Skip to main content

Edisi 23 Januari 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

SELASA, 23 JANUARI 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 261 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Tunggu Regulasi

Rekrutmen 5.200 Guru dan Honorer SMA/SMK, SLB ‘’Kita nunggu regulasi yang dari pusat. Apakah formasi CPNS itu memberikan kuota kepada honorer atau tidak. Kalau dia memberikan kuota kepada honorer seperti dulu K1 dan K2, maka kita akan proses itu,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji ketika dikonfirmasi Suara NTB di Kantor Gubernur, Senin (22/1) siang. Mantan Kepala BKD dan Diklat NTB ini menjelaskan, semua hal terkait dengan formasi CPNS meru-

’’

pakan kewenangan pemerintah pusat. Suruji mengatakan, jika Pemprov melakukan rekrutmen atau seleksi 5.200 guru dan pegawai honorer pada saat ini. maka pihaknya mengkhawatirkan guru dan pegawai SMA/SMK dan SLB yang sudah mengabdi selama belasan tahun, jika tak lolos seleksi maka otomatis akan gugur. Guru dan pegawai honorer yang tak lolos seleksi maka otomatis diberhentikan. Bersambung ke hal 15

Jadi, jangan sampai gara-gara dua bulan, tiga bulan (melakukan rekrutmen honorer SMA/SMK) pengabdian orang 15 tahun itu hilang, lenyap, musnah

H. Muh. Suruji

(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB masih menunggu kejelasan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk melakukan rekrutmen 5.200 guru dan pegawai honorer SMA/ SMK dan SLB. Kejelasan tersebut perlu diketahui apakah ada formasi CPNS khusus bagi guru dan pegawai honorer.

Aset Lobar di ’’Shopping Center’’

TO K O H Dilaporkan ke Presiden MENANGANI kasus illegal logging bukan perkara mudah. Tantangan dihadapi jajaran TNI, harus berhadapan dengan mafia dan pemain kayu. Termasuk jenis kayu sonokeling yang melibatkan pengusaha luar. Beberapa kali Danrem 162/ WB Kol. Inf. Farid Makruf, MA mengaku disurati hingga ke Presiden RI karena dianggap dalam penindakan menyalahi ketentuan. ‘’Saya dikirimi surat sampai ke Presiden, karena dianggap semena-mena dalam penanganan illegal logging,’’ ungkap Danrem, Senin (22/1). Tapi kemana pun dilapor(Suara NTB/ars) kan, Danrem menegaskan Farid Makruf pantang surut memberantas illegal logging. Ia juga sudah mengingatkan jajarannya di tingkat Kodim, agar lebih trengginas menangani kasus pembalakan hutan. Bersambung ke hal 15

Warga Mengaku Kantongi Sertifikat Mataram (Suara NTB) Dugaan penjualan aset Lombok Barat (Lobar) ke Pemkot Mataram dilaporkan ke Kejaksaan, karena diduga tidak sesuai prosedur. Di luar proses itu, aset Pemda Lobar itu, diduga sudah ada yang mengantongi sertifikat hak milik. Sementara sebagian masih Hak Guna Bangunan (HGB). Posisi lahan itu persis di depan eks RSUD Provinsi NTB yang saat ini difungsi-

kan jadi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Di area lahan yang dulu disebut shopping center itu. Riwayat lahan itu, pada tahun 1994 saat Bupati Lobar dijabat H.Lalu Mudjitahid, kemudian diserahkan ke Walikota Mataram saat dijabat H.L.Mas’ud. Namun belakangan, lahan itu sudah dikantongi SHM atau milik oleh perorangan. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

ASET PEMDA LOBAR - Kawasan Shopping Center di Kota Mataram yang dilaporkan ke Kejaksaan atas kasus dugaan jual beli aset Pemda.

Sejumlah Proyek Strategis Belum Diakomodir Pemerintah Pusat

KO M E N TTAA R Belum Ditindaklanjuti Qatar

H. L. Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

PEMERINTAH Qatar belum menindaklanjuti rencana investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pascakunjungan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menemui Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad AlThani di Istana Amir di Doha akhir tahun lalu, Tim Investasi dari Qatar masih belum berkunjung ke KEK Mandalika. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/her) (Suara NTB/her)

H. Fauzan Khalid

SERAHKAN - Bupati H. Fauzan Khalid didampingi Ketua DPRD Lobar, Hj.Sumiatun menyerahkan sertifikat ke para pengurus poktan.

Entaskan Kemiskinan

Bupati Fauzan Khalid Serahkan Sertifikat ke Ribuan Poktan Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 1.495 kelompok tani menerima sertifikat registrasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Ribuan sertifikat ini diberikan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid kepada perwakilan kelompok tani dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di

masing-masing kecamatan. Kelompok tani yang menerima sertifikat di antaranya kelompok tani pangan, Bersambung ke hal 15

Mataram (Suara NTB) Sejumlah proyek strategis yang diusulkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden, Ir. H. Joko Widodo pada awal 2017 lalu belum diakomodir pemerintah pusat pada tahun anggaran 2018 ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB akan segera melakukan evaluasi proyek-proyek strategis mana saja yang belum diakomodir. Serta berkoordinasi dengan Balai pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Satker Cipta Karya untuk diusulkan pengangga-

rannya pada 2019 mendatang. ‘’Coba nanti saya evaluasi lagi, buka catatan lagi. Karena saya rencananya minggu-minggu ini rapat koordinasi sama teman-teman instansi pusat. Seperti BWS, Balai Jalan sama Satker Cipta Karya,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M. TP ketika dikonfirmasi Suara NTB, kemarin di Mataram. Ardhi mengatakan, instansi pusat yang ada di daerah itu sekarang sudah mulai melakukan perencanaan program/kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2019 mendatang. Bersambung ke hal 15

Peringatan HUT Ke-59

Sumbawa Butuh Langkah Inovatif Sumbawa Besar (Suara NTB) Sesuai dengan tema peringatan HUT ke-59, Senin (22/1) kemarin, Sumbawa butuh langkahlangkah inovatif dalam mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat. Sejumlah capaian di berbagai bidang harus terus dipacu. Sebagaimana disampaikan Bupati Sumbawa, H.M.Husni Djibril, B.Sc , tema “Mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat Melalui Pengembangan Inovasi Daerah”, sangat relevan. Mengingat permasalahan dan tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat sangatlah kompleks. Sehingga mutlak membutuhkan

langkah-langkah inovatif. Apapun bentuknya, inovasi yang dilahirkan harus berorientasi untuk memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ‘’Saya berharap inovasi yang dilahirkan oleh pemerintah daerah, tidak berhenti pada sebuah narasi di atas kertas kerja. Atau branding di lembaran spanduk dan papan baliho atau dalam proposal-proposal lomba. Namun inovasi itu harus terus terwujud dalam setiap denyut kegiatan pemerintahan dan pelayanan yang kita laksanakan,’’ ujarnya pada apel peringatan HUT Kabupaten Sumbawa ke-59, Senin (22/1). Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/arn)

PROYEK - Bupati Sumbawa didampingi Wabup, Sekda dan Ketua DPRD Sumbawa menandatangani peresmian sejumlah infratruktur yang telah dikerjakan tahun 2017.


SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

Pembangunan GOR Dilanjutkan BANGUNAN Mini GOR yang berada di samping kantor kelurahan Selagalas direncanakan akan kembali dilanjutkan pembangunannya. Seperti yang disampaikan oleh Kasi Pemerintahan Kelurahan Selagalas, Umi Suryanti, bahwa bangunan itu dilakukan berkelanjutan dalam dua periode. “Pembangunannya dilakukan mulai 2017-2018, jadinya dilakukan secara bertahap,” katanya kepada Suara NTB, Senin (22/1). Biaya pembangunan yang berasal dari dana aspirasi Dewan itu, kata Umi, pada tahun kemarin hanya sampai pembuatan fondasi bangunan. “Di tahun ini, baru dilanjutkan lagi sampai jadi, karena dananya dibagi jadi dua,” terangnya. Mini GOR ini nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan mulai olahraga sampai ruang serbaguna. “Tapi kita belum tahu bagaimana besok rupanya setelah jadi, hanya bisa lihat yang sekarang saja,” tukasnya. Bangunan yang dibangun di atas tanah pemkot itu juga, imbuh Umi, banyak tidak diketahui oleh masyarakat. “Tetapi kalau jadi nanti kan, mereka bisa gunakan untuk olahraga karena akan dibuatkan arena badminton dan voli dengan tribun di atasnya,” jelasnya. Meskipun tidak pernah disosialisasikan langsung ke masyarakat, tambahnya, hal itu tidak menjadi masalah. “Cuma banyak yang tanya itu bangunannya bagaimana modelnya,” terangnya. Umi menerangkan, tidak seperti pembangunan sirkuit ataupun arena pacuan kuda yang pembangunannya disosialisasikan ke masyarakat. “Malahan yang arena pacuan kuda itu lebih dulu dikenal dibandingkan dengan sirkuit itu,” jelasnya. Arena pacuan yang direncanakan dibangun di pinggir lapangan Selagalas itu direncanakan selesai di tahun ini. Masyarakat, kata Umi, menyambut dengan baik pembangunan sirkuit serta pacuan kuda tersebut. “Agar Selagalas tidak hanya dikenal pasar hewannya saja, tetapi punya ikon baru yaitu pacuan kuda dan sirkuitnya,” jelasnya. (uul) Umi Suryanti (Suara NTB/uul)

Kaji Rencana Penggratisan MWP ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut sugiarta mengaku tidak setuju dengan wacana Dinas Dispora Kota Mataram yang akan memggratiskan biaya masuk bagi pengunjung umum yang berkunjung ke Mataram Water Park (MWP). Ini menyusul rencana Pemkot Mataram segera mengoperasikan MWP yang sempat mangkrak beberapa waktu lalu. Sedangkan kalau untuk pelajar, penggratisan biaya masuk memang (Suara NTB/dok) diperlukan. “Kalau itu kurang pas. I Ketut Sugiarta Kecuali kalau anak-anak sekolah yang mana tujuan awal MWP kan untuk pembinaan,” katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (22/1). Menurut dia, penggratisan biaya masuk bagi masyarakat umum merupakan kebijakan yang kurang pas. Paling tidak harus ada kontribusi dari pengunjung umum. Oleh karena itu, dia mengajak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk memikirkan kembali rencana penggratisan biaya masuk bagi pengunjung umum. Karena bagaimanapun, kolam MWP juga perlu dirawat. Untuk melakukan perawatan jelas dibutuhkan anggaran. Sehingga kalau Dispora menggratiskan biaya masuk, perlu dipikirkan sumber anggaran untuk melakukan perawatan berkala untuk MWP. Karena seperti diketahui, ketika MWP sedang mangkrak, Pemkot Mataram tetap merogoh kocek untuk biaya pemeliharaan rutin MWP. Kegiatan pemeliharaan itu menjadi beban bagi Pemkot Mataram. Sebab, MWP tidak dioperasionalkan sehingga tidak ada pemasukan. Sekarang, wacana operasional MWP dibarengi dengan rencana menggratiskan pengunjung umum. Hal ini dianggap sama dengan kondisi ketika MWP sedang mangkrak. Sama-sama tidak ada penghasilan. “Kalau sekolah-sekolah boleh digratiskan, tapi kalau masyarakat umum harus ada masukan untuk biaya perawatan,” ungkapnya. Untuk itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Mataram ini meminta Dispora melakukan kajian dan perencanaan terkait wacana penggratisan pengunjung umum. Dispora diimbau tidak asal melempar wacana gratis bagi pengunjung umum, tanpa dibarengi dengan tujuan yang jelas. “Kalau anak sekolah kan jelas untuk pembinaan. Siapa tahu akan muncul bibit-bibit atlet renang. Kalau masyarakat umum ini tujuannya apa,” tanyanya. Karena pada prinsipnya kolam renang MWP sudah memenuhi standar. Hanya saja memang ada kesalahan pada kedalaman kolam. “ Tetapi kan kekurangannya ndak banyak. Sehingga kalau menciptakan atlet renang masih bisa,” pungkasnya. Ketut Sugiarta khawatir kalau MWP digratiskan untuk masyarakat umum, pengawasan tidak akan dilakukan dengan baik. Padahal, kolam renang juga perlu dirawat secara rutin. Ia menilai kebijakan menggratiskan pengunjbumum akan menjadi beban tersendiri bagi OPD terkait. “Jadi nanti kolamnya tidak terawat dengan baik. Apalagi ini umum mau digratiskan,” sesalnya. Wacana menggratiskan MWP dianggap pernyataan yang tidak punya visi. Kecuali, lanjutnya, penggratisan itu hanya beberapa hari, dengan tujuan melakukan promosi kepada masyarakat. Karena hanya ada kolam, tidak bisa serta merta OPD menggratiskan MWP. “Karena kolam juga perlu maintenance. Kalau ndak, nanti kolamnya hijau seperti kolam kodok,” selorohnya. (fit)

SUARA MATARAM

Mohan Ingatkan ASN Tak Ikut Campur Soal Politik Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memberi peringatan keras kepada jajaran ASN lingkup Pemkot Mataram. Mereka diminta tidak ikut campur dalam persoalan politik. Peringatan ini dilontarkan saat memimpin apel di halaman kantor Walikota Mataram, Senin (22/1).

’’

Ada aturan yang ketat dari Kementerian PAN-RB, ASN harus tetap menjaga netralitas

H. Mohan Roliskana

Ganevia mengatakan, surat rekomendasi untuk pengisian jabatan di eselon III posisinya berada di Sekretaris Dirjen Otda Kemendagri. Kemungkinan, hari ini (22/1) kemarin, surat tersebut akan dikirim oleh Kemendagri. “Rencananya, hari ini suratnya sudah keluar,” jawab Evi. Mutasi kali ini kata Evi,sifatnya pengisian saja. Pejabat Pembina Kepegawaian dalam hal ini Walikota Mataram, hanya mengukuhkan pejabat tersebut. Saat ini, pelaksana tugas (Plt) ditunjuk formasinya seperti biasa.

Selain mengingatkan soal ‘’haramnya’’ ASN terlibat politik praktis, Mohan juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaporkan program-program yang tak tuntas di penghujung tahun 2017 lalu. Menjelang pelaksanaan Pilkada NTB 2018, ASN Kota Mataram diingatkan untuk menjaga agar tetap netral dan

tidak ikut campur dalam politik praktis. Apel Senin kemarin diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., beserta seluruh jajaran ASN Kota Mataram. Mohan menegaskan, politik praktis bukan merupakan urusan ASN, melainkan urusan Kepala Daerah yang memang mengemban jabatan politik. Karena itu penting bagi ASN untuk fokus pada tugas dan fungsi, tanpa harus melibatkan diri dalam politik praktis. Mohan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram ini juga meminta kepada Sekda Kota Mataram untuk mengingatkan seluruh jajaran ASN lingkup Kota

Mataram mengenai peraturan yang ada. “Ada aturan yang ketat dari Kementerian PAN-RB, ASN harus tetap menjaga netralitas,’’ katanya. Pada bagian lain, Mohan meminta seluruh OPD lingkup Kota Mataram segera melaporkan pada dirinya apabila masih memiliki program kerja akhir tahun yang belum terselesaikan. Dengan demikian dapat segera dicarikan solusi. Sehingga seluruh pekerjaan yang telah diprogramkan dapat diselesaikan sampai tuntas. Hal tersebut mengingat sampai saat ini dirinya belum mengetahui tindak lanjut dari beberapa program kerja akhir tahun yang dilaksanakan di OPD. (fit)

Gunakan Alat Pemotong Padi

Perkecil Biaya Produksi Petani Mataram (Suara NTB) Sistem panen secara konvensional perlahan diubah dengan pola modern dengan penggunaan alat combine harvester (sejenis mesin pemanen padi). Selain mengefisienkan waktu, juga memperkecil biaya produksi dikeluarkan petani. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli saat panen raya padi di lingkungan Tegal, Kelurahan Selagalas, Senin (22/1) mengatakan, bertani tidak mesti kotor dan terkena lumpur. “Kita ingin membangun image bahwa bertani itu tidak selalu kotor. Sekarang ini sudah alat memanen padi. Jadi tidak perlu turun langsung,” katanya. Pemanfaatan alat mesin pemanen padi sebenarnya sebagai salah satu solusi mengantisipasi kekurangan tenaga tanam dan panen. Selama ini, petani harus mencari buruh panen ke Lombok Barat, Lombok Tengah, dan bahkan Lombok Timur. Dari segi biaya relatif besar dan membutuhkan waktu lama. Dengan mesin Combine Harvester setidaknya menghemat dari sisi waktu dan biaya. Satu hektar tanam padi hanya membutuhkan biaya Rp 400 ribu. Jika dibandingkan dengan pola konvensional, petani membayar lebih. “Kalau seperti biasa dengan ngrampeq biayanya lebih mahal. Kalau alat pemotong padi ini kan tidak ada gabah tercecer,” jelasnya. Mutawalli menyebutkan, mesin pemanen padi dimiliki tiga unit ukuran besar dan 10 unit ukuran kecil. Secara keseluruhan alat tersebut merupakan bantu-

(Suara NTB/cem)

PANEN - Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli melihat pola kerja mesin pemanen padi combine harvester pada panen raya di Lingkungan Tegal Kelurahan Selagalas, Senin. an Dinas Pertanian NTB. Kasi Pengolahan Hasil dan Pemasaran Dinas Pertanian NTB, Nani Ariati menegaskan,sistem panen padi konvensional secara perlahan ingin diubah dengan pola modern. Penggunaan alat combine harvester lebih efisien dan memperkecil kehilangan hasil panen. Dengan sistem panen man-

ual sampai 10 persen tanaman padi hilang. Dibandingkan dengan combine harvester hanya dua persen gabah hilang. “Biasanya dengan ngrampeq itu padinya tercecer bahkan dibuang begitu saja. Kalau dengan alat ini tidak,” ujarnya. Secara nasional kehilangan padi akibat sistem panen konvensional sekitar 10,28 persen. Dan, di NTB relatif lebih

Penataan Lapak di Cilinaya Belum Jadi Prioritas Mataram (Suara NTB) Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional mendesak Pemkot Mataram, menata lapak di Jalan Cilinaya Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, karena dinilai melanggar rencana tata ruang wilayah. Tetapi hingga dua tahun, penataan ini belum jadi skala prioritas. Konsep penataan lapak tersebut sebenarnya sudah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Pusat. Beberapa konsep perencanaan disusun. Di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, telah menyusun rencana anggaran belanja (RAB) senilai Rp 5 miliar. Kedua, menyerahkan pengelolaan ke pihak ketiga. “Kita ajukan ternyata pihak ketiga belum ada berminat,” kata Kadis PUPR, Ir. H. Mahmuddin Tura ditemui, Senin (22/1). Kemungkinan belum diprioritaskan penataan lapak tersebut, karena Pemkot mengalami

(Suara NTB/cem)

MELANGGAR RTRW - Bangunan lapak di Jalan Cilinaya atau tepatnya di sebelah barat Mataram Mall belum jadi prioritas dilakukan pembenahan. Bangunan ini melanggar Perda RTRW, sehingga Kementerian ATR/BPN mendesak segera melakukan pembenahan. defisit anggaran. Selain itu, beberapa program sifatnya penting untuk diselesaikan. Tapi di satu sisi, pihak Kementerian ATR/ BPN terus mendesak agar segera dilakukan penataan. “Tim revisi RTRW setiap konsultasi itu saja ditanyakan,” tuturnya. Berdasarkan perencanaan,

Pemkot Siapkan Rencana Mutasi Pejabat Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram tengah mempersiapkan rencana mutasi sejumlah pejabat eselon III. Pada Senin (22/1) kemarin, kemungkinan telah menerima surat rekomendasi pengisian jabatan eselon III dari Kemendagri. Pekan ini, diprediksikan akan kembali digelar pengisian jabatan di Bagian Layanan Pengadaan dan Bagian Administrasi Pembangunan dan Kerjasama. Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi

Halaman 2

“Ndak ada pergantian. Cuma dikukuhkan sama seperti yang kemarin,” ujarnya. Sejumlah pejabat eselon IV yang kosong seperti Lurah Pejanggik, Selagalas, Mayura dan Bintaro diakui, sudah diusulkan dilakukan pengisian ke Kemendagri. Tetapi belum ada jawaban, sehingga harus menunggu kebijakan selanjutnya. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manuasi (BKPSDM), Baiq Nelly Kusumawati mengatakan hal yang sama. Menurut dia, rekomendasi sudah dikirim oleh Pemerintah Pusat. Kemungki-

nan pengisian jabatan lowong di eselon III akan diisi pekan ini. “Bisa saja hari Rabu. Mudah - mudahan saja yah. Kan semua tergantung PPK,” ujarnya. Sementara kekosongan jabatan di eselon IV, ia belum berani memprediksikan. Nelly berspekulasi kemungkinan jabatan lurah dan kepala seksi kosong tersebut akan diisi bersamaan pada mutasi besar besaran selanjutnya. “Mungkin nanti sama - sama pengisian yang banyak itu,” demikian kata Nelly. (cem)

kata Mahmuddin, luas lapak dibangun 275 meter. Dengan asumsi satu lapak memiliki luas 3 meter. Saat disosialisasikan, pedagang siap direlokasi. Karena dengan kondisi seperti saat ini, mereka merasa terganggu. “Ada rencana kita mau komersilkan. Hasilnya nanti masuk ke kas daerah,” pungkasnya. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska meminta pemkot harus tegas menyingkapi pelanggaran tata ruang, sehingga tidak menjadi persoalan pelik di kemudian hari. Seperti halnya, bangunan sebelah barat Mataram Mall jadi persoalan panjang tanpa ada solusi. Di satu sisi, Kementerian ATR/BPN menginstruksikan agar dilakukan pembongkaran. “Persoalannya sekarang adalah ada warga memanfaatkan bangunan notabenenya adalah tempat itu menggerakkan roda ekonomi,” katanya. Pada 2016, Pemkot ada inisiatif memindahkan lapak itu ke belakang, sehingga dari aspek tata ruang tidak melanggar aturan. Justru, ia menyesalkan inisiatif tersebut tidak dieksekusi dengan alasan kebijakan penganggaran. (cem)

kecil dibandingkan skala nasional. Oleh karena itu, pemerintah ingin mengefiensikan biaya produksi. Artinya, dari biasanya biaya produksi satu hektar padi mencapai Rp 7 juta, bisa ditekan sekitar Rp 3 - 4 juta per hektar. Pasiter Kodim 1606 Lobar, Kapt. Inf. Marsana mendukung langkah pemerintah menggunakan alat combine harvest-

er untuk memanen padi. Selain lebih efektif, juga menekan biaya produksi. Marsana mengarahkan agar penggunaan mesin panen padi tersebut pada areal tananam yang lebih luas. “Kalau sekadar 10 - 20 are mending manual saja. Karena, kan mesinnya harus dibawa kesana - kemari. Biayanya lebih tinggi nanti,” tandasnya. (cem)

Tender Proyek Sebaiknya Tunggu Pejabat Definitif Mataram (Suara NTB) Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH., menyarankan agar tender tiga proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebaiknya menunggu pejabat definitif. Hal itu dimaksudkan agar legal formal dapat dipertanggungjawabkan. “Kalau bisa menunggu pejabat definitif saja dulu,” kata Wartan ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/1). Tiga proyek milik tersebut yakni, perluasan gedung Kantor Badan Keuangan Daerah senilai Rp 1,5 miliar, proyek lanjutan bundaran di Lingkaran Selatan Rp 1,5 miliar. Dan, penyelesaian pintu gerbang di lokasi sama senilai Rp 6 miliar. Bagian Hukum sebenarnya pernah menganalisis persoalan tersebut. Secara aturan diperbolehkan melaksanakan proses tender, karena tidak ada in-

dikasi melanggar aturan. Tapi alangkah afdolnya menurut Wartan, pelaksanaan tender menunggu pejabat definitif saja. Kekosongan pejabat di Bagian Layanan Pengadaan, ia terus berkomunikasi dengan Asisten III, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia memastikan sejauh mana rekomendasi pengisian pejabat tersebut. Pelaksanaan tender tiga proyek diakui Asisten II, sangat penting. Secara psikologis, ia melihat PUPR memiliki beban untuk segera menyelesaikan paket proyek tersebut. Namun hal ini, tidak bisa dipaksakan karena harus menunggu rekomendasi pengisian jabatan dari Kementerian Dalam Negeri. “Semua urgen. Makanya, Pak Wali lantik dua pejabat yang kemarin. Mudah mudahan segera dilantik. Katanya, hari ini surat rekomendasinya datang,” demikian kata dia. (cem)

Wartan

(Suara NTB/dok)


SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Tahun Politik, Tantangan Berat Target Investasi Mataram (Suara NTB) Tahun politik, investor-investor besar masih wait and see (menunggu kepastian). Target investasi akan berat terwujud, bila tak dilakukan dengan kerja kolektif, serta kreatif untuk memancing minat investor masuk provinsi pimpinan TGB ini. Ketidakpastian dunia usaha ini mulai nampak sejak tahun 2017 kemarin, sejak isu Pilkada menyeruak. Diperkirakan akan bersambung, hingga tuntasnya Pilpres 2019. Bisa jadi, faktor itulah yang mempengaruhi tidak tercapainya target investasi daerah tahun lalu. Tahun 2017, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB tak mampu memenuhi targetnya sebesar Rp 11,5 triliun. Berdasarkan hasil evaluasi Gubernur, capaiannya minus 3,07 persen. Kepala DPM-PTSP, L. Gita Ariyadi menyebut perhitungannya baru mengunakan data triwulan III 2017. Sementara pada triwulan IV 2017 datanya belum termasuk. Batas pelaporan investasi dari perusahan sampai 10 Januari 2018 ini. Sementara target tahun ini, kepala dinas belum memberikan gambaran. Katanya akan disesuaikan dengan target investasi nasional, setelah ditetapkan nantinya. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi NTB, L. Herry Prihatin berpandangan, untuk investasi besar, bisa jadi akan berpengaruh pada situasi politik. Wait and see, kemungkinan masih akan berlanjut. Dalam situasi ini,

(Suara NTB/bul)

MUTIARA - Mutiara yang dihasilkan dari perairan NTB.

Lima Perusahaan Ajukan Izin Investasi Budidaya Mutiara Mataram (Suara NTB) Ada lima perusahaan yang ingin mengembangkan investasi budidaya mutiara di NTB. Kelima perusahaan itu sedang menunggu kepastian pemerintah. Perusahaan tersebut sebagian adalah perusahaan baru yang mengajukan izin berinvetasi di sektor kelautan. Ada juga perusahaan pembudidaya mutiara yang sudah berinvestasi di NTB, dan ingin mengembangkan budidayanya. Demikian Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si kepada Suara NTB. Ia mengatakan, kelimanya masih dalam tahap proses Amdal. Rencananya, akan mengembangkan budidaya mutiara di Sumbawa, Sekotong dan Lombok Barat. Ada 15 perusahaan yang saat ini masih aktif melakukan budidaya. Kemungkinan Dinas Kelautan Perikanan NTB memberikan rekomendasi cukup terbuka. Alasan kepala dinas, selama syarat-syaratnya memenuhi ketentuan. Investasi di sektor kelautan akan memiliki kepastian hukum tetap. Sesuai dengan Perda nomor 12 tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Dimana investor nantinya dalam melakulan pemanfaatan ruang laut, ada izin lokasi dan izin pemanfaatan ruang laut yang diatur pemerintah. “Selama syaratnya memenuhi, rekomendasi kita berikan. Perizinanannya ada di di DPM-PTSP,” jelasnya.

L. Hamdi mengatakan, dengan akan bertambahnya investor budidaya mutiara ini. Produksi mutiara juga akan bertambah. Diperkirakan sampai 450 Kg setahun. Dari capaian produksi sebanyak 350 Kg, targetnya akan naik produksi sebesar 7 persen. Untuk meningkatkan produksi mutiara ini, L. Hamdi menyebut, pemerintah juga melakukan intervensi. Dari mekansime pembenihan yang dulunya mutiara didapatkan ketika benda masuk di dalam cangkang mutiara (proses alami). Sekarang intervensinya dengan menyuntikkan benda yang namanya nucleus ke dalam daging (cangkang) kerang mutiara. Nucleus (bijih plastic) itulah yang lamakelamaan diselimuti berlapis air liur kerang mutiara, dan membesar menjadi mutiara. Butuh waktu sampai 4,5 tahun untuk satu kerang menghasilkan biji mutiara. “Sekarang sedang dikembangkan teknologinya agar mutiara mempercepat masa produksinya. Itu intervensi yang kita lakukan,” jelas L. Hamdi. Mutiara-mutiara di NTB tidak dipungkiri sedang terbatas ketersediaan induknya. Karenanya, Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB merencanakan restoking. Sebanyak 5 ribu sampai 6 ribu kerang mutiara akan dilepas di Gili Balu, Sumbawa Barat. Intervensi ini untuk mengembangkan mutiara berkembang secara alamiah. Restoking, akan dilaksanakan sebelum akhir tahun 2018 ini. (bul)

PLN Bantu Lima Kecamatan Terdampak Banjir Bandang Bima Mataram (Suara NTB) PT PLN (Persero) Wilayah NTB mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Bima. Melalui program Bina Lingkungan, PLN memberikan bantuan untuk para korban di 5 (lima) kecamatan, yaitu Kecamatan Woha, Kecamatan Palibelo, Kecamatan Belo, Kecamatan Monta dan Kecamatan Madapangga. Dengan terbitnya Keputusan Bupati Bima Nomor 188.45/100/06.23/2018 tentang Penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Banjir Kabupaten Bima tang-

gal 14 Januari 2018, PLN NTB segera berkordinasi untuk menyalurkan bantuan. Bantuan ddiberikan dalam bentuk sembako dan perlengkapan tidur berupa mie Instan, beras, air mineral, mukena, tikar/karpet, sarung, dan lainnya, senilai total Rp 55 Juta. Bantuan tersebut disalurkan langsung melalui posko bencana di Kantor BPBD Kabupaten Bima. Bantuan diserahkan oleh Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PT PLN (Persero) Area Bima, Rachman Yuanda kepada Ir. H.M Taufik Rusdi M.Ap selaku Kepala Pelaksana BPBD

Kabupaten Bima. Yuanda dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/ 1) kemarin menyebut, pemberian bantuan itu merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab PLN untuk membantu korban terdampak. Diharapkan bantuan tersebut dapat mempercepat recovery masyarakat pasca banjir. Bantuan ini juga komitmen PLN Peduli untuk terus hadir bersama masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana banjir yang melanda khususnya di Kabupaten Bima,” ungkap Yuanda saat memberikan bantuan. (bul)

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Penyerahan bantuan PLN kepada kecamatan terdampak banjir bandang Bima.

tak mudah investasi akan tercapai, kecuali ikhtiarnya dilakukan dengan cara-cara yang tidak biasa. “Untuk investasi-investasi kecil, semisal dagang cilok, pedagang-pedagang kecil, dia ndak tau apakah tahun politik atau tidak. Yang berpengaruh itu investasi besar,” ujarnya. Herry mencontohkan bagaimana kawasan investasi besar, semisal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pergerakannya belum nampak. Investor-investor besar dari luar negeri, bisa jadi masih memantau situasi politik yang akan berlangsung di daerah, bahkan politik nasional. Ia memperkirakan, KEK Mandalika akan bergerak, setelah ada kepastian kebijakan, Pilpres tuntas pada 2019 mendatang. Di daerah, boleh-boleh saja pemerintah daerah menargetkan investasi yang ingin dicapai. Tetapi target tersebut harus realistis dengan situasi saat ini. Atau, harus ada cara yang lebih kreatif untuk mencapai target tahunan pemerintah daerah. Herry menyarankan, perlunya membangun komunikasi dengan stakeholders. “Libatkan semua pihak. Bagaimana caranya menyiasasti situasi ini, agar investor tak mengenal tahun poli-

tik. Ini pemerintah daerah nampaknya jalan sendirisendiri, ketika bingung baru nyari-nyari,” demikian Herry. Dilain pihak, Gita menyebut tidak juga sepanjang tahun dan momen politik ini tak ada kejadian-kejadian luar biasa yang merusak iklim investasi. Proses investasi yang terjadi tahun 2018 tentu adalah hasil dari proses pemikiran dan penjajakan investasi yang telah melalui tahapan dan proses panjang. “Sepanjang tidak ada kejadian-kejadian luar biasa, dan kita bisa memberikan penjelasan dan jaminan keamanan investasi dengan baik, Insya Allah saya masih optimis menatap peluang investasi meski di tahun politik,” imbuhnya. Oleh karenanya baik paslon, timses dan masyarakat, ia mengajak hadapi tahun politik ini dengan suka cita, fun and happy sebagai proses kematangan berdemokrasi, berbangsa dan bernegara dengan menjual konsep, ide dan gagasan untuk kemajuan daerah dan kemaslahatan umat dan masyarakat di NTB ini. Investor-investor besar di NTB, seperti PT. AMNT, mungkin tetap akan progres investasinya. Terkecuali ada perubahan- perubahan regula-

(Suara NTB/dok)

L. Herry Prihatin si dan situasi yang tidak mendukung. Demikian juga investor-investor di KEK Mandalika, ia masih yakin terus dikawal oleh manajemen PT. ITDC yang selama ini progresnya disebut positif. Berbeda halnya dengan investor-investor baru atau spekulan. Mungkin bisa saja, maju mundur wait and see begitu melihat iklim, cuaca dan arah angin politik. “Adalah tugas jajaran pemerintah yang dipercaya mengawal iklim investasi ini untuk terus memberikan penjelasan, pemahaman dan berkomitmen agar investor tidak lari atau wait and see seperti itu,” kata Gita. (bul)

Pilkada, Pengusaha Ikut Bermain di Belakang Layar Mataram (Suara NTB) Para pengusaha, terutama pengusaha besar, diam-diam ikut berpolitik praktis. Hal ini dianggap wajar, sebab merekapun ingin mencari aman. Musim

(Suara NTB/bul)

Saiful Ahyar

Pilkada telah datang. Tahun 2018, tahun penentuan, siapa yang akan memimpin daerah ini lima tahun mendatang. Suasana politik mulai terasa hangat. Masing-masing tim sukses makin intens bergerilya. Hal ini juga yang berlaku di dunia usaha. Para pemodal memainkan peran. Peran di belakang layar. Demikian digambarkan Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lombok Barat, Saiful Ahyar. Sebagian besar pengusaha lokal, bergantung pada proyekproyek pemerintah. Yang disokong APBN dan APBD. Tentu keberlangsungan usahanya, tak lepas dari siapa yang memimpin daerah. Karena itu, tak heran para pengusaha juga ikut pasang “kaki”. Membidik siapa calon-calon kepala daer-

ah yang potensial akan menjadi pemimpin. Bisa dibilang, pengusaha juga bagian inti dari tim sukses. Tapi cara bermainnya cantik. “Faktanya ada. Tapi cara bermainnya kan sulit pembuktiannya,” demikian Saiful Ahyar di kantornya di Mataram, Senin (22/1). Pengusaha-pengusaha besar, tak dinapikkannya ada di belakang calon kepala daerah. Bisa jadi, mereka tak berdiri di satu posisi. “Kalau pengusaha punya empat kaki, empatempatnya di pasang,” imbuh owner PT. Pesona ini. Perhatian para pengusaha ikut beralih ke politik. Sementara bisnis, berjalan apa adanya. Masih dominan wait and see, sampai adanya kepastian kebijakan. Dari pemerintahan yang akan memimpin. Usaha di

tahun politik, hanya bertahan. Perputaran uang, terutama untuk investasi besar masih tertahan. Berbeda halnya dengan uang partai dan calon-calon kepala daerah yang habis-habisan digelontorkan. Saiful Ahyar mengatakan, beratnya investasi ini bisa berlangsung sampai pemilihan Pilpres 2019 mendatang. Karena investasi butuh kepastian kebijakan. “Saat ini pengusaha waspada. Sampai ada kepastian. Sambilan, kita berhemat. Tahun politik ini menjadi tantangan berat,” ujarnya. Dalam kondisi begini, tidak saja dunia usaha, pemerintahpun menurutnya ikut wait and see. Masing-masing sedang cari arah “angin”. Kecuali, pejabat pemerintah yang notabene sangat independen. (bul)

Hipmi NTB Status Quo HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Sultan Kertapati telah berakhir Juli 2017 lalu. Hingga kini, belum ada Musda, untuk menentukan penggantinya. Pengurus-pengurus Himpi NTB saat ini praktis masih status quo (mempertahankan kepengurusan yang ada). Sebab BPP Hipmi belum mengambil alih. Tenggat waktu melakukan Musda kepada Hipmi NTB pada 15 Januari 2018 ini, pun tak bisa dilaksanakan oleh pengurus di daerah ini. Ada 13 syarat untuk melakukan Musda, berdasarkan ketentuan BPP Hipmi, kata Sekretaris Hipmi NTB, L. Azril Sopandi. Syarat-syarat itulah yang tak bisa dipenuhinya di daerah, hingga pelaksanaan Musda tak ada kepastian sampai saat ini. Syarat-syarat itu menurut L. Azril cukup memberatkan. Misalnya, harus ada register Kartu Tanda Anggota (KTA) yang baru, minimal 300 anggota telah teregister. Sementara, anggota Hipmi di NTB masih menggunakan kartu anggota yang lama. “Ini cukup menyulitkan kita memenuhi kuota itu. Karena KTA yang baru ini terbit bila identitas anggota jelas. Nama, jenis usaha, nama perusahaan. Sekarang realitanya, kita kesulitan merekrut Kader Hipmi,” imbuhnya. 13 item lainnya yang persyaratkan BPP Himpi, melampirkan hasil muscab-muscab, berita acara tentang pencalonan, pembukaan pencalonan, calon pendaftaran calon. Verifikasi calon ketua umum. Selanjutnya minimal 70 persen Hipmi di kabupaten/kota telah melaksanakan Musda. Hasil Musda di masing-masing ca-

bang inilah yang selanjutnya menyepakati pelaksanaan Musda di provinsi, guna menentukan ketua baru. Sampai kapan ketidakpastian ini? L. Azril mengatakan, Hipmi NTB bisa melakukan pembinaan kepada pengurus di kabupaten/kota. Bahkan bisa mengambil sikap paling ekstrem menunjuk pengurus caretaker. Tanggal 15 Januari, sesuai batas waktu yang diberikan BPP Hipmi telah lewat. Belum lagi ada arahan lanjutan. “Statusnya masih status quo. Saya sendiri takut mengatakan diri masih Sekum, karena secara de jure (status hu-

kum), SK hanya berlaku sampai Juli 2017. Tidak ada perpanjangan. Hanya kemarin Ketum (BPP Hipmi) mengatakan, ini sebnarnya sudah off side, tapi kami maklumi,” demikian L. Azril menirukan ucapan Ketua BPP Hipmi, Bahlil Lahadalia. Musda bisa saja dilakukan sekarang. Hanya saja dikhawatirkan, produk Musda yang dihasilkan akan menuai kritik dari pihak lain. Karena dilaksanakan oleh para pengurus yang sudah demisioner. Dengan keterangan-keterangan tersebut, keberlanjutan kepengurusan Hipmi NTB belum ada kepastian. (bul)

(Suara NTB/bul)

L. Azril Sopandi


SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Bupati Ingatkan Pelayanan Tidak Boleh Berorientasi Duit Tanjung (Suara NTB) Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., Senin (22/1) kembali memimpin Monev proyek 2017 dan pelayanan di SKPD. Salah satu yang disasar adalah, Disnaker PM PTSP Lombok Utara yang dianggap bupati sebagai “etalase” seluruh SKPD. Pada kesempatan itu, bupati menegaskan pelayanan di SKPD masuk menjadi agenda yang akan dievaluasi. Hal itu tidak lepas dari banyaknya pertanyaan yang mengarah ke dirinya selaku bupati. “Banyak pertanyaan yang saya terima, mudah tidak izinnya? Saya juga tegaskan di berbagai seminar, acara-acara,

bahwa KLU ramah investasi,” ungkap bupati. Ia mengingatkan, kemudahan teknis pelayanan dipegang langsung SKPD dan jajarannya. SKPD-lah yang harus mewujudkan kemudahan, kenyamanan dan kepastian berusaha. Kenyamanan tidak hanya identik dengan kondisi ruangan, melainkan

juga implementasi pelayanan yang menunjukkan kesan ramah kepada para tamu dinas. “Kenyamanan ini perspektifnya luas, misalnya ramah senyum. Kenyaman juga bisa ditunjukkan dengan memberi nomor antrean, kepastian mengurus izin bisa dijamin,” tegasnya lagi. Ia berpesan, jaminan kete-

patan dan kecepatan waktu pelayanan turut memberi andil dalam kesan nyaman. Apabila birokrasi dilayani dengan lamban maka sejatinya kata dia, SKPD hanya akan mempercepat keterlambatan pembangunan daerah. Sementara itu, Kepala Disnaker PM PTSP Lombok Utara, Vidi Ekakusuma, mengungkapkan di dinasnya telah bekerja maksimal untuk mewujudkan pelayanan. Pada tahun 2018 ini, Disnaker dibebankan mengelola anggaran sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan target PAD yang ditugas-

kan untuk ditarik mendekati Rp 9 miliar. “Pelayanan ORI (Ombudsman RI) di kita masih merah, Pak Bupati. Untuk tahun ini, kami sudah menyediakan Pojok Ibu Menyusui, kamar kecil untuk penyandang disabilitas dan akses untuk disabilitas,” kata Vidi. Sementara dalam hal pengaduan masyarakat, Disnaker membuka kotak saran yang dapat diisi langsung oleh tamu dinas. Keluhan juga dapat disampaikan via Email dan akun Facebook Disnaker KLU. (ari)

Polisi Sikapi Kematian Rambo

Tunggu Dokumen dari Keluarga KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mematangkan persiapan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) untuk tahun 2018. Namun untuk yang batal berangkat, Kemenag Lotim masih menunggu dokumen pengajuan pembatalan dari pihak keluarga. Demikian disampaikan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Keme(Suara NTb/yon) nag Loitm, H. Sahudin, S.Sos., H. Sahudin pada Suara NTB, Senin (22/1). Dari laporan yang masuk sementara, lanjut dia, baru sekitar dua jemaah yang informasi batal berangkat, karena meninggal. Tentunya, dua orang itu akan dikembalikan segala biaya persyaratan pemberangkatan. Namun untuk proses pengembalian inilah yang masih ditunggu dokumen-dokumen yang menjadi bukti yang bersangkutan sudah mengikuti serangkaian persyaratan, seperti kuitansi pembayaran dana awal ongkos naik haji (ONH) dan lainnya. Terlebih saat ini sudah masuk dalam tahapan penyetoran awal bagi yang dipanggil atau berhak melunasi, karena selanjutnya akan berlanjut ke tahap penerbitan paspor. Untuk tahun ini kuota pemberangkatan JCH untuk Lotim mengalami penurunan dari tahun 2016. Di mana untuk kuota tahun lalu sebanyak 1.063, sedangkan untuk tahun 2017 menjadi sekitar 780 lebih. “Untuk tahun ini terdapat dua orang yang terindikasi batal berangkat. Namun untuk saat ini belum masuk dokumennya dari keluarga,” sebutnya. Apabila ada pembatalan, tentunya akan dilakukan penggantian. Proses penggantian dilakukan pemerintah pusat sesuai dengan nomor urut pendaftaran. (yon)

Pembangunan Kantor Dinas PUPR Dialokasikan Rp 6 Miliar Selong (Suara NTB) Tahun 2018 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merancang untuk membangun kantor dinasnya sendiri. Dialokasikan dana sebesar Rp 6 miliar untuk gedung ukuran dua lantai. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Toni Satria Wibawa kepada Suara NTB mengatakan, kantor dinasnya sekarang ini disebut sudah tua, sehingga kurang layak. Saat dinas ini gencar membangun infrastruktur gedung yang megah, giliran kantor dinas yang dirasa perlu juga untuk ditata menjadi lebih baik. Perencanaan pembangunan gedung dua lantai sudah dilakukan. Tinggal segera dimasukkan ke proses tender dan tahun 2018 ini bisa dilangsungkan pekerjaan fisik. “Kalau disebut kumuh kurang tepat, tapi gedung dinas PUPR ini memang sudah sangat layak untuk diganti,” ungkapnya. Seperti yang telah dinyatakan Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan, seluruh kantor-kantor kumuh yang ada di Lotim ingin dirobohkan dan dibangun kantor yang lebih representatif, sehingga Lotim ke depan tidak ada kantor yang tidak layak. Selong kemudian semakin layak di sebut sebagai kota atau menjadi ibu kota kabupaten. Diakuinya, desain bangunan sudah dipersiapkan dan mirip dengan kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) atau Gedung Juang dan Gelanggang Pelajar dan Mahasiswa yang dibangun oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Pembangunan diyakinkan bisa lebih cepat dilakukan. Pasalnya, proses awal mengenai perencanaan sudah dirampungkan. Dalam waktu dekat dibuatkan Surat Keputusan untuk diteruskan ke proses pelelangan. “Saya yakin bisa lebih cepat pembangunannya,” ujarnya. (rus)

Berkas Al-Habib Masih Tahap Verifikasi Selong (Suara NTB) Setelah dilakukan verifikasi persyaratan administrasi pencalonan pemilihan kepala daerah tahun 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lotim menyatakan tiga bakal pasangan calon, yang maju lewat jalur partai sudah lengkap. Ketiga bakal pasangan calon itu, yakni H. Sukiman AzmyH. Rumaksi (Harum), H. M. Syamsul Luthfi-H. Najamudin Moestafa (Fiddin) dan H. Haerul Warisin dan H. Machsun Ridwainy (Harum) sudah lengkap. Sementara satu bakal calon lainnya yang maju dari jalur perseorangan, yakni Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al-Habib) dokumen tambahan yang diserahkan masih dalam proses verifikasi. Dikonfirmasi Suara NTB, Senin (22/1), Ketua KPU Lotim, Muhammad Saleh, menjelaskan saat ini semua bakal calon bupati dan wakil bupati sudah menyerahkan segala kekurangan dari hasil pleno beberapa waktu lalu. Saat ini sedang dilakukan tahap verifikasi administrasi hasil perbaikan serta verifikasi adiministrasi dukungan dari calon perseorangan. Setelah itu dilakukan proses faktual. Untuk tiga bakal calon yang maju menggunakan jalur partai, ujarnya, berkas perbaikan kekurangan sudah dinyatakan lengkap. Hasil untuk pencalonan, menurut M. Saleh untuk administrasi masing-masing calon pada tanggal 27-28 Januari 2018 dikeluarkan. Namun dari hasil verifikasi sementara, terlihat semua calon sudah melengkapi segala kekurangan, terutama bakal calon yang maju melalui jalur partai. Sedangkan dari jalur perseorangan saat ini masih dalam tahap verifikasi, karena menyerahkan dukungan KTP sebanyak 12 ribu lebih atau sebanyak dua kali lipat dari jumlah kekurangan dukungan KTP yang diserahkan saat mendaftar. Namun nanti akan dilihat setelah dilakukan verifikasi faktual. Kendati demikian, melihat dari berkas kekurangan yang diajukan cukup banyak, maka paket Al-Habib bersama tiga bakal pasangan calon lainnya berpeluang untuk lulus hingga penetapan calon peserta Pilkada 2018. (yon)

(Suara NTB/ari)

PIMPIN - Bupati KLU H. Najmul Akhyar memimpin monev di Kantor Disnaker PM PTSP, Senin (22/1).

(Suara NTB/yon)

LAHAN - Lahan pertanian masyarakat di Desa Waringin Kecamatan Suralaga yang tergerus akibat jebolnya salah satu talut saat turun hujan, Minggu (21/1) siang lalu.

Imbas Bencana, Distan Lotim Dorong Petani Masuk Program Asuransi Selong (Suara NTB) Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendorong kepada seluruh petani maupun kelompok tani masuk mengikuti program asuransi. Langkah tersebut untuk menjamin bantuan terhadap para petani, apabila terjadi bencana atau lahan pertanian terendam banjir supaya mendapat uang ganti rugi. Seperti terendamnya sekitar enam hektar lahan pertanian masyarakat di Desa Waringin Kecamatan Suralaga, Minggu (21/1) lalu. Dari hasil pantauan dan pengecekan di lapangan oleh Dinas Pertanian, luas areal pertanian masyarakat yang terdampak akibat jebolnya salah satu talut saluran irigasi di wilayah Kecamatan Suralaga seluas enam hektar. Terkait penanganannya pun, nantinya akan ditangani terkait program-program yang ada, termasuk mengkoordi-

nasikannya dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Dinas LHK. Sedangkan untuk lahan pertanian akan dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. “Untuk ganti rugi, nantinya pemerintah akan melihat apakah petani tersebut ikut dalam kegiatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” terang Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian Lotim, Ir. Sahri, Senin (22/1). Apabila petani masuk dalam program AUTP ini, lanjutnya, dapat dipastikan petani yang bersangkutan mendapatkan klaim atau ganti rugi. Sehingga diharapkan seluruh petani ataupun kelompok tani ikut dalam program AUTP ini. “Kalau tidak, tentu tidak bisa klaim dari pemerintah,” jelasnya. Disebutkannya, untuk saat ini belum semua petani maupun kelompok tani yang ada

di Kabupaten Lotim masih dalam program AUTP ini. AUTP hanya baru diikuti oleh petani-petani yang berada di beberapa wilayah seperti Sambelia, Aikmel, Wanasaba, Keruak dan Jerowaru. “Kita selalu mengimbau kepada masyarakat untuk masuk program AUTP ini walaupun pada dasarnya kita tidak menginginkan terjadinya bencana alam. Tapi ini sebagai langkah antisipasi,” ujarnya. Sahri menegaskan, uang ganti rugi hanya akan diberikan kepada petani yang mengikuti program asuransi usaha tanama padi dari pemerintah. Sementara jika petani tersebut tidak masuk dalam program asuransi, tentunya tidak akan mendapatkan uang ganti rugi. Meski demikian, diakuinya jika saat ini masih banyak petani di Lotim yang belum mengikuti program AUTP ini, terutama pada daerahdaerah di perkotaan. (yon)

2017, 41 Perusahaan PHK Karyawan Tanjung (Suara NTB) Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami karyawan di Kabupaten Lombok Utara (PHK) pada tahun 2017 cukup tinggi. Tercatat sebanyak 178 orang karyawan dipecat oleh 41 perusahaan. Rata-rata mereka di PHK tanpa diberikan pesangon, sehingga para karyawan pun mengadukan persoalan itu kepada Disnaker PM PTSP Lombok Utara untuk dimediasi. Kepala Disnaker PM PTSP KLU, Vidi Ekakusuma, melalui Kabid Penyelesaian Hubungan Industrial (PHI), Abdul Khairul Mas, Senin (22/ 1) mengakui, sepanjang 2017 lalu, 41 perusahaan telah dilaporkan karyawannya, karena persoalan PHK. Sedangkan pada tahun 2018 ini, sampai Januari ini sudah diadukan sebanyak 6 perusahaan oleh 44 orang karyawan yang di-PHK. Abdul menyebut, ke enam perusahaan itu antara lain, Trawangan Resort dengan 32 orang karyawan di PHK, Slow Vila Gili Air dengan 2 orang, Bibit Unggul (budidaya udang) sebanyak 6 orang, Dasa Dunia Beda Hotel Gili Trawangan 1 orang (telah diselesai dengan dibayarkan

haknya), Egoyste 1 orang (diterima bekerja lagi), Vila Karang 1 orang (diselesaikan) serta Vila Kelapa 1 orang (meninggal dunia dan dibayarkan haknya). “Selama 2017, pengaduan oleh karyawan telah kita selesaikan semuanya. Mereka menerima pesangon dan ada juga yang diterima bekerja lagi oleh perusahaannya. Tahun 2018 ini yang paling banyak dan masih proses mediasi adalah Trawangan Resort,” ungkap Abdul. Kali kemarin, Bidang PHIDisnaker KLU juga menerima 2 orang pengadu dari Slow Vila Gili Air. Kedua orang itu adalah, Maenah dan Hariani. Maenah tercatat sebagai karyawan senior. Ia bekerja di Slow Vila sejak perusahaan didirikan 2,5 tahun lalu. “Saya dan rekan saya ini di PHK pada tanggal 22 Desember 2017 lalu dan sampai hari ini tidak menerima pesangon dari perusahaan,” ungkap Maenah. Ia mengakui pemecatannya tanpa didasari alasan yang jelas, sebab ia juga tidak membuat kesalahan. Pada saat dirinya dipecat, ia tengah berada di rumah karena sakit. Sakitnya pun lantaran

mengalami kecelakaan di tempat kerja karena tertumpah minyak goreng. Berbeda dengan Haerani, ia di-PHK saat jam kerja. “Bos yang orang Belgia ke rumah, saya kira dia besuk saya sakit, tahutahu saya langsung dipecat. Kalau Haerani dia dipecat saat sedang bekerja,” cetus warga Dusun Gili Air ini. Kedua pegawai ini juga mengeluhkan, selama bekerja di Slow Vila mereka tidak memiliki pos kerja tetap. Sebanyak 20-an karyawan bekerja keroyokan untuk semua posisi, dari dapur, garden, room, sampai pernah membersihkan kolam. Mereka juga tidak memiliki job description di perjanjian kontrak. “Sekarang bulan sepi, saya harus kurangi staf termasuk saya,” demikian penuturan Maenah meniru alasan bosnya. Terhadap persoalan itu, Kabid PHI pun bersikap. Sejak dilayangkannya pengaduan pada 2 Januari lalu, Bidang PHI telah meminta dilakukannya upaya bipartite, namun tidak menemukan titik temu. Senin kemarin ia pun melayangkan surat panggilan kepada manajemen perusahaan untuk dilakukan mediasi oleh Disnaker. (ari)

Tanjugn (Suara NTB) Kasus matinya Rambo (50), seekor gajah yang berada di Lombok Elephant Park (LEP) disikapi aparat Kepolisian. Kapolsek Tanjung, Kompol I Ketut Mas Mertayasa, Senin (22/1) langsung meminta keterangan kepada manajemen LEP. Kepada wartawan usai mengklarifikasi pihak hotel, Kapolsek kepada wartawan mengatakan pihaknya turun dan menemui manajemen LEP untuk mengetahui kebenaran dari matinya seekor gajah. “Satu bulan yang lalu kita lihat secara langsung gajah tersebut, waktu itu kondisinya sudah agak lesu,” ujarnya. Pihak LEP kata dia, sudah ada upaya untuk menangani Rambo yang diketahui berbobot 3 ton tersebut. Kendati demikian, ia belum mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dari matinya satwa langka ini, sehingga diproses hukum. Rambo disimpulkan sakit sebelum matinya. Usia gajah juga cukup tua. Saat ini, beberapa organ gajah akan dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Sementara, dokter hewan LEP yang menangani si Rambo, drh. Shintia, mengatakan kondisi gajah sudah sakit saat bulan Desember 2017 lalu. Penanganan saat itu telah dilakukan, baik oleh LEP BKSDA Provinsi NTB, serta Taman Safari. Saat pemeriksaan kita menemukan ada akumulasi cacing di tubuh-

nya. “Kami berikan antibiotik dan penkiler untuk meredakan sakit di kakinya, termasuk ATP infus glukosa 10 persen untuk tulang ototnya, tetapi memang tidak bisa tertolong,” bebernya. Sakitnya gajah diketahui dari beberapa tanda saat itu, yakni kaki kanan depan keseleo. Setelah diobati, Rambo hanya bisa makan dan tidur di kandang. Keluar kandang pun hanya sesekali dan itu pun tidak dalam waktu lama. Rupanya gajah tak mampu melawan sakitnya hingga pada 15 Januari 2018, tepatnya pada pukul 15.00 wita. Rambo sejatinya berasal dari Taman Nasional Way Kambas. Terpisah, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., meminta kepada pemilik LEP harus segera ditemukan apa penyebab gajah mati, sehingga ke depan bisa dilakukan evaluasi pemeliharaan gajah-gajah yang tersisa. “Sayang sekali, ini kan investasi besar. Saya harapkan supaya lebih berhati-hati, dan menambah fasilitas dan tenaga, seperti dokter hewan untuk memeriksa kondisi hewan secara berkala semua binatang yang ada di sana,” katanya. Harus dipastikan pula, kata dia, kejadian matinya gajah saat ini harus diatensi betul oleh pihak perusahaan. Apa penyakit yang mungkin sangat rentan terhadap kondisi lingkungan, supaya diantisipasi sejak awal. (ari)

Pilkada Lotim

Al-Habib Yakin Bisa Mengulang Sejarah Selong (Suara NTB) Meski belum dinyatakan final sebagai calon Bupati Lotim dari jalur independen, pasangan Ali Masadi dan Putrawan Habibi (Al-Habib) memastikan diri bisa ikut bertarung di Pilkada Lotim. Kepada Suara NTB, Ali Masadi mengaku dirinya bersama Putrawan Habibi siap mengulang sejarah Pilkada 2013 lalu. Di mana pasangan calon Independen Alkhaer mampu menggulingkan lawan politiknya yang maju menggunakan jalur partai. Apalagi Sabtu (20/1) lalu, pasangan Al Habib ini sudah menyerahkan sebanyak 26.322 tambahan foto copi KTP Elektronik sebagai prasyarat untuk maju sebagai pasangan bakal calon. Semua syarat yang diajukan itu saat ini sedang diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim. Setelah itu akan dilakukan verifikasi faktual lagi dengan mengumpulkan seluruh nama yang tercantum dalam KTP

Ali Masadi

yang diserahkan ke tempattempat yang disediakan oleh tim sukses. “Kita mengikuti saja aturan KPU,” ucap Ali Masadi. Meski masih berat sebagai bakal calon dari jalur independen, namun diyakinkan semua proses tersebut bisa dilalui. “Kita yakini menang dan harus yakin pada diri sendiri,” tambahnya yakin. Bagi Ali Masadi yang diketahui juga seorang kader Partai Amanat Nasional (PAN) Lotim ini memandang politik sebagai sebuah gambling (perjudian). Berpolitik bukanlah untung-untungan bisnis, tapi hitung-hitungannya pada permainan. Sedangkan bicara hasil, bukanlah kewenangan manusia. Hasil menjadi urusan Allah SWT. Keyakinan Ali Masadi mengulang kesuksesan pasangan H. Ali Bin Dachlan dengan H. Haerul WAaisin ingin dibuktikan. Independen jilid II katanya bisa terwujud. “Insya Allah menang, kita yakin pilin independen,” ungkapnya. Menurutnya, melalui jalur parpol itu pasti ada mahar politik yang harus dikeluarkan pasangan calon untuk parpol pengusung. Keberadan mahar politik dinilai sebagai titik lemah dari kendaran parpol. Beda jelas dengan calon dari jalur independen yang tidak ada kompromi dengan partai politik, karena semuanya jelas b e r hubungan deng a n rakyat. (rus) (Suara NTB/ist)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

Halaman 5

Klarifikasi Dugaan ASN Terlibat Politik Harus Dapat Jatah CPNS PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah mengajukan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke pemerintah pusat. Hal ini sebagai persyaratan untuk bisa memperoleh jatah formasi pada rektrutmen CPNS tahun 2018 ini. Sementara di satu sisi, belanja pegawai Loteng sampai saat ini masih di atas 50 persen dari total APBD-nya. Padahal salah satu persyaratan untuk bisa (Suara NTB/dok) memperoleh jatah formasi H. Nursiah CPNS, belanja pegawainya tidak boleh lebih dari 50 persen dari total APBD per tahun. “Dari sisi belanja pegawai, kita memang masih di atas 50 persen. Tapi itukan bukan tolak ukur utama. Karena pada dasarnya, kita juga masih kekurangan PNS,” tegas Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Senin (22/1). Diakuinya, Loteng masih butuh tambahan PNS. Mengingat sejak kebijakan moratorium penerimaan PNS, peningkatan jumlah pegawai Loteng justru negatif. Apalagi, lebih banyak pegawai yang pensiun dari pada pegawai yang baru. “Memang ada penambahan pegawai baru dalam beberapa tahun terakhir. Tapi yang pensiun jauh lebih banyak,” akunya. Untuk itu, ujarnya, sudah selayaknya Loteng juga memperoleh kuota formasi CPNS pada rekrutmen CPNS yang direncanakan dibuka tahun ini seperti daerah lainnya. Terutama untuk tenaga guru dan kesehatan, Loteng masih sangat kekurangan, karena yang lebih banyak pensiun termasuk tahun ini ialah tenaga guru. “Tahun ini total guru Loteng yang akan pensiun mencapai 300 orang. Sehingga bisa dipastikan, tenaga guru Loteng akan semakin jauh berkurang,” tandasnya. Nursiah menjelaskan, saat ini Loteng memiliki sekitar 9 ribu PNS, baik itu, guru, tenaga kesehatan, tenaga admisnistrasi serta tenaga teknis lainnya. Angka tersebut, memang cukup besar dan cukup membebani anggaran daerah. Namun jika dibandingkan dengan rasio jumlah penduduk serta kebutuhan jelas masih jauh dari rasio ideal. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah pusat bisa memberikan alokasi formasi CPNS tahun ini, terutama untuk tenaga-tenaga teknis, seperti guru dan tenaga kesehatan serta tenaga teknis tertentu supaya kekurangan PNS Loteng bisa diminimalisir. “Untuk tenaga administrasi kita sudah lebih dari cukup. Tinggal tenaga teknis itu yang paling dibutuhkan,” ujar mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)

Dewan Panggil Panwaslu dan Kepala OPD Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) memenuhi komitmennya memanggil instansi terkait seperti Panwaslu, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala BKD dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengklarifikasi dugaan ASN berpolitik praktis, Senin (22/1). Hal ini menyusul adanya temuan yang ditemukan dewan terkait dugaan ASN yang mengikuti acara beberapa bakal pasangan calon saat acara deklarasi beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan yang berlangsung dipimpin Wakil Ketua II DPRD Lobar H. M. Nursaid dan Wakil Ketua III DPRD H. Sulhan Muchlis, pihak dewan meminta klarifikasi pihak Panwaslu atas pengawasannya terhadap keterlibatan ASN selama proses pilkada berlangsung. Sebab menurut pimpinan DPRD ini, hampir di semua bakal pasangan calon ada dugaan keterlibatan ASN, baik di lapangan maupun di media sosial. Pihaknya pun mempertanyakan adanya tim Pemantau PNS saat pelaksanaan pilkada tersebut berlangsung yang diberikan Surat Keputusan

(SK) Bupati. Hal ini menjadi pertanyaan kalangan dewan sebab pihaknya merasa peran pengawasan sudah melekat pada instansi terkait, terlebih lagi telah ada peran dari Panwaslu. Seperti misalnya kepala dinas sebagai pembina PNS yang ada di dinasnya, kemudian Bakesbangpol yang tidak perlu di SK. Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulhan Muchlis mempertanyakan dasar pembuatan SK tim Pemantau PNS. Sebab pihaknya mengkhawatirkan SK tersebut nantinya disalahgunakan oleh oknum sebagai alasan pembenaran untuk hadir dalam setiap acara.”Urgensinya juga kita

sudah ada Panwas. Seolah-olah kita tidak percaya kepada lembaga yang dibentuk,” sesalnya. Pihak DPRD cukup banyak menemukan temukan adanya dugaan keterlibatan ASN terhadap bakal pasangan calon lainnya, seperti turut serta dalam acara deklarasi maupun ikut berkomentar postingan kegiatan dari tim bakal pasangan calon. Sementara itu Ketua Panwaslu Lobar, L Arjuna Surya Nursiwan mengaku pihaknya tentunya akan siap menindak jika ditemukan adanya temuan yang dilakukan baik oleh bakal pasangan calon maupun timnya. Namun dengan belum

AirAsia Tambah Penerbangan LIA-Kuala Lumpur Praya (Suara NTB) Maskapai penerbangan yang berbasis di Malaysia, AirAsia menambah satu penerbangan di rute Lombok-Kuala Lumpur, menjadi tiga kali sehari terhitung mulai Senin (22/1). Sebelumnya, AirAsia melayani penerbangan di rute tersebut sebanyak dua kali sehari. Meski demikian, penerbangan ini berbeda dengan dua penerbangan sebelumnya. Penerbangan tambahan ini merupakan penerbangan penghubung dari sejumlah Negara, seperti dari Cina, Finlandia, Cili, Spanyol, Maladewa dan Selandia Baru, termasuk dari Malaysia sendiri. “Jadi penumpang-penumpang yang datang dari berbagai negara yang mau datang ke Lombok, transit dulu di Malaysia. Baru kemudian diterbangkan menunju Lombok oleh maskapai AirAsia,” terang General Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), I Gusti Ngurah Ardita, Senin siang. Adanya penambahan rute penerbangan Lombok-Kuala Lumpur ini, diharapkan bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di daerah ini, terutama sektor pariwisatanya. Karena yang datang jelas lebih banyak wisatawan, mengingat, status penerbangan sebagai penerbangan penghubung. Pada penerbangan perdana tersebut, dari 131 penumpang yang datang 91 penumpang di antaranya merupakan wisatawan dari berbagai negara. Sisanya warna negara Indonesia (WNI). Itu artinya, wisatawan asing lebih mendominasi penumpang di rute penerbangan ini. “Wisatawan yang menggunakan penerbangan ini memang wisatawan yang tujuannya ke Lombok. Tapi karena di negaranya tidak ada penerbangan langsung ke Lombok, makanya harus lewat Malaysia dulu,” tambahnya. Sebagai bentuk perhormatan, PT. AP I LIA bersama Dinas Pariwisata NTB, memberikan sambutan kepada para penumpang perdana di jalur tersebut. Hal ini untuk menunjukkan kalau masyarakat Loteng, khususnya dan NTB umumnya, merupakan masyarakat yang ramah serta terbuka dengan semua tamu. (kir)

(Suara NTB/kir)

BERSAMA PENUMPANG - GM PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita (kanan) bersama Kapolres Loteng, Kholilur Rochman, (dua kiri) dan Kepala Dispar NTB, H. L.Moh. Faozal, M.Si., (tiga kiri) berfoto bersama penumpang AirAasia, saat pembukaan rute penerbangan ketiga maskapai tersebut, Senin (22/1).

ditetapkannya pasangan calon, pihaknya masih berpatokan kepada adanya unsur materil (ketentuan peraturan). Divisi Pengawas Panwaslu Lobar, Abror menambahkan, pihaknya pun menerima adan-

ya laporan dari Panwas tingkat kecamatan terkait adanya intimidasi dan ancaman yang diterima panwascam oleh tim salah satu bakal pasangan calon di salah satu kecamatan di Lobar. (her)

Jaringan Pengedar Narkoba Praya Timur Dibekuk

Sampan di Kawasan Senggigi Ganggu Pengunjung Giri Menang (Suara NTB) – Pihak pengelola hotel di kawasan Senggigi berharap pada pemerintah segera menyelesaikan persoalan sampan nelayan yang parkir semrawut di sepanjang pinggir pantai Senggigi. Pasalnya keberadaan sampan ini begitu mengganggu para pengunjung. Accounting Manager The Santosa Hotel and Villas Wayan Sudiarta, menyatakan terkait demo nelayan di wilayah Senggigi yang memprotes pembangunan tempat duduk di sepanjang pantai depan hotel Santosa bukan dibangun oleh pengelola hotel, namun oleh pemprov. Menurutnya, hal ini tidak ada kaitan persoalan ini dengan pengelola hotel, namun dengan pemerintah yang membangun. Di satu sisi, pihaknya melihat pembangunan sarana ini bagus, sebab memudahkan pengunjung untuk menikmati pantai. “Itu bagus sebenarnya, sebab di samping mengantisipasi nelayan tidak parkir sembarangan di pinggir pantai depan hotel,” jelas Wayan. Menyoal persoalan sampan yang semrawut di kawasan Senggigi telah lama disuarakan pengelola hotel, bahkan sejak puluhan tahun silam semenjak muculnya persoalan ini. Pihak pengeola hotel bahkan berkali-kali mengadukan persoalan ini ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata, sebab kawasan wisata ini agar tidak terganggu dengan sampan dan sampah. Dalam hal ini pemda yang memiliki kebijakan. Diakui pemerintah sudah ada solusi menyiapkan tempat tambat sampan di Sungai Meninting, ia berharap agar segera direalisasikan sebab jangan sampai kawasan wisata Senggigi ini tidak kesan kumuh. Sebab diakui keberadaan sampan mengganggu pengunjung khususnya dari luar negeri yang ingin menikmati suasana pantai. (her)

(Suara NTB/her)

KLARIFIKASI - DPRD Lobar memanggil Panwaslu dan Kepala OPD mengklarifikasi terkait dugaan ASN terlibat politik praktis, Senin (22/1).

(Suara NTB/ist)

CABUT - Tim Pemda Lobar dan kejaksaan mencabut plang penyitaan The Santosa Villas and Resort, karena telah membayar piutang pajak.

Bayar Piutang, Plang Penyitaan Hotel Santosa Dibuka Giri Menang (Suara NTB) – Persoalan piutang pajak The Santosa Villas and Resort Senggigi yang berlarut-larut sejak beberapa tahun lalu akhirnya menemukan titik terang. Hal ini setelah pihak hotel membayar piutang pajak tahun 2013-2015 sesuai perintah penyitaan tanggal 9 Desember 2016 lalu senilai Rp 7,3 miliar lebih. Karena pihak hotel telah membayar piutang pajak tersebut, pemda melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama tim kejaksaan pun membuka pelang penyitaan aset hotel. Tim Bapenda dipimpin Kepala Bapenda Hj. Lale Prayatni didampingi sejumlah kepala bidang bersama Kabag Hukum Setda Lobar H. Bagus Dwipayana serta tim Kejaksaan Negeri (Kejari) diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Mataram, Putu Agus Ary Artha mendatangi Hotel Santosa sekitar pukul 14.00 wita. Kedatangan mereka diterima General Manager The Santosa Villas and Resort, Stephane Servin dan Accounting Manager Wayan Sudiarta serta pihak manajemen hotel lainnya. Sebelum membuka plang penyitaan, tim pemda dan kejaksaan lebih dulu menyerahkan berita acara pencabutan sita. Setelah itu, barulah tim menuju lokasi parkir dan bagian pintu gerbang hotel untuk mmencabut bersama-sama pelang penyitaan. Kepala Bapenda Hj Lale Prayatni, menyatakan, penyitaan atas harta kekayaan milik

pengelola hotel yang telah dilakukan tanggal 9 Desember 2016 berdasarkan surat perintah melakukan penyitaan Kepala Dinas PPKD nomor 800/587/ DPPKD/2016 dan telah dicatat dalam berita acara pelaksanaan sita nomor 945/588/DPPKD/ 2016 dengan ini dicabut. Mengacu berita acara penyitaan tersebut tercantum total piutang pajak tahun 2013-2015 Rp 7,382 miliar lebih. Diakui pembayaran piutang dilakukan bertahap terakhir dibayarkan sebesar Rp 5,3 mliar dan Rp 90 juta pekan kemarin. Menurutnya, piutang yang dibayar ini untuk tahun 20132015 plus dendanya mencapai total Rp 9 miliar lebih yang sudah masuk ke pemda. Sedangkan untuk piutang tahun 2016-2017 belum dibayarkan sekitar Rp 3 miliar lebih. Pihaknya fokus dulu menyelesaikan piutang sesuai berita acara penyitaan tersebut, setelah dicabut barulah dilakukan langkah lagi jika pihak pengelola hotel tidak membayar sisa piutang tahun 2016-2017. Hal ini juga sesuai hasil koordinasi dengan pihak kejaksaan, bahwa fokus menyelesaian untuk berita acara penyitaan piutang pajak tiga tahun tersebut. Meski plang penyitaan telah dicabut, pihaknya akan membuat perjanjian baru dengan kejaksaan untuk piutang tahun 2016-2017. Harapannya setelah plang sitaan dibuka, dapat meningkatkan hunian hotel tersebut, sehingga mampu menyelesaikan piutang untuk dua tahun terakhir. Ia juga

berharap apa yang dilakukan pemda terhadap hotel Santosa menjadi pelajaran bagi wajib pajak lain, jika pemda harus menegakkan aturan terkait pajak ini. Sementara itu, Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Mataram, Putu Agus Ary Artha menyatakan pembayaran piutang pajak Santosa ini terhitung Rp 7,3 miliar dibayarkan dalam empat tahapan yakni Rp 1,5 miliar, Rp 500 juta, Rp 5,3 dan Rp 90 juta. Sehingga tinggal menyelesaikan pajak tahun 2016 dan 2017 masih berjalan dalam perhitungan. “Jadi jangan sampai ada masyarakat menilai sebelah mata atau bagaimana, jadi sudah clear yang menjadi surat sita, sehingga dicabut penyitaan,”ujarnya. Accounting Manager The santosa Villas dan Resort Wayan Sudiarta berterima kasih terhadap pemda khususnya bupati dan Bapenda yang telah memberikan surat pencabutan sita, sehingga operasional hotel bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan. Terkait komitmen pelunasan sisa pajak, pihaknya menargetkan bulan Februari 2018. Pihak owner juga berusaha mencari pinjaman untuk pelunasan pajak tersebut. Diakuinya, dampak penyitaan hotel ini sangat besar, bahkan menurun drastis hingga di bawah 40 persen, sebab kompetitor hotel lain menyampaikan agar jangan ke Santosa, sebab tersangkut piutang pajak ini. (her)

70 Ribu Penduduk Loteng Belum Melek Huruf Praya (Suara NTB) Dinas Pendidikan (Diskdik) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencatat sampai saat ini jumlah penduduk di daerah ini yang belum melek huruf atau buta huruf masih cukup tinggi, yakni lebih dari 70 ribu orang. Angka tersebut turun dari angka sebelumnya yang mencapai 83 ribu lebih. “Dari sisi jumlah memang ada penurunan. Tapi secara total jumlah penduduk Loteng yang belum melek huruf relatif masih cukup tinggi,” ungkap Kepala Disdik Loteng, H. Sumum, S.H.M.Pd., kepada wartawan, Senin (22/1). Guna menuntaskan angka melek huruf ini, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah upaya pengentasan buta aksara. Tapi dengan pola pendekan yang berbeda dari sebelumnya. Di mana kalau sebelumn-

ya, lebih kepada pendekatan program pembinaan melaui sistem pembelajaran. Namun sekarang, polanya akan diubah, yakni tidak lagi menggunakan sistem tutor. Tetapi lebih pada pendekatan gerakan bersama. Gerakan ini, meminta kepada semua pihak, jika tanggung jawab untuk membantu warga agar melek huruf tidak hanya diserahkan kepada tutor saja, tapi melibatkan semua pihak. “Jadi nanti semua elemen akan kita libatkan. Termasuk teman-teman wartawan sendiri untuk membantu menuntaskan angka melek huruf sebagai tutor bagi mereka yang belum mengenal huruf dan membaca,” terangnya. Dengan pendekatan tersebut, pihaknya berkeyakinan cakupan yang bisa dilayani akan jauh lebih banyak lagi, sehingga pros-

es penuntasan buta aksara di daerah ini bisa lebih cepat, karena semua pihak ikut terlibat dan mengambil peran. “Kalau dengan pendekatan sebelumnya, cakupan program terbatas. Tapi dengan pendekatan gerakan bersama ini, cakupan program bakal semakin luas. Sehingga dalam dua tahun ke depan, angka buta huruf di daerah ini bisa dituntaskan,” tegas Sumum. Menurutnya, pendekatan program dengan menggunakan sistem tutor dinilai tidak akan mampu menuntaskan buta aksara dalam waktu singkat, karena ruang lingkup programnya terbatas dan tergantung besaran anggaran. Tapi kalau dengan pendekatan gerakan bersama, dengan anggaran yang terbatas ruang lingkup program akan lebih luas lagi. (kir)

Praya (Suara NTB) Tim Satuan Resnarkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil membekuk terduga pengedar narkoba jenis sabusabu, Senin (22/1) siang. Pelaku Su (33) diduga merupakan bagian dari jaringan pengedar narkoba yang selama ini beraksi di wilayah Praya Timur dan sekitarnya. Saat ditangkap, tiga poket sabu serta alat isap berhasil diamankan beserta uang tunai belasan juta rupiah. Kasat Resnarkoba Polres Loteng, AKP Muhaimin, S.H., mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya di Dusun Beleke 1 Desa Beleke Praya Timur. Su saat ini sudah diamankan di Mapolres Loteng untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku bersama barang bukti sudah kita amankan,” tegasnya. Penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat, jika Su diduga hendak mengedarkan narkoba di desanya. Tidak mau menunggu lama, satu tim langsung diterjunkan ke Desa Beleke. Sekitar pukul 12.00 wita, polisi berhasil mengepung rumah pelaku. Tak beberapa lama kemudian, polisi langsung menggerebek rumah pelaku.

Saat digerebek, pelaku sedang ada di dalam rumah dan tak mengira kedatangan aparat kepolisian. Su sempat kelimpungan dan berupaya menghilangkan barang bukti. Namun dengan sigap, polisi mengamankan pelaku, sehingga pelaku tidak bisa berkutik. Pelaku kemudian digeledah dan ditemukan tiga poket sabu siap jual. Di dalam rumah, polisi juga menemukan alat isap sabu dan uang tunai senilai Rp 13 juta lebih. Uang tersebut diduga hasil penjualan narkoba. Melihat banyaknya uang yang berhasil disita dari tangan pelaku, polisi menduga kalau paket sabu sudah habis terjual. Adapun poket sabu yang ditemukan, sisa paket yang belum terjual yang rencananya akan digunakan oleh pelaku. “Kepada polisi pelaku mengaku kalau malam sebelum ditangkap, ia sudah sempat menggunakan sabu-sabu,” terangnya. Polisi kini masih terus mengembangkan kasus tersebut berdasarkan keterangan pelaku. “Jaringan pelaku masih kita selidiki. Baik itu yang ada di wilayah Loteng maupun luar Loteng,” ujar Muhaimin. (kir)

(Suara NTB/kir)

DIAMANKAN - Su, terduga pengedar narkoba saat diamankan bersama barang bukti di Mapolres Loteng, Senin (22/1).

Kerugian Negara di Sejumlah OPD Masih Mengendap Giri Menang (Suara NTB) – Temuan LHP BPK tahun 2016 belum tuntas, temuan yang tersisa baik bersifat administrarif dan kerugian negara. Khusus temuan kerugian negara masih mengendap di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Sekretariat DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bapenda serta BPKAD. Temuan kerugian ini diminta diselesaikan segera, sebab bakal menjadi evaluasi BPK dalam memberikan opini tahun ini untuk tahun 2017. “Temuan kerugian negara masih ada di tiga-empat SKPD-lah, seperti Sekretariat DPRD, Ketahanan Pangan dan BPKAD,” tegas Inspektur pada Inspektorat Lobar, H. R. Agus Hidayat akhir pekan kemarin. Dijelaskan progres penyelesaian temuan LHP BPK sudah mencapai 93 persen lebih dari sebelumnya 87 persen lebih, sisa temuan sekitar 7 persen pihak BPK perwakilan NTB masih konsultasi ke BPK pusat dan Kementerian Keuangan. Dalam waktu dekat, jelasnya, bakal dipastikan seperti apa hasilnya. Sisa temuan 7 persen ini, jelasnya, menyangkut kerugian dan administrasi termasuk di DPRD tersisa 5 orang anggota DPRD belum membayar kerugian negara.

Ditanya alasan tidak ada kelonggaran, Agus Hidayat menegaskan, sebab pihak BPK tetap melakukan tindakalan lebih lanjut. Kenapa tidak dipidana? Menurutnya kewenangan terkait itu bukan ranahnya, namun BPK nanti yang melakukan tindak lanjut jika pengembalian tidak tuntas. Lebih lanjut jelasnya, temuan kerugian juga masih ada di ketahanan pangan senilai ratusan juta kemudian di BPKAD dan Bapenda. Jumlahnya jelasnya bervariasi. Target untuk opini BPK tahun ini jelasnya, pemda optimis mampu mempertahankan opini WTP sebab melihat progres penyelesaian tindaklanjut. “Kami optimis pertahankan WTP, melihat progres yang kita lakukan 2016, dan berjalan 2017 sudah ada persiapan jauhjauh hari,” tegasnya. Sekretaris DPRD Lobar H. Isnanto Karyawan mengakui, lima anggota DPRD Lobar masih menunggak kerugian negara senilai total Rp 157 juta lebih berdasarkan temuan LHP BPK tahun 2015, mereka diberi kelonggaran waktu oleh BPK untuk mengembalikan kerugian negara hinggga batas waktu selama 12 bulan ke depan (setahun). Bahkan lima anggota dewan ini diizinkan pengembalian kerugian dengan cara mencicil. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

Halaman 6

Kerjasama Bidang Destinasi Pariwisata Dispopar Sumbawa dengan Harian Suara NTB MoU Dispopar Sumbawa dengan Balai KPH Dinas LHK Provinsi NTB

Ruang Inovasi dan Percepatan Destinasi Pariwisata di Kawasan Hutan Sumbawa Besar (Suara NTB) Destinasi pariwisata potensial di Kabupaten Sumbawa lebih banyak berada dalam kawasan hutan. Sehingga pengelolaannya kerap terbentur oleh regulasi yang ada. Untuk itulah dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) antara Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB. MoU tentang Pengelolaan dan pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di kawasan hutan di Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas LHK NTB. Usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun Sumbawa Ke 59, Senin 22 Januari 2018. MoU ini kian membuka peluang pariwisata berbasis masya-

rakat di kawasan hutan. MoU ini diperlukan dalam mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kualitas pariwisata di kawasan hutan lindung dan atau hutan produksi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dengan menyadari peran dan posisi para pihak memajukan kepariwisataan daerah melalui kekuatan potensi pariwisata di kawasan hutan sehingga diperlukan sinergisitas dan harmonisasi dalam pengembangannya. Tak berlebihan kiranya kalau Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menaruh ekspektasi besar terhadap MoU ini. Kawasan hutan yang kini menjadi kewenangan Dinas LHK Provinsi melalui tiga KPH yang ada di Sumbawa mesti digandeng untuk lebih mengoptimal-

Disaksikan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, Kepala Dispopar Sumbawa, H. Junaidi dan Kadis LHK Provinsi NTB, Madani Mukarom menandatangani MoU Pengelolaan dan pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di kawasan hutan di Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas LHK NTB.

kan potensi wisata yang ada di kawasan hutan. Termasuk melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan dalam pengelolaan destinasi wisata. “Kita berharap masyarakat setempat bisa diberdayakan dalam pengelolaan pariwisata sekitar hutan,” katanya. Kepala Dispopar Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si, mengakui pengembangan destinasi yang berada di kawasan hutan kadang sulit dilakukan karena terbentur regulasi. Kolobarasi dengan masyarakat yang tinggal dekat kawasan pun sulit dilakukan. Makanya, kerjasama antara Dispopar dengan Dinas LHK Provinsi melalui tiga KPH ini penting untuk membuka sekat tersebut. Setelah sebelumnya juga telah dilakukan MoU antara Bupati Sumbawa dengan Gubernur NTB.

MoU ini bisa menjadi regulasi yang memayungi pihak pihak yang terkait dalam pengembangan destinasi di kawasan hutan. Sebab, bagaimana pun potensi besar pariwisata Sumbawa banyak yang bersinggungan dengan kawasan hutan. Seperti keberadaan air terjun ataupun keindahan alam lainnya banyak tersaji dalam hutan. “Ini bentuk inovasi kita bersama dalam melakukan percepatatan pembangunan pariwisata di daerah. Bahkan kedepan juga akan ditindaklanjuti kerjasama dengan komunnitas masyarakat,” jelasnya. Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, M.Si, lebih jauh menjelaskan, perjanjian kerjasama ini melibatkan tiga KPH yang ada di Sumba-

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril menandatangani MoU.

Disos KSB Usulkan Hasil Validasi Data Orang Miskin Terima PKH Taliwang (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengusulkan sekitar 1.000 orang miskin hasil validasi data kemiskinan masuk sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) ke TNP2K. Sekretaris Disos KSB, Manurung, S.Pd menjelaskan, proposal usulan tersebut sebelumnya telah dilayangkan pihaknya pada Desember 2017 lalu. Di mana orang miskin yang diajukan masuk dalam PKH tersebut selama ini belum terakomodir program pusat itu. “Sekarang kami sedang di Jakarta menindaklanjuti proposalnya,” terangnya kepada Suara NTB, Senin (22/1). Ia mengungkapkan, jumlah kepesertaan PKH di KSB selama ini mencapai sekitar 4.000 orang miskin. Namun, dari jumlah tersebut tidak termasuk di dalamnya orang miskin hasil validasi data kemiskinan yang dilaksanakan Pemda KSB akhir tahun lalu. “Makanya kita usulkan siapa tahu mereka bisa diakomodir mulai tahun ini. Kalau tidak bisa di awal tahun mungkin di tengah tahun,” harapnya. Diakui Manurung, pada tahun 2018 ini Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNP2K menambah jumlah penerima PKH di KSB. Jumlahnya sekitar 1.400 orang miskin. Hanya saja Disos ingin memastikan sebanyak 1.000 orang miskin dari hasil validasi data kemiskinan itu masuk dalam tambahan tersebut. “Kemarin memang pendamping PKH melakukan verifikasi data untuk tambahan 1.400 orang itu. Tapi kami belum tahu apakah dari 1.400 itu semua masuk yang 1.000 yang kami usulkan sekarang ini,” timpalnya seraya menambahkan pihaknya juga akan melakukan kroscek data di tingkat pendamping PKH. “Kita akan sinkronkan antara usulan kami dengan tambahan 1.400 yang sudah diverifikasi pendamping. Kalau misalnya ada yang belum masuk, maka kami akan kawal supaya bisa masuk sebagai peserta PKH,” sambung Manurung. Ia menyatakan, pasca verifikasi dan validasi angka kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemda KSB berdasar data Kemensos tahun 2015. Pemda KSB langsung melakukan koordinasi dengan Kemensos. Hasilnya Pemda KSB diberikan ruang untuk menyesuaikan program penanganan orang miskin tersebut dengan program kegiatan yang dijalankan oleh pusat. “Nah salah satunya upaya kami seperti ini. Yang belum masuk PKH kita ajukan,” timpalnya. Selain menyasar program pusat untuk menangani orang-orang miskin di daerah, Pemda KSB mulai tahun ini juga membuat program sendiri yang dibiayai melalui APBD. Program yang saat ini masih dibuat payung hukumnya itu disiapkan untuk mengintervensi kebutuhan orang-orang miskin di daerah sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari sandang, pangan hingga papannya. Program ini tidak saja dilaksanakan di tingkat kabupaten bahkan desa diintstruksikan untuk membuat agenda yang sama khusus untuk membantu masyarakat miskin yang ada di wilayahnya. “Kita ingin mengoptimalisasikan seluruh program mulai dari pusat sampai daerah bisa mengintervensi masyarakat miskin kita. Harapannya dengan itu mereka bisa keluar dari garis kemiskinan,” pungkas Manurung. (bug)

wa, yakni Balai KPH Ampang Pelampang, Balai KPH Orong Telu dan Balai KPH Puncak Ngenas Batulante. Tiga KPH ini akan bekerja sama dengan Dispopar Sumbawa untuk menata destinasi yang ada dallam kawasan hutan. Regulasi dari Kementerian tidak perlu lagi perizinan dari Jakarta, tetapi bisa langsung bekerjasama dengan KPH. Yang sebelumnya diawali dengan MoU Gubernur dan Bupati. “Dengan kewenangan yang ada di tingkat KPH, maka diharapkan destinasi bisa berkembang. Outputnya terjadi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan adanya penguatan secara kelembagaan,” tukasnya. Kepala Balai KPH Ampang Pelampang, Julmansyah S.Hut,

yang turut dalam penandatangan MoU, menambahkan, hal ini bagian dari upaya Pemkab memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pengembangan destinasi di kawasan hutan. Mengingat hampir seluruh destinasi potensial yang ada di Sumbawa berada di wilayah hutan. Hal ini akan mengangkat destinasi di kawasan hutan yang selama ini tertutup. “Ini membuka peluang pariwisata berbasis masyarakat di kawasan hutan,” sebutnya. Kabid Destinasi Pariwisata Dispopar Sumbawa,

Foto bersama usai penandatanganan MOU, Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dispopar Sumbawa, Kadis LHK Provinsi, Kepala Balai Tiga KPH di Sumbawa dan lainnya.

M. Irfan S.P, M.M, segera menindaklanjuti MoU ini dengan membangun sarana dan prasarana dasar mulai 2018 ini. Seperti membangun jalan tapak membuka akses destinasi yang ada dalam kawasan. “Ini payung hukum untuk kita bisa mengelola beberapa obyek wisata yang berada dalam wilayah teritorial tiga KPH,” pungkasnya. (arn/*)

Kepala Dispopar Sumbawa, H. Junaidi dan Kabid Destinasi Dispopar Sumbawa, M. Irfan.

Komisi II Minta Delapan Aset Mangkrak di KSB Dioperasikan Taliwang (Suara NTB) Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta SKPD mitra komisi II untuk memaksimalkan kembali keberadaan aset yang sudah lama mangkrak dan terbengkalai. Bahkan Komisi II mencatat setidaknya ada sekitar delapan aset daerah yang terindikasi terbengkalai dan tidak menghasilkan apapun. Delapan aset tersebut diantaranya, RPH Poto Tano, pabrik pupuk organik, pabrik es, pabrik rumput laut di Desa Kertasari, dan Balai Benih Padi (BBP) di Poto Tano. “Kami minta SKPD yang memiliki tugas dan fungsi di aset yang sudah lama ‘mangkrak’ dan terbengkalai untuk bisa mengambil sikap. Karena apabila masalah ini tetap dibiarkan, bisabisa menjadi preseden buruk bagi Pemkab, karena dianggap belum mampu secara maksimal mengelola aset -aset yang telah dibangun tersebut,” ujar Ketua Komisi II, Akheruddin Sidik SE, ME didampingi Sekretaris Komisi II, Abidin Nasar SP dan anggota Haeron, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama SKPD Mitra komisi di ruang Rapat Komisi II, Senin (22/1). Dikatakannya, aset-aset sudah lama tidak berfungsi dan terbengkalai, tapi melalui forum ini diharapkan bisa mencari solusi terbaik untuk kembali memaksimalkan keberadaan aset ini. Minimal dalam jangka

pendek, sudah harus ada solusi terbaik terkait masalah ini. Bahkan di tahun 2018 ini diharapkan aset-aset ini sudah ada yang memberikan manfaat. Apabila aset-aset ini sudah bermaaf secara tidak langsung akan memberikan tambahan lebih terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Karena selama ini PAD selalu saja belum memberikan kontribusi besar terhadap postur APBD yang dimiliki Pemkab setempat. “Kita minta SKPD ini fokus membenahi apa yang menjadi masalah terbengkalainya asetaset ini. Apabila hal tersebut sudah rampung, maka peningkatan PAD juga akan terjadi,” ungkapnya. Ditambahkan Abidin Nassar, aset-aset ini seharusnya sudah bisa digunakan maksimal dan tidak terbengkalai begitu saja. Tapi hingga saat ini tetap saja belum ada progres menggembi-

rakan terkait aset-aset yang sudah bertahun- tahun mangkrak ini. RDP seperti ini juga sudah sering dilaksanakan dan semua SKPD mitra juga sudah siap membenahi apa yang menjadi masalah ini. Tetapi keefektifan dan kesiapannya secara nyata dari para SKPD mitra masih dipertanyakan keseriusannya. “Kita sudah sering melakukan RDP terkait masalah aset yang mangkrak, tapi masa iya tidak ada progres sama sekali. Dari tahun ke tahun masalahnya sama-sama saja seperti dilaporkan saat ini, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjut lagi,” sesalnya. Untuk itu, pihaknya meminta kepada SKPD mitra untuk bisa serius mengatasi masalah ini. Jangan sampai hanya alasan saja yang diperdengarkan tetapi tindakan untuk memanfaatkan aset ini tidak ada.

(Suara NTB/ils)

RDP - Suasana RDP bersama SKPD Mitra komisi di Ruang Rapat Komisi II DPRD KSB, Senin (22/1). Sementara itu, Kepala Bap- (Desa Kertasari) juga memiliki peda dan Litbang melalui Kabid petani rumput laut, tetapi kualiEkonomi Mars Anugriansyah, S. tasnya belum mampu masuk Hut, M. Si, mengatakan, untuk kategori yang dibutuhkan oleh peRPH Poto Tano, pihaknya tetap rusahaan. Sehingga rumput laut akan mengupayakan untuk warga sekitar bersaing jauh denberoperasi di tahun 2018 ini. Se- gan rumput laut dari luar wilayah. “Intinya kami akan tetap lain RPH, pabrik rumput laut yang akan di desa Kertasari juga berupaya maksimal untuk meakan dimaksimalkan. Khusus maksimalkan aset-aset yang untuk pabrik rumput laut, yang terbengkalai saat ini. Kami juga menjadi kendala selama ini yak- berharap dukungan dari semua ni masih minimnya pasokan rum- pihak untuk kembali mengoptiput laut untuk diolah di pabrik malkan keberadaan aset-aset tersebut. Meskipun di lokasi ini ini,” tukasnya. (ils)

Angin Puting Beliung Terjang Lima Rumah di Seteluk Taliwang (Suara NTB) Sekitar lima unit rumah di Kecamatan Seteluk rusak pasca di terjang angin puting beliung, Minggu (21/1) sekitar pukul 16.00 Wita. Angin yang disertai hujan ini, berlangsung cukup lama sehingga membuat was-was warga lainnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, hanya beberapa unit rumah saja yang mengalami rusak ringan dan sedang. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah angin puting beliung tersebut. Sementara untuk rumah warga terkena dampak saat ini sudah turunkan tim untuk proses pemulihan terhadap rumah-rumah ini,” ungkap Kalak BPBD KSB melalui Kabid Darlog Hendra Adiwinata S. Pd, kepada Suara NTB, Senin (22/1). Dikatakannya, dari jumlah rumah yang rusak, tercatat ada satu rumah mengalami rusak sedang dan empat lainnya hanya mengalami rusak sedang. Rumah-rumah warga yang mengalami rusak ini rata-rata hanya gentengnya saja yang terbawa angin. Sementara untuk proses pemulihan terhadap rumah-rumah warga ini, pihaknya juga melibatkan aparat TNI dan Polri untuk bisa membantu. Bahkan anggota TNI sudah ada yang turun untuk melakukan perbaikan terhadap atap rumah warga yang rusak akibat bencana ini. “Kita sudah turunkan tim untuk membantu proses pemulihan terhadap rumah warga ini. Anggota TNI juga sudah mulai turun melakukan pemasangan atap rumah yang rusak,” sebutnya. Ia menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap waspada kemungkinan terjadinya bencana. Karena diprediksikan hingga awal bulan Februari mendatang hujan akan terus mengguyur KSB dengan intensitas lebat sedang dan ringan. Selain itu, pihaknya juga terap berharap kepada masyarakat untuk bisa memberikan informasi kepada pihaknya (BPBD) untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami himbau kepada masyarakat terutama yang berada di bantaran sungai dan lokasi lainnya untuk tetap waspada karena kondisi ini diprediksikan akan berlangsung lama,” tandasnya. (ils)

(Suara NTB/ils)

TERBENGKALAI - Bangunan show room benih di KSB yang kondisinya terbengkalai. Bangunan ini menelan anggaran sekitar Rp 100 juta dari APBD-P tahun 2016.

Setahun Mangkrak, Showroom Benih KSB Kini Seperti Rumah Hantu Taliwang (Suara NTB) Keberadaan gedung showroom benih yang dibangun Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2016 kini hanya menjadi gedung hantu karena belum sama sekali digunakan. Gedung yang menelan anggaran sekitar Rp 100 juta dari APBD-P tahun 2016, kini kondisinya memprihatinkan dimana terlihat rembesan air di sisi atas plafon sudah tidak mampu menampung air. Sehingga dikhawatirkan jika tidak digunakan dan ditangani secara cepat akan

roboh begitu saja. “Jangankan untuk beroperasi, dibuka saja saya belum pernah melihatnya. Padahal hakikatnya bangunan tersebut diharapkan mampu menjadi suplay benih kepada para petani di Sumbawa Barat. Kita tentu sangat sayangkan masalah ini makanya saya minta dinas terkait (Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan) untuk bisa mengambil sikap,” ujar Anggota Komisi II DPRD KSB Haeron kepada Suara NTB, Senin (22/1). Dikatakannya, keberadaan

showroom benih ini dihajatkan supaya masyarakat bisa memperoleh benih yang murah dengan kualitas yang baik. Karena benih-benih milik petani yang sudah menjadi penangkal akan ditampung dan akan didistribusikan kepada masyarakat. Tentu di bangunan ini, tidak hanya benih padi, melainkan obat -obatan yang dibutuhkan para petani dan sarana pendukung lainnya sudah juga disiapkan. Tetapi karena kondisi saat ini tidak jelas dan asas manfaat belum juga dirasakan maka

dinas terkait (Distanbunnak) harus bisa bertanggung jawab. “Jangankan kita bisa mandiri benih, dibuka saja belum showroom ini. Jangan sampai ratusan juta yang telah kita anggarkan hanya bisa membuat bangunan mangkrak tanpa memberikan manfaat. Kasian masyarakat kita nanti harus membeli benih keluar,” sesalnya. Terpisah, Kepala Dinas Tanbunnak KSB drh. Khairul Jibril MM tidak menampik bangunan tersebut sudah satu tahun mangkrak dan belum digunakan. Untuk itu pihaknya

berencana akan menyerahkan gedung ini untuk bisa dikelola pihak ketiga supaya bisa bermanfaat. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan keberadaan bangunan ini. “Kita tetap akan maksimalkan keberadaan show room ini dengan menyerahkan kepada pihak ketiga untuk bisa dikelola secara maksimal,” singkatnya. Sementara terkait kendala sehingga gedung ini tidak digunakan, dia tidak bisa memastikan kendalany, tetapi yang jelas tahun ini sudah harus beroperasi. (ils)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

Wacana Karcis Parkir Berlangganan Terbentur Aturan Dompu (Suara NTB) – Kepala UPTB Samsat Kabuapaten Dompu, Ahmad Fajar Karya mengatakan, rencana Bappenda setempat untuk menerapkan karcis parkir berlangganan di wilayah ini masih terbentur aturan Perpres Nomor 5 Tahun 2015. “Bukan kewenangan kita, karena kita pungutannya khusus untuk pajak kendaraan,” kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/1). Kendati begitu, wacana tersebut tak menutup kemungkinan bisa diterapkan, salah satunya dengan mengubah sistem yang ada saat ini. Kalaupun ada daerah lain yang sudah menerapkan penarikan retribusi parkir menggunakan karcis berlangganan, baiknya hal itu dikomunikasikan lebih awal. Sehingga ada singkronisasi model penggelolaan dengan harapan meningkatnya pendapatan daerah. Ahmad Fajar Karya mengungkapkan, sejauh ini baru Provinsi Jatim yang menerapkan pemungutan pajak dengan karcis berlangganan, hanya saja acuan utama mereka yakni Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten/Kota. “Itu yang menjadi dasar dia melakukan pemungutan di samsat, bentuknya nanti dia kontribusi, berapa kontribusi untuk provinsi dalam rangka mendukung pelaksanaan pembayaran itu,” ujarnya. Selama wacana ini didukung peraturan daerah pihaknya tetap mendukung demi menyelamatkan sumber PAD dari retribusi parkir, dan menurutnya hal tersebut sangat mungkin diterapkan diwilayah ini. Sebelumnya, Sekretaris Bappenda Dompu, Ir. Armansyah berencana mengubah penarikan tarif parkir dengan pemberian karcis tetap bagi setiap pengguna kendaraan, dan dengan sendirinya pemilik kartu ini berkewajiban membayar biaya parkir tiap tahunnya. “Saya mau minta mengubah kerjasama dengan samsat untuk bayar tahunan, mereka hanya mengatur orang parkir saja di jalan, tidak lagi mengeluarkan uang setiap kali parkir,” jelasnya. Rencana itu menyusul rendahnya capaian retribusi parkir 2017 lalu, dari target Rp 120 juta hanya berhasil dicapai Rp 54 juta oleh instansi terkait. Padahal, potensinya di wilayah ini cukup besar. Selama ini, lanjut Armansyah, model yang diterapkan ialah memberi target untuk tiap-tiap blok, satu blok perharinya hanya dibebankan biaya Rp 15 ribu pada juru parkir. “Kan lebihnya untuk orang (juru parkir, red) padahal semestinya kalau pakai karcis, setiap karcis yang habis itu kan kita hitung berapa pendapatannya,” pungkas dia. (jun)

Halaman 7

Sejumlah ASN di Kota Bima Diduga Terlibat Bentuk Tim Sukses Kota Bima (Suara NTB) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bima mengeluarkan rekomendasi pelanggaran Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menjadi temuan selama proses deklarasi dan pendaftaran pasangan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Bima, belum lama ini. “Jumlahnya ada 11 orang. 10 ASN ruang lingkup Pemerintah Kota Bima dan seorang ASN Pemerintah Kabupaten Bima,” ungkap Komisioner Panwaslu Kota Bima, Idhar, S.Sos kepada Suara NTB, Senin (22/1). Menurutnya, belasan ASN tersebut yang dikeluarkan rekomendasi tersebut, tercatat ada 6 ASN yang menjadi temuan Panwaslu tingkat Kota. Sementara 5 ASN menjadi temuan Panwas tingkat Kecamatan Raba. “6 ASN temuan Panwas Kota, saat mengikuti deklarasi dan pendaftaran pasangan balon. Sedangkan 5 ASN yang

jadi temuan Panwas Kecamatan, ikut terlibat pembentukan tim sukses salah satu pasangan balon,” ujarnya. Diakui Idhar, belasan ASN tersebut telah menjalani klarifikasi. Bahkan hasilnya telah dikeluarkan sebuah rekomendasi dan diserahkan kepada pejabat daerah setingkat. “Rekomendasinya sudah kita serahkan ke atasanya masingmasing belum lama ini untuk diproses lebih lanjut,” katanya. Menurutnya dasar pihaknya dalam melakukan pengawasan terhadap ASN yang terlibat politik praktis masih

menggunakan surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Nanti setelah ditetapkan kita akan menggunakan UU Pemilu,” terang Idhar. Dia menambahkan pihaknya tidak mengetahui sanksi apa yang diberikan atasan. Panwaslu, kata dia hanya berfungsi mengeluarkan rekomendasi sesuai hasil klarifikasi terhadap temuan dugaan pelanggaran. “Prinsipnya kami tidak masuk ke wilayah pemberian sanksi terhadap ASN yang ter-

(Suara NTB/uki)

Idhar bukti politik praktis. Kami hanya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan hasil klarifikasi,” ujarnya. Terpisah, Kabid Pengembangan SDM dan Penilaian Kinerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPS-

DM) Kota Bima, M. Rasyiddin MM, membenarkan telah menerima rekomendasi dari Panwaslu Kota terkait temuan sejumlah ASN yang terlibat politik praktis dan mengikuti deklarasi serta pendaftaran pasangan balon di KPU belum lama ini. “Sudah kita terima, saat ini sedang diproses lebih lanjut,” katanya. Menurutnya, terkait rekomendasi tersebut sejumlah ASN diantaranya melakukan pelanggaran kode etik. Sementara sisanya ada indikasi terlibat langsung dalam politik praktis yang mendukung salahsatu pasangan balon tertentu. “Kita telaah dulu dan proses dulu hasil rekomendasi ini. Yang jelas mereka akan tetap diberikan sanksi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (uki)

Pilkada Kota Bima

Satu Balon Wawali Belum Serahkan LHKPN Kota Bima (Suara NTB) – Bakal calon (Balon) Wakil Walikota Bima, Drs. H. Usman AK, ternyata hingga saat ini belum melengkapi sejumlah persyaratan pada tahap perbaikan belum lama ini untuk mengikuti Pilkada Kota Bima 2018. “Sejauh ini hanya dia (Usman.red) yang belum melengkapi. Sementara yang lainnya sudah semua,” kata Ketua KPU Kota Bima, Bukhari S.Sos, kepada wartawan, Senin (22/1). Menurutnya, beberapa syarat yang belum diserahkan oleh Balon Wakil Walikota (Wawali) jalur perserongan tersebut antara lain Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) dari KPK. Selain LHKPN, lanjut Bukhari, balon Wawali Bima yang berpasangan dengan balon Walikota Bima, Taufik La Tofi tersebut juga belum menyerahkan bukti pembayaran pajak dalam lima tahun terakhir ini. “Hanya ini yang belum diserahkan. Sementara syaratsyarat yang lain sudah diserahkan,” katanya. Apabila belum menyerahkan syarat-syarat tersebut apakah balon Wakil Walikota itu bisa digugurkan atau tidak diloloskan ? Bukhari enggan mengomentarinya lebih jauh. Hanya memberikan sinyal agar menunggu pada saat penetapan. “Tunggu saja hasil rapat pleno 27 Januari mendatang. Saat ini kita juga masih melakukan verifikasi administrasi dokumen yang diserahkan ini,” katanya. Bukhari mengatakan, jumlah syarat dukungan yang diserahkan pasangan balon tersebut pada saat tahapan perbaikan kemarin, mencapai 14.205. Berupa 34 bundel berkas KTP beserta salinannya. “Pasangan Taufik La Tofi-Usman ini kekurangan sekitar 7 ribu dukungan sehingga mereka wajib menyerahkan dukungan tambahan dua kali lipat,” katanya. Sementara, pasangan jalur perseorangan lainnya, yakni SubhanWahyudin juga telah menyerahkan jumlah dukungan mencapai 5.367 KTP, untuk memenuhi kekurangan sebanyak 4.358 KTP. “Syarat dukungan yang diserahkan ini, akan dilakukan verifikasi administrasi dan faktual lagi, sebelum ditetapkan memenuhi s y a r a t , ” pungkasnya. (uki)

Bukhari (Suara NTB/uki)

(Suara NTB/uki)

JALAN - Genangan air merendam salah satu ruas jalan di Kelurahan Paruga Kota Bima, Minggu (21/1) malam.

Dua Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Kota Bima Terendam Banjir Kota Bima (Suara NTB) – Ratusan Kepala Keluarga (KK) tiga Kelurahan di Kota Bima terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kurang lebih empat jam yang mengakibatkan meluapnya sungai di wilayah Dodu dan Lampe Kecamatan Rasanae Timur, Minggu (21/1) malam. Tiga kelurahan yang terendam banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut, antara lain di wilayah Kelurahan Paruga dan Dara Kecamatan Rasanae Barat, serta Kelurahan Rontu Kecamatan Raba. “Sedikitnya di Kelurahan Paruga ada 75 KK yang terendam sementara di Kelurahan Dara ada 30 KK, dan di Kelurahan Rontu sebanyak 12 KK,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Masrin S.Pt kepada Suara NTB. Menurutnya, banjir yang merendam ratusan KK tersebut akibat meningkatnya in-

tensitas hujan yang menguyur wilayah Kota Bima serta hujan lebat di wilayah Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, yang mengakibatkan meluapnya sungai Dodu dan Lampe. “Luapan air sungai Dodu dan Lampe ini muaranya ke Sungai Padolo yang melewati Kelurahan Kumbe Rabadompu, Rontu, Manggemaci, Dara, Paruga, dan Tanjung,” katanya. Diakuinya, karena debit terjadi peningkatan, air banjir hingga meluap masuk ke pemukiman warga, setinggi 20 hingga 50 cm, di wilayah Kelurahan Rontu, Paruga dan Dara. Sehingga membuat warga terutama di Paruga mengungsi ke tempat aman. “Namun air mulai surut sekitar pukul 22.30, warga yang mengungsi juga ikut kembali ke rumah masingmasing dan membersihkan,” katanya. Diakuinya sejak surutnya air semalam hingga Senin (22/ 1) pagi. Petugas BPBD Kota

Bima dan Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) membantu warga membersihkan rumah sisa genangan banjir dan mendistribusikan air bersih. “Untuk sementara langkah ini yang kita ambil. Kami masih menunggu arahan dari pimpinan untuk penanganan selanjutnya,” ujar Masrin. Untuk menghindari kepanikan sebagian warga yang trauma peristiwa banjir 2016 lalu. Masrin menghimbau agar tidak mempercayai dan tidak terpancing dengan isu yang berkembang, apalagi foto-foto yang disebarkan melalui sosial media mengenai banjir. “Kita berharap warga tetap waspada dan tidak terpancing. Yang jelas tenaga ahli kami (TSBK.red) yang tersebar di seluruh Kelurahan akan tetap melaporkan peristiwa yang terjadi kepada warga. Selain itu kita juga tetap berkoordinasi dengan BMKG untuk update prakiraan cuaca,” pungkasnya. (uki)

Kecamatan Dompu Endemik DBD

Dompu (Suara NTB) – Kepala Bidang Penyehatan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Maman, Skm., MMkes., melalui Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Rahmat, Skm, mengungkapkan, dari 72 desa di 8 kecamatan yang ada diwilayah ini hanya Kecamatan Dompu yang endemik DBD. Atau rutin ditemukan penyakit menular dan mematikan itu selama tiga tahun berturut-turut. “Dikatakan endemik apabila tiga tahun berturut-turut adakasusnya, dan Kecamatan Dompu saya berani katakan tiap tahun itu ada,” kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/1). Di Kecamatan Dompu wilayah langganan utama DBD yakni Kelurahan Karijawa, Potu, Bali dan Dorotang-

ga. Rata-rata wilayah tersebut berada di pusat kota, dan semakin jelas menunjukan bahwa kesadaran masyarakat kota akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Berbeda dengan mereka yang tinggal di pedesaan. Tak hanya terancam DBD wilayah ini juga menjadi langganan bajir tiap tahunya, sehingga potensi berkembangnya jentik-jentik nyamuk akan cukup besar. “Salah satu banjir di kota besar kan akibat buang sampah sembarangan, berarti kan pengelolaan sampah di kota ini yang belum maksimal,” jelasnya. Dari bulan Desember 2017Januari 2018 ini pihaknya fokus melakukan pengasapan di 21 titik rawan DBD di Kecamatan Dompu dan beberapa desa lainya di luar kecama-

tan tersebut. Langkah itu diambil guna menekan penularan menyakit yang sudah menjangkit puluhan orang sebulan terakhir. Rahmat mengakui, pengasapan tak sepenuhnya menjamin kasus DBD dapat ditekan signifikan, karena hanya akan membunuh nyamuknyamuk dewasa. Untuk efektifnya masyarakat harus proaktif untuk membersihkan lingkunganya pasca dilakukannya pengasapan. “Ini yang saya lihat kendala setelah fogging, kesadaran masyarakat ini masih sangat kurang,” ujarnya. Tehitung Desember 2017Januari 2018 ini sudah terdapat puluhan orang yang terjangkit DBD, hanya saja ia belum bisa memastikan berapa jumlah pasti mereka yang positif dan suspect. (jun)

Baperjakat Masih Susun Kebutuhan Pegawai Seluruh SKPD Taliwang (Suara NTB) Mutasi tahap dua di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang rencananya akan digelar pada akhir Januari ini ditunda. Penundaan itu dilakukan karena Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) hingga kini masih terus melakukan pembahasan susunan (Suara NTB/bug) kebutuhan pegawai seH. Abdul Azis luruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) untuk masing-masing eselon. “Kami (Baperjakat) masih terus menyusun tiap eselon. Karena kan mutasinya nanti menyeluruh,” terang Sekretaris Daerah (Setda) KSB sekaligus ketua Baperjakat, H. Abdul Azis, MH kepada wartawan, Senin (22/1). Penyusunan kebutuhan kepegawaian yang sedang dibahas Baperjakat saat ini pada jabatan eselon IVa dan IVb. Sekda menjelaskan, penyusunan kebutuhan pegawai untuk kedua eselon itu turut dilakukan karena beberapa pegawai di tiap eselon ada yang mendapatkan promosi naik jabatan. “Sebelumnya ada IIIb yang naik ke IIIa. Jabatan yang ditinggalkannya kan kosong. Nah secara otomatis ada pegawai dari eselon di bawahnya yang kita naikkan untuk mengisi. Demikian seterusnya, karena kita ingin semua jabatan yang lowong bisa diisi di mutasi nanti,” cetusnya. Sekda menyatakan, sementara ini belum dapat dilaksanakan mutasi. Namun demikian ia memastikan pada awal Februari mendatang seluruh jabatan di masing-masing SKPD akan terisi. “Kita kan maunya secepatnya semua terisi yang kosong itu. Jadi kita upayakan minggu ini selesai sehingga awal Februari langsung kita gelar mutasi,” janjinya. Sementara itu ditanya terkait usulan masing-masing kepala SKPD untuk kebutuhan pegawainya? Sekda mengaku, penyusunan kepegawaian untuk kebutuhan mutasi nanti turut mempertimbangkan usulan di tiap SKPD. Namun demikian Baperkajat tetap akan melakukan analisa terlebih dahulu guna memastikan para pegawai yang diusulkan tiap kepala SKPD memenuhi seluruh syarat kepangkatan dan kompetensinya. “Usulan dari SKPD sudah semuanya kita terima. Tapi tetap perlu dianalisa dulu tidak bisa langsung kita distribusikan sesuai usulan SKPD, sebab jangan sampai ada yang belum memenuhi syarat-syarat untuk menempati jabatan yang diusulkan,” urai Sekda. Selanjutnya ia berharap, dengan terisinya seluruh jabatan di tiap SKPD dengan mutasi nanti program pemerintah dapat berjalan lancar. Terutama yang berkaitan langsung dengan fungsi pelayanan kepada masyarakat. “Mutasi itu kan hal biasa di lingkungan kepegawaian. Hal itu dilakukan semata untuk mengatur tata kepegawaian yang efektif dan harapannya dari kegiatan itu finalnya program dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat semakin baik,” imbuhnya. (bug)


SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

POLHUKAM

Halaman 8

Pilkada NTB

Kekuatan Tim Pemenangan Ali-Sakti Terbaca dari Sebaran Dukungan KTP Mataram (Suara NTB) Tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dari jalur independen, Ali BD-Gede Sakti, dinilai paling siap bertempur. Pasalnya tim relawan pemenangan pasangan ini sudah rapi terbentuk yang tersebar hampir di semua desa. Baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. Ketua Tim pemenangan Ali-Sakti, Basri Mulyani, SH., kepada Suara NTB menyebutkan dibandingkan dengan kandidat lainnya, mungkin tim pemenangan pasangan Ali-Sakti lah yang paling rapi strukturnya hingga sampai ke desa-desa. Dikatakan Basri, tidak perlu susah-susah melihat kekuatan tim pemenangan yang dimiliki oleh calon independen ini. Pasalnya, dari sebaran dukungan KTP yang dimiliki Ali-Sakti, sudah dapat dilihat kekuatan tim penanganan yang dimiliki. “Sebenarnya dari proses verifikasi faktual dukungan KTP itu sudah dilihat tim kita sudah sampai desa. Dan itu sudah bekerja cukup lama,” akunya. Daftar dukungan yang dimiliki oleh pasangan Ali-Sakti yang diserahkan ke KPU pada tahap pertama lalu, memang tersebar di 10 kabupaten/kota. Meskipun hanya diwajibkan tersebar minimal di enam kabupaten/kota. Setelah verifikasi faktual, tingkat dukungan yang didapatkan dari total dukungan KTP yang diarahkan ke KPU, tingkat akurasinya sampai 85 persen. Pada tahap perbaikan dukungan untuk memenuhi kekurangan pada tahap pertama dua kali lipat dari 50 ribu lebih total kekurangannya. Pasangan Ali-Sakti kembali menyerahkan dukungan KTP 130 ribu lebih, yang juga tersebar di 10 kabupaten. Dikatakan Basri, pihaknya sudah mulai membentuk tim saksi yang akan diturunkan ke 8.336 total jumlah TPS se NTB, pada hari H pemilihan tanggal 27 Juni mendatang. “Kita sudah optimis lolos, sudah tidak terlalu berat sekarang ini, kita sudah mulai bentuk tim saksi sebanyak 8.336 TPS itu,” ujarnya. (ndi)

Mesin Politik Hanura Berpotensi Tidak Bekerja

Mataram (Suara NTB) Dukungan DPP Partai Hanura yang diputuskan di detik-detik terakhir pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur ke KPU, untuk mendukung pasangan Ahyar Abduh - Mori Hanafi, ternyata tidak mendapat dukungan dari kader Partai Hanura di NTB. Atas kondisi itu, mesin politik Hanura berpotensi tidak bekerja untuk pemenangan Ahyar – Mori di Pilkada nanti. Hal itu terungkap setelah kisruh dualisme kepengurusan di tubuh Partai Hanura terjadi baru-baru ini. Ketua DPD Hanura NTB, Mudahan Hazdie mengaku bahwa ia tidak pernah diajak berbicara oleh pengurus DPP Hanura. “Saya tidak pernah urus SK untuk AhyarMori dan SK itu juga kita anggap tidak sah karena yang menandatangani adalah ketua

umum dan Wakil Sekjen, seharusnya Sekjen,” ungkapnya. Jika DPD Hanura NTB tidak merasa merekomendasikan pasangan Ahyar-Mori, mengapa Ketua Hanura NTB, dan jajaran pengurus lainnya ikut hadir mendaftarkan pasangan Ahyar-Mori ke KPU, pada tanggal 10 Januri lalu? Menurut Mudahan, saat itu, pihaknya hanya menjalan-

kan perintah partai. Sebagai bawahan dari DPP, maka DPD Hanura NTB berkewajiban untuk melaksanakan keputusan DPP. “Saya hanya menunjukkan sikap loyal saya ke partai, apapun keputusannya akan kita amankan. Jadi itu posisi saya waktu itu,” jelasnya. Namun belakangan, setelah proses pendaftaran calon selesai, di internal Hanura, mun-

cul konflik baru yang didasari oleh ketidakpuasan sebagian besar pengurus daerah Hanura terhadap kebijakan yang diambil oleh Ketua Umum, Oesman Sapta Oedang (OSO). Puluhan DPD dan ratusan DPC hanura, termasuk di dalamnya DPD dan DPC Hanura NTB berada dalam barisan yang melayangkan mosi tidak percaya terhadap OSO dan juga ikut menggelar Munaslub untuk memberhentikan OSO. Hal ini kemudian membuat kepengurusan Hanura terbelah menjadi dua kubu. Atas sikapnya, Mudahan kemudian dipecat oleh OSO sebagai ketua DPD Hanura

NTB. Namun Mudahan melawan, dengan menguasai Kantor DPD Hanura NTB. “Bahkan SK untuk Lobar itu ndak pernah saya lihat, karena yang urus semuanya itu adalah Korwil Hanura, kita tidak dilibatkan. Kecuali untuk Lombok Timur, itu saya sendiri yang urus langsung,” terangnya. Oleh karena itu, pihaknya meminta pada Ketua Umum Hanura yang baru hasil Munaslub untuk mengevaluasi kembali SK dukungan untuk Pilkada NTB yang sudah terlanjur diterbitkan. Dikonfirmasi terpisah terkait hal itu, pihak Ahyar - Mori belum memberikan jawaban resmi. (ndi)

Oknum Dosen Unram Dihukum Penjara 2,5 Tahun Mataram (Suara NTB) – Hakim Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan kepada Hasanudin Chaer. Hukuman itu diberikan karena terdakwa terbukti bersalah melakukan penipuan kepada calon mahasiswa. Ketua majelis hakim, Didiek Jatmiko, Senin (22/ 1) menjatuhkan hukuman itu berdasarkan dakwaan pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke1 yang terbukti perbuatan pidananya dalam persidangan. “Menyatakan terdakwa Hasanudin terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama. Oleh karenanya menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun enam bulan,” tegasnya. Dia menambahkan, hal yang memberatkan terdakwa untuk dihukum karena terdakwa merupakan seorang dosen perguruan tinggi. “Majelis mencermati bahwa terdakwa dosen Universitas Mataram yang mengaku seorang panitia penerimaan seharusnya tidak melakukan perbuatan tersebut,” jelasnya. “Di lingkungan pendidikan ad-

alah hal yang utama dan pertama dalam penjenjangan kehidupan dan perilaku. Terdakwa adalah dosen yang tidak patut melakukan pidana tersebut,” imbuh Didiek. Hukuman yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum, Iman Firmansyah dalam sidang sebelumnya. Sementara, Lalu Syukur oknum pengacara komplotan oknum Dosen FKIP Unram tersebut, dihukum dengan lama penjara yang sama dalam persidangan terpisah yang juga dipimpin Didiek Jatmiko. Meskipun sebelumnya Syukur hanya dituntut dua tahun penjara. Syukur terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penipuan seperti diatur pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1. “Oleh karenanya menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Lalu Syukur selama dua tahun,” kata Didiek. Vonis hakim lebih tinggi dari tuntutan jaksa dengan pertimbangan perbuatan Syukur tidak ada bedanya dengan pidana yang dilakukan Hasanuddin. “Perbutannya

(Suara NTB/why)

VONIS - Oknum Dosen Unram, Hasanuddin Chaer berjalan meninggalkan kursi persidangan Pengadilan Negeri Mataram, Senin (22/1) usai divonis penjara 2,5 tahun akibat terbukti melakukan penipuan seleksi masuk Fakultas Kedokteran Unram. sama sehingga hukumannya sama,” tegas dia. Atas vonis tersebut, Hasanuddin menyatakan pikir-pikir. Sementara Syukur dengan meyakinkan langsung menyatakan banding atas putusan tersebut. Para terdakwa terbukti menipu korban, Kahan Kampanye den-

gan menjanjikan putri korban lulus masuk fakultas Kedokteran Unram dalam seleksi tahun 2016 lalu.DijembataniguruSMANegeri anak korban, uang pelicin meluluskan anak korban masuk fakultas kedokteran Unramyang diberikan korban sebesar Rp 200 juta. Tak cukup sampai di situ,

Syukur kembali meminta Rp 50 juta ke korban dengan dalih untuk keperluan menyogok tim seleksi penerimaan yang langsung disanggupi korban. Setelah transaksi sejumlah uang tersebut yang totalnya mencapai Rp 250 juta, anak korban akhirnya tetap gagal lulus. (why)

Diguyur Hujan, Upacara Penyambutan Satgas RI - RDTL Berlangsung Khidmat

Mataram (Suara NTB) Satuan Tugas (Satgas) Yonif 742/SWY akhirnya tuntas melaksanakan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL selama setahun. Pasukan itu akhirnya tiba di Mako Yonif 742/SWY Senin (22/1). Meski diguyur hujan deras, Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., tetap memimpin upacara penyambutan Satgas. Dimana upacara dihadiri oleh Kabinda NTB, Kapolda NTB diwakili Wakapolda NTB, Kakor Kemhan NTB, perwakilan Danlanal Mataram, Dirpamobvit Polda NTB, Karorena Polda NTB, Dirsabara Polda NTB. Dalam sambutannya, Danrem 162/WB menyampaikan rasa bahagia dengan kedatangan prajurit Yonif 742/SWY yang kembali dari daerah operasi pengamanan perbatasan itu. Ia juga menyampaikan rasa bangga, tidak saja mewakili keluarga Yonif 742/SWY, tetapi seluruh warga Korem 162/WB dan masyarakat NTB. “Karena tugas negara yang diemban oleh Satgas Pamtas RI - RDTL Yonif 742/SWY telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan selamat,” puji Danrem. Danrem mengungkapkan sederet keberhasilan tugas Satgas, seperti menggagalkan penyelundupan BBM dan kendaraan, melaksanakan karya bakti maupun bakti sosial lainnya, dan menerima penyerahan puluhan pucuk senjata dan amunisi dari masyarakat setempat secara sukarela. Ini menurutnya sebagai hasil dari pembinaan teritorial yang kalian laksanakan selama berada di daerah operasi.

(Suara NTB/penrem)

PENYAMBUTAN - Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., tetap memimpin upacara penyambutan Satgas (Pamtas) RI-RDTL. “Kepada keluarga dan semua pihak terkait dengan segala dukungan baik moril maupun materiil, langsung ataupun tidak langsung, saya ucapkan terimakasih karena keberhasilan Satgas Pamtas RIRDTL Yonif 742/SWY ini tidak terlepas dukungan dan doa semua pihak,” pungkas Danrem. Usai upacara penyambutan, acara dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh Danrem 162/WB kepada Danyonif 742/SWY Letkol Inf Fuad Suparlin sebagai ucapan selamat datang di Mako Yonif 742/SWY. (ars/*)

Danrem 162/WB Minta Media Tangkal Berita Hoax Mataram (Suara NTB) Jajaran Korem 162/WB menggelar coffee morning sebagai upaya mempererat keakraban dengan media di NTB. Dalam kesempatan itu, pihak Korem berharap media menjadi garda terdepan menangkal berita hoax dan mencerdaskan masyarakat dengan informasi faktual. Pertemuan berlangsung di lobi Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan Mataram, Senin (22/1). Hadir pimpinan dan wartawan media cetak dan elektronik serta online, disambut Danrem 162/WB Kolonel Inf. H. Farid Makruf, M.A. Dalam sambutannya, Danrem mengucapkan terima kasih kepada media yang selama ini dianggap berkontribusi pada publikasi kinerja Korem jajaran. Melalui tema “Bersama Media, Penerangan TNI AD Kuat”, sinergitas insan Pers dengan Korem 162/WB dapat terus berjalan dengan baik. Mengingat keberadaan media sangat penting, apalagi saat ini laju perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sehingga menurutnya, mempermudah masyarakat untuk mengakses atau memperoleh berbagai informasi dan menyebarkan kembali informasi tersebut melalui media sosial. “Maraknya berita hoax juga harus diantisipasi,” sarannya. Untuk itu, lanjut Danrem, kepada wartawan agar dapat memberikan informasi yang baik dan jelas kepada masyarakat. Hindari pemberitaan yang bersifat provokatif yang dapat mengancam keamanan wilayah, apalagi tahun 2018 merupakan tahun politik. Mengakhiri sambutannya, Danrem berharap kepada media dapat memanfaatkan Penerangan Korem 162/WB sebagai media center sebagai posko kegiatan jurnalistik dan se-

(Suara NTB/penrem)

CINDERAMATA - Danrem 162/WB Kolonel Inf. H. Farid Makruf menyerahkan cinderamata kepada Ketua PWI NTB, H. Ahmad Sukisman. bagai tempat berkumpulnya awak media. Dengan begitu, lebih mudah mendapatkan akses pemberitaan yang berkaitan dengan TNI-AD, khususnya Korem 162/WB dan satuan jajaran Korem di seluruh wilayah NTB. Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB H. Ahmad Sukisman dalam sambutannya menyampaikan, sebagai wartawan, dalam hal pemberitaan harus menjaga independesi dengan memuat berita yang berimbang atau cover both side. Hal ini untuk menangkal pengaruh berita hoax yang bermunculan di berbagai media sosial. Apalagi saat ini, untuk membedakan berita hoax dan asli itu sangat sulit jika dilihat dari segi tehnik penulisan. “Berita hoax juga menggunakan teknik 5 W plus 1H, sehingga wartawan harus benar-benar berbeda dengan para pembuat berita hoax tersebut,” kata Sukisman. (ars/*)


SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Mataram (Suara NTB) – Gunung Tambora kini sudah resmi menjadi bagian dari geopark nasional. Hanya saja banyak yang harus dibenahi untuk memperkuat posisi Tambora. Termasuk soal kesiapan masyarakat yang ada di lingkar Tambora. Selain itu, persoalan tentang sarana dan prasarana juga belum usai. “Kesadaran masyarakat sudah ada, tapi masih kurang koordinasi internal. Selain itu, pengelolaan kawasan juga masih terbilang kurang. Kedepannya akan lebih banyak lagi pembinaan yang dilakukan oleh Pemda bersama pengelola,” kata Manajer Perencanaan Dewan Pelaksana Geopark Tambora, Amanda Fauziah, di

Mataram, Senin (22/1). Ia mengatakan bahwa masyarakat di lingkar Tambora juga perlu dibimbing untuk mengembangkan geousaha. Sehingga konsep pariwisata berbasis masyarakat ini dapat berjalan dengan baik. Ini juga merupakan salah satu program jangka panjang dan dapat dinikmati oleh

masyarakat sekitar. “Konsep geousaha ini memang perlu dikembangkan dan perlu dibenahi. Jadi masyarakat bisa benar-benar terlibat di sana,” ujarnya. Selain itu, persoalan sarana dan prasarana juga masih diperjuangkan. Di Tambora tidak ada toilet yang dapat digunakan oleh wisatawan. Sehingga akan

sangat menyulitkan bagi wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan Tambora sebagai geopark nasional. “Toilet dan kebutuhan akan air bersih itu yang masih kurang. Tentu saja ini menjadi harapan kami kedepannya, agar sarana dan prasaran ini dapat dilengkapi. Jadi wisatawan yang datang merasa nyaman,” harapnya. Pihaknya juga masih merancang terkait jenis usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Beberapa sudah memiliki branding yang baik, misalnya Kopi Tambora. Kede-

pannya Kopi Tambora akan dikemas dengan sebaik-baiknya dan akan dipormosikan dengan lebih maksimal. Sehingga bisa menjadi suvenir atau buah tangan bagi wisatawan yang sudah berkunjung ke Gunung Tambora. “Sekarang kita sedang mendata dan mencari embrionya, jenis usaha apa yang bisa dimaksimalkan di sana (Tambora). Nanti kita berdayakan dan berikan pelatihan,” ujarnya. Diketahui bahwa Gunung Tambora terletak pada empat kecamatan dan 37 desa. Empat kecamatan itu adalah

Kempo dan Pekat yang ada di Kabupaten Dompu. Dua lainnya adalah Sanggar dan Tambora yang ada di Kabupaten Bima. “Kebetulan Tambora itu letaknya di beberapa kecamatan. Semuanya akan kita maksimalkan dan akan diberdayakan. Sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberadaan Tambora yang menjadi salah satu destinasi wisata di NTB,” ujarnya. (lin)

Amanda Fauziah

Pantai Papa Sudah Dilengkapi Toilet Umum Mataram (Suara NTB) – Pantai Papa merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bima. Pantai ini sudah dilengkapi fasilitas toilet yang dapat digunakan oleh wisatawan. Pantai ini juga banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal. Pantai Papa berada di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan lokal. Meski perjalanan menuju pantai ini terdapat tanjakan dan berkelok-kelok, namun tidak mengurungkan niat wisatawan untuk berkunjung. Pemandangan hijau di sepanjang jalan akan memberikan pemandangan yang menakjubkan bagi wisatawan. “Jalan menuju Pantai Papa mudah diakses. Jadi wisatawan bisa menikmati perjalanannya dengan nyaman hingga sampai di tujuan,” warga yang juga Traveller di Bima, Indra, Senin (22/1). Memasuki objek wisata ini, wisatawan akan disuguhi dengan panorama pantai yang memesona. Hamparan pasir putih sejauh puluhan kilometer dan gugusan pulau-pulau kecil akan memberikan pemandangan yang luar biasa bagi wisatawan. Dari kejauhan nampak puncak Gunung Sangiang yang meminta untuk didaki. “Pemandangannya indah. Meskipun bany-

ak pantai atau destinasi yang indah juga di Bima, tapi Pantai Papa juga tidak kalan indah untuk dikunjungi,” ujarnya. Pembangunan toilet di Pantai Papa telah dilakukan pada tahun 2017 lalu dengan anggaran Rp 188.750.000. Pemda menaruh perhatian khusus pada pantai ini, karena pantai ini selalu ramai oleh pengunjung. Meski tidak banyak wisatawan mancanegara yang datang, namun pesona pantai ini dapat menarik minat wisatawan lokal untuk berkunjung. “Biasanya orang-orang dari Bima Dompu yang datang. Kalau dari luar itu, ada sih tapi tidak banyak. Mereka lebih senang ke Sangiang dan pantai-pantai di sekitarnya yang bagus bawah lautnya,” ujarnya. Dengan adanya fasilitas toilet ini diharapkan dapat membuat wisatawan menjadi semakin senang dan betah saat berkunjung. Ia berharap fasilitas lainnya juga dapat dilengkapi di pantai ini. Bukan hanya Pantai Papa, namun fasilitas destinasi di berbagai destinasi wisata di Bima juga diharapkan dapat dilengkapi oleh Pemda. “Sebagai warga Bima, saya berterima kasih karena destinasi kami sudah dilengkapi fasilitas. Semoga banyak destinasi wisata lainnya di Bima juga dapat dilengkapi fasilitasnya,” harapnya. (lin)

Kualitas Produk Oleh-oleh Perlu Ditingkatkan (Suara NTB/lin)

DUSUN SADE - Suasana kehidupan masyarakat di Dusun Sade yang menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok.

Wisatawan Kagumi Konsistensi Masyarakat Sade Lestarikan Budaya Mataram (Suara NTB) – Perkembangan zaman membuat banyak generasi muda lupa tentang budayanya, meski masih ada pula yang berusaha mengembangkannya. Salah satu budaya dan adat yang masih dijaga rapi oleh masyarakatnya, adalah budaya yang ada di Dusun Sade yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Dusun Sade menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat ini. Kebudayaan yang ada di desa ini menjadi salah satu ciri khas dan seolah-olah menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang. Tidak sedikit wisatawan yang terkesan dengan keunikan dusun ini.

Terlebih kaitannya dengan budaya yang masih tetap dirawat di tengah berkembangnya teknologi saat ini. “Melihat kehidupan mereka yang kental dengan budaya dan adat membuat saya kagum. Mereka adalah penyelamat budaya yang saat ini mulai ditinggalkan banyak orang,” wisatawan asal Semarang Andi Darmawan, di Mataram, Senin (22/1). Ia melihat proses pembuatan kain tenun secara tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat Sade. Namun ia meyakini bahwa hasil kain yang ditenun akan lebih baik daripada yang dibuat mesin. Selain itu juga, ia terkesan karena rumah-

rumah di Dusun Sade masih tradisional. Ini membuatnya yakin bahwa masyarakat yang memegang teguh budayanya menjadi lebih sopan dan ramah kepada siapa saja. “Yang saya maksud adalah, mereka ini menjalankan kehidupannya secara tradisional dan mereka mencintai budaya mereka. Saya ingin tahu seperti apa mereka didoktrin oleh orang tua mereka hingga mereka tidak tergiur oleh hal-hal modern yang membuatnya lupa dengan budayanya,” ujarnya. Sebelumnya Kepala Dusun Sade, Kurdap Slake mengatakan bahwa masyarakatnya masih sangat mengedepankan kearifan lokal. Berbagai cara

dilakukan untuk membuat masyarakat di desa ini tetap menjaga dan melestarikan budayanya. Ini juga dilakukan kepada generasi muda di desa ini. Orang tua memberikan pandangan kepada anak muda agar terus melestarikan budayanya. Setiap hari ratusan wisatawan mendatangi tampat ini, untuk sekadar melihatlihat dan ada pula yang berbelanja. Pasalnya tempat ini juga menyediakan aneka kerajinan tangan yang dibuat langsung oleh warga di Desa Sade. Meski pekerjaan utama masyarakat di dusun ini adalah bertani, namun kecintaan terhadap budaya dan kesenian tidak pernah dilupakan. (lin)

Forum Pokdarwis Minta Keaslian Rumah Adat Limbungan Dikembalikan Selong (Suara NTB) Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Lombok Timur Lalu Fadli meminta keaslian rumah adat Limbungan Desa Prigi Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur dikembalikan. Menjawab Suara NTB di Selong, Senin (22/1) kemarin mengatakan, saat ini kawasan rumah adat limbungan masih

semrawut. Dikatakan demikian karena kabel-kabel listrik dan sambungan jaringan televisi yang melintas di atas atapatap rumah adat. Kondisi itu katanya menjadi keluhan para wisatawan asing yang datang ke Limbungan. Tidak sedikit wisatawan menyarankan untuk segera dikembalikan keaslian dan keasrian kampung adat terbesar di NTB tersebut. Upaya penertiban kabel ini siap dilakukan sendiri oleh jajaran Pokdarwis dan mengharapkan bantuan sejumlah pihak terkait. “Kabel-kabel itu sangat meruak pemandangan, termasuk keberadaan parabola yang ada di rumah-rumah penduduk,” kata Fadli. Rencananya, kabel listrik itu diusulkan untuk ditanam di bawah tanah sehingga tetap terjaga keasriannya. Termasuk keberadaan parabola disarankan bisa ditempatkan di satu lokasi. Ketua Forum Pokdarwis ini bukannya melarang warga memasang listrik dan parabola. Namun harus ditata dengan apik dan rapi sehingga tidak menghilangkan kesan tradisional. Ditambahkan, keberadaan kabel-kabel melintas di atas rumah adat Limbungan ini menyulitkan para pelaku wisata untuk memasarkan Limbungan. Rumah Adat Limbungan di Lotim ini disebut satu-satunya yang masih mempertahankan nilai-nilai adat yang ada di lingkungan masyarakat. Harapannya, modernisasi yang masuk tidak merusak tatanan adat yang ada. Termasuk dengan penataan lampu. Katanya, produk-produk lokal bisa dikemas menjadi bahan pelindung lampu. Seperti bambu petung. Sehingga nuansa tradisional tetap terjaga tanpa menolak mentah-mentah modernisasi yang masuk. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lotim, Akhmad Roji mengutarakan hal serupa. Kabel-kabel listrik yang ada di atas rumah adat harus segera ditertibkan. Marwah Rumah Adat Limbungan harus segera dikembalikan. Diakui kondisi saat ini masih semrawut. Penataan limbungan yang sudah menelan investasi pemerintah lebih dari Rp 3 miliar ini bisa tertata dengan tetap menjaga kearifan lokal yang ada di Limbungan. Rumah adat trandisional Limbungan harus difahami sebagai rumah adat. Rumah adat pastinya yang memiliki nilai-nilai adat yang melekat di lingkungan masyarakat adat. Tidak saja dari segi aturan adat, termasuk juga hal-hal yang menyangkut kondisi fisik bangunan dari rumah adat. (rus)

Mataram (Suara NTB) – Saat ini sudah banyak produk yang dijadikan sebagai buah tangan bagi wisatawan. Ada mutiara, tenun, cukli, gerabah dan banyak lainnya. Meski sudah bagus, namun kualitas masingmasing produk perlu ditingkatkan lagi. Sehingga wisatawan merasa puas dengan produk atau kesenian yang dibelinya. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Muh. Faozal, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari sektor ekonomi. Sebab wisatawan yang datang tidak saja menggunakan uangnya untuk menyewa hotel atau mendatangi destinasi wisata. Namun juga digunakan untuk berbelanja, entah itu makan, membeli barang hingga membeli oleh-oleh khas suatu daerah. Menurutnya, keterlibatan UMKM sangat penting untuk menunjang pariwisata NTB terutama pada bidang oleh-oleh. Pihaknya juga telah melakukan sejumlah promosi untuk menguatkan brand dari merek lokal dan hasil kerajinan dari NTB. Sebab brand menjadi salah satu hal yang penting menarik minat wisatawan untuk berbelanja. “Kita juga berharap mereka bisa datang ke NTB untuk berbelanja, bukan hanya menikmati wisata,” ujarnya. Meski demikian, Faozal mengingatkan kepada para pengusaha agar terus memaksimalkan produknya. Sehingga

(Suara NTB/lin)

TENUN - Seorang wanita tengah menenun sebuah kain yang menjadi salah satu kerajinan khas asli NTB dan seringkali dijadikan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok. kualitas produk yang dihasilkan tidak kalah jika dibandingkan dengan produk luar. Sebab hal ini juga sangat berpengaruh terhadap keinginan wisatawan untuk membeli. “Produk kita sudah bisa bersaing, karena sudah bagus. Tapi kita tetap tidak boleh cepat puas. Mari tingkatkan terus kualitas produk kita. Sehingga para pembeli, khususnya wisatawan ini merasa puas dengan barang yang dibelinya,” ujarnya. Selain itu, wisatawan juga diharapkan dapat membeli berbagai hasil kerajinan khas masyarakat NTB. Sebab beberapa kerajinan itu tidak

akan ditemukan di tempat lain. Sehingga dapat dijadikan sebagai buah tangan saat pulang. Misalnya kain tenun Sukarara, Kain Tenun Pringgasela, Mutiara Lombok, Kerajinan Cukli dan oleh-oleh camilan yang bisa dibawa pulang. “Perkembangannya sekarang sudah cukup bagus. Memang kualitas kita sudah bagus, tapi akan lebih bagus lagi kalau kita terus tingkatkan. Karena ini demi kepuasan pelanggan yang datang. Kalau bagus kan lebih banyak lagi yang beli. Ini bagus untuk pariwisata kita, bagus juga untuk perekonomian masyarakat kita,” ujarnya. (lin)

Puluhan Fasilitas Destinasi Rampung Dikerjakan Mataram (Suara NTB) – Setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi NTB memberikan hibah berupa bantuan pembangunan dan beberapa kelengkapan di destinasi wisata. Jumlah yang didapatkan setiap daerah pun beragam, tergantung kebutuhan. Totalnya mencapai belasan miliar rupiah. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos.,M.Si mengatakan bahwa pemberian bantuan kepada berbagai destinasi dimaksudkan untuk melengkapi berbagai kebutuhan di destinasi itu. Ia berharap masyarakat atau pengelola dapat menjaga fasilitas yang diberikan. Sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. “Setiap tahun pasti ada, entah itu untuk melangkapi fasilitas di destinasi atau untuk pemeliharaan. Yang jelas kita berharap ini dapat dijaga oleh masyarakat, sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama,” ujarnya. Pada tahun 2017, terdapat tujuh paket proyek di Kota Mataram, berupa penataan Kota Tua Ampenan Senilai Rp 400.819.000, penataan Makam Bintaro senilai Rp 198.440.000. Kemudian penataan Kali Jangkok senilai Rp 198.730.000, pe-

nataan eks Pelabuhan Ampenan senilai Rp 198.750.000 dan pengecetan kawasan Kota Tua Ampenan senilai Rp 198.750.000. Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat sudah ditata destinasi wisata Sesaot senilai Rp 198.750.000, TIC Tawun senilai Rp 198.810.000, penataan Senggigi senilai Rp 198.520.000. kemudian penataan Lingsar senilai Rp 198.537.000, pembangunan wisata makam TGH Ibrahim Khalid Kediri senilai Rp 198.437.000. Pembuatan toilet portable Pusuk Pass senilai Rp 198.850.000 dan penataan TWA Suranadi senilai Rp 198.745.000. Sementara di Kabupaten Lombok Utara telah dibuat papan informasi objek wisata KLU senilai Rp 174.312.500. penataan Pantai Nipah senilai Rp 198.950.000 dan pembenahaan pintu masuk dan parkir Senaru Rp 198.790.000. Di Lombok tengah sudah dibangun toilet dusun Sade senilai Rp 198.850.000, penataan Taman Pesona Lombok Sumbawa senilai Rp 199.275.000. Penataan wisata Batu Ngompal senilai Rp 198.600.000. Di Lombok Timur sudah dilakukan penataan destinasi wisata Tetebatu senilai Rp 198.875.000, penataan wisata alam Suralaga senilai Rp

198.875.000 dan penataan Pelabuhan Tanjung Luar senilai Rp 478.680.000. Selain itu telah ditata pula destinasi wisata Sembalun senilai Rp 138.840.000 dan peningkatan sarana di Penakak senilai Rp 174.650.000. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat sudah ditata wisata Mantar senilai Rp 198.850.000 dan pembangunan homestay Desa Mantar senilai Rp 198.850.000. Di Kabupaten Sumbawa sudah ditata wisata Seliper Ate senilai Rp 198.950.000 dan pembangunan TIC Pantai Seliper Ate senilai Rp 198.950.000. Sedangkan di Kabupaten Dompu telah ditata jalur trekking Tambora senilai Rp 148.830.000. Di Kabupaten Bima sudah dilakukan pengadaan bak sampah motor senilai Rp 89.998.000, penataan wisata Kalaki senilai Rp 198.730.000 dan pembuatan toilet Pantai Lariti senilai Rp 188.750.000. Ada pula pembuatan ruang ganti dan penataan tempat parker Pantai Lariti senilai Rp 188.645.000, pembuatan toilet Pantai Papa senilai Rp 188.750.000 dan pembuatan mushola di Pantai Papa senilai Rp 189.145.000. Sedangkan di Kota Bima sudah ditata Pantai Lawata senilai Rp 198.960.000. (lin)

(Suara NTB/lin)

Perkuat Posisi Tambora, Sarana dan Prasarana Masih Jadi Persoalan


PENDIDIKAN

SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

Halaman 10

Terbitkan SKPI, STIE AMM Mataram Resmi Gandeng P4M SEKOLAH Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram resmi melakukan kerjasama dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Profesi Mataram (P4M). Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama antara kedua belah pihak bertempat di Ruang Rapat Kampus STIE AMM Mataram, Senin (22/1). Selain untuk meningkatkan penguasaan keterampilan mahasiswa STIE AMM Mataram dalam bidang manajemen informatika dan digital entrepreneur, perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi kemampuan mahasiswa untuk dapat dijadikan bagian dari syarat memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). SKPI atau Diploma Supplement adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Kualifikasi lulusan diuraikan dalam bentuk narasi deskriptif yang menyatakan capaian pembelajaran lulusan pada jenjang KKNI yang relevan, dalam suatu format standar yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Kabag Humas STIE AMM Mataram, Ahmad Bairizki, SE., MM., menjelaskan kini STIE AMM Mataram sedang melakukan proses dalam upaya penerbitan SKPI bagi para lulus-

Hasilkan Karya Ilmiah KEPALA Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Tuti Harwati, M.Ag., memiliki banyak karya ilmiah yang bisa dibanggakan. Karya ilmiah yang dihasilkan berupa buku dan jurnal. Adapun beberapa buku yang dihasilkan, seperti Mendobrak Tradisi: Wacana Progresif Hukum Keluarga Islam pada Masyarakat Sasak; Menolak Subordinasi, Menyeimbangkan Relasi: Beberapa Catatan Reflektif Seputar Islam dan Gender; Jejak Jender pada Budaya Mbojo, Samawa, dan Sasak, Akses Keadilan bagi Janda Kawin Siri. Adapun dalam bentuk jurnal seperti kedudukan Perempuan dalam Perkawinan, Melacak Inkonsistensi Pemerintah Indonesia terhadap Ratifikasi CEDAW; Perempuan dan Dakwah, Pemetaan Problem dan Solusi. Dalam hal penelitian, banyak penelitian yang sudah dilakukan, antara lain Pemahaman dan Penerapan Konsep Persaudaraan dalam Kelompok Sosial Keagamaan (Studi Kasus pada Jama’ah Salafi, Ahmadiyah, dan Jama’ah Syafi’iyah di Lombok NTB; Fiqih di Tengah Arus Budaya Muslim Sasak (Poligami, Kawin Cerai dan Kawin Sirri Muslim Sasak). Respons Aktivis Perempuan NTB terhadap Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Kedudukan Anak di Luar Nikah, Implementasi Pergub tentang pemotongan Gaji Bagi PNS yang Bercerai untuk Nafkah Anak dan Mantan Istri dan Perlindungan Hukum terhadap Janda Kawin Siri (Studi Kasus di Kota Mataram). Akademisi kelahiran Pagutan Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, 20 Desember 1976 ini, menyelesaikan studi S1 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan S2 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jenjang S1 dan S2 konsen pada Jurusan Hukum Keluarga Islam. Pendidikan S3 sedang ditempuh di Universitas Mataram Prodi Doktor Ilmu Hukum. Selama 2 periode, tepatnya sejak 2007-2011 dipercaya sebagai Sekretaris Jurusan Ahwal-al-Syakhshiyah Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Mataram dan dilanjutkan dari tahun 2011-2015 dipercaya menjadi Ketua Jurusan pada jurusan yang sama. Tuti juga pernah berkesempatan menimba ilmu dan pengalaman dalam bentuk Pelatihan Pesantren Leadership di Negeri Paman Sam Amerika Serikat. Di Tahun 2015 berkesempatan pula menjadi narasumber pada Konferensi International di Universitas Malaya Malaysia. Dari tahun 2015 hingga sekarang diberi amanah untuk menjadi Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Mataram. Hingga kini, PSGA sedang membangun kerjasama dengan berbagai mitra lokal dan juga nasional seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan juga Kementerian Sosial Republik Indonesia. (dys)

annya pada periode yang akan datang. “Berdasarkan koordinasi badan penyelenggara kegiatan pendidikan tinggi di STIE AMM Mataram, nantinya kami akan mengeluarkan SKPI dalam tiga bidang yang meliputi; keahlian trading saham yang dikoordinasikan oleh unit Galeri Investasi BEI, Keahlian Pajak oleh unit Pajak Brevet A dan B, dan keahlian dalam berwirausaha baik secara konvensional yang dikelola oleh LPK-P2KPN serta digital entrepreneur melalui kerjasama kami dengan P4M,” jelasnya. Dalam penandatanganan perjanjian kerjasama ini, kedua belah pihak masing-masing diwakili oleh Dr. H. Umar Said, SH., MM., selaku Ketua STIE AMM Mataram (Pihak pertama) dan IGA. Ari Dharsini, SE,. selaku Direktur P4M (pihak kedua). Adapun durasi dari kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan dan nantinya dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak. “Dengan kerjasama ini, maka nantinya SKPI dapat diterbitkan dan diberikan kepada lulusan kami melalui pendidikan dan pelatihan intensif yang telah diprogramkan. Tentunya besar harapan kami agar dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan dan kompetensi di bidangnya masing-masing sebagai persiapan mereka menghadapi dunia kerja ataupun dunia usaha nantinya,” pungkas Bairizki. (ron/*)

Gubernur Ajak Mahasiswa Jadi Duta Perdamaian Tanjung (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA., hadir membuka kegiatan “Youth Camp Lombok for Peace Leaders” di Pantai Klui Desa Malaka, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (22/1). Kegiatan ini dihadiri 200 mahasiswa dari 78 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). TGB sapaan akrabnya, didaulat mengisi majelis harmoni dengan tema Islam Rahmatan lil Alamin. Dalam paparannya, TGB mengingatkan agar mahasiswa mampu menjadi agen perdamaian. Selama ini, kata TGB, banyak terjadi kekerasan mengatasnamakan agama akibat pemahaman terhadap Islam yang salah. Padahal sejatinya Islam mengajarkan kedamaian. Islam adalah agama yang tidak tertutup, melainkan senantiasa membangun silaturahim, berdiskusi, berkenalan dalam konteks yang baik dengan pemeluk agama lainnya. Karena silaturahim itulah jadi konteks yang subur mengenalkan Islam yang baik. Di samping itu, TGB juga menyinggung adanya keinginan sebagian masyarakat Indonesia yang ingin mendirikan sistem berbeda dengan sistem yang dipraktikkan saat ini. Tentu, katanya, tidak segampang itu, mengingat bangsa Indonesia merupakan hasil akumulasi dari perjuangan lokalitas para pejuang dan bukan diberikan secara gratis. ‘’Sehingga demikian, jangan sampai hancur akibat kita

Tuti Tuti Herawati Herawati

(Suara NTB/ist)

295 SMK Negeri dan Swasta Dipastikan sebagai Penyelenggara UNBK

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 295 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta dipastikan menjadi titik penyelenggara UNBK. Dengan begitu, di tahun 2018 ini seluruh SMK negeri dan swasta melaksanakan UNBK, baik sebagai penyelenggara atau dengan mekanisme bergabung. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., didampingi Kepala Seksi Kurikulum SMK Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., MM., di ruang kerjanya, Senin (22/1). “Intinya siap melaksanakan UNBK secara menyeluruh di SMK di NTB,” kata Yahya yang baru dilantik menjadi Kepala Bidang SMK beberapa hari lalu. Dirincikan, dari 295 SMK sebagai titik penyelenggara itu, sebanyak 88 sekolah merupakan SMK Negeri dan 208 SMK Swasta. Sementara jumlah seluruh SMK negeri sebanyak 88 dan SMK swasta sebanyak 211. Yahya menekankan, data itu dihimpun dari seluruh sekolah. Jika sekolah sudah menyatakan siap, artinya sekolah memang sudah siap menjadi penyelenggara UNBK. Terlebih lagi di tahun ini merupakan kali ketiga pelaksanaan UNBK di SMK. “Saya kira sudah cukup untuk memetakan kompetensi,” katanya. Selain itu, adanya mekanisme bergabung bagi sekolah yang kekurangan sarana prasarana atau resource sharing memudahkan sekolah. Sekolah dianggap sudah mengukur kemampuan dan mengatur strategi agar sukses dalam penyelenggaraan UNBK. Terkait dengan sukses hasil, Yahya mengatakan sekolah juga sudah menyiapkan siswa. Itu sangat bergantung dari seni sekolah masing-masing, mulai dari pengayaan dan lainnya. Bahkan sudah disiapkan sejak siswa duduk di kelas X. Sebagai antisipasi terhadap gangguan, pihaknya akan mengoordinasikan dengan Telkom dan PLN. Terlebih lagi UNBK merupakan program nasional yang harus didukung oleh seluruh pihak terkait. “Intinya faktor-faktor itu dipikirkan bersama agar tidak ada kendala,” kata Yahya. Begitu juga dengan gangguan soal yang tidak bisa terunduh di mata ujian teori kejuruan tertentu. Kasi Kurikulum SMK, Umar menekankan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan panitia di Jakarta. “Yang penting untuk komputer harus sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Sudah dua kali simulasi, lancar saja. Artinya sudah dipersiapkan secara sungguh-sungguh,” kata Umar. Berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN, jadwal UNBK SMK dilaksanakan pada 2, 3,4, dan 5 April 2018. Pada 29 Januari nanti dijadwalkan akan ada pelatihan proktor. Sinkronisasi UNBK SMK 29-31 Maret 2018. Pengumuman kelulusan UNBK dijadwalkan pada 2 Mei 2018. (ron)

tidak bisa mensyukuri nikmat sebagai bangsa Indonesia,’’ ujarnya mengingatkan. Sementara itu, Direktur Nusatenggara Centre Prof. Dr. Suprapto, M.Ag., mengemukakan kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri-UIN Jakarta dan Nusatenggara Center (NC) NTB. Dia mengemukakan, di Indonesia, kekerasan, radikalisasi, terorisme dan ekstremisme mengalami peningkatan. Lebih dari 200 kasus kekerasan berbasis agama setiap tahunnya terjadi. Hal ini ditandai oleh meningkatnya kelompok-kelompok yang melakukan aksi radikalisme dan ekstremisme, kasus-kasus tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti di pulau, Sulawesi, Sumatera, Aceh, Maluku, NTB, dan lain-lain. Sejumlah catatan penting lainnya berkaitan dengan gerakan radikalisme dan ekstremisme antara lain adalah masih menguatnya narasi kekerasan di kalangan pemuda baik di sekolah-sekolah,

(Suara NTB/dys)

SAMBUTAN - Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi memberikan sambutan di hadapan peserta Youth Camp Lombok for Peace Leaders di Pantai Klui Desa Malaka, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (22/1). pondok pesantren dan perguruan tinggi. Kalangan pemuda merupakan segmen yang belum sepenuhnya terlepas dari cengkeraman gerakan radikal dan terorisme. Remaja merupakan kelompok yang rentan terpengaruh ideologi radikal. Salah satu indikator misalnya masih banyak remaja yang mendukung, menyatakan sikap setuju dengan gerakan ekstremisme berbasis keagamaan. Selain itu, banyak pelaku tindakan radikal dan ter-

STIKES Yarsi Bentuk Tim Percepatan Kelulusan Uji Kompetensi Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram membentuk tim percepatan kelulusan uji kompetensi. Tim itu dibuat untuk membantu para lulusan perguruan tinggi kesehatan dalam mengikuti uji kompetensi. Lulusan yang bisa mengikuti program itu tidak hanya terbatas bagi lulusan STIKES Yarsi saja, tetapi bagi seluruh lulusan kesehatan dari perguruan tinggi manapun. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep., Ners., M.Kes., ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/1) mengatakan, pihaknya sudah membuat tim percepatan kelulusan uji kompetensi. Program itu untuk membantu seluruh alumni kesehatan, baik perawat maupun bidan dalam mengikuti uji kompetensi. Apalagi, uji kompetensi diakuinya cukup berat. “Uji kompetensi ini cukup sulit. Adanya program ini, bertujuan untuk membantu para lulusan kesehatan untuk mengijuti uji kompetensi nasional pada bulan Maret nanti,” kata Zulkahfi. Pihaknya juga sudah membuat kumpulan soal-soal uji kompetensi. Prosesnya sudah mulai berjalan, ada sebanyak 120 orang alumni yang sudah mendaftar. STIKES Yarsi membuka pendaftaran secara online. Pada minggu lalu sudah dilakukan pre test untuk melihat sejauh mana penguasaan materi. Sejak Rabu minggu lalu sampai dua minggu ke depan dilakukan pengayaan terjadwal. Setelah itu barulah dilakukan pengayaan secara online. Dijelaskannya, pada pengayaan secara online nantinya bagi dosen bertanggungjawab

(Suara NTB/ron)

TUNJUKKAN - Ketua STIKES Yarsi Mataram, H. Zulkahfi menunjukkan buku soal uji kompetensi yang akan membantu peserta percepatan uji kompetensi bisa lulus uji kompetensi. atau dosen pengampu akan menggunggah secara online materi persiapan uji kompetensi. “Nanti akan terjadi respon dari peserta dan terjadi diskusi,” ujarnya. Selain itu, akan dilakukan juga workshop trik jitu lulus uji kompetensi, berkaitan dengan cara menjawab soal uji kompetensi. Direncanakan pada 22 Februari bagi peserta dari Sumbawa, dan 28 Februari peserta dari Pulau Lombok. Peserta akan mendapatkan modul dan sertifikat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). (ron)

(Suara NTB/ron)

Minim, Lulusan SMK Lanjutkan Kuliah

H. Muh. Yahya

(Suara NTB/ist)

TANDA TANGAN - Penandatanganan surat perjanjian kerjasama oleh kedua belah pihak yang diwakili oleh Ketua STIE AMM Mataram Dr. H. Umar Said, SH., MM,. (kiri) dan Direktur P4M, IGA. Ari Dharsini, SE., (kanan) disaksikan Kepala LPK-P2KPN, Usman TS dan Wakil Ketua 1, Hj. Indah Ariffianti, SE., MM., pada hari Senin (22/1).

Mataram (Suara NTB) Kebanyakan lulusan SMK tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Mereka lebih memilih bekerja langsung untuk mencari uang. Wakasek Humas SMKN 1 Mataram H. Jamaludin, mengaku alumni SMK tidak tertarik melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi lantaran sejak awal mereka memilih SMK sebagai tempat sekolah. Maka saat selesai sekolah, mereka lebih memilih langsung bekerja. Meski demikian, tidak semuanya langsung bekerja. Ada beberapa di antara mereka

yang melanjutkan kuliah ke berbagai perguruan tinggi. “Memang ada yang lanjutkan kuliah. Tapi sebagian besar kalau boleh dibilang tamat sekolah itu rata-rata mencari peluang,” kata Jamaludin. Adapun yang melanjutkan kuliah ialah mereka yang mempumyai kemampuan. Bahkan ada yang sanggup kuliah keluar daerah. “Tahun lalu semacam pendidikan satu tahun. Lepasnya diterima kerja di bandara. Tapi intinya ada yang melanjutkan,” urainya. Dia mengakui, anak-anak sejak awal diberikan arahan dan bimbingan, apakah akan

melanjutkan studi atau tidak. Maka sebelum pelaksanaan UN berlangsung, pihak sekolah menyebarkan kuesioner berisi pertanyaan sederhana, kemana setelah lulus. “Memang lebih banyak yang memang ingin mencari pekerjaan,” jelasnya. Bagi mereka yang menjawab ingin melanjutkan kuliah, sekolah memberi arahan agar paling tidak jurusan yang diambil linier dengan jurusan saat SMK. Tentu dengan memperhatikan peluang pasar kerja. “Kira-kira apa yang dibutuhkan nanti saat lulus,” tutupnya. (dys)

orisme yang tertangkap di wilayah NTB adalah usia muda. Di samping masih menguatnya narasi kekerasan di kalangan pelajar sekolah dan bahkan mahasiswa. Masih kuatnya narasi kekerasan dan ekstremisme di kalangan pemuda ini, selain disebabkan oleh pengaruh teknologi internet juga karena kuatnya strategi kelompokkelompok garis keras dalam menyebarkan doktrin-doktrin keagamaan mereka di

kalangan remaja dan pelajar. Kelompok ini secara intens aktif membidik kelompok muda dan menanamkan ideologi keagamaan radikal. Kondisi psikologis remaja yang masih labil dimanfaatkan oleh jaringan radikal dalam mendekati dan merekrut kalangan ini. “Oleh karena itu, diperlukan program penanggulangan kekerasan, ektremisme dan radikalisme bagi kalangan pemuda terutama mahasiswa,” tegas Suprapto. (dys)

PPDB Zonasi Diperketat

Tidak akan Ada Lagi Kartu Keluarga ”Siluman” Mataram (Suara NTB) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi untuk SMA negeri di tahun ajaran 2018/2019 nanti dipastikan akan lebih ketat. Salah satu yang diantisipasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, yaitu tidak akan ada lagi penggunaan kartu keluarga yang baru terbit ketika mau mendaftar PPDB. “Tidak boleh lagi ada kartu keluarga “siluman”, yang baru terbit ketika mau mendaftar, oleh karena itu kita sudah ada kuncinya,” ujar Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/1). Menurutnya, sudah ada data siswa sebelumnya di SMP secara online. Jika data pendaftar itu tidak sesuai atau berbeda dengan data yang ada di SMP atau sekolah sebelumnya, maka tidak siswa itu tidak bisa mendaftar. Kecuali bagi siswa yang berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa, dengan alasan pindah, barulah dikecualikan. “Tapi kalau yang sekarang datanya tinggal di Monjok, tiba-tiba (ketika mendaftar) di Dasan Agung, dia tidak bisa mendaftar ke SMAN 1 Mataram,” katanya. Sejak tahun lalu, PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Pendaftar hanya bisa mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zona tempat tinggalnya. Selain itu, kuota lintas zonasi seperti di tahun lalu untuk jalur prestasi bakal dikurangi. Saat ini pihak Dikbud NTB masih mem-

bahas kuota itu. Jika di tahun 2017 lalu, kuota sebanyak 20 persen di satu sekolah bisa menerima siswa berprestasi. Namun di tahun ini, akan dikurangi menjadi sekitar 10 persen saja. “Kita kurangi kuota lintas zona untuk jalur prestasi itu, kita hanya gunakan prestasi akademik tapi belum final,” katanya. Terkait dengan kuota per sekolah, akan disesuaikan dengan daya tampung di masing-masing sekolah. Kuota rombongan belajar (rombel) tidak boleh melebihi batasan yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang PPDB Zonasi. Namun Suruji menekankan, kuota daya tampung sekolah harus sesuai dengan kemampuan sekolah. “Rombel disesuaikan, kalau kemarin 10 rombel, tapi tahun ini hanya mampu 9 rombel. Maka harus 9 rombel. Tidak boleh melebihi Permendikbud, tapi boleh kurang sesuai kemampuan. Jangan sampai hanya bisa 9 rombel, tapi yang diterima 12 rombel, itu kacau,” tegas Suruji. Suruji juga menegaskan, di tahun ini tidak ada lagi alasan masyarakat mengeluhkan sosialiasi yang dianggap kurang. Karena Dinas Dikbud NTB sejak tahun lalu sudah melakukan road show ke seluruh kabupaten/kota untuk menyampaikan mengenai PPDB. Bahkan nantinya, ketika selesai pelaksanaan UN SMP, siswa sudah bisa melihat langsung di mana zona sekolah tempat mereka bisa mendaftar. “Saya kira tidak ada alasan sosialisasi kurang, bahkan nanti selesai UN, mereka (siswa) bisa langsung lihat di mana zonasi mereka. Kami yang tentukan zonanya, bukan mereka yang tentukan zona,” pungkas Suruji. (ron)


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

FORKI NTB akan Sikapi Kepulangan Zigi

i g i Z

Mataram (Suara NTB) Pengprov Federasi Olah Raga Karate Indonesia (FORKI) NTB mengaku belum tahu secara pasti alasan atlet NTB, Ahmad Zigi Zaresta Yuda meninggalkan Pelatnas. Rencananya, pengurus olahraga karate NTB akan melakukan rapat internal menggapi sikap atletnya yang telah meninggalkan Pelatnas. “Kita belum tahu secara pasti alasan Zigi meninggalkan Pelatnas. Karena sejauh ini belum ada surat pemberitahuan dari PB FORKI soal kepulangan atlet kami,” ucapnya. Sikap Zigi yang telah meninggalkan lokasi Pelatnas, pihak FORKI NTB akan melakukan rapat internal serta memanggil Zigi untuk menjelaskan secara lengkap terkait yang terjadi di Pelatnas. Hal itu akan disikapi oleh FORKI NTB karena tidak ingin atlet NTB mendapatkan hukuman akibat meninggalkan Pelatnas tanpa ijin dari PB FORKI. Pasalnya bila itu terjadi bisa berdampak buruk pada karir Zigi sebagai atlet karate Indonesia. “Zangan sampai Zigi dikatakan kabur dari Pelatnas karena bila itu terjadi bisa-bisa Zigi akan dikenakan sanksi oleh PB FORKI,” jelasnya. Menurut Burhan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pengurus FORKI NTB untuk segara melakukan rapat internal menyikapi kepulangan Zigi ke NTB. Guna memastikan alasan Zigi meninggalkan Pelatnas, pihaknya akan mempertanyakan langsung ke Zigi dalam rapat pengurus FORKI NTB nanti. Pihak FORKI NTB ingin mengetahui secara pasti alasan Zigi meninggalkan Pelatnas. Karena telah berhembus kabar bahwa empat atlet yang meninggalkan pelatnas itu tidak nyaman lagi di Pelatnas karena pelatih yang melatih mereka akan diganti. (fan)

Tinggalkan Pelatnas Mataram (Suara NTB) Keikutsertaan atlet karate asal NTB, Ahmad Zigi Zaresta Yuda mengikuti Pelatnas persiapan Olimpiade Tokyo tahun 2020 telah berakhir. Atlet peraih medali perak di SEA Games 2018 itu dikabarkan telah meninggalkan Pelatnas sejak 5 Januari lalu. Ahmad Zigi Zaresta Yuda yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Senin (22/1) kemarin membenarkan bila dirinya telah meninggalkan Pelatnas jangka panjang yang diikutinya di Jakarta sejak tahun 2017 itu. Ahmad Zigi meninggalkan Pelatnas tersebut menyusul adanya perubahan kepelatihan yang dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) FORKI. “Ada sedikit permasalahan di dalam internal kepelatihan. Jadi kita disuruh pulang dulu oleh pengurus,” ucap atlet asal Lombok Barat (Lobar) itu. Zigi yang merupakan atlet Pelatda Mayung NTB itu menjelaskan bahwa bukan hanya dirinya seorang yang meninggalkan Pelatnas. Namun dia

Ahmad Zigi Zaresta Yuda

bersama tiga orang rekan sesama atlet pelatnas sudah meninggalkan Pelatnas sejak dua pekan lalu. “Ada empat atlet yang meninggalkan Pelatnas, saya bersama tiga atlet lainnya, yakni Srunita Sari Sukatendel, Cok Istri Agung Sanistyarani dan Sisilia Agustiani,” ungkapnya. Menurut Zigi, alasan dia bersama tiga rekannya meninggalkan Pelatnas tersebut karena memang sudah diminta oleh pelatihnya. Pasalnya telah terjadi gejolak di dalam internal pemusatan latihan atlet karate Indonesia itu. Namun demikian Zigi mengutarakan bahwa kepulangannya ke NTB hanya sesaat. Pasalnya pada bulan Maret 2018, dia bersama tiga rekannya akan dipanggil

kembali masuk Pelatnas. Menurut informasi dari Ketua Bidang Pembinaan Prestasi FORKI NTB, Burhanuddin bahwa alasan atlet NTB meninggalkan Pelatnas belum jelas. Pasalnya sejauh ini belum ada informasi resmi dari PB FORKI menjelaskan kepulangan atlet. Namun demikian, Burhanuddin mengasumsi bahwa alasan kepulangan atlet peraih medali perunggu PON Jabar 2016 itu karena telah terjadi perubahan kepelatihan di Pelatnas. “Sejauh ini kami belum tau alasan Zigi meninggalkan Pelatnas. Namun yang kita tahu saat ini telah terjadi perubahan kepelatihan di Pelatnas, sehingga empat atlet itu meninggalkan Pelatnas,” jelasnya. (fan)

Periodesasi Kepengurusan IPSI NTB Telah Berakhir Mataram (Suara NTB) Masa bhakti kepengurusan Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB telah berakhir Juli 2017. Pihak pengurus olahraga silat berencana menggelar Musyawarah Provinsi (Porprov) akhir

Januari ini. Sekum Pengprov IPSI NTB, Baharuddin yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Senin (22/1) kemarin membenarkan bila pihaknya telah merencanakan ajang pemilihan ketua IPSI NTB akhir bulan Januari ini. Setelah meli-

hat masa Bhakti kepemimpinan ketua Umum Pengprov IPSI NTB, H. Wahyuddin sudah berakhir tahun 2017. “Rencananya akhir bulan Januari ini kita akan menggelar Musprov IPSI NTB. Karena itu permintaan pengcab IPSI kabupaten/kota di NTB,”

jelasnya. Dikatakan Baharuddin, terkait rencana Musprov IPSI NTB itu, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada semua Pengcab untuk mengusulkan calon figur masing-masing. Meski demikian, saat ini telah mun-

cul dua nama figur yang digadang-gadang akan menjadi calon ketua IPSI NTB. Diantaranya, Nurdin pejabat di PT. Daerah Maju Bersaing dan Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti. Meski telah bermunculan dua nama figur calon ketua

Pengalaman Buruk Newcastle 21 Bisa Dialami City (Suara NTB/ist)

MESSI DAN SUAREZ - Ekspresi Messi dan Suarez usai mencetak gol dalam laga lanjutan La Liga Spanyol, melawan Real Betis, Senin dini hari kemarin. Keduanya sama-sama mencetak sepasang gol di laga yang berakhir dengan skor 5-0 untuk kemenangan Barcelona.

Messi dan Suarez Antar Barcelona Gilas Betis Barcelona Lionel Messi dan Luis Suarez masing-masing mencetak dua gol yang mengantar Barcelona meraih kemenangan 50 atas Real Betis pada pertandingan Liga Spanyol (La Liga) pekan ke-20 di Stadion Benito Villamarin, Senin dini hari waktu Indonesia. Selain empat gol yang ditorehkan Lionel Messi dan Luis Suarez, gelandang asal Kroasia, Ivan Rakitic, juga turut memberikan satu gol dari total lima gol yang tercipta di babak kedua. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga dengan perolehan 54 poin, unggul 11 angka dari Atletico Madrid yang menduduki urutan dua. Sedangkan Real Betis turun ke peringkat 11 setelah mengumpulkan 27 poin dari 20 laga. Setelah imbang 0-0 pada babak pertama, Ivan Rakitic memecah kebuntuntuan Barcelona pada menit 59 berkat golnya seusai menerima umpan Suarez kemudian memenangi duel ketika berhadapan langsung dengan kiper Betis. Lionel Messi menggandakan kedudukan menjadi 2-0 berkat umpan panjang Sergio Busquet dari skema serangan balik yang dibangun Vermaelen pada menit 64. Luis Suarez mencatatkan namanya di papan skor saat mencetak gol dari umpan tendangan melambung yang dilontarkan Rakitic di menit 69. Barcelona pun terus memanfaatkan penguasaan bola di lini tengah untuk membuka celah di pertahanan Real Betis. Lionel Messi pun mencetak gol keduanya dalam laga ini untuk membawa Barcelona unggul 4-0. Gol itu tercipta berkat aksi individu Messi yang melewati pemain bertahan Betis kemudian menceploskan bola ke gawang Betis. Messi juga yang menjadi kreator atas gol penutup Barcelona yang dicetak Luis Suarez pada menit 89 melalui serangan balik. Skor 5-0 bertahan hingga laga usai, demikian laman La Liga. (ant/bali post)

Manchester Manajer Manchester City Pep Guardiola terpaksa membuka kembali catatan sejarah untuk meyakinkan timnya bahwa Liga Premier belumlah usai hanya karena Manchester City berada di puncak klasemen dengan berselish 12 poin dari penguntit terdekatnya. Dua hari lalu City makin menjauhkan diri dari kejaran Manchester United setelah menang 3-1 melawan Newcastle United. Ironisnya justru pengalaman Newcastle yang mendorong Guardiola meminta timnya waspada. 21 tahun lalu pada 1996, Newcastle unggul bersih 12 poin sampai Januari tahun itu. Tetapi dalam beberapa pekan mereka disalip United yang akhirnya menjadi juara liga dengan selisih empat poin dari Newcastle sampai kemudian disebut keambrukkan paling dramatis dalam sepak bola Inggris. City tidak pernah kehilangan poin pada 24 pertandingan musim ini. Namun mereka menelan kekalahan pertama di tangan Liverpool pekan lalu. Guardiola menyebut kekalahan itu membuktikan timnya tidak mendapat jaminan juara. “Saya baca Newcastle kehilangan 12 poin beberapa tahun lalu dan United menjuarai liga. Dua bulan lalu, saya mendengar Liga Premier sudah selesai,” kata Pep dalam jumpa pers seperti dikutip laman ESPN. “Saya sekarang bisa membayangkan jika kami kehilangan poin dan sembilan atau sepuluh poin di atas United, orang mulai bilang, ‘Oke itu benar tapi memang benar sekalipun itu 12 poin.” “Adalah penting mempertimbangkan personalitas, tim dan berusaha terus bekerja dengan atau tanpa kesalahan, tetapi inilah kekuatan sepak bola, yakni hasrat untuk mencoba. Tak pernah, saya tal melihatnya musim ini dan itulah alasan mengapa saya bangga sekali menjadi manajer mereka,” tutup (Suara NTB/ist) Guardiola. (ant/bali post)

Pep Guardiola

IPSI NTB itu, namun belum ada kepastian dari kedua calon tersebut. Pasalnya sejauh ini belum ada pernyataan resmi kedua figur itu untuk mencalonkan diri menjadi ketua IPSI NTB periode 20182022. Meski demikian Baharud-

din menegaskan bahwa siapa pun bisa mencalonkan diri, asalkan diusulkan oleh pengcab IPSI kabupaten/kota masingmasing. Dan semakin banyaknya calon figur akan semakin mudah IPSI NTB memilih ketua cabor. (fan)

Alexis Sanchez Pakai Nomor Punggung 7 Manchester Alexis Sanchez terlihat dalam foto mengenakan kostum Manchester United nomor ikonik 7 yang kerap dipakai legenda-legenda Setan Merah, mulai dari George Best dan Eric Cantona, sampai David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Pemain Chile itu sudah berada di Manchester kemarin Minggu untuk menuntaskan transfernya yang membuat Henrikh Mkhitaryan bertukar tepat ke klub asuhan Arsene Wenger, Arsenal. Sanchez kini tinggal menyelesaikan tes kesehatan dan sudah menandatangani kontrak empat setengah tahunnya di MU yang akan membuatnya menjadi pemain berbayaran paling mahal di Liga Primier. Pengumuman resmi bergabungnya Sanchez dengan MU akan disampaikan dalam waktu 48 jam ke depan, namun Minggu 21 Januari kemarin muncul bocoran foto di mana dia mengenakan kostum nomor 7 di Old Trafford. Pemain berusia 29 tahun itu terlihat memegang ponsel dalam pose selfie, yang menunjukkan dia sedang mengabadikan bukti kepindahannya untuk saluran media resmi United. Sanchez dijadwalkan berlatih dengan rekan-rekan satu

timnya yang baru Selasa pekan ini dan bisa melakukan debutnya bersama MU saat pertandingan babak empat Piala FA melawan Yeovil, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB pekan ini. Penampilan perdananya dalam pertandingan liga bersama United akan terjadi saat menghadapi Tottenham di Wembley 31 Januari nanti. Sementara itu Mkhitaryan sudah berada di London selama akhir pekan kemarin untuk finalisasi kepindahannya ke Arsenal. Pemain asal Armenia itu sudah mengucapkan salam perpisahan kepada rekan-rekan satu timnya di United dan akan menjadi pemain berbayaran paling mahal di Arsenal. Baik Sanchez maupun Mkhitaryan diwajibkan memperbarui izin kerjanya di Inggris, dan inilah alasan mengapa kesepakatan transfer mereka tidak cepat-cepat tuntas. Arsenal juga sedang bernegosiasi dengan Borussia Dortmund untuk mendatangkan Pierre Emerick Aubameyang. Kemarin kepala eksekutif klub Ivan Gazidis sudah terbang ke Jerman untuk pembicaraan transfer lebih dalam lagi, demikian laman harian Inggris, Metro. (ant/bali post)

NOMOR 7 Alexis Sanchez tertangkap kamera tengah mengenakan kostum ikonik nomor 7 di Old Trafford. (ant/bali post)


SUARA NTB

Selasa, 23 Januari 2018

Halaman 12

Pilkada Serentak 2018

Penerbitan Izin Usaha di Jalur BIL Sebaiknya Dihentikan

Polisi Minta Bantuan TNI

Giri Menang (Suara NTB) – Pemberian izin usaha di jalur Bandara Internasional Lombok (BIL) II menjadi sorotan kalangan Dewan dan publik. Pasalnya pembangunan perumahan, retail modern dan toko masyarakat dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan tata ruang yang ketat. Dewan pun meminta pemda menghentikan penerbitan izin di lokasi-lokasi yang rawan melanggar RT-RW, seperti di jalur BIL I dan II. Pasalnya jika terus jor-joran diberikan izin dikhawatirkan bakal berdampak fatal. Wakil ketua DPRD Lombok Barat, H. Sulhan Mukhlis, Senin (22/1) menyatakan, jika pembangunan perumahan masuk wilayah Labuapi yang telah dicanangkan menjadi wilayah perumahan bisa saja masuk di sana, sebab di willayah setempat untuk lahan pertanian masih tercukupi luas lahannya. Artinya masih ada areal yang aman untuk pertanian sehingga kemungkinan selisih itulah yang bisa dipakai untuk perumahan. Berbeda jika masuk wilayah Gerung belum diatur di mana wilayah pertanian, sementara kawasan ini termasuk kawasan perkantoran. Saat ini, jelasnya tengah dibahas Raperda lahan pertanian berkelanjutan (LPB) yang sejauh ini belum ada di Lobar, namun pembahasannya tahun 2017 molor karena permasalahannya ketidaksiapan di tingkat eksekutif. Pembahasan pun dilanjutkan di masa sidang pertama tahun ini. ‘’S ebaiknya pemda menghentikan dulu semua izin (aktivitas) yang berakibat pada pelanggaran tata ruang (RTRW), itu yang kita minta distop dulu lah sampai menunggu regulasi. Supaya jangan sampai nanti melanggar Perda atau regulasi,” tegasnya. DPRD sudah mewacanakan mempercepat Raperda RDTR supaya tidak terjadi hal semacam ini, namun justru tidak ditanggapi eksekutif. Supaya ada garis jelas pembangunan pemanfataan tata ruangnya. Namun ia mempertanyakan mendekati musim pilkada semua izin dipercepat. Sementara itu, Kabid Sarana Prasarana Bappeda Lobar, Arif Nuradi terkait pembangunan di jalur BIL dilematis antara mempertahankan ketahanan pangan dengan penyediaan perumahan untuk masyarakat bawah. “Antara pertumbuhan ekonomi sama ketahanan pangan,” jelasnya. Terkait aturan main seperti tata ruang yang masih menjadi polemik, sebab menurut pengembang tata ruang di kawasan itu belum diatur sehingga boleh dibangun, sementara dari sisi pemda sendiri sudah ada tata ruang. Aturan yang mengatur sudah ada, mana yang berdasarkan aturan. Lalu naik ke peraturan UU nomor 1 tahun 2011 tentang pedoman pemukiman pasal 4 huruf a pedomannya jelas bahwa pembangunan perumahan harus mengikuti rencana tata ruang wilayah (RTRW). “Arahan umum (RTRW) sudah ada, detail dalam RDTR nanti mengacu pada arahan umum RTRW,” imbuhnya. Plt Kepala DPMPTSP, H. Dulahir menyatakan terkait pembangunan di jalur BIL, izin yang dikeluarkan setelah lengkap ada rekomendasi dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas PU dan instansi terkait. Setelah keluar semua rekomendasi ini barulah keluar rekomendasi BKPRD. “Kalau belum dapatkan itu, maka belum bisa dikeluarkan izin,”tegasnya. Terkait lemah di instansi terkait, menurutnya sifat izin yang dikeluarkan administrasi setelah memenuhi syarat dari instansi terkait. Ditanya terkait pembangunan perumahan di BIL II menurutnya, baru satu yang diterbitkan IMB sedangkan perumahan yang dibangun PT VLI berlokasi di daerah Labuapi belum diterbitkan izinnya. “Kalau itu belum kami terbitkan izinnya, selama saya di sini belum ada kami terbitkan,” tukasnya. (her)

Mataram (Suara NTB) – Pilkada Serentak 2018 di NTB meliputi pemilihan gubernur/wakil gubernur NTB, bupati/ wakil bupati Lombok Timur dan Lombok Barat, serta Walikota/Wakil Walikota Bima. Polisi membutuhkan bantuan pengamanan dari TNI. Permintaan bantuan pengamanan Polda NTB dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Korem 162/WB, Senin (22/1) di ruang rapat utama Mapolda NTB. Nota kesepahaman itu ditandatangani Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli dan Danrem 162/WB, Kolonel Inf H. Farid Makruf, disaksikan Kapolres jajaran se-NTB dan Dandim jajaran se-NTB. Nota kesepahaman itu sebagai dasar pelibatan TNI dalam pengamanan Pilkada serentak 2018 di NTB. Pelibatan TNI itu dengan harapan pelaksanaan pilkada serentak berjalan aman, adil, tertib, jujur dan demokratis. Kapolda mengatakan, nota kesepahaman sejumlah poinnya mengatur pergerakan pasukan pengamanan di setiap tahapan Pilkada, hak dan kewajiban pasukan pengamanan, serta pertanggung jawaban administrasi dan keuangan. “Undang-undang mengamanatkan bahwa anggota pengamanan pilkada itu didukung oleh APBD sehingga kita mempertanggungjawabkan kepada pemerintah daerah,” tegasnya. Firli berharap, kerja sama kekuatan bantuan dari TNI diharapkan dapat mengantisipasi gangguan keamananan dan ketertiban menjelang maupun pada saat pelaksanaan dan

HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR2775BJ NOKA/NOSIN: MH1HB71138K723106/HB711715241 NO.BPKB :F4754613.O AN. RUSNI HLG DSKTR PEJERUK AMPENAN HILAGN STNK R2 HONDA DR4122BC NOKA/NOSIN: MH1HB32106K055995/ HB32E-1046379 NO. BPKB:E -3121910.O AN. IR.MASRUN HLG DSKTR AMPENAN

RUPA-RUPA

pascapilkada serentak 2018. “Haknya TNI sama dengan haknya Polri. Misalnya kalau satu orang anggota Polri yang melakukan pengamanan pelaksanaan Pilkada tiap hari mendapatkan Rp 109 ribu, maka anggota TNI juga sama haknya mendapatkan Rp 109 ribu,” jelasnya. Sementara itu, Danrem 162/WB, Kolonel InfH Farid Makrufmenegaskan pihaknya sudah siap melaksanakan pengamanan membantu Polri dalam pelaksanaan tugas pengamanan. “Kami sudah siap mem-back up Polri sesuai tahapan pelaksanaan Pemilu Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB,” jelas Farid. Upaya yang sudah dilakukan pihaknya antara lain, memerintahkan para Babinsa, Danramil, Dandim dan para staf melakukan pendataan di daerah-daerah. “Mana yang rawan, mana yang perlu diwaspadai, mana yang akan landai-landai saja. Itu penting untuk perkuatan pasukan,” ujarnya. “Pemetaan wilayah tidak

(Suara NTB/ist)

NOTA KESEPAHAMAN - Kapolda NTB, Firli dan Danrem H. Farid Makruf, menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelibatan TNI dalam pengamanan Pilkada Serentak 2018, Senin (22/1) disaksikan Danlanal Mataram, Djentaju Suprihandoko dan Wakapolda NTB, Tajuddin . ada sangkut paut pemenangan calon tetapi tentang kemu-

ngkinan konflik antarpendukung serta penyelenggara

pemilu yang tidak adil,” tandas Farid. (why)

SALON

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SALON

LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

La Durbin Salon by Lilium :promo gntng Rambut+msker rmbt only 50rb, Facial Free body scrub only 125rb,Promo Eyelash 200rb,Prwtan BB Glow 1 gratis 1. Jl Bung Karno dpn perumahan BPD Pesongoran,Pgutan, hp : 082236507224(Wa Only)

AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836

RUPA-RUPA DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

LOWONGAN

KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

DIBUTUHKAN MARKETING HOTEL & RESTO ,HRD,WAIER,ADMIN GUDANG MIN.2TH BEKERJA CV. EMAIL KE reservasi@centralsenggigi.com HUB. 081907401442/0817588298

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

L O R E S P A : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

LOWONGAN

LOWONGAN

SALON

DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

AMYRALD SALON membutuhkankaryawanyangprofessional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget.gaji1-2jt/bln.Hp085239056182/ jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHITNO. 31B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTURUMAHTANGGA(PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Selasa, 23 Januari 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB

Selasa, 23 Januari 2018

Halaman 14

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Giri Menang (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Pembangunan berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan UU Desa dan kan desa yang mandiri dan aya itu, berbagai cara dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 upaya kita lakukan bersama1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 RPJMN 2015-1019 diartikan sebagai pembangunan yang menjaga keberlan- sejahtera. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Menurut Kepala Dinas sama. Segala ide dan pikiran 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 jutan kehidupan sosial, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan menjaga PMD Lombok Barat, Ir Lalu cerdas tumbuh secara sig1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 kualitas lingkungan hidup masyarakat. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 di kalangan Edy Sadikin mengatakan nifikan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 bahwa “Pengentas-an ke- masyarakat desa, anak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Bidang-bidang dalam pengetahuan dan praktek- sanaan pembangunan desa, miskinan, kesejahteraan muda, kelompok perempuan, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Inovasi Desa ini diaktual- praktek cerdas para pelaku terutama penggunaan Dana dan kemandirian desa meru- kelompok adat, kelompok 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 isaskan dalam kegiatan inovasi. Dengan dilaksana- Desa berlangsug lebih optimal pa-kan goals yang ingin kita agama, budaya dan kelom1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 kreatif Bursa Inovasi Desa, se- kannya Bursa Inovasi di Lom- dan tepat sasaran hingga tuju dalam melakukan pem- pok-kelompok 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 bangun-an desa. Dalam up- lainya,” ujarnya. (*) akhirnya mampu mewujudbok Barat, diharapkan pelakbagai ajang pertukaran 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 BERANGKAT dari keluahan Warga Desa Saribaye, KecamatanLingsar, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 DALAM berkehidupan dalam KARANG Taruna Desa Batu Putih 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 soal sampah, menjadi cikal bakal berdirinya Bank Sampah My Darling (BSMD) Kecamatan Sekotong, berhasil mengangkat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 masyarakat, selain tumbuhnya rasa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 di tempat tersebut. Lewat BSMD ini telah berhasil mengubah sampah dari hasil olahan kerajinan kerang kepasar in1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 kebersamaan,konflikkepentingan,per1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 barang yang tidab berharga menjadi barang yang sangat berharga. BSMD berha- ternasional. Lewat kreatifitas dan inovasi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 bedaankondisisosial,ekonomidanpen1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 sil menyulap sampah menjadi uang, menjadi sumber pendapatan baru yang dilakukan oleh kelompok pemuda ini, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 didikan, bila tidak dikelola dengan baik, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 masyarakat setempat. Sampahpun kini sangat sukar untuk ditemui berserakan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 akan menumbuhkan konflik yang lebtelah menghasilkan berbagai macam ben1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 di lingkungan Desa Saribaye.Sampah yang dulu menjadi sumber masalah kese- tuk kerajinan kerang, sehingga menjadi ha1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 ih besar. Menyadari kondisi ini, beber1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 hatan, kini telah disulap menjadi investasi untuk pendidikan dan kesehatan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 apa orang warga Desa Sandik Batu sil kerajinan bernilai seni dan ekonomi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Lewat BSMD masyarakat juga diajak untuk gemar menabung, setiap tinggi.Kini kerang hasil karya tangan-tan1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Layar berinisiatif untuk membentuk 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 sampah yang disetorkan oleh masyarakat dikembalikan dalam bentu uang gan pemuda Desa Batu Putih, sering kali 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 sebuah kelompok yang mampu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 yang bisa dicairkan kapan saja oleh masyarakat saat dibutuhkan. Setiap kebanjiran order mulia dari dalam daerah, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 merangkulsemuagolongan,denganse1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 sampah yang ditabung, menjadi tabungan kesehatan, pendidikan, tabun- luar kota hingga Jakarta, dan bahkan sam1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 mangat di kelompok tersebut dapat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 gan sembako dan tabungan lebaran. (*) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 saling berbagi ilmu, pengalaman dan Anggota CC Saling Anton tengah pai keluar negeri. Karang Taruna Batu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 saling bantu membantu. Pada tahun belajar menjahit Putih kini mulai memasarkan produk ini Hasil kerajinan kulit kerang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 mengunkana bantuan tehnologi internet yang sudah merambah pasar 2010 warga bersepakat membentuk kelompok yang diberi dengan nama Commu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 nity Center Saling Anton (CC Saling Anton) yang artinya saling membantu. untuk menjual produk ini secara online. (*) dunia 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 CC Saling Anton ini lebih fokus kepemberdayaan perempuan yang masih kurang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 berdaya secara sosial dan ekonomi. Sehingga mereka kemudian rentan menjadi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 korban dalam kekerasan rumah tangga yang dipicu oleh persoalan ekonomi. Com1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 munity Center Saling Antonsebagai pusat pengaduan, pusat belajar warga, dan berb1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 agi informasi dan pengalaman baik soal rumah tangga, ekonomi dan sosial. (*) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 KEBUTUHAN untuk pola hidup yang sehat, sumber makanan yang sehat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 menggerakkan kelompok masyarakat “Beroro Hidroponik” desa Jembatan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Kembar Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat dan dibawah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 bimbingan program islamic relief membuat Green House (GH) menjadi wadah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 untuk penyemaian dan pengembangan berbagai jenis sayuran yang sehat. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Kini Sayuran-sayuran yang dibudidayakan telah mulai dipanen seminggu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 KELOMPOK Swa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 sekali dan sementara ini dipasarkan di Lombok Epicentrum Mall dan setiap hari daya Masyarakat Bina In1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 PEMBUATAN gula aren di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada telah minggu di acara Car Free Day Udayana Mataram. Beberapa jenis sayuran pun san Saribaye Melalui 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Ilmu dan Amal Sholah” dilakukan secara turun temurun sebagai industri rumah tangga. Bahan sudah merambah ke perhotelan yang ada di wilayah Lombok Barat. (*) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 (KSM – BISMILLAH) baku pembuatan gula aren yakni nira didapatkan dari pohon aren hasil 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 adalah sebuah wadah kebun para petani. Proses pembuatan gula aren masih dilakukan secara 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 tempat berkumpulnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 konvensional atau dengan alat-alat sederhana yang relatif mudah didapat1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 warga masyarakat Desa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 kan seperti sutil dan jambangan . 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Saribaye yang memiliki Namun belakangan, Pengolahan gula aren telah mengalami perkembangan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Kesadaran Pendidikan baik secara teknik pembuatan mau1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 dan bertekad untuk men- Pengurus KSM-BISMILLAH melakukan pun alat yang digunakan, setelah dite1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 gantar putra putrinya sosialisasi ke masyarakat. mukannya inovasi pembuatan gula 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 sampaidiPerguruanTing1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 aren menjadi gula semut. Gula se1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 gi untuk menempuh pendidikan S1, S2 dan S3. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 mut adalah gula yang dibuat dari nira 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 KSM – BISMILLAH mencanangkan sebuah misi yaitu mengajak seluruh pohon aren, dimana bentuknya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 warga masyarakat Desa Saribaye untuk “BERGOTONG ROYONG MENGANmenyerupai rumah semut, berwar1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 TAR ANAK KE PERGURUAN TINGGI”. Sudah mampu pengumpulan dana na merah dan terdiri dari butiran 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 pendidikan yang akan diberikan dalam bentuk Beasiswa Perguruan Tinggi kepakecil seperti pasir. (*) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 da putra putri anggota yang terdaftar sebagai pemegang polis. Dari tahun 2015 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Hasil olahan gula semut Desa Anggota kelompok Beroro Hidroponika, tengah memanen sayuran hasil sampai 2017 KSM – BISMILLAH telah memiliki klien sebanyak 29 orang dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 Pakuan telah memberangkat 3 orang putra putri anggota ke Perguruan Tinggi. (*) budidaya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345

Inovasi Desa di Lombok Barat, Upaya Optimalisasi Dana Desa

”Community Center Saling Anton”, Menjadi Tabungan Pendidikan Kerang Desa Batu Putih Memartabatkan Perempuan dan Kesehatan Sekotong, Rambah Pasar Dunia

Sayuran Sehat Non Pestisida Ala Hidroponik

Si Manis, Gula Semut dari Pakuan

KSM – BISMILLAH : Gotong Royong MengantarAnak ke Perguruan Tinggi

Jadi Pedoman Utama Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah

Lobar Daerah Pertama Sosialisasikan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 Giri Menang (suara NTB) – Pemkab Lombok Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 86 tahun 2017 tentang tata cata perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi Raperda tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD. Lobar menjadi kabupaten/kota pertama yang mengadakan sosialisasi setelah pemprov NTB. Permendagri nomor 86 tahun 2017 pengganti Permendagri nomor 54 tahun 2010 ini sebagai pedoman utama Pemda dalam melaksanakan seluruh rangkaian tahapan usulan perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah. Hadir pada sosialisasi yang diadakan di Jayakarta Senggigi ini, Sekda HM Ir. Taufiq M,Sc mewakili Bupati H Fauzan Khalid, kepala Bappeda Dr. H Baehaqi, segenap kepala SKPD, jajaran DPRD, perwakilan Bappeda Provinsi. Hadir pula perwakilan direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri Sondang Lumban Gaol dengan peserta 120 orang dari unsur SKPD dan para camat. Kepala Bappeda Dr H Baehaqi menyatakan latar belakang kegiatan sosialisasi ini adalah mengingat perencanaan pembangunan daerah merupakan perencanaan integral dengan perencanaan pemprovdan pusat serta pemdes. Karena itu, seluruh kebijakan pemerintah pusat yang dituangkan dalam peraturan PerUU terkait penyusunan perencanaan, pengendalian dan evaluasi perencaan pembangunan daer-

ah, tata cara perubahan dokumen perencanaan mengacu pada peraturan Per-UU yang berlaku. Dengan ditetapkannya permendagri nomor 86 tahun 2017 pada bulan September 2017 atau baru empat bulan lalu, menurutnya keberadaan aturan belum diketaui dan dipahami oleh sebagian besar darijajaran SKPD. “Sehingga perlu diberikan sosialisasi agar seluruh pemangku kebijakan memahami peraturan Per-UU sebagai pedoman dalam melakukan perencanaan pengendalian, evaluasi khususnya permendagri nomor 86 tahun 2017,”jelas Baehaqi. Permendagri ini sendiri jelasnya, menjadi pedoman bagi SPD dalam melaksanakan seluruh tahapan perencanaan, pengendailian dan evaluasi menggantikan permendagri yang sudah tidak berlaku. Tujuan sosialisasi ini jelas Baehaqi lebih jauh, para peserta dan jajaran SKPD mengetahui adanya peraturan Per-UU yang baru terkait pelaksanaan penyusunan perencanaan, permendagri ini juga dijadikan pedoman oleh pemda Lobar dalam melaksanaan perencanaan, pengendalian dan evaluasi. Hasil dari sosialisasi ini jelasnya adanya pemahaman yang sama antara seluruh pemangku kebijakan, pengambilankebijakan dalam penyusunan perencanaan sehingga lebih cepat mencapai kesapakatan. Disamping itu, ada komitmen dari SKPD untuk mempedomani permendagri dalam melaksanakan perencanaan pembangunan daerah. Sementara itu, Sekda HM Taufiq dalam sambutan saat membuka sosialisasi tersebut menegaskan bahwa pada sosialisasi ini seluruh jajaran mendap-

(Suara NTB/her)

(Suara NTB/her)

HM Taufiq

H.Baehaqi

atkan informasi dari sumber pertama yakni perwakilan Kemendagri terkait Permendagri nomor 86 tahun 2017. Setelah PP nomor 54 tahun 2010 berlaku tujuh tahun dirubah dengan permendagri ini, isi permendagri ini jelasnya sedikit berbeda sehingga perlu diketahui oleh jajaran. “Saya beri apresiasi kepada kepala Bappeda yang menginisiasi kegiatan ini diawal tahun, karena perbedaan dalam permendagri nomor 54 dengan permendagri nomor 86 ini nanti langsung bisa ditanyakan ke kemendagri,”jelas Sekda. Kemendagri jelasnya telah mengeluarkan SE tertanggal 8 Januari 2018, bahwa tidak sembarang masalah bisa dibawa ke kemendagri, sebab jangan sampai ada konsultasi kemendagri menanyakan persoalan ini lagi. Persoalan yang bisa diselesaikan di provinsi maka diselesaikan di provinsi, kecuali yang sulit diselesaikan baru boleh Kemendagri. Hal-hal yang nanti berubah dalam permendagri jelas Sekda, seperti

pelaksanaan forum SKPD biasanya dilaksanakan di Bappeda namun nanti forum SKPD dilaksanakan di masing-masng OPD. Kedua, perbedaan permendagri ini RKPD selama ini dibuat tanpa persetujuan gubernur namun sekarang harus persetujuan Gubernur seperti APBD. “Nanti RPKD ini harus dengan persetujuan Gubernur dengan kata lain pasti ada pembahasan tim kabupaten dengan provinsi untuk menyesuaikan program yang ada di kabupaten dengan provinsi dan pusat,”jelasnya. Selain itu perbedaannya lanjut Taufiq, ada semacam forum konsultasi publik yang sebelumnya tidak ada pada Permendagri nomor 54. Forum konsultasi publik ini jelasnya akan dilaksanakan tanggal 23 Januari. ia mengharapkan dengan perubahan Permendagri ini, RPJP, RJMD dan RKPD yang dibuat harus berkualitas. Sebagai laporan dari kondisi saat ini RPJMD dari sekian indikator yang ditetapkan belum tercapai 15 per-

(Suara NTB/her)

Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid sen atau dua indikator yakni ratarata lama sekolah dan angka kemiskinan. sehingga nanti dengan adanya aturan baru ini, RPJMD yang dibuat nantinya yang berkualitas. Pemda jelasnya sudah mengevaluasi RPJMD 2015-2019, selanjutnya pemda akan menyusun RPJMD 2019-2024. Ia mengharapkan agar RPJMD ditetapkan setelah bupati dilantik,”tapi kalau bisa pak kepala bappeda tidak usah menunggu itu, lebih cepat lebih baik. Misalnya 2019 kita sudah susun RPJMD 20192024,”tukasnya. Sekda mene-

kankan, RPJMD yang disusun harus bisa diraih sebab jangan sampai bermimpi disiang bolong termasuk target Pendapatan 2024. Saat ini pendapatan Rp 1,7 triliun, mungkinkah kata sekda pendapatan bisa dicapai Rp 3,5 triliun pada tahun 2024 yang dibreak down pada tahun 2019,2020,2021 dan 2022 hingga 2023-2024. Ia menambahkan indikator yang terlalu melambung akan merepotkan jajaran SKPD sendiri karena itu perlu menggunakan pertimbangan profesional untuk menentukan indokator yang menjadi standar peniaian bupati nantinya. Ia juga

(Suara NTB/her)

Sekda didampingi Kepala Bappeda bersama perwakilan Kemendagri saat sosialisasi Permendagri nomor 86 di Senggigi kemarin.

(Suara NTB/her)

(Suara NTB/her)

Sekda dan Kepala Bappeda serta jajaran kepala SKPD antusias mendengar pemaparan perwakilan Kemendagri

Sosialisasi Permendagri nomor 86 dihadiri para Kepala SKPD dan jajaran

menekankan keterlibatan seluruh stakeholder dalam penyusunan RPJMD. “Tingkat keprofesionalitas kita, ditentukan pada saat penyusunan ini, karena itu kepala dinas tidak bisa serahkan ke kabid atau Kabid serahkan ke perencanaan, semua adaah tanggung jawab kita,”tegasnya. Kemendagri Sondang Lumban Gaol menambahkan indikator dalam aturan tidak jauh beda dengan aturan sebelumnya, ruang lingkup Permendagri nomor 86 ini tata cara perencanaan, evaluasi, kemudian tata cara perubahan dalam RPJP, RPKD dan RKPD. Selanjutnya dalam pasal 4 prinsip penyusunandokumenperencanaan daerah, adalah satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, dilakukan pemda bersama pemngku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing, lalu mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah berdasarkan kondisi dan potensi daerah. “Perencanaan pembangunan itu ada dua yakni rencana pembangunan daerah terkait RPJP, RPJMD dan RKPD kemudian rencana perangkat daerah yakni renstra dan Renja, renja ini ditetapkan setelah RKPD ditetapkan,”jelasnya. Selanjutnya dilakukan diskusim tanya jawab antara peserta dengan nara sumber. (her/*)


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 23 Januari 2018

Sejumlah Proyek Strategis Belum Diakomodir Pemerintah Pusat Dari Hal. 1 Yakni, proyek-proyek di NTB yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. ‘’Salah satu bahan rapat saya nanti mereview atau melakukan evaluasi terkait dengan ratas itu,’’ ujarnya. Seperti diketahui, dalam bidang ke-PU-an, sebanyak sembilan proyek dari 12 proyek strategis yang diusulkan Gubernur NTB ke Presiden. Yakni pembangunan bypass dari BIL ke Kuta Mandalika sepanjang 25 kilometer untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan ke Mandalika. Proyek ini diperkirakan membutuhkan dana Rp 1,7 triliun. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kawasan Mandalika membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar. Pelebaran jalan lingkar utara mulai dari Pemenang-Sembalun sepanjang 80 kilometer, yang membutuhkan dana sekitar Rp 700 miliar. Dengan pelebaran jalan ini, semakin mempermudah akses dari Mandalika ke Geopark Rinjani. Pembangunan jalan lingkar selatan Pulau Lombok, mulai dari Lembar-Sekotong-Mandalika hingga Pantai Pink sepanjang 177 kilometer. Dengan kebutuhan dana sekitar Rp 3,4 triliun. Ini untuk memudahkan akses ke Mandalika melalui Pelabuhan Gili Mas. Kemudian pembangunan jalan bypass dari Pelabuhan Lembar-Mataram-Labuhan Lombok sepanjang 103,5 kilometer. Pembangunan ini dijanjikan Presiden pada Hari Pers Nasional 2016, dengan usulan biaya sekitar Rp 4,7 triliun. Selanjutnya, pembangunan jalan kawasan Samota atau jalan lingkar utara Pulau Sumbawa sepanjang 188,45 kilometer dengan nilai sekitar Rp 2 triliun. Pembangunan Bendungan Bringin Sila di

Sumbawa, yang membutuhkan dana sekitar Rp 1,4 triliun. Serta pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, yang akan membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun. Dari sembilan proyek strategis bidang ke-PU-an tersebut, ada beberapa yang belum diakomodir penganggarannya oleh pemerintah pusat pada 2018. Yakni pembangunan by pass LIA – Kuta, pembangunan jalan lingkar selatan Pulau Lombok, pembangunan jalan by pass Lembar – Labuhan Lombok (Kayangan) dan Bendungan Meninting. Selain sembilan proyek bidang ke-PU-an, Pemprov juga mengusulkan beberapa proyek strategis seperti perpanjangan landasan pacu BIL dari 2.750 menjadi 3.000 meter, agar bisa menampung pesawat besar dan mendukung embarkasi haji. Membutuhkan dana sekitar Rp 250 miliar, dan sudah disanggupi Menhub dan Menteri BUMN. Kemudian akan dianggarkan melalui Angkasa Pura di 2018. Perpanjangan landasan pacu Bandara Sultan Salahudin Bima, yang akan mulai dibangun 2018 mendatang. Perkiraan dana yang dibutuhkan Rp 200 miliar. Pembangunan Pelabuhan Kilo di Kabupaten Dompu dengan nilai sekitar Rp 400 miliar. Untuk menunjang ekspor jagung dari Dompu ke luar daerah bahkan hingga ke luar negeri seperti Filipina dan Vietnam. Dan pembangunan dua dermaga penyebrangan ferry, yaitu di Pelabuhan Ai’ Bari (Sumbawa) dan Pelabuhan Calabai (Dompu) untuk mendukung konektivitas di Pulau Sumbawa. (nas)

Dilaporkan ke Presiden Dari Hal. 1 ‘’Intinya kalau ada illegal logging, tidak akan ada yang bisa lolos dari tangan saya,’’ tegasnya. Perlawanan oknum pengusaha dan mafia kayu diakuinya tidak lepas dari peran oknum, khususnya di instansi pemerintah. Berdasarkan pengalamannya, ketika menangkap pelaku illegal logging berikut barang bukti truk dan kayu, biasanya akan dititip di Dinas Kehutanan. ‘’Tapi belakangan barang bukti hilang. Saya heran, sebuah truk dan muatannya hilang. Akhirnya kita ambil kebijakan, barang bukti dititipkan di Kodim,’’ katanya. Pemindahan barang bukti ini disebutnya sebagai pemicu keresahan mafia kayu dan oknum aparat, sehingga sampai bersurat ke presiden. ‘’Tapi bagi saya, melapor ke malaikat pun silakan, yang penting saya tidak ada kepentingan. Murni penegakan hukum,” tandasnya. Karena untuk keamanan, barang bukti kayu saat ini masih penuh di sejumlah Kodim. Di Kodim Sumbawa ada 34 truk penuh muatan kayu, di Kodim Bima ada lima kontainer sonokeling, digagalkan pengirimannya ke Surabaya. Kemudian di Dompu ada 14 truk kayu tahan dan di Kodim Lobar ada dua truk disita. Semua truk kayu dan sopir yang membawa diproses, menelusuri sampai ke oknum pengusaha dan mafianya. Barang bukti disimpan menunggu proses. Namun proses hukum itu dikeluhkannya, karena berlangsung lama. Padahal menurut dia, penegakan hukum untuk kasus kayu

itu simpel. ‘’Bagi saya simple. Kalau barang ini legal, tentu tidak kita tahan. Tapi setelah ditahan, dua atau tiga bulan kemudian, muncul dokumennya, barang bukti dilepas. Ini logikanya ndak nyambung,’’ protesnya. Ia mengilustrasikan dengan berkendara. Ketika pengendara ditilang karena tidak bawa SIM atau STNK, tidak ada alasan surat surat itu tertinggal sehingga harus dilengkapi kemudian. Berbeda dengan penanganan illegal logging, dilihatnya penegak hukum yang lain justru bisa melepas barang bukti dan pelaku setelah berbulan bulan baru dilengkapi dokumennya. ‘’Ini saya menduga oknum bermain,’’ tandasnya. Sejak awal dia mengaku sudah mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), agar tidak main-main, apalagi terlibat dalam pusaran permainan mafia kayu. Peringatannya itu diindahkan, sehingga 18 pegawai dimutasi. Sementara komitmen pihaknya sebagai anggota TNI, sejak awal sudah menegaskan keinginan memberantas illegal logging hingga mafianya. Ia mengilustrasikan lagi, seperti menyapu, tidak akan pernah menyapu dengan alat yang kotor. “Kami bersihkan dari dalam dulu. Kalau ada oknum TNI bermain, laporkan ke saya. Tapi sangat saya sayangkan kalau ada oknum dari instansi lain bermain,” tandasnya. (ars)

Warga Mengaku Kantongi Sertifikat Dari Hal. 1 Hal itu diakui Rosihan Anwar, pengelola sebuah percetakan di kompleks pertokoan di atas lahan Pemda itu. Rosihan yang saat ini sebagai kepala cabang percetakan itu mengaku, bukan tanpa dasar mengantongi SHM. ‘’Kami bukan yang bertama pegang sertifikat, tapi sudah beli dari pemegang SHM sebelumnya,’’ kata Rosihan kepada Suara NTB, Senin (22/1). Berdasarkan dokumen yang dipegangnya, sertifikat pertama atas nama Asni Risad, mengantongi sertifikat pada tahun 1987. Kemudian lahan dijual kepada H. Abdullah Hizam tahun 2005. Tidak sampai di sana, sertifikat kemudian beralih ke tangan Suri Rahmadi tahun 2007. ‘’Baru kemudian bos saya, Suprapto membeli dari Suri Rahmadi tahun 2011. Dan sekarang sertifikat atasnama bos saya,” kata Rosihan meyakinkan. Berdasarkan dokumen sertifikat itu, luas SHM mencapai 1,8 m2 .

Dia mengaku, dari petugas bagian aset Pemkot Mataram pernah datang sekitar Desember 2017 lalu untuk klarifikasi soal SHM. ‘’Kita tunjukkan semua bukti bukti yang kita punya. Soal bagaimana sertifikat ini keluar, ya bisa ditanyakan ke pemegang pertama. Kami kan hanya membeli,’’ tandasnya. Terkait terbitnya SHM itu, sejauh ini belum ada klarifikasi dari Kejaksaan. Kalau akhirnya diklarifikasi, pihaknya siap menunjukkan bukti SHM tersebut. Terpisah Kasi Pidsus Kejari Mataram, Andritama Anasiska, SH.,MH mengaku belum menangani dugaan penjualan aset tersebut. Namun jika ada laporan, akan jadi dasar pihaknya menindaklanjuti. ‘’Kalau ada laporan masyarakat yang masuk, kita akan telaah. Kalau memenuhi syarat, ya kita proses (hukum),” ujarnya singkat. (ars)

Halaman 15

Pemprov Evaluasi UPT Kabupaten/Kota

Tak Sesuai Permendagri akan Dimerger Mataram (Suara NTB) Tahun 2018 ini, Pemprov NTB akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas/badan yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Jika tak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 12 Tahun 2017 maka UPT dinas/badan akan dimerger atau digabungkan. “Kita akan memberikan rekomendasi mengenai kelayakan UPT tersebut. Apakah

ada peningkatan status dan penggabungan jika tak sesuai Permendagri,” kata Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM di Mataram, Senin (22/1) siang. Evaluasi UPT kabupaten/ kota ini dilakukan setelah Kemendagri mengevaluasi keberadaan UPT dinas/badan milik Pemprov NTB pada 2017 lalu. Kemendagri mengevaluasi 88 UPT dinas/ badan yang ada di lingkup Pemprov NTB sebelum ditetapkan melalui Peraturan Gu-

bernur (Pergub). Biro Organisasi akan menyurati pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan kajian terhadap UPT yang ada. Setelah Pemda melakukan kajian, akan dilakukan evaluasi oleh provinsi untuk menilai kelayakannya sesuai kriteria yang sudah ditetapkan. ‘’Segera kita akan memberitahu ke kabupaten melakukan kajian teradap UPT mereka. Tim dari Biro Organisasi akan datang secara langsung.

Tujuh kriteria yang harus dipenuhi UPT kabupaten/ kota,” katanya. Mengenai jumlah UPT di kabupaten/kota, mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini menyebutkan sekitar 60 – 70 unit di tiap kabupaten/kota. Evaluasi ini menurutnya cukup penting, mengingat adanya peralihan sejumlah kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi sejka 2017 lalu. “Ini mempengaruhi UPT di kabupaten/ kota,” pungkasnya. (nas)

(Suara NTB/dok)

H. Yusron Hadi

Semarakkan HUT Sumbawa

Digelar Pesta Rakyat Lintas Etnis Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 13 etnis yang ada di Kabupaten Sumbawa antusias menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sumbawa ke-59. Dengan menggelar Pesta Rakyat Lintas Etnis, Senin (22/1), di Taman Mangga. Kegiatan tersebut diselenggarakan Purna KNPI dan DPD KNPI Sumbawa. Dengan belasan etnis yang ada di Sumbawa, yakni Etnis Samawa, Etnis Sasak Lombok, Etnis Mbojo, Etnis Sulawesi, Etnis Jawa, Etnis Bali, Etnis Sunda, Etnis Madura, Etnis Flobamora, Etnis Minang, Etnis Batak, Etnis Arab dan Etnis Tionghoa. Berbagai kuliner dan atraksi khas dari masing-masing etnis ditampilkan pada kegiatan ini. Bahkan setiap etnis memiliki stand tempat menghidangkan kuliner khas daerahnya, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, anggota DPR RI, budayawan na-

sional, sejumlah anggota FKPD, Sekda, para pimpinan OPD dan pimpinan etnis. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyampaikan, pelaksanaan Pesta Rakyat Lintas Etnis ini sesungguhnya sudah diawali pada tahun 2017 lalu. Saat itu seluruh etnis yang ada menginginkan kondisi kebersamaan seperti ini terjadi. Cerminan lintas etnis ini telah berlangsung sejak Minggu sore yang pawai bersama keliling kota. Mereka sangat antusias dengan segala tampilan budaya masing-masing. “Pada ulang tahun Sumbawa tahun 2017 lalu saya didatangi oleh beberapa tokoh etnis Kabupaten Sumbawa ini. Saat itu saya menyampaikan agar perbedaan ini dipelihara. Tidak ingin saya mempersatukan budaya ini menjadi budaya Sumbawa. Tetapi justru dengan perbedaan ini Insya Allah menjadi hal yang amat nikmat ketika perbedaan ini bisa menyatu dalam kebersamaan,” ujarnya.

(Suara NTB/ind)

FOTO BERSAMA - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dan Wakil Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah berfoto bersama sejumlah pejabat bersama 13 Ketua Etnis yang ada di Sumbawa. gat nikmat dilaksanakan Dijelaskannya, peristiwa ini maannya. “Kalau tidak salah dalam dalam kehidupan berbangsa sangat langka, karena satu tahun sekali dilaksanakan. Un- kegiatan ada 13 etnis yang dan bernegara. “Mari kita membaur dan tuk itu diminta supaya suasa- tampil. Hal ini merupakan benna kebersamaan seperti ini tuk dari pemersatu kita bersa- membangun Kabupaten Sumtetap dipelihara. Jika kebersa- ma sebagai masyarakat Sumba- bawa ini secara bersama-sama. maan ini tetap terjaga setiap wa. Dalam masyarakat Sumba- Jika pemahaman ini kita tansaat, maka Kabupaten Sumba- wa ini pun ada tradisi dan etnis amkan di masing-masing Kemudian sanubari, Insya Allah perbewa akan hebat dengan kebersa- Sumbawa. masyarakat Sumbawa dari lin- daan itu menjadi sebuah hal tas etnis ini yang akan memban- yang amat sangat nikmat unKabupaten Sumbawa bersa- tuk kita laksanakan dalam keBupati Fauzan Khalid Serahkan Sertifikat ke Ribuan Poktan gun ma-sama dengan kita pemerin- hidupan berbangsa dan berneKetua KPU NTB dalam samb- sertifikat antara lain, Kelom- tah. Kalau boleh disambut, hajat gara,” pungkas Bupati. Dari Hal. 1 Ketua Panitia I Pesta Rakyat pok Tani Ingin Maju Kecama- saya satu saja, mari kita bersautannya. Dikatakan Ketua Kahmi tan Kuripan, Kelompok Tani ma-sama membangun Kabupat- Lintas Etnis, Ridwan Amor, mehortikultura, kelompok ternak dan kelompok petani perke- Lobar ini, petani menjadi salah Karya Tani Kecamatan Kedi- en Sumbawa. Dengan perbedaan nambahkkan, kegiatan ini sebunan. Penyerahan dilakukan satu penyumbang kemiskinan ri, Kelompok Tani Lembu Sari etnis kita sepakat dalam satu mangat membangun Sumbawa di Bencingah Agung Kantor di Lobar. Hal itu sesuai dengan Narmada, Kelompok Tani Tu- bahasa yaitu bahasa indonesia dalam keberagaman. MelibatBupati Lobar di Giri Menang jumlah penduduk Lobar yang nas Mekar Kecamatan Ling- yang kita pelihara dengan baik,” kan selurh entitas yang ada dan berpesta dengan makanan khas Gerung, Senin (22/1) kemarin. mayoritas petani.’’Untuk mem- sar, Kelompok Tani Sumber terang Bupati. Bupati mengajak semua et- setiap etnis. Skelaigus menikDalam kesempatan itu, inalisir kemiskinan ini petani Sari Kecamatan Lembar. Kemudian Kelompok Tani nis yang ada untuk berbaur dan mati sajian kesenians etiap daerBupati H. Fauzan Khalid harus punya kelompok. Dengan mengaku bangga dan sangat kebersamaan semua hal akan Bengkaung Berkarya Kecama- tetap menjalin kebersamaan. ah. “Perbedaan itu adaah rakhtan Batulayar, Kelompok Tani Jika pemahaman ini ditanam- mat untuk bersama sama memmengapresiasi kedatangan lebih mudah,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Di- Beriuk Maju Kecamatan Labua- kan, maka perbedaan akan bangun Sumbawa,”pungkasnya. 4.000 lebih petani dalam acara tersebut. Di mata orang nas Pertanian Lobar H. Mu- pi, Kelompok Tani Karya Tani menjadi sebuah hal yang san- (ind/arn/*) nomor satu di Lobar ini, pet- hur menjelaskan, dengan ber- Kecamatan Kediri, Kelompok ani merupakan salah satu sos- gabungnya Badan Penyuluh ke Tani Aneka Tani Gerung dan Sumbawa Butuh Langkah Inovatif ok yang mulia. Bahkan, ke- Dinas Pertanian maka pem- Kelompok Tani Terus Berpacu beradaan petani menjadi pent- baharuan data kelompok pet- Kecamatan Sekotong. Salah dan upaya pemerataan peming bagi perkembangan indus- ani menjadi penting. Serti- satu perwakilan Ketua Poktan Dari Hal. 1 bangunan. Pak Menteri, ruas fikat registrasi ini sendiri dari Sekotong Mohri mengakui tri pariwisata di Lobar. Peringatan HUT Kabupat- jalan yang saya paparkan tadi ‘’Wisatawan datang berkun- menjadi dasar kelembagaan program yang telah dilaksanajung pasti mencari makan. Itu bagi para kelompok tani. Den- kan Pemda khusus bagi petani en Sumbawa, kata bupati juga sebagian besar merupakan semua tidak terlepas dari hasil gan begitu kelompok tani yang sudah dirasakan bahkan mam- menjadi momentum yang te- jalan antar desa. Sehingga karya dan perjuangan petani. sudah teregistrasi dipastikan pu mengurangi penduduk mis- pat bagi pemerintah daerah kami sangat berharap Pak untuk melakukan evaluasi ko- Menteri dapat membantu sePetanilah yang paling mulia akan mendapat prioritas dari kin dari kalangan buruh tani. ‘’Pemerintah daerah sangat mprehensif terhadap perjalan- hingga ruas jalan yang mengpekerjaannya karena banyak program pemerintah. Termamemberikan kontribusi untuk suk keikutsertaan sebagai pe- peduli dan memperhatikan pet- an selama dua tahun dalam hubungkan desa-desa terisolir tubuh dan pertumbuhan manu- serta BPJS. ‘’Dengan banyakn- ani. Buktinya banyak program menjalankan amanah mena- di wilayah selatan ini dapat sia. Karena apa yang kita ma- ya kelompok tani yang tum- bantuan ke petani sehingga khodai roda pemerintahan. segera kami tuntaskan. Tahun kan merupakan hasil petani. buh maka ke depan harus ter- mampu mengurangi kemiski- Beberapa waktu yang lalu, se- 2018 ini, Insya Allah pembannan kalangan petani,’’ katanya, buah lembaga survai bernama gunan Bendungan Beringin Selain itu, petani Lombok Bar- us di-update,” kata Muhur. Diketahui Perwakilan Kel- seraya berharap pemerintah ter- My Insitute bekerja sama den- Sila yang sudah lama diidamat juga diharapkan mampu sebagai penyumbang lumbung ompok Tani masing-masing us memperhatikan petani di gan Universitas Teknologi idamkan oleh warga KecamaSumbawa (UTS) menyerahkan tan Utan akan segera dimupangan nasional,’’ ujar mantan kecamatan yang menerima daerah ini. (her/*) hasil survai yang bertajuk lai,’’ tandasnya. Kemudian dalam bidang “Menuju dua tahun era Belum Ditindaklanjuti Qatar kepemimpinan Husni-Mo di kesehatan, pemerintah terus mata masyarakat”. Dalam sur- melanjutkan program revitalvestasi (DPMPTSP) siap Oktober 2017. Investasi yang vai terungkap tingkat kepua- isasi puskesmas sehingga seDari Hal. 1 menunggu perkembangan leb- masuk di KEK Mandalika san masyarakat terhadap kin- makin banyak puskesmas mencapai Rp 13 triliun. Saat erja pemerintahan secara yang terakreditasi. Tahun “Dari pihak Qatar menjanji- ih lanjut,’’ katanya. Mantan Asisten II Pereko- ini sudah ada empat hotel yang umum kan setelah pertemuan itu akan dan kepuasaan 2017, juga sudah dirampungsegera mengirim Tim Investasi nomian dan Pembangunan sedang dan akan dibangun di masyarakat pada beberapa kan penyusunan master plan dari Qatar ke NTB. ITDC sudah Setda NTB ini meyakini Qa- KEK Mandalika dengan target bidang diantaranya bidang relokasi Rumah Sakit Umum siap mulai dari 27-28 Desem- tar sangat serius berinvestasi beroperasi akhir tahun 2018 pendidikan, kesehatan, pem- Daerah. Dalam bidang ber 2017, kita siap menerima,” di KEK Mandalika. ITDC atau awal 2019. Yaitu Hotel bangunan jalan, UMKM dan ekonomi, pihaknya terus kata Kepala Dinas Penanaman sudah menyiapkan lahan se- Royal Tulip 250 kamar, Hotel pariwisata. melanjutkan program revitalModal dan Perizinan Terpadu luas 200 hektare di KEK Man- Pullman 251 kamar, ParaBupati memaparkan, sejak isasi pasar untuk menghadirSatu Pintu (DPMPTSP) NTB, dalika. “Masa sekelas Emir mount Hotel 400 kamar dan dilantik tanggal 17 februari kan pasar rakyat yang lebih Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si sama Presiden mau bejoraq- Hotel X2 sebanyak 200 kamar. 2016 lalu, pihaknya selalu representatif sebagai sentra Sampai 10 tahun ke depan berikhtiar untuk menunaikan pengembangan ekonomi kerdikonfirmasi di Kantor Guber- joraq (tidak serius). Kita lihat saja nanti. Namanya orang ditargetkan ada 10.000 kamar janji-janji kampanye yang akyatan. Tahun 2017 telah nur, Senin (22/1) siang. Karena pada waktu itu saling pidang (menjajaki), ten- hotel di KEK Mandalika. Tar- sudah dimuat dalam Rencana melaksanakan revitalisasi menjelang suasana akhir tu sama-sama mencari keco- get itu jauh melampaui pen- Pembangunan Jangka Menen- pasar Brang Bara, Pasar Lancapaian kawasan Nusa Dua gah Kabupaten Sumbawa gam, Pasar Labuhan Sumbatahun, kemungkinan perwak- cokan,’’ katanya. Dalam proses menemukan Bali yang juga dikembangkan tahun 2016-2021. Dalam wa dan Pasar Utan. Tahun ilan dari pemerintah Qatar ada kegiatan. Sehingga Tim kecocokan, tentunya, kata Gita dan dikelola oleh Indonesia bidang tranportasi misalnya, 2017 juga sudah disusun DED Investasi dari Qatar tidak jadi akan meningkat lagi keseriu- Tourism Development Corpo- berkat kerjasama yang siner- Pasar Seketeng dan pusat disberkunjung ke KEK Mandali- sannya. Sehingga pada ration (ITDC) sejak tahun gis dengan pemerintah pusat, tribusi Karang Dima. ka. Sampai sekarang, kata akhirnya akan ditandatanga- 1975. Di Kawasan Nusa Dua terminal baru Bandara Sultan Tahun 2018 sudah diperKomisaris PT. Indonesia Tour- ni Land Utilization and Devel- Bali yang luasnya sekitar 350 Kaharuddin III telah diop- siapkan anggaran untuk pemism Development Corporation opment Agreement (LUDA). hektare, dibutuhkan waktu 20 erasikan. bebasan lahan di dalam Pasar (ITDC) ini, pihaknya masih Menyambut rencana investa- tahun sampai lahannya habis Pemerintah daerah juga Seketeng dan pematangan lamenunggu tindaklanjut dari si di KEK Mandalika, lanjut tersewakan dengan total jum- sudah mempersiapkan lahan han di calon lokasi pusat disGita, ITDC sudah melakukan lah kamar 5.000. KEK Man- untuk penambahan panjang tribusi Karang Dima. Tahun pertemuan di Doha tersebut. ‘’Ini kan awal tahun semua, persiapan dengan sebaik- dalika yang total luasnya run way sehingga bisa didara- 2017, pemerintah daerah juga hampir empat kali lipat dari ti oleh pesawat yang lebih be- sudah meluncurkan Kredit mendesain perencanaan 2018. baiknya. KEK Mandalika sudah Nusa Dua ditargetkan selesai sar. Begitu pula dengan infras- Sahabat sebagai upaya peMungkin mereka secara interberoperasi sejak dikembangkan dalam waktu truktur jalan, rasio jalan man- merintah daerah untuk melinnal melakukan konsolidasi. resmi Yang jelas dari ITDC, Pemprov diresmikan Presiden RI, Ir. H. 10 tahun dengan target 10.000 tap terus meningkat setiap dungi petani yang mengalami NTB terutama kami di in- Joko Widodo (Jokowi) pada 20 kamar. (nas) tahun. Pada tahun 2016, pen- kesulitan permodalan dari ingkatan dan pemeliharaan jeratan rentenir. Kredit ini disantusias oleh jalan kabupaten dan infras- ambut Rekrutmen 5.200 Guru dan Honorer SMA/SMK, SLB truktur pendukung sepanjang masyarakat sehingga setiap khusus atau hanya formasi pegawai honorer SMA/SMK 105,19 km. Sedangkan tahun tahun alokasi dananya akan Dari Hal. 1 umum saja. Jika dalam pener- dan SLB ini sebenarnya sudah 2017 lalu pihaknya melanjut- terus ditambah sehingga bisa Begitu telah diberhentikan, imaan CPNS 2018 hanya ada direncanakan sejak akhir kan sepanjang 78,5 km yang menjangkau petani miskin di kemudian dalam formasi formasi umum, maka Dinas 2017 lalu. Namun, hingga saat sebagian besar berlokasi di seluruh desa. Di bidang pertanian kemaCPNS 2018 ada formasi Dikbud akan langsung melaku- ini belum ada kejelasan. daerah terpencil, dengan angjuan juga begitu terasa, produkkhusus bagi honorer yang kan rekrutmen 5.200 guru dan Pasalnya, pemerintah pusat garan sekitar Rp 111 milyar. Seperti ruas Ropang-Lebin, si padi terus meningkat hingga memperhitungkan masa ker- pegawai honorer SMA/SMK berencana melakukan peneriLabangkar-Ranan, Lantung- Sumbawa menjadi salah satu maan CPNS pada 2018 ini. dan SLB. ja, maka tak bisa lagi ikut. Pemprov NTB sendiri Ropang, Lantung Ai Mual- lumbung beras yang menopang “Kalau bulan depan ada ke‘’Jadi, jangan sampai garagara dua bulan, tiga bulan pastian bahwa formasi CPNS sudah mengajukan usulan Lantung Pedesa, Ropang- keberlanjutan program ketah(melakukan rekrutmen honor- itu hanya formasi umum, tidak ribuan formasi CPNS ke pe- Lawin, Simpang Lawin-La- anan pangan secara nasional. er SMA/SMK) pengabdian or- ada formasi khusus maka kita merintah pusat. Untuk pem- bangkar, Pelita-Batu Rotok, Produksi jagung begitu meang 15 tahun itu hilang, lenyap, sudah bisa jalan (melakukan bayaran gaji 5.200 guru dan Batu Dulang-Tepal, dan Te- limpah ruah, demikian juga rekrutmen honorer). Karena pegawai honorer tersebut, ladan-Kelawis. Selain itu be- dengan hasil ternak utamanya musnah,’’ katanya. Sehingga, kata Suruji, pi- tidak akan ada yang dirugikan Pemprov NTB sudah menga- berapa ruas jalan di Kecama- sapi, kerbau dan kuda yang penhaknya masih menunggu kejela- dengan adanya kejelasan for- lokasikan anggaran dalam tan Alas, Sumbawa, dan Unt- jualannya menjangkau ke PuAPBD murni 2018 sebesar Rp er Iwes. ‘’Itu semua bertujuan lau Jawa, Kalimantan dan Susan kuota penerimaan CPNS masi itu,” tandasnya. untuk meningkatkan akses lawesi. (ind/arn) Rekrutmen 5.200 guru dan 60 miliar. (nas) 2018. Apakah ada formasi


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Selasa, 23 Januari 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dugaan Pungli Prona

Kades Bayan Nonaktif Mulai Diadili Mataram (Suara NTB) – Kades Bayan nonaktif, Raden Madi Kusuma menjalani sidang perdana perkara dugaan pungli prona, Senin (22/1) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Dia didakwa pasal berlapis tindak pidana korupsi. Terdakwa didakwa pasal 12e, pasal 8, dan atau pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Tipikor. Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, AA Ngurah Rajendra itu, jaksa penuntut umum menjelaskan dugaan perbuatan korupsi dalam bentuk pungli kepada masyarakat. Terdakwa memerintahkan staf untuk menarik uang dari masyarakat yang membuat sertifikat prona. Nominalnya bervariasi antara Rp 100 ribu sampai Rp 600 ribu. Modusnya uang tersebut ditarik dengan dalih keperluan membuat sporadik, materai, pal batas, dan administrasi.

(Suara NTB/why)

DAKWAAN - Terdakwa Raden Madi Kusuma (kedua kiri) didampingi penasehat hukumnya saat pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Mataram, Senin (22/1). Total nilai pungli sebesar Rp 176 juta. Jumlah masyarakat Desa Bayan yang mengurus Prona pada tahun 2016 mencapai 499 orang. Uang hasil pungli digunakan untuk membayar honor staf desa, membeli alat tulis kantor, dan keperluan desa lainnya. Barang bukti yang akan diajukan jaksa di dalam per-

sidangan antara lain uang tunai Rp 23 juta, buku daftar penarikan uang, catatan manual, sporadik tanah, dan berkas APBDes. Dalam sidang tersebut terdakwa didampingi penasehat hukum, I Ketut Sumerta. Sidang kemudian dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. (why)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 23 Januari 2018 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu