras tim di Garuda Indonesia dalam mempertahankan kualitas pelayanan. “Pada situasi industri penerbangan yang semakin kompetitif, Garuda Indonesia mampu bertahan dalam persaingan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan standar pelayanan yang dijalankan”. Papar Edward. Konsistensi yang dihadirkan dalam produk dan layanan sebuah maskapai merupakan bagian terpenting dari penilaian maskapai bintang lima tersebut, dan armada-armada yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini menawarkan berbagai kelas layanan yang sesuai dengan standar layanan maskapai bintang lima”. Tambah Edward. Dari total lebih dari 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia, hingga saat ini hanya terdapat 10 Maskapai Bintang Lima (Five Star Airliner) yang diantaranya adalah Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Cathay Pacific, EVA Air, Qatar Airways, Etihad, Asiana Airline, All Nippon Airlines, Hainan Airlines dan Lufthansa. Atas komitmen manajemen dan karyawan Garuda Indonesia untuk terus memberikan hal yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional. Pada tahun 2013, SkyTrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “The World’s Best Economy Class”. Selain itu, selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2014 hingga 2017 Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikat “The World’s Best Cabin Crew” dari SkyTrax. Garuda Indonesia pada tahun 2017 lalu juga berhasil mempertahankan prestasi sebagai “The World’s Top 10 Airline” SkyTrax dengan menduduki peringkat ke-10. Sementara itu, pada tahun 2017 lalu, Garuda Indonesia juga berhasil meraih predikat “Bintang 5” dari Airline Passenger Experience Association (APEX), sebuah asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat. Garuda Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 22 maskapai penerbangan dunia yang diumumkan sebagai Five Star Recipients of the 2018 Official Airline Ratings, program pemeringkatan penerbangan pertama yang didasarkan pada umpan balik penumpang yang terverifikasi dan tersertifikasi. Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan menjalankan strategi bisnia jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5)—yang akan menjadi value-driven aviation group dengan pencapaian target 3,5 miliar USD pada tahun 2020. Citilink Meraih Predikat Maskapai LCC Bintang Empat Selain itu, anak perusahan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat baru sebagai maskapai LCC Bintang Empat dari Skytrax. Keberhasilan tersebut merupakan kebanggan tersendiri bagi Citilink Indonesia dan Garuda Indonesia Group, mengingat Citilink Indonesia merupakan LCC pertama di Asia yang berhasil mendapatkan sertifikasi tersebut. Sertifikasi bintang empat untuk LCC ini membuat Citilink Indonesia bersanding dengan dua maskapai dari Eropa yang sudah diakui standar keamanan dan pelayanannya yaitu Norwegian Air dan EasyJet dari Inggris. Ini menjadi fakta, meskipun Citilink Indonesia adalah maskapai berbiaya murah, namun dengan kualitas yang terbaik di kelasnya sehingga mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi modal dasar untuk melakukan ekspansi bisnis ke regional. (*)

Belum Ideal, Anggaran Pengembangan Industri Lokal Mataram (Suara NTB) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyayangkan, industri belum menjadi sumber utama pendukung pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang sebesar 7,10 persen. Dengan tambang (memasukkan kontrubusi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara), pertumbuhannya terhitung merosot, 0,11 persen. Mengapa industri tak masuk sebagai penyumbang utama pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang? Padahal periode kedua kepemimpinan TGB

ini, pemerintah daerah fokus pada program hilirisasi? Apalagi Presiden Jokowi terakhir mengkritik lemahnya neraca ekspor luar negeri Indonesia. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Baiq. Eva Nurcahyaningsih melalui Sekretaris Dinas, Bambang Sugeng Ariyadi mengakuinya tidak mudah. Beberapa kendala yang dihadapi. Diantaranya dukungan penganggaran yang belum ideal. Apalagi tahun 2018 ini pemerintah daerah melakukan pemangkasan anggaran untuk proses Pilkada. Karena itulah, untuk mempercepat pertumbuhan industri

Bambang Sugeng Ariyadi ini. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemer-

intah kabupaten/kota. Persoalan lain yang menjadi kendala di lapangan, kata Bambang, ketersediaan bahan baku berkesinambungan untuk mendukung produksi. Ada 84.000 jumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi NTB. Setiap tahun pertumbuhannya 3 sampai 4 persen. Dari jumlah itu, yang paling mendominasi adalah kerajinan. Bambang Sugeng menambahkan, untuk kerajinan anyaman, dan tenun, pelaku IKM masih aktif mengirim ke luar negeri. Walaupun kadang ada yang melalui pihak ketiga. Untuk mendukung kinerja ekspor ini, dengan anggaran yang ada, Dinas Perindustrian memberikan dukungan dalam bentuk peningkatan kapasitas para pelaku IKM. Tahun ini, 40 sampai 50 sertifikat halal untuk produk panganan akan didukung. Demikian juga untuk HAKI, direncanakan dukungannya untuk 30 jenis produk. Untuk ekspor ini, Bambang melihat kecenderungan pada IKM lokal mengutamakan optimalisasi pasar dalam negeri. Pertimbangannya, lebih baik memasarkan produk di dalam negeri, ketimbang di ekspor dengan proses yang “ribet”. Terkait penumbuhan industri lokal ini, Bambang juga mengatakan, pemerintah tak menyerah begitu saja pada persoalan-persoalan tersebut. Pemprov sudah memiliki target jangka menengah dan jangka panjang. Demikian juga di kabupaten/kota, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa telah menyusun rencana strategis lima tahunan, hingga 20 tahun mendatang. Kabupaten/kota lainnya, menyusul kata Bambang. Artinya, dengan perencanaan itu, lebih jelas dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap industri. (bul)

NTB Krisis Pengawas K3 PEMERINTAH tidak bisa bekerja optimal melakukan pengawasan. NTB hanya memiliki 18 orang pengawas. Sementara jumlah perusahaan yang diawasi mendekati angka 10 ribu. Dari perusahaan kecil, menengah, dan besar. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H. Wildan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Syarif Lutfim, usai mengikuti kegiatan workshop manajerial Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di Kantor PLN Wilayah NTB, Kamis (8/2). Saat ini masih dilaksanakan peringatan bulan K3 secara nasional. Dimulai sejak 12 Januari hingga 12 Februari. Seluruh perusahaan harus ikut memperingatinya. Ini sebagai bentuk komitmen mendukung penerapan budaya K3 dalam rangka meminimalisir kecelakaan dan penyakit akibat kerja di perusahaan. Syarif menjelaskan dari awal, bahwa peringatan bulan K3 masih dilaksanakan. Dibuka dengan apel bersama stakeholders di Dinas Nakertrans Provinsi

NTB, dan di areal tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat. Syarif memberikan gambaran kondisi ketersediaan tenaga pengawas perusahaan di provinsi ini. Ada 18 jumlah tenaga pengawas di maksud. 11 pengawas, untuk mengawasi perusahaan di Pulau Lombok. Dan 7 orang pengawas untuk mengawasi perusahaan di Pulau Sumbawa. Secara nasional, perbandingan jumlah tenaga pengawas, 1 pengawas mengawasi 96 perusahaan. Ini jauh dari kebutuhan ideal. Bisa dibayangkan, 7 ribuan perusahaan.

Syarif Lutfim

Maka satu perusahaan mengawasi ratusan perusahaan. Sangat tidak mungkin fungsi pengawasan dapat dilakukan optimal. Untuk itu, pemerintah merekrut pengawas perusahaan. “Seharunya tidak ada lagi pegawai negeri yang sudah berpengalaman yang ditawarkan jadi pengawas, lalu mereka daftar menjadi pengawas. Padahal kalau pengawas itu harus dimulai dari awal, supaya ada komitmennya. Yang jadi masalah sekarang, ada pengawas yang dimutasi. Makanya makin minim,” terangnya. Karena itulah, untuk menyiasatinya, perlu dilakukan kerjasama dengan aparat untuk pendampingan. Syarif menambahkan, fungsi pengawas ini berkaitan erat dengan penerapan K3 di masingmasing perusahaan. K3 merupakan kebutuhan bersama. Misalnya yang berkaitan dengan pekerja akan berhubungan langsung dengan Perlindungan dari risiko-risiko kerja, Kelangsungan hidup keluarga, Kesejahteraan dan (Suara NTB/bul) penghasilan. (bul)


SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Gagal Berangkat, TKW Dimintai Tebusan Tanjung (Suara NTB) Apes dialami keluarga TKW Rumiati (35). Warga Dusun Busur, Desa Rempek, Kecamatan Gangga itu ditolak masuk ke Malaysia, kini ia pun harus mendekam di penampungan. Untuk bisa pulang, ia dan keluarganya dimintai uang tebusan oleh pihak perusahaan yang memberangkatkan sebesar Rp 15 juta. Kini kasus itu pun diadukan ke Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PM PTSP) KLU. Pihak keluarga TKW Rumiati, Jumat (9/2) memilih mengadukan persoalan gagal berangkatnya Rumiati ke Malaysia ke Disnaker PM PTSP. Mereka antara lain, Hamidi berstatus suami Rumiati, Wadi sepupu Hamidi, serta didampingi salah satu LSM, Wira Maya. Mereka diterima oleh Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bambang Suhermanto, SH. Hamidi mengakui, ia telah dimintai uang tebusan oleh tekong perusahaan yang merekrut istrinya, sebesar Rp 15 juta sebagai syarat untuk ia bisa memulangkan istrinya. Tak punya ia pun hanya bisa pasrah dan mengadukan persoalan ini ke dinas. “Awalnya saya dimintai Rp 15 juta, kemudian turun menjadi Rp 11 juta, dan turun lagi menjadi Rp 5 juta. Saya bilang, saya tidak punya uang,” katanya polos. Kronologi keberangkatan Rumiati sebagaimana diceritakan di hadapan pejabat dinas, Rumiati berangkat dari rumah pada tanggal 5 Oktober 2017 lalu dengan tujuan Surabaya. Keberangkatannya setelah melalui proses dan rekom di dinas kabupaten, hingga terbitnya paspor dan visa kerja melalui Kantor Imigrasi Mataram. Ada yang aneh dari hasil tes kesehatan Rumiati. Dari laporan tes yang dikeluarkan Klinik Gora Mataram, pada foto Rumiati justru terpampang nama identitas seorang lakilaki, atas nama Samsul Hadi. Hasil tes kesehatan tertanggal 16 Januari 2017, ia dinyatakan fit. Hingga akhirnya ia diberangkatkan oleh tekong PT. Surya Pasifik Jaya (SPJ) atas nama Fikri ke Surabaya. Setelah 3 bulan ditampung ia kemudian diberangkatkan. Di sinilah permasalahannya timbul, saat identitas dan sidik jarinya dicocokkan secara online, ia ditolak oleh sistem. “TKW atas nama Rumiati dan sidik jarinya dinyatakan ditolak, diblacklist masuk Malaysia. Ia dinayatakan pernah masuk dan bermasalah, padahal ini pertama kalinya ia ke Malaysia,” kata Maya menguatkan. Setelah tidak mampu memberangkatkan, PT. SPJ yang ada di Surabaya pun mengalihkan Rumiati ke PT lain, yakni Surya Utama Abadi Jaya, yang beralamat di Jalan Keramat, RT 08, RW 06, Karang Ploso, Malang. Setiba di PT. SUAJ, pihak keluarga putus komunikasi dengan Rumiati, karena handphone yang dipegang Rumiati disita oleh perusahaan. Untuk bisa berkomunikasi, keluarga hanya bisa menghubungi Rumiati melalui salah satu rekannya asal Poh Gading, Lombok Timur, yang mengalami nasib serupa. “Kami berharap ada penyelesaian dari pemerintah. Bagaimanapun, pihak TKW tidak mengetahui proses oleh perusahaan sampai tiba-tiba ditolak oleh masuk Malaysia,” harap Maya. Menanggapi itu, Kasi Penempatan TK dan Transmigrasi pada Disnaker PM PTSP KLU, Bambang Suhermanto, SH., mengaku berterima kasih kepada warga atas pengaduannya. Selama ini, PT. SPJ yang diberi rekomendasi memberangkatkan TKI asal KLU memiliki kinerja baik. Sehingga masuknya pengaduan ini menjadi satu-satunya kasus TKW yang dilaporkan ke dinas. Perusahaan yang merekrut dan memberangkatkan TKI secara resmi, diberikan rekomendasi oleh dinas setelah melalui proses pemberkasan secara lengkap, termasuk permintaan izin ke suami dan mengetahui kepala desa. “Jika PT sampai tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat KLU, maka kami bisa blacklist PTnya,” cetus Bambang. (ari)

SUARA PULAU LOMBOK

Jaringan Ngadat, Pencetakan E-KTP di Lotim Terganggu Selong (Suara NTB) Pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali terhambat. Pasalnya, kondisi demikian akibat jaringan server dari pusat ke daerah (Dinas Dukcapil) ngadat. Hal ini sudah terjadi selama kurun waktu tiga hari. Dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (9/2), Sekretaris Dinas Dukcapil Lotim, Azis, S.Pd menjelaskan, terkait dengan teganggunya jaringan untuk pencetakan E-KTP saat ini sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. Menurutnya, ngadatnya jaringan itu salah satunya disebabkan oleh banyaknya daerah yang antre atau memasukkan data ke pemerintah pusat terkait pencetakan E-KTP tersebut. “Tiga hari ini tidak ada pencetakan E-KTP, ini sedang kita laporkan ke pusat. Sehingga kita

harapkan semuanya bisa terkendali secepatnya,” ujarnya. Meski jaringan untuk pencetakan E-KTP itu terganggu, Azis menegaskan bukan berarti masyarakat tidak dapat mengurus dokumen kependudukannya. Seperti untuk KTP ini masyarakat dapat memperoleh biodatanya dengan penerbitan surat keterangan (suket) sementara pengganti KTP yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam mengurus kebutuhannya. “Untuk pelayanan yang lain kendala kami tidak ada. Hanya pencetakan E-

KTP itu saja yang belum normal,” tegasnya. Termasuk untuk ketersediaan blangko E-KTP di Kabupaten Lotim sudah tidak ada masalah. Pasalnya, terdapat sebanyak 16.000 blangko sudah dipegang oleh Dinas Dukcapil. Apabila jaringan nantinya normal, lanjut dia, maka proses pencetakan E-KTP masyarakat secepatnya akan dilakukan, terutama terhadap sekitar 65 ribu E-KTP yang siap cetak. “Ketersediaan blangko saat ini sudah lancar. 16.000 kita dapat tapi terus menerus,”katanya. (yon)

(Suara NTB/ari)

Perubahan Dapil

Anggota Dewan Khawatir Kehilangan Suara Selong (Suara NTB) Perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menuai pro dan kontra. Rencana perubahan dapil menimbulkan kekhawatiran bagi anggota DPRD yang sudah terpilih. Kekhawatirannya, konstituen yang sudah lama dibina menjadi hilang. Anggota DPRD Lotim dari PKB, Moh. Ihnan Aminuddin, mengungkapkan, jumlah dapil tidak mengalami perubahan. Tapi perubahan pembagian kecamatan memiliki pengaruh besar pada keberlangsungan konstituen yang sudah dalam dibina. “Kita sudah dua tahun membinanya,” katanya pada Suara NTB, Jumat (9/2). Dapil 2 sebelumnya, ujarnya, terdiri dari Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru dengan 11 jumlah kursi. Sedangkan Dapil 3 terdiri dari Terara, Sikur dan Montong Gading dengan 9 jumlah kursi. Rencana yang akan berubah, Kecamatan Sakra masuk ke Dapil 3. Kalkulasinya masing-masing dapil 10 kursi. Sedangkan Dapil 1, 4 dan 5 tetap tidak ada perubahan. Dapil 1 Kecamatan Selong, Labuhan Haji, Suralaga dan Sukamulia. Dapil 4, Masbagik, Aikmel, Wanasaba. Sedangkan Dapil 5, Pringgabaya, Sambelia, Suela dan Sembalun. Ihnan menolak perubahan Sakra yang pindah ke Dapil 3 katanya akan berpengaruh besar bagi suaranya. Tidak saja PKB, partai lainnya juga melayangkan penolakan yang sama. Pasalnya sudah jelas, ada pengaruh sangat signifikan bagi jumlah suara yang sudah dikantongi oleh masing-masing partai. Ketua KPU Lotim, Muhammad Saleh saat dikonfirmasi mengatakan usulan perubahan itu merupakan opsi yang diberikan KPU. Opsi tersebut muncul dengan dasar pertimbangan keadilan jumlah kursi. Di mana masing-masing dapil berjumlah 10 kursi. Opsi tersebut katanya akan dilakukan konsultasi publik dan bukan KPU yang menetapkan. Tapi semua berdasarkan masukan sendiri dari partai politik. Jumlah dapil itu tetap lima sama seperti pemilihan legislatif pada tahun 2013 lalu. Masukan-masukan dari semua pihak akan dijadikan pertimbangan. Sakra sendiri sebelumnya juga pernah masuk Dapil 3. ‘’Adanya masukan dari para wakil rakyat siap akan dijadikan pertimbangan untuk kemudian ditetapkan menjadi keputusan final,’’ ujarnya. (rus)

(Suara NTB/yon)

PELAYANAN - Pelayanan di Dukcapil Lotim tetap lancar. Kecuali pencetakan E-KTP yang terhambat akibat jaringan dari pusat ngadat.

Banjir Hantui Warga Sambelia Selong (Suara NTB) Masyarakat di wilayah Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali dihantui banjir yang berpotensi merendam rumah mereka. Terlebih belakang ini intensitas hujan cukup tinggi serta adanya kiriman air dari daerah perbukitan atau gunung. Untuk menghindari hal demikian, masyarakat setempat mendesak kepada pemerintah untuk secepatnya melakukan normalisasi sungai yang sudah dalam kondisi dangkal pascabanjir bandang pada tahun 2016 lalu. Menurut Camat Sambelia, Zaitul Akmal, kepada Suara NTB, Jumat,(9/2), apabila terjadi hujan lebat serta tingginya kiriman air dari daerah pegunungan akan terjadi peningkatan air di sungai-sungai yang terdapat di wilayah Kecamatan Sambelia. Kondisi demikian, ujarnya, dikarenakan belum dilakukannya normalisasi sungai pascabanjir bandang yang terjadi pada tahun 2016 lalu. Di mana saat ini, sungai-sungai di Kecamatan Sambelia mengalami pendangkalan. “Pascabanjir tahun 2016 lalu, material-material berupa batu, pasir belum digeser, sehingga mengakibatkan pendangkalan. Hari ini juga kita butuhkan normalisasi sungai-sungai itu,” harapnya.

(Suara NTB/ist)

AIR - Kondisi debit air di Sungai Sambelia yang terjadi peningkatan dan membahayakan warga. Pemerintah diharap segera melakukan normalisasi sungai untuk menghindari luapan air ke rumah penduduk. Sekarang ini, tuturnya, apabila air dari pegunungan datang dan tidak terlalu besar, air tersebut kelihatan seperti besar serta meluber ke salah satu

rumah warga yang saat itu berada di pinggir kali. Keberadaan rumah itu lebih rendah dari aliran sungai. Untuk itu, dari pemerintah kecamatan saat ini

Hasil Verifikasi KPU, 190.319 KTP untuk Ali – Sakti Memenuhi Syarat MENGADU - Hamidi (kanan) yang tidak lain suami dari TKW Rumiati mengadukan penelantaran istrinya ke Disnaker PM PTSP KLU, Jumat (9/2).

Halaman 4

Selong (Suara NTB) Hasil verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur (Lotim) terhadap KTP dukungan pasangan bakal calon Gubernur H. Moch. Ali BIn Dachlan dan Wakil Gubernur TGH. Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni atau Ali-Sakti yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 190.319. Diterangkan Ketua KPU Lotim, Muhammad Saleh, Jumat (9/2), akumulasi jumlah KTP dukungan untuk pasangan Ali Sakti itu ditahap pertama jumlahnya 149.406 yang sudah lebih dulu dinyatakan memenuhi syarta (MS). Tambahannya yang diverifikasi KPU dite-

mukan yang memenuhi syarat sebanyak 40.913. Totalnya menjadi 190.319. Proses verifikasi faktual atas KTP tambahan pasangan bakal calon gubernur dari jalur independen dilakukan di 20 kecamatan se Kabupaten Lotim. Penelitian administrasi ditemukan KTP yang diverifikasi sebanyak 47.588. Ditemukan ganda identik sebanyak 374 buah. dan dari jumlah keseluruhan tambahan tersebut yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebanyak 6.301 KTP. ‘’Hasil verifikasi faktual bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB itu selanjutnya diserahkan KPU Lotim ke provinsi. Tahap selanjutnya akan diplenokan di KPU Provinsi,’’ ujarnya.

Panwaslu Lotim, Sahnam menjelaskan dalam melakukan pengawasan terhadap proses verifikasi diakui terjadi sejumlah kesalahan di lapangan. Akan tetapi semua masalah teknis tesebut bisa diatasi tanpa harus diselesaikan hingga di tingkat kabupaten. “Semua bisa diselesaikan di tingkat kecamatan,” paparnya. Semua masalahmasalah yang ada di lapangan langsung saja bisa dicegah sehingga proses verifikasi faktual ini berjalan dengan lancar dan baik. “Selama pengawasan kami, tidak kami temukan masalah yang serius dan semua bisa diselesaikan,” ujarnya. (rus)

sudah mengevakuasi warga yang bertempat tinggal di pinggir sungai ke rumah tetangganya yang lebih aman. Itu dilakukan untuk mengantisipasi ter-

jadi hujan dan aliran sungai yang lebih besar. “Intinya normalisasi yang harus dilakukan, baru kita aman. Itu segera kita harapkan, bila perlu hari ini,”jelasnya. Dalam pelaksanaan normalisasi itu, Zaitul Akmal menyebut semua sungai di wilayah Kecamatan Sambelia, seperti sungai di Desa Madayin, Desa Belanting Desa Sambelia dan lainnya. Ia berpandangan, jika dibiarkan tanpa adanya normalisasi yang dilakukan, maka air yang seharusnya tetap berada di sungai sewaktu-waktu dapat melimpah dan masuk ke perkampungan serta merusak lahan pertanian warga. Kabag Humas dan Protokoler Setda Lotim, Ahmad Subhan juga sudah mendapatkan informasi adanya peningkatan air sungai di Kecamatan Sambelia yang disebabkan intensitas hujan yang cukup besar. Sementara, Kabid Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, juga sudah menerjun tim untuk memantau dan melakukan tindakan jika debit air masuk ke pemukiman warga. Terkait dengan penanganan pasca banjir Sambelia tahun 2016 dan di Keruak tahun 2017, sudah diusulkan ke pemerintah pusat dan pihaknya saat ini masih menunggu. (yon)

Kembali Tiga Warga Lotim Dipulangkan dari Pelatihan Selong (Suara NTB) Sebanyak tiga warga Lombok Timur (Lotim) kembali dipulangkan dari tempat pelatihan tenaga kerja di Jakarta sekitar pukul 15:00 wita, Jumat (9/2) siang. Pemulangan tiga warga ini yang kedua kalinya, setelah sebelumnya dipulangkan lima orang. Pemulangan warga Lotim itu merupakan hasil penggerebekan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) terhadap dua lembaga pelatihan di Jakarta, 22 Januari 2018 lalu. Penggerebekan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker itu, sedikitnya ditemukan sebanyak 39 calon pekerja migrant Indonesia di PT Hasindo

Karya Niaga. Semuanya akan diberangkatkan ke negara kawasan Timur Tengah dan tidak memiliki dokumen. Dari 39 orang yang diamankan, sebanyak 11 di antaranya merupakan warga Lotim. Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Naker pada Disnakertrans Lotim, Lalu Sadli Bahtiar, menjelaskan, warga yang berasal dari berbagai daerah yang ditemukan pada lembaga pelatihan itu, sebelumnya dititipkan di Rumah Perlindungan/Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial di Bambu Apus Jakarta Timur. Setelah itu difasilitasi oleh Direktorat PPTKLN Kemenaker untuk pemulangannya ke daerahnya masing-masing. (yon)

Pilkada Lotim

Selong (Suara NTB) Pasangan Ali Masadi dan Putrawan Habibi dinyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur (Lotim memenuhi syarat sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati dari jalur independen. Satu-satunya pasangan calon dari jalur independen itu bisa melampaui jumlah syarat minimal jumlah dukungan suara yang ditunjukkan dari Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini sesuai dengan hasil pleno KPU Lotim tehadap hasil verifikasi tambahan KTP dukungan yang digelar KPU Lotim, Jumat (9/2). Menurut Ketua KPU Lotim Muhammad Saleh, jumlah syarat minimal KTP adalah 62..416 jiwa. Hasil verifikasi seluruh KTP pasangan Al Habib ini mencapai 67.930 jiwa. Dituturkan pada penyerahan tahap pertama, Al Habib kekurangan sebanyak 6.487 KTP. Kemudian dilakukan perbaikan dengan penambahan dua kali lipat jumlah kekurangan.

Al-Habib Memenuhi Syarat

Dalam hal ini, KPU Lotim menerima sebanyak 26.322 KTP. Namun hasil penelitian administrasi sebanyak 25.856 yang memenuhi syarat kepemlikan KTP elektronik. Dari jumlah tersebut sebanyak 12 yang ganda, sehingga diserahkan untuk diverifikasi oleh PPS melakui PPK sebanyak 25.844 suara. Dari jumlah inilah yang dinyatakan memenuhi syarat hanya 12.001, sisanya 13.843 tidak memenuhi syarat. Sebanyak 12.001 itu memenuhi syarat tersebar di 15 kecamatan dari 20 kecamatan se Kabupaten Lotim. Sesuai hasil verifikasi yang dilakukan di Kecamatan Montong Gading tidak ada tambahan, sedangkan empat kecamatan lainnya , Masbagik, Suralaga, Suela dan Terara semuanya tidak memenuhi syarat. Meskipun tergambar ada kecamatan yang tidak memenui syarat jumlah dukungan untuk tambahan, namun dipastikan KPU pasangan Al Habib ini sudah melampaui

dari jumlah keseluruhan. Sehingga pasangan dari jalur independen ini bisa ikut dalam perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Lotim pada 27 Juni 2018 mendatang. Sebanyak 67.930 KTP yang dinyatakan memenuhi syarat sudah melampaui standar minimal. KPU Lotim usai pleno kemarin pun langsung menetapkan pasangan calon independen ini sebagai calon yang memenuhi syarat dan siap ditetapkan pada tanggal 12 Februari 2018 mendatang bersama dengan tiga bakal pasangan calon lainnya dari jalur partai politik (parpol). Tiga pasangan calon lainnya yakni H. M. Sukiman Azmy dengan H. Rumaksi (Sukma), H. M. Syamsul Luthfi dengan H. Najamuddin Moestafa (Fiddin) dan H. Haerul Warisin dengan H. Machsun Ridwainy (Harum) dipastikan sudah lolos semua tahapan verifikasi syarat calon maupun syarat pencalonan. Sebelumnya, ungkapnya, pasangan dari jalur independen ini sempat dikhawat-

(Suara NTB/rus)

SERAHKAN - Ketua KPU Muhammad Saleh didampingi komisioner lainnya menyerahkan hasil verifikasi pada Ketua Tim Penghubung pasangan Al Habib, Sanusi, Jumat (9/2). irkan tidak memenuhi syarat. Bahkan, dirinya mengaku sempat deg-degan. “Sekarang ini kami sudah merasa lega,” demikian tuturnya. Ketua Tim Penghubung Pasangan Al Habib, Sanusi

mengapresiasi kinerja KPU Lotim beserta dengan perangkatnya KPU Lotim dinilai sangat profesional dan prosedural. Hasil verifikasi yang dilakukan tim ini dianggap sangat baik. (rus)


SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB Dimulai 20 Februari

’’Bau Nyale’’ Disemarakkan 11 Kegiatan

Praya (Suara NTB) Sebanyak 11 kegiatan utama bakal mengisi gelaran Bulan Pesona Bau Nyale tahun 2018 ini. Event yang sudahmasukagendaPesonaIndonesia ini pun diyakini bakal tampil beda dari penyelenggara sebelum-sebelumnya. KarenakelaseventBauNyale sudah tidak lagi lokalan saja, tapisudahmenjadieventpariwisata nasional. Event budaya tahunan ini sendiri bakal mulai digeber tanggal 20 Februari mendatang. Dibuka dengan agenda dialog dengan semua elemen masyarakat di daerah ini. “Total ada 11 agenda utama yang akan digelar sampai pada puncak perayaan Bau Nyale tahun ini,” sebut Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., Jumat (9/2). Kegiatan yang digelar pun bervaria-

si. Mulai dari Volley Ball Competition, Stick Fighting (Presean), Surfing Contest, Mandalika World Music Festival, kampung kuliner serta pemilihan Putri Mandalika. Dan, untuk beberapa kegiatan tahapan persiapan sudah dimulai sejauh ini. Herdan menjelaskan, event Bau Nyale tahun ini menjadi gawe bersama antara Pemkab Loteng, pemerintah provinsi bersama dengan pemerintah pusat. Karena memang status event sudah menjadi event nasional. “Kita di daerah hanya memfasilitasi untuk kegiatannya. Sementara untuk konsep acara, sepenuhnya diatur oleh pemerintah provinsi,” tambahnya. Dengan peningkatan status event ’’Bau Nyale’’, tentunya gaung dari event ini bisa lebih luas lagi. Tidak hanya di skala regional NTB saja. Tetapi sudah menasional bahkan internasional. Mengingat, untuk branding acara serta promosi event ditangani langsung oleh pemerintah pusat. “Untuk promosi event secara global, pemerintah pusat yang pegang,” klaimnya, seraya mengharapkan event Bau Nyale bisa semakin dikenal dunia. Jika event Bau Nyale sudah mendunia, akan memancing minat wisatawan mancanegara tentunya, untuk mau datang dan berkunjung ke NTB khususnya Loteng, pada perayaan event Bau Nyale tahun ini. Bagi NTB, lanjut Herdan, event Bau Nyale merupakan salah satu event utama yang diharapkan bisa membantu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan. Karena tahun ini pemerintah provinsi menargetkan angka kunjungan wisatwan baik domestik maupun mancanegera sebesar 4 juta orang. Untuk lokasi kegiatan sendiri, pihaknya sedang tahap persiapan. Di mana saat ini pihaknya dengan melakukan penataan lokasi yang digunakan sebagai lokasi puncak perayaan Bau Nyale. “Lokasi puncak tetap akan digelar di Pantai Seger. Sedangkan untuk kegiatan pendukung lainnya, tersebar di beberapa lokasi,” ujarnya. (kir/*)

H. L. Herdan (Suara NTB/dok)

Tekan Pernikahan Dini KASUS pernikahan dini di Lombok Barat (Lobar) berhasil ditekan dari angka sebelumnya (tahun 2015) sebesar 56 persen menjadi 22 persen lebih tahun 2017. Terdapat sejumlah kecamatan penyumbang kasus pernikahan dini tertinggi, antara lain Kecamatan Sekotong dengan kumlah kasus 181 disusul Kecamatan Lingsar 125 kasus dan Gerung sebanyak 122 kasus. Demikian diakui Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P4) pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar, Erni Suryana, MM., kepada wartawan, Jumat (9/2). Dijelaskan berdasarkan hasil pendataan keluarga yang dilakukan petugas BKKBN Perwakilan NTB tahun 2015 jumlah pernikahan dini mencapai 56 persen dari total penduduk Lobar. Angka ini mendekati angka provinsi, meskipun bukan pada posisi tertinggi sebab yang tertinggi Lotim dan Loteng. “Pernikahan dini di Lobar menurun 22 persen, sebelum nya 56 persen (tahun 2015), Sekotong termasuk penyumbang tertinggi,’’ ujarnya. Akibat tingginya pernikahan dini di Lobar, sehingga muncul inovasi Program Gerakan Anti Merariq Kodek (Gamak) yang diluncurkan tahun 2016. Pihaknya pun melihat untuk mengukur indikator keberhasilan maka perlu dimiliki data. Data ini, jelasnya, sebagai alat untuk melakukan advokasi baik ke desa, pemerintah kabupaten. Akhirnya, pihaknya berpikir bagaimana mendapatkan data tersebut, pihaknya pun mengumpulkan semua petugas, penyuluh dan kecamatan untuk melakukan pendataan. (her)

Erni Suryana (Suara NTB/her)

Bupati Lobar Minta OPD Miliki Sifat ’’Iri Hati’’

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid meminta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki sifat ‘’iri hati melihat keberhasilan OPD lain. Menurutnya iri dalam hal yang baik boleh. Misalnya OPD A baik, namun OPD B kurang, maka seharusnya OPD B iri agar bisa memotivasi diri untuk lebih baik dari OPD A. “Kita tanamkan sifat telon ate (iri hati) dalam konteks ini, iri ini dalam hal baik itu boleh,” jelasnya dalam sebuah acara, Kamis (8/2) lalu. Hal ini kata bupati bentuk ajakan kepada semua untuk fastabikul khairot atau berlomba-lomba untuk terus memberikan yang terbaik bagi semua, agama, daerah dan bangsa. Hal lain yang diingatkan bupati, agar probity audit leb-

ih ditingkatkan lagi kualitasnya, sehingga bangunan proyek atau program fisik yang dibangun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan bisa baik kualitasnya di samping pertanggungjawaban administrasi. Bupati juga meminta OPD menekan temuan kerugian negara, sebab hal ini berpengaruh terhadap penilaian BPK terhadap laporan keuangan Pemda Lobar. OPD diminta

pro aktif menindaklanjuti temuan, sebab jangan sampai hanya menunggu pihak BPK dan Inspektorat turun melakukan pemeriksaan. “Begitu ada temuan (baik administratif dan kerugian) segera dikembalikan, karena ini salah satu parameter bagi BPK dalam memberikan penilaian,” katanya. Ditekankannya, begitu ada temuan LHP, OPD jangan

Anggaran Pembebasan Lahan Defisit Rp 5 Miliar

Pembangunan Jalan Praya-Biao Jalan Terus Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memastikan proses pembangunan ruas jalan Praya-Biao tahun ini tetap akan berjalan. Kendati Pemkab Loteng sejauh ini masih punya utang sisa pembayaran pembebasan lahan sekitar Rp. 5 miliar. Pasalnya, anggaran pembebasan yang disiapkan sebelumnya masih kurang dari kebutuhan yang ada. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, M. Suhardi, kepada Suara NTB, Jumat (9/2), mengaku total aggaran pembebasan lahan yang disiapkan oleh Pemkab Loteng sebesar Rp 41 miliar. Tapi ternyata, setelah dilakukan pembayaran masih ada beberapa objek lahan dan bangunan yang belum bisa dibayarkan. Lantaran anggaran yang terse-

dia sudah habis. Terhadap kekurangan anggaran tersebut, pihaknya pun sudah mengajukan tambahan anggaran ke Pemkab Loteng senilai kekurangan yang ada. “Total kebutuhan anggaran kita sebesar Rp 5 miliar lagi dan kita sudah minta tambahan anggaran. Supaya secepatnya kekurangan tersebut bisa dilunasi,” ujarnya. Meski demikian, untuk proses pembangunan ruas jalan Praya-Biao yang nantinya direncanakan jalur dua tetap berjalan. Proses tender proyek saat ini sudah berjalan di tingkat pusat, karena untuk anggaran fisik pembangunan ruas jalan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. “Pemkab Loteng hanya membebaskan lahan saja. Kalau untuk anggaran pembangunan fisik jalan, menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” ujarnya. Artinya, Pemkab Loteng dalam hal ini hanya terima jadi saja. Terpenting pembebasan lahan sudah diselesaikan.

Jika proses tender berjalan lancar, maka paling tidak awal Maret persiapan pembangunan ruas jalan tersebut sudah bisa dilaksanakan. Sehingga pihaknya sudah menginformasikan kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan supaya segera membongkar bangunan miliknya. Paling lambat akhir bulan Februari mendatang. Kalau tidak terpaksa pemerintah daerah yang melakukan pembongkaran. “Kita memberikan waktu sampai akhi Februari mendatang untuk membongkar bangunan yang terkena dampak pembangunan jalan. Supaya material bangunan yang masih bisa digunakan bisa dimanfaatkan kembali oleh pemiliknya. Walaupun status bangunan tersebut sudah dibayar sesungguhnya,” tandas Suhardi. (kir)

menunggu waktu untuk menindaklanjuti, namun harus segera menyelesaikan, baik temuan yang sifatnya administratif. Jika ada temuan kerugian negara harus segera dikembalikan. Sebab hal inilah yang dlihat oleh pemeriksa, baik BPK dalam hal kualitas pemda mengembalikan kerugian negara. Ia menekankan kepada OPD agar secara masif dan sistematik melaporkan setiap temuan, begitu pula Inspektorat diharapkan secara menyeluruh melakukan pembinaan terhadap OPD terkait. Hal ini penting untuk meningkatkan tranparansi dan menekan kemungkinan terjadinya korupsi. Lebih dari itu

bisa meningkatkan pelayanan publik. “Inilah yang mempengaruhi nilai-nilai yang diberikan BPK,”ujarnya. Sementara itu Inspektur pada Inspektorat Lobar H. Rahmad Agus Hidayat menyatakan temuan LHP BPK tahun 2016 belum tuntas, temuan yang tersisa baik bersifat administratif dan kerugian negara. Khusus temuan kerugian negara masih mengendap di sejumlah OPD, seperti Sekretariat DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bapenda serta BPKAD. Temuan kerugian ini diminta diselesaikan segera, sebab bakal menjadi evaluasi BPK dalam memberikan opini tahun ini untuk tahun 2017. (her)

Kejari Loteng Bidik Dua Kasus Baru Praya (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) tengah menyelidiki dua kasus dugaan korupsi baru usai menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi penggunaan dana investasi pemerintah daerah pada PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB). Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Jumat (9/2). Ia menjelaskan, satu kasus yakni dugaan pungutan liar (pungli) di Kementerian Agama (Kemenag) Loteng tengah dalam proses pendalaman. Sementara satu kasus lainnya, masih dalam proses pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). “Detail kedua kasus ini sementara belum bisa kami publikasi dulu. Karena sedang dalam proses penyelidikan,” terang Hasan. Hanya saja, Hasan mengaku untuk kasus dugaan pungutan di Kemenag Loteng, pihaknya sudah meminta keterangan pihak-pihak terkait, mulai dari para guru yang di-

potong dana sertifikasinya sampai pejabat di Kemenag Loteng. Total pihak yang sudah dimintai keterangan sekitar 50 orang. “Yang sudah kita panggil dalam kasus pungutan di Kemenag Loteng cukup banyak. Tapi masih sebatas meminta keterangan saja. Karena kasus tersebut sudah mulai ditangani sejak awal tahun kemarin,’’ ujarnya. Disinggung apakah sudah ada indikasi penyimpangan, Hasan menegaskan belum bisa disimpulkan. Pihaknya baru mendapat keterangan kalau pemotongan sementara bukan pungutan. Di mana, hanya ada potongan pajak sebesar 5 persen dari total dana yang diterima para guru. Dan, pungutan dilakukan atas petunjuk dari kantor pajak. Bukti potongan pajak juga sudah ada dari bank, karena pajak dipotong langsung di bank. “Tapi kita tidak akan berhenti sampai di sini. Kasusnya akan terus kita dalami. Sampai posisi kasus benar-benar jelas,” imbuhnya. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Halaman 6

Kerjasama Bidang PAUD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Dikbud Persiapkan Puluhan Lembaga PAUD untuk Bimbingan Akreditasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Kabid PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, Drs. Umar M.Si, menyatakan pihaknya kini tengah mendata dan melakukan pemetaan terhadap lembaga PAUD yang ada di Sumbawa. Untuk dilatih dan diberikan bimbingan guna persiapan akreditasi. Sesuai hasil rapat koordinasi yang dilakukannya di Mataram baru baru ini, pada 2018 direncanakan ada sekitar 750 lembaga PAUD se NTB, yang akan dilatih oleh

Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) UPT Pusat yang ada di Provinsi. Sehingga kalau dibagi rata untuk 10 Kabupaten/Kota di NTB, maka target per Kabupaten sebanyak 75 lembaga. Namun khususnya Sumbawa, pihaknya sendiri menargetkan minimal 55 lembaga yang bisa dibina untuk persiapan akreditasi. Untuk itulah, Umar telah berkoordinasi dengan Penilik PAUD, lembaga mana saja yang berpotensi untuk dilakukan pembinaan. Tentu harus memenuhi persyaratan akreditasi. Diantaranya, data peserta didiknya terdapodik, mem-

Umar

punyai Nomor Satuan Pendidikan (NPSN) lembaga. Kemudian lembaga tersebut telah berdiri paling lama dua tahun dan sebelumnya belum pernah terakreditasi. Meskipun juga memberikan kesempatan kepada lembaga PAUD yang sudah terakreditasi C untuk persiapan menuju akreditasi B. Selanjutnya, aturan terbaru sekarang ini, pengusulan akreditasi melalui sistem pendaftaran online. Serta mempersiapkan semua dokumen persyaratan. Termasuk fasilitas dan sarana yang dimiliki oleh lembaga PAUD dimaksud. Termasuk sarana APE yang dilampirkan secara

administrasi dan bukti fisik fasilitas dimaksud. Dalam proses akreditasi nantinya, bagi lembaga yang telah dinilai, namun belum puas dengan hasil penilaian, maka ada klausul untuk mengajukan keberatan kepada Badan Akreditasi Nasional (BAN) melalui Badan Akreditasi Provinsi. “Yang jelas, minimal nantinya ada 55 lembaga PAUD se Kabupaten Sumbawa yang menjadi target dalam rangka bimbingan akreditasi. Nanti kita lihat seberapa banyak lembaga PAUD kita di Sumbawa yang bisa memenuhi persyaratan untuk akreditasi,” pungkas birokrat muda Sumbawa ini. (arn/*)

(Suara NTB/ist)

DIGELAR - Lomba menggambar pada Gebyar PAUD tingkat kecamatan Unter Iwes yang digelar 2017 lalu. Salah satu bukti PAUD di Sumbawa telah berkembang lebih luas, baik kualitas maupun kuantitas. Untuk selanjutnya lembaga PAUD yang ada diakreditasi agar terstandarisasi secara nasional.

Tunggakan Pelanggan PDAM Capai Rp 520 Juta Sumbawa Besar (Suara NTB) Tunggakan pelanggan PDAM Kabupaten Sumbawa mencapai ratusan juta rupiah. Tunggakan tersebut tersebar di 13 kecamatan yang menjadi pelanggan PDAM setempat.

(Suara NTB/bug)

BERKAS LAMARAN - Proses pemeriksaan berkas lamaran rekrutmen tahap kedua yang dilakukan oleh staf Disnakertrans KSB.

Tim Belum Tetapkan Jadwal Pengumuman Rekrutmen Tahap Kedua Taliwang (Suara NTB) Para pelamar rekrutmen tenaga kerja PT MacMahon Indonesia untuk tahap kedua tampaknya perlu sedikit bersabar. Pasalnya hingga kini tim belum menetapkan jadwal pengumuman rekrutmen yang dikhususkan bagi tenaga skill (keterampilan) tersebut. Sementara ini tim rekrutmen bersama masih melakukan verifikasi seluruh berkas pelamar yang telah masuk. Setidaknya ada sebanyak 970 lamaran masuk untuk memperebutkan 258 slot pekerjaan yang dibuka perusahaan aliansi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di proyek tambang Batu Hijau, Sekongkang itu. Anggota tim bersama rekrutmen tenaga kerja PT MacMahon Indonesia, Taufiq Hikmawan, S.Psi mengatakan, dibanding jumlah pelamar tahap pertama. Pada tahap ini yang memasukkan lamaran sangat sedikit. Hanya saja tim tidak bisa secara cepat memproses verifikasi berkas lamaran karena banyaknya persyaratan yang harus diperiksa tim. “Ini kan khusus skill jadi banyak yang kita periksa berkasnya. Harus teliti sehingga tidak bisa cepat,” terangnya kepada Suara

NTB, Jum’at (9/2). Pemeriksaan berkas yang paling membutuhkan waktu, terkait dokumen pengalaman kerja para pelamar. Dijelaskan Taufiq, dokumen pengalaman kerja pelamar sangat banyak dengan durasi kerja yang bervarisasi. Tim sendiri harus dapat memastikan setiap pelamar memenuhi syarat kriteria pengalaman kerja karena pekerja yang direkrut tahap kedua ini harus benar-benar dipastikan punya pengalaman kerja dan siap pakai sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilamarnya. “Yang diperiksa banyak sementara personel kami terbatas.” Dari 970 lamaran yang masuk, tim rekrutmen baru memeriksa sekitar 600 berkas. Menurut Taufiq, jika tidak ada halangan pihaknya baru akan bisa menyelesaikannya dalam 2 atau 3 hari ke depan. Setelah selesai seluruh berkas lamaran yang telah terverifikasi akan diserahkan ke tim untuk selanjutnya diumumkan bagi yang dinyatakan lulus administrasi. “Insyaallah Senin depan kita sudah serahkan ke tim. Mungkin Selasa atau Rabu sudah ada pengumumannya,” harapnya. Sementara itu ditanya soal rekrutmen tahap pertama khusus pel-

amar semi skill dan non skill. Taufiq mengungkapkan, sementara ini tim belum menyusun jadwal lanjutan tahapan tesnya. Tes terakhir yang dilaksanakan dan telah diumumkan hasilnya bagi pelamar semi skill dan non skill adalah ujian tulis. “Sekarang ini kita sedang fokus menyelesaikan yang skill tahap pertama dan pelamar waiting list (daftar tunggu). Kalau yang non skill belum ada jadwalnya,” ungkap Taufiq yang juga menjabat Kabid Lattas Penta, Disosnakertrans KSB ini. Bagi para pelamar semi skill dan non skill ini setidaknya masih ada 3 tahapan yang harus dilalui sebelum akhirnya resmi dinyatakan diterima bekerja di PT MacMahon Indonesia. Tahapan itu di antaranya, tahap wawancara, tahap letter of overing (penawaran job), medical checkup (tes kesehatan) dan terakhir baru tahap letter of agreement (kontrak kerja). “Kalau lulus tes wawancara maka pelamar akan ditawarkan job. Berikutnya kalau setuju mereka baru lanjut ke tes kesehatan. Nah setelah dinyatakan sehat baru mereka masuk tahap terakhir yakni teken kontrak untuk selanjutnya dilatih terlebih dahulu,” pungkas Taufiq. (bug)

Oknum ASN Edarkan Sabu, Bupati akan Jatuhkan Sanksi Berat Sumbawa Besar (Suara NTB) Beberapa waktu yang lalu salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Sumbawa ditangkap tim Satres Narkoba Polres Sumbawa. Ia diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu. Dari tangan oknum berinisial SP tersebut diamankan tiga poket sabu dan saat ini tengah di proses. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc yang ditanyai tanggapannya, Jumat (9/2) kemarin menyampaikan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Meskipun demikian, pihaknya tetap akan mengambil langkah-langkah terhadap oknum tersebut. Karena yang telah dilakukannya merupakan pelanggaran berat bagi seorang ASN. “Nanti akan kita bicarakan secara internal apa langkah kita,” ujarnya. Menurutnya, terhadap oknum ASN tersebut pasti diberikan sanksi berat. Karena masalah narkoba ini merupakan ancaman yang paling dahsyat. Tentunya ancaman hukuman yang diberikan akan setimpal dengan perbuatannya. Disinggung apakah oknum tersebut akan dipecat, disampaikannya

(Suara NTB/ind)

H. M. Husni Djibril proses tersebut akan berjalan. “Proses itu akan berjalan lah. Tapi kita lihat nanti,” terang Bupati. Bupati sangat menyayangkan adanya oknum ASN yang terlibat narkoba. Karena seharusnya ASN menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat, bukan malah melakukan perbuatan tersebut. Untuk itu kepada ASN yang lain diminta tetap menjaga diri dan tidak terli-

bat narkoba. Apalagi saat ini ancaman narkoba sangat masif. “Seorang ASN harus bisa menjaga diri untuk terhindar dari hal itu. Selain itu juga harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat luas. Karena mereka adalah panutan,” pungkasnya. Seperti diberitakan, SP ditangkap tim Satres Narkoba Polres Sumbawa pada Jumat (2/2) malam lalu. Penangkapan oknum ASN ini berdasarkan hasil pengembangandari seorang terdugapenggunashabuberinisialDK yang ditangkap beberapa saat sebelumnya. Dimana DK mengaku membeli shabu dari SP dengan harga Rp 500 ribu. Dari tangan SP polisi mengamankan tiga poket shabu, masing-masing dua poket hendak dibuang di dalam selokan air dan satu poket di dalam genggaman tangannya. Polisi pun melakukan tes urine terhadap yang bersangkutan dan hasilnya positif mengandung Amphethamine. Terhadap SP yang dikategorikan sebagai pengedar dikenakan Pasal 112 ayat 1 jo pasal 114 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 sampai 20 tahun penjara. (ind)

Kapal Wisata dan Jalan Tapak di Destinasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa tahun ini membuat langkah terobososan. Dengan menyediakan kapal wisata serta membangun jalan tapak pada dua destinasi dalam kawasan. Dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Pariwisata yang diperoleh Sumbawa tahun ini. Demikian disampaikan Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispopar Sumbawa, M. Irfan S.P, M.M, kepada Suara NTB, Jumat (9/ 2). Jalan tapak khusus pejalan kaki

akan dibangun di Teba Murin kecamatan Lenangguar dan Tiu Dua Batu Dulang kecamatan Batu Lante. “Jalan tapak ini dibangun disesuaikan dengan kondisi topografi kawasan setempat. Bahkan bisa berbentuk undakan, dengan tetap menjaga nilai estetika,” terangnya. Hal ini telah dimulai dengan penandatangan MoU Dispopar bersama Balai KPH yang ada di Sumbawa. Dalam memudahkan pembuatan jalan dalam kawasan hutan. Agar tak lagi terganjal oleh kesulitan pengurusan izin dan lainnya. Dengan tetap

menjaga kelestarian hutan di wilayah setempat. Masih dalam pekt DAK, Dispopar juga akan melakukan pengadaan kapal wissata tahun ini. Dengan kapasitas penumpang 12-15 orang. Kini pengadana kapal dalam proses pemenuhan dokumen di ULP Pemkab Sumbawa. Nantinya kapal ini akan parkir di pantai Saliper Ate menjelajahi rute Saliper Tanjung Menangis, Ai Bari Limung dan laut terdekat lainnya. Yang nantinya akan dipergunakan untuk kepentingan pariwisata termasuk oleh para pengunjung. (arn)

Dirut PDAM Kabupaten Sumbawa, Hasanudin, SE kepada Suara NTB, Jumat (9/2), menyebutkan tunggakan pelanggan PDAM mencapai Rp 520 juta lebih alias melampaui setengah miliar. Jumlah tersebut merupakan tunggakan selama tiga bulan sejak bulan Desember lalu. Adanya tunggakan ini karena pihaknya tidak melakukan penagihan selama beberapa bulan kepada pelanggan. Dimana pihaknya meminta kesadaran dari konsumen supaya membayar ke kantor PDAM tempat pelayanan. “Kami minta kesadaran dari konsumen supaya mereka itu membayar ke kantor PDAM tempat pelayanan pembayaran,” terang Hasanudin. Menurutnya, sebelumnya tunggakan PDAM sekitar Rp 200 sampai Rp 300 juta. Meskipun demikian, pihaknya sudah melakukan penagihan.Dalam hal ini pihaknya setiap bulan melakukan penagihan. Hanya saja untuk beberapa bulan ini tidak dilakukan penagihan secara rutin. Sehingga jumlah tagi-

han meningkat dari sebelumnya. “Penagihan itu sebetulnya sudah kami lakukan. Tapi untuk satu dua bulan ini kita tidak lakukan secara rutin,” jelasnya. Guna melakukan penagihan secara rutin, pihaknya tengah membuatkan tim khusus di 13 kecamatan. Dari hasil rapat dengan seluruh kepala cabang dan kepala bagian penagihan akan mulai dilakukan pada tanggal 26 Februari mendatang. “Masing-masing cabang dan wilayah menyusun jumlah tunggakannya yang nantinya akan diserahkan kepada ketua tim agar dilakukan penagihan untuk 13 kecamatan,” ujarnya. Penagihan ini, lanjutnya, bukan berarti memanjakan pelanggan terkait pembayaran. Tetapi, penagihan ini supaya tunggakan tidak menumpuk. Tentunya, penagihan ini sambil melakukan pembinaan baik dari karyawan maupun konsumen supaya memiliki kesadaran membayar. Pihaknya berharap adanya kerjasama dari para pelanggan. Karena dengan lancarnya pembayaran, pihaknya juga tetap berupaya

(Suara NTB/ind)

Hasanudin

Penyebab utama kita tidak melakukan penagihan

memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan. Kalaupun dalam pelayanan terjadi gangguan, pelanggan disarankan untuk melaporkannya ke pihaknya. Sehingga apa yang menjadi keluhan dapat segera ditindaklanjuti.(ind)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Pemda KSB Tunggu Janji PT MDB Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyatakan, pemerintah KSB sebagai salah satu pemegang saham di PT Daerah Maju Bersaing (DMB) kini tinggal menunggu realisasi janji perusahaan patungan pemerintah tiga daerah itu dalam merealisasikan hasil penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Berdasarkan surat PT DMB kepada Pemda KSB selaku salah satu pemegang perusahaan. Bupati menyatakan, PT DMB menyampaikan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada bulan Maret mendatang. “Ya kita tunggu saja. Katanya Maret mau adakan RUPS,” cetusnya kepada wartawan, Jum’at (9/2). Diakui bupati, PT DMB dalam suratnya itu tidak menjelaskan apakah untuk membahas pembagian hasil penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Mengingat gubernur NTB sebelumnya telah memberi tenggat waktu kepada PT Multy Daerah Bersaing (MDB) agar melunasi kewajibannya terhadap hasil penjualan saham tersebut kepada PT DMB pada pertengahan bulan Februari ini. Namun berdasarkan pemahaman bupati, ia mengasumsikan bahwa saat RUPS nanti pasti akan membahas hasil penjualan saham tersebut. “Ya hemat saya kalau RUPS pasti soal itu (hasil penjualan saham). Kalau bukan soal itu ya buat apa kita RUPS. Kan tinggal itu yang kita tunggu sekarang ini,” tandasnya seraya menambahkan soal tenggat waktu oleh gubernur biarlah menjadi urusan provinsi. “Apakah memang akan diselesaikan sesuai tenggat gubernur saya tidak tahu. Yang jelas surat resmi DMB ke kita itu, Maret akan digelar RUPS,” sambung orang nomor satu di KSB ini. Masih sesuai keterangan PT DMB, bupati mengungkapkan, jika total hasil penjualan 6 persen saham dari total 21 persen saham PT NNT yang dimiliki PT DMB bersama PT Multy Capital melalui PT MDB bernilai sekitar 700-an miliar lebih. Sementara ini dari total tersbeut, PT MDB baru menyetor separuhnya kepada PT DMB. Siasanya sekitar Rp 400-an miliar yang kini masih ditunggu oleh PT DMB untuk diselesaikan PT MDB. “Rp 700-an miliar itu tidak termasuk utang deviden. Karena deviden kan sudah dibayarkan oleh MDB dan itu sudah diselesaikan ke pemegang saham oleh PT DMB sesuai dengan perhitungan BPK (badan pemeriksa keuangan),” pungkasnya. H. W. Musyafirin (bug) (Suara NTB/bug)

Valentine Day, SKPD Diminta Pantau Penjualan Kontrasepsi Kota Bima(Suara NTB) – Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin, mengeluarkan surat edaran tentang larangan merayakan Valentine day yang biasa digelar 14 Februari. Sejumlah SKPD di lingkup Pemkot Bima juga diminta memantau penjualan alat kontrasepsi di saat perayaan hari kasih sayang tersebut. “Surat edaran ini untuk mencegah perilaku generasi muda, mahasiswa dan pelajar Kota Bima menyimpang. Yang melanggar nilai moral dan akhlak,” kata Plt. Kabag Humas Protokol Kota Bima, Syahrial Nuryadin S.Ip MM, Jumat (9/2). Dikatakannya, dalam surat edaran itu, Walikota meminta seluruh pimpinan Perguruan Tinggi (PT) dan Kepala Sekolah atau Madrasah di daerah setempat untuk melarang kegiatan yang melanggar nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat Kota Bima. “Walikota meminta Pimpinan kampus dan sekolah untuk membuat surat pemberitahuan kepada seluruh orang tua untuk mengawasi anaknya agar tidak terjebak valentine day,” katanya. Selain kepada guru dan orang tua, lanjutnya, Walikota juga meminta Ormas Islam se-Kota Bima, agar ikut menjaga ketertiban sosial serta Menjunjung tinggi aturan hukum yang berlaku. “Tetap melakukan koordinasi dengan aparat dan dinas terkait pada setiap aksi yang dilakukan,” ujarnya. Sementara Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga diminta untuk mengawasi penjualan alat kontrasepsi, pada semua apotik dan toko obat. “Agar penjualannya lebih selektif sebagai upaya untuk mencegah perilaku seks bebas di kalangan pasangan yang belum menikah,” katanya. Syarial menambahkan pada malam perayaan hari Kasih Sayang aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) akan diarahkan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan rutin. “Seperti menggelar razia di seluruh kos-kosan, hotel, penginapan atau tempat yang rawan tindakan asusila,” pungkasnya. (uki)

Halaman 7

Pelantikan Pejabat Kemenag Kabupaten Bima Ricuh Bima (Suara NTB) – Pelantikan pejabat struktural Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima di kantor setempat, Jumat (9/2) siang diwarnai kericuhan. Sejumlah massa menolak pelantikan karena dinilai cacat hukum. Pantauan Suara NTB, sejumlah massa diantaranya meneriaki agar pelantikan sejumlah pejabat ditunda karena tidak sesuai prosedur. Adu mulut hingga saling dorong antara pegawai dan pemudapun tak mampu dihindari. Hingga membuat pegawai lainnya panik dan berhamburan keluar ruangan. Selain itu, di halaman depan kantor berlangsung orasi dan aksi pembakaran kayu bakar. Hal itu dilakukan sebagai protes kekecewaan massa aksi terhadap kebijakan Kepala kantor Kemenag setempat, H. Syahrir M.Si yang diduga semena-mena. Syahrir memutasi Faturahman S.Ag dari Kasi Diniyah dan Ponpes ke Penyuluh Agama. Bahkan yang membuat massa aksi geram, Syahri dianggap gagal memimpin Kemenag setempat menurunkan jabatan Faturahman dari golongan III/d turun ke III/b. “Kami keberatan dengan pelaksanaan pelantikan hari ini karena cacat hukum,” kata perwakilan massa aksi, Abdul Majid S.Sos. Meski tidak sempat bertemu dengan Kepala Kemenag untuk klarifikasi persoalan tersebut. Massa aksi akhirnya membubarkan diri setelah ditenangkan oleh aparat kepolisian. Mereka berjanji akan mendatangi kantor setempat pada Senin akhir pecan mendatang.

PEMBAKARAN - Massa aksi melakukan pembakaran di Kantor Kemenag Kabupaten Bima saat berlangsungnya pelantikan pejabat di kantor setempat, Jumat (9/2). (Suara NTB/uki)

“Kami juga akan membawa persoalan ini ke PTUN. Juga dilaporkan ke Ombudsman dan Kemenag Pusat terkait kebijakan semena-mena kepala Kemenag,” katanya. Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Bima, Drs. H. Syahrir, memahami dalam pro dan kontra terhadap kebijakan merupakan hal yang wajar. Hanya saja, sebagai atasan Syahrir

merasa kecewa. “Mestinya tidak seperti ini, karena kebijakan (mutasi) itu biasa dalam organisasi,” katanya. Diakuinya, yang bersangkutan juga tidak diturunkan jabatannya. Hanya saja beralih fungsi jabatan dari pejabat struktural ke fungsional. Sebab hal itu sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimilikinya. “Jadi rotasi dan mutasi ini sudah sesuai ketentu-

Buntut Kasus TPPO ke Turki

Disnakertrans Intensifkan Sosialisasi Dompu (Suara NTB) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu akan mengintensifkan sosialisasi di Desa-Desa untuk mencegah pemberangkatan TKI secara ilegal. Modus perekrutan tenaga kerja ke luar negeri saat ini banyak dilakukan oleh orang perorang di kampung, sehingga Desa menjadi ujung tombak pengawasan penempatan pekerja di luar negeri. Kepala bidang penempatan tenaga kerja Dinas Nakertrans Kabupaten Dompu, M Nursalam, ST, MM kepada Suara NTB, Jumat (9/2) kemarin mengaku, pasca terungkap kasus TPPO 6 TKI ke Turki pihaknya telah mengundang PJTKI untuk dilakukan pembinaan dan dihadiri oleh Ketua APJTI NTB. Karena belakangan ini marak pemberangkatan TKI secara ilegal. Modusnya, sponsorship melakukan perekrutan dari

kampung – ke kampung oleh orang perorangan yang tidak terikat dengan perusahaan. “Kalau ada hal semacaram itu, dilaporkan ke kita supaya kita tindak lanjuti dan kita panggil,” katanya. “Mereka (pengurus PJTKI) akan siap membantu,” tambahnya. Modus operandi perekrutan tenaga kerja keluar negeri secara ilegal dilakukan oleh orang perorang dan keluarga ke keluarga. Padahal dalam ketentuan penempatan tenaga kerja keluar negeri, mulai dari proses perekrutan harus dilakukan oleh perusahaan. Tahun 2018 ini, kata Nursalam, pihaknya mengintensifkan sosialisasi di Desa – Desa. Aparat Desa menjadi ujung tombak pengawasan penempatan pekerja di luar negeri, karena di Desa mulai diurus dokumennya. “Makanya, aturan penempatan tenaga kerja keluar negeri itu, mereka harus mengerti. Tidak

bisa melalui orang perorang, harus melalui perusahaan,” katanya. Dari kasus perdagangan manusia dengan korban 6 orang warga Dompu ke Turki yang ditangani Polda NTB, M Nursalam mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebagai langkah antisipatif berikutnya. Namun untuk sementara ini, pihaknya belum berkoordinasi karena kasusnya masih terus berjalan. Nursalam juga mengaku, hingga saat ini pemerintah masih menerapkan kebijakan moratorium pemberangkatan tenaga kerja ke negara timur tengah. Hal itu disebabkan belum adanya jaminan dalam penempatan tenaga kerja di luar negeri. “Karena belum ada perjanjian jaminan penempatan tenaga kerja keluar negeri, makanya pemerintah masih menutup pengiriman TKI untuk sementara,” ungkapnya. (ula)

5.622 Dukungan untuk Ali-Sakti Dinyatakan TMS Taliwang (Suara NTB) KPU Sumbawa Barat mencatat sekitar 5.622 dukungan, pasangan calon independen H. Moch Ali Bin Dachlan dan dan TGH. Lalu Gede Muhammad Ali Wira Sakti Murni (AliSakti), tidak memenuhi syarat (TMS). Jumlah ini merupakan hasil verifikasi faktual (Verfak) setelah di lakukan rapat pleno hasil rekapitulasi dukungan pasangan calon perorangan oleh KPU setempat, Kamis (8/2). Divisi teknis dan Hupmas KPU KSB Fahroni SH, kepada Suara NTB, Jumat (9/2) mengatakan, total dukungan yang harus dilakukan verifikasi sekitar 7.673 dukungan yang tersebar di delapan Kecamatan, 45 Desa/Kelurahan. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 2.051 dukungan saja yang dinyatakan telah memenuhi syarat. Adapun rincian dari jumlah tersebut yakni, di Kecamatan Taliwang terdapat 217 dukungan MS, Poto Tano 55, Seteluk 196, Brang Rea

971, Brang Ene 84, Jereweh 44, Maluk 149, dan Sekongkang 325 dukungan. Sehingga total dukungan dinyatakan MS hanya sekitar 2. 051 saja. “Kita sudah rapat pleno hasil ini, selanjutnya kita serahkan ke KPU provinsi untuk bisa ditindak lanjuti terkait dukungan yang dinyatakan MS maupun TMS tersebut,” ungkapnya. Dikatakannya, verfak merupakan syarat dukungan perbaikan Bapaslon sesuai PKPU 3 Tahun 2017 yang dilakukan dengan cara mengumpulkan semua dukungan. Sementara tanggung jawab untuk mengumpulkan dukungan ini adalah Bapaslon atau tim penghubung yang ada di daerah. Sementara terkait banyaknya dukungan yang dinyatakan TMS, ini murni tanggung jawab tim penghubung Bapaslon. Hal tersebut terjadi karena hingga hari terakhir verifikasi, banyak dukungan yang tidak dihadirkan tim penghubung Bapaslon

Fahroni untuk dilakukan verifikasi oleh petugas PPS. “Banyaknya dukungan yang TMS karena tidak bisa dihadirkan oleh tim penghubung Bapaslon untuk dilakukan verifikasi sesuai jadwal verifikasi yang telah ditetapkan,” tukasnya. Sementara yang menentukan layak atau tidaknya Bapalon maju adalah hasil rekapitulasi ditingkat provinsi. (ils)

an. Tidak ada penurunan jabatan pun hanya pergantian saja,” tegasnya. Meski ada aksi dan kericuhan namun pelaksanaan pelantikan pejabat struktural dapat digelar. Tercatat ada lima pejabat yang dilantik salahsatunya kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tambora. “Sebagai atasan saya maafkan. Tapi yang jelas persoalan ini akan kita laporkan kepada Kakanwil NTB,” pungkasnya. (uki)

Sepi Pelamar, Pansel Perpanjang Masa Pendaftaran Dompu (Suara NTB) Panitia seleksi (Pansel) terbuka pengisian 10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu akan memperpanjang masa pendaftaran setelah 14 hari dibuka sepi pelamar. Perpanjangan dilakukan sekaligus selama 10 hari untuk efisiensi waktu dan pelamar bisa mengajukan lamaran di dua posisi. Masa pendaftaran pengisian lelang jabatan di Dompu dibuka hingga 9 Februari 2018 stempel pos. Menjelang penutupan pendaftaran, baru 14 orang pelamar dari 10 jabatan lowong yang dibuka. Sementara ketentuannya, dalam satu jabatan lowong yang dibuka minimal didaftar oleh 4 orang pelamar. Ketua Pansel pengisian JPTP Kabupaten Dompu, H Agus Bukhari, SH, MSI kepada Suara NTB, Jumat (9/2) kemarin mengatakan, bila pelamar kurang dari batas minimal sesuai ketentuan akan dilakukan perpanjangan masa pendaftaran. Perpanjangan masa pendaftaran akan dilakukan sekaligus dan bila pelamarnya tetap kurang, pansel akan memproses dengan pelamar yang ada. “Kita tinggal perpanjang lagi pendaftarannya. Nanti diperpanjang sekaligus,” kata H. Agus Bukhari. Pada perpanjangan masa pendaftaran, H Agus Bukhari mengaku, pelamar bisa mendaftar di 2 jabatan yang dibuka. Jabatan yang sudah ada pelamarnya akan diproses setelah perpanjangan pendaftaran. “Nanti prosesnya bersamaan,” ungkapnya. Kepala Bidang Pengembangan BKDPSDM Kabupaten Dompu, Asraruddin, SH yang dihubungi terpisah mengakui, pada 8 Februari atau sehari sebelum batas akhir masa pendaftaran baru 14 orang pelamar yang memasukan lamaran dan diterima BKDPSDM sebagai sekretariat Pansel. Hari terakhir masa pendaftaran akan banyak pejabat yang memanfaatkan

(Suara NTB/ula)

H. Agus Bukhari untuk memasukan lamaran. “Sampai kemarin, baru 14 berkas lamaran yang masuk. Kemungkinan masih banyak pejabat yang memasukan di hari terakhir ini,” ungkapnya. Ketika kurang pendaftar sesuai ketentuan, Asraruddin mengaku, akan diperpanjang masa pendaftaran sekaligus untuk efisiensi waktu dan ini sesuai saran Komisi ASN. Karena ketentuannya, perpanjangan pendaftaran dilakukan selama 2 kali setelah dibuka pendaftaran. Yaitu sepekan dan 4 hari. “Kita langsung buka perpanjangan pendaftarannya 10 hari. Mungkin hari Minggu kita sudah buka perpanjangan pendaftarannya untuk efisiensi waktu,” terangnya. Adapun 10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu yang dibuka pelelangannya yaitu Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. (ula)

Kades Lepadi Diminta Lepas Jabatan Dompu (Suara NTB) – Kepala Desa Lepadi, Sudirman Ahmad diminta melepaskan jabatanya. Ia diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016, terlebih telah menyalahggunakan kewenangannya. Hal itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat 2017 lalu. Perwakilan warga Desa Lepadi, Muharis menegaskan, berdasarkan LHP Inspektorat bahwa pemerintah Desa Lepadi terbukti menyelewengkan DD dan ADD yang diperkirakan merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah. “Berdasarkan hasil LHP

itu dia (Sudirman Ahmad, red) terbukti melakukan kesalahan, menyelewengan anggaran desa hingga ratusan juta,” kata dia kepada Suara NTB, Jumat (9/2). Selain menyelewengan anggaran desa Sudirman Ahmad juga diduga telah menyelahgunakan kewenangan dengan memberhentikan sekertaris desa tanpa dasar hukum yang jelas. Sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa. Karenanya, mengancu pada pelanggaran tersebut dan berdasarkan rekomendasi Ispektorat pemerintah daerah diminta segera melakukan

pemberhentian. “Harus diberhentikan karena dia melanggar hukum, sebelumnya dia (kades lepadi, red) sudah membuat surat pernyataan ketika melakukan kesalahan dia siap mengundurkan diri, sekarang dia sudah terbukti bersalah, makanya masyarakat tuntut Sudirman ahmad harus diberhentikan,” tegasnya. Kepala Bidang pemerintahan DPMPD Dompu, M. Ali yang dikonfirmasi usai hearing bersama anggota DPRD terkait persoalan ini mengaku baru mendapat LHP dari Inspektorat. Beberapa rekomendasi yang dikeluarkan yakni meminta pemerintah desa mengembalikan status seker-

taris desa yang telah diberhentikan. “Beberapa poin di LHP yakni memerintahkan kepala desa lepadi untuk segera mengembalikan sekertaris desa yang diberhentikan, dan kedua itukan domainya Bupati,” ujarnya. Mengacu pada LHP itu juga, lanjut dia, perwakilan masyarakat Lepadi yang ikut dalam hearing bersama DPRD dan intansi terkait lainya meminta kades dicopot dari jabatanya dengan dasar melanggar ketentuan, termasuk mengingkari pernyataan untuk tidak melakukan penyimpangan selama menjabat yang telah ditandai surat pernyataan bermaterai 6000 Tang-

gal 15 Agustus 2017 lalu. Dan untuk menindak lanjuti persoalan ini pihaknya bersama tim terpadu penyelesaian sengketa yang telah dibentuk baru-baru ini akan bertemu untuk menentukan sikap. “Kita akan kaji kembali, koordinasikan dengan bagian hukum dan untuk sementara hasil hearing meminta sekertaris segera dikembalikan statusnya,” jelas M Ali. Sementara itu, Kepala Desa Lepadai, Sudirman Ahmad yang berusaha dikonfirmasi terkait dugaan penyelewengan DD, ADD dan penyalahgunaan wewenang selama menjabat tak berhasil ditemui Suara NTB kantornya siang kemarin. (jun)


SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

POLHUKAM

Halaman 8

Golkar Tak Gentar ”Kandang” Suhaili Digempur Tiga Kandidat Mataram (Suara NTB) Sebagai daerah terpadat kedua, Kabupaten Lombok Tengah dipastikan akan menjadi medan pertempuran perebutan suara rakyat yang cukup sengit antar kandidat pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018. Semua kandidat tentu berharap dapat mendulang suara maksimal di daerah dengan jumlah pemilih sekitar 800 ribu lebih itu.

(Suara NTB/ist)

DISAMBUT - H. Ahyar Abduh disambut antusias oleh masyarakat Praya Barat Daya baru-baru ini.

Ahyar Abduh Rebut Dukungan di Kandang Suhaili Mataram (Suara NTB) Dukungan untuk pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahyar Abduh -Mori Hanafi, terus mengalir dari berbagai kalangan dan daerah. Kini dukungan datang dari Kabupaten Lombok Tengah, yang secara politik merupakan kandang kompetitornya, yakni H. M. Suhaili FT. Diketahui antara Ahyar Abduh dan Suhaili, sebagai sesama politisi Partai Golkar dari sejak awal sudah terbangun rivalitas di antara mereka. Yakni saat mereka berdua memperebutkan dukungan Golkar. Usai memperebutkan kendaraan politik, rivalitas keduanya berlanjut memperebutkan dukungan rakyat. Kabupaten Lombok Tengah tercatat sebagai daerah terpadat kedua setelah Kabupaten Lombok Timur. Tidak heran, jika, Lombok Tengah akan menjadi medan pertempuran yang cukup sengit setelah Lombok Timur. Kamis (8/2) lalu, Ahyar Abduh turun langsung di Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah. Ia mendapat sambutan cukup hangat dari masyarakat setempat. Dan Masyarakat juga langsung menyampaikan dukungannya secara terbuka kepada Walikota Mataram dua periode ini. “Kami mendukung Bapak Ahyar Abduh untuk menjadi Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat” Kata Abdul Hanan, salah satu tokoh masyarakat asal Desa Darek ini. Menurut Hanan, masyarakat setempat memastikan dirinya akan kompak mendukung Walikota Mataram dua periode ini. Sebagai tim relawan pasangan Ahyar - Mori, dirinya memastikan tidak akan berhenti untuk turun langsung kampanyekan Ahyar - Mori kepada masyarakat yang lebih luas. Ditegaskan Hanan, meskipun sebagai warga Lombok Tengah, di mana Bupati Lombok Tengah juga ikut maju dalam Pilkada NTB 2018 ini, tidak akan terikat dengan hal tersebut. Masyarakat Lombok Tengah akan mencari pemimpin yang tepat untuk NTB ke depan. Ia melihat sosok pasangan yang mengangkat jargon “NTB untuk semua ini” memiliki visi yang kuat untuk membangun masyarakat NTB. “Insya Allah kami bersama sejumlah tokoh masyarat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda lainnya akan berkomitmen untuk memenangkan pasangan AMAN ini,” tegasnya. Sementara itu, Ahyar Abduh menegaskan sebagai bakal calon Gubernur, dirinya berharap mendapat dukungan para jemaah dan masyarakat luas khususnya kepada warga yang hadir serta dirinya juga memastikan akan memegang amanah serta komitmen yang telah tertuang dalam visi-misinya. Ia juga mengimbau masyarakat dan pendukungnya untuk tidak mudah terpancing dengan manuver politik lawan. Ia menginstruksikan agar dalam meraih kemenangan selalu dengan cara-cara terhormat dan damai. (ndi)

Suhaili - Amin akan Mulai Beraksi Setelah Penetapan Calon Mataram (Suara NTB) Dibanding dengan tiga kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya, pasangan H. M. Suhaili - H. M. Amin, terlihat paling tidak agresif dalam menghimpun dukungan di tengah-tengah masyarakat. Pasangan ini sangat jarang terlihat turun menemui calon pemilih. Sementara itu, tiga pasangan lainnya terlihat sangat intens turun ke masyarakat. Bahkan hingga ke pelosok desa sekalipun, nyaris tidak ada yang terlewatuntuk disinggahi. Hal itu tentu dilakukan untuk tujuan mendapatkan dukungan rakyat sebesar-besarnya agar bisa ke luar sebagai pemenang di Pilkada NTB 2018 ini. Dikonfirmasi terkait hal itu, Juru bicara pasangan Suhaili-Amin, Hasan Masat, menjelaskan bahwa untuk saat ini memang pasangan Suhaili-Amin masih belum terlalu maksimal untuk turun bersosialisasi dengan masyarakat secara langsung, seperti yang dilakukan oleh kandidat lainnya. Alasannya, karena keduanya saat ini sama-sama masih aktif sebagai kepala daerah. Suhaili yang menjabat Bupati dan Muh. Amin sebagai Wakil Gubernur NTB masih konsentrasi menyelesaikan tugas dan tanggungjawab pemerintahan. Hasan memastikan pasangan Suhaili-Amin akan mulai beraksi, intens dan masif bersosialisasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat sesudah cuti dari jabatan sebagai Bupati Lombok Tengah dan Wakil Gubernur NTB. “Karena sekarang beliau (Suhaili - Amin.) masih fokus bekerja sebagai kepala daerah. Kita akan lebih masif lagi setelah beliau cuti,” terangnya usai menggelar rapat tim pemenangan di Kantor DPD I Partai Golkar NTB, Jumat (9/2). (ndi)

Secara politik, Kabupaten Lombok Tengah merupakan kandang bakal calon Gubernur, H. M. Suhaili FT. Karena ia satusatunya kandidat bakal calon Gubernur yang berasal dari Lombok Tengah. Bahkan saat ini ia sedang menjabat sebagai Bupati untuk periode keduanya. Dengan posisi demikian, ia tentu akan dikepung oleh tiga kandidat bakal calon Gubernur lainnya, yakni H. Moch. Ali BD yang berasal dari Lombok Timur, H. Ahyar Abduh dari Kota Mataram dan Dr. H. Zulkieflimansyah dari Pulau Sumbawa. Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mukyadi mengaku tidak gentar den-

gan hal tersebut. Ia memastikan Suhaili tidak saja akan menjadi pemenang di kandangnya sendiri, tapi juga akan memenangkan Pilkada NTB 2018. “Insya Allah, saya lihat, masyarakat di Lombok Tengah dalam memilih pemimpinnya, masih pada pertimbangan sikap primordialisme. Jadi kalaupun ada yang ke luar, itu tidak akan banyak,” katanya. Misbach menuturkan, untuk pilkada Lombok Tengah, Suhaili telah teruji dalam hal memenangkan pertarungan. Suhaili bahkan seringkali diserang dengan kampanye negatif. Namun hal tersebut tidak membuat masyarakat Lombok Tengah

berpaling. Suhaili tetap ke luar sebagai pemenang, karena masyarakat Lombok Tengah sudah merasakan dampak dari hasil kepemimpinan Suhaili selama menjadi Bupati. Wajah Lombok Tengah telah banyak berubah. Seperti diketahui, Kabupaten Lombok Tengah menjadi bidikan pasangan Ali BD-Gede Sakti, yang maju dari jalur independen. Pasang ini telah memasang target, Lombok Tengah akan menjadi daerah penyumbang suara terbesar kedua bagi kemenangah Ali-Sakti. “Kita targetkan Ali-Sakti dapat suara 200 ribuan di Loteng,” sebut salah satu tim relawan AliSakti, Tajir Syahroni. Menurut

Tajir, angka itu cukup realistis, karena Loteng juga merupakan daerah asal Gede Sakti, yang tidak lain merupakan rival politik Suhaili paling tangguh pada dua kali Pilkada Lombok Tengah, yang selalu mendapat raihan suara pada nomor urut dua. Hal itu juga dapat dilihat dari dukung untuk dijadikan syarat maju sebagai calon Independen. Pendukung terbesar kedua terbesar pasangan ini berasal dari Lombok Tengah. Untuk itu, Ali-Sakti adalah kandidat yang akan menjadi ancaman cukup serius bagi Suhaili, khususnya di Lombok Tengah. Sementara itu, dua pasangan kandidat lainnya, yakni H. Ahyar Abduh - Mori Hanafi dan Dr. H. Zulkieflimansyah-Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, juga samasama menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah garapan untuk mendulang suara maksimal. Kedua pasangan ini, sudah mulai masuk menjajaki suara

kandang Suhaili ini. “Kita siap memenangkan pasangan Zul-Rohmi di Lombok Tengah. Kita akan kerahkan kekuatan kita untuk bisa mendapatkan suara maksimal di Loteng,” ujar Mamiq Alex, salah satu anggota DPRD NTB dari Fraksi Demokrat. Pasangan Ahyar - Mori juga tentu tidak bisa diremehkan kekuatannya. Ia juga membeberikan acaman serius untuk menggebosi suara Suhaili di Lombok Tengah. Dengan dukungan tujuh partai koalisi, pasangan ini akan menggerakkan semua mesin politik parpol pengusungnya untuk mendulang suara maksimal di Loteng. Diketahui, parpol pengusung utama pasangan ini, yakni Gerindra, saat ini memiliki kader yang tengah duduk sebagai Wakil Bupati. Diatas kertas, tentu hal tersebut menjadi modal yang cukup besar bagi Ahyar untuk meraih suara di Lombok Tengah. (ndi)

Pasutri Borong Ekstasi

(Suara NTB/why)

BARANG BUKTI - Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, Cheppy Ahmad Hidayat (kanan) didampingi Kabid Humas, Tri Budi Pangastuti menunjukkan barang bukti sabu.

Dari Aceh Selundupkan Sabu ke Lombok Mataram (Suara NTB) – Warga Aceh, MR alias RZ (25) ditangkap polisi di Lombok International Airport, Praya, Lombok Tengah. Pemuda tak lulus SD itu menyelundupkan sabu seberat 174,24 gram. Sabu disimpan di dalam selangkangannya. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, Jumat (9/2) menerangkan, tersangka diduga sebagai kurir narkoba berdasarkan modus yang dijalankannya. “Perannya sebagai kurir. Dia diupah Rp 5 juta untuk mengirimkan sabu ini dari Aceh ke seorang penerima di Mataram,” ujarnya didampingi Kabid Humas, AKBP Tri Budi Pangastuti. Tersangka MR menyimpan sabu di

dalam selangkangannya. Dua poket sabu direkatkan di sisi celana dalam menggunakan plester luka. Masing-masing poket beratnya 90,48 gram dan 83,76 gram sehingga total beratnya mencapai 174,24 gram. “Dia baru pertama kali ke Lombok. Dia disuruh membawa pesanan sabu untuk seseorang berinisial W di Mataram,” beber Cheppy. Sabu senilai Rp 300 juta itu dibawa tersangka yang menumpang pesawat Batik Air rute Banda Aceh-JakartaLombok pada Sabtu (3/2). Dia tiba di LIA pukul 21.00 Wita. Setengah jam kemudian dia diciduk tim Subdit I Ditresnarkoba di halte bandara. “Kita memang ada info bahwa akan ada pengiriman dari Aceh

menuju Mataram,” jelasnya. Tim di lapangan, kata dia, menemukan kesulitan sebab tersangka selalu lolos pintu pemeriksaan penerbangan domestik. Sabu yang disimpan di selangkangan tak terdeteksi alat keamanan bandara. Selain sabu, diamankan juga barang bukti uang tunai Rp 550 ribu, dompet, ponsel, dan boarding pass atas nama tersangka. Tersangka yang beralamat di Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, NAD itu dikenakan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal pasal 112 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. “Ancaman pidananya penjara 20 tahun atau seumur hidup sampai hukuman mati,” tutup Cheppy. (why)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan suami istri ditangkap polisi atas dugaan peredaran pil koplo. Mereka yang digerebek di Perumahan Lingkar Harmoni, Pagutan, Mataram diamankan bersama seorang kurir. Tiga orang itu antara lain, LN (39) bersama istrinya, VS (30) warga asal Turida, Sandubaya dan RA (27), warga Bintaro, Ampenan. Dalam penggerebekan ketiganya, polisi sempat kewalahan. Sebabnya, pelaku sempat mencoba untuk menghilangkan barang bukti. “Barang bukti pil ekstasi sempat dibuang ke dalam kloset. Setelah disiram beberapa kali, pil yang disimpan di dalam plastik itu akhirnya dapat kita ambil,” terang Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, Jumat (9/2). Pasutri yang mengontrak rumah di perumahan tersebut kedapatan baru selesai mengonsumsi pil di dalam kamarnya. Tim kemudian menggedelah isi kamar. Sementara satu orang baru keluar dari kamar mandi. Rupanya di baru membuang satu kan-

tong kain berisi dua poket pil ekstasi ke dalam kloset. “Dia berniat untuk menghilangkan barang bukti,” kata Cheppy. Kantong kain itu berhasil diselamatkan. Setelah dibuka isinya, satu poket berisi pil ekstasi warna merah muda berlogo micky mouse, satu poket berisi empat pil ekstasi, dan poket lain yang berisi sabu. Kemudian dari dalam lemari, lantai kamar kosong, halaman belakang, dan di dalam jok sepeda motor ditemukan barang lain terkait narkotika. Diantaranya, alat hisap dari bekas botol minuman, timbangan elektronik, korek api, gunting dan sendok. “Totalnya barang bukti inex atau ekstasi sebanyak 23,5 butir, sabu enam poket seberat 2,41 gram, dan uang tunai Rp 13,56 juta,” jelas Cheppy. Pasutri itu berperan sebagai pembeli barang sementara RA datang ke rumah tersebut untuk mengantarkan barang. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. (why)

(Suara NTB/why)

EKSTASI - Barang bukti ekstasi yang diamankan dari pasangan suami istri yang digerebek di Pagutan, Mataram.

Oknum Anggota Polres Dompu Terlibat Curanmor Bakal Dipecat Mataram (Suara NTB) – Hukuman pemecatan menanti oknum polisi anggota Polres Dompu diduga pencuri mobil, HR (34). Penjatuhan hukuman juga tak perlu menanti vonis pengadilan. Kabid Propam Polda NTB, AKBP Nurodin menjelaskan, HR yang berpangkat Briptu itu sudah

diproses dugaan pelanggaran kode etik. “Untuk pemeriksaan kode etiknya kita sudah periksa. Untuk hukumannya tidak harus menunggu vonis pengadilan,” ujarnya ditemui Jumat (9/2). Dia menambahkan, pemeriksaan kode etik beriringan dengan dengan proses pemeriksaan pidana pencurian di Subdit III Jatanras Ditreskrimum. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelanggaran yang diduga dilakukan HR bukan yang kali pertama. Baik itu pelanggaran disiplin maupun kode etik. “Indikasinya

sudah beberapa kali melakukan pelanggaran. Prosesnya kita sambil periksa, di reskrim juga jalan,” kata Nurodin. Mengenai ancaman sanksi kode etik terhadap HR, dia menegaskan tak menutup kemungkinan akan dijatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Kalau dipecat, ya bisa,” jelasnya. Untuk penjatuhan sanksi, hasil pemeriksaan Propam Polda NTB akan diserahkan kepada Kapolres Dompu sebagai atasan yang berhak menghukum. “Kita bantu pemeriksaannya,

kalau dia masih anggota Polres ya Kapolresnya nanti yang menjatuhkan hukuman,” terangnya. HR diduga mencuri mobil Ford Ranger produksi tahun 2010 bernomor polisi N 8934 BD di halaman parkir apotek di Jalan Sultan Hasanudin, Kalijawa, Dompu. Modusnya, tersangka beraksi dengan rekannya –masih diburu mendatangi TKP dengan sepeda motor RX King. Mereka kemudian membobol pintu dan membawa kabur mobil. Warga Calabai, Pekat, Dompu yang berdinas di Polres Dompu

tersebut ditangkap Sabtu (3/2) lalu di Pelabuhan Kayangan, Pringgabaya,LombokTimur.Mobilyang dikendarai HR tersebut sudah diamankan di Mapolda NTB. Selain pencurian mobil, tersangka HR juga adalah buronan Polres Lombok Timur sejak tahun 2016 atas dugaan penadahan mobil curian. Tersangka HR dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pasal 480 KUHP tentang penadahan, yang masing-masing ancaman pidananya paling lama tujuh tahun dan empat tahun. (why)

Korem 162/WB Raih Penghargaan Pengelolaan Anggaran Terbaik

(Suara NTB/ist)

Kolonel Farid Makruf MA Mataram (Suara NTB) Korem 162/WB meraih peringkat terbaik dalam pengelolaan anggaran selama tahun anggaran 2017. Penghargaan itu diberikan Staf Perencanaan TNI AD (Srenad) di Jakarta. Danrem 162/WB kolonel Inf H. Farid makruf, M.A., mengucapkan rasa syukur dan bangga dengan penghargaan tersebut. “Alhamdulillah kita memperoleh

penghargaan dari Srenad menjadi yang terbaik dari seluruh jajaran TNI AD dalam pengelolaan anggaran selama tahun 2017,” ungkap Danrem Jumat (9/2). Danrem melanjutkan, penghargaan itu merupakan salah satu bentuk apresiasi pimpinan terhadap kinerja satuan dalam mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran. Ini menurutnya tidak lepas dari kinerja dan pengawasan para pimpinan di satuan jajaran Korem 162/WB dalam menggunakan setiap anggaran yang diberikan negara. “Sehingga penggunaannya tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya serta dilengkapi dengan data-data akurat sebagai pendukungnya,” sebut Danrem. Selain itu, dengan adanya pemberian penghargaan itu diharapkan seluruh satuan jajaran TNI AD berupaya untuk menjadi yang terbaik. Tujuannya, agar ke depan agar TNI AD memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK terkait penggunaan anggaran yang diberikan negara. “Jangan merasa puas dengan kebanggaan yang berlebihan terhadap penghargaan

yang sudah kita terima ini. Teruslah bekerja dan berkarya dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk kepentingan masyarakat, nusa dan bangsa sesuai dengan slogan Berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas,’’ harap Farid. Kolonel kelahiran Madura itu berpesan, agar penghargaan terbaik tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada masa yang akan datang. “Perkecil atau bahkan ni(Suara NTB/ist) hilkan setiap kePenghargaan pengelolaan keuangan salahan dalam terbaik penggunaan anggaran sehingga memperoleh peringkat terbaik kedua dalam WTP pada tahun-tahun penggunaan anggaran negara di tingkat NTB yang diberikan oleh berikutnya,” pungkas Farid. Sebelumnya,padaOktober2017 KantorPelayananPerbendaharaan Korem 162/WB juga memperoleh Negara (KPPN) Mataram. (ars/*)


SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Jendela Sastra

Halaman 9

PUISI IDK Raka Kusuma Aku Akan ke Gubukmu aku akan ke gubukmu tukang pijat Kacangdawa kubawa kesukaanmu sayur kuah cahaya kuberi garam dan merica terkilir urat sukmaku ketika menyeberangi waktu jangan dipijat dengan minyak dibuat di dunia pijatlah pijat dengan minyak Sang Aswina di seberang langit rumahnya sebelum mengeluh dengan kening penuh peluh tak ada jalan ke sana tak tahu jalan ke sana berbisik aku di telinga kirimu di telinga kananmu seberangi diriku seberangi sukmaku seketika kau tiba aku akan ke gubukmu sambut di pintu pagar jangan lupa kesukaanku sayur tumis matahari segar tanpa bumbu. dalam mangkuk batu (Kanadai Migyar Hirlap – Loneliness / kanadaihirlap.com)

CERPEN

Hotel Sudi Hati

Kemari, Kubantu Kau Melepas Kacamata Robbyan Abel R TETAPI sekarang kau tidak seperti biasanya. Setelah kedatanganku ke dalam hidupmu, kau selalu mengakui bahwa banyak hal telah berubah. Mirip pelangi yang mengganti babak cuaca saat hujan reda. Kau mulai suka tertawa, berusaha membuat lelucon, dan tahan berbicara tentang apa saja sampai berlama-lama. Tetapi sekarang kau tidak seperti biasanya.Sunyi mengapung di sekitar kita, gelasmu perlahan penuh dengan kegelisahan. Namun aku belum jua mampu membaca keinginanmu yang masih bersembunyi ketika sesekali kau membersihkan kacamata itu dengan ujung bajumu. Kacamata yang kau lepas setiap kali kita akan berciuman. Salju terus menumpuk di teritis pertokoan. Kita duduk di sekitarnya, seperti malam yang sudah-sudah. Hanya saja sekarang kau tidak seperti biasanya. “Di kota ini, televisi masih hidup,” ucapmu tiba-tiba. “Selama kita terbit di dalamnya...” “Dia tidak akan padam, bukan?” “Hmm...” Kau kerap memulai percakapan dengan semacam topik yang terabaikan dalam kehidupan manusia. Sesuatu yang menenggelamkan, serupa rutinitas yang membuat manusia lupa bahwa hidup tidak ubahnya bentangan kematian. Malam ini kau men-

gajakku ke halaman pertokoan yang bagaimanapun harus siap diterpa polusi suara. Suara yang telah melewati perjalanan panjang sebelum merambat ke daun telinga kita. Dalam tempo tidak beraturan, kembali kau menyesap teh yang rasa gulanya sengaja kau biarkan pudar sejak kita membelinya di sebuah kedai di tepi Sungai Elbe. Sengaja kau biarkan pudar seperti lampu-lampu yang telah berpuluh-puluh tahun di kota ini. “Di dasar gelas yang tersisa hanya karat, di kota ini yang tersisa hanya kenangan. Seandainya aku masih bisa menjaganya,” katamu. Aku mengingat kembali peristiwa yang pernah menghadirkan kita. Ketika itu aku tak sengaja berjalan di pinggir taman Heiligengeistfeld, suatu ritus yang timbul akibat kejenuhan atas pekerjaan kantoran. Maka tidak salah jika memilih taman yang sebenarnya hanya cocok untuk usia belum dewasa. Banyak hal lucu yang bisa dilihat di tempat itu, gula kapas berbentuk kelinci misalnya. Kemungkinan kau memiliki alasan yang sama denganku. Pada hari itu kau meninggalkan kacamata di atas sebuah meja makan berwarna putih susu setelah seorang lelaki memaksamu pergi, meski roti di piringmu belum terpotong dan teh hangat di sampingnya masih menguap. Kupandangi kau dari kejauhan, kupandangi kau tepat saat tan-

ganmu menampar lelaki berambut panjang itu. Kalau tidak salah, saat menamparnya, rambut panjangnya tersingkap dan menampilkan leher yang diselimuti tato dengan motif jilatan api. Menurut seorang guru besar psikologi yang sekarang berprofesi sebagai pelukis – terakhir kami bertemu dan berbincang seputar semiotika – gambar api umumnya digunakan untuk mewakili sifat berani, liar, anarki. Gambar api adalah yang pertama muncul di dunia. Kemunculannya identik dengan peperangan atau perburuan. Aku membayangkan lelaki itu sedang berusaha merepresentasikannya. Aku menunggu di samping kursi meja tempat kacamatamu tertinggal dengan harapan kau segera kembali untuk mengambilnya. Aku masih percaya hidup ini perihal membangun harapan. Meski pada hari itu kau urung kembali: kau pergi dan aku kehilangan punggungmu setelah kau berjalan memasuki sebuah gang di seberang taman. Sementara lelaki itu masih diam menyaksikan kepergianmu. Ingin rasanya aku mengejarmu, aku begitu khawatir pandanganmu akan memburam tanpa kacamata, lalu sesuatu yang buruk terjadi. Namun melihat lelaki itu membiarkanmu sendiri, aku diam-diam ikut bersepakat untuk tidak mengejarmu. Sampai beberapa hari sesudahnya, aku melihatmu kembali dengan

/2016/

kacamata baru yang tersambung tali. Bisa digantungkan di leher dan kecil kemungkinan akan tertinggal lagi seperti sebelumnya. “Selamat sore...” sapaku dari belakangmu. Kau duduk di tempat yang sama seperti sebelumnya. Kau berhenti membaca (terlihat seperti majalah) serta menunda mengunyah kentang di tanganmu, lalu membalikkan badan, menatap langsung ke bola mataku, tanpa perlu memerhatikan rambut atau bagian tubuhku yang lain, sebagaimana halnya kita mencurigai seseorang ketika pertama bertemu.”Matamu melengkapi cuaca hari ini,” batinku. “Kau mau mengembalikan apa?” tanyamu tenang. “Bagaimana kau tahu aku mau mengembalikan sesuatu?” “Banyak orang menyapaku hanya untuk mengembalikan barang, aku cukup lama menjadi pelupa. Dan tentu saja sudah terbiasa,” jawabmu sambil menyunggingkan senyum di bibir yang tipis, “kau mau mengembalikan apa?” kau mengulang pertanyaan setelah sadar aku mendadak melamun. “Ah, Ya. Beberapa hari yang lalu, kacamatamu tertinggal di atas meja makan, kukira kau akan kembali mengambilnya. Ini,” kataku sambil menyerahkan kacamata berpelek emas itu. “Aku bahkan lupa kalau yang kupakai sekarang adalah kacamata baru.” *** Tetapi sekarang kau tidak seperti biasanya. Kau pejamkan matamu dalam-dalam, kau menggelengkan kepala, dan kau memeras dengkulmu berulangulang. Kau nampak bersikeras mengingat sesuatu: ingatan yang selalu kau rahasiakan sendiri. Dan, jika aku bertanya terkait ingatan itu, kau selalu beralasan bahwa kau pelupa ulung yang tak bisa memberitahukan apapun. Semenjak kita bertemu, hari inilah kau tampak muram. Kau meminta pergi ke pelabuhan untuk melihat burung gereja mencari makan, kau meminta lagi untuk diantar ke museum Deutsches Zoll, mau menggali sejarah katamu. Setelah mendatangi semua yang kau sebutkan, tidak ada yang berubah. Kau tetap muram.Terakhir, kau ingin duduk saja di sini, di halaman bekas pertokoan tua di Speicherstadt. Sering kau mengulang cerita bahwa di tempat ini pernah terjadi kebakaran. Semua orang di dalamnya tewas, kecuali seorang gadis yang sengaja disembunyikan identitasnya karena diketahui sebagai pewaris tunggal kekayaan seorang bangsawan. “Sekarang pukul berapa?” tanyamu lagi. “Sekarang pukul 03.00, pas. Kau belum selesai?” “Aku masih menunggu.” Aku menunggumu sedang menunggu sesuatu. Kembali kuamati kau meneliti suara yang sebentar menghampiri kita atau sekadar melewati telinga yang tertutupi rambut pirangmu. Spektrum pagi perlahan muncul. Belum juga datang wu-

jud yang kau tunggu itu. Setelah beberapa lama, akhirnya kau tertegun, ketika seorang lelaki datang menghampirimu. Lelaki yang pernah kau tampar tanpa menggunakan kacamata dan memiliki tato di lehernya. Ia datang membawa puluhan suara langkah kaki dengan ritme paling tergesa. Kau seperti menandai betul suara itu, suara yang langsung mengubah sikapmu. “Mari, kita mulai lagi. Meski dengan keraguan,” kata lelaki yang baru saja tiba di hadapanmu dengan raut wajah penuh iba. “Sudah sejauh mana kau pergi?” tanyamu dengan mata berlinangan air. “Aku tidak bisa pergi, aku dikurung dalam ingatan yang kau buat dalam kepalaku. Setiap aku berjalan menyusuri kota ini, aku merasa selalu ada kau. Aku tidak sanggup hidup begini terus. Mari, kita mulai lagi.” “Tidak! Pergilah kau. Lebih jauh, ke tempat di mana keajaiban tidak mungkin dilahirkan. Biarkan petaka mempertemukan kita bila memang tiba saatnya.” “Ke mana aku bisa menemukan tempat semacam itu?” “Kau bisa menemukannya di suatu tempat yang tidak memiliki celah untuk berdebu.” “Apakah maksudnya itu di sampingmu?” “Kau boleh saja berdebu di kota ini, tapi kumohon, jangan di sampingku. Karena kau hanya akan mendengar suara yang semakin mengusik hidupmu.” Lelaki itu pun pergi. Suara langkah kakinya digerogoti suara-suara yang lain. Kau memandangnya terus sampai punggungnya tidak terlihat lagi. Aku yakin kau sedang kesulitan mengenalinya seperti kali pertama kalian bertemu. Sementara aku masih duduk di sampingmu, mendengar suara yang tidak mampu didengar oleh kota ini. Kau pernah sekali mengatakan bahwa cinta adalah bagian hidup yang tidak turut kau lupakan. Kau suka mengoleksi film dengan kisah cinta berakhir klise, kau akan kecewa kalau film itu berakhir dengan seorang kekasih yang kehilangan pasangannya karena mendapat tugas wajib militer dari negara. Kau suka mendengar lagu-lagu dengan syair yang mudah membuat siapa saja bahagia. Kau juga pernah mengajakku mendengarkan radio yang membuka konsultasi untuk orang-orang jatuh cinta maupun patah hati. Kurasa kepalamu lebih mudah bekerja di hadapan cinta. Jangan-jangan selama ini kau kesulitan mengingat karena seisi kepalamu sudah dipenuhi olehnya, hingga tidak ada kesempatan bagi sesuatu yang lain dari kota ini untuk kau kenang. “Aku ingin melupakannya. Sungguh.” “Berhentilah menangis. Kemari, kubantu kau melepas kacamata.” (*) Robbyan Abel R, lahir di Mataram, 5 Januari 1998. Belajar Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga, Surabaya.

kabar terakhir, seorang binatu dari seberang waktu jadi pemilikmu siapapun bermalam menandai dengan salam setrikalah malam dengan setrika memancarkan terang berulang-ulang agar tak nampak keriput walau sejumput keesokan harinya, sebelum pergi menulis kata-kata di buku tamu : setrikalah pagi setrikalah siang sampai senja menghilang agar tak kusut diterpa segala bunyi setrikalah setiap diri agar tak susut ditempa sinar matahari ditempa panas cuaca Hotel Sudi Hati seorang utusan hari ini mengabarkan padaku sang binatu tanpa henti menyetrikamu dengan setrika api sambil berdendang tengah malam nanti kau kubawa pulang /2016/

Ke Nusa Penida aku ke Nusa Penida mencari sekolah bunga pintu dan jendela siang malam terbuka gurunya kumbang mengajar sambil menembang mengajar menyajikan aroma kepada dunia mengajar menjamu lebah ketika singgah mengajar menjamu kupu-kupu ketika bertamu mengajar menyanyi hidup memberi dan melayani aku ke Nusa Penida semoga bersua sekolah bunga /2016/

Yahya Semarapura dengan gembira Yahya Semarapura kau sebut alamat tempatmu merantau: jalan ayat dengan jalan kitab berseberangan tapi ujungnya bertautan jalan itu, kau berkata seraya menatap cakrawala panjang. luas. tak bertepi hawanya teduh dan murni auranya suci memperdengar zikir mengumandang takbir di arah kiblat berada di jazirah bercahaya di mana menyatu semua penjuru jalan itu, katamu sambil memandangku terang selalu tak berdebu di depan Istana Aliflamim tempat Dia kekal bermukim panggilan berdoa bergema dari masjid di barat sana dengan sinar matahari kau berwudu sebelum meninggalkanku /2016/ IDK Raka Kusuma lahir Klungkung, 21 November 1957. Tahun 2011 mendapat Hadiah Sastra Rancage untuk kumpulan puisi Sang Lelana (Sanggar Buratwangi, 2010).


SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

PENDIDIKAN

Halaman 10

Akibat Belum Miliki Rektor Data Ekskul Potensial GEBRAKAN baru dibuat Kepala SMAN 2 Gerung Lombok Barat Abdul Khalik. Pasca menjabat kepala sekolah baru sejak mutasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB sebulan lalu, Abdul Khalik kini mulai menata satu demi satu wajah sekolah itu. Abdul Khalik yang sebelumnya menjadi kepala SMAN 8 Mataram ini perlahan ingin mengembangkan potensi yang dimiliki sekolah. Salah satu yang menurutnya cukup menarik untuk dikembangkan ialah kegiatan ekstra(Suara NTB/dok) kurikuler siswa. Abdul Khalik Untuk itu, dia kini mendata ekskul mana saja yang dianggap potensial untuk selanjutnya dikembangkan. Termasuk, dia kini banyak menerima masukan dari siswa sendiri yang ingin melihat sekolahnya lebih maju melalui corong ekskul. “Di samping itu anak-anak menuntut agar dibuatkan ekskul baru seperti musik. Anak-anak sendiri yang menginginkan agar ekskul di tempat itu mampu maju dan bersaing,” ungkapnya. Kata Khalik, di sekolah ini sebelumnya sudah memiliki sejumlah ekskul hanya saja tidak aktif alias vakum. Dia berkomitmen menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang tidak jalan. “Banyak yang sudah ada tapi tidak jalan, vakum. Itulah yang kita hidupkan. Pramuka, drumbandnya, teater. Padahal sangat potensial,” ungkapnya. (dys)

Kekurangan Guru Masih Jadi Masalah

Mataram (Suara NTB) Kekurangan guru masih menjadi permasalahan secara nasional yang dibahas pada Rembuk Nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Terlebih lagi sejumlah guru yang pensiun serentak pada beberapa tahun belakangan ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, mengungkapkan, pada rembuk nasional banyak hal yang dibicarakan. Namun yang cukup dikeluhkan memang berkaitan dengan ketenagaan atau guru. “Yang dikeluhkan memang ketenagaan,” katanya. Di NTB sendiri pernah disampaikan adanya kekurangan 8.000 guru. Terlebih lagi, permasalahan ini ditambah dengan adanya kenyataan pensiun guru secara masal akibat dari pengangkatan guru secara masal di dekade tahun 1970-an. Suruji menyampaikan, keluhan tentang kekurangan guru itu sudah disampaikan di rembuk nasional. Solusi dari permasalahan itu masih belum pasti. Banyak saran dari berbagai pihak, salah satunya dengan mengangkat guru tidak tetap (GTT) menggunakan anggaran APBN. “Tapi itu kan usulan, keputusan bagaimana nanti tergantung peraturan perundangundangan,” katanya. Ia menyampaikan, ada banyak hal yang dibicarakan pada rembuk nasional itu. Antara lain mengenai kekurangan guru, pendidikan vokasi, sarana dan prasarana. Nantinya kementerian akan menelaah mana saja usulan atau permasalahan yang akan diakomodir dan dianalisa. Kepala LPMP NTB, Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si., sebelumnya menyampaikan, pada dekade tahun 1970-an, hampir secara serentak dilakukan pengangkatan guru. Di beberapa tahun belakangan ini, guru yang diangkat itu hampir bersamaan pensiun. “Jadi memang ada kekurangan guru di situ,” katanya. Selain itu, beberapa tahun ini juga ada pembatasan CPNS, yang berdampak juga pada guru karena berkurangnya kuota pengangkatan guru PNS. hal itulah yang menurutnya perlu diperhatikan. (ron)

Empat Jabatan Kaprodi di FMIPA Kosong Mataram (Suara NTB) Akibat Universitas Mataram (Unram) belum memiliki rektor definitif, empat jabatan Ketua Program Studi (Kaprodi) pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kosong.

(Suara NTB/dys)

Surya Hadi

Jabatan strategis di tingkat fakultas itu telah kosong sejak beberapa bulan lalu akibat habis masa jabatan sesuai SK Rektor Unram. Empat jabatan kaprodi yang kosong ialah Prodi Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika. “Ada empat kaprodi yang habis masa SK matematika, biologi, kimia, dan fisika,” kata Dekan FMIPA Unram Prof. Ir. Surya Hadi. Jabatan ke empat kaprodi tersebut tidak bisa diperpanjang lantaran hingga kini pimpinan

Mataram (Suara NTB) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dianggap bisa menanamkan nilai-nilai karakter siswa. Selain itu juga bisa menekan biaya penyelenggaraan UNBK di tahun mendatang. Hal itu disampaikan Kepala SMPN 19 Mataram, Hj. Aminah, S.Ag., M.Pd., Jumat (9/2). Menurutnya yang perlu diketahui, manfaat dari pelaksanaan UNBK adalah menanamkan nilai-nilai karakter siswa. “Terutama nilai kejujuran, kerja keras sudah dapat diraih, lewat ujian menggunakan UNBK,” katanya. Salah satu yang menjadi tantangan dalam mempersiapkan UNBK, menurutnya, pihak sekolah harus untuk menerima segala kekurangan akibat persiapan UNBK. Namun setelah satu tahun kemudian, manajemen keuangan akan stabil. “Setelah satu tahun kemudian insya Allah manajemen keuangan akan stabil, maka seiring waktu berjalan maka pengeluaran biaya pendidikan dapat ditekan,” katanya. Dengan demikian sekolah dapat membiayai atau membangun investasi di sekolah itu sendiri nantinya. Terlebih lagi sekolah juga butuh membiayai operasional. Selain itu pemeliharaan fisik sekolah juga tidak bisa ditunda, juga untuk mengantisipasi kerusakan yang tak terduga terjadi di sekolah.

“Ini yang menjadi tantangan hampir semua kepala sekolah, oleh karena itu UNBK sudah tidak lagi menjadi ketakutan bagi kita nanti. Memang awalnya sakit tapi akhirnya membawa banyak manfaat bagi sekolah itu sendiri, dan ini membutuhkan dukungan semua warga sekolah,” ujarnya. Sementara itu, persiapan UNBK menurutnya sudah rampung dipersiapkan. Semua komputer sudah lengkap. SMPN 19 Mataram menggunakan tiga ruangan untuk UNBK. Pemerintah pusat mengharuskan menyiapkan satu ruangan untuk cadangan. Aminah menyampaikan, dengan sudah dilakukannya UNBK di SMPN 19 Mataram selama dua periode, artinya kompetensi sumber daya manusia di sekolah sudah semakin baik, baik dari guru atau siswa, sudah tidak ada canggung lagi dalam mengoperasikan komputer. SMPN 19 Mataram menargetkan peningkatan nilai UNBK pada tahun 2018 ini. Berbagai cara dilakukan sekolah, antara lain melaksanakan pengayaan bagi siswa kelas IX serta simulasi dalam bentuk ujian semester menggunakan komputer. Selain pengayaan, simulasi UNBK juga dilakukan pihaknya. Ia menekankan, cara ini dilakukan untuk melatih mental anak-anak SMPN 19 Mataram. (ron)

Dikbud NTB Klaim Sudah Antisipasi

(Suara NTB/ron)

LISTRIK PADAM - Siswa salah satu SMA di Mataram yang terpaksa berhenti mengerjakan soal UNBK dalam simulasi yang digelar Kamis (8/2) lalu akibat listrik padam. SMK Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., menjelaskan, pemerintah sudah melakukan perbaikan atas kesalahan sesuai dengan pengalaman tiga tahun terakhir. “Kalau terjadi mati lampu atau apalah nantinya, server pusat sudah di-upgrade untuk mengantisipasi supaya server yang ada di sana tidak mengulang dari awal. Kalau mati lampu, serv-

sangat mengganggu kerja-kerja di tingkat fakultas. Karena praktis, sebagai seorang dekan hanya bekerja dibantu dengan wakil dekan tanpa kaprodi. “Pasti menghambat terutama administrasi,” ungkapnya. Disebutkan, yang paling krusial menghambat kerjakerja fakultas ialah pada kecepatan pelayanan terhadap mahasiswa dan semua proggram. Sementara yang lainnya bisa dikendalikan fakultas.

UNBK Dianggap Bisa Menanamkan Nilai Karakter Siswa

Permasalahan Server UNBK

Mataram (Suara NTB) Permasalahan server yang mati ketika simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pekan lalu dianggap bukan permasalahan besar. Antisipasi untuk permasalahan server diklaim sudah dilakukan. Dengan konsep UNBK saat ini, server pusat dianggap mampu menampung menyimpan pekerjaan siswa apabila tiba-tiba terjadi listrik padam. Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., didampingi Kepala Seksi Kurikulum SMK bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., MM., di ruang kerjanya Jumat (9/2) mengatakan, server yang mati itu merupakan pengalaman. “Bagaimana kita antisipasi secara nasionalnya, supaya UNBK utama bisa terlaksana, dan di nasional itu sudah terkoreksi,” ujar Yahya. Yahya menekankan, pelaksanaan UNBK tidak selalu berjalan online. Selama pengerjaan tidak membutuhkan jaringan online. Ketika listrik padam misalnya, pekerjaan siswa tetap tersimpan. Kepala Seksi Kurikulum

tertinggi di Unram juga mengalami kekosongan. Rektor definitif pengganti Prof. Ir. H. Sunarpi yang telah habis masa jabatannya pada 19 Desember 2017 lalu hingga kini belum diputuskan Menteri Ristek Dikti. “Ke empatnya sudah habis, surat keputusan perpanjangan belum ada. Mereka bisa diperpanjang karena belum dua periode,” kata Surya Hadi. Dengan kekosongan empat kaprodi ini, dia menjelaskan

“Pelayanan pasti terlambat. Kalau yang rutin fakultas bisa menghandel, tapi pengembangannya yang tidak bisa,” sambung anggota senat ini. Karena pihaknya selalu berpikir agar fakultas terus berkembang setiap hari dengan berbagai inovasi kebijakan. Kini kosongnya empat jabatan kaprodi jelas sangat menghambat. Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah segera melakukan pemilihan calon rektor tahap kedua, sehingga rektor definitif dapat ditetapkan. “Berharap agar rektor definitif cepat diputuskan karena pelayanan terganggu,” tukasnya. (dys)

ert pusat langsung menyimpan, asal jangan di log out,” jelas Umar. Umar menekankan, panitia pusat sudah mengantisipasi sedemikian rupa agar tidak merugikan siswa, dan membuat banyak pihak komplain. Bahkan, bagi sekolah yang tidak terjangkau internet, sudah disiapkan UNBK versi offline. Caranya, server yang akan disinkronkan dibawa ke

tempat yang memiliki jaringan internet. “Tinggal nanti rilis token sebagai cara masuk ke jaringan dikirim melalui handphone. Selesai tidak ada masalah, itu sangat udah kok, kalau dulu tidak ada jaringan, susah,” kata Umar. Yahya memastikan seluruh SMK akan melaksanakan UNBK. Sudah dilakukan pelatihan proktor di seluruh daerah di NTB. “Kita pengalaman untuk simulasi yang dilakukan, walaupun ada mati lampu saat simulasi, mereka sudah tahu antisipasinya,” katanya. Sebanyak 295 SMK negeri dan swasta dipastikan menjadi titik penyelenggara UNBK Dirincikan, dari 295 SMK sebagai titik penyelenggara itu, sebanyak 88 sekolah merupakan SMK Negeri dan 208 SMK Swasta. Sementara jumlah seluruh SMK negeri sebanyak 88 dan SMK swasta sebanyak 211. Berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN, jadwal UNBK SMK dilaksanakan pada 2, 3,4, dan 5 April 2018. Sinkronisasi UNBK SMK 29-31 Maret 2018. Pengumuman kelulusan UNBK dijadwalkan pada 2 Mei 2018. (ron)

(Suara NTB/yon)

SEKOLAH - Inilah ruang kelas VI di SDN 4 Rarang Kecamatan Terara yang menjadi lokasi dugaan penganiayaan guru oleh wali murid.

Hindari Kekerasan di Dunia Pendidikan

Sekolah Harus Buat Perjanjian dengan Wali Murid

Selong (Suara NTB) Kasus kekerasan dalam dunia pendidikan, yakni pemukulan salah seorang guru di SDN 4 Rarang Kecamatan Terara oleh oknum wali murid, inisial TR dan YD masih menjadi perbincangan hangat di daerah ini. Selain persoalan itu harus dijadikan pembelajaran. Seluruh sekolah khususnya di Kabupaten Lotim diimbau membuat perjanjian dengan wali murid saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurut Kepala Unit Dikbud Kecamatan Terara, H. Syafi’i, kepada Suara NTB, Jumat (9/2), kasus pemukulan terhadap guru atas nama Basyirun Mustajab yang diduga dilakukan wali murid, diharapkan dapat menjadi pembelajaran terhadap wali murid-wali muridnya lainnya. Baginya, tindakan pemukulan oleh wali murid terhadap guru merupakan tindak yang sangat tidak terpuji. “Pemukulan terhadap guru, terlebih saat berlangsung KBM itu sangat tidak terpuji. Itu harus dijadikan pembelajaran oleh wali murid lainnya,” tegasnya. Bagaimanapun tindakan seorang guru terhadap peserta didik, ujarnya, dilakukan sematamata untuk kebaikan siswa itu sendiri dan masuk dalam strategi pembelajaran. Namun dapat dipastikan, tidak ada seorang guru yang dinilai gagal dan berkeinginan untuk mendidik peserta didik ke arah yang tidak baik.

Seperti yang terjadi di SDN 4 Rarang Kecamatan Terara, aksi pemukulan terhadap guru oleh wali murid saat berlangsungnya proses belajar mengajar (PBM). Terlebih yang melatarbelakangi persoalan itu ketika seorang guru mencoba menyelesaikan perselisihan antarsiswa yang saat itu tidak saling tegur sapa. H. Syafi’i menegaskan kepada seluruh sekolah baik SD maupun SMP khususnya di wilayah Kecamatan Terara dan Lotim pada umumnya sejak awal tidak memperbolehkan murid atau siswa membawa handphone ke sekolah. Adanya larangan ini diharapkan aktivitas pembelajaran dalam satuan pendidikan berjalan lancar, aman dan nyaman sebagaimana yang diharapkan. Untuk itu, dalam upaya menghindari kembali terjadinya aksi kekerasan di lingkungan pendidikan, pihak sekolah dan wali harus memiliki perjanjian. Adanya perjanjian saat penerimaan peserta didik baru, tanggung jawab siswa sepenuhnya berada pada guru atau satuan pendidikan itu sendiri terutama saat jam sekolah. “Artinya budaya seperti dulu, ketika kita diserahkan untuk mengaji oleh orang tua, ada akad yang terbangun. Itulah yang kita terapkan nantinya pada tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.

Sementara, Kepala SDN 4 Rarang, H. Wildan, S.Pd mengaku kecolongan terkait adanya muridnya yang membawa handphone ke sekolah. Akan tetapi pada dasarnya, pihak sekolah secara tegas melarang peserta didik membawa maupun memainkan handphone ke sekolah. “Kita akui kecolongan, tetapi larang membawa handphone ke sekolah sudah kita tegaskan sejak awal,” ungkapnya. Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Dikbud Lotim, Muhir, S.Pd, mengimbau kepada pihak sekolah untuk intens melakukan razia terhadap barang-barang bawaan peserta didik ke sekolah. Selain handphone, tidak menutup kemungkinan adanya barang-barang lain dibawa peserta didik sangat membahayakan siswa itu sendiri maupun orang lain. Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, SH, SIK., menegaskan jika proses penanganan terhadap pemukulan guru oleh wali murid hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Ia memastikan, minggu-minggu ini pelaku penganiayaan guru dan perusakan fasilitas sekolah ditetapkan jadi tersangka dan ditangkap. “Kita masih periksa korban dan saksi-saksi, jika bukti cukup kuat dari keterangan itu. Maka minggu ini pelaku kita tetapkan tersangkat ditangkap,”jelasnya. (yon)

NTB Tuan Rumah LKS SMK Tingkat Nasional Mataram (Suara NTB) Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional ke 26 tahun 2018. LKS SMK tingkat nasional direncanakan akan dilaksanakan 6 sampai dengan 12 Mei 2018 dengan tempat utama di eks Bandara Selaparang Mataram dan Penutupan direncanakan di Islamic Center. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., didampingi Kepala Seksi Kesiswaan Bidang Pembinaan SMK, H. Makbullah, S. Pd., M. Pd., di ruang kerjanya, Jumat (9/2). “Kita insya Allah menjadi tuan rumah LKS SMK tingkat nasional,” kata Yahya. Yahya menjelaskan, LKS SMK tingkat nasional merupakan lomba berjenjang yang dilaksanakan setiap tahun, tahun lalu Solo, Jawa Tengah tuan rumah LKS SMK nasional . Siswa akan diseleksi di tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan di tingkat provinsi, dan barulah perwakilan provinsi akan berlomba di tingkat nasional. Direncanakan akan ada 57 bidang lomba yang akan digelar di NTB.

(Suara NTB/ron)

H. Muh. Yahya Ia berharap NTB bisa menjadi penyelenggara yang tidak sekadar penyelenggara. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah juga dilakukan. Nantinya akan melibatkan SMA dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain itu, LKS SMP tingkat nasional nanti bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo bersama minimal tiga menteri. “Ini yang kita sedang koordinasi intensif dengan kementerian,” ujar Yahya. Kepala Seksi Kesiswaan Bidang Pembinaan SMK, H. Makbullah menambahkan, pihaknya terus mempersiapkan diri

agar bisa meraih target sukses pelaksanaan dan sukses hasil. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Bidang Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bersama tim dari pemerintah pusat direncanakan tempat yang akan dipilih sebagai tempat utama yaitu Eks Bandara Selaparang. Selain itu juga akan digunakan beberapa hotel serta Islamic Center. “Rencana penutupan diIslamicCenter,” ujarnya. Makbul, sapaannya, menjelaskan, LKS SMK bisa dikatakan sebagai even besar dan mewah yang diselenggarakan Bidang Pembinaan SMK Kemendikbud, karena melibatkan tidak kurang dari 4.000 peserta dan penggembira. Sebanyak 57 bidang lomba akan diperlombakan di LKS SMK itu, lima mata lomba akan dilombakan di tingkat Asia Tenggara, dan dua mata lomba secara online. Sementara ada 50 mata lomba yang dilaksanakan langsung atau reguler. Sementara untuk persiapan di NTB, Makbul mengatakan, lomba tingkat Provinsi akan dilaksanakan pada bulan April. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota direncanakan bulan Maret. (ron)


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Turnamen Catur NTB untuk Semua Banjir Peserta Bima (Suara NTB) Turnamen catur “NTB Untuk Semua” yang disponsori Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023, H. Ahyar Abduh – H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori/ Aman) resmi dibuka, Jumat (9/2). Tak kurang dari 120 peserta ikut berpartisipasi dalam turnamen ini. Turnamen catur dengan total hadiah sebesar Rp 50 juta ini dibuka langsung oleh Mori Hanafi. Tak tanggung-tanggung, Mori membuka kegiatan ini dengan mengadu kepiawaiannya menjalankan bidak catur melawan ketua Percasi Provinsi NTB, Abdullah Zain, di Billionare Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Menurut Mori, open turnamen catur “NTB untuk Semua” ini, didukung penuh oleh pasangan AMAN sebagai wujud dalam komitmennya mendukung para master catur NTB untuk mengasah kemampuan dan kualitasnya sehingga nantinya bisa bersaing di kancah Nasional. “Penyelenggaraan open turnamen catur se NTB ini bertujuan untuk memunculkan master catur NTB yang nantinya bisa bersaing di kancah Nasional,” ungkap Mori Hanafi melalui rilis yang diterima redaksi Suara NTB. Pasangan AMAN, menurutnya, memiliki komitmen yang tinggi dalam aspek mendorong dan memajukan aspek olah raga di NTB. “Ini adalah salah satu visi dan misi Ahyar-Mori dalam mewujudkan komitmen NTB untuk Semua,” tegasnya. Mori Hanafi mengatakan NTB memiliki banyak potensi termasuk dalam

Mataram (Suara NTB) Sebanyak empat atlet atletik NTB akan perkuat tim atletik Indonesia di tes event menuju Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 11-14 Februari 2018. Hasil event itu akan menjadi tolok ukur kemampuan empat atlet asal NTB itu dalam menghadapi ajang multi event Asian Games 2018.

(Suara NTB/ist)

CATUR - Bakal Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi saat membuka turnamen catur“NTB untuk Semua”di Bima, Jumat (9/2). aspek olah raga dan selama ini tidak tergarap secara baik. “Salah satu contohnya dalam aspek olah raga catur ini. Pasangan AMAN hadir untuk memberikan spirit terhadap aspek ini dan akan menjadi salah satu pokok pikiran pasangan AMAN,” timpalnya. Turnamen catur NTB untuk semua ini digelar di Billionare Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima dari 9 Februari hingga tanggal 11 Februari 2018. “Sengaja kita gelar turnamen catur ini di Kabupaten Bima ini agar ada perhatian masyarakat terhadap Kabupaten Bima. Apalagi di Kabupaten Bima ini banyak berseliweran para master catur. Ini bagian dari komitmen kita membangun NTB untuk Semua,” ujarnya. Ketua Percasi Kabupaten Bima, Adhar S Pd., menjelaskan dalam turnamen catur NTB untuk Semua ini, peserta yang telah mendaftar baik yang berasal dari master catur Nasional maupun yang bukan master catur itu berjumlah lebih kurang 120 orang lebih dengan kategori perseorangan dan beregu. Mantan Ketua HMI Kabu-

paten Bima ini memberikan apresiasi yang begitu tinggi terhadap dukungan yang diberikan oleh pasangan AMAN dalam menggairahkan olah raga catur di NTB. “Dukungan yang diberikan oleh pasangan AMAN ini memberikan semangat baru bagi para atlet catur untuk lebih bergairah lagi dalam menggeluti olah raga ini. Apalagi dukungan hadiah yang diberikan cukup besar mengundang minat dari para master catur Nasional yang berasal dari Provinsi Lain untuk ikut turnamen ini. Tapi karena ruang lingkup turnamen ini hanya untuk NTB saja, maka para peserta yang berasal dari Provinsi lain banyak yang merasa kecewa karena tidak bisa mengikuti turnamen ini,” kata Adhar. Pihaknya sangat berharap dukungan Pasangan AMAN terhadap olah raga catur ini dapat berkelanjutan kedepannya ditengah kurangnya dukungan dari KONI dalam mensupport kegiatan pembinaan catur di daerah. (r/*)

Rencana Tuan Rumah PON 2024

KONI NTB Terus Sambangi Sejumlah Provinsi Mataram (Suara NTB) Pengurus KONI NTB dan KONI Bali tampaknya sangat serius untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024. Mereka terus melakukan roadshow ke sejumlah provinsi di Indonesia untuk meminta dukungan. Terakhir, Kamis (9/2) KONI NTB berkunjung ke KONI Bangka Belitung. Informasi dari Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto SH bahwa pihak KONI NTB dan KONI Bali telah mengunjungi sebanyak 17 provinsi untuk mem-

Empat Atlet NTB Perkuat Indonesia di Test Event Asian Games

inta dukungan terkait rencana KONI NTB dan Bali menjadi tuan rumah PON. “Sudah 17 provinsi yang kami kunjungi. Dan mendapat respon yang baik,” ucapnya. Sekum KONI NTB, Mohammad Iqbal yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Jumat (9/2) kemarin membenarkan bila ketua umum KONI NTB bersama jajarannya telah melakukan roadshow ke sejumlah KONI provinsi untuk meminta dukungan menjadi calon tuan rumah PON 2024. “Kemarin ketua umum KONI NTB (H. Andy Hadian-

to-rd) bersama pengurus lainnya berangkat ke Bangka Belitung untuk meminta dukungan menjadi tuan rumah PON 2024,” ujar Iqbal. Dikatakan Iqbal, selain bertemu dengan menemui Bangka Belitung, pihak KONI NTB bersama KONI Bali telah melakukan kunjungan diberbagai KONI provinsi lainnya guna meminta dukungan. Diakuinya sudah 17 provinsi yang telah dikunjungi KONI NTB terkait minta dukungan menjadi tuan rumah bersama PON 2024. (fan)

Informasi yang diterima Suara NTB dari Pelatih Pelatnas Atletik asal NTB, Aria Yuniawan, via ponselnya, Jumat (9/2) kemarin menyebutkan bahwa empat atlet NTB yang mengikuti test event tersebut adalah Lalu Mohammad Zohri, Fadlin, Andrian dan Safwaturrahman. Keterlibatan empat atlet andalan NTB di event tersebut berdasarkan surat man-

(Suara NTB/fan)

KETERANGAN PERS - Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation,Yoppy Rosimin(dua dari kanan) didampingi Ketua Umum Pengprov PBSI NTB, Junaidin Yaman (dua dari kiri) bersama Legenda Bulutangkis Indonesia, Hariyanto Arbi dan Lius Pongoh saat memberikan keterangan pers di GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat (9/2). na antusiasme para pebulutangkis muda kian berkembang dan mengalami peningkatan. Hal itu dilihatnya dalam beberapa tahun belakangan di mana Mataram semakin konsisten mengirimkan bibit-bibit mudanya untuk berkompetisi di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, memperebutkan kesempatan bergabung dengan PB Djarum, Kudus. Selanjutnya, rangkaian event itu dibuka dengan sesi pelatihan yang diikuti 50 lebih pelatih NTB. Para bintang-bintang bulutangkis dan pemain legenda dari PB Djarum di antaranya Lius Pongoh, Meiliana Jauhari, Sigit Budiarto, Luluk Hadianto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, Hariyanto Arbi, dan Eddy Hartono, hadir menyambangi para pelatih dari klub-klub lokal Mataram dan sekitarnya. Turut hadir pada sesi itu para atlet bulutangkis PB Djarum penghuni pelatnas,

yakni Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad. Sesi pelatihan fisik bagi para atlet bulutangkis dilakukan oleh pelatih fisik PB Djarum Reny Ardhianingrum. Sementara pada hari kedua, Sabtu, 10 Februari 2018, kegiatan coaching clinic akan dilanjutkan bagi para pebulutangkis muda. Program ini terbagiuntuk para pemain usia di bawah 13 tahun dan pemain usia di atas 13 tahun. “Kami sangat percaya, melahirkan atlet dunia perlu usaha yang ulet bukan hanya dari si atletnya yang berlatih keras, tapi juga pengetahuan yang dimiliki oleh pelatihnya. Karena hal itu, Coaching Clinic ini diadakan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan bermain bulutangkis antara atlet, pelatih, dan Legenda PB Djarum dengan para pelatih klub dan atlet muda bulutangkis yang ada di Mataram dan sekitarnya,” terang Yoppy. Coaching Clinic itu diharap-

ikut dalam test event menuju Asian Games 2018 itu. Selain empat atlet asal provinsi NTB, sisanya 26 atlet lainnya berasal dari Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, DKI Jakarta, Bangka Belitung Sumatera Utara dan Maluku. Menurut Aria, sebanyak 30 atlet termasuk empat atlet asal NTB sudah melakukan

Mbappe Diskors Dua Laga Paris Penyerang Paris St Germain (PSG) Kylian Mbappe diskors dua pertandingan oleh komisi disiplin liga pada Kamis, sehingga bisa menghadapi pesaing dalam perebutan gelar Liga Prancis Olympiue de Marseille pada akhir bulan ini. Pemain internasional Prancis Mbappe (19) diusir keluar lapangan karena pelanggaran beratnya terhadap Ismaila Sarr saat PSG menang 3-2 atas Stade Rennes di semifinal Piala Liga pekan lalu. Ia otomatis diskors dari pertandingan akhir pekan silam di markas Lille dan juga harus absen pada pertandingan bulan ini melawan Strasbourg. Namun dengan adanya keputusan Kamis, yang dampaknya akan dijatuhkan sejak Senin, berarti ia dapat bermain melawan Toulouse pada Sabtu dan Marseille pada 25 Februari. PSG unggul 11 poin atas tim peringkat kedua Marseille, demikian Reuters. Terlepas dari insiden terse-

but, musim ini Mbappe kembali tampil bersinar dengan bersama PSG. Pencapaian ini tak urung membuat dirinya menjadi incaran para klub raksasa. Penghujung tahun lalu, Kylian Mbappe mengungkap dirinya pernah melakukan perbincangan dengan Real Madrid sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain, namun tidak lagi ingin pindah ke juara Spanyol itu. Mbappe dikabarkan diincar Real setelah dia membantu mendorong Monaco mendapat gelar liga pertama Prancis dalam 17 tahun terakhir musim lalu, namun dia justru bergabung dengan PSG pada Agustus dalam kontrak awal pinjaman, yang akan menjadi permanen dengan nilai 180 juta euro (sekitar Rp2,9 triliun) tahun depan. “Ada banyak rumor transfer, memang benar kami pernah berbincang, tapi saya rasa sekarang itu hanya masa lalu bagi saya dan bagi Real Madrid,” katanya seperti dikutip AFP. “Saya sekarang bermain untuk PSG dan saya akan

membela tim ini 100 persen,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu di harian olahraga ber-

bahasa Spanyol Marca. Mbappe, yang pekan lalu genap berusia 19 tahun, mengatakan dia ingin bermain untuk PSG karena Paris adalah kampung halamannya. “Seperti seorang anak dari Madrid yang mendapat kesempatan untuk bermain dalam timnya dan pergi ke tempat lain, negara lain. Tidak, saya ingin bermain untuk PSG dan saya senang untuk sekarang dengan bagaimana keadaannya,” tambahnya. “Saya punya waktu, dan seperti saya katakan saya ingin bermain dalam tim terbaik di dunia dan PSG punya segalanya untuk mencapai itu. Jika tim ini berkembang bersama saya, tidak ada alasan untuk pergi.” (ant/ bali post)

Kylian Mbappe

Owi/Butet Siap Tunjukan Permainan Terbaik Mataram (Suara NTB) Pasangan ganda campuran pebulutangkis andalan Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir telah hadir di Mataram, Jumat (9/2). Juara Olimpiade 2016 yang biasa disapa Owi dan Butet itu siap menunjukan permainan terbaiknya di ajang Djarum Badminton All Stars yang berlangsung di sport hall GOR 17 Desember Turide Mataram, Sabtu (10/2) pukul 15.00 Wita hari ini. Dalam keterangan pers yang digelar PB Djarum Badminton Foundation di sport hall GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat (9/2) kemarin disebutkan bahwa kedatangan pasangan pebulutangkis andalan Indonesia itu disambut antusias oleh Pengprov PBSI NTB. Selain itu perserta Djarum Badminton All Stars akan dijamu makan malam oleh Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh di Pendopo Wali Kota Mataram pada malam harinya. “Owi dan Butet sudah tiba di Mataram hari ini. Kita ucapkan terima kasih pada pengurus PBSI NTB dan Pemerintah Daerah NTB, khusus pak Wali Kota Mataram yang akan memberikan jamuan makan malam untuk tim kami,” ucap Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin saat jumpa pers di GOR 17 Desember Turide Mataram. Hadir dalam acara jumpa pers itu, Ketua Umum Pengprov PBSI NTB, Junaidin Yaman, Legendaris Bulutangkis, Hariyanto Hardi, dan Lius Pongoh. Hadir juga perwakilan wartawan regional NTB dan Nasional. Dikatakan Yoppy Rosimin, pihaknya hadir di kota berjuluk “negeri seribu masjid” itu kare-

dat yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar (PB) PASI tanggal 2 Februari lalu. Dalam isi surat PB PASI Nomor : 047/PB.PASI/St.M/II/ 2018 dijelaskan bahwa terdapat 30 atlet dari 12 provinsi yang mengikuti test event tersebut. “Dari NTB ada empat atlet dan satu pelatih yang ikut,” ucap Aria Yuniawan yang menjadi satu-satunya pelatih atletik asal NTB yang

chek in dan berada di salah satu tempat di Kemayoran Jakarta untuk mengikuti test event itu. “Empat atlet NTB sudah berada di Jakarta. Soalnya mereka merupakan atlet pelatnas persiapan Asian Games di Jakarta bulan Agustus tahun 2018,” terangnya. Ditanya soal terget, Aria mengaku belum ingin sesumbar. Pasalnya atlet-atlet yang akan tampil di event itu merupakan atlet atlet terbaik dari delapan negara di Asia, termasuk China, Hongkong, Malaysia dan Thailand akan ambil bagian di event itu. Dan Aria sendiri belum mengetahui kemampuan masing-masing atlet. (fan)

kan bisa semakin memicu potensi pebulutangkis di kota Mataram agar semakin berkembang dan menunjukkan prestasinya, baik di kancah daerah, nasional hingga mancanegara. Menjadi sebuah kebanggan bagi pihaknya bila di masa depan nanti lahir pebulutangkis dunia yang berasal dari Mataram. Lanjutnya, untuk menjaga semangat pebulutangkis belia di Mataram agar tetap membara, pada hari yang sama, rangkaian acara dilanjutkan dengan Djarum Badminton All Star yang dimulai pada pukul 15.00 WITA di GOR Turide. Dengan format pertandingan eksebisi, para bintang-bintang bulutangkis dunia akan unjuk kemampuan di hadapan penggemar bulutangkis di kota Mataram. Djarum Badminton All Star digelar secara terbuka bagi masyarakat umum dan tidak dipungut biaya alias gratis. Pada laga eksebisi nanti masyarakat Mataram akan disuguhkan dengan pertandingan kelas dunia yang mempertemukan ganda campuran peringkat dua dunia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dengan jawara Asian Junior Championships 2017, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Tak hanya itu, keseruan juga akan terjadi di sektor tunggal putra yang mempertemukan Rinov Rivaldi, dengan Berry Angriawan. Kemeriahan Djarum Badminton All Star akan semakin bertambah dengan kesediaan Wali Kota Mataram TGH. Ahyar Abduh yang akan turut unjuk kemampuan bermain bulutangkis bersama Peraih medali perunggu Asian Games 2010, Meiliana Jauhari.(fan)

(Suara NTB/ist)

Jonatan Christie Buka Jalan Indonesia Hadapi Jepang Jakarta (Suara NTB) Atlet tunggal putra Jonatan Christie membuka jalan bagi tim putra Indonesia menuju kemenangan dalam laga perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2018 menghadapi Jepang dengan menyumbangkan poin pertama bagi Merah Putih. Dalam pertarungan perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia yang dihelat di Stadion Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Jumat, Jonatan yang turun di partai perdana berhasil mencuri kemenangan dari Kenta Nishimoto dengan skor 21-11, 20-22, 21-13, dan membuat Indonesia unggul 1-0 dari Jepang. “Puji Tuhan saya bisa menang lagi di partai pertama. Beberapa kali saya salah ‘buang bola’, dan ini sudah dibaca dengan tepat oleh lawan, ditunggu terus sama lawan. Pelatih menginstruksikan untuk kerasin pikiran dan jangan dikeluarkan lagi pukulan itu, karena sudah ditebak, jadi saya cari pola lain lagi,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI yang diterima di Jakarta, Jumat kemarin.

(ant/bali post)

Jonatan Christie Dalam pertarungan itu sendiri, di gim pertama, Jonatan berhasil terus mendominasi dan tak membiarkan Nishimoto mengembangkan permainannya hingga unggul jauh 19-9. Namun, di gim kedua, Jonatan banyak melakukan kesalahan sendiri dan sering kali gagal menyeberangkan bola melalui net ke lapangan permainan Nishimoto. Perolehan skor sendiri, sempat ketat di gim ketiga, namun setelah jeda interval gim pamungkas, Jonatan kembali menemukan irama permainannya, dan terus melancarkan smash keras ke sudut pertahanan Nishimoto yang terus diin-

car Jonatan. “Saya perbaiki penampilan saya waktu di Indonesia Masters 2018, terutama dari pikirannya. Kalau pikirannya seperti waktu itu, pasti saya mainnya kacau, tidak bisa menang,” tuturnya. Meski berstatus sebagai juara bertahan, Jonatan mengatakan dia dan timnya tetap berusaha untuk mempertahankan gelar meski itu tidaklah mudah. “Saya berusaha untuk anggap ini sebagai latihan, sebagai juara bertahan kami akan berusaha untuk mempertahankan gelar dan ini tidak mudah. Apalagi Malaysia, Jepang, Korea dan China juga bagus-bagus semua,” tutur Jonatan. (ant/bali post)


SUARA NTB

Sabtu, 10 Februari 2018

TPQ Kento

Kampung Alquran Pertama Lahir dari Gagasan Masyarakat Tanjung (Suara NTB) Keberadaan kampung Alquran di masyarakat belum begitu mengemuka ke permukaan. Hajat disertai komitmen kuat harus benar-benar mampu menopang pondasi dan motivasi masyarakat. Hal inilah yang kini diperjuangkan pendiri Pondok Tahfiz Qur’an Kampung Kento Daya, Dusun Monggal Atas, Ustadz M. Khairul Faridi. Lahir dari keinginan dan motivasi besar masyarakat, di Kampung Kento kini telah berdiri sebuah pondasi bangunan dengan konstruksi dua lantai dan bangunannya baru dikerjakan. Masyarakat memulai pembangunan kurang dari 1 bulan terakhir dengan dibantu oleh Komunitas Gerakan Rakyat (GR) 10.000, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sejak berdiri pertengahan 2017, Kampung Alquran Kento memberikan 4 jenjang pendidikan, yaitu Diniyah, PAUD, Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan Tahfiz Qur’an. Hingga saat ini pun, jumlah anak-anak yang belajar mendekati 200 orang, dengan rincian 60-an orang di Diniyah dan PAUD, serta 150 lebih siswa TPQ dan Tahfiz Qur’an. “Daerah kita adalah daerah pariwisata, jadi kita ingin jaga anak-anak kita ini agar

punya dasar kuat terhadap agama. Kalau agamanya sudah kuat, insya Allah mereka bisa menyeimbangkan dirinya terhadap perubahan modernisasi ke depan,” ungkap Khairul Faridi, Kamis (8/ 2) malam. Ia menjelaskan, dasar pertimbangan mendirikan Tahfuz Qur’an lebih dikarenakan Pondok Pesantren yang ada di Lombok Utara belum memiliki takhasus Alquran. Dari pondok yang diinisiasinya akan mengkhususkan Kajian dasardasar Islam dan takhasus atau menghafal Qur’an. Setiap harinya, anak-anak pondok akan digembleng dan disibukkan dengan menghafal dan mengkaji Islam tanpa mendiskriminasikan pelajaran lain. Pola pengajaran yang dilakukan pengurus pondok,

HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR5145CL NOKA/NOSIN : MH1JF5119FK074014/ JF51E-1071910 AN. ANGGI LISTIANA PUSPITA DEWI HILANG DISEKITAR JL. SERUNI KOTA MATARAM HILANG STNKR2 HONDA DR4982BL NOKA/NOSIN : MH1JF21199K317616/JF21E1315964 AN. MUZAKKARIA HILANG DISEKITAR AMPENAN KOTA MATARAM HILANG STNK R2 HONDA VARIO DR5040CE NOKA/ NOSIN : MH1JF8110DK845623/JF81E1839739 AN. SUSI HANDAYANI HILANG DISEKITAR AMPENAN MENUJU MATARAM HILANG STNK R2 HONDA DR3192CG NOKA/NOSIN ; MH1JFB120DK187095/ JFB1E-2140744 AN. I WAYAN MURDANA HILANG DISEKITAR JL. AHMAD YANI NARMADA LOBAR

anak-anak akan ditargetkan sudah mampu menghafal Alquran 20 juz dalam rentang 1 tahun pengajaran. Selanjutnya, dalam 1 tahun berikutnya anak-anak yang akan digembleng di madrasah untuk mempelajari ilmu-ilmu agama islam lainnya. “Dan kita sudah coba di takhasus ini dengan sistem kebut semalam. Ketika mereka ujian nanti, anak-anak akan menghafal. Ternyata metodenya berjalan, mereka cepat menghafal,” sambung Faridi. Anak-anak yang menimba ilmu di Tahfuz Alquran Kento tidak dibatasi usia. Setiap anak akan diterima asalkan bisa belajar dan mau belajar Alquran. Tidak heran, anakanak yang diterima saat ini sudah mulai berdatangan bahkan dari luar Kecamatan Gangga. Sebagai pondok pesantren baru, anak-anak yang menimba ilmu dan berasal dari luar wilayah Kecamatan diinapkan di rumah-rumah warga.

HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR5747BK NOSIN/NOKA : J F 2 1 E - 1 2 7 6 2 7 8 / MH1JF21169K27773 AN. LALU ARDHI HARIYADI HILANG DISEKITAR JL. SERUNI MATARAM HILANG STNK R2 SUZUKI DR2605AS NOKA/NOSIN : MH8FD125X4J-212976/ F403-ID-214108 AN. MERRY JONSTIAN HILANG DISEKITAR RS KOTA MATARAM HILANG STNK R2 HONDA DR5446AW NOKA/NOSIN : MH1HB31176K198850/ HB31E-1201377 AN. IR MARIA THEODORA FRANS HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM

Mereka diterima dengan baik dan berbaur dengan masyarakat Kento dan sekitarnya. “Kalau di Lombok Utara belum ada sistem seperti ini. Kita mengadopsi sistem Pondok Pesantren Al Madani di Lombok Timur yang sudah berhasil,” imbuhnya. Untuk membantu menjalankan belajar mengajar dan menghafal Alquran, Khairul Faridi dibantu oleh beberapa pengajar sukarela. Sebab ia tidak membatasi, dalam membangun pondok ini, siapapun boleh ikut berkontribusi. Sebab pondok ini dihajatkan menjadi milik ummat dalam mencetak generasi penghafal Alquran. Sementara, Ketua GR 10.000, Asmuni Bimbo, pada kesempatan yang sama berharap donasi dari masyarakt untuk membangun pondok terus mengalir. Ia berupaya keras agar pondok ini akan berdiri sesuai kebutuhan dan hajat masyarakat memajukan pendidikan berlatar belakang agama. “Begitu saya mengetahui rencana masyarakat, saya tidak ragu terlibat didalamnya. Jadi saya mengajak kepada semua donator, mari bersama-sama membantu membangun pondok yang khusus mencetak anakanak generasi penghafal Alquran,” ajaknya. (ari)

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR P R A T A M A MATARAM.HUB:081349684919

HILANG STNK R2 HONDA DR4652BW NOKA/NOSIN : MH1JF7115BK176952/JF71E1174374 AN. ELISABETH DWI RINI IBILONA HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.

DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

LOWONGAN

Halaman 12

Lobar Susun Pakem Adat ’’Merariq’’ Giri Menang (Suara NTB) – Masih tingginya pernikahan dini di Lombok Barat disebabkan tidak saja minimnya pemahaman masyarakat tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP), namun penyimpangan nilai luhur praktik budaya pernikahan di tengah masyarakat, khususnya para perangkat adat di bawah. Hal ini terjadi akibat minimnya pembinaan dan bimbingan terhadap para perangkat terkait. Di samping, tidak adanya dokumen tertulis tentang pakem menikah. Untuk itu, pihak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar pun menggelar Workshop Penyusunan Pakem Adat Merariq, Jumat (9/2). Workshop yang dibuka langsung Kepala DP2KBP3A, Ramadan Hariyanto dihadiri perwakilan Ketua Forum Koalisi Kependudukan, TGH. Nurhayat, Dewan Kesenian Raden Rais, Sekretaris Da’i Kesehatan Ustadz Amrul Jihadi. Hadir pula Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P4), Erni Suryana MM, Kabag Humas dan Protokol H. Saepul Ahkam dan pihak Dikes serta NGO.

Perkawinan dari pandangan adat Sasak, menurut tokoh adat Raden Rais, jika pernikahan tidak ditentukan umurnya, namun disebutkan yang boleh nikah, jika sudah usia dewasa. Hukum adat tentang pernikahan ini tidak boleh bertentangandenganhukumnegara, artinya harus mengikuti apa yang diatur UU. Hukum adat juga tidak boleh bertentangan dengan hukum agama.” Diakuinya, ketidakpahaman terkait adat ini bukan kesalahan petugas adat namun pemda juga salah lantaran kurang memberikan bimbingan khusus bagi para kadus terkait adat merariq. Sebab kepala dusun disebut sebagai pengemban krama yang memiliki otoritas membolehkan atau menggagalkan pernikahan melalui prosesi sejati. Namun prosesi pernikahan sebagian besar belum diketahui oleh kadus. Ini yang menyebabkan pemahaman keliru, seperti banyak kasus anak di bawah umur yang dilarikan tidak boleh dipisah (dibelas) karena dianggap aib. Sementara TGH Nurhayat menyatakan persoalan pernikahan ini disebut 25 kali dalam Alquran. Berbicara tentang nikah dalam Islam khususnya usia pernikahan tidak ditentukan usia berapa harus menikah,

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 Allea Galeri, galerifashionmenyediakan Kain Tenun, Kain Songket danmenerimaJahitBusana,Lokasi:JalanSwasembada,Hp:081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

namun banyak gambaran umum bahwa idealnya mampu dari segala sisi baik usia matang, mampu dari sisi ekonomi. Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar H. Saepul Ahkam menyatakan terkait isu tentang Gamak dan PUP belum ada instrumen yang menjadi alat untuk mencapai itu. Terkait kendala kultur dan aturan, menurutnya justru ia melihat keberanian sejumlah desa membuat awiq-awiq tidak akan memfasilitasi pasangan menikah jika tidak sesuai yang diatur baik dari sisi kultur, agama dan aturan hukum. (her)

SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836 SALON LA DURBIN BY LILIUM Promo sulam alis 1jt,promo msker rambut+scrub free Vit 70RB, Gunting Rmbut : 25RB,promo body bleaching+msker rmbut+body scrub+catok 199RB,smua promo datas Free Voucher20%,inbox/ WA: 082236507224 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa, facial, Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

LOWONGAN

LOWONGAN

SALON

DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

AMYRALD SALON membutuhkankaryawanyangprofessional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget.gaji1-2jt/bln.Hp085239056182/ jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTURUMAHTANGGA(PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257.zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

„ Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 10 Februari 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


Sabtu, 10 Februari 2018

SUARA NTB

Halaman 14


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 10 Februari 2018

Kenangan Ahyar Abduh dan Buah ”Jeruti” di Senteluk Dari Hal. 1 Ahyar datang berkunjung ke sana atas undangan sejumlah tokoh setempat. Ia pun hadir didaulat untuk menjadi khatib salat Jumat yang digelar di masjid tersebut. Kehadiran Ahyar disambut cukup antusias oleh warga di Senteluk Daya dan Senteluk Lauk yang biasanya menunaikan ibadah Jumat di masjid Al-Hikmah. Warga yang biasanya langsung bubar usai salat Jumat, kini tak beranjak dari masjid untuk bersilaturahmi dengan Ahyar. Tak ayal, saat berpidato usai salat Jumat, Ahyar langsung menodong ratusan warga dengan pertanyaan soal keberadaan buah jeruk yang rupanya sudah ditebang. “Mbe jeruti sak laek no (mana pohon jeruk yang dulu itu)?” ujar Ahyar. Para tetua desa yang mengetahui keberadaan pohon jeruk itu sontak tertawa mendengarnya. Ahyar menegaskan, pohon jeruti itu memang selalu ada dalam kenangan masa kecilnya. Saat ia masih kecil, Ahyar dan keluarganya sangat menyukai buah jeruti yang dari Senteluk. Menurut Ahyar, setiap kali bertemu jeruti senteluk, ia dan saudara-saudaranya pasti berebut buahnya. “Kalau sudah ada jeruti senteluk, mulai sudah berebut dengan semeton-semeton (saudarasaudara),” ujar Ahyar. Tokoh masyarakat setempat, H. Marzuki menuturkan, dulunya, tak jauh dari masjid Al-Hikmah memang tumbuh pohon jeruk bali yang buahnya nikmat. Buah itulah yang dimaksudkan Ahyar. Marzuki berkisah, di Senteluk memang tumbuh banyak pohon jeruk. Namun, pohon itulah yang buahnya paling menjadi rebutan. Kebetulan, pohon itu tumbuh di kediaman H. Nasrudin yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Ahyar Abduh. “Dulu H. Nasrudin ini Kades. Sekarang cucunya H. Nasrudin ini juga jadi kades. Jeruk itu tumbuh di tanah H. Nasrudin itu,” ujar Marzuki. Sementara, dalam sambutannya, Ahyar menjelaskan bahwa dirinya hadir di Senteluk atas undangan para tokoh setempat. Putra TGH. Abdul Hanan ini menegaskan, kehadirannya dalam rangka bersilaturahmi dengan

warga sekitar. Terkait momentum Pilkada NTB yang saat ini tengah bergulir, Ahyar yang juga Bakal Calon Gubernur NTB ini mengakui masyarakat tentu mulai sibuk menimbang-nimbang pilihan. Ia menegaskan, proses menimbang calon pemimpin ini memang adalah proses yang harus dihormati. “Sebab, mau tidak mau yang punya hak kedaulatan untuk memilih pemimpin itu adalah masyarakat atau rakyat,” ujarnya. Ia menegaskan, kehadirannya bukanlah untuk mengajak masyarakat memilihnya. Menurutnya, ajakan untuk memilih tidak boleh disampaikan oleh para kandidat. “Yang penting saya hanya ingin mengingatkan, mari kita selalu menjaga ukhuwah islamiyah,” tegasnya. Ia menegaskan, upaya dirinya untuk hadir di tengah masyarakat tak lain sekedar upaya untuk saling mengenal dan mempertahankan hubungan baik. Tak lupa, sebagai sosok yang dikaruniai kelebihan rezeki, Ahyar juga merasa perlu ikut andil memberikan sumbangan dalam proses pembangunan masjid Al-Hikmah tersebut. Warga yang dikonfirmasi wartawan pun sempat mengutarakan penilaiannya terhadap sosok Ahyar yang hadir di tengah mereka. M. Waris Wijaya, seorang mualaf yang berasal dari Jawa Timur, juga mengaku senang karena akhirnya bisa bertemu Ahyar secara langsung. Waris yang sangat mengidolakan sosok Bung Karno bahkan pernah datang secara khusus ke Sekretariat DPD PDIP NTB untuk menanyakan siapa sosok yang didukung PDIP di Pilkada NTB. Ketika mengetahui bahwa dukungan PDIP diberikan kepada Ahyar, Waris mengaku sangat senang. Karena rupanya sosok ini memang ia anggap pantas untuk didukung sebagai Calon Gubernur. “Dulu ke PDIP masuk, tanya calonnya dari PDIP siapa? Terus disebut Pak Ahyar. Begitu ketemu beliau di sini, saya terharu sampai keluar air mata,” pungkas Waris. (aan/*)

Tersandera Persoalan Hukum Dari Hal. 1 Madani mengatakan, pengembangan kawasan Tanjung Ringgit yang masuk di dalamnya Pantia Pink. Namun, belakangan sudah ada putusan pengadilan tingkat pertama. Dalam putusan tersebut memerintahkan kepada Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk mencabut sertifikat ilegal yang ada di kawasan Hutan Sekaroh. Namun, Madani mengaku belum mengetahui perkembangannya. Apakah ada banding atau tidak. Namun, yang jelas, Pemprov mendesak BPN segera mencabut sertifikat ilegal yang berada di kawasan hutan lindung tersebut. Sepanjang sertifikat ilegal itu belum dicabut, lanjut Madani, maka investor tidak akan bisa membangun. PT. ESL merupakan investor asal Swedia yang berencana membangun eco tourism terbesar di Asia yang terletak di kawasan Pantai Pink, Kecamatan Sekaroh, Lombok Timur. Saat Kick Off Ceremony Tanjung Ringgit di kawasan Pantai Pink, Jerowaru Lombok Timur, Rabu,

29 Januari 2014 lalu, investor ini berencana membangun 20 - 30 vila, restoran, dive shop, pasar petani dan pasar nelayan di kawasan tersebut. Hadir dalam acara Kick Off Ceremony tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat itu dijabat Dr. Mari Elka Pangestu, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Mrs. Ewa Polano, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si. Namun, beberapa tahun setelah acara seremonial tersebut, belum ada progres pembangunan di sana, akibat sengketa perizinan dan persoalan lahan, yakni sertifikat ilegal. Luas kawasan Hutan Sekaroh yang diberikan pengelolaannya untuk kepentingan wisata alam sekitar 300 hektare, termasuk di wilayah Pantai Pink. Dari izin yang diperoleh, PT. ESL hanya diperbolehkan membangun sekitar 10 persen dari luas kawasan yang diperoleh izinnya. Sementara, 90 persen lainnya dimaksudkan untuk perlindungan hutan. (nas)

Pejabat Pemprov Diperiksa Soal Perusahaan Air Minum Diduga Ilegal Dari Hal. 1 ‘’Kita tanya kewenangannya, bagaimana teknisnya sampai izin keluar,’’ jelasnya. Selain meminta keterangan saksi, sebelumnya diawali klarifikasi kepada pelapor dari. Kasus tersebut dilaporkan Lombok Utara Corruption Watch (LUCW). Dalam laporannya, disebutkan PT GPL di Desa Malaka, Pemenang, Lombok Utara diduga melakukan pengeboran air secara ilegal. Eksploitasi air tanah sejak tahun 2012 tersebut diduga dikomersilkan dengan harga Rp 25 ribu per 28 per 28 m3. Darsono mengaku dalam proses mengusut kasus ini, penyidiknya berusaha detail melengkapi bukti dan keterangan saksi. Apalagi pemilik perusahaan itu diduga warga negara asing. Selain mengklarifikasi saksi dan pelapor, Polda NTB juga mendalami dugaan pengeboran air ilegal itu dengan turun ke lapangan untuk mendalami laporan tersebut. Darsono menambahkan, kasus tersebut sudah dalam tahap penyelidikan sehingga penyidik mengundang saksi untuk diklarifikasi. Kades Malaka juga dipanggil untuk dimintai keterangan, terkait rekomendasi yang diberikan kepada PT GPL dalam pengurusan izin pengelolaan air tanah. Rekomendasi tersebut, sam-

bung dia, diberikan untuk diajukan ke Dinas Perizinan dan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tetapi kades mengklaim tidak mengetahui secara pasti mengenai komersialisasi pengelolaan air tanah tersebut. ‘’Kades ini baru menjabat. Dia juga baru tahu kalau ada dugaan dikomersilkan dari klarifikasi kemarin. Rekomendasi itu dikeluarkan sebagai dasar pengajuan izin ke dinas,’’ ungkapnya. Sementara itu, penyidik Subdit IV juga sudah turun ke lapangan untuk mengecek rupa fisik pengelolaan air tanah Mentigi Bay. ‘’“Hasilnya memang benar ada aktivitas pengeboran, ada meteran, ada mesin, ada peralatan, dan ada pipa ke pelanggan,’’ beber Darsono. Menindaklanjuti hasil cek lapangan itu, pihaknya mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi. Antara lain pelanggan air Mentigi Bay, dan manajemen perusahaan tersebut. Sementara pelapor Direktur LUCW Adam Tarpiin membenarkan dirinya pernah diperiksa penyidik Subdit IV. Pemeriksaan beberapa waktu lalu untuk melengkapi fakta lapangan yang ditemukannya. “Saya diperiksa sekitar 10 jam seputar laporan,” jelasnya. (ars)

Halaman 15

Pemprov Sayangkan Perusakan Jalan Provinsi di Lobar Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menyayangkan perusakan jalan provinsi oleh masyarakat di Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar). Pemprov berharap kejadian tersebut menjadi yang pertama dan terakhir. “Saya menyayangkan sikap masyarakat yang merusak jalan seperti itu. Sebenarnya tak boleh seperti itu. Saya berharap itu yang pertama dan terakhir. Karena ada kepentingan orang yang lebih banyak lagi yang terganggu,” kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Marga Ardhi, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Ju-

mat (9/2). Warga Dusun Gunung Ketapang Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong terpaksa merusak jalan provinsi yang merupakan akses utama penghubung sejumlah desa setempat. Tindakan nekat yang dilakukan warga ini untuk mengurai banjir yang menggenangi dusun setempat ham-

pir satu bulan terakhir. Genangan di perkampungan warga tidak bisa surut lantaran tak ada saluran. Sementara warga berharap ditangani BPBD Lobar, pihak terkait lamban turun menangani. Warga berharap agar dibangunkan saluran mengalihkan genangan air. Ardhi mengatakan, dirinya

sudah memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk turun meninjau jalan provinsi yang dirusak warga tersebut. PPK diminta melakukan evaluasi. Apakah membuat gorong-gorong dengan merusak jalan akan menyelesaikan persoalan atau tidak. Atau bahkan membuat persoalan baru. “Nanti kita lihat apakah ada selokan apa ndak. Kita belum tahu, PPK saya suruh ke sana. Kalau memang harus ada selokan, nanti kita buatkan selokan. Tapi kita lihat. Kalau itu kawasan, bukan tu-

gasnya Bina Marga membuat selokan. Itu dari permukiman, nanti kita koordinaiskan dengan Dinas PU Lombok Barat,” katanya. Ardhi mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa masyarakat akan mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Untuk penanganan genangan di daerah tersebut akan dilakukan kajian. Apakah dengan membuat gorong-gorong akan menyelesaikan persoalan atau tidak. Sehingga, PPK yang turun ke sana diminta melakukan evaluasi. (nas)

Akan Diusut Polisi

MESKI sudah diklarifikasi produsen, namun polisi tetap akan bergerak mengusut dugaan kandungan DNA babi pada suplemen VDS dan Enz. Penyelidikan akan diawali koordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). ‘’Ini termasuk merugikan konsumen. Kita akan koordinasi dengan Balai Besar POM untuk penyelidikan,” kata Kasubdit I Industri dan Perdagangan (Indag) AKBP Wahyudi, SIK kepada Suara NTB Jumat (9/2) kemarin. Wahyudi mengaku sempat mengikuti perkembangan soal informasi kandungan lemak babi pada VDS termasuk Enz. Hanya saja belum mendapat data detail sehingga perlu pendalaman informasi. Karena temuan awal di Balai POM, maka koordinasi awal akan dilakukan ke tim yang bisa memberi petunjuk pada dugaan dimaksud. Wahyudi menambahkan, BPOM sebenarnya sudah memilik Penyidik PPNS sendiri yang bisa melakukan penyelidikan awal. Informasi dari PPNS akan memudahkan pendalaman awal. Itu pun jika pihak BPOM Mataram melalui PPNS menyerahkan kasus itu ke pihaknya. “Artinya kalau PPNS serahkan ke kami, bisa kami tangani. Kalau mereka yang tangani lewat PPNS kan lebih bagus juga. Kami nanti akan koordinasi,” tandasnya. Terlepas dari itu, jika kasus ini ditemukan dan terbukti berdasarkan hasil uji lab, maka pihak produsen bisa dipidanakan karena dianggap merugikan konsumen. Sebelumnya, obat-obatan diduga mengandung DNA babi kembali menjadi sorotan. Ini setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan suplemen makanan merek VDS dan Enz positif mengandung babi. BPOM telah meminta agar kedua jenis merek tersebut ditarik dari peredaran dan dihentikan produksinya. (ars)

(Suara NTB/ist)

WISATA FAVORIT - Pemandangan di Gili Nanggu Sekotong. Kawasan ini menjadi lokasi wisata favorit pengunjung wisatawan domestik dan mancanegara.

Sekotong Suguhkan Keindahan Bawah Laut Hingga Konservasi Penyu Gili-gili di wilayah Sekotong Lombok Barat (Lobar) menjadi magnet kawasan wisata Sekotong. Gili di kawasan selatan Lobar ini menyuguhkan keindahan pantai, bawah laut, hingga konservasi penyu. Salah satu di antara belasan gili di Sekotong adalah Nanggu. Namun, kondisi cuaca ekstrem beberapa hari terakhir mempengaruhi jumlah kunjungan ke gili yang masuk dalam kawasan ini. BAGI wisatawan baik lokal maupun asing mungkin sudah tidak asing lagi dengan kawasan wisata Gili Nanggu Sekotong. Gili yang berada di jajaran tiga gili (Tangkong, Nanggu dan Sudak) atau disebut Gitanada ini menjadi lokasi favorit para wisatawan yang akan menikmati liburannya. Menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Tawun Sekotong sekitar 20 menit atau dari Pelabuhan Cemara Lembar 45 menit, para pengunjung dapat melihat keindahan pasir putih Gili Nanggu. Para pengujung dapat menikmati berbagai wisata yang ada di lokasi tersebut. Mulai dari keindahan bawah laut, lokasi penginapan yang nyaman,

Negara dan Agama Saudara Kembar Dari Hal. 1 itu adalah umat Islam,’’ ungkap gubernur dalam Kuliah Umum Semester Genap dengan tema Merajut Kebersamaan dalam Keragaman Peran dan Profesi, di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2). Selain itu, TGB mengajak mahasiswa untuk tidak lagi mempertentangkan antara agama dan nasionalisme. Meskipun perdebatan tentang negara bangsa sudah cukup lama terjadi di dunia Ini, yang menyebabkan sebagian umat Islam merasa berat bahkan ada yang tidak mau mengikuti dan mengakui sistem poli-

tik yang ada. Namun sebenarnya lanjut TGB, jika kita kembali ke hazanah yang dijelaskan panjang lebar oleh ulama kita, maka negara dan agama itu seperti saudara kembar. Dari sini lanjut TGB, negara dalam makna satu organisasi besar yang sudah kita sepakati, lalu kita menetapkan visi yang sama. Selanjutnya, kita juga membangun cita-cita yang sama dengan batas teritorial tertentu. Di dalam kesamaan itu semua, masyarakat saling memahami sebagai suatu bagian dari negara itu. “Sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam pemahaman para ulama,” terang TGB.

Memang negara bangsa yang lahir pada pertengahan abad ke 20 itu yang sering kemudian mendistorsi kita dan menganggap bahwa ada bagian dari negara bangsa itu yang tidak sesuai dengan Islam. Jika masuk ke konteks negara kita, Indonesia menurut TGB adalah negara bangsa yang seluruh persyaratan untuk membangun dan mewujudkan kemaslahatan semua, dalam konsep Islam, ada di Indonesia. “Walaupun bukan negara Islam, tapi Indonesia merupakan negara yang memiliki sistem yang mampu membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakatnya,’’ ujar gubernur. (r)

Ahsanul Khalik-Saswadi Masuk Kandidat Pjs Bupati Lotim dan Lobar Dari Hal. 1 Artinya sebelum tanggal 15 itu SK itu sudah turun,’’ jelasnya. Disinggung mengenai nama Ahsanul Khalik dan L. Saswadi yang akan menjadi Pjs Bupati Lotim dan Lobar. Wirajaya mengatakan tak bisa memastikan. Namun ia membenarkan jika nama dua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut masuk

diantara enam nama yang diajukan ke Kemendagri. Ahsnaul Khalik merupakan mantan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram. Pria asal Lotim ini menjadi Kepala Disos NTB setelah ikut seleksi terbuka yang digelar Pemprov NTB. begitu juga L. Saswadi, merupakan mantan pejabat Lobar.

Ia menjadi pejabat Pemprov setelah dinyatakan lulus dalam seleksi terbuka Kepala Badan Perpusatakaan dan Arsip NTB, yang sekarang menjadi Dinas Perpusatakaan dan Arsip. Saswadi tidak terlalu lama menjadi Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip, ia kemudian dimutasi menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB. (nas)

hingga adanya konservasi penyu. Tak perlu khawatir bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan bawah laut. Di lokasi tersebut terdapat penyewaan alat snorkeling dan pelampung yang dapat digunakan. “Kalau kita di sini utamanya snorkeling, lokasi selfie. Kadang juga orang ke sini mencari ketenangan dan kenyamanan karena lokasi disini rileks,” ujar Wayan Riva Budiarta salah satu staf Gili Nanggu Kotetsu and Bungalow, yang ditemui, belum lama ini. Bagi para pengujung yang ingin menginap di lokasi ini, terdapat kotetsu dan bungalow yang dapat di sewa. Hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 450 ribu untuk kotetsu dan Rp 550 ribu untuk bungalow, pengujung sudah dapat bersantai menikmati kenyamanan suasana pulau yang memiliki luas 12,5 hektare itu.”Kita punya cottage ada

10 unit, kalau bungalow kita ada 7 unit,” jelasnya. Kendati diakui pria asal Bali ini, Gili ini tidak pernah sepi dengan pengunjung yang datang. Hanya saja akibat cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini terjadi, membuat jumlah pengunjung mengalami penurunan. Bahkan pada sebulan terakhir pengujung yang menginap di lokasi tersebut sepi. Terlebih lagi bulan-bulan ini masuk dalam low season. “sebulan terakhir ini pengujung yang menginap kurang dari 10 persen, malah dalam seminggu ini kosong, karena cuaca ekstrem ini,” ucapnya. Gili Nanggu sudah ditetapkan sebagai wilayah konservasi, baik itu terumbu karang, biota laut bahkan penyu laut. Sehingga jika terdapat penangkapan penyelundupan terumbu karang maupun biota laut yang dilindungi akan dilepaskan di lokasi kawasan wisata tersebut. Terkait penangkaran penyu di lokasi itu, merupakan swadaya dari pemilik kotetsu dan bungalow yang ada di situ. Hal inipun menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisata, karena pengujung dapat juga ikut dalam pelepasan. (her)

Aset Tersangka Kasus PT. LTB Segera Dilelang Dari Hal. 1 Untuk itu, segala hal yang terkait penanganan kasus harus seizin majelis hakim terlebih dahulu. “Kalau memang majelis hakim mengizinkan untuk dilakukan lelang, maka proses lelang atas aset milik tersangka tersebut akan dilanjutkan. Tapi kalau tidak, harus menunggu putusan dulu. Baru bisa dilakukan lelang,” ujarnya seraya menambahkan, usulan lelang akan disampaikan begitu persidangan perdana digelar. Tersangka ZA sudah menyerahkan sepenuhnya kuasa atas aset berupa mesin cetak bata ringan tersebut ke jaksa untuk dilelang. Di mana nantinya hasil lelang aset tersebut akan dihitung sebagai pengembalian kerugian

negara dari tersangka ZA. Sejauh ini dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi PT. LTB, baru AK, mantan Direktur Pemasaran PT. LTB saja yang sudah mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp 100 juta lebih kepada jaksa. Sementara tersangka lainnya, mantan Direktur Utama (Dirut), L. Ma serta mantan Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha, ZA belum melakukan pengembalian. Meski ZA sudah menyerahkan aset berupa mesin cetak bata ringan, namun belum terhitung telah melakukan pengembalian kerugian negara. Mengingat aset tersebut belum terjual. “Kita tunggu hasil lelangnya dulu. Baru bisa kita hitung berada nilai kerugian negara yang dikembalikan oleh tersangka ZA,” tandas Hasan. (kir)

Aset Strategis Pemprov NTB Banyak Dibiarkan Menganggur Dari Hal. 1 Karena dibiarkan tak dimanfaatkan, maka sangat merusak pemandangan di Kota Mataram. “Paling ndak dibersihkan, diatur, dirawat, biar tidak merusak pemandangan,’’ kata Ahmad kepada Suara NTB, Jumat (9/2) siang. Ahmad yang berprofesi sebagai pegawai swasta di Kota Mataram ini menyayangkan aset daerah tersebut dibiarkan terbengkalai. Apalagi lokasinya sangat strategis. “Aset tersebut memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan baik,” katanya. Warga lainnya, Arya menyampaikan hal senada. Ia mengatakan seharusnya Pem-

prov bisa bersikap tegas jika lahan itu sudah dikuasai oleh investor. Jangan sampai mereka menyandera pemanfaatan lahan tersebut. Seharusnya, kata Arya, aset tersebut dapat berkontribusi bagi pendapatan asli daerah. “Kalau tidak mampu investor sebelumnya yang sudah dapat izin. Masih banyak investor lainnya yang lebih siap,” katanya. Kepala BPKAD NTB, Drs. H. Supran, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, kemarin di Kantor Gubernur mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset daerah yang ada. Ia mengatakan, tahun ini akan dilakukan beauty contest untuk menjaring

investor atau mitra daerah yang akan memanfaatkan beberapa aset yang ada. ‘’Tahun inilah beauty contest. Kita lakukan beauty contest dan lain sebagainya,’’ ujarnya singkat. Sebelumnya, Supran juga mengatakan melakukan beauty contest untuk pemanfaatan Hotel Giri Putri dan eks rumah Dinas Sekda NTB. Ke dua aset tersebut lokasinya bersebelahan tepat berada di sebelah selatan lapangan Sangkareang Kota Mataram. Pantauan Suara NTB, Jumat (9/2) siang, eks Rumah Dinas Sekda tersebut kelihatan tak terurus. Pada pagar, banyak ditumbuhi pohon-pohon liar. Begitu juga aset

Pemprov yang merupakan eks rumah Pimpinan DPRD NTB di dekat SPBU Pajang Kota Mataram. Lahan tersebut banyak ditumbuhi pohon-pohon liar yang cukup tinggi. Eks Rumah Dinas Sekda NTB tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun hotel. Dengan pertimbangan bahwa NTB merupakan daerah pariwisata, khususnya di Kota Mataram yang sering menjadi pusat kegiatan berskala nasional dan internasional. Seperti diketahui, untuk tiga aset daerah sudah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor 2013 silam. Yakni lahan Pemprov untuk pembangunan

hotel syariah, rumah dan kantor (rukan) yakni eks rumah pimpinan DPRD NTB dan NCC yang berada di Jalan Bung Karno. Dari tiga aset daerah tersebut satu yang sudah ditindaklanjuti dengan pennadatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yakni, pembangunan NCC. Gedung NCC rencananya dibangun 20 lantai serta convention centre dengan kapasitas 5.000 - 7.000 orang. Sesuai dengan hasil beauty contest yang dilakukan tim terpadu Pemprov NTB, pekerjaan pembangunan NCC dimenangkan oleh PT. Lombok Plaza dengan rencana investasi Rp 360 miliar dan kontribusi Rp 50 miliar. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 10 Februari 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bima Target 8.000 Kunjungan Wisatawan Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kabupaten Bima telah menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 8.000 orang pada tahun 2018. Jumlah ini lebih banyak dari target tahun lalu yang mencapai 5.000 kunjungan wisatawan. ‘’Tahun ini kita tingkatkan target kunjungan kita. Tentu saja dengan melihat peluang yang bisa kita maksimalkan. Harapan kita akan banyak wisatawan mancanegara yang datang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima H.Abdul Muis, Jumat (9/2). Ia mengatakan bahwa target itu bukan tanpa upaya. Ia mengharapkan banyak limpahan wisatawan dari Lombok. Sementara ini Bima lebih banyak mendapatkan limpahan wisatawan dari Labuhan Bajo daripada Lombok. Namun dengan adanya penambahan penerbangan langsung dari Lombok dan dari Bali membuat Dispar optimis untuk mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan. “Kemarin ada penambahan pen-

erbangan dari Lombok ke Bima. Kita harapkan ini bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan. Karena soal akses ini sangat penting. Saya pikir selama ini, tidak banyak yang datang karena keterbatasan akses,” ujarnya. Target kunjungan 8.000 wisatawan itu diharapkan dapat tercapai. Terlebih dengan adanya berbagai destinasi wisata yang sudah dibenahi. Salah satunya destinasi wisata yang ada di Lambu dan sekitarnya. Banyak wisatawan dari Bajo yang datang untuk menikmati keindahan alam Bima. Hal serupa juga diharapkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan Bali. “Kita mengharapkan banyak wisman yang datang dari Bali. Begitupula dari Lombok kita harapkan juga banyak wisnus yang datang ke Bima.

Apapun bentuknya, kita siap untuk menyambut wisatawan nantinya,” ujarnya. Pihaknya juga telah menyiapkan wisata budaya yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Hal ini menjadi salah satu segmen wisata yang menurutnya sangat efektif untuk menarik minat wisatawan. Sebab Bima memiliki banyak kebudayaan yang dapat dipertontonkan sekaligus sebagai ajang untuk melestarikannya. “Kita punya banyak budaya dan kesenian yang dapat kita suguhkan kepada wisatawan. Tentu saja kita perlu mengemasnya dengan lebih baik. Ini bisa menjadi daya tarik dan bisa memberikan kesan yang baik kepada wisatawan yang datang,” harapnya. Ia berharap target 8.000 kunjungan wisatawan ke Bima ini dapat terwujud. Sehingga masyarakat yang tinggal di lingkar destinasi bisa benar-benar merasakan manfaat dari perkembangan pariwisata di Bima. (lin)

(Suara NTB/ars)

NYALE - Warga menangkap nyale beberapa hari lalu di Pantai Kaliantan, Lombok Timur.

Ponpes Babussalam Genggelang Terancam Longsor Tanjung (Suara NTB) Pondok pesantren (Ponpes) Babussalam, di Dusun Karang Jurang, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, terancam longsor. Lantaran lokasi Ponpes berada di atas aliran sungai Lokok Bengkok, longsoran pun mengancam asrama putri dan musala setempat. Pantauan koran ini, Jumat (9/2), tebingan sungai perlahan-lahan mulai erosi dan menghanyutkan lereng dengan struktur tanah berpasir. Hujan yang cukup lebat beberapa waktu lalu pun sampai mengikis hingga menimbulkan bekas reruntuhan tanah. Setidaknya terdapat dua titik pengikisan. Pertama di depan musala dan kedua di tembok pembatas. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan lereng akan semakin amblas dan menyebabkan bangunan yang berada di atas tebing akan runtuh. “Terakhir terjadi longsor hari Kamis pekan lalu, saat terjadinya hujat lebat. Kami sudah bersurat ke Pemda KLU melalui dinas terkait supaya mendapat penanganan,” kata Pengelo-

la Ponpes, M. Nasir. Usai bersurat, Nasir mengakui beberapa perwakilan dinas sudah turun ke lokasi, di antaranya BPBD KLU, Dinas PU KLU dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Utara. Lokasi ini pun ia klaim sudah diukur oleh Dinas PU. Sehingga diketahui, bentangan pada kemiringan sungai yang harus ditalud sepanjang 60 meter dan ketinggian dari dasar sungai sekitar 9 meter. Untuk menangani persoalan ini, pihak sekolah tentu tidak akan mampu. “Kami sudah dibantu oleh BPBD, mereka mengirimkan karung sebanyak 1.500 lembar. Itu yang akan kita isi dengan tanah dan kita buatkan bronjong sebagai penahan sementara,” imbuhnya. Untuk diketahui, Ponpes Babussalam Lombok Utara didirikan oleh, Dr. Ir. H. Lemen Arjiman, M.Pd. Pendiri masih berstatus sebagai ASN di Pemkab Lombok Barat. Sejak dibuka, Ponpes menyediakan sarana dan prasarana sekolah untuk jenjang SMK dan Perguruan Tinggi Guru TK. Saat ini, jumlah siswa SMK sebanyak 160 orang dan mahasiswa PGTK sebanyak 60 orang. Kejadian curah hujan yang

tinggi beberapa waktu lalu, membuat pengurus ponpes bersurat ke Pemda KLU pada 2 Februari 2018 lalu. Mereka meminta bantuan kepada Pemda KLU, untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya longsoran susulan yang lebih parah. Surat ini sendiri tidak hanya diajukan ke bupati, tetapi ditembuskan juga ke instansi teknis lain, serta ditujukan pula ke lembaga DPRD KLU. Terpisah, Anggota Komisi III DPRD KLU, Ada Malik, pada rapat dengan Komisi III mengatakan perihal surat masuk dari lembaga Ponpes Babussalam agar disikapi cepat oleh Pemda KLU maupun lembaga DPRD. Surat itu akan ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan setelah menyelesaikan agenda kunjungan kerja di Jakarta. “Kita sudah menerima surat permohonan dari Pengurus Ponpes Babussalam. Dan kita akan jadwalkan untuk meninjau kondisi lapangan. Apalagi letak ponpes berada di belakang rumah Pak Djohan Sjamsu, mantan Bupati Lombok Utara,” katanya. (ari)

Pelaku Pariwisata Tetap Jual Paket ’’Bau Nyale’’ Mataram (Suara NTB) – Meski saat ini sudah banyak nyale yang keluar, para pelaku pariwisata tetap menjual paket wisata Bau Nyale pada 6-7 Maret mendatang. Hal ini dilakukan karena ingin mendukung program pemerintah yang sudah menyiapkan berbagai kegiatan pada acara puncak. Sehingga diharapkan dapat memberikan kesan yang mendalam bagi wisatawan. ‘’Tidak masalah meskipun nyale sudah keluar. Kita memang menjual paket Bau Nyale ini dengan harapan bisa menunjukkan kepada wisatawan seperti ini lho nyale itu. Tapi tidak lupa juga kita berikan kesan yang menarik untuk mereka agar tetap dikenang sampai kembali ke negaranya,’’ kata pelaku pariwisata asal Lombok Tengah Muhammad Fauzan, di

Mataram, Jumat (9/2). Ia mengatakan paket itu sudah terlanjur dibuat, diharapkan calon wisatawan dapat menyesuaikan dengan jadwalnya. Sehingga ia tidak dapat memajukan waktu atau tanggal pada paket tersebut, karena calon tamunya sudah menyetujui tanggal yang sudah lebih dulu ditetapkan. Meski demikian, ia tetap berharap pada puncak acara nanti ada nyale yang keluar dan acaranya berlangsung meriah seperti tahun sebelumnya. ‘’Tidak bisa kita majukan tanggalnya, karena mereka sudah mengatur jadwal untuk kunjungan mereka. Kalau soal keluar atau tidaknya (nyale) itu hanya Tuhan yang tahu. Kita tetap berharap, agar wisatawan kita tidak kecewa,’’ ujarnya. Ia mengaku sudah membuat paket wisata selama empat hari tiga malam untuk

wisatawan dalam negeri dan paket wisata lima hari empat malam untuk wisatawan luar negeri. Selain mengikuti Bau Nyale, wisatawan juga akan diajak untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata. Termasuk Desa Adat Sade, pantai-pantai bagian selatan, Trawangan dan Sembalun. “Selama empat sampai lima hari itu, kita akan ajak ke berbagai destinasi. Tidak hanya ke Pantai Seger untuk ikuti Bau Nyale saja. Tapi hari terakhir memang mengikuti acara itu. Kita harapkan semua berjalan dengan baik,” harapnya. Ia berharap wisatawan yang datang tetap bisa merasa nyaman dan senang. Sehingga ia dapat merekomendasikan agar wisatawan itu bisa berkunjung kembali. Sebab masih banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi saat berwisata ke Lombok. (lin)

Edisi Sabtu, 10 Februari 2018 | Suara NTB  

Headline : Aset Tersangka Kasus PT.LTB Segera Dilelang

Edisi Sabtu, 10 Februari 2018 | Suara NTB  

Headline : Aset Tersangka Kasus PT.LTB Segera Dilelang

Advertisement