HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
SUARA NTB
SENIN, 20 NOVEMBER 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 208 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Sosialisasi Konversi Bank NTB
Dr.Yuslam Fauzi : Perbankan Syariah Lokomotif Industri Halal Dr. H. Yuslam Fauzi, SE, MBA juga menjadi narasumber utama yang diundang Bank NTB pada sosialisasi perubahan kegiatan usaha bank dari konvensional ke syariah yang dilaksanakan di Ballroom Islamic Center pada Rabu (15/11) lalu. Pakar ternama perbankan syariah di Indonesia ini cukup meyakini, konversi Bank NTB dari konvensional ke syariah penuh akan menjadi mesin jet yang membuat Bank Pembangunan Daerah (BPD) berkembang lebih cepat.
berjalan. Targetnya, Agustus 2018 Bank NTB sudah DOKTOR Yuslam bersama Dr. Mumenjadi bank syariah penuh. hammad Syafii Antonio adalah dua paAda 13 bank konvensional di Indonesia yang kar yang sangat optimis melihat menurutnya sudah melakukan konversi. Unperkembangan Bank NTB Syariah ke tuk BPD, hanya BPD Aceh yang telah melakdepan. Konversi penuh dari konvensional sanakannya, menyusul Bank NTB yang ke syariah sudah memiliki landasan persaat ini sedang berproses. timbangan yang menurutnya cukDari pengalaman itu, Dr. Yuslam menyeup kuat. Optimisme itu tidak butkan 10 dari 13 bank yang sudah mesaja datang dari internal Bank ben- tuk unit syariah dan telah NTB sendiri, ataupun pemegamelakukan konversi, ratang saham. Dari pihak luarpun rata pertumbuhan bisnisnmelihat Bank NTB syariah ya mencapai 35 persen setmemiliki pasar yang cukup poahun. Bahkan ada yang tensial baik di daerahnya mencapai 50 persen dan 80 sendiri, maupun dalam skala persen. Bank yang tadinnasional. ya tumbuh rata-rata konKonversi Bank vensional hanya maksiNTB dari konvensionDr. H. Yuslam Fauzi, SE, MBA mal 14 persen. al ke syariah sedang
‘’Yang syariah ini justru berlari kencang. Padahal tadinya adalah bank yang tidak tumbuh, bahkan bermasalah. Apalagi Bank NTB yang memang tumbuh cukup sehat setiap tahun. Dengan konversi ke syariah, Bank NTB saya yakin pertumbuhannya akan berlari lebih kencang,’’ katanya optimis. Bank NTB Syariah ini telah memiliki modal yang cukup kuat untuk potensi pasarnya. Dengan mayoritas penduduk muslim, serta didukung oleh lintas agama. Secara nasional, Dr. Yuslam menyebut nasabah perbankan sya-
riah baik yang kredit maupun deposito, maksimal 7,5 juta. Sementara di Indonesia, masyarakat muslim ada 200 juta. Sekitar 120 juta usia 15 tahun keatas dan sudah memiliki income (pendapatan). Ekonomi Indonesia juga terus membaik. Sehingga kelas menengah semakin lama semakin makmur. Dan itulah basis perkembangan industri keuangan syariah ke depan. ‘’Di NTB, Bapak Gubernurnya (TGB) sangat mendukung. Masyarakat mendukung. Belum lagi Bapak Gubernur merencanakan diferensiasi, Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bul)
Banjir Terjang Lotim
Dua Korban Meninggal, Ratusan Rumah Rusak
Harus Tetap Optimis WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M. Si mengaku optimis pembahasan RAPBD NTB 2018 tidak akan molor. Ia menyatakan APBD 2018 harus sudah ditetapkan sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) NTB, 17 Desember mendatang. “Saya belum tahu persis jadwalnya itu. Tetapi yang jelas sebelum 17 Desember harus sudah kita selesaikan. Insya Allah tidak akan terlambat. Kita masih optimis,” kata Wagub ketika dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, pekan kemarin. Bersambung ke hal 15 H. Muh. Amin
KO M E N TTAA R Tanggap Darurat
(Suara NTB/dok)
KEPALA BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT membeberkan, langkah sementara adalah kegiatan tanggap darurat. Sehingga upaya yang dilakukan pihaknya bersama BPBD Lotim, membantu evakuasi masyarakat banjir dan ditampung di rumah keluarga yang lebih tinggi, seperti di masjid dan musala. ‘’Kami juga sedang mengiventarisasi dampak banjir,’’ katanya Minggu (19/11). Bersambung ke hal 15
Selong (Suara NTB) Banjir bandang menerjang empat kecamatan di Kabupaten Lombok TImur (Lotim), Sabtu (18/11) lalu menelan dua korban jiwa. Dua korban meninggal masing-masing, Weisila Cantika Bilian (10) tahun dan Rozi Gazali, (15). Selain itu, banjir juga mengakibatkan ratusan rumah warga di empat kecamatan rusak parah. Sejumlah jembatan dan embung juga hancur. Empat kecamatan yang diterjang banjir sekitar pukul 17.30 Wita masing-masing, Kecamatan Sakra Barat, Sakra, Keruak dan Jerowaru. Banjir diduga akibat meluapnya sungai. Identifikasi awal, korban pertama atas nama Weisila Cantika Bilian (10) tahun. Korban adalah siswi kelas 3 SD di SDN 6 Sepit, putri dari Waisur Korni. Warga ini dilaporkan meninggal karena tertimpa runtuhan rumahnya saat terjadi banjir. Korban kedua, ditemukan Minggu (19/ 11) bernama Rozi Gazali, (15) lahir 2001, alamat Dusun Muki Desa Pandanwangi Kecamatan Jerowaru. Korban meninggal ke dua ini ditemukan Minggu sekitar pukul 09.30 Wita. Korban ditemukan tim gabungan TNI-Polri, BNPB dan masyarakat, saat melakukan pembersihan puing-puing material rumah warga yang tergerus di Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
TO K O H
H.Mohammad Rum
(Suara NTB/yon)
EVAKUASI - Tim gabungan TNI-Polri, BNPB mengevakuasi jenazah korban banjir untuk dibawa ke Puskesmas Keruak, Minggu (19/11).
Desa di Lotim Terdampak Banjir 1. Kecamatan Keruak - Desa Setungkep Lingsar - Desa Batu Putek - Desa Sepit - Desa Senyiur - Desa Batu Rampes - Desa Bintang Oros 2. Kecamatan Jerowaru - Desa Sepapan - Desa Penendem 3. Kecamatan Sakra - Desa Suangi 4. Kecamatan Sakra Barat - Desa Gunung Rajak
Tiga OPD Ambil Langkah Strategis GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah memerintahkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk penanganan bencana banjir yang terjadi di Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) pada Sabtu (18/11). Tiga OPD teknis yang diperintahkan itu adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Mohammad Rum, MT, Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
TINJAU - Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik meninjau rumah warga yang rusak akibat banjir di Keruak, Minggu (19/11).
Satu Jembatan Provinsi dan Embung Rusak Berat (Mataram (Suara NTB) Bencana banjir yang menerjang empat kecamatan di Lombok Timur (Lotim) bagian selatan mengakibatkan satu jembatan provinsi dan embung rusak berat. Sementara itu, jembatan kabupaten yang rusak sekitar dua buah. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
NTB, Ir. H. Syahdan, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (19/11) siang kemarin mengatakan jembatan milik provinsi yang rusak berat adalah jembatan Sepapan. Selain itu, satu embung juga rusak berat yang mengakibatkan meluapnya air. ‘’Kalau kita satu jembatan provinsi (rusak), kalau jembatan kabupaten iya mungkin. Bersambung ke hal 15
Tersangka K2 Dompu Dimutasi ke BKN RI Mataram (Suara NTB) HY, pejabat Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional X Denpasar Bali yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus honorer K2 Dompu, dimutasi ke Jakarta. Posisi barunya, sebagai Kepala Sub Direktorat Jabatan Aparatur Sipil Negara Bidang Perekonomian pada Direktorat Jabatan Aparatur Sipil Negara.
HY sebelumnya menjabat Kabid Mutasi dan Status Kepegawaian di BKN Regional X Denpasar. Mutasi itu diketahui jauh sebelum kasus tersebut mencuat dan ditangani Polda NTB awal tahun 2017 lalu. HY diketahui menjabat di posisi barunya itu sesuai lampiran keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 56/KEP/2016
tanggal 1 april 2016. Humas BKN Regional X Denpasar, Irene yang dihubungi Suara NTB akhir pekan kemarin membenarkan mutasi HY itu, namun jauh sebelum hiruk pikuk kasus K2 Dompu. “Jauh sebelum kasus itu (K2 Dompu) beliau sudah di Jakarta (BKN RI, red),” kata Irene. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/yon)
PUTUS - Salah satu jembatan yang terputus di Lotim akibat banjir.
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
SUARA MATARAM
Halaman 2
Tidak Miliki Izin Perajin Pindah Haluan BANYAKNYA Industri rumahan yang ada di kota Mataram ternyata belum banyak menjadi perhatian pemerintah. Seperti yang diungkapkan lurah Sayang-sayang, Romi Karmini, mengatakan di daerahnya ada ratusan industri rumahan yang tersebar di tiap lingkungan dengan beragam variasi. “Di sini potensi paling besar adalah bidang perikanan, kerajinan, pertanian serta industri rumahan seperti jajanan,” terangnya. Ia mengatakan bahwa jajanan produksi industri rumahan ini sudah banya dipasar(Suara NTB/uul) kan di toko-toko kue serta diRomi Karmini jual ke pasar. “Tetapi belum pernah diekspos bahkan tidak ada yang tahu,” kata Romi. UKM yang ada juga, tambahnya, hampir tidak ada yang terdaftar. Sedangkan untuk industri kerajinan seperti cukli yang menjadi identitas Sayangsayang, tambahnya, masih terkendala dalam beberapa hal. “Mereka terkendala bahan baku dan pemasaran produknya,” jelasnya. Ada dua lingkungan yang menjadi sentra cukli di daerah ini yaitu Rungkang Jangkok dan Lendang Re. “Kalau untuk dikerjakan di rumah masih banyak di sini, ada di beberapa lingkungan seperti Lendang Kelor, Kramat Nunggal, Sayang Lauq, dan Sayang Daya,” tukasnya. Ia mengatakan bahwa memang banyak yang masih banyak mengerjakan cukli, tetapi perajin yang pindah haluan. “Karena barang mereka diambil oleh artshop dan tidak langsung dibayar, tetapi diutangi, sehingga mereka pindah haluan,” kata Romi. Padahal sebenarnya prospek cukli ini sangat bagus tetapi karena pemasarannya tidak lancar sehingga banyak perajin yang berpindah profesi. “Kementerian BUMN seperti pihak perbankan ingin menggulirkan pembiayan sampai Rp 2 miliar untuk cukli ini, tetapi karena ada kendala di lapangan jadinya belum bisa,” tambahnya. Bahkan pihak kementerian juga berencana untuk membangun tempat untuk pelatihan cukli, tetapi terkendala di perajin. “Sebelumnya ada koperasi cukli yang menampung hasil perajin dan bertugas untuk memasarkan produk itu,” kata Romi. Tetapi karena kepengurusan koperasi yang kurang bagus, membuat koperasi mati suri. “Kementerian BUMN ini makanya berkeinginan untuk menghidupkan kembali, entah bentuknya BUMDES atau apa,” terangnya. Tetapi pengurus koperasi yang lama masih mengulur waktu karena tidak mau melepas kepengurusan. “Sekarang bangunan koperasi itu disewakan untuk lapak barang bekas yang mengganggu pemandangan artshop yang berada di sampingnya,” kata Romi. Padahal, di kawasan Rungkang Jangkung ini masyarakatnya sudah termasuk makmur dilihat dari tempat tinggal mereka yang bagus. “Tetapi banyak artshop yang tutup karena ketiadaan barang dan pembeli yang datang kesana itu adalah pelanggan lama,” ujarnya. (uul)
Apresiasi Capaian Eksekutif FRAKSI Partai Golkar DPRD Kota Mataram mengajak masyarakat Kota Mataram untuk mengantisipasi segala sesuatu yang berkaitan dengan telah tibanya musim hujan. Hendaknya eksekutif melakukan penggalakan kebersihan bersama masyarakat untuk menghindari genangan air akibat tersumbatnya drainase dari sampah. Selain itu, senantiasa waspada dari gangguan penyakit. Baik gangguan saluran pernafasan maupun gangguan pencernaan. (Suara NTB/dok) ‘’Segera periksakan diri H.M. Noer Ibrahim dan keluarga ke PuskesmasPuskesmas terdekat atau layanan kesehatan lainnya apabila adanya indikasi gangguan kesehatan tersebut,’’ ujar anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram, Drs. H.M. Noer Ibrahim saat membacakan pemandangan umum fraksinya baru-baru ini. Golkar juga mengulas hal lain terkait anggaran 2018. Mengacu pada arah kebijakan pembangunan Kota Mataram untuk tahun anggaran 2018 sebagaimana tertuang di dalam RPJMD Tahun 2016-2021 dan RKPD di tahun 2018 yang fokus dengan pola percepatan pembangunan pada tiga program unggulan, yaitu Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, serta Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Sarana dan Prasarana Perkotaan, telah menunjukkan keberhasilan di tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, Golkar memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran eksekutif atas keberhasilan melampaui berbagai hasil pembangunan dengan mengacu kepada standar target yang telah ditentukan. Hal ini terlihat dari peningkatan ekonomi, peningkatan pendapatan termasuk PAD, peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat, peningkatan kualitas SDM, peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa, pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. Sebagai upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) harus diselaraskan dengan upaya mereformasi birokrasi yaitu dengan menghadirkan kultur birokrasi secara cepat, mudah, murah dan menyenangkan, khususnya kepada OPD yang mengemban misi yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat. (fit)
Pasar Swasta di Mataram Harus Ditutup Mataram (Suara NTB) Dinas Perdagangan NTB, meminta pasar swasta yang berdekatan dengan pasar tradisional milik pemerintah di Mandalika agar ditutup. Kendati belasan tahun pasar itu beroperasi, namun hingga kini belum mengantongi izin. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menjelaskan, pemilik pasar swasta dengan pemerintah sedang mencarikan mekanisme dan solusi terbaik terkait keberadaan pasar tersebut. Mekanisme ini berkaitan dengan memperluas sumber pendapatan bagi pemerintah. Di samping itu, PT. Pade Angen sebagai pengelola pasar swasta di Mataram diminta mengurus izin mereka. “Kita sudah berdiskusi bersama untuk nantinya mencari solusi bersama,” kata Alwan. Katanya, pemerintah harus memikirkan dampak jika pasar tersebut ditutup. Jumlah pedagang banyak tidak mungkin bisa tertampung di lahan milik pemerintah. Alwan mengakui, selama ini, PT. Pade Angen tidak pernah memberikan kontribusi ke pemerintah daerah. Oleh karena itu, bersama Badan Keuangan Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan, Bagian Hukum Setda Kota Mataram dan PT. Pade Angen akan merumuskan mekanisme penarikan pendapatan. “Jangan
sampai ada yang dirugikan, baik pemerintah maupun swasta,” ujarnya. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menambahkan, pedagang di Pasar Mandalika itu awalnya karena ada sedikit ketidaknyaman pasar lama pada saat proses pembangunan. Pada saat itu, pedagang memanfaatkan lahan milik PT. Pade Angen yang disewakan ke pedagang. Selama itu pedagang tidak merasa ada masalah. Pemkot mengkhawatirkan eksodusnya pedagang ke pasar swasta. Menurut Mohan, itu harus diantisipasi sehingga dibangun pasar yang memiliki standar dan kualitas. “Nanti coba kita melakukan pendekatan supaya pedagang mau kembali lagi,” katanya. Pemerintah belum bisa mengambil kebijakan menutup pasar tersebut. Sebab, perlu dikaji dampak bagi masyarakat. Mohan menambahkan, penutupan pasar itu nantinya akan berdampak terhadap daya tampung atau kapasitas pasar milik pemerintah untuk menampung
Dua Perwal Disahkan
Jabatan Staf Ahli akan Lebih ”Bertaring” Mataram (Suara NTB) Jabatan staf ahli di Kota Mataram akan lebih bertaring dibandingkan sebelumnya. Sebab, dua peraturan walikota (Perwal) telah disahkan pekan kemarin. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, Drs. M. Saleh menjelaskan, dua Perwal yang menyangkut peningkatan kinerja staf ahli telah ditandatangani Walikota. Ia melihat selama ini,yang menyebabkan lemahnya kinerja staf ahli dari sistem dan regulasinya. Sebab, Perwal lama tidak memberikan kekuatan ke staf ahli. Regulasi itu tidak detail mengurai fungsinya dan tidak secara eksplisit mengatur pelimpahan sebagian tugas Walikota ke staf ahli. “Ada tugas dilimpahkan walikota sehingga beban kerjanya besar. Tidak seperti dulu,” kata Saleh dikonfirmasi, Minggu (19/ 11). Sebagai salah satu contoh sebutnya, beberapa hal yang diberikan kewenangan dalam Perwal terbaru tersebut, yakni staf ahli dilimpahkan tugas pengendalian disiplin pegawai. Sewaktu - waktu, staf ahli bisa melakukan inspeksi mendadak (sidak) pegawai dalam rangka penegakan disiplin. Kedua, walikota bisa melimpahkan tugas mewakili dalam forum diskusi dan rapat tingkat lokal, regional dan nasional. Selain itu, diberikan pelimpahan tugas mengoreksi pidato Walikota di samping tugas mewakili daerah membuka acara kedinasan. Staf ahli juga ditugaskan menyangkut kedudukan, tugas dan fungsi walikota. “Lebih detail tentang pemerintahan. Melakukan analisis Pol PP dan PKL. Tidak sep-
erti perwal awal umum saja,” kata Saleh, namun penomoran Perwal tersebut belum dikeluarkan oleh Bagian Hukum Setda Kota Mataram. Perwal yang kedua secara bersamaan disahkan yaitu, penyempurnaan Perwal Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pola Koordinasi Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal Kota Mataram. Dalam Perwal sebelumnya kata dia, tidak mengatur keterlibatan staf ahli, sehingga ditambahkan satu pasal sistem keterlibatan staf ahli dan OPD. Keterlibatan staf ahli mendapatkan sumber dari telaah stafnya. Baik itu refrensinya dari koordinasi. Pengesah dua perwal itu akan disosialisasikan dengan diterapkan semaksimal mungkin. Staf ahli akan terpacu melakukan sesuai tupoksi membantu Walikota. “Paling tidak, staf ahli bertaringlah. Tidak seperti dulu,” ujarnya. Dijelaskan Saleh, staf ahli secara struktur perangkat daerah tidak masuk. Artinya, ia bertugas menganalisis isu - isu strategis kebijakan Kota Mataram. Oleh karena itu, komitmen peningkatan kinerja itu oleh Sekda akan bersurat ke OPD untuk mengoptimalisasi peran mereka. Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (sekarang DLH) menambahkan, jika dimaksimalkan, staf ahli memiliki banyak peran strategis membantu tugas pemerintahan. Misalnya, perancangan kebijakan daerah oleh SKPD. Bahan atau materi diberikan akan dikaji dan analisis. Staf ahli akan melihat efek apa ditimbulkan dari produk hukum tersebut. “Jika dinilai layak maka akan tidak ada masalah,” demikian kata Saleh. (cem)
(Suara NTB/cem)
TIDAK BERIZIN – Transaksi di pasar tradisional swasta yang dikelola PT. Pade Angen. Lahan ditempati pedagang saat ini diminta ditutup karena tidak memiliki izin. kembalinya pedagang. Hal ini kata dia, perlu dicarikan solusi permanen sehingga perlu duduk bersama antara pemerintah dengan pengusaha.
Di satu sisi, beroperasinya pasar milik PT. Pade Angen berpengaruh terhadap potensi retribusi daerah yang dikelola oleh pasar tradisional. “Ini
juga berkaitan dengan potensi retribusi. Jadi, kita perlu memikirkan solusi terbaik. Yah, nanti kita kaji dulu,” demikian ujarnya. (cem)
Banyak PJU di Mataram Mati Mataram (Suara NTB) Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Mataram banyak yang mati. Seperti di Terminal Mandalika dan jalan menuju rumah susun sewa sederhana (rusunawa) Montong Are serta PJU di Jalan TGH. Faisal. Puluhan PJU terpasang di tengah median taman mati total. Pun sebagian lampu hidup, tapi tak normal seperti PJU di titik lainnya. Kepala Dinas PKP Kota Mataram, H.M. Kemal Islam menjelaskan, pemenuhan penerangan jalan umum di Mataram masih kurang 4 ribu titik. Yang idealnya harus terpasang 15 ribu titik. Sebagian dari PJU terpasang menggunakan meterisasi dan kontrak daya. Ia menargetkan di akhir Desember mendatang, meterisasi terpasang, agar pembayaran PPJU tidak terlalu tinggi. “Seperti saya bilang tadi ada 4 ribu lebih belum pemenuhan PJU di Mataram,” kata Kemal dikonfirmasi pekan kemarin. Terkait PJU di Mandalika hingga menuju rusunawa Montong Are, berkaitan dengan penyerahan pengelolaan terminal. PJU itu termasuk lingkar terminal yang tahun ini pemasangan telah diminta ke PLN. PLN lanjut Kemal, memasang tiang - tiang beton PJU baru, yang sudah dimulai pemasangan di rusunawa. Sementara, di lingkar terminal ada 67 titik PJU akan dipasang. Kemal mengaku sedang memikirkan pemasangan meterisasi. Sebab, PJU di lingkar terminal itu menggunakan kontrak daya. “Sehingga saya mau ganti dengan meterisasi. Kita bersamaan program meterisasi,” tambahnya. Di satu sisi, tak berfungsinya PJU di terminal Mandalika hingga jalan menuju rusunawa Montong Are dikeluhkan terutama bagi pengendara. Rusman misalnya, khawatir bila melintas pada malam hari. Selain rawan
pelaku kejahatan, pengendara khawatir terjatuh karena tumpukan material perbaikan jalan. “Takut juga sih. Apalagi ada pasar dan batu batu di tengah jalan,” ucapnya. Paling tidak kata dia, jika lampu nyala, masyarakat khususnya pengendara bisa mengantisipasi. Senada dengan Rusman. Saleh juga mengeluhkan
sama. Ia mengaku melintas tiap hari di tempat itu, kadang memiliki rasa takut. Paling dikhawatirkan pelaku curanmor. Sebab, kawasan itu sepi. “Baru jam 19.00 Wita sudah sepi,” tuturnya. Mereka berharap, pemerintah segera memperbaiki PJU tersebut. Supaya masyarakat merasa aman dan nyaman melintas di kawasan tersebut. (cem)
(Suara NTB/cem)
PJU MATI – Beberapa anak muda nongkrong di bawah tiang listrik PJU yang mati di jalan menuju rusunawa Montong Are Kelurahan Mandalika. Para pengendara khawatir tidak adanya penerangan di jalan menyebabkan kecelakaan bahkan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
SUARA NTB
Senin, 20 November 2017
Halaman 3
Kerjasama Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB
Seleksi JPTP Pemkot Mataram Dilakukan Terbuka dan Transparan Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram melakukan seleksi terbuka dua jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP). Proses seleksi ini berbeda dari kabupaten/kota bahkan provinsi. Pengisian jabatan dilakukan secara terbuka dan transparan. Dua jabatan dilelang yaitu Dinas Sosial dan Satpol PP. Pendaftaran dimulai tanggal 1 - 15 November tersebut, diikuti oleh enam pejabat. Enam pelamar yang lolos seleksi administrasi, ialah Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa, Sekretaris Inspektorat Hj. Baiq Asnyati, Kabid Trantibum dan Linmas Satpol PP, Bayu Pancapati, Kabid Opdal Dinas Perhubungan, Mahfuddin Noer, Sekretaris Satpol PP, Jimmy Nelwan dan Camat Mataram, Hariadi. Keenam pelamar ini, Jumat (17/11) pekan kemarin, telah melaksanakan tes wawancara
dan presentasi makalah di hadapan lima orang tim pansel. Kelima tim pansel yang diketuai Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito bersama empat anggota lainnya. Yaitu, Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Dr. MA. Muazzar Habibi, Drs. H. Djaswad dan Dr. M. Ali. Senin (20/11) hari ini, keenam peserta menjalani assessment oleh tim asesor. Eko menjelaskan, pelaksanaan pansel pejabat ini berbeda seperti daerah kabupaten/kota lainnya. Bahkan, jadi pilot project dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi. Proses seleksi ini dilakukan secara transparan dan terbuka. “Artinya, tidak ada yang kita tutup tutupi. Masyarakat termasuk media bisa langsung melihat proses seleksi,” kata Sekda pekan kemarin. Dia tak menampik pelamar pansel relatif sepi dibandingkan sebelumnya.
Panitia telah mengumumkan dan bersurat ke masing - masing organisasi perangkat daerah. Kata Sekda, pelamar tak turut berpartisipasi mungkin melihat kemampuan mereka, sehingga mereka tidak mendaftar. Eko tak mempersoalkan asumsi - asumsi yang berkembang di masyarakat maupun di lingkup pejabat Kota Mataram. Sebab, proses seleksi ini tidak ada yang ditutup - tutupi. Bahkan, media maupun masyarakat bisa memantau secara langsung. Adapun proses seleksi rampung akan dikembalikan ke pejabat pembina kepegawaian. Kepala daerah akan menentukan sekaligus menetapkan siapa kepala dinas tersebut. Yang jelas pansel bekerja secara profesional. (cem/*)
PANSEL - Salah seorang pejabat sedang mengikuti tes wawancara yang dilakukan pansel JPTP Pemkot Mataram.
Walikota Sampaikan Nota Keuangan dan RAPBD 2018 Mataram (Suara NTB) Pembahasan APBD Kota Mataram tahun 2018 mulai bergulir dengan telah disampaikannya Nota Keuangan dan Rancangan APBD Kota Mataram 2018. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH. Didi menyamaikan, target yang telah ditetapkan pusat,pembahasan anggaran tahun 2018 harus sudah diselesaikan pada akhir bulan November 2018. Sehingga, dalam waktu yang sangat terbatas sampai dengan akhir bulan ini, eksekutif dan legislative siap untuk bekerja keras dengan menggunakan skala hari per hari, demi menyelesaikan pembahasan anggaran tahun 2018 tepat pada waktunya. Sementara itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam nota Keuangan dan RAPBD tahun anggaran 2018 menyebutkan, pendapatan dalam RAPBD Kota Mataram di 2018 ditargetkan sebesar Rp 1.402.618.495.000,00 atau naik Rp 94.834.785.893,15 dari target APBD tahun 2017. Pendapatan ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Diakui Walikota, struktur APBD Kota Mataram masih bertumpu pada pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat. Namun, Pemkot Mataram akan terus mengupayakan untuk meningkatkan kinerja perolehan PAD setiap tahunnya. Kontribusi PAD Kota Mataram terhadap APBD pada 2018 sebesar 24,78 persen dari rencana pendapatan. Pada RAPBD tahun 2018, PAD ditargetkan sebesar Rp 350.255.500.000,00 yang ke depan akan terus dipacu dan ditingkatkan. “Mataram termasuk yang tinggi tingkat kemandiriannya dibandingkan daerah lain, ‘’tambahnya. Anggaran 2018 yang dialokasikan untuk Pemkot sambung orang nomor satu di Kota Mataram ini, adalah Rp. 894.378.795.000,00. Dimana terjadi penurunan sebesar Rp 35.995.042.584,00 atau 3,87 persen.
Bila dibandingkan dengan anggaran sebelumnya karena adanya penurunan DAU dan DAK yang cukup besar. Sementara total belanja dalam RAPBD tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1.406.120.995.000,00 yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp 582.406.698.157,00 atau 41,42 persen, dan belanja langsung sebesar Rp 823.714.296.843,00 atau 58,58 persen dari total belanja. Sedangkan, penerimaan pembiayaan merupakan transaksi keuangan dengan maksud untuk menutupi defisit anggaran atau penggunaan surplus yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran, pembiayaan pada RAPBD Tahun Anggaran 2018 direncanakan sebesar Rp 11.000.000.000,00 yang akan diperoleh dari sisa lebih perhitungan tahun anggaran sebelumnya yang diestimasikan dari adanya efisiensi belanja program atau dari terlampauinya target pendapatan tahun anggaran 2017. Sementara pengeluaran pembiayaan pada RAPBD tahun anggaran 2018, direncanakan Rp 7.497.500.000,00 yang merupakan penyertaan modal atau investasi pemerintah daerah pada Badan Usaha Milik Daerah. Selain itu, Pemkot juga telah menetapkan beberapa program kegiatan prioritas dalam RAPBD Tahun Anggaran 2018. Yaitu, pembangunan lanjutan RSUD Kota Mataram, pembangunan sarana perkotaan, pembangunan gedung Kantor BKD, pembangunan gerbang dan pembangunan monumen bundaran di Lingkar Selatan, peningkatan sarana dan prasarana pasar, penanggulangan kemiskinan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kesehatan, dan program atau kegiatan lain yang bersifat urgen untuk dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan guna peningkatan kinerja pelayanan masyarakat. (cem/*)
(Suara NTB/ist)
NOTA KEUANGAN - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan nota keuangan dan RAPBD Kota Mataram tahun anggaran 2018 di DPRD Kota Mataram.
(Suara NTB/ist)
KB GRATIS - Suasana pelayanan KB gratis di Lingkungan Bangsal Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela terlihat ramai. DPPKB rutin memberikan pelayanan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah.
DPPKB Berikan Pelayanan KB Gratis di Lingkungan Bangsal Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram, memberikan pelayanan KB gratis bagi masyarakat pesisir dan prasejahtra di Lingkungan Bangsal Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Ampenan. Pelayanan KB gratis ini kata Kepala DPPKB, Sutrisno, dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat tentang KB. Baik pelayanan KB baru maupun ulangan. Pelayanan secara rutin dilakukan dengan menyasar penduduk miskin dan daerah pinggir itu, menggunakan mobil pelayanan KB seperti di lingkungan lainnya. “Sebelum pelaksanaan pelayanan KB dilaksanakan penyuluhan tentang pentingnya KB bagi kelangsungan kehidupan berkeluarga,” kata Su-
trisno, Kamis (16/11) Karena KB kata dia, merupakan salah satu program pelayanan dasar yang harus sukses. Kesuksesan tersebut akan berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Sutrisno menambahkan, pelayanan ini rutin dilaksanakan. Terutama diprioritaskan bagi daerah pada penduduk dan pinggir. Harapannya, semua keluarga yang ada ikut menjadi peserta KB mengatur kelahiran mereka. “Paling tidak jarak kelahiran 3 – 4 tahun,” imbaunya. Pelayanan KB gratis menurut dia, tidak terlepas dari partisipasi tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK kelurahan dan kader lainnya. Sutrisno menyebutkan, pelayanan saat itu, telah menjaring akseptor baik baru maupun ulangan sebanyak 45
akseptor. Dan, 70 persen diantaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan Implant. “Keberhasilan ini dilakukan karena adanya kerjasama dengan semua pelaksanaan program KKBPK antara Dinas Kesehatan Kota Mataram khususnya Puskesmas Tanjung Karang, aparat Kelurahan Tanjung Karang dan Kader KB Kelurahan Tanjung Karang, Toma, Toga, Generasi Muda danMitra Kerja lainnya,” paparnya. Dikatakan, melalui mobil keliling ini diharapkan bisa mendekati pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus, menumbuhkan kepercayaan warga bahwa pemerintah tetap hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (cem/*)
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Bantu Korban Banjir, Pemerintah Keluarkan Cadangan Pangan Selong (Suara NTB) Musibah Banjir Bandang yang menerjang tiga kecamatan langsung disikapi Pemkab Lombok Timur (Lotim). Seluruh intansi terkait langsung bergerak mempersiapkan bantuan. Pemkab Lotim pun sudah siap mengeluarkan cadangan pangan pemerintah untuk membantu korban-korban. Demikian penegasan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menjawab Suara NTB usai menggelar rapat bersama semua pihak terkait mengenai penanganan pascabanjir di Pendopo Wakil Bupati, Minggu (19/11). Pada kesempatan ini, wabup menegaskan, bantu(Suara NTB/ist)
BERTARUNG - Baliho pasangan Harum yang siap bertarung di Pilkada Lotim.
Pilkada Lotim
Kader NW Diyakini Pilih Harum Selong (Suara NTB) Pasangan H. Haerul Warisin dan H. Machsun Ridwainy (Harum) dikabarkan akan mendapat dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (NW) yang bermarkas di Anjani. Kabar ini menguat pascainformasi batalnya Hj. Lale Yaqutunnafis ikut dalam perhelatan politik perebutan kursi kepala daerah Lombok Timur (Lotim). Pasalnya, arah dukungan Hanura condong ke pasangan H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi atau Sukma. Tentunya, kader NW hanya memiliki satu pilihan, yakni mendukung H. Haerul Warisin yang diketahui juga merupakan kader NW. H. Iron, panggilan akrab Wakil Bupati yang siap tempur mengambil kursi kepala daerah Kabupaten Lotim. Di mana, ia merupakan Ketua Satgas Hizbullah Sikur. Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura telah memberikan surat sementara kepada pasangan Sukma. Hal ini diartikan, secara organisasi NW yang sebelumnya akan mendukung Lale Yaqut lewat Hanura akan memilih kader terbaik NW. Sejumlah petinggi NW di bawah pimpinan Ummi Hj. Raihanun Zainuddin Abdul Madjid kabarnya juga menguatkan arah dukungannya kepada pasangan Harum. H. Iron yang dikonfirmasi Suara NTB terkait kabar memberikan tanggapan positif dan ia menyambut dengan harum suara jemaah NW. Bagi Wakil Bupati Lotim ini, NW adalah organisasi yang personelnya merupakan orang-orang yang cerdas. Orang yang memahami kecinntaannya terhadap organisasi, sehingga tidak mungkin memilih orang di luar organisasi. Secara organisatoris pasti memilih kader. Keyakinannya, warga NW akan memilih orangnya sendiri. “NW akan memilih kadernya menjadi bupati,” paparnya. Mengenai partai, pasangan Harum ini terbilang sudah cukup aman. Pasangan Harum sudah mengantongi Suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra. Bahkan diyakini pula akan merapat Partai Nasional Demokrat (Nasdem). “Dari partai-partai yang sudah ada, Harum sudah sangat aman. Bahkan Insya Allah Nasdem bisa masuk ke Harum,” ucapnya. Pasangan lain diketahui banyak yang belum mengantongi surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sejumlah pimpinan parpol yang sudah pernah dikonfirmasi Suara NTB, mengakui masih adanya DPP yang belum memberikan rekomendasi. (rus/*)
an-bantuan dari pemerintah daerah harus disalurkan cepat. Penyaluran bantuan katanya tidak boleh terlambat, karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan, mulai dari makanan, selimut, tempat tidur bagi yang mengungsi dan bantuan lain yang dibutuhkan.
“Makanan ringan, makanan siap saji semua langsung dikirim,” tegasnya. Semua intansi terkait mulai dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) yang menyimpan beras cadangan pangan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Termasuk persiapan
melakukan identifikasi seluruh masalah dan menguraikan apa yang menjadi penyebab terjadinya banjir sedang dilakukan. Permohonan bantuan ke Provinsi NTB juga sudah disampaikan. Bantuan-bantuan akan disalurkan ke kantor camat masing-masing. Setelah itu baru didistribusikan ke lokasi-lokasi tempat korban agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. (rus) H. Haerul Warisin (Suara NTB/rus)
Pascabanjir, Warga Harus Waspadai Munculnya Penyakit Selong (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) langsung turun ke lokasi banjir di tiga wilayah, yakni Kecamatan, Keruak, Jerowaru dan Sakra Barat. Pasalnya, saat ini sumber air bersih masyarakat setempat sudah terkontaminasi dampak banjir, sehingga masyarakat mulai kesulitan mengakses air bersih. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada penyakit berbasis lingkungan. Ditemui di lokasi banjir, Minggu (19/11) sore, Kepala Dikes Lotim, drg. Asrul Sani, mengungkapkan pihaknya sudah meminta kepada pihak puskesmas, terutama di tiga kecamatan itu untuk stand by terkait bencana banjir yang melanda wilayah kerjanya masing-masing. Termasuk peduli terhadap penyakit pascabanjir berupa penyakit berbasis lingkungan, mengingat saat ini ketersediaan air bersih sudah terkontaminasi. “Tempat-tempat penampungan air yang memang terkon-
(Suara NTB/yon)
BANJIR - Genangan air yang masih tersisa di SMPN 1 Keruak. Banjir juga merusakkan rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Hal ini menyebabkan sumber air bersih milik warga bercampur dengan lumpur yang dibawa banjir. taminasi akibat banjir, ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya pada Suara NTB. Melihat saat ini sudah sumber air bersih masyarakat yang terkontaminasi atau bercampur lumpur, proses penanganannya nanti akan
dikerjasamakan dengan BPBD untuk dilakukan penyedotan serta beberapa langkah lainnya. Disebutkannya, potensi penyakit berbasis lingkungan yang dikhawatirkan terjadi pasca banjir berupa, diare, DBD, dan penyakit kulit dan
penyakit ispa. Adapun untuk obat-obatan ditempatkan di pelayanan kesehatan di puskesmas maupun di puskesmas pembantu, mengingat jarak lokasi kejadian dan pusat kesehatan tidak
terlalu jauh. “Untuk pelayanan kesehatan di masing-masing puskesmas, adapun untuk pembuatan posko akan dilihat perkembangannya,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dari berbagai macam ancaman penyakit. Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Lotim, H. Napsi, mengatakan saat ini sudah dilakukan penyedotan air bersih atau sumur masyarakat yang terkontaminasi dampak banjir seiring dengan dilakukannya droping air bersih ke wilayah Keruak dan Jerowaru. Di samping itu, dilakukan juga penyaluran logistik serta pembangunan posko darurat penanganan banjir bandang Kecamatan Jerowaru, Sakra Barat dan Keruak yang dipusatkan di Lapangan Umum Keruak. Selain itu, tenda pengungsi juga dibangun di SDN 6 Sepit. Hingga saat ini, jumlah KK yang terdampak banjir, 578 KK di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru. (yon)
Pelatihan Usaha LSP2M
Pimpinan Ponpes Ajak Terapkan Sistem Ekonomi Berketuhanan Selong (Suara NTB) Lembaga Studi Pengkajian
dan Pengembangan Masyarakat (LSP2M) sukses menggelar pelatihan usaha di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Daarusy Syifa di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur, Sabtu (18/11). Hadir juga pimpinan Ponpes, TGH. Tafaul Amri Jaya. Pada kesempatan ini pimpinan Ponpes TGH. Tafaul Amri Jaya, mengajak jemaah untuk menerapkan sistem ekonomi berketuhanan. Menurutnya, jika jemaah tidak melaksanakan sistem ekonomi
berketuhanan, maka ekonomi Indonesia akan rusak. Menurutnya, ekonomi yang membawa kebaikan adalah ekonomi yang berketuhanan. Ekonomi yang bawa keberkahan adalah yang membawa Ketuhanan yang maha esa. “Saat ini ekonomi yang diterapkan tidak berketuhanan, tidak berdasar pada sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga ekonomi ini tidak memiliki keberkahan,” kritiknya. Dijelaskan, prinsip dalam ekonomi Islam itu tolong menolong dan bukan saling tipu. Konsep ekonomi Islam ini telah melahirkan banyak pengusaha besar. Sebagai contoh, pengusaha Islam Abdurahman bin Auf. Salah satu sahabat Nabi Muhammad SA ini, memiliki keahlian berdagang, sehingga Allah SWT memberikan keberkahan dan kekayaan. Prinsip ekonomi liberal menurutnya lebih banyak menerapkan perilaku penipuan. Jika pelakunya tidak melakukan penipuan, pelakunya akan dapat untung banyak. Untuk itu, dalam mencari rezeki harus
(Suara NTB/rus)
PELATIHAN - Kegiatan pelatihan yang digelar di Aula Desa Tirtanadi yang diikuti masyarakat di Lingkungan Ponpes Daarusy Syifa Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji, Sabtu (18/11). disandarkan kepada ketentuan Allah SWT dan Rasulullah. Komandan Distrik Militer 1615 Lotim, Letkol Inf. Agus Setiandar yang hadir dalam pertemuan pelatihan usaha turut memberikan pandangannya. Menurutnya, diperlukan ketersesuaian dengan lingkungan dalam membangun ekonomi. “Siapa di lingkungan kita harus selalu diperhatikan. Jangan sampai menjadi pengusaha yang liberal,” ucapnya. Sistem ekonomi liberal itu
tidak sesuai dengan falsafah Pancasisla. Orang liberal adalah orang yang tidak peduli diri dan lingkungan. Orang liberal hanya mau menang sendiri. “Jadi jangan mau menjadi senang dan jaya sendiri,” pintanya. Lingkungan katanya adalah lingkaran pelindung. Lingkungan harus menjadi lingkaran pengaman. Lingkungan jangan sampai diabaikan, karena lingkungan bisa meningkatkan harkat dan derajat. (rus/*)
Lahan TPA Meno dan Air
Desa Menolak, DPRD Mendukung Dilakukan Pengadaan Tanjung (Suara NTB) Rencana Pemkab Lombok Utara untuk menyediakan lahan Tempat Pembuangan Sementara/Akhir ((TPS/TPA) sampah di Gili Meno dan Gili Air, sudah diajukan ke DPRD Lombok Utara. Namun belum lagi anggaran itu dibahas dan disetujui pada RAPBD 2018, Pemdes Gili Indah, sudah tegas menolak rencana Pemkab tersebut. Dalam survei Komisi I DPRD KLU bersama dengan wartawan, Sabtu (18/11), diketahui lahan di Gili Air yang tersedia untuk dibeli seluas 25 are, sedangkan di Gili Meno seluas 20 are. Pemerintah telah mengajukan anggaran total senilai Rp 8 miliar. “Terkait persoalan lahan, kalau pemerintah mau beli silakan beli, asal jangan kelola sampah di sini (Gili Air). Alasannya karena ini pulau kecil, berbicara kelangsungan pariwisata dalam jangka panjang maka kita tidak boleh mengelola sampah di dekat permukiman penduduk apalagi dekat perhotelan,” cetus Kepala Desa Gili Indah, H. M. Taufik, saat menerima rombongan Komisi I di kediamannya di Dusun Gili Air. Ia mempertegas, lokasi TPS/TPA yang akan dibeli pemerintah berada dekat dengan permukiman penduduk, jaraknya hanya 500 meter. Sedangkan idealnya TPA memiliki radius minimal 1 km dari perkampungan. Oleh karena itulah, Taufik mendesak agar Pemkab mengangkut sampah ke darat melalui pola yang sudah dilakukan saat ini. Kades menegaskan, ia juga tidak ingin Pemkab tidak konsisten dalam keberadaan lahan sampah. Mencontoh TPA Gili Trawangan, kata dia, awalnya dijadikan sebagai TPS. Tetapi statusnya kemudian berubah menjadi TPA, sehingga kondisinya saat ini menjadi keluhan warga dan perhotelan. Anggaran yang sedianya dialokasikan untuk membeli lahan, sebut Taufik, sebaiknya dialokasikan untuk mengadakan kapal tongkang pengangkut sampah dengan kepasitas lebih besar. Armada tersebut selanjutnya ditempatkan di Gili Air, seh-
(Suara NTB/ari)
SURVEI - Komisi I DPRD Lombok Utara dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan survei pengadaan lahan untuk tempat pembuangan sampah di Gili Meno dan Air, Sabtu (18/11). ingga sampah bisa langsung diangkut setiap hari tanpa terjadi penumpukan di pelabuhan. Berbeda dengan Kades, Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, SH., yang terlibat langsung mensurvei lahan mengatakan mendukung langkah pemerintah. Sepanjang hajat dan cara pengelolaan sampah dilakukan dengan baik dan tidak menimbulkan keluhan di masyarakat. Ketua Fraksi Hanura ini berpandangan, dalam pengadaan beberapa yang kemungkinan menjadi pertimbangan dalam pembahasan meliputi, luasan fisik tanah, status hukum (hak milik) tanah serta dampak TPA/TPS terhadap kondisi sosial masyarakat setempat. Sejauh ini dirinya belum bisa menyimpulkan hasil kunjungan maupun analisanya terhadap kedua lahan dimaksud. (ari)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
Halaman 5
Awasi Penyaluran Sumbangan PANWASLU Lombok Barat (Lobar) mengimbau para pejabat, ASN dan kades serta lurah agar menjunjung tinggi netralitas pada pilkada nanti, pasalnya bagi yang terbukti melanggar bakal dikenakan pidana. Jika sudah masuk tahapan pelaksanaan, maka tidak ada toleransi dan jika melanggar bakal dipidanakan. Pihak panwaslu menampik tudingan jika tebang pilih menangani kasus dugaan pelanggaran, termasuk dengan pemanggilangan Kades Tempos. Malah dengan tindakan ini pihaknya berupaya menyelamatkan (Suara NTB/dok) para kades dari sanksi pidana. L. Arjuna Di samping itu, pihak paanwaslu mengawasi penyaluran sumbangan yang dilaksanakan oleh Baznasda Lobar, pasalnya penyaluran ini rawan dipolitisir. “Kami tidak mau ada kades yang masuk penjara gara-gara melakukan pelanggaran di pilkada ini, sebab kalau sudah masuk tahapan maka bisa dipidanakan. Kita juga awasi penyaluran sumbangan oleh Baznasda sebab kita tidak ingin ada muatan politisnya,” tegas Ketua Panwaslu Lobar, L Arjuna, Minggu (19/11). Pihaknya juga sudah mengimbau ke pemda agar tidak melakukan mutasi dan tidak menggunakan program yang didanai dari negara untuk keperluan politis. Termasuk pihaknya mengatensi penyaluran sumbangan yang dilakukan baznas. Menurutnya jika penyaluran dilakukan memang benar untuk masyarakat tanpa embel-embel tentu tidak masalah. Namun kalau sumbangan ini ada muatan politisnya maka itulah yang melanggar. Pihaknya akan mempelajari mekanisme penyaluran sumbangan yang berkoordinasi dengan pihak baznasda. Dijelaskan, jika ada laporan dugaan pelanggaran jika memenuhi unsur materil dan formil serta laporan lengkap, maka pihaknya akan memanggil meminta klarifikasi. Pihaknya tak memandang bulu terkait kasus ini sebab untuk menciptakan dan mengawal demokrasi yang berintegritas. Terkait laporan yang masuk sejauh ini, diakuinya hanya Kades Tempos sedangkan yang lain belum. Menjawab isu yang berkembang bahwa Panwaslu kurang tegas terhadap dugaan pelanggaran yang terang-terangan dilakukan sejumlah oknum kades, menurutnya tidak benar. Apalagi pihaknya dianggap mencari kesalahan, sebab panwaslu jelasnya melaksanakan tugas sesuai ketentuan. Seharusnya kades yang berterima kasih ke panwaslu sebab hal ini bentuk upaya menyelematkan mereka dari pidana jika terbukti nantinya melakukan pelanggaran. Menjawab terkait penyaluran sumbangan baznas yang rawan dipolitisasi, Ketua Baznasda Lobar, TGH. Mukhlis Ibrahim menyatakan penyaluran Baznasda berdasarkan jadwal, dalam setahun dilaksanakan tiga kali. Untuk tahun ini dilaksanakan bulan Maret, lalu Juli dan terakhir akan dilaksanakan bulan November. Ia menampik jika penyaluran sumbangan ini dibawa ke ranah politik. Sebab Baznasda ini lembaga netral non structural, sehingga dalam penyalurannya, berdasarkan usulan kades. (her)
Jomplang, Realisasi Belanja Langsung Masyarakat dan Aparatur Giri Menang (Suara NTB) Realisasi belanja langsung untuk masyarakat di Lombok Barat (Lobar) hingga saat ini baru mencapai 53,15 persen. Jumlah ini, jauh lebih rendah dibandingkan belanja yang telah dihabiskan aparatur mencapai 84,86 persen. Jika dihitung gap (ketimpangan) antara belanja langsung dengan aparatur ini mencapai 31,71 persen. Masih rendahnya realisasi belanja publik ini disebabkan realisasi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno mengakui realisasi belanja SKPD berdasarkan SP2D mencapai rata-rata 70 persen. “Berdasarkan realisasi SP2D belanja langsung 53,15 persen dan belanja tidak langsung 84,86 persen, kalau dirataratakan mencapai 70 persen. Kenapa realisasi belanja langsung masih rendah, karena kaitan dengan kegiatan proyek yang memang biasanya akhir tahun direalisasi pembayarannya,” jelasnya, Minggu (19/11). Dijelaskan dari total belanja langsung Rp 700 miliar lebih yang terealisasi baru setengahnya, sedangkan belanja tidak langsung hampir 84 persen. Kesenjangan realisasi belanja ini terjadi disebabkan realisasi belanja langsung ini tergantung dari kegiatan proyek. Biasanya tiap tahun akhir tahun akan melonjak realisasinya, karena pembayaran dilaksanakan akhir-akhir tahun. Seperti proyek gedung Inspektorat sudah mau selesai, pembayaran paling uang muka dan termin I yang diterima barulah setelah selesai baru dibayarkan semua. Hal ini, jelasnya, kebiasaan tiap tahun terjadi, sehingga biasanya akhir tahun ini melonjak realisasi belanja, setelah proyek-proyek ini dibayarkan. Kenapa kecenderungan realisasi belanja langsung lebih rendah dibandingkan belanja tidak langsung, tergantung proyek. Sedangkan belanja tidak langsung tergantung periode pembayaran gaji dan honor. Pembayaran gaji sudah berjalan 10 bulan, artinya tinggai tersisa 2 bulan yang belum dibayar, sehingga realisasi belanja tidak langsung ini pun cepat. “Kalau belanja langsung kan menyangkut proyek fisik,” jelasnya. Diakuinya belanja langsung ini terkait dengan kepentingan masyarakat, sebab bangunan fisik seperti gedung dan jalan-jalan akan dimanfaatkan masyarakat dan dipakai untuk melayani masyarakat. Karena itulah untuk mempercepat realisasi fisik ini, bupati dalam setiap kesempatan rapim ditekankan kepada SKPD khusus pengelola belanja langsung agar menggenjot kegiatan supaya segera selesai, terutama kaitannya dengan musim penghujan ini jangan sampai proyek terhambat. Di samping itu, waktu yang tersisa sudah kritis sebab tinggal menyisakan 1,5 bulan. “Jadi harus digenjot habis-habisan,” tegasnya. Pihaknya pun ikut serta melakukan pengawasan proyek fisik di lapangan, sebab meskipun pihaknya bukan SKPD yang berwenang dalam hal tersebut, namun hal ini kaitan dengan mempercepat pembayaran anggaran. (her)
(Suara NTB/her/kir)
BANJIR - Air sungai meluap menyebabkan tiga dusun di Desa Pelangan terisolasi. Warga terpaksa menyeberang sungai, karena tidak ada akses jembatan. (kanan) Warga di Praya Timur yang terkena dampak banjir mengungsi ke tempat yang tidak terkena banjir.
Lobar dan Loteng Dilanda Banjir
Ribuan Jiwa di Pelangan Terisolasi
Giri Menang (Suara NTB) Banjir kembali menerjang Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Tengah (Loteng). Di Lobar, banjir terjadi di kawasan Senggigi. Tidak hanya itu, di kawasan Gerung, Labuapi dan Pelangan Sekotong tidak luput dari banjir. Di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong, hujan lebat yang terjadi menyebabkan sungai setempat meluap. Akibatnya, 500 lebih KK 3 dusun di wilayah setempat di antaranya Gunung Embit, Pengendan dan Mecanggah terisolasi lantaran tak ada jembatan penghubung. “Sudah beberapa hari ini air sungai besar, 500 KK di tiga dusun tak bisa kemana-mana (terisolasi), karena ndak ada jembatan penyeberangan,” ungkap Kepala Dusun Mecanggah Komang Semara, Minggu (19/11). Dijelaskan, sejak tiga hari lalu hujan melanda, menyebabkan air sungai meluap. Warga yang mau membeli perlengkapan dan kebutuhan pokok tidak bisa menyeberang, sehingga terpaksa harus menunggu air surut. Namun Minggu kemarin hujan lebat kembali terjadi, sehingga warga pun terpaksa nekat menyeberang. Sementara banjir di Gerung diakibat tersumbat-
nya saluran akibat tumpukan sampah. Bahkan trotoar yang baru dibangun dijebol untuk mengurai genangan air banjir. Banjir terjadi sekitar pukul 16.00 Wita setelah hujan mereda. Saluran yang ada di sekitar Gerung tak mampu mengalirkan air, lantaran tersumbat sampah. “Air meluap setelah hujan, air meluap ke pemukiman warga karena saluran tersumbat sampah,” tutur Arsyad warga Gerung Utara. Akibat genangan air tersebut tutur Arsyad, ratusan rumah warga tergenang air mulai dari mata kaki hingga lutut. Bahkan, aktivitas transportasi sempat terganggu. Untungnya, kondisi air cepat surut lantaran warga membongkar talud jalan persis di Depan Pegadaian Gerung untuk memperlancar arus air. Sejauh ini jelasnya, untuk memenuhi kebutuhan seharihari warga terpaksa seadanya. Logistik dari pemda belum
turun, sehingga warga mengaku kesulitan mengatasi kebutuhan sehari-hari. Kasi Logistik pada BPBD Lobar Tohri menyatakan kejadian banjir di dua tempat di Lobar yakni di Gerung dan Rumak. Untuk penanganannya, pihaknya sudah menerjunkan tim. Menurutnya, tidak ada bencana banjir parah yang sifatnya merusak. Terkait penanganan warga Pelangan yang terisolasi, akibat air sungai meluap pihaknya segera turun dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Kita turun ke lokasi untuk menangani, kami siap siaga,”kata Tohri. Ditanya terkait data jumlah rumah warga yang terdampak, pihaknya belum mendapatkan data. Di Loteng, banjir menerjang ratusan rumah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Janapria dan Praya Timur, Sabtu (18/11) malam. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam musibah tersebut. Namun ra-
Dewan Minta Panwaslu Awasi Belanja Bansos Giri Menang (Suara NTB) Bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat tahun 2018 naik hingga Rp 12 miliar lebih, kenaikan bansos ini dipertanyakan lantaran kebijakan ini berlaku di tahun politik. Kebijakan ini diduga sangat kental nuansa politik, di mana bantuan ke masyarakat dinaikkan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pembebasan akses jalan dari Masjid Baital Atiq Gerung – Kuripan – jalur Lombok Internasional Airport (LIA) yang dinilai penting masih molor. “Sebab beberapa tahun direncanakan molor terus. Sampai sekarang belum tuntas pembebasan lahan itu,” kritik L. Muhammad, Ketua Fraksi PDIP DPRD Lobar, Minggu (19/11). Menurutnya, apa yang disampaikannya dirasa cukup mendasar. Pasalnya seharusnya tahun lalu pembebasan lahan tuntas namun molor, karena ada kebijakan pemangkasan anggaran. Malah ia mempertanyakan kenapa persoalan yang penting justru anggarannya dipangkas. Menurutnya, hal ini tidak lep-
as dari nuansa politik, sebab justru kebutuhan anggaran untuk program bansos naik sekian persen. Menurutnya, kebijakan mengulur pembebasan lahan Gerung-Kuripan yang sejauh ini penting bagi masyarakat lantaran kondisi jalan rusak dan sempit, di sisi lain pemda menaikkan belanja bansos tentu tak bisa dilepaskan dari unsur politis. “Karena tahun depan (2018) adalah tahun politis sudah mulai. Sehingga semua program yang sifatnya kurang urgen untuk politik diundur,”jelasnya. Ia juga menilai revisi RPJMD yang dilaksanakan pemda ada unsur politis. Pasalnya dengan mengubah target RPJMD pembangunan 2014-2019 tentu semua berubah baik program dan targetnya sendiri. Salah satunya, program kemiskinan yang dipangkas hampir 2 persen. Sementara itu, Ketua Panwaslu Lobar L. Arjuna menegaskan memberi atensi penyaluran bantuan ke masyarakat baik bentuknya hibah dan bansos. Menurutnya, serba salah terkait bansos ini, jika tak disalurkan juga salah
karena menyangkut kepentingan masyarakat. Namun pihaknya mengawasi intrik-intrik di balik penyaluran bantuan tersebut, jangan sampai mengarah menguntungkan kandidat tertentu. Ia juga mempertanyakan kenaikan bansos ini. Jika ada terbukti jelasnya, maka bisa dianulir dari pasangan calon. “Jangankan dibatalkan jadi paslon, jadi pemenang pun bisa dianulir jika terbukti,”tegas Arjuna. Menanggapi hal ini, Kepala BPKAD Lobar Joko Wiratno mengaku bukan ranahnya menanggapi hal ini. Namun diakui bansos tahun lalu, dibandingkan tahun ini dengan tahun depan hampir sama. Memang terjadi peningkatan, namun tidak terlalu menonjol. Namun demikian terkait data ini ia belum memperoleh yang final. “Kalau soal itu (jelang Pilkada naik Bansos) itu sepengatuan saya ndak naik menonjol, hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun itu kewenangan ada di SKPD lain,”jelas Joko. Terkait jumlahnya, ia mengaku belum mendapatkan data yang pasti. Menurutnya, bukan mencapai 12 miliar. (her)
Tidak Ada Kejelasan Relokasi
Warga Dua Dusun di Kuta akan Terus Bertahan Praya (Suara NTB) Warga yang ada di dua dusun di Desa Kuta, masingmasing Dusun Ujung Lauk serta Ebunut, mengaku akan terus bertahap di lahan milik ITDC yang kini masih ditempati. Mereka tidak akan mau pindah sampai ada kejelasan soal tempat relokasi dari pemerintah daerah. Mengingat, kondisi warga yang hampir sebagian besar sudah tidak punya lahan untuk tinggal. Penegasan tersebut disampaikan Alus, perwakilan warga dua dusun, saat dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (18/11) kemarin. Menurutnya, warga memilih untuk tetap bertahap
bukan berarti warga tidak mendukung pembangunan di Kawasan Mandalika. Apalagi sampai ada keinginan untuk menghalang-halangi maupun mengganggu jalannya pembangunan di kawasan tersebut. Warga hanya minta perhatian dari pemerintah daerah supaya diberikan tempat relokasi yang bisa ditempati. “Karena terus terang, warga sudah tidak punya lahan lain untuk ditempati. Selain lahan milik ITDC yang sekarang ini ditinggali. Sehingga warga masih bingung mau pindah dan bertempat tinggal di mana lagi,” ujarnya. Terlebih hampir sebagian warga di dua dusun yang teran-
cam digusur adalah warga miskin, sehingga jelas tidak akan mampu untuk membeli lahan di luar kawasan Mandalika. Terlebih dengan kondisi harga tanah di sekitar kawasan yang sudah melonjak tinggi. “Harapan warga sekarang hanya kepada pemerintah daerah. Mau dipindah kemana saja kita siap. asalkan masih di wilayah Desa Kuta supaya keberadaan Dusun Ujung Lauk dan Ebunut, tetap eksis masuk sebagai bagian dari Desa Kuta,” imbuhnya. Sebelumnya pihak ITDC sudah melayangkan surat peringatan kepada warga di dua dusun tersebut, supaya segera pindah.
Mengingat, akan ada kegiatan pembangunan infrastruktur kawasan, berupa akses jalan dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Warga sendiri diberikan tenggat waktu sampai tanggal 20 November ini untuk mengosongkan lahan milik ITDC yang ditempatinya tersebut. Di tempat terpisah, Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., menegaskan tetap akan memperhatikan aspirasi dan keinginan warga. Namun tentu ada proses yang harus dilakukan. “Pasti kita siapkan. Tapi ada mekanismenya untuk penyiapan relokasi,” ujarnya. Prinsipnya, pemerintah daerah bersama-sama dengan pihak
ITDC akan berupaya mencarikan solusi terbaik dari persoalan ini. Dengan catatan, masyarakat juga harus mendukung pembangunan di kawasan tersebut. “Contoh para pegadang di kawasan pantai Kuta, digusur tapikan diberikan lokasi yang jauh lebih baik. Begitu pula warga, juga akan diupayakan yang terbaik pula,” tegas mantan Ketua DPRD NTB ini. Karena bagaimanapun juga, hakekat pembangunan itu semua demi kebaikan dan kemajuan masyarakat secara umum. Bukan hanya untuk kepentingan pemerintah semata. Tetapi untuk kepentingan semua pihak. (kir)
tusan warga terpaksa harus mengungsi, akibat meluapnya Sungai Ganti yang membelah kedua kecamatan tersebut. Air mulai naik pada Sabtu sorenya. Setelah sebelumnya, hujan lebat turun mengguyur wilayah tersebut. Warga semula tidak mengira air akan naik. Namun semakin malam, air justru semakin tinggi. Akibatnya, warga mulai panik dan mulai berusaha menyelamatkan diri serta barang berharga yang masih bisa diselamatkan dengan mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terkena banjir. Terlebih hujan tak kunjung reda, meski sudah tidak selebat pada sore harinya membuat warga semakin panik. “Total ada 10 desa yang terkena banjir,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs. H. Muhammad, Minggu (19/11). Yang paling parah terkena banjir, ujarnya, adalah Desa Janapria, Desa Lekor dan Desa Loang Make di Kecamatan Janapria. Kemudian di Kecamatan Praya Timur, Desa Beleke dan Desa Ganti. Data di BPBD, jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 420 rumah lebih dengan 1.600 jiwa lebih yang terkenda
dampak. “Jumlah ini masih sementara. Karena tim masih melakukan pendataan secara menyeluruh jumlah yang terkena dampak banjir,” jelasnya. Selain itu, tim juga masih menghitung kerugian materi yang dialami warga. Mengingat, saat banjir datang tidak banyak harga benda yang bisa diamankan warga. Termasuk ternak dan lain sebagainya, lantaran warga dilanda kepanikan, sehingga hanya bisa mengamankan harta yang bisa dibawa saja. Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya, malam itu juga langsung turun ke lokasi banjir. Bupati juga memimpin pembagian logistik, berupa selimut dan mi instan. Disinggung kondisi warga saat ini, Muhammad menjelaskan, keadaan sudah mulai normal kembali. Warga juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing setelah air mulai surut pada Minggu dini harinya. Hanya pihaknya tetap mengingatkan kepada warga, supaya tetap waspada. Akan kemungkinan terjadi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum bersahabat. (her/kir)
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Kerjasama Dinas PUPRPP Sumbawa Barat dengan Harian Suara NTB
Dinas PUPRPP KSB Rintis Pelaksanaan Program Pamsimas
(Suara NTB/bug)
Selain pemenuhan akses pengelolaan limbah setempat, tahun 2017 ini pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) juga mulai mendapatkan hibah bantuan penyediaan air minum berbasis masyarakat dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nama kegiatannya program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB.
Yetti Andriani
PROGRAM Pamsimas yang dikelola di Dinas PUPRPP pada Bidang Cipta Karya di tahun 2017 ini menyasar sebanyak 14 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Sesuai rencana program ini akan berjalan hingga tahun 2019 untuk memenuhi 100 persen akses pengelolaan air minum perdesaan. “Tahun ini menyasar 14 d e s a , berikutn y a
tahun 2018 dan 2019 masingmasing 15 desa kita dapat untuk program ini,” terang Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPP KSB, Yetti Andriani, SE. Ia menjelaskan, posisi ketersediaan akses air bersih bagi masyarakat di KSB saat ini baru mencapai 85,2 persen. Untuk menuju penuntasannya di tahun 2019 mendatang, sisanya akan digenjot melalui program Pamsimas yang pembiayaannya ditopang sebagian besar oleh pemerintah pusat saat ini. “Kita masih kurangnya di wilayah pesisir seperti desa Ki-
antar, desa-desa di selatan Talonang, kemudian desa Rarak Ronges dan Mantar. Nah desa-desa tadi yang penyumbang 15 persen itu,” paparnya. Yetti mengatakan, untuk program perdana Pamsimas saat ini sudah mulai berjalan. Progresnya pun sudah mencapai 80 persen dan realisasi penyaluran anggarannya sebesar 100 persen. “Pekerjaan lapangannya alhamdulillah bagus. Posisi kita sekarang rata-rata sudah di atas 80 persen. Makanya kami yakin per 31 Desember nanti bisa 100 persen kegiatannya,” timpalnya. Besaran dana yang disalurkan oleh pusat dalam program ini sebesar Rp 240 juta per desa. Yetti menyebutkan, program ini disokong pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB-
Des). “Total anggaran yang disalurkan per desanya Rp 350 juta. Rp 240 juta dari pusat dari APBD 10 persen dan 20 persen dari APBDes,” urainya. Pengerjaan program Pamsimas ini dilaksanakan secara swadaya oleh Dinas PUPRPP KSB bekerja sama dengan masyarakat. Dijelaskan Yetti, masyarakat sengaja dilibatkan dalam program ini karena kegiatannya tidak sampai pada pembangunan infrastruktur. Tetapi program ini juga diarahkan untuk pembentukan lembaga pengelolanya. “Kegiatan ini sangat membantu masyarakat karena dikerjakan sendiri oleh mereka. Kalau pihak ketiga pekerjaannya ratarata memunculkan masalah baru soal pengelolaan. Nah program ini dengan sistem pemberdayaan maka selanjutnya akan disediakan pembentukan lembaga, pen-
ingkatan kapasitas lembaga juga,” sambung Yetti. Yetti menambahkan, program Pamsimas ini memungkinkan akses air bersih ke masyarakat terus berjalan. Program ini juga mengarahkan masyarakat membentuk lembaga pengelolaan berupa Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BPSPAM). Lembaga ini akan bertugas mengelola seluruh sistem akses penyediaan air minum mulai dari infrastruktur yang telah dibangun hingga pengelolaan sistem pemanfaatan air bersihnya. “Nanti 14 desa yang dapat program ini kita sudah siapkan membentu BPSPAM-nya,” paparnya. Selama ini dikatakannya, sulit mempertahankan posisi ketersediaan infrastruktur akses air bersih masyarakat. Karena program yang disalur-
kan hanya pada penyediaan infrastruktur dan umumnya dikerjakan oleh pihak ketiga. Alhasil program yang disalurkan tidak berlanjut pada pemanfaatannya karena tidak tersedia lembaga pengelolannya. Tapi dengan program Pamsimas nanti, ketersesidaan akses air bersih ke masyarakat termasuk dengan pembentukan lembaga pengelolannya yaitu BPSPAM. “Contoh saja kalau sumber airnya pakai sumur dalam menggunakan pompa 3 pass. Itu biaya listriknya bisa sampai Rp 5 juta per bulan. Nah kalau tidak ada yang mengelola masyarakat tidak akan bisa membayarnya. Akhirnya tahun kedua air sudah tidak mengalir lagi. Tapi dengan hadirnya BPSPAM di tiap desa sebagai pengelola, maka untuk pembiayaan listrik bisa tersedia,” imbuh Yetti. (bug/*)
PPK/PPS Dilantik
KPU Sumbawa Ingatkan Jaga Netralitas dan Independensi Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa melantik 120 anggota PPK pada 24 kecamatan, Sabtu (18/11) di Aula SMKN 1 Sumbawa Besar dan dilanjutkan pelantikan PPS pada Minggu (19/11), pada masing masing zona. Diharapkan PPK maupun PPS yang dilantik dan diambil sumpahnya dapat menjaga netralitas dan independensi sebagai penyenggara Pemilu. Sebagaimana disampaikan Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rakhmat S.Ag, setelah pelantikan, para anggota PPK di setiap kecamatan segera musyawarah mufakat menentukan Ketua PPK setiap kecamatan. Kemudian berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan mengusulkan Sekretaris PPK. Tentunya, sebagai penyelenggara, mereka yang baru saja dilantik bisa menjaga independensi dan netralitas. Serta menjaga diri dengan tidak menciderai nilai nilai demokrasi. Paling penting, terus belajar memahamai semua Peraturan KPU dan UU terkait Pemilu. Mengingat sekitar 85 persen anggota PKK terpilih sekarang ini adalah wajah baru. “Maksimalkan koordinasi dengan dengan Panwascam, Camat, Polsek dan
(Suara NTB/ist)
JUDI KARTU - Para pelaku judi kartu saat diamankan di ruang Sat Reskrim Polres Sumbawa. (Suara NTB/arn)
MELANTIK - Ketua KPU Sumbawa ketika melantik dan mengambil sumpah para anggota PPK, Sabtu (18/11). Danramil sebagi mitra di kecamatan. Paling penting koordinasi juga dengan Allah SWT,” kata Syukri mengingatkan. Diketahui, dari 120 anggota PPK yang dilantik terdapat satu orang dari kaum disabilitas. Yakni anggota PPK Buer atas nama Andi Rahman. Seper-
ti disebutkan Komisioner KPU, Aryati S.Pdi, sebagai upaya mengakomodir kaum disablitas. Sebab UU tidak melarang siapapun wrga negara menjadi anggota PPK/PPS asalkan memenuhi persyaratan yang ada. (arn)
Sekelompok Lansia Digerebek Polisi Tengah Berjudi Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak empat orang lanjut usia (lansia) di Sumbawa terpaksa diamankan pihak kepolisian. Mereka dibawa ke Polres Sumbawa lantaran kedapatan tengah asyik bermain judi kartu domino di sebuah rumah di Dusun Buin Pandan, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas. Penggerebekan tersebut dilakukan pada, Jumat (17/11) malam lalu sekitar pukul 23.00 Wita. Sebelum penggerebekan, ada enam orang yang diketahui bermain judi kartu domino. Dua orang diantaranya kabur, sementara empat orang lainnya berhasil diamankan. Mereka masing-masing berinisial TM (68) warga Dusun Buin Pandan, SH alias K (61) warga Jalan Hasanuddin, Kelurahan Bugis, dan KT (55) warga Buin Pandan. Sementara satu orang lainnya meupakan serorang
Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial FF (45) warga Dusun Buin Pandan. Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., SIK kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait perjudian yang kerap dilakukan para pelaku di wilayah setempat. Dari penggerebekan, ditemukan para pelaku tengah asyik bermain judi kartu. Dimana aktifitas tersebut dilakukan sejak pagi hingga malam hari dengan berpindah tempat. “Mereka main judi kartu dari pagi sampai malam. Paginya mereka main kartu remi. Setelah itu menjelang magrib mereka pindah ke rumah sebelah untuk main ceme dengan kartu domino,” ujarnya. Dijelaskannya, awalnya ada enam orang yang bermain judi. Dua orang diantaranya berhasil melarikan diri,
sementara empat orang lainnya melarikan diri. Mereka ditangkap di rumah salah seorang pelaku berinisial KT sekitar pukul 23.00 Wita. Untuk taruhan masing-masingmasing Rp 10 ribu dengan uang pinggirannya Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu. Selain keempat pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 10 set kartu domino dan uang tunai Rp 1.983.000. Sebelum melakukan penahanan, pihaknya terlebih dahulu akan mengecek fisik dan kesehatan para pelaku. Karena para pelaku ini sudah lanjut usia. Sedangkan untuk FF karena pertimbangan kemanusiaan, yang bersangkutan akan ditangguhkan penahanannya. Dimana saat ini ia sedang menyusui. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (ind)
PT SJR dan PAMA Gelar Donor Darah Massal di Kota Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) PT Sumbawa Jutaraya (SJR) dan PT PAMA Persada Nusantara (PAMA) yang menggandeng UTD PMI Sumbawa menggelar donor darah massal di Taman Mangga Kota Sumbawa Besar, Minggu (19/ 11) kemarin. Ditargetkan, 150 kantong darah akan terkumpul dari karyawan perusahaan tersebut, pegawai pemerintah, para pelajar, TNI dan Polri serta masyarakat umum yang berpartisipasi pada kegiatan dimaksud. Kepala Teknik Tambang PT SJR, Indra Prana menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada PMI atas kerjasamanya dalam pemenuhan kebutuhan darah di Sumbawa. Pendonor adalah pahlawan kemanusiaan. Darah yang disumbangkan akan sangat bermanfaat dan mesti dijelaskan kepada sesama, bahwa mendonor darah itu adalah sehat. “Tidak ribet dan tidak ada syarat khusus. Jangan khawatir darah kita berkurang. Kalau penjelasan ini disampaikan terus menerus, maka Sumbawa tidak akan kekurangan darah. Kita dapat membantu saudara kita,” katanya. CSR Dept Head PT SJR, Agung Dwi Anggoro, menambahkan, kegiatan donor darah yang kedua kalinya dilaksanakan PT SJR dan PAMA pada tahun ini setelah yang sebelumnya dilaksanakan di lapangan Makodim Sumbawa. Rangkaian peringatan Hari Pahlawan bekerjasama dengan UTD PMI Sumbawa. Ditargetkan 150 kantong darah akan terkumpul untuk disumbangkan ke masyarakat. “Ini kita gelar secara terbuka untuk umum. Siapa aja, baik itu
Didi Darsani, Indra Prana, Agung Dwi Anggoro dan Sekretaris PMI Sumbawa, Kaharuddin dan lainnya foto bersama.
Agung Dwi Anggoro dan Humas PT SJR, Lukman Mubarak juga ikut mendonorkan darahnya pada kegiatan tersebut. Kegiatan donor darah tersebut pegawai pemerintah, Polri, TNI dan masyarakat bisa datang menyum- juga dihadiri Asisten II Setda Sumbawa, Drs. Didi Darsani Apt, yang bangkan darahnya,” sebutnya. Kedepan kegiatan seperti ini di- memberikan apresiasi kepada SJR upayakan menjadi program rutin dan PAMA atas terselenggaranya PT SJR dan PAMA digelar sekali kegiatan ini. Pihaknya berharap dalam tiga bulan. Sebagai program kedepan, acara seperti ini dapat digeCSR perusahan, selain program lar lebih besar lagi melibatkan banlainnya. Seperti pemeriksaan kese- yak pihak. Termasuk dukungan dan hatatan siswa yang dilakukan be- keterlibatan dari Pemkab Sumbawa. Disela sela kegiatan tersebut, berapa waktu lalu di Ropang. “Kita harapkan dukungan Pemkab dan ada pula pembagian doorprize dan masyarakat Sumbawa secara pembagian hadiah menarik lainnya bagi peserta donor darah. (arn/*) umum,” tukasnya.
SUARA NTB
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
Halaman 7
Pelantikan DPC Partai Demokrat se-Pulau Lombok
Lewat Pengalaman, Demokrat Bertekad Kembali Menangkan Pilkada Serentak 2018
Bakal Calon Bupati Lombok Barat,TGH. Hasanain Juaini, bersama Ketua DPC Demokrat Lobar, Indra Jaya Usman, dan Ketua DPRD Lotim, H. Khairul Rizal, beserta para kader Demokrat lainnya.
pelantikan serentak seluruh DPC seNTB, maka tugas konsolidasi politik di tingkat internal partai sudah selesai. Dengan pelantikan serentak DPC itu juga, menjadi tanda bahwa Partai Demokrat sudah menghidupkan mesin politiknya. “Perhelatan politik sudah di depan mata, baik untuk Pilkada NTB 2018 dan Pemilu 2019, dan dengan ini kita sudah mulai menghidupkan mesin politik, untuk merebut kekuasaan, sehingga Partai Demokrat dapat memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya. Dalam Pilkada serentak 2018, yakni Pilkada NTB dan tiga Kabupaten/Kota. Mahalli mengingatkan bahwa Partai Demokrat memastikan mengusung kadernya. Untuk itu ia mengajak seluruh kader untuk bergerak dan bekerja mulai hari itu juga, untuk memenangkan calon-calon kepala daerah dari Partai Demokrat. “Di Lobar kita mengusung kader, TGH. Hasanain Juaini, berpasangan dengan Sulhan Muhlis. Di Lombok Timur, Kita mengusung Ketua DPC, H. M. Syamsul Luthfi, berpasangan dengan Lalu Zulkipli. Dan di NTB, kita menggusung, Wakil Ketua II DPD, ibu Hj. Sitti Rohmi Djalilah,” sebut Wakil Ketua DPRD NTB itu. “Oleh karena itu, mulai saat ini kita koreksi diri kita, untuk kembali pada apa yang pernah memenangkan kita, yakni bersama kita bisa,” tutup Mahalli. Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Lombok Timur, H. M. Syamsul Luthfi,
Ketua DPC Demokrat Loteng, Ahmad Ziadi, bersama Ketua DPC lainnya, saat menandatangani berita acara pelantikan, disaksikan oleh Ketua DPD, TGH. Mahalli Fikri dan Sekretaris, H. Zainul Aidi.
Ketua DPD Partai Demokrat, TGH. Mahali Fikri didampingi pengurus DPD NTB dan para Ketua DPC se-Pulau Lombok yang baru dilantik, memberikan orasi politik pada ratusan kader dan pendukung partai.
Giri Menang (Suara NTB) Partai Demokrat menanamkan tekad kuat untuk memenangkan pertarungan di Pilkada serentak 2018, baik untuk Pilkada NTB maupun Pilkada di tiga kabupaten/kota. Bagi Demokrat, memenangkan Pilkada bukan perkara sulit, pasalnya Partai berlambang bintang mercy tersebut memiliki pengalaman memenangkan Pilkada dua periode. Demikian tegas Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, membakar semangat kader dan pengdukung partai demokrat, saat menyampaikam orasi politik usai melan-
tik Ketua DPC Partai Demokrat sepulau Lombok di lapangan umum Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (19/11). “Tidak akan sulit bagai Demokrat untuk meraih kemenangan. Karena kita punya pengalaman menang. Kalau yang lain, masih hanya sebatas janji untuk menang. Untuk itu yang paling penting saat ini, semua kader demorkat mari kita satukan langkah dan perbuatan untuk menjemput kemenangan dipikada 2018,” seru Mahalli, di atas panggung. Pada kesempatan itu, Mahalli mengingatkan pada segenap kader Partai Demokrat, bahwa perhelatan politik terakbar, yakni Pilkada NTB 2018, sudah didepan mata. Dengan
Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, memberikan pataka partai pada Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur, H. M. Syamsul Luthfi, di lapangan umum Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (19/11). dalam sambutannya mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat untuk bekerja lebih efektif dan efisien dalam memenangkan Pilkada serentak NTB 2018. “Tanpa mengurangi rasa hormat, mari kita satukan pikiran dan gerak langkah kita dan kita pastikan Demokrat jadi pemenang Pilkada 2018 dan pemilu 2019. Insya Allah siap jadi pemenang di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Maka dari itu saya
ingin bertanya, siap memenangkan Partai Demokrat,” seru kakak kandung dari Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi itu. DPC KLU Ditunda Dari arena pelantikan serentak seluruh DPC Demokrat se-Pulau Lombok itu, hanya DPC Kabupaten Lombok Utara yang tidak dilantik. Adapun alasan KLU tidak ikut dilantik menurut Mahalli saat dikon-
firmasi usai pelantikan yakni, karena Ketua DPC, yang juga menjabat sebagai Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, sedang berada di luar negeri. Sehingga tidak dapat ikut dilantik. “Ketuanya sedang di luar negeri, dia akan menyusul nanti, kita tidak bisa ikut melantik pengurusnya tanpa kehadiran ketua, itu aturan di kita. Beda dia dengan SKPD,” pungkasnya. (ndi/*)
Pose bersama Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri bersama Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB, H. Zainul Aidi dan seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat yang dilantik.
Provokator Risa-Dadibou Ditangkap, Senpi Disita (Suara NTB/uki)
HASIL PENANGKAPAN - Kapolres Ida Bagus Winarta didampingi Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota, Iptu Jusnaidin menyampaikan hasil penangkapan kasus narkoba terbesar tahun 2017, nampak beberapa barang bukti yang berhasil disita, Sabtu (18/11).
Kasus Sabu Diungkap, Kapolres Duga ada Peran Oknum Anggota Kota Bima (Suara NTB) – Sat Res Narkoba Polres Bima Kota berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu dengan nilai mencapai seratusan juta rupiah. Bahkan keberhasilan itu, diklaim sebagai pengungkapan terbesar sepanjang tahun 2017 ini. Sayangnya, dalam mengungkap kasus itu seorang bandar inisial S, warga Desa Rai Oi Kecamatan Sape, tidak berhasil ditangkap karena berhasil melarikan diri. Hanya tiga warga inisial, Rs, Hr, dan Fr yang diamankan dengan status pengguna aktif. Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Winarta S.IK, Sabtu (18/11), mengaku, pengungkapan kasus itu dilakukan di kediaman S, di desa Rai Oi, pada Kamis, (16/11) siang. Selain menindaklanjuti laporan masyarakat, oknum S juga adalah target yang sudah lama diburu. “Hanya saja saat dilakukan penangkapan S tidak ada ditempat. Sekitar 20 menit sebelum petugas di lokasi, S diduga sudah melarikan diri,” kata Kapolres didampingi Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota, Iptu Jusnaidin. Namun di lokasi, pihaknya mengamankan tiga orang warga Kecamatan Sape yang diduga pengguna aktif. Serta menyita sabu dengan berat 49,7 gram yang mencapai angka seratusan juta rupiah. “Untuk tiga orang warga ini sudah dites urinenya. Hasilnya positif menggunakan narkoba. Saat ini masih diamankan untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya. Diakui Kapolres selain sabu, pihaknya juga menyita beberapa barang bukti (BB) lain di lokasi. Antara lain uang puluhan juta, alat hisap sabu (bong) bekas pakai dan amunisi aktif sebanyak tiga butir. “Menurut keterangan dari warga yang diamankan, BB ini milik S,” katanya. Ia menambahkan hingga saat ini, oknum S masih tengah diburu oleh anggota. Meski keberadaan S sulit diketahui, karena selama ini seringkali berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari Kota Bima maupun di Kabupaten Bima. “Begitupun dugaan untuk dia mengedarkan sabu selalu pindah tempat. Tapi yang jelas oknum ini asli warga Desa Rai Oi yang terus diburu,” ujarnya. Saat ditanya terkait lolosnya S dari kejaran polisi apakah ada dugaan informasi bocor dari oknum aparat ? Kapolres menegaskan, hal itu kemungkinan bisa saja terjadi. Apalagi saat penangkapan, dilakukan dengan diam-diam. “Segalanya bisa saja terjadi, hanya dugaan. Yang jelas kasus ini tidak berhenti disini saja, kita akan lakukan pengembangan dan penelusuran lebihlanjut,” ujarnya. Ia menambahkan pengungkapan kasus tersebut. Tercatat jajaran Sat Res Narkoba Polres setempat telah berhasil mengungkap sebanyak 33 kasus. Diantaranya juga melibatkan anggota. “Tahun ini ada ada dua anggota yang terlibat dalam kasus narkoba. Dan sudah dilakukan penindakan sesuai aturan,” pungkasnya. (uki)
Bima (Suara NTB) – Dua orang warga yang diduga provokator konflik antara sekelompok warga Desa Risa dan Dadibou Kecamatan Woha, ditangkap aparat Mapolres Bima di areal persawahan yang menjadi lokasi konflik dua kelompok warga itu, akhir pekan kemarin. “Dua warga yang diamankan inisial R (24) dan S (25). Keduanya adalah warga Desa Samili Kecamatan Woha,” kata Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo S.IK, Minggu (19/11). Dikatakannya, penangkapan dua warga itu berawal saat, aparat Patmor bersama dengan anggota Brimob, melakukan patroli rutin, pasca terjadinya konflik sekelompok warga Desa Risa dan Dadibou, belum lama ini. “Saat itu anggota melihat ada sekelompok anak muda mengibarkan bendera kain putih di tengah areal persawahah,” katanya. Melihat itu, lanjutnya sejumlah petugas mendekat. Namun di antara mereka langsung bereaksi. Ada yang berupaya melawan petugas dan juga melarikan diri. Akan tetapi dua orang masing-masing R dan S dapat diamankan. “Usai diamankan anggota melakukan pengecekan terhadap kendaraan sepeda motor yang dipakai oleh dua orang ini. Hasilnya ditemukan sebuah tas kecil di dalam jok,” ujarnya. Setelah dicek, ternyata di dalam tas tersebut ditemukan satu pucuk senjata api
(Senpi) rakitan laras panjang hasil modifikasi. Serta sebanyak 20 butir amunisi organik. 19 butir amunisi jenis SS1 dan 1 butir jenis F2 dan uang tunai Rp 90.000. “BB dan dua orang ini langsung digelandang ke Mapolres untuk diperiksa lebihlanjut,” katanya. Berdasarkan keterangan S, senjata tersebut merupakan milik oknum A (30) yang juga warga Desa Samili. Mendapat petunjuk itu, kemudian pihaknya melakukan pengejaran. Sayang yang saat itu Ia tidak berada di kediamannya. “Namun pada Sabtu (18/11) malam, oknum A ini menyerahkan diri diantar oleh aparatur pemerintah desa Samili,” katanya. Berdasarkan keterangannya, keinginan A menyerahkan diri lantaran mengakui bahwa senpi laras panjang itu miliknya. Bahkan barang berbahaya itu sudah berada di tangannya selama tiga tahun terakhir ini. “Senjata ini juga didapat dari seseorang begitu pun asal usul mendapatkan amunisi organik ini. Keterangannya masih kita dalami. Selain keberadaan peluru hingga senpi ini, Motif A juga masih diselidiki,” uajrnya.
(Suara NTB/uki)
BARANG BUKTI - Kapolres menunjukkan barang bukti, diantaranya Senpi laras panjang dan amunisi organik terhadap pelaku. Nampak di belakangnya, seorang warga mengenakan baju tahanan, Minggu (19/11). Kapolres menegaskan, terkait kasus tersebut, pihaknya menetap pemilik senpi oknum A dan R sebagai tersangka menggunakan pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. “Namun karena kebijkan Kapolda, kasus ini akan dilimpahkan ke Mapolda, agar
lebih mengungkap lebih jauh asal usul, serta motif tersangka. Sore hari ini akan bawa mereka ke Polda,” terangnya. Mengenai alasan pelaku berada di lokasi pertikaian antara warga Desa Dadibou dan Risa, masih dipelajari. Namun Kapolres menegaskan hal itu bisa saja mengarah,
sebagai provokator konflik. Karena selain dua orang itu, dalam lokasi itu ada delapan orang, enam orang lainnya berhasil melarikan diri. “Harapan kami adanya temuan ini masyarakat tidak lagi gampang terhasut atau ada upaya provokasi yang dapat menimbulkan konflik,” pungkasnya. (uki)
Dihentikan, Keterlibatan Masyarakat Rehabilitasi Hutan Perbatasan Dompu (Suara NTB) – Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Toffo Pajo Madapangga Rompu Waworada (TPMRW) sementara waktu terpaksa menghentikan program rehabilitasi swadaya oleh masyarakat, khususnya di wilayah hutan perbatasan Bima-Dompu. Hal itu mengingat warga sekitar perbatasan masih bersitegang memperebutkan batas wilayah administrasinya. “Karena masih konflik soal batas administrasi untuk kegiatan reha-
bilitasi tidak ada,” ungkap Kepala KPH TPMRW, Dadan Kuswardhana, S. Hut., kepada Suara NTB, Sabtu (18/11). Dengan diberhentikanya keterlibatan masyarakat itu lantas program rehabilitasi tersebut diambil alih pihaknya.Dipastikan berlangsung hingga ada kejelasan soal batas administrasi wilayah. Jangan sampai program yang dihajatkan untuk pelestarian hutan justru akan menimbulkan konflik, apalagi menyangkut masyarakat
dua daerah yang berbeda. “Kegiatan rehabilitasi itu tidak bisa dengan proses tumpang sari, hanya menanam tanaman keras saja. Kalau misal areanya bebas konflik bisa tumpang sari atau apa, tapi karena konflik ya ndak bisa,” jelasnya. Sengketa perbatasan yang sempat memicu konflik itu sampai saat ini belum menemukan titik terang apa-apa, warga sekitar masih bersikukuh dengan cara pandang masing-masing. Bah-
kan tak jarang mencuat isuisu untuk saling serang. Sementara pihak terkait yang bertanggung jawab dalam hal ini menurut dia, belum menunjukan hasil atas upaya yang sudah dilakukannya. Di satu sisi lanjut dia, jika persoalan ini terus dibiarkan maka banjir bandang yang tidak hanya meredam tiga kelurahan akan sangat mungkin terjadi. “Itu banjir di kota kemarin dari situ ada sumbanganya juga, jangan main-main itu DAS tengah.Sementara
Donggo, Padende itu sudah hancur. Di hulu terbuka, di tengah terbuka ya tunggu di hilir. Makanya perbatasan ini yang harus segera direhabilitasi, tapi masalahnya sengketa itu yang belum selesai,” jelasnya. Sembari menunggu penyelesaian soal batas itu lanjut Dadan, KPH tetap melakukan rehabilitasi dengan melibatkan internalnya, pun belum lama ini mahasiswa STIE Yapis Dompu turut terlibat. Luasanya baru ditargetkan sekitar 16 Ha. (jun)
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
SUARA NTB
Halaman 8
Pilkada NTB
Ali - Sakti akan Mendaftar ke KPU di Hari Pertama Mataram (Suara NTB) Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari jalur independen, H M. Ali Bin Dachlan dan TGH. L. Gde. M. Ali Wiresakti Amir Murni, (AliSakti) akan menyerahkan berkas pendaftarannya sebagai peserta Pilkada NTB 2018 ke KPU pada hari pertama pendaftaran balon dari jalur independen, Rabu 22 November mendatang. Demikian disampaikan Ketua Tim Sukses pasangan Ali - Sakti, Basri Mulyani, ketika dikonfirmasi Suara NTB, via pesan singkat, Minggu (19/11) kemarin.
Sementara itu, Ketua PWNW NTB RTGB KH L Gede Zainuddin Atsani, juga membenarkan bahwa pasangan Ali - Sakti akan mendaftar ke KPU NTB pada
tanggal 22 November ini. “Setelah melakukan pembicaraan dengan cukup alot dengan Pak Ali dan melihat realitas publik, akhirnya kami sepakat bersatu paket Ali -Sakti untuk
maju bersama di Pilkada NTB. Ali-Sakti sudah final. Insya Allah tanggal 22 November daftar di KPU NTB,” ujarnya. Dikatakannya, semua berkas yang akan dibawa ke KPU sudah clear. Bahkan semua armada saat ini tengah di branding dengan photo dan nama Paket Ali - Sakti. Untuk itu, ia sebagai pimpinan NW NTB, menyerukan pada seluruh jemaah, untuk bergerak memenangkan paket
Ali-Sakti ini. “Sebagai Ketua PW NW NTB, saya mengimbau kepada seluruh warga NW untuk merapatkan barisan dalam memenangkan paket Ali -Sakti ini. Dari organisasi kami sudah melakukan konsolidasi sampai tingkat pengurus ranting. Termasuk Badan Otonom NW seperti, Pemuda, Himmah, Muslimat Hizbullah NW siap bergerak untuk memenangkan paket Ali - Sakti,” tandasnya. (ndi)
Melihat Anggota Kodim 1607/Sumbawa Menjaga Kemanunggalan dengan Rakyat Mataram (Suara NTB) Demi menjaga agar NKRI tetap tegak berdiri maka kemanunggalan TNI dan rakyat harus terus dijaga, anggota Koramil jajaran Kodim 1607/Sumbawa melakukan berbagai kegiatan bersama masyarakat. Pada hari Sabtu (18/11) anggota Koramil jajaran Kodim 1607/Sumbawa melaksanakan berbagai kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama dengan masyarakat yang ada di desa binaan. Seperti yang dilakukan Danramil 1607-01/Sumbawa, Kapten Inf. Tamtanus, yang menghadiri undangan pernikahan di Kampung Kauman, Desa Labuan Sumbawa, tepatnya dirumah salah seorang anggota DPRD Sumbawa, Hamzah Abdullah. Anggota Koramil 1607-02/Empang pada hari Sabtu (18/11) melaksanakan kegiatan karya bakti bersama dengan masyarakat Desa Pemantok dan anak-anak sekolah, membersihkan saluran irigasi yang ada di Desa Jotang, Empang. Hal yang sama juga dilaksanakan oleh anggota Koramil 1607-03/Ropang, bersama dengan masyarakat Desa Lenangguar Babinsa Ramil 1607-03/ Ropang bergotong-royong membersihakan lingkungan. Sementara anggota Koramil 1607-04/Alas anggota Babinsa Desa Gontar Kecamatan Alas Barat Kopda Ahmad melaksanakan kegiatan pendampingan panen jagung di Poktan Benang Bela Desa Gontar. Anggota Koramil 1607-05/Taliwang juga melaksanakan atau menghadiri kegiatan Rakor Upsus Pajale KSB yang bertempat di Aula Hotel Andi Graha. Sedangkan anggota Koramil 160706/Lape Lopok Serma Husain juga mengikuti kegiatan rapat koordinasi dan pemantapan kinerja tingkat kecamatan yang bertempat di Kecamatan Lopok. Sementara anggota Koramil 1607-07/Lunyuk yang dipimpin langsung oleh Danramil 1607-07/Lunyuk mengikuti acara fo,a bersama Petik Laut bersama dengan warga Dusun Sumber Sari yang bertempat di Pantai Koan Dingin Sumber Sari Desa Perung Kecamatan Lunyuk. Anggota Koramil 1607-09/Utan Rhee melaksanakan kegiatan pendampingan petani di Desa Pukat. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna percepatan upsus di wilayah binaannya. Sedangkan anggota Babinsa Koramil 1607-10/Sekongkang melaksanakan gotong- royong pembersihan saluran sungai di jalan utama Maluk Sekongkang yang tersumbat. Hal yang sama juga dilaksanakan oleh anggota Koramil 1607-11/Sateluk, dibawah pimpinan Danramil, para Babinsa Koramil 1607-11/Seteluk melaksanaan kegiatan karya bhakti pembuatan saluran irigasi dan pembersihan got yang ada di lingkungan Desa Seteluk Tengah. Sedangkan anggota Koramil 1607-12/Moyo Hilir juga melaksanakan kegiatan gotong royong bersama dengan warga desa setempat membersihkan selokan atau parit yang ada diwilayah tersebut. “Berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh para anggota Koramil jajaran Kodim 1607/Sumbawa tersebut, tidak hanya bertujuan untuk menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat saja, namun juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan apalagi saat musim penghujan seperti saat ini,” kata Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto. (r/ars/*)
(Suara NTB/penrem)
Kegiatan anggota Kodim 1607/Sumbawa bersama masyarakat.
(Suara NTB/ist)
MIRAS - Barang bukti miras yang disita Polsek Lingsar akhir pekan lalu dalam sebuah razia.
Polsek Lingsar Sita 813 Liter Tuak Mataram (Suara NTB) Polsek Lingsar menyita 813 liter tuak dalam razia Sabtu (18/11). Sejumlah miras tradisional itu hendak didistribusikan para pelaku ke Mataram dan Lombok Timur. Kasubbaghumas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa menjelaskan, sejumlah miras tersebut disita dari tiga orang pelaku. “Mereka diamankan saat sedang mengangkut barang bukti,” ujarnya
dikonfirmasi Minggu (19/11). Dia menambahkan, razia miras digelar Polsek Lingsar di sejumlah tempat. Barang bukti terbanyak disita dari warga Cakranegara, Mataram berinisial GA (35), yakni 660 liter. Pelaku mengangkut tuak tersebut di bagasi belakang mobil Toyota Kijang. “Memang sebelumnya juga ada informasi masyarakat yang memberitahukan akan adanya
pengiriman tuak dalam jumlah besar,” jelasnya. Kemudian diamankan pula warga Sakra, Lombok Timur berinisial SP (49) dengan barang bukti 120 liter tuak. Terakhir warga Batu Mekar, Lingsar bernisial NA (36) dengan bukti 33 liter tuak. “Razia ini untuk menekan konflik karena salah satu penyebabnya perkelahian adalah pengaruh mibuman keras,” tandasnya. (why)
Bendahara SMKN 1 Narmada Tersangka Korupsi BOS Mataram (Suara NTB) Bendahara SMKN 1 Narmada, NH ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi BOS tahun anggaran 2014/2015. Tersangka terindikasi terlibat dalam penyimpangan dana bersumber APBN senilai Rp 1,9 miliar. Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi mengungkapkan, penyidik telah menemukan lebih dari dua bukti yang cukup dalam menetapkan bendahara sebagai tersangka. “Bendahara sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya ditemui di Mapolres Mataram,
akhir pekan lalu. Mengenai perbuatan pidana yang diduga dilakukan bendahara, Kiki tidak merinci lebih lanjut. “Bendahara punya peran dalam penyimpangan anggaran tersebut. Ini masih kita dalami lagi di tingkat penyidikan,” jelasnya. Bendahara NH, sambung dia, masih akan diambil keterangannya lagi untuk pendalaman dimaksud. Keterangan yang disampaikan pada saat pemeriksaan di tahap penyelidikan diperkuat kembali. “Yang bersangkutan akan diperiksa lagi dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Penyidik mengagendakan pekan ini,” beber Kiki. Dugaan korupsi BOS SMKN
1 Narmada mencuat setelah dilaporkan pertengahan 2016 lalu. Dalam kasus itu auditor BPKP Perwakilan NTB telah melakukan penghitungan kerugian keuangan negara. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad sebelumnya mengungkap, dugaan korupsi pada kasus itu terindikasi merugikan negara Rp 316 juta. Penggunaan dana yang digelontorkan dari APBN pada tahun anggaran 2014/2015 tidak dapat dipertanggungjawabkan pengelola. SMKN 1 Narmada mendapat kucuran dana BOS dari APBN sebesar Rp 1,9 miliar pada tahun 2014/2015. (why)
Dua Kawanan Pengangguran Diduga Curi Laptop Mataram (Suara NTB) Dua kawanan pengangguran, AH (19) dan MM (21) ditangkap polisi. Mereka disinyalir sebagai maling yang menggasak laptop di BTN Duman, Lingsar, Lombok Barat. Mereka diduga secara bersama-sama mencuri laptop Acer Aspire seharga Rp 4 juta Selasa (24/10) lalu. AH ditangkap lebih dulu, Rabu (25/ 11). Berselang hampir tiga pekan, MM akhirnya dapat ditangkap buser Polsek Lingsar Minggu (12/11). Kapolsek Lingsar, Ipda Erny Anggraeni tersangka AH ditangkap terlebih dahulu. “Pada saat ditangkap dia sedang membawa barang bukti laptop diduga hasil curian tersebut,” ujarnya, Sabtu (18/11). Ia menjelaskan, AH ditangkap di Jalan Gora II, Dusun
Terep, Bug-Bug, Lingsar saat sedang berjalan kaki sekitar pukul 02.30 Wita Rabu (25/10). Tersangka pasrah saja begitu dinaikkan ke mobil polisi. Sementara kawannya MM diciduk belakangan, Minggu (12/11) di sebuah bengkel di Gegutu, Rembiga, Mataram. Dari hasil penyidikan, terungkap pelaku MM berperan sebagai eksekutor. Dia masuk ke dalam rumah korban dan mengambil laptop yang disimpan di atas lemari. Sementara, AH berperan mengamati situasi di luar. AH juga yang membawa laptop curian itu untuk dijual namun belum juga laku. Erny menegaskan, dua tersangka pencurian dengan pemberatan itu bakal dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-3e KUHP. “Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” tutupnya. (why)
(Suara NTB/why)
CURAT - Dua pelaku pencurian laptop diamankan Polsek Lingsar. Tampak Kapolsek Lingsar, Ipda Erny Anggraeni (paling kanan) menginterogasi para tersangka.
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
BUDAYA DAN HIBURAN
Halaman 9
(Suara NTB/lin)
RANTOK - Sejumlah warga tengah bermain Rantok yang merupakan salah satu budaya tradisional masyarakat Sumbawa.
Mataram (Suara NTB) Bandar udara menjadi salah satu pintu masuk wisatawan. Letak Lombok internasional Airport yang berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dianggap sangat menguntungkan. Sebab tidak perlu waktu lama untuk wisatawan bisa mencapai KEK Mandalika yang masuk dalam 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia ini. “Ini sangat bagus karena lokasi bandara kita itu dekat dengan KEK Mandalika. Wisatawan tidak perlu waktu lama hingga sampai di destinasi yang ada di Mandalika,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Lalu Abdul Hadi Faishal di Mataram, Jumat (17/11). Dengan banyaknya wisatawan yang datang, ia melihat perlu diperbanyak penerbangan langsung dari berbagai negara ke Lombok. Selain itu, Ia juga melihat perlu peningkatan atau penambahan landasan pacu bandara. Sehingga pesawat berbadan besar bisa mendarat di Lombok. “Yang lebih penting sekarang ialah tingkatkan landasan kita. Kemarin juga tiga penerbangan dari Malaysia (ke Lombok) banyak yang tidak dapat tiket. Bandara harus terus dikembangkan minimal harus bisa menyerupai yang ada di Bali,” ujarnya. Saat ini KEK Mandalika sudah semakin siap menyambut para wisatawan yang datang. Kawasan ini menjadi kian mudah diakses karena telah dibangun jalan langsung yang berjarak hanya 30 menit dari Bandara Internasional Lombok. KEK Mandalika terbentang seluas 1.034 hektar, dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. Selain pantai-pantai indah nan mempesona, saat mengeksplor alam Mandalika yang tak boleh dilewatkan Bukit Merese. Dan jangan lupa pula untuk singgah di Desa Adat Sade dan Desa Adat Ende khas masyarakat Sasak. Beroperasinya KEK Mandalika bakal menjadi momentum yang kuat dalam memastikan langkah pariwisata menjadi leading sektor perekonomian nasional. Hadi juga mengingatkan kepada seluruh elemen di NTB tetap berfokus mempersiapkan diri menyambut jumlah tamu yang diproyeksikan datang lebih banyak seiring perkembangan KEK Mandalika. Sebab kawasan ini ditargetkan menawarkan dua ribu kamar hotel anyar dengan pemandangan indah di Pantai Kuta Mandalika pada 2019. “Jangan sampai saat wisatawan itu sudah benar-benar datang namun kita belum siap. Hal ini juga menjadi perhatian khusus PHRI yang terus meningkatkan sinergitas dengan para stakeholder,” ujarnya. (lin)
Pemda Siapkan 15 Hektar Bangun ’’Homestay’’ Mataram (Suara NTB) – Pemerintah mewacanakan untuk membangun 10 ribu homestay di semua destinasi wisata prioritas. Sebagai salah satu destinasi wisata prioritas, Mandalika juga diharapkan bisa membangun setidaknya seribu homestay. Ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan akan tempat tinggal selama berada di NTB. Pemda NTB saat ini sudah menyiapkan lahan seluas 15 hektar untuk membangun sejumlah homestay. “Saya sudah bicara (dengan Dispar), katanya sudah siapkan lahan 15 hektar untuk bangun homestay. Untuk anggarannya sendiri tentu saja dari APBN, tapi belum ditentukan besarannya,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Mataram, Jumat (17/11). Ia mengatakan sejauh ini perkembangan Mandalika sudah cukup baik. Apalagi pasca-diresmikan, Mandalika semakin banyak dibicarakan. Sehingga melengkapai fasilitas di Mandalika dirasa sangat per-
lu. Menurutnya homestay saat ini menjadi salah satu yang diinginkan oleh wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara. “Meski belum ditetapkan besaran anggarannya, tapi kami perkirakan untuk satu homestay itu bisa menghabiskan anggaran Rp 200 juta,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa satu homestay terdiri dari dua kamar dengan tipe 36. Sementara untuk homestay yang akan dibangun di Mandalika belum ditentukan jumlah unitnya.
Sebab masih menunggu soal besaran anggaran yang akan digunakan untuk membangun sejumlah homestay tersebut. Nantinya, homestay itu akan dikelola oleh masyarakat sekitar namun dengan manajemen yang diatur secara profesional. Sehingga homestay itu dapat menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dengan manajemen yang teratur. Arief berharap keberdaan sejumlah fasilitas yang ada di Mandalika dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan wisatawan.
Arief Yahya (Suara NTB/lin)
Pantai Pink akan Dibangunkan Dermaga
Pedagang Asongan Perlu Dibuatkan Pusat UKM di Mandalika Mataram (Suara NTB) – Pesoalan pedagang asongan yang berjualan dengan menjajakan barang dagangannya kerap kali membuat wisatawan merasa kurang nyaman. Kementerian Pariwisata telah menyiapkan strategi untuk mengatasi persoalan itu. Pihaknya akan membangun pusat Usaha Kecil Menengah (UKM) di Mandalika. Sehingga itu menjadi wadah bagi para pedagang untuk mejajakan barang dagangannya. Sehingga tidak perlu lagi mencari pembeli hingga ke pantai. “Presiden minta kita untuk buatkan toko cindera mata khusus. Kita rencananya akan membuat UKM Center untuk pedagang asongan. Soal pedagang asongan itu sudah biasa. Hampir di setiap destinasi wisata yang maju itu pasti pernah ada pedagang asongannya,” kata Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, di Mataram, Jumat (17/11). Ia mengatakan para pedagang asongan itu harus diberikan wadah, sehingga tidak lagi mengejar-ngejar wisatawan atau calon pembelinya. Dengan adanya pusat UKM ini diharapkan dapat membuat wisatawan merasa lebih nyaman. Selain itu, para pedagang juga memiliki tempat untuk berjualan tetap setiap hari. Sebab selama ini banyak pedagang asongan yang terkesan mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang. “Intinya kita fasilitasi, kita sediakan juga tempatnya,” kata Arief. Menurutnya, pembuatan pusat UKM ini bisa memberikan dampak yang baik kepada wisatawan. Misalnya semakin bertambah omzet penjualannya. Selain itu, kondisi di pantai juga bisa lebih bersih dari sebelumnya. Ia juga berharap produk yang dijual oleh masing-masing pedagang bisa beragam. Sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan cinderamata yang bisa dibeli. “Satu desa itu satu produk. Nanti diatur juga manajemennya, jadi tidak semua pedagang jualan kaus,” ujarnya. Arief menilai bahwa peningkatan kualitas SDM di Mandalika memang sangat perlu untuk dilakukan. Sehingga wisatawan merasa senang karena mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Selain itu, ia juga melihat perlu adanya manajemen yang teratur dalam mengelola destinasi atau produk pariwisata. Misalnya homestay. Ia melihat, masyarakat perlu dipersiapkan untuk melayani setiap wisatawan yang datang dengan baik. “Poin utamanya memang Pak Presiden minta kita untuk siapkan dulu masyarakatnya,” akunya. (lin)
“Nanti dikelola oleh masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan dividen dari situ. Nanti masyarakat bisa melakukan cicilan dari itu,” kata Arief. Ia berharap Mandalika bisa memberikan banyak manfaat terutama bagi warga NTB. Sehingga, sektor pariwisata dapat menopang sektor ekonomi masyarakat sekitar. Hal inilah yang menjadi harapan dan tujuan utama pengembangan amenitas di destinasi wisata Mandalika. (lin)
(Suara NTB/ist)
PANTAI WANE - Keindahan panorama di Pantai Wane yang ada di Kabupaten Bima.
Menikmati Akhir Pekan di Pantai Wane Mataram (Suara NTB) Kabupaten Bima menyimpan banyak potensi destinasi wisata. Salah satunya Pantai Wane. Pantai yang terletak di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta ini merupakan salah satu destinasi di Bima yang belakangan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Jika ingin mencari pantai yang sepi dan tenang, Pantai Wane bisa menjadi pilihan yang tepat. Wisatawan akan menemukan hamparan pasir putih dan suara gemuruh ombak Tidak banyak orang yang berkunjung ke sini. Mungkin alasan orang jarang yang mengunjungi pantai ini, karena faktor letaknya yang cukup jauh dari kota dan juga akses jalan yang kurang baik. “Jalannya memang kurang bagus, tapi kalau sudah sampai itu bisa mengobati semua rasa
lelah di perjalanan,” kata warga Bima M. Alfian, Minggu (19/11). Selain hamparan pasir putih dan air laut yang jernih, di Pantai Wane juga wisatawan dapat menikmati ikan segar hasil tangkapan nelayan dengan harga yang relatif murah. Karena di sini juga dijadikan pusat keluar masuknya nelayan yang akan melaut. Nelayan dan penduduk setempat juga sangat ramah pada wisatawan. “Harga ikan yang dijual nelayannya juga murah-murah. Puas juga milih jenis ikannya, banyak,” ujarnya. Meski demikian, di Pantai Wane belum ada fasilitas apapun. Sehingga akan sedikit menyulitkan wisatawan yang datang. Tidak ada toilet maupun musala di pantai ini. Wisatawan tidak bisa menikmatinya berlama-lama karena kendala fasili-
tas yang masih minim. “Belum ada apa-apa di sana memang. Kami berharap Pemda bisa lebih memperhatikan pantai ini,” ujarnya. Ia berharap kedepannya Pemda Bima dapat lebih memerhatikan Pantai Wane. Karena pantai ini memiliki potensi untuk mendatangkan banyak wisatawan. Sebab keindahan Pantai Wane juga tidak kalah dibandingkan dengan destinasi lain di Bima. Apalagi belakangan sudah semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung. Terutama wisatawan lokal. “Kalau sudah ada fasilitasnya kan enak ya. Wisatawan bisa berlama-lama dan bisa menikmati Pantai Wane dengan santai. Kalau sekarang masih belum bisa, tapi kami berharap ke depannya itu bisa terwujud,” harapnya. (lin)
Mataram (Suara NTB) – Kelengkapan fasilitas di destinasi wisata merupakan hal yang sangat inginkan oleh wisatawan. Oleh sebab itu, Dinas Pariwisata yang dibantu oleh Kementerian PUPR akan membangun dermaga di Pantai Pink atau Pantai Tangsi Lombok Timur. Anggaran yang disediakan untuk membangun dermaga ini mencapai Rp 550 juta. “Kita akan bangunkan pelabuhan kayu di Pantai Pink. Itu panjangnya mencapai 95 meter,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos., M.Si. Ia mengatakan bahwa ini merupakan salah satu upaya untuk melengkapi fasilitas di Pantai Pink. Pelabuhan itu nantinya dapat digunakan oleh nelayan atau warga sekitar yang memberikan jasa pengantaran bagi wisatawan yang ingin berkeliling menikmati keindahan di sekitar Pantai Pink. Sebab di dekatnya banyak gili-gili kecil yang menjadi tujuan wisatawan. “Nanti itu bisa dipakai oleh warga sekitar. Terutama wisatawan yang datang dan pergi dari gili atau destinasi lain di dekatnya. Karena di dekat Pantai Pink kan banyak destinasi juga,” ujarnya. Pantai Pink saat ini masih menjadi salah satu destinasi wisata utama di selatan Lombok. Banyak pelaku pariwisata juga membuat paket destinasi ke pantai ini. Meski belum lama ini terdapat polemik soal mahalnya retribusi masuk ke pantai itu. Namun sejumlah wisatawan tetap ingin berkunjung. Kedepannya diharapkan penataan dan pengelo-
laan destinasi wisata Pantai Pink bisa semakin baik. “Kita dibantu anggarannya oleh Kementerian PUPR. Nanti akan dicor dulu kalau airnya sedang surut. Jadi para pekerja bisa langsung ngecor,” ujarnya. Salah satu pelaku pariwisata asal Lombok Timur Bery Putra menyambut baik rencana pemerintah itu. Menurutnya, itu akan lebih mempermudah wisatawan untuk menjangkau Pantai Pink dan destinasi lain di sekitarnya. “Bagus ya, jadinya bisa ke pulau atau pantai-pantai lain yang di dekatnya dengan mudah. Selain itu perahu-perahu yang ada di Pantai Pink juga bisa berkumpul di dermaga nantinya, tidak lagi di pantai. Itu akan memperindah pemandangannya,” ujarnya. Ia berharap pelabuhan itu cepat direalisasikan. Sehingga wisatawan yang datang bisa merasa lebih nyaman karena mudah menjangkau Pantai Pink yang menjadi salah satu pantai andalan di Kabupaten Lombok Timur. (lin)
(Suara NTB/dok)
Dekat dengan Bandara Untungkan Mandalika
L.Moh Faozal
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
PENDIDIKAN
Halaman 10
Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB
Dari Humas hingga Juru Bicara Presiden Sekretariat Kabinet Republik Indonesia menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital. Juru bicara Presiden Johan Budi berbagi tips dengan mengundang 36 humas dan salah satunya adalah Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mendapat kesempatan mengikuti FGD tersebut yang berlangsung, Jumat (17/11) di hotel Aston Inn Mataram. MANTAN Juru Bicara KPK Johan Budi mengawali penyampaiannya dengan pernyataan yang cukup ringan, namun berat, atau istilah bahasa sekarang geli-geli sedap. Johan Budi mengatakan untuk menjadi seorang humas yang baik bukanlah sesuatu yang mudah. Profesi ini mengemban tugas untuk membangun dan meningkatkan reputasi lembaga. Untuk itu, humas harus memiliki kemampuan paripurna dalam menyajikan citra sebuah lembaga kepada publik atau masyarakat dalam gam-
baran yang terbaik. Johan Budi menegaskan tentang eksistensi humas sesugguhnya diibaratkan sebagai palang pintu, untuk menjadi humas yang berdaya guna tak hanya dapat dipelajari lewat teori, tetapi harus digali lewat pengalaman yang berharga. Menjalankan fungsi kehumasan haruslah dengan hati dan insting, di situlah terdapat kata kunci kesuksesan humas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang public relation. Rahasia sukses Johan Budi sewaktu menjadi juru bicara
Akan Dibelajarkan BEBERAPA waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah meluncurkan program Sapu Bersih Drop Out (Saber DO). Dari hasil pendataan yang dilakukan Tim Saber DO, terdapat sebanyak 256 siswa berusia 16-21 tahun DO dengan berbagai sebab. Mayoritas disebabkan nikah dini. “Nikah dini itu sebetulnya. Kalau faktor ekonomi sebenarnya banyak program. Cuma kalau yang sudah nikah kadang- kadang mereka tidak mau balik. Harus (Suara NTB/dys) dicari ke program paket,” Hasto Wahjono ujar Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Lombok Utara, Hasto Wahjono, ditemui Suara NTB, Sabtu (18/11). Hasto juga menerangkan pasca terbentuk beberapa bulan lalu, tim Saber DO sudah masuk dalam proses pendataan. Data tahun 2017 ini sudah lengkap. “Ada sekitar 256 orang tercatat DO. Mereka tercatat usia 16-21 tahun namun tak menyelesaikan sekolah,” ujarnya. Meski sudah terdata dari segi jumlahnya, dirinya belum bisa memastikan jumlah untuk masing-masing jenjang pendidikan apakah DO pada jenjang SMP sederajat maupun SMA sederajat. Mereka yang sudah terdata nantinya akan diarahkan untuk masuk ke dalam program paket belajar pada tahun 2018 mendatang. “Yang kawinpun dicari, mereka akan disalurkan ke program paket. Kalau dulu paket pakai biaya sendiri, tapi ini dibiayai baik paket reguler dan non reguler. Banyak DO karena perkawinan,” ungkapnya. Mereka yang sudah terdata akan masuk dan diprogramkan ke paket belajar baik reguler maupun non reguler. Untuk progran paket belajar non reguler, peserta akan masuk belajar sekali seminggu. Sedang untuk program paket belajar reguler bisa masuk setiap hari. Sementara itu guna meningkatkan usia perkawinan bagi para pelajar, pihaknya telah bersinergi dengan sejumlah pihak termasuk Disdukcapil untuk melaksanakan program pendewasaan usia perkawinan. Hal itu penting karena banyak siswa DO lantaran menikah di usia dini. “Agak susah juga orang dilarang mau nikah, itu berat. Hanya perlu diberikan sosialisasi dan pemahaman lagi, kalau untuk sekarang ini kan awiq-awiq saja dilanggar. Padahal sudah ada denda tapi banyak yang dilanggar. Karena apa ya sekali lagi ya, kalau gak nikah banyak kejadian-kejadian kasihan juga,” tuturnya. Selain membelajarkan mereka yang DO, Dikpora tahun depan juga akan membuat berbagai proram dengan sasaran pemuda dan pelajar hingga ke desa-desa. “Kita juga turun ke desa-desa, karen Indikator IPM itu kan lama-lama rata sekolah,” ujarnya. (dys)
KPK dan yang menjadikannya sebagai juru bicara presiden. Johan mengakui beberapa tahun belakangan ini, profesi humas atau public relation kian diminati, tantangan yang menarik dan peluang menjalin jaringan kerja yang tinggi, menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, penting juga untuk membekali diri dengan keterampilan berbicara, memiliki inisiatif yang baik, berani mengambil risiko, dan berpikir kreatif. Saya merasa semakin penasaran dengan gaya dan irama sajian yang dihidangkan Pak Johan Budi yang dulu menjadi
humas di KPK dan sekarang menjadi juru bicara presiden. Sewaktu menjadi narasumber hampir sama dengan waktu berbicara depan media, gaya bahasa yang tertata rapi seakan menutup ruang untuk melahirkan pertanyaan susulan dari jawabannya. Kayaknya tidak mudah dan perlu waktu untuk mempelajari karakteristik kehumasan beliau. Semakin kuat keinginan saya untuk dapat berbicara langsung dengan sang juru bicara presiden. Tepat setelah selesai menyampaikan materi, langsung saja saya bergegas menuju beliau yang baru saja turun dari panggung. Saya ingin jadi orang pertama yang menyapa pak jubir di antara semua peserta, eh ternyata benar adanya, saya adalah peserta pertama yang mendapat kesempatan diskusi sam-
bil berdiri sekitar 3 menit menyampaikan beberapa hal terkait dengan kehumasan. Beginilah cuplikan perbincangan saya selaku Kasubag Humas UIN mataram dengan juru bicara presiden. ‘’Pak Johan, saya Suhirman Adita, Kasubag Humas UIN Mataram dan juga sebagai Ketua Formatur Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se-Indonesia. Kami punya rencana untuk audiensi dengan bapak presiden, mohon arahan dan pendapat Pak Johan…!!! Kemudian beliau menjawab : oh… ya, bagus sekali itu, saya sangat senang mendengar geliat para humas, apalagi di perguruan tinggi, humas harus menjadi garda terdepan, segera saja bersurat ke Sekretariat Negara biar segera dapat dijadwalkan. (dys/*)
Peningkatan Kualitas Guru Harus Jadi Perhatian Pemerintah Mataram (Suara NTB) Peningkatan kapasitas guru secara swadaya sudah dilakukan, melalui berbagai Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan berbagai kelompok lainnya. Pemerintah daerah juga diminta untuk terlibat aktif memperhatikan peningkatan kualitas guru. Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. H. M. Ali. H. Arahim, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya pekan kemarin. Ia menjelaskan belakangan ini guru terus menerus dituntut meningkatkan kapasitas. Sejauh ini, menurutnya para guru sudah melakukan secara swadaya dalam upaya peningkatan kompetensinya. “Mereka sekarang sudah aktif melalui MGMP, jadi sekali
dalam dua minggu mereka laksanakan aktivitas itu melalui rumpun-rumpun mata pelajaran, di gugus untuk SD, mereka laksanakan itu,” katanya. Di sisi lain, kata Ali, jika pemerintah mau mengharapkan peningkatan sumber daya guru, jangan hanya dilepas begitu saja. Ia menyarankan perlu ada bantuan dana pengembangan profesi guru melalui MGMP dan gugus. “Di satu sisi, kalau pemerintah mau mengharapkan pen-
ingkatan sumber daya guru, jangan hanya dilepas begitu saja, dan berharap guru serba tahu, serba memhami. Jadi harus ada sharing dana pengembangan profesi itu melalui gugus, melalui MGMP,” jelas Ali. Dengan adanya bantuan dana itu, para guru diyakininya bisa melaksanakan peningkatan sumber daya guru secara rutin dalam setahun. Berkaitan dengan waktu dan materi apa saja yang bisa diberikan.
Mataram (Suara NTB) Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dilaksanakan sejak September lalu akan dipentaskan pada pertengahan Desember 2017. Pementasan akhir itu dipusatkan di masing-masing kabupaten/kota. Setiap sekolah akan melaksanakan pementasan atau pameran akhir hasil dari program GSMS itu. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Nasip, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini. Program itu melibatkan 80 seniman di NTB yang mengajar di 80 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. “Tanggal 15 Desember dilakukan pementasan atau pameran akhir,” katanya. Ia menjelaskan, di NTB program itu bergulir di 80 sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Karena itu dibutuhkan 80 seniman, 80 asisten seniman, ditambah output kunci yang terdiri dari kepala sekolah dan dua orang pembantu kepala sekolah. “Berarti berjumlah lima orang per sekolah,” katanya. Ia menjelaskan, tujuan dari GSMS ini untuk menyegarkan siswa dengan memperkenalkan seni kepada anak, karena siswa di sekolah akan merasa jenuh jika terus menerus dijejali dengan pembelajaran formal sehari-hari. Menurutnya, ada sisi lain kehidupan yang harus diketahui. “Supaya ada nuansa lain di sekolah. Bagi anak yang memiliki bakat, bisa dikembangkan bakat mereka, tapi tidak memaksa mereka menjadi seniman,” jelasnya. Seniman yang dilibatkan merupakan seniman yang berasal dari masyarakat. Ada tiga tangkai seni yang masuk ke dalam GSMS yaitu Seni Pementasan yang terdiri dari seni musik, seni tari, dan seni teater. Kemudian Seni Rupa yang terdiri dari seni ukir, seni lukis, dan seni pahat serta Seni Media baru. GSMS sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap, pada tahap pertama dilakukan pertemuan sebanyak 27 kali pertemuan untuk anak-anak belajar. “Pada tahap kedua adalah tahap persiapan, dan tahap ketiga adalah tahap pementasan atau pameran karya para siswa,” ujarnya. Dijelaskan, dalam satu kali pertemuan selama 120 menit. Kegiatan GSMS ini berada di luar jam pelajaran dan termasuk ekstrakurikuler di luar jam formal. Setiap satu sekolah, anak-anak yang mengikuti sebanyak 20 sampai 40 orang. “Sekolah yang menentukan bidang seni yang akan dijalankan di sekolah itu,” katanya. Nantinya kesenian yang akan dikedepankan adalah kesenian tradisional. Nasip mencontohkan dalam seni musik seperti gamelan atau gendang beleq. “Dikedepankan kesenian yang menyangkut tradisional. Pada saat pementasan terakhir, kumpul di satu tempat di kabupaten, boleh di satu sekolah, atau di tempat tertentu,” katanya. (ron)
(Suara NTB/dok)
H. M. Ali. H. Arahim Ali menegaskan pemerintah memang harus menganggarkan itu. karena ada keten-
tuan sebanyk 20 persen dari dana APBD harus dialokasikan untuk pendidikan. Sejauh ini Ali melihat hal itu belumterealisasi, karena anggaran pendidikan saat ini dihitung bersama gaji. “Harus dianggarkan itu, karena dana pendidikan 20 persen, jangan gaji juga masuk, karena itu belanja tidak langgsung,” katanya. Ali juga menekankan, para guru sudah melakukan upaya peningkatan kompetensi secara swadaya. Seperti MGMP bahasa Inggris dan MGMP Matematika yang melakukan pelatihan di PGRI beberapa waktu lalu. “Sumber dana dari kantong mereka sendiri,” pungkasnya. (ron)
Pelajar Lombok Utara Siap Lawan Narkoba
(Suara NTB/ist)
SAMBUTAN - Ketua STIE AMM Mataram, H. Umar Said memberikan sambutan di Bazar Kuliner Nusantara IV yang diadakan LPK dan P2KPN STIE AMM Mataram, di Aula Terbuka lantai 1 kampus STIE AMM, Sabtu (18/11).
LPK-P2KPN STIE AMM Mataram Desember, Pementasan Gelar Bazar Kuliner Nusantara IV Akhir GSMS
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Juru Bicara Presiden Johan Budi bersama dengan Kasubag Humas UIN Mataram Suhirman Adita dalam sebuah acara di Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (17/11).
Mataram (Suara NTB) Lembaga Pusat Karir (LPK) dan Pengembangan Pusat Kewirausahaan dan Produktivitas Nasional (P2KPN) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram melaksanakan Bazar Kuliner Nusantara IV di Aula Terbuka lantai 1 kampus STIE AMM, Sabtu (18/11). Acara yang diikuti puluhan kelompok mahasiswa peserta program kewirausahaan ini berjalan dengan cukup meriah. Bazar dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Dr. H. Umar Said, SH., MM, selaku Ketua STIE AMM Mataram. Dalam sambutannya, Umar Said menilai baik program LPK-P2KPN ini. Menurutnya program seperti ini dapat memacu-kembangkan kreativitas mahasiswa dalam memenangkan ko-
mpetisi di era perekonomian yang kian dinamis. Hal lain sebagaimana yang disampaikan juga Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. Drs. I Nengah dasi Astawa, M.Si., di depan para pimpinan dan pejabat Perguruan Tinggi swasta pada pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) beberapa hari yang lalu. Menurutnya, STIE AMM sebagai PTS yang patut menjadi contoh terkait dengan pengembangan model kewirusahaan. “Kemarin Pak Koordinator Kopertis berbicara pada saat pertemuan APTISI. Beliau menyampaikan bahwa STIE AMM sudah terlihat pengelolaan program kewirausahaannya. Dengan adanya kegiatan di rukoruko (inkubator bisnis) hal ini bisa menjadi contoh oleh para PTS lainnya,” terang Umar Said
di hadapan para peserta bazar. “Oleh karena itulah melalui program ini, diharapkan agar para mahasiswa dapat mengembangkan lagi kreativitasnya,” tambahnya. Setelah sambutan, Umar Said meninjau langsung setiap kuliner yang ada di masingmasing stan. Puluhan dosen dan karyawan STIE AMM Mataram berkesempatan mendapatkan lembaran voucher untuk nantinya ditukarkan dengan produk kuliner yang dijajakan oleh para kelompok mahasiswa peserta. Akhirnya, Bazar Kuliner Nusantara IV ini melengkapi program Bazar kewirausahaan LPK-P2KPN di penghujung tahun 2017 setelah sebelumnya pada bulan Mei yang lalu, Bazar Kuliner Nusantara III juga cukup sukses dilaksanakan. (ron/*)
Tanjung (Suara NTB) Ratusan pelajar, pemuda, dan mahasiswa, mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar Kabupaten Lombok Utara yang digelar Samalas Institute di aula Kantor Camat Pemenang, Sabtu (18/11). Mereka menyatakan sikap bersama untuk menolak dan perang terhadap narkoba di Lombok Utara. Samalas Institute menilai Kabupaten Lombok Utara sebagai kabupaten yang baru definitif beberapa tahun dan kini tumbuh menjadi pusat pariwisata populer dengan ikon destinasi wisata unggulan tiga gili sangat rentan untuk dijadikan ladang bagi para pengedar ataupun bandar terlebih akses masuk ke tiga gili terbuka lebar. Hal senada disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Lombok Utara AKP Remanto SH, menegaskan jika di Lombok Utara pada dasarnya cukup banyak pemakai. Hanya saja yang terungkap sedikit lantaran persoalan jarak yang cukup berjauhan. “Misalnya suatu kampung tertentu dinyatakan aman narkoba, tetapi setelah dilakukan penyelidikan ternyata ditemukan ada,” ujarnya. Menurutnya tidak mungkin menghilangkan peredaran narkoba sama sekali, bahkan hal itu sangat tidak mungkin. Hal ini karena berhubungan erat dengan faktor ekonomi. “Jadi kita sebagai penegak hukum, hanya berpikir bagaimana cara meredam saja. Tapi untuk hilangkan itu tidak mungkin. Paling tidak laju perkembangannya bisa kita hambat. Karena ini sudah jadi lahan bisnis buat sebagian orang. Sama dengan mencuri, kenapa kamu mencuri karena untuk mencari makan,”
terang Remanto. Di samping itu dirinya meminta para remaja agar menghindari rokok mengingat yang membuat kecanduan sangat banyak. Salah satunya rokok, dan alkohol yang juga bisa buat kecanduan. “Tidak saja dalam bentuk narkoba. Makanya kalau adikadik belum bisa merokok jangan sampai. Apalagi masih minta di orang tua, jauhi rokok. Karena rokok itu pintu menuju narkoba. Seorang perokok belum tentu pecandu narkoba. Tapi pecandu narkoba, bisa dipastikan 99 persen mereka perokok. Seperti itu kondisinya”. Kepala Seksi Pencegahan dan Pembinaan Masyarakat BNNP NTB Irfan. S.Sos., mengingatkan bahaya penggunaan obat haram tersebut dari aspek kesehatan. Orang yang sudah kecanduan narkoba, secara fisik dan psikis tersiksa. secara fisik, mereka terganggu. Narkoba menyerang syaraf para pemakainya. Maka pecandu narkoba beepikirnya tidak normal. Jika pun ada upaya penyembuhan kemudian, maka tidak bisa sembuh 100 persen. Untuk itu, para remaja sebaiknya jauhi narkoba karena dapat merusak masa depan. Sementara itu, Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Lombok Utara Hasto Wahjono, menampik jika ada anggapan Lombok Utara sebagai sarang peredaran narkoba. Menurutnya informasi seperti itu tidak benar. Dikatakan bahwa pihaknya dalam rangka mengantisipasi adanya peredaran narkoba telah membuat berbagai program yang dapat membuat para pelajar dan pemuda produktif dan mampu berpikir positif. Termasuk juga melakukan upaya untuk menguatkan karakter pada peserta didik. (dys)
SMPN 4 Gerung Tuan Rumah Olimpiade Sekolah Rujukan Giri Menang (Suara NTB) SMPN 4 Gerung Lombok Barat (Lobar) menjadi tuan rumah pelaksanaan olimpiade sekolah rujukan se-NTB. Pelaksanaan olimpiade ini menjadi motivasi bagi sekolahsekolah rujukan untuk memberi imbas bagi sekolah lain di daerah masing-masing. Pelaksanaan pembukaan olimpiade yang dibuka resmi oleh Kadis Dikbud Lobar ini juga dirangkai dengan pentas seni dan kreasi anak-anak SMP 4 yang tiap tahun dilaksanakan. Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Dinas Dikbud Lobar, kepala SMP rujukan se-NTB, kepala sekolah dan para peserta olimpiade, temasuk Kepala SMPN 4
Gerung Rohanah selaku tuan rumah. Kepala SMPN 4 Gerung, Hj. Rohanah, menjelaskan, ditunjuknya SMPN 4 Gerung sebagai tuan rumah merupakan hasil kesepakatan forum sekolah rujukan. Pelaksanaan olimpade sains akan diagendakan bergilir di kabupaen/kota lain. Sekolah rujukan di NTB, jelasnya, diharapkan berimbas, sehingga muncul sekolah unggulan dan rujukan yang lain yang memenuhi SPM. Itu artinya, tidak hanya 1-3 sekolah rujukan di masingmasing kabupaten/kota, namun jumlahnya lebih banyak lagi dan bila perlu merata di semua kabupaten dan kota. Disebutkan jumlah peserta
yang ikut lomba sebanyak 30 orang, masing-masing 3 orang satu sekolah mengikuti lomba Mapel IPA, MTK dan IPS. “Kegiatan lomba ini kami rangkai dengan kegiatan tahunan pentas seni dan kreasi sebagai ajang kreativitas siswa,” jelas Rohanah. Pihaknya mengadakan pameran mini 3 hari yang menampilkan hasil karya siswasiswa yang dibuat dari barang berkas. Selain itu didadakan Bazar yang dibuat siswa yang bekerjasama dengan orang tua dan wali. Keterampilan siswasiswa dalam pengolahan dari barang berkas diajarkan oleh guru pra karya dan punya ruang khusus kreasi, hasil karya yang dipamekan pada pameran
ini dipilih terbaik sebagai penghargaan karya siswa. Selain akademik melalui pra karya, siswa juga diberikan bimbingan melalui eskul untuk pemanfataan barang bekas, seperti serabut kelapa, akar pohon. “Harapan ke depan anak-anak ini setelah selesai pendidikan di samping belajar dia punya potensi dan kemampuan berkarya mengolah barang bekas, sehingga bisa dijual dan dimanfaatkan dengan memasarkan hasilnya. Ke depan mereka ini bisa bisa dibina melalui pelatihan di SKPD,” jelasnya. Mewakili Forum Sekolah Rujukan HL. Suwarno, M.Pd, menyatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah RKA
yang disepakati saat bimtek bahwa terdapat indikator sekolah rujukan di NTB untuk mengadakan olimpiade. “Dengan kegiatan ini maka 10 sekolah nanti kalau diadakan olimpiade oleh provinsi maka diharapkan mampu juara, sehingga bisa ke pelaksanaan olimpiade tingkat nasional,”jelasnya. Sementara itu, Kadis Dikbud Lobar M. Hendrayadi menyampaikan harapan pelaksanaan olimpiade sekolah rujukan harus menjadi contoh pelaksanaan olimpaide di kabupaten/kota. “Mungkin ada olimpiade sekolah model sehingga memicu prestasi sekolah lain sebagai yang terkena imbas,’’ ujarnya. (her)
Halaman 11
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
Kerjasama Dispora Provinsi NTB dengan Harian Suara NTB
Petarung Juara Asia Tenggara Belajar beladiri tarung derajat awalnya hanya ingin untuk menjaga diri saja dari kekerasan orang-orang jahat. Namun setelah menguasai teknik tarung derajat, Munakip langsung memutuskan terjun ke gelanggang pertandingan. Hasilnya, Munakip berhasil menjadi juara Asia Tenggara dan sukses meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar), 15-30 September 2016. Begitulah sepenggal cerita awal mula atlet asal Lombok Tengah (Loteng) terjun di dunia olahraga tarung derajat hingga sukses mengharumkan nama NTB di ajang multi event tarung derajat yang berlangsung di kota kembang tahun lalu. Diwawancara Suara NTB di Mataram, Minggu (18/ 11) kemarin Munakip terlihat sangat bersemangat menceritakan perjalannya sebagai atlet tarung derajat. “Awalnya saya belajar tarung derajat untuk bisa menjaga diri saja. Karena dulu badan saya agak kecil, dan di pasar kampung saya sering ada cekcok. Dengan belajar tarung derajat saya berharap bisa menjaga diri dari orang-orang jahat saja,” ucapnya.
Munakip yang merupakan anak ketujuh dari delapan saudara ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. Sejak SD kelas enam dia sudah mencari nafkah untuk membantu keluarganya. Setiap harinya dia selalu membantu tugas ayahnya sebagai Kusir Cidomo. Meski sejak kecil sudah biasa bekerja, namun demikian ia sukses menyelesaikan sekolah dasar hingga meraih gelar sarjana. Awal mula dia bergabung sebagai atlet tarung derajat sejak tahun 2001 saat itu dia sudah duduk di bangku kelas 1 Madrasah Aliyah (MA) Darul Muhajirin Praya, Lombok Tengah. Munakip menggemari olahraga beladiri tarung derajat karena cukup menantang. Terutama latihannya cukup ekstrem, tidak seperti cabor tarung lain yang pernah digelutinya. Setelah enam tahun berlatih dan menguasai teknik beladiri tarung, barulah Munakip mulai berani tarung di arena pertandingan. Kejuaraan pertama kali yang diikutinya di tahun 2007, tepatnya di kejurda tarung derjat di Mataram. Dan dia sukses meraih medali perak. Kemudian di Kejurda tahun 2008 hingga Kejurda 2009 Munakip masih meraih perak di kelasnya. Medali emas pertama Munakip diraih di Porprov NTB tahun 2010. Hasil medali emas di Porprov NTB itu membuat Munakip dipercaya mewakili NTB di ajang nasional. Dari berbagai event nasional yang diikuti, Munakip baru berhasil menyumbang medali emas di Kejurnas tahun 2013. Prestasi di kejurnas tahun 2013 terus dipertahankan oleh Munakip hingga ia sukses
mengharumkan nama NTB di ajang level nasional dan mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Lulusan S1 Fakultas Olahraga dan Keguruan (FPOK) IKIP Mataram ini adalah salah satu mantan atlet terbaik NTB yang sukses menjuarai event tarung derajat di level nasional hingga internasional. Prestasi tertinggi putra pasangan Jawahid dan Huriati ini ketuka menjuarai kelas 61,1-64 Kg putra di kejuaraan tarung derajat tingkat Asia Tenggara di Bali tahun 2014. Terakhir dia juga sukses mendulang medali emas untuk NTB di PON 2016. Medali emas di PON 2016 menjadi emas pertama dan terakhir bagi suami Nur Laili ini setelah dia memutuskan pensiun dari atlet tahun 2016. “Prestasi terakhir saya meraih medali emas di PON di Jabar 2016. Saya tidak bisa lagi ikuti PON karena usia saya sudah melewati persyaratan,” ucapnya. Atlet kelahiran Praya, 16 Januari 1986 memang sudah berhasil mengharumkan nama NTB di kancah nasional. Namun demikian prestasinya itu belum bisa mengantarkannya ke cita-citanya. Pasalnya harapan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat prestasi olahraga belum bisa dicapai. Saat ini dia bekerja menjadi Kepala Asrama Atlet Pelatda Mayung 2017. “Saya berharap bisa diangkat sebagai PNS lewat jalur olahragawan berprestasi,” harapnya. (fan)
Biodata Nama : Munakip Tempat dan Tanggal Lahir : Loteng, 16 Januari 1986
Prestasi 1. Medali Emas Pra-PON 2015 2. Medali Emas PON XIX 2016 3. Medali Emas Kejuaraan Asia Tenggara 2014
RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall).
(Suara NTB/ist)
PERAIH EMAS - Pelatih Tinju NTB, Indah Dugi Cahyono berpose bersama para atlet peraih medali emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite di Bangka Belitung, 15-18 November 2017.
NTB Borong Emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite 2017 Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga tinju NTB terus menambah kemilau prestasinya di kancah nasional. Ini telah dibuktikan enam petinju NTB yang berhasil keluar sebagai juara umum setelah meraih medali emas terbanyak di Kejurnas Tinju Amatir Elite yang berakhir di Bangka Belitung, Sabtu (18/11). Keberhasilan itu disampaikan Pelatih Tinju NTB, Indah Dugi Cahyono, melalui akun facebooknya, Sabtu (18/11). Menurut Dugi, dari tujuh atlet yang dikirim ke Kejurnas tersebut, sebanyak enam orang diantaranya meraih medali emas. Hebatnya lagi, semua peraih emas itu berasal dari satu sasana yang sama, dibawah asuhan Dugi Cahyono, yaitu Sasana Notorius, KSB. Namun, Dugi menegaskan pencapaian ini murni merupakan buah semangat juang anak asuhnya dan berkat doa masyarakat. “Semua ini berkat semangat juang anak-
RUPA-RUPA LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
ak menyumbangkan medali emas di event tersebut. Keberhasilan petinju NTB mendulang enam medali emas ini menjadi sejarah pertama kalinya diukir petinju NTB di ajang nasional. Dimana sebelumnya petinju NTB meraih dua emas, dua perak dan satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016. Pertina NTB berharap prestasi yang diraih oleh para atlet NTB itu dapat dipertahankan hingga menuju PON XX di Papua 2020. (fan)
HILANG
SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram
HLG STNK R2 HONDA EA6508E NOKA/NOSIN : MH1HF6000VVK682227 / NFGE – 1682787 AN> DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN HILANG DSKTR KOTA MATARAM HLG STNK R4 TOYOTA DR 1022AV NOKA / NOSIN : MHKM1C44JEK075700/ DEM1300 AN. PTIYANTO,SH.M.KN HLG DSKTR AMPENAN
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130
anak dan doa dari masyarakat KSB dan NTB,” ujarnya. Untuk diketahui, enam medali emas NTB diraih lewat lima petinju putri NTB, Ainun Azizah di kelas 51 Kg, Huswatun Hasanah kelas 60 Kg, Endang di kelas 48 Kg, Jubaitul di kelas 54 Kg dan Karmila di kelas 57 Kg. Tambahan satu medali emas lagi dari petinju putra, Saputra Samada di kelas 69 Kg putra. “Ini hasil terbaik yang telah dipersembahkan oleh atlet tinju NTB sepanjang sejarah mengikuti kejurnas tinju,” ucap Ketua Harian Pengprov Pertina NTB, H. Lalu Imam Maliki saat dihubungi Suara NTB via ponselnya, Minggu (19/11). Kejurnas tinju yang berlangsung mulai tanggal 15 hingga 18 November tersebut diikuti sebanyak 170 peserta yang berasal dari 29 provinsi. Dan kata Imam, NTB menjadi provinsi yang paling bany-
RUPA-RUPA LOWONGAN DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008
LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat.Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081
Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/ Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:DewaDewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836
Senin, 20 November 2017
SUARA NTB
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 20 November 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
SUARA NTB
Senin, 20 November 2017
Halaman 14
Tekan Kasus Pernikahan Dini
Hj. Ermalena dan BKKBN Gelar Festival KB di Tanjung Luar Selong (Suara NTB) Festival Keluarga Berencana (KB) sukses digelar oleh BKKBN Perwakilan NTB dengan mitra kerja, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHs. Bertempat di dermaga Pantai Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (18/11). Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri festival tersebut yang dimeriahkan oleh band lokal ternama RISA D.U.A serta beberapa band lokal lainnya. Pembukaan Festival KB ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. H. Makrifuddin, MSi. Pelaksanaan Festival KB Tanjung Luar diramaikan dengan lomba menghias sampan nelayan serta perahu wisata. Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri festival tersebut. Pelaksanaan Festival KB merupakan salah satu upaya dari BKKBN untuk menarik perhatian masyarakat untuk bersamasama peduli dalam menekan angka kasus pernikahan dini
di NTB dan Kabupaten Lotim pada khususnya. Dihadapan ribuan masyarakat dan nelayan Tanjung Luar, Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Lalu Makrifuddin, MSi, mengajak kepada masyarakat untuk memahami bahaya pernikahan dini serta dapat mengontrol jumlah anak dan mengatur jarak melahirkan. Sehingga anak-anak yang dilahirkan menjadi anak yang lebih sehat, cerdas. Disebutkannya, menikah harus direncanakan dan bukan menikah karena dalam kondisi terpaksa, apabali karena bencana. Dijelaskannya, ideal usia pernikahan bagi laki-laki yakni 23 tahun dan perempuan 21 tahun. Pada usia tersebut, antara laki-laki dan perempuan dinyatakan sudah siap baik dari segi, fisik maupun mental. Sehingga ia dapat menghadapi segala problema dalam bahtera rumah tangga. Usia melahirkan pada usia tersebut juga dinilai cukup ideal. Karena apabila seorang perempuan melahirkan di bawah usia itu, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan bagi anak dan ibu itu sendiri. “Harus juga bisa diatur
(Suara NTB/yon)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, menaiki perahu untuk melihat kondisi laut di Tanjung Luar. jarak melahirkan, idealnya 3-5 anak yang dilahirkan juga harus ga, diperkuat Peraturan Pemertahun dari anak sebelumnya. Se- dididik sehingga dapat menjadi intah Nomor 87 Tahun 2017 tenhingga anak lebih sehat dan leb- generasi emas Indonesia di tang Perkembangan Kependudumasa yang akan datang. Se- kan dan Pembangunan Keluarih cerdas,”ujarnya. Dengan demikian, katanya, bagaimana amanat undang-un- ga, Keluarga Berencana dan selain dapat menekan ledakan dang nomor 52 tahun 2009 ten- Sistem Informasi Keluarga, penduduk karena hilangnya tr- tang Perkembangan Kependudu- maka BKKBN menerima tugas adisi pernikahan dini. Anak- kan dan Pembangunan Keluar- untuk mengembangkan Sistem
(Suara NTB/yon)
Foto bersama Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Makrifuddin bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, dengan para pemenang.
Informasi Keluarga (SIGA), dimana, data kependudukan dikumpulkan menurut registrasi berbasis keluarga. Sementara, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, mengajak kepada masyarakat untuk terus peduli terhadap pendidikan anaknya ke jenjang setinggi-tingginya, serta mengajak kepada para orang tua untuk memberikan motivasi kepada siswa di Tanjung Luar untuk tidak melakukan dinas dini. Menurutnya, anak merupakan generasi emas yang harus mampu memiliki perencanaan untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Untuk itu, katanya, program KB sangat penting untuk terus digalakkan dan disukseskan. Hj. Ermalena mengapresiasi semangat dari masyarakat di Desa Tanjung Luar yang sangat antusias menyempatkan diri menghadiri Festival KB yang dinilai sangat bermanfaat. Warga Tanjung Luar yang hampir keseluruhan berporfesi sebagai nelayan, menurutnya, merupakan masyarakat tangguh yang di dalam kesehariannya mengadu nasib di tengah laut untuk me-
(Suara NTB/yon)
(Suara NTB/yon)
Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Makrifuddin didampingi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena memukul gong menandai dibukanya Festival KB Tanjung Luar.
Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Makrifuddin bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, Kepala DP3AKB Lotim, H. Suroto dalam acara Festival KB di Desa Tanjung Luar.
menuhi kebutuhan seharihari. Untuk itu, ia mengimbau supaya pendidikan bagi anak diharapkan dapat menjadi faktor utama yang harus dipenuhi bagi orang tua. “Anak harus diberikan pendidikan setingi-tingginya, anak merupakan generasi emas Indonesia di masa mendatang,” tegasnya. Sementara, Kepala Desa Tanjung Luar, Mukti Ali, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dalam hal ini BKKBN serta DPR RI yang telah memiliki Desa Tanjung Luar sebagai tempat dilakukan sosialisasi KB dan bahaya pernikahan usia dini. Ia berharap, melalui sosialisasi tersebut masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman akan bahaya dari pernikahan dini. Kegiatan Festival KB Tanjung Luar diakhiri dengan pemberian hadiah kepada para juara. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, semoga masyarakat kami di Desa Tanjung Luar semakin peduli terhadap pendidikan anaknya masing-masing,” harapnya. (yon/*)
(Suara NTB/yon)
(Suara NTB/yon)
(Suara NTB/yon)
Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Makrifuddin saat memberikan sambutan pada Festival KB Tanjung Luar.
Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Makrifuddin bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, melakukan tari gandrung bersama penari dari salah satu sanggar seni Desa Tanjung Luar.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, saat memberikan sambutan pada Festival KB Tanjung Luar.
(Suara NTB/yon)
Masyarakat tumpah ruah menghadiri Festival KB Tanjung Luar.
RADIO
RAGAM
SUARA NTB Senin, 20 November 2017
Peringatan Cuaca Ekstrem BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, dipicu dua pusat tekanan rendah disebelah Utara Bali dan NTB. Dua pusat tekanan rendah tersebut yang paling dominan menyebabkan adanya belokan angin di wilayah Bali Nusra dan sekitarnya . Hal itu semakin diperkuat adanya ITCZ (Intertropical Convergence Zone) yang memanjang dari perairan sebelah barat Pulau Sumatera hingga Laut Arafuru. “Cuaca Ekstrim ini mengancam Bali
Nusra Tenggara,” ungkap Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok (BIL), Maria Carine, Minggu (19/11). Dia menjelaskan, Bali Nusra Tenggara terus berpotensi diguyur hujan dan angin kencang akibat tekanan rendah di sekitar Bali - Nusra. Adanya dua pusat tekanan rendah itu menyebabkan terjadinya pertemuan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif di sekitar wilayah tersebut. Oleh sebab itu, BMKG mengeluarkan imbauan kepada
Harus Tetap Optimis Dari Hal. 1 Wagub mengaku sudah dilaporkan oleh Sekda NTB yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D mengenai perkembangan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Dimana TAPD dan Banggar DPRD NTB melakukan penyesuaian atau rasionalisasi anggaran. Dikatakan TAPD dan Banggar terus melakukan pembahasan secara maraton. ‘’Sehingga diharapkan agar tetap sesuai dengan jadwal. Kita tetap optimis,’’ ucapnya. Menyinggung fokus pembangunan dalam APBD 2018, Ketua DPW Partai Nasdem NTB ini mengatakan tetap fokus untuk pencapaian beberapa indikator RPJMD NTB 2013-2018 yang belum tercapai. Terlebih, pada 2018 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD. “Sehingga indikator-indikator yang belum tercapai kita maksimalkan untuk tercapai,” katanya. Sebelumnya Pemprov NTB menemui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk meminta tambahan anggaran. Pasalnya, Pemprov kekurangan anggaran lebih dari seratusan miliar untuk membiayai sejumlah kewenangan yang dialihkan dari kabupaten/kota ke provin-
si tahun 2018 mendatang. Meskipun ada penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diperoleh NTB pada 2018 sebesar Rp 121 miliar. Namun, Pemprov masih kekurangan anggaran. DAU yang diterima Pemprov sebesar Rp 1,537 triliun pada 2018. Angka ini meningkat sebesar Rp 121 miliar dibandingkan 2017 yang hanya sebesar Rp 1,416 triliun. Secara umum, jumlah dana perimbangan ke Pemprov NTB meningkat dibandingkan 2017 lalu. Tahun 2018, jumlah dana perimbangan yang diperoleh Pemprov sebesar Rp 3,482 triliun. Sedangkan pada tahun 2017, dana perimbangan yang diperoleh Pemprov sebesar Rp 3,335 triliun lebih.Meskipun jumlah dana perimbangan naik, namun Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Insentif daerah (DID) mengalami penurunan dibanding 2017. Seperti DBH tahun 2018 sebesar Rp 463,5 miliar lebih. Angka ini turun dibandingkan perolehan DBH tahun 2017 sebesar Rp 493,1 miliar lebih. Kemudian DID tahun 2018 turun menjadi Rp 27,2 miliar lebih. Sementara pada tahun 2017, DID yang diperoleh Pemprov sebesar Rp 53,3 miliar lebih. (nas)
Dua Korban Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Dari Hal. 1 Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Puskesmas Keruak. ‘’Saat ini kami masih melakukan proses pendataan. Untuk sementara, ratusan rumah yang rusak baik ringan maupun rusak berat,’’ sebutnya. Keluarga korban yang datang ke Puskesmas Keruak, tampak histeris melihat korban yang sudah tak bernyawa terbaring di ruang UGD Puskesmas Keruak. Dituturkan, Inaq Dedi, korban saat hujan yang terjadi pada Sabtu (18/11) mengantar salah satu anggota keluarganya ke Batu Puteq menggunakan sepeda motor. Korban sebelumnya diingatkan untuk tidak pulang kerumahnya di Dusun Muki Desa Pandanwangi lantaran saat itu hujan semakin deras. Namun saat itu korban tak mengindahkan permintaan keluarga. Korban sebelumnya diperkirakan menginap di rumah temannya. Ketika dihubungi via ponselnya, tidak ada respons. Pihak keluarga mulai bingung dan panik sehingga dilakukan pencarian. Saat proses pencarian dilakukan, diperoleh informasi korban sudah berada di Puskesmas Keruak dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, warga yang rumahnya terendam air sudah dievakuasi ke Gedung Serba Guna Kantor Camat Keruak. Kemudian akses jalan dari Desa Sepit menuju Lekor Kabupaten Loteng ditutup sementara akibat air masih menggenangi jalan raya. Sedangkan arus dari Desa Sepit ke Desa Batu Putiq juga ditutup akibat jembatan yang rusak akibat terkikis banjir. Data sementara di wilayah Kecamatan Jerowaru banjir menerjang dua Desa yakni Desa Jerowaru dan Sepapan. Wilayah Kecamatan paling selatan yang sebagian besar wilayahnya acap kali kekerigan ini menghantam rumah-rumah penduduk. Sebanyak 13 rumah rusak berat dan 15 rumah rusak ringan. Tercatat sebanyak sebanyak 78 orang dari 23 KK yang terpaksa mengungsi. Terparah terkena musibah banjir pertama sepanjang sejarah menerjang wilayah selatan ini terjadi di wilayah Kecamatan Keruak. Di mana tercatat sebanyak tujuh desa terdampak banjir. Yakni Keruak, Sepit, Senyiur, Batu Putek, Selebung Ketangga, Batu Rampe dan Ketapang Raya. Wilayah Kecamatan Keruak, merusak 238 rumah terdiri dari 92 rusak berat, 87 rusak sedang dan 59 rusak ringan. Dicatat sebanyak 16 jem-
batan rusak dari tujuh desa t ersebut. Sedagkan di Kecamatan Sakra Barat dilaporkan 25 rumah rusak, korban terkena dampak sebanyak 143 orang dari 15 KK. Satu unit penggilingn padi rusak dan padi yang terjemur terendam air. Sementara di Kecamatan Sakra, satu desa yang terdampak. Bupati Lotim H. Moch Ali BIn Dachlan bersama istri Hj. Supinah Ali Dachlan langsung turun melihat kondisi warga. Begitu pula Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin. Wakil Bupati Lotim H. Haerul Warisin yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu kemarin, banjir yang menerjang empat kecamatan dengan debit air yang besar ini tidak pernah terjadi sebelumnya. ‘’Ya dua orang meninggal dunia,’’ sebut Wabup. Berpuluh-puluh tahun banjir tidak pernah terjadi di Jerowaru, Keruak dan Sakra Barat. Kalaupun terjadi, adanya selama ini hanya luapan air biasa yang tidak menimbulkan kerugian materil. “Yang selama ini terjadi hanya luapan air sungai seperti di wilayah Kecamatan Jerowaru, Desa Sukaraja ke Selatan, tapi itu hanya menggenangi. Kalau yang ini benar-benar mengherankan,” kata Wabup. Hujan deras dan waktu lama sekalipun selama ini tidak pernah menimbulkan bencana yang luar biasa. Kemungknan besar, terjadi banjir bandang akibat sumbatan-sumbatan sungai. Air meluap ke kiri dan ke kanan. Sehingga ada juga saluran yang alliran airnya ke Loteng, masuk ke Lotim. “Sekarang sedang dilakaukan identifikasi, apa sebetulnya penyebabnya,” ucapnya. Ditegaskan, air yang menuju lokasi banjir bandang saat ini dari arah Suangi Timur menuju ke Kokok Palung sama sekali tidak dibuka. Banjir lanjut orang nomor dua di Lotim ini, setiap tahun terjadi. Namun tidak sampai sampai merusak dan memaksa warga mengungsi karena akibat yang ditimbulkan cukup parah. Termasuk adanya indikasi penyempitan sungai. Sungai yang dulunya lebar dan luas kini menjadi lebih sempit. Diperparah lagi dengan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan disusngai. (rus/yon)
masyarakat agar semakin waspada dan hati hati dengan potensi cuaca ekstrim yang sedang terjadi. Karena dampak dari itu, akan ada genangan air, banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin. “Ini juga berpotensi gelombang tinggi,” kata dia. Dari hasil analisa dinamika atmosfer, secara umum kondisi cuaca NTB tiga hari kedepan, akan terjadi hujan lebat dan kilat atau petir dan angin kencang. Ini terjadi di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima. Untuk diketahui lanjutnya, prakiraan tinggi gelombang wilayah NTB diselat Lombok berkisar 0,25 sampai 2,0 meter. Selat Alas berkisar 0,25 sampai 2,0 meter. Kemudian Selat Sape berkisar 0,25 sampai 1,25 meter, untuk perairan Utara NTB berkisar 0,25 sampai 1,25 meter sedangkan perairan Selatan NTB berkisar 0,5 sampai 2,0 meter. “Intinya masyarakat harus berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi,” imbuhnya. (ars)
Halaman 15
Usulan Pembentukan UPT Persampahan Regional Ditolak Mataram (Suara NTB) Usulan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB mengenai pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Regional ditolak. Biro Organisasi Setda NTB melihat usulan pembentukan UPT itu bertentangan dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. “Pembentukan UPT Persampahan Regional tak terakomodir. Persoalannya dikembalikan kepada kewenangan. Kabupaten/ kota yang punya kewenangan,” kata Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM kepada Suara NTB, Minggu (19/11) siang kemarin. Yusron menjelaskan, sesuai UU No. 23 Tahun 2014, pengelolaan persampahan merupakan kewenangan pemda kabupaten/ kota. Provinsi, katanya, hanya memfasilitasi dan memperkuat dari sisi program. Atau pelatihan pengembangan sistem pengelolaan persampahan. Biro Organisasi meminta Dinas LHK memperkuat tugas pokok dan fungsi bidang yang ada untuk membantu pemda kabupaten/kota.
“Jangan sampai ada overlap kewenangan. Provinsi bisa memberikan bantuan teknologi, program diperkuat. Jadi tidak mesti membentuk UPT. Optimalisasi peran di bidangnya,” katanya. Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini keputusan menolak pembentukan UPT Persampahan Regional itu setelah dilakukan evaluasi dengan melihat aturan yang ada. Baik itu aturan pembentukan UPT maupun aspek lainnya sesuai UU No. 23 Tahun 2014 serta Permendagri No. 12 Tentang Pembentukan UPTD/UPTB. Sementara itu untuk usulan pembentukan UPT Pengelolaan Dana Bergulir masih ditunda tahun depan. Yusron mengatakan sebelum pembentukan UPT ini maka harus disiapkan infrastruktur pendukung termasuk pegawai dan pendanaannya. Ditundanya pembentukan UPT Pengelolaan Dana Bergulir ini lantaran APBD 2018 sedang dibahas. Sementara, pendanaannya masih belum terakonmodir. Jika UPT ini dipaksakan terbentuk tahun ini maka dikhawatirkan tidak akan optimal. (nas)
Tanggap Darurat Dari Hal. 1 Sementara kebutuhan mendesak dipenuhi masyarakat korban bencana, seperti selimut, tenda, terpal. “Sedangkan logistik yang dibutuhkan, seperti beras, selimut, family kit, kids ware, makanan siap saji, makanan tambah gizi, mie instant dan kebutuhan lainnya, “ kata Rum. Banjir membuat ratusan rumah masyarakat di empat kecamatan hanyut tergerus derasnya air bah, dilihatnya dipicu penyempitan sungai akibat bangunan yang melanggar aturan. “Selain intensitas hujan cukup tinggi, sungai yang ada sudah tidak mampu lagi menampung air, sehingga meluap,” ungkap Rum. Belum lagi jembatan desa yang menghubungkan dusun menggunakan pilar sehingga menyempitkan gerak arus air dan menahan sampah. Tidak hanya itu, belum dilakukannya normalisasi sungai atau pengangkatan sidementasi, memperparah situasi.
Data Kerusakan Untuk diketahui, berdasarkan data sementara yang dihimpun dari tim gabungan yang terdiri dari Polres Lotim, Kodim/ 1615 Lotim, Satpol PP, PMI, Kementrian Sosial dan BPBD Lotim, lokasi terparah berada di wilayah Desa Selebung Ketangga Kecamatan Keruak dengan kerugian material berupa 35 unit rumah rusak. Di Desa Sepit Kecamatan Keruak, 8 unit rumah terdampak rusak parah dan ringan. Rinciannya empat lokasi berada di Dusun Kondok dan sisanya ada di Dusun Lokon. Ada korban jiwa satu orang bernama Wasila Cantika Lilian (10), penyebabnya diduga terkena reruntuhan tembok. Selanjutnya, di wilayah Desa Batu Putik Kecamatan Sakra. Ada 20 unit rumah yang rusak ringan yang ada di empat dusun,seperti Tundak Daye, Tundak Tengak, Batusun dan Esoh. Untuk Desa Setungkap Lingsar, tim menemukan 5 unit rumah mengalami
kerusakan di Dusun Tangar. Desa Selabung Ketangga ada 35 unit serta 1 Masjid yang berada di Dusun Bintang Oros, sementara beberapa warga sudah berada di PKM Keruak untuk mendapat perawatan. Selain itu, desa lain yang terdampak yaitu Desa Ketangga Jeraing, Desa Ketapang Raya, Desa Setungkep Lingsar Kecamatan Keruak. Untuk wilayah Kecamatan Jerowaru identifikasi sementara ada dua desa yaitu, Desa Sesapan dan Jerowaru. Di Desa Sesapan tepatnya Dusun Tenten Pejeruk 10 unit rumah terkena banjir, 15 rumah di Dusun Orong Bukal, dan 25 lainnya berada di Senange Dusun Sesapan. Desa Jerowaru di Dusun Montong Wasi 10 unit rumah terdampak, 20 rumah di Dusun Ratu, dan 5 unit di Tanak Nentung Dusun Pelambik. Akibatnya, akses jalan dari Desa Sepit menuju Lekor ditutup sementara akibat air yang masih menggenangi jalan raya. (ars)
Tersangka K2 Dompu Dimutasi ke BKN RI Dari Hal. 1 Dia mengaku, pada dasarnya sudah mengetahui informasi penetapan salah satu mantan pejabat setempat sebagai tersangka oleh Polda NTB. “Iya sudah dapat,” jawabnya singkat. Ditanya lebih jauh sikap secara intitusi atas kasus yang membelit HY meski sudah pindah ke Jakarta, Irene enggan berkomentar. Alasannya sampai dengan kasus ini bergulir beberapa bulan dan berujung penetapan HY tersangka, ia belum mendengar sikap langsung dari pimpinan, termasuk BKN RI. “Saya memang pernah tanyakan ke Jakarta, ketika ada yang konfirmasi soal ini. Tidak ada jawaban dari pimpinan, jadi belum (ada
sikap),” tandasnya. Ditanya lebih jauh soal HY yang sebelumnya menerbitkan Nomor : 057/KR.X.K2/III/2015, perihal Pengembalian nota usul BKD dan SPTJM PPK Berkas usul penetapan NIP Tenaga honorer Kategori 2 sebanyak 134 orang, Irene enggan menjelaskan. Selebihnya ia meminta kesempatan untuk berkoordinasi dengan Pimpinan BKN X Denpasar sebagai sikap secara institusi atas kasus ini. Ia juga akan berkomunikasi langsung dengan pimpinan di BKN RI,karena posisi saat ini HY di Jakarta. “Ingatkan saya Senin untuk konfirmasi ini,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, HY diketahui Ia men-
erbitkan Surat tertanggal 27 Maret 2015, Nomor : 057/ KR.X.K2/III/2015, perihal Pengembalian nota usul BKD dan SPTJM PPK Berkas usul penetapan NIP Tenaga honorer Kategori 2 sebanyak 134 orang. Surat ditujukan kepada Kepala BKD Dompu. Surat ini kemudian memicu persoalan. Berdasarkan surat BKN tersebut, BKD Dompu melakukan pemberkasan ulang terhadap 134 honorer yang Tidak Memenuhi Kriteria (TMK). Namun dalam permohonan NIP dan Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM)hanya ditanda tangani oleh Bupati Dompu selaku Pejabat Pembina Kepegawaian atau PPK, namun tidak di paraf oleh Sekda Dompu. (ars)
Tiga OPD Ambil Langkah Strategis Dari Hal. 1 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP dan Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH. ‘’Sudah diperintahkan jajaran teknis seperti BPBD, Kadis Sosial, Kadis PU untuk mengambil langkah-langkah strategis,’’ kata Juru Bicara Pemprov NTB, H. Irnadi Kusuma, S. STP, ME ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (19/11) siang kemarin. Saat dihubungi, Irnadi sedang berada di bandara menuju ke Lombok. Ia mendampingi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang melakukan kunjungan ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Gubernur katanya, meminta tiga OPD teknis tersebut mengambil langkahlangkah strategis untuk membantu penanganan bencana banjir di Lotim dan Loteng. Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (19/11) menyatakan telah memerintahkan Kadis Sosial Lotim mengeluarkan semua logistik yang ada di gudang. Seperti selimut, alat dapat dan kebutuhan pangan lainnya. Selain itu, ia juga sudah meminta Kadis Sosial Lotim didukung Taruna Siaga Bencana (Tagana) sejak Sabtu (18/ 11) malam menghitung jumlah masyarakat yang terdampak bencana banjir tersebut. Serta seberapa banyak beras yang dibutuhkan. ‘’Dinas Sosial akan mengeluarkan persediaan beras yang kita punya di Bulog sebanyak kebutuhan masyarakat yang
terdampak,’’ katanya. Khalik menambahkan, pihaknya juga sudah melayat ke rumah salah seorang warga yang meninggal akibat bencana banjir tersebut. Kemudian memberikan uang duka sebesar Rp 1,5 juta. Selanjutnya, kata Khalik dikakukan pendataan juga terhadap jumlah rumah yang rusak berat. Sebagai dasar Dinas Sosial mengajukan jaminan hidup berdasarkn SK Bupati kepada Kementerian Sosial. “Sementara ini Tagana, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan pekerja sosial kita turut membanu membersihkan rumah penduduk yang terkena banjir,” terangnya. Khalik menambahkan akibat bencana banjir yang menerjang beberapa kecamatan di Lotim bagian selatan itu, beberapa desa terisolir. Ia mengaku sudah mengomunikasikan dengan BPBD untuk membuka akses jalan menggunakan alat berat. Desa yang terisolir itu akibat jembatan putus dan ada juga tiang listrik yang tumbang. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Mohammad Rum, MT sudah melaporkan bencana banjir yang menerjang Lotim dan Loteng kepada Gubernur. Bencana banjir yang menerjang Lotim bagian selatan pada Sabtu (18/11) akibat hujan yang cukup tinggi mengakibatkan meluapnya dua buah embung yang berada di bawah Bendungan Pandandure. Sehingga terjadi banjir di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Keruak sebanyak enam desa. Seperti Desa Stingkep Lingsar, Desa Batu putek, Desa Sapit, Desa Seny-
iur, Desa Batu Rampes dan Desa Bintang Oros. Kemudian Kecamatan Jerowaru, banjir menerjang dua desa. Yakni Desa Sepapan dan Desa Penendem. Selanjutnya Kecamatan Sakra menerjang satu desa, yakni Suangi. Serta Kecamatan Sakra Barat juga menerjang satu desa, yakni Desa Gunung Rajak. Akibat bencana banjir itu, kata Rum, akses jalan dari Loteng ke Lotim jalur Praya Keruak lumpuh dan Sepapan menuju Jerowaru lumpuh total. Kemudian satu orang korban meninggal terkena reruntuhan rumah. Upaya yang dilakukan BPBD Lotim dan BPBD NTB, membantu evakuasi masyarakat banjir dan ditampung di rumah keluarga yang lebih tinggi masjid dan musala. Serta mengiventarisasi dampak banjir. Kebutuhan mendesak adalah selimut, tenda dan terpal. Sementara itu banjir yang menerjang Loteng berada di Dusun Rentang 1 da 2, Nyangkat, Matek Maling, Desa Ganti kecamatan Praya Timur. Penyebabnya akibat meluapnya sungai Ganti. Dampaknya rumah terendam 280 unit/KK. Jembatan penghubung antar dusun terendam dan sampai dengan pukul 00.02 Wita masih belum bisa dilalui/diakses. Jumlah KK yang terdampak 280 KK mengungsi ke rumah tetangg. Sedangkan korban jiwa nihil. Langkah penanganan yang dilakukan BPBD NTB telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk memantau kejadian di Loteng. Kemudian BPBD dan Tagana Loteng telah stand by di lokasi bersama Babinsa serta Dinas Kesehatan Loteng. (nas)
(Suara NTB/ist)
GRATIS: Kegiatan pengobatan gratis oleh Relawan Ali BD di Desa Toya Aikmel Lotim.
Relawan Ali BD Gelar Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat Lotim Mataram (Suara NTB) Relawan Ali BD kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat. Kali ini berupa kegiatan pengobatan gratis pada Minggu (19/11), di Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur. Kegiatan tersebut berlangsung dari pagi Pukul 09.30 wita hingga sore pukul 16.00 wita. Kegiatan pengobatan gratis ini diselenggarakan oleh Relawan Ali BD karena banyaknya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pada musim pancaroba. Melihat kondisi tersebut, Relawan Ali BD langsung tergerak untuk melaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat. Untuk diketahui, Relawan Ali BD merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), yang secara sukarela mendukung Moch. Ali bin Dachlan (Ali BD) untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB 2018-2023. “Organisasi ini turun langsung kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial sesuai dengan iktikad Ali BD. Sebagaimana kita ketahui sosok Ali BD dikenal sebagai tokoh yang berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat,” Kata Kaspul Anwar, selaku koordinator Relawan Ali BD untuk wilayah Lombok Timur.
Relawan Ali BD hadir sebagai perpanjangan tangan yang mewujudkan visi misi Ali BD tersebut. Kegiatan pengobatan gratis ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Mereka memanfaatkan acara pengobatan gratis ini untuk memeriksa kesehatan mereka. Lebih dari 500 orang yang memeriksakan kondisi kesehatannya pada kegiatan pengobatan gratis ini. “Masyarakat berterima kasih kepada Relawan Ali BD karena telah melakukan kegiatan pengobatan gratis ini yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kegiatan ini tepat dilaksanakan karena banyak warga disini yang kondisi kesehatannya menurun akibat cuaca yang berubah,” kata Kepala Dusun Sugiya Utara , Zakir. Pada kesempatan tersebut Kaspul Anwar mengajak warga untuk memanfaatkan kegiatan pengobatan gratis ini untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka. Dia juga menekankan agar masyarakat menjaga kesehatan. “Ayo kita periksa kesehatan kita. Tidak hanya yang sedang sakit, tetapi juga yang sehat. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” demikian diungkapkan oleh Kaspul Anwar kepada masyarakat. (r)
Dr. Yuslam Fauzi : Perbankan Syariah Lokomotif Industri Halal Dari Hal. 1 pariwisata halal. Masak perbankannya tidak halal. Jadi NTB ini lain dari pada yang lain dan sudah terdengar di luar, itulah keunggulannya,’’ ujarnya. Dalam pandangan yang lebih luas, Dr. Yuslam menyampaikan beberapa hal tentang perbankan syariah. Penelitian Max Webber katanya bahwa bangsa yang dikenal saat ini sebagai negara maju membangun negaranya berbasis kepada negara yang mayoritas agamanya. Contohnya Amerika dengan Protestan Eethic, Jepang dengan agama Tokugawa, Cina dengan Konghucu, India dengan Hindu dan Sikh. Bercermin dengan penelitian diatas, maka kalau Indonesia mau membangun negara dan berhasil dengan baik, maka harusnya digunakan agama mayoritas, yakni Islam. Tak
perlu khawatir, walaupun dibangun dengan menggunakan syariah Islam. Karena perbankan syariah bersifat universal dan semua agama juga melarang adanya bunga/riba. Mengapa perbankan syariah? Sejak tahun 1992 sampai saat ini telah mejadi lokomotif industri keuangan dan industri non keuangan lainnya untuk berusaha dengan sistem syariah. Sistem ekonomi syariah menimbulkan perekonomian yang riil karena tidak melakukan transaksi spekulasi. Semua sumber dana yang dihimpun tersalur kembali kepada sektor riil dengan bukti financing deposit ratio (FDR) mendekati 100 persen bahkan di NTB 180 persen. Pro usaha menengah kecil dan mikro, dukungan pemerintah semakin tinggi dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).(bul/*)
Satu Jembatan Provinsi dan Embung Rusak Berat Dari Hal. 1 Jembatan Sepapan ini provinsi. Jembatan provinsi cuma satu yang rusak,” kata Syahdan, ketika dikonfirmasi sedang berada di lokasi banjir. Tadinya, kata Syahdan, pihaknya memperoleh informasi ada empat jembatan yang rusak akibat banjir tersebut. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, hanya satu jembatan provinsi yakni jembatan Sepapan. Informasi sebelumnya yang diterima jembatan Penendem juga rusak. Tetapi, lanjut Syahdan, setelah dilakukan pengecekan jembatan tersebut masih aman. Ia menjelaskan jembatan Sepapan sudah direncanakan diganti pada tahun anggaran 2017/2018. Karena usia jembatan itu sudah cukup tua. Sebelum jembatan itu rusak akibat banjir sudah ada rencana untuk diganti. Bahkan, kata Syahdan sudah dilakukan teken kontrak. Sementara itu, satu embung yang rusak yakni embung Tanduk. Embung ini tak mampu menahan air sehingga meluap. Air yang meluap dari embung inilah yang memporak-porandakan rumah pemduduk di sepanjang sungai. ‘’Kalau infrastruktur pemerintah ndak banyak yang
rusak. Tapi semua perumahan yang ada di pinggir sungai itu kelihatannya hancur semua,’’ katanya. Syahdan menambahkan, perbaikan Jembatan Sepapan itu akan dilakukan bersamaan dengan lima jembatan lainnya yang sudah direncanakan tahun 2017/2018. Dinas PUPR akan memperbaiki enam jembatan di Pulau Lombok. Antara lain Jembatan Sekotong, Jembatan Belongas, Jembatan Selongbelanak, Jembatan Sepapan dan lainnya. ‘’Ini sudah dikontrak pada 2017/2018. Paling tidak awal tahun sudah diganti jembatan ini. Ada enam jembatan provinsi yang akan diperbaiki tahun ini di Pulau Lombok,’’ ucapnya. Disinggung mengenai jumlah kerugian infrastruktur jalan dan jembatan akibat banjir Lotim, Syahdan mengatakan tidak terlalu besar. Terlebih jembatan Sepapan itu masih dapat dilalui namun harus bergantian. ‘’Arus lalu lintas terganggu saat ini. Yang sebelumnya bisa berpapasan, sekarang harus bergantian lewat. Kita juga ndak dibuat jembatan darurat, nanti saat pelaksanaan kita buat jembatan darurat. Sekarang ini butuh pengaturan lalu lintas saja,” tandasnya. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 20 November 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh
Produksi Minyak Kayu Putih Pertama di NTB Sumbawa Besar (Suara NTB) Luas lahan kritis baik di luar kawasan hutan maupun di dalam kawasan hutan akan terus bertambah di NTB. Seiring dengan kebijakan pengembangan jagung yang nyaris tidak terkendali di mana lokasi penanamannya, salah satunya merambah kawasan hutan. Sementara kemampuan rehabilitasinya tidak sebanding dengan laju lahan kritis. Setelah illegal logging sedikit mereda akibat adanya Kerjasama KPH, TNI/Polri, Kejaksaan serta berbagai pihak sejak 2015 lalu serta Koalisi KPH Dinas LHK NTB, hutan NTB masih juga belum punya kesempatan bernafas. Meski hasil operasi KPH Batulanteh bersama aparat keamanan telah mengamankan lebih 300 kubik jati olahan dan gelondongan. Menurut Kepala Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh Dinas Lingkungan
Hidup dan Kehutanan NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A.P, sesungguhnya berat membangun hutan di Pulau Sumbawa. Harus berhadapan dengan faktor ternak liar di manamana. Musim hujan hanya tiga bulan serta kepemilikan lahan yang relatif luas. Faktor ini yang mempengaruhi keberhasilan penanaman di kawasan hutan. Makanya pada Desember 2012, lanjut Julmansyah, KPH Batulanteh memulai uji coba rehabilitasi hutan dengan tanaman Kayu Putih (Melaleuca Cajuput) 50 Ha di Blok Bara Batu Serading Km 6 Sumbawa. Banyak tantangan awal melakukan uji coba ini. Ternyata tanaman Kayu Putih mampu tumbuh dalam lahan kritis dan iklim ekstrem panas seperti Sumbawa, meski tetap diinjak ternak. Karena Tanaman Kayu Putih ini butuh sinar matahari yang panjang. Kini Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh telah memanen + 25 Ha Tanaman
Kayu Putih yang telah berumur 4 – 5 tahun. Oleh masyarakat di lokasi, Tanaman Kayu Putih (Melaleuca Cajuput) ini ditumpangsarikan dengan Jagung dan Padi. Mengingat pemanenan Kayu Putih dengan cara memangkas daun sehingga tanaman bawah tidak akan ternaungi. Sesungguhnya tanaman ini cocok dikombinasikan dengan Jagung/Padi di lahan hutan atau lahan masyarakat. Karena tanaman Kayu Putih ini mampu di panen/dipangkas 2–3 kali dalam setahun, tergantung kualitas daun yang dihasilkan,’’ terang Julmansyah. Pengolahan Kini Oktober – November 2017 Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh NTB, telah mengolah daun Tanaman Kayu Putih (Melaleuca Cajuput) menjadi minyak kayu putih (Cajuput Oil) di Sumbawa. Hasil minyak Kayu Putih terang Julmansyah, S.Hut., M.A.P, Kepala KPH,
Setelah pemangkasan pohon kayu putih
kadar Sineol-nya diatas 60% diatas standar SNI serta rendemen Kayu Putih kurang lebih 0,9% – 1,2%, meski rendemen ini ada faktor efektivitas pabrik penyulingan (destilasi). Informasi ini, tambah Julmansyah, cukup membuat surprise salah seorang Peneiliti Kayu Putih di Balai Besar Bioteknologi Tanaman Hutan Yogyakarta Litbang Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, Dr. Anto Rimbawanto. Menurut Dr. Anto Rimbawanto, rendemen Minyak Kayu Putih dari Sumbawa ini termasuk tertinggi di Indonesia. Minyak Kayu Putih di Yogyakarta, Pulau Buruh, Serang, Ambon rata-rata di bawah 0,9%. Untuk pasar Minyak Kayu Putih sekitar 40% pasar Indonesia impor dari luar negeri. Artinya ini potensi pasar yang harus diisi oleh masyarakat. Sementara iklim Sumbawa yang panas lebih panjang sangat cocok menghasilkan Minyak Kayu Putih yang berkualitas. (arn/*)
Penanaman kembali setelah pohon kayu putih dipangkas
Kondisi lahan hutan sebelum penanaman pohon kayu putih
Proyek Pasar Diduga Dimonopoli Satu Rekanan Mataram (Suara NTB) Tidak saja proyek penunjukan langsung (PL), proyek revitalisasi pasar di Kota Mataram juga diduga dimonopoli oleh satu rekanan. Data tiga tahun (2015 - 2017), revitalisasi pasar tradisional di Kota Mataram,
selalu dikerjakan oleh satu rekanan itu saja. Meskipun, lelang proyek melalui layanan pengadaan sistem elektronik diikuti oleh puluhan rekanan. Namun Kepala Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan (APP) Setda
Kota Mataram, Ir. Moh Suryadi dikonfirmasikan pekan kemarin, tidak memberikan penjelasan secara spesifik terkait sistem penunjukan pemenang tender. Menurutnya, unit layanan pengadaan Kota Mataram memenangkan rekanan ber-
dasarkan kelengkapan administrasi dan nilai penawaran. “Tidak mungkin saya menghalang - halangi orang masukkan penawaran. Dia memenuhi syarat, yah dimenangkan,” kata Suryadi. Dia mengaku, rekanan yang memiliki kualifikasi mengerjakan pasar tradisional di Kota Mataram sedikit. Sehingga, tidak banyak rekanan yang berminat mengikuti tender. “Kalau proyek pasar peminatnya sedikit,” jawabnya. Data dihimpun dari LPSE Kota Mataram, revitalisasi Pasar Mandalika di 2015 dengan pagu Rp 6,2 miliar dan HPS Rp 5,9 miliar dimenangkan oleh NK dengan nilai penawaran Rp 5,2 miliar lebih dari 43 peserta. Kemudian, di tahun 2016, revitalisasi Pasar Perumnas juga dimenangkan oleh NK dari 46 peserta. Dengan nilai penawaran Rp 3,3 miliar lebih dari pagu Rp 3,9 miliar. Bukan itu saja, proyek lanjutan revitalisasi Pasar Mandalika kembali dikerjakan oleh
NK. NK memenangkan tender dari 39 peserta dengan nilai penawaran Rp 5,2 miliar dari pagu anggaran Rp 6 miliar. Untuk pengerjaan pasar di 2015, NK pernah molor mengerjakan konstruksi. Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, NK dikenakan denda keterlambatan. Kata Suryadi, ia tidak tahu menahu persoalan keterlambatan itu. Saat itu, ia belum menjabat sebagai Kabag APP. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membantah adanya negosiasi penunjukan rekanan untuk mengerjakan pasar tradisional di Mataram. Menurutnya, pengadaan barang dan jasa dilakukan melalui tender di ULP. Tidak mungkin ada negosiasi atau rekayasa. Sebab, penunjukan pemenang diatur oleh system. “Kalau boleh nego, ayok sudah. Ini kan sistem. Mana bisa diatur,” kata Alwan. (cem)
Pabrik pengolahan kayu putih di Sumbawa