Skip to main content

Edisi Jumat 24 Mei 2019 | Suara NTB

Page 1

SUARA NTB

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

JUMAT, 24 MEI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

Sekda Kota Bima Diperiksa Penyidik Tipikor Kota Bima (Suara NTB) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. Mukhtar Landa MH, memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mapolres Bima Kota, Kamis (23/5). Menurut informasi, pemeriksaan Sekda terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) di Bappeda dan Litbang Kota Bima tahun 2018 lalu yang saat ini diselidiki Mapolres setempat. Pantauan Suara NTB, Sekda memenuhi panggilan Polres Bima Kota bersama empat staf Bappeda dan Litbang Kota Bima. Sekda menjadi orang pertama yang diambil keterangannya mulai pukul 10.00 Wita. Sekda terlihat mengenakan batik biru, yang ditemani ajudan serta beberapa pegawai Bappeda dan Litbang Kota Bima. ‘’Sekda memenuhi panggilan kita yang kedua, setelah panggilan pernah tidak dipenuhi,’’ kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi M. Prayugo S.IK, Kamis (23/5). Menurutnya, Sekda dipanggil untuk diperiksa berkaitan dengan kinerja tim Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) menindaklanjuti temuan BPKP di Bappeda dan Litbang. ”Termasuk juga progres pengembalian kerugian negara yang berhasil ditagih oleh Tim TPTGR,” katanya. Lebih jauh Hilmi mengungkapkan, sebelumnya tim penyidik Tipikor berkoordinasi dengan Inspektorat Kota Bima. Saat itu disampaikan kerugian negara telah dikembalikan Rp300 juta dari Rp1,2 miliar kerugian negara yang harus disetor. ”Selain itu juga ada tiga sertifikat tanah yang dijadikan sebagai jaminan,” katanya. Hanya saja lanjutnya, saat itu pada Januari 2019 lalu, pihaknya sempat bertanya kepada pihak Inspektorat apakah tiga sertifikat tanah dan anggaran Rp300 juta yang dikembalikan tersebut bisa menutupi kerugian negara? ‘’Oleh Inspektorat saat itu dijawab, tidak cukup,’’ lanjut Hilmi. Tidak hanya itu, Hilmi mengatakan, selama dua tahun yang diberikan oleh TPTGR kepada oknum pelaku untuk mengembalikan kerugian negara tidak dipenuhi. Bersambung ke hal 15

16 HALAMAN NOMOR 67 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

NTB Pertahankan Predikat WTP ke Delapan Kali Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kedelapan kalinya atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan predikat WTP yang diraih selama delapan kali berturutturut tersebut menjadi hadiah di bulan Ramadhan ini. ‘’Apresiasi yang tinggi atas interaksi yang konstruktif

dengan BPK. Kami ucapkan terima kasih atas penilaian

WTP kedelapan kalinya berturut-turut untuk NTB,’’ ujar gu-

bernur usai menerima laporan hasil pemeriksaan BPK atas LKPD Pemprov NTB Tahun Anggaran 2018 dalam rapat paripurna, Kamis (23/5). Laporan hasil pemeriksaan BPK atas LKPD Pemprov tahun anggaran 2018 diserahkan langsung Auditor Utama Wilayah VI

BPK RI, Dori Santoso, SE, MM kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda, SH, MH. Meskipun mendapatkan predikat WTP, kata gubernur, bukan berarti tidak ada masalah. Bersambung ke hal 15

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 H/2019 M 04:51

05:01

12:15

15:35

18:07

19:19

(Suara NTB/nas)

TERIMA- Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menerima laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemprov NTB 2018 diserahkan Auditor Utama Wilayah VI BPK RI, Dori Santoso di Kantor DPRD NTB, Kamis (23/5).

Polda NTB Gelar Bakti Sosial TO K O H Tujuh Poin Temuan

Dori Santoso

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp7,7 miliar dalam laporan keuangan Pemprov NTB 2018. Dalam laporan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov 2018, ada tujuh poin yang menjadi temuan. Auditor Utama VI BPK RI, Dori Santoso, SE, MM mengatakan, meskipun Pemprov mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD 2018. Tetapi BPK masih menemukan beberapa permasalahan terkait sistem pengendalian intern (SPI) Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

KO M E N TTAA R Cair Sebelum Lebaran BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB bertemu dengan koordinator wilayah (Korwil) dan puluhan fasilitator rehabilitasi dan rekonstruksi dampak gempa. Dalam pertemuan di Sekretariat BNBP Kamis (23/5) kemarin, gaji ribuan fasilitator yang tertunda akan segera direalisasikan sebelum lebaran. Kepastian itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH menjawab keresahan para fasilitator yang belum terbayar gajinya selama sebulan terakhir. Sejak ia menjabat sebagai Kalak, itu jadi komitmen awalnya. Bersambung ke hal 15 H. Ahsanul Khalik (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Kapolda NTB Brigjen. Pol. Drs. Nana Sudjana AS, MM dan Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Polda NTB Ny. Shinta Nana Sudjana beserta staf melakukan bakti sosial di sekitar wilayah Gunungsari, Lombok Barat (Lobar). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (23/5) bertempat di eks Pasar Gunung Sari, Lombok Barat. Bakti sosial digelar dalam rangka meningkatkan pelayanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat yang dihadiri. Kegiatan bakti sosial juga dihadiri Danrem 162/WB, Danlanud, Danlanal, unsur FKPD Kota Mataram dan Lombok Barat serta masyarakat sekitar. Bakti Sosial Polda NTB Peduli ini dilaksanakan dalam bentuk pengobatan umum gratis, sunatan massal dan pemberian 400 paket sembako kepada masyarakat yang tertimpa musibah pasca gempa. Dengan bantuan

ini, diharapkan sehingga diharapkan masyarakat yang terkena musibah, kembali bangkit menata kehidupan seperti biasanya. Kegiatan bakti sosial ini juga merupakan wujud kemitraan dan kepedulian Polda NTB, TNI dan Pemda dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing. Rasa syukur diungkapkan Kapolda NTB dan jajaran akan terciptanya daerah NTB yang relatif aman dan kondusif pasca Pemilu 2019. Masyarakat yang diberikan layanan pengobatan gratis diharapkan dapat menjaga kesehatan masing-masing setelah mendapat layanan pengobatan. Karena mencegah penyakit akan lebih baik dibandingkan mengobati setelah mengalami sakit. Sunatan massal dan pemberian sembako juga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. (r)

(Suara NTB/bidhumaspoldantb)

BAKTI SOSIAL - Kapolda NTB, Nana Sudjana bersama warga dalam kegiatan bakti sosial di sekitar wilayah Gunungsari, Lombok Barat, kemarin.

NTB Berambisi Kajati Pertimbangkan Selidiki Jadi Tempat Latihan Pengadaan Bibit Jagung Petenis Dunia Mataram (Suara NTB) NTB telah ditetapkan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika. Selain itu, pemerintah pusat sedang mengupayakan agar Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah balap Formula 1 (F-1). Pemprov NTB menyambut baik rencana pemerintah pusat yang sedang mengupayakan gelaran balap Formula 1 dapat dilaksanakan di Sirkuit Mandalika. Pemprov juga bertekad akan menjadikan Lombok sebagai sport tourism kelas dunia. Pemprov memiliki ambisi jangka panjang agar para petenis dunia sebelum

mengikuti kejuaraan di Australia Open, berlatih di Lombok. Sehingga Lombok harus memiliki lapangan tenis kelas dunia. ‘’Memang kita ingin memastikan kita jadi tuan rumah yang baik dulu buat MotoGP. Biasanya step-nya begitu. Karena biasanya sirkuitnya sama. Kalau bisa MotoGP di situ, kemudian F1 di situ. Apalagi kalau kita punya lapangan tenis kelas dunia,’’ kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dikonfirmasi di Mataram, Kamis (23/5) siang. Bersambung ke hal 15

Mataram (Suara NTB) Persoalan buruknya kualitas bibit jagung yang didistribusikan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB sampai ke Kajati NTB, Arif, SH.,MM. Kajati sedang mengkaji kemungkinan penyelidikan pengadaan bibit senilai Rp22 miliar tersebut. Kajati NTB mengaku sudah mendapat kabar soal masalah pengadaan bibit jagung khususnya di Pulau Sumbawa. Dipastikan juga, sejak awal sudah ada permintaan pendampingan kepada TP4D untuk pengadaan bibit jagung tersebut. Namun bu-

Arif

kan berarti menjadi penghalang dilakukan penyelidikan. ‘’Nanti kita lihat kalau memungkinkan kita lakukan itu (penyelidikan). Makanya saya minta Kasi TP4D cek dulu barangnya,’’ kata Kajati kepada Suara NTB, Kamis (23/5) kemarin. Namun saat ini ia sedang mengedepankan fungsi TP4D yang sejak awal diminta pendampingan. Ia sudah meminta Kasi TP4D Erwin Indrapraja, SH.,MH untuk turun langsung mengecek kebenaran bibit bermasalah, Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/dok)

AMNT-Unram dan Nexus3 Foundation Teken MoU Penanganan PETI NTB Mataram (Suara NTB) PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Universitas Mataram dan Nexus3 Foundation (sebelumnya dikenal sebagai BaliFokus Foundation). Kerjasama ini dalam rangka pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di kawasan-kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah NTB. MoU tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, Wakil Ketua Nexus3 Foundation Yuyun Ismawati Drwiega, dan Rektor Universitas Mataram

(Unram) Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M.Hum pada kegiatan buka bersama Kamis (23/5) di Hotel Santika Mataram. Rachmat mengatakan, penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan dengan prinsip partisipatif, konstruktif, saling menghormati, berorientasi pada solusi yang berkelanjutan dan mengedepankan semangat kekeluargaan. Kerja sama ini juga mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambangan, dan para tenaga kerja yang terkait dengan pengolahan atau ekstraksi emas untuk memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas racun di titik-titik panas PETI di wilayah NTB. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bul)

MOU - Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau (tengah), Wakil Ketua Nexus3 FoundationYuyun Ismawati Drwiega (kanan), dan Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M.Hum foto bersama usai penandatanganan MoU, Kamis (23/5) di Hotel Santika Mataram.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Halaman 2

Salurkan Bantuan GABUNGAN Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram menyalurkan bantuan paket sembako kepada para lansia. Kegiatan rutin tiap bulan ramadhan diharapkan berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran. Lurah Monjok Timur, Muhammad Nur menyampaikan, GOW Kota Mataram rutin memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bantuan berupa sembako kepada para lansia diharapkan memberi manfaat, terutama pemenuhan kebutuhan menjelang ramadhan. “Yang menyalurkan langsung Bu Wakil. Santunan ini dibarengi dengan pengajian,” kata Nur dikonfirmasi, Rabu (22/5) malam. Bantuan serupa juga akan diberikan dari Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram. Pihaknya mendata 150 warga kategori prasejahtra. Mantan Lurah Karang Baru ini menambahkan, intervensi seperti diharapkan oleh masyarakat. Apalagi harga kebutuhan pokok akan mahal di tengah tingginya permintaan masyarakat. “Kita sih bersyukur ada bantuan seperti ini,” tandasnya. Nur menegaskan, bantuan seperti ini sifatnya stimulan dan terbatas. Pihak swasta diharapkan juga perlu mengambil bagian melalui dana sosial mereka. CSR perusahaan sebagai bentuk perhatian dan sinergi antara pemerintah dengan swasta. Terlepas dari itu, masyarakat juga tentu tidak bisa mengharapkan lebih dan terus berpangku tangan. Setidaknya, perlu upaya keluar dari garis kemiskinan. Langkahnya dengan berwirausaha atau kegiatan ekonomi lainnya. Konsep wirausaha perlu dikembangkan di tengah semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Paling tidak masyarakat mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri. “Paling tidak bisa membantu pemerintah membuka usaha baru,” harapnya. Prinsip kemandirian perlu ditanamkan. Tetapi tidak bisa juga terlepas dari intervensi dari pemerintah. Seperti peningkatan skill, modal usaha dan sejenisnya. Terkadang masyarakat terkendala pemasaran. Pemerintah maupun swasta perlu ambil bagian mempromosikan produk olahan masyarakat. Muhammad Nur (cem) (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/cem)

SANTUNAN - Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memberikan santunan secara simbolis kepada pasukan kuning, hijau dan biru di halaman Kantor Walikota Mataram, Jumat (23/5).

Baznas Salurkan Bantuan Sosial Rp2,2 Miliar Mataram (Suara NTB) Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram, menyalurkan bantuan kepada masyarakat prasejahtera, lansia dan petugas kebersihan mencapai Rp2,2 miliar. Ketua Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malaka menyampaikan, dalam kurun waktu Januari hingga Mei, zakat, infak dan sedekah yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp1,3 miliar lebih. Dana ini telah disalurkan mulai Januari hingga April, Rp657 juta lebih. Khusus pen-

(Suara NTB/fit)

penjaga malam dan cleaning service Rp50 juta. Mahsar menyebutkan, secara keseluruhan bantuan disalurkan selama ramadhan mencapai Rp2,2 miliar lebih. Pelaksana tugas (Plt) Walikota Mataram, H.Mohan Roliskana menyampaikan, pemberian santunan kepada petugas pasukan kuning, pasukan biru dan pasukan hijau merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkot Mataram tiap tahunnya. Petugas memiliki jasa besar membantu pemerintah

untuk memberi rasa nyaman, tenang dan senang menjaga kebersihan kota. Mereka bekerja keras dan tak mengenal lelah menjaga kebersihan kota. Dengan kompleksitas permasalahan serta pertumbuhan penduduk semakin pesat akan jadi tantangan para petugas di lapangan. “Harus ada pemompa semangat agar petugas bekerja dengan baik dari waktu ke waktu,” kata Mohan. Pemberian santunan sebagai bentuk perhatian pemerintah. Mohan tahu betul pasukan kuning

harus keluar pagi membersihkan jalan kota dari sampah. Demikian pula pasukan biru tak mengenal hujan dan panas bekerja membersihkan saluran dari sumbatan sampah, agar kota tidak tergenang. Perjuangan mereka mewujudkan kota nyaman perlu diapresiasi. Santunan ini sekaligus penghargaan dengan harapan petugas tetap istiqomah melaksanakan tugasnya. “Saat kita masih tidur lelap, mereka sudah ke luar menyapu di jalanan. Pasukan biru juga begitu,” demikan Mohan. (cem)

Pemkot Mataram Yakin Pertahankan WTP Mataram (Suara NTB) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, Jumat (24/5) hari ini, menyerahkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah Pemkot Mataram tahun 2018. Penilaian wajar tanpa pengeculian dipastikan dapat dipertahankan.

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi DISISA masa jabatan, DPRD Kota Mataram tetap menunjukkan kinerja maksimal. Ini terlihat dari empat raperda inisiatif (Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Raperda tentang Penanaman Modal, Raperda tentang Pemeliharaan Jalan dan Raperda tentang Pemeliharaan dan Penertiban Hewan Peliharaan) yang masih sempat diajukan. Raperda tersebut juga sudah mendapat tanggapan dari Walikota Mataram. ‘’Dengan demikian, harapan kami untuk terus mengupayakan terbangunnya suatu sistem pengelolaan keolahragaan melalui gerakan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga dalam rangka mewujudkan Mataram sebagai kota olahraga (Sport City) akan menjadi poin penting di dalam pembahasannya nanti oleh Dewan bersama Eksekutif,’’ ujar juru bicara Fraksi-fraksi Dewan, Parhan, SH. Dengan terbentuknya Perda ini, ke depannya diharapkan terbangun sistem pengelolaan keolahragaan yang terintegrasi dengan pola pembinaan yang lebiih berorientasi pada olahraga prestasi dan olahraga rekreasi yang diselaraskan juga dengan sport tourism/pariwisata keolahragaan. Dikatakan Parhan, sebagaimana telah dikemukakan Walikota, upaya Pemkot Mataram untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka diperlukan suatu kebijakan untuk mendukung upaya tersebut yang salah satunya dengan menerbitkan regulasi daerah dibidang penanaman modal. Hal ini akan sejalan dengan keberadaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perizinan yang arahnya untuk memberikan kemudahan dan kepastian hukum bagi investor di dalam mengembangkan investasi di Kota Mataram. Sejalan pula dengan harapan eksekutif agar Perda ini nantinya benar-benar diaplikasikan untuk meningkatkan realisasi investasi yang semakin baik dan meningkatkan nilai investasi di daerah. Tujuannya, untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Kota Mataram adalah bagian terpenting yang diatur dalam Perda serta akan menjadi kerangka acuan bagi Perangkat Daerah terkait dalam pelaksanaannya nanti. Sementara itu, lanjut, Wakil Ketua Komisi I ini, pentingnya kebijakan yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan termasuk sarana pendukung jalan adalah sebagai upaya mempertahankan kondisi jalan di Kota Mataram agar tetap berfungsi optimal. Sehingga harus ditangani secara cepat, tepat dan efektif serta didukung dengan ketersediaan anggaran yang memadai. Sementara itu, kata politisi PKS ini, untuk mewujudkan harapan Pemkot Mataram dan masyarakat guna melakukan penertiban hewan peliharaan yang keberadaannya dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan manusia yang diakibatkan dari hasil kontak dengan hewan peliharaan tersebut, maka diperlukan Perda ini sebagai instrumen di dalam pelaksanaannya. ‘’Keberadaan Perda ini nantinya untuk melindungi keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum termasuk juga untuk menjaga kebersihan, ketertiban dan keindahan kota dari adanya hewan peliharaan,’’ demikian Parhan. (fit) Parhan

yaluran di bulan ramadhan, Baznas memberikan bantuan ke fakir miskin Rp730 juta, pemberian insentif kepada 234 orang marbot masjid Rp118,5 juta, santunan kepada 1.426 petugas kebersihan, saluran dan pertamanan Rp186,9 juta. “Hari ini, kita menyalurkan ke pasukan kuning, biru dan hijau di Kota Mataram,” kata Mahsar, Kamis (23/5). Selain itu, Baznas memberikan santunan kepada para muallaf Rp126 juta lebih serta memberikan bantuan kepada sopir,

H. Effendi Eko Saswito

Pada pemeriksaan pendahuluan sebelumnya, auditor negara menemukan sejumlah kejanggalan pada penggunaan anggaran di beberapa organisasi perangkat daerah. Terutama berkaitan dengan kelebihan bayar, kekurangan volume pekerjaan serta aset diduga masih dikuasai. Penyelesaian temuan disampaikan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, akan jadi perhatian dan harus dikawal item per item dari

temuan tersebut. Apa yang menjadi temuan masih menunggu penyerahan laporan hasil pemeriksaan dari BPK. Beberapa catatan seperti pengembalian kerugian negara Rp105 juta di Dinas Pariwisata, juga jadi perhatian. Pimpinan organisasi perangkat daerah diminta melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan. “Saya kira fungsi pengawasan ini harus diperkuat agar tidak ada temuan kekurangan volume,” kata Sekda, Rabu (22/5). Temuan seperti kekurangan volume serta kelebihan bayar rutin jadi temuan auditor tiap

tahunnya. Ada indikasi kelemahan pada pengawasan serta adminstrasi. Sehingga diharapkan perlu pengawasan atau audit berkala supaya pelaksanaan bisa terkontrol. “Saya kira perlu dilakukan audit tiap bulan. Catatan–catatan itu ditindaklanjuti,” ujarnya. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memiliki keyakinan penilaian wajar tanpa pengecualian dapat dipertahankan untuk kelima kalinya. Pasalnya, tidak ada sesuatu yang bermasalah sehingga menyebabkan gagalnya penghargaan berharga dalam pengelolaan keuangan

daerah itu sirna. Sejumlah temuan diakui, masih jadi catatan. Dia telah menekankan ada konsistensi terhadap kinerja daripada masing – masing OPD khususnya dalam pengelolaan keuangan. “Saya berharap masalah berulang terhambat keterlambatan dan kekurangan volume dieliminir,” kata Mohan mengingatkan. Termasuk pengerjaan proyek kejar tayang tidak boleh terulang kembali tahun ini. Proyek terkesan kejar tayang sambung Mohan, berakibat pada kualitas. “Jangan ada lagi proyek kejar tayang lagilah,” imbaunya. Indikasi aset diduga masih dikuasai anggota dewan purnatugas dipastikan telah selesai. Inspektorat dan OPD teknis lainnya telah bekerja maksimal menyelesaikan tunggakan tersebut. (cem)

(Suara NTB/dok)

Empat Kelurahan Jadi Pembangunan Jalan Destinasi Wisata Perlu Tegal - Gontoran Terancam Batal Intervensi Anggaran

Warga Enggan Jual Lahan

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat di dua lingkungan yakni Tegal dan Gontoran, enggan melepas tanah miliknya. Harga perkiraan tim appraisal dinilai terlalu murah. Pembebasan lahan ini terancam batal bila sebagian besar warga menolak. Negosiasi harga berlangsung alot antara warga dengan pemerintah. Rapat dipimpin oleh Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura didampingi Asisten I Lalu Martawang dan Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah Nengah, belum ada titik temu. Warga menginginkan harga tanah per are Rp50 juta. Sementara, taksiran harga ditetapkan oleh tim appraisal berkisaran Rp27 juta – Rp30 juta. H. Lukman, pemilik tanah di Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais enggan menjual tanah miliknya. Harga ditawarkan oleh pemerintah terlalu murah dibandingkan harga di pasaran. Berpatokan dari harga tanah dibeli oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara per are tanah warga dibeli Rp60 juta. Sementara, Pemkot Mataram hanya menawar Rp 27 juta perare. “Tanah saya di bawah kok malah ditawar Rp27 juta. Sementara, sutet posisinya di atas sana Rp60 juta,” sebut Lukman membandingkan ditemui, Kamis (23/5). Luas tanah miliknya terdampak dari rencana pembebasan lahan dari Lingkungan Tegal menuju Gontoran seluas 5 are. Jika dikalkulasi, ia mendapatkan uang Rp135 juta. Lukman akan melepas tanahnya bila pemerintah menetapkan harga Rp50 juta perare. Pengakuan berbeda disampai-

(Suara NTB/cem)

BERITA ACARA - Pemilik lahan menandatangani berita acara di depan tim appraisal usai negosiasi harga pembebasan lahan untuk jalan Tegal – Gontoran di ruang kenari, Kamis (23/5). Warga belum menyetujui harga yang ditawarkan pemerintah karena dinilai lebih rendah dari harga pasaran. kan Abdul Hamid. Rapat pertama, ia tidak setuju dengan penawaran harga ditetapkan oleh pemerintah karena dinilai terlalu murah. Belakangan, Pemkot Mataram menaikan harga sehingga luas tanah miliknya 48 meter dihargai Rp17 juta. “Sebelumnya, ndak mau. Karena dinaikan lagi harganya saya setuju,” ucapnya. Mahmuddin menjelaskan, pembebasan lahan untuk jalan Tegal – Gontoran tahap pertama belum ada persetujuan dari masyarakat karena menganggap harga tanah sesuai perhitungan appraisal terlalu rendah. Pihaknya menaikan harga dan sebagian menyetujui. “Baru beberapa orang yang setuju,” kata Mahmuddin. Luas lahan akan dibebaskan 8.006 meter persegi. Tanah ini miliki 17 orang dengan 21 bidang

tanah yang terdampak. Perkiraan harga sesuai perhitungan tim appraisal berbeda – beda dilihat dari posisi tanah tersebut. Untuk pembebasan lahan Pemkot Mataram menyiapkan anggaran Rp 3,3 miliar lebih. Mahmuddin menegaskan, masyarakat yang menolak penetapan harga nantinya penyelesaian pembayaran dititip melalui pengadilan. “Kita berharap jangan sampai penyelesaiannya lewat pengadilan,” harapnya. Peluang batalnya pembebasan lahan ini bisa saja terjadi. Catatannya, bilamana sebagian besar masyarakat tidak menyetujui. Mahmuddin kembali mengharapkan, masyararakat mendukung program pemerintah karena pembebasan lahan ini untuk akses jalan diperuntukan bagi masyarakat. (cem)

Mataram (Suara NTB) Dinas Pariwisata NTB menetapkan empat kelurahan di Kota Mataram sebagai lokasi destinasi wisata. Dibutuhkan intervensi anggaran menata kawasan tersebut. Empat kelurahan itu ialah, Kelurahan Sayang – Sayang, Karang Pule, Tanjung Karang dan Jempong Baru. Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengapresiasi penetapan empat kelurahan ini sebagai destinasi wisata di NTB. Artinya, Pemkot Mataram memiliki kepentingan menata kawasan itu terhadap kelurahan disiapkan destinasi wisata. Kelengkapan sarana infrastruktur itu sangat penting karena bagaimanapun juga perlu diberikan prioritas. Prioritas dari intervensi penganggaran mulai hal – hal teknis yang perlu dipersiapkan. Termasuk kesiapan dari masyarakat. “Masyarakat sekarang ini tidak tahu daerah mereka dijadikan sebagai destinasi wisata,” kata Mohan ditemui, Kamis (23/5). Pemerintah perlu mensosialisasikan sejak awal, agar masyarakat lebih awal mempersiapkan diri sehingga memberi dukungan dari rencana itu. Masyarakat juga perlu mengantisipasi agar lebih kreatif mengambil bagian dari kebijakan itu. Wawali menilai, masyarakat mendapatkan keuntungan dari penetapan empat kelurahan sebagai loka-

si destinasi wisata. Pemerintah juga mendukung dari dana serta peningkatan sarana infrastruktur di sana. “Saya pikir tentu ramai orang ke sana, ekonomi juga didapatkan dari sana. Tentu masyarakat juga diajak menerima program itu,” tambahnya. Sejauh ini, belum ada anggaran khusus untuk mengintervensi empat kelurahan tersebut. Namun demikian menurut Mohan, ini harus dianggarkan. Potensi wisata di Kota Mataram tidak saja di empat kelurahan itu. Mohan menilai penetapan oleh Pemprov NTB sebagai pilot project dan akan diduplikasi di kelurahan lain. Pemerintah tidak berbicara soal aspek tujuan destinasi wisata. Tetapi bagaimana pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dan, ini jadi kebutuhan masyarakat perkotaan. Artinya, bagaimana lingkungan terkelola dengan baik, infrastruktur serta masyarakatnya mendukung. “Saya kira sesuai kebutuhan masyarakat perkotaan,” tandasnya. Lemahnya dari penetapan destinasi oleh pemerintah terkadang tidak diperkuat oleh pola pemasaran. Ditegaskan Mohan, dari hulu ke hilir perlu dipersiapkan. Tidak hanya dipromosikan, tetapi produk dikeluarkan tidak tempat pendistribusian. Karena, ada hal – hal kreatif yang bisa dikembangkan oleh masyarakat. (cem)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Halaman 3

Garuda Evaluasi Penerbangan Jakarta - Lombok

Mataram (Suara NTB) Para pelaku pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi NTB menyayangkan, penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta - Lombok menjadi evaluasi manajemen maskapai ini. Dalam keterangan resmi secara nasional, Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara menyatakan Garuda Indonesia berencana menutup dan mengurangi beberapa rute yang dianggap merugikan. Akibat perusahaan tak sanggup lagi menahan kerugian.

untuk penerbangan internasional, Garuda Indonesia berencana menutup separuhnya penerbangan ke Amsterdam. Singapura - Belitung juga rencananya akan ditutup, beberapa lagi yang tengah dievaluasi seperti Jakarta - Lombok. Ketua Asita Provinsi NTB, Dewantoro Umbu Joka men-

yampaikan dari perspektif para pelaku pariwisata, evaluasi rute yang dilakukan oleh Garuda Indonesia sangat disayangkan. Ditengah semangat membangkitkan kembali sektor pariwisata Lombok-Sumbawa. Umbu Joka lebih jauh mengutarakan, sepinya penump-

ang bisa jadi pertimbangan. Akibat tingginya harga tiket pesawat dari dan ke berbagai rute. “Kita mendapat cobaan yang bertubi-tubi. Sudah gempa, harga tiket mahal, ada informasi penerbangan ke Lombok juga dievaluasi. Ini cukup berat,” ujarnya. Setengah mati upaya untuk mendatangkan tamu ke Lombok pascagempa. Belakangan pelan-pelan situasi mulai pulih. Umbu Joka mengatakan tantangan yang masih berat

bagi calon wisatawan adalah mahalnya harga tiket. Dampaknya, ketika agendanya bukanlah sangat penting, tamu dari luar NTB cukup mempertimbangkan datang ke daerah ini. “Bayangkan itu, bolak balik Jakarta Lombok sudah Rp4 jutaan. Belum termasuk hotel. Kalau nggak pentingpenting banget, orang ndak mau datang. Orang malah lari ke tempat lain. Padahal Lombok ini potensial sekali,”

ujarnya. Evaluasi rute penerbangan Garuda Indonesia Jakarta - Lombok ini berkebalikan dengan langkah ekspansif manajamen Air Asia yang justru mengajukan membuka rute-rute penerbangan Jakarta Lombok, Bali Lombok, Yogja Lombok. Bahkan penerbangan langsung dari Australia. Artinya, pertimbangan bisnisnya cukup diperhitungkan Lombok. Karena itu, Asita masih memonitor perkembangan-

nya. Harapannya, rute-rute ke Lombok oleh maskapai dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Apalagi, Presiden Joko Widodo sangat bersemangat membangun NTB melalui KEK Mandalika. Umbu menyebut akan membahasnya dengan para pelaku pariwisata di NTB, langkah apa yang akan diambil. Ada kemungkinan bersurat ke maskapai, kementerian, bahkan Presiden agar rute ke Lombok tetap eksis. (bul)

Benefit Garudamiles Kini Dapat Dinikmati di Seluruh Layanan Garuda Indonesia - Sriwijaya Air Group

Program Strategis Daerah Disarankan Gunakan Pendekatan Kultur (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) Drs. H. L. Mudjitahid, tokoh masyarakat adat Sasak, sekaligus tokoh ekonomi kerakyatan mengacungkan jempol pada program-program yang dicanangkan pemerintah provinsi. Salah satunya program industrialisasi. Program-program strategis pemerintah daerah menurutnya, dapat dengan mudah diwujudkan. Asalkan menggunakan pendekatan gerakan yang sesuai dengan karakteristis masyarakat di NTB. Tidak saja soal industrialisasi, program zero waste juga demikian. Mudjitahid memberikan H. L. Mudjitahid gambaran bahwa NTB terdiri dari dua pulau, Lombok dan Sumbawa. Jumlah penduduk mencapai 5 juta jiwa. Dalam lingkup yang lebih kecil, mantan Bupati Lombok Barat dan Walikota Mataram ini, mencontohkan banyaknya pedagangpedagang lapak di sepanjang jalan dari Ampenan sampai Cakranegera. Dari dagang pecel, kelontong, buah, hingga dagang bakso. Bukan masyarakat lokal yang tampil. Justru orang-orang luar NTB yang menangkap peluang. Orang lokal yang diketahuinya hanya menjual ayam Taliwang. “Berarti ada yang salah,” ujarnya. Lalu ia menceritakan pengalamannya saat menjadi Bupati Lombok Barat. Pada suatu saat, masyarakat diajak untuk mencontoh keberhasilan petani lain yang mampu memproduksi padi hingga 8 ton/hektar. Tingkat partisipasi petani lain sangat kurang. Masyarakat kemudian dikumpulkan. Lalu ditanya, apa alasannya tidak mengikuti proses pembelajaran dari petani yang telah berhasil. Alasan yang diterimanya saat ini sangat mengecewakan. Masyarakat tak sanggup bekerja keras. “Kalau kerja dari pagi sampai sore, kapan ada alasan kita nganyo/bertamu. Itu jawaban mereka,” kata L. Mudjitahid. Dan karakter ini seperti dirawat oleh masyarakat, seperti dianggap tradisi. Fenomena ini seperti kesalahan sejarah. Di mana NTB, Lombok khususnya, dijajah dan ditindas dalam waktu yang sangat panjang, di atas 150 tahun. Akibatnya, tertanam jiwa tak mau maju sejak dari nenek moyang. Karena itu, pendekatan yang paling baik dilakukan adalah gerakan. Bila pemerintah daerah ingin tujuannya tercapai. Seperti yang dilakukannya dulu, dibuat gerakan subuh berjamaah, gerakan bersih setiap Jumat. Dengan pendekatan agama dan budaya, gerakan tersebut berhasil kata L. Mudjitahud. Konsep industrialisasi yang dicanangkan oleh pemerintah daerah, menurutnya ke luar dari pendekatan budaya dan agama. “Saya lihat pendekatan Pak Gubernur lepas dari itu. Langsung pendekatannya modern. Tidak bisa demikian, harus dikawinkan nilai budaya dan agama. Sehingga partisipasi rakyat betul-betul ada dan massif,” imbuhnya. (bul)

BSM akan Bangun Masjid untuk Wisatawan di Lereng Rinjani Mataram (Suara NTB) Bank Syariah Mandiri (BSM) akan membangun kembali masjid yang rusak akibat gempa di titik strategis di Gunung Rinjani. Masjid ini rencananya untuk memudahan wisatawan beribadah, ketika melakukan perjalanan wisata di Rinjani. BSM berkoordinasi dengan Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata untuk itu. Konsep dan desain masjid juga akan disesuaikan. Area Manajer Mandiri Sukma Dwie Dwie Priardi Priardi Sukma Syariah Bali Nusra, Sukma Dwie Priardi menyatakan komitmen mendukung pemerintah daerah, terutama di sektor pariwisata. “Masjidnya akan dibuat ikonik untuk mendukung pariwisata NTB,” jelas Sukma. Di temui Suara NTB di Mataram, Kamis (23/5) kemarin, dijelaskan, secara nasional, BSM melaksanakan gerakan BSM mengalirkan berkah. Sasarannya adalah memberdayakan masjid dalam bentuk pembangunan, renovasi, dan mendukung aktivitasnya. Melalui gerakan ini, di Indonesia ada beberapa masjid yang telah dibangun. Misalnya, masjid di atas Awan di Gunung Bromo. Lalu masjid di atas pasir di Gunung Merapi. Ada juga masjid yang di bangun di tol Cipali. Dan saat ini masjid yang tengah dirancang. Masjid di lereng Gunung Rinjani. “Di air terjung Sendang Gila, gempa telah mengakibatkan kerusakan masjid. Kita pulihkan, kita bangunkan kembali masjid untuk menunjang aktivitas wisatawan,” imbuhnya. Sebelumnya, BSM juga memberikan pelatihan kepada 50 pengurus masjid. Pelatihan untuk manajemen pengelolaan masjid. Dan memberikan edukasi penggunaan QRcode. QRcode, dijelaskan Sukma untuk mempermudah penyaluran sedekah. QRcode ditempel di masjid-masjid, salah satunya di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Di Masjid Al-Muttaqin Cakranegara dan satu masjid di Pagutan Mataram. Tanpa harus ribet, masyarakat dapat menyalurkan sedekahnya. Sukma menyebut, menyalurkan sedekah dengan cara praktis ini sekaligus mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Masih menurut Sukma, pembangunan di NTB berkembang cukup pesat. Ditopang oleh sektor pariwisata. apalagi dengan berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi pusat perhatian dunia. Dengan akan di selenggarakannya perhelatan MotoGP. (bul)

Jakarta (Suara NTB) – Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama-sama dengan Sriwjaya Air, NAM Air dan jaringan hotel Aerowisata Group, pada hari ini Senin (20/5) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman integrasi loyalty program GarudaMiles. Dengan integrasi layanan loyalty program tersebut, kini anggota GarudaMiles dapat menikmati berbagai pilihan benefit point dan redemption miles dari Citilink Indonesia, jaringan layanan hospitality Aerowisata Group dan mitra kerja sama operasi Sriwijaya Air Group. Integrasi loyalty program Garuda Indonesia Group - Sriwijaya Air Group tersebut melengkapi jalinan kerja sama integrasi loyalty program yang telah dilaksanakan GarudaMiles bersama Citilink Indonesia sejak tahun 2017 melalui program “Supergreen Garuda Miles”. Melalui program ini, para anggota GarudaMiles selain berkesempatan untuk memperoleh atau menukarkan point rewardnya yaitu berupa miles pada pen-

erbangan Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, dan Nam Air, mereka juga berkesempatan untuk memperoleh miles dari aktivitas menginap di jaringan Aerowisata Hotels dan memperoleh atau menukarkan milesnya pada saat berbelanja di Inflight Shop GIAMALL. Pada kesempatan tersebut, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham

Kurniansyah menyampaikan, “Integrasi loyalty program ini merupakan wujud sinergi dan peningkatan layanan terhadap keanggotaan GarudaMiles dengan memberikan benefit yang lebih beragam di seluruh layanan Garuda Indonesia Group - Sriwijaya Air Group”. “Kami memahami saat ini aktivitas penerbangan telah menjadi bagian yang

tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Integrasi loyalty program ini kami harapkan akan memperkuat daya saing sekaligus memberikan nilai tambah loyalty program Garuda Indonesia Group di tengah ketatnya persaingan dunia penerbangan di Indonesia”. “Berkaca dari integrasi loyalty program antara GarudaMiles dengan Supergreen Citilink yang menunjukkan aktivitas dan pertumbuhan revenue yang menjanjikan sejak tahun 2017 lalu, kami optimistis kehadiran integrasi loyalty program ini dapat semakin memperkuat positioning dan brand exposure loyalty program GarudaMiles yang saat ini memiliki 7 juta keanggotaan Garuda Miles”. “Kedepannya, kerja sama integrasi loyalty program dengan Aerowisata diharapkan dapat berkembang menjangkau lini bisnis lainnya seperti travel, logistik, transportasi dan foodservice sehingga akan menjadi nilai tambah yang didapatkan untuk para anggota GarudaMiles”, tutup Pikri. (*)

GNE Proyeksikan Keuntungan Puluhan Miliar Tahun Ini Mataram (Suara NTB) PT. Gerbang NTB Emas (GNE) kini dipegang kendalinya oleh Samsul Hadi sebagai Direktur Utama. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan melakukan perubahan besar-besaran, terutama dari sisi bisnis perusahaan. Perusahaan daerah ini memiliki potensi keuntungan cukup besar. Bahkan dapat mencapai puluhan miliar di tahun 2019. Selama ini, keuntungan perusahaan di kisaran ratusan juta. Samsul Hadi berani menargetkan keuntungan menjadi puluhan miliar. Tentu berdasarkan pertimbangan berbagai aspek bisnis yang telah diprogramkannya. Samsul Hadi adalah yang dianggap paling unggul oleh tim seleksi. Dari sekian orang yang mencalonkan diri menjadi Direktur Utama PT. GNE. Usianya baru 33 tahun. Setumpuk persoalan, baik di internal dan eksternal dihadapannya kini. Meski begitu, ia sangat yakin, PT. GNE akan jauh lebih maju kedepannya. Ia menerima warisan piutang sebesar Rp6,8 miliar dari pendahulunya. Samsul Hadi ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/5) kemarin mengatakan telah membentuk tim percepatan penyelesaian piutang. Tak butuh waktu lama, bersama tim yang telah dibentuknya ini, piutang terbayar hampir Rp300 juta. “Yang masih punya kewajiban di sini, kita datangi dan ada yang dipanggil satu-satu. Sudah ada progres, ada yang melunasi. Ada juga yang telah memberikan jaminan tanahnya. Ada salah satu orang utangnya Rp2,5 miliar di GNE,” ujarnya. SDM perlahan dibenahi. Kapasitasnya akan ditingkatkan sesuai kompetensinya. Sumber-sumber piutang, administrasi ditertibkan dan satu pintu. Mekanisme kerjasama dengan customer dipertegas. Agar tak terjadi lagi pembengkakan piutang. PT. GNE memiliki unit bisnis unggulan. GNE Beton dan assembling. Produk-produk yang dibuat oleh perusahaan ini, dari hasil analisanya masih banyak yang belum diketahui oleh publik.

(Suara NTB/bul)

TINJAU - Samsul Hadi meninjau salah satu pekerjaan assembling di bengkel PT. GNE Karena itu, pendekatan dengan seluruh stakeholders akan dilakukan. Agar BUMD ini menjadi tuan di rumahnya sendiri. Sejumlah terobosan tengah dipersiapkan kata Samsul Hadi. Diantaranya, perusahaan akan menggarap potensi bisnis di berbagai sektor. Pertanian secara luas dan agro bisnis. Perusahaan mempersiapkan untuk memproduksi peralatan pendukung dari hulu ke hilir. “Misalnya kita buat alat-alat Alsintan. Bisa buat mesin tepung kopi. Kita mengarah ke produksi itu dan selanjutnya kita pasarkan melalui e-commerce. Kita buat Katalognya dan di pasarnya secara massif melalui online,” ujarnya. Masih menurut Samsul Hadi. Ia kini tenah membangun komunikasi yang intensif dengan salah satu investor untuk mengembangkan ayam petelur dan pedaging. Untuk ayam petelur, kapasitas produksi telur sehari mencapai 40.000 butir. Pemodalnya telah siap, sistim bisnisnya adalah bagi hasil. Selain itu, PT. GNE juga akan

mengembangkan bisnis penyewaan alat berat. Dapat dimanfaatkan oleh kontraktor untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang ada di daerah. dapat juga dimanfaatkan oleh daerah. “Investornya juga sudah ada. Dia yang siapkan alat-alat beratnya. Sistim kita juga bagi hasil,” jelas Samsul Hadi. Lalu GNE juga akan membentuk Trade & Distribusi Center (TDC) yang akan berjaring hingga tingkat desa dan kelurahan. TDC ini akan memfasilitasi penyediaan kebutuhan sembako masyarakat. PT. GNE akan bekerjasama dengan produsen (pabrikan) untuk memenuhi ketersediaan produk. Selain itu, tambahan program andalan pengadaan RMU (rice milling unit) yang akan menghasilkan produk turunan padi menjadi dalam bentuk kemasan. Sasarannya, kedepan NTB akan memiliki sentra produksi beras kemasan merk GNE. “Sudah ada juga investornya,” katanya. Selain itu, PT. GNE juga akan melakukan hilirisasi dari berbagai

potensi sumber daya alam yang dimiliki. Misalnya mewujudkan produksi pakan bagi ternak unggas. Dan berbagai usaha lain yang dikembangkan. PT. GNE akan menjadi etalase NTB. Kantor pusatnya di perapatan Sweta Mataram akan dibuat lebih dinamis. Menjadi tempat berkumpul dan berdiskusinya pengusaha. Tempat nongkrong dalam konteks bisnis. Sejumlah unit usaha yang dianggap tak produktif sedang dievaluasi. Kemungkinan akan dirampingkan. Bahkan ditutup. “Bila dihitung-hitung. Potensi keuntungan kita di PT. GNE tidak kecil. Saya punya mimpi, PT. GNE bisa melantai di bursa efek. Untuk pengembangan bisnis, kita juga tengah jajaki kerjasama pembiayaan dengan PT. Bank NTB Syariah. Saya tidak akan meminta penyertaan modal kepada daerah, sebelum memberi kontribusi yang besar,” komitmennya. Karena itu, harapannya, seluruh stakeholders mendukung. Terutama OPD agar menjadi mitra kerjasamanya untuk hal-hal yang dapat dikerjasamakan. (bul)

Smartfren Hadirkan Kartu Perdana Lombok Mataram (Suara NTB) PT. Smartfren Telecom Tbk, meluncurkan produk baru yang khusus dihadirkan bagi masyarakat Lombok, NTB. Smartfren menghadirkan Kartu Perdana Lombok. Dengan beragam kelebihannya. Smartfren all out mendukung pembangunan di Lombok, NTB. Apalagi, provinsi ini akan menjadi buah bibir dunia. Di tengah persiapan pelaksanaan gelaran MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Smartfren tengah membangun infrastruktur pendukung telekomunikasi yang memadai untuk menjawab kebutuhan masyarakat NTB saat ini dan nanti. Ada 74 BTS yang mendukung kelancaran komunikasi menggunakan kartu Smartfren di Lombok. Seluruhnya 4G. Selanjutnya terus dilakukan penambahan BTS. Untuk Pulau Lombok, ada 14 destinasi wisata yang telah dicover untuk mendukung pariwisata NTB. Hampir 10 tahun

Smartfren masuk Lombok. Karena itu, Smarfren juga menghadirkan program double berkah silaturahmi beli satu gratis satu Kartu Perdana Lombok. Selain itu, Smartfren juga menghadirkan produk serta program khusus Ramadhan. Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren mengatakan, Program khusus double berkah silaturahmi Smartfren, hadir mulai bulan ramadhan hingga akhir Agustus 2019. Dimana pembeli cukup membayar Rp30.000 untuk memperoleh dua kartu perdana Smartfren Lombok dari harga normal Rp120.000. Pembeli, akan langsung mendapatkan total kuota internet 4G sebesar 30GB, gratis menelepon ke operator lain selama 10 menit, dan gratis telepon sepuasnya ke sesama nomor Smartfren, di setiap nomor setelah aktivasi. Jika masih kurang, Smartfren juga memberikan bonus kuota internet 4G masing masing sebesar 10GB dan 30GB

(Suara NTB/bul)

SMARTFREN - Peluncuran kartu perdana Smartfren Lombok lagi secara gratis, cukup dengan melakukan top up Rp30.000 dan Rp 60.000. Bahkan bonus yang diterima pelanggan tersebut tidak memotong pulsa pelanggan, sehingga dapat digunakan untuk membeli paket internet lain. “Program ini kami hadirkan

juga agar para pengguna tidak perlu khawatir kehabisan kuota untuk meng #KuotakanYangBaik kepada sanak saudara maupun teman teman, lewat berkirim ucapan dan video call ketika hari raya Lebaran, atau mengupload keseruan acara Ramadhan dan

Lebarannya di sosial media ataupun Youtube, hingga berbagi kuota ke sesama dengan teathering,” pungkas Djoko. Karena dihadirkan khusus bagi masyarakat Lombok, maka benefit dari kartu perdana Lombok ini hanya berlaku di daerah. (bul/*)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Halaman 4

Pekan Depan, Berkas Perkara Korkab PKH Dilimpahkan ke PN Selong (Suara NTB) Penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) saat ini sudah melimpahkan berkas perkara kasus korupsi bantuan program pendamping keluarga harapan (PKH) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dikaji. Dipastikan, berkas perkara korupsi dengan tersangka Korkab PKH inisial FT ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Selong minggu depan untuk disidangkan. “Berkasnya sudah lengkap, sudah kita limpahkan ke JPU untuk dikaji. Minggu depan berkasnya bisa dilimpahkan ke Pengadilan,” terang Kasi Pidsus Kejari Lotim, Wasita Triantara, dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/5). Dalam kasus ini, baik secara administrasi maupun bukti sudah dipersiapkan se-

cara matang, sehingga dalam proses persidangan diyakininya dapat berjalan lancar. Adapun untuk tuntutannya nanti tergantung dari JPU setelah melakukan kajian berkas yang diberikan oleh penyidik. JPU berada di luar dari tim penyidik meskipun masih dalam satu lembaga. “Berkasnya sudah di JPU. JPU sendi-

ri di luar dari tim penyidik dalam kasus ini,” terangnya. Diketahui, tersangka dalam kasus korupsi bantuan PKH ini sudah ditahan di Rutan Kelas IIB Selong. Penahanan terhadap yang bersangkutan dilakukan karena dikhawatirkan melarikan diri menyusul saat ini sudah tidak ada beban pekerjaan yang ditang-

gung, termasuk dapat menghilangkan barang bukti dengan memengaruhi saksi-saksi. Penahanan dilakukan selama 20 hari hingga 5 Juni 2019. Wasita mengungkapkan, dalam kasus ini dipastikan tidak ada tersangka lain, karena tersangka merupakan pemain tunggal. Hal tersebut dikarenakan sejak awal kartu rekening masyarakat dipegang dan cairkan segala bantuan berupa uang yang masuk ke rekening KPM pada 9 kelompok KPM di wilayah Kecamatan Montong Gading oleh tersangka. Tindakan korupsi dengan menggelapkan uang

bantuan KPM PKH itu dilakukan dari tahun 2017 sampai 2018. Kasus korupsi dana bantuan PKH oleh FT, dilakukan pada saat dirinya menjabat sebagai pendamping PKH di wilayah Kecamatan Montong Gading tahun 2017 lalu. Dana yang ditilep mencapai ratusan juta rupiah dari yang seharusnya dibagikan ke KPM yang tergabung dalam sembilan kelompok yang terdapat di wilayah tersebut. Akan tetapi hingga memasuki tahun 2018, dana ini tidak kunjung dicairkan oleh yang bersangkutan.

Sementara, pendamping PKH naik jabatan menjadi salah satu korkab di Kabupaten Lotim waktu itu. Kondisi ini pun membuat masyarakat geram dan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kejari Lotim. (yon)

Wasita Triantara (Suara NTB/yon)

Elpiji Dipastikan Aman PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjamin ketersediaan elpiji di daerah ini aman hingga lebaran. Selain itu, dari segi harga relatif normal berkisar antara Rp17.000 hingga Rp18.000 jenis gas elpiji 3 Kg. Demikian disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lotim, Hasanah Rahmawati, Kamis (23/5). Adapun dari segi kebutuhan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, banyak pang(Suara NTB/yon) kalan yang meminta peHasanah Rahmawati nambahan kuota. Persentase peningkatan masing-masing pangkalan ratarata dari 70 per minggu, meningkat menjadi 100 sampai 150 tabung. “Stok elpiji kita pastikan aman hingga lebaran meskipun permintaan mengalami peningkatan 30 persen sampai 50 persen,” klaimnya. Menurut Hasanah Rahmawati, stabilnya harga gas melon ini dikarenakan untuk di tingkat pangkalan, pengecer tidak lagi mengambil sendiri. Melainkan dari pangkalan langsung melakukan pendistribusian, sehingga dari pengecer tidak ada alasan untuk menaikkan harga ke konsumen. Permintaan penggunaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lotim memang selalu mengalami peningkatan setiap bulan Ramadhan. Hal tersebut dikarenakan aktivitas masyarakat yang memasak mengalami peningkatan. Sehingga untuk tahun ini sudah dilakukan antisipasi dari awal terutama dari segi ketersediaan. Apabila ketersediaan melimpah, katanya, maka harga untuk satu tabung gas elpiji ini turut stabil. Begitupun sebaliknya. “Kita pastikan, ketersediaan tercukupi untuk bulan Ramadhan hingga lebaran nanti. Ketersediaan gas elpiji terutama 3 kg cukup melimpah,” tambahnya. (yon)

Menurun, Dividen Bank NTB Syariah untuk Lotim

Muhammad Azlan

(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) Jumlah dividen yang diterima Pemda Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menurun sekitar Rp 1,7 miliar. Hal ini sesuai hasil Rapat Umum Pimpinan Saham (RUPS) Bank NTB Syariah, beberapa waktu lalu. Meski demikian, menurut Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Muhammad Azlan di Selong, Kamis (23/5) terjadi tren peningkatan yang positif dari Bank NTB Syariah dan diharapkan pada tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan. Dituturkan pada tahun 2017 lalu, Lotim pernah menerima dividen Rp 14 miliar lebih. Alasan utama penurunan katanya akibat pembiayaan konversi dari Bank NTB konvensional ke Bank NTB Syariah dan adanya penarikan deposito dari sejumlah corporate. Bagi Lotim sendiri, tetap komitmen untuk meningkatkan nilai sahamnya ke Bank NTB Syariah. Disebutkan, pada tahun 2019 ini Lotim tidak ada tambahan penyertaan modal ke Bank NTB dalam bentuk cash dari hasil dividen disebabkan adanya defisit anggaran. Pemkab Lotim rencana akan melakukan tambahan penyertaan modal dalam bentuk aset. Aset tanah untuk pembangunan kantor Bank NTB Syariah Cabang Selong. Beberapa pilihan tempat masih dibicarakan, yakni eks Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan kawasan Terminal Pancor. Nilai aset yang akan diserahkan Pemkab Lotim ini belum diketahui jumlahnya. Katanya, harus melalui tim penaksir harga terlebih dahulu. “Nanti kita tunggu apraisal, mungkin direncanakan 50 are, nilainya untuk dapat dikapitalisasi sebagai penyertaan modal akan ditentukan oleh apraisal,” ungkapnya. Pemkab Lotim, sebut Azlan adalah pemegang saham pengendali terbesar kedua setelah Pemerintah Provinsi NTB. Total saham yang sudah diberikan Pemkab Lotim saat ini sudah mencapai Rp 75,23 miliar. Sebagai pemegang saham terbesar, harapannya bank NTB bisa terus meningkatkan kinerjanya. Jika tahuntahun berikutnya tidak meningkat dividen yang diterima pemkab Lotim, disarankan bisa evaluasi kinerja Bank NTB Syariah. “Ini penekanan wabup saat menghadiri RUPS beberapa waktu lalu,” ujar Azlan. (rus)

(Suara NTB/rus)

GIRING KAMBING - Lombok Timur bagian selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Salah satunya di bidang peternakan. Tampak salah seorang peternak di Kecamatan Jerowaru sedang menggiring ternaknya di akses jalan nasional.

Cuti Bersama ASN Tunggu Kebijakan Pusat Tanjung (Suara NTB) Libur panjang dan cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU), hingga saat ini belum ditentukan. Kepastian itu masih harus menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. Hal itu diakui Kepala Bagian Organisasi, H. Khairil Anwar, S.Kom., M.Si., Kamis (23/ 5). Ia menyebut, meski Surat Keputusan Bersama (SKB) 3

Menteri perihal libur bersama tahun 2019 sudah ada, belum bisa dijadikan rujukan menentukan cuti bersama dalam rangka perayaan hari besar Islam, Idul Fitri 1440 H/2019. Pemerintah daerah masih harus menunggu kebijakan lebih lanjut yang mengatur libur panjang selama lebaran tersebut. “Kalau di SKB 3 Menteri, tanggal 31 Mei masuk (kerja). Kita harus menunggu aturan terbaru sebagai dasar

kita, karena sekarang tidak ada dasar kita meliburkan,” kata Khairil. Ia menyebut, mengacu pada SKB 3 Menteri yang mengatur kalender nasional mencantumkan tanggal 30 Mei (hari Kamis) sebagai hari libur. Selang sehari berikutnya, atau pada Sabtu 1 Juni, ASN harus memperingati hari Kesaktian Pancasila. “Tanggal 1 Juni berkaitan dengan Kesaktian Pancasila

Pasukan Kuning di Lotim Berharap Dapat THR Selong (Suara NTB) Mendekati Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, persoalan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi topik terhangat yang diperbincangkan. Tidak terkecuali dari para petugas kebersihan atau akrab disebut pasukan kuning. Bernaung di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), para pasukan kuning yang berjumlah 220 di Kabupaten Lotim ini berharap mendapat THR. Namun, ujar Kepala DLHK Lotim, Ir. H. Marhaban, pihaknya masih menuai jalan buntu untuk pengalokasian THR bagi petugas kebersihan di daerah ini. Sumber THR belum jelas bahkan tidak ada, karena tidak boleh dialokasikan dalam DPA. Untuk itu, kata dia, persoalan ini akan dicoba dikomunikasikan ke bupati selaku pemangku kebijakan maupun ke Bazda Lotim. Disebutkan Marhaban, tugas dan tanggung jawab dari pasukan kuning ini sangatlah berat. Sebanyak 220 orang itu tersebar penugasannya baik sebagai penyapu jalan, pengangkutan sampah hingga ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) maupun yang bertugas melakukan perawatan taman yang terdapat di dalam kota. Maka dari itu, sangat pantas ketika para pasukan kuning ini diberikan THR sebagaimana mestinya. “Tugas dan tanggung jawab mereka sangat berat, tidak semua orang yang mau dengan pekerjaan ini. Sehingga untuk THR-nya nanti kita akan usahakan,” jelasnya. Di luar THR, lanjut Marhaban, untuk honor tetap diberikan sebagaimana mestinya,

(Suara NTB/yon)

Marhaban karena merupakah hak. Namun untuk penambahan biaya lebaran masih terus diupayakan, baik itu dinamakan THR, tali asih ataupun sejenisnya. Terpenting para tenaga pasukan kuning ini mendapat penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan lebarannya. Disampaikan lebih jauh, ketika para pasukan kuning ini melakukan mogok kerja atau terlambat dalam pengangkutan sampah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana semerawutnya wajah Kota Selong maupun Kabupaten Lotim pada umumnya. Bahkan hampir mereka tidak kenal libur, karena harus bekerja menjalankan tugasnya untuk bagaimana tidak terjadi penumpukan sampah dimana-mana. “Satu hari saja sampah itu tidak diangkut. Bagaimana semrawutnya. Apalagi tidak diangkut berminggu-berminggu atau berbulan-bulan,” ujarnya.

Sementara, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengungkapkan tenaga honorer di Kabupaten Lotim dipastikan dapat menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Terutama bagi tenaga honorer yang masa pengabdiannya di atas enam tahun. Pasalnya, tenaga honorer dengan masa kerja itu sudah tercatat dalam DPA masing-masing OPD maupun sudah ditentukan dalam APBD. “Tergantung kebijakan OPD masing-masing dan tenaga honorer itu resmi dengan masa pengabdian 6 tahun ke atas yang termuat dalam DPA,” terang Kepala BKPSDM Lotim, H. Muhammad Hairi, SIP,MSi., belum lama ini Untuk tenaga honorer enam tahun ke atas itu, kata Hairi, anggarannya di APBD sudah jelas, termasuk besaran yang akan didapatkan memungkinkan satu kali gaji sebagaimana yang tertuang dalam Perbup bahwa THR yang diterima oleh tenaga honorer sesuai dengan besaran honor mereka setiap bulannya. “Saya sudah melakukan penandatangan kuitansi untuk THR baik ASN maupun tenaga honorer yang ada di sini, (BKPSDM,red),” terang Hairi. Kecuali, lanjut dia, bagi tenaga honorer yang masa kerjanya di bawah enam tahun besar kemungkinan tidak mendapat THR jika mengacu pada Perbup. Terutama bagi tenaga-tenaga honorer yang masa kerjanya nol tahun tidak jelas untuk THRnya, apakah tertuang dalam DPA pada OPD tempatnya mengabdi atau tidak. (yon)

juga belum ada informasi, apakah ASN masuk apel atau tidak. Ini juga belum ada kepastian,” sambungnya. Khairul menambahkan, untuk memastikan jumlah hari libur tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov NTB yang membidangi. Tetapi sampai saat ini, Pemprov belum bisa memberi jawaban, karena masih harus menunggu petunjuk pemerintah pusat.

Terhadap jam kerja selama puasa Ramadhan, Bagian Organisasi sejauh ini belum menerima laporan dari OPD terkait tingkat tingkat kedisiplinan ASN. Diyakininya, jam kerja ASN yang sudah disesuaikan dengan kondisi berpuasa tidak mempengaruhi kedisiplinan. “Kita melihat di OPD, kedisiplinan tidak terpengaruh, apalagi kinerja ASN berdampak pada TKD (tunjangan kinerja),” imbuhnya. (ari)

Sebut Nama Pejabat Daerah

Diduga Audio Rekaman Bantuan Gempa Masjid Beredar Tanjung (Suara NTB) Sebuah rekaman audio yang diduga berkaitan dengan dana bantuan gempa untuk Masjid Dusun Mekar Sari, Desa Mumbusari, Kecamatan Bayan, beredar. Dalam rekaman berdurasi 12.54 menit tersebut, terlontar sejumlah pernyataan yang diduga adalah suara milik terlapor, KY, sekaligus calon anggota legislatif Kabupaten Lombok Utara (KLU). Perihal audio tersebut, Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, S.Sos., SH., MH., yang dikonfirmasi, Selasa (21/5), mengungkapkan kasus dugaan penyelewengan dana bantuan masjid masih berproses. Reskirm Polres Lombok Utara belum mengetahui fakta sebenarnya. “Ini kan baru keterangannya pelapor, kecuali kita bisa menemukan buktinya, baru kita bisa komentar kenapa dia berani (menyimpang), ia kan?” ujar Metria. Demikian halnya dengan isu rekaman yang beredar, Kasat Reskrim membenarkan bahwa pelapor memegang rekaman terlapor. Namun, Polres sejauh ini belum melakukan pengecekan atas rekaman tersebut.

“Memang dia pegang rekamannya, nah kita belum lakukan suatu pengecekan. Secara bukti otentik, kita belum berani simpulkan. Kalau dia berani pertanggungjawabkan, dia sih yang (membenarkan keaslian, red). Kalau kami secara ini (institusi) ‘kan, belum lakukan uji lab. Faktanya benar ngak, ini asli ndak kan gitu,” papar Metria. Terpisah, Kamah Yulianto menanggapi perihal rekaman dan materi di dalamnya, secara gamblang. Ia menegaskan tidak terdapat komitmen fee, sebagaimana tudingan seseorang yang ia sebut bernama Kamarudin. Demikian dengan mark up harga besi bangunan untuk masjid, Kamah pada poin ini mengklarifikasi. “2, mark up harga itu maksudnya keuntungan, misalnya 100 ribu harga besi, di nota berubah menjadi 105.000, tapi jumlah barang di nota sama dengan jumlah barang yang datang,” jelasnya. Kamah juga tidak sungkan menjawab pertanyaan perihal penyebutan nama pejabat tinggi daerah pada audio. Dijelaskannya, bahwa pada awalnya ada inisiatif (sumber tidak disebutkan, red), yang akan diberikan sebagai ucapan terima kasih. (ari)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Halaman 5

Patuhi Aturan Pemberian THR DINAS Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Barat (Lobar) telah membuat surat edaran (SE) terkait kewajiban perusahaan untuk mematuhi aturan terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya. Disnaker mewarning perusahaan yang tak memberikan THR paling lambat H-7 sebelum lebaran akan diberikan semacam teguran keras. “Surat edaran sudah kami kirim ke semua perusahaan agar menaati aturan terkait dengan hak (Suara NTB/dok) karyawan kaitannya denRusditah gan THR. Itu (THR red) diberikan minimal tujuh hari sebelum lebaran,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar Rusditah ditemui kemarin. Ia mengaku seluruh perusahaan yang terdaftar di Lobar telah disurati. Perusahaan ini didominasi oleh hotel dan restoran yang tersebar di kawasan pariwisata Lobar. Sesuai aturan, jumlah THR yang harus dibayarkan perusahaan adalah satu kali gaji pokok. ”Jika tidak membayar, maka perusahaan akan mendapatkan teguran dari Disnaker. Karena THR merupakan kewajiban pemberi kerja terhadap para pekerja,”tegas dia. Pihak Disnaker Lobar juga mengaku siap menampung laporan bagi para pekerja yang belum mendapatkan haknya. Terkait pembentukan tim Disnaker tidak membentuk, namun karyawan yang protes bisa langsung lapor ke dinas. Pihak dinas siap memfasilitasi para karyawan untuk menyelesaikan masalah mereka. (her) (Suara NTB/her)

RAWAN - Lahan Pemkab Lobar ini masih rawan bermasalah, karena lahan seluas 25 hektar ini belum bersertifikat.

F1 Direncanakan Masuk

Persiapan Pembangunan Sirkuit MotoGP Jalan Terus Praya (Suara NTB) Persiapan pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika saat ini masih terus berjalan sesuai rencana yang sudah ada. Kendati ada kabar bahwa balapan Formula 1 (F1) juga direncanakan akan digelar di kawasan The Mandalika. Demikian ditegaskan Direktur Teknis dan Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawasan, kepada Suara NTB, Kamis (23/5). Dihubungi via ponselnya, Ngurah mengaku baru mendapat kabar kalau kawasan The Mandalika juga dipersiapkan untuk menggelar balapan F1. “Ini (balapan F1) harapan pak Presiden Joko Widodo. Bagaimana supaya kawasan The Mandalika selain menggelar balap MotoGP juga bisa menggelar balap F1. Dan, kami ITDC sangat menyambut baik harapan tersebut,” ujarnya. Hanya saja, untuk saat ini secara teknis fokus ITDC masih pada persiapan pembangunan sirkuit MotoGP. Soal kemudian nanti ada penyesuaian untuk mengakomodir gelaran F1, tentu akan ada pembicaraan di internal ITDC. “Tadi kita juga sudah ada pembicaraan awal terkait rencana menggelar balap F1,” sebutnya. Tapi untuk saat ini, tegasnya dari sisi teknis fokus persiapan tetap pada pembangunan sirkuit MotoGP. Termasuk penyelesaian pembebasan lahan dan penyesuaian dari beberapa sisi desain, karena untuk kontruksi fisik, tetap sesuai jadwal yakni pada bulan September. “Setelah Idul Fitri ini, persiapan pembangunan sirkuit akan dikebut,” terangnya. Dimulai dari pemagaran lahan untuk sirkuit dan penataan lahan. Lebih lanjut, Ngurah mengatakan jika balap F1 bisa terwujud maka itu akan semakin memberi warna bagi kawasan The Mandalika. Dan, jelas akan semakin menggemakan nama kawasan The Mandalika di mata dunia dan bisa mengangkat pariwisata Loteng dan NTB pada umumnya. Apakah secara teknis balap MotoGP dan F1 bisa digelar bersamaan? Ngurah mengatakan bisa saja. Walaupun dari sisi teknis sirkuit MotoGP dan F1 berbeda. Termasuk dalam hal standar keamanan untuk kedua jenis balapan tersebut. Artinya, tentu perlu ada penyesuaian-penyesuaian supaya bisa mengakomodir kedua balapan tersebut. Disinggung proses pembebasan lahan, saat ini masih terus berjalan. Dari total 5 hektar yang akan dibebaskan, beberapa di antaranya sudah diselesaikan. “Capaian terakhir soal pembebasan lahan saya belum mendapat laporan. Tapi yang jelas proses pembebasan tetap berjalan dan sampai saat ini sudah ada yang selesai,” tandasnya. (kir)

Ditarget Dukung Sirkuit MotoGP

Proyek Pelabuhan Kapal Pesiar Gili Mas Capai 80 persen Giri Menang (Suara NTB) – Progres proyek pelabunan kapal pesiar (cruise terminal) Gili Mas Lembar telah mencapai 80 persen. Progres ini dinilai cukup signifikan dibandingkan target sesuai jadwal 78 persen. Ditargetkan proyek senilai Rp 1,2 triliun ini bisa beroperasi awal tahun depan, sehingga mampu mendukung Mandalika Resort dan Sirkuit MotoGP. Demikian disampaikan Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Toto Nugroho Prayasto didampingi GM PT Pelindo III Cabang Lembar, Erry Adriyanto saat ditemui selepas acara buka puasa bersama Safari Ramadan di Kantor Pelindo III Lembar, Rabu (22/5). Di masa mendatang, ujarnya, pihaknya ingin menjadikan Indonesia pusat persinggahan kapal pesiar, karena sebelumnya Indonesia hanya dilewati saja, ‘’Ke depan kita bagaimana caranya menarik cruise dan berputar di Indonesia terus,” ujarnya. Ia menilai dengan perputaran kapal cruise itu tentunya akan meningkatkan penumpang pariwisata yang datang ke Indonesia, terutama Lombok. Sebab sejauh ini hanya ada 150 ribu kunjungan per tahunnya. Jumlah ini masih jauh tertinggal dengan Malaysia yang bisa mencapai 1 juta per tahun. Padahal dari aspek pariwisata, Indonesia jauh lebih bagus dibandingkan negara tetangga itu. “Gili Mas ini sangat penting untuk mendukung cruise, efeknya juga luar biasa. Seperti Benoa (Bali) ketika dibangun pusat cruise di sana pemberdayaan UKM setempat bisa berkembang,” jelasnya. Terkait kendala pembangunan Gili Mas ini, diakui Nugroho justru semuanya berjalan lancar. Segala dukungan dari Pemda maupun beberapa lembaga penyeberangan lainnya sangat dirasakan, sehingga proses pembangunannya bisa terbilang begitu cepat. Bahkan demi memenuhi ketersediaan tenaga kerja, GM PT Pelindo III Cabang Lembar, Erry Adriyanto mengaku Pelindo berkomitmen memberikan porsi proporsional bagi tenaga kerja lokal Lombok, terutama di kawasan pelabuhan. (her)

(Suara NTB/her)

BERSAMA - Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Toto Nugroho Prayasto bersama GM PT Pelindo III Cabang Lembar, Erry Adriyanto.

25 Hektar Lahan Perkantoran Pemkab Lobar Tak Bersertifikat Giri Menang (Suara NTB) – Lahan perkantoran Pemkab Lombok Barat (Lobar) seluas 25 hektar sampai saat ini belum clear and clean, lantaran sampai saat ini tak memiliki sertifikat. Pensertifikatan 18 bidang tanah ini pun baru diajukan tahun ini ke BPN tahun ini. Pengajuan sertifikasi aset ini masuk pada usulan ratusan persil yang akan disertifikasi pemda tahun ini. Pemda berupaya menertibkan aset daerah yang belum bersertifikat maupun sudah bersertifikat melalui program sertifikasi aset. “Ada 25 hektar lahan pemda ini tak bersertifikat, itu yang kami ajukan untuk pensertifikatan,” jelas Kabid Pengamanan, Pemindahtanganan dan Penatausahaan pada BPKAD Lobar, L. Gde Ramadhan Ayub, Kamis (23/5).

Ditanya kendala lahan yang belum disertifikatkan, Ayub menjelaskan, kuota penyelesaian sertifikat di beberapa tahun sebelumnya prosesnya lamban dan terbatas. Namun saat ini dengan komunikasi yang intens, sehingga prosesn-

ya bisa lebih cepat. Selain mengusulkan sertifikasi lahan perkantoran Pemda Lobar, pihaknya juga sudah melakukan sertifikasi sejumlah lokasi aset yakni Jalan Ciamis yang sebelumnya bermasalah hukum. Saat ini lahan ini sudah dis-

ewa. Begitupula di Majeluk, ada tiga rumah dinas sudah diamankan (sertifikat). “Total tahun lalu kita sertifikatkan aset 112 bidang, selama ini kan 50 persil jarang tercapai,” jelas dia. Menurut dia, 112 persil yang sudah disertifikasi ini di luar dari Kota Mataram seperti di Karang Rundun dan satu titik di daerah Lombok Tengah. Pihaknya terus berupaya menginventarisir asetaset daerah yang ada di dalam daerah maupun luar daerah. Sebelumnya, Kepala BPKAD Lobar H. Mahyudin

mengaku aset milik Pemda Lobar berupa tanah mencapai 2.008 persil, dari luas aset ini hanya 800 persil yang sudah bersertifikat, sedangkan 1.200 persil belum bersertifikat. Dari 1.200 persil ini termasuk di dalamnya lahan kantor pemda Lobar. Sebagian lahan kompleks Pemkab Lobar ini ada yang belum selesai pemidahtanganan sertifikat atas nama Pemda Lobar. Saat ini Pemda tengah dalam proses sertifikasi secara bertahap. Pemda sendiri fokus menyelesaikan lahan di seputaran kompleks perkantoran. (her)

Sejumlah Negara Belajar Penanganan Stunting di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Delegasi World Bank (Bank Dunia) yang diwakili beberapa negara seperti Maroko, Kamboja, dan Timor Leste didampingi Bappenas mengunjungi Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Mereka sengaja datang untuk mempelajari proses penanganan kasus stunting di Lobar. Kedatangan ketujuh belas orang delegasi ini disambut baik Sekda Lobar H. Moh. Taufiq di Ruang Rapat Umar Madi Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (22/5). Tahun 2017 lalu, pemerintah pusat menetapkan Lobar bersama tiga daerah lain di Indonesia sebagai daerah percontohan penanganan kasus stunting. Pemerintah menilai pro-

gram, terobosan, dan komitmen dari para kepala daerah sangat baik menghadapi stunting. Angka kasus stunting di tahun 2007 di Lobar adalah 49%. Dinas Kesehatan (Dikes) kemudian terus berinovasi menurunkan angka tersebut. Menurut Kepala Dikes Lobar Rachman Sahnan Putra, beberapa inovasi yang telah dilakukan di antaranya sensus terhadap seluruh balita di Lombok Barat, inovasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan upaya penguatan sistem melalui ePuskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes dan e-Posyandu. Dengan dukungan bupati serta keterlibatan lintas sektor, an-

gka kasus stunting dapat turun menjadi 32% di tahun 2016. Data terakhir menunjukkan, pada Februari 2019, penurunan angka kasus stunting di Lobar dapat ditekan menjadi 25,04%. Angka tersebut bahkan di bawah rata-rata nasional. Pemkab Lobar melalui Dikes menargetkan, tahun 2020 mampu menurunkan angka stunting menjadi 15%, sehingga target “Lombok Barat Bebas Stunting pada 2024” dapat tercapai. “Dalam upaya penurunan stunting, kita berharap agar koordinasi lintas program dan lintas sektor semakin kuat dan efektif, sehingga percepatan penurunan angka stunting di Lombok Barat semakin cepat. Hanya satu satunya cara, yaitu

(Suara NTB/ist)

BELAJAR - Delegasi Bank Dunia yang diwakili beberapa negara seperti Maroko, Kamboja, dan Timor Leste belajar penanganan stunting di Lobar, Rabu (22/5) lalu. dengan konvergen (menitik pusatkan-red) seluruh program di

ITDC Gelar Pasar Murah bagi Masyarakat Miskin Praya (Suara NTB) PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Kamis (23/5) menggelar pasar murah dengan sasaran masyarakat miskin atau kurang mampu yang ada di lingkar kawasan The Mandalika. Ratusan paket sembako dibagikan pihak ITDC kepada masyarakat lingkar kawasan dengan harga murah. Adanya paket sembako murah tersebut, diharapkan bisa paling tidak bisa meringankan beban masyarakat di lingkar kawasan The Mandalika di enam desa. Masing-masing Desa Mertak, Desa Kuta, Sukadana, Sengkol serta Desa Prabu. “Harga paket sembako ini kita jual seharga Rp 20 ribu saja. Dari harga aslinya sebesar Rp 140 ribu,” ungkap Miranti Nasti Rendranti, Kepala Divisi Corporate Secretary ITDC. Selain sembako murah, ITDC juga menyiapkan 600 paket santunan bagi anak yatim. Juga khusus bagi masyarakat lingkar kawasan The Mandalika. “Pasar murah dan santunan ini sebagai bentuk kepedulian ITDC terhadap masyarakat lingkar kawasan The Mandalika,” ujarnya. Dalam arti, ITDC tidak hanya membangun secara fisik saja, tapi juga membangun sosial masyarakat lingkar kawasan, sehingga keberadaan ITDC benar-benar dirasakan oleh masyarakat lingkar kawasan dan Loteng lebih luas lagi. Ke depan, pihaknya menargetkan kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan. Untuk itu dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini, khususnya masyarakat lingkar sangat diharapkan supaya ITDC bisa terus memberikan kontribusi bagi masyarakat di daerah ini. Terutama dalam hak keamanan. Karena bagaimanapun juga, kawasan The Mandalika tidak akan bisa terbangun dan ITDC juga tidak bisa tetap beroperasi, jika keamanan di lingkar kawasan tidak terjaga. “Dengan masyarakat menjaga keamanan, itu sudah sangat membantu kita, ITDC dalam mengembangkan kawasan The Mandalika. Jika kawasan The Mandalika berkembang, yang akan mendapat manfaatnya tetap masyarakat itu sendiri,” tandasnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

SALURKAN - Ratusan paket sembako murah disalurkan ITDC kepada masyarakat kurang mampu di lingkar kawasan The Mandalika, Kamis (23/5).

Kabupaten Lobar dengan kuat,” tegas Rachman. (her)

Terduga Penjual Narkoba Dibekuk Polisi Praya (Suara NTB) Terduga pengedar narkoba asal Desa Beleke Kecamatan Praya Timur, Kenem, Selasa (21/5) malam, dibekuk aparat Polres Lombok Tengah (Loteng). Kenem ditangkap di rumahnya saat sedang menjual narkoba. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan belasan paket narkoba jenis sabu siap edar. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari warga kalau rumah pelaku tidak pernah sepi dari warga yang diduga hendak membeli narkoba. Mendapat informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, polisi kemudian bergerak. Sekitar pukul 23.00 Wita, polisi mengepung rumah pelaku. Begitu memastikan pelaku ada rumahnya, polisi langsung melakukan penggerebekan. Saat polisi datang, pelaku sedang berada di depan rumahnya. Sempat hendak kabur, pelaku tak bisa berkutik setelah rumahnya dikepung polisi. Saat ditangkap, polisi mendapati satu paket narkoba di tangan pelaku. Belum puas, polisi lantas menggeledah rumah pelaku dan mendapat belasan paket narkoba jenis sabu siap edar. “Bersama paket narkoba, kita juga amankan sejumlah alat isap yang diduga digunakan pelaku,” terang Kasat Resnarkoba Polres Loteng AKP Dhafid Shiddiq, SIK., Kamis (23/5). Setelah mengamankan alat bukti pendukung lainnya, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Loteng untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku juga langsung menjalani tes urine di laboratorium kesehatan di Mataram,” sebutnya. Dari keterangan pelaku, polisi kini masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mencari tahu kemungkinan jaringan peredaran narkoba pelaku. Pelaku sendiri diduga punya jaringan luas khususnya di wilayah Kecamatan Praya Timur. “Kasusnya masih terus kita kembangkan. Untuk bisa mengungkap jaringan pelaku,” ujar Dhafid. (kir)


SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Target 16.000 Wisatawan Terancam Tidak Tercapai Taliwang (Suara NTB) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disudpar) Sumbawa Barat, Ir. IGB Sumbawanto M. Si, mengakui tingkat kunjungan ke KSB sangat minim di triwulan pertama 2019. Diperkirakan, wisatawan masih trauma setelah gempa 2018 lalu. Fenomena ini tidak hanya terjadi di KSB. Di Lombok yang lebih dekat dengan Bali juga masih sepi. Target kunjungan 16.000 wisatawan pun terancam tidak tercapai. “Memang secara keseluruhan tingkat kunjungan wisatawan awal tahun 2019 (Suara NTB/ils) masih sangat rendah. Hal ini IGB. Sumbawanto juga berdampak pada tingkat hunian hotel terutama di wilayah selatan. Masih sangat rendahnya kunjungan wisatawan ini, kita prediksi karena trauma setelah NTB di guncang gempa. Apalagi fenomena ini (tingkat kunjungan minim) juga terjadi di pulau Lombok yang berimbas ke KSB. Selain masalah itu, faktor akses ke Destinasi pariwisata juga menjadi alasan lain tingkat kunjungan yang minim,” ungkapnya kepada Suara NTB, Kamis (23/5). Dikatakannya, target kunjungan yang ditetapkan di angka 16.000 di tahun 2019 lebih tinggi dari tahun 2018 lalu sekitar 15.000 orang wisatawan tentu sangat berasalan. Pasalnya di awal tahun 2018, sudah ada MoU antara Pemkab KSB dan KLU supaya wisawatan yang berada di tiga gili di KLU bisa dilimpahkan ke KSB. Tetapi faktanya sampai dengan saat ini dianggap belum maksimal dan terkesan masih jalan di tempat. Masalah lain yakni, akses menuju ke destinasi wisata juga masih belum maksimal, sehingga para wisatawan yang mendominasi kunjungan setiap tahunnya hanya backpaker saja. Sehingga hasil yang didapatkan dianggap belum bisa maksimal setiap tahunnya. Jika melihat tren kunjungan ke KSB, sebenarnya dari tahun ke tahun selalu tidak sesuai target yang ditetapkan. Dimana di tahun 2017 tingkat kunjungan hanya berada diangka 8.500 pengunjung saja atau mengalami kenaikan 10 persen di tahun 2018. Upaya untuk menggencarkan sosialisasi dan promosi juga akan terus dilakukan dengan harapan tingkat kunjungan terus meningkat setiap tahunnya. “Kita masih stagnan di tingkat kunjungan Wisman sementara wisatawan nusantara sudah menggeliat. Hanya saja untuk tahun ini kita masih pesimis tingkat kunjungan ke KSB akan maksimal,” tandasnya. (ils)

Program Konversi Gas di KSB Belum Sepenuhnya Dinikmati Masyarakat Taliwang (Suara NTB) Program konversi bahan bakar minyak tanah ke gas (konversi gas) sejauh ini belum sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat penerima. Paket peralatan berupa unit kompor dan tabung gas 3 kilogram memang telah diterima sejak akhir 2018 lalu. Namun, hingga kini masyarakat penerima program yang notabene berstatus miskin masih sulit mendapatkan tabung isi ulang di pasaran. Banyak warga miskin penerima setelah memakai habis isi tabung 3 kilogram yang dibagikan di akhir (Suara NTB/bug) tahun 2018 lalu, hingga kini Amin Sudiono tidak melakukan pengisian lagi. Mereka mengaku tidak bisa menjangkau harga tabung isi ulang yang beredar di pasaran karena bukan resmi hasil program konversi. Sementara, beberapa lainnya beralasan sulit memperolehnya karena barangnya yang langka. Harga tabung gas 3 kilogram non subsidi yang beredar secara ilegal di KSB saat ini memang sangat tinggi. Dikatakan ilegal karena kehadiran tabung-tabung gas melon itu didatangkan lewat transaksi penjualan pedagang antar pulau tanpa sepengetahuan otoritas pemerintah berwenang. Di dalam kota Taliwang sendiri kisaran harga tabung gas yang berasan dari pulau Lombok itu antara Rp35.000 sampai Rp37.000. Bahkan di kecamatan Sekongkang bisa tembus di angka Rp50.000 sampai Rp55.000. Akibat kondisi tersebut, masyarakat tidak bisa mengandalkan program yang diperolehnya tersebut. Mereka akhirnya tetap lebih memilih mengkonsumsi minyak tanah. Meski untuk mendapatkannya masyarakat dijatah karena sejak awal kuota minyak tanah yang ditetapkan pemerintah sudah melebihi kapasitas kebutuhan masyarakat KSB secara keseluruhan. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Ir. Amin Sudiono, M.Si yang dimintai tanggapannya mengenai fenomena program konversi gas itu tidak menampiknya. Menurut dia hingga kini penjualan tabung gas 3 kilogram untuk mendukung program subsidi konversi gas di KSB belum ada. “Ya memang belum ada untuk penjualan khusus tabung gas subsidi sekarang ini,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (23/5). Setidaknya ada tiga hal yang membuat penjualan tabung gas 3 kilogram subsidi program konversi di KSB belum berjalan. Berdasarkan penjelasan Amin, pertama karena belum adanya pasokan tabung gas 3 kilogram khusus subsidi ke KSB. Kedua belum adanya petunjuk pelaksanaan (Juklak) terkait pengelolaan pelaksanaan program tersebut di tingkat daerah dan terakhir belum adanya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) per tabung oleh pemerintah provinsi NTB. Amin mengatakan, dari hasil penjelasan Pemrprov NTB pasokan gas 3 kilogram subsidi di KSB masih menunggu penyelesaian pembangunam Stasiun Pengangkutan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) di Kabupaten Sumbawa. Dan setelahnya menyusul provinsi akan melengkapi regulasi tata niaga (Juklak) dan ketetapan standar harganya. “Kondisinya seperti itu. Kita tunggu selesai SPPBE-nya dulu yang di Plampang kalau tidak salah. Habis itu provinsi buat Juklak dan tetapkan HET-nya. Ya perkiraan kita akhir tahun mungkin baru bisa rampung semuanya,” papar Amin. Ia meyakini, jika nantinya tabung gas 3 kilogram khusus subsidi telah tersedia, maka tidak akan memberatkan masyarakat penerima. Berdasarkan informasi yang diperolehnya nilai HET tabung gas 3 kilogram subsidi untuk pulau Sumbawa tidak akan jauh berbeda dengan di pulau Lombok. “Di Lombok itu harganya Rp17.000 sampai Rp17.500. Ya akan dikisaran itu juga harga di sini. Paling naik sedikit misalnya di Sekongkang itu pun hanya untuk menutupi biaya pengangkutan saja,” sebutnya. Selanjutnya, ia menyinggung soal tabung isi ulang gas 3 kilogram yang banyak beredar di KSB saat ini. Ia mengaku, tabung-tabung gas itu seharusnya tidak ada karena kehadirannya di KSB didatangkan secara ilegal dari pulau Lombok. “Ya seharusnya kan belum di sini (konversi gas). Jadi yang ada sekarang itu semuanya dari pulau Lombok,” ungkapnya. Terakhir, Amin menyatakan, Pemda KSB berharap pusat masih memberikan kuota tambahan penerima program konversi gas tersebut. Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin di daerah. “Tentu sekaligus dengan kuota subsidinya juga harapan kami ditambah ya,” pungkasnya. (bug)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Harga Daging Mulai Merangkak Naik Taliwang (Suara NTB) – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tana Mirah, Kecamatan Taliwang merangkak naik. Terutama harga daging serta kebutuhan dapur lainnya, seperti bawang merah, bawang putih dan minyak goreng. Bahkan kenaikan harga ini berkisar di angka Rp5000 hingga Rp10 ribu per kilogram untuk daging (ayam dan sapi). Sementara itu untuk komoditas lain, kenaikannya hanya sekitar satu persen saja dibandingkan dengan bulan lalu. “Khusus untuk daging sapi sekarang harganya berada pada angka Rp120- 130 ribu perkilogram dari harga normal sekitar Rp100-110 ribu. Harga ini juga kita prediksikan akan terus meningkat hingga lebaran nanti. Sementara untuk Bapok lainya kenaikanya tidak begitu signifikan hanya dua persen saja dari harga normal,” ujar Kepala Pasar Tanah Mirah Muhammad Ali, S. Ap,

kepada Suara NTB, di ruang kerjanya, Kamis (23/5). Dikatakannya, sementara untuk harga daging ayam dari hari biasa seharga Rp40 ribu perkilogram kini sudah naik menjadi Rp45-50 ribu. Harga ini juga akan terus, seiring minimnya pasokan daging ayam ke pasar-pasar yang ada di Sumbawa Barat. Terlebih lagi saat ini ada fenomena ‘mengintip” pembeli juga terjadi di pasar

ini. Artinya Bapok yang tersedia di pasar akan dibatasi, jika sudah banyak pembeli dan terjadi kelangkaan baru akan dikeluarkan ke pasar dengan harga yang tinggi. Hal itu juga terjadi untuk bawang merah dan putih, dimana barang yang dipasok ke KSB tidak bisa langsung masuk ke pasar melainkan diendapkan dulu dan hanya sebagian kecil yang berada di

pasar. Ketika H-7 lebaran baru akan dilepas ke pasar dengan harga yang meningkat. “Ada indikasi permainan harga disini, dimana barang kebutuhan Pokok, sangat dibatasi ada di pasar. Ketika sudah H-7 serta H-3 Bapok tersebut baru akan dikeluarkan dengan harga yang tinggi,” ungkapnya. Ia menambahkan, Bapok lainnya yang diindikasi ada permainan yakni ketersediaan telur di pasar. Karena rata -rata para pedagang ini menyimpan pasokan di tempatnya masingmasing tidak langsung masuk pe pasar tanah mirah. Indikasi ini terlihat dari kelancaran pasokan telur ke pasar. Fakta di lapangan, telur ini justru langka di

masyarakat. Upaya menahan pasokan ini terjadi untuk menunggu harga telur ini tinggi, karena telur pasti dibutuhkan oleh masyarakat. Kendati demikian, pihaknya juga tetap intens, melakukan pemantauan harga untuk bisa dilakukan antisipasi, sekilagus melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait dan satga pangan untuk disikapi secara serius. “Kita akui permainan harga masih terjadi pasar, tapi hal itu tidak bisa di halang-halangi karena mekanisme pasar memang begitu. Tapi yang kita minta disini, satgas pangan untuk bisa lebih berperan. Jangan jangan sampai masyarakat kesulitan karena stok terbatas,” tandasnya. (ils)

Dishub Siapkan Personel Jaga Kelancaran Mudik Lebaran

(Suara NTB/Ist)

SUMPAH JABATAN - Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Bima kepada sembilan pejabat, di aula kantor Bupati Bima, Kamis (23/5).

Bupati Bima Lantik Kepala Dikbudpora Definitif Bima (Suara NTB) – Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahrarga (Dikbudpora) Kabupaten Bima akhirnya diisi oleh pejabat definitif setelah tiga tahun lamanya hanya diisi pelaksana tugas (Plt). Kepastian pengisian jabatan itu setelah Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE melantik dan mengambil sumpah jabatan sembilan pejabat dan salah seorang diantaranya Kepala Dikbudpora, di aula kantor Bupati Bima, Kamis (23/5) sore. Pelantikan dan sumpah jabatan sembilan pejabat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bima nomor 821.2/636/ 07.2/2019 tanggal 23 Mei 2019 tentang pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. Jabatan Kepala Dikbudpora yang baru, kini dipercayakan kepada Zunaidin, S.Sos M.M yang sebelumnya menja-

bat sebagai Kepala Disdukcapil. Jabatan Disdukcapil dipercayakan kepada Salahuddin, SH, M.Si, yang sebelumnya Kepala Dinsos. Jabatan Dinsos kini dipercayakan kepada Drs. Sirajuddin MM, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMD. Kini posisi Kepala DPMD ditempati oleh Tajuddin, SH, M. Si. Kemudian jabatan Kepala Dinas Ketahan Pangan (DKP) dipercayakan kepada Ir. Syaifuddin. H. A. Wahab SH yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kominfostik kini dipercayakan sebagai Kepala Inspektorat. Selain itu, H. Antonius, S.STP ditunjuk sebagai staf Ahli Bupati Bima bidang Kemasyarakat dan SDM, sebelumnya hanya Analis Kepegawaian BKD. Serta Drs. H. Arifuddin yang sebelumnya sebagai analisis pengembangan pedesaan DPMD kini menjabat sebagai Staf Ahli

Bupati Bima Bidang Politik, Hukum dan Pemerintah. Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menegaskan proses mutasi dan rotasi pejabat sebagai upaya penyegaran pejabat struktural yang mendudukinya. “Oleh karena itu, kepada pejabat yang baru dilantik agar dapat mengemban amanah sehingga diharapkan dapat mewujudkan kepemerintahan yang baik,” katanya. Selain itu, Bupati juga berharap kepada pejabat yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi dengan para pegawai yang ada dilingkungan kerja yang baru untuk melaksanakan kegiatan pembangunan. “Serta dapat melakukan fungsi kepemimpinan dengan tetap melakukan koordinasi sehingga akan terjadi sinergitas terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan,” pungkasnya. (uki)

Perumda Bintang Bano Tambah 600 Sambungan Baru Taliwang (Suara NTB) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Bintang Bano, Sumbawa Barat akan kembali menambah sambungan hingga 600 penerima manfaat terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penambahan sambungan yang ditaksir mencapai Rp1,8 miliar tersebut, diharapkan mampu mengentaskan masalah krisis air bersih. Terutama, yang sering terjadi di kecamatan Poto Tano dan Sekongkang dan mulai dilaksanakan pembangunan di tahun 2019. Direktur Perumda Bintang Bano, Bambang ST, kepada Suara NTB, belum lama ini mengatakan, upaya untuk menambah sambungan ini dikakukan supaya masyarakat yang belum terlayani air bersih bisa merasakan manfaatnya. Karena jujur saja sampai dengan saat ini masih banyak yang belum terlayani jaringan air bersih

khususnya di Poto Tano. Selain untuk upaya penambahan sambungan, pihaknya juga komit untuk bisa memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat terutama perbaikan pipa induk. Hal ini tentu sangat beralasan, karena sejauh ini pelayanan yang diberikan masih sangat terganggu dan juga sering dikomplain karena air yang kotor dan sering macet. Makanya, pihak terkait akan memperbaiki secara menyeluruh sehingga tidak timbul masalah lagi di masyarakat. “Kita sudah mulai melakukan perbaikan, mudah- mudahan di tahun 2020 sudah bisa tuntas. Sehingga komitmen kita memperbaiki jaringan bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya. Dikatakannya, dengan adanya 600 tambahan sambungan baru, kini pihaknya dituntut agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama pasokan air. Karena untuk saat ini, Perumda masih belum memiliki sumber air baku yang maksimal.

Harapannya, untuk memaksimalkan ketersediaan debit air dari Bendungan Bintang Bano yang akan rampung pengerjaannya di tahun 2019, bisa menjadi faktor pendukung lainnya. Selain itu, untuk pembagian air dari induk nantinya akan dibagi dalam tiga zona. Yakni zona satu di kecamatan Taliwang, Brang Rea, Brang Ene zona dua di kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang dan zona tiga untuk kecamatan Poto Tano dan Seteluk. Dengan pola demikian, pengawasan dan juga pengendalian akan semakin maksimal lagi. Sehingga kedepannya pelayanan akan lebih baik dan tunggakan pelanggan juga akan dipantau maksimal agar tidak ada yang lalai. “Kami tetap komit untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Makanya dua tahun ini, jaringan rusak dan bermasalah akan diperbaiki secara maksimal,” tandasnya. (ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa berkomitmen menjaga dan mengatur kelancaran arus mudik lebaran 2019 ini. Selain dari segi armada, personel juga disiapkan untuk memberikan pelayanan terhadap para pemudik. Kepala Dishub Kabupaten Sumbawa, Abdul Aziz mengakui pihaknya sudah mempersiapkan personel dalam rangka mudik lebaran mendatang. Disamping itu pihaknya juga menyiapkan armada. ”Personel kita sudah siap ada empat pleton untuk menjaga. Armada juga sudah siap. Jadi ada 24 semua pasukan yang kami siapkan. Nanti kalau kita anggap kurang, ada juga personel cadangan di Sarpras,” ujarnya, Kamis (23/5).

Menurutnya, para personel akan ditempatkan di terminal. Selain itu juga akan ditempatkan di sejumlah titik jalan. Dalam hal ini personel akan disiagakan mulai H-7 hingga H+7 lebaran mendatang. “Personel termasuk nanti ada kita tempatkan di terminal, di jalan. Terutama menjelang H-7 sudah stanby di jalan sampai H+7,” terangnya. Mengenai persiapan arus mudik ini, lanjutnya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi. Dari pertemuan itu, selanjutnya ditindaklanjuti dengan pertemuan di Polres Sumbawa bersama sejumlah instansi terkait. Pertemuan ini membahas persiapan termasuk juga menyiapkan posko nantinya. “Persiapan arus mudik, kebetulan Sekretaris kemarin koordinasi dengan semua elemen yang ada di Provinsi. Dan hari ini (Kamis red) tindaklanjutnya Kabid Lalu Lintas sedang rapat di Polres. Terkait persiapan, termasuk dalam rangka menyiapkan posko untuk memperlancar kenyamanan arus mudik. Setelah itu baru kita menentukan langkah-langk a h , ” pungkasn y a . (ind)

Abdul Aziz

Serapan DAK Fisik Masih 0 Persen Sumbawa Besar (Suara NTB) Serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik di Kabupaten Sumbawa masih 0 persen. Hingga bulan Mei ini, DAK fisik ini masih berproses. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumbawa, Wirawan Ahmad membenarkan hal tersebut. Belum adanya DAK fisik yang terserap karena ada yang masih proses peninjauan dan ada juga yang sedang dilakukan tender. “DAK fisik belum ada yang cair. Sekarang sedang dilakukan review oleh APIP terhadap

pelaksanaan DAK 2018. Review itu bagian dari proses pencairan DAK tahap pertama. Selain itu ada yang sedang tender, ada yang sedang mempersiapkan kontrak,” ujarnya. Dijelaskannya, pencairan tahap pertama untuk DAK fisik ini paling lambat tanggal 21 Juli mendatang. Jika melebihi waktu tersebut, maka anggarannya akan kembali ke pusat. Untuk itu pihaknya berharap, anggaran DAK ini dapat terserap tepat waktu. “Mulai pencairan tahap pertama untuk DAK, paling lambat 21 Juli,” pungkasnya. (ind)

Bulog Datangkan 100 Ton Gula ke Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Perum Bulog Sub Divre Sumbawa siap mendatangkan gula sebanyak 100 ton. Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, termasuk ketersediannya jelang Idul Fitri 1440 H. Gula merupakan salah satu komoditas pangan yang permintaan pasarnya paling tinggi. Sebagaimana disampaikan Kepala Perum Bulog Sumbawa, Heri Sulistiyo, gula tersebut saat ini dalam proses pengiriman ke Sumbawa. Dengan ketersediaan 100 ton nantinya dapat memenuhi kebutu-

han hingga dua bulan kedepan. Diperkirakan dalam waktu dekat, gula dimaksud sudah tiba di Sumbawa. Selain gula, komoditas lainnya seperti beras dan minyak goreng masih tersedia di gudang Bulog Sumbawa. Untuk beras sendiri, sekitar 26 ribu ton saat ini ada di seluruh gudang. Sedangkan minyak goreng ada sebanyak 17 ribu liter. “Artinya, stok untuk komoditas lainnya relatif masih aman. “Kami pastikan aman untuk ketersediaannya di lebaran nanti,” tukasnya. (arn)


SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Usulan CPNS Dompu Menunggu Anjab Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu belum juga mengajukan usulan formasi CPNS tahun 2019 seperti yang diminta pemerintah pusat. Pemkab Dompu memiliki waktu hingga pekan kedua Juni 2019 untuk mengajukan, sembari menunggu analisa jabatan (anjab) untuk mengetahui kebutuhan pagawai. Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKDPSDM Kabupaten Dompu, Asraruddin, SH kepada Suara (Suara NTB/ula) NTB, Kamis (23/5/2019) keAsraruddin marin mengaku belum mengajukan usulan formasi CPNS tahun 2019 yang diminta pusat. Namun usulan formasi ini dibatasi hingga pekan kedua Juni 2019 mendatang. “Kita masih menunggu hasil anjab dari Bagian Ortal sebagai dasar usulan kebutuhan pegawai,” katanya. Anjab kebutuhan pegawai ini diminta untuk lima tahun kedepan dengan melihat data pegawai yang pensiun dan kebutuhan atas kekurangan tenaga yang dibutuhkan. Usulan ini sebenarnya sudah diajukan tahun 2018 untuk formasi CPNS tahun 2018. Karena usulan formasi saat itu juga berdasarkan kebutuhan pegawai untuk lima tahun. “Sekarang kembali minta usulan untuk kebutuhan pegawai lima tahun kedepan,” terangnya. Usulan formasi tahun 2018, Asraruddin mengaku, pihaknya mengajukan 600an pegawai yang dibutuhkan untuk lima tahun. Pemerintah kemudian menyetujui 229 orang formasi CPNS untuk Kabupaten Dompu tahun 2018. Setelah melalui proses seleksi dan dinyatakan lulus serta telah menerima SK CPNS sebanyak 193 orang. Untuk kebutuhan pegawai, Asraruddin mengaku, masih membutuhkan. Karena formasi CPNS tahun 2018 ada sebagian yang tidak terpenuhi karena tidak ada pelamarnya serta syarat yang tidak dipenuhi. Namun kepastian pegawai apa saja dan jumlahnya berapa yang dibutuhkan, menunggu hasil Anjab. “Anjab itu akan diketahui secara pasti kebutuhan pegawainya. Kita tunggu saja,” terangnya. (ula)

Polsek Woja Limpahkan Kasus Dugaan Penganiayaan Petugas KPH Dompu (Suara NTB) – Penyidik Polsek Woja akhirnya melimpahkan kasus dugaan penganiayaan petugas KPH Ampang Riwo Soromandi (ARS). Pelimpahan ke Satreskrim Polres Dompu pekan lalu itu, dilakukan menyusul adanya ancaman mengganggu Siskambtimas wilayah dari terduga pelaku. Kapolsek Woja, Iptu Rusdi, SH., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/5) kemarin menjelaskan, terpaksa melimpakan penanganan perkara ini ke Polres Dompu lantaran mencuatnya ancaman akan dilakukannya pemblokiran jalan raya oleh sejumlah warga Madaprama. Jika tiga terduga pelaku bersikukuh dipanggil paksa polisi untuk memberi keterangan. “Kita limpahkan itu dengan pertimbangan karena kalau penanganan di Polsek nanti, ada bahasa dari masyarakat jika (pelaku) tetap dipanggil akan menutup jalan dan sebagainya,” kata dia. Dengan pelimpahan tersebut diharap penyelidikan kasus ini bisa maksimal dilakukan, tanpa adanya intervensi atau ancaman dari oknum warga atau pihak manapun. Sementara proses yang sudah ditempuh penyidiknya, Ungkap Rusdi, antara lain telah meminta keterangan lima orang saksi dari KPH. Termasuk Irham Ramadhan selaku korban pengeroyokan. Sedangkan tiga terduga pelaku utama mangkir dari panggilan pertamanya. Tak hanya itu mereka bahkan mengancam akan memblokir jalan jika tetap dilayangkan panggilan apalagi sampai penjemputan paksa. “Keterangan saksi sudah ada semua tinggal penangkapan tersangka saja. Panggilannya baru sekali nanti polres yang melanjutkan untuk panggilan kedua dan ketiganya,” jelas dia. Informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, kasus dugaan pengeroyokan petugas KPH ARS itu ditindak lanjuti penyidik Polsek Woja dengan memanggil tiga terduga pelaku utama. Pasca dikantonginya keterangan beberapa orang saksi kejadian. Namun karena tak diindahkan penyidik berencana melayangkan panggilan kedua, bahkan melakukan penjemputan paksa jika upaya tersebut tak juga membuahkan hasil. Namun dengan berbagai pertimbangan diatas, rupanya aksi anarkis oknum warga tersebut dilimpahkan ke Mapolres Dompu. (jun)

DAK Fisik 2019 Bima, Dompu dan Kota Bima Terancam Hangus Bima (Suara NTB) – Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 untuk Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima terancam hangus, jika hingga 21 Juli 2019 mendatang tidak kunjung terealisasi. Kepala Kantor Pembendaharaan Negara (KPPN) Bima, Saprudin, mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, batas realisasi DAK Fisik berakhir pada 21 Juli mendatang. “Jika dalam batas waktu ini tak terealisasi, maka (Suara NTB/Uki) akan dikembalikan ke kas Saprudin negara alias hangus,” katanya saat menggelar pertemuan sekaligus buka bersama dengan awak media massa, Rabu (22/5) sore. Lebih jauh Saprudin menjelaskan, saat ini anggaran DAK Fisik tahap pertama untuk tiga Pemerintah Daerah tersebut belum ada satu pun yang direalisasikan. Padahal Pemerintah Pusat sudah menggelontorkan sejak lama. “Realisasi DAK Fisik tahun 2019 ini terbagi tiga tahap. Jika tahap pertama tidak kunjung realisasi, maka tahap II dan III otomatis tidak akan dicairkan,” jelasnya. Kata dia, pagu DAK Fisik yang dicairkan sebanyak Rp492.270.766.000. Dengan Rincian untuk Kota Bima sebesar Rp71.513.272.000, Kabupaten Bima Rp225.937.374.000 dan Kabupaten Dompu Rp194.820.120.000. “Tapi sampai saat ini realisasinya masih 0,00 persen,” katanya. Diakuinya dana tersebut baru bisa dicairkan oleh KPPN setempat, apabila sudah ada tandatangan kontrak antara Pemerintah Dengan dengan pihak pelaksanaan proyek. Hal itu baru Kabupaten Dompu yang terkonfirmasi sedang membuka tender. “Sementara untuk Kota dan Kabupaten Bima kita belum tahu,” katanya. Sapruddin mengaku tidak mengetahui alasan tiga pemerintah daerah belum merealisasikan DAK fisiknya tersebut. Namun berdasarkan koordinasi masih ada beberapa kendala yang belum diselesaikan sebagai syarat pencairan DAK. “Setiap daerah memiliki persoalannya masing-masing. Tapi untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi Satker Pemerintah Daerah,” katanya. Ia menambahkan, Pagu DAK Fisik tersebut dipergunakan oleh Pemerintah Daerah untuk pembangunan sarana dan prasana perbidang. Misalnya jalan raya, fasilitas pendidikan, kesehatan dan sebagainya. (uki)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

THR untuk 13.813 ASN Kota Bima Capai Rp15 Miliar Kota Bima (Suara NTB) Sebanyak 13.813 Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bima akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1440 Hijriah dengan total keseluruhan mencapai Rp15 miliar. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima, Drs. Zainuddin, mengatakan, TH ratusan ASN di daerah setempat akan mulai dicair-

kan pada Jumat (24/5). “Insya Allah, THR bagi 13.813 ASN Kota Bima akan dicairkan mulai Jumat besok,” katanya, Kamis (23/5). Menurutnya, kepastian

pencairan THR tersebut lantaran pihaknya telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Pusat. Dana tersebut akan dicairkan serentak tanggal 24 Mei 2019.

12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 KUMUH - Terminal Ginte di Kelurahan Kandai II, Dompu tampak kumuh. Selain kurang 12345678901234567890123456789012123456789012345678 mendapat perawatan, terminal ini juga masih menjadi area pelepasan ternak oleh 12345678901234567890123456789012123456789012345678 warga sekitar, Kamis (23/5). 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 (Suara NTB/jun)

DP3A Dompu Dorong Terwujudnya ILA Dompu (Suara NTB) – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE, M. Si mendorong terbentuknya Informasi Layak Anak atau ILA. Selain menjadi program pendukung status KLA. Langkah ini dinilai efektif menekan kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak. ILA penting dihadirkan karena dari sekelumit kasus pelecehan seksual yang pernah didampingi, rata-rata pelakunya terpengaruh penyalahgunaan media sosial. Mereka masih cukup bebas mengakses situs-situs berbau pornografi dan kekerasan. “Makanya melalui ILA ini kita mendorong bagaimana situs-situs itu tidak lagi bisa diakses,” harap dia menjawab Suara NTB di kantornya, Kamis (23/5). Jika melihat fenomena kekerasan seksual pada anak tahun ini. Dalam kurun waktu empat bulan saja sudah 40an kasus didampingi. Mulai dari pelecahan seksual, cabul hing-

(Suara NTB/jun)

Hj. Daryati Kustilawati ga pemerkosaan yang membuat korbannya hamil. Untuk itu, DP3A terus membangun koordinasi dengan Diskominfo agar segera terealisasinya program ILA tersebut. Jika tak cukup dianggaran APBDP tahun ini, targetnya 2020 mendatang sudah bisa dieksekusi. ILA, jelas Daryati Kustilawati, disamping menekan situs berbau pornografi juga akan

menampilkan informasi-iformasi yang layak dikonsumsi anak. “Situs-situs seks bebas yang bisa diakses anak selama ini harus di blokir. Sehingga anak-anak tidak lagi mudah terpengaruh melakukan kekerasan seksual,” ujarnya. Selain ILA langkah yang tidak kalah pentingnya ialah mengembalikan peran keluarga. Sebab dari banyak korban anak yang ditangani sebagian besar luput dari perhatian. Apakah dikarenakan tinggal dalam pengasuhan nenek lantaran orang tua merantau keluar negeri. Atau dibiarkan bebas bergaul dengan siapapun tanpa pengontrolan. Seperti kasus pemerkosaan oleh ayah tiri di Kecamatan Pajo baru-baru ini yang terungkap setelah sang anak diketahui hamil tujuh bulan. Selain pengaruh lingkungan juga dipicu kurangnya pengontrolan orang tua kandungnya. “Kondisi lingkungan, pola asuh orang tua juga jadi pemicu. Ini berdasarkan hasil identifikasi kami di lapangan,” pungkasnya. (jun)

“Juklak dan Juknisnya kita sudah terima dari Pemerintah Pusat, “ ujarnya. Zainuddin mengaku besaran THR yang diterima oleh belasan ribu ASN tersebut, akan mengikuti peraturan gaji pokok setiap bulannya dan yang berlaku saat ini. Hanya saja tidak ada tunjangan beras. “Sedangkan proses pencairannya langsung

dikirim ke rekening ASN masing-masing,” katanya. Pembayaran THR tersebut diharapkan menjadi penyemangat ASN untuk meningkatkan kedisipilanan kinerja dalam melayani masyarakat. Serta dimanfaatkan bersama dengan keluarga. “Mudah-mudahan bisa meningkatkan kinerja ASN kedepannya,” pungkasnya. (uki)

Bappeda dan Kompak Dorong Usulan DAK 2020 Lebih Berkualitas Sumbawa Besar (Suara NTB) Bappeda Sumbawa bekerjasama dengan Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) menggelar bimbingan teknis aplikasi KRISNA (Kolaborasi Perencanan dan Informasi Kinerja Anggaran), Kamis (23/5). Kepala Bappeda Kab. Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si, menyampaikan Bimtek ini selain untuk memperkuat kualitas dan sinergi antara program/kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai melalui DAK TA. 2020, juga untuk mendorong agar kualitas usulan DAK tahun 2020 lebih baik. Serta adanya penambahan bidang yang dialokasi di tahun 2020. Peserta dalam lokakarya ini adalah seluruh pimpinan OPD beserta kasubag program yang menangani DAK TA 2019 dan rencana di 2020, dengan kegiatan antara lain sosialisasi arah kebijakan DAK 2020, review pengusulan DAK 2019 dan simulasi proses input usulan DAK melalui aplikasi KRISNA. Adapun narasumber berasal dari Bappenas dan kementerian keuangan RI. Dalam pengantarnya, Responsive Government Koordinator KOMPAK Wilayah NTB Wahyudi menyampaikan bahwa untuk memperbaiki kualitas proposal DAK tahun 2020 bagi daerah dampingan KOMPAK, KOMPAK melanjutkan pengenalan tagging SPM ditambah tagging baru yaitu kegiatan yang berkaitan dengan upaya penurunan stunting pada menu kegiatan DAK 2020. Dengan sistem proposal yang terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan nasional, diharapkan DAK proposal dapat mendukung pencapaian output substansi utama/kunci yaitu alokasifiscal transfer yang lebih pro terhadap kemiskinan dan pelayanan dasar. Dalam pemaparannya

Perencana Madya Direktorat Otonomi Daerah Bappenas, Sudira, S.Sos., M.AK menyampaikan tentang arah kebijakan umum dana transfer khusus 2020. Regulasi terkait dana transfer khusus, filosofi dana transfer khusus, 3 jenis DAK fisik yaitu DAK Fisik regular, DAK Fisik Afirmasi, dan DAK Fisik Penugasan. Bidang DAK fisik tahun 2020 terdiri dari 7 bidang fisik regular, 7 bidang DAK fisik Afirmasi, 14 bidang DAK fisik penugasan, dan bidang DAK yang baru yaitu DAK sosial dan bidang DAK transportasi laut (afirmasi dan penugasan). Sementara itu, Utomo Satriarso dari Kementerian Keuangan RI memaparkan tentang evaluasi penyaluran DAK fisik 2015-2018. Dilanjutkan dengan paparan simulasi aplikasi KRISNA DAK 2020 oleh Via Oktaviani sebagai tenaga teknis ekonomi Direktorat Otonomi Daerah Bappenas. Kegiatan yang ditutup dengan sesi diskusi, beberapa OPD menyampaikan beberapa pertanyaan, Dinas PU-PR yang menanyakan tentang kegiatan yang mengalami putus kontrak di tahun 2018 sehingga OPD yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan laporan dan apakah OPD masih bisa menambahkan usulan baru di DAK 2020 sebelum tanggal 15 Juni 2019. Utomo Satriarso menegaskan, untuk mekanisme pengajuan proposal DAK 2020 telah ada juknis dan juknal yang telah ditetapkan. Untuk laporan output bisa disampaikan pada tahun berikutnya. Pertanyaan yang disampaikan di tahun mekanisme usulan DAK 2020 di atas tanggal 15 Juni 2019 sebagai batas akhir waktu penyampaian, disampaikan sebaiknya mulai saat ini segera diusulkan karena harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (arn)

Jaga Soliditas Konstituen, Nadirah Kembali Terpilih Dompu (Suara NTB) Rekapitulasi suara hasil Pemilu 17 April 2019 lalu sudah rampung, dan perolehan suara partai politik (Parpol) maupun calon anggota legislatif (Caleg) sudah ditetapkan. Nadirah, SE.Akt menjadi Caleg perempuan peraih suara terbanyak di Kabupaten Dompu dengan 2.150 suara. Iapun akan kembali menduduki kursi parlemen untuk periode 2019 – 2024 dari Partai Bulan Bintang (PBB) dari Dapil Dompu 1 meliputi kecamatan Dompu, Pajo dan Huu. Raihan suara Nadirah ini cukup mengejutkan, terlebih pada Pemilu 2014 lalu hanya mendapat suara pribadi sekitar 1.700an dan di tengah banyaknya Caleg incumbent gagal kembali terlebih. Apalagi dari 11 Caleg di Dapilnya hanya mendapatkan dukungan 2.425 suara dan suara pribadi Nadirah sebanyak 2.150 serta suara partai 110. Sehingga ia menjadi Caleg yang mengandalkan dukungan suara pribadi untuk kembali terpilih di Dapilnya. Nadirah, SE.Akt kepada Suara NTB menceritakan lika – likunya untuk kembali terpilih sebagai anggota DPRD Dompu di periode 2019 – 2024. Bertemu lebih banyak orang dengan karakter dan keinginan yang berbeda – beda, dari perkotaan hingga pelosok kampung ditemui.

Tidak hanya menjelang Pileg 2019, tapi ini sudah dilakoni sejak memutuskan diri terjun di dunia politik tahun 2007. Saat itu, ia mencalonkan diri lewat PAN dan gagal ke parlemen di Pemilu 2009. Kegagalan ini tidak membuat putus asa dan berdiam diri. Berbagai organisasi kepemudaan diikuti dan pengabdian pada masyarakat di luar parlemen dilakukan atas dorongan Arman Manan, SE selaku suami, Pasha dan Faqih sebagai anak serta keluarga besar. Memutuskan bergabung dengan PBB dan menjadi Caleg pada Pemilu 2014 menjadi keputusan bersama keluarga besar, sehingga didukung penuh keluarga. Nadirah sendiri merupakan putri kelima dari ayah H. Ahmad H. Alwi atau yang dikenal dengan sapaan Aba Ma Karya Jaya dan ibu Hj. Gamal. Ia dilahirkan pada 18 Agustus 1978 lalu dan usianya sudah genap 41 tahun. Suaminya merupakan anak sulung dari H. Anwar Manan pendiri Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu. Sejak terpilih dan menjadi anggota DPRD Dompu tahun 2014 lalu, Nadirah tidak pernah meninggalkan konstituennya. Ia tetap seperti biasa yang selalu menyapa dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan konstituen. Sikapnya

ini yang membuat ia bisa diterima banyak kalangan selama masa kampanye hingga pemilihan 17 April 2019 lalu yang ditandai dengan dukungan suara. “Alhamdulillah rakyat kembali mempercayai kami untuk memperjuangkan kembali aspirasinya di periode 2019 – 2024 ini,” kata Nadirah. Kepercayaan rakyat ini tentu harus dijaga dalam sikap dan perjuangan di parlemen. Karenanya, menjadi komitmen istri dari Arman Anwar, SE, ketua Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu ini untuk lebih maksimal dalam memperjuangkan aspirasi konstituen kedepan. “Di periode ini kita berharap bisa lebih bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperjuangkan aspirasi konstituen,” harapnya. Perempuan Juga Bisa Berdasarkan penetapan peroleh suara parpol dan masing – masing Caleg, ada 3 wanita yang akan lolos di kursi parlemen DPRD Dompu periode 2019 – 2024. Jumlah yang sama dengan hasil Pileg 2014 lalu. Ketiganya adalah Nadirah, SE.Akt dari PBB Dapil Dompu 1, Nurrahmi dari PDIP Dapil Dompu 2 (kecamatan Woja), dan Dina Imayanti, STP dari PKB Dapil Dompu 4 (kecamatan Kempo dan Pekat). Nadirah dan Dina

Imayanti merupakan Caleg incumben yang kembali terpilih berdasarkan penetapan perolehan suara KPU Dompu. Secara kapasitas, perempuan Dompu tidak kalah dengan laki – laki. Hasil Pemilu 17 April 2019 lalu memberi gambaran bahwa ada 2 perempuan yang bisa meraih suara di atas 2 ribu yaitu Nadirah, SE.Akt dengan 2.150 suara atau peraih suara terbanyak keenam di Dompu dan Dina Imayanti, STP dengan 2.007. “Perempuan juga punya kapasitas untuk tampil di pentas politik. Secara kualitas, juga tidak bisa diragukan. Banyak tokoh nasional dari kalangan wanita menjadi inspirasi bangsa dalam berjuang seperti RA Kartini dan lainnya. mudah – mudahan ada perempuan Dompu bisa tampil di Pilkada kedepan,” harapnya. (ula/*)

Nadirah


POLHUKAM

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Halaman 8

Pengaruhi Pariwisata NTB

Dewan Berharap Aksi Protes Hasil Pemilu di Jakarta Tak Berlangsung Lama Mataram (Suara NTB) Kericuhan yang terjadi dari aksi protes terhadap hasil Pemilu 2019 di Jakarta, telah menjadi perhatian dunia. Sejumlah negara telah mengeluarkan Travel Advice ke Indonesia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada dan negara-negara ASEAN. Mereka memberikan peringatan kepada warganya yang hendak berpergian ke Indonesia. Travel Advice yang dikeluarkan sejumah negara tersebut, tentu memberikan dampak yang cukup besar bagi negara. Khususnya NTB merupakan salah satu yang terkena imbas-

nya atas kebijakan sejumlah negara tersebut. Hal itu tentu dapat menganggu geliat industri pariwisata daerah. Menyikap kondisi tersebut, Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq

Isvie Rupaeda sangat menyayangkan aksi unjuk rasa yang digelar di Bawaslu RI tersebut. Aksi protes terhadap hasil Pemilu 2019 tersebut hingga jatuh korban jiwa, sangat

disesali Isvie. Pasalnya jika tidak puas dengan hasil Pemilu, mereka bisa menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Kejadian di Jakarta sangat kita sayangkan, Pemilu yang harusnya berjalan damai, diciderai oleh aksi dari sekelompok orang yang tidak menerima hasil dari proses demokrasi,” ujar Isvie, saat memimpin sidang paripurna penyerahan LHP BPK RI ke

DPRD NTB, Kamis (23/5). Isvie berharap hal serupa tidak terjadi di NTB. Jika ada ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu, ia menyarankan agar menempuh mekanisme hukum. “Tapi alhamdulillah di NTB situasi berlangsung baik-baik saja, mudah-mudahan kondisi ini tetap terus terjaga, dan semua ini cepat berlangsung pulih,” katanya. Ia menyerukan kepada semua pihak, baik para peserta

Pemilu dan masyarakat di NTB untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan. Perbedaan dalam Pemilu 2019 lalu tidak sampai meretakkan ikatan persatuan, apalagi sampai mengancam keutuhan bangsa dan negara. Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD NTB, H. Muzihir menyampaikan bahwa ia berkeyakinan aksi protes terhadap hasil Pemilu tersebut tidak akan sampai

berkepanjangan. Ia memperkirakan situasi akan kembali normal ketika peserta Pemilu yang terpilih sudah dilantik. ‘’Ini sudah diprediksi, semua ini akan selesai sampai Presiden dilantik, anggota DPR/DPRD dilantik. Dan kalaupun ada Travel Advice dari sejumah negara, itu tidak akan berlangsung lama, jadi tidak terlalu khawatir lah,’’ kata Muzihir. (ndi)

Golkar Mulai Ambil Ancang-ancang Sambut Pilkada Serentak 2020 Mataram (Suara NTB) Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang akan digelar di tujuh kabupaten/kota di NTB sudah mulai menjadi perhatian serius oleh sejumlah partai politik. Dinamika politik jelang Pilkada serentak tersebut sudah mulai diwarnai dengan bermunculannya sejumah figur yang digadang-gadang akan maju bertarung. Partai Golkar merupakan salah satu diantara parpol yang mulai memberikan perhatian serius akan kontestasi Pilkada serentak 2020 tersebut. Parpol berlambang pohon beringin tersebut dalam waktu dekat mulai merancang strategi bagi pemenangan di Pilkada 2020. Khususnya terkait kandidat yang akan diusung. ‘’Ya, untuk Pilkada 2020 kita sudah mulai merancangnya,’’ ujar Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupedah, saat dikonfirmasi usai rapat paripurna di DPRD NTB, Kamis (23/5). Sebagai tindak lanjut dari rancangan strategi pemenangan di Pilkada, khususnya dalam membidik kandidat yang bakal diusung di tujuh kabupaten kota akan menggelar Pilkada. Partai Golkar direncanakan pada bulan Juli atau Agustus akan melakukan survei pendahuluan. Survei pendahuluan tersebut sebagai salah satu tahapan dalam menjaring kandidat calon kepala daerah akan diusung di Pilkada. Dengan survei tersebut, Golkar berharap mendapatkan gambaran tentang kekuatan aktor politik yang diprediksi akan ikut berlaga. Dari hasil survei itu juga, Golkar bisa mengetahui tingkat elektabilitas dan popularitas kandidat yang berpeluang untuk didukung dan diusung Parpol berlambang pohon beringin tersebut. Karena tingkat elektabilitas dan popularitas kandidat, menjadi salah satu pertimbangan dalam memutuskan calon kepala daerah yang akan diusung Golkar di Pilkada. ‘’Karena Golkar ingin usung kandidat menang,’’ tegas ketua DPRD NTB itu. Walau demikian, Partai Golkar memiliki sejumlah kader potensial didukung dan diusung di Pilkada 2020. Untuk tiga Pilkada, yaitu Kota Mataram, Lombok Tengah dan Kabupaten Bima. Ia menegaskan Partai Golkar akan mengusung calon terbaik sebagai calon orang nomor satu. Dikarenakan di tiga kabupaten kota tersebut Partai Golkar menjadi Parpol pemenang, dan memiliki raihan kursi cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri. Sehingga dipastikan Partai Golkar akan usung kader terbaik jadi calon bupati dan calon walikota. Seperi Pilkada Kota Mataram, Mohan Roliskana dan Pilkada Bima, Dinda Damayanti Putri. Kedua tokoh tersebut juga merupakan petahana. Sehingga akan diberikan prioritas untuk didukung dan diusung di Pilkada 2020. ‘’Sedangkan di Pilkada Loteng Pak Humaidi kita jagokan jadi calon bupati,’’ terangnya. Sementara di empat kabupaten lainnya. Yakni Pilkada Lombok Utara, Pilkada Sumbawa, Pilkada KSB dan Pilkada Dompu. Apakah kader Partai Golkar menjadi orang nomor satu atau nomor dua, itu sangat tergantung dari komunikasi politik dengan parpol mitra koalisi. Dikarenakan, Partai Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri, dan sehingga memerlukan mitra koalisi. Namun, ia memastikan Partai Golkar memiliki kader terbaik di empat daerah tersebut. Di KLU ada Maryadi, di Pilkada Kabupaten Dompu, Zainal Arifin dan Syaifulah Rahman, di Pilkada Sumbawa, Abdul Hafid dan Berlyan Rayes, di Pilkada KSB, Nurdin Marjuni. ‘’Prinsipnya kita dorong kader Golkar jadi nomor satu atau nomor dua di Pilkada empat daerah tersebut. Semua tergantung dinamika politik berkembang,’’ pungkasnya. Baiq Isvie Rupedah (ndi) (Suara NTB/dok)

Kasus Dermaga Gili Air Dibawa ke Korsup KPK Mataram (Suara NTB) Penyidikan proyek dermaga Gili Air menjadi salah satu kasus yang dibawa ke meja koordinasi dan supervisi (Korsup) bersama KPK. Proyek fisik yang diresmikan tahun 2018 kini sedang diaudit kerugian negaranya. Tetapi, penyidik belum menetapkan tersangka. Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat menjelaskan, setiap perkara yang sudah di tahap penyidikan akan di-Korsup dengan KPK. Salah satunya kasus dermaga Gili Air. “Yang di-Korsup itu kasus yang sudah di penyidikan. Gili Air ini kan sudah penyidikan. Ada beberapa lah yang diKorsup,’’ ucapnya ditemui kemarin. Dia menjelaskan, saat ini penyidik sedang memanggil dan memeriksa sejumlah saksi yang terkait kasus tersebut. Sementara permintaan audit ke BPKP Perwakilan NTB sudah dilayangkan. Penyidik sedang menyusun dokumen yang dibutuhkan auditor untuk keperluan penghitungan kerugian negara tersebut. ‘’”Nanti akan gelar perkara,’’ ucapnya. Dalam kasus tersebut, penyidik menemukan indikasi korupsi diduga berupa penyimpangan volume dan spesifikasi pekerjaan proyek di Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara tersebut. Proyek pembangunan dermaga apung Gili Air bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017. Total pagu yang dianggarkan mencapai Rp6,6 miliar.(why)

(Suara NTB/Ditpolair Polda NTB)

PERIKSA: Anggota KP XXI-1003 Ditpolair Polda NTB memeriksa kelengkapan KMN Heliana yang diduga tidak punya dokumen pelayaran untuk mencari ikan.

Ditpolair Polda NTB Amankan Kapal Ikan Tanpa Dokumen Berlayar Mataram (Suara NTB) Kapal Motor Nelayan (KMN) Heliana terpaksa tak bisa lagi melaut untuk sementara waktu. Pasalnya, kapal berkapasitas 19 gross ton ini diduga tidak punya surat persetujuan berlayar (SPB). Kasusnya masih disidik Ditpo-

lair Polda NTB. ‘’Itu syarat agar bisa melaut yang dikeluarkan syahbandar. Itu dia tidak punya pada saat kita periksa,” ucap Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda NTB Kompol Luqman Pujo Prasetyo, Kamis (23/5) kemarin. Dia menjelaskan, KMN He-

liana diamankan saat berlayar di perairan Pulau Moyo, Sumbawa Selasa (21/5) lalu pada dini hari sekira pukul 03.30 Wita. KMN Heliana dipergoki Kapal Polisi KP XXI-1003 yang sedang patroli rutin. Kapten kapal berinisial HA tidak mampu menunjukkan

dokumen kapal saat diperiksa. Sedianya kapal yang dikemudikan HA tersebut hendak menuju Pulau Medang, Sumbawa demi mencari ikan. Luqman menjelaskan pengakuan nahkoda kapal. Bahwa kapal yang kerap mencari ikan di Perairan Pulau Moyo ini

memang tidak memiliki SPB. Sejak awal berlayar sampai akhirnya diamankan polisi. ‘’Barang bukti kapal sudah dibawa ke pangkalan Polair di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Nahkodanya juga di sana masih pemeriksaan,” pungkas Luqman. (why)

Rehab Rekon Pascagempa Lombok

Polda Bidik Indikasi Penyimpangan RTG Mataram (Suara NTB) – Progres pembangunan rumah tahan gempa (RTG) masih lamban. Sejumlah pola sudah dicoba agar percepatan pembangunan RTG bisa terus digenjot. Namun, di lapangan ada indikasi penyimpangan. Polda NTB pun turun tangan. Hal itu disampaikan Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin mengungkap temuan awal penyidiknya yang sudah turun ke lapangan. “Pembangunan unit rumah sesuai dengan yang ditentukan kan apa itu spesifikasinya, bahannya,” ucapnya, kemarin. Dia mengaku sudah menerjunkan tim. Tim tersebut bekerja bersama pemerintah daerah lewat BPBD, Kejaksaan, serta Inspektorat. Hasil tem u a n sejumlah instansi itu nantinya akan ditindaklanjuti. Baik itu berupa penanganan secara administrasi

atau bahkan pidana. ‘’Kita selidiki kalau memang ada penyimpangan. Misalnya calo ke rekanan subkontrak yang bangun rumahrumah itu,” sebut Syamsudin. Pihaknya melalui Satgas bahan bangunan juga memantau ketersediaan bahan bangunan. Namun tidak bisa berbuat banyak terhadap harga batu bata atau pasir yang melonjak. “Bahan-bahan bangunan jangan dinaikkan harganya,” imbau dia. Pemerintah pusat mentransfer dana bantuan gempa untuk pembangunan rumah warga terdampak sebesar Rp5,11 triliun. Rinciannya, berdasarkan data BPBD Provinsi NTB per-20 Mei untuk perbaikan 75.138 rumah rusak berat, 33.373 rumah rusak sedang, dan 114.053 rumah rusak ringan. Sementara per-18 Mei, rumah warga terdampak gempa yang sudah selesai dibangun mencapai 38.109 unit atau setara 17,12 persen dari total 222.564 rumah rusak. Sebanyak 65.454 unit sisanya masih dalam proses penyelesaian. (why)

Syamsuddin Baharudin (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/Penrem)

Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an Korem 162/WB.

Khidmat, Peringatan Nuzulul Quran Korem 162/WB Mataram (Suara NTB)Korem 162/WB menggelar peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al Muttaqin Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan Nomor 162 Mataram. Kegiatan diisi peceramah TGH. M. Taesir Al Azhar, Lc. MA., dengan tema “Melalui Puasa Ramadhan, Nuzulul Quran dan Idul Fitri 1440 H tahun 2019, kita tingkatkan iman dan taqwa Prajurit dan PNS TNI AD dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD”. Peringatan Nuzulul Quran dihadiri Danrem 162/WB Kol.CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Kasrem Letkol. Inf. Endarwan Yansori berserta para Kasi, Dan/Ka Satdisjan, para Perwira, Bintara, Tamtama, PNS dan ibu-ibu Persit KCK termasuk para peserta Musabbagah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Korem

yang digelar selama 10 hari. Pada kesempatan itu, Danrem dalam sambutannya menyampaikan, Alquran merupakan pedoman dan tuntutan hidup yang mengajarkan kebenaran hakiki. Isinya mengatur tentang hubungan antara manusia dengan penciptaNya (Hablumminallah) dan hubungan manusia dengan manusia (Hablumminannas) serta alam sekitarnya. Setelah memahami dan menghayati makna dari peristiwa Nuzulul Quran, lanjutnya, langkah berikutnya yakni mengamalkan isi kandungan dari Alquran. Amalan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pola pikir dan tingkah laku mencerminkan akhlaq yang mulia sebagai mana Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlaq umat manusia. “Melalui peringatan Nuzu-

lul Quran ini, mari kita membumikan Alquran dengan terus menerus dan istiqomah untuk membacanya, memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga memperoleh predikat taqwa disisi Allah SWT,’’ katanya. Seusai menggelar ceramah, salat Isya dan tarawih berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan piala bergilir kepada masingmasing pemenang lomba MTQ. Untuk kelompok pria dengan juara pertama dari perwakilan kodim 1608/Bima, juara dua dari Kodim 1620/Loteng dan juara tiga diraih Kodim 1614/ Dompu, sedangkan untuk kelompok wanita berturut-turut dimenangkan oleh perwakilan Kodim 1620b;/Loteng, Kodim 1607/Sumbawa dan Denzibang Mataram. (ars/*)


Halaman 9

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Tertibkan Rumah Makan di Bulan Puasa

Pemerintah Dinilai Tebang Pilih

Selong (Suara NTB) Banyak rumah makan dan warung tidak mengindahkan imbauan Bupati Lombok Timur (Lotim) yang melarang aktivitas jualan siang hari selama puasa di bulan suci Ramadhan secara terang-terangan. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilakukan tindakan, akan tetapi penindakan dinilai tebang pilih. Utamanya bagi warung-warung yang besar di seputaran Selong luput dari penindakan. Ketua Umum HMI Cabang Selong, Syawal kepada Suara NTB, Kamis (23/5) mengaku sangat menyangkan tindakan tidak adil dari aparat Satpol PP. Dirinya melihat KFC dan SB di Pancor dilihat justru terang-terangan menjual makanan siap saji setiap hari sejak pagi hari. “Aktivitas rumah makan yang mulai beraktivitas dari pagi hari dan itu jelas melanggar aturan,” kritiknya. HMI harapkan, pemerintah segera menyikapi hal tersebut demi

kebaikan bersama. Dalam momentum Ramadhan, tidak benar alasan demi menghormati orang yang tidak puasa. Sebaliknya, hormatilah orang yang sedang berpuasa karena sedang melakukan aktivitas keagamaan. Pemkab Lotim diharapkan mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap semua rumah makan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Salmun Rahman yang dikonfirmasi mengatakan, pi-

haknya dalam melakukan tindakan itu harus cermat dan objektif menilai mana penjual makanan dan minuman yang pantas ditertibkan dan mana yang masih bisa ditolerir masih bisa buka di bulan suci Ramadhan. Pemda Lotim katanya sama sekali tidak melihat siapa dan darimana penjualnya. Akan tetapi yang dilihat adalah seberapa besar dampak keresahan masyarakat terhadap kegiatan penjualan makanan dan minuman terse-

but. “Pemda tidak pernah tebang pilih dalam menciptakan ketentraman dan ketertiban umum,” terangnya. Beberapa tempat seperti SB dan KFC itu diakui benar menyediakan makanan dan minuman, akan tetapi dalam bentuk kemasan dan tidak untuk dikonsumsi di tempat. Sementara warung di tengah pemukiman atau pinggir jalan menyediakan makanan yang langsung makan di tempat. Selain itu dari faktor letaknya. SB dan KFC sulit terpantau secara kasat mata oleh publik. Sementara warung di pemukiman atau pinggir jalan mudah terpantau oleh kas a t

mata publik. “Jadi cukup dua pertimbangan ini akan memberitahukan kepada rakyat bahwa penertiban rumah makan di bulan Ramadhan oleh Pemda Lotim tidaklah pilih kasih,” jelasnya. (rus)

Salmun Rahman

(Suara NTB/dok)

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Rasulullah SAW berkata kepada 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Mu’adz, “Wahai Mu’adz, tahukah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 engkau apa hak Allah atas 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hamba-Nya?” Mu’adz menjawab, 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “Allah dan Rasul-Nya lebih 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mengetahui.” Kemudian Rasulullah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 bersabda, ‘Hak Allah atas 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hamba-Nya adalah beribadah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hanya kepada-Nya dan tidak 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 menyekutukan-Nya.” 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (HR. Bukhari dan Muslim) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Syukur dan Sabar 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Mukhlishin 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Dosen Fakultas Agama Islam 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Universitas Muhammadiyah Mataram 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Dari Shuhaib bin 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sinan RA berkata, 12345678901234567890123456789012 bahwa Rasulullah 12345678901234567890123456789012 SAW bersabda: 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 ”Alangkah 12345678901234567890123456789012 mengagumkan 12345678901234567890123456789012 keadaan orang 12345678901234567890123456789012 yang beriman, 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 karena semua 12345678901234567890123456789012 keadaannya 12345678901234567890123456789012 (membawa) 12345678901234567890123456789012 kebaikan (untuk 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dirinya), dan ini 12345678901234567890123456789012 hanya ada pada 12345678901234567890123456789012 seorang mukmin; 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 jika dia mendapat12345678901234567890123456789012 kan kesenangan 12345678901234567890123456789012 dia akan bersyukur, 12345678901234567890123456789012 maka itu adalah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kebaikan baginya, 12345678901234567890123456789012 dan jika dia ditim12345678901234567890123456789012 pa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah ke12345678901234567890123456789012 baikan baginya.” (HR. Muslim) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 HADITS yang agung ini menunjukkan besarnya 12345678901234567890123456789012 keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar 12345678901234567890123456789012 di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang meru12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pakan penyempurna keimanan seorang hamba. Ab12345678901234567890123456789012 dullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi 12345678901234567890123456789012 dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagi12345678901234567890123456789012 an (lainnya adalah) syukur.” 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Pembaca yang budiman, Sesungguhnya Allah 12345678901234567890123456789012 SWT menguji hamba-Nya bukan karena Dia ingin 12345678901234567890123456789012 membinasakan si hamba tersebut, namun untuk 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 menguji sejauh mana penghambaan hamba ter12345678901234567890123456789012 hadap-Nya. Kalaulah Allah mewajibkan sejumlah 12345678901234567890123456789012 peribadatan (yaitu hal-hal yang menjadikan kita se12345678901234567890123456789012 bagai abdi-Nya Allah) saat kita dalam kondisi lapang; 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 maka Allah juga mewajibkan sejumlah peribadatan 12345678901234567890123456789012 kala kita dalam kondisi sempit. Namun, selalu ada 12345678901234567890123456789012 kemudahan tatkala hamba-Nya mengalami kesuli12345678901234567890123456789012 tan. Dalam ibadah puasa, jika sakit atau safar mis12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 alnya kita dianjurkan untuk berbuka dan menggan12345678901234567890123456789012 tinya di hari lain. Bahkan, rapast (hubungan seksu12345678901234567890123456789012 al suami isteri) yang awalnya tidak dibolehkan sama 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 sekali selama bulan Ramadhan, Allah kemudian 12345678901234567890123456789012 menegaskan bahwa hal tersebut bisa dilakukan 12345678901234567890123456789012 pada malam hari. Demikianlah, kata Allah kelak agar 12345678901234567890123456789012 manusia ini selalu bersyukur kepada-Nya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan 12345678901234567890123456789012 puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka 12345678901234567890123456789012 adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah paka12345678901234567890123456789012 ian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Al12345678901234567890123456789012 lah mengampuni kamu dan memberi maaf kepada12345678901234567890123456789012 mu...” (QS. Al-Baqarah : 186) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Saudaraku, banyak orang yang ringan untuk 12345678901234567890123456789012 melakukan peribadatan menahan hati dari 12345678901234567890123456789012 perasaan marah, kesal, dan dongkol terhadap ke12345678901234567890123456789012 tentuan Allah, karena biasanya hal tersebut selaras 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dengan keinginannya. Akan tetapi yang lebih pent12345678901234567890123456789012 ing dan utama adalah peribadatan dalam menah12345678901234567890123456789012 an lisan dari berkeluh kesah dan menggerutu akan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 takdir Allah yang sering kali tidak selaras dengan 12345678901234567890123456789012 keinginan yang bersangkutan. Disinilah kita butuh12345678901234567890123456789012 kan ajaran agama kita apa yang kita sebut dengan 12345678901234567890123456789012 sabar yang balasannya adalah tercukupi segala 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kebutuhan hidupnya. Allah berjanji akan mencuku12345678901234567890123456789012 pi hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman Allah: 12345678901234567890123456789012 “Bukankah Allah-lah yang mencukupi (segala ke12345678901234567890123456789012 butuhan) hamba-Nya?” (QS. Az Zumar: 36). 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Kehidupan seorang mukmin seluruhnya bernilai 12345678901234567890123456789012 kebaikan dan pahala di sisi Allah, baik dalam kon12345678901234567890123456789012 disi yang terlihat membuatnya senang ataupun 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 susah.Seorang hamba yang sempurna imannya 12345678901234567890123456789012 akan selalu bersyukur kepada Allah ketika senang 12345678901234567890123456789012 dan bersabar ketika susah, maka dalam semua 12345678901234567890123456789012 keadaan dia senantiasa ridha kepada Allah dalam 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 segala ketentuan takdir-Nya, sehingga kesusah12345678901234567890123456789012 an dan musibah yang menimpanya berubah men12345678901234567890123456789012 jadi nikmat dan anugerah baginya. 12345678901234567890123456789012 Orang yang tidak beriman akan selalu berkeluh 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kesah dan murka ketika ditimpa musibah, sehinnga 12345678901234567890123456789012 semua dosa dan keburukan akan menimpanya, dosa 12345678901234567890123456789012 di dunia karena ketidaksabaran dan ketidakridhaan12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nya terhadap ketentuan takdir Allah, serta di akhirat 12345678901234567890123456789012 mendapat siksa neraka. Untuk itulah, sesungguh12345678901234567890123456789012 nya sikap seorang mukmin yang terbaik paling uta12345678901234567890123456789012 ma adalah syukur nikmat yang pada akhirnya mela12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hirkan kesabaran atas apa yang menimpanya. 12345678901234567890123456789012 Paling tidak ada tiga hal yang harus terpenuhi 12345678901234567890123456789012 dalam syukur, hendaklah seorang hamba mengakui 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dalam hati bahwa semua nikmat itu dari Allah Ta’ala; 12345678901234567890123456789012 ia selalu menyebut-nyebut semua nikmat tersebut 12345678901234567890123456789012 secara lahir (dengan memuji Allah dan memperlihat12345678901234567890123456789012 kan bekas-bekas nikmat tersebut dalm rangkan men12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 syukurinya); serta menggunakan nikmat tersebut di 12345678901234567890123456789012 jalan yang diridhai Allah SWT. 12345678901234567890123456789012 Bagi orang mukmin yang baik, maka sifat pertama 12345678901234567890123456789012 ini akan melahirkan sifat sabar yang terepleksi den12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 gan menahan diri dari sikap murka terhadap segala 12345678901234567890123456789012 ketentuan Allah, menahan lisan dari keluh kesah, dan 12345678901234567890123456789012 menahan anggota badan dari perbuatan yang dila12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 rang (Allah), seperti menampar wajah (ketika terjadi 12345678901234567890123456789012 musibah), merobek pakaian, memotong rambut dan 12345678901234567890123456789012 sebagainya. 12345678901234567890123456789012 Wallahu’alam. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012

Bebek Kalio Super Enak PERNAHKAH terpikirkan di benak Anda untuk berbuka atau sahur dengan daging bebek. Apalagi nanti, olahan bebek ini disajikan saat Idul Fitri. Na, bagi Anda yang mencoba olahan bebek sebagai sajian berbuka dan sahur, berikut ini cara membuat Bebek Kalio Super Enak seperti dikutip dari resephariini.com.

(Suara NTB/her)

PAKET SEMBAKO - Safari Ramadhan yang digelar Pelindo diisi dengan pembagian paket sembako gratis kepada perwakilan empat kepala desa.

Pelindo Bagikan 1.200 Paket Sembako Gratis pada Warga Miskin Giri Menang (Suara NTB) – Pelindo III Cabang Lembar berbagi di bulan Ramadhan ini dengan kaum dhuafa, jompo dan anak yatim yang ada di lingkar Pelabuhan Lembar. Pihak Pelindo membagikan 1.200 paket sembako gratis kepada warga yang tersebar di enam desa, di mana masingmasing desa mendapatkan 200 paket sembako gratis. “Kita bagi 1000 paket sembako gratis dibagi menjadi 4 desa, masing-masing desa mendapatkan 250 paket sembako,” jelas General Manager (GM) Pelindo III Erry Ardiyanto saat buka bersama karyawan-karyawati dan stakeholder terkait di Kantor Pelindo III, Rabu (22/5). Buka bersama ini dihadiri

Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT. Pelindo III Toto Nugroho Prayasto bersama jajaran,sejumlah kepala dinas, dan para kades setempat. Tujuan diadakan kegiatan berbagi sembako ini untuk mendekatkan pihak manajemen Pelindo III dengan masyarakat, sehingga ke depan Pelindo ini bukan hanya BUMN, namun milik masyarakat. Pihaknya menyalurkan 1000 paket sembako gratis ke 4 desa, di mana masing-masing desa mendapatkan 250 paket sembako gratis. “Kita bagikan kepada warga fakir miskin dan miskin yang ada di sekitar pelabuhan,”jelas dia. Ke depan, kata dia, daerah di sekitar pelabuhan akan digilir pembagian sembakonya, sebab

di sekitar pelabuhan banyak sekali desa. Sembako gratis ini, diberikan kepada desa, selanjutnya desa menyalurkan ke warga yang kategori fakir miskin dan warga tak mampu. Pemberian sembako gratis ini kata dia didanai dari program CSR perusahaan. Ke depan kata dia program semacam ini akan terus ditingkatkan. Sementara itu Camat Lembar Hasanudin mengatakan, kegiatan berbagi Pelindo ini sangat membantu warga di saat bulan pusa ini banyak kebutuhan. Terutama bagi warga miskin sembako begitu diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami sambut baik kegiatan Pelindo ini, kegiatan ini harus terus ditingkatkan,”jelas dia. (her)

Ramadhan Ponpes Baitul Qurro Wal Huffaz

Terus Perdalam Hafalan Qur’an Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qurro Wal Huffaz Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadikan hafalan Qur’an sebagai program prioritas bagi para santrinya. Ponpes yang berdiri sejak 30 April 2014 itu kini memiliki sekitar 500 santri yang berasal wilayah setempat dari berbagai daerah. SETIAP hari selama bulan suci Ramadhan, suasana Qurani terasa di lingkungan ponpes. Di mana, kegiatan membaca dan memperdalam hafalan Qur’an selama bulan Ramadhan ini ditingkatkan. Ramadhan disebut memang harus berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya. “Ramadhan ini memang harus lebih,” ungkap L. M. Khaerurrazak salah seorang santri ponpes. Ponpes di bawah Yayasan Tahfiz Daruss Shomad ini mewajibkan seluruh santrinya untuk menghafal Qur’an. Santri sejak duduk di bangku sekolah dasar, diharauskan menamatkan setidaknya 6 juz dari 30 juz seluruh isi Kitab Suci Al Qur’an. Menghafalkan Qur’an oleh para santri tingkat SD ini belum terlalu dipaksakan. Santri dipersilakan mencicil hafalannya. Tingkat SMP sederajat, diwajibkan menghafal 12 juz se-

(Suara NTB/rus)

SUASANA PONPES - Suasana di lingkungan Ponpes Baitul Qurro wal Huffaz selama bulan Ramadhan. Seluruh santri mulai dari SD hingga MA diwajibkan menghafal Al Qur’an sesuai tingkatannya. lama menempuh studi 3 tahun Lalu Muhibban Al Hafiz ini terdi ponpes. Pun berlaku sama, us berkembang. Agar para santboleh mencicil per semester ri bisa mewujudkan hafalannya, minimal 2 juz. Senada juga sejumlah aturan diberlakukan. dengan tingkat SMK dan Utamanya soal waktu. Setiap Aliyah, namun targetnya harus hari seluruh santri wajib bangun lebih besar yakni harus bisa pukul 3.30 malam. Bersiap-siap menghafal 15 juz dan boleh untuk Salat Subuh berjamaah. Setelah Subuh, santri harus mencicil 2,5 juz tiap semesternya. Bagi santri yang tidak mengaji sampai pukul 6.15 bisa mencapai target hafalan menit. Usai itu, ada kegiatan dalam batas waktu yang telah kebersihan lingkunagn ponpes. ditetapkan, dikenakan denda. Setelah sarapan dan mandi, Denda Rp 1 juta kalau tidak baru berangkat ke ruang kelas mencapai target. Denda ini untuk belajar formal. Dalam ruangan kelas forberlaku cukup beralasan, karena manajemen ponpes tidak mal pun ada pelajaran mengmemungut biaya sepeserpun hafal Qur’an yang diberikan kepada seluruh santrinya. Se- kepada para santri. Jadi tidak mua biaya pendidikan, terma- saja selama dalam asrama. suk makan minum santri di Proses menempuh pendidikan formal pun diselipi pelajaran lingkungan ponpes ini gratis. Setoran hafalan atau ujian menghafal Qur’an. Setor hafalan kepada ustadz tahfiz ini digelar tiap semester atau sekali dalam enam bulan. pembimbing dilakukan santri Karena itulah, pihak ponpes setiap hari juga, yakni saat menginginkan seluruh santrin- waktu Salat Dhuha digelar ya benar-benar bisa fokus meng- sampai pukul 10.00 Wita. “Itu hafal. Tidak lagi mikirin soal untuk santri MTs dan Aliyah,” makan dan minum. Para sant- demikain terang Ustad Riyan ri pun harapannya tidak ada salah satu pembimbing di Ponpes Baitul Qurro Wal Huffaz ini yang lalai dalam menghafal. Ponpes yang didirikan Ustad menerangkan. (rus)

Bahan-Bahan: · 1 ekor bebek · 1 lembar daun kunyit · 5 lembar daun jeruk, buang tulangnya · 2 batang serai, dimemarkan · 1 buah asam kandis · 1 1/4 sendok teh garam · 250 ml santan dari 1/2 butir kelapa · 1 sendok teh gula merah · 750 ml santan dari sisa perasan santan Bumbu yang Dihaluskan: · 8 butir bawang merah · 1 Cm Jahe · 2 buah cabai merah besar · 6 buah cabai merah keriting · 2 cm kunyit · 1 sendok teh ketumbar bubuk Cara membersihkan bebek: 1. Untuk yang pertama penting sekali untuk kita semua mengetahui bagaimana cara membersihkan daging bebek secara merata. Cara ini akan membantu kita dalam mengolah sajian yang enak dari tahapan paling awal. Terutama untuk Anda yang kebetulan diberi daging bebek yang utuh atau mungkin sengaja membeli bebek utuh, namun belum dibersihkan. Untuk itu, cara ini bisa sangat membantu bila diperhatikan dengan baik. 2. Dari daging bebek utuh yang dibeli silakan siapkan sebuah panci dan masukkan air ke dalamnya. Untuk kemudian tunggu sampai air mendidih secara merata. 3. Lalu angkat dan siapkan daging bebek di atas tempat cuci piring. Lalu siramkan air panas pada daging bebek secara merata. Cara ini dilakukan untuk membersihkan sisa bulubulu pada kulit bebek yang masih tersisa. Namun bila Anda membeli bebek yang sudah jadi atau bebek fillet, maka Anda bisa melewati langkah yang satu ini. 4. Setelah itu, silakan bersihkan bulu pada kulit daging bebek dengan mencabutinya secara merata. Lalu setelah bersih bilas kembali dengan air bersih. 5. Sambil membilas ini Anda akan dapat sekaligus membersihkan daging bebek dengan cara meremas daging secara merata untuk membersihkan lendir dan kotoran pada daging bebek secara merata. 6. Setelah bersih angkat dan siapkan di atas tatakan. Lalu potong sajian ini menjadi 8 potong daging bebek secara merata. 7. Masukkan ke dalam wadah dan siram kembali dengan air bersih secara merata. Lalu setelah itu, tiriskan air cuciannya dan sisihkan secara merata. 8. Kucuri daging bebek dengan menggunakan air jeruk nipis dan tambahkan sedikit garam secara merata. Lalu adukaduk semua sajian ini sampai tercampur merata. Kemudian diamkan selama beberapa saat agar bumbu ini meresap ke dalam daging bebek dengan merata. Cara Membuat 1. Untuk membuat sajian kali ini siapkan panci diatas kompor dan masukkan santan encer bersama dengan bumbu halus dan tambahkan bumbu seperti daun kunyit bersama dengan serai dan daun jeruk ke dalamnya kemudian panaskan dengan menggunakan api yang sedang. 2. Masak sajian di atas sampai bumbu tercium enak dan harum. Lalu kemudian masak kembali sampai rebusan ini mendidih dengan merata. 3. Masukkan daging bebek ke dalamnya yang sudah dipotong-potong secara merata. Lalu masak sampai rebusan mendidih kembali. 4. Baru setelah itu, bumbui sajian ini dengan menggunakan garam, gula merah dan asam kandis secara merata. Masak sajian ini dengan menggunakan api kecil. 5. Lalu setelah itu, diamkan rebusan sampai kuah mengental dan bumbu meresap ke dalam daging secara merata. 6. Baru tuangkan santan kental ke dalamnya dan masak sajian ini sampai mendidih secara merata. Setelah itu, Anda dapat mengangkat sajian ini dan siap dihidangkan.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

Halaman 10

Dikbud NTB Pacu Sekolah Penuhi SNP

(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Sekolah di NTB termasuk jenjang SMA, dan SMK di NTB yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) di NTB masih relatif minim. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menjadikan persoalan ini sebagai fokus ke depan untuk membuat program yang memacu sekolah bisa memenuhi SNP. Kepala Dinas Dikbud NTB, Rusman mengatakan, delapan standar nasional pendidikan akan menjadi perhatian pihaknya. “Per item akan kami coba dalami, apa daya ungkit yang

Rusman

akan kami lakukan, ikhtiar untuk itu sedang kami coba rumuskan,” katanya, ditemui Kamis (23/5). Salah satu ide yang coba dikedepankan yaitu membuat program atau lomba berkaitan dengan pemenuhan delapan standar nasional pendidikan. Sekolah nantinya akan berusaha memenuhi standar nasional pendidikan. “Akan jadi se-

jenis program atau lomba, sehingga tanpa disadari, program pemenuhan SNP bisa tercapai,” harapnya. Delapan standar nasional pendidikan yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan dan Standar Penilaian Pendidikan. Dari data yang disampaikan Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pen-

didikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Bastari, bahwa SMA yang memenuhi SNP di NTB sebesar 8,2 persen dari total sebanyak 318 satuan pendidikan SMA. Sedangkan di satuan pendidikan SMK, sekolah yang memenuhi SNP di NTB sebanyak 1,7 persen dari total 301 satuan pendidikan SMK di NTB. Indikator nasional yang digunakan untuk menilai sekolah itu memenuhi standar nasional pendidikan yaitu indikator utama berupa akreditasi nasional yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional

Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Sementara itu, ada juga indikator kontrol, yaitu Ujian Nasional (UN) yang dikelola oleh Balitbang Kemendikbud. Indikator lainnya yakni Pejaminan Mutu Pendidikan yang merupakan tanggung jawab dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbud. Dan, indikator kontrol lainnya dari Uji Kompetensi Guru (UKG) yang merupakan tanggung jawab dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). (ron)

NU Galakkan KPAI Berharap Ada Diskresi bagi Ketidaklulusan Aldi Irpan Kajian Fiqih Selama Ramadhan Mataram (Suara NTB) Selama Ramadhan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB, melaksanakan kegiatan Kajian Fiqh dan Islam untuk mengisi momentum bulan suci Ramadhan 1440 H. Kajian dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat, di Aula NU NTB. Selama kegiatan tersebut, berbagai tema dikaji mulai tentang beragam tema dasar-dasar fiqh dan Islam yang menyangkut soal puasa, zakat dan hari kemenangan. Sekretaris PWNU NTB, Lalu Aksar Anshari menjelaskan, kajian ini selain sebagai wadah silaturrahim juga menjadi ruang mengkaji soal-soal fiqhiyah dasar yang bisa diikuti oleh seluruh masyarakat NTB khususnya masyarakat perkotaan. “Kajiannya yang dasar-dasar, misal tentang salat, puasa, zakat dan haji,” jelasnya. Wakil Rais Syuriah PWNU NTB TGH L. Sohimun Faisol salah satu pemateri kajian. Dosen UIN Mataram ini mengangkat tema Hikmah Puasa Ramadhan, meliputi aspek syarat dan kewajiban berpuasa. Kajian Rutinan Fiqh ini dihadiri ratusan Jemaah Nahdliyyin, para pengurus dan kader-kader NU di NTB. Usai kajian, para peserta melanjutkan kegiatan dengan Buka Bersama, Salat Magrib Berjamaah, Salat Isa Berjamaah hingga Tarawih dan Tadarus Al Quran. “Insya Allah kegiatan ini tidak hanya akan berlangsung selama Ramadhan, tapi juga akan dilanjutkan Pascaramadhan,” tambahnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

KAJIAN - Pemateri sedang mengisi kajian fiqih di aula NU NTB

Mataram (Suara NTB) – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, M.Si., mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB pada Kamis (23/5). Kedatangan itu untuk melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dinas Dikbud NTB, SMAN 1 Sembalun, inspektorat, dan LPMP NTB. KPAI berharap ada diskresi bagi ketidaklulusan siswa SMAN 1 Sembalun, Aldi Irpan yang dianggap tidak diluluskan karena diduga kritis terhadap sekolah. “Kami sangat berharap, ini bisa ditindaklanjuti. Berharap ada diskresi atau pertimbangan kembali terkait ketidaklulusan Aldi. Kalau tidak, ini akan jadi preseden buruk bagi anak Indonesia untuk kritis. Anak-anak juga jadi takut bersikap kritis. Berdasarkan data yang kami kumpulkan dan bahan tertulis, maka Aldi seharusnya diluluskan,” ujar Komisioner KPAI, Retno Listyarti. Retno mengatakan, KPAI sebagai lembaga Negara perlindungan anak datang dari Jakarta karena memberikan perhatian pada kasus Aldi Irpan. Pihaknya tidak ingin kasus ini menjadi preseden buruk bahwa sekolah melakukan tindakan yang dinilai sewenang-wenang ketika tidak meluluskan seorang anak. “Karena yang dibela bukan hanya Aldi, artinya jangan sampai mengenai anak-anak lain, baik di NTB dan di wilayah Indonesia lain, karena ini viral banget, berdasarkan data yang kami peroleh, kami mendengarkan semua, sekolah, aldi dan keluarga, te-

(Suara NTB/ron)

PERTEMUAN - Suasana pertemuan antara Komisioner KPAI, Retno Listyarti dengan pihak Dinas Dikbud NTB, SMAN 1 Sembalun, inspektorat, dan LPMP NTB, di ruang kerja Kepala Dinas Dikbud NTB, Kamis (23/5). man-temannya, guru-gurunya, jadi artinya kami sudah mendengarkan seluruh sisi, keputusan kami nanti untuk merekomendasi,” katanya. Terkait kewenangan memberikan sanksi bukan kewenangan pihaknya, tapi kewenangan inspektorat di daerah. Retno memandang dari perspektif perlindungan anak, bahwa anak bisa salah dan harus diberikan kesempatan memperbaiki diri kalau berbuat salah. “Kalau memang Aldi tidak melakukan tindakan pidana berat, membunuh, tawuran, bawa senjata tajam, dan lainnya, melanggar KUHP, bolehlah (tidak diluluskan). Tapi kalau melihat dokumen, dokumen yang tercetak, maupun percakapan

guru. Itu meunnjukkan Aldi ada perubahan, tapi menurut kami ini perbuatan anakanak,” katanya. Terkait dengan sikap Aldi yang kritis, Retno menekankan agar sekolah tidak anti kritik. Bagi pihaknya, pendidikan seharusnya untuk mempertajam kecerdasan, menghaluskan perasaan, menghaluskan nurani atau kepedulian. Oleh karena itu, ia berharap ada diskresi, dewan guru bisa rapat kembali dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak dan menjunjung kebenaran. Karena dari dokumen menunjukkan Aldi berkelakuan baik. “Lalu apakah dari enam semester, hanya satu semester menghapus semua (penilaian baik), dan itu

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Tanjung (Suara NTB) bagai syiar Islam dan sebagai 1234567890123456789012345678901212 Pondok Pesantren As- penghormatan kepada bulan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 saidiyah, KLU melakukan Ramadan di samping men1234567890123456789012345678901212 safari ramadhan ke sejum- cari pengalaman baru di set1234567890123456789012345678901212 lah tempat selama bulan iap lokasi yang dikunjungi,” 1234567890123456789012345678901212 ramadhan berlangsung. kata Miftah. 1234567890123456789012345678901212 Kegiatan safari sendiri Lebih jauh dia menjelas1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 sudah berlangsung sejak kan bahwa program safari 1234567890123456789012345678901212 tahun 2016 lalu. Pada keg- ramadhan di Kabupaten 1234567890123456789012345678901212 iatan safari ramadan diiku- Lombok Utara menyasar 1234567890123456789012345678901212 ti puluhan santri setempat. sejumlah tempat. Tahun ini 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Pimpinan Ponpes As- safari menyasar delapan 1234567890123456789012345678901212 saidiyah, Miftahuddin, lokasi diantaranya ialah di Rusmiady 1234567890123456789012345678901212 M.Pdi., menjelaskan jika sa- musala Dusun Karang PangDr. TGH L. Ahmad Zainuri, MA 1234567890123456789012345678901212 fari Ramadan adalah pro- sor Pemenang, Masjid Nurul 1234567890123456789012345678901212 dalam ceramahnya menyampai- 1234567890123456789012345678901212 gram tahunan yang diseleng- Jihad Dusun Batu Santek kan tentang hikmah puasa dan 1234567890123456789012345678901212 garakan dengan tujuan un- Kecamatan Bayan berbagai pelajaran yang bisa di- 1234567890123456789012345678901212 tuk menjalin silaturahim “Kegiatan yang kita petik dari ibadah puasa Ra- 1234567890123456789012345678901212 kepada sesama wabil lakukan selama bersafari 1234567890123456789012345678901212 madhan. Usai ceramah, acara 1234567890123456789012345678901212 khusus kepada wali santri. ini antara lain mengisi kuldilanjutkan dengan pembacaan 1234567890123456789012345678901212 Lebih lanjut, Miftahuddin tum, menjadi imam salat doa, buka puasa bersama dan 1234567890123456789012345678901212 mengemukakan maksud di- tarawih,” katanya. Dirinya shalat magrib berjamaah. (dys) 1234567890123456789012345678901212 adakan program safari terse- berharap agar apa yang di1234567890123456789012345678901212 but untuk belajar bersyiar, lakukan para peserta safa1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 juga mengenalkan pesantren ri bermanfaat. “Mudah 1234567890123456789012345678901212 kepada masyarakat. mudahan apa yang sudah 1234567890123456789012345678901212 Selain itu safari ramadhan disampaikan bisa berman1234567890123456789012345678901212 bertujuan sebagai media faat bagi kita yang melaku1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ujian dan latihan bagi sant- kan safari khususnya, dan 1234567890123456789012345678901212 riwan dan santriwati dalam bagi masyarakat setempat 1234567890123456789012345678901212 menyampaikan dakwah baik pada umumnya. Dan se1234567890123456789012345678901212 dengan pidato ataupun mem- moga juga dapat menjadi 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 baca kitab Alquran bahkan pelajaran ke depannya 1234567890123456789012345678901212 menjadi imam tarawih. buat kita semuanya,” 1234567890123456789012345678901212 “Tujuan lainnya ialah se- harapnya. (dys) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212

Buka Puasa Bersama Cara Dosen Gelar Safari Ramadhan, Jaga Kekompakan Santri Dilatih Jadi Imam Tarawih

Mataram (Suara NTB) Seperti tahun-tahun sebelumnya pada setiap bulan ramadhan, keluarga besar IKIP Mataram menggelar kegiatan buka puasa bersama. Ini dilakukan untuk menjaga kekompakan dan menguatkan rasa persaudaraan. Pada puasa tahun ini, buka puasa bersama kembali digelar bertempat di Lobi Rektorat IKIP Mataram. Hadir di acara tersebut antara lain Ketua Yayasan Pembina IKIP Mataram, H.L. Rusmiady, S.H., M.M., penceramah Dr. TGH L. Ahmad Zainuri, MA., Rektor IKIP Mataram beserta seluruh staf pimpinan, karyawan dan perwakilan mahasiswa. Rektor IKIP Mataram, Prof. Kusno, DEA., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada penceramah, di tengah kesibukan masih menyempatkan diri menghadiri undangan

dari IKIP Mataram. Selain itu, rektor juga mengingatkan bahwa berpuasa jangan sampai dijadikan alasan bermalasmalasan dalam bekerja. “Di saat menjalankan ibadah puasa, saya berharap kualitas kerja kita semakin bertambah baik,” ungkap guru besar jebolan Perancis itu. Ketua Yayasan IKIP Mataram, H. Lalu Rusmiady, dalam sambutannya mengajak untuk menumbuhkan kebersamaan dan etos kerja, serta mengingatkan agar semua pimpinan dan karyawan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan IKIP Mataram yang inovatif, produktif dan berkarakter. Selain itu Ketua yayasan juga menyampaikan penegasan kebijakan yayasan untuk pemberian beasiswa untuk mahasiswa baru 2019 melalui jalur prestasi tahfiz Alquran. Sementara itu penceramah

(Suara NTB/dok)

Remus SMAN 9 Mataram Bagi-bagi Takjil Mataram (Suara NTB) SMAN 9 Mataram melaksanakan berbagai kegiatan selama bulan ramadhan seperti taklim di sore hari yang diikuti siswa dan juga berbagi takjil oleh Remaja Musala (Remus) kepada pengguna jalan di depan sekolah. Cara itu dilakukan pihak sekolah untuk mengajarkan siswa berbagi kepada sesama. Kepala SMKN 8 Mataram yang diubah menjadi SMAN 9 Mataram, Rubiyanto, S.Pd., M.Pd., melalui Wakil Kepala bidang Humas, Munezarah, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan selama bulan ramadhan sekolah mengadakan kegiatan taklim di sore hari menjelang Magrib. Siswa melalui Remus juga melaksanakan pembagian takjil kepada pengguna jalan di depan SMAN 9 Mataram. “Kami ajarkan untuk berbagi sebagai upaya penanaman karakter bagi siswa,” ujar Munezarah. Menurutnya, bulan ramadhan merupakan bulan

(Suara NTB/ist)

BAGI TAKJIL - Remus SMAN 9 Mataram saat berbagi takjil ke pengguna jalan di depan sekolah. untuk mendidik manusia tepat untuk menanamkan menjadi manusia yang bertak- nilai-nilai karakter yang baik wa. Pendidikan Ramadan ini sesuai tujuan pendidikan nasangat sejalan dengan cita- sional tersebut. “Jadi keliru cita pendidikan di Indonesia jika kita maknai bahwa Rayang tertuang dalam UUD madan bulan penuh libur 1945 pasal 31 ayat 3, disebut- sekolah. Mungkin sekolah kan bahwa tujuan pendidikan bisa libur namun proses pennasional adalah membentuk didikan untuk membentuk manusia beriman dan bertak- karakter manusia yang berakhlak baik dan bertakwa terwa dan berakhlak mulia. Munezarah menjelasakan us selalu dibina dan dijalanRamadan adalah bulan yang kan,” jelasnya. (ron)

apa sih, kecuali kesalahan sampai bunuh orang atau kesalahan keterlaluan, ini kan tidak. Walau begitupun anak bisa diberikan memperbaiki diri, apa lagi ini cuma ketidaksantunan,” tegas Retno. Retno menekankan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mempengaruhi keputusan. Namun nantinya pihaknya akan memberikan data yang benar kepada Presiden dan Kemendikbud. Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan ke gubernur dalam bentuk rekomendasi. “Walau begitu, kami tidak bisa mempengaruhi keputusan,” katanya. Inspektur Pembantu I pada Inspektorat Provinsi NTB, M. Zuhudy, mengatakan, pihaknya belum melakukan investigasi secara resmi. “Kami juga tidak bisa memberikan pendapat secara subjektif, perlu melakukan penilaian objektif. Kami akan coba turun ke lapangan, akan kami gali. Ada mekanisme tertentu yang akan kami uji, kami akan berkoordinasi dengan pimpinan,” jelasnya. Kepala SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali, ditemui seusai rapat koordinasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan

keputusan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Bagaiamanapun hasilnya nanti pihaknya akan menerima. “Kami sebatas kepala sekolah, kalau ombudsman atau pihak mana saja memutuskan, apapun keputusan meskipun kadanagkadang pahit, sebagai bawahan kami terima menerima keputusan yang baik bagi kita semua,” katanya. Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan apresiasi kepada sekolah ingin menerapkan pendidikan karakter. Ia juga menyoroti keputusan sekolah yang memasukkan Aldi Irpan ke dalam daftar peserta tetap Ujian Nasional. “Dengan ditetapkan masuk daftar peserta tetap UN dari situ terindikasi anak itu layak, kalau memang tidak layak, tidak masuk daftar, secara emplisit maka layak. Saya juga akan melaporkan masalah ini ke Kemendikbud,” ujarnya. (ron)


SUARA NTB

Jumat, 24 Mei 2019

(ant/bali post)

ZOHRI - Atlet asal NTB, Lalu Muhammad Zohri saat menjalani sesi latihan di Stadion Madya, komplek Gelora Bung Karno, beberapa waktu lalu. Atas keberhasilannya meraih tiket olimpiade, Zohri mendapatkan bonus Rp 1 Miliar dari Pengurus Besar (PB) PASI.

Zohri Dapat Bonus Rp1 Miliar Mataram (Suara NTB) Atlet atletik NTB, Lalu Muhammad Zohri mendapatkan bonus Rp 1 Miliar dari Pengurus Besar (PB) PASI. Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan dalam bentuk uang pembinaan, setelah Zohri meraih tiket Olimpiade di Kejuaraan Atletik Internasional di Osaka Jepang belum lama ini. Informasi ini disampaikan oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (23/5). “Zohri dapat bonus Rp 1 Miliar dari Ketua PB PASI, Bob Hasan. Bonus tersebut diserahkan langsung oleh pak Bob Hasan,” ucap Andy yang baru saja pulang menjenguk atlet NTB yang ada di Pelatnas Jakarta. Dikatakan Andy, Bob Hasan memberikan bonus kepada atlet asal NTB itu karena berhasil mempertajam Rekornas dan meraih tiket Olimpiade 2020. “Pak Bob memberikan bonus kepada Zohri karena Zohri berhasil memecahkan rekor nasional dan melampaui limit Olimpiade 2020,” jelasnya.

Ditambahkan, kedatangan dirinya bertemu dengan sejumlah atlet Pelatnas NTB itu untuk memberikan semangat kepada atlet-atlet NTB yang ada di Pelatnas. Selain itu Andy memberikan ucapan selamat kepada Lalu Muhammad Zohri yang sukses mempertajam Rekornas dan meraih tiket Olimpiade 2020. Andy berharap keberhasilan Zohri menorehkan prestasi di event internasional dapat diikuti oleh atlet NTB lainnya. Pasalnya, NTB memiliki sedikitnya 12 atlet yang mengikuti Pelatnas persiapan menghadapi event internasional atau SEA Games dan Kejuaraan dunia. (fan)

Murdani Tak Berani Pasang Target Medali Mataram (Suara NTB) Atlet tarung derajat NTB, Murdani digadang-gadang punya kans untuk meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2016. Pasalnya, atlet asal Dompu itu merupakan finalis di PON XX/2016. Murdani yang di multi event nasional itu turun di kelas 64 Kg putra meraih medali perak di kelas tarung. Dia kalah dari atlet asal Jawa Barat (Jabar) peraih medali emas. Menanggapi peluang medali tersebut, Murdani yang dikonfirmasi Suara NTB di GOR 17 Desember Turide Mataram, Kamis (23/5) ternyata belum berani memasang target. Bahkan dia tidak ingin sesumbar menghadapi pekan olahraga nasional. “Untuk target belum berani, soalnya di kelas saya persaingan berat. Semua atlet senior turun di kelas saya,”

ucap Murdani. Murdani mengatakan, selain persaingan ketat, dirinya belum berani berbicara target PON karena belum mengantongi tiket PON. Dalam hal ini sebelum bertanding di PON, dia harus lebih dulu tampil di PraPON yang akan berlangsung di Bandung, November 2019. Kabarnya, Murdani akan turun di kelas yang lebih berat, yakni 75 Kg-80 Kg. Menurut Murdani kelas yang akan diikutinya itu bukan kelas spesialisnya. Pasalnya kelas spesialisnya adalah 64,1 Kg putra. Dia tak lagi turun di kelas tersebut karena berat badannya agak sedikit naik. Menurut Mudani, tampil di kelas baru akan lebih sulit dibanding kelas yang diikutinya di PON 2016. Alasannya karena lawan yang hadapi tergolong baru dan tak pernah dihadapi, sehingga dia tak berani memasang target medali. (fan)

Belasan Atlet NTB Perkuat Indonesia di SEA Games Mataram (Suara NTB) Jumlah atlet NTB yang akan tampil di SEA Games tahun 2019 sudah mencapai belasan atlet. Sedikitnya, ada 12 atlet asal NTB yang dipastikan tampil membela tim atletik merah putih di SEA Games di Filipina, Agustus 2019. Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto yang dikonfirmasi Suara NTB di kediamannya, Kamis (23/5) mengatakan, sebanyak 12 atlet yang akan tampil di SEA Games adalah Lalu Muhammad Zohri, Safwaturahman, Andrian (atletik), Putu Dini Jasita, Dita Juliana, Danangsyah, Desi Ratnasi (voli pasir), Ahmad Zaresta Yuda (karate), Ardiansyah (muay thai), I Gusti Bagus Saputra (BMX), Huswatun Hasanah, Saputra Samada, Jubaitul dan Endang (tinju). “Yang pasti sudah ada 12 atlet NTB yang akan tampil di SEA Games 2019. Mereka dari cabor atletik, voli pasir, tinju, karate dan muay thai,” ucapnya.

Lanjutnya, belasan atlet yang akan tampil di SEA Games ini tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Jakarta. Pelatnas tersebut dalam rangka persiapan menghadapi SEA Games 2019 dan merebut tiket ke Olimpiade 2020. Namun sebelum tampil di SEA Games 2019, belasan atlet NTB akan mengikuti beberapa event internasional. Seperti Lalu Muhammad Zohri dan Safwaturahman sudah berkali-kali tampil di event internasional. Targetnya untuk meraih tiket SEA Games dan Olimpiade 2020. Selain itu, atlet karate NTB, Ahmad Zigi Zaresta juga mengikuti beberapa event internasional untuk meraih tiket lolos ke SEA Games dan Olimpiade 2020. Selanjutnya, I Gusti Bagus Saputra dan beberapa atlet lainnya tengah persiapan mengikuti event internasional. (fan)

Halaman 11


Jumat, 24 Mei 2019

SUARA NTB

Halaman 12

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

q

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Jumat, 24 Mei 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 13


SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

OPINI

Halaman 14

Terbelenggunya Minat Membaca Wujudkan ’’Sport Tourism’’ MIMPI Indonesia menjadi perhelatan event olahraga berskala dunia terus diwujudkan. Jika Indonesia sudah ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan event MotoGP pada tahun 2021 oleh pihak Dorna dengan venue utama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah, maka Indonesia juga bertekad menjadi tuan rumah event mobil balap Formula (F) 1. Bahkan, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., juga berkeinginan besar agar NTB juga menjadi lokasi penyelenggaraan latihan petenis dunia sebelum berlaga di Australia Open. Tiga event olahraga ini dalam setiap penyelenggaraannya menjadi pusat perhatian penonton dunia, karena olahragawan yang tampil di event ini menjadi favorit dan mendapat sorotan dari media olahraga dunia. Hal ini tentu menjadi kesempatan besar bagi Pemerintah Indonesia mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki, sehingga mendapat perhatian investor internasional. Selain itu, dengan adanya event berskala internasional di negara ini akan semakin memberikan keyakinan pada investor untuk menanamkan investasi. Termasuk bisa semakin banyak mendatangkan wisatawan mancanegara, karena promosi gratis melalui siaran langsung acara ini ke seluruh dunia. Terhadap daerah yang menjadi lokasi penyelenggaraan, khususnya NTB tidak hanya menjadi penonton dengan banyaknya event berskala internasional di daerah ini. Meski demikian sudah ada upaya oleh pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan terlibat di event ini, tapi harus dipersiapkan lebih baik lagi sesuai dengan skill yang dibutuhkan pihak penyelenggara. Jangan sampai nanti, ketika bekerja di lapangan mengecewakan, karena pihak penyelenggara adalah dari luar negeri yang betul-betul membutuhkan skill sesuai kemampuan. Jika event MotoGP sudah positif digelar tahun 2021, lain halnya dengan event F1 yang masih dalam tahap penyampaian usulan pihak PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ke Presiden Ir. H. Joko Widodo. Namun, semua ini masih harus menunggu persetujuan penyelenggara F1 apakah menerima usulan Indonesia atau tidak. Menjadikan KEK Mandalika sebagai lokasi sirkuit F1 sebagai sebuah gagasan besar yang dilakukan pemerintah. Bagaimana tidak dengan kualitas sirkuit yang dibangun, khususnya lintasan yang dibangun sudah memenuhi kualifikasi tingkat dunia dan layak dijadikan lokasi balapan untuk F1 juga. Apalagi biasanya sejumlah sirkuit dunia dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP sekaligus F1. Inilah yang harus diperjuangkan agar Indonesia bisa terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan F1. Begitu juga mimpi Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah yang juga ingin NTB sebagai lokasi latihan petenis dunia sebelum bertanding di Australia Open pada setiap bulan Desember sebuah gagasan cemerlang. Nantinya, para petenis kelas dunia sebelum bertanding di kejuaraan resmi di Australia bisa berlatih sambil menikmati objek wisata yang ada di NTB. Sebagai contoh, beberapa tahun silam, petenis putri kelas dunia asal Rusia Maria Sharapova usai mengikuti kejuaraan Australia Open berlibur ke Pulau Moyo. Dengan postingannya terkait liburannya ke Pulau Moyo melalui media sosial, petenis cantik asal Rusia ini secara tidak langsung sudah mempromosikan potensi wisata yang ada di NTB. Seperti diharapkan Gubernur NTB, pengembangan sport tourism ini bisa menjadi andalan NTB untuk dikembangkan di masa mendatang. Tinggal bagaimana pemerintah daerah, pengusaha dan masyarakat di daerah ini mampu menangkap peluang dari penyelenggaraan MotoGP. Kita yakin dan percaya, jika MotoGP berhasil dilaksanakan dengan sukses, kemudian ditunjuk lagi sebagai lokasi penyelenggaraan F1, maka akan semakin banyak wisatawan yang akan datang berkunjung ke daerah ini. Yang penting sekarang ini adalah mendukung kesuksesan pelaksanaan MotoGP, kemudian baru berpikiran untuk pelaksanaan F1 dan membangun stadion tenis kelas dunia. Jika semuanya berhasil diselenggarakan dengan baik, maka nama Indonesia, khususnya NTB akan semakin dikenal di mata dunia, terutama untuk sport tourism-nya. (*)

ITA sadari minat baca orang-orang Indonesia terbilang saat ini masih sangat rendah.Terbuktidari banyaknya sindrom bermain game baik online maupun ofline. Pesatnnya perkembangan dunia teknologi dengan berbagai macam fitur-fitur memanjakan anak-anak untuk lebih bermain media sosial ketimbang bermain dengan dunia buku yang berbobot Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan informasi. Semakin banyakmembaca, semakin banyak pula informasi yang didapatkan untuk memenuhi tuntutan intelektual kita. Namun kenyataanya, anak-anak generasi sekarang ini suka belama-lama melayani suguhan teknologi dengan bermain game, chatting, menonton televisi daripada menghabiskan waktu selama 2 jam untuk mengunyah satu buku. Sebagaimaasesuai dengan data Badan Pusat Statistik terkait minat baca anak Indonesia tahun 2012 bahwa 91,67 persen lebih minat menonton televisi dan bermain gadget. Melirik pada beberapa negara ASEAN, negara kita masih berada pada strata yang memprihatinkan, dalam hal ini kita katakanlah Negara Malaysia. Setiap orang di Malaysia bisa menghabiskan tiga sampai empat judul buku per tahunnya. kontradiktif dengan yang ada di Indonesia. Apa lagi untuk negara maju seperti jepang, setiap orng bisa menghabiskan lima sampai sepuluh buku per tahunnya. Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan tentunya, sebagaimana data statistik UNESCO juga pada tahun 2012 presentasi minat baca anak Indonesia hanya sebanyak 0,001 persen. Artinya bahwa dari 1.000 penduduk Indonesia hanya terdapat satu orang saja yang memiliki minat baca. Dari data UNESCO ini kita bisa menyimpulkan bahwa setiap orang di Indonesia tak mampu menghabiskan satu judul buku bacaan per tahunnya. Data diatas membuat kita semakin percaya bahwa bangsa kita sedang menghadapi suatu proses ketersisihan budaya baca dalam jumlah yang terbilang besar.Terkadang juga masyarakat kita masihmemandang bahwa membaca adalah suatu aktifikas yang membosankan. Pandangan inilah yang melahirkan budayarabun baca, generasi kualitas rendah dan generasi pragmatis yang menggunakan segala macam skema ketika tugas datang, yang biasanya

Oleh: Indrawati Mau (Mahasiswi S2 Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK), Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta) menggunakan filosif copy paste (copas). Alhasil bukan kecerdasan yang didapatkan melainkan salah satu jalan menuju kebodohan. Salah satu tujuan dari bangsa ini yang termuat dalam UUD 45 yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Bagaimana pula kita ingin membuat cerdas bangsa ini bila keseriusan kedua belah pihak yakni pemerintah dan masyarakat mengalami ketidakserasian hubungan. Kita tahu pemerintah tidak tinggal diam dalam hal ini. Ada beberapa usaha yang juga sudah dilakukan. Meskipun masih terbilang kecil dan hanya menyentuh beberapa elemen masyarakat dan bersifat parsial. Maka di harapkan kedepannya, melalui peringatan hari-hari nasional seperti Hari Anak Nasional, Hari Pendidikan Nasional, Hari Keluarga Nasional dan lain sebegainya, pemerintah perlu menggenjot lagi budaya baca dengan memperbanyak kegiatan membaca baik disekolah maupun dilingkungan masyarakat. Pemerintah juga perlu pengadaan sarana dan prasarana seperti penyediaan bukubuku bacaan dan pelajaran baik di perpustakaan daerah maupun tamantaman bacaan masyarakat. Bagaimanamasyarakat bisa mau mambaca bila di perpustakaan jumlah buku yang tersedia kurang? dan bagaimana pula dengan produksi buku yang begitu rendah saat ini? sarana dan prasarana yang belum merata di berbagai pelosok daerah. Hal ini terkadang kita patut mengelus dada, pasalnya alih-alih ingin merealisasikan hal-hal tersebut. Anggaran pendidikan yang 20 persen itu saja dalam implementasi dilapangan masih terjadi tarik ulur yang luar biasa boboroknya. Realitas kehidupan sekolah anakanak yang sangat miris yang sering di suguhkan lewat media. Namun dilain sisi, para pejabat malah asyik memainkan anggaran ini untuk keperluan sendiri. Sungguh suatu ironi di negara yang kaya raya ini. Pemerintah sebagai fasilitator harus mampu mengatasi semua ini, dan lebih peduli dalam menumbuhkan minta baca masyarakat demi mencerdaskan anak-anak bangsa. Upaya-upaya yang bisa dilakukan antara lain, meningkatkan ketersediaan buku diperpustakaan dan

RADIO

memperbanyak taman bacaan masyarakat, meningkatkan promosi dan sosialisasi gemar membaca serta menyediakan buku-buku bacaan yang murah dan berkualitas melalui pameran buku. Selian itu para guru perlu memberikan teladan pada siswanya untuk juga gemar membaca, sebab apa yang diperintahkan guru di sekolah pasti akan ditaati oleh setiap siswa. Ada satu yang tidak boleh dilewatkan, ialah peran orang tua sedari dini juga harus mengajak anakanaknya untuk gemar membaca. Anak-anak adalah pribadi peniru.Ada ungkapan yang menyatakan bahwa buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, begitu pula dengan minat baca. Orangtua terlebih dahulu harus gemar membaca, barulah anak-anaknya akan meniru kebiasaan tersebut. Orangtua adalah role mode bagi anaknya, maka orangtua harus rajin membaca. Harus menanamkan gemar membaca sejak dini, menumbukan rasa cinta membaca sejak dini bahkan kalau bisa sejak balita. Sehingga budaya baca menjadi kebiasaan orangtua dan anak yang berkelanjutan. Indonesia adalah negara pemakai aplikasi Facebook terbesar di dunia. Ini tamparan keras bagi nasib anak bangsa kedepan. Maka sangat di sayangkan jika, Bagi orangtua yang gemar sosial media dan gemar menonton televisi siap-siap saja untuk tiruan sikap yang dilakukan anak-anaknya, bahkan akan lebih dari itu. Kebiasaan buruk orangtua diatas diharapkan dikurangi dan bila perlu dihilangakan. Bisa diganti degan memanfaatkan hal-hal yang dapat meningkatkan minat baca anak sejak dini seperti program baca buku keluarga satu bulan minimal sekian buku (buku anak), dan memberikan hadiah yang disukai anak ketika mencapai target tersebut, membuat ruang perpustakaan mini dengan nuansa anak-anak (tanpa mengeluarkan biaya yang banyak), atau mengadakan penelitian bagi anak, misal dari buku anak yang mereka baca tentang kebun binatang, mereka langsung terjun ke lapangan melihat hal yang mereka baca. Atau membaca anak anak lingkungan sekitar (teman anak)

yang doyan baca ke rumah sekali seminggu supaya semakin termotivasi untuk membaca. Minat baca memang tidak terlahir secara instan, tapi perlu penanaman sejak dini agar menjadi suatu kebiasaan. Cara menumbuhkan minat baca pun sangat beraneka ragam, terkadang susah untuk mencari solusi yang tepat, akurat dan mendalam. Sehinggah butuh kegigihan dari berbagai elemen seperti pemerintah, guru, terkhusus lagi dan lagi orangtua sebab orangtua sebagai pemosok utama pendidikan bagi anak mereka. Orangtualah yang pada akhirnya berperan langsung dalam perkembangan anak.Orangtua adalah elemen pertama yang wajib menanamkan minat baca kepada generasi demi terwujudnya Indonesia yang cerdas, intelektual, berkarakter, berpengetahuan dan berwawasan global.

POJOK Kajati pertimbangkan selidiki pengadaan bibit jagung Harus diusut tuntas

*** 25 hektar lahan perkantoran Pemkab Lobar tak bersertifikat Mendesak dituntaskan segera

***


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 24 Mei 2019

NTB Pertahankan Predikat WTP ke Delapan Kali Dari Hal. 1 Tetapi predikat WTP tersebut menunjukkan bahwa pencatatan laporan keuangan Pemprov NTB sesuai dengan aturan. Dengan prestasi tersebut, lanjut Dr.Zul, banyak tugas besar yang menanti Pemda untuk mewujudkan NTB Gemilang. ‘’Ini hadiah kami di bulan Ramadhan. Kami akan berbuat lebih baik lagi untuk mencapai WTP di tahun mendatang,’’ ujar gubernur. Dr. Zul ini mengatakan, penatausahaan aset masih menjadi catatan BPK dalam laporan hasil pemeriksaan LKPD 2018. Dr. Zul menuturkan, dirinya termasuk orang yang menjadi saksi NTB bisa melompat dari opini disclaimer menuju WTP beberapa tahun silam. Ia menceritakan saat menjadi Pimpinan Komisi XI DPR RI, pada waktu itu ia meminta BPK dan BPKP membantu NTB melakukan penatausahaan aset agar tidak terus menjadi temuan atau catatan BPK. Persoalan aset ini, kata Dr. Zul terjadi di seluruh kabupaten/kota di NTB sampai tingkat provinsi. Dengan asistensi BPK dan BPKP dalam membenahi penatausahaan aset, akhirnya NTB mampu meraih opini WTP dari opini sebelumnya disclaimer. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan opini WTP delapan kali berturutturut diakui belum sempurna. Untuk itu, menjadi tugas Inspektorat melakukan terobosan-terobosan terutama terkait dengan masalah aset untuk dapat dilaksanakan di masa mendatang. Untuk penilai aset, gubernur mengatakan NTB harus memiliki sumber daya manusia yang memadai. Ketika NTB mendapatkan opini disclaimer beberapa tahun lalu, politisi PKS ini mengatakan ketika menjadi Pimpinan Komisi XI DPR RI telah meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan training terhadap penilai aset Pemprov NTB. Masalah sewa aset yang rendah juga menjadi atensi gubernur. Sejumlah aset strategis yang nilai sewanya rendah, seperti di Gili Trawangan, Lapangan Golf Golong dan lainnya sedang dilakukan evaluasi. Tetapi sebagai daerah yang

bersahabat dengan investasi, Pemprov akan menghormati kontrak kerjasama yang sudah ditandatangani. Investasi itu salah satu indikator menghargainya adalah menghormati kontrak. ‘’Jangan sampai kita sudah kontrak, karena kurang bargaining-nya dulu. Mungkin juga aset itu ndak ada yang mau kelola. Tiba-tiba sekarang punya nilai yang lebih. Tapi semua kita evaluasi,’’ tandasnya. Gubernur menerima LHP atas LKPD Provinsi NTB dari BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2018 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, di Ruang Sidang Utama DPRD NTB.Didampingi Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, ini menjadi momen pertama Dr. Zul menerima penilaian WTP dalam masa jabatannya sebagai Gubernur NTB dan merupakan raihan delapan kali berturut-turut bagi Provinsi NTB. Auditorat Utama Keuangan Negara VI, Dori Santoso, S. E., M. M berharap, mutu hubungan kelembagaan BPK RI dengan para pemangku kepentingan, serta pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap BPK RI, dapat mendorong terwujudnya tata kelola keuangan negara/daerah yang akuntabel dan transparan. Dengan demikian dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat NTB.Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD NTB mengatakan dengan telah diterimanya LHP BPK RI Tahun 2018 ini, DPRD akan menindaklanjuti dengan menyerahkan kepada komisi-komisi terkait untuk dibahas dan ditindaklanjuti. ‘’Kami atas nama pimpinan dan anggota Dewan menyampaikan terimakasih kepada Auditorat Keuangan Negara VI dan BPK RI atas kerja kerasnya telah menyelesaikan LHP NTB tepat pada waktunya, juga kepada Gubernur NTB, FKPD, pejabat sipil, TNI/POLRI, atas kehadiran dan kerjasamanya,’’ tutup Isvie. (nas)

Tujuh Poin Temuan Dari Hal. 1 maupun ketidakpatuhan terhadap peraturan per-UU-an. Ia menyebut ada tujuh poin yang menjadi temuan BPK. Pertama, pengelolaan rekening pada Pemprov NTB belum tertib. Kedua, penatausahaan aset tetap belum dilaksanakan secara memadai. Ketiga, kesalahan klasifikasi penganggaran pada 15 OPD dan BLUD. Keempat, penyelesaian enam paket pekerjaan pada dua OPD terlambat dan belum dikenakan denda keterlambatan. Kelima, kekurangan volume realisasi pekerjaan atas 12 paket pekerjaan pada empat OPD. Keenam, pemanfaatan aset tetap, peralatan dan mesin pada Sekretariat DPRD tidak tertib. Keetujuh, pelaksanaan kontrak produksi atas aset Pemprov NTB di Gili Trawangan tidak sesuai ketentuan. ‘’Atas seluruh temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan per-UU-an senilai Rp7,7 miliar,’’ sebut Santosa usai penyerahan LHP atas LKPD Pemprov NTB 2018 di Gedung DPRD NTB, Kamis (23/5). Santoso menjelaskan, potensi kerugian negara sebesar Rp7,7 miliar tersebut telah dilakukan penyetoran ke kas daerah. Pantauan BPK, sampai 20 Mei 2019, pada saat sebelum LHP terbit telah dilakukan penyetoran ke kas daerah Rp3,53 miliar. ‘’Hal tersebut menunjukkan adanya komitmen dan kesungguhan dari Pemprov NTB dalam pengelolaan keuangan daerah,’’ katanya. Santosa memberikan penekanan agar temuan-temuan BPK tersebut dapat ditindaklanjuti Pemprov NTB. Sesuai ketentuan yang ada, Pemprov wajib menindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi BPK selambat-lambatnya 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima. Dijelaskan, laporan keuangan Pemprov NTB tahun anggaran 2018 merupakan laporan keuangan keempat yang disusun dengan menggunakan basis akrual sebanyak tujuh laporan. Terdiri atas laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas serta catatan atas laporan keuangan. BPK telah memeriksa laporan keuangan tersebut. Yang meliputi pendapatan dengan realisasi sebesar Rp4,94 trili-

un dari anggaran sebesar Rp5,36 triliun. Dengan belanja dan transfer realisasinya Rp5,24 triliun dari anggaran Rp5,79 triliun. Total aset senilai Rp12,52 triliun, serta jumlah kewajiban ekuitas senilai Rp12,52 triliun Berdasarkan pemantauan tindaklanjut per 31 Desember 2018 atas rekomendasi BPK untuk temuan pemeriksaan 2018 dan sebelumnya, mengungkapkan bahwa terdapat 1.428 rekomendasi senilai Rp97,1 miliar. Dari jumlah tersebut telah ditindaklanjuti sebanyak 1.250 rekomendasi atau 87,54 persen. Sebanyak 135 rekomendasi belum sesuai dan dalam proses tindaklanjut atau 9,54 persen. Sebanyak 19 rekomendasi belum ditindaklanjuti atau 1,33 persen. Serta 24 rekomendasi tidak dapat ditindaklanjuti dengan alasan yang sah. Ia menyebut pemberian opini LKPD diberikan atas empat kriteria. Yaitu kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perUU-an dan sistem pengendalian intern. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK sesuai kriteria di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan Pemprov NTB tahun 2018 telah sesuai dengan SAP, telah diungkapkan secara memadai, dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material. Serta telah menyusun dan merancang unsur-unsur SPI yakni lingkungan pengendalian, analisa risiko, pengendalian informasi dan komunikasi serta pemantauan. ‘’Berdasarkan empat kriteria tersebut, maka opini atas laporan keuangan Pemprov NTB tahun anggaran 2018 adalah wajar tanpa pengecualian. Pencapaian opini WTP ini adalah yang kedelapan kalinya bagi Pemprov NTB,’’ katanya. Prestasi tersebut, kata Santoso menunjukkan keseriusan Pemprov NTB dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga laporan keuangan agar tidak turun setelah mencapai WTP pertama kali untuk laporan keuangan berbasis akrual 2015. (nas)

Halaman 15

Tim SAR Temukan Kerangka Manusia di Kaki Rinjani Mataram (Suara NTB) Penemuan kerangka di kaki gunung Rinjani menghebohkan warga. Tim SAR gabungan terjun ke lokasi dan mengangkat mayat yang tinggal tulang belulang dan belum diketahui identitasnya itu. Tim SAR gabungan melakukan evakuasi Rabu (22/5) lalu setelah mendapat informasi dari masyarakat. “Setelah mendapat informasi, tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Kayangan diberangkatkan ke lokasi ditemukannya mayat. Kami bersama dengan pihak Kepolisian, TNI, SAR Unit Lombok Timur dan masyarakat melakukan evakuasi,” kata Kepala SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya di Mataram, Kamis (23/5). Hanya saja setelah di TKP, petugas kesulitan mengidentifikasi karena tak ditemukan

sepotong pun identitas. Namun dari hasil identifikasi awal, mayat itu jenis kelamin laki-laki, dengan ciri-ciri bawaan memakai sarung warna merah, baju warna putih hijau, kopiah putih dan sandal jepit warna biru. Menurut keterangan salah seorang warga Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, kerangka manusia itu ditemukan pada hari Selasa (21/5) oleh dua warga dari Dusun Otak Kebon saat pulang dari berburu. Di tengah perjalanannya, dua warga tersebut mencium bau busuk. Setelah menelusuri

sumber bau tersebut, saksi menemukan mayat dengan kondisi yang sudah tidak utuh. ‘’Untuk identifikasi, kerangka manusia itu dibawa ke RSUD Selong Lombok Timur,” ujarnya. Informasi awal diterimanya dari petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang melaporkan terkait penemuan mayat. TKP penemuan di kawasan hutan Dusun Bornong, Desa Aik Perapa, Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur yang masuk kawasan kaki Rinjani. ‘’Proses evakuasi berjalan dengan lancar,” kata Sidakarya. (ars)

(Suara NTB/sar_mataram)

ANGKAT - Tim SAR gabungan saat mengangkat kerangka jenazah yang ditemukan di Kaki Rinjani dibawa menuju RSUD Selong Lotim.

Dinas Perkim Tambah 14 Jenis RTG

(Suara NTB/ars)

PERTEMUAN - Suasana pertemuan antara Dinas Perkim, BPBD NTB, Korem 162/WB dengan puluhan fasilitator dan Korwil.

AMNT-Unram dan Nexus3 Foundation Teken MoU Penanganan PETI NTB Dari Hal. 1 ‘’Penandatanganan nota kesepahaman ini, untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas terkait penanganan dan pemantauan lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di komunitas masyarakat bagi para pemangku kepentingan yang terkait dengan PETI di wilayah NTB,’’ katanya. Rachmat menambahkan dalam MoU tersebut Amman Mineral memiliki peran dalam mengupayakan dan membantu pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk memampukan dan merealisasikan pelaksanaan program pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi PETI di kawasan NTB. Selain menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian, berkoordinasi dengan pihak-pihak lain yang relevan dalam mendukung penelitian dan pelaksanaan kegiatan program pemantauan dan penanganan. ‘’Amman Mineral bersama Unram dan Nexus3 Foundation juga akan membantu pe-

merintah-pemerintah kabupaten dan Provinsi NTB untuk menyusun rencana aksi daerah untuk mendukung pengurangan dan penghapusan merkuri sesuai arahan Pemerintah Pusat,’’ imbuhnya. Di tempat yang sama, H. Lalu Husni Rektor Unram menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Nexus3 Foundation akan menyediakan SDM yang memiliki keahlian di bidang lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi. ‘’Termasuk juga pemantauan biomarker (urin, darah, rambut) beserta ethical clearance yang diperlukan serta pemantauan kasus-kasus keracunan merkuri di wilayah NTB,’’ ujarnya. Pihak Nexus3 Foundation yang diwakili Yuyun Ismawati Drwiega mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan tenaga pendamping yang relevan dengan kegiatan dan program pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi di wilayah NTB. ‘’Selain itu, kami juga akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat, terutama untuk pemuda dan

perempuan untuk membangun kegiatan ekonomi alternatif dari kegiatan PETI,’’ kata Yuyun. Yang lebih penting lagi, tambah Yuyun, adalah pihaknya bersama dengan Unram dan Amman Mineral akan mendampingi, memfasilitasi dan memberdayakan masyarakat yang terdampak oleh merkuri. Terutama kelompok rentan, bayi, balita, anak-anak, perempuan dan warga yang mengalami masalah kesehatan serius akibat keracunan merkuri untuk mendapatkan prioritas pelayanan kesehatan yang memadai. Diharapkan dengan adanya kerjasama pasca MoU tersebut dapat mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambang dan para tenaga kerja yang terlibat dan lainnya di sekitar PETI memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas dari bahan beracun. Sehingga masyarakat NTB bisa hidup sehat, layak dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai masalah-masalah lingkungan, gangguan kesehatan, dampak sosial, dan ekonomi yang dihadapi dapat dicegah dan diatasi dengan optimal. (bul)

Sekda Kota Bima Diperiksa Penyidik Tipikor Dari Hal. 1 ‘’Kalaupun waktu lama diberikan, tapi tidak berprogres maka berikan ruang bagi

penegak hukum yang memilliki wewenang menangani dan memprosesnya,’’ katanya. Sementara itu di satu sisi, Pemerintah Kota Bima juga

tidak kooperatif ketika penyidik menangani kasus tersebut. Bahkan saat meminta data terkait temuan tersebut hingga kini tak kunjung diberikan. (uki)

NTB Berambisi Jadi Tempat Latihan Petenis Dunia Dari Hal. 1 Gubernur menginginkan pengembangan NTB ke depan agar dapat menjadi sport tourism kelas dunia. Ada masukan yang diterima, supaya di Lombok dibangun lapangan tenis stadar internasional. Sehingga ketika pelaksanaan Australia Open yang biasanya digelar setiap bulan Desember. Para petenis dunia berlatih dan berlibur di NTB dulu.

‘’Jadi mereka sambil liburan pada bulan Desember sambil latihan. Liburannya dapat sambil mereka melakukan persiapan untuk Australia Open,’’ ujar gubernur. Ke depan NTB akan menjadi lokasi pelaksanaan eventevent olahraga kelas dunia. Sehingga, perlu penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Jangan sampai masyarakat NTB hanya menjadi penonton. Untuk mendukung NTB se-

bagai tuan rumah MotoGP 2021, kata gubernur, pemerintah pusat sedang mempersiapkan pembangunan beberapa infrastruktur penunjang. Seperti by pass Bandara Internasional Lombok - KEK Mandalika, perpanjangan runway dan perluasan Bandara Internasional Lombok serta Pelabuhan Lembar. ‘’Tinggal kesiapan temanteman. Bagaimana meng-upgrade kemampuan masyarakat,’’ ujarnya. (nas)

Mataram (Suara NTB) Kebijakan baru dibuat Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi NTB dengan menambah jenis Rumah Tahan Gempa (RTG). Penambahan menjadi 14 jenis rumah dari yang sebelumnya hanya delapan jenis. Kebijakan itu disampaikan Kadis Perkim Provinsi NTB Ir. IGB Sugihartha, MT dalam rapat yang digelar Kamis (23/5) dihadiri sejumlah korwil dan puluhan fasilitator rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam pertemuan dihadiri juga Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH itu, penambahan jenis RTG itu sontak membuat para fasilitator bereaksi. Mereka mempertanyakan kebijakan itu, karena dengan jumlah yang ada sebelumnya, mereka mengaku gontok gontokan dengan masyarakat. Namun Sugihartha berusaha memberi pengertian, dengan semakin banyaknya pilihan, peluang bisa mempercepat mengganti rumah yang rusak akibat gempa. Berbanding terbalik dengan sedikitnya jumlah pilihan, justru akan menghambat. ‘’Dulu pilihannya hanya Risha, kan terbukti lamban. Ditambah jadi tiga pilihan, salah satunya Riko, yang kesulitan kayu,” ungkapnya. Sementara lima jenis yang ditawarkan ke korban

gempa sebelumnya, yaitu Rumah Instan Sederhana Sehat ( Risha), Rumah Instan Kayu (Rika), Rumah Instan Konvensional (Riko), Rumah Cetak Indonesia, dan Rumah Instan Sederhana Baja. Lima jenis ini paling banyak peminat sebelumnya. Mengenai 14 jenis RTG itu masih dibahasnya. Setelah ada kepastian, akan disampaikan ke para fasilitator dan Pokmas. Kadis Perkim meminta BPBD NTB memfasilitasi bimbingan teknis (Bintek) sebelum delapan jenis RTG itu disosialisasikan ke masyarakat. Ahsanul Khalik menambahkan, justru fasilitator berfungsi untuk menjembatani masyarakat penerima manfaat dengan kebijakan kebijakan baru pemerintah tersebut. Toh, katanya, tujuannya untuk percepatan 222 ribu lebih rumah rusak berat, ringan dan sedang. Sementara RTG, khusus untuk rumah rusak berat. Dia meminta para fasilitator bekerja sepenuh hati, membantu masyarakat mempercepat huniannya agar segera ditempati. Terkait penambahan jumlah RTG tersebut, tentu menurutnya telah melalui rapat pembahasan. Salah satu pertimbangannya adalah percepatan rehab rekon. ”Kina sinergi di lapangan. Ada anggota saya 1000 orang siap membantu teman teman sekalian,” jelasnya. (ars)

Cair Sebelum Lebaran Dari Hal. 1 ‘’Honor yang satu bulan, belum dibayarkan telah diperjuangkan langsung ke BNPB sejak saya dilantik sebagai Kalak BPBD Provinsi NTB. InsyaAllah, mudah-mudahan minggu depan sebelum lebaran telah cair gajinya,’’ kata Khalik disambut riang para fasilitator. Tidak hanya gaji fasilitator sipil, pihaknya juga sedang memperjuangkan honor fasilitator TNI. ”Ini juga telah diajukan dan semoga minggu depan cair,” harapnya. Dibahas juga komposisi dan honor Tim Pengendali Kegiatan (TPK), menurutnya perlu dirasionalisasikan sesuai dengan anggaran yang disetujui oleh BNPB. Sebab dinilainya cukup besar pemotongan dana dari proposal yang diajukan ke BNPB. Keluhan lain masih ada SK fasilitator yang belum diperbaharui. Jadi alasan tidak maksimalnya pekerjaan di lapangan. Terkait ini, Khalik berharap mereka tidak perlu khawatir. Ia menyarankan tetap digunakan SK lama. Ini menurutnya tidak masalah, karena SK baru sedang dalam proses penerbitan.

Pada kesempatan itu dijelaskan juga akan ada penambahan 250 orang fasilitator Rusak Berat (RB). Mereka adalah pengganti CPNS yang telah ditarik oleh Kementrian PUPR. Jumlah 250 orang tersebut sesuai anggaran yang disepakati oleh BNPB. Mantan Kadisos Provinsi NTB ini pada kesempatan tersebut berharap, agar fasilitator harus tampil sebagai bagian penyelesai masalah saat ini. Sebab diketahui, progress report percepatan penanganan rumah rusak akibat gempa dalam pandangan masyarakat masih rendah. Meski bukan rahasia umum bahwa masalah di lapangan itu sangat berat. Sejak menjabat, beberapa kali ia turun ke lapangan. Sehingga bisa memahami masalah dihadapi berbagai pihak, seperti fasilitator, aplikator dan Pokmas. Selain akan rajin turun lapangan, ia meminta agar para fasilitator juga proaktif mengundangnya turun ke lapangan, agar bisa diketahui sisi persoalan dan cara mengurainya. ‘’Jadi tidak seperti selama ini, hanya pihak BPBD Provinsi NTB yang mengundang,’’ katanya. (ars)

Kajati Pertimbangkan Selidiki Pengadaan Bibit Jagung Dari Hal. 1 khususnya di KSB dan Sumbawa Besar. Jika memang bermasalah, diminta untuk tidak didampingi. Terlebih jika pengadaan yang sama tahun depan, jadi pertimbangan untuk pengawalan. “Makanya pertanyaan saya, kenapa sih dipaksakan pengadaan jika memang ada masalah,’’ tanyanya. Jika tidak didampingi TP4D, apakah kemungkinan diusut Pidsus? Itu yang sedang dipertimbangkan pihaknya. Tapi Kajati sedang mencermati proses penyelesaian oleh Distanbun NTB. Jika memang ada penggantian bibit, akan dilihat sejauhmana keseriusan penggantian bibit sampai benar petani mendapat benih yang layak.

Kajati mengaku menyesalkan masalah yang muncul soal distribusi bibit JH27 tersebut. Karena bagaimana pun juga yang dirugikan adalah petani dan masyarakat umumnya. Ia meminta hal ini benar benar diperhatikan oleh Pemprov NTB, khususnya Gubernur NTB. Himpunan Mahasiswa Sumbawa Selatan Mataram (HM2M) sebelumnya melaporkan pengadaan bibit jagung di Sumbawa Besar. Dalam laporan kemarin, pelapor Ketua Umum HM2M Sendi Akramullah menyerahkan surat yang isinya resume temuan di lapangan tentang masalah bibit Jagung. Sendi menjadikan Kelompok Tani (Poktan) Bunga Eja di Kecamatan Empang sebagai sampling. Keluhan itu terkait

bantuan bibit Jagung Varietas JH 27 yang kualitasnya buruk. Setelah ditanam, tidak sesuai harapan petani. Bahkan cenderung merugi. Karena kualitasnya di bawah standard, makanya persentase tumbuhnya hanya 10 persen. Pengadaan bibit untuk 10.000 hektar lahan di Sumbawa Besar itu sudah dilaporkan Tanggal 2 April 2019 lalu. Kemarin disisipkan informasi tambahan soal temuannya. Tidak menutup kemungkinan berita acara penolakan dari petani juga akan dilampirkan jika diperlukan Kejaksaan. PT. Benindo Perkasa Utama sebelumnya meminta maaf soal bibit yang bermasalah. Dalam surat nomor 001/BPU-NTB/V/2019, pernyataan kesanggupan meng-

ganti dan jadwal penggantian benih JH-27. Penggantian khusus untuk KSB dan Sumbawa Besar. PT. Benindo Perkasa Utama melalui Kepala Perwakilan, Fathur Royan Saputra dalam suratnya menyampaikan permohonan maaf atas benih yang disalurkan tanggal 13 Maret 2019 untuk daerah KSB, terjadi penurunan daya tumbuh benih dan tidak memenuhi syarat tumbuh di atas 85 persen. Dengan kejadian tersebut, pihaknya bersedia mengganti benih sebanyak 30.000 Kg dengan varietas JH 27 menjadi varietas HJ 21 Agtritan dengan volume yang sama. Adapun jadwal penggantian, volume pertama 15.000 Kg pada Mei 2019 dan tahap dua Juni sebanyak 15.000 Kg.

Sementara temuan bibit bermasalah untuk Sumbawa Besar juga disikapi. Dijelaskan, terjadi penurunan benih dari lot yang ditentukan Kepala BPSB Provinsi NTB, karena tidak memenuhi syarat tumbuh 85 persen. Dengan kejadian tersebut, perusahaan memberikan pernyataan bersedia melakukan penggantian benih berdasarkan lot yang sesuai standar, dari semula varietas JH 27 sesuai kontrak volume 45.000 kg, terdapat yang tidak lulus uji 44.220 kg. Penggantian benih akan kami lakukan dari varietas JH27 menjadi HJ 21 Agritan dengan volume 44.220. Adapun jadwal penggantian, volume tahap pertama 20.000 kg pada Mei dan tahap dua Juni 24.220 Kg. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 24 Mei 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Akomodir Pendidikan Inklusi, Loteng Revisi Perda Pendidikan Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun

2012, tentang penyelenggaraan pendidikan. Langkah itu dilakukan, untuk mengakomodir pendidikan inklusi supaya bisa masuk ke dalam sistem pen-

didikan yang diterapkan di Bumi Tatas Tuhu Trasna. “Draf revisi perda-nya sedang disusun. Dan, diharapkan tahun depan sudah bisa diusulkan masuk dalam Prolegda (Program Legislatif Daerah) DPRD Loteng,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H. Sumum, S.H.M.Pd., saat dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/5). Saat ini, ujarnya, perda pendidikan memang sudah dicabut pascaperubahan kewenangan pengelolaan pendidikan menengah dari kabupaten ke pemerintah provinsi. Kondisi itulah yang membuat pemerintah daerah berpikir ulang untuk membuat perda pendidikan yang baru. Tetapi dengan memasukkan pendidikan inklusi. Pasalnya, pendidikan inklusi saat ini sudah menjadi ikon Loteng dan sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah. Hanya saja, pelaksanaannya belum bisa optimal, karena dasar hukum pelaksanaanya hanya dengan Peraturan Bupati (perbup) saja, sehingga belum cukup kuat untuk diterapkan secara menyeluruh. Untuk itu, ujarnya, perlu ada dasar hukum yang lebih lagi supaya pendidikan inklusi bisa diterapkan secara maksimal dan menyeluruh. Karena kalau sudah bicara penerapan secara menyeluruh, itu ada kaitannya dengan anggaran. Termasuk soal tanggung jawab pelaksanaannya. Kalau sudah ada perda pen-

didikan yang di dalamnya juga mengatur pendidikan inklusi, maka pengembangan dan pelaksanaan pendidikan inklusi tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan semata, tapi sudah menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya, termasuk DPRD Loteng. “Ini yang kita harapkan, kenapa kemudian pendidikan kita masukkan menjadi bagian dari sistem pendidikan di Loteng dengan mengakomodir kedalam perda pendidikan. Supaya pelaksanananya dan pengembangan pendidikan inklusi bisa benar-benar optimal,” tambahnya. Sebagai langkah awal, pihaknya sudah menyiapkan roadmap (peta jalan) pendidikan inklusi. Hal ini sebagai acuan dari pelaksanaan pendidikan inklusi nantinya. Hal itu juga untuk meyakinkan pengambil kebiajakan di daerah ini, bahwa pendidikan inklusi sangat penting, sehingga ketika ada program terkait pendidikan inklusi, anggarannya tidak sulit. Disinggung target penyelesaian perda pendidikan tersebut, Sumum menegaskan akan berupaya secepatnya. Paling lambat tahun depan, pembahasan ranperda pendidikan yang baru sudah masuk di DPRD Loteng. “Tahun ini kita upayakan bisa tuntaskan pembahasan draf ranperdanya. Sehingga tahun depan sudah masuk pembahasan di DPRD Loteng,” pungkas Sumum. (kir)

Golden Palace Lombok Gelar Ramadhan Promo Selama Bulan Puasa Mataram (Suara NTB) Golden Palace Hotel Lombok turut serta merayakan bulan Suci Ramadhan dengan meluncurkan Ramadhan Promo yang terdiri dari Promo Kamar dan Paket Sahur/ Buka Puasa. Promo Kamar yaitu paket menginap di Golden Palace Hotel Lombok yang meliputi menginap selama 1 malam dan mendapatkan sahur/ sarapan untuk 2 orang dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 550.000 nett/ malam. Untuk Paket Buka Puasa dibandrol dengan harga hanya Rp. 85.000 nett/pax, para pengunjung dapat menikmati aneka hidangan Khas Nusantara dimulai dari berbagai macam Ta’jil kemudian hidangan pembuka hingga penutup yang disajikan secara prasmanan dan dapat dinikmati sepuasnya. Menu yang disajikan akan selalu berbeda di setiap harinya selama 30 hari di Bulan Ramadhan, untuk Paket Buka Puasa mulai dibuka saat waktu berbuka puasa telah tiba dan bertempat di Cendrawasih Restaurant. Ramadhan promo dimulai dari tanggal 6 Mei 2019 hingga 5 Juni 2019. “Bulan suci Ramadhan selalu menjadi kesempatan bagi kami selaku management Golden Palace Hotel Lombok untuk saling berbagi dengan memberikan harga Ramadhan Promo yang sangat terjangkau, karena memang

selama ini Golden Palace Hotel Lombok sudah mendapat berkah dengan ramainya pengunjung yang datang baik untuk menginap walaupun sekedar melangsungkan acara,” tutur General Manager Golden Palace Hotel Lombok Ernanda Agung D dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Kamis (23/5). Ernanda yakin, jumlah tamu yang berkunjung maupun menginap saat bulan Ramadhan tahun ini mampu melebihi tahun – tahun sebelumnya yang selalu ramai. Hotel yang terletak di tengah kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan semua pejabat penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok untuk beristirahat sembari menikmati makanan khas Pulau Lombok. Golden Palace Hotel Lombok memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti Skylounge Lt.11 dan Roof Top Garden Lt. 12 dengan pemandangan Kota Mataram serta Pantai, Pegunungan hingga Sunset yang sangat indah di sore hari juga memiliki areal parkir cukup luas. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www.goldenpalacelombok.com. (r)

(Suara NTB/her)

LAHAN - Lahan LCC yang tengah diusut Kejati NTB sampai saat ini tak beroperasi.

Pemda Dorong PT. Tripat Gugat PT. Bliss Giri Menang (Suara NTB) – Pengusutan kasus Lombok City Center (LCC) oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) terus berlanjut. Bahkan, progres terbaru penanganan kasus ini telah dinaikkan ke penyidikan, artinya pihak Kejaksaan segera menetapkan tersangka. Sembari kasus pidana LCC ini bergulir di APH, pihak pemda juga terus mempersiapkan langkah hukum perdata dengan menggugat PT Bliss. Pihak Pemda mendorong PT Tripat untuk menggugat pihak perusahaan tersebut agar membatalkan Kerja Sama Operasional (KSO). Sekda Lobar H. Moch. Taufiq mengatakan persoalan LCC ini tengah diusut secara pidana di Kejaksaan bahkan sudah ada dikeluarkan

besaran kerugian negara. Karena itu pemda pun mengikuti proses kasus pidana ini. “Kita ikuti saja proses pidananya, tapi Pemda akan komunikasi dengan PT Tripat agar melakukan penuntutan (gugatan), bisa saja dalam bentuk perjanjian (KSO) dibatalkan,” ujarnya, kemarin. Sebetulnya, kata dia, prosesnya melalui komisaris atas nama Pemda yang akan mendorong PT Tripat membatalkan KSO. Apalagi, kata dia ada unsur kerugiaan negara. Namun, komisaris telah meninggal, maka prosesnya akan diambil alih oleh pemda. Dijelaskan lebih jauh, tidak bisa pemda langsung membatalkan perjanjian langsung. Sebab yang bekerjasama antara PT Tripat dengan PT Bliss. Langkah tuntutan (gugatan) harus dilakukan sebab tidak serta merta proses pidana ini bisa mengembalikan lahan ini jadi aset Pemda. “Sebab di sini kan ada dua hal, yakni masalah pidana dan perdata, yang jelas pemda ingin agar aset ini kembali,” jelas dia, seraya menambahkan, dua proses ini harus berjalan, di samping pidana berjalan proses perdata juga harus segera dilakukan. Pembatalan KSO ini, jelasnya, banyak celahnya, seperti pihak perusahaan melakukan wanprestasi. Di samping itu banyak dilakukan pelanggaran dalam perjanjian tersebut. Sebetulnya kata dia sejak lama pihak pemda meminta agar ada addendum perjanjian itu, namun PT Bliss menolak terus dari usulan pemda. Bahkan pihak perusahaan menolak secara resmi melalui surat. “Salah satu caranya, pihak perusahaan lah yang harus membatalkan perjanjian ini,” jelas dia. Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengatakan terkait proses hukum LCC ini sepenuhnya diserahkan ke pihak yang berwenang. Namun pemda kata dia sangat berharap agar lahan itu bisa kembali. Sejauh ini pembahasan rencana gugatan ke PTUN masih sebatas komunikasi dan meminta pendapat ahli hukum. Dari berbagai masukan dan pendapat mereka lebih banyak kemungkinan Pemda bisa menang mengingat berbagai dugaan pelanggaran yang ada dalam isi KSO tersebut. Terkait kepastian langkah gugatan dilakukan Pemda, menurut Bupati belum bisa dipastikan, sebab pihaknya sambil melihat perkembangan kasus ini. (her)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 24 Mei 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu