Skip to main content

Edisi Sabtu 25 April 2020 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SABTU, 25 APRIL 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 44 TAHUN KE 16 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pasien Positif Corona Melonjak Anggaran JPS Gemilang Bertambah Jadi Rp300 Miliar Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menyiapkan anggaran untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang sebesar Rp300 miliar. Anggaran ini meningkat tajam, setelah sebelumnya, Pemprov menganggarkan JPS Gemilang sebesar Rp80 miliar untuk 105.000 KK penerima bantuan sembako senilai Rp250 ribu per bulan selama tiga bulan tersebut. Koordinator Bidang Pemulihan Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP mengatakan, anggaran sebesar itu merupakan cadangan yang disiapkan Pemprov NTB untuk program JPS Gemilang, termasuk di dalamnya anggaran yang disiapkan sebelumnya sebesar Rp80 miliar. ‘’Asumsinya Rp300 miliar itu total anggaran untuk JPS Gemilang, termasuk yang Rp80 miliar kemarin. Kan kita mengantisipasi seandainya wabah Corona ini berlangsung panjang,’’ kata Ridwan dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (24/4) kemarin. Ia mengatakan, wabah Corona yang melanda ratusan negara di dunia termasuk Indonesia dan NTB, belum diketahui kapan akan berakhir. Pemprov NTB melakukan rasionalisasi dan realokasi anggaran untuk penanganan Corona sebesar Rp926 miliar lebih. Anggaran sebesar itu akan diarahkan untuk penangan tiga sektor. Yakni, penanganan sektor kesehatan sebesar Rp326 miliar, stimulus ekonomi Rp300 miliar dan JPS Gemilang sebesar Rp300 miliar. Dengan asumsi, wabah Corona ini akan berlangsung sampai Desember mendatang. Ridwan memperkirakan, JPS Gemilang diperlukan sampai Agustus mendatang atau selama lima bulan. Dengan adanya penambahan anggaran JPS Gemilang, sasaran penerima bantuan kemungkinan akan bertambah. ‘’Kalau kemarin 105.000 KK, bisa jadi bertambah. Kita lihat perkembangan. Bisa bertambah penerima tergantung nanti kebutuhan masyarakat,’’ katanya. Ia menjelaskan, sasaran JPS Gemilang kemungkinan akan diperluas segmen masyarakat yang akan menerima bantuan tersebut. Seperti nelayan, petani, dan tenaga kerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). ‘’Jadi segmen penerima bantuan mungkin akan bertambah. Tapi itu uang (Rp300 miliar) tak mesti dipakai semua. Kita cadangkan dulu. Bersambung ke hal 11

NTB Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Jadi 319 Tempat Tidur

Mataram (Suara NTB) Jumlah kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di NTB terus melonjak. Pemprov NTB mencatat jumlah pasien positif pada Jumat (24/4) kembali bertambah 12 orang. Sehingga total pasien positif Covid-19 di NTB menjadi 165 orang. Selain itu, ada tambahan pasien terjangkit Covid-19 yang dinyatakan sembuh 5 orang. Sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh dari penyakit mematikan tersebut menjadi 20 orang. Dengan melonjaknya penambahan jumlah pasien positif Covid-19 beberapa minggu terakhir, NTB menambah kapasitas ruang isolasi menjadi 319 tempat tidur. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH menyebutkan, kapasitas ruang iso-

lasi untuk pasien Corona pada 18 rumah sakit rujukan di NTB saat ini sebanyak 235 tempat tidur. Kemudian akan ditambah sebanyak 84 tempat tidur di tiga rumah sakit rujukan Corona. Dengan penambahan kapasitas ruang isolasi sebanyak 84 tempat tidur, maka dalam beberapa ming-

gu ke depan, jumlahnya sudah mencapai 319 tempat tidur. ‘’Minggu ini ditambah 84 tempat tidur. Sedang dalam proses menambah. Tambahannya di RS Manambai, RSUD NTB dan RSUD Praya,’’ kata Eka dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (24/4) kemarin. Sebanyak 18 rumah sakit

rujukan Corona yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan kapasitas ruang isolasi 235 tempat tidur. Antara lain, RSUD NTB, RSUD dr. R. Soedjono Selong, RS H. L. Manambai Abdulkadir, RSUD Kota Bima, RSUD Kota Mataram. Kemudian RSAD Korem Wirabhakti Mataram, RS Unram, RS. Harapan Keluarga, RS Siloam Mataram, RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat, RSUD Praya, RSUD Lombok Utara, RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat dan RSUD Dompu, RS Bhayangkara, RSI Siti Hajar, RSUD Sumbawa

dan RS Awet Muda Narmada. Penambahan kapasitas ruang isolasi tersebut dengan melihat potensi penambahan kasus Covid-19 di NTB. Data Dinas Kesehatan, sampai 23 April 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 358 orang. Dengan rincian 222 orang atau 62 persen PDP masih dalam pengawasan dan 136 orang atau 38 persen PDP selesai pengawasan/sembuh. Hingga saat ini tercatat 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.639 orang. Bersambung ke hal 11

Bandara Hanya Layani Penerbangan Khusus TO K O H Hal yang Tidak Mudah GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengumumkan, penutupan bandara di seluruh NTB berlaku mulai Jumat (24/4) pukul 00.00 Wita. Penutupan bandara dikhususkan untuk penerbangan penumpang. ‘’Bagi yang punya keluarga atau kerabat yang masih ingin kembali ke NTB atau keluar dari NTB, perlu disampaikan bahwa mulai malam ini jam 00.00. Tidak ada lagi penerbangan penumpang masuk dan keluar NTB,’’ kata gubernur, Kamis (23/4) malam. Gubernur menjelaskan, penutupan bandara merupakan sesuatu yang tidak mudah. Karena banyak sekali faktor yang dipertimbangkan. Bersambung ke hal 11 H. Zulkieflimansyah

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/dok)

Dijadwalkan Tuntas 30 April

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M 04:51

05:01

12:17

15:37

18:12

19:22

ngan untuk pengiriman logistik, kargo dan penerbangan untuk kepentingan sosial serta kebencanaan tetap bisa dilayani. ‘’Hanya penerbangan penumpang komersil yang dihentikan. Kalau untuk kargo, pengiriman logistik atau yang bersifat darurat, tetap bisa dilayani,’’ jelasnya. Ia mencontohkan, PT. AP I LIA sendiri sudah mendapat satu request (permintaan) untuk melayani penerbangan pengiriman Alat Pelindung Diri (APD) bagi penanganan Covid-19 di NTB. Dan, tidak menutup kemungkinan ada permintaan lainnya. Penghentian penerbangan penumpang komersial tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya yang dilakukan pemerintah pusat, dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Kami dalam hal ini mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat ini. Bersambung ke hal 11

Mereka Siasati Hidup Melawan Dampak Wabah DI tengah wabah virus Corona, banyak perusahaan yang terpaksa berhenti beroperasi. Pengusaha dan karyawan samasama dalam kondisi pelik kehilangan lahan pekerjaan. Mereka berupaya mencari cara untuk tetap mendapatkan penghasilan. Agar asap dapur mereka tetap mengepul. ‘’Rambutan turun harga Rp9 ribu per kilogram,’’ tulis seorang pengusaha toko oleholeh, Akhbar Habibie di salah satu grup pesan instan pada pekan lalu. Ia mengunggah foto ratusan buah rambutan yang ada di atas mobil bak terbuka. Pesan itu seketika disambut oleh anggota grup yang ingin memesan rambutan. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/dok)

SEMINGGU sejak diluncurkan, paket sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang baru disalurkan kepada 14.412 penerima di Kota Mataram, Lombok Utara dan Lombok Barat. Pemprov NTB menargetkan pendistribusian paket sembako senilai Rp250 ribu per KK untuk 105.000 KK penerima akan tuntas disalurkan ke seluruh kabupaten/kota pada 30 April mendatang. Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si menyebutkan, jumlah penerima JPS Gemilang di tiga daerah tersebut. Di Kota Mataram sebanyak 2.685 KK, Bersambung H. Lalu Gita Ariadi ke hal 11

(Suara NTB/kir)

LENGANG - Suasana lengang di Bandara International Zainuddin Abdul Madjid, Jumat (24/4) kemarin, menyusul penutupan penerbangan komersil.

Praya (Suara NTB) Menindaklanjuti keputusan Menteri Perhubungan, PT. Angkasa Pura (AP) I LIA telah menghentikan seluruh aktivitas penerbangan komersial terhitung sejak Jumat (24/4) kemarin hingga tanggal 1 Juni mendatang. Namun bukan berarti Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) ditutup total. BIZAM tetap melayani penerbangan, tetapi yang bersifat khusus. Seperti pelayanan kargo serta penerbangan khusus dengan tujuan tertentu, seperti untuk penanganan Covid-19. General Manager PT. AP I LIA, Nugroho jati melalui Communication Legal Section Head PT. AP I LIA, Arif Hariyanto, Jumat pagi kemarin mengatakan, aktivitas penerbangan di LIA tidak ditutup seluruhnya. Hanya yang penerbangan dengan penumpang dan bersipat komersil saja yang dihentikan. Kalau penerba-

(Suara NTB/ist)

Pemilik Bale Sayur, Junan Helmi saat melayani pembeli beberapa waktu lalu. Selain lapak di pasar, Bale Sayur memanfaatkan media sosial untuk berjualan secara daring. Di saat wabah virus corona ini, penjualan daring meningkat pesat.

(Suara NTB/ist)

Akhbar Habibie sedang mengangkat rambutan ke atas mobil bak terbuka. Rambutan itu akan dijual secara daring untuk menambah pemasukan.

Waspadai ’’Ledakan’’ Pengangguran Dampak Covid-19 Angka pengangguran di NTB diperkirakan akan mengalami ‘’ledakan’’ sebagai dampak wabah Covid-19. Ada tiga sumber yang berkontribusi, pekerja formal, sektor informal, eksodus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) termasuk narapidana yang dikeluarkan. DATA yang sudah tercatat di Disnakertrans NTB sampai tanggal 14 April lalu, sebanyak 11.000 pekerja di NTB telah kehilangan pekerjaannya. Jumlah pekerja yang dirumahkan itu diperoleh berdasarkan laporan yang diteri-

ma Disnakertrans dari 180 perusahaan yang ada di daerah ini. Sebagian besarnya adalah pekerja sektor formal, seperti industri perhotelan, restoran dan travel agent Tolok ukur jumlah pengangguran itu berdasarkan data

29.641 orang yang terdaftar sebagai peserta program pra kerja. Dimana para peserta merupakan 11.000 diantaranya merupakan pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan sebagai dampak penyebaran virus Corona. Kemudian 18.641 lainnya merupakan pekerja yang terkena PHK, pencari kerja baru, dan TKI yang gagal berangkat karena Covid-19. Rinciannya Kota Mataram sebanyak 1.861 orang peserta, Lombok Barat 414 orang, Lombok Tengah 3.245 orang, Lombok

Timur 5.432 orang, dan Lombok Utara 2.139 orang. Kemudian ada Sumbawa dengan 2.614 orang peserta, Sumbawa Barat 824 orang, Dompu 172 orang, serta Kota Bima dan Kabupaten Bima masingmasing 976 orang. Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) NTB, Yustinus Habur meyakini bahwa potensi PHK akan terus bertambah. ‘’Jumlah yang (sudah) diPHK dan dirumahkan angka pastinya belum ada, karena

terus berkembang sampai saat ini,’’ ujarnya. Berdasarkan catatan KSPSI NTB, penutupan perusahaan banyak dilakukan di sektor pariwisata. Khususnya hotelhotel yang berada di kawasan Tiga Gili (Trawangan, Air, Meno) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Penutupan tersebut juga diakui Yustinus diikuti dengan PHK pekerja. ‘’Kalau laporan terakhir ada 34 hotel yang ditutup, dan sebagian besar itu di Tiga Gili,’’ sebutnya. Bersambung ke hal 11


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

Telur Mulai Membusuk BANTUAN Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang belum didistribusikan. Selain itu, item yang dibagikan belum lengkap. Data penerima belum dipegang. Antisipasi penerima ganda dikoordinasikan ke tingkat kelurahan. Camat Selaparang, Lalu Mukhsan mengatakan, bantuan bagi masyarakat terdampak Coronavirus Disease atau Covid-19 berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Pemprov NTB melalui Dinas Sosial sudah mendrop beras dan telur. Tetapi belum disalurkan ke masyarakat karena (Suara NTB/cem) belum bungkus. “Harus kerja Lalu Mukhsan ekstra dari staf kelurahan dan kita belum sanggupi,” kata Mukhsan ditemui, Kamis (23/4). Bantuan tiba di kecamatan yakni beras dan telur. Kata Mukhsan, telur mulai membusuk. Dinas Sosial NTB berjanji akan mengganti tapi tak kunjung merealisasikan. Kondisi ini dikhawatirkan terjadi penolakan dari masyarakat. “Telurnya sudah mulai membusuk,” akunya. Sebanyak 261 kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan JPS Gemilang dari pemprov. Mantan Lurah Bertais menegaskan, antisipasi agar tidak terjadi penerima ganda diserahkan sepenuhnya ke Dinas Sosial Kota Mataram. Sejauh ini, ia belum menerima data. Sepengetahuannya, warga yang telah masuk di basis data terpadu (BDT) sebagai penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan langsung dari pemerintah secara otomatis tidak masuk data penerima bantuan dari provinsi dan kota. “Kesulitan dihadapi. Kita belum pegang data,” ucapnya. Menurut Mukhsan, perlu peningkatan koordinasi dengan kelurahan untuk memvalidasi data sesuai di masyarakat. Data yang tidak sesuai agar segera dialihkan. Bantuan JPS difokuskan bagi warga terdampak virus korona. Seperti, karyawan dirumahkan, PHK dan lainnya. (cem)

Halaman 2

31 Perawat di Mataram Berstatus ODP Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 31 perawat yang menangani pasien Coronavirus Disease atau Covid19 di Kota Mataram, berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Perlindungan dan kesejahteraan harus diperhatikan bagi tenaga medis. Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Mataram, H. Zuhhad, S.Kep.,M.Kes menegaskan, penanganan kasus Covid-19, perawat menjadi garda terdepan. Mereka bekerja tidak mengenal waktu menangani pasien. Dan,memiliki resiko terpapar virus tersebut. Terkonfirmasi 31 perawat yang menangani pasien positif berstatus orang dalam pemantauan (ODP). “Sampai saat ini, 31 anggota kami yang berstatus ODP,” sebut Zuhhad dikonfirmasi, Jumat (24/4). Dirincikan, 28 dari 31 perawat telah selesai masa pemantauan. Sebab, dari hasil tes cepat (rapid test) hasilnya non reaktif atau negatif. Mere-

ka kembali beraktivitas melayani pasien di fasilitas kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit. Sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah, Zuhhad mengharapkan pemerintah memberikan perhatian dari sisi keamanan, kenyaman serta kesejahteraan. “Pak Walikota memberikan pernyataan di media beberapa waktu lalu akan memberikan insentif ke tenaga perawat,” ujarnya. Sebagai organisasi profesi, PPNI juga memberikan perhatian kepada anggotanya. Alat pelindung diri (APD) dibagikan ke perawat yang menangani pasien Covid-19. APD saat ini masih langka. Di satu sisi, perawat terus bek-

erja menangani pasien. Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Drs. I Nyoman Suandiasa mengungkapkan, tenaga medis maupun non medis yang terjun langsung menangani Covid-19 telah diberikan jaminan oleh pemerintah. Di antaranya, penyediaan tempat istirahat representatif, makanan, suplemen dan lainnya. “Pemerintah sudah menjamin itu,” ucapnya. Selain itu, insentif bagi tenaga medis baik itu dokter maupun perawat juga akan diberikan. Besaran insentif bervariasi. Untuk dokter spesialis mendapatkan insentif Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta dan perawat Rp7,5 juta serta

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Ketua DPD PPNI Kota Mataram, H. Zuhhad menyerahkan bantuan APD ke perawat. Sebagai garda terdepan perawat memiliki risiko tinggi terpapar. Saat ini, 31 perawat menangani pasien Covid-19 berstatus ODP. tenaga medis lainnya Rp5 juta. Anggaran pemberian insentif telah dialokasikan. Pemkot Mataram masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penggunaan

dana tersebut dari Kementerian Keuangan. “Kita masih menunggu arahan dari Kementerian Keuangan seperti apa teknisnya,” demikian kata Nyoman. (cem)

Harus Ada Tindakan Tegas ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Diella Angela Dwi Handayani, SH., menyayangkan terjadinya aksi demo dari para pedagang yang berjualan di Pasar Pagesangan, barubaru ini. Aksi para pedagang ini dipicu munculnya sejumlah pedagang dadakan yang berjualan di lahan parkir. Sehingga, para pedagang yang mengantongi izin resmi berjualan, justru sepi pembeli. ‘’Seharusnya dari Dinas Perdagangan gak boleh begitu. Kasihan pedagang yang sudah ada izin. Apalagi dengan keadaan wabah covid-19 ini pasti perekonomi(Suara NTB/dok) an mereka terganggu,’’ katDiella Angela Dwi Handayani anya menjawab Suara NTB via percakapan WhatsApp, Jumat (24/4) kemarin. Diella mempertanyakan, kalau pedagang dadakan dibiarkan menggunakan lahan parkir untuk berjualan, di mana para pengunjung parkir. Menjadi aneh ketika Dinas Perdagangan tidak mengetahui fenomena yang terjadi di lapangan. Seperti yang menjadi keluhan para pedagang di Pasar Pagesangan, yang mengungkapkan seolah ada pembiaran dari kepala pasar terhadap hadirnya pedagangan dadakan yang menempati lahan parkir. ‘’Nah berarti yang bermasalah kepala pasarnya. Setelah tahu ini, dari Disdag mestinya menegur kepala pasar. Harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang seperti ini,’’ katanya. Karena, lanjut politisi Gerindra ini, dengan adanya pembiaran sprti itu, selain merugikan pedagang yang mempunyai izin, juga akan berpengaruh terhadap retribusi pasar. Diella menyarankan Disdag Kota Mataram melakukan pengawasan kondisi di pasar-pasar tradisional. Seperti, menindak tegas jika ada pembiaran dari kepala pasar. ‘’Ya harusnya dari Disdag turun lapangan sesekali melihat kondisi di pasar-pasar. Kalau hanya nunggu pengaduan saja akan seperti ini terus,’’ ujarnya. Anggota dewan dari daerah pemilihan Sekarbela ini menyarankan agar Pemkot Mataram dapat melakukan pengaturan zonasi pasar tradisional, revitalisasi fisik dan non fisik, revitalisasi sosial dan ekonomi, serta pengawasan terhadap pasar tradisional. Menurut Diella, peran dinas maupun kepala pasar harus lebih tegas dalam pengaturan zonasi pasar. Bila perlu dikenakan sanksi bagi yang melanggar. ‘’Misalnya, zona penjualan peralatan masak kemudian di sana ada penjual ikan, penjual ikan tersebut dikenakan sanksi berupa denda dan minta pindah berjualan di zona yang telah ditentukan,’’ pungkasnya. (fit)

(Suara NTB/cem)

BELUM TURUN - Kastine menunjukkan gula pasir yang dijual Rp17.500/kg. Sejak beberapa bulan terakhir harga gula pasir belum bisa turun. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga.

Harga Gula Pasir Belum Terkendali Mataram (Suara NTB) – Harga gula pasir sejak beberapa bulan terakhir mahal. Dinas Perdagangan telah mengambil langkah, tetapi harga masih belum bias dikendalikan. Pantauan Suara NTB di pasar Mandalika, harga gula pasir dijual Rp17.500/kg. Ini jauh dari harga eceran tertinggi Rp12.500/kg. Kastine, pedagang di Pasar Mandalika mengaku, kenaikan harga gula pasir sudah beberapa bulan lalu. Harga normal, ia menjual Rp12.500 – Rp13.000/kg. Saat ini, ia menjual Rp17.500/kg. “Saya ngambil di gudang sekarung berat 50 kilogram Rp800 ribu,” sebutnya. Dia tidak mengetahui persis penyebab kenaikan harga. Meski harga mahal, ia tetap membeli karena banyak dicari oleh pembeli. Walaupun gula yang dijual

berukuran seperempat, setengah dan satu kilogram, Kastine mengharapkan pemerintah segera menurunkan harga. “Walaupun mahal tetap ada yang nyari. Iya, saya berharap bisa turunlah,” ucapnya. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin menyampaikan, pantauan stok kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak dan sebagainya ketersediaannya masih aman untuk enam bulan kedepan. Kesinambungan ketersedian bahan pokok sangat tergantung dari kegiatan transportasi. Ia bersyukur kebijakan pemerintah pusat tetap memprioritaskan bagi angkutan logistik untuk memasuk kebutuhan di daerah. “Berdasarkan pantauan kita terakhir ketersediaan kebutuhan pokok masih aman terkenda-

Penyelesaian Pembangunan Monumen Mataram Metro Tertunda Mataram (Suara NTB) – Rencana Pemkot Mataram merampungkan pembangunan Monumen Mataram Metro di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, tertunda. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak mengalokasikan anggaran tahun 2020 ini. Struktur bangunan dipastikan tak akan terganggu. Monumen yang terletak di Jalan DR. Soedjono Lingkar Selatan itu telah tiga kali dianggarkan. Di tahun 2017 lalu proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,86 miliar lebih dari pagu Rp2 miliar. Rekanan hanya menyelesaikan bagian struktur saja. Tahun 2018 lalu, TAPD kembali mengalokasikan anggaran Rp1,5 miliar untuk menyelesaikan struktur bagian atas. Proyek itu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,28 miliar. Tahun 2019, Pemkot Mataram juga menganggarkan Rp11

miliar untuk merampungkan ikon Kota Mataram tersebut. Namun, proyekdengannilaikontrakRp10,5 miliar, juga belum rampung. Pekerjaan rumah belum diselesaikan adalah bagian lift, halaman, kantor, jalan bawah tanah serta mushala. Tertundanya pelaksanaan proyek monumen dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman dikonfirmasi, Kamis (23/4). “Iya, ndak berlanjut,” jawabnya sambil tersenyum. Miftah menambahkan, TAPD memang tidak menganggarkan untuk kelanjutan pengerjaan monument tersebut. Meskipun demikian, ia meyakini tidak ada masalah dari sisi konstruksi bangunan. Secara fisik monument sudah rampung dan tinggal menyelesaikan bagian underpass, kantor dan lift. “Sumber anggarannya dari

(Suara NTB/cem)

MONUMEN - Pengendara melintas di area monumen di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Jumat (24/4). Pemkot tidak mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian monumen tersebut. APBD. Kalau pun tidak dikerjakan tidak ada masalah,” ucapnya. Untuk merampungkan keseluruhan bagian monument tersebut diprediksi akan membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Mif-

tah mengharapkan tahun 2021 mendatang, Pemkot Mataram mengalokasikan untuk pengerjaan item tersebut. “Mudah – mudahan bisa dialokasikan tahun depan,” harapnya. (cem)

li,” kata Amran. Kaitannya dengan perkembangan harga masih fluktuatif. Hanya saja, gula pasir dan minyak masih mahal. Harga gula pasir Rp17.500/kg dan minyak Rp14.000/kg. Amran tidak menjelaskan detail kenapa harga gula be-

lum stabil. Di satu sisi, harga eceran tertinggi gula pasir Rp12.500/kg. Pengendalian harga dari tahun ke tahun sambungnya, tetap dilakukan operasi pasar dan pasar rakyat. Menurut mantan Camat Mataram ini, yang terpenting adalah bagaim-

ana ketersediaan barang. Menjamin ketersediaan ini harus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah serta stakeholder lainnya. “Tidak bisa hanya di kita saja. Perlu koordinasi dengan stakeholder dan OPD lainnya,” demikian kata Amran. (cem)

Delapan Pasien Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh Mataram (Suara NTB) – Delapan pasien positif Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kota Mataram sembuh. Jumlah ini setelah hasil swab empat pasien negatif. Pelacakan terus dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran. Pasien dinyatakan sembuh yakni NLEY (46) warga Kelurahan Taman Sari, Ampenan. M (59), warga Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais. DAR (15), warga Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang dan FYT (15), pasien berasal dari Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan. Adanya pasien positif Covid-19 sembuh dibenarkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa. “Iya, ada tambahan empat pasien sembuh. Sehingga, total pasien yang sembuh delapan orang,” sebut Nyoman, Jumat (24/4). Nyoman menjelaskan, keempat pasien dinyatakan sembuh setelah hasil swab kedua kali negatif. Kondisi mereka sudah pulih dan diperbolehkan pulang. Setelah dinyatakan sembuh mereka dipersilakan beraktivitas seperti sedia kala. Artinya, tidak perlu menjalani isolasi

lagi. Namun demikian, harus tetap waspada agar tidak terpapar. “Tidak perlu isolasi. Mereka sudah sembuh dan boleh beraktivitas seperti sedia kala,” terangnya. Di satu sisi, jumlah pasien terindikasi positif Covid-19 terkonfirmasi 53 orang. Total ini setelah hasil swab pasien dinyatakan positif. Yakni, LKT (58), warga Lingkungan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak pernah memiliki riwayat kontak erat dengan orang Covid19. Saat ini, sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Mataram dalam kondisi baik. Berikutnya, MM (59), warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Makkasar, Sulawesi Selatan. Tidak pernah memiliki riwayat kontak erat dengan orang Covid-19. Saat ini, sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Mataram dalam kondisi baik. S (28) warga Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak pernah memiliki riwayat kontak erat dengan orang Covid19. Saat ini, sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Mataram dalam kondisi baik. SZ (53), warga Kelurahan Kebon

Sari, Kecamatan Ampenan. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah pandemi Gowa, Makkasar, Sulawesi Selatan. Tidak pernah memiliki riwayat kontak erat dengan orang Covid-19. Saat ini, sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Mataram dalam kondisi baik. Dan, terakhir M (32), warga Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah pandemi Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak pernah memiliki riwayat kontak erat dengan orang Covid-19. Saat ini, sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Mataram dalam kondisi baik. Ditegaskan Nyoman, bertambahnya pasien Covid-19 merupakan keberhasilan dari Pemkot Mataram melakukan pelacakan terhadap kontak erat terhadap pasien. Meningkatnya kasus sudah diprediksi sejak awal. “Memang sudah kita prediksi dari sebelumnya. Bertambahnya pasien positif salah satu keberhasilan kita melakukan kontak tracking,” tegasnya. Data pasien positif termasuk klaster Gowa. Tim gugus tugas terus mengintensifkan pelacakan terhadap rekan atau keluarga pasien. (cem)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Satgas BUMN NTB Serahkan Bantuan APD Medis ke Pemkot Mataram dan Lombok Timur Mataram (Suara NTB) Satuan Tugas Badan Usaha Milik Negara Wilayah NTB (Satgas BUMN-NTB) kembali menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) medis ke Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan penyebaran virus Covid-19 di Provinsi NTB. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari Program Bantuan 1.000 APD Satgas BUMN di NTB. Bantuan diserahkan oleh Ketua harian Satgas BUMN NTB, Pari Wijaya pada Kamis (23/4). Didampingi oleh perwakilan BUMN lainnya dan diterima langsung oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.Terdiri dari 120 pcs Baju Hazmat, 120 masker N95, 120 sarung tangan plastik, 30 kaca Face Shield, 30 kaca Goegle, 30 sepatu Booth. ’’Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diserahkan oleh Tim BUMN, bantuan ini memang sangat dibu-

tuhkan saat ini dan akan sangat membantu para tenaga medis dalam merawat para warga yang terdampak Covid-19,” demikian H. Ahyar Abduh. Selaku Ketua Pelaksana Harian Satgas BUMN-NTB, Pari Wijaya menegaskan, bantuan yang disalurkan oleh BUMN diprioritaskan kepada rumah sakit rujukan serta puskesmas-puskesmas di Wilayah kota/kabupaten yang masuk dalam area zona merah. Dihari yang sama, Satgas BUMN-NTB juga menyalurkan bantuan serupa kepada Pemerintah Kabupaten Lom-

bok Timur. Diserahkan oleh Azis selaku Koordinator Satgas BUMN-NTB Kabupaten Lombok Timur. Didampingi oleh perwakilan BUMN lain. Dan diterima langsung Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy dan Kepala BPBD Kabupaten Lombok Timur. Bantuan Ditujukan kepada RS rujukan dr. Soedjono Selong, Lombok Timur berupa 100 set APD. Terdiri dari 100 pcs Baju Hazmat, 100 masker N95, 100 sarung tangan plastic, 25 kaca Face Shield, 25 kaca Goegle, 25 sepatu Booth. Sebelumnya, Satgas BUMN NTB telah men-

yalurkan batuan 200 APD kepada RSUD Provinsi NTB pada Sabtu, 18 April 2020. Diterima langsung oleh Dirut RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri. Bantuan perdana berupa 200 set hazmat, 200 masker N95, 200 sarung tangan karet, 50 helm dan face shield standar, 50 kaca mata google, dan 50 sepatu boots. Satgas BUMN NTB ini terdiri dari 31 perusahaan BUMN di NTB. Diantaranya, PT. ITDC, PT Taspen (PERSERO), PT Telkom, PT.PLN, Pertamina, Pelindo III, Jasa Raharja, ASDP, Garuda Indonesia, Bulog, Damri, PT POS, Kimia Farma, PNM, Waskita, Angkasa Pura, Pegadaian, Jamkrindo, Asabri, Wika,Pelayaran nasional Indonesia, Jasindo, BGR Logistics, Askrindo, Abipraya, Airnav, Perusahan Perdagangan Indonesia, Bank BNI, Bank Mandiri,

Program Ramadhan

Bank Dinar Salurkan 3.700 Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu Mataram (Suara NTB) Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri (Bank Dinar) tak berhenti menginspirasi. Setelah sebelumnya menggelontorkan bantuan sembako untuk mendukung pemerintah menangani dampak virus Covid-19, bank milik putra daerah ini kembali menggelontorkan bantuan serupa, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1441 H/2020. Bank Dinar menggelontorkan 3.700 paket sembako berisi sejumlah kebutuhan pokok pada Jumat (24/4) kemarin. Sasarannya tetap kepada masyarakat kurang mampu. Diantaranya, Petugas Kebersihan Kota Mataram, Tenaga Honorer beberapa Dinas se Kota Mataram, karyawan yang mengalami PHK dan di rumahkan, pedagang-pedangan kecil yang mengalami penurunan omzet drastis, nelayan, fakir miskin, dan masyarakat yang masuk de-

(Suara NTB/bul)

BANTUAN SEMBAKO - Penyaluran bantuan paket Sembako dari Bank Dinar untuk masyarakat kurang mampu, memasuki puasa 1441 H/2020 dan mengurangi dampak ekonomi virus Covid-19 lapan aznap lainnya. Ditengah terpaan Badai Covid 19 yang mewabah hingga ke lebih dari 200 negara di dunia, yang mengakibatkan badai ekonomi yang menurun secara drastis, Bank Dinar sebagai bank lokal dan berop-

erasi berlandaskan syariah, ingin terus konsisten memberikan bantuan kepada mereka kelompok-kelompok yang sangat penting dibantu. Program Ramadhan ini merupakan bagian dari program CSR induk yaitu Dinar

Peduli, kata Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen. Dimana program ini dikhususkan untuk penyaluran bantuan dalam rangka membantu ekonomi masyarakat yang terdampak Covid 19 di bulan suci ini. Sebelumnya Bank Dinar juga telah menyalurkan bantuan sembako sendiri sebanyak 2,5 ton beras dan melalui Lazismu Muhammadiyah sebanyak 6,4 ton beras, desetiap bulannya akan terus disalurkan dalam berbagai bentuk. “Semoga dengan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, harapannya lebih banyak lembaga ekonomi baik swasta maupun pemerintah, perusahaan maupun perorangan ikut bersamasama membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi bersama ini, ini bukan saatnya mengeluh, dan menyalahkan kita perbuat apa yang kita bisa lakukan,” demikian Mustaen. (bul)

(Suara NTB/bul)

APD - Penyerahan APD Medis dari Satgas BUMN NTB kepada Pemkot Mataram Bank BTN dan Bank BRI disalurkan secara bertahap. Pembentukan Satgas Tanggap Covid-19 BUMN ini, di-

harapkan dapat meningkatkan sinergi dan mempermudah seluruh BUMN di Provinsi NTB dalam menyortir prioritas un-

tuk memberikan dukungan moral maupun moril kepada masyarakat dalam penanggulangan Covid-19. (bul/*)

Astra Motor Bagikan 20.000 Masker Mataram (Suara NTB) Astra Motor selaku Main Dealer sepeda motor Honda di 12 wilayah Indonesia turut mendukung program Pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan menggunakan masker bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 20.000 masker kain disebarkan ke 12 jaringan Astra Motor yang meliputi Sumatera Selatan, Bengkulu, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Balikpapan, Samarinda, Makassar dan Papua. Kepala Wilayah Astra Motor NTB Budi Yanto mengatakan, bahwa sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan serta keselamatan karyawan dan konsumen motor Honda, Astra Motor senantiasa mendukung Pemerintah dalam penanggulangan penyebaran covid-19 di area jaringan Honda seperti: wajib melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan maupun konsumen sebelum memasuki area dealer, penyediaan hand sanitizer/ alkohol, wajib menggunakan masker serta penyemprotan disinfektan secara berkala di seluruh jaringan dealer.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap anjuran Pemerintah, Astra Motor pun turut menyebarkan 20.000 maske bagi masyarakat yang terpaksa harus bekerja di luar rumah saat pandemic Covid-19 ini,’’ ungkap Budi Yanto. Astra Motor NTB sebagai jaringan Astra Motor berkesempatan membagikan 1.000 masker kepada masyarakat diarea sekitar kantor dan gudang Astra Motor NTB. Sasaran lainnya yaitu kepada kelompok masyarakat yang terpaksa harus bekerja selama pandemi covid-19 seperti pedagang keliling, tukang sapu jalanan, dan keamanan

desa. “Memasuki usia 50 tahun, Astra Motor pun turut mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya konsumen setia motor Honda untuk selalu mengutamakan keselamatan serta kesehatan di tengah kondisi pandemic covid-19 ini dengan membiasakan penggunaan masker sesuai anjuran Pemerintah. Semoga dengan program pembagian 20.000 masker kain di seluruh Indonesia ini semakin meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia untuk sama-sama menanggulangi penyebaran Covid-19 di Negeri tercinta,’’ tutup Budi Yanto. (bul)

(Suara NTB/bul)

MASKER - Budi Yanto dan jajaran Astra Motor NTB membagikan masker dari Astra untuk mendukung pengendalian Covid-19


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

Loteng Surplus Bansos

Rp12 Miliar untuk Dua Juta Masker

(Suara NTB/dok)

PELABUHAN - Salah satu kapal Ferry di Pelabuhan Kayangan saat mengangkut penumpang. PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan masih tunggu surat gubernur terkait penghentian pengangkutan penumpang.

Penyeberangan Kayangan-Pototano Masih Normal Selong (Suara NTB) Penyeberangan laut dari arah Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim) menuju Pelabuhan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) maupun sebaliknya hingga, Jumat (24/4) siang masih berjalan. Belum ada penutupan penyeberangan sebagaimana kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan pembatasan penyeberangan baik laut maupun udara untuk meminimalisir arus pergerakan orang. Dikonfirmasi Suara NTB, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Lotim, M. Yasin, mengungkapkan jika pihak sudah menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait lainnya khususnya di NTB sejak pagi kemarin. Akan tetapi, untuk kebijakan penutupan khususnya pengangkutan penumpang masih menunggu surat dari Gubernur NTB. Sementara hingga Jumat siang, penyeberangan pada jalur laut penghubung Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini masih normal belum berlakukan penutupan. “Penyeberangan masih buka. Apabila sore nanti (kemarin, red) surat dari gubernur keluar. Maka sore itu juga kita berlakukan,” terangnya siang kemarin. Hanya saja, lanjutnya, dirinya tidak menampik terjadinya penurunan penumpang yang mencapai 50 persen. Bahkan untuk armada yang beroperasi dari setengahnya yang semula sebanyak 20 armada kapal baik dari arah Kayangan maupun Pototano. “Saat ini hanya 8 armada kapal yang kita yang beroperasi,” sebutnya. Sementara apabila kebijakan penutupan mulai diberlakukan. M. Yasin menyebut tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan pengurangan armada kapal dengan jumlah yang beroperasi 4 sampai 5 armada. “Skenario yang kita siapakan 4 sampai kapal khusus untuk angkutan barang. Tapi ini belum berlaku dan kita sedang menunggu surat dari gubernur,” jelasnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lotim, Drs. M. Zaini, mengatakan jika saat ini pembatasan penyeberangan sudah dikoordinasikan dengan Dishub Provinsi untuk diajukan ke gubernur. Termasuk salah satunya berupa pengoperasian Damri menyusul penutupan sementara penyeberangan melalui bandara. Akan tetapi, untuk Damri saat ini dialihkan ke Pelabuhan Lembar, Lobar menyusul masih adanya masyarakat Lotim yang pulang dari jalur laut tersebut pascapenutupan bandara. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, menyampaikan untuk penutupan penyeberangan baik jalur laut dan udara ada pengecualian untuk kapal dan angkutan khusus. Sehingga dipastikannya pendistribusian logistik relatif aman. Sekda Lotim ini, mengatakan dengan pembatasan ini, kemudian kesadaran warga selama Ramadhan ini meningkat, maka ke depan penularan virus Corona akan melambat sampai tidak ada lagi yang terjangkit Corona. “Semoga menjelang 1 Syawal 1441 Hijriyah semuanya berakhir,” harapnya. (yon)

Praya (Suara NTB) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengalami surplus bantuan sosial (bansos) sebanyak sekitar 40 ribu lebih. Bansos ini bersumber dari program Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa. Rencananya, kelebihan tersebut akan diarahkan bagi kepala keluarga (KK) yang terkena dampak virus Corona (Covid-19) yang tidak masuk dalam Basis Data Terpadu (BTD) penerima program bansos. Seperti pekerja informasi serta karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan yang ada di daerah ini.

(Suara NTB/dok)

PEMKAB Lombok Tengah (Loteng) mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk pengadaan dua juta masker bagi masyarakat di daerah ini. Di mana pengadaannya melibatkan pihak ketiga dengan kewajiban melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di daerah ini. Alokasi anggaran terdiri dari biaya pengadaan masker sekitar Rp 11 miliar, biaya pendukung serta estimasi keuntungan bagi pihak rekanan. Proses pengadaan masker itu H. M. Nursiah sendiri saat ini sudah berjalan dan akan diterima secara bertahap oleh Pemkab Loteng. “Untuk pengadaan masker jalan terus kok,” tegas Sekda Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Kamis (23/4). Dikatakannya, rencananya awal pengadaan masker akan diserahkan kepada UKM yang ada di Loteng supaya bisa menggerakkan ekonomi daerah di tengah pandemi virus Corona. Namun karena jumlah yang harus disiapkan begitu banyak, sementara kemampuan UKM dari sisi permodalan masih lemah, sehingga diputuskan untuk menggandeng pihak ketiga. “Kita sudah tawarkan ke UKM-UKM di daerah ini untuk pengadaan masker. Tapi ternyata tidak ada yang sanggup. Karena memang butuh modal besar, sehingga dialihkan ke pihak ketiga yang sanggup,” sebutnya. Meski demikian, bukan berarti pemerintah daerah tidak memperhatikan UKM-UKM yang ada di daerah ini. Dalam klausus perjanjian dengan pihak ketiga untuk pengadaan masker ada keharusan bagi pihak ketiga untuk melibatkan UKM yang ada di daerah ini. “Jadi kita pemerintah daerah sangat interest dengan keberadaan UKM di daerah ini. Dari sisi kemampuan produksi, memang UKM kita mampu. Tapi kembali lagi soal kesiapan finansial yang jadi kendala,” ujarnya. Untuk menjawab persoalan tersebut, dilibatkanlah pihak ketiga. Harapannya, pihak ketiga inilah yang nantinya bisa mendukung kebutuhan bagi UKM di daerah ini untuk memproduksi masker. ‘’Mungkin UKM di daerah ini butuh kain untuk membuat masker, maka pihak ketiga inilah yang menyiapkannya. Pihak UKM tinggal berproduksi saja,’’ tambahnya. Menurutnya, pola anggaran daerah yang mengharuskan masker diproduksi terlebih dahulu baru kemudian dibayar. Di satu sisi, pemerintah daerah terus didesak untuk segera menyediakan masker yang dimaksud. Sementara kalau harus menunggu kesiapan UKM, jelas akan lama masker baru tersedia, sehingga butuh pihak ketiga yang kuat dari sisi finansial untuk menjawab pengadaan masker tersebut. (kir)

Halaman 4

Data yang diperoleh Suara NTB, Jumat (24/4), menyebutkan total ada 183. 327 KK yang masuk BDT di Loteng. Dari jumlah tersebut 96.437 KK sudah tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat. Kemudian ada tambahan 26.145 KK memperoleh program BPNT perluasan dan Bantuan Sosial Tunai (BST) juga dari pemerintah pusat sebanyak 38.438 KK. Selan-

jutnya dari program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, Loteng mendapat alokasi sebanyak 11.780 KK. Dengan begitu, ada sisa sekitar 10.527 KK dari BDT yang belum terakomodir untuk memperoleh bantuan sosial. Jumlah itulah yang nantinya akan tanggung oleh Pemkab Loteng untuk memperoleh program JPS kabupaten. “Tapi masih ada satu lagi sumber bantuan sosial yang belum teralokasi. Yakni dari BLT desa. Jumlahnya sekitar

40 ribu KK,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si. Desa, tambahnya, sudah diminta Kementerian PDT dan Desa menyalurkan BLT bagi warga terdampak penyebaran virus Corona dengan menyisihkan sekitar 35 persen dari alokasi Dana Desa (DD) yang diterimanya, sehingga setelah dihitung, total KK yang bisa ditangani dari BLT desa tersebut sekitar 40 ribu KK. Untuk itu, Pemkab Loteng saat ini masih melakukan val-

idasi data terkait calon penerima program bantuan sosial, khususnya yang di luar program bantuan sosial reguler dari pemerintah pusat supaya tidak ada yang memperoleh bantuan dobel atau ganda. “Jadi yang sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat, tidak boleh lagi dapat bantuan dari provinsi maupun kabupaten ataupun desa,” terangnya. Adapun nominal bantuan sosial dari program BST, JPS kabupaten serta BLT desa, itu sama sebesar Rp600 ribu per bulan dan akan diterima selama tiga bulan. ‘’Hanya JPS Gemilang yang jumlahnya sedikit dan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok senilai Rp 250 ribu. Termasuk program BPNT dan BPNT perluasan serta PKH itu lebih sedikit. Tetapi bantuan diterima selama satu tahun,’’ ujarnya. Sehingga khusus untuk JPS

Gemilang, kemungkinan akan diarahkan bagi KK di luar BDT. Sementara yang masuk di BDT di luar penerima BPNT dan PKH, akan diberikan program BST, JPS kabupaten serta BLT desa dengan nominal bantuan sebesar Rp 600 ribu. “Karena bantuan yang ada cukup banyak, jadi pengalokasiannya kita sesuaikan dengan kondisi KK calon penerima program. Mana yang paling parah akan diusahakan untuk memperoleh bantuan yang nominalnya lebih besar,” jelasnya. Sedangkan KK yang mungkin tidak terlalu parah merasakan dampak penyebaran Covid-19 diarahkan untuk memperoleh bantuan yang nominalnya lebih kecil, seperti JPS Gemilang, sehingga untuk JPS Gemilang direncanakan akan disalurkan paling akhir. (kir)

Lacak Kontak Pasien Positif Corona

Tim Gugus Tugas Libatkan Dua Puskesmas di Sekotong

(Suara NTB/ist)

RAKOR - Rakor Satgas Covid-19 KLU yang dipimpin Ketua Satgas H. Najmul Akhyar.

Rakor Satgas Covid

65 Klaster Gowa Terkendala Tes Swab Tanjung (Suara NTB) Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar rapat koordinasi, Kamis (23/4) lalu. Dalam rapat itu, hadir bupati selaku Ketua Satgas, Ketua DPRD KLU, Dandim 1606 Lobar, Kolonel CZI. Efrijon Krol, serta anggota Satgas dari kalangan OPD. Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., dalam kesempatan itu menyampaikan kendala seperti kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), maupun keterlambatan dalam pemeriksaan tes swab di Mataram. Ia juga menangkap adanya keluhan masyarakat menyangkut pelayanan konsumsi dan kelengkapan tempat karantina. “Jangan sampai ada keluhan lagi untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP). Satgas sudah bertindak cepat ketika ada laporan dari masyarakat. Saya minta agar dinas terkait menindaklanjutinya, dengan pelayanan dan berpikir efek-

tif,” ujar Najmul. Bupati menyoroti pula tingginya angka karyawan yang ditumahkan, atau bahkan terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Dinas terkait pun diminta lebih fokus memperhatikan para pekerja tersebut. Sementara, Dandim 1606/ Lobar Kolonel CZI. Efrijon Krol berharap masyarakat diberikan sosialisasi lebih mendalam terkait bahayanya wabah Corona. Sedangkan bagian para pasien karantina, ia menekankan setiap pasien harus ada physical distancing. Apabila sudah dilaksanakan swab, tidak langsung dikembalikan ke rumah. “Siapkan saja isolasi, setelah adanya swab, baru di-rapid test lagi, apabila yakin negatif baru dikembalikan ke masyarakat, karena masyarakat sangat sensitif,” imbuhnya. TNI tegas Efrijon, siap terlibat aktif, termasuk dalam pengamanan gudang logistik,

mengawal distribusi Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako kepada masyarakat, maupun penjagaan di perbatasan kabupaten. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. H. L. Bahrudin, menyebut data sampai dengan 22 April lalu, jumlah ODP 228 orang, PDP naik menjadi 17 orang dan positif masih tetap, 3 orang. “Terkait Unit Pelayanan Karantina Covid-19, saat ini ada 65 orang dengan kondisi baik. Adapun kendala yang dialami saat ini adalah hanya pada swab, karena belum ada box swab,” sebutnya. Disampaikan pula bahwa pihaknya menyediakan swaber-swaber yang ada di puskesmas untuk membantu swaber yang ada di rumah sakit dan tentu akan dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Agar 65 pasien segera dilakukan swab dan mengirimkan uji swab ke provinsi. (ari)

Polairud dan DKP Waspada Penangkapan Ikan Ilegal Giri Menang (Suara NTB) Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda NTB bersama Polisi Khusus Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB berhasil meringkus empat terduga pelaku diduga melakukan illegal fishing di Pulau Batu Kabupaten Sumbawa Barat. Empat terduga pelaku asal Lotim tersebut, ditangkap karena kedapatan melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan. Kini empat terduga pelaku masing-masing inisial S (38), W (35), B (50) dan SU (35) mendekam di tahanan Mako Polairud di Cemara Lembar. Selain mengamankan empat terduga pelaku, aparat juga menyita barang bukti berupa dua perahu motor, peralatan dan bahan peledak. Dirpolairud, Kombes Pol. Made Sunarta SE, MH., bersama Kepala DKP NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM., dalam siaran pers, Jumat (24/4) menjelaskan, awal mula penangkapan ke empatnya saat kapal polisi XXI1003 Dit Polairud Polda NTB melakukan patroli di sekitar

perairan Pulau Batu. Ke empatnya diamankan dalam selang waktu 30 menit tersebut, menggunakan dua perahu dalam melancarkan aksinya. Penangkapan pertama terhadap B alias AN dan SU sekitar pukul 08.30 Wita saat keduanya beraksi. Barang bukti yang diamankan dari mereka, perahu motor warna hijau bagian bawah dan putih pada bagian atasnya lengkap dengan mesin ketinting. 35 kilogram ikan diduga hasil pemboman, botol bir bahan peledak, alat kompresor, dan peralatan lainnya. Tak berselang lama, sekitar 30 menit tim Polsus DKP bersama Dirpolairud berhasil menangkap dua nelayan lainnya, masing-masing inisial S dan W. Keduanya diringkus saat bersaksi sekitar perairan tersebut. Dari keduanya, diamankan perahu dan mesin ketinting, ikan hasil pengeboman dan bahan serta peralatan peledak. “Atas perbuatannya, pasal yang disangkakan yakni pasal 1 ayat 1 UU darurat RI nomor 12 tahun 1951 junto pasal 84 ayat 1 junto pasal 8 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 2004

tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 45 tahun 2009 dan atau pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” jelas Dirpolairud. Kepala DKP NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM mengatakan meski di tengah wabah Corona, pihaknya bersama Ditpolairud tetap bekerja mengawasi perairan dari praktik ilegal. “Jangan sampai ada oknum tertentu memanfaatkan situasi akibat Covid-19 ini Karena ada sektor ekonomi tidak bergerak, kemudian melakukan pengeboman ikan,”ujar dia. Ia berharap kerjasama lebih ditingkatkan dengan menambah personel dan peralatan serta kapasitas. Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin kecolongan di tengah kondisi wabah ini. Sejauh ini pihaknya mengatensi empat titik yang rawan illegal fishing. Di mana oknum warga memanfaatkan situasi. Selain pendekatan hukum, pihaknya juga akan meningkatkan upaya penguatan ekonomi. Sebab kemungkinan warga melakukan ini karena ketidaktahuan dan bisa saja faktor ekonomi. (her)

(Suara NTB/ist)

TUNJUKKAN - Dirpolairud Polda NTB Made Sunarta bersama Kepala DKP NTB, H.Yusron Hadi dan jajaran Kabid serta polsus menunjukkan empat terduga pelaku penangkapan ikan ilegal yang berhasil diamankan.

Giri Menang (Suara NTB) Dua warga Kecamatan Sekotong dinyatakan positif Corona, masing-masing pasien nomor 111 inisial SH dari Buwun Mas dan pasien nomor 119 inisial A asal Gili Gede. Menyikapi dua kasus positif Covid-19 ini, pihak dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Sekotong pun bergerak melakukan pelacakan. Pelacakan atau tracing melibatkan dua puskesmas, yakni Puskesmas Sekotong dan Pelangan turun melakukan pelacakan kontak dan tes cepat terhadap puluhan warga yang terdiri keluarga dekat pasien positif warga yang kontak. Selain melacak dua pasien positif ini, pihak puskemas juga melacak istri dan anak dari pasien dari Giri Sasak yang informasinya berada di Sekotong. Pihak puskesmas juga melakukan tes cepat warga di Sekotong Tengah yang memiliki kontak erat dengan pasien nomor 107 yang hasilnya satu orang reaktif. Ketua Gugus Tugas Kecamatan Sekotong L Pardita Utama, menegaskan, menyikapi dua kasus positif Covid-19 di wilayahnya, pihaknya bersama tim puskesmas turun melakukan pelacakan dan tes cepat. Di Gili Gede, kata dia, pihaknya akan fokus melacak keluarga pasien, terdiri dari istri, anak, dan orang tuanya. Setelah itu barulah dilacak warga lain. Terkait dengan pasien yang menjadi imam di masjid, pihaknya juga akan melacak warga yang pernah kontak dengan bersangkutan. Bagaimana dengan Gili Gede, apakah ditutup atau dilarang keluar masuk, pihaknya sudah lama membatasi atau memperketat warga yang keluar masuk daerah itu. Kalau warga

tidak memiliki tujuan jelas, dilarang keluar atau masuk ke Gili. Sejauh ini belum ada warga yang sampai mau pindah. ‘’Tracing kontak juga dilakukan tim Puskesmas Sekotong kepada warga di Buwun Mas. Tim turun sejak Kamis kemarin dan Jumat untuk melakukan penelusuran. Istri dan anak pasien positif dari Giri Sasak Kuripan juga ke Sekotong. Itu yang kita lacak,”jelas dia. Kepala UPT Puskesmas Sekotong, Nyoman Adnyana Putra mengatakan pihaknya sudah bekerja dari awal bersama tim relawan Buwun Mas, relawan kecamatan. Pihaknya sudah melakukan upaya edukasi dan isolasi mandiri. Untuk pasien SH, jelas dia, sudah dilacak dan langsung dites cepat. Begitu tahu hasilnya reaktif, pihaknya pun membawanya ke Sanggar Mutu. Pihaknya mengkhawatirkan, karena SH pernah kontak dengan penambang di lubang emas. Selama masa karantina mandiri bersangkutan, diam-diam pergi ke lubang emas. Pihaknya pun akan melakukan pelacakan dan diusulkan dilakukan tes cepat. Selain SH pihaknya juga melacak istri dan anak dari pasien positif Giri Sasak Kuripan. Timnya sudah turun melacak dan tes cepat. Termasuk, pihaknya melacak istri dan keluarga pasien nomor 107 asal Ampenan. Pihaknya sudah melakukan tes cepat terhadap delapan anggota keluarga, Hasilnya hanya satu orang reaktif, yakni anggota keluarga paling tua. ‘’Keluarga bersangkutan dilakukan isolasi mandiri, tim kesehatan turun memantau dan memberikan vitamin. Pasien 107 ini pernah salat di masjid di Sekotong dan wilayah Mataram. (her)

M. Zaini

Sahril

Item Belum Lengkap

Bantuan JPS Gemilang di Lobar ’’Ditahan’’ Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah desa di Lombok Barat (Lobar) terpaksa “menahan” penyaluran bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Pasalnya item bantuan yang diberikan oleh vendor masih kurang. Dari delapan item bantuan, baru dua yang diberikan ke desa. Sedangkan enam item belum lengkap. Hal ini menjadi alasan pihak desa “menahan” bantuan itu di kantor desa. Kepala Desa Babussalam Kecamatan Gerung M. Zaini menegaskan pihaknya belum mendistribusikan bantuan JPS Gemilang. “Kebetulan Desa Babussalam mendapatkan 54 jiwa dari JPS Gemilang, kami masih taruh di kantor desa bantuannya karena item bantuan belum lengkap kami terima,” jelasnya, Jumat (24/4). Dijelaskan, ada delapan item dalam satu paket bantuan ini terdiri dari beras, telur, minyak goreng, makser dan teh. Yang baru didroping, beras dan telur, sedangkan enam item belum. Supaya tidak bekerja dua kali jelas dia, pihaknya pun memutuskan membagikan bantuan ini setelah lengkap. Pola penyalurannya nanti melalui Satgas Covid-19 Desa. Hal serupa terjadi di Desa Bajur Kecamatan Labuapi. Ke-

pala Desa Bajur Husni mengatakan, penerima JPS Gemilang di desanya sebanyak 86 orang. Pihaknya mengakui paket bantuan ini belum lengkap diterima, karena pihaknya hanya menerima telur dan beras. Sehingga pihaknya pun tidak mau tanda tangan berita acara serah terima. Terkait data penerima bantuan dinilai Kepala Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari Sahril yang merupakan Kades Jeringo menegaskan masalah data JPS Gemilang bukanlah tanggung jawab pemerintah desa. Menurutnya, data penerima berasal dari Pemkab Lobar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang meminta pendamping desa untuk dicocokkan biar tidak ganda bagi masyarakat penerima bantuan PKH dan BPNT. ‘’Setelah itu baru dikirim sebagai dasar penerima bantuan JPS Gemilang,” ujarnya. Tak hanya itu, Sahril juga mengatakan bahwa fakta di lapangan ternyata data yang sudah dicocokkan tersebut masih bermasalah tidak sesuai dengan data yang diberikan oleh penyalur JPS Gemilang NTB dan data yang sudah diserahkan ke Dinas PMD Lobar, sehingga bantuan tersebut belum bisa dibagikan ke masyarakat sampai sekarang. (her)


SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

Rp70 Miliar untuk Covid-19 Belum Dibahas dengan DPRD Bima (Suara NTB) Anggaran Rp70 miliar dari hasil refocusing atau pengalihan anggaran APBD 2020 yang akan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima untuk menangani atau mengatasi covid-19, rupanya belum dibahas bersama DPRD Kabupaten Bima. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, M. Aminurlah SE, kepada Suara NTB, Jum’at (24/4). Kata dia, setiap anggaran yang dialihkan terkait apapun harus dibahas bersama dengan DPRD. “Terma(Suara NTB/dok) suk juga Rp70 miliar yang diM. Aminurlah siapkan Pemkab Bima dalam menangani Covid-19, harus dibahas bersama DPRD,” katanya. Menurut Duta PAN ini, anggaran yang dialihkan tanpa perlu dibahas dan harus mendapat persetujuan DPRD. Salah satunya dana tak terduga. Kata dia, penggunaannya cukup menyampaikan surat pemberitahuan saja. “Kalau pos dana tidak terduga tidak masalah. Cukup pemberitahuan saja,” katanya. Ia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Pemerintah Daerah agar tidak mengalihkan ataupun menggeser anggaran program dan kegiatan dalam APBD tanpa ada pembahasan dengan DPRD. Hanya saja belum ada jawaban sampai saat ini. “Kita cukup memahami kondisi yang ada saat ini, tapi harus melalui mekanisme yang ada. Ini juga sebagai bentuk pengawasan kami,” katanya. Seperti diketahui Pemkab Bima menyediakan tambahan anggaran sebanyak Rp70 miliar lebih untuk mencegah, mengantisipasi serta memutus mata rantai penyebaran covid-19. “Kita sediakan anggaran sekitar Rp70 miliar lebih untuk mencegah corona,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, Aries Munandar kepada Suara NTB, beberapa waktu lalu. Sumber anggaran tersebut lanjutnya, merupakan hasil pengalihan dan pergeseran anggaran atau refocusing APBD 2020, yang diprioritaskan untuk penanganan dan pencegahan virus corona. “Yang didapatkan dari hasil refocusing APBD, totalnya ada sekitar Rp70 miliar lebih untuk tangani covid-19,” katanya. Menurutnya anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD) dan sebagiannya bahkan telah pengadaan. Membeli rapid test, masker dan operasional Tim Gugus Tugas. “Pastinya semua anggaran ini akan diprioritaskan untuk menangani dan pencegahan covid-19,” ujarnya. (uki)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 5

Tim Covid-19 Dompu Pisahkan PDP Positif dan Negatif Dompu (Suara NTB) Sebanyak 23 orang warga Dompu klaster Gowa terkonfirmasi positif Covid19 dari 58 orang yang diuji swabnya. Mereka yang dinyatakan positif ini akan diisolasi lebih intensif dan dipisahkan dari mereka yang negatif. RS Pratama Manggelewa yang selama ini menjadi tempat isolasi warga klaster Gowa akan dijadikan tempat isolasi bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid. Sekretaris Tim Covid-19 Kabupaten Dompu, M. Jufri, ST, MSI kepada Suara NTB, Jumat (24/4) mengatakan, akan memisahkan warga yang terkonfirmasi positif dan negatif Covid-19 hasil swab. Mereka yang selama ini diisolasi sama di RS Pratama akan dipisah, yaitu 23 orang yang dinyatakan positif akan diisolasi dan dirawat di RS Pratama. “Yang negatif jumlahnya 35 orang, kita isolasi di gedung Sanggilo Dompu,” katanya. Mereka yang dinyatakan

negatif ini akan dilakukan swab tahap kedua dalam 10 hingga 15 hari kedepan. Jika dinyatakan negatif baru bisa dipulangkan. Swab kedua juga akan dilakukan pada mereka yang dinyatakan positif untuk mengetahui perkembangannya. “Nanti dalam waktu 14 hari harus kami lakukan swab kedua. Jadi orang reaktif sudah tidak ada lagi disana (RS Pratama),” ujarnya. Terhadap 23 orang yang dinyatakan positif, kata Jufri, pihaknya langsung meminta

anak istrinya untuk melakukan isolasi mandiri dan tidak bergaul dengan masyarakat umum agar memutus mata rantai penyebaran Covid. “Untuk anak istri yang dinyatakan positif, kita tidak perlu rapid test. Kita langsung swab mereka Senin (27/4) ini. Yang akan dilakukan rapid test hanya kepada mereka hasil penelusuran kontak dengan pasien positif Covid,” jelasnya. Terkait pelayanan di Puskesmas Dompu Kota yang

sempat ditutup pasca 3 dokter umum dan 1 perawatnya hasil tes cepat menunjukan reaktif, Jufri mengatakan, sebenarnya Puskesmas Dompu Kota tidak tutup pada Kamis (24/4), tapi hanya menghentikan pelayanan karena dokter dan perawatnya dilakukan tes cepat pasca mengetahui 3 dokter dan perawatnya reaktif. “Sekarang pelayanan tetap dibuka. Kebetulan masih ada dr H Syaf (mantan Direktur RSUD Dompu) yang melayani,” katanya. Sementara untuk 3 dokter yang dinyatakan reaktif dan 1 perawatnya, kini melakukan isolasi mandiri di kediamannya masing – masing. Yang melakukan isolasi di rumah dinas Sekda hanya Uj dan adiknya yang juga dinyatakan

(Suara NTB/ula)

M. Jufri reaktif. Tapi UJ yang memasang infus pada H Umar kondisinya baik dan hasil swabnya negatif. (ula/jun)

Harga Bahan Pokok Terpantau Normal Taliwang (Suara NTB) Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) menyebutkan saat ini kondisi harga di pasar masih terpantau normal belum terjadi lonjakan harga. Hal ini juga terjadi karena adanya operasi pasar yang dilakukan dinas terkait sebelum bulan Ramadan. Data yang diterima Suara NTB dari beberapa pasar yang ada di Sumbawa Barat menyebutkan, untuk harga bawah merah masih berada pada angka Rp30-35 ribu per kilogram sedangkan untuk bawang putih harganya bervariasi mu(Suara NTB/ils) lai dari Rp45 ribu sampai Rp. Amin Sudiono 50 per kilogram. Sedangkan untuk cabe masih berada pada angka Rp 70-80 ribu per kilogramnya. Dan harga daging segar masih berkisar diantara Rp 100-125 ribu per kilogramnya dan untuk harga daging beku, sesuai dengan Permendag, harus dijual dengan harga Rp. 80 ribu per kilogram. “Harganya masih terpantau normal untuk semua kebutuhan pokok di semua pasar di Sumbawa Barat. Sementara untuk harga daging, kami meminta kepada semua RPH yang beroperasi di masing-masing kecamatan untuk menjamin stok dagingnya. Sehingga tidak terjadi gejolak harga nantinya jelang lebaran ataupun pertengahan bulan Ramadan,” ungkap Kepala Disperindagkop Sumbawa Barat Ir. Amin Sudiono MM, Jumat (24/4). Disebutkannya, stabilitas harga bisa diraih berkat operasi pasar di sejumlah tempat. Selain itu, masyarakat yang memiliki daya beli rendah juga akan diberikan sembako gratis. Dimana itu terdiri dari, beras, gula, sirup, susu, dan minyak goreng, yang harganya mencapai Rp300 ribu. (ils)

Disos Sumbawa Rampungkan Data Penerima Bansos Tunai Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa merampungkan pendataan dan verifikasi warga yang akan mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah pusat. Bantuan yang diberikan selama tiga bulan sebagai dampak dari pandemik Covid saat ini. Dari hasil verivikasi data, sebanyak 28.869 KK di Sumbawa akan mendapatkan Bansos Tunai ini. Selama tiga bulan berupa uang senilai Rp. 600 ribu per KK perbulan. Warga yang mendapatkan Bansos ini pun bisa di luar dari (Suara NTB/ist) Basis Data Terpadu (BDT). Mirajuddin Asalkan terdampak Covid-19. Seprti tukang ojek, Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang kecil. Termasuk para tenaga kesehatan non PNS. “Datanya kami rampungkan 23 April lalu dan langsung dikirim ke pusat,”terang Kepala Bidang Linjamsos Disos Sumbawa, Mirajuddin S.T. Penerima Bansos Tunai ini diharapkan tidak tumpang tindih dengan program sejenis, seperti PKH dan Program Sembako. Makanya, data penerima juga diverifikasi di tingkat desa. Diketahui, jumlah masyarakat Sumbawa yang terdata dalam BDT sebesar 220.236 jiwa atau 62.887 KK. Terakomodir dalam program reguler PKH sebanyak 20.420 KK dan sebagian lagi Program Sembako sebanyak 33.017. “Penerima PKH juga otomatis menerima program sembako, makanya disebut komplamentaritas program,” jelasnya. Lalu muncul lagi program baru sebagai dampak dari Covid 19. Yakni, Bansos Tunai dan JPS Gemilang. Serta tambahan kuota program sembako dari pusat. Untuk JPS Gemilang Sumbawa mendapatkan alokasi 5681 KK yang paket sembakonya tinggal didistribusikan. Selama 3 bulan berupa sembako senilai Rp250 ribu per KK perbulannya. Sedangkan tambahan kuota program sembako dari Kemensos untuk 1547 KK yang berlaku selama 9 bulan mulai April ini. Senilai Rp. 200 ribu perbulannya yang disalurkan melalui e-Warung. (arn)

(Suara NTB/Polres Dompu)

EVAKUASI – Tim Inafis Satreskrim Polres Dompu, saat mengevakuasi jenazah korban tewas akibat kebakaran di Sorisakolo, Jumat (24/4).

Gubuk Terbakar, Bocah Tujuh Tahun Jadi Korban Dompu (Suara NTB) – Gubuk milik Jahara di So Teka Sanggere Dusun Sorisaklo ludes terbakar, Jumat (24/ 4) dini hari. Akibatnya, M. Akbar bocah berusia tujuh tahun tewas mengenaskan. Kuat dugaan api bersumber dari lampu teplok yang tersenggol oleh korban. Paur Kasubag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah kepada wartawan menyampaikan, peristiwa kebakaran yang

menewaskan seorang bocah ini berawal saat korban dan neneknya yakni Jahara tidur dalam satu gubuk. Sementara ayah korban, Herman Ahmad (31) terpisah di gubuk lain dengan jarak sekitar 6 meter. Ketika waktu sahur tiba, Jahara sempat berusaha membangunkan cucunya untuk makan sahur. Namun, M. Akbar ketika itu menolak dan memilih melanjutkan tidurnya. “Kemudian Jahara memberitahukan korban

akan ke sungai untuk mengambil air minum,” terangnya. Dalam perjalanan ke sungai untuk mengambil air minum, lanjut Hujaifah, insiden kebakaran tersebut terjadi. Pertama kali disaksikan oleh Herman Ahmad yang saat itu terbangun lantaran kepanasan dan terkejut mendengar sang anak teriak meminta pertolongan. Upaya penyelamatan seketika dilakukan, namun kobaran api yang sudah menjalar

ke semua sisi gubuk membuatnya kesulitan. Sehingga M. Akbar harus tewas mengenaskan dengan sekujur tubuh hangus terbakar. “Warga berdatangan saat api sudah padam sendiri dan korban meninggal dunia di tempat,” ujarnya. Kuat dugaan kobaran api bersumber dari lampu teplok yang tersenggol oleh korban. Karena berdasarkan keterangan neneknya, sebelum berangkat ke sungai ia sempat melihat kaki sang

cucu berdekatan dengan lampu teplok yang berada di lantai. Namun, melihatnya tertidur pulas hal itupun tidak dihiraukan. Selain memakan korban jiwa, ungkap Hujaifah, kejadian tersebut membuat orang tua korban mengalami kerugian materil hingga puluhan juta. “Selain M. Akbar, ayah korban mengalami kerugian karena uang Rp20 juta di bawah kasur tempat korban ikut terbakar,” pungkasnya. (jun)

Inspektorat Tunda Riksus Sejumlah Desa Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terpaksa menunda pelaksanaan pemeriksaan khusus (Riksus) terhadap sejumlah desa yang dilaporkan melakukan penyimpangan. Sebab anggaran untuk pelaksanaan Riksus terpangkas untuk penanganan covid-19. Selain itu, Pemerintah juga membatasi para Aparatur Sipil Negara (ASN)

untuk turun lapangan. “Memang sejumlah desa yang masuk agenda Riksus terpaksa kita tunda sampai dengan kondisi aman dan anggaran tersedia. Karena jika tetap kita paksa dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Jika kondisi aman, baru akan kita lakukan Riksus kembali,” ungkap Inspektur Inspektorat KSB, I Made Budi Artha S.Sos, M.M kepada

Suara NTB, Jumat (24/4). Dikatakannya, beberapa kasus yang ditunda Riksusnya yakni kasus APBDes DesaSeminar Salit dengan total kerugian sementara di Rp600 juta dan Dasan Anyar yang mencapai Rp800 juta. Kedua desa ini sebenarnya sudah lama ditangani tinggal menunggu hasil Riksusnya saja. Tetapi karena ada bencana non alam (Covid-19) penanganan terhadap dua desa ini terpaksa molor sam-

Pemda KSB Bolehkan Kegiatan Ramadhan di Masjid Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak membatasi sedikit pun masyarakat untuk berkegiatan dan berkumpul dan berkegiatan di masjid selama bulan ramadhan ini. “Menyambut ramadhan tahun ini di tengah ancaman pandemi virus corona. Kami sudah memutuskan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menggelar semua kegiatan amalan ramadhan di masjid,” tegas Bupati KSB, H. W. Musyafirin di Masjid Agung Darussalam KTC, Kamis malam (23/4). Menurut bupati, meski status KSB saat ini berada dalam zona merah penanganan Coronavirus Disease (Covid-19). Tetapi pemerintah KSB belum memiliki landasan kuat melakukan pembatasan aktivitas masyarakat. Termasuk salah satunya agenda ibadah keagamaan selama bulan ramadhan ini. “Kita memang sudah zona merah karena pernah ada kasus positif. Tapi sekarang itu tinggal angka saja (orangnya sudah meninggal),” urainya seraya menambahkan, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. “Saya minta pengurus masjid tetap buka masjid untuk kegiatan shalat fardhu, shalat jum’at dan tarawih berjemaah. Termasuk juga kegiatan amalan lain ramadhan seperti tadarus al qur’an bahkan i’tiqaf

(Suara NTB/ist)

SAMBUTAN - Bupati KSB, H. W. Musyafirin memberi sambutan dan pengarahan kepada pengurus dan jemaah Masjid Agung Darrussalam KTC terkait aturan berkegiatan di masjid selama bulan ramadhan. (berdiam diri di masjid) itu masih boleh,” sambung bupati. Meski tak ada pembatasan aktvitas di masjid selama ramadhan ini. Bupati selanjutnya menyatakan, tentu ada syarat yang harus dipatuhi oleh pengurus masjid dan masyarakat sebagai langkah upaya pencegahan virus corona. Adapun ketentuan yang harus dipatuhi oleh pengurus masjid, yakni larangan penggunaan karpet. Berikutnya pengurus masjid wajib menyediakan peralatan dan tempat cuci tangan dan bahan sterilisasi seperti sabun dan desinfektan. “Itu harus ada di masjid. Dan pengurus masjid harus juga mewajibkan je-

maah sebelum masuk agar mencuci tangan,” tandasnya. Sementara itu kewajiban bagi masyarakat selaku jemaah, bupati menegaskan, wajib menggunakan masker, membawa sejadah, menghindar kontak langsung antar jemaah (pembatasan fisik) termasuk tidak berjabat tangan. Dan terakhir bagi warga yang sedang sakit diimbau agar tidak datang beribadah dan melakukan ritual amaliah lainnya di masjid. “Jadi ada tanggung jawab yang harus dijalankan baik oleh pengurus masjid maupun jemaah. Dan aturan itu harus kita tegakkan demi keselamatan kita bersama,” demikian ditegaskan bupati. (bug)

pai kondisi benar-benar aman. Termasuk pelaksanaan pendalaman kasus tiga desa yang lain juga terpaksa ditunda. “Semua agenda pemeriksaan terpaksa kita tunda karena pandemi covid-19 yang mewabah saat ini,” sebutnya. Selain kasus yang ditangani, beberapa kasus yang diminta untuk diaudit oleh kepolisian juga tidak bisa dilakukan. Sebut saja kasus Desa Labuhan Lalar yang saat ini masih

mandek penyelesaiannya karena tim audit Inspektorat Provinsi belum turun. Meski demikian, dirinya menegaskan penanganan kasus tersebut tetap dilanjutkan sampai tuntas. “Kita tidak memiliki kegiatan untuk saat ini karena kita fokus pengawasan penggunaan anggaran covid-19. Jika kondisinya sudah pulih, baru akan kita tangani lagi,” pungkasnya. (ils)

Kontak Erat Klaster Gowa, Empat Orang Dinyatakan Reaktif Sumbawa Besar (Suara NTB) Dalam beberapa hari ini, gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Sumbawa membagi tiga tim melakukan penelusuran kontak pasien positif di Kecamatan Tarano, Lunyuk dan Labangka. Dari tes cepat (rapid test) yang dilakukan, 4 orang dinyatakan reaktif. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani membenarkan hal tersebut. Empat orang reaktif, dua diantaranya dari Kecamatan Lunyuk dan dua lainnya dari Kecamatan Labangka. Mereka memiliki riwayat kontak dengan pasien positif asal kecamatan setempat. “Hasil yang kemarin, kita di Lunyuk dapat tambahan yang reaktif dua orang yang kontak erat klaster Gowa. Di Labangka kita juga menemukan dua yang reaktif. Terhadap yang reaktif sudah mulai kita geser ke karantina terpadu,” ujarnya, Jumat (24/4) kemarin. Dijelaskannya, untuk di Lunyuk dan Labangka belum banyak dituntaskan rapid test. Karena jumlah rapid test yang ada terbatas. Meskipun demikian, pihaknya sudah mengusulkan ke provinsi untuk 100 alat rapid test. “Saya sudah minta lagi ke provinsi dan akan dikirimkan lagi 100 tambahan. Jadi kalau

(Suara NTB/ind)

H. Didi Darsani datang 100 itu, berarti kita sudah dapat 400 rapid test keseluruhan,” ungkapnya. Sedangkan untuk di Kecamatan Tarano, rapid test uga belum dilakukan secara menyeluruh. Sedangkan untuk keluarga pasien covid-19 diputuskan dilakukan pengambilan sampel swab. “Yang rapid test Tarano, belum dapat laporannya, karena besar. Sekarang nambah satu lagi kasus yang Tarano jadi empat. Kalau kita ngandalkan rapid test nda selesai-selesai dia. Makanya untuk keluarga yang positif, kita putuskan saja pake swab, tidak pake rapid test,” tukasnya. (ind/arn)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

Halaman 6

Narkoba Sasar Pelajar di Masa Libur Sekolah

Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

BULAN Ramadhan telah tiba. Saatnya setiap orang menjadikan momen ini sebagai ajang memperbaiki kualitas perilaku dan akhlaknya. Tak terkecuali bagi siswa-siswi yang kini sedang libur akibat virus Corona. Demikian saran Pelaksana Tugas Kepala SMKN 1 Sekotong, Sulman Haris, M.Pd. Menurutnya, manusia memerlukan jeda pengosongan diri dari aktivitas duniawi yang terlalu menyibukkan. Momentum puasa ini menjadi momen yang tepat untuk memulihkan kesehatan jasmani-rohani dari kesibukan sehari-hari selama ini. Dikatakan pula puasa bisa mengurangi setiap orang dari kekenyangan perut yang berdampak pada lambannya olah pikir. Selain itu puasa juga bisa mengistirahatkan organ tubuh, sehingga diharapkan pikiran bisa jernih. Di samping itu puasa juga membuat kita bisa berikhtiar maksimal dalam penyempurnaan akhlak. Tentu saja hal demikian bisa dilakukan jika kita mampu memaknai puasa dengan sebaik-baiknya. Penyempurnaan moral harusnya jadi visi setiap orang saat selama berpuasa. Pada momentum inilah, kata dia, sebagai momentum yang tepat memperbaiki moral akhlak. Terutama bagi para pelajar yang kini memiliki banyak waktu di rumah seiring dengan kebijakan libur dan belajar di rumah, tentu saja harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar momentum Ramadan berbekas di kemudian hari. (dys)

Praya (Suara NTB) Para orang tua di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diminta untuk lebih memperketat pengawasan kepada anak-anaknya. Terutama yang masih berstatus pelajar. Pasalnya, di masa libur sekolah dampak pandemi virus Corona (Covid-19) seperti sekarang ini, kasus narkoba yang melibatkan kalangan pelajar cenderung meningkat. Terbukti dari beberapa kasus narkoba yang diungkap jajaran Polres Loteng selama sepekan terakhir, pelakunya banyak dari kalangan pelajar dan remaja. “Dimohon kepada para orang tua yang memilik anak yang masih berstatus pelajar, supaya meningkatkan pengawasan kepada anaka-anaknya. Di mana situasi saat ini proses belajar mengajar tengah diliburkan,” pinta Kasat Resnarkoba Polres Loteng, Iptu Hizkia Siagian, STK.SIK., Ju-

aranya masih berstatus pelajar dan anak di bawah umur. Untuk itu, menjadi kekhawatiran sendiri. Di tengah libur sekolah akibat pandemi virus Corona, para pelajar seharusnya tetap fokus belajar dan menyelesaikan tugas sekolah di rumahnya. Tetapi justru banyak yang malah ter-

nya. Setelah polisi mengembangkan kasus penangkapan pengguna narkoba pada 16 April lalu. Di rumah terduga pelaku polisi mengamankan sejumlah paket narkoba jenis sabu-sabu siap edar dengan total berat sekitar 3,2 gram. Terduga pelaku AM ditangkap saat sedang duduk di ruang tamu rumahnya. Dan, sudah sempat mengedarkan narkoba ke beberapa orang yang sebelumnya sudah diamankan pihak kepolisian. “Terduga pelaku dan barang bukti narkoba sudah kita amankan di Mapolres Loteng. Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Hizkia. (kir)

Unram Beri Bantuan Sembako Mataram (Suara NTB) Dalam upaya mencegah penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atas nama Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, M.Si., memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa rantau Unram yang masih berada di Mataram. Pemberian bantuan sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Prof. Enny kepada Irwan selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram. “Pemberian bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian Unram kepada mahasiswa,” tutur Prof. Enny – sapaan akrabnya, Jumat (24/4). Wakil Rektor III Unram itu juga menerangkan bahwa penerima sembako adalah mahasiswa Unram yang berasal dari luar Lombok, namun masih berada di Mataram. “Jadi pemberian bantuan ini hanya untuk mahasiswa Unram yang berasal dari luar Lombok tapi masih ada di Mataram dan grade UKT nya 1, 2 dan 3,” jelasnya. Lebih jauh Prof. Enny menerangkan bahwa pemberian bantuan sembako itu diberikan melalui sinergi dengan BEM Unram yang mengidentifikasi jumlah mahasiswa rantau Unram yang masih ada di Mataram. “Dengan bantuan identifikasi oleh BEM, kami mengusulkan lebih dari 80 orang mahasiswa yang menerima

Sulman Haris

Guru Digaji dari BOS Harus Punya Progres Pelaksanaan Pembelajaran Mataram (Suara NTB) – Guru non ASN yang diberikan gaji atau honor dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus memiliki progres layanan belajar. Serta membuat laporan pelaksanaan pembelajaran. Jika tidak memiliki progres layanan belajar selama wabah Covid-19, maka guru tersebut tidak berhak diberikan jasa jam mengajar dari dana BOS. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., pada Jumat (24/4) mengatakan, bahwa pembayaran honor bagi guru non ASN harus memenuhi persyaratan tercatat pada Dapodik per 31 Desember 2019. Guru itu juga belum mendapatkan tunjangan profesi. “Dan memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah dalam masa penetapan status darurat kesehatan masyarakat Covid-19 oleh pemerintah pusat,” ujarnya. Pihaknya sudah mengeluarkan surat dengan nomor 913/ 7066UM/Dikbud perihal pembayaran guru non ASN dari dana BOS. Surat itu arahan untuk menindaklanjuti Permendikbud nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan atas Permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis BOS reguler. Aidy menjelaskan ketentuan dalam pembayaran honor dari dana BOS yaitu setiap guru wajib membuat laporan progres pelaksanaan pembelajaran, baik melalui daring atau bentuk layanan pembelajaran lainnya. Besaran honor yang dibayarkan dari dana BOS, maksimal setara dengan besaran honor yang dibayarkan dari Jasa Jam Mengajar (JJM) Pemerintah Provinsi NTB. Di samping itu, pelaksanaan pembimbingan oleh guru Bimbingan dan Konseling atau guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan membimbing paling sedikit satu rombongan belajar. “Guru yang tidak memiliki progres layanan belajar selama wabah Covid-19 tidak berhak dibayarkan jasa jam mengajarnya dari dana BOS,” ujar Aidy. Beberapa aturan lainnya mengenai perubahan penggunaan dana BOS antara lain jika sebelumnya persentase maksimal penggunaan dana BOS untuk honorer sebesar 50 persen, di juknis baru aturan itu tidak berlaku sehingga bisa digunakan lebih dari 50 persen. Ada juga aturan yang mengatur tentang dana BOS dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik atau peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker atau penunjang kebersihan. (ron)

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Mahasiswa Unram yang tidak bisa mudik diberikan bantuan sembako oleh pihak kampus. bantuan sembako ini, tapi nanti masih dilakukan seleksi dan verifikasi lagi yang mana mahasiswa grade UKT 1, 2, dan 3,” terangnya. Prof. Enny berharap bantuan tersebut dapat meringankan kondisi perekonomian mahasiswa yang tengah jauh

dari keluarga serta membuat mahasiswa tetap bersemangat di tengah upaya social distancing dan stay at home meski pada hakikatnya mereka masih di rantauan. Sementara itu Ketua Badan BEM Unram Irwan mengatakan penyaluran ban-

Pengumuman Kelulusan Wajib Gunakan Media Daring Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mewajibkan sekolah mengumumkan kelulusan siswa kelas XII pada tanggal 4 Mei menggunakan media dalam jaringan (daring). Hal itu sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pembatasan sosial yang melarang aktivitas kontak langsung dan pengumpulan massa mencegah penularan virus Corona (Covid-19). Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., pada Kamis (23/4) mengatakan pihaknya sudah memberikan surat tata cara pengumuman kelas XII melalui Kepala Cabang Dinas Dikbud NTB di setiap daerah. Pengumuman akan dilaksanakan pada 4 Mei pukul 16.00 Wita. “Pengumuman kelulusan wajib menggunakan media daring atau web online di website sekolah atau platform lain.

Penetapan Kuota Siswa saat PPDB Diharapkan Tepat

Mataram (Suara NTB) – Sekolah di daerah mengharapkan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK harus tepat dan seimbang di semua sekolah. Dengan begitu tidak ada sekolah yang kekurangan siswa. Kepala SMAN 2 Sumbawa Besar, Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL., mengatakan, untuk SMA di dalam kota, tidak begitu bermasalah dengan PPDB zonasi, apalagi peluang mendapatkan siswa berprestasi semakin besar. Namun, ada beberapa sekolah yang memang kekurangan siswa. Itulah yang perlu disikapi dengan menetapkan kuota saat PPDB harus tepat untuk setiap sekolah. “Ada satu-dua sekolah negeri yang kekurangan siswa. Penentuan kuota harus jelas dari awal. Kami sudah bahas bersama SMA dan SMK, bagaimana supaya tiap sekolah itu sudah menentukan kuota masing-masing, supaya tidak ada sekolah yang hidup segan mati tak mau, supaya semua hidup,” harapnya. Ketua Panitia PPDB Provinsi NTB yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, H. Muhammad Fauzan mengatakan, pihaknya sudah berkaca pada kekurangan PPDB tahun sebelumnya. Ia juga mengharapkan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan siswa. “Insya Allah sekolah-sekolah juga akan tidak kekurangan siswa. Karena kuota siswa yang diterima sekolah tidak boleh lebih dari yang keluar saat kelulusan kelas XII ini, kalau keluar 10 rombongan belajar (rombel), berarti menerima 10 rombel. Begitu juga sekolah besar di jantung kota, diharapkan menerima siswa seusai yang tamat, kita pastikan. Nanti ada juga yang dikurangi sesuai kuota,” katanya. Pihaknya sudah mengevaluasi PPDB tahun sebelumnya dan sudah menghitung kuota rombongan belajar setiap sekolah. Selain itu, sarana sekolah juga tetap akan diperhatikan sehingga tidak ada perbedaan mencolok fasilitas satu sekolah dengan sekolah lain. “Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tidak diganggu oleh pemerintah untuk penambahan dana Covid-19 ini, sehingga pemenuhan sarana terus berjalan,” kata Fauzan. Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menambahkan PPDB nanti tetap menggunakan batas kuota sesuai daya tampung. Saat ini satu rombel diisi maksimal 36 siswa. Pihaknya juga mengupayakan tidak ada pembukaan pendaftaran lagi di luar jadwal yang sudah ditentukan. “Kemendikbud sebut begitu 36 satu rombel, tanpa boleh membuka kelas baru lagi,” ujarnya. (ron)

mat (24/4). Ia mengungkapkan, dalam sepekan terakhir pihaknya panen kasus narkoba dengan kasus terbanyak di Desa Beleka Kecamatan Praya Timur. Dari total sekitar 16 pelaku terduga terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, sebagian besar di ant-

libat kasus narkoba. “Gejala ini hendaknya menjadi perhatian serius para orang tua di daerah ini,” tandasnya. Lebih lanjut Hizkia menambahkan, selain telah mengamankan para terduga penyalahgunaan narkoba dari kalangan pelajar, pihaknya sudah berhasil menangkap terduga bandar narkoba yang selama ini menyuplai narkoba kepada para pelajar tersebut pada Selasa (22/4) kemarin. “Pelaku AM (41) warga Desa Persiapan Beleka Lebesane Kecamatan Praya Timur,” sebutnya. Terduga bandar narkoba tersebut diamankan di rumah-

Mahasiswa Tak Bisa Mudik

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/dok)

Perbaiki Kualitas Akhlak

Website harus terintegrasi dengan fasilitas link menu untuk print out surat kelulusan siswa secara mandiri,” katanya. Selain itu, Aidy menyampaikan agar website bisa berjalan di berbagai perangkat dan lintas platform aplikasi, seperti android, windows, dan IOS. Pihaknya juga memerintahkan Kepala SMA/SMK/ SLB agar melakukan usahausaha pencegahan terhadap siswa yang akan melakukan pawai atau konvoi dan aksi coret. Serta melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat. Dinas Dikbud NTB telah mengeluarkan rambu-rambu kelulusan dan kenaikan kelas untuk sekolah. Ia menekankan agar dalam prosesnya harus memperhatikan protokol kesehatan. Di samping itu, orang tua atau wali siswa juga diharapkan memastikan anaknya untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah, seperti di pusat olahraga, tempat rekreasi, warung internet, pusat perbelanaan, pusat permainan, mal, atau tempat berkumpul lainnya. “Agar orang tua/wali tidak mengizinkan putra dan putrinya melakukan kegiatan yang diikuti banyak orang seperti perlombaan atau pertandingan, kegiatan seni budaya, pameran, nyongkolan dan lainnya,” ujar Aidy.

H. Aidy Furqan

Nantinya kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan secara tertulis melalui surat keputusan kepala satuan pendidikan. Satuan pendidikan juga dapat menentukan kenaikan kelas dengan mempertimbangkan kebijakan sekolah terkait minimal kehadiran, tata tertib, dan peraturan yang berlaku di satuan pendidikan. Terpisah, sejumlah sekolah mengikuti arahan dari Dinas Dikbud NTB itu. Kepala SMKN 3 Mataram, Ruju Rachmad, S.Pd., M.T., dihubungi Jumat (24/ 4) mengatakan, pihaknya harus mengikuti instruksi dari Dikbud NTB itu. Menurutnya, SMKN 3 Mataram selama tiga tahun terakhir mengumumkan kelulusan secara daring di situs web sekolah. Dan langsung dicetak oleh siswa kelas XII dengan sandi berupa nomor ujian mereka. “Kami keluarkan pengumuman kelulusan sesuai surat edaran pukul 16.00 wita. Kami juga bersurat ke aparat kepolisian untuk minta bantuan keamanan dan ketertiban menjaga kemungkinan ada siswa yang arak-arakan kelulusan. Kami melarang siswa hadir ke sekolah, pengumuman bisa dilihat di rumah masing-masing,” ujarnya. Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd., MM., juga mengatakan akan menyesuaikan pengumuman kelulusan dengan arahan Dinas Dikbud NTB. Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti dihubungi terpisah menyampaikan pihaknya akan membuat surat edaran ke orang tua siswa untuk mengimbau dan mengawasi putra dan putrinya pada saat pengumuman. “Kelulusan siswa akan diinformasikan lewat situs web sekolah,” Suprapti. (ron)

tuan sembako tersebut tidak akan diberikan dengan mengumpulkan massa namun secara langsung door to door dengan Humas Unram. “Penyalurannya nanti tidak kita suruh kumpul mahasiswa, jadi langsung ke kos masingmasing jadi sekalian kita

sampaikan pesan dari Pak Rektor untuk tetap semangat, sehingga itu bisa lebih memotivasi teman-teman,” tuturnya. “Dengan pemberian bantuan seperti ini dan melibatkan elemen kampus, maka akan sangat terasa bahwa Unram itu peduli,” tutupnya. (dys)

Momentum Corona

Fungsi Pendidikan Keluarga Harus Dikembalikan Mataram (Suara NTB) Pendidikan keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Demikian pepatah lama berbunyi. Peran keluarga selama ini seolah terpinggirkan. Tergantikan dengan fungsi pendidikan formal seperti sekolah. Padahal menurut Pengamat Pendidikan FKIP Universitas Mataram Dr. Asrin, keberadaan pendidikan keluarga sebagai jantung peradaban. Betapa tidak, anakanak sejak saat pertama kali melihat dunia, berinteraksi dengan orang tua mereka. “Rumah adalah jantung peradaban bangsa,” ujar Asrin, Jumat (24/4). Dengan kata lain, rumah pada dasarnya ialah sekolah pertama yang dilihat anak saat mereka lahir. Bukan sekolah, melainkan rumah. Hal itu berarti bahwa rumah memiliki fungsi paling sentral di awal kelahiran anak. Namun seiring perkembangan, peran dan fungsi rumah sebagai sekolah bagi anak kian hilang. Pemahaman rumah sebagai pusat peradaban bagi anak tidak tumbuh. Banyak yang mengira jika pusat pendidikan anak hanyalah sekolah formal. Padahal sejatinya, proses pendidikan itu sudah berlangsung sejak mereka ada di rumah. Selain itu banyak yang salah kaprah menilai sekolah diberikan tanggung jawab penuh dalam mendidik anak. Sedangkan fungsi rumah sebagai jantung peradaban dikecualikan, sehingga banyak fenomena anak yang disekolahkan di pendidikan formal, dilepas begitu saja oleh orang tuanya dan meyerahkan sepenuhnya fungsi pendidikan itu ke sekolah. Pemahaman seperti ini tentu saja keliru. Karena membebankan sepenuhnya tanggung jawab itu pada institusi sekolah. Padahal setiap orang mulai dari rumah, lingkungan sekitar juga bertanggung jawab terhadap moral anak-anak mereka, seh-

(Suara NTB/dok)

Asrin ingga beban itu bukanlah menjadi tugas sekolah sendiri. Kini kata Asrin, di saat situasi wabahCoronayangmembuatproses pembelajaran semua berlangsung dari rumah, tentu ini haruslah jadi momentum mengembalikan peran rumah dan keluarga sebagai madrasah pertama pembentukan peradaban anak. “Kita belajar menjadi sangat mandiri. Pembelajaran online, belajar kebajikan dari sosok ibu dan ayah. Itu yang selama ini terkikis,” ungkapnya. Artinya kata Asrin, adanya wabah Corona ini punya dampak positif juga bagi proses peremajaan konsep dan pikiran pendidikan kita. Bahwa fungsi rumah harus dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai jantung peradaban. Selain itu kata Asrin, setiap orang saat ini senantiasa dituntut untuk melakukan segala segi secara kreatif. Tanpa kreativitas itu, sulit rasanya bertahan di era sesulit sekarang ini. Era di mana terjadi pendisrupsian di segala aspek kehidupan, tak terkecuali aspek pendidikan. “Belajarlah untuk berkreasi menghadapi wabah ini. Tuan pencipta semesta memberikan pelajaran agar kesombongan dan keangkuhan manusia sangat kecil di hadapan-Nya,” urainya. (dys)


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

Halaman 7

Gerindra Optimis Koalisi dengan Golkar akan Tercapai di Loteng Mataram (Suara NTB) – Keinginan Partai Gerindra berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah masih belum mengerucut. Pasalnya sampai saat ini belum ada komunikasi yang lebih lanjut antara kedua partai untuk berkoalisi mengusung paket pasangan Lalu Pathul Bahri - Ferdy Elmiansyah. Partai Golkar hingga saat ini belum mengiyakan tawaran Partai Gerindra untuk berkoalisi di Pilkada Lombok Tengah. Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Ridwan Hidayat mengakui hal itu, jika sejauh ini belum ada kesepakatan atau

komitmen koalisi Gerindra Golkar di Pilkada Loteng untuk usung paket Pathul - Ferdy. Namun demikian, ia masih tetap optimis bahwa Golkar akan tertarik dengan tawaran koalisi yang mereka ajukan. Mengingat jika koalisi dua parpol itu tercip-

ta, maka akan jadi kekuatan terbesar serta potensial untuk memenangkan pertarungan di kontestasi Pilkada Loteng. “Ini akan jadi koalisi kuat dan efektif untuk memenangkan Pilkada Loteng,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan

Hidayat, kepada wartawan. Tentu Partai Gerindra menghormati proses penjaringan internal masih berlangsung di Partai Golkar. Walau begitu, Gerindra tetap optimis koalisi dua parpol itu akan bisa tercipta di Pilkada Loteng. Total raihan kursi dua parpol tersebut 14. Sudah melebihi syarat minimal 10 kursi untuk usung paslon. Namun dipastikan Partai Gerindra juga tetap buka komunikasi politik dengan parpol lain. Dengan harapan, parpol lain bisa

menambah kekuatan koalisi dua parpol tersebut. Selain itu, tentu juga sebagai alternatif dan antisipasi jika koalisi Gerindra Golkar tidak tercapai. “Tetapi kita optimis koalisi Gerindra Golkar akan tercipta,” tegasnya. Ketika ditanyakan kemungkinan terburuk, jika nanti pada akhirnya dalam komunikasi politik Gerindra dengan Golkar ternyata tidak tercapai kesepakatan koalisi di Pilkada Loteng. Ridwan menegaskan bahwa tidak akan mengubah

Lawan Covid-19, KPU NTB Bagikan Masker Mataram (Suara NTB) – KPU Provinsi NTB ikut bergerak untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan membagikan APD berupa masker kepada masyarakat. Pembagian masker dilakukan di 12 titik diataranya yaitu di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Lombok Timur. Masker menjadi perlengkapan wajib yang harus digunakan warga di tengah merebaknya wabah Covid-19 saat ini. Hal tersebut sebagaimana yang telah dihimbau oleh Pemerintah dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Pembagian masker ini merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta menjadi bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. Kegiatan kemanusiaan ini diikuti oleh seluruh Komisioner KPU NTB, Sekretaris KPU NTB, para Kabag, Kasubbag dan staf Sekretariat KPU NTB. “Masker yang dibagikan adalah masker kain hasil produksi Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayah Provinsi NTB. Hal ini sejalah dengan imbauan Pemerintah Provinsi NTB. Pembagian masker gratis ini sebagai bentuk kepedulian KPU Provinsi NTB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB,” ujar Ketua KPU NTB, Suhardi Soud. Hal ini penting karena di masa-masa wabah corona sekarang ini tak ayal kesehatan manjadi sangatlah penting, Tahapan Pemilihan Serentak 2020 saja terhenti, ini membuktikan bahwa Pesta Demokrasi tidak dapat berjalan dengan baik jika pemilih atau masyarakat dalam keadaan force majeure,’’ ujar Suhardi Soud. Kegiatan kemanusian berupa pembagian masker ini tidak hanya dilakukan oleh KPU Provinsi NTB saja, namun juga dilakukan oleh seluruh KPU kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB. “Ini merupakan agenda bersama KPU Provinsi NTB dan KPU kabupaten/kota Se-Provinsi NTB,” kata Suhardi. “Sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19, diharapkan kegiatan bakti sosial pembagian masker ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menggunakan masker, serta membatasi kegiatan di luar rumah semaksimal mungkin, guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” sambungnya. Sementara itu Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijaya bersama tim membagikan Masker di Lombok Timur. Dilokasi tersebut dirinya bersama tim memberikan dan memasangkan masker kepada masyarakat. Dipilihnya lokasi itu sebagai upaya membantu pemerintah untuk mengingatkan warga masyarakat akan pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Karenanya kita perlu mengingatkan warga di sekitarnya untuk makin waspada terhadap penyebaran Covid 19, lebih-lebih Lombok Timur merupakan Kabupaten yang dinyatakan sebagai daerah Transmisi Lokal, selain Kota Mataram dan Lombok Barat,” pungkasnya. (ndi)

(Suara NTB/ist_kpu).

PASANG MASKER - Komisioner KPU NTB, Agus Hilman tampak memasang masker pada dua orang pemuda yang tak menggunakan masker saat melintas di jalan.

(Suara NTB/dok)

dang melakukan telaah dan kajian, siapa kandidat berpeluang diusung di Pilkada Loteng. Misalnya melihat hasil survei elektabilitas kandidat. Tetapi imbas pandemi virus covid-19 tersebut, membuat agenda tahapan penjaringan balon kada jadi terhambat dan tertunda. “Kita tunggu saja proses penentuan arah dukungan oleh DPP, dengan kondisi sekarang ini sepertinya belum memungkinkan untuk membahas Pilkada,” katanya. (ndi)

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram (Suara NTB) – yang bakal turun bertarung di 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Dalam waktu dekat ini Pilkada 2020 yakni, Ketua 1234567890123456789012345678901212 Partai Bulan Bintang (PBB) DPW PBB NTB, Junaidi Arif 1234567890123456789012345678901212 akan segera menggelar kon- sendiri yang maju sebagai ba1234567890123456789012345678901212 solidasi dan penguatan ins- lon Bupati/ balon wakil Bu1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 frastruktur internal partai pati KLU, Mantan ketua DPC 1234567890123456789012345678901212 dalam menghadapi kon- PBB Loteng, juga Anggota 1234567890123456789012345678901212 testasi di Pilkada serentak DPRD Loteng, Lalu Arif Rah1234567890123456789012345678901212 2020 yang akan digelar 9 man Hakim maju sebagai 1234567890123456789012345678901212 Desember mendatang. PBB balon Bupati/ balon wakil 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 sudah menetapkan bebera- Bupati Loteng, dan Wakil ket1234567890123456789012345678901212 pa target di Pilkada 2020. ua DPW PBB NTB, Syamsul 1234567890123456789012345678901212 “Insya Allah kalau tidak Ismail sebagai balon wakil 1234567890123456789012345678901212 ada halangan, seminggu Bupati pendamping Ustad 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 lagi kita mulai konsolidasi Nur Yasin di Pilkada KSB. 1234567890123456789012345678901212 internal,” kata ketua DPW Sehingga pihaknya harus 1234567890123456789012345678901212 PBB NTB, Junaidi Arif, bisa memastikan persiapan 1234567890123456789012345678901212 yang dikonfirmasi di DPRD dan kesiapan partai untuk 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 NTB, Jumat kemarin. Bag- dukung dan merealisasikan 1234567890123456789012345678901212 inya, koordinasi, konsolida- kader itu agar bisa maju 1234567890123456789012345678901212 si dan penguatan mesin berkompetisi di Pilkada ser1234567890123456789012345678901212 politik partai harus dilaku- entak 2020. “Kita harus bisa 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 kan untuk menghadapi pastikan tiga kader PBB bisa 1234567890123456789012345678901212 kontestasi di Pilkada. jadi kontestan di Pilkada,” te1234567890123456789012345678901212 Namun tentu dipastikan, gas Anggota DPRD NTB 1234567890123456789012345678901212 koordinasi dan konsolidasi dapil Lobar - KLU tersebut. 1234567890123456789012345678901212 akan dilakukan pihaknya itu Menurutnya, dengan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tetap mengacu kepada pro- penundaan Pilkada memberi1234567890123456789012345678901212 tokol penanganan pandemi kan kesempatan dan peluang 1234567890123456789012345678901212 covid-19 tersebut. Pasalnya, kepada kader PBB untuk bisa 1234567890123456789012345678901212 Pihaknya akan mulai memb- lebih baik menjalin dan men1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 icarakan dan membahas jajaki komunikasi politik, ser1234567890123456789012345678901212 kembali persiapan agenda poli- ta melakukan persiapan baik 1234567890123456789012345678901212 tik partai besutan Yusril Ihza parpol mitra koalisi maupun 1234567890123456789012345678901212 Mahendra itu dalam mengh- kandidat berpeluang jadi 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 adapi persiapan Pilkada. pasangan di Pilkada. 1234567890123456789012345678901212 “Persiapan Pilkada harus Sehingga pihaknya harus 1234567890123456789012345678901212 kita lakukan secara optimal betul-betul bisa memanfaat1234567890123456789012345678901212 dan matang,” ucap Anggota kan penundaan Pilkada itu 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 DPRD provinsi NTB. Hal itu untuk memperkuat posisi 1234567890123456789012345678901212 tidak terlepas dari tiga kad- tawar PBB di Pilkada. “Ada 1234567890123456789012345678901212 er PBB bakal berkompetisi keuntungan tersendiri bagi 1234567890123456789012345678901212 di Pilkada serentak 2020. PBB dengan penundaan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Diketahui tiga kader PBB Pilkada,” pungkasnya. (ndi) 1234567890123456789012345678901212

PBB akan Turunkan Tiga Kader Bertarung di Pilkada

Provokator Belum Diketahui TERSANGKA perusakan gedung baru UIN Mataram bertambah menjadi empat orang. Para pelaku ini disangka pasal 160 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang. Meski begitu, provokatornya masih belum ketemu. “Pelaku pelemparannya empat orang,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (24/4) kemarin. “Yang ada di lokasi kan sampai 20-an orang,” imbuh dia. Para tersangka ini sudah diamankan setelah diperiksa sebelumnya. Bahkan sampai dijemput paksa karena panggilan pemeriksaan tidak pernah ditanggapi. Meski sudah ditangkap, provokatornya belum ketahuan juga. Pelaku yang sudah diamankan ini belum mau buka suara. “Dari keterangan mereka belum mengarah pada orang yang menggerakkan mereka. Ini baru pelaku pelemparannya saja,” kata Adi. Begitu juga dengan isi percakapan ponsel antartersangka pelemparan. Motif sakit hati karena petugas keamanan kontraknya tidak diperpanjang belum ketemu. “Untuk saat ini baru pelaku 160 saja (pelemparan),” ucapnya. Total saksi yang dimintai keterangan sejumlah 16 orang. Dari hasil penyidikan, tiga orang warga Jempong, Sekarbela, Mataram ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengembangan penyidikan, menyusul lagi penambahan satu tersangka sehingga totalnya empat tersangka. Tiga orang itu selalu mangkir panggilan penyidik. Sehingga diputuskan dipanggil paksa dengan surat penangkapan. Para tersangka diduga melempar gedung baru UIN Mataram di Jempong, Sekarbela, Mataram. Akibatnya, kampus menderita kerugian sampai Rp1 miliar. (why) Kadek Adi Budi Astawa

pilihan untuk mengusung paket pasangan Fathul-Ferdy. “Tanpa koalisi Golkar pun, Gerindra tetap usung paket Pathul - Ferdy,” kata Anggota komisi II DPRD NTB. Namun demikian, Partai Gerindra tetap berharap bisa berkoalisi Golkar. Ditempat terpisah, Ketua Harian DPD Golkar NTB, Misbach Mulyadi mengatakan, Partai Golkar belum menentukan sikap siapa kandidat yang mau didukung dan usung di Pilkada Loteng. DPP Partai Golkar se-

(Suara NTB/ist)

DIAMANKAN - Pelaku pencurian bobol gudang logistik diamankan Polsek Cakranegara.

Gudang Logistik Disasar Maling Mataram (Suara NTB) – Coleng (25) akhirnya ditangkap polisi. Buruh harian ini baru kedapatan setelah membobol sekurangnya lima gudang logistik. Barang diambil sebisanya. Belasan dus pasta gigi diduga diambil dari aksinya di gudang PT Gajah Gotra. Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur mengatkan, pelaku tidak punya riwayat mantan narapidana. Tapi perbuatannya sudah berkali-kali terhitung selama pandemi virus Corona Covid19 ini. “Dia sudah lima kali bobol gudang. Baru kali ini tertangkap,” ungkapnya Jumat (24/4) kemarin.

Coleng dibawa ke sel tahanan Rabu lalu. Dugaannya, pria ini membobol gudang PT Gajah Gotra di Cakranegara Selatan, Cakranegara, Mataram. Sebenarnya Coleng tidak beraksi sendiri. “Dia sama dua orang lain inisial JL dan GB. Masih kita buru,” kata Zaky. Para pelaku ini buruh angkut barang. sudah hapal benar dengan lokasi. Gudang baru kedatangan ekspedisi pengiriman. Namun belum sempat bongkar muat. Kesempatan itu dipakai coleng. Terpal penutup bak truk berisi barang logistik dibongkar. Ada 16 dus yang mereka ambil. Rupanya aksi mereka ket-

ahuan. Karyawan gudang sempat melihat mereka mondarmandir di hari kemalingan. Tapi belum ada kecurigaan. Sampai kemudian hasil penyelidikan menguatkan dugaan. Coleng digerebek di rumahnya di Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram. Sambil menangis, Coleng mengakui perbuatannya sambil meminta maaf. “Kayak anak kecil, modus aja dia itu,” kata Zaky. Dari rumahnya, disita juga barang bukti hasil curian. Tetapi, pasta gigi itu hanya tersisa sembilan dus. Enam dus lainnya sudah sempat dijual. Coleng mengaku mencuri karena penghasilannya makin berkurang. (why)

Mataram (Suara NTB) – Operasi Ketupan Gatarin 2020 digelar lebih cepat. Operasi yang fokus pada pengamanan mudik hari raya Idul Fitri ini ganti tujuan. Bukan mengawal mudik, tapi mengawal aturan larangan mudik. Sebabnya, pandemi virus Corona Covid-19. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menerangkan bahwa operasi ini sudah mulai digelar sejak Jumat (24/4) kemarin. Awal berlakunya bersamaan dengan aturan larangan mudik. “Operasi berlangsung

selama 37 hari,” ungkapnya. Rentang waktu pelaksanaan operasi ini jauh lebih panjang dari tahun sebelumnya. Alasannya karena fokus kegiatannya berbeda. Program operasi lebih menekankan pada kegiatan operasi kepolisian pencegahan penyebaran Covid-19. “Khususnya selama bulan suci ramadan ini kita maksimalkan upaya pencegahan mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19,” jelasnya. Larangan mudik ini, tam-

bah Artanto, akan dikawal dengan pengamanan terbuka yang melibatkan pemeriksaan di berbagai titik. Untuk tahap awal, memeriksa kendaraan yang keluar masuk NTB lewat jalur pelabuhan. Untuk sanksinya, pemudik diminta kembali berputar arah ke lokasi awal. Tidak boleh melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. Selanjutnya sanksi lain berupa denda. “Kami harap masyarakat memahami ini sebagai langkah mencegah penyebaran virus,” terangnya. Selain itu, Artanto menga-

Operasi Ketupat Kawal Larangan Mudik takan operasi kepolisian yang digawangi satuan lalu lintas ini akan banyak membubarkan kerumunan warga di tempat-tempat umum. Dengan ketentuan yang lebih dari lima orang. “Sekarang sedang pandemi, jadi tidak ada berkumpul-kumpul. Semua diminta diam di rumah. Kita akan terus mengimbau ini,” pungkas Artanto. (why)

Artanto (Suara NTB/why)


Sabtu, 25 April 2020

SUARA NTB

Halaman 8

KONI Berharap Latihan Atlet Tidak Stagnan Selong (Suara NTB) Jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua sudah dinyatakan mundur. Menyikapi hal ini, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Timur (Lotim) Lalu Makbul Maya berharap program latihan jangan sampai stagnan. Menjawab Suara NTB, Jumat (24/4), Mamiq Makbulsapaan akrab Ketua KONI Lotim ini mengatakan, maju atau mundurnya pelaksanaan PON sebenarnya tidaklah terlalu banyak pengaruh. Karena pelaksanaan dinilai erat kaitannya dengan ketersediaan anggaran. Mamiq Makbul menegaskan, latihan lebih panjang belum tentu akan dapat hasil maksimal. Prinsipnya, tidak boleh lalai di tengah situasi saat ini. Panjangnya waktu latihan harus benar-benar terpantau sehingga para atlet tidak banyak berdiam diri. Terpenting menurut Mamiq Makbul, para atlet tidak berdiam diri. Meski di tengah situasi pendemi corona, namun atlet setidaknya tetap bisa latihan. “Kalau atletnya momot, itu bisa sakit,” ucapnya. Kegiatan latihannya yang harus diatur agar tetap terjaga dan tidak terpapar virus corona. Untuk 7 cabang olahraga Lotim sendiri yang akan berlaga di PON sejauh ini kata Mamiq Makbul melakukan latihan secara mandiri. Proses latihan mandiri ini tetap dikawal. KONI Lotim sendiri sudah membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk memantau intensitas latihan yang dilakukan para atlet Lotim. Adapun tujuh orang tersebut berasal dari Cabang Olahraga Kempo 2 orang, Catur satu orang, Tenis Meja satu orang, Panjat Tebing dua orang dan futsal. “Kita juga sudah bicarakan dengan pelatih agar tetap jaga jarak saat latihan, lakukan social distancing,” ucapnya. Diketahui, kegiatan latihan di provinsi sejauh ini tidak pudar. Meski demikian, di tengah wabah corona tetap harus memperhatikan ketentuan pemerintah agar tidak terpapar virus. Selain persiapan PON, Lotim juga terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi. Namun, kegiatan Porprov juga kemungkinan akan mundur juga mengingat situasi virus corona yang tidak menentu sampai kapan akan berakhir. (rus)

Warga Desa Mengeluh Tak Terima Bantuan PKH Giri Menang (Suara NTB) Bantuan program keluarga harapan (PKH) bagi belasan warga di desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) diduga raib. Masalahnya, warga yang mengaku masuk sebagai daftar penerima justru tidak pernah mendapatkan bantuan itu. Selain itu, ada warga yang berangkat ke luar negeri ditarik kartunya tanpa ada kejelasan. Persoalan ini pun dipertanyakan oleh sejumlah kepala Dusun setempat. Mereka menuntut kejelasan bantu(Suara NTB/her) an PKH bagi warganya, M. Zaini lantaran warga sangat membutuhkan dan layak mendapatkan bantuan. Menurut Kadus Lemkek Daye, Fadli, terdapat tujuh warganya yang muncul namanya sebagai penerima PKH. Namun anehnya kata dia bantuan itu hilang misterius karena tidak pernah diterima oleh warganya. “Ada tujuh warga kami, ada namanya sebagai penerima PKH tapi anehnya dia tidak terima bantuan, padahal masih ada namanya di bank itu,” tegas Kadus ini. Dari tujuh orang ini jelas dia, ada yang cerai tapi masih ada tanggungan anak. Ketika mau diambil oleh suaminya, ternyata tidak bisa. Pihaknya pun membuat berita acara bagi warganya yang berhak mendapatkan bantuan tersebut namun sampai saat ini tidak jelas kemana bantuan PKH itu diarahkan. Padahal kata dia lagi, kartu warganya tersebut tetap aktif. Ia mengaku kartu PKH warganya ini masih ada di bank. Namun bantuan itu tidak pernah diterima warganya. Apakah mereka sudah tidak layak mendapatkan bantuan? Pihaknya berharap agar bantuan itu diberikan ke warga. Sebab warganya berhak mendapatkan bantuan tersebut, mereka memiliki tanggungan anak dan tergolong miskin. Hal senada diakui Kadus Lalu Suhaimi, ada empat warganya yang pergi ke luar negeri dicabut kartunya. Semestinya sesuai aturan, warga yang ke luar negeri tetap diberikan bantuan. “Tapi kartunya dicabut, Padahal ada anaknya,” ujar dia. Kepala Desa Babussalam, M. Zaini mengakui ada persoalan PKH di desanya. Sebab selama ini terkait PKH ini kurang melibatkan dan koordinasi dengan desa. “Seharusnya desa diajak koordinasi,” tegas dia. Sementara itu, Kadis Sosial, Lalu Marta Jaya menerangkan, pihaknya akan menelusuri persoalan ini melalui bidang terkait dan Pendamping. Di desa ada Pendamping dan Kadus ke Pihak Bank untuk memperjelas masalahnya. “Nanti kami telusuri masalah ini, kalau layak dikembalikan,” tegas dia. Termasuk kata dia, warga yang pergi menjadi TKW kalau layak masih bisa menerima melalui ahli warisnya. Petugas Pendamping PKH di desa setempat meluruskan bahwa kartu yang dicabut adalah BPNT untuk peserta PKH. Kenapa dicabut? Supaya tidak dobel. Karena di kartu PKH disatukan bantuan BPNT. Kartu tersebut dikembalikan ke Pemda dan dikembalikan bank. Terkait hal ini pihaknya akan mengecek lebih lanjut. Pihaknya meminta pihak dusun merekap ke mana kartu tersebut. Terkait kartu PKH tegas dia, tidak ada yang dipegang oleh Pendamping namun ada di masing-masing warga. (her)

(Suara NTB/ist)

KETERANGAN - Sekda H. Baehaqi mendampingi bupati Lobar, H. Fauzan Khalid memberikan keterangan soal perkembangan penanganan covid-19 di posko utama di bencingah kantor bupati Lobar.

Penularan Virus Corona di Lobar Bertambah Giri Menang (Suara NTB) Jumlah kasus positif Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (22/4) jumlah kasus positif sebanyak 16 kasus, namun kurang sehari diumumkan lagi lima warga positif covid-19 sehingga menjadi 21 orang positif, satu orang sudah sembuh sedangkan 20 orang masih dirawat di rumah sakit. Dari beberapa pasien positif ini terdapat dua pasutri yakni di daerah Lingsar. Adanya penularan dari pasien ke keluarga atau orang lain, membuat Lobar ditetapkan menjadi transmisi lokal penularan covid-19. Sekretaris tim Gugus Tugas yang juga Sekda Lobar, Dr. H. Baehaqi, Jumat (24/4) mengatakan jumlah kasus positif memang melonjak. “Dari 16 kasus positif menjadi 21 kasus, dan Lobar menjadi daerah transmisi lokal penularan covid-19,”

jelas Baehaqi. Kenapa sebagai transmisi Lokal? Karena ada penularan dari pasien positif ke anggota keluarga atau orang lain. Disebutkan, tambahan Lima kasus positif terdiri dari pasien nomor 116 inisial S asal Desa Perampuan kecamatan Labuapi, pasien nomor 117 insial HAG dari perampuan. Pasien nomor 118 inisial N dari Duman Lingsar, pasien

nomor 119 insial A asal Gili Gede Sekotong dan Pasien nomor 120 asal Desa Perampuan kecamatan Labuapi. Pihaknya terus melakukan upaya mempersempit transmisi lokal ini. Melalui langkah reaksi cepat ada dua hal yang terus dimaksimalkan, yakni penanganan dan pencegahan. Penanganan dilakukan oleh tim reaksi cepat melalui tracking dan Rapid test oleh tim Di-

nas kesehatan. Sejauh ini pihaknya melakukan Rapid tes 193 warga dari semua klaster. Semua Warga dari Klaster luar daerah yang mencurigakan dirapid tes. Tim reaksi cepat juga menyiapkan tim penjemputan bagi warga yang reaktif hasil Rapidnya. Selain itu ada tim negosiasi dan pemakaman yang menyiapkan bagi warga yang meninggal. Dalam tim ini terlibat semua unsur terkait. Ada juga tim transportasi, dan Tim Keamanan. Terkait masalah tim, Lobar yang belum maksimal pelayanan bsgi warga yang datang di pelabuhan ? Menurutnya sudah disiapkan sejak lama posko di pelabuhan. Termasuk kata dia, kendaraan penga-

ngkutannya. Selain penanganan, pihaknya memaksimalkan pencegahan terdiri dari unsur MUI, toga, Toma, KNPI dan juga aparat. Tim ini turun memberikan sosialisasi, memperkuat Imbauan MUI, polri dan bupati. “Bahkan warga yang tidak mau melaksanan imbauan dan maklumat MUI serta Kapolri akan dipanggil,” jelas dia. Sampai dengan Kamis kemarin, jumlah ODP di Lobar mencapai 605 orang, terdiri dari 543 orang selesai dalam pemantauan dan 62 orang masih dalam pemantauan. PDP bertambah menjadi 49 orang, dimana 13 orang selesai dalam pengawasan dan 35 masih dalam pengawasan. (her)

Terpangkas untuk Penanganan Covid-19

UPTD Sampah Tanpa Anggaran

(Suara NTB/ari)

Zaldy Rahadian Tanjung (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Utara, ter-

masuk salah satu OPD yang mengalami pergeseran anggaran tinggi untuk penanganan penyebaran Covid-19. Total anggaran yang digeser sebesar Rp7,8 miliar. Dampak dari itu, UPTD Persampahan dengan terpaksa bekerja tanpa anggaran. Kepala Dinas LH PKP KLU, H. M. Zaldy Rahadian, ST., Kamis (23/4) merinci, dari total Rp7,8 miliar anggaran LH yang digeser, Rp6 miliarnya bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID), dan Rp1,8 miliarnya anggaran program dinas untuk mengatasi persoalan sampah. “Jelas berpengaruh, terutama untuk UPTD Persampahan. UPTD sekarang nol, tidak ada anggarannya,” ungkap Zaldy. Selain UPTD, program lain yang terpaksa ditunda adalah kelanjutan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan

program MCK. Kendati anggaran persampahan di UPTD ditarik semua, Zaldy mengaku masih bisa menyiasati anggaran untuk operasional pengangkutan sampah. Namun untuk keberlangsungan program, termasuk program persampahan, untuk sementara harus tertunda. “Sekedar operasional (BBM) kendaraan angkut sampah masih bisa tanggulangi, tetapi keberlangsungan

program tidak,” ujarnya. Situasi Covid - 19 saat ini, sedikit berpengaruh terhadap aktivitas usaha khususnya kawasan perhotelan. Menurut Zaldy, tidak adanya aktivitas usaha di tiga Gili dan Senaru, menjadikan persoalan sampah sedikit berkurang. Sampah yang biasanya dihasilkan dalam jumlah banyak, kini merosot. Bahkan untuk pengangkutan sampah tiga Gili,

mulai berkurang. “Sementara optimalkan pengangkutan sampah yang terkesan menumpuk di beberapa titik,” imbuhnya. (ari)

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.4225 CA NOKA/NOSIN : MHIJF8110CK519156/ JF81E-1516356 AN.HANAFI HLG SKTR CAKRANEGARA


SUARA NTB

Sabtu, 25 April 2020

SALON TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON

Halaman 9

DIJUAL Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4 th /50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081 9 0 7 9 2 1 9 9 9 085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

SALON Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

DIJUAL

RUPA-RUPA

LOWONGAN

SALON

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888( T e l k o m s e l ) , 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg b r p n g a l a m a n , jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

RUPA-RUPA

LOWONGAN

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan)

RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi DIJUAL penyewaan, Hub : 08226DIJUAL RUMAH DI BTN 6194177 LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA RUPA-RUPA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4 th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti.

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778

SALON

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

LOWONGAN

DIJUAL

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/ MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

DIJUAL

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

D I J U A L RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

DJL RMH H.290 JT LB ± 60 M2,LT.180 M2PAM,SUMUR,LISTRIK 2 KM TIDUR 2 KM MANDIDAPUR,GARASILOK.BTN KR.BONGKOT LABUAPI LOBAR HUB.081917561442 TANPA PERANTARA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA DIJUAL SHM NO. 1110 ATAS NAMA HAJJAH MUSLIHATI HP.087881754089 TANAHKEBUNLUAS1850M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288

RUPA-RUPA DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP

RUPA-RUPA DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848


Halaman 10

SUARA NTB Sabtu, 25 April 2020

Ramadhan di Tengah Pandemi Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa,” (Al Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 183)

Perbaharui Ibadah Ramadhan dengan Ilmu Oleh : Mukhlishin Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah Mataram DALAM kehidupan yang amat singkat ini, Allah SWT telah membekali manusia dengan predikat makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh sebab itu Allah SWT memilihnya menjadi khalifah di bumi. Sebagai makhluk yang tertinggi manusia dibedakan oleh dengan makhluk lainnya, manusia dikaruniai oleh Allah SWT dengan akal, sedangkan makhluk Allah yang lain tidak. Dengan akalnya ini manusia berusaha sejauh mungkin untuk mengupas rahasia-rahasia alam termasuk syariat (agama) agar ia mengerti tujuan pensyariatannya. Demikianlah, akal inilah kemudian harus digunakan semaksimal mungkin untuk meraih karunia terbesar Allah di muka bumi termasuk rahasia tentang ibadah puasa. Pembaca yang budiman, ada yang yang penting dengan penggalan ayat tentang syariat berpuasa yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 184: “Engkau berpuasa itu lebih baik jika engkau mengetahui. “Di sinilah kesadaran untuk penggunaan akal itu sangat penting. Penggunaan akal untuk meraih suatu pengetahuan kemudian disebut sebagai ilmu. Ibadah Ramadhan tentu akan lebih fungsional apabila didasari ilmu (“mengetahui”) melalui telaah terhadap kaifiyat (tata cara) berpuasa. Menjalani ibadah suci Ramadhan yang amat mulia ini, perlu memiliki pemahaman ilmu tentang hukum-hukum dan menjalani puasa dengan baik. Ajaran Islam itu ada yang harus diketahui oleh setiap umat Muslim. Ilmu tentang salat lima waktu misalnya, termasuk tata cara dan apa-apa saja yang mendapat membatalkan salat itu. Dalam ibadah puasa pun demikian, tentu yang paling utama adalah ilmu yang bisa membuat puasa kita sah seperti niat, dan menahan diri dari hawa nafsu lahiriyah, yang bila tidak dipahami bisa jadi ada kewajiban yang kita tinggalkan atau larangan yang kita terjang. Lalu dilengkapi dengan ilmu yang membuat puasa kita semakin sempurna. Juga bisa ditambahkan dengan ilmu mengenai amalan-amalan utama di bulan Ramadhan, ilmu tentang zakat, juga mengenai aktivitas sebagian kaum Muslimin menjelang dan saat Idul Fitri, juga setelahnya. Apa yang disebutkan di atas, sejatinya sudah sering kita jumpai dan bahkan kita praktikkan setiap hari. Namun, kita baru sampai pada tataran praktis tapi jauh dari kata memahami hakikat perbuatan tersebut. Agama sesungguhnya telah menempatkan akal sebagai alat untuk memikirkan (merenungi) hakikat perintah tersebut. Jika kita terlepas dari pemahaman terhadap perintah agama ini, jangan salahkan jika perbuatan yang kita lakukan hanya berlalu begitu saja tanpa membekas pada kehidupan pribadi apalagi kehidupan sosial. Dengan menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh iman dan keilmuan, seorang insan akan terdidik untuk selalu berbuat hal-hal yang baik dan mulia sebagaimana mulianya orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat bagi oran lain, karena selama berpuasa ia terbiasa menghindari kemaksiatan dan sifat kemungkaran yang bisa membatalkan puasanya dan menzalimi orang lain. Dengan begitu setiap insan akan dapat mengubah serta melengkapi akhak dalam kehidupannya kepada tingkat yang lebih baik lagi dengan ilmu tentang hakikat puasa itu.Wallahu’alam.

Restoran Pilih Jualan Daring

Mataram (Suara NTB) Bisnis kuliner yang biasa menjamur setiap Ramadhan untuk tahun ini harus menunjukkan inovasi-inovasinya. Khususnya untuk menanggulangi dampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung, di mana kebanyakan masyarakat memilih menerapkan pembatasan fisik dengan tetap berdiam di rumah. Untuk mensiasati hal tersebut, pelaku-pelaku usaha banyak mengandalkan promosi serta pemesanan sistem on-line atau daring. Khususnya agar proses jual beli tetap berlangsung, dengan tetap meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19 yang lebih luas. Salah seorang pelaku usaha kuliner di Mataram, Erlina Sriastini, menerangkan penjualan sistem daring sangat membantu berjalannya usaha di tengah pandemi. ‘’Selama Corona ini sih lebih meningkat penjualan on-line,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4). Dicontohkannya seperti penjualan on-line di lapak Dizzy Food milikinya. Dengan sistem pesan antar dapat menjual 50-60 paket menu selama masa pandemi berlangsung. Jumlah tersebut meningkat dibanding sebelum pandemi, dengan penjualan rata-rata 30-40 paket menu.

Kondisi tersebut diakuinya berbanding terbalik dengan lapak Nampol Food Corner miliknya yang terpaksa tutup sementara sejak pandemi. ‘’Kalau di sana terasa sekali bedanya. Jauh turun pendapatan,” ujar Erlina. Dalam suasana Ramadhan, ia berharap jumlah pesanan bisa meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengikuti kebutuhan masyarakat untuk menumenu buka puasa dan lainlain. ‘’Biasanya ramai mendekati jam berbuka. Yang dari dulu permintaan tidak pernah turun yaitu penjualan Korean Food-nya,’’ ujarnya. Di sisi lain, dengan menerapkan sistem penjualan daring pihaknya juga harus melakukan penambahan tenaga kerja untuk kurir. Menurut Erlina, dengan membuat paket menu dengan fasilitas gratis ongkos kirim seperti yang diterapkannya juga dap-

at menjadi salah satu penawaran agar jumlah pesanan bisa meningkat. ‘’Jadi kita bisa saling bantu selama pandemi ini. Untuk tetap ramai juga, Dizzy Food buat promo-promo harga makanan,” ujar Erlina. Dengan memilih sendiri kurir yang terlibat, ia berharap jumlah interaksi yang harus dilakukan bisa diminimalisir, khsusunya di masa pandemi ini. Senada dengan itu Pemilik Warung Wan Wan di Jalan Airlangga Gomong, Lalu Darmawan, menyebut penjualan daring memang menjadi pilihan paling memungkinkan di situasi saat ini. ‘’Sejak pandemi ini penurunan (omzet) kita sangat drastis,’’ ujarnya, Jumat (24/4). Diterangkan Darmawan, situasi pandemi membuatnya harus merumahkan seluruh karyawan yang bekerja di rumah makan yang dikelolanya. Namun dengan datangnya bu-

lan Ramadhan, seluruh karyawan tersebut akan diminta datang kembali untuk berjualan secara daring. “Kemarin memang kita rumahkan, tapi karena sekarang bulan Ramadhan, Minggu (26/ 4) besok kita panggil lagi untuk masuk,” ujar Chef Bidari Hotel tersebut. Dengan datangnya Ramadhan, omzet tersebut diharapkan meningkat. Mengingat peningkatan memang rutin terjadi setiap tahunnya. “Apalagi waktu normal (sebelum pandemi) jam 5 (sore) kita sudah tutup untuk tempat duduk karena sudah penuh dipesan,” ujar Darmawan. Untuk memaksimalkan penawaran, ia membuat paket-paket murah dengan harga mulai dari Rp25 ribu. Dengan begitu, walaupun tidak ada pelayanan untuk makan di tempat, pembelian dengan sistem daring dan take away diharapkan dapat kembali menggerakkan usaha kuliner yang dikelolanya. Terpisah, Ketua Indonesian Chef Association (ICA) NTB, Anton Sugiono, menerangkan sebagian besar restoran di NTB saat ini memang menerapkan sistem pesan antar untuk pa-

ket-paket berbuka. Selain itu, program Pesona Khazanah Ramadhan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan di masa pandemi saat ini. “Kita mau ada ikut program Dispar terkait Khazanah Ramadhan. Jadi nanti teman-teman ICA akan berjualan di sana, tapi pembeliannya lewat on-line,” ujar Anton saat dikonfirmasi, Jumat (24/4). Dalam program tersebut akan diadakan juga demo masak, dan lain-lain. Terkait sistem penjualan daring, Anton mengakui hal tersebut sangat membantu di tengah pandemi. Pasalnya, dengan tingkat hunian kamar hotel yang sangat minim yang juga mempengaruhi restoran yang tergabung di dalamnya. ‘’Sekarang ini kita hanya berharap dari F&B (Food and Beverages) saja,” ujar Chef Puri Indah Hotel tersebut. Kendati demikian, pihaknya sangat mengharapkan pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. Terutama dengan dukungan dari seluruh pihak untuk mematuhi protokol penanganan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (bay)

Pembelajaran Mandiri di Rumah Tetap Dilaksanakan Mataram (Suara NTB) Selama bulan Ramadhan pembelajaran mandiri di rumah akan tetap dilaksanakan. Hal itu mengingat Dinas Pendidikan baik di tingkat provinsi NTB maupun kabupaten/kota akan memperpanjang kembali masa belajar

mandiri siswa di rumah. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian pada Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin pada Kamis (23/4) mengatakan, selama bulan Ramadhan kemungkinan pembelajaran di rumah akan

diperpanjang. Disinggung terkait adanya aturan teknis berkaitan dengan kegiatan keagamaan, Syarafudin menyampaikan akan ada edaran kepala dinas. “Kemungkinan diperpanjang belajar di rumah. Nanti ada edaran kadis (terkait aturan teknis),” katanya.

(Suara NTB/yon)

JUAL TAKJIL - Momen bulan Ramadhan menjadi ladang berkah bagi yang mau berusaha, meski sekarang dihadapkan dengan pandemi Corona. Seperti penjual takjil atau makanan berbuka di Paokmotong Kecamatan Masbagik Lombok Timur ini, tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan orang yang berpuasa.

RADIO

Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengatakan, belajar mandiri di rumah dan libur kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diperpanjang. Maka, kegiatan siswa selama bulan Ramadhan akan dilaksanakan di rumah. Disdik Mataram sudah memperpanjang libur sekolah sampai dengan 27 April mendatang. Namun Disdik akan memperpanjang kembali libur sekolah, karena situasi akibat wabah virus corona masih belum membaik. Nantinya pihaknya akan memberikan arahan kegiatan siswa selama bulan Ramadhan di rumah. Dihubungi Terpisah, Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto juga menyampaikan kegiatan selama bulan Ramadhan tetap berupa pembelajaran secara daring. Terkait dengan arahan kegiatan keagamaan, ia mengatakan belum ada pembahasan tentang itu. “Kecuali nanti ada pembahasan untuk perubahan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Asisten Gubernur NTB menyampaikan perpanjangan masa belajar mandiri di rumah. Pihaknya menggunakan aturan masa inkubasi virus Corona selama 14 hari atau dua minggu. “Karena per dua minggu itu ada aturan masa inkubasi virus Corona, lebih dari itu saya tidak punya acuan,” katanya. Jika ketentuan itu yang digunakan, maka masa belajar mandiri di rumah akan dilaksanakan sampai dengan 11 Mei. “Seharusnya kan berakhir 27 April. Kalau mundur dua minggu, maka sampai ke tanggal 11 Mei, kita lihat perkembangan seprti apa pada 11 Mei nanti,” ujar Aidy. Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman dihubungi Kamis (23/4) mengatakan tidak ada kegiatan berkumpul di sekolah saat bulan Ramadhan nanti. Seluruh warga sekolah berkegiatan dan koordinasi secara daring. “Demikian juga pemberian tugas secara daring,” ujarnya. (ron)

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 RAMADHAN tahun ini berbeda dibandingkan tahun lalu. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Bagaimana tidak, akibat pandemi Corona, ada beberapa 123456789012345678901234567890121 hal yang tidak bisa kita lakukan selama Ramadhan 2020, 123456789012345678901234567890121 seperti berbuka bersama, ngabuburit. Bahkan, untuk Salat 123456789012345678901234567890121 Sunat Tarawih dianjurkan dilakukan di rumah. 123456789012345678901234567890121 Untuk itu, ada beberapa persiapan puasa yang tentun123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 ya berbeda dari tahun sebelumnya. Setidaknya, tahun ini 123456789012345678901234567890121 kita harus lebih fokus pada kesehatan, untuk memper123456789012345678901234567890121 tahankan tubuh tetap sehat. Selain asupan makanan, ada 123456789012345678901234567890121 juga beberapa aturan ibadah yang sebaiknya kita ikuti, 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 sehingga kita tidak terjangkit penyakit Corona. Berikut 123456789012345678901234567890121 ini, beberapa tips berpuasa bagi kita di tengah pandemi 123456789012345678901234567890121 Corona sebagaimana dikutip dari haibunda.com. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 1. Konsumsi makanan bergizi 123456789012345678901234567890121 Dikutip dari situs resmi World Health Organization 123456789012345678901234567890121 (WHO), kita perlu mengonsumsi makanan bergizi selama 123456789012345678901234567890121 Ramadhan. Makanan paling bagus adalah yang segar dan 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 tidak terlalu banyak diproses. Jangan lupa untuk minum 123456789012345678901234567890121 air putih yang cukup ya. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 2. Perhatikan batasan fisik ketika bersedekah 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Ramadhan rasanya tidak lengkap tanpa berbagi den123456789012345678901234567890121 gan orang yang tidak mampu. Nah, di Ramadhan tahun 123456789012345678901234567890121 ini, kita masih tetap bisa berbagi kok. Namun, perlu diper123456789012345678901234567890121 hatikan untuk tetap menjaga batasan fisik ketika ber123456789012345678901234567890121 sedekah. Hindari kegiatan amal yang penuh sesak. Lalu, 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 jika ingin membagikan makanan, lebih baik yang sudah 123456789012345678901234567890121 dikemas seperti nasi kotak. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 3. Menjaga kebersihan alat salat 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Kebersihan alat salat juga perlu diperhatikan. Kain muke123456789012345678901234567890121 na dan sajadah tentunya bersentuhan langsung dengan ku123456789012345678901234567890121 lit kita. Bahaya kalau ada virus yang menempel di sana. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 4. Ibadah di rumah 123456789012345678901234567890121 Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat Islam 123456789012345678901234567890121 untuk tarawih dan membaca Al-Quran di rumah selama 123456789012345678901234567890121 Ramadhan. Imbauan ini tercantum pada Surat Edaran 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 No. 6 Tahun 2020. Ibadah di rumah tidak akan merusak 123456789012345678901234567890121 makna Ramadhan. Ambil saja hikmahnya, dengan begi123456789012345678901234567890121 ni, kita jadi bisa beribadah dan buka puasa bersama ke123456789012345678901234567890121 luarga setiap hari. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 5. Tidak mengadakan buka puasa bersama 123456789012345678901234567890121 Kalau biasanya Ramadhan identik dengan buka pua123456789012345678901234567890121 sa bersama alias bukber, tahun ini agendanya ditunda 123456789012345678901234567890121 dulu ya. Adanya anjuran social distancing, kita belum boleh 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 berkumpul dengan banyak orang. (*) 123456789012345678901234567890121

Tips Berpuasa saat Pandemi Corona


SUARA NTB

Sabtu, 25 April 2020

Halaman 11

Waspada, Masa Pandemi Covid-19 Peluang bagi Bandar Narkoba Mataram (Suara NTB) Masyarakat diminta ekstra waspada, karena masa pandemi Covid – 19 saat ini rawan dimanfaatkan para bandar narkoba. Saat semua konsentrasi masyarakat dan aparat pada penanggulangan wabah, para mafia tetap melancarkan aksinya. “Jangan lengah dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini. Dari informasi yang ada, dalam wabah Covid ini peluang bagi bandar atau pengedar melancarkan aksinya,”kata Kepala BNPB NTB Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra, SH., MSi. Ia mencontohkan penangkapan seorang honorer salah satu sekolah di Kota Mataram beberapa waktu lalu. Timnya mendapati pelaku membawa sabu sabu dan ekstasi kiriman dari Kabupaten Dompu. Informasinya, honorer yang dimanfaatkan sebagai kurir itu sudah empat kali menerima paket narkoba. “Sebab para pengendar ini menganggap semua petugas,

aparat keamanan tertuju pada penanggulangan Covid – 19. Sehingga aksinya bisa leluasa,” ujarnya. Kurir tersebut sudah empat kali mengambil paket ke jasa pengiriman barang dengan upah setiap aksinya Rp 400.000. Upah yang menggiurkan bagi pelaku, apalagi masa paceklik akibat wabah sehingga penghasilan menjadi sulit. “Dibuktikan dengan kita menangkap peredaran sabu sabu ini. Mereka memanfaatkan masa pandemic ini. Jadi, Ini salah satu bentuk kewaspadaan kita,” ajaknya. Ia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak lengah. Terutama para pengguna yang belum khilaf. Mereka akan terus meminta narkoba untuk dikonsumsi dan bandar akan terus memenuhi kebutuhan pecandu itu. “Kalau sudah ada kecanduan ketagihan dia dan akan selalu menjadi demand. Nah, strategi kita supaya bagaimana tekan supply dan demand-

nya,” kata Gde Sugianyar. Salah satu upaya memutus rantai penyebaran itu adalah dengan menyadarkan para pelaku. Jika memang ditemukan, agar segera melaporkan diri ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi secara gratis. Berbeda ketika ditangkap, maka akan diproses secara pidana. Dalam rangka itu, Kepala BNN bersama jajarannya Jumat (24/4) kemarin melakukan kegiatan edukasi melalui branding sarana publik di Perumahan Lingkar Pratama Jalan Selatan Mataram. Kegiatan dihadiri warga, ketua RT, tokoh pemuda, perangkat, unsur TNI dan Polri. Pada kesempatan itu, Kepala BNN menyerahkan peralatan cuci tangan kepada warga masyarakat, tissue box BNN, penempelan stiker #stopnarkoba dan dilanjutkan pemberian informasi dan edukasi cegah narkoba dan cegah covid-19. Tujuannya, untuk terus menularkan virus Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna memutus mata

rantai penyebaran Virus Covid-19, sekaligus Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba. Sarana cuci

tangan tersebut ditempatkan di pintu masuk dan keluar pos keamanan di Perumahan Lingkar Pratama. (ars)

(Suara NTB/ars)

STOP NARKOBA - Kepala BNN NTB, I Gde Sugianyar menempelkan stiker “Stop Narkoba” di pintu masuk Perumahan Lingkar Pratama Mataram.

NTB Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Jadi 319 Tempat Tidur Dari Hal. 1 Terdiri dari 842 orang atau 18 persen masih dalam pemantauan dan 3.797 orang atau 82 persen selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.795 orang. Terdiri dari 1.265 orang atau 70 persen masih dalam pemantauan dan 530 orang atau 30 persen selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari

daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 45.775 orang. Dengan rincian PPTG yang masih menjalani karantina sebanyak 13.167 orang atau 29 persen. Kemudian PPTG yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 32.608 orang atau 71 persen. Petugas kesehatan juga sudah memeriksa populasi berisiko dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT). Yakni, Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan

ke Gowa, Makassar. Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif. Sebanyak 1.090 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 28 orang atau 2,5 persen reaktif. Dan 1.765 PPTG perjalanan Gowa, Makassar diperiksa dengan hasil 400 orang atau 22,7 persen reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19. Eka menjelaskan, hasil rapid test yang reaktif, mereka dimasukkan ke tempat karantina terpusat yang di-

siapkan Pemda kabupaten/ kota. Mereka dikarantina terpusat sambil menunggu hasil swab dari laboratorium. ‘’Begitu hasil swab positif Covid, dia akan masuk rumah sakit. Pada saat dia diumumkan positif itu, dia berada di tempat karantina terpusat. Semua kabupaten/kota sudah menyiapkan tempat karantina terpadu. Kemudian, kalau dia positif pindah ke rumah sakit,’’ terangnya. Eka menambahkan, dengan adanya kebijakan pembatasan transportasi baik darat, laut dan udara, akan sangat membantu dalam memutus mata rantai penyeba-

ran virus Corona di NTB. Dengan pembatasan tersebut, maka petugas kesehatan akan berkonsentrasi menangani penyebaran virus Corona yang sudah bisa dilokalisir saat ini. ‘’Dengan mampu melokalisir, maka akan lebih cepat penanganannya. Karena kita konsen tak ada lagi sumber penyebaran baru,’’ terangnya. Eka mengatakan, dalam pelacakan kontak terhadap satu pasien positif Corona, bisa sampai 100-200 orang. Ia memberikan contoh seperti pasien 01, jumlah orang yang berinteraksi dengannya sebanyak 250 orang. (nas)

Hal yang Tidak Mudah Dari Hal. 1 Terutama izin dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. ‘’Tidak bisa sembarangan kita menutup bandara-bandara kita,’’ jelasnya. Penutupan penerbangan ini bukan saja di NTB. Tetapi berlaku di seluruh Indonesia. Namun, bandara masih melayani refund tiket dan lain-lainnya pada Jumat (24/4) kemarin. Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam rilisnya menjelaskan Permenhub tersebut telah ditetapkan pada tanggal 23 April 2020 sebagai tindak lanjut dari

kebijakan Pemerintah untuk melarang mudik pada tahun ini dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. “Pengaturan tersebut yaitu berupa larangan sementara penggunaan sarana transportasi untuk kegiatan mudik pada masa angkutan lebaran tahun 2020,” ungkap Adita. Pengaturan transportasi ini, berlaku untuk transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian, khususnya untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang membawa penumpang. Misalnya, angkutan umum seperti bus, mobil penumpang, kereta api, pesawat, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, dan kapal laut. Serta kendaraan pribadi baik itu mobil maupun sepeda motor. Namun demikian, ada beberapa angkutan yang dikecualikan dari pelarangan seperti, Ken-

daraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Republik Indonesia, kendaraan dinas operasional berplat dinas, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kemudian kendaraan dinas operasional petugas jalan tol; kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah dan mobil barang/logistik dengan tidak membawa penumpang. “Untuk sektor transportasi lainnya seperti di udara, laut, penyeberangan dan perkeretaapian juga diatur di dalam Permenhub terkait jenis angkutan yang dikecualikan dilakukan pelarangan,” kata Adita. Adita mengungkapkan, larangan penggunaan transportasi berlaku untuk kendaraan yang keluar masuk di wilayah-wilayah seperti wilayah PSBB, Zona Merah Penyebaran Covid-19, dan di wilayah

aglomerasi yang telah ditetapkan PSBB, seperti Jabodetabek. “Untuk pengawasannya, di sektor transportasi darat akan dibangun pos-pos koordinasi atau kita sebut dengan check point yang lokasinya tersebar di sejumlah titik. Pos-pos ini akan dikoordinasikan oleh Korlantas Pori,” tutur Adita. Dalam Permenhub tersebut diatur pula pemberian sanksi secara bertahap mulai dari pemberian peringatan dan teguran secara persuasif hingga pemberian sanksi denda untuk para pengguna kendaraan pribadi yang membawa penumpang dengan tujuan untuk mudik.Dengantahapan,padatanggal 24 April s.d 7 Mei 2020 akan diberi peringatan dan dan diarahkan untuk kembali (putar balik) ke asal perjalanan dan pada tanggal 7 Mei s.d 31 Mei 2020 diarahkan untuk putar balik dan dapat

dikenakan sanksi denda maupun sanksi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Larangan mulai berlaku pada 24 April sampai dengan 31 Mei 2020 untuk sektor darat dan penyeberangan. Kemudian 24 April sampai dengan 15 Juni 2020 untuk kereta api. Dan 24 April sampai dengan 8 Juni untuk kapal laut, dan 24 April sampai 1 Juni 2020 untuk angkutan udara. Terkait kebijakan pengembalian tiket (refund) bagi penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pada tanggal-tanggal tersebut, juga telah diatur di dalam Permenhub. Bahwa badan usaha atau operator transportasi wajib mengembalikan biaya refund tiket secara utuh. Selain refund tiket, juga diberikan pilihan untuk melakukan re-schedule, dan re-route. (nas)

Dijadwalkan Tuntas 30 April Dari Hal. 1 Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.079 KK dan Kabupaten Lombok Barat 7.648 KK. Sehingga totalnya sebanyak 14.412 KK telah didistribusikan paket sembako JPS Gemilang. ‘’Khusus untuk Kota Mataram, JPS Gemilang disalurkan bersamaan dengan JPS dari Pemerintah Kota Mataram yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur bersama Walikota Mataram di Pendopo Walikota Mataram,’’ kata Gita. Sementara itu, pada Jumat (24/4), JPS Gemilang didistribusikan ke Lombok Timur sebanyak 8.057 paket di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Masbagik 2.091 paket, Kecamatan Sikur 2.162 paket, Kecamatan Terara 1.958 paket dan Kecamatan Montong Gading 1.846 paket. Penyaluran paket sembako JPS Gemilang terus dilakukan secara bertahap ke kabupaten/kota. Semula ditargetkan penyaluran tahap I akan tuntas 28 April. Pemprov NTB menargetkan penyaluran paket sembako JPS Gemilang

kepada 105.000 KK sudah tuntas dalam seminggu ke depan. Kemudian akan dilanjutkan untuk rencana pendistribusian tahap II pada Mei mendatang. Diketahui, Pemprov NTB menetapkan kuota penerima bantuan sembako JPS Gemilang sebanyak 105.000 KK di NTB. Terdiri dari 73.000 KK masyarakat sangat miskin, miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatkan bantuan JPS Pusat. Terdiri dari 40.876 KK masyarakat sangat miskin, 16.314 KK masyarakat miskin dan 15.900 KK masyarakat hampir miskin. Kemudian 32.000 KK merupakan kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak Covid-19. Terdiri dari 2.988 tenaga kesehatan, 1.355 KK pekerja transportasi, 5.708 KK IKM, 4.812 KK pekerja formal dan informal pariwisata, 2.612 KK buruh migran, 2.618 KK PDP dan ODP, 2.091 KK peternak, 3.097 KK PKL atau pedagang asongan, 939 KK nelayan dan lain-lain 7.000 KK. (nas)

Bandara Hanya Layani Penerbangan Khusus Dari Hal. 1 Karena tentunya pemerintah pusat telah mempertimbangkan berbagai aspek. Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di tanah air,” ujar Arif. Untuk itu, bagi para penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal penerbangan selama periode penghentian, dapat mendatangi LIA untuk melakukan refund tiket pesawatnya. Pihaknya pun sudah menyediakan 15 help desk yang ada di area drop zone dan lobby untuk proses refund yang akan dilayani oleh pihak maskapai. Dan, selama melakukan refund dengan di bandara, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Diantaranya dengan physical distancing, menghindari kerumunan, serta mengenakan masker. ‘’Pengembalian tiket (refund) ini nantin-

ya tidak berupa uang tunai. Tapi bisa berupa re-route (perubahan rute), re-schedule (perubahan jadwal penerbangan) atau berupa voucher pengganti,’’ tandasnya. Sementara pantauan Suara NTB di LIA Jumat pagi menunjukkan meski sudah ada kebijakan penghentian penerbangan komersial, namun masih ada beberapa penerbangan yang berlangsung. Baik itu kedatangan maupun keberangkatan. Terkait hal itu, Arif mengatakan memang khusus hari pertama penghentian penerbangan masih dilayani. Tetapi bersifat terbatas, hanya bagi penumpang yang sudah melakukan reservasi jauhjauh hari sebelumnya. ‘’Setelah hari ini (Jumat kemarin,red) tidak ada lagi penerbangan sampai akhir Bulan Mei mendatang. Karena pihak maskapai sudah tidak menerima reservasi baru lagi,’’ jawab Arif. (kir)

Anggaran JPS Gemilang Bertambah Jadi Rp300 Miliar Kita benar-benar mengeluarkan anggaran itu pada memang masyarakat yang membutuhkan,’’ terangnya. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini menambahkan sasaran

penerima JPS Gemilang memperhatikan JPS Pusat, JPS Kabupaten/Kota dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Data penerima akan benar-benar dikoordinasikan sehingga tidak ada penerima bantuan yang menerima dobel. (nas)

ingkat. Terkadang ada juga yang menitip peralatan masak seperti panci. ‘’Alhamdulillah pendapatan meningkat,’’ katanya. Ia berbagi pengalamannya merintis usaha Bale Sayur yang mulai dirintis Januari 2019 lalu. Sebelumnya sejak tahun 2015, Fu bersama suaminya Junan Helmi sudah memiliki usaha grosir sayuran di Pasar Mandalika, Bertais. Awalnya, mereka punya beberapa ide untuk mengembangkan usaha yaitu minimarket sayur dan memiliki reseller sayur seperti tukang sayur keliling. Tapi ide itu susah direalisasikan karena terbentur modal. Muncullah ide berjualan daring. ‘’Akhirnya sampai pada kenapa tidak jualan online saja? Karena waktu itu belum ada yang jualan sayur online. Kalau online lebih banyak jualan makanan, baju dan sejenisnya,’’ ujarnya. Fu mulai mencoba mengunggah gambar-gambar sayur di media sosial Facebook. Saat itu hanya dua orang yang pesan di hari kedua setelah ia mengunggah gambar itu. Cara memesannya

langsung ke nomor WhatsApp atau di kolom komentar dan pesan masuk Facebook. ‘’Pertama buka Bale Sayur, saya merangkap sebagai admin, yang mengepak barang, dan sebagai kurir juga. Pokoknya semua dikerjakan sendiri. Sampai satu bulanan berjalan, baru punya kurir sendiri dan satu pegawai yang bantuin belanja dan mengepak barang,’’ ujar Fu. Selama wabah virus Corona ini, ia mengakui permintaan barang semakin banyak dan tambah lengkap. Jumlah pemesan semakin banyak, rata-rata alasan mereka sama, yaitu takut ke pasar karena berisiko terpapar virus dan lebih praktis membeli lewat daring. Fu mengatakan, saat ini sudah banyak pedagang sayur secara daring. Diakuinya kesempatan itu sangat terbuka. Namun ia tidak khawatir usahanya tersaingi. “Bagi Bale Sayur itu nggak masalah karena rezeki sudah diatur dan nggak mungkin tertukar. Bersaing secara sehat,’’ katanya. (ron)

bebas, dan cuti bersyarat. Pengecualiannya pada napi kasus korupsi dan narkoba berdasarkan ketentuan dalam PP No99/2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Tujuan program ini untuk mengurangi kepadatan Lapas seiring pencegahan penyebaran virus Corona Program asimilasi bagi narapidana sebenarnya merupakan peningkatan keterampilan. Hanya saja, di masa pencegahan penyebaran Covid19 ini, skemanya diubah. Mereka menjalani asimilasi di rumah masing-masing. Sektor agrobisnis menjadi program asimilasi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Narapidana diajari bercocok tanam dan beternak. Hajatnya, pengembangan yang memberdayakan narapidana itu nantinya akan menuju agrowisata. Memberi manfaat ekonomi dan peningkatan SDM untuk mantan napi memulai lagi kehidupannya. Program asimilasi agrobisnis itu sudah diluncurkan pada Oktober 2019 lalu. Untuk program

asimilasi agrobisnis itu, telah tersedia lahan seluas 17 hektare di Sambelia, Pringgabaya, Lombok Timur. Lahan itu dikelola Rutan Kelas IIB Selong di bawah asistensi Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham NTB. Lahan di Menangabaris tersebut sudah dikembangkan menjadi kawasan wisata pantai, peternakan sapi, budidaya ikan kolam, serta pengembangan pertanian dan perkebunan. Seperti tanaman jagung, kol, tomat kacang panjang, melon madu, dan buah naga. Di kawasan Lapas Terbuka Tojong-ojong, Batukliang, Lombok Tengah, asimilasi agrobisnis dikerjakan dalam kawasan seluas 2,79 hektare. Lapas berkapasitas 57 warga binaan pemasyarakatan itu juga dikembangkan program pertanian, perkebunan, dan peternakan. WBP mengurus peternakan ayam petelur, budidaya jamur tiram, serta pembibitan pepaya california, terong, jagung, kacang panjang, kacang tanah, dan padi. Ada juga ternak ikan kolam dan budidaya kangkung. (ndi/why)

Dari Hal. 1

Mereka Siasati Hidup Melawan Dampak Wabah Dari Hal. 1 Toko oleh-oleh milik Habibie berhenti beroperasi ketika wabah virus Corona mulai merebak. Selain toko oleh-oleh, ia juga memiliki usaha agen perjalanan. Imbauan untuk tidak berkerumun dan bepergian berdampak tak ada wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata di Lombok. Dampaknya, agen perjalannya juga ‘’tiarap’’. Pemasukan minim, hingga akhirnya Habibie mengambil keputusan berat, menutup sementara tokonya. Otomatis ikut meliburkan sementara 24 orang karyawannya. ‘’Sudah tidak ada tamu lagi, sangat sepi, toko saya tutup sementara,’’ ujarnya. Habibie berusaha mencari cara agar tetap ada pemasukan. Kebetulan ia memiliki kebun dengan pohon rambutan dan durian. Dalam kondisi normal, hasil rambutan dan duriannya ia sedekahkan ke keluarga dan tetangga. Namun di tengah kondisi usahanya yang menurun, ia akhirnya menjual hasil kebunnya.

Jejaring media sosial dimanfaatkan untuk menjajakan hasil kebunnya itu. Pendapatan yang diperoleh tidak seberapa dibandingkan ketika usaha utamanya berjalan lancar. ‘’Hasilnya ndak banyak, bisa untuk makan, tapi untuk kewajiban (setoran) ke bank tidak cukup. Terpaksa mengandalkan tabungan,’’ keluh Habibie. Selain hasil kebunnya, Habibie masih menjajakan beberapa barang di toko oleh-oleh lewat penjualan dalam jaringan (daring) atau online. Salah satu yang cukup laku yaitu madu. Namun, jika situasi wabah virus Corona semakin lama mereda, dikhawatirkan pemasukannya kian menurun. ‘’Sangat berbahaya kalau berlarutlarut,’’ ujarnya. Kondisi saat ini diakuinya lebih parah ketimbang saat bencana gempa bumi di tahun 2018 lalu. ‘’Kalau dulu masih ada tamu yang belanja walau sedikit, bisa untuk operasional gaji karyawan, kalau sekarang nggak bisa, untuk operasional

(gaji karyawan) nggak cukup,’’ keluhnya. Habibie berharap ada perhatian dari pemerintah untuk pelaku pariwisata, terutama para pramuwisataatauguide.Menurutnya, para pramuwisata itu sudah tidak ada penghasilan lagi sama sekali. “Kalau profesi guide mati total, padahalmerekaharusbayarcicilan kendaraan, rumah dan lainnya. Sayaharapguidediprioritaskansupaya dapat intensif,” harapnya. Manfaatkan Medsos Industri pariwisata terdampak cukup parah akibat virus Corona. Banyak agen perjalanan yang terpaksa tutup. Karyawannya kehilangan pekerjaan. Di tengah situasi terpuruk itu, karyawan yang kehilangan pekerjaan berusaha mendapatkan penghasilan lagi. Salah satunya berjualan secara daring memanfaatkan media sosial. Lusia Tresna diberhentikan dari pekerjaannya di salah salah satu agen perjalanan yang cukup besar awal bulan ini. Ia merelakan kehilangan pekerjaan dan

penghasilan, serta berpisah dengan kolega yang sudah bekerja bersama lebih dari sembilan tahun. Kekalutan menghantuinya, apalagi ada cicilan rumah yang harus tetap dibayar. Di tengah situasi itu, Lusia tidak berdiam diri. Ia berupaya menyambung hidupnya dengan berjualan berbagai barang secara daring. Saat ini ia berjualan alat kesehatan umum seperti masker kain dan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. ‘’Ide awalnya karena merasa bahwa kondisi virus Corona yang belum selesai, maka permintaan dua produk itu bisa diandalkan. Berjualan ini karena ada teman yang memang menjadi penyalur produknya,’’ katanya. Selain itu, ia juga sebagai reseller resmi produk alat rumah tangga khusus alat dapur. Ia sudah mulai jadi reseller alat rumah tangga saat masih bekerja di agen perjalanan itu, tapi hanya untuk mengisi waktu luang. Namun dengan kondisi keuangan yang menurun akibat diberhentikan kerja, ia lebih giat berusaha

meningkatkan penjualan. Diakuinya, berjualan daring masih terasa berat. Permintaan masih sedikit karena baru merintis dan belum pernah berjualan serius sebelumnya. ‘’Tapi harus optimis untukkedepannya,’’harapnya. Jualan Sayur Lewat Daring Di tengah anjuran pembatasan jarak fisik, banyak orang yang memilih berdiam diri di rumah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona. Sementara kebutuhan pokok seperti lauk pauk harus tetap ada. Pedagang sayur yang juga menjajakan dagangan secara daring bisa menjawab kebutuhan itu. Pada situasi saat ini, pedagang sayur daring itu memperoleh keuntungan yang meningkat. Salah satu pedagang sayur daring yaitu Bale Sayur. Pemilik Bale Sayur, Dhoifurrohmaniyah atau biasa disapa Fu mengaku selama wabah virus Corona ini, permintaan sayur secara daring meningkat. Bahkan tidak hanya sayur, permintaan berupa bahan lauk dan bahan kue juga men-

Waspadai ’’Ledakan’’ Pengangguran Dampak Covid-19 Dari Hal. 1 PHK Tak Terbendung Catatan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Barat (Lobar) sendiri terdapat sebanyak sembilan hotel yang berada di kawasan Sekotong dan Senggigi sudah menutup usaha. Penutupan tersebut diikuti dengan PHK yang dilakukan perusahaan kepada para pekerja. Kepala Disnaker Lobar melalui Kasi Persyaratan Kerja dan Perselisihan Hubungan Kerja, Asmuni Hadi, menerangkan, pihaknya mencatat setidaknya ada 49 pekerja yang telah mengalami PHK. Sementara untuk pekerja yang dirumahkan tercatat mencapai ratusan orang. Pekerja yang mengalami PHK juga sudah diberikan hak berupa pesangon sebesar 40 persen dari total upah. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB juga mencatat, sampai saat ini sudah ada ribuan pekerja yang dirumahkan. Baik dari 32 hotel anggota PHRI yang masih beroperasi, maupun dari 24 hotel lainnya yang sudah memilih menutup sementara usaha.

“Dari jumlah tersebut, jumlah karyawan yang dirumahkan oleh hotel yang tutup itu 1932 orang dan hotel yang masih buka tapi merumahkan karyawan sebanyak 1378 orang,” ujar Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini pekan lalu. Dengan demikian, PHRI NTB mencatat pekerja hotel yang dirumahkan mencapai 3.310 orang. Diterangkan Wolini, data tersebut dapat membengkak secara kuantitas seiring waktu berjalan, mengingat catatan yang dibuat PHRI hanya mengakomodir anggota dari asosiasi saja. Pekerja yang dirumahkan disebut Wolini tidak pandang bulu. Artinya baik staf maupun pekerja harian sama-sama terkena dampak dari penyebaran Covid-19. “Sebab utamanya tutup adalah tidak ada tamu menginap dengan kondisi Corona ini,” ujarnya. PHK tentunya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di NTB serta juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan di NTB. Jika kondisi yang disebabkan penyebaran virus Corona (Covid-19) terus

berkepanjangan, maka persentase angka kemiskinan di NTB bukan tidak mungkin akan meningkat. ‘’Pastilah (berpengaruh). Usaha tutup akan terjadi PHK maka pengangguran naik,’’ ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Achris Sarwani kepada Suara NTB. Menurutnya, saat ini tandatanda lonjakan pengangguran telah terlihat, mengikuti banyaknya perusahaan yang memilih tutup untuk menanggulangi dampak secara ekonomi. Dengan begitu, aktivitas ekonomi juga ikut merosot. Diterangkan Achris, hal itu akan mempengaruhi keseluruhan sektor usaha, khususnya pariwisata. ‘’Kalau pengangguran naik, yang tidak produktif naik, imbasnya kemiskinan naik,’’ ujarnya. Untuk menanggulangi dampak dari kondisi tersebut, Disnakertrans NTB telah mendaftarkan seluruh pekerja yang dirumahkan ke dalam program Kartu Pra-kerja yang disediakan pemerintah pusat. Diterangkan Kadisnaker NTB, Agus Patria, sampai saat ini pihaknya telah mendaftarkan

total 29.000 orang lebih sebagai peserta program tersebut. ‘’Itu belum yang mendaftar mandiri ke (Disnaker) Kabupaten/Kota,’’ ujarnya. Di luar dari pekerja yang dirumahkan, Agus menyebut ada 18.641orang yang terdaftar untuk Kartu Pra-kerja. Antara lain pekerja yang terkena PHK, pencari kerja baru, dan TKI yang gagal berangkat karena Covid-19. Kartu Prakerja Napi Narapidana menjalani asimilasi dan integrasi mendapat kesempatan meraih kartu prakerja. Masa pandemi Covid-19 merupakan jalan bagi para eks pelaku kejahatan memperbaiki hidup. Jaminan pekerjaan sekurangnya dapat menjauhkan mereka dari godaan berbuat kriminal di kemudian hari. ‘’Yang kita ajukan untuk mendapat kartu prakerja itu sekitar 350-an orang,’’ sebut Kepala Balai Pemasyarakatan Mataram Sudirman menjawab telepon Suara NTB Senin (20/ 4) kemarin. Dia mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB dan

Pemkab di wilayah NTB untuk kesempatan para napi asimilasi mendapatkan kartu prakerja. ‘’Yang dapat kartu kita belum tahu berapa,’’ ujarnya. Kanwil Kemenkumham Provinsi NTB mencatat sebanyak 522 narapidana di 10 UPT Lapas di NTB mendapat program asimilasi dan integrasi lebih cepat per 1-7 April lalu. Hal itu sesuai dengan Permenkumham 10/ 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan Lapas. Rinciannya yakni napi Lapas Mataram 155 orang, Lapas Sumbawa Besar 113 orang, Lapas Dompu 43 orang, Lapas Selong 58 orang, Lapas Terbuka Lombok Tengah 27 orang, Lapas Anak Lombok Tengah 25 orang, Lapas Perempuan Mataram 15 orang, Rutan Raba Bima 38 orang, dan Rutan Praya 48 orang. Para napi itu adalah mereka yang divonis penjara karena perkara tindak pidana umum. Syaratnya, sudah menjalani 2/3 masa pidana per-1 April 2020 hingga 31 Desember 2020 berhak mendapat bebas bersyarat, cuti menjelang


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 25 April 2020

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

12 Event Balap Motor di NTB Dihentikan Mataram (Suara NTB) Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, M. Nur Haedin mengatakan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di NTB berdampak pada penyelenggaraan belasan event balap motor di NTB. Sedikit terdapat 12 event balap motor di NTB batal digelar akibat Covid-19. “Sebenarnya kita (IMI NTB) punya 12 kalender event tahun ini. Namun dihentikan semua karena Covid-19,” ucap Ketua Umum IMI NTB NTB, M. Nur Haedin kepada Suara NTB di Mataram belum lama ini. M. Nur Haedin yang biasa disapa Edo menjelaskan sebanyak 12 event yang batal di gelar tahun ini terdiri dari enam event level nasional dan sisanya enam event merupakan event regional NTB. Lanjutnya, pemberhentian event bersekala besar di tahun ini tidak hanya dirasakan oleh pengurus cabor balap motor provinsi NTB, namun sejumlah provinsi di Indonesia merasakan hal yang sama. Data dari pihak IMI Pusat disebutkan terdapat sebanyak 1.100 event nasional batal di gelar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh Covid-19. Menurut Edo, keputusan pihak IMI NTB memberhentikan ribuan event nasional di sejumlah provinsi di Indonesia harus dihargai. Pasalnya bila pihak IMI NTB memaksakan ribuan event itu di gelar bakal berdampak buruk pada masyarakat di Indonesia, pasalnya event tersebut mengundang masa banyak. (fan)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

23 Positif, Tenaga Medis Puskesmas Tak akan Jalani Tes Cepat Dompu (Suara NTB) Enam dari delapan kecamatan di Kabupaten Dompu, masuk zona merah Corona Virus Disease (Covid-19). Hal itu menyusul temuan 23 pasien terkonfirmasi positif berdasarkan hasil uji swab tim gugus tugas Provinsi NTB, tertanggal 23 April 2020. Mereka semuanya adalah warga dengan riwayat perjalanan pernah ke Gowa Makasar alias klaster Gowa. Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu, M Jufri, ST, M.Si kepada wartawan menyampaikan, dengan ditemukannya tambahan 23 JT positif Covid-19 tersebut, tim hari ini (kemarin) akan turun mengindentifikasi orang-

orang yang pernah kontak erat dengan para pasien, terutama anggota keluarganya. Upaya memutus rantai penularan Covid-19 itu, hanya untuk orang terdekat pasien. Sementara tenaga medis masing-masing puskesmas di

enam kecamatan yang notabene mengambil dan menguji sampel tes cepat tak akan menjalani tes cepat. Padahal, mereka termasuk kelompok rentan terpapar virus Corona. Keputusan tak menguji sampel darah dan serum ten-

aga medis di enam puskesmas, lanjut M. Jufri, karena protap penanganan Covid-19 dinilai sudah dikedepankan. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan mereka terpapar. “Rapid tes swab-nya itukan melalui standar. Jadi semua SOP itu yang dia pakai, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Walaupun memang anda-anda, saya juga harus di rapid kalau berbicara masalah ideal,” ungkapnya. Sementara menyangkut tiga dokter dan satu perawat di Puskesmas Kota yang men-

jalani tes cepat, diakui hasil tes cepatnya menunjukkan gejala reaktif. Hanya saja, mereka tidak dikarantina layaknya JT atau keluarga PDP positif inisial Hu yang meninggal dunia. Keempat orang tersebut diizinkan mengisolasi diri di rumah sampai hasil swab atas sampel yang dikirim keluar. “Kami pemerintah daerah yakin dan percaya para dokter dan perawat kita paham betul bagaimana melakukan isolasi mandiri ini. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran,” tandasnya. (jun)

Rp118,506 Miliar Dana Transfer untuk Dompu Dipotong Dompu (Suara NTB) Sekitar Rp118,506 M dana transfer pusat untuk daerah yang seharusnya diterima pemerintah Kabupaten Dompu dipotong dan tidak akan ditransfer untuk anggaran Covid 19. Alokasi dana tanggap darurat yang sebelumnya dianggarkan Rp15 M hasil pemfokusan kembali tahap perta-

ma, kini menjadi Rp25 M. Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad, ST, MSI kepada Suara NTB di ruang kerjanya mengungkapkan, kebijakan pemfokusan kembali tahap kedua dilakukan pihaknya untuk menutupi alokasi anggaran dipotong pusat sebagai sumber pendapatan daerah di APBD 2020.

Ada Rp118 M dana transfer pusat yang dipotong untuk Kabupaten Dompu. Pengurangan DAK ini juga terjadi untuk tunjangan profesi guru sebesar Rp3,468 M dan DAK tambahan penghasilan guru sebesar Rp831 juta menjadi tidak ada anggarannya. Muhammad juga menegaskan, pemfokusan kembali

yang dilakukan pihaknya dengan mengurangi anggaran di OPD bukan untuk membiayai kegiatan di sektor lain. Tapi akibat tidak adanya anggaran, karena anggaran yang semula ditransfer pusat tidak jadi ditransfer. Untuk DAU saja, pengurangan dilakukan hingga Rp60,858 M dan ini belum termasuk pengurangan DAK sebesar Rp59,706 M dalam surat Menkeu RI beberapa waktu lalu. Pemfokusan kembali APBD Dompu tahun 2020, kata Muhammad, juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan anggaran penanganan Covid 19. Sesuai instruksi Mendagri, alokasi ini diarahkan untuk Kesehatan, Jaminan Pengaman Sosial (JPS), dan Dampak Ekonomi akibat Covid 19. “Untuk kesehatan sudah ada anggarannya dalam bentuk program di Dikes dan RSUD sebesar Rp15 M,” terangnya. Di luar itu, juga dianggarkan sebesar Rp25 M yang sebelumnya dianggarkan Rp15 M hasil pemfokusan kembali tahap pertama. Alokasi ini untuk program JPS Kabupaten dan penanganan dampak ekonominya. Untuk program

(Suara NTB/ula)

Muhammad JPS Kabupaten agar tidak terjadi kecemburuan sosial, karena JPS pusat melalui program PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) nilainya di atas Rp800 ribu per bulan, serta bantuan dari dana Desa sebesar Rp600 ribu per bulan. JPS Kabupaten yang direncanakan Rp200 ribu per bulan akan digabungkan dengan JPS Gemilang yang nilainya Rp250 ribu perbulan per KK, sehingga menjadi Rp450 ribu perbulan.(ula)

Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU-Cogindo-LAZ PLTU Gelar Penyemprotan, Bagikan Paket APD dan Sembako

Manager Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino

Manager Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino didmakkgi Kades Taman ayu menyerahkan paket sembako kepada orang tua jompo di desa taman Ayu

Penyemprotan disinfektan oleh Pihak PT Indonesia Power dan Cogindo kerjasama dengan forum pemuda taman Ayu

Giri Menang (Suara NTB) PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU bersama anak perusahaannya Cogindo Daya Bersama menggelar kegiatan penyemprotan disinfektan di perkampungan warga dan masjid-masjid di wilayah ring I pembangkit tersebut. Selain melakukan penyemprotan yang menggandeng Forum Pemuda Maha Karya Putra Taman Desa Taman Ayu, Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU juga membagikan paket alat pelindung diri (APD) berupa masker, hand sanitizer dan ember serta sabun cuci tangan. Tak cukup itu saja, perusahaan plat merah bekerjasama dengan LAZ PLTU Jeranjang juga memberikan bantuan ratusan paket sembako kepada orang tua jompo yang terdampak Covid-19. Pelaksanaan kegiatan dan pemberian paket bantuan digelar pada Hari Rabu (22/4) dan Jumat (24/4). Pemberian 229 paket Sembako kepada orang tua jompo miskin Jumat kemarin yang dihadiri langsung Manager Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino tersebut bekerjasama dengan LAZ PLTU Jeranjang. Program ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Perusahaan terhadap masyarakat ring 1 PLTU Jeranjang dalam rangka antisipasi risiko sosial penyebaran COVID-19. Bantuan diberikan secara simbolis langsung oleh Manajer Unit PLTU Jeranjang OMU, Melky Victor Borsalino kepada Kepala Desa Taman Ayu Tajudin beserta jajarannya di kantor Desa Taman Ayu. Dalam Kesempatan tersebut, Manajer Unit PLTU Jeranjang OMU, Melky Victor Borsalino menyampaikan program bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program CSR sebagai bentuk wujud nyata dari tanggung jawab yang dilakukan perusahaan. “Program ini merupakan bagian dari CSR sebagai wujud nyata komitmen dan tanggung jawab kami ke Masy-

akarat yang ada di ring 1 pembangkit,”jelas Melky. Saat ini yang menjadi persoalan global adalah Covid-19 uan berdampak terhadap kesehatan namun juga perekenomian Masyakarat. Karena itu, melalui program CSR pihaknya ingin meringankan beban ekonomi masyakarat terdampak terutama warga jompo yang notabene sudah tidak produktif lagi. “Karena itu kami memberikan bantuan sembako kepada warga jompo,”imbuh dia. Meskipun ada program dari pusat ke daerah hingga ke desa, namun persoalan ini tak bisa lepas dari tanggung jawab pihak perusahaan. Paling tidak kata dia, pihaknya bisa bersinergi dengan desa untuk membantu warga dari dampak ekonomi. Sebab selama pendemi ini, warga terbatas dalam berkegiatan. “Apalagi yang kami warga Jompo yang tidak produktif lagi,”ujar dia. Pihaknya juga akan melakukan pengadaan 1000 Masker. Masker ini akan dibagikan bersama, Koramil, Kapolsek dan camat. Pihaknya akan membagikan Makser ke daerah di Lobar. Berbagai program ini lanjut dia sebagai bentuk upaya nyata pihaknya dalam membantu pemerintah daerah dalam penanganan Corona. Sebelumnya, pada Rabu lalu pihak PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU keliling melakukan penyemprotan di delapan dusun yang ada di Desa Taman Ayu. Bersama forum pemuda dan dibantu warga setempat, tim PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU menyemprot rumah warga, jalan, tempat umum dan gang-gang serta masjid yang ada di masing-masing dusun. Disela-sela penyemprotan, tim membagikan paket bantuan Masker, hand sanitizer, ember dan sabun cuci tangan yang diterima langsung Kadus dan pengurus masjid setempat. Supervisor Senior Administrasi, PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Angga Pradipta menerangkan, PT Indonesia power bekerjasama dengan Cogindo

DayaBersama (anak perusahaan PT Indonesia Power) memberikan bantuan CSR berupa masker, hand sanitizer, ember,dan sabun cuci tangan kepada masyarakat di wilayah ring I pembangkit. Penyaluran bantuan kepada setiap dusun ini juga menggandeng Forum pemuda setempat dalam melakukan penyemprotan di masingmasing dusun. “Bantuan ini kami bagi ke masing-masing dusun ada delapan dusun. Tujuannya sebagai bentuk kemanusiaan, dan pencegahan, antisipasi penyebaran Covid-19 agar wilayah ring I PLTU Jeranjang kita ada mitigasi terkait penyebaran Corona ini,” tegas Angga. Dirincikan, bantuan yang diberikan terdiri dari masker untuk masing-masing dusun sebanyak 10 lusin dimana satu lusin ada 12 buah masker. Hand sanitizer di masing-masing dusun sebanyak 10 liter dan masingmasing ember lengkap dengan sabun cuci tangan. Ditambah isi ulang sabun cuci tangan 20 kantong. Hal yang memotivasi pihaknya melaksanakan penyemprotan dan pembagian paket bantuan, adalah bentuk kepedulian dan kemanusiaan dimana PLTU Jeranjang sendiri adalah bagian dari masyakarat Taman Ayu, sehingga ikut bertanggung jawab mencegah penyebaran Covid-19 yang begitu cepat. Disamping itu banyak pekerja dari desa taman Ayu dan Desa lainnya. Kegiatan ini pun berjalan lancar didukung oleh Pemda dan masyakarat serta perangkat desa setempat. Warga antusias dan menerima serta merasa terbantu dengan adanya bantuan ini. Kadus Karang Genteng, Saleh mengaku sangat berterimakasih atas bantuan dari PT Indonesia Power PLTU Jeranjang tersebut. Menurutnya bantuan ini sangat membantu warga untuk mencegah atau memutus rantai penularan Covid-19.”Kami berterimakasih atas bantuan dari PT Indonesia power ini, ini sangat membantu kami dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,”aku dia. (her/*)

Paket sembako yang diberi kepada warga jompo.

Penyerahan bantuan berupa masker, hand sanitizer dan sabun kepada Kadus Serta pengurus Masjid Karang Genteng.

Penyerahan paket bantuan APD kepada warga Dusun Jeranjang Desa Taman Ayu.

Penyerahan bantuan paket sembako kepada orang tua jompo.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook