Skip to main content

Edisi Senin 29 April 2019 | Suara NTB

Page 1

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

H. Agus Talino

16 HALAMAN NOMOR 45 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

SENIN, 29 APRIL 2019

Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Hj. Hartina

Revitalisasi Posyandu dan Pemecahan Masalah dari Hulu

(Suara NTB/ars)

Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd sedang melakukan revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Melalui revitalisasi Posyandu, banyak persoalan besar dalam pembangunan di NTB, dapat terselesaikan dari hulu. HAL tersebut mengemuka dalam Diskusi Terbatas Suara NTB dengan tema “Menyatukan Langkah untuk Revitalisasi Posyandu” yang digelar di Ruang Redaksi Harian Suara NTB, Kamis, 25 April 2019. Diskusi dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH dan Kepala Dikes Kabupaten/Kota se – NTB. Mereka yang mewakili kabupaten/ kota adalah, Kepala Dinas Kesehatan

(Kadikes) Dompu, Hj. Iris Juita, S.KM, MM.Kes, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa, dr. Nieta Ariyani, Kadikes Sumbawa Barat, H. Tuwuh, S.Ap, Kabid Yankes Dikes Lotim, Ulil Amri, Kadikes Loteng, H. Omdah, Kadikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Kadikes Lobar, H. Rachman S. Putra dan Kadikes Lombok Utara, Khaerul Anwar, S.KM. Wagub, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menjelaskan, inti dari revitalisasi Posyandu adalah menyelesaikan permasalahan di NTB dari hulu. Posyandu menjadi garda terdepan dalam memproteksi dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait sejumlah persoalan dalam bidang kesehatan dan sosial yang masih

menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah daerah. ‘’Karena dengan menyelesaikan dari hulu, akar permasalahan itu kena,” kata Wagub. Untuk menyelesaikan segala permasalahan dari hulu, berarti harus berpikir dalam lingkup dusun. Kegiatan yang sudah berjalan lama setiap bulan di dusun seluruh NTB adalah Posyandu. Dengan betul-betul merevitalisasi Posyandu. Aktivitas di Posyandu betul-betul riil diefektifkan, dan diintensifkan. ‘’Yang ada dalam bayangan kita, bagaimana Posyandu ini bisa menjadi gawang atau garda terdepan untuk memproteksi dan mengedukasi masyarakat. Bersambung ke hal 2

Suasana Diskusi Terbatas Suara NTB dengan tema “Menyatukan Langkah untuk Revitalisasi Posyandu” yang digelar di Ruang Redaksi Harian Suara NTB, Kamis, 25 April 2019.

12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 KADER Posyandu menjadi ujung 12345678901234567890123456789012123456789 tombak dalam memberikan pelayanan 12345678901234567890123456789012123456789 serta sosialisasi kepada masyarakat. 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Kesejahteraan kader masih jadi soal. 12345678901234567890123456789012123456789 Perlu upaya pemerintah untuk men12345678901234567890123456789012123456789 ingkatkan kesejahteraan melalui duku12345678901234567890123456789012123456789 ngan anggaran yang memadai. 12345678901234567890123456789012123456789 Kepala Dinas Kesehatan Kota Mat12345678901234567890123456789012123456789 H. Usman Hadi 12345678901234567890123456789012123456789 aram, dr. H. Usman Hadi menyampaikan, 12345678901234567890123456789012123456789 pihaknya sangat minder dengan kabupaten/ 12345678901234567890123456789012123456789 kota lain di NTB. Sebab, sampai hari ini 12345678901234567890123456789012123456789 insentif kader Posyandu di Kota Mataram hanya 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Rp50.000 per bulan. Sedangkan, daerah lain seperti 12345678901234567890123456789012123456789 Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa 12345678901234567890123456789012123456789 Barat memberikan insentif Rp250.000 per bulan. 12345678901234567890123456789012123456789 Insentif diberikan ke kader ini sudah lima 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 tahun tidak mengalami kenaikan. Penyebabnya 12345678901234567890123456789012123456789 keterbatasan anggaran Pemkot Mataram. 12345678901234567890123456789012123456789 Berbeda halnya dengan kabupaten lain yang 12345678901234567890123456789012123456789 memberikan insentif melalui Dana Desa. 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 “Kita di Kota Mataram tidak ada Dana 12345678901234567890123456789012123456789 Desa. Adapun dana kelurahan cair bulan 12345678901234567890123456789012123456789 April,’’ kata Usman. 12345678901234567890123456789012123456789 Permasalahan lain adalah, kader 12345678901234567890123456789012123456789 Posyandu di Mataram sering berganti12345678901234567890123456789012123456789 H. Rachman S. Putra 12345678901234567890123456789012123456789 ganti. Bersambung ke hal 2 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 NTB tampaknya harus melalui jalan panjang dalam 12345678901234567890123456789012123456789 agenda revitalisasi Posyandu. Sebab, saat ini jumlah 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Posyandu aktif baru mencapai separuh dari jumlah 12345678901234567890123456789012123456789 Posyandu yang ada. 12345678901234567890123456789012123456789 Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. 12345678901234567890123456789012123456789 Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH menyebutkan, 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 saat ini Provinsi NTB memiliki 7.207 Posyandu 12345678901234567890123456789012123456789 yang digerakkan oleh 35.321 kader. Nurhandini Eka Dewi 12345678901234567890123456789012123456789 Ada empat strata Posyandu, yaitu pratama, 12345678901234567890123456789012123456789 madya, purnama, dan mandiri. Posyandu purna12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 ma dan mandiri disebut sebagai Posyandu aktif. 12345678901234567890123456789012123456789 Dari total 7.207 Posyandu di NTB, sebanyak 12345678901234567890123456789012123456789 3.811 atau 52,9 persen Posyandu termasuk 12345678901234567890123456789012123456789 Posyandu purnama dan mandiri atau 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Posyandu aktif. Sisanya masih dalam strata 12345678901234567890123456789012123456789 pratama dan madya. 12345678901234567890123456789012123456789 Ia juga menyampaikan, Posyandu di NTB 12345678901234567890123456789012123456789 digerakkan oleh 35.231 kader. Dari jumlah itu, sebanyak 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 26.288 orang sudah mendapatkan pelatihan Posyandu. 12345678901234567890123456789012123456789 “Sisanya 25 persen belum (mendapatkan pelatihan),” 12345678901234567890123456789012123456789 katanya dalam Diskusi Terbatas Suara NTB dengan 12345678901234567890123456789012123456789 tema “Menyatukan Langkah untuk Revitalisasi 12345678901234567890123456789012123456789 Posyandu” yang digelar di Ruang Redaksi Harian 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Suara NTB, Kamis, 25 April 2019. 12345678901234567890123456789012123456789 Selain itu, di NTB juga terdapat 1.259 Pos 12345678901234567890123456789012123456789 Pembinaan Terpadu (Posbindu). Menurut 12345678901234567890123456789012123456789 Nurhandini, Posbindu merupakan pos yang 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 melayani orang dewasa untuk mendeteksi 12345678901234567890123456789012123456789 penyakit tidak menular. 12345678901234567890123456789012123456789 Ia juga menyampaikan, telah 12345678901234567890123456789012123456789 memetakan agenda revitalisasi 12345678901234567890123456789012123456789 Nurjanah 12345678901234567890123456789012123456789

Membangun Kontinuitas Lewat Penguatan Kader Dukungan KADER Posyandu adalah aktor penting yang harus diperhatikan jika ingin memiliki Posyandu yang aktif. Pemenuhan fasilitas fisik Posyandu, perlu diimbangi adanya reformasi pelayanan publik di bidang kesehatan. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Ulil Amri menjelaskan pent-

ingnya revitalisasi Posyandu ini. Menurutnya, Lombok Timur tidak punya masalah soal sumberdaya fisik. ‘’Dari sisi kekuatan kita, sarana dan semuanya tidak menjadi permasalahan. Yang jadi permasalahan adalah kontinuitas,’’ ujarnya. Dia memberi contoh kegiatan vaksinasi. Dimana para pesertanya, merasa sudah selesai tidak punya urusan lagi setelah mendapat vaksin. Untuk menghadapi problem ini, Ulil berpendapat

Khaerul Anwar

perlu ada kegiatan berkelanjutan di Posyandu. Caranya, dengan memperkuat peranan desa yang kini sudah bergelimang dana. ‘’Ada penekanan dari Pemda kepada desa untuk alokasinya DD itu sebanyak 20 persen di bidang kesehatan misalnya Posyandu dan stunting,’’ paparnya. Cara lain yang bisa digunakan menurut Ulil, dengan merampingkan birokrasi dan menambah pemberdayaan dari pihak swasta seperti klinik dan praktik dokter. Saat ini,

Ulil Amri

Pemkab Lotim sedang mengusulkan program pengerahan tenaga kesehatan berpendidikan tinggi. ‘’Kita usulkan sarjana kesehatan masuk desa supaya kader ini bisa berdampingan dengan sarjana kita drop. Sumber pendanaan dari ADD,’’ kata Ulil. Penguatan kader tersebut, imbuhnya, sangat penting sebab kader Posyandu yang selalu bersentuhan dengan warga peserta program. Bersambung ke hal 11

H. Omdah (Suara NTB/ars)

Memulai dari Penguatan Kelembagaan DI sejumlah daerah, problem yang dihadapi terkait agenda revitalisasi Posyandu hampir sama, yaitu penguatan kelembagaan. Agenda revitalisasi bisa saja dimulai dengan memperkuat aspek kelembagaan ini. Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dr. Nieta Ariyani, mengatakan, dari 722 Posyandu di Kabupaten Sumbawa, Posyandu

H. Tuwuh

yang terkategorikan aktif sebanyak 71,61 persen. Sedangkan untuk Posyandu keluarga, baru 19 Posyandu yang bisa diintegrasikan menjadi Posyandu keluarga. ‘’Kenapa demikian? Karena memang balai Posyandu belum bisa kami memiliki dengan maksimal. Masih banyak Posyandu kita yang menumpang di rumah keluarga, atau pun di kantor desa. Salah satu membuat capaian itu sulit diraih, karena untuk mencapai strata pun dilihat dari

Hj. Iris Juita

segi kelengkapan bangunan,’’ jelas Nieta. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi Kabupaten Sumbawa cukup identik dengan kabupaten/kota lainnya. Yaitu dalam hal kelembagaan. Pihaknya menitikberatkan pada Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu. Di tahun 2019 ini, jumlah Posyandu akan ditambah menjadi 726. Hal ini dirasa perlu. Sebab, berdasarkan evaluasi, sasaran untuk tiap Posyandu bisa

lebih dari 70 orang. Menyasar jumlah yang terlalu banyak dirasa akan mengakibatkan kualitas pelayanan menjadi sulit diraih. ‘’Karena masih banyak kader kita terutama di langkah pengukuran, banyak sekali kita lihat hasil pemeriksaan oleh kader terkait penimbangan, plotting-nya agak keliru. Bersambung ke hal 2

Nieta Ariyani

(Suara NTB/ars)

(Suara NTB/ars)

Anggaran dan Konvergensi Lintas Sektor

(Suara NTB/ars)

Posyandu.

Bersambung ke hal 6

(Suara NTB/ars)


SUARA NTB

Senin, 29 April 2019

Revitalisasi Posyandu dan Pemecahan Masalah dari Hulu Dari Hal. 1 Memproteksi segala hal permasalahan-permasalahan yang kita alami, yang menjadi PR besar kita di NTB,’’ kata Wagub. Berbicara masalah kesehatan, NTB masih memiliki banyak PR. Meskipun, kata Wagub pencapaian pembangunan di bidang kesehatan grafiknya terus meningkat setiap tahun. Namun, karena NTB berangkat dari kondisi yang memprihatinkan, sampai sekarang PR pembangunan dalam bidang kesehatan masih cukup banyak. Bicara masalah stunting, angkanya masih di atas 30 persen di NTB. Begitu juga masalah gizi buruk, masih ditemukan di daerah ini. Masih banyak elemen masyarakat yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kasus penyakit menular dan tidak menular masih ditemukan. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, kanker tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, dari waktu ke waktu angkanya terus menunjukkan peningkatan dan harus disikapi secara serius. Belum lagi penyakit menular, seperti HIV/AIDS, TBC menjadi konsen provinsi dan kabupaten/kota. Wagub mengatakan, masalah kesehatan yang cukup serius ini memaksa Pemda untuk tidak berpikir kuratif. Jangan sampai menyelesaikan masalah kesehatan cuma berpikir bagaimana melengkapi fasilitas rumah sakit dan melengkapi Sumber Daya Manusia (SDM). Tetapi hal yang substantif, seperti upaya preventif dan promotif tidak dikedepankan dan tidak dianggap menjadi hal yang sangat penting. Menurutnya, selain menyelesaikan masalah kesehatan lewat revitalisasi Posyandu. Posyandu yang ada di seluruh NTB dapat menjadi tempat penyuluhan kepada masyarakat. karena Posyandu memiliki kader. Selain penyuluhan masalah kesehatan, juga dapat dilakukan penyuluhan masalah lainnya sesuai permasalahan domestik di suatu dusun atau desa. Misalnya, masih banyak angka pernikahan anak, buruh migran ilegal, penyalahgunaan narkoba, illegal logging dan lainnya. Semua permasalahan tersebut masih menjadi PR di NTB. Sehingga melalui revitalisasi Posyandu, diharapkan ada penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mulai dari tingkat dusun. ‘’Jadi, kita harus melihat permasalahan domestik yang ada di dusun tersebut untuk menyesuaikan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh kaderkader Posyandu. Sehingga tepat sasaran,’’ ujarnya. Jangan sampai kata Wagub, permasalahan yang banyak di suatu dusun masalah buruh migran ilegal, tetapi penyuluhan dan edukasi yang diberikan kepada masyarakat berbicara masalah yang lain. Artinya, penyuluhan yang diberikan disesuaikan dengan konteks masalah domestik di suatu dusun. Berbicara dusun, artinya lingkup masyarakat yang kecil. Jumlah masyarakat di situ antara ratusan sampai ribuan jiwa. Sehingga permasalahan bisa diidentifikasi by name by address. ‘’Jika revitalisasi Posyandu betul-betul jalan, maka permasalahan yang kita alami di NTB. Bisa kita jaga dari depan, hulu,’’ kata Wagub optimis. Begitu juga kegiatan kesehatan di Posyandu. NTB sudah punya Posyandu keluarga yang digagas pemerintah provinsi sejak beberapa tahun lalu. Tetapi Posyandu keluarga ini masih ada di beberapa tempat. Posyandu keluarga akan direplikasi ke tempat lainnya di kabupaten/ kota di NTB. Dengan pembentukan Posyandu keluarga, bukan bicara soal bayi dan ibu hamil saja. Tapi remaja dan lansia bisa berkonsultasi masalah kesehatan. Sehingga seluruh masyarakat di suatu dusun bisa konsultasi dan meminta edukasi kesehatan di Posyandu. Masalah kebutuhan obat dapat dirujuk ke Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Puskesmas. Tetapi edukasi dan proteksi kesehatan harus sudah dilakukan dari Posyandu. Selain itu, di Posyandu juga harus ada makanan tambahan. Harus diakui, kata Wagub kondisi Posyandu di NTB banyak yang hidup segan mati tak mau. ‘’Ada yang bagus, kita akui. Inilah yang harus kita replikasi. Posyandu yang hidup segan mati tak mau harus bangun, bangkit, harus menjadi bagus,’’ pintanya. Untuk merealisasikan revitalisasi Posyandu, Wagub menekankan pentingnya kesungguhan para pemangku kepentingan. Baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai desa. Begitu juga dengan Tim Penggerak PKK yang punya struktur dari provinsi, kabupaten/kota sampai desa/kelurahan. Sinergi dengan stakeholders terkait harus bisa berjalan. Begitu juga sinergi dengan Lembaga Non Pemerintah yang konsen

dengan masalah-masalah kesehatan dan sosial yang ada di NTB. Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini menekankan harus dibicarakan secara teknis agar revitalisasi Posyandu benar-benar terealisasi. Revitalisasi Posyandu jangan hanya sekadar slogan, realisasinya di lapangan tidak ada. Sehingga revitalisasi Posyandu harus benar-benar diseriusi. Seluruh bupati/walikota telah diajak bicara mengenai revitalisasi Posyandu. Respons kepala daerah, kata Ummi Rohmi sangat baik. Tetapi hal itu tak sebatas respons, perlu dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur secara teknis peran provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga APBDes yang jumlahnya Rp1,9 miliar sampai Rp3 miliar tiap tahun masingmasing desa harus ada yang dialokasikan untuk mendukung revitalisasi Posyandu. Pemprov sudah membuat surat edaran kepada Pemda kabupaten, mewajibkan pengalokasian APBDes untuk honor kader Posyandu. Minimal kader Posyandu dapat honor Rp150 ribu sebulan. Orang nomor dua di NTB ini mengungkapkan, hal ini mendapat respons di kabupaten/kota. Seperti Kabupaten Lombok Utara (KLU), mereka mengalokasikan honor Posyandu sebesar Rp200 ribu sebulan dari APBdes. Ia menyebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB telah membuat Juknis penggunaan dana desa. Juknis tersebut mengatur tentang penggunaan dana desa. Antara lain untuk honor kader Posyandu, penyiapan makanan tambahan seperti telur, bubur kacang hijau atau makanan bergizi lainnya. Kemudian penyiapan fasilitas Posyandu dan peningkatan kapasitas kader Posyandu. ‘’Jadi kita bicara bukan masalah duit. Tapi bicara masalah mindset, keberpihakan terhadap Posyandu ini. Karena ada yang menganggap tak penting, diketawakan seolah-olah tak penting,’’ ujarnya. Wagub menambahkan, peningkatan kapasitas kader Posyandu menjadi sesuatu yang sangat penting. Pasalnya, kader Posyandu merupakan kunci. Tidak mungkin pemerintah daerah berharap banyak kepada kader Posyandu yang tidak kompeten. Sehingga akan dibuat ketentuan bahwa kader Posyandu tidak boleh diganti sembarangan. Apabila Kades berganti, tidak boleh kader Posyandu juga berganti. Karena kader Posyandu sudah diberikan edukasi dan peningkatan kapasitas. Ia mengatakan, kader Posyandu harus memiliki pengetahuan dan disertifikasi. Dinas Kesehatan Provinsi akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan sertifikasi kader yang memang sudah memiliki pengetahuan tentang fungsi kader Posyandu. Nantinya kader-kader ini diberi pelatihan oleh pemerintah desa. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan melatih petugas tingkat kabupaten/kota. Pemprov akan menyiapkan buku saku yang akan dibagikan kepada seluruh kader. Buku saku itu berisi masalah kesehatan, juga isu-isu penting yang harus dipahami kader untuk disampaikan kepada masyarakat. ‘’Kita sangat paham bahwa ndak mungkin provinsi sendiri. Karena ujung tombaknya ada di kabupaten/kota dan desa/kelurahan. Porsi provinsi dan kabupaten/kota jelas ada. Di provinsi TOT bekerjasama dengan kabupaten/ kota dengan sharing masingmasing 50 persen,’’ sebutnya. Selain itu, Pemda akan menyiapkan anggaran untuk pengadaan alat yang dibutuhkan untuk mendeteksi atau mengetahui penyakit masyarakat. Kader Posyandu akan melakukan jemput bola ke masyarakat. ‘’Jangan kita tunggu masyarakat kapan dia ke dokter. Tetapi kita jemput bola, mengecek masyarakat ke dusun-dusun. Supaya kita tahu, terutama tentang kanker serviks, kanker payudara, edukasi, jemput bola,’’ imbuhnya. Sehingga penyakit masyarakat bisa dideteksi sebelum parah. Dan bisa diobati secepatnya. Begitu juga kelembagaan Posyandu di provinsi, kabupaten/kota sampai tingkat desa ada Pokjanal Posyandu. Wagub sangat berharap 10 Pemda kabupaten/kota fokus terhadap masalah ini. Menurutnya, penandatangan MoU dengan bupati/walikota akan kehilangan makna jika tidak terimplementasi secara teknis dan anggaran di kabupaten/kota. Ia mengaku, tak menginginkan persoalan anggaran hanya mengandalkan provinsi saja. Karena revitalisasi Posyandu merupakan program bersama antara provinsi dan kabupaten/kota. Maka Pemda kabupaten/kota juga harus serius dan fokus.

‘’Karena kalau tidak demikian, tidak akan bisa efektif nanti. Karena yang langsung mengawasi desa adalah kabupaten/kota,’’ tambahnya. Revitalisasi Posyandu ini, kata Wagub perlu keseriusan dari tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai desa. Artinya ada patungan anggaran untuk melakukan revitalisasi Posyandu. Pemprov dan kabupaten/kota bertanggung jawab agar kader Posyandu kompeten. Pembagian peran itu yang dituangkan dalam PKS. PKS yang dibuat antara Dikes NTB dan Dikes kabupaten/kota. Begitu juga antara DPMPD Dukcapil Provinsi dengan DPMD kabupaten. Untuk dukungan anggaran revitalisasi Posyandu dianggarkan dalam APBD Perubahan dan APBD 2020. ‘’Kalau kita duduk bersama, patungan, tidak ada yang berat. Karena ujungnya bagaimana masyarakat terproteksi dari segala permasalahan yang kita alami. Sinergisitas paling utama. Karena selama ini kita kerja sendiri-sendiri ndak akan ketemu. Ndak akan pernah terealisasi yang namanya revitalisasi Posyandu yang sesungguhnya. Bukan revitalisasi yang hanya di atas kertas, yang kita gaunggaungkan. Kita omongkan pada tataran percakapan saja tapi tak riil di lapangan. Untuk itu, harus ada sistem yang membuat sinergitas itu berjalan. Ini yang harus kita buat sistem itu seperti apa,’’ katanya. Wagub mengatakan, input data dari tiap desa mengenai kondisi masyarakat dilakukan tiap bulan ke sistem yang sudah dibuat. Sehingga ke depan, gubernur, bupati/walikota tinggal membuka handphone (HP). Kepala daerah sudah mengetahui gambaran statistik masalah kesehatan, buruh migran, persoalan lingkungan dan lainnya. Ditambahkan, Pemprov akan menerapkan reward dan punishment kepada kabupaten/ kota yang konsen melakukan revitalisasi Posyandu. Ini diharapkan mendorong kabupaten/kota juga melakukan hal yang sama ke masing-masing desa. ‘’Memberikan reward dan punishment ke desa/kelurahan, mana yang bagus dan tidak. Karena ini menjadi stimulus, semangat bagi semua untuk bisa melakukan yang terbaik,’’ tandas Wagub. Mengaktifkan Dasa Wisma Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menjelaskan, PKK memiliki Dasa Wisma yang dapat mendukung program revitalisasi Posyandu. Dasa Wisma merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari 10 kepala keluarga. Dalam Dasa Wisma juga ada kader yang tugasnya membina dan mengelola kelompok masyarakat tersebut. Namun, kata Niken, hanya beberapa Dasa Wisma yang masih aktif. Secara umum Dasa Wisma yang ada di NTB mati suri. Pihaknya sudah dibekali dengan perangkat untuk mengaktifkan Dasa Wisma yang ada. Setiap keluarga diberikan tiga buku. Setiap buku berisi data mengenai data setiap keluarga sampai kondisi sanitasi seperti air bersih, jamban dan rumahnya. Termasuk mengenai perkembangan kesehatan masing-masing keluarga. ‘’Sebenarnya kalau Dasa Wisma ini aktif, akan menjadi tools yang luar biasa untuk mendukung semua program pemerintah. Apalagi mengaktifkan Posyandu. Kalau Posyandu program pemerintah sebulan sekali. Kalau Dasa Wisma seminggu sekali, 10 KK berkumpul untuk dipantau oleh kader,’’ terang Niken. Istri Gubernur NTB ini mengungkapkan, kondisi Dasa Wisma di NTB secara umum mati suri. Ia menyebut, tugas besar TP PKK mengaktifkan kembali Dasa Wisma di seluruh NTB. Apabila Dasa Wisma aktif, PKK dapat mengkoordinasikan setiap anggota Dasa Wisma ke Posyandu. Apabila sudah waktunya ke Posyandu, kader Dasa Wisma dapat mengingatkan masyarakat. ‘’Karena layanan Posyandu sebulan sekali. Kalau pada bulan tersebut ada masyarakat berhalangan, maka lewat kesempatan mendapatkan layanan kesehatan di bulan tersebut. Maka Dasa Wisma bisa menjadi sarana untuk memastikan bahwa anggota keluarga yang memerlukan layanan hadir,’’ ujarnya. Dikatakan, PKK memiliki data semua anggota keluarga dari Dasa Wisma. Sehingga Dasa Wisma dapat memberikan informasi kepada Posyandu, keluarga yang perlu mendapatkan perhatian serius. Niken menuturkan, kadang dalam suatu keluarga hanya ada nenek dan cucunya. Karena orang tua anak yang bersangkutan menjadi buruh migran. Maka, keluarga tersebut membutuhkan perhatian lebih. Banyak hal yang perlu diperhatikan dari keluarga dengan kondisi demikian. Misalnya, bagaimana mendidik atau memastikan nenek tersebut mem-

berikan makanan bergizi pada si anak. Kemudian memastikan anak mendapatkan pendidikan yang layak. Misalnya, ada anggota keluarga yang sakit-sakitan, PKK melalui Dasa Wisma juga bisa langsung mengkoneksikan dengan Posyandu. ‘’Yang menjadi masalah saat ini, bagaimana PKK merevitalisasi Dasa Wisma. Kita sudah sampaikan ke semua TP PKK kabupaten/kota dan disambut secara baik. Namun untuk tataran pelaksanaan, sepertinya masih membutuhkan detail bagaimana mengaktifkan Dasa Wisma,’’ katanya. TP PKK NTB berencana melakukan pelatihan kader Dasa Wisma. Provinsi tugasnya melatih petugas di kabupaten/kota. Nanti kabupaten/kota melakukan hal serupa kepada petugas di kecamatan dan desa sampai dusun. Adanya TOT kader Dasa Wisma diharapkan menjadi pemicu menggerakkan Dasa Wisma di seluruh NTB. Masalah selanjutnya, kata Niken adalah harus dibuat sistem monitoring kader Dasa Wisma untuk memastikan skema ini berjalan. Dasa Wisma, lanjutnya memerlukan dana desa, karena ada tiga buku yang disiapkan untuk masing-masing KK. ‘’Saya melihat kalau Posyandu lebih mudah. Karena Posyandu langsung dari pemerintah. Kalau PKK ini sifatnya gerakan. Jadi kita memang tidak bisa berharap semua melakukan hal ini tanpa insentif khusus,’’ terangnya. Niken memberikan contoh seperti DKI Jakarta. Setiap kader Dasa Wisma sudah memiliki insentif seperti kader Posyandu. Karena Pemdanya sangat konsen tentang Dasa Wisma. Data dari Dasa Wisma langsung dimasukkan menjadi data satu provinsi. Sehingga Dasa Wisma sangat diperhatikan dan dibantu supaya benarbenar aktif. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan PKK NTB. Karena baru sampai pada tahap pengaktifan Dasa Wisma. Dalam setiap kegiatan kunjungan kerja ke kabupaten/kota, kata Niken, TP PKK NTB selalu menyampaikan soal pengaktifan Dasa Wisma ini. Tetapi diakuinya, masih membutuhkan waktu sampai teroptimalisasinya Dasa Wisma ke seluruh wilayah NTB. ‘’Yang sudah berjalan kita sangat senang sekali kalau bisa berkoordinasi dengan Posyandu yang sudah ada. Artinya, kita bisa bikin pilot project bisa lebih mudah dipantau, dicontoh untuk kerja sama ini,’’ pungkasnya. Semua OPD Bersinergi Sementara itu, Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM mengatakan, keterkaitan antara revitalisasi Posyandu dengan upaya pengentasan kemiskinan. Sebelum kita menetapkan program tersebut, telah dilakukan pemetaan program yang berkaitan dengan beberapa persoalan di NTB. Terutama persoalan sosial dan kesehatan. Setelah dilakukan pemetaan program, di dalam satu desa miskin prioritas penanggulangan kemiskinan tidak semua masalah kesehatan ada di suatu desa. Dalam satu desa prioritas penanggulangan kemiskinan, dicoba memetakan delapan persoalan mendasar di NTB. Hanya satu desa yang memiliki tujuh persoalan mendasar, selebihnya ada yang lima, empat dan tiga persoalan mendasar. Hartina menjelaskan, Wagub telah meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bersinergi. Artinya, ada dukungan dari OPD lain terhadap program satu OPD. Misalnya revitalisasi Posyandu. Apa yang dibutuhkan Dikes untuk tercapainya revitalisasi Posyandu, dikaitkan dengan kasus kesehatan seperti gizi buruk. Ini butuh intervensi Dinas Ketahanan Pangan yang memiliki program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Revitalisasi Posyandu, kaitannya dengan masyarakat yang mengalami gizi buruk, memerlukan dukungan program terkait pangan. Kemudian dibutuhkan lagi, program penguatan keluarga seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBe), atau ekonomi kreatif. ‘’Jadi tidak semua desa sasaran Posyandu, desa miskin mendapatkan program yang sama rata. Tetapi kita akan menganalisis sesuai permasalahan domestik. Kalau di situ masalah lingkungan maka yang masuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kita padukan programnya,’’ jelasnya. Hartina menambahkan, sinergi antar OPD dan dukungan OPD terhadap berbagai program prioritas harus jelas. Dalam program revitalisasi Posyandu yang dilakukan Dikes, apabila masyarakat butuh program KUBe, maka Dinas Sosial akan masuk. Terkait dengan program revitalisasi Posyandu, Hartina mengatakan pihaknya bersama Dikes sedang menyusun Perjanjian Kerjasama (PKS). Hal ini menindaklanjuti MoU antara Wagub dengan Bupati/Walikota se-NTB pada saat Musrenbang beberapa waktu lalu. (tim)

Halaman 2

Dukungan Anggaran dan Konvergensi Lintas Sektor Dari Hal. 1 Pergantian ini dipicu adanya pergantian rezim kepala lingkungan. SK kader sering berubah sehingga Pemkot Mataram kewalahan memberikan insentif. Usman mengharapkan, Pemprov NTB mengeluarkan kebijakan agar kader Posyandu tidak berganti setiap pergantian kepala lingkungan. Usman menambahkan, penanganan kasus gizi buruk, gizi kurang dan stunting. Di Kota Mataram sudah dilakukan penimbangan empat kali. Penimbangan ini sebagai upaya mengatasi gizi buruk, gizi kurang maupun stunting dengan memberikan asupan makanan tambahan kepada bayi dan anak. ‘’Dari program ini di Kota Mataram 64 persen balita sebelumnya gizi buruk dan gizi kurang jadi normal,’’ ujar Usman. Pelayanan Posyandu di Kota Mataram disampaikan Usman, agak berbeda dengan daerah lain. Petugas yang memberikan pelayanan kesehatan pada bayi berasal dari Dinas Kesehatan. Konsep pelayanan seperti ini harus diubah bilamana ingin meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu. Misalnya, dengan melibatkan petugas dari Kemenag, Dinas Pendidikan dan instansi lainnya. ‘’Jujur kita sampai bawakan odong – odong untuk menarik minat orangtua datang ke Posyandu,’’ katanya. Konvergensi Lintas Sektor Tanggung jawab merevitalisasi Posyandu tidak hanya dibebankan ke Dinas Kesehatan. Keberhasilan program perlu ada konvergensi program lintas sektor. Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat,

H. Rachman S. Putra. Bahwa sangat banyak program di organisasi perangkat daerah yang tujuannya ke satu sasaran. Seperti program keluarga harapan. Hanya saja, program itu belum terintegrasi dengan Posyandu, padahal itu bisa jadi pintu masuk. Persoalan lainnya adalah, revitalisasi Posyandu harus disertai data dasar yang kuat sehingga lebih mudah untuk mengintervensi. ‘’Sangat banyak program tapi program itu belum terintegrasi,’’ kata Rachman. Dia melihat, revitalisasi Posyandu yang menjadi keinginan Pemprov NTB, sebagai pintu masuk untuk menangani banyak persoalan di hulu. Rachman menyampaikan, kondisi Posyandu di Lombok Barat sampai April 2019 mencapai 922 Posyandu dengan 89 persen berada di strata mandiri dan purnama. Sisanya 11 persen berada di strata pratama dan madya. Pemkab Lobar memiliki 25 Posyandu keluarga dikawal dan terus direplikasi. Yang menarik adalah integrasi Posyandu keluarga sangat bagus. ‘’Program revitalisasi Posyandu ini sangat bagus jika ada pembagian tugas yang kuat,’’ tegasnya. Menurut Rachman, Posyandu dibangun di atas dua konsep besar. Dari aspek kelembagaan, bahwa Posyandu di bawah otonomi pemerintah desa. Sehingga organisasi, kesiapan dan kader jadi bagian dari otonomi desa. Ke dua, konsep pelaksanaan teknis. Ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama tiga menteri pada zaman Orde Baru yang hingga kini masih digunakan. Melihat fakta ini, wajar jika ada pembagian peran yang belum maksimal. Pemikiran masyarakat selama ini, Posyandu menjadi milik atau tanggung jawab Dinas Kese-

hatan. Pola pikir seperti ini harus diubah. Oleh karena itu, honor kader perlu dialihkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa. ‘’Honor kader kita alihkan ke BPMD,’’ katanya. Rachman menyebutkan, ada 12 indikator Program Indonesia Sehat dalam keluarga. Yakni, pelayana KB, ibu hamil, melahirkan, faskes, pendekatan ASI eksklusif, imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang, TB yang mendapatkan pengobatan sesuai standar. Hipertensi, ganggu jiwa, air bersih dan lain sebaginya. Dua belas indikator jika ditangkap sebagai bagian intervensi secara tajam melalui pintu masuk revitalisasi Posyandu maka semakin kuat. Dia mengambil contoh kasus stunting tidak bisa diselesaikan secara spesifik. Progam nasional ada yang spesifik dan sensitif. Justru, program sensitif mampu menyelesaikan 75 persen masalah. ‘’Seperti, ketersedian air bersih, jamban dan kemiskinan jadi bagian penanganan sensitif yang ditangani,’’ terangnya. Pemkab Lobar melakukan penguatan sistem melalui e-Posyandu. Dan, data terakhir di bulan Februari 2019 dilakukan pendataan secara bersamaan dengan bulan penimbangan. Sebanyak 65.800 balita telah diukur. Dari 65.800 balita tersebut, 25 persen diantaranya mengalami stunting. Data itu, sambung Rachman telah disampaikan secara nasional dan tidak terbantahkan. Pemkab Lobar memiliki data by name by address, sehingga intervensi bisa dilakukan bersamaan oleh PKK dan masyarakat. Dengan intervensi melalui dana desa, Pemkab Lobar menargetkan di tahun 2024 menjadi kabupaten bebas stunting. (cem)

Memulai dari Penguatan Kelembagaan Dari Hal. 1 Yang harusnya tadinya kita menimbang, bahwa balita itu tidak naik berat badannya tapi karena kemampuan kapasitas kader belum mumpuni, maka diplotting naik. Maka kualitas pelayanan kita jadi meningkat, padahal itu masih keliru,’’ urainya. Oleh karena itu, pihaknya mematok sasaran balita dalam satu Posyandu paling banyak 65 orang. Pihaknya akan mengintegrasikannya dengan PAUD. Untuk mengimbangi PAUD holistic integrative, juga dilatih tenaga Pendidikan PAUD. ‘’Ternyata sudah banyak teknik PAUD yang bisa mendeteksi kelainan tumbuh kembang, kemudian kasus autis, dan gangguan pemusatan perhatian pada balita. Jadi dengan adanya sinergi tersebut kita mendapatkan keuntungan yang cukup besar,’’ jelasnya. Nantinya, Nieta mengatakan, akan diintegrasikan semua Posyandu dengan PAUD dan Bina Keluarga Balita (BKB). Diharapkan, berbagai permasalahan mudah dideteksi bersama sehingga mudah diitervensi dengan cepat. Hal itu sangat bergantung dari Pokjanal Posyandu. Pihaknya melihat belum optimalnya peran dari Pokjanal Posyandu dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa. Karena strata Posyandu sudah tidak diperhatikan. ‘’Di kesempatan ini mungkin kami berharap Pokjanal Posyandu ini dapat diaktifkan kembali,’’ katanya. Masalah lainnya terkait kader. Pada awal tahun 2018 lalu saat pergantian kepala desa, beberapa Posyandu tidak beroperasi selama tiga bulan karena kadernya diberhentikan. Akhirnya pihaknya kesulitan. Melalui advokasi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD), pihaknya meminta kepala desa bisa mengganti kader dan meningkatkan kapasitas kader yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain itu, beberapa Posyandu juga diintegrasikan dengan program terkait di Puskesmas. Misalnya, ada Posyandu yang mengintegrasikan pelayanan Posyandu keluarganya dengan program kesehatan tradisional, jadi pemanfaatan tanaman obat menjadi sebuah jamu. ‘’Itu dilakukan di Posyandu.‘’ Dikes Sumbawa, kata Nieta, memiliki inovasi dengan membantu beberapa Posyandu yang biasanya sulit dalam pendanaan. Pihaknya memiliki program gerakan seribu rupiah (Gasibu) bagi sahabat. ‘’Jadi dari Gasibu tersebut kita bisa men-support garam beryodium terutama yang kita prioritaskan dan telur untuk Posyandu yang memang kita melihat kondisi bayi dan balita atau ibunya itu masih perlu mendapatkan perhatian,’’ jelasnya. Kemudian, lanjutnya, sasaran Rumah Pangan Lestari (RPL) bisa menyentuh sasaran seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pihaknya menginginkan dinas pangan sendiri memiliki program pola pangan harapan bagi keluarga. Ketika RPL diintegrasikan dengan pola pangan harapan bagi keluarga secara masif dilakuan sosialisasi, masyarakat akan mengerti bahwa tanaman yang mereka dapatkan dari program RPL. ‘’Ketika mereka sajikan di rumah dalam program isi piringku ini akan tersosialisasi, akan mereka lakukan secara

optimal,’’ pungkas Nieta. Efektifkan Posyandu Keluarga Posyandu bisa diarahkan fungsinya untuk memecahkan banyak problem kemasyarakatan. Untuk mendukung program kesehatan, maupun ekonomi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita mengakui, revitalisasi Posyandu telah lama dibahas terutama aspek kelembagaannya. Ia menyebutkan, saat ini di Dompu, terdapat 425 Posyandu. Sebanyak109 diantaranya telah diubah menjadi Posyandu keluarga. Setelah dievaluasi, menurut Hj. Iris, kendala dan hambatannya cukup beragam. Ia menambahkan, Posyandu keluarga di Dompu, terdiri dari remaja, ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui, hingga lansia aktif. Sebelumnya, kegiatan Posyandu dilaksanakan sebulan sekali karena terkendala partisipasi. Kini, waktunya diubah menjadi sore hari dari yang biasanya pagi hari. Perubahan waktu ini rupanya efektif meningkatkan peran aktif masyarakat mengikuti kegiatan Posyandu. ‘’Setelah kami evaluasi, memang kendala dan hambatan itu banyak. Tapi memang alhamdulillah, lewat Posyandu keluarga ini luar biasa dan banyak program yang sudah kita lakukan,’’ terang Hj. Iris. Dari kegiatan Posyandu, problem persampahan pun bisa dikelola. Kegiatan bank sampah berjalan. Ada yang membawa plastik untuk mendapatkan dana langsung. Ada juga yang dimasukkan untuk tabungan. Posyandu keluarga juga dapat mendeteksi penyakit. Baik yang menular maupun yang tidak menular. Pola pikir masyarakat juga diubah. Biasanya, tanpa kehadiran petugas Posyandu, kegiatan tak jalan. Hal ini tak terlepas dari persoalan insentif untuk kader Posyandu. Kendala lain, soal sarana parasarana. Menurut Hj. Iris, 70 persen kegiatan Posyandu menggunakan halaman masyarakat dan meubeler yang dipinjam dari masyarakat. Terkait tingginya angka stunting di Kabupaten Dompu, Dinas Kesehatan setempat kini tengah mendorong perbaikan kualitas asupan makanan masyarakat. Lewat Posyandu, masyarakat diajak untuk menggunakan menu berbasis komoditas lokal. Yakni, bubur jagung, telur dan ikan yang disingkat Ibu Jari. Menu ini dapat pula ditambah tahu atau tempe. “Insya Allah, dengan Posyandu 425 unit, sudah semuanya menggunakan menu Ibu Jari,’’ ujarnya. Untuk mengefektifkan peran Posyandu dan programnya, Pemkab Dompu menekan pemerintah desa agar memasukkan bidan desa dalam struktur organisasi. Diharapkan, seluruh desa di Kabupaten Dompu memiliki bidan untuk menggerakkan program Posyandu. Persoalan gizi buruk dan stunting di Kabupaten Dompu, memang terus menerus ditekan melalui Posyandu. Diperkuat pula dengan PKK dari tingkat desa hingga kabupaten. ‘’Sebab dari dulu, namanya masyarakat, disuruh Posyandu bisa datang, bisa ndak. Padahal, banyak sekali manfaatnya. Tetapi dengan memasukkan kader dan bidan di struktur, merekalah yang akan menggerakkan masyarakat ke Posyandu,’’ imbuhnya. Iris menggarisbawahi belum

sinergisnya program kesehatan yang digalakkan Dinas Kesehatan dengan OPD lainnya. Saat ini, program antar OPD dinilai masih jalan sendiri-sendiri. ‘’Mungkin dengan diskusi ini, ada edaran khusus dari Ibu Wagub yang bisa menekankan, bahwa Pokja Posyandu semua bisa diaktifkan. Dan sinergi lebih kuat,’’ demikian Hj. Iris. Optimalkan Peran Desa Pemkab Sumbawa Barat menyarankan perlunya Pemprov NTB mendorong peran perangkat desa untuk memaksimalkan fungsi Posyandu. Mengingat perannya yang sangat strategis dalam banyak hal. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, H. Tuwuh mengatakan, gerakan Posyandu di provinsi saat ini telah mulai nampak. Komposisi pemimpin daerah (Wakil Gubernur) yang notabene perempuan, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang juga perempuan menurutnya telah memberikan sentuhan keibuan dalam menggerakkan aktivitas Posyandu. Dari sisi penganggaran juga demikian. Pemprov kini lebih terlihat keberpihakannya dalam revitalisasi Posyandu. Pemkab Sumbawa Barat juga demikian. Kini, tinggal mengarahkan dukungan anggaran itu untuk penguatan kelembagaan. Hanya saja, yang masih harus menjadi perhatian adalah soal keterlibatan masyarakat. “Masyarakat kita belum sepenuhnya berpartisipasi sekarang . Harus ada penggerakan. PKK juga punya peran strategis membantu,’’ ujarnya. Tuwuh membayangkan, jika saja perangkat desa hingga level terbawah meluangkan waktu untuk menggerakkan masyarakat aktif di Posyandu, maka partisipasi masyarakat bisa mencapai 80 persen, hingga 90 persen. “Inilah dahsyatnya. Posyandu ini tokcer dan luar biasa kalau benar-benar digerakkan secara masif,” jelas Tuwuh. Kemudian, dari Posyandu harus ada pelayanan kesehatan yang prima. Dari sisi penyuluhan, maupun pelayanan kesehatan secara teknis. Siapa yang akan menanganinya? Menurut H. Tuwuh, kader-kader Posyandulah yangharusdilatihulangsertadiberikan sertifikat kompetensi. ‘’Sehingga, tidak mudah bagi kepala desa menggantinya,’’ sarannya. Dalam hal ini, katanya, Pemprov NTB bisa membuat edaran untuk menganggarkan kegiatan pelatihan kader-kader Posyandu di desa. Jika ini bisa dilakukan, seluruh elemen diyakini akan bergerak bersama. ‘’Saya pikir Posyandu kita akan berkembang dan luar biasa. Mau dikembangkan seperti apapun, Posyandu ini bisa, karena dia dahsyat kelembagaannya,’’ imbuhnya. Terkait angka stunting di Kabupaten Sumbawa Barat, menurut Tuwuh angkanya mencapai 18,38 persen. Hal ini yang menurutnya harus ditelusuri. Ia menegaskan, untuk menekan angka stunting , Bupati dan Wakil Bupati KSB telah memberikan perhatian yang lebih besar. ‘’KBS tentu strateginya sekarang mempertahankan angka stunting yang 18,38 persen tidak naik. Dan berusaha terus menurunkannya. Caranya melalui program Posyandu yang luar biasa,’’ demikian H. Tuwuh. (ron/bul)


HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 29 APRIL 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 45 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bersama Ratusan ’’Crosser’’ se-Indonesia

Gubernur Taklukkan Lintasan ’’Trail Adventure’’ Sekotong

Giri Menang (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr H. Zulkieflimansyah ikut serta dalam event Lombok Barat Trail Adventure III yang digelar Pemkab Lombok Barat di kawasan wisata Sekotong, Sabtu (27/4). Dr Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini menjajal 69 kilometer lintasan dengan medan sangat menantang. Bersama ratusan crosser dari berbagai daerah di Indonesia, Dr.Zul mampu menaklukkan lintasan yang dinilai cukup ekstrem oleh para crosser profesional. Tak hanya ek-

strem, lintasan ini menyuguhkan pemandangan alam pantai dan pegunungan serta lembah yang memanjakan mata para peserta. Gubernur mengatakan event

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Perolehan suara sementara Pemilu untuk DPRD Provin1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 si NTB 2019 yang dihimpun Suara NTB dari berbagai 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 sumber memperlihatkan sejumlah Caleg petahana ber1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 potensi tersingkir. Perolehan suara mereka masih pada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 posisi belum aman untuk memastikan kembali terpilih. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Di Dapil I Kota Mataram, dua Caleg petahana yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kembali mencalonkan diri pada Pileg 2019 ini, diprediksi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 sulit kembali ke Udayana. Mereka adalah H. Abdul Ka1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 rim dari Partai Gerindra dan Lalu Darma Setiawan dari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Partai Golkar. Perolehan suara sementara keduanya ter1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 tinggal jauh dari Caleg lainnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Bersambung ke hal 11 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012

Perolehan Suara Sementara

Sejumlah Caleg Petahana Belum Aman

ini tidak hanya diikuti oleh warga Lobar, juga masyarakat NTB bahkan di luar NTB. Event ini menurut gubernur sangat baik karena mempertontonkan keindahan alam di kawasan wisata Sekotong dan bisa becengkrama dengan masyarakat sekitar. ‘’Kita dipertontonkan keindahan alam Lobar (Sekotong red). Kemudian kita bisa bercengkrama dengan masyarakat. Bagi masyarakat keramaian ini kan hiburan juga,’’ katanya. Hasil pantauannya, di sekitar daerah yang dilalui med-

annya cukup berat. Masalah jalan ini kata dia, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Pemda dan Pemprov. Supaya mobilitas masyarakat di daerah pinggiran semakin lancar di masa mendatang. Diakui akses jalan di daerah pinggiran di kawasan wisata setempat masih jelek. Sehingga hasil pertanian masih diangkut menggunakan sepeda motor. ‘’Karena jalannya belum baik, terbatas jumlah hasil panen yang bisa diangkut,’’ terang Dr .Zul. Menurut gubernur, pembangunan ekonomi memiliki korelasi positif dengan mobilitas masyarakat. Tidak mungkin kata dia, mobilitas hasil pertanian, produk pertanian dan perkebunan bisa dibawa ke

kota kalau infrastuktur belum baik. Upaya Pemprov dalam menangani jalan tersebut, pihaknya tentu akan bekerjasama dengan Pemda Lobar sebab bagaimana pun mereka adalah masyarakat NTB. Destinasi wisata Sekotong katanya, memiliki eksotisme yang sudah terkenal. Tinggal kata dia, diperbaiki infrastrastrukturnya saja. Persoalan infrastruktur ini bukan tanggung jawab Pemda Lobar saja namun Pemprov dan pemerintah pusat. Sebab yang punya hak menikmati keindahan Sekotong bukan hanya warga NTB, namun seluruh Indonesia. Ia menambahkan, melalui event trail ini bisa menyatukan semua, Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

TRAIL ADVENTURE - Gubernur NTB H.Zulkieflimansyah ikut menjajal lintasan trail adventure sepanjang puluhan kilometer yang mengitari kawasan Sekotong, Sabtu (27/4).

TO K O H Ada Indikasi Pidana KEJAKSAAN Tinggi NTB menemukan indikasi tindak pidana pada lahan Lombok City Center (LCC), Desa Gerimaks, Kabupaten Lombok Barat. Pelanggarannya pada proses agunan lahan seluas 8,4 hektar senilai Rp 95 miliar lebih. Kesimpulan indikasi tindak pidana itu terungkap dari ekspose yang dilakukan akhir pekan kemarin oleh tim Pidsus Kejati NTB. Dalam ekspose itu, indikasi pelanggaran pidana terletak pada proses perpindahan status dokumen lahan LCC dari PT. Tripat kepada PT. Bliss. Dua peru(Suara NTB/dok) sahaan ini membuat KerjasArif ama Operasional (KSO) untuk operasional LCC, namun jaksa menemukan di balik kerjasama itu ada kesepakatan agunan lahan. Bersambung ke hal 11

KO M E N TTAA R Pemprov Bentuk Satgas PEMPROV NTB turun tangan mengatasi persoalan sampah di Kota Mataram. Sebagai ibukota provinsi yang menjadi wajah NTB, Pemprov memberikan atensi yang lebih terhadap Kota Mataram. Pemprov NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus membersihkan sampah di jalan-jalan protokol dan strategis di Kota Mataram. ‘’Semua daerah kita atensi. Tapi kota lebih intens. Tapi semua kita pantau. Kita punya Satgas juga di sini. Satgas Kebersihan Sampah, ada 20 orang. Yang ditugaskan jalan-jalan protokol,’’ kata Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, pekan kemarin. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/kir)

MANDALIKA - Kawasan Mandalika salah satu dari 13 destinasi wisata di Lombok yang menjadi prioritas Bank Dunia dan Pemerintah Pusat untuk dikembangkan.

Bank Dunia dan Pusat Fokus Kembangkan Infrastruktur 13 Kawasan Pariwisata Lombok Mataram (Suara NTB) Bank Dunia dan Pemerintah Pusat fokus mengembangkan 13 kawasan prioritas pembangunan pariwisata di Pulau Lombok. Bank Dunia bersama Pemerintah Pusat melalui Indonesia Tourism Development Program (ITDP) menetapkan Lombok sebagai salah satu lokasi selain Borobudur dan Danau Toba. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. Azhar, MM, Minggu (28/ 4) menjelaskan, Pemprov NTB telah diundang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membahas masalah ini akhir pekan kemarin. Hadir pada rapat tersebut Kementerian PUPR, Kepala Dinas PUPR NTB, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB dan Bappeda NTB.

Azhar menjelaskan, ITDP sudah dimulai sejak 2016. Tujuan program ITDP, untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan dan infrastruktur dasar pariwisata. Kemudian meningkatkan perekonomian lokal/ masyarakat dari pembangunan pariwisata, dan mendorong investasi swasta di tiga daerah Destinasi Prioritas Nasional yaitu Lombok, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, dan Danau Toba. Azhar menyebutkan khusus untuk NTB, program ITDP akan fokus pada 13 kawasan prioritas. Ke tigabelas kawasan prioritas yang akan dikembangkan tersebut adalah Senggigi, Tanjung, kawasan tiga gili (Air, Meno dan Trawangan). Bersambung ke hal 11

Pemecatan ASN Mantan Napi Korupsi Tinggal Diteken Gubernur Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB memastikan segera memecat delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan napi korupsi. SK pemecatan ASN mantan napi korupsi tersebut tinggal diteken atau ditandatangani gubernur. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si mengatakan, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), langkah hukum yang dilakukan sejumlah ASN melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Korpri telah ditolak MK. Gugatan pemohon hanya dikabulkan sebagian. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PANRB) telah meminta Pejabat Pembina Kepegawaian (PPPK) dalam hal ini Gubernur dan Bupati/Walikota memecat ASN mantan napi korupsi paling lambat 30 April 2019. Bersambung ke hal 11

Jaksa Tahan Empat Terpidana Kasus Sekaroh Madani Mukarom (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim), akhirnya mengeksekusi badan empat terpidana kasus lahan hutan lindung Sekaroh, Lotim, Jumat (26/4) lalu. Mereka ditahan setelah kalah dalam kasasi dan Mahkamah Agung (MA) memutuskan mereka bersalah sebagaimana dakwaan jaksa. Empat terpidana itu adalah pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN), masing masing H. Jamaludin, Mustafa Maksum, Muhammad Naim dan Fathul Irfan. Mereka adalah empat dari enam terpidana yang sudah bisa dieksekusi. Dua terpidana lainnya menyusul di-

lakukan tindakan sama. ‘’Mereka dinyatakan bersalah sesuai putusan MA karena diduga terkait dengan korupsi pensertifikatan tanah kawasan hutan lindung RTK 15 Sekaroh, Kabupaten Lombok Timur,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH, Sabtu (27/4). Mereka masing masing dipidana penjara selama dua tahun dikurangi masa penahanan. Dasar putusan Kasasi MA nomor 2352K/Pid.Sus/ 2018 tgl 20 Desember 2018. ‘’Dengan putusan itu jadi dasar untuk eksekusi ke empat terpidana,’’ sebutnya. Dijelaskan Dedi Irawan,

para terpidana pada sekitar tahun 2000, 2001 dan 2002 secara bersama sama dalam jabatan sebagai PNS di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Timur, menerbitkan sertifikatan tanah dalam kawasan hutan lindung Sekaroh RTK 15 Kabupaten Lombok Timur. Akibat tindakannya, terbit sebanyak 31 sertifikat hak milik dengan luasan keseluruhan 413.902 m2. Sementara dua terpidana lainnya adalah Ramli dan Lalu Maskan Mawali, juga pejabat BPB Lombok Timur menurut Dedi Irawan akan menyusul dieksekusi. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

EKSEKUSI - Proses eksekusi penahanan empat terpidana kasus lahan hutan lindung Sekaroh, Lombok Timur, Jumat lalu.


SUARA NTB Senin, 29 April 2019

SUARA MATARAM

Halaman 4

Penurunan Pertumbuhan Ekonomi di Mataram Mengkhawatirkan Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram harus mencari di sektor mana saja terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram. Karena pelambatan pertumbuhan ekonomi Kota Mataram mencapai 1,69 persen. ‘’Ini adalah penurunan yang cukup tinggi,’’ kata Anggota Tim Ahli Pembahasan LKPJ Walikota Mataram akhir tahun anggaran 2018 Prof. Dr. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., pekan kemarin. Tim ahli memandang menurunnya pertumbuhan ekonomi Kota Mataram sebagai sesuatu yang serius. ‘’Apabila teledor sedikit saja, Pemkot Mataram tidak memperhatikan di mana sih yang menyumbang terhadap penurunan ini. Tidak dilihat secara seksama, maka bisa jadi pada tahun berikutnya, lubanglubang kebocoran semakin

menganga,’’ terangnya. Prof Karyadi juga menyinggung soal pengangguran terbuka di Kota Mataram. ‘’Ini mudah memang kita ucapkan, kita tuliskan, tapi mengatasinya cukup sulit,’’ cetusnya. Menurut dia, pengangguran terbuka meningkat 5,35 persen menjadi 6,72 persen kalau tidak diantisipasi, hal ini juga berpotensi menjadi kerawanan sosial. Untuk menurunkan ang-

ka pengangguran, tim ahli merekomendasikan kepada Pemkot Mataram untuk meningkatkan kesempatan kerja melalui pembukaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. ‘’Bagaimana caranya sekarang kita untuk memperkuat komitmen di tingkat eksekutif agar ada kemauan untuk meningkatkan porsi belanja langsung dibandingkan belanja

tidak langsung,’’ terangnya. Meskipun di Pemkot Mataram secara penganggaran sudah cukup proporsional, namun harus ada upaya masing-masing OPD berkomitmen meningkatkan belanja program. Karena berdasarkan dokumen LKPJ, diketahui telah terjadi penurunan pendapatan Kota Mataram sebesar 0,04 persen dari Rp1,407 triliun menjadi Rp1,400 triliun. Penurunan ini tidak bisa menjadikan gempa bumi yang terjadi bulan Agustus sebagai alasannya. ‘’Karena tahun berjalan ini sudah berlangsung kurang lebih delapan bulan,’’ demikian Prof Karyadi. Karena kalau gempa yang

dijadikan kambing hitam terkait sejumlah penurunan ini, jelas tidak logis. ‘’Nah ini hidden faktornya yang perlu dicermati,’’ cetusnya. Kelemahan Kota Mataram, bahwa sebagian besar penghasilan menurun masih didominasi oleh DAK dan DAU. Artinya, ketika DAK dan DAU menurun, kita belum bisa mandiri,’’ ungkapnya. Karena lanjut, kepala BPS Kota Mataram Isa Anshori, SE., MM., pihaknya melakukan survei setiap bulan Maret tahun berjalan. Untuk itu harus ada inovasi berupa pembukaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha yang benar-benar mengeda-

’’

Penurunan ini tidak bisa menjadikan gempa bumi yang terjadi bulan Agustus sebagai alasan. Karena tahun berjalan ini sudah berlangsung kurang lebih delapan bulan

pankan kearifan lokal. Contohnya kerajinan cukli yang menjadi ikon Kota Mataram. (fit)

(Suara NTB/dok)

Lalu Wiresapta Karyadi

Apresiasi Pembangunan Rusunawa PEMERINTAH pusat akan membangun dua twin blok rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Program ini dibutuhkan oleh masyarakat. Ada kekurangan sekitar 12 ribuan hunian di Kota Mataram. Dua twin blok rusunawa itu akan dibangun di Lingkungan MontongAre, Kelurahan Mandalika dan Lingkungan Bintaro, Kelurahan Bintaro Jaya. Sumber anggaranya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Camat Sandubaya, Saharuddin mengapresiasi rencana pembangunan (Suara NTB/cem) rusunawa di wilayahnya Saharuddin oleh pemerintah pusat. Rusunawa dibutuhkan oleh masyarakat di tengah keterbatasan serta mahalnya harga hunian di Mataram. Tiga twin blok rusunawa masing – masing dua twin blok di Lingkungan Mandalika dan satu twin blok di Montong Are memberikan dampak signifikan mengurangi rumah kumuh. “Kita mengapresiasi rencana itu. Apalagi rusunawa sangat dibutuhkan oleh warga,” kata Saharuddin dikonfirmasi pekan kemarin. Data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman di tahun 2019, kebutuhan hunian di Mataram sekitar 100 ribu. Yang telah tersedia hanya 80 ribu lebih atau ada kekurangan 12 ribu unit hunian. Masyarakat ekonomi rendah tidak mampu membangun rumah dengan harga lahan yang mahal. Meskipun pemerintah menyediakan rumah subsidi, tapi tetap tak terjangkau. Mantan Lurah Ampenan Utara ini mengakui, tiga twin blok rusunawa tersebut telah penuh. Artinya, antusias masyarakat cukup tinggi menempati rumah representatif. “Semua sudah penuh sekarang,” tuturnya. Untuk menempati kamar di rusunawa disampaikan Saharuddin, cukup memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kota Mataram. Pengelolaan selanjutnya berada di bawah UPTD Rusunawa. Secara administrasi maupun sewa relatif murah dibandingkan dengan menyewa rumah atau kontrakan. Warga hanya dibebankan biaya Rp100 ribu – Rp120 ribu per bulan. “Itu relatif murah,” tandasnya. Faktor keamanan maupun ketertiban di rusunawa bagian tanggungjawab pengelola. Kepala lingkungan dan kelurahan membantu mengontrol aktivitas masyarakat. Sahar mengingatkan penghuni di rusunawa menjaga ketertiban dan keamanan. Selain itu, mereka diminta berperan aktif bilamana ada kegiatan – kegiatan gotong royong maupun aktivitas sosial lainnya. (cem)

Tak Cukup Hanya Penertiban ANGGOTA Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram,Abdul Malik, S.Sos., mengaku tidak habis pikir dengan hasil dari sektor parkir yang rendah. Karena berdasarkan hasil perhitungan di atas kertas, dengan jumlah titik parkir yang diklaim Dinas Perhubungan sebanyak 518 titik, jika diambil rata-rata penghasilan per satu titik parkir Rp20 ribu, maka hasilnya sangat menjanjikan. Yakni sekitar Rp3,7 miliar. ‘’Ini nilai yang paling rendah,’’ sebut Malik kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Apalagi, untuk sektor perbankan, juru parkir yang ber(Suara NTB/fit) tugas berganti hingga tiga Abdul Malik shift. Sedangkan target parkir Rp2 miliar selama ini tidak pernah tercapai. Hal ini, aku Malik, kerap menjadi bahan pertanyaan Dewan pada setiap kali rapat kerja bersama eksekutif. ‘’Kemana raibnya penghasilan itu,’’ katanya. Anggota Dewan dari Dapil Cakranegara ini mengapresiasi langkah Dishub Kota Mataram yang melakukan penertiban di beberapa titik parkir di kawasan bisnis Cakranegara. Namun Malik menekankan, penertiban saja tidak cukup. Pemkot Mataram juga harus memikirkan solusi setelah penertiban itu. ‘’Jadi ndak bisa hanya dilakukan penertiban secara random begitu. Saya lihat di daerah-daerah lain untuk parkir tepi jalan umum, mereka punya zonasi. Jadi zonasi ramai itu beda tarifnya,’’ ujarnya. Hal inilah yang membuat kalangan Dewan sering mendorong eksekutif untuk membuat Perusda (Perusahaan Daerah). Karena, lanjut politisi partai Golkar ini, kalau retribusi parkir dikelola oleh Perusda, targetnya jelas. Malik melihat, di Mataram belum terbangun sistem perparkiran yang baik. ‘’Saya lihat masih banyak juru parkir (jukir) yang ilegal,’’ cetusnya. Dia menilai, Dishub belum menganggap penting Perda Kota Mataram tentang pengelolaan parkir. ‘’Kalau memang mereka menganggap Perda itu adalah Perda bersama, segera dong tindaklanjuti,’’ pintanya. Jangan sampai Perda yang ada, terkesan menjadi aturan abalabal. ‘’Karena kalau Perda tidak dijalankan, itu sama saja kita tidak mengindahkan apa perintah Perda,’’ sesalnya. Malik mencontohkan pemberlakuan karcis parkir baru beberapa persen. ‘’Jadi jukir, kalau kita ndak tanya, mereka juga ndak kasi,’’ imbuhnya. Seharusnya, jukir tidak perlu menunggu masyarakat meminta karcis baru diberikan. ‘’Diminta atau tidak diminta, karcis itu harus diberikan,’’ tegasnya. (fit)

(Suara NTB/cem)

PERBAIKI PJU - Seorang warga memperbaiki penerangan jalan di depan rusunawa Mandalika, Kelurahan Mandalika pekan kemarin. Pajak PJU Kota Mataram mengalami surplus mencapai Rp25 miliar dari penerimaan PPJU Rp45 miliar per tahun.

Pemkot Untung Rp25 Miliar dari Pajak PJU Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram membukukan keuntungan Rp25 miliar dari pajak penerangan jalan umum (PJU) di tahun 2018. Pengawasan yang intens dan program meterisasi jadi prioritas menekan tagihan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menyampaikan, kebutuhan titik lampu di Kota Mataram berdasarkan pendataan dari Pemerintah Prancis sekitar 17.000 titik. Sementara, ketersedian PJU hingga saat ini baru mencapai 11.000 titik atau ada kekurangan sekitar 6.000 titik. Pemenuhan kebutuhan PJU tergantung ketersedian angga-

ran diberikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga pemerataan pelayanan PJU terpenuhi. “Harus ada uang dulu dan ini perlu dibicarakan dengan Bappeda,” kata Kemal ditemui pekan kemarin. Secara spesifik Kemal tidak menyebutkan berapa kebutuhan anggaran untuk memenuhi kekurangan lampu. Untuk pemasangan dari nol diperkirakan membutuhkan biaya Rp6 juta per satu titik. Pihaknya bisa menyiasati dengan penghematan pemasangan PJU di tiang – tiang milik perusahan listrik negara. Mantan Kepala Dinas Pertamanan ini menegaskan, efisiensi pemasangan PJU terus dilakukan, terutama meng-

gunakan sistem meterisasi. Dengan menggunakan meterisasi tagihan dibayarkan Rp500 juta – Rp600 juta per bulan. Beda halnya dengan kontrak daya tagihan Rp2 miliar. “Target 100 persen program meterisasinya jadi keharusan,” tegasnya. Namun demikian sambung Kemal, pajak PJU diperoleh dari pembayaran masyarakat Rp45 miliar. Sedangkan, tagihan dibayarkan ke PLN Rp20 miliar per tahun atau surplus Rp25 miliar. Sedang diupayakan jika umpannya bisa dengan 17.000 titik terpenuhi dengan standar 150 watt PJU dipasang di jalan skala nasional 30 watt. Artinya, Pemkot Mataram sekali berinvestasi dan melakukan peng-

Pemkot Siapkan Lahan Pembangunan Dua Kantor Lurah

(Suara NTB/cem)

MASIH SEWA - Kantor Lurah Mayura di Jalan Hasanuddin, Cakranegara. Kantor ini merupakan aset milik Pemprov NTB yang dipinjam sebagai tempat pelayanan. Mahalnya harga lahan di kawasan ini menyebabkan Pemkot Mataram belum membangun kantor. Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menginstruksikan segera menyediakan lahan untuk pembangunan dua kantor lurah di Cakranegara. Pelayanan diharapkan bisa optimal, sehingga mewujudkan pemerintahan bersih. Demikian disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana dikonfirmasi pekan kemarin. Dua kantor lurah kini menumpang dan sewa yakni Kelurahan Cilinaya dan Mayura. Persoalan dihadapi saat ini disampaikan Putu, harga lahan di wilayah Cakranegara sangat tinggi dan sulit. Persoalan demikian sebenarnya menjadi atensi Walikota. Ada rencana membangun membangun kantor di luar, tetapi aturannya tidak boleh. “Pak Wali minta segera. Tapi persoalan lahan jadi kendala.Cakranegaraadalahkawasan

perdagangan,” katanya. Pemkot Mataram memiliki komitmen meningkatkan kualitas infrastruktur di kelurahan. Tahun ini, Kantor Camat Ampenan, Kantor Lurah Selagalas dan perbaikan aula kantor lurah Mandalika. Anggaran perbaikan kantor Ampenan dialokasikan Rp1,5 miliar, Selagalas Rp750 juta. Prosesnya masih tahap perencanaan dan segera ditender oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram. Putu menambahkan, kondisi kantor tak representatif menimbulkan ketidaknyaman bagi staf maupun masyarakat memberi dan mendapatkan pelayanan. “Iya, diusahahkan tahun ini,” ucapnya. Sementara itu, Lurah Mayura I Made Suartha membenarkan hal tersebut. Kantor digunakan sebagai tempat pelayanan merupakan aset milik pemerintah provinsi. Kondisi kan-

tornya tidak representatif sebagai tempat pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah ruangan bocor dan mengganggu. “Sana – sini bocor. Kasihan staf yang bekerja,” kata Made dikonfirmasi, Kamis (25/6). Made menceritakan saat musim penghujan petugas pelayanan di kelurahan harus sibuk mencari tempat nyaman. Sejumlah barang dan aset lainnya dikhawatirkan rusak dan hilang jika harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kondisi ini telah diketahui oleh Pemkot Mataram. Pemkot Mataram bersedia membangunkan kantor. Permasalahannya lahan untuk membangun kantor tidak ada. Kalaupun ada harganya sangat mahal. “Masalahnya lahan yang tidak ada,” terangnya. Salah satu alternatif adalah dengan membeli rumah dan diubah menjadi kantor. Pola seperti ini dinilai lebih efektif daripada harus membeli lahan dan membangun kantor baru. Rumah itu didesain untuk lahan parkir dan taman. Untuk sementara waktu sambung Made, pihaknya tetap memberikan pelayanan di tengah keterbatasan. “Respon masyarakat hanya bisa memaklumi saja,” ucapnya. Kelurahan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam hal memberikan kualitas pelayanan prima paling tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu, ia mengharapkan ada realisasi pembangunan kantor sehingga dapat memberikan pelayanan baik kepada masyarakat. Disamping itu, aset – aset milik pemerintah tidak hilang akibat berpindah pindah. (cem)

hematan sudah dilakukan meterisasi 100 persen. Berdasarkan perhitungan PPJU dibayar sekitar Rp1,5 miliar. “Sampai tahun ini kita masih surplus. Walaupun tagihan

masih besar,” ucapnya. Kemal menekankan, program meterisasi ditargetkan tahun 2020 bisa terpenuhi.Tinggal TAPD memberikan perhatian khusus untuk menyiapkan anggaran. (cem)

Sejumlah Kawasan di Mataram Tergenang Mataram (Suara NTB) – Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (27/4) sore mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota Mataram tergenang. Buruknya penataan infrastruktur jalan dan drainase diduga menjadi pemicu. Butuh anggaran besar agar ibukota provinsi terbebas dari genangan maupun banjir. Genangan paling parah terlihat di Jalan TGH. Faisal Kelurahan Mandalika. Air setinggi 20 sentimeter menggenangi jalan. Genangan berasal dari luapan saluran yang tak mampu menahan debit air. Kasus serupa juga terjadi di Jalan Brawijaya. Sebagian pengendara terpaksa menuntun kendaraan mereka akibat mesinnya mati di tengah kubangan air. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura dikonfirmasi pekan kemarin mengakui hal tersebut. Menurut dia, infrastruktur drainase maupun dimensi saluran masih buruk. Perlu dilakukan pemetaan ulang dan perbaikan drainase di Kota Mataram. Terutama di kawasan pertokoan yang banyak menutup drainase menggunakan plat beton, sehingga terjadi penyumbatan. “Ini yang perlu dibongkar,” tegasnya. Selama ini kata Mahmuddin, genangan membuat

masyarakat trauma. Belum lagi perilaku masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan. Wajar genangan menjadi ancaman terutama saat hujan lebat. Kasus genangan di Jalan TGH. Faisal Lingkungan Tembelok dipicu persoalan luapan air kiriman dari atas. Saluran di kawasan tersebut tertutup, sehingga harus diperbesar. Rencana tahun ini, akan ada perbaikan jalan sekaligus pelebaran drainase. “Anggarannya ada di PU. Angkanya ndak saya hafal,” jawabnya. Penataan drainase membutuhkan anggaran ratusan miliar. Perbaikannya tidak bisa mengandalkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Perlu intervensi dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Mahmuddin mengakui, setiap tahun ada anggaran Rp10 miliar untuk drainase. Tetapi 80 persennya digunakan untuk membayar gaji pasukan biru. Untuk pembangunan fisik anggaran relatif kecil hanya Rp4 hingga Rp5 miliar. “Kalau penataan drainase relatif kecil,” akunya. Perilaku masyarakat yang memasang plat beton perlu diawasi. Tim Pengawasan Bangunan perlu memantau dan bila perlu membongkar bangunan yang menyumbat aliran air di saluran. (cem)

(Suara NTB/cem)

TERGENANG - Pengendara menerobos genangan air di Jalan Brawijaya, Kota Mataram, Sabtu (27/4) malam. Intensitas hujan tinggi menyebabkan sejumlah kawasan tergenang. Untuk penataan drainase agar bebas dari genangan maupun banjir membutuhkan anggaran ratusan miliar.


H.Rachmat Hidayat JIKA Club Barcelona di Spanyol dikenal memiliki pola permainan tiki-taka yang di dalamnya mengandalkan operan bola pendek. Maka, di Jerman siapa yang tak mengenal sosok pemain legendaris Bayern Munich dan Timnas Jerman di era 1990-an, Lothar Matthaus. Bagi Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat, SH, sosok kepemimpinan Matthaus dengan kharismanya yang mampu memimpin rekannya setimnya, serta mengendalikan hampir seluruh posisi di lapangan sangat luar biasa. Diantaranya, mampu menjadi seorang gelandang bertahan, libero hingga playmaker menjadi inspirasinya di dunia politik selama ini. ‘’Siapa yang tak kenal cara bermain Lothar Matthaus, ia sangat menginspirasi. Apalagi, karismanya sebagai pemimpin permainan serta talentanya dalam mengatur permainan banyak saya terapkan pada kariri politik saya,’’ ujar Rachmat menjawab wartawan di kediaman-

SUARA NTB Inspirasi Tendang, Mengoper Bola dan Cetak Gol ala Lothar Matthaus

Halaman 5

Senin, 29 April 2019

nya, Minggu (28/4) kemarin. Ia mengungkapkan, filosofi sepakbola dan politik tidak bisa dipisahkan. Mengingat, sepakbola bukan hanya sekadar permainan olahraga semata. Namun mengandung filosofi kehidupan yang bisa dipetik manfaatnya. Apalagi, sepakbola juga merupakan medan kompetisi yang menuntut untuk mengedepankan sportivitas dan sekaligus menjadi media yang sangat netral dalam merefleksikan keberagaman dalam melakukan interaksi satu dengan yang lainnya. Bahkan, permainan ini menjadi replika kehidupan yang sangat interaktif dan inklusif. ‘’Setidaknya, sportivitas untuk terus menjaga silaturahmi tanpa batas. Yakni, dengan siapapun, mulai dari mereka yang berada di lapisan bawah, menengah hingga kalangan kelas atas banyak saya terapkan dengan ikhlas selama ini. Hasilnya, alhamdulillah, karir saya di politik bisa seperti

(Suara NTB/ist)

DENGAN CUCU - H.Rachmat Hidayat sedang bersantai di kediamannya dengan salah seorang cucunya.

sekarang ini,’’ kata Rachmat. Ia menuturkan, setidaknya dalam sepakbola tidak mengenal adanya prasyarat ras, agama, atau afiliasi politik maupun golongan tertentu. Yang terpenting untuk dimiliki adalah kemampuan seseorang bisa menendang dan mengendalikan bola secara baik, serta dapat menjadikannya kemenangan itu sebagai simbol identitas dan kebanggaan tersendiri dari manapun mereka berasal. ‘’Disitulah ilmu ikhlas dan silaturahmi dalam teori sepakbola bisa kita cantohkan jika kita ingin masuk pada kancah perpolitikan. Makanya, saya ngefans sama Lothar Matthaus. Ya, gara-gara mengenal politik di tahun 1990-an lalu. Sosok Mattheus, yang bebas menguasai lapangan, dan cerdik bermain di segala lini lapangan. Mulai gelandang kanan dan kiri, hingga libero dan striker saat bermain di Bayern Munchen dan Jerman perlu kita contoh jika ingin langgeng menjadi anggota DPR di semua tingkatan,’’ jelas Rachmat. ‘’Kalau Lionel Messi dan Christiano Ronaldo memang pemain hebat, tapi dia punya pembantu. Yakni pemain lain yang memberikannya operan. Beda dengan Matthaus yang dia selalu jadi double stoper, dan selanjutnya berlari membawa bawa bola setengah lapangan untuk menjebloskan gol ke gawang melalui tendangan kerasnya,’’ sambungnya. Sosok Matthaus, kata Rachmat, adalah pemain sepakbola yang disiplin dan legendaris. Matthaus mampu menguasai penonton dan lapangan pada zamannya. Oleh karena itu, filosofi bintang lapangan ala Lothar Matthaus sampai Pemilu sekarang ini terus diterapkannya. ‘’Pada intinya, kalau mau jadi pemenang. Maka kuasai penonton dan lapangan serta menjadi pemain yang cerdik,’’ katanya memberi tips. Hasilnya, kata dia, sejak Pemilu tahun 1992 lalu, di mana waktu itu hanya ada tiga partai saat era orde baru, Rachmat berhasil membawa PDI meraih enam kursi di DPRD Lotim dan berlanjut pada Pemilu berikutnya. PDI pada masa itu, masuk unsur Wakil Ketua DPRD Lotim. Rachmat kemudian melan-

jutkan peruntungan karir politiknya merebut suara sebagai Caleg DPRD NTB dari Dapil Kabupaten Lombok Timur pada Pemilu lalu. Ia bersyukur, dapat terpilih dua kali berturut-turut menjadi anggota DPRD NTB. Bahkan, Rachmat mampu menjadi Wakil Ketua DPRD NTB selama dua kali periode secara berturut-turut. ‘’Selanjutnya, saya maju ke kursi DPR RI. Alhamdulillah filosofi permainan ala Lothar Matthaus masih saya gunakan. Saya patut syukuri dan filosofi itu dapat mengantarkan saya untuk kali ketiga pada Pemilu 2019 ini meraih hasil maksimal. Insya Allah, terpilih menjadi anggota DPR RI dari PDIP NTB,’’ ungkapnya. Suami Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani itu mengaku, sedari awal banyak pihak yang pesimis jika ia mampu mendulang suara signifikan pada Pemilu kali ini. Namun, berkat optimisme serta tetap istiqomah guna terus melangkah, Rachmat pun mampu membalikkan prediksi berbagai pihak itu dengan hasil yang positif. ‘’Kalau hitungan saya, suara pribadi saya berada pada peringkat antara tiga dan empat dari delapan kursi yang diperebutkan pada DPR RI dapil Pulau Lombok (NTB-2),’’ katanya. Rinciannya, Lombok Timur jumlah suara antara 40-42 ribu. Kota Mataram mencapai kisaran 30 ribu, Lombok Barat dan KLU antara 38 ribu dan Lombok Tengah antara 25-30 ribu. ‘’Tapi, ini masih bersifat prediksi, kita tunggu penetapan KPU NTB. Kalkulasi suara

saya berkisar 125 ribu. Itu artinya, dengan pisahnya Dapil NTB menjadi dua saat ini, terlihat jelas jumlah suara pribadi lebih besar sekarang ini bila dibandingkan Dapil yang masih bergabung dengan Pulau Sumbawa,’’ tegas Rachmat. ‘’Kalau saja pencalonan DPR RI seperti DPD (dilengkapi foto), maka setengah pemilih di Pulau Lombok akan bisa saya kuasai. Indikatornya jelas, karena baliho saya enggak ada satupun yang dirobek sedikitpun,” sambungnya lagi. Menurut Rachmat, menjadi anggota partai politik itu hanya dua kunci utamanya agar masyarakat bisa menerima dan memilih kader partai itu sebagai wakil mereka. Yakni, ikhlas dan istiqomah dalam berpartai. Selain itu, ia menolak melakukan transaksi politik berupa bagi-bagi uang pada masyarakat alias money politics saat memasuki musim

Pemilu. Mengingat, sikap yang dikedepankan seorang politisi haruslah beretika dan beradab pada pemilihnya. ‘’Pokoknya, jangan kita sering pindah Parpol gara-gara enggak jadi Caleg ataupun tidak terpilih. Karena disiplin dan memperbanyak siturahmi dengan penuh keikhlasan dan istiqomah dalam berpartai adalah penting kita lakukan. Contohnya saya, sudah tujuh kali periode menjadi anggota DPR di berbagai tingkatan, mulai anggota DPRD Lotim dua periode, DPRD NTB dua periode dan tiga periode dengan sekarang menjadi anggota DPR RI,” jelasnya. Terkait eksistensi PDIP selama ini. Rachmat mengaku, selama menjadi pemimpin di tubuh PDIP di NTB, dirinya mengajarkan pada kader partai harus royal pada partai. Selain itu, tidak boleh ada sikap pragmatisme dalam meraup suara pada jenjang konstestasi politik, baik itu Pilkada serentak maupun Pemilu. ‘’Kalau mengeluarkan dana untuk membiayai partai iya saya lakukan. Karena itu adalah bentuk loyalitas dan dedikasi kita secara gotong royong pada partai yang membesarkan kita. Tapi kalau untuk memenangi pertarungan, saya sudah contohkan ke kader hanya dengan jalan silaturahmi dan bukan memainkan uang untuk membeli suara rakyat yang saya wajibkan pada kader PDIP di NTB selama ini,” tandas Rachmat Hidayat. Ia menambahkan, sengaja memelihara banyak burung berkicau di rumahnya. Hal ini

(Suara NTB/ist)

BUGAR -H.Rachmat Hidayat selalu menjaga kesehatan dan kebugarannya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan berolahraga.

tidak lain agar Rachmat bisa mengingat, bahwasanya kicauan burung itu adalah suara rakyat yang harus didengar manakala seseorang telah diamanahkan menjabat sebagai anggota DPR. ‘’Jadi, jangan kita mentangmentang sudah duduk menjadi pimpinan dewan, lantas kita terus bergaya. Seperti yang bukakan pintu mobil orangnya lain, terus yang bakarin rokoknya orang yang beda. Disinilah filosofi suara kicauan burung itu. Yakni kita harus banyak mendengar suara rakyat bukan malah tampil beda dari kepribadian kita manakala sudah memegang jabatan,’’ pungkasnya. Patut Bersyukur Terkait raihan suara Capres Jokowi-KH.Ma’ruf Amin di NTB pada Pemilu 2019. Rachmat mengaku, bersyukur. Pasalnya, ada kenaikan bila dibadingkan Pemilu sebelumnya kendati memang tidak signifikan. Menurut Rachmat, hal ini dipicu adanya kerja keras dari para kader PDIP, kaum nasionalis dan relawan JokowiMa’ruf yang telah bekerja ekstra di tengah guliran isu hoaks yang marak beredar serta dialamatkan pada Capres petahana di media sosial (medsos) selama ini. “Atas nama pribadi, saya bersyukur pada Allah atas nikmat yang dianugerahkan terkait perjuangan kader dan relawan selama ini. Memang kenaikan suara itu adalah fakta kerja kader PDIP, kaum nasionalis dan relawan yang tak henti bekerja,’’ pungkasnya. (*)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 29 April 2019

Halaman 6

Bupati Harapkan Kafilah MTQ Lotim Ukir Prestasi Gemilang (Suara NTB/yon)

PELEPASAN - Kegiatan pelepasan dan perpisahan santri kelas XII MA Muallimin NW Pancor. Tujuannya untuk menyerahkan amanah ke wali santri setelah tiga tahun menimba ilmu di sekolah.

MA Muallimin NW Pancor Wujudkan Generasi Millenial Berjiwa Santri Selong (Suara NTB) Madrasah Aliyah (MA) Muallimin NW Pancor, melepas sebanyak 213 santrinya yang tamat pascapelaksanaan ujian nasional, Sabtu (27/4). Pelepasan dan perpisahaan santri kelas XII, tujuannya untuk menyerahkan amanah ke wali santri setelah tiga tahun menimba ilmu di MA. Muallimin NW Pancor. Tema dari kegiatan tersebut yakni Generasi Millenial yang Berjiwa Santri. Kepala MA Muallimin NW Pancor Munawar, MPd., menjelaskan, santri yang berjumlah 213 orang dapat keluar dari madrasah dengan membawa ilmu yang berkah. Inilah yang mendasari tema dari kegiatan tersebut yakni generasi millenial yang berjiwa santri. Terdapat hal penting dalam tema ini, pertama proses yang dilakukan oleh para santri untuk disyukuri dan melaksanakan proses itu dengan baik, sehingga pasca proses menjadi evaluasi dan menjadi tujuan kedepannya. “Selaku generasi millenial yang berjiwa santri, hendaknya santri-santri menanamkan sikap jujur, percaya diri, amanah dan bertanggung jawab untuk melanjutkan apa yang menjadi tujuan orang tua dan santri itu sendiri,” pesannya. Penyerahan 213 santri kepada wali santri untuk diterima dengan harapan santri dapat mendapat tambahan ilmu dan rezeki yang barokah serta memperkuat silaturahmi antara guru dan wali santri untuk memperkokoh persaudaraan ukhuwah Islamiyah. Munawar mengungkapkan, untuk tingkat alumni sejauh ini memiliki andil besar baik dalam kegiatan madrasah maupun organisasi terkoneksi dengan baik. Bahkan banyak alumni berhasil dan peduli terhadap almamaternya. Diharapkan, alumni tetap menjaga nama baik madrasah, menjaga karakter dalam bersikap, berperilaku, berkomunikasi dengan akhlaqul karimah yang cukup bagus. Di MA Muallimin NW Pancor sendiri bahwa semua mata pelajaran berbasis pada pendidikan karakter. Hal tersebut menunjukkan peran guru tidak hanya melakukan transfer ilmu pengetahuan. Melainkan yang tidak kalah penting melakukan transfer akhlak kepada santri untuk dapat berprilaku dengan baik dan sopan. Termasuk pengembangan bahasa Inggris, bahasa Arab. Di madrasah yang berada di naungan YPH-PPD NW Pancor ini juga sudah menanamkan kebersihan lingkungan madrasah, sehingga yang dibawa pulang yakni menjaga perilaku bersih yang merupakan kewajiban perorangan maupun kelompok di manapun berada. (yon)

Selong (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an ( MTQ ) ke XXVIIl Tingkat Kabupaten. Acara dipusatkan di Tetebatu Kecamatan Sikur dan dibuka langsung Bupati H.M.Sukiman Azmy, Sabtu (27/4) lalu. Bupati H. M. Sukiman Azmy pada kesempatan tersebut mengharapkan seluruh kafilah dari Lotim ini bisa mengukir prestasi yang gemilang. Kafilah tidak saja juara satu atau dua, akan tapi paling tidak bisa memperoleh juara tiga. “Mudahan-mudahan dalam MTQ tingkat provinsi kita bisa mengukir prestasi yang menggembirakan bagi Lotim,” harapnya. Pelaksanaan MTQ kali ini digelar dengan penuh kesederhanaan. Meski demikian, diharapkan prestasi kafilah Loim ini bisa sampai ke provinsi hingga tingkat inter-

nasional. Menurut Bupati Sukiman, pelaksanaan MTQ bukanlah tempat untuk hura-hura atau pesta pora. Akan tetapi yang harus dilihat atau hikmah di balik pelaksanaannya. Apalagi ada keberkahan dalam Alquran. Upaya menciptakan generasi Qur’ani seperti sesuai tema, kata Bupati Sukiman tidak akan bisa kalau tidak pernah membaca Alquran. Tidak pula akan teruwujud kalau tidak juga dengan memahami arti dari Qur’an serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari apa yang

terkandung dalam Qur’an. Adapun cabang-cabang yang dilombakan sesuai penjelasan Ketua Panitia MTQ, H. Sahabudin, sebanyak 22 cabang Lomba. Di antaranya, Cabang Tilawah Anak, Remaja dan Dewasa, Cabang Cacat Netra, Cabang Qira’atussob’ah Dewasa dan Remaja, Cabang Tartil Al-Qur’an, Cabang Tahfiz 1 dan 5 Juz Tilawah, Cabang Tahfiz 10, 20, 30 Juz, Tafsir Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, Cabang Khaf AlQur’an Gol Naskah, Dekorasi, Cabang Fahmil Qur’an, Syahril dan Musabaqoh Maskah Ilmiah Al-Qur’an. (rus)

(Suara NTB/rus)

PUKUL BEDUG - Bupati Lotim. H. M. Sukiman Azmy memukul bedug sebagai tanda dimulainya MTQ Tingkat Kabupaten Lotim di Tetebatu, Sabtu (27/4).

NTB Baru Punya 52,9 Persen Posyandu Aktif Dari Hal. 1 Untuk TOT fasilitator Posyandu di 10 kabupaten/kota tahun ini, Pemprov NTB membutuhkan biaya sekitar Rp173.600.000. “Sementara itu, untuk pelatihan kader Posyandu per orang kami hitung berdasarkan kebutuhan pelatihan secara detail per orang dibutuhkan Rp577 ribu, tapi kalau dia pelatihan kader Posyandu keluarga. Karena memang materinya lebih besar, itu dibutuhkan biaya Rp777 ribu per orang,’’ jelas Nurhandini. Terkait kebutuhan untuk sarana dan prasarana Posyandu keluarga, di mana di sana ada Posyandu untuk balita, ibu hamil, Posbindu, Posyandu lansia, dan Posyandu remaja, jika ditotal dari nol, maka dibutuhkan Rp10.668.500 sebagai modal dasar per Posyandu. ‘’Tapi kita tahu bahwa sebagian besar Posyandu sudah ada alat-alatnya, kita tinggal melengkapi. Desa juga bisa memutuskan Posyandu mana yang akan dikembangkan

dulu,’’ jelasnya. Pihaknya merincikan per Posyandu, antara lain untuk Posyandu balita sebesar Rp3.963.000. Posbindu sebesar Rp1.715.000. Posyandu Lansia sebesar Rp2.905.000. Dan, Posyandu remaja sebesar Rp2.085.000. Itulah yang menjadi modal dasar, sehingga peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk Posyandu bisa dimiliki. “Di luar itu kita nanti ada bicara lagi, seperti yang diinginkan untuk memperkuat screening kanker, seperti yang sudah kita jalankan selama ini. Puskesmas-puskesmas yang terlatih itu akan mengampu Puskesmas di sekitarnya. Dengan sarana dan prasarana yang ada sekarang, sebenarnya kita sudah bisa mulai bergerak. Jadi screening kanker bisa kita gabungkan juga dengan Posyandu keluarga,’’ pungkasnya. Maksimalkan Partisipasi Masyarakat Individual Consultant United Nation Development Program (UNDP), Nurjanah ber-

pendapat, Posyandu memberikan layanan paling dekat ke masyarakat. Namun, partisipasi masyarakat dalam agenda-agenda Posyandu belum maksimal. Dibutuhkan inovasi berbasis konteks lokal untuk mendukung revitalisasi Posyandu. Terutama, dalam konteks memaksimalkan cakupan partisipasi. Nurjanah mengatakan, Posyandu sebenarnya sudah mendekatkan layanannya ke masyarakat. Namun dalam konteks partisipasi, tidak menguat. Ia mengambil contoh di Dompu ada sejumlah inovasi yang dilakukan untuk memperluas partisipasi masyarakat dengan cara memahami konteks lokal masyarakat. ‘’Misalnya kalau pagi, ibuibu tidak bisa hadir karena harus jualan, harus diganti menjadi sore atau malam hari mungkin, misalnya. Jadi konteks inovasi berbasis konteks lokal, jadi itu hal yang harus diperhatikan dalam memaksimalkan cakupan partisipasi,’’ ujar Nurjanah. Selain itu, perlu dipetakan

modalitas yang ada di desa untuk memaksimalkan partisipasi dalam rangka mewujudkan revitalisasi yang diinginkan. Terkait Posyandu, harus dilihat dari hulu, bukan hanya terkait kesehatan. Desa juga perlu memetakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pedagang atau perusahaan yang ada di desa. Mereka bisa didorong untuk partisipasi dalam konteks mobilisasi sumber daya. ‘’Misalnya dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT), mau ndak mereka menyumbang gula. Ini penting untuk mendorong partisipasi,’’ katanya. Nurjanah melanjutkan, dalam PMT, desa bisa menghibahkan tanahnya untuk dikelola oleh kader dalam bentuk demonstration plot (Demplot). ‘’Pada saat ada bapak/ibu datang, mereka bisa datang membawa satu tanaman plot itu untuk diberikan sebagai salah satu ketahanan pangan keluarga. Itu kan sebenarnya inovasi yang bisa dikembangkan dalam konteks revitalisasi Posyandu yang tidak

konteksnya hanya sektor kesehatan,’’ jelas Nurjanah. Tidak hanya itu, Nurjanah juga memperhatikan ada praktik baik untuk revitalisasi Posyandu di Lombok Barat. Seperti di Kekeri dan Gegutu, ada jimpitan yang dilakukan. Sehingga hal itu bisa juga menjadi modalitas untuk menghidupkan Posyandu. Dengan begitu, Posyandu tidak hanya bergerak dengan mengandalkan dana dari desa. Di Posyandu juga menurutnya hanya ada lima meja. Nantinya juga bisa ada satu meja lagi untuk meja pengaduan. Bisa berupa penyuluhan, tidak hanya penyuluhan kesehatan, bisa juga terkait masalah TKI undocument atau tidak memiliki dokumen, terkait perkawinan anak, dan masalah lainnya. “Meja pengaduan ini juga penting untuk memetakan juga masalah-masalah yang ada di desa, sehingga integrasi dengan aktor lain yang bekerja di satu desa, bisa juga terlibat dalam penyelesaian persoalan,” saran Nurjanah. (ron)

Festival Kuliner dan Oleh-oleh Khas Loteng Membangun Semangat UKM Lestarikan Kuliner Daerah Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) bersama Bisnis and Export Development Organization (BEDO) dan Sampoerna untuk Indonesia, Minggu (28/ 4), menggelar Festival Kuliner Tempoe Doeloe dan Oleholeh Khas Loteng. Event ini pun diharapkan bisa menjadi pemicu awal menumbuhkan semangat Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah ini, sekaligus melestarikan kuliner tradisional Loteng. Event yang baru pertama kali digelar di Loteng ini berlangsung semarak. Ribuan masyarakat Loteng tumpah ruah di Alun-Alun Tastura, tempat event berlangsung. Pada saat yang sama juga digelar KRARO (Kita Rarat sambil Angkat dedoRO), event lari santai sembari mengangkat sampah di seputaran Kota Praya. Sebagai satu gerakan moral membangun semangat bersih di kalangan masyarakat Kota Praya dan Loteng pada umumnya. Untuk festival kuliner dan oleh-oleh khas Loteng sendiri diikuti tidak kurang dari 30 pelaku UKM binaan Sampoerna untuk Indonesia yang sudah dibina sejak bulan Oktober tahun 2018 lalu ditambah pelaku UKM lainnya yang menyajikan berbagai penganan dan makanan khas daerah ini. Termasuk suvenir unik hasil karya pengerajin Loteng. “Kegiatan-kegiatan seperti ini ke depan akan lebih sering kita laksanakan,” ujar Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, kepada wartawan. Pihaknya berharap BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia selaku penggagas festival, ke depan bisa tetap memprioritasnya Loteng sebagai lokasi event-event serupa di masa yang akan datang, sehingga bisa menjadi pemicu tumbuh kembangnya UKM di daerah ini. Pasalnya, festival kuliner semacam ini, sangat besar

manfaatnya, terutama bagi masyarakat di daerah ini yang bisa memicu dan memacu semangat wirausaha dengan menghasillkan produk makanan ataupun kuliner khas daerah ini. Kalau masyarakat sudah banyak yang memproduksi makanan khas daerah ini, maka keberlanjutan akan makanan khas tersebut akan bisa terjaga. ‘’Jadi fungsi pelestarian kuliner khas daerah ini juga jalan. Terlebih lagi dikenal cukup kaya akan kuliner khas nan tradisionalnya,’’ terangnya. Namun sayangnya, potensi kuliner tersebut sampai sejauh ini belum tergarap maksimal, sehingga belum banyak dikenal luas. Padahal kalau mampu dikelola dengan maksimal, kuliner khas Loteng bisa menjadi salah satu komoditi usaha yang cukup menjanjikan secara ekonomi. “Festival seperti inilah, salah satu cara kita memperkenalkan kuliner khas daerah ini supaya masyarakat kita juga tahu akan kuliner daerahnya. Begitu juga masyarakat luar,” terang Suhaili. Mantan Ketua DPRD NTB ini mengakui, kalau keberlanjutan dari sebuah event kerap jadi persoalan di daerah ini, sehingga eventevent seperti festival kuliner perlu untuk terus dijaga kontinyuitasnya dan tidak hanya sekali digelar tanpa ada keberlanjutannya, sehingga tidak bisa memberi efek yang luas bagi masyarakat. “Jika memungkinkan kawasan alun-alun Tastura ini akan kita jadikan lokasi tetap untuk event seperti festival kuliner ini. Maupun eventevent sejenis lainnya, sehingga kawasan di sekitar alun-alun Tastura juga bisa tetap hidup,” tandasnya seraya menambahkan, selama bulan Ramadhan kawasan alun-alun Tastura juga akan ditata sebagai pusat kuliner khas bulan puasa. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Loteng, M. Ikhsan, S.Hut., menambahkan selain festival kuliner, juga ada beberapa kegiatan tambahan, seperti lomba senam Zumba, fashion show pakaian tradision-

al serta lomba karya busana unik ditambah hiburan musik lawas. “Event ini juga untuk menyambut bulan puasa. Sehingga ada juga kegiatan pasar murah sembako dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta pameran produk olahan dari kelompok tani binaan Dinas Pertanian Loteng,’’ tambahnya. (kir/*)

NIKMATI - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT, Ketua DPRD H. Ahmad Puaddi, FT, dan jajaran Forkopimda menikmati makanan lokal khas Loteng di Festival Kuliner Tempoe Doeloe dan Oleh-oleh Khas Loteng, Minggu (28/4). (Suara NTB/kir)

(Suara NTB/kir)

LIHAT STAN - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT dan Ketua DPRD H. Ahmad Puaddi berada di stan DInas Pertanian Loteng.

(Suara NTB/kir)

NIKMATI - Ibu-ibu anggota PKK dan Dharma Wanita menikmati makanan lokal Loteng.

(Suara NTB/kir)

TINJAU - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT meninjau stan peserta yang ikut serta di Festival Kuliner Tempoe Doeloe dan Oleh-oleh Khas Loteng.

(Suara NTB/kir)

POSE BERSAMA - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT, Ketua DPRD H. Ahmad Puaddi, Sekda Loteng H. M. Nursiah dan pimpinan Forkopimda pose bersama.


SUARA NTB

Senin, 29 April 2019

Halaman 7

Gelegar ’’Property Expo’’

Bank NTB Syariah Toreh Sejarah, 1.171 MBR di ”Pre Approval” Mataram (Suara NTB) Bank NTB Syariah menorehkan sejarah baru. Perdana menyelenggarakan Expo (pameran) property, Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB ini sukses memfasilitasi seribuan pengajuan nasabah rumah subsidi di pre approval (secara prinsip setuju di biayai bank). Expo property Bank NTB Syariah dilaksanakan pada 26-28 April 2019 di Lombok Epicentrum Mal (LEM). Kegiatan ini sukses penyelenggaraan, sukses juga pencaiapan target. Sebanyak hampir 1.171 konsumen memesan rumah subsidi yang siap dibiayai Bank NTB Syariah. Atau total nilai pembiayaannya mencapai hampir Rp200 miliar, hanya dalam waktu tiga hari. Target awalnya, selama tiga hari pelaksanaan akan terjaring 500 konsumen, atau maksimal 1.000 konsumen. Dan total Buka Rekening : 158 nasabah. Kartu Debit GPN : 169 nasabah, Mobile Banking : 348 nasabah serta layanan SMS Notifikasi : 177 nasabah. Expo Property Bank NTB Syariah dengan tema “Teken Sekarang, Besok Dapat Rumah” ini menyedot perhatian publik. Sejak di buka resmi oleg Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, masyarakat berbondong-bondong datang merebut kesempatan emas ini. Pengembang ternama yang turut terlibat di dalamnya, PT. Lombok Royal Property, PT. Salva Inti Property, PT. Varindo Lombok Inti, PT. Daya Cipta Perdana, PT. Alam Asri Property, dan PT. Histo Perkasa Nusantara Jaya. Seluruhnya menawarkan 13 proyek perumahan yang telah dan sedang di bangun. Pada event ini, MBR mendapatkan fasilitas menarik. Rumah subsidi dengan uang muka minimal 1 persen dan subsidi uang muka Rp4 juta. Keuntungannya, gratis biaya administrasi bank, pre approval di tempat, cukup hanya membawa KTP dan KTP pasangan. Bank NTB Syariah bergerak kian agresif. Sejumlah terobosan dilakukan pasca konversi ke syariah penuh. Di sektor property, BPD NTB yang kini di kendalikan oleh H. Kukuh Rahardjo sebagai Direktur Utamanya, memberikan dukungan penuh. Para pengusaha lokal juga telah kembali ke pangkuan Bank NTB Syariah. Tanpa terkecuali pengembang. Expo ini, kata H. Kukuh Rahardjo, selain memfasilitasi masyarakat NTB mendapatkan rumah idaman, sekaligus upaya jajaran direksi un-

tuk lebih mendekatkan bank daerah ini kepada masyarakat. dan harapannya akan menjadi bank utama bagi masyarakat NTB dalam berbagai transaksi keuangan dan produk perbankan. Sementara itu, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Heri Susanto memberikan apresiasi kepada Bank NTB Syariah berusaha menjadi yang terdepan untuk memfasilitasi MBR memiliki rumah. Di ketahui, saat ini sebanyak 200 ribu KK di NTB belum memiliki rumah. Inilah PR besar bersama. Tahun ini Bank NTB syariah berencana akan membiayai sebanyak 2.000 unit rumah yang di bangun pengembang. Terdapat sebanyak 11.000 unit rumah subsidi telah diajukan pengembang untuk dibangun tahun ini. “Semoga tidak ada kendala, dan kami sampaikan terimakasih atas partisipasi utama Bank NTB Syariah,” demikian H. Heri. Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan juga menyampaikan apresiasi yang sama. Dengan kekurangan kebutuhan rumah di NTB yang cukup besar, Bank NTB Syariah berada di urutan ke 4 bank yang fokus untuk pembiayaan perumahan yang totalnya Rp4,1 triliun. Setelah BTN, BNI, dan BRI. Pembiayaan di sektor property menurutnya cukup potensial di NTB. karena itu, terobosan Bank NTB Syariah untuk menyalurkan pembiayaan di sektor ini diakui otoritas luar biasa.Bank NTB Syariah terus berkembang. Baik untuk pembiayaan, penghimpunan dana, dan masyarakat cukup mendukung. Karena itu, otoritas akan memantau terus perkembangannya. “Expo ini adalah momentum bagi Bank NTB Syariah menjadi champions di daerah sendiri,” demikian Farid. Sementara Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB, Ahcris Sarwani mengatakan, dengan memberikan perhatian pada pembiayaan sektor property, Bank NTB Syariah telah berkontribusi menggerakkan perekonomian. Pembiayaan ke sektor produktif yang sangat di tunggu-tunggu. Selain itu, menggerakkan sektor property akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah. Itulah sebabnya, kenapa Bank Indonesia sangat konsen mendukung program-program yang berhubungan erat dengan daya dongkrak ekonomi makro. “Expo ini menjadi dua sisi yang sangat positif. Baik untuk bank

(Suara NTB/bul)

MENABUH REBANA - Dari kanan, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H.Kukuh Raharjo, Direktur PPDPP, Budi Hartono, Kepala BI NTB, Achris Sarwani, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Kepala OJK, Farid Faletehan, dan Ketua REI NTB, H. Heri Susanto menabuh rebana tanda dibukanya kegiatan Expo Property Bank NTB Syariah. sendiri, maupun masyarakat,” demikian Achris. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PU PR, Budi Hartono menambahkan, tahun 2019 ini pemerintah menaikkan target program sejuta rumah menjadi sebesar 1,25 juta unit rumah. Nilai tersebut salah satunya terdiri dari bantuan pembiayaan rumah FLPP sebesar Rp. 7,1 triliun untuk 68.858 unit rumah. Per 23 April 2019, pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan telah merealisasikan Rp3,3 triliun untuk 34.740 unit rumah. Dukungan fasilitas dan kemudahan tersebut meliputi pemberian Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Pembebasan Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Rumah Sederhana Tapak dan Rusunami, Penurunan Pajak Penghasilan Final (PPH) dari 5% men-

jadi 1% bagi pengembang yang membangun rumah bersubsidi, dan pemberian Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) untuk Rumah Sederhana Tapak. Pemerintah juga memberikan skema alternatif pembiayaan ke Bank Pelaksana untuk dapat menggunakan dana pendamping FLPP dari PT SMF. Tentunya seluruh program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan yang masih cukup besar di Indonesia. “Sebagai mitra kerja kami, Bank NTB Syariah menjadi salah satu bank pelaksana daerah yang telah mendukung program pemerintah. Tercatat di PPDPP realisasi penyaluran KPR FLPP Bank NTB Syariah pada tahun 2018 lalu mencapai Rp. 7,143 miliar untuk 61 unit rumah,” demikian Budi. Dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, dengan mendukung pembiayaan di sektor property, ada 172 industri ikutan yang turut di gerakkan. Dari indus-

Insya Allah, Hidup Berkah Tanpa Riba

Direktur PPDPP, Budi Hartono

Ketua REI NTB, H. Heri Susanto

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H.Kukuh Raharjo

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah

Gubernur berbincang dengan Owner PT. Lombok Royal Property, Drs. Izzat Husein, MM di arena expo

tri batu bata, pasir, besi, listrik, dan lainnya dan dapat mendongkrak aktifitas ekonomi orang. Karena itu, gubernur berharap sektor property benar di seriusi. Kepada Bank NTB Syariah, ia juga memberikan apresiasi khusus. Sebagai bank daerah, dianggap cukup berani bergerak massif membiayai sektor property. Dan menurut orang nomor satu di NTB ini, expo property yang dilaksanakan perta-

ma kali ini juga sebagai terobosan yang luar biasa. Dengan memfasilitasi lebih banyak masyarakat NTB memiliki perumahan, maka perbankan dan pengembang akan berkontribusi meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat NTB kedepannya. “Semakin banyak masyarakat yang memiliki rumah. Maka akan semakin bahagia masyarakat kita,” demikian gubernur. (bul)


SUARA NTB

Senin, 29 April 2019

Halaman 8

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB

Bangkitkan Minat Masyarakat untuk Berkoperasi Mataram (Suara NTB) – Pemerintah memiliki program unggulan mengembangkan ekonomi kerakyatan. Basis ekonomi kerakyatan tidak terlepas dari usaha kecil menengah dan industri kecil menengah. Sistem dibangun untuk mengembangkan usaha masyarakat melalui koperasi. Pemerintah memiliki andil membangkitkan minat masyarakat untuk memaksimalkan fungsi koperasi. Koperasi yang menjadi soko guru dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil

dari pengelolaan koperasi dikembalikan ke anggota melalui sisa hasil usaha. Permasalahan dihadapi di Kota Mataram seperti disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM, Yance Hendra Dirra, ternyata koperasi di Mataram datanya menyedihkan. Bahwa awal 2017, tercatat 624 koperasi. Yang aktif hanya 396 koperasi. Dari 396 koperasi yang aktif yang melakukan rapat anggota tahun hanya 125. Dari 125 lakukan koperasi yang melakukan RAT, hanya 54 koperasi yang sehat.

Kondisi koperasi demikian, tidak mungkin bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui UKM dan IKM. Persoalannya adalah, ada sistem yang salah sehingga koperasi tidak diminati oleh masyarakat. “Karena masyarakat akan mengatakan kita tidak akan bisa hidup, bermasa depan yang baik dengan usaha koperasi. Anak – anak muda tidak akan berpikir hidup bahagia. Karena koperasi tidak menjanjikan,”kata Yance ditemui di ruang kerjanya pekan kemarin.

Kecenderungan generasi muda saat ini memilih menjadi karyawan ataupun mendirikan perusahaan sendiri. Untuk koperasi mereka tidak tertarik. Karena ketidaktertarikan anak muda berkoperasi karena adanya stigma negatif terhadap koperasi di masyarakat. Asumsinya sebagai rentenir atau bank subuh. Disampaikan Yance, persoalan demikian menyebabkan koperasi dipandang sebelah mata. Dampaknya, anak – anak muda yang memiliki kemampuan bagus tidak mau

berkoperasi. Mereka justru memilih bekerja menjadi karyawan di perusahaan. Koperasi hanya mendapatkan SDM yang lemah. Pun, koperasi mendapatkan SDM yang bagus, mereka hanya bekerja part time atau sambilan saja. “Mereka hanya ingin membangun komunikasi dan lain sebagainya,”tandasnya. Dampaknya, koperasi tidak bisa berkompetensi dengan perusahaan swasta karena dikelola oleh orang yang tidak mumpuni. Persoalan lain yang menyebabkan koperasi tidak diminati adalah,

123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 nial memiliki kemampuan terhadap penMataram (Suara NTB) – 123456789012345678901234567890121234567890123456 guasaan teknologi informasi. Tantangan revolusi ekonomi 4.0 123456789012345678901234567890121234567890123456 Stigma koperasi negatif perlu dihilangmengharuskan penguasaan teknolo123456789012345678901234567890121234567890123456 kan. Generasi milenial memilliki kesemgi. Produk lebih mudah dipasarkan 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 patan mengembangkan koperasi sebagai dengan bermodal telepon pintar. Ko123456789012345678901234567890121234567890123456 bagian tuntutan perubahan zaman di era perasi perlu menyesuaikan diri den123456789012345678901234567890121234567890123456 digitalisasi seperti saat ini. Di era digitalgan perkembangan zaman. Generasi 123456789012345678901234567890121234567890123456 isasi ini pemerintah harus hadir, bagaimmilineal memiliki andil terhadap 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 ana pasar ini tidak dimonopoli orang – orpenguatan serta eksistensi koperasi 123456789012345678901234567890121234567890123456 ang yang berada di zona nyaman. di tengah tantangan zaman. 123456789012345678901234567890121234567890123456 Koperasi harus diberikan regulasi yang Menurut Kepala Dinas Koperasi, Per123456789012345678901234567890121234567890123456 apirmatif. Artinya, pemerintah memberikan industrian dan UKM Kota Mataram, 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 aksesibilitas terhadap keberlangsungan koYance Hendra Dirra, paling utama diper123456789012345678901234567890121234567890123456 perasi. “Jangan hanya diberikan kepada orsiapkan oleh koperasi di tengah revolusi 123456789012345678901234567890121234567890123456 ang – orang yang sudah berada di zona nyaekonomi 4.0 adalah penguatan sumber 123456789012345678901234567890121234567890123456 man saja,” tandasnya. Peran generasi muda daya manusia. SDM yang mumpuni me123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 menghidup koperasi sangat penting. miliki berpengaruh besar terhadap ke123456789012345678901234567890121234567890123456 Mereka memiliki kemampuan menguaberlangsungan koperasi. 123456789012345678901234567890121234567890123456 sai pasar. Kalangan milenial tidak perlu Namun menjadi persoalan adalah, 123456789012345678901234567890121234567890123456 takut berkoperasi. Sebab, koperasi memikoperasi tidak menarik bagi kalan123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 liki andil terhadap peningkatan kesejahtergan milenial. Ketidaktertarikan ini 123456789012345678901234567890121234567890123456 aan masyarakat, menekan ketimpangan pun sehingga koperasi sulit mendap123456789012345678901234567890121234567890123456 antara si kaya dan si miskin dan lain seatkan tenaga yang handal. “Masalah123456789012345678901234567890121234567890123456 bagainya. Harapannya, generasi muda menya generasi milenial saat ini tidak 123456789012345678901234567890121234567890123456 miliki pandangan sama membangkitkan tertarik untuk berkoperasi,” kata 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 gairah koperasi di Mataram. (cem/*) Yance. Tak dipungkiri generasi mile123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 gan antara si kaya dan si miskin akan Mataram (Suara NTB) – 123456789012345678901234567890121234567890123456 menipis (gini rasio). Oleh karena itu, pePasar koperasi perlu diperkuat 123456789012345678901234567890121234567890123456 merintah harus hadir kepada koperasi dan perluas. Bukan saja aspek per123456789012345678901234567890121234567890123456 memberikan peningkatan aksebilitas modalan, melainkan sumber daya 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 untuk mengakses pasar. manusia. Membangun penyadaran 123456789012345678901234567890121234567890123456 Salah satu contoh peningkatan aksebilkepada masyarakat sangat penting. 123456789012345678901234567890121234567890123456 itas terhadap pasar telah disusun raperda Koperasi memiliki kemampuan me123456789012345678901234567890121234567890123456 tentang Koperasi dan UKM. Yance mennekan ketimpangan. 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 gaku kecewa perjuangan selama dua tahun Koperasi harus dibukakan keran 123456789012345678901234567890121234567890123456 dengan difasilitasi oleh akademisi Univeruntuk bisa bersaing di pasar supaya 123456789012345678901234567890121234567890123456 sitas Mataram, kandas. Raperda yang disdalam pertarungan bisnis bisa eksis. 123456789012345678901234567890121234567890123456 etujui para akademisi dengan dua substanKeberadaan koperasi seperti disam123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 si pokok yakni pengelolaan 10 persen paikan Yance Hendra Dirra, Kepala 123456789012345678901234567890121234567890123456 barang dan jasa dikerjakan oleh koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan 123456789012345678901234567890121234567890123456 serta pembentukan BLUD dana bergulir UKM Kota Mataram, perlu ditolong 123456789012345678901234567890121234567890123456 dihapus oleh Dewan. karena sebagian besar anggota mere123456789012345678901234567890121234567890123456 Padahal, dua pasal dalam raperda itu ka adalah pelaku usaha kecil menen123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 sebagai upaya membangkitkan gairah gah dan industri kecil menengah. 123456789012345678901234567890121234567890123456 koperasi. “Saya sangat sedih. Sudah Berbeda halnya dengan sektor 123456789012345678901234567890121234567890123456 lama berjuang tapi dua point penting swasta jika mendapatkan keuntun123456789012345678901234567890121234567890123456 dalam raperda itu dihapus. Hanya pasal gan hanya dinikmati oleh segelintir 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 sisa saja yang penjelasan substansinya orang. Jika dinikmati segelintir or123456789012345678901234567890121234567890123456 itu telah ada diatur dalam peraturan ang keuntungan digunakan hal – hal 123456789012345678901234567890121234567890123456 menteri,” ungkapnya. sifatnya konsumtif. Beda dengan ko123456789012345678901234567890121234567890123456 Dijelaskan, raperda pembentukan perasi hasilnya dibagi ke anggota. 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 BLUD dana bergulir ini mengantisipaArtinya, ada modal publik yang bisa 123456789012345678901234567890121234567890123456 si agar UKM dan IKM tidak terjerat oleh digunakan untuk hal – hal produktif 123456789012345678901234567890121234567890123456 rentenir. Pinjaman modal diberikan beoleh anggota koperasi. 123456789012345678901234567890121234567890123456 rasal dari pemerintah pusat. Bunganya “Seperti biaya pendidikan, 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 relatif kecil dan sifatnya menurun. Sepengembangan usaha dan lain se123456789012345678901234567890121234567890123456 mestinya kata dia, koperasi dibukakan bagainya,” terang Yance. Kalau ke123456789012345678901234567890121234567890123456 keran seluas – luasnya agar dapat bermudian koperasi menanjak naik, 123456789012345678901234567890121234567890123456 saing dan keuntungan dapat dinikmati sambungnya, dengan keuntungan 123456789012345678901234567890121234567890123456 oleh masyarakat. (cem/*) dibagi ke anggota. Maka ketimpan123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456 123456789012345678901234567890121234567890123456

Generasi Milenial Jangan Takut Berkoperasi

Koperasi Dapat Menekan Ketimpangan

uang dikelola adalah uang masyarakat. Pengelolaan ini pun ribet. Artinya, koperasi harus memiliki AD/ART, menyusun keuangan, diaudit, badan pengawas, perlu rapat anggota tahunan dan lain sebagainya. Berbeda halnya dengan perusahaan yang fleksibel dalam pengelolaannya. Pada saat persaingan ekonomi kalah. Selama ini sambung Yance, pemerintah melalui Dinas koperasi selalu memberikan pelatihan manajemen. Pelatihan ini sudah benar, tetapi belum mencukupi. Oleh karena itu, pemer-

intah memiliki peran besar untuk menarik minat masyarakat untuk berkoperasi. Langkah dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM Kota Mataram dengan mengajukan Perda. Perda itu memiliki dua substansi penting yakni 10 persen pengadaan barang dan jasa pemerintah dikelola oleh koperasi dan, membentuk badan layanan umum daerah untuk dana bergulir. Jika ini berjalan dengan baik, koperasi dapat bersaing dengan perusahaan swasta lainnya. (cem/*)


SUARA NTB

Senin, 29 April 2019

Halaman 9

UIN Sasar Penyuluh Agama Jadi Mahasiswa Baru Pascasarjana Mataram (Suara NTB) Menyambut penerimaan mahasiswa baru 2019, tim sosialisasi Pascasarjana UIN Mataram giat turun ke sejumlah lokasi. Salah satunya sosialisasi pada penghulu dan penyuluh agama se kabupaten Lombok Barat (Lobar). Mereka ditargetkan masuk ke berbagai program studi pascasarjana UIN Mataram. Acara yang berlangsung di aula KUA Kediri ini difasilitasi oleh Kelompok Kerja Penghulu (Pokjahu-

lu) Lombok Barat. Tujuannya ialah guna memotivasi anggotanya mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM, agar lebih mampu dan trampil menyelesaikan problem di masyarakat. Dalam kesempatan ini, Dr. Hj. TetiIndrawatiP.,M.Hummenjelaskan bahwa sesuai dengan tugas yang digeluti sehari-hari, bidang kajian yang paling sesuai dan diminati adalah Prodi Magister Hukum KeluargaIslam(HKI)danMagister KomunikasiPenyiaranIslam(KPI).

Selanjutnya Teti Indrawati menjelaskan informasi seputar cara pendaftaran dan seleksi, penyelenggaraan kuliah dan penulisan tesis, serta biaya pendidikan Pascasarjana UiN Mataram. Sementara Dr. H. Fahri, M. Ag selaku Kaprodi KPI, menerangkan manfaat pendidikan dan cerita sukses alumni pascasarjana. Hal ini bertujuan agar mereka tertarik mendaftar pada Program

Pascasarjana UIN Mataram. Peserta sosialisasi sangat antusiasmengikutiacaradariawalsam-

pai akhir. Beberapa orang bertanya seputar syarat toefl dan proposal untuk pendaftaran, besar biaya to-

tal untuk pendidikan magister, serta kemungkinan mahasiswa transfer dari universitas lain. (dys)

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155

RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP

RUPA-RUPA

q

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

SALON

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 29 April 2019

Halaman 10

KEGIATAN HARI KESATUAN GERAK (HKG) PKK TAHUN 2019 KOTA MATARAM ETUA Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh menghadiri Roadshow TP.PKK Provinsi NTB sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2019 dan Pelayanan KB Kesehatan di Kantor Lurah Bintaro Kecamatan Ampenan, Senin (22/04/ 2019). Acara dihadiri juga oleh Ket-

ua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram ND. Kinnastri Roliskana, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram Herlina Effendi Eko saswito dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Mataram. Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh menjelaskan Tim Penggerak Pemberdayaan Kese-

jahteraan Keluarga (PKK) sebagai suatu organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai mitra dan membantu pemerintah di dalam melaksanakan program-program pembangunan melalui 10 program Pokok PKK. Di mana semua program pokok PKK sangat berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga, terutama dalam pemenuhan pelayanan keutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan dan ekonomi, yang

secara operasionalnya dilaksanakan secara berjenjang. Sedangkan dalam sambutan Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa tujuan dari roadshow ini adalah untuk bersilaturahmi dengan para kader PKK, karena dengan silaturahmi ini bisa meningkatkan kerjasama di tahun-tahun yang akan datang. (Humas)

Ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan.

Kunjungan ke mobil pelayanan KB.

Penyerahan bibit tanaman.

Penyerahan bantuan buku kepada TP-PKK Kota Mataram.

Meninjau pengolahan dan pembuatan kue.

Pose bersama anak-anak.

Rangkaian Peringatan Hari Kartini Ke-140 UNCAK Peringatan Hari Kartini ke – 140 Kota Mataram dilaksanakan dengan menggelar upacara yang dipimpin oleh Sesepuh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang juga merupakan Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Senin (22/04/19). Turut hadir pada acara yang diinisiasi oleh GOW Kota Mataram tersebut Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram H.Didi Sumardi, Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito, serta segenap jajaran OPD lingkup Kota Mataram. Sedangkan petugas dan peserta upacara didominasi oleh karyawati yang mengenakan busana nasional. Dalam sambutannya, Sesepuh GOW Kota Mataram Hj.

Suryani Ahyar Abduh mengatakan Peringatan Hari Kartini tahun ini terasa istimewa karena masih terasa kemeriahan pesta demokrasi Pemilu 2019 yang baru saja dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Beliau menambahkan dalam pelaksanaan Pemilu tahun ini pula bisa dilihat kaum perempuan semakin didengar suaranya, dan ada banyak calon wakil – wakil rakyat yang benar – benar concern akan masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Suryani juga mengatakan dewasa ini kaum perempuan dituntut untuk lebih mandiri dan kreatif, serta mampu memberdayakan segala potensi yang dimiliki untuk dirinya, lingkungan, dan masyarakat. Selain itu, Ketua TP PKK Kota Mataram menyampaikan apresiasi atas peran kaum perempuan di Kota Mataram dalam rangka membangkitkan kembali semangat masyarakat Kota Mataram pasca bencana gempa bumi. Beliau melihat betapa

kaum perempuan di Kota Mataram bergerak cepat dan berperan aktif sehingga saat ini Kota Mataram mulai pulih dan kembali bangkit menata masa depan. Upacara Puncak Peringatan Hari Kartini ke - 140 Kota Mataram didahului dengan Kegiatan Pengajian Umum yang berlangsung pada tanggal 1 April 2019 bertempat di Pondok Pesantren Tarbiatul Ummah. Selanjutnya pada tanggal 4 April 2019 dilaksanakan Pelatihan Olahan Pangan (Rumput Laut) Bagi Organisasi Wanita Se -Kota Mataram. Rangkaian dilanjutkan dengan Bakti Sosial Dan Layanan Kesehatan Gratis bagi lansia dan kaum dhuafa di Kelurahan Monjok Culik pada tanggal 15 April 2019. (Humas)

Sambutan sesepuh GOW Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh saat apel puncak hari Kartini ke-140

Ketua GOW Kota Mataram Ny. N.D Kinnastri Mohan Roliskana saat menyerahkan buket bunga kepada sesepuh GOW.

Kegiatan bakti sosial dan layanan kesehatan gratis bagi lansia dan kaum dhuafa.

Pemberian bantuan kepada lansia oleh Ketua GOW Kota Mataram Ny. N.D Kinnastri Mohan Roliskana.

Pelatihan olahan pangan bagi organisasi wanita

Pengajian umum bagi anggota organisasi wanita.

Peserta apel pada puncak peringatan Hari Kartini ke-40.


RAGAM

SUARA NTB Senin, 29 April 2019

Sejumlah Caleg Petahana Belum Aman Dari Hal. 3 Sementara ini, Abdul Karim hanya mampu mengumpulkan suara sebanyak 7.037 suara, masih kalah jauh dari perolehan suara H. Ridwan Hidayat, yang mengantongi 11.161 suara. Sedangkan di Partai Golkar memperlihatkan Misbach Mulyadi masih memimpin perolehan suara teratas, dengan mengumpulkan suara sebesar 5.545 suara. Misbach mengungguli Caleg petahana, Lalu Darma Setiawan yang harus puas berada pada posisi urut tiga, dengan perolehan suara sebesar 3.364. Di Dapil II Lobar-KLU, dari hasil perhitungan sementara sejumlah Caleg petahana juga diprediksi tumbang. Mereka adalah Junaidi Arif, dari PBB yang dikabarkan berpotensitaklolos,karenapartainya kemungkinan tak bisa masuk dalam perhitungan kursi. Caleg petahana dari Partai Nasdem, Lalu Herwanto juga dikabarkan berpotensi tak kembali menjabat lima tahun ke depan. Karena, perolehan suara masih kalah jauh dengan Caleg separtai lainnya. Caleg petahana dari PAN, M. Hadi Sulthon, S.Sos juga telah mengakui secara terbuka kemungkinan dia tak kembali lagi ke Udayana untuk periode berikutnya. Karena dari rekapitulasi sementara, suaranya tertinggal cukup jauh dari kompetitor satu partainya, Hasbullah Muis. Di Dapil III Kabupaten Lombok Timur Utara, beberapa Caleg petahana juga dikabarkan akan terpental. Salah satunya, Caleg petahana Nasdem, Hj. Suryahartin. Perolehan suara srikandi Udayana ini kalah jauh dari perolehan suara H. M. Khairul Rizal ST, M.Kom yang telah menembus 18 ribu lebih. H. Hamja dari Partai Gerindra juga bernasib serupa dengan Suryahartin. Dari data sementara hasil tabulasi PKS, perolehan suaranya tertinggal jauh dari H. Machsun Ridwainy. Nasib Hamja, juga berpeluang akan diikuti oleh koleganya satu partainya di Udayana, yakni M. Sakdudin, yang perolehan suaranya tertinggal dari H. Khaerul Warisin. Ketua DPW Partai Nasdem, H. Muh. Amin, SH, M.Si yang dikonfirmasi terkait sejumlah Caleg petahana yang berpeluang tak kembali itu menanggapi diplomatis. Menurutnya siapapun yang terpilih, itu tidak jadi soal, yang penting partai tetap mempertahankan kursinya. ‘’Siapapun yang terpilih itu tidak masalah, mau baru mau Caleg lama, sama saja, yang penting mereka sudah berjuang untuk

partai. Sehingga bisa dapat kursi. Kalau soal siapa yang duduk itu, di Nasdem tak jadi masalah,’’ katanya. Caleg petahana Gerindra yang nampaknya akan berhasil mempertahankan kursinya di Dapil VII Lombok Tengah, yakni Lalu Wirajaya. Kepada Suara NTB, Wirajaya mengaku optimis akan kembali terpilih. Menurut hitungannya, ia telah mengantongi 20.209 suara. ‘’Kalau dilihat dari suara yang sudah masuk, kita sudah dapat 20 ribu lebih, dan kita masih yang tertinggi. Sehingga insya Allah saya optimis terpilih lagi sebagai anggota DPRD NTBuntukperiodeberikutnya,’’ ujar Wirajaya optimis. Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi Gerindra ini, tak menampik bahwa sejumlah rekan sesama anggota DPRD dari satu partainya ada yang berpotensi tak terpilih kembali dilihat dari perolehan suara sementara. Tapi, secara umum Gerindra mengalami lonjakan suara yang signifikan. Sehingga, di beberapa Dapil ia optimis Gerindra mendapatkan dua kursi. “Insya Allah di Dapil saya ini, bisa dua kursi kalau dilihat dari suara yang sudah masuk. Kalau dari Dapil lain, saya belum tahu persis, saya baru dapat informasi lisan saja,’’ katanya. Di Dapil V Sumbawa-KSB sendiri, Caleg petahana dari PAN, yakni H. Burhanuddin Jafar Salam (BJS) yang dikonfirmasi Suara NTB mengaku masih optimis kembali ke Udayana untuk periode berikutnya. Menurut BJS, data perolehan suara dirinya belum komplet karena masih banyak hasil perolehan suara yang belum terakumulasi. ‘’Insya Allah, besok saja kita lihat. Itu baru simulasi data oleh Caleg PKS. Sementara sampai saat ini beberapa kecamatan belum tuntas,’’ katanya. Di Dapil VI, Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, Caleg Partai Gerindra memastikan akan kembali lagi ke Udayana setelah sempat mengundurkan diri dari jabatan anggota sekaligus Wakil Ketua DPRD NTB, karena maju bertarung di Pilgub NTB 2018. Perolehan suara sementara Mori, berhasil mengungguli Caleg petahana, Ali Jaharuddin. “Insya Allah kita ketemu di Udayana,” ujarnya optimis kepada Suara NTB. (ndi/aan)

Bank Dunia dan Pusat Fokus Kembangkan Infrastruktur 13 Kawasan Pariwisata Lombok Dari Hal. 3 Kemudian Kota Mataram, Mandalika, Sekotong, Teluk Mekaki, Kawasan Guling, Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Selanjutnya, Bukit Jogo, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah, Pantai Pink, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, Selong Balanak, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah. Selain itu, Tanjung Aan, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun Lombok Timur. ‘’Semua kabupaten/kota yang dilibatkan menjadi delineasi dengan fokus sebagaimana yang ditetapkan,’’ terang Azhar. Azhar mengatakan, tim koordinasi pusat mendorong pembentukan Pokja di tingkat daerah. Kemudian Pokja dapat didanai melalui dana dekon dari Bappenas. Hasil rapat di Bappenas, tim konsultan perlu berkoordinasi dengan daerah guna mendapatkan informasi apakah yang mereka rencanakan sudah sesuai dengan yang direncanakan Pemprov NTB khususnya di Lombok. ‘’Terkait dengan development scenario, perlu melibatkan swasta,’’ bebernya. Mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan ini mengatakan, selain ITDC dan Bandar Kayangan, mungkin ada swasta lain yang berperan. Sehingga pendanaan pembangunan Lombok ini tidak hanya dari Loan tapi membuka kemungkinan dari APBD I/II, termasuk dari swasta. Azhar menambahkan, 16 Mei 2019 akan dilakukan diskusi dengan eselon 1 di Bappenas. Pada akhir Juni pertemuan tingkat menteri sekaligus akan mengun-

dang Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc. Sebelumnya, Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP mengatakan pengembangan infrastruktur jalan, jembatan dan kapasitas masyarakat di Pulau Lombok, NTB mendapatkan dukungan dana dari Bank Dunia lewat ITDP. Program ini dibiayai Bank Dunia bersama Pemerintah Pusat untuk mendukung pengembangan tiga destinasi wisata prioritas di Indonesia. Yakni KEK Mandalika, Boroburur dan Danau Toba. Bank Dunia dan Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk tiga daerah tersebut. Karena sudah ada dukungan dari bank dunia dan pemerintah pusat untuk pengembangan infrastruktur dasar di Pulau Lombok. Maka anggaran yang bersumber dari APBD NTB akan dialokasikan untuk memantapkan jalan provinsi yang ada di Pulau Sumbawa. Bukan hanya jalan provinsi, kata Ridwan, tetapi juga akan dipergunakan juga untuk memperbaiki banyaknya jembatan provinsi yang rusak akibat bencana di Pulau Sumbawa. Ridwan menjelaskan tidak ada pembukaan jalan baru yang akan dilakukan Pemprov NTB. Anggaran sebesar Rp1 triliun yang akan dialokasikan bertahap selama tiga tahun tersebut akan fokus digunakan memperbaiki jalan dan jembatan provinsi yang rusak di Pulau Sumbawa. (nas)

Pemprov Bentuk Satgas Dari Hal. 3 Madani mengatakan, selain terus mendorong berdirinya bank sampah di seluruh desa di NTB. Pemprov juga memberikan perhatian terhadap Kota Mataram. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang ada di tiap lingkungan dan kelurahan di Kota Mataram akan dihidupkan kembali. Kemudian kampanye tentang sampah dan kebersihan lingkungan juga akan dihidupkan. ‘’Semua kabupaten/kota harus bersih. Cuma kota sering dilewati Pak Gubernur, Ibu Wagub. Sehingga kita pu-

nya tugas,’’ tandasnya. Total produksi sampah di NTB setiap hari sebanyak 3.388,76 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 641,92 ton yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan sampah yang didaur ulang baru 51,21 ton setiap hari. Baru 20 persen sampah yang ditangani atau dibuang ke TPA. Sisanya 80 persen masih dibuang sembarangan. Madani menyebutkan produksi sampah masing-masing kabupaten/kota setiap hari di NTB. (nas)

Halaman 11

Sumbawa Raih Penghargaan Lembaga Kearsipan Daerah Terbaik Nasional Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menerima Penghargaan Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten/Kota Terbaik Tahun 2019 (ANRI Award 2019) Sabtu (27/4). Penghargaan tersebut diberikan pada acara peringatan hari Kearsipan Nasional 2019 sekaligus Rakor Nasional Kearsipan 2019 yang dipusatkan di Kota Makasar. Adapun kategorinya yaitu penganugerahan

Lembaga Kearsipan (LK) terbaik Nasional Wilayah I dan II, mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten, hingga kota. Untuk juara pertama kategori kementerian direbut KLHK, Sulawesi Tengah berhasil menyabet juara I untuk kategori LK Provinsi terbaik Nasional Wilayah I dan Kabupaten Sumbawa berhasil menjadi juara I untuk Kategori LK Kabupaten Kota terbaik Nasional Wilayah I. Seperti dikutip Kabag Humas Protokol Setda Sumbawa, Tajuddin SH, Kepala Ar-

sip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan di Makassar menyampaikan, pemberian penghargaan ini merupakan salah satu program dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-28 April 2019. Sesuai penilaian, sejumlah aspek menjadi fokus perhatian. Seperti aspek ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kearsipan dalam Penetapan Kebijakan Kearsipan, aspek

program kearsipan, aspek pengelolaan arsip Inaktif, aspek penyusutan arsip, dan aspek Sumber Daya Manusia Kearsipan. Acara tersebut bertujuan untuk menciptakan nuansa kompetisi yang sehat sehingga terwujud kualitas penyelenggaraan kearsipan yang lebih baik. Diketahui sebelumnya, Tim Penilai telah melalukan verifikasi lapangan bagi daerah yang menjadi nominator pada Pemilihan LKD terbaik nasional tahun 2019. Setelah itu, presentase oleh Kepala

LKD Kabupaten/Kota dihadapan tim Juri Pemilihan LKD terbaik nasional pada 11 April lalu. Materi presentase diantaranya soal kebijakan, penyelenggaraan kearsipan di daerah secara umum. Kebijakan dalam pengembangan SDM kearsipan, sarana prasarana, kebijakan dalam pembentukan kelembagaan kerasipan dan lainnya. Kemudian dari sisi SDM kerasian, program, inovasi dan dukungan anggaran. (arn/*)

(Suara NTB/ist)

TERBAIK NASIONAL - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah menerima penghargaan Juara I Terbaik nasional, Lembaga Kearsipan Daerah pada ANRI Award 2019 dari Kepala ANRI (foto kiri). Foto bersama Wabup Sumbawa bersama Jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispussip) Sumbawa yang didampingi Kabag Humas Setda Sumbawa, Tajuddin (foto kanan).

Pengurus Baru Dilantik

FKPPMS Diminta Kritisi Persoalan Ke-Sumbawa-an Mataram (Suara NTB) Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Samawa (FKPPMS) Mataram, Dr. Saleh Ending, MA melantik pengurus baru FKPPMS periode 2019-2021 di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Sabtu (27/4). Dalam arahannya, Saleh meminta pengurus FKPPMS yang baru dapat berkontribusi bagi daerah. FKPPMS Mataram diminta tetap mengawal dan memberikan masukan yang konstruktif tentang ke-sumbawa-an. FKPPMS Mataram diharapkan membangun kembali apa yang pernah dilakukan dulu. “Saya berharap juga kajiankajian tiap waktu harus dilakukan. Tanda kutip FKPPMS menggugat Tana Samawa. Artinya, kita mengkritisi persoalan kesumbawaan kita. Banyak hal yang

bisa kita lakukan. Tapi tentu kita bersama-sama. Kita kasih masukan yang bagus untuk Tana Samawa,” kata Saleh. Saleh merupakan Ketua Umum FKPPMS Mataram periode 1997-1999. Pada saat itu, situasi sedang bergejolak Indonesia. Yakni menuju reformasi. Ia mengatakan FKPPMS punya reputasi yang bagus untuk Indonesia. “Saat itu lahirlah Forum Kesaksian yang dipelopori FKPPMS bersama teman-teman yang lain. KitalongmarchdariAsramamenuju gedung Sangkareang. Kita menuntut perubahan untuk Indonesia,” tuturnya. Ia mengatakan pada saat itu FKPPMS mampu menjadi pelopor gerakan. Bahkan FKPPMS sangat disegani Organisasi Kepemudaan (OKP) lainnya yang ada di NTB, termasuk forum lokal yang ada di Lombok Tengah,

Kota Mataram dan lainnya. Ia menambahkan Sumbawa memiliki potensi yang luar biasa. Ia menaruh harapan kepada pengurus FKPPMS yang baru. Bahwa hari ini merupakan momentum sejarah baru untuk FKPPMS yang memulainya dari Gedung Sangkareang Kantor Gubernur. “Harapan saya ke depan sebagai orang tua, memulai sesuatu dari sini tempat yang bagus. Dan kedepannya harus lebih bagus FKPPMS,” harapnya. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan mulai dari sekarang. Ia meminta FKPPMS tidak usah memikirkan asrama yang rusak dan sedang dalam perbaikan. Tidak ada asrama bukan berarti berhenti berekspresi. “Kita mulai dari sekarang ini. Generasi muda kita sangat banyak di NTB ini termasuk anak-

Ada Indikasi Pidana Dari Hal. 3 ‘’Kalau hasil ekspose, indikasi pidananya sudah jelas. Sudah ditemukan pada proses agunan lahannya,’’ kata Kajati NTB Arif, SH.,MM kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Secara aturan, kata dia, tidak boleh aset daerah diagunkan. Pelanggarannya selain soal aturan aset, juga Perda tentang penyertaan modal dari Pemkab Lombok Barat kepada PT. Tripat. ‘’Namanya aset daerah, dari mana aturannya diagunkan? Ini sementara yang kita sebutkan

indikasi tindak pidana,’’ kata dia. Letak pidananya pada perpindahan status lahan aset daerah yang dokumennya diagunkan ke pihak swasta. Tapi Kejaksaan tidak ingin buru buru menetapkan tersangka. Agunan aset masih harus diperkuat lagi dari unsur kerugian negara. Kajati mengaku sudah memerintahkan Pidsus untuk memperdalam lagi soal potensi kerugian negara dengan melibatkan auditor. Sebelumnya juga sudah ia meminta Aspidsus melibatkan auditor untuk audit investigasi.

Bisa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit investigasi disarankan melalui BPK atau pun BPKP itu diharapkan produk audit investigasi itu bisa jadi dasar untuk Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN). Hanya dengan menemukan kerugian negara, kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan. Unsur kerugian negara itu nanti akan jadi dasar untuk bisa meningkatkan status kasus menjadi penyidikan. (ars)

Jaksa Tahan Empat Terpidana Kasus Sekaroh Dari Hal. 3 Tuntutan JPU untuk masing masing 2 (dua) tahun penjara dikurangi masa penahanan. Awalnya, putusan tingkat banding, semua terdakwa

tersebut dibebaskan. Namun JPU menyatakan tidak puas sehingga mengajukan kasasi ke MA dan diputuskan para terdakwa bersalah. Pasal yang dinyatakan terbukti, Pasal 3 Undang Undang

nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana jo pasal 64 ayat 1 KUH Pidana. (ars)

anak Sumbawa,” tandasnya. Ketua FKPPMS Mataram periode 2019-2021, Fikri Hasda Maulana berharap FKPPMS semakin kompak dan peduli terhadap sesama. Menurutnya, kekompakan dan kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan. Fikri mengatakan FKPPMS akan memaksimalkan potensipotensi yang ada pada pemuda,

mahasiswa, pelajar Sumbawa. Ia bertekad menjadikan FKPPMS berkontribusi bagi daerah Sumbawa. Sementara itu, Ketua Panitia, Junaidi mengatakan pelantikan pengurus FKPPMS juga dirangkaikan dengan diskusi publik dengan tema Gerakan FKPPMS Menuju Sumbawa Bermartabat. (nas)

Pemecatan ASN Mantan Napi Korupsi Tinggal Diteken Gubernur Dari Hal. 3 Artinya, kata Fathurrahman, Pemprov dan Pemda kabupaten/kota punya waktu tinggal sehari sampai Selasa (30/4) besok. Fathurrahman menegaskan, surat edaran Men PANRB akan dieksekusi. ‘’Iya (dieksekusi). Sudah ada (SK pemecatan). Tinggal ditandatangani Gubernur,’’ kata Fathurrahman dikonfirmasi Suara

NTB, Minggu (28/4) sore. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) telah memberikan tenggat kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Gubernur dan Bupati/ Walikota sampai 30 April. Apabila PPK tidak memecat ASN mantan napi korupsi, maka terancam diberhentikan sementara sebagai kepala daerah. (nas)

Gubernur Taklukkan Lintasan ’’Trail Adventure’’ Sekotong Dari Hal. 3 sehingga bisa kompak berpetualang menikmati keindahan alam Sekotong. Sementara itu Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengatakan event trail adventure ini yang ketiga kali ini digelar Pemda Lobar secara berturut-turut. Pertama kali diadakan di Lembar, lalu di Senggigi dan tahun ini diadakan di Sekotong. Event ini sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan HUT Lobar ke 61. ‘’Pilihan Sekotong punya banyak alasan, pertama kita ingin membangkitkan pariwisata Lobar khususnya dan NTB umumnya yang sempat down pascagem-

pa. Ke dua kita ingin lebih mengenalkan lagi keindahan panorama alam Sekotong,’’ jelasnya. Event trail kali ini lanjut dia diikuti oleh banyak peserta mencapai 800 orang bikker atau crosser dari berbagai daerah di Indonesia. Selain event trail ini kata dia, secara lingkup nasional ada beberapa kegiatan seperti festival jazz dan Mekaki Marathon yang digelar Pemda. Disamping eventevent bersifat lokal. Ke depan ia menargetkan banyak lagi event yang bisa digelar. Bupati tertantang untuk menggelar event triathlon, surving karena di kawasan Sekotong ada lokasi surving yang luar biasa bagus. ‘’Mudah-mudahan ini bisa terlaksana ke depan,’’ harapnya. (her)

Membangun Kontinuitas Lewat Penguatan Kader Dari Hal. 1 ‘’Ini bentuknya reformasi pelayanan publik di layanan kesehatan,’’ sebutnya. Lombok Timur sejauh ini punya program perawatan kesehatan masyarakat yang rentan sakit. Efektivitas pelaksanaannya dengan kader yang bersedia turun menjemput bola. ‘’Makanya ini kita selesaikan tidak secara parsial tapi secara simultan, kontinuitas ini karena sebenarnya semua sudah tahu manfaat Posyandu,’’ ucapnya. Program kesehatan masyarakat pun diselaraskan dengan kegiatan instansi lain yang sama secara konsep. Misalnya, program milik DP3AKB berupa bina lansia, bina balita, bina remaja, dan bina keluarga. ‘’Di kesehatan itu sesungguhnya ada. Kalau ini efektif jadinya kita tidak saling mengharapkan. Ini programnya APBD tapi dipecah-pecah. Kenapa tidak dipusatkan pada satu kegiatan tapi bisa kita kerjakan secara penuh,’’ pungkas Ulil. Posyandu Pascabencana Di Lombok Utara, bencana gempa bumi merusak sebagian fasilitas kesehatan, termasuk Posyandu. Tapi, membangun kembali Posyandu bukan hanya urusan fisik. Tetapi juga pada

kader sebagai pelaksana dan masyarakat berserta kemandiriannya. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, Khairul Anwar menerangkan, pemulihan Posyandu pascagempa ini berkaitan dengan perbaikan tata kelolanya. ‘’Ini kami masih hadapi kalau tidak ada petugas datang ya tidak ada Posyandu,’’ terangnya. Hal itu yang membuatnya ragu dengan konsep Posyandu keluarga sebab hal itu masih berkaitan dengan pola pikir masyarakat. Jalan keluarnya, kata dia, dengan secara konsisten meningkatkan keterampilan kader Posyandu. Kader tidak cukup hanya sekadar punya kemampuan menimbang saja. Keterampilan lainnya berupa Pos Obat Desa (POD). ‘’Kader juga boleh bagi obat walaupun obat sederhana ini juga bisa menarik masyarakat terhadap Posyandu,’’ ujar Anwar. Kemandirian kader tersebut juga soal penyederhanaan porsi dengan keberlanjutan program yang konsisten. ‘’Jadi tidak sekali nongol. Posyandu ini memang sebulan sekali kita harapkan ada program H1 dan H+1,’’ paparnya. Untuk penganggaran banyaknya program tersebut, lan-

jut dia, bisa mencontoh apa yang dilakukan Desa Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara. Yakni menganggarkan Rp1,5 miliar dari total Rp4,2 miliar DD/ADD. ‘’Itu hampir 40 persen, termasuk honor per kader, penjangkauan, kuncinya itu tim kesehatan desa. Kami ada dokter desa, bidan desa, dan Pustu. Kita cek regulasinya ternyata boleh. Itu disebutkan minimal 10 persen,’’ jelasnya. “Revitalisasi tergantung pelaksanaanya. Kalau rajin mengunjungi sasaran ya rajin juga sasarannya ke Posyandu,’’ imbuhnya. Persoalan lainnya yang diidentifikasi Dikes Lombok Utara yakni sarana kesehatan yang tidak berfungsi maksimal akibat terdampak gempa. Yang tersisa saat ini sebanyak 397 Posyandu yang masih punya bangunan fisik seperti berugaq, tenda, dan terpal. Sarana dan prasarana seperti alat antopometri dan meubelair masih bisa dipenuhi. Sumber daya kader, sambung dia, masih perlu peningkatan. Sebab saat ini rata-rata masih SMA, meski mobilitas mereka cukup tinggi. ‘’Ada juga yang guru PAUD dan yang sedang di daftar tunggu TKI. Menjadi kader ini bukan profesinya, masih sampingan,’’ ungkap Anwar. Terhadap persoalan ini, salah

satu jalan keluarnya adalah dengan pemerataan tenaga medis berkualifikasi pendidikan minimal D3. Kemudian memberi penghargaan berupa sertifikat kepada para kader. “Sertifikat macam kartu sakti ini penting menjadi penghargaan kader,” kata Anwar. Jadi Milik Masyarakat Di Kabupaten Lombok Tengah, revitalisasi Posyandu menjadi penting untuk mendorong kualitas kesehatan masyarakat. Salah satunya soal perbaikan gizi. Kekurangan gizi masih menyumbang angka stunting Lombok Tengah sebesar 31,05 persen dari angka stunting Provinsi NTB yang sebesar 33 persen. Solusinya dengan konvergensi program berbasis Posyandu. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah Lombok Tengah, H. Omdah menjelaskan, kecukupan gizi sebagai barometer pelayanan kesehatan mumpuni. Dia berpendapat, penanganannya secara konvergensi antarinstansi dan lintas kabupaten/kota. ‘’Bisa itu tersebar baik dari Dikes, Dinas Sosial, BP3AKB. Hal yang kalau digabung akan kuat sekali untuk atasi masalah gizi ini,’’ paparnya. Masyarakat, kata Omdah, memandang Posyandu dengan kacamata ekonomi. Misalnya soal

manfaat yang didapat dari mengikuti program Posyandu. Setelah dirasakan, maka selanjutnya tak berarti lagi. “Kalau ada dapat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) baru ada datang ke Posyandu lagi. Di sini perlu kita klasifikasi bagaimana meningkatkan D/S (D adalah jumlah balita yang ditimbang dan S adalah jumlah semua balita yang berada di wilayah kerja), untuk meningkatkan status gizi anak,’’ jelasnya. D/S merupakan standar partisipasi ibu dalam penimbangan balita di Posyandu dengan variabel pendidikan, paritas, dan pendapatan. ‘’Ini berhitungnya bagaimana menyadarkan mereka agar betul-betul kebutuhan gizinya seperti apa, kenapa D/S ini rendah, kondisi Posyandu kita ini seperti apa,’’ papar Omdah. Dia merinci, Lombok Tengah memiliki 1.682 Posyandu dengan klasifikasi 1.269 Posyandu madya, 244 Posyandu purnama, dan 163 Posyandu pratama. ‘’Ini kita upayakan bagaimana masyarakat datang menjaga angkanya terutama 1.000 hari pertama kehidupan. Jadi Posyandu ini milik masyarakat tidak hanya milik kesehatan,’’ tandasnya. (why)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 29 April 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

HKB Gerakan Ubah Perilaku untuk Kesiapsiagaan Mataram (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendorong gerakan kepa-

da individu, keluarga maupun komunitas untuk siap menghadapi bencana. Langkah ini dimulai sejak 2017

(Suara NTB/ist)

Kegiatan simulasi bencana di Kantor BPBD NTB untuk melatih kesiapsiagaan.

lalu dengan penyelenggaraan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April. HKB bukanlah seremoni. Tetapi upaya konkret untuk mengubah perilaku untuk membangun kesiapsiagaan diri, keluarga dan komunitas. Kepala BNPB, Doni Monardo melalui Kepala Pelaksana BPBD NTB, Mohammad Rum mengatakan, bahwa HKB mengedepankan aksi nyata seperti pemeriksaan keberadaan dan keberfungsian kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan. Seperti, adanya rambu dan jalur evakuasi yang aman serta titik kumpul, tersedianya alat pemadam api, manajemen keselamatan bangunan-bangunan bertingkat, dan sebagainya. “Juga melatih evakuasi den-

gan tenang dan tidak panik merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman bencana,” ujar Rum meneruskan penjelasan Kepala BNPB. Merupakan kesempatan berharga yang melibatkan semua pihak untuk melakukan latihan penanggulangan bencana. Upaya tersebut juga bisa diawali dengan langkah yang sangat sederhana dalam lingkup keluarga, misal mengidentifikasi lingkungan sekitar terhadap ancaman bahaya atau memperkirakan akses evakuasi dilihat dari sekat di dalam rumah. “Melalui latihan, kami mengharapkan masyarakat dapat mengasah naluri untuk dapat bertahan hidup. Hal tersebut diusung pada HKB dengan slogan ‘Siap Untuk Selamat.’ Lati-

han tersebut harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas,” paparnya. Menurut Doni, pendidikan paling dini wajib dilakukan mulai dari rumah. Untuk itu peran ibu dan perempuan menjadi sangat penting. Menyadari hal tersebut, pada tahun 2019 ini kita memilih tema “Perempuan Sebagai Guru Kesiapsiagaan dan Rumah Sebagai Sekolahnya”. “Selain pentingnya pendidikan dini, perempuan dan ibu dipilih karena memiliki sifat melindungi, aktif dalam kelompok sosial dan komunitas dan juga merupakan sosok pembelajar,” pungkasnya. Kegiatan HKB salah satunya berlangsung di Kantor BPBD NTB Jalan dr Soedjono Lingkar Selatan. Pegawai dan

Kepala BNPB Doni Monardo saat memberi pengarahan pada puncak HKB di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

pejabat setempat melakukan latihan simulasi penyelamatan bencana gempa bumi. Kegiatan sama juga berlang-

(Suara NTB/ist_bnpb)

sung di kantor BMKG Stasiun Geofisika Mataram jalan Adi Sucipto Mataram. (ars/*)

(Suara NTB/ist)

Kegiatan simulasi bencana di Kantor BMKG Stasiun Geofisika Mataram.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 29 April 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu