SUARA NTB
HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SABTU, 18 MEI 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
12 HALAMAN NOMOR 61 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
(Suara NTB/humasntb)
BELI KAIN - Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat membeli kain tenun khas Lombok di Desa Wisata Sade, Pujut, Loteng, kemarin.
Jokowi Kepincut Kain Tenun Lombok DI sela-sela kunjungannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri mengunjungi Desa Wisata Sade di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Selain untuk melihat secara langsung kondisi Kampung Sade, orang nomor satu di Indonesia ini juga mampir untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Nur Syahada, masjid kuno Sade. Sambutan hangat pun diberikan warga setempat. Usai salat Jumat, Presiden Jokowi berserta rombongan menyempatkan diri bercengkrama dengan warga kampung setempat. Dan, sempat menyaksikan suguhan kesenian tradisional suku Sasak, Presiden sendiri tampak menikmati kunjungannya di kampung asli masyarakat suku Sasak tersebut. Bersambung ke hal 11
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 H/2019 M 04:51
05:01
12:15
15:35
18:07
19:19
Ajak Masyarakat Bicara PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) diminta untuk segera menuntaskan persoalan sengketa lahan di jalur sirkuit MotoGP yang akan dibangun. Namun tentunya dengan cara-cara yang baik. Permintaan tersebut disampaikan Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi), Bersambung ke hal 11
Praya (Suara NTB) Presiden Ir.H.Joko Widodo (Jokowi) mengaku puas dan memberi apresiasi atas perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kuta yang terbilang cukup pesat. Di mana saat ini setidaknya sudah ada tiga hotel yang mulai dibangun. Dari total tujuh investor yang sudah menandatangi kesepakatan kerjasama pengelolaan lahan di kawasan The Mandalika. dibangun. Misalnya, toilet umum standar yang dibangun juga cukup bagus. ‘’Dan, memang itu yang diharapkan. Jadi fasilitas yang dibangun standarnya harus bagus. Mengingat kawasan
Dewan Dorong Investigasi Bantuan Bibit Jagung Kualitas Buruk
H. Joko Widodo
KO M E N TTAA R
(Suara NTB/humasntb)
Butuh Waktu 12 Bulan
(Suara NTB/humasntb)
Presiden Apresiasi Perkembangan KEK Mandalika
‘’Pak Dirut (ITDC) sudah menyampaikan untuk hotelnya sudah tujuh yang sewa (lahan), tiga yang bangun. Ini perkembangan yang cukup bagus,’’ pujinya. Termasuk fasilitas penunjang kawasan juga sudah banyak yang
TO K O H
Abdulbar M. Mansoer
(Suara NTB/nas)
TINJAU KEK - Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer saat meninjau KEK Mandalika, Jumat (17/5) siang.
DIREKTUR Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer menyatakan, konstruksi pembangunan sirkuit Mandalika akan mulai dilakukan September mendatang. Saat ini sedang dilakukan penyusunan Detailed Engineering Design (DED). ‘’Sedang disiapkan DED, baru September dibangun. Tapi sirkuit ini pekerjaan bukan sebesar bandara. Sirkuit ini bisa dikerjakan dalam waktu 12 bulan,’’ kata Abdulbar dikonfirmasi di sela-sela persiapan menyambut kunjungan kerja Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di KEK Mandalika, Jumat (17/5) siang. Bersambung ke hal 11
KOMISI II DPRD NTB yang membidangi urusan pertanian mendorong agar dilakukan investigasi terhadap bantuan bibit jagung dari Pemprov NTB kepada petani di Sumbawa dan KSB yang dinilai kualitasnya buruk. Dorongan tersebut disampikan Sekretaris Komisi II, Yek Agil, Kamis (16/5) di Mataram. ‘’Kita mendorong agar dilakukan investigasi atas laporan masyarakat ini. Diduga ada permasalahan dalam bantuan bibit jagung tersebut, karena itu terjadi di sebagian besar bantuan itu,’’ katanya saat ditemui Suara NTB di ruang kerjanya. Dikatakannya, setiap program pemerintah pada dasarnya harus berkontribusi terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat. Karena itu harus ada upaya penanggulangan terhadap
dampak yang dialami masyarakat atas buruknya kualitas bibit jagung yang mereka terima. ‘’Setiap program itu kan ada perencanaannya dan kajian yang mendalam, serta ada pelaksana programnya. Nah kami tidak ingin dalam program itu merugikan masyarakat. Sehingga harus ada pihak yang bertanggung jawab. Apakah kesalahannya pada program atau pelaksana pihak ketiganya,’’ kata politisi PKS ini. Menurut Yek Agil, permasalahan serupa juga pernah terjadi tahun sebelumnya. Hanya saja volumenya sangat kecil dan tidak sebesar yang sekarang ini. Karena itulah mengapa penting dilakukan investigasi untuk diidentifikasi permasalahannya. Bersambung ke hal 11
The Mandalika sangat indah. Sehingga harus ditunjang dengan ketersedian fasilitas yang bagus pula.’’ Jumat (17/5) kemarin, Presiden Jokowi kembali meninjau progres pembangunan KEK Mandalika. Kedatangan Presiden untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pelaksanaan MotoGP 2021, seperti perpanjangan landasan pacu (runway) Lombok International Airport (LIA) dan akses jalan by pass LIA - KEK Mandalika. Presiden pun mengingatkan pihak ITDC agar benar-benar mengelola kawasan The Mandalika dengan baik. Jangan sampai salah kelola. Jadi se-
jak awal, manajemen dan pengelolan kawasan The Mandalika harus benarbenar bagus. ‘’Pemberian Allah ini jangan sampai menjadi tidak baik. Karena salah manajemen dari awal. Ini yang harus dihindari,’’ katanya mengingatkan. Dengan adanya event balap MotoGP di tahun 2021 mendatang, kawasan The Mandalika diharapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sekaligus bisa memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Lombok dan di NTB pada umumnya. Yang pada akhirnya, secara agregat mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Bersambung ke hal 11
Jagung Gagal Tumbuh
Kelompok Tani di Desa Kertasari Merugi Taliwang (Suara NTB) Kelompok Tani Tanah Subur, Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengeluhkan buruknya kualitas bibit jagung bantuan Pemprov NTB yang diterima awal musim tanam pertama. Pasalnya, dari jumlah keseluruhan benih yang ditebar sekitar 18 Kg di lahan seluas satu
hektar hanya 60 persen saja yang tumbuh. Sementara sisanya rusak, sehingga merugikan petani dari pengeluaran untuk biaya pengolahan lahan. ‘’Kualitas benihnya sangat buruk, buktinya hanya 60 persen saja yang tumbuh dari total luas lahan yang tersedia. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/ils)
DITARIK - Bibit jagung bantuan Pemprov NTB yang ditarik Dinas Tanbunnak KSB dari petani di Desa Kertasari karena kualitasnya buruk.
Percepat Pembangunan RTG
Gabungan BUMN Karya Sudah Bangun 1.200 Unit Risha untuk Korban Gempa NTB
(Suara NTB/nas)
FOTO BERSAMA - Foto bersama Perwakilan BUMN Karya yang membangun Risha untuk korban gempa di Dusun Montong Goak Desa Selebung Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.
(Suara NTB/nas)
CONTOH RISHA - Contoh Risha untuk korban gempa yang sudah selesai dibangun di Dusun Montong Goak Desa Selebung Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.
Praya (Suara NTB) Gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan dua BUMD turut membantu percepatan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di NTB. Gabungan BUMN yang turut hadir mempercepat pembangunan RTG di NTB antara lain Waskita Beton Precast, Wika Beton, Abipraya Beton, Nindya Beton, Hutama Karya, Adhi Beton, PP Urban, Varia Usaha Beton dan Jaya Beton Indonesia. Juru Bicara Gabungan BUMN, Yoyok Christianto (Victor Ary B) menjelaskan kehadiran BUMN untuk membantu percepatan pembangunan rumah warga NTB yang rusak akibat gempa mulai Oktober 2018. Bersambung ke hal 11
Berdampak Ekonomi PEMKOT Mataram membebaskan lahan di dua kelurahan untuk pembangunan jalan pinggir sungai. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat. Dua kelurahan terdampak pembebasan lahan yakni Kelurahan Pejeruk dan Kebon Sari. Anggaran dibutuhkan sekitar Rp3 miliar. Lurah Pejeruk, H. Abdul Wahab mengapreasiasi pembebasan lahan tersebut. Dampak ekonomi maupun aspek lainnya dirasakan oleh masyarakat. Selama ini, kawasan tersebut (Suara NTB/cem) H. Abdul Wahab tidak tertata dengan baik sehingga menimbulkan kesan kumuh. “Alhamdulillah, kita berterima kasih ke pemerintah,” kata Wahab dikonfirmasi, Jumat (17/5). Proses penetapan harga sesuai harga appraisal tak ada masalah. Respon masyarakat justru menyambut baik dan memilih secara aklamasi. Kemungkinan kata Wahab, harga ditentukan sesuai dengan dasar harga yang diinginkan masyarakat. Disatu sisi, masyarakat tidak dirugikan. Dan, di sisi lain masyarakat diuntungkan dengan adanya jalan akan dibangun. Apalagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang akan membangun jembatan penghubung antara Kelurahan Pejeruk dengan Dasan Agung Baru. “Artinya, masyarakat diuntungkan dari pembebasan lahan itu,” tandasnya. Dari aspek lain dari penataan itu, terdapat dampak positif. Taman dibangun di sepanjang aliran Sungai Jangkok dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Di sisi lain, rumah yang berhadapan dengan sungai tidak lagi membuang sampah ke sungai. Minimal kondisi ini bisa mengubah pola pikir masyarakat untuk menjaga aliran sungai. “Masyarakat lahan sempit karena di rumah oksigen kurang. Bayangkan lahan hanya 1 are ditempati oleh 3 hingga 4 kepala keluarga,” sebutnya. Secara keseluruhan luas lahan dibebaskan milik masyarakat sekitar 3.295 meter. Satu kepala keluarga mendapatkan harga berbeda – beda tergantung dari perhitungan tim appraisal. Di sepanjang aliran Sungai Jangkok tambah Wahab, ada industri olahan tahu – tempe. Diupayakan dibuatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal untuk menampung limbah industri tahu – tempe. Bukan berarti kata dia, pemerintah mematikan usaha masyarakat. Hal ini sebagai alternatif agar sungai tidak tercemar akibat limbah tahu – tempe dibuang ke sungai. (cem)
SUARA MATARAM
Bantuan Rehab Rumah Ditarik dari Korban Gempa Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menarik kembali bantuan rehab rumah senilai Rp16 miliar lebih dari rekening warga korban gempa Kota Mataram. Hal ini akibat terjadi perbedaan dan perubahan data korban gempa. Perubahan data dimaksud kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Sekretaris BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki berupa data ganda, nomor induk kependudkan tidak sama dengan kartu tanda penduduk, satu nama ternyata NIK berbeda. Selain itu, dalam satu keluarga mengajukan lima kepala keluarga padahal tinggal di satu rumah. “Ada juga rumah kos dan kontrakan. Ini tidak boleh menerima bantuan,” kata Muzaki ditemui, Jumat (17/5). Tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Perkim, Dinas
PUPR, melakukan verifikasi kembali dan turun ke lapangan. Ditemukan, satu kepala keluarga ganda, sehingga tim harus dikeluarkan sebagai daftar penerima bantuan. Muzaki menyebutkan, secara keseluruhan data rumah rusak akibat gempa berjumlah 13.431 unit. Dengan kategori rusak berat 2.390 unit, rusak sedang 2.777 unit dan rusak ringan 8.264 unit. Total anggaran dibutuhkan perbaikan Rp271 miliar lebih. Namun demikian, terjadi perubahan data penerima bantuan rehab rumah sekitar
649 unit. Bantuan rehab dan rekon Rp16 miliar lebih terpaksa ditarik dari rekening warga. “Terpaksa kita tarik lagi. Karena, mereka tidak boleh dapat,” tegasnya. Anggaran tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mengintervensi rumah yang belum terdata. Pihaknya menemukan rumah warga telah dirobohkan tapi tidak terakomodir dalam SK. Data rumah rusak tercecer untuk rumah rusak berat 50 unit, rusak sedang 210 unit dan rumah rusak ringan 655 unit. BPBD sambung Jack, sapaan
akrabnya, kembali akan membuatkan surat keputusan (SK) tahap IX untuk mengakomodir keseluruhan kerusakan rumah tersebut. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp13 miliar. Sehingga, anggaran Rp16 miliar tidak dikembalikan ke pemerintah pu-
sat. “Termasuk di Lendang Kelor itu yang akan kita intervensi,” demikian kata Jack. (cem)
”
Dalam satu keluarga mengajukan lima KK, padahal tinggal di satu rumah. Ada juga rumah kos dan kontrakan. Ini tidak boleh menerima bantuan
Ahmad Muzaki
DP3A Lakukan Penguatan terhadap Forum Anak
(Suara NTB/cem)
SEPAKAT DIBAYAR - Arifin, warga Lingkungan Kebon Bawaq, Kelurahan Pejeruk menandatangani kesepakatan pembayaran tanah oleh Pemkot Mataram. Lahan dibebaskan untuk pembangunan jalan inspeksi sekitar 3.260 meter persegi dengan kebutuhan anggaran Rp3 miliar.
Pembangunan Jalan Inspeksi
Pemkot Segera Bayar Pol PP Harus Tegas Lahan Milik Warga
WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., meminta Pemkot Mataram melalui Satpol PP Kota Mataram untuk bertindak tegas. Permintaan ini, menyusul maraknya aktivitas rumah bernyanyi diduga menyimpang dari izin. Ada beberapa rumah bernyanyi di Kota Mataram diduga menyediakan pemandu lagu. Salah satunya adalah rumah bernyanyi yang ada di Abian Tubuh, Kota Mataram. ‘’Yang seperti ini(Suara NTB/fit) kan tidak sesuai H. Muhtar dengan visi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya,’’ katanya di DPRD Kota Mataram. Padahal, saat menerima kunjungan kerja dari luar daerah di DPRD Kota Mataram, Muhtar selalu membangga-banggakan bahwa bahwa banyak lampu kelap kelip di tengah sawah, itu bukan tempat hiburan, melainkan lesehan atau rumah makan. Orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini menegaskan bahwa Kota Mataram sudah memiliki aturan main soal rumah bernyanyi. Dalam Perda Kota Mataram menegaskan, bahwa Pemkot Mataram hanya memperbolehkan hiburan berupa rumah bernyanyi keluarga dengan konsep yang sangat transparan. Artinya, kalau kemudian ada rumah bernyanyi yang sampai menyediakan pemandu lagu, hal ini jelas sudah menyalahi izin rumah bernyanyi itu sendiri. Politisi Gerindra ini menyayangkan masih adanya praktik-praktik penyalahgunaan izin rumah bernyanyi. ‘’Sekarang kita kembali kepada aturan. Kalau memang itu melanggar, pemerintah harus tegas,’’ katanya. Pol PP diminta menginventarisir mana-mana rumah bernyanyi yang diduga menyalahi izin. Penegakkan Perda ini harus dilakukan sungguh-sungguh tanpa pandang bulu. ‘’Jangan setengah-setengah,’’ cetusnya. Aktivitas-aktivitas seperti ini, lanjut Muhtar, menciderai visi Kota Mataram. Untuk itu, Muhtar meminta Satpol PP tidak setengah hati dalam bertindak. Jangan ada kesan Pemkot Mataram menutup mata jarang-jarang atas persoalan ini. Menurut anggota Dewan dari dapil Ampenan ini, kalau rumah bernyanyi itu sudah menyimpang dari izinnya, dia menyarankan supaya Pemkot Mataram tegas menutup tempat hiburan tersebut. ‘’Pol PP harus cek itu izinnya apa, kalau tidak sesuai ya ditutup saja,’’ tegasnya. (fit)
Halaman 2
Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram dalam hal ini Badan Keuangan Daerah (BKD) segera membayar lahan milik warga di Kelurahan Pejeruk dan Kelurahan Kebon Sari. Anggaran pembebasan lahan sekitar Rp3 miliar diperuntukkan untuk pembangunan jalan inspeksi. Penyampaian hasil pengukuran dan appraisal harga tanah untuk jalan inspeksi Utara Sungai Jangkok dipimpin oleh Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. Mahmuddin Tura, Kepala Bidang Aset pada Badan Keuangan Daerah, Nengah , Camat Ampenan, Muzzakir Wallad, Lurah Pejeruk, H. Abdul Wahab dan pemilik lahan. Penyampaian harga berdasarkan perkiraan harga oleh appraisal tidak ada penolakan dari warga. Penetapan harga seperti disampaikan Mahmuddin, disetujui oleh masyarakat. Lahan dibebaskan sekitar 3.260 meter persegi berdasarkan pengukuran dari Badan Pertanahan Nasional. Lahan ini dimiliki oleh 34 orang yang terkena dampak pembebasan adalah 35 bidang. Harga per meter persegi sebutnya, bervariasi tergantung dari letak bidang tanah mulai dari harga Rp800 ribu – Rp2 juta lebih. “Harga tergantung dari posisi bidang tanah,” kata Mahmuddin, Jumat (17/5). Anggaran pembebasan lahan disiapkan oleh Pemkot Mataram sekitar Rp3 miliar lebih. Dari hasil kesempakatan itu akan ditindaklanjuti untuk segera membayar lahan millik warga. Sistem pembayaran menggunakan sistem non tunai. Pembayaran sambung Mahmuddin, diupayakan sebelum lebaran sesuai permintaan masyarakat. “Kita upayakan sebelum lebaran sudah dibayar. Ini permintaan warga langsung,” ucapnya. Lahan seluas 3.620 meter persegi nantinya ditata untuk dijadikan jalan inspeksi di utara Sungai Jangkok. Penataan oleh Satker Prasarana Pemukiman Kementerian PUPR. Satker menyiapkan Rp4,3 miliar untuk pembuatan jalan serta membuat taman sekitar kawasan tersebut. Selain itu, Dinas PUPR juga akan membangun jembatan senilai Rp1,4 miliar. Pengerjaan akan dimulai bulan Juni mendatang. Arifin, warga Lingkungan Kebon Bawaq, Kelurahan Pejeruk terkena dampak dari pembebasan lahan tersebut. Tanah miliknya dibebaskan sekitar 14 meter persegi dan dihargai sekitar Rp60 juta. Arifin mengaku, mendapat keuntungan besar karena lahan dibeli tahun 2009 lalu sekitar Rp800 ribu. Warga lainnya, Muhsan bersyukur tanah miliknya dulunya tidak tertata kini dibayar oleh pemerintah. Lahan miliknya dibebaskan sekitar 3 are dengan perkiraan pembayaran diperoleh sekitar Rp300 juta. Uang tersebut akan digunakan untuk memperbaiki rumah miliknya yang rusak akibat gempa dan kebutuhan lainnya. (cem)
Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, melakukan penguatan terhadap forum anak di Kelurahan Dasan Cermen. Isu pernikahan dini jadi fokus dibahas. Generasi muda diharapkan menjadi pelopor dan pelapor. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menyampaikan, pihaknya telah membentuk forum anak di 50 kelurahan se – Kota Mataram. Perlu dilakukan penguatan kapasitas terhadap forum anak agar mendapatkan pemahaman terhadap peran mereka di masyarakat. Anak diharapkan menjadi pelopor dan pelapor. Sehingga, kasus pernikahan dini, kekerasaan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan. “Ada dimensi yang harus dipahami oleh anak – anak dalam mewujudkan Kota Layak Anak,” kata Dewi ditemui Jumat (17/5). Penguatan kapasitas forum anak difokuskan terhadap mitigasi pernikahan dini. Pernikahan dini memiliki nikmatnya sebentar, tetapi sengsara dirasakan cukup panjang. Seperti hilangnya masa anak – anak, kekerasaan dalam rumah tangga serta percerian. Semestinya, anak asyik meni-
kmati masa kecil atau remajanya, justru dihadapi dengan mengurus anak. “Masih kecil malah sudah gendong anak,” kritiknya. Forum Anak di Kelurahan Dasan Cermen menurut dia, perlu ada pusat kreatif supaya anak tidak hanya sibuk bermain gadget. Anak harus meluangkan waktu untuk meningkatkan kreasi dan inovasinya. Di waktu luang anak – anak bisa mendapatkan penghasilan dari kreativitas. Selain itu disampaikan Dewi, anak – anak harus memiliki
pendidikan tinggi, sehingga posisi tawar di bursa kerja juga tinggi. “Anak – anak harus lebih maju berpikirnya. Anak – anak juga harus mengedukasi teman sebayanya,” ujarnya. Fia, anggota Forum Anak Kelurahan Dasan Cermen mengaku senang ikut penguatan kapasitas dari dinas. Ia mendapatkan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan serta memiliki pandangan untuk tidak menikah muda. “Iya, senang bisa nambah pengetahuan,” ucapnya. (cem/*)
(Suara NTB/cem)
PENGARAHAN - Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany memberikan arahan ke Forum Anak Kelurahan Dasan Cermen, Jumat (17/5). Penguatan terhadap forum anak diharapkan anak bisa menjadi pelopor dan pelapor.
(Suara NTB/cem)
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
PLN NTB Siap Sambut Mobil Listrik Mataram (Suara NTB) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Provinsi NTB memastikan kesiapannya menyambut masuknya mobil listrik di provinsi ini. Bahkan BUMN yang bergerak di bidang ketenagalistrikan ini mempersilahkan penggunaan mobil listrik. Kesiapan ini disampaikan General Manajer PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka pada kegiatan Deklarasi Integritas PLN UIW Provinsi NTB dan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara dan stakeholders di Mataram, Kamis (16/5) malam. Seperti diketahui, energi masa depan adalah green energi. Trend di seluruh dunia berlomba-lomba masyarakat dunia menggunakan energi bersih ini. Salah satu penyumbang polusi di dunia adalah energi dengan bahan bakar karbon. Jika diperhatikan, tren kendaraan ke depan adalah kendaraan listrik. Saat ini Perpres tengah dipersiapkan untuk mobil listrik. Dengan Perpres ini diperkirakan produsen dan pengguna mobil listrik akan tumbuh. “PLN, sebagai penyedia infrastruktur ketenagalistrikan tentu sangat mendukung. Artinya kami dituntut siap menyediakan listrik yang cukup dengan kualitas yang baik untuk menyambut trend kendaraan listrik ini,” tegas Rudi. PLN NTB sendiri sangat siap untuk itu. Artinya, ketersediaan daya sudah cukup. Saat ini cadangan daya telah mencapai 70 Megawatt (MW). Tinggal, menurut Rudi Purnomoloka, PLN menyiapkan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) di setiap tempat sebanyak-banyaknya. “PLN sudah siap untuk menyiapkan infrastruktur tersebut,” ujarnya. Sementara ini, SPLU masih banyak digunakan untuk penerangan sementara. Misalnya pedagang kaki lima, seperti yang disiapkan di beberapa titik di Kota Mataram. Saat mobil listrik ini masuk ke NTB, PLN memungkinkan akan bekerjasama dengan mall, perkantoran, pertokoan, untuk menggalakkannya. Dalam waktu dekat, PLN pusat telah meminta PLN NTB menyiapkannya fasilitas – fasilitas tersebut. Untuk mendorong itu, PLN juga menawarkan diskon bagi masyarakat yang menambah daya untuk penggunaan kompor listrik, diberikan potongan harga sebesar 75 persen. Kepada pelanggan PLN yang membeli mobil listrik, kemudian untuk mengecas mobil listrik dayanya tak cukup, Rudi mengatakan potongan harga berlaku 100 persen. “Gratis, sambungan baru tambah dayanya,” demikian Rudi. Hal lain, kegiatan utama kemarin, deklarasi multi stakeholders, PLN mengajak bagaimana mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas. Seluruh peserta menandantangani pernyataan mendukung. Dari unsur pemerintah, perusahaan, pelanggan, vendor, pabrikan, hingga media. “Ini komitmen mewujudkan pelayanan terbaik dengan tata kelola GCG,” demikian Rudi. Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah melalui Sekda NTB, H. Rosyadi Sayuti menyatakan apresiasi pemerintah daerah kepada PLN. Atas kerjanya mendukung pembangunan di NTB yang semakin Rudi Purnomoloka baik. (bul) (Suara NTB/bul)
Pemprov NTB akan Klarifikasi PT. Sadhana Terkait Pembinaan Petani Tembakau Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) akan mengklarifikasi kembali salah satu perusahaan mitra petani tembakau, PT. Sadhana Arifnusa terkait pembinaan kepada para petani tembakau di Lombok. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si menyebut akan mendatangi langsung manajemen perusahaan yang telah lama menjadi bagian dari sejarah pertembakauan di Lombok ini. “Besok (hari ini : red) saya temui langsung pimpinannya,” terang kepala dinas. Kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (16/5) kemarin, kepala dinas memaparkan, PT. Sadhana adalah salah satu perusahaan yang cukup giat menanam pohon turi, memanfaatkan lahan hutan yang telah direkomendasikan oleh pemerintah untuk dimanfaatkan oleh perusahaan ini. Penanaman pohon turi dilakukan secara massif. Kepada petani mitra binaanpun, perusahaan memberikan saran melakukan demikian untuk lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan. Saat ini, petani di Kabupaten Lombok Timur khususnya, kata kepala dinas, sudah cukup resah. Salah satu persoalanya, akibat semakin menyusutnya petani binaan perusahaan. Sebelumnya, perusahaan membina petani dengan luas areal tanam 10.000 hektar. Belakangan ini luasannya menyusut menjadi 4.000 hektar hingga 6.000 hektar. Penyusutan petani binaan, berdasarkan klarifikasi awal dari manajemen, adalah karena alasan bisnis. Pola yang disarankan perusahaan kepada petani berubah. Dari sejarah panjangnya, petani tembakau Virginia Lombok telah terbiasa memproduksi tembakau kering dengan cara di oven. Belakangan, kebijakan perusahaan meminta petani meninggalkan pola pengovenan ke rajangan. “Petani teriak, bagaiaman nasip oven kami,” kata H. Husnul. Untuk merubah kebiasaan petani ini, menurut kepala dinas, bukan perkara mudah. Menjadi petani tembakau rajang, tentu membutuhkan lagi peralatan tambahan. Untuk merajang, untuk fasilitas pengeringan. Butuh biaya lagi bagi petani. “Bukannya perusahaan yang mengajarkan petani untuk alternatif bahan bakar pengering untuk pengovenan. Cangkang kemiri, kayu, bahkan batu bara. Sekarang mau diubah polanya, pengeringan hanya cukup dengan terik matahari,” imbuhnya. Rencana mengklarifikasi perusahaan ini, lanjut kepala dinas, perubahan pola ini berkaitan dengan kepastian harga pembelian tembakau di musim tanam tahun 2019 ini. Saat ini petani tengah bersiap melakukan penanaman. Harus ada kepastian pembelian dan harga ini, kata H. Husnul. Tahun 2019, Pemprov NTB target tanam terbakau virginia seluas 18.000 hektar, dengan produktivitas yang diharapkan mencapai 36.000 ton. Terdapat 13 perusahaan yang aktif melakukan pembinaan dan pembelian, dari total 19 perusahaan sebelumnya. PT. Sadhana Arifnusa termasuk perusahaan paling besar kontribusinya dalam pembinaan kepada petani. (bul)
H. Husnul Fauzi (Suara NTB/bul)
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Harga Tiket Pesawat Belum Normal Mataram (Suara NTB) Harga tiket pesawat belum disesuaikan. Kendati pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan edaran penyesuaian batas atas dan batas bawah harga tiket. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri telah diberlakukan. Respon maskapai belum seperti yang diharapkan. Penjualan tiket di sistem milik travel agent, maupun penjualan tiket dalam jaringan (daring)/ online rupanya masih tinggi. Cek di salah satu aplikasi penjual tiket online, Jumat siang (17/5) kemarin menunjukkan. Untuk tiket Jakarta Bandara Halim Perdanakusuma – Lombok dalam ketentuan Batas Atas ditetapkan harga tiket Rp1.397.000 dan batas bawah Rp489.000. Di tiket
online, terpasang harga tiket Rp1.990.400 harga terendah dan maksimal Rp3.840.100 untuk beberapa maskapai. Kemudian, Denpasar (Bali) - Lombok di ketentuan batas atas Rp435.000 dan batas bawah 152.000. beberapa maskapai memberlakukan harga rata-rata di atas Rp3 juta. Transit Surabaya dan Jakarta. Umumnya, harga tiket masih di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Humas Asosiasi Travel
Agent Indonesia (Astindo) Provinsi NTB, Abdul Haris mengatakan, meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan baru, nampak di sistim penjualan tiket travel agent belum terlihat adanya penyesuaian oleh maskapai. “Dari sistim masih tinggi, kalau saya melihat pemberlakukan ini sudah mulai ditetapkan, cuma kok maskapai nampaknya masih manfaatkan situasi lebaran ini, ataupun yang masih berlaku
kemarin belum sepenuhnya diturunkan,” terangnya. Ketika Kementerian Perhubungan telah menetapkan kebijakan baru biaya layanan penerbangan, customer langsung merespon ingin memesan tiket pesawat untuk menunjang perjalanannya. Ternyata, sistem masih memberlakukan harga lama. Customer akibatnya berpikir ulang. Belum ada kejelasan, apakah situasi ini akan berakhir pascaramadhan atau akan ada perubahan dalam beberapa hari ke depan. Secara umum, kebijakan pemerintah telah membuat perubahan harga di beberapa kelas. Namun ada juga yang masih tinggi. Tergantung jenis pesawat yang digunakan kata Haris. Astindo juga masih
wait and see. Dari koordinasi dengan Astindo pusat, komitmen maskapai tetap akan melakukan penyesuaian seperti yang ditentukan oleh pemerintah. Pesanan tiket pesawat saat ini nyaris sepi total, terutama yang ke Lombok. Para pelaku travel agent juga terus memantau. Sangat besar harapannya, pertengahan tahun ini akan terjadi perubahan harga tiket. Sebab, wisatawan dari domestik dan mancanegara juga tengah menunggu perkembangan. “Tetapi kalau memang batas atas dan bawah telah ditentukan seprti ini, kita tinggal menentukan waktu-waktu yang cocok untuk datang ke Lombok bagi tamu,” demikian Haris. (bul)
(Suara NTB/bul)
BUAH IMPOR - Buah lokal seakan hilang dari pasaran. Buah dari luar mendominasi. Ada yang didatangkan dari luar NTB, ada juga yang diimpor . Misalnya buah pir yang didatangkan dari Amerika Serikat melalui daerah lain.
Turis Amerika Paling Banyak Dideportasi dari Lombok Mataram (Suara NTB) Imigrasi Mataram telah memulangkan (mendeportasi) sebanyak 31 Warga Negara Asing (WNA) ke negaranegara asalnya. Deportasi dilakukan karena turis yang bersangkutan telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Hanya dalam rentang waktu 4 bulanan, sebanyak itu WNA yang telah dipulangkan dari Lombok. Sementara pada tahun 2018 lalu, setahun hanya 59 jumlahnya telah dideportasi. “Ini baru awal – awal tahun saja sudah 31 orang. Dari Januari sampai 7 Mei 2019,” terang Kepala Seksi Inteldakim Kantor imigrasi Kelas I TPI Mataram, Yusriansyah Fazrin. Yuri menjelaskan, 31 WNA yang telah dideportasi ini berasal dari beberapa negara. Dimana enam dari Francis, 7 dari USA, 6 Tiongkok, 1 dari Afrika Selatan, 1 dari Belgia, 5 dari Malaysia, 2 dari Mesir, 1 dari Kamboja, 1 dari Swiss dan 1 dari India. Mereka
dipulangkan karena beberapa persoalan. Diantaranya, habis masa tinggal, terindikasi pekerja berkedok pelancong. Umunnya menyalahgunakan izin tinggal keimigrasian. Mereka terjaring di sejumlah daerah di Lombok. Umumnya di tempat-tempat pariwisata. Puluhan jumlah WNA yang telah dideportasi ini, lanjut Yuri, tak lepas dari hasil kerja bersama Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing). Sesuai ketentuan, bagi WNA yang telah habis masa tinggalnya, di bawah 60 hari, dikenakan sanksi material (pembayaran). Diatas 60 hari, tindakan yang harus di ambil adalah deportasi. Untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan orang asing, Yuri menambahkan, tahun ini Imigrasi berencana akan membentuk Timpora hingga ke seluruh kecamatan di Pulau Lombok. Saat ini, ada tiga kabupaten/ kota yang telah penuh terbentuk Timporanya hingga di kecamatan. Yakni Kota Mataram, Lombok Barat, serta Lombok Tengah. Imirasi juga
berharap peran serta pemerintah daerah ditingkat paling bawah. Yakni di desa dan kelurahan. “Kita ingin membentuk Timpora sampai di desadesa kedepannya. Saat ini sangat diharapkan peran sertanya pemerintah desa untuk melaporkan jika ditemukan ada warga negara asing yang terindikasi menyalahi ketentuan tinggal,” imbuhnya. Selain itu, peran serta pengelola hotel, atau tempat tinggal, kos-kosan bagi wisatawan asing juga diharapkan dapat dilaporkan pergerakan orang asing melalui sistem Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang telah tekoneksi langsung. program APOA ini juga merupakan mendukung program pariwisata bebas visa, terhadap 162 negara yang akan diterapkan di Indonesia. Sehingga, dengan APOA ini memudahkan untuk mengetahui jumlah orang asing yang telah datang ke Indonesia.(bul)
Sejuta Bibit Ikan akan Ditebar di Bendungan Batujai Mataram (Suara NTB) Sebanyak satu juta bibit ikan akan ditebar di Bendungan Batujai, Lombok Tengah dalam rangkaian pelaksanaan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-50 RRI nasional yang di pusatkan di Islamic Center Nusa Tenggara Barat pada 1721 Mei 2019 ini. Direktur Utama RRI Muhammad Rohanuddin dan Jajaran Direksi, Ketua Dewas Mistam Abz beserta anggota Dewas, Kepsta RRI seluruh Indonesia memberikan dukungan terhadap Gerakan Sejuta Bibit Ikan (GSBI) untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditegaskan Muhammad Rohanuddin, dan jajaran direksi RRI lainnya, bersama Sekda NTB, H. Muh. Rosyadi Sayuti di Mataram, Jumat (17/5) kemarin. Pelepasan bibit ikan ini juga erat kaitannya dengan upaya mendukung sektor pariwisata NTB dari sisi kulinernya. Selain untuk kecukupan gizi masyarakat. Sejurus dengan itu, Pemprov NTB juga tengah gencar menggiatkan program gemar makan ikan. Kinerja perikanan budidaya dibuktikan dengan capaian volume produksi perikanan budidaya Provinsi NTB tahun
2018 yang mencapai 1.107.901,85 ton. Besaran produksi ini disumbangkan dari produksi rumput laut sebesar 915.829,45 ton, udang vaname sebesar 143.425,61 Ton, Bandeng sebesar 20.144,37 ton dan budidaya ikan air tawar sebesar 28.501,42 Ton. Upaya-upaya dalam meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi usaha terus dilakukan melalui pemurnian induk, menghasilkan benih ikan unggul, penerapan cara pembenihan dan budidaya ikan yang baik (CPIB dan CBIB) serta memberikan bantuan sarana produksi perikanan budidaya kepada beberapa kelompok pembudidaya ikan. Pada PTQ ke – 50 ini, dihadiri 500 terdiri dari peserta, official, jajaran direksi. Pelaksanaan kegiatan nasional ini menurutnya cukup menjadi sinyal ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan ke mancanegara, bahwa Lombok sudah sangat aman. Sementara itu, Sekda NTB, H. Rosyadi Sayuti meyakini dampak ekonomi kegiatan nasional ini juga tak kecil kepada daerah. karena itu, UMKM juga dapat berpartisipasi menangkap momentum ini. (bul)
Tertibkan Aplikator
STIP Banyumulek Siapkan Sistem Informasi RTG Mataram (Suara NTB) Science Technology and Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok Barat tengah mempersiapkan sistem informasi khusus untuk menertibkan pelaksanakan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG). Layanan informasi berbasis aplikasi ini tengah dipersiapkan, menggandeng pihak ketiga. Seperti diketahui, pembangunan RTG bagi para korban gempa belum semulus yang diharapkan. Beragam persoalan terjadi di lapangan. Tanpa terkecuali dugaan permainan aplikator, Pokmas, hingga perangkat desa. Dugaan – dugaan tersebut telah sampai ke pihak pemerintah. tanpa terkecuali STIP. Direktur Utama STP, M. Khairul Ikhwan, MT mengemukakan, STIP oleh pemerintah daerah diberikan kewenangan sebagai penanggungjawab aplikator. Meskipun, kewenangan tersebut masih secara lisan. Keluhan-keluhan pelaksanaan pembangunan RTG menurutnya telah lama diden-
gar. Tentu bukan ranah STIP untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Apalagi, secara legal formal belum ada dari pemerintah provinsi. STIP adalah lembaga yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, upaya untuk mendukung pemerintah meminimalisir terjadinya kemungkinan praktik-praktik yang tidak baik di lapangan dalam pembangunan RTG, salah satu caranya dengan menyiapkan layanan informasi berbasis aplikasi. Sistem informasi RTG ini, kata Ikhwan, tengah dirancang untuk selanjutnya diekspose ke pemerintah daerah. Seperti apa kebermanfaatan aplikasi ini, menurutnya, program pembangunan RTG akan terpotret secara real time. “Titik mana akan dibangun, siapa pemilik rumah, siapa Kadesnya, siapa aplikator, siapa fasilitatornya, dan bagaimana progresnya, semua akan terpantau. Masyarakat bisa memantaunya, pak gubernur juga memantaunya langsung,” ujarnya. Dengan pemantauan secara
(Suara NTB/bul)
KOMPONEN RTG - Muh. Ikhwan dan pembangunan komponen RTG oleh aplikator di STIP Banyumulek real time ini, kecil kemungkinan bagi pihak-pihak tertentu bermain. Seluruh aplikator yang telah berkontrak juga akan terpantau progresnya. Sehingga terpantau juga, mana aplikator yang menjadi mitra, dan mana aplikator abal-abal. “Seluruh aplikator tidak boleh tidak berkontrak. Dan langsung masuk di sistem.
Berapa akan dibangun, dimana saja, berapa jumlah yang sudah dibangun, dan berapa yang belum. Semua dapat dipantau langsung oleh masyarakat,” imbuhnya. Saat ini ada 17 aplikator yang resmi, diantaranya telah melakukan produksi komponen RTG di kawasan STIP Banyumulek. Dengan aplika-
si ini, lanjut Muh. Ikhwan, titik persoalan lebih cepat ditemukan dan penyelesaiannya. “Sampai Desember 2020, rencananya aplikator ini akan membangun sebanyak 37.500 sampai 50.000 unit RTG. Melalui sistim informasi ini tahapan pembangunannya dapat dikawal sesuai target,” demikian Ikhwan. (bul)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
Halaman 4
Kurang Bagus Tertibkan Reklame Kedaluwarsa KEBERADAAN reklame yang terpasang di tempattempat reklame milik pemerintah terindikasi banyak yang kedaluwarsa. Reklame itu seharusnya diturunkan sesuai tenggat waktu atau kontrak pemasangan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Utara, H. Zulfadli, SE., Jumat (17/5) mengatakan, reklame yang disinyalir sudah melebihi masa kontrak pemasangan akan diturunkan. Seluruh reklame dari Pemenang sampai Bayan akan dipantau satu per (Suara NTB/dok) satu, jika diketahui kedaluH. Zulfadli warsa maka ditertibkan. “Penertiban reklame-reklame ini kita lakukan mulai Minggu depan. Semua kita sisir mulai dari Pemenang l, Tanjung dan terakhir wilayah Bayan,” ujar Zulfadli. Reklame yang terpampang di Lombok Utara terdiri dari beragam ukuran. Reklame itu umumnya milik swasta, mitra pemerintah, serta unsur pemerintah sendiri. Reklamereklame itu terpampang di tempat reklame yang disediakan oleh OPD Pemda KLU. Reklame milik pemerintah dan tidak dikomersilkan tidak akan ditertibkan. Diakuinya, banyak tempat reklame pemerintah yang terlihat tidak terpakai. Tempat-tempat itu dimanfaatkan untuk disewakan pada pihak ketiga yang membutuhkan. Contohnya, papan reklame milik Dinas Lingkungan Hidup. OPD ini mempunyai banyak papan reklame yang tidak dimanfaatkan, sehingga disewakan kepada swasta. “Kalau reklame pemerintah kita biarkan dia, karena pemerintah memasang di tempatnya sendiri, misalnya punya Humas dan OPD lainnya. Sedangkan spanduk-spanduk tidak resmi, kita akan gerus semua,” tegasnya. Penertiban reklame ini sewajarnya dilakukan secara berkala, setia tahun. Pasalnya langkah penertiban ini akan membuat pihak swasta menjadi lebih disiplin. Misalnya, satu reklame yang akan kadaluarsa bisa segera dilaporkan apakah diturunkan atau diperpanjang. Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri, reklame menyumbang retribusi yang tidak begitu besar, hanya Rp 229 juta. Nominal tersebut adalah angka terendah PAD dibanding sektor lainnya. “Setiap tahunnya selalu tercapai karena jumlahnya kecil. Bahkan pascagempa lalu juga tercapai dia,” tandasnya. (ari)
Rumah Tahan Gempa Sudah Terbangun 768 Unit Tanjung (Suara NTB) Proses percepatan rehab rekon rumah tahan gempa menghadapi banyak hambatan. Tidak hanya material, tetapi juga kesulitan tukang bangunan, serta tidak adanya fasilitator. Menyadari hal itu, BPBD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatatkan progres penyelesaian rumah tahan gempa per 8 Mei lalu, dengan jumlah 768 unit. Jumlah tersebut hanya sebesar 1,74 persen dari total 44.014 rumah rusak berat yang terSK-kan. Sementara sebanyak 5.022 unit atau 11,41 persen sedang sama proses pengerjaan oleh masyarakat. Pada katagori rusak sedang, dari yang tercatat sebanyak 1.758 unit, jumlah yang selesai sebanyak 101 unit dan dalam proses pengerjaan juga 101 unit. Sedangkan pada kelompok rusak ringan, dari catatan sebanyak 4.081 unit, jumlah yang terselesaikan sebanyak 303 unit, dan dalam proses pengerjaan sebanyak 253 unit. “Ada fasilitator di tiap desa namun mereka sudah putus kontrak tanggal 12 April makanya stagnan. Melihat momentum ini 300 orang kemarin sudah diperpanjang lagi ditempatkan di tempat semula,” kata Kasi Rekonstruksi BPDB KLU, I Wayan Sweden, saat mengumpulkan para kepala dusun, Kamis (17/5) lalu. Menurut dia, Pemkab Lombok Utara diberikan angin segar untuk merekrut fasilitator. Berdasarkan informasi kebijakan terakhir, para fasilitator akan dibiayai honornya melalui dana DSP BNPB. Sementara itu, untuk mempercepat proses pembangunan rumah tahan gempa, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, melakukan monev pembangunan huntap di wilayah Bayan, beberapa waktu lalu. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah di Dusun Melaka Sreak, Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Dari hasil kunjungan, menurut bupati, proses pembangunan huntap sudah terlihat progres positif. Di dusun itu, ia melihat pokmas sudah berjalan bahkan sudah mulai melakukan penggalian pondasi sejak 3 bulan lalu. Hanya saja, progres pembangunan tidak dilanjutkan karena kendala material dari aplikator. “Kita akan lebih selektif lagi terhadap aplikator. Memberikan pengawasan kepada aplikator, bahkan jika memang aplikator tidak siap dan hanya mengandalkan modal dari masyarakat, lebih baik di-resign saja,” cetus Najmul. (ari)
(Suara NTB/ari)
TINJAU - Bupati KLU H. Najmul Akhyar saat meninjau perkembangan pembangunan RTG beberapa waktu lalu.
Pertumbuhan Bibit Jagung Bantuan Provinsi Selong (Suara NTB) Petani di kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapatkan bantuan bibit jagung dari Provinsi NTB untuk lahan seluas 3.000 haktar (ha). Bantuan bibit dua jenis yakni, JH dan HJ 27 ini disebar di tujuh kecamatan di Lotim. Namun, perkembangan di lapangan banyak bantuan bibit jagung yang pertumbuhannya kurang bagus. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Lotim H. M. Abadi melalui Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Riza Hafza kepada Suara NTB, Jumat (17/ 5), mengaku, bantuan benih jagung yang diterima Lotim baru beberapa pekan terakhir. Setelah bantuan diterima, pihaknya langsung menyalurkan ke petani. Namun, dalam
laporan pertumbuhannya, kata dia, banyak bibit jagung yang kurang bagus pertumbuhannya. “Ada laporan dari Belanting Sambelia, pertumbuhannya kurang bagus,” tutur Hafza. Terhadap kasus tersebut, plt Kadis berencana akan melakukan kroscek kondisi lapangan, apakah kurang tumbuh karena kondisi tanah atau ada faktor penyebab lainnya. Menurut plt Kadis Pertanian H. M. Abadi,
bagaimanapun bagusnya bibit, kalau tanah tidak mendukung seperti ketersediaan air maka jelas akan berpengaruh pada daya tumbuh. Dari kondisi fisik bibit, kata Riza Hafza menerangkan, tidak bisa juga langsung disimpulkan bagus tidaknya. Tim dari provinsi diyakini pasti sudah memeriksa. Menurut Riza, melihat bagus tidaknya pertumbuhan bibit harus melalui uji lab-
oratorium dan di tingkat petani harus dengan cara ditanam. Teorinya, bibit yang kurang tumbuh dengan bagus itu sebutnya, kalau daya kecambahnya 85 persen. Misalnya dari 100 biji bibit, 85 persen tumbuh. Kalau ada ditemukan tidak bagus kemungkinan besarnya daya tumbuhnya kurang dari 85 persen, bisa kemungkinan hanya 65 persen saja atau kurang dari itu. Untuk di Lotim, sambung Riza sebagian besar jagung bantuan itu belum ditanam oleh petani. Lotim siap juga mengambil kebijakan pengembalian kepada pihak penyedia kalau sebagian besar ternyata pertumbuhan-
nya kurang bagus. Menurutnya, dalam klausul perjanjiannya, penyedia sanggup menggantinya. “Biasanya, penyedia barang sanggup mengganti jika kualitas buruk,” terangnya. Saat ini laporannya baru satu lokasi di Sambelia. Di mana Sambelia sendiri belum 50 persen petani tanam. Ada juga petani di wilayah Kecamatan Aikmel yang sudah mulai tanam. Akan tetapi belum bisa diketahui apakah pertumbuhannya bagus atau tidak. Untuk itu, Dinas Pertanian Lotim meminta seluruh petugas lapangan menginventarisir adanya bantuan bibit yang kurang bagus pertumbuhannya. (rus)
Banyak Catatan Kasus
Penyebab Tak Diluluskan Seorang Siswa di SMAN 1 Sembalun
(Suara NTB/yon)
BINCANG - Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy saat berbincang dengan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah di sela-sela Safari Ramadhan di Lotim, Kamis (16/5) malam.
Berantas Miras Lintas Daerah
Bupati Sukiman Mengadu ke Gubernur Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy., MM., mengaku sangat prihatin atas merebaknya peredaran minuman keras (miras) di daerah ini. Untuk itu, pemberantasan miras ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena produsen miras tidak hanya di Kabupaten Lotim. Melainkan terdapat juga dibeberapa daerah di NTB. Menurut bupati, miras saat ini tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa, namun anakanak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) mulai berani mengkonsumsi barang haram tersebut. Kondisi demikian sangat mengancam masa
depan generasi muda. Pasalnya, miras menjadi sumber segala tindakan kriminalitas. “Miras ini yang masih menjadi tantangan kita, meresahkan kita, merusak generasi muda kita. Bagaimana bisa mencetak generasi yang baik jika dari SD sudah menikmati minuman keras,” terang Sukiman kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam acara Safari Ramadhan di Masjid Agung Al. Mujahidin Selong, Kamis (16/5) malam lalu. Bupati mengungkapkan, ia bersama Wabup Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin,SH sudah memanggil semua produsen miras yang ada di Kabupaten Lotim. Dari pertemuan
itu, ia mengajak para produsen miras untuk bagaimana supaya menekuni usaha yang lain, seperti memproduksi miras menjadi gula aren, dan beberapa jenis usaha lainnya seperti beternak kambing maupun sapi. Dari pemerintah daerah, kata bupati, siap memberikan modal usaha dan menfasilitasi para produsen miras tersebut untuk menjalankan usaha yang jauh lebih bermanfaat dan berkah. “Kita berharap dari pemerintah provinsi memberikan solusi terutama produsen-produsen miras dari luar Lotim. Sehingga benar-benar daerah kita ini terbebas dari peredaran minuman keras,” ujarnya. (yon)
Jumat Sasak
Dispar Lotim Ajak Jaga Keasilan Budaya Lombok
Selong (Suara NTB) Jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) setiap hari Jumat menggunakan pakaian adat Sasak Muslim. Jumat Sasak, demikian istilah yang digunakan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lotim, Dr. M. Mugni. Disampaikan, penggunaan pakaian adat ini ingin mengajak untuk menjaga keaslian budaya Sasak yang dari ancaman kelunturan disebabkan pengaruh budaya lain. Diakuinya, Dispar itu dalam tanda kutip menjual nilai-nilai budaya, keindahan alam, dan kegiatan keagamaan. Khususnya budaya, yang laku dijual itu adalah yang asli. ‘’Asli milik masyarakat di destinasi wisata tersebut. Bukanlah budaya yang direkayasa,’’ terangnya, Jumat (17/5). Sebagai orang Lombok, maka yang ditampilkan adalah budaya asli Sasak. Salah satu budaya itu adalah pakaian dan bahasa. Bahasa dan pakaian ini harus diproteksi. Setiap Jumat dipakai pakaian adat Sasak Muslim itu memperlihatkan khasanah budaya Sasak Muslim. Tidak saja pakaian, panggilan nama-nama personel di Dispar Lotim ini pun menggunakan bahasa Sasak, yakni panggilan Inaq bagi perempuan yang sudah punya anak dan Amaq bagi laki-laki. Budaya Sasak ini dinilai, tambahnya, sejauh ini banyak generasi muda yang malu menggunakannya, seperti sarung, pakai bebet dan topi bagi yang laki-lak. ‘’Seakanakan pakaian asli Sasak ini tidak dikenal,’’ ujarnya.
(Suara NTB/rus)
PAKAIAN SASAK MUSLIM – Kepala Dispar Lotim, M. Mugni beserta jajaran Dispar Lotim menggunakan pakaian adat Sasak Muslim. Dirinya mengajak agar orang Sasak seperti orang Jepang. Di mana, Jepang dikenal sebagai negara yang sangat kukuh terhadap budaya negerinya, tapi, Jepang bisa menguasai dunia. Budaya dipertahankan, dan kepala tetap modern mengikuti perkembangan dunia. Warga Sasak tidak boleh mudah terkontaminasi dengan segala bentuk budaya asing dan masuknya budaya baru. Hal-hal baru tetap diterima tapi nilai-nilai budaya leluhur tetap harus dipertahankan. Cara berpakaian adat Sasak ini ditekadkan tidak boleh hilang dan luntur. Seperti penggunaan bebet bebungkung, memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi. Kalau ada pergi ke Masjid, maka bisa digunakan untuk sajadah. Musim dingin malam hari, bisa digunakan untuk selimut tidur. Juga bisa jadi bantal. Nilai budaya ini belum ada
penjelasan di tingkat satuan pendidikan dan generasi-generasi muda Sasak. Mengingat dalamnya nilai budaya Sasak tersebut, Kadispar Lotim berharap muatan lokal Sasak ini tetap masuk menjadi bagian dari kurikulum di sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan bisa menjelaskan kedalaman nilai budaya Sasak ke para peserta didik. Dispar kemudian bertugas membinanya dan memperkenalkan kepada dunia. Guna lebih memasarkan di Lotim, Kadispar Lotim ini mengaku sudah membuatkan telaah staf kepada Bupati dan berharap seluruh ASN di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Lotim pada hari Jumat ini menggunakan pakaian Sasak dan bicara menggunakan bahasa Sasak. Pada hari Kamis, guhnakan tenun khas Sasak. “Jadi tiadk perlu menggunakan batik,” demikian. (rus)
Selong (Suara NTB) Tidak diluluskannya salah satu siswa di SMAN 1 Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menghebohkan dunia pendidikan. Pasalnya, Aldi Irfan peserta UN di SMAN 1 Sembalun menjadi satu-satunya siswa yang dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman kelulusan hasil UN pada 13 Mei 2019 lalu. Alasan tidak diluluskannya oleh pihak sekolah, karena siswa yang bersangkutan memiliki catatat buruk di kalangan siswa maupun guru hingga kepala sekolah. Kepala UPT Layanan Dikmen dan PK-PLK Kabupaten Lotim, H. Mashun, Kamis, (16/5), menegaskan jika pihaknya sudah memanggil Kepala SMAN 1 Sembalun, tim pengembang pendidikan, tim pengembang kurukulum, wakil-wakil kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK). Dari hasil klarifikasi itu, siswa yang bersangkutan sudah melampaui batas perilaku-perilaku tidak terpuji yang dilakukannya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya catatan-catatan buruk dari pihak sekolah, perjanjian yang dibuat dalam bentuk bermaterai 6000 yang diketahui langsung oleh orang tuanya. Salah satu catatan buruk yang bersangkutan karena kerap melanggar aturan sekolah dan mengucapkan katakata yang tidak terpuji terhadap guru-gurunya. “Kita sudah melihat bukti-bukti pembinaannya. Banyak aturan dan kesepakatan yang dilanggar oleh siswa yang bersangkutan,” ungkapnya. Bahkan pada awal tahun 2018, siswa yang bersangkutan
(Suara NTB/yon)
H. Mashun sempat ingin dikeluarkan dan diminta untuk mencari sekolah lain. Akan tetapi, pihak sekolah masih memberinya kesempatan, karena Aldi Irfan bersedia bertaubat dan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya. Namun perilakunya tidak berubah, bahkan siswa yang bersangkutan sampai mengucapkan kata-kata tidak terpuji kepada gurunya. Sementara tidak diluluskannya siswa tersebut bukan keinginan kepala sekolah saja. Melainkan itu merupakan hasil keputusan rapat semua guru. Ditegaskan , Mashun, nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan, apabila siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran dan berakhlak baik, maka wajib hukumnya untuk diluluskan. Adapun untuk tingkat kelulusan di Kabupaten Lotim capaiannya 98 persen. (yon)
Oknum Korkab Pendamping PKH Ditahan Selong (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhirnya melakukan penahanan terhadap oknum Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH di Lotim, inisial FT. Korkab PKH yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka ini langsung digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Selong usai menjalani pemeriksaan di ruang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Jumat (17/5). Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dilakukan sekitar pukul 15:00 wita sebelum dilakukan penahanan yang dipimpin langsung Kasi Pidsus Kejari Lotim, Wasita Triantara dengan awal masa tahanan dilakukan selama 20 hari di Rutan Selong. Penahanan dilakukan karena yang bersangkutan indikasi kuat melakukan tindak pidana korupsi dan dikhawatirkan akan melarikan diri serta menghilangkan barang bukti. “Jadi hari ini, (Jumat, red) kita lakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Yang bersangkutan indikasi kuat melakukan tindak pidana korupsi, sehingga kita lakukan penahanan,” terang Kasi Pidsus Kejari Lotim.Wasita Triantara,
kepada Suara NTB. Disampaikan Wasita, unsur pidana itu terjadi ketika kartu masyarakat dipegang oleh tersangka, sehingga dalam empat kali tahap pencairan dengan bansos sebesar Rp1,8 juta untuk satu KPM yang didapatkan dalam setahun. Tersangka memainkan peran berupa melakukan pembagian secara bergilir terhadap sembilan kelompok KPM di Kecamatan Montong Gading. Dalam kasus PKH ini, lanjut Wasita, dugaannya menggelapkan uang yang seharusnya diterima oleh KPM pada tahun 2017-2018 untuk dana tahap satu dan dua. Namun fakta di lapangan, dana tersebut tidak dibagikan. Melainkan dipergunakan secara pribadi oleh oknum Korkab pendamping PKH yang bersangkutan. Dugaan praktik dugaan korupsi terhadap dana bantuan PKH oleh FT, dilakukan pada saat dirinya menjabat sebagai pendamping PKH di wilayah Kecamatan Montong Gading tahun 2017 lalu. Dana yang ditilep mencapai ratusan juta rupiah dari yang seharusnya dibagikan ke KPM yang tergabung dalam sembilan kelompok yang terdapat di wilayah tersebut. (yon)
(Suara NTB/yon)
TAHAN - Tersangka koruspi bansos PKH saat digiring ke Rutan Selong oleh penyidik Kejari Lotim yang dipimpin langsung Kasi Pidsus Wasita Triantara.
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Data Kependudukan Penerima Jadup Tahap II Diduga Bermasalah Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Barat (Lobar) dipusingkan dengan data penerima bantuan jaminan hidup yang belum clear and clean. Pasalnya, data kependudukan dari 71 ribu lebih penerima jadup Tahap II masih bermasalah, lantaran banyak ditemukan tak sinkron. Di samping banyak ditemukan belum masuk KK, di satu sisi warga yang meninggal masih belum dikeluarkan dari KK. Kepala Dinsos Lobar, Hj. Made Ambaryati mengatakan jumlah penerima bantuan jadup di Lobar mencapai 72 ribu lebih, namun sejauh ini baru 967 orang yang sudah tuntas dan dicairkan tahap awal hari ini (Sabtu, red). Dirincikan, jumlah dana jadup yang dia-
lokasikan untuk 72 ribu ini mencapai Rp171 miliar lebih, sedangkan bantuan jadup yang sudah tuntas baru Rp 2 miliar lebih kepada 967 penerima (tahap I). “Ada 71 ribu lebih penerima Jadup yang masih bermasalah perlu kita verivali. Kami mengerahkan para
Tagana turun verivali door to door, tapi jumlah petugas kami masih minim sekali,” jelasnya, Kamis (16/5). Semua data penerima bantuan ini, ujarnya, sudah dibawa ke Dinas Dukcapil untuk diperbaiki, namun setelah dicek di lapangan. Hasil uji
petik yang dilakukan terhadap 100 KK, ternyata banyak ditemukan warga tak punya KK. Banyak juga ditemukan warga yang sudah meninggal belum dikeluarkan dari KK dan belum masuk KK, ada juga ditemukan warga menikah lagi menuntut mendapatkan jadup. “Ini saja kami turun uji petik 100 KK, tidak menutup kemungkinan 71 ribu ini akan banyak masalahnya,” ujarnya, seraya mengaku, kondisi ini menyulitkan pihaknya dalam memperbaiki dokumen tersebut.
Untuk mempercepat penanganan persoalan ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kades terkait data penerima bantuan ini. Pihaknya bersama Kemensos pun sudah turun ke empat desa yang menjadi sampel untuk meminta warga mengurus dokumen kependudukan, sebab banyak warga yang ditemukan belum masuk KK. Banyaknya warga yang belum masuk KK diakibatkan warga enggan mengurus. Padahal, mereka menuntut untuk mendapatkan jadup. Ia berharap agar warga
rajin mengurus dokumen kependudukan sebab dokumen ini sangat diperlukan mereka. Pihaknya menurunkan pendamping PKH dan Tagana untuk melakukan verifikasi dan validasi (verivali) door to door. Diakuinya, bupati agar dalam pendataan ini dilaksanakan secara seksama dan kalau bisa mengutamakan warga miskin yang butuh bantuan. sedangkan penerima bantuang yang tergolong mampu bisa didata belakangan. Dijelaskan, total peneri-
ma bantuan jadup ini mencapai 72 ribu lebih korban gempa, sehingga pihaknya harus turun lagi untuk melakukan verivali ke lapangan. Pihaknya pun tengah turun melakukan verivali untuk memastikan data kependudukan masing-masing orang di KK korban gempa. Sebab bantuan ini diberikan per jiwa dengan total Rp 600 ribu. Jumlah bantuan ini kata dia diberikan rata Rp 600 ribu baik yang rusak berat, sedang dan ringan supaya tidak ada kesan pilih kasih. (her)
Siapkan THR dan Gaji Ke 13 PEMDA Lombok Barat (Lobar) menyiapkan anggaran Rp 60 miliar untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13 ASN di Lobar. Anggaran Rp 60 miliar ini terbagi untuk THR Rp 30 miliar dan Rp 30 miliar untuk pembayaran gaji ke 13. Pemberian THR ini diberikan minimal 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan untuk Gaji ke 13 akan diberikan bulan Juli untuk keperluan biaya anak masuk sekolah. Asisten III Setda Lobar Dr. H. Fathurrahim, menjelaskan, Gaji ke 14 ini dasar perhitungan haji bulan April terdiri gaji pokok, (Suara NTB/dok) tunjangan jabatan, tunjanH. Fathurrahim gan anak, keluarga dan termasuk tunjangan umum untuk staf. Sama halnya kata dia untuk pembayaran gaji ke 13 untuk keperluan biaya anak hitungan nya berdasarkan gaji bulan juni. Dasar hitungannya berdasarkan gaji bulan Juni. Bagi Pemda yang tak mematuhi itu, ujarnya, maka akan ada sanksi. Untuk dana pembayaran gaji ke 13 dan THR ini sudah disiapkan yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Terkait adanya kendala pembayaran karena aturan perlu menggunakan perda, menurut dia sudah tidak ada kendala. Sebab kementerian terkait sudah merevisi aturan yang mengharuskan Pemda membuat perda untuk membayarkan THR. Kementerian merevisi dasar pembayaran cukup menggunakan perbup. Sebab jika menggunakan perda sangat berat dan memakan waktu lama. “sehingga sudah direvisi PP nya, cukup menggunakan peraturan kepala daerah atau perbup,” jelas dia. Sedangkan terkait pembayaran kenaikan gaji sebesar 5 persen sudah dibayarkan semua terhitung sejak januari lalu. Perhitungan THR dan gaji ke 13 ini juga mengacu pada hitungan gaji terbaru tersebut. Diakui ada kekurangan untuk pembayaran kenaikan gaji ini, namun semua sudah bisa ditanggulangi. (her)
Hasil Keputusan Panselnas
125 Eks Tenaga Honorer di Lobar Lolos P3K Giri Menang (Suara NTB) Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) resmi memutuskan sebanyak 125 orang eks tenaga honor lolos menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal ini menyusul, pihak panselnas sudah bersurat ke Pemda untuk memberitahukan mengenai hasil keputusan P3K tersebut. “Tanggal 14 Mei kemarin, kami sudah terima hasil panselnas eks honor yang lolos P3K sesuai dengan yang kita usulkan lolos passing grade,”jelas Kepala BKD dan PSDM Lobar Suparlan, S.Sos., Kamis (16/5). Dijelaskan, terkait kejelasan P3K sudah ada jawaban dari Panselnas. Jumlah yang lulus, kata dia, terdiri dari 76 formasi guru dan 49 tenaga penyuluh, sehingga totalnya 125 orang. Setelah menerima pemberitahuan dari Panselnas ini pihaknya akan membuat rencana penempatan para P3K ini, barulah diumumkan. Sebab berbeda dengan rekrutmen CPNS, kalau formasi P3K melalui proses seleksi dulu barulah formasi dan direncanakan penempatan. “Begitu lulus barulah dibuat rencana penempatan” jelas dia. Terkait anggaran pembayaran gaji mereka akan diupayakan tahun depan. Yang penting kata dia ada kejelasan nasib mereka sudah ada. Selama ini mereka selalu mempertanyakan seperti apa nasib mereka. Terkait gaji kata dia, Pemda berencana mengalokasikan sesuai dengan kebutuhan gaji mereka sebesar Rp 5 miliar. Anggaran ini baru siapkan pada APBD tahun depan. Terkait kapan terhitung SK mereka berlaku sebagai P3K dan menerima gaji, menurut dia tahun depan baru bisa berlaku SK mereka sebagai P3K. Mereka tetap bekerja sebagai honor biasa dulu, namun gaji sebagai P3K terhitung berlaku mulai tahun depan. “mereka bekerja sebagai honor, tapi terima gaji sebagai P3K mulai diterima tahun depan, sebab SK mereka terhitung mulai tahun depan,” jelas SuparSuparlan lan. (her)
(Suara NTB/kir)
PERESEAN - Presiden Joko Widodo menyaksikan atraksi peresean saat mengunjungi Desa Wisata Sade Desa Rembitan Pujut, Jumat (17/5).
Rencana Pemindahan Ibukota Negara Masih Dikaji Praya (Suara NTB) Rencana pemindahakn ibu kota negara dari Jakarta dipastikan tetap berjalan dan sampai saat ini masih terus dikaji terkait lokasi mana yang akan dipilih. Pemerintah pusat sudah mempertimbangkan beberapa opsi. Namun sampai sekarang belum diputuskan di mana loka-
si ibu kota negara yang baru. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo, kepada wartawan, usai meninjau KEK Mandalika Kuta, Jumat (17/5). Dikatakannya, untuk menentukan lokasi ibu kota negara yang baru bukan persoalan mudah. Banyak hal yang men-
jadi pertimbangan dan saat ini tengah dalam kajian. Misalnya, soal kajian lingkungan. Kemudian soal ketersedian infrastruktur, kegempaan, banjir hingga sumber air baku. “Setelah kajian-kajian ini selesai baru kita tentukan lokasinya di mana. Jadi soal lokasi belum ditentukan. Menunggu
kajian itu,” terangnya. Memang sejauh ini, sudah ada proggress terkait hasil kajian tersebut dan sudah ada yang dilaporkan kepada dirinya, tapi belum secara menyeluruh dan mendetail. Hal ini menjadi dasar belum ditentukan lokasi mana yang dipilih sebagai lokasi ibukota negara yang baru.
Wilayah di Pulau Kalimantan menjadi calon kuat lokasi ibukota negara yang baru. Pemerintah pusat sendiri sudah mulai mengkaji beberapa lokasi di Pulau Kalimantan sebagai calon lokasi ibu kota negara. “Kita putuskan segera setelah ada laporan menyeluruh dan mendetail,” timpal Presiden. (kir)
Loteng Bakal Selektif Terima Bantuan Benih dari Provinsi
(Suara NTB/her)
Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama Wabup Lobar Hj. Sumiatun
Sejumlah Kepala OPD Bakal Digeser
Bupati Berencana Gelar Mutasi Sebelum Lebaran Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid bersama Wakil Bupati (Wabup) Hj. Sumiatun berencana menggelar mutasi jilid I sebelum lebaran ini. Hal ini tergantung dari izin yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Izin ini sendiri diperkirakan akan keluar pekan depan, sehingga mutasi pun bisa sebelum lebaran. Bupati H Fauzan Khalid bersama Wabup Hj. Sumiatun ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/5), mengatakan, ada tiga tahapan mutasi yang bakal digelar, mulai dari mutasi un-
tuk mengisi jabatan kosong. Untuk mengisi jabatan kosong ini tidak melalui panitia seleksi (pansel), namun menggunakan hasil assessment dan job fit yang digelar beberapa waktu lalu. Hasil dari job fit dan assessment inilah yang bakal dipakai. Namun ada beberapa yang akan diasesmen ulang, karena perlu pencocokan. Sementara mutasi tahap II, ujarnya, pengisian jabatan kosong dilakukan setelah mutasi tahap I. Mutasi ini dilakukan melalui pansel, karena ada jabatan yang perlu promosi ke eselon II. “Ada tiga tahapan, yakni tahap I memutasi pejabat, tahap II pengisian jabatan yang kosong set-
elah mutasi I dan tahap III pengisian sekda sebab bulan Juni itu banyak yang kosong juga,” jelas bupati. Dijelaskan kenapa mutasi tahap I tidak melalui pansel, karena hanya adanya pergeseran pejabat ke OPD lain. Hal ini, ujarnya, boleh dilakukan. Berbeda kata dia, pengisian jabatan yang kosong tidak bisa langsung diisi, tapi harus melalui pansel. Ia menambahkan, dalam mutasi kali ini tentu akan ada kepala OPD yang akan digeser dan dirotasi. Apakah ada yang terkena sanksi berupa turun jabatan, pihaknya enggan menjawab. “Nanti saja dilihat,” kata dia. (her)
Praya (Suara NTB) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menegaskan bakal lebih selektif menerima bantuan benih dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Hal itu sebagai langkah antisipasi tidak terulangnya kasus benih bantuan yang gagal tumbuh seperti yang terjadi di daerah lainnya. Dimana sebelum menerima bantuan benih, Dinas Pertanian Loteng terlebih dahulu akan memastikan kualitas benih bantuan tersebut. “Kita pernah ada pengalaman mendapatbantuanbenihpadihibrida yang tidak tumbuh maksimal. Nah, ke depan kalau ada program bantuan benih lagi, kita akan lebih selektif,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Faturahman PN., kepada Suara NTB, Jumat (17/5). Sebelum menerima bantuan benih, pihaknya akan memastikan dulu kalau benih tersebut sudah bersertifikat dan sudah lulus uji oleh lembaga berwenang. Bahkan, bila perlu sebelum dibagikan ke petani ataupun kelompok tani akan dilakukan uji tanam untuk melihat kualitas tumbuh benih tersebut. “Benih yang diterima nanti harus yang sudah bersertifikat dan lulus uji badan sertifikasi benih. Kalau belum memenuhi kriteria tersebut, tidak akan kita terima. Karena jangan sampai, petani rugi nantinya. Sudah mengeluarkan biaya untuk menanam, tetapi benih yang diberikan tidak tumbuh dengan optimal,’’ ujarnya. Untuk tahun ini, Dinas Pertanian Loteng sudah mengajukan permohonan bantuan benih jagung dan kedelai dengan target luas tanam sekitar 7.000
ribu hektar lebih, untuk kedua jenis komoditas tersebut. “Rincian untuk masing-masing komoditi saya lupa persisnya. Tapi yang kita usulan total 7 ribu hektar,” jelasnya. Usulan bantuan benih jagung dan kedelai tersebut sudah disetujui oleh pemerintah provinsi. Namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan benih bantuan tersebut akan disalurkan. “Katanya bantuan benih sudah disalurkan ke petani. Tetapi sampai saat ini kita belum mendapat laporan. Sehingga kita anggap belum terima,” imbuh Faturahman. Justru pihaknya berharap bantuan benih belum turun, sehingga pihaknya bisa mengecek terlebih dahulu kualitas benih tersebut. Sebelum benih bantuan tersebut mulai disalurkan ke petani. Ini sebagai bentuk perlindungan kepada petani, agar tidak merugi akibat benih bantuan berkualitas buruk. Walaupun prosedurnya, kalau benih bantuan yang diterima petani tidak tumbuh maka petani bisa komplain dan meminta ganti. Tapi bagi petani jelas itu akan sangat memberatkan. Karena tentu harus mengeluarkan biaya dua kali. Mengingat, untuk proses penanaman jelas butuh biaya. Apalagi dari petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk proses tanam lantaran kualitas benih bantuan. ‘’Lebih baik, kualitas benih diuji terlebih dahulu. Jadi petani hanya butuh sekali saja untuk proses tanam. Tidak perlu sampai dua kali. Apalagi inikan sudah ada kasus di daerah lain,” ujarnya. (kir)
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Terkendala Keuangan, Rehab Rekon Molor Taliwang (Suara NTB) Target Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyelesaikan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) rumah warga korban gempa pada bulan Ramadhan ini dipastikan molor. Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM ditanya mengenai melesetnya target tersebut, tak menampiknya. Ia menyatakan, untuk menyelesaikan seluruh rumah warga yang rusak terdampak gempa tidak mungkin rampung di bulan Ramadhan ini. (Suara NTB/dok) “Iya harus selesai RaH. W. Musyafirin madhan. Tapi kita lihat ya memang pekerjaannya belum tuntas juga,” cetusnya. Menurut bupati, belum tuntasnya kegiatan rehab rekon rumah warga korban gempa sesuai target bukan karena lambatnya pekerjaan di tingkat lapangan semata. Tetapi pemicu terbesarnya, disebabkan anggaran. Di mana soal pembiayaan tersebut daerah harus menunggu pencarian dari pemerintah pusat. “Ini anggaran yang berat kita cari solusinya sehingga target kita selesain Ramadhan ini bisa terkejar,” timpalnya. Bupati mengklaim, progres rehab rekon di KSB sejauh ini sangat pesat. Bahkan jika dibandingkan dengan nilai anggaran yang telah ditransfer Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke daerah, presentase pekerjaan di lapangan lebih tinggi. “Kita masih ada ada tunggu dana sekitar Rp120 miliar sampai hari ini. Tapi di lapangan yang kita kerjakan sudah melebihi dari nilai uang yang sudah ditransfer BNPB ke kita,” sebutnya. Ia mengakui, lambatnya pencairan dana oleh BNPB turut dipengaruhi penyelesaian administrasi di tingkat daerah. Akan tetapi bupati berharap, BNPB bisa memberikan kebijakan lain sehingga anggaran yang sebenarnya telah digunakan itu bisa segera cair. “Ini kan kita tinggal uangnya saja sebenarnya. Karena misalnya yang rusak ringan dan sedang, pemilik rumah sudah lebih dulu mengerjakannya secara mandiri,” tukasnya. Selanjutnya bupati merasa bersyukur, meski penyaluran dana rehab rekon dari pemerintah pusat sedikit tersendat. Tetapi di sisi lain seluruh masyarakat yang terdampak gempa tahun 2018 lalu, kini sudah bisa kembali menempati rumahnya masing-masing. “Memang masih ada yang sedang dalam pengerjaan. Tapi intinya mereka sudah menghuni rumahnya lagi. Tidak ada lagi yang di hidup di tenda,” imbuhnya. (bug)
Soal Dana Haji, Polisi Segera Panggil Terlapor Sumbawa Besar (Suara NTB) Penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penggelapan dana haji di Kecamatan Lunyuk. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan selanjutnya giliran terlapor akan segera dipanggil. Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zaky Maghfur, SIK mengakui kasus ini masih dalam penyelidikan. Dalam kasus ini ada banyak orang yang diduga sebagai korban. Namun sementara ini baru lebih dari empat orang (Suara NTB/ind) yang dimintai keterangan. Zaky Maghfur “Sementara ini yang sudah diklarifikasi lebih dari empat orang. Kemarin kita tambahin keterangan yang diduga sebagai korban yang kebetulan struk. Bahkan yang bersangkutan sampai lupa uangnya berapa, yang sudah dimasukkan dan tanggal berapa, saking sudah lamanya. Tetap akan kita proses ini. Yang diduga sebagai korban ada banyak,” ujarnya. Dijelaskannya, berdasarkan pengakuan korban pada umumnya sudah menyerahkan uang kepada terlapor lebih dari 40 juta. Makanya rencananya pihaknya juga akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. “Terlapor akan dipanggil sesegera mungkin,” cetusnya. Kasus ini, kata Zaki, masih dalam proses penanganan. Ia menegaskan bahwa belum ada pencabutan laporan dari pelapor. “Proses tetap jalan. Untuk bukti pencabutan ataupun penyelesaian secara kekeluargaan atau apapun itu tolong disampaikan. Sampai sekarang belum ada pencabutan,” tandasnya. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah masyarakat asal Kecamatan Lunyuk melaporkan dugaan penggelapan dana haji ke Polres Sumbawa. Pasalnya mereka tak kunjung diberangkatkan, meskipun sudah menyerahkan uang puluhan juta sejak tahun 2010 silam. Dari keterangan, masing-masing jamaah membayarkan uang sekitar Rp46 juta kepada terlapor. Uang tersebut sudah diserahkan pada tahun 2010 lalu dan dijanjikan akan diberangkatkan pada tahun 2015. Namun hingga sekarang ini, pemberangkatan tersebut tak kunjung dilakukan. Bahkan informasinya, uang tersebut sudah tidak ada di rekening terduga. (ind)
(Suara NTB/ils)
SOSIALISASI - Nampak aparat gabungan saat melakukan sosialisasi dengan para pedagang di jalan cendrawasih Kelurahan Kuang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat (17/5).
Pedagang Tidak Mau Pindah ke Pasar Tanah Mira Taliwang (Suara NTB) – Puluhan pedagang yang berjualan di pasar bayangan yang ada di Kelurahan Arab Kenanangan (Arken), Kelurahan Dalam, dan Kelurahan Kuang, tetap ngotot dan menolak untuk di relokasi ke pasar Tana Mira, Kecamatan Taliwang. Hal tersebut terjadi karena pasar Tanah Mira dianggap tidak menguntungkan bagi pedagang. Selain lokasi yang dianggap jauh, pasar ini juga dianggap sepi pembeli. Sehingga dikhawatirkan mereka (para pedagang) yang akan direlokasi merugi. “Kita tetap ngotot tidak akan pindah dari lokasi berjualan saat ini, kalau kami pindah dengan hasil yang tidak menentu di Pasar Tana Mira keluarga kami mau makan apa nanti. Sementara hasil yang kami dapatkan dari lokasi pasar bayangan ini, sangat menjanjikan untuk keluarga kami dan sudah sangat cukup untuk membiayai sekolah anak-anak kami,” ungkap Lili salah seorang pedagang di lingkungan Kuang kepada Suara NTB, seteleh aparat gabungan dari Pol PP dan Polri melakukan sosialisasi terkait penertiban pasar bayangan, Jumat (17/5). Dikatakannya, ada beberapa alasan, sehingga mereka tidak mau pindah ke lokasi pasar
gaku telah mendengarnya. Dan ia pun berjanji akan tetap memperhatikan kerisauan wali murid tadi dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku. “Iya kami sudah dengar itu. Katanya ada orang tua mengeluh soal batas minimal umur anak masuk sekolah SD,” sebutnya. Menurut Mukhlis, fenomena protes soal penerapan batas umur minimal masuk sekolah SD bukan kali ini saja terjadi. Tahun sebelumnya pun sudah mulai ada. Akan tetapi ketentuan itu tetap diterapkan karena sudah merupakan aturan baku. “Itu ada dalam Permendikbud 14/ 2018. Nah nanti kita lihat lagi apakah aturan itu ada perubahan tahun ini atau tidak,” timpalnya. Ia menjelaskan, baik soal batas umur maupun zonasi akan diperhatikan secara seksama dalam menyusun pedoman PPDB tahun ini. Hal ini agar seluruh anak yang sudah berpotensi usia sekolah dapat terakomodir. “Nanti kita coba cari jalan tengahnya seperti apa. Karena memang ada juga memang anak yang hanya kurang 1 bu-
muan, kami tetap akan ngotot dan tidak mau pindah dari lokasi pasar tanah karena tidak menjanjikan,” ujarnya. Disinggung mengenai lokasi berjualan yang sudah sangat menyalahi aturan, dia tidak menampik hal tersebut. Tetapi pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memberikan solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah ini. Entah itu akan ditata kembali terhadap lapak-lapak yang ada saat ini supaya tidak terkesan kotor ataupun upaya lainnya. Karena jika tetap dipaksa untuk pindah dari lokasi ini, dikhawatirkan timbul gesekan ditengah-tengah masyarakat. Kalaupun tetap dipaksa un-
Seorang Mahasiswa Tewas di Ladang Jagung Sumbawa Besar (Suara NTB)Sahrul Ruzi (20) warga Dusun Padasuka Atas, Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk, tewas bersimbah darah, Kamis (16/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Pemuda yang berstatus mahasiswa ini ditebas terduga pelaku berinisial SW (23) warga Desa Lunyuk Rea. Kapolres Sumbawa, AKBP. Tunggul Sinatrio, S.IK, MH, yang didampingi Kasat Reskrim, AKP. Zaky Maghfur, S.IK dalam keterangan persnya, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kasus ini terjadi di ladang jagung Olat Bontong, Desa Emang Kecamatan Lunyuk. Bermula saat korban mengendarai truk untuk memuat jagung di ladang. Pada saat melintas, truk yang dikendarai korban melindas jagung yang sudah dipanen oleh pelaku SW. Melihat hal tersebut, orang tua pelaku berteriak menegur korban. Akibat teriakan or-
Dinas Dikpora KSB Belum Susun Panduan PPDB 2019 Taliwang (Suara NTB) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengakui hingga kini belum menyusun panduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Kepala Dinas Dikpora KSB, Drs. Mukhlis, M.Si mengatakan, belum disusunnya petunjuk PPDB itu karena pihaknya masih menunggu regulasi dan ketentuan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Dinas Dikpora Provinsi NTB. “Siapa tahu ada perubahan aturan dari pusat atau provinsi soal PPDB itu. Kan kita tidak boleh bertentangan dengan aturan lebih tinggi,” katanya kepada wartawan, Jumat (17/5). Jelang PPDB tahun ini kerisauan masyarakat khususnya para wali murid mulai banyak. Hal paling umum yang menjadi kekhawatiran mereka mengenai batas umur masuk sekolah hingga penerapan zonasi. Soal kegelisahan para orang tua itu, Mukhlis men-
Tana Mira. Salah satunya yakni pengunjung yang ada di pasar tersebut sangat sepi. Bahkan waktu kunjungan tergolong cukup singkat yakni pukul 06.00 sampai, 10.00 pagi. Setelah jam tersebut tidak akan ada lagi orang yang akan berbelanja, baik itu kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan lainnya. Jika dibandingkan dengan lokasi yang ada saat ini, para pedagang bisa berjualan hingga sore hari dan pengunjungnya juga tidak sepi. Selain masalah itu, dirinya juga menganggap Pemkab setengah hati melakukan penertiban karena tidak merata dilakukan. “Sampai berapa kali perte-
lan dari batas minimal tidak diterima masuk sekolah. Ini kan juga merugikan bagi anak,” cetusnya. Soal zonasi, Mukhlis mengatakan, pada tahun ini pihaknya tetap akan memberlakukan bagi sekolah-sekolah di kecamatan Taliwang. Hal ini untuk mengantisipasi agar seluruh sekolah di wilayah kota ini memiliki jumlah siswa secara proposional. “Kita juga akan mengawasi secara ketat sekolahsekolah pilihan agar dalam menerima siswa tidak melebihi kapasitasnya,” tandasnya. Terakhir, mantan Asisten Administrasi Umum dan Aparatur Setda KSB ini menyebutkan, seluruh sekolah harus mengikuti aturan PPDB yang ditetapkan nantinya. Hal ini untuk memastikan distribusi siswa ke setiap sekolah merata. “Kita tidak ingin ada sekolah yang kemudian mengeluh karena siswanya kurang. Kita ingin semua fasilitas pendidikan kita berfungsi sebagaimana mestinya,” imbuhnya. (bug)
angan sudah disiapkan dan tidak ada yang tertukar. Upaya sosialisasi akan terus dilakukan hingga akhir bulan Ramadhan supaya mereka bisa pindah dengan sendirinya. Jika setelah lebaran nanti masih ditemukan para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut, maka tindakan tegas tetap akan diambil. Karena jika tetap dibiarkan dikhawatirkan para pedagang yang saat ini berjualan di pasar Tanah Mirah juga akan kembali berjualan di pasar bayangan. Sehingga upaya penertibannya juga akan semakin sulit nantinya. “Kita memberikan waktu kepada mereka (pedagang) untuk boleh berjualan hingga lebaran nanti dan kami tetap akan melakukam sosialisasi dan memantau kondisi yang ada. Jika setelah lebaran mereka masih tetap saja berjualan di lokasi yang dilarang, baru akan kita ambil sikap tegas yakni dengan memindahkan secara paksa,” tegasnya. (ils)
Di Lunyuk, Bupati Singgung Sejumlah Temuan Dana Desa
(Suara NTB/ist)
KETERANGAN PERS - Kapolres Sumbawa didampingi Kasat Reskrim saat memberikan keterangan pers sekaligus memperlihatkan terduga pelaku pembunuhan yang diamankan. ang tuanya, pelaku kemudian mengejar korban dan menganiayanya menggunakan parang. Korban tertebas di bagian kepala dan punggung, sehingga mengakibatkannya meninggal dunia. Beberapa jam setelah kejadian, pihak Polsek setempat langsung mengamankan terduga pelaku. “Pelaku sudah kita amankan dalam waktu hampir bersamaan, dua jam setelah kejadian. Diamankan oleh anggota Polsek bergabung dengan Reskrim Polres Sumbawa,” ujarnya. Dijelaskannya, sementara ini pelaku indikasinya kesal sehingga tega menghabisi korban. Meskipun demikian, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan mengumpul-
tuk pindah nantinya, pihaknya meminta supaya tidak ada lagi pedagang yang menjual daganganya menggunakan sepeda motor, melainkan tetap ke pasar. Jika itu masih ada maka pasar tetap akan sepi dan tidak akan memberikan hasil yang baik. “Kami akui, memang lokasi tempat berjualan ini ilegal, tetapi kami minta kepada Pemerintah untuk bisa memberikan solusi terbaik terkait masalah ini. Kalau tetap dipaksakan tanpa ada solusi maka kami tetap akan melawan,” tukasnya. Sementara itu, Kasat Pol PP KSB Drs. H. Hamzah mengatakan, upaya penertiban pasar bayangan tetap akan dilakukan oleh Pemerintah. Hanya saja untuk tahap awal pihaknya akan tetap mengedapankan upaya sosialisasi untuk menggugah kesadaran para pedagang agar bisa pindah ke lokasi yang sudah disiapkan saat ini. Bahkan dirinya menjamin lahan peruntukan bagi para pedagang di pasar bay-
kan keterangan saksi-saksi. “Motifnya sementara sedang kita kembangkan. Indikasinya pelaku kesal,” terangnya. Akibat perbuatan yang dilakukannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP, tentang perkara pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Ancaman hukumannya maksimal diatas 5 tahun. Adapun saat ini, pihaknya tengah meredam situasi di lapangan. Diharapkan kepada masyarakat setempat agar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. Dimana pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Sumbawa. (ind)
Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, menjelaskan dana desa meningkat tahun ini, termasuk desa di kecamatan Lunyuk. Namun, realitas yang ada saat ini menunjukkan, kapasitas desa untuk mengelola keuangan desa secara profesional, transparan dan akuntabel masih terbatas. “Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sumbawa, masih ada temuantemuan yang bersifat material atau beresiko. Seperti belanja modal yang dilaporkan telah terealisasi padahal belum dibeli. Serta temuan-temuan lainnya yang berpotensi menimbulkan kerugian-kerugian yang lebih besar. Karena itu para Kepala Desa, saya minta untuk mengelola dana desa secara jujur dan professional sesuai aturan yang ada,” singgung Bupati saat safari Ramadhan Pemkab di keca-
matan Lunyuk, Kamis (16/5). Bupati meminta meminta para Kades se-Kabupaten Sumbawa untuk amanah dan profesional dalam mengelola dana desa. Pihaknya berharap peningkatan jumlah dana desa tersebut bisa sejalan dengan kemampuan desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif. Yang diharapkan berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan serta pelayanan kepada masyarakat desa secara keseluruhan. Pada kesempatan yang sama, Bupati juga meminta kepada camat beserta jajarannnya agar lebih intensif melakukan pembinaan dan pengawasan kepada para Kades agar dapat mengelola keuangan desa sesuai dengan regulasi dan panduan yang telah ditentukan. (arn)
(Suara NTB/arn)
BANTUAN - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, memberikan bantuan kepada pengurus masjid dalam kegiatan Safari Ramadhan di Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.
Pengadaan Tanah PLTU
Pemkab Masih Menunggu Informasi Lanjutan Kanwil BPN
(Suara NTB/ind)
Khaeruddin Sumbawa Besar (Suara NTB) Pengadaan tanah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumbawa 2 yang berlokasi di Desa Gapit, Kecamatan Empang sedang berproses. Saat ini Pemk-
ab Sumbawa masih menunggu informasi Kanwil BPN Provinsi NTB terkait kelanjutan pengukuran tanah PLTU dengan kapasitas 2 X 50 MW tersebut. Kabag Pertanahan Setda Sumbawa, Khaeruddin menyampaikan, PLTU ini akan dibangun di lokasi Desa Gapit Kecamatan Empang. Sejauh ini sudah dilaksanakan dua tahap, yakni perencanaan dan persiapan. Tahapan perencanaan sudah dilaksanakan oleh PLN dan tahap persiapan sudah dilaksanakan oleh Pemda sesuai dengan SK penetapan lokasi. Selanjutnya akan dilaksanakan tahap ketiga yakni pelaksanaan. “Kemarin hasil dokumen persiapan itu diserahkan ke PLN oleh pemda. PLN melanjutkan permohonan kelanjutan tahapan pengadaan tanah itu ke Kanwil BPN, dan ditindaklanjuti oleh Kanwil BPN dengan dilakukan pengukuran,” ujarn-
ya didampingi Kasubag Pengadaan Tanah, Surbini, SE. Dijelaskan, seiring berjalannya pengukuran, ternyata ada sengketa lahan di lokasi pembangunan PLTU 2X50 MW tersebut. Di seluruh lahan seluas 35 hektar itu, terdapat tumpang tindih. Sehingga pihak Kanwil BPN tidak berani melanjutkan pengukuran. Kemudian Kanwil BPN meminta LO (Legal Opinion) atau pendapat hukum ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Pihaknya berharap Kanwil BPN Provinsi NTB segera mengambil tindakan dalam proses pengadaan tanah PLTU ini. Supaya pembangunannya dapat terlaksana tahun 2019 ini sesuai dengan perencanaan. “Kalau menurut kami, di undang-undang pengadaan itu kan sudah diatur. Kalau disengketakan kepemilikan itu kan uang dititip di pengadilan. Sehingga pembangunan itu bisa dilanjut-
kan. Sehingga sekarang kami masih menunggu kelanjutan informasi dari teman Kanwil. Karena peta bidang hasil pengukuran kemarin kan belum diumumkan. Baik di media cetak maupun di kantor-kantor desa. Karena ada sengketa lahan,” terangnya. Terkait penilaian ganti rugi juga beum bisa dilakukan karena daftar nominatif, daftar peta bidang yang dikeluarkan oleh Satgas a dan Satgas b belum bisa diterbitkan. Karena adanya kendala sengketa lahan. “Kewenangan penuh dalam tahap pelaksanaan ini adalah kewenangan kanwil BPN Provinsi NTB. Bukan kewenangan di Pemda. sehingga di teman-teman Kanwil BPN dengan adanya persoalan itu dia meminta LO ke Kepala Kejaksaan Tinggi NTB. Sampai sekarang kami masih menunggu teman-teman Kanwil,” pungkasnya. (arn/ind/*)
Halaman 7
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
Dari Hamzah bin Amru Al Aslami Radhiallahu ‘Anhu, “Wahai Rasulullah, saya punya kekuatan untuk berpuasa dalam safar, apakah salah saya melakukannya?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Itu adalah rukhshah (keringanan) dari Allah, barang siapa yang mau mengambilnya (yakni tidak puasa) maka itu baik, dan barang siapa yang mau berpuasa maka tidak ada salahnya.” (HR. Muslim No. 1121. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, no. 7947. Ibnu Khuzaimah No. 2026)
Memberi Makan Orang Berbuka Puasa Mukhlishin (Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram) S A H A B AT sekalian, Islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi Muslim yang dermawan. Di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa di antara karakter manusia bertaqwa adalah mereka yang suka berderma ketika rizkinya lapang atau sempit. Berderma tidak harus menunggu kaya. Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam memperbanyak sedekah selama Bulan Ramadhan, termasuk memberi makan orang yang berpuasa. Dalam hal ini baik sedekah di malam hari atau memberi makan orang yang berpuasa sama-sama penting. Memberi makan tak harus makanan besar. Menurut Imam Nawawi, memberi buka hanya seteguk air atau satu biji kurma pun sudah termasuk berpahala. Sebagaimana Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Khuzaimah dari Salman. “Barangsiapa memberi buka orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka amalnya itu sebagai ampunan atas dosanya, membebaskannya dari api neraka, dan ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.” Para sahabat kemudian bertanya, “Tidak semua dari kita mempunyai makanan untuk memberi buka kepada orang yang berpuasa.’’ Rasulullah SAW menjawab, “Pahala ini diberikan Allah SWT kepada orang yang memberi buka orang yang berpuasa walaupun satu butir kurma, seteguk air atau segelas susu.” Oleh karenanya sobat, Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Sangat banyak amalan yang bisa dilakukan di bulan ini agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan. Ingat kita dengan sabda Nabi: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi). Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah do’a dari orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim: “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.”Jadi ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.Allahua’lam.
(Suara NTB/yon)
SAMBUTAN - Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada acara Safari Ramadhan di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Kamis (16/5) malam.
Safari Ramadhan di Lotim
Gubernur Ajak Masyarakat Pandai Bersyukur
Selong (Suara NTB) Kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi NTB yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Lombok Timur (Lotim), Kamis (16/5) malam disambut hangat oleh ratusan masyarakat. Hadir pada acara tersebut, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM dan Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi SJ,SH, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi NTB, Forkopimda Lotim, pimpinan OPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peingatan Nuzulul Qur’an tingkat Kabupaten Lotim. Dalam acara Safari Ramadhan ini, gubernur mengajak masyarakat untuk menjadi pribadi yang pandai bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Pada kesempatan ini, Gubernur NTB menyampaikan tiga hal di antaranya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu
kabupaten yang proses demokrasi pemilunya berjalan lancar, meski ada beberapa kekurangan, karena pertimbangan luas Lotim. Namun demikian, pelaksanaan demokrasi di Lotim mampu menunjukkan kepada dunia dan nasional bahwa proses demokrasi berjalan sesuai yang diharapkan.
“Untuk itu ungkapan terima kasih ditujukan kepada TNI dan Polri, karena kesigapannya mampu menjaga kondusivitas di Lombok Timur,”kata gubernur. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya proses rehabilitasi, konstruksi pascabencana, Lombok Timur merupakan daerah yang terbaik. Oleh karena itu gu-
Ratusan Peserta PTQ LPP RRI Beradu Suara ”Emas” di Islamic Center Mataram (Suara NTB) Tahun 2019 ini, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI menyelenggarakan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) Nasional yang ke 50, dan ini merupakan tahun emas. Perhelatan PTQ Nasional tahun ini RRI berkolaborasi dengan Pemprov NTB dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Direktur Utama (Dirut) RRI R. Rohanudin, menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan di Kompleks Islamic Center NTB dan dihadiri 500 terdiri dari peserta, ofisial, jajaran direksi mulai tanggal 17 hingga 21 Mei 2019. Menurutnya, PTQ dilaksanakan sebagai upaya mengisi masa bulan suci Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. ‘’3 kategori yang dilombakan antara lain tilawah, tausyiah dan hafalan Qur’an,’’ terang R. Rohanudin dalam keterangan pers yang didampingi Direktur Layanan Pengembangan Usaha RRI Godlief Ricard Poyik, Ke-
(Suara NTB/bul)
POSE BERSAMA - Dirut RRI R. Rohanudin didampingi Direktur Layanan Pengembangan Usaha RRI Godlief Ricard Poyik, Kepala RRI Mataram Aep Karman Djajasasmita dan Sekda NTB, H. Rosiady Sayuti pose bersama usai memberikan keterangan terkait PTQ Nasional di Mataram, Jumat (17/5). pala RRI Mataram Drs. Aep Karman Djajasasmita dan Sekda NTB, H. Rosiady Sayuti memberikan keterangan di Mataram, Jumat (17/5). Sebelum dilaksanakan Tingkat Nasional, 65 Satuan Kerja RRI di berbagai daerah secara serentak menggelar babak kualifikasi tanggal 11 Mei 2019 lalu. Sementara penutupan PTQ Nasional RRI tahun 2019 dilaksanakan pada malam Nuzulul Quran (17 Ramadahan 1440 H),
menghadirkan Ustadz Fikri Haikal putra dari almarhum Ustadz H. Zainuddin MZ yang akan memberikan tausyiah. Selain itu, pemilihan NTB sebagai tuan rumah PTQ tahun 2019 ini, salah satunya karena NTB terkenal masayarakat yang religius dengan sebutan Bumi Seribu Masijd. Tidak hanya itu, ini sebagai bentuk dukungan RRI terhadap Pemerintah NTB dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya wisata religius. (bul)
1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 adisi masyarakat Desa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Momentum bulan Ramadhan merupakan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Teros yang mengumpulkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah. dana setiap bulan puasa un1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tuk selanjutnya dibagi-bagiBerbuat baik di bulan penuh berkah ini diyakini akan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kan kepada anak yatim. Ak1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 mendapatkan nilai tambah di sisi Allah SWT. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tivitas warga mengumpul1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kan dana ini menjadi inisiaMengingat hal itu, pengurus Masjid Nururrasyid Desa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tif dari pengurus masjid. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Teros mengumpulkan sedekah dari warga sekitar. Selama bulan puasa Ra1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 madhan 1440 Hijriah ini, dis1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ebut sudah terkumpul puluTOKOH masyarakat pada anak yatim sebagai tun1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 han juta. Lainnya dilakukan Desa Teros, Muhir kepada jangan hari raya (THR). 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Cara pengurus masjid mendi Desa Teros, sebut Kades, Suara NTB menuturkan, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dilakukan pengumpulan aktivitas pengumpulan gumpulkan dana ini cukup unik. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 zakat pertanian. Saat ini dana sedekah warga seki- Cukup dengan menyiarkan aja1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 sudah terkumpul dalam kas tar dari dalam lingkungan kan lewat pengeras suara di 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 masjid ini sudah menjadi masjid lalu banyak warga ber- MASJID TEROS - Masjid Nururrasyid Desa Teros tidak saja Badan Amil Zakat Desa (Ba1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tradisi warga. Jumlah dana datangan langsung memberi- tempat salat, tapi digunakan untuk mengajak warga lain untuk zdes) dana sebesar Rp 20 juta. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Dana zakat itu selanjutnya yang berhasil dikumpulkan kan sumbangannya. Kegiatan berbuat baik dan memperhatikan anak-anak yatim selama 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 akan diarahkan penggunaanbisa tembus puluhan juta. penarikan dana ini pun tidak- bulan suci Ramadhan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 nya kepada para mustahiq, Rata-rata dalam setiap lah berlangsung lama. Tidak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 bulan Ramadhan kumpul pula setiap hari. Namun dilaku- esti dari pengurus masjid yang Bagi warga Desa Teros, kegia- yakni orang-orang yang berhak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 sebesar Rp 50 juta. Bantu- kan rata-rata mulai setelah menyiarkan ajakan berbuat tan keagamaan seperti itu ter- menerima zakat. Pengumpu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 an sedekah warga ini bu- Salat Ashar. “Mulai sekitar baik tersebut. “Saya katakan bilang sudah menjadi tradisi. lan zakat dari 1.800 Kepala 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 “Tujuan kita ini semata in- Keluarga atau 5 ribu jiwa penitu sugesti kepada warga, dan kanlah untuk membangun pukul 16.00 Wita” ucapnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Menurut Muhir yang juga saya lakukan kemarin dan bisa gin bahagiakan anak-anak ya- duduk Desa Teros ini belum masjid. Tapi diperuntuk1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tim. Kumpulkan dana untuk kita maksimal. Masih banyak pokan untuk anak-anak ya- Kepala Bidang Pemasaran di dapat Rp 5 juta,” tuturnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Cara warga Teros memberi- berikan kepada anak yatim se- tensi zakat yang perlu dittim di Desa Teros. Disebut Dinas Pariwisata Kabupaten 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ada sekitar 80 anak yatim Lotim ini, sehari bisa dikum- kan THR bagi anak yatim ini belum hari raya. Setidaknya ada ingkatkan. Disyukurinya, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tingkat kesadaran masyadi Desa Teros dan dilaku- pulkan Rp 5 juta. Tidak sedi- katanya sudah turun temurun. belanja hari raya,” ucapnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Kepala Desa Teros, Patria rakat membayar zakat ini kan setiap puasa dengan kit juga warga yang datang dari Meminta amal ikhlas warga. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 harapan bisa diberikan ke- luar Teros yang mendengar sug- Tidak ada unsur paksaan. Kusniadi mengakui adanya tr- sudah cukup tinggi. (rus) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901
THR Anak Yatim Ala Warga Teros
bernur menyampaikan terima kasih kepada pimpinan daerah yang mampu meringankan proses yang begitu rumit, dapat berjalan lebih baik dan sisa waktu ini dapat dimanfaatkan agar berjalan sesuai yang diharapkan. Untuk itu, Dr. Zul mengajak supaya pada bulan suci Ramadhan menjadikan masyarakat NTB pandai bersyukur kepada Allah SWT, empati sesama dan kepekaan sosial. “Dalam kehidupan ini, pangkat dan jabatan pasti ada tantangannya dan penderitaannya, untuk itu syukuri apa yang ada dalam diri, belum tentu apa yang kita hadapi, seindah apa yang dibayangkan orang lain. Jika kita bersyukur, Allah akan memberikan kelapangan, na-
mun apa bila kita tidak bersyukur, maka Allah akan memberikan penderitaan yang bertubi-tubi,” harapnya. Hal senada disampaikan Bupati Lotim, H.M.Sukiman Azmy. Bupati mengaku, kondisi masyarakat Lotim pada saat ini kondusif, aman, dan tenteram. Bupati, mengaku, pemilu beberapa waktu lalu berjalan dengan aman, lancar dan sukses, walaupun saat terakhir gubernur memimpin rapat koordinasi sudah mewanti-wanti pimpinan daerah, bahwa Lotim daerah terawan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan-bantuan dari Baznas NTB dan OPD lingkup Pemprov NTB. (yon)
Divonis Lumpuh Otak
Hafiz Cilik Naja Hafal Al Qur’an 30 Juz Giri Menang (Suara NTB) Hafiz cilik Muhammad Naja Hudia Afifurrahman, peserta lomba tahfiz cilik nasional yang saat ini tengah viral di media sosial (medsos). Bocah berusia 9 tahun yang sekolah di Lentera Hati Islamic Boarding School Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat ini mampu menghafal 30 juz Al Qur’an di tengah kondisinya yang berstatus berkebutuhan khusus. Bocah ini juga mengalami lumpuh otak. Selain bisa menghafal 30 juz bocah cilik ini juga mengetahui hingga halaman-halaman setiap surat dalam Al Qur’an tersebut. Kisah inspiratif yang ditorehkan oleh Seorang bocah yang berumur sembilan tahun asal Gomong Kota Mataram ini tengah viral, karena kemampuannya menghafal Al Qur’an menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik dibuat berdecak kagum lantaran anak yang berstatus kebutuhan khusus ini mampu menghafal Al Qur’an.Tak hanya itu, Prestasi Naja, biasa disapa dalam menghafal Al Qura’n itu ia raih, meski hidup dalam keterbatasan. Lebih menakjubkan lagi, anak kelas 3 SD ini mampu menghafal Al Qur’an 30 juz hanya dalam waktu 10 bulan, itupun tanpa pernah melihat
Al Qur’an. Ia hanya mendengar ustadz yang membacakan Al Qur’an. Saat ditemui di sekolahnya di Lentera Hati Islamic Boarding School, Naja mengatakan untuk menyelesaikan hafalannya sebayak 30 juz setiap hari menyetor hapalannya sebanyak dua halaman. Hal itu dilakukan dengan mendengar ayat Al Qur’an melalui kotak musik yang selalu dipegang. Sementara itu Pembina Lentera Hati Islamic Boarding School Dr.MA Muazar Habibi mengatakan sejak masuk sekolah, Naja memang sudah ada bekalnya hafal beberapa juz Al Qur’an, namun setelah diasah dan diajarkan oleh para ustaz di sekolah kemampuan Naja semakin meningkat, terutama begitu naik kelas dua dan tiga.” Setelah naik B kelas tiga Naja sudah mampu menghafal Al Qur’an sebanyak 30 juz,” ujarnya. Muazar menilai Naja merupakan anak yang spesial di antara teman-teman di sekolah, karena memiliki kemampuan dalam menghafal Al Qur’an, meskipun ia tidak seperti anak pada umumnya, namun Allah memberikan kemuliaan dan kemudahan dalam menghafal Al Qur'an.” Kemampuan memancarkan Naja memang kurang, tetapi ia diberikan kemuliaan bisa menghafal Al Qur’an,” jelasnya.(her)
(Suara NTB/rus)
(Suara NTB/her)
BERSAMA - Hafiz cilik, Muhammad Naja Hudia Afifurrahman berkebutuhan khusus yang hafal, Al Qur’an 30 juz. Naja sapaan akrabnya bersama pembina sekolah Lentera Hati Islamic Boarding School Muazar Habibi.
SUARA NTB
Sabtu, 18 Mei 2019
Halaman 8
Perlementaria // Kerjasama Harian Suara NTB dengan Sekretariat DPRD Provinsi NTB
Gubernur Berikan Penjelasan terhadap Pandangan Fraksi-fraksi Atas Enam Buah Raperda Prakarsa Eksekutif Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap hasil pembahasan enam buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa eksekutif dalam rapat paripurna di DPRD NTB, Jumat (17/5). Penyampaian Jawaban Gubernur terhadap pandangan fraksi-fraksi tersebut dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D. Dalam jawaban Gubernur tersebut, Rosiady menyampaikan beberapa poin atas pertanyaan dan pernyataan sejumlah fraksi pada paripurna sebelumnya. Disampaikan Rosiady bahwa pertanyaan dan pernyataan dari sejumlah fraksi telah diperhatikan oleh pihak eksekutif sebagai bahan untuk menyempurnakan usulan enam buah Rancangan Peraturan Daerah tersebut Prakarsa eksekutif. “Kami berusaha memberikan penjelasan yang memadai, jikapun masih ada kekurangan, kami siap memberikan penjelasan berikutnya pada proses selanjutnya,” tegas Rosiady. Adapun enam buah Raperda Prakarsa eksekutif tersebut yakni pertama Raperda tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batubara. Kedua Raperda tentang lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, ketiga Raperda perubahan atas perda nomor 10 tahun 2016 tentang penggabungan dan perubahan bentuk badan hukum perusahaan daerah Bank BPR NTB menjadi PT Bank BPR. Raperda keempat yakni tentang perubahan atas Perda nomor 11 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Provinsi NTB. Kelima Raperda tentang pembubaran PT Daerah Maju Bersaing dan keenam Raperda tentang percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak. Untuk Raperda tentang percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dengan pola tahun jamak, Gubernur NTB mengusulkan pembiayaan sebesar satu triliun rupiah dalam jangka waktu tiga tahap. “Tahun pertama akan dialokasikan
anggaran sebesar Rp 200 milyar pada tahun 2020, kemudian tahun 2021 dialokasikan anggaran Rp 400 miliar dan tahun 2022 sebesar Rp 400 miliar,” jelas Rosyadi. Raperda tentang percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dengan pola tahun jamak ini mendapat penolakan dari Fraksi PDIP. Mengingat beban keuangan daerah yang masih belum mempu mengalokasikan anggaran tersebut. Menurut fraksi PDIP, jika Raperda tersebut disetujui, maka sebagai besar anggaran daerah akan tersedot, kemudian berdampak pada sektor lainnya. Salah satunya yakni anggaran pada sektor ekonomi. Namun demikian, dalam jawaban Gubernur yang disampaikan, dengan pola penganggaran tahun jamak, maka tidak akan sampai menganggu fiskal daerah. Ditegaskan Rosiady bahwa pembangunan infrastruktur tersebut juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dari semua fraksi yang sudah memberikan pandangannya, hanya satu fraksi yang menolak lima buah Raperda untuk dibahas ke tingkat selanjutnya yakni Fraksi PDIP. Sementara fraksi lain menyetujui, tapi dengan catatan. DPRD pun langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) masing-masing Raperda untuk melakukan pendalaman, pembahasan lebih konfrehensif dalam proses penyempurnaan keenam buah Raperda tersebut. Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya selaku pimpinan sidang menyampaikan bahwa dari jawaban yang sudah disampaikan oleh pengusul, dalam hal ini Gubernur NTB. Diharapkan dijadikan bahan untuk melakukan pendalaman oleh pansus-pansus. “Atas jawaban dari pengusul tersebut, kalau masih ada yang belum jelas, masih ada waktu bagi fraksi-fraksi untuk menanggapi,” ujarnya. Pada kesempatan itu juga, DPRD NTB memberikan keputusan terhada rencana kerjasama pemerintah Provinsi NTB dengan luar negeri. Rancangan Keputusan kemudian dibacakan oleh Sekretaris Dewan, Mahdi Muhammad. (ndi/*)
(Suara NTB/ndi)
Sekda Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D., saat menyerahkan jawaban Gubernur kepada Pimpinan DPRD NTB.
Rapat Paripurna DPRD NTB mendengarkan jawaban gubernur terhadap pasangan Fraksi-fraksi atas enam buah Raperda. Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua, Lalu Wirajaya.
Fraksi Partai Golkar
Fraksi PDIP
Fraksi PAN
Fraksi PKB
(Suara NTB/ndi)
(Suara NTB/ndi)
Fraksi Hanura
Fraksi PKS
(Suara NTB/ndi)
Fraksi PPP
(Suara NTB/ndi)
Fraksi Partai Gerindra
Fraksi Partai Demokrat
(Suara NTB/ndi)
Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad saat membacakan rancangan keputusan DPRD NTB.
(Suara NTB/ndi)
Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D., saat mewakili Gubernur NTB membacakan jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi
(Suara NTB/ndi)
(Suara NTB/ndi)
Fraksi Bintang Restorasi
FKPD
SUARA NTB
Sabtu, 18 Mei 2019
HILANG
HILANG
HILANG
HLG STNK R2 YAMAHA DR.6483 CH NOKA/NOSIN : MH31KP00DE1786004/ 1KP786028 AN.ILHAM SAUPI HLG D’SKTR JL.MAJAPAHIT KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.6918 CN NOKA/NOSIN : MH1JFX114FKO12923/ J F X 1 E - 1 0 1 5 3 7 8 AN.ROHAINI HLG D’SKTR AMPENAN
HLG STNK R2 HONDA DR.5403 CF NOKA/NOSIN : MH1JFF11XDK208303/ JFF1E1212554 AN.MAKBUL HLG D’SKTR JL.MAJAPAHIT KOTA MATARAM
Halaman 9
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)
q
KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN
JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 18 Mei 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 10
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 18 Mei 2019
Presiden Apresiasi Perkembangan KEK Mandalika Dari Hal. 1 Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk membangun berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari jalan, bandara serta fasilitas penunjang lainnya. Seluruh pendanaannya bersumber dari pemerintah pusat. ‘’Itu semua dari kita (pusat). Mulai dari jalan hingga bandara,’’ jelas Presiden. Fasilitas-fasilitas tersebut dibangun bukan hanya semata-mata karena ada event balap MotoGP. Tetapi karena memang pemerintah pusat ingin memacu perkembangan kawasan The Mandalika. Supaya bisa segera berkembang dan menjadi Bali baru. Sebagaimana yang diharapkan sejak awal pengembangan kawasan The Mandalika. Konstruksi Paling Lambat Januari 2020 Sementara, untuk proyek pembangunan by pass LIAKEK Mandalika, Presiden mengatakan sudah ada penetapan lokasi dari Bupati Lombok Tengah (Loteng). ‘’Sehingga kita harapkan konstruksi paling lambat Januari 2020. Semua fasilitas yang diinginkan oleh MotoGP betul-betul sudah siap,’’ katanya. Jokowi mengatakan, dengan persiapan-persiapan yang dilakukan, maka ia optimis pada 2021 semua masyarakat benar-benar melihat balapan MotoGP diselenggarakan di KEK Mandalika Lombok, NTB. Dengan penyelenggaraan event internasional tersebut diharapkan KEK Mandalika menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di NTB. Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan pembangunan akses jalan dari bandara ke KEK Mandalika bukan semata-mata untuk mendukung pelaksanaan MotoGP. Tetapi, pembangunan jalan by pass sepanjang 17 Km tersebut merupakan akses yang paling bagus masuk ke Mandalika. ‘’Sehingga perkembangan
Mandalika betul-betul kita harapkan segera jadi Bali baru. Dibangun jalan by pass tapi gede banget. Melebihi tol, lebih dari 50 meter lebar jalannya. Ini proses penetapan lokasi sudah, nanti segera dikerjakan,’’ tandasnya. Terkait dengan persoalan lahan di KEK Mandalika yang belum clear, Presiden meminta ITDC dan Pemprov NTB segera menyelesaikannya. Ia meminta masyarakat agar didatangi, didekati, diajak bicara dan segera diputuskan. Menurutnya, persoalan itu bisa dibicarakan dengan musyawarah. ‘’Kita bisa bicara, ngapaian harus ngototngototan,’’ pungkasnya. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc yang dikonfirmasi terpisah mengatakan semua anggaran untuk pembangunan infrastruktur pendukung pelaksanaan MotoGP 2021 ditanggung pemerintah pusat. Baik itu pembangunan by pass LIA-KEK Mandalika maupun perpanjangan runway LIA. ‘’Bahkan konstruksi dimulai paling lambat Januari tahun depan. Kalau bisa dipercepat, dipercepat. Dan jalannya 50 meter lebarnya. Jadi besar sekali,’’ kata gubernur. Ia menjelaskan, jalan yang dibangun bukan tol. Tetapi lebih besar dari jalan tol. Konstruksi pembangunanan jalan by pass tersebut akan segera dilakukan setelah semua proses pembebasan lahan tuntas. ‘’Paling lambat Januari sudah mulai. Bandara juga kita perpanjang dan perbesar,’’ tandas Dr. Zul. Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke NTB, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer dan pejabat lainnya. (kir/nas)
Jokowi Kepincut Kain Tenun Lombok Dari Hal. 1 Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, Presiden Jokowi langsung berkeliling di Desa Sade yang terkenal dengan pelestarian adat istiadatnya. Terlihat akrab, ke dua pemimpin ini singgah di salah satu gubuk di desa tersebut untuk melihat-lihat hasil karya masyarakat Desa Sade berupa kain tenun. Tak hanya itu, Presiden Indonesia ke-7 ini terlihat tertarik dan langsung menawar kain tenun yang dipilihnya. ‘’Ini saya beli bu, tapi boleh saya tawar ya,’’ kata Jokowi dengan logat khasnya. Doktor Zul yang menemani Jokowi pun ikut menawar kain yang telah dipilih tersebut. ‘’Bu, Presiden kita ini jarang-jarang ke Lombok, apalagi khusus ke Sade, kasih harga khusus buat Presiden ya,’’ cetusnya. Kain tenun khas Sade pun dibeli Jokowi. Diakhir kunjungannya, Presiden Jokowi menyempatkan melayani warga yang datang untuk foto selfi dan membagikan baju kaos. Sebelumnya Presiden bersama rombongan meninjau KEK Mandalika serta lokasi pembangunan jalur by pass LIAKEK Mandalika di wilayah Dusun Songgong, Desa Sukadane, Pujut. ‘’Ini jelas satu kehormatan bagi kami masyarakat Kampung Sade, bisa dikunjungi oleh Presiden Indonesia,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. Putrie, mewakili warga Kampung Sade. Warga berharap kehadiran Presiden Jokowi di Kampung Sade bisa semakin mengangkat nama Kampung Sade sebagai salah satu destinasi desa wisata yang ada di Loteng. Ke depan, warga
berkomitmen untuk tetap menjaga orisinilitas Kampung Sade. Karena itulah aset budaya yang sangat berharga milik masyarakat suku Sasak. “Kenapa Kampung Sade harus dipertahankan? Karena Kampung Sade bisa menjadi referensi bagi masyarakat Loteng ataupun luar Loteng. Jadi bagi yang ingin mengetahui bagaimana rumah adat serta tata cara kehidupan Suku Sasak bisa dilihat di Kampung Sade,’’ terangnya. Sebagai destinasi wisata, Pemkab Loteng juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Kampung Sade. Beberapa program pendukung tahun ini sudah disiapkan oleh Pemkab Loteng. Salah satunya penataan jalan setapak di dalam kampung. Yang saat ini masih menggunakan semen, ke depan akan diganti menggunakan batu. Dengan begitu diharapkan orisinilitas Kampung Sade bisa benar-benar terlihat. Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan rumah khusus (Rusus) bagi warga Kampung Sade yang ingin tinggal dirumah modern. Tanpa harus mengganti rumah asli yang ada di kawasan Kampung Sade. Sehingga model rumah tradisional yang menjadi ciri khas Kampung Sade bisa tetap terjaga. ‘’Sudah ada Rusus yang disiapkan bagi warga Kampung Sade yang ingin tinggal di rumah permanen. Tanpa mengganti rumah tradisionalnya. Karena untuk rumah tradisional tersebut diupayakan bisa tetap dijaga dan dilestarikan,’’ ujarnya. (kir)
Halaman 11
Dari Kunjungan Presiden, Pangdam IX Udayana Apresiasi Warga NTB Praya (Suara NTB) Pangdam IX/Udayana Mayjen, TNI Benny Susianto, S.IP menyambut kedatangan Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Lombok International Airport (LIA), Jumat (17/5). Dari hasil evaluasi pengamanan, Pangdam mengapresiasi dukungan penuh masyarakat NTB. Pangdam menyambut Presiden ke- 7 RI itu bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., Kapolda NTB Brigjen Pol.Nana Sudjana, Danrem 162/ WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han serta Forkopimda lainnya. Diungkapkan Pangdam, kunjungan Presiden ke Kabupaten
Lombok Tengah dalam rangka meninjau sejumlah fasilitas yang berada di Kawasan Mandalika dan melihat langsung ruang terbuka hijau, penataan pedestrian dan kawasan UMKM di sekitar Kuta Mandalika. ‘’”Kita patut bersyukur semua berjalan aman dan lancar,’’ kata Pangdam yang jadi penanggung jawab pengamanan VVIP itu. Pangdam juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh personel TNI maupun Polri dan instansi terkait beserta seluruh masyarakat Lombok. Pihak pihak inilah yang dianggap telah membantu mengamankan jalannya kunjungan. Sehingga dalam pelaksanaannya ber-
jalan aman, tertib dan lancar. ‘’Alhamdulillah ini tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan semua pihak yang ikut terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan kunker tersebut,’’ ujarnya. Pada kesempatan kunjungan tersebut, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. (ars/*)
Sepak Terjang Aldi
Siswa SMAN 1 Sembalun yang Tak Lulus Diduga Terlalu Kritis Mataram (Suara NTB) Dunia pendidikan NTB terusik dengan kabar perlakuan diskiriminatif terhadap salah seorang siswa SMAN 1 Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Aldi Irpan, tidak diluluskan pihak sekolah diduga karena terlalu kritis. Sikap kritis Aldi paling nampak ketika ia memprotes kebijakan Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali yang memulangkan semua siswa yang terlambat. Padahal keterlambatan siswa disebabkan ruas jalan menuju sekolah rusak akibat kegiatan proyek perbaikan. Jarak tempuh relatif jauh bagi mereka, mencapai 5 Km, apalagi ditempuh dengan jalan kaki. Aldi minta toleransi waktu 10 menit, karena toh kegiatan belajar dimulai pukul 07.15 Wita. Namun kepala sekolah mematok harga mati jam masuk sekolah 07.00 Wita, jika terlambat, maka siapapun dipulangkan. Sikap kritis Aldi diresposn dengan tindakan tegas. Siswa bertubuh tegap ini dinyatakan tidak lulus. Padahal syarat kelulusan tidak ada masalah. Nilainya mencapai 192,0, peringkat ke dua terbaik di sekolah. Riwayat ketegangan dengan kepala sekolah tanggal 22 Januari 2019 lalu. Aldi dan sejumlah rekannyadianggap melanggaraturan karena memakai jaket di lingkungan sekolah. Padahal, Aldi dan sejumlah temannya itu terpaksa memakai jaket karena Januari di Sembalun musim hujan dan cua-
ca di kaki Gunung Rinjani itu sangat dingin mencapai 12 derajat celcius. Salah seorang siswa, Holikul Amin, mendapat perlakuan kasar dengan dilempari bak sampah oleh kepala sekolah karena menggunakan jaket. Protes dan permintaan Aldi agar diizinkan menggunakan jaket tak diindahkan kepala sekolah. Baru baru ini, Rabu 6 Maret 2019 saat ujian try out, Aldi dipulangkan paksa karena memakai baju putih abu abu. Alasannya, baju putih hitam yang seharusnya dipakai saat itu, basah akibat hujan. Aldi balikmengkritisi,adagurudisekolah itu yang tidak memakai pakaian jenis sama. Gara gara protes itu, hari yangsamadigelarrapatinternaldipimpin kepala sekolah untuk pemecatanAldiIrpan. Bagaimana keseharian Aldi di mata keluarga? Keluarga Aldi di Dusun Berugak Mujur, Desa Sembalun Timba Gading masih merasa terpukul dengan keputusan pihak SMAN 1 Sembalun tersebut. Mereka ingin Aldi diluluskan karena memperoleh nilai tinggi dan tidak ada sepak terjang negatif selama ini. ‘’Kami pernah tanya wali kelas, satu pun tidak disebut kesalahannya. Sejak kelas 1 sampai kelas III, tidak pernah buat onar. Pas kelas tiga bahkan jadi ketua kelas. Ini guru agamanya yang juga angkat bicara,” kata kakak ipar Aldi, Rusman kepada Suara NTB via ponsel, Jumat (17/5). Kesaksian yang didapatnya
dari guru guru yang mendukung Aldi di sekolah, jiwa religius Aldi jadi pembeda. Selain sering adzan, Aldimewarnaisekolahdengankegiatan pengajian dan mendatangkan Al - Qur’an dari para donatur. Meski kritis, jiwa sosialnya juga tinggi. Kerap mengajak pemuda desa membersihkan masjid kampung ketika libur sekolah. Aldi juga rajin membantu kedua orang tuanya Nuwin dan Sahrul bertani. Jiwa kritisnya memang sudah terasah, karena aktif terlibat kegiatan sosial di eksternal sekolah. Ia terlibat organisasi Agraria untuk Anak Cabang Sembalun dan organisasi sosial Pembaharu. ”Sebelumnya ada anak kena tumor di desa ini, Aldi yang bantu carikan donatur sana sini untuk biaya operasi,” ungkapnya. Semua kelakuan baik adiknya itu bukan dimaksudkan untuk semata pembelaan. Tapi menurut Rusman, kondisi objektif pada adiknya, agar masyarakat tidak keliru persepsi. Bukan berarti pula pembelaan itu tanpa ruang kompromi. Sebagai keluarga, pernah terbuka menyampaikan ke sekolah agar ditunjukkan kesalahan Aldi Irpan yang paling fatal sehingga membuatnya tidak lulus. Dua kali pertemuan di sekolah, tak membuahkan hasil meski Aldi dan keluarga bersama teman temannya sudah meminta maaf secara terbuka. Sekaligus meminta dijelaskan kesalahan kesalahannya. Namun tetap dengan alasan sumir soal sikap kritisnya, Kepsek bergeming Aldi tak diluluskan.
Gabungan BUMN Karya Sudah Bangun 1.200 Unit Risha untuk Korban Gempa NTB Dari Hal. 1 Gabungan BUMN (Karya) dan Aplikator Masyarakat sudah membangun RTG jenis Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), Rumah Instan Kayu (Rika), Rumah Instan Konvensional (Riko) dan Rumah Instan Baja (Risba). Khusus untuk RTG jenis Risha, gabungan BUMN (Karya) telah membangun sebanyak 1.200 unit tersebar di seluruh daerah terdampak gempa di NTB. Yoyok mengatakan saat ini jumlah panel Risha yang siap dipasang sekitar 2000 unit rumah Tipe 36. Ia menjelaskan keunggulan menggunakan precast dan panel Risha adalah kualitas terjamin bagus dan kuat serta cepat. Selain itu, rumah yang dibangun juga akan tahan terhadap gempa. Pembangunan RTG jenis Risha juga cepat, satu unit T-36 bisa diselesaikan
dalam 2 (dua) minggu (Struktur terbangun hanya butuh 3 Hari). Yoyok mengatakan gabungan BUMNdanBUMDtersebutmengharapkan Gubernur (Pemerintah Daerah NTB Lombok) bisa mengoptimalkan keberadaan mereka di NTB. Untuk mempercepat pembangunan rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan di daerah terdampak di NTB. Yoyok menambahkan gabungan BUMN dan BUMD juga bersinergi dengan aplikator Risha Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Lombok. Sinergi itu dimaksudkan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ditambahkan, keberadaan BUMN dan BUMD di NTB merupakan arahan dan penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mereka diminta terjun langsung ke Lombok (NTB) guna memban-
tu percepatan pembangunan RTG di daerah terdampak gempa. Salah seorang warga Dusun Montong Goak Desa Selebung Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, Hardianto bersyukur rumahnya yang rusak akibat gempa kini sudahterbangunkembali.Hardianto memilih RTG jenis Risha karena proses pemasangannya cepat. Hardianto menyebutkan butuh waktu paling cepat satu minggu, RTG jenis Risha sudah terbangun. Ia menuturkan, untuk pembangunan fondasi sampai pemasangan rangka butuh waktu sekitar tiga hari dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 6 orang. Ia mengatakan rata-rata rumah jenis Risha terbangun sampai dinding atapnya sampai dua minggu. Karena proses pemasangannya cepat, semua masyarakat yang rumahnya rusak di Dusun Montong Goak memilih Risha. (nas/*)
Butuh Waktu 12 Bulan Dari Hal. 1 Dengan space waktu yang ada, Abdulbar mengatakan sirkuit Mandalika masih on time sebagai tempat balap MotoGP 2021. Ia menambahkan, pembangunan sirkuit tidak butuh waktu lama karena yang dibangun bukan stadion, tapi sirkuit jalanan. Fasilitas lainnya seperti paddock dibangun semi permanen. Begitu juga tempat duduk penonton juga tidak permanen. ‘’Saat tak ada balapan, bisa dilipat, kita pindahkan. Jadi yang kita bangun hanya jalan sepanjang 4,3 Km. Fasilitas lighting dan lain-lain yang bersifat temporer,’’ jelasnya. Abdulbar memperkirakan, jumlah wisatawan yang akan
berkunjung menyaksikan MotoGP Mandalika antara 200.000 300.000 orang selama tiga hari. Sementara, fasilitas hotel yang tersedia di KEK Mandalika sampai akhir 2020 sekitar 1.000 kamar. Saat ini, ada tiga hotel yang sedang dibangun seperti Pullman, Paragon. Karena jumlah kamar hotel yang tersedia belum mencukupi untuk menampung para pengunjung. Maka hotel-hotel di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara bahkan Nusa Dua Bali akan disiapkan untuk menampung para pengunjung atau wisatawan. Ia menyebut Sirkuit Buriram yang ada di Thailand lokasinya 400 Km dari Bangkok. Menurutnya, jarak antara Lombok dan Bali tidak terlalu jauh, bu-
tuh waktu 30 menit menggunakan pesawat. ‘’Kita akan siapkan Bali dan Utara Lombok. Karena fans MotoGP ini cenderung muda dan nomaden. Mereka lebih suka menginap bukan di hotel mewah. Sering menginap di vila-vila,’’ ujarnya. Karena ITDC punya resort di Nusa Dua Bali. Maka akan dimanfaatkan juga menjadi tempat penginapan para tamu maupun wisatawan yang akan menyaksikan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Di samping itu, ITDC juga akan menyiapkan tenda-tenda mewah pada lahan seluas 5 hektare di KEK Mandalika. ‘’Akan ada camp, tenda mewah. Bisa juga menjadi hotel permanen juga selama hotel yang besar sedang dibangun,’’ jelasnya. (nas)
Kelompok Tani di Desa Kertasari Merugi Dari Hal. 1 Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau petani harus menanam kembali dengan bibit yang baru dan itu juga harus dengan biaya,’’ ungkap PPLS Desa Kertasari, Andi Mukhsin kepada Suara NTB, Jumat (17/5). Karena itu, mereka sangat berharap agar pemerintah bisa menyikapi masalah ini. Minimal bisa membantu kelompok tani dengan bibit yang baru dengan kualitas yang lebih baik. Menurutnya, memang sejak awal petani sangat ragu untuk menerima bantuan tersebut karena dianggap
produk baru dan belum terbukti kualitasnya. Tetapi setelah disosialisasikan oleh para petugas akhirnya mereka mencoba menanam jagung varietas JH 27 tersebut. Setelah dilakukan pengecekan ternyata jagung ini banyak yang tidak tumbuh serta berjarak satu sama lain. Melihat kondisi itu, pihaknya langsung melapor ke Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Tanbunnak) KSB, untuk bisa segera disikapi sebelum kelompok yang lainnya melakukan penanaman. Beruntung hanya dua hektar saja yang sudah terlanjur ditanami. Sehingga kerugian petani bisa diminimalisir.
(Suara NTB/penrem)
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto saat menyambut kedatangan Presiden H. Joko Widodo.
Kendati demikian, pihaknya sangat berharap supaya ada bibit pengganti yang lebih baik. Sementara bibit jagung bantuan yang kualitasnya buruk kata Andi Mukhsin, sudah ditarik Dinas Tanbunnak KSB. ‘’Pada saat awal kita sosialisasi para petani sebenarnya enggan mencoba, karena bibit itu merupakan merk baru dan belum jelas kualitasnya. Tetapi kita minta agar para petani mencoba dulu untuk bisa membuktikannya. ternyata memang kualitas bibitnya sangat buruk dan banyak yang tidak tumbuh,’’ terangnya. Ditambahkannya, terhadap persoalan ini informasi dari Di-
nas Tanbunnak KSB, paling lambat tanggal 25 Mei 2019 sudah ada bibit pengganti yang baru yang jauh lebih baik. Sehingga para petani tidak terburu-buru untuk mendapatkan benih yang baru dengan harga lebih mahal. Bahkan permintaan para petani jagung yang berada di Desa Kertasari, diharapkan supaya bibit jagung pengganti segera disediakan sebelum bulan Mei berakhir. Jika melewati bulan Mei, dikhawatirkan bantuan tersebut tidak memberikan manfaat lagi karena kondisi alam yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penanaman. Selain itu, harapan dari para petani supaya bibit yang diberi-
kan nanti kualitasnya bisa lebih, supaya waktu tanam sesuai dengan jadwal dan tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan. Apalagi masyarakat Desa Kertasari sangat bergantung pada hasil jagung. Jika hasil yang didapatkan tidak baik maka akan berdampak kepada perekonomian bagi masyarakat secara keseluruhan. ‘’Harapan para petani jagung di Desa Kertasari supaya bibit jagung yang akan diberikan nanti memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan segera. Karena jika sampai lewat bulan Mei, maka mereka tidak akan melakukan penanaman karena akan sangat sia-sia,’’ pesannya. (ils)
(Suara NTB/ist_dok keluarga)
Aldi Irpan (berdiri dua dari kiri) bersama keluarganya, Jumat 17 Mei 2019. “Bahkan Aldi bersama dua or- yang dilakukannya. Hal tersebut dibuktikan denang tuanya datang ke rumah Kepsek untuk minta maaf. Tapi tidak gan banyaknya catatan-catatan diterima. Alasan ditolak, karena dari pihak sekolah, serta perjanjian datangnya pada saat hari Ming- yang dibuat dalam bentuk bermaterai Rp 6000 yang diketahui langgu, bukan jam kerja,” sesalnya. Sementara Aldi yang dihubungi sung oleh orang tua. ‘’Kita sudah via ponsel mengaku tetap optimis melihat bukti-bukti pembinaanbisakembalikesekolah,karenatidak nya. Banyak aturan dan kesepaada alasan tidak diluluskan. Jiwa katan yang dilanggar oleh siswa kritisnyapuntakakanluntur. ”Saya yang bersangkutan,” ungkapnya. Bahkan pada awal tahun 2018, mau tetap kembali ke sekolah saya siswa yang bersangkutan sempat danlulus,”ujarnya. ingin dikeluarkan dan diminta untukmencarisekolahlain.AkantetaDianggap Melanggar Bagaimana tanggapan Kepala pi, pihak sekolah masih memberSMAN 1 Sembalun, hingga berita inya kesempatan karena Aldi Irini ditulis, sambungan telepon fan bersedia bertobat dan meminSuara NTB tak ditanggapi. Infor- ta maaf atas perbuatan yang dimasinya Sadikin Ali sedang diklar- lakukannya. Namun prilakunya tidak berubah, bahkan siswa yang ifikasi Dikbud Provinsi NTB. Penjelasan hanya datang dari bersangkutan sampai mengucapKepala UPT Layanan Dikmen dan kan kata-kata tidak terpuji kepaPK-PLK Kabupaten Lotim, H. da gurunya. Di media sosial, kasus Aldi Mashun. Atas kejadian itu, pihaknya sudah memanggil Kepala mendapat perhatian luas. Tagar SMAN 1 Sembalun, tim pengem- #SaveAldi #SavePendidikanNTB bang pendidikan, tim pengembang mulai diviralkan. Sejumlah pihak kurukulum, wakil-wakil kepala turun tangan membantu agar Aldi sekolah dan guru bimbingan kon- lulus, seperti Dewan Guru, Ikatan seling (BK). Dari hasil klarifikasi Guru Indonesia (IGI) NTB, bahkan itu, katanya siswa yang ber- Lembaga Perlindungan Anak sangkutan sudah melampui ba- (LPA) NTB melakukan invetigasi tas prilaku-prilaku tidak terpuji awal. (ars)
Ajak Masyarakat Bicara Dari Hal. 1 saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kuta, Jumat (17/5) kemarin. ‘’Ya nanti itu (sengketa lahan) urusan ITDC dengan Pak Gubernur (NTB),’’ ujarnya. Pihaknya pun yakin persoalan tersebut bisa diselesaikan. Asalkan masyarakat didekati dan diajak bicara dengan baik-baik. ‘’Ajak masyarakat bicara,’’ sarannya. Karena yang namanya persoalan lahan, kunci ada pada pola pendekatan yang dilakukan di lapangan. Dalam arti, bagaimana cara mendekati dan berbicara dengan masyarakat itu yang menentukan. Presiden pun memastikan, persoalan sengketa lahan tidak akan sampai mengganggu rencana pembangunansirkuitMotoGP.Soalada sengketa lahan, ia meminta segera diselesaikan. ‘’Segera diputuskan. Kitainibisabicaratidakperluharus ngotot-ngototan,’’tegasnya.
Di tempat yang sama, Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer, menegaskan pihaknya siap menyelesaikan persolan sengekata lahan yang di lokasi pembangunan sirkuit MotoGP. “Kita bebaskan,” jawabnya singkat. Saat ini total masih ada sekitar 5 hektar lahan yang belum dibebaskan di lokasi pembangunan sirkuit MotoGP. Lahan-lahan tersebut diketahui sudah berstatus inclave. Karena masyarakat memiliki dokumen kepemilikan lahan. Pihak ITDC sendiri sudah melakukan apreasi harga lahan di lahan-lahan yang akan dibebaskan tersebut. Dengan nilai appraisal antara Rp70 juta sampai 80 juta per are. Harga tersebut diyakini sudah di atas harga rata-rata lahan di sekitar kawasan. Sehingga masyarakat diyakini tidak akan merugi. ‘’Proses pembebasan lahan masih berjalan,” tandas Direktur Teknik dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, saat dikonfirmasi sebelumnya. (kir)
Dewan Dorong Investigasi Bantuan Bibit Jagung Kualitas Buruk Dari Hal. 1 Selain mendorong untuk dilakukan investigasi, pihaknya juga berencana memanggil pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB untuk memberikan penjelasan kepada Komisi II, yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. ‘’Kemarin kita sibuk dengan Pemilu, minggu depan di selasela pembahasan Pansus, kami akan lakukan pemanggilan untuk didalami permasalahan ini. Kita akan crosschek di lapangan, apakah yang disampaikan Dinas Pertanian dan Perkebunan sesuai atau tidak,’’ tegasnya. Minta Dinas Pertanian Dievaluasi Selain dilakukan investigasi, Dewan juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB dievaluasi. Pasalnya, kasus bibit jagung kualitas buruk ini menambah daftar permasalahan di dinas tersebut. Karena itu, wakil rakyat mendorong kepada Gubernur NTB untuk melakukan evaluasi terhadap Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Sebab, tidak hanya kali ini saja pihaknya mendengar kabar tidak sedap di instansi tersebut. Bahkan sebelum-sebelumnya juga banyak persoalan yang terjadi. ‘’Saya heran dinas ini (Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB),
kok banyak sekali masalahnya. Bermacam-macam masalahnya dari dulu. Dari cetak sawah baru, pengadaan alat, bibit bawang, sekarang bibit jagung. Ini pasti ada yang tidak beres pada instansi itu,’’ cetus Made Slamet, anggota Komisi II DPRD NTB yang membidangi urusan pertanian, Rabu (15/5) lalu. Ia kemudian meminta Pemprov NTB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dinas yang dikomandoi, Ir. H.Husnul Fauzi ini. ‘’Evaluasi program-programnya,’’ sarannya. Ia menduga dengan buruknya kualitas bibit jagung tersebut, yang tidak sesuai dengan spesifikasi, maka tentu ada indikasi permasalahan hukum di sana. ‘’ Sebagian besar program Dinas Pertanian dan Perkebunan seperti itu, selalu ada yang bermasalah. Untuk itu kita harapan dievaluasi dinas ini, sudah terlalu banyak masalahnya,’’ tegasnya. Langkah konkrit Dewan dalam menyikapi permasalahan tersebut? ‘’Kita belum secara resmi bicarakan di Dewan, ini kan baru dapat informasi dari media. Karena itu akan kita dalami informasi ini. Selain itu kita harapkan juga dari masyarakat ada menyampaikan laporan, dengan bersurat resmi. Maka kita bisa turun mengeceknya,’’ kata politikus PDIP ini kepada Suara NTB. (ndi)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 18 Mei 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
(Suara NTB/Dinas LHK Provinsi NTB)
PENYITAAN - Penyitaan barang bukti kayu Sonokeling diduga hasil penebangan liar di kawasan hutan Mareje Bonga Lombok Barat-Lombok Tengah.
Oknum Aparat Diduga Tersangkut Kasus Kayu Hutan Mataram (Suara NTB) Pelda Mkd bakal menghadapi peradilan militer. Oknum TNI ini kini sudah ditahan di Den Polisi Militer AD Mataram. Dia diduga menjadi pengepul kayu Sonokeling hasil penebangan liar di kawasan hutan. Total barang bukti kayu yang disita mencapai 1.000 batang atau setara 17,02 kubik. Komandan Korem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengonfirmasi kasus tersebut sudah ditangani Denpom AD. “Sudah ditahan,” ujarnya ditemui Kamis (16/5) petang lalu di Mako Yonif 742/SWY Mataram. Kayu Sonokeling yang masuk dalam daftar Apendiks II CITES tersebut ditemukan di sebuah gudang di Jalan Imam Bonjol, Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Mataram, 22 Februari lalu. Kayu diduga diambil dari kawasan Hutan RTK.13 Mareje Bonga yang berada di Sekotong Lombok Barat dan Praya Barat Daya Lombok Tengah.
Rizal menyatakan penegasan terhadap oknum TNI yang mencoba ikut bermain dalam tindak pidana illegal logging. “Pada intinya dia sudah diproses dan sudah ditahan,” sebutnya. Kasus terungkap berdasarkan penyidikan Denpom AD Mataram bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB. Kasus tersebut ditangani secara koneksitas. Kasus dimulai penyelidikannya berdasar Laporan Kejadian No LK.02/ II/POLHUT-DLHK/2019 tertanggal 22 Februari 2019. Kasus naik ke penyidikan dengan dilengkapi pemeriksaan saksi sebanyak 10 orang, ditambah dengan keterangan ahli pidana, ahli
auditor, dan ahli lingkungan hidup. Indikasinya, kayu tersebut tidak dilengkapi dokumen dan atau surat yang sah atau diambil dari hasil penebangan liar dan atau secara ilegal tanpa izin yang sah. Kayu yang diambil dengan cara tersebut ditampung tersangka Mkd. Sebanyak 17,02 kubik kayu dan dokumen sudah disita sebagai barang bukti. Modusnya, kayu diedarkan dengan memakai izin UD Eka Lestari Jaya Sandik, Lombok Barat. Rumusan pidana yang diterapkan dalam kasus tersebut yakni dugaan pelanggaran pasal 87 ayat 1 huruf c juncto pasal 12 huruf M dan atau pasal 105 huruf d juncto pasal 28 huruf d UU RI No18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Juncto pasal 78 ayat 5 juncto pasal 50 ayat 3 huruf e UU RI No 41/1999 tentang kehutanan juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (why)
Kasus SMAN 1 Sembalun, Demokrat Jajaki Figur Selain Mohan dan Selly DPRD NTB Panggil Dikbud Mataram (Suara NTB) Komisi V DPRD NTB yang mengurusi bidang pendidikan, langsung bergerak cepat mengatensi kasus yang sedang viral, yakni seorang siswa di SMA Negeri 1 Sembalun Kabupaten Lombok Timur, kabarnya tidak diluluskan, lantaran dinilai terlalu kritis dalam mengkritisi kebijakan Kepala Sekolahnya. Padahal nilai ujian nasional siswa tersebut menempati rangking dua di sekolahnya. Wakil Ketua Komisi V, H. MNS. Kasdiyono mencoba mengkonfirmasi informasi yang tengah viral tersebut kepada instansi yang bersangkutan yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Ia mendapatkan penjelasan bahwa ada banyak alasan yang membuat siswa tersebut tidak diluluskan, bukan hanya sekadar hasil nilai ujian nasionalnya. “Betul sekarang dia rangking dua ujian nasional. Tapi pertanyaan apakah hasil UN itu menjadi syarat utama kelulusan ? Setelah saya dalami, konsultasikan, ternyata tidak, kelulusan juga dinilai budi pekertinya, tingkat kehadirannya, dan bagaimana mentaati peraturan sekolah. Nah sampai di sana kita bisa pahami kalau melihat unsur-unsur kelulusan,” kata Kasdiyono kepada Suara NTB, Jumat (17/5). Lanjut Kasdiyono, dalam penentuan kelulusan tersebut juga tidak hanya diputuskan oleh kepala sekolah semata. Namun juga ikut terlibat dalam pengambilan keputusan pelulusan siswa tersebut adalah para dewan guru. “Ternyata bukan hanya kepala sekolah, tetapi ada dewan guru juga. Karena itulah kami kemudia akan mendalami hal ini, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi,” katanya. Pada Jumat sore, usai rapat paripurna, Komisi V langsung memanggil pihak Dikbud untuk mendapatkan keterangan terkait persoalan tersebut. Selain itu, pihak sekolah maupun siswa yang bersangkutan juga ikut dipanggil, meskipun tidak bisa hadir. “Kita ingin mendengarkan juga penjelasan dari siswa tersebut, minimal didampingi oleh keluarganya sebagai bentuk kearifan kita. Karena kalau dia mengkritik kebijakan sekolah lalu dia tidak diluluskan, ini kan akan jadi presiden buruk, akan mematikan kreativitas berpikir siswa,” tegasnya. Pantauan Suara NTB saat komisi V memanggil pihak Dik-
(Suara NTB/ndi)
Komisi V sedang memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendalami kasus tidak diluluskannya seorang siswa di SMAN 1 Sembalun karena diduga terlalu kritis, Jumat (17/5). bud, juga dijelaskan banyak kriteria yang menjadi acuan dalam penentuan kelulusan. Sehingga tidak hanya kemampuan kecerdasan yang menjadi standar kelulusan, namun juga sikap, budi pekerti, dan kepatuhan terhadap peraturan. Namun Kasdiyono lantas mempertanyakan kepada pihak Dikbud terkait sudah sejauh mana pihak sekolah dalam mensosialisasikan peraturan terkait
dengan standar kelulusan seorang siswa. Bahwa untuk bisa lulus tidak hanya dinilai kecerdasannya saja, akan tetapi juga etik, sikap dan perilakunya. “Apakah kita sudah sosialisasi kepada siswa dan orang tua siswa bahwa untuk kelulusan tidak hanya dengan modal kepintaran. Nah jangan-jangan anak itu tidak tahu hal itu. Kita minta hal ini juga di monitor oleh Dikbud,” pungkasnya. (ndi)
Mataram (Suara NTB)Partai Demokrat tidak akan mengulangi lagi pengalaman pada pilkada kota Mataram tahun 2015 lalu, dengan memilih absen bertarung setelah urung mendaftarkan pasangan calon yang mereka usung. Kali ini pada pilkada 2020, Demokrat memastikan diri akan ikut bertarung dengan mengusung kadernya di Mataram. “Kita pasti ada sikap, politik itu kan seni mengelola keadaan, kita amati dulu setiap perkembangan, karena punya hitung-hitungan sendiri. Yang pasti dari Demokrat ada yang maju, bisa kader dan non kader yang dikaderkan,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat
NTB, TGH. Mahalli Fikri saat ditemui di DPRD NTB. Bahkan rencana akan mengusung calon tersebut telah dibicarakan dari jauh-jauh di internal partai Demokrat. “Pembicaraan terkait hal itu bukan dari sekarang, sudah sejak dua bulan yang lalu,” katanya. Ditegaskan Mahalli yang jelas partainya akan menawarkan calon alternatif di luar dua nama yang saat ini sudah mengemuka di permukaan, seperti Mohan Roliskana dan Hj. Putu Selyy Andayani. Demokrat bisa saja tidak akan bergabung ke salah satu dari mereka. “Untuk Mataram ini yang sudah mencul dan terang ini kan baru dua orang itu saja, Mohan dan
Selyy. Nah kita akan coba mencari figur alternatif di luar dua nama tadi, siapa saja tokoh di luar itu. Sehingga kan lebih banyak yang kita tawarkan ke masyarakat akan semakin lebih baik,” katanya. “Sekarang kita sedang cari tokoh di Mataram, siapa yang punya peluang dari sekian tokoh muda. Karena figur di Mataram ini masih sangat terbatas. Kita terus berdiskusi baik internal dan juga dengan libatkan pihak luar, termasuk pengamat dan akademisi untuk memberikan kita masukan,” sambungnya. Diketahui saat ini, partai Demokrat memiliki empat kursi. Sehinggauntukmengusungpasangan calon, maka harus berkoalisi dengan partai lain. Namun demiki-
an, Mahalli tidak ingin terburuburu dalam membangun komunikasi dengan partai lain. Pihaknya masihlebihfokuskepadasosokfigur yang akan ditawarkan. “Kita akan tawarkan sebanyak-banyaknya, baik kader maupun tidak. Kita kan nanti akan lihat hasil surveinya, setelah kita harus menawarkan kepada masyarakat, lalu bagaimana responsnya,” jelas Wakil Ketua DPRD NTB ini. Tidak hanya di Kota Mataram, Demokrat juga akan mengusahakan hal yang sama, untuk bisa mengusung kadernya di kabupaten/kota yang lain yang akan juga ikut menggelar Pilkada serentak 2020, seperti di KLU, Loteng, Sumbawa, KSB, dan Bima, dan Dompu.. (ndi)