Skip to main content

Edisi 08 Nopember 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

RABU, 8 NOVEMBER 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 198 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Rakor Berjalan Sukses

FKUB NTB Dukung Penuh Gelar Kepahlawanan untuk Maulana Syeikh Mataram (Suara NTB) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB sukses melaksanakan rapat kerja dalam rangka penyusunan dan pembahasan Program Kerja 5 tahun (2017-2022). Salah satu poin penting yang juga disepakati yakni, mendukung penuh penyematan gelar pahlawan nasional untuk Maulana Syeikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Rapat koordinasi dilaksanakan pada Senin (6/11) di Gedung Kemenag Provinsi NTB. Dibuka Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, Drs. H.L. Syafi‘i, MM mewakili Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Kepala Bakesbangpoldagri menyampaikan apresiasi dan pernyataan terima kasih kepada seluruh jajaran FKUB NTB, beserta para ulama, toga/toma/tokoh adat dan budaya, tokoh pemuda dan perempuan. Karena peran semua

pihak dan keteladanan dari pemimpin agama, suasana kehidupan umat beragama di daerah NTB kondusif, aman, damai dan harmonis. Sehingga pelaksanaan pembangunan NTB untuk kesejahteraan masyarakat benarbenar dapat direalisasikan. ‘’Rakor FKUB ini merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk terus mewujudkan dan menciptakan semangat persaudaraan dan kerukunan beragama di NTB yang sudah terjalin baik selama ini,” demikian Syafi`i. Rakor berlangsung sehari, dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Provinsi NTB, Drs. H. Syahdan Ilyas, MM. Dihadiri oleh seluruh pengurus FKUB NTB, dari unsur Dewan Penasihat FKUB NTB, Pimpinan Majelis-majelis Agama Provinsi NTB, toga/toma/tokoh adat dan budaya sebanyak 60 orang. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bul)

RAKOR - Ketua FKUB NTB, Drs. H. Syahdan Ilyas, MM (batik merah) dan unsur di FKUB NTB usai Rakor 2017 Senin kemarin.

Kejaksaan Tetapkan Mantan Kadisbun Bima Tersangka

Mataram (Suara NTB) Kasus dugaan korupsi pada proyek kebun kopi Tambora yang sebelumnya menetapkan dua tersangka, belakangan menyeret nama baru. Berdasarkan faka persidangan, Pidsus Kejari Bima menetapkan HP, mantan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bima sebagai tersangka. ‘’Dari hasil gelar perkara, kami menetapkan HP sebagai tersangka. Dia mantan pejabat Disbun,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Bima, Yoga Sukmana, SH kepada Suara NTB via

ponsel, Selasa (7/11) kemarin. Dalam kasus ini ada dua tersangka yang ditetapkan sebelumnya. Pertama, Suparno sebagai penjaga kebun dan H. Syafruddin selaku mantan

Kabid Perkebunan Disbun Kabupaten Bima. Mereka sebelumnya sudah disidang dan sedang menjalani pidana. Dua tersangka ini mengelola dana ratusan juta subsidi dari Pe-

merintah Kabupaten Bima untuk pengelolaan kebun kopi Tambora. Dalam fakta persidangan, keduanya menyebut nama HP yang harusnya diseret terkait dana jutaan rupiah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena dana sebesar itu sebelumnya dipinjam HP dan tidak dikembalikan. Bahkan sebelum disidang,

dugaan keterlibatan mantan Kadis Perkebunan itu diuraikan tersangka H. Syafruddin dalam bentuk tulisan tangan. Seharusnya penyidik meminta pertanggungjawaban HP, karena menggunakan uang hasil kopi. Uang itu disebutsebut bagian dari kerugian negara Rp 218 juta sesuai hitungan BPKP. Bersambung ke hal 15

Pariwisata Dompu Sulit Maju TO K O H Sudah Lama Ditunggu GELAR pahlawan nasional yang diberikan kepada TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid sangat diapresiasi dan didukung penuh para ahli waris. Salah satu ahli waris, H.M. Syamsul Luthfi mengatakan, gelar pahlawan nasional itu sudah lama ditunggu. ‘’Sudah sepantasnya menjadi pahlawan nasional,’’ ujar Luthfi yang juga Ketua Pengurus Daerah (PD) NW Lombok Timur (Lotim), Selasa (7/11) kemarin. Kiprah pendiri NW, Maulana Syeikh diketahui tidak saja meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok dan NTB khususnya. Maulana Syeikh juga berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan. ‘’Bukti sejarah sudah jelas,’’ katanya. Bersambung ke hal 15 H.M. Syamsul Luthfi (Suara NTB/rus)

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/ist)

DEWAN Ketahanan Nasional (Wantannas) mempertanyakan masih belum banyaknya investor yang menanamkan investasi pada sektor pertanian di NTB. Pemerintah pusat menjadikan NTB menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Sekretaris Jenderal Wantannas, Letnan Jenderal TNI Nugroho Widyotomo menyatakan kedatangan lembaga yang berada di bawah presiden ini untuk mendapatkan masukan dari daerah. Tugas Wantannas adalah membuat rancangan dan merumuskan kebijakan terkait dengan ketahanan nasional. ‘’Ini kita mendapatkan masukan-masukan sehingga kita memberikan saran dan kebijakan yang tepat. Nugroho Widyotomo Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/nas)

Jadi Temuan BPK

Yayasan Sumbawa Bangkit

Gelar Lomba Poster Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Mataram (Suara NTB) Yayasan Sumbawa Bangkit menggelar lomba desain poster Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid. Lomba desain poster tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kebanggaan terhadap ditetapkannya tokoh NTB ini sebagai pahlawan nasional. Demikian disampaikan oleh Ketua Yayasan Sumbawa Bangkit, Nurdin Ranggabarani, SH, MH, di Mataram, Selasa (7/11) kemarin. Dikatakan Nurdin, salah satu tujuan diadakanya lomba poster ini yakni untuk memasifkan sosialisasi figure Maulana Syeikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai pahlawan nasional. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ndi)

LOMBA - Ketua Yayasan Sumbawa Bangkit, Nurdin Ranggabarani didampingi Ketua Panitia, Megawati Lestari, memberi keterangan terkait lomba desain poster pahlawan nasional, Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Dana Bergulir Pengembangan Rumput Laut Macet Mataram (Suara NTB) Penyaluran dana bergulir pengembangan rumput laut di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Pemprov 2016, dana bergulir pengembangan rumput laut berpotensi macet sebesar Rp 490 juta. Kepala DKP NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (7/11) siang kemarin di Kantor Gubernur, Bersambung ke hal 15

Lalu Hamdi

(Suara NTB/dok)

Minim Investasi Sektor Pertanian

PANTAI SARAE NDUHA – Kabupaten Dompu memiliki sejumlah destinasi wisata yang layak dikunjungi wisatawan. Selain Lakey, ada juga Pantai Sarae Nduha. Namun Bupati Dompu, H.Bambang M.Yasin, pesimis pariwisata di daerah yang dipimpinnya bisa maju dan berkembang jika kultur masyarakatnya tidak diubah.

Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin mengaku pariwisata Dompu masih sulit maju dan berkembang ketika kultur masyarakat Bima dan Dompu tidak berubah. Pemaksaan kehendak para sopir taksi di bandara terhadap wisatawan mancanegara yang hendak ke Dompu memberi kesan yang buruk bagi Dompu di mancanegara. Selain diperlakukan kasar para sopir ini mematok harga yang cukup mahal kepada wisatawan yang berkunjung. Bahkan ada tiga orang rekan kuliah anaknya (warga asing) yang datang ke Dompu dan dijemput, tapi tidak diperbolehkan oleh para sopir taksi bandara. Belum lagi perlakuan kasar saling tarik penumpang oleh para sopir taksi. ‘’Kejadian ini membuat kesan buruk di negara asal teman Ahmad dan di kampusnya. Kalau seperti ini, kapan majunya,’’ kata Bambang. Hal serupa juga di daerah wisata Lakey oleh para ojek setempat. Ketika wisatawan mancanegara hendak menumpangi ojek. Mereka diberikan tarif yang cukup tinggi. Belum lagi cara komunikasi yang tidak ramah. Di Bali, setiap wisatawan mancanegara yang tiba di bandara disambut dengan kalungan bunga dan tidak mempersoalkan para turis tersebut menggunakan kendaraan mana dan menginap di mana? ‘’Kalau kita membangun pariwisata, yang paling penting kita bangun itu kultur masyarakat. Bagaimana menciptakan di Dompu ini, setiap orang bule lewat selalu disapa dengan ramah,’’ katanya. Di Bandung, kata Bambang, ada 8 juta pengunjung per tahun dan 20 persen diantaranya wisatawan asing. Bersambung ke hal 15


SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

SUARA MATARAM

Halaman 2

SPSI Tuntut Kenaikan Upah Ruang Kerja Bocor SELAIN kantor lurah Sayang-sayang, kantor kelurahan yang direncanakan untuk direnovasi adalah kantor lurah Selagalas. Menurut lurah Selagalas, H. Tamaji, bangunan kantor yang ditempatinya sudah sejak lama tidak pernah direnovasi. “Mungkin dari awal dibangun dulu, saat masih jadi kantor desa tidak pernah direnovasi,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (7/11). Ia mencontohkan seperti di ruangannya saja, langit-langit ruangan sudah rusak meskipun sering diganti. “Apalagi di musim (Suara NTB/uul) hujan ini, ruang kerja ini H. Tamaji mengalami kebocoran parah,” terangnya. Tamaji mengatakan bahwa hal itu sebenarnya mengganggu kenyamanan terutama saat melayani masyarakat. “Pernah kita perbaiki, tetapi karena dana terbatas jadinya tidak semua mampu kita perbaiki,” ujarnya. Selain ruangan lurah, Tamaji juga mengatakan bahwa ruangan di belakang kantor lurah mengalami kerusakan paling parah. “Sampai kita tutup dengan terpal jika hujan besar biar tidak terlalu basah,” jelasnya. Untuk itu, ia berharap adanya rencana pemerintah kota Mataram untuk merenovasi kantor lurah bisa segera terlaksana. “Kemarin sudah datang tim verifikasinya, katanya sudah digambar, tapi saya tidak tahu kapan mulainya,” kata Tamaji. Ia menambahkan jika saat tim tersebut datang untuk meninjau ke tempatnya, dirinya sedang tidak berada di tempat. “Jadi saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya, tetapi semoga tidak ada pemotongan anggaran agar rencana renovasi bisa berlanjut,” terangnya. Tamaji menerangkan jika memang jadi direnovasi, bangunan kantor mestinya direnovasi total. “Karena dari dulu, tidak pernah direnovasi, terutama untuk bagian atas gedung,” ujarnya. (uul)

Pengusaha Ancam PHK Karyawan

Mataram (Suara NTB) Kenaikan upah minimum kota (UMK) di Mataram belum ada titik temu antara Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dengan Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo). Di satu sisi, SPSI menuntut kenaikan upah karyawan naik 11,87 persen sesuai kesepakatan dewan pengupahan provinsi. Namun para pengusaha yang tergabung dalam Apindo tak sepakat, dan mengancam akan mengurangi (PHK) karyawan jika tuntutan mereka tidak diakomodir. Rapat kenaikan UMK, Senin (6/11) cukup alot. Hadir dalam pembahasan itu, perwakilan Badan Pusat Statistik, SPSI, Apindo dan akademisi. Kenaikan upah minimum dihitung berdasarkan formula dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Angka 8,71 persen kenaikan UMK berdasarkan nilai inflasi nasional sebesar 3,72 persen. Dan, pertumbuhan ekonomi 4,99 persen. Dengan kategori hidup layak (KHL) Kota Mataram

tahun 2015 senilai Rp 1.714.261. Pembahasan UMK dengan Dewan Pengupahan, Dinas Tenaga Kerja, SPSI dan Apindo memunculkan dua opsi upah minimum di Kota Mataram. Versi Apindo bersikukuh menetapkan kenaikan UMK 8,71 persen sesuai dengan perhitungan inflasi dan PDB senilai Rp 1.863.524. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp 149.308 dari UMK tahun 2016. Sedangkan, SPSI menginginkan kenaikan ditetapkan berdasarkan perhitungan yang disepakati oleh Pemprov NTB

11,87 persen, sehingga menjadi Rp 1.917.693. Atau kenaikannya senilai Rp 203.477. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H.M. Syaiful Mukmin menjelaskan, pembahasan kenaikan upah minimum berlangsung alot antara SPSI dan Apindo. Mereka memiliki pandangan masing masing terhadap kenaikan tersebut. Apindo menetapkan kenaikan berdasarkan perhitungan inflasi dan PDB. Sementara, SPSI menuntut kenaikan disamakan dengan

Pemprov NTB 11,87 persen. Perbedaan pendapat ini, Dewan Pengupahan belum menfinalkan rumusan mana digunakan. Nantinya, dua opsi kenaikan UMK diserahkan ke kepala daerah (gubernur,red) dijadikan patokan. “Kemarin itu alot rapatnya sampai jam 15.00 Wita,” kata Syaiful ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/11). Kedua asosiasi ini lanjutnya, saling berdebat. Bahkan, Apindo mengancam akan mengurangi karyawan bilamana permintaan mereka tidak diakomodir atau ditetapkan UMK naik 11,87 persen. Perhitungan upah minimum kata dia, berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dewan pengupahan akan melihat inflasi dan PDB. “Kenaikan ini ada rumusnya. Jadi tidak sembarang kita tentukan,” ucap-

nya. Dia menyebutkan, total perusahaan di Kota Mataram sebanyak 939 unit. Termasuk di dalamnya 40 perusahaan skala besar maupun kantor cabang. Disnaker menyerahkan sepenuhnya penetapan UMK Kota Mataram ke kepala daerah. Harapannya ada jalan tengah, sehingga tidak terjadi PHK sepihak oleh perusahaan karena alasan tidak sanggup membayar gaji sesuai UMK. “Dikhawatirkan perusahaan PHK karyawannya,” katanya. Jika upah minimum telah ditetapkan kemudian perusahaan membayar di bawah UMK akan dikenaikan sanksi berdasarkan Undang - Undang Tenaga Kerja. Sanksi tergantung tingkat pelanggaran. Tetapi, Disnaker berupaya melakukan pendekatan atau melalui tahap mediasi. (cem) (Suara NTB/ist)

MENDAFTAR - Kabid Trantibum dan Linmas Sat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati dan Sekretaris Pol PP, Jimmy Nelwan saat melakukan registrasi pengambilan formulir pendaftaran di Sekretariat Pansel Kota Mataram, Selasa (7/11).

Jangan Abaikan Kualitas ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta mengkritisi proyek pembangunan monumen Mataram Metro yang direncanakan menelan anggaran Rp 5 miliar. Pasalnya, proyek Mataram Metro itu baru mulai dikerjakan Bulan November ini. ‘’Kalau kita lihat ini waktunya sangat mepet sekali,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (7/11). Dengan keterbatasan waktu yang tersedia, mau tidak mau, rekanan harus lembur untuk mencapai batas waktu (Suara NTB/fit) yang telah ditentukan. I Ketut Sugiarta Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Mataram ini, ketika rekanan berani menerima pekerjaan proyek monumen Mataram Metro, maka rekanan yang bersangkutan harus berani menanggung konsekuensinya. ‘’Kalaupun dia (rekanan, red) tidak bisa, harus tetap ikut aturan,’’ cetusnya. Namun demikian, Ketut Sugiarta berharap, dengan waktu yang mepet, kualitas tidak diabaikan. Apalagi sekarang sudah mulai musim hujan. Untuk itu, rekanan diminta memperhatikan perubahan cuaca belakangan ini. Kondisi ini, lanjut dia, suka tidak suka, akhirnya ‘’memaksa’’ rekanan untuk kerja lembur. ‘’Misalnya kalau pagi pas hujan, itu waktu hujan harus diganti dengan jam lembur,’’ sarannya. Sehingga, pekerjaan itu dapat selesai tepat waktu. Dikatakan Ketut Sugiarta, untuk dapat menyelesaikan proyek monumen Mataram Metro tepat waktu, rekanan, lanjut dia, harus memiliki peralatan yang lengkap. Dia menekankan bahwa proyek pembangunan monumen Mataram Metro ini membutuhkan pengawasan ketat dari Dinas PUPR. ‘’Itu harus betul-betul diawasi. Waktu mepet jangan sampai kualitas tidak maksimal,’’ imbuhnya. Anggota Dewan dari dapil Mataram – Sekarbela ini tidak menyangkal adanya fenomena rekanan menjadikan musim hujan sebagai celah untuk meminta perpanjangan waktu pengerjaan. ‘’Nah ini yang pemerintah harus tegas,’’ ucapnya. Pemkot Mataram dalam hal ini harus berani mengambil keputusan. Logikanya, sambung Ketut Sugiarta, ketika rekanan berani mengambil sebuah pekerjaan, maka rekanan juga harus siap dengan risiko yang harus dihadapi. ‘’Kan kalau memang waktunya nggak cukup, kenapa harus dipaksakan tender,’’ sesalnya. Sebab, pengerjaan yang terkejar waktu, diyakini akan berpengaruh terhadap kualitas. Kalaupun rekanan meminta perpanjangan waktu, menurut Ketut Sugiarta, itu tidak pas. Sebab, ketika mulai dikerjakan, memang sedang berlangsung musim hujan. (fit)

Disdag Minta Merger Pasar Panglima dan Selagalas Dikaji Mataram (Suara NTB) Wacana penggabungan (merger) pasar Panglima dan Selagalas belum menemui titik terang. Dinas Perdagangan (Disdag) meminta penggabungan dua pasar tradisional itu dikaji terlebih dahulu. Kepala Disdag , Alwan Basri, pada prinsipnya menyetujui penggabungan dua pasar tersebut. Terlebih Pasar Selagalas tidak lagi menunggu hari ketika akan beraktivitas. Idealnya, rencana ini perlu dilakukan kajian oleh Pemkot Mataram, sehingga tidak berdampak luas bagi masyarakat. “Perlu dikajilah. Tidak bisa langsung digabung begitu saja,” kata Kadis Perdagangan, Selasa (7/11). Kajian diserahkan sepenuhnya ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Mataram. Penelitian secara makro juga akan melihat antusiasme atau pendapatan pedagang. Selain itu, perlu dilihat representatif atau tidaknya sehingga dialihkan. Secara kasat mata, ujar Alwan, Pasar Panglima volume pedagang semakin bertambah. Sementara, luas lahan semakin sempit. Kondisi ini menimbulkan kemacetan dan merusak estetika kota. Oleh karena itu, perlu disinergikan agar eksekusi berjalan maksimal. “Kalau melihat sekarang pedagang bertambah sekarang semakin bertambah luas lahan tidak semakin bertambah,” kata dia. Kalaupun digabung sambugnya, jadi keuntungan bagi pemerintah. Pedagang ilegal akan terakomodir jadi legal dan menambah retribusi daerah. Alwan mengaku, retribusi Panglima maupun Selagalas relatif kecil jika dibandingkan pasar tradisional lainnya. Tidak disebutkan detail retribusinya, tetapi total retribusi pasar ditargetkan di tahun 2017 mencapai Rp 4 miliar. (cem)

Seleksi Pejabat Pratama

Jabatan Kasat Pol PP Sepi Peminat Mataram (Suara NTB) Jabatan Kasat Pol PP, dua di antara formasi dilelang Pemkot Mataram hingga hari ketujuh, sepi peminat. Selasa (7/ 11), baru satu pejabat yang memberanikan diri untuk melamar, yaitu Kabid Trantibum dan Linmas Sat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati. Sepinya peminat ini justru dikritisi oleh Bayu. Ia merasa ada persoalan jika jabatan eselon II.B tidak ada peminat. Ini pun membuatnya tertantang dan meminta pejabat lainnya tahu diri. “Saya sudah tujuh tahun di sini (Pol PP). Jadi tolong catat supaya peja-

bat lain tahu diri saja,” kata dia usai mengambil formulir pendaftaran. Bayu mengaku berada di satuan penegak Perda telah tujuh tahun. Ritme serta bagaimana menangani pasukan dan masyarakat telah dihafal. Untuk mengikuti Pansel, ia akan melengkapi persyaratan administrasi lainnya. Seperti, tes kesehatan, makalah. Dan, paling penting menunggu arahan atau petunjuk pimpinan. Secara lisan aku dia, Kasat Pol PP, Chaerul Anwar mendorongnya maju mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama. “Pak Kasat minta saya untuk

maju,” jawabnya. Rekan Bayu sesama di Satpol PP, Jimmy Nelwan secara bersamaan juga mengambil formulir pendaftaran. Berbeda dengan Bayu, ia melamar mengisi jabatan di Dinas Sosial. “Karena saya memiliki visi misi berbagi dan cinta kasih dan mensejahterakan masyarakat. Saya melamar di Dinas Sosial saja,” aku Jimmy. Keduanya cukup percaya diri mengikuti pansel. Ketika ditanya keikutsertaannya hanya meramaikan seleksi? Mereka membantah hal tersebut. Menurutnya, kebijakan siapa dipercaya mengisi posisi tersebut diserahkan sepenuhnya ke pejabat pembina kepegawa-

Rumah Kos Ber-AC akan Dikenai Pajak Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram sejauh ini, belum sepenuhnya menerapkan aturan penarikan pajak bagi pemilik kos - kosan. Perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2011 nantinya hanya mengatur pengenaan pajak kos - kosan jumlahnya di atas 10 kamar dan menggunakan penyejuk udara (AC). Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi, Selasa (7/11) menjelaskan, penarikan pajak kos - kosan berdasarkan Undang - Undang 28 Tahun 2009 tentang pajak hotel dan restauran. Dalam aturan itu didefinisikan bahwa hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan, peristirahatan, termasuk jasa terkait dengan dipungut bayar motel, wisma pariwisata, losmen, pesanggarahan, rumah sejenisnya dan rumah kos lebih dari 10 kamar. Peraturan perundang - undangan ini juga dipertegas dengan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang pajak hotel dan restauran. Artinya, implementasi pelaksanaan aturan itu tidak boleh bertentangan dengan aturan di atasnya. “Dalam ketentuan Perda sama persis pengertiannya. Kalau kita

(Suara NTB/cem)

MENJAMUR - BKD belum sepenuhnya menarik pajak kos - kosan. Padahal, bisnis kos - kosan menjamur di Kota Mataram. Salah satu kos - kosan di Jalan Banteng Kelurahan Pejanggik menyiapkan kamar kos - kosan. mengatakan tiga sementara undang - undang menyebutkan 10. Kita akan bertentangan,” kata Syakirin. Harus diakui kata dia, penarikan pajak kos - kosan BKD mengalami kesulitan mengenai pola pemungutan. Ia mencoba melihat di daerah lain seperti di Pulau Jawa umumnya sama kasusnya di Mataram sebagai pusat pendidikan. Apakah pelajar atau mahasiswa yang membayar Rp 400 - 500 ribu per bulan

dikenakan pajak. Kondisi seperti ini kemudian jadi salah satu pertimbangan untuk mengubah aturan tersebut. “Apa sih kriteria supaya berkeadilan. Jangan Rp 400 ribu kemudian kena pajak gitu,” ujarnya. Perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2011 akan pertegas lagi. Kos - kosan yang lebih dari 10 kamar dan menyediakan fasilitas penyejuk udara (AC) itu yang akan masuk pajak kos kosan. Artinya, kos - kosan di bawah itu dan tidak dilengkapi AC beban pajak. “Dari hasil pembahasan dengan Pansus pajak rumah kos - kosan pakai AC akan kena sebagai pajak hotel,” tegasnya. Namun demikian, posisi regulasi ini diatur oleh DPRD dan belum final. Syakirin menambahkan, potensi pajak kos - kosan di Mataram cukup besar. Nilainya mencapai puluhan juta dan terakumulasi dari pajak hotel dan restauran. Secara detail tidak disebutkan perincinaan potensi pajak kos - kosan masuk ke pendapatan asli daerah. (cem)

ian. Kepala daerah memiliki hak prerogatif menunjuk pejabat mengisi posisi tersebut. Kepala Bidang Kepegawaian dan Pengembangan SDM BKPSDM Kota Mataram, Ahmad Mujahiddin membenarkan dua pejabat di Sat Pol itu secara langsung mengambil formulir pendaftaran. Selain itu, keduanya juga berkonsultasi mengenai mekanisme pendaftaran hingga proses tahapan pelaksanaan pansel. “Tadi siang itu mereka kemari ngambil formulir dan konsultasi,” aku Muja. Meski secara bersamaan mengambil formulir, tetapi mereka melamar posisis ber-

beda. Bayu Pancapati melamar posisi Satpol PP dan Jimmy Nelwan melamar posisi Dinas Sosial. Secara otomatis, pejabat telah mengambil formulir ke Sekretariat Pansel sebanyak empat orang. Tiga pejabat melamar di Dinas Sosial dan satu di Pol PP. Muja mengklarifikasi, untuk jabatan Pol PP tidak meski yang berasal dari Pol PP saja. Pejabat lain yang memiliki pengalaman juga memiliki kesempatan untuk melamar. “Misalnya, ada pernah jadi camat atau lurah bisa melamar. Karena ada hubungan dengan pekerjaan dilamar,” jawabnya. (cem)

Pembayaran Non Tunai Dinilai Lambat Mataram (Suara NTB) Penerapan pembayaran non tunai dinilai rumit dibandingkan sistem manual. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengeluh karena pencairan anggaran lambat. “Kalau ngajukan sekarang, tiga hari kemudian uangnya cair. Sekarang harus nunggu lama baru keluar,” keluh beberapa pegawai di OPD Kota Mataram, Selasa (7/11). Enam organisasi perangkat daerah jadi pilot project pencairan non tunai. Di antaranya, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sekretariat Daerah, Inspektorat dan dua SKPD lainnya. Pegawai di internal Pemkot Mataram kewalahan dengan sistem baru yang diterapkan awal September lalu. Segala proses pencairan pengadaan harus melalui sistem non tunai. Pengajuan administrasi pembayaran dimasukkan telah tujuh hari belum keluar. Berbeda halnya, pola manual membutuhkan waktu tiga hari. Proses pembayaran tidak bisa dilakukan secara maksimal. Sementara, rekanan menagih pembayaran mereka. Hal senada disampaikan beberapa pejabat di Kota Mataram. Dengan sistem baru ini justru merepotkan. Ia terpaksa harus menanggulangi pembayaran pengadaan maupun pelaksanaan program, agar tidak mempengaruhi realiasi keuangan dan fisik. “Langsung aja ditanggulangi pakai uang pribadi,” jawabnya. Berbeda halnya dengan sistem lama. Badan Keuangan mengeluarkan surat perintah pencairan dana (SP2D) tidak lama kemudian uang cair. “Sekarang ini tidak begitu. Harus verifikasi ini itu. Belum lagi dibawa ke bank,” kritiknya.

(Suara NTB/cem)

H.M. Syakirin Hukmi Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi menjelaskan, sistem non tunai sedang dilakukan evaluasi untuk memulai secara keseluruhan di tahun 2018. Evaluasi ini akan melihat titik - titik kelemahan pada sistem dan internal pemerintah. Memang secara sistem pembayaran non tunai kerjasamakan dengan bank daerah. Kemungkinan setelah lakukan analisa lebih lanjut baik ketersediaan SDM. Mungkin tidak saja dengan bank daerah, tapi bank lain diajak kerjasama. “Makanya ini pilot project. Kelemahan kelemahan sistem dan internal kita perbaiki,” kata Syakirin. Dia mengklarifikasi bahwa keterlambatan pencairan anggaran tidak mempengaruhi posisi realisasi keuangan. Karena, realisasi keuangan ini berdiri sendiri. Yang diinginkan sebenarnya ada laporan (notifikasi) ke rekanan. Persoalan sistem di bank ditunjuk kadang tidak muncul notifikasinya. (cem)


SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Pemprov akan Bentuk UPT Penyalur Dana Lunak bagi KUMKM Mataram (Suara NTB) Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB akan membentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) penyalur dana dengan pengembalian lunak. UPT ini nantinya bisa menjadi perpanjangan tangan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM RI. Tahapan pembentukan UPT ini sedang dipersiapkan. Embrionya telah ada, Badan Layanan Usaha Terpadu (BLUD). Pada 2018 mendatang, UPT dimaksud, kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. L. Saswadi, MM., didampingi Kepala Bidang Pembinaan Koperasi dan UMKM, Erwadio, MM, sudah dapat diwujudkan. BLUD ini selanjutnya bisa menjadi penyedia dana segar bagi pelaku Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (IUMKM). Ketersediaan dana

lunak inilah yang saat ini sangat dibutuhkan dalam mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di NTB. “Nantinya ada modal dari daerah, dan tambahan modal yang disalurkan bisa dari modal yang disiapkan LPDB. Mekanisme bagi hasilnya dengan LPDB nantinya, kita akan rembugkan,” kata kepala dinas. Sebelum terwujudnya UPT ini, L. Saswadi mendorong para pelaku KUMKM untuk memanfaatkan keberadaan LPDB dengan sebaik-baiknya. Pada 8-9 November ini,

LPDB akan turun langsung ke Mataram untuk mensosialisasikan kredit lunak yang mereka miliki. Ada 250 pelaku KUMKM dan unsur dinas terkait yang diundang langsung oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB. “Semua kita undang, gerakan koperasi, pelaku UMKM yang mencari peluang dana lunak di LPDB bisa berkomunikasi langsung di Mataram,” katanya. Keberadaan LPDB sejauh ini belum dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku KUMKM, padahal lembaga

keuangan ini menawarkan kredit dengan kelebihan pengembalian sangat kecil. Enam persen, lebih rendah dari keuntungan pengembalian Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh perbankan sebesar 9 persen. Nominal pinjamanpun cukup besar. Paling sedikit Rp 500 juta, dan besarannya maksimal hingga miliaran. “Dana dengan pengembalian lunak, selain KUR bisa langsung ke LPDB. Nanti kami yang akan merekomendasikan ke LPDB,” ujar kepala dinas di Mataram, Selasa

(7/11) kemarin. Yang terpenting penuhi syarat yang diminta, diantaranya untuk Koperasi harus sudah berbadan hukum, telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2 (dua) tahun terakhir dan legalitas pengurus serta pengawas. Memiliki Kantor dengan status jelas, dengan menyerahkan bukti status kepemilikan kantor (milik sendiri/sewa), memperoleh SHU yang positif dalam 1 (satu) tahun terakhir, memiliki NPWP dan surat keterangan domisili. Sementara bagi UMKM, usaha yang akan dibiayai layak secara bisnis, memiliki badan usaha atau usaha perorangan yang mempunyai legalitas usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perun-

dangan, melaporkan laporan keuangan 2 (dua) tahun terkahir dan memperoleh keuntungan, memiliki laporan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk jumlah pinjaman diatas Rp 1 miliar, atau dalam proses audit untuk laporan keuangan terakhir. Serta memiliki kantor dengan status jelas dengan menyerahkan bukti status kepemilikan kantor (milik sendiri/ sewa). (bul)

H. L. Saswadi (Suara NTB/bul)

Peneliti dari Lima Negara Perkenalkan Teknologi Pengembangan Pakan Ternak Mataram (Suara NTB) Para peneliti dari lima negara berkumpul di Lombok untuk membahas dan memperkenalkan teknologi pengembangan ternak ruminansia di masa mendatang. Fokus pembahasannya mengenai pakan ternak alternatif. PenelitidarilimanegaraitudatangdariIndonesia,TimorLeste, Malaysia, Australia dan Newzeland. Kedatangan para peneliti ini tidak saja dalam rangka ekspose hasil-hasil kajiannya yang dapat dijadikan rekomendasi kepada pemerintah. Mereka juga datang sekaligus menikmati pariwisata yang ada di provinsi ini. Seminar internasional digelar. Ketua Panitia, Prof. Dahlanuddin mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan bagi para peneliti dari berbagai negara yang diinisiasi oleh asosiasi nutrisi dan pakan ternak. Pada kegiatan seminar ini, masing-masing memaparkan teknologi pengembangan pakan ternak. Misalnya peneliti dari Indonesia, memaparkan pakan ternak alternatif Lamtoro untuk daerah-daerah kering. Sementara dari Australia pemaparannya tentang teknologi penggemukan ternak sesuai dengan bahan baku yang tersedia. Sementara dari Malaysia memaparkan penggunaan limbah industri sebagai pakan ternak, dari Newzeland membahas tentang ternak dengan pakan murni rumput, sementara dari Timor Leste hanya memperkenalkan perkembangan ternak di negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia itu. “Seminar ini untuk mendesiminasi hasil penelitian temanteman kita dari lima negara tentang pakan ternak secara umum. Hasil seminar nanti dapat direkomendasikan untuk dimanfaatkan oleh pemerintah daerah perguruan tinggi,” ujarnya. Kegiatan ini sangat relevan dengan sektor peternakan yang diunggulkan di NTB. Terutama dalam hal ketersediaan pakan alam berkualitas di masa mendatang. Dimana ketersediaan lahan semakin sempit untuk menghasilkan pakan ternak dari alam kata Prof Dahlanuddin. Karena itu, perlu disiasati agar pembangunan peternakan ruminansia di NTB tidak stagnan. “Peternak kita punya lahan di NTB sangat terbatas. Lahan inipun terus berkurang. Karena itu perlu alternatif pakan. Dan bisa di adopsi teknologi pengembangan pakan yang dipaparkan para peneliti. Agar populasi sapi kita yang 1 juta ekor tidak stag, bahkan turun jumlah kedepannya,” ujarnya. Kekurangan pakan, lanjut Profesor Dahlanuddin, sangat berdampak pada kesehatan dan produktivitas ternak. Karena itu, hasil-hasil penelitian yang dipaparkan dalam seminar kemarin diharapkan disampaikan oleh pemerintah kepada kelompok-kelompok ternak. “Karena itu juga kita mengundang unsur pemerintah. Hasilnya bisa dijadikan kebijakan operasional yang dilaksanakan oleh dinas terk a i t , ” demikian dijelaskan Profesor Dahlanuddin. (bul)

Dahlanuddin (Suara NTB/bul)

(Suara NTB/bul)

SALAMAN - PLN Wilayah NTB Mukhtar (tiga dari kanan), melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan SPJBTL dengan Poltekpar Lombok, langsung oleh Wakil Direktur, Farid Said (paling kiri).

PLN Siapkan ”Karpet Merah” untuk Pelanggan Bisnis Mataram (Suara NTB) PT. PLN (Persero) menggelar karpet merah untuk pelanggan bisnis yang potensial. PLN memiliki cadangan daya yang cukup besar dan sayang jika tidak dimanfaatkan. PLN sepertinya sedang mengincar pelanggan-pelanggan di luar rumah tangga, agar biaya operasional yang dikeluarkan untuk memproduksi setrum lebih efektif memberikan imbal balik. Saat ini cadangan daya yang ada di PLN Wilayah NTB tersedia mencapai 74 Megawatt (MW). Karena itu, daya yang tersedia ini sedapat mungkin dimanfaatkan. PLN memberikan pelayanan khusus kepada pelanggan bisnis, kemudahan akses komunikasi dan penyiapan dua jalur distribusi daya. Jika salah satu jalur terganggu,

akan lebih mudah di back up melalui jalur lainnya. PT PLN (Persero) Regional Bisnis Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JTBN) pada Selasa (7/11) kemarin melakukan penandatanganan komitmen kerjasama dan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan 10 pelanggan potensial yang berada di Provinsi Jawa Timur, NTB, dan NTT dengan total daya 129 Mega Volt Ampere (MVA) di Hotel Aruna, Senggigi. Penandatanganan dilakukan langsung oleh masingmasing General Manager dan disaksikan oleh Direktur Regional Bisnis JTBN, Djoko R. Abumanan. PLN Wilayah NTB melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan SPJBTL dengan empat pelang-

gan potensial pada sektor tambak, kesehatan, dan pendidikan dengan total daya sebesar 1,7 MVA. Diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Kota Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok yang berada di Kota Mataram, PT Rhaee Royal Vannanei yang berlokasi di Sumbawa, serta UD. Sulindo Persada di Bima. PLN Distribusi Jawa Timur melakukan penandatanganan komitmen kerjasama dan SPJBTL dengan lima pelanggan potensial yaitu Kawasan Industri Probolinggo, PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Aplus Pasific yang berlokasi di Gresik, PT Meta Adhya Tirta Umbulan dan PT Megah yang berlokasi di Pasuruan. Total daya yang akan disambung mencapai 107,4 MVA. Sementara PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur melaku-

Soal Depo Elpiji di Sumbawa

Pertamina Tak Berikan Kepastian Mataram (Suara NTB) Pertamina tak memberikan kepastian, terkait informasi dari Kementerian ESDM tentang rencana pembangunan depo elpiji di Pulau Sumbawa untuk memuluskan konversi dari minyak tanah ke gas. “Yang di Pulau Sumbawa dari Pertamina belum ada rencana membangun depot, yang ada rencana membangun di Bima dengan APBN, cuma seper t i -

Firdaus Sutanto

nya anggaran dialihkan,” kata Sales Executive (SE) Pertamina Depo Ampenan, Firdaus Sustanto kepada Suara NTB, Selasa (7/11) kemarin. Padahal, Kementerian ESDM telah meminta agar Pertamina segara membangun infrastruktur pendukung konversi dari BBM ke elpiji untuk Pulau Sumbawa.

Selama infrastruktur ini belum tersedia, kecil kemungkinan konversi dilakukan. “Jangan sampai dilakukan konversi, tapi tidak ada infrastruktur pendukungnya. Jadinya mahal nanti,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial saat pembagian converter kit gratis kepada nelayan di Lombok Timur awal pekan ini. Konversi elpiji akan dilakukan bersamaan dengan NTT. Ego mengatakan Pertamina yang akan menyiapkan infrastruktur pendukungnya. Road mapnya konversi akan dilakukan pada 2018 – 2019, ada 12 kabupaten di Indonesia yang sudah masuk dalam daftar. Ego meyakinkan konversi ini akan tetap dilaksanakan. Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Ir. M. Husni, M.Si juga menyebut lampu hijau konversi BBM ke elpiji dilakukan pada

tahun ini. Proses lelang paket konversi inipun disebut-sebut sudah dilakukan pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM. Verifikasi calon penerima subsidi ini juga telah dilakukan pada tahun 2016 lalu dan telah tuntas. Dirjen Migas selaku leading sektor, kata M. Husni, terus didesak agar secepatnya konversi diputuskan, apalagi tahapantahapan konversi telah tuntas dilakukan. Bagaimana dengan infrastruktur pendukungnya? Kepala dinas menjelaskan, untuk sementara waktu, distribusi stok menggandeng Depo Pertamina di Badas (Kabupaten Sumbawa) dan Depo Bima. Dari sebanyak 254 ribu lebih RTS sasaran subsidi, M. Husni mengatakan, untuk start awal konversi, namanama kepala keluarga yang sudah dikantongi ini, akan diberikan paket perdana tabung elpiji dan kompor gas. (bul)

SELASA, 07/11/17

kan penandatangan SPJBTL dengan PT Gulf Mangan yang bergerak pada industri smelter dengan rencana pemasangan baru sebesar 20 MVA. Djoko didampingi PLN Wilayah NTB, Mukhtar menambahkan bahwa saat ini ketersediaan daya listrik, khususnya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi surplus. Ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya industri dan usaha-usaha baru di daerah yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khusus untuk NTB, dengan PLN juga mempersiapkan diri menyambut realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan rencana pembangunan smelter di Sumbawa. “Kita sudah saling menjajaki untuk kebutuhan listrik

di smelter. Ibaratanya sedang pacaran, berapa kebutuhannya kita bisa siapkan. Yang pasti, saat ini PLN sedang surplus. Kepada pelaku bisnis, berapapun kebutuhannya, biar kami yang siapkan,” demikian Djoko. Di NTB, total jumlah pelanggan PLN hingga Oktober 2017 tersebar dengan pembagian, sosial 22.504 pelanggan, rumah tangga 1.117.205 pelanggan, bisnis 37.010 pelanggan, industri 304 pelanggan, pemerintah 6.336 pelanggan, dan pelanggan multiguna 62 pelanggan. Total 1.183.421 pelanggan. Pada kesempatan kemarin, PLN juga memberikan bantuan berupa trafo edukasi kepada Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Trafo ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran di UTS. (bul)


SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Maulana Syeikh Diharapkan Jadi Inspirasi dan Semangat Perjuangan Selong (Suara NTB) Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 10 November bakal memperingati hari pahlawan. Dalam peringatan hari pahlawan tahun ini, tampaknya cukup spesial khususnya bagi masyarakat NTB. Pasalnya, tokoh atau ulama terkemuka di NTB, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, ditetapkan sebagai pahlawan nasional bersama beberapa tiga tokoh lainnya di Indonesia. Menurut cucu Maulana Syeikh yang juga Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd, gelar pahlawan nasional itu, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan semangat perjuangan bersama ke depannya. “Alhamdulillah, kita sujud syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, terima kasih kepada Pak Presiden, terima kasih kepada organisasi NU, Muhammadiyah dan organisasi Islam lainnya. Serta ter-

ima kasih kepada seluruh masyarakat NTB, sehingga Maulana Syeikh diberikan gelar pahlawan oleh Pemerintah Indonesia,’’ “ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (7/11). Dalam hal ini, ujarnya, dirinya langsung yang akan mendampingi Ummi Hj. Sitti Rauhun Abdul Madjid selaku putri TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Termasuk ahli waris yang dipanggil pemerintah pusat untuk menerima langsung penghargaan

gelar pahlawan. Selain Sitti Rauhun, turut diundang Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid. Kedua putri Maulana Syaikh yang menjadi ahli waris ini secara bersamaan akan hadir di Istana Negara untuk menerima penghargaan, Kamis (9/11). Sebelum menerima penghargaan gelar pahlawan nasional ahli waris hari Rabu (8/ 11) terlebih dahulu menuju Kementerian Sosial untuk menerima pembekalan. Sementara tanggal 9 November di

Istana Negara dan pada tanggal 10 November di Taman Makam Pahlawan. Penetapan TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional setelah Presiden RI. Ir. Joko Widodo menerbitkan Kerppres Nomor 155/TK/Tahun 2017 Tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional. Terkait kiprah Almagfurullah Maulana Syaikh, Sitti Rohmi mengungkapkan bahwa perjuangan beliau sudah tidak menjadi rahasia lagi. Di mana, beliau menghabiskan waktu semasa hidupnya betul-betul untuk berjuang dengan memegang prinsip khoirunnas amfa’uhumlinnas. Yakni sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Perjuangan Maulana Syaikh di bidang pendidikan,

sosial, dakwah dengan mendirikan NWDI, NBDI dan NW. Dalam memperjuangkan kemerdekaan RI, Almagfurullah Maulana Syeikh ikut mengangkat senjata bersama para santri Al Mujahidin saat itu. Hal tersebut membuktikan Maulana Syeikh selalu mengambil peran, mengisi pengkhidmatan sesuai dengan konteksnya. Ketua Pemuda NW Lotim, Hasanah Efendi juga mengatakan, Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dikabarkan lebih awal berangkat ke Jakarta Senin (6/11) lalu. Selain untuk menerima penghargaan gelar pahlawan nasional untuk Maulana Syeikh, ada beberapa hal penting yang dibahas, sehingga berangkat lebih awal. (yon)

(Suara NTB/yon).

MAKAM - Kompleks Makam TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang berada di Pancor Lotim. Pemerintah Pusat menetapkan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid sebagai salah satu pahlawan nasional.

Kementan Terus Dorong Budidaya Bawang Putih Sembalun

(Suara NTB/rus)

TANAM BAWANG - Kegiatan penanaman bawang putih secara serentak di Sembalun, Selasa (7/11). Penanaman ini merupakan salah satu upaya mengembalikan kejayaan bawang putih di Sembalun.

Selong (Suara NTB) Kementerian Pertanian (Kementan) terus gencar mendorong budidaya bawang putih menuju pencapaian swasembada 2019. Selasa (7/11), kembali dilakukan penanaman serentak bawang putih di Sembalun. Wakil Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M. Si menyampaikan terima kasih atas komitmen kementerian memberikan bantuan kepada para petani, sehingga bisa mengembalikan kejayaan bawang putih. Kepada para petani yang telah didaftar sebagai penanam bawang putih, diminta agar benar-benar melakukan budidaya. Segala petunjuk teknis pada kegiatan penanaman diharap bisa dijalankan dengan baik. Bawang putih ini, ujarnya, merupakan tanaman yang bisa

dibilang peka terhadap kondisi. Perhatian pemerintah kepada petani sudah sangat baik. “Kita harus bersyukur karena kabupaten Lombok Timur mendapatkan prioritas dari Pemerintah pusat,” ujarnya Wabup juga mengatakan persoalan-persoalan yang menyebabkan masih tingginya biaya yang dikeluarkan petani harus bisa ditekan. Pengamatannya, terlihat dari biaya angkut barang yang masih tinggi. Butuh Rp 25 ribu per karung sampai pinggir jalan. Menjawab masalah itu maka harus diperbanyak jalan usaha tani. Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menyampaikan penanaman bawang putih serentak di 3 lokasi sentra utama bawang putih Indonesia yaitu Lombok Timur, Temanggung dan Magelang. Momentum ini harapannya men-

jadi awal yang baik bagi kebangkitan bawang putih nasional. Bawang putih yang pada awalnya diproyeksikan baru dapat terpenuhi pada tahun 2033. Menteri Pertanian RI menggariskan dan menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian khususnya Dirjen Hortikultura untuk mempercepat target swasembada 14 tahun lebih cepat dari tahun 2033 menjadi 2019. Percepatan target ini tentunya telah melalui kalkulasi dan pertimbangan yang cermat, sehingga diharapkan target tersebut benar-benar dapat tercapai. Sebenarnya untuk mencapai swasembada bawang putih berkelanjutan, dibutuhkan lahan seluas 60.000 hektare untuk konsumsi dan 13.000 hektare untuk produksi dengan total lahan yang dibutuhkan yaitu 73.000 hektare. (rus)

Kerjasama Sekretariat DPRD Kabupaten Lombok Utara dengan Harian Suara NTB KUA PPAS RAPBD 2018 Ditandatangani Tepat Waktu

Fraksi-fraksi di DPRD Lombok Utara Beri Catatan akhir Fraksi-fraksi Dewan terhadap KUA PPAS RAPBD 2018, berturut-turut disampaikan oleh Fraksi Persatuan Kebangkitan Nasional (PKN), Fraksi Merah Putih, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat dan Fraksi Hanura. Juru Bicara Fraksi PKN, Meorit Arianto, menyampaikan secara prinsip fraksinya setuju dengan penetapan rancangan Nota Kesepakatan KUA PPAS RAPBD 2018. Hal ini setelah melalui telaah dan analisia Laporan Banggar sehari sebelumnya. “Terhadap KUA PPAS RAPBD 2018, maka Fraksi PKN setujui penetapan rancangan Nota Kesepakatan KUA PPAS dengan catatan harus mengakomodir catatan strategis dan saran dari Banggar yang telah disesuaikan oleh TAPD dan Pimpinan Fraksi DPRD. Begitu pun SKPD harus menselaraskan dengan visi misi Pemerintah Lombok Utara,” ujar Meorit. Hal senada disampaikan juru bicara Fraksi Merah Putih, Sainur, yang pada intinya

Sekwan Lombok Utara (kiri), Drs. Sujanadi dan Kabag Persidangan Agus Widianto

menyebut KUA PPAS RAPBD 2018 harus menjadi sumber sekaligus masukan utama dalam menyusun RAPBD 2018. Sehingga pihaknya setuju untuk melanjutkan KUA PPAS ke dalam penyusunan RAPBD. Sementara dari Fraksi Golkar, juru bicara Raden Nyakradi, mengingatkan agar dalam penyusunan RAPBD 2018 tetap berpedoman pada visi pembangunan pusat dan daerah. Termasuk, memperhatikan kesesuaian dengan regulasi, serta mempertimbangkan pendapat dan saran dari lembaga yang lebih tinggi ataupun lembaga lain yang memiliki dasar hukum. “Fraksi Golkar sudah mengkaji secara mendalam dan mengacu pada Laporan Banggar, Fraksi Golkar setuju. Kami ingatkan, Laporan Banggar isinya belum merinci alasan meniadakan beasiswa transisi (SMP ke SMA), beasiswa mahasiswa vokasi dari rank 1 sampai rank 10. Termasuk adanya OPD yang belum memahami utuh RPJMD 2016-

2021 patut dievaluasi oleh Kepala Daerah,” pesan Fraksi Golkar. F-Golkar merasa khawatir, rendahnya pemahaman dan penjabaran OPD akan mempengaruhi RPJMD maupun capaian pembangunan. Selain itu, indikasi adanya ketidaksesuaia RAPBD 2018 terhadap RPJMD agar kembali ditelaah oleh eksekutif, sehingga proses penyesuaian RAPBD dan penjabarannya di program sesuai dengan regulasi yang ada. Di Fraksi Demokrat, juru bicara Fraksi, Rinadi, tidak mengulas secara rinci, melainkan menyampaikanhalyangdianggappokok.Salah satunya F-Demokrat mengimbau ke semua dinas, untuk segera menyesuaikan program kegiatan sesuai kesepakatan bersama Banggar dan TAPD. “Menyangkut pengadaan tanah di Gili Air dan Gili Meno sebesar Rp 8 miliar, Fraksi Demokrat mendukung guna mengatasi masalah sampah. Usulan rehablitasi Kantor Camat Pemenang sebesar Rp 500 juta juga kami setuju namun supaya dira-

sionalkan sesuai dengan kondisi bangunan yang ada,” ujarnya. Terakhir, Fraksi Hanura melalui juru bicara Ramedi, sedikit mengulas secara rinci. Hubungannya dengan perubahan angka pada sejumlah item, Fraksi Hanura tidak mempersoalkan dengan pertimbangan alasan yang dikemukakan TAPD bisa diterima. Di antara mata anggaran yang berubah misalnya, besaran PAD semula dari sebesar Rp 227,276 miliar lebih menjadi Rp 200,276 miliar lebih. Lain-lain PAD yang sah yang semula semula Rp 148,144 miliar menjadi Rp 61,148 miliar lebih. Perubahan pada item belanja daerah khususnya Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp 392,496 miliar menjadi Rp 386 miliar lebih serta Belanja Langsung sebesar dari Rp 736,055 miliar lebih

sih (Saber) Drop Out (DO) guna mendukung pentingnya penyadaran dan perbaikan kualitas SDM. Faktor yang menyebabkan munculnya DO akan ditanggulangi hingga dibahas dalam FGD Saber DO. “Dalam bidang pelayanan dasar masyarakat, terus kita tingkatkan kualitasnya dan kita penuhi. Keberadaan Dokter Bina Wilayah sudah tersedia 20 orang dan 18 Desa tersedia Satu Desa Satu Ambulans. Di Bidang infrastruktur, jalan mantap yang ditargetkan selama 5 tahun ke depan, sudah terpenuhi sekitar 400 km kondisi mantap,” demikian Bupati sembari berharap penyusunan RAPBD 2018 tetap berpedoman pada target RPJMD 2016-2021. (ari/*)

(Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) Pembahasan KUA PPAS RAPBD 2018 Kabupaten Lombok Utara (KLU) kali ini termasuk diproses lebih cepat dari sebelumnya. Sebelum ditandatangani menjadi Nota Kesepakatan oleh Pimpinan DPRD dan Bupati Lombok Utara, proses KUA PPAS diketahui telah berproses pada pembahasan Banggar DPRD yang memakan waktu hingga 2 pekan lebih. Namun dengan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, pendantanganan KUA PPAS bisa terlaksana tepat waktu. Dalam penyampaian fraksi-fraksi, Selasa (7/11), kelima Fraksi DPRD Lombok Utara menyetujui rancangan KUA PPAS menjadi Nota Kesepakatan KUA PPAS RAPBD yang dituangkan dalam Keputusan DPRD No: - /Kep/DPRD-KLU/2017. Sidang paripurna dengan agenda penyampaian laporan

menjadi RP 729 miliar lebih menjadi. Belanja-belanja itu pada intinya tidak mempengaruhi item pendapatan dan belanja pada RAPBD 2018 secara keseluruhan, sebesar Rp 1,12 triliun. “Fraksi Hanura setuju KUA PPAS dengan catatan jika ada perubahan dari asumsi akibat regulasi baru, diatur dalam Perbup APBD 2018. Perubahan PAD 227,276 miliar merupakan akumulasi dari PAD termasuk dana Bos, sehingga pada data baru tercatat sebesar 200,276 miliar,” ujar Ramedi. Menyikapi persetujuan kelima Fraksi DPRD itu, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., usai menandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS mengapresiasi pembahasan KUA PPAS selesai sesuai waktu yang disepakati. Hal ini membuktikan terbangunnya sinergi antara eksekutif dan legislatif. Sebagaimana dimaklumi bersama kata Bupati, target angka kemiskinan secara konsisten akan diturunkan oleh daerah. Demikian pula di bidang lain seperti Pendidikan dan Kesehatan. Pemkab Lombok Utara terus menggemakan Sapu Ber-

Anggota-anggota DPRD yang hadir pada penetapan KUA PPAS RAPBD 2018 Kabupaten Lombok Utara. Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dan Pimpinan DPRD menandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS.

Ketua TAPD (Sekda Lombok Utara) H. Suardi dan anggota TAPD

Pejabat FKPD dan instansi yang hadir pada penetapan KUA/PPAS RAPBD 2018 Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Lombok Utara Ardianto bersama anggota DPRD lainnya


SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

Loteng Raih AMPL Award Praya (Suara NTB) Satu torehan prestasi kembali berhasil diukir Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada tahun ini. Dalam ajang Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2017, Loteng berhasil menyabet Air Minum Penataan Lingkungan (AMPL) Award untuk kategori Pengelolaan Sanitasi Komprehensif dalam Peningkatan Akses Sanitasi. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas), Bambang Brodjonegoro dan diterima langsung

Bupati Loteng, H.M.Suhaili FT, di Jakarta, Selasa (7/11). Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, H. L.Herdan, M.Si., yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, mengatakan di ajang KSAN tahun 2017, ada lima kategori yang diberikan penghargaan. Selain Loteng, Kota Depok, Kota Malang, Kota Pontianak serta Kabupaten Timur Tengah Selatan juga berhasil menyabet penghargaan serupa untuk kategori yang berbeda. “Jadi ada lima kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan ini. Dari semua kabupaten/ kota di Indonesia,” terangnya. Bagi Loteng, ujarnya, peng-

hargaan ini merupakan untuk yang pertama kalinya diraih. Herdan menjelaskan, salah satu poin penting yang membuat Loteng diganjar penghargaan tersebut ialah adanya komitmen Loteng mendorong peningkatan kualitas sanitasi. Hal itu tergambar dari dukungan program serta anggaran yang begitu besar dari pemerintah daerah. Dan, dari tahun ke tahun anggarannya terus meningkat, sehingga berimplikasi pada meningkatnya luas cakupan sanitasi di Loteng selama lima tahun terakhir. “Selama lima tahun terakhir, cakupan sanitasi Loteng naik cukup signifikan. Salah satu fak-

tor pendorongnya yakni meningkatkan komitmen pemerintah daerah terhadap persoalan sanitasi,” imbuh mantan Kabag APU Setda Loteng ini. Ia menjelaskan, salah satu program unggulan Loteng dalam hal sanitiasi ialah Bebas Buang Air Sembarangan Nol (BASNO). Dan, sudah ada beberapa desa di Loteng yang dinyatakan bebas buang air sembarangan. Di mana semua warganya sudah memiliki jamban sendiri. Kalaupun belum, sudah ada jamban umum yang bisa dimanfaatkan bersama. Ke depan dengan penghargaan diraih kali ini, pemerintah daerah akan terus mendorong

supaya semua desa di Loteng bisa dinyatakan bebas buang air sembarangan dan tidak hanya di beberapa desa saja. “Penghargaan ini bukan untuk bangga-banggaan semata. Tetapi sebagai motivasi bagi peningkatan kinerja pemerintah daerah ke depan. Khususnya dalam peningkatan kualitas sanitasi,” tegas mantan Camat Praya Barat ini. (kir/*) (Suara NTB/ist)

TERIMA - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT menerima penghargaan AMPL Award dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (7/11).

Dalih Keliru Nama

Harus Tuntas Tahun Ini SATUAN Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus dipacu untuk bisa menuntaskan program-program di tahun 2017 ini. SKPD harus menuntaskan program-program fisik sampai akhir Bulan November ini. Kendati untuk bisa mencapai target tersebut, terbilang cukup sulit. Menurut Kabid Fisik Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah (Bappeda) Loteng, L. Wiranata, (Suara NTB/kir) saat dikonfirmasi Suara L. Wiranata NTB, di ruang kerjanya, Selasa (7/11) dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pihaknya, sejauh ini capaian program fisik ratarata di semua SKPD sudah di atas 70 persen. Walaupun ada realisasi yang masih di bawah itu, Wiranata mengaku secara umum bisa dikatakan cukup bagus. Padahal, dimulainya program SKPD terkait bisa dikatakan terlambat, karena pejabat eselon II di SKPD lingkup Pemkab Loteng baru dilantik jelang pertengahan tahun. “Secara tidak langsung, keterlambatan penunjukan pejabat eselon II tahun ini cukup berpengaruh pada kinerja SKPD lingkup Pemkab Loteng. Tapi karena semua SKPD punya komitmen kuat menyelesaikan program, maka capaian program bisa dikejar sampai di atas 70 persen,” klaimnya. Adanya capaian ini, pihaknya optimis target penyelesaian program khusus untuk fisik bisa sesuai target akhir Bulan November ini. Meski diakuinya pula, banyak juga program fisik yang kemungkinan tidak bisa selesai pada akhir Bulan November mendatang. “Untuk program fisik yang tidak bisa tuntas sampai akhir bulan ini, ada toleransi sampai Bulan Desember,” tambahnya. Tapi kalau sampai bulan Desember program fisik tidak juga tuntas, maka tentu ada konsekuensinya. Apakah itu bagi pihak rekanan maupun pejabat di SKPD terkait dan khusus bagi pejabat di SKPD, keberhasilan penyelesaian program jadi dasar penilaian kinerja nantinya. Wiranata menambahkan, untuk tahun ini program fisik di Loteng menghabiskan anggaran sekitar Rp 180 miliar. Dana ini untuk membiayai pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung lainnya. (kir)

Pemkab Lobar Persiapkan Diri Hadapi Munas NU Giri Menang (Suara NTB) Musyawarah nasional (munas) sekaligus Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang bakal digelar tanggal 23 November mengambil tempat di dua lokasi, yakni Mataram dan Lombok Barat (Lobar). Untuk mempersiapkan agenda nasional yang dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo ini, Pemkab Lobar terus berbenah menyiapkan pelaksanaan gelaran yang diagendakan mengambil salah satu lokasi di Ponpes di Bengkel Labuapi. Selasa (7/11), Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama panitia acara melakukan rapat persiapan di Ruang Rapat Jayengrana Kantor Bupati Lobar. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati dan Ketua Panitia, H. L. Winengan. Turut hadir pada rapat tersebut sejumlah kepala SKPD lingkup Pemkab Lobar dan pengurus NU Provinsi dan Kabupaten Lobar. Winengan yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah NU NTB ini, menjelaskan, gelaran berskala nasional itu akan dibuka secara resmi Presiden Joko Widodo di Islamic Center Mataram. “Rencananya, untuk penutupan akan digelar di Ponpes Darul Qur’an Bengkel, Kecamatan Labuapi Lobar. Kita harapkan Wakil Presiden yang hadir menutup,” jelasnya. Dalam pertemuan itu, dirinya berharap kepada Pemkab Lobar dapat membantu secara maksimal. Dikatakannya, bantuan diharapkan seperti sarana prasarana termasuk kelengkapan tempat penginapan di masing-masing pondok. Rencananya ada dua ponpes menjadi tempat berlangsungnya kegiatan munas, yaitu Ponpes Al-Hamidy, Sesela dan Darul Qur’an Bengkel. Masing-masing akan menampung 100 orang peserta. Menanggapi hal itu, Bupati H. Fauzan Khalid akan melakukan kajian bersama jajarannya. “Kami akan adakan rapat dulu dengan asisten dan jajaran. Nanti kita informasikan, kemudian kita tinjau lokasi. Terkait pengamanan kita adakan rapat dengan Polres Lobar,” jelas Fauzan. Sementara itu, Sekretaris Panitia H. Marinah Hardi menyampaikan, panitia juga sudah menyiapkan agenda kegiatan pra-acara. “Pada tanggal 22 November, panitia akan melaksanakan sunatan massal, kemudian ada pawai yang dimulai dari Islamic Center Mataram dan berakhir di depan Pendopo Gubernur NTB. Selanjutnya ada pasar murah atau bazar di lokasi pembukaan di Islamic Center,” paparnya. (her)

(Suara NTB/ist)

RAPAT - Bupati Lobar dan Sekretaris PW NU NTB menggelar rapat persiapan pelaksanaan Munas NU di Lobar, Selasa (7/11).

Panwaslu Minta Pengumuman PPK dan PPS Ditinjau Ulang Giri Menang (Suara NTB) Panwaslu Lombok Barat (Lobar) meminta agar KPU meninjau ulang pengumuman PPK dan PPS, lantaran terindikasi ada yang bermasalah di wilayah Batulayar. Panwaslu sudah bersurat ke KPU agar segera menindaklanjuti permintaan Panwaslu. Di samping itu, Panwaslu meminta agar verifikasi parpol benar-benar dilakukan, sebab ditemukan ratusan KTA kepengurusan parpol ganda. Divisi Pengawas pada Panwaslu Lobar, Abror, mengaku pihaknya telah bersurat ke KPU terkait temuan di Batulayar Barat. “Kami minta agar ditinjau ulang pengumuman hasil tes di Batulayar Barat, karena dipengumuman tes tulis ada nama pendaftar yang

pada proses awal pendaftaran ndak ada namanya,” jelas Abror. Hasil klarifikasi KPU di media, nama pendaftar sebenarnya beralamat di Batulayar, namun ditulis di Batulayar Barat. Sampai saat ini, jelasnya, belum ada klarifikasi secara tertulis terkait per-

soalan ini ke Panwaslu. Pihaknya terus melakukan kajian-kajian terhadap bersangkutan, kondisinya seperti apa di wilayah tersebut. Panwaslu, jelasnya, sudah merekomendasikan agar pengumuman hasil tes di daerah setempat ditinjau kembali. (Suara NTB/her)

AKSES JALAN - Akses jalan mulai Simpang Empat Dasan Geres hingga Babussalam bakal diperbaiki Pemprov dalam waktu dekat ini.

Lahan Proyek Gerung-Jalur Bandara Belum Beres Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat (Lobar) dengan Pemprov NTB dinilai miskoordinasi terkait rencana pembangunan akses jalan Gerung-jalur bandara. Pasalnya, provinsi telah menganggarkan Rp 8,7 miliar untuk perbaikan akses jalan. Sementara, di sisi lain pemkab merencanakan pembangunan akses jalan menjadi dua jalur tahun depan. ‘’Seharusnya perencanaannya sinergis agar perbaikan akses jalan ini tak sia-sia. Di samping itu, pembebasan lahan untuk proyek akses jalan ini sendiri belum tuntas sampai saat ini,’’ ungkap Kepala Desa Babussalam Kecamatan Gerung M. Zaini, Selasa (7/11). Menurutnya, pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalur Gerung-jalur bandara belum tuntas. Pembebasan lahan masih pada tahap kajian tim appraisal dan ditargetkan akhir November pembebasan lahan selesai. Namun untuk perbaikan ak-

ses jalan Gerung-Kuripan – jalur bandara provinsi turun langsung dengan anggaran Rp 8,7 miliar dari DAK. Menurutnya, kalau perbaikan oleh provinsi ruas jalan yang ada, namun dirusak lagi oleh kabupaten untuk pelebaran dua jalur, maka tentu mubazir. Kondisi ini menyebabkan terjadi gejolak di masyarakat, sebab mereka merasa khawatir lahan belum dibayar akan tetapi dilakukan pengerasan jalan. “ Artinya kalau dikerjakan tahun depan, maka hotmik ini akan sia-sia. Seharusnya sinergi,” imbuhnya. Terkait Kapan rampung pembebasan lahan tersebut, tim appraisal a hanya menyelesaikan pembebasan lahan dari simpang empat Kelurahan Dasan Geres dengan perbatasan. Menurut rencana pembayaran lahan akan dilakukan akir November berdasarkan hasil kesepakatan bersama tim pembebasan lahan Pemda. Pihaknya mempertanyakan kenapa tidak semua dibebaskan, sebab ia menilai se-

jauh ini belum ada kemajuan dalam perencanan akses jalan ini. Sejauh ini yang belum clear pembebasan lahan justru lebih banyak, mulai dari Simpang Empat Gerung sampai Kantor Perhubungan, lalu perbatasan Babussalam-Kuripan belum rampung. Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Lobar, Made Artadana, menjelaskan, perbaikan akses jalan Babussalam berbeda dengan rencana pembangunan pelebaran akses jalan yang direncanakan Pemda. Pihak provinsi sebatas memperbaiki aksises jalan yang rusak, sedangkan Pemda melebarkan melalui program Balai Jalan, sehingga menurutnya tidak akan terkena imbas nantinya. Terkait kepastian kapan dibangun. apakah setelah selesai pembebasa lahan pihaknya masih perlu koordinasi dengan Balai Jalan. Pihak terkait yang mengetahui kapan mulai dibangun, sebab akses jalan ini masuk program pusat. (her)

Pemda Minta Lahan Terindikasi Ditelantarkan Ditindak Giri Menang (Suara NTB) Banyak lahan di kawasan wisata Lombok Barat (Lobar) diduga dikuasai oknum investor (pemodal) baik dari luar dan asing. Kondisi ini menyebabkan warga lokal setempat tergerus, sehingga tak bisa berdaya di daerah sendiri. Di satu sisi, lahan yang telah dikuasai investor justru dibiarkan mangkrak begitu saja selama puluhan tahun. Pemda pun berharap agar pihak terkait, seperti BPN lebih getol menindak tegas investor yang terindikasi menelantarkan lahan di kawasan wisata tersebut. Plt Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar, H. Dulahir menyatakan lahan yang ada di lahan wisata termasuk di Senggigi banyak dikuasai oleh investor atau pemodal. “Memang lahan-lahan strategis di kawasan wisata banyak dikuasai investor.

Tingkat kepemilikan lahan warga lokal sedikit, dikarenakan penduduk lokal memindahtangankan ke orang lain (investor),”jelas Dulahir. Menurutnya tidak seluruhnya lahan dikuasai orang luar namun di lokasi-lokasi strategis, seperti di pinggir jalan dan pantai banyak dikuasai oleh investor. Lantas bagaimana perlindungan lahan di lokasi wisata khususnya bagi warga lokal? Pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena lahan sudah dipindahtangankan ke orang luar. Bentuk perlindungan pihaknya ke warga lokal, hanya melalui perjanjian kerja dengan investor agar diakomodir warga lokal untuk bekerja, termasuk produk lokal hasil produksi UMKM bisa terserap masuk kesana. “Hanya itu yang bisa kita sarankan kepada para investor,’’ imbuhnya. Menyoal banyak investor

yang terindikasi menelantarkan lahan, di DPMPTSP ada batasan waktu izinnya. Contoh diberikan IPPT dan IMB ketika tidak membangun selama 1 tahun, maka boleh diperpanjang sekali saja. Sedangkan berikutnya tidak berlaku IMB itu, sehingga harus meminta izin kembali jika mau membangun. Sebab sudah tidak berlaku lagi IMB tersebut dikarenakan sudah gugur. Menyoal kawasan strategis di lokasi wisata ini yang telah dipegang HGB dan HGU, pihaknya dalam hal ini tak berwenang, namun menurutnya seharusnya juga berlaku sama. Artinya jika dalam waktu tertentu seharusnya izin ini harus gugur. Di sinilah, perlu Lebih teliti menilai kualitas investor sebelum diberikan izin prinsip. Pihaknya betul-betul selektif agar jangan sampai investor yang diberikan izin abal-aba bahkan broker. (her)

Selain itu, pihaknya akan mengkaji dulu, sambil menunggu klarifikasi KPU. Jika penjelasan KPU sesuai dengan penjelasan di media, maka tentu panwaslu akan mengeluarkan rekomendasi yang lain lagi. Terkait apakah kekeliruan sebatas nama seperti diungkap KPU, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi hasil klarifikasi lapangan dari pihak Panwascam yang tengah menyelidiki di kecamatan setempat. Sementara itu, Komisioner KPU Lobar Suhardi, SH., MH.,

menyatakan terkait kasus di Batulayar terdapat kesalahan tempat masuk pengumuman administrasi saja. “Kesalahan masuk namanya saja, antara Batulayar dengan Batulayar Barat,”jelas Suhardi. Sejauh ini kasus semacam ini belum terjadi di tempat lain, hanya saja pihaknya berharap agar temuan semacam ini langsung dikonfirmasi langsung ke KPU. Terkait tindak lanjut rekomendasi Panwaslu, Suhardi menegaskan pihaknya sudah melakukan perbaikan sebelum ada surat dari Panwaslu. (her)

Seleksi Calon Pejabat Tinggi Pratama Loteng Minim Peminat Praya (Suara NTB) Masa pendaftaran bagi peserta seleksi calon pejabat tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) segera berakhir. Namun hingga sehari menjelang pendaftaran ditutup, baru tiga pelamar yang mendaftar. Konsekuensinya jika tidak memenuhi syarat jumlah pendaftar, maka proses seleksi tidak bisa dilanjut ke tahap berikutnya. Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., kepada Suara NTB, Selasa (7/11), menjelaskan pendaftaran seleksi calon pejabat tinggi pratama sudah dibuka sejak tanggal 25 Oktober sampai hari Rabu (8/11) ini. “Dan, sampai hari ini (Selasa,red) baru tiga orang yang sudah mendaftar,” jelasnya. Ia menjelaskan, dengan jumlah pendaftar sebanyak itu secara aturan jelas masih kurang untuk bisa melanjutkan proses seleksi ke tahap selanjutnya. Pasalnya, jumlah pendaftar minimal tiga orang untuk masing-masing jabatan. Sementara jabatan yang dibuka ada tiga posisi. Masing-masing jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Sat Pol PP dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB). Artinya, minimal sembilan orang

pendaftar, baru proses seleksi bisa dilanjutkan. Bagaimana kalau jumlah pendaftar kurang? Herdan menjelaskan, maka masa pendaftaran akan diperpanjang sampai jumlah pendaftar memenuhi standar yang ada. “Kita tunggu sampai hari terakhir pendaftaran (Rabu hari ini,red) kalau masih kurang maka masa pendaftaran akan diperpanjang,” imbuhnya. Yang jelas, proses seleksi akan terus berjalan. Dan, ditargetkan tuntas tahun ini juga. Dalam arti, tahun ini juga calon pejabat di masingmasing posisi sudah ada, sehingga paling lambat awal tahun depan, pejabat tinggi pratamanya sudah dilantik. Lebih lanjut, mantan Camat Praya Barat ini menambahkan, persyaratan untuk seleksi calon pejabat tinggi pratama kali ini sedikit lebih ketat jika dibandingkan saat seleksi sebelumnya. Misalnya, untuk persyaratan jabatan, bagi pejabat eselon III harus sudah menjabat di dua jabatan eselon III yang berbeda. Kalau sebelumnya, persyaratan tersebut tidak disyaratkan. Kemudian calon pelamar sudah pernah mengikuti pelatihan pejabat utama. “Kalau kedua persyaratan ini tidak bisa dipenuhi, maka calon pejabat bersangkutan tidak bisa melamar di posisi yang tersebut,” tandas mantan Kabag APU Setda Loteng ini. (kir)

Ternak Warga di Sekotong Disambar Petir Giri Menang (Suara NTB) Angin puting beliung disertai hujan lebat dan petir menerjang wilayah Telor Jago Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong, Minggu (6/11) lalu. Akibat kejadian ini, tak ada korban jiwa, namun hewan ternak milik warga mati diduga akibat disambar petir. Satu bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada di daerah itu rusak akibat diterjang angin. Warga berharap agar Pemda segera membantu pihak pengelola MI memperbaiki bangunan tersebut. Mardi, petugas Tagana Dinas Sosial Lobar menuturkan kejadian terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu terjadi hujan deras dan angin kencang disertai petir. Warga saat itu tidak berani keluar rumah. Bahkan, warga yang pergi ke sawah kembali ke rumah masing-masing karena merasa takut. Akibat terjangan angin tersebut, merusak sebagian atap MI Ta’limusshibyan. Tidak hanya hanya itu, satu ekor sapi milik masyarakat setempat mati diduga akibat

disambar petir. “Dalam kejadian tersebut dikabarkan tidak ada korban manusia. Namun kerusakan atap madrasah dan hewan ternak milik warga mati,’’ jelas Mardi. Dijelaskan, kerugian akibat kejadian tersebut atap madrasah rusak sampai puluhan lembar asbes dan seekor sapi mati dengan kisaran harga Rp 9- 10 juta. Kadus Telor Jago juga Murtazam membenarkan kejadian ini. Pihaknya berharap agar MI segera diperbaiki sebab proses belajar mengajar anak-anak murid MI terganggu. “Kami harapkan segera diperbaiki, apalagi sekarang musim hujan,”jelasnya. Sementara itu, Kasi Logistik BPBD Lobar Tohri menyatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut. Sejauh ini belum ada laporan dari jajarannya. “Kami belum dapat laporan soal itu, kami cek dulu”jelas Tohri. Terkait bantuan untuk perbaikan kerusakan, pihaknya tentu akan mengupayakan. (her)


SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345

Kerjasama Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Pekan Budaya Pelajar di Sumbawa Resmi Dibuka MA se-Kabupaten Sumbawa. Kemudian, lomba literasi budaya lokal karya tulis kesenian untuk SD, karya tulis tradisi dan lomba cerdas cermat satera jontal untuk SMP/MTs, karya tulis sejarah dan lomba pidato bahasa Samawa untuk SMA, SMK dan MA. Kegiatan dimulai dari tanggal 6 sampai 11 November 2017 mendatang. Dimana kejuaraan ini akan didukung melalui DPA Dinas Dikbud dari lebih kurang sembilan mata lomba diperkirakan Rp 169 juta. Sementara Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi memandang kegiatan Pekan Budaya Pelajar ini menjadi ajang yang tepat untuk mengembangkan kreasi secara kompetitif bagi para pelajar. Sehingga menjadi sarana dalam mempertahankan tradisi budaya daerah ditengah derasnya arus globalisasi saat ini. Sebab pihaknya menyadari betapa pentingnya memelihara nilai-nilai luhur budaya dalam rangka memperkokoh jati diri sebagai Tau Samawa. Apalagi daerah Sumbawa telah menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), yang didalamnya bertujuan untuk melestarikan pusaka alam dan juga pusaka budaya yang menjadi modal bagi pembangunan di masa depan. Sehingga kultur budaya masyarakat Sumbawa dalam segala segi harus tetap dilestaikan.

(Suara NTB/ind)

GONG - Pemukulan gong oleh Sekda Sumbawa didampingi Kepala Dinas Dikbud, Kajari Sumbawa, dan perwakilan Kodim 1607 Sumbawa, sebagai tanda dibukanya kegiatan (foto kiri). Sajian berupa tarian dan paduan suara dalam acara pembukaan Pekan Budaya Pelajar. “Saat ini pemerintah daerah sedang giat-giatnya memajukan dunia pariwisata Sumbawa yang memiliki pesona kekayaan alam dan warisan budaya yang luhur dan unik. Hal tersebut tampak dari cukup banyaknya event pariwisata yang kita selenggarakan. Tujuan akhirnya selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga untuk mem-

bangun kesadaran dan rasa kebangsaan, atau rasa kebanggaan kita sebagai Tau Samawa,” tukas Sekda. Tidak kalah pentingnya, lanjut Sekda, pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki. Yang begitu kental dengan nilai-nilai keislaman, yaitu adat barenti ko sara, sara barenti ko kitabullah. Dan memiliki falsafah takit ko nene kangila boat

lenge. Sebab dengan berpegang pada konsep tersebut maka manusia Sumbawa akan menjadi manusia yang amanah dan memiliki karakter yang luhur yang akan membentuk masyarakat Sumbawa menjadi masyarakat yang bermartabat. “Hal inilah yang ingin kita tanamkan pada generasi muda Sumbawa. Sehingga terbangun menjadi sosok generasi yang

Dua Pelajar Sumbawa Lolos Seleksi Lomba Matematika Nasional

Pembangunan Fisik Pasar Brang Bara Hampir 30 Persen Sumbawa Besar (Suara NTB) Pembangunan Pasar Modern Brang Bara, Kabupaten Sumbawa, tengah berjalan. Dalam tempo hampir satu bulan ini, pengerjaan fisiknya sudah mendekati angka 30 persen. Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Arif, M.Si kepada wartawan, Selasa (7/11) kemarin menjelaskan, penandatanganan kontrak dan dimulainya pekerjaan sejak tanggal 12 Oktober lalu. Saat ini pengerjaan sudah 25 hari dengan progres fisik di lapangan sudah mendekati 30 persen. “Progres fisiknya di lapangan sudah mendekati 30 persen,” ujarnya. Menurutnya, jadwal 70 hari untuk pembangunan pasar ini memang spektakuler. Meskipun demikian, sudah berdasarkan metode kerja yang dibuat, sampai hitungan unit terkecil dan rinci. Dalam hal ini kajiannya dilakukan oleh beberapa ahli termasuk dari Jasa Konstruksi (Jakon). Hanya saja, dengan waktu tersebut tidak menutup kemungkinan adanya kendala dalam pengerjaan. Dimana pekerjaan yang paling berat menunggu terpasangnya atap. Saat ini sebagian tiangnya sudah dipasang. Jika atap sudah terpasang maka akan mempercepat proses pengerjaan yang lainnya, karena ada pelindung bagi pekerja. Baik dari hujan maupun panas matahari. Tetapi jika atap belum jadi akan berpengaruh terhadap pengerjaan. “Ada beberapa pekerjaan mayor yang menentukan, seperti pemasangan atap. Saat ini sudah sebagian dipasang tiangnya cuma belum berbentuk atap. Jika atap ini belum terpasang akan mengganggu pekerjaan, karena tidak ada pelindung bagi pekerja dari panas matahari dan hujan. Kalau atap sudah terpasang maka pekerjaan lain akan lebih cepat,” terangnya. Mengenai waktu 45 hari yang tersisa, pihaknya optimis pengerjaan pasar ini bisa terkejar. Dimana progresnya sesuai dengan jadwal yang ada. Untuk mendukung pengawasan dan pengendalian pekerjaan proyek ini, pihaknya sudah menyusun manajemen pengawasannya disamping konsultan pengawas yang ada. Pihaknya juga menugaskan PPK setiap pagi mengecek progres pekerjaan dan membuat laporan harian. Dari laporan harian inilah pihaknya mengetahui secara persis keadaan medan dan lapangan. Terkait apa saja kendala, masalah serta bagaimana progres pengerjaan. Adapun pengerjaan pasar ini sesuai dengan jadwal berakhir pada tanggal 20 Desember mendatang. Untuk itu, pihaknya mengharapkan dukungan doa restu semua elemen dan komponen masyarakat supaya pasar ini bisa terwujud. Dimana Pasar Brang Bara ini adalah hal yang prestisius. Karena sebelumnya pasar modern ini belum pernah ada di Sumbawa. Dengan berdirinya pasar ini diharapkan bisa mengurangi beberapa persoalan. Yakni menumpuknya pedagang dan macetnya di pasar yang ada. “Dengan adanya pasar ini akan mengurangi konsentrasi pedagang di pasar yang ada sekaligus juga akan membuat perkembangan ekonomi di daerah. Para pedagang, pelaku UKM bisa aktif dan lebih sejahtera,” pungkas Arif. (ind)

(Suara NTB/bug)

Selesaikan APBD 2018, Kadis Dilarang ke Luar Daerah Taliwang (Suara NTB) Selama dua pekan ke depan, seluruh kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilarang bepergian. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengejar penyelesaian pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. “Sudah diinstruksikan langsung oleh pak bupati. Beliau melarang seluruh pimpinan H. Amry Rakhman SKPD meninggalkan kantor sebelum APBD 2018 selesai diketok (ditetapkan),” terang Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Sekretariat Daerah (Setda) KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, kepada Suara NTB, Selasa (7/11). Dari jadwal yang telah disetujui antara pemerintah dan DPRD KSB, tersisa waktu sekitar 10 hari lagi sebelum dokumen RAPBD 2018 ditetapkan menjadi APBD pada 17 November mendatang. H. Amry menjelaskan, saat ini tahapan telah memasuki penandatangan nota kesepakatan KU-PPAS RAPBD. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengajuan Rapreda RAPBD hingga akhir pekan ini sambil penyerahan Rancangan Anggaran Kegiatan (RKA) oleh masing-masing SKPD. Selanjutnya, proses pembahasan RKA SKPD akan berlangsung dengan masing-masing komisi teknis di DPRD. Menurut H. Amry, pembahasan klinis antaran SKPD dengan mitra komisinya tersebut dijadwalkan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 13 hingga 15 November. “Itu sesuai jadwal yang ada. Komisi dan SKPD mitra hanya punya waktu 3 hari untuk pembahasan klinis sebelum APBD 2017 diketok tanggal 17 minggu depan,” cetusnya. Ia meyakini, dengan waktu yang ada saat ini, proses pembahasan APBD 2018 akan selesai tepat waktu. Terlebih sebelumnya tahapan yang telah berjalan tidak ada yang melenceng dari jadwal yang telah disepakati antara pemerintah dan DPRD. “Sejauh ini kami optimis bisa selesai. Dan mudah-mudahan tidak ada hambatan berarti dalam dua minggu ini,” imbuhnya. (bug)

unggul di masa mendatang. Saya berharap penyelenggaraan event ini bisa benar menjadi milik kita masyarakat Sumbawa. Khususnya para generasi muda sehingga timbul kecintaan terhadap seni dan budaya Sumbawa itu sendiri. Dan pada akhirnya memberi dampak positif bagi pembangunan daerah dan bangsa di masa yang akan datang,” pungkasnya. (ind/arn/*)

(Suara NTB/ils)

TUMBANG - Akibat hujan disertai angin kencang, sejumlah dahan pohon yang cukup besar tumbang menimpa kabel Jaringan Tegangan Rendah (JTR) di jalan Lintas Desa Seloto-Taliwang. Akibatnya beton penyanggah JTR patah dan tumbang menutupi jalan.

Penerima Rastra di Sumbawa Barat Meningkat

Taliwang (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) Sumbawa Barat mencatat ada sekitar 10. 112 Kepala Keluarga (KK) di tahun 2017 sebagai penerima Beras Sejahterah (Rastra). Jumlah ini tentu meningkat apabila dibandingkan dengan data penerima tahun 2016 lalu yakni sekitar 10. 096 KK. Melihat data tersebut, diindikasikan jumlah masyarakat miskin mengalami peningkatan di wilayah setempat. Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi lanjutan terhadap data yang ada saat ini. “Data penerima Rastra kita cenderung meningkat di tahun 2017. Makanya kita akan verifikasi lebih lanjut terkait data ini. Sehingga di tahun 2018 nanti dara penerima Rastra yang ada saat ini bisa semakin turunkan di Sumbawa Barat,” ujar Sekretaris Dinas Sosial (Disos) Manurung S. Pd, Kepada Suara NTB, Selasa (7/11). Disebutkannya, dari data penerima Rastra yang tercatat saat ini, pihaknya juga sudah menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin bisa merasakan manfaat. Bukan hanya program Ras-

Manurung tra saja yang dikucurkan kepada masyarakat miskin. Pemkab juga sudah menggelontorkan bantuan seperti program kartu Pariri dan Bariri untuk mengintervensi jumlah masyarakat miskin. “Semua program akan kita plotkan untuk pengentasan kemiskinan, sehingga angka penerima program Rastra ini bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, khusus warga masyarakat yang memiliki kategori sangat miskin, pihaknya tidak hanya memberikan satu program saja melainkan program yang lain juga akan terus dimaksimalkan. Bahkan kolaborasi program yang berasal dari pemerintah pusat (pempus), Provinsi dan Pemda juga diharapkan akan lebih maksimal dalam mengintervensi masalah ini. Tetapi yang paling ditekankan, yakni mental masyarakat untuk berubah dari miskin menjadi tidak miskin. Karena selama ini hasil pantauan lapangan banyak masyarakat yang mengaku miskin tetapi tidak masuk dalam kategori miskin sesuai dengan ketetapan yang ada. “Mental dan pola pikir dari miskin menjadi tidak miskin harus diubah. Karena selama ini mental untuk berubah yang masih menjadi masalah dalam penurunan angka kemiskinan ini,” tukasnya. (ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) SMP Negeri 1 Sumbawa tak pernah berhenti menunjukkan prestasinya. Kali ini, dua siswanya berhasil menembus seleksi lomba matematika nasional yang digelar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sumbawa, Sri Irianti S.PD, M.Pd, yang didampingi Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, Hasbullah S.Pd, Selasa (7/ 11) kemarin. Dari 1088 jumlah peserta secara nasional yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi, tersaring 75 orang. Enam diantaranya berasal dari NTB, termasuk dua siswa SMP Negeri Sumbawa. Atas nama M. Fadli Dwiansyah dan Aulia Azzahra. “Awalnya kita mengirim sembilan orang mengikuti seleksi. Yang lolos dua orang,”sebutnya. Keduanya berhak mengikuti babak final lomba matematika nasional ke-28 UGM, pada Minggu 12 November di Kam-

Hasbullah

Ia menyebutkan, pihak Otoritas Bandara Wilayah IV Denpasar dalam pekan ini akan melakukan kunjungan lapangan ke Bandara Sekongkang. Bersama AIRNAV Bandara Internasional Lombok (BIL), pihak otoritas bandara akan mengecek seluruh kesiapan bandara Sekongkang untuk kebutuhan pendaratan perdana nanti. “Rencananya besok (Rabu) mereka turun melihat kesiapan bandara,” urainya. Ia memperkirakan, rekomendasi kelaikan bandara Sekongkang untuk didarati pesawat akan terbit pada pekan ini. “Tinggal rekomendasi itu saja. Kalau syarat-syarat administrasi dari

Sri Irianti

Bupati Sumbawa Ingin Sukseskan Pembangunan Kota Berkelanjutan

Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa bersama 31 Kepala daerah lainnya menandatangani Pernyataan Komitmen “Kota Layak Huni” sekaligus menerima program pembangunan kota berkelanjutan. Peringatan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia Tahun 2017 merupakan salah satu bentuk komitmen dan kontribusi Kementerian PUPR dalam mengimplementasikan Agenda Baru Perkotaan. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik, Rachman Ansori M.Se, Selasa (7/11) kemarin. Agenda baru perkotaan menempatkan perumahan sebagai inti dari pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan, mendorong inisiatif penciptaan hunian untuk seluruh kalangan. Khususnya MBR dengan penyediaan ruang terbuka, infrastruktur, dan pelayanan dasar yang layak. Pendekatan yang terintegrasi dan holistik dalam perumahan akan berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. “Kami berkomitmen bersama seluruh jajaran terkait baik di Kabupaten, Provinsi, Pusat dan masyarakat Sumbawa akan menyukseskan pembangunan perkotaan berkelanjutan yang produktif dan tanggap terhadap perkembangan kota sesuai karakter, potensi dan budaya lokal Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan,” ujar Bupati. Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Sumbawa, Ir. A. Rahim yang mendampingi Bupati Sumbawa pada acara dimaksud, menyampaikan untuk tahun anggaran 2018 Kabupaten Sumbawa akan memperoleh Program Pembangunan Infrastruktur Perkotaan Berkelanjutan pemerintah sudah kita penuhi sedari Ditjen Cipta Karya Kemenmuanya. Harapan kami tidak ada lagi terian PUPR. kekuarangan karena rencana kita Direncanakan sebesar Rp 5,5 tanggal 16 nanti pesawatnya kita jadmiliar akan dialokasikan untuk walkan mendarat,” harapnya. Peningkatan Kualitas PermukiDitanya terkait pesawat yang akan man Kumuh Perkotaan Kawasan digunakan untuk pendaratan perdana Lembi (Lempeh-Brang Biji) Kabunanti? H. Muslimin mengungkapkan, paten Sumbawa usulan dari jenis pesawat yang akan landing perRP2KPKP, dan sebesar Rp 2,1 M dana di bandara milik Pemda KSB itu untuk penataan taman ruang terjenis Twin Otter. Saat ini pesawat tersebuka hijau publik kegiatan Fasilibut berada di bandara Halim Perdana tasi Percontohan RTP Revolusi Kusuma Jakarta dan dijadwalkan tiba Mental Kabupaten Sumbawa sedi BIL pada 15 November mendatang. bagai prioritas nasional, lanjut “Jadi terbangnya dari BIL dan mendarAhim sapaan akrab Kadis Peat di Sekongkang,” paparnya. (bug) rumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Sumbawa. (arn)

Dishub KSB Urus Izin Pendaratan Perdana Bandara Sekongkang Taliwang (Suara NTB) Kelengkapan izin untuk agenda pendaratan perdana pesawat di bandara Sekongkang pada 16 November mendatang terus dikebut oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kepala Dishub KSB, Ir. H. Muslimin. HMY mengatakan, pihaknya saat ini telah menyampaikan permohonan izin tersebut ke Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Denpasar. “Sudah kemarin kita sampaikan. Kita izinnya di Denpasar karena wilayah IV mewadahi Bali, NTB dan NTT,” terangnya kepada wartawan, Selasa (7/11).

pus Fakultas MIPA UGM. Bila melihat potensi kedua siswa, Sri optimis mampu menembus 25 besar untuk selanjutnya masuk ke baak grand final. Hal ini, tambah Sri tak lepas dari pola pembinaan yang dilakukan pihak sekolah. Yang memiliki tim beranggotakan 10 orang siswa yang terus digodok dan diasah soal soal mata pelajaran matematika. Sehingga ketika ada kompetisi bergengsi semacam ini, mereka telah siap dan terbukti dua orang diantaranya berhasil menembus tingkat nasional bersaing dengan ribuan siswa dari sekolah sekolah lainnya di Indonesia. “Pembinaan kita bertingkat. Seleksi antar siswa, lalu kemudian ditentukan 10 orang masuk dalam tim. Jadi tidak asal comot,” tukas Sri seraya berharap kedua siswanya dapat masuk ke babak grand final bahkan bisa menembus lima besar. Tentu dukungan pemerintah, orang tua dan masyarakat sangat penting bagi peningkatan prestasi anak didiknya. (arn) (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa menyelenggarakan Pekan Budaya Pelajar selama enam hari kedepan. Kegiatan yang dipusatkan di panggung terbuka Lapangan Pahlawan tersebut resmi dibuka Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi ditandai dengan pemukulan gong, Senin (6/11). Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sudirman, S.Pd menjelaskan, kebudayaan masuk dalam Dinas Pendidikan mulai tahun 2017 ini. Untuk itu pihaknya di jajaran Dinas Dikbud ingin melangkah maju mempertahankan kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Supaya bisa melahirkan anak-anak yang bisa membawa Sumbawa ini semakin Senap Semu Nyaman Nyawe serta Sumbawa hebat dan bermartabat. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran sehingga pihaknya melaksanakan Pekan Budaya Pelajar ini. “Ini dasar pemikiran kami melakukan dan melaksanakan Pekan Budaya Pelajar pada malam hari ini,” ujarnya. Kadis melaporkan, materi lomba dalam kegiatan ini yaitu lomba Batutir dan karya anak-anak untuk Sekolah Dasar SD, lomba Ngumang untuk SMP dan MTs, lomba Rabalas Lawas untuk SMA,SMK, dan


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

Halaman 7

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB Antisipasi Banjir Susulan

Pemerintah Segera Normalisasi Sungai dan Perbaiki Drainase

Dompu (Suara NTB) Banjir bandang yang melanda Kota Dompu, Sabtu (4/ 11) lalu tidak lepas dari penyempitan sungai dan tersumbatnya beberapa saluran drainase oleh sampah. Pemerintah daerah (Pemda) Dompu mulai Rabu, 8 November 2017 ini akan lakukan normalisasi sungai Silo, Soa dan beberapa

titik di sungai Laju. Saluran drainase juga akan diperlebar dan diperbaiki alirannya agar tidak membuat genangan air. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin langsung turun meninjau titik tersumbatnya air sehingga ikut menyumbang terjadinya banjir bandang Sabtu lalu. H. Bambang ikut didampingi

nya dan (menyebabkan) pengurangan limpahan air (ke perkampungan warga),” kata H. Bambang M. Yasin. Daerah Sawete Bali 1 yang juga terkena dampak banjir dari genangan air saat hujan, Sabtu lalu, dikatakan H. Bambang, karena daerah setempat sebelumnya persawahan dan beralih menjadi daerah pemukiman. Ditambah lagi dengan volume air yang cukup besar dari daerah hulu. Untuk mengantasinya akan diupayakan melalui pembuatan drainase dari simpang Sawete Bali 1 ke sungai Silo dan atau memperbesar gorong – gorong pemotong jalan negara. Namun konsekwensi ketika gorong – gorong diperbesar, proses pengurusan ijinnya cukup panjang dan kemana - mana. “Kita akan mencoba mencari solusi yang baik. Ini antara kewenangan, seperti menggali gorong – gorong ini harus ijin kemana – mana. Mudah – mudahan kita bisa mencari solusi yang cepat te-

Bangkesbangpolinmas Klaim Konflik Dipicu Masalah Sepele

(Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) Bankesbangpolinmas Kabupaten Bima, mengklaim beberapa kasus konflik sosial dan maraknya aksi blokade jalan, sebagian besar dipicu masalah sepele. “Bahkan akarnya konflik personal. Tapi karena kurangnya kesadaran untuk antisipasi serta tidak diselesaikan cepat, konflik membesar menjadi konflik sosial,” kata Kepala Bankesbangpolinmas Kabupaten Bima, Drs. Ishaka kepada Suara NTB, Selasa (7/11). Selain itu, kata Ishaka, pemicu lainnya, adalah akibat pengaruh tramadol dan miras yang sudah beredar hingga tingkat RT/RW. Ditambah dengan hiburan malam yang diiringi acara orgen tunggal. “Acara orgen tunggal tidak terbendung. Meski kerapkali diimbau dan dilarang karena kesadaran personal kerapkali menjadi kendala,” katanya. Meski begitu, Ishaka mengklaim, konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Bima pada tahun 2017 ini, menurun ketimbang tahun 2016 lalu. Sayangnya Ia tidak menjelaskan detail jumlahnya. “Yang jelas jumlah konflik tahun ini ada pergeseran atau penurunan ketimbang tahun lalu,” ujarnya. Untuk mencegah dan mengurai konflik agar tidak terjadi, harus dilakukan adalah membangun karakter atau mental. Agar konflik personal tidak meluas yang mengakibatkan konflik sosial. “Langkah ini yang kita lakukan, dengan menyusun draf Raperda Rembug atau Musyawarah tentang strategi penanganan konflik berdasarkan kearifan lokal,” ujarnya. Bahkan, lanjutnya, dua desa di wilayah Kabupaten Bima, yakni Desa Maria Kecamatan Wawo dan Desa Dadibou Kecamatan Woha dijadikan pilot project dari rembug tersebut. “Meski di desa Maria sangat minim konflik, tapi peredaran tramadol dan miras marak. Sementara di Dadibou dalam tahun ini kerap terlibat konflik dengan desa tetangga,” katanya. Menurutnya, proses kerja rembug desa ini, lebih pada mendeteksi dini, melaporkan hingga berupaya menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah. Tanpa harus diselesaikan ke ranah hukum. Misalnya ada permasalahan personal cukup dimusyawarahkan bersama kepala Desa, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta akan didampingi Babinsa (TNI) dan Bhabinkantibmas (polisi). “Penyelesaiannya lebih pada pendekatan sosial dan institusional. Mudahmudahan terobosan ini dapat mengurai konflik,” pungkasnya. (uki)

Ishaka

pat dengan mensinergikan semua potensi,” ungkap H. Bambang. Terkait meluapnya air di jalan Lele Bali 1 depan pandopo Wakil Bupati akibat saluran drainase lebih tinggi dari jalan, H. Bambang langsung perintahkan kepada Kepala Dinas PUPR memperbesar saluran drainasenya dan Direktur PDAM merubah alur perpipaan pelanggan, sehingga saluran drainasenya lebih dalam dan lebar. Setelah saluran drainase diperbesar, badan jalan akan ditingkatkan. “Yang bisa dilakukan segera ini dengan perlebar drainase agar lebih banyak volume air yang ditampung,” kata Bupati. Selain drainase di sekitar Sawete Bali 1, drainase dari simpang Kodim 1614/Dompu juga akan diupayakan melalui APBN. Sehingga daerah perkantoran yang ada di jalan Bhayankara (Polres), jalan Beringin (Kantor Bupati, PN dan sekitarnya) tidak digenangi air.

(Suara NTB/jun)

RUSAK Raskin rusak dan berbau yang ditemukan di Desa Madaprama, Selasa (7/11).

Bulog Dompu Kembali Salurkan Raskin Rusak dan Berbau Dompu (Suara NTB) Untuk kesekian kalinya bulog melakukan kesalahan yang fatal. Setelah beberapa bulan lalu membagi beras raskin kualitas buruk dan tak layak konsumsi, kali ini hal serupa kembali terulang. Raskin dengan kondisi rusak dan berbau jatah akhir tahun ditemukan di Desa Madaprama Kecamatan Woja. Temuan ini lantas menuai protes masyarakat, terlebih mereka menuntut agar dilakukan penggantian. Kepala Gudang Bulog Dompu, Hilman dikonfirmasi wartawan mengakui adanya pembagian raskin rusak dan berbabau tersebut, pihaknya pun bersedia melakukan penggatian. “Kita sudah siap ganti ini, kemarin belum kita lakukan penggantian. Kita sudah konfirmasi kepala Desa tapi katanya sudah ndak ada masalah lagi,” kata dia di ruang kerjanya, Selasa (7/11). Kerusakan beras raskin ini, jelas dia, semata-mata akibat masa simpan yang sudah mencapai enam bulan, sehingga wajar terjadi perubahan warna dan menimbulkan bau. Upaya pengecekan sebelum bantuan itu tersalur pun rutin dilakukan, hanya memang tehnisnya diterawang dengan kasat mata.

Untuk menusuk dengan benda tajam agar dapat memastikan kualitas beras tak bisa dilakukan menyusul kekhawatiran terjadi pengurangan berat beras tersebut. “Karung itu kan transaparan bisa kita lihat dari luar,” ujarnya. Pada prinsipnya lanjut Hilman, pihaknya bersedia melakukan penggantian beras yang rusak. Dan dari 4.920 Kg beras yang tersalur itu belum ada data pasti berapa karung raskin yang rusak. Untuk itu ia meminta pihak desa segera mengirim data masayarakat yang menerima bantuan rusak tersebut. Hilman menegaskan, beras jatah akhir tahun ini hanya mengalami kerusakan fisik, masalah layak atau tidaknya dikonsumsi beras tersebut masih sangat layak. “Kemarin sempat ada suratnya dicek dulu dari sukopindo pusat kemarin sempat turun periksa masih layak konsumsi,” jelasnya. Hilman yang baru saja satu bulan menjabat ini berkomitmen Tahun 2018 mendatang

persoalan serupa tidak akan terulang, terlebih pihaknya sangat terbuka menerima komplain dari siapapun. Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Dompu, Sukarno yang dikonfirmasi persoalan ini mengaku belum mendapat laporan soal temuan beras rusak dan berbau tersebut, padahal sebelum pendistribusian dilakukan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan dan beras yang siap disalur itu kualitasnya bagus semua. “Makanya kita heran kenapa ada lagi beras seperti itu, karena waktu periksa di gudang itu tidak ada beras yang seperti itu,” jelasnya. Atas munculnya persoalan ini pihaknya akan melayangkan protes pada pihak bulog, karena pada kasus sebelumnya ia bersama intansi terkait lainya sudah menekankan agar persoalan yang terjadi beberapa bulan tidak terulang di Dompu. “Kita akan protes nanti karena saya sudah bilang ke mereka tidak boleh lagi seperti itu,” pungkasnya. (jun)

Syafrudin Dukung Penuh Turnamen Bulutangkis Se-Bima Dompu Kota Bima(Suara NTB) – Anggota DPR RI dari Dapil NTB, H. M. Syafrudin, ST, MM, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan salah satu cabang olahraga di Kota Bima, yaitu Bulu Tangkis. Komitmen ini ia tunjukkan dengan menjadi sponsor utama dalam kejuaraan Bulutangkis se-Bima Dompu di Lingkungan Tato Kelurahan Jatiwangi Kota Bima. Tidak hanya membantu pendanaan. Syafrudin juga meluangkan waktu untuk hadir dan ikut menyemarakkan penutupan turnamen tersebut secara resmi, pada Senin, 6 November 2017 malam. Bahkan, sebelum menutup acara, politisi PAN yang sudah dua periode menjadi wakil rakyat NTB di Senayan ini berkesempatan adu permainan bulu tangkis. Ia tampil di nomor ganda putra melawan Lurah Jatiwangi, Muhammad. Hebatnya, Syafrudin

berhasil memenangkan laga ini. Laga yang dimainkan oleh Syafrudin cukup menghidupkan suasana. Warga yang hadir pun tampak terhibur. Syafrudin menegaskan, ajang semacam ini penting digelar sebagai wadah memperkuat silaturahmi antara dirinya dengan rakyat yang diwakilinya. Syafrudin juga mengutarakan harapannya agar acara semacam ini bisa menjadi agenda rutin. “Kita buat lebih besar lagi, lebih ramai lagi. Tidak saja diikuti masyarakat Bima Dompu, tapi juga diikuti oleh masyarakat Sumbawa, Lombok,” serunya. Jika diberikan kesempatan mengabdi lebih lama lagi, ia berharap bisa terus mendedikasikan waktu, tenaga dan usianya untuk memberikan pengabdian yang tulus. Dalam berbagai kesempatan, Syafrudin juga kerap menegaskan harapannya agar ia bisa tetap dekat dengan rakyat yang diwakilinya.

(Suara NTB/ist)

BULU TANGKIS - Anggota DPR RI, H. M. Syafrudin, ST, MM, saat hadir dalam acara penutupan turnamen bulu tangkis seBima Dompu di Kota Bima, Senin, 6 November 2017 malam. Karena itulah, Syafrudin dalam berbagai kesempatan selalu meluangkan waktunya untuk menyapa rakyat yang diwakilinya. Pekan ini, Syafrudin bahkan telah menuntas-

kan bantuan cat untuk 38 kelurahan di Kota Bima yang ada di lima kecamatan. Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Bulu Tangkis, Umar H.Usman menjelaskan,

kejuaraan yang digelar sejak tanggal 28 September 2017 ini menampilkan lebih dari 400 partai. Bahkan, ia mengutarakan, kejuaraan ini bisa saja diikuti oleh lebih banyak peserta dari Kabupaten Sumbawa. Hanya saja, keikutsertaan mereka terkendala faktor teknis. Umarpun menegaskan, kejuaraan ini didukung oleh anggota DPR RI, H. M. Syafrudin. Kejuaraan ini juga merupakan kejuaraan pertama dan terbesar di Kota Bima. Senada dengan harapan Syafrudin, Umar juga menginginkan agar sinergi dengan Syafrudin terus berlanjut di masa yang akan datang sehingga kejuaraan ini bisa digelar menjadi agenda rutin. “Kami sangat berterimakasih kepada pak Syafrudin. Kejuaraan ini digelar secara gratis. Beliau menunjukan perhatian dan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (r/*)

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat meninjau drainase di Dompu. Sementara untuk kerusakan hutan dan upaya rehabilitasi melalui gerakan penanaman kembali pohon yang diwacanakan Bupati. Kepada wartawan, H. Bambang M. Yasin mengaku, sedang didesain di Dinas LHK Kabupaten Dompu polanya agar tidak melanggar ketentuan. Karena urusan kehutanan kini telah

menjadi kewenangan Provinsi. “Karena semua keputusan di Pemda itu berujung pada pembiayaan. Kalau kami membiayai sesuatu yang bukan kewenangan kami, itu salah. Kami lagi mencari klausul, mencari nomenklatur supaya masalahnya bisa tetap kami lakukan, tapi tidak melanggar aturan,” katanya. (ula/*)

Tujuh Sapi Milik Pemprov di Doro Ncanga Mati Dompu (Suara NTB) Sapi Bali yang dititipkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB pada Dinas Peternakan Kabupaten Dompu akhir 2016 lalu tinggal 28 ekor dari 35 ekor yang dititip. Sebanyak tujuh ekor sapi yang dilepas di padang penggembalaan ternak Doro Ncanga mati. Di sisi lain, pemerintah daerah (Pemda) Dompu melalui Dinas Peternakan Kabupaten Dompu sedang mengupayakan hibah sapi Brahma dari Australia yang direncanakan akan datang 2018 mendatang. Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dompu, Drs. H. Gaziamansyuri, M.Ap yang dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa (7/11) kemarin, membenarkan ada pelihara ternak sapi Bali di Doro Ncanga Dompu. Sapi yang dititipkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB sebanyak 35 ekor akhir 2016 lalu dan milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu sebanyak 16 ekor. Namun sapi tersebut diakui H Gaziamansyuri, sebagiannya sudah mati dan diduga akibat stres saat dilepas pada ladang penggembalaan. Untuk sapi milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi yang mati sebanyak tujuh ekor. “Sapinya memang kurus saat dibawa dari Mataram. Kemungkinan kelelahan dan saat penyesuaian iklim dari biasanya dikandangkan menjadi dilepas,” aku H Gaziamansyuri. Sementara sapi milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, diakui H Gaziamansyuri,

saat ini ada 16 ekor dan 5 ekor diantaranya indukan. Saat awal menjadi Plt Kepala Dinas, sapi tersebut ada 17 ekor. Kondisi ini tidak lepas dari faktor SDM di UPTD Peternakan Doro Ncana. Di UPTD ini hingga saat ini belum ada pejabat definitif dan ASN-nya. Pegawai yang ada saat ini berstatus honorer. Terkait rencana hibah sapi Brahman dari Australia, H Gaziamansyuri mengaku, akan datang tahun 2018 mendatang. Tapi petunjuk tekhnis dan petunjuk pelaksana untuk hibah sapi Brahman dari pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten Dompu ini belum ada. Rencananya, Kabupaten Dompu mendapat hibah dari Dirjen Peternakan Kementrian Pertanian sebanyak 1.000 ekor, tapi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi direkomendasikan 500 ekor. “Berapapun, apakah 1.000 atau 500 ekor, kita siap saja,” jelasnya. Untuk mendukung rencana kehadiran sapi Brahman tersebut, H Gaziamansyuri mengaku, di awal musim hujan 201tujuh ini pihaknya merencanakan akan menanam lamtoro dan rumput gajah di lahan seluas 5 ha dari anggaran APBD Perubahan 2017 sebesar Rp 50 juta. Sementara untuk lahan pelepasan sapi Brahman disiapkan 80 ha di Doro Ncanga. “Rencananya, kita akan pake pemeliharaan intensif dan dan semi intensif,” tambah Herman, Kepala Bidang di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mendampingi H. Gaziamansyuri. (ula)

Penyaluran Pupuk Tidak Terkoneksi dengan Pola Tanam Dompu (Suara NTB) Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Dompu, H. Iskandar menilai penyaluran pupuk subsidi untuk petani sama sekali tidak terkoneksi dengan pola tanam. Karenanya kerap terjadi keterlambatan pembagian untuk mereka yang tergabung dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), terlebih mempengaruhi turunya hasil produksi pertanian masyarakat. “Orang butuh pupuk hari ini pupuknya belum ada, mau pupuk pakai apa. Pengaruhnya jelas akan mengganggu hasil produksi,” kata dia kepada Suara NTB di ruang kerjanya belum lama ini. Tidak terkoneksinya penyaluran pupuk dengan pola tanam tersebut berimbas pada terganggunya pertubuhan komoditi pertanian, khususnya padi. Sebab tanaman tidak memperoleh makanan yang tepat di masamasa pertumbuhan

(Suara NTB/jun)

(Suara NTB/ula)

B u p a t i D o m p u , D rs . H . B a m b a n g M . Ya s i n k e t i k a mendengarkan penjelasan dari Adi, staf pada Kantor Pengamat Jalan Negara Dompu di simpang Sawete Bali 1, Senin, 6 November 2017.

oleh beberapa pejabat terkait seperti Kepala Dinas PUPR, Ir A Muis, MSI, Plt Kepala Dinas LHK, H Al Bukhairum, MSI, Kepala Dinas Perhubungan, Ir Syafirudin, Plt Kepala Sat Pol PP Dompu, A Khalik, BA, pejabat dari BPBD Dompu dan jajaran di lingkup Pemda Dompu, Senin (6/11). Kepada wartawan, H. Bambang mengungkapkan, mulai Rabu, 8 November 2017 ini pihaknya akan memulai kegiatan normalisasi sungai Silo, sungai Soa, dan beberapa titik di sungai Laju yang dulu sudah dinormalisasi dan saat ini sudah ada pulai kecil dari endapan – endapan lumpur. Bahkan di daerah aliran sungai (DAS) Silo juga terjadi penyempitan akibat pembuangan sampah sembarang dan berkembangnya pohon bambu. Ketika banjir membawa potongan kayu akan tertahan dan menghalangi banjir, sehingga menyebabkan luapan air. “Mudah - mudahan mulai Rabu nanti bisa konkret hasil-

H. Iskandar

dan pembungaan. Seperti halnya yang terjadi di So Mangge Kalo Kelurahan Doro Tangga, yang mana saat ini padi sudah memasuki masa bunting namun pupuk belum juga tersalurkan. Keterlambatan pendistribusian pupuk tersebut menurut Iskandar, semata-mata akibat belum dilakukanya penebusan oleh pihak pengecer dan distributor. Sementara pengajuan RDKK oleh kelompok tani sudah dilayangkan tiga minggu lalu ke pengecer. “Saya tau karena saya termasuk anggota kelompok yang RDKK, ya terlambat sekali ini sudah tiga minggu kita ajukan,” ujarnya. Persoalan ini pun telah beberapa kali dikomunikasikan pihaknya dan beberapa kelompok tani lainya kepada pihak pengecer, hanya saja mereka beralasan belum mendapat alokasi pupuk dari distributor. Hal ini tak diketahuinya secara pasti kapan akan teratasi. Sementara itu, disinggung soal harga kebutuhan bahan pokok dipasaran di tengah musim hujan tahun ini, Iskandar mengaku, sejauh pantauan langsung pihaknya di lapangan belum terjadi gejolak harga. Namun yang belum stabil sejak dua pekan lalu ialah harga bahan bangunan seperti semen dan besi. “Kalau di pasar masih stabil harga kebutuhan poko, cuma melonjak itu bahan bangunan seperti jenis besi yang 10 dan 12 centi meter,” pungkasnya. (jun)


SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

POLHUKAM

Halaman 8

Pemilu 2019

Regulasi Persyaratan Caleg akan Diperketat Politik Uang Masih Tinggi, Bawaslu Perkuat Pengawasan Mataram (Suara NTB) Dalam rangka meningkatkan pengawasan pelaksanaan pilkada serentak 2018, Bawaslu NTB menggelar FGD, pengawasan pilkada partisipatif. Kegiatan tersebut, menghadirkan pembicara Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid, Pengamat Politik, Agus, dan Jumarim, dari Fitra NTB, Ervyn Kaffah serta mantan anggota Bawaslu NTB, Bambang Karyono. Adapun peserta yang hadir dari berbagai kalangan organisasi kemasyarakatan, parpol dan media. Khuwailid dalam kesempatan itu menyampaikan ia mengharapkan pada publik untuk bersama Bawaslu melakukan pengawasan Pilkada. Karena itu, Bawaslu menggagas konsep pengawasan partisipatif, di mana masyarakat bisa jadi pelapor, katanya. Salah satu narasumber dari UIN Mataram, Dr. Jumarim menyampaikan, meskipun pemerintah telah mengambil alih untuk pembiayaan kampanye, dengan tujuan untuk menekan cost pasangan calon. Namun hal itu dirasa belum efektif untuk menekan politik traksaksional. Misalnya budaya mahar politik antara kandidat dan partai politik sampai saat ini masih dipraktikkan. Kondisi ini menuntut pengawasan pelaksanaan pilkada yang lebih ketat lagi, supaya menekan ruang politik transaksional. Dr. Jumarim, memaparkan tujuan pemerintah untuk membiayai sosialisasi kandiadat kepala daerah. Bertujuan untuk mengurangi beban keuangan kandidat calon. Sehingga dengan harapan, ketika terpilih dan sudah menjabat, yang bersangkutan bisa fokus menjalankan pemerintahan, tanpa terlilit utang. “Agar dia naik itu mulus, lempeng dalam menjalan pemerintahan. Nah ini harus diperkuat dan diperjelas. Tapi di satu sisi justru masih mengatur rekening calon, sebenarnya itu ndak perlu,” paparnya. Ia menambahkan bahwa sampai saat ini belum menemukan rumusan yang tegas soal bagaimana mengatur agar tidak terjadi mahar polutik tersebut. Selanjutnya, ikut hadir dalam diskusi tersebut, yakni Sekjen Fitra NTB, Ervyn Kaffah, menyampaikan bahwa kondisi keterbukaan informasi keuangan untuk partai politik memang masih cukup memprihatinkan, khususnya di NTB. “Fitra sudah digugat gara-gara meminta laporan keuangan partai. Jadi ini menandakan bahwa partai masih belum terbuka. Padahal laporan keuangan partai ini penting, karena dana kampanye. Nah ini terkait soal sistem pemilu,” jelasnya. Namun demikian, untuk mendorong keterbukaan informasi keuangan parpol ini, disadari oleh Ervyn, masih cukup berat, karena masih belum ada keinginan politik untuk ke arah sana. “Problemnya belum tegas regulasi itu, yang buat regulasi partai itu sendiri. Sehingga apa yang dilaporkan itu belum sesuai dengan kondisi riilnya. Kedua soal audit, aturan regulasinya dana kampanye masih soal kepatuhan laporan, semuanya administratif,” pungkasnya. (ndi)

(Suara NTB/ndi)

FGD - FGD Bawaslu NTB tentang pengawasan pilkada partisipatif.

Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak Tetangga Mataram (Suara NTB) Seorang guru ngaji di Desa Ranjok, Gunung Sari, SR (55) tega mencabuli muridnya. Korbannya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP sampai trauma. Tersangka bakal diancam dengan hukuman penjara 15 tahuun lamanya. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad menerangkan bahwa tersangka selain mengancam korban juga mengimingi dengan uang agar korban tidak berteriak saat dicabuli. “Dia pada saat melakukan itu usai mengajar ngaji korban. Tersangka ini tetangga korban, bahkan guru ngajinya,” ujar dia didampingi Kanit PPA, Ipda Eka Dian Pertiwi, Selasa (7/11). Korbannya yang berumur 12 tahun baru belajar mengaji tiga minggu sebelum kejadian, Jumat (3/11) lalu. Niat tersangka muncul saat kelima kawan korban pulang terlebih dulu sekitar pukul 19.30 Wita. Sementara korban yang rumahnya sekitar 300 meter dari rumah tersangka masih menonton televisi di ruang tamu. Istri tersangka SR ke luar rumah karena ada keperluan. Tinggallah tersangka SR bersama korban berdua di dalam rumah. Tanpa menunggu lama, tersangka lalu mencabuli korban. Belum sampai lima menit istri tersangka pulang yang membuat tersangka menghentikan perbuatannya. Tersangka pun mengakui perbuatannya. “Saya coba-coba tapi tetap tidak bisa, memang sudah mati punya saya,” ujar SR menjelaskan kronologis menurut versinya. Tetapi tetap saja, aksi tersebut membuat korban mengalami luka di sekitar kemaluan berdasarkan hasil visum RS Bhayangkara Mataram. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76e UU RI No 35/2014 tentang perubahan atas UU RI No 23/ 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar. Sementara untuk penanganan korban, Polres Mataram bekerjasama dengan Dinas Sosial untuk pemulihan pascatrauma. (why)

Mataram (Suara NTB) Menyongsong Pemilu 2019, KPU sejak dini mulai meyiapkan rancangan regulasi untuk mengatur pencalonan anggota DPR, DPD dan DPRD. Dalam hal itu KPU melibatkan stakeholder untuk memberikan masukan sebagai Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Substansi Materi Pencalonan. Dalam kegiatan ini melibatkan stakeholder, seperti, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kejaksaan Tinggi, Polda, Bawaslu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan BNN Provinsi NTB, serta tidak ketinggalan Pengamat politik dan media massa. Dalam forum tersebut mengemuka bahwa regulasi pencalonan anggota legislatif akan diperketat. Baik dari sisi hokum maupun kesehatan. Ketua KPU Prov NTB Lalu Aksar Ansori dalam sambutannya menyampaikan bahwa syarat-pencalonan dalam Pemilu dibandingkan dengan

Pilkada akan diatur jauh lebih detail, lebih ketat dari sebelumnya. Misalnya dalam hal pemeriksaan kesehatan. “Jadi Di dalam Undang-Undang ada tiga pihak yang menentukan calon sehat atau tidak yakni, IDI, BNN dan HIPSI,’’ ujar Lalu Aksar Hal itu diatur karena dari pemilu ke pemilu syarat ini kurang diperhatikan, contohnya terkait sehat jasmani dan rohani. Para calon anggota DPRD dan DPD cukup mendapatkan surat keterangan dari Puskesmas. “Tidak ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan yang men-

detail seperti pada pemilihan kepala daerah. Hal ini perlu standar yang sama, karena mereka yang dipilih nanti harus memiliki kualifikasi, integritas maupun kesehatan yang baik dan prima. Oleh karena itu acara penyusunan DIM Pencalonan ini imenjadi penting dalam perumusan Peraturan KPU tentang pencalonan nantinya,” jelasnya. Sementara itu itu, Ketua Divisi Teknis KPU Provinsi NTB Suhardi Soud menuturkan, biasanya pascapencalonan barulah muncul problemproblem yang terkait syarat calon. Harapannya melalui forum ini KPU NTB mendapat

(Suara NTB/ist)

PENYUSUNAN REGULASI - KPU Provinsi NTB sedang mendengar masukan dari berbagai stakeholder untuk bahan penyusunan regulasi syarat pencalonan anggota legislatif. tanggapan, masukan, sehingga KPU dapat menentukan positioning dalam menilai sebuah surat keterangan kese-

hatan, surat dari pengadilan, dan bagaimana soal surat keterangan perbuatan tidak tercela, ujarnya. (ndi)

Ops Antik 2017 Polres Mataram

Target Buruan Enam Bulan Lalu Tertangkap Mataram (Suara NTB) Operasi Antik 2017 Polres Mataram mengejar dua buruan pengedar narkoba. Diburu sejak enam bulan yang lalu, tersangka AW dan SE tertangkap juga. Dalam operasi yang digelar selama 14 hari pada Oktober lalu itu, Polres Mataram menangkap enam tersangka pengedar dan kurir narkoba. “Dua diantaranya target operasi dan empat diantara non target operasi,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Muhammad didampingi Kasatnarkoba, AKP Prayit Hariyanto, Selasa (7/11). Dua target operasi itu antara lain AW (31) warga Dasan Agung, Selaparang Mataram, dan SE (39) warga warga Banyumulek, Kediri, Lombok Barat. Sementara tersangka lain yang bukan target operasi, yakni HI (35) warga Sayang-Sayang, Cakranegara, AH (43) dan AY warga Nyangget, Selagalas,

(Suara NTB/why)

BARANG BUKTI - Kapolres Mataram, Muhammad Selasa (7/11) menunjukkan barang bukti sabu hasil pengungkapan selama Operasi Antik 2017.

dan MS (38) warga Cakranegara Selatan, Cakranegara. Sejumlah pelaku itu ditangkap di Karang Jangu, Cakranegara; Ampenan Utara, Ampenan; Dasang Agung, Selaparang; dan Turida, Sandubaya. “Mereka ini yang target operasi ini sudah diburu sejak enam bulan lalu dan mereka bisa tertangkap saat operasi antik yang lalu,” terangnya. Dari enam tersangka, kata Muhammad, pihaknya menyita sabu seberat 115,07 gram, hasis seberat 0,08 gram, dan biji ganja siap tanam seberat 23,31 gram. Ia mengimbau, meskipun operasi antik yang khusus memburu pelaku narkoba sudah berakhir, tetapi perang melawan narkoba tak serta merta tuntas. “Karena ini memang sudah mengakar bahkan sampai ke anak-anak muda. Jadi tidak hanya aparat kepolisian tetapi penting juga masyarakat ikut berperan,” pesannya. (why)

Aktivitas Babinsa Donggo dan Woha Bareskrim Fasilitasi Saat Terjun ke Masyarakat Korsup KPK Kasus K2 Dompu

Mataram (Suara NTB) Kodim Bima aktif turun ke masyarakat, membantu kegiatan apapun yang menyangkut hajat hidup masyarakat setempat. Sebagaimana dilakukan Babinsa Koramil Donggo dan anggota Koramil Woha terjun ke masyarakat Senin (7/11) kemarin. Antisipasi bencana saat musim penghujan ini, Babinsa Desa Dori Dungga Koramil 1608-05/Donggo Serma Sabdin bersama dengan masyarakat bergotong royong membangun gorong-gorong. Pembangunan gorong-gorong nantinya akan dimanfaatkan untuk pemasangan mesin penyedot air yang menjadi sumber mata air bagi masyarakat desa setempat. Mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, untuk itu pembuatan gorong-gorong dirasa sangat tepat untuk dilaksanakan. “Sehingga saat datang musim kemarau nanti, masyarakat tidak kekurangan persediaan air bersih,” kata Serma Sabdin. Selain itu, Serma Sabdin juga menyampaikan bahwa selain bergotong-royong mengerjakan pembuatan gorong-gorong, masyarakat dan anggota Babinsa juga saling bahu-membahu mengumpulkan batu dari kali yang ada di sekitar wilayah tersebut untuk pembuatan gorong-gorong. Dengan adanya kerjasama yang baik maka segala kendala yang ada dalam pengerjaan gorong-gorong tersebut dapat teratasi. “Inilah manfaat yang sangat bagus dari budaya gotong-royong,” katanya. Di tempat lain, Serda Rifaid, anggota Babinsa Desa Tolouwi Koramil 1608-07/ Monta Kabupaten Bima pada Selasa (07/11), turut serta bersama anggota masyarakat, mengangkat rumah salah se-

orang warga di desa setempat yang sedang direnovasi. Menyikapi peran dua Babinsa tersebut, Dandim 1608/Bima, Letkol Czi Yudil Hendro menyampaikan, bahwa budaya saling membantu bagi TNI sudah menjadi salah satu peran yang harus terus diterapkan. Ia pun mengapresiasi sikap yang diambil anggota personelnya, yang telah meringankan beban para warga masyarakat setempat. “Budaya seperti ini menjadi salah satu langkah bagi bangsa ini untuk tidak mudah digoyahkan oleh bentuk pen-

garuh negatif dari sebuah perubahan yang ingin melunturkan nilai persatuan,” katanya. Dandim menilai, apa yang dilakukan anggotanya yang bertugas di daerah menjadi contoh kuat tentang hadirnya TNI di tengah masyarakat. Tak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan daerah, TNI juga menjadi garda terdepan untuk mengokohkan persatuan bangsa. “Kesadaran akan segala perbedaan yang manakala disatukan akan menjadi sesuatu kekuatan yang sangat menakjubkan,” ujarnya. (ars/*)

(Suara NTB/ist_Penrem)

Babinsa Koramil 1608-05/Donggo, Serma Sabdin dan Babinsa Desa Tolouwi Koramil 1608-07/Monta, Serda Rifaid saat terjun membantu masyarakat.

Mataram (Suara NTB) Berkas kasus K2 Dompu yang menjerat Bupati Dompu, Bambang M Yasin tak kunjung lengkap. Jaksa dan polisi masih berkutat soal niat jahat perbuatan melawan hukum dalam dugaan korupsi rekrutmen CPNS yang merugikan negara Rp 3,5 miliar. Kasus tersebut terancam menjadi tunggakan kasus tahun mendatang. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto sepakat apabila perbedaan tafsir antara jaksa Kejati NTB dan penyidik Polda NTB ditengahi komisi antirasuah. “Kalau memang ada beda tafsir, ya bagusnya minta sama KPK untuk korsup (koordinasi dan supervisi),” cetusnya ditemui Selasa (7/11) usai pertemuan bilateral ke-11 antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polis Diraja Malaysia (JSJN PDRM) di Senggigi, Lombok Barat. Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB sejatinya sudah menghadap tim Korsup KPK di Jakarta beberapa waktu lalu soal berkas yang dikembalikan jaksa tersebut. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil. “Untuk berkas-berkas yang dikembalikan bisa seperti itu (Korsup). Kalau perlu undang KPK ke sini datang pembinaan,” kata Ari. Berkas tersangka Bambang M Yasin dikembali-

kan lagi oleh jaksa, yang meminta penyidik melengkapi kembali dengan keterangan ahli pidana Universitas Udayana, Bali. Ia menilai tak ada halangan penanganan kasus meski yang dibidik penyidik adalah seorang kepala daerah. “Tidak ada masalah walaupun tersangkanya Bupati,” sebutnya. Secara umum, meski ada tantangan dalam penyelesaian kasus K2 Dompu, Ari menilai kinerja penanganan Polda NTB cukup stabil. “Stabil dalam artian kalau tidak salah hampir mencapai target,” terang Ari. Dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenangan rekrutmen CPNS Dompu jalur honorer K2, penyidik menerapkan pasal 2 dan atau pasal 3 UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 56 KUHP terhadap tersangka HBY. Penyalahgunaan wewenang itu diduga terakit rekrutmen 134 honorer K2 lulus sebagai CPNS dalam seleksi tahun 2013/2014 dengan tahun anggaran 2015. 134 orang itu tidak memenuhi kriteria, seperti dinyatakan BKD Dompu dan BKN Regional X Denpasar. Kerugian negara yang timbul dari penggajian 134 CPNS dari honorer K2 tidak memenuhi kriteria dari perhitungan BPKP Perwakilan NTB mencapai Rp 3,5 miliar. (why)

Ahyar Berhasil Tarik Kembali Dukungan PKB Mataram (Suara NTB) Bakal calon Wakil Gubernur NTB, Mori Hanafi, yang akan berpasangan dengan bakal calon Gubernur H. Ahyar Abduh, mengaku bahwa dukungan PKB sudah final berlabuh ke pihaknya. Hal itu ia sampaikan setelah memastikan DPP PKB meng-SK-kan pasangan Ahyar - Mori. Demikian disampaikan Mori di ruang kerjanya, Selasa (7/11) kemarin. “Sudah, SK DPP PKB sudah ke kita, sekitar satu ming-

gu ini dia sudah ke luar,” ujarnya kepada wartawan. Dengan kepastian bergabungnya PKB, maka pasangan Ahyar-Mori positif mendapatkan dukungan dari empat partai, yakni Gerindra, PPP, PAN dan PKB. “Dua Partai Gerindra dan PPP sudah pasti, kemarin menyusul PKB. Tinggal PAN, tapi Insya Allah empat partai ini solid,” ujarnya. Ditempat terpisah, Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian

Irfani, terkait dengan dukungan PKB itu. Ia masih merahasiakannya. Ia hanya menyampaikan bahwa partai akan mengumumkan arah dukungannya pada saat yang tepat. “Kalau NTB saat ini, politik selalu dinamis. Kita tunggu saja saat yang tepat akan kita umumkan nanti,” ujar Lalu Hadrian. Sikap PKB memang menjadi sorotan. Pasalnya manuver partai berlambang bola dunia itu, memainkan politik

dua kaki, yakni antara mendukung pasangan Ahyar Mori dan juga pasangan Suhaili - Amin. Demikian juga dengan PAN, masih belum berani memastikan arah dukungannya, meskipun PAN hadir dalam kegiatan deklarasi pasangan Ahyar - Mori. Tapi isu yang beredar, PAN kemungkinan besar akan angkat kaki dari barisan koalisi partai pendukung Ahyar - Mori. Dikonfirmasi terkait hal

tersebut, Ketua DPW PAN NTB, H. Muazim Akbar, juga tidak tegas memastikan dukungan PAN akan tetap pada pasangan Ahyar - Mori. Pasalnya situasi politik di DPP masih berlangsung dinamis. Sehingga semua kemungkinan masih terbuka, katanya. “Di Provinsi kan kita sudah keluarkan rekomendasi untuk Ahyar. Tapi ndak tahu perkembangannya nanti. Tapi Insya Allah kita masih fokus ke Ahyar,” ujarnya. (ndi)


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

Halaman 9

Wisman Tertarik Kunjungi Desa Wisata Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa pihaknya akan fokus membenahi dan menambah desa wisata di berbagai daerah. Sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan desa wisata yang dapat dijadikan referensi. Selama ini banyak wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Setanggor dan Tetebatu. “Desa wisata menjadi salah

satu segmen yang akan dikembangkan pada tahun 2018. Sehingga ke depan kita akan fokus pada penataan desa wisata disamping fokus pula pada penataan destinasi potensial lainnya,” kata Faozal. Sementara itu, pelaku pariwisata asal Lombok Barat M. Nur Ihsan mengaku beberapa tamunya sudah mulai tertarik untuk berkunjung ke desa wisata. Mereka cenderung ingin menikmati suasana yang berbeda

dengan ikut merasakan kehidupan masyarakat pedesaan. “Beberapa tamu saya tertarik untuk berkunjung ke desa wisata. Mereka bahkan berencana untuk kembali lagi, karena kemarin tidak puas. Menurut mereka ke desa wisata hanya sehari itu masih kurang,” ujarnya. Ia berharap bisa semakin banyak lagi desa wisata yang dapat dikembangkan dan ditata dengan baik. Sehingga ia da-

pat mempromosikan lebih banyak lagi desa wisata pada paket wisatanya. Sebab wisatawan mancanegara merasa senang apabila banyak pilihan destinasi. Hal itu juga memengaruhi lama tinggal mereka selama berwisata di NTB. “Kalau mereka tahu banyak destinasi, mereka ingin datang ke semuanya. Jadi mereka menjadwalkan waktu lebih lama dari waktu yang direncanakan. Ini sangat menguntungkan bagi kita,” ujarnya. Ia melihat keberadaan desa wisata menjadi segmen yang dapat diunggulkan selain memang segmen wisata konvensional yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan.

Mataram (Suara NTB) Tari Wura Bongi Monca merupakan salah satu tarian selamat datang atau penyambutan tamu dari Bima. Tarian ini dilakukan oleh penari perempuan secara berkelompok dengan gerakan yang lemah lembut sambil menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan. Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal dan masih sering dipentaskan di berbagai acara di daerah Bima. “Kalau acara-acara

biasanya ada tarian Wura Bongi Monca. Semacam tarian untuk menyambut tamu,” kata penari asal Bima Kumalasari, di Mataram, Senin (6/11). Konon, Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian tradisional yang sudah ada dan berkembang pada masa Kesultanan Abdul Kahir Sirajuddin tahun 16401682. Tarian ini ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu istana yang sedang berkunjung. Dengan gerak yang gemulai, para penari menyam-

but kedatangan tamu sambil menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan. Nama Tari Wura Bongi Monca sendiri diambil dari bahasa Bima yang berarti menabur beras kuning. Sehingga tarian ini dapat diartikan sebagai tari penabur beras kuning. Dalam tradisi Bima, beras kuning adalah lambang kesejahteraan dan mengandung makna-makna kehidupan di dalamnya. Selain itu bagi masyarakat Bima, tamu dianggap sebagai pembawa rejeki atau berkah, sehingga mere-

ka menyambutnya dengan meriah sebagai tanda penghormatan, doa, dan rasa syukur. “Kalau sejarahnya seperti itu. Memang tidak banyak yang tahu, karena tidak ada dalam pelajaran di sekolah,” ujarnya. Dalam pertunjukannya, Tari Wura Bongi Monca ini biasanya dimainkan secara berkelompok oleh 4 sampai 6 penari perempuan. Seirama dengan alunan musik pengiring. Musik pengiring tarian ini diantaranya seperti gendang besar, gong, sarone dan tawa-tawa. Dalam mengiringi Tari Wura Bongi

Mataram (Suara NTB) Wisatawan mancanegara sangat tertarik untuk berkunjung ke desa wisata. Sebab hal itu tidak ditemukan di negara asalnya. Sehingga tidak heran jika fokus Pemda NTB pada tahun 2018 adalah memperbanyak spot desa wisata. Sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi yang dapat dikunjungi.

(Suara NTB/rus)

PANTAI PENYISOK - Pantai Penyisok salah satu pantai yang ada di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim.

Menyaksikan Keindahan Pantai Penyisok POTENSI wisata Kabupaten Lombok Timur tak habishabis untuk diekplorasi. Wisata pantai nan menawan berjejer. Berikut ini adalah Pantai Penyisok, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru. Menuju pantai yang satu ini, membutuhkan kesabaran lebih. Alasannya sudah pasti, jalan yang dilewati berbatu dan berdebu. Melintasi jalan puluhan kilo meter yang belum tersentuh aspal bagi pengunjung baru akan memunculkan penilaian lain. Bahkan dikatakan bisa sakit perut. Ditambah lagi dengan sengatan sinar mentari jika datang siang hari. “Pantai ini akan makin indah ketika sore hari,” ucap Yanto salah satu pengunjung. Namun sensasi dan keindahan yang ditunjukkan pantai ini menjawab rasa sakit. Beberapa keunikan bisa disaksikan. Barisan tebing yang dihempaskan ombak terhembus angin laut memperlihatkan pemandangan tersendiri di Pantai ini. Bagi sejumlah wisatawan yang datang, Pantai Penyisok ini sangat cocok sebagai tempat berselancar. Semburan ombak laut Samudera Indonesia ini menghemas dinding tebing berwarna hitam dan kuning keemasan mengembalikan air-air terjun kecil yang mengagumkan. Pantai Penyisok kiranya menjadi bagian-bagian ciptakan Tuhan yang terindah yang diberikan di Gumi Selaparang Lombok. Mengesplorasi pantai-pantai di Lombok memang tidak akan habisnya. Penyisok bagi wisatawan terlihat belum banyak dikunjungi. Salah satu sisi lemahnya adalah barisan sampah plastik yang tampak mengotori bibir pantai. Tampaknya sampah-sampah kiriman yang terbuang sembarangan masuk ke laut dan kembali mengotori pantai. Satu hal yang menarik menuju pantai Penyisok ini, ada beberapa lingkok dalam sebutan orang Sasak atau sumursumur tempat mengambil air. Setidaknya ada sembilan sumur yang letaknya tidak berjauhan. Sumur terdekat sekitar 500 meter dari bibir pantai. Sumur berisi air tawar terlihat tidaklah terlalu dalam. Airnya tidak payau melainkan tetap tawar. Konon sumur-sumur tersebut dibangun oleh salah seorang tuan guru yang menyebarkan Agama Islam di Lombok Timur bagian selatan ini. Sumur-sumur tersebut tampak dimanfaatkan warga sekitar. Keberadaan sumur-sumur yang ada di jalur menuju Penyisok ini memberikan pengalaman baru bagi semua pendatang baru. Karena jaraknya yang cukup jauh, perlu memang beberapa kali untuk bertanya kepada warga sekitar. Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Karomi mengatakan segudang potensi wisata yang ada di Lotim coba akan terus diperkenalkan ke dunia. Kekayaan alam anugerah Tuhan yang diberikan ke Lotim ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi investasi wisata Lotim. Lombok Timur adalah pesonanya Lombok. Tidak saja Penyisok yang belum terlalu banyak dikenal dengan beberapa keunikannya. Tapi masih banyak pantai-pantai lain yang dimiliki Lotim yang perlu dipublikasikan lebih luas. (rus)

Ia melihat konsep wisata halal dapat juga dikembangkan di desa-desa wisata. Mengingat mayoritas penduduk NTB merupakan warga muslim. “Di desa-desa itu kan kebanyakan muslim. Jadi cocok juga untuk kembangkan wisata halal disana. Kita bisa kasih mereka pengalaman dan suasana yang tidak akan pernah didapatkan di tempat manapun,” ujarnya. Ia berharap ke depannya desa wisata dapat berkembang dengan baik. Sehingga ia dapat lebih banyak mempromosikan tentang desa wisata kepada wisatawan yang akan datang. Ini juga bisa menjadi pembeda pariwisata NTB dengan pariwisata di daerah lain. (lin)

Monca ini, para pemusik biasanya memainkan irama yang terkesan lambat dipadukan dengan gerakan para penari. Dalam pertunjukannya, para penari dibalut dengan busana khas Bima. Busana tersebut seperti baju asi pada bagian atas dan sarung songket pada bagian bawah. Pada bagian kepala, rambut digelung dan menggunakan bando atau hiasan bunga-bunga. Selain itu juga terdapat aksesoris seperti gelang dan kalung sebagai pemanis dan selendang yang digunakan untuk menari. (lin)

Menikmati Panorama Sarae Nduha di Dompu Sembalun akan Dieksplorasi

Mataram (Suara NTB) Kabupaten Dompu memiliki banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan. Salah satunya Pantai Sarae Nduha atau biasa disebut sebagai Pantai Ombo. Pantai ini tidak jauh dari Doro Ncanga atau Gunung Tambora. Banyak wisatawan lokal yang berkunjung, terutama pada saat akhir pekan. Pantai ini memang belum dipromosikan sebagai destinasi yang direkomendasikan oleh pemda. Sehingga wisatawan dari luar masih terbilang sedikit. Pantai ini terletak di Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu dan belakangan menjadi destinasi uta-

ma wisatawan lokal. Lokasinya pun sangat mudah dijangkau. Apalagi pemandangannya sangat indah dan akan memanjakan siapa saja yang datang. Pantai ini juga dikelilingi oleh tebing. Di atasnya wisatawan dapat mendirikan tenda. Sangat cocok dijadikan sebagai destinasi untuk berlibur bersama keluarga. “Wisatawan yang ke Tambora juga bisa berkunjung kesana. Apalagi letaknya itu di Doro Ncanga. Jadi bisa sekalian,” kata warga Dompu, Muhaimin, Selasa (7/11). Ia sangat merekomendasikan wisatawan untuk berkunjung ke pantai ini. Karena pantai ini memiliki panorama yang indah dan sangat cocok

dijadikan sebagai spot swafoto. Pantai berpasir putih ini juga memiliki batu bolong. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk mengambil gambar. Selain itu, ombak yang menantang juga menjadi hal yang menarik untuk dicoba oleh para peselancar. “Selain Lakey, wisatawan juga bisa berselancar di pantai ini. Karena ombaknya juga cocok untuk dinikmati oleh para peselancar,” ujarnya. Pantai ini juga cocok dijadikan sebagai tempat berolahraga atau outbond. Karena memiliki bukit yang lapang. Ini juga sangat indah, seperti bukit teletubies. Tidak heran jika banyak wisatawan yang memilih pantai ini sebagai

lokasi untuk menghabiskan akhir pekannya. Di panti ini juga terdapat ayunan yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk menikmati pemadangan Pantai Sarae Nduha. Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan dengan santai karena pantai ini terbilang cukup bersih. Hanya saja memang masih kurang fasilitas pendukung lainnya, misalnya musala. “Memang masih perlu dilengkapi fasilitasnya seperti toilet dan musala. Kalaupun sudah ada, harus diperhatikan airnya. Jangan sampai bangun toilet tapi tidak ada air. Kan susah itu,” katanya. (lin)

Perbanyak Acara Menarik di Destinasi Mataram (Suara NTB) – Selama ini, salah satu penyumbang banyaknya kunjungan ke berbagai destinasi di NTB karena adanya berbagai acara internasional. Beberapa merupakan acara nasional dan sukses menggaet wisatawan nusantara. Tahun 2018 nantinya diharapkan dapat memperbanyak acaraacara menarik yang membuat banyak wisatawan mau dan senang berkunjung. Acara-acara itu dapat dikemas dengan lebih menarik dengan fokus utamanya promosi destinasi wisata NTB. “Kedepan harus lebih banyak event (acara) yang menarik. Jadi menarik lebih banyak lagi wisatawan, baik itu wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,” kata Sekretaris Daerah Provinsi NTB Dr. Ir. H. Rosyadi Sayuti, di Mataram, Senin (6/11). Ia mengatakan bahwa perkembangan pariwisata NTB menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Kedepannya hanya perlu meningkatkan kualitas layanan dan penataan destinasi yang berkesinambungan. Selain itu ber-

bagai acara juga diharapkan mampu untuk memberikan nilai lebih dan mendatangkan banyak wisatawan untuk datang berkunjung. “Apapuna event (acara) itu harus dikemas dengan lebih menarik. Karena tujuan utama kita ini kan mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan,” ujarnya. Selama tahun 2017 ini sudah banyak acara internasional digelar di NTB. Begitu pula acara nasional yang sukses membuat NTB banyak dikunjungi wisatawan. Misalnya Rinjani 100, Tour de Lombok Mandalika, Grand Fondo New York dan banyak lainnya. Berbagai aktivitas acara itu disebut-sebut sebagai acara yang mendatangkan banyak wisatawan. Disamping tujuan utamanya untuk mempromosikan potensi wisata yang dimiliki NTB. Selain acara itu, ada berbagai acara budaya juga rutin dilakukan setiap tahunnya. Misalnya Festival Moyo, Bulan Pesona Lombok Sumbawa dan banyak lainnya. Ini diharapkan sebagai promosi yang efektif untuk menggugah minat calon

wisatawan untuk berkunjung. Apalagi NTB memiliki beragam budaya yang dapat dipertontonkan kepada wisatawan. “Acaranya harus lebih menarik. Karena wisatawan juga senang melihat itu. Itu yang perlu dikemas dengan lebih baik,” harapnya.

Ia juga berharap kualitas acara dapat lebih ditingkatkan. Sehingga wisatawan benar-benar bisa merasakan sensasi yang berbeda saat menyaksikan acara tersebut. Apalagi NTB didukung oleh keindahan alam dan keberagaman budaya yang selalu menarik untuk disaksikan. (lin)

H. Rosyadi Sayuti

Selong (Suara NTB) Sembalun merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Lotim. Daerah sejuk di bawah lereng Gunung Rinjani ini akan diekplorasi oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim dalam gelaran Sembalun Explore. Ketua BPPD Lotim kepada Suara NTB, Akhmad Roji mengatakan Sembalun Explore yang akan digelar ini merupakan suatu proses eksplorasi seluruh potensi wisata yang ada di Sembalun. Mulai dari budaya alam dan semua potensi lainnya yang ada di Sembalun. Bahkan katanya, akan diberikan ruang kepada seluruh masyarakat Sembalun yang ingin ikut serta dalam mengambil peranan

dalam acara. Bisa ikuti dalam kegiatan fotografi, Selfie ria di kawasan Sembalun. Akan ada pelatihan atau workshop dengan melibatkan pelaku wisata, pengelola, komunitas wisata dengan menghadirkan nara sumber yang kompeten mengembangkan pariwista. Akan diluncurkan juga website dan sejumlah branding seperti #lomboktimur wow, #pesonalomboktimur, #bppdsembalunexplore dan lainnya. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Muhammad Juhad melalui Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dispar Lotim, Ahyak Mudin mengatakan dilihat dari sisi kepariwisataan sangat rensponsif terhadap segala event promosi. Baik yang dilakukan oleh para penggiat wisata di desa wisata, kelompok sadar wisata ataupun ko-

munitas pariwisata di sejumlah tempat. Seperti Lambur komuniti, Lenek Fair, belanjakan dan sebagainya. Gelaran event BPPD dengan tema Sembalun Explore merupakan satu event bagus. Event ini menjadi bagian penting dari hasrat pemerintah daerah dalam mempropaganda Lotim sebagai destinasi alternatif di NTB. Dipilihnya Sembalun sebagai tempat event sangat bagus, karena Sembalun merupakan destinasi yang sudah cukup dikenal wisatawan domestik dan mancanegara. Harapannya event wisata yang ada digerakkan seluruh elemen masyarakat pencinta wisata dapat dongkrak kunjungan wisatawan ke Sembalun khususnya dan Lotim umumnya. (rus)

Lestarikan Budaya Lokal Melalui Festival Taliwang Mataram (Suara NTB) – Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk penyelenggaraan Festival Taliwang di Kabupaten Sumbawa Barat. Sejumlah atraksi budaya akan dipertontonkan sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan budaya asli KSB. Termasuk pula untuk memperkenalkan budaya-budaya yang dimiliki KSB kepada wisatawan. “Persiapan sudah bagus sejauh ini. Sejumlah event juga sedang berjalan dan akan dilakukan pula event-event setelah pembukaan pada 9 November nanti,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat IGB Sumbawanto, Selasa (7/11). Berbagai kegiatan budaya seperti pawai budaya, barapan kebo, barapan ayam, balapan perahu dan banyak lainnya. Ia mengatakan ini merupakan pesta budaya yang diselenggarakan setahun sekali oleh masyarakat KSB. Sehingga wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas budaya yang

akan dipertontonkan. “Banyak atraksi budaya yang akan dilakukan. Kita berharap para pelaku pariwisata bisa mengajak tamunya untuk berkunjung dan melihat berbagai aktivitas budaya pada Festival Taliwang ini,” ujarnya. Selain itu ada pula sepeda santai dan sepeda wisata menempatkan KTC, Taliwangsebagai titik mulai. Sepeda santai akan mengajak peserta mengelilingi Kota Taliwangdan berakhir di Taman Tiang Nam. Sementara untuk sepeda wisata akan menyusuri jalur yang berbeda dan sedikit ekstrem, peserta akan melewati beberapa objek wisata di Sumbawa Barat dan berakhir di Pantai Kertasari. Sedangkan yang tidak kalah menarik adalah aktivitas berselancar dengan Ombak di Pantai Sumbawa Barat telah menarik perhatian para peselancar baik nasional maupun dunia. Misalnya pantai Jelenga yang memilki ombak dengan

julukan scar reef. Inilah yang menjadi alasan diselenggarakannya berbagai acara berselancar di Sumbawa Barat. Lomba berselancar dalam perhelatan Festival Taliwang 2017 kali ini akan ditempatkan di Pantai Kertasari. Acara berskala nasional ini menawarkan keelokan Pantai Kertasari sembari bertarung dengan ganasnya ombak kepada para peserta. Salah satu yang menarik pada festival kali yaitu adanya acara Palebatra (Pariri Lema Bariri Trail Adventure). Pariri Lema Bariri sendiri merupakan semboyan Kabupaten Sumbawa Barat. Event motor yang memacu adrenalin peserta ini menempatkan KTC (Kemutar Telu Center) Taliwang sebagai titik mulai. Kemudian peserta akan menelusuri beberapa objek wisata yang ada di Sumbawa Barat. Para peserta akan memperebutkan hadiah utama berupa 1 unit motor trail 250 cc, 1 unit motor ATV 250 cc, dan 2 unit motor trail 150 cc. (lin)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

Halaman 10

Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB

UIN Mataram Bangun Harmonisasi Dua Kutub Keilmuan Mataram (Suara NTB) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melanjutkan jelajah diskusi para ahli dalam kegiatan workshop metodologi pembelajaran dan penelitian integratif yang berlangsung pada Oktober lalu. Pertemuan ini dihajatkan untuk mempertegas rumusan bangunan keilmuannya yang kini disebut “Horizon Ilmu”. Bahkan ini, sebagai payung segala kegiatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan UIN Mataram. Selain itu juga horizon ilmu ini menjadi distingsi tersendiri bagi UIN Mataram secara kelembagaan. Atas dasar itu, UIN menggelar workshop dengan tema “Metodologi Pembelajaran dan Penelitian Integratif:

Penguatan Implementasi Horizon Keilmuan UIN Mataram”. Dalam sambutan pengantarnya Penanggung Jawab Kegiatan Workshop Dr. H. Masnun Tahir, menjelaskan beberapa tujuan kegiatan ini. Yakni, untuk mengidentifikasi, mensistematisasi dan mendeskripsikan berbagai aspek yang menjadi cakupan horizon keilmuan UIN Mataram, sehingga diperoleh informasi dan pemahaman yang utuh bagi seluruh civitas akademika dan para stakeholders yang berkepentingan. Selain itu, ujarnya, merumuskan konsep metodologis operasional implementasi horizon keilmuan dalam bidang pembelajaran dan penelitian, sehingga dapat dipedomani oleh para dosen di

Dikbud Lobar Usulkan Meriam di Bangko-Bangko Masuk Cagar Budaya Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) mengusulkan agar meriam peninggalan Jepang di wilayah Bangko-Bangko Desa Batu Putih Sekotong dimasukkan dalam situs cagar budaya. Pihak terkait telah mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Balai Cagar Budaya di Bali. “Kami usulkan agar meriam di Bangko-Bangko Sekotong masuk Cagar Budaya,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Lobar, M. Hendrayadi, Selasa (7/11). Diakuinya, bidang budaya sejauh ini belum begitu eksis karena memang masuk baru tahun ini. Padahal jelasnya, ada data pokok kebudayaan di kementerian terkait. Karena itulah, pihaknya terus meningkatkan eksistensi bidang kebudayaan. Langkah awalnya, pihaknya telah turun ke lokasi meriam di Bangko-Bangko. Hasil turun ini, pihaknya membuat pemetaan apa yang bisa dilakukan untuk bidang kebudayaan. Apakah bisa masuk cagar budaya, pihaknya akan konfirmasi ke kementerian dalam hal ini Direktorat Kebudayan, sehingga titik-titik yang ada di wilayah Lobar ini bisa tercatat dan dipelihara secara nasional. Sejauh ini, jelasnya, baru Pura Lingsar yang masuk cagar budaya nasional. Diakuinya, ada banyak titik situs budaya di Lobar ini, namun belum tertata secara baik. Tahun ini, pihaknya coba menata cagar Makam Kuranji. Pihaknya sudah memetakan, bahkan pihaknya sudah mengusulkan agar bisa ditata tahun depan untuk diusulkan juga menjadi salah satu situs cagar budaya. Terkait pendataan, pihaknya sudah melakukan tinggal sekarang bagaimana situs budaya ini ditata. “Tiap tahun minimal satu lokasi dikroscek ke lapangan, tatkala ada ruang untuk ditata maka akan dilakukan penataan,” jelasnya. Setelah dilakukan penataan, barulah pihaknya mengusulkan menjadi sebuah situs cagar budaya. Situs-situs budaya ini, jelasnya, perlu masuk cagar budaya nasional. Sebab dengan begitu situs-situs ini tercatat resmi. Menurutnya, banyak yang bisa tercatat secara nasional, namun pihaknya belum tahu sebelumnya seperti apa pengelolaannya. Karena itu, dengan adanya kegiatan ini maka akan lebih menonjol lagi kebudayaan dari sisi cagar budaya. Ia menambahkan, ketika meriam tersebut masuk cagar budaya tentu lokasi ini sebagai cagar maka akan diperkuat lagi. Lebih-lebih lokasi meriam ini masuk kawasan konservasi BKSDA. (her)

(Suara NTB/ist)

KUNJUNGI - Kepala Dinas Dikbud Lobar M. Hendrayadi dan jajaran saat mengunjungi meriam peninggalan Jepang di Bangko-Bangko Sekotong.

(Suara NTB/ist)

Meriam peninggalan Jepang di Bangko-Bangko Sekotong.

lingkungan UIN Mataram. Masnun yang juga Wakil Rektor I UIN Mataram, menjelaskan, pihaknya mengundang narasumber Ahli Penelitian Integratif Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, MA., dan diikuti 60 peserta dari kalangan dosen semua fakultas dan disiplin ilmu. “Kita berharap adanya hasil diskusi yang komprehensif dan sistematis tentang horizon keilmuan untuk selanjutnya dipublikasikan dalam penerbitan buku tercetak. Kemudian adanya rumusan metodologis implementatif yang dapat dipedomani dalam aktivitas pembelajaran dan penelitian yang bersifat integratif di lingkungan UIN Mataram,” ujarnya. Sementara Rektor UIN Ma-

taram Dr. H. Mutawalli dalam sambutanya menegaskan konsekuensi logis dari horizon keilmuan adalah lahirnya kebutuhan dan desakan. Konsekuensi ini nanti diharapkan dapat diterjemahkan secara empiris dan terukur dalam segala aktivitas akademik UIN Mataram. Apalagi, integrasi keilmuan yang menjadi ruhnya, pada aspek implementasinya dirasakan masih dikotomik dalam praksis pendidikan dan pembelajaran serta kegiatan riset para dosen. Diakuinya, masih dirasakan adanya kecenderungan masingmasing dosen untuk melakukan pembelajaran dan penelitian dengan epistimologi keilmuannya. Meski secara metodologis diupayakan untuk saling ber-

dialektika, ujarnya, dalam realitasnya masih cenderung berjalan sendiri-sendiri, dan berjalan linier sesuai dengan relnya masingmasing. ‘’Kita berharap melalui kegiatan ini menjadi solusi cerdas untuk menggali metodologi pembelajaran dan penelitian integratif sebagai penyempurnaan horizon keilmuan UIN Mataram,’’ terangnya. Selain itu di tengah tuntutan UIN Mataram sebagai lembaga keilmuan dan keislaman harus mampu meningkatkan peran dan fungsinya dalam upaya memfasilitasi dan memberdayakan civitas akademika. Terutama dalam melakukan penelitian dan pembelajaran yang mempertimbangkan sinergi dan integrasi dua kutub keilmuan, sains dan Islam. (dys/*)

Bupati Ingatkan Metode Belajar Tidak Hanya Terfokus pada Penyampaian Guru Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan menyempatkan diri memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMK Gunung Rinjani Lombok, Selasa (7/11). Di hadapan siswa, bupati mengingatkan proses belajar mengajar di SMK tidak saja pada hard skill, tapi juga soft skill. Selain itu, metode belajar tidak saja menitikberatkan pada apa yang disampaikan guru saja. Menurutnya, kebutuhan akan keilmuan siswa harus digali. Dalam hal ini, kemampuan siswa harus ditemukan dan mendorong kemampuan yang ada pada siswa. ‘’Orangorang sukses itu tidak dilihat dari tingkat ekonomi. Banyak anak-anak dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah tapi bisa meraih tingkat kesuksesan. Semua orang sukses itu bermula dari hal-hal kecil,’’ ujarnya. Sementara Kepala SMK Gunung Rinjani Lombok Karomi, SPd. MPd., mengaku kehadiran orang nomor satu di Lotim ini sangat bermanfaat. Dari pengalaman hidup bu-

pati, banyak bisa diambil pelajaran luar biasa. Bupati berasal dari orang miskin, tapi semangat dan pencarian ilmu yang dilakukan serta bekeja keras, sehingga bisa meraih puncak keberhasilan. Untuk itu, pihaknya mengharapkan anak-anak terus termotivasi belajar. Mereka tidak hanya selesai di SMK, tapi berpikir terus, sehingga bisa mencapai cita-cita besar keluarga dan meraih prestasi gemilang. Apalagi sesuai motto SMK ini, membina generasi dan membangun bangsa. Dalam hal ini, ujarnya, membina tidak saja selesai, lalu putus hubungan. Tapi akan

(Suara NTB/rus)

MOTIVASI - Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan saat memberikan motivasi pada siswasiswa SMK Gunung Rinjani Lombok, Selasa (7/11). terus berhubungan dan saling mengingatkan dengan alumni. Sementara jurusan yang dimiliki SMK Gunung Rinjani

KKM MTsN 3 Mataram Gelar Workshop Penguatan Kurikulum 2013 Mataram (Suara NTB) Dalam rangka memaksimalkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, para guru di lingkungan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 3 Mataram diberikan workshop penguatan implementasi kurikulum 2013. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta, berlangsung di gedung MTsN 3 Mataram, beberapa waktu yang lalu. Acara workshop dibuka langsung Kepala kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Drs.H.Burhanul Islam,M.Pd. Dalam sambutannya, H.Burhanul Islam, M.Pd., mengatakan, perubahan terus terjadi, ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk juga perubahan dalam berbagai macam bentuk kebijakan pendidikan. “Oleh sebab itu, setiap guru atau pendidik harus mampu merespons perubahan itu, dengan cara meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri secara terus menerus,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Selasa (7/11). Kegiatan ini melibatkan guru-guru MTsN 3 Mataram, termasuk guru-guru DPK, yang bertugas mengajar di Kabupaten Lombok Utara , dan guru-guru dari anggota KKM MTsN 3 Mataram. Ketua Panitia, Ahmad Muzayyin, SS., menjelaskan, kegiatan ini memiliki tujuan

penting, antara lain agar guru lebih memahami kurikulum 2013 secara holistik, baik dan tepat. “Oleh karena itu kami mengundang narasumber yang mempunyai kompetensi dan pengalaman dalam masalah ini,” ungkapnya. Selaku narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Drs.H.Jalalussayuty, MPd., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama NTB, Aswandi, S.Pd, M.Pd., pengawas senior Dinas Pendidikan Kota Mataram, Rusnan, M,Ag., pengawas Kementerian Agama

Kota Mataram, dan Dr.Lalu Sirajul Hadi, M.Pd, praktisi pendidikan yang juga Kepala MTsN 3 Mataram. Muzayyin menambahkan, materi dalam penguatan implementasi kurikulum 2013 itu tidak saja terkait dengan kebijakannya, tetapi juga pada materi (content), pendekatan dan penilaian serta strategi integrasi kompetensi inti kurikulum 2013 pada semua mata pelajaran. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada peserta, yang dengan penuh semangat mengitu acara tersebut sampai akhir. (ron)

(Suara NTB /ist)

PEMAPARAN - Kepala MTsN 3 Mataram, Lalu Sirajul Hadi, memberikan materi saat workshop penguatan kurikulum 2013 beberapa waktu lalu.

Lombok, ujarnya, Jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Sepeda Motor. Termasuk, kegiatan ekstra

kurikuler didorong seperti pramuka, palang merah remaja, seni musik, bela diri dan sepak bola. (rus)

Antara Tari dan Model SEMPAT mendapat penolakan dari orang tua untuk terjun di dunia tari dan model membuat tidak membuat I Kadek Krisna Putra Maharta – siswa SMKN 2 Mataram ini berhenti mewujudkan keinginannya. Apalagi saat masih kecil, Krisna – sapaan akrabnya senang melihat orang menari, khususnya tari tradisional. Krisna pun nekat, saat masih duduk di Sekolah Dasar (SD), akhirnya Krisna diam-diam belajar menari tanpa sepengetahuan or(Suara NTB/ist) ang tuanya. I Kadek Krisna Barulah ketika kelas 1 SMP, Putra Maharta Krisna berani dan terang-terangan ikut kursus di Miracle Dance yang sampai sekarang telah membesarkan namanya. Sampai akhirnya, dancer dan model berbakat kelahiran 23 Mei 2001 ini memiliki segudang prestasi di bidang tari dan modeling. Yang lebih membanggakan, beberapa waktu yang lalu ia dan tim tarinya berhasil mengalahkan 30 peserta dalam ajang dance competition di Surabaya mewakili Lombok. Ke 30 peserta ini diseleksi secara online melalui video dance yang dikirimkan ke panitia lomba. Kemudian 20 peserta terpilih bertanding di Surabaya dan keluarlah Krisna bersama timnya menjadi pemenang. Selain itu, ia dan timnya juga pernah menjadi juara 1 pada Lomba Dance Nasional yang diadakan oleh GOG Bali. “Saya merasa sangat bangga karena judge yang menilai kami banyak yang berasal dari luar negeri seperti Jepang dan Kuala Lumpur,” tutur Krisna dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Selasa (7/11). Atas prestasinya di bidang tari dan model ini membuat Tim Kreatif Inspiratif Expo Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB beberapa kali mengundang Krisna mengisi acara. Bagi Krisna dengan seringnya tampil di acara yang selalu ditunggu siswa se NTB itu merupakan kebanggaan tersendiri baginya. (ham)

Profil Calon Rektor Unram, Prof. Karyadi

Siap Bawa Unram Jadi ’’World Class University’’ Saat ini, Universitas Mataram (Unram) memasuki periode ke dua Grand Design Pengembangan Unram 2011–2025, yaitu penguatan daya saing regional (Asia) atau tahun ke 2 Renstra Unram 2016-2021. Merujuk pada periode jabatan rektor 2017-2021, maka periode jabatan rektor ini berada pada 2 Renstra Unram, yaitu Renstra 2016-2020 dan Renstra 2021-2025. Kondisi ini menjadi tantangan bagi calon rektor berikutnya. Seperti apa strategi Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., dalam melaksanakan renstra ini, jika terpilih sebagai Rektor Unram? BAGI Wakil Rektor I Unram ini, evaluasi terhadap pelaksanaan renstra dan kondisi Unram saat ini memperlihatkan beberapa program yang tidak berjalan optimal. Beberapa program yang tidak berjalan dengan baik yang mengakibatkan pelemahan Unram sebagai suatu organisasi besar, seperti di Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Termasuk, kurang

optimalnya peran Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP). Menurutnya, hingga kini terdapat enam atau 11,8% Prodi di Unram yang terakreditasi A, sisanya B dan C. Sementara peringkat akreditasi perguruan tinggi (APT) Unram masih B, masih kurangnya prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Termasuk belum bekerjanya secara maksi-

mal sistem “tracer study”. Di satu sisi, ujarnya, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat jumlah peneliti yang memperoleh skim penelitian nasional kurang dari 5%, jumlah hak kekayaan intelektual (HKI) dosen masih sangat kecil. Saat ini, kata Karyadi, baru 20 judul paten terdaftar di Kemenkumham RI. Persoalan lain ialah belum tersedianya sistem informasi LPPM yang memungkinkan diperolehnya data jumlah artikel yang diterbitkan pada jurnal internasional, masih kurang optimalnya kelompok riset bidang ilmu, kurangnya diseminasi hasil penelitian dosen Unram melalui pengabdian kepada masyarakat dan belum berkembangnya inkubator bisnis hasil penelitian dosen. Persoalan lain diungkapkan Karyadi dari sisi sumber daya

(Suara NTB/ist)

L. Wiresapta Karyadi manusia. Saat ini lebih dari 50% dosenUnrammasihberpendidikan S-2, jumlah profesor kurang dari 15%, jumlah tenaga kependidikan yang berstatus PNS terus berkurang, lebih dari 50% tenaga

kependidikan berpendidikan SLTA. Temasuk, kompetensi tenaga kependidikan masih belum sesuai dengan bidang kerjanya. Begitu juga, jumlah pranata laboratorium pendidikan (PLP) yang mempunyai kompetensi sesuai yang dibutuhkan masih sangat kurang. Tidak hanya itu, rasio jumlah dosen dan mahasiswa di beberapa prodi masih kurang. Di samping sarana, prasarana dan sistem informasi, seperti kurangnya laboratorium riset di Unram, minimnya tempat parkir baik roda 2 maupun roda 4. Dengan berbagai kompleksitas persoalan yang dihadapi Unram saat ini, Karyadi menawarkan program kerja untuk tercapainya Visi Unram 2025,yaitu “Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Berbasis Riset dan Berdaya Saing Internasional Tahun 2025". Salah satunya melalui perbaikan

kurikulum untuk semua prodi yang ada di Unram haruslah berbasis riset. Setiap kelompok peneliti bidang ilmu diharapkan dapat mengembangkan mata kuliah yang diampu oleh anggotanya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh kelompok peneliti bidang ilmu, selain memperkaya materi pembelajaran, juga menjadi bahan publikasi dalam rangka membangun pencitraan universitas. “Penelitian yang berkualitas adalah penelitian yang dapat meningkatkan hasanah ilmu pengetahuan, memperkaya materi pembelajaran dan dapat didiseminasikan kepadamasyarakat dan industri,” terangnya. Selain itu, keberhasilan dalam mendiseminasi hasil penelitian ini kepada masyarakat dan industri merupakan salah satu indikator adanya pengakuan masyarakat dan industri terhadap kualitas suatu perguruan tinggi. Oleh kare-

na itu, fokus dari program kerja bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini adalah diseminasi hasil penelitian dosendosen Unram kepada masyarakat dan industri. Sehingga dengan demikian ada dua luaran utama dari program kerja Rektor periode 2017 –2021 yaitu luaran akademik dan luaran administrasi. “Pada akhir dari jabatan rektor, yaitu pada tahun 2021, diharapkan Unram menjadi pusat ilmu pengetahuan berbasis riset yang kuat, dan Unram menghasilkan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, profesional dan berbudaya, yang berdaya saing baik nasional, regional Asia, maupun internasional. Di samping tercapainya kinerja layanan tri dharma perguruan tinggi yang prima di Unram berbasis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PKBLU),” terangnya. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

Puluhan Atlet NTB Ambil Bagian di Peparpenas Mataram (Suara NTB) Sebanyak 26 atlet NTB penyandang disabilitas akan ambil bagian di Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) yang akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah (Jateng), 8-14 November 2017. Keberangkatan atlet itu dilepas secara resmi oleh Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti, Ph.D di Ruangan Sekda Kantor Gubernur NTB, Selasa (7/11). Acara pelepasan itu dihadiri oleh Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin, Ketua Nasional Paralympic Comite (NPC) NTB, Azis Faradi, Kabid Olahraga Dispora NTB, Anang Zulkarnain dan sejumlah para atlet disabilitas. Dalam sambutannya Rosiady memberikan dukungan penuh keberangkatan sejumlah atlet disabilitas itu. Dia mengharapkan atlet-atlet

NTB itu dapat menorehkan prestasi gemilang di olahraga tingkat pelajar disabilitas itu. “Mudah-mudahan keikutsertaan atlet NTB di Peparpenas ini memberikan kebanggaan buat kita. Semoga lewat event ini dan suatu saat nanti atlet kita bisa menjadi atlet nasional,” ucapnya. Lewat acara itu Rosiady berpesan agar para atlet NTB

dapat mengikuti pertandingan sebaik-baiknya. Sehingga atlet NTB dapat menorehkan prestasi terbaik di event itu. “Kalian tidak boleh kalah. Kita sudah berusaha dan berdoa. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT yang menentukan,” jelasnya. Di tempat yang sama Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin melaporkan bahwa kontingen pelajar dis-

abilitas NTB yang berjumlah 36 orang, terdiri dari 26 atlet dan 10 ofecila akan berangkat, Rabu (8/11) dini hari lewat Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) menuju Solo, Jateng tempat lokasi Peparpenas 2017. Dalam event itu NTB akan mengikuti enam cabor, yakni atletik, tenis meja, bulutangkis, catur, renang Boccia. Husnanidiaty Nurdin yang biasa disapa Eni berharap atlet NTB dapat mempersembahkan preatasi terbaik untuk NTB. “Jumlah kontingen NTB 36 orang, terdiri dari 26 atlet dan 10 ofecial. Mereka akan mengikuti enam cabang olahraga,” jelasnya. (fan)

(Suara NTB/fan)

POSE BERSAMA - Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti dan Kadispora NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin sedang berpose bersama atlet Peparpenas di Kantor Gubernur NTB, Selasa (7/11).

Kerjasama Dispora Provinsi NTB dengan Harian Suara NTB Peraih Medali Emas SEA Games 2011

Memiliki Semangat Pantang Menyerah TINGGI badannya hanya 159 Centimeter (cm). Itu memang tidak begitu ideal untuk menjadi seorang atlet nasional. Tidak heran bila ada pihak yang pernah meremehkan kemampuannya. Namun demikian Ridwan tidak pernah putus harapan dan pantang menyerah. Justru, dengan kekurangan (tinggi badan itu) menjadi cambuk baginya. Atlet asal Sumbawa ini pun telah sukses mengukir sederet prestasi di event

nasional bahkan pernah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kancah internasional. Ridwan yang ditemui Suara NTB usai menjalani latihan di Lintasan GOR 17 Desember Turide Mataram, Selasa (7/11) kemarin terlihat bugar. Dengan sikap ramah dia mempersilakan wartawan Suara NTB untuk mewawancarainya. Memulai percakapan, Ridwan mengungkapkan sederet prestasi yang pernah diukirnya. Namun dari sederet prestasi yang telah diraihnya belakangan ini, ternyata atlet kelahiran 25 Mei 1989 ini pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di SEA Games di Palembang tahun 2011. “Prestasi terbaik saya meraih medali emas di SEA Games 2011. Selain itu saya juga pernah meraih medali emas di PON 2012 dan PON 2016,” ucapnya. Medali emas yang diraih Ridwan di SEA Games 2011 di nomor 1.500 meter. Selanjutnya Ridwan berhasil meraih dua medali emas di nomor 800 meter dan 1.500 meter putra pada

PON XVIII di Riau tahun 2012. genai tinggi badannya yang boleh dibilang tidak ideal unTerakhir Ridwan juga bertuk menjadi seorangan atlet. hasil meraih dua medali Bahkan beberapa orang emas di nomor 1.500 dan sempat meremehkan keestafet 4x400 meter serta mampuan Ridwan saat satu perak di nomor menetapkan pilihan 800 meter di PON menjadi atlet atletik. XIX Jabar 2016. “Banyak orang Bagi Ridwan, yang meragukan kekeberhasilan dimampuan saya rinya meraih saat itu. Soalnya kesuksesan tinggi badan saya dibeberapa kurang dari standar event nasional atlet PPLP NTB,” maupun internasional ucapnya. tidak gampang. BanyNamun dengan seak ujian yang telah gala kekurangan itu dilewatinya sebelum ternyata tidak dilihat meraih sukses di PON oleh Ridwan sebagai hingga sukses SEA kelemahan. Justru denGames 2011. gan postur badan yang Sejak mengenal kurang tinggi dijadiolahraga atletik tahun kan motivasi oleh Rid2004 lalu, tantangan wan. Alumni IKIP Maberat dihadapi Ridtaram ini pantang wan adalah jauh dari menyerah dan terus orang tua dan masa reberlatih meskipun maja yang harus dilebanyak pihak yang watkan karena setiap meragukannya. hari harus berada di Ridwan Terbukti di betempat latihan. berapa event naTantangan lainsional tingkat renya adalah men-

maja, Ridwan berhasil membuat kejutan di event nasional dengan menjuarai nomor 3.000 meter di kejurnas atletik di Jakarta tahun 2005. Sukses di beberapa kejurnas tahun 2005 Ridwan dipercaya mewakili NTB di PON 2005 dan berhasil meraih medali perak. Selanjutnya di Popnas 2007 Ridwan juga berhasil meraih medali perak di nomor yang sama. Sukses di dua kali Popnas itu, Ridwan dipanggil untuk mengikuti Pelatnas junior untuk persiapan Kejuaraan Asia Junior tahun 2008 dan Ridwan berhasil meraih medali emas di 5.000 meter. Dari hasil Pelatnas junior itulah yang menjadikan Ridwan terus berprestasi di event nasional hingga internasional. Pesan Ridwan bagi atlet junior yang ingin menjadi atlet berprestasi harus memilih semangat pantang menyerah. Karena meski memiliki tubuh yang tinggi tidak menjadijaminan atlet bisa meraih prestasi nasional. Atlet harus memiliki semangat pantang menyerah. Dalam hal ini ketika atlet dalam masa

RUPA-RUPA

Nama : Ridwan Tempat dan Tanggal Lahir : Sumbawa, 25 Mei 1989 Prestasi Nasional 1. Dua medali emas PON 2012 2. Dua medali emas dan satu perak di PON 2016 Prestasi Internasional 1. Medali emas di Kejuaraan ASIA Junior tahun 2008. 2. Medali Emas di SEA Games 2011 3. Medali Perunggu di SEA Games 2013 jenuh latihan harus bisa melawan rasa itu, sehingga atlet bisa terus meningkatkan prestasi,” tegasnya. (fan/*)

HILANG HLG STNK R2 YAMAHA DR6600HK NOKA/NOSIN : MH31KP001CK178986/1KP171692 AN: RUSTINAWATI HLG DSKTR PERJALANAN DARI PEMENANG MENUJU TANJUNG HLG STNK R2 HONDA DR2629DM NOKA/NOSIN : MH1HB41156K755826/ NFICO5CD-HB41E-175343 AN. I KOMANG TANTRA HLG DSKTR CAKRANEGARA HLG STNK R4 TOYOTA KIJANG DR283 NOKA/NOSIN : MHF21KF4200013253/7K0025653 AN.KANWIL DEDIKBUD PROV.NTB HLG DSKTR JALAN LANGKO

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

LOWONGAN DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP PENGHASILAN TENTUKAN SENDIRI. LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

RUPA-RUPA ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat.Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

HILANG HLG BPKB R4 TOYOTA DR 75 DL NOKA/NOSIN : MHF11KF70Y0031878/7K-0389714 AN: PEMDA KABUPATEN LOMBOK BARAT HLG DSKTR JL.RAYA GERUNG HLG BPKB R4 SUZUKI DR1175DL NOKA/NOSIN : MHYGDN41V7J-153157/ G15AID-15736 AN: KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMASI LOBAR HLG DSKTR JL. RAYA GERUNG HLG STNK R2 HONDA DR2311BA NOKA/NOSIN : MH1JB51156K697031/JBS1E1592697 AN: DJUMAING BSC HLGDSKTR CAKRANEGRA MENUJU SWETA

SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/ Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:DewaDewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836


Rabu, 8 November 2017

SUARA NTB

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Rabu, 8 Oktober 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


Rabu, 8 November 2017

SUARA NTB

Halaman 14


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 8 November 2017

Halaman 15

TP4D Kawal 56 Proyek Dinas PUPR NTB Senilai Rp 897 Miliar Mataram (Suara NTB) Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati NTB mengawal 56 paket proyek yang berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP mengatakan, seluruh proyek yang berada di masing-masing bidang dengan nilai kontrak Rp 897 miliar lebih mendapatkan pendampingan TP4D. ‘’Pendampingan itu ada dari proyek Bina Marga semuanya seperti proyek percepatan jalan tahun jamak. Kemudian proyek di Islamic Center, proyek air bersih dapat pendampingan TP4D,” kata Ardhi kepada Suara NTB, Selasa (7/11) siang kemarin. Ia merincikan 56 proyek yang mendapat pendampingan TP4D itu antara lain di Bidang Bina Marga 39 paket, Bidang SDA 8 paket dan Cipta Karya 9 paket. Total nilai kontrak 56 paket proyek milik Dinas PUPR NTB tersebut sebesar Rp 897.447.125.450. Ardhi mengungkapkan, beberapa hari lalu pihaknya bersama TP4D telah turun ke Bima untuk melakukan pemantauan lapangan pada salah satu proyek di Kota Bima. Pendampingan TP4D ini, kata Ardhi, bagaimana mengamankan proyek-proyekl yang dilakukan pemerintah daerah termasuk upaya percepatannya di lapangan. Tahun 2018 mendatang, katanya, TP4D akan dilibatkan sejak perencanaan. Terhadap pelaksanaan proyek-proyek tahun 2017 ini, Ardhi menjelaskan pihaknya sudah melakukan evaluasi seminggu di Pulau Lombok dan seminggu di Pulau Sumbawa. Dari evaluasi yang dilakukan, ia mengklaim seluruh proyek yang dikerjakan on schedule. ‘’Ndak ada persoalan yang menjadi hambatan sehingga bisa menjadi molor atau terlambat. Semuanya berjalan dengan baik. Ndak ada yang rendah progresnya, on schedule semua,” ucapnya. Mantan Kepala Pelaksana BPBD NTB ini menambahkan Dinas PUPR juga melakukan pendampingan kepada OPD-OPD lainnya menjadi tenaga Pengelola Teknis Proyek (PTP) khususnya untuk pembangunan gedung pemerintahan. PTP tugasnya melakukan pendampingan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Yakni memberikan pertimbangan-pertimbangan teknis untuk kelancaran pelaksanaan suatu proyek. “Harapannya bisa menjembatani PPK dengan kontraktor dan konsultan. Untuk melakukan pengawalan progresnya. Kemudian untuk melakukan rapat-rapat pembuktian,” terangnya. Sementara itu Kepala Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB, Ir. Swahip, MT meluruskan pernyataan sebelumnya mengenai belum ada pelibatan TP4D dalam pelaksanaan proyek Pemprov tahun 2017. Swahip mengatakan seluruh proyek yang dilaksanakan Pemprov NTB mendapat pendampingan dari TP4D. “Seluruh paket pekerjaan se-NTB itu didampingi kita. Tetapi yang dilaporkan untuk permasalahan pelaksanaan itu yang tidak ada. Pendampingan TP4D itu seluruh pelaksanaan proyek pembangunan di NTB. Tetapi laporan pekerjaan yang bermasalah di proyek provinsi itu belum ada. Proyek yang dilaporkan bermasalah di TP4D itu yang belum ada,” ujarnya meluruskan. (nas)

Gelar Lomba Poster Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Dari Hal. 1 ‘’Nanti desain poster terbaik itu akan kita usulkan untuk jadi poster resmi pahlawan. Karena yang kita lihat, poster pahlawan yang resmi bisa dicetak di uang dan atau di media apa saja,’’ katanya. Selain itu, lomba poster sebagai upaya untuk mensosialisasikan figur inspiratif bagi masyarakat NTB dan Indonesia dalam kiprah perjuangannya dalam pendidikan. ‘’Rangkaian pahlawan dari Aceh sampai Papua itu, hanya terputus di NTB. Nah sekarang alhamdulilah berkat perjuangan kita semua, ada pahlawan baru dari

NTB,’’ kata Nurdin penuh syukur. Ditambahkan Ketua Panitia Lomba Poster pahlawan, Megawati Lestari, SH bahwa lomba ini berhadiahkan uang yang nilainyapuluhan juta. Lomba ini digelar terbuka untuk umum. Lomba ini akan dimulai dibuka pada 10 November sampai tanggal 7 Desember 2017. ‘’Ini sebagai bentuk apresiasi kita atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Maulana Syeikh. Ini adalah pahlawan yang pertama di NTB,’’ kata Mega. (ndi)

Sudah Lama Ditunggu Dari Hal. 1 Dari organisasi NW, katanya sudah lama menginisiasinya. Sejak Dr.TGH.M.Zainul Majdi menjadi Gubernur NTB, diinternal organisasi sudah bicarakan. ‘’Ini sudah lama kami bicarakan dan ini proses panjang. Alhamdulllah sudah berbuah manis,’’ katanya. Maulana Syeikh menjadi pahlawan nasional, merupakan kebanggaan masyarakat NTB dan Indonesia. Harapannya dengan gelar ini, bisa menginspirasi meneruskan perjuangan beliau. Terkait dengan adanya aspirasi perubahan nama bandara

dan universitas negeri di Mataram menurutnya, diserahkan ke publik. ‘’Kalau publik menginginkan, dipersilakan. Sangat layak milsanya jika nama bandara Zainuddin Abdul Madjid International Airport.’’ Demikian juga dengan unversitas. Seperti nama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah juga mengambil nama pahlawan. ‘’Kalau NTB menamakan Unversitas Islam Zainuddin Abdul Madjid, tidak masalah karena sebagai penghargaan atas jasa kepahlawanan beliau,’’ pungkasnya. (rus)

Minim Investasi Sektor Pertanian Dari Hal. 1 Khususnya yang terkait dengan ketahanan nasional lebih khusus lagi ketahanan pangan,” katanya dikonfirmasi usai pertemuan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (7/11) siang kemarin. Ia menyatakan NTB sudah diketahui secara nasional termasuk daerah dengan ketahanan pangan yang cukup baik. Menurutnya predikat ini harus terus dipertahankan. Supaya masing-masing daerah dapat berswasembada pangan di wilayahnya. Sehingga akan berkontribusi bagi swasembada pangan secara nasional. ‘’Tidak ada istilah kita mengimpor hanya untuk urusan pangan. Persoalan di negara kita bagaimana mengurangi impor. NTB menjadi salah satu tumpuan nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan. Entah itu jagung, peternakan termasuk juga untuk meningkatkan itu dibutuhkan SDM, investor,’’ katanya. Terpisah, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D mengakui memang tidak mudah mengundang investor berinvestasi di sektor pertanian. Pasalnya, investasinya

cukup besar dan break even point (BEP) relatif lama. “Risikonya juga tinggi. Itulah sebabnya tidak mudah mendatangkan investor lain untuk pertanian,” kata Sekda. Meskipun belum banyak investor yang berinvestasi di sektor pertanian, kata Sekda, namun semua patut bersyukur sekarang sudah ada PT. Sukses Mantan Sejahtera (SMS) yang membangun pabrik gula di Dompu. Menurutnya, untuk mewujudkan investasi tersebut sampai operasional butuh perjuangan yang cukup lama. Selain PT. SMS, kata Sekda, sebenarnya ada salah satu BUMN yakni PT. Sang Hyang Seri yang yang akan membangun pabrik benih. Investor tersebut membutuhkan lahan dan meminta supaya ada lahan milik Pemda yang dihibahkan. Namun, kata Sekda, proses pemberian hibah kepada swasta atau BUMN butuh waktu yang lama, yakni harus mendapatkan persetujuan dari DPRD. “Itu yang jadi masalah. Mudah-mudahan bisa jalan,” harapnya. (nas)

IHGMA Lombok Kirim 12 GM Ikuti Sertifikasi

(Suara NTB/why)

SINERGI - Pengarah JSJN PDRM, CP Datuk Seri Mohmed Bin Salleh (kiri) menerima piagam dari Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dalam pertemuan bilateral ke-11 antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan JSJN PDRM di Senggigi, Lombok Barat, Selasa (7/11).

Perang Tak Berujung Polri-PDRM Melawan Narkoba Giri Menang (Suara NTB) – Indonesia negara tujuan pasar narkoba Asia Tenggara. NTB termasuk salah satu sasarannya. Polri dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) memberi perhatian khusus. Sebab perang melawan narkoba seolah tak berujung. Dua instansi kepolisian negara bertetangga itu menggelar pertemuan bilateral ke-11 di Senggigi, Lombok Barat dalam rangka kerjasama penanganan narkoba, Selasa (7/11). Poin yang disepakati antara lain, tukar menukar informasi intelijen, operasi rutin bersama, serta identifikasi narkoba-narkoba jenis baru yang belum terdata di masing-masing negara. Menurut Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, jejaring narkoba lintas negara memiliki modus terputus. Jerat hukum belum mampu membidik pemain kelas kakap. Jejaring itu memiliki simpul negara produsen narkoba seperti Taiwan, Myanmar, dan Tiongkok, negara penghubung seperti Malaysia dan Filipina, dan negara tujuan salah satunya Indonesia melalui pelabuhan tikus di pesisir timur Sumatera, masuk langsung ke Kalimantan, Bali, lalu NTB. Terbukti pula dari sejumlah kasus tahun 2016-2017 bahwa narkoba masuk ke Indonesia khususnya NTB dari Malaysia. Bahkan sampai dengan modus memasukkan barang bukti ke dalam anus. “Ada yang direct ke Jawa,

ke Bali. NTB bagian juga tetapi memang tidak terlalu deras. Tetapi NTB ini bagian daerah wisata perlu kita perkuat soal bahaya narkotika ini,” ujar Ari ditemui usai kegiatan. Mengenai jebolnya pertahanan Indonesia khususnya NTB ia menganggap bukan suatu kesengajaan, melihat pola pengawasan di bandara Malaysia narkoba bisa lolos namun baru terdeteksi di NTB. “Bukan berarti diloloskan. Narkoba ini musuh dunia, musuh Indonesia, musuh Malaysia. Pada prinsipnya sama keseriusan dalam memerangi narkotika,” terang jenderal bintang tiga lulusan Akpol 1985 itu. Ia menyebut, sepanjang 2017 ini sudah 2 ton sabu diamankan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. pun demikian Malaysia menggagalkan pengiriman 600 Kg sabu ke Indonesia. “Ini memang pengiriman makin banyak atau polisi kita lebih rajin bisa membaca. Jadi kerjasama selama 11 tahun bukan hal yang mudah untuk dapat dijalin terus. Di daerah yang tidak rawan kalau didiamkan akan menjadi rawan,” kata Ari. Prinsip Demand and Supply dalam Bisnis Haram Narkoba Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik PDRM, Commisioner of Police (CP) Datuk Seri Mohmad Bin Salleh mengungkapkan, kerjasama dengan Polri tersebut memberi penekan-

an bahwa koordinasi penanganan narkoba tidak cukup dengan berdiri sendiri. “Selepas daripada ini kita bentuk kerjasama kumpulan kecil. Di tempat-tempat yang pasti ada kemasukan narkoba yang begitu banyak,” ujarnya. Tempat itu antara lain, Penang, Johor, Entikong, dan Serawak di Malaysia serta Medan, Batam, dan Tawau di Indonesia. Ia menepis anggapan negaranya memberi keleluasan barang haram narkoba bebas masuk ke Indonesia. Dalihnya, negara semenanjung itu hanya dijadikan sebagai transit. “Negara Malaysia bukan negara pengeluar. Malaysia merupakan transit dari pabrik di utara Asia Tenggara. Jadi dalam menangani ini saya rasa kerjasama internasional begitu penting dengan Indonesia,” kata Mohmad. Ia menjelaskan, pola yang dapat diambil yang memotong jalur demand and supply, yakni menekan permintaan untuk menekan penawaran. Cara itu bisa diambil aparat penegak hukum dan masyarakat yang menolak menggunakan narkoba. “Selain pihak kuasa yang agresif tapi kampanye-kampanye anti narkoba harus dimainkan sehingga demand and supply boleh kurang,” ucapnya. “Malaysia menganggap narkotik musuh nomor satu negara karena bisa memusnahkan masyarakat. Peperangan narkoba adalah peperangan tidak berujung,” tandas Mohmed. (why)

Mataram (Suara NTB) Pemerintah semakin gencar mengembangkan pariwisata Indonesia. Ini dalam rangka meningkatkan image destinasi pariwisata Indonesia dengan motto wonderful Indonesia. Selain sumber daya alam Indonesia yang kaya, tidak luput pula pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyiapkan sumber daya yang andal untuk menunjang Indonesia menjadi salah satu destinasi dunia. Terbukti dengan diadakannya kegiatan uji sertifikasi kompetensi untuk ahli perhotelan BACTH 3 tanggal 04 – 05 November 2017 di Hotel Arthama Makassar. Hotel yang berada dalam naungan Indonesian Hotel General Manager (IHGMA) mengirimkan delegasinya. Ini sebagai sumbangsih IHGMA sebagai asosiasi yang mengedepankan peningkatan sumber daya manusia (SDM). SDM memegang peranan penting dalam mensukseskan target pemerintah tersebut. Sebab, kalau SDM tidak siap maka SDA dan semua komponen pariwisata akan kurang maksimal. Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, wishnu. Perlunya 3C (Calibration, Confident dan Credible) diharapkan kedepannya para GM memiliki 3C tersebut. Kegiatan sertifikasi ini kerjasama Kementerian Pariwisata dengan BNSP (Badan Sertifikasi Nasional Profesi). Kementerian Pariwisata menyambut baik

Adapun nama-nama yang mengikuti kegiatan sertifikasi tersebut adalah : -

Buchari. CHA Made Mada , CHA Yoshie S. Anwar, SE Vicky Hanoi, SE Lukman Ahmadi, CHA Darmawan Wiwit. CHA Ketut saputra Steven Cherry, CHA Firman Latif, CHA, CHIA L. Taufik Ernanda Agung Dewobroto, CHA

Dari Hal. 1 Yoga mengakui, penetapan HP sebagai tersangka adalah pengembangan dari tersangka Suparno dan Syafrudin. Dua tersangka itu sejak penyidikan sampai persidangan, ‘’bernyanyi’’ soal tanggung jawab utama ada pada HP sehingga keduanya diseret dalam kasus tersebut. Mereka didakwa sesuai Pasal 2 pasal 3 jo Pasal 18 Undang Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang Undang 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo

Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. ‘’Sesuai pasal 55 KUHP, ada penyertaan perbuatan orang lain, sehingga HP kita jadikan tersangka,’’ jelasnya. Setelah penetapan tersangka, sambung Yoga, dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil HP sebagai tersangka. Pihaknya berusaha akan mempercepat penanganan kasus ini. Targetnya setelah tersangka HP diperiksa, dilanjutkan ke pemberkasan untuk dilakukan pelimpahan dari penyidik Pidsus ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pengelolaan kebun kopi Tambora pada tahun 2006

itu menelan anggaran sekitar Rp 378 juta lebih. Dana itu digunakan untuk biaya penanaman hingga panen kopi. Tapi, dalam perjalananya ada dugaan penyalahgunaan anggaran. Kemudian, kejaksaan mengusut dan menetapkan Syafruddin dan Suparno sebagai tersangka. Kasus ini diketahui lama menggantung, karena Syafrudin dan Suparno dijadikan tersangka sejak tahun 2014. Kini keduanya sudah menjalani pidana penjara atas vonis bersalah dari hakim Pengadilan Tipikor Mataram. (ars)

FKUB NTB Dukung Penuh Gelar Kepahlawanan untuk Maulana Syeikh Dari Hal. 1 Maksud dan tujuan sangat jelas, yakni untuk taaruf dan silaturrahmi sekaligus penyamaan visi dan misi dalam pelaksanaan tugas. Juga fungsi dan peranan para tokoh agama serta tokoh masyarakat dalam upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama di daerah NTB yang sudah berjalan kondusif, damai terkendali selama 10 tahun. Tidak ada terjadi konflik yang bernuansa agama (Sara). Rapat kerja juga membahas masalah Program Kerja 5 tahun (2017-2022) penyusunan rencana kerja kegiatan tahunan, rencana anggaran FKUB NTB TA 2018 serta rekomendasi. Keputusan-keputusan yang telah disepakati oleh peserta raker diantaranya, mengesahkan dan menetapkan program kerja FKUB NTB perode 2017-2022. Mengesahkan Rencana Kerja tahunan (RKT) FKUB NTB TA 2018. Mengesahkan dan menetapkan 6 butir rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah. Adapun rekomendasi yang telah ditetapkan oleh peserta rapat kerja FKUB NTB yakni, mendukung sepenuhnya

penetapan Maulana Syeikh TGKH.M Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2017. Gelar kepahlawanan ini akan disampaikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia. Mengusulkan sekaligus mendukung perubahan nama Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi beberapa nama usulan. Ususlan itu diantaranya, Bandara Internasional Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Majid, Bandara Internasional Maulana Syeikh dan Bandara Internasional Hamzanwadi. Usul FKUB Provinsi NTB, kata Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas ini, sekaligus disampaikan kepada Gubernur NTB, Kementerian Perhubungan RI, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Untuk internal FKUB Provinsi NTB, juga diusulkan agar fasilitas sarana dan prasarana serta biaya operasional bagi FKUB, lembaga-lembag keagamaan, lembaga-lembaga pendidikan agar ditingkatkan pada tahun anggaran tahun 2018. Rekomendasi disampaikan kepada Kemendagri, Kementerian Agama RI, DPR RI

dan Gubernur RI. Kemudian mendukung upaya-upaya Kapolda NTB dan Danrem 162/WB dalam upaya pencegahan radikalisme, terorisme. Serta berbagai aliranaliran keagamaan yang radikal dan menyimpang serta mengganggu ketertiban, keamanan di daerah NTB. ‘’Rekomendasi ini juga disampaikan kepada Kapolda, Danrem 162/WB dan Kajati NTB,” terang H. Syahdan. Selain itu, diimbau kepada seluruh warga masyarakat umat beragama melalui pimpinan majelis-majelis agama untuk mengumpulkan dana guna membantu para pengungsi Rohingya yang sampai sekarang masih membutuhkan bantuan kemanusiaan. Baik berupa makanan, minuman, pakaian dan obat-obatan, sarana prasarana di tempat pengungsian. Dalam penanganan konflik, kekerasan, radikalisme, terorisme dan pembinaan kepada masyarakat supaya melalui pendekatan kearifan lokal. Bersama toga/toma, tokoh adat dan budaya di daerah NTB, rekomendasi ini disampaikan kepada aparat keamanan TNI, polisi dan aparat penegak hukum. (bul/*)

- Bel air Resort Gili Air - Villa Ombak - idoop Hotel - Pearl of Trawangan - Pratama hotel - jeeva resorts - Qunci villas - Coconut Boutique - five element - The Jayakarta Lombok - Aruna Senggigi - Ponte villas - Golden Palace Hotel Lombok

Dana Bergulir Pengembangan Rumput Laut Macet Dari Hal. 1

Kejaksaan Tetapkan Mantan Kadisbun Bima Tersangka

kegiatan. Kedepan diharapkan GM yang lain mengikuti kegiatan semacam ini guna memperluas jaringan dan pengembangan SDM sesuai kebutuhan industri. Ketua IHGMA Chapter Lombok, Erik Tumbelaka yang juga GM Kila Senggigi Beach Lombok mengapresiasi dan memberikan dukungan atas keikutsertaan perwakilan IHGMA Lombok ini dalam sertifikasi kompetensi. Dikatakannya, kebutuhan pekerja untuk Lombok, khususnya Mandalika yang sedang digarap serius oleh pemerintah, cukup besar. Keikutsertaan IHGMA dalam sertifikasi bisa memberikan sumbangsih untuk penyediaan tenaga kerja yang andal dalam menyongsong MEA. Ini sesuai dengan komitmen IHGMA yang akan terus berjuang untuk pengembangan sumber daya manusia di NTB. Dengan tersertifikasinya para GM ini, diharapkan bisa berkolaraborasi, dengan para dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk memberikan ilmu terapan sesuai keadaan di lapangan. Baik sebagai praktisi, komponen yang dilakukan oleh Kementrian sangat baik dengan kolaborasi akademisi dan praktisi guna kemajuan pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata NTB khususnya. Adapun beberapa perwakilan dari NTB yang ikut dalam IHGMA terdiri dari 12 GM dalam sertifikasi Dosen Vokasi Ahli perhotelan level 8 (setara S2) dari 100 peserta. (*)

membenarkan adanya temuan BPK tersebut. Hamdi menyatakan pihaknya terus melakukan pendekatan kepada kelompok yang mendapatkan dana bergulir tersebut supaya segera mengembalikan. Ia mengungkapkan bantuan dana bergulir pengembangan rumput laut tersebut disalurkan pada 2012 lalu. ‘’Sedang kita lakukan pendekatan terus untuk menagih ini. Karena ini kegiatan pada tahun 2012. Kelompoknya sudah tidak aktif,’’ terangnya. Meskipun kelompok yang menerima dana bergulir tersebut sudah tidak aktif. Namun, kata Hamdi pihaknya terus mendekati pengurus kelompok yang menerima bantuan tersebut. “Kita bersurat kemudian datangi ke kelompok tersebut. Nanti kita akan buat kajian. Kita terus upayakan,” katanya. Berdasarkan LHP BPK yang diperoleh Suara NTB, saldo dana bergulir pengembangan rumput laut per 31 Desember 2016 sebelum penyisihan sebesar Rp 490.000.000,00. Saldo ini tidak mengalami perubahan dari tahun 2015. Upaya penagihan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan tidak memadai. Selama tahun 2016, tidak terdapat kegiatan monitoring dan evaluasi secara khusus. Penagihan dilaksanakan jika terdapat kegiatan lain di Sumbawa. Dalam upaya penagihan tersebut terdapat pembayaran bunga pada tanggal 29 Desember 2016 sebesar Rp 3.000.000,00. Namun, selama tahun 2016 tidak terdapat

pengembalian pokok dana bergulir. Dana bergulir ini diserahkan kepada 10 kelompok pembudidaya rumput laut di Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa per tanggal 21 Agustus 2013. DKP NTB dibantu oleh DKP Kabupaten Sumbawa senantiasa melakukan pembinaan dan monitoring agar pengembalian dana bergulir ini dapat berjalan lancar sesuai waktu yang telah ditentukan. Dalam perjalanan waktu, ternyata ke-10 kelompok mengalami kegagalan usaha budidaya akibat serangan penyakit (ice-ice), hama ikan predator (ikan Beronang Batu). Dan penurunan kualitas lingkungan perairan (pencemaran limbah tambak udang dan limbah dari Pelabuhan Penyeberangan Pototano) serta perubahan iklim yang tidak menentu. Sehingga ke-10 kelompok penerima dana bergulir mengalami kesulitan untuk mengembalikan kewajiban pokok dan bunga dari dana bergulir tersebut. Oleh karenanya ke-10 kelompok tersebut baru mampu mengembalikan dana sebesar Rp 12.500.000,00 yang terdiri dari dana pengembalian pokok sebesar Rp9.500.000,00 pada tanggal 27-28 Februari 2014 dan Dana pengembalian bunga sebesar Rp 3.000.000,00. Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Gubernur NTB agar memerintahkan Kepala DKP lebih optimal dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan terkait pelaksanaan dana bergulir. (nas)

Pariwisata Dompu Sulit Maju Dari Hal. 1 Perorang membelanjakan uangnya Rp 1 juta, berarti ada Rp 8 triliun uang beredar di Kota Bandung. Uang inilah yang beredar di produk – produk yang dipasarkan warga Kota Bandung. Sementara di Dompu, sekitar 2 ribu orang wisatawan asing berkunjung, uangnya

masih fokus ke penginapan. ‘’Karena kita di Dompu belum ada yang bisa membuat ikan bakar yang enak. Jual es kelapa muda yang enak, buat sandal dan sepatu sebagai oleh - oleh. Ini adalah tantangan buat kita. Bagaimana turis itu betah di sini (Dompu). Dia belanjakan sebanyak – banyaknya,’’ katanya. (ula)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Rabu, 8 November 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Tujuh Bakal Calon Rektor Sampaikan Visi Misi Mataram (Suara NTB) Senat Universitas Mataram menggelar sidang senat terbuka dalam rangka Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Unram periode tahun 2017-2021 yang berlangsung Selasa (7/11). Sidang senat terbuka dihadiri sekitar 300 peserta terdiri dari perwakilan Kemenristek Dikti, seluruh civitas akademika Unram, dan mahasiswa. Pantauan Suara NTB Selasa pagi, sebelum ketujuh bakal calon menyampaikan visi, misi dan program kerja, mereka terlebih dahulu menandatangani pakta integritas dan mengambil nomor urut. Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si mendapat nomor urut satu, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH.,

M.Hum mendapat nomor urut dua, Prof. DR. Mahyuni, MA nomor urut tiga, Prof. Ir. Muhammad Sarjan, M.Ag.C.P., PhD., nomor urut empat, Prof. Dr. Ir. Hj. Enny Yuliani, Msi., nomor urut lima, Prof. Ir. H. Yusuf Akhyar Sutaryono, PhD., mendapat nomor urut enam dan Prof. Ir. Surya Hadi, M.Sc., PhD., mendapat nomor urut tujuh. Secara berurutan ketujuh bakal calon rektor Unram selanjutnya menyampaikan visi, misi, dan program kerja. Prof. Karyadi mendapat giliran pertama disusul Prof. Husni dan Prof. Mahyuni. Mahyuni dalam pemaparannya menyampaikan jika program kerja yang ia susun sangat mungkin diwujudkan. Asal dengan catatan adanya kehendak untuk berubah. Mahyuni menyoroti aspek kepemimpinan. Seorang pemimpin lanjutnya harus mampu collective

collegial demi terwujudnya perguruan tinggi yang berdaya saing, global dan handal. Senada, Prof. Sarjan juga mengingatkan penting kepemimpinan yang collective collegial. Sarjan menilai kerjasama Unram dengan pemerintah belum optimal, kedepan siapapun yang jadi rector, kerjasama dalam berbagai bentuknya harus lebih dioptimalkan demi kepentingan daerah dan Unram. Sementara Prof. Eny mengingatkan setiap bakal calon agar dalam menjalankan program kerja kedepan, siapapun yang terpilih menjadi rektor agar tidak lupa dengan garis kebijakan Kemenristek Dikti. Misalnya kontrak kerja antara Kemenristek Dikti dengan Unram. “Inilah dasar yang menjadi landasan dan target bakal calon rektor,” ungkapnya. (dys/*)

(Suara NTB/dys)

NOMOR URUT - Ketujuh bakal calon rektor Unram setelah menandatangani pakta integritas dan menunjukkan nomor urutnya masing-masing, Selasa (7/11).

15 Warga Lotim Transmigrasi ke Sultra Selong (Suara NTB) Sebanyak 15 orang dari tiga kepala keluarga (KK) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengikuti program transmigrasi ke Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tiga KK tersebut berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Labuhan Haji, Terara dan Suela. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (7/11), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, Andika Istujaya mengungkapkan, untuk tahun ini NTB mendapatkan jatah 10 KK peserta transmigran. Dari 10 KK itu Kabupaten Lotim mendapat jatah tiga KK dengan 15 orang yang tersebar di 3 kecamatan. Jumlah KK yang

menjadi peserta transmigrasi dan tersebar di 3 kecamatan itu yang dinyatakan lulus tes dari jumlah peminat di atas 28 KK untuk tahun 2017. Dari 3 KK tersebut, diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Timur sebagai transmigran pada bulan Desember 2017. Untuk pelatihan sudah dilakukan beberapa waktu lalu bertempat di Denpasar, Bali dengan dibiayai oleh pemerintah. Adapun untuk lokasi transmigran sendiri, dijelaskan Andika Istujaya bahwa masyarakat tersebut akan mengelola lahannya. Untuk tahap awal ada dua penggolongan lahan antara lahan satu dan lahan dua, pada lahan satu sebagai lahan pekarangan rumah tinggal seluas 25 are

dan lahan usaha 75 are. Di tahun kedua setelah masyarakat transimigran mampu mengerjakan tanahnya di tahun pertama untuk lahan satu, maka dia akan diberikan lahan kedua yang jumlah satu hektare. Sehingga total lahan yang dimiliki oleh para transimigran seluas 2 hektare. Lebih jauh dijelaskannya, begitu masyarakat menyatakan diri menjadi peserta transimigrasi, mengikuti pelatihan serta diberangkatkan. Maka secara resmi ia menjadi warga transmigrasi atau menjadi warga lokasi transmigrasi dan datanya di Kabupaten Lotim sudah dihapus. Alasan masyarakat menjadi transmigran dikarenakan keinginan memperbaiki taraf kehidupan-

nya. Sehingga, jalan transmigrasi dapat dikatakan sebagai salah satu solusi dalam pengentasan kemiskinan pada suatau daerah/wilayah. “Ada berbagai macam pertimbangan masyarakat menjadi transmigran, salah satunya untuk memperbaiki taraf kehidupannya,”ujar Andika. Dalam pelaksanaan transmigrasi ini, diharapkan terhadap warga Lotim yang menjadi transmigran dapat menjadi warga yang baik serta menjadi tokoh di lokasi transmigrasi, baik tokoh agama. Terlebih minat warga khususnya di Kabupaten Lotim mengikuti transmigrasi cukup tinggi setiap tahunnya di beberapa lokasi seperti di Kalimantan, Sulawesi dan beberapa daerah lainnya maupun transimigrasi lokal. (yon)

Lotim Belum Tetapkan UMK Selong (Suara NTB) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Andika Istujaya menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini belum menentukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) untuk Lotim, meskipun sebelumnya pemerintah provinsi (Pemprov) NTB memastikan kenaikan upah pekerja menjadi Rp 1.825.000. Akan tetapi dalam penentuan UMK itu, Disnakertrans sendiri segera memanggil SPSI dan Apindo untuk membahas hal tersebut. Diterangkan Andika, paling paling lambat penentuan UMK yakni pada tanggal 22 November 2017. Sehingga saat ini tengah melihat situasi, karena yang berpengaruh terhadap UMK yakni inflasi

dan PDRB yang saat ini sudah ditemukan. Namun untuk menentukan besaran tersebut, akan dilakukan rapat dewan pengupahan dengan melibatkan unsur Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) maupun Asosiasi perusahaan Indonesia (Apindo). Dalam penentuan UMK yang harus lebih tinggi dari UMP, ditegaskannya bahwa yang harus dipikirkan adalah besaran UMK, karena jika besaran UMK ditentukan cukup tinggi, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan suatu masalah baru. Terlebih Kebutuhan Hidup Layak (KHL) perorangan di Kabupaten Lotim Rp 1,9 juta. Sementara, UMK tahun ini masih Rp 1,637.377. Untuk laju inflasi yakni 3,72 persen dari September 2016 hingga

2017 serta jumlah PDRB yakni 4,99 persen. “Untuk UMK Lotim hingga saat ini belum dibahas. Dalam penetapan UMK, akan dilihat situasi dan kondisi di lapangan,”ujar mantan Asisten I Setda Kabupaten Lotim ini. Ia mempertegas, menaikkan UMK harus dipertimbangkan secara matang. Pihaknya juga akan melihat kemampuan dari perusahaan tersebut. Hal itu penting dilakukan untuk menghindari terjadi PHK dan sejenisnya. Adapun jumlah perusahaan di Kabupaten Lotim sebanyak 1.558 yang klasifikasi besar, sedang dan kecil atau di luar UMK. Sementara untuk perusahaan yang sudah mampu memberi upah terhadap karyawannya sesuai dengan UMK yakni sebanyak 380 perusahaan. (yon)

Muslimat NW Gelar Baksos di Kelurahan Sekarteja Selong (Suara NTB) Pengurus Muslimat Nadlatul Wathan (NW), Selasa (7/11) melaksanakan bakti sosial (Baksos) di Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim). Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan masyarakat tersebut diingatkan untuk membiasakan diri hidup bersih dan sehat. Pimpinan Pusat Muslimat NW, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, mengajak kepada masyarakat untuk peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Menurutnya, kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijaga dengan melakukan pencegahan sakit. Pencegahan sakit dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, termasuk memperbanyak minum air putih delapan liter dalam satu hari. Selain itu, memperbanyak mengkonsumsi sayur serta buah-buahan.

(Suara NTB/yon)

BAKTI SOSIAL - Ketua Pimpus Muslimat NW, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (kanan) dalam pelaksanaan Baksos bertempat di Kelurahan Sekarteja, Selasa (7/11), “Jadi kesehatan itu sangat penting, sehingga perlu pencegahan dari pada pengobatan. Rajin-rajinlah untuk meminum air putih, rajin makan sayur, rajin makan buah,” ujar Rektor Universitas Hamzanwadi ini sekaligus membuka acara Baksos Muslimat NW yang menggandeng BKKBN dan RSUP NTB. Sementara, Ketua Pengurus Daerah NW, H. M. Syamsul Luthfi yang turut hadir dalam Baksos tersebut juga mengapresiasi kegiatan Baksos yang dilaksanakan oleh Muslimat NW. Ia menegaskan, sinergitas antara pemerintah dan masyarakat merupakan suatu yang patut untuk terus dibangun karena merupakan pondasi yang baik dalam melakukan suatu pembangunan di berbagai sektor. Keberhasilan pada suatu pembangunan, lanjutnya, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah, tanpa adanya keterlibatan masyarakat, baik pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial. Seperti yang dilakukan oleh Muslimat NW, apabila ada kegiatan pemerintah, Muslimat tetap ada, sehingga program tersebut bisa tepat sasaran dan berhasil. Syamsul Luthfi yang juga bakal calon bupati Lotim ini menjelaskan, kiprah NW khususnya Muslimat NW cukup baik dengan menjalin kerjasama dengan BKKBN dan Dinas Kesehataan dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga NW sebagai mitra utama pemerintah siap melaksanakan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat, nusa dan bangsa. Dijabarkan Syamsul Luthfi, derajat kesehatan masyarakat di NTB khususnya di Kabupaten Lotim perlu pembenahan dan peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan ini harus dibarengi dengan dukungan serta peran serta masyarakat. Sehingga kedepan dapat terwujud Kabupaten Lotim yang menjadi kabupaten sehat. “Berbicara mengenai angka kematian ibu dan bayi serta kualitas pelayanan masyarakat, tentu perlu pembenahan. Tidak saja pada sarana, tetapi partisipasi masyarakat,”jelasnya. Dengan demikian, tingginya kesadaran masyarakat kedepan dapat membawa perubahan yang jauh lebih baik bagi Kabupaten Lotim. Pasalnya, kesehatan merupakan suatu yang sangat penting terkait indeks pembangunan manusia. Sehingga pembangunan SDM harus dibarengi dengan pembangunan infratruktur dan lainnya. “NW siap menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah,” tutupnya. (yon)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 08 Nopember 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu