Skip to main content

Edisi Sabtu 22 Juni 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SABTU, 22 JUNI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 84 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pertemuan Paris Ditutup

Wagub Ajak Kembangkan Rinjani dan Samota ’’

Paris (Suara NTB) The 31st session of the Man and the Biosphere (MAB) Programme International Coordinating Council di Paris, Perancis resmi ditutup, Kamis, 20 Juni 2019. Sejumlah pekerjaan besar kini menanti setelah pertemuan ini.

TO K O H Belanja OPD Dirasionalisasi TIM Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan melakukan rasionalisasi belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam APBD Perubahan 2019. Pasalnya, APBD Perubahan 2019 mengalami defisit sekitar seratusan miliar rupiah. ‘’Memang itu, uang yang kurang masuk dari pusat seperti itu, ratusan miliar yang kurang,’’ kata Penjabat Sekda NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si dikonfirmasi Jumat (21/6) siang. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB ini membenarkan APBD Perubahan 2019 akan mengalami defisit seratusan miliar rupiah. Tetapi tak disebutkan angka pastinya. Bersambung ke hal 11

KO M E N TTAA R

H. Iswandi (Suara NTB/nas)

Dahulukan APBD Murni 2020 PEMBAHASAN APBD murni 2020 akan didahulukan sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Didahulukannya pembahasan APBD Murni 2020 lantaran masa jabatan anggota DPRD NTB periode 20142019 akan segera berakhir Agustus mendatang. Wakil Ketua DPRD NTB, TGH. Mahalli Fikri mengatakan, sesuai dengan jadwal yang sudah disusun, pembahasan APBD Murni 2020 akan mulai dilakukan akhir Juli mendatang. ‘’Jadwal yang sudah ada, APBD Murni kita bahas akhir Juli. Bersambung ke hal 11

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang hadir dalam agenda tersebut menjelaskan, penutupan pertemuan ini ditandai dengan disepakatinya dokumen-dokumen terkait kelompok kerja di Sekretariat UNESCO MAB. Wagub menegaskan, rangkaian agenda pertemuan MAB ini menghadirkan babak baru dalam pembangunan daerah di NTB. Sebab, usai pertemuan ini, NTB kini telah resmi memiliki dua cagar biosfer, yaitu Gunung Rinjani dan kawasan Teluk Saleh – Moyo – Tambora (Samota). Wagub mengutarakan bah-

wa Pemprov dan masyarakat NTB telah siap dan bersedia untuk mengambil langkah nyata demi mengimplementasikan konsep cagar biosfer ini. ‘’Dan untuk mengalokasikan 30 persen dari kawasan NTB untuk menjadi area konservasi (kawasan hijau), termasuk Taman Nasional Gunung Tambora, Taman Wisata Alam Laut Pulau Moyo, Kawasan Perburuan Pulau Moyo, Taman Wisata Laut Pulau Satonda, Kawasan Perairan Liang dan Pulau Ngali dan area konservasi lainnya di bawah program pengelolaan terpadu,’’ ujar Wagub. Dengan diresmikannya Cagar Biosfer Samota oleh Unesco, maka Samota akan menjadi bagian dari jaringan cagar biosfer dunia. Bersambung ke hal 11

Mantan GM Sundancer Diperiksa KPK Mataram (Suara NTB) Dua hari berturut- turut mantan General Manager (GM) Hotel Whyndam Sundancer Lombok Nanang Supriadi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam pemeriksaan yang berakhir Kamis (20/6) pukul 15.00 Wita, ia mengungkap modus suap yang diduga melibatkan Warga Negara Asing (WNA) terkait penyalahgunaan izin tinggal. Nanang Supriadi diketahui menjadi GM sejak September 2018 lalu. Ia di bawah manajemen Whyndam, operator yang mengelola hotel Sundancer. Sementara PT.

Wisata Bahagian Indonesia (WBI) sebagai owner hotel dengan Direktur Liliana Hidayat yang kini jadi tersangka KPK. Dua WNA yang disebut dalam kesaksian saksi adalah Geoferry William Bower dan Manikam Katherasan yang diduga menyalahgunakan izin tinggal. Mengantongi visa wisata, namun sebagai bagian dari pemilik hotel. Secara struktural, dua orang asing tersebut menjadi atasan Nanang, menjabat sebagai Board of Director (BOD) atau bagian dari owner. Bersambung ke hal 11

○ ○ ○ ○

○ ○ ○ ○

Kita memiliki tugas besar untuk menjaga, mengelola dan mengembangkan cagar biosfer ini agar predikat yang telah kita terima di pertemuan ini tidak hanya di atas kertas. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

(Suara NTB/Humas Setda NTB)

PENUTUPAN - Suasana sidang hari keempat sekaligus penutupan The 31st session of the Man and the Biosphere (MAB) Programme International Coordinating Council di Paris, Perancis resmi ditutup, Kamis, 20 Juni 2019. Tampak Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah diantara peserta pertemuan (atas). Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Presiden ICC-MAB UNESCO, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati di sela pertemuan di Paris.

Mimpi Besar Sejak Lama

Bupati Realisasikan Pembangunan RSUD Baru Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang representatif di Sumbawa merupakan “wacana warisan” sejak lama. Namun mimpi besar itu kini berhasil diwujudkan oleh pemerintahan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, dengan dilakukannya groundbreaking RSUD baru Senin (24/6) mendatang. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyatakan, butuh keberanian untuk mereal-

isasikan mimpi ini. Mengingat anggaran yang cukup besar untuk pembangunannya. Namun mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak akan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan melihat kondisi rumah sakit yang ada sekarang sudah tidak layak untuk menampung pasien dan pengunjung yang sangat padat. ‘’Bersyukur karena sudah mau groundbreaking. Karena bagaimanapun juga rumah sakit daerah yang representatif sangat dibutuhkan. Karena kalau kita melihat kondisi rumah sakit umum sekarang kan luar biasa kunjungan masyarakat sangat padat. Bersambung ke hal 11 H. M. Husni Djibril (Suara NTB/ind)

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 PEMPROV NTB kini se- jutnya harus mulai menga123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dang melakukan pemetaan rah kepada langkah mengo123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 (mapping) terhadap berb- lah sapi, jagung dan rumput 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 agai komoditi yang segera laut tersebut menjadi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 memasuki tahapan indus- produk-produk olahan yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 trialisasi (peningkatan nilai kompetitif. Sehingga teri123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dentifikasi bahwa produktambah). 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Gubernur NTB, Dr. H. produk tersebut setiap tahun 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Zulkieflimansyah, SE, M. Sc berubah dan terukur pen123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 pada kuliah umum peny- ingkatan nilai tambahnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Menurut gubernur, NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 usunan roadmap industri123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 alisasi beberapa waktu tidak akan maju apabila 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 lalu mengatakan bahwa in- produk yang dijual masih 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dustrialisasi sesungguhnya dalam bentuk barang men123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 adalah proses penambahan tah seperti jagung, kopi, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 nilai produk-produk unggu- garam dan madu saja. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 lan NTB secara terencana. Tetapi, tahun depan produk 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Program sapi, jagung dan yang dijual merupakan ha123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 rumput laut (Pijar) merupa- sil olahan jagung, kopi, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kan program yang sudah madu dan lainnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Tahun depan, kata gusangat bagus. Tetapi untuk 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 bernur, mestinya NTB melanjutkannya, bukan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 hanya sekedar menual sapi, sudah harus memiliki 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 jagung dan rumput laut saja. produk-produk unggulan. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Namun tahapan selan- Bersambung ke hal 11 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901

NTB Petakan Kawal Program Unggulan ’’NTB Zero Waste’’ dan Industrialisasi Komoditi yang Siap Mataram (Suara NTB) Penjabat Sekda NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si sejak beberapa hari terakhir aktif mendatangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan program unggulan NTB Zero Waste dan Industrialisasi. Iswandi mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan

(LHK) dan Dinas Perindustrian yang melaksanakan dua program unggulan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd tersebut. Bersambung ke hal 11

TGH. Mahalli Fikri (Suara NTB/nas)

(Suara NTB/humasntb)

KAWAL - Penjabat Sekda NTB, H. Iswandi saat mengunjungi Dinas LHK NTB, Jumat (21/6) untuk memastikan dan mengawal pelaksanaan program unggulan NTB Zero Waste berjalan sesuai target yang ditetapkan

Diindustrialisasi


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

Halaman 2

Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Mataram T.A 2018

Tujuh Fraksi Menerima dan Menyetujui untuk Dibahas Lebih Lanjut Mataram (Suara NTB) – Sebanyak tujuh fraksi di DPRD Kota Mataram menyatakan dapat menerima dan menyetujui Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2018, untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Sehingga hasilnya dapat menjadi sarana evaluasi bagi penyelenggara pemerintahan di Kota Mataram, juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan hasil kerjanya ditahun tahun yang akan datang.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., didampingi Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dan Wakil Ketua, I Wayan Sugiartha, setiap fraksi diberikan kesempatan menyampaikan pemangangan umum fraksinya. Diawali Fraksi Partai Golkar. ‘’Apresiasi kami terhadap prestasi Pemerintah Kota Mataram yang untuk ke 5 (lima) kali berturut-turut telah berhasil memperoleh sekaligus mempertahankan WTP atas kinerja pengelolaan keuangan daer-

ah, kami berharap ke depan sebagai wujud dari pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel terus dilakukan peningkatan kualitas implementasi dari ebudgeting secara sistemik dan terstruktur,’’ kata juru bicara Fraksi Partai Golkar, Abdul Malik, S.Sos. Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Hj. Baiq Mirdiati memberi catatan. Salah satunya terkait pendidikan. Bahwa memasuki pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP

sederajat di Kota Mataram menjadi atensi Fraksi Partai Gerindra. Fraksi Gerindra berharap agar di dalam penerimaannya dapat mengakomodir calon peserta didik baru asal Kota Mataram untuk dapat diterima di sekolahsekolah di Kota Mataram. ‘’Mohon penjelasan terkait dengan persoalan hasil revisi Perda RTRW khususnya menyangkut penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang dikhawatirkan akan menghambat investasi di Kota Mataram, dimana ada gugatan ke PTUN

dan laporan ke instansi terkait,’’ tanya juru bicara Fraksi PDI Perjuangan dalam pemandangan umum fraksinya. Menurut Fraksi Partai Demokrat, masih banyaknya potensi PAD (Pendapat Asli Daerah) yang dapat dimaksimalkan penerimaan harus menjadi atensi eksekutif. Termasuk juga PAD yang bersumber dari retribusi serta PAD dari keuntungan/kontribusi BUMD atau badan hukum lainnya yang mengelola asset daerah. H. Saipul Wardi, juru bicara Fraksi PPP mengatakan, terkait masih adanya per-

(Suara NTB/ist)

Juru bicara Fraksi Gerakan Nurani bangsa, Syamsul Bahri, SH., membacakan pemandangan umum fraksinya di hadapan rapat paripurna Jumat sore.

soalan persampahan, Pemkot Mataram diminta bersikap tegas terhadap pelaksanaan perjanjian kerjasama pemungutan retribusi pelayanan persampahan dengan PDAM Giri Menang sehingga bisa maksimal dan tepat waktu. Potensi destinasi wisata yang ada di Kota Mataram, menurut juru bicara Fraksi Gerakan Nurani bangsa, Syamsul Bahri, SH., belum digarap secara optimal. Perlu adanya grand desain pengelolaan pariwisata dengan melibatkan seluruh pelaku usaha pariwisata sebagaimana telah

diamanatkan dalam Perda Ripparda yang ditetapkan beberapa bulan lalu. ‘’Tehadap banyaknya tunggakan Pajak Reklame, kami sarankan agar setiap papan reklame dan sejenis yang terpasang, supaya dicantumkan Nama pemiliknya, nomor zinnya dan masa berlaku izinnya. Sehingga mudah dilihat dan dibaca oleh petugas atau masyarakat yang berada disekitar papan reklame tersebut berdiri,’’ demikian Misban Ratmaji, juru bicara Fraksi Keadilan dalam pemandangan umum fraksinya. (fit/*)

(Suara NTB/ist) (Suara NTB/ist)

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., (kanan) memimpin rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi Dewan Jumat (21/6) sore.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., menyalami H. Saipul Wardi, juru bicara Fraksi PPP usai membacakan pemandangan umum fraksinya Jumat sore.

Perbaikan Rumah Rusak di Mataram Baru 30 Persen Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB melakukan evaluasi terhadap proses rehab dan rekon di Kota Mataram. Progres perbaikan rumah rusak berat baru mencapai 30 persen. Pembentukan tim khusus diharapkan dapat mempercepat penanganan rumah tahan gempa. dalam data,” kata Khalik saat mengikuti rapat evaluasi rehab – rekon di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Jumat (21/ 6). Faktor lain lambatnya progres penanganan rumah, tidak bergeraknya elemen pemerintah di bawah. Seperti kepala lingkungan, lurah dan camat. Padahal, perbaikan rumah tahan gempa merupakan komitmen bersama. Mestinya, menjadi perhatian bersama semua elemen mencari formulasi percepatan rehab dan rekon. Kota Mataram sambung-

nya, perlu membuat tim khusus dan memberhentikan pekerjaan rumah jika dianggap tidak sesuai. “Seharusnya Bulan Juli itu harus sudah selesai,” tandasnya. Khalik menyebutkan, data rumah rusak berat di Kota Mataram sekitar 2.396 unit. Yang selesai dibangun 41 untuk rumah instans sederhana sehat dan 470 rumah instan konvensional. Sementara, 771 belum rampung dan 1.475 sedang dalam proses. Dana yang telah bergulir atau ditransfer ke rek-

lesaian pekerjaan seperti fasilitator tidak bekerja. BPBD bisa memberhentikan dan menunjuk langsung fasilitator baru. Laporan diterima banyak fasilitator ternyata tidak bekerja dan diprotes oleh TNI. “Kalau ditemukan dan ada bukti mereka tidak bekerja. Silahkan diberhentikan saja,” tegasnya. Sekretaris BPBPD Kota Mataram, Ahmad Muzaki mengklarifikasi, progres rehab – rekon di Kota Mataram sudah mencapai 80 persen. Sebab, verifikasi data penerima bantuan ditemukan anomali. Tak terlibatnya elemen tingkat bawah yakni kelurahan maupun kecamatan karena memang proses penanganan rumah langsung ke masyarakat. (cem)

Distribusi Air Harus Adil

(Suara NTB/cem)

Prioritaskan Mitigasi Bencana DANA kelurahan mulai dicairkan oleh Badan Keuangan Daerah. Pencairan tahap pertama difokuskan pada pemberdayaan masyarakat. Program mitigasi bencana menjadi prioritas terutama kawasan rawan terjadi bencana. Program mitagasi bencana tengah dirancang oleh Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya. Gempa bumi tahun 2018 lalu dijadikan pembelajaran. Sebab, 600 unit rumah warga di Lingkungan Gontoran dan Pengempel Indah rusak berat. Selain itu, masyarakat panik unLalu Mukhsan tuk menyelamatkan diri. “Kita utamakan program mitigasi bencana,” kata Lurah Bertais, Lalu Mukhsan ditemui, Jumat (21/6). Masyarakat minimal memiliki pemahaman untuk menyelamatkan diri. Terutama jalur – jalur evakuasi, agar meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Program itu akan dilaksanakan menggunakan dana kelurahan. Ini jadi bagian pemberdayaan masyarakat sesuai petunjuk teknis penggunaan dana. Selain sosialisasi mitigasi bencana yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sosialisasi terkait penyalahgunaan narkoba juga difokuskan. Bertais sebagai kawasan pintu masuk tak menutup kemungkinan rawan sebagai tempat transit barang haram tersebut. “Kita juga mau mengadakan sosialisasi bahaya narkoba,” tandasnya. Pencairan dana tahap I, Mukhsan mengaku telah menyerahkan usulan ke kecamatan dan telah diverifikasi. Selanjutnya, akan diajukan secara kolektif ke Badan Keuangan Daerah. Tahap awal sekitar Rp138 juta dana non fisik bisa dicairkan. Karena, kesalahan perhitungan hanya bisa dicairkan Rp 103 juta. Pencairan tahap I diakui terlambat. Ini sebagai bentuk kehati – hatian kelurahan, agar tidak ada persoalan hukum ke depannya. Pencerahan dari Kejaksaan cukup memberikan pemahaman penggunaan dana tersebut. Berbeda halnya, pertemuan dengan BKD, dan Inspektorat masih ada perbedaan pendapat mekanisme pengunaan serta pelaporan. (cem)

(Suara NTB/cem)

EVALUASI - Asisten II Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura, Asisten I Lalu Martawang dan Kepala BPBD NTB, H.Ahsanul Khalik (dari kiri ke kanan) duduk bersama saat evaluasi penanganan rehab – rekon pascagempa di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Jumat (21/6). Progres penanganan rumah rusak akibat gempa di Kota Mataram lambat.

(Suara NTB/cem)

BERMAIN - Tiga orang anak di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais tengah asyik bermain, Jumat (21/6). Validasi data, BPBD berhasil mengamankan Rp49,1 miliar dana rehab – rekon akibat anomali data.

Anomali Data

BPBD Berhasil Amankan Rp49,1 Miliar Dana Rehab – Rekon Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, menemukan Rp49,1 miliar dana rehab – rekon terjadi anomali. Anomali dana itu ditemukan setelah dilakukan validasi kembali. Secara keseluruhan dana rehab – rekon yang telah ditransfer oleh pemerintah pusat ke rekening Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram senilai Rp271.565.000.000. Dana yang berhasil senilai Rp222.425.000.000. Sekretaris BPBD yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rehab dan rekon Kota Mataram, Ahmad Muzaki mengungkapkan, hasil monitoring Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bersama Inspektorat terdap-

at temuan berupa bantuan disinyalir tidak tepat sasaran. Temuan itu ditindaklanjuti dengan memfokuskan untuk validasi. Validasi itu sifatnya langsung terjun ke lapangan sejak menerima instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Data rumah rusak berat 2.390 dari sebelumnya 2.396. Enam rumah tidak dimasukan karena ganda. Setelah divalidasi hanya 1.178 rumah yang sesuai kriteria. Sedangkan, 1.212 rumah tak sesuai atau disebut anomali. BPBD menemukan data dari perubahan status dari rusak sedang ke rusak berat 19 rumah dan rusak ringan ke rusak berat 39 rumah, sehingga total rumah rusak berat 1.236 unit. “Kasus serupa juga terjadi di rusak sedang dan ringan,”

papar Zaki, Jumat (21/6). Dari hasil validasi itu, BPBD berhasil mengamankan Rp49,1 miliar dana rehab – rekon akibat anomali data. Data itu akan ditarik dari rekening warga dan menunggu penyelesaian di bank. Penggunaan anggaran tersebut BPBD menunggu izin dari pemerintah pusat. Pihaknya lanjut Jack sapaan akrabnya, meminta mekanisme dari BNPB. Sebab, terdapat 98 rusak berat belum dilakukan penanganan sama sekali. “Kami minta izin supaya dana yang ada bisa digunakan,” harapnya. Untuk percepatan penangana rehab dan rekon akan dimaksimalkan sebelum tenggat waktu berakhir. Termasuk dengan pelibatan fasilitator serta elemen pemerintahan lainnya. (cem)

SEKRETARIS Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat mengapresiasi anggaran sambungan gratis dari pemerintah pusat sebesar Rp9 miliar. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan air bersih di daerah. Hanya saja, yang selalu menjadi catatan, PDAM selaku pihak pelaksana harus meningkatkan pelayanan. Tidak saja, pelayanan dari bagusnya administrasi maupun hasil keuangan. ‘’Tapi lebih kepada bagaimana lebih aspiratif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin. Sejauh ini, menurut Ismul, pihaknya belum mendengar upaya dari PDAM Giri Menang terhadap masih banyaknya saluran atau pipa air yang sangat kecil. ‘’Kan ada distribusi air yang kadang ke luar kadang tidak. Ini adalah fakta yang menjadi pertanyaan masyarakat,’’ cetusnya. Terutama pada wilayah-wilayah yang belum mendapat kiriman air secara normal seperti yang didapatkan masyarakat lainnya di titik-titik yang pipanya sudah standar. Berbicara PDAM, lanjut politisi PKS ini, tidak melulu persoalan sambungan baru. Tetapi bagaimana pelayanan distribusi air adil bagi semua masyarakat. Karena, selain pemakaian air, terhadap pemasanganpun, pemerintah sudah memberikan kontrak tetap. Artinya, ada sumbangan pelanggan terhadap daerah. ‘’Artinya, pelanggan itu sebelum menggunakan airpun sudah ditetapkan menjadi penyumbang PAD,’’ ujarnya. Sehingga, pelayanan terhadap beberapa titik yang mengeluhkan pelayanan distribusi air bersih, harus menjadi prioritas PDAM Giri Menang. Dewan, demikian Ismul tidak ingin mendengar alas an PDAM Giri Menang yang mengklaim sumber mata air sudah semakin menipis. Karena, kata anggota Dewan dari dapil Selaparang ini, ketika PDAM menerima sambungan yang diajukan masyarakat, maka konsekuensinya, distribusi air harus lebih banyak. ‘’Jadi tidak bisa PDAM memberikan alasan sumber air sudah menyusut. Justru di situ diharapkan inovasinya,’’ ucap Ismul. Anggaran besar yang didapatkan PDAM seharusnya berkorelasi bagaimana melakukan inovasi terhadap sumber air. Ketika Komisi III melakukan kunjungan terakhir ke PDAM Giri Menang, beberapa waktu lalu, Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini disuguhkan slide yang menggambarkan bahwa beberapa sumber mata air tinggal menunggu dioperasionalkan. Untuk itu, dia berharap komitmen PDAM terhadap pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat bisa segera terwuIsmul Hidayat jud. (fit)

(Suara NTB/fit)

Kepala BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik menyampaikan, progres penanganan rehab dan rekon di Kota Mataram dinilai lambat. Pasalnya, perbaikan rumah khususnya rusak berat baru mencapai 30 persen. Sedangkan 64 persen lainnya masih proses. Penilaian ini berdasarkan data di lapangan. Pihaknya menemukan rumah hanya jadi pondasi, bangunan naik tapi belum jadi atapnya serta lain sebagainya. “Yang belum jadi sampai atapnya itu tidak dimasukan

ening BPBD Kota Mataram senilai Rp 231 miliar lebih. Perkembangannya di lapangan dikabarkan ada yang dikembalikan Rp16 miliar. Faktanya hanya Rp 2 miliar dikembalikan ke rekening BPBD. Sisanya, Rp14 miliar setelah dipertegas dengan verifikasi terjadi anomali. Kondisi demikian, harus jadi perhatian pemerintah untuk mengepung mempercepat pekerjaan tersebut. Data diterima sekitar 1.000 kepala keluarga hingga kini belum terbentuk kelompok masyarakat. “Saya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat jika sampai batas waktunya tidak selesai, supaya dikerjakan dengan sistem swakelola,” terangnya. Pun, pemicu lain sehingga mengakibatkan keterlambatan penye-


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Berharap Lebih Harmonis dengan Pemda HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB berharap dapat lebih harmonis dengan pemerintah daerah. Banyak program pembangunan yang dapat dikawinkan, antara pemerintah daerah dengan perhimpunan pengusaha ini. Ditingkat pusat, Hipmi dan pemerintah menjalin hubungan yang cukup harmonis. Hipmi juga bagian dari ide-ide pembangunan negeri ini. Hubungan baik Hipmi dengan pemerintah pusat ini, di daerah diharapkan dapat diteruskan. “Dari pusat, kita ditekankan untuk selalu bekerjasama, bersinergi dengan pemerintah daerah. Cuma di sini, kalau bukan bagian (Suara NTB/bul) dari tim sukses, atau orL. Martoyo ganisasi, agak susah membangun komunikasi,” kata Sekretaris Umum Hipmi Provinsi NTB, L. Martoyo. Hal ini terjadi dari pemerintah daerah tingkat I, termasuk pemerintah daerah tingkat II. Akibatnya, para pengusaha muda ini mengaku berat membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. terlihat ada sekat antara pemerintah daerah dengan stakeholdersnya. Hipmi NTB, secara terbuka kerap kali mencoba memulai membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. Misalnya gubernur, tidak jarang kata L. Martoyo, diundang hadir dalam kegiatan-kegiatan resmi organisasi. “Kita belum tahu letak misnya dimana. Apakah undangan-undangan dari kami juga tidak sampai kepada Gubernur, atau bagaimana. Kita belum bisa masuk di pemerintahan,” ujarnya. Hipmi ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam banyak hal. Terutama dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selama ini potensi daerah ini dipandang sangat besar. Tapi belum terkelola dengan baik. berkembang misalnya, pelaku usaha pariwisata, kerajinan dan sederet jenis usaha lainnya. Salah satu program yang dapat dikawinkan misalnya, dana dengan pengembalian lunak dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai hampir setengah triliuan, sasarannya diharapkan lebih terarah untuk pembangunan UMKM. Hipmi di NTB, kata L. Martoyo selama ini dinilai selalu dilihat sebelah mata oleh pemerintah daerah. kendati demikian, Hipmi terus membangun sinergi mendukung pembangunan-pembangunan yang ada di daerah. Selain eksternal, kata L. Martoyo, di tingkat internal, Hipmi juga tengah membangun kekuatan agar lebih solid guna mewujudkan program-program yang telah disepakati di kepengurusan. Dalam laman resmi Hipmi dijelaskan sejarahnya. Didirikan pada tanggal 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita – cita menjadi pengusaha. Pada saat itu anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI/ Polri dan sebagainya. Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh – tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat. Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, di tuntut adanya perubahan visi, dan misi organisasi. Hipmi senantiasa adaptif dengan paradigma baru yakni menjadikan Usaha Kecil – Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional. (bul)

11 Ribu Lowongan Kerja di Sektor Perkebunan Belum Terisi Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 11 ribu lowongan kerja dari program Kerjasama Antar Daerah (KSAD) belum mendapat respon dari para pencari kerja. Umumnya di sektor perkebunan. Peluang ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kata Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dr. H. Muhammad Agus Patria, SH, MH melalui Kepala Bidang Penempatan Kerja, Abdul Hadi, peluang ini telah disampaikan ke masing-masing daerah melalui dinas terkait di kabupaten/ kota di NTB. “Ada sebelasan ribu lowongan. Yang daftar (Suara NTB/bul) baru 300an yang sudah Abdul Hadi masuk mendaftar,” terang Abdul Hadi di ruang kerjanya, Jumat (21/6) kemarin. Daerah-daerah yang membutuhkan untuk mengisi lowongan di sektor perkebunan kelapa sawit diantaranya di Papua, seluruh provinsi di Kalimantan. Dan Sulawesi Barat serta Sulawesi Tengah. minimnya minat masyarakat mengisi program kerjasama antar daerah ini, karena ada tradisi di masyarakat, nanggung bekerja di dalam negeri untuk sektor perkebunan. Pilihan masyarakat lebih condong ke luar negeri, khususnya ke Malaysia. Padahal berbicara fasilitas, bekerja di dalam negeri kata Abdul Hadi, lebih menarik dibanding ke Malaysia. Fasilitas tempat tinggal bagi pekerja terutamanya. Lebih aman, tanpa harus dihadapkan dengan razia-razia kepada pekerja, seperti yang dilakukan bagi pekerja ilegal di Malaysia. Selain itu, bekerja bisa sekaligus dengan istri, serta anggota keluarga lainnya yang siap bekerja. Banyak pekerjaanpekerjaan yang dapat dibantu oleh perempuan. Misalnya, untuk penyiraman, penanaman. “Daripada kerja di luar negeri meninggalkan anak istri, lebih baik kerja di dalam negeri dan dapat membawa istri bekerja sekaligus. Jauh lebih menguntungkan,” ujarnya. Selain pekerja kebun, Dinas Nakertrans Provinsi NTB juga diminta untuk mefasilitasi pekerja untuk rumah tangga. Abdul Hadi menyebut, untuk bidang pekerjaan ini, permintaan dari Serang Banten dan Jawa Timur. “Ada permintaan yang masuk ke kita untuk disampaikan kepada yang membutuhkan di NTB,” terangnya. Disnakertrans menyarankan agar peluang kerja antar daerah ini dapat dimanfaatkan. Pencari kerja di kabupaten/ kota dapat berkomunikasi langsung dengan dinas yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota. Atau langsung ke Bidang Penempatan dan Perlindungan TKI di Dinas Nakertrans Provinsi NTB di Jalan Majapahit, Mataram. (bul)

(Suara NTB/cem)

DAGING BEKU - Daging beku (impor) diletakan di atas meja oleh oknum pedagang di Pasar Induk Mandalika. Pemerintah melarang daging beku dijual di luar coldbox karena berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Daging Beku Masih Dijual Terbuka Mataram (Suara NTB) – Pemerintah melarang pedagang menjual daging beku (impor) secara terbuka atau di luar coldbox. Faktanya, oknum pedagang justru meletakan di atas meja. Bahkan, dioplos dengan daging lokal. Suara NTB menelusuri penjualan daging di Pasar Induk Mandalika. Dari beberapa pedagang ditemukan oknum pedagang menjual daging impor secara terbuka. Daging beku dicampur dengan daging lokal. Secara kasat mata, kondisi daging beku terlihat pucat dan berlendir. Beda dengan daging lokal terlihat merah dan segar. Alasan pedagang meleta-

kan di atas meja agar pembeli melihat secara langsung. Sebagian daging beku tetap ditaruh di dalam coldbox. “Kalau ditaruh di coldbox ndak ada yang lihat,” aku Indah. Dia menyadari tindakannya itu tidak diperbolehkan oleh pemerintah. Ia kembali beralasan supaya daging impor miliknya cepat laku. Beda halnya dengan Hj. Rau-

hil. Dia memang menjual daging beku. Tetapi, akan mengambil di distributor jika pembeli memesan. “Ada saya jual. Tapi kalau ada yang pesan,” ucapnya. Rauhil enggan menyetok daging beku. Meski dari sisi harga lebih murah dibandingkan daging lokal, namun kualitas daging impor cepat rusak. Dan, ia harus repot menyimpan berlama – lama dalam coldbox.

Kunjungan Sepi, Sebagian Perajin Mutiara Beralih ke Usaha Lain Mataram (Suara NTB) Sebagian pengusaha mutiara atau mereka yang terlibat melaksanakan beragam kegiatan usaha terkait mutiara memilih eksodus ke usaha atau kegiatan lain. Sepinya kunjungan wisatawan/pembeli membuatnya demikian. Ada 120 anggota Forum Komunikasi Perajin Emas Mutiara dan Perak (FKP-MEP) Kota Mataram. Sekitar 20 persen diantaranya telah eksodus ke usaha lain. Forum ini berisi anggota dari pedagang ritel mutiara, pengepul, pembudidayanya, hingga perajin. Ketua FKP-MEP Kota Mataram, H. Fauzi menyebut tak ada pilihan. Sepinya wisatawan/ pembeli ini bisa dilihat dari sepinya kunjungan ke pusat penjualan mutiara di Sekarbela, Kota Mataram. Bisanya, ada saja bus-bus pariwisata yang terparkir menunggu penumpangnya berbelanja. Sejak pagi hingga siang Jumat (21/6) kemarinpun, tak ada bus pariwisata yang singgah disana. “Poinnya pasgempa langsung sepi sampai sekarang. Semua terdampak,” kata H. Fauzi kepada Suara NTB. Sekitar hingga 40 persen omzet penjualan mutiara hilang. Karena itu, mereka yang terlibat dari hulu hilir komoditas berharga laut ini memilih pekerjaan lain sementara waktu. Misalnya menggeluti ojek online, ikut terlibat dalam proyekproyek fisik (bangunan). Atau jual beli untuk produk lain. Ada juga kata H. Fauzi, yang beralih ke jual beli emas. Ikhtiar menurutnya telah cukup dilakukan. Misalnya, berjua-

(Suara NTB/bul)

MUTIARA - Mutiara-mutiara di sepi peminat pascagempa. lan secara online meskipun konsekuensinya cukup banyak persaingan. Ikut serta pameran-pameran. Tetap saja penjualan tak bisa didongkrak. Kunjungan wisatawan menurut H. Fauzi konstribusinya tidak kecil bagi kegiatan usaha hulu hilir mutiara. Karenanya, para pengusaha dan perajin mutiara berharap banyak, pemerintah daerah menarik kembali kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran bersekala nasional di selenggarakan di NTB. “Harapannya kembali sepeti dulu, perbanyak event-event nasional ke daerah, sekarang agak vakum. keadaan diperparah lagi dengan mahalnya harga tiket pe-

Sekabela yang sementara ini sawat,” jelas H. Fauzi. Tidak saja untuk penjualan perhiasan mutiara, pengusaha-pengusaha mutiara yang biasanya menjual gelodongan (butiran/kiloan) permintaannya juga sepi. Buyer-buyer dari luar negeri yang biasanya pesanannya rutin, belakangan minim datang berbelanja. Sepinya kunjungan wisatawan ini juga pernah dibahas bersama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Kondisinya sama, HPI juga mengeluhkan sepinya wisatawan. Karenanya, harapan besar disandarkan kepada pemerintah daerah untuk lebih kreatif menarik eventevent nasional di selenggarakan di daerah. (bul)

Kebutuhan daging beku relatif banyak. Umumnya, pedagang bakso atau restoran yang mencari dengan alasan lebih murah. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Muttawali menegaskan, pedagang dilarang menjual daging beku secara terbuka atau di luar coldbox. Risikonya, daging cepat rusak dan hanya dapat bertahan selama dua hari. Selain itu, daging mudah terkontaminasi oleh bakteri sehingga tidak sehat jika dikonsumsi. Sidak dilakukan sebelumnya bersama Satgas Pangan, sempat menegur oknum peda-

gang di Pasar Mandalika, agar tidak menjual terbuka dan mencampur dengan daging lokal. Alasannya, tidak ada coldbox. Distan memberikan bantuan coldbox,agar tidak kembali menjual terbuka. “Kalau sudah kita fasilitasi akan kita tindak,” tegasnya. Oknum pedagang daging nakal justru akan merugikan konsumen. Distan berencana akan turun dan menyita daging beku jika kembali ditemukan dipajang atau dijual terbuka. Masyarakat diingatkan lebih jeli membeli daging. Dan, tidak tergiur dengan harga yang murah. (cem)

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Selain Contact Center Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212 PT PLN (Persero) terus 123, kini PLN juga telah 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 berupaya untuk memberi- memiliki Aplikasi PLN 1234567890123456789012345678901212 kan pelayanan terbaik ke- Mobile yang tersedia di 1234567890123456789012345678901212 pada pelanggannya. Salah Android dan iOS. PLN Mo1234567890123456789012345678901212 satunya adalah dengan bile merupakan aplikasi 1234567890123456789012345678901212 menyediakan layanan Con- Mobile Customer Self Ser1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tact Center PLN 123 dan vice yang terintegrasi juga 1234567890123456789012345678901212 dengan APKT. Menu yang aplikasi PLN Mobile. 1234567890123456789012345678901212 Contact Centre 123 meru- disajikan dalam aplikasi 1234567890123456789012345678901212 pakan solusi praktis bagi pe- PLN Mobile pun sudah 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 langgan yang ingin mendap- sangat beragam, sesuai 1234567890123456789012345678901212 atkan informasi terkait lay- dengan kebutuhan pelang1234567890123456789012345678901212 anan listrik, baik gangguan gan. History pembelian to1234567890123456789012345678901212 maupun informasi seputar ken atau tagihan listrik, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 PLN, tanpa harus bertatap info Tarif Dasar Listrik, 1234567890123456789012345678901212 muka langsung dengan petu- permohonan pasang baru/ 1234567890123456789012345678901212 gas PLN. Layanan Contact perubahan daya dan layan1234567890123456789012345678901212 Center dapat diakses mela- an khusus dan juga berita 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 lui (kode area) 123 untuk terbaru tentang PLN. 1234567890123456789012345678901212 pengguna HP atau 123 apa- Penggunaannya pun relatif 1234567890123456789012345678901212 bila menggunakan PSTN, mudah. 1234567890123456789012345678901212 Aplikasi PLN Mobile email pln123@pln.co.id, Fa1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 cebook PLN123, dan juga bahkan telah memiliki fi1234567890123456789012345678901212 tur-fitur seperti fitur trackTwitter @pln_123 . 1234567890123456789012345678901212 Manager Komunikasi ing regu pelayanan teknik 1234567890123456789012345678901212 PLN Unit Induk Wilayah dan fitur rating atau feed1234567890123456789012345678901212 NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo back bagi personil layanan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mengatakan, dengan me- teknik. Inovasi ini merupa1234567890123456789012345678901212 manfaatkan contact center, kan bentuk inovasi dan up1234567890123456789012345678901212 pelanggan tidak perlu lagi aya kami untuk terus men1234567890123456789012345678901212 datang ke kantor untuk ingkatakan kepuasan pel1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mendapatkan layanan anggan. “Jadi kami 1234567890123456789012345678901212 PLN. “Dengan Contact Cen- mengimbau kepada selu1234567890123456789012345678901212 ter 123 ini lebih mudah kare- ruh pelanggan, jika ada 1234567890123456789012345678901212 na langsung terintegrasi pengaduan terkait dengan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 dengan sistem Aplikasi layanan PLN, pelaporan1234567890123456789012345678901212 Pengaduan dan Keluhan nya melalui Contact Center 1234567890123456789012345678901212 Terpusat atau APKT kami. PLN 123 ataupun melalui 1234567890123456789012345678901212 Jadi setiap keluhan ataupun aplikasi PLN Mobile, su1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 pengaduan pelanggan yang paya lebih cepat terpantau 1234567890123456789012345678901212 masuk, dapat segera kami dan tertangani,” demikian 1234567890123456789012345678901212 tindaklanjuti,” jelas Taufiq. Taufiq. (bul) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212

Lebih Efisien dan Praktis, Manfaatkan Fasilitas PLN 123 dan PLN Mobile

Dukung Pariwisata Nasional, Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta – Banyuwangi Jakarta (Suara NTB) – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mulai hari ini resmi menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta Banyuwangi (PP) dari sebelumnya 7 kali per minggu menjadi 14 kali per minggu. Penambahan frekuensi penerbangan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan layanan pada seluruhpengguna jasa, sekaligus dalam rangka memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap rute tersebut.

Adapun penerbangan tambahan tersebut dilayani melalui penerbangan GA 270 yang berangkat pada pukul 06.00 WIB setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Penerbangan tersebut akan diterbangkan dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan kapasitas 96 penumpang. Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M.Ikhsan Rosan mengungkapkan, penambahan frekuensi ini merupakan salah satu upaya

Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan pasar potensial di Banyuwangi, khususnya pada bidang pariwisata. “Semakin menjanjikannya sektor pariwisata di Banyuwangi, mendorong kami untuk mendukung hal tersebut melalui penambahan frekuensi penerbangan dalam menunjang tingginya demand masyarakat atas akses rute penerbangan langsung dari Jakarta menuju Banyuwangi maupun sebaliknya,’’ jelas Ikhsan Penambahan frekuensi rute penerbangan Jakarta – Banyu-

wangi (PP) tersebut juga sejalan dengan komitmen berkelanjutan dari perusahaan dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam meningkatan potensi iklim investasi dalam sektor pariwisata khususnya di Banyuwangi. Pertumbuhan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata baru menjadikan permintaan penerbangan menuju Banyuwangi semakin meningkat. Kiranya dengan penambahan frekuensi penerbangan ini tidak hanya dapat memfa-

silitasi permintaan pasar, namun juga dapat turut mendukung pengembangan pariwisata serta iklim investasi Banyuwangi sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional. Garuda Indonesia sangat optimistis dengan adanya penambahan frekuensi penerbangan ini dapat meningkatkan traffic wisatawan menuju Banyuwangi dan mampu menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang mampu bersaing baik di kancah domestik maupun internasional. (*)


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

Membangun Dimulai dari Keluarga PERINGATAN Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang digelar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Jumat (21/6) diharapkan bisa momentum untuk membangun. Dalam hal ini, bagaimana membangun Lotim dan wujudkan visi misi Bupati Lotim, Adil Sejahtera dan Aman itu dimulai dari rumah. ‘’Membangun mulai dari keluarga,’’ ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim, drg. H. Asrul Sani didampingi Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan, Lalu Muhammad Isnaeni. Pada lingkup DP3AKB, ujarnya, yang perlu atensi (Suara NTB/rus) besar adalah pendeH. Asrul Sani wasaan usia perkawinan (PUP). Fakta Lotim dengan 1,3 juta jiwa penduduk ini memiliki angka pernikahan dini yang masih cukup banyak. Data terakhir dimiliki di atas 1000 kasus pernikahan dini atau disebut 20 persen yang menikah di bawah usia 19 tahun. Data kasus pernikahan dini ini tidak ditampik banyak diduga tidak terlapor. Data yang disampaikan DP3AKB itu pun yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Sementara praktik pernikahan di bawah umur ini banyak dilakukan di luar sepengetahuan KUA atau tidak terlapor. “Ada praktik di bawah ini kita tidak tahu karena tidak terlapor,” ucapnya. PUP ini diharapkan bisa ditaati dan tidak menikah dini. Dilihat dari ketentuan UU Perkawinan Nomor 1 tahun1974, batasan usia 16 perempuan dan laki-laki 19 tahun. Sedangkan dalam definisi UU Perlindunagan anak, masih disebut anak pada usia 18 tahun, sehingga disebut dengan pernikahan anak. Untuk itulah diprogramkan pendewasaan perkawinan yang batasan usianya harus melampaui usia anak. Kondisi masih tingginya kasus pernikahan dini di tengah masyarakat ini diakui tidak bisa langsung diubah drastis, tapi secara bertahap. Dalam hal ini, diperlukan keterlibatan dari semua pihak. Tidak saja DP3AKB, namun juga lembaga swadaya masyarakat yang turut berjuang melakukan pencegahan pernikahan dini serta terpenting dari lingkungan keluarga itu sendiri. Berikutnya, peningkatan peranan perempuan dan pengarusutamaan gender dalam pembangunan juga perlu ditingkatkan. Sedangkan untuk anak-anak sendiri, di Lotim saat ini sedang diupayakan terwujudnya Lotim sebagai daerah layak anak. “Ini menjadi tantangan kita ke depan,” ucapnya. Lotim belum mengantongi predikat sebagai daerah layak anak. Belum dapat predikat itu karena belum ada visitasi dari lembaga independen guna penelitian di Lotim terkait sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebagai daerah layak anak. Mewujudkan daerah layak anak sebutnya butuh proses panjang. Memulainya, bisa saja dari sekolah. Buat sekolah layak anak, fasilitas kesehatan layak anak. Kemudian bisa meningkat menjadi desa, kecamatan. Lebih cepat soal layak anak ini bisa dimulai di kampungkampung keluarga berencana (KB) yang saat ini sedang digencarkan oleh DP3AKB. Adapun beberapa indikator antara lain, anak memiliki akta kelahiran, tidak ada anak yang putus sekolah, anak mendapatkan layanan posyandu yag baik. Upaya pemerintah daerah untuk memenuhi semua indikator itu sudah dilakukan. (rus)

Tak Laporkan Perkembangan Investasi

Disnaker PMPTSP Surati Puluhan Perusahaan Tanjung (Suara NTB) Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyurati sekitar 30 perusahaan, karena tidak melaporkan laporan kegiatan per semester. Langkah tersebut ditempuh sehubungan dengan kewajiban perusahaan kepada pemerintah. “Kita surati perusahaan antara 20-30 perusahaan terkait report bisnis per 6 bulan. LKPM (laporan kegiatan penamaan modal) kita perlukan untuk mengetahui perkembangan investasi,” kata Kepala Disnaker, Agus Tisno, S.Sos., melalui Kepala Bidang (Suara NTB/ari) Penanaman Modal, Ali ZuAli Zulkarnain lkarnain, Jumat (21/6). Berdasarkan laporan LKPM yang masuk, respon perusahaan cukup baik. Sebanyak 74 perusahaan melaporkan perkembangan investasnya, terdiri dari 71 PMA dan 3 PMDN. Dari laporan itu pula, realisasi investasi per triwulan I tercatat sebanyak Rp 135,635 miliar lebih. Angka tersebut setara dengan 19,31 persen dari target realisasi investasi yang dibebankan Pemrov NTB sebesar Rp 699,827 miliar lebih. Untuk diketahui, Pemprov NTB dalam hal ini menargetkan investasi se-NTB sebesar Rp 2,195 triliun. KLU dibebankan target 4,37 persen. Beban target terbanyak kabupaten/kota mengarah ke Sumbawa Barat sebesar 13,27 persen. “Bobot target investasi ditentukan oleh realisasi tahun sebelumnya. Dan banyaknya potensi kegiatan usaha di kabupaten/kota bersangkutan,” ujarnya. Ali Zulkarnain melanjutkan, kendati tingkat kepatuhan perusaha diukur dari laporan LKPM cukup baik, namun masih terdapat kendala di lapangan. Beberapa yang masih ditemui, yaitu tata cara pelaporan LKPM dengan sistem online yang dirasa masih kesulitan. Kedua, pemahaman tiap investor berbeda terkait LKPM. Sebagian pengusaha masih beranggapan bahwa laporan bisnis terbatas pada LKPM saat mengajukan pada tahap konstruksi. Namun berdasarkan ketentuan, saat melakukan operasional (LKPM produksi) pun harus melaporkan laporan bisnis. “Saat dapat untung mereka anggap tidak perlu melapor. LKPM sepertinya belum tersosialisasi dengan baik. Ada beberapa perusahaan yang memang tidak tahu report bisnis,” sebutnya. Ia menambahkan, sebagai upaya optimalisasi pelaporan Disnaker akan melakukan sosialisasi, optimalisasi pengawasan lapangan, serta memberi pemahaman kepada perusahaan. “Bicara masa lalu, BKPM memang masih dipersepsikan hanya pada pameran dan tidak mengendalikan usaha agar perusahaan patuh secara report dan patuh terhadap tata ruang. Persepsi ini yang harus kita ubah,” tandasnya. (ari)

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Dilematis, Persoalan Sampah di Kota Selong Selong (Suara NTB) Persoalan sampah di Selong, ibukota Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dinilai masih dilematis. Diberikan sanksi salah, tidak ada sanksi sampah tak kunjung bisa teratasi. Saluran-saluran air belum bebas dari problem sampah yang menumpuk. Fakta ini diakui Camat Selong, Baiq Farida Apriani kepada Suara NTB, Jumat (21/6). Banyaknya masalah sampah ini, ujarnya, menyebabkan saluran-saluran di Kota Selong tersumbat. Tidak mengherankan saat musim hujan, banjir datang. Air meluap, karena saluran tidak mampu menampung air besar. “Termasuk saluran di belakang kantor PU penuh sampah,” ungkapnya. Diakuinya, sekarang ini yang bisa dilakukan hanya memberikan imbauan kepada warga agar membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah di pinggir jalan. Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan armada pengangkut sampah, tapi tidak mampu mengangkut sampah dalam jumlah banyak. Sebelumnya, masalah serius sampah di saluran ini diakui

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Marhaban. Tempattempat pembuangan sampah (TPS) sebenarnya sudah ada di beberapa tempat. Akan tetapi sampai saat ini masih banyak oknum yang membuang sampah sembarangan. Mereka membuang sampah di saluran-saluran yang menyebabkan penyumbatan saluran, sehingga saat musim hujan, menyebabkan jalan atau permukiman warga tergenang. Diakuinya, kondisi ini belum bisa diatasi sepenuhnya oleh petugas kebersihan yang digerakkan. Tenaga-tenaga kebersihan inilah yang menyapu dan membersihkan jalan, tapi ketika banyak sampah yang dibuang warga ke saluran air mereka tidak mampu menyelesaikannya. Apalagi, sampahsampah yang menumpuk di sa-

(Suara NTB/rus)

PENUH SAMPAH - Saluran air yang ada di Kota Selong yang penuh dengan tumpukan sampah. Hal ini menyebabkan genangan air atau banjir di dalam kota. luran air banyak dari hulu, sehingga saat hujan turun dibawa ke saluran air di dalam kota. Bicara soal fasilitas penunjang untuk mengatasi kebersihan, ujarnya, DLHK Lotim sudah siap, mulai dari armada hingga TPS di sejumlah tempat. Untuk itu, pihaknya

Realisasi APBN di NTB Rendah, Baru 30 Persen Tanjung (Suara NTB) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi NTB, mengingatkan semua pelaksana anggaran di daerah untuk memegang integritas. Jika prinsip itu dipegang, maka pelaksanaan anggaran di daerah akan berjalan ancar dan aman. “Saran saya memang itu, untuk pengelolaan uang negara ini yang perlu dijaga itu integritas, kalau integritas kita terjaga Insya Allah kita aman,” tegas Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Syarwan, MM., dalam kunjungannya ke Lombok Utara, Kamis (20/6). Kakanwil secara sengaja melakukan roadshow ke Kabupaten/Kota untuk mendorong pelaksanaan anggaran dari APBN yang sudah masuk ke rekening daerah. Anggaran tersebut meliputi DAK fisik dan DD. Di Bendahara Umum Daerah, Syarwan menegaskan bahwa tugas Ditjen perbendaharaan tidak hanya sebatas kasir. Ditjen juga mengatur, membuat kajian dampak anggaran serta memberi masukan kepada daerah terhadap kendala yang dihadapinya. Di samping itu, Ditjen Perbendaharaan tetap memantau realisasi anggaran. Sehubungan dengan realisasi itu, Syarwan menilai belum memenuhi taget. Di mana dalam periode 6 bulan, seharusnya terealisasi sebesar 40 persen lebih. “Realisasi APBN di NTB ini memang kecil, 33 persenan. Terus DAK fisik di sini (KLU), walupun pertama kali di sini itu sebesar Rp 20 miliar, yang awalnya Rp 18 miliar dari pagu awalnya sebesar Rp 220an miliar. Dan kami masih mendialogkan semua kenapa, terjadi semua keterlambatan,” paparnya. Syarwan menginginkan,

(Suara NTB/ari)

KUNJUNG - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Syarwan (kanan), saat berkunjung ke KLU, agar pencairan dana-dana pu- anggaran pada deadline pelaksat dilakukan sesuai jadwal. sanaan menyebabkan anggaTujuannya agar dana tersebut ran tidak terkelola maksimal. “Dan kekhawatiran kita dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Ini juga masalah juga, nanti di akhir tahun juga dana desa di sini serapannya itu adanya kekeliruan begitu. paling bagus. Serapan pertama Tapi kalau memang bisa dikdi kas negara, sekarang lang- erjakan secara bertahap dan sung dicairkan ke rekening kas proporsional, disamping mandesanya, 100 persen lagi saya faatnya untuk masyarakat, tentu juga bisa dirasakan lihat,” pujinya. Pemanfaatan dana desa masyarakat,” tandasnya. Sementara Kepala BPMD yang cukup baik di KLU, menurut dia bisa.menjadi contoh bagi KLU, Sahabudin, S.Sos. M.Si., daerah lain. Sebab secara bersyukur kehadiran Kanwil psikologi, Syarwan melihat KLU Ditjen Perbendaharaan di daersebagai daerah yang masih ter- ah memberi banyak informasi dampak oleh gempa, namun pe- sebagai acuan bendahara merintah desanya mampu men- umum daerah. Kaitan dengan dana yang berjumlah milliargelola dana desa dengan baik. Usai turun lapangan, Kakan- an dari DAK dan dana desa, ia wil melihat sejumlah kendala juga akan mengingatkan selurealisasi. Misalnya, juknis yang ruh pelaksana kegiatan di OPD berubah-ubah, masih ada pen- untuk bergerak lebih cepat. “Memang terkait target jabat yang tidak berani karena khawatir akan isu mutasi dari yang disampaikan, kita mengkepala daerah. “Makanya mere- hadapi kendala pada sistem pengadaan barang dan jasa ka berhati-hati,” imbuhnya. Ia berpesan kepada semua kita yang pernah mengalami daerah, agar pelaksanaan keg- gangguan. Dan alhamdulillah iatan tidak mengulang pola sudah normal, sehingga haralama yakni eksekusi anggaran pan kita tahun ini bisa lebih di akhir tahun. Penumpukan cepat,” ucapnya. (ari)

Penyidik Layangkan Panggilan ke Mantan Ketua DPC PPP Selong (Suara NTB) Kasus dugaan manipulasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) bantuan dana partai politik (parpol) yang dilakukan oleh mantan Ketua DPC PPP Lombok Timur (Lotim) terus berlanjut. Pasalnya, Jumat (21/6) kemarin, penyidik Tipidum dari Satreskrim Polres Lotim melayangkan surat pemanggilan terhadap mantan Ketua DPC PPP Lotim, H. A. Muzanni Umar untuk dimintai keterangan. “Kemarin kita sudah periksa Sekretaris DPC PPP Lotim termasuk dua orang lainnya. Untuk Pak Muzanni yang juga selaku terlapor, hari ini surat panggilan sudah kita kirim ke yang bersangkutan,” terang Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama,SIK, dikonfirmasi, Jumat (21/6). Dalam pemanggilan itu, kata Yogi, mantan DPC PPP Lotim akan diperiksa sebagai saksi atas dugaan manipulasi LPJ penggunaan dana parpol tahun 2017-2018, sehingga diharapkan yang bersangkutan bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik. Dalam kasus

(Suara NTB/yon)

I Made Yogi Purusa Utama ini, kata dia, akan melihat perkembangan dari hasil pemeriksaan. Apabila dari keterangan dan barang bukti mengarah adanya indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh, H. A. Muzanni selaku terlapor, maka kasusnya juga akan dilimpahkan ke unit Tipikor. “Status pemanggilannya kan sebagai saksi, jadi kita berharap yang bersangkutan hadir atas tuduhan terhadap dirinya,” harapnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PPP Lotim, Pahrur Rozi, membenarkan jika aparat keplisian sudah melayangkan surat panggilan ke H. A. Muzanni yang juga mantan Ketua DPC PPP Lotim. Surat panggilan itu sendiri sudah masuk ke DPC PPP Lotim, Jumat hari ini dengan nomor surat : 6/905/VI/Res.1.9/2019. Kendati demikian, katanya, saat ini sedang dilakukan penyelesaian secara internal partai. “Iya surat panggilan untuk Pak Muzanni sudah masuk ke kantor PPP Lotim. Tapi secara internal partai sedang dilakukan penyelesaian. Hanya saja belum menemukan kesepakatan,”ujarnya. Menurut Pahrur Rozi, apapun hasil keputusan internal partai akan diikutinya selaku pelapor kasus tersebut. Termasuk tidak menutup kemungkinan laporan itu akan dicabut dengan pertimbangan kondusivitas partai dan lainnya. “Kita lihat saja nanti apa kita cabut atau kasus ini berlanjut secara hukum. Kita masih melakukan penyelesaian di internal partai bersama semua pengurus DPC PPP Lotim,” tandasnya. (yon)

meminta masyarakat memanfaatkan TPS yang ada dan tenaga kebersihan di DLHK Lotim untuk melakukan pengangkutan. Jika aktivitas pembuangan sampah ini tetap di tempatnya, maka petugas kebersihan juga tidak akan kesulitan menjalankan tugasnya.

Masalah saluran yang sudah tidak layak, tambahnya, sudah lama akan dilakukan pembongkaran. Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy menyebut saluran yang ada tidak boleh tertutup, namun harus terbuka, sehingga bisa dipantau kebersihannya. (rus)

Tutup Defisit, Bappeda Geser Sejumlah Poin Anggaran Tanjung (Suara NTB) Bappeda Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menuntaskan perencanaan anggaran sehubungan dengan pengaujan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Perubahan. Bappeda terpaksa mengurangi sejumlah poin anggaran di OPD guna menutup defisit. Kepala Bappeda KLU, Heryanto, SP., Jumat (21/6) mengungkapkan, pembahasan rancangan KUA PPAS APBDP 2019 sudah tuntas di tingkat eksekutif. Defisit anggaran sebesar Rp 40 miliar, sejatinya tidak tertutupi dari Silpa 2018 sebesar Rp 81 miliar. “Kami sudah sampaikan kondisi keuangan daerah di APBD Perubahan. Banyak silpa yang unmark, peruntukannya jelas tidak bisa diapa-apakan tetapi kembali ke kegiatan itu. Misalnya, ada dana Rp 19 miliar bantuan keuangan DKI yang masuk di akhir tahun, tetap kembali ke Dikpora,” ujarnya. Heryanto memaparkan, atas kondisi defisit yang cukup besar itu, Bappeda selaku dapur anggaran melakukan penghematan. Bappeda melalui proses rasionalisasi dengan mengumpulkan seluruh OPD. Kondisi keuangan dipaparkan secara gamblang untuk menyamakan mindset anggaran. Dalam proses pembahasan pun, Bappeda mengundang 3 pimpinan DPRD KLU. Dalam penyesuaian anggaran, Bappeda mempertimbangkan sejumlah hal. Antara lain, anggaran prioritas untuk mendukung program pusat (pelebaran jembatan), serta sejumlah anggaran prioritas daerah yang dinilai mendesak. “Pusat sudah membantu kita Rp Rp 80 miliar dari APBN untuk meperbaiki 4 jembatan. Daerah perannya membebaskan lahan di sekitar jembatan supaya aksesnya memenuhi

standar nasional,” paparnya. Heryanto menyambung, dari kesimpulan di tingkat eksekutif sejumlah poin anggaran yang dirasionalisasi antara lain, pengurangan belanja barang dan jasa OPD ratarata 3 persen, pengalihan dana penataan Gunung Malang sebesar Rp 445 juta. Selanjutnya, penundaan kegiatan Gor Mini Bayan sebesar Rp 1 miliar, pengalihan jaringan irigasi PU senilai Rp 1,6 miliar, pengadaan beras Rp 2,9 miliar, dana RTLH 2,7 miliar, hingga anggaran budidaya kelompok lebah madu Trigona senilai Rp 2,6 miliar. “Beberapa kegiatan yang masih bisa kita tunda di 2020. Kegiatan besar pending khawatir dikerjakan jadi masalah, RTLH. Pertimbangan pertama, sebagain besar rumah terdampak genap, dan dukungan untuk rumah dari DSP BNPB. Khawatir overlap, jadi Silpa lagi,’’ terangnya. Terkait pengadaan beras, Bappeda masih mempertahankan alokasi anggaran beras aspirasi pada APBD-P. Begitu pula beras untuk masyarakat jompo, tetap teranggarkan. “Mengapa kita beras kita efisiensi, karena kita yakin dana jadup cair di tahun 2019, jadi pertimbangan menunda beras Sanga bersama-sama,” jelasnya. Ia menambahkan, pengurangan dana perjalanan dinas di tiap OPD menjadi opsi terakhir yang akan ditempuh. Bukan mustahil, perjalanan dinas akan dikurangi apabila masih ada kebutuhan anggaran penting yang harus ditutupi. “KUA PPAS akan kita ajukan menunggu selesai Perda pertanggungjawaban APBD 2018. Begitu diterima, segera kita sampaikan KUA PPAS, karena itulah dasar paling resmi. Jadi pembahasan APBD-P masih bisa dilakukan oleh anggota Dewan lama,” tandasnya. (ari)

Kasus Curanmor Banyak Terjadi di Jerowaru Selong (Suara NTB) Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), curat maupun curas saat ini masih terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur (Lotim). Dari 21 kecamatan di Lotim, kasus curanmor masih didominasi oleh Kecamatan Jerowaru. Demikian disebutkan Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Mades Winarta, SIK, Jumat (21/6). Menurut Kapolres, jumah kasus yang terjadi Kecamatan Jerowaru sebanyak 18 kasus. Jumlah ini paling banyak dibandingkan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Lotim selama satu tahun terakhir. Penyebab dikarenakan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Lotim ini kerap tidak melakukan pengamanan terhadap kendaraannya saat ditinggal beraktivitas. Termasuk, persoalan lainnya yaitu adanya masyarakat masih membeli kendaraan tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Ditegaskan Kapolres, sepeda motor tanpa dilengkapi suratsurat terindikasi merupakan hasil curian. “Tentu bisa ditebak, apabila kendaraan itu tidak punya dokumen yang lengkap. Kendaraan itu bisa dipertanyakan. Itu indikasinya motor bodong dan hasil curian,” terangnya.

(Suara NTB/yon)

Ida Bagus Made Winarta Untuk terus meminimalisir kasus curanmor, curat dan curas di wilayah hukum Polres Lotim, Kapolres mengungkapkan razia dan patroli terus ditingkatkan. Bahkan ke depan Kapolres berencana meluncurkan suatu program berupa pembagian kunci ganda atau gembok kepada masyarakat. Langkah itu sebagai motivasi bagi masyarakat dalam menjaga kendaraannya agar tidak terjadi curanmor terutama saat ditinggal bepergian. “Ke depan saya ingin meluncurkan program berupa pembagian kunci ganda kepada masyarakat. Jadi masyarakat secara aktif menggembok kendaraannya ketika ditinggal pergi,” ujarnya. (yon)


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Tertibkan Tambang Ilegal

Pemkab Loteng Dukung Langkah Kapolda NTB

Terancam Ditarik Pusat PEMDA Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Sosial (Disos) belum melakukan verifikasi dan validasi (verivali) data 71 ribu lebih penerima bantuan jaminan hidup (jadup). Dinas terkait belum memulai verivali lantaran belum ada kejelasan anggaran untuk membiayai tim melakukan verivali. Pihak Dinsos telah mengusulkan dana ke TPAD sebesar Rp125 juta agar dialokasikan, namun sejauh ini belum ada kepastian. Tim verivali mulai akan turun ke lapangan setelah ada kepastian dana tersebut. Kepala Disos Lobar, Hj. Made Ambaryati yang didampingi Kasi Perlindungan Korban Bencana Alam, HM. Zakaki mengatakan deadline pengusulan jadup ini mengacu juga pada pencairan DSP sesuai dengan masa transisi. “Jadup ini juga sama, setelah berakhir masa transisi (bulan Agustus red) maka dana tidak bisa ditarik (kembali ke kas negara), tapi biasanya pasti ada kebijakan perpanjangan waktu masa transisi kalau belum semua korban gempa mendapatkan bantuan,” jelas dia. Menurut dia kemungkinan dana ini ditarik lagi ke kas negara untuk dialihkan bantuan kepada korban bencana di daerah lain. Sebab banyak sekali bencana yang terjadi, seperti banjir di Kalimantan dan Sulawesi. Padahal jelas dia, untuk dana jadup tahap II ini sendiri sudah siap dana sebesar Rp 171.304.800.000. Karena itulah pihaknya akan berupaya mempercepat proses verivali penerima jadup ini, paling lambat sebelum bulan Agustus data penerima bantuan ini sudah clear. Pihak perbankan juga siap membantu mem-back up. Untuk mempercepat proses verivali ini di lapangan pihaknya sudah menyiapkan data penerima bantuan dengan mengacu pada SK Bupati nomor 1 sampai dengan 136. Pihaknya mengecek penerima bantuan yang ada dalam SK tersebut dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dan desa untuk memverifikasi data SK penerima bantuan yang sudah ada. Para kades, katanya, mengumpulkan dokumen korban gempa seperti KTP dan KK untuk persiapan penyaluran bantuan jadup, sehingga gampang ketika proses verivali nantinya. Berdasarkan hasil pengecekan data mengacu penerima batuan dana gempa, terdapat ribuan penerima bantuan bermasalah dari sisi adminduknya, sehingga perlu dilakukan perbaharuan Ia menambahkan, terkait verivali data penerima ini pihaknya sudah mengusulkan dana operasional tim verivali ke pemda. “Sudah kami usulkan Rp 125 juta, katannya anggaran ini sudah oke (siap red) anggarannya tapi kan oke-nya ini kan paling tidak ada bentuk nyatanya,” katanya. Begitu ada kepastian soal anggaran verivali ini jelas dia, maka tim langsung turun ke lapangan. Menurut dia, kasihan juga tim verivali yang diambil dari Tagana dan pendamping sebanyak 125 orang turun tanpa diberikan tranportasi. Di mana masing-masing orang mendapatkan honor Rp 100 ribu dalam sehari. Seperti halnya verivali yang dilakukan terhadap 900 orang penerima Jadup tahap I beberapa waktu lalu, tim verivali yang bekerja selama 1 bulan, namun hanya diberikan honor 7 hari. Menurut dia, tim verivali ini tidak mempersoalkan diberi honor belakangan, setelah bekerja, asalkan ada diberikan honor. Verivali ini bisa diselesaikan selama bulan. Itu pun kata dia kalau tidak ada masalah adminduk yang ditemukan. Namun, jika ada persoalan adminduk, maka tentu akan molor. Selain dana untuk honor, anggaran juga termasuk untuk ATK sebab pihaknya akan mengirim data usulan ke pusat, lengkap baik hard copy mapun soft Hj. Made Ambaryati copy. (her)

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Akuisisi PT. Indotan ke Ancora 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Giri Menang (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Akuisisi saham perusahaan tambang PT. Indotan 12345678901234567890123456789012 Lombok Barat Bangkit (ILBB) ke PT. Ancora dipertanya12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan anggota DPRD Lombok Barat (Lobar). Menurut mere12345678901234567890123456789012 ka, tidak ada keterbukaan kalangan eksekutif Kabupat12345678901234567890123456789012 en Lobar terhadap pemindahtanganan saham perusa12345678901234567890123456789012 haan tambang tersebut. Pihak dewan mendesak pemda 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 memanggil pihak terkait agar memberikan penjelasan 12345678901234567890123456789012 kepada pemda terkait proses akuisisi saham tersebut. 12345678901234567890123456789012 Anggota DPRD Lobar dari Partai Demokrat, Indra 12345678901234567890123456789012 Jaya Usman, menanyakan sikap tertutup kalangan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 eksekutif terkait akuisisi perusahaan tersebut. “Etika 12345678901234567890123456789012 eksekutif ini yang tidak ada, tidak ada pemberitahuan 12345678901234567890123456789012 ke dewan. Seharusnya disampaikan itu (akuisisi) ke 12345678901234567890123456789012 dewan. Kalau didiamkan seperti ini, bisa bisa saja kita 12345678901234567890123456789012 salah persepsi,” ujarnya, Jumat (21/6). 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Dia juga mempertanyakan komitmen OPD terkait 12345678901234567890123456789012 yang menangani hal itu. Pasalnya, beda perlakuan ke12345678901234567890123456789012 tika Indotan masuk ke Kabupaten Lobar tahun 2012 12345678901234567890123456789012 silam. “Kalau pas Indotan masuk, itu berkali kali eks12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 posnya. Sementara ini, sekali pun tidak pernah ada 12345678901234567890123456789012 pemberitahuan,” tambahnya. 12345678901234567890123456789012 IJU sapaan akrab politisi asal Narmada ini menya12345678901234567890123456789012 takan posisi Pemkab Lobar pada PT. Indotan adalah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 sebagai shareholder (pemegang saham) itu secara legal 12345678901234567890123456789012 formal. Dan anehnya, sudah dua tahun lamanya tidak 12345678901234567890123456789012 pernah satu orang pun eksekutif yang memberitahu12345678901234567890123456789012 kan proses akuisisi itu kepada lembaga legislatif. “Ini 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 negara, mereka harus kasih tahu, karena setiap tahun 12345678901234567890123456789012 Indotan selalu menyampaikan neraca keuangannya dan 12345678901234567890123456789012 itu tertuang di buku APBD,” tegasnya. 12345678901234567890123456789012 Apa yang disampaikan Indra Jaya Usman dibenar12345678901234567890123456789012 kan Wakil Ketua III DPRD Lobar H. Sulhan Muchlis 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Ibrahim. Bahkan dia menyatakan, jika memang akui12345678901234567890123456789012 sisi itu benar terjadi maka kerjasama itu harus diper12345678901234567890123456789012 baharui, karena ini pihak baru. “Setiap kerjasama den12345678901234567890123456789012 gan pihak swasta, harus persetujuan dewan. Untuk itu 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kita butuh penjelasan dari eksekutif,” katanya. 12345678901234567890123456789012 Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid men12345678901234567890123456789012 gatakan akuisisi yang terjadi antara Indotan dengan 12345678901234567890123456789012 Ancora hanya sebatas saham milik Indotan. Sementara 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 saham Pemkab Lobar sebesar 10 persen tetap menjadi 12345678901234567890123456789012 milik Lobar. “Hanya 90 persen, dan itu milik Indotan. 12345678901234567890123456789012 Yang 10 persen saham Lobar tetap,” jawabnya singkat. 12345678901234567890123456789012 Menyangkut saham itu, lanjut dia, pihaknya ten12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 gah mengkaji saham ini kemungkinan apakah diper12345678901234567890123456789012 tahankan atau tidak. Tentunya di sini akan ada per12345678901234567890123456789012 setujuan dewan. Diakuinya, dulu (2009-2012) saham 12345678901234567890123456789012 ini tercatat di neraca tanpa persetujuan dewan. Pada12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hal prosesnya wajib persetujuan dewan. “Jadi ini ba12345678901234567890123456789012 hasa saya, pintu masuknya “haram” kami mau keluar12345678901234567890123456789012 kan secara haram. Kalau seandainya keputusannya 12345678901234567890123456789012 saham ini ditiadakan (dikeluarkan”,”tegas dia. terkait 12345678901234567890123456789012 itu, pihaknya akan intens berkoordinasi dan berkomu12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nikasi dengan kejaksaan bahkan dengan KPK supaya 12345678901234567890123456789012 tidak salah dalam proses ini. (her) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (Suara NTB/dok)

Dewan Pertanyakan Keterbukaan Eksekutif

Praya (Suara NTB) Rencana Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS.M.M., yang akan mengambil langkah hukum dalam upaya menertibkan tambang emas ilegal gunung Prabu Desa Prabu Kecamatan Pujut, mendapat dukungan Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Harapannya, dengan upaya tegas ini aktivitas tambang emas ilegal di kawasan yang berdekatan dengan kawasan The Mandalika bisa terhenti.

H. M. Nursiah

“Jelas kami sangat mendukung langkah yang akan diambil pihak kepolisian tersebut,” tegas Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si.,

saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (21/6). Diakuinya, secara kewenangan penanganan tambang sekarang sudah ada di tangan pemerintah provinsi, namun secara administrasi tetap ada kaitnya dengan kabupaten, karena aktivitas tambang emas ilegal berada di wilayah

kabupaten. Atas dasar itu, pemerintah kabupaten juga berkepentingan dalam hal ini. Untuk itu, Pemkab Loteng pastinya akan mendukung apapun langkah yang akan diambil guna menertibkan tambang emas ilegal gunung Prabu tersebut. “Soal penertiban tambang emas Prabu kita siap mengikuti apapun langkah yang diambil provinsi dan pihak kepolisian,” ujarnya. Tapi jika memang dibutuhkan, Pemkab Loteng siap di depan untuk bersama-sama menertibkan tambang emas gunung Prabu. “Yang paling penting keterpaduan antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum. Kalau semua bisa terpadu, pasti bisa ditertibkan,” imbuh Nursiah.

Ia menjelaskan, Pemkab Loteng sudah sempat turun ke lapangan untuk mengecek kondisi aktivitas tambang emas gunung Prabu. Di mana setidaknya ada lima titik tambang emas di lokasi tersebut. Lokasi tersebut ada yang dimiliki oleh masyarakat setempat ada juga yang dimiliki orang luar. Namun dari lima titik penambangan tersebut, empat titik di antaranya bisa dikatakan sudah mau ditutup sendiri oleh para penambang, karena memang hasilnya tidak seberapa. Dan, ratarata alasan masyarakat menambang untuk keperluan reklamasi atau perataan lahan, bukan asli menambang emas. (kir)

(Suara NTB/dok)

Eksekusi Aset di Jagaraga dan Jatisela Diajukan ke Pengadilan Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat (Lobar) segera mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mengeksekusi aset berupa lahan di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan seluas 30-40 are. Selain lahan ini ada, pemda juga mengeksekusi satu aset lain yang dimenangkan pemda di Jatisela Kecamatan Gunungsari. Langkah ini dilakukan menyusul sengketa aset ini telah dimenangkan oleh pemda. “Kami menyusun permohonan eksekusi lahan itu ke pengadilan, mekanismenya kan seperti itu, permohonan kita layangkan ke pengadilan,” jelas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, H Mahyudin ditemui selepas Salat Jumat. Diakuinya, persoalan aset ini memang telah lama, namun pihaknya baru bisa diitidaklanjuti. Menurutnya, tidak semua yang diperoleh serta merta bisa ditindaklanjuti. Namun pihaknya perlu mempelajari kembali dampak negatif dan positifnya. Dikatakan, semua aset yang telah dimenangkan pemda akan diajukan untuk dieksekusi. Untuk kali ini dua titik diajukan eksekusi, yakni di Jatisela dan Jagaraga. Sementara itu mantan Kepala Kantor Aset Daerah (KAD) Lobar, Burhanudin mengkritik pemda yang dinilai tak serius menangani permasalahan aset milik pemda di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan. Pasalnya sampai saat ini belum ada tindakakan pemda menertibkan dan mengamankan aset itu. Padahal kasus ini sendiri telah bergulir ke aparat penegak hukum, sehingga menyeret dirinya ke meja hijau. Kini ia mendesak agar permasalahan ini diungkap dan diusut tuntas, baik oleh pemda maupun APH. Bur mengatakan kasus yang menyebabkan dirinya menjadi pesakitan harus diusut tuntas. Sebab sangkaan dirinya menerima uang sebesar Rp850 juta tak terbukti. “Kami menuntut dan menantang pihak Pemda serta APH mengusut siapa-siapa oknum yang menerima aliran dana tersebut. Kami pertanyakan komitmen mereka ini. Saya dituduhkan menerima uang Rp 850 juta pada kasus Jagaraga, tapi di peradilan sterilkan (tidak terbukti), sekarang uang itu kemana? Ini harus ungkap siapa yang menerima aliran dana ini,” ujarnya belum lama ini. (her)

(Suara NTB/ist)

CEK PEMBANGUNAN - Kadis Perkim Lobar H. L. Winengan turun mengecek pembangunan RTG di sejumlah tempat di Lobar. Dari hasil turun lapangan, ditemukan beberapa pembangunan RTG mandek.

Pembangunan RTG Mandek Tiga Bulan

Disperkim Lobar Ancam Putus Kontrak Aplikator Giri Menang (Suara NTB) Pihak Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Lombok Barat (Lobar) turun mengecek kondisi pembangunan rumah tahan gempa (RTG) Di Dusun Orong Desa Batulayar Kecamatan Batulayar. Alhasil, pihak dinas terkait menemukan pembangunan RTG mandek selama tiga bulan, padahal dana sudah ada di rekening pokmas. Khatim, bendahara salah satu pokmas di desa setempat mengatakan pembangunan RTG mandek selama tiga bulan lamanya. Bangunan RTG milik warga hanya baru terbangun pondasinya saja. Sebagian besi tiang sudah berdiri. Di daerah itu terdapat ratusan RTG yang mandek yang ratarata masuk kategori rusak berat,” Ini (bangunan RTG) dibiarkan begini saja. Sejak sebelum bulan puasa kondisinya begini-begini saja,” ungkap dia. Ia mempertanyakan kinerja perusahaan yang menyuplai material bangunan untuk rumah-rumah warga. Seorang warga menuding aplikator tidak bisa menyuplai kebutuhan warga, sehingga bangunan terbengkalai. Seorang warga lain malah mencurigai ada kongkalikong antara pengurus pokmas dengan aplikator soal harga dan

ketersediaan material bangunan. Sekitar 50 meter dari bangunan ini yang posisinya lebih tinggi, terdapat bangunan milik Inaq Rukyah. Rukyah adalah istri Rusleh. Dengan mata berkaca-kaca ia bercerita tentang kondisi bangunan yang baru pondasinya saja, sejak tiga bulan lalu. Tidak ada tukang yang bekerja karena memang tidak ada bahan bangunan. Ia menunjuk semen yang disusun dan ditutup terpal. “Itu semen sudah sampai mengeras. Ini lihat tempat saya tidur. Pernah ada naik ular. Tolong supaya bahan-bahan didatangkan,” ungkapnya. Fasilitator bernama Lilik mengakui di Dusun Orong sendiri ada enam pokmas. Dua di antaranya bangunan dikerjakan secara swakelola warga. Menariknya, warga yang memilih mengerjakan sendiri bangunannya justru progresnya lebih bagus. ‘’Yang bermasalah adalah bangunan yang tukangnya disediakan oleh aplikator,’’ akunya. Hal serupa di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari. Seorang warga mengeluhkan harga bahan bangunan yang tidak sesuai dengan harga pasar. Itu dicurigai permainan oknum aplikator, fasilitator dan

pengurus pokmas untuk mendapat keuntungan dari selisih harga. Sementara itu, Kepala Dinas dan Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat, HL. Winengan mengaku sangat kecewa melihat bangunan rumah yang baru pondasinya saja. “Saya kecewa. Padahal Lombok Barat itu paling siap karena uang sudah ada Rp1,4 triliun. Nanti ada tambahan lagi Rp 80 miliar. Kabupaten lain baru separuhnya saja yang cair. Tapi kalau begini kerja aplikator bagaimana mau bisa cepat jadi,” ungkapnya. Ia juga meminta warga memberi “pelajaran” kepada aplikator nakal. Warga diminta memberi tempo beberapa hari kepada aplikator untuk memastikan pekerjaan dengan adanya ketersediaan bahan bangunan. Jika tidak jelas, maka aplikator tersebut harus diputus kontraknya. Bahkan kalau ada indikasi pidana, pengusaha itu bisa dipenjarakan. “ Saya nggak main-main soal ini. Ini saya sudah capek urus uang ini,” ungkapnya. Dalam pertemuan singkat yang berlangsung di Dusun Orong, warga sepakat untuk memutus kontrak salah satu penyuplai bahan. Mereka juga sepakat akan mengerjakan sendiri bangunan rumah mereka. (her)

Pemkab Siap Bantu Pembangunan Dokumen Kependudukan Calon PMI Diduga Mapolres Loteng Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berencana akan membantu pembangunan fasilitas berupa kantor yang baru bagi Mapolres Loteng. Rencananya pembangunan Mapolres Loteng yang baru tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. Hal itu diungkapkan Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT.S.H., saat menerima kunjungan Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, AS.M.M., Kamis (20/6) sore. Pembangunan fasilitas mapolres baru, ujar Suhaili, diharapkan bisa memacu peningkatan kinerja Polres Loteng dalam upaya mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di daerah ini. “Dengan fasilitas yang baru ini, kita berharap kinerja kepolisian bisa semakin meningkat,” ujarnya. Bagi Pemkab Loteng, pembangunan fasilitas kantor tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendukung pengamanan di daerah ini. Walaupun dari sisi kewenangan pembangunan fasilitas bagi kepolisian merupakan domain pemerintah pusat. Tetapi secara aturan, pemerintah daerah juga dibolehkan membantu dan berpartisipasi dalam menyiapkan fasilitas bagi kepolisian. “Toh, kalau keamanan dan kondusivitas terjaga dengan baik, buah dari keberadaan fasilitas yang baru tersebut manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat dan daerah ini,” tandasnya. Disinggung alokasi anggaran yang disiapkan untuk membangun fasilitas kantor bagi Polres Loteng tersebut, Suhaili mengaku belum dihitung secara rinci. Karena memang baru tahap perencanaannya. Di mana tahun ini, Pemkab Loteng akan menyelesaikan penyusunan Detail Enginering Design (DED) markas baru, baru dihitung besaran alokasi anggaran yang dibutuhkan.

Dipalsukan

(Suara NTB/kir)

BERTEMU - Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT bertemu dengan Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, di pendopo Bupati Loteng, Kamis (20/6) sore. ‘’Dan, tidak hanya kantor untuk Polres Loteng saja. Tahun berikutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan Markas Kodim 1620 yang baru untuk menggantikan markas yang sekarang ini,’’ ujarnya. Hal itu juga untuk mendukung rencana penataan Kota Praya. Jadi fasilitas-fasilitas milik pemerintah yang ada juga harus tampak bagus. Tidak hanya kantor Bupati Loteng atau kantor DPRD Loteng saja yang bagus. Sementara kantor pemerintahan yang lain tidak. “Kita upayakan yang terbaik. Keamanan daerah terjaga. Penataan kotanya juga jalan,” tegas mantan Ketua DPRD NTB ini. (kir)

Giri Menang (Suara NTB) Dokumen kependudukan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah Sekotong dipalsukan. Pemalsuan dokumen berupa KK, akte kelahiran dan Surat Keterangan (Suket) pengganti E-KTP ini terbongkar setelah pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat mengecek usulan dari salah satu perusahaan PPTKIS PT SJ yang mengajukan rekomendasi dan legalisir ke dinas terkait. Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) pada Dukcapil Lobar, Hamdi ditemui di ruang kerjanya Jumat (21/6) mengatakan, hasil pengecekannya terhadap berkas calon TKW tersebut ada tiga berkas yang sudah pasti dipalsukan, di antaranya KK, akte kelahiran dan Suket pengganti E-KTP. Terbongkarnya pemalsuan dokumen ini jelas dia berawal ketika sehari sebelum Lebaran Topat yang lalu ada pihak perusahaan yang datang ke Dukcapil untuk meminta legalisir salah seorang TKW bernama Rehani kelahiran tanggal 1986. Rencananya TKW ini akan diberangkatkan ke Brunei Darussalam.

Namun setelah dicek ternyata dokumen yang dibawa palsu, sebab dari bentuk KK dan akte serta tanda tangannya di Suket tersebut tidak seperti biasa, sehingga dilakukanlah pemanggilan pihak perusahaan tersebut untuk diinterogasi terkait berkas tersebut. Setelah diinterogasi, pihak perusahaan mengaku tidak tahu kalau berkas itu palsu atau tidak. Akhirnya pihak perusahaan langsung menghubungi petugas lapangan (PL) dan bersedia segera datang ke kantor Dukcapil. Hanya saja sampai saat ini belum ada yang datang dari pihak PL tersebut. ”Kami tunggu-tunggu tidak ada yang datang-datang,”jelas dia. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar Rusditah, menegaskan, terkait masalah dokumen calon pekerja Indonesia ada di ranah Dukcapil, belum ada kaitan dengan Disnaker. Menurut dia, hal ini terbongkar karena selama ini pihaknya bekerjasama dengan Dukcapil untuk legalisir dulu berkas calon tenaga kerja sebelum masuk ke Disnaker. “Dokumen seperti akte, KK ini dicek sama Dukcapil,” jelas dia. (her)


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

Sumbawa Masih Rawan Stunting Sumbawa Besar (Suara NTB) Dari hasil survey pemantau gizi tahun 2017, Kabupaten Sumbawa menempati urutan pertama dari 10 kabupaten/ kota yang ada di NTB pada kasus stunting. Meskipun di tahun 2018 terjadi tren menurun. Namun Sumbawa masih tetap berada pada kategori wilayah rawan gizi. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumbawa melalui Penjabat Sekda Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd, pada pertemuan Desiminasi Data Surveilans Gizi Tingkat Kabupaten Sumbawa, di Aula Hotel Tambora Sumbawa, Jumat (21/6). Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan dihadiri oleh beberapa Camat dan Kepala UPT Puskesmas yang wilayahnya terkategori rawan stunting, serta dari dinas terkait. Disampaikan Bupati, kekurangan energi kronik, anemia, dan kekurangan gizi serta permasalahan gizi lainnya akan menyebabkan rendahnya status kesehatan. Yang akan berakibat pada rendahnya kualitas SDM dan daya saing daerah. Permasalahan gizi menjadi indikator dari pertumbuhan ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, pertanian dan sistem pangan, serta kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah. “Makanya, kegiatan ini sebagai langkah serius dan berkelanjutan dalam rangka mengupayakan perbaikan gizi di tana Samawa yang kita cintai ini,” pungkasnya. (arn)

Satgas Saber Buka Pengaduan Pungli PPDB Taliwang (Suara NTB) Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Sumbawa Barat, mulai membuka layanan pengaduan terhadap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun pelajaran tahun 2019. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk antisipasi praktik pungli. Apalagi selama ini sektor pendidikan dianggap menjadi lokasi rawan munculnya aksi Pungli. Bahkan timsus juga akan memantau secara ketat mulai proses awal yakni tahapan seleksi hingga tahap masuk sekolah seperti (Suara NTB/ils) pembelian buku dan seragam Teuku Ardiansyah baru bagi para siswa baru. “Layanan pengaduan Saber Pungli sudah mulai kita buka yang berada di kantor sekretariat (Inspektorat), itu kita lakukan untuk menjamin pelaksanaan PPBD bebas dari Pungli. Apalagi sudah ada statemen dari kepala Dinas bahwa pelaksanaan PPBD tidak boleh ada pungutan dan sudah diinstruksikan ke kepala sekolah masing-masing. Makanya tim dari fungsi intelejem sudah diminta untuk segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aktivitas yang dimaksud. Kita juga meyakini masih ada praktik itu (Pungli) terjadi di sekolah,” ungkap ketua Satgas Saber Pungli, Kompol Teuku Ardiansyah SH, kepada Suara NTB, Jumat (21/6). Dikatakannya, rencana rapat bersama dengan para sekolah dan dan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dikpora) sebagai salah satu upaya pencegahan tindakan pungli sudah dijadwalkan dalam waktu dekat ini. Bahkan pihaknya juga sudah meminta rincian ke dinas terkait biaya apa saja yang boleh dipungut oleh sekolah jelang PPDB. Karena jika semuanya dipukul rata, dikhawatirkan terjadi halhal yang tidak diinginkan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu meskipun sudah ada kesepakatan bersama. Pihaknya juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas jika ditemukan ada sekolah yang memungut diluar ketentuan tersebut. Karena sesuai dengan komitmen awal, kehadiran satgas saber Pungli untuk menekan terjadinya perbuatan menyimpang. Tentu bukan hanya di sektor pendidikan saja, sektor perizinan dan pelayanan lain di masyarakat juga akan tetap dipantau. Kendati demikian, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi supaya tidak ada yang gagal faham terkait praktik Pungli. Karena jika masih ada yang tetap melanggar setelah diingatkan maka sanksi yang akan diberikan juga akan semakin berat. “Kita tetap akan rapatkan dulu dengan tim saber dan Kadis dan Kasek, untuk bisa memberikan gambaran apa saja yang disepakati agar tidak masuk dalam kategori Pungli. Jika sudah ada kesepakatan, maka diluar pungutan itu maka tetap akan kita proses pidana dan ruang aduan juga sudah mulai kita buka secara luas,” tukasnya. (ils)

KPKNL Belum Sanggupi Permohonan Lelang Aset Taliwang (Suara NTB) Badan Pendapatan Aset Daerah (BPAD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum bisa memastikan kapan lelang aset daerah dapat dilaksanakan. Pasalnya permohonan pelaksanaan lelang yang diajukan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKLN) belum disanggupi. “Kita sudah terima surat resmi atas permohonan kita kepada KPKLN Bima. Mereka sementara ini belum bisa menyanggupinya,” kata Kepala BPAD KSB, Muhammad Yusuf, (Suara NTB/bug) SE kepada wartawam, JuMuhammad Yusuf mat (21/6). Alasan KPKLN Bima belum mampu memenuhi permohonan pelaksanaan lelang Pemda KSB itu, disebutkan Yusuf karena keterbatasan personil lembaga. Sementara masih terdapat beberapa agenda sama dari daerah lain yang telah lebih dulu masuk permohonannya. “Memang untuk pelayanan pulau Sumbawa hanya ada KPKLN Bima. Mereka melayani lima kabupaten/kota termasuk kita (KSB). Nah dalam suratnya mereka sampaikan bahwa belum bisa melaksanakan yang kita ajukan,” paparnya. Yusuf menyatakan, tanpa kesanggupan KPKLN Bima, lelang aset milik Pemda KSB tidak akan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Sesuai aturan setiap aset pemerintah untuk pelepasannya melalui proses lelang harus ditangani oleh lembaga yang telah ditunjuk, dalam hal ini KPKLN. “Lelang sekarang tidak seperti dulu ya, cukup kita (daerah) bisa melaksanakan. Sekarang harus KPKNL di daerah setempat,” urainya. Untuk aset yang akan dilelang sendiri, BPAD KSB telah melakukan inventarisir. Sebagaian besarnya berupa unit kendaraan roda dua dan roda empat (sepeda motor dan mobil). Ia menyebutkan, pihaknya belum bisa memprediksi berapa potensi hasil penjualan aset-aset yang akan dilelang itu. Sebab untuk nilai lelang setiap item aset nantinya akan ditetapkan oleh KPKLN. “Yang taksir nilainya KPKLN. Kita nanti tinggal terima hasil penjualan saja. Tapi kalau ditanya berapa nilai pengadaannya dulu kami tahu, nilainya totalny mencapai Rp 2 miliar lebih,” sambung Yusuf. Sambil menunggu kesiapan KPKLN Bima, sementara ini beberapa unit kendaraan yang akan dilelang masih digunakan untuk menunjangan kegiatan Pemda KSB. Dikatakan Yusuf, rata-rata kendaraan yang masih bisa digunakan itu kondisinya sangat layak jalan jalan. “Kalau yang dalam kondisi rusak sudah kita amankan. Tapi nah yang masih bagus sementara tetap digunakan,” tukasnya. (bug)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Tinggal Empat Desa Belum Cairkan DD di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2019 untuk Kabupaten Sumbawa masih mengendap di kas daerah sekitar Rp4 miliar. Pasalnya, masih ada beberapa desa yang belum melakukan pencairan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumbawa, Wirawan Ahmad, S.Si, M.T mengakui pihaknya sudah menyalurkan dana desa tahap pertama sekitar 96,43 persen. Sisanya masih berada di kas daerah karena masih ada beberapa desa yang belum mencairkan. “Kalau untuk Kabupaten Sumbawa ada 4 desa yang belum ditransfer,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat (21/6).

Diungkapkannya, empat desa yang belum mencairkan yakni Desa Lape, Desa Jorok Utan, Ropang dan Jaya Makmur. Khusus Desa Lape dan Jorok Utan penyalurannya ditunda sesuai rekomendasi Inspektorat. Karena ada masalah pada pelaksanaan APBDes tahun 2018. Kemudian Desa Jaya Makmur belum ada rekomendasi dari DPMD karena belum menetapkan APBDes. Sedangkan Desa

Ropang sudah ada rekomendasi dan sedang dalam proses penyaluran. “Jadi hanya empat desa. Dua desa belum disalurkan karena ada rekomendasi penundaan Inspektorat, satu desa belum menetapkan APBDes, dan satu desa masih dalam proses pencairan,” jelasnya. Dari empat desa tersebut, lanjutnya, total dananya lebih kurang Rp4 miliar.

Terhadap desa yang belum disalurkan dananya pihaknya meminta agar segera dibuatkan APBDes. Sedangkan terhadap dua desa yang ditunda pencairannya, pihaknya masih menunggu informasi dari Inspektorat. Apakah desa tersebut sudah menindaklanjuti temuan terhadap pengelolaan DD tahun 2018. (ind) Wirawan Ahmad (Suara NTB/ind)

Pelaksanaan Program Krabat Terus Dievaluasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (Kompak) memfasilitasi Pemkab Sumbawa untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program prioritas Pemkab Sumbawa yaitu Kredit Sahabat (Krabat) di lima kecamatan. Yakni, kecamatan Moyo Hilir, Moyo Hulu, Empang, Lape dan Utan. Dipilihnya lima kecamatan tersebut sebagai representasi dari keterwakilan wilayah di daerah ini baik wilayah timur, barat, utara dan selatan yang telah menjadi sasaran Kredit Sahabat sejak 2017. Koordinator Kompak wilayah Kabupaten Sumbawa, M. Ikraman, S.Pt, menjelaskan, Kompak merupakan Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia yang mendukung pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih besar. Oleh karena itu sejak Kompak bermitra dengan Pemkab salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Kompak yaitu melakukan pendampingan terhadap Kredit Sahabat (Krabat) dengan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik

(Suara NTB/arn)

EVALUASI - Suasana kegiatan monitoring dan evaluasi program Krabat di kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Desa (BUMDes) sebagai pengelola Krabat. Kemudian, melakukan pelatihan kepada Tim Teknis Manajemen dan Tim Pengawas Eksternal (TPE) serta saat ini melakukan monev sejak 19- 24 Juni 2019. Untuk itu lima kecamatan yang dipilih ini untuk memastikan apakah program prioritas Pemk-

ab Sumbawa sudah on the trek apa tidak di lapangan, meski diakuinya data BPS menunjukkan terjadi penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa sebanyak 1,3 persen. Lebih lanjut, pegiat NGO ini mengungkapkan, kegiatan monev ini dimaksudkan untuk mendiskusikan bagaimana

implementasi Kredit Sahabat, apa saja kelemahankelamahan selama ini kemudian mencari solusi atas kendala-kendala tersebut serta yang menjadi kelebihan selama ini hendaknya diperkuat. Maka dari itu peserta dari kegiatan monev tegasnya berasal dari Camat, Kasi Ekbang, Kepala Desa, Badan Per-

musyawaratan Desa (BPD) serta manager Bumdes. Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Sumbawa, Ir. Irene Silviani, MM, menyampaikan program Krabat merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Husni-Mo yang bertujuan untuk mewujudkan Desa Bebas Rentenir. Dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Sasaran penerima Krabat adalah petani miskin untuk mengelola kegiatan usaha taninya. Sejak tahun 2017 Krabat Pemkab Sumbawa telah menggulirkan dana senilai Rp25 Miliar yang meliputi 126 desa. Sehingga melalui kegiatan monev yang difasilitasi oleh Kompak kami ingin mengetahui dampak program Kredit Sahabat, apakah sudah tepat sasaran serta apakah perlu dilakukan revisi terhadap regulasinya. Pihaknya juga akan membangun sistem informasi terhadap pengelolaan Krabat. Oleh karena itu sebelum diaplikasikan sistem tersebut maka perlu dilakukan perbaikan terhadap tim pengelolah Krabat di lapangan seperti Badan Usaha Milik Desa, sehingga apabila proses penyaluran Krabat tidak berjalan maka informasi tidak terisi. (arn)

Stok Menipis, KSB Minta Blangko E-KTP Taliwang (Suara NTB) Stok blangko E-KTP (kartu tanda penduduk elektronik) yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menipis. Berdasarkan data dinas terkait, per 20 Juni 2019, bahan baku pembuatan E-KTP yang tersisa sebanyak 296 keping. Kepala Disdukcapil KSB, Ibrahim, S.Sos mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menutupi stok blangko yang menipis itu. Jumlah yang diajukan se-

banyak 10 ribu keping. “Kita sudah bersurat ke Kemendagri minta dikirimkan blangko tambahan lagi,” terangnya kepada wartawan, Jumat (21/6). Ia menjelaskan, pencetakan E-KTP saat ini bukan didominasi oleh permohonan baru (wajib E-KTP baru). Tetapi kebanyakan wajib E-KTP lama. Mereka beralasan E-KTP lama yang dikantonginya telah rusak, hilang atau telah terjadi perubahan pada komponen data administrasi kependudukannya. “Kalau yang permohonan baru sekarang sedikit sekali, setiap hari paling ada lima atau tujuh yang melakukan perekaman.

Tapi yang minta dibuatkan baru KTP-nya banyak,” klaimnya. Pihaknya kata Ibrahim selama ini berupaya melengkapi seluruh kebutuhan pembuatan E-KTP. Hal itu dilakukan untuk memastikan pelayanannya kepada masyarakat tidak terganggu. Namun begitu dalam beberapa kesempatan tetap saja sempat ada gangguan yang dihadapinya. “Ya pernah juga kehabisan blangko di awal-awal. Tapi alhamdulillah terakhir-terakhir ini sudah tidak lagi. Nah gangguan lain biasanya server sehingga pencetakan kartu biasanya molor,” papar mantan

kepala DPMD KSB ini. Selanjutnya ia mengatakan, pelayanan pembuatan E-KTP yang paling banyak dilakukan pihaknya ketika jelang Pemilu April lalu. Sesuai instruksi pemerintah, saat itu Disdukcapil diharuskan membuka pelayanan 24 jam penuh setiap hari bahkan di hari pemilihan. “Alhamdulilah saat itu kami tidak ada kendala berarti, stok blangko juga banyak. Jadi begitu ada warga yang ajukan pembuatan E-KTP hari itu juga selesai,” kenangnya. (bug) Ibrahim (Suara NTB/bug)

Dinilai Tim Verifikasi Nasional

Kampung KB Wawonduru Berharap Bisa Juara Nasional Dompu (Suara NTB) Kampung KB Ndai Wawo Desa Wawonduru Kecamatan Woja masuk nominasi nasional urutan kedua hasil penilaian atas desk reviu pelaporan on line kampung KB. Penilaian ini diverifikasi kembali di lapangan untuk lomba kampung KB tingkat nasional tahun 2019. Hasil penilaian lapangan terhadap kampung KB tingkat nasional ini diharapkan menjadikan kampung KB Desa Wawonduru menjadi juara pertama tingkat nasional. “Dengan membaca profile saja, Dompu sudah di urutan kedua, apalagi sudah datang ke sini,” kata Drs. H. Sudirman Hamid, MSI yang mewakili Bupati Dompu saat penyambutan tim verifikasi lapangan lomba kampung KB tingkat Nasional di Desa Wawonduru, Kamis (20/6). H. Sudirman mengungkapkan, kampung KB Wawonduru dicanangkan Bupati awal 2018 lalu dan 2017 kepala Desanya diajak study banding Dinas PP dan KB Dompu ke kampung KB berprestasi di Sumbawa. “Ternyata prinsip yang dikembangkan kades Wawonduru di dalam rangka mengembangkan program kegiatan yang ada di Desa adalah bekerja sambil belajar, belajar sambil bekerja,” terangnya. Ia pun berharap, prestasi ini dapat memacu Kepala Desa Wawonduru bersama perangkat dan masyarakatnya untuk memaksimalkan APBDes-nya dalam membangun kampung KB. Karena kampung KB bukan hanya soal pengendalian penduduk dan pem-

(Suara NTB/Humas Pemda Dompu)

CINDERAMATA - Asisten I Setda Dompu, Drs. H. Sudirman Hamid, MSI menyerahkan cinderamata kepada ketua tim verifikasi Kampung KB tingkat nasional di Desa Wawonduru. Ketua Tim Verifikasi Kampung KB nasional Dr. Ade Anwar, saat melihat hasil UKM di Wawonduru (foto kanan). batasan jumlah kelahiran. Tapi kampung KB melingkupi semua aspek kehidupan. “Ssemua yang ada di dalamnya harus direncanakan. Jumlah kelahiran harus direncanakan, anak yang dilahirkan harus diprogramkan dan direncanakan masa depannya,” kata Sudirman yang juga Asisten Administrasi Pemerintahan dan Hukum Setda Dompu. Dr. Ade Anwar, Ketua Tim Verifikasi Lomba Kampung KB Tk Nasional dalam sambutannya mengungkapkan, penentuan 5 besar nasional kampung KB dan ditindak lanjuti dengan verifikasi lapangan berdasarkan desk reviu data pelaporan on line kampung KB. Pelaporan ini setiap saat berdasakan kegiatan yang disampaikan, sehingga

perkembangannya bisa dimonitoring secara nasional. “Pelaporannya tidak bulanan, tidak triwulan, tidak semestreran, tapi rieal time (setiap saat). Apapun dilaksanakan, selama PLKB melaporkan melalui kampung KB on line (akan terekam),” ungkap Ade Anwar. Ia pun memberikan apresiasinya kepada kampung KB Wawonduru, berdasarkan review data pelaporan online kampung KB berada di urutan kedua dari 14.514 kampung KB yang tercanangkan hingga pertengahan Juni 2019. “Berdasarkan laporan, penilaiannya nomor 2. Kalau melihat kenyataannya, lain daya tariknya dan ternyata bagus di sini,” pujinya. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten

Dompu, Gatot Gunawan, SKM, MMKes dalam laporannya menyampaikan perkembangan kampung KB di Dompu yang dicanangkan sejak 2016 lalu di Mbawi dan berkembang hingga saat ini menjadi 19 kampung KB se Kabupaten Dompu. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengembangan kampung KB, sehingga bisa memilahnya berdasarkan indikator jadi kampung KB pemula, madia, dan kampung KB purna. Kampung KB Wawonduru yang dicanangkan awal 2018 ini, pada 2017 diajak study banding ke kampung KB berprestasi. Itu menjadikan inspirasi bagi kepala Desa untuk menata daerahnya bersama warga dan lintas sektor. Hasil kolaborasi itu secara

perlahan menunjukan hasil, sehingga kampung lebih lestari dan memanfaatkan bahan – bahan daur ulang seperti handuk bekas untuk pot dan lainnya. “Jika dari pelaporan saja berada di posisi kedua, kalau bisa setelah verifikasi lapangan bisa jadi terbaik. Itu harapan kita,” katanya. Kades Wawonduru, Abdul Fattah, ST yang diberi kesempatan menyampaikan profil kampung KB-nya juga menyampaikan harapan yang sama kepada tim verifikasi tingkat nasional agar kampung KB-nya bisa menjadi terbaik. Tetapi pihaknya berkomitmen untuk terus berbenah dan mengembangkan kampung KBnya, tidak hanya pada satu kampung tapi bisa berkembang ke seluruh Desa. (ula/*)


SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Ratusan Karung Obat Kedaluwarsa Belum Dimusnahkan Dompu (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, hingga saat ini belum memusnahkan ratusan karung obat kedaluwarsa. Hal itu bukan karena kendala anggaran melainkan belum adanya kejelasan terkait teknis pemusnahannya. Apakah dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau dilakukan secara mandiri. Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dikes setempat, Abubakar Husain kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (21/6) kemarin menegaskan, angga(Suara NTB/jun) ran pemusnahan obat kedAbubakar Husain aluwarsa itu sudah dikantongi, hanya saja waktu dan mekanisme pesmunahannya yang belum jelas. “Anggaran sudah ada sekarang cuma kita lihat situasi bagus apa tidak dan dikerjasamakan atau bagaimana. Tapi yang jelas ada anggarannya,” kata dia. Berbagai jenis obat kedaluwarsa yang terkumpul tahun 2014 kebawah itu diakuinya cukup banyak. Selain akibat perencanaan yang tidak sesuai kebutuhan pertahun, juga faktor ketidaktahuan petugas dan tehnis penyimpanan yang salah. Misalnya, obat pengadaan baru untuk keperluan beberapa bulan kedepan. Karena berada ditumpukan paling atas oleh petugasnya kemudian diambil terlebih dahulu. Sementara tumpukan lain yang mendekati bulan atau tahun kedaluwarsa tidak dimanfaatkan. “Biasa anak-anak kan ambil dulu diatas sementara itukan barang baru. Kemungkinan seperti itu, jadi perencaannya kurang bagus dan penggunaannya yang tidak sesuai,” jelasnya. Disinggung kebutuhan obat per tahun untuk pelayanan kesehatan di sembilan puskesmas, Abubakar Husain belum bisa menyebutkan data pastinya. Namun demikian, dalam rangka meminimalisir obat kedaluwarsa ini kedepan pihaknya telah melakukan beberapa upaya, diantaranya melebihkan pengadaan hanya 10 persen dari tingkat kebutuhan serta membentuk unit pelaksana tehnis yang akan mengontrol serta mengatur keberadaan obat-obatan. “Semenjak dibentuk UPT itu sekarang obat-obatan tersebut sudah teratur. Jadi obat yang yang enam bulan sebelum kedaluwarsa itu kita prioritaskan untuk dipergunakan terlebih dahulu,” pungkasnya. (jun)

Pengguna TKA Tidak Wajib Perpanjang Imtak di Daerah Dompu (Suara NTB) – Kewajiban memperpanjang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (Imtak) di daerah tidak lagi diberlakukan. Sebagaimana ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2018 tentang perizinan terintegrasi. Akibatnya, mulai tahun kemarin daerah tidak lagi menerima PAD dari potensi ini. Kepala Bidang Layanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dompu, Adnan kepada Suara NTB, Jumat (21/6) menjelaskan, dengan diterbitkannya aturan baru itu TKA tidak lagi diperbolehkan memperpanjang Imtak, apalagi menyetor retribusi meski itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda). “2018 tidak ada yang perpanjang izin karena PP itu berlaku tahun kemarin. Untuk dua TKA kemarin tidak ada masalah karena mereka perpanjangannya tahun 2017,” kata dia. Atas diterbitkannya aturan baru ini, lanjut dia, DPMPTSP juga tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengawasi atau mengontrol keberadaan izin yang dikantongi TKA. Sepenuhnya ada di pemerintah pusat, Imigrasi dan Disnakertrans setempat. Pihaknya tak memiliki kekhawatiran akan disalahgunakannya izin tinggal dan kerja oleh tersebut TKA, karena sudah menjadi tanggung jawab instansi teknis lainnya. Kendati demikian, cukup disayangkan pihaknya ialah Dompu tak lagi mendapat sumbangan PAD dari sektor ini. “Karena aturan itu kita kehilangan PAD saja, kalau untuk kekhawatiran adanya pelanggaran tidak ada karena ada dinas teknis yang menangani. Makanya 2019 ini kita hapus retribusi dari Imtak,” jelasnya. Disinggung data TKA yang bekerja di perusahan besar dan menengah, Adnan mengaku, sampai saat ini belum memilikinya. Sebab dalam proses perpanjangan izin di 2017 lalu DPMPTSP hanya mengacu pada rekomendasi yang dikeluarkan Disnakertrans setempat. “Sampai sekarang kita belum punya karena kemarin kita perpanjang sesuai rekomendasi saja,” pungkasnya. (jun)

Telusuri Keuangan Satpol PP, Inspektorat Bentuk Tim Khusus Kota Bima (Suara NTB) – Inspektorat Kota Bima akan membentuk tim khusus untuk menelusuri pengelolaan keuangan pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Bima yang menyebabkan Kepala OPD setempat, Drs. Kaharuddin mengundurkan diri. Kaharuddin tidak ingin Uang Persediaan (UP) senilai Rp243.400.000 yang telah dibelanjakan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Pejabat lama dan tidak ada dalam DPA tahun 2019 dibebankan kepada dirinya. Selain itu, dana pajak senilai Rp16.187.387 juga tidak disetorkan. Kepala Inspektorat Kota Bima, Muhaimin, SE, mengaku telah mengetahui persoalan pengelolaan keuangan di Satpol PP dan Damkar. Hal itu dinilainya masih berupa indikasi, belum bisa dikatakan kerugian negara. “Perlu ada pemeriksaan yang mendalam untuk memastikannya. Menyimpulkan adanya kerugian atau tidak. Makanya kita akan segera bentuk tim khusus,” katanya, Jumat (21/6). Muhaimin menegaskan, audit pemeriksaan dalam pembatasan tugas Kepala OPD lama dengan yang baru dan proses mengaudit kerugian negara ada standar dan mekanismenya masing-masing. “Ada standarnya masing-masing. Tapi yang jelas kita akan melakukan pemeriksaan khusus hal ini,” katanya. Ia menambahkan, persoalan pada OPD tersebut juga akan disampaikan atau dilaporkan kepada Walikota Bima. Termasuk rencana membentuk tim khusus untuk memeriksa pengelolaan keuangan saat dijabat Kepala lama dan baru. “Kita akan laporkan dulu ke Walikota Bima yang saat ini masih berada di luar daerah,” ujarnya. Sementara Sekda Kota Bima, yang juga Ketua Majelis TPGR, Drs. H. Muhktar Landa MH, enggan mengomentari persoalan tersebut dan tidak ingin ditemui wartawan. Hanya mengarahkan agar meminta keterangan pihak Humas dan Prokotoler Setda setempat. “Sekda berpesan tidak ingin bertemu dengan wartawan jika konfirmasi soal di Satpol PP. silahkan konfirmasi saja ke bagian Humas,” ujarnya stafnya. (uki)

(Suara NTB/ist)

AIR BERSIH - Petugas BPBD Kabupaten Bima tengah mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Belo Kecamatan Palibelo, Jumat (21/6).

Tiga Wilayah di Kabupaten Bima Mulai Krisis Air Bersih

Bima (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, mencatat hingga saat ini, sudah ada tiga wilayah setempat yang mulai mengalami krisis air bersih, akibat musim kemarau. “Hingga saat ini sudah tiga wilayah yang krisis air bersih,” kata Kasubid Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Sos, Jumat (21/6). Disebutkannya tiga wilayah tersebut antara lain, Dusun Ndano Ndere Desa Bajo Kecamatan Soromandi, Desa Belo

Kecamatan Palibelo dan Desa Kalampa Kecamatan Woha. “Saat ini kita bantu dengan mengirim sebanyak 5.000 liter untuk masing-masing wilayah yang kena dampak,” katanya. Berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan lanjut Bambang, tiga wilayah tersebut merupakan langganan kekerin-

gan setiap tahun. Bahkan menjadi titik yang akan diprioritaskan pendistribusian air bersih saat musim kemarau. “Setiap satu kali seminggu kita melakukan pendistribusian air bersih pada titik-titik ini,” katanya. Diakuinya, krisis air bersih mulai dirasakan oleh

masyarakat pada tiga wilayah setempat terjadi sekitar awal Juni lalu. Faktor musim kemarau yang menyebabkan debit air sumur warga mulai menyusut. “Dari tiga wilayah ini ada sekitar ribuan warga yang terdampak,” katanya. Selain tiga wilayah itu, wilayah lain juga berpotensi mengalami krisis air bersih. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat sedang melakukan pengkajian dan pemetaan di titik yang rawan krisis air bersih. “Hingga saat ini TRC masih

melakukan pemetaan yang rawan krisis air bersih, untuk nantinya akan dikirim air bersih secara bergilir,” katanya. Oleh karena itu, Bambang meminta Pemerintah Desa agar segera melaporkannya ke BPBD apabila ada masyarakatnya kesulitan mendapatkan air bersih yang terdampak kekeringan untuk bisa ditindaklanjuti. “Harapannya pemerintah desa melaporkan kepada kami agar bisa dikirim air bersih sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya. (uki)

KSB Ubah Rencana Relokasi Warga Karang Songa Penataan Terminal Ginte

Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, memutuskan untuk mengubah pola terkait rencana relokasi puluhan masyarakat di Karang Songa, lingkungan kota baru, Kelurahan Dalam. Dimana awalnya masyarakat akan diberikan rumah di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Balisung, tetapi setelah dilakukan kajian lokasi tersebut dianggap tidak representatif. Hal ini tentu sangat berdasar, lantaran lokasi penempatan baru di Balisung, tidak lagi sesuai dengan karakter dari masyarakat Songa karena lokasinya yang cukup jauh serta sektor ekonomi mereka juga akan mati. “Setelah kita lakukan pengecekan ke Rusunawa Balisung, kami sangat tidak sesuai dengan karakter masyarakat Karang Songa karena lokasinya sangat jauh. Makanya kita akan siapkan lahan tidak jauh dari lokasi relokasi sekitar 39-40 are, sehingga warga yang direlokasi bisa hidup lebih baik. Kita juga akan melakukan sosialisasi terkait rencana relokasi masyarakat di Karang Songa ini melalui lurah dan camat. Bahkan larangan agar masyarakat tidak lagi membangun pemukiman baru di lokasi itu juga tetap akan disuarakan,” tegas Bupati KSB, Dr. Ir. H. W Musyafirin MM, kepada wartawan, Jumat (8/3) kemarin. Menurutnya, ada alasan yang sangat kuat sehingga

masyarakat yang telah menempati lokasi tersebut puluhan tahun tersebut. Salah satunya, karena pembangunan rumah di bantaran sungai sudah sangat jelas melanggar aturan tata ruang. Selain itu, terkesan kumuhnya lokasi yang sudah menjadi lokasi pintu masuk ke daerah wisata juga menjadi pertimbangan lain untuk bisa ditertibkan. Wacana relokasi ini juga sudah muncul sejak tahun 2018 sehingga sudah menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Hanya saja untuk sementara ini pihaknya masih menunggu hasil kajian dari tim terkait lokasi relokasi yang tidak jauh dari lokasi saat ini. Sementara untuk Rusunawa yang saat ini masih kosong, Pemkab berencana untuk menempatkan tenaga PNS dan Honor daerah yang belum memiliki rumah (tinggal di kos) untuk bisa menempati lokasi Rusunawa tersebut. Alasanya cukup jelas, karena jika tetap saja dbiarkan tidak berpenghuni dikhawatirkan rumah ini akan rusak dengan sendirinya dan tidak memberikan manfaat. “Ada banyak pertimbangan sehingga kita bersitegas untuk tetap melakukan relokasi warga karang Songa ini. Tetapi untuk saat ini kita minta agar kelurahan dan kecamatan bisa melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait rencana itu, sem-

bari kita mencari lahan pengganti bagi mereka,” sebutnya. Ia menambahkan, berdasarkan hasil pendataan di lokasi tersebut, saat ini tercatat ada sekitar 25 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 96 orang. Hanya saja Pemkab masih harus melakukan pengecekan data penduduk tersebut supaya tidak ada yang dirugikan saat relokasi tersebut dilaksanakan. Karena rata-rata warga yang sudah menempati karang Songa, merupakan para penduduk dari pulau Lombok. Bahkan mereka juga sudah menempati lokasi ini sejak 10 tahun lalu dan menjadi penduduk KSB. Bupati menambahkan, dalam pemberian lahan ganti rugi kepada masyarakat Songa ini murni dari kebijakan daerah karena bisa saja Pemkab menggusur secara paksa terhadap rumah yang sudah tidak sesuai dengan aturan tersebut. Untuk itu Pemkab sangat berharap supaya masyarakat Songa ini bisa menerima rencana relokasi itu dengan tidak melakukan aksi yang tidak diinginkan. “Relokasi ini kita lakukan supaya penataan di kota Taliwang akan semakin lebih baik dan tidak ada lagi rumah yang terbangun di wilayah terlarang. Selain itu, kita juga tetap akan memperhatikan nasib dari masyarakat yang akan kita relokasi ini,” tandasnya. (ils)

Aparatur Desa Diminta Lebih Hati-hati Dompu (Suara NTB) Kemudahan dalam mengurus dan mengelola APBDes yang diberikan pemerintah diduga disalahgunakan Desa. Beberapa kewajiban Desa justru diabaikan, sehingga menjadi pemicu molornya pencairan Dana Desa (DD) tahun 2019. Aparatur desa pun diminta untuk lebih hati-hati. Dewan pun memberikan apresiasi atas kinerja kejaksaan yang langsung merespon laporan kelompok masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana Desa. Pro aktif kejaksaan ini memberi dampak positif bagi Desa – Desa lain untuk membenahi pengelolaan DD dan ADD di Desanya. “Ada respon yang baik dengan Jaksa (atas laporan kelompok masyarakat). Ini membuka ruang bagi kades lain untuk hati - hati. Kalau sudah masuk jaksa, ini agak repot juga,” kata Andi

Bahtiar, A.Md.Par Ketua Komisi 1 DPRD Dompu, Jumat (21/6) kemarin saat dikonfirmasi masih adanya Desa yang belum mencairkan DD tahap pertama. Andi mengatakan, rata – rata Desa bermasalah dengan pembayaran pajak atas program kegiatan tahun 2018. Masalah ini terus terulang dari tahun ke tahun dan terkesan dimanja karena merasa dimudahkan oleh perangkat – perangkat lainnya. Belum lagi tingkat pengawasan dari DPMPD dan Camat. “Rekomendasi di Camat ada indikasi main mata tanpa melihat pekerjaan di lapangan,” kata Andi. Ia pun mencontohkan Desa Soro Kecamatan Kempo yang membayar tanah seharga Rp130 juta, padahal pada lahan tersebut sudah dibangun kantor Desa. Belum lagi soal anggaran Bumdes yang diserahkan bukan pada lem-

baga berbadan badan hukum, tapi diberikan kepada oknum dan dikelola jadi uang rentenir. Ketentuan ada kerjasama APIP dengan APH yang memberi ruang pengembalian temuan selama 60 hari juga dimanfaatkan perangkat Desa. Sehingga beberapa pelanggaran sengaja dilakukan dan ketika jadi temuan baru dikembalikan. “Ketentuan ini saya kira perlu dievaluasi kembali,” harapnya. Andi yang kembali terpilih di dapil Kempo dan Pekat ini mengaku, di akhir jabatan periode pertamanya ini akan memanfaatkan untuk berkoordinasi dengan DPMPD terkait persoalan Desa. Terlebih kepala DPMPD baru dan ia berharap banyak bisa bersinerge untuk menyelesaikan persoalan di Dompu. “Dalam waktu dekat kita akan rakor menyamakan persepsi masalah Desa,” katanya. (ula)

Kewenangan Provinsi

Dompu (Suara NTB) – Terminal Ginte di Kelurahan Kandai II, tak kunjung dibenahi. Kondisinya kian memperihatinkan. Bahkan dinilai menambah kekumuhan tata ruang di Dompu. Parahnya, area tersebut kerap dijadikan tempat pelepasliaran ternak oleh warga sekitar. Kadishub Kabupaten Dompu, Ir. Syafrudin kepada Suara NTB menegaskan, semenjak dialihkannya pengelolaan terminal utama ini ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) pihaknya tidak lagi berwenang menata apalagi membenahi fasilitas yang ada. Sepenuhnya menjadi tanggung pengelola. “Kita hanya lintas koordinasi saja dengan provinsi,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya. Upaya meminta Pemprov segera menata dan membenahi fasilitas terminal sudah seringkali disampaikan. Namun realisasinya tak ada yang cukup signifikan, terakhir hanya dilakukan penggantian lampu penerangnya. Kondisi ini, menurut Syafrudin, jauh berbeda sewaktu terminal dikelola sendiri oleh kabupaten. Yang mana beberapa fasilitas penunjang terus dibenahi dan dilengkapi. “Waktu di kabupaten masih bisa kita tata, tapi sekarang ini tambah abruk, tambah kumuh bahkan dijadikan tempat pelapasan ternak,” ujarnya. Semenjak dialihkan 2017 lalu, Pemprov sudah menerjunkan tim kosultan untuk rencana rehabilitasi Terminal Ginte. Tetapi nyatanya sampai sekarang wajah terminal tidak berubah bahkan diang-

gap semakin kumuh. Secara umum kondisi ini memang tak mempengaruhi operasional terminal. Tetapi karena kurangnya perhatian Pemprov sejak peralihan tersebut, membuat tamu memiliki kesan buruk bagi daerah ini. “Untuk operasional tidak ada pengaruh apa-apa, cuma kelihatan dari pandangan publik belum ada perubahan setelah diambil alih. Sedangkan dari segi pelayanan sudah semakin bagus karena petugasnya memanfaatkan IT semua,” jelasnya. Sementara itu, Koordinator Terminal Ginte, Ahmad dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (21/ 6) mengakui fasilitas umum tersebut belum mendapat sentuhan perbaikan. Alasan mendasarnya, alokasi anggaran yang disediakan sudah dialihkan untuk penanggulangan bencana gempa bumi di Pulau Lombok beberapa waktu lalu. “2019 ini memang mau direhab tapi karena bencana gempa di Lombok ndak jadi, anggaranya dialihkan kesana begitu informasi yang kami terima,” ungkapnya. Diakui, kondisi terminal ini sudah cukup memprihatinkan. Selain karena pagar yang rusak dan halamannya kerap dijadiakan area pelepasan ternak, juga jalur keluar masuk kendaraan tidak tertata dengan baik. Ditambah sarana umum seperti MCK dan musola belum tersedia. “Di sini hampir semua pintu jadi tempat keluar masuk kendaraan, sehingga sulit kita tata. Belum lagi warga sekitar yang melepas ternak,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

KUMUH – Terminal Ginte di Kelurahan Kandai II tampak kumuh akibat belum mendapat sentuhan perbaikan dari Pemprov NTB, Jumat (21/6).


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

Halaman 8

Kasus Dana Porprov X NTB 2018

LHP Inspektorat Kunci Kelanjutan Penyelidikan

(Suara NTB/why)

SALAM - Kades Sukamulya, Azhar menyalami kawannya usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Mantan Kades Sukamulya Dituntut 4,5 Tahun Penjara Mataram (Suara NTB) – Jaksa penuntut umum tetap pada tuntutannya terhadap terdakwa korupsi DD/ADD Sukamulya, Azhar. Jaksa meyakini Kades Sukamulya, Labangka, Sumbawa nonaktif itu menyalahgunakan kewenangannya sebagai aparat pemerintah. Sampai akhirnya negara merugi Rp897,77 juta. Jaksa penuntut umum Budi Tridadi Wibawa menyatakan hal tersebut dalam replik yang disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Replik tersebut menegaskan kembali surat tuntutan yang dibacakan dalam persidangan sebelumnya. Menurut dia, terdakwa Azhar melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dia menuntut majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana sesuai dakwaan subsidair tesebut. Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Fathurrauzi mengungkapkan bahwa jaksa sebelumnya menuntut Azhar agar dipidana penjara selama empat tahun enam bulan. Selain itu, jaksa juga menuntut agar terdakwa Azhar membayar denda sebesar Rp100 juta dan apabila tidak dilunasi maka diganti dengan kurungan selama delapan bulan. Begitu juga dengan tuntutan pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp897,77 juta. Terdakwa wajib menggantinya. Apabila tidak disanggupi maka harta benda Azhar disita untuk dilelang. Jika hartanya masih tidak mencukupi maka Azhar wajib menggantinya dengan penjara selama dua tahun. “Selanjutnya majelis hakim sedang musyawarah untuk vonis terhadap perkara dengan terdakwa tersebut,” ujar hakim yang akrab disapa Ojik ini. Terdakwa Azhar didakwa korupsi proyek fisik dan nonfisik Desa Sukamulya. Item pekerjaan yang tidak selesai tetap dibayar 100 persen. Kemudian modus lain berupa penggelembungan volume pekerjaan, pembayaran melebihi volume pekerjaan, dan pembayaran yang tidak terrealisasi tetapi tetap dibayarkan. Desa Suka Mulya pada tahun 2015 mengelola anggaran sebesar Rp754,4 juta. Sejumlah proyek desa itu antara lain pengerasan jalan lingkungan, pembangunan pagar kantor desa, pembangunan aula kantor desa, pembangunan beton pembatas saluran, inventaris kantor, pengembangan TPQ, belanja barang PAUD, dan bantuan pembinaan marawis, serta pembinaan karang taruna. (why)

Dewan Minta Kepala OPD Berniat Maju Pilkada Tidak Setengah-setengah Mataram (Suara NTB) Bursa kandidat bakal calon kepala daerah Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/kota di NTB yang akan digelar tahun 2020 mendatang sudah cukup ramai muncul kepermukaan. Nama-nama kandidat bakal calon yang sudah muncul tidak hanya diisi dari latar belakang politisi, namun tidak sedikit juga dari kalangan birokrasi. Beberapa nama birokrat aktif yang namanya sudah ramai muncuat ke permukaan, digadang-gadang bakal maju jadi balon kepala daerah yakni Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia, kemudian Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, selanjutnya Kadis Tenaga kerja, Agus Patria dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Lalu Gita Ariyadi. Melihat fenomena tersebut, pimpinan DPRD NTB angkat bicara menanggapi wacana sejumlah kepala OPD tersebut bakal ikut meramainkan bursa kandidat bakal calon kepala daerah di Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB. Karena Dewan khawatir para kepala OPD tersebut tidak fokus lagi melaksanakan tugasnya karena mulai disibukkan oleh proses pencalonan. “Ya sah-sah saja, boleh-boleh saja, semua orang punya hak dan kesempatan yang sama, termasuk para pejabat birokrasi. Tapi jika mereka serius, agar mulai dari sekarang menyampaikannya kepada pimpinan mereka (Gubernur), karena mereka kan harus mundur besok sesuai dengan aturan,” kata Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi yang dikonfirmasi, Jumat (21/6) kemarin. Hal itu dinilainya penting supaya yang bersangkutan tidak menganggu tugas pokoknya sebagai pejabat pembantu Gubernur. Karena itu mereka diminta agar tidak setengah-setengah jika serius berniat untuk maju, sehingga Gubernur bisa menyikapi dengan bijak. “Kalau lebih cepat disampaikan ke Gubernur, mereka bisa diuntungkan, bisa melakukan sosialisasi lebih awal. Saya rasa yang jadi soal itu memang ketika mereka masih setengah-setengah. Kalau memang tidak serius ya sampaikan, agar dinamika politik pencalonan ini jangan sampai membuat mereka tidak fokus pada tugasnya. Jangan sampai juga malah mendompeleng jabatannya untuk ketenaran,” ujar Ketua DPW PKS NTB ini. Hal yang sama juga berlaku bagi anggota Dewan yang berniat maju. Pasalnya anggota dewan yang mau maju juga diharuskan untuk mundur dari jabatannya,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah terkait banyaknya pejabat OPD Provinsi NTB yang berniat maju di Pilkada serentak 2020. Dr. Zul sapaan akrabnya menjawab bahwa sampai dengan saat ini, ia belum mendengar ada dari pejabat Pemprov NTB yang serius untuk maju di Pilkada serentak 2020. “Nggak, saya tanya-tanya mereka itu jawabnya nggak. Sudah saya tanya tapi ratarata mereka bilang kalau diperintahkan Pak Gubernur mereka akan maju. Tapi kan saya tidak akan mungkin perintahkan mereka,” ujarnya ketika dikonfirmasi di DPRD NTB usai rapat paripurna. (ndi)

H. Abdul Hadi

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Polda NTB menginventarisasi mata anggaran Pekan Olahraga Provinsi X NTB 2018. Inspektorat Provinsi NTB sedang mengaudit penggunaan anggaran tersebut. Sementara penyidik bersiap menindaklanjuti temuan. Sebab, penyelidikan sudah lebih dulu dimulai sebelum audit berjalan. Sementara penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB sudah mengambil langkah klarifikasi pihak-pihak. Penyelidikan awalnya salah satunya berkat hasil audit internal. Namun kepolisian dan Inspektorat punya MoU terkait penanganan perkara. Pengusutan kasus pidana baru dilanjutkan ketika proses perbaikan adminis-

trasi menemui jalan buntu. Serta apabila temuan diduga kuat mengandung unsur pidana korupsi. “Kami belum menerima LHP dari Inspektorat. Nanti kita cocokkan apabila ada temuan dengan audit internal,” jelasnya ditemui Jumat (21/6) kemarin. Dia menerangkan perihal dugaan awal terkait indikasi penyimpangan pada

penyewaan venue atau lokasi kompetisi cabang olahraga. Klarifikasi awal menemukan bahwa penggunaan dana tersebut sudah sesuai. Meski demikian, pos anggaran Porprov 2018 tersebut punya banyak item kegiatan. Setiap item tersebut diselidiki penggunaannya. “Itu akan pembayaran honor wasit, akomodasi, transport peserta dan

panitia, katering. Itu nanti kita cek semua,” jelas Syarif. Begitu juga dengan alokasi anggaran untuk setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebab, rencana anggaran biaya (RAB) Porprov setiap Cabor tersebut dijatah Rp75 juta. Sementara dalam pelaksanaannya menjadi beragam. Sejumlah Cabor bahkan ada yang menerima kurang atau lebih dari patokan RAB dimaksud. “Mungkin di situ ada subsidi silang. Apakah diperbolehkan seperti itu kan kita masih bisa dalami,” paparnya. Akan menjadi masalah ke-

mudian, sambung Syarif, apabila mekanisme subsidi silang tersebut berkaitan dengan pos anggaran berbeda. “Misalnya kalau sama-sama untuk sewa venue itu bisa. Kalau dialihkan untuk yang lain misalnya katering, itu bagaimana,” kata dia. Penggunaan anggaran, menurutnya, harus sesuai dengan yang sudah direncanakan dan tercantum dalam RAB. Perhelatan Porprov X NTB 2018 menelan anggaran dari dua sumber, yakni Rp10 miliar dari hibah APBD Provinsi NTB serta urunan KONI Kabupaten/Kota sebesar Rp3,31 miliar. (why)

Dugaan Gratifikasi Rp1,2 Miliar

KPK Akhiri Pemeriksaan Saksi di Mataram Mataram (Suara NTB) – KPK menyudahi pemeriksaan saksi-saksi terkait gratifikasi Rp1,2 miliar mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie. Tak kurang dari 10 saksi diperiksa secara maraton di Gedung Ditreskrimsus Polda NTB. Pemeriksaan berakhir Jumat (21/6) kemarin. “Sudah selesai tadi (kemarin). Penyidik sudah pamit,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin menjawab konfirmasi usai menerima kunjungan tim penyidik KPK di ruangannya. Selama lima hari pemeriksaan sejak Senin (17/6) lalu, tim penyidik KPK menggunakan ruang rapat di lantai dua Gedung Ditreskrimsus Polda NTB. Sejumlah saksi bergantian keluar masuk ruangan tersebut sepanjang agenda pemeriksaan. Berdasarkan catatan Suara NTB, sejumlah saksi yang dimintai keterangan tersebut terkait dengan kasus gratifikasi senilai Rp1,2 miliar yang diterima mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie. Beberapa diantaranya yakni pejabat lingkup Kantor Imigrasi Kelas I Mataram seperti Kasubsi Penindakan Putu Sukarna;

PEMERIKSAAN - Kasubbag TU Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Deny Chrisdian menuruni tangga gedung Ditreskrimsus Polda NTB usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus gratifikasi Rp1,2 miliar mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie.

(Suara NTB/why)

penyidik PPNS Haris dan Ayub Muksid; staf Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Nengah Radi Antara dan Bagus Wicaksono; Kaur Umum Dewa Made Windusala. Kemudian, Kasi Lalu Lintas Keimigrasian Gede Sema-

rajaya; saksi yang diperiksa beruntun setiap hari, Kasubbag TU, Deny Chrisdian; Kasi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Rahmat Gunawan; dan Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham NTB Wilopo. Sementara dari pihak lainya yakni kuasa hu-

kum dua WNA Bower Geofrey William dan Manikam Katherasan, Ainudin; pihak Bank BNI; serta mantan General Manager Wyndham Sundancer Resort Lombok, Nanang Supriadi dan perwakilan pengelola hotel, Joko Hariono. Dalam kesempatan terp-

isah, Wilopo mengakui pemeriksaan KPK tersebut merupakan lanjutan dari proses sebelumnya. “Kalau soal substansi pemeriksaan tidak bisa kita jelaskan karena itu ranah KPK,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya kemarin, Jumat (21/6). (why)

Ancaman Pemecatan Menanti Kurniadie

Kapolda NTB Irjen Pol Drs.Nana Sudjana AS, beserta rombongan disambut Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto. (Suara NTB/penrem)

Perkuat Sinergitas, Kapolda NTB Kunjungi Kodim 1620/Loteng Praya (Suara NTB) Markas Kodim 1620/Loteng Jl. Gajah Mada 101 Praya Lombok Tengah dikunjungi Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS,M.M beserta rombongan Kamis ( 20/6) lalu. Kunjungan itu dalam rangka memperkuat solidaritas dan sinergitas antar institusi. Kedatangan Kapolda NTB disambut dengan pengalungan selendang oleh Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto S.E.,M.I.Pol.

Nana Sudjana mengatakan, silaturahmi itu dilakukan dalam rangka menjalin komunikasi yang lebih intens dan juga menjalin soliditas serta sinergitas TNI -Polri. Selain itu, dapat memberikan pelayanan serta rasa aman yang terbaik untuk masyarakat. “Dan ingat, kita adalah satu kesatuan di wilayah untuk mengayomi serta menjadi tauladan bagi masyarakat banyak,” katanya. Sementara itu Dandim 1620/Loteng Letkol

Czi Prastiwanto S.E.,M.I.Pol dalam sambutannya menuturkan, pihaknya selalu berkerjasama dengan Polres Loteng dalam pengamanan, baik itu patroli gabungan maupun pengamanan di wilayah. Dandim berharap kebersamaan antara TNI dan Polri di NTB terus dijaga, khususnya Lombok Tengah. “Karena kebersamaan akan memperkuat silaturrahim dan keakraban TNI maupun Polri di lapangan,” pungkasnya. (ars/*)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka penerima gratifikasi penghentian kasus izin tinggal WNA, Kurniadie diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram. Keterlibatan Kurniadie dalam kasus korupsi membuatnya terancam dipecat. Dia yang ini sedang menjalani proses hukum di KPK ini masih menerima gaji sebagai PNS. Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham NTB Ida Asep Somara menerangkan bahwa untuk saat ini Kurniadie dalam status PNS yang berhalangan tetap. Setelah Kurniadie ditetapkan tersangka dan ditahan KPK. “Karena ini sudah ditahan, secara kepegawaian (Kurniadie) kita berhentikan sementara. Kalau di kepegawaian dia masuk berhalangan tetap,” terangnya saat dikonfirmasi Jumat (21/6) kemarin. Syarat surat penahanan KPK terhadap Kurniadie dijadikan salah satu landasan pemberhentian sementara. Pun demikian terhadap mantan Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Mataram Yusriansyah Fajrin yang juga diberhentikan sementara. Meskipun ada acuan aturan kepegawaian, sambung dia, namun tindak pidana korupsi jadi at-

Kader Nasdem Dorong Mantan Wagub Bertarung di Pilkada Sumbawa Mataram (Suara NTB) Mantan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, H. Moh. Amin disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa kandidat bakal calon Bupati pada pilkada serentak Kabupeten Sumbawa tahun 2020. Bahkan ia mendapat dukungan kuat dari internal kader Partai Nasdem. Dukungan itu salah satunya diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bima, Raihan Anwar. Ia sangat bergembira mendengar kabar Ketua DPW Nasdem NTB itu masuk dalam bursa kandidat balon bupati Sumbawa. “Ini adalah informasi yang sangat menggembirakan bagi Nasdem dan masyarakat

Sumbawa. Dia adalah tokoh politik senior, banyak prestasi yang sudah dicapai, saya kira sangat tepat jika beliau maju,” katanya. Pengalaman Amin sebagi Wakil Gubernur periode 20132018 kemarin, merupakan modal kuat untuk memberikan perubahan di Sumbawa. “Kalau masyarakat Sumbawa betul cerdas, maka salah satunya pak Amin figur yang tepat, beliau sudah terbukti ketika jadi Wagub, apa lagi jadi Bupati,” katanya. Namun demikian, tidak sedikit pihak yang meragukan Amin mau turun kelas tampil jadi calon Bupati, mengingat Amin sendiri pernah menjabat jadi wagub. Hambatan psikologis

politik itulah yang bakal menghadang Amin bakal mau maju. Menanggapi hal itu, Raihan menjawab bahwa pihak yang mengatakan hal demkian tersebut, karena melihat dari sisi gengsi politik. Namun jika bicara pengabdian, maka tidak ada hal yang salah Amin maju di Sumbawa sekalipun ia pernah jadi Wagub. Jika Amin masuk dalam bursa kandidat balon bupati Sumbawa, maka semua kader Nasdem bakal all out berjuang memenangkan Amin. Dalam demokrasi, suara rakyat adalah suara tuhan, karena itu jika rakyat Sumbawa menghendaki, maka tidak ada alasan bagi Amin untuk tidak maju, karena dia telah memenuhi syarat.

Dikonfirmasi terpisah, Amin terkait, tak menampik bahwa banyak pihak yang sudah menghadap dirinya untuk meminta ia maju di Sumbawa pada Pilkada 2020 mendatang. “Ya ada sih yang datang meminta saya maju,” katanya. Namun demikian, dengan berbagai pertimbangan, ia telah memutuskan untuk tidak bakal maju. “Jadi sekali pun dalam kalkulasi politik saya punya survei tinggi dan berpeluang besar. Saya pribadi menyatakan tidak akan maju sementara ini. Masak Wagub jadi Bupati, ndak elok lah, saya juga tidak berambisi ke sana. Kalau bicara pengabdian, masih bayak ruangnya, tidak harus jadi Bupati,” pungkasnya. (ndi)

ensi khusus Kementerian Hukum dan HAM RI. Apalagi hal ini terkait dengan penanganan perkara yang mensyaratkan kepastian hukum. “Nanti kalau dituntut di atas lima tahun maka akan diberhentikan secara tidak hormat. Tetapi kalau bicara korupsi, walaupun nanti putusan di bawah lima tahun, bisa saja tetap diberhentikan,” terang Asep. Sanksi administrasi tersebut, imbuh dia, baru akan diterapkan setelah perkara Kurniadie masuk tahap penuntutan di persidangan. sampai saat ini, Kurniadie masih aktif sebagai PNS. “Tapi hanya terima 75 persen dari gaji pokok. Tidak seberapa itu. Tunjangan juga tidak ada karena sudah diberhentikan dari jabatannya,” jelasnya. Kurniadie sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Yusriansyah. Mereka disangka melanggar pasal 12 huruf a dan atau pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kurniadie dan Yusri disangka bersekongkol menerima pemberian uang Rp1,2 miliar untuk penghentian penanganan kasus dugaan penyalahgunaan izin tinggal WNA asalAustralia Bower Geoffery William (60) dan WNA asal Singapura Manikam Katherasan (48). Uang setop kasus itu berasal dari Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia, Liliana Hidayat, yang mengelola Wyndham Sundancer Resort Lombok di Sekotong, Lombok Barat. Belakangan, dua WNA yang awalnya disangka bekerja meski cuma mengantongi visa kunjungan itu dideportasi ke negaranya masing-masing. Dalam operasi tangkap tangan KPK, Kurniadie diduga menerima Rp800 juta yang dititipkan Liliana di bak sampah Kantor Imigrasi Mataram Senin (27/5) lalu. Sisa duitnya diberikan kepada pihak-pihak lain diantaranya para pegawai bawahan Kurniadie yang dibalut sebagai uang THR. (why)


SUARA NTB

Sabtu, 22 Juni 2019

Halaman 9

Empat Dosen FKIP Purna Tugas Mataram (Suara NTB) Sebanyak empat dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) telah memasuki purnatugas. Pelepasan dilakukan Dekan FKIP Unram Prof. Abdul Wahab Jufri. Adapun ke empat dosen yang dilepas tersebut ialah Drs. H. Syahdan, MEd. PhD. Syahdan adalah mantan Dekan FKIP dan Wakil Rektor I Unram. Selain itu adalah Drs. H. Husni Muadz, yang juga merupakan mantan Dekan FKIP, Drs. Hj. Mumbrita Sulaimi, pernah menjabat Wakil Rektor III Unram, dan Drs. Sukran Mahsun. Prof. Wahab Jufri, men-

HILANG HLG STNK R2 HONA DR.3613 KR NOKA/NOSIN : MH1HB62116K559752/HB62E1559615 AN.AMAQ GEROS HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.5955 CR NOKA/NOSIN : MH1JFZ11XGK211407/JFZ1E1197640 AN. NI NENGAH SUARTIKA YOGI HLG D’SKTR PURA SURANADI NARMADA

gucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian ke empat dosen selama mereka menjalankan tugas di Unram. Harapannya apa yang telah diperbuat mampu memberikan manfaat. Wakil Dekan II Syafruddin, menjelaskan mereka ini purna tugas sebagai dosen FKIP. Beberapa bulan ke depan juga akan ada yang dilepas, karena purna tugas lagi. Sementara itu Syahdan yang memberikan sambutan banyak menceritakan bagaimana proses membangun FKIP. “Saya ini Dekan yang paling sering didemo,” tuturnya. Salah satu yang diingat ialah proses pendirian TK SD Model pada saat menjadi Dekan. Akhirnya tawaran pemerintah pusat tersebut diterima Unram dan hingga kini berdiri untuk Unram. Pesan saya untuk Pak Dekan. Niat kami membentuk TK SD Model dengan niat agar memberikan pembelajaran bagi mahasiswa dan mengembalikan marwah TK SD Model. “Terakhir selama kami bertugas baik sebagai rekan sejawat maupun pimpinan pasti ada salah. Kami mohon maaf,” ujarnya. (dys)

RUPA-RUPA

(Suara NTB/dys)

LEPAS - Dekan FKIP Unram melepas 4 dosen senior yang sudah memasuki masa purna tugas.

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

q

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 22 Juni 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 10


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 22 Juni 2019

NTB Petakan Komoditi yang Siap Diindustrialisasi Dari Hal. 1 Seperti mesin-mesin pengolah hasil perikanan, mesin pengolah hasil pertanian, mesin pengolah hasil hutan, perkebunan dan lainnya. Ia mengajak seluruh jajaran berpikir inovatif dan agak detail. ‘’Saya nggak mau dengar lagi, kita mau memproduksi semata jagung, kopi, madu dan garam. Bikin list (daftar) 10 atau 15 produk- produk di sektor pertanian dan pertambangan. Termasuk dengan akan hadinya smelter, akan banyak yang bisa dilakukan,’’ kata gubernur dalam keterangan yang diterima, Jumat (21/6) siang. Bahkan, kata gubernur di Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sudah ada pengolahan rumput laut dan daging. Saat ini, Pemprov NTB sedang melakukan mapping atau pemetaan terhadap berbagai komoditi yang segera memasuki tahapan industrialisasi atau peningkatan nilai tambah. Kepala Dinas Perindustrian NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si melaporkan kepada gubernur hasil mapping yang dilakukannnya selama ini. Sudah ada beberapa produk primer yang teridentifikasi kesiapannya untuk diindustrialisasi. Diantaranya, jagung dengan potensi produksi 2,3 juta ton/ tahun dan untuk konsumsi dalam daerah hanya 500.000 ton. Kemudian garam rakyat dengan produksi 280.000 ton/ tahun dan konsumsi 27 ton. Sedangkan untuk sapi, menurut Andi, saat ini sedang dibahas dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), khususnya terkait produksi sperma. Demikian juga halnya penyiapan permesinan mendukung industri hulu, utamanya alat pertanian. Penyiapan mesin pengolah industri hilir lainnya, kini terus berproses. Sementara untuk produk smelter, menurutnya masih menunggu kelanjutan tim smelter dan fasilitasi Kawasan Industri dalam RTRW. Sedangkan pengolahan daging sapi, masih dibahas secara teknis mengenai rencana operasionalisasi RPH Banyumulek dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB. “Saya kira ini menarik sebagai awal kita memulai bahwa daging produksi NTB sangat mungkin dibekukan dengan

alat dan teknologi yang pas,” kata gubernur. Ke depan daging beku yang ada di NTB harus berasal dari daging dalam sendiri. NTB tidak perlu mendatangkan daging beku impor. Menurut Dr. Zul, hal inilah yang menjadi awal dari industrialisasi di NTB. Dr. Zul meminta Kepala Disnakeswan dan Kepala Dinas Perdagangan untuk dapat merealisasikan NTB dapat memproduksi daging beku. Dengan dapat memproduksi daging beku, maka daging sapi produksi NTB akan bisa tahan lama. Kepala Disnakeswan NTB, Ir. Hj. Budi Septiani menyampaikan bahwa industrialisasi bidang peternakan dinilainya paling berpeluang dilakukan segera. Karena menurutnya, bahan baku tersedia, ditambah dukungan sarana prasarana juga sudah tersedia. Seperti RPH yang berstandar nasional. Di Pulau Lombok, ada RPH Banyumulek. Sedangkan RPH yang ada di Kota Bima dan Poto Tano Sumbawa Barat serta Sumbawa, nantinya bisa ditingkatkan untuk memenuhi standar yang ditentukan. Hal ini juga salah satu strategi memotong rantai distribusi yang mengakibatkan harga daging sangat tinggi. Ia juga mengungkapkan hasil Focus Group Discussion (FGD), pihaknya bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Direktur STP, Ihwan serta perwakilan Bappeda di LIPI. Terdapat 5 produk olahan daging, dan 2 produk diantaranya yang sudah siap izin edarnya. Sementara itu, Penjabat Sekda NTB, Ir.H.Iswandi, M.Si menyarankan kepada Kepala Bappeda agar fokus terlebih dulu pada mapping produk dari semua perangkat daerah yang telah memiliki proses pengolahan/pasca panen. Sebagai contoh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ternyata sudah memiliki proses industrialisasi beberapa produk. Seperti minyak kayu putih dan lainnya. “Nanti saya akan mengundang semua Kepala Perangkat Daerah terkait untuk menghimpun produk-produk olahan yang sudah eksis,” kata Iswandi. (nas)

Wagub Ajak Kembangkan Rinjani dan Samota Dari Hal. 1 Dan diharapkan, hal ini akan mendorong pemerintah daerah untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan. Babak baru setelah peresmian ini akan diiringi sejumlah tugas besar bagi semua pihak. “Kita memiliki tugas besar untuk menjaga, mengelola dan mengembangkan cagar biosfer ini agar predikat yang telah kita terima di pertemuan ini tidak hanya di atas kertas,’’ ujarnya. Upaya pascaresminya penetapan Samota sebagai cagar biosfer ini menurutnya akan membutuhkandukunganbanyakpihak. Mulai dari masyarakat di kawasan tersebut, para pengambil kebijakan,pemerintahpusat,provinsidan kabupaten/kota di NTB, dan pihakpihak terkait lainnya. “Kita berharap semua pihak bisa mendorong agar cagar biosfer ini bisa dipertahankan fungsinya, sembari kita terus membangun dan mengembangkannya,” ujar Wagub. Konsep

pembangunan yang berwawasan lingkungan, menurutnya perlu menjadi pegangan bagi semua pihak. Pembangunan yang merusak alam, pada gilirannya hanya akan melahirkan kerusakan. Upaya untuk menjaga pembangunan tetap berada dalam koridor berwawasan lingkungan inilah yang nantinya perlu diupayakan bersama. Sebab, tanpa dukungan berbagai pihak, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan cagar biosfer ini, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. “Karena kami, selaku Pemerintah Provinsi NTB selalu berharap bahwa Cagar Biosfer Samota akan mendatangkan manfaat untuk konservasi sumber daya alam dan pembangunan kesejahteraan sosial dan ekonomi, dengan mengacu pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan,” pungkas Wagub. (*)

Belanja OPD Dirasionalisasi Dari Hal. 1 Untuk menambal atau menutupi kekurangan penerimaan dalam APBD Perubahan tersebut, Pemprov akan ‘’mengencangkan ikat pinggang’’. TAPD akan melakukan rasionalisasi belanja yang dianggap kurang perlu. Iswandi mengatakan Pemprov akan berhemat. ‘’Menambalnya (kekurangan penerimaan), pertama dengan berhemat. Ke dua, bekerja keras supaya pendapatan tidak hanya mencapai target. Tetapi melampaui target,’’ ujarnya. Tentunya, kata Iswandi yang namanya berhemat akan dilakukan penyesuaian-penyesuaian belanja di OPD. Penyesuaian belanja tersebut akan tetap melihat target-target pembangunan yang sudah direncanakan. ‘’Tentu namanya berhemat, dalam perjalanannya ada yang direncanakan dan ada penyesuaian biasa. Jadi perencanaan itu tak sekaligus diawal selesai, tapi dinamis. Insya Allah dengan tetap mempertahankan targettarget yang sudah ditetapkan,’’ tandasnya. Rencananya, pembahasan APBD Perubahan dan APBD Murni 2020 akan dilakukan secara paralel. Pasalnya, akan terjadi pergantian anggota DPRD NTB. Untuk mengantisipasinya, maka akan diupayakan pembahasan APBD Perubahan dan

APBD Murni dapat diselesaikan tepat waktu. ‘’Karena yang harus kita jaga, penetapan APBD harus tepat waktu. Jangan sampai karena terjadi perubahan di DPRD, lalu nanti proses penetapan menjadi molor. Ini yang kita antisipasi. Tapi belum diputuskan,’’ katanya. Untuk penyerahan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan dan APBD Murni 2020 ke DPRD direncanakan dalam waktu dekat. TAPD sedang bekerja siang dan malam untuk menyiapkannya. ‘’Jadwal sudah ada (penyerahan KUA PPAS). Tapi kita sedang bekerja. Mudahmudahan bisa cepat, untuk APBD Perubahan mungkin satu atau dua hari ini final KUA PPAS. Mungkin dilanjutkan, paralel dengan APBD murni 2020,’’ katanya. Diketahui, APBD Murni 2019 ditetapkan sebesar Rp5,2 triliun lebih. Jumlah pendapatan pada APBD Murni 2019 ditargetkan sebesar Rp5,2 triliun. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,6 triliun, dana perimbangan sebesar Rp3,4 triliun, pendapatan daerah yang sah sebesar Rp86,3miliar. Kemudian belanja daerah ditargetkan sebesar Rp5,2 triliun. (nas)

Korem 162/WB Gelar Kejurnas Tinju Amatir Danrem Cup di KSB Mataram (Suara NTB) Dalam rangka memperingati HUT Korem 162/WB ke 58 dan HUT Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2019, Korem 162/ WB berkolaborasi dengan Pemda KSB dan Pengprov Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) NTB, akan menggelar Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Danrem Cup di Taliwang KSB. Hal itu diungkapkan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., saat diwawancara sejumlah wartawan seusai membuka penyuluhan bahaya Narkoba yang disampaikan Kepala BNN NTB di Makorem. Dijelaskannya, kejuaraan nasional tinju amatir akan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 13 sampai dengan 17 Juli 2019. “Hingga saat ini ada 20 provinsi yang sudah mendaftarkan diri mengikuti kejuaraan dan diperkirakan sekitar 30 lebih provinsi yang akan ikut mengingat ini bisa dijadikan sebagai pemanasan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua nanti,” ujar Danrem dalam keterangan tertulisnya. Melalui kejuaraan ini, sambungnya, pihaknya akan mentrigger pemuda-pemuda NTB yang berbakat, bertalenta dan peningkatan supaya menjadi petinju-petinju yang dapat mengharumkan nama NTB ditingkat nasional dan Indonesia di forum Internasional. “Sampai hari ini, petinju-petinju kita yang terlibat dalam Pelatina untuk Asean Games sebanyak empat orang dan juga sebagai penyumbang emas yang terbanyak untuk NTB dari cabang tinju,” terang Alumni Akmil 1993 tersebut. Selain itu, Danrem juga sudah melaporkan kepada Gubernur NTB tentang rencana kejuaraan tinju amatir tingkat nasional tersebut dan mendapat respon

positif. “Kami sudah sampaikan kepada Gubernur NTB tentang rencana ini dan Gubernur rencana akan hadir untuk memberikan support kepada para petinju NTB untuk terus berprestasi, meningkatkan kemampuan dan prestasi sehingga menjadi petinju yang patut dibanggakan secara nasional,” ungkap pria kelahiran Jakarta tersebut. Danrem 162/WB juga meminta support dukungan dan doa seluruhmasyarakatNTBdenganharapan para petinju asal NTB sukses pada event-event nasional. Adapun kelas yang akan dipertandingkan terdiri dari dua katagori, kelas youth usia 15-18 tahun dan kelas elite usia 19-30 tahun. Untuk kelas Youth mempertandingkan tujuh kelas putra yakni 44 kg, 46 kg, 49 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg dan 64 kg, dan enam kelas putri yakni 40 kg, 42 kg, 44 kg, 46 kg, 48 kg dan 50 kg. Sementara di katagori kelas elite akan mempertanding sembilan kelas dengan rincian kelas 46 kg, 49 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, 64 kg, 69 kg, 75 kg dan 91 kg, dan kelas untuk putri yakni 45 kg, 48 kg, 51 kg, 54 kg, 57 kg, 60 kg dan 64 kg dengan hadiah berupa empat unit sepeda motor, piagam penghargaan dan piala bergil i r bagai para juara. (ars/*)

Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/ist)

Halaman 11

Konsultasi ke Pusat

Pemprov Persiapkan Pembentukan Pansel Jaring Sekda NTB Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menyatakan sudah berkonsultasi ke Pemerintah Pusat terkait dengan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) untuk menjaring Sekda NTB. Saat ini, Pemprov sedang dalam persiapan untuk pembentukan Pansel tersebut. Penjabat Sekda NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si menjelaskan, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum pembentukan Pansel tersebut. Sesuai ketentuan yang ada, nantinya anggota Pansel juga berasal dari pejabat eselon I Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ‘’Kita sudah berkonsultasi ke pemerintah pusat. Iya, tentu melalui tahapan-tahapan. Karena nanti timnya dari pusat, pejabat eselon I Kementerian Dalam Negeri,’’ terang Iswandi ketika dikonfirmasi Jumat (21/6) siang. Dikatakan, saat ini Pemprov sedang dalam persiapan pembentukan Pansel. Pada waktunya nanti akan disampaikan siapa saja anggota-anggota Pansel Sekda yang akan betugas menjaring tiga nama calon Sekda NTB untuk diajukan ke Mendagri untuk ditetapkan salah satunya menjadi Sekda NTB definitif. Apakah Iswandi akan ikut seleksi Sekda NTB? Ia akan melihatnya nanti. “Nanti kita

Gateball Ajukan Rp200 Juta untuk ke Pra-PON Mataram (Suara NTB) Pengurus cabang olahraga gateball mendatangi Sekretariat KONI NTB, Jumat (21/ 6). Mereka mengajukan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk biaya pengiriman 20 atlet mengikuti Pra-PON yang akan berlangsung di Medan, 29 Oktober hingga 3 November 2019. “Kita mengajukan anggaran Rp200 juta untuk biaya keberangkatan atlet mengikuti Pra-PON di Medan bulan Oktober”ucap Sekum Pergatsi

Mantan GM Sundancer Diperiksa KPK Dari Hal. 1 Sehingga Nanang tidak menyampaikan langsung kegelisahannya soal pelanggaran izin Geoferry William Bower dan Manikam Katherasan, namun diteruskan ke Liliana Hidayat selaku Direktur PT.WBI. Sejak masuk September sebagai GM, Nanang mengaku kaget dengan karut marut perizinan yang belum beres. Tercatat untuk kewenangannya saja, ada 16 perizinan, tapi manajemen hotel tetap “nyaman” beroperasi. Di sisi lain, ada atasannya orang asing yang bebas lalu lalang dari negara asalnya tanpa mengantongi izin tinggal. “Saya salah sebagai GM tidak ingatkan ini, mengigatkan kepada para owner untuk tertib administrasi,” sesalnya. KPK menanyakan tugasnya sebagai GM, apa saja hubungannya dengan orang asing tersebut. Ia jelaskan posisinya sebagai operator di bawah manajemen Whyndham. Sebatas yang diketahuinya, dua orang asing tersebut sudah lima tahun beraktivitas di hotel dengan status visa

kunjungan. Data data meeting yang diikuti dan dipimpin warga Singapura dan Australia itu ditunjukkan juga oleh Nanang atas permintaan KPK. Diungkapnya, dua WNA tersebut bebas keluar masuk Lombok dan beraktivitas di hotel. Awalnya Nanang mengira Geoferry dan Manikam hanya investor. Namun dengan tingginya intensitas kedatangan, ia mengorek informasi, rupanya bekerja dan posisinya sebagai bagian dari pemilik hotel. Selain absensi, KPK juga meminta menyerahkan dokumen tambahan. Namun Nanang tak menyebut dokumen dimaksud dengan alasan menjaga kerahasiaan penyidikan KPK. Tapi Nanang memastikan, dokumen ada hubungannya dengan peran mantan Kepala Kantor Imigrasi Kurniadie, SH.,MH yang kini jadi tersangka oleh KPK. ‘’Dokumen yang saya serahkan ke Imigrasi itu, saya serahkan juga ke KPK,’’ pungkasnya. Pria yang banyak mengurus manajemen hotel se Indonesia ini, mengakui baru menemukan buruknya manajemen sebuah peru-

lihat. Jadi Sekda ini berat sekali. Memerlukan proses dan waktu untuk belajar. Belum kita putuskan,” tandasnya. Diketahui, selain jabatan Sekda, ada dua jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih diisi Pelaksana Tugas (Plt). Yakni jabatan Kepala Dinas Komuniksi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB. Jabatan Kepala Diskominfotik diisi Plt lantaran pejabat sebelumnya, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si dimutasi menjadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB. Sedangkan jabatan Kepala BPKAD NTB diisi Plt lantaran pejabat sebelumnya, Drs. H. Supran, MM beralih ke jabatan fungsional widyaiswara di BPSDM NTB. Terkait pembentukan Pansel Sekda sesuai Perpres No. 3 Tahun 2018 pasal 5 ayat 3 masa jabatan Penjabat Sekda maksimal tiga bulan. Dalam masa tiga bulan itulah dilaksanakan seleksi calon Sekda oleh Pansel. Artinya, sebelum masa jabatan Penjabat Sekda berakhir, sudah ada hasil penjaringan tiga besar nama calon Sekda yang dilakukan Pansel. (nas)

sahaan bidang pelayanan dan investasi. Bahkan lobi lobi dan upaya suap menjadi “tradisi” yang mengakar melibatkan instansi pemerintah. Atas alasan itulah ia memilih keluar beberapa bulan lalu, jauh sebelum KPK melakukan OTT. Nanang berharap kasus ini diproses oleh KPK dan menjadi pelajaran bagi hotel lainnya agar tidak main main dengan perizinan WNA. Ia mendorong agar taat prosedur untuk mengedukasi investasi lain, sehingga biaya yang dikeluarkan tetap akan masuk ke negara, dibanding untuk menyuap petugas yang berwenang di instansi pemerintahan. Dihubungi terpisah, Dr. Ainuddin, SH.,MH selaku kuasa hukum Geoferry dan Manikam, enggan berkomentar apapun berkaitan dengan kliennya. “Apapun hubungannya dengan ini, silakan hubungi KPK,” sarannya. Juru Bicara KPK Febri Diansyah hingga berita ini ditulis, belum memberi penjelasan terbaru soal pemeriksaan saksi saksi tersebut. (ars)

NTB, Anton Soekamto saat ditemui Suara NTB di Sekretariat KONI NTB. Saat itu Anton diterima langsung oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto. Dikatakan Anton, NTB akan menurunkan 20 atlet di Pra-PON Gateball yang akan berlangsung selama empat hari nanti. Puluhan atlet NTB itu merupakan atlet yang diseleksi cabor secara ketat, dan di Pra-PON nanti mereka akan ambil bagian di lima nomor pertandingan yakni ganda campuran, triple putra, triple campurang, beregu putra dan beregu campuran. Anton yang juga atlet gateball NTB ini mengatakan atlet gateball NTB yang disiapkan ikut Pra-PON punya peluang untuk meraih tiket PON. Pasalnya masing-masing atlet punya pengalaman mengikuti event nasional. Terakhir di kejurnas gateball di Bali tahun 2018 tim gateball NTB meraih medali emas di kelas

beregu campuran. Menghadapi Pra-PON tahun ini Anton dan kawankawan memasang target lolos PON dan meraih minimal satu medali emas. “Peluang medali emas ada di nomor campuran, karena semua atlet sudah punya jam terbang, pernah meraih peringkat satu di kejurnas di Bali dan delapan besar di Sleman Yogyakarta,” jelasnya. Terkait keikutsertaan 20 atlet mengikuti Pra-PON gateball tahun 2019, Anton berharap dukungan dana sebesar Rp 200 juta dari KONI NTB. “Mudah-mudahan KONI NTB bisa membantu dana keberangkatan atlet gateball ikut Pra-PON”harapnya. Di tempat yang sama Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto mengatakan anggaran KONI NTB saat ini sangat terbatas. Terkait dana cabor yang mengikuti Pra-PON 2019 disesuaikan finansial yang dimiliki KONI NTB saat ini. (fan)

Dahulukan APBD Murni 2020 Dari Hal. 1 Nanti APBD Perubahan selesai Agustus. Didahulukan APBD Murni sekarang daripada APBDP. Karena sudah ada edaran dari Mendagri,’’ jelas Mahalli dikonfirmasi usai rapat paripurna di DPRD NTB, Jumat (21/6) siang. Ia menjelaskan pada Senin lalu, Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda, SH, MH telah diundang oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan pembahasan APBD Perubahan dan APBD murni 2020. Didahulukannya

pembahasan APBD Murni 2020 diharapkan agar tak terjadi persoalan keterlambatan penetapan APBD 2020. Pasalnya, akan terjadi pergantian atau pelantikan anggota DPRD NTB yang baru hasil Pileg 2019 pada Agustus mendatang. ‘’Sehingga tak ada lagi masalah pada persoalan APBD kita. DPRD yang sekarang, yang akan berakhir masa jabatannya membahas APBD murni. Anggota DPRD yang baru periode 2019-2024, membahas APBD Perubahan,’’ terangnya. (nas)

Bupati Realisasikan Pembangunan RSUD Baru Sumbawa Dari Hal. 1 Menurut saya itu sudah tidak layak lagi. Kemudian itu di tengah kota memunculkan kepadataan, terganggu jalan. Begitu juga pasien dan pengunjung sangat terganggu,’’ katanya, Jumat (21/6). Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini adalah hajat besar sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbawa. Waktu itu, pihaknya telah mendorong pemerintah agar membangun rumah sakit yang representatif. Namun belum ada keberanian dari Pemkab karena tidak mempunyai dana. Sehingga di bawah kepemimpinannya saat ini, menjadi program utama yang harus diwujudkan.

‘’Itu adalah mimpi besar saya sejak saya menjadi Wakil Ketua DPRD. Dan itu merupakan program utama bagi saya untuk bisa menyelesaikan persoalan rakyat kaitan dengan RSUD yang representatif,’’ tandas bupati. Pembangunan rumah sakit ini, kata bupati, direncanakan memakan anggaran sekitar Rp250 miliar. Diharapkan pembangunannya dapat diselesaikan dua tahap pengerjaan. Untuk tahap pertama ini, baru tersedia anggaran Rp35 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD. Sedangkan terhadap anggaran Rp200 miliar lebih nantinya akan dikejar ke pemerintah pusat. ‘’Yang diharapkan mudahmudahan dua tahap. Tahap

sekarang ini hanya untuk membuktikan kesungguhan kita Sumbawa. Nanti sisanya Rp200 miliar lebih itu akan saya kejar ke pemerintah pusat,’’ ungkapnya. Bupati berharap agar pembangunan RSUD nantinya dapat dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Selain itu juga diharapkan pelaksanaannya berjalan aman dan lancar. Makanya kepada semua pihak diminta untuk tidak main-main. ‘’Saya akan meminta kepada para pihak yang melaksanakan dan mengawasi kegiatan, agar betul-betul melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh ada

yang main-main dan macammacam,’’ tegasnya. Terpisah, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri mengakui pihaknya sudah melakukan persiapan untuk groundbreaking pembangunan RSUD yang akan dilaksanakan. Pihaknya juga sudah melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat di Kantor Desa Kerato. Dari sosialisasi tersebut, masyarakat sangat antusias dan mendukung pembangunan. Meskipun diakuinya masih ada permintaan dari warga terkait pengaruh keberadaan rumah sakit nantinya. ‘’Jadi mereka sangat antusias dan mendukung. Cuma warga minta, setelah adanya bangunan rumah sakit bagaim-

ana pengaruhnya terhadap warga. Baik dari segi ekonomi dan lain sebagainya,’’ paparnya. Pembangunan rumah sakit ini, kata Dede, merupakan tahap pertama dengan anggaran Rp35 miliar. Anggarannya bersumber dari DAK dan DAU untuk pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Rawat Jalan (IRJ). Pihaknya memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan dengan lancar. Sehingga nantinya dapat terwujud rumah sakit yang representatif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Karena kondisi rumah sakit yang ada sekarang, tidak memungkinkan untuk pelayanan maksimal. (arn/ind)

Kawal Program Unggulan ’’NTB Zero Waste’’ dan Industrialisasi Dari Hal. 1 Dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD NTB, Jumat (21/6) siang, Penjabat Sekda NTB, Ir. H. Iswandi, M.Si mengatakan, ia mendatangi OPD yang melaksanakan program unggulan untuk mendengar masukan dan mengetahui permasalahan yang dihadapi OPD dalam melaksanakan pogram. Selanjutnya difasilitasi agar pelaksanaan programprogram unggulan tersebut lancar dan mencapai target. ‘’Bagaimana dia supaya mencapai target, supaya bisa lebih cepat lagi. Alhamdulillah dua, tiga hari ini, saya sudah mengunjungi beberapa OPD,’’ kata Iswandi. Pada Jumat (21/6), Iswandi

mengikuti apel pagi sekaligus memberikan arahan terkait program Zero Waste bertempat di Kantor Dinas LHK NTB. Dikatakan, tujuan kunjungannya selain untuk kegiatan apel pagi, sekaligus bersilaturahmi dengan pegawai di Dinas LHK NTB. ‘’Saya ingin mengenal tugas-tugas bapak ibu sekalian agar tugas-tugas yang berat itu dapat ditunaikan dengan baik dengan dukungan semua pihak,’’ ujar Iswandi. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB ini mengharapkan agar Dinas LHK harus bisa menjadi pelopor keberhasilan program Zero Waste yang menjadi salah satu program unggulan NTB Gemilang. Koordinasi serta komunikasi dengan

Pemerintah Provinsi, dinasdinas terkait dan masyarakat juga agar lebih ditingkatkan. ‘’Saya berharap dari sinilah semangat untuk mewujudkan keberhasilan Zero Waste itu dimulai,’’ katanya. Iswandi berharap segala masalah lingkungan dan kehutanan di NTB agar segera di atasi secara bertahap. Selain mengunjungi Dinas LHK, sehari sebelumnya, Kamis (20/ 6), Iswandi juga berkesempatan mengunjungi serta mengevaluasi program dan kegiatan yang ada di Dinas Perindustrian NTB. Dinas Perindustrian NTB mempresentasikan program dan kegiatan yang ada di Dinas Perindustrian, dengan tujuan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan Pen-

jabat Sekda. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Iswandi memberikan beberapa arahan. Pertama, ia meminta seluruh ASN di Dinas Perindustrian harus memiliki semangat kerja yang tinggi. Karena misi dari Gubernur NTB yang terbesar ada di industrialisasi. Kedua, ia meminta sarjana industri dan Pejabat Fungsional menjadi pioner untuk kemajuan industri di NTB. Kemudian, Dinas Perindustrian diminta melakukan mapping Industri Kecil Menengah (IKM). Pada kesempatan tersebut, Iswandi juga menjanjikan anggaran untuk men-support kegiatan mendukung industrialisasi. Selain itu, ia menekankan industri smelter harus menjadi perhatian. Kemudi-

an, sektor industri makanan juga perlu ditindaklanjuti. ‘’Saya akan sering mengujungi Dinas Perindustrian NTB untuk memantau penyelenggaraan kegiatan 2020,’’ katanya. Ia juga mengingatkan empat hal yang harus menjadi tujuan Dinas Perindustrian. Pertama melindungi binaan yang ada. Jika melihat binaan mati usahanya dibina sampai hidup kembali. Kedua melayani, yaitu apabila binaannya kurang berkualitas maka perlu dibantu untuk meningkatkan kualitasnya. Ketiga, melakukan pemberdayaan dan keempat mensejahterakan. ‘’Kita sebagai pemerintah tugas utamanya adalah mensejahterakan masyarakat,’’ tandasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 22 Juni 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Workshop Penyusunan Dokumen SPMI Giri Menang (Suara NTB) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar workshop penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Diikuti oleh dosen, pegawai, dan perwakilan mahasiswa STAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Jayakarta Senggigi, Kamis (20/6). Ketua Panitia Workshop, Ni Nyoman Satya Widari, S.P., M.Si., dalam laporannya mengatakan, workshop penyusunan dokumen SPMI bertujuan untuk menyusun dokumen mutu yang operasional dan terukur demi terlaksananya kegiatan sistem penjaminan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat oleh Unit P2M. Beserta gugus kendali mutunya guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan tri

dharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. “Workshop penyusunan dokumen SPMI merupakan langkah strategis yang akan memacu kinerja unit pelaksana akademik dan unit kerja non akademik dalam mendukung pelaksanan tri dharma STAHN Gde Pudja Mataram, yang digerakkan oleh adanya kesadaran dan tanggung jawab dalam perilaku organisasi menuju budaya mutu,” jelas Nyoman Satya Widari. Sasaran dari workshop itu adalah terwujudnya satu paket pedoman atau dokumen. Meliputi penetapan standar pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian mutu beserta formulir SPMI untuk mendukung implementasi sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan harapan, sehingga menjadikan seluruh proses dalam melaksanakan misi

Sejumlah Pejabat Eselon IV Unram Digeser Mataram (Suara NTB) Rektor Universitas Mataram (Unram) yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. Kurniawan, SH., M.Hum., melantik Pejabat Struktural Eselon IV di Ruang Sidang Rektor Universitas Mataram, Jumat (21/6). Acara pelantikan ini dihadiri sejumlah pejabat seperti Dekan Fakultas Pertanian, Ketua dan Sekretaris LPPM, Kepala Biro Akademik, Perencanaan dan Kemahasiswaan, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Seluruh Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian di Lingkungan Universitas Mataram. Pejabat Eselon IV yang dilantik yaitu, Suban, S.Sos., MM dilantik sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian Fakultas Pertanian menggantikan Fatyah, SE., M.Ak yang dipromosikan sebagai Kepala Sub Bagian Umum Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Sementara itu, Lalu Gifari, SH dilantik sebagai Kepala Sub Bagian Kerjasama menggantikan Subandiono, SH yang telah purna tugas, dan Ummi Kulsum Audah, S.Pd., yang dilantik sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian FKIP. Dr. Kurniawan saat mewakili Rektor melantik Pejabat Struktural Eselon IV, menjelaskan pelantikan di dalam suatu organisasi merupakan hal yang wajar dan lumrah. Hal ini dilakukan untuk penyegaran maupun promosi terhadap pegawai-pegawai yang memang seharusnya menduduki posisiposisi tertentu yang selama ini masih menjadi staf, sehingga dengan adanya promosi maupun penyegaran diharapkan akan menyebabkan semakin cepat berpacunya roda organisasi yang ada di Universitas Mataram. Dr. Kurniawan juga berpesan kepada pejabat yang dilantik untuk senantiasa selalu amanah sesuai dengan sumpah yang sudah diikrarkan. “Saudara harus senantiasa selalu amanah dalam menjalankan tugas yang telah diamanahkan, sesuai dengan sumpah yang sudah diikrarkan, karena sumpah yang diikrarkan tidak hanya disaksikan oleh pejabat yang hadir namun disaksikan juga oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” ujarnya. (dys)

STAHN Gde Pudja menjadi terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Berkaitan dengan itu, ujar Satya Widari, pihaknya menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Nyoman Sadra Dharmawan, MS., dengan materi kebijakan SPM Dikti dan SPMI, sinkronisasi SPMI dan SPME (IAPT 3.0 dan IAPS 4.0) serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi SPMI di PT. Narasumber lainnya yaitu Dr. I Nyoman Utari Vipriyanti, M.Si., dengan materi dokumen SPMI berupa kebijakan dan manual mutu serta dokumen SPMI berupa standar dan formulir. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos.,M.Si.,M.Pd., menjelaskan, tujuan dari workshop itu untuk menindaklanjuti dokumen-dokumen yang sudah dihasilkan tahun lalu.

Untuk bisa ditindaklanjuti atau diterpkan harus ada instrumennya berupa beberapa formulir yang harus dihasilkan melalui workshop. “Melalui formulir yang dihasilkan, kita implementasikan bagaimana model penjaminan mutu di STAHN Gde Pudja. Itu sebanrnya dalam rangka menghasilkan mutu lulusan, karena implementasinya, penjaminan mutu dari hulu sampai hilir, mulai dari perekrutan, proses, sampai lulusan, untuk menghasilkan lulusan yang bermutu agar sanggup mengisi peluang kerja di masyarakat,” jelas Nyoman Wijana. Ketika lulusan bermutu dan sesuai dengan pasar kerja, di mana pasar kerja menginginkan sumber daya manusi yang bermutu, maka akan memberi timbal balik orang berminat bersekolah. (ron/*)

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, I Nyoman Wijana (di depan, kedua dari kiri) bersama Wakil Ketua STAHN Gde Pudja Mataram saat pembukaan Workshop Penyusunan Dokumen SPMI, di Senggigi, Lombok Barat, Kamis (20/6) sore.

Dikbud Ikuti Perubahan Kuota PPDB Jalur Prestasi Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB akan mengikuti perubahan kuota PPDB jalur prestasi yang awalnya ditetapkan 5 persen dari daya tampung kemudian diubah menjadi 15 persen. Ketentuan itu sudah diatur melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 3 tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Kalau ada perintah dari Kemendikbud, kita akan buka lagi untuk jalur prestasi, kita patuhi dulu juknis, setelah itu baru kita revisi dan kita umumkan lagi,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Rusman, SH., MH., ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/6). Dalam Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB mengatur kuota PPDB tahun pelajaran 2019/2020 dengan ketentuan kuota jalur zonasi sebanyak 90 persen, kuota perpindahan tugas orang tua sebanyak 5 persen, dan kuota

jalur prestasi 5 persen dari daya tampung sekolah. Dari informasi yang diterima melalui pemberitaan dan informasi dari Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si., Kemendikbud menambah kuota prestasi menjadi 15 persen dan mengurangi kuota zonasi menjadi 80 persen. Dalam surat edaran itu juga disampaikan bahwa Mendikbud melakukan perubahan ketentuan tersebut melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas. Serta mengimbau kepada Gubernur dan Bupati/Walikota yang perlu melakukan penyesuaian agar dapat melaksanakan ketentuan tersebut. Rusman mengatakan pihaknya akan mengurangi kuota prase-

jahtera dan jalur umum yang tergabung di kuota zonasi, sehingga kuota zonasi menjadi 80 persen dari daya tampung sekolah. “Intinya apapun perintah dari pemerintah kita siap untuk melaksanakan, dan bergerak cepat untuk penyesuaian,” katanya. Namun Rusman menyesalkan perubahan kuota ini terjadi ketika PPDB sudah berlangsung. Hal itu membuat pihaknya cukup kesulitan. Pihaknya menekankan masih ada waktu untuk perubahan kuota, karena jalur prasejahtera dan jalur umum belum terlaksana. “Kalau sudah diputuskan kami akan lakukan perbaikan, dan akan segeramenghitungkuotayangditambahkan,” katanya. Terpisah, Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Mataram, yang juga Wakil Kepala SMAN 3 Mataram Bidang Kurikulum, Faizin,

ditemui Jumat (21/6) siang, mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi perubahan kuota jalur prestasi. Pendaftaran PPDB jalur prestasi sudah dilakukan pada Kamis (20/6) dan Jumat (21/6) dengan kuota 5 persen dari daya tampung. Pendaftar relatif tidak terlalu banyak, karena pendaftar disyaratkan hanya memilih satu sekolah. “Kalau dulu pilihannya tiga sekolah, sekarang hanya memilih satu sekolah. Kalau sekarang jelas, berapa yang mendaftar, cuma satu pilihan sekolah. Belum ada informasi ke kami kalau penambahan kuota,” katanya. Seleksi melalui sistem di Dikbud NTB untuk PPDB jalur prestasi akan dilakukan pada Sabtu (22/6). Pengumuman akan dilakukan pada Minggu (23/6). (ron)

JMM dan Generasi Milenial NU Ajak Masyarakat Bersatu Pascapilpres Mataram (Suara NTB) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 n begitu menyita banyak

tenaga dan pikiran. Dalam masa kampanye banyak terjadi yang menyebabkan tidak terjadi harmonisasi, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Bahkan dalam taraf tertentu berbagai jenis keributan yang sehari-hari terasa memuakkan dan membuat orang malas membicarakan politik. Padahal, kata Direktur Jaringan Masyarakat Madani (JMM) Samsul Hasan Basri, permasalahan- permasalahan di negeri ini masih berjubel dan menumpuk selain urusan politik. Pilpres dan pileg 2019 telah usai dengan segala plus dan minusnya, dan sekarang KPU sebagai penyelenggara pemilu telah menyelesaikan penghitungan suara dan berbagai lembaga survei telah mengeluarkan hasil hitung cepat (quick count) mereka. “Sebagian memenuhi harapan kontestan, sedangkan sebagian yang lain mengecewakan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Jumat (21/6). Selain itu, ujarnya, Undang-Undang Pemilu telah menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa bagi yang tidak puas dengan hasil pilpres dan pileg. Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu, hukum harus menjadi

acuan bila terjadi sengketa. Sementara itu, Ketua Generasi Milenial NU, Viken Madrid, menjelaskan dalam konteks pileg dan pilpres, hukum yang berlaku sudah menyediakan format penyelesaian sengketa secara berjenjang. Mulai dari pengadilan tingkat pertama, banding sampai dengan kasasi ke Mahkamah Agung. Sedang untuk penyimpangan atau kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif, tersedia jalur penyelesaian melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Sedangkan penyimpangan yang menyangkut personel penyelenggara pemilu dapat diajukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Namun berbagai fenomena politik yang kian memanas sejak sebelum hingga kini pascapilpres telah menguras banyak energi. Polemik dan konflik, perseteruan dan pertikaian masa kampanye, kebersamaan dalam keberagaman harus diraih sebagai sebuah harapan masa depan bangsa. ‘’Berangkat dari pemikiran diatas maka sudah seharusnya semua elemen anak bangsa bersatu setelah sekian lama terbelah dalam kubu per kubu,” jelasnya. Kegiatan dalam upaya merekatkan kembali Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019, akan dirangkai dengan deklarasi bersama untuk berkomitmen menjaga kamtibmas dan kondusivitas daerah di Kota Mataram. Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi publik pada Senin, 24 Juni 2019. Menghadirkan akademisi UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Tahir.

Kapolres Mataram, Dandim Kota Mataram, Kesbangpoldagri Kota Mataram, dan Ketua DPRD Kota Mataram. Pihaknya pun mendukung siapapun pemenang Pilpres hasil putusan MK nanti. Selanjutnya Indonesia akan memili-

ki pemimpin baru. Di pundak presiden dan wakil presiden yang baru, nasib Indonesia lima tahun ke depan disandarkan. “Mereka harus bisa membawa negeri ini menjadi lebih baik lagi. Dan dukung siapapun yang terpilih,” cetusnya. (dys)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 22 Juni 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu