HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SELASA, 20 AGUSTUS 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 132 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Rp15 Miliar Hibah Bansos Tahun Anggaran 2018 Tak Terbayar Mataram (Suara NTB) Sekitar Rp15 miliar total belanja hibah bantuan sosial (Bansos) pada tahun anggaran 2018, tidak dapat direalisasikan oleh Pemprov NTB. Hal itu terjadi lantaran kondisi keuangan daerah ketika itu dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk bisa dibayarkan. Padahal kelompok penerima hibah Bansos sudah sampai menandatangani kuitansi pencairannya.
Tak Layak Huni, NTB Prioritaskan Tangani 101.852 Rumah Kumuh
Taufik Hidayat salah satu ketua kelompok penerima hibah Bansos tahun anggaran 2018 yang tidak cair, kepada Suara NTB mengaku hingga saat ini ia tidak mendapatkan kepastian terkait hibah Bansos itu. Padahal dia mengaku sudah menyelesaikan semua dokumen pencairannya, termasuk sampai penandatangan kwitansi penerimaan. ‘’Saya sudah menandatangani semua dokumen keperluan untuk pencairan. Tapi tidak dibayar sampai sekarang oleh Pemprov NTB,’’ katanya, Senin (19/8) kemarin. Dalam SK penerimaan hibah Bansos tahun anggaran 2018 yang diterbitkan oleh Pemprov NTB, ada 27 kelompok penerima yang terdaftar di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dari 27 kelompok tersebut, 15 kelompok sudah dicairkan dan 12 kelompok belum cair, termasuk hibah Bansos milik Taufik Hidayat. Tidak cairnya Bansor pernah dia pertanyakan kepada instansi yang bersangakutan. Namun ia tak mendapatan jawaban yang pasti. Pihaknya pun kemudian mengadukan hal tersebut ke DPRD NTB. Lagi-lagi, ia tak mendapa-
Pemprov akan Bayar ’’Utang’’ Bansos 2018
tan kejelasan akan hibah itu. Ia mendapatkan jawaban bahwa hibah Bansos akan dibayarkan pada tahun anggaran 2019 ini. ‘’Karena itu Insya Allah saya akan laporkan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH). Kami PEMPROV NTB mengatakan akan merealisasijuga menduga penerima hibah Bansos kan dana bantuan sosial (Bansos) yang tidak yang sudah dicairkan itu, diduga banydapat dibayar tahun 2018 akibat kekurangan ak lembaga yang tidak memiliki akte anggaran. Akibat kekurangan anggaran, bukan notaris atau lembaga yang tidak bersaja Bansos yang tidak dapat dicairkan tapi badan hukum,’’ duganya. juga pembayaran proyek percepatan jalan yang Diketahui belanja hibah Bansos yang mencapai puluhan miliar. tidak dibayarkan sebagian besar berasal Wakil Ketua Tim Anggaran Pemedari pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD rintah Daerah (TAPD) Pemprov NTB. Wakil Ketua Komisi III DPRD NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, NTB yang membidangi urusan M.TP yang dikonfirmasi keungan, H. Humaidi menyeSuara NTB, Senin (19/8) siang butkan total hibah Bansos mengatakan, Pemprov berendari pokir DPRD yang cana akan merealisasikan tidak dibayarkan pada dana Bansos 2018 yang tertahun anggaran 2018 tunda pencairannya karena lalu sebesar Rp8,5 kekurangan anggaran. miliar. ‘’Rencana akan dibaBersambung yarkan,’’ kata Ardhi. Wedha Magma Ardhi ke hal 15 Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota fokus menangani 101.852 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Sampai 2018, rumah kumuh atau rumah tidak layak huni (RTLH) paling banyak di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebanyak 35.208 unit. ‘’Rumah tidak layak huni di NTB sebanyak 239 ribu unit. Bersambung ke hal 15
TO K O H ’’Trigger’’ Wisatawan ke NTB GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menilai, event simposiun internasional Asia Pacific Geoparks Network (APGN) 2019, yang diselenggarakan di Lombok, mulai 30 Agustus sampai 6 September 2019, akan menjadi trigger untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB. Terlebih kegiatan APGN yang dihelat di Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark itu mengangkat tema “Samalas Mempersatukan Kita”. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ars)
ISTIRAHAT - Wisatawan asing istirahat di pos II menikmati hidangan dari Porter.
Kebangkitan Rinjani Setahun Pascagempa (1)
Ketika Wisatawan Asing Hilang Rasa Khawatir Para wisatawan mancanegara datang ke Gunung Rinjani untuk mengobati kerinduan setelah setahun ditutup. Mereka penanda kebangkitan kembali pariwisata Rinjani, khususnya NTB pascagempa. Bagaimana kesan mereka?, Berikut catatan Suara NTB yang menyusuri jalur Senaru – Pelawangan Jumat (16/8) hingga Sabtu (17/8) lalu. H.Zulkieflimansyah (Suara NTB/diskominfotik)
WAKTU menunjukkan pukul 07.15 Wita, 100 meter melewati gapura Geopark Rinjani jalan tak lagi aspal. Sepasang wisatawan asingberjalan menyusuri jalur yang mulai menanjak. Beberapa meter di depannya, seorang warga lokal memanggul beban barang bawaan wisatawan. Mobil Mitsubishi Strada warna merah milik petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang sedang patroli melaju pelan melewati jalan yang sama, terjal, sesekali melintas di
jalur yang dibeton. Tiba di ujung jalan, aroma hutan tropis dan suhu dingin mulai terasa. Sebuah tenda mirip barak tentara jadi tempat paling sibuk pagi itu, selain kantin satusatunya di depan barak dan aktivitas tukang bangunan. Barak itu jadi loket darurat sekaligus tempat berteduh petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Mereka melayani registrasi tiket online sekaligus jadi loket pelayanan pihak ketiga yang mengelola asuran-
si pendaki. Maklum, gempa Juli dan Agustus 2018 lalu, memporakporandakan pos TNGR dan gapura dengan kalimat banner melengkung “Taman Nasional Gunung Rinjani, Pintu Senaru”. Peristiwa menyebabkan sembilan titik longsor sepanjang jalur pendakian Senaru menuju Pelawangan yang jaraknya 9,5 Km. Peristiwa setahun lalu itu memicu penutupan total pintu masuk menuju Pelawangan lewat jalur Utara di Senaru Kecamatan Bayan Lombok Utara dan jalur Bawak Nao Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Dua jalur Selatan lainnya yang ditutup adalah Timbanuh di Kecamatan Pringgasela dan jalur Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah yang baru dibuka ditutup lagi. Rinjani lumpuh dan kehilangan kun-
jungan ribuan pendaki. Setahun peristiwa itu berlalu. Wisatawan minat khusus yang ke Rinjani mulai
berdatangan setelah dibuka. Gapura Senaru sudah terpasang. Bersambung ke hal 15
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Kementerian Pertanian RI dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 NTB. Laporan terkait dugaan pengalihan bantuan yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 menyimpang dari penerima. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Pelapor Lembaga Bantuan Hukum Sumbawa melam123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 pirkan surat dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Ketahanan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Pangan dan Pemasaran Hasil Ketahanan Pangan Kemen123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 terian Pertanian RI. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 15 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Pengadaan Alsintan Sumbawa Dilaporkan ke Kejaksaan
PGS Masuk ’’Calendar of Event’’ BPLS 2019 Selong (Suara NTB) Pesona Gumi Selaparang (PGS) masuk dalam Calendar of Event Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2019. Dalam opening ceremony BPLS di Kantor Gubernur NTB, Minggu (18/8) , PGS dibacakan sebagai salah satu event yang akan jadi paket wisata. Bah-
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lotim, Muhir bersama Dedare Lotim, berbincang dengan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah usai acara launching BPLS 2019, Minggu malam lalu.
kan tayangan video PGS Lotim menjadi pembuka launching BPLS 2019. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. H. M. Mugni kepada Suara NTB, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemprov NTB. Masuknya PGS dalam kegiatan BPLS 2019 ini menjadi salah
Kadispar, Dr. Mugni berpose bersama Dedare Lotim pada acara BPLS 2019 di Kantor Gubernur Minggu malam lalu.
satu bentuk nyata dukungan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Masuknya PGS dalam BPLS menandakan, kegiatan event wisata yang akan dimulai tanggal 25 sampai dengan 31 Agustus mendatang ini turut akan dipromosikan oleh pemerintah provinsi. “PGS ini kan menjadi salah satu kegiatan provinsi,” ucapnya. Tidak selesai sampai di tingkat provinsi. Dispar Lotim akan mencoba memasukkan PGS ini dalam Calendar of Event tingkat nasional. ‘’Kita akan perjuangkan juga masuk pada Wonderful Indonesia,’’ ucapnya. Diterangkan, beberapa kegiatan wisata tingkat internasional sudah banyak digelar di Lotim. Rencananya kegiatan lari maraton tahun 2020 yang mengambil start di Belanting, Kecamatan Sambelia dan finis di Sembalun. Bersambung ke hal 15
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Dukung Karang Taruna KEGIATAN yang diinisiasi oleh karang taruna harus tetap didukung. Dengan terus memberikan arahan serta pemahaman dalam menjalankan program kerja. Berangkat dari pengalaman, Ketua Pemuda Karang Taruna Monjok Barat, Lingkungan Karang Kelok Lama, Bayu Aryadani mengungkapkan, saat ini pemuda yang ada di organisasi karang taruna harus tetap dapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya kata Bayu, memberikan dukungan jika pemuda yang ada di karang taruna kebingungan dalam menjalankan program. “Iya, kami (karang taruna, red) (Suara NTB/dok) Mulya Hidayat sempat vakum, akan tetapi kita bentuk karang taruna di lingkungan tapi tetap bernaung di kelurahan,” kata Bayu, Senin (19/8). Katanya, salah satu program kerja seperti sanggar belajar yang dilaksanakan Bayu bersama anggotanya, saat ini membutuhkan dukungan dan perhatian sehingga memudahkan dalam menjalankannya. “Memang itu harus punya inisiatif dari berbagai pihak untuk saling membantu. Ini kan tujuannya sangat mulia,” kata Bayu. Menurut Lurah Monjok Baru, Mulya Hidayat, karang taruna dari kelurahan sendiri saat ini masih lowong. Akan tetapi, semua program kerja pemuda akan selalu didukung. “Kan di sini, banyak pemuda yang memiliki banyak program, salah satunya di Karang Kelok Lama. Walaupun tidak bernaung di karang taruna kelurahan, kita tetap dukung,” katanya, Senin (19/8). Saat ini, kegiatan pemuda yang ada di kelurahan Monjok Baru masih berkegiatan di masing-masing lingkungan. Karang taruna Pintu Rage yang ada di kelurahan Monjok Baru saat ini masih vakum. “Jadi, untuk menghidupkan itu memang susah. Karena kan para pemuda ini terpecah-pecah. Ada yang berkegiatan di Udayana, Karang Kelok, dan lingkungan Karang MasMas,” ungkap Mulya. Dari kelurahan sendiri kata Mulya, sangat kagum dengan para pemuda yang bergerak sendiri membangun komunitas mereka. “Kami apresiasi remaja di masing-masing lingkungannya. Tanpa kita suruh, mereka itu muncul sendiri,” katanya. Pada kegiatan karang taruna, Mulya berharap, ada keterlibatan dari pihak pemerintah dalam bentuk dukungan materil bagi kegiatan mereka. “Kita dari kelurahan akan dukung. Kita juga tetap koordinasi dengan beberapa remaja yang ada terkait program-program yang mereka jalankan. Dan itu kita akan selalu dukung,” tutup Mulya. (viq)
Kepala Pasar Sebaiknya ASN ANGGOTA DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., mengaku prihatin masih maraknya praktik pungli di pasar tradisional. Seperti diketahui, Pemkot Mataram tengah mendalami indikasi pungutan liar (pungli) retribusi lapak di Pasar Kebon Roek. Kasus ini jadi atensi untuk mencari titik permasalahan sebenarnya. Hal ini menurut dia, tidak terlepas dari kelirunya Pemkot Mataram menempatkan petugas pasar. ‘’Teman-teman Dewan dua tiga tahun lalu sudah mendorong yang menjadi kepala pasar harus ASN sehingga penataannya akan lebih gampang,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (19/8). Paling tidak, kalau yang menjabat kepala pasar adalah ASN, tentu mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan pungli. Selain itu, Dewan juga akan lebih leluasa melakukan pengawasan. Kalau kepala pasar diambil dari orang luar karena alasan balas jasa dan lain sebagainya, misalnya karena tim sukses, diyakini akan menimbulkan masalah. ‘’Sekarang lebih kaya dia daripada kepala dinas,’’ kelakarnya. Selain itu, Dewan juga sudah mendorong terbentuknya PD (Perusahaan Daerah) pasar dan PD parkir. ‘’Tinggal kita mau regulasinya seperti apa, siapa yang mengajukan,’’ cetusnya. Masyarakat, lanjut anggota Dewan dari Dapil Ampenan ini, merasa terganggu dengan sikap-sikap oknum yang mengambil keuntungan pribadi. Pada periode ini, sambung Muhtar, pihaknya akan kembali menyuarakan pembentukan PD pasar. ‘’Kita berharap supaya pungli-pungli di masyarakat bisa berkurang,’’ imbuhnya. Namun demikian, Pemkot Mataram nampaknya belum tertarik pada opsi pembentukan PD pasar dan PD parkir. ‘’Tapi pada saatnya, Pemkot Mataram harus mau,’’ ucapnya. Karena bagaimanapun, pembentukan PD ini bertujuan untuk menyelamatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor parkir. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini mencontohkan pemberlakuan PD pasar di beberapa daerah, berdampak pada meningkatnya PAD dengan angka yang cukup signifikan. ‘’Peningkatannya bisa sampai tujuh kali lipat,’’ sebutnya. Muhtar mengaku heran, hasil kunjungan terkait retribusi pasar tidak kunjung bisa diterapkan di Kota Mataram. Kalaupun tidak bisa menyamai daerahdaerah lain, paling tidak ada peningkatan dari target tahun sebelumnya. ‘’Kalau sekarang Rp2 miliar, besok mungkin bisa Rp4 miliar,’’ demikian Muhtar. Dengan cara itu, praktik pungli di pasar tradisional bisa dikurangi. (fit) H. Muhtar (Suara NTB/dok)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Pimpinan OPD Dinilai Tak Mampu Belanjakan Anggaran Mataram (Suara NTB) Pemerintah pusat memberikan bantuan dana alokasi khusus (DAK) fisik ke Pemkot Mataram sekitar Rp79,6 miliar. Namun penggunaan anggaran diperkirakan mencapai 17 persen. Rendahnya penggunaan dana disinyalir pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tak mampu membelanjakan anggaran tersedia. Pimpinan OPD yang tak mampu mengeksekusi anggaran seperti disampaikan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito akan menjadi pertimbangan kepala daerah untuk mengevaluasi kinerja mereka. Anehnya, uang yang ada sesuai usulan mereka justru tidak dapat dibelanjakan. “Orang awam saja bisa bertanya. Kok uang sudah ada, tapi ndak bisa dipakai,” kata Sekda ditemui, Senin (19/8). Sejauh ini, belum diterima lap-
oran persentase penyerapan DAK fisik dari Badan Keuangan Daerah (BKD). Pun, data 17 persen realisasi penyerapan dari alokasi anggaran dana alokasi khusus Rp79,6 miliar akan dicek kembali. Disamping itu, OPD pengelola DAK segera diklarifikasi persoalannya sehingga sangat lambat sekali eksekusinya. “Nah, data ini perlu saya cek. Karena sampai sekarang saya belum terima laporan,” timpalnya. DAK yang terancam tak bisa dicairkan adalah bantuan rehab lapak di eks pelabuhan Ampen-
an senilai Rp3,8 miliar. Proyek ini berada di Dinas Pariwisata. Ada beberapa persyaratan aku Sekda, yang harus ditindaklanjuti berdasarkan rekomendasi TP4D. Saat ini, sedang dalam proses penyelesaian. Dispar sebagai pemilik proyek akan memenuhi persyaratan tersebut. Proyek yang dikerjakan dari DAK fisik memiliki konsekuensi
jika hingga tenggat waktu proyek belum dikontrak sumber pembiayaannya akan dibebankan ke anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Akan tetapi, Sekda optimis anggaran tersebut dapat terserap. “Insya Allah, kita yakin bisa terserap,” jawabnya. Jika nantinya ada SKPD pengelolaDAKtidakbisamengeksekusi dengan alasan tertentu akan jadi pertimbangan kepala daerah untuk mengevaluasi. Artinya, pimpinan OPD disinyalir tidak mampu mengeksekusi atau membelanjakan anggaran yang telah tersedia. Kinerja mereka pun patut dipertanyakan. (cem)
”
Orang awam saja bisa bertanya. Kok uang sudah ada, tapi ndak bisa dipakai
(Suara NTB/cem)
H. Effendi Eko Saswito
Pejabat Pemkot akan Melawat ke Cina
(Suara NTB/cem)
JEMBATAN DASAN AGUNG – Warga Kebon Sari melintas di Jembatan Dasan Agung, Senin (19/8). Jembatan ini selesai dibangun akhir Desember 2018 lalu dan diresmikan oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Jumat (16/8). Sebelum jembatan ini dibangun, warga di Kelurahan Kebon Sari harus memutar jauh menuju Pasar Dasan Agung. Demikian pula sebaliknya warga Dasan Agung harus memutar jauh jika menuju kerabatnya di Kebon Sari. Konstruksi jembatan yang cukup artistik ini kerap menjadi tempat berswafoto anak muda.
Masyarakat Didorong Bangun Ketahanan Keluarga Mataram (Suara NTB) Keluarga menjadi pilar kekuatan negara. Kualitas sumberdaya manusia tergantung dari ketahanan keluarga. Untuk menghasilkan generasi emas 2045 mendatang, masyarakat didorong membangun ketahanan keluarga sejak dini. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany ditemui Senin (19/8). Sosialisasi ketahanan keluarga melibatkan lintas sektor di Lingkup Pemkot Mataram. Tujuannya agar organisasi perangkat daerah memiliki pemahaman terkait tugas dan fungsi masing – masing. Dalam konteks menuju Indonesia Sejahtera tahun 2025 dan Generasi Emas 2045 harus disiapkan sumberdaya manusia berkualitas. Untuk SDM berkualitas ini tentu harus dibentuk dari awal. Awal terbentuknya itu dari keluarga. Jika keluarga rapuh kata Dewi, secara otomatis bangsa akan hancur. Sebab, keluarga adalah pilar kekuatan negara. Bagaimana pun juga, SDM berkualitas dibentuk dari keluarga. Tujuannya membentuk keluarga berkualitas untuk kesejahteraan dan ketahanan keluarga. “Alasan mempersiapkan ketahanan keluarga yakni bonus demografi, meraih bonus emas,” paparnya. Penguatan perlu dilakukan untuk membangun ketahanan keluarga. Di antaranya, melihat latar belakang sosial masyarakat. Di lingkungan keluarga yang sampai terjadi pergaulan bebas, asusila permasalahan dengan budaya. Permasalahan adalah generasi saat ini sering terpengaruh oleh
Mataram (Suara NTB) Usai menuai kritikan dari masyarakat atas kunjungan ke Malaysia beberapa waktu lalu. Sejumlah pejabat Pemkot Mataram kembali akan melawat ke Cina. Kunjungan ini diklaim untuk memenuhi undangan Pemerintah Kota Hangzhou. Diketahui, pejabat yang bakal berangkat ke Negeri Tirai Bambu pada September mendatang yakni Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura, Asisten III Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. I Nyoman Suandiasa dan beberapa pejabat lainnya. Rencana lawatan tersebut diakui oleh Nyoman. Kunjungan ke Pemerintah Kota Hangzhou untuk menandatangani perjanjian kerjasama di bidang pariwisata, pengembangan sistem pengelolaan smart city, pengembangan sumberdaya manusia dan pertukaran pelajar. “Iya, kita ada rencana berangkat ke Cina,” kata Nyoman. Keberangkatan pejabat Pemkot Mataram ini berbeda dengan kunjungan ke Negeri Jiran, Malaysia. Segala pembiayaan nantinya ditanggung oleh Pemerintah Cina. Namun demikian sambung man-
tan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram, pihaknya tidak bisa serta merta berangkat begitu saja. Pemerintah Kota Hangzhou harus mengirim surat undangan. Undangan itu akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Luar Negeri untuk meminta rekomendasi. “Setiap naskah harus kita sampaikan ke pusat,” tandasnya. Proses pengajuan izin sedang berjalan, sehingga jangan sampai ada persoalan di kemudian hari. Menyoal tindaklanjut dari MoU kedepan. Ditegaskan Nyoman, sejauh ini, Pemkot Mataram belum sama sekali menjalin hubungan atau menandatangani Letter of Intens dengan Pemerintah Cina. Pihaknya mencoba menjajaki tawaran dari Pemkot Hangzhou sepanjang tidak merugikan dari segi anggaran. “Ini tidak merugikan dari segi anggaran karena mereka yang menanggung,” timpalnya. Dia belum bisa mengulas lebih jauh terkait tindaklanjut perjanjian kerjasama tersebut. Pihaknya masih menunggu undangan secara tertulis yang rencananya akan tiba pekan ini. Adapun potensi dimiliki oleh Pemkot Mataram akan dipersentasikan oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. (cem)
Kinerja Kepala Pasar akan Dievaluasi (Suara NTB/ist)
PENJELASAN - Kepala DP3A Kota Mataram, memberikan penjelasan pada sosialisasi ketahanan keluarga yang melibatkan organisasi perangkat daerah di Lingkup Pemkot Mataram, Jumat (16/8) pekan kemarin. barat, menyakiti diri dengan mengkonsumsi narkotika dan hilangnya penghormatan generasi muda terhadap orangtua atau terjadi degradasi moral. Tidak salah sekolah melakukan penguatan melalui muatan lokal. Di satu sisi, kualitas pendidikan anak didorong agar mampu berpretasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Jangan sampai ada drop out,” katanya mengingatkan. Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 6 Tahun 2013 tentang pelaksanaan ketahanan keluarga. Ada beberapa al yang harus dikerjakan yakni semua anak harus memiliki legalistas, orangtua mempunyai buku nikah. Ketahanan keluarga anak jangan sampai dititip di orangtua, bibi atau orang lain. Orangtua harus bertanggungjawab mengasuh anaknya hingga dewasa. Dalam aspek ketahanan fisik harus mampu dari sisi lauk pauk diupayakan mampu makan tiga kali. Mungkin tidak
empat sehat lima sempurna. “Ada keluarga difabel mampu diurus,” ujarnya. Dari sisi ketahanan ekonomi, tidak harus memiliki rumah sendiri. Ada penghasilan suami dan istri, ada tabungan, jaminan kesehatan, tidak nunggak bayar iuran pendidikan. Dan, dipastikan anak tidak putus sekolah. Ketahanan sosial dan psikologi berkaitan tidak ada kekerasan di keluarga, tidak saling mempermalukan, tidak mendiamkan diri. Tidak terlibat tawuran atau kabur dari rumah. Sementara, ketahanan sosial budaya bagaimana di kampung ada pengajian, posyandu, kematian dan kelahiran. Untuk kemitraan gender, bagaimana orangtua bisa menemani anak bermain, belajar atau rekreasi. Saling merencanakan keuangan, keluarga dan lain – lain. “Jadi tidak ditutupi keuangan, merencanakan buah hati. Anak – anak sekolah harus ada perencanaan sejak awal,”demikian pesannya. (cem/*)
Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram akan mengevaluasi kinerja seluruh kepala pasar. Evaluasi ini buntut dari dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Kebon Roek yang kini diusut oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda NTB. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menegaskan, operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli terhadap petugas keamanan di Pasar Kebon Roek tahun lalu, seharusnya menjadi pelajaran bagi petugas pasar untuk mengintropeksi diri. Dari kejadian itu, mestinya tidak ada lagi kasus serupa. “Artinya, ada apa di pasar itu kok sampai terjadi lagi. Ini tidak boleh berulang kali,” ungkap Sekda ditemui, Senin (19/8). Sekda sepakat dengan instruksi Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana untuk mengevaluasi kinerja kepala pasar. Dia akan mengkomunikasikan Kepala Dinas Perdagangan, H. Amran M. Amin untuk mengumpulkan kepala pasar di Kota Mataram, agar dilakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh. Persoalan berulang di Pasar Kebon Roek, tidak bisa langsung menuduh ke kepala pasar. Termasuk penempatan aparatur sipil negara (ASN)
sebagai kepala pasar dan petugas juru pungut. Pihaknya akan melihat apakah kasus demikian ada hubungannya dengan status kepegawaian atau tidak. “Kalau ini persoalan karakter atau mental. Kita coba telusuri track record-nya,” tegasnya. Kembali ditegaskan Sekda, petugas pasar diharapkan menjadikan kasus itu sebagai pelajaran. Jangan ada kasus serupa dan penanganan dugaan pungli cukup jadi pembelajaran. Kepala Pasar ACC, Malwi sepakat dengan langkah Pemkot Mataram mengevaluasi kinerja kepala pasar di Mataram. Dia yang telah menjalani profesi itu selama 19 tahun tidak pernah menemukan permasalahan. Kepala pasar semestinya menjadi komando dan tidak boleh didikte oleh anak buah. “Kalau alasan preman, kita lawan dengan aturan,” ucapnya. Malwi mengaku, seluruh kepala pasar dikumpulkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan diingatkan agar tidak melakukan tindakan di luar kewenangan mereka. Preman menimbulkan keresahan harus dihadapi sesuai ketentuan atau aturan. “Tinggal bagaimana ketegasan kepala pasar saja,” demikian kata dia. (cem)
Hari Ini Jemaah Haji Kota Mataram Pulang Mataram (Suara NTB) Pemulangan jamaah haji asal kota Mataram dijadwalkan Selasa (20/8) hari ini. Kloter jemaah akan diberangkatkan pada pukul 06:30 waktu Arab Saudi. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Burhanul Islam, Senin (19/8). Sebanyak 449 jemaah haji asal kota Mataram, satu jemaah haji wanita asal Ampenan, Hj. Ridaah, dika-
barkan meninggal di Mekkah pada saat selesai melaksanakan ibadah haji, Minggu (18/8). Saat ini, Kepala Kantor Kemenag telah memverifikasi isu meninggalnya satu jemaah haji wanita asal Ampenan tersebut. “Jadi kita belum terima informasi terkait meninggalnya jemaah haji wanita tersebut. Kita belum berani informasikan kepada publik,” kata Burhanul. “Bisa jadi kemungkinan baru meninggal, kita belum menerima informasi dari dok-
ter. Jadi kita tunggu sertifikat meninggalnya itu dari dokter yang ada di Mekkah. Nantinya kita bisa kasi kepada keluarga. Kita sedang tunggu,” lanjut Burhanul. Terkait proses pemulangan, semua jemaah haji akan dicek kesehatannya setelah turun dari pesawat. Burhanul pun menegaskan, akan melakukan pengecekan terkait kemungkinan terkena virus selama berada dalam pesawat. “Kita akan lakukan pengecekan paspor,
kesehatan, dan barang jemaah setelah turun dari pesawat,” katanya. Adapun terkait kondisi jemaah haji asal Kota Mataram, ada indikasi hilangnya 18 koper jemaah haji asal kota Mataram belum dapat dipastikan. Tim Kantor Kemenag kota Mataram akan segera melakukan pengecekan kepada tim yang ada di Mekkah.“Mudah-mudahan saja itu tidak terjadi,” lanjut Burhanul. (viq)
H. Burhanul Islam (Suara NTB/dok)
SUARA NTB
Selasa, 20 Agustus 2019
Halaman 3
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB
Pemkot Mataram Launching Sekolah Lisan
Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram resmi meluncurkan sekolah lingkungan sampah nihil, Jumat (16/8) pekan kemarin. Hal ini implementasi dari program lingkungan sampah nihil (Nihil). Sekolah didorong mengelola sampah secara mandiri untuk mengurangi volume sampah di Kota Mataram. Peresmian program ini diawali dengan membersihkan Sungai Jangkok yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Mataram dan sejumlah siswa – siswi di Kota Mataram. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi menjelaskan, sekolah lisan tindaklanjut dari Peraturan Walikota Nomor 40 Tahun 2012 tentang program lingkungan sampah nihil. Program Lisan ini mendapatkan apresiasi atau penghargaan dari pemerintah pusat sebagai innovation world. Ruh dari penghargaan ini adalah upaya bersama mengurangi sampah. Pembentukan sekolah Lisan juga men-
indaklanjuti kebijakan pemerintah provinsi tahun 2023 tentang zero waste. “Dengan segala upaya kita akan mensukseskan program tersebut,” kata Irwan. Sejauh ini, program Lisan masih berlangsung dengan aktifnya 40 bank sampah di 50 kelurahan. Bank sampah ini membantu menyelesaikan persampahan terutama dari sisi pengurangan volume. Walaupun disadari aku Irwan, pengurangan sampah ini sangat gampang diucapkan. Tapi pelaksanaannya membutuhkan kerja keras. Karena, pengurangan sampah tidak lagi soal sarana dan prasarana, melainkan membangun persepsi atau mengubah mindset masyarakat. Volume sampah di Kota Mataram setiap hari mencapai 350 ton. Setelah LH mengevaluasi jangkauan pelayanan baru mencapai 83 persen. Sedangkan, sisanya 17 persen sampah belum dikelola. “Penanganan sampah di Mataram cukup baik dibandingkan kabupaten/ kota lain di NTB. Rata – rata 35 persen sampahnya sulit pengelolaannya,” tandasnya. Oleh karena itu, Sekolah
Lisan dibentuk sebagai implementasi dari program Lisan untuk memenuhi target pengurangan sampah 30 persen yang ditargetkan oleh pemerintah pusat. Untuk penanganannya dikurangi pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah dikelola atau dikurangi secara mandiri. Satu tahun terakhir ini LH membuat pola menargetkan sekolah bisa mengelola sampah secara mandiri. Pelaksanaan tahun pertama di 15 sekolah dapat mengurangi 15 – 20 ton sampah. Program zero waste dapat diterapkan dengan mengoptimalkan program sekolah Lisan. Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh mengaku, persoalan sampah adalah pekerjaan berat dihadapi di Kota Mataram. Seberapa besar anggaran dan ketersedian sarana – prasarana tetap saja. Pengananan sampah ini berkaitan dengan mengubah mindset masyarakat. Perlu mendorong kelompok masyarakat maupun sekolah melakukan upaya sama. “Tidak saja hanya 15 sekolah. Bila perlu semua sekolah didorong melaksana program ini. Kita akan bekerja keras untuk itu,” tandasnya. (cem/*)
Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh disaksikan Gubernur NTB, H.Zulkifliemansyah menandatangani prasasti persemian jembatan Dasan Agung pekan kemarin
Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh saat memberikan sambutan pada launching program sekolah lingkungan sampah nihil di Kelurahan Dasan Agung pekan kemarin.
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah membuka tirai sebagai tanda dilaunchingnya sekolah lingkungan nihil sampah di Kota Mataram pekan kemarin
Wawali Serahkan Hadiah Pemenang Latihan Keterampilan Baris Berbaris Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Daerah Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyerahkan hadiah dan atau piala penghargaan kepada latihan keterampilan baris berbaris. Lomba baris-berbaris dan pioneering pramuka merupakan bagian untuk memeriahkan Hari Pramuka tanggal 14 Agustus lalu. Mohan mengapresiasi kepala sekolah di Kota Mataram aktif memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa di masing – masing gugus mereka. Disamping itu, sekolah secara konsisten memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan-kegiatan kepramukaan. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kepala sekolah yang lain yang belum memiliki gugus-gugus pramuka, agar mereka mempersiapkan kegiatan-kegiatan pramuka yang merupakan bagi-
an dari kurikulum di sekolah masing-masing. “Saya harapkan sekolah lain juga mengikuti kegiatan serupa,” tandasnya, Senin (19/8). Menurut Mohan, kegiatan pramuka ini sangat penting. Pramuka merupakan salah satu pilihan di luar kegiatan akademik sekolah supaya menjadi salah satu instrumen untuk bisa membantu sekolah dalam rangka untuk membantu meningkatkan karakter anak. Kegiatan Kepramukaan mengarah untuk meningkatkan kualitas karakter anak, dan ini menjadi bagian untuk menambah ilmu yang mereka tidak dapat di sekolah. Dari kegiatan baris – berbaris menunjukan kekompakan dan semangat tim tanpa harus memaksakan kehendak pribadi dan juga memahami azas-azas dan memahami otoritas. “Memahami dan menghormati otoritas artinya memahami siapa pimpinan
Jadikan Sampah sebagai Kebutuhan Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengharapkan masyarakat harus menanamkan persepsi bahwa sampah adalah kebutuhan. Untuk mengubah pola pikir ini perlu secara perlahan. Karena, mindset ini tidak terlepas dari pengalaman, pendidikan dan tingkat pergaulan. “Dengan siapa kita bergaul akan terlihat bagaimana perilaku sehari – hari. Makanya, Kalau mau mengubah perlu perbaiki pendidikan dan perkaya dengan pengalaman,” pesan Gubernur saat menghadiri launching program Sekolah Lisan pekan kemarin. Gubernur mengaku, sempat hadir di tengah – tengah kelompok peduli sungai. Ternyata, masyarakat tidak butuh ceramah, tetapi dibutuhkan adalah bagaimana mengubah pola pikir. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan sampah di Kota Mataram khususnya dan NTB pada umumnya. Pemprov NTB akan mengirim 30 aktivis peduli sungai di hulu hingga hilir belajar ke Singapura.
Singapura sambung Gubernur, memiliki sungai yang jorok. Atas inisiatif serta kesadaran masyarakatnya mengubah sungai menjadi sumber penghidupan. Di sepanjang aliran sungai dijadikan tempat hiburan dan pusat kuliner. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. “Saya membayangkan sungai di Kota Mataram ini ramai dikunjungi sebagai pusat kuliner pada malam harinya,” harapnya. Bang Zul sapaan akrab Gubernur menegaskan, masyarakat juga harus berpikir bahwa bank sampah bukan tempat pembuangan sampah. Bank sampah ini harus dijadikan tempat untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Dia menginginkan dari bank sampah, masyarakat dapat menabung untuk biaya pendidikan anak – anak, pemenuhan kebutuhan hingga membiayai naik haji. “Harapan saya dari bank sampah ada warga bisa naik haji,” demikian Gubernur. (cem/*)
Wakil Walikota Mataram,H.Mohan Rolisakan berfoto bersama dengan anggota pramuka usai menyerahkan hadiah di halaman Kantor Walikota Mataram kita, siapa ketua kita itu harus kita taati, jangan hormati pimpinan atau ketua yang berada di luar kelompok kita.
Wakil Walikota Mataram,H.Mohan Roliskana memimpin upacara
Inilah semangat dari pramuka untuk bisa secara aktif melibatkan diri di dalam kegiatankegiatan yang berkaitan den-
gan bagaimana menciptakan kualitas generasi yang akan datang menjadi lebih baik,” tutupnya. (cem/*)
Wakil Walikota Mataram, menyerahkan hadiah kepada anggota pramuka.
Bersihkan sungai
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Waspadai Masuknya Anjing Rabies
(Suara NTB/rus)
Hultatang
KABUPATEN Lombok Timur (Lotim) mewaspadai masuknya anjing-anjing pembawa virus rabies. Terjadinya sejumlah kasus anak tergigit anjing seperti terakhir di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji menjadi atensi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim. Dikhawatirkan, anjing yang suka menggigit itu merupakan anjing rabies. Sejauh ini, sesuai hasil cek laboratorium sejumlah kasus gigitan anjing, Lotim masih aman. Akan tetapi, adanya kasus di Dompu membuat warga
Lotim perlu waspada. Kita perlu waspada masuknya anjing rabies ini,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim, Drh. Hultatang. Dikonfirmasi di kantornya, Senin (19/8) kemarin, Hultatang mengemukakan Lombok ini dikepung oleh daerah yang endemis rabies. Bali dan Sumbawa. Syukurnya, masih dibatasi oleh laut. Akan tetapi, lalu lintas manusia tidak bisa dihindari. Perlu diantisipasi sebaran anjing rabies ini di wilayahwilayah Pesisir. Lotim dengan Sumbawa dibatasi Selat Alas. Sepanjang pesisir Lotim ini tidak menutup kemungkinan akan didatangi warga pulau seberang dengan membawa anjing. Pemerintah sudah tegas melarang keras masuknya anjing dari daerah yang sudah ada kasus rabies menuju daerah yang bebas rabies. Akan tetapi, banyak yang tidak terpantau. Terhadap kasus-kasus gigitan, sambung Hultatang, Disnakeswan sudah membentuk tim reaksi cepat (TRC) dan petugas sudah diterjunkan ke lokasi gigitan. Biasanya yang dilakukan mengambil sampel pada anjing yang menggigit. Hasil pengambilan sampel pada sejumlah kasus yang terjadi sejauh ini Lotim masih bebas rabies.”Semua hasil laboratorium menunjukkan negatif,” klaimnya. Korban gigitan anjing biasanya langsung diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Terlepas apakah anjing yang menggigit merupakan rabies atau tidak. Terpenting ada upaya penyelamatan dini. Pasalnya, jika tergigit anjing rabies maka bisa berujung kematian. Langkah eliminasi anjing tidak sembarangan langsung bisa dilakukan. Perlu dilakukan seleksi. Kasus-kasus anak tergigit anjing di Lotim sejauh ini, karena anjingnya galak. Reaksi anjing cenderung karena merasa diganggu. “Wilayah teritorial anjing itu merasa terganggu, sehingga saat itulah anjing galak ini reaksi dan menggigit,” ucapnya. (rus)
(Suara NTB/ist)
TUNJUKKAN - Kades Rempung, Umar Ubaid menunjukan sertifikat dan piala penghargaan sebagai juara I dalam lomba Perpusdes tingkat nasional tahun 2019.
Desa Rempung Juara I Lomba Perpustakaan Nasional Tahun 2019 Selong (Suara NTB) Perpustakaan Desa (Perpusdes) Rempung Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berhasil meraih juara I dalam lomba perpustakaan desa tingkat nasional tahun 2019. Prestasi gemilang ini sekaligus menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Lotim dalam rangka memperingati hari jadi ke-124 dan HUT Desa Rempung ke-109 tahun 2019. Kepada Suara NTB, Senin (19/8), Kades Rempung, Umar Ubaid, mengatakan prestasi nasional yang diraih Perpusdes Rempung menjadi kado istimewa hari jadi Kabupaten Lotim ke-124 dan HUT Desa Rempung ke-109. Sehingga ke depan untuk 10 hingga 15 tahun yang akan datang terwujud suatu perubahan dengan lahirnya generasi-generasi cerdas dengan terbangunnya semangat literasi di kalangan kaum milenial serta semangat membaca dan menuntut ilmu. Perpusdes Rempung menjadi wadah berkumpulnya generasi-generasi muda untuk berkiprah dan mencari peluang kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga investasi melalui perpustakaan untuk 10 hingga 15 tahun yang akan datang. Apresiasi dan prestasi yang didapatkan ini menjadi motivasi untuk membangun segala potensi dan SDM yang ada di Desa Rempung, sehingga terwujudnya peningkatan kesejahteraan sosial. “Jadi perpustakaan kita jadikan sebagai wadah untuk berkumpulnya kalangan generasi muda dan masyarakat Desa Rempung,” jelasnya. Dikatakan Umar Ubaid yang juga Ketua Apdesi NTB, terdapat beberapa catatan yang diberikan oleh tim penilai lomba Perpusdes tingkat nasional. Catatan-catatan itupun menjadi motivasi bagi pengelola Perpusdes dan Pemerintah Desa Rempung untuk terus meningkatkan pelayanan dan minat baca bagi masyarakat. Sehingga buku-buku yang ada di Perpusdes Rempung tidak ada yang menganggur melalui program Perpusdes keliling dari dusun ke dusun yang lain di samping peningkatan jumlah kunjungan. Menanggapi prestasi yang diraih Perpusdes Rempung, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., mengatakan prestasi gemilang itu patut diberikan apresiasi dan reward. Keberhasilannya tidak hanya sebatas mengharumkan nama Kabupaten Lotim, namun sebagai wujudnya nyatanya telah membangun semangat literasi dan membaca masyarakat. Pasalnya dari membaca lahirlah SDM yang berkualitas, unggul dan pikiran-pikiran sehat serta positif bagi masyarakat. Maka dari itu, kata orang nomor satu di daerah ini, sudah semestinya pemerintah daerah memberikan reward atas kerja keras dan prestasi itu kepada Perpusdes Rempung. Misalnya, kata bupati, ketika Desa Rempung berhasil meraih juara I lomba Desa, Pemkab Lotim memberikan reward berupa mobil ambulans desa. Maka atas prestasi yang sekarang ini, dari Pemkab Lotim tentu akan memberikan reward. (yon)
Halaman 4
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah TNI Korban KKSB
Selong (Suara NTB) Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah saat tiba di rumah duka di Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Prajurit terbaik TNI AD dari Yonif RK 751/VJS ini diserahkan oleh pihak keluarga melalui upacara penyerahan kepada kesatuan TNI AD untuk dimakamkan secara militer. Upacara pemakaman dilakukan di Pemakaman Umum Selawing Desa Sakra Selatan, Senin (19/8) siang. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kasrem 162/Wirabhakti, Letnan Kolonel Infanteri Endarwan Yansori. Pada kesempatan itu, Kasrem, mengatakan Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah merupakan putra terbaik yang masuk dalam kesatuan TNI AD yang berdinas di Yonif 751/VJS gugur dalam melaksanakan tugas. Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah gugur tertembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kelompok Egianus Kogoya di kilometer 39 Jalan Trans WamenaHabema Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pada Jumat 16 Agustus 2019. Ia tertembak pada bagian pinggang dan sebelum meninggal pada 17 Agustus 2019 sempat mendapat perawatan medis di ICU RSUD Wamena. Sebelum masuk kesatuan TNI AD, Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah yang lahir di Sakra tanggal 24 Agustus 1996 sebelumnya mengenyam pendidikan di SDN 6 Sakra tahun 2008, Madrasah Tsanawiyah tahun 2011 dan Madrasah Aliyah (MA) tahun 2014. Selanjutnya masuk
militer dan sekolah calon Tamtama tahun 2015, pendidikan Rider tahun 2017. Semasa hidupnya berbagai penugasan dilaksanakan termasuk operasi rawan khusus di Provinsi Papua dan meninggal pada 17 Agustus 2019 setelah terjadi kontak senjata dengan KKSB Papua dalam operasi pengamanan. Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy,MM., mengatakan Pemkab Lotim turut berbela sungkawa atas gugurnya salah satu prajurit terbaik TNI AD yang berasal dari Kabupaten Lotim. Kehadiran pemerintah daerah dalam rangka mendoakan supaya amal ibadah semasa hidupnya diterima dan salah khilaf diampuni oleh Allah. Dalam sambutannya, mantan Dandim 1615/Lotim ini mengaku bangga terhadap perjuangan dan pengabdian yang dilakukan oleh, Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk berjuang mempertahankan NKRI. Untuk itu bupati meyakini salah satu putra terbaik dari Lotim ini patut disebut pahlawan. Dikatakan bupati, seorang prajurit TNI yang gugur dalam tugas insya Allah mati syahid dan gugurnya Almarhum Praka Anumerta Sirwandi
(Suara NTB/yon)
TABUR BUNGA - Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, menabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah di Pemakaman Umum Selawing Desa Sakra Selatan, Senin (19/8). M. Zahidillah tidak banyak didapatkan oleh prajurit TNI terlebih dimakamkan secara militer. Sebagaimana
Nabi Muhammad dan para sahabat berjuang untuk agama Islam untuk mengejar mati syahid. (yon)
Gili ’’Eco Trust’’ Bentuk DPK Lotim Gelar Bimtek Pengelola Perpustakaan SD/SMP Pengelola Sampah di Tiga Gili Selong (Suara NTB) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lombok Timur (Lotim) menggelar pembukaan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Pengelola Perpustakaan Sekolah Tingkat SD dan SMP di lingkup Pemkab Lotim. Kegiatan ini merupakan respons Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lotim atas permintaan dari DPK Lotim beberapa waktu lalu mengingat jumlah sekolah yang begitu banyak dan mendesaknya pengelolaan perpustakaan sekolah yang sesuai standar. Kegiatan dibuka Kepala BKPSDM Lotim, H. M. Isa, S.AP. Dalam sambutan pembukaannya, H. M. Isa menegaskan, pemerintah telah mencanangkan program pengembangan kualitas sumber daya manusia. Setiap daerah saat ini dituntut meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pelatihanpelatihan yang dipusatkan di BKPSDM. Oleh karena itu setiap daerah wajib menganggarkan kegiatan untuk pelatihan dari APBD. “Pada dasarnya BKPSDM ingin melibatkan semua sekolah untuk dapat mengikuti pelatihan, namun karena keterbatasan anggaran sementara ini hanya mengundang 80 peserta saja,” terangnya. Keberadaan perpustakaan di sekolah, ujarnya, menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting, mengingat melalui membaca dapat diraih cita-cita dikarenakan belajar yang identik dengan membaca baik membaca buku-buku pelajaran
(Suara NTB/yon)
BIMTEK - Kegiatan bimtek pengelolaan perpustakaan SD/SMP lingkup Pemkab Lotim, Senin (19/8). maupun fiksi dapat menambah tanggal 19 Agustus sampai denpengetahuan dan wawasan. gan 22 Agustus 2019 bertempat Oleh sebab itu perpustakaan di Gedung CAT BKPSDM Lomsekolah sebagai penyedia kole- bok Timur. Melalui kegiatan ini berujung ksi buku dan informasi lainnya harus berjalan dan dikelola pada peningkatan kualitas sumdengan baik, sehingga peran ber daya manusia berkat buku tenaga/pustakawan perpusta- yang dibaca di perpustakaan. kaan sekolah menjadi penting. Kedepan tentu harapannya agar Jika pengelola sudah memiliki BKPSDM dapat merencanakan kompetensi baik, maka perpus- lagi kegiatan serupa mengingat takaan yang dikelola pun akan masih banyak tenaga perpustamelayani dengan baik, tentu kaan sekolah dan jenis perpusakan banyak pustakawan di takaan lainnya yang belum sekolah maupun di luar sekolah mengikuti pelatihan ini. Sesuai yang mendapat manfaat serta slogan pemerintah, SDM Unggul Indonesia Maju, maka tentu memberi penilaian yang baik. Untuk itu, DPK Lotim se- peningkatan kualitas SDM penbagai instansi pembina merasa gelola perpustakaan di setiap perlu diadakannya pembekalan jenis perpustakaan menjadi keteknis kepada para pengelola butuhan yang perlu diprioritasperpustakaan sekolah. Kegiatan kan kedepan. Adapun narasumBimtek ini diikuti oleh 80 orang ber kegiatan ini dari DPK dan yang yang terdiri dari tingkatan Dinas Pendidikan dan KebuSD dan SMP dengan masing- dayaan Kabupaten Lombok masing jumlahnya 40 orang Timur dengan materinya mulai yang nantinya diharapkan dap- dari kebijakan hingga persoalan at menambah pengetahuan dan teknis pengelolaan perpustawawasannya setelah mengikuti kaan sekolah sesuai standar perbimtek selama 4 hari mulai pustakaan. (yon/*)
Tanjung (Suara NTB) Gili Eco Trust sebagai salah satu NGO pengelola sampah di 3 Gili cukup intens mengelola sampah hingga saat ini. Lembaga non profit ini sampai membentuk Eco Ranger yang disebar ke 3 Gili yang bertugas untuk memilah sampah. Sayangnya, geliat Gili Eco Trust masih belum maksimal lantaran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan mandek. Founder Gili ECO Trust, Delphine Robbe, dalam diskusi pengelolaan sampah bersama peserta kunjungan KFC Indonesia ke Lombok bersama DCA, Komunitas 1000 Guru, dan Media, Sabtu (17/8) mengungkapkan, pengelolaan sampah masih menjadi isu hangat sektor pariwisata tiga gili. Belakangan pihaknya menelurkan ide membentuk Eco Ranger yang bertugas untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait cara penanganan sampah. “Jadi kita ada ide Eco Ranger, dan sebelum gempa CocaCola senang kasih uang ke kita untuk Eco Ranger, tapi setelah gempa malah uang di kasih ke Lombok Utara, buka ke Eco Ranger,” kata Delphine. Saat ini, sambung dia, Eco Ranger mengajari semua masyarakat yang ada di 3 Gili untuk bisa memilah sampah setiap hari. Program ini sudah banyak mendapat atensi dan dukungan. Selain Coca Cola, ada pula donasi dari Singapura. Namun, meski ia siap memulai program Eco Ranger, tetapi dari pusat hingga saat ini belum menyelesaikan program pembangunan TPST Gili Trawangan.
Proyek TPST tersebut hanya sampai pada atap saja. Bahkan pengamatan Delphine, sejak Januari kemarin proyek TPST tidak dikerjakan lagi. “Padahal kita menunggu mereka untuk menyelesaikan atapnya, karena mesin sudah ada. Kalau sudah sedia TPST, kita sudah bisa mulai dari kemarin Eco Ranger ini,” tegasnya. Sejauh pengelolaan sampah oleh Gili ECO Trust, Delphine mengandalkan TPS yang berdekatan dengan TPA. Pengolahan sampai belum menyasar volume yang lebih besar, karena keterbatasan peralatan sebagaimana harapan bisa menggunakan peralatan TPST. Kendala yang ditemui sejauh ini, pihaknya masih kesulitan mengajak seluruh elemen di 3 Gili untuk mengelola sampah secara bijak. Di TPA misalnya, hampir setiap hari tumpukan sampah setempat di bakar. Padahal, risikonya bisa merusak paru-paru dan kulit. “Memang sekarang banyak teknologi, sampah residu itu bisa buat solar atau bensin,” imbuhnya. Gili Eco Trust, tambah dia, akan tetap membantu mengolah sampah yang dihasilkan masyarakat. Contohnya pada tahun 2020 mendatang, pihaknya sudah menyiapkan 2 ribu bak sampah untuk masyarakat Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. “Dan kita ada acara edukasi dan sosialisasi agar masyarakat bisa memilah sampahnya. Waktu tiga hari semua orang dari Gili ikut dan belajar. Kalau ada sosialisasi seperti ini, 10 persen saja, edukasi dan sosialisasi ini sangat baik sekali,” tandasnya. (ari)
Gugur Saat Tugas di Tanah Papua
Almarhum Praka Sirwandi Sempat Ingin Cuti Panjang untuk Bertunangan Gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri (Yonif) RK 751/VJS, Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah cukup mengejutkan pihak keluarga dan masyarakat di Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Dari pengakuan pihak keluarga, prajurit TNI yang lahir di Sakra 24 April 1996 ini sempat meminta cuti panjang untuk bertunangan dengan pujaan hatinya, Baiq Heliza. AYAHANDA korban, Baharudin, menuturkan anak pertamanya itu memiliki kepribadian yang baik dan religius. Terakhir berkomunikasi pada hari Rabu, 14 Agustus lalu. Diselingi guyonan yang cukup cair layaknya orang tua dan anak saat itu, anak pertamanya dari empat bersaudara itu menyampaikan bahwa pada akhir bulan Agustus ini dia ingin mengurus surat-surat cuti panjang dan pulang ke kampung halamannya untuk bertunangan dengan pujaan hatinya. “Anaknya terbuka, religius dan suka bercanda. Terakhir dia nelepon pada hari Rabu. Dia ingin mengambil cuti panjang,” terangnya saat ditemui Suara NTB di rumah duka di Dusun Selawing Desa Sakra
Selatan, Senin (19/8). Gugurnya buah hatinya setelah baku tembak saat mempertahankan NKRI pada 17 Agustus 2019 di tangan KKSB Papua. Pihak keluarga mengaku tidak ada firasat khusus yang dirasakan. Hanya saja ibunda tercintanya, Ramlah yang satu hari sebelum kejadian bermimpi sedang menanam tembakau yang merupakan pekerjaannya sehari-hari. Namun dalam mimpi itu salah satu tembakau yang ditanamnya tidak bisa berdiri dan kemudian tiba-tiba hanyut dan hilang. Akan tetapi, pihak keluarga menafsirkan bahwa mimpi itu sebatas bunga tidur dan tetap mendoakan ke empat anak-anaknya dalam keadaan baik-baik saja.
“Tidak ada firasat apapun. Hanya saja saya bermimpi menanam tembakau namun tembakau yang saya tanam itu tidak bisa berdiri kemudian hanyut,” jelasnya. Awal mengetahui insiden penembakan melalui pesan singkat pada hari Jumat 16 Agustus 2019. Pada saat itu kondisinya masih hidup dan sedang dirawat di rumah sakit setempat. Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah masuk menjadi anggota TNI pada bulan Agustus tahun 2014 dan saat ini sudah berdinas sekitar 4 tahun 8 bulan. Masuknya menjadi prajurit TNI berdasarkan informasi pembukaan Tamtama yang diketahuinya melalui internet kemudian mendaftar dan diterima. Sebelum berdinas di TNI, Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah sebelumnya mengenyam pendidikan di SDN 6 Sakra, MTs NW Lepak dan MA NW Lepak. Terkait insiden ini, pihak keluarga menganggap suatu musibah dan buah hatinya meninggal dalam tugas mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana tugas dan tang-
(Suara NTB/yon)
LIHAT JENAZAH - Baiq Heliza tak kuasa menahan tangis dan hampir pingsan saat melihat jenazah calon tunangannya Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah saat tiba di rumah duka di Dusun Selawing Desa Sakra Selatan, Senin (19/8). gung jawabnya pada profesi yang telah dipilihnya. Jenazah almarhum dimakamkan se-
cara militer di pekuburan umum Selawing Desa Sakra Selatan. (yon)
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Tata Kawasan Gili Gede PEMDA Lombok Barat (Lobar) mulai melakukan penataan kawasan wisata Gili Gede Kecamatan Sekotong. Tahap awal penataan kawasan ini, akan dibuka jalan sepanjang 5,5 kilometer yang menjadi poros di pulau itu. Rencananya pembukaan akses jalan ini akan mulai dikerjakan, Rabu (21/8) besok. Rapat teknis persiapan pengerjaan pembukaan jalan itupun sudah dilangsungkan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, Senin (19/8). Turut diundang anggota DPRD Lobar asal Sekotong untuk menyatukan pendapat. Termasuk kepala dusun dan kepala (Suara NTB/her) desa (Kades) setempat. I Made Arthadana “Rapat teknis itu untuk mendiskusikan langkah lebih lanjut ke tahapan pelaksanaan penataan Gili Gede di lapangan,” ujar Kepala Dinas PUPR Lobar, I Made Arthadana yang ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya panjang pengerjaan pembangunan badan jalan mencapai 5,5 kilometer dengan lebar 6 meter. Terdiri dari jalan poros yang membelah gili itu. Kemudian jalan yang melingkari pulau itu.”Jalan lingkar itu sudah terbangun sekitar 3-4 km, nah itu yang kita lanjutkan untuk jalan tuntas. Itu kurang lebih 15 Km,” sambungnya. Diakuinya segala tahapan sosialisasi sudah dilakukan pihaknya. Termasuk mengundang para investor terkait rencana pengembangan kawasan wisata Gili Gede itu. Sebab di tahun 2020 nantinya pihaknya akan melanjutkan pengembangan badan jalan yang dikerjakan tahun ini untuk menjadi jalan permanen. “Rencananya kita mau paving. Tapi bentuk jalan dulu karena itu kan gunung, kita bentuk dulu sekarang (jalan). Untuk talud jalan dan sebaginya kita rencanakan di 2020,” jelasnya. Pembentukan badan jalan inipun hanya mengadalkan swakelola. Pihaknya hanya mengeluarkan biaya BBM termasuk alat berat untuk membentuk badan jalan. Beberapa warga maupun investor yang lahannya terkena pembentukan badan jalan itupun sudah mau melepasnya secara sukarela.”Ada juga yang sampai sekarang orangnya (investor) belum ketemu. Ini kita sambil jalan sambil konsultasi,” ucapnya. Sedangkan pengembangan jalan di 2020 pihak sedang menghitung berapa anggaran yang butuhkan, sebab kemungkinan pengerjaannya akan dikontrakkan dengan pihak ketiga. “Sedang kita hitung sekarang. Kalau sudah berbentuk badan jalannya, kita usulkan dianggaran 2020,” imbuhnya. Iapun memastikan pengembangan kawasan itu sesuai dengan master plan yang dibuat pihaknya. Tentunya berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait terutama Dinas Pariwisata. (her)
SUARA PULAU LOMBOK
Anggaran Penanganan Kekeringan di Lobar Tersisa Rp20 Juta Giri Menang (Suara NTB) Daerah terdampak kekeringan di Lombok Barat (Lobar) semakin meluas dari sebelumnya 26 desa. Penambahan titik kekeringan ini di luar prediksi, karena sebelumnya ada desa belum pernah dilanda kekeringan, seperti halnya desa di Lingsar. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar H. M. Najib, mengaku, di tengah bertambahnya lokasi terdampak kekeringan ini, kondisi keuangan untuk penanganan droping air hanya tinggal Rp20 juta lebih, sementara musim kemarau diprediksi terjadi hingga bulan depan. ‘’Untungnya dalam droping air ini, BPBD dibantu oleh pihak terkait seperti Polres Lobar, Damkar dan PDAM. Di samping itu rencananya ada bantuan CSR dari Bank NTB Syariah yang nantinya bisa menanggulangi penanganan kekeringan ini,’’ ujarnya, Senin (19/8). Meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan di Lobar, ujarnya, terdeteksi dari banyaknya desa yang bersurat ke BPBD maupun pihak terkait lainnya untuk permohonan bantuan distribusi air
yang belum berani dibayarkan. Namun pertemuan yang berlangsung Jumat (16/8) lalu belum menemui titik terang. “Tapi kami sudah ketahui berbagai macam permasalahannya,” ungkapnya akhir pekan kemarin. Menurutnya dalam pertemuan terbatas internal pihaknya juga sudah sempat mengundang pihak Pemprov NTB. Bahkan dari hasil komunikasi dengan Gubernur, pihak Provinsi yang akan kembali mengelar pertemuan dengan masyarakat.”Soalnya tidak bisa kalau disaya (di Pemkab), karena melibatkan pihak provinsi, jadi Pak Gubernur kami harapkan fasilitasi,” sambungnya. Pihaknya berharap Pemprov NTB bisa segera mengelar rapat dengan warga tersebut. mengingat rencana pelaksanaan grounbreaking yang akan digelar Agustus ini. Sementara Kepala Desa Bukit Tinggi, M Mutakin mengatakan
bershih. Bahkan di luar permintaan resmi melalui surat pun banyak masuk ke BPBD. Untuk menanggulangi anggaran yang tinggal Rp 20 juta ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bank NTB Syariah agar menyalurkan CSR dalam bentuk bantuan air bersih. Kasi Logistik BPBD Lobar, H Tohri menamhahkan, daerah terdampak kekeringan meluas hingga 26 desa tersebar di tujuh kecamatan. Jumlah kecamatan yang terkena kekekeringan pun bertambah satu, menyusul Lingsar yang sebelumnya tak masuk data terdampak kekeringan justru kali ini masuk bersama Kecamatan Sekotong, Lembar, Kuripan, Gerung, Gunungsari dan Batulayar. Daerah terdampak kekeringan ini diprediksi bakal terus meluas menyusul musim kemarau ini diperkirakan oleh BMKG hingga awal bulan depan.
(Suara NTB/her)
KEKERINGAN – Lahan pertanian di Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan yang gagal tanam akibat dilanda kekeringan. Sejauh ini 26 desa yang terdampak kekeringan sudah didroping air bersih. Desa yang didroping air ini tidak hanya meminta resmi ke pemda, namun ada
Koalisi ”Sopoq Angen” Kuasai Hampir Semua Fraksi di DPRD Lobar Giri Menang (Suara NTB) Koalisi “Sopoq Angen” yang terdiri dari beberapa partai pengusung Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dan Hj. Sumiatun pada Pilkada lalu ber-
Bupati Minta Gubernur Fasilitasi Persoalan Relokasi Warga Giri Menang (Suara NTB) Warga terdampak proyek pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari meminta segera direlokasi. Lantaran mereka mempertanyakan kejelasan soal relokasi yang sejauh ini belum jelas. Menyusul rencana groundbreaking yang kabaranya akan dilakukan Agustus ini. Untuk memfasilitasi terkait relokasi ini, pemda sudah melakukan upayaupaya, namun belum ada titik terang, sehingga diharapkan gubernur turun tangan memfasilitasi persoalan ini. Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengatakan pihaknya sudah mencoba memfasilitasi pertemuan antara warga dengan BPN. Di mana di dalamnya dibahas berbagai permasalahan yang ditemui, baik dari pembayaran lahan, relokasi hingga dugaan pengklaiman tanah kehutanan
terkait rencana groundbreaking yang akan dilakukan oleh provinsi dan BWS bulan ini, pihaknya mendesak agar segera merelokasi warga yang terdampak sebanyak 77 KK yang tersebar di tiga dusun antara lain di Dusun Murpadang sekitar 22 KK, Dusun Batu Kemalik 50 KK. Sejauh ini sudah ada kesiapan pemda untuk memfasilitasi warga dengan pemilik lahan agar tidak terjadi gap harga yang tinggi antara zona 1 dan 2. Sedangkan warga yang terdampak ini ada di zona 3. Sementara lanjut dia, warga yang ada di zona 3 nilai ganti ruginya sangat minim, sehingga warga sangat kesulitan untuk membeli lahan tersebut. Bagi warga yang memiliki banyak lahan dan menerima ganti rugi tinggi, tak akan kesulitan. Namun berbeda denga warga yang tak punya lahan banyak dan hanya memiliki pekarangan rumah saja sangat kesulitan. (her)
hasil menguasai sekitar 80 persen kursi di DPRD Lobar. Dengan menguasai fraksi di dewan, diperkirakan akan memudahkan komunikasi dan kebijakan ekskutif dan legislatif, karena didukung oleh suara dominan di legislatif. Ditanya soal eskalasi penentuan unsur pimpinan dan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan semua anggota DPRD Lobar memilik hubungan yang strategis dengan pemerintah daerah. Persoalan koalisi yang ada di internal DPRD Lobar, bupati mengaku tidak tahu menahu soal koalisi itu. “ Saya tidak ikut-ikutan. Mungkin ini wabup, karena Ibu Wabup, ketua partai,” ujarnya. Sebagai bupati pihaknya tidak melihat koalisi itu, baginya semua anggota sama, pihaknya tidak tahu kenapa koalisi di kursi DPRD Lobar bisa dinamakan koalisi Sopoq Angen. Sementara anggota DPRD Lobar, H. Ahmad Zaenuri mengatakan dengan kekuatan partai politik yang dimiliki oleh ekskutif, akan membuat pemerintahan Fauzan – Sumiatun memiliki amunisi yang kuat. “Karena partai-partai yang bergabung dalam koalisi Sopoq Angen menjadi kekuatan ekskutif,” kata Zaenuri. Partai yang tergabung dalam koalisi Sopoq Angen yaitu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, PPP, Partai Nasdem, PAN, PDIP, Partai Berkarya dan PKPI
memiliki 30 anggota di dewan. “Kami solid untuk menentukan kursi pimpinan alat kelengkapannya dewan nantinya,” imbuh dia. Dari hasil rapat internal yang sudah dilakukan oleh partai pengusung pasangan Zaitun, beberapa alat kelengkapan dewan yang ada di DPRD Lobar akan diisi oleh anggota DPRD dari partai pengusung. Di mana jatah pimpinan sudah dibagi, dan para anggota DPRD Lobar ini juga sudah menerima keputusan dari ketua partai mereka masing-masing. Hasil rapat internal, jatah kursi pimpinan untuk AKD DPRD Lobar untuk pimpinan Komisi-komisi di DPRD Lobar yaitu, Partai Golkar, PPP, PKS dan Partai Berkarya. Begitu juga untuk AKD yang lainnya, seperti Ketua Badan Legislasi diberikan kepada PAN. Kemudian Ketua Badan Kehormatan (BK) diberikan kepada PDI-P. ‘’Kalau Badan Musyawarah dan Badan Anggaran, sifatnya ex officio masuk unsur pimpinan yang empat. Kita sudah solid dan akan memperjuangkan hasil kesepakatan ini, dalam rapat Tata Tertib DPRD Lobar,” tegas politisi PKPI ini. Melihat dari jumlah ini, ada dua partai besar yang tidak kebagian kursi pimpinan AKD, yaitu Partai Gerindra dengan jumlah kursi lima dan PKB dengan jumlah kursi empat.” Dua partai itu, tidak kebagian, karena sudah habis kita bagi,” tegasnya. (her)
Yatofa Bodak Mencari Penerus? Nama Yayasan Attohiriyah Al-Fadhiliyah (Yatofa) Bodak Desa Montong Terep Praya Tengah cukup familiar dengan dunia perpolitikan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Meski tidak ikut terlibat dalam politik praktis secara langsung, pergerakan dan pilihan politikYatofa Bodak setiap agenda politik digelar di daerah ini, selalu dinanti. Baik itu agenda politik nasional berupa pemilihan umum (pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung yang sudah digelar sejak tahun 2005 silam. DENGAN basis masa cukup kuat dan militan, banyak tokohtokoh politik di daerah ini bahkan nasional yang kerap meminta dukungan Yatofa Bodak untuk memenangi kontestasi politik. Bahkan sejak sepuluh tahun terakhir Yatofa Bodak semakin lekat dengan politik Loteng sejak terpilihnya kader terbaik mereka H. M. Suhaili FT, sebagai Bupati Loteng pada tahun 2010 lalu dan berpasangan dengan H. L. Normal Suzana. Kemenangan yang cukup manis, karena berhasil mengungguli calon kepala daerah incumbent kala itu, H.L. Wiratmaja serta H.L. Suprayatno, yang samasama maju sebagai calon Bupati Loteng. Di mana keduanya sebelumnya, merupakan pasangan Bupati dan Wabup Loteng periode 2005-2010. Tidak hanya di pemerintahan, di legislatif Yatofa Bodak juga berhasil mengirim dua kadernya, yakni H. M. Humaidi di DPRD NTB serta H. Achmad Puaddi FT, di DPRD Loteng. Raihan yang kembali diraih pada gelaran Pilkada 2015, H.M. Suhaili FT., yang berpasangan dengan L. Pathul Bahri, S.IP., kala itu terpilih sebagai Bupati dan Wabup Loteng. Di legislatif, lebih dulu di Pemilu 2014, selain kembali mengirim H.M. Humaidi dan H. Achmad Puaddi FT., di posisinya, Yatofa Bodak juga mengirim satu kader perempuannya di
DPRD Loteng, Hj. Farhiyah. Bahkan, H. Achmad Puaddi FT., kemudian ditunjuk oleh Partai Golkar untuk mengisi jabatan Ketua DPRD Loteng. Hal inilah yang menempatkan kader Yatofa Bodak menduduki dua posisi strategis di daerah ini sekaligus mencatatkan sejarah baru di Loteng, jika pasangan kakak dan adik menduduki posisi puncak pemerintahan dan di legislatif pada periode yang sama sekaligus. Sayang, catatan manis Pemilu 2014 gagal diulangi di gelaran Pemilu 2019 lalu. H.M. Humaidi yang didampuk maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR pusat, gagal. Sejumlah kader Yatofa Bodak yang ditempatkan untuk bertarung sebagai caleg DPRD Loteng juga mengalami hal serupa. Termasuk Hj. Farhiyah sendiri, harus rela tereliminasi. Hanya, H. Achmad Puaddi FT., yang berhasil maju sebagai anggota DPRD NTB. Raihan tersebut, melengkapi kegagalan pada Pilkada NTB tahun 2018. Di mana, H.M. Suhaili FT, yang berpasangan dengan H. Muh. Amin, juga gagal meraih kursi NTB 1 dan NTB 2. Kini satu agenda politik akbar Loteng sudah di depan mata, Pilkada Loteng 2020. Dan, bisa jadi inilah ujian pamungkas bagi terhadap eksistensi politik yayasan yang konsen
Halaman 5
juga yang tidak bersurat namun tetap disuplay air. Sampai saat ini pihaknya sudah melakukan droping air sekitar 15 tangki dengan kapasitas satu tangki seki-
tar 5 ribu liter dan 24 tandon berisi 1.250 liter per tandon. Untuk droping air menggunakan tandon pihaknya menyasar sekitar wilayah Kuripan. (her)
Audit Kasus Alsintan Loteng
BPKP Tak Temukan Kerugian Negara Praya (Suara NTB) Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, telah menyelesaikan audit investigasi terkait kasus penyaluran Alat Sistem Pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun 2017. Hasilnya, BPKP Perwakilan NTB tidak menemukan indikasi kerugian negara dalam proyek tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, Agung Kunto Wicaksono, S.H., Senin (19/8). “Laporan dari BPKP Perwakilan NTB terkait hasil audit program penyaluran bantuan alsintan sudah kami terima. Dan, BPKP menyatakan tidak ditemukan adanya indikasi kerugian negara dalam proyek senilai lebih dari Rp 5 miliar tersebut,” sebutnya. Diakuinya, ada temuan indikasi penyimpangan dalam penyaluran bantuan tersebut. Tetapi itu lebih bersifat administrasi saja dan tidak berupa penyimpangan yang bisa diproses secara hukum. Artinya, kalaupun harus diberikan sanksi itu hanya sanksi administrasi. Dan, dalam hal ini pihaknya tidak punya kewenangan untuk memproses pelanggaran yang bersifat administrasi. “Itu nantinya menjadi ranahnya pemerintah daerah. Apakah nanti Dinas Pertanian ataupun Inspektorat yang menindaklanjuti,” imbuhnya. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah soal tindak lanjut hasil audit yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan NTB supaya jelas seperti apa tindak lanjutnya, karena BPKP Perwakilan NTB juga
mempertanyakan kebermanfaatan program bagi masyarakat, khusus para petani. Apakah benar-benar bermanfaatnya atau tidak. Paling tidak bagi kelompok tani penerimn bantuan alsintan. Kasus penyaluran bantuan alsintan mulai diselidiki Kejari Loteng sejak akhir tahun 2017 silam. Setelah ada laporan dari masyarakat soal adanya indikasi penyimpangan dalam program tersebut. Selain dugaan permainan fee untuk bisa ditetapkan sebagai penerima bantuan alsintan, ada juga indikasi penyalahgunaan pemanfaatan alsintan. Setelah melakukan penyelidikan, Kejari Loteng kemudian meminta bantuan BPKP Perwakilan NTB untuk melakukan audit investigasi guna mencari tahu apakah ada indikasi penyimpangan dalam progam tersebut. Permintaan audit sudah diajukan pada akhir tahun 2018 lalu. Namun BPKP Perwakilan NTB tidak langsung turun kala itu, karena terkendala anggaran yang sudah terbatas. Lalu seperti apa langkah selanjutnya dari Kejari Loteng? Agung mengatakan akan dikoordinasikan dengan pimpinan. “Hasil audit kan sudah kita terima. Soal tindaklanjutnya seperti apa, nanti akan dikoordinasi dengan pimpinan (Kajari Loteng, red),” tegasnya. Disinggung proses audit kasus bantuan benih kedelai, Agung mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun melakukan audit. Pihaknya sudah bersurat sebanyak tiga ke BPK RI. Namun sampai saat ini tim audit dari BPK RI belum juga turun. (kir)
Persidangan Mantan Camat Prabarda Ditarget Tuntas Akhir September (Suara NTB/ist)
(Suara NTB/kir)
(Suara NTB/ist)
H. Humaidi
H. Achmad Puaddi
Ferdian Elmiansyah
pada pengembangan dunia pendidikan serta kesehatan tersebut. Setelah deretan kegagalan yang diraih sebelumnya. Persoalannya kemudian, H.M. Suhaili FT, Bupati Loteng yang juga Ketua DPD I Partai Golkar NTB yang merupakan pigur sentral politik Yatofa Bodak, dipastikan tidak akan maju lagi. Karena terbentur aturan masa jabatan kepala daerah dua periode. Lalu pertanyaan siapa pigur dari Yatofa Bodak yang layak diusung di Pilkada Loteng mendatang, setelah H.M. Suhaili FT., lengser? Cukup banyak yang disebutsebut layak diusung. Namun pada akhirnya hanya tiga nama yang mencuat. Ketua DPD II Partai Golkar, H.M. Humaidi, Ketua DPRD Loteng sekaligus Caleg DPRD NTB terpilih, H. Achmad Puaddi FT serta Ferdian Elmiansyah ”sang putra mahkota”. Meski mengaku masih menunggu perintah keluarga besar Yatofa Bodak serta aspirasi dari masyarakat, ketiganya memang disebut cukup berhasrat maju di Pilkada Loteng. “Secara pribadi jika memang diperintahkan oleh masyarakat dan didukung keluarga besar (Yatofa Bodak,red), saya siap
maju,” tegas H. Achmad Puaddi FT., Sabtu (17/8) kendati harus melepas kesempatan menjadi anggota DPRD NTB, sebagai konsekuensinya. Pernyataan yang juga hampir sama dilontarkan H. M. Humaidi maupun Ferdiansyah, di beberapa kesempatan. Namun kembali lagi, bisa tidaknya satu di antara ketiganya maju di Pilkada Loteng mendatang akan sangat tergantung keputusan pembina sekaligus pimpinan Yatofa Bodak, TGH. Fadli FT. Selaku kakak tertua, keputusan TGH. Fadli FT akan sangat menentukan arah politik Yatofa Bodak di Pilkada Loteng mendatang. Terlebih sebelumnya, TGH. Fadli FT., pernah menyatakan kalau Yatofa Bodak tidak akan mengusung kadernya di Pilkada Loteng mendatang, karena sudah merasa cukup puas dengan kepemimpinan dua periode H.M. Suhaili FT. Namun politik tetaplah politik. Semua masih sangat terbuka dan mungkin. Sejumlah pengurus Partai Golkar menyebutkan tidak menutup kemungkinan ada kader Yatofa Bodak yang bakal maju di Pilkada Loteng. Tapi apakah maju sebagai calon
Bupati ataukah calon wabup itu yang masih jadi tanda tanya. “Soal pilihan posisi, kita masih sangat fleksibel. Bisa Bupati, bisa juga Wabup,” kata sumber Suara NTB di internal Partai Golkar. Soal kendaraan politik, tidak sulit bagi kader Yatofa Bodak. Partai Golkar tentunya menjadi partai terdepan yang siap mengusung kader yang diutus Yatofa Bodak nantinya. Meski diinternal pengurus Partai Golkar juga ada beberapa di antaranya yang menyatakan juga siap bertarung memperebutkan dukungan Partai Golkar untuk maju di Pilkada Loteng mendatang. “Prioritas utama tetap kader partai. Dan, Partai Golkar tidak kekurangan kader untuk diusung di Pilkada Loteng mendatang,” aku Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H.M.Suhaili FT, soal figur yang akan diusung di Pilkada Loteng mendatang, sebelumnya. Pernyataan tersebut sekaligus mengisyaratkan bahwa Partai Golkar bisa dipastikan bakal mengusung kader sendiri. Dan, tidak menutup kemungkinan kader yang diusung tersebut merupakan kader Yatofa Bodak yang memang sudah lekat dengan Partai Golkar. (kir)
Praya (Suara NTB) Proses persidangan kasus dugaan penyimpangan dana marbot masjid dengan terdakwa mantan Camat Praya Barat Daya (Prabarda), Kamarudin, S.H., sampai saat ini masih berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Jika semua berjalan sesuai rencana, proses persidangan ditarget tuntas akhir bulan September mendatang. Demikian diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Loteng, Agung Kunto Wicaksono, S.H., kepada Suara NTB, Senin (19/ 8). Ia menjelaskan, untuk saat ini pemeriksaan masih difokuskan pada pemeriksaan para marbot masjid selaku saksisaksi penerima dana dan terakhir pemeriksaan saksi ahli. “Untuk saksi penerima dana dalam hal ini marbot masjid, kemungkinan tidak seluruhnya akan diminta keterangan. Hanya sekitar 10 orang dari 86 marbot masjid yang ada di Kecamatan Praya Barat Daya. Sisanya dari saksi ahli dan saksi terkait dari unsur pemerintah daerah,” tegasnya. Disinggung fakta persidangan yang sudah diperoleh, Agung mengaku masih berproses. Namun memang diakuinya, kalau proses penyaluran dana insen-
tif marbot masjid di Kecamatan Praya Barat Daya sejak awal sudah bermasalah. Di mana untuk penyaluran tahap pertama itu sudah terlambat. Padahal di kecamatan lain, penyalurannya tepat waktu. Akibat keterlambatan penyaluran tersebut, berimbas pada penyaluran tahap kedua dan ketiga yang justru ternyata tidak disalurkan oleh terdakwa. “Jadi kalau melihat runutan kasus berdasarkan keterangan para saksi yang sudah dimintai keterangan, kasus ini memang sudah bermasalah sejak awal,” ujarnya. Soal adanya pengakuan terdakwa bahwa uang insentif marbot tersebut hilang, sehingga belum sempat disalurkan ke penerima, Agung menegaskan terdakwa boleh saja beralibi seperti itu. Tapi nanti fakta persidangan yang akan menjelaskan kronologis kejadian sesungguhnya sesuai keterangan saksi penerima maupun saksi ahli. Toh, kalaupun kemudian uang insentif tersebut hilang, seharusnya terdakwa bisa menjelaskan kepada penerima dan pastinya terdakwa melapor ke aparat berwajib perihal hilangnya uang tersebut. Tetapi yang terjadi justru, terdakwa mengaku kalau uang tersebut hilang setelah kasus tersebut mencuat ke publik. (kir)
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Banyak Calon Sowan ke Kyai Zul Taliwang (Suara NTB) Rebutan pengaruh dan dukungan dari Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM oleh para calon yang akan maju bertarung di Pilkada 2020 mendatang tampaknya mulai terjadi. Sejumlah bakal calon yang ingin maju diungkapkan Kyai Zul sapaan akrab bupati pertama KSB ini telah mendatanginya. “Iya sudah banyak yang datang ke saya. Dan sebagai orang tua di KSB ini mereka saya dukung semuanya,” kata Kyai Zul kepada wartawan usai menghadiri acara pelantikan anggota (Suara NTB/bug) DPRD KSB, Senin (19/8). KH. Zulkifli Muhadli Ia menjelaskan, mereka (para bakal calon maju Pilkada) datang dari berbagai kalangan. Mulai dari politisi, tokoh masyarakat hingga ulama, termasuk calon petahana atau pasangan bupati dan wakil bupati menjabat saat ini telah bertemu dengannya. “Ya semuanya pasti ada bahas Pilkada, tapi masih secara umum. Bahkan dengan petahana, kan barusan makan sama-sama juga,” sebutnya. Terhadap para calon yang mendatanginya, Kyai Zul, tampaknya belum mau menjatuhkan pilihan dukungannya. Ia mengaku sementara ini dirinya lebih memposisikan diri sebagai “orang tua” kepada anaknya. Kyai Zul akan terus memantau bagaimana sepak terjang para calon dalam beberapa waktu ke depan berkompetisi meraih simpati dan dukungan masyarakat menuju Pilkada 2020 nanti. “Nasehat saya ke mereka siapa pun berminat raih simpati masyarakat. Itu kuncinya,” tegasnya. Dirinya akan mendukung siapa saja calon yang mampu menawarkan program terbaik bagi masyarakat dan kemajuan KSB ke depan. Karena itu ia berpesan, bagi setiap figur yang berminat maju buatlah tawaran program sebaik mungkin dengan hitungan realistis. “Kalau sekarang saya tidak elok menyatakan dukung siapa. Kan Pilkada masih lama, tapi yang jelas saya pasti dukung yang programnya paling bagus,” tegasnya. Kyai Zul juga dimintai pandangannya terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati KSB saat ini. Secara pribadi ia menilai sudah cukup baik, meski tak ditampiknya masih ada kekurangan dalam beberapa hal. Menurutnya di atas kertas sebagai calon petahana pastilah memiliki kans paling besar memenangkan kontestasi. Tetapi lanjut dia, pasangan petahana dalam periode kedua terkadang tidak bisa bersatu. Penyebabnya selain hitungan politis juga soal kemampuan keduanya menyiapkan amunisi berupa program baru. (bug)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Proyek Sarana Belajar Senilai Ratusan Juta Terancam Hangus Sumbawa Besar (Suara NTB) Satu paket proyek di Kabupaten Sumbawa yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dikhawatirkan gagal tahun 2019 ini. Kekhawatiran ini lantaran batas terakhir pelaporannya pada tanggal 21 Agustus mendatang. Paket dimaksud yakni paket pengadaan sarana belajar SKB di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat. Paket dengan nilai pagu Rp357. 857.000 tersebut sebelumnya tender cepatnya sempat gagal karena tidak adanya penyedia yang memasukkan penawaran. Saat ini, tender kedua sedang diproses di Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa. Kabag LPBJP Setda Sum-
bawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M. Eng mengakui lelang cepat paket tersebut sempat gagal. Mengingat tidak ada penyedia yang memasukkan penawaran dari 7 penyedia yang sebelumnya mendaftar. Paket kemudian dilakukan tender cepat ulang karena memungkinkan dari segi waktu. “Gagal tender dia karena tidak ada yang memasukkan penawaran. Kita tender kembali hari Jumat kemarin. Ini tender cepat dan memu-
ngkinkan dari segi waktu. Sekarang ada 8 yang mendaftar tapi belum ada yang memasukkan penawaran, Besok baru kita tahu,” ujarnya, Senin (19/8). Dijelaskannya, jika nantinya terdapat penyedia yang memasukkan penawaran dan memenuhi syarat, maka langsung ditentukan pemenangnya. Tetapi jika kembali terjadi gagal tender, dalam aturannya bisa dilakukan penunjukkan langsung (PL) tergantung waktu
yang ada. Namun paket tersebut batas terakhir pelaporannya tanggal 21 Agustus mendatang. Sehingga untuk kepastian paket nantinya tergantung dari instansi pengelola DAK. “Kalau berdasarkan jadwal di PMK itu tanggal 21 Agustus. Tinggal bagaimana di OPD nya. Kami hanya melakukan lelang. Kami sudah tender cepat pertama kemarin dan gagal. Dan sekarang tender cepat kedua. Kalau tender kedua gagal, tinggal apakah terancam atau tidak bisa dilaksanakan langsung dinas terkait yang bisa menyampaikan. Mungkin juga mereka punya solusi atau apa,” pungkasnya. (ind)
(Suara NTB/ind)
Pipin Shakti Bitongo
Akan Dibentuk, Tim Garap Cagar Budaya di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Cagar budaya yang ada di Kabupaten Sumbawa belum terdaftar secara resmi di database Kementerian. Menyikapi hal ini, Pemkab setempat berencana membentuk tim guna pendataan dan pengusulan kedepannya. Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si menyampaikan, Sumbawa sudah memiliki SK Bupati tahun 2010 tentang cagar budaya. Tetapi cagar budaya yang ada belum terdaftar dalam data pokok Kebudayaan Pusat. Supaya (Suara NTB/arn) cagar budaya ini terdaftar H. Junaidi maka harus segera diusulkan ke pusat. Hanya saja pengusulannya tidak bisa dilakukan secara langsung oleh OPD terkait. Tetapi persyaratannya harus membentuk tim pendata cagar budaya. Tim ini anggotanya 11 orang dari unsur sejumlah OPD terkait dan tokoh masyarakat. “Tidak bisa dilakukan oleh Dikbud sendiri, tapi ada beberapa OPD lain diantaranya Pariwisata, PRKP dan ada tokoh masyarakat. Ini sifatnya karena melibatkan banyak unsur, maka itu dibutuhkan dukungan anggaran sehingga belum kita bentuk kemarin. Tim ini Insya Allah dalam waktu dekat akan kita bentuk,” ujarnya. Selain tim pendataan, pihaknya juga harus membentuk tim ahli cagar budaya yang nantinya berkewajiban untuk mengusulkan data cagar budaya yang dikumpulkan oleh tim pendataan. Tim ahli ini rencananya beranggotakan 7 orang. Dua diantaranya dari arkeolog dan sisanya dari budayawan. Pihaknya berharap setelah dua tim ini terbentuk dan bekerja, data cagar budaya bisa segera sampaikan ke pusat. Supaya seluruh cagar budaya yang dimiliki bisa terekam dalam database atau data pokok kebudayaan. “Itu salah satu cara kita untuk bisa mendapatkan dukungan pusat. Karena memang SK Bupati kaitan dengan cagar budaya sudah terlalu lama tahun 2010. Tetapi kita coba benahi kembali,” jelasnya. Dijelaskannya, Bappeda selain perannya mengkoordinir program di OPD terutama terkait perencanaan dan pengembangan kedepan, juga akan mengoptimalkan perannya di kepengurusan tim koordinasi Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Sumbawa. Karena tahun ini tersedia anggaran untuk operasional tim tersebut. “Pertama ada kaitan dengan bagaimana kita aktif selaku anggota JKPI sehingga kita siapkan sekretariat di eks Kantor DPRD. Kedua kaitan dengan biaya operasional teman-teman yang masuk di sekretariat, kemudian termasuk rapat koordinasi. Insya Allah mulai tahun ini kita akan aktifkan peran kepengurusan dari JKPI,” kata H. Jun. Diharapkan nantinya, dua tim yang dibentuk bersamabersama melalui JKPI bisa mempercepat Sumbawa sebagai salah satu Kota Pusaka Indonesia. Bahkan Bappeda dalam tahun ini juga berupaya memfasilitasi seluruh komponen terkait dari OPD maupun budayawan. Hal ini akan terus didorong dan digalakkan kedepannya. (arn)
Enam Pengelola Website OPD Terbaik Dapat Penghargaan Sumbawa Besar (Suara NTB) Enam orang admin pengelola wabsite terbaik telah diberikan penghargaan oleh Bupati Sumbawa dalam lomba pengelola website perangkat daerah terbaik yang digelar Dinas Kominfotik Sumbawa sebagai salah rangkaian HUT RI. Kepala Bidang Teknologi Informasi Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa, Baiq Rahmi Iryana selaku Ketua Tim Evaluator menyampaikan ada beberapa indikator penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi pengelolaan website perangkat daerah. Yaitu kualitas isi situs termasuk database perangkat daerah, kualitas fitur situr, kualitas informasi layanan publik dan inovasi. Lomba ini merupakan kelanjutan dari pembangunan website perangkat daerah integrated di portal sumbawakab.go.id. Adapun penerima penghargaan dan hadiah pembinaan dari Bupati Sumbawa terkait dengan Lomba Pengelola Website Perangkat Daerah adalah admin Hendra Kusnaini dari Bapelitbangda, Adam Mawijul Dzariaat dari BPBD, Salmah dari Dinas Popar, Firmansyah dari DPMPTSP, Abdul Gafur dari DP2KBP3A dan Sari Kaspari dari Dinas Dikbud. Diketahui sebelumnya, dalam rangka meningkatkan gairah kinerja para admin website organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumbawa, sekaligus menyemarakkan 74 Tahun Kemerdekaan RI, Dinas Kominfotik Sumbawa menyelenggarakan Lomba Pengelola Website Perangkat Daerah. Bertepatan dengan malam resepsi dan tasyakur peringatan HUT ke-74 RI,para pemenang Lomba diumumkan.Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc memberikan penghargaan kepada enam pengelola website terbaik bersamaan dengan pemenang lomba-lomba lainnya. (arn)
(SuaraNTB/ils)
OLAH TKP - Tim Ditlantas Polda NTB saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tabrakan maut di Simpang Empat jalan TGKH ZAM, KSB.
Tabrakan Maut
Pengemudi Mobil Jadi Tersangka
Taliwang (Suara NTB) Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat, akhirnya menetapkan satu orang tersangka terkait kasus tabrakan maut yang terjadi di jalan TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (ZAM). Kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang korban (satu keluarga) itu, saat ini juga menjadi atensi Polda NTB untuk segera dituntaskan. Kapolres KSB AKBP Mustofa S.IK., MH, Senin (19/8) mengatakan, memang dalam penanganan kasus tabrakan maut saat ini sudah ada tersangkanya yakni pengemudi mobil berinisial AD (43) dan saat ini sudah mulai dilakukan penahanan di Mapolres. Proses penetapan tersangka
dalam kasus ini butuh proses yang panjang karena minimnya keterangan saksi pada saat tabrakan tersebut terjadi. Kendati demikian, penetapan tersangka ini dilakukan agar ada kepastian hukum bagi keluarga yang ditinggalkan oleh para korban. Karena pada prinsipnya, Kasus tersebut terjadi karena diduga kuat pengendara mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil olah tempat kejadian yang dilakukan oleh unit laka lantas belum lama ini, dimana mobil itu diketahui berada dalam posisi gigi empat. Itu artinya kecepatan mobil bisa mencapai angka 80 kilometer per jam, kalau di bawah gigi empat ada kemungkinkan laju kendaraan tidak tinggi. Selain
proses tersebut, hari ini (kemarin, red) tim dari Polda juga sudah turun untuk memastikan kecepatan mobil, sehingga penanganan lanjutan tersebut kasus tersebut tidak ada masalah. “Memang sudah ada tersangka dalam kasus tersebut yakni pengemudi kendaraan. Kami juga melibatkan tim dari Ditlantas Polda untuk memastikan argumen dalam penetapan tersangka dimaksud,” ungkapnya. Dikatakannya, meskipun kasus tersebut sudah ada tersangkanya, tetapi pihaknya juga mengindikasikan adanya faktor kelalaian dari pengendara. Dimana ketiga orang korban tersebut diketahui tidak menggunakan helm, karena rerata mereka mengal-
Dana Gempa Terlambat
Utang KSB ke Toko Bangunan Capai Rp70 Miliar Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, mengaku belum mendapatkan kepastian terkait rencana Pemerintah mentransfer sisa kebutuhan anggaran penanganan gempa bumi yang ditaksir mencapai angka ratusan miliar. Lambatnya proses transfer tersebut mengakibatkan percepatan penanganan pasca gempa di KSB menjadi terhambat. Bahkan tidak tanggungtanggung saat ini Pemkab harus berutang ke toko bangunan sekitar Rp70 miliar. Saat ini rerata roko bangunan mulai “gulung tikar” akibat tidak ada uang masuk, sementara bahan bangunan yang diperjualbelikan sudah habis. “Harus kita akui memang saat ini kita masih berutang di toko-toko bangunan karena anggaran sisa penanganan gempa tidak kunjung ditransfer. Kita juga sudah sering menanyakan masalah ke pusat, tetapi belum ada kejelasan karena kita hanya diminta untuk menunggu saja. Masalah baru juga kembali muncul karena sudah banyak toko bangunan yang komplain lantaran pembayarannya mandek sementara barang untuk penanganan gempa sudah ada yang diambil. Maka dari itu kami sangat berharap supaya anggaran sisa untuk penanganan pasca gempa ini segera ditransfer supaya tidak muncul masalah
(Suara NTB/dok)
H. W. Musyafirin di kemudian hari,” ungkap Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM kepada wartawan, Senin (19/8). Dikatakannya, permasalahan anggaran yang belum maksimal ini sudah sangat sering disuarakan ke Kementerian terkait, tetapi faktanya sampai dengan saat ini belum ada realisasinya. Kondisi ini kembali diperparah dengan semakin banyaknya toko bangunan yang mengeluhkan pembayaran barang yang macet. Jika kondisi ini terus terjadi, dikhawatirkan target penanganan pasca gempa yang harus tuntas tanggal 25 Agustus terancam molor. Maka dari itu, dirinya sangat berharap supaya anggaran sisa bisa segera ditransfer oleh pusat demi percepa-
tan penanganan gempa yang terjadi di KSB. Hanya saja dirinya sangat bersyukur lantaran sisa anggaran tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan rumah yang mengalami rusak berat hanya rusak sedang dan ringan saja. Itu artinya, sudah tidak ada lagi masyarakat KSB yang tinggal dan hidup di tenda-tenda sementara (darurat). Bahkan Sumbawa Barat juga mendapatkan predikat sebagai kabupaten tercepat dalam penanganan pasca gempa bumi meskipun saat ini progres untuk penanganannya sedikit molor. Upaya penagihan sisa anggaran tersebut juga sudah dilakukan sejak dua bulan yang lalu, tetapi hasilnya masih nihil hingga saat ini. Maka dari itu, pihaknya sangat berharap supaya sisa anggaran itu bisa segera ditransfer supaya penanganan pasca gempa bisa segera tuntas. Karena jika sampai molor lagi, dikhawatirkan utang di rekanan (toko bangunan) juga akan semakin tinggi nantinya. “Kami sangat berharap supaya anggaran sisa penanganan gempa bisa segera ditransfer demi percepatan penanganan rumah pasca gempa. Kami juga akan terus berupaya menagih anggaran dimaksud, supaya kita dianggap tetap bekerja untuk mempercepat penanganan gempa yang terjadi di KSB,” pungkasnya. (ils)
ami luka yang cukup parah di bagian kepala. Kejadian tersebut juga berlangsung dengan sangat cepat, karena baik pengemudi dan pengendara tidak saling lihat pada saat hendak keluar dari gang menuju jalan raya. Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau pengguna kendaraan untuk bisa menggunakan helm sebagai alat pelindung kepala yang sangat penting. Karena jika sudah terjadi luka di bagian kepala, maka kesempatan korban untuk hidup sangat kecil dibandingkan dengan luka-luka yang lain. Dari kasus kematian korban laka lantas yang ditangani selama ini kebanyakan akibat luka di bagian kepala. Sehingga pihaknya tetap meminta
kepada pengguna jalan untuk tetap menggunakan helm pada saat berkendara. Karena dengan menggunakan helm akan menguras resiko kecelakaan yang berakibat fatal. Sementara itu, terhadap Pengemudi kendaraan terancam hukuman lima tahun penjara karena menimbulkan korban jiwa. “Tersangka kita jerat dengan pasal 310 UU Lalu Lintas dengan hukuman lima tahun pidana kurungan penjara. Bahkan tersangka sudah ditahan di Mapolres untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. Ditambahkannya meskipun ada kejadian laka lantas yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia tetapi tingkat kesadaran lalu lintas pengguna jalan sudah meningkat. (ils)
Dijabat Plt, Pimpinan Empat OPD Segera Diisi Bima (Suara NTB) – Empat Organinasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bima masih lowong, dan terjadi kekosongan yang cukup lama. Hingga saat ini hanya dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt). Empat OPD tersebut antara lain, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Drs. H. Taufik HAK M.Si, mengakui saat ini sejumlah OPD ada yang lowong. Untuk mengisi kekosongan itu, kata dia, diisi sementara oleh Plt. “Memang ada beberapa OPD yang kosong. Tapi akan diisi secepatnya atau dalam waktu yang tidak lama lagi,” katanya, Senin (19/8). Menurutnya, saat ini Panitia Seleksi (Pansel) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sedang menyeleksi sejumlah pejabat yang akan ditempatkan pada OPD serta bidangbidang yang lowong itu. “Saat ini sejumlah pejabat eselon II dan III sedang dilakukan tahapan ujian. Mereka dinilai oleh Tim Penguji dari Baperjakat,” katanya. Taufik menegaskan setelah tahapan pengujian selesai serta memenuhi kelayakan selanjutnya akan ditentukan jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat yang akan ditempatkan pada OPD dan bidang yang lowong itu.
(Suara NTB/Uki)
Taufik HAK “Setelah semua tahapan seleksi rampung baru bisa dipastikan jadwalnya. Saat ini biarkan Pansel dan Baperjakat yang bekerja,” katanya. Akan tetapi pengisian jabatan ditargetkan sekitar akhir Bulan Agustus atau paling lambat Bulan September mendatang. Cepat atau lambatnya tergantung hasil akhir penilaian tim Pansel dan Baperjakat. “Tim Pansel dan Baperjakat hanya membantu Kepala Daerah untuk menilai dan menguji pejabat yang akan ditempatkan pada OPD. Kewenangan lebih tergantung Kepala Daerah,” ujarnya. Sekda berharap tahapan seleksi jabatan hingga pengisian jabatan pada OPD yang masih lowong, nantinya tidak dikaitkan dengan unsur politik. Mengingat seleksi dan pengisian jabatan berdasarkan kebutuhan organisasi Pemerintahan. (uki)
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Pilkada Bima, Ketua DPRD Siap Maju Jika Diusung Partai Bima (Suara NTB) – Nama Ketua DPRD Kabupaten Bima, Hj. Murni Suciyanti ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Ia digadang-gadang atau diisukan bakal maju dalam Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020 mendatang melawan petahana. Menanggapi isu tersebut, Politisi PAN ini tidak ingin berkomentar banyak. Ia menegaskan masih ingin fokus dan konsentrasi menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua DPRD masa bhakti 20142019. “Saya selesaikan dulu tugas saat ini. Biarkan isuisu itu bermain dulu,” katanya, Senin (19/8). (Suara NTB/Uki) Murni mengaku, apabila Murni Suciyanti masa jabatan telah berakhir. Hal-hal yang berkaitan dengan dirinya yang diisukan maju dalam Pilkada Kabupaten Bima 2020 mendatang akan diketahui secara jelas nantinya. “Jika sudah masa akhir jabatan, kedepannya sudah pasti akan terjawab sendiri,” ujarnya. Sebagai petugas partai lanjutnya, Murni mengaku tidak ingin berbicara jauh tentang Pilkada 2020 mendatang. Namun apapun arahan dan instruksi Partai nantinya sudah pasti akan tetap dijalankan. “Kita hanya petugas partai, jika partai memerintah diusulkan, kenapa tidak,” ujarnya. Selain itu, PAN juga memiliki komitmen untuk mendorong kader terbaiknya untuk tampil dalam Pilkada. Mengingat selama Pilkada Kabupaten Bima PAN tetap mengusung calonnya sendiri. “Intinya bagi kita kader PAN, yang terbaik pasti akan didorong,” ujarnya. Ketua DPD II PAN Kabupaten Bima, M. Aminurlah SE, juga menegaskan akan tetap memprioritaskan kader internal partai untuk diusung dalam bursa pencalonan Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020 mendatang. “Selain melanjutkan tradisi partai. Hal itu juga berdasarkan arahan dan instruksi DPP PAN,” katanya beberapa waktu lalu. Menurut dia, tradisi partai setiap Pilkada tetap mengusung kader sendiri. Siapapun orangnya dan entah hasilnya seperti apa, sikap partai setiap kader punya peluang untuk diusung. “Pilkada Kabupaten Bima sudah tiga kali digelar secara langsung, sikap PAN cukup jelas yakni mengusung kader sendiri dan tidak pernah mengusung figur figur diluar partai (eksternal),” pungkasnya. (uki)
KPU KSB Ingin Manfaatkan Kotak Suara Bekas Pemilu Taliwang (Suara NTB) KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berencana akan menanfaatkan kotak suara bekas Pemilu di Pilkada 2020 mendatang. Wacana itu disiapkan KPU dalam rangka menghemat anggaran. Komisioner KPU KSB, Herman Jayadi mengatakan, jika wacana tersebut disetujui maka akan mampu menghemat anggaran daerah. Sebab pembiayaan paling besar dibutuhkan pihaknya yakni pada pengadaan logistik dan salah satunya pada item kotak suara. “Kita bisa memangkas banyak anggaran atau mengali(Suara NTB/bug) hkannya ke kegiatan lain Herman Jayadi kalau kita bisa pakai kotak suara Pemilu,” cetusnya kepada wartawan, Senin (19/8). Ia meyakini, kotak suara eks Pemilu itu akan mencukupi untuk kebutuhan Pilkada nantinya. Dijelaskannya, jumlahnya saat ini mencapai ribuan kotak dan masih tersimpan di gudang. “Kalau dari sisi jumlah saya yakin mencukupi. Ada ribuan jumlahnya kita masih simpan di gudang. Nah kalau memang disetujui nanti kita akan upayakan meminta persetjuan pusat,” ujarnya. Demikian soal ketahanan kotak suara yang bermaterial karton dupleks itu. Herman menyatakan, sebelum KPU pusat menyetujui pemanfaatan material karton tersebut sebagai kotak suara telah dilakukan pengujian dan ditetapkan memenuhi standar. “Kuat kok. Bahkan setelah pemakaian saat Pemilu kemarin hanya kurang lebih 20 persen yang rusak. Sisanya masih bagus dan masih layak pakai,” klaimnya. Menurut Herman, pihaknya sengaja berwacana mengusulkan agar kotak suara eks Pemilu itu dapat digunakan di Pilkada mendatang. Sebab sesuai ketentuan pembiayaan Pilkada menjadi tanggung jawab penuh keuangan daerah. “Ingat yang dibiayai daerah di Pilkada itu ada 4. Bukan kami saja (KPU), tapi ada Bawaslu untuk pengawasan, serta TNI/Polri untuk pengamanan,” sebutnya. Selanjutnya disinggung soal anggaran yang diusulkan pihaknya untuk kebutuhan Pilkada? Herman menyebutkan sejauh ini belum ditetapkan oleh Pemda KSB. “Kami kan ajukan Rp 15 miliar lebih. Tapi itu juga belum pasti berapa yang disetujui sampai sekarang karena belum ditetapkan dalam bentuk NPHD (naskah perjanjian hibah daerah),” imbuhnya. (bug)
Tersisa Dua Paket DAU Proses Tender Sumbawa Besar (Suara NTB) Dari 23 paket proyek di Sumbawa yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), masih tersisa 2 paket dalam proses tender. Kedua paket tersebut sedang dalam tahap evaluasi di Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda setempat. Kabag LPBJP Setda Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng menyebutkan paket DAU yang sedang berproses yakni paket Pembangunan Aula Kantor Camat Buer senilai Rp 322,4 juta dan pembangunan RTH Desa Motong Kecamatan Utan senilai Rp 1,9 miliar. “Dari 23 paket DAU, 21 sudah selesai tinggal 2 yang tersia. Saat ini masih dalam proses evaluasi administrasi, kualifikasi,” ujarnya. Menurutnya, meski tidak ada batas waktu, namun terhadap paket DAU ini juga tetap diperhitungkan masa pelaksanaannya. Jangan sampai pekerjaan nantinya belum selesai di hingga akhir tahun. “Kalau DAU masih kita perhitungkan juga masa pelaksanaannya. Kita juga hitung juga yang masa pelaksanaanya 4 bulan otomatis September sudah mulai. Tapi lebih cepat lebih baik,” terangnya. Pihaknya berharap tidak ada kendala dalam proses lelang. Sehingga sesuai dengan jadwal, pemenangnya diumumkan pekan ini. Sejauh ini, untuk paket pembangunan Aula Kecamatan Buer ada 3 peserta yang melakukan penawaran. Sedangkan untuk pembangunan RTH Desa Motong Kecamatan Utan ada 6 peserta memasukkan penawaran. “Kalau berdasarkan jadwal, minggu ini sudah diumumkan pemenang. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” tandasnya. (ind)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Tinggi, Potensi Kebakaran Hutan di Dompu Dompu (Suara NTB) – Potensi kebakaran hutan di Dompu cukup tinggi. Hal itu mengingat musim kemarau tahun ini terbilang panjang. Diperparah, pembersihan lahan jagung dengan membakar semak belukar yang mulai dilakukan petani sepekan terakhir di tengah angin kencang. Hal ini makin potensial membuat kobaran api merambat ke kawasan hutan yang belum tersentuh perambahan. “Karena tahun ini kemaraunya cukup panjang jadi potensinya cukup besar. Ini yang sangat kita khawatirkan sekarang,” kata Kasi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistim (KSDAE) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ampang Riwo Soromandi (ARS), Iswanto ketika ditemui Suara NTB di kantornya, Senin (19/8). Disamping pembakaran se-
mak belukar untuk menyambut musim tanam berikutnya. Perluasan area perambahan oleh sejumlah petani tengah menjadi pekerjaan berat KPH saat ini. Seperti yang berhasil ditemukan dan ditindak beberapa waktu lalu di Desa Riwo Kecamatan Woja. Di mana terdapat empat oknum warga Desa Madaprama yang kedapatan membabat
habis kawasan hutan disekitar lahan pertaniannya dengan alasan memperluas area penanaman jagung. “Begitu ada pembukaan baru langsung kita turun karena ini sangat berbahaya jika dibiarkan,” jelasnya. Terhadap beberapa persoalan yang mengancam wilayah pengelolaannya itu. Iswanto menegaskan, terus mengintensifkan pemantauan
lapangan. Bahkan masingmasing resor kini telah dibekali alat pemadam api meskipun baru satu buah. Minimal alat tersebut bisa mempekecil resiko meluasnya kebakaran. Selain itu, rencananya KPH ARS akan berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Tambora (TNT) untuk meminta bantuan mobil pemadam jika sewaktu-waktu terjadi insiden kebakaran hutan. “Patroli tetap dilakukan tiap resor, kalau ada titik api yang ditemukan langsung diinformasikan untuk kemudian ditindaklanjuti bersama. Termasuk rencananya kita akan koordinasi dengan TN tambora,” pungkasnya. (jun)
(Suara NTB/jun)
Iswanto
Barang Bukti Kayu Temuan Dibiarkan Lapuk
(Suara NTB/jun)
LAPUK – Barang bukti kayu hasil temuan KPH sejak 2017-2019 lapuk termakan usia, Senin (19/8). Dompu (Suara NTB) – Selama 2017-2019, ratusan kubik kayu diduga hasil pembalakan liar berhasil diamankan KPH. Baik KPH Ampang Riwo Soromandi (ARS) mau-
pun Toffo Pajo Madapangga Rompu Waworada (TPMRW). Namun demikian, dari berbagai jenis kayu olahan dan gelondongan tersebut tak ada yang dimanfaatkan. Justru
dibiarkan lapuk begitu saja di lokasi pengamanan. Kasi KSDAE KPH ARS, Iswanto dikonfirmasi Suara NTB terkait persoalan ini mengakui tak dimanfaatkan-
Bupati Perintahkan Sekolah Fasilitasi Penjual Jajanan Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin memerintahkan sekolah untuk memfasilitasi pedagang kaki lima yang jualan di depan sekolah dengan menyiapkan tempat khusus dalam lingkungan sekolah. Selain untuk menghindari siswa belanja di jalanan, langkah ini dapat menghindarkan pedagang dari penggunaan bahan berbahaya pada jajanan yang dijual. Hal itu disampaikan Bupati pada acara bimtek keamanan pangan sekolah oleh BPOM Mataram di pandopo Bupati, Senin (19/8). “Pedagang yang jualan di jalanan depan sekolah agar difasilitasi tempat di lingkungan sekolah saat jam keluar main. Jangan dilarang mereka jualan,” perintah H. Bambang. Dikatakan H. Bambang, menyiapkan jajanan dan makanan yang sehat di sekolah merupakan tanggungjawab negara. Karena negara belum mampu, sehingga diberikan kepada masing – masing siswa untuk membeli kebutuhan makanan sendiri. Dengan memfasilitasi pedagang jualan dalam lingkungan sekolah, sekolah bisa mendidik siswa cara makanan yang baik dan benar, menjaga kebersihan, serta mengontrol keamanan makanan yang dijual pedagang. Cara ini, lanjut H. Bambang, lebih efektif dalam mengontrol makanan yang dijual pedagang. Tidak bisa diberikan sepenuhnya kepada BPOM atau lembaga lain,
Zainal Afrodi
(Suara NTB/ula/jun)
ARAHAN - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat menyampaikan arahan pada acara Bimtek keamanan pangan sekolah oleh BPOM Mataram di pendopo Bupati, Senin (19/8). an anak-anak,” kata dia menjawab Suara NTB. Banyaknya temuan pelajar yang keracunan setelah mengkonsumsi jajanan di sekolah beberapa tahun terakhir, menurut dia, selain karena bebasnya para pedagang menjajakan makanan di sekolah, juga akibat kurang selektifnya pengelola kantin dalam memilah jajanan yang layak dikonsumsi anak. Karenanya, sebagai tindak lanjut atas Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar BBPOM kemarin sekolah harus bisa memastikan kantin dalam pengelolaanya dan memenuhi stadar. Dari segi bangunan misalnya diharuskan permanen dan makanan yang dijajakan sudah melalui seleksi oleh tim khusus yang dibentuk. “Nanti sekolah bisa membentuk tim kecil yang akan menyeleksi makanan apa saja yang bisa dijual ke anakanak,” ujarnya. Diakui Zainal Afrodi, kantin sekolah di sebagian besar lembaga pendidikan di Dompu minim yang sudah memenuhi standar. Bahkan, banyak dari pelajar justru lebih memilih membeli jajanan diluar yang belum bisa dijamin kelayakannya untuk dikonsumsi. Selain menghindari anak agar tidak tercekok kandungan zat-zat berbahaya pada makanan. Langkah ini akan mempermudah guru dalam mengontrol keberadaan anak selama berada di lingkungan sekolah. “Selain menjaga kenyamanan anak dalam mengkonsumsi makanan juga keamanannya. Karena guru bisa mengotrol anak seutuhnya di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (Suara NTB/ula/jun) (ula/jun)
karena efeknya sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda. “Kalau hanya kita serahkan kepada BPOM, apalagi BPOM ada di Mataram. Anak sekolah keburu mati ketika ada jajanan yang mengandung bahan berbahaya baru diperiksa BPOM,” ingatnya. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi, S. Pd, M.Pd di sela acara Bimtek menekankan agar setiap lembaga pendidikan mengelola kantin sesuai standar. Baik dari segi bangunan maupun kualitas jajanan yang disajikan untuk peserta didik. Penekanan itu disampaikan sebagai salah satu langkah intervensi atas beredarnya makanan kadaluwarsa dan mengandung zat berbahaya. “Di sekolah tidak ada lagi jajanan diluar. Jadi satu pintu dalam kantin sekolah semua supaya kesehatan anak terjamin. Karena memang banyak makanan ini yang kadaluwarsa dan beredar juga diberita terkait dengan adanya jaringan yang mencampurkan virus berbahaya p a d a m a kan-
nya barang bukti kayu tersebut. Bahkan, temuan lamanya ada yang sudah lapuk termakan usia. Rumitnya prosedur pemanfaatan barang bukti itu dianggap pemicu utama. “Peruntukannya harus jelas dan minta persetujuan pengadilan. Kalau sudah disetujui baru kita bisa manfaatkan,” ungkapnya. Kalaupun ingin dimanfaatkan untuk kegiatan sosial keagamaan seperti pembangunan masjid dan sebagainya. Mesti diajukan permohonan terlebih dahulu untuk kemudian dimintai persejuan pengadilan. Itupun khusus bagi barang bukti yang tidak laku dilelang selama tiga kali berturut-turut. Tapi selama temuan itu diamankannya di kantor KPH belum ada satupun permohonan dari masyarakat. Termasuk upayanya untuk mengajukan persetujuan ke peng-
adilan agar barang bukti bisa bernilai rupiah. “Kalaupun kita mau ajukan setiap kali temuan itu tak seberapa, ada satu kubik, dua kubik jadi nilainya kecil. Karena terus dibiarkan ya lama-lama akhirnya lapuk seperti ini,” jelasnya. Biasanya, lanjut Iswanto, temuan yang berakhir pada proses pelelangan yakni khusus untuk kasus yang berlanjut ke proses hukum. Sementara barang bukti tak bertuan dibiarkan begitu saja, bahkan karena terbatasnya kemampuan personel yang dimiliki tak sedikit kayu hasil tebangan liar yang terpaksa dimusnakannya di tempat. “Kalau kita nangkap di lokasi ndak ada pelakunya daripada keluar biaya dan sulit mengangkut kita musnahkan disitu, kita bakar biar tidak bisa dimanfaatkan lagi,” pungkasnya. (jun)
KPU Serahkan Usulan Penetapan Anggota DPRD Dompu ke Bupati Dompu (Suara NTB) KPU Kabupaten Dompu menyerahkan dokumen penetapan anggota DPRD Dompu terpilih ke Bupati Dompu untuk diajukan ke Mendagri RI melalui Gubernur NTB. Dokumen ini menjadi syarat diterbitkannya SK anggota DPRD Dompu periode 2019 – 2024. Anggota Dewan terpilih ini juga diajukan pelantikannya pada 30 September 2019, mengingat tanggal 29 September 2019 bertepatan dengan hari Minggu sebagai hari libur. Penyerahan dokumen penetapan anggota DPRD Dompu terpilih hasil pemilu 17 April 2019 lalu kepada Bupati oleh KPU Dompu ini dilangsungkan di ruang kerja Bupati Dompu, Senin (19/8/2019) kemarin. Penyerahan dokumen disampaikan langsung Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin didampingi para komisioner dan sekretariat KPU Dompu. sementara Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin didampingi oleh Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, MSI, Asisten 1 Setda Dompu, Drs H Sudirman Hamid, MSI dan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Dompu, A Halik, BA. Proses penyerahan dokumen yang berlangsung sederhana ini juga disepakati pengusulan pelantikan anggota DPRD Dompu periode 2019 – 2024 hasil pemilu 2019 ini pada 30 September 2019. Karena anggota DPRD Dompu periode 2014 – 2019 dilantik pada 29 September 2014, sehingga akhir masa jabatannya pada 29 September 2019. Karena 29 September 2019 bertepatan dengan hari Minggu sebagai hari libur, sehingga pelantikan anggota Dewan baru diundur sehari. “Kalau kita majukan (pelantikan), bisa panjang urusannya. Lebih baik kita ajukan tunda sehari saja, karena tanggal 29 September bertepatan dengan hari Minggu,” ungkap H. Bambang. Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin menyampaikan, dokuman yang disampaikan tersebut untuk dilanjutkan ke Gubernur dan di-SK-kan oleh Mendagri RI. Diantara dokumen yang diserahkan
berupa daftar anggota DPRD Kabupaten Dompu masa jabatan tahun 2014 – 2019, surat dari KPU Dompu kepada Gubernur NTB melalui Bupati Dompu, Keputusan KPU Dompu tentang penetapan anggota DPRD Dompu terpilih masa jabatan tahun 2019 – 2024, berita acara penetapan calon terpilih masa jabatan tahun 2019 – 2024, fotokopi daftar calon tetap (DCT) calon anggota DPRD Dompu berikut perolehan suara masing – masing calon yang dilegalisir oleh sekretaris KPU Dompu, dan lainnya. “Dokumen ini untuk diteruskan ke Gubernur NTB,” katanya. Komisioner KPU Dompu, Agus Setiawan, SH mengatakan, baru menyerahkan dokumen yang telah ditetapkan KPU Dompu pada 10 Agustus 2019 lalu ini karena kesibukan menjelang peringatan hari proklamasi. Penyerahan ini tidak terlambat, karena masa pengambilan sumpah janji anggota DPRD Dompu periode 2014 – 2019 pada 29 September. “Jadi waktunya masih panjang,” kata Agus Setiawan. Selain menyerahkan dokumen penetapan anggota DPRD Dompu terpilih periode 2019 – 2024 kepada Bupati, komisioner juga menkoordinasikan kesiapan anggaran daerah menjelang Pilkada Dompu tahun 2020. Karena beberapa waktu kedepan, akan ada rapat koordinasi tentang kesiapan daerah melaksanakan Pilkada serentak 23 September 2020. “Bagaimana kesiapan daerah membiayai pelaksanaan Pilkada? Karena kami akan melaksanakan rakornas, sehingga kami bisa melaporkan dalam rakornas,” kata Arifuddin. Menanggapi pertanyaan Ketua KPU Dompu, Bupati yang didampingi Sekda selaku ketua TAPD Dompu menyatakan kesiapan Pemda Dompu membiayai seluruh kebutuhan untuk pelaksanaan Pilkada pada tahun 2020 mendatang. Pada tahun 2019 ini, hanya beberapa saja dianggarkan karena kondisi keuangan daerah. “Pada prinsipnya, berapapun kebutuhan anggaran untuk Pilkada, TAPD siap menganggarkannya,” kata H. Bambang. (ula)
(Suara NTB/ula)
DOKUMEN - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat menerima dokumen penetapan anggota DPRD Dompu periode 2019 – 2024 yang diserahkan Ketua KPU Dompu, Arifuddin di ruang kerja Bupati, Senin (19/8).
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Pilkada Mataram
(Suara NTB/dok)
Mohan: Kita Perlu Ukur Diri Mataram (Suara NTB) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H. Mohan Roliskana hingga saat ini masih belum menemukan sosok figur yang tepat untuk dijadikan wakilnya di Pilkada Mataram 2020 mendatang. Sementara di kubu sebelah yang bakal menjadi calon rivalnya sudah mulai mengerucut pasangan yang akan maju. Mohan yang dikonfirmasi terkait siapa kandidat bakal H. Mohan Roliskana calon pasangan yang akan dia gandeng untuk menghadapi Pilwakot Mataram 2020? Mohan menjawab, ia tidak mau terburu-buru menentukan pasangan wakilnya. Menurutnya banyak hal yang harus dia pertimbangkan dalam memutuskan siapa sosok figur yang akan digandengnya di Pilwakot Mataram. “Jadi saat ini kita pilih wait and see. Seperti apa selera masyarakat, kita harus lihat, baca dan petakan keinginan masyarakat terhadap figur itu (balon wali kota dan balon wakil walikota, red),” ungkap Mohan. Ditegaskan Mohan, dalam penentuan siapa pasangan, dirinya harus melakukan survei terlebih dahulu. Tidak saja untuk mengukur tingkat elektabilitas sosok figur yang bakal dia gandeng untuk dijadikan calon wakilnya. Namun juga dia harus melihat kelemahan dirinya, sehingga wakil yang akan dia gandeng adalah sosok yang bisa menutupi kekuranganya itu. “Saya harus tahu dulu seperti apa tingkat elektabilitas saya miliki. Karena sangat mungkin kemarin orang senang sama kita, tetapi besok tidak. Jadi harus terukur dengan situasi dan kondisi berbeda. Sehingga kita perlu ukur diri,” jelasnya. Sebab itu, Mohan bakal menurunkan tim survei untuk mengukur tingkat elektabilitas dan popularitas dirinya dengan survei tersebut. Kemudian, dengan hasil survei itu menjadi acuan dan pertimbangan bagi pihaknya untuk lebih lanjut menyusun dan mengambil berbagai langkah politik kedepannya. Bagaimanapun, sambung Wakil Walikota Mataram itu, dalam mengambil berbagai langkah politik harus dilakukan secara terukur dan tidak serampangan. Dengan begitu, target diharapkan dari langkah dan strategi politik itu bisa terukur dan terencana. Namun demikian, sambil mengamati dinamika politik yang berkembang jelang Pilwakot 2020, Mohan juga mengaku aktif untuk membangun komunikasi politik dengan sejumlah figur dan partai politik dalam rangka penjajakan. Hanya saja komunikasi yang berlangsung belum sampai arah yang serius, masih sebatas bersilaturahmi saja. “Dengan parpol dan figur (balon wakil wali kota) sudah ketemu, tetapi sebatas silaturahmi. Tidak lebih jauh membahas dan bicarakan Pilkada,” jelasnya. Ketika ditanya terkait berbagai rumor perihal kemungkinan figur akan mendampingi dirinya kontestasi Pilkada kota Mataram, mulai dari Badruttaman Ahda, H. MNS. Kasdiono hingga berasal dari kader internal Golkar sendiri, yakni Didi Sumardi dan TGH Mujibburahman. Mohan menilai, itu sahsah saja dalam proses dinamika politik. Namun menurutnya, Pihaknya tak akan tergesa-gesa dalam menentukan siapa bakal wakil wali kota akan mendamping di kontestasi Pilkada. (ndi)
Godok Calon, Golkar Tunggu Regulasi Pilkada Mataram (Suara NTB) DPD II Partai Golkar Kabupaten Lombok Tengah masih belum melakukan pembahasan internal terkait dengan persiapan untuk menghadapi Pilkada serentak 2020. Golkar masih menahan diri untuk membicarakan bagaimana langkah yang akan ditempuh dalam menghadapi agenda politik lima tahunan tersebut. Hal itu dikatakan Ketua DPD II, H. Humaidi ketika dikonfirmasi Suara NTB, Senin (19/8) kemarin di ruang kerjanya di DPRD Provinsi NTB. Menurutnya Golkar masih fokus untuk membahas pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Kabupaten Lombok Tengah. “Kita belum bahas kalau Pilkada, kita masih rancang AKD dulu, kita tuntaskan itu dulu baru nanti bicarakan Pilkada, kan waktunya juga ini belum, masih lama,” katanya. Selain alasan kendala dengan pembentukan AKD. Dikatakan Humaidi pihaknya juga masih menunggu kepastian terkait dengan regulasi teknis penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 tersebut. Pasalnya sampai saat ini, Peraturan KPU (PKPU) tentang Pilkada 2020 masih belum dikeluarkan KPU. “PKPU-nya juga kan belum keluar ini, kita belum tahu teknisnya seperti apa, sehingga kita belum memikirkannya. Nanti kalau sudah ke luar baru kita akan ambil ancang-ancang,” ujarnya. Menurut Humaidi, pihaknya menunggu PKPU Pilkada itu keluar tidak saja untuk mendapatkan gambaran teknis pelaksanaan Pilkada. Namun melainkan, PKPU tersebut bisa mempengaruhi konstelasi politik jelang Pilkada 2020, khususnya di Kabupeten Lombok Tengah. “Siapa tahu nanti ternyata ada perubahan, kan itu bisa mengubah konstelasi politik. Misalnya wacananya kan untuk Pikada serentak 2020 ini, jabatannya hanya tiga tahun saja, karena akan mengejar menyelenggarakan Pilkada serentak semua daerah di Indonesia di tahun 2024 itu,” jelasnya. Diakui memang, banyak figur, terutama yang aktif menjabat sebagai anggota DPRD yang berencana bakal maju di Pilkada serentak 2020 mendatang itu, belum memutuskan secara resmi akan maju, lantaran masih menunggu terbitnya PKPU terkait dengan teknis Pilkada. Jika aturan bahwa bagi anggota DPRD yang akan maju di pilkada tidak diwajibkan harus mundur, maka tentu akan banyak yang akan maju. Namun jika masih tetap diharuskan mundur, mereka masih pikir-pikir dua kali untuk mundur dari jabatan kursi wakil rakyat yang belum satu tahun diduduki. Sementara itu, kostelasi politik jelang Pilkada 2020 di Lombok Tengah saat ini sudah mulai menghangat. Sejumlah figur sudah mulai banyak yang digadang-gadang bakal maju muncul ke permukaan dengan berbagai manuver yang dibangunnya. Komunikasi-komunikasi politik juga mulai intens dibangun, meskipun masih baru sebatas penjajakan saja, baik antar partai maupun dengan figur. Diketahui di Partai Golkar, disebut-sebut ada tiga kader yang potensial untuk didorong tampil maju di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah. Mereka adalah Ketua DPD II, Humadi, anggota terplih DPRD Provinsi NTB, Ahmad Fuadi, dan anak dari Bupati Loteng, H. M. Suhaili FT yakni Ferdian. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Humaidi mengaku meskipun partainya belum memulai tahapan Pilkada, namun partainya tetap memantau perkembangan konstelasi politik Loteng. “Ya kita juga sambil melihat dan amati situasi perkembangan politik,” pungkasnya. (ndi)
POLHUKAM
Halaman 8
Maju di Pilkada Mataram
Nasruddin Lobi Dukungan Parpol Langsung ke Pusat
Mataram (Suara NTB) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H. Nasruddin menegaskan keseriusannya untuk tampil di Pilkada Mataram 2020 mendatang. Ia mengaku dirinya telah membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai yang akan jadi kendaraan untuk mendaftarkan diri sebagai kontestan di Pilwakot Mataram. “Kita sudah komunikasi dengan figur-figur dan partai untuk persiapan maju jadi Walikota Mataram. Insya Allah kita jadi maju,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (19/ 8) kemarin. Selain membangun komunikasi politik dengan pengurus
partai di daerah, lobi-lobi politik juga dilakukan oleh Nasruddin langsung ke DPP. Pasalnya keputusan akhir yang akan mengeluarkan rekomendasi dukungan itu ada pihak DPP. Kerena itulah komunikasi juga langsung dibangun ke DPP. “Kita ke DPP langsung ko-
munikasinya, karena yang memutuskan adalah pusat, bukan daerah,” katanya. Komunikasi yang dijalin pun sudah lebih dari satu partai politik. Hanya saja ia enggan mengungkapkannya kepada publik partai mana saja yang sudah dia jajaki.
Hal itu disampaikan oleh Nasruddin, untuk menjawab sebagian kalangan yang meragukan dirinya berani tampil di Pilkada Mataram. Ia dianggap tidak serius, karena dalam pernyataan sebelumnya, bahwa niatnya maju di Pilwakot Mataram hanya sebagai tes case untuk menghadapi Pilkada Kabupaten Lombok Timur di tahun 2023 mendatang. “Siapa bilang saya raguragu maju, prinsip saya hidup itu tidak boleh ragu, apa yang sudah diputuskan harus di-
jalankan. Sama kalau ingin jadi pengusaha, jangan takut rugi, harus dicoba saja kalau ingin sukses dan berhasil,” tegasnya. . Ketika ditanya kandidat calon wakil yang akan digandengnya, apakah dirinya juga sudah membangun komunikasi politik dengan sejumlah figur yang bakal jadi pasangannya? Nasruddin menjawab diplomatis. “Sudah, tapi nanti kita lihat, kita akan umumkan pada saatnya nanti,” pungkasnya. (ndi)
Kasus Sandang Pangan Lotim 2014
Mantan Kabag Kesra Dituntut 1,5 Tahun Penjara Mataram (Suara NTB) – Mantan Kabag Kesra Setda Lombok Timur, Syahmat menjalani sidang tuntutan dalam perkara korupsi pengadaan paket sandang pangan PNS Lotim tahun 2014. Syahmat dituntut terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara. Jaksa penuntut umum Budi Tridadi Wibawa membacakan tuntutannya dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Anak Agung Ngurah Rajendra, Senin (19/ 8) kemarin. “Menuntut agar terdakwa Syahmat dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” tegasnya. Selain itu, jaksa juga menuntut Syahmat untuk membayar denda sebesar Rp50 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan dua bulan. Budi menyebut Syahmat mendapat keringanan sebab sudah mengembalikan kerugian negara. “Sudah terpulihkan kerugian negaranya. Sudah dibayar 100 persen,” ujarnya ditemui usai persidangan. Menurut jaksa, Syahmat terbukti bersalah melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU RI No 20/2001 tentang perubah-
(Suara NTB/why)
TUNTUTAN - Terdakwa Syahmat mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam sidang perkara korupsi pengadaan paket sandang pangan Lotim tahun 2014, Senin (19/8) kemarin di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. an atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Syahmat, kata Budi, mendistribusikan paket sandang pangan tidak sesuai ketentuan. Parsel lebaran sebanyak 13.500 paket diadakan CV Restu Laksa Utama de-
ngan anggaran Rp2,5 miliar. Paket itu berisi makanan ringan, sirup, gula, minyak goreng, sarung, dan kartu ucapan. Rinciannya 12.358 paket untuk CPNS dan PNS daerah Lotim. Kemudian 781 paket untuk PNS dan non PNS in-
stansi pusat. Sebanyak 361 paket dibagikan untuk swasta yakni 45 paket untuk Selaparang TV, empat paket untuk klinik kesehatan, Bazda sebanyak 12 paket, dan yayasan Nurul Falah 298 paket. Paket itu diadakan sebagai
pengganti TKD ke-13 tahun 2014 yang tidak dibayarkan kepada PNS dan non PNS daerah Lotim. Distribusi tidak tepat sasaran tersebut, berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan NTB merugikan negara sebesar Rp192,7 juta. (why)
HUT RI Jadi Refleksi Prajurit TNI Penjaga Kedaulatan
Prosesi upacara penerimaan jenazah Praka Sirwandi di LIA.
(Suara NTB/penrem)
Gubernur dan Kasrem 162/WB Sambut Jenazah Almarhum Praka Sirwandi Praya (Suara NTB) Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori bertindak sebagai inspektur upacara penerimaan jenazah Almarhum Pratu Sirwandi M. Zahidillah di Lombok International Airport (LIA), Senin (19/8). Hadir Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Jenazah Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah diserahkan Danyonif RK 751/VJS Mayor Inf Rofi Irwansyah dan Danki D Yonif RK 751/VJS Lettu Inf Rizhal Shanda Santoso. Rombongan tiba di LIA menggunakan pesawat Lion Air JT-841 rute Upg-Lop seki-
tar pukul 09.30 Wita. Hadir juga Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Drs Tajudin bersama jajaran, Dandim 1620/Loteng, Danyonif 742/SWY, para Kasi Korem dan para personel Korem dan jajaran. Kepada wartawan, Kasrem 162/WB mengatakan, almarhum merupakan salah satu putra terbaik TNI AD yang gugur di medan tugas sebagai kusuma bangsa. “Kami bangga memiliki keluarga, saudara seperti almarhum ini yang rela mengorbankan hidupnya demi bangsa dan negara,” ujar Kasrem. Atas nama keluarga besar Korem 162/WB serta jajaran, ia meyampaikan turut berbela sungkawa, berharap keluar-
ga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Setelah upacara penerimaan, jenazah diberangkatkan ke rumah duka menggunakan ambulance dan mendapat pengawalan Denpom Mataram bersama rombongan. Sebelumnya, putra terbaik asal Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Lombok Timur ini bertugas di Yonif 751/VJS. Ia gugur dalam melaksanakan satgas pengamanan logistik Yonif RK 751/VJS di Distrik Mbua Kabupaten Nduga Papua. Almarhum dianugerai pangkat dari Pratu menjadi Praka Anumerta. (ars/*)
Mataram (Suara NTB) Korem 162/WB menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019. Sebagai Inspektur Upacara Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori di lapangan Yonif 742/SWY Lingkungan Sapta Marga Asrama Gebang Mataram, Sabtu (17/8). Upacara yang diikuti seluruh personel Korem 162/ WB dan jajaran se Garnizun Mataram tersebut berlangsung penuh khidmat. Seusai pembacaan teks proklamasi dan Pembukaan UUD 1945, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan, kemerdekaan dan kebebasan yang dirasakan ini merupakan warisan dan amanah dari para pahlawan bangsa. Para pendahulu telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi Proklamasi Kemerdekaan. “Bagi TNI Angkatan Darat, kemerdekaan adalah refleksi dari kedaulatan bangsa yang dijamin dan dijaga oleh para pengawalnya, yaitu para prajurit bersama komponen bangsa lainnya,” kata Inspektur Upacara. Para prajurit dimaksud, mereka yang ada di perbatasan, di daerah konflik, di wilayah terpencil, di pedesaan, di kota-kota, dan di luar negeri. “Dengan segenap kemampuan dan pengorbanannya sehingga bangsa kita masih tegak berdiri, berdaulat, dan dihormati di dunia,” tegas Pangdam. Oleh karena itu, lanjutnya, ia menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para prajurit, dan PNS TNI AD beserta keluarganya. Lebih khusus lagi kepada mereka yang telah berkorban jiwa raga, terluka dan gugur demi tugas negara. Sementara Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., di lokasi menyampaikan kegiatan peringatan detik-detik HUT ke 74 Kemerdekaan RI ini dilaksanakan di seluruh satuan jajaran Korem 162/WB dengan Inspektur Upacara para Komandan Kodim di satuan masing-masing. (ars/*)
Indikasi Kerugian Negara Ganda dari Kasus LCC Mataram (Suara NTB) – Kerugian negara bertubitubi untuk Pemda Lobar dari dugaan penyimpangan pembangunan mal Lombok City Center Narmada tahun 20122013. Satu dari ganti rugi lahan Dinas Pertanian Lombok Barat. Ditambah lagi dari penyertaan modal. Kepala Kejati NTB Arif menjelaskan penyidik Pidsus mendalami penyimpangan dari dua obyek anggaran. “Ada dua jadinya berkas, yang Rp1,7 miliar sama yang Rp2,7 miliar,” ucapnya dikonfirmasi
kemarin. Rp1,7 miliar itu merupakan dana penyertaan modal perusahaan daerah Lobar PT Tripat. Modal itu dipakai dalam kerjasama operasional LCC bersama PT Bliss Pembangunan Sejahtera (BPS) tahun 2012 silam. Auditor Inspektorat Lombok Barat menemukan indikasi kerugian negara Rp502,2 juta. Diduga, sejumlah uang itu tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya meski tercantum sebagai pernyataan modal. Kemudian, proses ganti rugi lahan Dinas Pertanian yang
Arif Arif (Suara NTB/why)
terkena pembangunan LCC di Gerimak, Narmada, Lombok Barat itu juga disinyalir bermasalah. PT Bliss membayar ganti rugi lahan sebesar Rp2,7 miliar untuk pembangunan gedung Dinas Pertanian. Namun, indikasinya berdasarkan temuan inspektorat, ongkos membangun gedung itu hanya Rp2,04 miliar. Sementara Rp665,2 juta diduga tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Kerugian negaranya sudah jelas. Sudah ada dari Inspektorat. kalau yang dari RP2,7 (miliar) masih menung-
gu lagi dari BPKP,” kata Arif. Pengelolaan LCC merupakan kerjasama antara perusahaan daerah PT Tripat dengan PT Bliss Pembangunan Sejahtera. Nilai investasinya mencapai Rp1 triliun. Mal LCC dibangun di atas lahan 6 hektare milik Pemda Lobar dari total 8,4 hektare. PT Tripat dengan PT Bliss sebagai mitra diduga membuat klausul kerjasama operasional tanpa batas akhir waktu, penunjukkan pengelola tanpa melalui tender, dan sampai pelepasan aset. (why)
(Suara NTB/ist_Penrem)
Upacara HUT RI khidmat dilaksanakan Korem 162/WB.
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 9
Antisipasi Bencana Rentenir Merajalela PRAKTIK-praktik rentenir makin dianggap hal biasa. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB mengaku sangat resah. Sebab praktik rentenir bukan akan memberi manfaat. Melainkan mendatangkan mudarat. Berdiskusi dengan Ketua MUI Provinsi NTB, Prof. H. Saiful Muslim di ruang kerjanya, Senin (19/8) kemarin, ia mengaku resah. Praktik rentenir begitu nyata, menggurita hingga ke pedagang-pedagang pasar. “Bank subuh istilahnya, ada juga yang menyebutnya bank rontok. Ini sangat-sangat meresahkan,” katanya. Karena itu, diharapkan pemerintah mengambil peran yang lebih kuat. Termasuk otoritas di indusri keuangan. Disatu sisi, industri keuangan syariah juga dilihat maju. Asuransi, pegadaian, asuransi, hingga bank-bank pemerintah hampir semuanya telah memiliki unit usaha syariah. Demikian juga koperasi. karena itu, perkembangan keuangan syariah ini menurut MUI harus didorong terus. “Selama ini kita sudah di jejali sama barang-barang riba,” ujarnya. Masyarakat menurutnya harus didorong untuk kembali kepada transaksi keuangan yang halal. Salah satu adalah memperbanyak koperasi syariah. Sebelumnya, pemerintah daerah beberapa tahun lalu menargetkan pembentukan koperasi syariah sebanyak 500 unit. Saat ini telah terpenuhi sekitar 300 unit. “Tapi namanya koperasi ini, kembang kempis, maju mundur,” imbuhnya. Fakta saat ini rentenir menggurita, itulah yang dia persoalkan. MUI mempertanyakan siapakah pihak yang memberinya izin beroperasi jika itu lembaga keuangan yang melaksanakan kegiatan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. “Ini meresahkan masyarakat, dan memiskinkan masyarakat,” katanya. Dari beberapa informasi yang diterimanya. Ketika nasabah tak menunaikan kewajiban membayar cicilan bulanan, oleh pemberi modal dimasukkan lagi sebagai utang pokok yang dihitung bunga berbunga. Sehingga utang akan terus menerus terhitung berjalan sepanjang tidak diselesaikan. Atas fakta lapangan mengguritanya rentenir ini, MUI menurut Prof Saiful Muslim seringkali bersuara, menyampaikannya agar dilakukan penertiban. Apakah bentuknya koperasi, berupa pegadaian atau yang menyebut dirinya lembaga keuangan lainnya. “Ini sudah rusak betul masyarakat kita dibuat,” tegasnya. Pemerintah oleh MUI diharapkan lebih tegas. Membuat regulasi dengan memperketat persyaratan-persyaratan operasional lembaga keuangan. OJK sebagai otoritas yang paling jelas fungsinya dalam hal pengawasan. MUI tegas menyuarakannya. Karena rentenir sangat merugikan, meresahkan dan sangat memiskinkan masyarakat. Daerah menurutnya harus mandiri. Lembaga atau pihak-pihak yang menyediakan modal dari luar kepada masyarakat, diharapkan agar diawasi betul. “Kalau ada yang masuk dari luar, jika merugikan, harus cut. Walaupun sudah ada izin dari pusat. Kalau tidak sesuai dengan karakteristik kita di daerah, ndak perlu dilayani,” kata Prof Saiful Muslim. Kepada masyarakat diharapkan tidak terperosok pada lubang yang sama. Kendatipun rentenir merajalalela karena tak ada pilihan bagi masyarakat, industri keuangan diharapkan evaluasi diri. Sebab masyarakat kecenderungannya enggan berbelit-belit. Apalagi dengan birokrasi yang panjang untuk memenuhi kebutuhan modalnya. “Karena prosedur kita masuk bank terlalu njelimet. Harus ada agunan. Ini juga harus dipertimbangkan oleh bank. Harusnya ada bonus ndak usah terlalu ribet. Atau buat satu penanggung jawab, ketua kelompok sehingga tak semua harus berlomba-lomba datang ke bank. Pemerintah harus memikirkan alternatifnya,” demikian Prof. Saiful Muslim. (bul) H. Saiful Muslim (Suara NTB/bul)
BKP Minta Cadangan Pangan Pemerintah Tercukupi
Mataram (Suara NTB) Beberapa wilayah di Indonesia rentan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir dan tsunami. Musim hujan atau kemarau ekstrem (fenomena El Nino dan La Nina) juga berpotensi menyebabkan gagal panen, yang dapat mempengaruhi gejolak harga dan memicu inflasi. “Kondisi ini berpotensi menghambat akses pangan masyarakat yang dapat menyebabkan kondisi rentan rawan pangan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, dalam pertemuan koordinasi Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) Wilayah Timur di Bali, Senin (19/8). Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, drh. H. Aminurrahman, M.Si., juga turut menghadiri kegiatan ini. Untuk
itu, kata Agung, pemerintah wajib hadir mengantisipasi, yaitu melalui CBPD sebagai Instrumen strategis menjaga stabilisasi harga pangan dan memenuhi stok pangan untuk menjamin akses pangan masyarakat pascabencana, kerawanan pangan dan kondisi darurat lainnya. Dengan adanya CBPD, jika terjadi bencana, pemerintah daerah dapat langsung menyalurkan bantuan kepada korban, tanpa prosedur berkepanjangan seperti adanya penetapan status tanggap daru-
rat terlebih dahulu dan lainnya. “Karena itu, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus mengalokasikan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk pengelolaan CBPD,” tegas Agung di hadapan beberapa Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dari 14 Provinsi dan Divre Bulog. “CBPD ditetapkan secara berkala oleh Gubernur/Bupati/ Walikota dengan memperhitungkan tingkat kebutuhan setempat,” tambah Agung. Regulasi tentang
CPPD, antara lain Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan; Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah; dan Peraturan Pemerintah Nomor 17/ 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang mengatur penetapan jenis dan jumlah pangan pokok tertentu sebagai CPP Provinsi oleh Gubernur dan CPP Kabupaten/kota oleh Bupati melalui Peraturan Daerah. Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri juga mengharapkan agar semua daerah memiliki CBPD. “Kami mengharapkan para pimpinan daerah segera membentuk dan mengelola cadangan berasnya,
karena ini sangat penting untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi terbatasnya akses pangan, terutama saat terjadi bencana alam,” tegas Risfaheri. Pada kegiatan ini, diceritakan pengalaman NTB dan Sulawesi Tengah membantu korban bencana alam melalui CBPD. Secara nasional, hingga kini baru 26 provinsi dan 208 kabupaten/kota yang mengalokasikan CBPD. Untuk itu Risfaheri meminta, daerah yang belum memiliki CBPD segera mengadakannya, dan yang jumlahnya kurang, diharapkan agar ditambah. “Dengan demikian, nantinya seluruh daerah memiliki CBPD yang cukup,” demikian Risfaheri. (bul)
Awal 2020, Diberlakukan Pembayaran dengan Uang Elektronik Mataram (Suara NTB) Kemajuan teknologi akan benar-benar dimanfaatkan. Pada awal 2020 mendatang, pemerintah memberlakukan kebijakan pembayaran, apapun bentuknya, cukup dengan barcode. Tak lagi pembayaran dengan uang tunai. Pada peringatan HUT RI ke - 74, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB juga telah menggelar grand launching standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS). Grand Launching ini dilaksanakan serempak oleh Bank Indonesia baik di Kantor Pusat maupun Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia. Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi dari Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang telah dicanangkan pada bulan Mei 2019 lalu. QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co. (lembaga yang menyusun standar internasional QR Code untuk sistem pembayaran). QRIS diimplementasikan untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara. Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB Achris Sarwani, menyampaikan, QRIS memiliki tagline UNGGUL yang mengandung makna yang pertama adalah
UNiversal, dimana penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran domestik dan luar negeri. Makna kedua adalah GampanG, karena masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Makna ketiga adalah Untung, sebab transaksi ini akan menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Sedangkan makna keempat adalah Langsung, dimana artinya adalah transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran. Grand launching QRIS di Provinsi NTB juga ditandai dengan penyerahan QR Code berlogo QRIS dari salah satu perbankan yaitu Bank NTB Syariah kepada UMKM pebisnis kopi binaan BI NTB (Cafe Moly) untuk digunakan sebagai sarana pembayaran. H. Ferry Satrio, Direktur Kepatuhan Bank NTB Syariah kepada salah satu pengusaha kopi lokal, L. Thoriq. Implementasi QRIS secara nasional sendiri berlaku efektif mulai 1 Januari 2020. Hal ini guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).MenurutIwanKurniawan, Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Keuangan Inklusif BI NTB menambahkan, targetnya, ke depan seluruh pedagang-pedagang kecilpun, akan bertransaksi
Mataram (Suara NTB) Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74 dan HUT MGM Supermarket yang ke 19, manajemen MGM melaksanakan sejumlah kegiatan pada Minggu (18/08) kemarin. Agenda yang digelar seperti senam zumba, donor darah, lomba mewarnai tingkat anak-anak hingga lomba ber-
belanja untuk ibu-ibu. Michael Aliaman, selaku Manager Operasional MGM Supermarket sekaligus ketua panitia mengatakan, agenda donor darah memang secara rutin digelar oleh MGM berkerja sama dengan sejumlah mitra kerja termasuk dengan Radio Global FM Lombok dan Suara NTB.
(Suara NTB/bul)
PENYERAHAN QRIS - Penyerahan Simbolis QRIS kepada UMKM kopi oleh Perwakilan Bank NTB Syariah, disaksikan Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani. secara elektronik. PR besar saat ini adalah mensosialisasikan kepada masyarakat. metode pembayaran dengan QRIS ini tak ribet. Tak memerlukan uang tunai dan tak perlu menyediakan uang kembalian seperti yang biasa di jumpai saat ini. Tinggal scan barcode, transaksi langsung jalan. Sesuai dengan har-
ga yang disepakati. “Di kios-kios malah lebih praktis. Tinggal tempel barcode, pembeli bisa bayar langsung. Tantangan kita adalah mensosialisasikannya. Karena secara infrastruktur di NTB sudah mendukung. Tinggal pakai hp, dan tersedia jaringan internet,” kata Iwan. Masih menurut Iwan, di Cina, pembayaran dengan uang
elektronik sudah menjadi budaya. Pemerintah juga telah bekerjasama dengan sejumlah negara untuk menerapkan sistem pembayaran elektronik ini di Indonesia. “Ini bagus juga bagi kita (NTB). Wisawatanwisatawan yang datang melancong nantinya belanja tak perlu lagi dengan tunai. Tinggal dibarcode,” demikian Iwan. (bul)
Jakarta (Suara NTB) Maskapai nasional Garuda Indonesia melalui lini bisnis logistik kargo udara berhasil meraih predikat kategori maskapai kargo terbaik se-Asia Pasifik oleh Indonesia Cargo Agent Club (ICAC) atas kinerja layanan kargo dan logistik Garuda Indonesia yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pemenuhan kebutuhan para kargo agen kargo khususnya ke wilayah se-Asia Pasifik. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal mengungkapkan, penghargaan ini memiliki arti tersendiri bagi kami pelaku usaha kargo nasional, khususnya di tengah-tengah tantangan kinerja bisnis kargo udara nasional yang dihadapi sektor industri kargo nasional. “Kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja positif kedepannya baik yang dilakukan melalui upaya pengembangan perluasan jaringan pengiriman kargo udara serta memperkuat konektivitas di setiap wilayah jalur logistik yang telah ada melalui inovasi-inovasi dalam mendekatkan layanan layanan kargo udara kepada masyarakat,’’ kata Iqbal. M. Iqbal menjelaskan “Capaian ini sekaligus menandai ekosistem bisnis kargo udara yang terus terbangun dengan baik. Melalui pengakuan yang disampaikan asosiasi agen kargo ICAC ini kami berkomitmen untuk terus bersinergi bersama sektor penunjang bisnis kargo udara dalam meningkatkan iklim usaha kargo yang dapat memberikan manfaat yang optimal bagi agen kargo maupun provider layanan kargo udara” Sejalan dengan komitmen pengem-
banganusahalayanankargoudara Garuda Indonesia, perusahaan terus menghadirkan beragam inovasi layanan kargo udara baik melalui perluasan jaringan outlet Cargo Service Center di seluruh Indonesia yang kini jumlahnya mencapai lebih dari 130 outlet yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, Garuda Indonesia juga mengembangan layanan cargo freighter untuk mengoptimalkan potensi angkutan kargo khususnya bagi sektor logistik di Indonesia Timur yang selama ini terkendala dengan jalur distribusi kargo yang terbatas. Lebih lanjut, Garuda Indonesia juga turut memperkenalkan serangkaian inovasi baru layanan kargo udara, salah satunya GIA Box yaitu kemasan kargo ramah lingkungan yang mulai digunakan di bulan Agustus ini. “GarudaIndonesiaCargodalam upaya optimalisasi potensi pangsa pasar dan pendapatan kargo udara telah mempersiapkan pengembangan teknologi pesawat nirawak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang diproyeksikan akan dilakukan tahap uji coba pada akhir semester 2 di tahun ini”, tutup M. Iqbal Selain meraih penghargaan maskapai kargo terbaik di Asia Pasifik, Garuda Indonesia turut menjadi unggulan pada kategori “Best Cargo Airlines for Europe Sector” pada agenda penghargaan ICAC Cargo Airlines Award, bertempat di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta Pusat (14/8). Adapun penghargaan tersebut diberikan oleh Indonesia Cargo Agent Club (ICAC) yang merupakan asosiasi para pelaku usaha kargo dan logistik nasional khususnya angkutan udara yang eksistensinya sudah ada sejak 33 tahun lalu dengan anggota lebih dari 55 agen kargo nasional. (*)
Bank NTB Syariah MGM Supermarket Gelar Aneka Lomba Garuda Indonesia Raih Penghargaan Maskapai Kargo Terbaik Se-Asia Pasifik Garap Sektor Properti dan Donor Darah Mataram (Suara NTB) Mulai tahun ini, PT. Bank NTB Syariah lebih serius menggarap sektor properti. 10 analis khusus telah disiapkan. Tahun 2019 ini, Bank NTB Syariah mengejar target pembiayaan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi. Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo menunjukkan ruang khusus analis di lantai tiga kantor pusatnya di Pejanggik, Mataram. Para analis yang telah ditunjuk terlihat sibuk menyelesaikan dokumendokumen pembiayaan yang diajukan calon nasabah melalui developer. Sudah ada 17 developer yang na(Suara NTB/bul) manya tercantum mengaH. Kukuh Rahardjo jukan kerjasama pembiayaan. Zenith, Abicarya, Mekar, Rian, Alam Asri, Hissto, Salva, BLI, Daya Cipta, Varindo, MDC, Muara Alam, Mandasari, Rizqi Agung, Wirat, Citra Jaya G, dan Aura Bintang T. Lebih dari 600 pengajuan masuk dan sedang diverifikasi dibiayai. “Tahun ini, 1.000 unit rumah subsidi kami biayai,” kata H. Kukuh Raharjo. Dua tahun lalu, semasih menjadi bank konvensional, Bank NTB membiayai tak sampai seratus unit. Tahun 2019 ini pembiayaan di sektor property menanjak tanam. menurutnya, massifnya pembiayaan di sektor property merupakan bentuk komitmen bank bekerjasama dengan para pengembang lokal untuk menggarap FLPP (Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan). Seluruh kantor cabang Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan ini. H. Kukuh menambahkan. Sepuluh analis yang diberi tanggungjawab khusus untuk menganalisa kelayakan nasabah untuk dibiayai bekerja ekstra untuk memverifikasi dokumen-dokumen pengajuan dan kelayakan nasabah. Lebih dari 600 pengajuan yang telah masuk, jumlahnya terus bertambah. Karena itu, ia meyakini 1.000 unit yang siap dibiayai terwujud sampai akhir tahun. Meski seluruh proses verifikasi masih dilakukan manual, sekitar lima hari, calon konsumen dapat mengetahui status pengajuan pembiayaannya di bank pembangunan daerah ini. “Kita sedang mengembangkan sistem agar konsumen dapat mengetahui sampai di mana proses pembiayaan yang diajukan. Sementara ini, masing-masing PIC berkomunikasi langsung dengan pengembang,” imbuhnya. Bank NTB Syariah tertarik menggarap sektor properti ini secara massif, alasannya untuk memberikan pilihan lebih banyak kepada nasabah, kepada pengembang untuk pembiayaannya. Selain itu, FLPP cenderung berisiko kecil. Tingkat Non Performing Financing (NPF) dalam istilah perbankan syariah, atau disebut kredit macet relatif kecil. Pemerintah juga menggencarkan program sejuta rumah untuk menjawab kekurangan tempat tinggal yang masih tinggi di NTB. Selain itu, kreditnya berjangka panjang. Jika pengembalian kredit dari nasabah stabil, akan menjaga fortopolio bank lebih stabil. “Apalagi rumah pertama. Nasabah biasanya khawatir jangan sampai bermasalah. Pasti nyetor. Secara bisnis, lebih terjamin,” ujarnya. (bul)
(Suara NTB/kmb_ris)
DONOR DARAH - Donor darah sedang berlangsung di MGM Supermarket.
“Donor darah kita perkirakan pesertanya sekitar 60 orang, karena hari ini ada kegiatan serupa di tempat lain. Kemarin juga ada kegiatan donor darah, jadi memang pesertanya tidak terfokus di sini. Peserta donor darah berasal dari karyawan dan umum,” katanya. Target darah yang biasa terkumpul sekali kegiatan donor darah di MGM Supermarket sekitar 100 kantong. Namun jumlahnya tergantung dari jumlah pendonor.” Dalam setahun biasanya kami gelar 2- 3 kali donor darah bekerjasama dengan PMI dan Radio Global FM Lombok,” tambahnya. Adapun lomba mewarnai tingkat TK dan SD diikuti oleh peserta sekitar 200 orang. Hadiahnya berupa piala, piagam, serta uang tunai. Yang tidak kalah serunya adalah lomba berbelanja yang diikuti oleh ibuibu yang sedang menunggu anaknya lomba mewarnai. Sebanyak lima orang ibu ditantang berbelanja di MGM Supermarket sebesar Rp 1 juta atau mendekati angka Rp 1 juta dalam jangka waktu 1 menit. “Bagi pemenang yang bisa berbelanja satu juta atau mendekati satu juta dalam jangka waktu satu menit itu dikasi hadiah berupa voucher belanja Rp100 ribu,” kata Michael. Ia mengatakan, semua agenda yang digelar oleh MGM pada Minggu kemarin banjir bingkisan dan hadiah. Misalnya bagi 200 peserta pertama senam zumba mendapatkan bingkisan menarik.” Ada pula doorprize yang menarik bagi yang beruntung. Untuk donor darah, semua persertanya dapat bingkisan dan voucher makan gratis di stand makan,” katanya. Di usia yang ke 19 ini, MGM Supermarket kata Michael ingin tetap terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen, terlebih persaiangan usaha semakin ketat di daerah ini.”Dengan persaiangan yang semakin ketat, kita harus tetap berinovasi, salah satunya dengan mengadakan acaraacara seperti ini, paling tidak bisa menambah trafik pelanggan,” katanya. (kmb/ris)
PENDIDIKAN
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Halaman 10
STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2019/2020. Kegiatan itu dibuka pada Senin (19/8) dan akan berakhir pada Kamis (22/8). Sebanyak 266 mahasiswa baru dari seluruh jurusan di STAHN Gde Pudja Mataram mengikuti kegiatan ini. Ketua Panitia PKKMB, I Gusti Ayu Agung Andriani, S.H., MH., dalam laporannya menyampaikan, latar belakang dilaksanakannya kegiatan PKKMB yaitu peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akan merasakan perbedaan yang cukup signifikan, bila dibandingkan dengan pembelajaran yang ditempuh sebelumnya, baik dari aspek akademik mau pun aspek sosial. Di samping itu, kegiatan itu juga untuk menyiapkan mental dan memberikan gambaran
tentang sistem pembelajaran dan kehidupan di kampus. “Maka perlu adanya program PKKMB untuk mempercepat adaptasi dengan lingkungan baru. Masa ini dapat dijadikan titik tolah inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan, dan membina sikap cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, jujur, cerdas, peduli, bertanggung jawab, dan tangguh,” urainya. Gusti Ayu Agung mengatakan, hasil yang diharapkan dari pelaksanaan PKKMB ini adalah peserta didik memahami dan mengenali lingkungan barunya, terutama organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, dan kemahasiswaan. Juga diharapkan meningkatnya kesadaran berbangsa, bernegara, dan cinta tanah air dalam diri mahasiswa baru. Mahasiswa baru juga diharapkan memahami arti pentingnya pendidikan yang akan ditempuhnya dan pen-
didikan karakter bagi pembangunan bangsa, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Juga terciptanya persahabatan dan kekeluargaan antar mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan,” katanya. Materi yang disampaikan pada kegiatan PKKMB antara lain sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0, Kehidupan berbangsa dan bernegara, kesadaran lingkungan hidup dan kesiapsiagaan, pengenalan budaya akademik, pembinaan bela negara, pelayanan sistem akademik di ju-
rusan, pelayanan sistem akademik, sistem keuangan dan pelayanan perpustakaan, pembinaan kgerakan nasional revolusi mental, dan tentang anti narkoba. Wakil Ketua III STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Susilo Edi Purwanto, S.Ag.,M.Si., mengatakan kehidupan perguruan tinggi berbeda dengan kehidupan di SMA. “Anda berada di STAHN Gde Pudja, dibangun untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas,” katanya. Susilo Edi juga menyampaikan bahwa jika ingin menjadi orang sukses, mahasiswa harus
mengenali diri sendiri. Ia juga menekankan, dalam studi di perguruan tinggi yang terpenting adalah belajar, bukan nilainya. “Kalau nilai tinggi tapi hasil nyontek, tidak baik, di dunia nyata anda akan habis dan kesulitan. Kebiasan di SMA suka nyontek dibuang, jangan dipakai di sini,” katanya. Ia juga menyampaikan tentang nilai-nilai budaya yang harus dijaga oleh mahasiswa, antara lain dalam penggunaan busana di kampus, apa saja perbuatan yang dilarang, mengenai tata karma, dan pencegahan kekerasan seksual di kampus. (ron/*)
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Ketua Panitia PKKMB, I Gusti Ayu Agung Andriani, bersama Wakil Ketua III STAHN Gde Pudja Mataram, Susilo Edi Purwanto, dan sejumlah dosen berfoto bersama dengan mahasiswa baru STAHN Gde Pudja Mataram pada kegiatan PKKMB, Senin (19/8).
Pramuka Tidak Boleh Miliki Sifat Putus Asa
Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., mengingatkan anggota Pramuka khususnya yang siaga untuk selalu semangat dan tidak mudah berputus asa. Sebagaimana karakter ini di contoh seekor kura kura dalam sebuah pertandingan lari cepat dalam sebuah dongeng yang memenangkan pertandingan dengan seekor kelinci. “Seorang Anggota Pramuka tidak boleh memiliki sifat putus asa, sebuah cerita tentang perlombaan di hutan, perlombaan tersebut adalah perlombaan lari antara kelinci dan kura-kura,” Demikian disampaikan saat menghadiri Gebyar Pesta Siaga dalam rangka Hari Pramuka ke-58 dan HUT RI ke-74 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala, Minggu (18/8). Menurutnya, cerita tersebut mengandung pelajaran yang sangat besar bagi kehidupan manusia di antaranya adalah kita tidak boleh menyepelekan orang lain, karena kekurangannya sementara kita sendiri merasa lebih dari yang lainnya. “Pesannya sederhana, walaupun kita punya kelebihan,
Didorong Jadi Sentral Pendidikan di Sekotong
walaupun kita punya keahlian, walaupun kita mampu berlari lebih baik dari temanteman kita, kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh memamerkan kemampuan kita dan kita tetap waspada terhadap apa-apa yang terjadi di sekitar kita,” lanjut gubernur Justru dengan kemenangan kura-kura yang dianggap mustahil bisa menang bisa diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh pesimis dalam segala hal walaupun orang lain menganggapnya sebagai sebuah hal yang mustahil. “Ini yang tidak berputus asa, walaupun diejek dan penuh keterbatasan, namun dengan keyakinan yang penuh, sedikit demi sedikit, akhirnya kelinci yang larinya lebih cepat bisa dikalahkan, artinya kalau adik-adik punya masalah sedikit da-
Gubernur dan Bupati Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Zainul Hafidz At-Taufiq Giri Menang (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hafidz At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, akhir pekan kemarin. Selain dua pimpinan daerah ini, hadir pula ratusan tuan guru. Di antara ratusan tuan guru ini, turut hadir penemu metode Amtsilati, KH. Taufikul Hakim yang datang dari Bangsri Jepara Jawa Tengah. Keberadaan ponpes yang diinisiasi H. Sahwan, S. Pd., ini diharapkan mampu mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat Lobar umumnya dan khususnya Buwun Mas Sekotong yang termasuk daerah terpencil. H. Sahwan mengatakan, setelah sekian lama masyarakat Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lobar merindukan lembaga pondok pesantren yang khusus mempelajari kitab kuning akhirnya segera terwujud. Selaku pimpinan yayasan ia berharap arahan dan bimbingan semua pihak untuk bagaimana membuat lembaganya bisa maju dan semakin berbenah ke depannya. KH. Tautikul Hakim sang penemu Metode Amtsilati pun sangat mengapresiasi langkah H. Sahwan yang akan menerapkan metode ini di ponpes tersebut. Metode Amtsilati sendiri kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat. Secara bahasa, kata “amtsilati” bermakna “contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami. Amtsilati yang digagas oleh KH. Taufikul Hakim ini ditulis dalam lima jilid, satu jilid tentang Khulashah (ringkasan dan intisari kitab Alfiyah Ibnu Malik, yang kitab aslinya terdiri dari 1000 bait nazham). Satu jilid tentang Mutammimah (berarti pelengkap dari Khulashah sebelum masuk ke kaidah-kaidah, seperti pembicaraan tentang nashab, rafa’, dan lain-lain yang merupakan penerapan dari rumus-rumus yang ada di Khulashah). Dan satu jilid lagi Qa‘idati (berisi kaidah-
(foto/ist)
Gubernur NTB H. Zukieflimansyah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Zainul Hafidz At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas.
(foto/ist)
Bupati Lobar H. Fauzan Khalid memberikan sambutan.
(foto/ist)
Gubernur didampingi H. L. Daryadi, Kepala Desa Buwun Mas Rochidi dan Anggota DPRD H. Abdul Majid. kaidah tata bahasa Arab), dan satu jilid Sharfiyyah (berisi tentang polapola kata, tambahan-tambahan dalam kata, bentuk masa lalu, masa sekarang, perintah, dan lain-lain). Dalam penyampaiannya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menekankan pentingnyapendidikan.“KedepanSekotong ini harus dan wajib hukumnya bagi kita semua, untuk dikembangkan sumber dayanya, termasuk pendirian pondok pesantren ini,”kata Fauzan di hadapan para tamu undangan yang hadir di antaranya para kepala OPD, Dewan, Ratusan tuan guru dan tokoh masyakarat H. L. Daryadi. Hadir pula TGH. Turmudzi Bagu dan Ketua PCNU Lobar Dr. Nazar Naamy, para kades dan kadus dari Sekotong-Lembar serta ribuan masyarakat Sekotong yang sedari awal bersuka cita atas pembangunan ponpes ini. Ke depan kata bupati, lembaga ponpes ini akan menjadi sentral di Kecamatan Sekotong karena perubahan dan dinamika yang terus bergerak.
Sementara itu, Gubernur NTB mengapresiasi berdirinya Ponpes Zainul Hafidz yang meski berdiri di tempat yang sepi, yakni di Dusun Sepi Desa Buwun Mas. Tetapi kata dia pembangunan ponpes ini diyakini memiliki nilai sejarah.”Tentu saya senang sekali hadir di tempat ini. Tempat ini bersejarah,karena namanya Dusun Sepi. Pondok Pesantren di Dusun Sepi ini penting di zaman kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,”ungkap gubernur yang dalam sambutannya. Gubernur dalam kesempatan itu banyak menyampaikan motivasi dan juga humor hingga membuat para tamu tertawa. Gubernur mengatakan, ia menjadi saksi akan adanya tempat bersejarah di Dusun Sepi ini. Ke depan ponpes ini akan menjadi batometer dalam percaturan peradaban umat manusia. Ia mengapresiasi guru Sahwan yang menginisiasi berdirinya pondok pesantren ini. Menurut dia hal ini akan menjadi sejarah tersendiri. (her/*)
(Suara NTB/Humas Setda NTB)
PESTA SIAGA - Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menghadiri Gebyar Pesta Siaga dalam rangka Hari Pramuka ke-58 dan HUT RI ke-74 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala, Minggu (18/8). lam kehidupan, jangan pernah Muda Kwarda NTB Drs. H. didik dan revitalisasi Gerakan putus asa, setapak demi seta- Fathul Gani, MSi., menyam- Pramuka dimulai dari tingkapak insya Allah akan ada ca- paikan terima kasihnya kepa- tan Siaga, Penggalang, penehaya di ujung terowongan un- da Gubernur NTB atas keha- gak pandega sampai kelak tuk menjadi pemenang dalam dirannya dalam acara Gebyar menjadi pramuka dewasa. hidup dan kehidupan ini,” Siaga di Bumi Perkemahan “Kita akan memulai dari ponJakamandala. Selain itu, tam- dasi kita tingkatan siaga ini tambahnya. Ia mengingatkan kepada bahnya, kegiatan seperti ini sehingga harapan kita, keberpara pembina Pramuka agar akan dilaksanakan sebagai lanjutan Gerakan Pramuka terus membina anak-anak agenda tahunan Kwarda NTB ini terus menjadi sesuatu yang dengan baik di Gerakan Pra- guna menumbuh kembangkan kita harapkan bersama memmuka ini, ia meyakini bahwa semangat kebersamaan dan berikan kontribusi positif NTB akan lebih baik jika Ger- memupuk rasa persaudaraan dalam mengisi Pembangunan di daerah yang kita cintai akan Pramukanya disikapi antar siaga di NTB ini. Nilai yang akan dicapai Nusa Tenggara Barat yang dan di internalisasi oleh anakdalam acara ini adalah pem- gemilang,” ujar Kepala Biro anak muda di NTB ini. Sementara Waka Bina bangunan karakter peserta Umum Setda NTB ini. (r)
INOVASI Gelar Pelatihan Fasilitator Daerah Mataram (Suara NTB) – Tim INOVASI Sumbawa menggelar Kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah Program Rintisan Numerasi Kelas Awal (2) Penerapan dalam Kelas pada Rabu (13/8) bertempat di Sumbawa Besar. Kegiatan yang diikuti oleh para pengawas dan fasilitator daerah (Fasda) ini dilaksanakan selama tiga hari. Kegiatan pelatihan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, H. Sahril, S.Pd., M.Pd. Pelatihan ini bertujuan untuk memperlengkapi para Fasda tentang konsepkonsep pengajaran numerasi dasar. Kemudian nantinya akan mereka latihkan kepada para guru dampingan melalui wadah kelompok kerja guru. Dalam sambutannya, H. Sahril, menyampaikan apresiasi dan menerangkan bahwa peran Fasda termasuk para guru penting, karena nantinya akan melakukan pengimbasan, pendampingan, dan pembimbingan terhadap rekan-rekan sejawatnya di lingkungan kerja masingmasing. Peran dari seorang guru tentunya harus memiliki keterampilan hidup, karir, dan teknologi. Keterampilanketerampilan ini perlu dikembangkan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi secara profesional atau sosial. “Menguasai ketiga keterampilan ini suatu keharusan, kalau tidak maka berbahaya. Pembelajaran di abad 21 ini
memerlukan penguatan terhadap kompetensi-kompetensi baik sebagai seorang fasilitator atau sebagai seorang guru,” tegas Sahril. Dalam kesempatan ini, Education Coordinator INOVASI di Sumbawa, Muhtar Ahmad, menjelaskan program INOVASI kepada para peserta untuk menyegarkan pemahaman mereka tentang program ini. Dalam kesempatan ini pula, Muhtar menerangkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah provinsi pertama yang terlibat dalam program INOVASI yang mana Sumbawa menjadi salah satu kabupaten dari enam kabupaten mitra program INOVASI. Di Kabupaten Sumbawa, tahun 2017 dilaksanakan program rintisan Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, Kontekstual) melalui pelatihan
dan lokakarya. Selanjutnya untuk program numerasi, pengimplementasian dilaksanakan berbasis KKG (Kelompok Kerja Guru) di setiap gugus. Di tahun 2018, program numerasi dilaksanakan di 2 gugus yaitu Gugus 1 Kecamatan Alas dan Gugus 1 Kecamatan Lopok. Program numerasi dasar (1) telah berakhir pada Juni 2019. “Kita juga melakukan perbaikan terhadap konten-konten program rintisan INOVASI. Sekarang dengan program numerasi kelas awal tahap dua, kita harapkan pendampingan Fasda lebih berfokus kepada refleksi para guru terkait dengan konten yang mereka dapatkan dan bagaimana penerapannya di kelas. Kita berharap apa yang sudah diterima oleh para guru dapat bertahan,” ujarnya menambahkan. (ron)
SUARA NTB
Selasa, 20 Agustus 2019
Halaman 11
Pelantikan DPRD KSB Molor, Undangan Gaduh Taliwang (Suara NTB) Acara pelantikan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) periode 2019-2024, Senin (19/8), diwarnai aksi gaduh sejumlah tamu undangan yang hadir. Kegaduhan itu dipicu rasa kesal para tamu undangan karena pelantikan molor dari jadwal yang ditentukan. Rasa kesal sejumlah tamu undangan sehingga membuat riuh ruang sidang utama gedung DPRD KSB memang cukup beralasan. Mereka yang hadir sejak pagi hari hingga memasuki pukul 09.00 Wita sesuai jadwal yang tertera dalam surat undangan, tak melihat ada tanda-tanda akan dimulainya prosesi pelantikan. Mereka pun satu mulai mengeluh, terutama yang duduk di bagian tribun atas karena menunggu terlalu lama. Mereka ada yang bahkan berteriak agar membubarkan acara pelantikan. Akibatnya beberapa kali protokoler acara pihak sekrerariat DPRD KSB meminta tamu undangan untuk tenang dan sabar
menunggu dimulainya acara. Sementara itu penyebab acara pelantikan molor, dari informasi yang diperoleh media ini karena menunggu kehadiran ketua Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa yang masih dalam perjalanan. Kaharuddin Umar salah satu anggota DPRD yang akan dilantik mengatakan, kehadiran ketua PN Sumbawa tak bisa tepat waktu sesuai jadwal karena harus mengikuti acara di Sumbawa. “Beliau konfirmasi semalam katanya harus ikut upacara dulu. Makanya agak telat ke sini,” ungkapnya kepada wartawan. Ia menyatakan, kehadiran ketua PN Sumbawa sangat penting. Sebab sesuai aturan, pengambilan sumpah jabatan
anggota DPRD yang akan dilantik akan dipimpin langsung oleh ketua pengadilan setempat. “Sebenarnya aturan boleh juga oleh pejabat pengadilan lainnya. Tapi sepertinya sekretariat kurang koordinasi mengantisipasi kondisi ini,” sebut politisi partai PDI Perjuangan ini. Keriuhan para tamu baru sedikit mereda sekitar pukul 10.40 Wita, setelah protokoler DPRD memastikan kehadiran Ketua PN Sumbawa. Itu pun saat ketua PN Sumbawa bersama bupati dan wakil bupati beserta unsur pimpinan DPRD dipersilakan masuk, tetap saja masih ada tamu yang bersorak tanda kecewa. Proses jalannya pelantikan anggota DPRD KSB sendiri
Adi dan Rani Rebut Emas di Pra-PON
(Suara NTB/ist)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Sanjaya yang biasa disapa tan Olahraga Dansa IndoMataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Pasangan dansa an- Adi mengatakan raihan med- nesia (IODI) NTB, I Made 123456789012345678901234567890121234567890123456789 dalan NTB, I Wayan Adi ali emas diraihnya tersebut Wija yang dikonfirmasi ter123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Purana Sanjaya dan NI setelah mengalahkan pedan- pisah membenarkan pasan123456789012345678901234567890121234567890123456789 Nyoman Ivana Maharani sa asal DKI Jakarta peraih gan Adi dan Rani meraih 123456789012345678901234567890121234567890123456789 berhasil meraih medali medali perak dan medali pe- medali emas di Pra-PON. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Selain Adi dan Rani, NTB emas di Pra-PON Dansa runggu diraih atlet asal Jatim. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Selain meraih medali juga berhasil meraih satu yang berlangsung di Bali 123456789012345678901234567890121234567890123456789 belum lama ini. Hasil itu emas, Adi dan Rani juga suk- emas lewat pasangan Adit 123456789012345678901234567890121234567890123456789 meloloskan pasangan dan- ses membawa pulang medali dan Fio. Itu artinya NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789 sa kakak beradik ini lolos perunggu di kelas ameteur berhasil merebut dua 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 mengikuti Pekan Olahra- pada ajang kualifikasi PON emas. “NTB dapat dua 123456789012345678901234567890121234567890123456789 ga Nasional (PON) di Pap- itu. Bagi Adi/Rani Raihan emas, dua perak dan lima 123456789012345678901234567890121234567890123456789 medali emas di Pra-PON ad- perunggu,” ucapnya. ua XX tahun 2019. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Ditanya apakah atlet “Saya dapat medali alah sejarah pertama kalinya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 emas di kelas Samba dan Pasalnya sebelumnya mereka NTB lolos PON, dia menga123456789012345678901234567890121234567890123456789 medali perunggu di kelas belum pernah meraih medali takan belum final, karena 123456789012345678901234567890121234567890123456789 masih menunggu Informasi ameteur,” ucap I Wayan emas maupun perunggu. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 “Medali emas ini pertama resmi dari PP IODI. “Kita Adi Purana Sanjaya kepa123456789012345678901234567890121234567890123456789 da Suara NTB di Mataram, kali kita dapat di Pra-PON. Ini masih menunggu hasil per123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 merupakan sejarah,” terangnya. hitungan final dari Pengurus Senin (19/8). 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Sementara itu, Ketua Ika- Pusat IODI,” jelasnya. (fan) I Wayan Adi Purana 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 PRA PON - Pasangan Dansa I Wayan Adi Purana Sanjaya dan NI Nyoman Ivana 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Maharani saat tampil di Pra-PON di Bali belum lama ini. 123456789012345678901234567890121234567890123456789
berjalan khidmat. Usai pengucapan sumpah jabatan 25 anggota terpilih hasil Pemilu 17 April itu, dilanjutkan dengan penunjukan pimpinan sementara DPRD KSB periode 2019-2024. Di mana Kaharuddin Umar dari PDI Perjuangan dan Abidin Nassar, SP., MP dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpilih untuk mengisinya sebagai partai pemenang pertama dan kedua di Pemilu lalu. Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM yang membacakan sambutan Gubernur NTB dalam pelantikan itu menyatakan, pemerintah KSB mengucapkan selamat kepada para anggota yang baru di lantik. Selanjutnya kepada mereka, pemerintah berharap dapat menjadi mitra setara dalam membangun daerah dan tetap menjalankan fungsi kontrolnya secara maksimal terhadap jalannya pemerintahan. “Pada akhirnya sinergitas kemitraan kedua lembaga harus
terus berjalan sesuai fungsi masing-masing untuk memastikan pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat tercapai,” ujar bupati. Sementara itu, para anggota DPRD KSB periode 20192024 yang dilantik. Diantaranya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 adalah Kaharuddin Umar dan M. Yamin dari PDI Perjuangan, Merlisa dari Gerindra, Amiruddin, SE dari PPP, Masadi, SE Nasdem, Baharung dari PKS, Muhammad Hatta dari PAN, Ahmad, S.Ag dari Partai Demokrat, Muhammad Nur PKB dan terakhir Andi Laweng dari PKPI. Dari Dapil 2, Kondi Pranata dari PKB, Nurjanah dan Hasanuddin dari PDI Perjuangan, Mancawari. LM dari Golkar, Mustafa. HS dari Nasdem, Taufiqurrahman dari PKS, Sapruddin dari PPP, Agusfian, SE dari PBB dan terakhir Aheruddin Sidik dari PKPI. Sementara dari Dapil 3, Sudarli, S.Pd dari PKB, Abdul
MENUNGGU - Para tamu undangan menunggu dimulainya acara pelantikan anggota DPRD KSB yang molor dari jawal semula. Haman dari Gerindra, M. H. Riyadi, SE dari Demokrat Saleh, SE dari PDI Perjuan- dan terakhir Ikhwansyah dari gan, Abidin Nasar dari PKS, Partai Demokrat.(bug)
(Suara NTB/ist)
Oney Anwar
Peselancar NTB Perkuat Tim SEA Games Indonesia Mataram (Suara NTB) Peselancar kebanggaan NTB, Oney Anwar akan memperkuat tim Indonesia di SEA Games Manila, Filipina bulan November 2019. Atlet asal Lakey, Hu’u, Dompu itu tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Bali guna menghadapi multi event internasional itu. Sekretaris Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB, Firman yang dihubungi Suara NTB via ponselnya, Se-
nin (19/8) kemarin mengatakan keikutsertaan Oney Anwar di SEA Games Manila cukup beralasan. Pasalnya atlet kelahiran 17 Agustus 1993 itu telah dipanggil oleh Pengurus Besar (PB) PSOI menjalani Pelatnas di Bali. “Oney Anwar sedang menjalani Pelatnas di Bali persiapan mengikuti SEA Games 2019 di Manila,” ucapnya. Lanjutnya, keikutsertaan Oney Anwar di Pelatnas cukup beralasan, sebab lelaki
yang bernama lengkap Hairil Anwar Hamzah itu telah menunjukan prestasi di level nasional hingga dunia. Prestasi tertinggi Anwar dimulai sejak tahun 2017, ia telah berhasil meraih berbagai medali emas di event internasional. Salah satunya menjuarai event internasional surfing Burleigh pro tahun 2019 di Australia. Hasil itu membuat Oney Anwar berkesempatan tampil di World Surf League (WSL) atau liga selancar dun-
ia. Tak hanya menjuarai event internasional, Anwar juga pernah menjuarai event internasional di Indonesia tahun 2019. Segudang prestasi yang diraih Anwar itu telah membanggakan nama bangsa Indonesia. Bahkan Anwar juga digadang-gadang akan tampil mewakili Indonesia di Olimpiade di Tokyo tahun 2019. Namun demikian, sebelum tampil di Olimpiade ia lebih fokus dipersiapkan menghadapi SEA Games 2019. (fan)
Tarung Derajat Siap Pertahankan Medali Emas Mataram (Suara NTB) Tarung derajat akan menurunkan sebanyak 11 atlet di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang akan berlangsung di Papua, 6-12 Oktober tahun 2019. Dengan kekuatan belasan atlet itu mereka siap mempertahankan satu medali emas yang diraih di multi event olahraga tingkat pelajar tahun 2017. Sekum Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) NTB, Dedi Noorcholish yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Senin (19/8) kemarin mengatakan nama-nama sebanyak 11 atlet yang akan memperkuat kon-
tingen NTB di Popnas 2019 sudah diserahkan ke Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) NTB selaku pihak yang akan mendanai keberangkatan atlet mengikuti Popnas 2019. “Kami sudah ajukan sebanyak sebelas atlet ke Dispora NTB. Kami harap bisa diberangbakatkan semua,” ucapnya. Dedy menjelaskan sebanyak 11 atlet yang diusulkan mengikuti Popnas 2019 merupakan hasil seleksi di Kejurda Tarung Derajat Pelajar yang di gelar di Gelanggang Pemuda Mataram belum
lama ini. Sebelas atlet yang terpilih adalah peraih medali emas di sebelas kelas yang dipertandingkan di event itu. Dengan kekuatan sebelas atlet itu Dedy optimis atlet tarung derajat dapat mendulang medali emas di Popnas 2019. Rasa optimis itu tidak berlebihan mengingat cabor tarung derajat selalu mempersembahkan medali emas di setiap multi yang diikuti.
Diakuinya di Popnas di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2017 cabor tarung derajat mempersembahkan satu medali emas untuk kontingen NTB. Sementara di Popnas 2019 cabor tarung derajat kata Dedy masih berpeluang meraih medali emas. Minimal akan mempertahankan tradisi satu medali emas yang diraih multi event pelajar nasional tahun lalu. (fan)
Pemberian Bonus Atlet Picu Krisis KONI Kota Bima (Suara NTB) – Krisis anggaran yang menghadang Persatuan Sepak Bola Kota Bima (Persekobi) disebut akibat dampak dari pemberian bonus pada atlet pemenang Porprov 2018 beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bima, Feri Sofiyan SH, Senin (19/8). Kata dia, bahkan pasca pemberian bonus pada atlet Porprov tersebut terjadi ketimpangan anggaran internal KONI. Wakil Walikota Bima ini, mengatakan bonus untuk atlet pemang Porprov tidak ada dalam anggaran. Sehingga untuk memenuhi bonus tersebut, pihaknya harus menyedot anggaran dari item lain. “Jadi anggaran lain yang disedot. Ini akan menjadi evaluasi ke depan, jika ingin ada bonus - bonus harus dianggarkan tersendiri,” ujarnya. Terpisah, Pembina Persekobi, Anwar Arman, SE mengaku Persekobi akan tetap mengiku-
ti Liga 3 zona Pulau Sumbawa yang akan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Dompu dalam waktu dekat. Kepastian itu lantaran pihaknya telah bertemu dengan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE belum lama ini. Walikota, kata Arman sudah menyanggupi untuk membantu Persekobi yang tengah krisis keuangan. “Walikota akan membantu Persekobi mencari anggaran Rp50 juta sebagai modal berlaga berbagai pertandingan. Terutama berlaga di Liga 3 di Dompu nanti,” kata Arman. Arman yang juga anggota DPRD Kota Bima ini menegaskan, Persekobi harus tetap bermain. Apapun dan bagaimanapun kendalanya, karena para pemain sudah berlatih keras dan cukup lama dalam menghadapi Liga ini. “Kita memikirkan psikologis pemain yang sudah berlatih keras untuk mengikuti pertandingan ini,” pungkasnya. (uki)
SUARA NTB
Selasa, 20 Agustus 2019
Halaman 12
Belum Semua Sekolah Laksanakan Pendidikan Inklusif Mataram (Suara NTB) Provinsi NTB pada tahun 2015 lalu sudah mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Inklusif. Dengan begitu seharusnya semua sekolah bisa melaksanakan pendidikan inklusif. Namun dengan adanya sejumlah keterbatasan yang dimiliki sekolah, seperti tidak adanya guru yang juga bisa mengajar siswa berkebutuhan khusus, membuat belum semua sekolah bisa laksanakan pendidikan inklusi. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Saiful Islam, M. Pd., mengatakan, pada tanggal 23 Desember tahun 2015, Provinsi NTB mendeklarasikan menjadi provinsi inklusif. “Seharusnya semua sekolah menyelenggarakan tapi baru sebagian,” katanya belum lama ini. Menurutnya salah satu kendala yang dialami sekolah karena ketersediaan guru yang juga bisa mengajar bagi siswa berkebutuhan khusus, masih minim. “Salah satu kendala belum semua sekolah bisa laksanakan pendidikan inklusif karena masih minim guru yang
bisa mengajar siswa berkebutuhan khusus,” katanya. Pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Di samping itu, SLB di Provinsi NTB juga masih minim. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB membangun tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) baru di sejumlah tempat pada tahun 2019 ini. Meski demikian, SLB baru itu belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan SLB di NTB. Di NTB sendiri jumlah SLB negeri dan swasta sebanyak 44 SLB. Dengan rincian 28 SLB swasta dan 16 SLB negeri. “Kita butuh tambahan SLB lagi,” katanya.
Saiful mengatakan, pihaknya akan membangun tiga unit SLB baru di Sakra, Kabupaten Lombok Timur, di Selebung Mantang, Kabupaten Lombok Tengah, dan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Salah satunya pembangunan SLB di Sakra sudah mencapai 50 persen. Saiful menekankan, dengan adanya tiga SLB baru nanti, NTB masih tetap kekurangan SLB. Ia menyebutkan di daerah Pringgabaya sampai dengan Sembalun, Lombok Timur masih belum ada SLB. Di Sekotong juga be-
lum ada SLB, termasuk di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. (ron)
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697
DIJUAL TANAH
DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919
q
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN
JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Selasa, 20 Agustus 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 13
OPINI
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Halaman 14
Kelembagaan Organisasi Pemerintahan dalam Mengelola Pegawai Copot Kepala Pasar Nakal DUGAAN pungli (pungutan liar) di lingkup pasar tradisional di Kota Mataram, kembali merebak. Pemkot Mataram sedang mendalami indikasi pungli retribusi lapak di Pasar Kebon Roek. Kasus ini menjadi atensi berbagai pihak. Pasalnya, dugaan pungli tidak kali ini saja. Tahun 2018 lalu, Tim Saber Pungli Polda NTB melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap petugas keamanan di Pasar Kebon Roek. Penangkapan itu hasil pengembangan dari laporan masyarakat. Petugas juru pungut menarik retribusi tak sesuai ketentuan. Kasus ini kembali terulang. Permasalahannya petugas juru pungut menarik Rp2.000 dari pedagang. Sementara, retribusi yang dikenakan ke pedagang sesuai perda Rp800. Kelebihan penarikan retribusi Rp1.200 entah masuk ke kantong siapa. Sejauh ini, Pemkot Mataram memiliki fokus mewujudkan good governance atau pemerintahan yang baik. Salah satunya adalah pewujudan pemerintahan yang bersih dari pungutan yang tidak dibenarkan oleh aturan yang berlaku. Pungli tidak terlepas dari ada peluang yang dilihat oleh oknum juru pungut. Pemkot Mataram berupaya menata dan tidak memberikan peluang untuk hal tersebut. Hal ini membuat Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana kecewa. Praktik pungli yang dilakukan oknum petugas di pasar meresahkan pedagang. Dugaan pungli di Pasar Kebon Roek akan merusak kredibilitas pemerintah. Wajar kalau kemudian Wakil walikota meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut. Kasus ini, terang saja membuat wakil Walikota merasa prihatin. Kasus terdahulu ternyata belum memberi efek jera bagi petugas juru pungut di pasar. Padahal, Pemkot Mataram berulang – ulang mengingatkan petugas pasar agar tidak memanfaatkan kewenangan yang dimilikinya untuk mengeksploitasi pedagang untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dinas Perdagangan yang membawahi semua pasar tradisional di Kota Mataram harus punya keberanian untuk segera mengevaluasi dan mensupervisi atau pengawasan kembali terhadap petugas pasar. Harus ada sanksi yang setimpal agar mampu memberi efek jera bagi petugas pasar lainnya. Sebab, tahun sebelumnya Pemkot Mataram dibuat shock dengan OTT yang menjaring kepala pasar Sayang – Sayang atas kasus pungli pedagang. Mestinya, kasus itu menjadi pembelajaran bagi petugas. Sayangnya, kejadian itu malah kembali terulang di Pasar Kebon Roek. Tim Saber Pungli mengamankan petugas keamanan diindikasikan melakukan praktik penarikan retribusi keamanan tidak sesuai ketentuan. Kedepan, diharapkan kepala pasar haruslah ASN (aparatur sipil Negara). Paling tidak kalau yang menjadi kepala pasar adalah ASN, pengawasan dari eksekutif maupun legislatif akan menjadi lebih mudah. Penempatan ASN sebagai kepala pasar maupun juru pungut dinilai akan lebih hati-hati dibandingkan dengan petugas biasa. Selain mendapatkan sanksi pidana, juga mengancam karir mereka sebagai ASN. Di Mataram, kepala pasar ada yang ditempati oleh ASN. Tetapi tidak maksimal karena arogansi kepala pasar. Pemkot Mataram kerap menerima laporan terjadi konflik di internal pasar itu sendiri. Oleh karena itu, perlu ketegasan Dinas Perdagangan mencari kepala pasar yang memiliki jejak rekam yang baik, sehingga tidak ada perilaku menyimpang. Selain itu, perlu juga dikaji pola pembayaran retribusi pasar oleh para pedagang. Misalnya pembayaran dengan cara non tunai sebagaimana sering disarankan dewan. Pembayaran retribusi non tunai, diyakini selain dapat menekan kebocoran PAD juga mencegah terjadinya pungli. Sebab interaksi petugas dengan pedang yang berkaitan dengan uang tidak terjadi seperti saat ini. (*)
Organisasi pemerintahan merupakan organisasi non profit yang tujuannya perupakan perwujudan dari sebuah pelayanan kepada masyarakat sebagai tanggung jawab sebuah pembangunan. Kedua hal ini merupakan paradigma dalam menjalankan suatu sistem pemerintahan berorentasi pada pelayan publik (public service). Karena pelayanan menjadi salah satu variabel keberhasilan pada pelaksanaan otonomi daerah. Apabila pelaksanaan pelayanan publik baik dan berkualitas maka pembangunan otonomi tersebut dapat dikatakan berhasil. ENGEMBANGAN kapasitas oraganisasi dapat dibagi menjadi 3 menurut Grindle yaitu 1. Pengembangan sumber daya manusia (Human Resource Develompment) 2. Pengauatan Organisasi (Organizational Strengthening) 3. Reformasi Kelembagaan (Instituional Reform). Ketiga hal tersebut perupakan pengembangan kapasiata suatu organisasi atau kelembagaan khususnya organisasi pemerintahan yang bergerak dalam pelayanan publik non profit. Pengembangan sumber daya manusia dapat melalui proses pengadaan tenaga profesional dan tenaga teknis dengan aktivitas seperti pendidikan dan pelatihan, sistem penggajian, keadaan kondisi lingkungan dan rekrutmen pegawai. Pendidikan dan pelatihan merupakan proses peningkatan keterampilan di luar sistem pendidikan dengan waktu yang lebih singkat yang dapat disesuai dengan kebutuhan pelatihan, desain program pelatihan dan evaluasi efektivitas suatu pelatihan. Sedangkan sistem penggajian merupakan kompensasi terhadap jasa dan kerja bagi karyawan sesuai dengan asumsiasumsi yang dipengaruhi keadaan
Oleh:
Lanni Shafiani, S.P., M.AP
(Alumni Karyasiswa BAPPENAS Universitas Brawijaya) ekonomi, politik dan nilai kemasyarakatan. Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan menarik pelamar untuk dipekerjakan pada suatu organisasi. Proses rekrutmen harus ditempuh dengan cara yang baik, rekrutmen yang baik akan menghasilkan kelompok pelamar yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh kebutuhan pengembangan organisasi. Langkah awal dalam rekrutmen adalah perencanaan pekerjaan yang merupakan bagian integral dan strategi organisasi. Proses rekrutmen pada organisasi pemerintahan dapat dilakukan dengan teknik rekrutmen yang pertama disentralisasi yaitu proses rekrutmen dapat dilakukan oleh instansi atau organisasi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengelola sumber daya manusia biasanya membutuhkan jumlah pegawai yang banyak sedangkan proses rekrutmen kedua adalah didesentralisasi biasanya dilakukan oleh instansi kecil karena kebutuhan pegawai yang kecil. Proses rekrutmen dilakukan dalam koridor profesionalisme, jauh dari kepentingan politik karena dapat mempengaruhi budaya organisasi dan kualitas organisasi dalam upaya memenuhi dan mengakomodasi nilai-nilai kebutuhan dan kepentingan publik. Tidak juga berdasarkan kepentingan pribadi yang berafiliasi dengan hubungan kekerabatan. Pegawai pemerintah biasa terdapat dua kategori ASN dan PPPK dalam PP no 49 Tahun 2018 tentang hak dan kewajiban. Akan tetapi yang sering menjadi kendala adalah perekutran disentralisasi yang dilakukan oleh organisasi pemerintah, karena seringkali tidak dilakukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kebutuhan sumber daya manusia dan beban kerja harus menjadi prioritas dalam rekutmen sehingga meningkatkan keadilan pembagian tugas dalam melakukan pekerjaan. Dengan penghitungan beban kerja tidak akan terjadi penumpukan pegawai yang nantinya akan menurunkan
efisiensi kinerja dan pemborosan dalam pembayaran honor pegawai. Sehingga kelembagaan organisasi pemerintah dapat efisien dari penggangaran pegawai dan pelayan pada masyarakat. Dalam Peraturan Republik Indonesia No 59 Tahun 2012 tentang Kerangka Nasional Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah maka pengembangan kapasitas kelembagaan pemerintah meliputi: pengembangan kebijakan, pengembangan kapasitas kelembagaan, dan pengembangan sumberdaya manusia. Praktek pengembangan SDM terfokus pada dua inisiatif strategis, yaitu meningkatkan kompetensi staf inti dan manajemen dalam pemerintahan daerah. Dengan mempromosikan pendekatan terpadu untuk pembelajaran organisasi, yang akan membutuhkan pengembangan tiga kemampuan SDM yang saling berkaitan: modal manusia (pengetahuan, keterampilan dan kompetensi); modal sosial (jaringan hubungan timbal balik dan dukungan); dan modal perusahaan (budaya organisasi yang tertanam dengan aset yang sesuai dan sistem informasi manajemen). Ini akan memerlukan rancangan dan menerapkan strategi di seluruh dimensi lembaga pemerintah daerah, yang sering disebut sebagai strategi sumber daya manusia organisasi. Aktivitas pengembangan organisasi dipengaruhi dan mempengaruhi aktivitas SDM lainnya. Pengembangan SDM dilakukan melalui pelatihan yang merupakan upaya jangka pendek, pendidikan yang merupakan upaya jangka menengah dan pengembangan yang merupakan upaya jangka panjang dalam mewujudkan peningkatan kinerja dana tau pertumbuhan pribadi. Manajemen SDM bertujuan meningkatkan produktivitas organisasi dengan kondisi SDM yang ada saat ini. Lingkungan SDM bertujuan memperbaiki lingkungan kerja melalui perubahan kondisi kerja dan hubungan interpersonal. Pengembangan SDM (HRD) berkembang menjadi workplace
learning and performance (WLP) merupakan pemikiran terbaru yang berarti penggunaan pembelajaran dani ntervensi terpadu untuk meningkatkan kinerja individu dan organisasi. Dapat disimpulkan bahwa perubahan adalah seuatu gerakan menuju suatu tujuan keadaan yang ideal sesuai dengan visi. Perubahan diperlukan untuk meningkatkan suatu keterampilan, standart operasional, kinerja yang paling sesuai pada saat ini. Perubahan itu dapat berjalan secara terstruktur, bertahap, dan terus dilakukan biasanya dilakukan pada suatu organisasi. Ada juga perubahan yang tidak terus menerus tetapi dalam sekali waktu yang pada intinya ingin merubah keadaan suatu organisasi. Perubahan pada suatu system dan sitem itu terbentuk dari beberapa subsistem, apabila merubah suatu system maka subsystem-subsystem akan mengalami perubahan sesuai dengan tujuan awal suatu organisasi.
POJOK Pengadaan Alsintan Sumbawa dilaporkan ke Kejaksaan Harus diusut tuntas
*** Awal 2020, diberlakukan pembayaran dengan uang elektronik Perangkat harus siap, sosialisasi harus masif
***
HUT Ke - 3 Aruna Senggigi
Tetap Semangat Berikan yang Terbaik DALAM semangat puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3, Aruna Senggigi Resort and Convention hadir sebagai hotel berbintang yang terus melakukan inovasi. Salah satunya dengan aktif melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan bersama masyarakat sekitar. General Manager (GM) Aruna Senggigi, Weni Kristanti menerangkan, Aruna Senggigi telah mengadakan sekian rangkaian acara untuk menuju malam puncak perayaan yang jatuh pada hari Minggu, 18 Agustus 2019. “Memang sebelumnya kita sudah mengelar rangkaian kegiatan road show to anniversary,” ujar Weni saat ditemui di sela-sela acara. Kegiatan tersebut meliputi donor darah yang diadakan pada 7 Agustus yang lalu. “Antusias dari seluruh tamu itu luar biasa dan kita disupport juga dari TNI,” ujar Weni. Selain itu, diadakan juga kegiatan Posyandu dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar kawasan hotel, tepatnya di Dusun Loco, Senggigi. Kemudian pada 9 Agustus juga diadakan kegiatan fogging di daerah yang sama sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat. “Hal tersebut yang akan kita berikan ke masyarakat. Jadi tidak hanya melulu ada hotel terus kita tidak peduli
pada masyarakat sekitar,” ujar Weni. Selain itu, pada tanggal 13 Agustus Aruna Senggigi juga menyempatkan diri mengunjungi anak-anak di Panti Asuhan Patmos di Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram. Pada kegiatan itu, Tim Aruna Senggigi bermain bersama anak-anak panti asuhan berbagi kebahagiaan. “Mereka sangat senang karena jarang sekali ada pihak hotel mengadakan ini,” ungkap wanita yang lama bergelut di bidang pariwisata tersebut. Program itu akan berlanjut dengan mengundang anak-anak panti asuhan untuk mengunjungi Aruna Senggigi. Dengan begitu, anak-anak diharapkan dapat merasakan bagaimana menginap di hotel serta menggunakan fasilitas yang disediakan hotel. Dengan semangat kemerdekaan juga, perayaan HUT Aruna Senggigi yang ke-3 dirayakan dengan mengadakan upacara bendera serta permainan khas 17 Agustus bagi karyawan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam puncak acara yang ditujukan untuk menyampaikan rasa syukur kepada seluruh pihak yang telah mendukung Aruna Senggigi. “Kita mengucap syukur di usia yang ke 3 ini, walaupun kita mengalami pasang surut, tapi harapan kita Aruna
Senggigi tetap menjadi hotel pilihan,” ujar Weni. “Semoga kita terus bersinar dan memberikan kontribusi positif bagi pariwisata di NTB secara umum, atau Senggigi secara khusus,” sambungnya. Di usianya yang ke-3, Aruna Senggigi sempat mengalami pasang surut. Dibangun pada 2016 di bawah nama PT. Dharma Lautan Utama, Aruna Senggigi sempat mengalami masa keemasan dengan tingkat okupansi lebih dari 70%. Namun pada tahun keduanya, yaitu di tahun 2018, bencana gempa melanda dan sempat mempengaruhi bisnis. “Kita memang mengalami pasang surut. Tapi bagaimana kita terus berusaha agar tetap eksis dan yang pasti adalah kita semua percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil,’’ tegas Weni. Benar saja, di tahun ke-3, Aruna Senggigi perlahan bangkit. Dalam semester kedua tahun 2019, tingkat hunian hotel telah kembali naik mencapai 60%. Hal itu diakui Weni berkat dukungan dari seluruh pihak yang bersentuhan langsung dengan Aruna Senggigi melalui program-program yang diadakan. “Kami selalu memberikan tren baru dan selalu aktif untuk membuat kegiatan-kegiatan yang akan menarik tamu melihat Aruna,” pungkas Weni. (bay/*)
Serangkaian perayaan HUT ke 3 digelar kegiatan fogging
Kegiatan donor darah
Malam puncak perayaan HUT ke 3 Hotel Aruna Senggigi
Bhakti sosial juga melengkapi perayaan HUT ke 3 hotel Aruna Senggigi
Kegiatan Posyandu
RAGAM
SUARA NTB Selasa, 20 Agustus 2019
Instalasi Radioterapi RSUD NTB Resmi Terima Pasien BPJS Mataram (Suara NTB) – Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB resmi mendapatkan izin menerima pasien peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal tersebut mengikuti penandatanganan surat perjanjian kerjasama antara Direktur RSUD NTB dengan Kepala BPJS-Kesehatan Cabang Mataram, Senin (19/8). Kepala BPJS-Kesehatan Cabang Mataram, dr. Muhammad Ali, menerangkan bahwa kerjasama tersebut telah diusulkan sejak satu tahun terakhir. Dengan diresmikannya pelayanan tersebut bertepatan dengan momen hari kemerdekaan Republik Indonesia, diharapkan aksesibilitas pelayanan pasien khususnya untuk penderita kanker dapat ditingkatkan. “Kita harapkan ini membantu aksesibilitas pasien JKN untuk terapi(supaya)tidakperlumenjangkau pusat radioterapi yang ada di luar NTB, tetapi cukup di Provinsi kita,” ujar Ali ditemui seusai acara. Selain itu, Ali berharap agar Instalasi Radioterapi di RSUD NTB juga
dapat mengakomodir kebutuhan pasienkankeruntukwilayahregional Bali, NTB, dan NTT. Mekanisme yang diterapkan sendiri sama dengan penanganan pasien BPJS untuk jenis penyakit lainnya. Di mana pasien harus menjalani pemeriksaan sesuai rujukan dan berhak mendapatkan pelayanan yang komprehensif mulai dari proses diagnosa penyakit, pemberian obat, hinga menjalani proses radioterapi sendiri. Senada dengan itu Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian pelayanan peserta BPJS-Kesehatan. Disebut Hamzi hal itu sangat dinantinantikan karena sampai saat ini setidaknya sudah ada 200 orang pasien penderita kanker yang mengantri mendapatkan pelayanan radioterapi. Diterangkan Hamzi selama ini pasien RSUD NTB memang 90% adalah peserta BPJS. Mengingat kisaran biaya pasien umum untuk menjalani radioterapi berkisar sampai puluhan juta, kerjasama tersebut dinilai sangat membantu pasien. “Kita akan mengatur dari sisi rumah
sakit mekanismenya, pelayanannya. Dalam hal ini kita menyiapkan fasilitas dan sistem layanannya,” ujar Hamzi. Salah satu pasien RSUD NTB, Hj. Manggar Dwiningtjas yang turut hadir dalam peresmian tersebut juga menyampaikan rasa syukurnya. Disebut Manggar, selama ini dirinya harus melakukan terapi sinar di Instalasi Radioterapi di Surabaya. “Itu saya lakukan bulan November sampai Desember. Di sana belum bisa dilakukan pemeriksaan radioterapinya, dan di sana keadaan saya agak ngedrop di bulan Desember,” ujar Manggar. Diceritakannya untuk menjalani pengobatan di luar daerah dirinya bersama penderita kanker yang lain harus menunggu lama sampai akhirnya mendapatkan perawatan. “Kalau kita lakukan (terapi) di luar daerah, kita harus bolakbalik sampai enam kali baru bisa ditangani,” sambungnya. Dengan begitu, dibukanya pelayanan pasien BPJS untuk Instalasi Radioterapi disebut Manggar sangat membantu para penderita kanker seperti dirinya. Dimana mereka sangat membutuhkan penanganan segera, dan akhirnya dapat terakomodir di daerah sendiri. “Kami ucapkan terimakasih banyak. Dengan adanya pelayanan dari Pemerintah Provinsi dan BPJS untuk meringankan teman-teman yang menderita (kanker) seperti saya, lebih cepat ditangani untuk segera dapat kesembuhan,” pungkas Manggar. (bay)
Halaman 15
Sambut Revolusi Industri, Alfamart Luncurkan Alfagift 4.0 HADIR untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen, Alfamart mengembangkan aplikasi digital dengan inovasi canggih yang bernama ‘Alfagift 4.0’, Alfagift 4.0 memiliki keunggulan untuk terus mengembangkan berbagai manfaat hanya dengan satu genggaman. Sukses dengan lebih dari sepuluh juta member, Alfamart terus mengembangkan aplikasi digital untuk memudahkan konsumennya. President Director PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Anggara Hans Prawira menga-
takan, Alfagift 4.0 merupakan pengembangan terbaru dari aplikasi Alfagift yang telah ada sebelumnya. Inovasi terbaru ini memang menyasar segmen milenial yang memiliki kebutuhan kecepatan dan kemudahan. “Alfagift 4.0 menggabungkan fungsi recommendation engine, personalization offers, alfastamp, alfastars, dan store locator ke dalam satu aplikasi Alfagift 4.0 dengan menu yang lebih lengkap dan menarik.” ujarnya saat launching Alfagift di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (19/8). Anggara Hans Prawira menjelaskan, selain terus berinovasi dalam rangka rangkaian me-
nyambut 20 tahun Alfamart untuk Indonesia. Kami memberikan voucher hingga Rp1 juta untuk 5 juta konsumen pertama yg mengunduh Alfagift. “Kami percaya kami harus terus berinova-
Forum Pemuda Lintas Iman dan Etnis Gelar Tabur Bunga di Makam Pahlawan Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka memperkuat dan menumbuhkan semangat nasionalisme, Forum Pemuda Lintas Iman dan Etnis (FPLIE) NTB bersama Legiun Veteran NTB melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) di Lingkungan Majeluk, Kota Mataram, Minggu (18/9). Dalam kegiatan tersebut dilakukan acara tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para pahlawan. Ketua FPLIE NTB, Lianto, menerangkan bahwa kegiatan ziarah makam ini sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan Pemuda Lintas Iman dan Etnis mengenang jasa para pahlawan yang telah berjua-
ng dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Sebagai generasi muda jangan melupakan sejarah. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Ir Soekarno yang berbunyi Jangan Melupakan Sejarah,” ujar Lianto yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Tionghoa muda Peduli (ATAP) NTB. Lianto mengaku baru kali ini mengunjugi TMP bersama-sama dengan Pemuda Lintas Iman dan Etnis dan Veteran NTB. “Kami terharu, bangga dan kagum. Bercampur aduk melihat para Veteran masih tetap semangat walaupun umur sudah tidak muda lagi,” ujarnya. Menurutnya, ada banyak pelajaran khususnya tentang kedisiplinan yang dapat dipelajari dari para Veteran. Termasuk dalam proses
upacara tabur bunga yang dilakukan untuk merefleksi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang tidak gampang.“Kamisebagaipemudaharus mensyukuri dan menjaga persatuan dan kesatuan. Semoga kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan kami,” pungkasnya. Ketua Veteran NTB, H. Abdul Kadir menyebutkan bahwa ziarah ke TMP bersama para pemuda dari FPLIE NTB memiliki kekhusus-
PGS Masuk ’’Calendar of Event’’ BPLS 2019 (Suara NTB/bay)
Kepala BPJS-Kesehatan Cabang Mataram, dr. Muhammad Ali dan Direktur RSUD NTB, dr H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS menandatangani surat kerjasama terkait pelayanan pasien BPJS pada Instalasi Radioterapi RSUD NTB, Senin (19/8)
Rp15 Miliar Hibah Bansos Tahun Anggaran 2018 Tak Terbayar Dari Hal. 1 ‘’Ya hangus sudah jadinya, ndak ada apa-apa. Total bansos dari Pokir Dewan itu Rp 8,5 miliar. Pokir dari saya sendiri sebesar Rp300 juta yang tidak cair. Saya diprotes sama masyarakat, tapi mau bilang apa? Ya kita jelaskan kondisinya,’’ tutur Humaidi, Senin (19/8) kemarin diruang kerjanya. Sebagai Pimpinan Komisi III yang membidangi urusan keuangan, ia dapat memahami mengapa Pemprov NTB tidak bisa membayarkan belanja hibah Bansos tersebut. Kondisi defisit keuangan daerah memaksa Pemprov tak bisa membayar belanja hibah Bansos tersebut kepada masyarakat. ‘’Tapi kita tidak bisa sepenuhnya salahkan pemerintah. Karena kalau kondisi APBD kita jeblok (defisit) maka yang paling berani dan gampang kita hapus (dirasionalisasi) adalah belanja hibah Bansos. Karena kalau belanja program proyek yang dikotrak, ndak akan berani pemerintah,’’ katanya. Bisa dituntut, karena sedang berjalan dikerjakan. Makanya jalannya Bansos itulah jadi lahan paling tepat untuk dipangkas. Sebelumnya, anggota DPRD NTB sempat geram tidak dicairkannya pokir Bansos tersebut. Dewan pun mendesak Pemprov NTB untuk menerbitkan surat hutang atas tidak terealisasinya hibah Bansos tahun anggaran 2018 lalu. Hal itu
diperlukan agar pemerintah tidak dianggap melakukan pembohongan publik oleh masyarakat penerima hibah Bansos. ‘’Ini bisa dianggap penipuan. Artinya kwitansi sudah terima uang, tapi kenyataannya tidak ada. Nah harusnya pemerintah tegas, sampaikan kepada masyarakat secara tertulis, supaya ini transparan. Kalau tidak dampaknya ini kita yang ditagih,’’ katanya. Misalnya hibah untuk masjid dan ponpes, para pengurus dicurigai telah menilep uang. ‘’Nah ini harus diantisipasi. Karena itu sangat penting untuk dijawab keresahan masyarakat ini oleh pemerintah,’’ kata anggota Komisi IV, Ruslan Turmuzi beberapa waktu lalu. Ruslan mengaku, dana hibah Bansos yang masuk lewat pokir dia sendiri sebanyak Rp400 juta lebih yang tidak dicairkan. Anggota Komisi V, Ahmad Yadiansyah juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku memiliki tujuh hibah Bansos yang berasal dari pokirnya. Dari tujuh tersebut, tiga sudah ditandatangani penerima, namun belum dicairkan sampai saat ini. Nilainya beragam, ada senilai Rp 25 juta, kemudian Rp 20 juta dan Rp 32 juta. Semuanya adalah hibah untuk pembangunan tempat ibadah. (ndi)
Pemprov akan Bayar ’’Utang’’ Bansos 2018 Dari Hal. 1 Namun, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB ini meminta dikonfirmasi ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). ‘’Cek ke BPKAD,’’ katanya. Terkait dengan utang pembayaran proyek percepatan jalan, Ardhi yang dikonfirmasi sebelumnya memastikan sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2019. Karena itu merupakan kewajiban Pemda kepada pihak ketiga yang sudah selesai melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan kontrak. Plt Kepala BPKAD NTB, H. Zainul Islam yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (19/8) belum merespons. Pertanyaan yang dilayangkan Suara NTB, belum dijawab. Diketahui, pada tahun anggaran 2018, Pemprov punya utang sekitar Rp40 miliar. Utang tersebut merupakan dana yang belum bisa dibayar untuk proyek percepatan jalan sebesar Rp34 miliar dan dana hibah/Bansos sebesar Rp8 miliar lebih. Pada 2018, Pemprov NTB tidak bisa membayar proyek percepatan jalan tahun jamak sekitar Rp34 miliar. Untuk membayarnya, Pemprov kemudian mengalokasikannya dalam APBD Perubahan 2019. Semula, sebesar Rp77 miliar
proyek percepatan jalan belum bisa dibayar pada 2018. Namun, sampai akhir tahun anggaran 2018, Pemprov telah membayar sekitar Rp40 miliar. Sehingga sisanya sebesar Rp30 miliar yang belum dibayar dan dialokasikan di APBD Perubahan 2019. Proyek percepatan jalan yang belum dibayar merupakan retensi atau masa pemeliharaan selama enam bulan. Dalam APBD 2018 Pemprov harus menganggarkan dana sekitar Rp 400 miliar untuk proyek percepatan jalan tahun jamak. Total anggaran dialokasikan Pemprov selama dua tahun (2017-2018) sebesar Rp 650 miliar untuk proyek percepatan jalan. Pada tahun anggaran 2017, dialokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar. Sehingga sisanya sekitar Rp 400 miliar dianggarkan pada 2018. Sesuai target RPJMD, tingkat kemantapan jalan ditargetkan mencapai 84 persen. Tingkat kemantapan jalan provinsi pada 2013 lalu sebesar 67,56 persen. Hingga 2017, tingkat kemantapan jalan provinsi di NTB telah mencapai 77,16 persen dari target sebesar 75,39 persen. Pada akhir RPJMD 2013-2018, Pemprov menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi di NTB mencapai 83,65 persen. (nas)
Dari Hal. 1 Awal September ini juga, akan berlangsung Simposium Asia Pasific Geoparks Network (APGN) yang akan dihelat di Sembalun oleh UNESCO Global Geopark. ‘’Ketika event wisata di Lotim ini masuk ke nasional, maka pusat pasti akan turut mempromosikan kegiatan kita,’’ paparnya. Banyaknya event wisata diyakini akan berdampak pada kunjungan wisata. Semakin banyak warga yang berkunjung ke Lotim, maka akan berdampak langsung pada pen-
ingkatan kesejahteraan masyarakat Gumi Selaparang. Dampak dari makin tingginya kunjungan wisatwan ini akan merembet ke kesejahteraan masyarakat. Provinsi NTB diketahui menargetkan angka kunjungan wisatawan tahun 2019 ini 4 juta orang. Lotim diyakini akan bisa menyumbangkan setidaknya 200 ribu wisatawan. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lotim, Muhir menambahkan setelah PGS masuk menjadi bagian dari kegiatan BPLS di tingkat NTB, maka akan banyak mendapatkan pengakuan. Dalam
hal promosi, diyakinkan akan lebih mudah. ‘’Kita lebih gampang koordinasi dalam melakukan promosi wisata,’’ ujarnya. Muhir mengaku sangat bersyukur sekali untuk pertama kalinya PGS di bawah pimpinan Kadispar Lotim, Dr. H. Mugni kegiatan wisatadiLotimitubisamasukmenjadi bagian dari kegiatan provinsi. Dispar Lotim sebelumnya jadi kantoranaktiri.Menurutnya,masalahnya bukan pada kebijakan bupati. Akan tetapi, Dispar sejauh ini belum lahirkan program yang sesuai dengan keinginan dan sesuai kebijakan pimpinan. (rus/*)
Tak Layak Huni, NTB Prioritaskan Tangani 101.852 Rumah Kumuh Dari Hal. 1 Kita sepakati dengan kabupaten/kota, ada prioritas dulu. Prioritas itu kita hitung ada 101 ribu unit. Ini dulu yang kita percepat penyelesaiannya,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Permuliman (Perkim) NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT dikonfirmasi di Kantor Gubernur, kemarin. Ia menjelaskan, sebanyak 101.852 unit RTLH yang menjadi prioritas pertama. Sedangkan sisanya menjadi prioritas kedua. Berdasarkan data Pemprov dalam NTB Satu Data, ada lima kabupaten yang memiliki jumlah RTLH masih cukup tinggi di NTB. Yakni Lombok Timur 35.208 unit, Lombok Tengah 13.973 unit, Lombok Utara 10.214 unit, Sumbawa 10.071 unit, dan Bima 10.070 unit. Sedangkan lima
si dan terus berusaha memberikan penawaran yang terbaik untuk konsumen loyal Alfamart agar kami dapat terus memenangkan hati konsumen,” ujar Hans Prawira.(r)
kabupaten/kota, jumlahnya ratusan hingga ribuan unit. Seperti Kota Mataram 946 unit, Lombok Barat 6.314 unit, Sumbawa Barat 3.631 unit, Dompu 8.006 unit dan Kota Bima 3.419 unit. ‘’Kita bisa melihat dari jumlah penduduk dan luasan wilayah. Itu Lombok Timur yang paling banyak penduduknya. Sehingga pasti rumah tidak layak huninya banyak,’’ kata Sugiharta. Ia yakin jumlah rumah tidak layak huni akan berkurang. Pasalnya, banyak bantuan yang diberikan ke masyarakat terutama korban bencana gempa bumi tahun 2018 lalu. ‘’Jadi sudah banyak rumah tidak layak huni itu menjadi layak huni ke depan dengan bantuan rumah tahan gempa,’’ katanya. Sugiharta menambahkan,
tiap bulan Desember pihaknya menyepakati pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemda kabupaten/kota. Sehingga awal tahun anggaran, apa yang dikerjakan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota sudah jelas lokasinya. ‘’Ini kita padukan. Berapa konsep di 2020. Pemerintah pusat sekitar 4.500 unit, bahkan kita mengusulkan sampai 6.000 unit. Kita provinsi 3.000 unit, kabupaten/kota dan pemerintah desa juga punya konsep,’’ tuturnya. Jika masing-masing desa mengalokasikan dana desa untuk pembangunan 10 unit RTLH. Hampir 20 ribu unit RTLH akan tertangani di NTB. ‘’Kalau 101 ribu itu, lima tahun prioritas pertama terselesaikan,’’ sebutnya. (nas)
an tersendiri bagi dirinya. Mengingat kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali diadakan. Disebut Abdul Kadir, dirinya merasa bangga melihat masih banyak pemuda yang mengambil inisiatif untuk melakukan ziarah ke makam pahlawan bersamasama para Veteran, seperti yang dilakukan FPLIE. Untukitu,dirinyaberharap semangat nasionaliseme tersebut terus disalurkan kepada seluruh anggota yang lain. (bay)
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Forum Pemuda Lintas Iman dan Etnis NTB dengan Veteran NTB di Taman Makam Pahlawan, Minggu (18/8).
’’Trigger’’ Wisatawan ke NTB Dari Hal. 1 Diikuti oleh lebih dari 500 orang peserta dari 27 negara sahabat ( Yunani, Prancis, Italia, Australia, Kanada, India, rusia, Tiongkok, Malaysia, Vietnam, Thailand, Korea Iran Jepang dan negara-negara lainnya) akan mengunjungi seluruh destinasi wisata di Pulau Lombok. Juga akan melaksanakan field trip melalui tiga jalur, yaitu jalur utara (Desa Gumantar dan Senaru). Kemudian jalur tengah ( Museum, Kemalik Lingsar dan Aik Berik). Jalur timur ( Sembalun). ‘’Sehingga akan menjadi sarana promosi yang efektif untuk mengenalkan NTB ke kancah internasional, khususnya keindahan pariwisata Lombok dan Sumbawa,’’ tegas gubernur yang lebih akrab disapa Dr. Zul itu. ‘’Sekarang (peserta) saja 500 orang dari berbagai negara, kalau setiap hari mereka menyampaikan berita bagus (melalui medsos), apalagi juga ada media internasional yang hadir maka betapa kita akan lebih dikenal. Apalagi mereka 500 orang ini akan mengunjungi berbagai tempat yang indah di Lombok ini,’’ katanya. Gubernur menambahkan, ke depan diharapkan akan lebih banyak event internasional digelar di Lombok dan Sumbawa. ‘’Saya kira banyak eventevent internasional itu akan
diselenggarakan di Lombok. Jadi orang bukan hanya akan datang dengan keindahan, keelokan eksotisme Lombok tapi juga membuka tabir bahwa ternyata Lombok dan Sumbawa itu pernah punya kontribusi besar dalam merubah arah peradaban dunia melalui Rinjani dan Tambora,’’ katanya. Sementara itu Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos.MH menjelaskan event internasional APGN 2019, akan dimulai rangkaiannya sejak 30 Agustus 2019. Event yang akan terlaksana hingga 6 September ini, akan resmi dibuka pada 3 September. Aryadi mengatakan, dalam event APGN ini tercatat sedikitnya 500 peserta dari berbagai negara akan hadir. ‘’Para peserta juga dijadwalkan melakukan field trip atau kunjungan lapangan ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Lombok,’’ katanya. Informasi dari Biro Perencanaan dan Informasi Kemenko Bidang Kemaritiman menyebutkan, pembukaan APGN 2019 direncanakan akan menghadirkan sejumlah menteri terkait. Event APGN 2019 ini juga akan diisi dengan rangkaian berbagai hiburan dan atraksi budaya yang sejalan dengan kearifan lokal khas masyarakat NTB dan nusantara pada umumnya. (r)
Ketika Wisatawan Asing Hilang Rasa Khawatir Dari Hal. 1 Dua backpacker asal Perancis merapikan barang bawaannya dipandu Khairul Hamzah, guide asal Senaru. Di wajah mereka tergambar rasa antusias ingin segera menjajaltrekSenaru–Pelawangan.Tak tersirat wajah khawatir. Perjalanan dimulai dari pintu masuk hutan yang disebut warga Jebak Gawah menuju pos bayangan pada jarak 500 meter. Seperempat dari perjalanan sebelum tiba di pos 1 pada jarak 1 kilometer, Suara NTB mengamati pendaki dari kalangan WNA tak putus. Mereka berkelompok hingga 10 orang, sebagian dengan pasangan masing masing. Suhu terasa semakin dingin saat tiba di pos 1. Dua turis asal Perancis mengatur nafas di gardu pos 1 bersama porter dan guide lainnya.
“Tidak, terima kasih. Itu tradisi yang bagus,” jawab wisatawan itu ketika ditawari sarapan nasi bungkus oleh pendaki domestik, Alfian Hidayat. Laurance, juga datang dari Perancis untuk mengisi liburan. Ia bersama temannya mengambil trip khusus Rinjani tanpa ada rasa khawatir lagi. “Di negara kami, Agustus ini masuk masa liburan. Kami pilih Rinjani. Sudah tidak khawatir,” tutur gadis 22 tahun ini. LaurancemendengarkabarbahwaRinjani sempat ditutup karena banyak jalur rusak akibat gempa. Kesempatanmendakiakhirnyatiba setelah dibuka secara resmi, tanggal 14 Juni 2019 lalu. Perjalanan berlanjut ke pos II pada jarak 2,7 kilometer. Keringat yang tadinya hanya menetes terasa bercucur setelah menempuh
waktu selama 1 jam 30 menit. Situasi di pos II lebih mirip suasana pantai yang disesaki wisatawan asing. Mereka istirahat dengan cara masing masing. Guide dan porter sibuk menyiapkan makanan dan minuman. Meja dan kursi mini serta tikar digelar, menjadikan lereng gunung itu bak suasana restoran. Mereka terlihat memberikanservicesenyamanmungkin kepada wisatawan. Mr. Adam dan Sam, dua diantara puluhan pengunjung yang menikmati rasa lelah dan peluh ketika mendaki gunung dengan ketinggian total 3.726 Mdpl itu. Eksepektasi mereka sama soal wisata minat khusus di Rinjani. Belum lengkap rasanya tanpa menginjakkan kaki di spot paling menantang di Danau Segara Anak dan puncak.
Namun keduanya memahami aturan larangan, sehingga tidak memaksakan kehendak. Trip dari Jebak Gawah sampai the crater rim atau bibir kawah yang disebut Pelawangan tetap menarik. “Lombok, pulau yang bagus. Rinjani ini nomor satu. Orangnya ramah-ramah,” ujar Sam tentang alasannya datang ke Lombok. Perjalanan menuju pos III menempuh waktu 2,4 kilometer. Medannya cukup berat, selain terus menanjak, akar pohon berumur puluhan bahkan ratusan tahun menjalar di permukaan jalan membentuk tangga. Cukup menguras energi karena jalan menapak seperti melewati anak tangga. Perjalanan terakhir menuju crater of rim masih tersisa 1,8 kilometer. Cukup pendek, tapi inilah
perjalanan paling melelahkan selepas menempuh waktu sekitar enam sampai tujuh jam. Pendaki harus ekstra hati-hati karena permukaan tanah gembur sisa endapan erupsi gunung api. Setelah melewati pos III ekstra, adrenalin benar- benar diuji dengan sisa- sisa tenaga, karena pada jarak 800 kilometer melewati bebatuan hasil endapan piroklastik yang membeku di permukaan tanah. Sampailah pada titik akhir perjuangan panjang dengan waktu tercepat 8 hingga 10 jam. Matahari sore mulai semakin dekatdengangugusawanyangberjajar menutupi Lombok bagian Utara. Inilah saat- saat ditunggu wisatawan. Memandangi sunset pada ketinggian 2.513 Mdpl. Serasa berada di negeri di atas awan. (ars)
Pengadaan Alsintan Sumbawa Dilaporkan ke Kejaksaan Dari Hal. 1 Dalam lampiran surat itu, Dirjen memberikan bantuan kepada tiga kelompok tani berupa Combine Harvester. Alat pertanian bernilai miliaran rupiah itu diberikan kepada tiga kelompok diantaranya Usaha Pelayanan Jasa Alat (UPJA) Sabeta, UPJA Lestari dan UPJA Saling Santuret. ‘’Dari pengakuatn ketua kelompok, bahwa sampai saat ini bantuan Alsintan Combine Harvester Besar tersebut belum diterima, diduga pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dialihkan ke tempat lain,’’ kata Direktur LBH Sumbawa, Kusnaini, SH kepada Suara NTB, Minggu (18/8) kemarin. Akibat pengalihan bantuan itu, menurut Kusnaini, kelompok petani penerima merasa dirugikan. Laporan sudah dikirim tanggal 1 Agustus lalu ke Kejati NTB.
Ia meminta Kejaksaan memanggil Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dan ketua kelompok penerima bantuan sesuai SK terlampir. ‘’Kami juga meminta Kejaksaan untuk menelusuri dugaan jual beli Alsintan tersebut di Kabupaten Sumbawa,’’ saran Kusnaini. Dalam kasus ini kelompok penerima bantuan merasa dirugikan, namun ragu melapor. Ada harapan kelompok tersebut agar bantuan yang diterima sesuai dengan SK dari Dirjen. Sehingga pihaknya mendorong Kejaksaan Tinggi NTB bertindak, sebab dianggap bisa mengakses penyelidikan hingga ke pusat dan tingkat kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Sumbawa. Terpisah, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH membenarkan ada laporan masuk terkait pengadaan Alsintan tersebut. “Benar memang ada
laporan tersebut. Tapi belum penyelidikan, namun masih pulbaket (pengumpulan bahan keterangan),” jawabnya singkat. Akui Miskomunikasi Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Nur Azizah, S.P yang dikonfirmasi mengakui bahwa dalam pembagian bantuan tersebut terjadi miskomunikasi. ‘’Ini miskomunikasi saja,’’ katanya. Dijelaskan, bantuan combine harvester diterima pihaknya pada 12 Juni lalu. Saat diterima, tidak ada surat pemberitahuan dari Kementerian mengenai kelompok penerima. Dari berita acara penyedia, bahwa bantuannya brigade yang berarti reguler. Bantuan reguler ini, penentuan pembagian bisa dilakukan oleh kepala dinas yang dikerjasamakan ke kelompok. Atas dasar itulah
pihaknya melakukan pembagian alat pada 16 Juni lalu. ‘’Alatnya datang tanggal 12 Juni tanpa ada surat pemberitahuan ke kami terkait kelompok penerima. Saat datang, kita tanya ke penyedia (terkait alat) katanya brigade. Kalau brigade bahwa itu reguler. Artinya reguler yang istilahnya ditentukan pembagiannya bisa dilakukan oleh kepala dinas. Jadi alat ini tetap menjadi milik Dinas Pertanian yang pengelolaannya dikerjasamakan kepada UPJA, kelompok tani atau Gapoktan,’’ terangnya. Setelah alat dibagi, kata Nur, pihaknya baru menerima surat dari Kementerian pada 1 Juli via WhatsApp (WA) terkait kelompok penerima. Pihaknya langsung menghubungi Kementerian dan menjelaskan bahwa alat tersebut sudah dibagikan. Dari komunikasi yang dilakukan, bahwa Kementerian akan mengusahakan untuk penggantian.
‘’Surat yang kami terima itu pada 1 Juli. Itupun melalui WA. Kami langsung telpon ke Kementerian, kami sudah jelaskan semuanya. Karena kami tidak tahu kalau itu aspirasi atau apa. Dan katanya dari Kementerian akan usahakan untuk diganti,’’ tukasnya. Selama ini, lanjutnya pihaknya selalu menerima bantuan dari aspirasi. Bantuan tersebut dilengkapi dengan surat pemberitahuan terkait alat dan kelompok penerima. Seperti halnya bantuan 22 unit corn seller yang sebelumnya diterima lengkap dengan berita acara dan surat langsung dari Kementerian. ‘’Selama ini pun kami selalu menerima aspirasi. Itu langsung dengan suratnya dan koordinatornya langsung. Diberi tahu alatnya dan kelompok yang dapat. Kalau ini suratnya terlambat datang,’’ tandasnya. (ars/ind)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Selasa, 20 Agustus 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Utamakan Keselamatan Anak dari Bahaya Eskalator Mataram (Suara NTB) – Salah satu perusahaan global elevator dan eskalator yang ada di Indonesia, KONE dalam acara “KONE Safety Campaign for Children–Safety Riding Elevator and Escalator” (KSCCSREE) di Lombok Epicentrum Mall (LEM) bertujuan mengajak masyarakat utamakan keselamatan saat menggunakan elevator dan eskalator. Pada Minggu, (18/8), manajer direktur KONE Indonesia, Yandy Januar menilai keselamatan merupakan aspek prioritas bagi KONE, termasuk juga keselamatan para pengguna elevator dan eskalator. Saat menaiki elevator dan eskalator ungkap Yandy, yang pertama dalam bayangan masyarakat adalah kemudahan akses. Akan tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan saat menaiki elevator dan eskalator yaitu keselamatan tetap jadi yang utama. Dalam acara KSSC-SREE, Yandy berkomitmen memperkuat budaya penggunaan elevator dan eskalator dengan aman terutama bagi ibu-ibu
dan anak-anak. Menurut Yandy, kecelakaan yang kerap terjadi pada elevator dan eskalator dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dengan keselamatan saat menggunakan eskalator. Dia mencontohkan, tali sepatu yang masuk dalam eskalator atau rok bagi perempuan. “Hal inilah yang harus kita edukasi. Bagaimana agar tidak ada kecelakaan saat naik eskalator,” tururnya kepada Suara NTB. Dalam sejarah penggunaan elevator dan eskalator pada sebuah hotel dan mal, kecelakaan sering terjadi akibat kurangnya papan informasi yang dibuat atau ditempel oleh petugas mal dan hotel. “Misalnya pemberitahuan kepada yang menggunakan sepatu bertali untuk hati-hati, atau kepada yang menggunakan gaun atau rok saat naik eskalator untuk mengutamakan safety. Tidak hanya itu, bagi ibu-ibu yang membawa anaknya juga harus selalu safety,” jelas Yandy. Dengan mengajak ratusan anak-anak dan orang tua pengunjung mal untuk ikut andil
dalam acara KSCC-SREE tersebut dinilai mampu menekan angka kecelakaan pada penggunaan elevator dan eskalator. “Untuk anak-anak kita ajak untuk belajar menggunakan elevator dan eskalator yang benar dan aman dengan cara yang menyenangkan dengan peragaan.,” ungkap Fitria Nurwibowo, salah satu manajer LEM itu. Memang pihak LEM terlambat dalam mengkampanyekan safety pada anak dan ibu pengguna eskalator. Semula kata Nurwibowo, pihak LEM akan mengkampanyekan pada 2018 lalu. “Dikarenakan gempa, kita undur jadi tahun ini,” katanya. Penggunaan elevator dan eskalator dengan aman diharapkan dapat terus dilakukan dan menumbuhkan budaya penggunaan elevator dan eskalator yang baik dan aman. “Kami berharap acara ini dapat mengedukasi masyarakat, terutama di daerah Lombok, dan meningkatkan kesadaran akan keselamatan penggunaan elevator dan eskalator terutama bagi anak-anak dan orang tua,” kata Yandy. (viq)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
(Suara NTB/ham)
SILATURAHMI - Pengurus Wilayah Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) NTB dipimpin Ketuanya, Suaeb Qury, S.Hi didampingi Sekretaris Syamsul Hadi, S.Pd, Senin (19/8) kemarin silaturahmi ke Redaksi Suara NTB. Mereka diterima Penanggung Jawab Suara NTB yang juga Direktur Radio Global FM Lombok, H.Agus Talino.