HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SABTU, 20 JULI 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
12 HALAMAN NOMOR 108 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Ikut Tender Proyek Besar
Gubernur Wajibkan Pengusaha Luar Kerjasama dengan Kontraktor Lokal Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB mewajibkan pengusaha luar daerah yang ikut tender proyekproyek besar bekerjasama dengan kontraktor lokal. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Kepala Bagian Program Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa (BAPP dan LPBJP) Setda NTB, Wahyu Kusno dalam keterangan yang diterima,
Jumat (19/7) menjelaskan, penerbitan Pergub ini untuk mendukung pengembangan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan usaha jasa konstruksi, sesuai Undang Undang No 2 Tahun 2017
Tentang Jasa Konstruksi. Sehingga Gubernur menetapkan kebijakan yang memberi ruang bagi para pelaku jasa konstruksi di NTB meningkatkan kapasitasnya melalui kerjasama dengan pelaku jasa
konstruksi luar daerah. Pergub yang ditandatangani Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc merupakan itu pertama di Indonesia yang telah mengeksekusi kebijakan teknis turunan Permen PUPR Nomor 7 tahun 2019 dan Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang jasa pemerintah. Wahyu menjelaskan, dalam Pergub itu diatur tentang beberapa ketentuan teknis yang berkaitan dengan pedoman
pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi di NTB. Misalnya dilihat dari besaran Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Untuk paket jasa konsultansi konstruksi, nilai HPS sampai dengan Rp1 miliar disyaratkan hanya untuk penyedia jasa konsultansi konstruksi dengan kualifikasi usaha kecil. Nilai HPS di atas Rp1 miliar sampai Rp2,5 miliar, disyaratkan hanya untuk perusahaan kualifikasi menengah. Bersambung ke hal 11
RSUD Bima dan Dompu akan Turun Kelas Bima (Suara NTB) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mengeluarkan rekomendasi penyesuaian kelas terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, belum lama ini. Rekomendasi hasil akreditasi tersebut, RSUD kebanggaan masyarakat Bima ini akan turun kelas. Padahal sebelum diakreditasi oleh Tim Kemenkes masih berstatus C, tapi kini turun menjadi D. Direktur RSUD Bima, Drg. H. Ihsan membenarkan penurunan status RSUD dari C ke D tersebut. Bersambung ke hal 11
PULIH - Perlahan pariwisata tiga gili di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara mulai bangkit. Arus wisatawan mulai dirasakan ramai setelah hampir setahun pascagempa mengguncang Juli dan Agustus 2018 lalu. Tampak wisatawan ramai di spot snorkeling Gili Meno. Mereka menikmati pemandangan terumbu karang dan patung di “Nest” dasar laut
Evaluasi Pencapaian RPJMD NTB MENJELANG tahun ke dua kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, Pemprov NTB melalui Bappeda akan mengevaluasi pencapaian target-target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD. ‘’Ini akan masuk tahun ke dua RPJMD, kami di Bappeda sedang mencoba siap-siap melakukan evaluasi RPJMD. Bersambung ke hal 11 Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)
KO M E N TTAA R
Bangun Kerjasama Perdagangan Pemprov Cermati Pemicu Bertambahnya DKI Jakarta Butuh Ribuan Kemiskinan di Perkotaan Sapi Potong dari NTB Mataram (Suara NTB) Persentase angka kemiskinan perkotaan di NTB pada Maret 2019 meningkat dibandingkan September 2018. Pada September 2018, angka kemiskinan di perkotaan sebesar 15,66 persen, bertambah menjadi 15,74 persen pada Maret 2019. Bertambahnya persentase angka kemiskinan di NTB sedang dicermati Pemprov NTB. Pasalnya, di daerah pedesaan, persentase angka justru menurun dari 13,69 persen pada September 2018 menjadi 13,45 persen pada Maret 2019. ‘’Harus kita cermati sekarang, di pedesaan (kemiskinan) turun sedangkan perkotaan naik angka kemiskinan,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP dikonfirmasi di Mataram, Jumat (19/7). Pada Maret 2019, jumlah
penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebanyak 384.650 orang atau 15,74 persen. Sedangkan penduduk miskin di daerah pedesaan sebanyak 351.310 orang atau 13,45 persen. Disinyalir ada urbanisasi yang menyebabkan bertambahnya penduduk miskin di perkotaan. Namun, dugaan ini perlu diperdalam lagi. ‘’Kita patut perdalam itu, kita cek migrasi penduduk. Supaya kita tahu apakah ada korelasinya,’’ ujarnya. Ardhi menjelaskan, kemiskinan di perkotaan berkaitan dengan lapangan pekerjaan dan tingkat pendidikan. ‘’Peningkatan ini kemungkinan juga dengan naiknya garis kemiskinan. Berikutnya lagi kemungkinan besar terkait akses masyarakat perkotaan terhadap perumahan,’’ katanya. Bersambung ke hal 11
Mataram (Suara NTB) Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta telah menjajaki peluang kerjasama dengan BUMD milik Pemprov NTB, PT. Gerbang NTB Emas (GNE). Kerjasama dalam waktu dekat ini yang dapat direalisasikan adalah pengadaan sapi potong untuk persiapan Hari Raya Idul Adha. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH yang dikonfirmasi di Mataram, kemarin mengatakan PD. Dharmajaya, yang merupakan perusahaan daging milik Pemprov DKI Jakarta membutuhkan 3.000 ekor sapi potong menjelang Hari Raya Idul Adha. ‘’Baru bisa didatangkan dari NTT sebanyak 1.300 ekor. Sisanya masih mereka nyari. Makanya mereka bertanya apakah BUMD PT GNE siap membantu untuk kebutuhan Idul Adha,’’ kata Wirajaya. Sesuai visi dan misi Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd bahwa NTB sedang mempercepat proses penciptaan nilai tambah atau industrialisasi dalam daerah. H. Wirajaya Kusuma Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/nas)
TO K O H
(Suara NTB/ars)
Bangun ’’Shelter’’ Seismik Gempa BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pendekatan ke sejumlah pemerintah daerah (Pemda), termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu. BMKG Stasiun Geofisika meminta hibah lahan untuk pembangunan shelter seismograph yang berfungsi pendeteksi dan menentukan parameter gempa. Permintaan itu direspons Wakil Bupati Dompu, Arifudin, SH dalam pertemuan dengan jajaran BMKG, Kamis (18/7) lalu. Bahkan tim ahli BMKG diajak turun langsung ke lokasi lahan di Kantor Camat Pekat, Bersambung ke hal 11
Agus Riyanto
Peletakan Batu Pertama
Bupati didampingi Ketua TP PKK Sumbawa, Hj. Amien Rahmani bersama dua pimpinan DPRD, Arahman Alamudy dan Kamaluddin, Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan perwakilan Kapolres, dan Kepala Bapenda, H. Hasan Basri menekan tombol menandai pembangunan pasar Seketeng (Foto kiri). Bupati H. Husni Djibril didampingi pimpinan Forkopimda Sumbawa meletakkan batu pertama pembangunan pasar Seketeng
Bupati Tegaskan Komitmennya Tuntaskan Pasar Seketeng Hajat besar pasangan Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc dan Wakil Bupati, Drs. H. Mahmud Abdullah (Husni-Mo) untuk menghadirkan pasar representatif berstandar nasional akhirnya terwujud. Pembangunannya dimulai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada Jumat (19/7) kemarin. Bupati yang sempat memiliki catatan sejarah masa lalu dengan pasar ini pun menegaskan komitmennya menuntaskan mega proyek dimaksud.
PASAR Seketeng ini memiliki catatan sejarah tersendiri bagi Bupati Husni Djibril. Sejak menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumbawa periode 1992- 1997, dirinya sudah merasakan kesemrawutan pasar dimaksud. Na-
mun saat itu belum begitu diprioritaskan oleh pemerintah. Husni pun pernah menjadi pengusaha udang, setelah sempat berhenti jadi anggota legislatif di tahun 1998. Waktu itu, ia melakoni usahanya dengan menjual udang di Pasar
Seketeng. Setelah menjadi Wakil Ketua DPRD tahun 1999 hingga 2004, pihaknya merencanakan pembangunan Pasar Seketeng bersamaan dengan Rumah Sakit Umum Daerah. Bersambung ke hal 11
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
SUARA MATARAM
Halaman 2
Pemkot Kembali Tegur Penunggak Pajak Fokus Jaga Kebersihan Pantai BERADA di hilir kota Mataram, Kelurahan Tanjung Karang saat ini fokus dalam penanganan masalah kebersihan pantai Loang Baloq sampai dengan Pantai Tanjung Karang Mataram. Sejumlah program yang dicanangkan dari kelurahan Tanjung Karang dinilai ampuh dalam mengatasi masalah kebersihan. Masalah kebersihan Pantai Loang Baloq memang sudah dicanangkan sejak lama. Untuk itu, Rusmaladi, Lurah Tanjung Karang ini telah lama mengadakan kegiatan gotong royong di sepanjang pantai Loang Baloq hingga pantai Tanjung Karang. Kegiatan tersebut diadakan setiap hari Minggu pagi. Terkait dengan itu, Rusmaladi juga kerap bekerja sama dengan berbagai macam instansi baik dari instansi pendidikan maupun instansi pemerintahan di Kota Mataram. “Gotong - royong bersih pantai ini kerap kita lakukan dengan instansi. Tapi, itu kita selalu berkoordinasi dalam sebulan itu wajib dua kali,” katanya, Jumat (19/7) di Mataram. Dalam waktu dekat ini, Rusmaladi akan melaksanakan lima program terkait dengan dana kelurahan sebesar Rp92 juta untuk pembongkaran pagar, penembokan pagar kuburan dan memasang paving block di jalan lingkungan Tanjung Karang. Dari tiga agenda penting itu, ada dua agenda yang fokus dalam masalah kebersihan. Ia pun sudah merencanakan anggaran secara bertahap dari dana yang ada. “Kita sudah memberikan sebanyak 40 persen untuk pelaksanaan tahap pertama sampai dengan 50 persen. Dari 50 persen sampai 70 persen pada tahap ke dua rencananya kita akan gunakan dana sebesar Rp32 juta. Nantinya tahap ketiga 75-100 persen sudah harus tuntas,” terangnya. Upaya dalam masalah kebersihan, Rusmaladi sedang dalam tahap pembangunan drainase dan bak sampah yang nantinya dapat meminimalisir sampah yang ada. “Kita sudah rancang terkait hal itu. Saat ini dari lima program, dua program kebersihan kita lakukan untuk memfokuskan masalah kebersihan yaitu pemb u a t a n drainase dan bak sampah,” katanya. (viq) Rusmaladi (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, mengirim surat teguran kedua wajib pajak (WP) yang menunggak pembayaran pajak. Sanksi tegas berupaya penyegelan akan ditempuh jika wajib pajak (WP) tak kooperatif. Surat teguran kedua disampaikan Kepala BKD, Drs. H. M. Syakirin Hukmi dikonfirmasi, Jumat (19/7), meminta WP segera menyelesaikan tunggakannya. Teguran hanya diberikan bagi WP yang mempunyai piutang di atas Rp100 juta. Penagihan itu berdasarkan hasil koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat tagihan telah ditembuskan ke KPK agar mendapatkan atensi. “Surat juga kita tembuskan ke KPK yang menunggak pajak,”
tambahnya. Syakirin tidak menyebut jumlah WP termasuk total tunggakan pajak yang belum dibayar ke kas daerah. Secara prosedur perpajakan telah ditempuh. Termasuk mengirim surat teguran yang merupakan rekomendasi dari Komisi Antirasuah. Sejauh ini tambah Syakirin, belum diketahui alasan WP belum membayar pajak mereka. Tahun 2018 lalu diakui terjadi gempa bumi sehingga mempengaruhi dari sisi
ekonomi. Alasan ini belum diterima karena belum ada komunikasi sama sekali. Ditegaskan, surat teguran dikirim ke WP memiliki batas waktu hingga satu minggu. Jika sampai tenggat waktu tidak direspon, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Di antarnya, dengan menyegel lahan atau bangun tersebut. Penyegelan ini akan melibatkan tim dari Kejaksaan dan instansi teknis lainnya. “Kita pasangkan segel kalau tem-
Korban Gempa Terima Jadup Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram memberikan dana bantuan jaminan hidup (Jadup) untuk 2.500 KK masyarakat kota Mataram. Jadup tahap I diperuntukkan untuk korban gempa yang rumahnya rusak berat. Sedangkan untuk Jadup tahap II diberikan kepada korban yang rumahnya rusak sedang. Korban bencana gempa bumi di Kota Mataram dengan jumlah korban terhitung sebanyak 2.700 KK pada data tahap pertama. Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, Pemkot Mataram memperbaharui data pada tahap kedua menjadi 7.748 KK korban gempa tahun 2018 Agustus lalu. Dalam penerimaan Jadup tahap pertama yang telah dilaksanakan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE,.M.Sc pada Jumat (12/7) pekan lalu. Sebanyak 250 KK mereka langsung mendapatkan buku tabungan dan ATM-nya. Kemudian pada Jumat (19/7) ini, sebanyak 2.500 KK kembali akan mendapatkan uang beserta buku tabungan dan ATM. Masing-masing korban gempa di Kota Mataram menerima Jadup saat ini sebanyak Rp1 juta. Sampai saat ini yang sudah disalurkan sebanyak 200 KK dan masih tersisa 1.500 KK yang rencananya akan disalurkan secara bertahap. Jadup tersebut nantinya akan disalurkan ke masing-masing kelurahan yang ada di Kota Mataram. Tahap ke dua ini sedang diusulkan ke pemerintah pusat sebanyak 10 KK atau setara dengan 40 jiwa. “Harapannya prosesnya cepat dan kita tidak lama menunggu,” ujar Ahyar saat membagi Jadup di Pendopo Mataram. Dua malam sebelumnya, Walikota Mataram didatangi oleh salah satu kepala lingkungan yang ada di kota Mat-
ANGGOTA Komisi IV DPRD Kota Mataram, IGB. Hari Sudana Putra, SE., menegaskan, bahwa praktik perpeloncoan siswa baru selama MOS (Masa Orientasi Sekolah) tidak diperbolehkan. ‘’Ini sesuai Peraturan Mendikbud nomor 55 tahun 2014,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, kemarin. Lagipula, lanjut dia, kegiatan MOS yang menjurus pada membuly adik kelas oleh kakak kelas dan kegiatan sejenisnya, sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang. Untuk itu, kata Gus Arik, sapaan akrabnya, sebaiknya MOS diisi dengan kegiatan yang baik. Misalnya, berkenalan antara siswa siswi dengan lingkungan sekolahnya, kakak kelas maupun seluruh guru dan penunjang sistem pembelajaran nantinya. Kalaupun misalnya, pihak sekolah ingin menerapkan disiplin, lebih baik siswa diarahkan ke bidang seperti pengetahuan baris berbaris atau kegiatan sejenis outbond agar meningkatkan kekompakan dan kecintaan kepada almamater. ‘’Intinya ndak boleh lagi ada perpeloncoan di sekolah manapun di negeri ini,’’ katanya. Hal ini sejalan dengan pendapat Wakil Walikota Mataram yang mengingatkan, selama MOS jangan ada praktik perpeloncoan di sekolah. Selain tidak mendidik, juga dikhawatirkan menelan korban. Meskipun pada kenyataannya, pada hari pertama MOS beberapa haru lalu, praktik perpeloancoan masih terjadi. Untuk itu, kepala sekolah selaku penyelenggara harus bertanggungjawab bila terjadi praktik seperti itu. Sistem perpeloncoan dinilai tidak memberi edukasi kepada anak – anak. karena, masa pengenalan sekolah anak didik harus dibangun semangat kebersamaan, mencintai lingkungan serta penanaman aspek positif, sehingga melahirkan kesadaran kolektif. Pengawas diminta lebih intens melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah. Tidak diaturnya sanksi bagi sekolah yang melanggar, membuat kecendrungan rentannya praktik perpeloncoan kembali terjadi di kalangan siswa pada tahun ajaran baru. Terhadap sekolah yang melanggar aturan, Dinas Pendidikan diminta mengingatkan sekolah bersangkutan. (fit) IGB Hari Sudana Putra (Suara NTB/fit)
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/ist)
BERIKAN JADUP - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh di dampingi Ketua DPRD, H. Didi Sumardi, memberikan jadup secara simbolis di pendopo Kota Mataram. Diberikan kepada 2.500 KK, dengan pesan agar dimanfaatkan untuk membiayai hal-hal yang urgen dalam keluarga masing-masing. aram. Ia menyampaikan bahwa ada 10 orang yang mengeluh tidak masuk data korban gempa karena rumahnya rusak ringan. Ahyar berpesan untuk semua lurah dan camat yang ada di Kota Mataram harus terus proaktif untuk memverifikasi data korban. “Karena itulah jangan sampai dokumen tersebut disepelekan. Itu kan banyak manfaat untuk pelayanan,” kata Ahyar. Data yang diusulkan seharusnya benarbenar terpenuhi sebagai bahan verifikasi di Pemkot Mataram. Jadup ini berlangsung selama 60 hari ke depan. “Sehingga bantuan yang akan diberikan setelah tang-
gap darurat dapat membantu korban agar dapat memudahkannya,” katanya. Satu hal yang menjadi catatan dari Pemkot Mataram, Jadup ini dinilai sangat urgen sehingga masyarakat yang mendapatkan Jadup dilarang keras menggunakan uang Jadup untuk membeli hal yang tidak-tidak, apalagi membeli rokok. Salah satu penerima Jadup asal Tegal, Selagas, Ahmad Sujali (39) mengungkapkan uang Jadup ini sangat bermanfaat. Ia pun akan menggunakan uang Jadup yang diberikan oleh Pemkot Mataram untuk menambah biaya perbaikan rumah yang rusak dan biaya
Penilaian Tingkat Nasional
Isi dengan Kegiatan Positif
pat ini belum bayar pajak,” tegasnya. Syakirin menyebutkan, target pajak bumi dan bangunan (PBB) tahun ini tidak berubah dari tahun sebelumnya yakni Rp26 miliar. Di tahun 2018 lalu, tidak melampaui target karena terjadi bencana bumi. Sejak pertumbuhan ekonomi mulai stabil diharapkan target PBB melampaui target. Selain dari pihak swasta tambahnya, lahan yang merupakan aset milik pemerintah juga menunggak pajak. Tidak disebutkan institusi mana, tetapi BKD telah melayangkan surat teguran untuk segera melunasi pembayaran pajak mereka. H. M. Syakirin Hukmi (cem)
anak sekolah. Lurah Selagalas, Yusrin menerangkan, rata-rata masyarakat yang menerima Jadup tersebut sebanyak Rp3 juta per KK. “Kami sangat bersyukur sekali, karena masyarakat saya yang menerima jadup ini terbantu,” katanya kepada Suara NTB. Dari uang tersebut, Yusrin menyarankan untuk semua masyarakat yang menerima Jadup, nantinya dipergunakan untuk kepentingan kepentingan anak sekolah, untuk biaya hidup sehari - hari. “Kalau bisa jangan dihabiskan langsung. Kalau bisa pakai sesuai kebutuhan saja,” tutupnya. (viq)
Pengisian Jabatan Kosong
Walikota Komitmen Tingkatkan Baperjakat Segera Konsultasikan ke Walikota Produktivitas Pertanian Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memiliki komitmen terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kota Mataram. Tidak saja aspek fisik dibenahi, tetapi kesiapan sumberdaya manusia jadi prioritas utama. “Tidak bisa hanya memperbaiki fisik saja. Pemberdayaan terhadap petani juga penting,” kata Walikota saat memberikan sambutan pada penilaian lomba unit kerja pelayanan publik (UKPP) tingkat nasional di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sandubaya, Jumat (19/7). Walikota menyampaikan, Kota Mataram memiliki luas wilayah yang sempit dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Hanya 61,3 kilometer dengan enam kecamatan dan 50 kelurahan. Dengan luas lahan yang sempit Mataram didiami oleh 450 ribu penduduk
dengan jumlah rumah yang dibutuhkan 100 ribu unit rumah. Namun ketersediaan rumah hanya 80 ribu unit dan masih kurang 20 ribu unit. “Untuk memenuhi tempat tinggal, lahan pertanian jadi sasaran,” katanya. Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional menjadikan Mataram sebagai pilot project dilakukan revisi rencana tata ruang wilayah. Oleh kementerian sambung Walikota, lahan pangan pertanian berkelanjutan minta dipertahankan sekitar 1.800 hektar. Kondisi tersebut tidak mungkin bisa dipertahankan oleh Pemkot Mataram karena sebagai daerah dengan pendapatan dari sektor barang dan jasa. Kondisi ini coba disampaikan ke Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, sehingga LP2B harus tersedia sebanyak 509 hektar.
(Suara NTB/cem)
PENJELASAN - Sekretaris Kementerian Pertanian RI yang juga Ketua Tim Penilaian Lomba Unit Kerja Pelayanan Publik, Mardianis memberikan penjelasan terhadap mekanisme penilaian pada penilaian lomba unit kerja pelayanan publik tingkat nasional di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sandubaya, Jumat (19/7).
Dengan keterbatasan lahan pertanian ini sambungnya, petani diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kualitas produksi. Selain itu, penyuluh juga harus memberikan pelayanan terbaik bagi petani. “Yang namanya lomba pasti menginginkan juara. Tetapi bagi saya tidak hanya mengejar juara. Peningkatan kualitas pelayanan bagi petani sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” tandasnya. Sekretaris Kementerian Pertanian RI yang juga Ketua Tim Penilaian Lomba Unit Kerja Pelayanan Publik, Mardianis menyampaikan, tim penilai turun mengevaluasi program sekaligus melihat komitmen kepala daerah terhadap unit kerja pelayanan publik. Di NTB, ada unit kerja yang dinilai. Dari penilaian tersebut diharapkan akan melahirkan swasembada pertanian. “Biro Pemerintahan Setda NTB merekomendasikan dua unit kerja yakni Babakan dan di Sumbawa. Kami sekarang melihat komitmen kepala daerah,” ujarnya. Bagian dievaluasi oleh tim penilai adalah pola pelayanan, standar pelayanan, pelaksanaan serta inovasi pelayanan. Mardianis memahami kondisi lahan pertanian di Kota Mataram. Paling penting menurutnya adalah, bagaimana komitmen kepala daerah dalam mendukung peningkatkan pelayanan publik di bidang pertanian. Kata dia, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan anggaran serta standar operasional prosedur. Tindaklanjutnya jadi kewenangan pemerintah daerah menginovasikan program sesuai karakteristik wilayah masing – masing. (cem/*)
Mataram (Suara NTB) Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) segera berkonsultasi dengan pejabat pembina kepegawaian (PPK) terkait sejumlah jabatan kosong. Pengisian jabatan khusus eselon II dilakukan bertahap. Sejumlah jabatan strategis yang kosong di antaranya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Dua jabatan lainnya yakni Kepala Dinas Ketahanan Pangan memasuki purnatugas akhir Juli pekan depan dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu juga akan berakhir Agustus mendatang. Di samping itu, ada pula jabatan eselon III seperti Sekretaris Dinas Perhubungan, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk eselon IV yang lowong di Kelurahan Banjar, Kelurahan Sapta Marga, Kelurahan Ampenan Utara dan kepala seksi di kelurahan dan organisasi perangkat daerah lainnya. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, Baperjakat sebenarnya telah siap secara administrasi untuk pengisian jabatan lowong. Akan tetapi, kewenangan sepenuhnya berada di kepala daerah selaku PPK. “Sebenarnya kita sudah siap,” kata Nelly ditemui, Jumat (19/7). Analisis jabatan dan analisis beban kerja telah dilakukan sebelumnya. Termasuk nama – nama pejabat yang bakal menempati posisi apa dan
di mana. Khusus jabatan eselon II, Baperjakat akan segera berkomunikasi dengan walikota. Komunikasi sekaligus meminta saran atau masukan proses pengisian jabatan. “Insya Allah, Baperjakat hari Senin mau komunikasi dengan Pak Wali,” tambahnya. Baperjakat akan memberikan masukan bahwa tiga jabatan akan lowong pada Agustus mendatang. Kondisi ini akan disampaikan dengan meminta arahan apakah diisi secara bertahap atau sekaligus menunggu dua pejabat lainnya yang memasuki purnatugas akhir Desember mendatang. Menurut mantan Kabag Umum Setda Kota Mataram ini, jabatan lowong dinilai tidak terlalu baik karena berkaitan dengan penilaian kinerja dan beban kerja. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) merekomendasikan agar jabatan lowong segera diisi karena berkaitan dengan kinerja pejabat. “Kalau ndak salah ini jadi bagian penilaian BPK,” demikian kata Nelly. (cem)
Baiq Nelly Kusumawati (Suara NTB/cem)
PKL Dilarang Berjualan di Taman Malomba Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Taman Malomba. Pengaturan segera diterapkan agar tidak mengganggu estetika dan membahayakan masyarakat. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H. M. Kemal Islam dikonfirmasi
Jumat (19/7) menjelaskan, taman di Kota Mataram ada dua jenis yakni taman aktif dan pasif. Taman pasif tidak boleh digunakan sebagai tempat berjualan. Salah satu contohnya adalah Taman Malomba di Ampenan. Sementara, taman aktif boleh digunakan sebagai tempat berjualan tetapi dilakukan pengaturan oleh
pemerintah. Seperti di Taman Udayana tidak dipermasalahkan ada pedagang, tetapi menempati lapak – lapak telah disiapkan pemerintah. “Sebenarnya tidak boleh ada pedagang di taman,” tegas Kemal. Kemal menambahkan, sebenarnya Taman Sangkareang termasuk kategori taman pasif. Dalam perkembangannya justru
taman yang berada di pusat Kota Mataram itu dijadikan tempat rekreasi dan melepas lelah oleh masyarakat, sehingga beralih status menjadi taman aktif. Resiko taman aktif akan muncul pedagang. Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah agar tidak mengganggu taman adalah dengan menyediakan lokasi berjualan. Di
Taman Malomba dibuatkan lapak dan areal parkir. Demikian pula, pengaturan pedagang di Taman Sangkareang. “Taman Sangkareang juga termasuk taman pasif,” ujarnya. Pengaturan pedagang kaki lima, oleh pemerintah membangun komunikasi dengan asosiasi pedagang kaki lima. Masa Kepala Dinas Perdagan-
gan, Lalu Alwan Basri sangat proaktif membangun koordinasi dengan APKLI menyampaikan hal – hal seperti ini. APKLI sambung Kemal, semestinya menindaklanjuti membantu pemerintah. APKLI adalah organisasi dibentuk oleh pedagang untuk menjembati dengan pemerintah. “Kalau sudah aturan begini se-
mestinya mereka membantu menyampaikan,” ujarnya. Kemal kembali menegaskan, Taman Malomba tidak boleh ada aktivitas pedagang. Pemerintah telah menyediakan lapak dan lahan parkir. Dikhawatirkan jika terjadi salah berjualan dan salah parkir akan mengakibatkan kecelakaan di tempat tersebut. (cem)
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
SUARA NTB
(Suara NTB/ist)
SALAMAN - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., bersalaman dengan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh usai penyerahan dokumen perubahan KUA PPAS tahun anggaran 2019 yang telah ditandatangani bersama.
DPRD dan Pemkot Mataram Sepakati Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2019 Mataram (Suara NTB) – DPRD Kota Mataram dan Pemkot Mataram menyepakati perubahan KUA PPAS tahun anggaran 2019. Kesepakatan ini ditandatai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Mataram dan DPRD Kota Mataram terhadap Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2019 dalam rangkaian rapat paripurna, Kamis (18/7) sore. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH. Kebijakan Umum Belanja Daerah dalam Perubahan KUAPPAS APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2019 disusun dengan pertimbangan : 1. Belanja daerah diarahkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat dan pembangunan Kota Mataram sebagai bentuk kelanjutan rehab dan rekon pasca bencana; 2. Belanja daerah diarahkan kepada pemulihan pelayanan publik terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur perkotaan pasca bencana; 3. Belanja daerah diarahkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan/event berskala Nasional di Kota Mataram; 4. Belanja daerah diarahkan untuk mendukung persiapan pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah Tahun 2020. Terhadap perubahan Belanja Daerah yang terjadi diarahkan guna pencapaian target prioritas pembangunan Kota Mataram Tahun 2019 serta pemenuhan anggaran program/kegiatan yang belum dianggarkan pada APBD tahun Anggaran 2019 antara lain : 1. Pemenuhan kekurangan anggaran gaji dan tunjangan serta tambahan penghasilan; 2. Penyediaan anggaran hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada); 3. Pemenuhan anggaran Bantuan Keuangan kepada Provinsi dalam rangka pengelolaan TPA dalam bentuk Biaya Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan Biaya Kompensasi Dampak Negatif (KDN); 4. Pemberdayaan ekonomi rakyat serta dukungan kepada Badan/ Lembaga/Organisasi melalui pemberian hibah dan bansos; 5. Peningkatan anggaran Pendidikan dan kesehatan; 6. Peningkatan anggaran kelurahan berdasarkan amanat Pemerintah Pusat; 7. Peningkatan pelayanan publik dalam peningkatan fasilitas sarana prasarana perkotaan, yang diarahkan antara lain untuk rehabilitasi/pemeliharaan berkala jalan dan jembatan, penataan ruang terbuka hijau, peningkatan fasilitas dan pelayanan penanganan persampahan perkotaan, penataan sarana prasarana perdagangan dan PKL, serta anggaran pengendalian keamanan lingkungan; 8. Penyediaan anggaran untuk kekurangan pembayaran Rekening PJU dan pengadaan tanah; 9. Peningkatan perekonomian masyarakat yang berimplikasi pada peningkatan penerimaan daerah yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai modal belanja pembangunan; 10. Peningkatan dan penataan sarana prasarana perkantoran; dan 11. Penyediaan anggaran untuk program dan kegiatan prioritas yang belum optimal dalam pengalokasian APBD murni.
(Suara NTB/ist)
TANDATANGAN - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., disaksikan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan peserta paripurna menandatangani perubahan KUA PPAS tahun anggaran 2019. Sesuai dengan hal tersebut, Badan Anggaran DPRD Kota Mataram dan Tim Angggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram atas nama Walikota Mataram menyepakati Perubahan KUA-PPAS Kota Mataram Tahun Anggaran 2019 dengan rincian sebagai berikut : 1. Pendapatan Daerah semula Rp. 1.415.514.878.040,00bertambah sebesar Rp60.551.129.620,- sehingga menjadi Rp1.476.066.007.660,00; 2. Belanja Daerah semula Rp1.446.318.322.600,25- bertambah sebesar Rp 109.757.533.923,89 sehingga menjadi Rp1.556.075.856.524,14 3. Defisit semula Rp. 30.803.444.560,25- bertambah sebesar Rp49.206.404.303,89 sehingga menjadi Rp80.009.848.864,14 4. Pembiayaan semula Rp30.803.444.560,25- bertambah Rp49.206.404.303,89sehingga menjadi Rp80.009.848.864,14Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam pidatonya menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan anggota Dewan, yang telah melakukan pembahasan secara mendalam hingga dicapai kesepakatan bersama. ’’Dengan penandatanganan ini ke depannya kami harapkan bisa memenuhi keinginan kita bersama untuk mewujudkan program dan kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,’’ ujarnya. Kepentingan terbaik bagi masyarakat pula yang menjadi pertimbangan Anggaran Pendapatan Tahun Anggaran 2019 bertambah dari Rp1,415 triliun lebih menjadi Rp1,476 triliun lebih. Dan, Anggaran Belanja Tahun Anggaran 2019 bertambah dari Rp1,446 triliun lebih menjadi Rp1,556 triliun lebih. ’’Insya Allah, pertambahan ini bisa memastikan setiap program yang telah ditetapkan bisa terlaksana dengan baik dan lancar,’’ demikian Walikota Mataram. (fit/*)
Bank Umum Berpotensi Mematikan Koperasi Simpan Pinjam Mataram (Suara NTB) Bank umum merangsek ke ceruk pasar yang seyogiyanya menjadi pangsa pasar koperasi dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kehadiran bank umum di tingkat akar rumput ini berpotensi menggerus, bahkan mematikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Jumlah koperasi per Juni 2019 sebanyak 4.110. Dari jumlah itu, 2.574 jumlahnya yang dikategorikan koperasi aktif. Dan 1.536 koperasi yang tidak aktif. Umumnya jenis koperasi di NTB adalah simpan pinjam. “Memang agak dilematis bank umum masuk sampai ke tingkat bawah,” kata pelaku koperasi, Drs. Hendro Kartiko, M. Si. Ketua KSP Lombok Sejati ini mengatakan bukan tak mungkin koperasi akan semakin berkurang jumlahnya. Salah satu pengaruh paling besar adalah masuknya bankbank umum hingga ke lapias-
an paling bawah. Apalagi bank umum masuk menawarkan kredit dengan bunga rendah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mengadu koperasi dengan bank umum bagi mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB ini tentu bukanlah persaingan yang ideal. Bank masuk dengan seluruh perangkat dan dana besar. sementara berkebalikan keadaannya dengan koperasi. Petugas lapangan perbankan masuk menawarkan pinjaman hingga ke pasar-pasar tradisional. Bersaing dengan
petugas lapangan koperasi dan BPR. Bagaimana mungkin koperasi mampu bersaing melawan kekuatan modal yang disebar oleh bank umum. “Pegawai-pegawai lapangan koperasi sudah mengeluh ketatnya persaingan. Sebenarnya cukup BPR saja. Karena memang pangsa pasarnya di sana akar rumput),” kata Hendro Kartiko kepada Suara NTB, Jumat (19/7) kemarin. Sebagai gambaran, jumlah total kantor bank di Provinsi NTB yaitu 485 kantor. Total aset bank umum di Provinsi NTB pada triwulan I 2019 mencapai Rp48,19 triliun atau tumbuh 9,32% (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,55% (yoy). Penyaluran kredit bank umum pada triwulan I 2019 tumbuh sebesar 8,29% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 6,93% (yoy). Nilai total kredit yang disalurkan oleh perbankan di NTB mencapai Rp39,30 triliun, dengan peningkatan pertumbuhan yang terjadi pada seluruh komponen kredit berdasarkan jenis penggunaan
(Kredit Konsumsi, Modal Kerja, dan Investasi). Berdasarkan jenis penggunaan, kredit yang disalurkan oleh bank umum di Provinsi NTB di dominasi oleh kredit konsumsi yaitu sebesar 49,59% dari total kredit, sedangkan porsi kredit produktif yaitu kredit modal kerja dan investasi masing-masing sebesar 29,00% dan 21,42%. Berdasarkan lapangan usaha ekonomi, sebagian besar kredit dalam bentuk kredit produktif bank umum di Provinsi NTB masih di tempati oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran yang merupakan salah satu lapangan usaha utama dalam PDRB Provinsi NTB. Porsi kredit perdagangan (tidak termasuk hotel dan restoran) sebesar 22,28% dari total kredit atau 44,19% dari total kredit di lapangan usaha ekonomi produktif. Untuk kredit produktif berdasarkan lokasi bank, porsi kredit terbesar setelah lapangan usaha pertambangan dan penggalian ditempati oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebesar 17,17% dari total kredit atau 28,40% dari kredit produktif. (bul)
Halaman 3
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
PMI Butuh Perlindungan Maksimal PERLINDUNGAN Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau sekarang disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih lemah. Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) menyebut, daya tekan untuk meminimalisir kasus PMI dinilai tidak ada kemajuan yang berarti. Hal ini digambarkan oleh Direktur ADBMI Roma Hidayat, Jumat (19/7). Di antara kasus yang ditemukan ADBMI adalah banyaknya anak ‘’oleh-oleh’’. Masing masing desa di Lotim ditemukan ada tiga anak ‘’oleh oleh’’. Bahkan di desa yang menjadi kantong-kantong TKI (Suara NTB/rus) bisa lebih dari 10 kasus. Roma Hidayat Kasus anak ‘’oleh-oleh’’ ini, ujarnya, di tengah maayarakat tidak jarang dikucilkan. Mereka tidak diberikan akta kelahiran, sehingga status anak menjadi tidak jelas. Untuk itu, pihaknya mencoba mengikat kepala desa membantu memelihara anak ini, sehingga memiliki masa depan yang jelas. Bicara upaya perlindungan yang telah dilakukan pemerintah diakui bentuk kemajuannya hanya Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA). Itupun dikatakan bukan perlindungan riil, tapi hanya memformalkan saja oleh pemerintah, yakni sekadar memenuhi syarat administratif. “Perlindungan empirik belum ada, ini yang membuat kita resah,” paparnya. Upaya perlidungan lainnya, ADBMI mendorong inovasi desa. Akan tetapi, ketika desa bergerak terbentur regulasi di tingkat kabupaten. Desa sudah dibantu dibuatkan pusat informasi dan buatkan Perdes dan dilatih jadi konselor dan investasi lainnya untuk menyelamatkan TKI. “Begitu bergerak desa terbentur aturan, desa pertanyakan adakah rekening programnya di siskeudes. Padahal bisa saja dianggarkan di desa. Tapi kesulitan karena tidak ada instruksi ke desa,” ungkapnya. Kemandekan lainnya, moratorium 2012 terbilang sudah lama dilakukan. Tapi moratorium itu tak ditaati. Pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut tapi tak dikawal marwah kebijakannya di bawah. Banyak pelaku yang ditangkap aparat. Data ADBMI, 70 persen proses pemberangkatan TKI ini memenuhi kriteria trafficking. Hal ini dilihat dari amanah UU yang menyebut rekrutmen hanya boleh bagi PPTKIS yang terdaftar. Tapi banyak calo yang berkeliaran merekrut di lapangan. (rus)
Tangki Septik Individual di Pemukiman Padat Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) saat ini tengah mensiasati kawasan-kawasan yang pada padat penduduk dalam suatu pemukiman. Salah satunya memperhatikan kesehatan di pemukiman tersebut dengan memberikan bantuan tangki septik individual atau septic tank kepada masyarakat setempat. Ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (19/7), Ke(Suara NTB/yon) pala Dinas Perkim Lotim, Ir. Sahri Sahri, mengatakan untuk permukiman daerah atau wilayah yang padat penduduk relatif memiliki sanitasi kawasan pemukiman yang perlu ditangani. Oleh karena itu, Dinas Perkim melakukan kegiatan berupa bantuan tangki septik individual kepada penduduk-penduduk yang relatif padat tersebut. Pada tahun 2019, ujarnya, akan ditangani sebanyak 932 unit. Penggunaan septic tank ini untuk menjamin supaya tidak terjadi resapan ke tanah yang dapat mengganggu pencemaran terhadap air dalam tanah. Septic tank ini sendiri terbuat dari campuran plastik dan karet yang memang kedap air. Termasuk tangki septik ini mudah untuk dipelihara, karena mudah disedot dan dibersihkan satu kali dalam dua tahun. “Saat ini memang masih banyak yang menggunakan batu bata dan dibeton. Namun ini tidak menjamin untuk tidak terjadi resapan ke tanah yang airnya berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya. Untuk melihat kawasan itu buruk atau tidak dapat dilihat dari segi kepadatan. Terhadap pemukiman-pemukiman semacam itu nantinya akan menjadi prioritas dalam hal membangun. Untuk tahun ini akan dibangun sebanyak 5 unit di tempat-tempat yang memungkinkan, terutama tersedianya lahan. “Kita harus membangun di tempat-tempat yang penduduknya banyak. Kita bisa lakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah desa, sehingga pembangunannya berjalan dengan baik, terutama ketersediaan lahan,” jelasnya. (yon)
Pemda KLU Terus Sosialisasikan Global Hub Tanjung (Suara NTB) Investasi Global Hub di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), hingga saat ini belum menunjukkan progres. Namun, Pemda KLU masih konsisten untuk memberi pemahaman agar masyarakat tidak kesulitan beradaptasi. Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., kepada wartawan Jumat (19/7) mengungkapkan, pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan Prof. Son Diamar selaku pemegang izin Global Hub. Diakuinya, tahapan saat ini adalah mencari investor yang punya kemampuan untuk merealisasikan desain-desain yang akan dibangun di Global Hub. “Karena ini investasi yang besar, karena bisa dibayangkan sampai Rp 300 triliun, tentu itu tidak sembarang orang yang bisa meng-handle ini,” ujarnya. Najmul tidak menyangkal, tahun 2018 lalu pembahasan mengenai Global Hub mengalami stagnasi. Hal itu tidak lepas dari situasi gempa yang melanda KLU. Dalam situasi itu, investor juga berpikir tentang keamanan investasinya. Tetapi tim investasi, saat ini terus bekerja dan tentu karena Global Hub ini adalah sudah masuk dalam perencanaan pembangunan nasional. Pemda KLU sambung dia, akan lebih banyak lagi berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov NTB serta pihak ketiga - PT. Diamar Mitra Kayangan. ‘’Kalau berbicara persiapan kita, sudah saya sampaikan sejak awal bahwa kita membangun edukasi ke masyarakat kita supaya siap menerima perubahan nantinya, kalau memang ini segera terwujud,” paparnya. Bupati membayangkan, seiring masuknya investasi Global Hub akan banyak perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Mulai dari perubahan sosial, perubahan ekonomi, bahkan perubahan pola hidup masyarakat. Sehingga penting bagi Pemda untuk menyiapkan masyarakat agar tidak jadi penonton di daerahnya sendiri. “Saya selalu katakan, bahkan di DPR RI kemarin itu saya katakan, bahwa salah satu jaminan yang harus kita dapatkan itu adalah tidak ada masyarakat kita yang nganggur. Kalau kita melihat desain mereka, mereka membutuhkan sekitar 300 ribu tenaga kerja. Sedangkan jumlah penduduk kita 250 ribu, jadi tidak boleh ada yang nganggur satupun masyarakat KLU ini,” jelasnya. Mengawali itu, tambah Bupati, Pemda KLU masih harus memperbanyak substansi untuk mempersiapkan generasi muda KLU untuk berkiprah di Global Hub. Anak-anak sekolah agar dipersiapkan baik secara kuantitas dan kualitas. “Dan pemerintah daerah terus mendorong itu, bahkan kita sering mendiskusikan itu. Karena ini tidak bisa di tinggalkan, walupun kita bukan salah satunya yang mengambil kebijakan untuk ini, tapi Alhamdulillah kita tetap dilibatkan,” tandasnya. (ari)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Dikbud Mengaku Kesulitan Bayar Gaji Guru Honor Selong (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) mengaku kesulitan untuk memberikan gaji terhadap para guru honorer di daerah ini. Pasalnya dari APBD 2019, Dikbud Lotim hanya mengelola anggaran sebesar Rp17 miliar untuk gaji para tenaga honorer. Sementara jumlah guru honor yang harus di-SK-kan sebanyak 6.000 orang. Kepala Dinas Dikbud Lotim, H. Moh. Zainuddin, mengaku, SK guru honor hingga saat ini belum keluar. Sementara anggaran yang dikelola oleh Dinas Dikbud terlalu kecil, yakni sebesar Rp17 miliar dari APBD. Sementara jumlah guru honor yang harus di-SK-kan sebanyak 6.000 orang. “Tidak bisa kita meng-cover 6.000 tenaga honorer jika hanya dengan anggaran Rp17 miliar. Untuk anggaran sebesar itu min-
imal yang mampu di-cover 3.000 orang,” terangnya belum lama ini. Adapun jumlah guru honor yang dibutuhkan sebanyak 6.240 orang. Anggaran yang dibutuhkan untuk tenaga honor sebanyak itu itu sebesar Rp40 miliar. Inilah yang masih dikomunikasikan bersama pemerintah daerah, terutama untuk pembagiannya, berapa guru yang mendapat honor dari dinas, kabupaten dan dari sekolah. “Minimal yang masa kerjanya 5 tahun ke atas
kita berikan. Ini jumlahnya 3.000 ribu lebih,” jelasnya. Sebelumnya, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., mengaku sudah menerima hasil evaluasi masa kerja tenaga honorer di Lotim dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Meski ditemukan adanya tenaga honorer yang mengantongi SK meskipun masa pengabdian di bawah satu tahun. Para tenaga honorer itu
tidak akan dirumahkan. “Tidak ada yang dirumahkan sekarang ini. Semua harus bekerja, tinggal klasifikasi saja yang membedakannya,” janji bupati. Dalam proses evaluasi itu, klasifikasi yang dilakukan untuk para tenaga honorer itu, di antaranya untuk masa kerja 1-5 tahun hanya mendapatkan SK, 5,5 tahun sampai 9 tahun mendapatkan kelompok kerja (KK), kemudian honorer masa kerja 9,5 tahun ke atas mendapatkan SK Perjanjian Kerja (PK). “Inilah yang akan dievaluasi saat ini yang berjumlah ribuan, baik yang bekerja di madrasah, sekolah negeri, swasta mapun di pemerintahan. Semuanya diperlakukan sama,” terangnya. (yon)
H. Moh. Zainuddin (Suara NTB/yon)
Objek Wisata Sebau Belum Tersentuh Penataan Selong (Suara NTB) Objek wisata air panas Sebau Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur belum tersentuh penataan. Hal ini terlihat di pintu masuk kawasan objek wisata yang terbilang tak pernah sepi pengunjung untuk mandi dan berkemah ini terlihat kumuh. Fasilitas kamar mandi yang ada sudah rusak dan tak terurus. Kumuhnya kawasan tersebut dikeluhkan sejumlah pengunjung. Tidak ada air bersih dan sarana penunjang. Pintu masuk terlihat juga ada tempat jualan. Akan tetapi tak ditempati oleh pedagang. “Kita berharap ini ditata kembali agar lebih baik,” ucap Udin salah satu pengunjung. Lokasi parkir di pintu saja terlihat bersih, karena setiap hari kata pedagang di tempat tersebut memyempatkan diri menyapu sampah-sampah
(Suara NTB/rus)
KUMUH - Pintu masuk objek wisata Sebau yang terlihat kumuh dan sejumlah fasilitas rusak. Kondisi ini dikeluhkan wisatawan. yang berserakan. Fasilitas yang rusak katanya sudah sangat lama. Seperti kamar mandir yang kini terlihat kering tak ada air. Selain itu se-
bagian bangunan sudah ambruk akibat tertimpa pohon besar sebelum terjadi gempa. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pari-
wisata Lotim, Samsul Hakim yang dikonfirmasi mengakui kondisi objek wisata Sebau. Namun, soal penataan katanya tetap akan diprogramkan.
Khusus Sebau dituturkan sudah masuk dalam usulan di tahun 2020 mendatang. “Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) harapannya mudah-mudahan bisa terkaper dan kalaupun tidak masuk nanti kita programkan melalui dana APBD,” ucapnya. Dituturkan, beberapa waktu lalu Dispar Lotim mendatangi objek wisata Sebau itu. “Sekitar 3 hari yang lalu tiang bersama sekdis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) meninjau lokasi itu,” ucapnya. Karenanya, Dispar langsung merencanakan untuk penataannya di tahun anggaran 2020 mendatang. Tidak ditampik, tidak saja Sebau, sejumlah destinasi wisata lainnya belum bisa tertata. Harapannya, usulan Dispar Lotim bisa terpenuhi, sehingga bisa dilakukan pembenahan sesegera mungkin dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. (rus)
Skema KPBU, Solusi Alternatif Pertumbuhan Ekonomi Bangun Kompleks Kantor Bupati Dinas Perkim Prioritaskan Tanjung (Suara NTB) Usia Kabupaten Lombok Utara ke-11 tanggal 21 Juli, tak menjadi jaminan pembangunan kompleks kantor bupati dapat dimulai. Kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu alasannya. Menyikapi itu, solusi alternatif pembangunan adalah melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. M. Zaldy Rahardian, ST., belum lama ini mengungkapkan skema KPBU menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan kompleks kantor pemerintahan KLU. Skema itu bahkan sudah diarahkan oleh pusat. “Kami mendapat arahan untuk pengembangan rencana pembangunan ini dengan konsep KPBU,” Zaldy. Ia menjelaskan, skema KPBU dalam membangun infrastruktur pemerintah relatif baru bagi daerah-daerah di Indonesia, termasuk di NTB. Skema ini sendiri diperkuat oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 96 Tahun 2016 yang mengatur mekanisme pembayaran penyediaan infrastruktur melalui availability payment. KPBU merupakan satu ben-
tuk pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 yaitu mengenai kerja sama daerah. Dalam aturan tersebut, dijelaskan bahwa kerja sama daerah dapat dilakukan antara daerah dengan pemerintah dan pemerintah daerah lainnya serta kerja sama dengan pihak ketiga. KPBU itu tidak terbatas pada Badan Usaha Milik Daerah saja, tetapi juga bisa dengan Badan Usaha Milik Negara. Artinya, untuk daerah kabupaten/kota harus mendapatkan dukungan dari gubernur. Sedangkan untuk provinsi harus mendapatkan dukungan Menteri Dalam Negeri. Sebab Untuk panduan daerah, telah diterbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 96 Tahun 2016 yang mengatur mengenai pembayarannya. Adapun siklus proyek KPBU biasanya terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu perencanaan, persiapan proyek, transaksi, dan manajemen kontrak. “Keseluruhan anggaran pembangunan kompleks kantor Bupati diperkirakan sekitar Rp 400 miliar. Butuh tahapan kalau menggunakan APBD,” ucapnya. Ia menyambung, untuk pembangunan komplek kantor Bupati ini sudah dislot mengenai
tahapan-tahapan pembangunan. Selain itu, Masterplan pembangunan kantor ini sendiri telah dibahas dan rampung. “Menyangkut teknis dan sebagainya tentu lebih kepada tupoksi dari Bappeda selaku Instansi perencanaan. Kabarnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sendiri siap untuk memberikan pemahaman tentang tata cara mekanisme jika menggunakan konsep KPBU tersebut,” tandasnya. Terpisah, Kepala Bappeda Lombok Utara, Heryanto, SP., menguatkan kemampuan APBD belum memungkinkan untuk membiayai kompleks kantor Bupati. Seandainya TAPD memaksakan anggaran untuk kantor pemerintahan, maka program lain ke masyarakat harus ditunda. Sebaliknya di sisi lain, kebutuhan anggaran dalam proses pemulihan infrastruktur dan prasarana masyarakat masih membutuhkan anggaran besar. “Kalau untuk lahan perkantoran sudah tidak ada masalah, untuk lahan warga yang direncanakan untuk dibebaskan itu merupakan lahan untuk pengembangan kawasan dari kompleks kantor bupati. Jadi ada 3 tahapan pelaksanaan pembangunan,” katanya. (ari)
Pembangunan Jalan Poros Desa
Selong (Suara NTB) Pembangunan jalan poros desa dewasa ini menjadi salah satu program prioritas yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lombok Timur (Lotim). Langkah tersebut dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat dengan lahirnya akses transportasi yang baik. Untuk tahun 2019 ini, dalam pembangunan jalan poros desa ini, Dinas Perkim Lotim hanya menyasar sejumlah desa/kecamatan. ‘’Pembangunan jalan poros desa ini pun, untuk mendukung visi-misi dari Bupati, H. M. Sukiman Amzy., MM., dan Wakil Bupati, H. Rumaksi Sjamsuddin.,SH. Sumber dalam pembangunan poros jalan ini di antaranya dana alokasi khusus (DAK) afirmasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi,’’ ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lotim, Ir. Sahri ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/7). Dijelaskannya, aspal jalan poros desa ini sepanjang 15,5
kilometer tersebar di beberapa titik seperti di Sajang Sembalun, Desa Madayin, Bagek Manis dan Sugian. Berikutnya di Embung Kandong Desa Jenggik, Desa Jeruk Manis, Selanjutnya di Desa Aikmel, Wanasaba dan Bagek Papan. Artinya pihaknya tidak memprogramkan di semua desa, namun mengutamakan skala prioritas pembangunan khusus di wilayah terpencil dan angka kemiskinannya masih tinggi. “Jadi kita programkan secara bertahap. Untuk tahun ini hanya tersebar di beberapa kecamatan ataupun desa,” ungkapnya. Program peningkatan jalan-jalan poros desa ini, kata dia, bertujuan untuk menghubungkan antar desa dan kecamatan, sehingga diyakini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dengan terciptanya jalan yang bagus. “Apabila jalan bagus, masyarakat tidak akan terlalu lelah untuk mengangkut hasil pertaniannya. Termasuk masalah kesehatan, gizi, stunting dan lainnya dengan hadirnya jalan yang bagus maka dapat tertangani dengan baik,” ungkapnya. (yon)
HUT Ke-11
Momentum Bangkit dan Bangun Kembali Lombok Utara Tanjung (Suara NTB) Minggu, 21 Juli 2019 besok merupakan hari jadi Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-11. Setahun terakhir, KLU masih berkutat pada situasi dan kondisi setelah dilanda gempa sejak 29 Juli 2018 lalu. Memperingati HUT kali ini, Pemda KLU mengajak seluruh masyarakatnya menjadikan HUT sebagai momentum membangun kembali KLU. Dalam rapat paripurna HUT KLU ke 11 di aula kantor sementara DPRD KLU, Jumat (19/7), Ketua DPRD KLU, H. Burhan M. Nur mengungkapkan ulang tahun ke-11 agar dijadikan wahana refleksi semangat membangun setelah ditimpa musibah bencana gempa. “Dalam momentum sejarah ini, 11 tahun terbentuk Kabupaten Lombok Utara. Kita semua harus berbenah, bekerjasama yang baik. Tidak mungkin pemerintahan berjalan dengan baik, kalau eksekutif berjalan sendiri, dan lainnya berjalan sendiri,” ujar Burhan. Sementara itu, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar,
pada pidato rapat paripurna istimewa peringatan HUT ke11 KLU mengajak pula agar semua pihak memandang musibah gempa secara positif. Gempa merupakan salah satu cara Allah memperbaiki kehidupan masyarakat KLU di masa depan. Menghadapi situasi saat ini, cara yang patut dikedepankan adalah membangun optimisme dengan tetap menjaga semangat kebersamaan, serta berpikir baik kepada setiap peristiwa yang terjadi. “Gempa ini tidak mematikan mimpi-mimpi kita melainkan Allah SWT meminta kita untuk berpikir lebih besar lagi ke depannya,” jelasnya. Capaian-capaian yang dihasilkan Pemerintah KLU pascagempa justru meningkat. Termasuk salah satunya pada peningkatan APBD KLU yang mencapai Rp 1 triliun lebih pada 2019. HUT KLU ini mengambil tema “Lombok Bangkit, Lombok Utara Unggul”. Tema tersebut dimaksudkan untuk membangun semangat masyarakat agar tidak terus
menerus meratapi musibah yang sudah terjadi. “Di masa pemerintahan kami ini, satu demi satu program yang kita laksanakan sesuai dengan visi misi kami. Tentunya, semua yang sudah kita capai tidak akan sukses jika tidak didukung oleh legislatif yang menjadi partner pemerintah,”paparnya. Yang pertama, terkait membangun Lombok Utara dari desa di mana komitmen pemerintah daerah yang ingin mensejahterakan masyarakat dari desa yakni dengan memperbesar anggaran Dana Desa (DD). Meski dalam perjalanannya pemerintah pusat sukses memprogramkan juga dari anggaran ratusan juta menjadi miliaran. Geliat pembangunan desa sangat dirasakan masyarakat. Demikian juga di bidang kesehatan di mana di tahun 2019, Pemda telah meng-SKkan sebanyak 23 dokter. Meski masih kurang, Pemda tetap berusaha untuk menganggarkan dokter bagi seluruh desa. Satu sisi, ada Ambulan Desa yang tahun ini juga dianggar-
(Suara NTB/ari)
LAPORAN - Bupati KLU H. Najmul Akhyar memberikan laporan pada Rapat Paripurna Istimewa serangkaian HUT KLU KE 11. kan sebanyak 9 desa. Ketika gempa terjadi ambulan sangat penting. Di sanalah keberadaan ambulan desa sangat bermanfaat dan dirasakan. “Bidang pencatatan kependudukan, mempercepat perolehan akta kelahiran Lombok Utara mendapat piagam penghargaan dari pusat karena mampu mempecepat briokrasi
pencatatan akta,”jelasnya. “Masih banyak capaian yang sudah berhasil kita berikan selama empat tahun terakhir. Predikat Wajar Tanpa Pengecualain (WTP) menjdi prestasi membanggakan bagi pemerintah. Kita semua harus mempertahankan. Saya ucapakan selamat ulang tahun ke 11 Lombok Utara,”pungkasnya. (ari)
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Piutang Pajak di Lobar Tembus Rp9,4 Miliar Giri Menang (Suara NTB) Piutang pajak di Lombok Barat (Lobar) terus membengkak setiap bulannya. Pembengkakan piutang pajak ini menembus angka fantastis Rp9,4 miliar lebih. Membengkaknya piutang pajak ini diakibatkan berbagai hal, di antaranya wajib pajak (WP) enggan membayar pajak dan pihak OPD yang kurang maksimal melakukan penagihan. Tingginya tunggakan pajak di Lobar ini pun menjadi sorotan pihak pemprov. Karena itu, OPD dalam hal ini Bapenda berupaya memaksimalkan penagihan terhadap WP penunggak pajak. Asisten II Setda Lobar Hj. Lale Prayatni belum lama ini, menegaskan, Bapenda harus memaksimalkan penagihan piutang pajak ini. Apalagi ke depan pajak hiburan juga akan direvisi perdanya, sehingga akan diturunkan tarif pajaknya dari 25 persen menjadi 10 persen. Itu artinya,
sama dengan pajak hotel dan restoran. Kemudian untuk pajak bumi dan bantunan (PBB), diakui ada kendala karena ada dua peralatan di Bapenda yang rusak, sehingga pencetakan SPPT menjadi terlambat. Ia berharap setelah jatuh tempo tanggal 31 Agustus, PBB ini bisa tercapai.
Selain di Bapenda, ada juga piutang retribusi menara di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pihak terkait sudah mengeluarkan STRD (Surat Tanda Retribusi Daerah) pada bulan Januari yang jatuh tempo pada akhir bulan Agustus diharapkan bisa tertagih termasuk piutang tahun 2017 dan 2018
sebesar Rp800 juta. ”Sebab berdasarkan hasil evaluasi PAD untuk laporan pertanggungjawaban tahun 2018 di provinsi piutang-piutang ini diharapkan lebih ada target untuk ditagih supaya tidak bertambah terus setiap tahun ,”jelas Lale. Sementara itu Sekda Lobar H. Moch. Taufiq menyoroti tingginya piutang pajak ini, terutama pajak di salah satu hotel di wilayah Senggigi. “Kami minta dinas terkait agar lebih insentif mencari sumber pendapatan,’’ sarannya. Salah satunya ia memerintahkan kepada OPD agar penagihan tunggakan pajak Hotel Sentosa diintensifkan.
Pasalnya hingga kini, hotel yang berada di kawasan Senggigi itu tidak lagi beroperasi. Apalagi di tengah kondisi PAD Lobar yang masih belum kembali normal, pascabencana gempa. Bahkan tahun ini saja dari target PAD, diproyeksikan sekitar Rp 30-40 miliar akan hilang akibat tak mampu dicapai hingga bulan Desember mendatang. Kondisi ini bakal memaksa pemda untuk memangkas atau merasionalisasi belanja daerah sesuai dengan jumlah PAD tak tercapai tersebut. Kepala Bapenda Lobar Dar Sapardi mengatakan pihaknya berupaya memaksimalkan penagihan piutang pajak, salah
Pengusaha Keluhkan Maraknya Kafe Liar di Senggigi Giri Menang (Suara NTB) Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Herman mengeluhkan maraknya kafé (hiburan malam) liar di kawasan Senggigi. Akibat keberadaan kafé liar ini, berpengaruh besar terhadap penghasilan hiburan malam yang resmi. Pasalnya, banyak pengunjung yang tersedot ke kafé liar tersebut. Herman mengakui saat ini kondisi pariwisata Senggigi masih belum normal. Dampak gempa bumi 2018 belum lagi usai, disusul harga tiket pesawat yang mahal membuat kondisi kunjungan wisatawan di Senggigi masih sepi. Hal ini diperparah dengan kondisi infrastruktur penunjang yang belum maksimal, dan isu gempa bumi yang masih saja berhembus di tengah masyarakat. Diakui dampak buruk ini sudah dirasakan belakangan ini. “Kami jelas semakin terpuruk. Sudah dilanda gempa bumi 2018 yang dampaknya masih terasa sekarang, ditambah isu gempa dan banyak masalah lain yang semakin membuat sepi. Ibaratnya wajah pariwisata Senggigi saat ini suram,” katanya, Jumat (19/7). Herman menegaskan, sejumlah pengusaha hiburan di Senggigi saat ini benar-benar menjerit. Apalagi sejauh ini Pemkab Lombok Barat dinilai belum bersikap atas kondisi ini. Pendapatan rata-rata usaha hiburan di Senggigi menurun drastis. Dari yang biasanya bisa mengantungi omzet puluhan juta per hari, kini untuk menembus Rp5 juta per hari pun terasa sangat sulit. Padahal, mereka harus menanggung biaya operasional, gaji karyawan, dan juga pajak yang harus dibayar ke Pemda setempat. Kondisi ini, papar Herman, semakin diperparah dengan menjamurnya kafe-kafe liar di sejumlah kawasan di Lombok Barat termasuk di Suranadi, Kecamatan Narmada. “Keberadaan kafe-kafe liar ilegal di kawasan Narmada dan sekitarnya, itu menambah susah kondisi kami. Padahal kami ini legal dan bayar pajak, sementara mereka kebanyakan tidak membayar pajak ke Pemda,” katanya. Sekretaris APH Senggigi Ketut Mahajaya menambahkan, selain permasalahan tersebut, kondisi infrastruktur penunjang pariwisata di kawasan Senggigi juga perlu diperhatikan oleh Pemda Lombok Barat. “Salah satu contohnya lampu penerangan jalan. Sekarang kondisi Senggigi ini gelap gulita. Bayangkan seandainya tidak ada penerangan dari tempat hiburan malam, mungkin semakin gelap Senggigi ini,” cetus Mahajaya. Selain lampu penerangan jalan, Mahajaya juga menyoroti fasilitas umum lainnya, seperti ketersediaan toilet umum dan juga tempat sampah di kawasan Senggigi. Padahal, tekannya, NTB saat ini tengah mengusung program unggulan NTB Zero Waste. “Ini kan sangat disayangkan, bagaimana bisa Zero Waste sementara tempat sampah saja tidak tersedia di kawasan wisata. Bule seringkali harus mengantungi sampah untuk mencari tempat sampah.Ini kan ironis,” katanya.(her)
(Suara NTB/her)
Hj. Lale Prayatni
Bupati Dukung Regulasi Percepatan Pembebasan Lahan MotoGP
Terima Laporan Warga KEPALA Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDD) Lombok Barat (Lobar), H. M. Najib mengaku mendapatkan laporan terkait pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang terkendala krisis air akibat kekeringan. Sejumlah daerah yang terkendala pembangunan RTG akibat kekeringan ini sebagian besar ada di wilayah perbukitan. Sebab jangankan air untuk membangun rumah, air untuk konsumsi warga saja susah diperoleh. Pihaknya akan membantu warga dalam hal mengatasi krisis air tersebut. “Memang ada beberapa daerah terutama di dataran (Suara NTB/her) tinggi yang terkendala pemH. M. Najib bangunan RTG-nya akibat kekeringan ini,” jelasnya, Jumat (19/7). Beberapa wilayah yang terkendala, ujarnya, tersebar di beberapa dusun di wilayah Batulayar, seperti di Dusun Duduk, Dusun Penanggak, Dusun Pelolat dan dusun lainnya. Sedangkan di daerah lain masih belum ada laporan, termasuk di wilayah Sekotong. Diakuinya persoalan kekeringan ini sangat dirasakan oleh warga, sebab terjadi krisis air untuk kebutuhan sehari-hari. Di satu sisi aku dia pemasokan air ke daerah itu begitu sulit dijangkau diakibatkan kondisi medan yang berat. Hal ini menjadi persoalan yang dialami ketika hendak mendistribusikan air ke daerah setempat. Untuk menangani persoalan ini, pihak desa diharapkan aktif membantu warga. Sebab kata dia, kalau pihak BPBD menangani nanti bisa berpengaruh terhadap distribusi air untuk konsumsi warga. Sementara itu, Kades Batulayar HM Nur Taufiq mengatakan, di daerahnya ada beberapa dusun yang langganan kekeringan ketika musim kemarau tiba. Beberapa dusun ini antara lain, Dusun Penanggak dihuni 150 KK, Penanggak Timur 175 KK, Paok Lombok 79 KK dan Apit Aik dihuni 115-120 KK. Di beberapa yang terletak diperbukitan ini aku dia, banyak korban gempa baik rusak berat, sedang dan ringan yang tengah melakukan proses pembangunan. “Hanya saja akibat kekeringan ini mengganggu pengerjaan rumah gempa warga, memang di sana kalau ndak kita punya penampungan air tidak bisa jalan (pengerjaan RTG), mereka butuh air banyak,” tegas dia. (her)
satunya didomimasi tunggakan piutang pajak hotel. Kalau pajak hotel ini tertagih, maka penagihan piutang pajak ini akan signifikan. “Kita terus maksimalkan penagihan piutang pajak,”tegas dia. Terkait penagihan pajak ini, pemda dalam hal ini bupati sudah menerbitkan kuasa ke Kejaksaan. Pihaknya juga sudah melayangkan surat teguran terhadap WP penunggak pajak. Dalam hal ini tagihan pajak ini juga, dimonitoring oleh kejaksaan dan KPK. “Kita tembuskan juga ke instansi terkait,mudahan dengan langkah ini piutang pajak ini bisa tertagih,”tegas dia. (her)
TUNJUKKAN - Bupati Loteng, H.M.Suhaili FT, bersama beberapa anak menunjukkan KIA yang akan segera diluncurkan oleh Disdukcapil Loteng, Jumat (19/7).
Dukcapil Luncurkan Kartu Identitas Anak Praya (Suara NTB) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Tengah (Loteng) meluncurkan Kartu Identitas Anak (KIA), Jumat (19/7). KIA ini nanti sebagai dokumen kependudukan tambahan bagi anak usia di bawah 17 tahun. KIA ini sendiri nantinya bakal berfungsi sama seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT.S.H, mengharapkan, dengan keberadaan KIA ini bisa lebih memudahkan pemerintah dalam hal pendataan dan identifikasi jumlah anak di daerah ini. Karena
kalau sudah memegang KIA, anak tersebut pastinya bakal terdata oleh pemerintah. Kepala Disdukcapil Loteng, Baiq Anita Nindiana, mengaku, sebagai tahap awal pihaknya akan mencetak sebanyak 38 ribu KIA, baru kemudian ditambah secara berkala sampai semua anak di daerah ini memiliki KIA. “Sasarannya semua anak baru lahir sampai yang berusia di bawah 17 tahun. Karena yang sudah berusia 17 tahun, sudah berhak memiliki KTP,” sebutnya. Anita mengatakan, fungsi KIA itu nantinya sama dengan KTP. Bisa digunakan un-
(Suara NTB/ist)
L. Ramdan
(Suara NTB/ist)
M. Tauhid
tuk semua keperluan, mulai dari urusan membeli tiket pesawat sampai persyaratan untuk bisa masuk sekolah. Tapi yang berhak bisa membuat KIA adalah anak usia di bawah 17 tahun yang orang tuanya sudah memiliki kartu keluarga. Dikatakanya, untuk pembuatan KIA tersebut nantinya akan dilaunching secara massal pada tanggal 23 Juli mendatang bersamaan dengan peringatan Hari Anak tingkat kabupaten. “Target kita untuk 38 ribu KIA tahap awal bisa tuntas tahun ini,” tandas Anita. (kir)
(Suara NTB/ist)
H. Muhdan Rum
Jadi Ketua DPRD
Tiga Caleg Terpilih Partai Gerindra Diusulkan Praya (Suara NTB) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Geridra Lombok Tengah (Loteng) telah mengusulkan tiga calon anggota legislatif (caleg) terpilihnya untuk menduduki kursi Ketua DPRD Loteng periode 2019-2024. Surat usulan tersebut pun sudah disampaikan ke DPP Partai Gerindra melalui DPD Partai Gerindra NTB. Ketiganya yakni L. Ramdan, M. Tauhid serta H. Muhdan Rum. L. Ramdan saat ini tercatat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Loteng. Sedangkan M. Tauhid menduduki posisi bendahara DPC Partai Geridra Loteng. Keduanya merupakan anggota DPRD Loteng periode 2014-2019. Adapun H. Muhdan Rum, merupakan mantan Ketua DPC Partai Gerindra Loteng yang berhasil terpilih pada periode kali ini.
“Surat usulan calon Ketua DPRD Loteng dari Partai Gerindra sudah dibawa langsung Ketua DPC Partai Gerindra ke Jakarta, kemarin,” sebut Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Loteng, L. Amrillah, kepada Suara NTB, Jumat (19/7). Dikatakannya, penetapan siapa yang bakal menduduki Ketua DPRD Loteng sepenuhnya menjadi hak mutlak DPP. DPC dalam hal ini hanya mengusulkan saja siapa yang dianggap layak menduduki posisi tersebut. Begitu pula DPD hanya bisa memberikan pertimbangan saja. “Jadi DPC dan DPD hanya mengusulkan serta memberikan pertimbangan. Soal siapa yang ditunjuk, itu kewenangannya di DPP,” tegasnya. Apakah ada kriteria khusus yang harus dipenuhi untuk bisa ditunjuk sebagai Ketua DPRD Loteng? Amrillah mengatakan
tidak adanya yang spesifik, karena keputusan semua ada di tangan DPP.Saat ini, ujarnya, seluruh anggota legislatif maupun calon anggota legislatif terpilih tengah diundang di Jakarta,untuk mengikuti rapat pimpinan sekaligus membahas soal penunjukkan calon pimpinan di DPRD di daerah. Pada Pemilu legislatif tahun 2019, L. Ramdan berhasil berhasil lolos sebagai caleg di daerah pemilihan III (Pujut-Praya Timur). Sementara M. Tauhid caleg terpilih dari dapil II (Kopang-Janapria) dan serta H. Muhdan Rum, caleg terpilih dapil I (Praya –Praya Tengah). M. Tauhid berhasil mengumpulkan suara terbanyak, yakni 5.892 suara. Kemudian L. Ramdan mengumpulkan 5.421 suara. Dan, H. Muhdan Rum mengumpulkan 4.523 suara. (kir)
Praya (Suara NTB) Bupati Lombok Tengah (Loteng) H.M.Suhaili FT, S.H., berharap proses pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan sirkuit MotoGP bisa segera tuntas. Dalam hal ini, pihaknya bakal mendukung penuh langkah yang dilakukan oleh pemerintah pusat supaya pembebasan lahan bisa secepatnya selesai. “Termasuk rencana untuk menerapkan Undang-undang No. 2 tahun 2012, tentang pembebasan lahan bagi kepentingan umum, jika memang pemerintah pusat mau menerapkan hal itu kita dukung,” tegas Bupati Loteng, H.M.Suhaili, FT.S.H., kepada Suara NTB, Jumat (19/7). Pihaknya ingin pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan sirkuit MotoGP bisa tuntas secepatnya. Mengingat, rencana pembangunan sirkuit MotoGP harus dimulai tahun ini. Pasalnya, gelaran MotoGP sudah sangat dekat, yakni di tahun 2021 mendatang. Artinya, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku tuan rumah penyelenggara, hanya punya waktu tahun untuk menuntaskan pembangunan sirkuit tersebut. Jadi kalau pembebasan lahan terhambat, khawatirnya penyelesaian pembangunan sirkuit MotoGP juga terlambat dari jadwal yang sudah direncanakan. Dengan penerapan UU. No 2
tahun 2012 tersebut, maka ITDC nantinya tidak perlu dipusingkan soal negosiasi harga lahan dengan pemilik lahan, karena harga lahan disesuaikan hasil penilaian oleh tim apprasial. Masyarakat pemilik lahan dalam hal ini juga tidak bisa bernegosiasi. Mengingat, harga lahan sudah dipatok sesuai hasil apraisal. Proses pembayaran lahan nanti dilakukan melalui pengadilan. Keberadaan regulasi tersebut memungkinkan negara dalam hal ini pemerintah “memaksa” pemilik lahan untuk melepas lahannya sesuai hasil perhitungan yang sudah ditentukan. Dengan syarat, lahan yang dibebaskan tersebut memang diperuntukannnya untuk kepentingan umum. Misalnya, untuk pembangunan jalan, fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya. “Dalam hal ini pemerintah bukanya mau menzalimi masyarakatnya. Tetapi memang regulasi membolehkan hal itu. Selama itu untuk kepentingan orang banyak. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompk tertentu saja,” tandasnya. Untuk itu, pihaknya berharap pengertian para pemilik lahan yang akan dibebaskan dan meminta supaya tidak menyulitkan proses pembebasan lahan dengan meminta harga tinggi di luar kewajaran. Karena proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah termasuk BUMN itu ada aturannya. (kir)
PAD dari PHR Hilang hingga Rp33 Miliar Giri Menang (Suara NTB) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lombok Barat (Lobar) merosot tajam, menyusul sekitar Rp 33 miliar pajak hotel dan restoran (PHR) serta hiburan “hilang” diakibatkan tak bisa tercapai. Dari target Rp 78 miliar lebih, pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memasang target Rp 45 miliar lebih, sedangkan sisanya Rp 33 miliar. Taget ini pun masih belum bisa dipastikan apakah bisa dicapai atau tidak, melihat kondisi saat ini. Pihak Bapenda pun berupaya memaksimalkan pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Plt Kepala Bapenda Lobar Dar Sapardi mengakui yang paling merosot target PAD dari pajak hiburan, hotel, restoran. Hasil hitungannya, pajak yang tak tercapai mencapai Rp 33 miliar lebih. “Sekitar Rp 33 miliar pajak hotel, restoran dan hiburan tak tercapai,” akunya, Jumat (19/7). Secara total, kata dia, pengurangan pendapatan daerah dari APBD sebesar Rp 279 miliar lebih mencapai Rp 11 miliar lebih menjadi Rp 268 miliar lebih. Pihaknya tak punya pilihan lain, sehingga harus mengurangi target tersebut. Ini pun aku dia, pihaknya kalang kabut untuk mencapai target ini. Pengurangan target ini dilihat dari penerimaan sebelum dan sesudah gempa. Kondisi ini disebabkan kunjungan wisatawan yang masih sangat rendah. Ke depan diharapkan di bulan depan ada perubahan. Langkah yang dilakukan mencapai target PAD ini, pihaknya memaksimalkan penagihan piutang – piutang pajak ini. Selain itu, pihaknya melakukan langkah-langkah lain, seperti sensus PBB yang akan kembali dilakukan tahun 2020. Sebelumnya dilakukan sensus di wilayah Batulayar, di mana hasilnya cukup signifikan terdapat peningkatan mencapai Rp 3 miliar lebih. Menurut dia kalau sensus PBB ini dilakukan menyeluruh di semua kecamatan tentu PAD dari PBB akan meningkat tajam. Akan tetapi, hal ini tak terlepas dari dukungan anggaran. Sensus ini menyasar semua wajib pajak, baik yang lama dan baru serta
(Suara NTB/dok)
Dar Sapardi perubahan. “Kemarin kita sudah mulai di Batulayar tahun 2018, peningkatannya mencapai Rp 3,5 miliar lebih, karena di sana NJOP-nya tinggi,” jelas dia. Contoh ini yang akan dilakukan di semua kecamatan. Awal 2020 lanjut dia, sensus PBB bisa dilaksanakan di 9 kecamatan di luar Batulayar. Salah satu potensi besar PBB ini, jelas dia, perumahan-perumahan yang dibangun di sejumlah kecamatan di Lobar. Perumahan ini termasuk yang disasar pada sensus PBB nantinya. Untuk mengidentifikasi perumahan ini, pihaknya sudah menjalin MoU dengan DPMPTSP. Pihaknya melakukan kerjasama dengan DPMPTSP awal 2019. Ia menambahkan, sesuai ketentuan bisa diberikan semacam keringanan pembayaran PBB bagi korban gempa. Sebab yang dibayarkan pajaknya adalah bangunan dan tanah, kalau bangunannya rusak tidak ada yang mau dibayarkan pajak. Untuk diketahui, realisasi PAD masih sangat rendah. Hingga tanggal 12 Juli lalu, PAD yang baru bisa dicapai OPD sebesar Rp 97,9 miliar lebih atau 35 persen lebih dari target 279,3 miliar lebih. Terdapat sekitar Rp 181,4 miliar lebih atau 64,9 persen yang belum tercapai. Dari 13 OPD penghasil PAD hanya OPD yang capaiannya diatas 50 persen sedangkan 11 OPD lainnya di bawah 50 persen. Atas buruknya capaian ini menjadi sorotan, sehingga belasan OPD ini pun ditegur oleh Sekda Lobar H. Moch. Taufiq agar lebih gesit lagi mencapai target PAD. (her)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
Parlementaria
Halaman 6
Kerjasama Sekretariat DPRD Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Laporan Pansus DPRD Sumbawa Terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 Sumbawa Besar (Suara NTB) Pansus DPRD Sumbawa menyampaikan laporan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018, dalam Paripurna Kamis (18/7) lalu. Dengan memberikan sejumlah catatan dan evaluasi kepada Pemkab. Pansus melalui juru bicaranya, Ismail M. S.H, menyatakan setelah mencermati penjelasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, yang disampaikan Bupati Sumbawa, dan Pemandangan Umum Fraksi, serta hasil pemantauan lapangan yang dilakukan oleh Pansus, disampaikan sejumlah hal. Diantaranya, melihat realisasi APBD sebesar 98,38% pada 2018, Pansus menekankan Pemkab berusaha lebih maksimal, karena capaian Pendapatan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 99,13%, pendapatan transfer sebesar 98,29%, dan pendapatan lain yang sah
sebesar 98,82%. Hal ini menunjukkan, potensi penerimaan daerah masih perlu ditingkatkan pada masa yang akan datang. Melalui perbaikan Tata Kelola Penerimaan Pendapatan Daerah meliputi penghimpunan data obyek dan subyek pajak, penentuan besarnya pajak dan retribusi daerah yang terhutang sampai dengan kegiatan penagihan pajak dan retribusi daerah kepada wajib pajak dan retribusi serta pengawasan penyetorannya. Terhadap hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang belum menunjukkan kinerja yang memadai (performance based), Pansus menyerukan agar dilakukan langkah-langkah yang masif dalam penyehatan Perusahaan Daerah. Prinsip profesionalitas, efisiensi, dan efektivitas Personalia Perusahaan Daerah hendaknya dapat segera dilakukan untuk dapat mengoptimalkan peran danfungsi keberadaan Perusahaan Daerah tersebut seperti Perusda Sabalong Samawa. Selan-
Belum Ada Solusi Lokasi Bongkar Batubara PLTU Tambora - Ketasari Taliwang (Suara NTB) Hingga kini pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengakui belum punya solusi pengalihan untuk lokasi bongkar kapal angkut batubara PLTU Tambora - Kertasari. Terminal khusus (dermaga) PT Bumi Pasir Mandiri (BPM) yang sebelumnya digadang-gadang untuk dimanfaatkan, belum juga dapat dipakai karena adanya penolakan masyarakat desa Kertasari. “Iya belum ada pilihan lain ini. Warga Kertasari juga kukuh bertahan menolak dermaga PTBPM kita manfaatkan,” ungkap kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KSB, Ir. Irhas. R. Rayes. M.Si kepada Suara NTB, Jumat (19/7). Sebenarnya, kata dia, untuk pemanfaatan terminal khusus PTBPM telah terbit izin sementara dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Benete. Dengan izin tersebut, dermaga PTBPM sudah dapat dimanfaatkan untuk aktivitas bongkar batubara PLTU dengan durasi waktu 1 bulan ke depan sambil mengurus izin pokok yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Akan tetapi gencarnya penolakan warga yang khawatir perairan mereka tercemar. Terpaksa niatan tersebut sementara ditunda sambil terus dilakukan sosialisasi ke masyarakat. “Tadi pagi kita gelar lagi sosialisasi. Dari sembilan warga yang bertanya, mereka semua menolak dan tidak ada syarat juga yang disampaikan mereka sebagai celah kita bisa masuk. Makanya saya sudah sampaikan ini ke pak bupati dengan harapan beliau punya cara lain mendekati masyarakat,” sebut Irhas. Selain tetap berupaya mendapatkan izin masyarakat Kertasari, Irhas mengungkapkan, sebelumnya pihaknya bersama PT PLN sempat meminta izin ke otoritas KUPP Benete, untuk memanfaatkan dermaga setempat. Tetapi pihak KUPP Benete tidak memberikan izin karena lokasi dermaga berdekatan dengan ponton dermaga kapal penumpang. “Sudah kita ajukan permohonan ke (dermaga) Benete tapi tidak bisa juga,” sebutnya. Sementara itu, akibat tidak adanya lokasi pembongkaran setelah dermaga Labuhan Lalar tidak dapat digunakan, PLTU Kertasari kini kehabisan batubara. Pihak PLTU menyatakan, sejak setelah lebaran lalu praktis kegiatannya hanya melakukan ujicoba elektrikal tanpa tanpa pembakaran. Padahal dari kedua unit mesin pembangkitnya saat ini telah dapat melakukan produksi. “Unit I sudah dapat SLO (surat layak operasi) jadi bisa produksi. Sementara unit II kami masih ujicoba. Tapi sekarang terhenti karena kami tidak punya stok batubara lagi,” kata Asisten Manager PLTU Tambora Kertasari, Hari Budiarto. (bug) Irhas R. Rayes (Suara NTB/bug)
jutnya terkait PDAM Batulanteh, dalam rangka mengedepankan penyediaan sistem air minum yang berkualitas dan untuk meningkatkan pelayanan dalam pemenuhan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan bagi masyarakat maka perlu dilakukan perubahan kelembagaan Perusahaan Daerah Air Minum Batulanteh menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Batulanteh. Kemudian, dalam rangka optimalisasi penggunaan DBH-BP (Dana Bagi Hasil Bukan Pajak) yang terealisasi lebih dari 100%, Pansus menyarankan Pemkabmenganggarkan kembali dalam Perda tentang APBD Tahun Anggaran 2020 atau Perda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 untuk menunjang program dan kegiatan terkait dengan Perlindungan, Penyelamatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup, Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan terkait.
jadi kerusakan di laut dan masih adanya persoalan sampah. Belum lagi persoalan pembalakan liar yang masih terjadi. Makanya melalui kegiatan yang mengangkat tema “Selamatkan Alam Sumbawa” ini, diharapkan adanya kolaborasi semua pihak untuk melakukan aksi konkret kedepannya. “Fakta hari ini di Sumbawa, temuan kita ada banyak debit air dan mata air berkurang. Kemudian kerusakan di laut seperti terumbu karang dan adanya persoalan sampah. Belum lagi illegal logging. Sehingga kami mengambil tema Selamatkan Alam Sumbawa. Jadi seminar ini kita ingin mengajak semua pihak berkolaborasi dan melakukan aksi konkret kedepannya,” ujarnya. Menurutnya, dalam mengatasi persoalan lingkungan ini juga harus diupayakan dari hulu. Tentunya hal ini membutuhkan gerakan secara terstruktur sistematis dan massif. Karena yang diinginkan adalah solusi jangka panjang. Makanya semua pihak dihadirkan supaya adanya ikatan dan komitmen bersama.
tan Nasional melalui BPJS yang bersumber dari APBN, harus ditanggung oleh Pemkab dan menganggarkannya dalam bentuk program dan kegiatan pada perangkat daerah yang menangani urusan pemerintahan bidang kesehatan. Pansus senantiasa menekankan layanan Prima pada pelayanan kesehatan dalam rangka mewujudkan universal healt coverage (UHC). Sebagaimana telah dianggarkan sebesar Rp.5.354.000.000 untuk penyelenggaraan jaminan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama terealisasi sebesar 91,36%, dan anggaran sebesar Rp. 16.233.400.000 untuk Premi Jaminan Kesehatan Daerah yang terealisasi sebesar 97,66%. Sedangkan terkait dengan pelayanan di RSUD Sumbawa terhadap penerapan teknologi informasi berbasis digital yang diharapkan dapat meretas masalah antrian panjang di Loket Pendaftaran sangat diperlukan guna menciptakan pelayanan RSUD yang
nyaman, tepat dan cepat. Selain itu, Pansus juga meminta Pemkab memperhatikan beberapa persoalan. Seperti pukesmas di desa Sebotok yang telah dibangun, namun belum beroperasi. Bahkan semua peralatan dan meubelernya ditempatkan di Kantor setempat. Pansus berharap Pemkab segera menyelesaikan persoalan ganti rugi lahan sehinggaPukemas dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terkait dengan Jalan By Pass yang menuju dan kawasan SPBU Karang Dima sudah menjadi rutinitas banjir setiap musim hujan, Pansus berharap Pemkab memperbaiki saluran drainase lingkungan tersebut. Agar dapat meminimalisir terjadinya banjir pada musim penghujan yang akan datang. Berikutnya, terkait keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal yang dibangun di Kecamatan Labangka agar segera dituntaskan pengerjaannya. Sehingga penyerahterimaan bangunan
PLTS tersebut kepada Pemkab dapat direalisasikan sehingga manfaatnya bisa cepat dinikmati oleh masyarakat. Begitu pula dengan pembangunan Embung agar dilakukan secara maksimal sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti pembangunan Embung Tiu Pesai di Kecamatan Lape sampai saat ini belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lape. Terkait pembangunan RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) untuk bantuan stimulan pada Rumah Rusak Berat Akibat Gempa 4 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa, masih ditemukan adanya bangunan rumah yang tidak sesuai speksifikasi dimana kondisinya saat ini ada yang rusak. Sedangkan pembangunan sumur bor dibeberapa wilayah dikeluhkan oleh masyarakat, tidak dapat digunakan secara maksimal. Oleh karenanya diharapkan kedepannya penentuan lokasi pengeboran hendaknya dilakukan secara selektif. (arn/*)
Anak Sulung Bupati Masuk Bursa Ketua Dewan Bima (Suara NTB) – DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima berencana menggelar rapat pleno mengusulkan nama-nama yang akan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima periode 2019-2024, dalam waktu dekat ini. Kursi Ketua DPRD Kabupaten Bima dipastikan jatah partai Golkar, menyusul partai berlambang pohon beringin tersebut sebagai pemenang Pemilu 2019 dengan memperoleh sembilan kursi. Sampai saat ini, namanama yang digadang-gadang menduduki kursi pimpinan dewan telah mencuat. Salah satunya, anak sulung Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang bernama M. Putera Feryandi, S.IP. Feryandi yang merupakan kader muda partai Golkar ini
bakal berkompetisi dengan delapan orang politisi senior Golkar, menduduki posisi Ketua DPRD Kabupaten Bima 2019-2024. Wakil Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Bima Dafullah M.Pd, tidak membantah di internal Golkar saat ini tengah membahas posisi kursi Ketua DPRD Kabupaten Bima, yang menjadi jatah Golkar sebagai pemenang Pemilu 2019. “Dalam waktu dekat ini kita akan menggelar rapat pleno, mengusulkan nama-nama yang akan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima,” katanya ke-
pada Suara NTB, Jumat (19/7). Menurutnya dari sembilan kader Golkar yang terpilih pada Pemilu 2019 kemarin, ada empat nama yang sudah dikerucutkan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima periode 2019-2024. Empat nama tersebut lanjut Dafullah antara lain, H. Muhammad H. Ibrahim SE, (Bendahara Umum Golkar dan Wakil Ketua DPRD), Ir. Suryadin (Sekretaris Golkar dan Ketua Komisi II DPRD), Muhammad Putera Feryandi, S.IP dan Hj. Suhartini. “Empat
nama ini yang mencuat dan akan diusulkan,” katanya. Dafullah menambahkan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) partai Golkar, DPD II (Kabupaten) hanya mengusulkan nama. Usulan tersebut kata dia, akan diserahkan ke DPD I (Provinsi) untuk dilanjutkan ke DPP (Pusat). “Keputusan akhir menenentukan posisi Ketua DPRD ada di tangan DPP,” katanya. Ia meyakini keputusan yang akan diambil oleh DPP obyektif. DPP juga bisa memilih dan menetapkan siapa yang layak menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima periode 2019-2024. “Siapapun nanti yang diputuskan menjadi Ketua DPRD adalah kader terbaik yang tidak lagi di-
(Suara NTB/Uki)
Dafullah ragukan lagi loyalitasnya dalam membesarkan partai,” pungkasnya. (uki)
Oknum Kasek Diduga Pungli, Satgas akan Klarifikasi
(Suara NTB/ind)
MULAI DIBANGUN - Lokasi pembangunan pasar Seketeng yang mulai dibangun pada tahun 2019 ini. Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) akan melakukan pengawalan terhadap proyek ini.
TP4D Siap Kawal Proyek Pasar Seketeng Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) berkomitmen melakukan pendampingan terhadap pembangunan Pasar Seketeng. Hal ini guna mengantisipasi penyimpangan dalam proyek bernilai puluhan miliar tersebut. Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH, M.Hum kepada wartawan mengakui pihaknya tetap melakukan pengawalan dan pengamanan (Walpam). Bersama Inspektorat dan kepolisian yang tergabung dalam TP4D plus yang sudah terbentuk.
Butuh Aksi Konkret Selamatkan Alam Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Masalah pembalakan liar yang masih kerap terjadi di Sumbawa telah berdampak pada berkurangnya sumber mata air. Belum lagi persoalan sampah yang mencemari lingkungan. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak dalam menyelamatkan alam Sumbawa. Didukung olah aksi konkret di lapangan. Itulah poin penting dari kegiatan seminar konservasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumbawa yang mengundang berbagai pihak. Baik itu pemerintah, swasta, BUMN/BUMD, komunitas, pegiat lingkungan, perguruan tinggi dan aktivis OKP. Harapannya, semua pihak dapat berkolaborasi melakukan aksi konkret dalam menyelamatkan alam Sumbawa kedepannya. Ketua Komite Pelaksana Kegiatan, Muhammad Iqbal, S.Sos menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini berawal dari adanya kegelisahan terkait kondisi lingkungan Sumbawa. Dimana faktanya ditemukan debit dan sumber mata air sudah berkurang. Kemudian juga ter-
Terkait dengan dana darurat dari Pemerintah Daerah atau Belanja Tak Terduga yang terealisasi 9,04%, Pansus mengharapkan agar Dana darurat dapat diserap secara maksimal. Penganggaran atas antisipasi bencana yang terjadi semestinya dapat dioptimalkan untuk mendanai perbaikan fasilitas umum dalam melayani masyarakat maupun proteksi atas kerawanan kondisi wilayah yang diterjang bencana salah satunya tebing sungai pada sungai yang melewati Kelurahan Samapuin, Pekat, Brang Bara, Brang Biji, dan Lempeh pada titik tertentu yang membahayakan pemukiman penduduk sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 296 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Terhadap penganggaran Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu, sesuai ketentuan perundang undangan yang tidak menjaditanggungan Jaminan Keseha-
“Mengurus persoalan lingkungan ini tidak bisa sendiri-sendiri. Makanya kita mengundang semua pihak supaya energi ini bisa satu dan kita serius. Pemda juga harus dalam bentuk regulasi, apakah Perbup atau Perda. Dan betul ada sanksi yang jelas. Harus ada ikatan dan komitmen semuanya,” jelasnya. Bupati Sumbawa melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Abdul Haris, S.Sos menyampaikan kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat. Apalagi diketahui bersama kualitas lingkungan di Sumbawa memiliki kecenderungan semakin menurun. Seperti adanya banjir di musim hujan, kelangkaan air saat kemarau tiba, serta pencemaran air tanah dan sungai yang tentunya mengancam kehidupan kedepannya. Kondisi ini terjadidisebabkan perilaku manusia yang mengeksploitasikan alam tanpa memperhatikan keseimbangan atau kelestarian lingkungan hidup. Makanya dibutuhkan peran semua pihak untuk menyelamatkan alam Sumbawa. (ind/arn)
“Dalam konteks Walpam secara normatif, kami akan melakukan pengawalan dan pengamanan. Jadi di Sumbawa ini ada tim pengawasan secara konfrehensif. Kita punya TP4D plus, Pak Bupati sudah memberikan satu keputusan pembentukan. Kami tidak sendiri, ada Inspektorat dan kepolisian. Dimana kalau kita melakukan suatu tindakan atau kegiatan, kita akan berdiskusi terlebih dahulu,” ujarnya. Disampaikannya, dalam melakukan pendampingan pembangunan Pasar Seketeng ini pihaknya tetap sesuai dengan SOP. Sebelumnya dalam PCM (Pre Construction Meeting) semua pihak terkait sudah dikumpulkan. Mulai dari konsultan perencana, konsultan pengawas, pelaksana proyek,
PPK, Inspektorat, dan pokja. Dalam kesempatan tersebut, pelaksana juga sudah menjelaskan tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan. Termasuk juga diturunkannya tim teknis. Pihaknya juga mempertanyakan jika terdapat perencanaan yang tidak sesuai. Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadi penyimpangan. “Mereka (pelaksana) punya satu plan action. Bagaimana satu hari, dua hari, satu minggu, dua minggu, mereka sudah jelaskan ke kami. Dan mereka nyatakan sanggup untuk melaksanakan. Ya kita percayakan. Mereka sudah dipilih oleh Pokja di ULP berdasarkan formalitas yang disaring. Mereka memang punya kapasitas dan kemampuan,” terangnya. (ind)
Taliwang (Suara NTB) Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polres Sumbawa Barat, berencana memeriksa oknum kepala sekolah yang diduga melakukan pungli PPDB 2019. Pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi apakah oknum tersebut mengembalikan uang yang dipungut atau belum. “Memang sudah ada komitmen sekolah untuk mengembalikan sejumlah uang yang sudah dipungut tersebut sampai dengan tanggal 10 Juli lalu. Tetapi kami belum mendapatkan laporan secara resmi apakah sudah dilakukan pengembalian atau belum, makanya kami berencana untuk melakukan klarifikasi terhadap oknum Kasek bersangkutan. Upaya klarifikasi ini kita lakukan supaya tidak ada informasi negatif yang beredar di masyarakat,” ungkap Kasatgas Saber Pungli Kompol Teuku Ardiansyah SH, Kepada Suara NTB, Jumat (19/7). Disebutkannya, kasus tersebut terungkap setelah orang tua para siswa melaporkan kasus dugaan pungli tersebut ke Sekretariat Saber Pungli. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya juga meminta untuk segera melakukan pengembalian paling lambat tanggal 10
Juli, Tetapi sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjut terkait laporan tersebut. Maka dari itu, pihaknya berencana untuk melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan untuk menekan adanya informasi negatif yang beredar di masyarakat. Bahkan rata-rata siswa dipungut oleh pihak sekolah sebesar Rp1 juta untuk SMPN 1 Taliwang dan SMP Brang Rea sekitar ratusan ribu. Pihak sekolah beralibi uang yang dipungut tersebut untuk biaya pembuatan seragam sekolah serta kebutuhan lainnya. Perbuatan tersebut juga tanpa sepengetahuan komite sekolah karena pungutan itu hanya berdasarkan kesepakatan antara Kepala sekolah dan guru-guru yang ada. Tentu hal ini tidak dibolehkan aturan. Bahkan tanpa ada pengembalianpun kasus ini sudah masuk tindak pidana. “Jika kita melihat modus operandi yang digunakan, sudah sangat jelas melakukan pelanggaran. Tetapi karena ada pertimbangan yang lain, akhirnya kita minta supaya uang yang sudah dipungut dikembalikan. Maka dari itu, kami berencana memanggil oknum bersangkutan untuk memberikan klarifikasi terkait aktivitas pengembalian sejumlah uang tersebut,” tandasnya. (ils)
Dompu Ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak Dompu (Suara NTB) Kabupaten Dompu akan ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019 dan penghargaan ini akan diberikan pada puncak peringatan hari anak Nasional di Makassar, 23 Juli mendatang. Status ini tidak lepas dari respon pemerintah daerah dalam memenuhi hak – hak anak yang dinilai tim. Kepala P3A Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE kepada Suara NTB, Jumat (19/7/2019) kemarin membenarkan bahwa Kabupaten Dompu telah ditetapkan sebagai KLA tahun 2019. Status ini diberikan setelah dinilai dari beberapa indikator yang ditetapkan pemerintah pusat. Hasil penilaian kemudian dilakukan peninjauan lapangan. “Sudah memenuhi syarat Kabupaten Dompu (sebagai KLA). Secara administrasi dan lapangan
mendukung,” katanya. Berdasarkan penilaian secara administrasi sesuai indikator yang ditetapkan, Kabupaten Dompu mendapat skoring lebih 700 poin. Daerah yang mendapat skoring lebih dari 500 poin diikuti dengan tinjauan lapangan. Ada 24 indikator sekitar sebuah daerah ditetapkan sebagai KLA,
diantaranya soal kepemilikan akte kelahiran, hak kebebasan, lingkungan kesehatan, dan pendidikan. “Untuk kepemilikan akte kelahiran, kita sudah lebih dari 90 persen. Jadi di atas rata – rata nasional,” terangnya. Karenanya, status KLA bagi Kabupaten Dompu bukan peran satu dua instansi. Tapi merupakan kolaborasi dan kerja lintas sektor sesuai tupoksi. ”Predikat
Hj. Daryati Kustilawati
(Suara NTB/dok)
Kabupaten Layak Anak ini bisa saja turun kalau hak – hak anak tidak terlayani dengan baik,” ungkapnya. Terkait kasus bunuh diri yang melibatkan anak di Dompu di awal tahun 2019 yang banyak terjadi, dikatakan Daryanti, juga menjadi atensi pihaknya. Tidak hanya kasus tersebut, tapi banyak kasus lain yang melibatkan anak. Tapi pihaknya tidak tinggal diam terhadap kasus – kasus yang melibatkan anak dan perempuan. “Kita tetap memberikan respon atas berbagai kasus yang muncul, tidak diam. Beberapa tim dibentuk dan langsung kerja ke lapangan,” katanya. Daryanti pun berharap, status KLAbagiKabupatenDompuharus diapresiasi bersama. Ini merupakan hasil kerja bersama dan dukungan masyarakat. Hak – hak anak harus menjadi perhatian, karena mereka menjadi generasi penerus bangsa dan harus dipersiapkan dari saat ini secara baik. (ula)
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
Jendela Sastra
Halaman 7 (Pawe³ Czerwiñski/unsplash.com)
CERPEN
Tugu Merah Maywin Dwi-Asmara
SETELAH rangkaian mimpi aneh yang tak dapat kugambarkan dengan jelas menghantui setiap sudut kamar yang sengaja kubiarkan kosong, aku putuskan untuk membeli dua botol bir ukuran besar dan satu botol wiski, tanpa rencana apapun. Sore hari sebelumnya, aku berpikir mungkin akan bagus jika merasakan angin dekat pantai, menatap kehampaan laut yang selalu terlihat sama dengan laut di mana dulu Ayah mengajariku mengumpat para leluhur. Ya, Ayah benarbenar mengajariku mengumpat semua leluhur yang bisa diingatnya. Ayah memang gila, tapi sesungguhnya yang lebih gila adalah Ibu. Ibu mencintainya karena alasan yang tak pernah bisa dimengerti bahkan olehnya sendiri, lalu 30 tahun kemudian menyesali segala hal itu dan pergi dengan laki-laki muda yang lebih gila dari Ayah atau Ibu sendiri -mencintai seorang wanita hampir tutup usia karena hal-hal yang juga tak pernah kumengerti. Mereka pergi begitu saja tanpa kata yang bisa mengisyaratkan sebuah rencana untuk menghilang dari kehidupan yang telah melekatkan namanya di dalam otak orang-orang yang ia cintai. Katanya, tidak ada yang lebih ia cintai dari anak-anak yang ia lahirkan. Bodohnya aku tak menyadari betapa gila Ibu dengan cintanya kepada Ayah, harusnya saat ia mengatakan bahwa ia mencintai kami, aku sudah harus menyadari bahwa itu hanya cinta-gila yang ia sendiri tak bisa mengerti. Duduk di antara tugu merah yang bertuliskan nama pantai itu membuatku merasa sedih. Beton-beton tinggi yang tak berarti apa-apa diletakkan dengan bangga, katanya agar orang tahu nama pantai itu. Mengapa manusia memberi nama pada pantai? Mengapa pantai harus memiliki identitas? Apa suatu saat pantai lain akan mengambil identitas pantai itu karena mereka kehilangan identitas akibat dirampas oleh pantai lain juga? Tapi orangorang menikmatinya, dengan mengabadikan diri bersama dengan beton yang menunjukkan nama pantai itu di dalam foto yang mudah terbakar atau menguning karena panas matahari. Mereka tersenyum bahagia, kemudian dengan senang hati mempertontonkan beton dengan nama pantai itu tanpa memperlihatkan pantai tempat beton itu berada. Betapa absurd. Tak kalah absud dari kepergian Ibu dan cintanya
kepada Ayah. Cukup lama aku duduk memperhatikan absurditas yang dengan mudah ditemukan di tempat rekreasi tepi pantai ini. Semakin banyak wanita yang datang dengan celana yang memperlihatkan bentuk kaki mereka, serta kacamata yang menghalangi mata. Begitu banyak wanita yang terlihat sama, tersenyum dengan cara yang sama, berbicara tentang hal yang sama, dan para lelaki mereka juga begitu, mereka menata rambut dengan gaya yang sama, ukuran perut dan lengan yang sama. Bagaimana bisa mereka tidak keliru membedakan siapa milik yang mana? Aku ingin membiarkan angin pantai membuat kepalaku pusing, seperti yang sering aku lakukan bersama Ayah saat aku masih terobsesi dengan cangkang krustasea yang sudah kehilangan penghuninya dan terdampar di tepi pantai. Aku ingat betapa terpesonanya aku dulu ketika menemukan sebuah cangkang berwarna biru gelap. Hari itu begitu lama aku berada di pantai dengan perut lapar dan berharap Ayah segera pulang membawa ikan hasil pancingannya. Tapi aku tahu, Ayah tak pernah sungguh-sungguh suka memancing. Ia takut gelombang, ia sebenarnya hanya mencari alasan untuk menikmati kesenangannya mengumpat para leluhur yang nama-nama mereka tak pernah hilang dari ingatan Ayah. Ibu membiarkan aku pergi mengikuti Ayah dengan harapan aku bisa membantu mengangkat hasil pancingan yang tak pernah ada. Ibu akan percaya apa saja yang Ayah katakan, mungkin karena Ayah tak pernah mengumpat leluhur di hadapan Ibu dan selalu terlihat serius dengan sorot mata penuh harap ketika ia menyiapkan atau membersihkan peralatan memancing saat Ibu menggerutu soal rasa lapar. Ketika pulang aku merasa sakit di bagian perut, menjalar hingga dada. Punggungku melekat di tempat tidur. Aku ingin memanggil Ibu tapi tercekat panas di dada bercampur nyeri yang dahsyat. Aku mendengar Ibu memanggil, semakin lama suara Ibu semakin meninggi, aku mendengar langkahnya mendekat dan saat ia mencapai ambang pintu aku tak dapat membalik tubuhku, rasa nyeri dan sakit itu telah menekuk tubuhku sedemikian rupa dan memakunya kuat pada satu sisi tempat tidur yang menghadap lemari dengan cermin yang memantulkan bayangan Ibu saat berdiri tepat
di belakangku. Ibu hampir memarahiku, namun ketika kilasan wajahku yang buruk karena tersiksa rasa nyeri itu tertangkap matanya, ia segera menyambar tubuhku dan menjerit sekuatnya hingga Ayah lari mendatangi kami. Mendapati Ibu memelukku yang sedang menekuk takluk pada rasa sakit, Ayah hanya menggelengkan kepala dan cepat menghilang lagi dari ruang tidur. “Anak itu baik-baik saja semalam, aku yakin sesuatu merasukinya melalui mimpi.” Aku mendengar Ayah berteriak. “Ia kelaparan! Kau membawanya memancing sedari siang dan tak mendapatkan apapun, ia tidur dengan perut kelaparan dan terus seperti itu,” Ibu berteriak dekat sekali ke telingaku, aku merasakan amarah yang melengking dalam suaranya, aku begitu takut hingga rasa sakit itu sempat terlupakan. Aku tak pernah mendengarnya semarah itu. Namun saat sakit itu kembali, rasa takut menggigilkan tubuh kecilku. Ibu menangis dan membaringkanku perlahan, ia berlari dengan airmata berderai menyusul Ayah, berteriak padanya. Aku masih sadar bersama nyeri dan rasa sakit, aku berusaha mencari sumber kesakitan itu, namun aku tersesat di dalam tubuhku sendiri. Saat itu aku tak tahu bahwa ada sesuatu serupa tali pengikat sampan tersusun berlekuk-lekuk di dalam perut semua manusia yang disebut usus, atau sesuatu yang mirip tas kain yang biasa dibawa Ayah saat memancing terletak di antara perut dan dada yang disebut lambung. Yang bisa kulihat hanya perut tipis dan dadaku yang bergerak naik turun begitu cepatnya. Aku tak lagi mendengar Ibu berteriak, tak ada lagi suara Ayah, rumah begitu sepi dan aku begitu kesakitan, rasa sakit menaklukanku, menyebar dari perut ke kepala, ke kaki, ke tempat tidur, ke lantai, ke lemari, pintu, jendela, jelaga, pintu belakang, kamar mandi, pakaian kotor, piring dan gelas-gelas. Ibu dan Ayah seperti tidak ada lagi, rasa sakit tak menyentuh mereka. Hari itu adalah hari pertama Ibu tak lagi mengandalkan ikanikan harapan yang setiap hari selalu dibawa dan diambil lagi oleh Ayah. Di tepi pantai aku masih mampu merasakan penyakit masa kecil itu membayangi gerak organ dalamku, rasa sakit yang begitu akrab dan masih saja tak tertahankan. Anak-
anak berlarian dengan pasir hitam melekat di kaki mereka, keceriaan mereka menggema bagai sebuah kesunyian, kesunyian yang tak pernah pergi sejak Ibu meninggalkanku dalam kesakitan bersama makian Ayah yang seperti tak pernah usai. Matahari menarik diri dari segala keributan dan kesepian makhluk-makhluk malang, pantai menjadi begitu misterius seolah menatapku dengan tatapan menyedihkan yang sama dengan caraku menatapnya. Seketika itu aku merindukan sentuhan hangat atau percakapan panjang yang bisa mengalihkan aku dari segalanya, membuatku bisa beristirahat dari rasa sakit dan kesendirian. Aku menyeret diri, merapikan semua
kenangan akan Ayah dan Ibu, menyimpan rasa sakit yang akrab itu dan meletakkannya lagi pada tempatnya. Aku ingin bertemu kekasihku; seorang wanita yang mampu menyembuhkan berbagai kemalangan yang kumiliki dengan cara-cara yang tak pernah bisa kumengerti. Aku ingin berada di kamarnya, kamar yang disesaki buku-buku yang telah dibaca dan belum sempat dibacanya. Ia akan tersenyum melihatku datang, kami tak akan banyak bicara, aku hanya akan berbaring bersamanya. Setiap kali aku menatapnya begitu dekat, aku tahu kemalangan juga menimpanya, kemalangan yang tentu saja tak bisa kurasakan. Aku hanya bisa berbaring di samping-
nya, tak punya lagi tenaga untuk melakukan apapun. Ia akan terlihat begitu hening dalam segala hal yang dilakukannya. Keheningan yang membuatku tertidur, keheningan yang membuat mimpi-mimpi aneh yang menghantuiku hidup kembali. Aku ingin bangkit, berjalan keluar, menyusuri kota membeli dua botol bir ukuran besar dan satu botol wiski, tanpa rencana apapun.*** Maywin Dwi-Asmara, cerpenis dan peneliti. Sedang menempuh studi master dan bermukim di Palmerston North, Selandia Baru. Buku kumpulan cerpennya berjudul Surat-surat Lenin Endrou (Basabasi, 2019).
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 untuk Max Arifin 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Tinimbang putri raja, ia lebih merupa astronot ladang tembakau. bara kabut. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Telah kau hidupkan putri itu dari reruntuhan karang di kebisuan antariksa. Bumi biru demikian jauh di lereng tempat huma terpacak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Tonjang Beru. Getah langit yang disadap hingga ruh para hominid seperti memercik dari seperti kaki pendaki. mati. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 jatuh sebagai cacing-cacing cahaya. gugusan yang tidak diketahui namanya. sebelum sampai puncak. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Di dunia para pangeran, bagaimana perempuan memintal Lonceng terakhir matahari berdentang dari sisa-sisa rakyat jelata. menukar dukacita 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 peran? 33 mantra selatan terjungkal di hadapan rambutnya Samalas. Hujan asteroid dan ladang-ladang bintang. dengan wiracarita. maka menyala lampu minyak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 yang biru, kulitnya yang hangat kuali, jiwanya yang menyala Kaum yang berlayar dengan perahu: Lombok. Lomboq. meski terang masih telanjang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 seperti lampu mercusuar. Kau bakar dengung dongeng, Lurus. Sasak.Saq-Saq. Satu-Satu. Sebuah pulau dengan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 jauh di seberang Tambora. Lanskap pulau dengan peti-peti sejarah penindasan. Ia dilontarkan dari sebuah kapsul jadi kembalilah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 bahari tersembunyi di bawah pasir. sebagai duplikat ibu dengan kunci-kunci DNA gemerincing 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 di putik hayat. pada bilah-bilah api. biarkan para kerani 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Perang telah dibatalkan, ketika ia terjun ke samudera. menata kawasan ini. dengan lisan mereka. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Debu Lucifer ikut bersamanya. Sebagai jimat. Darahnya jadi Tinggal orang-orang menadahkan tangan. Meluapkan serapah dengan bahasa lama yang sudah dicabut 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 hitam. Kulitnya memucat seperti susu dari surga Bani Adam. ke garis mati sepanjang pantai, pesta nyale; malam melepaskan dari lidah kita. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Di matanya, burung-burung Attar gusar mencari sumber api, ekor gelombang. Dan amuk hujan bagai bilah-bilah aksara 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 mencari bunyi murni dari kejatuhan pertama manusia. menembus batas cerita. (2019) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Maka tinimbang putri raja, ia lebih merupa astronot Tersebutlah Mandalika. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 yang terapung sendirian. Para pengeran membidiknya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 dengan teropong. Rakyat biasa berdoa sembari merawat (2017) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 sebelum berada di luar pengharapan. beri lubang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 tanaman mereka. Bumi yang biru demikian jauh… 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 bagi meteor penghabisan, ribuan mil lengkung kubah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 dapat ditempuh hanya dengan sebilah sumpah: (2017) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 aku beriman pada yang di ketinggian. itulah pedang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 untuk perang panjang, kelak, di padang penuh gagak. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 (2019) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Kiki Sulistyo meraih Kusala Sastra Khatuliswa 2017 untuk buku puisi Di 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 Ampenan, Apalagi Yang Kau Cari? (Basabasi, 2017) dan Tokoh Seni Tempo 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 2018 bidang puisi untuk buku Rawi Tanah Bakarti (Diva Press, 2018). 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567
PUISI
Kiki Sulistyo
Mandalika
Mandalika II
Wiracarita
Padang Gagak
Sabtu, 20 Juli 2019
Hari Besar Keagamaan, FSKM Jamin Harga Sembako Stabil Mataram (Suara NTB) Memasuki hari besar keagamaan, galungan kuningan dan musim haji 2019, harga – harga kebutuhan pokok dijamin tak mengalami kenaikan. Dan inflasi juga diyakini akan terkendali. Ketua Forum Komunikasi Sales dan Marketing, Jefri menegaskanya, harga barangbarang kebutuhan utama saat ini telah kembali normal. “Sejauh ini belum ada laporan perubahan harga di lapangan. Tidak ada harga yang mencolok. Galungan kuningan serta musim haji tak berpengaruh signifikan,” (Suara NTB/bul) kata Jefri kepada Suara Jefri NTB, Jumat (19/7) kemarin. Perubahan harga hanya terjadi pada produk pabrikan non food (bukan makanan). Misalnya produk-produk untuk perawatan kulit, kebutuhan untuk mencuci dan sejeninya. Kenaikannya terjadi sekitar 2% sampai 3%. Kenaikan harga produk-produk non food ini dimaklumi. Salah satu penyebabanya karena pengaruh ekonomi global yang mengakibatkan harga bahan baku mengalami kenaikan. “Untuk produk non food bahan baku umumnya diimpor. Karena situasi ekonomi global seperti ini, harganya wajar naik,” kata Jefri. Produk-produk makanan, Jefri dapat memastikannya dalam beberapa waktu ke depan relatif terkendali. Saat ini stok tersedia di masing-masing distributor sangat mencukupi. Selain itu, pengiriman barang dari luar juga tak mengalami gangguan. “Tidak ada alasanlah sementara ini harga sembako berubah,” katanya. Dalam konteks pengendalian harga ini, Pemprov NTB intens koordinasi dengan FKSM. Bahkan untuk kegiatan-kegiatan sembako dan pasar murah, FKSM juga siap bekerjasama. Perkembangan harga-harga dapat dihitung dari inflasi. Dari Kajian Ekonomi Regional (KER) terbaru Bank Indonesia, secara tahunan, inflasi Provinsi NTB 2018 sebesar 3,16% (yoy), lebih rendah dibanding inflasi pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,70% (yoy). Inflasi triwulanan NTB dalam triwulan I 2019 sebesar 0,04% (qtq), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2018 sebesar 1,36% (qtq). Secara triwulan, menurunnya inflasi pada triwulan I 2019 terutama disumbang oleh kelompok bahan makanan, sejalan dengan dimulainya masa panen beras di bulan Maret 2019 serta meningkatnya pasokan hortikultura pada bulan Februari 2019. Pasca gempa, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bersama Satgas Pangan NTB secara intensif memantau dan melakukan upaya pengendalian harga, terutama pada komoditas. Bahan makanan dan bahan bangunan. Sepanjang triwulan I 2019, TPID Provinsi NTB bersama Satgas Pangan NTB terus melakukan pemantauan harga dan stok komoditas di pasar, koordinasi secara rutin dengan dinas/instansi terkait, dan pasar murah untuk kebutuhan pokok (pangan), terutama di daerah-daerah terdampak. Tekanan inflasi pada triwulan II 2019 diperkirakan meningkat dalam rentang 3,1 – 3,6% (yoy). Perkiraan meningkatnya tekanan inflasi pada triwulan II 2019 didukung oleh realisasi inflasi Bulan April 2019 yang meningkat sebesar 0,40% (mtm) atau tercatat inflasi 2,48% (yoy) serta hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pada bulan Mei 2019 yang cenderung masih tinggi sebesar 0,36% (mtm). (bul)
PDIP Kembali Tunjuk Made Slamet Jadi Ketua DPC Mataram (Suara NTB) PDI-Perjuangan nampaknya cukup serius untuk merebut jabatan orang nomor satu di Kota Mataram pada Pilkada serentak 2020. Hal itu terlihat dari langkah partai dengan lambang banteng moncong putih itu mengembalikan Ketua Bappilu DPD PDI-Perjuangan Provinsi NTB, Ir. Made Slamet sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram. Diketahui Made Slamet sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPC, kemudian pimpinan DPRD Kota Mataram, dan tiga periode sebagai anggota DPRD Provinsi NTB dari dapil I Mataram. Bahkan pada Pileg 2019 kemarin, Made Slamet menjadi peraih suara tertinggi dari semua caleg terpilih. Tidak berlebihan jika kemudian muncul asumsi dengan ditunjuknya Made Slamet sebagai Ketua DPC pada Konfercab serentak barubaru ini tidak lepas sebagai bagian dari strategi PDI-Perjuangan untuk menghadapi agenda Pilkada Mataram. Made Slamet yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (19/7) kemarin mengatakan bahwa memang salah satu tugas besarnya sebagai ketua DPC, yakni mempersiapkan partainya menghadapi Pilwakot 2020. Ia akan berjuang semaksimal mungkin sampai batas kemampuannya untuk melaksanakan tugas partai dalam mencapai target di Pilkada serentak mendatang. Ditegaskan anggota DPRD NTB itu, sebagai Ketua DPC, dalam waktu dekat dirinyapun akan segera melakukan konsolidasi dalam rangka mempersiapkan partainya menghadapi Pilwakot Mataram 2020. Pasalnya DPP telah memberikan ia target untuk sebisa mungkin berhasil memenangkan Pilwakot Mataram. “Saya di Mataram harus segera melakukan persiapkan dengan maksimal, supaya memenuhi keinginan partai. Saya akan lakukan konsolidiasi dengan anak cabang sampai dengan anak ranting untuk samakan gerak langkah dalam rangka menghadapi kegiatan partai, yang paling besar kan pilkada,” ujarnya. Namun demikian, Made Slamet menepis alasan di balik dirinya yang ditunjuk sebagai Ketua DPC, dalam sebagai langkah awal persiapan partainya untuk memenangkan Pilwakot Mataram. Menurutnya tidak ada pesan secara khusus saat dipilih sebagai Ketua DPC. “Sebelumnya saya tidak tahu bakal jadi Ketua DPC, saya tahunya juga baru setelah SK turun, kemudian dibacakan, dan nama saya yang muncul, ini tidak pernah terpikirkan sama sekali. Tidak pernah saya siapkan apapun, dan partai tidak pernah sampaikan alasan-alasan kenapa saya yang ditunjuk,” jelasnya. “Bahkan secara implisit juga tidak ada bahasa itu. Saya dijadikan Ketua DPC dalam rangka menghadapi Pilkada Kota. Cuma setelah ditunjuk, saya harus segera agendakan program partai ke depan untuk besarkan partai ini, itu pasti, karena saya pribadi sudah banyak sekali diberikan sama partai ini,” sambungnya. Sebelumnya, Ketua DPP PDIPerjuangan, Djarot Saiful Hidayat di Mataram menegaskan bahwa konfercab tersebut salah satu tujuannya yakni sebagai langkah persiapan PDIP menghadapi Pilkada serentak 2020. DPP pun menargetkan PDI-P NTB untuk dapat memenangkan 60 persen dari tujuh daerah Kabupaten/Kota yang akan menggelar Pilkada di NTB. (ndi)
Made Slamet
SUARA NTB
Halaman 8
Hasbullah Muis Masih Bimbang Maju di Pilkada KLU Mataram (Suara NTB) Sekretaris DPW PAN NTB, Hasbullah Muis akan menimbang wacana partainya yang mendorong dirinya maju di Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai bakal calon wakil Bupati yang akan berpasangan dengan kandidat bakal calon Bupati, Djohan Sjamsu. Demikian Hasbullah saat dikofirmasi wartawan, Jumat (19/7) kemarin. Dia mengaku keputusan itutak terlepas dari arahan dan instruksi DPP menghendaki agar di Pilkada 2020 parpol berlambang matahari terbit, mengutamakan kader untuk diusung. Walaupun begitu, dia menegaskan, hingga saat ini dirinya belum memberikan kepastian sikap politik apakah maju atau tidak di Pilkada
KLU. “Secara psikologi kepartaian saya memahami nama saya disodorkan. Tetapi saya belum putuskan maju atau tidak,” ujarnya. Lanjut disampaikan Hasbullah, mengingat Pilkada KLU 2020 masih relatif lama. Dirinya pun masih akan terus dan melihat perkembangan konstelasi politik di Pilkada KLU sebelum mengambil keputusan. Ia tak mau terburu-buru menentukan sikap
politik. Ada berbagai hal harus ditimang olehnya. Diantaranya, kondisi dirinya baru dipercaya masyarakat di dapil II Lobar-KLU sebagai caleg DPRD NTB. Tentu dirinya tak ingin mengecewakan konstituennya sudah memberikan amanah dan kepercayaan di Pileg 2019 kemarin. “Suara konstituen saya di pileg lalu, juga harus saya dengar dan jadi pertimbangan,” ungkap bakal celeg ter-
plih yang perolehan suaranya melampaui perolehan suara caleg petahana, Hadi Sulthon itu. Baginya, Kontestasi Pilkada KLU 2020 nanti bukan hanya dirinya saja kader PAN yang dipersiapkan dan peluang diusung. Namun ada juga kader PAN lainnya. Misalnya, ketua DPC PAN KLU, Rohiman dan kader lainnya, sebutnya. Menurutnya PAN tak kekurangan stok kader. Sehingga tak akan jadi suatu persoalan, Seandainya nanti dengan berbagai telaah dan pertimbangan, Ia memutuskan tidak maju mencalonkan diri di Pilkada KLU. “Banyak opsi kader PAN
yang lain. Jika nanti saya memilih tak maju,” jelasnya. Sebagai kader partai tentu pihaknya akan tetap menunggu instruksi, dan memastikan dirinya untuk mematuhi dan menaati apapun yang menjadi garis kebijakan partai di Pilkada KLU. Sekalipun dia diperintahkan untuk maju, maka dia pun siap melaksanakannya. “Iya, kita tunggu kebijakan partai lebih lanjut,” pungkasnya. Diketahui sebelumnya, Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar telah menyodorkan nama Hasbullah Muis sebagai kandidat bakal colon Wabup pendamping Djohan Sjamsu di Pilkada KLU. (ndi)
(Suara NTB/why)
SABU - Kapolres Mataram Saiful Alam (kedua kanan) menunjukkan bukti sabu yang disita dari tersangka SH, supir angkutan umum
Oknum Sopir Angkutan Umum Kecanduan Sabu Mataram (Suara NTB) – Seorang supir angkutan umum, SH alias SA (28) kepergok ikut bisnis sabu. Pria lulusan SD ini diduga menjadi kurir. Selain itu, sabu dipakai sendiri. Alasannya, biar kuat menahan kantuk saat sedang mengemudi. Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menjelaskan, SH tertangkap saat sedang
mangkal di Terminal Mandalika, Bertais, Sandubaya, Mataram. Barang bukti sabu disita dari kantong celananya. Salah satu kios dicurigai sering dijadikan tempat pesta narkoba. Sayangnya, pada Sabtu (6/7) lalu, SH ternyata sudah pulang. Tim Satresnarkoba lalu menggerebek SH di rumahnya di Nyangget, Keru, Narmada, Lombok Barat petang hari se-
Dapil III DPRD NTB
Bacaleg Terpilih Partai Berkarya Diduga Gunakan Ijazah Palsu Mataram (Suara NTB) Caleg peraih suara terbanyak dari Partai Berkarya di Daerah Pemilihan (Dapil) III Lombok Timur Utara untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi NTB, Jalaludin, diduga memalsukan dokumen ijazahnya untuk dijadikan syarat pencalonannya. Dugaan tersebut pun tengah ditelusuri oleh partainya untuk memastikan kebenarannya. Ketua DPD Partai Berkarya Provinsi NTB, H. Darmawan yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (19/7) kemarin membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Sehingga partainya bergerak cepat untuk menelusurinya. ”Itulah yang sedang kita akan urus ke DPP, tapi kita akan plenokan dulu di daerah untuk kita sampaikan nanti persoalan ini ke DPP. Sekarang masih sedang kita telusuri,” katanya. Partai berkarya berhasil memboking satu kursi dari dapil III setelah urutan perolehan suaranya masuk delapan besar dari sembilan kursi yang diperebutkan. Jalaludin didug memalsukan ijazah untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian juga ijazah Sekolah Menegah Pertama (SMP) juga tidak dimiliki oleh yang bersangakutan. Terkait hal itu, Darmawan pun sudah menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Jalaludin. “Tapi dia tetap ngotot bahwa dia pernah sekolah. Saya tegaskan kemudian kalau memang pernah sekolah maka ijazahmu mana, tapi saya dijawab sudah hilang. Karena itu saya suruh dia menyerah saja, kalau memang ijazahnya palsu. Saya suruh mundur dulu, sebelum ini nanti jadi panas di internal partai,” tuturnya saat Darmawan memberikan Jalaludin. Darmawan pun mencoba menelusuri sejumlah instansi yang disebutkan Jalaludin tempat dia pernah bersekolah dan mendapatan ijazah. Ditemukan tidak ada yang menunjukan bahwa Jalaludin pernah bersekolah sampai mendapatkan ijazah. “Saya katakan betul mungkin pernah sekolah SMP, tapi hanya sampai kelas dua, tidak sampai tamat. Nah untuk ijazah SMP-nya dia tunjukkan ke saya STTB MTS Mataram, itu sedang saya cek ke Depag. Kemudian untuk paket C-nya, saya sudah tanyakan ke lembaga yang mengeluarkan, ternyata tidak ada nama Jalaludin. Yang ada Lalu Jalaludin, sementara kan Jalaludin kita ini tidak ada Lalu-nya,” jelas Darmawan. Disampaikan Darmawan, ia selaku ketua partai, berusaha bijaksana terhadap celeg yang dipastikan akan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi NTB itu, dengan mengambil jalan tengah yakni ia menjabat sampai setengah periode saja, lalu kemudian di-PAW oleh peraih suara terbanyak kedua. “Supaya bisa berjalan jangan sampai terjadi saling menyalahkan. Kita juga tidak ingin kehilangan kader, kita bikin setengah periode. Tapi itu akan saya konsultasikan ke DPP supaya saya tidak salah langkah ambil keputusan. Nanti dengan KPU juga akan kita sampaikan,” ujarnya. “Tapi kalau ini masuk ke ranah hukum, kan kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jika terbukti maka langkahnya ya harus ke luar dari Partai dan yang akan dilantik adalah peraih suara nomor dua, yakni pak Hulain,” pungkasnya. (ndi)
kitar pukul 22.00 Wita. Tersangka SH mengantongi sabu di celananya. Rencananya, barang haram itu akan diedarkan sesuai suruhan CK, seorang bandar dia atas SH. “Dia mengaku dapat barang dari daerah Kembang Kuning Narmada,” sebut Alam. Barang bukti disita dari SH antara lain enam poket sabu
yang beratnya 0,64 gram, satu set alat hisap, dan delapan plastik klip yang belum terisi. “Dari hasil tes urine, dia positif mengonsumsi sabu. Alasannya, dia ini yang seharihari bekerja sebagai supir tidak ngantuk waktu bekerja,” terang Kapolres. Selain dijerat dengan pasal 127, tersangka SH juga dikenai
pasal 112 dan atau pasal 114 UU RI No35/2009 tentang narkotika. Ancaman pidana penjaranya paling singkat lima tahun. “Kami mengimbau kepada pengurus perusahaan angkutan umum untuk mengecek sopir dan kernetnya dari penyalahgunaan narkoba. Karena ini bisa membahayakan orang banyak,” pungkas Alam. (why)
Kades Lingsar Tersangka Korupsi Dana CSR Mataram (Suara NTB) – Proses penyidikan korupsi dana CSR PDAM Giri Menang bergerak maju. Kepala Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat SY ditetapkan sebagai tersangka. SY diduga menggunakan dana CSR yang menjadi hak Desa Lingsar untuk keperluan pribadi. Dana CSR tersebut sebesar Rp165 juta. Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana menyebutkan, jaksa penyidik sudah menemukan minimal dua alat bukti yang cukup untuk menjerat SY. Penetapan tersangka setelah jaksa yakin dengan perbuatan pidana yang dibahas dalam ekspose. “Kades Lingsar sudah kita tetapkan sebagai tersangka kemarin
(Kamis). Alat bukti dan saksi sudah kuat,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (19/7) kemarin. Setelah penetapan tersangka, sambung mantan jaksa KPK ini, Kades Lingsar kemudian akan dipanggil untuk diperiksa. Penyidik sudah menyelesaikan pemeriksaan saksi-saksi. “Nanti (tersangka) akan dipanggil untuk diperiksa,” tegas Sumedana. Tersangka SY dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Jaksa penyidik Pidsus menghitung kerugian negara dalam kasus itu sebagai kerugian total. Dana sebesar Rp165 juta dianggap sebagai kerugian negara.
Dana yang masuk dari PDAM Giri Menang tidak pernah melalui pembahasan di tingkat BPD. Apalagi persetujuan penggunaannya. “Dana CSR yang seharusnya untuk desa dikirimkan melalui rekening pribadi. Semuanya yang Rp165 juta itu. Uang sudah habis dipakai. Dana CSR untuk desa masuk dalam keuangan negara,” jelasnya. Dana CSR tersebut diduga dipakai untuk keperluan pribadi. Salah satunya dibagikan sebagai uang tunjangan hari raya (THR) saat Idul Fitri 1440 H 2019 lalu. Berdasarkan tujuan pemberiannya, dana CSR itu hendak dipakai untuk kegiatan reboisasi, kegiatan sosial, serta stimulus modal usaha. (why)
SUARA NTB
Sabtu, 20 Juli 2019
Tambang Ilegal di Lingsar Telan Korban Jiwa Giri Menang (Suara NTB) – Seorang penambang bernama Salime (50), warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, tewas tertimbun longsoran pasir galian C di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Jumat (19/7). Lokasi tambang galian C ini telah lama ditutup pemerintah, namun korban nekat menggali lagi di sana. Informasi yang diperoleh dari Sekretaris Kecamatan Lingsar, Marzuki, bahwa kejadian ini berlangsung sekitar pukul 12.45 Wita. Korban yang diketahui bekerja sebagai buruh ikut ke lokasi galian C bersama mobil Pick Up L 300 yang dikendarai oleh rekannya, Kurniawan. Mereka menggunakan kendaraan itu mengisi pasir. Selang beberapa menit, tanah yang mengandung pasir tersebut longsor, dan korban tertim-
bun longsoran. Korban hari itu konon secara diam-diam menambang. Sebab penambangan di sana sudah ditutup. “Galian di sini sudah ditutup,” jelas dia. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Suranadi. Namun tiba di Puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal. Jenazah korban pun langsung dibawa ke rumah duka di Desa Selat Narmada. Untuk tindaklanjut penanganan kasus ini, pihak terkait tengah berupaya menyelesaikan kecelakaan ini secara kekeluargaan. Namun pihak Polsek Lingsar juga ikut turun menangani persoalan ini. Biasanya, warga melakukan penambangan dengan menyemprotkan air ke dalam material. Informasi dari pihak kecamatan, lokasi tambang ini dimiliki
oleh warga setempat. Karena belum mengantongi dokumen perizinan, pihak Tramtib Kecamatan, Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Batu Mekar menghentikan aktivitas tambang sementara. Pihak Satpol PP juga sudah turun untuk mengecek dan meninjau lokasi tambang tersebut. (her)
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.6647 CR NOKA/NOSIN : MH1JFW115GK695890/ JFW1E-1693612 AN.KADEK LENA SUSANTI,Amd HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HILANG
HLG STNK R2 HONDA VARIO DR.2253 BM NOKA/NAOSIN :MH1JDF12179K767015/ JF12E1770298 AN.MARSONO HLG D’SKTR SWETA MENUJU LEMBAR
HLG STNK R2 YAMAHA DR.4931CK NOKA/NOSIN :MH32BU002EJ169170/ 2B4.169182 AN.SOPYAN EFEND1 HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.5834 CV NOKA/NOSIN : MH1JM3112HK364058/ J M 3 1 E 1 3 6 7 2 8 4 AN.SUMARNIWATI HLG D’SKTR LENDANG LEKONG
HILANG STNK R2 HONDA DR.6196 CU NOKA : NOSIN/ MH1JFZ113HK913604 : JFZ1E1928044 AN.SUAEB HLG D’SKTR PASAR KEBON ROEK
HLG STNK R2 HONDA DR.3332 BV NOKA/NOSIN : MH1JF8116BK259599/ J F 8 1 5 - 1 2 5 8 1 3 4 AN.SUHAIMI HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.5523 BC NOKA/NOSIN : MH1JF12157K052831/ J F 1 2 E - 1 0 5 2 6 3 4 AN.KARTIKA SARI,SIP HLG D’SKTR JL.MENINTING
Halaman 9
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697
DIJUAL TANAH
DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919
q
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN
JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 20 Juli 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 10
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 20 Juli 2019
Halaman 11
Lulusan STIE AMM Diberikan Sertifikat Kompetensi Mataram (Suara NTB) Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram terus memberikan inovasi akademik. Selain untuk mempersiapkan lulusannya yang akan diwisuda di bulan Oktober mendatang, para mahasiswa kini dibekali dengan berbagai keterampilan yang dispesifikkan sesuai dengan program studi dan konsentrasi yang dipilihnya. Kabag Humas STIE AMM Mataram, Ahmad Bairizki, SE., MM., menjelaskan, melalui Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) STIE AMM bersama dengan LSP Nawa Widya akhir bulan lalu telah melaksanakan uji kompetensi di bidang
Administrasi Perkantoran kepada para mahasiswa semester VI. Berikutnya STIE AMM akan kembali mengadakan uji kompetensi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Rencananya kegiatan ini akan berlangsung pada 25 s.d. 26 Juli 2019 yang akan datang. Uji kompetensi ini dilaksanakan atas kerjasama dengan LSP MSDM Universal – Surabaya. Selain dari berbagai uji kompetensi yang telah disebutkan di atas, sebelumnya STIE AMM juga telah membuka pelatihan Pajak Aplikatif Brevet A & B yang terselenggara atas kerjasama dengan Tax House Mitranata Yogyakarta. Dari berbagai pelatihan dan uji kompetensi berserti-
Kunjungan Kapal Pesiar Butuh Promosi Lebih Gencar Mataram (Suara NTB) – Berkurangnya angka kunjungan kapal pesiar ke Lombok diharapkan dapat membaik tahun depan. Sembari menunggu penjadwalan kunjungan kapal pesiar pada bulan Januari 2020 mendatang, pihak terkait diharapkan mulai melakukan pembenahan-pembenahan dan memperkuat promosi. General Manager Pelindo III Lembar, Erry Ardiyanto, menyebut kondisi pariwisata yang lesu memang sedang terjadi di semua tempat, termasuk kunjungan kapal pesiar. Menurut Erry, yang paling mungkin dilakukan adalah memaksimalkan potensi di masing-masing destinasi wisata untuk menjadi daya tarik bagi para wisatawan. “Kami berharap dengan adanya gelaran MotoGP dan dengan beroperasinya Pelabuhan Terminal Gili Mas nanti dapat meningkatkan kembali kunjungan wisata, khususnya ke NTB,” ujar Erry ketika dihubungi Suara NTB, Jumat (19/7). Sepanjang tahun 2019 setidaknya ada 26 kapal pesiar dengan kapasitas ribuan orang yang mengikuti jadwal bersandar di Pelabuhan Lembar. Erry menyebut sampai dengan Desember 2019 nanti setidaknya masih ada sisa enam kapal pesiar lagi yang akan mengikuti jadwal kunjungan ke Lombok melalui pintu Pelabuhan Lembar. Mengingat tidak adanya kapal yang membatalkan kunjungannya, Erry menyebut bahwa kunjungan kapal pesiar tersebut masih terbilang normal. “Normal itu sesuai target yang diharapkan. Dalam arti tidak ada pembatalan kapal masuk,” ujarnya. Walaupun begitu kapal pesiar dengan kapasitas besar diakui memang terbatas jumlahnya untuk setiap tahun. Tergantung pada agen perjalanan wisata yang menjadwalkan kedatangan kapal pesiar setiap awal tahun. Erry berharap tidak ada kapal pesiar yang membatalkan kunjungan sampai akhir tahun 2019 nanti. Walaupun begitu, Erry menyebut dirinya sempat khawatir terjadi pembatalan dikarenakan beberapa agen perjalanan wisata sempat mempertanyakan isu tsunami di NTB yang membanjiri media beberapa waktu lalu. “Tapi sudah diyakinkan kembali oleh Tim Komersial kami yang ada di Kantor Pusat, sehingga mereka tetap akan masuk ke Lembar,” ujar Erry.(bay)
Evaluasi Pencapaian RPJMD NTB Dari Hal. 3 Evaluasi pencapaian dan (RPJMD) kita sesuaikan nanti,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP dikonfirmasi di Mataram, kemarin. Selain mengevaluasi capaian program-program yang ada di dalam RPJMD. Ardhi mengatakan juga akan dilihat apakah dilakukan penyesuaian sesuai RPJMN. Ardhi mengatakan, pihaknya sudah mendapat gambaran kebijakan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 20192024. Kemudian, Bappeda juga sudah mendapatkan perencanaan teknokratik RPJMN lima tahun mendatang. ‘’Kita akan coba lihat, di mana tempat keselarasannya dan kita kaitkan sama RPJMD kita. Paling tidak secara teknokratik dulu. Sehingga nanti 2020 ditetapkan RPJMN, kita sudah siap konsepnya. Sehingga 2021 kita tinggal melaksanakan,’’ terangnya. Diketahui, terdapat enam misi dan 52 program unggulan daerah, yang telah dituangkan ke dalam dokumen perencanaan RPJMD NTB 20192023. Pertama, mewujudkan NTB tangguh dan mantap. Melalui penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur serta konektivitas wilayah. Ada delapan program unggulan untuk NTB Gemilang Infrastruktur dan Tangguh Bencana. Yakni, Percepatan Jalan Mantap, SPAM Regional, penerapan sistem informasi siaga bencana atau SI-AGA, Irigasi Cukup, Desa Tangguh Bencana, Nusa Terang Benderang, NTB Terkoneksi dan Sekolah Siaga Bencana. Kedua, mewujudkan NTB Bersih dan Melayani melalui reformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi. Program unggulan Gemilang Birokrasi ini meliputi sembilan program/kegiatan yang berbasis digital. Yaitu eNTeBe Plan, SAKIP LEVEL A, E-Samsat;, NTB Care, Research Based Policy, Samsat Delivery, NTB SDGs Centre, NTB Satu Data, NTB Satu Peta; dan NTB WTP Ketiga, mewujudkan NTB sehat dan cerdas melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah. Telah ditetapkan sepuluh program unggulan Gemilang Pendidikan dan Kesehatan. Salah satu diantaranya adalah 1.000 cendikia, dimana putra-putri NTB setiap tahun dikirim keluar negeri untuk menimba ilmu dan memperkaya mindset, sehingga kelak setelah kembali ke tanah air, siap menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan bahkan pemimpin dunia.
Selain 1.000 Cendekia juga terdapat sembilan program strategis lainnya, yakni Literasi Digital, Rumah Bahasa, Revitalisasi Posyandu, NTB Juara, Air Bersih Untuk Semua, Jamban Keluarga, Re-engineering SMK, Generasi Emas NTB; dan Rumah Layak Huni. Keempat, mewujudkan NTB asri dan lestari melalui pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Terdapat enam program unggulan Gemilang Lingkungan yang menjadi fokus penanganan secara kolaboratif, baik antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, maupun stakeholder lainnya. Mulai dari gerakan sadar lingkungan hingga program aksi pengendalian pencemaran lingkungan, khususnya sampah plastik dan limbah industri melalui gerakan Zero waste. Program-program tersebut meliputi Pembangunan Tata Ruang secara Berkelanjutan, NTB Hijau, NTB Zero Waste, Geopark Dunia, Bank Sampah; dan Taman Asri. Kelima, mewujudkan NTB sejahtera dan mandiri melalui penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata dan industri. Industrialiasasi merupakan kunci mewujudkan masyarakat NTB yang sejahtera dan mandiri. Ada 18 program unggulan Gemilang Ekonomi, Pariwisata, Pertanian dan Industri. Terdiri dari Melawan kemiskinan dari desa, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Unggul, E-Commerce, BUMDes Maju, Science Technology Industrial Park (STIP) Inovatif, Koperasi Aktif, Keluarga Sasambo Gemilang, NTB ramah investasi, UMKM Bersaing, 99 Desa Wisata, Perda Produk Lokal, Rumah Kemasan, Pertanian Lestari, Kampung Unggas, Revitalisasi BLK, Apartemen Ikan, KRPL dan Industrialisasi Produk Pertanian Keenam, mewujudkan NTB aman dan berkah melalui pengembangan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan. Terdapat 9 program unggulan Gemilang Pembangunan Sosial Budaya. Yaitu Islamic Centre Pusat Peradaban, Kampung Madani, Desa Bersinar, Kampung Media, Bale Mediasi, Kota Layak Anak, Sekolah Perjumpaan, Ramah Difabel dan PAUD Holistik Integratif. (nas)
fikasi tersebut, tentunya menjadi keunggulan tersendiri bagi STIE AMM dalam mempersiapkan lulusannya yang berdaya saing. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi para praktisi lembaga pendidikan, di mana tingkat pengangguran terdidik di NTB relatif masih sangat tinggi. Juru Bicara Komisi II DPRD NTB, H. Lalu Darma Setiawan, yang di lansir oleh harian umum Suara NTB beberapa hari lalu menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka
di NTB mencapai 965.983 orang atau sebesar 40,66 persen. “Banyak hal telah dilakukan oleh kampus STIE AMM untuk mempersiapkan kompetensi lulusan. Melalui pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri saat ini, bukan hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga lulusannya dapat membuka lapangan pekerjaan dengan berbagai keahlian yang mereka dapatkan di bangku kuliah,” jelas Bairizki. Hal ini selaras dengan apa
yang telah disampaikan oleh Sekretaris Disnakertrans NTB, Drs. H. Musta’in, SS., MM, beberapa waktu lalu (Suara NTB, 10 Juli 2019), dikatakan bahwa meskipun lowongan kerja tersedia tetapi angkatan kerja yang ada kurang kompeten, sehingga harapannya agar perlu adanya peningkatan keterampilan angkatan kerja. Menurutnya dengan meningkatkan keterampilan maka angkatan kerja tersebut juga dapat menciptakan lapangan kerja. (ron)
RSUD Bima dan Dompu akan Turun Kelas Dari Hal. 3 Selain RSUD Bima, ada beberapa rumah sakit di Provinsi NTB yang juga mengalami nasib serupa. ‘’Kalau tidak salah ada 10 rumah sakit di NTB yang turun kelas, termasuk RSUD Bima,’’ katanya, Jumat (19/7). Alasan penurunan status dari C ke D tersebut tidak dijelaskan secara rinci oleh Ihsan. Namun penetapannya tidak akan diterima begitu saja. Ia mengaku akan segera mengajukan keberatan. “Kita ajukan keberatan, saat ini sedang melakukan assesment keberatan,” katanya. Menurutnya, rumah sakit yang merasa keberatan atau tidak menerima penurunan status, pasca diakreditasi diberikan kesempatan oleh Kemenkes untuk mengajukan keberatan. ‘’Kesempatan pengajuan keberatan hanya diberikan waktu selama 28 hari,’’ katanya. Setelah melayangkan assesment keberatan tersebut, Ihsan berharap pihak Kemenkes bisa meninjau ulang kembali penetapan status tersebut. Minimal statusnya tidak berubah. ‘’Kita ingin statusnya tidak turun, tetap C,’’ pungkasnya.
Anggaran Dipangkas Selain RSUD Bima, RSUD Dompu juga terancam mengalami penurunan kelas dari tipe C ke D. Jika turun kelas, separuh anggaran operasional berpotensi dipangkas. Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Abubakar Husain dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (19/7) mengakui adanya ancaman penurunan kelas bagi rumah sakit tersebut. Hal itu dikarenakan sistem pelaporan alat, tenaga dan sarana kesehatan yang dimiliki tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Untuk ketenagaan misalnya, dari ratusan tenaga medis mulai perawat, bidan dan dokter yang dipekerjakan saat ini hanya terdata dalam sistem aplikasi pelaporan mereka sekitar 50 orang. Sehingga dinilai belum layak untuk menyandang tipe C sebagai pusat pelayanan kesehatan. ‘’Sistem pelaporan itu kan sekarang dia terkoneksi dengan pusat, jadi disitu mereka lihat umpamanya tenaga tidak mencukupi. Seperti yang di sana (laporan RSUD Dompu) itu kurang lebih 50 orang yang terdaftar. Sementara kita lihat
sendiri bagaimana tenaga yang banyak itu, artinya kurang input,’’ ungkapnya. Status tipe C yang disandang RSUD Dompu saat ini, menurut dia, tidak sesuai jika merujuk pada data tenaga dan alat kesehatan yang dilaporkan. Namun beruntung, Kemenkes RI masih memberi kesempatan hingga tiga bulan ke depan untuk dilakukan perbaikan. Jika tak mampu, dipastikan rumah sakit ini akan mendapat sanksi berupa penurunan kelas. Sehingga dengan sendirinya anggaran pembiayaan untuk jasa tenaga medis dan bantuan lain dikurangi, dalam artian hanya dipenuhi sesuai data yang mereka dilaporkan. ‘’Jasa dokter dan sebagainya akan kita bayar sesuai dengan data itu. Termasuk bantuanbantuan lain juga akan berkurang nanti,’’ jelasnya. Di Indonesia, tambah Abubakar Husain, bukan saja RSUD Dompu yang terancam turun kelas karena masalah pelaporan yang tidak sesuai kondisi ril di lapangan. Tapi tergetnya, kesempatan yang sudah diberikan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk proses pembenahan. (uki/jun)
Gubernur Wajibkan Pengusaha Luar Kerjasama dengan Kontraktor Lokal Dari Hal. 3 Sementara untuk nilai HPS di atas Rp2,5 miliar disyaratkan untuk perusahaan kualifikasi besar. Sedangkan utuk paket pekerjaan konstruksi, nilai HPS sampai dengan Rp10 miliar disyaratkan hanya untuk perusahaan kualifikasi usaha kecil. Nilai HPS di atas Rp10 - 100 miliar, disyaratkan untuk usaha kualifikasi menengah. Untuk nilai HPS di atas Rp100 miliar disyaratkan untuk penyedia jasa pekerjaan konstruksi dengan kualifikasi usaha besar. Kemudian dalam Pergub tersebut juga kata Wahyu, terkait kewajiban KSO (Kerjasama Operasional) dan subkontrak diatur bahwa perusahaan luar daerah NTB yang mengikuti tender dengan risiko kecil sampai dengan sedang. Berteknologi sederhana sampai dengan madya dengan klasifikasi menengah wajib melakukan KSO dengan perusahaan jasa konstruksi di NTB atau kontraktor lokal. Pekerjaan jasa konstruksi yang wajib dan/atau dapat disubkontrakkan dengan ketentuan. Pertama, pekerjaan dengan pagu anggaran di atas Rp25 miliar sampai Rp100 miliar, wajib mensubkontrakkan sebagian pekerjaan utama kepada penyedia jasa spesialis (apabila telah tersedia penyedia jasa spesialis). Dan, sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada sub penyedia jasa usaha kecil. Kedua, paket pekerjaan dengan nilai pagu anggaran di atas Rp100 miliar, wajib mensub-
kontrakkan sebagian pekerjaan utama kepada penyedia jasa spesialis. Ketiga, mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada sub penyedia jasa usaha kecil dari lokasi pekerjaan provinsi setempat yang dimaksud. Keempat, penyedia tidak mensubkotrakkan seluruh pekerjaan utama. Penyedia usaha kecil tidak mensubkontrakkan pekerjaan yang diperoleh. Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Keanggotaan Gapensi NTB, Eddy Sophian mengatakan, Pergub ini menunjukan keberpihakan Gubernur atas nasib pengusaha lokal di NTB. Apalagi hampir 90 persen dari sekitar 3.000 pengusaha konstruksi lokal NTB tergolong sebagai pengusaha kecil. ‘’Pergub ini menjadi pedoman bahwa pengusaha luar NTB yang ikut tender proyekproyek APBD lingkup Provinsi, wajib menggandeng pengusaha lokal sebagai mitra pendukung,’’ katanya. Selama ini hal tersebut jarang sekali terjadi. Para pengusaha luar NTB yang ikut tender dan mengerjakan proyek APBD NTB selama ini berjalan sendiri-sendiri tanpa melibatkan pengusaha lokal. Eddy menambahkan, dalam Pergub juga diatur bahwa perusahaan luar NTB harus memiliki NPWP perusahaan cabang di NTB. Sehingga benefit pajak dari proyek yang didapatkan bisa masuk menjadi pendapatan daerah di NTB. ‘’Kalau dulu kan mereka kerja di NTB, dapat untung,
tapi pajaknya tidak masuk ke NTB. Nah Pergub ini mengatur agar pajak bisa dinikmati juga di NTB,’’ terangnya. Ia berharap, para pengusaha konstruksi di NTB dan asosiasi terkait bisa memanfaatkan peluang yang disiapkan pemerintah daerah ini dengan mempersiapkan diri sebaikbaiknya. Selain itu, untuk memastikan kontrol terhadap aturan ini harus dibentuk Komite Pemantau terdiri dari unsur assosiasi pengusaha, LPJK dan pemerintah. Masyarakat jasa konstruksi yang tergabung dalam koordinasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) NTB sangat mengapresiasi Pergub ini. Apalagi hal ini sudah sejak lama diharapkan agar pemerintah daerah menerbitkan payung hukum untuk melindungi masyarakat jasa konstruksi di NTB. Ketua LPJK NTB, Siti Nurul Hijah, ST, MT mengatakan, tujuan Pergub ini agar proyek- proyek dengan sumber anggaran daerah (APBD) yang dikerjakan oleh kontraktor dan konsultan luar daerah diharapkan dikerjasamakan dengan masyarakat jasa konstruksi yang ada di NTB untuk transfer knowledge. ‘’Kami menyampaikan syukur dan terimakasih, Pemerintah Daerah NTB telah mendukung dan menjawab harapan para pelaku jasa konstruksi di NTB,’’ kata Nurul Ia mengharapkan OPD di lingkup Pemprov NTB juga harus konsisten menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh Gubernur NTB. (nas)
DKI Jakarta Butuh Ribuan Sapi Potong dari NTB Dari Hal. 3 Model kerjasama antara BUMD NTB dengan DKI Jakarta sedang dijajaki. Tiga BUMD DKI Jakarta yang sudah menjajaki kerjasama dengan PT. GNE adalah PD. Pasar Jaya, PT. Food Station dan PD. Dharmajaya. Dikatakan, PT. Food Station
siap menerima produk-produk olahan asal NTB sesuai standar yang ditetapkan. Kerjasama membangun industri pengolahan di NTB, kata Wirajaya tergantung kesiapan PT. GNE. Misalnya, mereka mendirikan pabrik penggilingan padi. ‘’Tergantung kesiapan kita juga. Apakah melalui FS layak atau
tidak. Itu saya minta dijajaki oleh PT. GNE,’’ terangnya. Untuk jangka pendek ini, kata mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini, DKI membutuhkan ribuan sapi potong untuk persiapan Hari Raya Qurban. ‘’Kita membuka peluang itu, kita pertemukan mereka,’’ pungkasnya. (nas)
Bangun ’’Shelter’’ Seismik Gempa Dari Hal. 3 Kabupaten Dompu. Status lahan pinjam pakai. ‘’Wakil Bupati sangat mendukung dengan adanya rencana pemasangan peralatan ini, dan menjamin keamanan lokasi di halaman Kantor Camat Pekat ini,’’ kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto kepada Suara NTB Jumat (19/7) kemarin. Dengan disetujuinya penggunaan lahan itu, Agus Riyanto akan langsung melapor ke BMKG pusat untuk segera ditindaklanjuti untuk rencana pembangunan. ‘’Lelang akan diumumkan di LPSE akhir bulan ini dan harus selesai (pembangunan) pertengahan bulan September,’’ kata Agus Riyanto. Pemilihan titik itu dijelaskan, telah melalui kajian awal oleh tim teknis tim BMKG pusat. Ada tiga titik di NTB dari 200 titik se Indonesia yang ditentukan berdasarkan kajian ilmiah BMKG RI. ‘’Shelter yang dibangun untuk deteksi gempa memonitor kejadian gempa. Bukan untuk early warning system. Jadi tujuannya adalah agar BMKG lebih cepat menentukan parameter gempa,’’ jelas Agus. Pada kesempatan itu, tim
BMKG juga mengabarkan shelter yang berada di Tambora rusak orang tak dikenal, bahkan accu dicuri dan solar cell dirusak. Wakil Bupati sangat menyayangkan kejadian itu. Berharap tidak terulang peristiwa yang sama. Wakil Bupati akan berkoordinasi dengan jajarannya untuk menjaga perangkat yang akan terpasang. ‘’Harapannya semoga ke depan tidak terjadi lagi masalah seperti ini,’’ kata Agus mengutip Wakil Bupati dalam pertemuan itu. Dengan dibangunnya shelter seismic di Pekat, akan menambah jumlah perangkat deteksi gempa di NTB. Di Pulau Lombok dan Sumbawa akan dibangun tiga unit tambahan, lokasinya di Kecamatan Bayan Lombok Utara, Penujak Lombok Tengah dan Tambora Kabupaten Bima. Diperkirakan September shelter itu sudah dibangun dan berangkat seismic sudah di-install. Agus Riyanto menjelaskan, idealnya Provinsi NTB memiliki 20 shelter gempa yang dapat memonitor aktivitas seismik di NTB. Dia mencontohkan Jepang negara yang kecil namun memiliki ribuan shelter, sementara Indonesia saat ini baru memiliki 194 unit. (ars)
Bupati Tegaskan Komitmennya Tuntaskan Pasar Seketeng Dari Hal. 3 Namun dengan segala upaya, tidak juga bisa terbangun, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah saat itu. Sejarah masa lalu itulah yang kemudian memacu semangatnya untuk terus bermimpi membangun pasar seketeng yang representatif bagi masyarakat. Kesempatan itupun datang setelah dirinya dipercaya dan diberikan amanah oleh rakyat sebagai Bupati Sumbawa. Pembangunan pasar ini menjadi prioritas. Sehingga akhirnya mimpi lama itu bisa terealisasi. ‘’Saya punya catatan sejarah tentang amat (bahasa daerah pasar) Seketeng ini. Ketika saya mendapat amanah dari rakyat, Alhamdulillah menjadi prioritas utama untuk Pasar Seketeng ini. Alhamdulillah dukungan dari bapak ibu semua, terhadap pembangunan Pasar Seketeng ini saya bersyukur bisa kita wujudkan. Semangat saya sampai detik ini wajib hukumnya saya bangun dan saya tuntaskan Pasar Seketeng ini,’’tegasnya. Bupati pun mengharapkan dukungan semua pihak untuk mengawal pembangunan dan keberlangsungan Pasar Seketeng ini. Karena dirinya berhajat dan berniat Pasar Seketeng ini akan menjadi pasar terbaik di NTB. Dengan dibangunnya pasar yang representatif ini, diharapkan dapat membangkitan dan mengungkit perekonomian masyarakat. Di sisi lain, bupati juga mengingatkan semua pihak agar tidak lalai dalam pembangunan, karena merupakan proyek yang anggarannya paling besar dari APBD. ‘’Mudah-mudahan groundbreaking hari ini (kemarin), bisa kita laksanakan dalam artian memulai pembangunannya. Mohon dukungan dan pengawalan semua pihak. Karena ini dana puluhan miliar, jadi harus dikawal bersama-sama supaya tidak lalai. Betul-betul dijaga kualitasnya, bangunannya juga harus dipelihara. Dan saya minta dengan TP4D, mari kita bekerjasama betul. Kalau ini yang jalan, maka Insya Allah pembangunannya akan aman,’’ tegasnya. Sebelumnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, M.M melaporkan, Pasar Seketeng adalah pasar terbesar di Kabupaten Sumbawa yang dibangun pada tahun 1981 dengan luas area 12.500 m2. Setelah dilakukan pembebasan lahan pada tahun 2019, luas lahan saat ini menjadi 15.000 m2 atau 1,5 hektar. Jumlah pedagang sebanyak 2.163 dan Pasar Seketeng adalah satu-satunya pasar type A di Kabupaten Sumbawa.
Sebelum dibangun kembali pada tahun ini, Pasar Seketeng telah direnovasi beberapa kali. Terakhir direnovasi pada tahun 2011 atau delapan tahun yang lalu dengan anggaran yang bersumber dari dana CSR PT.NNT. Tetapi belum mampu mengakomodir jumlah pedagang yang ada di pasar ini. Akibatnya pedagang terpaksa harus berjualan di luar area pasar sampai menggunakan badan Jalan dr Cipto dan Jalan Mujair. Sehingga terjadi kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas. ‘’Pasar Seketeng adalah pusat perekonomian yang sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Namun dengan adanya musibah kebakaran yang terjadi pada tanggal 23 Januari 2019, aktivitas perdagangan di Pasar Seketeng untuk sementara dialihkan ke Taman Kerato. Dan alhamdulillah harapan dan impian masyarakat Sumbawa yang telah ditunggu, pada hari ini (kemarin) akan kita mulai pembangunannya,’’ katanya. Dijelaskannya, Pasar Seketeng adalah pasar yang pengelolaannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Akan dibangun dua lantai yang terdiri dari tiga blok yaitu blok A, blok B, dan blok C dengan luas keseluruhan bangunan 22.000 meter persegi. Pasar ini mampu menampung sebanyak 2.700 pedagang yang terdiri dari 700 kios permanen dan 2000 pedagang pelataran. Pasar ini dilengapi dengan berbagai fasilitas diantaranya mushala, toilet yang representatif sebanyak 16 unit. Pengelolan air limbah, ramah terhadap penyandang disabilitas, ruang pemeriksaan kesehatan, lahan parkir, taman dan fasilitas bermain anak-anak, beserta fasilitas lainnya. Pembangunan pasar akan dilakukan dua tahap, yaitu tahun 2019 dan 2020. Tahap pertama saat ini akan dibangun blok B dan blok C sampai tuntas serta pondasi untuk blok A. Diharapkan kepada bupati kiranya pembangunan blok A ini dapat dilanjutkan pada tahun 2020. Mengingat pasar ini adalah jantung perekonomian masyarakat Kabupaten Sumbawa. ‘’Dengan terbangunnya pasar ini, kesan yang selama ini bahwa pasar identik dengan kotor, becek, kumuh, dan bau akan hilang. Karena pasar ini adalah pasar rakyat yang dibangun dengan protoype sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan dengan memperhitungkan sirkulasi udara, pencahayaan, air bersih yang bangunan dan pengelolaannya sesuai dengan SNI,’’ pungkasnya. (arn/ind/*)
Pemprov Cermati Pemicu Bertambahnya Kemiskinan di Perkotaan Dari Hal. 3 Ketika ditanya cara luar biasa yang perlu dilakukan mempercepat penurunan kemiskinan, Ardhi mengatakan mendorong pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM). Menurutnya, hal itu bisa membuka banyak lapangan pekerjaan. Selain itu, inflasi harus mampu dikendalikan. Ia menambahkan, Pemprov juga sedang melaksanakan 13 program untuk mempercepat penurunan kemiskinan, yang baru setahun ini berjalan. Ke 13 program prioritas tersebut antara lain Pengembangan BUMDes, Rumah Layak Huni, Pemenuhan Air bersih. Kemudian Kawasan Rumah Pangan lestari (KRPL), Kelompok Usaha Bersama, Sanitas/Jamban keluarga, Bank Sampah. Selanjutnya,
Desa Wisata, Pertanian Konservasi, Motorisasi Nelayan/ budidya udang Vaname, Listrik murah, Desa berdaya mandiri pangan dan Ketahanan Keluaga berbasis posyandu, pendidikan dan kesehatan. ‘’Mudah-mudahan ke depannya. APBD kita insya Allah lebih sehat. Kemudian harapan kita juga, karena kewajiban jangka pendek bisa kita kendalikan. Sehingga program 2020 bisa kita lebih leluasa menjalankan program ini,’’ katanya. Sekarang, pihaknya masih memetakan program-program unggulan tersebut semuanya terakses dalam program 2020. Setelah itu akan petakan masing-masing OPD bagaimana dia mengakses program unggulan. ‘’Sehingga akan diketahui mana OPD yang menjadi lokomotif, gerbong
dan penumpang,’’ terangnya. Sementara itu, Pemerhati Ekonomi Universitas Mataram, Dr. M. Firmansyah, SE, M. Si mengatakan, bertambahnya penduduk miskin di perkotaan akibat rangkaian dampak gempa yang melanda NTB 2018 lalu. Ia mengatakan, dampak gempa masih menyebabkan perekonomian NTB belum stabil dan pasar belum bekerja normal. ‘’Jadi investasi masih wait and see. Mestinya kalau investasi terealisasi di perkotaan, akan mendorong perekonomian,’’ kata Firmansyah. Khusus untuk masalah kemiskinan di perkotaan, perlu diperbanyak kegiatan-kegiatan atau event jangka pendek seperti Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE). Menurutnya, Pemda perlu melobi pemerintah pusat dan
lembaga-lembaga yang ada di pusat agar melaksanakan kegiatan di NTB. ‘’Kemudian dorong perguruan tinggi melakukan seminarseminar nasional. Intinya menggairahkan pasar, harus banyak event, kegiatan kalau di perkotaan,’’ sarannya. Pascabencana gempa bumi yang melanda NTB, Firmansyah melihat masih belum banyak event-event skala nasional yang diselenggarakan di Kota Mataram, Ibukota NTB. Begitu juga di kampus-kampus, belum banyak yang melaksanakan kegiatan seminar-seminar nasional. Untuk itu, Pemda perlu melakukan pendekatan ke asosiasi pariwisata dan pemerintah pusat agar mengarahkan kegiatan MICE ke NTB. Firmansyah mengatakan, masyarakat yang bekerja di sektor sekunder di perkotaan
jumlahnya cukup banyak. Mereka inilah yang mengisi ruang-ruang ekonomi di perkotaan. Masyarakat yang bekerja di sektor sekunder ini seperti UMKM-UMKM, perdagangan dan jasa. Apabila sektor sekunder ini lesu di perkotaan, maka akan menyebabkan bertambahnya angka kemiskinan.’’”Ketika di perkotaan belanja kurang bergairah. Inilah yang menyebabkan kemiskinan naik. Karena penghasilan dari produksi itu berkurang. Penghasilan dari orang jualan, pedagang, pebisnis berkurang,’’ jelasnya. Sehingga event-event besar skala nasional perlu dilaksanakan di perkotaan. Impactnya kalau orang banyak berkunjung ke perkotaan maka akan berimbas terhadap hidupnya UMKM, perhotelan, restoran dan rumah makan. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 20 Juli 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
Walikota Buka MTQ
Visi Maju, Religius dan Berbudaya Harus Diperkuat Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII pada Kamis (18/7) malam. Pada MTQ yang akan berlangsung hingga 23 Juli 2019 itu, Pemkot ingin menguatkan visi Kota Mataram “Maju, Religius, dan Berbudaya”. Hadir pada pembukaan MTQ itu seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Mataram, pimpinan DPRD beserta seluruh camat dan lurah se-kota Mataram. Perhelatan yang berlangsung di lapangan Karang Gen-
teng Pagutan, Mataram itu bertema “Senandung Cinta Al-Quran di Gumi Mentaram”. Dalam sambutannya, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan tekadnya dalam membangun kota Mataram dengan mengedepankan dan berpacu pada visi kota Mataram. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat kota Mataram dan Pemkot beserta jajarannya untuk terus bangkit dalam membangun peradaban yang lebih unggul. Menurut Ahyar, kegiatan MTQ ini merupakan kegiatan yang bermakna positif bagi kemajuan, kese-
jahteraan warga kota. “Sehingga kita mampu bersaing dengan daerah-daerah lain dan mampu bersaing ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu tingkat daerah, kota, nasional, maupun internasional,” ungkapnya. Sesuai visi Kota Mataram, Ahyar menuturkan dengan adanya MTQ kali ini diharapkan mampu membawa kota Mataram dalam menyiarkan syiar-syiar Islam sesuai dengan apa yang dicita-citakan dalam visi Maju, Religius, dan Berbudaya. Tentunya, hal tersebut merupakan pondasi awal
masyarakat kota Mataram khususnya dalam menjalankan dan meraih cita-cita. MTQ kota Mataram melombakan delapan mata lomba, masing-masing Tilawatil Qur’an, Qiroat Saba’ah, Hifzil Qur’an.Tafsir Qur’an, Fahmil Qur’an, Tajwid, Khotil Qur’an, dan Makalah Ilmiah, nantinya dapat melahirkan juara yang bermartabat serta dapat melanjutkan ke tingkat lebih tinggi. “Saya harap akan lahir para juara yang nanti mampu menjawab tantangan kota Mataram,” kata Walikota. (viq)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257