Skip to main content

Edisi 30 Oktober 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

SENIN, 30 OKTOBER 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 192 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

BPPD Lotim Promosi Wisata ke Sarawak Malaysia Sarawak (Suara NTB) Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan promosi pariwisata di Negeri Sarawak, Malaysia. Kunjungan BPPD bersama dengan Bupati Lotim, H.Moch.Ali Bin Dachlan ini ke sejumlah tempat seraya menyebar sejumlah buku Lombok Timur Pesonanya Lombok ke warga Malaysia dan sejumlah wisatawan yang datang ke objek wisata yang ada di negeri Jiran tersebut. Dipilihnya Malaysia sebagai kunjungan perdana BPPD untuk promosi di luar negeri ini karena banyak wisatawan yang datang dari

negara itu ke Lotim. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, sebanyak 5.461 Wisatawan asal Malaysia berwisata ke Lombok pada April 2017. Jumlah itu setara 53 persen dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lombok. Bupati Lotim menyatakan, banyak hal yang bisa dipelajari di Malaysia. Sebagai negara maju, pembangunan pariwisata Malaysia sudah jauh lebihi baik dibandingkan dengan Indonesia. Tergambar sebagai perbandingan, angka kunjungan wisatawan ke Singapura 24 juta pertahun, Malaysia sudah 16 juta pertahun. Sedangkan Indonesia hanya 7

juta pertahun. Pariwisata adalah sektor industri jasa. Membangun sektor jasa ini tidak lepas dari sejumlah aspek. Antara lain keamanan dan kenyamanan di tujuan wisata. Para wisatawan saat ini sudah memahami tujuan wisata yang akan didatangi. Aspek terpenting dalam pembangunan pariwisata sangat penting pada aspek pengelolaannya. Kepada BPPD Lotim, Bupati Lotim mengingatkan agar bisa mengambil pelajaran banyak dari konsep pembangunan pariwisata Malaysia. Sejumlah tempat terkait dengan pariwisata Malaysia, Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/rus)

(Suara NTB/rus)

KUNJUNGAN-Kunjungan pengurus BPPD Lotim ke salah satu tempat wisata yang ada di Negeri Sarawak Malaysia, Sabtu lalu.

TOURISM INFORMATION BOARD - pusat informasi wisata Sarawak dikunjungi BPPD Lotim.

Bank Koreksi Realisasi Penyaluran KUR Sebesar Rp 972,9 Miliar Mataram (Suara NTB) Setelah muncul dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tidak tepat sasaran, sejumlah bank penyalur akhirnya mengoreksi data mereka. Pihak perbankan mengoreksi data realisasi penyaluran KUR di NTB sebesar Rp 972,9 miliar lebih. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, MBA menjelaskan, data perbankan pada 6 Oktober 2017 lalu, realisasi KUR di NTB mencapai Rp 2,3 triliun lebih dengan jumlah debitur 81.402 orang. Setelah dilakukan konfirmasi dalam rekonsiliasi pada 19 Oktober 2017, perbankan

mengoreksi realisasi penyaluran KUR, turun menjadi Rp 1,338 triliun lebih dengan jumlah debitur 57.053 orang. Rinciannya, Bank BRI sebesar Rp 914 miliar lebih, Bank Mandiri Rp 339 miliar lebih, BPD NTB Rp 13,450 miliar, BCA Rp 1,360 miliar, BPD Bali Rp 8,480 miliar dan Bank Sinarmas Rp 1,603 miliar lebih.

Pada 6 Oktober 2017 lalu, data realisasi penyaluran KUR Bank BRI sebesar Rp 914 miliar lebih, Bank Mandiri Rp 1,2 triliun lebih, Bank BNI Rp 135 miliar lebih, BPD NTB Rp 14,465 miliar, BRI Syariah Rp 18,413 miliar, BCA Rp 1,360 miliar, BPD Bali Rp 8,480 miliar dan Bank Sinarmas Rp 1,776 miliar.

Berdasarkan hasil konfirmasi dalam rekonsiliasi 19 Oktober lalu, ada beberapa perbankan yang mengoreksi datanya. Seperti Bank Mandiri, Bank BNI,BPD NTB, BRI Syariah dan Bank Sinarmas. Taukhid menjelaskan, rekonsiliasi data realisasi KUR dengan bank penyalur akan terus dilakukan. Sehingga data yang ada di Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dengan perbankan sama. Pasalnya, pemerintah hanya akan membayar subsidi bunga sesuai dengan data SIKP. Data Kanwil DJPB NTB,

TO K O H Cegah Korupsi Serahkan LHKPN

Tajuddin

Fiskal NTB 83 Persen Bergantung Dana Perimbangan Pusat

TIDAK hanya pejabat pemerintah pusat dan daerah, pejabat militer pun diwajibkan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Demikian juga Polri, khususnya pejabat di jajaranPolda NTB dengan melibatkan KPK. Berperan sebagai perangkat pemerintah dalam bidang penegakkan hukum, Polri wajib menjaga kredibilitas sebagai institusi yang bersih dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Tajuddin, MH saat memimpin kegiatan sosialisasi dan pengisian LHKPN akhir pekan kemarin menegaskan, Bersambung ke hal 15

KOSONG Bangunan Pasar Jereweh, Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat yang hingga saat ini masih menjadi gedung kosong dan belum digunakan. Pembangunan pasar ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 9,2 miliar dari APBN tahun 2016. Proyek ini merupakan salah satu dari sejumlah proyek pusat yang terindikasi mubazir di NTB

(Suara NTB/ Why)

KO M E N TTAA R

Tingkatkan Melek Politik KPU NTB berharap bisa mendorong peningkatan literasi politik atau melek politik di ajang Pilkada NTB 2018 mendatang. Upaya ini diwujudkan dengan berbagai terobosan. Selain itu, penting pula untuk mendorong peningkatan integritas penyelenggara, peserta, dan masyarakat pemilih. Demikian disampaikan Ketua KPU NTB, L. Aksar Ansori, Bersambung ke hal 15 L. Aksar Ansori (Suara NTB/dok)

tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk subsidi bunga kredit program di NTB sebesar Rp 170 miliar. Secara keseluruhan, asumsi alokasi anggaran pemerintah untuk program pengelolaan subsidi di NTB sebesar Rp 1,74 triliun. Terdiri dari subsidi BBM dan elpiji 3 Kg sebesar Rp 350 miliar, subsidi listrik Rp 490 miliar. Subsidi pangan Rp 210 miliar, subsidi benih Rp 20 miliar, subsidi pupuk Rp 340 miliar. Subsidi PSO Rp 50 miliar, subsidi pajak Rp 110 miliar dan subsidi bunga kredit program Rp 170 miliar. (nas)

(Suara NTB/ils)

Pemprov Hadiahi Indah Kartikasari Rp 50 Juta WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, H.Muh.Amin, SH.M.Si di sela-sela pelantikan Dewan Hakam pada acara pembukaan MTQ ke 27 tingkat Provinsi NTB, di Kantor Bupati Bima di Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Kamis malam (26/10) menyerahkan hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada Indah Kartikasari yang telah mengharumkan nama NTB pada STQ Nasional ke 24 tahun 2017 di Tarakan Kalimantan Utara beberapa waktu yang lalu. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

HADIAH - Wagub NTB, H.Muh.Amin, menyerahkan hadiah uang sebesar Rp 50 juta kepada Indah Kartikasari yang telah mengharumkan nama NTB pada STQ Nasional ke 24 tahun 2017 di Tarakan Kalimantan Utara beberapa waktu yang lalu.

Mataram (Suara NTB) Secara nasional, NTB merupakan daerah yang memiliki kemampuan fiskal rendah. Artinya, NTB masih sangat bergantung dana perimbangan dari pusat. Sehingga, Pemprov dan 10 Pemda kabupaten/kota didorong meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperbesar kemampuan fiskal daerah. Hal tersebut dikatakan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M.Sc.IB, MBA dikonfirmasi di Mataram akhir pekan kemarin. Taukhid menyebutkan, jumlah total APBD provinsi dan kabupaten/kota di NTB sekitar Rp 18 triliun. Dari jumlah tersebut, jumlah total PAD seluruh Pemda di NTB sekitar Rp 3 triliun. Jumlah dana perimbangan dari pemerintah pusat kepada seluruh Pemda di NTB tahun 2017 ini sekitar Rp 15 triliun lebih. Artinya, kapasitas fiskal Pemda di NTB hanya sekitar Rp 16,7 persen. ‘’Kalau NTB kemandiriannya masih rendah. Bersambung ke hal 15


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

Halaman 2

Tidak Cukup Anggaran untuk Tertibkan Anjal di Mataram Mataram (Suara NTB) Anak jalanan, gepeng dan pengemis kembali turun ke jalan. Setelah sekian lama tak muncul, belakangan cukup marak berkeliaran di Mataram. Namun untuk penertiban penyakit sosial ini, Dinas Sosial mengklaim kekurangan anggaran. “Mataram pusat keramaian. Tapi tidak bisa menutup diri soal itu,” klaim Kadis Sosial, H.L. Indra Bangsawan dikonfirmasi pekan kemarin. Indra membantah jika kinerja Satgas Sosial kendor terkait menjamurnya pengemis, anjal dan gepeng di Mataram. Kota Mataram sebagai daerah maju tidak bisa menutup diri dengan keberadaan anjal, gepeng dan pengemis. Sebagai ibukota provinsi jadi daya tarik bagi masyarakat untuk dikunjungi. Termasuk para pemburu receh tersebut. Langkah penertiban oleh Dinas Sosial telah dilakukan melalui patroli Satgas Sosial.

Namun demikian, belum juga efektif. Dikatakan, tim Satgas Sosial tetap jalan memantau di perempatan lampu merah. Termasuk, di pusat pertokoan maupun taman. Secara berkala kinerja timnya terus dievaluasi. “ Satgas Sosial ada koordinator dan ketua regu. Terus kita evaluasi,” ujarnya. Bagi mantan Asisten I Setda Kota Mataram ini, anggaran penertiban penyakit sosial itu minim. Anggaran Rp 300 juta hanya untuk honor tim. Ini tidak dibarengi dengan biaya operasional. Kota Mataram memiliki peraturan daerah (Perda) penertiban an-

jal, pengemis dan gepeng. Namum demikian, tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke Dinas Sosial. Perlu kerja kolektif kata Indra, dari Dinas Pol PP, Dinas Perhubungan dan Kepolisian menegakkan aturan tersebut. Penindakan dilakukan oleh pemerintah dan aparat terkait tidak bisa berjalan efektif tanpa keterlibatan masyarakat. Apalagi, pengemis, anjal dan gepeng ini tidak saja berasal dari Kota Mataram. Melainkan kabupaten lain seperti, Lobar, Loteng, bahkan Lotim. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak membiarkan

anak mengemis, karena resiko hidup di jalan tidak baik. Masyarakat tidak membiarkan anak mengemis dan menggelandang, karena tinggi resikonya lalu lintas terlalu ramai. Langgar Hak Sementara itu, psikolog anak, Pujiorahman mengatakan, anak yang dipekerjakan dilihat dari kacamata anak anak, otomatis melanggar hak anak. Dalam konvensi, ada 10 hak anak yang salah satunya adalah bermain dan mendapatkan pendidikan. Menurutnya, ketika anak - anak diminta bekerja secara psiokologis, anak itu memiliki tuntutan harus mencari uang, yang pada akhirnya menyita banyak waktu untuk bermain, belajar, sehat. Kedua, proses jangka panjang anak – anak “meminta”.

Secara perilaku akan mempengaruhi di masa akan datang. “Jadi, psikologis meminta - minta sesuatu ini, mereka berpikir praktis bahwa mereka cukup meminta, lalu akan ada hasilnya,” terangnya. Secara kognitif, akhirnya memotong proses berpikir ada. Misalnya, orang berpikir bekerja keras dan cerdas untuk sukses. Pada kenyataannya anak - anak di jalanan itu harus meminta - minta, kemudian mengubah pola perilaku yang instans. Perilaku seperti ini berpengaruh ketika tumbuh dewasa. Pada akhirnya semakin banyak ditemukan anak seperti itu,maka jadi sesuatu yang mengkhawatirkan berakibat pada kualitas generasi bangsa. Di Kota Mataram, tentu ini sebuah preseden buruk untuk anak - anak di sekitar. Namun,

kenapa anak - anak ini dilibatkan. Artinya, ada keterlibatan orang - orang dewasa. Seharusnya, pihak - pihak terkait seperti pemerintah dan swasta harus ikut tegas menyelesaikan masalah orang dewasa yang menyuruh anak - anak mereka untuk bekerja. “Saya pikir harus ada tindakan tegas, karena ini proses pembelajaran yang tidak bagus,” Di satu sisi, penyebab anak turun ke jalan di daerah disebabkan faktor kemiskinan. Akhirnya, jadi PR dinas terkait karena merusak program yang selama ini ada. Contoh, program di Dinas Tenaga Kerja atau Dinas Sosial memiliki tupoksi untuk membantu masyarakat untuk menaikkan harkat martabat mereka. “Ketika ini masih ada. Jadi PR besar dan mempengaruhi kinerja pemerintah di masyarakat,” ucapnya.

Dalam kasus ini, ada anak yang dipekerjakan oleh orangtuanya dan sindikat. Ketika di pekerjakan orangtua lanjutnya, ia yakin tidak semua anak ingin bekerja. Akan tetapi, tidak diketahui bagaimana latar belakang sebelumnya. Kemungkinan, ada kekerasan fisik, verbal dan ancaman, sehingga akhirnya anak mau melakukan itu. Secara psikologis jadi masalah lagi. Lalu yang dipekerjakan oleh sindikat. Sebenarnya, anak - anak tidak mau melakukan itu. Mereka dipaksa, belum lagi hasil yang didapat dirampas. Dia mengatakan, anak yang terbiasa bekerja di satu sisi berpengaruh terhadap kekuatan mentalitas mereka. Ketika mereka dewasa maka terbiasa, karena telah ditempa atau dibentuk oleh kemiskinan.(cem)

Proyek Aspirasi Dewan Numpuk di Akhir Tahun UNTUK mendukung kegiatan pemuda dalam menyalurkan hobi berolahraga seperti sepak bola, pihak kecamatan Selaparang berencana akan membangun lapangan sepak bola sebagai pengganti lapangan sebelumnya. “Mulanya lapangan sepak bola berada di pinggir jalan tetapi diambil oleh pemerintah kota untuk perumahan,” kata Sudirman, camat Selaparang saat ditemui Suara NTB. Ia menjelaskan jika para pemuda yang tidak punya pekerjaan tidak memiliki kegiatan yang positif. “Mereka biasanya berolahraga tetapi karena tidak ada lapangan jadi kegiatannya hanya itu-itu saja,” kata Sudirman. Jika lapangan bola ini nantinya terealisasi, ia berharap pemuda-pemuda nantinya bisa menyalurkan hobi berolahraganya kembali. Lapangan bola yang dulu, ucapnya, bukanlah milik umum tetapi lahan milik pemerintah. “Tetapi masyarakat sudah kadung memakai lapangan itu, jadi menganggap lahan tersebut milik umum,” kata Sudirman. Setelah adanya pembangunan jalan baru, mau tidak mau masyarakat harus merelakan lahan tersebut. “Lapangan itu digunakan oleh masyarakat yang direlokasi pemerintah akibat pembangunan jalan itu,” terangnya. Dengan adanya realisasi lapangan bola yang berlokasi di lingkungan Kebon Jaya Barat, Monjok. “Luasnya 40 are, yang dibuat lapangan dulu serta jalan akses masuknya karena jalannya masih sawah ke sana,” terang Sudirman. Jalan menuju lapangan ini nantinya akan dibebaskan tanah sekitar 200 meter dari ujung jalan. “Karena keterbatasan dana maka yang kita bangun hanya lapangan saja,” ujarnya. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas berbagai pertimbangan mulai dari harga yang cukup terjangkau. “Selain itu lokasinya cukup strategis karena banyak lingkungan yang bisa masuk ke sana,” kata Sudirman. Nantinya akan dibangun berbagai fasilitas penunjang untuk setelah adanya dana. (uul)

Ragu Aturan Ditegakkan WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., mengingatkan Pemkot Mataram agar memperhatikan aturan yang telah disosialisasikan oleh Bawaslu NTB mengenai larangan tenaga kontrak ikut berpolitik. ‘’Kita dukung kalau memang ada aturannya jelas,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram pekan kemarin. Selain tenaga kontrak, Aparatur Sipil Negara (ASN) memang dilarang berpolitik. H. Muhtar ‘’Namun kenyataan yang kita lihat, kalau tidak bisa berpolitik kan tidak bisa jadi pejabat,’’ selorohnya. Ini, lanjut Muhtar, sudah menjadi rahasia umum. Di sinilah fungsi Bawaslu maupun Panwaslu di kabupaten/kota setiap ada agenda acara politik, banyak pula oknum ASN yang ikut hadir di sana. Terkait hal itu memang dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat lagi. Tanpa pengawasan yang ketat, sulit menegakkan aturan tersebut. Dia melihat ASN yang nimbrung kegiatan politik, sulit dibendung. ‘’Apalagi tenaga kontrak yang hanya dapat gaji berapa. Mungkin saja dengan nimbrung pada kegiatan politik dapat menambah penghasilannya,’’ cetusnya. Untuk mencegah terjadinya hal itu, menurut Muhtar, harus ada mekanisme pengawasan yang diterapkan Bawaslu maupun Panwaslu bagi ASN maupun tenaga kontrak. Politisi Gerindra ini berharap, pengawasan yang dilakukan baik oleh Bawaslu maupun Panwaslu, konkret. ‘’Jangan hanya melarang di media, tapi tindakannya seperti apa,’’ katanya. Karena pada kenyataannya, ketika Bawaslu maupun Panwaslu menemukan dugaan pelanggaran ASN ikut berpolitik, tindakan kepada mereka hanya sebatas teguran ataupun rekomendasi kepada pejabat atasan ASN bersangkutan untuk mengambil tindakan. ‘’Nah ini salah satunya bentuk kelemahan,’’ sesalnya. Muhtar mengaku pesimis aturan ini dapat ditegakkan. Karena bagaimanapun semua ASN, apalagi pejabat pasti punya figur yang diunggulkan dalam suksesi Pilkada NTB 2018 mendatang. Dikatakannya, sangat sulit membedakan antara loyalitas pejabat dengan pejabat yang ikut berpolitik praktis. Karena mau tidak mau, para pejabat pasti akan ikut terlibat dalam kegiatan kepala daerah yang notabene merupakan jabatan politis. ‘’Saya sih meragukan itu,’’ ucapnya. Di mana tenaga kontrak dilarang ikut berpolitik. ‘’Itu kalau yang terang-terangan. Kalau yang diam-diam kan kita tidak tahu. Nah ini yang kita sulit bedakan batasannya,’’ demikian Muhtar. (fit)

(Suara NTB/fit)

(Suara NTB/uul)

Bangun Lapangan Bola

(Suara NTB/cem)

KOTOR - Anak - anak di Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya mandi di salah satu sungai di Kota Mataram. Ini biasa dilakukan usai pulang sekolah. Padahal, kondisi sungai kotor tidak baik untuk kesehatan mereka.

DPPKB Lakukan Pembinaan Kader KBDI di Dua Kecamatan Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram melakukan pembinaan kader KBDI di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mataram dan Selaparang. Kepala DPPKB Kota Mataram, Drs. Sutrisno menjelaskan, program Kependudukan, Keluarga Berencana dan PembangunanKeluarga (KKBPK) merupakan salah satu progam yang harus mendapatkan perhatian yang serius oleh semua pihak. Program ini berkorelasi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dapat menurunkan angka kemiskinan. Tetapi sebaliknya, jika pelaksanaan program ini tidak terlaksana, maka akan tumbuh keluarga yang akan menjadi beban pemerintah. “Dan program KKBPK ini bisa berjalan dengan baik apabila ditangani oleh semua pengelola dan pelaksana secara bersama-sama dengan mitra kerja,” kata Sutrisno dalam siaran persnya pekan kemarin. Oleh sebab itu kata dia, yang sangat penting adalah meningkatkan jejaring kerja untuk memperluas penyuluhan advokasi dan pelayanan KB kepada masyarakat. Dalam hal ini, tokoh agama, masyarakat, pemuda, NGO dan kader KB. Ini dimaksudkan agar tidak henti-hentinya memberikan penyuluhan advokasi dan memfasilitasi. “Agar para keluarga dapat mengatur kelahirannya yang sehat dengan jarak 3 – 4 tahun,” ujarnya.

(Suara NTB/ist)

PEMAPARAN - Kepala DPPKB Kota Mataram Sutrisno saat memberikan pemaparan pada pembinaan kader KB di Kota Mataram. Sutrisno menambahkan, sasaran paling penting adalah generasi muda. Generasi muda sebagai tonggak perubahan penting merencanakan kehidupan dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilannya. Masyarakat mapan secara pendidikan dan keterampilan secara otomatis menjadi keluarga tangguh dan mandiri. Pertemuan kader KB di Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang dimaksud diadakan pembinaan kader KB untuk silaturahim dan memberi informasi tentang pentingnya program KKBPK bagi keluarga. Selain itu juga mengevaluasi targettarget peserta KB baru maupun peserta KB ulangan. “Selain itu, mengevaluasi pula program-program ketahanan dan pembangunan keluarga yang ada seperti kelompok-kelompok kelompok bina keluarga balita, bina keluarga remaja, kelompok bina ke-

luarga lansia, kelompok pusat informasi konseling remaja (PIK/R) serta kelompok-kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS),” jelasnya. Pembinaan kader KB di dua kecamatan masing - masing dihadiri 148 orang di Selaparang dan 148 orang di Kecamatan Mataram. Pihaknya menyepakati peningkatancapaian peserta KB, baik baru maupun ulangan. Yang nantinya, diarahkan untuk pencapaian menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Serta, terus akan ditumbuhkembangkan kelompok-kelompok kegiatan yang ada pada seluruh kelurahan yang difokuskan pembinaan kepada Kampung KB. “Harapan saya bahwa di Kota Mataram seluruh keluarga ikut KB dengan mengatur kelahirannya yang sehat, dan menjadi keluarga mapan,” demikian ujarnya. (cem/*)

Pemkot Mataram Dinilai Belum Serius Tata PKL Mataram (Suara NTB) – Maraknya PKL yang berjualan di atas trotoar menjadi sorotan Dewan. Sebagai mitra eksekutif, kalangan legislatif menganggap Pemkot Mataram belum serius melakukan penataan. Salah satu parameternya adalah, masih banyaknya PKL yang berjualan bukan pada tempatnya. ‘’Silahkan Pemerintah tata itu (PKL, red) dengan baik. Itu saja intinya. Kemudian aturan itu diberlakukan. Kalau ini sudah tidak boleh, ya tidak boleh,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (27/10). Pasalnya, Kota Mataram sudah memiliki Perda tentang PKL. Namun demikian, penegakan Perda itu harus dibarengi dengan solusi konkret. Seperti penyediaan lokasi bagi PKL. Apalagi belum lama ini Disdag (Dinas Perdagangan) Kota Mataram telah membentuk Satgas PKL. ‘’Nah itulah supaya satgas ini, dia punya fungsi, punya manfaat,’’ imbuhnya. Muhtar melihat bahwa Pemkot Mataram belum siap dengan pemberlakukan Perda PKL. Karena idealnya, pembentukan Perda itu harus diikuti dengan solusi bagi PKL ketika mereka dilarang berjualan di titik-titik tertentu. ‘’Jangan kita melarang orang berjualan tapi kita tidak siapkan solusi,’’ sesalnya. Pemkot Mataram tidak

harus membuatkan tempat permanen bagi PKL, sementara kemampuan anggaran masih terbatas. ‘’Cukup Pemkot mengatur di mana lokasi yang boleh dan tidak,’’ pungkasnya. Muhtar mencontohkan PKL yang berjualan di atas trotoar depan Taman Wisata Loang Baloq. PKL tersebut, lanjut dia, harus segera ditertibkan. ‘’kan di sana masih banyak lahan kosong. Saya rasa PKL tidak harus berjualan di pinggir jalan. Yang namanya pembeli, kalau di sana dilihat ada yag berjualan, pasti mereka akan datang,’’ katanya. Apalagi masyarakat sekarang sudah cerdas. Anggota Dewan dari dapil Ampenan ini tidak menampik bahwa masih banyak PKL yang keliru pola pikirnya. Mereka berpikir semakin dekat dengan jalan, akan semakin cepat laku. ‘’Bukan seperti itu. Kalau masyarakat melihat di sana itu rapi, bersih, pasti masyarakat akan berbelanja di sana,’’ ungkapnya. Muhtar menilai, maraknya PKL yang berjualan di atas trotoar lebih karena ketidaktegasan Pemkot Mataram dalam melaksanakan aturan. ‘’Kalau memang tidak boleh, ya harus ditertibkan. Di Jakarta saja, sampai diangkut dagangannya,’’ katanya mencontohkan. Oleh karena itu, ia berharap Pemkot Mataram lebih serius melakukan penataan PKL. (fit)

Mataram (Suara NTB) Program aspirasi Dewan Kota Mataram numpuk di akhir tahun. Pokok - pokok pikiran (Pokir) 40 orang wakil rakyat kota Mataram itu didominasi pekerjaan fisik. Proyek fisik ini paling banyak di dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Kepala Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan (APP) Setda Kota Mataram, Ir. Moh. Suryadi mengaku, pokir anggota Dewan paling banyak dititipkan di PUPR dan Perkim. Ia tidak secara detail merinci item apa saja dikerjakan serta nilainya. “Tidak ada datanya di saya. Yang ada tender saja,” kata Suryadi, akhir pekan kemarin. APP lanjutnya, terus mendorong SKPD mempercepat pekerjaan fisik mereka. Sebab, sisa waktu penggunaan anggaran kurang dari dua bulan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengaku, belum menerima detail item pekerjaan fisik yang dititipkan kalangan legislatif tersebut. Secara umumnya disampaikan, pokir Dewan dititipkan di PUPR untuk APBD Perubahan sekitar Rp 4 miliar. Nilainya pekerjaan pun berbeda - beda. Sekitar Rp 15 juta – Rp 100 juta lebih. “Macam - macam. Ada pekerjaannya kadanga Rp 15 juta,” sebutnya. Pengalaman di tahun - tahun sebelumnya, pokir Dewan itu untuk perbaikan saluran, jalan lingkungan,

paving block, perbaikan halaman tempat ibadah, taman, dan lain - lain. Prinsip kehati - hatian kata Mahmuddin, meski dilakukan dalam proses perencanaan. Terutama di sisa waktu pengerjaan dua bulan. Ratusan paket penunjukan langsung (PL) tidak sebanding dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) di PUPR. Sehingga, perencanaan pekerjaan fisik harus ditumpuk di satu hingga dua orang. “Di kantor juga kurang SDM. Satu orang bisa kerjakan puluhan perencanaan,” keluhnya. Program aspirasi Dewan di APBDP tidak ada terlalu besar. Kalaupun ada pekerjaan fisik, seperti saluran lingkungan tidak terlalu berat. Kecuali, pembangunan gedung tidak bisa dikerjakan secara singkat. Mahmuddin memastikan seperti pengalaman tahun sebelumnya, seluruh proyek PL di APBDP tuntas tepat waktu. “Kalau program dinas yang lain 80 persen sudah selesai,” ucapnya. Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menekankan, dengan kondisi seperti itu, ia meminta eksekutif untuk membuat program strategi atau pola percepatan mengeksekusi seluruh program kegiatan yang sudah direncanakan. Jangan karena faktor penumpukan berekses pada rendahnya kualitas dan pengawasannya. Selain itu kata dia, harus ada jaminan tidak ada program yang molor hingga masuk akhir tahun anggaran berikutnya. “Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan gelar rapat kerja khusus membahas soal tersebut,” kata Didi. (cem)

Dikes Desak Proyek Puskesmas Dikebut Mataram (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mendesak rekanan yang mengerjakan puskesmas dan polindes agar segera menuntaskan pekerjaan mereka. Terutama pekerjaan fisik yang sifatnya rehab gedung. “Total nilai pelaksanaan pekerjaan fisiknya Rp 2,2 miliar. Proyek PL masih berproses,” kata Kadis Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi dikonfirmasi pekan kemarin. Lima paket pekerjaan fisik milik Dikes Kota Mataram dikerjakan tahun ini, yaitu Polindes Turida, Polindes Cakra Utara, Polindes Abian Tubuh, dan paket fisik rehab Puskesmas Selaparang. Terakhir rehab gedung farmasi hingga kini masih berproses. Disamping itu, pekerjaan lainnya seperti penataan pavin blok di puskesmas dan rehab gedung farmasi sisa kebakaran masih berproses melalui

penunjukan langsung. Puskesmas Selaparang ditargetkan tuntas akhir November mendatang. Sebab, pengerjaan dan tendernya lebih awal dibandingkan tiga puskesdes lainnya. Tiga puskesdes ini berdasarkan kontrak tuntas awal Desember. Sebab, tendernya sedikit terlambat dibandingkan Puskesmas Selaparang. Sedangkan yang lain lanjutnya, proyek penunjukan langsung sebagian telah rampung dan lainnya masih berproses. “Kalau pembayaran belum. SP2D sudah keluar, tapi belum ditransfer,” jawabnya. Melihat kondisi saat ini kata Usman, terutama proyek tender harus ada komitmen rekanan. Utamanya yang tidak membangun lewat pondasi harus segera selesai. Ia meminta rekanan menambah pekerja mereka serta pendistribusian logistik lebih lancar untuk meningkatkan progres pembangunan. (cem)

(Suara NTB/cem)

DIPERCEPAT - Dinas Kesehatan Kota Mataram mendesak rekanan mempercepat pekerjaan mereka. Terutama proyek yang mengalami defiasi agar menambah rekanan dan mempercepat distribusi logistik (material). Salah satunya, proyek Puskesdes Abian Tubuh Baru tengah tahap pengerjaan.


SUARA NTB

Senin, 30 Oktober 2017

Halaman 3

Kementerian PAN-RB Evaluasi Reformasi Birokrasi Kota Mataram Mataram (Suara NTB) Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) melakukan evaluasi terhadap sistem reformasi birokrasi telah dilakukan oleh Pemkot Mataram. Evaluasi itu dilakukan untuk memastikan pelayanan publik yang lebih baik sesuai tuntutan masyarakat. Metode evaluasi oleh KemenPAN-RB dengan menggelar survei integritas organisasi (Revolusi Mental) melalui kuisioner untuk 100 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Mataram. Sekretaris Daerah Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito menjelaskan, di tahun 2015, Kota Mataram mendapat predikat C dalam penilaian yang sama dan meningkat menjadi CC pada tahun 2016. Dengan evaluasi dilakukan di tahun 2017 ini, Kota Mataram diharapkan dapat meningkatkan hasil penilaian sampai dengan predikat B. Sesuai dengan hasil yang diperoleh berdasarkan penilaian yang dilakukan secara mandiri oleh Inspektorat Kota Mataram. “Sehingga pada akhirnya seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kota Mataram yang melakukan pelayanan publik dapat memiliki reputasi baik,” harap Eko. Tahun sebelumnya sebutnya, ada tiga SKPD mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat sebagai role model. Yaitu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, RSUD, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kota Mataram. Pelayanan publik di tiga OPD tersebut, kini dijadikan sebagai standar penilaian bagi OPD lain, agar dapat memiliki reputasi setara. Evaluasi yang dilakukan dikatakan Eko, sebagai sebuah kebutuhan daerah untuk memicu daerah dalam melaksanakan perbaikan-perbaikan pada pelayanan publik. Menurutnya, tanpa ada evaluasi akan ada kecenderungan untuk diabaikan. “Tidak cukup evaluasi sendiri, butuh juga penilaian dari pihak yang memiliki kompetensi dan merupakan institusi netral. Dalam hal ini Kementerian PAN-RB,” terangnya. Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Pemantauan Evaluasi Birokrasi dan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah 2 Kementerian PANRB, Dra. Nadimah, MBA., mengatakan, sejak 2013 lalu, Pemerintah Pusat telah menetapkan pemerintahan provinsi dan ibukota provinsi di seluruh Indonesia sebagai pilot project dalam pelaksanaan kebijakan Reformasi Birokrasi. Evaluasi dilakukan dua komponen, yaitu, upaya manajemen internal yang memiliki delapan area yang harus ditata untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan, serta komponen hasil dengan tiga hal yang dievaluasi. Salah satunya, adalah survei internal. Setelah dilakukannya survei untuk mendapatkan persepsi, tim akan memberikan masukan mengenai apa saja hal-hal yang harus ditindak lanjuti untuk mendapatkan indeks reformasi birokrasi terbaik. (cem/*)

(Suara NTB/ist)

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI - Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Pemantauan Evaluasi Birokrasi dan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah 2 Kementerian PAN-RB, Dra. Nadimah, MBA., memberikan pemaparan saat melakukan evaluasi terhadap reformasi birokrasi di Kota Mataram.

Mataram Tuan Rumah Seminar Internasional Tradisi Lisan

(Suara NTB/ist).

POSE BERSAMA - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana berpose bersama dengan Kepala BNNP NTB, Imam Margono, Kepala BNN Kota Mataram Nur Rachmat usai pencanangan posko terpadu P4GN di Lingkungan Karang Bagu.

Masyarakat Karang Bagu Minta Stigma Kampung Narkoba Dihilangkan Mataram (Suara NTB) Sahrun, Kepala Lingkungan Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang, tak kuasa menahan air matanya. Pria (40) ini, terharu ketika Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) NTB, Pemkot Mataram dan Polres Mataram memberikan perhatian terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai daerah zona hitam peredaran narkoba di NTB dan khususnya Kota Mataram. Tak mudah bagi dirinya membangun kepercayaan masyarakat. Stigma sebagai kampung narkoba menghancurkan harapan anak - anak mereka. Label negatif itu mengganggu psikologi anak - anak. Tak jarang, mereka tak mau mengaku berasal dari Karang Bagu ketika ditanya di sekolah. “Anak - anak kami sampai malu mengaku ditanya teman - temannya di sekolah,” tutur Sahrun sambil meneteskan airmata. Ungkapan perasaan disampaikan Sahrun, pada kegiatan Pencanangan Posko Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahangunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Pencanangan Posko P4GN) membuat warga lainnya terharu. Sahrun dan masyarakat Lingkungan Karang Bagu, merasa tak nyaman dengan stigma yang berkembang di masyarakat luar. Berbagai upaya dilakukan agar menghilangkan label negatif tersebut. Sahrun dan penggiat anti narkoba tak kuasa membendung peredaran barang haram tersebut di lingkungan. Pelakunya bukan lagi orang dalam, melainkan orang luar yang masuk ke dalam. “Saya minta sebutan Kampung Narkoba ini, jangan ada lagi,” pintanya. Apa yang dirasakan Sahrun sebenarnya sama seperti dirasakan oleh Pemkot Mataram. Stereotype (pelabelan negatif) justru mengganggu dan merusak citra pemerintah. Seperti di Jakarta yang memiliki Kampung Ambon dan dikenal sebagai kawasan hitam di Ibukota negara sebagai peredaran narkoba. Kondisi itu berangsur membaik setelah ada penindakan serta perhatian seri-

(Suara NTB/ist)

ROMPI - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengenakan rompi ke Kaling Karang Bagu, Sahrun usai pencanangan posko terpadu P4GN.

us oleh aparat keamanan. Langkah seperti ini diharapkan oleh Pemkot Mataram. Karang Bagu tidak lagi dikenal masyarakat sebagai kampung narkoba. Melainkan sebagai kawasan dikenal memiliki keunikan dan kearifan lokal. “Saya percaya Pak Kaling mengetahui karakter warganya. Pesan saya, mudah - mudahan Karang Bagu sama seperti di Jakarta. Tidak lagi disebut kawasan hitam,” ungkap Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Mohan mengatakan, sebelum menghadiri acara itu. Sehari sebelumnya, ia mengumpulkan camat dan lurah se - Kota Mataram. Terutama Camat Cakranegara diminta benar - benar memperhatikan secara serius. Pencanangan Posko Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahangunaan dan Peredaran Gelap Narkoba menurut dia, selangkah lebih maju. Karena, sudah ada itikad baik dan kemauan tokoh. Pemerintah nantinya akan menyambut melalui intervensi kebijakan anggaran maupun program. “Posko tidak hanya berfungsi memberantas narkoba, tapi bisa dijadikan tempat duduk rembuk,” katanya. Kepala BNNP NTB, Irjen Imam Margono mengungkapkan, masyarakat yang telah terlibat narkoba sangat berat untuk terbebas. Rehabilitasi hanya sebuah program, tapi tidak bisa 100 persen menghilangkan ketergantungan maupun pemberantasan narkoba. Sebab, rehabilitasi hanya sebagai sarana penunjang saja, sehingga pasti ada yang kurang. Mantan Wakapolda NTB ini menambahkan, masyarakat berjualan narkoba selalu beralasan mencari nafkah. Faktanya, keluarga pemakai maupun pengedar berbanding lurus dengan hasilnya. Kecerdasan intelektual terganggu. “Mereka menyampingkan pondasi keluarga,” paparnya. Yang harus diatensi kata Margono, narkoba telah masuk ke semua aspek. TNI/Polri, PNS juga pemakai narkoba. Selain itu, penggunanya tidak mengenal tingkat pendidikan, sehingga sudah tidak ada steril dalam narkoba. Artinya, proses kerusakan bangsa berlangsung. Oleh karena itu, pemerintah, aparat keamanan serta masyarakat tidak bisa menganggap mudah narkoba. Semua harus bergerak, karena dalam 5 - 10 tahun ke depan. Narkoba penyokong besar hilangnya generasi bangsa. Dalam konteks pencanangan posko terpadu, ia meminta kesadaran masyarakat di Karang Bagu bersama - sama memerangi narkoba. “Walaupun posko tidak bisa nihil narkoba,” pungkasnya. (cem/*)

Mataram (Suara NTB) Kota Mataram dipercayakan oleh beberapa wilayah di Indonesia bahkan mancanegara sebagai tuan rumah Seminar Internasional Tradisi Lisan ke X. Kehadiran para tamu dari seluruh Indonesia dan mancanegara ini disambut oleh Pemkot Mataram dengan acara ramah taman yang dikemas dalam bentuk perjamuan makan malam di aula Pendopo Walikota Mataram. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari negara Malaysia, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat, bersama sejumlah perwakilan dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan (Suara NTB/ist) dan Kebudayaan RI. FOTO BERSAMA - Perwakilan beberapa negara peserta seminar internasional Sekretaris Daerah berfoto bersama. Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito mengapresiasi penyelenggaraan wisata kuliner, wisata budaya dan religi,” kata Eko seminar yang merupakan sebuah perwujudan ko- mempromosikan potensi dimiliki Kota Mataram. Tradisi lisan kata Eko, tidak bisa dipungkiri mitmen bersama dalam melestarikan budaya sebagai kekayaan kultur daerah. Seharusnya, pelak- mulai tergerus oleh pengaruh arus globalisasi dan sanaan seminar tidak dapat dilaksanakan secara berada pada ancaman kepunahan. Padahal, tradisi bersamaan dengan penyelenggaraan kegiatan Fes- lisan dapat dipelajari adat istiadat, kearifan lokal, tival Mataram tahun 2017. Meski pada awalnya etos kerja, undang-undang, dan lain sebagainya. Sebagai produk kultural, tradisi lisan menganddirencanakan agar kedua kegiatan dapat dirangung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kekaikan. “Selain wisata pantai kami punya wisata belanja, hidupan komunitas pemiliknya yang disampaikan melalui tutur, dan sebagian diabadikan melalui naskah. “Seminar ini sebagai salah satu upaya penyelamatan yang memang tidak mudah dilakukan, tapi tidak berarti tidak mungkin diwujudkan. Sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi UNESCO 2003, bahwa penyelamatan tradisi lebih berorientasi pada proses dan bukan hasil,’’ kutipnya. Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menjelaskan, sebenarnya salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia adalah tradisi lisannya. Keberadaan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) di Indonesia. Salah satunya, dalam konteks keindonesiaan, berkontribusi untuk mencoba memberi koridor ke mana arah kebijakan revolusi mental melalui basis yang dipunyai di masing-masing budaya. Tantangan yang ada adalah ATL memformulasikan agar koridor tersebut dapat menjadi tuntunan bagi para guru dalam memberikan pendidikan karakter bagi siswa-siswinya. Dan, memberi gambaran kepada masyarakat dalam menerjemahkan arah revolusi mental. “Serta nantinya akan terus bergelombang sampai ke tingkat yang lebih kecil seperti di tingkat keluarga dan organisasi-organisasi kemasyarakatan,” terangnya. Disisi lain, Indonesia saat ini, tengah dalam gairah dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang dengan cepat mengalahkan sektor-sektor lain. Oleh karenanya, sumbernya adalah dari berbagai keunikan lebih dari 700 suku bangsa, belum termasuk subsub kultur yang ada. Di NTB, yang tengah dalam upaya mengembangkan sektor kepariwisataan, senjata utamanya adalah penghargaan terhadap tradisi lisan yang berkembang dan melakukan sosialisasi bagi masyarakat bahwa ini adalah kekuatan mereka untuk mencapai kesejahteraan. “Sedangkan dalam kaitannya dengan NKRI, Pancasila dan pluralitas, pendekatan yang paling ramah adalah pemahaman terhadap seni budaya (Suara NTB/ist) CINDERAMATA - Sekda Kota Mataram, H. Effendi Eko dan keunikan lokal yang dalam cara mereka menSaswito memberikan cinderamata kepada salah transformasikannya lebih banyak secara lisan dengan bertutur atau bercerita,’’ pungkasnya. (cem/*) seorang peserta ATL.


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

SUARA PULAU LOMBOK

TKI Asal Lotim Raih Penghargaan IMWA Sarawak (Suara NTB) Abdurrahman Sail, Tenaga Kerja Asal Pancor Kopong Desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur mendapat penghargaan bergengsi dari Indonesian Migrant Award (IMWA) Serawak 2017. Penghargaan sebagai runner up kedua dalam kategori sebagai TKI dengan integritas tinggi. Sail diberikan hadiah senilai RM 7 ribu atau setara dengan Rp 22 juta. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan turut hadir sebagai undangan khusus Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Serawak. Bupati diberikan penghargaan dalam komitmennya membina buruh migran. Bupati Ali BD mengatakan, Malaysia memiliki daerah yang berbeda dengan Lombok. Sektor perkebunan di Malaysia berbeda dengan daerah lain, sehingga penempatan tenaga kerja, terutama dari Lombok penting untuk terus dilakukan. Apa yang dilakukan KJRI di Sarawak Malaysia dengan memberikan penghargaan kepada TKI diberikan apresiasi sebagai hal yang positif. Meskipun para TKI bukan bertujuan mencari penghargaan. TKI hanya bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga di tanah air. Bicara soal TKI, Amaq Asrul – sapaan akrab Bupati Lotim tetap ingin mengirim TKI ke luar negeri. Ia menolak dilakukan moratorium pengiriman TKI. TKI adalah pahlawan devisa. Apalagi Lotim merupakan pengirim TKI terbesar di Indonesia. Konsulat Jenderal RI di Kuching Sarawak, Jahar Gulton mengatakan penghargaan yang diberikan bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja antara KJRI di Kuching dan perusahaan yang mempe-

Asisten I Klaim Tak Ada Pelemparan Mobil Kafilah

Tanjung (Suara NTB) Aksi pelemparan pada mobil dinas Pemkab Bima yang mengangkut kafilah asal Lombok Utara, dibantah pejabat Pemkab Lombok Utara. Asisten I Setda KLU sekaligus Ketua Kafilah, Ir. H. Nanang Matalata, M.Si., mengklaim tidak terjadi pelemparan randis yang ditunggangi kontingen asal KLU.

(Suara NTB/rus)

PENGHARGAAN - Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan menerima penghargaan bersama TKI asal Lotim dalam acara IMWA, di Hotel Pullman Kuching Sarawak Malaysia, Sabtu (28/10) malam. kerjakan pekerja Indonesia. Melalui IMWA juga akan membantu menanamkan citra positif tidak hanya bagi pekerja Indonesia tetapi juga bagi pengusaha yang akan dapat memberikan perhatian, bimbingan dan apresiasi lebih kepada para pekerja ini dan untuk selalu menggunakan saluran yang tepat dalam merekrut dan mempekerjakan mereka. Menurut Jahar, sekitar 200 kematian yang melibatkan orang Indonesia di Sarawak tercatat setiap tahunnya dan almarhum kebanyakan adalah pekerja ilegal. Tahun 2017, dicatat sekitar 60 kematian dan kebanyakan meninggal karena sakit. Dia menyatakan keyakinannya pekerja ilegal mungkin tidak sehat dan lingkungan kerja mereka mungkin merupakan faktor yang menyebabkan kematian mereka. “Kami berharap dengan menyelenggarakan program seperti IMWA, kami dapat

mempromosikan pekerja Indonesia yang bekerja di Sarawak melalui jalur yang benar dan mengurangi jumlah pekerja ilegal.” papar Jahar, yang juga anggota Dewan Penasihat IMWA yang dalam waktu dekat berakhir masa tugasnya di negeri Sarawak tersebut. Abdurrahman Sail kepada Suara NTB mengatakan, ia menjadi TKI sudah cukup lama. Sudah 20 tahun lamanya. Warga Pancor Kopong ini pun mengaku sudah cukup berhasil di negeri rantauan. Bekerja sebagai sopir alat berat yang bertugas khusus membuka jalan baru, Sail mengaku sudah sangat senang karena perhatian serius dari pimpinannya. Bekerja selama 20 tahun dirasakan sudah sangat besar manfaatnya. Ia menuturkan setiap bulan bisa mengirim uang rata-rata RM 3.000 atau sekitar Rp 9 juta sekali ngirim ke anaknya di Pancor Kopong. Rumah pun sudah berdiri di kampungnya.

Meski sudah terbilang sukses menjadi TKI, namun rasa rindu dengan keluarga di rumah menarik hasratnya untuk selalu ingin segera pulang. Pulang dan kumpul bersama keluarga besarnya dan hidup bahagia. Keinginan pulang karena disadari tenaganya ada batasnya. Saat batas usia sudah semakin lanjut, akan dirasa besar pengaruhnya pada tenaga. “Kan tidak selamanya kita akan tetap sehat,” demikian katanya. Menjadi TKI di negeri rantauan butuh kesadaran dan keuletan. Tidak ditampik banyak TKI yang tidak bisa sukses. Pengakuan Zamroni salah satunya. TKI asal Rumbuk ini terbilang sudah dua kali datang ke Malaysia. Saat pertama datang, ia menyadari tidak ada hasil apa-apa. Keberangkatannya yang ke dua ini baru dirasakan hasil yang bisa dikirim ke keluarga di rumah. “Saya sekarang sudah empat tahun di Malaysia,” tuturnya. (rus)

RSUD Tanjung Raih Penghargaan ”Achievement and Best Performance” Tanjung (Suara NTB) Setelah beroperasi sejak 2013 lalu, empat tahun setelahnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat. Jumat (27/10) malam, RSUD Tanjung memperoleh penghargaan “Indonesian Achievement & Best Performance” 2017 pada katagori “The Reliable Hospital and Service Excellent of The Year”. Penghargaan itu diterima langsung Direktur RSUD Tanjung, dr. H. Lalu Bahrudin. Usai menerima penghargaan, Bahrudin kepada awak media via telepon, membenarkan adanya penerimaan penghargaan yang diberikan Kementerian kepada RSUD milik Pemkab Lombok Utara.

Halaman 4

Menurut dia, penghargaan itu merupakan wujud apresiasi atas kerja keras semua, baik manajemen RSUD, kepala daerah dan wakil kepala daerah, lembaga legislatif serta masyarakat Lombok Utara atas perhatiannya terhadap RSUD. “Penghargaan pada katagori The Reliable Hospital and Service Excellent diberikan karena kita dinilai cepat dalam memberikan pelayanan. Sekian tahun kita jadi rumah sakit, spesialisnya banyak, termasuk pelayanan bisa cepat. Dalam waktu singkat kita sudah punya sekitar 12 orang spesialis,” ungkap Bahrudin. Dijelaskannya, keberadaan dokter spesialis di RS milik daerah merupakan salah satu indikator penilaian, di samping

kualitas dan kecepatan pelayanan oleh tim medis. Setidaknya sejak dibuka dan mengawali pelayanan pada 2013 lalu, RSUD Lombok Utara terus berbenah dan memperbaiki layanan kepada masyarakat Lombok Utara. “Rencana kita Desember ini kita tambah spesialis THT. Target kita jumlah spesialis kita tambah jadi 14 sampai 15 orang, mudahan bisa terwujud,” imbuhnya. Pelayanan RSUD Tanjung yang mendapat pujian dari Kementerian, sebut Bahrudin, tidak lepas dari kebijakan Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., yang memberlakukan penerbitan Akta Kelahiran dalam 1x24 jam setelah melahirkan. Bahkan akta itu sendiri, langsung

diberikan kepada orang tua anak sebelum meninggalkan rumah sakit. Penghargaan tersebut mendapat apresiasi dari Komisi III DPRD KLU yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan. Anggota Komisi III, Kardi, A. Ma., menilai penghargaan yang diterima manajemen RSUD merupakan satu bentuk pengakuan bahwa pelayanan RSUD cukup baik menurut pemerintah pusat. Ia berharap, penilaian juga datang dari masyarakat, (ari)

Peringati Hari Kesehatan Nasional

IBI Cabang Lotim Hadirkan dr. Boyke Selong (Suara NTB) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Minggu (29/10) menggelar Seminar Kesehatan dalam rangkat memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tahun 2017. Seminar yang digelar di Ballroom lantai II Kantor bupati Lotim ini menghadirkan pakar Seksologi dan Konsultan, dr. Boyke Dina Nugraha. Acara seminar diikuti sekitar 800 bidan se-Kabupaten Lotim. Ketua IBI Cabang Lotim, Hj. Rohliana, S.ST, MM, menjelaskan seminar kesehatan dalam rangka HKN ke-53 tahun 2017 mengambil Tema: Hidup Sehat, Reproduksi Aman Menuju Keluarga Bahagia. Melalui seminar yang diikuti oleh bidan dari RSUD, Puskesmas, Polindes dan lainnya bertujuan untuk pengetahuan dan kapasitas dari para bidan khususnya terkait kesehatan reproduksi baik ibu hamil maupun melahirkan. Selain itu, ajang tersebut juga menjadi momentum silaturrahami bagi IBI Lotim. Peningkatan kapasitas bidan, lanjut Rohliana, sangat penting, dikarenakan peran bidan adalah berkelanjutan, mulai dari masa kehamilan hingga seterusnya untuk kesehatan ibu dan anak. Sementara ujarnya, bahwa pembelajaran berharga didapatkan dari pemaparan dr. Boyke, seperti bahaya kanker serviks dan cara mencegahnya. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh bidan yang ada di Kabupaten Lotim supaya pembelajaran yang didapatkan itu dilanjutkan ke masyarakat, terutama dalam memberikan penyuluhan seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk kasus kanker serviks di Kabupaten Lotim, katanya, IBI bersama Dikes Lotim terus melakukan penyuluhan dan menyebarkan informasik terhadap masyarakat terkait bahaya kanker serviks serta cara pencegahan dini. Di mana, salah satu upaya yang harus dilakukan yakni membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Saat ini masyarakat sudah mulai tertarik terkait pemeriksaan deteksi dini, termasuk pemeriksaan IVA,” ungkapnya. Sementara, Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan, diwakili Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, drg. Asrul Sani, mengapresiasi seminar kesehatan yang dilaksanakan IBI. Melalui kegiatan ini, pihaknya mengharap-

(Suara NTB/yon)

MATERI - Pakar Seksologi dan Konsultan Kesehatan, dr. Boyke Dian Nugraha, memberikan materi dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan IBI Cabang Lotim, Minggu (29/10).

(Suara NTB/yon)

FOTO BERSAMA - Foto bersama panitia dan pengurus IBI Cabang Lotim bersama dr. Boyke Dian Nugraha di Ballroom lantai II kantor Bupati Lotim, kan dapat meningkatkan pengetahuan bidan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mengabdi kepada masyarakat. “Saya sangat bangga dengan seminar kesehatan ini. IBI sangat luar biasa melaksakanan seminar dengan ratusan peserta dengan pemateri yakni dr. Boyke,” ujarnya. Melalui seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan terhadap para bidan agar pengabdian terhadap masyarakat lebih maksimal disertai dengan ketulusan hati. “Saya berharap supaya para bidan fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan imbalan,” imbaunya mengingatkan. Sementara, dr. Boyke Dian Nugraha, dalam pemaparannya, menjelaskan jika tantangan saat ini yakni kesehatan reproduksi. Dikatakannya, sehat reproduksi berasal sehat psikis,

sehat fisik dan sehat sosial. Dengan demikian, seorang bidan harus bisa memastikan setiap pasiennya bebas dari segala penyakit reproduksinya, sehingga dapat menekan angka kematian ibu. “Seorang bidan juga harus aktif dalam kegiatan sosial,” pesannya. Selain itu, ujarnya, kebersihan organ intim sangat penting dijaga untuk menghindari atau mencegah terjadinya penyakit kelamin atau kanker rahim. Diingatkan pula supaya secara intens melakukan persiapan menipause dan andropause, di mana seks yang sehat menuju keluarga yang harmonis. Dalam seminar tersebut, juga dilakukan sesi dialog atau tanya jawab antara dr. Boyke dengan para peserta. Langkah itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk membuka ruang dan kesempatan mengatasi kebingungan para peserta. (yon)

“Terkait berita itu, kami sebagai Ketua Kafilah KLU perlu meluruskan berita dimaksud. Bahwa sesungguhnya tidak ada kejadian rombongan MTQ KLU dilempar sekelompok orang,” kata Nanang via Whats App, Sabtu (28/10). Yang terjadi sebenarnya sambung dia, bahwa ada beberapa warga yang sekembalinya dari berdemo di kantor Bupati Bima kebetulan melewati pemondokan kafilah KLU. Di depan pon-

dokan terparkir kendaraan plat merah Pemda Bima. “Memang sempat diduduki kap mobil tersebut oleh beberapa warga tadi. Kami ada di lokasi dan tidak ada pengaruhnya dengan kafilah KLU,” sambungnya. Nanang menegaskan, pasca kejadian itu kondisi secara umum di lokasi pemondokan kafilah KLU semua aman terkendali. Terlebih lagi saat kejadian itu, kafilah KLU tidak sedang lomba

melainkan tengah beristirahat. Hal senada dikatakan Staf Protokol, Nurfitriana. Warga yang sekembali dari demo secara spontan menaiki kap mobil, karena mengetahui mobil dalam keadaan kosong penumpang. Ia mempertegas pendemo tidak merusak kaca mobil, atau pun melemparinya. “Kejadian itu sedikitpun tidak mengganggu para kafilah dan sejauh ini masih aman-aman saja,” tukasnya. (ari)

Aktif Bayar Pajak Randis PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terbilang cukup aktif dalam membayar pajak kendaraan bermotor terutama kendaraan dinas (randis). Pasalnya, pembayaran pajak randis di Lotim hingga bulan Oktober 2017 ini mencapai 63,04 persen khusus di bagian Sekretariat Daerah (Setda) yang ditangani Bagian Umum. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (28/10), Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Lotim, M. Zaidar Rohman, menjelaskan pihak terus mengingatkan kepada pemegang kendaraan khususnya yang berada di setda untuk taat membayar pajak randis. Di mana, semua randis sudah dianggarkan pajak kendaraan bermotornya selama kurun waktu satu tahun. Dari catatannya di Bagian Umum, sebanyak 107 randis, baik roda dua maupun roda empat yang menjadi kewenangannya. Di mana hingga saat ini yang sudah realisasi diperuntukkan untuk pembayaran pajak yakni sebanyak 63,04 persen per bu-

(Suara NTB/yon)

M. Zaidar Rohman lan Oktober 2017. “Bahkan kita antisipasi supaya setiap randis yang ditangani di Bagian Umum supaya jangan sampai ada yang menunggak pajak,” pintanya. Adapun dari sisa dua bulan di tahun 2017 ini, realisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dipastikan terealisasikan semuanya. Zaidar Rohman

menyebutkan, alasan belum terselesaikannyan dari yang sudah terealisasi 63,04 persen itu dikarenakan waktu pembayaran yang tidak menentu atau harus disesuaikan dengan masa pembayaran. Misalnya ada yang masa perpanjangannya jatuh pada akhir bulan November maupun pada bulan-bulan lainnya. “Untuk itulah yang sudah terbayarkan 63,04 persen itu, sesuai dengan masa berlaku dari randis itu. Tapi bulan Desember optimis pembayarannya mencapai 100 persen,” jelasnya. Terkait dengan randis yang dipegang oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ditegaskan jika pembayaran untuk pajak randis sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari OPD yang bersangkutan. Sedangkan untuk di bagian sekretariat jumlah randis yang ditangani sebanyak 107 randis, baik roda dua maupun roda empat dan realisasi pembayaran pajak hingga bulan Oktober 2017 mencapai 63,04 persen. (yon)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB

PT. Telaga Biru Semesta (PT TBS) Lombok memberi kontribusi terhadap pembangunan SDM para pemuda di Lombok khususnya di Lombok Barat (Lobar). Kontribusi tersebut dibuktikan dengan memberdayakan kelompok pemuda seperti di pesisir Endok Gerung dan Dasan Geres Gerung serta Lemokek Babussalam. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan dengan membuat kelompok pemuda lalu dibina, terutama ter(Suara NTB/her) hadap perilaku para pemuda. L. Ahmad Ismail Demikian disampaikan PT TBS Lombok melalui Manager Operasional PT TBS Lombok L. Ahmad Ismail, SH., kepada wartawan, Sabtu (28/10). Pemberdayaan pemuda menurut mantan anggota DPRD Lobar ini penting, mengingat momentum Hari Sumpah Pemuda, kalangan pemuda harus mendapatkan ruang dan kepedulian dari semua pihak. Karena itulah, pihaknya hadir untuk memberikan perhatian melalui pemberdayaan kepada para pemuda kaitan dengan perilaku pemuda yang sejauh ini banyak terjerat ke arah negatif. “Kami dari PT TBS Lombok memberi kontribusi terhadap pembinaan para pemuda di Lobar khususnya, melalui pemberdayaan pembinaan mental dan karakter agar tidak mengarah ke yang negatif,”jelas putra tokoh Sekotong, L. Daryadi ini. Pihaknya sudah mengadakan event-event olahraga, karena menurutnya melalui olahraga inilah para pemuda akan terbentuk jiwa dan pikiran yang sehat. Jika sudah sehat maka para pemuda akan produktif, tidak lagi mengarah ke tindakan yang negatif. Event-event lain yang dilakukan, seperti kegiatan kebudayaan seni peresean melibatkan para pemuda. Melalui kegiatan semacam inilah, lanjut L. Is_sapaan akrab putra dari Ketua DPRD Lobar ini, PT TBS melakukan pembinaan perilaku para pemuda. Imbasnya sejauh ini cukup positif, sebab para pemuda memiliki aktivitas yang produktif, sehingga tidak memiliki ruang untuk berakritivitas yang tidak baik. “PT TBS juga berharap kepada seluruh pihak, baik perusahaan lain untuk sama-sama saling rangkul untuk berbuat terhadap pembinaan pemuda. Tanpa kerjasama yang baik antara swasta dengan pemda maka tidak bisa berjalan maksimal. Itu harapan kami,”jelas L. Is. Untuk diketahui, PT TBS Lombok adalah satu-satunya perusahaan cabang yang ada di Lombok. Perusahaan yang bergerak di bidang limbah B3 ini, telah memiliki izin pendirian cabang dari pemerintah. (her)

Kerap Resahkan Wisatawan

Dua Terduga Jambret Dibekuk Polisi Praya (Suara NTB) Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil membekuk dua terduga jambret yang selama ini kerap meresahkan wisatawan asing di kawasan wisata Pantai Kuta Pujut. Keduanya masing-masing JF (17) dan PP (20) warga Desa Rembitan, ditangkap usai menjambret seorang wisatawan asal Jerman, Sabtu (28/10). Para pelaku masih dalam penyelidikan aparat Polres Loteng. Informasi yang diperoleh Suara NTB, Minggu (29/10), menyebutkan, kejadian jambret berlangsung sekitar pukul 23.00 wita. Kala itu korban, Michele Isis Sprey tengah melintas di pertigaan Pantai kuta mengunakan sepeda motor. Di sana korban kemudian dibuntuti kedua pelaku yang juga menggunakan sepeda motor. Begitu sampai di tempat yang agak sepi, pelaku kemudian memepet korban. Tanpa pikir panjang, salah satu pelaku kemudian merampas tas milik korban. Mengetahui tasnya dijambret, korban sempat mengejar pelaku, sembari minta pertolongan. Sampai di depan masjid Desa Kuta, korban menendang sepeda motor yang dikendarai pelaku. Akibatnya, kedua pelaku terjatuh dan langsung melarikan diri sembari membawa tas korban. Tim Opsnal Polres Loteng yang tengah berada tidak jauh dari lokasi kejadian, langsung melakukan pengejaran. Setelah sempat terpojok, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap. Setelah sebelumnya, sempat terjadi aksi saling kejar. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan tas milik korban yang berisi hp dan beberapa barang berharga milik korban. Tidak hanya itu, sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang dikendarai pelaku saat berakasi juga ikut diamankan. “Kedua pelaku dan barang bukti, sekarang sudah diamankan di Mapolres Loteng. Untuk keperluan penyelidikan,” ungkap Pjs. Kasubag. Humas Polres Loteng, Aipda Ahmad Taufik, seizin Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK., membenarkan penangkapan tersebut. Sementara itu, General Affair KEK Mandalika I Gusti Lanang Bratasuta, secara terpisah memberikan apreasiasi atas kinerja aparat kepolisian dalam upaya menekan dan meminimalisir aksi kriminalitas di kawasan wisata Kuta dan sekitarnya. Menurutnya, aksi kriminalitas sangat meresahkan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Pihaknyan pun berharap kegiatan kepolisian bisa terus diintensifkan oleh jajaran Polres Loteng akan di kawasan tersebut agar keamanan dan ketertiban kawasan benar-benar terwujud. (kir)

(Suara NTB/kir)

DEKLARASI - Pemuda Loteng mengelar deklarasi melawan radikalisme serangkaian Hari Sumpah Pemuda di Loteng, Sabtu (28/10).

Pemuda Loteng Nyatakan Perang Lawan Radikalisme

Praya (Suara NTB) Sejumlah elemen organisasi kepemudaan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (28/10), menggelar deklarasi bersama melawan segala bentuk radikalisme. Langkah ini sebagai bentuk partisipasi pemuda, khususnya pemuda Loteng dalam rangka menjaga keutuhan bangsa. “(Deklarasi) Ini merupakan bentuk komitmen dan tekad kami pemuda Loteng, dalam menjaga keuntuhan bangsa,” tegas Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Loteng, M. Samsul Qomar. Menurutnya, Pancasila selaku dasar negara dan NKRI merupakan harga mati. Dan, semua upaya untuk merongrong pancasila dan NKRI harus berhadapan dengan pemuda Loteng. Kemunculan gerakan-gerakan radikal merupakan salah satu bentuk upaya merongrong Pancasila dan keutuhan banga, sehingga apapun alasan, radikalisme harus dilawan dan dibumihanguskan dari negara ini. “Jangan berikan tempat bagi kemuculan radikalisme. Sebagai pemuda, menyatakan peran dan siap melawan segala bentuk radikalisme,” ujarnya. Ketua Komisi II DPRD Loteng ini mengatakan, generasi muda memiliki andil dan peran penting dalam perjalanan bangsa ini. Bahkan, sangat menentukan dalam mewujdukan kemerdekaan bangsa. Dan, peran tersebut tidak boleh kendor diera kemerdekaan seperti sekarang ini.(kir)

Perda Pemakmuran Masjid Masuk Bahasan dengan Pemda Praya (Suara NTB) Harapan bakal terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) Pemakmuran Masjid kian menjadi kenyataan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) secara bulat telah menyepakati agar rancangan perda masuk menjadi agenda bahasan dengan pemerintah daerah setempat. Di mana nantinya, rancangan perda tersebut akan dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) bersama dengan Pemkab Loteng. Anggota Komisi IV DPRD Loteng, H. Ahmad Supli, S.H., kepada Suara NTB, Sabtu (28/ 10), mengatakan dalam rapat paripurna internal DPRD Loteng beberapa waktu lalu, disepakati rancangan perda masuk jadi agenda bahasan dengan pemerintah daerah. Untuk kemudian

nantinya akan ditetapkan dan disahkan secara bersama-sama oleh DPRD Loteng dengan pemerintah daerah setempat. “Semua fraksi sepakat melanjutkan pembahasan rancangan Perda Pemakmuran Masjid ke tahap pembahasan bersama dengan pemerintah daerah,” tegasnya. Mengingat, penting dan startegis keberadaan perda itu nantinya. Dalam upaya membantu mendorong pembangunan di daerah ini. Sekaligus memperkuat kembali, jargon Pulau Lombok sebagai pulau seribu masjid. Menurutnya, keberadaan perda tersebut nantinya sangat penting. Untuk bagaimana makin memperkuat fungsi masjid. Di mana ke depan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja. Tetapi juga berfungsi sebagai

pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengingat, sesuai visi dan misi Bupati dan Wabup Loteng, untuk bagaimana mewujudkan masjid sebagai poros ekonomi masyarakat, sehingga semua program-program pemerintah sebisa mungkin terintegrasi dengan masjid. Hanya saja, hal itu sejauh ini belum bisa maksimal, lantaran pengelolaan dan manajemen masjid yang belum kuat. “Melalui perda itu nantinya, manajemen masjid akan lebih dioptimalkan. Dengan begitu, semua program yang diarahkan dan terintegrasi dengan masjid, bisa optimal lagi,” imbuhnya. Disinggung target penuntasan rancangan Perda Pemakmuran Masjid yang merupakan perda inisiatif Komisi IV DPRD Loteng, Supli mene-

gaskan tahun ini harus selesai, sehingga paling lambat awal tahun depan, sudah bisa dimplementasikan di tengah masyarakat sesuai target yang sudah dicanangkan. Sebelum Perda Pemakmuran Masjid, Komisi IV DPRD Loteng sudah berhasil menelurkan beberapa perda inisiatif lainnya. Dan, rata-rata berperan penting dalam mendukung pembangunan di daerah ini. Misalnya, Perda Pengelolaan Zakat serta Perda Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri. “Dengan akan disahkannya Perda Pemakmuran Masjid ini nantinya, bakal menambah banyak perda inisiatif yang dihasilkan

DPRD Loteng,” pungkas politisi asal PKS ini. (kir/*)

H. Ahmad Supli

”Berat” Kejar Target RPJMD

DAU Lobar Tahun 2018 Dipastikan Dipotong Rp 13 Miliar Giri Menang (Suara NTB) Jatah Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Lombok Barat (Lobar) tahun 2018 mendatang sama seperti pada APBD-P tahun ini sebesar Rp 771 miliar. Terjadi pengurangan sebesar Rp 13 miliar lebih menjadi dari DAU yang diterima pada APBD murni tahun ini sebesar Rp 784 miliar tahun 2017. Dampak dari itu, pemda pun terpaksa harus memangkas belanja 43 SKPD dan kecamatan tahun depan guna menyeimbangkan fiskal daerah. “Sudah ada kepastian dari pusat soal pengurangan DAU tahun depan sebesar Rp 13 miliar, artinya DAU tahun depan sama dengan DAU pada APBD-P tahun ini sebesar Rp 771 miliar lebih. Sebelumnya kan (pada APBD murni) sebesar Rp 784 miliar lebih. Target kita sendiri cukup banyak seperti RPJMD, tentu dengan kondisi begini kita memilih prioritas dalam rangka menindaklanjuti target RPJMD kita,” aku Sekda Lobar H. Moch. Taufiq, akhir pekan kemarin. Dijelaskan, pada pengajuan

KUA-PPAS RAPBD tahun 2018 ke DPRD pihaknya menggunakan acuan APBD 2017. Namun pada tahun depan, ternyata DAU hanya Rp 771 miliar, artinya hampir sama jumlahnya dengan DAU APBD-P. Artinya ada pengurangan DAU sebesar Rp 13 miliar, sehingga RAPBD yang diajukan untuk tahun 2018 ke dewan disesuaikan DAU dan DAK dengan tahun ini. Sebab jumlahnya tidak jauh beda denan kondisi tahun ini. Namun hal ini, jelasnya, belum final, masih pembahasan dengan DPRD. Akan tetapi yang

jelas, lanjut sekda, asumsi yang digunakan pada penyusunan APBD tahun 2018 menggunakan asumsi pendapatan di APBD murni tahun ini. Kecuali, PAD yang kemungkinan naik Rp 10 miliar. Terkait dampak pemangkasan DAU menyebabkan anggaran 43 SKPD dirasionalisasi, menurut sekda masih dibahas. Bahkan bisa jadi dirasionalisasi lagi anggaran SKPD. Hal ini tergantung hasil yang diputuskan dengan dewan terkait KUA PPAS RAPBD tahun 2018. “Siap-siap saja SKPD ke depan kita akan kurang lagi be-

lanjanya, namun sekali lagi ini belum final,” jelas Sekda. Langkah ini, jelasnya, mensiasati dampak pemangkasan DAU ini. Selain itu, pihaknya memprioritaskan anggaran bagi program yang menyangkut RPJMD. Sebab diakui, target juga cukup banyak, sehingga langkah-langkah ini yang harus dilakukan dalam rangka mengejar target RPJMD yang belum tercapai. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno menyatakan pemangkasan DAU sudah dipastikan oleh pemerintah pusat. Menyusul kondisi capaian anggaran negara mengalami penurunan, menurutnya jika capaian anggaran negara turun, maka imbasnya DAU dipangkas. “Jadi ini fluktuatif, kalau naik pencapaian anggaran negara maka naik DAU

kalau turun imbasnya DAU juga turun,” jelasnya. Ia menambahkan, untuk mensiasai pemangkasan anggaran ini, pihak pemda telah lebih dulu melakukan rasionalisasi belanja, seperti belanja perjalanan dinas, anggaran studi banding, bimbingan teknis dan kegiatan lain. Ia menambahkan, guna menyimbangkan fiskal daerah pihak Pemda merasionalisasi 43 SKPD dan kecamatan senilai Rp 13 miliar, sehingga SKPD pun bersiap-siap melakukan penyesuaian anggaran belanja. Ia memastikan anggaran untuk kepentingan kemiskinan tidak akan dipangkas, justru anggaran yang dipangkas terkait belanja yang tak berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan. “Kita amankan belanja untuk pengentasan kemiskinan,” jelasnya. (her)

Penurunan Target Dikritik Dewan

”Kerak” Kemiskinan di Lobar Tembus Belasan Ribu Jiwa

(Suara NTB/kir)

TUTUP - Penutupan Mandalika Expo 2017 diwarnai dengan persembahan tarian tradisional, Jumat (27/10) malam.

Transaksi Keuangan di Mandalika Expo Capai Rp 420 Juta Praya (Suara NTB) Event Mandalika Expo “Sholah Sholeh Sholoh” dalam rangka perayaan HUT Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), resmi ditutup, Jumat (27/ 10) malam. Selama seminggu event tersebut digelar, tercatat transksi keuangan mencapai Rp 420 juta lebih. Meski termasuk kecil, capaian tersebut bisa dikatakan cukup bagus bagi sebuah event yang baru pertama kali digelar. “Capaian-capaian yang diraih pada gelaran tahun ini akan jadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk pelaksanaan event serupa di tahun-tahun mendatang,” tegas Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., saat menuntup resmi event yang diikuti puluhan UKM dan perusahaan swasta yang ada di Loteng tersebut. Namun demikian, tambahnya yang paling penting dari

gelaran Mandalika Expo ialah layanan yang diberikan kepada masyarakat. Selain berupa hiburan,ada juga layanan publik yang diberikan selama event berlangsung. Misalnya layanan administrasi kependudukan. Mulai dari perekaman KTP elektronik, pembuatan akte kelahiran sampai layanan pembuatan Kartu Keluarga (KK), termasuk layanan lowong kerja bagi para pencari kerja di daerah ini. Artinya, Mandalika Expo digelar bukan semata-mata berorientasi pada ekonomi saja. Tetapi juga bagaimana bisa lebih mendekatkan dan mengoptimalkan layanana kepada masyarakat di daerah ini. Dan, nyatanya animo masyarakat untuk mendapat layanan langsung selama Mandalika Expo cukup tinggi. Nursiah mengatakan, untuk layanan perekaman KTP ter-

catat sebanyak 1.500 perekaman, kemudian untuk pembuatan akte kelahiran serta kartu keluarga masing-masing sebanyak 1.350 lembar dan 750 lembar. “Khusus untuk lowong pekerjaan, ada 1.200 pekerja yang bisa terserap,” imbuhnya. Menurutnya hasil yang dicapai sebenarnya bisa lebih banyak lagi. Namun karena terkendala berbagai faktor, hasilnya belum dirasakan maksimal. Tapi itu akan jadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah ke depan. Supaya hasil yang dicapai di event serupa bisa semakin baik. Termasuk di dalamnya soal waktu pelaksanaan. Kalau tahun ini hanya sekitar satu minggu saja. Namun tahun depan, bisa saja waktu pelaksanaannya lebih panjang. Peserta yang terlibat bukan hanya perusahaan maupun UKM lokal Loteng saja, tapi juga dari luar Loteng. (kir)

Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) terus menuai kritikan dari kalangan DPRD terkait penurunan target kemiskinan tahun depan. Pasalnya pemda hanya memasang target penurunan kemiskinan 0,5 persen. Target penurunan kemiskinan pada RPJMD juga dipangkas, dari 14 persen menjadi 16 persen lebih. Kepala Bappeda Dr. H Baehaqi, menjelaskan, terkait penurunan target kemiskinan masih sebatas usulan ke DPRD. “Kita tidak mau muluk-muluk memasang target penurunan kemiskinan ini, kita tawarkan bila hari sesuai dengan indikator yang ada di RPJMD 16,25 persen, akhirnya sekarang menjadi 15,73 persen,” jelas Baehaqi. Pemasangan target ini. jelasnya, melihat kondisi kerak kemiskinan di Lobar mencapai 9-10 persen. Kerak kemiskinan ini, jelasnya, titik paling sulit, sebab dalam kerak kemiskinan ini ada disabilitas, orang jompo. Mereka ini masuk desil 1 jika mengacu Pemutakhiran Berbasis Data Terpadu (PBDT). Mereka ini, jelasnya, tergolong sangat-sangat miskin. Jika berbicara jumlah persentase, jumlahnya mencapai 9-10 persen dari jumlah total penduduk miskin 113 ribu jiwa tersebut. “Artinya 9-10 persen dari 113 ribu warga miskin di Lobar masuk kerak kemiskinan, jumlahnya sekitar belasan ribu jiwa,” jelasnya. Jika dihitung kerak kemiskinan 9-10 persen dari jumlah penduduk miskin mencapai 113

KPU Loteng Komit Gelar Pilkada Secara Profesional Praya (Suara NTB) Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) menegaskan komitmennya menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB di Loteng secara profesional guna mewujudkan Pilkada NTB yang aman dan damai di daerah ini. Hal tersebut ditegaskan Ketua KPU Loteng, Ari Wahyudi, S.H., saat Gerakan Sadar Pemilu dan Pilkada Serentak di Bencingah Adiguna Praya, Minggu (29/10). Ia mengatakan, tahun 2018 mendatang merupakan tahun politik. Di mana akan ada 171 provinsi dan kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada. Termasuk Pilkada NTB dan Pilkada Lombok Barat (Lobar), Kota Bima serta Lombok Timur (Lotim). KPU Loteng nantinya akan terlibat sebagai penyelenggara Pilkada NTB dan berkomitmen menyelenggarakan

pilkada secara profesional. “Ini jadi komitmen kami bersama selaku bagian dari penyelenggara, untuk menggelar pilkada dengan profesional dan sesuai aturan yang ada,” ujarnya. Menurutnya, profesionalitas penyelenggaran pilkada memainkan peran penting untuk bisa mewujudkan penyeleggaraan pilkada yang aman serta damai. Di mana, pilkada tidak akan bisa berjalan lancar, kalau para penyelenggaranya tidak profesional. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini juga sangat penting, agar pilkada bisa berjalan lancar. Caranya, masyarakat hendaknya ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan pilkada berjalan. Masyarakat hendaknya juga tidak cepat terpengaruh oleh isu serta beritaberita hoaks (bohong,red) yang belum kebenarannya. (kir)

(Suara NTB/kir)

SADAR PEMILU - Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, parpol dan masyarakat umum menyemarakkan gerakan sadar Pemilu dan Pilkada serentak yang digelar KPU Loteng, Minggu (29/10).

ribu di Lobar, jumlahnya mencapai 11 ribu lebih. Melihat tingginya kerak kemiskinan inilah, maka Pemda harus memasang target tidak terlalu tinggi untuk penurunan kemiskinan. Lebih jauh dikatakan, untuk penganggaran program kemiskinan tahun depan disepakati penurunan 1 persen dari 648 ribu penduduk, artinya Pemda menurunkan warga miskin di Lobar dengan perencanaan dan politik anggaran tahun depan sebanyak 6.480 orang. Target ini dicapai untuk tahun anggaran 2018. Hasil capaian ini akan bisa dilihat tahun 2019. Kaitan dengan kemiskinan, jelasnya, ada 4 penanganan yakni pemberdayaan pendekatan wilayah menjadi kewenangan kabupaten. Kalau terkait KUR, BLT dan PKH itu kewenangan pemerintah pusat, termasuk rastra. Sehingga jelasnya, tingkat penganggaran kemiskinan di Lobar kalau dilihat secara parsial terkait secara teknis langsung ke masyarakat baik bantuan, belanja barangjasa mencapai 46 miliar lebih. Namun jika dilihat secara keseluruhan termasuk dengan pendekatan kewilayahan total anggaran untuk pengentasan kemiskinan mencapai Rp 500 miliar. Anggaran ini termasuk untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah sakit, pembangunan sekolah, fasilitas pedagangan. Sebab, jelasnya, strategi pengentasan kemiskinan ini tidak hanya bantuan langsung tunai, namun memperbanyak pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja yang dianggap sustainable. “Jadi masyarakat kita bekerja, pendapatan bertambah, saving bertambah, sehingga kemiskinan menurun,”tukasnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar H. Sulhan Mukhlis mengkritisi rendahnya target penurunan angka kemiskinan dari eksekutif pada KUA PPAS 2018 hanya 0,5 persen. Sulhan membandingkan kondisi 20112012 dengan APBD yang hanya Rp 1,2 triliun target penurunan angka kemiskinan di angka 2% tapi pada APBD 2018 ini dengan APBD mencapai Rp 1,7 triliun lebih eksekutif hanya berani menargetkan penurunan sebesar 0,5% saja.”Kami tetap minta Pemda menaikkan target penurunan angka kemiskinan,” jelas Sulhan. Karenanya anggota DPRD ingin agar target penurunan angka kemiskinan minimal mencapai 1,2 %. (her)

(Suara NTB/kir)

Berdayakan Kelompok Pemuda


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345

Kerjasama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Menristek Dikti Berikan Bantuan Bibit Sapi IB di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) RI, Prof. Dr. H. M. Natsir memberikan bantuan bibit sapi dalam bentuk semen beku hasil Inseminasi Buatan (IB). Yang diserahkan kepada Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, didampingi Kadis Perternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Talifuddin, M.Si, di sela sela kegiatan wisuda UTS, Jumat (27/10). Dalam penyerahan bantuan yang juga disaksikan Anggota DPR RI yang juga Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah, Prof Natsir menyatakan selama ini pengembangan ternak sapi masih dilakukan secara tradisional. Dengan mengawinkan ternak secara alami, yang tentu saja hasilnya akan lebih kecil. Untuk itu, Kementerian yang dipimpinnya kini tengah menerapkan teknologi yang dikembangkan melalui IB. Dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Teknologi ini sekaligus memperbaiki genetika sapi. Saat ini, Kemenristek Dikti tengah menerapkan teknologi ini dengan konsentrasi pada Sapi Bali, Madura dan Sumba, yang merupakan sapi lokal Indonesia. “Sapi Bali misalnya, dengan berat badan normal 200—250 Kg yang

berumur 3—4 tahun. Melalui perbaikan genetika dengan memberikan nutrisi yang baik, akan menghasilkan sapi seberat 500—550 Kg,” contoh Prof Natsir. Setelah bantuan bibit sapi ini diberikan, akan dilakukan bimbingan cara menyeleksi ternak dan pemberian nutrisi. Serta bagaimana menyiapkan pakan yang baik sehingga menghasilkan ternak yang baik dan berkualitas. Mengingat ketersediaan pakan ini sangat penting dalam menunjang nutrisi ternak. Apalagi, di Sumbawa tengah dikembangkan iJALAPI (Integrasi Jagung, Lamtoro dan Sapi) sebagai bagian dari program besar Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung Terintegrasi Sapi (Gema JIPI) Pemkab Sumbawa. Limbah jagung diolah menjadi pakan ternak, yang akan jauh lebih efektif dan efisien. “Dengan program ini, tidak hanya hasil bumi yang diperoleh tapi sekaligus bisa menghasilkan pakan yang baik untuk peternakan,”jelas Prof Natsir. Kedepannya, lanjut Menristek Dikti, transfer teknologi dan pendampingan akan terus dilakukan. Sebab tak ada artinya mengembangkan peternakan tapi tidak ada pendampingan dan tidak memahami

Menristek Dikti, M. Natsir tengah mencoba menerapkan IB pada salah satu ternak sapi lokal yang langsung diberikan nama oleh Menristek (foto kiri). Menristek Dikti, M. Natsir bersama Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, H. Zulkieflimansyah dan Kadisnakeswan Sumbawa, Talifuddin foto bersama usai penyerahan bantuan bantuan bibit hasil IB. teknologi. Salah satunya menggandeng UTS untuk tugas pendampingan kepada peternak. Setelah nantinya dilatih oleh Kemenristek Dikti. “Setelah dosen dan mahasiswa UTS kami latih, mereka bisa mendampingi para peternak dalam menyukseskan program IB,” tukasnya. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc pun menyambut baik bantuan dari Kemenristek Dikti.

Bahkan berharap program program lainnya dari pusat dapat terus berlanjut. Dengan bantuan bibit sapi berkualitas dan pendampingan yang maksimal dari kementerian, peternak Sumbawa akan sejahtera dan daerah ini menjadi lumbung ternak berkualitas. “Kami janji akan menyukseskan program ini di Sumbawa,”ujarnya. Sementara itu, Kadis Peternakan, Ir. Talifuddin, M.Si, meman-

bahkan bibit sapi dalam bentuk semen beku bantuan Kementerian Ristek Dikti akan disebar kepada para peternak. Dengan sebelumnya melakukan identifikasi mana ternak masyarakat yang siap. Karena bibit ini akan disuntikkan ke tubuh ternak betina yang dikandangkan. Suntikan ini dilakukan ketika ternak sedang birahi. Untuk mendapatkan birahi ternak, dilakukan singkronisasi untuk merangsang-

nya dengan suntikan hormon. Selain itu, pihaknya kini juga tengah mengembangkan iJALAPI. Memanfaatkan limbah jagung dari daun, batang hingga tongkolnya sebagai pakan. Melalui teknik pengolahan pakan. “Limbah jagung yang selama ini dibakar bisa dimanfaatkan untuk pakan. Diintegrasikan dengan penanaman lamtoro di sekitar areal jagung, dalam menunjang ketersediaan pakan,” pungkasnya. (arn/*)

(Suara NTB/arn)

SEBELUM DIBAWA - Soal test tulis PPK dan PPS sebelum dibawa ke lokasi seleksi tetap diawasi oleh petugas dari Polres Sumbawa bersama Panwaslu Sumbawa.

Ribuan Peserta Ikuti Seleksi PPK/PPS di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Seleksi badan AdHoc penyelenggara pemilu untuk Pilgub NTB, PPK dan PPS telah dimulai oleh KPU Sumbawa. Lebih dari seribu peserta mendaftar dan telah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Bahkan test tulis untuk PPK telah dilakukan Sabtu (28/10), di kampus UNSA, menyusul tes tulis untuk PPS pada Senin hari ini. Komisoner KPU Sumbawa, Aryati S.Pdi, bersama Sekretaris, Lahmuddin S.E, merinci jumlah peserta untuk seleksi PPK sebanyak 340 orang dan PPS sebanyak 794 orang. Test tulis untuk PPK telah digelar di UNSA untuk diambil 10 besar setiap kecamatan. Dilanjutkan seleksi wawancara mengerucutkan 10 besar menjadi lima anggota PPK disetiap kecamatan. Sementara dari hasil test tulis PPS nantinya diambil enam besar. Sebelum dikerucutkan menjadi tiga orang anggota PPS. Untuk test tulis PPS, akan dilakukan di delapan titik atau zona tes. Untuk mendekatkan peserta dengan lokasi tempat digelarnya seleksi, baik itu di wilayah barat, tengah, timur, ataupun selatan Sumbawa. Seleksi ini digelar secara terbuka dan transparan. Untuk menghasilkan penyelenggara Pilgub yang berinteritas dan independen. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Muhmmad Natsir, ST memiliki keyakinan jika PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan mampu menjalankan seluruh proyek yang saat ini direncanakannya di pertambangan Batu Hijau. “Saya yakin AMNT bisa menjalankan semuanya. Karena tentu mereka sudah punya perencanaan matang dalam menyiapkan langkah-langkah sejak awal mengambil alih Batu Hijau,” kata Natsir kepada wartawan, pekan lalu. Setidaknya ada tiga proyek besar yang saat ini dijalankan hampir bersamaan oleh PT AMNT. Di antaranya proyek fase ketujuh di tambang Batu Hijau, pembangunan pabrik pengolahan bijih tembaga (smelter) di Benete kecamatan Maluk dan akan memulai lanjutan proyek ekspolrasi di sejumlah titik wilayah konsesinya di Kabupaten Sumbawa.

Di mana proyek-proyek tersebut diyakini banyak pihak membutuhkan anggaran besar. Natsir menyatakan, PT AMNT harus menjalankan proyek-proyeknya tersebut untuk memastikan kelancaran pertambangan Batu Hijau. Misalnya pembangunan pabrik smelter di Benete menjadi keharusan bagi perusahaan karena bagian dari menjalankan ketentuan ketentuan undang-undang. “Itu kewajiban bagi mereka. Dan itu akan menguntungkan mereka sebab kalau bertahan tidak membangun, maka mereka akan menanggung biaya ekspor yang se-

makin tinggi. Dengan begitu sulit ke depan mendapat keuntungan,” timpalnya. Demikian pula mengenai proyek lainnya, ketua DPRD KSB ini menilai, PT AMNT pasti telah memikirkannya. Sebab menjalankan proyekproyek tersebyt PT AMNT akan mampu menjaga investasinya di Batu Hijau serta sebagai strategi mengundang investor bergabung di dalamnya. “Justru rugi kalau mereka tidak mengelola semuanya. Karena hanya dengan cara itu mereka bisa mencari dana karena butuh anggaran besar untuk membiayai semuanya,” ujarnya. Ia mengakui, dalam pelak-

M. Natsir

Salah satunya terhadap program RTK itu di mana saat ini masih banyak menimbulkan keluhan di tingkat pegawai. “Memang yang dilakukan perusahaan itu sesuai aturan. Tapi kemudian kami tetap mengawalnya karena itu menyangkut masyarakat kita juga, kita akan memastikan tidak merugikan kita,” tandasnya. (bug)

Gerakan Sadar Pemilu

Wabup dan KPU Sumbawa Tekankan Soal E-KTP

Upacara di UTS

Menristek Dikti Harapkan Pemuda Merajut Kebersamaan Sumbawa Besar (Suara NTB) Peringatan hari sumpah pemuda menjadi momentum yang sangat penting untuk mengingatkan kembali kebersamaan bangsa Indonesia. Untuk itu diharapkan para pemuda dan pemudi Indonesia bisa berpacu merajut kebersamaan menuju daya saing bangsa. Hal ini disampaikan Menteri Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) RI, Prof. Dr. M. Natsir saat menjadi Inspektur dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Sabtu (28/10). Dijelaskannya, 89 tahun yang lalu tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di sebuah gedung di Jalan Keramat Raya, Jakarta mengikrarkan sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Dari ikrar tersebut 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Refublik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Sumpah pemuda dibacakan di arena kongres pemuda kedua dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Mereka tidak hanya bertemu, tetapi berdiskusi bertukar pikiran mematangkan gagasan hingga bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen keindonesiaan. “Mereka memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Namun fakta sejarah yang menunjukkan bahwa sekat dan batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia bersatu demi cita-cita bangsa yaitu berani bersatu. Inilah yang mungkin menjadi sangat penting memperingati hari Sumpah Pemuda ini mengingatkan kembali kebersamaan Bangsa Indonesia baik dari Barat sampai ke Timur,” terangnya. Menristek Dikti melihat bahwa Indonesia sangatlah luas. Sehingga ia selalu mencoba ingin menyelenggarakan hari nasional ke daerah. Dimana sebelumnya pernah dilakukan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kali ini ia mendapatkan kesempatan mengunjungi Sumbawa. Ia sangat mengapresiasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang mempunyai mahasiswa dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Hal ini menunjukkan UTS adalah Universitas Kebhinnekaan yang menjunjung tinggi kebersamaan untuk Indonesia. Kehadirannya di UTS ini diakuinya sangat luar biasa, karena bisa mengikuti upacara dengan mahasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia. Ia berharap apa yang dilakukan UTS dengan merekrut mahasiswa dari seluruh Indonesia dapat menginspirasi perguruan tinggi lain. Selain itu juga diharapkan dari UTS ini akan melahirkan calon pemimpin yang mampu menggerakkan Indonesia kedepan agar mampu bersaing di kelas dunia. Bahkan membangkitkan Indonesia untuk menempuh daya saing yang lebih tinggi. “Saya sebagai Menristek Dikti melihat Indonesia begitu besar. Sehingga saya selalu mencoba ingin menyelenggarakan hari nasional ke daerah. Sebelumnya Pernah saya lakukan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hari ini bisa datang ke UTS. Setelah saya melihat ternyata mahasiswanya beragam dari seluruh Indonesia. Saya sangat mengapresiasi UTS yang bisa merekrut mahasiswa dari seluruh Indonesia. Inilah miniatur Indonesia. Ini kami dorong perguruan tinggi lain bisa seperti UTS ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa merajut kebersamaan untuk Indonesia. Dari UTS bisa membawa kemajuan untuk Indonesia,” tukasnya. (ind/arn)

sanaan kebijakan PT AMNT ada stategi yang dijalankan perusahaan yang kini menjadi kontroversi di tingkat karyawan. Yakni program Restrukturisasi Tenaga Kerja (RTK). Namun lanjut dia, stategi tersebut diambil sebagai langkah untuk mendapatkan kepercayaan investor. Sebab langkah tersebut untuk mempertahankan margin keuntungannya agar tetap kompetitif. “Itu strategi mereka dan dimungkinkan oleh aturan. Jadi memang kalau kita lihat AMNT ini menjalakan strateginya dengan baik,” urainya. Natsir menyampaikan, terhadap kebijakan perusahaan yang bersinggungan langsung dengan daerah, pihaknya terus mengawalnya. Agar jangan sampai hal tersebut merugikan daerah dan masyarakat.

(Suara NTB/bug)

Ketua DPRD KSB Yakin PT AMNT Jalankan Seluruh Proyek

(Suara NTB/ils)

DI MALUK - Suasana HSP ke 89 yang dipusatkan di kecamatan Maluk, Sabtu (28/10).

Ratusan Orang Peringati Sumpah Pemuda di Kecamatan Maluk Maluk (Suara NTB) Ratusan warga masyarakat, Kecamatan Maluk hadir dilapangan utama Desa Maluk untuk menyemarakkan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 89 tahun 2017. Maluk sengaja dipilih sebagai pusat kegiatan HSP karena dianggap sebagai miniatur Indonesia yang beraneka ragam suku, budaya, dan agama. Pantauan Suara NTB di lokasi acara, hadir dalam kegiatan tersebut, wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin ST, Asisten II Setda Drs. Mukhlis M. Si, Kepala Dinas Perpustakaan dan arsip daerah (Arpusda) Hirawansyah Hatta SH,MH, Kapolsek Maluk, Kompol M. Jafar, Danki Brimob, Iptu Sulaiman, camat Maluk, camat Jereweh, serta ratusan masyarakat. Pelaksanaan peringatan HSP yang ke 89 tersebut berjalan lancar dan tertib. Sebelum upacara dilakukan, ratusan siswa/siswi yang ada di kecamatan Maluk, menggelar parade kebangsaan dengan memperlihatkan keberagaman Indonesia di Sumbawa Barat, Sabtu (28/10). Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST kepada Suara NTB yang ditemui setelah upacara mengatakan, Maluk sengaja menjadi pusat

kegiatan pelaksanaan HSP karena di kecamatan tersebut ada berbagai macam suku, etnis, dan agama. Tetapi meskipun banyak perbedaan tidak ada satupun konflik horizontal yang terjadi. Apalagi makna dari peringatan HSP ini untuk menjadikan rasa kebangsaan ini semakin kuat dan menghilangkan kesan perbedaan yang ada. Karena pada hakikatnya manusia ini diciptakan berbeda tetapi tidak bermusuh-musuhan melainkan untuk merajut persaudaraan. “Maluk ini kita pilih sebagai lokasi puncak peringatan HSP untuk mengembalikan ingatan kita bahwa bangsa ini tidak dibangun oleh satu golongan melainkan banyak golongan dan di Maluk itu yang terjadi, “ungkapnya. Dikatakannya, konsep keberagaman yang ada di Maluk ini harus bisa menjadi contoh bagi kecamatan yang lain untuk bisa menjaga kebersamaan. Sebelum kegiatan puncak, sudah ada berbagai macam kegiatan untuk menggugah serta meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda dan masyarakat. Sebut saja pelaksanaan gotong royong, dialog kebangsaan, dan tes urine kepada para pengurus KNPI. Semua

rangkaian kegiatan ini dimaksudkan agar para pemuda dan masyarakat secara umum memiliki kesepakatan bersama untuk mewujudkan Indonesia dan Sumbawa Barat yang lebih baik. “Tekad kita yakni untuk menjaga kebhinekaan yang sudah lama dipupuk dengan baik di Sumbawa Barat. Sehingga faham-faham radikal yang kiranya akan muncul bisa semakin ditekan,” ujarnya. Disinggung mengenai maraknya kasus yang menimpa anak-anak seperti Narkoba dan free seks, wabup tidak memungkiri hal tersebut. Tentu dalam menyikapi hal ini, Pemkab setempat sudah menyiapkan berbagai macam kegiatan keagamaan untuk menekan kasus-kasus ini terjadi. Seperti gerakan KSB mengaji serta sholat jamaah bersama. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu ikhtiar untuk menekan kasus seperti ini terjadi. Tentu peran serta dari keluarga juga sangat diharapkan karena apabila hanya mengandalkan pemerintah saja tidak akan maksimal. “Mari kita jadikan kasus yang menimpa anak-anak ini sebagai PR kita bersama dan kita harus tetap berupaya untuk terus menekan kasus seperti ini,” ajaknya. (ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Kabupaten Sumbawa peluncuran Gerakan Sadar Pemilu yang dirangkaikan Jalan Santai, Minggu (29/10). Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Pada kesempatan tersebut, juga ditekankan tentang E-KTP. Jangan sampai karena E-KTP, warga kehilangan hak pilih. Ketua KPU Sumbawa, Sukri Rahmat, menyampaikan, pemilihan serentak 2018 merupakan pemilihan serentak gelombang ketiga setelah dimulainya pemilihan serentak pada tahun 2015. Dimana di tahun 2018 terdapat 171 daerah yang akan melakukan pemilihan serentak. Terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Disamping melayani peserta pemilihan, tugas penting dan yang paling fundamental dari penyelenggara pemilu, (KPU sampai jajaran tingkat bawah) adalah melayani pemilih agar dapat menggunakan hak konstitusionalnya secara rasional, cerdas, mandiri dan penuh tanggung jawab. Kemudian, memastikan pemilih yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTPE) tercatat dalam daftar pemilu sementara dan mendaftar pemilih tetap. “Kami senantiasa berkooordinasi dengan Disdukcapil dalam mendorong seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, konstituen partai politik agar dipastikan seluruhnya terdaftar dan memiliki EKTP sebagai syarat utama dalam

rangka kita daftarkan sebagai pemilih dan bisa menggunakan hak pilih,” ujarnya. Gerak jalan sadar pemilihan tahun 2018 yang digelar ini bukan sekedar agenda sesaat dan seremonial belaka. Ini merupakan pijakan awal untuk membangun gerakan sadar pemilu secara berkelanjutan. “Jangan pernah nodai suara kita dengan urusan yang remeh dan tak ternilai. Sudah saatnya kita pemilih untuk menggunakan hak pilih dengan penuh tanggungjawab,” pungkasnya. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah mengapresi kegiatan ini dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat untuk gerakan pemilu serentak 2018 mendatang. Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat penting, karena pihaknya menginginkan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur nantinya akan diikuti oleh masyarakat sebanyakbanyaknya yang sudah mempunyai kesempatan. “Sekali lagi ini saya apresiasi. Paling tidak ini kita perlihatkan kepada masyarakat bahwa pemilu ini akan kita adakan pada Juni 2018,” ujarnya. Wabup mengingatkan jangan sampai karena KTP Elektronik masyarakat tidak mempunyai hak pilih. Untuk itu diminta kepada pihak Disdukcapil supaya hal tersebut menjadi perhatian. Dimana dirinya melihat kegiatan di kota besar saat ada keramaian langsung melakukan pelayanan EKTP. (ind/arn)

(Suara NTB/ind)

KOMITMEN - Penandatanganan komitmen oleh Wakil Bupati dan Ketua KPU Sumbawa dalam kegiatan Gerakan Sadar Pemilu yang dirangkaikan Jalan Santai, Minggu (29/10).


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Diduga, Ada Kelompok Kepentingan Ikut Picu Konflik Dompu (Suara NTB) Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Toffo Pajo Madapangga Rompu Waworada (TPMRW), Dadan Kuswardhana, S. Hut mensinyalir, banyak menemukan konflik-konflik yang sebetulnya tidak berhubungan dengan kehutan dibangun oleh kelompok berkepentingan di wilayah pengelolaannya. Hal ini lantas menambah pekerjaan pihaknya, terlebih masyarakat menjadi korban lantaran dijadikan alat utama mencapai kepentingan tersebut. “Jadi banyak yang memperalat masyarakat pada intinya,” kata dia kepada Suara NTB, Minggu (29/10). Berdasarkan pantau di lapangan kelompok-kelompok ini biasanya dari oknum aktivis, politisi dan pengusaha, seperti halnya dalam sengketa wilayah perbatasan Bima-Dompu yang diduga ada oknum yang sengaja memanasi situasi dan kondisi. Peran oknum itu lanjutnya, cukup besar dan berpengaruh terhadap proses pencapaian target program kehutanan. “Halhal itu cukup mempengaruhi pencapaian target ataupun dinamika, jadi yang satu melapor yang satu lagi melapor ke gubernur dan sebagianya. Imbasnya, positifnya aparatur lapangan jadi lebih hati-hati. Negatifnya ya mepengaruhi dan meresahkan masyarakat,” ujarnya. Dalam kunjungan Kadishut NTB belum lama ini jelasnya, tergambar sedikit kegembiraan melihat hal-hal yang sudah dilakukan tim di lapangan, seperti sosialisasi, pembinaan dan sebagainya. “Seperti Parado yang utama menjadi viral, yang kemarin cukup dinamis hari ini cukup kondusif. Mereka punya kepatuhan, target, kesadaran dan hal positif yang harus terus dibangun dan didampingi.,” jelasnya. Masyarakat lingkar kawasan hutan Parado diakui sudah cukup terbangun kesadaranya dalam menjaga dan meperbaiki hutan yang dirusak oknum tak bertanggung jawab. Namun demikian, untuk wilayah lain seperti perbatasan Bima-Dompu masih terdapat titik konflik yang belum ada titik temunya. Dan itu bukan kewenanga BKPH untuk menyelesaikannya. “Karena itu terkait batas administrasi, jadi saya masih menunggu itu untuk masuk ke kondisi (kerusakan hutan, red) itu,” ungkapnya. Masih bereperanya kelompok bekepentingan ini disebabkan belum tumbuhnya satu visi ditengah masyarakat, seperti halnya tokoh muda Parado yang sangat menginginkan perbaikan kawasan hutan. Terlebih tokoh tersebut juga aktif melakukan upaya-upaya preventif di lapangan. “Wilayah lain memang masih ada bumbu kepentingan itu, karena belum kompak masyarakatnya, belum punyak satu visi,” pungkasnya. (jun)

Sumpah Pemuda 2017

Ribuan Warga Semarakkan Jalan Sehat Telkomsel 4G di Taman Kota Dompu Dompu (Suara NTB) Dalam rangka menyemarakkan momen hari Sumpah Pemuda tahun 2017, Telkomsel Bali Nusra kembali menggelar acara jalan sehat Telkomsel 4G di Taman Kota Dompu. Acara yang dibuka GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra, Anandoz Bangsawan bersama Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Ariyanto, SIK dan Asisten 2 Setda Dompu, H Soehartomo, SKM, MPPM yang mewakili Wakil Bupati Dompu ini dimeriahkan oleh ribuan peserta jalan sehat. Acara ini juga menampilkan artis KDI Fauzi Bima, grand prize berupa motor Honda Beat dan hadiah menarik lainnya. Jalan sehat kali ini juga dikemas dengan beragam aktivitas heboh dan asyik, seperti senam Zumba, bazar device, bazar kuliner dan lainnya. Kemudian juga tersedia booth keren terkait produk digital Telkomsel, seperti Tcash, Tap Rush, Music Max, Game Max dan Video Max yang juga digelar secara unik dan lengkap dengan berbagai promo untuk pelanggan serta booth terkait layanan migrasi USIM 4G dengan bonus Gratis kuota 5GB, bundling smartphone 4G, dan TelkomselPOIN. Anandoz Bangsawan memaparkan, Jalan Sehat Telkomsel 4G ini sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat, khususnya pelanggan Telkomsel di wilayah Dompu dan sekitarnya, yang selama ini telah loyal terhadap Telkomsel, sekaligus untuk menyosialisasikan keunggulan jaringan 4G Telkomsel di Dompu. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Dompu. “Dengan adanya cara ini, diharapkan juga akan semakin meningkatkan awareness masyarakat Dompu dan sekitarnya mengenai beragam produk digital Telkomsel, dan perkembangan tekhnologi kekinian di era digital lifestyle,” katanya melalui release yang dibagikan ke media. Layanan 4G LTE Telkomsel juga telah hadir melayani masyarakat hampir di seluruh Ibu Kota Kabupaten di wilayah NTB. Khusus di Kabupaten Dompu, demi kenyamanan masyarakat dalam menikmati layanan data dan layanan digital, Telkomsel Bali Nusra telah menyediakan lebih dari 35 BTS 3G (Node B) dan lebih dari 15 BTS 4G (eNode B). Telkomsel merupakan operator terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai lebih adri 178 juta. untuk melayani pelanggannya yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk juga di daerah terpencil dan pulau terluar serta daerah perbatasan negara, Telkomsel menggelar lebih dari 146 ribu BTS. Telkomsel juga secara konsisten mengimplementasikan teknologi seluler terkini dan menjadi yang pertama meluncurkan secara komersial layanan mobile 4G LTE di Indonesia. Memasuki era digital, Telkomsel terus mengembangkan bisnis digital, diantaranya Digital Advertising, Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, dan Internet of Things. Untuk melayani kebutuhan pelanggan, Telkomsel menggelar call center 24 jam dan layanan GraPARI yang teersebar di seluruh Indonesia. (ula)

(Suara NTB/ula)

HIBURAN RAKYAT - Atraksi patu Mbojo dan beladiri Silat pada malam hiburan rakyat yang diadakan KPU Dompu untuk menyosialisasikan gerakan sadar memilih di Taman Kota Dompu, Sabtu (28/10).

Sosialisasikan Gerakan Sadar Pemilih

KPU Dompu Gelar Kegiatan Hiburan Hingga Jalan Sehat Dompu (Suara NTB) KPU Kabupaten Dompu menggelar kegiatan hiburan rakyat hingga jalan sehat dalam rangka gerakan sadar memilih menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 dan Pemilu serentak 17 April 2019. Kegiatan yang diawali pawai odong – odong ke 3 penjuru untuk mensosialisasikan Pilkada dan Pemilu serentak ini mendapat sambutan meriah warga.Pawai odong – odong yang dinaiki ibu dan anak – anak secara gratis ini berlangsung, Sabtu (28/10) sore menu-

ju 3 penjuru yaitu Ranggo Kecamatan Pajo, Mbawi Kecamatan Dompu, dan Buna Desa Madaprama Kecamatan Woja. Sore hingga malamnya juga diadakan pameran rumah pintar pemilu Tambora di Taman Kota Dompu. Di tempat yang sama pada Sabtu malam juga diisi hiburan rakyat yang menampil patu mbojo, gantao, akustik, musik dangdut, dan berbagai atraksi. Sementara pada Minggu (29/10) pagi, kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat dengan titik star kantor KPU Dompu mengitari kota Dompu. Usai

jalan sehat, peserta pun disuguhkan snack dan minuman secara gratis. Berbagai hadiah disiapkan panitia bagi peserta jalan sehat melalui pengundian doorprize usai jalan sehat di halaman kantor KPU Dompu. Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Dompu, Suherman, S.Pd pada acara hiburan rakyat, Sabtu (28/10) malam, mengungkapkan, memilih merupakan hak setiap warga negara untuk mencapai tujuan. Ketika warga menghendaki pembangunan infrastruktur yang baik dan merata, pelayanan kesehatan

Pelaku OTT Bukan Dilepas, Wajib Lapor dan Kasusnya Berlanjut Kota Bima (Suara NTB) Polres Bima Kota yang juga bagian dari Tim Satgas Saber Pungli menegaskan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga menjerat oknum pegawai PT. Pelni Cabang Bima berlanjut. “Kasus OTT masih berlanjut. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” tegas Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Bima Kota, Ipda Suratno, kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Selain itu, Suratno juga meluruskan terkait pelaku OTT yang dilepas. Kata dia, oknum Kr dan AmR, dinyatakan tidak ditahan. Keduanya hanya diwajibkan melapor diri sesuai waktu yang ditentukan. “Mereka tidak ditahan. Tapi Hanya wajib lapor, dua kali dalam satu minggu,” katanya. Dikatakannya, hingga saat ini sejumlah saksi terkait kasus tersebut sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Direncanakan masih akan menmanggil saksi lain untuk diambil keterangannya. “Semua pegawai PT Pelni sudah dimintai keterangan. Sekarang diagendakan pemanggilan saksi lain. Prinsipnya kasus ini akan diusut tuntas,” terangnya.

Tidak hanya itu, Suratno mengaku, kasus tersebut masih ditelusuri lebihjauh. Terutama peran dua oknum yang diamankan pada saat OTT itu. Karena setelah keduanya diamankan para buruh di pelabuhan menagih gaji. “Barang bukti (BB) uang sebesar Rp 83 juta yang disita saat OTT, rupanya sebagian ada gaji buruh pelabuhan. Jumlahnya ada Rp 5 juta lebih, langsung dikeluarkan,” katanya. Sementara sisa dari BB tersebut diserahkan ke PT Pelni, sesuai dengan dokumen berisi barangbarang niaga yang diangkut kapal pada saat keberangkatan atau kedatangan (manifest kargo). Kemudian d i i n struksikan unt u k Suratno dikembali-

kan ke kas negara. “PT Pelni mengembalikan Rp 76 juta ke kas negara. Bukti pengembaliannya sudah dipegang Unit Tipikor Polres Bima Kota,” pungkasnya. (uki)

dan pendidikan yang berkualitas, serta kesejahteraan di bidang ekonomi akan terwujud bila terpilih pemimpin dan anggota legislatif yang baik. “Jalan yang baik, kemiskinan menurun, keadilan merata, kesehatan terjangkau itu mimpi semua bila dalam proses pemilu kita memilih pemimpin itu tidak dilakukan dengan baik. Itu catatan bapak – ibu sekalian. Kami mengingatkan kita semua begiut pentingnya pemilu sebagai satu sarana memilih pemimpin yang akan mensejahterakan kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Suherman.

Suherman juga mengingatkan pada 27 Juni 2018 mendatang akan dilaksanakan Pemilihan Gubernur. Pemilu legislatif dan Presiden yang akan dilaksanakan secara bersama – sama pada 17 April 2019, dan tahapannya sudah dimulai. “Kami mengingatkan juga bahwa salah satu syarat memilih adalah anda terdaftar dalam daftar pemilih dan memiliki KTP-elektronik. Bagi yang belum memiliki, silahkan ke Dukcapil untuk melakukan perekaman dan mendapatkan surat keterangan,” terangnya. (ula)

Terduga Pelaku Pengerusakan Mobil Dinas Dipolisikan Bima (Suara NTB) Insiden pengrusakan sebuah mobil dinas milik, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yang mengangkut kafilah MTQ asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), resmi dilaporkan ke Polres Bima. Bupati melalui Kasubag Protokol Humaspro Setda Pemkab Bima, Suryadin M.Si mengaku, setelah insiden yang tidak terpuji itu terjadi, langsung dilaporkan oleh staf Bappeda Kabupaten Bima yang bernama Ibrahim, yang menjadi supir mobil. “Sudah dilaporkan setelah kejadian. Bahkan pelapor juga turut menjadi korban dari anarkisme,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Menurutnya, sejauh ini, pihaknya belum memastikan bagaimana perkembangan dari laporan tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari pihak berwajib. “Intinya kasusnya sudah kita laporkan dan kita serahkan ke pihak berwajib untuk memproses,” ujarnya. Terkait kasus tersebut, Bupati meminta kepala Bappeda agar tetap melaporkan hasil perkembangannya. Mengingat kasus tersebut murni aksi anarkisme yang berujung pengrusakan aset negara. “Pelaku pengrusakan harus diberikan efek jera. Jangan sampai persoalan ini jadi preseden buruk,” ujarnya. Tidak hanya itu pasca in-

siden tersebut, Bupati lanjutnya juga meminta pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan pada delapan titik lokasi MTQ agar kejadian serupa kembali terulang. Serta meningkatkan koordinasi dengan panitia lokal. “Bupati juga meminta agar seluruh kafilah melaporkan jika ada keluhan-keluhan terutama masalah keamanan. Tapi sejauh ini keluhan masalah keamanan sudah tidak ada lagi,” ujarnya. Terpisah, Wakapolres Bima, Kompol Abdi dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan laporan tersebut, namun enggan berkomentar lebih jauh. Ia mengarahkan agar persoalan itu dikonfirmasi pada Kapolres selaku atasannya. “Persoalan ini sebaiknya konfirmasi ke pimpinan (Kapolres.red) saja,” tutupnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Mobil plat merah milik pemerintah Kabupaten Bima, diduga dirusak oleh sejumlah oknum mahasiswa di Kabupaten Bima. Parahnya lagi, mobil tersebut mengangkut sejumlah kafilah MTQ asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jumat (27/10). Informasi yang dihimpun Suara NTB, kejadian tersebut berlangsung dijalan raya negara lintas Bima-Sumbawa. Atau tepatnya berada didepan di Kampus STKIP Taman Siswa. Akibat dari insiden itu mobil rusak parah. Sementara peserta berhasil dievakuasi ke tempat aman. (uki)

(Suara NTB/uki)

38 Persen Anak Usia Dini di Dompu Kekurangan Gizi Kronis

(Suara NTB/ula)

JALAN SEHAT - Suasana kegiatan Jalan Sehat Telkomsel di Taman Kota Dompu dalam rangka menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda tahun 2017, Minggu (29/10).

Dompu (Suara NTB) Fasilitator GSC Kementerian Desa Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi Kabupaten Dompu, Zainal Arifin mengungkapkan sebanyak 38 persen anak usia dini di Dompu dalam kondisi kekurangan gizi yang kronis dan berakibat pada tumbuh kembang yang tidak normal. Mereka ini tergolong dalam stunting atau perbandingan tinggi badan dengan usia yang tidak normal. “Itu disebabkan karenakan kekurangan pasokan gizi sehingga menyebabkan pertum-

buhan badan tidak normal,” katanya kepada Suara NTB usai menggelar karnaval anak usia dini di taman kota Dompu, Sabtu (28/10). Selain mengakibatkan anak tergolong stunting juga persoalan ini akan menghambat perkembangan otak mereka. Sebetulnya jelas dia, penyebab utama stunting tersebut ialah penanganan yang tidak maksimal saat pranikah sampai dengan usia dua tahun anak dilahirkan. Idealnya, untuk mengantisipasi terjadinya stunting yakni menyiapkan pasangan usia

subur untuk menikah, ibu yang akan hamil dijamin gizinya terpenuhi serta pada 1000 hari pertama kehidupan harus dipastikan janin dalam perut ibu terpenuhi kebutuhan gizinya. “Kemudian juga kesehatan ibu yang hamil terjaga dengan baik dan setelah dilahirkan 02 tahun itu juga harus dijamin bahwa anak itu mendapatkan pasokan gizi yang sempurna. Kalau itu sudah dipenuhi yang namanya stunting tidak ada,” jelasnya. Penanganan tidak maksimal pranikah sampai usia dua tahun anak dilahirkan diakui menjadi

kelemahan masyarakat, terutama di Dompu. Karenanya tak heran jika masih banyak anak yang terhambat tumbuh kembang tinggi badanya. Dengan kasat mata saja dapat dilihat anak tersebut tergolong stunting atau tidak, misalnya usia anak 4 tahun namun tinggi badanya dibawah 60 Cm, itu patut dipertanyakan. “Itu ciri-ciri, kemudian panjang badan pada saat lahir kalau kurang dari 40 Cm itu juga ciri-cira awal dari stunting itu,” ujarnya. Karanaval anak usia dini ini tambahnya, bagian dari

festival desa yang tujuan utamanya mengajak pengambil kebijakan ditingkat desa, kabupaten dan seterusnya untuk betul-betul menyadari pentingnya menangani anak usia dini. Dan untuk maksimal penanganan kasus ini dibutuhkan waktu minimal 5-25 tahun kedepan. “Kita tidak bisa mengukur 1-5 tahun, kalau program 1-5 tahun gampang ada uang selesai. Tapi kalau mengurus anak bangsa ini untuk satu generasi minimal 5-25 tahun, kita jangan berfikir jangka pendek,” pungkasnya. (jun)


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

POLHUKAM

Halaman 8

Didukung Golkar

Fauzan Mengaku Tak Punya Kewajiban Dukung Suhaili Sosialisasi UU Ormas PERPPU 2/2017 tentang perubahan atas UU RI No 17/2013 Organisasi Masyarakat (Ormas) resmi disahkan menjadi Undangundang pertengahan pekan lalu oleh DPR RI. Kementerian Hukum dan HAM RI akan segera menyosialisasikannya ke masyarakat sebab UU tersebut sudah berlaku sejak diundangkan. Perwakilan kementerian yang dipimpin Yasonna H Laoly itu di tiap daerah bersiap menyosialisasikan UU tersebut di masing-masing wilayah kerjanya. “Belum ada petunjuk resmi mengenai (Suara NTB/dok) pelaksanaannya di daerah, Sevial Akmily tapi untuk tahap awal kita sosialisasi dulu Undang-undang ini,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Sevial Akmily dikonfirmasi kemarin. Sosialiasi itu menitikberatkan pada hal yang menjadi perubahan di dalam UU dari Perppu 2/2017 yang diterbitkan pemerintah 10 Juli 2017 lalu. Seperti mengenai ormas dengan ideologi bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. UU Ormas mengatur secara substantif terkait norma, larangan, dan sanksi serta prosedur hukum terhadap Ormas. Poin menonjolnya yakni asas hukum bahwa lembaga yang mengeluarkan izin atau yang memberikan pengesahan diberikan hak dan kewenangan mencabut dan membatalkannya. Dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM dapat langsung membubarkan Ormas setelah terlebih dulu memberi dua tahapan sanksi administratif. Sanksi itu terhadap Ormas yang melanggar larangan UU Ormas seperti diatur dalam pasal 59. Antara lain, Ormas dilarang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, ras, agama, atau golongan; dilarang mengganggu ketertiban umum; dilarang mengambil kewenangan penegak hukum; dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. Bagi yang melanggar, seperti diatur pasal 61, maka akan diberi sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentian kegiatan, serta pencabutan surat keterangan keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum. (why)

PKB Bantah Dukung Izzul-Khudori Mataram (Suara NTB) Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani menyampaikan bahwa sampai saat ini partainya masih belum memutuskan dukungan untuk Pilkada Lombok Barat. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa klaim yang mengatakan bahwa PKB telah mendukung salah satu pasangan calon itu tidak benar. Pernyataan itu disampaikan oleh Lalu Hadrian, pada dasarnya ditujukan untuk pasangan calon HM. Izzul Islam Dan TGH Khudori Ibrahim (Izzul-Khudori), yang mengklaim didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilkada Lobar. “Belum berani kita pastikan, Semua masih berproses di DPP,” ujar Hadrian. Tidak hanya itu, Lalu Hadrian juta dengan tegas membatah isu yang mengatakan SK dukungan PKB l untuk pasangan tersebut sudah keluar. “SK belum ada, Dan Belum final,” tegasnya. Ia menuturkan sampai saat ini semua masih berproses di DPP dan belum ada Keputusan yang Keluar. “DPP akan memilih kader yang mana nanti untuk maju, kita tunggu saja keputusan DPP,” ujarnya. Herdian menjelaskan Pertimbangan DPP dalam mengambil keputusan tentunya mengacu pada pertimbangan- pertimbangan yang diajukan oleh DPW Serta Komponen pertimbangan DPP untuk memutuskan. Komponen-komponen itu diantaranya Restu kiyai, aspirasi masyarakat Lombok Barat, saran dan masukan dari DPRD Lobar yang tentunya mereka memiliki basis masa tersendiri dan banyak hal lagi yang jadi pertimbangan. “Intinya kami ingin memenangkan Pilkada termasuk Lobar,” jelasnya Untuk kursi di DPRD Lobar, PKB memiliki lima kursi dan tentunya harus berkoalisi dengan parpol lain. “Lima kursi dan harus berkoalisi untuk memenuhi syarat KPU,” ucap Hadrian Ditanya terkait koalisi parpol, apakah PKB memang akan dengan PDIP? Hadrian mengaku Masih terbuka semua. “Dengan Demokrat, PBB, Gerindra no problem, pada akhirnya DPP akan memilih yang terbaik,” imbuhnya. Ssebelumnya bakal calon Bupati Lombok Barat, HM. Izzul Islam sangat yakin didukung oleh PKB, lantaran Ia bakal berduet dengan Ketua DPC PKB Lobar TGH Khudori Ibrahim serta komunikasi yang n dilakukan dengan Ketua DPW PKB. (ndi)

Mataram (Suara NTB) Bakal calon Bupati Kabupaten Lombok Barat, H.M. Fauzan Khalid menegaskan, meski dirinya didukung oleh Partai Golkar, namun dirinya tidak punya utang kewajiban untuk mendukung Ketua DPD I Partai Golkar, HM. Suhaili FT yang berpasangan dengan H. Muh. Amin di Pilkada Gubernur NTB 2018. Hal itu ditegaskan Fauzan untuk menjawab pernyataan Ketua Harian DPD I Partai Golkar, H. Misbach Mulyadi yang mendesak dirinya untuk segera menyatakan dan mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya mendukung Suhaili Amin di Pilkada NTB 2018. “Ndaklah, saya tidak mau tanggapi itu, karena saya hanya berbicara dengan Ketua DPD I Golkar (Suhaili FT) bukan dengan yang lain. Orang yang berkomentar seperti itu kayak pak

Misbach, saya tidak pernah menyepakati sesuatu seperti itu. Pak Misbach ndak ada di situ pada saat saya bertemu Ketua DPD I,” ujar Fauzan ketika dikonfirmasi usai mengahdiri peluncuran tahapan Pilkada NTB 2018, di Mataram, Sabtu (28/10) malam lalu. Dikatakan oleh Fauzan, bukan hanya dengan Golkar, dengan partai pendukung yang lain pun, dirinya tidak pernah menyepakati untuk berkewajiban mendukung salah satu ca-

Laporkan ke DPP Dikofirmasi terpisah, Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi, mengaku cukup berang mendengar pernyataan Faouzan. Karena Golkar memberikan dukungan pada Fauzan tidak gratis, namun tentu dengan syarat dan kreteria. Salah satu syarat dukun-

bernur yang didukung oleh Golkar. “Didalam SK itu juga jelas untuk calon Bupati/Wali Kota yang didukung wajib bersinergi untuk mendukung SuhailiAmin, ndak bisa dukungan Golkar itu hanya untuk satu kabupaten saja. Itu sudah wajib hukumnya. SK telah memerintah itu, jadi ndak bisa Fauzan ngomong begitu,” tegasnya. Ketika ditanya, jika Fauzan tetap tidak mendukung Suhaili, apa tindakan yang akan diambil Golkar? “Itu nanti menjadi kewenangan DPP, termasuk sanksinya apa, kalau tidak penuhi, yang jelas pasti partai akan ada tindakan. Nah saya tidak tahu apa tindakan itu, saya kira partai yang lain juga sama,” pungkasnya. (ndi) (Suara NTB/ndi)

TAHAPAN - Sekda NTB, H.Rosiady H.Sayuti (kiri), Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi (tengah) dan Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori (kanan) memukul gendang beleq serentak sebagai tanda tahapan Pilkada NTB 2018 resmi dimulai, Sabtu (28/10).

Tahapan Pilkada NTB 2018 Dimulai Mataram (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB resmi menabuh, gong tanda tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018 dimulai, Sabtu (28/10) malam lalu, di Mataram. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur resmi akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Peluncuran tahapan Pilkada NTB 2018, itu dihadiri oleh Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, seluruh Komisioner KPU NTB, KPU Kabupaten/Kota, dan dari Bawaslu NTB. Selain itu ikut hadir juga Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno. Unsur pemerintah daerah, hadir Sekretaris Daerah, H. Rosiady Sayuti, mewakili Gubernur NTB yang berhalangan hadir. Dari kepolisian hadir, Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Dewa Putu Maningkajaya. Dari partai politik hadir, Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, serta salah seorang bakal calon Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid. Dalam sambutannya, Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan sebaik-naiknya kepada seluruh perserta dengan profesional dan integritas serta independen dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan gubernur NTB. “Oleh karena itu tentu kami berharap dari perserta pemilihan, agar kita bisa bermitra, dari seluruh rangkaian untuk mengawal bersama-sama,” sebutnya. “Kami juga memiliki kewajiban memberikan penjelasan sedetailnya, meberikan pelayanan secara adil dan setara. Olah karena itu kami mengajak semua komponen masyarakat menjadi bagian dalam pilkada ini. Dan bersama-sama menciptakan tahapan pemilihan yang berintegritas, jangan sampai soal adminstratif, prosedur dan subtantif yang akan melukai Pilgub NTB,” sambungnya. Sementara dalam sambutan Gubernur NTB yang diwakili Sekretaris Daerah, Ir. Rosiady Sayuti menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung KPU untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada NTB 2018. Salah satu bentuk dukungan langsung dari pemerintah daerah yakni pembiyaan Pilkada. “Saya dapat bisikan mengapa dipakai kata peluncuran, supaya TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) tidak lupa meluncurkan anggaran Pilkada 2018. Maka saya katakan anggarannya sudah siap. Saya ditugaskan sebagai Ketua TAPD, Insya Allah aman,” ujar Rosiady, yang disambut dengan tepuk tangan dari peserta peluncuran yang hadir. Pada kesempatan itu, Rosiady menyampaikan bahwa makna dari Pilkada adalah untuk mencari sosok pemimpin yang berkualitas. Oleh karena itu, dari tahapan pelaksanaan Pilkada, diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat NTB.

Razia Narkoba di Senggigi

(Suara NTB/why)

DIAMANKAN - Aparat gabungan mengamankan empat orang terindentifikasi positif narkoba. Mataram (Suara NTB) Aparat gabungan menggerebek tempat hiburan malam di kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. Empat orang terindentifikasi positif narkoba diamankan. Aparat gabungan Polri, TNI, dan BNN merazia lima kafe se-

lon gubernur yang didukung oleh partai pengusungnya, seperti, PKS, PPP, dan PAN. Demikian halnya dengan Golkar.

gan Golkar pada semua bakal calon Bupati dan Walikota, yakni wajib untuk mendukung calon Gubernur yang didukung Golkar,’’ tegas Misbach. “Wajib hukumnya untuk mendukung pasangan Suhaili-Amin, tidak ada kata lain. Kalau ada pernyatan lain, maka kami akan laporkan hal itu ke DPP, nanti akan kami sampaikan, karena hal itu tidak ada tawar menawar, titik itu,” kata Misbah. Dikatakan Misbah, pernyataan Fauzan tersebut sudah menegaskan bahwa ia tidak mau bersinergi dengan calon Partai Golkar di Pilkada NTB. Pada dalam SK dukungan yang dikeluarkan oleh DPP sudah jelas, tercantum keharusan untuk bersinergi dengan pasangan calon Gu-

jak Jumat (27/10) sampai Sabtu (28/10) dini hari. Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol I Komang Sandi Arsana menegaskan kegiatan itu untuk mencegah dan menghambat peredaran narkoba di kawasan hiburan malam. Tim yang beranggotakan gabun-

gan Polda NTB, Korem 162/WB, Lanal Mataram, Lanud Rembiga, dan BNNP NTB bergerak ke lokasi sekitar pukul 22.00 Wita, Jumat (27/10) dalam rangkaian razia aktif cipta kondisi 2017. Kafe pertama yang menjadi sasaran yakni Metzo Cafe terpantau nihil penyalahgunaan narkoba. Pun demikian di Mekar Senggigi Cafe. Dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, tim baru menemukan empat penyalahguna narkoba di kafe Sraya. Keempatnya antara lain, laki-laki berinisial BD (27) warga Sakra, Lombok Timur, perempuan berinisial DA (17) asal Sikur, Lombok Timur, laki-laki berinisial KN (27), serta seorang karyawan kafe berinisial MD (27) asal Mataram. Satu jam kemudian, tim secara berurutan menuju Bluesafir Cafe dan LoLiGo Cafe tetapi tidak menemukan lagi penyalahguna narkoba. Para penyalahguna narkoba itu akan diassesment lebih lanjut untuk menilai tingkat penyalahgunaannya untuk selanjutkan ditentukan pola rehabilitasinya. (why)

“Sehingga imbas dari sumber dana yang kita kontribusikan adalah dengan hadirnya sosok pemimpin yang ideal untuk memimpin masyarakat. Itulah yang mulai kita laksanakan di Pilkada 2018. Dalam perjalanan yang agak panjang dan banyak tantangan dalam mencari pemimpin ini, namun dengan kebersamaan kita semua, semua itu dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya. Sedangkan komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi yang hadir dalam peluncuran tersebut menjelaskan

bahwa Pilkada merupakan ajang kompetisi politik untuk memperbutkan jabatan politik. Oleh karena kompetisi, maka akan ada persaingan dan pertarungan. Untuk itu pilkada sangat rawan terjadi konflik. “Untuk itulah pemilu hadir untuk mengatur persaingan itu dengan koridor demokrasi dan aturan hukum. Kalau itu tidak ada, maka persaingan politik itu bisa berubah menjadi anarkis, itu pasti. Oleh karena itulah kami meminta pada seluruh jajaran pemilu, harus bekerja penuh profesional dan berintegritas,” ujarnya. (ndi)

Gerak Jalan Sadar Pemilih KPU NTB

Pilkada dan Pemilu Milik Semua Mataram (Suara NTB) Kesuksesan pilkada serentak Provinsi NTB 2018, tidak saja menjadi tanggungjawab penye-

lenggara, dalam hal ini KPU dan Bawaslu. Akan tetapi menjadi tugas bersama semua stakeholder. Baik peserta, pemerintah, aparat

negara dan juga masyarakat. Oleh karena itu, sinegisitas antar semua stakeholder tersebut sangat dibutuhkan. Dalam rangka itulah, maka KPU Provinsi NTB terus melakukan sosialisasi untuk mengajak semua komponen agar turut berpartisipasi dalam menyukseskan pelakasanan Pilkada serentak 2018. Berbagai kegiatan sosialisasi dilakukan, salah satunya dengan melakukan gerak jalan santai sadar pemilih 2018 dan 2019, pada Minggu (29/10) pagi kemarin. Gerak jalan santai sadar pemilih 2018 dan 2019 itu, diikuti oleh ribuan peserta itu, nampak sangat antusias. Usai finish di Kantor KPU Provinsi NTB, Jalan Langko, gerak jalan santai sadar pemilih itu juga dirangkaikan dengan pembagian door prize yang menarik. Salah satu hadiah utamanya adalah satu buah sepeda. Kegitan gerak jalan sehat sadar pemilih 2018/2019 itu, dilepas langsung oleh Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, yang juga kebetulan hadir. Pramono didampingi komisioner KPU Provinsi NTB. Selain dari unsur KPU, dari pantau Suara NTB, nampak ikut hadir juga para komisioner Bawaslu NTB dan Sekretaris Daerah (Sekda) Rosiady Sayuti, be(Suara NTB/ndi) serta beberapa Kepala SKPD GERAK JALAN SEHAT - Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Pemprov NTB. Tanthowi didampingi Komisioner KPU Provinsi NTB melepas “Terima kasih pada semua peserta gerak jalan sehat sadar pemilih 2018 dan 2019 di depan komponen stakeholder dan Kantor KPU NTB, Minggu (29/10) kemarin. masyarakat yang telah berpartisipasi. Kami mengajak semuanya untuk punya rasa memiliki pemilihan ini. Karena pemilihan ini bukan hanya milik penyelenggara dan perserta, tetapi milik kita semua. Pemilihan dan pemilu menjadi milik semua,” ujar Ketua KPU NTB, Aksar Ansori. Hal yang sama juga ditegaskan Pramono, bahwa mensukseskan Pilkada NTB 2018 bukan hanya tugas KPU tetapi semua komponen, termasuk partai politik. “Dalam penyelengaraan Pilgub ini, memang leading sektornya ada di KPU, tetapi seluruh stake(Suara NTB/ndi) HADIAH - Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi didampingi oleh holder juga punya peran Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori menyerahkan hadiah sepeda pada yang tidak kalah penting,” pesannya. (ndi/*) salah seorang pemenang undian gerak jalan sehat sadar pemilih.


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Retribusi dari Moyo Kurang Rp 1 Miliar Setiap Tahun Mataram (Suara NTB) – Pulau Moyo merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sumbawa. Hanya saja retribusi yang dihasilkan dari destinasi unggulan ini tidak lebih dari Rp 1 miliar dalam setahun. Pemkab Sumbawa berupaya untuk melakukan penataan dan meningkatkan target pendapatan dari retribusi Pulau Moyo.

(Suara NTB/ist)

AIR TERJUN WALET PUTIH - Seorang wisatawan tengah menikmati suasana di Air Terjun Walet Putih yang ada di Kabupaten Dompu.

Melihat Keindahan Air Terjun Walet Putih di Dompu Mataram (Suara NTB) – Kabupaten Dompu memiliki banyak potensi wisata. Salah satunya Air Terjun Walet Putih yang ada di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat. Air terjun ini belakangan semakin banyak dikunjungi wisatawan karena keindahannya. Selain mandi, wisatawan juga dapat mengambil gambar dengan panorama air terjun yang indah. “Memang belum banyak yang tahu, kebanyakan yang datang itu wisatawan lokal. Kalau dari luar itu masih sedikit. Karena memang fasilitasnya yang masih kurang,” kata warga Kabupaten Dompu Muhaimin, Minggu (29/10). Akses menuju air terjun ini terbilang bagus dan mudah. Meskipun tempatnya tersembunyi dan jauh dari pemukiman, namun jalannya sudah bagus. Sehingga wisatawan dapat den-

gan mudah menjangkaunya. Setelah sampai, wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan air terjun dengan air yang jernih. “Kalau datang itu pastikan mandi, karena airnya sangat segar. Kalau mau foto-foto juga bagus,” ujarnya. Terdapat sepasang air yang jatuh dari ketinggian, inilah yang menjadi daya tarik wisatawan. Sebab air ini memiliki air yang jernih, sehingga wisatawan dapat mandi atau bermain air dengan nyaman. Pemandangan di sekitar air terjun juga tidak kalah menarik untuk diabadikan. “Kalau datang bawa bekal. Karena memang tempatnya itu asik untuk makan-makan, apalagi kalau sama keluarga. Jadi air terjun ini sangat cocok untuk liburan keluarga,” ujarnya. Ia berharap kedepannya Air Terjun Merpati Putih ini dapat menjadi salah satu destinasi

wisata yang diunggulkan. Sehingga penataannya berjalan dengan baik dan wisatawan juga merasa senang. Selain itu ia merasa perlu promosi lebih lanjut untuk memperkenalkan air terjun ini kepada wisatawan. “Kalau sudah ditata kan bisa dipromosikan. Kalau sekarang ini saya rasa masih belum ya, karena fasilitasnya masih kurang,” ujarnya. Kabupaten Dompu yang terkenal dengan Gunung Tamboranya serta produksi jagungnya memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan. Hanya saja persoalan fasilitas masih menjadi soal. Sehingga kedepannya, Muhaimin berharap Pemkab Dompu dapat lebih memerhatikan destinasi wisata. Sebab itu bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi. (lin)

Komodo Exercise Jadi Acara Andalan 2018 Mataram (Suara NTB) Exercise Komodo tahun 2018 akan diselenggarakan di NTB. Bertempat di tiga kabupaten dan satu kota yang ada di Pulau Lombok, acara ini rencananya akan menghadirkan setidaknya 4.000 lebih peserta. Semuanya berasal dari 43 negara sahabat. Akan dilakukan pula latihan militer bersama dan beberapakegiatanlainnya.Inimenjadi salah satu acara andalan yang diklaim mampu mendatangkan banyak wisatawan. “Komodo Exercise akan menghadirkan ribuan peserta dari puluhan negara. Tentu saja ini menjadi promosi yang bagus untuk pariwisata kita,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos.,M.Si. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya bakti sosial, lomba masak ayam tali-

wang, melakukan perbaikan ke berbagai fasilitas umum, bantuan kesehatan, dan beberapa kegiatan lainnya. Sementara itu, para peserta juga akan berkeliling ke Senggigi, Kawasan Tiga Gili, Gili-gili di Sekotong, Lembar dan Kota Mataram. Ini merupakan ketiga kalinya exercise Komodo dilakukan di Indonesia. Pada tahun 2014 dilakukan di Batam, tahun 2016 dilakukan di Padang dan tahun 2018 mendatang akan dilakukan di NTB. Ia berharap kegiatan ini berjalan dengan baik, sebab ini menjadi ajang promosi pariwisata NTB. “Kami ingin para perwakilan Negaraataupesertainijugatahutentang pariwisata NTB. Jadi nantinya mereka juga bisa berkunjung untuk berwisata ke sini,” harapnya. Upaya ini merupakan kerjasama antara Dispar NTB dan

TNI Angkatan Laut. Pasalnya, hampir semua kegiatan dalam event ini dilakukan di destinasi wisata yang ada di Lombok. Sehingga Dispar mengharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik oleh bantuan semua pihak, termasuk masyarakat. “Ini kesempatan kita untuk mempromosikan potensi wisata yang kita punya. Terutama wisata maritim kita yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Selain itu, para peserta juga bisa menikmati budaya dan destinasi lainnya yang kita punya,” ujarnya. Ia berharap para peserta nantinya merasa nyaman dan senang saat berada di NTB. Terlebih kegiatan ini juga banyak melibatkan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan event dua tahunan itu. (lin)

“Memang kalau retribusi masih belum banyak. Tapi Pemda dapat juga dari pajakpajak hotel dan restoran yang ada di sana. Kalau pendapatan dari retribusi tidak lebih dari Rp 1 miliar setahun,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Junaidi. Ia mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk memperbaiki pelayanan di Pulau Moyo. Termasuk melakukan penataan di berbagai destinasi yang mulai banyak dikunjungi wisatawan. Sehingga ia bisa menentukan besaran atau target retribusi yang lebih besar dari saat ini. “Pelayanan dan kenyamanan wisatawan itu menjadi prioritas kita. Oleh sebab itu kita berupaya untuk melakukan penataan,” ujarnya. Pulau Moyo memang terkenal dengan pulau privat. Dimana wisatawan yang datang berusaha untuk mencari ketenangan. Karena memang tidak banyak yang berkunjung ke pulau ini. Terlebih harga sewa kamar hotelnya yang relatif mahal bagi pengunjung lokal. Faozal mengatakan, harga sewa paling murah pada hotel yang ada di Pulau Moyo sebesar Rp 15 juta.

Jumlah ini tentu saja merupakan jumlah yang besar bagi wisatawan lokal. Disebutkan bahwa kunjungan yang terbaik pada musim kemarau yakni bulan Juni sampai September. Akan tetapi waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada Bulan Juni dan Juli meskipun gelombang air laut mulai tenang dari April. Pulau Moyo yang terletak di Teluk Saleh memiliki cagar alam taman nasional Pulau Moyo yang berada beberapa kilometer dari pantai utara. Pulau ini dikelilingi oleh terumbu karang yang indah dan habitat untuk babi hutan, biawak berikut 21 jenis kelelawar dan rusa liar. Terdapat juga kelompok kera pemakan kepiting, sapi liar, rusa, babi hutan dan berbagai macam spesies burung, ikan hiu dan kura-kura. “Pulau Moyo menawarkan ketenangan dan di sana memang suasananya tenang. Ada Air Terjun Mata Jitu yang indah yang dapat dikunjungi juga,” ujarnya. Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk membenahi kebutuhan dan fasilitas di Pulau Moyo. Termasuk akses dan fasilitas dasar di pusat

(Suara NTB/ist)

MOYO - Keindahan alam yang ada di Pulau Moyo Kabupaten Sumbawa. destinasi. Selama ini Pemda kesulitan melakukan penataan, karena hampir setengah dari luas areal Pulau Moyo berada dalam kawasan kon-

servasi. Namun upaya-upaya perbaikan terus dilakukan untuk memberikan kesan nyaman bagi wisatawan yang datang. (lin)

Vandalisme Coreng Keindahan Islamic Center Mataram (Suara NTB) – Tindakan kurang baik dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal dengan melakukan vandalisme di Islamic Center NTB. Oknum tersebut mencoret-coret tembok dan hiasan menara 99 Islamic Center. Beragam tanggapan dari masyarakat dan warganet yang menyesalkan tindakan oknum tersebut. Sebab Islamic Center saat ini menjadi salah satu pusat wisata religi di NTB dan selalu dikunjungi wisatawan. “Saya sangat menyayangkan sikap orang tersebut. Itu tembok sudah bagus-bagus bentuknya malah dicoret-coret. Saya berharap pihak Islamic Center memperketat pengamanan dan memasang CCTV. Jadi kalau ada hal seperti itu, pelaku dikasih sanksi saja,” kata warga Kota Mataram Ani Indrayani kepada Suara NTB, di Mataram, Minggu (29/30). Ia mengatakan bahwa hal itu sudah diketahuinya sejak foto coretan itu bere-

(Suara NTB/ist)

VANDALISME - Tulisan yang merupakan hasil vandalisme dari oknum tak dikenal di Islamic Center NTB belum lama ini. dar di media sosial. Hingga dua hari lalu, ia melihat coretan itu masih ada. Ia berharap pelakunya bisa ditangkap dan diberikan sanksi. Sebab Islamic Center yang menjadi bangunan kebanggaan masyarakat NTB dicoret-coret sehingga menguran-

gi keindahannya. “Saya sangat berharap pelakunya ini ditangkap saja. Biar jadi pembelajaran buat yang lainnya, jangan seperti itu,” ujarnya. Diketahui bahwa coretan di menara 99 itu bertuliskan

Asma dan Alima. Ani menduga itu merupakan nama pelaku vandalisme yang telah berkunjung ke menara itu. Ia berharap hal serupa tidak terjadi lagi. Beragam tanggapan dari warganet terus berdatangan. Hampir semuanya menyesalkan sikap dari oknum tersebut. Sebab hal itu tidak patut dilakukan, terutama di ruang publik dan merupakan tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. “Harus dicari sampai ketemu tuh orangnya. Mungkin dia pikir itu seperti di rumahnya. Kasih sanksi saja dia, saya sebagai warga NTB merasa sangat kesal melihat coretan itu,” ujar Meysha Florida. Coretan atau tulisan itu dibuat di atas menara 99 dengan latar Masjid Hubbul Wathan. Sebagian warga berharap menara 99 ditutup saja dan tidak dibuka untuk umum. Sebagian lagi mendukung untuk tetap dibuka dengan catatan ada CCTV dan sanksi bagi pelaku vandalisme. (lin)

Permudah Akses ke Danau Toba

Mengenal Tari Lenggo dari Kabupaten Bima Garuda Indonesia Segera Layani Penerbangan Rute Silangit - Singapura

Mataram (Suara NTB) Penerbangan Silangit – Singapura akan menjadi layanan penerbangan internasional perdana yang beroperasi di Bandara Silangit Cengkareng, 18 Oktober 2017. Maskapai nasional Garuda Indonesia mulai tanggal 28 Oktober mendatang akan membuka layanan penerbangan internasional Silangit – Singapura. Layanan penerbangan Perdana Silangit – Singapura ini menandakan resmi beroperasinya Bandara Silangit sebagai Bandara Internasional. Penerbangan Silangit – Singapura vv tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung upaya dan komitmen pemerintah dalam mengembangkan potensi Silangit sebagai destinasi pariwisata internasional. Penerbangan ini akan mempermudah akses para wisatawan internasional, untuk menikmati keindahan alam Danau Toba - salah satu danau terindah dan terbesar di dunia sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia. Penerbangan rute Silangit – Singapura vv tersebut rencananya akan dilayani sebanyak tiga kali seminggu dan dioperasikan dengan menggunakan armada Bombardier CRJ 1000 berkapasitas 96 penumpang. Direktur Utama Garuda In-

donesia Pahala N. Mansury mengungkapkan bahwa rencana pengoperasian penerbangan Silangit – Singapura vv, tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus mengembangkan jaringan penerbangan dan meningkatkan konektivitas antar kota dan wilayah dengan potensi pariwisata dan perekonomian yang menjanjikan, khususnya melalui akses langsung penerbangan dari Singapura yang dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian tersibuk di Asia Tenggara. “Rencana pembukaan layanan penerbangan ini tentu saja kami harapkan akan meningkatkan konektivitas Silangit serta wilayah di sekitarnya dengan kota-kota lain di domestik dan internasional, serta sekaligus meningkatkan kontribusi Garuda terhadap peningkatan wisata dan pertumbuhan ekonomi Silangit dan sekitarnya sebagai destinasi pariwisata internasional,” kata Pahala. “Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan yang telah memfasilitasi industri penerbangan nasional melalui peningkatan infrastruktur bandara – bandara di Indonesia, khususnya Bandara Silangit, sehingga Garuda Indonesia dapat terbang ke Singapura melalui Bandara Silangit. Kami juga berterima kasih

kepada Kementerian Pariwisata yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh kami dalam mengembangkan jaringan penerbangan khususnya ke destinasi – destinasi wisata potensial,’’ tambah Pahala. Beroperasinya layanan penerbangan dari Silangi ini nantinya diharapkan dapat memaksimalkan potensi pasar kunjungan wisatawan dari Singapura kota tersibuk di dunia – yang dikunjungi lebih dari 15 juta wisman setiap tahunnya. Penerbangan Silangit – Singapura vv tersebut merupakan wujud kolaborasi dan sinergi Garuda Indonesia bersama Badan Otoritas Toba yang juga mendapatkan dukungan penuh Kementerian Pariwisata RI dan Kementerian Perhubungan RI. Pembukaan layanan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Silangit tersebut merupakan bagian dari dukungan Garuda Indonesia terhadap program pemerintah dalam menyukseskan 10 destinasi pariwisata prioritas nasional pemerintah, yang sejalan dengan target pemerintah dalam mendatangkan 20 juta wisatawan di tahun 2019. Sebelumnya pada Maret 2016 lalu, Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan langsung Jakarta – Silangit yang dilayani dengan pesawat Bombardier CRJ 1000 yang dilayani selama satu kali setiap harinya. (*)

Mataram (Suara NTB) – Tari Lenggo merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Bima. Tarian ini dibagi menjadi dua jenis yaitu Tari Lenggo Melayu dan Tari Lenggo Mbojo. Tari Lenggo Melayu ini merupakan jenis Tari Lenggo yang dimainkan oleh penari pria, sedangkan Tari Lenggo Mbojo dimainkan oleh penari wanita. Tarian lenggo awalnya merupakan tarian klasik yang muncul serta berkembang di lingkungan istana Kerajaan Bima, dan hanya ditampilkan pada acara-acara tertentu saja. Konon Tari Lenggo Melayu diciptakan oleh seorang mubalig dari Sumatera Barat bernama Datuk Raja Lelo. Tarian ini awalnya diciptakan khusus untuk upacara adat Hanta Ua Pua yang diselenggarakan di Bima. Tari Lenggo Melayu ini dibawakan oleh para penari pria, sehingga masyarakat Bima menyebutnya Tari Lenggo Mone. “Banyak jenis tarian di Bima, salah satunya Tari Lenggo. Tapi memang sudah sedikit yang tahu, karena tarian-tarian tradisional sekarang sudah tidak dipelajari lagi di sekolah. Kalaupun ada, tidak banyak,” kata salah satu penari asal Kabupaten Bima Indah Kumalasari, di Mataram, Minggu (29/10). Tari Lenggo biasanya dimainkan oleh 4 sampai 6 pe-

(Suara NTB/ist)

TARI LENGGO - Pertunjukan Tari Lenggo yang merupakan kesenian asli Bima. nari. Baik Tari Lenggo Melayu maupun Tari Lenggo Mbojo memiliki jumlah penari yang sama. Dalam pertunjukannya, konsep tarian ini cenderung lebih mengarah pada tarian penyambutan, dimana penari menari mengiringi kedatangan tamu atau para Penghulu Melayu saat acara adat Hanta Ua Pua. Gerakan Tari Lenggo

didominasi dengan gerakangerakan pelan dan lemah gemulai mengikuti iringan musik pengiringnya. “Biasanya empat orang untuk menarikan Tari Lenggo. Ini biasanya untuk acara penyambutan tamu,” ujarnya. Tari Lenggo biasanya menggunakan busana khas Bima, baik penari pria maupun wan-

ita. Untuk warna kostum Tari Lenggo ini, biasanya lebih didominasi oleh warna cerah. Tari Lenggo juga sering ditampilkan di berapa acara seperti penyambutan tamu penting dan festival budaya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari usaha pelestarian dan memperkenalkan budaya dan tradisi yang ada di Bima. (lin)


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

PENDIDIKAN

Halaman 10

Kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dengan Harian Suara NTB

Dharma Wanita UIN Mataram: Rapatkan Barisan dengan Arisan dan Khataman Mataram (Suara NTB) Giat memperingati hari sumpah pemuda, Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar khataman Alquran yang dilaksanakan di kediaman Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawalli, MAg. Acara khataman yang berlangsung Ahad, 29 Oktober 2017 merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar secara terprogram. Ke depan Dharma Wanita Persatuan UIN Mataram telah menyiapkan beberapa program pengembangan kreativitas dan keterampilan yang bukan saja sebatas arisan dan yasinan, tapi sudah mulai ngaji bareng hingga khataman. Ketua DWP UIN Mataram Aisyah Mutawalli mengata-

kan setidaknya dalam sebulan wajib pertemuan atau pertemuan rutin program arisan yang biasanya dirangkaikan dengan pengajian, yasinan, salawatan, diskusi, bahkan sosialisasi tentang kesehatan refroduksi wanita, dan lain-lain. Ibu Ketua yang belakangan ini memiliki banyak aktivitas dan kesibukan baik secara internal di kampus dan juga bersama Dharma Wanita Provinsi NTB. Ragam kegiatan yang dilakukan mulai dari kajian majelis taklim, seminar gender, anjangsana ke pondok pesantren, ke pantai asuhan dan rehabilitasi, serta kegiatankegiatan sosial lainnya. Menurutnya, banyaknya ragam potensi para ibu-ibu Dharma Wanita sesungguhnya menjadi modal besar un-

tuk membuat gerakan yang lebih besar lagi, jumlah anggota dharma wanita hingga ratusan orang secara keseluruhannya merupakan satu kekuatan yang luar biasa. Bahkan sangat memungkinkan untuk khatam Alquran per hari dengan mengadopsi konsep one day one juz (ODOJ) sebagaimana yang banyak diminati sekarang ini. “ Semoga rahmat dan ridho Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa tercurah untuk kita semua amiin,” ujarnya. Secara terpisah, Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawalli memberikan apresiasi dan mendukung gerakan dan inovasi para anggota dharma wanita yang semakin kreatif melaksanakan kegiatan. Termasuk kegiatan hari ini

yang sungguh luar biasa dapat melaksanakan kegiatan khataman Alquran. “Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kecintaan kita semua dalam membaca Alquran dan lebih memperdalam isi dari kandungan Alquran,” jelasnya. Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan bentuk rasa syukur dan terimakasih umat Islam atas segala nikmat anugerah yang telah diberikan Allah SWT pada diri kita, keluarga, masyarakat dan bangsa. Mutawalli menjelaskan khataman Alquran merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan kepribadian dan revolusi mental, dengan terselenggaranya kegiatan dharma wanita mengaji yang dilanjutkan dengan khataman

ini akan memberikan dampak yang bermanfaat khususnya bagi keluarga besar UIN Mataram. “Sebagaimana yang sering kita dengar dalam hadis yang cukup populer adalah barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat,” sambungnya. Secara kelembagaan dan juga nasional, pada bulan ini terdpat dua peristiwa penting dan bersejarah yaitu momentum hari santri yang telah diperingati pada tanggal 22 Oktober yang lalu, kemudian Sabtu (28/10) adalah Hari Sumpah Pemuda. ‘’Maka sebagai bagian dari bentuk kesyukuran kita adalah setidaknya memberikan doa

(Suara NTB/ist)

RAPATKAN BARISAN - Pengurus Dharma Wanita UIN Mataram. Sekarang ini, pengurus Dharma Wanita sedang merapatkan barisan dengan arisan dan khataman Alquran. atas upaya perjuangan dan pengorbanan para pendahulu kita yang telah gigih memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Semoga Allah SWT memasukkan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur.Wallohua’lam,’’ ujarnya. (dys/*)

Pengangkatan Guru Honorer Harus Perhatikan Aspek Kompetensi SDN 1 Labuapi dan SMPN 2 Kuripan Implementasikan PPK Giri Menang (Suara NTB) SDN 1 Labuapi Kecamatan Labuapi bersama SMP 2 Kuripan terus memperkuat implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diprogramkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam upaya memperkuat penerapan program PPK ini, pihak sekolah ini mengimplementasikan langsung lima karakter yang menjadi acuan, antara lain religius, gotong-royong, integritas, nasionalis, mandiri. Kepala SDN 1 Labuapi Hj. (Suara NTB/her) Sabariah menyatakan piHj. Sabariah haknya memperkuat implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan bagi anakanak dalam hal penerapan lima karakter. “Memang yang didengungkan program pendidikan karakter, namun yang dilihat adalah implementasinya. Karena itu kami perkuat implementasi pendidikan karakter ini dengan pembiasan anak-anak melakukan hal-hal yang mengacu lima parameter karakter itu,”jelasnya. Implementasi karakter religius, diimplementasikan melalui pembiasaan toleransi antar-sesama anak-anak, baik berbeda agama dan latar belakang. Bagi anak yang Muslim menghormati yang non Muslim, demikian pula sebaliknya. Di sekolah penerapan karakter religius ini,melalui pelaksanaan Imtaq, doa sebelum dan sesudah beraktivitas (belajar). Karakter nasionalis, diperkuat dengan pembiasaan nyanyi lagu wajib nasional, ikut upacara, kemudian memperingati hari-hari besar nasional. Karakter mandiri, anak-anak diwajibkan melaksanakan sendiri pelajaran di sekolah, namun tetap di bawah bimbingan para guru. Saat ini, anak-anak banyak mau ditunggui orang tua, sehingga melalui penanaman karakter ini mereka tidak lagi mau ditunggu orang tua. Karakter gotong-royong, menurutnya bukan hanya bentuknya kerja bakti, namun rasa sosial misalnya ada temannya tidak mampu bisa dibantu. Selain itu, membantu sesama tidak saja temannya. Parameter integritas, jelasnya, anak-anak dibentuk melalui pemberian tugas harus diselesaikan tepat waktu, malu melakukan perbuatan tidak baik, seperti menyontek dan berbohong. Anak-anak ditanamkan jujur, misalnya menemukan barang temannya harus dikembalikan ke yang punya. “Kami siapkan kotak, bila menemukan barang atau uang itu diikat ditulis lalu dimasukkan dalam kotak itu,”jelasnya. Semua karakter ini, jelasnya, ditanamkan oleh sekolah. Namun menurutnya penguatan lima karakter ini juga dipengaruhi lingkungan. Sebab di sekolah anak-anak minimal mendengarkan dan menerapkan karakter tersebut, sehingga nantinya di rumah dipesan orang tua apakah berani menegur orang lain atau tetangga yang membuang sampah sembarang. Dan mengingatkan orang lain agar tertib antre. Selain di SDN 1 Labuapi, SMPN 2 Kuripan juga terus memperkuat pelaksanaan pelaksanakan program PPK. Setiap pagi pukul 06.40 wita , siswa-siswi dan guru berjejer di depan pintu sekolah, mereka menyambut kedatangan siswa dan guru. “Kami menerapkan 5 S” . Kegiatan PPK juga tercermin , ketika proses belajar mengajar selesai, semua siswa dan guru berdoa bersama sebelum pulang sekolah. “Ini wujud dukungan kami menerapkan PPK,” kata Kepala SMPN 2 Kuripan, Darsiah. Ia menyatakan mendukung kebijakan ini dan pihak sekolah sudah menerapkan PPK. Ia bersyukur program PPK berjalan dengan baik. Program Kementerian Pendidikan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Lobar khususnya dan NTB pada umumnya, terutama aspek membangun karakter yang kuat. “Artinya ini suatu peluang, suatu penghargaan dan kami berharap konsep ini bisa melahirkan anak-anak Lobar, dan NTB umumnya yang karakternya lebih baik dari proses pendidikan yang ada,” kata Darsiah. Dikatakan , intinya pendidikan untuk penguatan karakter. Jadi judul besarnya ini pihaknya sangat mendukung, karena memang salah satu yang menjadi kekhawatiran dari masyarakat dan orangtua adalah bahwa lembaga pendidikan yang ada di mana anak-anak mereka belajar, itu belum mampu menjadikan anak-anak mereka berkarakter yang baik. Dia menambahkan, beberapa kasus tawuran dan penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi problem di dunia pendidikan diharapkan dapat selesai dengan penguatan pendidikan karakter. “Nah pendidikan karakter diarahkan untuk menyelesaikan problem itu, mudah-mudahan berhasil,” katanya. Ia berharap dengan adanya program PPK yang sejatinya sudah di terapkan sejak lama ini diharapkan siswa memiliki budi pekerti yang baik, berahlak mulia dan taat pada orang tua dan guru. (her)

(Suara NTB/ist)

UPACARA - Khidmat, upacara peringatan hari sumpah pemuda di SDN 1 Labuapi, Sabtu (28/10).

Hari Sumpah Pemuda, Momentum Memupuk Cinta Tanah Air Sejak Dini

Mataram (Suara NTB) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan merekrut guru honorer sebanyak 5.200 orang, yang direncanakan pada November nanti. Dewan Pendidikan Provinsi NTB menyarankan agar Pemprov NTB memperhatikan aspek kompetensi dari guru yang akan direkrut. Selain itu juga memperhatikan pemetaan formasi guru yang selama ini masih dianggap kurang. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan NTB, Drs. H. Syamsudin Anwar, akhir pekan kemarin. Ia mengatakan pada proses rekrutmen nanti harus memperhatikan persyaratan kualifikasi. “Walaupun kualifikasinya terpenuhi, tapi aspek kompetensi itu perlu diuji kompetensinya, agar kita tidak mengangkat orang untuk jabatan guru itu asal-asalan,” katanya. Selain itu, menurutnya harus memperhatikan kebutuhan guru saat ini. Diperlukan pendataan agar mengetahui jumlah kebutuhan riil guru di NTB. Termasuk melakukan pemetaan tentang guru bidang apa saja yang masih sangat dibutuhkan, atau masih mengalami kekurangan saat ini. “Sebetulnya harus ada pemetaan

tentang guru bidang apa yang kekurangan kita. Misalnya mau mengangakat 5.200. Harus ada pemetaan guru IPA berapa, guru IPS berapa, guru lain-lain berapa yang dibutuhkan,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram ini. Jika tidak melakukan pemetaan yang guru yang dibutuhkan, dikhwatirkan ketika sudah merekrut sebanyak 5.200 orang malah akan tetap mengalami kekurangan guru. “Karena tidak ada pemetaan guru apa yang dibutuhkan, jangan asal guru tamatan lembaga pendidikan keguruan, jadi harus tahu jenis guru apa yang dibutuhkan,” sarannya. Hal penting lainnya, kata Syamsudin, dibutuhkan adanya tes kepribadian kepada calon guru yang melamar. Menurutnya tes kepribadian bagi calon guru itu mutlak dilakukan. Dengan begitu akan terlihat potensi seseorang. “Nanti akan kelihatan tidak bisa dibantah. Sekarang kan masih tersembunyi, tetapi begitu berada di depan kelas banyak hal atau pernasalahan yang ditimbulkan, masalah itu harus lebih awal diketahui. Jadi soalnya jangan terlalu mudah,” ujarnya menyarankan. (ron)

Giri Menang (Suara NTB) Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) lalu diperingati semua unsur di Lombok Barat (Lobar), baik pemda dan sekolah-sekolah. Momentum sumpah pemuda ini menjadi ajang untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air mulai sejak dini. Bahkan, untuk memupuk kecintaan terhadap tanah air pihak SDN 1 Labuapi Loba membaca ikrar sumpah pemuda tiap apel hari Senin. Kepala SDN 1 Labuapi Hj. Sabariah, menjelaskan, tujuan pihaknya menggelar apel Hari Sumpah Pemuda adalah memupuk kecintaan tanah air sejak dini, supaya anak-anak tidak lupa sejarah. Menurutnya, semua anak-anak tanpa kecuali dan para guru ikut upacara di halaman sekolah. Namun anakanak tidak menggunakan pakaian adat nusantara, karena hari Sabtu anak-anak menggunakan pakaian pramuka. Akan tetapi hal ini tak mengurangi kekhidmatan jalannya upacara. Untuk terus memupuk semangat anak-anak tetap meng-

ingat sejarah, pihaknya mewajibkan anak-anak membacakan sumpah pemuda tiap apel hari Senin. Tujuannya, supaya mereka tidak lupa sejarah. Bahkan, ketika tiba peringatan hari nasional anak-anak yang mengingatkan para guru bahwa akan diperingati hari bersejarah nasional. “Hari Sumpah Pemuda saja, anak-anak ingatkan kami. Karena anak-anak kelas 1 sudah hafal kapan peringatan nasional,”imbuhnya. Hal ini dikarenakan pembiasaan anak-anak untuk tetap mengingat sejarah. Selain di SDN 1 Labuapi,

upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda juga diadakan di semua SD, SMP dan SMA di Lobar. Peringatan sumpah pemuda kali ini mengangkat tema “Pemuda berani bersatu”. Di SMPN 5 Lembar misalnya, upacara peringatan Hari Sumpah Pemdua begitu khidmat. Pembina upacara langsung oleh Kepala H. Karnain. Momentum sumpah pemuda ini dijadikan ajang bagi sekolah untuk terus memajukan sekolah masing-masing untuk mendorong peningkatan prestasi pendidikan Lobar ke depan. (her)

Minim Siswa, Sekolah Didorong Cari Penyebabnya Mataram (Suara NTB) Sejumlah sekolah negeri yang berada di pinggiran Kota Mataram masih mendapatkan siswa yang minim pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lalu. Sekolah didorong untuk mencari penyebabnya dan terus berbenah. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., mengatakan, sekolah perlu mencari penyebabnya. Selain juga sekolah itu memang berada jauh dari pusat Kota Mataram , serta akses transportasi yang sulit menu-

ju sekolah. Sekolah juga, katanya, harus mau mengevaluasi diri sendiri, serta mau belajar ke sekolah yang banyak peminatnya. Berkaitan dengan apa saja faktor penyebab dari banyaknya masyarakat yang masuk ke sekolah itu. Menurut Sidik, bisa saja masyarakat tidak tertarik karena mendengar cerita yang kurang baik dari sekolah tertentu. Kepala sekolah didorongnya untuk mau terjun ke masyarakat untuk mempromosikan sekolah. Terkait masih banyaknya masyarakat yang memaksa masuk ke

sekolah tertentu melalui program Bina Lingkungan (BL), sebelumnya ia mengatakan BL tetap memprioritaskan siswa yang berada di sekitar sekolah. Namun demikian, mantan Kepala SMPN 5 Mataram ini tidak menampik kemungkinan siswa yang masuk jalur BL tidak berasal dari zona sekolah. “Tapi kalau masih ada peluang, tentu kita akan memberi kesempatan kepada anak-anak kita dari komponen lain, tidak hanya sekadar wilayah. Kita akan perlakukan sama dari semua golongan,” kata Sidik. (ron)

(Suara NTB/ist)

TEMU AKSI - Kegiatan Temu Aksi Ranting Ke-II tahun 2017 yang dilaksanakan Gerakan Pramuka Kwartin Ranting (Kwarran) Batulayar di Bumi Perkemahan Melase.

Kwarran Batulayar Gelar Temu Aksi Ranting Mataram (Suara NTB) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Batulayar, Lombok Barat (Lobar) melaksanakan Temu Aksi Ranting Ke-II tahun 2017. Kegiatan yang berlangsung dari hari Jumat (27/10) sampai dengan Minggu (29/10) di Bumi Perkemahan Melase diikuti anggota pramuka tingkat penggalang dan penegak se-Kecamatan Batulayar. Tujuan dari kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dan kerja sama di antara anggota pramuka. Ketua Panitia Fauziah, S.Pd., menjelaskan, kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh anggota pramuka mengingat jasa para pahlawan. Selain untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan antar anggota pramuka se-Kwarran Batulayar. “Juga menanamkan rasa cinta terhadap kebhinekaan budaya bangsa kepada anggota Pramuka,” katanya. Pada hari Jumat, ujarnya, dilaksanakan pembukaan kegiatan, pada malam harinya dilaksanakan pengukuhan pengurus Kwarran Batulayar masa bakti 2017-2020. Sementara, Sabtu (28/10) yang bertepatan

dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, dilakukan upacara memperingati Sumpah Pemuda. Anak-anak berpakaian bhinneka tunggal ika melaksanakan pawai. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai macam lomba. “Anak-anak SD lomba senam, menggambar dengan tema kepramukaan, ada kreasi yel-yel, dan lomba Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), dan untuk tingkat penggalang ada LKBB dengan tongkat, senam, ada pionering, dan yel-yel,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, kegiatan pramuka yang wajib dilaksanakan di sekolah-sekolah dapat berbentuk nyata. Pada kegiatan ini, kata Fauziah, para peserta dapat menunjukkan kreativitas mereka yang sudah diajarkan di sekolah masing-masing. “Ini temu aksi bukan hanya perkemahan biasa,” katanya. Selain itu, pihaknya ingin memperdalam pembinaan tentang kepramukaan. Disebutkan Fauziah peserta mencapai 500 orang. Di mana, hampir semua sekolah di Batulayar turut serta. Sementara pada penutupan kegiatan dilakukan ulang janji kepada peserta. (ron)

Bangkitkan Semangat Prestasi Murid Lewat Sumpah Pemuda Mataram (Suara NTB) Upacara peringatan Sumpah Pemuda di SDN 36 Kota Mataram diselenggarakan dengan upacara bendera di halaman depan sekolah, Sabtu (28/10). Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 kali ini mengangkat tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu” dihadiri puluhan siswa-siswi serta dewan guru sekolah setempat. Kepala SDN 36 Kota Mataram Sri Hartini, menegaskan

momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini merupakan ajang membangkitkan semangat berprestasi pada diri murid-murid SDN 36 Mataram. Maka dari itulah, pihak sekolah memberikan penghargaan bagi murid-murid yang telah mencatatkan namanya di papan prestasi SDN 36 Mataram agar senantiasa lebih berprestasi lagi. “Memperingati hari sumpah pemuda dengan mengukir prestasi, dan membangun pola asuh anak yang be-

nar untuk mendapatkan generasi muda yang berguna bagi negara,” ujarnya. Dengan pemberian penghargaan bagi murid berprestasi, pihaknya mengharapkan, agar ke depan murid-murid SDN 36 dapat tumbuh sebagai pemuda Kota Mataram yang kreatif, inovatif dan memiliki gagasan serta pola pikir positif. Mereka nantinya juga diharapkan memiliki mentalitas, berbudaya, dan kreatif. Selain itu, yang tidak kalah penting bahwa peringatan Hari

Sumpah Pemuda ialah sebagai simbol keberagaman suku, adat, agama, dan budaya di tengah murid-murid. Di samping itu juga sebagai cara mengapresiasi dan menghormati tokoh pemuda zaman perjuangan kemerdekaan. Di antaranya adalah Bung Karno, karena telah meneriakkan semangat perjuangan pemuda hingga puncaknya ketika sukses meraih kemerdekaan. “Semogga kami dapat mengambil api dari sumpah pemuda bukan abunya, semangat

anak-anakku atas prestasi yang kalian peroleh, dan semangat pada org tua dalam mengasuh anak dalam pola asuh yg benar,” harap Sri. (dys)

PENGHARGAAN - Jajaran pimpinan SDN 36 Mataram memberikan penghargaan bagi murid berprestasi tepat di momentum peringatan hari sumpah pemuda, Sabtu (28/10). (Suara NTB/dys)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

Sirnas Bulutangkis Digelar

Tim Keabsahan Puji Persiapan Tuan Rumah NTB Mataram (Suara NTB) Penyelenggaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis di NTB diapresiasi oleh Ketua Bidang Keabsahan Sirnas Bulutangkis Pusat, Muhammad Sahroni, SH. Sahroni menilai tuan rumah NTB sudah mempersiapkan dengan baik seluruh komponen pertandingan event nasional itu. Termasuk tempat pertandingan dan pelaksanaan technical meeting sudah berjalan dengan baik. “Kami dari tim Keabsahan PB PBSI menilai tuan rumah NTB sudah menyiapkan dengan baik penyelenggaraan event ini. Kita bisa melihat dari acara Technical Meeting (TM) yang telah digelar dilokasi yang sangat layak (hotel berbintangred). Ini luar biasa penyambutan tuan rumah,” ucapnya. Tidak saja dari penyelenggaraan namun sinergi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, KONI NTB dengan PBSI NTB kata Sahroni sudah berjalan dengan baik. Ini dibuktikan-

nya setelah melihat kehadiran pihak KONI NTB yang juga ikut dalam acara TM Sirnas Bulutangkis di Mataram kemarin. Selain itu penempatan Baliho untuk informasi kegiatan sudah dipasang di tempat yang tepat. “Saya melihat semua baliho spanduk sudah ditempatkan di tempat yang baik. Ini salah satu kesiapan dari tuan rumah yang ingin sukses sebagai tuan rumah,” ucapnya seraya menambahkan bahwa bahwa melihat infrastruktur dan kesiapan PB PBSI NTB dalam menyelenggarakan Sirnas bahwa NTB layak dijadikan tuan rumah event bulutangkis yang lebih tinggi lagi seperti “Super Series”. Kesimpulan dalam TM di Hotel Idoop Mataram, Minggu (29/10 kemarin, Sirnas Bulutangkis akan dilaksanakan di Sport Hall GOR 17 Desember Turide Mataram, 30 Oktober - 4 November 2015. Acara TM dibuka Ketua Umum Pengprov PBSI NTB,

Junaidin Yaman. Hadir juga Sekum KONI NTB, Mohammad Iqbal MP, kemudian dihadiri juga Ketua Tim Keabsahan Pusat, Muhammad Sahroni SH dan Ketua Bidang Pertandingan PB PBSI, Edi Sabaruddin. Ketua Bidang Pertandingan PB PBSI, Edi Sabaruddin, melaporkan bahwa peserta yang mendaftar dalam pertandingan Sirnas Bulutangkis 2017 sebanyak 600 peserta termasuk atlet, pelatih dan ofesial. Dengan mempertandingkan kategori Remaja, kelas tunggal putra/putri, ganda putra/ putri dan campuran. Demikian juga kategori Taruna dan Dewasa mempertandingkan kelas yang sama. Sementara Itu Ketua Umum Pengprov PBSI NTB, H. Junaidin Yaman mengatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam prestasi. “Kami akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan sukses prestasi,” ucapnya. (fan)

(Suara NTB/fan)

POSE BERSAMA - Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti dan Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin berpose bersama atlet voli pasir putra/putri peserta Kejurda Voli Pasir Remaja di Lapangan Voli Pasir di GOR 17 Desember Turide Mataram, 26-29 Oktober 2017.

Kejurda Voli Pasir Remaja, Lobar dan Sumbawa Juara Mataram (Suara NTB) Tim voli pasir putra Lombok Barat (Lobar) I (satu) dan tim voli pasir putri asal Sumbawa keluar sebagai juara dalam Kejurda Voli Pasir Remaja di Lapangan Voli Pantai GOR 17 Desember Mataram, Minggu (29/10).

(Suara NTB/fan)

PEMBUKAAN - Ketua Bidang Pertandingan PB PBSI, Edi Sabaruddin (dua dari kiri) didampingi Ketua Pengprov PBSI NTB, Junaidin Yaman (dua dari kanan), Sekum KONI NTB, Moh. Iqbal (satu dari kanan) dan Ketua Bidang Keabsahan, Muhammad Sahroni sedang menyampaikan pernyataan di acara pembukaan Technical Meeting Sirnas Bulutangkis di Hotel Idoop Mataram, Senin (29/10).

Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin yang diwawancara Suara NTB, di Mataram, Minggu (29/10) mengatakan, sebelum meraih gelar juara, tim Lobar Satu berhasil mengalahkan tim Lobar Dua di babak final selama dua set. Sementara itu, tim voli pasir Sumbawa putri mengalahkan tim Voli Pasir Putri Lobar di babak finalnya.

Dengan hasil manis itu, kedua tim unggulan kabupaten itu berhasil menjuarai event itu dan berhak membawa pulang hadiah piala tetap Gubernur NTB dan piagam penghargaan. “Selamat bagi tim Lobar dan Sumbawa yang berhasil keluar sebagai juara. Sementara, yang belum juara diharapakan berlatih lebih giat lagi,” ucapnya.

RUPA-RUPA

Selanjutnya, Kadispora NTB menjelaskan, event itu merupakan ajang untuk seleksi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB. Lewat event itu pihak PPLP NTB akan mengambil beberapa orang atlet terbaik untuk dibina di PPLP NTB. Husnanidiaty Nurdin yang biasa disapa Eni menjelaskan bahwa tim yang sukses meraih juara belum tentu langsung lolos seleksi. Pasalnya pihak Dispora menetapkan persyaratan bagi atlet yang dibina di PPLP NTB mendatang. “Minimal tinggi atlet putri yang akan dibina di PPLP NTB nantinya 160 Centimeter (Cm). Selain itu atlet juga harus memiliki bakat di olahraga voli pasir,” jelasnya. (fan)

Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall).

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

JUARA PUTRI 1. Sumbawa 2. Lobar 3. Kota bima

SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081 SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

JUARA PUTRA 1. Lobar 1 2. Lobar 2 3. Sumbawa

LOWONGAN DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP PENGHASILAN TENTUKAN SENDIRI. LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

RUPA-RUPA ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat.Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/ Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:DewaDewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836


SUARA NTB

Senin, 30 Oktober 2017

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 30 Oktober 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

Bangun Kesadaran Berpolitik PILKADA NTB 2018 sudah mulai bergulir, terutama setelah dilakukannya peluncuran Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018, Sabtu (28/10). Pilkada NTB 2018 ini tentu diharapkan akan berujung dengan lahirnya kepemimpinan NTB yang lebih baik di masa yang akan datang. Namun, lebih dari itu, momentum Pilkada NTB ini juga diharapkan bisa mendorong peningkatan kesadaran berpolitik di tengah-tengah masyarakat kita. Sudah bukan rahasia lagi, jika kesadaran berpolitik masyarakat kita memang masih rendah. Tidak banyak masyarakat yang menaruh kepedulian terhadap proses politik yang saat ini tengah berlangsung. Padahal, setiap suksesi merupakan bagian dari rantai proses demokrasi yang akan melahirkan para pemimpin daerah maupun pemimpin bangsa. Jika rakyat dan pemilih tidak menaruh kepedulian terhadap proses ini, maka besar kemungkinan proses ini bisa berjalan tanpa akuntabilitas yang baik. Pada gilirannya, akuntabilitas yang minim bisa memicu munculnya berbagai penyimpangan dalam prosedur berdemokrasi. Tengoklah, hal seperti ini sudah sangat banyak indikasinya. Di parpol-parpol, sebagai salah satu titik awal kemunculan para calon pemimpin, saat ini sangat kuat adanya indikasi transaksi politik. Ada begitu banyak prosedur yang seolah-olah digelar sesuai ketentuan, namun ternyata semua itu hanya kamuflase belaka. Buktinya, tidak sedikit parpol yang mendukung figur yang ternyata tidak mengikuti prosedur formal yang sudah ditetapkan parpol tersebut. Proses semacam ini hanya salah satu dari sekian banyak problematika yang mungkin muncul dan berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak cakap memimpin. Dengan adanya manipulasi dalam prosedur kemunculan pemimpin, maka mereka yang memiliki kekuasaan, plus pasokan uang dalam jumlah banyak, bisa saja mengendalikan proses ini. Di sinilah, pentingnya keterlibatan masyarakat, yaitu untuk ikut mengawasi prosedur yang tengah berjalan. Dengan adanya keterlibatan masyarakat, proses yang berjalan itu sedikit banyak akan lebih terawasi sehingga adanya manipulasi bisa lebih dihindari. Yang patut diingat, tugas utama pemilih di Pilkada tentu saja adalah memilih. Dalam konteks memilih, tentu upaya untuk memilah-milah menjadi sangat penting. Pemilahan para kandidat yang sudah tampil sudah harus dimulai sejak saat ini. Proses ini bisa lebih mudah dilakukan karena saat ini para kandidat sudah memiliki medium kampanye yang lebih efektif menjangkau pemilih, yaitu media sosial/digital. Di media sosial dan digital, saat ini begitu banyak informasi yang bisa diserap untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi para pemilih dalam menilai kualitas dan kapasitas kandidat. Bahkan, tidak jarang pula kandidat bisa langsung berinteraksi dengan pemilih melalui media sosial/digital tersebut. Di sisi lain, KPU NTB sendiri, saat ini telah menyediakan fasilitas berbasis teknologi informasi yang juga bisa dipakai untuk memperoleh informasi yang valid terkait proses penyelenggaraan Pilkada. Hal ini juga tentu menjadi kabar gembira bagi kita. Akan sangat disayangkan jika kemudahan dan momentum ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Tidak ada gunanya berbagai kemudahan informasi tersebut jika kita tidak mengaksesnya demi memperoleh informasi yang bisa dipakai untuk memilih calon terbaik. Apalagi, karena tidak punya informasi, akhirnya kita terjebak memilih berdasarkan bujuk rayu dan imbalan yang jumlahnya tidak seberapa. Sebaliknya, sungguh elok jika dengan semua kemudahan ini, Pilkada NTB bisa kita jadikan ajang pesta demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. Dalam pesta ini, pemilih bersama dengan kandidat dan KPU selaku penyelenggara, bisa saling membangun komunikasi yang sehat dan produktif. Dengan demikian, tercipta proses interaksi yang dinamis sekaligus juga saling menguatkan. (*)

OPINI

Halaman 14

Mutasi Jabatan dalam Jebakan Politis ADA dasarnya mutasi jabatan adalah hal yang wajar dan merupakan hal yang bagus untuk menyegarkan sebuah organisasi dengan syarat jika dilakukan dengan mempertimbangkan segala aspek yang ada, dalam pemerintahan untuk menstabilkan jalannya pemerintahan maka tentu mutasi adalah jalan yang terbaik untuk mendapatkan tenaga-tenaga yang baru yang lebih segar dan lebih handal dalam bidangnya, sama halnya seperti yang sering kita dengar belakangan ini seringnya reshuffle kabinet karena ketidak puasan Presiden terhadap kinerja para menterinya, tetapi bukan itu yang ingin kita soroti Cuma sebagai salah satu contoh dalam penyegaran organisasi pemerintahan walaupun dengan maksud dan tujuan tertentu, tetapi paling tidak Masyarakat berharap hal itu merupakan langkah untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat bukan hanya semata-mata bagi kursi belaka. Begitu pula yang terjadi di pemerintahan daerah, dengan otonomi yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah sehingga dapat mengatur rumah tangganya sendiri , salah satunya dalam urusan pemindahan kerja (mutasi) pegawai merupakan kewenangan pemerintah daerah yang tertuang di dalam undang-undang, akan tetapi walaupun menjadi kewenangan pemerintah daerah sudah semestinya mempertimbangkan dengan matang sesuai dengan prestasi kinerja yang telah dilakukan oleh masing-masing pegawai (PNS). Akan tetapi belakangan ini terdapat berbagai macam kasus dalam mutasi jabatan pegawai (PNS) seperti halnya yang sering terjadi ketika akan diadakannya kontestasi pemilihan gubernur maupun bupati/walikota di daerah, terkadang ada beberapa incumbent yang memanfaatkan hal ini hanya untuk memuluskan kursi untuk periode berikutnya, sehingga mutasi jabatan yang sering terjadi adalah siapa yang dekat dialah yang dapat, kira-kira begitulah ungkapan yang cocok dalam hal ini, tidak lagi pelatihan-pelatihan yang telah dilalui maupun prestasi-prestasi kinerja pegawai (PNS) yang menjadi pertimbangan dalam mutasi melaikan hanya faktor sepahamlah yang sering terjadi. Apalagi jika mutasi dilakukan dengan menjual-beli jabatan sebagai modal untuk berkampanye, maka tidak bisa dibayang-

Oleh: Asbur Hidayat Mahasiswa Magister Administrasi Pemerintahan Daerah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) (Anggota Forum Mahasiswa Pascasarjana NTB-Bandung) kan lagi pelayanan seperti apa yang akan diberkan kepada Masyarakat karena sudah barang tentu pejabat yang membeli jabatan akan menggunakan segala cara untuk mengembalikan uang yang telah dikeluarkannya, dalam pemerintahan daerah jangan sampai ini terjadi, Berambisi boleh-boleh saja asalkan tidak merugikan banyak orang, Jangan sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Hal yang demikian merupakan kemunduran dalam system pemerintahan kita, Indonesia yang sudah berumur 73 tahun sudah semestinya bergerak kearah yang lebih baik bukan malah mundur kebelakang, sudah berulang kali kita mengganti system pemerintahan khusunya hubungan pusat dengan daerah dari desentralisasi wet 1903 pada zaman belanda hingga pindah ke sentralisasi kemudian sampai pada saat ini kembali ke desentralisasi lagi, sehingga sudah seharusnya menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu berbenah karena system pemerintahan yang ada khususunya setelah kemerdekaan 1945 adalah bertujuan untuk mensejahterakan Masyarakat luas bukan hanya segelintir orang saja, jika kita memahami secara benar bahwa tugas pemerintah adalah pelayan bagi masyarakat, Masyarakat yang harus dilayani bukan Masyarakat yang melayani. Jabatan Gubernur maupun Bupati/Walikota adalah alat untuk mensejahterakan masyarakat dan bukan tujuan utama, karena jika dijadikan tujuan utama maka yang terjadi bukannya melayani malah meminta untuk dilayani, akan tetapi yang sering dipraktikkan hari ini malah hanya ingin memuluskan jalan untuk menuju kursi berikutnya tanpa menghiraukan keinginan dari Masyarakat dengan kata lain jabatan adalah tujuan satu-satunya padahal yang menjadikanya gubernur maupun bupati/walikota adalah masyarakat (Rakyat). Hal tersebut bukanlah rahasia lagi, sudah banyak kasus yang terjadi dinegeri ini, padahal dalam memuluskan kursi bagi seorang incumbent bukanlah hal yang sulit daripada calon-calon baru yang akan bermunculan, karena sudah

memiliki modal selama 5 tahun untuk berkampanye secara cumacuma dengan uang masyarakat (Rakyat), jika dalam kepemimpinannya baik dan dapat melayani masyarakat sepenuhnya maka satu hal yang mustahil jika masyarakat akan lebih memilih orang yang belum teruji sama sekali, paling tidak mereka akan terus mempercayai yang saat ini sedang memimpin karena sudah ada bukti kongkrit yang telah di kerjakan dari pada calon-calon baru yang hanya masih menebar janji yang belum tentu dapat ditepati. Masa kerja 5 tahun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada jika dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat maka walapun tidak ada kampanye sekalipun sudah barang tentu akan menang, sudah banyak bukti yang ada seperti pemilihan di kota Surabaya, di kabupaten bandung maupun kota/kabupaten lainnya, dengan bermodal membangun kecamatan, memberikan pelayanan yang terbaik kepada Masyarakat dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh Masyarakat menjadi modal yang sangat besar di mata masyarkat dan dapat memenangkan mereka bahkan lebih dari 75 %. semestinya hal yang demikian menjadi pelajaran dan dapat dicontoh oleh para incumbent-incumbent yang ada jika ingin untuk melanjutkan di periode berikutnya. Tidak perlu memikirkan hal yang macam-macam cukup bekerja sebaik mungkin sesuai dengan kehendak Masyarakat, karena Masyarakat lah yang akan memilih. walapun disisi lain ada proses-proses lain yang harus dijalankan seperti pendaftaran ke partai politik maupun lewat jalur independent. Akan tetapi jika sudah bekerja dengan baik dan Masyarakat mengapresiasi, ,maka sudah pasti partai politik akan mendukung, jika pun tidak masih ada Masyarakat yang siap untuk menyerahkan KTPnya sebagai syarat jika ingin maju lewat jalur independent. Jangan sampai pegawai yang ada yang menjadi korban dari mutasi, mereka sudah dituntut bekerja secara professional dan sebaik mungkin serta tidak boleh

ikut politik praktis maka sudah seharusnya para gubernur maupun bupati/walikota memahami hal tersebut, gunakanlah mereka sebagai mana mestinya jangan sampai memanfaatkan mereka hanya untuk tujuan yang politis. Biarlah mereka bekerja sebaik mungkin agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada Masyarakat karena dengan demikian itu pula seorang kepala daerah akan di anggap berhasil oleh Masyarakat, jangan sampai hal tersebut menjadi terror bagi mereka dan hanya mencari muka di depan penguasa sehingga malah yang terjadi bukan melayani masyarakat tapi melayani penguasa. Sebagai seorang incumbent yang dipercayakan oleh masyarakat untuk mengemban amanah sebagai Gubernur maupun Bupati/Walikota bekerjalah sebaik mungkin dengan berkolaborasi sebaik mungkin dengan pegawai yang ada untuk memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan harapan masyarakat karena jabatan adalah Amanah, jangan sampai hanya mementingkan ambisi politik semata karena pada akhirnya jika ingin terpilih lagi maka masyarakatlah yang akan menentukan.

Fiskal NTB 83 persen bergantung dana perimbangan pusat Butuh kerja keras tingkatkan PAD

***

Proyek aspirasi Dewan numpuk di akhir tahun Realisasi dikebut, kualitas proyek diragukan

***


RAGAM

SUARA NTB Senin, 30 Oktober 2017

Halaman 15

Razia Kos-kosan di Mataram, Aparat Gabungan Jaring 16 Pasangan

(Suara NTB/ars)

PIDATO - Ketua KNPI NTB Hamdan Kasim saat pidato di “Malam Pemuda” pada Sabtu malam lalu.

Jadikan Semangat Sumpah Pemuda untuk Melawan Hoax Mataram (Suara NTB) Peringatan Sumpah Pemuda pada Sabtu (28/10) menjadi penanda semangat Pemuda NTB memperkokoh nilai kebersamaan. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB mengingatkan pentingnya menguatkan solidaritas agar tidak mudah terhasut informasi hoax untuk tujuan memecah belah bangsa. Melalui kegiatan Malam Pemuda yang digelar Sabtu malam di De La Sira Kafe and Resto, KNPI mengumpulkan tokoh tokoh muda NTB, dari kalangan mahasiswa hingga profesional. Kegiatan yang diberi judul “Memperkuat Kebangsaan untuk Indonesia Raya” itu, ingin merefleksikan sejarah perjuangan pemuda untuk mendukung penuh deklarasi kemerdekaan Indonesia saat itu. “Bahwa malam ini menjadi refleksi Sumpah Pemuda, juga sebagai manifesto Sumpah Pemuda. Yang bisa dipetik adalah, nilai kebersamaan, nilai kesatuan, etos kerja, “ kata Ketua KNPI NTB, Hamdan Kasim dalam sambutannya. Ia mengungkap sejarah singkat Kongres Pemuda yang pernah diadakan dua kali di Jakarta (Batavia). Kongres Pemuda I diadakan tahun 1926 dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi, dan organisasi pemuda lainnya. Selanjutnya juga disepakati untuk mengadakan kongres yang kedua.Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), menghasilkan keputusan penting yang disebut sebagai Sumpah Pemuda. Situasi saat ini menurutnya berubah. Dengan segala syarat yang cukup, pemuda NTB dan Indonesia umumnya dinilai mudah dihasut, mudah dipecah belah, hanya karena beda pilihan. Diperparah lagi dengan bertebarannya informasi hoax yang mudah menyulut emosi pemuda. “Di NTB, dalam dinamika sebuah organisasi saja kita susah untuk samakan persepsi. Kita rupanya tidak cukup memahami apa yang disebut perbedaan. Padahal founding fathers kita, bapak pendiri bangsa kita mebgatakan, perbedaan itu bukan jadi kendala untuk ciptakan sesuatu yang lebih besar,” ujar Hamdan memberi semangat. Kabid Kepemudaan Dispora NTB, Harun Al Rasyid dalam sambutannya, mengingatkan para pemuda yang hadir agar tidak mudah melupakan sejarah. ‘’Jangan lupakan sejarah. Kita sebagai pemuda, harus pertahankan integritas, sehingga apapun serangan dari luar, bisa kita tangkal, ‘’ ajaknya. (ars)

Mataram (Suara NTB) Aparat gabungan dari Satpol PP NTB, Satpol PP Kota Mataram, BNN NTB dan Kepolisian menggelar razia kos-kosan di Kota Mataram, Minggu (29/10) pukul 05.00 Wita. Operasi gabungan untuk mencegah penyalahgunaan obat-obat keras dan narkoba ini berhasil menjaring 16 pasangan tak resmi. Kepala Satpol PP NTB, Drs. H. L. Dirjaharta, M. Si kepada Suara NTB menyatakan, dari 16 pasangan mesum yang dijaring, satu orang yang positif menggunakan narkoba. Razia kos-kosan dilakukan di sejumlah titik daerah Pagesangan, Batudawe, belakang SMAN 2 Mataram, belakang Polsek Ampenan dan belakang Hotel Golden Palace. ‘’Kita dapatkan 16 pasangan yang tidak resmi. Mereka ditemukan di dalam kamar berduaan. Ada satu orang yang positif narkoba dibawa langsung BNN. Kita operasi gabungan sama BNN dan Kepolisian,’’ katanya. Satu orang yang positif menggunakan narkoba ini merupakan salah satu mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Kota Mataram. Terhadap yang positif narkoba langsung dibawa ke Kantor BNN. Sementara pasangan mesum yang terjaring razia dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kantor

(Suara NTB/ist)

DIJARING: Belasan pasangan mesum yang terjaring operasi gabungan pada sejumlah kos-kosan di Kota Mataram. Satpol PP NTB. ‘’Mayoritas mahasiswa dan partner song (PS) yang terjaring berduaan di kamar. Sudah di BAP, tadi kita minta orang tuanya yang menjemput kalau mereka dari seputaran Lombok, nanti dia wajib lapor,’’ terangnya. Dirjaharta menjelaskan, operasi gabungan tersebut tujuannya untuk mencegah peredaran obat-obat golongan G dan narkoba. Namun, banyak ditemukan pasangan mesum pada sejumlah kos-kosan yang jadi target operasi. ‘’Kita ketemukan mereka

Danrem 162/WB : Jadikan Perbedaan untuk Ikrar Pemuda Bersatu Mataram (Suara NTB) Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- Tahun 2017, bertempat di Lapangan Yonif 742/ SWY Sabtu (28/10), seluruh anggota jajaran Korem 162/WB Garnizun Mataram melaksanakan kegiatan upacara. Bertindak selaku inspektur upacara Danrem 162/WB Kol. Inf. Farid Makruf, MA.

Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB membacakan sambutan dari Menteri Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi. Isi pidato, meminta para pemuda untuk bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia waktu itu yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. “Langkah dan keberanian mereka sehingga mampu

Cegah Korupsi Serahkan LHKPN Dari Hal. 1 bahwa penyerahan data kekayaan jadi bagian dari transparansi. LHKPN merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya praktik KKN dalam tubuh Polri. ‘’Untuk kita ketahui bersama, pembuatan LHKPN adalah bagian dari wewenang yang dimiliki KPK,’’ jelasnya. Ditambahkan mantan Wakapolda Sulawesi Barat ini, tujuan penyerahan LHKPN untuk melaksanakan langkah pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi ser-

ta perbuatan tercela lainnya. Dengan melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap LHKPN. Tujuan besarnya, agar KPK bisa melakukan deteksi dini dan cegah dini tindak pidana korupsi dengan mengecek kewajaran harta dengan pangkat serta jabatan. Untuk itu dia mengimbau kepada seluruh jajarannya, dari pejabat utama, pejabat menengah, agar mengisi formulir LHKPN dengan jujur dan transparan. (ars)

Tingkatkan Melek Politik Dari Hal. 1 saat dikonfirmasi mengenai digelarnya Peluncuran Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 di Hotel Lombok Raya, Sabtu (28/10). Peluncuran ini juga dirangkaian dengan Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak Tahun 2018 dan Pemilu 2019 yang digelar keesokan harinya. Selain Aksar dan para komisioner KPU NTB, kegiatan ini juga dibuka oleh Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi dan diikuti lebih dari 1000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Aksar menjelaskan, Gerakan Sadar Pilkada 2018 dan pemilu 2019 dilaksanakan serentak seluruh indonesia dengan gerak jalan melibatkan semua pemangku kepentingan. “Kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kegiatan sosialisasi, dimaksudkan agar semua pihak punya rasa memiliki dan merasa perlu untuk terlibat dalam semua tahapan Pilkada dan Pemilu,” ujarnya. Menurutnya, ada suasana kekeluargaan yang menyatu antara penyelenggara dan pemangku kepentingan. Selain itu, ada pula kegiatan-kegiatan yang menarik, sebagai salah satu metode. Misalnya dengan gerak jalan, tanya jawab langsung, hingga undi-

an dan kuis. “Sehingga ada banyak informasi yang telah disampaikan oleh KPU dalam kegiatan tersebut. Kapan pelaksanaan Pilkada dan Pemilu, apa pentingnya Pilkada dan Pemilu, bentuk-bentuk keterlibatan stakeholders dalam pilkada dan pemilu,” imbuhnya. Aksar menjelaskan, tingkat partisipasi yang ditargetkan mencapai 77,5 persen adalah salah satu instrumen dalam melihat keberhasilan kontestasi politik melalui Pilkada dan Pemilu. Namun, lebih dari itu, ada instrumen lain yang juga bisa dipakai mengukut keberhasilan pelaksanaan Pilkada dan Pemilu. Misalnya saja, tingkat melek politik (political literacy). Selain itu, juga integritas Pilkada dan Pemilu. “Integritas ini menyangkut integritas penyelenggara, integritas peserta dan integritas masyarakat pemilih,” ujarnya. Demi memastikan masyarakat pemilih dan peserta bisa mendapatkan informasi yang tuntas dan berkualitas, KPU dan jajarannya juga menerapkan teknologi informasi dalam sistem informasi untuk semua tahapan. (aan)

ada di dalam satu kamar berdua pada waktu yang tidak tepat, maka langsung diangkut petugas,’’ katanya. Mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini mengatakan operasi gabungan ini juga melibatkan Dinas Dukcapil Kota Mataram. Ia mengungkapkan, rata-rata kos-kosan yang menjadi target operasi tak memiliki izin. ‘’Kota Mataram perlu mempertegas, nanti izinnya ditegaskan. Kita minta lebih tegas pengawasannya karena maraknya narkoba dan obat-obatan daftar G,’’ tandasnya. (nas)

(Suara NTB/Penrem)

IRUP: Danrem 162/WB Kol. Inf. Farid Makruf, M.A saat menjadi Irup peringatan Sumpah Pemuda, Sabtu lalu.

menorehkan sejarah emas untuk bangsanya,” puji Danrem. Dengan era sekarang,transportasi umum sangat mudah untuk menjangkau ujung Timur dan Barat Indonesia. Hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja,untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok negeri. Namun Danrem prihatin karena mudahnya pemuda tersulut emosi, terpengaruh hasutan orang lain. Kemudian marak kesalapahaman ,mudah memvonis orang lain bersalah. Danrem mengutip Proklamator RI, Ir Soekarno. “Jangan mewarisi abunya Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Karena kalau kita hanya warisi abu, maka kita hanya akan puas dengan Indonesia saat ini yang sudah satu bangsa, satu bahasa serta satu tanah air,” kata Danrem. Namun ia mengajak, ambillah api semangat untuk terus dinyalakan. Harus berani melawan segala bentuk upaya pihak lain yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Harus juga berani melawan ego kesukuan, keagamaan, kedaerahan..”Karena ego inilah yang kadang mengemuka dan melunturkan nilai persatuan,” tegas Danrem. (ars/*)

Pemprov Hadiahi Indah Kartikasari Rp 50 Juta Dari Hal. 1 Pada ajang STQ tersebut siswa kelas II Sanawiah Kota Bima itu berhasil meraih juara III nasional. Hadiah uang yang diserahkan Wagub bersumber dari APBD Provinsi NTB tahun 2017. Sekaligus merupakan salah satu bentuk pembinaan dalam rangka pengembangan bakat, minat dan kemampuan para qori dan qoriah dalam membaca, memahami dan menghayati isi kandungan ayat ayat suci Al Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Dalam sambutannya saat itu Wagub menegaskan MTQ sesungguhnya adalah wahana pelestarian khasanah budaya Islam dalam membangun generasi qurani dan masyakat madani. Yakni kehidupan yang penuh toleransi, saling

berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW kepada umatnya dan juga menjadi teladan bagi dunia. Dihadapan para bupati/ walikota, Anggota DPD RI dan DPR RI Dapil NTB, Forkopimda, MUI Provinsi dan Kabupaten/Kota seNTB, Dewan Hakam, para Kafilah serta ribuan warga yang hadir, Wagub menyatakan bahwa agama merupakan modal utama dan memberi spirit terbesar kepada masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di semua sektor kehidupan. Dalam konteks inilah, maka Musabaqah tilawatil qur’an, kata Muh Amin juga menjadi media pendidikan

yang penting dalam membangun toleransi dan ukuwah Islamiah. Karena melalui MTQ provinsi ini para kafilah saling berinteraksi satu dengan lainnya, mengenali budaya daerah satu dengan yang lainnya. ‘’Sehingga rasa persaudaraan di antara sesama semakin tumbuh,’’ terang Wagub. Ditegaskannya pula bahwa dengan mengucapkan hal-hal yang baik saja akan menciptakan suasana kehidupan yang harmonis. Apalagi kalau kita sering membaca al-qur’an, tentu akan membentuk pribadi-pribadi yang berkarakter religius islami, ujarnya. Oleh karena itu, Wagub mengajak semua umat beragama untuk terus memperkuat benteng keimanan masing-masing dengan meningkatkan pemahaman dan pengamalan kandungan ajaran Al Qur’an. (r)

Perkuat UMKM dengan Semangat Kepahlawanan Mataram (Suara NTB) Unit Usaha Kecil dan Menengah, (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sektor yang akan menyumbangkan pertumbuhan ekonomi daerah. Tapi sayang, sektor UMKM di Provinsi NTB masih belum terlalu kuat, karena masih minim perhatian. Hal itulah yang kemudian mendorong berdirinya Perhimpunan UMKM Nusantara Ceria (PUNC) di Provinsi NTB. Berdirinya PUNC ini disambut baik oleh banyak kalangan. Seperti organisasi sayap Partai Perindo, yakni Gerda Rajawali Perindo (Grin) NTB, dan juga Manajemen Lombok City Center (LCC). PUNC Provinsi NTB dibentuk pada tanggal 28 Oktober 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pemilihan tanggal 28 itu, dimaksudkan agar pembangunan UMKM melalui PUNC tersebut dapat dilakukan dengan semangat perjuangan Sumpah Pemuda. ‘’Hari ini kita pengukuhan pengrus PWNC, yang sekaligus memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Karena bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, kami berharap semangat UMKM kita sama seperti pejuang kita dulu,” ujar Pembina PUNC, Sahrul Aini, M.Si, Sabtu (28/10). Aini berharap, lewat PUNC ini, UMKM di NTB dapat lebih mandiri dan maju serta ber-

saing dengan daerah-daerah lain. Salah satu yang akan dilakukan yakni dengan membuat jejaring antar UMKM se Indonesia. Sehingga dengan harapan mereka bisa saling berkolaborasi dan bertukar informasi, lewat dukungan perangkat teknologi komunikasi dan informasi. ‘’Jujur saat ini kami (UMKM) masih kurang di banding dengan daerah lain. Tapi saya yakin kedepannya NTB bisa bersaing dengan daerah lain dan itu harus. Apa lagi kami didukung oleh banyak pihak,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua DPW Grin Perindo NTB, H. Nurdin, SH mengaku sangat bersyukur telah ikut terlibat aktif dalam membangun sektor UMKM di NTB bersama PUNC. Hal itu ia yakini akan membuat UMKM di NTB akan semakin maju. Sedangkan dari pihak manafemen Lombok City Center (LCC), Hendry, mengatakan bahwa pihkanya juga akan ikut berkontribusi untuk mengembangkan UMKM di NTB. Salah satu dengan ikut mendukung berdirinya PUNC NTB. ‘’Kita ingin menjadi satu wadah dengan seluruh UMKM di Lombok, karena potensinya sangat besar. Dengan adanya PUNC ini, kita ingin UMKM bisa bersinergi dengan usaha yang lebih modern. Karena pada dasarnya untuk prodak lokal itu tidak kalah, hanya saja butuh lebih banyak lagi dorongan,’’ pungkasnya. (ndi/*)

(Suara NTB/ndi)

PENGUKUHAN - Pengurus PUNC berpose bersama, dengan Ketua Grin Perindo NTB dan Manajamen LCC, diacara pengukuhan pengurus, yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan.

Fiskal NTB 83 Persen Bergantung Dana Perimbangan Pusat Dari Hal. 1 Kalau seluruh APBD wilayah ini Rp 18 triliun, PAD Rp 3 triliun tinggal dibagi saja. Seper-enamnya itu kemampuan daerah. Berarti 83 persen dana dari pusat atau dana perimbangan,’’ terangnya. Karena kapasitas fiskal daerah rendah, sedikit saja dana perimbangan dikurangi oleh pusat maka akan sangat berpengaruh bagi NTB. ‘’Karena NTB masih tergantung dana pusat,’’ ucapnya. Tahun ini, total dana perimbangan yang diterima Pemprov NTB sebesar Rp 2,47 triliun, Lombok Barat Rp 1,009 triliun, Lombok Tengah Rp 1,244 triliun, Lombok Timur Rp 1,585 triliun. Selanjutnya, Bima Rp 1,140 triliun, Sumbawa Rp 1,062 triliun, Dompu Rp 685 miliar, Sumbawa Barat Rp 708 miliar, Lombok Utara Rp 522 miliar, Kota Mataram Rp 711 miliar dan Kota Bima Rp 551 miliar. Sementara jumlah APBD murni 2017 masing-masing daerah yakni Pemprov NTB Rp 5,008 triliun, Kota Mataram Rp 1,358 triliun, Lombok Barat Rp 1,599 triliun, Lombok Utara Rp 878,5 miliar, Lombok Tengah Rp 1,824 triliun, Lombok Timur Rp 2,381 triliun. Selanjutnya,

Sumbawa Barat Rp 1,136 triliun, Sumbawa Rp 1,667 triliun, Dompu Rp 1,057 triliun, Bima Rp 1,661 triliun dan Kota Bima Rp 833,7 miliar. Untuk memperbesar kapasitas fiskal, Taukhid menyarankan pemerintah daerah fokus melakukan pembangunan berbasis potensi daerah. Industri pariwisata harus digalakkan. Jika industri pariwisata berkembang maka kontribusinya bagi penerimaan daerah akan lumayan. ‘’Memang Pemda perlu fokus. Tugas pemerintah adalah menggerakkan masyarakat. Supaya masyarakat paham dengan pariwisata itu. Pemerintah melalui APBD bagaimana memberdayakan masyarakat,’’ katanya. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, Pemda perlu memiliki skala prioritas pembangunan yang dibiayai. Potensi pariwisata yang dimiliki NTB sangat bagus. Seharusnya diimbangi juga dengan pengalokasian anggaran yang memadai. ‘’Pariwisata itu bagus, seharusnya anggarannya ditingkatkan untuk penataan objeknya tapi juga penyiapan infrastruktur dan SDM. Misalnya, jika mengembangkan pariwisata di Pantai Pink maka infrastrukturnya harus diperbaiki,’’ katanya. (nas)

BPPD Lotim Promosi Wisata ke Sarawak Malaysia Dari Hal. 1 khususnya di negeri Sarawak ini pun didatangi Ketua BPPD Lotim. Sebagai informasii awal, didatangi Kantor Pusat Promosi Pariwisata Sarawak. Ditemui beberapa pejabat terkait. Pengakuan Asrul, salah satu pengurus Pusat Informasi Pariwisata Sarawak mengaku sangat terpesona dengan keindahan alam Lombok Timur. Terlihat dari sejumlah brosur dan buku yang dibawa pengurus BPPD. Rasa penasaran Asrul ini pun ditelusuri dengan membuka informasi seputar Lotim di internet. Bersama dengan beberapa rekannya, warga Malaysia ini siap berkunjung ke Lotim. Ingin sekali katanya ia

bisa datang. Menurutnya, informasi seputar Lotim berlum banyak diketahui. Pengakuannya, setelah kedatangan BPPD Lotim itulah ada ketertarikan bertandang ke Lotim. Pujian serupa dikemukakan warga Malaysia keturunan Tionghoa yang ditemui BPPD di Kampung Budaya Sarawak. ‘’I love Lombok,’’ katanya, saat diberikan buku berisi gambargambar objek wisata Lombok. Keindahan alam Lombok Timur khususnya, sangat indah dan memancing setiap orang untuk datang. Ketua BPPD Lotim, Akhmad Roji mengatakan, warga Serawak ternyata banyak yang belum tahu tentang Lombok Timur. Malaysia sebagai salah satu negara maju di Asia Tenggara menjadi pasar empuk se-

hingga menjadi lokasi promosi. Sementara itu, melihat salah satu objek wisata Sarawak, Kampung Budaya Sarawak di Santubong Ketua BPPD Lotim ini mengaku tata kelola objek wisata tersebut bisa diimplementasikan di Lotim. Terlihat di Kampung Budaya Serawak itu angka kunjungan wisata sangat banyak. Pengakuan pengelola, selain wisatawan asing paling banyak datang wisatawan lokal. Terutama anak-anak sekolah. Seperti saat akhir pekan, Sabtu lalu, tempat wisata yang terlihat sederhana itu sangat ramai dikunjungi para pelajar Malaysia. Banyaknya siswa yang datang ke tempat rekreasi bersama guru dan para kepala sekolah itu katanya karena

ada program dari sekolah sendiri. Di mana ada dana sekolah yang direncanakan khusus untuk berlibur ke tempat-tempat berwisata. Kampung Budaya Sarawak juga menyajikan sejumlah pilihan wisata yang bisa dinikmati semua pelancong. Rumahrumah budaya yang ada dalam komplek sudah dinamai dengan kekhasan kampung Budaya Sarawak. Ada pula atraksi dan pertunjukan seni dan budaya Malaysia. Tidak kalah menarik, sajian wisata kuliner lengkap dengan aneka pilihan suvenir bisa dibeli setiap pelancong yang datang. Kata Akhmad Roji, tata kelola Kampung Budaya Sarawak itu bisa diterapkan di Limbungan Desa Prigi Kabupaten Lotim. Lotim memiliki

potensi yang lebih komplek. Tinggal sentuhan kemasan produk dan paket wisata agar objek wisata Limbungan bisa memberikan efek ekonomi bagi penduduk di sekitar objek wisata. Masuk ke Kampung Budaya Sarawak bagi wisatawan asing dikenakan RM 60 atau setara dengan Rp 180 ribu. Sedangkan wisatawan lokal dikenakan RM 30 atau setara Rp 90 ribu. Selain rumah-rumah unik, di kawasan kampung budaya itu bisa menikmati pemandangan pantai. Pengakuan orang Malaysia sendiri, pantai-pantai yang ada di Lombok sangat indah. Akan menjadi lengkap, jika wisatawan bisa menikmati sajian-sajian paket wisata menarik di Gumi Selaparang. (rus/*)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 30 Oktober 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

Konser Rock N’Dut Apache

Lautan Manusia Banjiri Lapangan Masbagik Selong (Suara NTB) Lautan manusia membanjiri gelaran konser Rock N’ Dut yang bertempat di lapangan Gotong Royong Masbagik, Sabtu (28/10) malam. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan konser yang menghadirkan tiga artis nasional papan atas, mulai dari band Hijau Daun, iMey-Mey hingga yang paling ditungu-tunggu group band Geisha. Selain dihadiri sejumlah artis papan atas tersebut, konser yang digelar PT. Karya Dibya Mahardika dengan produk Apache itu juga menghadirkan sejumlah penyanyi lokal ternama yang turut menghipnotis masyarakat yang hadir sejak pukul 16:00 wita. Konser yang digelar hingga sekitar pukul 23:00 wita, semakin membuat masyarakat antusias setelah dentuman musik dari lagu andalan masing-masing artis. Bayu Pratomo, selaku Regional Marketing Support Bali-Nusra PT. Karya Dibya Nusantara dan Apache, mengatakan bahwa konser Rock N’Dut digelar secara rutin setiap tahun sebagai bentuk apresisasi terhadap masyarakat selaku konsumen Apache serta untuk lebih mendekatkan produk Apache kepada masyarakat. Dikatakannya, konser yang digelar di Lapangan Umum Gotong Royong Masbagik merupakan kali kedua konser Rock N’Dut digelar di NTB setelah sebelumnya di wilayah Kota Mataram. “Ini merupakan kedua kalinya event Rock N’Dut dilaksanakan di NTB. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi loyalitas kepada konsumen

Pose bersama bupati didampingi Kadis Dispora dengan Forkopimda dan 34 pemuda-pemudi yang kenakan pekaian adat nusantara

Peringatan HSP di Lobar

34 Pemuda Kenakan Pakaian Adat Nusantara (Suara NTB/yon)

KONSER MUSIK - Penampilan Geisha yang memukau ribuan masyarakat dalam konser music bertajuk Rock N’Dut di lapangan Gotong Royong Masbagik, Sabtu (28/10) malam. Apache,”ujarnya. Lebih jauh dijelaskan Bayu Pratomo, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dipilih sebagai lokasi event Rock N’Dut tahun 2017 dikarenakan selain dari penduduk Lotim yang paling banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya khususnya di NTB, yakni 1,3 juta jiwa. Kabupaten Lotim juga dinilai menjadi salah satu pasar Apache yang cukup potensial. Adapun, dilakukannya kolaborasi antara Rock N’Dut oleh PT. Karya Dibya Mahardika dikarenakan saat ini semakin digemari oleh masyarakat, baik itu kalangan muda maupun orang dewasa.

Dengan dilaksanakannya konser Rock N’Dut ini, penyelenggara berharap kepada masyarakat selaku konsumen Apache semakin bangga dengan produk PT. Karya Dibya Mahardika, salah satunya yakni Apache. Bayu Pratomo menambahkan, saat ini PT. Karya Dibya Mahardika sudah memiliki kantor cabang di seluruh provinsi maupun kabupaten/ kota yang ada di Indonesia. Untuk produk Apache sendiri, sambungnya, diciptakan dengan mengutamakan kualitas dengan cita rasa yang dapat memberikan kenikmatan terhadap penikmatnya. (yon/*)

Pertanyakan Aset ’’Shopping Center’’

Pemkot Mataram Belum Dijawab Lobar Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram tengah berupaya meminta dokumen atau sertifikat aset di shopping center. Permohonan bukti hak penggunaan lahan yang diajukan bulan Maret lalu, hingga kini belum ada respon dari Pemkab Lombok Barat. Anggota tim penelusuran

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

aset Kota Mataram, H. Mahsar Malaka ditemui pekan kemarin menyampaikan, pihaknya pernah meminta surat keputusan ke Pemkab Lobar , tetapi Pemkab belum memberikan SK tersebut. “Kita sudah minta SK, tapi belum diberikan,” aku Mahsar. Aset eks pasar tradisional

itu jadi polemik. Disinyalir ada perubahan kepemilikan atau diduga dikuasai perorangan. Perubahan kepemilikan itu dengan terbitnya sertifikat kepemilikan pengusaha. Mahsar yang juga Kepala Baznas Kota Mataram ini, enggan memberikan keterangan lebih terkait aset shopping center tersebut. Walaupun, ia juga mengetahui bahwa shopping center tengah ditelisik Kejaksaan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H.M.Syakirin Hukmi mengaku, permintaan sertifikat penggunaan lahan shopping center sudah diminta sejak lama. Pemkot Mataram telah mengirim surat ke Bagian Aset Pemkab Lobar sejak Maret 2017 lalu. “Sudah lama kita minta sertifikatnya, tapi belum ada jawaban,” kata Syakirin. Syakirin mengaku, hak penggunaan lahan aset eks pasar tradisional depan eks RSUP NTB Kelurahan Pejanggik itu, belum jelas penggunaannya. Oleh karena itu, ia masih menunggu bukti kepemilikan lahan tersebut. (cem)

Giri Menang (Suara NTB) Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) tanggal 28 Oktober di Lombok Barat berjalan khidmat. Upacara tidak saja digelar di Pemda Lobar, namun di sekolah-sekolah juga menggelar upacara peringatan hari bersejarah tersebut. Pada upacara HSP yang digelar di bawah koordinas Dinas Pemuda dan Olahraga Lobar kali ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya, karena terdapat 34 pemuda yang dinamakan pasukan Bhinneka Tunggal Ika mengenakan pakaian adat nusantara dari 34 provinsi di Indonesia. “Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,”demikian ikrar sumpah para pemuda yang dulu diikrarkan pada tahun 1928 itu, kembali dilantangkan oleh 34 pemuda dan pemudi Lombok Barat pada gelaran Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Sabtu (28/10). Upacara dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan SKPD dan Pegawai Pemkab Lombok Barat serta para pelajar SMP dan SMA seKabupaten Lombok Barat. Ke-34 pemuda dan pemudi dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Barat, tampil menggunakan pakaian adat dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Dalam ikrar itu dikatakan, kongres dan kerapatan pemuda-pemuda diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia. Masingmasing bernama Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Sumatra, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Batak dan Pemuda Kaum Betawi. Perhimpunan Pemuda Pelajar Indonesia ikut kerapatan

dan pada 28 Oktober 1928 menghasilkan keputusan yang merupakan asas yang wajib dipakai oleh seluruh pemuda di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menjadi inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. “Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalalanan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekatan RI tanggal 17 Agustus 1945. Sumpah pemuda dibacakan di arena kongers pemuda ke-2 dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Ucapan syukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkansumpah pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkahlangkah dan keberanian mereka sehingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya,” katanya. Usai membacakan amanat menteri, bupati kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.

Kadis Dispora Lobar, Ilham menyatakan apel ini diikuti oleh semua ASN lingkup pemkab Lobar, siswasiswi SMP dan SMA yang ada di Lobar. Kemudian, dari KNPI terdiri dari OKP-OKP, pihak KONI beserta cabor-cabornya. Tema HSP kali ini “Pemuda berani bersatu”. Kemudian yang spesial, jelasnya ada pasukan Bhinneka Tunggal Ika yang bakal memakai pakaian adat masing-masing daerah di 34 provinsi. Pasukan ini jelasnya, memang tumben pada HSP kali ini dilatarbelakangi semangat membangun kesatuan bangsa, sebab kalau flasback ke belakang ikrar sumpah pemuda ini dari seluruh pemuda indonesia, sehingga dihadirkan pasukan Bhinneka Tunggal Ika. Terkait komitmen memberikan ruang ke pemuda, menurut Maad, Dispora tidak bisa lepas dari pemuda karena ranah pekerjaan Dinas terkait bagaimana membina pemuda dan keolahragaan sesuai visi dan misi mewujudkan kepemudaan dan olahraga yang berpestasi. Sebagai langkah awal akan diadakan jambore pemuda se-Lobar. Jambore ini akan diadakan tahun depan guna merekatkan pemuda-pemuda Lobar yang berasal dari berbagai sisi dan latar balakang. (her/*)

H. Fauzan Khalid H. Ilham

Galeri Wisuda Program Doktor, Magister, Program Profesi, Sarjana, dan Diploma Universitas Mataram tahun 2017

(Suara NTB/dys)

Wakil Rektor I Unram Prof. L. Wirasapta Karyadi saat memberikan sambutan pada acara wisuda.

(Suara NTB/dys)

Nampak wisudawan dan wisudawati Unram 2017.

(Suara NTB/dys)

Wisudawan dari Program Pascasarjana Unram mengikuti prosesi wisuda.

(Suara NTB/dys)

Jajaran pimpinan Universitas Mataram (Unram) dalam sidang terbuka wisuda tahun 2017. (Suara NTB/dys)

Ekspresi wisudawan dan wisudawati Unram setelah resmi menyandang gelar sarjana.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 30 Oktober 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu