Skip to main content

Edisi Kamis 23 Mei 2019 | Suara NTB

Page 1

SUARA NTB

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

KAMIS, 23 MEI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 66 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(Suara NTB/ars)

Polda NTB Jamin Keamanan Daerah KAPOLDA NTB Brigjen. Pol. Drs. Nana Sudjana AS, MM menjamin keamanan di wilayah NTB paska kejadian anarkis di Jakarta. Kita ketahui bersama pada hari Selasa (21/5) malam terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak fasilitas umum termasuk kendaraan milik Polri. Para perusuh melakukan aksi dan gerakan dengan melempar menggunakan batu dan bom molotov serta membakar ban. ‘’Saya mengimbau dan mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing emosi serta tidak terpengaruh isu-isu atau informasi hoaks bahkan provokatif, maupun pikiran apriori dan menuduh aparat keamanan menembak dengan peluru tajam atau menyerang masjid. Itu semua tidak benar,’’ tegas Kapolda dalam siaran persnya diterima Suara NTB, Rabu (22/5). ‘’Kita mempunyai SOP dan tahapan-tahapan untuk menggunakan kekuatan dalam tindakan kepolisian yang harus terukur dan menghormati hak asasi manusia. Mari kita tetap beraktivitas seperti biasanya apalagi ini bulan suci Ramadhan di mana kita harus tetap fokus beribadah,’’ ajaknya. Saat ini Polda NTB termasuk Polres jajaran bersama TNI tetap melakukan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat sebagai dampak atau efek dari keputusan dan penetapan KPU RI tersebut. ‘’Kita telah mempertebal pengamanan di Kantor KPU dan Bawaslu NTB dengan menambah jumlah anggota Satuan Brimob sebanyak 4 (empat) peleton dan Yon 742/SWY sebanyak 2 (dua) peleton . Bersambung ke hal 15

SIAGA -Apel siaga Polri dan TNI di Lapangan Sangkareang Mataram. Kesiagaan ini untuk antisipasi gangguan keamanan saat pengumuman penetapan hasil Pilpres dan Pileg 2019.

Nana Sudjana (Suara NTB/ist)

Bibit Jagung Kualitas Buruk

Gubernur Perintahkan Distanbun Tegur Keras Rekanan Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengaku sudah mengecek persoalan pengadaan dan penyaluran bantuan bibit jagung bermasalah di beberapa kabupaten. Ia memerintahkan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB menegur keras rekanan yang mengadakan bantuan bibit jagung tersebut. ‘’Saya sudah cek. Yang masalahnya sedikit saja dibandingkan sebelumnya. Dibandingkan sebelumnya, sekarang itu ada kelemahan-

TO K O H APLIKATOR Rumah Tahan Gempa (RTG) untuk jenis Rumah Cetak Indonesia (RCI) terpaksa diusir dari NTB. Perusahaan tersebut tidak bisa memenuhi komitmennya sesuai perjanjian awal dan pakta integritas yang ditanda tangani. Keputusan dikeluarkannya RCI dari pilihan rumah untuk korban gempa disampaikan Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani. Menurutnya, tidak ada gunanya mempertahankan aplikator atau perusahaan yang Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R Lobi Maskapai Penerbangan

12:15

15:35

Mataram (Suara NTB) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB langsung menindaklanjuti keluhan petani soal bibit jagung bermasalah. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan dilayangkan surat teguran dan diminta menarik dan mengganti bibit yang terlanjur didistribusikan ke petani. Tindaklanjut itu ditandai dengan berita acara yang dibuat oleh rekanan pemenang lelang PT. Benindo Perkasa Utama sesuai surat tanggal 4 Mei. Isinya terkait penarikan bibit varietas JH 27 yang ditemukan rusak di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diganti

dengan varietas JH 21. ‘’Teguran kepada rekanan sudah saya sampaikan. Ini suat dari PPK dilayangkan ada disposisi saya, meminta kepada PPK dan meminta pertanggungjawaban rekanan untuk penggantian. Ini masih bisa dilakukan penggantian karena dalam masa kontrak, Jadi diadendum 45 hari ke depan,” ujar Kadistanbun

NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si kepada Suara NTB, Rabu (22/5) kemarin. Atas permasalahan ini, PT. Benindo Perkasa Utama melalui surat meminta maaf soal bibit yang bermasalah. Dalam surat PT. Benindo Perkasa Utama Nomor 001/BPU-NTB/V/ 2019, berisi pernyataan kesanggupan mengganti dan jadwal penggantian benih JH-27. Penggantian dilakukan khusus untuk KSB dan Sumbawa Besar. PT. Benindo Perkasa Utama melalui Kepala Perwakilan, Fathur Royan Saputra dalam suratnya menyampaikan permohonan maaf atas benih yang disalurkan tanggal 13 Maret 2019 untuk daerah KSB, terjadi penurunan daya tumbuh benih dan tidak memenuhi syarat tumbuh di atas 85 persen. Dengan kejadian tersebut, pihaknya bersedia mengganti benih sebanyak 30.000 Kg varietas JH 27 Bersambung ke hal 15

Mataram (Suara NTB) TNI dan Polri di NTB siaga antisipasi rusuh saat pengumunan dan penetapan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih. Apel gabungan berlangsung di Lapangan Sangkareang Mataram, Rabu (22/5) itu juga untuk pengamanan penetapan anggota legislatif terpilih. Kesiagaan itu tidak lepas dari situasi di Jakarta yang semakin memanas akibat bentrok antara aparat dengan massa menolak hasil Pilpres. Apel gabungan TNI - Polri dipimpin langsung Danrem 162/ WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han. Tujuannya, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan pengumuman dan penetapan oleh KPU. Dalam arahannya, Danrem 162/WB menyampaikan, apel gabungan dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi, khususnya di wilayah NTB. Mengingat, kata dia, saat ini situasi di wilayah Jakarta semakin memanas. ‘’Situasi saat ini sedikit memanas di wilayah Jakarta. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka kita di wilayah menggelar apel gabungan seperti yang kita laksanakan sekarang ini,’’ ujar Danrem 162/WB. Antisipasi di daerah jika ada protes dari pihak tertentu terhadap hasil Pilpres dan Pileg. Kepada pihak mana pun diimbaunya, jika ingin unjuk rasa tidak dipersoalkan. Pihaknya bersama Kepolisian akan melakukan tindakan soft power atau pendekatan secara persuasif. Akan diupayakan tidak melakukan pendekatan kekerasan, dengan harapan massa yang protes tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Danrem pun berpesan, pemungutan suara sudah selesai. Apabila ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai, agar diselesaikan melalui mekanisme dan prosedur yang sudah ada. Sehingga mekanisme dalam proses Pemilu dapat berjalan aman dan lancar sesuai harapan kita bersama. Dalam proses pengamanan, konsentrasi pihaknya tetap pada Kantor Bawaslu dan KPU Provinsi NTB. Pergerakan massa yang kemungkinan mendatangi dua kantor itu akan terus dipantau dan diberikan pengawalan. Danrem juga menyampaikan imbauan bahwa TNI dan Porli bukan musuh rakyat, tapi bagian utuh dari rakyat. Bersambung ke hal 15

H.L. Moh. Faozal

18:07

19:19

Gubernur Apresiasi, Tahun 2020 Aset Bank NTB Syariah Minimal Rp10 Triliun GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memuji perkembangan Bank NTB Syariah. Kinerja bank daerah yang belum setahun konversi, dari bank konvensional ke bank syariah penuh ini memberi harapan lebih positif mendukung pembangunan NTB. Orang nomor satu di NTB ini mengukuti penuh kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2018 Bank NTB Syariah di Hotel Santika Mataram, Rabu (22/5) kemarin. Pemprov NTB selaku pemegang saham pengendali. Hadir juga kepala daerah se- kabupaten/kota di NTB. Jajaran Direksi dan Komisaris Bank NTB Syariah juga hadir lengkap. Dr. Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, usai RUPS menyampaikan, cukup gembira. Kinerja Bank NTB Syariah semakin baik. ‘’Menggembirakan, on the track,’’ ungkapnya. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bul)

RUPS - Suasana RUPS Bank NTB Syariah yang dihadiri Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah

H. Kukuh Raharjo

(Suara NTB/bul)

05:01

H. Zulkieflimansyah

RUPS Tahun Buku 2018

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 H/2019 M 04:51

Dikatakan, persoalan kualitas bibit jagung yang dinilai buruk tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut berdasar-

Kadistanbun Tegur PPK dan Rekanan TNI - Polri di NTB Siaga Pengadaan Bibit Jagung

Kontrak Aplikator Diputus

PEMPROV NTB melobi maskapai agar tidak menutup atau mengurangi frekuensi penerbangan ke Lombok. Pasalnya, saat ini saja dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Citilink sudah mengurangi frekuensi penerbangan untuk rute Jakarta-Lombok. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si yang dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Bersambung ke hal 15

nya cuma ndak banyak,’’ kata gubernur dikonfirmasi Suara NTB usai membuka acara di Ballroom Islamic Center, Rabu (22/5) petang.

kan laporan yang diterima, bantuan bibit jagung yang daya tumbuhnya rendah atau kualitas bibitnya jelek sekitar 6 hektare. Tahun-tahun sebelumnya, kata gubernur, jumlahnya lebih banyak. Bersambung ke hal 15


SUARA MATARAM

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 2

Mataram Datangkan Cabai dari Jawa Mataram (Suara NTB) – Stok cabai merah lokal di Kota Mataram menipis. Pedagang di NTB, khususnya di Mataram terpaksa harus mendatangkan salah satu bumbu dapur tersebut dari Pulau Jawa, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Was-was Terima Dana Kelurahan

Jaminan Masa Depan Atlet KOTA Mataram bakal menjadi pioneer dalam penerapan Perda Keolahragaan. Hal ini ditandai dengan raperda Kota Mataram tentang penyelenggaraan keolahragaan yang diprakarsai oleh DPRD Kota Mataram. Seperti diketahui, selama ini Dinas Pemuda dan Olahraga selalu bersinergi dengan KONI dalam hal pendanaan penyelenggaraan kegiatan olahraga. Artinya, ke depan seluruh atlet dan pelatih harus dijamin dengan Perda. ‘’Karena, konsep prinsip dasar kita adalah, selain (Suara NTB/dok) kepala Negara yang bisa IGB Hari Sudana Putra mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya adalah atlet yang memperoleh juara. Kemudian ada satu jaminan atlet yang sudah membanggakan daerah, membawa harum nama daerah, kabupaten/kota maupun bangsa dan negara di kejuaran nasional memiliki jaminan masa depan,’’ terang Ketua Pansus Keolahragaan DPRD Kota Mataram, IGB Hari Sudana Putra, SE., kepada Suara NTB, Rabu (22/5). Untuk itu, harus ada sinergitas pendanaan yang diberikan pemerintah kepada cabang olahraga itu sendiri dalam berkegiatan. ‘’Jadi tidak bisa lagi mengandalkan hibah dari KONI,’’ cetusnya. Harus ada kegiatan berbasis kinerja sehingga semua cabor nantinya diajak bicara oleh Dinas Pemuda dan Olahraga diminta jadwal kegiatan mereka dalam satu tahun anggaran. Menurut Gus Arik, pendanaan dalam bentuk hibah kepada cabor-cabor, rentan bermasalah. Selain, itu, dalam undang-undang keolahragaan tidak memperbolehkan pejabat publik menjabat sebagai ketua KONI. Nyatanya di Kota Mataram, hal itu masih terjadi. Dimana Ketua KONI Mataram dijabat oleh H. Mohan Roliskana yang notabene wakil Walikota Mataram. ‘’Disanalah kita khawatirkan akan bermasalah. Jangan-jangan hibah KONI itu hanya pada cabor-cabor tertentu saja,’’ kata politisi Demokrat ini. Pansus tidak ingin, cabor-cabor yang tidak populis dianaktirikan. Oleh karena itu, lanjut anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, harus ada landasan hukum yang mensyaratkan, setiap cabor, dalam pemberian anggaran oleh pemerintah, berbasis kinerja. ‘’Jadi nanti anggarannya tidak lagi dalam bentuk hibah. Anggarannya sudah dicantumkan dan dititip di Dinas Pemuda dan Olahraga,’’ terang Gus Arik, sapaan akrabnya. Tetapi, kalau cabor bersangkutan tidak bisa melaksanakan kegiatan yang sudah dijadwalkan dalam satu tahun itu, nantinya anggaran tersebut akan kembali ke kas daerah dalam bentuk Silpa (sisa lebih perhitungan anggaran). (fit)

Hariati, seorang pedagang di pasar tradisional menuturkan, cabai lokal di pengepul menipis. Kebanyakan cabai didatangkan dari Pulau Jawa, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan. Harga cabai dijual Rp25 ribu/ kg. Ini harga relatif normal jika dibandingkan sebulan menjelang Ramadhan. “Harganya sudah dari satu bulan lalu,” katanya ditemui, Rabu (22/5). Disampaikan, cabai Jawa relatif paling banyak ditemukan di pasar. Karena, harga cabai di sana anjlok sehingga dikirim ke Mataram. Hariati mengaku, sudah tiga hari cabai

(Suara NTB/cem)

DARI JAWA - Hariati menunjukkan cabai yang dijual, Rabu (22/5). Salah satu bumbu dapur ini kebanyakan didatangkan dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. dibeli ke pengepul belum habis. Cabai miliknya terlihat mulai membusuk. “Saya beli 3 kg s a m p a i sekarang belum habis,” sebutnya. Pedagang l a innya, Biasanya kita Hadijah menuturkan yang kirim ke luar, hal serupa. sekarang kok Ia memilih menjual malah terbalik cabai merah yang didatang( H. Mutawalli ) kan dari Pulau

”

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ru1234567890123456789012345678901212 ang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan semua 1234567890123456789012345678901212 ruas jalan provinsi dan nasional siap dilalui untuk mudik 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 lebaran 1440 H. Namun, pihaknya mencatat ada bela1234567890123456789012345678901212 san titik jalur mudik di NTB yang rawan longsor. 1234567890123456789012345678901212 ‘’Semua ruas jalan sudah siap dilalui untuk mudik, baik 1234567890123456789012345678901212 jalan nasional maupun jalan provinsi. Perbaikan, pem1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 bangunan tetap ada. Tetapi lalu lintas harus tetap lancar,’’ 1234567890123456789012345678901212 ujarnya dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu (22/5) siang. 1234567890123456789012345678901212 Dikatakan, perbaikan jalan di kabupaten/kota tetap 1234567890123456789012345678901212 ada. Tetapi perbaikan dan pembangunan jalan itu diu1234567890123456789012345678901212 payakan tidak mengganggu arus lalu lintas. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Azhar menyebutkan, ada belasan titik rawan longsor jalur 1234567890123456789012345678901212 mudik di NTB. Untuk Pulau Lombok, titik-titik yang rawan 1234567890123456789012345678901212 longsor antara lain jalur Mataram-Senggigi-Pemenang. Di 1234567890123456789012345678901212 jalur tengah, misalnya Rembiga-Pusuk-Tanjung. Selain itu, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ada juga jalur Sembalun dan Sambelia serta Sekotong. 1234567890123456789012345678901212 Sedangkan jalur rawan longsor yang ada di Pulau 1234567890123456789012345678901212 Sumbawa, seperti Taliwang dan Senteluk, Daerah 1234567890123456789012345678901212 Aliran Sugai Moyo di 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sumbawa rawan terjadi 1234567890123456789012345678901212 banjir. Kemudian 1234567890123456789012345678901212 Nanga Tumpu 1234567890123456789012345678901212 Kabupaten Dompu, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Parado dan Woha di 1234567890123456789012345678901212 Bima rawan terjadi 1234567890123456789012345678901212 longsor karena 1234567890123456789012345678901212 daerah perbukitan. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Azhar mengata1234567890123456789012345678901212 kan titik-titik jalur 1234567890123456789012345678901212 mudik yang rawan 1234567890123456789012345678901212 banjir dan longsor 1234567890123456789012345678901212 akan ditempatkan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 petugas dan alat 1234567890123456789012345678901212 berat. ‘’Ada petugas 1234567890123456789012345678901212 yang standby kalau 1234567890123456789012345678901212 ada kerusakan. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Tidak ada titik 1234567890123456789012345678901212 putus. Kita akan 1234567890123456789012345678901212 tempatkan alat 1234567890123456789012345678901212 berat di situ. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Belasan titik 1234567890123456789012345678901212 yang rawan 1234567890123456789012345678901212 longsor ini,’’ 1234567890123456789012345678901212 tandasnya. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 (nas) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 H. Azhar 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212

Jawa. Pasalnya, stok cabai lokal sangat minim. Dari sisi harga, harga cabai Jawa relatif murah. Ia membeli Rp20 ribu/kg dan dijual dengan harga Rp25 ribu/kg. “Lebih banyak cabai dari Jawa,” tuturnya. Salah satu bumbu dapur tersebut harganya relatif stabil dibandingkan beberapa bulan lalu. Sayangnya, permintaan masyarakat menurun dibandingkan tahun lalu. Hadijah yang membeli 5 kg cabai di pengepul hingga dua hari belum laku terjual. Didatangkannya cabai dari Pulau Jawa disampaikan Ke-

pala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli, jelas merugikan petani. Saat ini, produksi cabai sangat tinggi di Lombok. Masuknya cabai dari Jawa jelas akan merusak harga. “Ini jelas merugikan petani. Karena cabai dari Jawa ini merusak harga,” kata Mutawalli. Kewenangan pengendalian distribusi akan diserahkan ke Satgas Pangan. Satgas diharapkan dapat mengendalikan masuknya cabai dari Pulau Jawa, sehingga tidak mengganggu harga cabai lokal di pasaran.

Mutawalli menambahkan, selama ini produksi cabai di Pulau Lombok melimpah. Petani biasanya mengirim ke Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan di sana. Rupanya kasus ini terbalik sehingga perlu dilakukan pengawasan ketat di lapangan. “Biasanya kita yang kirim ke luar, sekarang kok malah terbalik,” katanya heran. Kasus bongkar muat cabai diduga ilegal di belakang SPBU Bengkel telah dilaporkan ke Satgas Pangan Polda NTB. Satgas berjanji menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bentuk pengendalian harga. (cem)

Belasan Titik Jalur Mudik di NTB Rawan Longsor

(Suara NTB/nas)

SEBAGIAN lurah merasa was – wasan dengan penggunaan dana kelurahan. Sistem laporan pertanggungjawaban yang berbeda antara tiga instansi kelurahan dinilai membingungkan. Seperti diakui Lurah Bertais, Lalu Muksan J, bahwa kelurahan bukannya merasa senang dengan bantuan dana itu, justru deg- degan. Apalagi informasi dari Kasubag Keuangan di kecamatan menyampaikan jika pelaporan penggunaan dim(Suara NTB/dok) ulai dari triwulan pertama Lalu Muksan J hingga kedua. Sementara, dana hingga memasuki akhir triwulan kedua belum cair. Pun, petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis baru diterima oleh kelurahan. “Kita malah deg – degan,” akunya dikonfirmasi, Rabu (22/5). Surat keputusan lurah sebagai kuasa pengguna anggaran dari walikota saja belum terima. Termasuk format penunjukan pengguna anggaran pengadaan barang dan jasa yang di SK – kan oleh lurah belum ada. Ketidakjelasan aturan ini disampaikan Muksan, masih membingungkan. Tumpang tindih sistem pelaporan penggunaan keuangan juga menambah keresahan kelurahan. Pemberitaan media dana kelurahan segera dicairkan. Belakangan belum ada surat penyediaan dana. “Kita tidak tahu penyebabnya,” ujarnya. Kebijakan pemerintah pusat akan mencabut dana kelurahan bila tidak terserap 50 persen dinilai terlalu dini. Kelurahan justru bersyukur bila dicabut karena tidak akan repot mengurus anggaran kecil, tapi beresiko terhadap pelanggaran hukum. Muksan mengharapkan, ada persamaan persepsi Badan Keuangan Daerah, Bagian Layanan Pengadaan dan Inspektorat dalam sistem pelaporan. “Ya, kita minta jangan berbelit – belit. Laporannya sederhana saja seperti bantuan gempa itu,” pintanya. Dana kelurahan dinilai memiliki manfaat bagi kelurahan, terutama dalam percepatan penanganan program yang selama ini tidak diintervensi oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Walaupun sebagian program diusulkan dalam musyawarah pembangunan bermitra masyarakat. Umumnya sambung Muksan, masyarakat menginginkan peningkatan sarana – prasarana di lingkungan seperti perbaikan jalan, drainase dan lainnya. Sistem pengelolaan terutama pengerjaan fisik diserahkan ke BKM kelurahan. Diharapkan, kebijakan pelaporan penggunaan dana disederhanakan sehingga memudahkan pertanggungjawaban. (cem)

(Suara NTB/cem)

DAGING LOKAL - Sri Murniati membeli daging sapi lokal di Pasar Cemara, Rabu (22/5). Kebutuhan daging saat Ramadhan relatif tinggi. Ketersedian stok daging terbatas menyebabkan masyarakat memilih membeli daging impor.

Daging Impor Diminati Pembeli

Mataram (Suara NTB) – Kebutuhan konsumsi daging saat puasa bulan Ramadhan tinggi. Harga daging sapi lokal relatif mahal membuat masyarakat beralih ke daging beku (impor). Namun masyarakat perlu mewaspadai mengkonsumsi daging beku jika cara penyimpanannya tidak baik. Pedagang daging di Pasar Cemara, Maknun, menuturkan, sebagian besar pembeli mencari daging impor daripada daging sapi lokal. Harganya relatif murah dibandingkan daging sapi lokal. Daging sapi lokal dijual Rp120 ribu/kg – Rp125 ribu/ kg. Sementara, daging impor Rp90 ribu/kg. “Sekarang lebih banyak nyari daging beku,” kata Maknun ditemui, Rabu (22/5). Terkadang, ia lebih banyak mengambil daging impor dari daging lokal. Selain harga mahal di penjagal, juga ketersediaan atau stok relatif sedikit dibandingkan tahun lalu. Maknun mengaku, kualitas dagingnya sama tergantung cara penyimpanan. “Kita pakai cold box simpan dagingnya,” ucapnya. Pendapat berbeda disampai-

kan Hj. Khadijah. Ia mengaku, lebih suka menjual daging sapi lokal. Walaupun harganya relatif mahal, tapi kualitas dagingnya jauh berbeda dengan daging impor. Menurut dia, daging impor rentan busuk bila cara penyimpannya tidak bagus. “Kalau impor cepat busuk,” tuturnya. Diakui, stok daging sapi lokal relatif lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Sementara, permintaan masyarakat di bulan Ramadhan tinggi. Wajar masyarakat beralih ke daging impor karena stoknya lebih banyak di pasar. Seorang pembeli, Sri Murniati mengaku, lebih suka mengkonsumsi daging sapi lokal daripada impor yang dijual di pasar modern maupun di pasar tradisional. Walaupun harganya mahal, tapi kualitas daging sapi lokal lebih baik daripada impor. Daging impor lama disimpan di dalam lemari pendingin, sehingga mengurangi kualitas. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli sebelumnya menyampaikan, daging beku didatangkan dari India dan Australia. Daging ini

dihajatkan untuk hotel, restauran serta pasar modern. Belakangan, daging impor ini merambah ke pasar tradisional. Pengaruhnya permintaan tinggi dari masyarakat saat Ramadhan serta tingkat okupansi hotel yang menurun. Peredaran daging beku perlu diwaspadai oleh masyarakat. Selain kualitas yang tidak baik jika dicampur dengan sapi lokal, juga berpengaruh kepada kesehatan bila cara penyimpanannya tidak baik. “Penjualannya tidak dilarang asalkan masyarakat simpan di kotak pendingin (cold box),” kata Mutawalli. Daging beku adalah daging kerbau. Biasanya diperuntukkan pembuatan bakso, sosis dan lainnya. Mutawalli mengaku menemukan pedagang mencampur atau mengoplos daging sapi lokal dengan daging kerbau. Sementara, masyarakat tidak bisa membedakan mana daging sapi dengan daging kerbau. Cara penyimpanan tidak baik mempengaruhi kualitas daging. Daging beku hanya bisa bertahan selama dua hari. (cem)

Tenaga Honorer Mengeluh Tak Terima THR Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pegawai honorer di Lingkup Pemkot Mataram mengeluhkan dua tahun belakangan ini tak menerima tunjangan hari raya (THR). Padahal kalau menghitung beban kerja, tenaga honorer tak jauh berbeda dengan pegawai negeri sipil PNS). Ridho, pegawai honorer Pemkot Mataram mengharapkan, ada kebijakan dari walikota untuk memberikan tunjangan hari raya ke non pegawai negeri sipil. Tunjangan keagamaan dira-

sa penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti tahun 2017 lalu. “Sejak tahun 2018 itu sudah tidak ada THR,” keluhnya dikonfirmasi, Rabu (22/5). Semestinya tidak boleh ada pembedaan dari pemerintah untuk memberikan THR ke pegawai. Pasalnya, dari beban kerja lebih banyak diporsir tenaga non ASN. Terutama pekerja lapangan tidak mengenal waktu bekerja. Artinya, harus ada prinsip keadilan terkait kesejahteraan. Apalagi gaji diterima perbulan rela-

tif kecil dibandingkan gaji pegawai negeri sipil. “Jam 07.30 wita kita sudah di kantor. Telat sedikit di tegur,” ucapnya. Pegawai honorer lainnya, Ari, bahkan sudah enggan mengharapkan mendapatkan tunjangan hari raya dari pemerintah. Keluhan disampaikan tak ditanggapi. Disatu sisi, kebutuhan menjelang lebaran sangat tinggi. “Sudah lelah kita berharap, tetap saya ndak ada perubahan,” keluhnya. Dia meyakini semua pegawai honorer, CPNS maupun swasta mengharapkan THR sebagai

tambahan untuk memenuhi kebutuhan. Tapi di Pemkot Mataram belum ada kebijakan seperti tahun 2017 lalu. Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito mengatakan, pemberian THR ke pegawai honorer tidak ada landasan hukumnya, sehingga Pemkot Mataram tidak menganggarkan untuk itu. Pun ada aturan itu pasti dialokasikan. Sekarang tergantung dari kebijakan dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) masing – masing untuk

memikirkan hal tersebut. “Kita kan ndak ada aturan untuk itu,” kata Sekda. Untuk pembayaran THR ASN, Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar lebih. Pencairannya kata Sekda, menunggu revisi peraturan pemerintah. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan peraturan kepala daerah. Sekda memastikan, THR dibayarkan paling lambat 27 Mei pekan depan. “Peraturan walikotanya sudah siap. Tinggal ditandatangani dan kita bayar,” demikian kata dia. (cem)


SUARA NTB

Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 3

BI Dorong Percepatan Realisasi Anggaran dan Huntap Mataram (Suara NTB) Bank Indonesia mengingatkan, sekaligus mendorong stakhelodernya untuk mempercepat realisasi anggaran. Selain itu, hunian tetap (huntap) bagi korban gempa juga dipercepat, agar dampak elnino dapat dikurangi.

(Suara NTB/ist)

HADIAH - Sekda Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., menyerahkan hadiah kepada juara STQ Tingkat Korpri di Kota Mataram

Penutupan STQ

Karyawan Kemenag dan Karyawati Kantor Arsip, Qari/Qariah Terbaik Mataram (Suara NTB) – Karyawan Kantor Kementerian Agama Kota Mataram dan karyawati Kantor Arsip Kota Mataram ditetapkan menjadi qari dan qariah terbaik dalam kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke - VII Tingkat Korpri Kota Mataram. Hal tersebut diumumkan pada penutupan STQ di Musala Siti Aisyah Kantor Wali Kota Mataram Rabu (22/05). Sekda Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., dalam sambutannya, menyebut jumlah hadiah yang didapat para peserta STQ Tingkat Korpri di Kota Mataram lebih besar dibanding dengan daerah daerah lain. Eko mengatakan, banyak sekali manfaat yang

didapat dari membaca Alquran. Yaitu akan bisa mendatangkan ketenangan jiwa bagi yang membaca maupun yang mendengarkan dan juga bisa menstabilkan kerja jantung. Selain itu Eko juga berharap semoga di tahun - tahun mendatang akan lebih banyak lagi pesertanya, dan waktu yang diberikan bisa lebih lama. Di cabang Murottal Putra, pemenang pertama diraih oleh M.Taisir, M.HI dari Kantor Kementerian Agama Kota Mataram. Sedangkan Juara kedua diraih oleh Mustaqim, M.PDI dari SDN 14 Mataram dan juara ketiga diraih oleh Mahsar Aswadi dari SDN 41 Mataram. Sementara di cabang Murottal Putri, juara pertama

diraih oleh Zohariah, A.Md dari Kantor Arsip Kota Mataram, juara kedua Uswatun Hasanah dari Kelurahan Babakan dan juara ketiga Bq.Harwini dari Kelurahan Monjok. Selain juara Pertama, Kedua, dan Ketiga, turut ditentukan pula pemenang Harapan I,II,III yang masing masing pemenang mendapat hadiah uang tunai. Hadiah uang yang diberikan sebesar Rp10 juta untuk juara pertama sebagai nominal terbesar, Rp8 juta untuk juara kedua dan Rp6 juta untuk juara ketiga. Serta masing - masing Rp5 juta, Rp4 juta dan Rp3juta sebagai nominal terkecil untuk pemenang harapan I, II dan III. (fit)

Separuh Anggota Taksi Online ”Banting Setir” Mataram (Suara NTB) Taksi online tak lagi semanis ketika awal-awal masuk Lombok. Mereka yang bertahan adalah yang tidak lagi punya pilihan lain. Awal-awalnya, membuka aplikasi taksi online, misalnya Uber, Grab, Go Car, kita bisa memantau jumlahnya yang stand by di titik-titik strategis di Kota Mataram berjubel. Belakangan, dari aplikasi bisa dilihat sebarannya jarang. Kecuali di lokasi-lokasi keramaian, misalnya di mall. Fenomena ini tak bisa dipungkiri. Seleksi alam berlaku. Koorinator Uber untuk Wilayah NTB, Iwan P Balukea mengakuinya. Ia menyebut taksi online sedang mati suri. “Hampir 50 persen anggota berhenti,” demikian Iwan kepada Suara NTB. Jumlahnya yang memilih berhenti ini hitung-hitungan kasar yang sering diperbincangkan di forum Asosiasi Driver Online (ADO) Provinsi NTB. Alasan banyaknya anggota yang memilih banting setir ke berbagai usaha lainnya disebut pengaruh beberapa hal. Misalnya, tarif yang diberikan aplikator cukup rendah. Sistim kejar poin juga tidak seperti sebelum-sebelumnya. Dengan melayani penumpang dalam jumlah tertentu, secara

(Suara NTB/bul)

Iwan P Balukea otomatis bonus ratusan ribu telah masuk ke rekening driver. Belakangan ketentuan dan nilai bonus dikurangi. Para driver taksi online, lanjut Iwan, menginginkan aplikator memberlakukan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Gubernur. Meskipun, ketetapan ini belum juga diturunkan oleh pemerintah daerah. Selain itu, sepinya penumpang juga ditengarai menjadi penyebab banyaknya pengemudi taksi online mengambil jalan lain adalah gempa pada Agustus 2018 lalu, praktis

mengakibatkan sektor pariwisata terseok-seok. Ditambah berbagai kebijakan dari maskapai menaikkan harga tiket dan memberlakukan sistim bagasi berbayar. Dampaknya meluber kata Iwan. Ditambah lagi kebijakan dari aplikasi yang mengharuskan pengemudi menggunakan kendaraan berusia muda dibawah 5 tahun. Artinya, konsekuensi anggota adalah tetap menyediakan kendaraan baru. “Kok jadi aplikasi yang ngaturngatur kita sih. Aplikasi tuntut mobil baru terus jadinya. Giliran ada mobil yang terganggu, aplikasi lepas tangan. Inilah alasan kenapa anggota banyak yang memilih membuka warung,” papar Iwan. Iwan menambahkan, anggota-anggotanya yang telah ke luar dari aplikasi, telah didaftarkan sebagai penyedia kendaraan saat penyelenggaraan MotoGP pada 2021 mendatang. Permintaan kendaraan menurutnya tak kecil saat itu. Tak cukup hanya di back up taksi yang ada di dalam daerah. “Teman-teman sudah saya daftaran di Dinas Perhubungan. Ada hampir 100 unit kendaraan. Karena kebutuhannya banyak banget nanti pas MotoGP. Minimal kita persiapkan dari sekarang,” demikian Iwan. (bul)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan perihal kekeringan tahun ini datang lebih awal. Dapat mempengaruhi sektor unggulan, terutama pertanian secara luas. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani menyebut, kekeringan secara teori akan mempengaruhi produksi (hasil) pertanian. Achris dalam bincang dengan media saat menggelar buka puasa bersama di rumah dinasnya, Selasa (21/5) kemarin. Berkaca kembali pada tahun 2015 lalu di NTB saat elnino melanda. Sektor pangan terkena dampak, pertanian, demikian juga kelautan dan perikanan. Sektor-sektor unggulan itu dapat terpengaruh langsung. “Konversinya paling dekat

Mataram (Suara NTB) PT. Pertamina (Persero) menggelar kegiatan buka bersama dengan seluruh stakeholders di Dapoer Sasak Udayana Mataram, Selasa (21/5) kemarin. Acaranya bertajuk BEDUK, Buka Dengan UKM dan Komunitas. Sejumlah stakeholders Pertamina hadir. Dari pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), komunitas motorbike. Pengusahapengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), serta pengusaha SPBE. Pada kesempatan ini, Aria Aditya, Sales Eksekutive LPG Pertamina Retail IX Wilayah NTB mengimbau kepada para pelaku usaha agar menggunakan elpiji non subsidi bright gas 5,5 Kg. Masyarakat yang bukan notabenenya miskin, diharapkan turut mendukung pemerintah melakukan efisiensi belanja negara dengan subsidi tepat sasaran. “Bagi masyarakat, pelaku usaha yang bukan kategori miskin, sudah tersedia elpiji bright gas 5,5 Kg. bukan yang tabung melon 3 Kg warna ijo,” ujarnya. Terutama kepada para pelaku UMKM, Aria mengingatkan, bahwa subsidi hanya diberikan oleh pemerintah kepada yang tidak mampu. “Kalau masih mampu jangan ambil hak masyarakat yang tidak mampu. Segera beralih ke LPG non subsidi. Dapat menukarkan 2 tabung 3 Kg nya ke tabung bright gas 5.5 Kg hanya dengan membayar isinya saja,” jelas Aria. Bagi masyarakat yang belum mengetahui tempat

Angka Putus Sekolah di Lobar Masih Tinggi

(Suara NTB/her)

Kabid Paud dan Pendidikan non Formal (PNF) Dikbud Lobar, Hj Rosdiana 8.100 warga putus sekolah mengikuti kejar paket itu. Terkait dengan penanganan warga putus sekolah di bawah 21 tahun, Rosdiana mengatakan, hal itu menjadi kewenangan pusat. Melalui program Indonesia pintar (PIP), warga yang berusia di bawah 21 tahun akan

dari sisi jenis pengeluaran. Konsumsi pemerintah bahasanya,” jelas Achris. Yang lain adalah jangka panjang. Misalnya pariwisata. Dua hal yang didorong percepatan ini adalah yang anggarannya telah tersedia di pemerintah, tinggal dimanfaatkan. “Tidak berjalan cepat, ya harus diselesaikan dengan cara-caranya kepala daerah seperti apa,” imbuhnya. Misalnya, Gubernur memerintahkan layanan pengadaan untuk mempercepat penggunaan anggaran. Tata cara penggunaan anggaran pemerintah jelas mekanismenya. Tetapi jangan itu kemudian menjadi kendala kata Achris bagaimana bisa dipercepat. Misalnya dengan meminta bantuan TP4D, membangun komunikasi yang intens

(Suara NTB/bul)

Achris Sarwani dengan Inspektorat untuk pengawalan program, serta BPKP. Untuk huntap, harus dicarikan mekanisme yang paling cepat untuk mempercepat realisasi pembangunan huntap. Dengan percepatan penyelesaian, anggaran tersalurkan dan dapat menggerakkan sektor-sektor lain. (bul)

Pertamina Gelar Acara BEDUK dengan Stakeholders

Programkan Gardu Jaket Giri Menang (Suara NTB) – Angka putus sekolah di Lombok Barat masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, 37 ribu warga Lobar putus sekolah pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Mereka saat ini berusia rata-rata 21 tahun. Untuk menangani banyaknya anak tak tamat SD ini, Pemda telah telah membuat Perbup gerakan terpadu kejar paket atau disingkat Gardu Jaket. Kabid Paud dan Pendidikan non Formal (PNF) Dikbud Lobar, Hj Rosdiana belum melakukan pendataan terhadap angka putus sekolah bagi warga yang berusia di bawah 21 tahun. “Kami tangani melalui kejar paket A,” ujarnya kemarin. Pemkab Lombok Barat baru saja menangani sekitar 8.100 warga melalui paket A. Puluhan ribu lainnya masih belum tertangani. “Tahun lalu, warga yang ikut ujian sebanyak 5000 ribu lebih. Ijazah belum keluar, kemungkinan tahun depan ijazah akan keluar,” ujarnya. Antusias masyakarat mengikuti progam penyesuaian pendidikan ini terbilang sangat tinggi. Bahkan tercatat dari 37 ribu itu sebanyak

Huntap dan percepatan anggaran pemerintah direalisasikan,” sarannya. Recovery huntap untuk pembangunan fisik di NTB telah disiapkan anggarannya oleh pemerintah. Tinggal diputar, atau direalisasikan. Maka akan menjadi penggerak ekonomi yang besar bila dimanfaatkan untuk percepatan, atau akselerasi perekonomian NTB. Terakhir diskusi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bahwa salah satu yang disampaikan oleh Bank Indonesia yakni dalam waktu singkat ada dua hal yang memegang peranan penting. Satu, percepatan huntap. Kedua, akselerasi anggaran pemerintah yang ada di pemerintah. “Kecepatan pemerintah merealisasikan anggarannya adalah bagian dari perhitungan ekonomi

mengikuti program pendidikan formal di sekolah secara langsung. Selain itu, terdapat juga progam keaksaraan fungsional (KF). Program ini menyasar warga yang buta aksara di Lobar yang diperkirakan mencapai 1.100 orang. Disamping terdapat juga program keaksaraan usaha mandiri yang setara dengan pendidikan kelas 4 SD. Diikuti sekitar 500 orang. “Sehingga total untuk program keaksaraan sebanyak 1.600 orang. Sejauh ini belum ada data jumlah warga yang masih buta aksara. Pihak BPS yang berwenang dalam hal pendataan,” lanjutnya. Persoalan pendidikan non formal seperti kejar paket dan keaksaraan ini harus menjadi perhatian. Sebab persoalan ini menjadi kendala utama dalam perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dikbud sendiri memiliki program pendidikan keluarga masyarakat (PKM). Program ini mengajarkan masyakarat berusaha dan berkompetensi dalam keterampilan yang ada pada masing-masing. Seperti pelatihan menjahit. (her/*)

penukarannya, dapat menghubungi call center Pertamina di 1-500-000 atau 135. Dalam kesempatan ini, Pertamina juga turut memberikan santunan kepada anak yatim dari NW Mujahiddin, sekaligus menyatakan komitmen memperkuat komunikasi dengan stakeholders lainnya. Termasuk media. “Acara buka bersama ini kami inisiasi untuk menyambung tali silaturahmi dan berbagi keberkahan di bulan suci ramadhan karena berbagi tak akan pernah rugi,” demikian Aria. Di acara yang sama, Sigit Wicaksono HP, Sales Executive Pertamina Retail XI menyampaikan berita gembira untuk masyarakat Lombok mengenai Pertamax Turbo, setelah beberapa waktu terputusnya pasokan Pertamax Turbo satu-satunya lokasi yaitu di SPBU Selagalas. Sejak awal Bulan Mei 2019, Pertamina telah kembali menyediakan kembali Pertamax Turbo di 5 SPBU sekaligus, yaitu SPBU Meninting, SPBU Pelembak, SPBU Selagalas, SPBU Masbagik dan SPBU Lenek demi memenuhi kebutuhan bahan bakar berkualitas tinggi khusus bagi pecinta otomotif di Lombok.

(Suara NTB/bul)

BUKA PUASA - Buka bersama Pertamina dengan seluruh stakeholders. Kegiatan ini bertajuk BEDUK, Buka dengan UKM dan Komunitas. Dalam kegiatan ini Sigit Wicaksono turut mengundang Komunitas YNCI Chapter Lombok dan memberikan voucher Pertamax Turbo kepada anggotanya sebagai salah

satu apresiasi atas komitnen pecinta otomotif untuk setia menggunakan bahan bakar non subsidi berkualitas tinggi. Acara BEDUK 2019 berjalan khidmat dan bermakna. (bul/*)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 4

Pesona Gumi Selaparang Jadi Branding Wisata Lotim Selong (Suara NTB) Pesona Gumi Selaparang telah ditetapkan Bupati Lombok Timur (Lotim) sebagai branding wisata. Dalam pelaksanaan kegiatan promosi wisata, branding ini menjadi judul besarnya. Keputusan Bupati ini tertuang nomor 188.45/250/Par/2019 yang ditetapkan pada tanggal 7 Mei 2019 lalu. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Dr. M. Mugni mengatakan Lotim tidak menggunakan istilah festival. Hal ini karena sudah banyak (Suara NTB/rus) daerah lain yang sudah M. Mugni menggunakan kata tersebut. Antara lain ada Festival Senggigi Kabupaten Lombok Barat, Festival Mentaram Kota Mataram, Festival Moyo Kabupaten Sumbawa dan lainnya. Lotim, tambahnya, mengambil istilah Pesona Gumi Selaparang dan dalam bentuk kegiatannya akan digelar rencana dalam sebutan Pekan Pesona Gumi Selaparang. Program ini, ujarnya, setidaknya seperti yang sukses dilakukan di DKI Jakarta dengan sebutan istilah Pekan Raya Jakarta (PRJ). “Jadi kalau kita bisa dengan sebutan Pekan Pesona Gumi Selaparang (PPGS),” terangnya, Rabu (22/5). Dalam waktu dekat, PPGS ini akan digelar di Labuhan Haji yang dipusatkan acaranya di Taman Labuhan Haji yang ada di Sepolong Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji. Berbagai kegiatan dirangkaikan dalam acara tersebut. Termasuk atraksi-atraksi budaya khas yang dimiliki Kabupaten Lotim. Tidak saja itu, dalam kegiatan pekan akan digelar juga kegiatan kuliner. Branding ini ditetapkan sebelumnya dengan berbagai nama, namun pilihan bupati adalah Pesona Gumi Selaparang. Gumi Selaparang ini identik dengan Kabupaten Lotim. Tidak ada kabupaten lain di NTB ini yang mengklaim. Tapi kalau Rinjani yang juga sempat masuk usulan, masih ada daerah lain seperti Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara. Lotim diketahui memang memiliki sebagian besar wilayah Rinjani dibandingkan dengan dua kabupaten tetangga, karenanya dalam branding Pesona Gumi Selaparang, Rinjani tetap tidak terpisahkan dalam rangkaian kegiatan. “Salah satu kegiatan di dalamnya adalah tentang Rinjani,” paparnya. Dalam kegiatan PPGS, bisa saja digelar trekking Rinjani yang diawali dengan kegiatan ritual. Ritual sebelum pendakian dilakukan, seperti tradisi orang lama sebelum mendaki gunung setinggi 3762 Mdpl itu melakukan beberapa ritual dulu. Ritual adat yang dijalankan masyarakat adat Sembalun ini diketahui lama menghilang. Tradisi tersebut akan coba dihidupkan kembali sebagai bagian dari daya tarik bagi wisatawan. ‘’Mendaki Gunung Rinjani diawali dengan proses sakral yang harus diikuti sebelum pendakian digelar,’’ ujarnya. Soal branding ini, ujarnya, Lotim terbilang sangat lama tidak memiliki judul kegiatan promosi wisata yang khas. Adanya Pesona Gumi Selaparang sesuai perintah Bupati dalam SK, agar terus mensosialisasikannya melalui berbagai media. (rus)

TRS Mulai Ditender Selong (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini sudah memasukkan berkas lelang proyek Taman Rinjani Selong (TRS). Proyek yang sebelumnya gagal dalam pengerjaan dan mangkrak ini diharapkan dapat dikerjakan tahun ini. Maka dari itu, dari proses lelang yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP), diharapkan pengerjaan proyek Taman Rinjani Selong ditunjuk kontraktor yang profesional. “Alhamdulillah untuk Taman Rinjani Selong sudah kita masukkan ke ULP untuk segera dilakukan proses tender. Kita berharap yang ditunjuk itu pemborong yang mampu, bermodal dan professional. Jangan diberikan kontraktor yang baru belajar,” ujar Kepala DLHK Lotim, Ir. H. Marhaban, Rabu (22/5). Dalam pengerjaan proyek ini, pemerintah daerah melalui DLHK Lotim mendapat anggaran sebesar Rp2,9 miliar. Nilai dari anggaran tersebut jauh mengalami pengurangan dari anggaran sebelumnya yang mencapai Rp5 miliar. Adapun untuk perbaikan dari TRS ini akan diubah total dan disesuaikan dengan padatnya rutinitas masyarakat pada taman yang terletak di jantung kota Kabupaten Lotim ini, salah satunya kegiatan Hultah NWDI. Untuk itu, dalam desain perubahan taman ini nantinya akan memperbanyak akses pejalan kaki atau jogging track. “Sementara dikurangi posisi bunga dan taman sejenisnya,” ujarnya. Apabila bunga diperbanyak, maka dikhawatirkan menyebabkan kerusakan pada bunga itu sendiri. Inilah salah satu yang menjolok pada perubahan desain Taman Rinjani Selong. Kendati pengurangan tanaman bunga, mantan Kepala Dinas PUPR Lotim ini mengaku hal tersebut tidak mengurangi keasrian dari TRS. Pasalnya di taman itu sudah terdapat sejumlah pohon-pohon yang tinggi yang membuat taman asri dan pantas disebut ruang terbuka hijau. Sedangkan untuk air mancur tetap dibangun. Dari desain awal air mancur hanya ditaruh pada posisi tengah, sementara pada desain yang terbaru akan ditempatkan juga di bagian pinggir. “Jadi air mancur kita perbanyak. Ada di bagian pinggir dan di tengah. Khusus di bagian tengah akan disertakan dengan tempat duduk,” terangnya. Pembenahan TRS, lanjut Marhaban menjadi prioritas Pemkab Lotim. Letaknya yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Lotim sangat strategis bagi masyarakat maupun pegawai untuk menikmati jam istirahat. Termasuk dapat digunakan tempat belajar oleh dunia pendidikan. “Untuk pintu masuk akan dibuat empat koridor. Tidak satu koridor seperti saat ini,” sebutnya. (yon)

(Suara NTB/yon)

MELINGKAR - Kawat berduri yang melingkar di kantor KPU Lotim untuk mengantisipasi adanya pergerakan masyarakat yang mendatangi KPU Lotim terkait pengumuman hasil KPU secara nasional.

Penjagaan Kantor KPU Siaga Satu

Empat Titik Jadi Atensi Kepolisian

Selong (Suara NTB) Aparat Polres Lombok Timur (Lotim) melakukan penjagaan ketat menyusul aksi demo di Jakarta, Rabu (22/5). Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pergerakan masyarakat, terutama di ibukota tersebut adanya aksi yang menolak hasil pemilu yang ditetapkan oleh KPU. Kepada Suara NTB, Wakapolres Lotim, Kompol. Bayu Eko Panduwinoto,SIK, menjelaskan, penjagaan dilakukan di empat titik, di antaranya gudang logistik di Gelang dan di Mini Mall Selong, kantor Bawaslu dan penjagaan utama di kantor KPU

Lotim. Penjagaan masingmasing dilakukan 1 peleton dengan kekuatan 300 personel yang berasal dari kepolisian. Khusus di kantor KPU Lotim, dipasang kawat berduri sejak proses pleno hasil pemilu beberapa waktu lalu. “Untuk pengawasan ini, dari

tanggal 21 Mei kita sudah siaga satu dengan kekuatan 300 personel. Untuk pencabutan kita tunggu waktunya. Selain itu, kita juga di-back up Brimob dari Polda NTB yang sudah stand by di kantor KPU Lotim sejak tahapan pemilu,”terangnya. Ketua KPU Lotim, Dr. M.

Selama Ramadhan

Junaidi, mengungkapkan penetapan hasil pilpres dan pileg sudah sudah ditetapkan secara nasional tanggal 21 Mei 2019 dini hari lalu. Sekarang ini, posisi KPU saat ini masih menunggu 3x24 jam apakah adanya gugatan atau tidak dari peserta pemilu dari tingkat nasional hingga daerah. Apabila tidak ada gugatan dari peserta pemilu yang secara sah disampaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka tanggal 25 Mei KPU menetapkan hasil pemilu ber-

dasarkan hasil pleno. Disebutkan Junaidi, untuk di tingkat provinsi, Lotim merupakan cepat dalam penghitungannya suara yang dilakukan oleh pemerintah provinsi. Artinya, baik dari sisi klarifikasi, keberatan maupun sanggahan hampir tidak ada, hanya satu dan itupun hanya sekadar meluruskan. “Kita masih menunggu apakah ada gugatan. Jika tidak ada gugatan, tanggal 25 Mei kita bisa tetapkan calon anggota DPRD Lotim terpilih,” jelasnya. (yon)

Diduga Jadi Korban Penyekapan

Pekerja Kafe Alami Volume Sampah Rumah Tangga Meningkat Depresi Berat Selong (Suara NTB) Volume sampah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami kenaikan selama bulan Ramadhan ini. Terutama sampah-sampah yang berasal dari rumah tangga. Meningkatnya volume sampah ini seiring dengan meningkatnya belanja masyarakat, sehingga sampah yang dihasilkan meningkat sepuluh persen dari hari-hari biasanya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Lotim, Ir. H. Marhaban, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/5), tidak menampik peningkatan sampah yang terjadi pada bulan Ramadhan. Selain sampah rumah tangga, peningkatan volume sampah juga terjadi di pasar-pasar tradisional seiring dengan padatnya aktivitas jual beli anatara pedagang dan pembeli. Termasuk, peningkatan volume sampah terjadi di tempat-tempat jual beli takjil dan pasar-pasar dadakan. “Iya, volume sampah mengalami peningkatan selama bulan Ramadhan ini. Sampah banyak berasal dari rumah tangga dan pasar-pasar tradisional. Peningkatan volume sampah sekitar 10 persen dari hari-hari biasanya,”terang Marhaban.

(Suara NTB/yon)

DISIAPKAN - Truk sampah yang disiapkan oleh Dinas LHK Lotim untuk mengakomodir volume sampah yang meningkat di bulan Ramadhan Untuk mengakomodir peningkatan volume sampah tersebut, lanjut dia, Dinas LHK Lotim melakukan pengangkutan selama dua kali dalam sehari dengan pelayanan pengangkutan sampah saat ini hingga ke desa-desa. Namun dalam pengangkutan ini, Marhaban menyebut jika keberadaan armada masih menjadi kendala. Jumlah armada aktif yang dimiliki LHK Lotim sebanyak 12 unit, sementara ideal yang harus dimiliki sebanyak 55 unit untuk mengcover semua wilayah di Kabupaten Lotim. “Untuk ketersediaan arma-

da ini terus kita usulkan untuk dilakukan penambahan. Karena kekurangan armada menjadi kendala kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” keluhnya. Seiring dengan itu, mantan Kepala Dinas PUPR Lotim ini meminta kepada masyarakat untuk mengumpulkan sampahsampah dipinggir jalan sembari tibanya tim pengangkutan. Masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah sembarangan terutama ke saluran irigasi yang dapat menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan. (yon)

Selong (Suara NTB) – Seorang pekerja Cafe Lem’s di Labuhan Haji, inisial DB (27) asal Sukabumi Jawa Barat diduga menjadi korban penyekapan yang dilakukan oleh majikannya inisial D. Penyekapan dilakukan lantaran yang bersangkutan diduga menggelapkan dana perusahaan sebesar Rp500 juta. Sementara Cafe Lem’s sudah ditutup oleh Pemkab Lotim belum lama ini. Ketua Divisi Hukum P2TP2A Kabupaten Lotim, Judan Putra Baya, yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (22/3) mengungkapkan, di kafe tersebut korban bekerja sebagai kasir, sehingga ia dituduh melakukan penggelapan dana perusahaan. Dari tuduhan itu kemudian ia disekap pada salah satu ruangan di dalam kafe sekitar 2 bulan. Di lokasi penyekapan, korban hanya diberikan makan dan minum seadanya. Sementara semua barang-barang milik korban diambil. Selama hampir 2 bulan itu, korban tidak mengetahui waktu, ia hanya tahu waktu siang dan malam. Itupun diketahui dari sebuah lubang ventilasi yang ukurannya pun tidak terlalu besar. Ironisnya, korban juga mengalami korban kekerasan baik fisik maupun seksual, hal tersebut ber-

dasarkan pengakuan korban serta sejumlah luka yang terdapat pada beberapa bagian tubuh korban. “Bahkan selama korban bekerja sebagai kasir, gajinya tidak pernah dibayarkan,” terang Judan. Terjadinya tindakan penyekapan terbongkar setelah salah satu mantan satpam di kafe tersebut menginformasikannya ke masyarakat Labuhan Haji, sehingga masyarakat langsung bergerak bersama kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk membebaskan korban. Kasus tersebut, saat ini ditangani unit PPA Polres Lotim untuk ditindaklanjuti. “Dari awal ditemukan hingga sekarang, korban masih mengalami depresi berat. Sehingga kita akan melakukan tes psikologi korban berkoordinasi dengan RSJ Mutiara Sukma Mataram,” jelasnya. Kanit PPA Satreskrim Polres Lotim, Iptu. I Made Dwi Putrayasa, membenarkan adanya laporan penyekapan di Cafe Lem’s Labuhan Haji. Saat ini, katanya, sedang dilakukan BAP terhadap korban untuk menggali informasi dan keterangan dari yang bersangkutan. Akan tetapi, pihaknya masih berkoordinasi dengan RSJ Mutiara Sukma, lantaran korban mengalami depresi cukup berat. (yon)

Bersama Wartawan, Polres Gelar Syukuran Pelaksanaan Pemilu di Lotim

(Suara NTB/yon)

TUNJUKKAN - Kepala Dinas LHK Lotim, Ir. H. Marhaban, menunjukkan desain terbaru TRS yang saat ini sudah memasuki tahap lelang di ULP.

Selong (Suara NTB) Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP. Ida Bagus Made Winarta,SIK, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lotim yang dinilainya cukup dewasa dalam menjalankan sebuah pesta demokrasi. Wilayah hukum Polres Lotim, katanya, sangat kondusif dan pelaksanaan pemilu berjalan aman dan damai sebagaimana yang diharapkan. Menurut kapolres, kesuksesan pelaksanaan pemilu pada suatau daerah tidak terlepas dari kebersamaan dan tanggung jawab semua pihak lintas sektor. Terutama sinergitas antara unsur kepolisian dan awak media yang dari awal diharapkan

terbangun dengan baik. Untuk itu, kata kapolres, kegiatan buka bersama antara Polres Lotim dan awak media merupakan momentum syukuran, karena Kabupaten Lotim dalam tahapan awal pemilu berjalan lancar dan semua sesuai harapan. “Itu semua tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, kepolisian, Kodim, KPU, Bawaslu. Terlebih dari awak media yang ada di Kabupaten Lotim yang tidak henti-hentinya mengawal dan mengayomi masyarakat dalam setiap tahapan-tahapan pemilu,” ungkap Kapolres dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Lesehan Rirana

Selong, Selasa (21/5) lalu. Dalam catatan indeks kerawanan, katanya, Kabupaten Lotim dinyatakan paling rawan di NTB bahkan di Indonesia. Namun dari sinergitas yang terbangun dan peningkatan pemahaman kepada masyarakat baik melalui sosialisasi dari KPU, Bawaslu maupun pemberitaan di media. Kabupaten Lotim mendapat apresiasi dengan pelaksanaan pemilu cukup lancar meskipun terdapat satu TPS harus melakukan PSU. “Semoga sinergitas kepolisian dan media dapat terus terbangun,” harap Kapolres. Pada kesempatan itu, kapolres titip pesan untuk bersamasama mensosialisasikan

(Suara NTB/yon)

SILATURAHMI - Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Kapolres Lotim dan wartawan se-Kabupaten Lotim di Lesehan Rirana Selong, Selasa (22/5) petang. keamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di mana fluktualisasi kasus meningkat terutama pencurian, hal itu dikarenakan ke-

butuhan menjelang lebaran, sehingga masyarakat menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhannya. (yon)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB Target Tuntas Bulan Ini

Komisi III Kebut Pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air Praya (Suara NTB) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perlindungan mata air terus dikebut Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) supaya bisa tuntas bulan ini juga. Konsultasi dengan pihak terkait terus dilakukan Komisi III DPRD Loteng untuk mematangkan pembahasan ranperda tersebut. “Target kita sebelum lebaran Ranperda tentang Perlindungan Mata Air ini sudah bisa kita sahkan,” ungkap Ketua

Komisi III DPRD Loteng, H. Mayuki, S.Ag., Rabu (22/5). Ia menjelaskan, untuk materi dalam ranperda itu sendiri sudah tidak ada masalah. Beberapa poin aturan yang sebelumnya tercantum sudah disesuaikan dengan regulasi yang lebih atas berdasarkan hasil pembahasan dengan tim ahli. Tinggal sekarang fokus pada penyesuaian landasan hukum yang digunakan dalam ranperda tersebut. Itu penting, jangan sampai landasaan hukum dan akademik yang digunakan pada

ranperda tidak sesuai dengan aturan yang ada, karena itu bisa berakibat pada pembatalan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Dulu pernah ada perda serupa yang dibuatkan oleh Pemkab Klungkung Bali. Tapi karena landasan hukumnya bermasalah, perda tersebut akhirnya dibatalkan oleh Kemendagri,” sebutnya. Hal itulah yang pihaknya tidak inginkan terjadi, sehingga pihaknya sangat berhati-hati menentukan landasan hukum yang digunakan pada ranperda

(Suara NTB/kir)

Ketua Komisi III DPRD Loteng H. Mayuki

perlindungan mata air tersebut. Jangan sampai setelah disahkan, ujung-ujungnya dibatalkan oleh Kemendagri. Persoalan lain yang dihadapi dalam pembahasan ranperda tersebut ialah soal kewenangan daerah. Mengingat, mata air yang menjadi objek dari ranperda tersebut ada yang berada di kawasan hutan dan luar kawasan hutan. Di mana kawasan hutan sekarang sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi, bukan lagi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Sehingga dalam ranperda tersebut mata air yang diatur nantinya ialah mata air yang berada di luar kawasan hutan. “Dari hasil pendataan yang sudah dilakukan, total mata air yang berada di luar kawasan hutan sekitar 123 titik. Sementara yang berada di dalam kawasan hutan sekitar 72 titik. Yang diluar kawasan hutan itulah yang nantinya akan diatur,” ujar Mayuki. Lebih lanjut, Ketua DPC PPP Loteng ini menambahkan, perlindungan dalam ranperda ini dimaksudkan untuk tetap

menjaga produktivitas mata air yang ada supaya tidak hilang. Bahkan diharapkan bisa terus meningkat. Salah satunya melalui rehabilitasi dan penghijauan di sekitar kawasan mata air. Adanya penghijauan ini, ketersediaan air baku di daerah ini bisa tetap terjaga dan kekhawatiran terjadi krisis air bersih bisa dicegah. “Ranperda ini muncul salah satu alasannya ialah untuk menjawab ada kekhawatiran krisis air bersih akibat terus menurunnya kualitas mata air di daerah ini,” tandasnya. (kir/*)

Bibit Diduga Berkualitas Buruk Dilarang Terima Parsel SEKDA Lombok Barat (Lobar) H. Moch. Taufiq menegaskan ada Surat Edaran (SE) dari KPK terkait larangan terhadap ASN dan pejabat di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lobar meminta-minta parsel atau semacam hadiah lebaran kepada pihak manapun. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid pun segera menindaklanjuti SE ini dengan membuat SE kepada semua OPD. Selain itu, dalam SE itu mencakup juga larangan membawa randis untuk mudik ke luar daerah. Penggunaan randis ini dibatasi, bisa dipakai sebatas di dalam (Suara NTB/dok) daerah Pulau Lombok. ”Yang naH. Moch. Taufiq manya parsel dan hadiah lebaran, apalagi minta sumbangan itu dilarang, dan itu dari KPK. Dan kami sudah siapkan konsep SE menindaklanjuti itu,” katanya, Rabu (22/5). Sekda menegaskan, parsel atau hadiah lebaran tidak boleh diterima oleh ASN dan pejabat. Apalagi, kata dia, bersurat resmi untuk meminta hadiah lebaran kepada perusahaan. Selain itu, ujarnya, pejabat tidak boleh bersurat memohon bantuan untuk keperluan apapun menyangkut Ramadhan. Terkait surat yang sudah beredar, pihaknya akan menindaklanjuti dengan menegur pejabat yang mengedarkan surat tersebut. Surat ini ditandatangani oleh pejabat eselon III, seharusnya yang membuat surat sebaiknya melalui kadis. Namun, kata dia, tetap saja tidak boleh surat permohonan itu dibuat OPD dengan dalih memminta bantuan sekalipun.”Nanti kita tegur, kalau OPD yang meminta terang-terangan begitu,” tegas dia. Sekda menegaskan, apapun dalih permohonan bantuan untuk keperluan lebaran tidak boleh. Meski, kata dia, sumbangan itu itu akan diberikan kepada tenaga honor dan karyawan lepas. Menurut dia, tetap saja permohonan semacam ini melanggar SE dari KPK. Seharusnya, jangan ada tindakan semacam ini, sebab tiap tahun ada larangan terkait hal ini. “Jadi ini kan tiap tahun tidak boleh minta bantuan semacam ini, jadi dilarang,”tegas dia. Menurut dia para ASN telah diberikan tunjangan hari raya (THR) untuk keperluan lebaran dan gaji ke 13 untuk keperluan anak sekolah. THR rencananya akan diberikan tanggal 27 Mei mendatang. Sebelumnya informasinya, beredar surat dari OPD tertentu yang meminta bantuan kepada salah satu lembaga. Pihak OPD terkait pun mengklarifikasi bahwa surat tersebut salah redaksi dan sudah ditarik dari lembaga tersebut.”Sudah kami tarik surat itu, baru satu surat itu,” tegas dia. Selain parsel, diatur juga masalah penggunaan randis untuk keperluan mudik lebaran. Namun, pemda punya kebijaksanaan untuk sekitar Lombok, randis bisa dipakai oleh ASN. Akan tetapi biaya operasional dan terjadi kerusakan menjadi tanggung jawab masing-masing pejabat serta ASN. “Biaya operasional dan kerusakan randis ditanggung oleh bersangkutan,” tegas dia. (her)

Dugaan Penggelembungan Suara

Samsul Qomar Menggugat ke MK Praya (Suara NTB) Calon anggota legislatif (caleg) DPRD NTB asal Partai Demokrat, M. Samsul Qomar, resmi melayangkan gugatan soal dugaan pengelembungan suara di Lombok Tengah (Loteng) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan sendiri disampaikan melalui Divisi Hukum DPP Partai Demokrat. Adanya gugatan tersebut, penetapan hasil pemilu untuk DPRD Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) 8 NTB untuk Partai Demokrat dipastikan tertunda. “Secara resmi gugatan sudah kita sampaikan ke MK, melalui DPP Partai Demokrat,” ungkap M. Samsul Qomar, kepada Suara NTB, Rabu (22/5). Materi gugatan yakni terkait dugaan penggelembungan dan pergeseran suara di internal caleg DPRD Provinsi Partai Demokrat. Gugatan disampaikan oleh DPP Partai Demokrat secara kolektif untuk semua daerah ke MK, karena secara aturan yang bisa melayangkan gugatan MK adalah partai politik (parpol), bukan perseorangan, sehingga gugatan harus disampaikan melalui parpol terlebih dahulu. Ketua Komisi II DPRD Loteng ini mengatakan, pihaknya melayangkan gugatan, karena dari hasil rekap timnya terjadi penggelembungan dan pergeseran suara mencapai ribuan suara ke salah satu caleg yang menyebabkan caleg tersebut berhasil mengumpulkan suara terbanyak di internal Partai Demokrat. Proses gugatan di MK akan berlangsung hingga bulan Juni mendatang, sehingga penetapan hasil pemilu khusus untuk Partai Demokrat belum bisa dilakukan saat ini, karena adanya gugatan tersebut. “Kita sangat yakin menang. Karena kita punya bukti pendukung yang kuat,” tegasnya. Sebelum Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, mengatakan sesuai aturan yang berlaku gugatan hasil pemilu hanya boleh diajukan oleh peserta pemilu. Dan, yang dimaksud peserta pemilu dalam hal ini ialah parpol, bbkan caleg secara personal. “Secara hukum semua bisa melayangkan gugatan. Tetapi harus sesuai aturan yang ada,” sarannya. (kir)

(Suara NTB/ist)

GUGAT - Caleg DPRD NTB dari Partai Demokrat di Dapil NTB 8 Samsul Qomar melayangkan gugatan ke MK.

Tanaman Jagung Milik Petani di Lobar Mati Giri Menang (Suara NTB) Banyak tanaman jagung di wilayah Lombok Barat (Lobar) tak bisa hidup. Seperti di wilayah Sekotong, terdapat setengah hektar lahan jagung milik petani mati. Diduga bibit yang ditanam petani dari bantuan pemerintah berkualitas kurang bagus (buruk). Petani pun berharap agar bibit mereka diganti dengan yang lain dan berkualitas. Kadus Telaga Lebur Kebon Sekotong Tengah, Putra Wadi mengatakan, tingkat hidup bibit jagung yang ditanam mencapai 50-90 persen. Menurut dia, hal ini dipengaruhi kualitas bibit dan lokasi penanaman. “Ada yang mati juga, setengah hektaran yang mati,” katanya, akhir pekan kemarin. Menurut dia tingkat hidup bibit ini juga dipengaruhi faktor lokasi. Kalau ditanam di atas bukit, maka sebagian besar mati. Sedangkan jika di sawah, maka tingkat hidupnya tinggi. Ia berharap agar ada kebijakan penggantian benih bagi petani yang tanamannya mati. Sebab bagaimana pun bibit ini bantuan dari pemerintah, khususnya pemerintah provinsi. Petani juga, kata dia mengeluhkan saat pembagian bibit tak pernah tepat waktu. Pasalnya, pendropan bibit ini selalu terlambat dari musim penanaman. Seharusnya petani menanam bulan Mei, namun bibit terlambat hingga

bulan Juni.”Selalu terlambat pembagiannya ke petani, ini juga jadi kendala,” kata dia. Sementara itu Kabid Tanaman Pangan Hortikultura pada Dinas Pertanian Lobar I Nengah Sukanda mengaku sejauh ini belum ada laporan tentang adanya tanaman jagung yang mati tersebut. “Belum ada laporan ini,” katanya, Rabu (22/5). Ia mengaku khawatir dengan kondisi pergantian musim ini terjadi gagal panen. Selain itu keterlambatan droping atau penyaluran bibit ini menyebabkan penanaman juga telat. “Provinsi memang selalu telat mendroping bibit, saya juga khawatir bibit yang ditanam sekarang ini gagal,”jelas dia. Pihaknya pun telah meminta tim untuk intens melakukan pengecekan di lapangan, sehingga pihaknya bisa melaporkan langsung kalau ada tanaman jagung yang mati. Dalam pengadaan bibit ini pihak dinas terlibat hanya dalam pengawasan. Pihak di-

(Suara NTB/her)

MATI - Tanaman jagung di wilayah Sekotong yang mati akibat kekeringan, selain itu diduga akibat bibit kualitas jelek. nas punya petugas pemeriksa barang, dicek sesuai merek. Kemudian diminta agar bibit diuji laboratorium PPSP, terkait berapa daya tumbuhnya, dan lain-lain. “Kita melakukan pengawasan melaui uji lab ini,’’ jelas dia. Kewenangan dalam uji laboratorium, ungkapnya, ada di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi, sedangkan pihaknya

Sekolah di Lobar Didorong Terapkan ’’Smart’’ Edukasi Giri Menang (Suara NTB) Semua sekolah di Lombok Barat (Lobar) didorong agar menerapkan konsep Smart Edukasi dengan memanfaatkan aplikasi pendidikan berbasis online. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bekerjasama dengan PT Tower Bersama Group (TBG) telah memberikan pemaparan tentang smart edukasi terhadap semua Kepala Sekolah SMP Negeri yang ada di wilayah Lobar. Kepala Dinas Dikbud Lobar, Drs. M. Hendrayadi mengimbau kepada seluruh kepala SMP negeri di wilayah Kabupaten Lobar untuk dapat memanfaatkan penggunaan aplikasi pendidikan berbasis online untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas di wilayah Lobar. “Penerapan sistem aplikasi ini diharapkan nantinya dapat digunakan bagi kepala sekolah dan guru untuk memudahkan proses monitor dan evaluasi peserta didik yang ada di sekolahsekolah di lingkungan Kabupaten Lombok Barat,” tuturnya. Dijelaskan saat ini penerapan aplikasi pendidikan berbasis

(Suara NTB/ist)

PEMBEKALAN - Guru di Lobar yang diberikan pembekalan Smart Edukasi untuk meningkatkan pengajaran di kelas. online sangat diperlukan di tengah kemajuan teknologi. Ia pun meminta agar semua guru dan kepala sekolah mempersiapkan diri dari sisi kemampuan IT. Sebab, kata dia, masih ada para guru yang belum melek IT. Menurut dia IT ini begitu penting dalam penerapan pembelajaran yang efektif dan efisien. Kemajuan pendidikan kata dia juga tergantung dari penerapan IT di sekolah. “Jadi IT ini sangatlah penting,” terangnya. Ia menambahkan ke depan sekolah harus mempersiapkan berbagai kegiatan un-

tuk meningkatkan kapasitas dari sisi IT. PT Tower Bersama Group (TBG) telah merancang sebuah aplikasi untuk sekolah-sekolah berbasis wireless dengan Adaptive Learning Management System (LMS) di mana LMS ini sendiri berfungsi untuk memudahkan Kepala Sekolah, Guru dan Peserta Didik dalam mengevaluasi hasil belajar di sekolah, baik berupa ulangan, try out maupun tugas harian yang berbasis pada satu aplikasi, sehingga bisa mengurangi penggunaan kertas. (her)

Antisipasi Kelangkaan Pupuk

BUMDes Didorong Jadi Penyalur Pupuk Praya (Suara NTB) Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di desa. Salah satunya bisa membantu mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang kerap dialami petani pada setiap musim tanam. Untuk itu, BUMDes harus bisa terlibat secara aktif dengan menjadi penyalur pupuk dan obat-obatan di desa. “Kita mendorong BUMDes yang ada di Loteng bisa menjadi penyalur pupuk dan obat-obatan. Sehingga bisa membantu petani mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang hampir setiap tahun terjadi,” ujar Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., Senin (20/5). Ia mengatakan, hampir setiap tahun petani di Loteng dihadapkan dengan persoalan kelangkaan pupuk. Padahal dari sisi kuota pupuk, sebenarnya mencukupi. Kalau pun pupuk ada, petani harus ber-

hadapan dengan harga yang tinggi, sehingga sangat memberatkan petani. “Untuk memutus mata rantai persoalan tersebut, BUMDes kita harapkan bisa mengambil peran. Supaya petani tidak terus-terusan khawatir tidak kebagian pupuk atau khawatir harga pupuk tinggi pada setiap musim tanamnya,” terang Suhaili. Ia pun memerintahkan dinas teknis terkait untuk mempersiapkan teknis dan konsepnya bisa segera terwujud. Paling tidak mulai tahun ini, rencana tersebut sudah bisa terlaksana, kendati belum dilakukan secara menyeluruh di semua desa. Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Loteng, L. Iskdandar yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (22/5), mengaku pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mengumpulkan semua distributor pupuk di Loteng untuk mem-

bahas langkah yang akan diambil guna mewujudkan target menjadikan BUMDes sebagai penyalur pupuk di desa. Selain itu, sebagai langkah awal pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mengetahui berapa BUMDes yang sudah terbentuk dan memungkinkan untuk dijadikan penyalur pupuk. Karena untuk menjadi penyalur pupuk, ada aturan dan mekanismenya. Tidak bisa langsung begitu saja menjadi penyalur pupuk. Iskandar mengaku, peluang menjadikan BUMDes sebagai penyalur pupuk sangat mungkin. Tapi seperti apa mekanismenya, itulah yang saat ini tengah dikaji. Jangan sampai penunjukan BUMDes sebagai penyalur pupuk nantinya, justru menimbulkan persoalan baru, sehingga kajiannya harus benar-benar matang. (kir)

hanya diberikan hasil uji laboratorium tersebut. Pihaknya sengaja meminta uji laboratorium sebagai bahan kontrolnya. Lebih jauh kata dia, bibit ini sendiri produk nasional sebab biasanya yang ditanam petani dalah produk multinasional. Sedangkan kalau bibit jagung ini produk Badan Litbang. Untuk pengadaan bibit jagung khusus di Lobar mencapai 15

ton dengan luas tanam 10.000 hektar. Di mana per hektar butuh bibit 15 kilogram. Pengadaan bibit ini program provinsi, baik dari pengadaan hingga varietas ditentukan provinsi. Pemda menyangkut terkait usulan lahan yang perlu dibantu bibit.”Sedangkan kita terima barang saja, kami periksa sesuai label dengan barang,”jelas dia. (her)

Sulit Dibendung, Alih Fungsi Lahan di Loteng Praya (Suara NTB) Kasus alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kian sulit terbendung. Pemerintah daerah juga tidak bisa punya kekuatan untuk bisa mencegah alih fungsi lahan, karena tidak ada kewenangan bagi pemerintah untuk mencegah petani atau masyarakat mengalihkan fungsi lahan pertaniannya. Kepala Dinas Pertanian Loteng, L. Iskandar kepada Suara NTB, Rabu (22/5), mengatakan saat ini luas lahan pertanian di Loteng terus menyusut dari semula sekitar 54 ribu hektar lebih, kondisinya sudah banyak yang berkurang akibat alih fungsi lahan. “Data riilnya saya lupa. Tapi kurang dari 5 ribu hektar,” ujarnya. Ia pun mengaku alih fungsi merupakan salah satu dampak dari pembangunan. Dengan semakin majunya pembangunan di daerah ini, kebutuhan lahan untuk pembangunan semakin tinggi dan salah satu yang harus dikorbankan ialah lahan pertanian. Belum lagi dengan semakin banyaknya penduduk, tentu kebutuhan akan perumahan semakin tinggi, sehingga banyak memunculkan perumahan-perumahan. Lagi-lagi yang dikorbankan lahan-lahan pertanian yang masih produktif. Di satu sisi, pemerintah daerah terus dipacu oleh pe-

merintah pusat untuk bisa meningkatkan produksi pertaniannya, terutama produksi padi. Sementara pemerintah daerah harus berhadapan dengan kenyataan alih fungsi lahan pertanian yang sulit untuk dibendung. Agar produksi padi tetap tinggi, ujarnya, maka solusinya ialah dengan mendorong produktivitas lahan pertanian di daerah ini dengan memanfaatkan teknologi pertanian. Kalau berharap meningkatkan produksi pertanian dengan memanfaatkan luas lahan pertanian sangat sulit, karena luas lahan pertanian di daerah ini yang terus menyusut. “Mau menambah luas lahan pertanian sudah tidak memungkinkan. Karena memang lahan yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian baru di Loteng sudah mentok. Jadi produktivitas lahan pertanian yang harus dipacu. Baru bisa meningkatkan produksi pertanian secara total di Loteng,” pungkas Iskandar. Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian Loteng, Faturhman PN., mengatakan tahun ini produksi padi Loteng ditarget sebesar 520 ribu ton. Jumlah tersebut naik dari target produksi tahun sebelumnya yang berada di angka 470 ribu ton. Dengan produktifitas lahan pertanian sekarang pada kisaran 5,5 ton per hektar. (kir)

(Suara NTB/kir)

ALIH FUNGSI LAHAN - Pembangunan perumahan menjadi salah satu pemicu alih fungsi lahan pertanian di Loteng. Dinas Pertanian Loteng mengaku kesulitan membendung alih fungsi lahan.


SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Jelang Lebaran, Stok BBM di Sumbawa Dipastikan Aman Sumbawa Besar (Suara NTB) Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Badas dipastikan aman selama Ramadhan hingga lebaran mendatang. Guna memperlancar penyaluran, pertamina setempat tetap menyiagakan karyawan serta sarana. Operation Head TBBM Badas, Satria Hadi Wibowo, membenarkan hal tersebut. Semua stok BBM, mulai dari premium, solar minyak tanah, pertalite dan pertamax kondisinya aman. “Untuk stok BBM di sini untuk menjelang (Suara NTB/ind) hari raya atau selama masa Satria Hadi Wibowo Ramadhan kondisinya aman. Kurang lebih kita ada secara global 9,6 juta liter. Dari mulai stok premium, solar, minyak tanah, pertalite dan pertamax, semuanya aman,” ujarnya, Rabu (22/5) kemarin. Dijelaskannya, untuk premium stok yang tersedia sebanyak 1.513 kl. Jumlah ini bisa bertahan sekitar 7 hari kedepan dengan penjualan 200 kl perhari. Kemudian solar tersedia 5.430 kl dengan penjualan 328 kl perhari atau bertahan sekitar 16 hari kedepan. Selanjutnya minyak tanah tstoknya 1.134 kl, penjualan 68 kl perhari dan bisa bertahan sekitar 16 hari. Pertamax 1.006 kl, penjualan 49 kl perhari dan bertahan sampai 20 hari. Sedangkan Pertalite 250 kl, penjualan 32 kl perhari dan bisa bertahan sekitar 7 hari. Sebelum BBM ini mencapai masa kritis kapal tanker sudah datang untuk mensuplay kembali. Sehingga ketersediaan tetap aman dan penyalurannya lancar. “Sebelum mencapai masa kritis atau kurang tiga hari biasanya kapal-kapal tanker kita sudah datang untuk mensuplai kembali minyak-minyak yang ada di sini. Selama ini tidak pernah ada kendala, semuanya lancar sesuai jadwal. Sehingga kita tidak sampai terjadi kritis atau keterlambatan suplay. Kecuali kalau kondisi seperti gempa bumi bencana alam lainnya yang kita antisipasi,” terangnya. Selain ketersediaan BBM, selama ramadhan dan menjelang serta pasca hari raya pihaknya akan membentuk Satgas Rafi (Ramadhan Idul Fitri). Selama 24 jam pihaknya mensiagakan karyawan dan mobil tangki untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dari masyarakat. Bahkan dalam penyalurannya akan dilakukan lebih awal dari sebelumnya. “Jadi kita stan by 24 jam. Kita siagakan karyawan dan mobil tangki. Karena biasanya pada saat H-2 dan H+2 lebaran itu biasanya terjadi kenaikan 1 sampai 2 persen permintaan masyarakat. Oleh karena itu, kita antisipasi. Kemudian kita juga memulai penyaluran dari awal, mulai jam 4 pagi. sehingga untuk pendistribusian BBM ke wilayah SPBU yang ada di Sumbawa, KSB maupun Dompu dan Bima tidak sampai larut malam,” pungkasnya. (ind)

KSB Bantah Belum Ajukan Lokasi Smelter Jadi Kawasan Industri Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membantah jika selama ini pihaknya belum mengajukan lokasi pabrik smelter berikut industri turunannya di kecamatan Sekongkang untuk ditetapkan menjadi Kawasan Industri. “Yang bilang siapa di provonsi belum kita ajukan. Kan kita (KSB dan NTB) sama-sama di tim percepatan pembangunan smelter. Di sana (dalam tim) semua dikomunikasikan terma(Suara NTB/bug) suk soal lokasinya harus H. Amry Rakhman jadi kawasan industri dulu,” cetus Asisten Perekonomian Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si kepada wartawaj, Rabu (22/5). Penetapan lokasi pembangunan smelter berikut industri turunannya harus terlebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan industri. Penetapan itu dalam hal ini barus tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KSB. H. Amry menjelaskan, proses perubahan status lokasi pembangunan smelter PTAMNT di kecamatan Maluk menjadi kawasan industri dalam RTRW KSB telah berjalan sejak berapa waktu lalu. Pemda KSB bahkan telah mengusulkan ke provinsi NTB terkait perubahan status itu. “Usulan kita itu sudah direspon provinsi bahkan sudah dikeluarkan rekomendasi kesesuaian ruang (RTRW) oleh provinsi,” sebutnya. Atas rekomendasi kesesuaian RTRW Provinsi itu, Pemda KSB juga telah menyelesaikan peta lokasi yang akan dirubah menjadi kawasan indsustri sesuai kebutuhan pembangunan smelter tersebut. “Yang sedang direncanakan sekarang kan luasnya 850 hektar dulu dan ini terus kita proses supaya cepat final (ditetapkan),” papar H. Amry. Ia menyebutkan, proses penetapan lokasi smelter menjadi kawasan industri hampir final. Pemda KSB kini tinggal memunggu persetujuan sbustasi dari Pemprov NTB. Setelah mendapatkan persetujuan tersebut maka Pemda KSB bisa segera menetapkan perubahan RTRW yang muat soal lokasi pembangunan smelter itu sebagai kawasan industri. “Tertuangnya di RTRW kita (KSB) ya karena lokasinya secara administratif memang di sini. Dan penetapannya nanti lewat peraturan daerah (Perda),” tegas H. Amry yang juga menjabat wakil ketua tim percepatan rencana pembangunan smelter bentukan Pemprov NTB dan Pemda KSB. (bug)

SUARA PULAU SUMBAWA Suara Bidang PBB-P2 Bapenda Sumbawa

Pemutakhiran Data Pajak Tahun Ini, Direncanakan di Moyo Utara dan Moyo Hilir Sumbawa Besar (Suara NTB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa merencanakan untuk melakukan pemutakhiran data wajib dan objek pajak di Kecamatan Moyo Utara dan Kecamatan Moyo Hilir. Setelah dalam beberapa tahun terakhir, pemutakhiran data biasanya dipusatkan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas dan Kecamatan Unter Iwes. “Tahun ini, rencananya kita akan pemutakhiran di Moyo Utara dan Moyo Hilir,” kata Kepala Bapenda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, didampingi Kasubid Pendapatan, Pendataan dan Penilaian PBB-P2 dan BPHTB, Sri Handayani, Rabu (22/5), di ruang kerjanya. Menurutnya, secara jangka panjang, seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa akan

dimutakhirkan. Namun akan dimulai dari daerah atau kecamatan terdekat dari kota, mengingat keterbatasan personel untuk mendampingi petugas desa dan kecamatan yang melakukan pemutakhiran. “Ya targetnya semua kecamatan. Tapi kita awali dari sekitar kota dulu, sampai nanti semua kecamatan. Karena kita juga tetap harus dampingi petugas desa dan kecamatan,” jelasnya. Dikatakan, Bapenda telah menjalin komunikasi dengan seluruh desa yang ada di Kecamatan Moyo Utara. “Seluruh desa sudah kita komunikasi. Dan mereka sudah siap. Tinggal di Moyo Hilir, belum semua desa kita komunikasikan,” jelasnya, sembari menambahkan, pemutakhiran di dua kecamatan tersebut, akan dilakukan sekitar Juni, atau setelah bulan Ramadhan.

(Suara NTB/arn)

H. Hasan Basri Dijelaskan, data wajib dan objek pajak di Kabupaten Sumbawa akan terus dimutakhirkan, sembari melakukan penagihan. Sebab, umumnya data yang dimiliki saat ini,

yang masuk kedalam tahap penyelidikan dan pengumpulan data. Hanya saja untuk dua desa tersebut dirinya masih enggan memberikan informasi lebih jauh karena prosesnya masih tahap Puldata. Meskipun demikian, hasil kerugian sementara sudah berhasil dikantongi tim penyidik untuk terus didalami. Dimana untuk satu desa, ditaksir merugikan negara sekitar Rp400 juta dan desa lainnya mencapai angka Rp800 juta. Rata-rata kasus temuan tersebut berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Kabupaten, tetapi tidak kunjung bisa diselesaikan oleh desa. Sehingga kasusnya dilimpahkan ke APH untuk ditindak lanjuti,

merupakan data wajib dan objek pajak tahun 2014, atau sejak dialihkan dari pusat ke daerah. Kemudian, sekitar dua tahun lalu, Pemkab Sumbawa secara berkelanjutan melakukan pemutakhiran. “2014 itu kan PBBP2 diserahkan ke daerah. PBBP3-nya masih dipegang pusat. Dari dua tahun lalu kita selalu update data ini. Karena tentu banyak perubahan. Misalnya, tanah yang dulunya kosong, sekarang sudah ada bangunannya. Atau bidang tanah yang dulunya satu pemilik, sekarang sudah dipecah. Ada juga yang dulu atas nama orang tuanya, sekarang dimiliki anak atau ahli warisnya. Jadi itu yang terus kita mutakhirkan,” jelasnya. Dikatakan, 2017 pemutakhiran data objek dan wajib pajak difokuskan untuk wilayah Kecamatan Sumbawa,

dan 2018 difokuskan untuk kecamatan Unter Iwes, dan Kecamatan Labuhan Badas minus daerah pulau. Sebab, jumlah objek dan wajib pajak di daerah pulau tidak segnifikan baik perubahan ataupun jumlah objek dan wajib pajak. Dari dua kecamatan tersebut, telah diperbaharui sedikitnya 4.499 data objek pajak. Untuk wilayah Kecamatan Unter Iwes, terdiri dari 249 objek pajak di Desa Jorok, Desa Pelat (797), Desa Pungka (498), Desa Kerato (376), Desa Uma Beringin (357) Desa Nijang (304), Desa Boak (440), dan Desa Kerekeh (150). Sedangkan Kecamatan Labuhan Badas terdiri dari Desa Karang Dima (136), Desa Labuhan Badas (55) dan Desa Labuhan Sumbawa (1.137). ”Itu kegiatan pemutakhiran saja. Diluar kegiatan kita lainnya,” pungkasnya. (arn/*)

Hama Penggerek Batang Ancam Puluhan Hektar Lahan Petani Taliwang (Suara NTB) Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan (Tanbunnak) Sumbawa Barat mencatat sekitar 43 hektar lahan padi di Musim Tanam (MT) kedua 2019 terserang hama penggerek batang. Serangan hama tersebut terjadi di Desa Seloto dengan luas 28 hektar, Kelurahan Sampir 10 hektar, di Desa Lalar Liang 5 hektar dan Kecamatan Brang Ene sekitar 50 are. Jumlah inipun diprediksi masih terus bertambah, karena cuaca yang tidak menentu jadi pemicu berkembangbiaknya hama. “Terhadap 43 hektar lahan yang sudah dilaporkan tersebut, tingkat kerusakannya belum terlalu parah hanya di spot-spot tertentu dan sudah langsung ditangani. Meski demikian, kita tetap meminta para petugas PPL untuk memantau kondisi terkini yang terjadi di lapangan. Sehingga tidak perlu menunggu waktu sampai parah untuk bisa langsung disikapi. Karena jika tidak segera diantisipasi dikhawatirkan kerusakannya akan semakin parah dan akan sulit ditanggulangi,” ungkap Kepala Distanbunnak kepada Suara NTB melalui Kabid Pertanian dan tanaman pangan Syaiful Ulum SP, Rabu(22/5). Dikatakannya, serangan hama penggerek batang ini tidak secara menyeluruh, melainkan hanya spot-spot tertentu saja dengan umur padi sekitar 7-10 hari. Meski demikian, para pet-

ani sudah merasa was-was lantaran banyak padi yang tumbuh tidak normal dan menguning tiba-tiba. Sementara untuk penyemprotan saat ini sudah mulai dilakukan di Desa Seloto dan Kelurahan Sampir, sementara untuk dua lokasi lainnya dan sudah dilaporkan dalam minggu juga akan segera dilakukan. Petani juga sudah berusaha untuk menekan berkembangbiaknya hama penggerek batang ini dengan cara penyemprotan sebelum tanam menggunakan obat, tetapi hasilnya tidak maksimal. Bisa jadi faktor cuaca yang tidak bersahabat bisa menjadi pemicu, sehingga telur hama tidak bisa terbunuh saat penyemprotan. Meski demikian, pihaknya mengaku sudah menyiapkan langkah jitu dalam mengatasi serangan hama dan dalam waktu dekat akan mulai diaplikasikan ke lokasi yang belum mendapat

(Suara NTB/ils)

PENYEMPROTAN - Nampak para petani di Desa Seloto melakukan penyemprotan terhadap lahan yang terserang hama penggerek batang yang menyerang tanaman padi mereka. jatah penyemprotan. “Setelah laporan diterima kita langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyemprotan dan sisanya dalam minggu ini ditargetkan tuntas. Apalagi obat yang kita siapkan juga masih sangat banyak dan aman bagi para petani yang mengeluhkan serangan hama,” sebutnya. Ia menambahkan, cara kerja hama penggerek batang yakni dengan mengambil kandungan air dari padi, sehingga padi akan menguning dan mati. Jika tidak disikapi den-

Hentikan Perambahan Hutan di Lantung Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sumbawa, Dr. H. M. Ikhsan prihatin dengan kondisi hutan di kecamatan Lantung. Yang sudah banyak beralih fungsi menjadi lahan jagung. Untuk itu, Bupati menegaskan agar tak ada lagi perambahan hutan di Lantung, baik itu untuk dijual kayunya, maupun untuk dialihkan menjadi lahan pertanian. Sebagaiamana disampaikan saat Safari Ramadhan Pemkab Sumbawa di di masjid Al Hikmah desa Sepukur Kecamatan Lantung, Bupati prihatin dengan kondisi hutan di wilayah kecamatan Lantung yang kini sudah banyak dialihfungsikan menjadi lahan pertanian jagung. Sehingga pada musim penghujan, kondisi tersebut seringkali menimbulkan banjir lokal di Kecamatan Lantung, tepatnya di desa Sepukur dan desa Padesa. Ditambahkannya, masalah perambahan hutan masih men-

(Suara NTB/arn)

BANTUAN - Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sumbawa, H. M. Ikhsan menyerahkan bantuan Pemkab kepada pengurus masjid di desa Sepukur Lantung. jadi permasalahan yang cukup serius di wilayah Kecamatan Lantung ini. untuk itu bupati menegaskan kembali untuk tidak melakukan aktivitas perambahan hutan (illegal logging) baik untuk dijual kayunya maupun untuk dijadikan areal penanaman jagung. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, bukan hanya oleh aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah keca-

matan dan pemerintah desa. “Saya minta camat dan kepala desa untuk bersinergi dengan aparat untuk mengatasi persoalan ini, lakukan sesuatu untuk memutus rantai jaringan illegal logging ini, sempitkan ruang gerak para oknum perampok kayu, agar hutan kita tetap lestari, mata air kita tetap terjaga, dan masyarakat kita tidak menuai bencana,” ucapnya. (arn)

Dua Kasus APBDes Kembali Ditangani Polisi Taliwang (Suara NTB) Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumbawa Barat, kembali menangani kasus dugaan penyimpangan APBDes yang terjadi di dua Desa yang terjadi pada tahun 2017. Bahkan kedua kasus itu, ditaksir merugikan negara sekitar Rp1,2 miliar serta masih dalam tahap pendalaman sekaligus menunggu keluarnya hasil audit dari tim Penghitungan Kerugian Negara (PKN). Kapolres KSB, melalui Kasat Reskrim, AKP. Muhaemin SH., SIK kepada Suara NTB, Rabu (22/5) mengatakan, memang untuk saat ini ada dua kasus penyimpangan APBDes

Halaman 6

dengan harapan supaya memberikan efek jerah bagi desa yang lain. Meski dua desa tersebut masih belum dibuka, tetapi pihaknya menargetkan kasus ini tuntas di tahun 2019 sehingga tidak ada lagi tunggakan di tahun berikutnya. “Kita masih dalami kasus dua desa yang diduga melakukan tindakan penyimpangan APBDes tahun 2017 itu dan kita upayakan tuntas di tahun ini (2019),” ungkapnya. Dikatakannya, kedua desa tersebut rata-rata bermasalah dengan pelaksanaan proyek fisik serta adanya indikasi penggelapan pajak. Sementara untuk proses penanganan lanjutan terhadap kasus tersebut, pihaknya men-

gaku masih menunggu keluarnya hasil audit PKN. Jika hasil audit itu keluar, maka akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya sekaligus penetapan tersangka. Bahkan untuk penanganan kasus pidana Korupsi tetap akan menjadi atensi aparat penegak hukum karena dampaknya sangat besar bagi daerah dan negara. Apalagi untuk saat ini sudah ada satu kasus Korupsi yang berhasil terungkap yakni kasus desa Kemuning dengan kerugian ditaksir mencapai angka Rp935 juta. Makanya dengan makin gencarnya para aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus Korupsi, harusnya bisa dijadikan pelajaran bagi desa

yang lain dan tidak boleh diulangi lagi. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh perangkat kerja yang berada di desa untuk bisa lebih berhati-hati mengelola anggarannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Harusnya dengan penangkapan mantan kades Kemuning yang terjerat masalah Korupsi harus menjadi contoh bagi desa lain untuk tidak mengikutinya. Karena jika tidak dipatuhi aturan yang ada, maka bisa jadi masih ada lagi desa yang berurusan dengan APH karena melakukan pelanggaran dan penyimpangan,” tandasnya. (ils)

gan cepat, hama ini bisa mengakibatkan petani gagal panen dan merugi. Beruntung PPL dan petani segera melaporkan kondisi tersebut, sehingga bisa lanngsung disikapi dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa semakin ditekan. Sementara untuk persiapan obat-obatan sampai dengan saat ini sudah tidak ada masalah lagi, karena stok yang tersedia mencapai 2.500 liter. Sehingga pihaknya tidak kesulitan untuk menyikapi masalah serangan hama yang terjadi.

Hanya saja, pihaknya tetap berharap kepada para petani untuk segera melapor ketika ada kejadian baik itu serangan hama maupun hal yang lainnya. Karena jika tidak ada laporan, maka persedian obat juga tidak akan dikeluarkan oleh Pemerintah dan petanilah yang akan merugi nantinya. “Persediaan obat-obatan sudah tidak ada masalah lagi yang kita tunggu laporan dari para petaninya. Jika tidak ada laporan kita juga akan kesulitan untuk melakukan upaya penanganan lanjutan,” tandasnya. (ils)

Bangun Karakter Bangsa Lewat Momentum Nuzulul Qur’an Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc dan Ibu Hj. Amien Rahmani Husni Djibril menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an, Selasa (21/5) di Masjid Agung Nurul Huda. Sebagai momentum membangun kembali karakter bangsa. Bupati menyampaikan,malam Nuzulul Qur’an merupakan malam turunnya pedoman dan tuntunan umat manusia, yaitu Al-Qur’an. Umat Islam diingatkan untuk semakin bersemangat untuk bertadarus, untuk semakin khusyuk melakukan ShalatTahajud, untuk semakin lama I’tikaf di Mesjid, dan untuk semakin mempertebal kesalehan sosialnya. Al-Qur’an diturunkan kepada umat manusia melalui Nabi MuhammadSAW agar menjadi rahmat bagi semua umat manusia, agar menjadi sumber segala ilmu pengetahuan, agar membimbing umat manusia semuanya menjadi lebih baik. Disamping itu, Bupati mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan NuzululQur’an sebagai momen dalam merevitalisasikan kembali AlQur’an sebagai pedoman dalam

pembangunan karakter bangsa. Khususnya dalam memantapkan kepribadian masyarakat Sumbawa sebagai sebuah komunitas Islami yang damai, selamat, dan sejahtera serta memiliki jiwa mandiri dan semangat untuk berkarya. Bupati juga mengajak segenap masyarakat sumbawa untukmanfaatkanlah momentum bulan suci ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah. Diakhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh masyarakat sumbawa di bulan ramadhan dan menjelang lebaran, ketersediaan dan keterjangkauan harga barang dan bahan pokok masih dalam kondisi aman dan terkendali. Untuk itu masyarakat diminta untuk tidak berlebihan dalam berbelanja. karena belanja berlebihan akan menyebabkan kelangkaan bahan pokok itu sendiri. Sehingga muaranya adalah terjadinya kenaikan harga bahan pokok. “Kepada para pedagang saya minta untuk tidak melakukan penimbunan barang dan bahan pokok serta tidak mengambil keuntungan terlalu besar. Hal itu tertuang dalam surat edaran Bupati Sumbawa nomor 510/502/KUKM-INDAG/ 2019,” pungkasnya. (arn)

(Suara NTB/arn)

NUZULUL QURAN - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril pada malam Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Nurul Huda, Selasa (21/5).


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 7

Polres Dompu Kerahkan 560 Personel di Titik Rawan Dompu (Suara NTB) Sebanyak 560 orang personel Polres Dompu dikerahkan, Rabu (22/5). Mereka disiagakan di sejumlah titik rawan seperti kantor KPU, Bawaslu dan tempattempat ibadah. Perusakan fasilitas umum dan penyerangan etnis tertentu jadi atensinya. Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK., MIK melalui Kasubag Humasnya Iptu Sabri, SH., menyampaikan, pengerahan total seluruh personel dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan massa kelompok tertentu. Pasca diumumkannya hasil Pemilu serentak tahun ini. Pun langkah itu merupakan

tindak lanjut atas kerusuhan massa gerakan 22 Mei di Jakarta malam kemarin. “Karena orang-orang itukan tergabung dalam organisasi dan LSM makanya kita antisipasi merembet ke sini nanti oleh jaringan-jaringannya,” kata dia dihubungi Suara NTB, Rabu (22/5). Beberapa hal yang diantisipasi dalam status siaga ini,

lanjut dia, antara lain perusakan fasilitas umum seperti Kantor Bawaslu, KPU dan tempat ibadah. Bahkan tidak menutup kemungkinan institusinya akan menjadi sasaran penyerangan oknum tertentu. Disamping upaya pendeteksian berkesinabungan kondisi Kamtibmas wilayah di lapangan. Juga hasutan den-

gan menyebar informasi bohong melalui media sosial terus dipantau. Harapannya, masyarakat tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindak pidana. Sebagaimana yang saat ini ramai terjadi di sejumlah wilayah. “Kebetulan ini juga suasan Ramadhan jangan sampai kita sia-siakan dengan menyampaikan ujaran kebencian pada kelompok tertentu. Apalagi unjuk rasa dengan merusak fasilitas umum,” jelasnya. Kendati situasi Kamtibmas hingga dua hari pasca pengumuman hasil pilpres ini masih ter-

pantau aman. Polisi, tegas Sabri, tak ingin meremehkan situasi ini. Melainkan terus meningkatkan kewaspadaan dan penggalangan ke tengah masyarakat. Karena ancaman kejahatan bisa terjadi kapapun, baik terhadap penyelenggara Pemilu maupun jajaran di institusinya mulai tingkat polsek hingga mapolres. “Walaupun masih aman terkendali kita tidak mau remehkan situasi ini. Dan status siaga satu ini juga kita baru berakhir sampai betulbetul kondisinya aman,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/Polres Dompu)

SIAGA – Anggota Satsabhara Polres Dompu saat siaga di Kantor Bawaslu Dompu, Rabu (22/5).

DPMPTSP Bima Monitoring Usaha Tak Berizin Bima (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan Monitoring dan Pemantauan Perizinan Usaha di Kecamatan Soromandi, Selasa (21/5). Tim monitoring usaha tak mengantongi izi tersebut beranggotakan 10 orang. Dipimpin oleh Kepala Bidang Data, Informasi dan Pengaduan DPMPTSP Kabupaten Bima, Atok Kusdiyantoro, SE. Atok mengatakan, monitoring perizinan tersebut menyasar pelaku usaha yang tidak mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta Perizinan lainnya. Diakuinya, bagi pelaku usaha yang sudah memiliki perizinan akan diberikan Tanda Bukti Kepemilikan Izin. Sementara yang belum ada, akan didata dan diminta untuk mengurus izin usahanya. “Ini sebagai bentuk pendaatan usaha yang tidak berizin dan tidak,” katanya. Atok memastikan, monitoring perizinan tersebut merupakan tindaklanjut yang telah dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Dengan menyasar 8 dari 18 Kecamatan di Kabupaten Bima. “Sementara tahun 2019 telah dilakukan pada lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang menjadi target monitoring,” katanya. Ia menambahkan dari hasil monitoring tersebut banyak ditemukan para pelaku usaha yang belum mengurus perizinan. Sayangnya, Atok enggan membeberkan jumlah serta jenis usaha tersebut. “Kami harapkan pasca monitoring ini pelaku usaha yang belum memiliki izin segera mengurus. Bisa dengan sistem manual juga online,” pungkasnya. (uki)

(Suara NTB/uki)

MONITORING - Tim DPMPTSP Kabupaten Bima melalukan Monitoring Perizinan usaha di Kecamatan Soromandi, Selasa (21/5).

(Suara NTB/uki)

DATANGI WALIKOTA - Keluarga terduga teroris, Faisal dan Is bersama Lurah Penatoi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, dan Tokoh masyarakat mendatangi kantor Walikota Bima untuk bertemu Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, Rabu (22/5) siang.

Enam Hari Tanpa Kabar, Keluarga Terduga Teroris Temui Walikota Kota Bima (Suara NTB) Keluarga terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri belum lama ini mendatangi kantor Walikota Bima untuk bertemu dengan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, Rabu (22/5) siang. Kedatangan mereka itu, ingin meminta bantuan Walikota Bima untuk mencari tahu keberadaan keluarganya saat ini. Pasalnya sejak Sabtu hingga Rabu, keluarga belum mengetahui kabar para terduga teroris ini. “Sudah enam hari dengan sekarang dua adik saya tidak ada kabar,” kata kakak kandung terduga teroris teroris, Farida Srihani, kepada Suara

NTB sebelum bertemu dengan Walikota Bima. Dua adik kandungnya tersebut antara lain, M. Faisal dan M. Fahruarrais alias Is. Keduanya tiba-tiba hilang tanpa jejak. Namun informasi yang diketahuinya dari warga, keduanya diangkut ke dalam mobil. “Kejadiannya hari Sabtu kemarin sekitar pukul 15.30 Wita atau setelah waktu shalat Ashar,” katanya. Selain kedua adiknya, motor keduanya juga tidak ada, kabarnya juga telah sita. Karena saat hilang keduanya adiknya itu tengah membeli es kelapa untuk menu berbuka puasa di Penato’i. Hilangnya kedua adik serta motornya tersebut, Farida

mengaku pihak keluarga telah mengadukan atau melaporkan ke Mapolres Bima Kota tentang kasus kehilangan, pada Minggu (19/5). “Namun aduan kita tidak digubris. Kami juga tidak tahu alasannya. Adik saya Is sangat diperlukan oleh Istrinya yang saat ini tengah mau melahirkan,” katanya. Diakuinya kedua adiknya dikenal ramah dan sudah memiliki usaha masing-masing. Is memiliki usaha isi ulang air galon di Kelurahan Lewirato. Sementara Faisal berprofesi sebagai kontraktor. “Selama ini tidak pernah berbuat apa-apa. Is hanya jaga usaha isi ulang galon. Sementara

Faisal kerja proyek,” katanya. Farida menambahkan, sampai saat ini pihak keluarga masih bertanya tanya, kesalahan dan siapakah yang membawa kabur adik adiknya tersebut. Pihak keluarga pun menyimpulkan keduanya hilang karena diculik. “Kami sangat bingung dan bertanyatanya sampai sekarang. Kami anggap keduanya hilang karena diculik,” katanya. Kalaupun ditangkap atau diamankan oleh Aparat Kepolisian, Ia mewakili pihak keluarga berharap agar hal itu diberitahu. Mulai dari kondisi keduanya hingga keberadaannya saat ini. “Pihak keluarga juga berhak untuk

tahu. Salahnya apa hingga ditangkap dan keberadaannya juga,” katanya. Oleh karena itu kedatangannya di kantor Walikota didampingi didampingi Lurah Penatoi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, dan Tokoh masyarakat tersebut untuk meminta bantuan Walikota Bima mencari tahu keberadaan adik adiknya. “Sebagai pemimpin warga Kota Bim kami meminta bantuan Walikota,” katanya. Pantauan Suara NTB, saat pertemuan tersebut awak media tidak disuruh untuk meliput. Bahkan sejumlah wartawan cekcok dengan Aparat Sat Pol PP yang menjaga pintu masuk pertemuan. (uki)

Walikota Bima Ajak Warga Taati imbauan Gubernur Soal Hasil Pemilu Kota Bima (Suara NTB) Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE, mengajak seluruh lapisan warga Kota Bima untuk menaati imbauan dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkfliemansyah M.Sc, terkait hasil Pemilu 2019. “Ajakan ini sebagai bentuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, jujur, adil dan berintegritas,” kata Lutfi, Rabu (22/5). Ia berharap warga Kota Bima mampu menahan diri. Tidak terpengaruh provokasi oleh oknum-

oknum yang tidak bertanggungjawab, yang justru merusak keutuhan daerah yang sudah terbangun dengan baik selama ini. “Saya harapkan warga, Lurah dan para Camat tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing,” harapnya. Seperti diketahui, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkfliemansyah M.Ssc mengeluarkan tujuh imbauan menyikapi politik nasional. Antara lain meminta semua pihak tetap menjaga

persatuan, kesatuan dan keamanan serta rasa persaudaraan meski berbeda pilihan dalam Pilpres dan Pileg. Kemudian kedua, menghindari gerakan inkonstitusional dalam bentuk gerakan people power yang merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun berlandaskan bhinneka tunggal ika. Ketiga mengajak semua pihak dan tim sukses agar menahan diri serta tidak terprovokasi oleh pendukung,sebelumdansesudahKPU RI menyelesaikan sidang pleno

penetapan hasil Pemilu 2019. Keempat mengajak seluruh peserta Pemilu untuk mengedepankan proses hukum. Tidak mengambil tindakan sendiri yang menganggu kondusivitas wilayah dalam menyikapi dugaan pelanggaran pemilu. Imbauan kelima, mengajak dan mengimbau masyarakat NTB untuk bersama sama berpartisipasi menjaga keamanan ketertiban. Kondusivitas di lingkungan sekitar selama tahapan rekapitulasi hingga selesai.

Keenam mengajak juga para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda NTB serta organisasi kemasyarakatan untuk bersama menjaga keutuhan bangsa dan NKRI. Menangkal hoax dan ujaran kebencian yang memicu perpecahan bangsa. Kemudian imbauan terakhir, meminta masyarakat untuk mendukung terciptanya situasi damai di semua waktu dan tempat khususya pada momen Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah. (uki)

tambak lain mengikuti jejak Ahmad Said, selama dilakoni dengan fokus,” katanya. Ir. Abdul Razak Kepala Bidang Budidaya Perikanan menambahkan, Ahmad Said merupakan sosok yang ulet dan tekun dalam berusaha. Ia pun merasakan hasil dari usahanya. Dari empat anaknya, dua orang dijadikan anggota Polri dan dua orang mengikuti jejaknya sebagai petambak sukses. Rumahnya pun saat ini sudah diselesaikan pembangunan permanennya dan didaftarkan haji melalui ONH plus untuk diri dan istrinya. “Tambaknya itu, sekali panen sampai ratusan juta. Setahun bisa tiga kali panen,” cerita Abdul Razak. Untuk usaha tambak, kata Abdul Razak, Kabupaten Dompu memiliki potensi 4.700 ha dan yang sudah dikelola dengan semi tradisional maupun sistem tradisional baru 2.300 ha. Masih ada 2.500 ha potensi tambak yang belum terkelola. Karenanya, potensi ini akan terus didorong agar bisa dikelola oleh petani. Terlebih pasar untuk usaha bandeng dan udang sudah jelas dan pasti. “Selain penyuluh, Dinas juga terus membantu petani dengan berbagaibantuan,termasukpupuk subsidi,” ungkap Abdul Razak. Sarifah kurniawati, S. Tr. Pi,

penyuluh perikanan bantu kecamatan Woja juga mengatakan, dukungan pemerintah untuk pelaku usaha perikanan saat ini sudah lebih pasti. Termasuk dengan program Kartu Kusuka. Kartu ini terkoneksi dengan bank dan pemiliknya yang membutuhkan modal usaha tidak perlu mengajukan berkas. Ketika punya kartu KUSUKA, pihak bank cukup mengklik-nya akan terkoneksi dengan data pusat dan data pribadi pemiliknya. Bantuan pemerintah juga terkoneksi dengan kartu ini. “Semua petani perikanan sudah kita data untuk dapatkan kartu Kusuka. Kita masih tunggu validasi dengan Kementerian. Baru 1 ribuan yang sudah valid,” ungkap Sari. Bungadiyah Burerat, S.Pi Kasi Produkai dan Saran Prasaran Perikanan menambahkan, pemerintah juga terus mendorong petani tambak untuk mandiri. Termasuk mensertifikatkan lahan tambak miliknya. Program sertifikat ini sudah lama dilakukan dan bahkan sejak 2016 para petani tambak sudah bisa menjadikan lahan tambaknya untuk jaminan bank. “Sekarang juga sudah ada asuransi APPIK, asuransi pembudidaya perikanan kecil,” tambahnya. (ula/*)

(Suara NTB/Uki)

Sudirman Dj

(Suara NTB/Uki)

M. Lutfi

Polemik Mutasi Sukses Budidaya Bandeng, Ahmad Said Bersama dan Rotasi, Pimpinan Istri Daftar Haji ONH Plus DPRD Kecewa Tak Diundang

Dompu (Suara NTB) Ahmad Said, petambak ikan bandeng asal Dusun Ama Maka Desa Bakajaya Kecamatan Woja bakal menunaikan ibadah haji melalui jalur ONH plus bersama istrinya Sugiarti tahun 2019 ini. Ia juga menyelesaikan pembangunan rumah permanen dan mengantarkan anak-anaknya mandiri. Semua itu dilakoni dari hasil usaha budidaya tambak di Wawonduru Kecamatan Woja. Ahmad Said merupakan salah satu petambak sukses setelah memfokuskan diri usaha tambak sejak 1995 silam. Pasang surut usaha dialaminya dan awalnya tidak hanya bandeng yang diusahakan, tapi juga udang di lahan tambak seluas 8 ha. Namun kini ia fokuskan pada tambak bandeng dengan resiko yang kecil dan pasar yang pasti yaitu Rp25 ribu hingga 30 ribu per kilogram dan udang windu sekitar Rp80 ribu per kilogram. “Kalau bandeng sekarang tidak hanya mengandalkan pasar lokal. Tapi sudah dibawa ke Lombok dan Surabaya. Di sini ada penampungnya. Kapanpun petani tambak panen, langsung diambil penampung,” ungkap Sarifah kurniawati, S. Tr. Pi, penyuluh perikanan bantu Kecamatan Woja kepada Suara

(Suara NTB/Dinas Kelautan dan Perikanan Dompu)

(Suara NTB/Dinas Kelautan dan Perikanan Dompu)

Ir. Wahidin NTB beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Ir. Wahidin mengungkapkan, usaha tani tambak kini sudah semakin menjanjikan. Karena usahanya tidak sampai dua bulan sudah dipanen dengan keuntungan hingga belasan juta per hektare-nya untuk bandeng. Yang terpenting, petani setelah menabur benih dan melakukan pemupukan, memperhatikan sirkulasi airnya serta pematang tambak agar tidak jebol diterjang air pasang. Masalah yang dihadapi petani tambak, lanjutnya bisa dengan cepat terkomunikasikan dengan pemerintah karena ada

Ir. M. Makmun penyuluh yang setiap saat mendampingi petani. Tidak hanya sebagai penyambung lidah, penyuluh juga mendampingi petani tambak untuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. “Itu dikomunikasi secara kelompok,” katanya. Karenanya, kesuksesan Ahmad Said mendaftarkan diri menunaikan ibadah haji melalui jalur ONH plus akan diikuti para petambak lain. Karena tidak hanya Ahmad Said yang berhasil sukses di usaha budidaya ini, tapi juga banyak petambak lain seperti H. Sidik, dan petani tambak lain. “Kita berharap akan banyak petani

Kota Bima (Suara NTB) Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Sudirman Dj, menyorot Pemerintah Kota Bima lantaran tidak mengundang pihak legislatif saat proses mutasi dan rotasi ratusan pejabat di Lingkungan Pemkot setempat, belum lama ini. Duta Partai Gerindra ini kecewa terhadap Pemerintah, lantaran tidak dipandang sebagai mitra. Sebab, anggota dewan merupakan Wakil Rakyat yang mengawal kebijakan Eksekutif. “Jujur saja kami cukup kecewa acara mutasi dan rotasi kemarin, kami di dewan tidak diundang oleh Pemerintah. Padahal kami adalah mitranya,” katanya, Rabu (22/5). Menyikapi hal itu, pihaknya yang diwakili Komisi I berencana akan memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) untuk klarifikasi terkait mutasi dan rotasi tersebut. Apalagi beredar kabar, proses mutasi dan rotasi itu syarat kejanggalan, karena ada dugaan tidak melibatkan unsur Baperjakat. “Nanti Komisi I akan panggil Sekda untuk mengklarifikasi. Termasuk soal dugaan tidak dilibatkannya unsur Baperjakat,” katanya.

Sementara Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, memilih tidak berkomentar panjang soal kritikan pimpinan dewan soal undangan tersebut. Namun yang dipastikan prosesnya sudah sesuai mekanisme. Lutfi juga menegaskan, urusan mutasi dan rotasi jabatan merupakan ranah eksekutif bukan tugas pokok. Ia berharap semua pihak agar menyikapinya dengan bijak sesuai tugas pokok masing-masing. “Misalnya Legislatif yang berfungsi pengawasan dan anggaran. Jadi urusan mutasi dan rotasi ini tidak boleh dicampuri karena bukan wewenang DPRD,” tegasnya. Ia menambahkan juga proses mutasi dan rotasi yang dilakukan kemarin sudah sesuai regulasi dan ketentuan yang ada. Bahkan ia bersama Wakil Walikota beserta unsur Baperjakat membahas panjang dalam penyusunan komposisi jabatan. “Intinya semuanya telah berjalan sesuai mekanisme yang ada. Penempatan pejabat berdasarkan kompetensinya masing-masing. Soal pro dan kontra itu sudah biasa,” pungkasnya. (uki)


SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Khairul Rizal akan Ikut Ramaikan Bursa Cabup Loteng Mataram (Suara NTB) Sejumlah figur sudah mulai bermunculan ke permukaan dalam bursa pencalonan bakal calon kepala daerah di Kabupaten Lombok Tengah. Diantara mereka ada yang sudah terang menyatakan diri akan maju dengan penuh percaya diri ada pula yang masih malu-malu. Nama-nama figur satu persatu terus bermunculan ke permukaan yang akan ikut ambil bagian dalam kontestasi politik lima tahunan di Loteng itu. Baru-baru ini secara mengejutkan muncul nama baru yang sebelumnya tidak pernah disebut, yak(Suara NTB/dok) ni politikus Partai Nasdem, H.M. Khairul Rizal H.M. Khairul Rizal. Suami dari Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah itu, disebut-sebut akan ikut tampil bertarung di Lombok Tengah. Nama Khairul Rizal santer terdengar akan turun bertarung di tanah kelahirannya Lombok Tengah. Khairul Rizal yang dikonfirmasi terkait hal tersebut juga tak menampiknya. Bahwa dirinya mulai didorong untuk tampil bertarung di Loteng. Hanya saja nampaknya ia masih enggan menanggapi terlalu jauh isu pencalonannya, mengingat waktu Pilkada serentak 2020 masih cukup lama. Namun demikian, terkait keseriusan Khairul Rizal akan turun bertarung dalam kontestasi perebutan kekuasaan di Lombok Tengah pasca Bupati Suhaili yang sudah menjabat dua periode, terkonfirmasi dari pengakuan politikus Nasdem, yang juga dikenal dekat dengan Rizal, yakni M. Naship Ikroman. “Insya Allah beliau akan maju di Loteng,” ujar Achiep sapaan akrabnya saat mendampingi Rizal, Selasa (21/5) malam kemarin. Diketahui dari tujuh Daerah yang akan menggelar Pilkada serentak 2020 di NTB, Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu yang tensi politik Pilkadanya sudah mulai menghangat. Sejumlah nama figur mulai bermunculan pascapemilu 2019 ini. Beberapa figur yang disebut-sebut akan tampil bertarung di Pilkada Loteng yakni, H. Humaidi dari Partai Golkar, Lalu Pathul Bahri dari Gerindra, Lalu Pelita Putra dari PKB, Ruslan Turmuzi dari PDIP, dan Syamsul Qomar dari Demokrat. Selain dari kalangan politisi, sejumlah nama dari kalangan profesional juga muncul, seperti Lalu Aksar Ansori, Mantan Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi dari birokrasi. (ndi)

POLHUKAM

Halaman 8

Belum Ada Gugatan PHP kepada KPU NTB Mataram (Suara NTB) KPU Provinsi NTB menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima ada informasi terkait adanya peserta Pemilu baik Parpol maupun DPD RI dari yang sudah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) di NTB. Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Rabu (22/5) kemarin membenarkan bahwa pihaknya belum menerima informasi ada gugatan untuk hasil Pemilu di NTB. “Hingga saat ini belum ada ajukan gugatan ke MK untuk KPU NTB,” katanya. Dia menjelaskan, peserta Pemilu baik Parpol dan calon DPD RI sudah diperkenankan mengajukan gugatan ke MK sejak selasa lalu (21/3). Sesuai undang-undang Pemilu dan PKPU, KPU memberi batas waktu tiga hari, bagi pihak yang keberatan mengajukan gugatan ke MK. Batas waktu itu mulai dihitung sejak KPU

mengumumkan hasil perolehan suara secara nasional. KPU RI sudah mengumumkan dan menetapkan perolehan suara nasional Pemilu 2019 pada senin dini hari (20/ 5) lalu. Karena itu, terhitung sejak selasa (21/5), peserta Pemilu sudah diperkenankan mengajukan gugatan perselisihan hasil ke MK. “Tetapi hingga saat ini belum ada informasi aduan keberatan ke MK,” ucap mantan ketua KPU Sumbawa tersebut. Walau begitu, ia menegaskan, jika ada aduan gugatan ke MK, dirinya memastikan KPU NTB siap meladeni gugatan perselisihan hasil Pemilu

yang diajukan peserta Pemilu tersebut ke MK. Bagaimanapun, lanjutnya, undang-undang Pemilu dan PKPU sudah menjamin kepada peserta Pemilu untuk bisa mengajukan gugatan perselisihan hasil Pemilu ke MK. “Prinsipnya, kita siap hadapi jika ada ajukan gugatan ke MK,” tegasnya. Disinggung terkait penetapan caleg terpilih di Pemilu legislatif 2019. Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Pemilu dan PKPU menyebutkan bahwa caleg terpilih ditetapkan sesudah dinyatakan tidak ada aduan gugatan perselisihan hasil Pemilu ke MK. Penetapan caleg terpilih ha-

sil Pileg 2019, akan dilaksanakan KPU di masing-masing tingkatan. Misalnya caleg terpilih di tingkat DPRD NTB akan ditetapkan KPU NTB, dan begitu terus ditingkatan lainnya. “Jika ada gugatan ke MK, Maka penetapan caleg akan ditunda hingga ada keputusan MK,” jelasnya. Sementara itu, Kuasa hukum calon DPD RI nomor urut 27 Farouk Muhammad, yang berencana melayangkan gugatan ke MK, Sudirman mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mendaftarkan aduan gugatan ke MK. Pasalnya, saat ini pihaknya terus mempersiapkan berbagai dokumen dan bukti yang diperlukan bagi aduan gugatan ke MK tersebut. Menurutnya, waktu tersedia untuk mengajukan gugatan ke MK, masih sangat memungkinkan bagi pihaknya untuk mempelajari peluang

(Suara NTB/dok)

Suhardi Soud diterima gugatan diajukan pihak ke MK. “Terakhir Kamis ini kita putuskan daftar gugatan atau tidak ke MK,” pungkasnya. (ndi)

Alumnus Udayana akan Ikut Bertarung di Pilkada Serentak 2020 Mataram (Suara NTB) Pada Pilkada serentak 2015 lalu, para calon kepala/wakil kepala daerah yang berasal dari anggota DPRD Provinsi NTB, mencatatkan prestasi yang cukup baik. Tiga orang anggota DPRD NTB yang ketika itu maju bertarung berhasil terpilih. Mereka adalah, Bupati Kabupaten Sumbawa, H. Husni Jibril, kemudian Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, M. Syarifuddin. Ketiganya merupakan anggota DPRD NTB hasil Pemilu 2014. Belum satu tahun duduk di kursi wakil rakyat Udayana, mereka turun bertarung dan berhasil terpilih. Prestasi yang ditorehkan oleh para alumnus Udayana itu, kemudian memberikan inspirasi bagi para wakil rakyat yang sudah dipastikan terpilih dari hasil Pemilu 2019 ini. Mereka ingin mengikuti jejak kesuksesan para alumnus Udayana sebelumnya. Salah satu yang sudah terangmenyatakandirinyaakanmajuyakniH.Muzihir,anggotaDPRD NTB dari dapil I Kota Mataram. Ia kembali terpilih pada Pemilu 2019 ini, dengan perolehan suara caleg terbanyak di dapil I. Muzihir sudah mengumumkan dirinya untuk turun bertarung di Kota Mataram. “Insya Allah kita siap untuk maju di Pilkada Kota Mataram,” tegasnya saat dikonfirmasi. Bahkan ia mengaku telah mulai membangun komunikasi politik dengan sejumlah parpol yang berpeluang menjadi mitra koalisi PPP. Selain Muzihir, ada nama Ruslan Turmuzi, anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PDIP yang kembali terpilih pada Pemilu 2019 ini juga sudah mendeklarasikan dirinya akan turun bertarung di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah. Ia mengaku terinspirasi dari prestasi yang ditorehkan oleh rekan separtainya yang berhasil merebut krisis orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa, yakni Husni Jibril. “Sudah cukup lima periode saya di DPRD NTB ini, saya akan pulang kampung menjadi bupati, mengurus daerah, itu permintaan dari masyarakat,” katanya. Oleh para anggota DPRD NTB, banyak yang menjadi panggung politik Pemilu 2019 sebagai alat untuk mengukur kapasitasnya untuk tampil di Pilkada serentak 2020. Jika mereka mendapatkan dukungan pribadi cukup signifikan, maka dia akan sangat percaya diri untuk tampil maju. Humaidi, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTB, juga disiapkan untuk bertarung di Kabupaten Lombok Tengah. Peraih suara terbanyak di DPRD NTB pada Pemilu 2014 lalu itu, tidak diragukan lagi akan turun bertarung pada Pilkada 2020 Loteng untuk menggantikan kekuasaan sepupunya, bupati sekarang, H. M. Suhaili. “Insya Allah ada Pak Humaidi di Loteng, dia juga tidak terpilih di DPR RI, tapi suaranya sangat besar di Loteng, itu cukup jadi modal dasar kekuatan di loteng,” kata Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda. Anggota DPRD NTB dari PPP, Nurdin Ranggabarani juga disebut-sebut akan turun bertarung di Pilkada Kabupaten Sumbawa pasca ia gagal terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil I NTB pada Pemilu 2019 ini. Meskipun ia gagal melenggang ke Senayan, perolehan suara pribadi terbilang sangat fantastis untuk dijadikan modal maju di Pilkada Sumbawa. “Insya Allah, maju terus, tidak ada kata mundur, karena saya tidak bisa berjalan mundur,” tegasnya saat dikonfirmasi Suara NTB. (ndi)

Kasus Dana Porprov 2018

Audit Inspektorat Tentukan Langkah Penyelidikan Mataram (Suara NTB) – Polda NTB berkoordinasi dengan Inspektorat Provinsi NTB terkait audit pengelolaan dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X 2018. Hasil audit itu mempengaruhi penyelidikan yang sudah berjalan. Entah itu ada ditemukan kerugian negara atau bahkan sebaliknya. “Saya sudah ketemu kemarin, itu kan masih di Inspektorat. masih diaudit,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin ditemui Rabu (22/ 5) kemarin di ruang kerjanya. Setelah Inspektorat selesai mengaudit, nantinya laporan hasil pemeriksaan akan diserahkan ke KONI NTB beserta rekomendasinya. Apabila dalam batas waktu 60 hari tidak dipenuhi maka penyidik Polda NTB baru bisa turun tangan lagi. “Ya kalau ada temuan kan diselesaikan di APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) sampai kerugian negara dikembalikan. Di kita juga masih penyelidikan,” terang Syamsudin. Dalam penyelidikan di Subdit III Tipikor, beberapa penanggung jawab pelaksana pertandingan masingmasing cabang olahraga sampai pihak ketiga tempat penyewaan venue sudah diklarifikasi. “Sekarang kita menunggu saja apa hasil audit dari Inspektorat. Nanti baru ditentukan langkah di sini seperti apa,” jelasnya. Gelaran kesepuluh Porprov NTB berlangsung pada Desember 2018 lalu. Anggaran penyelenggaraannya yang sebesar Rp10 miliar ditanggung APBD-P Provinsi NTB. Sisanya lagi sebesar Rp3,3 miliiar hasil urunan KONI kabupaten/kota. Urunan tersebut digunakan untuk akomodasi, konsumsi selama penyelenggaraan Porprov. Penggunaan anggaran lainnya untuk insentif wasit, pengadaan item pendukung kegiatan, dan penyewaan venue. (why)

(Suara NTB/why)

SIDANG - Terdakwa Heru Priyanto mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram dengan perkara korupsi program pengamanan kebun kopi Tambora tahun 2006.

Korupsi Kebun Kopi Tambora

Mantan Kepala DKP Bima Minta Bebas Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Heru Priyanto minta bebas dari dakwaan korupsi program pengamanan kebun kopi Tambora, Bima tahun 2006. Dia yang kala itu menjabat Dinas Perkebunan ini mengaku tidak mengkorup uang Rp40 juta yang didakwa jaksa itu menurutnya sebagai hasil penjualan hasil kopi. Penasihat hukumnya, Abdul Hanan menjelaskan perihal rincian uang Rp40 juta yang semuanya ditelanjangi asal usul-

nya di persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. “Bahwa dia tidak pernah mengambil uang itu karena yang Rp32 juta itu adalah uang panjar pembelian kopi tambora,” ucap Hanan dikonfirmasi Rabu (22/5) kemarin mengutip nota pembelaan yang dibacakan di persidangan sehari sebelumnya. Uang senilai itu pun diserahterimakan dengan perjanjian yang dikukuhkan dalam surat. Surat ditandatangi Heru dan pengepul kopi, Hariadi.

Duit itu disetor Hariadi ke kepala dinas dengan imbal balik, Hariadi mendapat jatah kopi sejak dari pertama dipanen. “Uang itu juga sudah disetorkan ke bendahara daerah saat itu, Abidin Muhammad. Itu juga yang disampaikan dia waktu bersaksi di persidangan,” ujarnya. Kemudian, sambung dia, uang Rp8,7 juta yang disebut sebagai dana operasional kepala dinas tidak cuku pembuktiannya di persidangan. “Itu hanya keterangan satu orang saja. Tidak ada saksi lain

Kedutaan Perancis Bergeming Vonis Mati Dorfin Mataram (Suara NTB) – Kedutaan Besar Perancis di Jakarta bergeming atas vonis mati warga negaranya yang terlibat penyelundupan 2,98 kg narkoba ke Lombok, Dorfin Felix. Pendampingan hukum terhadap Dorfin diserahkan seluruhnya ke Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Mataram. Dorfin berjuang sendiri lolos dari maut. Penasihat hukumnya, Deni Nur Indra sudah memberitahukan pihak kedutaan besar Perancis di Jakarta. Pemberitahuan itu berkaitan dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Mataram terhadap Dorfin. “Sudah dibalas (kedutaan) pemberitahuan itu dan dijawab bahwa tidak ada bantuan hukum dari mereka (kedutaan),” beber Deni dikonfirmasi Rabu (22/5) kemarin. Tetapi kedutaan tidak memberi alasan yang memadai mengenai sikap tersebut. Yang dia lakukan sampai sekarang ini yakni memenuhi permintaan banding Dorfin yang disampaikan langsung saat sidang vonis Senin lalu. “Pernyataan permohonan bandingnya sudah saya sampaikan hari ini. Untuk memori bandingnya kita akan

(Suara NTB/why)

DORFIN - Terdakwa Dorfin Felix terduduk di ruang tahanan Pengadilan Negeri Mataram usai menjalani persidangan Senin lalu selesaikan setelah menerima salinan putusannya,” terangnya. Dorfin bersikeras dirinya bukan bandar yang sampai harus dihukum mati. Melainkan hanya kurir suruhan orang yang calon penerimanya luput diselidiki sampai kini. ”Kok bisa dihukum lebih berat,” ucap Deni. Ketua majelis hakim Isnurul Syamsul Arif, dan hakim anggota Didiek Jatmiko dan Ranto Indra Karta menjatuhkan hukuman mati terhadap Dorfin Felix yang terbukti melanggar pasal 113 ayat 2 UU RI No 35/ 2009 tentang narkotika. Dorfin menurut majelis

hakim terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan mengimpor sabu, amphetamine, ketamine, dan metilendioksimetamfetamina atau ekstasif dengan total beratnya 2,989 gram atau setara 2,98 kg. Terdakwa yang diupah seseorang sebesar 5.000 euro atau setara Rp87 juta ini membawa narkoba dalam sembilan paket melalui Lombok International Airport Praya 21 September 2018 lalu. Dengan penerbangan dari Lyon, Perancis. Saat merupakan kali ketiganya dia masuk ke Indonesia setelah sebelumnya pernah ke Jakarta dan Bali. (why)

atau surat-surat,” jelas Hanan. Sebelumnya, jaksa penuntut umum Wayan Suryawan menuntut majelis hakim dengan ketua Ferdinand M Leander, agar terdakwa Heru dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun dan enam bulan. Berikut dengan denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. Juga, uang tunai sebesar Rp40 juta yang sudah dititip terdakwa dituntut agar disita untuk disetor kembali ke negara. Menurut jaksa terdakwa terbukti menyalahgunakan

kewenangannya dalam program senilai Rp378 juta tersebut. Kebun kopi di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima dikelola dari APBD Kabupaten Bima tahun 2006. Pengelolaan kopi tersebut di bekas lahan Hak Guna Usaha PT Banyuaji. Total anggaran yang digelontorkan Rp378 juta. Penggunaananggarannyaberupapemetikan kopi gelondongan basah dan penjualan hasil kopi dalam rentang bulan Juli sampai Oktober 2006.Akibatkorupsi,negaradirugikan Rp218 juta. (why)

Target Serapan Maksimal

Jaksa Buka Konsultasi Hukum Dana Kelurahan Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram mendapat gelontoran 50 persen Dana Kelurahan tahun 2019 sekitar Rp 9 miliar. Kejari Mataram menyiapkan pendampingan berupa konsultasi hukum. Tujuannya, dana terserap maksimal sesuai tenggat waktu yang diberikan. “Kami membuka peluang untuk konsultasi. Harapannya, eksekusi kalau bisa 100 persen,” ujar Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana ditemui di ruang kerjanya Rabu (22/5). Dia meyakini sumber daya manusia kelurahan cukup mumpuni untuk mendapat kewenangan tambahan mengelola dana untuk kebutuhan yang diamanatkan negara. Dalam hal juga pertanggungjawaban pengelolaannya. “Tidak ada alasan tidak bisa eksekusi. Lurah ini kan memang birokrat jadi secara administrasi sudah matang sehingga secara administrasi pertanggung jawabannya saya kira bisa lebih bagus,” ucapnya. Sumedana memandang potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana kelurahan tetap ada.

Namun nantinya lebih diutamakan pencegahan melalui pendampingan konsultasi hukum dan pengawasan Inspektorat. Kami akan awasi kalau memang ada yang minta. Sebenarnya, ini lebih mudah mengelolanya karena setiap kelurahan kebutuhan tetap ada,” ujar jaksa yang pernah selama lima tahun berkarir di KPK ini. Dana kelurahan dikelola untuk kebutuhan pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Setiap kelurahan di Kota Mataram mendapat Rp370 juta pertahun. Sumedana mengatakan bahwa kelurahan di era kekinian tidak melulu sebagai tempat pengurusan administrasi. Namun, punya peran yang lebih besar untuk mencanangkan dan mengimplementasikan program peningkatan dan berkelanjutan. “Menurut saya untuk penyerapan anggaran itu, lurah membentuk Pokja. Apa yang menjadi potensi kelurahan masing-masing, kembangkan. Lurah harus tahu potensi wilayahnya,” pungkas Sumedana. (why)


Halaman 9

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

“Yang membaca Al Qur`an dan dia mahir membacanya, maka dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al Qur’an, namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Taubatan Nashuha Mukhlishin (Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram)

(Suara NTB/ist)

SERAHKAN - Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menyerahkan hadiah pada juara PTQ Emas di Kompleks Islamic Center, Selasa (21/5) malam.

Gubernur Tutup PTQ Emas 2019 Mataram (Suara NTB) Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) Emas ke-50 tahun 2019 di Mataram NTB sukses digelar. Sebab, sejak dibuka pada 17 Mei 2019 lalu, kegiatan yang digagas RRI bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berlangsung lancar, sukses dan melahirkan qori’ qori’ah terbaik dari berbagai provinsi. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang menutup kegiatan itu, Selasa (17/5) malam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan RRI dan Kemenpar menjadikan NTB sebagai tuan rumah perhelatan itu. “Kami merasa senang, terima kasih telah datang meramaikan kota kami. Semoga kehadiran para peserta melantunkan ayat-ayat Al Qur’an ini menambah keberkahan Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya. Khusus kepada jajaran RRI, Gubernur Doktor Zul menyam-

paikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. RRI kata Doktor Zul memiliki sejarah tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Gubernur menyerahkan hadiah untuk para juara lomba yang telah dipertandingkan dalam PTQ tersebut. Di antaranya, lomba tausyiah, lomba tahfiz, tilawah. Masingmasing juara pertama akan mendapat hadiah umrah dan uang pembinaan. Selain itu, Doktor Zul menyerahkan bendera pataka PTQ

kepada Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, selaku tuan rumah kegiatan 2020 mendatang. Herman Deru menyampaikan tekadnya untuk melaksanakan dan menyukseskan PTQ 2020 di provinsinya. Sebagai daerah dengan predikat zero conflict katanya, ia menjamin kegiatan itu akan berhasil dan memberikan manfaat seluasluasnya bagi masyarakat. Pada cabang tausiah untuk terbaik pertama putra diraih oleh Ahmad Ramadhan dari korwil 15 Pekan Baru, terbaik

kedua Dedi Cahyadi korwil 8 Banjarmasin dan terbaik 3 atas nama Irwansyah, Karoror Korwil 2 Manokwari Untuk terbaik putri satu diraih oleh Nida Siti Nur Hafizakh, Korwil 13 DKI Jakarta, terbaik kedua Ana Safitri, Korwil 10 Surabaya dan terbaik ketiga Istiana Aulia Hotri, Korwil 8 Banjarmasin. Sementara di cabang tahfiz terbaik putra pertama diraih Fatwa Hadi Maulana, Korwil 13 DKI Jakarta, terbaik kedua M. Rizky Ananda, Korwil 17 Banda Aceh dan terbaik ketiga Moh. Faisal, Korwil 1 Jayapura. Untuk terbaik putri pertama diberikan kepada Tuti Alawiyah, Korwil 11 Bandung, terbaik kedua Rohidah, Korwil 9 Pontianak serta terbaik ketiga Rahmataini

Khorimah, Korwil 7 Denpasar. Sedangkan di cabang tilawah terbaik putra harapan kedua diraih Muhammadin, RRI Takengon, Novrizan harapan pertama dari Meulaboh, Muhammad Alamul Yakin terbaik tiga dari RRI Banjarmasin. Qori atas nama Nasoikhul Ibad RRI Jakarta, terbaik kedua dan terbaik pertama Muhammad Ibdigho Mardatillah dari RRI Bogor. Untuk terbaik putri pertama diraih oleh perwakilan RRI Mataram atas nama Suci Indah Yanti disusul terbaik kedua dan tiga masing - masing Alfiatul Rahmaniah RRI Jakarta dan Agustiani, RRI Pontianak. Sementara harapan pertama diraih Sisca Wulandari RRI Batam serta harapan kedua Adila Latifa RRI Banda Aceh. (ham)

DWP Dinas PUPR NTB Bagikan 100 Paket Sembako Ramadhan Mataram (Suara NTB) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB menyalurkan paket sembako untuk puluhan anak yatim dan Pegawai Golongan I yang berada di wilayah Dinas PUPR Provinsi NTB, Rabu (22/5). Penyaluran paket dilakukan di Masjid As-Syuhada, kompleks Dinas PUPR NTB. Ditemui saat acara, Ketua DWP Dinas PUPR Dima Farimawati, S.H., menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan DWP Dinas PUPR NTB. Kegiatan ini, ujarnya, merupakan keterlibatan dirinya yang pertama setelah menjadi Ketua DWP Dinas PUPR NTB yang baru. ‘’Akan ada 100 paket sembako yang akan kami bagikan hari ini, 50 paket untuk para anak yatim dan 50 paket untuk Pegawai Golongan I yang berada di lingkungan Dinas PUPR NTB ,selain paket sembako, kami juga akan memberikan uang santunan, serta perlengka-

pan beribadah,” terangnya Dima menuturkan kegiatan ini dilaksanakan selain untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan ini juga sebagai ajang silaturahmi seluruh anggota DWP Dinas PUPR Provinsi NTB bersama pegawai di lingkungan Dinas PUPR NTB. “Tujuan utama kita tentu saja untuk memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan apa lagi hari ini kan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan bulan penuh berkah. Jadi insya Allah menjadi berkah untuk kita semua,’’ terangnya. Dengan bantuan yang diberikan Dima berharap ini dapat bermanfaat untuk semua dan kegiatan ini akan berlanjut setiap tahun. Dirinya juga berpesan pada seluruh kader DWP Dinas PUPR NTB, agar ke depan untuk lebih aktif lagi dalam organisasi dan agar apa yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan lebih ditingkatkan khususnya di bidang sosial kemasyarakatan.

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Sup Tahu Putih dan Jamur Kuping 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 BAGI sebagian orang, berpuasa justru membuah tubuh12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 nya semakin gemuk. Apalagi menu berbuka dan sahur tidak 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 diperhatikan serta mengkonsumsi apa saja, sehingga 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 tubuh tidak berubah sebagaimana halnya tidak berpuasa. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Na, bagi Anda yang ingin lebih kurus saat berpuasa, coba 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 menu-menu yang tidak membuat Anda gemuk. Salah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 satunya, Sup Tahu Putih dan Jamur Kuping. Berikut ini 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 bahannya sebagaimana dikutip dari resephariini.com. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Bahan-bahan : 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Tahu putih 2 buah (iris kotak, sesuai selera), jika 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 ingin membuat tahu rumahan sendiri bisa klik di sini 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 2 Resep Membuat Tahu Tempe Homemade 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Oyong 1 buah, iris dadu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Wortel 1 buah, iris bulat tipis 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Jamur kuping secukupnya, iris menjadi beberapa 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 bagian 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Soun atau misoa 2 buah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Bawang putih 4 siung 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Bawang merah 3 siung 2. Kemudian masukkan irisan wortel beserta oyong, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Daun prei 1 batang (iris tipis) tumis sebentar lalu beri air secukupnya untuk kuahnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Seledri 1 batang (iris tipis) 3. Tunggu sampai mendidih, lalu masukkan jamur, cabai 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Merica bubuk sedikit beserta tahu yang telah di potong-potong. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Cabai rawit merah 5 buah 4. Ratakan dan tunggu sampai mendidih. Masukkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Garam secukupnya seledri, beri garam, royco dan gula secukupnya. Cicipi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Gula pasir secukupnya rasa, jika ada yang kurang silahkan tambahkan bahan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Penyedap rasa secukupnya (jika suka) lain sesuai selera. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 - Air secukupnya 5. Yang terakhir, masukkan mie soun atau misoa, tunggu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Cara Membuat Sup Tahu Putih Pedas : sampai layu atau mekar baru matikan api. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 1. Langkah awal tumis bawang putih, bawang merah 6. Sup tahu putih pedas campur oyong dan jamur siap 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 dan irisan bawang prei hinga tercium aroma harum. dihidangkan selagi hangat. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234

Hal senada disampaikan Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM. Pada kesempatan ini, dirinya mengapresiasi untuk seluruh anggota DWP Dinas PUPR NTB atas kegiatan berbagi sembako ini yang dilaksanakan. “Saya sangat bangga akan kegiatan ini, karena kita belajar berbagi kepada sesama, saling asah, asih, asuh, yang terpenting lagi adalah selalu mengutamakan kebersamaan, dan kelak kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan bantuan yang diberikan hari ini dapat bermanfaat,” ungkapnya Pembagian paket Ramadhan diberikan secara simbolis oleh Kepala Dinas PUPR NTB, H. Azhar pada perwakilan yang berhak menerima. (r/*)

(Suara NTB/ist)

POSE BERSAMA - Kepala Dinas PUPR NTB H. Azhar bersama Ketua DWP Dinas PUPR NTB Dima Farimawati dan jajaran pose bersama dengan penerima paket sembako Ramadhan di Masjid As Syuhada, Rabu (22/5).

Kampung Pesona Ramadhan Teros

Upaya Dispar Promosi Wisata Budaya di Lotim Selong (Suara NTB) Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan menggelar Kampung Ramadhan di Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji. Kampung Ramadhan akan menyajikan berbagai macam kuliner sebagai takjil berbuka puasa yang akan dipasarkan selama kegiatan. “Kita akan gelar mulai tanggal 29-30 Mei mendatang,” terang Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Muhir, Rabu (22/5). Dia menjelaskan, kegiatan Kampung Ramadhan digelar sebagai bagian dari promosi wisata budaya. Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji disebut memang menjadi salah desa yang selalu semarak dengan kegiatan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan. Untuk itu, Dispar Lotim mencoba memfasilitasi kegiatan Kampung Ramadhan desa. Kepala Desa Teros, Patria Kusnandar mengemukakan acara Kampung Ramadhan ini diinisiasi oleh remaja Masjid Nururrasyid Teros. Acara sangat diharapkan bisa berlangsung lama. Setidaknya bisa sepekan menjelang hari raya idul fitri. “Rencananya ada kegiatan bazar,” ungkapnya.

Adanya bazar ini, terangnya, bertujuan untuk memberdayakan pedagang kecil yang ada di sekitar Teros. Di mana, warga membuat kue dan jajan ringan lainnya bisa ditampilkan dalam kegiatan Kampung Ramadhan. “Jadi kalau dua hari itu memang terlalu nyalah (singkat, red) waktunya,” ungkapnya. Acara juga akan dirangkai dengan lomba dai cilik. Suasana Ramadhan di Kampung Teros ini diharapkan bisa digelar semarak dan menghidupkan suasana Ramadhan. Kegiatan bertajuk Kampubg Ramadhan ini diakui sejauh ini belum pernah digelar. Harapannya ini menjadi awal yang baik agar bisa lebih semangat dan bergairah suasana malam R a madhan. ‘’Malam hari selam a

Ramadhan diharap selalu ramai,’’ ujarnya. Harapan besarnya, ada daya ungkit bagi warga Teros dalam pengembangan ekonominya. Karenanya, tidak saja pedagang takjil yang dihadirkan, namun juga pedagang pakaian. “Sekarang kita sedang persiapan dan momentum ini kota harapkan juga bisa jadi ajang promosi desa,” demikian paparnya. (rus)

Muhir

(Suara NTB/dok)

ALLAH Ta’ala berfirman:”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8). Ibnu Katsir rahimahullah, mengatakan, bahwa makna taubat yang tulus (taubatan nashuhah) sebagaimana kata para ulama adalah, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” Ayat pertama di atas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus dalam maksiat, baik dalam dosa kekafiran dan dosa lainnya untuk bertaubat dan kembali pada Allah. Allah SWT memberikan kabar gembira bahwa Allah mengampuni setiap dosa bagi siapa saja yang bertaubat dan kembali pada-Nya. Walaupun dosa tersebut amat banyak, meski bagai buih di lautan (yang tak mungkin terhitung). Ia menerangkan bahwa tidaklah mengampuni dosa syirik, itu maksudnya adalah bagi yang tidak mau bertaubat dan dibawa mati. Artinya jika orang yang berbuat syirik bertaubat, maka ia pun diampuni. Firman Allah : Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53). Pada hakikatnya, taubat harus kita lakukan setiap waktu. Namun keharusan bertaubat ini bertambah kuat sebelum memasuki bulan Ramadan. Ulama salaf menganjurkan untuk memperbanyak taubat kepada Allah menjelang memasuki bulan Ramadan supaya kita bisa menjalankan puasa Ramadan dengan hati yang bersih dan ketenangan jiwa. Dengan kebersihan hati dan ketenangan jiwa, kita bisa sukses melaksanakan semua ibadah puasa Ramadhan dengan baik dan sempurna. Dalam surah Annur ayat 31, Allah berfirman: “Bertaubatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang beriman supaya kalian beruntung (sukses).” Dan dengan datangnya bulan kebaikan dan keberkahan, membuka peluang besar kepada orang yang berbuat dosa dan bergelimang dengan berbagai macam kemaksiatan, diulurkan kepadanya kesempatan yang sangat lebar sekali agar terjadi perubahan dalam kehidupannya, sehingga Ia meninggalkan hidup dalam kelalaian, dosa dan kemaksiatan, bersama para pengendara yang tengah berada di perjalanan menuju kepada Allah, yang merindukan untuk berjumpa dengannya, mengharapkan keridhoan-Nya.Maka, pada bulan ini dibukalah pintupintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka, dedengkot setan dibelenggu, suasana lebih terkondisikan daripada bulan lainnya hingga seorang dapat membentengi diri dari pengaruh nafsu dan setan yang akan memalingkannya dari jalan petunjuk. Jika dahulu seorang hamba memiliki kebaikan, lalu ia beramal kejelekan yang dapat menutupi kebaikannya, kemudian setelah itu ia taubat lagi, Jika ia bertaubat yang tulus, maka kebaikannya di masa silam bisa kembali.Dari Hakim bin Hizam, ia berkata pada Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu mengenai berbagai perkara kebajikan yang aku lakukan di masa jahiliyah yaitu ada amalan silaturahim, membebaskan budak dan sedekah, apakah semua itu tetap dicatat sebagai kebaikan (ketika aku masuk Islam)?” Hakim kemudian mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau masuk Islam, maka kebaikanmu di masa silam pun akan dicatat sebagai kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Allahu’lam.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 10

PPDB SMA Negeri SMP dan SMA Berbasis Ponpes SETELAH membuka pendidikan jenjang MTs, tahun depan Yayasan Assaidiyah Pemenang, KLU, akan membuka pendidikan jenjang SMP dan SMA berbasis pondok pesantren. Ketua Yayasan Assaidiyah, Miftahuddin, menjelaskan pihaknya akan membuka jenjang SMP dan SMA berbasis Ponpes. Hal itu dikarenakan keunggulan yang dimiliki pesantren mencakup pengembangan akhlak mulia dan pembinaan kepribadian. Sedangkan, keunggulan yang dimiliki sekolah (Suara NTB/dys) terletak pada pengembangan Miftahuddin mutu akademis. Dikatakan Miftahuddin, santri dan siswa akan mendapatkan kompetensi sesuai dengan kurikulum Kemendikbud dan Kementerian Agama. Yakni pengembangan kompetensi kognitif, afektif, psikomotor dan nilai yang seimbang untuk bekal di dunia dan akhirat. Kedepan pihak yayasan akan mengupayakan agar santri dan siswa memiliki kemampuan pendidikan umum dan pendidikan agama Islam. Ia mengungkapkan, Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) yang akan diterapkan nanti adalah upaya untuk memadukan dua keunggulan yang dimiliki sekolah dan pesantren. Sistem sekolah sebagai pendidikan formal memiliki fungsi sebagai wahana transformasi sosial budaya. Sementara pesantren mempunyai keunggulan sendiri, misi pendidikannya lebih banyak ditekankan pada aspek moralitas dan pembinaan kepribadian. Menurutnya, ketika pesantren dan sekolah berjalan sendiri-sendiri ada potensi dan kekuatan pendidikan yang tidak terpadukan. Secara umum, program SBP bertujuan untuk mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan di sekolah dengan keunggulan sistem pendidikan di pesantren. Harapannya ialah agar Sekolah Berbasis Pesantren menjadi embrio anak unggul dalam berbagai skill, kemandiriannya bagus, agamanya bagus, nasionalismenya tinggi dan moralnya bagus. Nantinya, selain mendapatkan ilmu pengetahuan umum, juga bisa mendapatkan ilmu agama secara bersamaan. Sebab ilmu agama menjadi dasar bagi siswa untuk bisa menjadi pribadi yang berakhlak baik. Pribadi yang berakhlak dan bermoral baik bisa menjadi generasi yang membawa perubahan. (dys)

Kampus Minta Masyarakat Jaga Persatuan Mataram (Suara NTB) Situasi kebangsaan akhir-akhir ini mengkhawatirkan. Usai Pilpres elemen masyarakat masih terkotakkotak. Masyarakat diminta untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Apalagi beberapa waktu lalu bangsa kita memperingati hari kebangkitan nasional. Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., menekankan untuk segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak (Suara NTB/dok) cucu bangsa, yaitu persatuH. Lalu Husni an Indonesia. Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional beberapa waktu lalu kata Husni, dilangsungkan dalam suasana yang berbeda dari tahun sebelumnya, karena Hari Kebangkitan Nasional bertepatan dengan bulan ramadhan. Untuk itu harus bisa saling menjaga diri agar tetap dalam suasana bersatu. “Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT,” ujarnya. Seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga akhirnya, pada ujung bulan ramadhan nanti, kita bisa seperti Maha Patih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita,” ungkap Husni. Sementara itu lanjutnya, dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam arus ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. “Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja,” sambungnya. Selain itu Rektor juga mengajak agar semua pihak sebagai sesama anak bangsa secara sadar dan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. (dys)

Kuota Diatur agar Tak Ada Sekolah Kekurangan Siswa Mataram (Suara NTB) Salah satu yang menjadi keluhan sekolah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun 2019 yaitu berkaitan dengan kekurangan siswa di sekolah tertentu. Oleh karena itu kuota antar sekolah akan diatur. Bagi sekolah yang memiliki banyak siswa, kuota akan dikurangi sehingga siswa mendaftar di sekolah yang masih minim siswa. Namun, mutu sekolah juga harus ditingkatkan.

Rusman

Hal itu mengemuka dalam rapat antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB dengan pihak sekolah di ruang rapat Kantor Dinas Dikbud NTB, Rabu (22/5). Kepala Dinas Dikbud NTB, Rusman ditemui di sela-sela rapat mengatakan, pihaknya mengikuti ketentuan zonasi yang diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Mengikuti Permendikbud itu dengan menyesuaikan kemampuan teman-teman di lapangan, bagaimana kondisi sekolah, bagaimana fenomena setiap tahun, untuk memenuhi itu teman-teman menyiasati bagaimana supaya betul-betul mengikuti ketentuan itu,” katanya. Diperlukan kesepkatan agar petunjuk teknis (Juknis) PPDB benar-benar jelad dan tidak bias sehinga bisa mudah dipahami orang lain. Pihaknya menghindari terjadi perdebatan dan semua persoalan bisa terakomo-

dasi dengan baik. Salah satu masalah yang mencuat yaitu berkaitan dengan ada sekolah yang berada di satu zonasi dengan sekolah lain, mendapatkan siswa yang minim. “Bagaimana mengatur, apakah ruang kelas penerimaan dikurangi. Kuota dan zonasi dibahas, betul-betul agar tidak satu sekolah jadi gemuk dan satu kurus,” kata Rusman. Selain pihaknya juga meminta agar sekolah meningkatkan mutu, baik dari segi kemampuan kepala sekolah dan guru sehingga masyarakat bisa memilih sekolah itu. “Selain kita untuk meratakan kuota melalui zonasi, dan sekolah juga meningkatkan mutu,” jelas Rusman. Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram, Sahnan, mengatakan zonasi berpatokan pada

jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa. Diakuinya kerap ada masalah ketika di satu sekolah siswa yang mendaftar bisa menumpuk sedangkan di satu sekolah malah minim. “Sekarang bagaimana caranya agar sekolah (yang dianggap) favorit tidak menumpuk dan sekolah baru tidak kekurangan siswa, sekolah favorit dikurangi kuota agar siswa digiring dengan aturan itu,” kata Sahnan yang juga Kepala SMAN 2 Mataram. Sahnan menekankan bahwa PPDB zonasi bagus untuk pemerataan mutu. Mutu akan merata kalau penyebaran siswa yang baik atau berprestasi juga menyebar merata ke sekolah. “Lalu berikutnya guru juga akan disebar di sekolah di pinggir kota, sehingga kompetisi antar sekolah bisa lebih adil,” pungkasnya. (ron)

(Suara NTB/dok)

Kepala SMP Kristen Aletheia Ampenan Juara I Kepsek SMP Berpretasi Mataram (Suara NTB) Kepala SMP Kristen Aletheia Ampenan, Vironika Endras Bhairawati, S.Pd., meraih juara satu Kepala Sekolah (Kepsek) SMP berprestasi se-Kota Mataram tahun 2019. Ia kembali akan berlomba di tingkat Provinsi NTB pada 24 sampai dengan 26 Juni mendatang untuk memperebutkan predikat juara satu yang akan mewakili NTB ke tingkat nasional. Kepala SMP Kristen Aletheia Ampenan, Vironika Endras Bhairawati, S.Pd., ditemui Rabu (22/5) mengatakan, pelaksanaan lomba Kepsek berpretasi tingkat Kota Mataram dilaksanakan pada 26 April lalu. Pengumuman juara dilakukan pada pekan lalu. Ia menceritakan proses lomba itu berupa tes tulis, presentasi, dan portofolio. Portofolio berisi prestasi akademik, prestasi non akademik siswa, dan MoU yang dilakukan sekolah serta program yang dilakukan oleh sekolah. Ia juga menyerahkan Best Practice berjudul Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Android di SMP Kristen Aletheia. Vironika menekankan, bahwa prestasi yang diraihnya bukan hanya berasal dari hasil kerjanya saja, tapi juga

(Suara NTB/ron)

FOTO BERSAMA - Kepala SMP Kristen Aletheia Ampenan, Vironika Endras Bhairawati (tengah) berfoto bersama Ketua Badan Pelaksana Pendidikan Sekolah Kristen Aletheia Ampenan, Steven Suminyanto D. (paling kiri) dan jajaran guru serta staf SMP Kristen Aletheia yang turut mendukung sehingga Vironika bisa meraih juara satu Kepsek SMP berprestasi tingkat Kota Mataram tahun 2019. dari kerja seluruh guru dan staf SMP Kristen Aletheia Ampenan. “Prestasi ini sebenarnya bukan hanya kerja saya sendiri, kerja guru, staf SMP, kami bersyukur dengan adanya ini kami juga menunjukkan kerja kami. Kami bersyukur bisa bekerja dengan sebaik-baiknya untuk sekolah

Kristen Aletheia,” ujarnya. Pada lomba Kepsek berpretasi tingkat Provinsi NTB nanti, Vironika beharap bisa mendapatkan prestasi juara satu dan bisa mewakili Provinsi NTB ke tingkat nasional. “Saya harapkan dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan pihak yayasan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Pendidikan Sekolah Kristen Aletheia Ampenan, Ir. Steven Suminyanto D., mengatakan dari prestasi ini ia berharap dari pengalaman lomba dan evaluasi yang telah dilakukan bisa turut meningkatkan mutu dan kinerja di SMP Kristen Aletheia. Penerapan dari

hasil lomba nanti bisa semakin meningkatkan mutu sekolah. “Implementasi harus lebih baik. Kita mengharapkan makin sering dilakukan oleh pemeirntah untuk memotivasi sekolah. Untuk peningkatan mutu kepala sekolah bisa memacu guru lain untuk bisa berprestasi,” harapnya. (ron)

35 Peserta Didik Alfamart Class Ombudsman Klarifikasi Tandatangani Kontrak Kerja Dinas Dikbud NTB Terkait Mataram (Suara NTB) Sebanyak 35 peserta didik Alfamart Class Rabu (22/5) resmi dilepas dan langsung menandatangani kontrak kerja. Pelepasan dan penandatanganan kontrak kerja alumni Alfamart Class angkatan kedua berasal dari siswa SMKN 2 Mataram. Kepala Sekolah yang diwakili Drs. Suratman selaku Waka Kesiswaan, menyampaikan bahwa alumni Alfamart class adalah bentuk sebuah keberhasilan ketika para alumni di setiap jenjang sibuk persiapan mencari lapangan kerja, namun untuk alumni Alfamart class langsung mendapatkan pekerjaan. “itu beda kalian belum genap satu bulan dinyatakan lulus dijemput oleh pekerjaan. Maka jangan sia-siakan kesempatan,” ungkapnya. Senada dengan itu, Ketua Program Studi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) Erly Sumawati, SE,. MM., menyampaikan siswa SMK 2 yang ikut dalam

Persoalan Aldi Irpan

(Suara NTB/dys)

TANDA TANGAN KONTRAK - 35 peserta didik Alfamart class sedang menandatangani kontrak kerja program ini lulus sempurna. “Kalian dalam kompetensi ini lulus dengan nilai grade 04. Ini adalah grade tertinggi dan akan menerima gaji setara UMR,” ungkapnya. Selain itu, di lapangan sudah terbukti banyak alumni SMKN 2 yang sudah bekerja dan beberapa orang di antara mereka yang sudah menjadi ACOS (Asisten Kepala Toko), bahkan kurang dari setahun bekerja

sudah dapat meraih ACOS. Sementara Satria sebagai perwakilan dari PT. Sumber Alfaria Tbk, menjelaskan bahwa SMKN 2 Mataram adalah menjadi kelas unggulan, dibuktikan saat KBM, UKK mampu menghadirkan nilai terbaik. Dilanjutkannya, dia memberikan motivasi bahwa selain kerja mereka juga akan bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan Kuliah. (dys)

Mataram (Suara NTB) – Ombudsman RI Perwakilan NTB melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB terkait masalah siswa SMAN 1 Sembalun, Aldi Irpan yang tidak diluluskan karena diduga kritis terhadap sekolah. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim bertemu langsung dengan Kepala Dinas Dikbud NTB, Rusman di ruang kerja Kepala Dinas Dikbud NTB pada Rabu (22/5). Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim, dikonfirmasi terkait pertemuan dengan Kepala Dinas Dikbud NTB mengatakan pihak Aldi Irpan sudah melapor ke Ombudsman. Dengan begitu, menjadi kewajiban bagi Ombudsman untuk melakukan klarifikasi. “Langkah pertama mengklarifikasi Kepala Dinas Dikbud NTB. “Klarifikasi beberapa keterangan dan nanti menyusul pemberian

data kepada kami,” ujarnya. Pada prinsipnya, kata Adhar, pihaknya ingin melihat persoalan ini. Menurutnya, persoalan ini sebenarnya bukan persoalan besar dan bisa diselesaikan oleh Dinas Dikbud NTB. “Ombudsman sebenarnya berharap kasus ini bisa diselesaikan oleh internal Dikbud. Tidak perlu Ombudsman. Karena masalah ini bukan masalah rumit,” katanya. Nantinya Ombudsman juga akan melakukan cek terhadap poin penilaian perilaku yang menjadi masalah dalam persoalan ini. Masalah ini berada dalam bidang pendidikan, maka tidak boleh ada unsur subjektivitas dalam penilaiannya. “Apakah benar-benar sudah sesuai dengan mekanisme sesuai ketentuan, kita harus lihat. Ombudsman prinsipnya memeriksa hal-hal seperti itu karena ini adalah wilayah pelayanan publik,” jelas Adhar. Selanjutnya Ombudsman juga akan memeriksa data mulai dari rapor Aldi Irpan, keputusan guru BK dan data lainnya. Juga melihat mekanisme pengambilan keputusan ketidaklulusan Aldi Irpan. Ia berharap pihaknya bisa segera menyelesaikan persoalan ini. “Mudahan dengan cepat, karenaAldijugaakanmelanjutkanpendidikan.Sesegeramungkin,”katanya.KepalaDinasDikbudNTB,Rusman ditemui Selasa (22/5) mengakui Ombudsman mendatanginya. Namun Rusman enggan menyampaikan hasil pertemuan lebih jauh. Sebelumnya ia juga menyerahkanmasalahinikeOmbudsman. Sebelumnya, Aldi Irpan bersama keluarga, pendamping, dan Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) melaporkan masalah ketidaklulusan Aldi Irpan ke Ombudsman, pada Selasa (21/5). (ron)


Kamis, 23 Mei 2019

KONI NTB Segera Surati Pengurus Cabor yang Kedaluwarsa Mataram (Suara NTB) Ketua Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, mengatakan terdapat sejumlah cabor yang sudah berakhir masa jabatan kepengurusannya. Terkait soal itu, pihaknya akan segera menyurati sejumlah yang kepengurusannya sudah kedaluwarsa agar segera melaksanakan Musprov. “Bagi cabor yang sudah berakhir periodesasi kepengurusannya akan kita Surati. Kita minta mereka untuk segera melakukan konsolidasi dan melaksanakan Musprov,” ucap Baiq Elok Megawati kepada Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Rabu (22/5). Dikatakan Elok, Musyawarah Provinsi (Musprov) sangat penting bagi sejumlah cabor yang berakhir masa kepengurusannya. Karena hal itu merupakan legalitas formal yang menunjukan kepengurusan olahraga tersebut masih aktif dan layak diberikan dukungan anggaran. Ditanya beberapa kepengurusan cabor yang sudah berakhir, Baiq Elok Megawati tidak menghafal jumlahnya. Namun dirinya memastikan ada sejumlah cabor yang sudah berakhir masa kepengurusan. “Saya tidak bisa sebutkan berapa cabor yang sudah mati, namun memang masih ada beberapa cabor yang sudah berakhir,” jelasnya. Sementara itu, data yang diterima Suara NTB menyebutkan bahwa cabang olahraga yang berakhir kepengurusannya tahun ini hingga 2017 lalu terdapat kurang lebih 10 cabor. “Tidak perlu kita sebutkan nama cabor, yang pasti kita akan surati beberapa cabor yang sudah berakhir masa kepengurusan,” jelasnya. Lanjut Elok, pihaknya akan meminta semua cabor yang akan kedaluwarsa tahun ini agar segera melaksanakan pemilihan ketua cabor. Musprov penting dilakukan oleh cabor untuk melegalkan kembali kepengurusan yang sudah ada. Hal itu penting dilakukan demi terwujudnya organisasi yang sehat sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) masing-masing cabor. (fan)

SUARA NTB

Halaman 11

Turun Peringkat, Tim Tenis Putra NTB Harus Ikut Pra-PON Mataram (Suara NTB) Pengprov Pelti NTB mengatakan tim tenis putra NTB gagal meraih tiket lolos PON berdasarkan peringkat. Oleh karena itu tim putra NTB harus mengikuti pertandingan Pra-PON tenis di Palembang bulan Agustus 2019 guna memperebutkan tiket PON 2020. “Atlet tenis kita menurun prestasinya sehingga gagal meraih tiket PON berdasarkan prestasi. Mereka harus ikut Pra-PON tenis untuk memperebutkan tiket PON tahun 2020,” ucap Ketua Umum Pengprov Pelti NTB, Jamaluddin Maladi ketika dihubungi Suara NTB, di Mataram, Rabu (22/5). Jamal mengatakan, sebelumnya pihaknya memastikan tim tenis putra NTB

akan lolos PON XX di Papua tahun 2020 tanpa melalu babak kualifikasi. Hal itu dikarenakan peringkat tim tenis NTB masuk peringkat tujuh besar nasional. Selain itu, tim tenis putra NTB yang diperkuat Panji Untung Setiawan dan kawankawan sudah membuktikan diri lolos PON tahun 2016 tanpa melalui Pra-PON tahun 2015. Namun sepertinya tahun 2019 berbeda dengan

tahun lalu, dimana pada tahun ini prestasi tim tenis menurun hingga ke peringkat 20 besar nasional. “Kalau di tahun 2016 prestasi tim tenis NTB masuk tujuh besar nasional. Namun prestasi tim tenis NTB menurun ke peringkat 20 nasional. Hal ini disebabkan atlet andalan NTB, Panji jarang mengikuti kompetisi nasional karena Panji menempuh studi di Amerika Serikat,” jelasnya.

(Suara NTB/fan)

Panji Untung Setiawan Ditambahkannya, untuk dapat tampil di PON 2020, tim tenis putra NTB harus ambil bagian di Pra-PON yang akan berlangsung di Palembang bulan Agustus 2019. Le-

Jadwal Penerbangan di Bandara Sumbawa Berkurang Sumbawa Besar (Suara NTB) Jadwal penerbangan di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa berkurang. Dari yang sebelumnya empat penerbangan kini menjadi tiga penerbangan dalam sehari. Kepala Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Sutarmin, membenarkan hal tersebut. Sebelumnya terdapat 4 penerbangan, masingmasing dua kali Wings dan dua kali Garuda. Sekarang ini berkurang menjadi tiga penerbangan, Wings tetap dua kali dan garuda hanya satu kali. “Sekarang Wings tetap dua kali, Garudanya dikurangi satu menjadi sekali,” ujarnya. Menurutnya, Garuda beroperasi satu kali mulai 13 Mei lalu. Berdasarkan informasi dari maskapai, berkurangnya penerbangan ini karena persoalan operasional. Kemudian juga dimungkinkan karena

Satgas Pantau Penyaluran Jadup Tahap Pertama

Pesilat Lotim Belum Mampu Berprestasi Nasional Selong (Suara NTB) Pesilat asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sejauh ini belum pernah ada satupun yang bisa meraih juara di tingkat nasional. Apalagi sampai ke tingkat internasional. Saat ini, ada dua atlet silat Lotim sedang dalam proses mengikuti Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX. “Ya, memang belum ada kita dari Lotim,” ujar Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Lotim, Rusman. Dia menjelaskan, para atlet yang saat ini mengikuti Pra PON sangat diharapkan bisa mendapatkan tiket PON. Satu atlet silat menjadi andalan IPSI Loltim adalah Wan Wardiah yang bertarung di kelas D. Atlet silat andalan Lotim ini saat gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) lalu meraih juara I. Atlet lainnya yang dikirim IPSI Lotim ini juga merupakan jawara. Akan tetapi kondisi kesehatannya sempat terganggu dan tidak terlalu optimis bisa mendapatkan tiket PON. Sebenarnya kata Rusman, ajang Pra PON ini bisa diikuti lebih dari dua orang atlet dari Lotim. Hanya saja karena terbentur aturan, yang dikirim hanya dua orang. Menurutnya, Lotim memiliki banyak pesilat yang bisa dikirim berlaga merebut gelar jawara pada ajang PON. Disebut ada enam atlet silat Lotim yang bisa dibawa mengikuti Pra PON. Ditambahkan, melihat potensi Wan Wardiah IPSI Lotim menyakini atletnya ini bisa lolos ke PON. “Kita optimis Bisa dapat Tiket PON,” ungkapnya. Bicara potensi atlet lainnya sebutnya sangat banyak dan bisa mendulang prestasi yang membanggakan. Namun diperlukan intensitas latihan yang lebih tinggi. Melihat lawan-lawannya diakui banyak yang unggul. Tapi dengan melihat potensi pesilat Wan Wardiah yang saat juga ikut PPLP di Mataram. Karenanya nanti pada PON harus dapat mengharumkan nama NTB. Selama bulan suci Ramadhan ini, sambungnya kegiatan latihan di IPSI sendiri terus digelar seara intensif. “Kita sekarang sedang melakukan latihan secara intensif,” demikian ucapnya. Untuk atlet yang dikirim Pra PON saat ini juga sedang menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi di Mataram. Sehingga jarang sekali pulang. Latihan dilakukan bersama hanya saat libur. (rus)

(Suara NTB/fan)

TETAP LATIHAN - Meski tak dapat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua Tahun 2020, atlet nasional asal NTB, Putu Dini Jasita tetap intens menjalani latihan. Latihan di GOR 17 Desember Turide Mataram belum lama ini dalam rangka persiapan event internasional. Pada 10 Juni 2019 mendatang, Dini dan Dhita Juliana akan kembali masuk Pelatnas persiapan mengikuti event internasional.

Kasus Rabies di Dompu Kian Mengkhawatirkan Dompu (Suara NTB) Kasus rabies di Kabupaten Dompu kian mengkhawatirkan dan kasus gigitan terus meningkat pada April – Mei 2019 ini. Setidaknya ada 104 anjing dan binatang lain yang dinyatakan positif rabies setelah dilakukan uji laboratorium. Hewan penyebar rabies (HPR) ini juga telah menggigit manusia. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir. Zaenal Arifin, M.Si yang dikonfirmasi, Rabu (22/5) mengakui kasus rabies di Dompu kian mengkhawatirkan. Populasi anjing diperkirakan sekitar 20an ribu ekor dan yang dieliminasi serta divaksin baru sekitar 50an persen. Upaya vaksin saat ini sulit dilakukan karena anjing-anjing tersebut merupakan anjing liar dan dimanfaatkan warga untuk jaga ladang saat tanam jagung. “Sekarang jagung sudah dipanen, anjingnya kembali dilepas liar lagi,” katanya. Berdasarkan sampel yang diteliti, lanjut Zaenal Arifin, ada 104 hewan yang positif rabies. Satu ekor sapi di Dorebara, dan 1 ekor kucing di Mbawi positif rabies. Sisanya merupakan anjing. “Anjing yang positif rabies ini, pasti sudah menggigit termasuk manusia,” katanya. Sementara sapi dan kucing ikut terjangkit rabies karena digigit anjing positif rabies. “Anjing rabies akan menggigit apapun yang bergerak di depannya,” tambahnya. Untuk hewan lain,

(Suara NTB/ula)

Mataram (Suara NTB) Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto menyambangi atlet NTB yang mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Jakarta, Selasa (21/ 5) lalu. Kesempatan itu dimanfaatkan Andy untuk berbuka bersama dengan atlet NTB, Lalu Muhammad Zohri yang baru saja sukses meraih tiket Olimpiade 2020 setelah meraih medali perunggu dengan catatan waktu 10.03 detik di Osaka Jepang belum lama ini. Selain menggelar buka bersama dengan atlet atletik Pelatnas, Andy bersama para atlet NTB menyempatkan diri berbagi takjil di sepanjang Jalan depan Stadion Glora Bung Karno. Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto yang dihubungi Suara NTB via ponselnya, Rabu (22/5) kemarin mengatakan kedatangannya ke Jakarta untuk menyambangi atlet asal NTB yang masuk dalam Pelatnas PB PASI. Selain menyambangi atlet Pelatnas, Andy juga meli-

(Suara NTB/ula)

Zaenal Arifin

Hj. Iris Juita Kastianti

lanjut Zaenal, saat ini pihaknya sedang mengambil sampel sapi yang menunjukan gejala Rabies di Dorongao Kelurahan Kandai Satu untuk diteliti di laboratorium. Kondisi rabies yang kian mengkhawatirkan, Bupati terus mengajak masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam upaya memutus rantai penyebaran virus rabies di Dompu. Eliminasi bahkan didorong hingga di tingkat Desa. “Bupati sudah meminta keterlibatan aktif warga untuk eliminasi anjing liar,” kata Zaenal mengulang instruksi Bupati. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes kepada Suara NTB di kantornya, Rabu kemarin mengungkap-

kan, jumlah kasus gigitan anjing yang ditangani pihaknya hingga Selasa (21/5) pukul 17.00 wita sekitar 1.147 kasus. Jumlah kasus gigitan tiap harinya tetap ada dan cenderung meningkat pada April – Mei ini. “Kemarin saja ada lima kasus gigitan yang kita tangani,” katanya. Hj. Iris mengaku, dari kasus gigitan tersebut pihaknya sudah mengambil Lyssa atau lendir korban gigitan untuk dilakukan uji laboratorium. Ada tujuh lyssa yang dikirim pihaknya ke laboratorium dan hingga saat ini belum diketahui hasilnya. “Yang positif rabies 104 kasus itu pada anjing, bukan pada manusia. Pada manusia, kita sudah kirim lyssa-nya, tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya. (ula)

Imigrasi Sumbawa Data WNA Selama Ramadhan Sumbawa Besar (Suara NTB) Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa turun lapangan ke sejumlah institusi pendidikan dan perusahaan selama bulan Ramadhan ini. Hal ini guna melakukan pendataan terhadap Warga Negara Asing (WNA). Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Made Surya menyampaikan, turun lapangan yang dilakukan dalam rangka Operasi Pura 2019. Operasi ini dilakukan oleh internal Imigrasi yang dilaksanakan secara serempak seluruh Indonesia dalam jangka waktu tiga bulan. Guna pendataan terhadap keberadaan orang asing. “Operasi ini dilakukan untuk pendataan or-

ang asing,” katanya. Dijelaskannya, target dari operasi yakni seluruh WNA yang ada di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sementara ini, pihaknya sudah mendatangi yayasan pendidikan, hotel, dan perusahaan-perusahaan. Termasuk melakukan operasi ke villa, resort dan PT. AMNT di KSB. “Jadi kita tidak merambah ke personal. Yang jadi target kita hanya perusahaan, lembaga pendidikan atau yayasan, terus hotel. Nah itu hotel, penginapan yang sifatnya umum. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau kita menemukan di jalan, saat tim bergerak tetap saja kita

melakukan pendataan itu,” terang Surya. Adapun operasi, lanjutnya, bersifat persuasif dan pihaknya hanya melakukan pendataan terkait kelengkapan dokumen keimigrasian WNA. Selama WNA kooperatif, maka akan dibantu pengurusan dokumen keimigrasiannya. Namun jika melakukan pelanggaran hukum dan harus membayar beban, maka WNA akan langsung ditindak sesuai prosedur yang ada. “Memang kita lakukan selama Ramadhan ini hanya pendataan, sifatnya persuasif. Kalau penindakannya akan dimulai sekitar bulan September-Oktober,” pungkasnya. (ind)

minat dari masyarakat untuk berangkat melalui jalur udara berkurang. “Alasan mereka operasional. Kita tidak bisa masuk ke arah perusahaannya. Kemudian kedua demand atau minat masyarakat kita menurun untuk berangkat melalui udara,” terangnya. Berkurangnya penerbangan ini, tidaklah ada kaitannya dengan bagasi ataupun harga tiket. Karena diakuinya, harga tiket belum ada perubahan dari sebelumnya. “Mengenai bagasi tidak juga. Kalau harga tiket, kan kita segitu-gitu saja. Kita gak ada perubahan, masih tetap seperti aturan sebelumnya,” aku Sutarmin. Sementara ini, pihaknya belum bisa memastikan, kapan jadwal penerbangan dari Garuda ini akan kembali seperti sebelumnya. “Belum ada penambahan. Untuk balik saja kita belum tahu,” pungkasnya. (ind)

Andy Buka Puasa Bersama Atlet Pelatnas

(Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) Satuan Tugas Dana Bantuan Sosial (Satgas Bansos) Polres Sumbawa Barat, akan terus memantau serta mengawasi penyaluran Bansos di daerah setempat. Terutama kaitannya dengan penggunaan anggaran bantuan gempa dan Jaminan Hidup (Jadup) yang dalam waktu dekat ini akan segera dicairkan. Hal ini dilakukan untuk menjamin para korban terdampak gempa mendapatkan haknya dan menekan adanya penyimpangan. Kendati hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat, tetapi Satgas sudah mulai melakukan pemetaan lokasi yang dianggap rawan. “Satgas Bansos ini dibentuk untuk mempermudah pengawasan dan pengamanan sehingga penyaluran dana tidak ada penyimpangan. Meskipun laporan pengaduan belum ada yang kita terima, tetapi kami tetap melakukan antisipasi terutama terkait dana gempa. Selain itu, kita juga diminta untuk melakukan pengawasan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tetapi hingga kini belum direalisasikan,” sebut Wakapolres selaku Kasatgas Bansos Kompol Teuku Ardiansyah SH Kepada Suara NTB, kemarin. Dikatakannya, pembentukan Satgas dana Bansos ini merupakan instruksi Kapolri setelah adanya MoU dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Meskipun demikian, pihaknya berharap supaya dinas Sosial (Disos) sebagai leading sektor terkait masalah dana bansos bisa bersinergi dengan pihaknya. Sehingga penyaluran dana ini terlaksana dengan baik sesuai dengan peruntukan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Terutama adanya pemotongan dana bantuan yang tidak bisa disesuaikan dengan peruntukannya. Bahkan, untuk Jadup anggaran yang sudah disiapkan oleh Pemerintah mencapai angka Rp4,4 miliar untuk 1. 909 kepala keluarga (KK) untuk tahap pertama. Sementara untuk bantuan rehab rumah, sebelumnya ada yang mengadu terkait adanya pemotongan. Tetapi hasil klarifikasi yang dilakukan pihaknya, ternyata potongan itu untuk biaya administrasi dan pengurusan berkas. Dengan catatan harus ada kesepakatan masing-masing kelompok terkait besaran biaya potongan. Jika tidak ada kesepakatan, baru akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita sempat mendapatkan laporan terkait adanya pemotongan dana bantuan tersebut. Tetapi setelah kita lakukan klarifikasi ternyata itu sudah di sepakati sehingga tidak menjadi masalah,” tandasnya. Meski demikian, pihaknya tetap menghimbau supaya tidak ada lagi potongan yang tanpa dasar, jika ditemukan maka akan tetap di proses. (ils)

wat ajang kualifikasi itu tim tenis NTB harus mampu meraih peringkat minimal delapan besar untuk dapat lolos mengikuti PON XX di Papua tahun 2020. (fan)

Andy Hadianto

hat kondisi atlet serta memberikan selamat kepada Lalu Muhammad Zohri yang baru saja sukses mempertajam limit waktu Rekornas dan meraih tiket Olimpiade. “Saya mengunjungi atlet atletik yang ada di Pelatnas, sekaligus memberikan selamat kepada Lalu Muhammad Zohri yang baru saja meraih tiket Olimpiade tahun 2020,” ucapnya. Dikatakan Andy, prestasi yang diraih oleh atlet atletik NTB tahun ini menunjukan perkembangan yang luar biasa. Khususnya atlet atletik, Lalu Muhammad Zohri menjadi satu-satunya atlet atletik NTB yang berhasil meriah tiket mengikuti Olimpiade 2020. Andy berharap keberhasilan atlet asal Lombok Utara itu dapat membangkitkan semangat para atlet NTB lainnya agar mampu bersaing di kancah internasional. Pasalnya diakui Andy, NTB tak hanya punya Zohri yang berprestasi Internasional, namun ada beberapa atlet NTB dari cabor lain yang berpeluang menorehkan prestasi di level internasional. Seperti Ahmad Zigi Zaresta dari karate, Safwaturahman atletik, I Gusti Bagus Saputra di balap sepeda BMX dan beberapa atlet lainnya. Selain itu, NTB juga sudah punya beberapa atlet yang berprestasi dunia, khususnya dari cabor pencak silat, karate, muay thai, voli pasir sudah menorehkan prestasi di level internasional. (fan)


Kamis, 23 Mei 2019

SUARA NTB

Halaman 12

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

q

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 23 Mei 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 13


SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Jaga Daerah Tetap Kondusif HASIL pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Selasa (21/5) dini hari lalu. Itu artinya, proses pilpres dan pileg sudah dikatakan selesai sambil menunggu ada pihak-pihak yang keberatan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) hingga tanggal 24 Mei besok. Meski ada protes terkait hasil penetapan KPU terhadap hasil pilpres dan pileg di KPU Pusat, kita di daerah tidak boleh terpengaruh. Apalagi sampai harus ikut-ikutan menyampaikan aksi hingga terjadi kerusuhan yang berujung merugikan banyak pihak. Untuk itu, kita di daerah harus tetap menjaga kondusivitas daerah dengan tidak melakukan aksi-aksi atau tindakan yang mengarah pada anarkisme. Jika ada persoalan terkait pelaksanaan pilpres atau pileg lebih baik dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dalam hal ini, pada pihak yang selama ini terpecah pada 2 kubu saat pilpres sudah saatnya bersatu dan menerima hasil yang sudah ditetapkan oleh KPU. Jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan dan tidak menerima hasil menyebabkan kondisi daerah dan negara ini tidak kondusif. Imbauan dari pimpinan daerah, mulai dari gubernur, kapolda hingga bupati/walikota agar masyarakat di daerah ini tidak terpengaruh dengan suasana di Jakarta harus dipatuhi. Jika ada yang mengacaukan keamanan daerah, maka tindakan tegas aparat sangat ditunggu. Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., meminta pada seluruh pihak menerima dengan legowo, ikhlas dan lapang dada serta menghormati keputusan atas hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan secara transparan dan terbuka tersebut. Menurut gubernur, sudah saatnya untuk membangun rekonsiliasi seluruh anak bangsa demi membangun dan memajukan Indonesia menjadi lebih baik. Kita bersyukur di NTB, kondisi hampir seluruh daerah relatif stabil. Tidak ada gerakan-gerakan aksi seperti yang terjadi di Jakarta. Kondisi ini harus terus dipertahankan, sehingga masyarakat bisa aman dan bebas kemana saja. Apalagi Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS, MM., menjamin keamanan di wilayah NTB pascakejadian anarkis di Jakarta. Untuk itu, seperti diharapkan kapolda, agar seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing emosi serta tidak terpengaruh isu-isu atau informasi hoaks bahkan provokatif. Selain itu, tidak berpikiran apriori dan menuduh aparat keamanan menembak dengan peluru tajam atau menyerang masjid. Dalam hal ini, kita sebagai masyarakat NTB harus mempercayakan keamanan atau kondusivitas daerah pada aparat kepolisian dan dibantu aparat TNI dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan kepentingan orang banyak. Marilah kita fokus pada pekerjaan dan rutinitas keseharian kita tanpa harus terpengaruh berita-berita yang membuat kita harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Khusus bagi umat Islam di bulan Ramadhan ini agar memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan silaturahmi satu sama lain. Jangan sampai hanya karena berita-berita atau informasi hoaks menyebabkan kita masyarakat NTB yang sudah kondusif ini terpancing isu-isu yang kebenarannya diragukan. Akibatnya, kondusivitas daerah yang sebelumnya aman-aman menjadi daerah yang tidak kondusif. Inilah yang tidak kita harapkan. Untuk itu, mari kita ikuti ajakan pimpinan daerah untuk menjaga daerah tetap kondusif dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Kalau pun ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi harus segera dilaporkan ke aparat keamanan untuk ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)

OPINI

Halaman 14

Optimalisasi Ramadanomics di NTB INAMIKA Ramadan selalu menyita banyak perhatian. Semua aspek dan semua kalangan ikut terlibat dalam dinamisasi Ramadan. Mulai dari aspek ritual ibadah yang kondusif dan khusyuk, aspek sosial yang semarak, aspek ekonomi yang tergenjot, hingga aspek politik yang berubah teduh. Ramadan memiliki banyak potensi sekaligus tantangan. Setiap menjelang Ramadan hingga Lebaran selalu dihantui momok kenaikan harga pangan. Ketersediaan menurun akibat permintaan naik drastis. Permintaan naik dikarenakan budaya masyarakat yang justru cenderung konsumtif. Fenomena ini membutuhkan manajemen mulai dari makro pemerintah hingga mikro umat Islam. Tujuannya membangun iklim Ramadan yang kondusif dengan ekonomi yang produktif dan terjangkau. Aktualisasi teologi manajemen ekonomi Ramadan atau ramadanomics dibutuhkan seluruh umat Islam termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tantangan Perekonomian Sebagaimana sebelumnya, Ramadan tahun ini diprediksikan masih mengalami dinamika klasik, baik dari sisi tantangan maupun potensi. Tantangan ekonomi makro yang dihadapi bangsa ini akan dibayangi oleh hantu inflasi dan kenaikan harga. Presiden Jokowi telah mencanangkan Ramadan tahun ini tidak ada inflasi sebagaimana tahun sebelumnya. Hal ini diprediksi mustahil terpenuhi. Bank Indonesia (BI) memprediksikan bahwa bulan Juni ini inflasi di level 0,19 persen. Angka ini memang tergolong baik dibandingkan beberapa tahun terakhir yang tidak pernah di bawah 0,7 persen. Jumlah permintaan jelang dan saat Ramadan rata-rata naik 20 persen. Konsekuensinya pasar membutuhkan tambahan pasokan. Inflasi terjadi umumumnya disebabkan oleh nilai tukar mata uang karena masih ada produk impor (Arpani, 2016). Badan Pusat Statistik mencatat pada April 2019 inflasi sebesar 0,44%, melonjak dari posisi

Oleh: RIBUT LUPIYANTO Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA) Maret yang 0,11%. Hal ini dipicu kenaikan komoditas bahan makanan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, hingga telur ayam ras. Selain itu didorong juga kenaikan harga tiket pesawat. Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi akan terjaga sesuai sasaran yakni 3,5% plus minus 1%, meski adanya potensi terjadi inflasi yang tinggi di bulan puasa dan Lebaran. Fenomena ikutan dari inflasi adalah kenaikan harga barang dan pangan. Sejumlah bahan pokok terpantau sudah mulai mengalami lonjakan harga jelang datangnya Ramadan. Kondisi ini umumnya terjadi di hampir semua daerah. Tantangan selanjutnya dialami oleh masing-masing individu, khususnya umat Islam. Yaitu godaan belanja atau konsumsi. Budaya konsumsi cenderung naik dikarenakan kekhawatiran masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok yang selalu naik saat jelang Ramadan dan Lebaran. Asumsi ini mendorong mereka untuk melakukan aksi beli dalam skala besar sebagai stok selama Ramadan (Mansuri, 2016). Kebiasaan masyarakat saat Ramadan mendorong harus berbelanja lebih untuk memenuhi kebutuhan baik berbuka puasa maupun sahur sehingga terjadi peningkatan konsumsi yang cukup tinggi dibandingkan bulan biasa. Google Indonesia (2016) mengumumkan hasil penelitiannya terkait kebiasaan dan perilaku masyarakat Indonesia di saat Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan internet paling meningkat saat jelang Ramadan adalah berbelanja di sektor pakaian. Peningkatan belanja terperinci dalam lima kategori meliputi travel (30 persen), pakaian (29 persen), barang elektronik (24 persen), telekomunikasi (19 persen) dan smartphone (17 persen). Selain tantangan di atas muncul pula peluang potensial selama Ramadan. Misalnya terbukanya peluang usaha baru di bidang makan-

RADIO

an. Berikutnya adalah peluang di bidang busana muslin guna memenuhi lonjakan permintaan. Spiritualisme Manajemen Perekonomian Ramadan penting dikelola secara optimal dan produktif. Dinamika perekonomian semestinya turut mendukung kondusifitas ibadah bukan sebaliknya. Pemerintah berkewajiban menstabilkan inflasi dan meminimalisasi kenaikan harga. Masyarakat berkewajiban menekan nafsu konsumtif secara proporsional. Pendekatan yang penting digunakan adalah spiritualisme. Hal ini mengingat Ramadan sebagai bulan spiritual dalam Islam. Pemerintah mesti mampu mengendalikan harga. Misalnya dengan kebijakan harga tertinggi di pasaran. Penegakan hukum mesti tegas berupa sanksi bagi yang melanggar. Pemerintah juga berkewajiban menjamin ketersediaan. Hartati (2016) menyebutkan ketergantungan (impor) pangan mestinya tidak boleh lebih dari 50 persen. Bulog penting diposisikan sebagai stabilisator harya pangan (Noorsy, 2016). Masing-masing umat Islam juga penting menekan budaya konsumsi. Konsumsi mestilah didasarkan pada kebutuhan. Hal ini sebagaimana tuntunan dalam ajaran Islam sendiri. Teologi Islam mengajarkan bahwa segala materi yang dimiliki manusia adalah titipan Tuhan. Manusia hanya diberi wewenang untuk menjaga, mengembangkan, memanfaatkan seperlunya, dan mendistribusikan sesuai ketentuan Allah SWT (Q.S. Al-Hadid : 7; An-Nur:33). Islam menganjurkan agar materi dapat awet, barakah, bahkan menghasilkan lainnya. Pertama adalah menggunakan materi secukupnya. Kedua, tidak menghambur-hamburkan materi (mubazir). Ketiga, kewajiban membelanjakan harta hanya untuk kebaikan (QS. AlBaqarah: 3). Keempat, mengindari pembelanjaan untuk barang mewah (QS. Al-Isra: 16). Kelima, bersikap

seimbang, moderat dan tengah-tengah dalam berbelanja (QS, AlFurqan: 67). Keenam, berusaha menyisihkan pendapatan untuk ditabung (QS. Yusuf: 47). Ramadan juga penting menjadi momentum bagi pengentasan kemiskinan dan pencapaian keadilan sosial. Pengumpulan dan distribusi zakat, infaq, atau sedekah penting dioptimalkan. Kaum muslim mesti memotivasi diri menjalankan doktrin kedermawanan. Manajemen berbasis spiritualisme menjadi kunci optimalisasi ekonomi Ramadan baik secara individual, sosial, hingga berbangsa.

POJOK Belasan titik jalur mudik di NTB rawan longsor Pemudik harus tingkatkan kewaspadaan

*** Daging impor diminati pembeli Pedagang harus menjamin daging impor higienis

***


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 23 Mei 2019

Halaman 15

Ada Tujuh Terduga Teroris Pemprov Tunggu KSB Usulkan Lokasi Smelter dan Industri Turunan Jadi Kawasan Industri Diamankan Mataram (Suara NTB) Satu lagi terduga teroris yang diamankan tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Penangkapan terduga inisial AA, asal Kelurahan Penatoi Kota Bima Selasa (21/5) lalu. Dengan demikian, total tujuh terduga teroris diamankan dari Bima. Sumber di kepolisian menyebut, terduga teroris AA ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya. Ia merupakan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang merupakan bagian dari jaringan yang diamankan sebelumnya. Kini ke tujuh warga Penatoi Kota Bima itu kini menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Polda NTB. AA dan enam orang lainnya diamankan untuk mengantisipasi keikutsertaan mereka dalam aksi di depan KPU RI dan Bawaslu RI di Jakarta. Kabid Humas Polda NTB

AKBP Purnama, SIK enggan memberi penjelasan terkait penangkapan tersebut. Alasannya, menjadi kewenangan Mabes Polri, khususnya Densus 88. ”Kita tunggu saja keterangan resmi dari Densus 88,” ujarnya. Namun sesuai penjelasan sebelumnya, setiap yang ditangkap terkait dengan kasus terorisme, akan dilakukan proses pemeriksaan intensif selama tujuh hari. Pemeriksaan sejak tujuh hari penangkapan itu, para terduga teroris akan ditetapkan statusnya. ”Sesuai UU terorisme, statusnya akan ditetapkan tujuh hari setelah penangkapan,” jelasnya. Sementara enam terduga teroris yang diamankan sebelumnya adalah MFH alias Is, ditangkap di depan Kantor UPT Kehutanan Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda Kota Bima, kemudian MFS

Gubernur Perintahkan Distanbun Tegur Keras Rekanan Dari Hal. 1 Namun, kata orang nomor satu di NTB ini, sedikit apapun kesalahan dalam pengadaan bantuan bibit jagung tersebut harus dicek letak persoalannya. Sekecil apapun bantuan bibit yang bermasalah atau kualitas jelek, harus dicari tahu kenapa bisa lolos. Pasalnya, kata gubernur, hal itu merugikan petani. Meskipun demikian, seluruh bantuan bibit yang kualitasnya jelek segera diganti. ‘’Tahun kemarin jauh lebih besar kesalahannya. Sekarang relatif lebih sedikit. Tetapi sudah diganti semua. Tapi tetap kita cek kenapa bisa yang jelek itu bisa lolos,’’ ujar Dr. Zul. Ditegaskan, Distanbun harus menegur rekanan yang mengadakan bantuan bibit jagung tersebut. Sehingga, ke depan tak lagi terjadi permasalahan sep-

erti tahun ini. ‘’Iya harus (teguran kepada rekanan). Kita sudah minta Dinas Pertanian menegur kenapa bisa lolos dan sebagainya,’’ tandasnya. Diketahui, Distanbun mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,8 miliar untuk pengadaan bantuan bibit jagung kepada petani di NTB. Dengan anggaran sebesar itu, sebanyak 117 ton bibit jagung yang akan didistribusikan ke petani yang berada di lima kabupaten di NTB. Dari jumlah bibit sebanyak itu, belum seluruhnya didistribusikan kepada petani karena persoalan kualitas. Bantuan bibit jagung tersebut diberikan kepada petani untuk masa tanam Oktober – Maret (2018-2019) di lahan PATB (Perluasan Areal Tanam Baru). (nas)

Kontrak Aplikator Diputus Dari Hal. 1 menawarkan jenis rumah bagi korban gempa tapi hanya wacana. ”RCI sudah kita pinalti. Tidak boleh kontrak lagi, soalnya tidak jelas,” tegas Danrem Rabu (22/5). RCI sebelumnya adalah salah satu diantara pilihan yang ditawarkan kepada korban gempa, selain Risha, Risba, Riko dan Rika. Hanya RCI yang diavaluasi tidak berjalan meski sudah ada peminat dari masyarakat. Berbeda dengan jenis rumah lainnya, sudah berjalan sesuai dengan kontrak antara aplikator dengan Pokmas. Saat ini pihaknya sedang intens mengawasi aplikator aplikator bermasalah. Jika ditemukan ada yang sudah membuat kontrak, tapi tidak mengerjakan, akan ditindak. ‘’Kami judah warning sejak awal. Kalau ada yang masih nakal, kita tindak,’’ ancamnya. Ia juga mengimbau kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik provinsi maupun kabupaten dan kota mencermati fenomena aplikator bermasalah tersebut. Pihaknya akan memberikan informasi jika menemukan kasus sama di lapangan. ‘’Kami tindak dan keluarkan dari kontrak. Toh, masih banyak aplikator yang punya niat bagus, sungguh sungguh dan bonafide,’’ terangnya. Jika sudah bisa menertibkan aplikator, ia yakin percepatan pengerjaan rumah akan lebih terarah dan sesuai target. Informasi terbaru diterimanya, sudah 35.000 yang

tuntas dikerjakan dan siap ditempati masyarakat korban gempa. ‘’Saat ini masih ada 10.000 yang sedang dalam proses pengerjaan, ini bagus progresnya,’’ jelas Danrem. Sementara dalam rangka proses percepatan, pihaknya masih konsisten dengan pola keroyokan per desa. Hasil identifikasi di desa yang lamban pengerjaan RTG dan perbaikan rumah rusak ringan hingga sedang, akan diterjunkan Danramil dan Kapolsek. Mereka memimpin personel untuk percepatan pengerjaan di desa tersebut. Ia memberi waktu, dalam tempo satu bulan, rumah di desa tersebut selesai dikerjakan. ”Begitu seterusnya, geser ke desa yang lamban pengerjaannya,” jelasnya. Didorong juga satu konsep penentuan jenis rumah tiap daerah. Sebagaimana dilakukan Pemkab Loteng, Lotim dan KSB. Tiga pemerintahan itu membatasi hanya RTG jenis Risha dan Riko yang direkomendasikan kepada masyarakat. Alhasil, pilihan tidak terlalu banyak, masyarakat langsung bisa menentukan dan dikerjakan oleh Pokmas bersama fasilitator. Program zonasi ini akan diterapkan ke daerah terdampak lainnya. ”Bila perlu, kami akan bersurat ke kabupaten dan kota terdampak lainnya, agar meniru KSB, Lotim dan Loteng. Ini supaya lebih efektif,” harapnya. (ars)

Lobi Maskapai Penerbangan Dari Hal. 1 Rabu (22/5) mengatakan, sebelum terjadinya gempa, frekuensi penerbangan Garuda sebanyak empat kali dan Citilink sebanyak dua kali dalam sehari. Pascagempa hingga sekarang, Garuda mengurangi menjadi tiga kali sehari dan Citilink satu kali sehari. Pengurangan frekuensi penerbangan oleh maskapai Group Garuda Indonesia itu, kata Faozal bukan hanya untuk destinasi Lombok. Tetapi juga rute-rute di destinasi lainnya. Pengurangan frekuensi penerbangan yang dilakukan Garuda, kata Faozal lebih karena persoalan manajemen perusahaan penerbangan pelat merah tersebut. Dari sisi jumlah penumpang, Faozal mengatakan sesuai data statistik tidak menjadi masalah. ‘’Kalau penumpang, buktinya ketika dia mengurangi flight, demand-nya jadi besar. Apa yang terjadi? Penumpukan pada flight. Dan itu larinya ke harga tiket. Karena supply and demand stabil,’’ kata Faozal.

Terkait dengan rencana Garuda yang akan mengevaluasi rute Jakarta-Lombok, Faozal mengatakan sudah menanyakan hal tersebut ke pihak Garuda. Ia kembali mengatakan persoalannya bukan karena kurangnya penumpang. Tetapi lebih kepada persoalan manajemen mereka. Faozal menambahkan, jika pemerintah pusat segera mengeluarkan izin operasional AirAsia rute Jakarta-Lombok. Maka persaingan bisnis antarmaskapai penerbangan akan semakin dinamis. AirAsia sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) jika masuk ke rute Jakarta-Lombok, maka bisa menjadi maskapai pilihan para wisatawan berkunjung ke Lombok. Untuk itu, kata Faozal, Pemprov mendesak pemerintah pusat supaya segera mengeluarkan izin operasional AirAsia rute Jakarta-Lombok. Pasalnya, izin tersebut sudah diajukan. (nas)

alias Reli ditangkap di Gudang Kayu Ustadz Lahmudin, KK ditangkap pada saat mengisi bahan bakar motor di Kios Idaman simpang SMA N 4 Kota Bima. Ditangkap berikutnya, Kus alias Sofian Bin Taufik alias Pian ditangkap di gudang usaha kayu yang sama. Kelima, ditangkap inisial AH als Muchlas Adiputra ditangkap di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima. Keenam, Ass alias Asgaf, ditangkap di Kabupaten Dompu. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Polda NTB maupun Mabes Polri soal peran para terduga sehingga jadi alasan penangkapan. Dalam penangkapan, tidak ada disebutkan jenis barang bukti yang mengarah ke tindakan terorisme. (ars)

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menyatakan belum mengajukan usulan lokasi pembangunan smelter dan industri turunan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ditetapkan menjadi kawasan industri. Pemprov masih menunggu usulan dari Pemda KSB sebagai dasar pengajuan kawasan seluas 1.200 hektare tersebut menjadi kawasan industri ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin). ‘’Harus ada usulan dari kabupaten. Dia yang mengajukan dalam tata ruang di KSB. Sebagai dasar saya mengajukan jadi KI (kawasan industri),’’ kata Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur kemarin. Andi menjelaskan, untuk usulan penetapan suatu kawasan menjadi kawasan industri. Harus ada usulan dari Pemda kabupaten/kota. Setelah itu, provinsi yang akan

mengajukan ke pemerintah pusat melalui Kemenperin. Terkait dengan pengajuan usulan penetapan lahan seluas 1.200 hektar yang menjadi lokasi pembangunan smelter dan industri turunannya itu, Andi mengaku belum ada komunikasi dengan Pemda KSB. Lantas, apakah proses ini akan berpengaruh terhadap molornya pembangunan smelter di KSB? Andi mengatakan, usulan penetapan lokasi tersebut menjadi kawasan industri bisa berjalan paralel dengan pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). ‘’Nggak apa-apa, dia jalan bareng-bareng bisa. Jalan simultan kan bisa,’’ ucapnya. Selain proses usulan penetapan menjadi kawasan industri, Pemprov juga mendesak PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) harus segera menyelesaian penyusunan masterplan dan Amdal pembangunan smelter dan industri turunannya

di KSB. PT. AMNT sudah merencanakan konstruksi pembangunan smelter akan dilakukan awal 2020. Supaya konstruksi pembangunan smelter tidak molor dari schedule yang telah direncanakan. Maka, Pemprov akan membantu PT. AMNT melakukan percepatan. Secara simultan, PT. AMNT diminta mempercepat penyelesaian penyusunan masterplan dan dokumen Amdal. Sementara di sisi yang lain, Pemprov memproses penetapan kawasan seluas 1.200 hektare tersebut agar segera ditetapkan menjadi kawasan industri. ‘’Untuk jadi kawasan industri mengikuti tata ruangnya. Kita sudah proses jadi kawasan industri kemudian kaitan Amdal nanti ditanya kesesuaian tata ruang. Kita akan percepat, coba bahas paralel,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP Apabila persetujuan substansi sudah diperoleh dari pe-

merintah pusat maka pembahasan Amdal tak terkendala lagi. Dengan upaya percepatan yang dilakukan, ia yakin pembangunan smelter tak akan molor. Untuk itu, AMNT perlu segera menuntaskan penyusuan masterplan. Karena itu yang akan menentukan deleniasi ruangnya. Delineasi ruang ini penting untuk keluarnya izin lokasi dan sebagainya. Smelter dan industri turunannya akan dibangun pada kawasan seluas 1.200 hektare. Namun, kata Ardhi, lahan yang rencananya dipakai seluas 850 hektare. Sisanya dijadikan cadangan. Rencananya, AMNT akan membangun smelter atau fasilitas peleburan dan pemurnian emas dan tembaga dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat di KSB. Direncanakan awal 2020 sudah mulai konstruksi. Ditargetkan pertengahan 2022, smelter tersebut sudah selesai dibangun. (nas)

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 Si menjelaskan pihaknya ber- Berik juga. Sedangkan jalur pendakian lewat Sembalun dan saja. Itu lewat jalur lama Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 Dinas Pariwisata (Dis- sama stakeholders terkait Senaru lagi dievaluasi,’’ kata Aik Berik, kata Faozal sudah yang tidak terlalu terdam1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 par) NTB memastikan seperti Balai Taman Nasion- Faozal dikonfirmasi di Kantor melalui kajian dan perhitungan. pak dengan gempa bumi,’’ 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 Termasuk memperhatikan as- tandasnya. pembukaan jalur pendaki- al Gunung Rinjani, Pusat Vul- Gubernur, Rabu (22/5) siang. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 Pendakian Rinjani meruIa megatakan, jalur pek keselataman (safety). an Rinjani lewat Sembalun kanologi dan Mitigasi Benca1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 pakan destinasi minat Meskipun jalur Sembalun pendakian Rinjani lewat Semna Geologi (PVMBG), TNI/Poldan Aik Berik akan dibuka 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 usai lebaran mendatang. ri sudah melakukan survei ul- balun sudah positif akan di- akan dibuka, tetapi pendaki han- khusus yang dinantikan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 Sementara jalur pendaki- ang belum lama ini. Kesimpu- buka usai lebaran. Namun ya sampai ke Segara Anak. wisatawan. Sebesar 30 per1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 an Rinjani lewat Senaru lannya, jalur pendakian lewat mengenai kepastian tanggal- Pendakian ke puncak Rinjani sen wisatawan mancane1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 nya, pihaknya masih berkoor- masih belum diperbolehkan kare- gara yang datang ke NTB, masih dilakukan evaluasi. Sembalun akan dibuka. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 na jalur yang masih berbahaya. tujuannya adalah Gunung ‘’Yang jelas jalur Sembalun dinasi dengan Balai TNGR. Kepala Dispar NTB, H. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 ‘’Pendakian sampai danau Rinjani. (nas) Pembukaan dua jalur L. Moh. Faozal, S. Sos, M. akan kita buka. Kemudian Air 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789

Jalur Pendakian Rinjani Lewat Sembalun Dibuka Usai Lebaran

Kadistanbun Tegur PPK dan Rekanan Pengadaan Bibit Jagung Dari Hal. 1 menjadi varietas HJ 21 Agtritan dengan volume yang sama. Adapun jadwal penggantian, volume pertama 15.000 Kg pada Mei 2019 dan tahap dua Juni sebanyak 15.000 Kg. Sementara temuan bibit bermasalah untuk Sumbawa Besar juga disikapi. Dijelaskan, terjadi penurunan benih dari lot yang ditentukan Kepala BPSB Provinsi NTB, karena tidak memenuhi syarat tumbuh 85 persen. Dengan kejadian tersebut, perusahaan memberikan pernyataan bersedia melakukan penggantian benih berdasarkan lot yang sesuai standar, dari semula varietas JH 27 sesuai kontrak volume 45.000 Kg, terdapat yang tidak lulus uji 44.220 Kg. ‘’Penggantian benih akan kami lakukan dari varietas JH27 menjadi HJ 21 Agritan dengan volume 44.220,” ujarnya. Adapun jadwal penggantian, volume tahap pertama 20.000 Kg pada Mei dan tahap dua Juni 24.220 Kg. Situasi ini di luar dugaannya, varietas JH 27 terjadi gagal tanam di Sumbawa. Hal ini menurutnya jadi pelajaran, meski pun jumahnya tidak terlalu besar. Dihitungnya,

hanya 600 ton dari total ribuan yang didistribusikan. Ia sudah memerintahkan PPK agar memperhatikan bibit yang diberikan kepada petani. Ketika ditemukan secara kasat mata ada kerusakan, langsung diberikan penggantian. Husnul mengakui memang ada masalah pada kondisi bibit. Setelah dilakukan cek laboratorium, ternyata kemampuan tumbuh bibit di bawah 85 persen. Kondisi ini sudah dilaporkannya ke Gubernur NTB Dr. H.Zulkieflimansyah dan dipastikannya sedang dalam proses penarikan dan penggantian. Tindaklanjut dari temuan itu, saat ini sedang dalam proses pendistribusian ke Sumbawa dan Sumbawa Barat secara bertahap. Batas distribusi sampai Mei dan Juni mencapai 75 ton dengan varietas HJ 21. ‘’Ada proses penggantian oleh PPK. Pihak ketiga harus menindaklanjuti dengan perbaikan,” ujarnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan TP4D, secara langsung sudah meminta untuk melakukan pengecekan dan verifikasi bantuan bibit tersebut. Sudah ada kesanggupan Inspektorat yang akan turun bersama TP4D Kejaksaan dan Kepolisian.

Diakui Husnul ada rasa kekecewaan soal bibit yang langsung dikirim ke Sumbawa, tanpa melalui proses uji lab dari pihak rekanan. Mestinya, kata dia, ketika truk pengangkut bibit dari Pulau Jawa itu sampai ke pelabuhan, langsung lapor ke BPSB Provinsi untuk dilakukan uji lab sebelum sampai ke petani. Tapi satu sisi, tidak bisa dipungkirinya, bibit JH 27 itu sebenarnya sudah dilakukan uji lab di BPSB Jawa Timur dibuktikan dengan berita acara sertifikat benih bina. ”Kita juga harus percaya itu. Dirjen kan membolehkan kalau uji lab di tempat asal,” ujarnya. Hanya saja, idealnya, sebelum diterima petani dan ditanam, harus melalui uji lab di NTB. Karena BPSB Provinsi NTB sudah memiliki sertifikat untuk pengujian. Bagaimana pun juga pihaknya punya otoritas untuk melakukan pemeriksaan lab ulang agar tidak merugikan petani. “Sekarang saya tidak mau kecolongan lagi. Jadi kewajiban perusahaan sebelum turun ke Sumbawa atau mana saja, ambil samplenya dulu untuk diuji, baru boleh didistribusi kalau sesuai dengan pengujian kita,” ujarnya. (ars)

Gubernur Apresiasi, Tahun 2020 Aset Bank NTB Syariah Minimal Rp10 Triliun Dari Hal. 1 Harapannya, agar daerahdaerah (kabupaten/kota) sebagai pemegang saham juga mendapat deviden yang lebih besar. Bank NTB Syariah, diharapkan gubernur agar terus mengurangi porsi pembiayaan konsumtif. Bank harus memberikan porsi yang lebih besar kepada sektor produktif. Gubernur mengatakan, Bank NTB Syariah harus berbuat yang lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur di provinsi ini. Soal lain, adalah usulan penambahan direksi dan komisaris. Untuk direksi, dalam RUPS kemarin diajukan satu nama dari internal bank, dan satu nama dari eksternal bank. Karena sifatnya terbuka. Untuk penambahan komisaris, nama Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D disebut-sebut masuk dalam usulan. ‘’Sudah di usulkan. Nanti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang akan menentukan, layak atau tidak. Kalau tidak layak, tidak jadi,’’ kata gubernur. Berdasarkan neraca keuangan Bank NTB Syariah, pada posisi Desember 2017 lalu, asset bank Rp8,864 triliun lebih. Desember 2018 menjadi Rp7,038 triliun lebih. Dan pada April 2019 naik lagi menjadi Rp9,029 triliun lebih. Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo, untuk total asset di tahun 2018 mengalami penuurunan, tetapi secara profitabilitas mengalami pertumbuhan. Penurunan bukan karena ada asset yang keluar, melainkan grand desain

dari manajemen strategi untuk menghasilkan struktur keuangan yang lebih sehat dan kuat. Lalu Dana Pihak Ketiga (DPK), khusus tabungan, pada Desember 2018 Rp2,391 triliun lebih, pada Januari-April 2019 tabungan sebesar Rp1,681 triliun lebih. Untuk pembiayaan (produktif dan konsumtif) pada Desember 2018 sebesar Rp4,868 triliun, menjadi Rp5,021 triliun pada sampai April 2019. Porsi, masih sektor konsumtif mendominasi. Laba setelah pajak, pada Desember 2017 sebesar Rp146,514 miliar, pada Desember 2018 sebesar Rp151,904 miliar. Dan pada Januari-April 2019 sebesar Rp39 miliar. Sementara modal inti, pada Desember 2017 Rp1,272 triliun lebih, pada Desember 2018 sebesar Rp1,328 triliun lebih, dan hingga April 2019 tercapai Rp1,389 triliun lebih. Kredit macet, atau yang disebut Non Performing Financing (NPF) 1,79%. Persentasi ini relatif kecil. Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo menjelaskan, BPD ini pertanggungjawaban yang paling diinginkan pemegang saham adalah rentabilitas (kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya). sehingga direksi lebih memilih mempertahankan rentabilitas lebih bagus dibandingkan hanya posisi asset yang bisa dikejar secara lebih mudah. Dengan total asset yang turun ini, menjadikan Bank NTB Syariah posisinya lebih kuat. Mengingat pada April 2019 aset bank naik menjadi Rp9 triliun lebih.

Pertumbuhan ini, menurut H. Kukuh, bersifat lebih strategis. ‘’Kalau dulunya, kita kan tumbuh dengan didrive oleh pertumbuhan dana corporate yang relatif nisbahnya tinggi. Sekarang, dana ritelnya mulai tumbuh dan drive dana corporate semakin rendah. Atau dulu nasabah corporate rendah, 3,4, sekarang bisa sampai 30,40 nasabah corporate,” paparnya. Direksi menjanjikan, sampai 2020 akhir, asset Bank NTB Syariah yakin akan tumbuh di atas dua digit secara permanen. Selama ini, belum pernah tumbuh dua digit, H. Kukuh sangat meyakininya. Faktor – faktor pendukungnya sangat sederhana. Pengusaha dan masyarakat mulai melihat kembali bank daerah tak kalah dengan bank nasional. Perbaikan layanan dengan electronic chanel mobile banking yang menjadi fokus pengembangan tahun ini. Sebelumnya jenis transaksi di mobile banking hanya 30 persen, akhir Juni ini bisa mencapai 80 persen meliputi berbagai jenis transaksi. ‘’Contoh, selama ini belum bisa bayar PLN, Bank NTB Syariah akan melayaninya, bayar air di Lombok dan Sumbawa bisa. Kemudian e-commerce yang sebelumnya ndak bisa, sekarang bisa. Di Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan sebagainya. Dulunya tidak bisa pesan tiket pesawat di Traveloka, Insya Allah bisa dengan mobile banking Bank NTB,’’ demikian H. Kukuh. Deviden tahun ini dibagi Rp97 miliar dari total laba Rp151 miliar. (bul/*)

TNI - Polri di NTB Siaga Dari Hal. 1 Sehingga ia sangat tidak menginginkan terjadi kontak fisik apalagi senjata dengan rakyat. Pilpres dan Pileg menjelang berakhir, diharapkan masyarakat tetap tenang dan kembali beraktivitas seperti biasa. ‘’Mari kita komunikasikan dan koordinasikan dengan persuasif setiap permasalahan yang ada, sehingga tidak merugikan kita

semua,’’ ajaknya. Apel gabungan TNI Polri tersebut diikuti para Pamen jajaran Korem, Polda NTB dan Polres Mataram, para Pama, Bintara dan Tamtama kedua institusi, Dari satuan jajaran Polda NTB dan Korem 162/WB. Usai apel, Danrem didampingi Kasrem 162/WB Letkol. Inf. Endarwan Yansori dan Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam olahraga jalan kaki keliling Kota Mataram. (ars)

Polda NTB Jamin Keamanan Daerah Dari Hal. 1 Dalam rangkaian pengamanan untuk mengantisipasi efek dari kejadian di Jakarta anggota Polri yang bertugas sebanyak 604 orang yang dalam pelaksanaan dibantu oleh anggota TNI dari Korem 162/WB yang disiagakan sebanyak 2 peletonn. ‘’Kita tetap solid Polri-TNI,’’ tegasnya. Anggota katanya, akan melaksanakan tugas pengamanan sampai situasi dinilai aman dan kondusif dengan harapan masyarakat dapat berpartisipasi untuk menjaga keamanan di lingkungannya. Tanpa ada gangguan-gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk di sentra-sentra bisnis, pusat perbelanjaan dan pertokoan maupun tempat-tempat ibadah dan lingkungan kelompok minoritas. ‘’Kami bersama TNI dan kompenen bangsa lainnya berkomitmen dan akan menindak tegas jika ada yang mencoba untuk membuat kekacauan atau berbuat onar demi keamanan di wilayah Provinsi NTB ini.’’ Akhir-akhir ini kita perlu mencermati beberapa kejadian di berbagai daerah termasuk di NTB seperti unjuk rasa (unras) yang cenderung anarkis dengan menggunakan kekerasan. Dalam Pasal 14 dan 15 UndangUndang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana disebutkan bahwa seseorang diancam hukuman 4 tahun ketika bermaksud berbuat onar, apalagi berbuat onar. ‘’Dengan maksud berbuat onar saja, itu sudah merupakan tindak pidana. Siapa saja itu apakah tokoh, politisi atau siapapun juga, Polda NTB bersama TNI akan melakukan tindakan secara tegas dan terukur serta penegakan hukum,’’ tegas Kapolda. Ketika ada permasalahan atau ketidakpuasan dari para peserta Pemilu, simpatisan atau pendukungnya diimbau agar tidak melakukan unjuk rasa atau tindakan anarkis. Bila memang merasa diperlakukan tidak adil ada mekanisme untuk penanganannya. ‘’Kita harus hormati hukum yang ada. Tidak perlu menggunakan media sosial untuk saling menghujat atau kekerasan untuk melampiaskannya,’’ katanya. ‘’Saya juga mengingatkan adanya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan

Pendapat di Muka Umum atau lebih kita kenal dengan unjuk rasa atau demomstrasi.’’ Di situ ada Pasal 5 yang menyebutkan bahwa warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berhak mendapatkan perlindungan hukum termasuk di dalamnya jaminan keamanan dengan tujuan untuk mewujudkan iklim yang kondusif serta menempatkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok. ‘’Kita akan menjamin itu,’’ katanya. Dalam Pasal 6 lebih jelas lagi, ada kewajiban dan tanggung jawab dari warga negara yang melakukan unjuk rasa untuk menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain. Aturan-aturan moral, taat kepada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum serta menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. ‘’Nah ini juga harus ditaati oleh siapapun juga yang akan melakukan unras atau demonstrasi.’’ Pasal 7 juga dijelaskan bahwa aparatur pemerintah termasuk Polri wajib dan bertanggung jawab untuk melindungi HAM. Menghargai prinsip praduga tak bersalah dan menyelenggarakan pengamanan. ‘’Jadi di sini kami berupaya menciptakan situasi dan kondisi untuk menjadi aman, tertib dan damai termasuk mencegah timbulnya gangguan atau tekanan secara fisik dan psikis dari manapun juga,’’ jelasnya. Lebih lanjut disampaikan Kapolda bahwa dalam Pasal 10, penyampaian pendapat dimuka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri selambat-lambatnya 3×24 jam sebelum kegiatan dimulai. Hal tersebut dikandung maksud semuanya berjalan sesuai aturan, aman dan semua pihak terakomodir hak dan tanggung jawabnya. Ketika pemberitahuan mendadak satu hari disampaikan sebelumnya, tentunya ini tidak sesuai ketentuan dan bisa terjadi peristiwa yang sering kita lihat dan dengar akhir-akhir ini. ‘’Pada intinya, mari kita semua tetap menjaga situasi dan kondisi yang kondusif ini. Semua dapat berpartisipasi untuk mewujudkannya,’’ pesan Kapolda. (r)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 23 Mei 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

RSUD Tripat Kekurangan Dana Penanganan Korban Gempa Giri Menang (Suara NTB) – Rumah Sakit Tripat Lombok Barat (Lobar) mengeluh lantaran kekurangan dana untuk penanganan korban gempa tahun 2018 lalu. Pasalnya dari usulan Rp690 juta lebih yang diusulkan ke BNPB dan masuk dalam laporan keuangan hanya diganti Rp430 juta lebih sehingga terdapat kekurangan mencapai Rp200 juta lebih. Kondisi ini menyebabkan pendapatan RSUD berkurang karena dipakai untuk menutupi piutang di pihak ketiga yang dipakai untuk pengadaan obat-obatan selama penanganan korban gempa. Pihak RSUD pun akan mengusulkan kembali melalui BPBD provinsi agar semua dana yang sudah terpakai bisa diganti oleh BNPB. Demikian ditegaskan Dirut RSUD Tripat Gerung, drg H. Arbain Ishak, Rabu (22/ 5). Untuk penanganan pasien

korban gempa tahun 2018 jelas Arbain, pihaknya mengusulkan sekitar Rp900 juta lebih, kemudian ada verifikasi dari BPKP sehingga disetujui mencapai Rp690 juta lebih. “Tapi sekarang setelah verifikasi itu, kemarin kita terima rinciannya dari

provinsi sekitar Rp430 juta yang kita diberikan, sementara dalam laporan keuangan kita sudah menggunakan angka Rp690 juta lebih itu, ini kendala kami dalam penggunaan uang karena pertanggungjawabannya,” jelas Arbain.

Untuk menyesuaikan itu, pihaknya pun mencari mana yang tak terbayar atau terbiayai yang diajukan. Pihaknya kesulitan mempertanggungjawabkan ini, karena ketidaksinkronan antara usulan yang masuk dalam laporan keuangan Rp690 namun yang diberikan hanya Rp430 juta. Menurut dia, dana yang diganti oleh BNPB ini sangat jauh kurang dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Sebab ada penyewaan terop dengan sekian hari tidak masuk. Pihaknya hanya menerima biaya pelayanan saja. Padahal di luar itu banyak dibiayai oleh pihak rumah sakit.

Rata-rata kata dia pasien korban gempa yang ditangani kebanyakan dari KLU,sedangkan dari Lobar tidak banyak. Diakui ada 50 pasien yang ditangani, tidak bisa diklaim untuk biaya di luar pelayanan. Mereka ini hampir semua patah tulang, baik kaki, tangan. Semua pasien ini dioperasi, bahkan ada dua kali penanganan operasi. Sehingga kata dia biaya sangat tinggi. Langkah selanjutnya pihaknya tengah menunggu dari BPBD dan Dikes provinsi untuk verifikasi lagi dengan pemerintah pusat. “Kenapa yang disetujui berdasarkan veri-

fikasi BPKP, tapi kita dikasi kurang dari itu,” ujarnya. Dampak bagi RSUD sendiri kata dia, tentu berdampak terhadap pendapatan rumah sakit sebab rumah sakit yang mengganti kekurangan dana tersebut. Sebab sebelumnya dana untuk penanganan pasien ini dipiutang dari pihak ketiga. Sementara RSUD hanya bisa berhutang 2-3 bulan ke pihak ketiga. RSUD kata dia mesti mencari keuangan lagi yang kurang sebesar Rp200 juta lebih. “Kita pakai penghasilan rumah sakit, karena itu berkurang pendapatan kita, artinya tambah defisit lagi” kata dia. (her)

H. Arbain Ishak

Program Naker di Lobar Tersertifikasi ISO 9001 Desa Persiapan di KLU Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) satu-satunya daerah di NTB yang mendapatkan sertifikat ISO 9001 pelayanan ketenagakerjaan (naker) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transimigrasi. Ada 15 daerah kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan program ini. Pemda Lobar akan diganjar bantuan berupa pelatihan dan peralatan selama 5 bulan. “Di NTB hanya Lobar yang dapat program ISO 9001 ini, ada 15 kabupaten/kota di Indonesia yang dapat,” jelas Kadis Naker Lobar, Rusditah, Rabu (22/5). Dari program ini

jelas dia, pihak Dinas akan mendapatkan bantuan berupa peralatan dan pelatihan oleh instruktur dari pusat selama lima bulan. Lobar sudah pasti dapat program ISO. Dia berencana akan berangkat untuk tandatangan MoU dengan Kemenakertrans hari Jumat mendatang. Selanjutnya, akhir bulan ini setelah lebaran peralatan datang di kantor dinas, tenaga langsung bisa dilatih. “Langsung kerja (action),” jelas dia. Dalam ISO ini kata dia tentunya bagi pelayanan berkualitas secara umum di bidang ketenagakerjaan baik

menyangkut proses pelayanan kepada masyarakat, proses pelaporan ke pusat. Semua pelayanan ini kata dia sesuai dengan SPM dan ISO itu sendiri, petugas akan dilatih oleh instruktur dari luar daerah. Program pelatihan dan peralatan dari kementerian akan berlangsung selama dua tahun, lalu tahun ketiga Pemda diminta melanjutkan pembiayaan program ini. Ditargetkan pelaksanaan pelayanan sesuai ISO mulai diterapkan setelah lima bulan pelatihan. Saat ini tengah proses berjalan, sambil dilatih. Setelah masuk 5 bulan, barulah dilakukan evaluasi oleh Kementerian. Pemda kata dia nanti akan mengorek-

si hasil evaluasi dimana letak kurangnya. ”Setelah dievaluasi, kalau ada kekurangan maka itu yang kami diperbaiki,” jelas dia. Pihaknya akan berupaya mendapatkan sertifikat ISO pelayanan kerenagakerjaan tersebut. Dikatakan, adanya program ISO ini bertujuan untuk tertib administrasi dari sisi surat menyurat. Kemudian bagaimana pelayanan yang optimal kepada masyarakat terutama dalam pembuatan AK1 (kartu kuning). Dengan pelayanan ISO ini nanti jelas dia, semua pelayanan akan terintegrasi di satu tempat. Di mana laporan surat masuk dari OPD lain sudah terkendali secara online di ISO. Sehingga tidak perlu Kadis disposisi ke Kabid ter-

Segera Didefinitifkan

(Suara NTB/her)

Rusditah tentu, namun surat itu bisa langsung masuk ke semua bidang. “Jadi ISO ini menyangkut pelayanan dan admimistrasi,” jelas dia. (her)

KPU Prediksi Biaya Pilkada KLU Rp18 Miliar Tanjung (Suara NTB) Usai menyelenggarakan Pemilu serentak dengan sukses, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lombok Utara ditunggu pemilu berikutnya. KPUD KLU dalam hal ini sudah dinanti perhelatan Pilkada serentak pada September 2020. Ketua KPUD KLU, Juraidin, SH., Rabu (22/5) mengungkapkan, Pilkada Kabupaten Lombok Utara bersamaan dengan sekitar tujuh Kabupaten lain di NTB. Berdasarkan informasi awal KPUD NTB, Pilkada serentak akan diselenggarakan pada September 2020 mendatang. Terhadap biaya tersebut, KPUD menaksir menghabiskan Rp18 miliar. “Taksiran biaya Pilkada 2020 sekitar Rp18 miliar. Angka sejumlah itu mempertimbangkan berbagai faktor,” ungkap Juraidin. Faktor pertama, rentang waktu pelaksanaan

Pilkada 2015 dengan 2019 cukup jauh. Lagi pula, acuan standar harga barang pada 2015 dengan 2019 sudah pasti naik. Kedua, usulan Rp18 miliar juga mempertimbangkan kemungkinan potensi empat paket calon yang berlaga di Lombok Utara, termasuk calon independen. Paket empat calon diasumikan jumlah paket terbanyak di KLU. “Tetapi jika hanya dua calon, maka anggaran dua calon itu yang terpakai, dan sisanya akan dikembalikan ke daerah. Kadang ini yang belum banyak dipahami,” jelasnya. Kendati menaksir dan mengusulkan Rp18 miliar ke daerah, namun Juraidin belum meyakini jumlah real yang diberikan oleh daerah. Menyikapi usulan itu pun, pihaknya akan segera melakukan komunikasi ke Pemda Lombok Utara. Selain itu, Juraidin juga memastikan jumlah pemilih DPT

akan bertambah dari acuan DPT Pilpres sejumlah 171.541 orang. Perkiraan kenaikan sekitar 5 persen. “Tahapan Pilkada 2020 sedang kita persiapan. Langkah awal kita akan sosialisasi mulai 2018, bahwa kita akan memulai Pilkada bulan September 2020 sambil menunggu aturan yang jelas,” tambahnya. Mengacu pada pengalaman Pilkada 2015, ia berharap pada Pilkada 2020 semua komponen bergerak. Sosialisasi kepada pemilih tidak hanya dilakukan KPU, melainkan Bawaslu, Parpol dan unsur media massa. (ari)

Tanjung (Suara NTB)Selangkah lagi, sepuluh desa persiapan akan menjadi desa definitif. Proses terakhir yang ditunggu adalah pengesahan Raperda 10 Desa persiapan. DPRD dalam hal ini, sudah sepakat membentuk Pansus desa persiapan ke dalam dua Pansus. Pada sidang paripurna dengan agenda jawaban kepala daerah terhadap 11 Raperda yang disampaikan sebelumnya, Rabu (22/5), Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., menyampaikan Raperda yang berproses saat ini sangat urgen bagi masyarakat, khususnya Raperda Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah dan penetapan 10 desa persiapan menjadi desa definitif. Menanggapi saran dan pernyataan fraksi-fraksi dewan, pihak eksekutif menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota fraksi Dewan yang telah memiliki pandangan yang sama dalam mendukung 11 buah Raperda tersebut. Pasalnya, 11 Raperda tersebut membawa manfaat dan dampak yang positif dalam rangka percepatan pembangunan daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah. “Terkait pandangan Fraksi Hanura dan Fraksi Golkar tentang salah satu desa persiapan yaitu desa Sangaji Purih yang dianggap sebagai desa persiapan baru, kami luruskan. Jadi sebenarnya Desa persiapan Sangaji Purih bu-

kanlah desa baru, melainkan nama Desa persiapan Rempek Darussalam,” papar Najmul. Bupati menjelaskan, nama Sangaji Purih awalnya merupakan nama desa persiapan yang sempat diusulkan oleh masyarakat desa sebelum nama desa persiapan Rempek Darussalam ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 18 tahun 2015. Nama Sangaji Purih, terkesan menimbulkan ketidaksesuaian antara desa persiapan yang dibentuk melalui Perbup dengan Raperda yang diajukan ke dewan tentang penetapan 10 desa menjadi definitif, di mana dilamarnya tersebut Desa persiapan Rempek Darussalam. “Disebutnya nama Sangaji Purih dalam penjelasan Bupati merupakan cikal bakal usulan nama desa persiapan Rempek Darussalam, sehingga hal tersebut sekaligus mengingatkan kita sekalian terhadap bagian sejarah dari terbentuknya desa persiapan Rempek Darussalam,” sambungnya. Adapun 10 Desa persiapan dirinci, Desa Persiapan Baturakit Kecamatan Bayan, Desa Persiapan Menggala Kecamatan Pemenang, Des Persiapan Pansor Kecamatan Kayangan, Desa Persiapan Sama Guna Kecamatan Tanjung, Desa Persiapan Andalan Kecamatan Bayan, Desa Persiapan Gunjan Asri Kecamatan Bayan, Desa Persiapan Santong Mulia Kecamatan Kayangan, Desa Persiapan Selelos Kecamatan Gangga, Desa Persiapan Segara Katon Kecamatan Gangga, dan desa Persiapan Rempek Darussalam Kecamatan Gangga.. (ari)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook