Skip to main content

Edisi Kamis 31 Mei 2019 | Suara NTB

Page 1

SUARA NTB

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

JUMAT, 31 MEI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 72 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(Suara NTB/ars/ant/balipost)

GELEDAH - Tim Penyidik KPK ke luar Kantor Imigrasi Mataram usai melakukan penggeledahan Rabu (29/5) sejak siang hingga malam.

Geledah Empat Lokasi

KPK Sita Dokumen Penyidikan WNA Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 H/2019 M 04:52

05:02

12:16

15:36

18:06

19:20

TO K O H Modus Kuasai Lahan Investasi PENGUASAAN lahan investasi oleh orang asing di NTB dengan modus menikahi warga lokal masih ditemukan. Hal tersebut diketahui setelah terjadi sengketa hukum antara warga lokal dengan orang asing yang menguasai lahan. ‘’Modus seperti itu kita antisipasi dengan pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Itu yang kita inginkan kepaada masyarakat. Kalaupun bermitra dengan orang asing prosesnya harus legal. Jangan sampai menggunakan modus kawin,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bersambung ke hal 15

Mataram (Suara NTB) Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan kegiatan penindakan setelah Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Empat lokasi digeledah tim penyidik KPK Rabu (29/5) mulai pagi hingga malam. Diantara dokumen yang disita, terkait penyidikan dan penetapan tersangka Warga Negara Asing (WNA) yang menyalahi izin tinggal. Penggeledahan di empat lokasi berbeda sejak pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Penyidik terbagi menjadi dua tim. Satu tim menggeledah Kantor PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI) di Sekotong, Lombok Barat. Pencarian barang bukti, karena direktur perusahaan ini diketahui Liliana Hidayat, salah satu yang ditangkap KPK Senin (27/5) lalu. Kegiatan KPK berlanjut ke Hotel Sundancer, yang juga berlokasi di Sekotong, Lombok Barat. Penggeledahan ber-

langsung di ruang IT dan perkantoran hotel hingga malam hari. ‘’Penggeledahan pukul 16.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Yang digeledah ruang server, kamar tinggal Liliana dan Office Liliana,’’ kata sumber Suara NTB. Sementara penyidik KPK lainnya melakukan penindakan sama di rumah dinas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie di Jalan Majapahit Nomor 18 Kompleks Kementerian Hukum dah HAM sejak pagi hingga siang. Pukul 14.30 Wita, tim melanjutkan penggeledahan di Kantor Imigrasi Jalan Udayana Mataram. Bersambung ke hal 15

Zona Integritas Imigrasi Mataram Terancam Buyar KANTOR Imigrasi Kelasi I Mataram baru saja mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Namun, hal itu dicederai dugaan gratifikasi penghentian kasus pidana keimigrasian. Bahkan yang terjerat adalah kepala kantornya sendiri. ‘’Bisa langsung gugur itu WBK WBBM itu,’’ sesal Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Andi Dahnif Rafied dikonfirmasi Rabu (29/5). Dia memastikan pihaknya akan mengambil mekanisme sanksi internal. Bersambung ke hal 15

Ramadhan Ajarkan Empati Sosial

Gubernur Santuni 1.015 Pasukan Kuning (Suara NTB/dok)

H. L. Gita Ariadi

KO M E N TTAA R Inspeksi Angkutan Lebaran GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc akan melakukan inspeksi angkutan lebaran, Jumat (31/5), hari ini. Rencananya, gubernur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan melakukan inspeksi angkutan lebaran di Terminal Mandalika dan Pelabuhan Lembar. ‘’Hari Jumat kita inspeksi dengan Pak Gubernur. Kemudian sebelumnya kita launching mudik gratis 135 orang tujuan Bima - Dompu,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M. Si dikonfirmasi, Rabu (29/5). Bersambung H. L. Bayu Windya ke hal 15 (Suara NTB/nas)

Tidak Terbit Berkaitan dengan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2019 dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, SUARA NTB tidak terbit pada Sabtu (1- 8/6). Kami akan terbit kembali Senin (10/6). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan harap maklum. Terima Kasih Penerbit

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memberikan santunan kepada 1.015 petugas kebersihan atau pasukan kuning yang sehari-hari membersihkan jalanan di Kota Mataram, Kantor Gubernur dan Islamic Center. Tahun ini, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp580 juta untuk Tunjangan Hari Raya (THR) pasukan kuning. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dikonfirmasi usai menyerahkan santunan mengatakan Ramadhan mengajarkan tentang empati sosial. Meskipun nilainya tidak besar diharapkan santunan tersebut membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan jelang lebaran. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

SANTUNAN - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah memberikan santunan berupa uang dan beras 10 kg kepada petugas kebersihan yang berada di Kota Mataram.

(Suara NTB/why)

PELAYANAN - Petugas Imigrasi Kelas I Mataram mengambil foto pemohon paspor di loket pelayanan paspor, Rabu (30/5) lalu.

Dugaan Korupsi, Masyarakat Dapat Lapor ke ’’NTB Care’’ Mataram (Suara NTB) Dinas Komunikasi, informatika dan statistik (Diskominfotik) NTB terus melakukan optimalisasi aplikasi NTB Care sebagai kanal layanan untuk merespons berbagai bentuk pengaduan dan keluh masyakat terkait pelayanan publik. Kini, masyarakat dapat mengadukan masalah dugaan korupsi dan persoalan hukum lainnya ke NTB Care. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH mengatakan, NTB Care kini semakin lengkap. Selain terdapat fasilitas untuk merespons pengaduan layanan publik, juga telah dilengkapi fitur pengaduan yang terkait dugaan pelanggaran hukum, yang disebut Whistleblower System (WBS). Fitur ini penting, sebagai implementasi dari prinsip/ asas praduga tak bersalah. I Gede Putu Aryadi Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/nas)

Syamsuri Firdaus

Sosok Pendiam yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Qori internasional Indonesia asal Desa Rada Kecamatan Bolo,Kabupaten Bima yang berhasil menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional di Istanbul, Turki belum lama ini, Syamsuri Firdaus, dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak terlalu banyak bicara. Bahkan anak sulung dari pasangan Abdullah dan Dahlia yang kini memasuki usia 21 tahun tersebut, menjadi tulang punggung keluarganya. Biaya sekolah ke dua adiknya juga ditanggung Syamsuri Firdaus. SOSOK sederhana Syamsuri Firdaus tersebut diungkap oleh ayahnya, Abdullah Ahmad kepada Suara NTB, usai bertemu dengan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Rabu (29/5). ‘’Keseharian Syamsuri tidak terlalu banyak bicara. Orangnya pendiam, tapi tekun belajar,’’ katanya. Menurut Abdullah, Syamsuri merupakan

anak pertama dari tiga orang bersaudara. Selama ini, ia membantu meringankan beban keluarga. Menjadi tulang punggung keluarga. Karena ayahnya yang hanya sebagai petani tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari- hari. ‘’Sudah ada motor, TV, kulkas dan barangbarang berharga lainnya. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/Uki)

Orang tua Syamsuri Firdaus, Abdullah dan Dahlia bersama Bupati Bima, Hj.Indah Damayanti Putri (tengah).


SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

Berpotensi Tingkatkan Perekonomian DINAS Pariwisata NTB, menetapkan tiga dari empat kelurahan di Kecamatan Sekarbela menjadi desa wisata. Ini jadi potensi besar bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Tiga kelurahan itu yakni, Kelurahan Karang Pule, Tanjung Karang dan Jempong Baru. Camat Sekarbela, Cahya Samudra mengapresiasi penetapan tersebut melalui surat keputusan gubernur. Dia mengakui, tiga kelurahan memiliki potensi wisata. Seperti Karang Pule sebagai sentra kerajinan emas dan mutiara. Lokasi ini dikenal wisatawan (Suara NTB/dok) dalam dan luar negeri. Cahya Samudra Sementara, di Jempong dan Tanjung Karang terkenal dengan destinasi pantai, kuliner dan religi. Di Tanjung Karang, terdapat makam ulama legendaris yang tiap hari di kunjungi wisatawan. “Ada makam Loang Baloq. Destinasi ini terkenal sebagai destinasi religi,” kata Cahya dikonfirmasi, Rabu (29/5). Penataan infrastruktur perlu diintervensi oleh pemerintah, terutama penataan terhadap lapak pedagang kaki lima dan pembuatan jogging track. Selain itu, penyiapan sumberdaya manusia sebagai pengelola kawasan tersebut. Mantan Lurah Pagutan Barat menambahkan, perlu sosialisasi dan pelatihan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, untuk menyiapkan masyarakat. “Perlu sosialisasi dan pelatihan,” katanya. Penyiapan infrastruktur dan pelatihan harus disinergikan dengan promosi. Promosi ini jadi andalan untuk menarik kunjungan wisatawan. Percuma menurutnya, infrastruktur dan SDM berkualitas, tapi destinasi wisata tidak dikenal oleh masyarakat luas. Dinas Pariwisata beserta asosiasi pelaku pariwisata lainnya diharapkan menyisipkan promosi tiga destinasi di Kecamatan Sekarbela. Selain mempromosikan destinasi lainnya di Pulau Lombok maupun NTB umumnya. “Promosi perlu digencarkan,” tandasnya. Penetapan tiga kelurahan sebagai destinasi wisata diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di lingkar wisata pascagempa Juli 2018 lalu. Di samping itu, dapat menumbuhkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya. (cem)

SUARA MATARAM

Ditemukan Banyak Kekurangan Volume pada Proyek 2018 Mataram (Suara NTB) – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB menemukan kekurangan volume senilai Rp1,3 miliar lebih yang dikerjakan tahun 2018. Kekurangan volume pekerjaan ini terdapat di 24 pekerjaan yang tersebar di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD). Data dihimpun Suara NTB, Rabu (29/5) menunjukkan, 24 paket proyek itu di antaranya, pembangunan gedung rehabilitasi medik di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, pengerjaan bale budaya milik Dinas Pariwisata, pengerjaan taman di Malomba milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, pekerjaan jalan di PUPR dan lainnya. Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, terkadang ada perbedaan pemahaman cara pengukuran volume oleh OPD dengan auditor, terutama pada pengerjaan jalan hotmix. Tetapi, pihaknya tetap menghargai hasil temuan BPK. Mereka memiliki

cara tersendiri menilai pekerjaan. Saat ini, 24 pekerjaan fisik yang tersebar di tujuh OPD sedang tahap penyelesaian atau pengembalian kerugian negara ke kas daerah. “Seperti pengalaman saya di lapangan dulu sering ada perbedaan cara pengukuran,” kata Mahmuddin ditemui, Rabu (29/5). Secara keseluruhan temuan terhadap kekurangan volume pekerjaan mencapai Rp1,3 miliar lebih. Namun tidak disebutkan OPD mana saja yang memiliki pekerjaan. Mahmuddin menambahkan, BPK memberikan waktu 60 hari untuk pengembalian ke kas daerah. Selama ini, kekurangan volume pada pekerjaan fisik di Kota Mataram terus berulang tiap

tahunnya. Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini menyebutkan, tidak bisa mengklaim masing – masing benar cara penilaian pekerjaan. Dan, OPD teknis diyakini tidak mungkin memiliki kesengajaan mengurangi volume dalam suatu pekerjaan. Kembali disampaikan, metode pengukuran saja berbeda. Kelemahan pemeriksaaan auditor masuk enam hingga tujuh bulan setelah pekerjaan selesai. Kasus pengerjaan hotmix terjadi penyusutan karena ditindih oleh kendaraan berat. Penyusutan itu tidak dihitung. “Kecuali, barangnya fiktif sehingga berpotensi bermasalah,’’ katanya. Kasus demikian, OPD mesti berhati – hati dan jadi pembelaja-

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SP.t., menyayangkan penyelesaian proyek Monumen Mataram Metro masih belum pasti. ‘’Anggaran yang sudah kita setujui kemarin, sudah kita ketok Rp 11 miliar, ternyata ada penambahan lagi. Kalau seperti ini, artinya bertahap,’’ ungkapnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (29/5). Padahal, arahan dari BPK pengerjaan proyek Mataram Metro tidak boleh dilakukan secara bertahap. ‘’Saya tidak mengerti, kok bisa ada penambahan anggaran seperti ini tiba-tiba muncul tam(Suara NTB/dok) bahan anggaran Rp 7 milI Gede Wiska iar,’’ ujarnya heran. Padahal dari gambar dan layout sebenarnya pembangunan Monumen Mataram Metro itu sudah jelas. Wiska menduga penambahan anggaran Rp 7 miliar yang disebutkan oleh Kepala Dinas PUPR adalah imbas dari pembangunan jalan bawah tanah atau underpass. Namun demikian kalau digunakan untuk pembangunan underpass, lanjutnya, anggarannya itu tidak akan cukup. Ketua Fraksi PDIP Perjuangan ini mencontohkan pembangunan underpass di Bali membutuhkan anggaran puluhan miliar ‘’Jadi saya kira tidak cukup hanya Rp7 miliar,’’ cetusnya. Kalau memang ada penambahan anggaran untuk pembangunan underpass, Wiska mempertanyakan nasib bangunan Monumen Mataram Metro yang ada saat ini. ‘’Jadinya ini kan seolah-olah main-main saja. Perencanaan ini yang sangat kita sayangkan,’’ katanya. Seharusnya, kata Wiska, dari awal kalau memang Pemkot Mataram ingin membuat Monumen Mataram Metro dengan jalan bawah tanah harus dirancang sejak awal. Sehingga kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, diantisipasi sejak awal. Dewan dari Dapil Sandubaya ini melihat ada kesan bahwa Pemkot Mataram terburu-buru membangun tugu Monumen Mataram Metro. Pasalnya, dari Balai jalan nasional sendiri belum ada sinyal menyetujui pembangunan jalan underpass tersebut. Oleh karena itu, seharusnya apa yang sudah direncanakan oleh Pemkot Mataram dengan anggaran Rp11 miliar, itulah yang dilaksanakan. ‘’Tidak seperti saat ini, setelah pembangunan berjalan tiba-tiba muncul penambahan di tengah jalan,’’ sesalnya. Karena bagaimanapun juga pembangunan underpass jelas akan merubah struktur pembangunan Monumen Mataram Metro. ‘’Bangunan yang ada sekarang kan jadinya harus dibongkar,’’ imbuhnya. Pada bagian lain, Wiska juga menyebutkan bahwa penambahan anggaran Rp7 miliar jelas tidak mencukupi untuk pembangunan underpass. Dia justru menyayangkan kalau anggaran Rp11 miliar yang telah disetujui Dewan, justru tidak dieksekusi. ‘’Kalaupun dilakukan penundaan pembangunan tentu dasarnya harus jelas,’’ tandasnya. (fit)

(Suara NTB/cem)

KEKURANGAN VOLUME – Proyek bale budaya di kompleks RTH Pagutan merupakan salah satu proyek yang jadi temuan BPK karena kekurangan volume. Auditor negara menemukan 24 pekerjaan fisik kekurangan volume. Total kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,3 miliar lebih. ran. Mahmuddin menyarankan, pengerjaan jalan hotmix ke depannya ditambah ketebalannya, agar

tidak mengalami penyusutan. Kecuali pada pekerjaan gedung maupun lain sebagainya. (cem)

Nilai UN di Mataram Rendah

(Suara NTB/cem)

MEMANCING - Beberapa pemuda di lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, tengah memancing di sungai yang membelah wilayah kelurahan Bertais. Aktivitas ini dilakukan hanya sekadar hobi usai bekerja, sore hari. Mereka tidak berharap memperoleh ikan banyak, namun segera bubar begitu azan magrib tanda saat berbuka puasa tiba.

Terkesan Dipaksakan

Halaman 2

Lentera Wakili NTB di LKS Tingkat Nasional Mataram (Suara NTB) Piawai dalam berkomunikasi dan pandai dalam bernegosiasi membawa gadis cantik bernama lengkap Lentera Umratul Fadila melenggang ke Nasional. Gadis yang saat ini masih berstatus sebagai siswi kelas XI, jurusan Marketing SMKN 2 Mataram tersebut akan mewakili NTB dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Marketing tingkat Nasional tahun 2019 di Yogyakarta Juli mendatang. Tidak pernah terbayang dalam benak Lentera, sapaan akrabnya, bisa membawa nama baik NTB dalam ajang bergengsi tahunan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut. Lomba yang dijadikan sebagai wadah unjuk keterampilan itu kini menjadi langkah awal kesuksesan Lentera. Ini adalah kali pertama ia mengikuti lomba. ‘’Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti lomba dan langsung tembus nasional,’’ katanya. Dengan begitu bersemangat, gadis murah senyum ini menceritakan bagaimana ia bisa didapuk menjadi perwakilan NTB. Bersaing dengan 1.700 orang dari berbagai sekolah di Indonesia tidaklah mudah. Baginya itu adalah sebuah perjuangan. Terlebih lagi, ia tidak pernah punya pengalaman mengikuti lomba sekalipun. ‘’Dari 1.700 orang di seleksi menjadi 840 orang, yang lolos dari sekolah saya itu cuma saya sendiri. Kalau dari NTB selain saya, ada dari SMK 2 Selong Lombok timur dua orang. Tapi diseleksi lagi ke tahap kedua jadi 48 orang, kemudian di seleksi lagi sampai tahap ketiga jadi 10 besar dan saya masuk di dalamnya mewakili NTB,’’ tambah gadis yang hobi bernyanyi tersebut. Masuk menjadi 10 besar

(Suara NTB/dys)

Lentera Umratul Fadila bersaing dengan sejumlah sekolah dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia seperti Kalimantan dan Jakarta, menjadi suatu kebanggaan tersendiri. ’’Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Selain karena pertama kali, juga karena saya termasuk satu-satunya yang lolos di NTB,’’ terangnya lagi. Dalam lomba LKS tersebut, Lentera akan menunjukkan kemahirannya dalam mengimplementasikan strategi marketing. Bagaimana cara mempromosikan suatu produk utamanya melalui media sosial. Produk yang di promosikan adalah salah satu produk lokal yakni krupuk kulit Seganteng. ’’Jadi penilaiannya itu melalui online (daring). Bagaimana cara kita promosi di media sosial, berapa banyak yang ngelike dan komentar serta testimoni pelanggan seperti apa. Tapi yang lebih diutamakan bagaimana prospek kita,’’ kata anak ke-4 dari 5 bersaudara pasangan H. Wahyuadi dan

almarhumah Hj. Baiq Diha Ida Marianti Khair itu. Bagi Lentera, marketing sudah menjadi jiwanya. Belajar marketing adalah belajar berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Belajar bagaimana bernegosiasi dan menyampaikan berbagai ide serta kreativitas. ‘’Marketing sudah menjadi passion bagi saya. Apalagi saya ini kan tergolong cerewet dan banyak bicara. Meskipun pada awalnya banyak yang memandang sebelah mata, kalau jurusan marketing itu apa sih, cuma jualan- jualan yang kadang tidak jelas. Tapi saya merasa itu salah besar. Marketing itu lebih daripada jualan,’’ jelasnya. Lentera berharap dalam lomba tersebut bisa mengharumkan nama NTB, terutama nama sekolah dan jurusan. “Harapannya bisa dapat tiga besar. Tapi kalau bisa dapat juara 1 saya akan sangat bersyukur, yang pasti tidak mau mengecewakan semua orang yang mengetahui kalau saya ikut lomba ini. Intinya saya ingin mereka semua bangga,’’ imbuhnya. Meski cukup kesulitan membagi waktu antara menyusun laporan PKL, lomba dan kegiatan belajar di sekolah. Lentera mengaku, semua kegiatan tersebut tidak pernah sampai terbengkalai. ‘’Cukup kesulitan bagi waktu, tapi syukurnya semua bisa di tangani, tidak pernah sampai keteteran,’’ ungkapnya. Kedepannya, Lentera berharap bisa lebih mendalami dunia marketing. Sehingga apa yang pernah didapatnya di bangku sekolah bisa di implementasikan nanti ketika di dunia kuliah dan dunia kerja. Ia juga berpesan untuk menjadi orang sukses harus bisa melawan rasa malas, karena itu adalah musuh terbesar. (dys)

Mataram (Suara NTB) – Rata-rata nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) SMP/MTs di Kota Mataram relatif rendah. Meskipun jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, Kota Mataram menduduki peringkat satu pada UNBK dan peringkat di UNKP. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengakui akan bertanggungjawab dan akan melakukan evaluasi atas hasil UN tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengakui hasil UNBK dan UNKP menjadi tanggung jawab pihaknya. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya, ke depan ia akanberkumpuldenganguru-guru untuk menyelesaikan masalah ini. “Kita tidak usah saling menyalahkan, kantor dinas mengevaluasi sendiri dan menginstrospeksi sendiri apa sebabnya. Harus kumpul dengan guruguru, kalau kurang, kita berikan penataran, datangkan dosen. Sekolah ini harus dikeroyok untuk membenahinya,” katanya. Ia menekankan tidak ingin berkelit dari hasil UN, tapi menurutnya ada sejumlah faktor yang membuat nilai UNBK dan UNKP relatif rendah. Antara lain, penyebab non teknis seperti sekolah atau siswa berada dalam kondisi pasca bencana gempa bumi. Banyak sekolah yang masih dalam keadaan renovasi. Selain itu, Fatwir menambahkan, banyak anak-anak SMP yang tidak memandang lagi nilai UN sebagai persyaratan melanjutkan studi ke jenjang SMA. Terlebih lagi Penerimaan Peser-

ta Didik Baru (PPDB) menggunakan zonasi. “Ini sebenarnya persepsi yang salah. Satu-dua anak memikirkan begitu, mau nilai berapa saja, bisa masuk SMA. Itu faktor non teknis, itu yang terjadi saya serap dari anak, guru, dan kepala sekolah,” kata Fatwir yang juga mantan Kepala SMAN 1 Mataram. Dari data yang diperoleh melalui Panitia UN Provinsi NTB di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, pada nilai UNBK SMP/ MTs, Kota Mataram memperoleh rata-rata nilai UNBK tertinggi dengan rata-rata nilai 57,36, disusul kabupaten Sumbawa Barat dengan rata-rata nilai 54,77, dan di urutan ketiga yaitu Kabupaten Sumbawa dengan rata-rata nilai 47,31. Sedangkan di UNKP SMP/ MTs, Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh rata-rata nilai UNBK tertinggi yaitu 48,62. Disusul Kota Mataram di peringkat kedua dengan rata-rata nilai sebesar47,19,dandiurutanketigayaitu Kabupaten Lombok Barat dengan rata-rata nilai sebesar 45,15. Sementara itu, rata-rata nilai UNBK SMP/MTs di NTB sebesar 45,49 untuk rata-rata empat mata pelajaran, di mana rata-rata mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 56.73, bahasa Inggris sebesar 44,01, matematika sebesar 38,74, dan IPA sebesar 42,49. Sementara itu untuk rata-rata nilai UNKP SMP/MTs di NTB sebesar 43,47 untuk empat mata pelajaran yang diujikan di UNKP, di mana rata-rata nilai mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 57,59, bahasa Inggris sebesar 39.32, matematika sebesar 38.84, dan IPA sebesar 38,14. (ron)

3.248 Potensi PBB Belum Teridentifikasi Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 3.248 bidang tanah menjadi potensi pajak bumi dan bangunan (PBB) tak terindentifikasi. Sementara banyak potensi pendapatan daerah terindikasi bocor. Tak teridentifikasinya lahan ini jadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB. Rilis disampaikan auditor negara itu meminta Badan Keuanga Daerah (BKD) supaya optimal dalam melakukan pengendalian atas pengelolaan PBB – P2 dan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk mendapatkan data dasar sertifikat atau bukti kepemilikan lahan. Kepala BKD Kota Mataram, Drs. H. M. Syakirin Hukmi, membenarkan adanya temuan tersebut. Kepemilikan 3.248 bidang tanah tidak diketahui dan masih bermasalah. Ini sedang diperbaharui datanya. Pihaknya bekerjasama dengan Kantor Agraria, Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional mengidentifikasi pemilik lahan. Pola penarikan pajak

melalui sistem sertifikat. “Makanya terus kita update datanya,” kata Syakirin ditemui, Rabu (29/5). Meski menjadi temuan auditor kata Syakirin, tapi bukan menjadi tunggakan terhadap kerugian negara. Dengan diketahui siapa pemilik bidang tanah itu akan diketahui arah penagihan. Selama ini, pihaknya tidak tahu kepada siapa menyerahkan surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT). “Tanah ini ada, kita mau tagih ke mana,” jawabnya. Tak teridentifikasinya pemilik lahan itu secara otomatis ada potensi pendapatan daerah yang hilang. Syakirin tidak menyebutkan detailnya. Sebab, luas tanah bervariatif antar 2 – 3 are. “Ndak hafal saya,” klaimnya. Dia menyayangkan potensi pendapatan dari pajak bumi dan bangunan belum tergarap. Pihaknya perlu bertahap mencari siapa pemiliknya, sehingga bisa ditetapkan sebagai potensi pajak. Kata Syakirin, perlu kerja keras mengidentifikasi agar maksimal penyerapan pendapatan asli daerah dari sektor pajak. (cem)

Semarakkan Idul Fitri

Pemkot Mataram akan Gelar Pawai Takbiran Mataram (Suara NTB) – Untuk menyemarakkan perayaan hari raya Idul Fitri, Pemkot Mataram akan menggelar pawai takbiran. Pawai takbiran untuk dua kecamatan yakni Selaparang dan Mataram akan dipusatkan di Lapangan Sangkareang. Sedangkan, empat kecamatan lainnya menggelar pawai takbiran di wilayah masing – masing.

Kegiatan yang bekerjasama dengan KNPI Kota Mataram akan dilepas oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pada Selasa (4/6) malam. Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram, Lalu Mashun menyampaikan, penyelenggaraan pawai takbiran yang bekerjasama dengan KNPI tersebut polanya berbeda dengan tahun

sebelumnya. Kafilah hanya diambil dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Mataram dan Selaparang. “Pawai takbiran tetap dilaksanakan di kecamatan masing – masing,” kata Mashun. Pada perlombaan ini, peserta akan membawa miniatur masjid dan perlengkapan lainnya. Keunikan dan kerapian akan menjadi penilaian lomba. Peserta sambung Mashun,

tidak diperkenankan membawa petasan atau mercon. Peserta melanggar akan didiskualifikasi oleh panitia. “Peserta dilarang bunyikan mercon dan petasan,” tambahnya. Usai pawai takbiran tambahnya, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota, H. Mohan Roliskana serta pejabat teras lainnya akan melaksanakan solat Idul Fitri bersama – sama di

Masjid Hubbul Wathan atau Islamic Center bersama dengan Gubernur NTB dan pejabat Pemprov NTB lainnya. “Pak Wali solat Id di Islamic Center,” sebutnya. Pengamanan pelaksanaan pawai takbiran sambung Mahsun, akan dikawal oleh Satpol PP serta aparat kepolisian. Demikian pula, pelaksanaan pengamanan di masing-masing kecamatan. (cem)


Jumat, 31 Mei 2019

SUARA NTB

Halaman 3


SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Sejumlah Kepala OPD Belum Cermat Jatah 80 Mahasiswa Vokasi PEMDA Kabupaten Lombok Utara (KLU) tetap berkomitmen untuk mendukung proses belajar mahasiswa Vokasi Unram. Tahun ini, sebanyak 80 mahasiswa memperoleh dukungan program beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KLU, Dr. Fauzan Fuad, Rabu (29/5) mengungkapkan, sebanyak 80 mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari Pemda KLU ini notabene tidak mendapatkan beasiswa bidik misi dari kampus. Sebaliknya, Pemda KLU telah me(Suara NTB/dok) nyiapkan anggaran kepada Fauzan Fuad mereka yang belum memperoleh dukungan. “Puluhan mahasiswa tidak mendapatkan beasiswa Bidikmisi dikarenakan on going proses,” katanya. Fauzan menjelaskan, pemberian beasiswa kepada penerima dilakukan secara selektif. Tidak sembarang mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Pemda KLU menilai dan mengevaluasi calon penerima sesuai kriteria seperti, nilai akademik. Sementara pada beasiswa bidik misi, sambung Kadis Dikpora, penerima diusulkan pada tahun ajaran baru, 2018 lalu. Begitu pula pascagempa, Kementerian Ristek Dikti menyediakan program beasiswa bidik misi melalui universitas di sejumlah daerah. Fauzan menambahkan dari 80 mahasiswa penerima beasiswa PPA, 50 orang duduk di semester IV, 22 orang di semester VI, dan 8 orangnya dari semester II. Tiap penerima memperoleh dukungan anggaran senilai, Rp2,775 juta. Dari jumlah itu, beasiswa selanjutnya dikurangi untuk keperluan pendidikan potong, meliputi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp1,5 juta, Pajak Penghasilan (PPh) 5 persen. Sisanya sebesar Rp1.136.250,- dapat diklaim oleh mahasiswa untuk kebutuhan operasional pendidikan. “Rata-rata penerima dari jurusan Perikanan dan Para, karena banyak mahasiswanya,” imbuh Fauzan. Dikpora berharap, intervensi Pemkab Lombok Utara melalui beasiswa PPA memberi rangsangan bagi mahasiswa untuk berprestasi lebih baik lagi. Ia bahkan optimis, setiap alumni Vokasi Unram akan terserap lapangan kerja karena banyaknya usaha perikanan dan pariwisata yang ada di Lombok Utara. (ari)

Tekan Kasus Lakalantas

Polres Lotim Bentuk Empat Posko di Pusat Keramaian Selong (Suara NTB) Dalam rangka menekan terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) saat mudik dan arus balik lebaran. Terdapat empat posko yang didirikan oleh Polres Lotim, terutama di titik yang menjadi pusat keramaian kendaraan. Di antaranya di wilayah Kecamatan Terara, simpang empat Kecamatan Masbagik, Kecamatan Aikmel dan posko terpadu di Pelabuhan Kayangan, Lotim. Menurut Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta,SIK, Rabu (29/5), pendirian posko di (Suara NTB/yon) sejumlah titik tersebut Ida Bagus Made Winarta merupakan tindakan rutin untuk mengintensifkan pengamanan dan pelayanan bagi pemudik, baik yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat. Termasuk petugas melakukan penguraian jalan karena di empat titik pendirian posko tersebut rawan terjadi macet arus lalu lintas saat mudik lebaran. Pada kesempatan ini, Kapolres mengingatkan kepada masyarakat untuk memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan saat mudik lebaran. Untuk faktor keamanan, masyarakat diharapkan memastikan keamanan rumah mulai dari kondisi listrik, kompor dan memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan dalam kondisi terkunci. Termasuk yang tidak kalah penting melapor ke RT setempat. Sementara untuk faktor keselamatan, diingatkan supaya masyarakat yang melakukan mudik menggunakan atribut berkendara. Ditekankan Kapolres, kecelakaan terjadi pasti diawali dengan faktor pelanggaran dalam berkendara. “Kita ingatkan supaya masyarakat mematuhi segala peraturanperaturan itu,” tandas Kapolres. Penyebab kecelakaan disebabkan berbagai faktor, baik faktor manusia, jalan, kendaraan dan cuaca. Di Kabupaten Lotim angka kecelakaan masih tinggi, namun itu sesuai dengan luas wilayah dan jumlah penduduk, sehingga melalui program sosialisasi yang terus digencarkan, masyarakat sadar dan memahami arti dari penggunaan atribut berkendara. Disebutkan Kapolres, kasus laka lantas yang terjadi sebagian besar disebabkan pengendara tidak mematuhi segala aturan dalam berkendara. Kendati demikian, kasus laka lantas di Kabupaten Lotim khususnya dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Gatarin relatif menurun. Pada tahun 2017 kasus lakalantas sebanyak 19 kejadian, namun di tahun 2018 tercatat sebanyak 5 kejadian. “Kasus lakalantas memang relatif menurun khususnya dalam operasi ketupat. Kita berharap untuk tahun 2019 ini juga mengalami penurunan,” harap Kapolres. Disebutkan Kapolres, sebanyak 425 personel TNI-Polri diterjunkan dalam operasi ketupat gatarin 2019. Jumlah tersebut di luar dari personel imbangan dari Polsek dan Polres. Di mana untuk satu pos pelayanan dan pengamanan yang didirikan oleh Polres Lotim, akan diisi sekitar 40 sampai 60 orang personel yang akan melakukan pengamanan selama 24 jam. (yon)

Rekomendasi Pengembalian Uang Negara Capai Rp3,4 Miliar Tanjung (Suara NTB) Sebagai daerah terdampak gempa, proses pengerjaan paket kegiatan pada semester II - tahun 2018 menemui hambatan. Dampak dari itu, pengembalian uang negara yang harus ditagih Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari pihak ketiga mengalami peningkatan. Inspektur pada Inspektorat KLU, H. Zaenal Idrus, SH., Rabu (29/5) mengungkapkan, kerugian negara akibat tidak selesainya pekerjaan tepat waktu lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dianggap lumrah, karena situasi dan kondisi setelah gempa, menyebabkan aktivitas fisik di lapangan tidak berjalan lancar. “Lebih besar sekarang, karena dampak gempa. Jumlah yang harus kita tagih sebesar Rp 3,4 miliar,” ujar Idrus. Ia menjelaskan, meski Pemkab berhasil mengklaim Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan keuangan daerah, bukan berarti Pemda Lombok Utara

tidak memiliki catatan yang harus diselesaikan. Inspektorat mengamini, data yang beredar di masyarakat memperlihatkan sejumlah poin yang menjadi rekomendasi BPK. “Ya itu isi rekomendasi BPK, tapi data itu (keluar) bukan dari kami,” katanya. Sebagaimana info dan data yang diterima koran ini, poin rekomendasi BPK mengarah pada pelaksanaan kegiatan di OPD. Misalnya, Penggunaan DAK bidang Pendidikan (DAM Fisik) di Dikpora, tidak sesuai ketentuan. Atas persoalan ini, BPK merekomendasikan Kepala Dinas Dikpora lebih maksimal melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penggunaan anggaran tersebut. Selanjutnya, pelaksanaan

dua paket pengadaan barang dan jasa diserahkan ke masyarakat pada dua OPD, tidak sesuai kontrak senilai Rp 113 juta lebih. Terhadap poin ini, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata diminta bertanggungjawab terhadap pengembalian kelebihan pembayaran senilai Rp 50,599 juta. Rekomendasi selanjutnya, Kadis Pertanian, Kadis Budpar, dan Kabid Perkebunan, PPK dan PPHP OD terkait diminta lebih cermat melaksanakan tugas. Rekomendasi ketiga, pelaksanaan paket kegiatan belanja modal di 5 OPD senilai Rp 3,450 miliar lebih, tidak sesuai kontrak. Untuk itu, BPK merekomendasikan kepada Kadis PUPR, Kadis Dikpora, Kadis Ko-

pi kendala. “Paket yang sudah ada pemenangnya, 30-an paket. Kkegiatan yang saat ini ada di ULP sekitar 20-an, tetapi karena pertimbangan waktu libur tayang, maka proses lelang kita pending dulu,” ungkap Majemuk. Menurut dia, pada masa jeda libur hari kerja pegawai negeri hingga 9 Juni mendatang, tidak memungkinkan untuk dibukanya tawar menawar. Selepas libur, panitia lelang akan kembali bekerja seperti biasa dan mem-

pada kepala OPD untuk melengkapi SSP yang sudah diverifikasi oleh Inspektorat atau yang sudah disetorkan ke kas negara. “(Poin) Rekomendasi tahun ini lebih sedikit dibandingkan t a h u n lalu,” tandas Idrus. (ari)

H. Zaenal Idrus (Suara NTB/dok)

Libur Lebaran

Kunjungan Objek Wisata Dipastikan Membeludak Selong (Suara NTB) Kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) selama musim lebaran dipastikan membeludak. Menyikapi hal itu, Dinas Pariwisata Lotim sudah melakukan pembagian tugas pemantauan di sejumlah destinasi wisata. Menurut Kepala Bidang Destinasi, Syamsul Hakim kepada Suara NTB, Rabu (29/5), beberapa objek wisata yang diyakini menjadi destinasi andalan di Lotim adalah Joben Pesanggrahan. Joben sebutnya banyak peminat. Mulai H+1 idul fitri sudah banyak pengunjung. Destinasi wisata Labuhan Haji, sambutnya menjadi lokasi yang tidak kalah ramainya saat libur lebaran. Labuhan Haji ada Pantai Labuhan Haji, Sepolong dan Pantai Suryawangi. Dalam pemantauan arus kunjungan, dilibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat. Selain itu ada Lemor yang juga diyakini akan banyak sekali pengunjung. Khusus Lemor ini kini sudah dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim bersamaan dengan Kebun Raya Lemor (KRL) yang juga merupakan tempat yang tidak akan sepi oleh pengunjung. Selanjutnya kawasan Sembalun yang melewati Pusuk. Wilayah Pusuk ini disebut se-

(Suara NTB/dok)

KUNJUNGI - Objek wisata Joben Pesanggrahan yang diprediksi akan banyak dikunjungi warga usai Lebaran. Tampak wisatawan lokal saat berkunjung ke Joben Pesanggrahan beberapa waktu lalu. lalu penuh setiap tahun oleh kunjungan wisata. Pusuk menjadi wilayah kewenangan provinsi soal pengelolaannya. Agar bisa lebih maksimal, Dispar Lotim ini sudah melayangkan surat ke gubernur agar

bisa diberikan hak mengelola. Menurutnya, saat ini objek wisata Pusuk ini dalam kondisi kurang terawat. Sampah banyak berserakan di mana-mana. “Bilahari kita sudah bergotong royong

123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Selong (Suara NTB) Kegagalan mempertahan- bisa dinafikan pasti ada 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Partai Hanura lengser kan kursi pimpinan diikhlas- yang kalah. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 dari kursi pimpinan DPRD kan Partai Hanura. Dalam “Para caleh sudah mak123456789012345678901234567890121234567890123456789 Lombok Timur (Lotim). Hal hal ini, tidak ada upaya hu- simal dengan berbagai up123456789012345678901234567890121234567890123456789 ini karena Hanura hanya kum ke Mahkamah Konstitu- aya. Kursi pimpinan siap 123456789012345678901234567890121234567890123456789 bisa mempertahankan tiga si (MK). Menurutnya, gugatan dilepas untuk partai lain 123456789012345678901234567890121234567890123456789 kursi, yakni di daerah pemi- hukum hasil pemilu di MK yang meraup suara lebih 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 lihan (Dapil) 2 dengan nama akan sangat sulit. Pasalnya, besar. Langkah selanjut123456789012345678901234567890121234567890123456789 caleg Mardan, Dapil 3 form C1 sebagai dasar pene- nya, Hanura siap akan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Izharudin dan dapil 5 Muk- tapan calon ini sudah final melakukan evaluasi inter123456789012345678901234567890121234567890123456789 taman. Dua kursi hilang, diplenokan oleh KPU. nal partai,’’ ujarnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 yakni di Dapil 1 dan 4. Izharuddin sendiri pada Kegagalan para caleg Hanu123456789012345678901234567890121234567890123456789 Ketua DPC Hanura ra ini, karena ketatnya persain- Pemilu 2019 dapat bisa 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Lotim, Izharuddin kepada gan politik. Para caleg Hanura bertahan sebagai wakil 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Suara NTB, menjelaskan seperti para petahana di Dapil rakyat dengan perolehan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 perolehan suara Hanara I ada Hj. Fitriah dan Dapil 4 suara sah 3.068 dan aku123456789012345678901234567890121234567890123456789 pada Pemilu 2014 lalu bisa ada Jamudin dikatakan bukan mulasi suara Hanura di 123456789012345678901234567890121234567890123456789 tembus 60 ribu suara. karena tidak maksimal. Seba- Dapil 3 tempatnya sebany123456789012345678901234567890121234567890123456789 Tahun 2019 anjlok dengan liknya semua caleg sudah mak- ak 7 ribu suara sah. Pas123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 hanya 40 ribu suara aku- simal melakukan perjuangan capemilu, para kader Hanu123456789012345678901234567890121234567890123456789 mulasi dari lima dapil se politik. Hanya saja karena per- ra diharapkan tetap solid 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Kabupaten Lotim. mainan politik, maka tidak bersama. (rus) 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789

Hanura Lengser dari Unsur Pimpinan DPRD

Libur Lebaran, 20 Paket Kegiatan Tunda Lelang Tanjung (Suara NTB) Proses lelang proyek pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) LPSE Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan progres positif. Sampai akhir Mei lalu, sekitar 30-an proyek sudah ditender. Hal itu diakui Kepala Bagian Pembangunan dan Administrasi Setda KLU, L. Majemuk, kepada wartawan Rabu (29/5). Ia menjelaskan, dari serangkaian proses hingga sampai pada usulan pemenang paket proyek fisik dan non fisik, nyaris tidak menghada-

perindag, Direktur RSUD, dan Kadis Budpar KLU, lebih optimal dalam melakukan pengendalian dan pengawasan atas kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya. Selanjutnya, PPK OPD diminta mengembalikan kerugian negara senilai Rp 3,219 miliar lebih. PPK juga diminta mengenakan denda keterlambatan kepada pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku. Rekomendasi ke empat berkenaan dengan kewajiban atas pelaksanaan kegiatan kepada negara dalam bentuk pajak. Bahwa, nilai penyetoran pajak negara PPn dan PPh pada tahun anggaran 2018 senilai Rp 47,49 juta, belum diyakini kebenarannya. Terhadap persoalan ini, BPK merekomendasikan kepada Bupati agar memerintahkan ke-

buka kembali lelang kepada perusahaan. Majemuk tidak merinci paket apa saja yang sudah dan belum selesai dilelang. Namun demikian, paket yang sudah menemukan pemenang tender umumnya yang lebih dulu masuk ke server. Seperti paket-paket kegiatan di Dinas PUPR dan pengadaan barang dan jasa. “Paket kegiatan di dinas yang sama sekali belum diajukan masih banyak. Di Disperindag baru masukkan dua paket, sementara di sana ada pa-

ket fisik juga. Di Dikpora juga ada belasan paket, sama sekali belum masuk,” tuturnya. Selain di kedua dinas yang disebutkan, Majemuk berharap agar paket di OPD segera dilengkapi dan diajukan ke ULP. Sebab tidak hanya di Perindag dan Dikpora, paket di Dinas Perhubungan belum diajukan hingga saat ini. Sementara paket di Dikes, baru memasukkan sebagian. Dari sejumlah paket, Majemuk melihat beberapa kegiatan yang urgen dan harus diproses dan dikerjakan cepat.

Misalnya paket irigasi Pekatan, senilai Rp 7,5 miliar. Untuk paket ini sudah bisa dilaksanakan. Berbeda dengan itu, paket kegiatan pembangunan dermaga Gili Meno, senilai Rp 9,8 miliar masih belum masuk ULP. Dishub diharapkan segera memasukkan berkas setelah libur lebaran mendatang. “Artinya beberapa OPD sedang mempersiapkan sampai tuntas untuk dilelang. Satu atau dua Minggu setelah lebaran, kita harapkan banyak yang sudah masuk,” jelasnya. (ari)

disana membersihkan sampah,” tuturnya. Status pengelolaan belum

jelas, membuat Dispar Lotim tidak bisa dipantau oleh Lotim. Karenanya, untuk antisipasi pungutan liar dan premanisme dan lainnya di objek wisata yang dikelola provinsi ini tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Lotim. Khusus Sembalun, diakui akibat gempa beruntun sejak 29 Juni 2018 lalu fasilitas wisata belum bisa disentuh perbaikan. Objek wisata belum bisa maksimal, seperti di Bale Beleq Sembalun, sehingga para pengunjung di Sembalun akan banyak berkumpul di Pusuk Sembalun dan gerbang Sembalun serta bukitbukit Sembalun. Pascagempa ini, sambungnya memang belum banyak objek wisata yang sudah siap menerima kunjungan wisatawan. Kasus Bale Beleq Sembalun itu belum sama sekali disentuh. Rencananya akan dianggarkan perbaikannya di APBD perubahan. ‘’Dari pusat tidak bisa diusulkan oleh Dispar. Pasalnya, DAK sudah terkunci angagrannya. Sudah pula diusulkan lewat DAK tahun 2020 akan tetapi menunya tidak ada. Bale Beleq ini cenderung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Mungkin kalau Dikbud yang mengusulkan ke pusat bisa jadi,” ucapnya. (rus)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

Pemkab Loteng dan INOVASI Sepakat Perkuat Pendidikan Inklusif Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bersama dengan INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) – lembaga kemitraan Australia - Indonesia, bersepakat untuk terus memperkuat dan memperluas cakupan pendidikan inklusif yang saat ini tengah dikembangkan di daerah ini. Tidak hanya di sekolahsekolah yang menjadi pilot project saja, tapi diharapkan bisa secara menyeluruh di semua sekolah yang ada Loteng, sehingga pendidikan inklusif bisa benar-benar menjadi bagian dari sistem pendidikan di daerah ini. Kesepakatan tersebut diambil pada Pertemuan Teknis dan Perencanaan Kegiatan Program INOVASI Loteng, “Penguatan strategi scale out mandiri program INOVASI berbasis KKG” bertempat di

kantor Bupati Loteng, Rabu (23/5). Hadir pada kesempatan itu, Asisten I Setda Loteng, Ir. H. L. M. Amin, perwakilan INOVASI, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dewan Pendidikan serta perwakilan guru dari KKG Loteng. Perluasan sekaligus penguatan pendidikan inklusif penting, terlebih Loteng sudah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten pendidikan inklusif. Dengan prinsip, di mana pendidikan merupakan hak semua anak-anak di daerah ini tanpa memandang status sosial dan kondisi fisik anak itu sendiri. Hanya saja, penerapan sistem pendidikan inklusif sampai saat ini diakui masih belum menyeluruh, sehingga atas dukungan INOVASI dan semua elemen terkait di daerah ini, ke depan pendidikan inklusif bisa diterapkan secara menyeluruh.

Indikasi Pelanggaran Pemilu

KPU Loteng Panggil PPK dan PPS Diduga Bermasalah Praya (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) telah memanggil lima Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) serta belasan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang diduga bermasalah pada proses rekapitulasi perolehan suara pemilu serentak kemarin. Pemanggilan PPK serta PPS tersebut guna mengklarifikasi terkait laporan dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi sesuai laporan dan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Loteng. “Ya, memang sudah ada pemanggilan terhadap PPK dan PPS, Selasa (28/5),” aku Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/5). Pemanggilan tersebut atas rekomendasi dari Bawaslu Loteng. Di mana ada temuan dan laporan soal dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh PPK dan PPS bersangkutan. PPK yang dipanggil dan diklarifikasi di antaranya, PPK Pujut, Janapria, Praya Tengah dan Batukliang. Ditambah PPK Praya Barat, sehingga total ada lima PPK. “PPK ini dipanggil sekaligus bersamaan dengan PPS yang diduga bermasalah di wilayah tersebut,” tandas Fuad. Adapun hasil pemanggilan dan klarifikasi, Komisioner KPU Loteng, L. Darmawan menambahkan, sudah ada. Namun apa dan seperti apa tindakan yang bakal diambil terkait dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi tersebut masih belum disimpulkan, karena sesuai mekanisme yang berlaku, setiap keputusan yang akan diambil oleh KPU harus diplenokan terlebih dahulu. Soal sanksi apa yang dijatuhkan kepada penyelenggaran pemilu yang diduga melakukan pelanggaran pemilu tersebut, Fuad menambahkan, tergantung tingkatan pelanggaran yang dilakukan. Jika memang termasuk pelanggaran berat tentu sanksi yang diberikan juga berat. Begitu pula sebaliknya, kalau ringan bisa berupa peringatan ataupun teguran saja. Termasuk jenis pelanggaran yang dilakukan. Apakah itu berkaitan dengan kode etik penyelenggara pemilu ataukan pidana pemilu. “Tapikan belum ada kesimpulan apakah memang benar bersalah atau tidak. Masih akan diputuskan bersama oleh KPU,” ujarnya. Pihaknya tentu tidak akan bisa menjatuhkan sanksi sembarangan. Tetapi prinsipnya jika memang bersalah, pasti akan diberikan sanksi. Kalau tidak bersalah, tentunya KPU Loteng tidak boleh berbuat zalim dengan tetap menjatuhkan sanksi atas dasar dugaan semata. Sebelumnya, Ketua Bawaslu Loteng, Abdul Hanan, telah merekomendasikan sejumlah PPK dan PPS agar diberikan sanksi tegas berupa blacklist sebagai penyelenggaran pemilu, lantaran banyak laporan serta temuan yang menyebutkan penyelenggaran pemilu tersebut diduga melakukan pelanggaran pemilu. (kir)

Karena diakui, pada awal penerapan pendidikan inklusif di Loteng, memang cukup berat. Loteng harus terseok-seok untuk bisa menerapkan pendidikan inklusif, namun kini sudah mulai menampakkan hasil. “Dan, kehadiran INOVASI sejak tahun 2016 lalu telah memberikan tambahan stamina bagi Loteng untuk mewujudkan pendidikan yang setara tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H. Sumum, S.H.M.Pd. Terbatasnya jumlah fasilitator daerah untuk pendidikan iklusi menjadi kendala bagi Pemkab Loteng untuk bisa menerapkan pendidikan inklusif secara menyeluruh. Kendati secara kualitas fasilitator daerah ada sekarang kemampuan dan pemahamannya sudah sangat baik, bahkan diakui

secara nasional. Tinggal sekarang bagaimana kemudian kemampuan fasilitator pendidikan inklusif bisa diperluas lagi kepada guru-guru yang lain, terutama kepada guru-guru yang sekolahnya tidak menjadi sekolah sasaran program pendidikan inklusi, baik itu program SETARA ataupun Guru Baik. “Di sinilah kita harapkan dukungan INOVASI serta sekolah, untuk bisa terus melatih para guru di daerah ini. Agar mampu menerapkan pola pendidikan inklusif,” terangnya. Supaya perluasan pendidikan inklusif bisa optimal, Pemkab Loteng berharap pola pelatihan dengan berbasis KKG (kelompok kerja guru) supaya dimaksimalkan. Di mana masing-masing sekolah mengirim perwakilan gurunya untuk dilatih pendidikan iklu-

si di KKG setempat. Hasil dari pelatihan di KKG kemudian bisa diterapkan oleh guru tersebut disekolahnya masing-masing dan diampu (diturunkan) juga ke guru-guru yang lain di sekolah setempat. Soal anggaran pelatihan, Pemkab Loteng bisa sharing dengan INOVASI serta sekolah bersangkutan. Jadi nantinya INOVASI bisa membiayai pelatihan bagi fasilitator di KKG. Pemerintah daerah membiayai pelatihan bagi fasilitator untuk sekolah-sekolah. Adapun sekolah bisa mendukung dari dana BOS untuk pembiayaan bagi guru-guru yang mengikuti pelatihan. Sementara itu Manager Policy and Governance INOVASI, Dr. Aos Santosa, menegaskan dukungannya kepada Loteng agar terus memperkuat pendidikan inklusif,

Imbas Tiket Mahal

TNI-Polri Konsentrasikan Pengamanan di Pelabuhan dan Terminal Giri Menang (Suara NTB) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Pengamanan yang dilakukan akan menyasar tempattempat ramai, seperti pelabuhan, masjid, terminal, pasar, tempat hiburan, pantai dan jalan raya. Pihak TNI dan polres mewaspadai dampak dari mahalnya harga tiket mengakibatkan penumpang beralih ke arus transportasi penyeberangan pelabuhan dan darat. Terkait itulah pihak aparat mengkonsentrasikan pengamanan di titik-titik tersebut. “Dari Kodim Lombok Barat, pasukan pengamanan yang akan disebar sekitar 143 orang personel,” terang Dandim 1606/Lobar Letkol CZI Djoko Rahmanto dalam rapat pimpinan Forkopimda yang dipimpin Bupati Lobar H. Fauzan Khalid di Kantor Bupati Lombok Barat belum lama ini. Djoko memprediksi, imbas dari mahalnya haga tiket pesawat tahun ini mengakibatkan masyarakat yang mudik pulang kampung kebanyakan menggunakan kapal laut. Untuk itu pengamanan akan lebih dikonsentrasikan di Pelabuhan Lembar dan terminal bus. Selebihnya akan dilakukan patroli jalan raya di kawasan perbatasan LIA. Pihaknya bersama personel Polres Lombok Barat juga akan

mendirikan sejumlah pos pengamanan di beberapa titik di wilayah Senggigi. Hal itu untuk mengantisipasi saat kegiatan Lebaran Topat. Pos pengamanan lainnya akan didirikan di Giri Menang Square (GMS), Narmada, Lembar, Pantai Elak-Elak Sekotong, Pantai Endok, Pantai Cemara, Pantai Duduk, Pantai Kerandangan, Pantai Kuranji, Suranadi, serta sejumlah titik yang dinilai rawan.”Inilah titiktitik yang perlu diwaspadai. Terutama pengamanan wisatawan dalam rangka Lebaran Topat di Senggigi,” sebut Djoko. Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi dalam paparannya menyampaikan, ada empat pola kegiatan pengamanan yang akan dilakukan pihaknya. Kegiatan

(Suara NTB/ist)

RAPAT - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat memimpin rapat Forkopimda di ruang kerjanya. tersebut meliputi Operasi Ketupat 2019, pengamanan malam takbiran, pengamanan Salat Ied dan pengamanan Lebaran Topat.”Tahun ini pengamanan lebih spesial karena dibarengi dengan pengamanan Pemilu, sehingga energi kita banyak terkuras. Sebagian besar anggota kita melakuan pengamanan Pemilu, kantor dan gudang KPU,” jelas Heri. Heri juga menyinggung masalah tempat parkir yang

Pembagian Wakaf Alquran

Bank NTB Syariah Cabang Gerung Gandeng Wartawan Giri Menang (Suara NTB) Momen bulan Ramadhan ini dimanfaatkan oleh pihak PT Bank NTB Syariah Cabang Gerung peduli sosial dengan melakukan pembagian waqaf Alquran dan takjil setiap hari Jumat. Kegiatan ini, menjadi agenda kali pertama dan akan berkelanjutan di tahun-tahun lainnya. Kegiatan ini diinisiasi oleh pimpinan Bank NTB Pusat yang menginstruksikan kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing cabang. Dalam pembagian Alquran ini pihak Bank NTB menggandeng wartawan lobar. Branch Manager (BM) PT Bank NTB Syariah Cabang Gerung, L Purnawan mengatakan, kegiatan Ramadhan sekarang ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab kali ini pihaknya melakukan pembagian waqaf Alquran yang tersebar di seluruh Lombok Barat (Lobar). Pembagian tersebut sasarannya lebih ke masjid-masjid serta ke pondok pondok pesantren. Program waqaf ini, lanjut dia, berangkat dari kebersamaan yang terda-

pat dari masyarakat serta didapat dari pegawai yang ada, sehingga niat awal program ini, Alqurannya dapat tersalurkan dan sudah diberikan kepada masjid dan pondok pesantren.”Program waqaf Alqur’an ini sebenarnya lebih prioritas ke masjid,” ujarnya. Menurutnya, program waqaf Alquran dimaksudkan untuk membumikan Alquran di seluruh jagad, sehingga dengan Alquran menjadikan rutinitas kegiatan ibadah bagi kaum muslim yang sangat penting untuk dikembangkan.”Jika Alquran ini membudaya, sudah barang tentu akan menyatu dalam sendi kehidupan kita, ini yang paling penting sebenarnya,” paparnya. Di samping itu, Bank NTB Syariah juga membagikan sebanyak 75 takjil sekali seminggu di setiap hari Jumat di sejumlah tempat.”Takjil ini biasa kami bagi di sejumlah simpang. Seperti di simpang bundaran Giri Menang Square,” terangnya. Selain itu juga, dari internal Bank NTB Syariah menyelenggarakan itiqaf bersama dari malam

(Suara NTB/her)

SERAHKAN - Yongki dari perwakilan wartawan lobar menyerahkan wakaf Alquran kepada pengurus ponpes di Sekotong. hari hingga Subuh menjelang sahur . Sementara itu, wartawan Lobar Heruzubaidi yang menjadi koordinator dalam pembagian Alquran mengaku bangga dan senang bisa diajak bersama oleh pihak Bank NTB dalam membagikan wakaf Alquran. “Ini bentuk sinergi yang baik antara wartawan

dengan Bank NTB,” jelas dia. Dalam pembagian wakaf Alquran ini, menyasar empat tempat, yakni di masjid dan TPQ di Dusun Telaga Lebur, masjid di Dusun Loang Balok, masjid di Dusun Telah Lebur Dese, Ponpes Subulassalam Dusun Tembowong Desa Sekotong Barat. (her)

Momen Bulan Ramadhan

Pelindo Bagikan 2.840 Paket Sembako Gratis pada Warga Miskin Giri Menang (Suara NTB) Pelindo III Cabang Lembar berbagi di bulan Ramadhan ini dengan kaum dhuafa yang ada di lingkar Pelabuhan Lembar. Pihak Pelindo membagikan 2.840 paket sembako gratis kepada warga miskin di 4 desa yang berada di wilayah lini 1 PT Pelindo III Lembar, antara lain Desa Lembar Selatan, Desa Jembatan Kembar,Desa Labuan Tereng dan Desa Sekotong Timur. Selain itu, sembako gratis juga diberikan kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Lembar (TKBM). Ke depan sembako gratis ini tidak hanya satu tempat, namun bergilir diberikan kepada tempat yang lain. “Kita bagi 2.840 paket sembako gratis kepada warga di 4 desa yang berada di wilayah lini 1 PT PelindoIIILembarantaralainDesa

Lembar Selatan, Desa Jembatan Kembar,Desa Labuan Tereng dan Desa Sekotong Timur dan Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Lembar (TKBM) ,” jelas GM Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto. Tujuan diadakan kegiatan berbagi sembako ini untuk mendekatkan pihak manajemen Pelindo III dengan masyarakat, sehingga ke depan Pelindo ini milik bersama bukan hanya BUMN, namun milik masyarakat. Pihaknya menyalurkan ribuan paket sembako gratis ke 4 desa, Ke depan, ujarnya, di sekitar pelabuhan akan digilir pembagian sembakonya, sebab di sekitar pelabuhan banyak sekali desa. Sembako gratis ini diberikan kepada desa, selanjutnya desa menyalurkan ke warga yang kategori fakir miskin dan warga tak mampu. Pemberian semba-

(Suara NTB/kir)

RAPAT - Rapat bersama Pemkab Loteng dengan INOVASI membahas rencana perluasan dan penguasan pendidikan inklusif. sehingga harapan agar pen- ta. Tetapi juga menjadi tanggung didikan inklusif bisa diterap- jawab organisasi perangkat daerkan secara menyeluruh di Lo- ah (OPD) yang lain, sehingga penting untuk membangun sinergitas teng bisa segera terwujud. Ia pun menegaskan, perlua- antara OPD di daerah ini. “Kita san pendidikan inklusif tidak sudah punya fasilitator daerah, hanya menjadi tanggung jawab tinggal dikembangkan saja,” Dinas Pendidikan Loteng sema- ujarnya. (kir/*)

(Suara NTB/her)

Erry Ardiyanto

BERIKAN - GM Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto memberikan sembako gratis pada warga dan TKBM di Pelabuhan Lembar.

ko gratis ini didanai dari program CSR perusahaan. Ke depan kata dia program semacam ini akan terus ditingkatkan. Sementara itu Camat Lembar Hasanudin mengatakan, keg-

iatan berbagi Pelindo ini sangat membantu warga disaat bulan pusa ini banyak kebutuhan. Terutama bagi warga miskin sembako begitu diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami sambut baik kegiatan Pelindo ini, kegiatan ini harus terus ditingkatkan,” jelas dia. (her/*)

(Suara NTB/her)

kemungkinan lebih berpotensi menimbulkan keributan. Menurutnya, masalah tempat parkir sering menjadi awal keributan warga. Mereka berselisih masalah lahan parkir. Hal ini mendapat tanggapan dari Dinas Perhubungan yang sepakat untuk menertibkan masalah parkir, LLAJ serta ketertiban penumpang. Di tempat yang sama, terkait stabilitasi harga dan ketersediaan bahan pokok, Kepala Dinas

Perindustrian dan Perdagangan Agus Gunawan mengemukakan, setiap hari-hari besar merupakan situasi musiman, sehingga permintaan pasar dipastikan meningkat.”Alhamdulillah, secara umum ketersediaan bahan pangan seperti beras, minyak ini cukup untuk tiga bulan ke depan. Stok kita banyak sekali,” kata Agus di hadapan bupati, Ketua DPRD, anggota Forkopimda, Asisten, Camat serta sejumlah perwakilan OPD terkait. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

Halaman 6

Aktivitas Penyeberangan di Poto Tano Mulai Meningkat Taliwang (Suara NTB) – Jelang hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas di Pelabuhan Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat mulai mengalami peningkatan. Terutama roda dua dan bus. Baik dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok dan Jawa, juga sebaliknya. Hingga kemarin, tercatat sudah ada sekitar 500 kendaraan yang hilir mudik. Hal ini tentu dirasa berbeda dengan hari-hari biasa seminggu jelang lebaran yang hanya bisa dilayani sekitar 200-300 kendaraan saja yang keluar masuk di pelabuhan tersebut. “Sudah terjadi lonjakan penumpang sekitar 10 persen dari hari-hari biasa terutama di kendaraan golongan empat penumpang dan kendaraan roda

dua. Namun dari adanya lonjakan tersebut, hingga saat ini diyakini belum terjadi penumpukan penumpang. Kita juga memprediksi, lonjakan penumpakan akan terjadi di H-3 lebaran mendatang, karena para karyawan masih masuk kerja hingga tanggal 1 Bulan Juni. Kenaikan jumlah penumpang ini bisa terjadi untuk mengurangi antrian jelang H-3,” ungkap Manager Operasional ASDP Poto Tano Samiun

Ahmad SE, kepada Suara NTB,” Kamis (30/5). Dikatakannya, meskipun untuk saat ini sudah ada penumpukan kendaraan terutama kendaraan yang membawa barang menuju ke pulau Jawa dan sekitar , tetapi pihaknya sudah menyiasati dengan mengubah jadwal proses bongkar muat kapal. Yakni dari waktu normal 50-40 menit menjadi 30 menit saja untuk bisa mengurai antrean kendaraan.

Hanya saja, terkait kendaraan yang membawa barang, pihaknya tidak akan menghentikannya untuk melakukan penyeberangan melainkan akan diatur. Tentu dengan ketentuan tetap memberikan ruang bagi kendaraan pemudik baik kendaraan roda dua, bus dan mobil pribadi. Misalnya bus ada lima unit yang antre, maka semuanya akan masuk disusul oleh kendaraan pribadi dan sepeda motor baru disusul kendaraan pengangkut barang. Sementara untuk menyikapi melonjaknya jumlah penumpang, lain itu, pihak terkait menyiap-

kan 21 kapal roro, dimana kapal yang siaga di dermaga ada sekitar 11 kapal dan sisanya dioperasikan untuk melayani penumpang sekitar 10 unit perharinya. Dengan pola tersebut diyakini tidak akan terjadi penumpukan penumpang di dermaga. “Alhamdulillah lancar-lancar saja tidak terjadi penumpukan penumpang meskipun saat ini sudah terjadi lonjakan. Namun demikian, kita tetap akan memantau kondisi terkini yang ada di pelabuhan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. (ils)

(Suara NTB/ils)

MULAI PADAT - Kendaraan pengangkut barang mulai memadati pelabuhan Poto Tano menuju Pulau Lombok dan sekitarnya, Kamis (30/5).

Pasca OTT di Mataram, Pelayanan Imigrasi Bupati Sumbawa Dukung Ekspor Komoditas Pertanian Sumbawa Berjalan Normal Sumbawa Besar (Suara NTB) Tertangkapnya sejumlah pejabat Imigrasi Mataram dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tampaknya tidak mengganggu pelayanan. Terutama di Kantor Imigrasi TPI Kelas II Sumbawa yang tetap berjalan normal. Kepala Kantor Imigrasi TPI Kelas II Sumbawa, Andy Cahyono Bayuadi, A.Md, I.M, S.H., M.Si, menyampaikan, dalam tahun ini ada beberapa kejadian besar terjadi. Namun dari kejadian itu, tidak berpengaruh terhadap pelay-

anan di Imigrasi Sumbawa. Dalam hal ini, pelayanan tetap berjalan seperti biasa. “Adapun kejadian besar bukan hanya kemarin saja (OTT di Mataram). Kejadian besar itu juga Pemilu tanggal 17 April dan kejadian tanggal 22 Mei juga. Jadi setiap ada kejadian besar, Alhamdulillah Imigrasi Sumbawa pelayanan masih berjalan seperti biasa,” ujarnya saat ditemui Suara NTB di ruangannya baru-baru ini. Menurutnya, pihaknya di Imigrasi Sumbawa tetap beru-

paya memberikan pelayanan optimal. Apalagi pelayanan juga tidak terlalu padat. “Alhamdulillah kami juga di sini pelayanannya gak banyak di Sumbawa,” terangnya. Sehingga apapun kejadian yang terjadi tidak mempengaruhi pelayanan. Pihaknya juga tetap memberikan pelayanan normal sesuai dengan SOP yang ada. “Yang jelas kami melakukan pelayanan normal seperti biasa sesuai dengan SOP. Kita fokus memberikan pelayanan saja di sini,” pungkasnya. (ind)

Suara Bidang PBB-P2 Bapenda Sumbawa

SISMIOP Sempat Gangguan, Bapenda Gerak Cepat Normalkan Antrean Sumbawa Besar (Suara NTB) Sistem Manajenen Informasi Wajib Pajak atau SISMIOP yang digunakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, sempat mengalami gangguan beberapa waktu lalu. Sehingga membuat tumpukan antrean permohonan wajib pajak. Sehingga, untuk menormalisasi pelayanan sesuai SOP pelayanan yang ditetapkan, Bapenda mesti bergerak cepat menyelesaikan tumpukan antrean. “Kita selesaikan. SOP-nya kurang dari satu minggu, sekitar 5 hari. Tapi karena masih ada antrean panjang, saat ada kerusakan kemarin. Otomatis berkas numpuk selama ada gangguan kemarin. Dan itu akan menjadi kerjaan kita minggu terakhir ini, kita kejar sebelum lebaran,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, didampingi Kasubid Perhitungan dan Penetapan PBB-P2 dan PBHTB, Muhammad Akbaruddin, S.STP,M.Tr.I.P. Dijelaskan, gangguan sistem terjadi sekitar akhir Maret 2019, sehingga Bapenda hanya dapat menampung berkas. “Akhir Maret, saat test listrik baru ini ada kerusakan. Otomatis pelayanan terhadap PBB itu terganggu. Selama itu masih rusak, kami hanya menampung saja berkas yang masuk, bagi masyarakat yang ingin mencetak kami tunda dulu sampai server baik lagi,” ujarnya. Diungkapkan, selama gangguan sistem, cukup banyak pengajuan berkas permohon yang dititipkan masyarakat. Sehingga setelah sistem kembali normal dan berkas permohonan dapat input, maka jedah waktu pe-

layanan, sedikit molor dari yang ditetapkan sebelumnya. “Dan alhamdulillah itu sudah bisa kita selesaikan, dan sekarang kita sudah bisa melayani penuh semua yang dibutuhkan oleh mayarakat dari proses pendaftaran baru, pecah dan lainnya pelayanan aplikasi kita. Sekarang kalau minggu ini masuk, minggu depan diambil,” jelasnya. Bapenda menargetkan, antrean akan normal kembali atau dapat menerapkan SOP lima hari pelayanan tuntas, setelah lebaran. “Biar nanti setelah lebaran, antrean normal. Belum kita hitung pasti berapa jumlah antreannya dari berkas yang kena dampak gangguan ini,” katanya. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang ingin membayar PBB-P2 dan melakukan pemutakhiran data sesuai dengan SPP. “Kita sampaikan ke masyarakat, silahkan datang lagi karena seistem sudah on normal. Bapenda sudah membuka lagi untuk pelayanan PBB. Kemarin yang datang itu tetap kita terima bagi yang mau tinggalkan berkasnya, sambil kita periksa kelengkapannya,” pungkasnya. H. Hasan Basri (arn/*)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menandai pelepasan ekspor komoditi Pulau Sumbawa dengan menggunting pita, dalam acara akselerasi Ekspor komoditas pertanian Pulau Sumbawa sekaligus buka puasa bersama Badan karantina Pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar, Rabu (29/5) sore lalu. Bupati mengapresiasi jajaran Badan Karantina Pertanian Kementan RI. Disampaikan, peran karantina pertanian menjadi semakin penting dan strategis dalam menjamin kualitas keamanan dan kesehatan hewan, produk hewan, tanaman pangan maupun produk hasil tanaman pangan yang dilalulintaskan. Baik untuk tujuan ekspor, impor maupun antar area. Untuk itu, Pemkab sangat mendukung ikhtiar stasiun karantina pertanian kelas I Sumbawa Besar dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan strategis untuk melakukan peningkatan pelayanan hingga dapat melindungi Pulau Sumbawa dari ancaman hama dan penyakit hewan menular serta organisme penyakit tumbuhan karantina terhadap kekayaan hayati, hewani dan nabati yang ada di Pulau Sumbawa. Terkait hal tersebut, Pemkab Sumbawa terus berkomitmen mendukung program agro gemilang ini antara lain dengan melihat potensi daerah yang mampu diekspor. Semua potensi akan terus dicoba untuk

membuka market internasional. Tidak hanya ekspor madu, dendeng dan jagung, tetapi juga komoditas-komoditas lainnya seperti kedelai yang beberapa tahun lalu, sempat diekspor ke hongkong dan sejumlah negara lainnya. Disamping itu, kualitas produk juga perlu terus ditingkatkan untuk memenuhi standar ekspor. Bupati berharap, melalui gerakan agro gemilang yang digalakkan oleh Kementan ini, para pelaku usaha bidang pertanian termasuk para petanipetani milenial dapat lebih siap memasuki pasar ekspor. Disamping itu juga menjadi upaya untuk meningkatkan peran serta seluruh stakeholder agar dapat berperan aktif dalam pemenuhan persyaratan negara mitra dagang. Bupati optimis bahwa potensi generasi muda dan sumber daya yang ada di Kabupaten Sumbawa ini merupakan suatu berkah yang harus disyukuri dan dimaksimalkan keberadaannya di kancah pasar global. Sebelumnya, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian RI Ir. Ali Jamil, MP.,P.Hd menyampaikan bagaimana strategi agar terjadi penambahan dan disertifikasi produk di Kabupaten Sumbawa. Sehingga ada penambahan nilai produk. Bagaimana pula upaya pelabuhan yang ada di Sumbawa dapat langsung mengekspor ke Negara tujuan dengan tidak melewati pintu transit yang ada di pelabuhan lain di Indonesia. Serta bagaimana

mengeksplore hasil bumi yang ada di kabupaten Sumbawa. Sementara itu, Kepala UPT Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar Drh. Ida Bagus Putu Raka Ariana melaporkan hajat dari pelaksanaan kegiatan agro gemilang 2019 ini adalah untuk mempersiapkan dan mendorong para pelaku usaha bidang pertanian dan para petani muda untuk memasuki pasar ekspor atau go international. Gerakan agro gemilang yang merupakan akronim dari “Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa” ini, selain dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan capaian ekspor komoditas pertanian, juga sebagai ajang untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Dalam acara tersebut juga diserahkan sertifikat karanti-

na sarang burung wallet dan akar jarak merah dan penyerahan sertifikat komoditi antar area (jagung dan bawang merah) oleh Bupati Sumbawa kepada eksportir dan pengguna jasa karantina. Dilanjutkan dengan peninjauan display komoditi ekspor Pulau Sumbawa. Adapun ekspor hari ini berupa sarang burung wallet ke Hongkong via Surabaya, volume 23 kg dengan nilai Rp345 juta, akar jarak merah ke Perancis via Denpasar, volume 2 kg, dengan nilai Rp4 juta, dengan total nilai ekspor Rp349 juta. Pengiriman antar area berupa jagung biji volume 8.000 ton dengan nilai Rp28 M tujuan belawan Medan, dan bawang merah volume 230 ton dengan nilai Rp3,45 M tujuan Makasar. (arn)

(Suara NTB/ist)

SERAHKAN SERTIFIKAT - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, menyerahkan sertifikat karantina sarang burung walet dan akar jarak kepada pengguna jasa Karantina.

(Suara NTB/ind)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

Halaman 7

Harga Daging Tembus Rp120 Ribu Per Kg

(Suara NTB/jun)

Erwin Suwondo

Polisi Atensi Konflik Kelompok Dompu (Suara NTB) – Secara umum, tingkat kerawanan di NTB menjelang lebaran dianggap sama. Ialah pembobolan rumah kosong, curat, curas dan curanmor. Tetapi, dari beberapa jenis kejahatan tersebut konflik kelompok mendapat atensi khusus jajaran Polres Dompu. Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK, MIK kepada Suara NTB menjelaskan, diatensinya salah satu jenis kejahatan ini karena hampir ditiap momen lebaran selalu ditemukan. Terutama dari kalangan muda yang baru tiba di kampung halamannya setelah merantau atau melanjutkan pendidikan keluar daerah. “Secara umum hampir sama kerawanannya di NTB. Cuma di sini yang kita atensi betul konflik kelompok. Karena seringkali terjadi saat libur lebaran,” ungkapnya. Konflik kelompok yang sudah banyak memakan korban jiwa maupun luka-luka ini biasanya dipicu persoalan sepele semata. Namun, karena kebiasaan buruk orang Dompu membawa sajam ke ruang publik atau destinasi wisata. Membuatnya sangat mudah terpancing untuk menganiaya kelompok lain. Semakin parah kondisinya, lanjut Erwin Suwondo, ketika kelompok-kelompok tersebut sudah terpengaruh minuman beralkohol. “Kalau ke tempat wisata harapan kita bawalah bekal makanan, bukan sajam apalagi minuman keras. Karena ini akan mudah memancing untuk bertindak diluar aturan hukum,” jelasnya. (jun)

Perbedaan Kualifikasi Paket Proyek Picu Molornya Tender Dompu (Suara NTB) Kualifikasi paket proyek antara Perpres dan Permen PU soal paket kecil dan tidak menjadi pemicu keterlambatan pengumuman tender oleh ULP Kabupaten Dompu. Namun, sebanyak 30 paket proyek sudah ditayangkan setelah ULP Pemerintah Provinsi (Pemprov) menayangkan proses tender proyeknya. Abdurrahim, S.Sos Kasubag pengadaan barang jasa Bagian Pembangunan dan ULP Setda Dompu kepada Suara NTB, Rabu (30/5/2019) kemarin mengungkapkan, ada perbedaan standar kualifikasi paket proyek antara Perpres pengadaan barang jasa dan Pemen PU tentang standar paket proyek. Dalam Permen PU, proyek bernilai di bawah Rp10 M masuk kategori kualifikasi proyek kecil. Sementara pada Perpres, kualifikasi proyek kecil adalah yang nilainya di bawah Rp2,5 M dan nilai Rp10 M itu masuk kategori non kecil. “Permen PU dalam membuat standar mengacu pada undang – undang jasa konstruksi,” katanya. Perbedaan ini, lanjut Abdurrahim membuat pihaknya menunggu regulasi baru sebagai standar. Karena dalam undang – undang jasa konstruksi juga memberi peluang bagi kepala daerah minimal Gubernur untuk membuat standar pengadaan barang jasa. “Itu yang kita tunggu, makanya jadi lama,” ungkapnya. Namun Abdurrahim mengaku, pihaknya sudah mulai menayangkan paket proyek tender dalam 2 gelombang. Gelombang pertama dengan nilai di bawah Rp2,5 M sebanyak 21 paket proyek dan tahap kedua sebanyak 9 paket di atas 2,5 M. “Tahap ketiga ada 10an paket. Kita rencananya tayang pekan ini, tapi terkendala libur. Karena perhitungan waktu tender pada hari kerja. Kita akan tayangkan setelah libur lebaran,” ungkapnya. Kasubag Pengendalian ULP Bagian Pembangunan dan ULP Setda Dompu, Suparman, ST menambahkan, kendati sisa paket ada 10an paket yang ditayangkan setelah lebaran diyakini bisa rampung hingga penandatangan kontrak 14 Juli 2019 mendatang. Sehingga batas maksimal 21 Juli, semua paket proyek DAK fisik harus terealisasi akan tercapai,” katanya. Paket proyek yang sudah rampung dan ditandatangani kontrak dengan pihak ketiga, dikatakan Suparman baru paket pekerjaan untuk konsultan perencana air bersih perkotaan. Paket proyek dengan pagu Rp1 M tahun 2019 ini dimenangkan dengan nilai kontrak Rp985 juta. Untuk pekerjaan fisiknya sendiri dalam pagu anggaran sebesar Rp24 M. “Tapi ini bukan paket proyek DAK fisik. Ini murni APBD, jadi tidak masuk dalam target realisasi hingga 21 Juli,” ungkapnya. (ula)

Malam Takbiran di Dompu Diisi Pawai dan Lampu Obor Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Dompu memutuskan untuk meniadakan lomba takbiran keliling dengan mobil hias di malam takbiran Idhul Fitri 1440 H. Takbiran keliling dilakukan dengan pawai obor dengan jalan kaki. Untuk lebih semarak dan lebih banyak wilayah dilewati, tim pawai obor akan dibagi beberapa tim. Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Muhammad Iksan, MSI mengungkapkan, keputusan mengubah bentuk takbiran keliling diputuskan dalam rapat terbatas persiapan pelaksanaan Idhul Fitri 1440 H. Takbiran keliling dengan pawai obor untuk lebih semarak dan menghindari trek - trekan kendaraan bermotor. Ada dua tim peserta pawai obor keliling agar pelaksanaan pawai obor menjangkau lebih banyak wilayah. Untuk peserta tingkat Kabupaten yaitu peserta pertama star di lapapangan Beringin menuju depan Pengadilan Negeri taman kota – Polres – RSUD Dompu, blok kanan Aba Ubu umi Haru, menuju lingkungan Rato Karijawa dan finis lapngan Karijawa. Rute peserta kedua dari lapangan Beringin menuju puskesmas Kota - Dikes - rumah jabatan wakil Bupati - polsek Kota - SPBU Karijawa, blok kiri ke jln baru Karijawa, finis lapangan Karijawa. Untuk kecamatan Woja, juga ada dua rute dengan dua tempat finis yang berbeda. Pertama, titik kumpul di lapngan Simpasai finis lapangan Monta Baru. Tim kedua titik kumpul lapangan Monta Baru, finis di lapngan Baka Jaya. Sementara pelaksanaan salat Idhul Fitri dipusatkan di lapangan Beringin Setda Dompu. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bakal menjadi khatib pada pelaksanaan salat idhul fitri. Keputusan ini belum final, karena H Bambang masih mempertimbangkannya. Sehingga Kepala Kementerian Agama Dompu, Drs. H. Syamsul H. Ilyas, M.Si sebagai alternatifnya. (ula)

Dompu (Suara NTB) – Harga kebutuhan bahan pokok di Dompu, khususnya daging terus mengalami kenaikan. Bahkan terbilang signifikan mulai sepekan terakhir. Per kilogram kini harganya menembus Rp120 ribu. Salah seorang penjual daging di Pasar Induk, Saati menjawab Suara NTB, Kamis (30/ 5) menjelaskan, kenaikan harga daging di tingkat pengecer ini disebabkan tingginya patokan harga para pengusaha potong atau jagal. Per kilogramnya mereka jual Rp100-Rp110 ribu. “Karena sudah naik Rp110 ribu kita ambil ya kita jual Rp120 ribu,” ungkapnya. Jika biasanya kenaikan harga dipicu tingkat kebutuhan masyarakat meningkat jelang lebaran. Berbeda halnya dengan yang terjadi saat ini. Lonjakan harga dipengaruhi stok daging yang tidak stabil. Paling tinggi pengecer bisa menjajakan 10 Kg daging per harinya. Pun tingkat kebutuhan masyarakat, lanjut Saati, belum mengalami perubahan yang signifikan mendekati lebaran tahun ini. “Kalau pembeli masih seperti biasa, tidak berubah dari awal puasa kemarin,” ujarnya. Sementara Irma, penjual daging lain memperkirakan kenaikan harga saat ini tidak akan berlangsung lama. Apalagi melihat tingkat kebutuhan

masyarakat yang belum menunjukan perubahan. Dari kisaran 7-10 Kg daging yang dijual, terkadang harus dibawa pulang 2-3 Kg untuk dibekukan dan dijual kembali keesokan harinya. “Kalau lebaran dulu kan seminggu sebelum lebaran sudah banyak pembeli dan harganya juga naik. Tapi sekarang masih biasa-biasa saja,” jelasnya. Kabid Perdagangan Disperindag Dompu, H. Iskandar dikonfirmasi Suara NTB menegaskan, kenaikan harga daging hingga Rp120 Kg itu semata-mata akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat. Juga pengaruh dari pengiriman sapi potong keluar daerah. Jika pengiriman tersebut bisa ditekan instansi terkait. Menurutnya, gejolak harga daging tidak akan pernah terjadi diwilayah ini. “Kenaikan harga biasa karena kebutuhan kita meningkat dan akibat pengiriman ternak keluar. Untuk ayam broiler masih stabil dengan harga Rp45 ribu,” tegasnya. Selain daging sapi kenaikan harga ini juga terjadi pada telur. Per tray saat ini berkisar

(Suara NTB/jun)

NAIK – Harga daging di Pasar Induk Kabupaten Dompu mengalami kenaikan. Saat ini, harga per kilogramnya menembus Rp120 ribu, Kamis (30/5). Rp47-Rp48 ribu. Naik dari harga normalnya Rp46 ribu/

tray. Kendati begitu, ia memastikan stoknya aman hing-

ga Hari Raya Idul Fitri 1440 H mendatang. (jun)

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 an yang lokus kejadiannya pulkan berbagai data jalannya Taliwang (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 KPU Kabupaten Sumba- KPU KSB termasuk di dalam- seluruh tahapan pemilu legis12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 wa Barat (KSB) turut mem- nya. “Ada satu gugatan oleh latif DPR RI, mulai dari jadw12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 persiapkan diri menghada- partai Berkarya. Materinya al pelaksanaan, jumlah pemi12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 pi gugatan Perselisihan Ha- khusus menggugat pelaksan- lih, proses pemungutan suara 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 sil Pemilihan Umum aan Pemilu 17 April lalu di di TPS hingga proses perhitun12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 (PHPU) yang saat ini telah Dapil (daerah pemilihan) NTB gan dan penetapan hasil. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 “Semuanya kita kumpuldidaftarkan ke Mahkamah 1. Nah NTB 1 itu kan wilayah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Konstitusi (MK) oleh para pulau Sumbawa di mana ada kan yang punya kaitan den12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 kita di dalamnya,” terangnya gan pemilihan DPR RI. Nanpeserta Pemilu 2019. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Komisioner KPU KSB, kepada wartawan, Rabu (29/5). ti begitu tahu apa poin guga12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Materi gugatan Partai tannya kita bisa langsung Herman Jayadi menjelesa12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 kan, secara teknis dari ra- Berkarya terkait pelaksanaan pilah mana bukti-bukti yang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 tusan gugatan PHPU yang Pemilu Legislatif (Pileg) di berkaitan. Tapi umumnya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 terdaftar di MK belum ada Dapil NTB 1 itu, diakui Her- hanya ada tiga bentuk protes 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 satu pun gugatan yang se- man belum diketahui pihakn- itu, pertama soal daftar pe12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 cara langsung menunjuk ya apa saja poin yang diper- milih, indikasi penggelem12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 KPU KSB sebagai pihak soalkan. Namun demikian, bungan suara atau indikasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 termohon. Akan tetapi ada KPU KSB sejak beberapa hari kecurangan saat hari pencob12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Herman Jayadi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 beberapa sengketa kemudi- terakhir sudah mulai mengum- losan,” urai Herman. (bug) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012

KPU KSB Turut Bersiap Hadapi Gugatan PHPU di MK

(Suara NTB/bug)

Kawasan TNT Masih Marak Penebangan Liar Dompu (Suara NTB) – Aktivitas penebangan liar di dalam kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) masih marak terjadi. Pelaku bahkan sampai beroperasi malam hari. Lokasi penebangan berpindah dan banyaknya jalur baru yang dibuat menyulitkan upaya penindakan. Kasat Polhut TNT, M. Saad kepada Suara NTB menegaskan, tidak mudah menghentikan kegiatan masyarakat yang sudah berlangsung cukup lama itu. Selain karena mereka lebih menguasai jalur juga waktu operasinya tidak menentu. “Tidak seperti kita membalikan telapak tangan menindak, memberikan pemahaman dan pengertian pada masyarakat yang sudah lama melakukan penebangan liar ini. Dibutuhkan kesabaran,” kata dia. Sejauh upaya pengamanan kawasan yang pernah dilakukan, memang banyak oknum warga yang kedapatan menebang maupun mengolah kayu di dalam kawasan. Tetapi, dengan alasan mereka belum mengetahui adanya larangan merusak hutan tersebut, sebagian besar diantaranya terpaksa diberi pembinaan. Meski disadarinya itu hanyalah alasan belaka. Namun dengan dasar ini pihaknya tak akan segan-segan memproses hukum mereka jika ditemukan mengulangi perbuatannya. “Dari banyak kasus yang kita temukan cuma satu yang lanjut ke proses hukum walaupun belum P21. Sementara yang lain kita beri pembinaan. Jika ditemukan mengulangi lagi langkah satu-satunya harus diberi efek jera,” tegasnya. Diungkapkan M. Saad, tidak hanya penebangan malam hari dilancarkan pelaku untuk bisa menghindar dari penindakan. Tetapi kuat dugaan ada matamata yang sengaja diminta bergabung sebagai anggota mitra polhut. Tak heran setiap kali penindakan yang dilakukan pihaknya akhir-akhir ini jarang menjumpai pelaku, melainkan hanya bekas tebangan liar semata. Itu diketahuinya setelah menguji keakuratan informasi yang disampaikan beberapa anggota mitranya. “Kalau diinformasikan ada penebangan tapi tidak kita jumpai pelaku besar kemungkinan sumber informasi itu juga terlibat. Tetapi tidak semuanya. Sedangkan untuk luas lahan yang rusak dari luas TNT 71.645,74 hektar itu sulit kita rinci karena berada di titik yang berbeda,” pungkasnya. (jun)


SUARA NTB

Jumat, 31 Mei 2019

Halaman 8

Penukaran Uang Selama Ramadhan Capai Rp2,271 Triliun Mataram (Suara NTB) Penukaran uang tahun ini mirip keadaannya dengan kondisi tahun 2018 lalu. Selama Ramadhan, Bank Indonesia NTB telah mengeluarkan Rp2,271 triliun uang baru semua pecahan. Tahun lalu, uang keluar dari Bank Indonesia NTB sebesar Rp2,471 triliun. Masih lebih besar dibanding tahun ini.Kendati demikian, penukaran uang masih dilayani, kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Acris Sarwani. Pelayanan penukaran disiapkan khusus Jumat (hari ini) di kantor layanan Bank Indonesia di jalan Langko Mataram. “Akan ada 2 sesi layanan penukaran di halaman kantor BI NTB. Sesi pagi Pukul 09.00 Wita – Pukul 11.30 Wita. Dan sesi siang, pukul 14.00 Wita - pukul 16.00 Wita. Untuk memenuhi permintaan masyarakat yang belum berkesempatan nukar di Sangkareang dan/atau counter bank,” jelas Achris.Untuk tahun ini, penukaran paling diminati

pecahan Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000. Kebutuhan uang di masyarakat menjelang lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan dari periode normal sebagaimana historis tahun-tahun sebelumnya. Menyikapi hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melayani kebutuhan masyarakat tersebut. Dalam penyediaan uang layak edar untuk masyarakat, Bank Indonesia menempuh beberapa cara. Diantaranya

melalui perbankan, kas titipan di bank di daerah remote dan kas keliling BI. Khusus untuk kebutuhan uang pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia menyiapkan Rp2,87 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun. Dari perkiraan Rp2,87 triliun tersebut, diproyeksikan untuk kebutuhan bank umum sebesar Rp2,49 triliun, Rp238 miliar untuk Kas Titipan di Kota Bima, Rp124 miliar untuk Kas Titipan di Kabupaten

Sumbawa, dan Rp27 miliar untuk kegiatan penukaran dalam kas keliling. Jika dilihat perpecahan dari Rp2,87 triliun tersebut Rp1,4 triliun merupakan pecahan Rp100.000,-, Rp1,25 triliun merupakan pecahan Rp50.000, Rp77 miliar merupakan pecahan Rp20.000, Rp69 miliar merupakan pecahan Rp10.000, Rp49 miliar merupakan pecahan Rp5.000, Rp22 miliar merupakan pecahan Rp2.000 dan Rp1 miliar merupakan pecahan Rp1.000, selebihnya sebesar Rp1 miliar merupakan uang logam pecahan Rp1.000- Rp100. Kegiatan kas keliling penukaran uang pecahan kecil Bank Indonesia bersama perbankan dipusatkan di 1 (satu) titik yaitu Taman Sangkareang, mulai tanggal 15 hingga 28 Mei 2019, pada hari Senin - Kamis. Deputi Kepala Kan-

tor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Ari Wibowo menegaskan, dengan bebercapa cara yang ditempuh oleh Bank Indonesia, belum nampak adanya aktifitas percaloan penukaran uang di NTB. Seperti yang biasanya dilakukan sejumlah orang di daerah lain yang ingin memanfaatkan momentum. Masih menurut Wahyu Ari, di tempat lain, penukaran uang juga dilayani oleh pihak-pihak tertentu secara individu. Penukaran ia tawarkan dengan mengambil jasa penukaran. “Misalnya, penukaran Rp100 ribu, dipotong Rp10.000. Itu angka yang tidak sedikit kalau dikalikan. Keuntungannya cukup besar. Tapi saya tidak melihat aktivitas itu ada di NTB,” kata Wahyu Ari kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (29/5). Ia berpandangan, karakteris-

(Suara NTB/bul)

UANG BARU - Uang baru yang didistribusikan Bank Indonesia tik masyarakat NTB yang religius salah satu yang meredam adanya aktivitas jasa dengan keuntungan berlebih itu. “Saya amati masyarakat di NTB ini sangat sadar mana yang kira-

kira boleh dan tidak boleh dilakukan. Selain layanan penukaran yang gencar kita lakukan bersama bank. Sehingga kecil peluang terjadi spekulasi,” demikian Wahyu Ari. (bul)

Langgar Izin TKA, Pemda Lobar Ancam Cabut Tempat Usaha Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) mengancam bakal memberikan sanksi tegas terhadap pengelola usaha yang mempekerjakan Warga Negara Asing (WNA), namun melanggar izin sebagai tenaga kerja asing (TKA). Apalagi pihak perusahaan tidak melaporkan diri terkait mempekerjakan TKA. Sanksi yang bisa dijatuhkan Pemda, tak sekedar teguran, namun bisa berujung pada pencabutan sebagian izin usaha bahkan keseluruhan. Terkait pemberian sanksi ini, pihak Dinas Tenaga kerja (Disnaker) akan menjalin koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kepala Disnaker Lobar Rusditah mengatakan, terkait keberadaan TKA pihaknya wajib mengecek dan memantau melalui RPTKA (Rencana Penggunaan Tanah Kerja Asing) yang diusulkan oleh perusahaan. Lalu memeriksa apakah WNA ini datang sebagai pekerja atau pelancong. “TKA melalui perusahaan wajib lapor ke dinas,’’ tegas dia. Untuk memaksimalkan pengawasan TKA ini pihaknya pada APBD perubahan akan mengusulkan pembentukan tim pemantauan TKA dengan melibatkan provinsi, lembaga lain seperti kepolisian.”Kami imbau kanda pengusaha yang mempekerjakan tanaga asing segera melaporkan baik ke Dinas Kabupaten dan provinsi. Sebab jika ditemukan mempekerjakan TKA langgar izin, maka sanksinya berat, baik untuk pengusaha. Pemda bisa menutup sebagian izin usaha dan keseluruhan jika terbukti melanggar, ‘’ tegas dia. Menindaklanjuti hasil OTT izin tinggal TKA, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap perusahaan. Adanya kasus ini, perusahaan jangan main – main, sebab pemda akan tegas dalam hal ini. Disebutkan lebih jauh, berdasarkan data TKA yang tercatat di dinas terkait mengacu pada Izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA) terdapat 47 orang TKA yang bekerja di wilayah Lobar. “Ada 47 TKA yang tercatat bekerja di Lobar,” jelas Rusditah. Saat ini, kata dia, tengah proses input data TKA yang baru mendaftar online mencapai 15 orang. Mereka ini sudah diinput langsung melalui kementerian lalu disampaikan ke dinas. Pihaknya terus melakukan update data ini setiap minggu. Termasuk pihaknya akan mengecek lagi dan menertibkan data 47 orang TKA yang bekerja. Pihaknya ingin mengecek keberadaan mereka sebab mungkin saja kontrak mereka habis, namun belum melakukan pembaharuan. “Kita akan tertibkan karena ini menyangkut pendapatan daerah,” jelas dia. Untuk memudahkan mendeteksi TKA ini, pihaknya akan menerapkan sistem online. Sementara ini sistem ini dari pusat, di daerah akan mengumpulkan data. Selain itu, pihaknya akan turun bersama kecamatan dan desa mengecek di masing-masing kecamatan. Pihaknya akan turun pengecekan setelah lebaran. Sebab di samping soal pendapatan daerah, pihaknya juga harus memonitor kegiatan perusahaan yang ada. Disebutkan, tahun lalu total pendapatan dari IMTA mencapai kurang Rp 800 juta. Tahun ini target Rp 1.3 miliar, diakui target ini terlalu tinggi. Satu TKA, kata dia rata-rata 100 dolar per bulan dengan perpanjangan tiga bulan, enam bulan dan tahunan. Pengurusan IMTA ini, ujarnya, cukup mudah. Jika dulu TKA atau perusahaan datang ke kantor dinas. Namun saat ini cukup melalui online dan bayar di bank. Pembayaran langsung masuk ke kas dinas. Kalau TKA yang bekerja di lintas kabupaten, IMTA akan masuk ke provinsi. (her)

(suara NTB/bul)

PAKAIAN - Kunjungan di salah satu toko pakaian di Kota Mataram. Menjelang Lebaran, toko pakaian diserbu pembeli.

Toko Pakaian di Mataram Diserbu Pengunjung Mataram (Suara NTB) Beberapa hari jelang lebaran, aktivitas perbelanjaan mulai padat. Penjual atribut lebaran mulai panen. Dari lapak jalanan, hingga pusat perbelanjaan. Di Kota Mataram, dalam beberapa hari terakhir geliat belanja secara kasat mata bisa dilihat. Pusat-pusat perbelanjaan mulai ramai diserbu pengunjung. Jalan-jalan di Kota Mataram

mulai padat merayap. Dari pagi, hingga malam hari. Tradisi tahunan, berburu pakaian lebaran. Di jalanjalan mulai berjejer lapak dadakan. Jualannya seputar kebutuhan lebaran. dari baju, songkok, mukenah, sarung. Serta pakaian-pakaian bernuansa religi umumnya. Tidak itu saja, toko penjual sandal, sepatu, juga tak ketinggalan diserbu kunjungan. Mereka

yang datang berbelanja nampaknya bukan saja masyarakat Kota Mataram. Luar Kota Mataram, umumnya dari kabupaten/kota lainnya di NTB juga nampak tak kalah antusias. Tidak saja penjual atribut lebaran. Tukang parkir dadakan juga bermunculan. Banyak diantara mereka kepada Suara NTB juga mengakui, sedang panen ongkos parkir. “Sehari bisa sampai seribuan yang

Harga Tiket Pesawat Mahal

Damri Rencanakan Layani Angkutan Antar Provinsi Mataram (Suara NTB) Perum Damri untuk wilayah NTB berencana akan melayani angkutan antar provinsi. Menyusul, banyaknya keluhan mahalnya harga tiket pesawat. “Kami sedang melihat perkembangan dan menghitung-hitung untuk membuka layanan Mataram-Surabaya,” kata General Manajer Perum Damri NTB, Sumijan. Seperti diketahui, harga tiket belakangan sangat dikeluhkan. Bahkan salah satu penerbangan di agen penjualan tiket online menampilkan harga tiket Rp21 juta untuk rute Bandung-Medan. Selain itu, kebijakan bagasi berbayar terhadap barang bawaan oleh maskapai juga turut menjadi pertimbangan orang bepergian menggunakan pesawat. Sumijan ditemui usai pele-

pasan mudik gratis bareng BUMN di Mataram, Kamis (30/ 5) kemarin mengatakan, setelah isu kenaikan harga tiket pesawat mengemuka secara nasional, praktis penumpang Damri juga mengalami penurunan. Terutama dari Bandara Lombok Internasional Airport menuju Mataram. “Berdampak pada penurunan demand kami. Sejak gempa sampai dengan sekarang, penumpang pesawat menurun terus. Omzet kami biasanya sekitar 100 sampai 200 orang perhari, berkurang 30 persen sekarang,” kata Sumijan atau akrab dipanggil Jajak. Khusus untuk angkutan moda dari udara ke darat, penurunan ini cukup dirasakan. Hanya saja, untuk angkutan antar kabupaten/kota mulai terlihat mengalami kenaikan. Juga

kenaikannya 30 persen setelah adanya permintaan pemesan. Damri juga menambah layanan sekitar 20 persen dari armada. Perekonomian pascagempa cenderung mengalami pelemahan. Harapannya, pascapemilu dan pascagempa, keadaan akan kembali normal. Sementara ini Damri belum melayani antar provinsi. Sementara, kata Jajak sedang dipikirkan selama kebijakan harga tiket pesawat terus di level yang tinggi. Damri akan mempertimbangkan layanan antar provinsi sebagai alternatif. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” tegasnya. Jajak juga belum memberikan kesimpulan, bus berkapasitas berapa yang akan digunakan untuk melayani rute yang telah direncanakannya itu. (bul)

parkir,” aku salah satu tukang parkir di pusat perbelanjaan di Kota Mataram. Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan naik signifikan. beberapa pramuniaga di pusat perbelanjaan juga mengakuinya. Trend tingginya tingkat kunjungan masyarakat dimulai sekitar sepekan lalu. Diproyeksikan puncaknya sampai H-1 lebaran. Angin segar ini dimanfaatkan oleh pengusaha dengan terus

mengeluarkan cadangan barang dari gudang. Antisipasi lonjakan permintaan sudah dilakukan. Sayangnya, pengusaha juga tak lagi memberikan diskon. “Tidak ada diskon, sudah dicabut,” kata salah satu pengusaha kepada Suara NTB. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Omzet pengusaha akan mengalami peningkatan signifikan. (bul)

Harga Tiket Melambung, Dishub Ancam Cabut Izin AKDP Mataram (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) mengancam akan mencabut izin bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang menaikkan harga tiket mudik lebaran. Dishub menyatakan, sudah berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. ‘’Kalau terlalu mencekik, maka cabut izinnya. Kita lewat Organda, tertibkan anggotanya,’’ kata Kepala Dishub NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M. Si dikonfirmasi, Rabu (29/5). Informasi yang diserap Suara NTB, harga tiket bus Mataram-Bima sebesar Rp250.000. Namun di lapangan, ada yang menaikkan harga tiket sampai Rp400.000. Karena banyak yang menaikkan harga tiket, masyarakat kemudian memilih Damri yang harga tiketnya Rp250.000 untuk jurusan Mataram-Bima. Bayu mengatakan,

pihaknya sudah mengimbau seluruh operator bus AKDP agar tidak menaikkan harga tiket. Jangan sampai karena banyak masyarakat yang memilih angkutan darat akibat masih mahalnya harga tiket pesawat dimanfaatkan untuk menaikkan harga tiket bus AKDP. ‘’Kita sudah imbau lewat Organda supaya jangan menaikkan harga tiket bus,’’ tegasnya. Terkait kesiapan angkutan lebaran, Bayu mengatakan petugas sudah melakukan pemeriksaan di lapangan untuk mengecek aspek keselamatan. Misalnya untuk moda angkutan darat seperti bus. Untuk bus yang tidak laik jalan maka tidak boleh beroperasi. Jika ada bagian-bagian yang rusak atau mati, seperti lampu weser maka harus diperbaiki. Setelah diperbaiki, maka petugas akan mengecek kembali sebelum diberikan laik operasi. (nas)


Halaman 9

SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda: Barang siapa yang tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya. (HR. Bukhari No. 1934)

Beranjak Menjadi Lebih Baik Mukhlishin Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram PEMBACA yang budiman, di bulan Ramadhan ini tentu saja setiap Muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia, juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja. Nabi SAW bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.”(HR. Ahmad) Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadhan masih diisi pula dengan berbagai maksiat. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari membicarakan keburukan orang lainyang tidak disenanginya (ghibah), dari berbagai perkaataan maksiat, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat dan hal-hal yang sia-sia. Karena hal ini sangat berdampak pada kualitas ibadah puasa kita. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”(HR. Bukhari). Dalam hadist lain: “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”(HR. Ibnu Khuzaimah). Lagwu adalah perkataan siasia dan semisalnya yang tidak bermanfaat, termasuk dalam hal ini adalah sendau gurau yang berlebihan.Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor atau rayuan gombal yang berakibat kepada syahwat lawan jenis. Oleh karena itu, ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya, karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat. Orang yang awalnya malas-malasan salat berjama’ah lima waktu seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Terutama jama’ah bagi kaum pria, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu pula dalam bulan Ramadhan banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga dengan istiqomah dan tercermin dalam akhlaqnya yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.”(HR. Muslim). Ibnu Katsir RA mengatakan bahwa Allah SWT menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain dengan memilihnya sebagai bulan di mana Alquran diturunkan di dalamnya. Inilah titik awal dari perubahan tersebut, titik awal dari perpindahan dari era jahiliyah penuh kegelapan, era kebodohan menuju era berperadaban yang penuh cahaya terang, turunnya firman Allah yang pertama iqra’ (bacalah) yang memerintahkan kepada kita untuk selalu membaca setiap sinar-sinar hikmah dalam kehidupan ini, sehingga dengan bisa membaca kita akan lebih mudah memaknai setiap kejadian dalam kehidupan ini. Entah kebetulan atau tidak , tapi yang pasti adalah rencana ilahi, titik balik, titik perubahan di negeri ini, juga terjadi di bulan Ramadhan, tepatnya di tanggal 17 Agustus 1945, hari di deklarasikannya kemerdekaan di republik ini, dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka dengan harapan adanya perubahan dan araha yang lebih baik. Hari ini mungkin zamannya tidak se-gelap zaman jahiliyah seperti dahulu kala, mungkin hari ini kita tak terjajah seperti penjajahan di masa kolonial dulu, tapi hari ini kita terlelap dalam ke terang benderangan di era yang serba terbuka terjajah oleh kekangan nafsu syahwat kehidupan dunia. Dibutuhkan perpindahan serta perubahan untuk menjadi yang lebih baik, mungkin dari sekian banyak waktu, dari sekian banyak amalan Ramadhan inilah saat yang tepat bagi kita untuk memulai titik awal perubahan dalam hidup kita untuk menuju pribadi Muslim yang lebih baik. Allahu’lam.

Banyak ASN Belum Bayar Zakat THR Selong (Suara NTB) Selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah, terjadi peningkatan perolehan zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Peningkatan terjadi karena adanya zakat Tunjangan Hari Raya (THR). Hanya saja, tidak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lotim membayar kewajiban bayar zakat THR tersebut. “Ada dua pengambilan zakat bulan ini, yaitu dari gaji dan dari THR,” ungkap Wakil Ketua I Baznas Lotim, Abdul Hayyi Zakaria kepada Suara NTB via ponselnya belum lama ini. Perolehan Baznas dari dua item gaji tersebut sebesar Rp 1,2 miliar. Untuk gaji saja rata-rata per bulan Baznas memperoleh Rp 700-800 juta. Semestinya, kalau semua ASN yang sudah mendapatkan THR ini mengeluarkan zakatnya, maka aku-

mulasi perolehan zakat bisa dua kali lipat dari bulan biasa. “Semestinya dua kali lipat kalau semua bayar,” akuinya. Menurut Hayyi, ada keraguan dari sejumlah bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengambil zakat THR. Hitungannya, jika rata-rata zakat gaji saja sebulan Rp 800 juta maka bulan Mei 2019 ini diperoleh zakat dari THR sekitar Rp 400-500 juta. “kira-kira 60 persenlah yang sudah bayar,” ucapnya.

Membayar zakat THR sebutnya juga wajib. Sama wajibnya dengan gaji. THR merupakan salah satu penghasilan. Rumusnya, gaji plus THR sama dengan zakat THR. Untuk zakat gaji bulanan, sambungnya juga masih banyak yang belum. Sebagian besar dari kalangan guru. Sedangkan ASN yang ada OPD lingkup Pemkab Lotim rata-rata sudah bayar. Catatan Baznas jumlah ASN se Kabupaten Lotim ini 10.000 jiwa. Sebany-

ak 6.000 guru dan separuh dari guru tersebut terbilang masih malas bayar zakat. “Ada sekitar 3 ribu dari 6 ribu guru itu belum bayar zakat,” urainya. Separuh guru yang malas bayar zakat itu diharapkan tidak malas juga dalam mengajar. Jika benar malas mengajar dimungkinkan karena zakatnya belum ditunaikan. Upaya lainnya, Baznas mencoba menarik zakat dari perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Lotim. Perusahaan swasta itu per bulan ini mulai ada yang masuk antara lain dari Heaven on The Planet, Perusahaan Mutiara Autore Lombok di Sambelia. Perusahaan lainnya seperti rumah sakit swasta juga ada yang siap untuk melakukan pengumpulan zakat dan disetor-

kan ke Baznas Lotim. Sementara itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti perbankan yang berkantor di Lotim ini membAyar zakatnya di pusat. Hal ini sebenarnya sangat disayangkan. Sampai hari ini, belum ada satupun perbankan di Lotim yang menbayar zakat di Baznas Lotim. Padahal, perusahaan milik negara itu beroperasi di Lotim dan semestinya membayar zakatnya di Lotim. Baznas Lotim mengaku sudah berusaha negosiasi agar BUMN yang beroperasi di Lotim ini bisa membayar zakatnya melalui Baznas. “Ini mereka kerja di daerah, tapi bayarnya di pusat. Ketentuannya kan Baznas itu perdaerah, urusan daerah menjadi kewenangan daerah,” demikian asanya. (rus)

SMAN 1 Terara Gelar Bazar Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Selong (Suara NTB) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Terara Kabupapaten Lombok Timur (Lotim) menggelar bazar Ramadhan dan buka puasa bersama keluarga besar, Rabu (29/5). Kegiatan ini dinahkodai langsung oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) SMAN 1 Terara. Dalam bazar Ramadhan ini, beraneka produk ditampilkan yang merupakan karya dari siswa-siswi di SMAN 1 Terara. Ketua OSIS SMA Negeri 1 Terara, Lalu Riza Singrapati, menjelaskan, kegiatan bazar Ramadhan dan buka bersama dilaksanakan dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan bersama keluarga besar SMAN 1 Terara yang berasal dari siswa, guru hingga alumni. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadhan dan tahun ini merupakan kedua kalinya pelaksanaan event berkelas tersebut. Selain bazar dan buka puasa bersama, SMAN 1 Terara juga memberikan santunan kepada anak yatim. Dikatakan Riza, salah satu tujuan kegiatan ini untuk membangkitkan kreativitas siswa khususnya di bidang kewirausahaan, baik yang merupa olahan makanan atau takjil, pakaian dan produk-produk lainnya yang semuanya karya siswa ataupun yang berasal dari sponsor. Untuk pelaksanaan kegiatan sendiri bersumber dari donasi para siswa yang dikumpulkan secara patungan untuk menyajikan produk terbaiknya. “Produk-produk yang ditampilkan tersebut merupakan karya siswa dari masing-masing kelas. Sehingga dari panitia memberikan kupon bagi guru. Bagi kelompok yang berhasil mengumpulkan kupon dengan terjualnya produk mereka, itulah kelas yang menjadi juara,” terangnya kepada Suara NTB. Sementara, kegiatan yang digelar secara terbuka itu sangat memberikan dampak positif. Terlihat antusias keluarga besar SMAN 1 T e r a r a maupun masyarakat sekitar sangat tinggi untuk mengunjungi dan membeli produk s i s w a . Maka dari itu, kara Riza, kualitas dari kegiatan akan terus ditingkatkan. “Alhamdulillah, sambutan dan antusias dari berbagai pihak sangat tinggi. Ini tentu menjadi motivasi kita untuk lebih baik d a l a m mengadakan kegiatan yang lebih besar ke depann y a , ” ungkapnya. W a k a H u m a s SMAN 1 Terara, Lalu M. Toyib, mengaku mengapresiasi bazar Ramadhan dan buka puasa bersama keluarga besar SMAN 1 Terara. Kegiatan ini, katanya, sebagai w a d a h mempererat silatur-

(Suara NTB/yon)

BAZAR RAMADHAN - Kegiatan Bazar Ramadhan dan Buka Puasa Bersama yang dilaksanakan di SMAN 1 Terara Kabupaten Lotim, Rabu (29/5). ahmi keluarga besar SMAN 1 Terara serta mendidik siswa untuk lebih pandai berorganisasi dan peka terhadap lingkungan. Misalnya, kata dia, melalui bazar yang dilaksanakan oleh OSIS, secara tidak langsung melatih

siswa tentang manajemen berkegiatan dan meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan sosial. Kemampuan siswa menyajikan berbagai produk menjadi nilai tersendiri yang sejalan dengan keg-

iatan atau mata pelajaran kewirausahaan di SMAN 1 Terara. Terlebih saat ini siswa dilatih untuk menjadi enterpreneur yang mampu menyajikan suatu produk hingga memasarkannya. (yon)


SUARA NTB

Jumat, 31 Mei 2019

Halaman 10

Beijing Wuzi University Jajaki Kerjasama dengan Unram (Suara NTB/bul)

NUZULUL QURAN - Rangkaian kegiatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama FIK UNW Mataram, salah satunya talk show menghadirkan Naja, hafiz cilik Indonesia 2019

Dari Safari Ramadhan dan Bukber

FIK UNW Mataram Perkuat Silaturahim, Tebar Inspirasi Cinta Alquran Mataram (Suara NTB) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram pada Ramadhan 1440 H/2019 ini kembali menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan bersama civitas akademika, alumni, dan masyarakat. Rangkaian kegiatan termasuk diantaranya pemberian santunan dan doorprize. Ada yang spesial untuk penyelenggaraan tahun ini. Panitia mengundang Naja, Hafiz Cilik Indonesia tahun 2019 asal Kota Mataram, NTB yang belakangan namanya melejit di nasional. Hafiz cilik dengan keterbatasan fisik, namun memiliki kelebihan menghafal Alquran. Kegiatan dilaksanakan dua kali. Pagi hari, Rabu (29/5) kemarin di Kampus FIK UNW Mataram di Jalan Merdeka Raya, Karang Pule Mataram peringatan nuzulul Quran diisi tausyiah dari Wakil Rektor I UNW Mataram, Dr. TGH. L. Abdul Muhyi Abidin, MA. Dilanjutkan dengan talk show mengambil tema “Membentuk Generasi Millenial Cinta Alquran”. Menghadirkan langsung pembicara, Naja, beserta orang tuanya, Dahlia Andayani, M. Farm., Apt yang merupakan Dosen Program Study (Prody) Farmasi di FIK UNW Mataram. Dengan moderator, Ust. Zaid Arsyad Hidayat, S.Pd, Direktur Tahsin Islamic Center. Pada talk show inilah, narasumber berbagi pengalaman dan berbagi inspirasi kepada ratusan peserta yang hadir dari unsur keluarga besar UNW Mataram, alumni, serta masyarakat umum. Kegiatan ini diikuti antusias peserta, serta khidmat. Pada kegiatan talk show ini juga, panitia membagi-bagi doorprize yang disedikan oleh stakeholders FIK UNW Mataram. Diantaranya dari Kimia Farma, Travel Madina Ash Syam dan Kolam Renang Nirwana. Ditambah penyerahan bingkisan dan santunan kepada undangan dari Panti Asuhan Al-Hidayah Batu Ringgit, dan Panti Asuhan Ponpes NW di Gomong. Bingkisannya paket sembako, dan dana tunai sebagai santunan. “Kami alokasikan dari infak peserta dan keluarga besar UNW Mataram,” kata ketua panitia Nuzulul Quran, Ika Andhyka, M. Farm., Apt. Kegiatan sore ditutup dengan buka bersama. Ika menyimpulkan, FIK UNW ingin menebar inspirasi kepada masyarakat. Terutama kepada generasi millenial tentang bagaimana keutamaan mencintai Alquran. “Kami ingin menanamkan kepada diri kami, kepada masyarakat dan kepada seluruh kita. Bagaimana peran orang tua kepada anaknya. Naja adalah inspirasi untuk kita semua. Dan kegiatan-kegiatan yang kami selenggarakan untuk memperkuat silatturahim kita,” demikian Sekretaris Prodi Farmasi FIK UNW ini. (bul)

Mataram (Suara NTB) Beijing Wuzi University mengunjungi Universitas Mataram (Unram) Selasa (28/5) untuk menjajaki peluang kerjasama di Rektorat Unram. Dalam kunjungannya tersebut, rombongan dari Beijing Wuzi University ditemui langsung oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Perencanaan Yusron Saadi, ST., MT., Ph.D. Pada pertemuan yang berlangsung singkat itu, dibicarakan beberapa peluang kerjasama dengan Unram. Yusron, menjelaskan pertemuan membahas peluang kerjasama dua lembaga, diantaranya kerjasama dalam bidang joint research, student exchange, international conference dan intership program di bidang logistik. Yusron Saadi, berharap peluang kerjasama yang dibicarakan dapat berjalan dan Unram dapat mengunjungi Wuzi University untuk membicarakan

lebih jauh mengenai kerjasama yang sudah dibicarakan. Vice President Beijing Wuzi University Professor He Mingke menyambut baik peluang kerjasama dan kunjungan balasan yang mungkin akan dilakukan Unram. “Saya rasa, sangat baik jika Unram bisa berkunjung ke Wuzi,” pungkasnya. Upaya membangun kerjasama luar negeri kian gencar dilakukan Unram. Sebelumn-

ya pemerintah Provinsi Torun, Polandia bersama President of the Board Institute of Sustainable Development European Union-ASEAN, Marcin Schmidt dan sebuah perusahaan kedokteran gigi Swiss IML.S.A mengunjungi Unram. Kunjungan itu bertujuan untuk menjajaki peluang kerjasama dengan Unram. Pemerintah Polandia ingin agar peluang-peluang kerjasama yang dapat

(Suara NTB/dys)

FOTO BERSAMA - Perwakilan Wuzi Beijing University bersama Wakil Rektor IV Unram dalam sesi foto bersama dibangun dengan Universitas Mataram. Seperti pelaksanaan kegiatan konferensi yang sering dilakukan oleh pemerintah Po-

landia. Kegiatan lainnya ialah konferensi atau workshop internasional di bidang kesehatan terutama kesehatan gigi. (dys)

Satu-satunya dari NTB

MAN I Lotim Ikuti LKIR Tingkat Nasional

(Suara NTB/ist)

ZAKAT FITRAH - Kepala SMAN 1 Mataram, H. Muh. Jauhari saat memberikan zakat fitrah pada kegiatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan di SMAN 1 Mataram, Selasa (28/5).

SMAN 1 Mataram Gelar Nuzulul Quran dan Pembagian Zakat Mataram (Suara NTB) – SMAN 1 Mataram menggelar acara Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan pembagian zakat fitrah, Selasa (28/5) lalu. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Kepala SMAN 1 Mataram, Drs. H. Muh. Jauhari, MM., mengatakan pihaknya mengadakan acaranya Nuzulul Quran, buka bersama sekaligus pem-

bagian zakat fitrah. Khusus untuk zakat, selain dibagikan di sekolah, anggota Remaja Musala (Remus) membawa zakat ke beberapa yayasan. “Kegiatan dilaksanakan rutin setiap tahun dalam rangka mengisi kegiatan khusus bulan Ramadhan selain imtaq di awal jam pelajaran dan membaca Alquran bersama sama sehabis salat zuhur berjamaah,” katanya. Jauhari menjelaskan, kegia-

tan itu penting dilakukan di sekolah karena pendidikan agama sebagai ujung tombak peningkatan pendidikan karakter di sekolah. “Kegiatan ini juga untuk mengajak semua siswa SMAN 1 Mataram untuk berbagi rasa dengan kaum duafa,” katanya. Jauhari yang juga mantan Kepala SMAN 3 Mataram ini mengatakan selama bulan puasa siswa belajar sebagaimana biasanya. Hanya waktu belajar yang dikurangi untuk setiap jam pelajaran. Imtaq dilaksanakan sebelum jam pelajaran dimulai selama 15 menit untuk membaca Alquran, dan setelah Dzuhur dilakukan imtaq ceramah indahnya Ramadan dari para Pembina. “Untuk proses belajar mengajar tidak bisa kita terlalu banyak kurangi karena persiapan menjelang ujian akhir semester genap,” katanya. Jam pelajaran di SMAN 1 Mataram dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan 13.30 Wita untuk hari Senin sampai dengan Kamis dan hari Sabtu. Sedangkan pada hari Jumat, masuk sekolah pada pukul 08.00 dan pulang pada pukul 11.20 Wita. (ron)

Selong (Suara NTB) Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-51 tahun 2019 merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA maksimal kelas XII yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan wawasan dalam menganalisa yang tepat melalui penelitian ilmiah. Dua siswa MAN 1 Lombok Timur atas nama Fania Ayu Lestari dan Bunga Isrovian Diawaranty berhasil lolos dalam tahap seleksi ke-2 yaitu seleksi kemudian akan mendapatkan pembimbingan dan monitoring mulai tanggal 27 Mei sampai 30 September 2019. Mereka mengambil judul penelitian dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) “Efektivitas Materi Trauma Healing Antara Bidang Keagamaan dengan Bidang Kearifan Lokal pascagempa Lombok”. Ia menyisihkan ribuan peserta yang lain dari berbagai sekolah di Indonesia. “Alhamdulillah hanya MAN 1 Lotim yang dari NTB yang bisa lolos LKIR Ke-51, ini merupakan kebahagian kita bersama,” ungkap Kepala MAN 1 Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, M.Pd. Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan madrasah kepada siswa dan siswi binaannya. Sementara itu, Fania dan Bun-

gamengakujugamerasabersyukur atas torehan prestasi ini. Adapun latar belakang mengambil topik penelitian ini, yaitu pascagempa Lombok kegiatan trauma healing dilakukan di mana-mana, dengan berbagai cara dan materi dari berbagai instansi dan lembaga. Ada dua bentuk materi yang sering digunakan dalam melakukan trauma healing yakni materi keagamaan dan materi berbasis kearifan lokal. Ada sebagian masyarakat merasa cepat bangkit dari rasa cemas dan takut yang berlebihan setelah menerima materi trauma healing keagamaan. Sebaliknya ada sebagian masyarakat merasa tabah ketika menerima truma healing dengan materi kearifan lokal. Fenomena ini sangat menarik untuk dilakukan penelitian. Terlebih masyarakat Lombok masih saja merasa takut dengan gempa. ‘’Lalu manakah materi yang efektif dalam melakukan trauma healing, atas dasar itulah penelitian ini dilakukan,’’ cetus Bunga dan Fania. Sementara itu, pembina KIR MAN 1 Lombok Timur, Bukhori Muslim, M.Pd mengaku bangga dengan torehan anak binaanya. Pasalnya untuk masuk terjaring di kompetisi LIPI ini penilaiannya sangat ketat dan harus bersaing dengan 3000-an lebih peserta dari seluruh Indonesia.(*)

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Kepala MAN 1 Lombok Timur, M. Nurul Wathoni foto bersama dua siswa mereka yang lolos seleksi LKIR Tingkat Nasional.

Sinergi dengan Damri

Askrindo Fasilitasi Asuransi dan Mudik Gratis 180 Orang ke Surabaya

Mataram (Suara NTB) PT. Askrindo (Persero) Cabang Mataram, bekerjasama dengan Perum Damri memfasilitasi mudik gratis dari MataramSurabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini, bagian dari turunan program Sinergi BUMN yang digelorakan Kementerian BUMN. Tahun 2019 ini, kuota mudik gratis naik 100 persen dibanding tahun lalu. Program tahunan Asrkrindo NTB-Perum Damri inipun mendapatkan respon dan apresiasi dari sejumlah stakeholders di NTB. pemberangkatan pemudik dilakukan Kamis (30/5) kemarin. Total 4 BRT (Bus Rapid Transit) yang digunakan. Titik start pemberangkatan dari lapangan parkir Lombok Epicentrum Mal (LEM). Sejumlah stakeholders hadir. Diantaranya, dari unsur Ditlantas Polda NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Pemkot Mataram. Tanpa terkecuali dari unsur utama Askrindo NTB dan Damri NTB. Pemberangkatan dilakukan pukul 08.30 Wita. Pemudik nampak sangat antusias. Sebelum diberangkatkan, pemeriksaan kesehatan juga dilaku-

kan. Ditambah hiburan dan hadiah-hadiah menarik. Mudik menempuh jarak hingga 1.300 Km dari Mataram. Menyeberangi selat Lombok-Bali. Sebanyak 180 orang peserta dijamin penuh risikonya dari titik pemberangkatan sampai titik tujuan oleh Askrindo. Pimpinan Cabang PT. Askrindo NTB, Bramusti Panji Arafat dalam pelepasan kemarin menyampaikan, program BUMN Hadir Untuk Negeri bertujuan untuk menciptakan kondisi dan mendorong agar BUMN di Indonesia dapat memberikan sumbangan yang terbarik baginegeriinidanrakyatIndonesia. PT. Askrindo bersama Kementerian BUMN dan 104 perusahaan BUMN lainnya, turut ikut dalam sinergi membangun negeri melalui kegiatan mudik bareng bersama BUMN. Kegiatan ini untuk kedua kali dilaksanakan di NTB. Tahun lalu, sebanyak 80 orang pemudik difasilitasi. Penambahan kuotapemudiktahuninilebihkarena tingginya animo masyarakat, khsusunya di Kota Mataram. Askrindo sendiri secara nasional menyediakan 1.400 tiket mudik gratis ke beberapa daerah di Indonesia. Secara serem-

pak di berangkatkan pada 30 dan 31 Mei 2019. Diantaranya tersebar di wilayah Jakarta Kantor Pusat dengan tujuan Yogyakarta-Klaten-Surabaya. Di Wilayah Kepulauan Riau dengan tujuan Batam-Belawan. Wilayah NTB tujuan MataramSurabaya. Wilayah Kalteng, tujuan Palangkaraya-Semarang. Dan Wilayah Medan dengan tujuan Medan-Sibolga. Terkait gratis tanggungan asuransi penuh bagi pemudik, nilai risiko ditanggung sebesar Rp20 juta/individu. Jika terjadi hal-hal di luar kehendak, pemudik telah terproteksi asuransi hingga Rp20 juta/orang. Seperti diketahui, Askrindo juga telah meluncurkan aplikasi DigiASK untuk menjamin pemudik secara umum. DigiASK ini berlaku untuk masyarakat umum. Layanan Askrindo cukup melalui genggaman. Layanan, pembayaran premi dan klaim dapat dilakukan secara digital, tanpa harus mendatangi kantor Askrindo. General Manajer Perum Damri NTB, Sumijan turut menyampaikan apresiasi kepada Askrindo. Mudik gratis, dua kali lipat tahun ini dibanding tahun lalu adalah gebrakan.Harapannyakedepandapat menambah lagi. Mengingat masih banyaknya calon pemudik yang membutuhkan fasilitas ini. Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Amin Litarso, SH., juga tak ketinggalan menyampaikan apresiasi pada program mudik gratis ini. Diketahui tingkat kecelakaan di NTB terbilang cukup tinggi. Tahun 2018 lalu lebih dari 500 nyawa melayang di jalan akibat Lakalantas. (bul)


Jumat, 31 Mei 2019

SUARA NTB

Halaman 11


Jumat, 31 Mei 2019

SUARA NTB

Halaman 12

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.2605 CJ NOKA/NOSIN : MH1JFH119EK182070/ JFH1E1101649 AN.GITA BAITARI,SPD HLG D’SKTR PEJERUK AMPENAN HG STNK R2 HONDA DR.5734 CO NOKA/NOSIN : MH1JFS117K224136/JFS1E1222002 AN.ISTIQOMAH HLG D’SKTR TANJUNG KARANG SEKARBELA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP

q

DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Jumat, 31 Mei 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 13


SUARA NTB

Jumat, 31 Mei 2019

Halaman 14

Raih WTP Delapan Kali

Inspektorat : Indikator Sukses Tahun Pertama NTB Gemilang Mataram (Suara NTB) Delapan kali berturut turut, Pemprov NTB meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2018. Tidak cukup sampai rasa syukur, harus ada upaya dan kerja keras mempertahankan. Sebab predikat WTP bagi Inspektorat Provinsi NTB adalah bagian dari indikator sukses visi NTB Gemilang 2018 - 2024. “Prinsipnya kita bersyukur WTP, karena mampu meraih dan mempertahankan delapan kali opini tetap WTP. Karena beberapa daerah justru sudah berturut turut ada yang lima dan enam kali, justru penilaian atas LKPD 2018 mereka turun, tidak dapat WTP lagi,” kata Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu S a l i m SH.,M.Si

kepada Suara NTB, Rabu (29/5). Ibnu Salim mengaku bersyukur dan bangga, sebab WTP adalah bagian dari suksesnya target indikator pencapaian NTB Gemilang, 2018 - 2023, sesuai visi misi Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Sebuah visi ‘NTB Bersih Melayani’ indikatornya adalah Opini WTP. Dengan harapan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang baik, terus meningkat dari B ke BB dan kemudian ke nilai A menuju ke AA. “Alhamdulillah, opini WTP bagian dari tercapainya sasaran indikator kinerja yang kita raih tahun pertama Zul - Rohmi. Nah, kedepan kita pertahankan,” tandasnya. Dengan bisa mempertahankan WTP, kata dia, artinya Pemprov NTB mampu dan konsisten melaksanakan tata kelola keuangan dan pembangunan yang mengacu pada tiga standar. Pertama, kesesuaian akuntansi pemerintah, kedua, menyajikan data dan informasi yang memadai, ketiga, kesesuaian penyajian

dan patuh terhadap ketentuan Perundang undangan yang ada. Disinggungnya, terkait adanya temuan, menurutnya lumrah, sepanjang bukan dipicu oleh kesengajaan atau ada unsur mensrea. Ditegaskannya, temuan kerugian sudah hampir tuntas dan diselesaikan sesuai mekanisme. Saat ini tersisa Rp 2,5 miliar dan sudah ada mekanisme pengembaliannya pada APBD Perubahan mendatang. “Bahwa ada sisa temuan lama, kita juga atensi untuk tuntaskan melalui sidang majelis dan menyerahkan ke JPN (Jaksa Pengacara Negara),” ujarnya. Untuk itu, demi mempertahankan WTP, ia meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menyelesaikan temuan temuan sebelumnya, meminimalisir masalah pada pengelolaan anggaran 2019. “Kepada semua SKPD agar memantau kontraktor kontraktor yang sering terlambat membayar denda, bahkan bila perlu jadikan catatan untuk blacklist jika terus menjadi masalah,” jelasnya. WTP juga kuat hubungannya dengan maturitas atau keandalan sistem pengendalian keuangan di OPD. Hal ini tidak lepas dari peran Inspektorat yang terus melakukan pendampingan dalam sistem pengendalian keuangan pemerintah daerah. Sehingga, dengan sistem pengendalian yang baik, maka hasilnya level III dari lima level kapasitas APIP dari 34 provinsi. (ars/*)

(Suara NTB/ist)

Kepala BPK Perwakilan NTB, Hery Purwanto menyerahkan LHP kepada Inspektur Provinsi NTB, Ibnu Salim.

(Suara NTB/ist)

Inspektur Provinsi NTB, Ibnu Salim foto bersama Kepala BPK Perwakilan NTB, Hery Purwanto dan jajaran.

(Suara NTB/ist)

Ibnu Salim

(Suara NTB/ist)

Pengarahan dari Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Mendampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat Djalilah terkait pengelolaan keuangan. jumpa pers usai menerima LHP dari BPK RI. (Suara NTB/ars)


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 31 Mei 2019

KPK Sita Dokumen Penyidikan WNA Dari Hal. 1 Pantauan Suara NTB, hingga pukul 20.30 Wita, empat orang menyidik KPK masih berada di dalam ruangan Kepala Kantor Imigrasi lantai dua. Dari luar terlihat samar di balik tirai jendela sejumlah penyidik mondar mandir. Sesekali satu orang duduk sambil membolak balikkan dokumen, sementara di bagian lain penyidik membuka loker di dekat jendela. Di tangga dekat loby yang menghubungkan dengan ruangan Kepala Imigrasi Mataram, enam personel polisi bersenjata siaga. Mereka didampingi dua orang security Imigrasi. Tidak satupun orang diizinkan naik, termasuk jurnalis. Informasinya, dua ruangan yang digeledah. Ruangan Kepala Imigrasi Kurniadie dan ruangan Kasi Inteldakim Yusriansyah Fazrin yang sebelumnya disegel. Belum jelas barang bukti apa saja yang disita dari ruangan tersebut. Sementara Kaur Umum Imigrasi Kelas I Mataram Dewa Made Windu Sala, SH membenarkan ada tim KPK yang menggeledah kantornya. ‘’Sekarang tim KPK masih geledah ruang Pak Kakanim,’’ jelasnya. Sepengetahuannya, ada empat orang tim dari KPK yang masuk ke ruangan Kepala Imigrasi dan melakukan penggeledahan dokumen dan barang bukti lain yang dicari. Tim itu didampingi juga oleh empat orang penyidik Ditreskrimsus Polda NTB dengan status Bawah Kendali Operasi (BKO). ‘’Masih ada empat orang KPK di atas. Tapi saya ndak tahu mereka sedang apa,’’ kata petugas keamanan Imigrasi Abbas Syafi’i. Di halaman gedung Imigrasi, tiga mobil yang dijadikan operasional penyidik masih standby, sesekali satu unit keluar untuk mengambil logistik. Usai penggeledahan sekitar tujuh jam lebih, tim KPK membawa dua buah koper berwarna biru, hitam, dan satu kardus berisi dokumen penting dari dua ruangan yang disegel sejak Selasa (28/ 5 dini hari lalu. Mereka masuk ke dalam tiga mobil yang sudah standby parkir di halaman kantor. Tak ada satu pun yang bersedia memberi penjelasan. Rangkaian penggeledahan berakhir sekitar pukul 23.00 Wita. Dihubungi terpisah, Juru bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah membenarkan masih ada penggeledahan hingga malam kemarin. ‘’Sejak pagi sampai malam penggeledahan di dua lokasi berbeda, di Mataram dan Lombok Barat,” kata Febri Diansyah kepada Suara

NTB, Rabu (29/5) malam. Mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) ini menjelaskan, penggeledahan itu masih terkait kasus suap perkara izin tinggal WNA di Kantor Imigrasi Mataram. Barang bukti yang disita untuk kepentingan penyidikan terkait kasus dugaan menerima suap pengurusan perpanjangan izin tinggal wisatawan asing di Hotel Sundencer, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, sebesar Rp 1,2 miliar. ‘’Dokumen yang disita terkait penyidikan kasus dua WNA dan dokumen terkait pengangkatan tersangka sebagai Kepala Kantor dan PPNS,’’ jelasnya. Dua WNA itu hanya diketahui inisialnya yakni BGW asal Australia dan MK asal Singapura. WNA ini diketahui pemilik saham Sundancer Resort Lombok. Alasan penyitaan dokumen tersebut, sebab isinya terkait penetapan tersangka dua WNA oleh Kantor Imigrasi Mataram yang diduga menyalahgunakan izin tinggal. Mereka diduga menggunakan izin tinggal turis untuk bekerja di Wyndham Sundancer Lombok. Modus dugaan suap, Direktur PT Wisata Bahagia Liliana Hidayat berupaya mencari cara untuk melepaskan dua WNA tersebut, lantas melakukan negosiasi dengan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Klas I Mataram Yusriansyah Fazrin hingga disepakati harga Rp 1,2 miliar untuk melepas BGW dan MK. Dalam proses negosiasi, Yusriansyah diduga berkoordinasi dengan atasannya Kurniadie. Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka dugaan gratifikasi penghentian penyidikan kasus penyalahgunaan izin tinggal dua WNA pengelola Wyndham Sundancer Resort Lombok. KPK menemukan modus baru pemberian sebesar Rp1,2 miliar terkait penghentian kasus tersebut. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurniadie, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Yusriansyah Fazrin dan Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia Liliana Hidayat, pengelola Wyndham Sundancer Resort Lombok. (ars)

Zona Integritas Imigrasi Mataram Terancam Buyar Dari Hal. 1 Namun dia meyakinkan masyarakat untuk tetap memakai asas praduga tak bersalah. Sampai nanti ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. ‘’Dari status hukumnya nanti akan kita tindaklanjuti,’’ sebut Dahnif menjawab pertanyaan soal pencopotan Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie yang kini sudah berstatus sebagai tersangka penerima hadiah atau janji. Pelayanan keimigrasian, sambung dia, tetap buka seperti biasa. Dia sudah menunjuk Kasi Statuskim Kantor Imigrasi Mataram Rahmat Gunawan sebagai pelaksana harian. Pascaoperasi tangkap tangan KPK sejak Senin sampai Selasa lalu, pelayanan paspor dan izin tinggal di Kantor Imigrasi Mataram tetap berjalan seperti biasa. Tanggung jawab

administrasi tidak kosong. Pantauan Suara NTB, loket pelayanan paspor tetap berjalan. Petugas imigrasi juga masih tampak mengambil sidik jari dan foto pemohon paspor. Pun demikan pelayanan izin tinggal yang buka sebanyak tiga loket seperti biasa. Layanan lainnya, penggantian paspor hilang pun tetap buka. Petugas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) masih bekerja. Meskipun kompleks ruangan tersebut digeledah KPK sebelumnya. Pelaksana Harian Kepala Kantor Imigrasi Mataram Rahmat Gunawan menjelaskan, pelayanan keimigrasian tetap dibuka sesuai dengan jadwal biasa. Tidak ada perubahan. “Kami memastikan tetap membuak layanan keimigrasian sesuai hari kerja,” terangnya. (why)

Modus Kuasai Lahan Investasi Dari Hal. 1 NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi Rabu (29/5). Gita mengatakan ketika bermasalah, posisi warga lokal agak lemah ketika terjadi persoalan hukum. Ia juga meminta kepada orang asing yang ingin berinvestasi di NTB agar lewat jalurjalur yang resmi sesuai ketentuan. ‘’Ketika tak ada masalah, tapi begitu terjadi masalah pada posisi warga lokal yang lemah. Akhirnya berhadapan dengan hukum. Kan banyak sekali kejadian seperti itu,’’ ujarnya. Gita menjelaskan, DPMPTSP merupakan bagian dari Timpora. Timpora kerap turun melakukan pengawasan ke lapangan. ‘’Kita juga memantau, terutama kita (memantau) realisasi investasinya,’’ katanya. Dalam tim tersebut, DPMPTSP berkepentingan terhadap masalah perizinan in-

vestasi orang asing yang ada di NTB. Sedangkan masalah dokumen keimigrasian menjadi ranah Imigrasi. ‘’Tim itu masingmasing sudah punya tugas melakukan penertiban,’’ tandasnya. Soal dugaan orang asing menguasai lahan investasi dengan melawan hukum pernah ditemukan Ombudsman RI Perwakilan NTB pada 2017 lalu. Hal tersebut banyak terjadi di kawasan destinasi wisata seperti di Lombok Timur, Lombok Tengah, KLU dan Lombok Barat. Dari laporan masyarakat terkait modus investor yang membeli tanah di NTB dengan menggunakan dan memanfaatkan warga lokal. Warga negara asing tertarik dengan kemajuan pariwisata NTB kemudian berupaya menguasai lahan dan membuka usaha atas nama warga lokal. (nas)

Halaman 15

Modus Suap Diduga Praktik Lama BANYAK pihak yang mengapresiasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim KPK. Pasalnya, dugaan permainan suap itu diduga sudah berlangsung lama dan beberapa kali menjadi temuan Ombudsman. “Kami berkali kali ingatkan. Kan ada adigium, maladministrasi itu awal dari korupsi,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim, SH.,MH menjawab Suara NTB, Kamis (30/5). Menurut Adhar, pihaknya banyak mendapat pengaduan soal praktik yang sama. Orang asing yang menyalahi izin tinggal, namun tidak diproses pidana. Modus yang sama terjadi pada orang asing yang diduga sebagai pemegang saham di sebuah hotel. ‘’Dua pekan lalu kami juga mendapat laporan sama, kemudian mengutus tim untuk klarifikasi. Memang sudah ada perbaikan. Tapi rupanya terjadi lagi,” ungkapnya. Maka menurutnya, cara paling mudah adalah membangun sistem standar pelayanan publik menjadi cara paling sederhana untuk pencegahahan korupsi. Pendekatan dan koreksi terhadap pelayanan publik di Imigrasi sudah dilakukannya sejak tahun 2014 lalu. Memang sempat

ada upaya perbaikan dari pihak Imigrasi. “Saya sampaikan dalam rekomendasi, salah satu cara efektif cegah praktik maladministrasi, dengan mencegah akses calo ke meja pejabat. Tapi rupaya transaksinya di luar. Artinya, dengan menjunjung asas praduga tak bersalah, praktek ini kan terjadi di luar sistem yang sudah dibangun,” tegasnya. Ruang negosiasi itu memungkinkan terjadi untuk pelayanan tidak hanya pada kasus orang asing, tapi pelayanan TKI, haji dan umroh lainnya. Tertib administrasi yang sudah dibangun dengan tanda tangan zona integritas bulan lalu, sudah terganggu meski berkali kali diingatkan. ‘’Yang saya dengar, sebenarnya teman- teman di Kejaksaan sudah menunggu pelimpahan kasus dua WNA ini. Tapi berkasnya tidak kunjung dikirim. Ini kan mudah dilacak, kasus terang benderang, berkasnya yang harus naik, tapi dijadikan ajang untuk menerima suap. Dengan tidak menaikkan berkas ini berarti jelas praktik maladministrasinya,’’ tegas dia. Adhar mengaku pihak paling kecewa dengan kepimpinan Kurniadie yang dianggap mengganggu sistem yang sudah dibangun sebelumnya. Pemangkasan ruang praktik calo sudah membaik, oknum Imigrasi yang bermain pun

semakin berkurang. Ini menurutnya ditandai dengan semakin berkurangnya laporan saat itu. Belajar dari pengalaman tersebut, ia kembali mengingatkan pihak Imigrasi agar kembali pada pedoman pelayanan yang sudah sesuai standard. Mekanisme yang sudah ditata dengan baik agar dilanjutkan, jika dilanggar lagi maka akan mudah terlacak. ‘’Maka tinggal mengikuti saja proses yang sudah mulai baik dan SOP sudah jelas,’’ tandasnya. Ia juga mengingatkan pejabat- pejabat di NTB untuk menjadikan kasus ini pelajaran. Jangan sampai administrasi yang amburadul, apalagi dibarengi niat korupsi, berujung pada proses pidana. Dikonformasi soal dorongan perbaikan ini, Plh Kantor Imigrasi Mataram, Rahmat Gunawan memastikan, pihaknya berjanji menjadikan OTT tersebut sebagai pelajaran melakukan perbaikan sistem. Pengawasan kepada internal juga akan diperketat agar tidak ada lagi ruang negosiasi dalam pelayanan. “Komitmen kami, tetap lakukan perbaikan. Alhamdulillah, pelayanan tetap normal, sembari kami terus lakukan evaluasi,” ujarnya. (ars)

Proyek Jalan Cepat Rusak

Dinas PUPR Akui Persoalan Kualitas dan Minim Biaya Pemeliharaan Mataram (Suara NTB) Proyek perbaikan jalan yang cepat rusak di Pulau Sumbawa mendapatkan sorotan dari Pansus Percepatan Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Provinsi DPRD NTB. Dewan mendorong dilakukan audit investigasi terhadap permasalahan tersebut. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB mengakui memang ada beberapa titik jalan yang rusak akibat persoalan kualitas. Namun, Dinas PUPR NTB menyatakan persoalan utama yang menyebabkan jalan yang rusak adalah minimnya biaya pemeliharaan yang dianggarkan tiap tahun. ‘’Ya memang, kita kan dana rutin tidak ada. Jadi, rutin itu ditujukan untuk pemeliharaan jalan-jalan yang mantap. Ketika ndak dirawat, jalan itu akan mengalami penurunan kondisi,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (29/5). Diungkapkan, pada akhir tahun 2018, laju penurunan kondisi jalan provinsi berada di kisaran 5-6 persen per tahun. Hal ini berarti bahwa setiap tahun 6275 Km jalan yang berada dalam kondisi mantap akan mengalami penurunan kondisi menjadi jalan rusak atau tidak mantap. Tingkat kemantapan jalan

provinsi pada akhir tahun 2018 sebesar 83,65 persen. Masih terdapat 242,71 Km jalan provinsi yang berada dalam kondisi tidak mantap. Terdiri atas jalan aspal rusak berat sepanjang 53 Km, jalan kerikil sepanjang 28,76 Km, jalan tanah sepanjang 35,92 Km. Serta jalan yang belum bisa dilalui atau belum terhubung sepanjang 125,03 Km. Selain itu, masih terdapat 138 unit jembatan dengan total panjang 4.371 meter yang berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun. Azhar tak memungkiri cepat rusaknya jalan yang dibangun juga akibat persoalan kualitas pengerjaan. Namun ia mengatakan tidak banyak. ‘’Saya pikir kualitas mungkin juga ada pada beberapa titik. Tetapi penyebab utamanya biaya pemeliharaannya yang tidak ada,’’ ungkapnya. Menurutnya, drainase dan bahu jalan harus tetap dibersihkan tiap tahun. Apabila drainase dan bahu jalan tetap bersih, maka jalan yang telah dibangun akan bertahan lama. Ia menekankan pentingnya merawat infrastruktur yang sudah dibangun. Untuk itulah, perlu biaya pemeliharaan yang memadai. ‘’Tapi kalau tidak dirawat, biarpun pembangunannya bagus, maka akan cepat rusak. Sekarang biaya pemeliharaan nol,’’sebutnya. (nas)

Tingkat Partisipasi Pemilih NTB Lampui Target Nasional Mataram (Suara NTB) Tingkat partisipasi Pemilu 2019 di NTB dinilai cukup tinggi, karena partisipasinya menembus angka diatas 80 persen lebih. Hal tersebut merupakan capaian yang sangat luar biasa di tengah komplitnya dinamika politik Pemilu 2019 ini. ‘’Alhamdulilah tingkat partisipasi pemilih kita meningkat dengan peningkatan yang cukup signifikan, bahkan mencapai di atas target partisipasi nasional yang ditetapkan 77,5 persen,’’ kata Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud, Rabu (29/ 5) kemarin. Dari data tingkat partisipasi yang diperlihatkan oleh KPU

menunjukan bahwa tingkat partisipasi untuk masing-masing pemilihan sebagai berikut. Partisipasi untuk Pilpres mencapai angak 82,91 persen. Dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di NTB sebanyak 3.667.253, yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 3.040686 pemilih. Kemudian disusul untuk pemilihan calon anggota DPR RI dari NTB yang terbagi dalam dua dapil, tingkat partisipasinya mencapai 82,71 persen. Dari total DPT sebanyak 3.667.253 jiwa, sebanyak 3.035.369 memberikan hak pilihnya untuk memilih calon wakil rakyat yang bakal duduk di Senayan. Sementara itu untuk pemili-

han anggota DPD, tingkat partisipasi masyarakat juga terlihat sangat antusias dalam memberikan hak pilihnya untuk calon anggota senator tersebut yakni mencapi angka 82,80 persen, atau sekitar 3.036.391 orang. Sedangkan untuk pemilihan caleg DPRD Provinsi NTB, tingkat partisipasinya juga tidak terpaut jauh dengan tingkat partisipasi untuk pemilihan Presiden, DPR RI dan DPD. Tingkat partisipasi pemilihan calon anggota DPRD NTB mencapai 82,75 persen. Untuk pemilihan anggota DPRDtingkatkabupaten/kotajuga menunjukkantrenpartisipasiyang serupa. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, hanya tiga daerah yang par-

Gubernur Santuni 1.015 Pasukan Kuning Dari Hal. 1 ‘’Kadang-kadang masyarakat kita menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak kebutuhan. Alhamdulillah, hari ini kita sedikit bergembira dengan adanya penyerahan santunan lebaran kepada para petugas kebersihan,’’ kata gubernur. Orang nomor satu di NTB ini mengatakan, santunan yang diberikan mungkin tidak banyak. Tetapi dengan sedikit kontribusi Pemprov diharapkan mampu menghadirkan

kebahagiaan bagi para petugas kebersihan jelang lebaran. Kepala Biro Kesra Setda NTB, Ahmad Mashuri, SH merincikan 1.015 petugas kebersihan yang mendapatkan santunan dari Pemprov NTB. Petugas kebersihan Kota Mataram 667 orang dan petugas kebersihan dan Pamdal Pemprov NTB 230 orang. Selebihnya petugas kebersihan di Islamic Center 118 orang. Santunan yang diberikan berupa uang Rp521 ribu dan beras 10 Kg. Mashuri menyebutkan total santunan uang

yang diberikan sebesr Rp521 juta lebih. Sedangkan untuk santunan beras diambilkan dari Bulog, yang merupakan beras Pemprov NTB. Mashuri mengatakan, untuk bantuan kepada marbot masjid sudah sejak dua tahun terakhir tidak lagi diberikan. Karena keterbatasan keuangan daerah. Diharapkan tahun depan dapat dialokasikan bantuan untuk para marbot masjid. ‘’Insya Allah ke depan kembali marbot juga memperoleh santunan,’’ katanya. (nas)

tisipasinya dibawah 80 persen yakni Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan partisipasinya 79,62 persen, kemudian Kabupaten Bima, 79,31 persen dan Lombok Tengah 79,79 persen. Sedangkan daerah lainnya mencetak angka partisipasi diatas 80 persen. Bahkan partisipasi di dua Kabupaten nyaris menembus angka 90 persen yakni KSB, 89,77 persen, dompu 89,39 persen. Disampaikan Suhardi bahwa tren peningkatan partisipasi ini tidak hanya terjadi di NTB saja tapi hampir di semua daerah, sehinga terakumulasi menjadi partisipasi nasional. Sebagai perbandingan dalam pegelaran tiga kali Pemilu terjadi peningkatan

partisipasi yang paling besar. Pada Pemilu 2009 tingkat partisipasi untuk Pilpres sebesar 71,7 persen, sedangkan Pilegnya 70,9 persen. Pada tahun 2014, partisipasi untuk Pilpres 70 persen, dan Pileg 75,2 persen. Pada Pemilu 2019 ini partisipasi untuk Pilpres menembus angka 81,97 persen. Sedangkan Pilegnya mencapai 81,69 persen. Peningkatan partisipasi tersebut dinilai oleh sebagian besar kalangan merupakan dampak dari Pemilu 2019 ini yang digelar serentak dengan Pileg. Sehinga antusiasme masyarakat untuk memilih terjadi karena dinamisnya persaingan pada Pilpres. (ndi)

Inspeksi Angkutan Lebaran Dari Hal. 1 Bayu menjelaskan, sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 83 Tahun 2019 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019. Dalam rangka terciptanya lalu lintas yang aman, lancar, tertib dan terkendali menjelang dan sesudah lebaran tahun 2019. Bayu menyebutkan, sejumlah pejabat yang akan ikut dalam kegiatan inspeksi tersebut. Selain gubernur, juga Wakil Gubernur, Kapolda, Kejati NTB, Dan-

rem 162/WB, Danlanal, Danlanud dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB. Bayu menyebutkan, ada belasan titik rawan kemacetan arus mudik di NTB. Titik-titik rawan macet tersebut merupakan pasar tumpah yang berada di jalan nasional. Seperti Bertais, Narmada, Mantang, Kopang, Jelojok, Paokmotong, Aikmel, Pringgabaya, Kandai, Sila dan lainnya. Pada daerah-daerah yang rawan kemacetan tersebut, kata Bayu akan ditempatkan petugas yang akan mengatur arus lalu lintas. (nas)

Sosok Pendiam yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga Dari Hal. 1 Ada yang dari hasil juara MTQ ada juga yang dibeli sendiri,’’ katanya. Abdullah kemudian mengisahkan perjalanan anaknya itu hingga sampai menjuarai lomba MTQ tingkat internasional di Turki. Kata dia, bakat dan kelebihan Syamsuri mulai sejak kecil. ‘’Bakatnya mengaji dengan indah sudah dari waktu kecil,’’ katanya. Kendati demikian, pada awal awal belajar mengaji, Abdullah mengaku kerap memaksa anaknya itu bahkan sampai menangis agar mau belajar men-

gaji di TPQ yang ada di kampung. Tetapi setelah ia mengerti secara perlahan hal itu ditinggalkan. ‘’Dulu pas belajar mengaji harus dipaksa paksa, kita antar sampai ke TPQ,’’ katanya. Menurutnya, karir Syamsuri diawali dengan menjuarai MTQ tingkat Desa Rada kategori anak anak pada tahun 2010. Hingga berlanjut menjuarai MTQ tingkat Kecamatan Bolo tahun 2010 dan tahun 2011. Mewakili Kecamatan Bolo, Syamsuri mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Bima pada tahun 2011 dan keluar sebagai juara 1.

Prestasi Syamsuri berlanjut hingga menjuarai MTQ tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2012. “Tahun 2012 juga mewakili NTB mengikuti MTQ tingkat nasional di Ambon. Juga meraih juara 1,” katanya. Setelah itu, Syamsuri mewakili Indonesia mengikuti MTQ tingkat Asia Tenggara di Singapura tahun 2012 dan berhasil meraih juara 1. Juga saat mengikuti MTQ tingkat nasional mewakili NTB, di Sumatera Utara tahun 2018. “Meraih juara MTQ di Sumat-

era Utara sehingga Syamsuri bisa mewakili Indonesia mengikuti MTQ internasional di Turki. Dan Alhmadullillah juara 1,’’ kata ayahnya bangga. Abdullah mengatakan, dengan torehan prestasi anaknya tersebut, Bupati Bima memberikan apresiasi. Bahkan Gubernur NTB memberikan bantuan berupa uang tabungan kepada Syamsuri dan paket umrah. ‘’Kemarin juga diundang Presiden Jokowi. Alhamdulillah diberikan bantuan juga sebagai bentuk apresiasi,’’ katanya. Iamengaku,Syamsuriyangkini

tengah menempuh kuliah program beasisawa di Universitas Indonesia (UI) mengambil jurusan BahasaArabtersebutberencanaakan tiba di Bima pada Minggu (2/6). ‘’Saat ini masih di Jakarta, rencananya Minggu akan pulang ke Bima dan akan dijemput oleh Bupati Bima di bandara,’’ katanya. Abdullah menyampaikan harapan kepada anaknya tersebut agar tetap rendah hati meski telah mengantongi segudang prestasi. Ayahnya juga berharap, ke Syamsuri Firdaus bisa menularkan bakatnya tersebut kepada generasi penerus lainnya. (uki)

Dugaan Korupsi, Masyarakat Dapat Lapor ke ’’NTB Care’’ Dari Hal. 1 Sebab dengan fasilitas ini, memungkinkan masyarakat untuk mengadukandugaanpelanggaran, termasuk berbagai jenis kejahatan korupsi lainnya. ‘’Dimana identitas pengadu benar-benar dijamin kerahasiaannya, tidak akan di-share ke publik, selama proses penanganannya belum tuntas,’’ terang Aryadi, Rabu (29/5). Aduan masyarakat tersebut akan ditangani langsung oleh aparat terkait pada Unit pengaduan pemerintah, baik oleh aparat pengawas intern (APIP) maupun berkoordinasi dengan aparat penegak Hukum (APH) sesuai dengan mekanisme penanganan pengaduan hukum yang telah ditetapkan. ‘’Berbeda dengan penanganan pengaduan terkait layanan publik, akan dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui mobile phone masing-masing,’’ terangnya. Aryadi menyebutkan selama Mei 2019, admin NTB Care menerima 71 pengaduan dan berbagai jenis keluh kesah dari masyarakat terkait dengan sektor-sektor publik. Dari 71 keluhan tersebut, aduan terbanyak terkait masalah lingkungan

hidup 13 aduan. Pada sektor ini keluhan terbanyak menyangkut penanganan sampah, yang lambat diangkut oleh petugas. Sehingga menimbulkan polusi, bau dan masalah kesehatan lainnya. Juga pengaduan mengenai penebangan pohon, illegal logging, pembuangan limbah dan masalah lingkungan lainnya. Aduan berikutnya adalah permasalahan infrastruktur sebanyak 13 aduan. Terkait masalah kondisi sejumlah ruas jalan diberbagai pelosok yang ada di Pulau Sumbawa, serta infrastuktur pertanian lainnya. Juga masalah perhubungan sebanyak lima aduan, umumnya terkait kemacetan lalulintas, parkir, overload yang membahayakan dan perilaku berlalulintas yang kurang disiplin lainnya. Aduan yang terkait pertambangan juga disampaikan masyarakat sebanyak 4 aduan. Hal yang dilaporkan adalah terkait pertambangan ilegal. Serta di bidang bencana, terdapat 4 laporan yang terkait pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana gempa bumi, di KLU dan Kabupaten Lombok Barat. Laporan lain terkait dengan gangguan Kamtibmas serta pen-

anaman modal. Terdapat dua usul dan saran dari masyarakat yang memberi masukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB upaya peningkatan skill SDM, khususnya calon tenaga kerja dan kaum milenial. Sedangkan pengaduan yang terkait dugaan pelanggaran hukum, selama bulan Mei ini, terdapat tiga pengaduan. Yakni dugaan penyimpangan Dana Desa dan dugaan pungli dalam penyaluran bantuan/hibah. Dan laporan tersebut kini sedang diproses oleh aparat pengawasan dan aparat hukum terkait. Aryadi menambahkan, dalam penanganan pengaduan masyarakat melalui NTB Care ini, hal yang paling penting sejauhmana respon penanganan yang dilakukan oleh instansi terkait. Agar mampu memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhan masyakat tersebut. Dari 71 pengaduan tersebut, terdapat 36 aduan pelayanan publik yang sudah berhasil dituntaskan. Tiga aduan ditolak atau tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak jelas. Admin sudah berusaha menghubungi, namun tidak direspons. Serta ada juga aduan yang bersifat menghujat/caci maki. Sedan-

gkan sisanya sudah lengkap dan proses penanganannya dilakukan secara gradual dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait, kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota se-NTB. ‘’Ke depan kami terus melakukan optimalisasi sistem NTB Care, khususnya mencari cara yang simpel untuk dapat melakukan penanganan terhadap keluh kesah masyarakat secara konkret terkait layanan dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah,’’ ujarnya. Mantan Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Inspektorat NTB ini mengatakan, pengaduan layanan publik tersebut, secara faktual, sebenarnya dapat dikelompokkan dalam dua jenis dilihat sifat atau kebutuhan waktu pelayanannya. Pertama, pengaduan biasa yang dapat ditangani secara gradual dengan melibatkan struktur pemerintahan dan stakeholder terkait lainnya. Kedua, pengaduan yang bersifat emergency, sehingga membutuhkan proses penanganan yang cepat. Misalnya aduan yang terkait dengan kesehatan, kejadian luar biasa (KLB), bencana dan hal-hal emergency lainnya.

Aryadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Sat Pol PP. Saat ini sedang merumuskan mekanisme penanganan pengaduan yang sifatnya agak darurat dengan memanfaatkan seluruh perangkat yang ada. Seperti kader-kader posyandu, PKH, Tagana, Puskesmas dan merumuskan terbentuknya duta - duta NTB Care di setiap kecamatan. Ia mengatakan, masalah sosial yang paling banyak terjadi, sesungguhnya berada ditingkat pedesaan dan daerah-daerah terpencil. ‘’Inilah yang sedang kami rumuskan penanganannya, sehingga kehadiran pemerintah sebagaimana harapan gubernur, benar-benar dirasakan oleh masyarakat,’’ katanya. Bahkan saat ini masih ada pengaduan yang dikirim langsung ke akun Gubernur maupun Wakil Gubernur. Hal inilah yang sedang diupayakan untuk diintegrasikan. Sistem layanan NTB Care juga sudah terhubung dengan sistem layanan pengaduan yang dimiliki Pemkab/ Pemkot se-NTB. Seperti di Kota Bima, aplikasi NTB Care sudah terkoneksi dengan website Pemkot Bima. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 31 Mei 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

MAN 2 Kota Bima Wakili NTB di LCC Nasional Kota Bima (Suara NTB) – MAN 2 Kota Bima akan mewakili Provinsi NTB pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan MPR RI tingkat Nasional yang rencananya akan digelar pada bulan Juli mendatang. Kepastian tersebut, setelah para pelajar MAN 2 Kota Bima berhasil menjadi juara 1 pada LCC Jenjang SMA/SMK/ MA tahun 2019 Tingkat Provinsi NTB yang digelar 26 April lalu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, Dr. Syamsuddin MS, yang mendampingi peserta LCC bertemu Sekda Kota Bima, Rabu (29/5) mengatakan, sedikitnya ada 12 siswa yang akan mengikut LCC 4 Pilar MPR RI nanti. “Tapi sebelum diberangkatkan, 12 siswa ini akan dikarantina, nanti ada guru Pembina yang mendampingi mereka,” katanya. Syamsuddin, berharap pentas LCC 4 Pilar tersebut bisa dimanfaatkan oleh siswa siswi MAN 2 Kota Bima untuk menunjukkan kualitas pendidikan di NTB

(Suara NTB/Uki)

WAKILI NTB - Siswa - siswi MAN 2 Kota Bima yang akan mewakili NTB lomba LCC 4 Pilar tingkat Nasional bertemu dengan Sekda Kota Bima, Rabu (29/5). khususnya Kota Bima yang semakin membaik. “Harapan kita masuk masuk Final,” harapnya. Sementara Sekda Kota Bima, Drs. Muhtar Landa MH mengaku bangga dengan capaian siswa MAN 2 tersebut, karena makin banyak putra-putri kebanggaan Kota Bima dan Kabupaten Bima yang mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional. “Seperti halnya Syamsuri Firdaus yang menjadi Juara I MTQ

Internasional di Turki. Capain ini juga akan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya. Ia berpesan agar menjaga dan mengharumkan nama Kota Bima. serta berharap para peserta mampu memberikan pengaruh positif baik di sekolah, lingkungan tempat tinggal masing - masing maupun dalam pergaulan di masyarakat. “Semoga bisa menjadi teladan bagi siswa siswi lainnya. Tetap jaga nama baik NTB dan Kota Bima,” pungkasnya. (uki)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 31 Mei 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu