Skip to main content

Edisi Kamis 28 Juni 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

KAMIS, 28 JUNI 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

(Suara NTB/nas)

MEMILIH - Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi bersama Umindanya Hj.Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid dan istri Hj.Erica Zainul Majdi saat menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Rabu (27/6) siang.

Cegah Manipulasi Data

Gubernur Minta Rekapitulasi Penghitungan Suara Dikawal Ketat Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi meminta saksi Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk mengawal proses rekapitulasi data dengan baik. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir peluang manipulasi data. ‘’Saya minta semua pihak mengawal proses rekapitulasi dengan baik. Saya sudah sampaikan di TPS ini kepada para saksi masing-masing Paslon. Kawal terus sampai selesai,’’ kata Gubernur dikonfirmasi usai melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kelurahan Pancor Kecamatan Selong,

Lombok Timur, Rabu (27/6) siang. Pada kesempatan tersebut, gubernur didampingi istri, Hj. Erica Zainul Majdi bersama Ummi Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid. Gubernur mengingatkan, kepada para saksi paslon agar mendokumentasikan secara lengkap proses penghitungan suara. Supaya peluang manip-

ulasi perolehan suara bisa ditekan sekecil mungkin. ‘’Kemudian nanti dari TPS ke penghitungan berikutnya itu juga agar dikawal oleh seluruh pasangan calon. Kita semua mengawal,’’ kata Gubernur NTB dua periode ini. Tuan Guru Bajang (TGB) - sapaan akrab Gubernur NTB ini mengaku optimis pelaksanaan Pilgub NTB akan berjalan lancar. ‘’Insya Allah NTB selama dua kali Pilkada Gubernur (Pilgub), itu menunjukkan bahwa kita semua punya semangat yang sama. Tidak menang-menangan tetapi mencari pemimpin yang baik,’’ tandasnya. (nas)

KPU Minta Timses Paslon dan Masyarakat Bijak Respons Hasil Hitung Cepat Mataram (Suara NTB) Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori, mengimbau masyarakat NTB pascapemungutan suara Pilkada serentak 2018, Rabu (27/6) agar bijak dalam merespons hasil quick count sejumlah lembaga survei. ‘’Dimohon kepada semua Paslon, tim pemenangan dan masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi dari proses rekapitulasi KPU yang dilakukan secara berjenjang. Meskipun sudah ada pengumuman hasil quick count dari berbagai lembaga surve, tetapi hasil tersebut tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan hasil Pemilihan,’’ ujar Aksar Ansori kepada Suara NTB, Rabu (27/6). Disampaikan Aksar, bahwa pihaknya saat ini, tengah menghimpun hasil penghitungan suara di TPS. Kemudian proses selanjutnya

pergerakan kotak suara ke PPK melalui PPS. Setalah itu baru akan bisa berlangsung proses rekapitulasi penghitungan suara di 116 PPK yang dilanjutkan di KPU Kabupaten/Kota pada tanggal 4 Juli, dan KPU provinsi, tanggal 7 Juli. ‘’Pada saatnya KPU NTB akan menetapkan dan mengumumkan hasil resminya melalui rekapitulasi berjenjang, penetapan perolehan suara dan penetapan Paslon terpilih,’’ katanya. Aksar juga mengharapkan, kepada para timses dan juga masyarakat agar jugat ikut mengkawal proses rekapitulasi tersebut, dengan menempatkan saksi-saksi di PPK, KPU kabupaten/kota hingga KPU provinsi. Diketahui sementara ini, berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei untuk pemun-

gutan suara Pilkada serentak NTB 2018, memenangkan pasangan Cagub/Cawagub nomor urut 3, Dr. H.Zulkieflimansyah - Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) unggul. Di tempat terpisah, anggota KPU Divisi Hukum, Ilyas Sarbini juga mengatakan hal yang sama. Bahwa hasil hitung cepat, tidak bisa dijadikan acuan dalam penentuan kemenangan Pilkada NTB. Sebab, hasil resmi KPU baru akan dilakukan setelah melakukan rekapitulasi suara pada tanggal 7 Juli. ‘’Ini bukan hasil resmi, sebab hasil reami KPU memunggu penghitungan manual. Mulai dari rekap di tingkat PPK, KPU Kabupaten/Kota. Dan kita minta kepada lembaga survei yang melakukan hitung cepat agar umumkan kepada masyarakat, bahwa hasil hitung cepatnya bukan bukan hasil resmi,’’ pungkasnya. (ndi)

Demokrat dan PKS Umumkan Kemenangan Zul-Rohmi Mataram (Suara NTB) Partai pengusung pasangan Cagub/Cawagub NTB nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah - Dr. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yaitu Partai Demokrat dan PKS, mengumumkan pasangan Zul-Rohmi sebagai pemenang di Pilkada NTB 2018. Kemenangan pasangan Zul-Rohmi tersebut diketahui oleh kedua partai berdasarkan hasil rekap riil count dari form C1, yang dilakukan oleh PKS. Di mana dari data yang sudah masuk, bahwa pasangan ZulRohmi unggul dari pasangan lainnya. ‘’Alhamdulillah saat ini ditangan kami telah terkumpul C1 KWK salinan semua TPS se NTB yang diambil atau dibawa para saksi kami di TPS, yang sedang kami rekap. Hasilnya kami unggul dengan perolehan suara diatas 30 persen,’’ ujar Ketua DPD I Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri. Mahalli Fikri menyampaikan hasil riil count internalnya, didampingi oleh petinggi Demokrat lainnya, Sekretaris, Zainul Aidi dan Wakil Ketua I, MNS Kasdiono. Sementara dari pihak PKS, Ketua DPW, Abdul Hadi, didampingi Ketua Fraksi Johan Rosihan, dan Kerwil Bali-Nusra, Suryadi Jaya Purnama. Selain hasil riil count internalnya, kemenangan pasangan Zul-Rohmi juga diketahui dari hasil quick count dari sejumlah lembaga survei, yakni KCI-LSI. Di mana ZulRohmi unggul dengan kemenangan

(Suara NTB/ndi)

MENANG - Petinggi parpol koalisi pengusung pasangan Zul-Rohmi, Demokrat dan PKS mengumumkan kemenangan Zul-Rohmi. diatas 30 persen. Sementara paslon lainnya memperoleh dukungan di bawah 30 persen. “Dari hasil dari quick count LSI, Alhamdulillah Zul-Rohmi diinformasikan sebagai pemenang Pilkada 2018 ini. Meskipun kami tahu bahwa quick count itu tidak bisa menjadi dasar hukum bagi KPU tetapkan pemenang. Tetapi paling tidak hasil quick count itu sebagai informasi awal atas hasil kerja keras kami,” ujarnya. Karena Zul-Rohmi sudah unggul sementara, partai demokrat dan PKS kemudian melakukan pengawalan ketat terhadap proses selanjutnya, yakni rekapitulasi ditingkat PPK. “Kami berikan instruksikan sia-

ga kepada kader kami, agar tidak boleh tidur sampai selesai rekap di PPK, terus mengawal hasil sementara ini agar tidak terjadi kecurangan, terutama di Lombok Tengah. Jadi pihak lain jangan coba-coba melakukan kecurangan,” ujar Wakil Ketua DPRD NTB itu. Sedangkan Ketua DPW PKS, Abdul Hadi, mengatakan bahwa data model C1 KWK sudah 100 persen terinput, yang kemudian menjadi data riil count hasil Pilkada NTB 2018, yang memenangkan pasangan Zul-Rohmi. ‘’C1 sudah masuk semua, tinggal mengawal kotak suara yang dilakukan oleh saksi, sampai rekapitulasi di KPU,’’ ujarnya. (ndi)

16 HALAMAN NOMOR 68 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257


Kamis, 28 Juni 2018

SUARA NTB

Halaman 2

Pejabat Pemkot Mataram akan Dites Urine Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh secara tiba - tiba akan meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengetes urine seluruh pejabat di Lingkup Pemkot Mataram. Langkah ini untuk memastikan pejabat terbebas dari barang haram tersebut. “Pada waktunya tanpa pemberitahuan secara mendadak dilakukan tes urine,” kata Walikota. Ditambahkan, penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika dirasakan mengkhawatirkan. Kota Mataram sebagai ibukota provinsi sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan dan pendidikan. Otomatis terimbas salah satu dampak negatif yaiyu adanya peresaran dan penyalahgunaan. Walikota bersyukur masyarakat sendiri saat ini sudah mulai berani

untuk melaporkan tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Catatannya 80 persen pengungkapan kasus narkotika oleh aparat penegak hukum berkat laporan masyarakat. Di satu sisi, para pecandu juga mulai berani dan sadar untuk melaporkan diri untuk direhabilitasi. “Alhamdulillah,masyarakat juga berperan aktif membantu memberantas peredaran narkotika,” tambahnya.

Kepastian waktu tes urine enggan disampaikan Walikota dua periode ini. Kegiatan ini akan tiba tiba digelar saat seluruh pejabat hadir. Kepala BNN Kota Mataram, Nur Rahmat mengaku, belum ada komunikasi untuk tes urine pejabat di Kota Mataram. Biasanya secara tiba - tiba dikontak dan BNN tetap siap. “Prinsipnya kami siap. Kalau tidak salah sudah tiga kali kita tes urine mendadak di Pemko Mataram,” jawabnya. Kata Nur Rahmat, peredaran barang haram tersebut, pengedar memiliki upaya menyasar kalangan pekerja dan pelajar. Upaya pencegahannya pun dengan memutus mata rantai pasokan narkoba. (cem)

Tenis Piala Gubernur NTB

Beatrice dan Armini Melaju ke Final Mataram (Suara NTB) Petenis putri nomor satu Indonesia, Beatrice Gumulya tampil tangguh di turnamen tenis nasional di NTB. Petenis asal Jawa Timur (Jatim) itu berhasil lolos ke babak final usai menang mudah 2-0 ( 6-1,6-0) atas petenis asal Bali, Desak Meisa di babak semifinal Turnamen Tenis CBR Super Circuit “Gubernur NTB” yang berlangsung di lapangan tenis Gebang, Mataram, Rabu (27/6). Atas kemenangan itu, Beatrice berhasil maju ke babak final turnamen yang bertajuk Gubernur NTB itu. Di babak final nanti dia akan melawan petenis asal Bali, Ni Putu Armini yang akan digelar di lapangan yang sama, Jumat (29/6) besok. Ni Putu Armini berhasil maju ke babak final setelah mengalahkan petenis DI Yogyakarta, Tirana 2-0 ( 6-4 dan 6-1). Beatrice kepada Suara NTB usai pertandingan mengatakan, bahwa dia belum menemukan lawan yang berat selama pertandingan di turnamen tersebut. Meski demikian dia mengakui bahwa lawan yang dihadapinya di event itu semakin kuat. Khususnya saat bertanding di babak semifinal kemarin lawannya diakui kuat. “Semakin menuju ke babak final, lawanlawan saya cukup berat. Namun semuanya bisa saya selesaikan dengan baik,” ucapnya. Di laga final, Jumat (29/6) mendatang Beatrice bertekad akan bermain lebih maksimal. Pasalnya dia memasang target ingin menjuarai turnamen tenis yang didukung penuh oleh mantan Danrem 162/ WB, Kol. Inf. Farid Makruf itu. Lanjutnya, selain bermain di kelas perorangan putri, Beatrice juga akan bermain di ganda perorangan putri. Di pertandingan ganda nanti, dia berpasangan dengan seniornya, Erni Susanti. “Mudah-mudahan saya bisa keluar sebagai juara di kelas singel perorangan dan doble perorang putrid,” harapnya. Sementara itu di pertandingan lain, petenis putra asal NTB, Panji Untung Setiawan juga berhasil memenangkan pertandingan babak penyisihan, setelah mengalahkan atlet non unggulan NTB, Suryadi 2-0 di babak penyisihan kemarin. Atas hasil tersebut Panji maju ke babak semifinal dan akan melawan rekannya sesama atlet NTB, Dito Priyambodo. (fan)

Beatrice Gumulya (Suara NTB/fan)

Kuota Cadangan Jemaah Haji Kota Mataram Telah Penuhi Syarat Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 33 orang kekurangan kuota jemaah calon haji (JCH) Kota Mataram masih kosong. Namun saat ini calon jemaah haji yang berada di antrean cadangan sudah siap untuk diberangkatkan. Mereka sudah membayar lunas dan melengkapi semua persyaratan untuk dapat diberangkatkan. “Kita masih menunggu keputusan dari pusat bagaimana. Tapi yang jelas, sebanyak 33 orang yang ada di bangku cadangan ini sudah siap dan sudah melunasi pembayaran,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Drs. H. Burhanul Islam, di Mataram, Selasa (26/6). Ia mengatakan bahwa calon jemaah haji yang saat ini menjadi cadangan sudah melakukan persiapan. Jika tidak ada halangan, mereka akan diberangkatkan pada kloter 11 pada Juli

mendatang. Mereka yang batal berangkat karena terkendala berbagai hal. “Karena ada kendala sehingga ada yang batal dan ada yang menunda keberangkatan. Tapi kemarin kami cek, calon jemaah haji yang berada pada posisi cadangan sudah siap semua,” ujarnya. Kuota utama jemaah calon haji di Kota Mataram sebanyak 773 orang. Sebanyak 33 orang menyatakan untuk menunda dan membatalkan keberangkatan tahun ini. Disebabkan karena beberapa hal, di antaranya karena sakit, meninggal dunia dan ada pula yang belum melakukan pelunasan pembayaran. Mereka yang akan diberangkatkan pada 21 Juli merupakan jemaah kloter empat. Kemudian pada 26 juli merupakan kloter tujuh. Pada 29 juli merupakan kloter sembilan. Pada kloter sembilan ini, jemaah dari Kota Mat-

aram akan digabung dengan jemaah yang berasal dari Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Sementara sisanya akan diberangkatkan pada kloter selanjutnya, termasuk yang berada pada bangku cadangan. “Mereka yang berangkat pada kloter empat sebanyak 455 orang. Selebihnya menyusul pada kloter selanjutnya,” ujarnya. Sementara itu, hingga saat ini jumlah seluruh jemaah haji yang sudah menentukan keberangkatannya sebanyak 751 orang. Sementara yang sudah melakukan pelunasan pembayaran sebanyak 763 orang. “Kita tentu saja mengharapkan jumlah yang berangkat dengan kuota yang ada itu sama, jadi tidak ada kekurangan. Sementara ini kita masih menunggu keputusan dari pusat. Semoga hasilnya segera kita dapatkan,” ujarnya. (lin)

Disdag akan Tindaklanjuti Usulan Pemasangan CCTV Pasar Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram mengapresiasi usulan dari Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE. Ia menyarankan agar setiap CCTV yang ada di Kota Mataram dilengkapi dengan CCTV. Ini bertujuan untuk meminimalisir adanya pungli di pasar. “Kita sangat apresiasi usulan itu. Kami melihat memang ini perlu, bagus juga kan kita bisa pantau pasar melalui CCTV itu. Sebenarnya rencana ini sudah ada dari beberapa waktu lalu, hanya saja berlum dikerjakan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Alwan Basri, di Mataram, Selasa (26/6). Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan usulan itu. Setelah itu dapat disusun anggaran dan kebutuhan lainnya.

Namun demikian, pihaknya juga optimistis jika ada CCTV di pasar, maka dapat mengurangi risiko pungli. “Paling tidak oknum yang biasa melakukan pungli kan tahu kalau dirinya sedang dipantau, jadinya tidak melakukan perbuatan itu lagi,” ujarnya. Ia juga berharap ada dana aspirasi dari Misban Ratmaji untuk membantu pemasangan CCTV di pasar. Sehingga usulan itu benar-benar dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. “Kita tunggu saja nanti ya, ini usulan yang bagus. Kami harap juga ada dana aspirasi dari Pak Misban untuk bantu pemasangan CCTV ini,” ujarnya. Sebelumnya, Misban mengatakan bahwa saat ini masih ada oknum petugas pasar yang sengaja tidak memberikan karcis. Ia memberikan contoh misalnya di Pasar Kebon Roek yang ia duga masih ada preman berkeliaran mem-

inta sejumlah uang kepada pedagang. “Contohnya di Pasar Kebon Roek, masih ada preman-preman pasar yang menagih retribusi tatkala pasar itu belum buka,” ujarnya. Dengan adanya CCTV itu nantinya dapat diketahui siapa saja yang melakukan pungutan liar di pasar. Sehingga ia sangat menyarankan agar Pemkot Mataram melengkapi semua pasar dengan CCTV. Baik pasar yang besar maupun kecil. Sementara itu, Alwan Basri belum menghitung jumlah CCTV yang dapat dipasang di masingmasing pasar. Menurutnya, itu tergantung luas pasar. Sebab beberapa pasar seperti Pasar Kebon Roek, Pasar Mandalika merupakan pasar besar. Sehingga harus dilihat dulu berapa titik yang kiranya membutuhkan CCTV. (lin)


HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

KAMIS, 28 JUNI 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 90 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dr. Zul: Ini Kemenangan Masyarakat NTB Selong (Suara NTB) Hasil hitung cepat (quick count) LSI Denny JA, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi pemenang Pilgub NTB 2018 dengan perolehan suara 30,68 persen. Pasangan nomor urut 1, M. Suhaili FT Muhammad Amin 26,73 persen, pasangan nomor urut 2 Ahyar Abduh - Mori Hanafi 25,51 persen dan pasangan nomor urut 4, Ali Bin

Dachlan - TGH. Lalu Gede Sakti 17,08 persen. Calon Gubernur NTB nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah bersyukur karena pelaksanaan Pilkada NTB berlangsung aman dan damai. Ia menyebut hasil hitung cepat yang menempatkan pasangan Zul - Rohmi menjadi pemenang (berdasarkan hitung cepat), merupakan kemenangan seluruh masyarakat NTB. ‘’Ini kemenangan masyarakat NTB dalam melakukan konsolidasi demokrasi,’’ kata Dr. Zul Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/kir)

DI TPS - Cagub NTB nomor urut 1, H.M.Suhaili FT bersama istri, memilih di TPS 007 Praya, Rabu (27/6) kemarin.

Suhaili: Rakyat Tetap Menang Praya (Suara NTB) Calon Gubernur NTB yang juga Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.M. Suhaili FT, menegaskan, apapun hasil Pilkada NTB merupakan hasil terbaik bagi daerah ini. Siapapun yang terpilih, itulah hasil pilihan masyarakat NTB. Karena pada prinsipnya, masyarakat tetaplah memang. Siapapun pasangan calon kepala daerah yang terpilih. ‘’Hasil bukanlah soal. Tapi yang penting bagaimana Pilkada NTB bisa berjalan dengan aman dan lancar. Dan, bisa melahirkan pemimpin NTB pilihan terbaik masyarakat di daerah ini,’’ tegas H.M. Suhaili, FT., kepada wartawan usai menggunakan hak pilihnya di TPS 007 Praya, Rabu (27/6) kemarin. Artinya, apapun hasil Pilkada NTB semua pihaknya harus bisa menerima dan menghormatinya. Karena itulah pilihan masyarakat NTB. Bahwa semua keputusan soal siap pemimpin NTB ke depan, sepenuhnya ada di tangan masyarakat NTB. ‘’Siapapun kita, termasuk saya harus bisa menerima apapun hasil Pilkada NTB kali ini. Karena itulah suara masyarakat NTB,’’ ujarnya bijak. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

ZUL-ROHMI - Pasangan Zul- Rohmi saat memberikan keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat yang memenangkan pasangan nomor urut 3 ini bertempat di kediaman Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, Gelang, Pancor Lotim, Rabu (27/6) malam.

Hasil Hitung Cepat Pilkada NTB

Zul-Rohmi Unggul Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di Pilkada NTB 2018, mengunggulkan pasangan Cagub/Cawagub NTB nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Dari 100 persen total sampel suara yang dihimpun dalam hitung cepat LSI dan dirilis Tempo.co, pasangan ZulRohmi memimpin daftar perolehan suara dengan raihan 30,68 persen. Urutan berikutnya adalah paslon nomor urut 1, H. M. Suhaili FT - Muh. Amin (Suhaili-Amin) yang meraih 26,73 persen suara. Ranking ketiga perolehan suara diraih pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi (AhyarMori) yang mendapat 25,51 persen. Paslon nomor urut 4, H.Moch. Ali BD - Lalu Gede Sakti (Ali-Sakti) berada di urutan terakhir dengan perolehan suara, 17,08 persen. Data hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis melalui situs berita Tirto.id juga mem-

Ingatkan Gubernur Terpilih GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan pemenang Pilgub NTB 2018 untuk menunaikan janji-janji kampanye. Tuan Guru Bajang (TGB) - sapaan akrab Gubernur NTB ini- mengingatkan, visi dan misi Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023 sudah didengar dan dicatat oleh semua masyarakat NTB. ‘’Pengganti (gubernur) itu punya visi dan misi. Sudah didengar oleh semua masyarakat. Visinya, misinya, program prioritasnya. Bersambung ke hal 15

perlihatkan hasil yang kurang lebih serupa. Di mana pasangan Zul-Rohmi meraih 30,7 persen, disusul Suhaili-Amin dengan 26,7 persen, AhyarMori dengan 25,5 persen dan Ali-Sakti dengan 17,1 persen. Namun, meski mengambil sumber data yang sama, namun hasil hitung cepat yang ditampilkan oleh Antaranews.com, memperlihatkan selisih suara antara paslon Zul-Rohmi dan Suhaili-Amin beda sangat tipis, yakni masing-masing, 29,43 persen dan 29,38 persen. Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA melalui akun Twitter resminya telah menyampaikan ucapan selamat berdasarkan hasil hitung cepat lembaga yang dipimpinnya. “Selamat datang gubernur

baru versi Quick Count LSI Denny JA,” ujarnya. Dalam cuitannya tersebut, Denny JA menyebutkan 10 kandidat gubernur yang meraih keunggulan berdasarkan hitung cepat lembaganya. Nama Zulkieflimansyah termasuk dalam salah satu dari 10 kandidat yang dituliskan Denny JA dalam cuitan tersebut. Sementara, Pihak KCI-LSI yang dikonfirmasi di Mataram mengatakan bahwa hasil hitung cepat yang ditampilkan oleh kedua media nasional tersebut, adalah benar adanya. Karena KCI-LSI memang telah bekerja sama dengan sejumlah media nasional untuk mempublikasikan hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah daerah yang menggelar Pilkada, termasuk NTB. Bersambung ke hal 15

KO M E N TTAA R Tak Sikapi Berlebihan

(Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) Pasangan Cagub/Cawagub NTB nomor urut 2, H.Ahyar Abduh - Mori Hanafi (Ahyar-Mori), masih berkeyakinan kuat pihaknya memenangkan Pilkada NTB 2018. Sebab dari hasil rekapitulasi C1, menunjukkan pasangan Ahyar-Mori unggul. ‘’Hasil rekap real count kami, kami masih optimis bisa memenangkan Pilkada. Karena hasil rekap C1 kami unggul, meskipun tipis dengan pasangan nomor 1 dab 3,’’ demikian disampaikan oleh Sekretaris Tim Pemenangan AhyarMori, Ali Al-Khairi, kepada Wartawan, Rabu (27/6). Ditegaskan Ali, pihaknya tidak terpengaruh dengan hasil quick count yang dilakukan oleh sejumlah lembaganya survei. Sebab, hasil quick count tersebut tidak sama sekali menggambarkan hasil riil. ‘’Hasil quick count itu kami hanya memandang itu sebagai persepsi ya. Dan kami bersandar kepada hasil real count, sehingga tim kami terus malakukan rekapitulasi C1,’’ ujarnya. Bersambung ke hal 15

Ali BD: Soal Kalah Menang Itu Takdir

(Suara NTB/nas)

CALON Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah merasa tetap harus rendah hati meski dinyatakan menang dalam Pilgub NTB, sesuai hasil perhitungan suara sementara (quick count) sejumlah lembaga survei. Jika akhirnya dinyatakan menang, ia tidak akan mengekspresikan kemenangan itu secara berlebihan. Dr Zul –demikian sapaan—Cagub NTB nomor urut 3 yang berpasangan dengan Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), sangat menghargai hasil quick count yang sementara mengunggulkannya. Dengan begitu, ia menginstruksikan kepada tim pemenangan untuk mengawal suara agar sampai ke KPU sesuai hasil dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bersambung ke hal 15

Ahyar-Mori Masih Optimis Menang

(Suara NTB/rus)

MEMILIH - Calon Gubernur NTB nomor urut 4, H.Moch. Ali BD bersama istri saat menggunakan hak pilihnya di TPS 10 Kelurahan Selong, Lotim, kemarin.

Selong (Suara NTB) Calon Gubernur Independen, Non Partai dan Non Blok, H. Moch Ali BIn Dachlan menanggapi santai saja proses Pilkada NTB 2018. Rutinitas tiap lima tahun dalam memilih pemimpin itu sudah biasa dilakukan masyarakat. Bicara soal kalah dan menang itu adalah takdir. Demikian disampaikan Ali BD saat ditemui Rabu (27/6) kemarin. Kekalahan dalam Pilkada diketahui ada karena beberapa sebab. Apakah karena ada kecurangan dari lawan atau bisa karena faktor lain. Semua yang terjadi bagi Ali BD dibiarkan

begitu saja berlalu. ‘’Soal ada kecurangan itu saya tidak ada antisipasi, biarkan saja,’’ katanya. Prinsip semua calon termasuk pasangan Ali Sakti menginginkan kemenangan. Jika tahu kalah maka tidak perlu maju dan lebih baik tidur saja. Rutinitas sekali dalam lima tahun ini katanya dihadapi seperti orang bekerja biasa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua merupakan takdir dari Sang Kuasa yang tidak bisa dilawan. Kemenangan dan kekalahan itu adalah ketentuan dari Allah SWT. Bersambung ke hal 15

Kemenko Polhukam Turunkan Tim

Pusat Targetkan Angka Partisipasi Pilkada NTB di Atas 75 Persen Mataram (Suara NTB) Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) menurunkan tim untuk memantau pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di NTB. Pemerintah pusat menargetkan angka partisipasi pemilih di daerah ini berada di atas 75 persen. Asisten Deputi Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah Kemenkopolhukam, Syafii Maman menjelaskan pemantauan tersebut dilakukan dengan harapan Pilkada serentak dapat berjalan lancar tanpa hambatan. ‘’Untuk

NTB kelihatannya persiapan sudah cukup matang,’’ ujar Syafii di Mataram, Selasa (26/6). Syafii mengaku, serangkaian kegiatan pemantauan yang dilakukan di NTB, pihaknya sudah bertemu dengan Kapolda NTB dan KPU NTB. Dari sisi pengiriman surat suara berjalan lancar. Begitu juga aparat keamanan sudah siap mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

TO K O H

(Suara NTB/cem)

MEMILIH - Calon Gubernur NTB nomor urut 2, H.Ahyar Abduh bersama istri saat menggunakan hak pilihnya, kemarin.


SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

Pilkada Berlangsung Aman MOMEN pemilihan kepala daerah untuk Gubernur dan Wakil Gubernur NTB lima tahun yang diadakan kemarin berlangsung dengan aman dan lancar. Seperti di kelurahan Ampenan Tengah, suasana pilkada berlangsung aman tanpa adanya gangguan. Hal itu dikemukakan oleh lurah Ampenan Tengah, Hasbullah, kepada Suara NTB bahwa pilkada di sana berlangsung lancar. “Di Ampenan Tengah, pilkada berjalan aman dan kondusif semuanya,” akunya, Rabu (27/6). Ini tidak terlepas dari kinerja semua petugas pemilu yang telah (Suara NTB/uul) bekerja keras mempersiapHasbullah kan semua persiapannya. Bahkan malam sebelum pilkada, pihaknya sampai begadang agar tidak ada kekurangan saat hari pencoblosan. Hasbullah menerangkan, di Ampenan Tengah sendiri ada 20 TPS yang tersebar di 10 lingkungan. “Di lingkungan Melayu Tengah paling banyak TPS-nya. Di sana ada 4 TPS totalnya,” terangnya. Tercatat ada 7.147 daftar pemilih tetap di Ampenan Tengah dengan rincian 3.507 pemilih pria dan 3.640 pemilih perempuan. “Alhamdulillah yang hadir untuk memilih lumayan banyak. Setidaknya mereka sadar untuk menggunakan hak pilihnya untuk NTB ke depan,” katanya. Pihaknya juga sudah berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat agar hadir menyoblos dan tidak golput. Karena momok terbesar dalam pemilihan umum adalah jumlah golput masyarakat yang cukup tinggi. Ia berharap, gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya bisa memimpin NTB ke depan lebih baik lagi. “Berharap yang terbaik saja, intinya bisa mengayomi rakyat,” kata Hasbullah. (uul)

SUARA MATARAM

Pemkot Mataram akan Razia Warga Pendatang Mataram (Suara NTB) Tradisi mudik biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berbondong bondong membawa keluarga mereka. Ibukota provinsi jadi tujuan utama untuk mencari pekerjaan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram akan melakukan razia warga pendatang. Razia ini kata Kadis Dukcapil, Chaerul Anwar akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja. Substansi pemeriksaan berkaitan dengan dokumen kependudukan. “Kalau memang pindah harus membawa surat pindah dari daerah asalnya,” kata Chaerul

dikonfirmasi, Selasa (26/6). Penduduk urban biasanya datang ke kota mengadu nasib. Mereka ada yang ikut dengan keluarga, teman atau inisiatif pribadi. Chaerul khawatir warga pendatang tanpa skill justru menimbulkan persoalan sosial. “Selesai Pilkada kita coba akan

turun,” tambahnya. Aparat tingkat bawah seperti kepala lingkungan lebih teliti memeriksa dokumen kependudukan setiap warga pendatang. Komandan Satuan Polisi Pamong Praja, Bayu Pancapati tak memungkiri saat mudik dimanfaatkan oleh warga untuk

Pengisian Jabatan

Baperjakat Bersurat ke Kemendagri Mataram (Suara NTB) Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkot Mataram telah bersurat ke Kementerian Dalam Negeri untuk pengisian jabatan lowong. Surat izin pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) menurut Sekda yang juga Ketua Bapejakat, Ir. H. Effendi Eko Saswito telah dikirim sejak pekan kemarin. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan data jabatan kosong, analisis jabatan dan kepangkatan. “Yang jelas, kita sedang mempersiapkan keperluan semuanya,” jawab Sekda. Isu yang berkembang bahwa pengisian jabatan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram akan ditempati oleh Ir. H. Mahmuddin Tura. Mahmuddin yang saat ini merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bakal digeser. Dan, dua jabatan kosong yakni PUPR dan Dinas Komunikasi dan Informatika dipansel. Sekda menanggapj, isu yang berkembang tersebut. Menurut dia, bisa - bisa saja. Akan tetapi, semua tergantung Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Walikota. “Bisa - bisa isu yang didengar itu kan. Semua tergantung ke kepala daerah,” jawabnya. Pemkot Mataram sejauh ini, masih menunggu izin dari Pemerintah Pusat. Kepastian kapan waktunya belum berani dipastikan Sekda. Seperti diketahui sebelumnya, jabatan Kadis Kominfo sejak April lalu lowong. Disusul, awal Juni posisi asisten II. Mantan Kadis Kominfo, Drs. Lalu Junaidi dan Mantan Asisten II, Wartan, SH.MH., telah memasuki masa purnatugas. (cem)

mencari nafkah atau mengadu nasib ke ibukota. Daerah besar seperti DKI Jakarta, Surabaya dan Makassar menekan jumlah penduduk liar atau tanpa dokumen resmi. Langkah ini menekan angka kriminalitas dan permasalahan sosial lainnya. “Jangan sampai pengangguran bertambah karena warga pendatang,” kata Bayu. Sebagai aparat penegak Perda, ia siap berkoordinasi dengan Dukcapil menggelar razia penduduk. Terutama kawasan -

kawasan padat penduduk seperti kos - kosan. Ditegaskan Bayu, razia ini bukan membuat gaduh. Tetapi sebagai syarat untuk tertib dokumen kependudukan. Lurah dan kepala lingkungan lebih mengoptimalkan pengawasan. “Mataram ini ibarat gula yang dikejar semut. Jika tidak dikontrol akan memunculkan permasalahan baru. Warga yang pindah tidak seputar NTB saja. Tapi daerah luar juga datang,” tambahnya. (cem)

Ahyar Abduh Menang Telak di Dasan Agung

Butuh Peran Swasta KETUA Pansus RTRW pada DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer Ibrahim mengajak pihak swasta berkontribusi guna tercapainya target RTH (ruang terbuka hijau) 30 persen di Kota Mataram. Ini menyusul belum terpenuhinya syarat minimal penyediaan RTH di Kota Mataram. Ini menjadi sandungan Pemkot Mataram untuk dapat segera menerapkan Perda Kota Mataram tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). ‘’Memang kita sedang mengatur kembali dalam hal peranan semua pihak, seperti hotel dan perumahan untuk menyediakan RTH. Pemerintah akan mengatur kembali, mengimbau kembali, penyediaan RTH itu segera disiapkan,’’ ujarnya (Suara NTB/fit) menjawab Suara NTB di HM. Noer Ibrahim DPRD Kota Mataram, Selasa (26/6). Oleh karena itu, Bappeda Kota Mataram diminta segera menyempurnakan apa yang menjadi catatan Pemprov NTB terkait Perda RTRW. Dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram ini, guna memenuhi kekurangan RTH, Pemkot Mataram sangat membutuhkan peran serta swasta. ‘’Harus ada kerjasama yang baik antara Pemkot Mataram dengan pihak swasta. Pemerintah mengatur pola strategis di Kota Mataram di dukung oleh DPRD Kota Mataram,’’ katanya. Pada bagian lain, politisi Golkar ini mengatakan bahwa pada prinsipnya antara pemerintah pusat dengan Pemprov NTB tidak ada masalah. Untuk itu, dia meminta kepada para pengusaha yang ada di Kota Mataram mematuhi aturan yang telah dibuat oleh Pemkot Mataram. ‘’Kan di sana sudah diatur di mana boleh membangun, di mana tidak boleh,’’ ucapnya. Karena kalau aturan sudah dilanggar, Noer Ibrahim pesimis target RTH dapat tercapai. ‘’Pokoknya pengusaha juga harus menghargai aturan. Kan yang mengatur pemerintah, kita harus ikuti,’’ tandasnya. (fit)

Halaman 4

(Suara NTB/lin)

PEMUNGUTAN SUARA - Suasana pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di RSUD Kota Mataram, Rabu (27/6).

Tak Gunakan Hak Pilih

Pasien Rumah Sakit Kecewa Mataram (Suara NTB) – Pemungutan suara pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur NTB diwarnai kekecewaan dari banyak pasien di beberapa rumah sakit. Salah satunya pasien yang ada di Rumah Sakit Umum Kota Mataram. Dari 225 pasien yang diusulkan oleh pihak rumah sakit, hanya 10 saja yang dapat menggunakan hak pilihnya. Terdapat beberapa kesalahan teknis pada saat pemungutan suara. Mulai dari keterlambatan petugas PPS (Petugas Pemungutan Suara) dari TPS (Tempat Pemungutan Suara) 5 Pagesangan Timur. Mereka datang 10 menit menjelang waktu pemilihan berakhir. Padahal ada banyak pasien yang sudah menunggu untuk menggunakan hak suaranya. “Kita kan menunggu paket logisiknya, karena kertas suara dan kotak itu harus ada. Sementara KPU kan keliling pakai satu mobil, makanya agak lama,” kata PPS Pagesangan Timur, Tohirin, di Mataram, Rabu (27/6). Pantauan Suara NTB, PPS datang pada pukul 12.45 Wita tanpa membawa kertas suara. Sehingga salah satu petugas kembali ke TPS untuk membawa kertas suara untuk digunakan memilih. Sehingga waktu yang tersisa hanya tinggal 10 menit lagi. Sementara pemungutan suara harus diakhiri pada pukul 13.00 Wita. “Setelah melakukan koordinasi, kami diberikan waktu tambahan oleh Bawaslu sebanyak 15 menit. Makanya kami tambah lagi, biar bisa dapat lebih banyak di sini,” ujarnya. Dalam waktu 10 menit itu, suara yang terkumpul hanya empat suara. Sementara waktu tambahan 15 menit yang diberikan digunakan untuk mengumpulkan enam suara. Sehingga total kertas suara yang dapat dikumpulkan dari pasien hanya 10 suara saja. “Dari data yang kami dapatkan, di rumah sakit ini yang punya kartu A5 hanya 30 orang. Jadi itu saja yang akan kami layani untuk memilih,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Mataram, H. Zuhhad, Ns, M.Kes menyayangkan keterlambatan para petugas pemungutan suara ke rumah sakit. Pasalnya, sejak pagi pasien, keluarga pasien bahkan petugas di rumah sakit sudah menunggu untuk memberikan hak suaranya. “Sebelumnya kami sudah berikan rekomendasi untuk 225 orang pasien bisa memilih di ru-

mah sakit. Berikut dengan karyawan atau petugas rumah sakit sekitar 300 orang beserta dengan keluarga pasien. Jadi kurang lebihnya ada 600 orang,” ujarnya. Karena kekurangan waktu, PPS akhirnya menghentikan pemungutan suara pada pukul 13.15 Wita. Raut wajah kekecewaan para pasien, keluaga pasien dan petugas RSUD Kota Mataram terlihat jelas saat PPS Pagesangan Timur ini menghentikan proses pemungutan suara. Hal yang sama juga terjadi di RSUD Provinsi NTB. Petugas pemungutan suara datang 20 menit menjelang waktu berakhirnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ini. Akibatnya, hanya tiga pasien saja yang berhasil menggunakan hak pilihnya. Sementara yang masuk dalam daftar dan sesuai dengan kriteria pemilih menurut petugas hanya delapan orang saja. Artinya, ada lima orang lagi yang tidak dapat menggunakan hak suaranya. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma. Pihak RSJ sudah memberikan rekomendasi akan adanya 50 orang pasien dan petugas RSJ yang akan menggunakan hak pilihnya. Namun hal ini tidak dapat dilakukan, karena tidak ada petugas PPS yang datang. Berdasarkan informasi yang diperoleh Suara NTB, semestinya pasien dan petugas RSJ dapat memilih di TPS 13 Sandubaya. Namun karena tidak ada petugas pemungutan suara yang datang, pada akhirnya pasien dan petugas RSJ kehilangan hak pilihnya. “Kami sudah berikan data yang akan memilih di RSJ, termasuk pasien dan petugas. Hanya saja, kami baru dikabari pagi hari bahwa pasien harus dilengkapi kartu A5. Kami sangat kecewa karena tidak diberi tahu lebih awal,” kata LO Pemungutan Suara RSJ Mutiara Sukma, Sapoan, di Mataram, Rabu (27/6). Diketahui bahwa KPU memperbolehkan pasien gangguan jiwa untuk melakukan pemilihan umum kepala daerah. Meski demikian, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan. Salah satunya harus bisa membedakan partai para pasangan calon. Pasien gangguan jiwa yang tidak permanen biasanya dapat membedakan partai dan calon-calon kepala daerah yang akan dipilih. (lin)

Suhaili Tumbang di TPS Mohan Mataram (Suara NTB) Hasil perolehan suara di TPS X yang menjadi lokasi pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, tak berbuah manis. Pasangan calon Gubernur yang dicalonkan Partai Golkar dan

Nasdem (H. Suhaili - H. Muh. Amin) itu tumbang. Pasangan H. Ahyar Abduh H. Mori Hanafi jauh mengungguli pasangan H. Suhaili dan H. Muh. Amin. Paslon urut 2 memperoleh suara 184. Sementara, paslon urut 1 mendapat 57

(Suara NTB/cem)

GUNAKAN HAK PILIH - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi istrinya, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menunjukkan kertas suara usai menggunakan hak pilihnya di TPS, Rabu (27/6).

suara. Perolehan suara paslon urut 3 ( H. Zulkieflimansyah Hj. Sitti Rohmi Djalilah) memperoleh 43 suara dan Paslon urut 4 memperoleh 15 suara. Mohan yang juga Wakil Walikota Mataram didampingi istrinya, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menyalurkan hak pilihnya pukul 09.10 Wita. Dengan mengenakan batik hitam kombinasi kuning keemasan, Mohan mengantri bersama pemilih lainya. Dikonfirmasi usai memilih, Mohan mengaku telah menyalurkan hak pilihnya. Persoalan siapa yang dipilih enggan disebutkan. “Saya sudah salurkan hak pilih. Persoalan siapa saya pilih sudah saya selesaikan di bilik suara,” kata Mohan. Kepastian menang di kandang sendiri, Mohan mengaku tidak bisa memutuskan hal tersebut. Masyarakat memiliki keleluasaan untuk menentukan pemimpin sesuaikehendakmereka.“Siapayang terbaik dan terpilih yang memang memiliki komitmen kuat terhadap masyarakat,” ujarnya. Kontestasi politik saat ini, Mohan mengaku ada pergolakan dan pengaruh bathin. Tetapi, ia berharap semua berjalan sesuai keputusan. (cem)

Mataram (Suara NTB) Proses penghitungan suara di TPS VIII di Lingkungan Dasan Agung, yang juga lokasi pemilihan Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur nomor urut 2, pasangan H. Ahyar Abduh - H. Mori Hanafi, menang telak. Dari daftar pemilih tetap (DPT) 241 jiwa. Pasangan H. Ahyar Abduh - H. Mori Hanafi memperoleh suara 185, pasangan nomor urut 1 (H. Suhaili - H. Muh. Amin) 3 suara, pasangan nomor 3 (H. Zulkieflimansyah - Hj. Sitti Rohmi Djalilah) 25 suara dan pasangan nomor urut 4 (H. Ali Bin Dahlan - TGH. Lalu Gde Sakti) 2 suara. Sebelum pelaksanaan penghitungan suara, Calon Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh menyalurkan hak pilihnya sekitar pukul 07.00 Wita. Walikota dua periode ini da-

tang bersama istrinya Hj. Suryani dan dua putrinya Yaumil Agisna Sari dan Hilda Aulia Rahmi serta dua kader Partai Gerindra. Ketua KPPS VIII Lingkungan Dasan Agung, Aururahman, SH menyebutkan, proses penghitungan suara berjalan lancar. Dari daftar pemilih tetap 241, masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya 215. Dengan rincian 204 pemilih menggunakan C6 KWK, 1 DPPH, 10 DPPTB. “Total kertas suara kita terima 248,” sebutnya, Rabu (27/6). Pantauan Suara NTB, proses penghitungan suara di TPS VIII. Pendukung paslon urut 2 (H. Ahyar Abduh - H. Mori Hanafi) menyanyikan yel - yel kemenangan. Pendukung yang umumnya perempuan tersebut bersorak gembira usai mengetahui paslon nomor urut 2 menang telak. (cem)

Sebanyak 90 Penghuni Panti Jompo Gunakan Hak Pilihnya Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 90 orang penghuni Panti Sosial Tresna Werda atau biasa disebut Panti Jompo ini menggunakan hak pilihnya dalam piilkada NTB, Rabu (27/6). Sebagian langsung mendatangi TPS 9, sebagian lagi didatangi secara langsung di kamarnya oleh petugas PPS. “Di TPS ini ada 170 daftar pemilih. Yang dari panti sendiri ada 90 orang, sisanya itu warga sekitar,” kata Ketua KPPS TPS 9 Lingkungan Pemuda Kelurahan Dasan Agung Baru, Aisar Rifki, di Mataram, Rabu (27/6). Dari 90 orang yang memiliki hak suara, sebanyak 16 orang dibantu oleh petugas PPS dan didatangi langsung ke kamarnya. Mereka itu yang dalam kondisi sakit dan kurang sehat. Sehingga harus didatangi langsung dengan kertas suara dan kotak suara yang sudah disediakan. “Memang ada yang didatangi secara langsung. Dan mereka itu yang sudah tidak kuat berjalan dan ada yang kurang sehat,” ujarnya. Banyak dari penghuni panti jompo ini yang meminta pendampingan. Sebab sebagian dari mereka ada yang tidak dapat melihat dengan jelas. Sehingga harus dibantu petugas

dalam memilih gubernur dan wakil gubernur yang diinginkannya. Sementara di TPS 9 yang berada di aula PSTW sendiri dipenuhi oleh lansia yang akan menggunakan hak pilihnya. Mereka sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.30 Wita ke TPS didampingi petugas PSTW. “Mereka sudah datang dari pagi sekali. Bahkan ada yang menunggu sebelum pemungutan suara dimulai. Kita mengapresiasi kegigihan mereka dalam menggunakan hak suaranya,” ujarnya. Diketahui bahwa setiap adanya pemilihan umum, aula PSTW selalu dijadikan satu TPS. Sehingga dapat memudahkan para penghuni PSTW atau warga lansia yang tinggal di panti ini untuk menggunakan hak suaranya. “Kalau kami lihat, mereka sudah punya pilihan sendiri. Sehingga banyak dari mereka yang tidak perlu dibantu petugas. Namun ada pula yang minta dibantu,” ujarnya. Ia mengatakan tidak ada kendala yang berarti saat melakukan pemungutan suara di PSTW ini. Bahkan dengan antusias yang baik dari semua penghuni panti, pemungutan suara di panti ini berjalan dengan baik dan lancar hingga akhir. (lin)

(Suara NTB/lin)

PANTI JOMPO - Suasana pemungutan suara di TPS 9 yang merupakan tempat pemungutan suara para penghuni PSTW, Rabu (27/6).


SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 5

OJK Minta APPI Perkuat Pengawasan Anggota Mataram (Suara NTB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) untuk memperkuat pengawasan kepada anggotanya, dalam rangka meminimalisir pengaduan-pengaduan dari konsumen. Meskipun, kata Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan, kondisinya saat ini semakin baik. Pengaduan-pengaduan terhadap finance trennya terus menu(Suara NTB/dok) run. Sebelumnya Badan Farid Faletehan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi NTB mengungkapkan datanya, bahwa terbanyak laporan yang masuk ke BPSK adalah perihal pengaduan terhadap lembaga non bank ini. Pengaduan-pengaduan tersebut seputar penarikan jaminan oleh finance terhadap konsumen, tanpa melalui prosedur yang seharusnya. Farid Faletehan juga mengakui, pihaknya masih menerima pengaduan-pengaduan terhadap finance dan hampir seluruhnya telah dapat diselesaikan. “Beberapa pengaduan ada yang memang perlu dikomunikasikan dengan perusahaan finance dan sebagian lagi memang ada beberapa nasabah yang belum paham proses pembiayaan melalui perusahaan finance/perusahaan pembiayaan. Jadi memang diperlukan sosialisasi ke masyarakat,” kata Farid kepada Suara NTB. OJK NTB juga tetap melakukan koordinasi dengan APPI, terutama dalam hal memberikan edukasi kepada masyarakat. termasuk membahas persoalan-permasalahan-permasalahan seputar finance terutama yang menyangkut penarikan kendaraan. Rencana strategis otoritas, dengan perusahaan pembiayaan OJK akan terus meminta agak melaksanakan kegiatan operasional seusia dengan ketentuan. Termasuk dengan penggunaan petugas penagihan yang telah bersertifikasi. Finance, kata Farid harus bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa penagihan. Tidak melakukan rekrut dan menugaskan sembarang orang, apalagi menggunakan jasajasa orang dengan latar belakang yang tidak mendukung. “APPI kita harapkan tertibkan anggotanya dalam menjalankan prosedur penagihan. Sebab kita juga tidak tahu, prosedur penagihannya di lapangan seperti apa,” imbuhnya. Ketika finance telah menggunakan jasa perusahaan atau tenaga yang berlisensi, audiensi juga harus tetap dilaksanakan. Baik dengan Kepolisian maupun dengan otoritas. Dan audiensi ini, lanjut Farid tetap intens dilakukan. Kepada masyarakat, ia juga mengingatkan. Bahwa tidak jarang persoalan yang muncul di lapangan karena dipicu persoalannya dari konsumen. Misalnya, menunggak beberapa bulan, hingga jaminan ditarik. “Jangan juga ketika nunggak, barangnya disita, lalu menggunakan jasa LSM. Konsumen juga harus bijak menyikapinya,” demikian Farid. (bul)

(Suara NTB/bul)

NORMAL aktivitas pasar tetap normal di hari pemilihan. Pedagang menyesuaikan waktunya mencoblos usai berkegiatan di pasar.

40.000 Ton Beras NTB Berpotensi Dikeluarkan Mataram (Suara NTB) Hasil produksi beras/gabah di NTB melimpah. Perum Bulog Divre NTBpun kebanjiran stok. Berdasarkan data, kekuatan stok beras di dalam daerah mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga 18 bulan ke depan. Tentu tidak mungkin berasberas yang diserap dari petani ini disimpan hingga lebih dari setahun ke depan. Apalagi beras termasuk komoditas pangan yang mudah rusak. Maksimal masa ideal penyimpanan beras hanya 6 bulan sejak digudangkan. Itupun, harus dilakukan perawatan maksimal di gudang. Berangkat dari keadaan ini, manajemen stok Bulog, berasberas ini juga harus didistribusikan ke daerah-daerah lainnya di Indonesia yang kekurangan, Sumatera dan Kalimantan misalnya. Karena itu, se-

banyak 40.000 ton stok beras ini layak dikeluarkan. “Kami sudah sampaikan ke pusat, 40.000 ton beras di NTB bisa dikeluarkan. Jika tidak dikeluarkan dan disimpan dalan waktu yang lama, rusaklah kualitasnya,” demikian Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE. Ramlan baru hitungan hari bertugas sebagai Kepala Bulog NTB, menggantikan Achmad Ma‘mun sebelumnya. Hitung-hitungan Bulog, dengan mengeluarkan stok ini, Bulog masih sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat NTB selama 8 bulan. Artinya, tidak sama sekali akan mempengaruhi ketersediaan cadangan beras di dalam daerah. Dikeluarkan atau tidaknya, tentunya tergantung keputusan Perum Bulog pusat. Ram-

lan menjelaskan bahwa, dengan mengeluarkan cadangan beras di gudang Bulog NTB, sekaligus akan menjaga kualitas beras yang akan didistribusikan ke masyarakat NTB. Artinya, ketika beras-beras yang sudah sebelumnya disimpan ini dikeluarkan, maka ada ruang bagi beras yang baru diserap disimpan kembali. “Dengan begitu, beras yang diterima masyarakat akan tetap fresh. Kualitas rasa beras bisa kita pertahankan,” ujarnya. Ramlan menyebut, beras asal NTB dikenal memiliki kualitas dan citarasa yang sangat bagus. Karena itulah, daerahdaerah di luar NTB, terutama daerah yang membutuhkan. Sangat mengharapkan mereka mendapatkan pasokan cadangan pangan dari beras NTB.

“Respon Divre-Divre di luar NTB sangat bagus terhadap beras NTB. Karena kualitas dan rasanya dianggap beda. Inilah kelebihannya beras NTB,” imbuhnya. Perum Bulog Divre NTB tahun ini mendapatkan tugas untuk menyerap 150.000 ton setara beras. Hingga data terakhirnya, Bulog telah memenuhi serapan 100.000 ton atau 84 persen. Berdasarkan data pemerintah bahwa tersedia sekitar 80.000 ton produksi hingga September, Ramlan sangat meyakini bisa memenuhi target pusat untuk menyerap 150.000 ton, bahkan diharapkan menembus 200.000 ton serapan tahun ini. Karena itulah, Ramlan menegaskan, tak henti-hentinya akan memperkuat kerjasama dengan Tim Sergab, atau stakeholders lainnya dalam memaksimalkan serapan. “Selanjutnya dilakukan monitoring dan mendatangi mitra pengadaan yang ada, petani dan gapoktan, serta

(Suara NTB/bul)

Ramlan UE Poktan yang ada. Kita minta agar bersedia kiranya menjual dan memasukkan beras mereka ke Bulog untuk menjaga stok nasional. Sebab dengan terjaminnya stok Bulog, tidak ada lagi spekulasi harga dan stok. Dan terbukti, alhamdulillah kata BI, kemarin kita deflasi karena harga-harga stabil. Ini yang harus kita jaga bersama,” demikian Ramlan. (bul)

Pajak UMKM Dipangkas Minim, Minat Bekerja di Sektor Perkebunan Dalam Negeri Jadi 0,5 Persen Mataram(SuaraNTB)Kanwil Pajak DJP Nusra secara resmi menyampaikan keputusan pemerintah untuk memberikan keringanan pajak kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tarif pajak yang sebelumnya dikenakan 1 persen dari penghasilan, dipangkas menjadi 0,5 persen, atau setengahnya. (Suara NTB/bul) “Mulai berlaku 1 Suparno (kiri) didampingi Widi Widodo Juli 2018 ini,” kata Kepala Kanwil Pajak DJP Nusra, Suparno Serta memberikan wakdidampingi Kabid P2 Humas, Widi Widodo. tu bagi pelaku UMKM unSuparno di kantornya, Selasa (26/6) kemar- tuk mempersiapkan diri sein menjelaskan bahwa pemerintah telah me- belum WP tersebut melaknerbitkan kebijakan penurunan tarif Pajak sanakan hak dan kewajiban Penghasilan Final (PPh Final) menjadi 0,5% pajak secara umum sesuai bagi UMKM melalui Peraturan Pemerintah ketentuan UU Pajak Peng(PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak hasilan. Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Melihat tingkat kepatuhan yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak WP di NTB, Sauparno menjayang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu se- barkan, jumlah WP yang terbagai pengganti atas Peraturan Pemerintah daftar sebanyak 715.000 waNomor 46 Tahun 2013, yang diberlakukan jib pajak. Sementara jumlah secara efektif per 1 Juli 2018. UMKM terdata sebanyak Peluncuran PPh Final 0,5% bagi UMKM ini 27.791 UMKM atau pelaku usdilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo di Ja- aha yang beromzet di bawah tim Expo, Surabaya, pada Jumat 22 Juni 2018 Rp 4,8 miliar setahun sebanydan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada leb- ak 3 persenan.(bul) ih dari 1.000 peserta pelaku UMKM di wilayah Bali pada Sabtu 23 Juni 2018. Rabu, 27 Juni 2018 Pokok-pokok perubahan yang diatur dalam PP 23 Tahun 2018 diantaranya, penurunan tarif PPh Final 1% menjadi 0,5% dari omzet, yang wajib dibayarkan setiap bulannya. Wajib Pajak (WP) dapat memilih untuk dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan atau tarif PPh Final 0,5% berdasarkan PP 23 Tahun 2018. Serta mengatur jangka waktu pengenaan tarif PPh Final 0,5% untuk WP orang pribadi yaitu selama 7 tahun, untuk WP badan berbentuk Koperasi, Persekutuan Komanditer atau Firma selama 4 tahun dan untuk WP badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) selama 3 tahun. Pemerintah mengambil kebijakan memangkas tarif pajak ini, lanjut Suparno dimaksudkan untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih ikut berperan aktif dalam kegiatan ekonomi formal dengan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM dalam pembayaran pajak dan pengenaan pajak yang lebih berkeadilan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan pemberlakuan PP ini diharapkan. Dengan pemangkasan tarif pajak ini, diharapkan pajak yang ditanggung oleh pelaku UMKM menjadi lebih kecil, sehingga pelaku UMKM memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan melakukan investasi. Selain itu, pelaku UMKM semakin berperan dalam menggerakkan roda ekonomi untuk memperkuat ekonomi formal dan memperluas kesempatan untuk memperoleh akses terhadap dukungan financial.

Mataram (Suara NTB) Semangat bekerja masyarakat NTB untuk pekerja sektor perkebunan di dalam negeri masih minim. Sementara dengan bekerja di sektor yang sama di luar negeri, justru masyarakat lebih tertarik. Apa penyebabnya? Menurut Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja pada Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Abdul Hadi, ada kecenderungan di masyarakat, bahwa bekerja di luar negeri lebih menggiurkan ketimbang di dalam negeri. Meskipun, pilihan bekerja di luar negeri terpaut hanya di negara Malaysia. Di dalam negeri, seluruh wilayah di Kalimantan menyediakan peluang bekerja di perkebunan kelapa sawit. Dari Kalimantan Timur, Utara, Tengah dan Kalimantan Selatan. Dalam setahun, menurut keterangan Abdul Hadi, kebutuhannya dari 15.000 pekerja sampai 30.000 pekerja. “Yang kita kirim hanya 750, contohnya tahun lalu (2017),” terang Abdul Hadi. Untuk memenuhi kebutuhan pekerja perkebunan ini, kepada masyarakat kata Abdul Hadi, telah seringkali disampaikan. Hanya saja, tetap seleranya bekerja di dalam negeri

lebih rendah dibandingkan selera bekerja di luar negeri. Padahal, dengan peluang bekerja di dalam negeri ini, pemerintah memberikan fasilitas serba gratis. Syaratnya hanya memiliki kartu tanda pendukung dan KK untuk diberangkatkan. Pun tidak ada risiko razia dari petugas. Sektor perkebunan di dalam negeri menawarkan pekerjaan dalam jangka panjang. Soal penggajian, acuannya Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah penempatan. Menurutnya masih cukup menggiurkan. “Kapan-kapan pulang juga bisa diatur. Lebih enak bekerja di dalam negeri,” imbuhnya. Disinggung khusus soal minimnya informasi bekerja di berbagai negara di belahan dunia dan kebutuhan tenaga kerja, Abdul Hadi mengatakan, terkait itu tentunya harus ada kerjasama antara pemerintah dengan pemerintah (G t G). Saat ini kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk negara Korea dan Jepang. Kebanyakan luang pekerjaan untuk sektor industri. Itupun tidak banyak jumlahnya yang diberangkatkan lantaran ketatnya seleksi. (bul)


SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 6

Pilkada Lotim, Pasangan Sukma Unggul Sementara Selong (Suara NTB) Pasangan Calon Bupati (Cabup) Lombok Timur (Lotim) Sukiman Azmy-H. Rumaksi (Sukma) unggul sementara pada perolehan suara di Pilkada Lotim, Rabu (27/6). Klaim keunggulan kemenangan itu berdasarkan hasil quick count yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Pasangan Sukma memperoleh suara sebanyak 41,73 persen dari 99,57 % suara yang masuk. Sementara pasangan H. Haerul Warisin-H. Machsun Ridwainny (Harum), sebanyak 27,41 persen, H. M. Syamsul Luthfi-H.Najamuddin Moestafa (24,62 persen) dan Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al-Habib) 5,23 persen. Menanggapi hal ini, H. Sukiman Azmy mengungkapkan, hasil ini belum resmi. Menurutnya, data yang resmi adalah real count dari KPU. Untuk itu, ia mengajak kepada pendukung, relawan dan simpatisannya untuk sabar dan bersama-sama menunggu keputusan resmi dari KPU.” Kita tunggu hasil resmi dari KPU. Jangan menganggap diri sudah menang meskipun hasil quick count menyatakan kemenangan. Tetapi kita tetap tunggu hasil resmi dari KPU,” ujarnya. Meski demikian, melihat hasil quick count itu, mantan Bupati Lotim ini mengungkapkan jika tim pemenangan pasangan Sukma bisa bisa

bersikap lega dan berbesar hati. Pasalnya apabila melihat margin error satu persen, pasangan Sukma mendapatkan selisih dengan pasangan lainnya mencapai 15 persen lebih. “Kita bersyukur kepada Allah SWT dan ini tidak terlepas dari perjuangan dan kerjasama tim. Ini adalah amanah,” ujarnya. Ia menambahkan, Sukma bekerjasama dengan LSI Denny JA dan sejak awal memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Sejak setahun lalu hingga pertengahan tahun terus mengalami peningkatan. Di satu sisi, pihak Sukma juga mendapat masukan untuk memperbaiki sejumlah hal seiring waktu menjelang masa Pilkada. “Dengan didampingi oleh LSI, sangat terasa manfaatnya karena kita tahu kelemahan kita dan upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kelemahan itu,” kata Sukiman. Sukiman menilai, apabila tidak diidampingi oleh lemba-

ga survei, maka tentu Sukma tidak mengetahui persis tingkat elektabilitas dan kekuatannya. Dari hasil survei terakhir pada 6-11 Juni lalu, disebutkannya bahwa elektabilitas pasangan Sukma berada pada angka 43 persen dengan sistem swing voters. Hasil ini tertinggi dibandingkan pasangan lainnya. Sementara dari hasil quick count kemarin, hasilnya tidak jauh beda, pasangan Sukma memiliki suara sekitar 41,73 persen setelah suara masuk sebanyak 99,57 persen. Untuk itu, Sukiman menyebut hasil hitung cepat sementara itu merupakan pintu gerbang untuk membangun daerah dan sebagai salah satu cara untuk berbakti kepada masyarakat Lotim sesuai dengan visi misi yang disampaikan. Sementara, lanjut dia, visi misi yang diusung oleh Sukma sangat pas dengan masyarakat Lotim, sehingga menjatuhkan pilihan ke

pasangan Sukma. Ia juga mengungkapkan setelah resmi diumumkan oleh KPU dan setelah pelantikan. Ia bersama Rumaksi akan bekerja sesuai dengan visi misi itu. “Visi misi itu yang akan kami jadikan RPJMD sebagai acuan kita bekerja untuk lima tahun ke depan,” paparnya. Sementara, Ketua KPU Lotim, M. Saleh menegaskan dari real count pada Rabu malam sudah dapat diakses, karena KPU Lotim diberikan waktu 1 kali 24 jam sejak selesai proses pemungutan atau input C1. Menurutnya, real count merupakan keputusan akhir pleno dari KPU. Alasannya, sebelum dilakukan pleno tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan ketika berada di PPK atau KPU. Namun perubahan harus bisa dibuktikan jika suara itu bisa berubah. Adapun untuk pengaduan hasil, untuk di PPK 28 hingga 4 Juli 2018, sementara di KPU dari tanggal 5 sampai tanggal 8 Juli 2018. Setelah itu bisa dilakukan pengaduan 3 kali 24 jam sejak diumumkan pada rapat pleno hingga pengajuan keberatan bisa dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). (yon)

(Suara NTB/ist)

MEMILIH - Cabup Lotim H. Haerul Warisin menggunakan hak pilihnya di TPS 2 Desa Sikur.

(Suara NTB/yon)

DATANGI - Ali Masadi saat mendatangi TPS 02 Dayan Masjid II Kelurahan Majidi untuk menggunakan hak pilihnya. Sementara namanya terdaftar di TPS 07 Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia.

Syamsul Luthfi Siap Dukung Bupati Terpilih Selong (Suara NTB) Pesta demokrasi Lombok Timur (Lotim), Rabu (23/6) kemarin memasuki babak puncak. Semua pasangan calon dan masyarakat Lotim menggunakan hak pilihnya sebagai penentu siapa bupati/wakil bupati Lotim lima tahun ke depan. Calon Bupati (Cabup) Lotim, H.M. Syamsul Luthfi, mengajak semua pendukung untuk saling menghormati dan bersatu mendukung siapapun bupati terpilih pada Pilkada Lotim periode 2018-2023. Menurutnya, langkah itu merupakan yang cukup tepat untuk kemajuan Kabupaten Lotim ke depannya. Syamsul Luthfi menilai, pelaksanaan Pilkada Lotim berjalan aman, damai. Ia berharap semoga itu merupakan pertanda untuk melahirkan pemimpin Lotim yang dapat membawa amanah masyarakat untuk lima tahun ke depan. Pihaknya mengapresiasi petugas di lapangan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk itu, siapapun yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lotim merupakan yang diamanahkan oleh masyarakat dan direstui oleh Allah SWT. Untuk itu, semua elemen masyarakat yang awalnya merupakan pendukung dari calon-calon tertentu supaya dapat bersatu kembali untuk mendukung pemenang dalam membangun Lotim lima tahun ke depan. Syamsul Luthfi mengaku dirinya cukup menikmati pesta demokrasi di Kabupaten Lotim. Hal tersebut dikarenakan masing-masing calon memiliki kekuatan yang cukup berimbang. Bahkan, semua calon juga cukup saling menghargai tanpa menjatuhkan satu sama lain, karena pencalonan masing-masing calon berangkat dari keinginan untuk membangun Lotim lima tahun ke depan. Sementara untuk perolehan suara Syamsul Luhfi ditempatnyanya mencoblos di TPS 07 Desa Dasan Lekong meraih 104 suara, Harum 102 suara, Al-Habib 53 suara, Sukma 131 suara dan suara batal 5 suara. (yon)

RSUD Tanjung Disomasi Tanjung (Suara NTB) Karyawan RSUD Tanjung melayangkan langkah hukum somasi kepada jajaran manajemen RSUD Tanjung. Melalui kuasa hukum, Anton Hariawan, SH., langkah somasi kepada manajemen RSUD dilayangkan pada Senin (25/6) lalu. Somasi dilayangkan atas dugaan penggelapan, kejahatan jabatan dan tidak transparannya manajemen RSUD dalam mengelola jasa pelayanan (jaspel) rumah sakit. Salah satu karyawan tetap RSUD yang tidak disebutkan namanya, memberikan surat kuasa Somasi kepada Tim Advokat, Lalu Anton Hariawan, SH., dan partner sesuai surat No. 10/ ADV.LAH & PATNERS/SK.Pdn./06/2018. Melalui rilis yang diterima koran ini, Anton melalui juru bicara, Tarpiin Adam, Rabu (27/6) mengungkapkan, terdapat beberapa poin persoalan yang diduga dilakukan oleh pihak manajemen RSUD Tanjung KLU. Di antaranya, terdapat selisih /surplus pendapatan di salah satu poli yang tidak dapat dijelaskan oleh pihak manajemen kepada pihak karyawan. Pendapatan tersebut disebut-sebut tidak sinkron dengan jumlah pasien yang dilayani oleh para tenaga amedis. Ia melanjutkan, manajemen RSUD Tanjung diberikan waktu selama 4 x 24 jam untuk segera menjawab dan memberikan klarifikasi atas dugaan yang dialamatkan kepada manajemen RSUD. Terpisah, Direktur RSUD Tanjung, dr. H. Lalu Bahrudin, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan telah menerima surat somasi dari advokat, L. Anton H. Namun demikian, dirinya enggan menjawab panjang lebar perihal somasi tersebut. “Iya betul, kita disomasi. Untuk itu, kita akan jawab somasinya,” kata Bahrudin via pesan WA. Bahrudin mengklaim, dugaan penyalahgunaan yang disangkakan karyawan kepada manajemen RSUD melalui somasi, tidak benar. Dirinya bahkan mengajak untuk membuktikannya. “Memang tidak benar Pak, boleh kita buktikan. Semua sudah sesuai dengan aturan, maklum mereka belum tahu,” jawabnya singkat. (ari)

(Suara NTB/yon)

(Suara NTB/ist)

MEMILIH - Cabup H. Syamsul Luthfi menggunakan hak pilihnya di TPS 7 Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia.

MEMILIH - H. Sukiman Azmi saat menggunakan hak pilihnya di TPS 8 Desa Rumbuk Kecamatan Sakra.

Ali Masadi Diduga Nyasar Gunakan Hak Pilih Selong (Suara NTB) Calon Bupati Lombok Timur (Lotim) nomor urut 2, Ali Masadi, diduga nyasar dalam menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak, Rabu (27/6). Ali Masadi yang terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia menggunakan hak pilihnya di TPS 02 Dayan Masjid II Kelurahan Majidi Kecamatan Selong. Dikonfirmasi Suara NTB, Ketua PPK Kecamatan Sukamulia, Muliadi mengaku heran dengan sikap Ali Masadi yang menggunakan hak pil-

ihnya di TPS yang berbeda dari tempatnya terdaftar menyoblos. Sementara, katanya, tidak ada keterangan A5 di TPS 07 Desa Dasan Lekong sebagai keterangan jika yang bersangkut pindah lokasi memilih. Selain itu, tambah Muliadi, jika Ali Masadi menggunakan hak pilihnya di TPS 07 Desa Dasan Lekong harus ada bukti potongan penerimaan C6 oleh yang bersangkutan saat dilakukan penyerahanan oleh petugas KPPS beberapa waktu lalu. Terkait persoalan itu, Muliadi mengaku segera

berkoordinasi dengan KPU. Pihaknya, tidak bisa memvonis langsung apakah penggunaan hak suara Ali Masadi di TPS 02 Daya Masjid Kelurahan Majidi masuk dalam kategori suara batal atau tidak. Akan tetapi, lanjut dia, dari segi aturan bahwa yang bersangkutan sudah menyalahi aturan. “Kalaupun pindah tempat memilih, seharusnya Ali Masadi diberikan A5 dari TPS tempatnya memilih sesuai DPT. Sementara berdasarkan laporan KPPS 07 Desa Dasan Lekong tidak ada A5 dan Ali Masadi beserta

Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Sejumlah TPS di Lotim Adu Kreativitas Selong (Suara NTB) Perhelatan akbar pesta demokrasi pilkada di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu (27/6) resmi digelar. Tercatat sebanyak 2.017 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 21 Kecamatan di Lotim. Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih, sejumlah TPS di Lotim melakukan adu kreativitas dengan mendesain TPS dengan beraneka macam tema. Seperti di TPS 02 Kecamatan Labuhan Haji, di TPS ini petugas KPPS setempat mendesain TPS dengan tema piala dunia. Hampir di semua sudut TPS terdapat beragam pernak-pernik sepak bola mulai dari seragam sepak bola, sepatu bola hingga bendera sejumlah negara yang bertarung dalam piala dunia 2018. Tak lupa, sejumlah foto pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan pemain Brazil Neymar dipasang di kompleks TPS 02 Labuhan Haji. Termasuk para petugas KPPS setempat juga menggunakan seragam sepak bola. Menurut Ketua KPPS TPS 02 Labuhan Haji, Biawansyah Putra menjelaskan, alasan diambil tema piala dunia untuk menarik simpati masyarakat untuk berbondong-bondong ke TPS di dalam menggunakan hak suaranya untuk Pilkada Lotim dan NTB. Tema itu diambil karena bertepatan dengan momentum Piala Dunia 2018 yang sedang berlangsung. “Kita kreasi-

(Suara NTB/yon)

TPS UNIK - TPS 02 Desa Labuhan Haji yang mendesain TPS dengan tema piala dunia, Rabu (27/6). kan dan ambil tema piala dunia ini, karena memang momentum piala dunia serta tujuan utama untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” ujarnya. Selain TPS dengan tema piala dunia, terdapat TPS di sejumlah desa/kelurahan di Lotim yang keunikannya tidak kalah saing. Seperti di TPS 01 Kelurahan Ijo Balit Kecamatan Labuhan Haji, di TPS ini petugas KPPS lebih kepada permainan kosa-kata yang menarik untuk menarik pertisipasi pemilih. Seperti terlihat tulisan mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Menanggapi kreativitas sejumlah TPS itu, Ketua KPU Lotim, M. Saleh menyebutkan, sejumlah TPS yang membuat suatu konsep cukup menarik oleh petugas KPPS sangat di-

apresiasinya. Dituangkannya ide kreativitas itu untuk menarik partisipasi masyarakat datang ke TPS dengan senang, riang dan gembira karena pada prinsipnya pelaksanaan pilkada merupakan pesta demokrasi yang harus disambut dengan baik dan gembira. Adapun terkait sejunlah TPS yang diprediksi rawan khususnya di Kabupaten Lotim berdasarkan catatan Panwaslu, menurut M. Saleh, itu menjadi acuannya untuk mengintensifkan pengawasan-pengawasan TPS-TPS yang dimaksud. Ia melihat indikasi TPS yang dikategorikan rawan yakni, pihak penyelenggara tidak netral, dikhawatirkan kekurangan surat suara, sehingga diatensi betul berdasarkan rekomendasi dari Panwas. (yon)

istri sudah menerima surat panggilan C6,” jelasnya. Sedangkan, Ali Masadi yang dikonfirmasi via teleponnya membenarkan dirinya sudah menggunakan hak pilihnya di TPS 02 Dayan Masjid II Kelurahan Majidi. Ali Masadi datang bersama istri Baiq Dwinita Winisuda ke TPS sekitar pukul 07:30 wita dan usai itu langsung keliling ke sejumlah titik untuk memantau partisipasi masyarakat di dalam menggunakan hak pilihnya serta perolehan suara pada Pilkada Lotim. “Sudah tadi pagi jam 7:30 wita saya nyoblos

di TPS 02 Kelurahan Majidi,” sebutnya. Ali Masadi mengaku tidak mengetahui surat panggilan yang digunakan di dalam menggunakan hak pilihnya di TPS 02 Kelurahan Majidi. “Saya nggak tahu, yang jelas saya sudah mencoblos tadi pagi jam 07:30 wita,” ujarnya. Diketahui, TPS 07 Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia merupakan TPS yang menjadi tempat Calon Bupati Lotim, H. M. Syamsul Luthfi menggunakan hak suaranya. Syamsul Luthfi datang ke TPS didampingi istri pada pukul 09:00 wita. (yon)

Petani Tembakau Rajang di Lotim Keluhkan Harga Jual Selong (Suara NTB) Petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai mengeluhkan harga yang tidak bersahabat, terutama untuk tembakau rajang. Pasalnya, hasil penjualan tembakau rajang belum sebanding dengan biaya produksi yang sebelumnya dikeluarkan. Kepada Suara NTB, Rabu (27/6), petani tembakau rajang di Kelurahan Majidi Kecamatan Selong, Muhammad Tohri, mengeluhkan tidak sesuainya biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan. Seperti tahun sebelumnya, pada panen pertama ia bisa mendapatkan harga Rp6 juta hingga Rp7 juta per kuintal. Sementara saat ini, ia dapat harga Rp4,5 juta per kuintal. “Harga yang kita dapatkan ini tentu sangat sedikit jika dibandingkan dengan biaya yang kita keluarkan cukup besar,” ujarnya. Dijelaskannya, untuk budidaya tembakau rajang dibutuhkan waku sekitar 3 hingga 4 bulan untuk kemudian dapat dipanen kemudian dilanjutkan dengan proses pengirisan yang memakan waktu 3 hari

secara manual. Adapun luas lahan yang dimiliki oleh Tohri seluas 2 hektar. Setelah dilakukan proses pengirisan, lanjut dia, proses selanjutnya yakni proses pengeringan dengan cara dijemur. Tembakau rajang akan mendapatkan hasil yang bagus apabila sudah dijemur dan kering selama dua hari dengan kondisi cuaca yang baik. Kemudian barulah tembakau rajang disimpan selama 6 bulan. Selain dari tujuan menyimpan supaya mendapatkan hasil yang bagus, tujuannya untuk menunggu harga yang bersahabat. “Ini akan disimpan sekitar 6 bulan untuk melihat harga dan dari segi kualitas dan rasa berpengaruh,” ujarnya. Petani lainnya, Raudatul Jannah menambahkan, penjualan biasa dilakukan kepada pengepul. Hal itu dilakukan karena kesulitan untuk memasarkan hasil. Selain itu, untuk biaya kebutuhan sehari-hari juga menjadi penyebab dirinya terpaksa menerima harga yang cukup murah dari pengepul. (yon)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

Halaman 7

Perbup DD dan Tunjangan Aparatur Jadi Temuan BPK Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Barat (Lobar) memastikan jika hampir seluruh desa sudah menindaklanjuti temuan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di mana sebelumnya dalam LHP lembaga pengaudit keuangan itu, merilis adanya temuan terkait pengelolaan belanja bantuan keuangan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) sekitar Rp 80 juta tidak sesuai dengan ketentuan. Temuan ini ada yang bersifat administrasi dan kerugian negara. “Sudah ditindaklanjuti (LHP BPK, red), sekarang tinggal menunggu laporan desa saja,” ujar Kepala DPMD Lobar, L. Edy Sadikin, belum lama ini. Sejauh ini, ia mengatakan hal itu tidak menjadi masalah lagi. Mengingat pencairan DD dari rekening negara ke rekening daerah sudah dilakukan semuanya. “Itu sudah, sekarang dari daerah ke desa, dan itu memerlukan proses,” ungkapnya. Menurutnya temuan sekitar Rp 80 miliar berupa kesalahan administrasi, lantaran belum adanya SK. Namun ia memastikan hal itu sudah ditindaklanjuti pihaknya. Selain temuan itu, pihak BPK pun merekomendasikan kepada dinas terkait untuk membuat atau merivisi peraturan bupati (Perbup) tentang penetapan rincian alokasi DD, penghasilan dan tunjangan kepala desa dan perangkat desa. Serta tunjangan Badan Permusyawatan Desa (BPD) dengan memperhitungkan ADD. “Ada sedikit perbaikan di Perbup, itu sudah kita tindaklanjuti. Di situ ada lampirannya yang kita lengkapi,” ujarnya. Sementara Inspektur pada Inspektorat Lobar H. Rahmad Agus Hidayat menyatakan, jumlah temuan BPK untuk laporan keuangan Pemda Lobar tahun 2017, baik administrasi dan kerugian negara menembus puluhan temuan. Jumlah temuan ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dari sisi kualitas temuan mengalami perbaikan. Khusus untuk temuan kerugian negara sendiri menembus angka lumayan tingginya Rp 3 miliar. Dari jumlah ini sebagian besar disumbangkan oleh kalangan dewan. Peningkatan jumlah temuan ini disebabkan manusia atau pejabat yang menempati posisi di OPD berubahubah akibat dimutasi. Pensiun sehingga menyebabkan pemahaman terhadap aturan main berubah. Hal ini, jelasnya, perlu ada penyesuaian. Menurut Agus, peningkatan temuan ini wajar karena seiring adanya temuan baru dan temuan berulang di beberapa OPD. Namun demikian Pemda terus berupaya menindaklanjuti temuan tersebut. Posisi tindak lanjut dari Pemda sendiri mencapai L. Edy Sadikin 91,76 persen. (her) (Suara NTB/dok)

Banggar Minta Penyertaan Modal ke Tambang Sekotong Diperjelas Giri Menang (Suara NTB) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lombok Barat (Lobar) meminta penyertaan modal ke investor yang mengelola tambang Sekotong PT Ancora diperjelas menyusul adanya kesepakatan PT Indotan Lombok Barat Bangkit yang telah diakuisisi PT Ancora. Penyertaan modal dari Pemda ini perlu diperjelas, lantaran sejauh ini belum jelas bentuknya, apakah berupa anggaran ataukah berupa aset. “Kami minta rencana penyertaan modal 10 persen Pemda ke investor tambang Sekotong itu diklarifikasi apakah dalam bentuk uang atau tanah? Ini harus jelas, sebab di buku APBD Pemda belum pernah memberikan penyertaan modal. Jangan sampai ini jadi gratifikasi, karena tidak ada payung hukumnya,” tegas anggota Banggar DPRD Lobar H. Ahmad Zaenuri belum lama ini. Selama ini, ungkapnya, pemda belum pernah menyertakan modal, karena belum ada payung hukum. Jangan sampai, pemda dan Dewan senang mendapatkan pembagian saham, namun akan jadi persoalan nantinya. Atas dasar itu, Banggar DPRD Lobar sejak zaman Bupati Dr. H. Zaini Arony, MPd., banggar tidak pernah memasukkan ke aset saham 10 persen, sebab belum masuk APBD. Kalau Pemda belum menyerahkan penyertaan modal, sebaiknya dinihilkan saja penyertaan modal. Jika Pengerjaan modal dalam bentuk aset, maka Pemda bisa membebaskan lahan ataukah Pemda membangunkan akses jalan. Namun hal ini belum dibahas oleh Pemda dengan Dewan. “Nanti ini tergantung dari pihak investor apakah lahan atau dana, kalau dana fleksibel,’’ jelasnya. Sementara itu, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sudah meminta kepada pihak pemerintah pusat, agar nantinya tambang rakyat yang ada di Lobar dapat diterapkan seperti tambang yang ada di Antam Bogor.”Tambangnya itu bentuknya seperti kayak Bogor,” ujarnya.(her)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

MEMILIH - Cabup Nauvar F. Farinduan bersama ibu dan istri menggunakan HAK PILIH - Cabup H. M. Izzul Islam saat menggunakan hak pilihnya di TPS 14 hak pilihnya di Gerung. Desa Sandik Kecamatan Batulayar.

Hasil Hitung Cepat Pilkada Lobar, Zaitun Unggul Giri Menang (Suara NTB) Pasangan calon Nomor 3 H. Fauzan Khalid-Hj Sumiatun (Zaitun) unggul sementara menurut hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan oleh tim PKS. Paslon petahana ini juga unggul mengacu hasil real count yang dilakukan oleh Tim Pemantauan Pilkada Lombok Barat (Lobar) yang dipusatkan di Kantor Kesbangpol Lobar. Dari dua hasil hitung cepat ini, paslon Zaitun ini unggul jauh dari paslon lainnya. Berdasarkan rekapan sementara Tim Pemantau Pilkada Pemkab Lobar hingga pukul 19.00 Wita dengan data sementara suara yang masuk 26 persen sampel TPS atau 1.180 TPS, pasangan Zaitun unggul dengan 47,28 suara, disusul paslon 2 Nauvar F. Farinduan – TGH. Muammar Arafat (F-One) dengan 31.98 persen dan paslon nomor 1 H. M. Izzul Islam – TGH. Khudari Ibrahim (Zul - Khair) dengan 20.98 persen. Di Kecamatan Sekotong, Zaitun memperoleh suara 30.452 suara, F-One sebanyak 2.903 suara dan Zul-Khair 1.938 suara. Di Kecamatan Lembar, untuk sementara Zaitun unggul dengan 167 suara, paslon 2 FOne sebanyak 111 suara, paslon 1 Zul-Khair 41 suara. Di Kecamatan Labuapi, Zaitun unggul lagi dengan perolehan suara 9.431, disusul F-One sebanyak 8.837 suara, terakhir

paslon 1 Zul-Khair sebanyak 4.110 suara. Beralih ke Kecamatan Kuripan, sementara Zaitun kalah dari palson 2 F-One dengan 3.044 Suara, sedangkan Zaitun sebanyak 2.522 suara dan paslon 1 Zul-Khair Sebanyak 1.065 suara. Di Kecamatan Gerung, paslon F-One untuk sementara unggul dengan perolehan suara sebanyak 9.253, disusul Zaitun 8.413 suara dan Zul-Khair dengan 2.786 suara. Lalu di Kecamatan Kediri, paslon petahana ini unggul lagi dengan perolehan suara sementara 4.203 suara, paslon 2 F-One sebanyak 2.887 suara, Zul-Khair dengan suara 2.575. Paslon Zaitun unggul dengan total suara sebanyak 12 ribu lebih, disusul paslon 2 FOne 8.900, paslon 1 Zul-Khair dengan 4.498 suara. Lalu di kandangnya cabup petahana ini, di Batulayar Zaitun menang atas lawannya dengan perole-

(Suara NTB/ist)

MEMILIH - Cabup H. Fauzan Khalid menggunakan hak pilihnya di TPS 13 Desa Sandik. han suara 5.712, disusul paslon 1 Zul-Khair sebanyak 3.783 suara dan paslon 2 F-One 1.234 suara. Terakhir di Kecamatan Gunungsari, Zaitun unggul tipis dengan perolehan suara 5.440, disusul Zul-Khair dengan 5.438 suara dan F-One 2.149 suara. Sedangkan hasil sementara perhitungan suara cepat yang dilakukan PKS hingga pukul

21.00 WITA, dari data 260 ribu lebih suara yang masuk, Zaitun unggul dengan 120 ribu suara atau 46 persen, lalu F-One sebesar 36 persen dan Zul-Khair 29 persen. “Sementara suara masuk 260 ribu suara, perolehan suara sementara, Zaitun masih unggul 45 persen lebih,” terang Ketua DPD PKS Lobar H. Wahid Syahril.

Menanggapi hasil ini, Ketua KPU Lombok Barat, Suhaimi Syamsuri menyatakan, perolehan suara masih menunggu data riil di lapangan. “Kita ada real count di KPU,” jelasnya. Ia menambahkan, pihaknya ingin menyampaikan untuk pilkada Lobar tidak ada yang mendaftar untuk pemantauan atau hitung cepat. (her)

Sebelum Nyoblos, Suhaili Sarapan Bersama Anak Yatim Praya (Suara NTB) Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.M. Suhaili FT, yang juga calon Gubernur NTB, menggelar acara sarapan pagi bersama dengan puluhan anak yatim di Pendopo Bupati Loteng, Rabu (27/6) pagi. Acara digelar sebelum orang nomor satu di Loteng menggunakan hak pilihnya di TPS 007 Praya, bersama anggota keluarganya. Tidak seperti biasanya, suasana pendopo Bupati Loteng sekitar pukul 08.00 wita pagi tampak sudah mulai ramai. Belasan anak-anak terlihat sudah menunggu di jajaran kursi plastik yang ada di selasar belakang Pendopo Bupati Loteng. Di bagian lain sejumlah personel kepolisian sudah tampak bersiaga untuk mengawal aktivitas H.M. Suhaili FT, menggunakan

hak pilihnya. Para anak yatim yang tinggal di sekitar Pendopo Bupati Loteng pagi kemarin diundang khusus oleh Pemkab Loteng untuk sarapan pagi bersama dengan Bupati Loteng. Menu sarapan pagi yang disajikan pun cukup sederhana, yakni nasi bungkus. Setelah menunggu beberapa saat, sajian sarapan pagi sederhana nasi bungkus pun disajikan kepada para anak yatim yang sudah datang sejak pagi buta. Begitu pula halnya, bersama seluruh anggota keluarga, H.M. Suhaili FT, juga tampak ikut menikmati menu sarapan pagi sederhana tersebut. “Acara sarapan pagi bersama dengan anak yatim ini, memang atas permintaan langsung pak Bupati,” aku KabagUmum Setda Loteng, H. L. Zaenudin. Dan,

bukan kali ini saja acara serupa digelar. Acara serupa sudah cukup sering dilaksanakan di Pendopo Bupati Loteng. Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini dikenal sangat peduli dengan para anak yatim. Hampir di setiap acara yang dilaksanakan oleh Pemkab Loteng selalu ada diselipkan kegiatan pemberian santunan bagi anak yatim yang ada di daerah ini. Bahkan, setiap tahun pada setiap tanggal 10 Muharram, Pemkab Loteng menggelar acara Rahman Rahim Day, yang salah satu agenda utamanya pemberian santunan bagi anak yatim. Usai menikmati sarapan, H.M. Suhaili FT, sempat menerima beberapa orang tamu dan segera menuju TPS 007 Praya, lokasi tempatnya akan menggunakan hak pilih pada Pilka-

(Suara NTB/kir)

BERSAMA - Cagub NTB H. M. Suhaili FT saat bersama anak yatim sebelum menggunakan hak pilihnya, Rabu (27/6). da NTB kali ini. Di TPS 007 Praya, sejumlah simpatisan dan pendukung calon Gubernur NTB dengan jargon Kanggokm Tadahn ini

sudah menunggu bersama belasan awak media. Didampingi istri, Baiq Hj. Irma Suhaili, Bupati Loteng kemudian memberikan suaranya. (kir)

Pilkada Lobar

Semua Paslon Unggul di Kandang Sendiri Giri Menang (Suara NTB) Dua Calon Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si dan H. M. Izzul Islam, S.Mn, yang sama-sama berasal dari Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lobar, meraih hasil positif di kandang masing-masing pada Pilkada Lobar 2018. Demikian pantauan Suara NTB di dua TPS yang menjadi lokasi mencoblos Fauzan Khalid dan Izzul Islam. Fauzan mencoblos di TPS 13 Desa Sandik, sementara Izzul mencoblos di TPS 14 Desa Sandik. Jarak antara dua TPS itu hanya terpaut beberapa ratus meter saja. Di TPS 13, Fauzan yang berpasangan dengan Hj. Sumiatun, menjadi jawara dengan 198 suara. Disusul Izzul Islam yang berpasangan dengan TGH. Khudari Ibrahim, Lc, MH dengan 166 suara. Pasangan Nauvar F. Farinduan dan TGH. Muammar Arafat, hanya meraih dua suara di TPS ini. Sebanyak tiga suara dinyatakan tidak sah. Di TPS 01 Desa Sekotong Tengah tempat Hj. Sumiatun menggunakan hak pilihnya meraih 341 suara, disusul paslon nomor 2 Nauvar F Farinduan -

TGH Muammar dengan 41 suara. Sementara paslon nomor 1 H. M. Izzul Islam-TGH Khudari Ibrahim hanya memperoleh 2 suara. Menurut Ketua KPPS 01 Muliadi jumlah suara sah sebanyak 384 suara, sedangkan suara tidak 13 suara, sehingga total suara sah dan tidak sah sebanyak 397 suara. Data yang dihimpun Suara NTB, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih di TPS ini hanya 369 pemilih, dari total 423 pemilih yang tercatat di DPT. Di TPS 14 Sandik, IzzulKhudari lebih unggul dengan raihan 173 suara. Disusul Fauzan-Sumiatun dengan 109 suara dan Farin-Muammar dengan 21 suara. Sebanyak lima suara dinyatakan tidak sah. Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih di TPS 14 ini, mencapai 308 dari 383 pemilih yang tercatat di DPT. Pantauan Suara NTB di TPS 14 Sandik, Izzul Islam lebih dulu datang ke TPS untuk mencoblos. Selama mencoblos, Izzul didampingi istri dan anaknya. Ia terlihat rileks dan beberapa kali menebar senyum serta menyapa warga dan petugas KPPS. Kepada wartawan, Izzul

menegaskan pihaknya telah mengerahkan upaya maksimal untuk memenangkan Pilkada Lombok Barat. “Kalau ini urusan dunia sudah selesai. Sekarang tinggal takdir Allah,” ujarnya. Izzul pun mengaku optimis dan saat ditanyakan apakah ia telah siap menerima apapun hasil Pilkada, ia mengiyakan dengan cukup mantap. “Oh, iya, kalau tidak curang kan,” ujarnya. Menurut Izzul pula, dari pemantauan timnya, tidak ditemukan gejala yang mengkhawatirkan menjelang proses pemungutan suara. “Dari tadi pagi kita sudah nyebar. Di semua TPS, ada. Sejauh yang saya lihat aman,” tambahnya. Usai mencoblos dan melayani sesi wawancara, Izzul bahkan sempat berjalan kaki menyambangi TPS tempat Fauzan akan mencoblos. Di TPS tersebut, ia sempat bercengkrama dan bersenda gurau dengan warga yang sudah ramai berkumpul di sana. Namun, tak lama, Izzul kemudian meninggalkan TPS tersebut dan kembali ke rumah. Sedangkan untuk pasangannya TGH. Khudari Ibrahim yang mencoblos di TPS 6 juga

unggul berdasarkan rekapan sementara dari PPS. Menurut Ketua PPS Kediri, Junaidi, S Pd., paslon H. M. Izzul islam - TGH Khudari Ibrahim unggul perolehan suara dari dua paslon, dengan 221 suara lalu nomor urut 2 dengan 6 suara, sedangkan paslon 3 sebanyak 43 suara, sehingga total suara sah 270. Total surat suara tidak sah sebanyak 6, total surat suara sah dan tidak sah sebanyak 276 suara. Sementara calon petahana Fauzan Khalid menggunakan hak pilihnya beberapa saat setelah H. M. Izzul Islam memilih di TPS yang tidak jauh dari tempatnya memilih. Fauzan tiba di TPS 13 dengan didampingi istri dan sejumlah tim pemenangannya. Fauzan Khalid sempat menyapa dan bersalaman dengan sejumlah warga sebelum menyalurkan hak pilihnya. Kepada wartawan usai mencoblos, Fauzan menegaskan sekaligus menyerukan semua peserta Pilkada Lobar untuk siap menerima apapun hasil Pilkada. Jika memenangkan Pilkada, Fauzan menegaskan akan berterima kasih kepada masyarakat Lobar yang telah mempercayakan kembali roda pemerintahan di Kabupaten

Lobar. “Dan saya akan memegang, visi misi yang sudah kita buat, yang sudah kita janjikan. Bahkan untuk selanjutnya, begitu diumumkan siapa pemenangnya, saya akan langsung bergerak mengkonsep RPJMD, walaupun pelantikan yang baru ini bulan April 2019, kita akan cepat,” ujarnya. Ia menegaskan langkah menyiapkan landasan kerja untuk pemerintahan berikutnya ini akan dimulai lebih cepat agar lebih siap setelah pelantikan. Sebaliknya, jika hasilnya ternyata ia kalah di Pilkada Lobar, Fauzan menegaskan akan siap menerimanya. “Kalau sebaliknya (kalah), kan tadi saya sudah mengimbau, siapapun, menang atau kalah harus menerima. Karena memang prosesnya berjalan dengan baik,” tegas Fauzan. Harapan senada disampaikan Nauvar F Farinduan. Calon bupati yang berpasangan dengan TGH. Muammar Arafat ini berharap hasil perjuanganya berbuah manis dengan kemenangan. Nantinya bagaimana pun hasilnya pihaknya menyerahkannya kepada Allah SWT. Jika pihaknya menang, hal ini bentuk izin dari

Allah SWT untuk berjuang di Lobar. “Janji kami ada dua, janji dengan Allah, dan janji dengan masyarakat Lobar, kalau tidak terpilih, tidak ada dalam kamus kami, insya Allah kami terpilih,” ujarnya. Sebelumnya, Nauvar F Farinduan, menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 12.00 wita atau pada saat pemilihan untuk para pemilih tambahan. Hal ini lantaran dirinya ingin melakukan pencoblosan bersama sang istri yang tidak masuk dalam DPT, namun sudah memiliki e-KTP Lobar atau masuk dalam pemilih tambahan. Kedatangan pria yang akrab disapa Farin itu pun ke TPS 4 Desa Dasan Tapen bersama sang istri dan ibunda Hj. Nanik Zainy Arony. Selain itu pasangannya calon wakil bupati (cawabup) Lobar, TGH Muammar Arafat dan sang istri turut mendampingi Farin sekeluarga pergi ke TPS untuk mencoblos. Mengingat TGH Muammar Arafat tidak dapat memberikan hak suaranya untuk Pilbup Lobar tersebut lantaran status KTP yang masih warga Mataram. Sementara Cawabup Lobar, TGH. Muammar Arafat

menyampaikan pesan pilkada damai. Menurutnya ketiga paslon ini berbeda, karena sudut pandang, namun memiliki tujuan yang sama untuk Lobar.”Sehingga siapapun pemenangnya kita harapkan legowo lah,” pesannya. Begitu juga, cawabup nomor 3 Hj. Sumiatun yang ditemui saat melakukan pencoblosan di TPS 1 Dusun Sekotong mengatakan pihaknya mendukung penuh terlaksananya pilkada lancar, aman dan damai. Ia mengajak para paslon untuk bersama-sama, apapun yang terjadi tentu dengan tujuan yang satu bagaimana memperbaiki Lobar ke depan menjadi lebih baik. Menurut Ketua DPD II Golkar Lobar ini para paslon harus gentle, menerima kekalahan dan kemenangan. “Yang namanya pertarungan pasti ada kalah dan menangnya, intinya hanya satu selaku sama-sama warga Lobar bagaimana Lobar lebih baik ke depan,” kata Sumiatun. Pada pelaksanaan pilkada ini, mantan Ketua DPRD Lobar ini menekankan tidak ada masyarakat Lobar umumnya dan Sekotong khususnya yang tidak bisa mencoblos, apalagi golput. (aan/her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

Halaman 8

Takluk di TPS Sendiri, Amin Siap Dukung Paslon Terpilih Sumbawa Besar (Suara NTB) Hasil penghitungan sementara yang dihimpun dari sejumlah TPS di Sumbawa, pasangan nomor urut 3, Zul-Rohmi tampak begitu dominan di Kabupaten Sumbawa. Pasangan yang didukung TGB ini bahkan unggul jauh di TPS 3 Kelurahan Lempe tempat Calon Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH, M.Si mencoblos. Data yang dihimpun Suara NTB, dari Desk Pilkada Pemkab Sumbawa, gambaran umumnya dari 20,61 persen suara masuk yang terupdate hingga Rabu sore, Zul-Rohmi dominan dengan perolehan suara 44.892 (67,6 persen). Kemudian Suhaili Amin 6.148 (9,3 persen), Ahyar Mori 7.746 (11,7 persen), Ali Sakti 7671 (11,5 persen). Begitu juga dari beberapa sampel TPS yang didata Suara NTB, di TPS 3 Kelurahan Uma Sima tercatat Zul Rohmi memimpin dengan raihan 132 suara, menyusul Ahyar Mori 10, Ali Sakti 8, Suhaili Amin 7. TPS 3 Brang Bara, Zul Rohmi 201, Suhaili Amin 24, Ahyar Mori 21, dan Ali Sakti 10 suara. TPS 11 Seketeng Zul Rohmi 114, Ahyar Mori 29, Ali Sakti 17 dan Suhaili 13 suara. TPS 18 Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa Zul Rohmi 168, Suhaili Amin 23, Ahyar Mori 19 dan Ali Sakti 19. Di TPS Calon Wakil Gubernur NTB pasangan nomor urut satu H. Muh. Amin, kalah telak di TPS tempatnya mencoblos sendiri di Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Di TPS 03 tempatnya memilih, suara pasangan nomor urut satu, Suhaili-Amin kalah dengan suara pasangan nomor urut tiga, Zul-Rohmi. SuhailiAmin hanya memperoleh 119

suara. Kalah dari Zul-Rohmi yang memperoleh 157 suara. Kemudian, pasangan nomor urut dua, Ahyar-Mori 25 suara dan pasangan nomor urut empat, Ali-Sakti 22 Suara. Untuk diketahui, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 03 sebanyak 383. Terdiri dari 324 yang menggunakan hak pilih dan 59 yang tidak menggunakan hak pilih. Dari jumlah tersebut hanya 1 suara yang tidak sah. Sementara di TPS 04 yang berdekatan dengan TPS 03, pasangan nomor urut satu juga kalah jauh dengan suara pasangan nomor urut tiga. Pasangan calon nomor urut satu hanya memperoleh 33 suara, nomor urut tiga sebanyak 102 suara, nomor urut dua 15 suara dan nomor urut empat 3 suara. Di TPS tersebut jumlah DPT sebanyak 192, terdiri dari 154 yang menggunakan hak pilih dan 1 suara yang tidak sah. Ketua KPPS 03 Kelurahan Lempeh, H. Muhammad Amin yang diwawancarai membenarkan Cawagub dari nomor dua memilih di TPS tersebut. Kedatangannya didamingi oleh istri dan keluarganya. Adapun selama proses pencoblosan dan perhitungan suara, berjalan dengan lancar disaksikan keempat saksi dari pasangan calon dan panitia pengawas. “Alhamdulillah

berjalan lancar,” terangnya. Siap Mendukung Ditemui wartawan usai memilih, Amin meminta kepada semua pihak untuk tetap mendukung siapapun pasangan calon yang terpilih nantinya. Wagub mendatangi TPS 03 yang tidak jauh dari kediamannya didampingi istrinya, Hj. Syamsiah M. Amin dan keluarganya sekitar pukul 08.00 Wita. Di bilik suara, Wagub menunjukkan jari yang sudah diberi tinta sebagai bukti sudah mencoblos. Menurut Wagub, pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Pilgub maupun Pilkada kabupaten/kota adalah suatu proses demokrasi. Dimana rakyat mempunyai hak dan kewajiban untuk menentukan pilihan kepada para kandidat calon sesuai dengan keinginannya, tanpa adanya paksaan dan tekanan sesuai dengan hati nurani. Hal ini merupakan sebuah edukasi pendidikan politik. Karena pilkada dan proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia ini merupakan agenda rutin. “Yang penting berlangsung dengan damai, tentram, dan tidak ada kegaduhan atau keributan yang menyebabkan tindakan anarkis. Apapun hasilnya dan siapapun nanti yang mendapatkan keper-

cayaan serta amanah itulah pemimpin kita. Yang harus kita terima dengan ikhlas dan harus kita dukung,” ujarnya usai pencoblosan. Dirinya mengaku sudah empat kali mengikuti Pilkada, baik saat pemilihan bupati dan wakil bupati maupun pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Baginya optimis ataupun pesimis merupakan sebuah sikap. Tentunya para pasangan calon (paslon) dan pendukungnya mempunyai alasan untuk optimis dan mempunyai semangat yang sama. Hanya saja yang membedakan adalah yang ditakdirkan oleh Tuhan. “Yang bisa kita baca adalah angka-angka statistik dari peluang, takdir tidak bisa. Tetapi semua paslon ini sudah menjemput takdirnya. Dalam arti takdir untuk memimpin sebuah amanah. Apapun yang kita peroleh merupakan karunia dari allah. Ini sebuah ladang pengabdian. Apapun hasilnya harus berfikir positif. Bahwa itu yang terbaik bagi para individu paslon. Dan ladang pengabdian itu bukan di kepala daerah dan wakil kepala daerah saja. Banyak tempat dan kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa negara dan daerah di bidang lainnya. Kalau kita berfikir begitu maka tidak ada lagi konflik, saling fitnah, dan saling menyerang. Biasanya ada saja berbagai intrikintrik yang dilakukan. Ini yang sedapat mungkin kita tekan supaya tidak terjadi,” jelas Wagub. Jika pihaknya diberikan kesempatan menang di Pilkada NTB ini, pihaknya akan menjadi pimpinan untuk se-

(Suara NTB/ind)

HAK PILIH - Wakil Gubernur NTB nomor urut 1, H. Muh. Amin, usai menyalurkan hak pilihnya di Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Rabu (27/6). mua masyarakat NTB. Bukan hanya untuk kelompok, golongan atau orang yang memilihnya dan mendukungnya. Artinya bukan lagi wakil atas nama partai, tetapi atas nama seluruh rakyat yang dipimpin. Begitupula sebaliknya, pihaknya akan memberikan dukungan untuk pasangan calon yang berhasil nantinya jika tidak terpilih. “Jika kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT dan

TPS Bernuansa Etnik Sejumlah TPS di Sumbawa dikemas dan dibuat kreasi bertemakan etnik adat Sumbawa. Salah satunya di TPS 09 Kelurahan Seketeng di lingkungan Bala Kuning, yang merupakan kediaman Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Di pintu masuk dihiasi sehingga terlihat menarik. Pemilih disambut dengan kesenian tradisional Sumbawa “Sakeco”. Memasuki halaman TPS pemilih juga disambut dengan para petugas yang mengenakan pakaian adat Sumbawa. Sambil menunggu giliran melakukan pencoblosan, para pemilih disajikan makanan khas Sumbawa. Selain itu, para pemilih juga dapat mengikuti lomba balap karung yang diselenggarakan oleh panitia. Selain di TPS 9 Kelurahan Seketeng, di sejumlah TPS lain juga dibuatkan kreasi dengan nuansa etnik adat Sumbawa. Seperti di TPS 04 Kelurahan Brang Bara, TPS 04 Kelurahan Uma Sima, dan TPS 12 Dusun Pamulung. Ada juga TPS lainnya yang bertemakan Piala Dunia 2018. Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag menyampaikan, dalam rangka menyukseskan proses pemungutan dan penghitungan suara di pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB ini, pihaknya mencoba menginisiasi pelaksanaan lomba kreasi TPS. Ternyata pada saat yang sama juga, pemerintah provinsi melalui Desk Pilkada Provinsi melaksanakan lomba yang sama. “Kita bersyukur, artinya ada semangat kebersamaan. Bahwa pelaksanaan Pilkada yang hari ini kita laksanakan itu mengandung nuansa yang maras atau asyik. Penuh kegembiraan, tidak tegang, tidak harus gontokan-gontokan. Itulah semangat yang ingin kita lakukan,” ujarnya. (arn/ind)

(Suara NTB/arn)

NUANSA ETNIK – Salah satu TPS bernuansa etnik yang dikreasikan oleh KPPS Pilkada NTB di Kabupaten Sumbawa, Rabu (27/6).

misi,” pungkas Wagub. Pihaknya berharap kepada semua masyarakat dan tim sukses agar menerima hasil yang akan ditetapkan oleh KPU nantinya. Saat ini pelaksanaan sedang dalam proses. Jika nantinya ada dugaan penyimpangan ataupun pelanggaran pemilu, tentu ada tata cara dan mekanisme yang harus ditempuh. Semuanya sudah diatur oleh institusi, dan itu yang harus ditempuh. (ind/arn)

Nasib PTDMB Tunggu Hasil Kajian dan Analisis Kelayakan

TPS Bernuansa Etnik Semarakkan Pemungutan Suara Sumbawa Besar (Suara NTB)Pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 di Kabupaten Sumbawa berjalan aman dan lancar. Hampir tidak ada kendala berarti di lapangan. Hanya ada beberapa TPS yang kekurangan surat suara namun langsung diatasi saat itu juga. Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag, mengakui adanya beberapa TPS yang kekurangan surat suara, seperti di desa Jorok Utan dan di dusun Prajak Batu Bangka. Namun sejumlah surat suara yang kurang langsung diantarkan ke TPS. Sehingga semuanya berjalan aman dan terkendali. “Semuanya berjalan aman dan lancar,” terangnya usai melakukan monitoring ke sejumlah lokasi. Begitu pula dengan Ketua Panwaslu Sumbawa, Syamsihidayat S.IP, yang turun melakukan monitoring bersama Bupati, Kapolres, Dandim dan pejabat lainnya pada sejumlah titik. Seperti di Brang Bara, Kereke dan Songkar. Pihaknya tidak menemukan masalah berarti. Hanya sempat terjadi kekurangan surat suara di beberapa TPS. Namun hal itu anc cepat teratasi setelah berkordinasi dengan pihak KPU. Bahkan antusias warga dalam menyalurkan hak pilih terlihat cukup tinggi. “Alhamdulillah Pilgub aman dan lancar,” katanya. Beberapa lokasi tempat ditemukan kekurangan kertas suara, sperti di TPS 1 Desa Lopok Beru Kecamatan Lopok sebanyak 25 kertas suara. Kemudian di TPS 7 desa Jorok Kecamatan Utan 100 surat suara dan TPS di Bale Berang Kecamatan Utan 25 surat suara. Selain kertas suara, kekurangan berupa bantalan alas surat suara juga terjadi di Lape, serta kekurangan C1 di TPS 1 Labuhan Jambu, Tarano. Namun tidak menjadi masalah, karena cepat berkordinasi dengan KPU. Sehingga kekurangan bisa segera diatasi. Panwas memberikan apresiatif atas kerja-kerja petugas KPPS. Karena dalam menjalankan tugas, mereka menggunakan pendekatan adat dan budaya Sumbawa. Seperti mengenakan pakaian adat dan sebagainya.

rakyat untuk mendapatkan keberhasilan, tentu kami memohon bantuan calon lain untuk mendukung kami. Karena calon lain adalah saudara kita. Begitupula sebaliknya ketika kami tidak berhasil, kami akan memberikan dukungan. Kita juga harus professional. Kita harus bersatu, membangun rasa persatuan dan kesatuan, merajut kembali perbedaan yang sebelumnya. Barangkali cukup tajam dalam kampanye, debat dan visi

(Suara NTB/bug)

MEMILIH - Suasana saat Bupati KSB, H. W. Musyafirin dan Wabup KSB, Fud Syaifuddin beserta istri memilih Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB di TPS masing-masing.

Zul-Rohmi Menang Telak di TPS Bupati dan Wabup KSB Taliwang (Suara NTB) Pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah – Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yang menempati nomor urut 3 di Pilkada NTB meraih kemenangan telak di TPS lokasi mencoblos Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM dan Wakilnya, Fud Syaifuddin, ST. Berdasarkan pantauan Suara NTB, Rabu (27/6) kemarin, usai hasil perhitungan suara Zul-Rohmi di TPS IV Kelurahan Bugis tempat Bupati KSB mencoblos meraup suara sebanyak 248 suara, disusul pasangan nomor urut 4 Ali-Sakti 56 suara, kemudian SuhailiAmin pasangan nomor urut 1 sebanyak 55 suara dan di urutan terakhir pasangan AhyarMori sebanyak 31 suara. Hal sama juga terjadi di TPS IV Kelurahan Sampir. Di TPS tempat Wabup KSB itu memilih, pasangan yang didukung oleh Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memperoleh suara sebanyak 231 suara. Kemudian berturutturut di posisi kedua AhyarMori 69 suara, Ali-Sakti 29 suara dan pasangan SuhailiAmin sebanyak 26 suara. Selain di dua TPS tersebut, hampir secara keseluruhan pasangan Zul-Rohmi di KSB dinyatakan menang. Khusus di TPS-

TPS yang tersebar di wilayah Taliwang saja, pasangan ini selalu dinyatakan unggul dalam perhitungan. Sementara tiga pasangan calon lainnya hanya berbagi perolehan suara sekitar puluhan suara dan berganti posisi secara berurutan saja. Bupati KSB, HW. Musyafirin, MM usai menyalurkan hak pilihnya mengatakan, pelaksanaan Pilkada NTB kali ini merupakan agenda demokrasi 5 tahunan untuk memilih gubernur dan wakilnya. Di mana siapa pun akhirnya yang dinyatakan menang oleh KPU harus dihormati sebagai pilihan bersama seluruh masyarakat NTB. “Usai Pilkada nanti dan KPU sudah menyatakan siapa pemenangnya maka itulah pemimpin kita di NTB untuk 5 tahun ke depan,” cetusnya. Bagi Bupati, keempat calon yang maju dalam kontesntasi pemilihan gubernur kali ini merupakan putra-putra terbaik daerah. Di mana mereka pastinya memiliki visi misi yang terbaik untuk membangun NTB lebih baik lagi. “Siapa yang kemudian menang maka tentu oleh masyarakat dinilai paling baik visi misinya,” paparnya. Di Pilkada NTB ini, bupati mengaku, Pemda KSB telah mengimbau masyarak untuk berpartisipasi aktif dalam menyalur-

kan hak pilihnya. Sebab agenda demokrasi selain untuk menentukan nasib daerah juga sebagai tanda cerminan tingkat kesadaran masyarakat NTB secara umum dalam partisipasi politik. “Mekanisme Pilkada ini merupakan rangkaian saluran masyarakat berdemokrasi. Jadi makin tinggi tingkat partisipasi kita, maka menunjukkan kita semakin bagus dalam hal politik,” timpalnya. Senada dengan Bupati, Wabup Fud Syaifuddin menyatakan, suka tidak suka keempat calon yang disodorkan dalam Pilkada NTB kali ini merupakan putra daerah terbaik. Dan sebagai masyarakat yang memiliki kesadaran politik harus memilih salah satu diantaranya yang dianggap paling baik. “Saya yakin semua kandidat sudah disaring oleh sistem demokrasi kita. Dan memilih salah satu dari mereka menjadi kewajiban kita sebagai warga negara yang baik,” katanya. Iapunberharap,calonmanapun yang akhirnya dinyatakan sebagai pemenang kontestasi Pilgub NTB itu bisa menjalankan amanat rakyat dengan baik. Terutama dalam membangun daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan. “Kita tentu menaruh harapan besar kepada pemimpin baru NTB nanti,” imbuhnya. (bug)

Rencana Pemekaran Dua Desa di KSB, Masih Terus di Kaji Taliwang (Suara NTB)Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbawa Barat, terus mengkaji usulan pemekaran dua desa di wilayah setempat. Dimana dua desa tersebut yakni, Desa Seteluk Raya dari desa induk Desa Seteluk Tengah dan Desa Sagena di Kecamatan Poto Tano. Kepala Dinas PMD, Drs. Mulyadi M. Si kepada Media Suara NTB mengatakan, proses pengkajian usulan ini dilakukan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mengetahui kondisi terkini layak atau tidak dua desa ini dimekarkan. Hanya saja untuk sementara ini, pihak terkait belum bisa mengambil sikap sebagai tindak lanjut terhadap proposal yang diusulkan tersebut, karena masih ada be-

berapa kendala. Salah satunya yakni surat keputusan (SK) tim pembentukan yang harus ditandatangani oleh Bupati. Selain itu, tim juga belum pernah sama sekali melakukan rapat membahas hal ini. Sehingga pelaksanaannya masih molor tanpa kejelasan, tapi yang jelas selama persyaratan tersebut dilengkapi tetap akan diproses. “Kita belum ada tindak lanjut terhadap usulan dua desa ini. Karena masih ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu,” ungkapnya. Dia mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh tim pengusul pemekaran desa ini. Jumlah penduduk yang ada di masing-masing desa tidak kurang dari 2. 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5000 jiwa

sebagai syarat utama. Selain itu, persyaratan batas wilayah antara desa yang dimekerkan dengan desa induk termasuk desa lain juga harus ditegaskan dalam satu titik kordinat serta sudah ditetapkan dalam peraturan bupati (Perbup). Sehingga saat desa tersebut dimekarkan, tidak asa sengketa tapal batas dengan desa lainnya. Sementara terkait usulan dua desa ini, pihaknya belum memastikan dari syarat tersebut layak atau tidaknya karena masih ada tahapan lain yakni pengecekan lapangan. “Kalau kita lihat dari dokumen yang mereka usulkan layak atau tidaknya masih belum bisa kita pastikan. Karena masih dikaji dulu dan akan kami juga akan sampaikan ke desa untuk bisa dilakukan perbaikan,” ujarnya. (ils)

Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengungkapkan, penentuan nasib PT Daerah Maju Bersaing (DMB) untuk dipertahankan sebagai perusahaan patungan pemerintah tiga daerah (NTB, KSB dan Sumbawa) atau dibubarkan akan menunggu hasil kajian dan alasis kelayakan. “Itu hasil RUPS kita tanggal 25 kemarin. Bahwa secara prinsip para pemegang saham menyetuji opsi-opsi yang ada termasuk membubarkannya. Tapi sebelum itu haru ada kajian teknis, hukum dan analisis kelayakan dulu baru kita akan putuskan opsi mana yang paling tepat bagi DMB,” terang bupati kepada wartawan, Rabu (27/6). Diakui bupati, secara prinsip kecendrungan untuk membubarkan PTDMB sangat besar. Pasalnya perusahaan itu sebelumnya dibentuk pemerintah tiga daerah sebagai perpanjangan tangan membangun perusahaan konsorsium PT Multi Daerah Bersaing (MDB) bersama PT Multi Capital dalam mengelola saham di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). “Nah tanggal 22 Juni lalu MDB resmi sudah dibubarkan. Kan harusnya DMB juga ada kecendrungan dibubarkan juga karena sudah tidak ada lagi usahanya. Tapi kan katanya mau ekspansi ke usaha lain, makan-

ya kita perlu analisis apakah bisnis yang akan dijalankan itu bagus atau tidak,” cetusnya. Proses kajian dan analisis terhadap PTDMB rencananya akan berlangsung hingga 20 hari ke depan. Dikatakan bupati, nantinya hasil dari kajian dan analisis tersebut akan digunakan para pemegang saham untuk menentukan kelanjutan nasib perusahaaan ke depan. “Nanti aka nada RUPS luar biasa untuk membahasnya. Nah apa keputusannya, apa membubarkan atau mempertahankan kita tunggu saja kajiannya dulu,” timpalnya. Terlepas hasil kajian dan analisis yang akan dilakukan lembaga independent itu, bupati mengungkapkan, ada beberapa kendala lain yang harus dihadapi pemerintah daerah jika ingin mempertahankan PTDMB. Salah satunya terkait regulasi mengenai pembentukan perusahaan oleh daerah, di mana dalam ketentuan peraturan pemerintah, jika daerah ingin membuat perusahaan baru (atau melanjutkan DMB). Maka harus ada salah satu pemegang saham mayoritas di dalamnya. “Nah persoalannya sekarang kan di DMB tidak ada yang mayoritas 51 persen. Kita dan NTB sama-sama 40 persen dan sisanya Sumbawa. Nah kalau kita sepakat mempertahankan tentu aturan itu juga kita harus patuhi,” demikian bupati. (bug)

Disdukcapil Cetak Ratusan E-KTP dalam Dua Hari Taliwang (Suara NTB)Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) KSB mencatat setidaknya ada 145 keping KTP-elektronik yang diterbitkan untuk kebutuhan Pilkada di H-1 dan hari pelaksanaan. Sementara secara keseluruhan persentase untuk perekaman dan penerbitan KTP diklaim sudah berada di angka 100,28 persen. Kapala Dinas Dukcapil, Ibrahim S. Sos, MM kepada Suara NTB, Rabu (27/6) di ruang kerjannya mengatakan, memang selama dua hari jelang Pilgub, warga yang belum mendapatkan KTP banyak melakukan perekaman. Hal tersebut terjadi, karena untuk bisa memberikan hak pilih diwajibkan untuk membawa KTP. Bahkan pelayanan selama dua hari terakhir, diklaim mencapai angka 100 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kenaikan masyarakat untuk mendapatkan KTP ini tentunya sangat baik. Karena selama ini upaya jemput bola yang dilakukan pihaknya juga tidak bisa maksimal karena masih ada aja masyarakat yang enggan untuk melakukan perekaman. “Dampak dari Pilgub kita

juga bisa rasakan dengan meningkatnya jumlah kunjungan untuk mendapatkan KTP-E,” ungkapnya. Dikatakannya, jika melihat data secara keseluruhan angka perekaman KTP-E di KSB sudah sangat baik yakni sudah mencapai 100,28 persen. Meskipun demikian, pihak terkait tidak menampik masih ada juga masyarakat yang masih enggan untuk melakukan perekaman. Terhadap kondisi tersebut, pihaknya sudah memberikan surat himbauan ke masing-masing desa untuk mendata masyarakatnya yang belum merekam. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mengintervensi masyarakat yang belum merekam. Karena jika tidak demikian, maka masyarakat juga tidak akan melakukan perekaman. “Angka perekaman kita sudah sangat baik, tapi sisanya tetap akan intervensi untuk meningkatkan jumlah perekaman yang ada,” tukasnya. Seraya menambahkan masyarakat juga diharapkan untuk melakukan perekaman secara mandiri untuk melengkapi identitas diri masing- masing. (ils)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

Halaman 9

Kerjasama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB HBY Jadi Pembicara di Forum Pangan Asia

Kadis Ketahanan Pangan : Ini Bentuk Pengakuan dan Tantangan Bagi Daerah

(Suara NTB/ula)

Drs. H Bambang M Yasin Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin hari ini akan menjadi pembicara utama dalam

forum seminar keamanan pangan Asia yang diselenggarakan HKTI sebagai tuan rumah forum pertanian dan pangan Asia (ASAFF) di Jakarta Convention Center (JCC). Forum yang akan dihadiri oleh sekitar 10 ribu peserta dan pengunjung dari 20 Negara Asia ini sebagai bentuk pengakuan atas kesuksesan Kabupaten Dompu membangun daerahnya. Pengakuan ini juga menjadi tantangan bagi daerah untuk membangun sehingga bisa lebih baik kedepan. Kesuksesan program unggulan daerah PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) yang kini menjadi TERPIJAR (Tebu Rakyat, Sapi, Jagung, Rumput Laut), khususnya komoditas jagung menjadikan Dompu jadi contoh kesuksesan pembangunan daerah dengan program yang fokus sehingga bisa menurunkan angka

kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya beli masyarakat. Drs. H. Bambang M. Yasin sendiri akan menjadi pembicara pada sesi Inovasi Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan topik ‘Dimensi sosial politik untuk mencapai ketahanan pangan dan pengembangan pertanian di Pedesaan’. Sesi yang direncanakan pada Jumat (29/ 6) di JCC ini akan dimajukan pelaksanaannya pada Kamis (28/6) hari ini di JCC Jakarta. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs Burhanuddin kepada Suara NTB saat ditemui di kantornya, Selasa (26/6) kemarin mengatakan, permintaan terhadap Bupati Dompu sebagai pembicara di forum internasional ASAFF ini sebagai pengakuan atas cerita sukses

pembangunan di Dompu. Terlebih, Bupati Dompu merupakan satu – satunya kepala daerah di Indonesia yang diminta sebagai pembicara. Hal ini tidak lepas dari kesuksesan program jagung Dompu yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7,98 persen tahun 2011 dan 6,82 persen tahun 2012. Dengan jagung juga berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 13,43 persen tahun 2017 dari 19,93 persen di tahun 2010, meningkatkan daya beli dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Pengakuan atas kesuksesan pembangunan Dompu dari berbagai kalangan, diakui Drs Burhanuddin menjadi tanggugnjawab pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) tekhnis untuk mengaksel-

erasi kesuksesan program jagung ke sektor lain. Terlebih program jagung bagi masyarakat Dompu sudah menjadi bisnis yang sudah bisa jalan baik hingga proses hilirisasi. Dikatakan Burhanuddin, menjadi tanggungjawab pihaknya bagaimana produk unggulan daerah ini bisa diberi nilai tambah dengan produk olahannya. Hal ini akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Berdasarkan PDRB Kabupaten Dompu tahun 2017 ekonominya sebagian besar masih dipengaruhi oleh sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan yaitu mencapai 40 persen. Baru diikuti sektor perdagangan, pemerintahan, konstruksi, dan transportasi. Ia juga mengaku, dalam waktu dekat ini pihaknya akan

mengadakan lomba cipta menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Dompu berbasis sumber daya lokal. Lomba ini direncanakan akan dilangsungkan di Taman Kota Dompu dengan harapan bisa dilihat langsung masyarakat, sehingga bisa ditiru dan dikembangkan untuk keberagaman menu makanan – minuman. Lomba ini juga diharapkan bisa memberi edukasi bagi masyarakat bahwa bahan yang ada di sekitar non beras seperti ubi – ubian dan jagung bisa sebagai pengganti nasi. Bahan – bahan ini bila diolah dengan baik, maka akan memberi nilai ekonomis tinggi dan gizi tinggi. “Acara ini sudah rutin dan tahun ini kita laksanakan di Taman Kota dengan harapan bisa menjadi referen-

(Suara NTB/ula)

Drs. Burhanuddin si bagi masyarakat untuk konsumsi yang beragam, bergizi seimbang, aman dan halal,” kata Burhanuddin. (ula/*)

Konversi ke Elpiji Diperkirakan Pilkada Kota Bima Terealisasi Tahun Ini Dompu (Suara NTB) – Konversi Minyak Tanah (Mitan) ke elpiji diperkirakan terealisasi tahun ini di Dompu. Hal itu ditandai tahapan sosiliasi yang mulai dilakukan pihak pertamina ke sejumlah agen mitan di wilayah ini. Sekarang tinggal melihat kesiapan pemerintah daerah dengan analisa kebutuhan yang sudah diajukan beberapa tahun lalu. Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Dompu, H. Iskandar mengaku, tengah menunggu surat kepastian konversi barang bersubsidi tersebut, sehingga upaya sosialisasi dan penentuan agen dapat dilakukan. “Lagi nunggu surat dulu baru berani sosialisasi, termasuk saya akan menyusun orang-orang yang akan menjualnya,” kata dia kepada wartawan beberapa waktu lalu. Diakui, konversi mitan ke elpiji ini sudah cukup lama dinanti, bahkan ia berharap bisa sesegera mungkin direalisasikan. Alasan mendasarnya ialah peralihan itu akan bisa menekan praktik penyelewengan mitan di wilayah ini, seperti pengiriman keluar daerah, penentuan harga yang tidak jelas dan tindakan melanggar lainnya dari oknum pemilik pangkalan. “Saya senang (ketika direalisasikan, red) karena saya bisa menbersihkan itu semua persoalan minyak tanah,” ujarnya. Permohonan untuk konversi mitan ke elpiji memang sudah lama diusulkan Disperindag ke pihak Kementerian ESDM, namun tak diketahui pasti alasan tidak langsung direalisasikan pada saat itu. Yang pasti tahun ini harapan itu besar kemungkinan akan segera terwujud. Sementara untuk mereka yang diberi kewenangan mengedarkan barang subsidi ini, tegas Iskandar, ialah pengusaha tertentu yang memenuhi syarat dan ketentuan yang ada, baik dari segi lokasi penjualan maupun transportasi untuk pengangkutan. “Kalau mitan ke elpiji beda orangnya, beda persyaratannya. Kan tidak pakai drum tempatnya bagaimana, sarana transportasi apa ada dia punya, kalau disimpan sebarang meledak nanti tabung gasnya, beda dengan mitan. Jadi intinya sekarang masih tahap pembekalan,” pungkasnya. (jun)

Hitung Cepat PKS Unggulkan LUTFER

Kota Bima (Suara NTB) – Hitung cepat yang digelar tim PKS di Pilkada Kota Bima memperlihatkan, pasangan calon (paslon) nomor urut 2, H. M Lutfi dan Ferry Sofyan (LUTFER), menggungguli paslon nomor urut 1, H. A. Rahman H. Abidin-Hj. Ferra Amelia SE (MANuFER) dan Subhan dan Wahyudin (SW MATAHO). Berdasarkan hitung cepat PKS tersebut, pasangan LUTFER memperoleh 46,8 persen suara. Sementara paslon MANuFER sebanyak 36,8 persen dan SW Mataho 16,4 persen. Paslon LUTFER dengan jargon Perubahan Kota Bima ini unggul pada tiga Kecamatan, yakni Mpunda, Raba dan Rasanae Timur. Sementara Di Kecamatan Asakota dan Rasanae Barat unggul Paslon MANUFER. Mengetahui hasil hitung cepat dan tidak mampu dikejar

paslon lain, tim relawan beserta simpatisan LUTFER langsung melakukan konvoi di ruas jalan protokol Kota Bima untuk merayakan kemenangan. Terhadap hasil hitung cepat itu, Calon Walikota Bima, Lutfi mengaku perolehan suara hasil hitung cepat itu melampaui perkiraannya. Apalagi yang ia hadapi di Pilkada Kota Bima ini merupakan petahana. Meski demikian, upaya dan hasil yang didapat cukup memuaskan. “Ini merupakan kemenan-

gan seluruh Warga Kota Bima yang membutuhkan perubahan,” katanya singkat. Sementara, di kediaman H. A. Rahman di Komplek BTN Sadia Kecamatan Mpunda digelar nonton bareng perhitungan hasil hitung cepat. Nobar tersebut dihadiri Fera Amelia serta puluhan tim relawan MANUFER. Fera enggan menanggapi hasil hitung cepat tersebut. Sikap yang sama juga diperlihatkan Aji Man. Bahkan, set-

(Suara NTB/jun)

TAK MEMILIH - Ratusan narapidana lapas kelas II B Dompu hanya bisa duduk memantau pemungutan suara di aula lapas. Mereka tidak bisa memberikan hak pilihnya karena terkendala dokumen kependudukan, Rabu (27/6).

Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat. H. M. Lutfi SE mencoblos di TPS 15 Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota dan Fery Sofyan SH mencoblos di TPS 4 Kelurahan Santi Kecamatan Mpunda. M. Subhan H. Noer memilih di TPS 3 Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba. Sementara Wahyudin memilih di TPS Kelurahan Sambinae. Aji Man sapaan akrab A. Rahman saat mencoblos didampingi sang istri Hj. Badrah Ekawati. Mereka mencoblos tepat sekitar pukul 09.30 wita dengan nomor urut 165 dan 166. Di TPS ini Aji Man menggungguli dua paslon lainnya. (uki)

Terkendala Izin, RS Pratama Belum Dioperasikan

Ratusan Napi Lapas Dompu Tidak Bisa Berikan Hak Pilih Dompu (Suara NTB) – Dari 312 calon pemilih yang diusulkan Lapas Kelas II B Dompu hanya 31 orang yang disetujui KPU setempat untuk memberikan hak pilihnya pada Pilgub 2018 ini. Ratusan orang sisanya terpaksa tak bisa berpartisipasi menentukan masa depan NTB karena terkendala dokumen kependudukan. Kasi Binadik dan Kegiatan sekaligus Ketua TPS, Murdahim, SH., mengatakan, 281 orang narapidana tersebut tidak bisa memberikan hak pilih karena tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK). “Kita usulkan 312 tapi yang disetujui KPU hanya 31 orang, jadi terkendala dengan kepemilikan KTP dan KK,” kata dia kepada Suara NTB di sela pemungutan suara, Rabu (27/6). Menurut dia, tidak dimilikinya KTP dan KK oleh narapidana itu wajar terjadi. Sebab, mereka yang notabene terjerat kasus hukum tidak mungkin dikurung bersama dokumen kependudukannya. Apalagi sebagian diantaranya merupakan napi pindahan dari luar daerah. Upaya mengkoordinasikan persoalan ini dengan Disdukcapil dan KPU setempat sudah dilakukan jauh-jauh hari, guna mencari solusi terbaik agar para terpidana tetap bisa memberikan hak pilihnya. Namun nyatanya, hingga pencoblosan berlangsung DPT tetap dengan jumlah semula, yakni hanya 31 orang. “Dukcapil sudah data kesini, kita juga minta bantuan agar berkoordinasi dengan KPU bagimana lapas itu diprioritaskan. Kalau sekarang kita mau kumpulkan KTP mereka dari sana sini kan susah juga, mereka tidak bisa bergerak. Hasilnya tidak ada perubahan tetap dengan 31 orang itu,” ujarnya. Murdahim menegaskan, partisipasi pemilih pada Pilgub tahun ini cukup baik, rata-rata antusias untuk datang ke TPS memberikan hak suaranya. Tetapi karena persoalan diatas sebagian besar diantaranya terpaksa hanya bisa jadi penonton. Pun parahnya, mereka minim pengetahuan soal figur Paslon yang akan dipilihnya, mengingat tidak ada satupun tim sukses atau paslon yang datang untuk menarik dukungan dari lapas. Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan pencerahan secara proposional tentang Paslon yang akan memimpin NTB kedepan, temasuk melalui pamflet ke empat Paslon beserta visi dan misinya. “Jadi kita beri masukan silahkan pilih mana yang terbaik menurut isi hatinya, mungkin bisa tanya keluarganya saat berkunjung. Itulah salah satu cara kita, termasuk menempel pampflet paslon siapa tahu ada yang mengenal kemudian memilih,” jelasnya. Disingung hasil akhir pemilihan Cagub dan Cawagub NTB di lapas Dompu, Murdahim menyebutkan, dari 31 DPT yang ada 3 suara diperoleh Paslon nomor urut 1, 24 suara untuk Paslon nomor urut 2, 4 suara untuk Paslon nomor urut 3 dan nihil suara untuk paslon nomor urut 4. (jun)

elah melaksanakan shalat Ashar di masjid sekitar kediamannya, Ia langsung masuk ke dalam rumah. Sementara, Ketua Tim Relawan MANUFER, Nurdin mengatakan masih tetap optimis ManuFer menang. Mengingat suara belum sepenuhnya masuk ke dalam sampel hitung cepat. “Kita lihat saja sampai nanti. Tapi kami tetap optimis menang,” katanya. Sementara itu, pantauan Suara NTB sebelumnya, H. A. Rahman bersama istri menggunakan hak pilihnya sebagai warga Kota Bima di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda. Sementara Hj. Fera Amelia SE memilih di TPS 3

(Suara NTB/ula)

DI TPS - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin bersama istri menggunakan hak pilihnya di TPS 9 Bada Dompu, Rabu (27/6).

KPU Dompu Akui Pilkada Kurang Semarak Dompu (Suara NTB) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di Kabupaten Dompu berlangsung aman dan tertib. Angka partisipasi pemilih pada Pilgub 2018 terlihat menurun bila dibandingkan pemilihan sebelumnya. Berdasarkan pantauan Suara NTB saat hari pencoblosan di Dompu, Rabu (27/6) kemarin terlihat lengang. Petugas KPPS terlihat aktif memanggil calon pemilih karena sepinya yang menggunakan hak pilih. Hal itu juga terlihat di TPS tempat Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama istri menggunakan hak pilih di TPS 9 Kelurahan Bada Dompu. H Bambang bersama Hj Eri tiba sekitar pukul 09.40 wita dan langsung dipersilahkan menggunakan hak pilih setelah

mendaftar karena tidak ada yang antre. Di TPS ini hanya 266 orang yang menggunakan hak pilih dari 380 orang yang ada di DPT. Pasangan Ahyar - Mori meraih 121 suara, diikuti pasangan Zul - Rohmi sebanyak 85 suara, Suahaili - Amin meraih 48 suara, Ali - Sakti sebanyak 11 suara dan 1 suara batal. Suherman, S. Pd anggota KPU Dompu kepada Suara NTB, Rabu (27/6) kemarin mengakui, pelaksanaan Pilgub NTB di beberapa TPS terlihat kurang ramai bila dibandingkan pemilihan yang dilakukan sebelumnya seperti Pilbup 2015. Pihaknya mengaku tidak mengetahui penyebabnya dan itu bisa dipastikan bukan karena masalah daftar pemilih tetap (DPT), karena mereka yang tercatat di DPT di-

panggil dengan formulir C6. “Yang menggunakan hak pilih ini terlihat adalah pemilih yang aktif,” katanya. Ia juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendata terkait penggunaan formulir C6 untuk memastikan pemilih yang ada. Sementara untuk mengetahui jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih sesuai DPT akan diketahui setelah semua rekapitulasi dilakukan. “Angka berapa partisipasi pemilih baru bisa siketahui setelah rekapitulasi,” jelasnya. Namun Suherman mengaku, Pilgub saat ini berlangsung murni tanpa ada money politik. Hal ini terlihat dari desas desus beberapa pihak di sosial media dalam beberapa hari terakhir. “Ini juga yang kita apresiasi,” terangnya. (ula)

Dompu (Suara NTB) – Sejak rampung dibangun pada November 2017 lalu, Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Manggelewa belum dioperasikan. Hal itu karena terkendala izin operasional yang tak kunjung diterbitkan. Sementara Perbup tentang ketenagaan dan struktur organisasinya sudah jauh-jauh hari dikantongi. Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Abubakar Husain menjelaskan, belum dioperasikannya RS tipe D ini mengingat izin operasionalnya masih dalam proses perampungan. “Sekarang kita benahi proses perizinan dan lain-lain, ini kita lagi rampungkan,” kata dia kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa (26/6). Guna mempercepat proses pengurusan izin tersebut Dikes selaku pengelola melibatkan beberapa instansi terkait. Harapannya, bulan Agustus atau November mendatang RS ini sudah mulai memberi pelayanan pada masyarakat. Selain izin, pemenuhan tenaga operasionalnya pun masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut segera dirampungkan, yakni dibutuhkan 124 orang tenaga kesehatan maupun non kesehatan. Baik itu tenaga medis, keperawatan, kese-

hatan lain, penunjang non kesehatan maupun bagian administrasi dan manajemen rumah sakit. “Kita disana kan masih baru jadi kita buka saja dulu lah, nanti kita lihat bagaimana perkembangan berikutnya apa dibutuhkan tambahan tenaga atau bagaimana. Tapi yang jelas saat kita buka nanti untuk standar minimalnya 124 orang ketenagaan itu haru ada,” jelasnya. Mengingat RS Pratama ini masih tipe D maka pelayanan yang diberikan tidak sama dengan RSUD Dompu yang sudah tipe C. Selain faktor ketenagaan yang terbatas pada dokter umum dan gigi juga fasilitas penunjangnya masih kurang memadai. Sehingga mereka yang membutuhkan pelayanan khusus akan tetap dirujuk ke RSUD setempat. Sementara untuk wilayah operasional, tegas Abukar Husain, tidak ditentukan dalam artian semua masyarakat yang membutuhkan bantuan akan tetap dilayani. “Batas wilayah pelayanannya tidak ada, fokus kita kan bagaimana mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat yang berada di sekitar itu, seperti misalnya dari Kecamatan Kilo, Pekat dan Menggelewa,” pungkasnya. (jun)

PDAM Dompu Mulai Kekurangan Air Baku Dompu (Suara NTB) PDAM Kabupaten Dompu mulai merasakan dampak kemarau dengan berkurangnya debit air dari sumber air bakunya. Akibatnya, sejumlah wilayah mulai kekurangan dan tidak menerima aliran air bersih dari PDAM. Selain melayani pelanggannya, PDAM Dompu juga dituntut melayani kebutuhan air di beberapa daerah yang terkena dampak. Direktur PDAM Dompu, Agus Supendi, SE kepada

Suara NTB di Dompu, Rabu (27/ 6) kemarin mengakui debit air dari sumber air baku PDAM Dompu mulaikekurangan.Kekuranganini cukup terasa terjadi untuk daerah aliran sungai (DAS) Baka yang menjadi sumber air baku IPA Selaparang. Jika saat normal, air yang didapat bisa mencapai 40 liter per detik. “Saat ini hanya bisa maksimal 34 liter per detik, sehingga reservoar untuk Bali Bunga Kandai Dua dan recervoar Nowa sama – sama turun (suplai airnya),” katanya. Begitu juga untuk sumber air

baku Rora yang perdetiknya bisa mencapai 100 liter perdetik, saat ini mencapai 70 liter per detik. Untuk sumber air di Rora belum terlalu terkena dampak kekeringan. Kekurangan ini akibat ada pekerjaan normalisasi saluran irigasi yang menjadi sumber air baku di Karamabura 2 pekan sebelum lebaran. Pekerjaan ini menyebabkan air kecil ke saluran air PDAM dan pintu pengatur airnya masih rusak sejak 10 tahun lalu. “Pintu airnya sedang kita

perbaiki. Kalau bisa turun pintu airnya, insyaallah akan normal lagi,” jelasnya. Sementara untuk menangani kekurangan air baku di Kamudi sebagai sumber air baku IPA Selaparang, Agus mengatakan, pihaknya akan memasang tambahan 1 pipa. Ketika ada tambahan pipa, diperkirakan akan memberi tambahan air baku menjadi 22 liter perdetik. “Kalau sebelumnya 19 liter perdetik saat normal,” ungkapnya. Agus juga mengatakan, untuk penanganan tanggap darurat kek-

eringan melibatkan pihaknya. Gang Kapur Desa Nova dan lapangan Desa Bakajaya akan dilayani melalui IPA Selaparang. Begitu juga dengan Tembalae dan Ranggo Kecamatan Pajo akan dikopel dari pipa 4 inc yang dipasang tahun 2016, karena pipa PDAM yang ada dibocorkan warga. “Untuk Rasabou akan dikopel dari jalur Sawe Lodo dan sumur pompa di sumur Kuta. Itu akan kita tangani melalui dana tanggap darurat, besok kita mulai survei,” jelasnya. (ula)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

Masih Ada yang Abai OMBUDSMAN RI Perwakilan NTB memandang masih banyak pemerintah kabupaten/ kota yang belum menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi. Padahal sistem zonasi memberikan dampak positif dalam pelaksanaan PPDB. Ombudsman RI Perwakilan NTB mengingatkan pemerintah kabupaten/kota di NTB untuk menerapkan sistem zonasi. Pasalnya sampai tahun lalu, penerapan sistem zonasi baru diterapkan pada tingkat SMA sederajat. (Suara NTB/dok) Menurut Kepala Perwakilan Adhar Hakim Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim, pemberlakuan sistem zonasi mampu mencegah praktik maldministrasi jika dilihat dari pemberlakuan pada PPDB tingkat SMA sederajat tahun 2017 lalu. “Harus diakui PPDB terbukti mampu menjadikan proses penerimaan siswa baru lebih bagus dan mekanisme kontrol lebih kuat,” ungkapnya. Berdasarkan catatan Ombudsman RI Perwakilan NTB penerapan sistem zonasi mencatat beberapa kemajuan. Sistem zonasi selain dapat lebih mempermudah mekanisme kontrol, juga meminimalisasi kekosongan sekolah di beberapa tempat yang selama ini kurang diminati, serta terjadinya pemerataan siswa. Namun demikian tambahnya, pemberlakuan sistem zonasi baru menyentuh proses penerimaan siswa tingat SMA sederajat yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTB. Tetapi pada pemerintah kota dan kabupaten yang bertanggung jawab pada pelaksanaan PPDB tingkat SD dan SMP belum terlihat. Sampai hari terakhir persiapan pelaksanaan PPDB, Ombudsman baru menerima informasi bahwa baru Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah yang melaksanakan PPDB dengan sistem zonasi. Hal ini berpotensi permasalahan PPDB yang masih berulang akan kembali terjadi. “Salah satu masalah yang berpotensi terjadi adalah sekolah yang dianggap favorit akan terus disesaki oleh siswa, sementara sekolah yang dianggap tidak favorit akan kekurangan siswa,” katanya. Selain itu kontrol terhadap praktik maladministrasi berupa kolusi dan nepotisme berupa main titip calon anak didik mudah terjadi. “Kepala daerah harus serius membangun tata kelola pendidikan di daerah mereka masing-masing,” kata Adhar. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Adhar menghimbau kepada kepala daerah untuk menerapkan sistem zonasi yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Hingga saat ini Ombudsman baru mendapat informasi dari beberapa kabupaten/kota yang sudah menerapkan sistem zonasi. Padahal pada tahun 2018, penerapan zonasi mulai diberlakukan bagi Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Selain itu Ombudsman RI Perwakilan NTB juga membuka posko pengaduan PPDB, agar masyarakat dapat berpartisipasi mengawal proses tersebut. Ombudsman RI Perwakilan NTB juga bersama lembaga Komisi Informasi Provinsi NTB dan jaringan LSM yang dikoordinir SOMASI NTB untuk memperluas dan memperkuat pengawasan. Adhar juga menyampaikan, dalam penerapan PPDB tahun 2018, Ombudsman RI perwakilan NTB juga menyayangkan masih adanya kabupaten yang lamban dalam mengumumkan berbagai kebutuhan informasi PPDB ke publik. Misalnya informasi jumlah ketersediaan rombongan belajar dan kuota jumlah siswa. (ron)

MAN IC Lotim Terima Guru dan Pembina Asrama Mataram (Suara NTB) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia (IC) Lombok Timur (Lotim) membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Namun jumlah yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, lantaran kebutuhannya hanya 7. Di antaranya, 5 untuk tenaga pendidik atau guru dan 2 untuk tenaga kependidikan atau pembina asrama putra dan putri. Kabid Penmad Kanwil Kemenag NTB, Hj. Eka Muftati’ah mengatakan, perekrutan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ini langsung dari Kemenag RI. Dari 22 MAN IC di indonesia, semuanya secara serentak merekrut tenaga pendidik dan kependidikan tersebut. Tidak terkecuali MAN IC Lotim, yang dalam hal ini hanya merekrut 5 tenaga pendidik dan 2 pembina asrama putra dan putri. “Kita di NTB, tepatnya MAN IC Lotim hanya dapat jatah 7 saja. Semua ini sudah berdasarkan kajian dan kebutuhan,” katanya Adapun teknisnya, para peserta akan melalui tiga tahapan seleksi. Pertama, seleksi administrasi yang dilakukan oleh masing masing Kanwil Kemenag Provinsi. Nama peserta yang lolos akan diajukan ke Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Kemudian Seleksi tahap dua berupa seleksi akademik. Tahap ini dilakukan serentak oleh tim Ditjen Pendis. “Peserta yang lolos akan mengikuti seleksi tahap ketiga berupa tes wawancara dan micro teaching,” lanjutnya. Waktu sosialisasi dan pendaftaran online akan berlangsung 28 sampai 3 Juli 2018 mendatang. Setelah itu, pada 4 sampai 6 Juli 2018 mendatang, para peserta akan diseleksi berkasnya di masing masing Kanwil Kemenag Provinsi. Kemudian pada tanggal 10, 17 dan 25 Juli 2018 mendatang adalah penentuan dari pusat. Termasuk pengumuman hasil seleksi administrasi, seleksi akademik, wawancara dan micro teaching hingga pengumuman hasil seleksi. Di MAN IC Lotim, tambahnya, jenis mata pelajaran (mapel) yang dibutuhkan hanya lima mapel saja terdiri dari Mapel Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika dan Sosiologi. Baru ditambah dengan Pembina Asrama Putra dan Pembina Asrama Putri. “Semoga perekrutan ini membuat MAN IC kita semakin berkualitas dan melahirkan alumni yang sesuai diharapkan bangsa,” harap Eka. (dys)

(Suara NTB/dok)

SEKOLAH - MAN IC Lotim yang merupakan sekolah unggulan menjadi salah satu tujuan siswa melanjutkan pendidikan setelah tamat sekolah tingkat menengah pertama.

Halaman 10

Dibuka, Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Mataram (Suara NTB) – Seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Mataram (Unram) melalui Jalur Mandiri tahun 2018 telah dibuka sejak 22 Juni sampai dengan 10 Juli mendatang. Jalur Mandiri di Unram menawarkan 35 Program Studi (Prodi) S1 Reguler, serta Prodi S1 Non Reguler atau Reguler Sore dan DIII termasuk program vokasi di Kabupaten Lombok Utara dan Bima. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Ir. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., ditemui di ruang kerjanya Selasa (26/6) mengatakan, jalur tes mandiri menawarkan semua Prodi DIII dan S1, baik regular maupun non regular. Untuk Prodi S1 reguler, melalui jalur mandiri diterima sebanyak 30 persen dari total daya tampung atau sekitar 1.300. Sedangkan untuk Prodi Non Reguler dan

DIII serta vokasi di KLU dan Bima menerima 100 persen mahasiswa melalui Jalur Mandiri sebanyak 3.000 sampai 3.200 mahasiswa. “Seusai pengumuman SBMPTN, masih ada harapan bagi masyarakat yang ingin masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur tes mandiri,” ujar Wiresapta. Penerimaan mahasiswa baru di Unram melalui tiga

jalur yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Jalur Mandiri. Pengumuman SBMPTN akan dilaksanakan pada 3 Juli mendatang. (Suara NTB/dok) Bagi masyarakat yang Lalu Wiresapta Karyadi hendak mendaftar jalur mandiri bisa mendaftar secara online verifikasi dan pengesahan kardi http://pmbmandiri.unram- tu bukti pendaftaran online di .ac.id . Kemudian melakukan loket verifikasi tes mandiri

Pola Pikir Pelajar Harus Berubah Mataram (Suara NTB) Aspek penting yang harus dilakukan pemerintah saat ini ialah mengubah mindset (pola pikir) para pelajar agar lebih memahami keberadaan diri mereka sebagai pelajar. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Bina Tunas Bangsa, Amelia Nurjannah. Menurutnya, upaya mengubah pola pikir pelajar diperlukan agar mereka lebih bertanggung jawab terhadap diri mereka dan lingkungan sekitar mereka. “Agar mereka bertanggung jawab,” ujarnya. Dikatakan Nurjannah, selama ini para pelajar belum

memiliki pandangan dan kesepahaman bersama dalam melihat posisi diri mereka sebagai pelajar. Sebagai contoh belum ada pandangan yang sama pelajar dalam menolak kenakalan di kalangan remaja dan pelajar. Padahal keberadaan mereka selaku pelajar menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang. Oleh karena itu, upaya mengantisipasi berbagai bentuk kenakalan remaja yang akhirakhir ini bermunculan ke permukaan harus gencar dilakukan pemerintah. Terutama untuk membentuk pemikiran dan pola pikir mereka agar menya-

dari bahwa mereka merupakan calon-calon pemimpin masa depan bangsa ini. “Bahwa mereka adalah pemimpin masa depan bangsa yang akan meneruskan estafet bangsa minimal di daerah kita,” terangnya. Hal lain yang patut dilakukan pemerintah ialah menyadarkan para pelajar agar mereka lebih berkemauan untuk meningkatkan prestasi akademik, lebih bermoral terhadap guru, dan lingkungan sekitar. Untuk itu, mereka harus dibuatkan sistem minimal menjadi pemimpin di masa depan. (dys)

UKG Honorer Hampir Pasti Dilaksanakan Awal Juli Mataram (Suara NTB) – Uji Kompetensi Guru (UKG) honorer SMA, SMK, dan SLB Negeri sebagai guru kontrak daerah hampir pasti akan dilaksanakan pada awal Juli, tepatnya 2, 3, dan 4 Juli nanti. Sebanyak 5.997 peserta yang lulus verifikasi akan mengikuti UKG itu. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., kepada Suara NTB, ditemui di kantornya, Selasa (26/6) lalu. Menurutnya, pada tanggal 29 dan 30 pihaknya akan mengadakan rapat dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk finalisasi peserta.

Pada 30 Juni dan 1 Juli dilakukan persiapan lokasi. “Insya Allah 2,3, dan 4 Juli akan kita laksanakan UKG honorer,” ungkapnya. UKG honorer nanti akan diikuti 5.997 peserta di 30 ruangan di 19 Tempat Uji Kompetensi (TUK). Aidy meyakini pada tanggal 5 dan 6 Juli akan diperoleh hasil dari UKG itu. Jika sesuai rencana tersebut, maka pada pertengahan Juni mendatang sudah bisa dibuatkan SK. UKG honorer awalnya dijadwalkan pada 30 April sampai dengan 9 Mei 2018 lalu. Namun, karena ada rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di NTB, maka jadwal itu diundur. Selain itu pada tanggal 2 sampai dengan 12 Mei ada kegia-

tan uji tulis nasional guru bagi yang belum sertifikasi. Verifikasi administrasi UKG honorer SMA, SMK, dan SLB Negeri sebagai guru kontrak daerah telah dilaksanakan. Pengumuman hasil verifikasi administrasi dilaksanakan 24 April lalu. Sebanyak 5.997 guru honorer dari sekitar 6.300 orang yang mendaftar dinyatakan layak secara administrasi untuk bisa mengikuti UKG. Nantinya lama mengabdi guru honorer itu menjadi salah satu bobot penilaian. Ia menjelaskan akan ada kriteria dari pemerintah pusat untuk standar lulus UKG. Meski demikian, pihaknya juga akan memberi bobot bagi guru honorer yang lama mengabdi. (ron)

bertempat di Auditorium Unram dengan membawa Kartu ujian dan Ijazah SLTA asli dan beserta fotokopinya yang sudah dilegalisir. Serta, membayar biaya pendaftaran sebesar pada bank yang telah disediakan di gedung Auditorium Unram dan memperoleh Kartu Nomor Ujian. Wiresapta menjelaskan, tes pada Jalur Mandiri di Unram hanya ada dua kelompok tes yaitu IPA dan IPS. Nantinya aka nada tes bidang IPA atau IPS dan tes kemampuan dasar. Jadwal tes untuk Jalur Mandiri dilaksanakan pada 18 Juli nanti. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 30 Juli mendatang. (ron)


SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

POLHUKAM

Halaman 11

Korem 162/WB Terima Laporan Ratusan Surat Suara Rusak di Lobar Mataram (Suara NTB) Personel Korem 162/WB dan seluruh Kodim menyebar ke TPS untuk memantau dan memastikan situasi Pilkada di NTB kondusif. Meski dipastikan aman, ada saja temuan. Seperti laporan yang diterima dari Lombok Barat, ratusan surat suara rusak. Laporan itu diterima langsung Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, dari personelnya yang ditempatkan di Lombok Barat. Rinciannya, lima kertas suara untuk Pilgub NTB ditemukan rusak dan 100 kertar suara untuk Pilbup Lombok Barat. “Soal surat suara rusak itu, sudah ada pernyataan dari KPPS. Sekarang itu kami antisipasi. Apakah pencoblosan ulang, perlu antisipasi misalnya gugatan,” jelas Danrem kepada wartawan Rabu (27/6) di Posko pemantauan Pilkada NTB. Sampai temuan itu dilaporkan, belum dilakukan penggantian kertas surat suara yang baru oleh KPU. Dari pengamatan seluruh Kodim dan personelnya di lapangan, diluar temuan di Lombok Barat, sejauh ini belum ada masalah berarti. Masih di Lombok Barat, hanya sedikit masalah di salah satu TPS. Seorang pemilih protes, karena dalam kertas suara tidak ada nomor urut empat. Padahal kandidat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Lobar hanya ada tiga pasangan. “Itu menurut kami temuan yang lucu. Tapi akhirnya diselesaikan bersama anggota, akhirnya warga itu mau menerima,” ungkapnya. Danrem mengaku mengawal penuh pelaksanaan Pilgub NTB, Pilkada Lobar, Pilkada Lotim dan Pilwalkot Kota Bima, sesuai intruksi Kodam IX Udayana memastikan situasi kondusif. Dia bersyukur, sampai dengan menjelang sore kemarin situasi kondusif. Lebih disyukurinya, antusiasme masyarakat untuk memilih sangat tinggi. Warga dilihatnya berbondong bondong datang ke TPS untuk memberikan hak suara. “Laporan dari para Dandim memuaskan. Beberapa TPS bahkan banyak inovasi. Banyak doorprize, untuk menarik masyarakat hadir di TPS. Jadi antusiasme cukup tinggi,” akunya. Mengenai 9.000 TPS yang dianggap rawan kecurangan sesuai kecurigaan Bawaslu NTB, dipastikannya belum ada laporan diterima. (ars/*)

(Suara NTB/why)

PENGAMANAN - Personel Polres Mataram melakukan pengamanan pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 di TPS di Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, Rabu (27/6).

Pilkada Serentak 2018

Kondusif, Pemungutan Suara di Mataram relatif lebih lama penghitungannya karena ada dua surat suara yang dihitung,” kata dia. Dia mengungkapkan, masyarakat bisa memiliki gambaran pemenang Pilkada melalui hitung cepat lembaga survei. Namun, rekapitulasi suara yang sah yang melalui KPU. Dia meminta pendukung dan simpatisan paslon pemenang untuk tidak berlebihan meluapkan perayaan kemenangan.

Mataram (Suara NTB) Pemungutan suara Pilgub NTB 2018 di Mataram berlangsung kondusif. Mulai dari pendistribusian logistik sampai pemungutan suara di TPS. Polres Mataram mengantisipasi pengerahan massa perayaan kemenangan paslon pemenang Pilkada. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Rabu (27/6) menjelaskan, secara umum pemungutan suara berjalan lancar. “Tadi memang ada tadi beberapa TPS yang kekurangan surat

suara, langsung bisa ditanggulangi. Tidak ada permasalahan yang berarti,” ujarnya ditemui di Mapolres Mataram. Polres Mataram mengamankan wilayah Kota Mataram dan

sebagian wilayah Lombok Barat, meliputi Lingsar, Narmada, dan Gunung Sari yang menghelat Pilgub NTB dan Pilbup Lombok Barat. “Kalau di Lombok Barat

“Yang merasa unggul, silakan bersyukur dan kita imbau untuk tidak mengerahkan massa,” pesan Muhammad. Demikianjugapendukungpaslon pemenang untuk tetap tenang dengan tidak menjelekkan atau merendahkan pendukung paslon lain. “Tidak perlu konvoi, saling mengejek. Jaga kesopanan dan etika. Justru ungkapkan kemenangan dengan bersyukur,” ucapnya. (why)

Mahasiswa Bima dan Dompu Kecewa Tersangka ”Illegal Tak Bisa Mencoblos Logging” Praperadilankan Dinas LHK

Pilkada Serentak 2018

Nasib Napi yang Tak Bisa Memilih Mataram (Suara NTB) Kemeriahan pesta demokrasi Pilgub NTB 2018 tak menghampiri Zaini Arony. Di kala 237 napi lainnya meramaikan bilik suara Rabu (27/6) Zaini meringkuk di dalam sel blok Tipikor Lapas Mataram. Mantan Bupati Lombok Barat yang terjerat suap investasi lahan ini tak terdaftar dalam DPT TPS 10 Khusus. Zaini yang mengenakan pakaian kasual hitam-hitam hanya bisa memantau dari luar TPS. Beruntung baginya, Wakil Ketua DPD RI, Prof Farouk Muhammad yang meninjau jalannya pemungutan suara menyempatkan diri menjenguk. Mereka saling bertukar pelukan. Farouk sesekali menyemangati dengan menepuk-nepuk pundak Zaini. Dalam kesempatan setelah itu, Zaini kemudian mengutarakan kepasrahannya karena tidak mendapat kesempatan mencoblos dalam Pilkada Serentak 2018 kali ini. “Saya DPT-nya terdaftar di kampung. Tapi kan tidak bisa ke luar (Lapas), ya cukup keluarga saya saja yang memilih,” ujarnya dengan suara merendah. Zaini pun bukan tak berupaya untuk mendapatkan hak memilihnya. Apalagi dalam Pilkada Serentak 2018 ini, putranya Nauvar Farinduan turut bertarung dalam Pilbup Lombok Barat berpasangan dengan TGH Muammar Arafat. Dia mengaku sudah meminta sang istri untuk mengurus formulir A5 yang digunakan bagi pemilih dari luar kota. Namun, dia mengungkapkan cara yang ditempuhnya itu buntu. “Sampai saat ini nama saya tidak dipanggil berarti saya tidak masuk dalam DPT. Ya sudah tidak apa-apa,” aku dia. Meski demikian dia berharap gelaran pesta demokrasi tahun ini bisa melahirkan pemimpin yang cakap menahkodai masyarakat NTB dalam memajukan daerah. Tak terkecuali Lombok Barat yang pernah dipimpinnya kala menjadi Bupati pada 2009-2014 dan terpilih lagi untuk periode 2014-2019. Di tahun 2015 karir kepemimpinannya terhenti di tangan KPK. “Ya tentunya saya harapkan pembangunan ini dilanjutkan,” kata Zaini. Nasib serupa juga dialami Ainul Guri. Pria asal Lombok Tengah yang terjerat kasus pencurian itu tidak berkesempatan memilih. “Pas didata untuk DPS itu saya kiranya bisa milih. Ternyata pas hari H ini tahunya tidak bisa,” kata dia kecewa. Alasannya, NIK KTP elektroniknya tidak terdaftar dalam DPT. Sementara Andre Winata, tidak dapat memilih karena belum melakukan perekaman KTP-Elektronik sebab pada saat jadwal perekaman dia lebih dulu masuk sel. Plt Kepala Lapas Mataram, Junaid menerangkan, penetapan DPT tersebut merupakan otoritas KPU. Pihaknya mengajukan DPS sesuai dengan berkas data diri terpidana yang tercantum dalam amar putusan hakim. (why)

(Suara NTB/why)

BERBINCANG - Mantan Bupati Lombok Barat, Zaini Arony berbincang dengan Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad yang memantau pemungutan suara di TPS Khusus di Lapas Mataram, Rabu (27/6).

(Suara NTB/ars)

KECEWA - Ketua IMBI Mataram, Muhammad Naim (kanan) mengungkap kekecewaannya lantaran tidak bisa mencoblos. lewat PKPU, agar mereka ini dimudahkan,” jelasnya. Sebagai solusi, pihaknya mengidentifikasi mahasiswa yang bisa pulang kampung untuk membawa formulir pemilih pindahan. Atas kerja itu, sedikitnya 200 mahasiswa akhirnya bisa mencoblos di sejumlah TPS di Mataram. “Kami tidak intervensi siapa harus dipilih, tapi kami mendorong supaya mereka ambil formulir pemilih pindahan dan bisa memilih di Mataram,” ungkapnya. Harapan besar IMBI Mataram, untuk ke depan KPU lebih awal memberikan pendidikan politik kepada mahasiswa sebagai pemilih produktif, sehing-

ga bisa mempersiapkan diri menyesuaikan dengan regulasi. Keluhan sama disampaikan Sekretaris Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Dompu (HPDM) Mataram, Furkan. Ia meminta KPU mengevaluasi aturan aturan penyelenggaraan Pemilu yang dapat membatasi hak warga negara untuk menggunakan hak pilihnya. Hak warga negara, khususnya mahasiswa, harus mendapat jaminan sebagaimana amanat UU 1945. “Jangan sampai alasan mengantisipasi mobilisasi massa justru lebih dipentingkan daripada konstitusional yang dijamin UUD,” tegas Furkan. (ars)

Jaksa Banding Vonis Terdakwa Korupsi Penyertaan Modal Perusda Loteng Mataram (Suara NTB) Peradilan perkara korupsi penyertaan modal Perusda PT Lombok Tengah Bersatu berlanjut ke Pengadilan Tinggi NTB. Jaksa Kejari Lombok Tengah yang belum puas, mengajukan banding atas vonis hakim pengadilan tingkat pertama. Humas Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Fathurrauzi mengungkapkan, jaksa penuntut umum sudah menyatakan bandingnya. “Jaksa sudah resmi menyatakan banding,” ujarnya, dikonfirmasi Rabu (27/6). Banding tersebut diajukan Senin (25/6) lalu, kurang dari sepekan setelah vonis terhadap para terdakwa, Lalu Martadinata, Zahrun Arbaidi, dan Abdul Karim dibacakan dalam persidangan. Hakim adhoc tindak pidana korupsi ini menambahkan, pengajuan banding dari pihak jaksa itu kemudian diteruskan ke pihak terdakwa melalui penasihat hukumnya. “Untuk berkas memori bandingnya, bisa ada bisa tidak. Nanti kalau ada diserahkan jaksa akan kita teruskan ke penasihat hukum terdakwa,” jelasnya. Jaksa mengajukan banding karena masih ada yang mengganjal, yakni mengenai penerapan pasal yang dipertimbangkan hakim untuk menghukum para terdakwa. “Kami menuntut dengan unsur pembuktian pasal 2 (UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tipikor), tetapi hakim memvonis dengan pasal 3 sehingga tidak maksimal hukumannya,” kata jaksa penuntut umum Kejari Loteng, Adin Nugroho. Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram memvonis bersalah tiga terdakwa tersebut atas perbuatan korupsi dan pencucian uang. Terdakwa Zahrun Arbaidi, dihukum 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 100 juta, serta hukuman membayar uang pengganti sebesar Rp 552.857.000. Mantan Direktur Utama Lalu Martadinata divonis 3 tahun penjara dan membayar uang pengganti Rp 36 juta. Sementara, Abdul Karim mendapat hukuman penjara selama dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Sementara uang pengganti sebesar Rp 100.450.000 yang sudah dititip Karim ke jaksa diperintahkan disetor ke Pemkab Lombok Tengah sebagai uang pengganti kerugian negara. Vonis itu diambil setelah hakim menimbang fakta persidangan, bahwa dana penyertaan modal dari Pemda senilai Rp 1 miliar masuk dalam rekening PT LTB tertanggal 3 September. Tanpa alasan yang jelas, uang senilai Rp 700 juta dipindahbukukan dengan cara kliring, dari rekening PT LTB ke rekening BCA atas nama Daddy Himawan. Pemindahan tersebut menggunakan bilyet giro dan ditandatangani Lalu Martadinata serta Zahrun Arbaidi. Rekening milik Daddy rupanya sengaja dipinjam terdakwa Zahrun. Dia berdalih tidak memiliki rekening BCA, padahal terdakwa sebenarnya mempunyai rekening dari BCA. Sebab, setelah uang masuk ke rekening Daddy, terdakwa Zahrun meminta Daddy untuk mentransfer uang tersebut ke rekening BCA atas nama terdakwa. Uang sebesar Rp 700 juta yang seharusnya digunakan untuk usaha bata ringan PT LTB, justru diselewengkan terdakwa. Setelah uang masuk ke rekening Zahrun, terdakwa menggunakannya untuk berbagai keperluan. Dana sebanyak Rp 700 juta, diketahui ditransfer ke total 28 orang. Dua di antaranya merupakan terdakwa Abdul Karim dan Lalu Martadinata. Untuk Abdul Karim, Zahrun mentrasfer uang Rp 100.450.000 yang dilakukan sebanyak empat kali. Sementara Lalu Martadinata, menerima transfer sejumlah Rp 36,5 juta. (why) Fathurrauzi

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/ars)

PANTAU - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat mengamati kegiatan pemantauan Pilkada di NTB pada posko Korem 162/WB.

Mataram (Suara NTB) Ribuan mahasiswa asal Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu mengaku kecewa lantaran tidak bisa diakomodir sebagai pemilih dalam Pilgub NTB, Rabu (27/6) kemarin. Padahal mereka mengaku antusias untuk ikut memilih. Menurut mahasiswa, tidak ada pendekatan sejak awal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal tata cara memilih bagi mahasiswa rantauan. Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) mencatat, ada sekitar 9.000 mahasiswa asal Bima yang kuliah di Mataram. Ini belum termasuk dari Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Namun mereka tidak bisa memilih karena terbentur soal domisili. “Catatan saya, ada 9.000 mahasiswa tidak bisa memilih. Secara kelembagaan kami kecewa, padahal dalam demokrasi kami merasa wajib berparitipsi,” kata Muhammad Naim, Rabu (27/6). Sebenarnya sudah ada upaya pendekatan, mereka sempat berunjukrasa di KPU NTB beberapa waktu lalu, dengan maksud menginformasikan keinginan hak memilih. “Karena mereka ini kan kuliah, jadi butuh ongkos, butuh waktu untuk pulang hanya untuk nyoblos. Makanya kami minta kebijakan

Mataram (Suara NTB) Dabuk (44), terduga pelaku illegal logging di kawasan hutan Tambora melayangkan praperadilan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB. Alasannya, proses penangkapan dan penyitaan barang bukti dianggap cacat prosedur. Praperadilan dilayangkan Dabuk, tersangka asal Lombok Tengah tanggal 4 Juni 2018 di Pengadilan Sumbawa. Praperadilan dilayangkan kepada Dinas LHK, cq. Kabid Perlindungan Hutan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) selaku PPNS. Namun sidang Senin (25/6) ditunda karen ketidakhadiran PPNS, membuat Yan Mangandar, SH, tim kuasa hukum terdakwa marah. “Saya sudah mengajukan permohonan praperadilan kepada PPNS Kehutanan NTB. Hari ini (Senin, red), rencana sidang pembacaan permohonan praperadilan, tapi ditunda satu minggu gara gara PPNS tidak hadir. Saya sangat kecewa karena ini nyata bentuk tidak menghargai dari PPNS terhadap pengadilan padahal panggilan sudah diterima tanggal 7 Juni 2018,” kata Yan Mangandar, Rabu (27/6). Praperadilan diajukan di PN Sumbawa, terkait pemberhentian dan penyitaan sembilan truk bermuatan kayu tanggal 29 September 2017 lalu di Sumbawa. Penangkapan dan penahanan dilakukan oleh tim gabungan Kodim Sumbawa, Polres Sumbawa, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Provinsi NTB di dua TKP, Dompu dan Kabupaten Sumbawa. Dalil praperadilan yang diajukan tersangka, karena ada kesewenang wenangan PPNS. Sebab truk dan kayu disita sejak tanggal 29 September 2017, namun perintah penyidikan justru keluar April 2018 atau sekitar delapan bulan setelah penangkapan. “Sedangkan di ketentuan PPNS, hanya punya waktu 90 hari untuk melakukan penyidikan,” kaya Yang Mangandar. Menutut dia, tindakan PPNS Kehutanan tidak profesional, termasuk dalam proses praperadilan tersebut, karena tidak hadir dengan alasan kurang jelas. Bahkan ini kejadian bukan pertama, sehingga menurut dia tidak keliru temuan Ombudsman NTB yang menilai maladministrasi pada tindakan penangkapan dan penahanan oleh Dinas LHK. “Saya ingin membuktikan pernyataan Ombudsman ini benar dan itu hanya bisa dilakukan melalui pranata PP

(praperadilan). Tapi jika PP ini diundur karena ketidakhadiran PPNS yang disengaja supaya perkara pokok dilimpahkan, maka akan sia sia PP ini,” sesalnya. Padahal sebenarnya sudah jauh hari setelah diterima relaas panggilan tanggal 7 Juni 2018, PPNS sudah berkoordinasi dengan pihak Kodim 1607 Sumbawa akan hadir di sidang. Kodim adalah tempat penitipan sitaan, namun PPNS tetap tidak hadir. “Ketidakhadiran PPNS ini sangat ganjil, karena biasanya PPNS yang di Mataram melibatkan PPNS yang di Sumbawa, sehingga kalau di Mataram tidak bisa, kan ada yang di Sumbawa,” terangnya. Penjelasan tambahan Yan, berdasarkan uraian dalil terkait penyitaan barang bukti berupa sembilan truk kayu muatan dan dokumen tanggal tanggal 29 September 2017 dan tanggal 4 November 2017, temohon telah melakukan tindakan penyitaan yang tidak sah karena melanggar ketentuan peraturan perundangundangan. Diantaranya, bahwa penyitaan yang dilakukan oleh termohon dilakukan tanpa izin ketua pengadilan, sehingga bertentangan dengan Pasal 38 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP. Bahwa tindakan penyitaan oleh Termohon dilakukan tanpa memperlihatkan identitas kepada sopir truk yang sedang mengangkut barang bukti tersebut, sesuai Pasal 128 KUHAP. Bahwa tindakan penyitaan Termohon dilakukan dengan cara-cara bertentangan dengan Pasal 129 KUHAP, juga berbetentangan dengan Pasal 130 KUHAP. “Bahwa selain melanggar ketentuan KUHAP, tindakan termohon yang melakukan penyitaan barang bukti tanpa penyegelan barang bukti dan pembuatan Berita Acara penyitaan pada hari penyitaan Barang Bukti dilakukan tertanggal 29 September 2017 dan 4 November 2017. Cara termohon tersebut nyata-nyata melanggar ketentuan Pasal 40 UU ayat (1) No 18 Tahun 2013,” pungkasnya. Sementara Kabid BKSDAE Mursal, SP.,M.Si membenarkan sudah menerima praperadilan dari tersangka Dabuk. Namun soal ketidakhadiran PPNS ia belum mengetahui persis. “Kan Praperadilannya baru diajukan,” jawabnya, Selasa (26/ 6) lalu. Soal praperadilan menurutnya hal biasa dan menjadi hak tersangka sebagai pemohon. “Silahkan saja, itu kan hak tersangka yang ajukan PP,” jawabnya singkat. Soal proses praperadilan yang diajukan itu pihaknya meladeni sesuai ketentuan berlaku. (ars)


SUARA NTB

Kamis, 28 Juni 2018

Guru Negeri Tak Penuhi Kualifikasi akan Gugur secara Alami Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengakui ratusan guru dan Kepala SMA/SMK Negeri tak memenuhi kualifikasi. Untuk peningkatan kualifikasi ratusan guru ini, Dinas Dikbud menyatakan tak akan melakukan apa-apa. Bagi guru SMA/SMK Negeri yang tidak memenuhi kualifikasi akan dibiarkan gugur secara alami. “Kita tak lakukan apa-apa. Orang-orang yang sudah lama jadi guru, belum sarjana, jangan dikira dia tak punya uang untuk kuliah. Dia mampu biaya sendiri tetapi tidak mau,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji ketika dikonfirmasi usai menghadap Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D, Selasa (26/6). Suruji mencontohkan guru yang akan pensiun tiga tahun lagi. Mereka mengatakan percuma melanjutkan studi ke sarjana karena sebentar lagi akan pensiun. Sehingga untuk kualifikasi pendidikan guru ini, Suruji mengatakan pihaknya tak akan melakukan apa-apa. “Kita hanya berusaha mengangkat ke depan yang memenuhi kualifikasi. Sehingga yang memenuhi kualifikasi mendekati 100 persen, persentase tak memenuhi kualifikasi mendekati nol persen,” ucapnya. Sementara untuk ratusan Kepala SMA/SMK Negeri yang tak memenuhi kualifikasi, Suruji mengatakan hal itu merupakan warisan ketika jenjang pendidikan tersebut berada di kabupaten/ kota. Kepala SMA/SMK Negeri yang tak memenuhi syarat tersebut lantaran tak memiliki sertifikat. “Itu warisan lama. Siapa yang disukai itu yang jadi kepala sekolah. Tapi sejak beralih ke provinsi, kita tak ada mengangkat orang jadi kepala sekolah yang belum memiliki sertifikat. Kita sekarang sudah punya stok yang bersertifikat kepala sekolah. Kami jamin tak ada lagi yang tak bersertifikat,” tandasnya. (nas)

Halaman 12

Atlet Menembak NTB akan Berlaga di Palembang Mataram (Suara NTB) Atlet menembak NTB akan berlaga di Kejurnas Menembak Sriwijaya Open yang akan berlangsung di lapangan Tembak Jakabaring, Palembang, 4-14 Juli 2018. Mereka akan turun di 19 kelas pertandingan. Pelatih menembak NTB, Andik Hadianto yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Rabu (27/6) mengatakan, sebanyak 14 atlet yang akan mewakili NTB di event nasional itu adalah Mariando, Bima Putra Eka Budi Kusuma Wardana, I Kadek Yogi Per-

mana, Dewa Ayu Alice Denita, Indri Yuli Kartika Sari, Liza Rizna Widjajanti, Wawan Priyatna, Citra Putri Budi Andini, Sinestesya Ratu Purwadi, Ni Wayan Yuliarthi, Bagus Sholeh, Dasep Imam Suherman, Supadmi dan Evi Rusdiany. “Atlet kita akan ikuti sembilan belas nomor pertandingan,” ucap Andik seraya menyebutkan nomor-nomor yang akan diikuti oleh 14 atlet NTB. Dijelaskannya bahwa 19 nomor yang akan diikuti kontingen NTB, yakni 10 M Air Pistol Men Individu, diperkuat Mariandi, Bima Putra Eka Budi KW dan I Kadek Yogi Permana. Kemudian nomor 10 M Air Pistol Men

Team diwakili oleh Mariandi, Bima Putra Eka Budi KW dan I Kadek Yogi Permana. Sedangkan di 10 M Air Pistol Women individu diperkuat Dewa Ayu Alice Denita, Indri Yuli Kartika Sari dan Liza Rizna Widjajanti, 10 M Air Pistol Women Team, Dewa Ayu Alice Denita, Indri Yuli Kartika Sari dan Liza Rizna Widjajanti. Selanjutnya 10 M Air Pistol Mix, Dewa Ayu Alice Denita dan Mariandi, Indri Yuli Kartika Sari dan Bima Putra Eka Budi KW, Liza Rizna Widjajanti dan I Kadek Yogi Permana. Sementara itu di 10 M Air Rifle Men individu diperkuat Wawan Priyatna, 10 M Air

Rifle Women individu ada Citra Putri Budi Andini, Sinestesya Ratu Purwadi dan Ni Wayan Yuliarthi. 10 M Air Rifle Women Team, Citra Putri Budi Andini, Sinestesya Ratu Purwadi dan Ni Wayan Yuliarthi. Nomor 25 M Sport Pistol individu, Dewa Ayu Alice Denita dan Indri Yuli Kartka Sari. Nomor 25 M Sport Pistol Team, Dewa Ayu Alice Denita dan Indri Yuli Kartka Sari. Nomor 50M 3 posisi Men individu, Wawan Priyatna, nomor 50M 3 posisi Women individu, Sinestesya Ratu Purwadi. Sedabgkan di nomor 300 M Standart Rifle 3 posisi, Dasep Imam Suherman, Trap

Men, Bagus Sholeh, Trap Women, Supadmi dan Evi Rusdiany. Mix Trap Bagus Soleh dan Evi Rusdany. Double Trap Men: Bagus Sholeh. Double Trap Women: Supadmi serta Skeet Men diperkuat Bagus Sholeh. Cabang olahraga menembak menurunkan banyak atlet di event road Asian Games itu, pasalnya atlet menembak NTB membawa misi mengejar tiket lolos PON dan kalau bisa lolos limit Asian Games. “Kita sengaja melibatkan banyak atlet di event nasional, karena kita berharap atlet NTB bisa melampaui MQS PON,” harapnya. (fan)

LOWONGAN

HILANG STNK R2 HONDA DR6441AP NOKA/NOSIN : MH1JB1183K383/JB21E1378115 AN. DR. SYACHRUDDIN AR. DRS. MS HILANG DISEKITAR JL. PEJANGGIK KOTA MATARAM

DICARI HOTEL STAFF UNTUK DUBAI & KAPAL PESIAR INTERVIEW DIMATARAM JULI AWAL INFO 082145582616

HILANG

HILANG STNK R2 HONDA DR4595CV NOKA/NOSIN : MH1SABJ142K002425/SABJE-1002474 AN. MHERDIAN HIDAYAT JEMPONG BARAT RT002/184 HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM

RUPA-RUPA DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/ 50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

LOWONGAN WARUNG DAN KIOS “BERKAH” MEMBUTUHKAN RELAWAN YG IKHLAS MEMBANTU KAMI,TDK FULL TIME, BAGI YG RUMAHNYA JAUH DISIAPKAN TMPT TINGGAL,PARTISIPASI SERIUS,HUB:NENNI (085333423658)

RUPA-RUPA RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa(setrika wajah):Mngncangkn Kulit,Mngurangi Kriput, flek, Komedo,Mcrhkan Kulit,Mngangkt Klopak Mata,Mulai 100Rb-150Rb,Menerima Treatment k Rmh Anda Min.2org, ,Jl.Lalu Mesir,Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257.Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

 Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 28 Juni 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Kamis, 28 Juni 2018

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 RABU (27/6) kemarin masyarakat NTB yang mempunyai hak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 pilih, telah diberikan kesempatan untuk menyalurkan hak pilih1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 nya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang telah ditentukan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Pesta demokrasi ini disambut sukacita oleh masyarakat NTB. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Berbagai pihak mengawal proses lahirnya pemimpim baru di 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 NTB dan juga di dua kabupaten di Pulau Lombok serta satu kota 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di Pulau Sumbawa. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Seperti diketahui, Pilkada serentak 2018 di NTB, diikuti oleh 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 empat daerah. Masing-masing Provinsi NTB untuk memilih Gu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 bernur dan Wakil Gubernur, Kabupaten Lombok Barat dan Kabu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 paten Lombok Timur untuk memilih Bupati dan wakil Bupati ser1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ta Kota Bima untuk memilih Walikota. Sejumlah lembaga survei 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tidak mau ketinggalan berpartisipasi dalam Pilkada NTB, Lobar, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Lotim dan Kota Bima. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Meskipun bukan hasil resmi, namun hasil hitung cepat yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dirilis oleh beberapa lembaga survei dijadikan rujukan oleh para 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 paslon (pasangan calon) untuk mengetahui ‘’nasib’’ mereka 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 pada hari yang sama. Beragam sikap ditunjukkan oleh para 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 paslon terhadap hasil hitung cepat ini. Ada yang pusing tujuh 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 keliling lantaran hasil hitung cepat lembaga survei menempat1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kan mereka di posisi kalah. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Adapula paslon yang sempat ketar-ketir karena berdasarkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 hasil hitung cepat, suara yang mereka dapatkan berhimpitan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 satu sama lain. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 terjadi, hasil penghitungan suara ini harus dikawal ketat. Mulai 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dari tingkat PPS hingga di tingkat KPU. Meskipun misalnya para 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 paslon meyakini bahwa hasil penghitungan resmi oleh KPU NTB, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tidak akan jauh berbeda dengan hasil hitung cepat beberapa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 lembaga survei, tidak lantas membuat mereka menyikapinya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 berlebihan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Pilkada serentak ini menjadi wadah menunjukkan kede1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 wasaan semua kita dalam berpolitik. Jangan sampai, ada paslon 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 yang setelah kalah lantas mengungkapkan hal-hal yang dapat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 menimbulkan gejolak bahkan gesekan di masyarakat. Dalam 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 suatu pemilihan, ibarat lomba, kalah menang itu sudah biasa. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Karena bagaimanapun juga dalam suatu ajang pemilihan, tidak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 mungkin ada dua orang yang menjadi juara pertama. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Demikian pula pada Pilkada ini, tidak mungkin ada dua Gu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 bernur yang terpilih. Hal ini sebetulnya sudah menjadi komit1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 men para paslon. Rangkaian dari proses panjang Pilkada ini, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 empat pasangan paslon di Pilkada NTB telah berikrar, siap 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 menang dan siap kalah. Bahkan mereka berkomitmen mewu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 judkan Pilkada damai. Ikrar dan komitmen ini diharapkan tidak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 sebatas lip service atau sebatas pencitraan belaka saat menja1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di calon. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Sikap yang sama sejatinya harus ditunjukkan dalam meny1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ikapi hasil Pilkada ini. Empat paslon yang bertarung di Pilkada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 NTB seharusnya legowo menerima apapun hasil Pilkada, baik 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 menang ataupun kalah. Apapun hasil Pilkada, itulah pilihan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 masyarakat. Bagi paslon yang keluar sebagai pemenang, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 hendaknya tidak jumawa dan paslon yang kalah tidak kecewa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 berlebihan. Paslon yang kalah idealnya harus mendukung 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 paslon yang keluar sebagai pemenang agar mereka dapat men1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 jalankan visi misi yang diusungnya saat masa kampanye. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Beri kesempatan bagi paslon yang menang untuk mewujud1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kan janji-janji kampanye mereka dengan suasana kondusif. (*) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901

Legowo Terima Hasil Pilkada

OPINI

Halaman 14

Bijak Menerima Kemenangan dan Kekalahan Pilkada ABU, tanggal 27 Juni 2018 kemarin menjadi hari bersejarah bagi 171 daerah se Indonesia, 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten. Digelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Sebuah suksesi kepemimpinan untuk periode lima tahun kedepan, 2018-2023. Menyambut pesta demokrasi akbar ini, sudah pasti banyak sekali pengorbanan yang telah dilakukan tim-tim pemenangan memperjuangkan pasangan calon (Paslon) masingmasing. Kesempatan kampanye yang terbilang terpanjang dalam sejarah perhelatan Pilkada ini diisi dengan beragam bentuk dan cara guna meraup simpati para pemilih. Selama masa kampanye, suratsurat kabar penuh dengan pemberitaan, iklan-iklan televisi juga menjadi lahan yang subur untuk berkampanye. Media sosial tak pernah sepi dari tayangan-tayangan gambar yang mengajak untuk memilih. Dalam kampanye, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang maju semuanya menginginkan kemenangan. Semua ingin tampil sebagai calon kepala daerah terpilih. Kesuksesan meraup kemenangan itu tentunya membutuhkan strategi tersendiri. Tidak hanya dari usaha keras dari paslon, tapi pengorbanan dari tim pemenangan dan para pendukung setia. Strategi kampanye dari calon pasangan kepala daerah juga tidak lepas dari segala ide dan usaha tim suksesnya. Pilkada adalah hal yang biasa terjadi dalam lima tahun sekali. Pilkada berlangsung dengan sebuah harapan besar ke depan bisa jauh lebih maju dari sebelumnya. Hal tersebut tergambar dalam visi dan misi dari pasangan calon. Gambaran visi dan misi ini idealnya menjadi dasar untuk masyarakat menggunakan hak pilihnya. Selama masa kampanye ini pula, terlihat tidak ada yang tidak semangat mewujudkan kemenangan. Sangat wajar semua pasangan calon dan tim pemenangan mengklaim kemenangan karena tujuan maju adalah untuk meraih kemenangan. Tidak jarang kerap terjadi perang survei di masa-masa kampanye sebagai salah satu strategi mewujudkan kemenangn Pilkada ini ibaratnya juga sebuah kompetisi. Namanya kompetisi yang

Oleh : Sarifuddin, LC.MA (Alumni Universitas Al Azhar Cairo Mesir) menjadi pemenang itu adalah yang paling unggul. Kompetisi dalam pengertian pesta demokrasi ini adalah pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak. Mendapat suara rakyat terbanyak. Yang terpilih sebagai Gubernur itu satu orang, Wakil Gubernur itu juga satu orang. Bupati itu pun satu orang, wakil Bupati itu juga satu orang. Walikota dan Wakil Walikota tidak bisa dua pasangan. Sementara paslon yang paling sedikit mendapat coblosan rakyat pemilih harus rela menerima kekalahan. Tidak terpilih menjadi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah harus disambut pula dengan penuh keikhlasan. Dua opsi besar, kalah dan menang adalah hal yang sangat lumrah dalam Pilkada. Hanya saja memang acap kali sejarah mencatat terjadinya riak dibalik kekalahan pasca penetapan kemenangan. Tidak jarang tim-tim pemenangan dengan klaim sudah mengantongi suara kemenangan melakukan protes. Persaingan politik ini acap kali menimbulkan konflik. Harus diingat, ingat kehidupan demokrasi di Indonesia telah lama. Kedewasaan berdemokrasi ini sedianya menjadi rambu-rambu di dalam melakukan tindakan-tindakan politik yang baik dan benar. Sebelum massa kampanye diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengajak semau pasangan calon untuk mendeklarasikan diri siap menang dan siap kalah. Sikap siap kalah dan siap menang ini akan melahirkan sikap dan pandangan Paslon bersama dengan tim pemenangannya masih-masing untuk menerima segala keputusan final nantinya. Perseturan pasca Pilkada kerap berujung hingga ke proses gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti yang terjadi di tahun 2017 lalu di Kabupaten Intan Jaya Papua. Hal tersebut akibat sengketa tentang keputusan menang dan kalah Paslon Pilkada. Meski telah ada surat putusan dari MK, namun pihak yang kalah belum bisa menerima keputusan tersebut. Aksi protes pihak yang kalah

RADIO

berujung pengrusakan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari pengalaman tersebut, Pilkada serentak 2018 ini pemerintah lebih meningkatkan upaya pencegahan konflik. Perlu adanya pemetaan yang jelas terhadap daerah-daerah rawan konflik. Selain itu juga, partai politik dari pasangan calon yang didukung oleh partai politik dan tokoh masyarakat pendukung calon idependen diharapkan membantu mengedukasi masyarakat tentang budaya demokrasi. Munculnya konflik selama ini karena sikap mental yang hanya menerima kemenangan saja dan tidak ikhlas menerima kekalahan. Kerangka ideal dalam berdemokrasi, semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi harus ikhlas menerima kemenangan pun rela hati menrima kekalahan atas pasangan calon kepala daerah yang belum ditakdirkan terpilih sebagai pemenang. Sikap mental yang siap menang dan siap kalah perlu menjadi sebuah kesadaran kolektif. Sikap tersebut diharapkan dapat membawa suasana politik yang aman dan damai pasca Pilkada. Dengan demikian, riak konflik bisa diminimalisir. Jalankan roda politik secara jujur tanpa adanya kecurangan juga bagian dari sikap siap menang dan kalah dalam Pilkada. Kebijaksanaan dari Paslon dan para pendukungnya dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan akan menciptakan situasi politik yang damai. Semua pasangan calon diketahui memiliki visi-misi yang baik. Tidak ada satu visi dan misi pun yang buruk. Fakta ini sejatinya memperlihatkan semua calon-calon kepala daerah adalah orang-orang yang sangat bijak dan arif dalam mengikuti Pilkada. Lahirnya konflik semata karena ada riak-riak yang menjadi pemicu. Isu-isu dugaan pelanggaran, money politic dan isu negatif lainnya harus ditanggapi dengan sikap kedewasaan berpolitik. Pemenang menghadapi kemenangan dengan tidak terlalu menonjol-nonjolkan diri atau sengaja memancing-mancing emosi dari pendukung yang kalah.

Menang dalam Pilkada sejatinya telah melahirkan masalah baru karena beban besar sebagai kepala daerah dipercayakan dari rakyat. Pemenang Pilkada ini harusnya memiliki anggaran bahwa ada masalah untuk mewujudkan janji-janji politik yang dituangkan dalam visi misi selama kampanye. Amanah besar sebagai calon terpilih dipundak. Kenyataan menang ini harus dihadapi bukan dengan luapan kesenangan yang berlebihan. Sedangkan bagi yang kalah dalam Pikada, kiranya bukanlah sesuatu petaka meski pengorbanan dalam perjuangan begitu besar. Selanjutnya, kalah bukan kemudian terisi dengan hujatan dan melahirkan konflik dan perlawanan terhadap pihak yang menang. Siapapun paslon yang menang dan siapapun yang kalah sudah menjadi suratan dari Sang Kuasa. Tuhan yang maha mengetahui dan maha penentu siapa yang diberikan amanah dan yang belum diberikan amanah. (*)

Hasil hitung cepat Pilkada NTB, Zul-Rohmi unggul NTB punya pemimpin baru

*** 40.000 ton beras NTB berpotensi dikeluarkan Harga beras harus tetap terkendali

***


SUARA NTB

Kamis, 28 Juni 2018

Halaman 15

Di TPS Dr. Zul, Ahyar – Mori Unggul Mataram (Suara NTB) Doktor H. Zulkieflimansyah mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Desa Bajur Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Ia masuk kategori pemilih pindahan, karena terdata dalam pencocokan dan penelitian (coklit) di Provinsi Banten. Dr Zul – demikian ia disapa – berangkat sekitar pukul 11.45 Wita didampingi tim suksesnya menuju TPS. Setelah menunggu sekitar 15 menit, ia diperkenankan masuk oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 5. Bersama istrinya, Dr. Zul mengikuti prosedur, mengambil surat suara, masuk ke bilik suara dan memasukkan ke kotak suara. Hasil perhitungan suara akhir pukul 14.00 Wita, sesuai penjelasan pihak KPPS, untuk pemilihan Gubernur NTB unggul telak pasangan H. Ahyar Abduh – Mori Hanafi dengan 214 suara. Sementara Dr. Zulkieflimansyah - Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah urutan kedua dengan hanya 71 suara. Urutan ketiga, pasangan H. Suhaili FT – H. Muh. Amin dengan 19 suara dan pasangan Ali BD – H.L Gede Sakti Amir Murni dengan 16 suara. Soal hasil yang tidak memuaskan itu,Dr. Zul menanggapi santai. “Kalau itu hasilnya di TPS, ya biasa lah. Buat saya, mau menang atau kalah di sana (TPS), harus tetap rendah hati,” jawabnya singkat. Sementara di kediaman Dr. Zul di Perumahan Lingkar Harmoni Blok I Lombok Barat, pendukungnya berdatangan sejak pagi hingga menjelang petang. Mereka menyambut gegap gempita kemenangan sesuai hasil hitungan cepat. Puluhan orang berkumpul di tenda yang disiapkan tepat di depan kediaman Dr. Zul. Salah seorang pendukung Dr. Zul, Jaya Kelana mengapresiasi hasil sementara lembaga survei tersebut. “Tentu kami harus apresiasi. Dan saya meminta massa pendukung untuk mengawal hasil hitungan sementara ini,” kata salah seorang budayawan NTB ini. Ia menekankan kepada massa pendukung agar tidak mengekspresikan berlebihan kemenangan tersebut. “Jangan sampai memicu keributan, tetap rendah hati,” pesannya. (ars)

Tak Sikapi Berlebihan Dari Hal. 1 Tapi ia akan tetap menunggu real count dari KPU sebagai hasil paling final dan sah. ‘’Mudah mudahan suara yang ada (quick count), hasilnya sama dengan real count,’’ harapnya, menjawab Suara NTB di kediamannya Perumahan Lingkar Harmoni, Desa Bajur, Lombok Barat, Rabu (27/6) sore kemarin. Kepada para pendukung yang mengusung jargon coblos “jilbab ijo” ini, paradigma pemimpin bukan lagi raja yang bisa melakukan apa saja. Siapapun pemimpin, harus punya kerendahan hati. ‘’Bukan suatu hal yang harus dirayakan secara berlebihkan. Tapi beban menggelanyut di pundak kami. Mudah mudahan amanah dari Allah ini, kami bisa lebih baik,’’ jelasnya. Merangkul kandidat lain, sudah pasti akan dilakukannya. Sebab pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang lain adalah sahabatnya. Dalam kontestasi Pilgub 2018 ini, secara umum NTB ia melihat masyarakat mencetak sejarah. Semua komponen berhasil menciptakan pemilu yang aman. ‘’Soal ada riak riak, itu hal biasa lah dalam proses berdemokrasi,’’ kata Dr.Zul. Faktor menentukan kemenangan pasangan nomor urut tiga itu, kontribusi tidak kalah besar adalah kaum perempuan. Calon Wakil Gubernur NTB pasangannya, Dr. Hj.Siti Rohmi Djalilah berhasil memainkan peran untuk mengakomodir kepentingan kaum perempuan. Ketika terpilih, pasangan ini sudah menyiapkan program khusus bagi kaum hawa. Harapannya, dengan kemenangan nanti, mantan anggota DPR RI ini berharap semakin merekatkan rasa kebersamaan masyarakat NTB. Karena tidak bisa dipungkiri, selama ini disparitas Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa masih terasa. ‘’Dengan munculnya pemimpin dari Pulau Sumbawa, kita akan semakin ber NTB. Apalagi banyak potensi pemimpin dari Pulau Sumbawa,’’ ungkapnya. Dr Zul memberi gambaran optimisme meraih hasil baik pada kompetisi Pilkada ini, ingin ditularkan kepada generasi muda. Dengan kemenangan sementara ini, masyarakat semakin terbuka wawasannya. Semakin dewasa cara berpikirnya bahwa semua orang punya kesempatan sama jika ingin ikut kontestasi calon pemimpin. ‘’Anak muda, jika Anda punya prestasi, punya kemampuan, itu paling besar sejarah-

nya. Siapapun Anda, apapun background Anda, asalnya dari mana, bisa menjadi pemimpin,’’ ujarnya. Kesuksesannya akan merubah cara pandang banyak anak muda di NTB. Menghadapi tantangan berat sejak awal, yang dilakukan adalah melawan rasa pesimis dan melawan rasa takut. Jika kemenangan itu direngkuhnya, maka sangat penting karena berhasil mengukir sejarah pertama Gubernur NTB dari Kabupaten Sumbawa dipilih oleh rakyat. Tapi kalau pun kalah, ia mengaku akan berjiwa besar. ”Kalau kalah pun biasa. Setiap pertandingan, menang atau kalah, jangan sikapi berlebihan,” jelasnya. Ia sangat sadar perjuangannya cukup berat, maju sebagai anomali karena dominan calon berasal dari Pulau Lombok. Ia maju satu satunya menjadi calon gubernur dari Pulau Sumbawa. ‘’Tantangannya berat. Tapi pemimpin itu dilahirkan untuk mengatasi tantangan. Sebagai orang lama di politik, sejak mahasiswa jadi Ketua BEM UI, jadi politisi Senayan tiga periode, politik itu harus dilalui dengan sabar,’’ ungkapnya. Banyak pihak yang pesimis dengan kemunculannya sebagai kandidat. Secara akal sehat, perhitungan awal kehadirannya tidak dianggap serius. Justru ketika tidak dianggap, ia merasa semakin tertantang. ‘’Karena saya terbiasa melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin dilakukan,’’ kata pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini. Soal strategi, selain mamaksimalkan kemampuan dan pengalamannya di kancah politik nasional. Ketahanan fisik juga jadi faktor penentu. Berjalan dari desa desa, ke dusun dusun menjadi keseharian dengan target 30 titik per hari. Berbeda dengan strategi mobilisasi massa yang dilakukan tidak efektif. Karena tidak semua berkenan untuk datang. Berbeda dengan sistem jemput bola, mendatangi petani, mendatangi pedagang, masyarakat hingga ke tingkat dusun. ‘’Mereka kalau dimobilisasi, bisa saja datang dengan perasaan tidak nyaman. Tapi kalau mereka didatangi, beda persepsinya. Tidak ada jarak. Saya merasa lebih dekat,’’ pungkasnya. (ars)

Pusat Targetkan Angka Partisipasi Pilkada NTB di Atas 75 Persen Dari Hal. 1 Diharapkan partisipasi pemilih di NTB berada di atas 75 persen. Pemerintah pusat menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2018 mencapai 75 persen. KPU NTB telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2018 sebanyak 3. 511.890 orang. Sementara itu, jumlah warga NTB yang wajib e-KTP sebanyak 3.757.949 orang. ‘’Kita berharap NTB ini meningkat lebih dari 75 pers-

en. Kalau itu bisa naik maka indeks demokrasinya juga akan naik,’’ ucapnya. Apakah NTB masuk daerah yang rawan sehingga Kemenkopolhukam menurunkan tim ke daerah ini? Syafii mengatakan, Kemenkopolhukam menurunkan tim ke seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada di seluruh Indonesia. Kemenkopolhukam menurunkan dua orang yang bertugas memantau Pilkada di Bima dan Pulau Lombok. (nas)

(Suara NTB/nas/aan)

HAK PILIH - Calon Wakil Gubernur NTB nomor urut 3, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Kelurahan Rakam Kecamatan Selong Lotim, Rabu (27/6) pagi. Sementara calon Wakil Gubernur nomor urut 2, Mori Hanafi bersama istri saat memilih di TPS 10 Taman Sari Ampenan Kota Mataram (kanan).

Rohmi Terima Hasil Pilgub NTB dengan Lapang Dada

Selong (Suara NTB) Calon Wakil Gubernur NTB nomnor urut 3, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengharapkan pelaksanaan Pilgub NTB, saat dan sesudah pencoblosan berjalan aman, tertib, lancar tanpa gejolak. Siapapun Paslon yang memenangkan Pilgub kali ini akan diterima dengan lapang dada. ‘’Siapapun pemenangnya kita terima dengan lapang dada. Karena itulah gubernur/wakil gubernur pilihan masyarakat NTB yang diridhoi Allah SWT,’’ kata Rohmi dikonfirmasi usai menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) I Kelurahan Rakam Kecamatan Selong Lombok Timur, Rabu (27/6) pagi. Saat melakukan pencoblosan,

kakak Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi ini didampingi suaminya yang juga Ketua DPRD Lotim, H. Khairul Rizal, ST. Pada kesempatan tersebut, pasangan calon Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah ini mengenakan jilbab hijau. Rohmi mengajak semua pihak khusunya para pendukung menerima hasil Pilgub NTB dengan lapang dada. Ia juga

mengajak masyarakat dan pendukung untuk mendukung Gubernur/Wakil Gubernur NTB terpilih untuk pembangunan lima tahun ke depan. Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Hamzanwadi ini juga mengajak para pendukung Zul - Rohmi tetap merapatkan barisan. “Mohon doa kepada Allah SWT tetap beri contoh yang terbaik kepa-

Ingatkan Gubernur Terpilih Dari Hal. 1 Kalau Anda terpilih harus dilaksanakan semua visi misi dan program prioritas,’’ ujar TGB dikonfirmasi usai melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Rabu (27/6) siang. Menurutnya, paslon yang terpilih nanti merupakan gubernur untuk semua masyarakat NTB. Untuk itu, gubernur terpilih harus memberikan kepemimpinan yang baik untuk semua masyarakat NTB. ‘’Jadi, berikanlah kepemimpinan yang baik untuk semua. Ayomi semua, perhatikan semua. Karena kita NTB ini satu kesatuan,’’ pinta Gubernur

NTB dua periode ini. TGB bersyukur pelaksanaan Pilkada serentak di NTB berjalan lancar. Baik Pilgub, Pilkada Lombok Barat, Pilkada Lombok Timur dan Pilkada Kota Bima. ‘’Alhamdulillah sampai tadi pagi, pemantauan dari seluruh perangkat negara terkait dengan kesiapan pelaksana. Yaitu KPUD dan seluruh perangkatnya bersama Bawaslu juga pemerintah daerah dengan fasilitas yang diperintahkan Kemendagri semuanya berjalan lancar,’’ imbuhnya. Pada kesempatan tersebut, TGB mengimbau seluruh masyarakat NTB menggunakan hak pilihnya. Memilih calon pemimpin yang akan memimpin NTB lima tahun

yang akan datang. ‘’Pilih sesuai dengan keyakinan dan tidak boleh ada provokasi oleh siapapun kepada siapapun. Jadi pilihan itu hak masing-masing, silakan tunaikan,’’ pesannya. Masyarakat NTB diminta jangan menyia-nyiakan hak pilihnya. Karena ini merupakan kesempatan yang datang tiap lima tahun sekali. Gubernur juga meminta masyarakat yang telah menunaikan hak pilihnya langsung kembali ke rumah masing-masing. ‘’Tidak perlu ada provokasi. Bahkan nanti setelah kelihatan hasilnya sampai penetapan dari KPUD, jangan ada provokasi satu sama lain. Siapapun yang menang itulah pemimpin kita semua,’’ pungkasnya. (nas)

Suhaili: Rakyat Tetap Menang Dari Hal. 1 Tidak boleh kemudian, ada pihak-pihak yang mengganggu hasil pilihan rakyat NTB tersebut. Karena itu sama saja mencederai proses demokrasi yang saat ini tengah berjalan. Bahwa dalam setiap proses demokrasi, setiap pelaku yang terlibat harus siap menang dan siap kalah. Jangan kemudian hanya siap menang, tetapi tidak mau menerima kekalahan. Sejauh ini jalannya Pilkada NTB sudah cukup baik. Jadi jangan kemudian ada upayaupaya untuk mencederai proses Pilkada itu sendiri, dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. ‘’Jadi apapun hasilnya, kita harus terima. Karena itulah pilihan dan suara masyarakat NTB,’’ pungkas mantan Ketua DPRD NTB ini. Tunggu Real Count KPU Sementara itu, tim pemenangan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTB, H.M. Suhaili, FT – H.Moh. Amin, menegaskan optimis memenangi gelaran Pilkada NTB. Kendati demikian, tim

Suhaili-Amin mengaku masih akan menunggu hasil real count dari KPU NTB. Baru kemudian menentukan sikap. Ketua Dewan Pembina Tim Pemenangan Suhaili – Amin, TGH. Fadli FT., kepada wartawan, Rabu (27/6) sore kemarin mengatakan, saat ini dari quick count (hitung cepat) beberapa lembaga survei menunjukkan kalau paslon Suhaili-Amin unggul atas paslon nomor 3 (Zul-Rohmi). Tapi dengan selisih suara yang sangat tipis. ‘’Karena itu kami belum mau gembar-gembor dulu. Yang jelas kami optimis menang,’’ tegasnya. Ia mengaku, hasil quick count belum bisa dijadikan patokan menentukan siapa pemenang Pilkada NTB. Semua baru akan jelas dan terang kalau hasil real count dari KPU keluar. ‘’Hasil quick count tidak bisa jadi pedoman. Jadi kita tunggu hasil real count dari KPU. Soal siapa yang memang, kita terima. Jika memang itu hasil dari KPU langsung,’’ tandas kakak kandung Bupati Loteng, H.M. Suhaili ini. Selepas pemungutan suara,

pihaknya kini fokus untuk melakukan pengawalan hasil suara Pilkada NTB di masingmasing tingkatan. Untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan yang terjadi di lapangan. Mengingat, selisih suara yang sangat tipis. Jika melihat hasil quick count lembaga survei yang ada. Sementara itu, pantauan Suara NTB di Posko Utama Paslon Suhaili-Amin, ratusan simpatisan pasangan nomor urut 1 tersebut tampak memadati posko dikawasan Yatofa Bodak tersebut. Raut wajah para simpatisan tampak tegang. Melihat selisih suara yang tipis tersebut antara paslon nomor 1 dengan nomor 3 di Pilkada NTB. Selepas magrib, konsentrasi masa mulai berkurang. Setelah TGH. Fadli FT, mengintruksikan kepada simpatisan dan pendukung paslon SuhailiAmin, membubarkan diri. ‘’Jadi sekarang kami minta kepada semua pendukung SuhailiAmin, untuk kembali ke rumah. Dan, jangan lupa kawal suara yang ada,’’ pesan Pembina Ponpes Yatofa Bodak ini. (kir)

Ahyar-Mori Masih Optimis Menang Dari Hal. 1 Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini juga meminta kepada paslon lain yang diunggulkan oleh hasil quick count lembaga survei, agar tidak langsung mengklaim diri menang. Sebab hasil quick count tidak selalu benar. ‘’Jangan terlalu dini mengklaim kemenangan,

karena ini masih berproses. Hasilnya juga masih bisa kita perdebatkan secara akademis. Makanya kita tidak bisa hasil quick count itu untuk mengambil kesimpulan bahwa mereka dipercayakan oleh rakyat sebagai Gubernur NTB,’’ katanya. ‘’Makanya tim dan saksi kami terus kami minta bekerja maksimal mengamankan C1

dan kawal rekapitulasi, sampai real count di KPU. Nanti apapun hasilnya maka kita legowo menerimanya,’’ pungkasnya. Sementara itu, Ahyar Abduh yang berada di tempat yang sama bersama timnya, dikonfirmasi untuk menanggapi hasil pemungutan suara, enggan berkomentar. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada timsesnya. (ndi)

Ali BD: Soal Kalah Menang Itu Takdir Dari Hal. 1 Ali BD diketahui beberapa kali mengikuti Pilkada. Semua ditanggapi dengan santai. Seperti sejarah Rasulullah Muhammad SAW menghadapi beberapa kali perang. Perang Badar dengan jumlah orang muslim jauh lebih sedikit namun bisa menang. Sedangkan perang Uhud umat Muslim kalah. Kekalahan Uhud semata karena kekalahan manusia. Begitu kiranya dalam

menghadapi perang politik perebutan kekuasaan. Proses pemilihan pemimpin itu kata Ali BD, sudah ada ketentuan Tuhan mengenai siapa pemenangnya. Masyarakat yang baik pasti akan memilih pemimpin yang baik. Sama halnya seperti suami-suami yang baik akan dapat istri yang baik. ‘’Tuhan menyerahkan kepada hambanya,’’ ungkapnya. Karena itu, jika ada pemimpin yang kemudian

ditemukan tidak baik, janganlah kemudian menyalahkan pemimpin itu. Tapi mungkin juga karena masyarakatnya yang kurang baik dalam menentukan pilihannya. Ali BD datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Selong pukul 08.10 Wita. Amaq Asrul panggilan akrab Bupati Lotim ini datang bersama istri Hj. Supinah. Dalam DPT, Ali BD masuk nomor urut 318 disusul istrinya 319. (rus)

da masyarakat. Bagaimana supaya tenang dan menerima apapun hasilnya dengan lapang dada,” harapnya. Begitu juga ketika keluar hasil hitung cepat dari lembaga survei, ia mengimbau para pendukung tetap tenang, tawakal dan tetap berdoa kepada Allah SWT. “Kita sudah ikhtiar maksimal. Kita kembalikan kepada Allah SWT. Tinggal kita menunggu ridho-Nya,” kata cucu pahlawan nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid ini. Sementara itu, Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, mengemas kemenangan di TPS tempatnya mencoblos. Mori menyalurkan hak pilihnya di TPS 10 Taman Sari Ampenan Kota Mataram. Di TPS ini,

pasangan Ahyar-Mori tampil sebagai jawara dengan perolehan 182 suara pemilih. Paslon Zul-Rohmi berada di posisi kedua perolehan suara di TPS ini dengan meraup 149 suara. Pasangan Suhaili-Amin hanya meraih 45 suara di TPS ini. Paslon Ali-Sakti dengan 22 suara praktis berada di posisi terbawah perolehan suara di TPS ini. “Sebanyak tiga (3) suara dinyatakan tidak sah,” tandas M. Nuruddin, Ketua KPPS TPS 10 Taman Sari Ampenan. Sebanyak 521 pemilih terdaftar di DPT tempat Mori mencoblos. Dari angka itu sebanyak 398 orang menyalurkan hak pilihnya. Sementara, sebanyak 131 orang tidak menyalurkan hak pilihnya. (nas/aan)

Dr. Zul: Ini Kemenangan Masyarakat NTB Dari Hal. 1 saat memberikan keterangan pers di kediaman Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Gelang, Pancor, Lombok Timur, Rabu (27/6) malam. Ia berterima kasih kepada masyarakat NTB yang mampu menunjukkan kematangannya dalam Pilkada. Begitu juga kondusivitas daerah tercipta. Dr. Zul juga berterima kasih kepada aparat keamanan yang mampu menjaga keamanan dengan baik. Ia juga tak lupa berterimakasih kepada KPUD NTB dan Bawaslu serta media massa. Menurutnya media massa sangat menentukan pelaksanaan Pilkada serentak di NTB menjadi sangat sejuk. ‘’Tidak penuh dengan panas menyengat dan lain-lain,’’ ujarnya. Dr. Zul juga berterima kasih kepada keluarga, tim sukses, relawan dan partai pengusung, PKS dan Demokrat. “Dan juga calon-calon yang lain kami bersahabat. Mudah-mudahan hasil quick qount ini nanti betulbetul menjadi nyata dalam real count-nya,’’ harapnya. Sementara itu, Calon Wakil Gubernur nomor urut 3, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melihat hasil hitung cepat, ia langsung memohon ampun kepada Allah SWT. Jika hasil hitung cepat itu sama dengan real count yang dilakukan KPU, maka hal itu merupakan amanah yang diberikan kepada pasangan Zul - Rohmi. Yang namanya amanah maka harus mampu dipertanggungjawabkan di kemudian hari. ‘’Mohon doa kepada seluruh masyarakat NTB semoga proses ini berjalan lancar sam-

pai nanti diumumkan oleh KPU,’’ harapnya. Di tempat yang sama, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa memang sudah ada hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei mengenai pemenang Pilgub NTB. Namun, semua masih menunggu hasil resmi dari KPU NTB. ‘’Sambil menunggu hasil resmi dari KPUD, masingmasing kita menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada penyelenggara pemilu. Mulai dari KPPS sampai KPUD provinsi,’’ ujarnya. Siapapun pemimpin NTB yang lahir dari proses Pilgub 2018 ini, itulah pemimpin semua masyarakat NTB. Diharapkan pemimpin NTB lima tahun ke depan dapat lebih memajukan daerah ini. Mengenai pelaksanaaan Pilkada serentak tahun ini, gubernur mengatakan secara umum berjalan lancar. Tidak ada insiden di TPS maupun tempattempat umum yang semula diperkirakan ada gesekan. ‘’Ini menunjukkan bahwa kedewasaan kita semua. Saya sebagai Gubernur NTB menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB yang telah mengikuti proses demokrasi ini dengan sangat baik,’’ kata Gubernur NTB dua periode ini. Zainul Majdi mengatakan, NTB menjadi salah satu provinsi yang pelaksanaan Pilkadanya paling kondusif. Termasuk tingkat partisipasi pemilih tidak kurang dari 73 persen. Namun mengenai tingkat partisipasi pemilih ini masih menunggu hasil dari KPUD NTB.(nas)

Zul-Rohmi Unggul Dari Hal. 1 ‘’Ya, itu adalah hasil hitung cepat kami, yang ditampilkan oleh sejumlah media nasional itu. Karena memang kami bekerjasama dengan mereka, itu resmi,’’ ujar Khobbar, dari pihak LSI, yang dikonfirmasi. Namun, pihak LSI enggan untuk melakukan rilis secara langsung kepada media di NTB, terkait hasil hitung cepat-nya di Pilkada NTB. ‘’Tapi kami tidak mengumumkan secara resmi,’’ katanya. Adapun alasan pihaknya batal mengumumkan secara resmi hasil hitung cepat untuk Pilkada NTB, yakni karena selisih perolehan suara antar Paslon sangat beda tipis, tidak sampai tiga persen. Pihak LSI akan melakukan rilis, jika selisih perolehan suara antar paslon di atas tiga persen. ‘’Begitu suara masuk sudah 95 persen, pada pukul 17:20, ada selisih sangat tipis sekali antarpaslon. Sehingga kami belum berani publis, karena jaraknya kurang dari tiga per-

sen, kita bisa rilis kalau hasil di atas tiga persen. Jadi kita menunggu hasil resmi saja,’’ jelas Khobbar kepada wartawan di Mataram. ‘’Jadi kenapa kami tidak publish, karena yang bisa kami publik adalah klaim yang menang. Sementara dengan selisih sangat tipis itu, tidak bisa kami klaim menang, sebab margin of error penelitian kami, di atas tiga persen,’’ sambungnya. Sementara, hasil hitung cepat untuk Pilkada Lombok Timur, KCI-LSI mempublikasikan hasilnya, di mana hasilnya dimenangkan oleh pasangan Cabup/Cawabup nomor urut 3, M. Sukiman Azmi Rumaksi SJ (Sukma) dengan persentase 42,50 persen. Disusul kemudian oleh paslon nomor urut 1, Khirul WarisinMachsun Ridwaini, 27,93 persen. Kemudian paslon nomor urut 4, H. M. Syamsul LutfhiNajamuddin Mustofa, 26,66 persen. Dan terakhir pasangan Ali Masyadi- Putrawan Habibi, 5,05 persen. (ndi/aan)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 28 Juni 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Halalbihalal DPRD Kota Mataram

Saling Memaafkan, Memperkokoh Ukhuwah, Mewujudkan Kinerja Terbaik Mataram (Suara NTB) DPRD Kota Mataram, Selasa (26/5) menggelar halalbihalal. Hadir dalam halal bihalal itu, pimpinan DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH dan I Wayan Sugiartha. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, dalam kesempatan itu, diwakili oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Hadir pula Mantan Walikota Administratif, HL. Mudjitahid dan Lalu Mas’ud, Forkominda Kota Mataram. Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dalam sambutannya, menyampaikan, halal bihalal merupakan tradisi yang baik. Momentum halal bihalal digunakan untuk saling bersila-

turahim. Halal bihalal ini tidak hanya hubungan manusia dengan Allah tapi juga antar sesama manusia. ‘’Kita berharap dengan kualitas kefitrahan dan derajat ketakwaan, itu menjadi suatu modal dalam bagaimana kita memaknai tugas-tugas kita,’’ katanya. Oleh karena itu, dengan halal bihalal akan semakin kuat Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah dan Ukhuwah Watoniah. Dengan kekuatan ukhuwah, akan melahirkan suatu semangat baru. ‘’Kita recovery keimanan dan ketakwaan kita selama satu bulan penuh. Kita harapkan teraktualisasi ke depannya itu, dengan bagaimana kita wujudkan satu semangat sebagai wujud iman dan takwa,’’ tuturnya. Dia berharap waktuwaktu yang akan datang, akan

lebih baik dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Ini ditandai dengan semakin meningkat dan berkualitas pelaksanaan tugas dan fungsi. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana senantiasa membangun pola koordinasi dan komunikasi yang baik antara dewan dengan eksekutif. Ia berharap ke depan dewan dan eksekutif dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat. DPRD Kota Mataram, lanjutnya, dalam posisi harus memenuhi harapan masyarakat. Tidak lupa pada kesempatan itu, Didi mengingatkan soal pentingnya pelaksanaan Pilkada. Didi mengajak masyarakat menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Ini merupakan titik awal menyongsong Pilpres dan Pileg

2019. Kinerja yang maksimal menjadi modal awal untuk tetap eksis di panggung politik. Didi mengajak semua pihak menjaga soliditas guna mencapai target politik sebagai bagian dalam pelaksanaan kinerja sebagai anggota legislatif. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan oleh DPRD Kota Mataram. ‘’Yang tujuannya tidak lain adalah untuk kita saling mengikhlaskan satu sama lain,’’ katanya. Mohan mengatakan halal bihalal ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menjernihkan hubungan yang sedikit keruh dan meluruskan halhal yang sedikit kusut. Dalam kesempatan itu, Mohan men-

doakan 40 anggota DPRD Kota Mataram agar terpilih kembali pada Pileg tahun depan. Seperti halnya Ketua DPRD, Mohan juga sempat menyinggung pelaksanaan Pilkada serentak. Pilkada ini, menurut Wakil Walikota dua periode ini, menjadi salah satu wadah mengukur kedewasaan masyarakat dalam berpolitik. Di akhir sambutan, Mohan atas nama Pemkot Mataram, atas nama keluarga dan atas nama pimpinan Opd lingkup Pemkot Mataram, meminta maaf. ‘’Tidak ada salahnya kita saling mengingatkan, saling menegur dalam hal kebaikan,’’ pungkasnya. Sementara itu, hikmah halal bihalal disampaikan oleh DR. Ahmad Zaenuri, LC, menyampaikan bahwa halal bihalal murni merupakan produk orang Indonesia.

‘’Inilah uniknya Islam Indonesia yang sebagian orang mungkin ada yang sepaham dan tidak,’’ katanya. Halal bihalal, katanya, merupakan produk yang sangat luar biasa. Makna halal sejatinya tidak familiar di Indonesia. ‘’Kecuali dalam hal-hal tertentu. ‘’Makanan halal, pariwisita halal,’’ katanya. Lain halnya di Arab. Di sana, terminologi halal, menjadi hal yang biasa. ‘’Jangan coba-coba mengambil kalau belum ada isyarat halal. Itu masuk tindak pencurian,’’ katanya. Inilah pentingnya umat muslim mengetahui mana wilayah halal dan mana wilayah haram. Halal dalam hal ini, kita sudah halal di hadapan Allah, SWT. ‘’Kita menjadi kembali ke posisi semua seperti baru dilahirkan

dari rahim ibu kita,’’ ucapnya. Namun ada dosa yang tidak bisa terhapuskan hanya dengan kita berbuat kebaikan. ‘’Namun berbeda dengan dosa antar sesama. Dosa sosial tidak bisa dihapuskan dengan salat. Tidak bisa dihapuskan dengan tahadjud, tidak bisa dengan melakukan kebaikankebaikan. Maka bagaimana caranya? Inilah esensi bihalal yang kedua,’’ ungkapnya. ‘’Kita ingin halal di hadapan Allah dan halal di hadapan manusia. Maka itulah urgensinya bihalal,’’ pungkasnya. Sangat naïf kalau ada orang yang hanya fokus pada ritualnya, tetapi hubungan sosial kemasyarakatannya tidak baik. ‘’Alangkah meruginya orang yang seperti itu,’’ pungkasnya. (fit/*)

(Suara NTB/fit)

Suasana halal bihalal di DPRD Kota Mataram, Selasa (26/6)

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menyampaikan sambutan pada kegiatan halal bihalal di DPRD Kota Mataram, Selasa (26/6)

(Suara NTB/fit)

(Suara NTB/fit)

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., Wakil Ketua, H. Muhtar, SH dan I Wayan Sugiartha berpose bersama Forkominda Kota Mataram usai kegiatan halal bihalal di DPRD Kota Mataram, Selasa (26/6).

Pembacaan doa oleh anggota DPRD Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman

Anggota DPRD Kota Mataram bersalaman dengan semua tamu undangan yang hadir pada kegiatan halal bihalal di DPRD Kota Mataram, Selasa (26/6).

(Suara NTB/fit)

(Suara NTB/fit)

Golden Palace Hotel Lombok Jadi Rumah Kedua bagi Petinggi RI Mataram (Suara NTB) – Lombok selalu menjadi tempat tinggal sekaligus menginap oleh para petinggi Republik Indonesia (RI), membuat Golden Palace Hotel Lombok disebut – sebut telah menjadi rumah kedua bagi para pejabat negara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kedatangan para pejabat hingga orang nomor satu di Indonesia menginap di Golden Palace Hotel Lombok mulai dari Bapak Presiden Jokowi yang telah tinggal sebanyak 3 (tiga) kali di hotel yang terkenal dengan kemewahan dan kenyamanannya tersebut. Pejabat lainnya seperti para menteri, anggota parlemen, kepala daerah hingga yang baru – baru ini datang dan tinggal adalah Panglima TNI dan Kapolri. “Satu yang pasti adalah kami selaku management Golden Palace Hotel Lombok sangat bangga sekaligus senang karena hotel kami yang telah bersertifikasi bintang empat plus ini selalu menjadi pilihan para petinggi Negara, ini juga menjadi bukti dari apresiasi para petinggi akan kemampuan pelayanan serta fasilitas yang kami berikan selama mereka tinggal dan menginap disini” tutur Ernanda Agung D. selaku General Manager. Dengan menjadi rumah kedua bagi para petinggi Negara, Golden Palace Hotel Lombok pun selalu dipercaya untuk menjadi tempat yang sangat layak untuk didatangi oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pelayanan yang terkenal sangat ramah, fasilitas terlengkap, serta kenikmatan hidangan merupakan daya tarik tersendiri bagi para tamu yang akan dan telah menginap di hotel yang terkenal dengan keamanan dan kenyamanannya ini. Terletak di tempat yang sangat strategis yaitu di tengah kota Mataram, Hotel 12 lantai dengan bangunan full AC ini memiliki “unique selling point” yang sangat diminati para tamu yaitu Roof Top Garden yang terletak di lantai

teratas yang menyajikan pemandangan dimulai dari Pegunungan, Pantai, Kota, hingga matahari terbit dan terbenam yang terlihat sangat memukau. Golden Palace Hotel Lombok juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang seperti skylounge dengan konsep business, ruang karaoke, fitness center, spa sauna, medical center, ruang meeting dan ballroom yang megah serta kolam renang dengan pool bar dan 2

(dua) restaurant yang masing – masing menyajikan hidangan khasnya. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www.goldenpalacelombok.com serta sosial media di facebook, intagram, dan path di Golden Palace Hotel Lombok. (*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 28 Juni 2018 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu