HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
RABU, 17 OKTOBER 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 183 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
TGP2D Jadi Staf Ahli
Hari Ini, Gubernur akan Lantik Empat Kepala OPD Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengungkapkan, akan melantik empat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (17/10), hari ini. Selain itu, gubernur juga rencananya akan melantik tiga anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) menjadi staf ahli, Jumat mendatang. ‘’Besok pagi (hari ini, red) kita ada pelantikan kepala dinas, ada empat orang. Yang mudah-mudahan, Jumat ada
dalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Ketika ditanya satu Kepala OPD yang akan dilantik, gubernur enggan menyebutkan. Namun ketika ditanya mengenai recovery sektor pariwisata pascabencana, gubernur langsung menjawab akan ada empat Kepala OPD yang akan dilantik. Mengenai rotasi tiga staf ahli untuk mengisi tiga jabatan OPD yang lowong, Dr.Zul mengatakan Pemprov tak punya pilihan lain. Karena eselonnya sama, tinggal dilakukan pemindahan atau rotasi saja. Pasalnya, OPD seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB
pelantikan lagi,’’ ungkap gubernur usai rapat membahas percepatan pencairan dana bantuan bencana di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (16/10) sore. Sebelumnya diberitakan, gubernur akan segera mengisi tiga jabatan Kepala OPD yang saat ini masih lowong dengan menggeser tiga staf ahli yang ada. Tiga OPD yang sudah lama lowong itu adalah Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengen-
dalam kondisi pemulihan pascabencana ini mendesak harus segera diisi. ‘’Karena kita tak punya pilihan lain hanya tiga staf ahli, eselonnya sama. Ndak bisa tiba-tiba comot langsung jadi Kepala Dinas, kan ndak mungkin. Ini sebenarnya tinggal mengembalikan, personalnya, orangnya itu-itu saja,’’ terang gubernur. Mengenai adanya salah satu staf ahli yang sering namanya disebut dalam kasus dugaan korupsi PD. BPR NTB, Gubernur mengatakan Pemprov menghormati proses hukum. Ia mengatakan tak boleh ada trial
by press terhadap yang bersangkutan karena proses hukum sedang berjalan. ‘’Saya kira ini ada pembelajaran buat kita. Tetap kita menghormati hukum, ini kan masih tetap berproses. Jangan sampai kita membuat judgment, keputusan final belum,’’ imbuhnya. Setelah melantik empat pimpinan OPD, gubernur juga merencanakan akan mengangkat tiga anggota TGP2D menjadi staf ahli. Diketahui, tiga anggota TGP2D yang tersisa saat ini adalah Ir. Andi Pramaria, M. Si, Dra. T. Wismaningsih dan Ir. H. Azhar, MM. ‘’Hari
Jumat, tiga orang tim percepatan pembangunan masuk jadi staf ahli,’’ kata Dr. Zul. Apakah pengangkatan anggota TGP2D menjadi Staf Ahli tak melanggar hukum? Gubernur mengatakan ketiganya pernah menjadi pejabat eselon II. Menurut Gubernur, pengangkatan itu akan melanggar hukum apabila mereka belum pernah menjabat eselon II. Gubernur menjelaskan tadinya ia hanya akan merotasi tiga staf ahli menjadi kepala OPD. Namun, pejabat Kemendagri yang datang ke NTB memberikan lampu hijau bahwa gubernur dapat
juga mengangkat anggota TGP2D menjadi staf ahli. ‘’Tadinya merencanakan yang tiga saja. Tapi kan ini usulan datang dari Kemendagri sekalian saja. Mendagri ingin supaya mesin birokrasi kita jalan. Jadi sekalian saja diusulkan,’’ ucapnya. Ketika ditanya ada salah satu anggota TGP2D yang akan diangkat menjadi staf ahli saat ini masih menjadi tersangka kasus hutan Sekaroh. ‘’Itu kan proses sudah lama. Nanti saya akan coba tanyakan kelanjutannya. Karena tak ada perkembangannya,’’ tandasnya. (nas)
Sebelum Kunjungan Presiden ke NTB
Pencairan Dana Bencana untuk 10.791 Unit Harus Beres Mataram (Suara NTB) Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan kembali mengunjungi korban gempa di NTB, Kamis (18/10). Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan, sebelum kunjungan Presiden ke NTB, dana bantuan stimulan perbaikan rumah untuk 10.791 korban gempa harus sudah beres (dicairkan). Gubernur mengatakan dalam rapat terbatas di Jakarta, Senin (15/10) lalu, Presiden telah menyederhanakan proses pencairan dana bantuan stimulan bagi masyarakat korban gempa. Dari semula dokumen sebanyak 17 lembar, sekarang hanya menjadi satu lembar. ‘’Karena memang kemarin itu, prosesnya ribet, berbelitbelit. Bukan karena ingin mempersulit tapi karena kehati-hatian. Kita tak mau cepat, tapi ujung-ujungnya pun-
ya masalah. Tapi dengan hanya satu lembar, mudah-mudahan prosesnya menjadi lebih singkat,’’ kata Dr. Zul dikonfirmasi usai menggelar rapat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (16/10) sore. Gubernur menyebutkan, berdasarkan data dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai perbankan yang ditunjuk pemerintah pusat menyalurkan dana bantuan stimulan, sebanyak 10.791 buku tabungan atau penerima bantuan sudah ada dananya di masing-
1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Kejaksaan Tinggi NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 mengagendakan memanggil sak1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 si-saksi setelah kasus dugaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Tindak Pidana Pencucian Uang 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 (TPPU) di sebuah BUMD NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 ditingkatkan ke penyidikan. Pe1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 meriksaan saksi untuk fokus 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 penetapan tersangka. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 ‘’Agenda selanjutnya adalah 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 pemanggilan saksi-saksi untuk 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 mengerucutkan kepada (peneta1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 pan) tersangka,’’ jelas Juru 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 SH.,MH 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Saksi yang dipanggil dian1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 taranya kreditur BUMD yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 mencairkan bertahap anggaran 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Rp6,2 miliar. Sebelumnya saksi 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 tersebut pernah dipanggil saat 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 kasus ini masih tahap penyelidi1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 kan. Pada tahap penyidikan, sak1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 si dipanggil lagi untuk didengar 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 keterangannya soal lima kali 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 pencairan bertahap Rp 3 miliar, 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Bersambung ke hal 15 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567
Jaksa Panggil Saksi Kasus TPPU untuk Tetapkan Tersangka
TO K O H Awasi Ketat Dana Bencana DANA bantuan bencana untuk gempa Lombok – Sumbawa mulai cair dari pemerintah pusat. Lembaga auditor pun mengawasi turunnya anggaran sampai ke tangan masyarakat korban terdampak bencana. Sejumlah item anggaran yang dijanjikan pemerintah pusat, sementara ini kepastian yang turun berupa Dana Siap Pakai (DSP) ratusan miliar dicairkan bertahap. Menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mulai Rabu (16/10) hari ini, DSP mulai cair. Dalam proses penyaluran (Suara NTB/dok) dana bencana ini, koordinasi Ayi Riyanto pengawasan ada di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kepala BPKP Dr. Ayi Riyanto bertindak sebagai koordinator. “Itu yang sekarang kita awasi adalah DSP. Kan dalam proses distribusi anggaran,” kata Ayi Riyanto kepada Suara NTB Selasa (16/10) kemarin. Bersambung ke hal 15
KO M E N TTAA R Realisasi Transfer Rp1 Triliun BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah dana bantuan stimulan untuk perbaikan rumah korban gempa NTB sudah mencapai Rp1 triliun. Untuk percepatan pembangunan perumahan warga, BNPB mendesak tiga kabupaten agar segera menuntaskan verifikasi rumah yang rusak. Sehingga, dananya dapat segera diusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk ditransfer ke masing-masing rekening (Suara NTB/nas) penerima bantuan. ‘’Per 12 Harmensyah Oktober itu, sudah Rp 1 triliunan ditransfer. Itu untuk 44 ribu unit lebih,’’ sebut Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Bersambung ke hal 15
masing rekening penerima. Dengan rincian, Kota Mataram 1.355 unit rumah, Lombok Barat 379 unit, Lombok Utara 1.478 unit, Lombok Tengah 799 unit, Lombok Timur 1.917 unit, Sumbawa 1.067 unit dan Sumbawa Barat 2.081 unit. Data jumlah rumah rusak yang sudah masuk ke BRI untuk diproses mendapatkan bantuan stimulan sebanyak 169.412 unit. Buku tabungan yang sudah terbit sebanyak 85.959 buah. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
RAPAT - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memimpin rapat percepatan pencairan dana bantuan stimulan untuk perbaikan rumah korban gempa NTB.
REHAB - Masa transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, puluhan bangunan milik pemerintah di Lombok Utara dibongkar. Salah satunya gedung Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Utara. Gedung ini sebelumnya direkomendasikan perbaikan sedang hingga berat setelah dilakukan asesmen ahli konstruksi.
(Suara NTB/ars)
Kurang Sebulan Menjabat
Selain di Mataram
Praktik ’’Fee’’ Proyek Diduga Terjadi di DPRD Lobar dan KLU Mataram (Suara NTB) Kasus dugaan pemerasan modus permintaan fee proyek dengan terdakwa H. Muhir menjadi bola liar. Masyarakat semakin berani mengungkap informasi dugaan praktik yang sama. Tidak saja di DPRD Kota Mataram, juga di Lombok Barat dan Kabupaten
(Suara NTB/dok)
’’
Ketut Sumedana
Lombok Utara (KLU). Praktik permintaan fee proyek itu diduga terjadi di tiga lembaga legislatif yang masuk dalam wilayah hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram tersebut. Bahkan praktik itu sudah menjadi rahasia umum, namun hanya saja sedikit yang berani melapor. Bersambung ke hal 15
Selain laporan masyarakat dan temuan di DPRD Kota Mataram, kami juga punya temuan indikasi praktik yang sama di Lombok Utara dan Lombok Barat. Itu ada data dan informasinya di kami
Zul - Rohmi Wujudkan Pengiriman Mahasiswa ke Luar Negeri dan ’’NTB Care’’ Mataram (Suara NTB) Belum genap sebulan memimpin NTB, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd telah merealisasikan dua janji kampanyenya. Yakni program pengiriman mahasiswa NTB ke luar negeri dan ‘’NTB Care’’. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
WAGUB - Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat membuka bimtek admin ‘’NTB Care’’ di Mataram, Selasa (16/10).
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
SUARA MATARAM
Halaman 2
Dukung Penertiban Cilinaya PENERTIBAN bangunan melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, Imigrasi, Dinas Perdagagan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menertibkan bangunan di Jalan Cilinaya, Kelurahan Cilinaya, Cakranegara. Langkah penegakan aturan ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah kecamatan. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cakranegara, Fathoni Aspriandi mengatakan, (Suara NTB/cem) sebelumnya pedagang perFathoni Aspriandi nah dikumpulkan untuk diberikan informasi bahwa keberadaan bangunan lapak itu melanggar aturan. Sebab, masyarakat membangun di atas saluran. Bangunan di atas saluran tidak diperbolehkan. Jika didiamkan akan menjadi bumerang bagi Pemkot Mataram. “Mau tidak mau harus dilaksanakan amanat Undang - undang. Kami juga mendukung langkah penertiban itu,” kata Fathoni. Sejumlah 17 lapak yang dibongkar dari 65 bangunan di Cilinaya. Fathoni mengatakan, pada prinsipnya mereka menerima. Penertiban tersebut sifatnya penataan tanpa merusak bangunan seutuhnya. “Kan cuma bagian belakangnya saja dibongkar,” kata dia. Sebenarnya, solusi penataan pedagang di Cilinaya sejak 2015 dipikirkan. Di antarnya, memasukkan pedagang ke lahan milik Pure Dalem. Namun demikian, mentok atau tidak berhasil. Termasuk memindahkan saluran ke depan. Kebijakan Pemkot Mataram selalu mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Hanya saja, 17 pedagang enggan membongkar sendiri padahal telah dua kali disurati. Pascapembongkaran, ia mengharapkan aktivitas usaha pedagang tak terganggu. Selain itu, tidak kembali membangun yang menyalahi aturan. (cem)
’’Reward’’ Awal Tahun ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., menyarankan BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Mataram mengubah pola penerimaan pajak. Saran ini menyusul tidak tercapainya target serapan anggaran oleh BKD. Dalam rapat evaluasi OPD lingkup Pemkot Mataram, BKD Kota Mataram diketahui masuk dalam zona merah. OPD pimpinan H. Syakirin Hukmi ini realisasinya di bawah 50 persen. Padahal, OPD ini dalam (Suara NTB/fit) triwulan ketiga tahun ini diMisban Ratmaji targetkan serapan anggarannya sekitar 80 persen. Ternyata BKD hanya mampu merealisasikan setengahnya atau 40 persen. ‘’Realisasi anggaran itu ada dua macam. Yang pertama dari sektor pendapatan daerah kemudian dari sektor belanja daerah,’’ sebutnya saat menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Selasa (16/10). Untuk belanja daerah, sebagai OPD teknis, BKD semestinya hanya menerima bukti. ‘’Dia kan bukan dinas teknis yang melakukan kontrak dan lain sebagainya,’’ katanya. Sementara itu, kalau dari segi pendapatan daerah, memang ada tugas BKD bagaimana meningkatkan pendapatan daerah di bidang pajak daerah. ‘’Pajak daerah ini kan banyak, ada 11 macam. Nah ini kita yang kurang. Apakah kekurangan SDM atau bagaimana,’’ tanyanya. Dari sektor belanja daerah, Misban berharap, data-data yang masuk BKD lebih akurat. ‘’Supaya BKD ini tidak perlu mengembalikan dan lain sebagainya,’’ cetusnya. Karena, lanjut politisi PKPI, setelah terpusat di BKD, akan terlihat realisasi serapan anggarannya. Pada bagian lain, Misban menyayangkan alasan tidak tercapainya target PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) karena gempa. ‘’Sebenarnya maksimalisasi PBB ini harus dari awal. Kan jatuh tempo akhir Agustus,’’ ujarnya. Namun, lanjut anggota dewan dari Dapil Ampenan ini, ada kebiasaan dari OPD dalam penagihan PBB. Pemkot Mataram memaksimalkan penagihan di ujung waktu. Padahal, cara ini dinilai kurang efektif. Seharusnya, begitu SPT diterbitkan, BKD sudah mulai bergerak melakukan penagihan kepada para wajib pajak. Misban tidak setuju dengan cara pemberian reward yang dilakukan menjelang berakhirnya batas waktu pembayaran PBB. ‘’Seharusnya, yang membayar awal tahun itu, diberi potongan. Tidak perlu lagi dikasi hadiah nanti menjelang jatuh tempo,’’ katanya. (fit)
Tempat Parkir RSUD Kota Mataram Direncanakan Bertingkat Mataram (Suara NTB) Pemerintah Kota Mataram sudah bertemu dengan para pemilik lahan di belakang RSUD Kota Mataram. Rencananya, tanah seluas 40 are itu akan digunakan untuk pembuatan lahan parkir bertingkat, kamar mayat dan ruang manajemen RSUD Kota Mataram. “Kita sudah bahas itu, sudah ketemu juga dengan pemilik lahan. Jadi sekarang tinggal pembebasan lahan. Untuk harganya sendiri, masih menunggu dari tim appraisal. Karena bukan kita yang tentukan harga untuk pembebasan lahan itu,” kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Selasa (16/10). Tempat parkir perlu bertingkat, harapannya semua kendaraan yang diparkir di rumah sakit ini dapat tertampung. “Ini kan baru rencana. Tentu saja rencana ini kita sesuaikan dengan luas lahan yang akan dibebaskan. Syukurnya, para pemilik lahan ini sudah setuju, tinggal menunggu harganya saja,” ujarnya. Rencana untuk pengadaan lahan parkir ini sudah lama. Namun pada rencana pengadaan sebelumnya pada akhirnya dibatalkan karena tidak mencapai kesepakatan harga. Sementara, Pemkot sendiri tidak bisa memberikan harga di luar ketentuan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah. “Di belakang itu ada 40 are, kita usahakan bisa dapat sesuai ketentuan harga. Jadi kita bisa pindah lahan parkirnya di sana. Biar lebih luas,” ujarnya. Sebelumnya, warga tidak menyetujui harga yang ditawarkan oleh Pemkot Mataram. Berdasarkan perhitungan tim appraisal harga tanah diprediksi Rp200 juta per are. Namun warga tidak menyetujui harga itu, karena dinilai terlalu murah. “Karena di dalam aturan itu, harga appraisal itu adalah batas harga tertinggi, yaitu Rp200 juta. Kita ikuti itu, tapi belum ada kesepakatan. Jadinya kita cari yang di belakang rumah sakit saja. Kita usahakan,” ujarnya. (lin)
(Suara NTB/cem)
TERTIBKAN LAPAK - Petugas Satpol PP Kota Mataram menertibkan lapak di Kecamatan Sandubaya, Selasa (16/10). Belasan lapak ditertibkan karena berjualan di atas trotoar.
Lapak PKL di Sandubaya Ditertibkan Mataram (Suara NTB) Setelah membongkar bangunan di Jalan Cilinaya, personel Satpol PP Kota Mataram kembali membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Sandubaya. Penertiban kali ini karena belasan PKL di sana membandel. Sejak tahun 2015 hingga 2017 ditertibkan, namun mere-
ka kembali berjualan di atas trotoar saat petugas lengah. “Sudah kita tertibkan. Tetapi mereka balik berjualan di trotoar,” kata Kepala Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati ditemui Selasa (16/10). Tiga tahun berturut - turut ditertibkan rupanya camat dan lurah kehilangan kontrol. Kondisi lapak yang semrawut
kata Bayu, dilihat oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Wawali kembali memerintahkan Pol PP turun menertibkan. “Pak Wakil perintahkan kami menertibkan lagi,” ujarnya. Pascapenertiban, PKL di Kelurahan Bertais dan Mandalika ditata lagi. Sebab, penertiban akan sia - sia jika ca-
Pemkot Terima Dana Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa Mataram (Suara NTB) Pemerintah Pusat sudah mengirimkan dana bantuan bagi korban gempa dengan rumah rusak berat. Pemerintah Kota Mataram telah menerima sebesar Rp72,58 miliar, untuk selanjutnya diberikan kepada masing-masing korban melalui kelompok masyarakat. “Dananya sudah ditransfer kepada Pemkot Mataram. Sekarang tinggal kita usahakan untuk percepatan pembangunannya saja, karena uangnya kan sudah ada,” kata Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Selasa (16/10). Ia mengatakan bahwa dana itu akan segera diberikan kepada korban gempa yang rumahnya rusak berat. Sementara korban dengan kerusakan sedang dan ringan masih belum diberikan oleh Pemerintah. Sebab Pemerintah lebih mendahulukan yang rumahnya rusak berat. “Kita sudah dapatkan uangnya karena ada penyederhanaan pencairan. Jadi dana yang masuk juga sejumlah dana yang dibutuhkan
sesuai dengan warga yang rumahnya rusak berat,” ujarnya. Total jumlah rumah rusak di Kota Mataram sebanyak 13.437 unit rumah. Sementara yang mengalami rusak berat sebanyak 2.396 unit. Rusak sedang sebanyak 2.777 unit dan rusak ringan 8.264 unit. Pemerintah Kota Mataram akan berusaha untuk mempercepat proses pembuatan rumah sebelum musim hujan. “Kita harapkan pokmas juga sudah terbentuk semua. Jadi uangnya bisa segera dicairkan untuk membeli bahan untuk pembuatan rumah. Sekali lagi saya tekankan uang ini hanya untuk digunakan membuat rumah. Kalau ada kelebihan, maka
akan dikembalikan ke kas negara,” ujarnya. Pemerintah Kota Mataram juga akan membantu dengan memberikan subsidi berupa 10 sak semen. Bagi korban gempa yang akan memulai untuk membangun rumah tahan gempa diminta untuk melapor. Sehingga bisa segera mengambil 10 sak semen yang merupakan subsidi dari Pemerintah Kota Mataram. “Anggarannya sudah ada, lebih dari Rp1 miliar. Bersumber dari APBD Perubahan. Sebenarnya ini dari bantuan yang diberikan kepada Pemkot Mataram. Namun ketentuannya, semua bantuan itu harus masuk dalam APBD Kota Mataram,” ujarnya. (lin)
Lima Lahan Segera Dibebaskan Mataram (Suara NTB) Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mengumpulkan pemilik tanah untuk menyepakati pembebasan. Lima titik lahan segera dibebaskan. Penandatanganan kesepakatan pembebasan lahan digelar tertutup di ruang Kenari, Selasa (16/10). Rapat dipimpin Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang di dampingi Kepala BKD Drs. H. M. Syakirin Hukmi, Asisten III Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia beserta camat dan lurah yang wilayahnya terkena pembebasan lahan. Lima lahan segera dibebaskan itu antara lain, tanah di Kelurahan Bintaro untuk pembangunan rumah nelayan, tanah pembangunan kantor Walikota di Kelurahan Jempong Baru, tanah milik Universitas Muhammadiyah di Pagesangan serta tanah di Monjok. Syakirin menyampaikan, pembebasan lahan di antaranya untuk lahan pembangunan kantor Walikota di Lingkar Selatan, pembebasan lahan milik Yayasan Muhammadiyah atau jalan KH. Ahmad Dahlan, akses jalan di Kelurahan Monjok menuju SMP 23, lahan pembangunan perumahan nelayan dan kuburan. Pemilik lahan dihadirkan dalam konsultasi, agar mengetahui program pembangunan pemerintah. “Alhmadulillah, kelimanya sudah
mat dan lurah tidak mengawasi pedagang. Dia menceritakan, pedagang pernah direlokasi ke dalam. Lapak dibangunkan oleh Dinas Perdagangan. Hanya saja,masyarakat membandel dan memilih berjualan di luar. Mereka mendirikan lapak dan menaruh gerobak di atas trotoar. Penertiban oleh aparat
penegak Perda tidak mendapatkan perlawanan pedagang. Pemkot Mataram meminta belasan PKL mentaati aturan. Mereka boleh saja mencari nafkah tetapi tidak meletakkan gerobak atau berjualan di trotoar. Di samping itu, camat dan lurah kembali diminta intens mengawasi pedagang. (cem)
(Suara NTB/cem)
PROYEK JEMBATAN - Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengerjakan bagian dari proyek jembatan Dasan Agung, Selasa (16/10). Proyek ini sempat mandek karena bencana gempa, dan menyebabkan serapan anggaran tidak seperti yang diharapkan.
Serapan Anggaran Rendah Dipicu Bencana Alam Mataram (Suara NTB) Serapan anggaran atau realisasi fisik dan keuangan rendah ditriwulan III dinilai wajar. Hal ini disebabkan oleh adanya bencana alam berupa gempa bumi dan pergeseran anggaran untuk penanganan bencana. Demikian disampaikan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dikonfirmasi, Selasa (16/10). Evaluasi serapan anggaran diakui, masih 56 persen. Ini tidak bisa dihindari karena beberap faktor. Bencana gempa sejak bulan Juli sampai Agustus sangat berpengaruh dan tak bisa dihindari. Beberapa program kata dia, terpaksa harus ditunda. Demikian pula, pergeseran anggaran di APBD Perubahan yang diprioritaskan untuk penanganan bencana. “Kita akan kejar dan pada akhirnya program bisa terlaksana,” kata dia. Disampaikan, setelah
APBD Perubahan selesai dievaluasi oleh gubernur, program akan segera didistribusikan ke masing - masing organisasi perangkat daerah. Walikota optimis realisasi akan terkejar sepenuhnya. Terhadap rendahnya serapan keuangan dan fisik dimaklumi oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska. Wiska melihat situasi seperti saat ini, ada kehati hatian oleh OPD dalam penggunaan anggaran. Selain itu, bencana alam sangat berpengaruh. OPD kelabakan mengejar target penyerapan keuangan dan fisik. “Saat - saat ini, ada kehati- hatian,” ujarnya. Rapat koordinasi dengan Dinas PUPR pernah disampaikan agar program terlaksana dengan baik. Dewan juga mengingatkan agar tidak ada sistem kebut yang berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. (cem)
Lahan Parkir di Jalan Bung Karno Segera Ditertibkan
(Suara NTB/cem)
PEMBEBASAN LAHAN - Pemilik lahan membaca berita acara kesepakatan pembebasan lahan sebelum menandatangani berkas tersebut di Kantor Walikota Mataram, Selasa (16/10). clear,” kata Syakirin. Bagaimana harga dan sebagainya kata dia, tim akan melakukan penilaian. Terlebih dahulu, tim turun memproses meminta dokumen atau sertifikat. Dasar itu Kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional melakukan pengukuran. Barulah keluar peta bidang dan dilakukan appraisal. “Kalau harga belum. Itu bukan wewenang kami menentukan. Nanti ada tim appraisal yang menghitung,”kata Syakirin. Terkait luas tanah dan ang-
garan disiapkan, ia tidak menghafal. Pembebasan lahan ditargetkan selesai tahun ini. Pembebasan lahan ini didukung oleh Bahriun, warga Kelurahan Monjok. Menurut dia, pembebasan lahan untuk akses jalan sangat bagus untuk mempermudah anak anak ke sekolah. “Saya dukung program pemerintah. Tanah di sana 10 are kena pembebasan,” kata dia. Dia mengaku, tidak ada masalah mengenai harga. Tim appraisal akan turun menilai berapa harga tanah di sana. (cem)
Mataram (Suara NTB) Dinas Pekerjaan Umum akan mulai menyasar tempattempat yang tidak tertib aturan. Sebelumnya sudah dilakukan penertiban di kawasan Cilinaya. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan penertiban lahan parkir di Jalan Bung Karno dan Bung Hatta. “Kita sudah berikan peringatan dalam bentuk surat. Setelah penertiban di Cilinaya, kita lanjut ke sana,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura, Selasa (16/10). Ia mengatakan bahwa banyak lahan parkir di depan pertokoan di Jalan Bung Karno hingga Bung Hatta itu yang dibuatkan atap, bahkan dibuatkan pagar besi. Ini dianggap melanggar peraturan, karena lahan parkir harusnya dibuat terbuka dan tidak boleh ada tiang. Sehingga lebih memudahkan manuver kendaraan. “Kalau mau buat atap itu boleh saja, tapi digantung. Tidak boleh pakai tiang, karena nanti membatasi ruang gerak kendaraan,” ujarnya. Di Jalan Bung Hatta dan Bung Karno itu terdapat 47 toko yang lahan parkirnya
tidak sesuai ketentuan. Pemkot Mataram telah memberikan surat peringatan, jika belum dibersihkan sendiri, maka Pemkot akan turun melakukan penertiban. “Saya lihat sudah ada yang bersihkan sendiri, tapi masih ada juga yang belum. Ini yang akan kita tertibkan nanti,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa pemilik toko sudah menyalahi aturan tentang perparkiran. Padahal pada saat mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB), mereka sudah menyepakati ketentuan yang berkaitan dengan lahan parkir. “Mereka kan sudah menyepakati ketentuan tentang area perparkiran pada saat mengajukan IMB. Tapi sekarang malah dilanggar, jadi perlu kita tertibkan,” ujarnya. Ia kembali mengimbau kepada para pemilik toko untuk membersihkan sendiri atap atau tiang yang dibangun. Jika tidak, maka dengan terpaksa pihaknya harus menertibkan sendiri. “Sebelum kita turun dan tertibkan, ada baiknya dibersihkan sendiri. Ini juga untuk mereka. Kalau lahan parkirnya luas kan senang orang datang,” ujarnya. (lin)
EKONOMI DAN BISNIS
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
Halaman 3 (Suara NTB/ist)
KONFERENSI INTERNASIONAL - Konferensi Internasional di Kuta, Mandalika sebagai rangkaian kegiatan pertemuan tahunan IMF-WB yang dipusatkan di Nusa Dua, Bali.
Paling Diminati Dunia Kerja TEKNISI kelistrikan dan elektronika di dalamnya teknis elektronik, teknik pendingin (AC) dan instalasi penerangan disebut-sebut paling laris dicari dunia kerja. Permintaan tenaga khusus di bidang keahlian ini paling tinggi permintaannya, seiring tumbuh kembangnya pembangunan di NTB. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Drs. H. Wildan. Didampingi Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) NTB, Hj. Sri Wilujeng, tak (Suara NTB/bul) jarang permintaan kebutuhan H. Wildan tenaga khusus ini disampaikan langsung oleh perusahaan ke BLK NTB, baik secara lisan, maupun tertulis. “Bahkan sebelum lulus dari BLK, sudah ada permintaan dari perusahaan-perusahaan,” katanya. Menjamurnya hotel memicu tingginya permintaan tenaga teknis kelistrikan ini. Melihat tingginya permintaan dunia kerja ini, BLK NTB sebagai UPT Dinas Nakertrans Provinsi NTB berkeinginan untuk terus memperbanyak lulusan-lulusan d bidang ini. Guna memenuhi permintaan pasar dan menekan angka pengangguran di provinsi ini. Tahun 2018 ini, BLK NTB memfasilitasi pelatihan 63 paket. Dengan masing-masing paket diisi 16 peserta. Atau total 1.008 orang akan dilatih keterampilan dasarnya agar mampu tampil mengisi ruang-ruang kerja yang ada. Baik di daerah, maupun di nasional. H. Wildan menjabarkan beberapa jenis pelatihan yang difasilitasi BLK NTB. Diantaranya, otomotif, listrik, teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen, garmen, pariwisata, teknik mekanik, pertanian dan perikanan, dan meubelair. Masing-masing terbagi menjadi beberapa jenis kegiatan pelatihan turunan. Pelatihan biasanya diberikan 1 bulan materi di BLK dan 1 sampai 3 bulan materi praktik langsung di industri/perusahaan. Mereka yang diberikan pelatihan ini, selanjutnya akan diberikan sertifikat pelatihan dari Dinas Nakertrans Provinsi NTB, dan sertifikat kompetensi dari BNPS (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) setelah dilakukan uji kompetensi kembali. “Setiap lulusan akan mendapatkan dua sertifikat. Sertifikat inilah yang menandakan bahwa lulusan-lulusan di BLK sudah siap digunakan oleh dunia kerja,” kata H. Wildan. Dilihat dari data statistik hasil evaluasi. Lulusan BLK NTB terserap 60-70 persen oleh dunia kerja setiap tahunnya. Ada yang diminta langsung, ada juga yang ditarik melalui proses lamaran dan seleksi oleh perusahaan-perusahaan terkait. 30 persen sisanya, diketahui paling tidak menjadi wirausaha baru. “Mereka membuka usaha sendiri,” jelasnya. Saat ini terdapat beberapa perusahaan yang telah mengajukan permintaan tenaga kerja dari BLK NTB. Baik dari perhotelan, pekantoran, perbankan, maupun dunia industri. BLK NTB, kata H. Wildan, dengan dukungan anggaran pusat dan APBD akan terus dioptimalkan untuk mencetak generasi-generasi siap kerja, agar pembangunan di daerah dapat diisi langsung secara mandiri oleh tenaga-tenaga lokal. (bul)
Wisata Halal Diyakini Dapat Memperkuat Perekonomian Mataram (Suara NTB) Salah satu kunci penguatan ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi penerimaan devisa, adalah peningkatan sektor pariwisata. Bentuk wisata yang berpotensi dikembangkan adalah wisata halal, yang turut mendukung pengembangan ekonomi syariah. Topik ini mengemuka dalam konferensi internasional pada tanggal 14 dan 15 Oktober di salah satu hotel di Kuta, Lombok Tengah. Dilaksanakan sebagai kegiatan lanjutan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. Konferensi ini merupakan kegiatan internasional pertama yang diselenggarakan di Pulau Lombok, pascagempa. Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali dengan makan malam para delegasi peserta Pertemuan IMF-WB yang sekaligus dijadikan memperkenalkan budaya, kesenian, serta kuliner khas dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Achris Sarwani menyampaikan apresiasi atas dukungan para peserta seminar untuk turut mengembangkan pariwisata halal di NTB. Pelaksanaan ini juga merupakan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTB untuk membangkitkan sektor pariwisata pasca-
bencana gempa bumi. Achris menyakini dengan dukungan seluruh pihak, pariwisata akan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi NTB pascabencana. Hal tersebut didasari oleh besarnya potensi pariwisata NTB yang juga selaras dengan budaya lokal serta nuansa religi di Bumi Seribu Masjid. Senada dengan Achris, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara seminar internasional. Diharapkan pascaseminar, seluruh peserta memiliki gambaran yang lebih lengkap terkait dengan konsep pariwisata halal. Dengan konsep yang lebih lengkap dan matang, Dr. Zul meyakini implementasi wisata halal akan lebih mudah dilakukan. Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB meyakinkan kepada seluruh peserta bahwa Lombok-Sumbawa sudah jauh lebih kondusif untuk berwisata dan berinvestasi. Dihadiri delegasi Pertemuan
(Suara NTB/bul)
BANTUAN - Hj. Baiq Dien Rosana Juwita Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah menyerahkan donasi yang sebagian besar terkumpul dari BPD se Indonesia untuk rekonstruksi pascagempa Lombok. Bantuan diterima secara simbolis oleh Kepala BPBD NTB, H.M. Rum
Sebagian Besar dari Anggota Asbanda
Bank NTB Syariah Serahkan Rp541 Juta untuk Rekonstruksi Pascagempa Mataram (Suara NTB) Manajemen Bank NTB Syariah menyerahkan Rp541 juta lebih dana yang terkumpul di rekening “BPD Peduli Gempa Lombok” kepada Pemprov NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), guna mendukung percepatan rekonstruksi kembali pascagempa. Dana untuk penanganan para korban gempa ini, diserahkan langsung oleh Hj. Baiq Dien Rosana Juwita, Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah. Diterima langsung secara simbolis oleh Kepala BPBD NTB, H.M. Rum di Kantor Bank NTB Syariah di Jalan Pejanggik Mataram Senin (15/10) sore. “Kami atas nama rekan-rekan BPD seluruh Indonesia, yang peduli terhadap gempa Lombok dan Sumbawa, kepada bapak Kepala BPBD NTB untuk dapat menyalurkan amanah ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat NTB yang terdampak gempa. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban saudarasudara kita yang terdampak gempa,” demikian Dien Rosana saat penyerahan bantuan secara simbolis. “Kami terima dan apresiasi teman-teman BPD di Indonesia yang berempati terhadap korban gempa di NTB. Ini kami akan gunakan semakismal mungkin untuk para korban. Khusus sekarang dapat fase darurat pemulihan. Sebagain besar rumah rusak berat kami akan bantu dalam bentuk bantuan stimulan untuk penyediaan bahan-bahan bangunan membuat hunian sementara,” demikian H.M. Rum. “Kalau terlalu lama tinggal di tenda tidak sehat dan
memicu banyak penyakit. Semoga amal ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan senantiasa dibalas oleh Allah TYME,” imbuhnya. Seperti diketahui, gempa yang terjadi di Lombok, dan Sumbawa sejak 29 Juli 2018, mengakibatkan kerugian moril dan materil cukup besar. Terutama di lima kabupaten/ kota di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa, serta Kabupaten Sumbawa Barat di Pulau Sumbawa. Bencana alam ini sontak menjadi perhatian nasional. Tanpa terkecuali pada saat pertemuan Direksi BPD seluruh Indonesia di Sumatera saat dilaksanakan undian nasional Simpeda. BPD-BPD yang ada di bawah Asbanda turut menyampaikan empatinya dengan diusulkannya pembuatan rekening donasi untuk gempa Lombok di Bank NTB saat itu (sebelum konversi menjadi Bank NTB Syariah). Inisiatif bersama ini disambut donasi terus mengalir ke rekening khusus yang difasilitasi Bank NTB Syariah ini. “Ada yang puluhan juta, ada juta yang seratusan juta dari kawan-kawan BPD. Ada juga yang masuk dari nasabah-nasabah Bank NTB,” demikian Dien Rosana. Hingga penyerahan dana sosial kemarin, terakumulasi sebesar Rp441 juta lebih. Secara bersamaan, Bank Kaltimtara juga menyumbang sebesar Rp100 juta untuk peruntukan yang sama, kepada korban gempa di Lombok dan Sumbawa. Sehingga total donasi dari BPD sebesar Rp541 juta lebih. Yang dikirim langsung ke rekening BPBD NTB selaku otoritas. Rekening donasi masih ter-
buka untuk siapapun yang ingin menyumbang untuk korban gempa di NTB. Rencananya, dana yang masuk ke rekening untuk tahap selanjutnya akan disalurkan langsung oleh manajemen Bank NTB Syariah. Baik untuk korban yang di Pulau Lombok, maupun di Pulau Sumbawa. “Kemungkinan bulan depan rekeningnya akan kita tutup dan kami akan laporkan ke Asbanda. Berapa yang terkumpul
seluruhnya, akan kami distribusikan kembali secara langsung,” demikian Dien. Secara khusus, pascaterjadinya gempa, Bank NTB Syariah juga telah menggelontorkan dana khusus untuk kebutuhankebutuhan strategis korban gempa. Baik dalam bentuk makanan, obat-obatan, maupun kebutuhan anak-anak/bayi. Bank NTB Syariah juga akan terus berkontribusi mendukung pemulihan pascagempa. (bul/*)
Tahunan IMF-Bank Dunia yang berasal dari berbagai negara, tema yang diangkat dalam konferensi internasional adalah Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, Opportunities and Prospects. Dengan panel yang berisi pembicara-pembicara ahli di bidang ekonomi syariah, yaitu Prof. Dr. Humayon Dar (Saudi Arabia), Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute (IRTI) - Islamic Development Bank (IDB), Fazal Bahardeen (Singapore) (CEO GMTI Mastercard Crescent Rating, Singapore), Rosyadi H. Sayuti (Indonesia) – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Muhammad Agung Rinjani (Indonesia) - Asisten Direktur Sales dan Marketing Novotel Lombok. Diskusi pun berlangsung menarik antara pembicara dan peserta baik yang berasal dari luar maupun dalam Provinsi NTB. Ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu tema yang didorong Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. Dalam diskusi kali
ini, para pembicara menyatakan besarnya potensi pariwisata halal untuk dikembangkan mengingat banyaknya jumlah umat muslim di dunia. Di sisi lain, wisata halal juga menghadapi berbagai tantangan. Terutama dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih dalam dari berbagai pihak dalam pengembangannya. Hal lain yang mengemuka adalah bahwa wisata halal tidak dapat berdiri sendiri namun juga menjadi bagian dari keseluruhan industri halal yang juga mencakup sektor finansial dan pembiayaan. Untuk itu, dari sisi Indonesia, sangat disadari pentingnya kerjasama dengan berbagai negara, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan wisata halal. Kerjasama juga perlu dilakukan dengan pemangku kepentingan di daerahdaerah wisata halal. Lombok yang dikenal sebagai pulau dengan 1.000 masjid, me-
miliki potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata halal di Indonesia. Jumlah wisatawan yang datang ke Lombok meningkat 50% dari 1 juta wisatawan di tahun 2016 menjadi 1,5 juta di tahun 2017. Mayoritas wisatawan berasal dari Australia, Malaysia, Singapura dan dari beberapa wilayah di Indonesia. Pulau Lombok telah dicanangkan sebagai The Best Destination for Halal Tourism Resort di dunia dari CNBC Indonesia di tahun 2017 dan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2018. Selain itu, Lombok juga berhasil mendapatkan penghargaan The World Halal Tourism dua tahun berturut-turut di tahun 2015 dan 2016 di Dubai sekaligus sebagai The World Best Halal Honeymoon Destination. Kegiatan kali ini diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat internasional mengenai keindahan dan ketahanan Pulau Lombok, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi di Provinsi NTB. (bul)
Potensi 9,7 Ribu Hektare
Baru 2,3 Ribu Hektare Tambak Garam Menghasilkan Mataram (Suara NTB) Luas potensi lahan produksi garam di NTB mencapai 9.789,92 hektar. Hingga saat ini, baru 2.323,41 hektar yang dapat menghasilkan. Sisanya, pemerintah daerah terus mengupayakan agar dioptimalkan. Tahun ini target produksi garam 170.000 ton. Baru terpenuhi produksi sejak Januari 2018, hingga September sebanyak 94.530 ton. Tahun 2017 lalu, pemerintah daerah menargetkan produksi 160.000 ton. Karena faktor iklim, produksi hanya terpenuhi 104.177 ton. Dari total luas potensi tambak garam di kabupaten/kota di NTB. Tersebar potensi masing-masing seluas 354,19 hektar di Lombok Barat (produksi 136,60 hektar). Di Lombok Tengah potensi 369,40 ton (produktif hanya 58,04 hektar. Di Lombok Timur, potensi mencapai 1.383,13 hektar (produktif 243,82 hektar). Di Kabupaten Sumbawa potensinya 3.555 hektar (produktif hanya 101,93 hektar). Lalu di Kabupaten Bima potensinya 4.068 (produktif 1.744,02 hektar) dan di Kota Bima luas potensi 60,20 hektar (produktif hanya 40 hektar). “Sekitar 20 persen yang produkif. Kita mengharapkaN pemerintah pusat (KKP) terus memberikan dukungan untuk mengoptimalkan seluruh potensi kita,” kata Plh. Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. Sasi Rustandi,
M.Si., Selasa (16/10) kemarin. Tahun 2018 ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memberikan dukungan kepada tiga kabupaten di NTB. Bima sebesar Rp6,7 miliar, Kabupaten Sumbawa sebesar Rp7 miliar, dan Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp1,9 miliar. “Kabupaten yang lain ndak dapat mungkin karena kurang silaturahmi ke KKP,” ujar Sasi. Alokasi anggaran pusat itu, dihajatkan untuk mengoptimalkan lahan-lahan tambak garam rakyat. Diantaranya untuk rehabilitasi tembak garam, pengadaan eksavator, pembangunan gudang, pengadaan truk angkut, alat uji dan fasilitas pendukung produksi garam lainnya. NTB ditetapkan sebagai salah satu sentra garam nasional, selain Madura, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Karakteristik garam yang dihasilkan petani garam di Indonesia, umumnya masih bersifat tradisional dan masih tergantung iklim. Kamenterian KKP saat ini sedang melakukan ujicoba pengembangan produksi dengan memanfaatkan teknologi khusus. Di NTB, petani garam juga telah mulai mengembangkan produksi dengan teknologi sederhana geo membran. Berdasarkan tinjauan masalah
teknologi dan produksi garam rakyat maka saat ini telah diterapkan metode pembuatan garam dengan teknologi geo membran. Dengan metode tersebut diperoleh garam yang berkualitas sesuai standar SNI dan produksi garam yang dihasilkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahapan teknologi geo membaran, lahan tambak yang digunakan harus diubah tata letaknya yaitu dari lahan tradisional menjadi semi intensif. Perubahan tata letak ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil produksi, di mana pada lahan semi intensif terdiri dari beberapa petakan. Yaitu, kolam penampung air muda, buah kolam peminihan, kolam ulir, kolam penampung air tua dan meja kristalisasi Perubahan lahan tersebut dapat meningkatanproduksisecaranyata yaitumencapai40%hingga60%.Peningkatan produksi terjadi karena efisiensi pemanfaatan lahan yakni 35% luas lahan digunakan untuk kolam penampung air tua, kolam peminihan,kolamulirdankolampenampungairtua,sedangkan65%digunakan untuk meja kristalisasi. “Tapi masih sedikit yang mengembangkan teknologi ini. Kedepan kita harapkan dapat dikembangkan. Karena target produksi garam ini naik menjadi sebesar 180.000 ton,” demikian Sasi. (bul)
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Setelah Sembalun dan Sambelia 1.500 Data Pemilih Ganda SETELAH dilakukan proses verifikasi terhadap data pemilih mulai dari daftar pemilih sementara (DPS), hingga seterusnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur Lotim) menemukan adanya data pemilih ganda sebanyak 1.500. Temuan ini terbanyak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pringgabaya, Aikmel dan Masbaik. “Ada beberapa yang dikategorikan ganda. Sehingga dilakukan cek bersama Bawaslu dan Panwaslu ke kecamatan untuk mencari kebenaran pemilik dari KTP ganda tersebut,” terang (Suara NTB/dok) Ketua KPU Lotim, MuhamMuhammad Saleh mad Saleh, Selasa (16/10). Melihat jumlah DPT sebanyak 880.777 pemilih, Saleh memprediksi akan berubah datanya, karena data ganda tidak hanya antar desa maupun kecamatan. Melainkan yang banyak yakni antar kabupaten maupun provinsi. Sehingga dari hasil verifikasi, apabila ditemukan kebenaran adanya ganda, maka salah satunya harus dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). “Saat ini proses verifikasi untuk data ganda ini sedang kita lakukan verifikasi,” ujarnya Sedangkan untuk pemasangan APK pemilu 2019, yang difasilitasi oleh KPU berupa baliho yang ukurannya maksimal 4x7 meter dengan jumlah 10 buah untuk satu partai politik dari 16 partai politik. Begitupun untuk spanduk masing-masing 10 buah. Untuk pengadaan spanduk ini masing-masing 16 buah untuk satu partai politik dengan ukurannya maksimal sekitar 1,5x7 meter. Di luar dari pengadaan yang dilakukan oleh KPU, masingmasing peserta pemilu diperbolehkan mengadakan APK baik berupa pamplet, stiker dan sebagainya. Akan tetapi harga tidak boleh melebihi Rp60 ribu per jenis. Terkait dengan lebih dan menyimpang dari aturan yang sudah ditetapkan. Maka itu merupakan ranah dari Bawaslu untuk mengawasi. Di samping itu, masing-masing peserta Pemilu juga diwajibkan untuk mendaftarkan akun-akun media sosial yang dimiliknya. Di samping itu, KPU Lotim sedang menyusun bersama PPK dan PPS terkait dengan lokasi pemasangan APK. Karena ada beberapa hal yang perlu diperjelas lokasi pemasangan, menyusul terdapat beberapa lokasi yang tidak diperbolehkan sebagai tempat pemasangan APK. Seperti rumah ibadah, pendidikan, kesehatan dan kantor desa. Adapun untuk masa kampanye atau pemasangan APK itu mulai dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019. “Kaitan dengan pemasangan itu, kita akan menempatkannya sesuai dengan tempat-tempat yang sudah disediakan,” jelasnya. (yon)
FKMLU Pertanyakan Transparansi Dana Donasi dan Relokasi Tanjung (Suara NTB) Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Lombok Utara FKMLU), menggelar hearing di DPRD Lombok Utara, Selasa (16/10). Mereka mempertanyakan kepastian anggaran bantuan sosial jaminan hidup (jadup), transparansi dana donasi dan isu relokasi warga pascagempa. Menurut para mahasiswa, sejauhmana program pemerintah pascagempa tersebut akan direalisasikan, baik jadup dan donasi. Sementara pada relokasi, mahasiswa mengklaim menemukan banyak masyarakat pro kontra terkait isu relokasi. “Tidak ada transparansi dana donasi, jumlah yang masuk berapa, keluar kemana dan jumlah yang keluar berapa,” kata salah satu mahasiswa, Andi. Mahasiswa juga mengkritik alokasi bantuan Rp 3 miliar dalam kurun waktu sehari. Di mana seluruh bantuan menumpuk di satu kecamatan, yakni Pemenang. “Logika kami masyarakat awam itu tidak etis. Kami minta dewan jadikan itu (3 miliar) sebagai rekomendasi untuk berkoordinasi dengan instansi terkait,” pinta mahasiswa. Mahasiswa juga menganggap, isu relokasi memancing reaksi penolakan di warga. Menurut mereka rekomendasi dari Badan Geologi hanyalah saran dan tidak wajib dilakukan oleh Pemda. “Masyarakat mengira relokasi itu wajib pindah. Informasi ini sudah telanjur membuat ribut di masyarakat,” tandasnya. Menjawab itu, Kadis Sosial PPPA Kabupaten Lombok Utara, Hadari, SP., dana program jadup murni merupakan janji pemerintah pusat. Pihaknya di daerah hanya menunggu transfer dari pusat untuk ditindaklanjuti. “Jadup itu APBN jadi kami tidak berani janjikan. Apalagi statemen Ibu Menkeu, menyatakan jadup diberikan setelah masyarakat kembali ke rumah masing-masing dan menempati hunian tetap,” katanya. Hadari mengklaim, pada tupoksi pengawalan pembayaran dana santunan pihaknya sudah bergerak maksimal. Di mana dari 537 orang yang tercatat meninggal dunia akibat gempa, sebanyak 471 keluarga ahli waris sudah menerima santunan. Sisanya sebanyak 66 ahli waris akan diuruskan mulai pekan ini. Sementara itu, Kepala Bappeda Lombok Utara, Herianto, SP., menjelaskan hal serupa. Bahwa Bappeda bekerja sesuai tupoksi. Menyikapi relokasi 29 dusun yang berkembang di media, Herianto menegaskan Bappeda hanya menghimpun data yang diawali oleh rekomendasi dari Badan Geologi - Kementerian ESDM. “Relokasi tidak serta merta, kami hanya menghitung saja. Tugas kami hanya menghitung kebutuhan, bahwa kebutuhan lahan setelah kami hitung ada sekitar 786 KK. Jadi yang direkomendasikan itu berada di zona patahan aktif, dan radius 20 meter dari sempadan patahan,” jelasnya. Heri melanjutkan, persoalan bahwa warga akan direlokasi pada lahan 1 are diatur dalam SK Kementerian ATR/BPN. Dirinya pun menganggap areal 1 are tidak cukup dengan tradisi bahwa setiap KK di KLU rata-rata memiliki lahan dari waris. Dasar itu pun, ia mengusulkan jumlah 2 are di tambah 40 persen prasarana umum. (ari)
Bupati Perintahkan Tuntaskan Masalah Gempa di Pringgabaya Selong (Suara NTB) Setelah sepekan di Sembalun dan sepekan di Sambelia, giliran wilayah Kecamatan Pringgabaya diperintahkan Bupati Lombok Timur (Lotim) Drs. H. M.Sukiman Azmy, MM., agar segera dituntaskan. Selasa (16/10), Bupati Lotim memimpin rapat koordinasi memulai penanganan korban di Pringgabaya. Orang nomor satu di Lotim itu meminta tim verifikasi yang diketuai oleh Kadis PUPR Lotim mempercepat penyelesaian verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak terdampak gempa. Ia juga mengingatkan agar dalam melakukan verifikasi tidak terjadi tumpang tindih, sehingga tidak ada masyarakat yang protes, “Hati-hati dalam mendata, jangan sampai muncul masalah di belakang hari,” ujarnya mengingatkan. Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Lotim Ahmad Subhan menguraikan, seperti di dua kecamatan sebelumnya, Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemkab Lotim lainnya diminta segera gerak cepat. Bupati Sukiman juga mengungkapkan masalah yang ada di Kecamatan Pringgabaya masih banyak tenda yang dihuni masyarakat di beberapa lokasi, sehingga melalui camat agar mengimbau warga pengungsi segera meninggalkan tenda dan kembali ke rumahnya masing-masing. Sesuai data dari Dinas PUPR bahwa hasil verifikasi di Kecamatan Pringgabaya sampai tanggal 15 Oktober sebanyak 4.028 unit terdiri dari 1.081 unit rusak berat, 480 unit rusak sedang dan 2.467 rusak
ringan yang meliputi 14 desa dari 15 desa yang ada di Kecamatan Pringgabaya. Terkait belum rampungnya verifikasi dan validasi data, Kadis PUPR Toni Satria Wibawa berkomitmen akan mempercepat penyelesaian pekerjaan ini dengan membagi tim di lapangan, sehingga target tanggal 20 Oktober dapat selesai untuk seluruh kecamatan . Validasi di Kecamatan Sembalun dan Sambelia sudah dirampungkan, disusul Kecamatan Pringgabaya dan wilayah lainnya. Toni memaparkan data sampai dengan SK ke-30 telah terverifikasi sebanyak 22.449 unit terdiri dari 6.955 rusak berat, 2.661 rusak sedang dan 12.833 rusak ringan. Data ini termasuk 276 fasilitas umum (fasum). Sementara itu pimpinan Cabang BRI Selong Tasurun menyampaikan transfer dana bantuan stimulan pembangunan rumah yang sudah masuk ke BRI sebesar Rp300,2 miliar. Tahap awal Rp148,6 miliar dan pada tanggal 9-12 Oktober sebesar Rp 151,6 miliar. BRI Cabang Selong akhirnya mulai melalukan pencairan uang bantuan untuk korban gempa bumi. Proses pencairan berlangsung, sejak Selasa
rembug di tingkat kadus dan hearing ke DPRD. Kami ingin dengar penjelasan sesuai regulasi, tetapi menjadi persoalan ketika siltap kami dibeda-bedakan,” katanya. Sementara, Kasubag Hukum pada Bagian Hukum Setda KLU, Suparman, mengatakan siltap perangkat desa diatur dalam Perbup No. 45 tahun 2017 dengan menjadikan UU No. 6 tahun 2014, dan PP 43 sebagai peraturan pelaksana. Sesuai regulasi, siltap perangkat desa selain sekdes dialokasikan paling sedikit 50 persen dan paling banyak 60 persen dari penghasilan kades. “Ini akan kita lakukan revisi sesuai masukan perangkat desa, dengan tetap mengacu pada regulasi diatasnya. Regulasi Perbup tahun 2019 akan disusun berdasarkan aspirasi para kepala dusun,” janjinya. Kasubag Pemerintahan, I Ketut Kulan, mengatakan perbedaan besaran ADD, jumlah Kaur, Kasi dan Kadus yang tidak sama menyebabkan silt-
(16/10) siang. Tahap pertama pencairan ini diberikan kepada 225 rekening warga yang tergabung dalam 17 kelompok masyarakat (pokmas). Di sisi lain, Asisten Manajer Bisnis Mikro (AMBM) BRI Cabang Selong, H. Dandy kepada Suara NTB, mengaku, dana korban gempa dari pemerintah pusat sudah bisa dicairkan. Ia mengatakan pencairan tahap pertama ini sesuai petunjuk teknis 50 persen. Total Rp 25 juta untuk bantuan Rp 50 juta bagi yang rumahnya rusak berat. Selanjutnya setelah Rp 25 juta cair, tinggal menunggu pencairan tahap kedua seraya proses pembangunan rumah anti gempa yang direkomendasi-
kan untuk dibangun. Adapun jumlah dana tahap kedua Rp 15 juta dan terakhir Rp 10 juta tahap ketiga. “Sehingga akumulasi semuanya Rp 50 juta untuk rusak berat,” terangnya Pihak BRI mengklaim siap kapan pun melakukan pencairan. Sebanyak 2.807 penerima bantuan tahap pertama susah jelas ada uangnya. Pada ketentuan sebelumnya, disyaratkan pencairan harus ada Surat Keputusan (SK) pembentukan kelompok dari kepala desa. Masing masing pokmas beranggotakan 15 sampai dengan 20 orang. Pihak BRI membuat rekening kelompok berdasarkan SK Kades tersebut. Kelompok membuat Rincian Anggaran
Biaya (RAB) dari bentuk, biaya dan kapan pembangunan rumah dimulai. Meminta rekomendasi Ke BPBD untuk memindahkan dan mencairkan dananya ke BRI. Berikutnya, BRI langsung mencairkan dana awalnya 50 persen meskipun pembangunan belum dimulai. Terakhir, diketahui syarat pencairan lebih disederhanakan. Cukup dengan mengisi formulir tersebut akan tercantum bahwa persyaratan-persyaratan yang sudah disosialisasikan aebelumnya itu untuk memenuhi aspek akuntabilitas akan dipenuhi di kemudian hari. Sehingga, setelah masyarakat mengisi formulir, dana stimulan bisa segera cair. (rus)
Pelamar CPNS di Lotim DPRD Minta RSUD Serius Benahi Pelayanan Capai 6.857 Orang Selong (Suara NTB) Waktu pendaftaran rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 resmi berakhir 15 Oktober lalu. Pelamar sudah tidak bisa lagi mendaftar baik secara online maupun penyerahan berkas fisik. Berkas pelamar CPNS di Lotim yang mencapai 6.857 orang saat ini sedang dalam proses verifikiasi. Khusus bagi pelamar dari eks kategori dua (K2) mendapat keringanan berupa tanpa dilakukannya tes kompetensi bidang (TKB). Dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (16/10), Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, M. Bahrain, menyebutkan jumlah pelamar sebanyak 6.857 orang baik dari kategori khusus maupun umum. Khusus bagi honorer K2 mendapatkan keringanan dalam rekrutmen CPNS tahun ini berupa tidak dilakukan TKB. Hal tersebut dikarenakan eks K2 ini dinyatakan sudah menjalankan proses honorer selama belasan tahun. Adapun untuk honorer dari kategori dua (K2) sebanyak 79 kuota, yang mendapat persetujuan dalam rekrutmen CPNS tahun ini sebanyak 59 pelamar. Sementara yang lainnya tidak bisa mengajukan lantaran datanya terkunci dari Menpan RB. Akan tetapi, beberapa honorer K2 juga banyak beralih ke jalur umum. “Meskipun 59 pelamar itu mendapat persetujuan. Belum tentu ia mendapatkan pekerjaan itu. Ia akan bersaing nantinya dengan pelamar yang lain. Terlebih passing great-nya 60,” terangnya. Selanjutnya dari jumlah pelamar sebanyak 6.857 orang, yang sudah dilakukan verifika-
(Suara NTB/yon)
M. Bahrain si sebanyak 5.519 berkas pelamar dan sedang proses verifikasi 1.338 berkas. Dari 1.338 berkas yang sedang dilakukan verifikasi ini, kemungkinan adanya yang tidak mengirimkan berkas fisik lamarannya. “Bagi pelamar yang tidak mengirimkan berkas fisiknya. Maka dinyatakan gugur sebelum bertarung,” ujarnya. Terkait kemungkinan adanya pelamar yang tidak mengirimkan berkasnya. Sejauh ini belum ada solusi berupa perpanjangan waktu penyerahan berkas fisik tersebut dari Kemenpan RB. Bahkan dalam portal rekrutmen CPNS 2018 secara online sudah ditutup pada tanggal 14 Oktober lalu. Artinya, segala aturan dan pembatasan dilakukan dari pemerintah pusat. Akan tetapi, bagi yang masih mengalami kekurangan berkas fisik, hanya bisa dilakukan perbaikan bagi yang tidak terlalu prinsip, itupun batas waktunya pada Rabu ini untuk kemudian dilakukan pleno pada hari Kamis besok. (yon)
Jajaran Eksekutif ”Gagal Paham” Maknai Gaji Aparatur Desa Tanjung (Suara NTB) Jajaran eksekutif Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) gagal paham memaknai Perbup 45 tahun 2017 yang mengatur penghasilan tetap (siltap) kepala dusun (kadus), kaur dan kasi di desa. Pokok persoalan yang disampaikan warga di DPRD KLU, bahwa para kadus menerima siltap dengan besaran berbeda dengan aparat desa lain seperti kaur dan kasi. Kadus Sempak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Sugeng, dalam hearing di DPRD KLU, Selasa (16/10) mempertanyakan, persoalan tersebut. Sugeng menyebut, di Desa Tegal Maja, ia dan kadus-kadus menerima siltap sebesar Rp1,4 juta. Angka ini memiliki selisih Rp 300 ribu dari penerimaan siltap yang diperoleh kaur, kasi sebesar Rp 1,7 juta. Sementara kepala desa memiliki siltap sebesar Rp 2,9 juta. “Tunjangan siltap diatur (paling sedikit) 50 persen dari kades, sehingga kami urun
(Suara NTB/ist)
RAPAT - Bupati Lotim H. Sukiman Azmy memimpin rapat penanganan bencana di Kecamatan Pringgabaya, Selasa (16/10).
ap ada perbedaan. Sementara Kasi Trantib Kecamatan Tanjung, I Nengah Suarjana, justru berpendapat berbeda. “Kita akui perolehan siltap perangkat desa tidak sama. Harusnya sesuai dengan rank maksimum dan minimum. Kondisi ini bahkan terjadi sejak 2017. Benar apa yang disampaikan pak dewan, tolong Pak Dewan ini diluruskan,” kata Suarjana. Terhadap penjelasan pemerintah itu, pimpinan rapat, Ardianto, SH., mempertegas pokok persoalan bukan perbedaan siltap perangkat desa yang satu dengan desa yang lain, melainkan perbedaan siltap perangkat desa di satu desa yang sama. Ardianto pun mengklarifikasi implementasi perbedaan siltap kadus dengan kaur dan kasi. Ardianto menanyakan kepada Inspektorat, perihal temuan dan evaluasi Inspektorat terhadap desa-desa yang salah menerapkan Perbup Siltap. Apakah Inspektorat pernah mengingatkan kades-kades
atas kekeliruannya? “Perbedaan Siltap tidak ada temuan. Kami anggap sesuai dengan regulasi,” kata salah satu pejabat perwakilan Inspektorat. Ketua AKAD, Budiawan, SH., mengakui interpretasi tentang batasan tunjangan paling sedikit 50 persen dan paling banyak 60 persen, masing-masing desa berbeda penafsiran. “Ada benarnya Kadus, karena bunyi di UU dan Permendagri, peragkat desa terdiri diri jabatanjabatan yang ada. Betul ada kelemahan dalam menyikapi aturan poin c,” tegasnya. Namun demikian, ia meminta perbedaan implementasi ini harusnya ditangkap oleh Pemda. Pihaknya di AKAD menilai masih ada mispersepsi. Harapannya ke depan, Siltap Kadus dapat disejajarkan dengan Kaur dan Kasi. Terhadap penjelasan-penjelasan itu, Ardianto selaku pimpinan rapat menyimpulkan bahwa perbedaan penafsiran siltap kadus harus diperbaiki. (ari)
Selong (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta kepada jajaran direksi RSUD R. Soedjono Selong lebih serius di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selaku BLUD, pelayanan kepada masyarakat harus maksimal. Apalagi masyarakat yang dilayani merupakan orang-orang sakit yang membutuhkan penanganan cepat. Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng M. Ikhsan, terkait antrean yang cukup lama pada pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Politisi Partai Hanura ini mengaku pernah mengantre untuk mengambil obat pada apotek yang terdapat RSUD Selong. Saat itu, katanya, ia harus mengantre hingga tiga jam lebih, namun tak kunjung mendapat giliran. Sehingga memutuskan untuk membeli obat di apotek yang berada di luar rumah sakit. Dari pantauannya sendiri, dengan jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan. Sudah sepatutnya RSUD Selong untuk terus membenahi pelayanannya. Terutama pada loket
pengambilan obat. Pasalnya, yang bertugas untuk melayani pengambilan obat hanya berjumlah tiga orang. Sementara jumlah masyarakat yang dilayani setiap harinya berkisar antara 200 hingga 500 pasien. Maka dari itu, sudah sepatutnya pihak rumah sakit menambah petugas di loket pengambilan obat tersebut. Wakil Ketua Komisi II DPRD Lotim, Murnan, mengharapkan RSUD Selong berbenah dengan membuat suatu perencanaan yang cukup matang. Apalagi RSUD Selong merupakan BLUD yang tentunya memiliki pasar yang sangat laris. Sehingga sudah sepatutnya berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih baik di samping penambahan sarana dan prasarana serta personel, baik perawat, dokter dan tenaga kesehatan lainnya harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Murnan mengaku sudah sering menyampaikan kepada pihak rumah sakit terkait lama antre dalam pelayanan di RSUD Selong. Apalagi pada saat jam kerja yang dinilainya cukup menyita waktu masyarakat. Terlebih masyarakat yang mengantre dalam kondisi sakit, sehingga dapat memperparah rasa sa-
kit yang dialami oleh masyarakat. Bahkan pelayanan yang buruk dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik daerah, sehingga beralih ke rumah sakit swasta yang menyajikan pelayanan yang cepat dan maksimal, meski harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Sebelumnya, Direktur RSUD R. Soedjono Selong, dr. Karsito, menunggu di rumah sakit milik pemerintah adalah keniscayaan, fasilitas penunjang dan obatobatan paling baik bagi pasien BPJS yang saat ini pasiennya banyak serta jumlah kunjungan di RSUD Selong terus bertambah. Karsito mengaku jika RSUD Selong sudah berupaya keras untuk memberikan pelayanan yang baik. Misalnya, adanya sistem antrean yang adil dan bisa dilihat sama-sama, serta adanya monitor terus menerus dalam upaya memperbaiki waktu tunggu. Bahkan untuk skarang ini, kata Karsito, sudah siap unduhan aplikasi sistem pendaftaran online via android beberapa hari yang lalu. Inipun dikomplain oleh pasien terutama yang tidak terbiasa dengan layanan digital. (yon)
Asel Akhirnya Kembali Diproduksi Selong (Suara NTB)Gempa bumi yang mengguncang Lombok Timur (Lotim) berpengaruh besar pada produktivitas PT Selaparang Energi (SE). Perusahaan daerah yang memproduksi air minum dalam kemasan merek Asel ini terpaksa tidak bisa produksi selama sebulan penuh, karena terkendala gempa tersebut. “Kita sebulan lamanya jadi tidak ada produksi,” ungkap Direktur Utama PT SE, Sapardi. Menjawab Suara NTB, Selasa (16/10), perusahaan yang baru dirintis Pemkab Lotim ini akhirnya mulai produksi kembali beberapa hari lalu. Akibat gempa bumi sejak 29 Juli 2018 lalu diperparah dengan beberapa kali gempa susulan membuat proses produksi turut tersendat. Meski terpusat di Sembalun dan Sambelia serta terbesar ada di Kabupaten Lombok Utara, namun pabrik PT SE yang berada di Labuhan
Haji ini turut kena dampak. Syukurnya, mesin senilai miliaran rupiah ini tidak sampai rusak karena gesekan gempa. Akan tetapi, kondisi bangunan pabrik sekaligus menjadi kantor PT SE ini banyak yang retak-retak. Disebut memang ada sejumlah kerusakan kecil di ruang pabrik pengolahan, namun sudah diperbaiki. Kondisi mata air yang diolah menjadi Asel yang terdapat di wilayah Kelurahan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji ini masih dalam kondisi normal. “Tidak ada masalah kalau soal air,” terangnya. Debit air pun meski saat ini sedang kemarau tetap stabil. Tidak pernah mengalami pengurangan. Bahkan air dari mata air Suryawangi turut dibawa ke daerah-daerah Lotim bagian selatan membantu warga-warga yang mengalami krisis air bersih. Ditambahkan, proses produksi selama beberapa hari tera-
khir ini sudah mulai normal. Saat ini saja, sebutnya produksi sudah bisa tembus 1.000 sampai dengan 1.500 doz per hari, baik dalam bentuk air belasan maupun botol. Sempat tersendatnya proses produksi Asel akibat gempa ini diakui sempat membuat pelanggan mengeluh. “Memang pasti berpengaruh pada pasar,” ucapnya. Harapannya situasi normal ini terus berlanjut, sehingga bisa terus produksi. Meskipun sampai sekarang belum mendatangkan keuntungan buat daerah, namun diyakinkan Sapardi ke depan PT Selaparang Energi akan menjadi salah satu perusahaan daerah yang bisa memberikan PAD yang besar buat Lotim. Mengenai pasar, dijelaskan Sapardi selama ini sudah mulai menyebar. Dirut Perusda ini mengaku justru mulai kewalahan menerima pesanan dari berbagai pihak untuk diantarkan. (rus)
(Suara NTB/rus)
MULAI PRODUKSI - Suasana di ruang produksi PT Selaparang Energi pascagempa yang sudah mulai normal kembali.
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Anggaran Defisit
TINGGINYA kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome AIDS (HIV/AIDS) di Lombok Barat (Lobar) menjadi atensi seluruh pihak. Berbagai upaya pun dilakukan mencegah penyebaran kasus ini di masyarakat. Salah satu langkah yang cukup efektif dilakukan oleh Puskesmas Jembatan kembar (Jakem). Beberapa program yang dilaksanakan seperti pemeriksaan intensif terhadap calon pengantin (catin) dan ibu hamil. Demikian disampaikan Kepala UPT Puskesmas Jembatan Kembar Agus Sutrisman,S.Si, M.Kes, Selasa (16/10). Langkah pencegahan ini diaktualisasikan dengan melakukan pemeriksaan screening terhadap kawasan spot pelabuhan Lembar serta sosialisasi melalui program kepada setiap catin dan ibu hamil. Agus mengatakan, responsif dan aktualisasi terhadap bahaya HIV AIDS ini menjadi langkah awal melalui penanganan pencegahan. Hal ini dilakukan terhadap kawasan yang diduga tempat spot pelabuhan Lembar. Menindaklanjuti ini lanjutnya, pihaknya melakukan pemeriksaan kerjasama dengan pihak kesehatan pelabuhan. Setelah melakukan pemeriksaan tidak ada kasus penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini. Selain itu, pihaknya melaksanakan sosialisasi dalam bentuk program penanganan pencegahan HIV AIDS ini. Program ini diberlakukan terhadap setiap catin yang bekerjasama dengan pihak KUA Lembar. Catin ini terlebih dahulu melakukan pemeriksaan atau screening. Pun sebelum KUA mendapatkan rekomendasi dari puskesmas, belum bisa mengambil keputusan untuk melakukan pernikahan. Pihaknya juga terus koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Sebab provinsi juga mempunyai program agar dilakukan di Lombok Barat seperti kegiatan pemeriksaan dari KIA untuk menangani pemeriksaan kepada ibu ibu hamil dengan mengambil darahnya.”Tetap kita lakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil. Kalau tidak salah kegiatan dari provinsi sudah kami lakukan dua kali,” terangnya. Dia menuturkan, pihak Puskesmas juga memiliki pos pemeriksaan. Pos ini dikhususkan untuk KB dan itu berlangsung tiap kali dua bulan. Cakupan wilayah kerjanya yang menjangkau satu kecamatan yang tersebar dalam lima desa. ”Kebetulan kerjasama juga dengan Dinas KB P2KB3A. Dinas ini salah satunya melakukan pemeriksaan HIV AIDS juga di Desa Lembar,” ungkapnya. (her) Agus Agus Sutrisman Sutrisman
ULP Tunggu Usulan ’’Blacklist’’ Rekanan Bermasalah Praya (Suara NTB) Unit Layanan Pengadaan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini masih menunggu pengusulan blacklist rekanan proyek bermasalah dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah ini. Hal itu diungkapkan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa/ULP Setda Loteng, Helmi Qazwaini, kepada Suara NTB, Selasa (16/10). Dikatakannya, ada mekanismenya ketika akan memblacklist rekanan. Menurutnya, dasar pertimbangan melakukan blacklist harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian dari sisi kewenangan, yang berhak mengusulkan untuk mem-blacklist rekanan proyek itu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bersangkutan. “Bagian akhirnya memang ada di tangan ULP. Tapi tetap mekanisme pengusulan dari awal itu ada ditangan OPD itu sendiri,” ujarnya. Dalam arti, pihaknya ULP hanya menerima usulan yang sudah selesai dan menindaklanjutinya saja. Jadi mekanismesnya, PPK melakukan evaluasi terhadap kinerja rekanan proyek. Jika ditemukan bermasalah, PPK kemudian mengajukan usulan blacklist ke ULP. Atas usulan itulah kemudian ULP menginput usulan tersebut ke dalam sistem lelang yang ada. Kalau kemudian ada rekanan yang di-blacklist dan sudah masuk ke sistem lelang yang ada di ULP, maka rekanan tersebut tidak akan bisa lagi mengikuti proses lelang proyek di daerah ini. Kalaupun rekanan tersebut tetap mau ikut lelang proyek, maka secara otomatis permohonan akan ditolak oleh sistem. Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng mengatakan akan memberikan sanksi berupa blacklist terhadap rekanan proyek pembangunan jalan di Desa Mekar Sari Praya Barat. Setelah sebelumnya memutus kontrak dengan rekanan bersangkutan sesuai dengan rekomendas dari pihak TP4D Loteng. Rencana blacklist muncul, setelah rekanan bersangkutan tidak juga bisa menuntaskan pekerjaan proyek hingga batas waktu yang ada. “Sesuai rekomendasi yang ada rekanan proyek jalan Mekar Sari kita putus kontrak dan akan diblacklist,” ujar Kepala Dishub Loteng, Drs. H. Supardan. (kir)
Sembilan Paket Proyek Pasar Terancam Batal Praya (Suara NTB) Rencana pembangunan dan perbaikan sembilan pasar di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun ini terancam batal. Menyusul molornya proses tender proyek-proyek yang dibiayai dari dana pusat tersebut. Sementara batas waktu pengerjaan proyek sudah semakin mepet. “Total ada sekitar 9 paket pekerjaan pembangunan dan perbaikan proyek di Loteng yang tahun ini kemungkinan tidak bisa terlaksana. Lantaran terbentur waktu,” ungkap Kabag Pengadaan Barang dan Jasa/ULP Setda Loteng, Helmi Qazwaini, kepada Suara NTB, Selasa (16/10). Hanya saja, Helmi masih enggan menyebut proyek mana saja yang terancam tidak terlaksana tersebut. Termasuk nilai anggaran dari ke sembilan paket proyek pasar di Loteng tersebut. “Nanti teknisnya di SKPD terkait saja,” ujarnya. Dikatakannya, molornya proses tender proyek-proyek tersebut bukan karena kelalaian dari pihaknya, tapi lebih karena persoalan teknis. Di mana petunjuk pelaksanaan pengerjaan proyek-proyek terlambat turun dari pemerintah pusat, sehingga proyek tidak bisa dilelang di awal tahun. Mengingat, proyek-proyek tersebut dibiayai dari anggaran pusat, maka proses tendernya juga harus menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pusat. “Status proyeknya merupakan proyek yang dibiayai pusat. Tetapi proses tender dilaksanakan di daerah,” tambahnya. Untuk itu, pihaknya melalui dinas terkait akan melaporkan kondisi yang ada ke pemerintah pusat. Dengan harapan, proyek-proyek ini tidak dicoret oleh pemerintah pusat dan bisa dilaksanakan tahun depan dan hasilnya bisa maksimal. Pihaknya bisa saja memaksakan untuk tetap dilakukan proses tender. Tapi akan berisiko pada waktu pelaksanaan, karena proyek tersebut sudah harus selesai akhir bulan November mendatang. (kir)
Banyak Program Pemda ”Dikorbankan” Giri Menang (Suara NTB) Pendapatan daerah pada APBD perubahan ini mengalami penurunan drastis. Penurunan ini disebabkan target PAD pada APBD-P mengalami penurunan signifikan akibat bencana gempa yang melanda daerah Lobar yang berdampak pada penerimaan PAD. Penurunan PAD mencapai puluhan miliar, dibandingkan APBD murni. Dampaknya banyak program pemda yang direncanakan pada APBD murni tak bisa dilaksanakan akibat tak ada anggaran. Untungnya dari sisi dana perimbangan untuk Lobar melonjak hingga Rp 13,5 miliar lebih, sehingga sedikit membantu fiskal daerah. Hal ini disampaikan jubir pandangan umum gabungan fraksi - fraksi DPRD Lobar H Sadli pada Paripurna kemarin. Dijelaskan, pendapatan daerah secara keseluruhan sesuai yang ditandatangani pada APBD 2018 dan setelah perubahan menjadi sebesar Rp 1. 721.032.000.000. Politisi Golkar ini merinci, pendapatan daerah yang menurun terdiri dari PAD pada APBD murni sebesar Rp
301.153.695.172,63 setelah perubahan menjadi Rp 254.444.000.000 lebih. Dana perimbangan sebelum perubahan Rp 1.112.197.000.000 lebih setelah perubahan menjadi Rp 1.125.781.000.000 lebih dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 340.806.000.000 lebih. Belanja daerah secara keseluruhan menjadi sebesar Rp 1.721.728.000.000 lebih terdiri dari belanja tidak langsung Rp 915.552.000.000 lebih dan belanja langsung Rp 806.175.000.000 lebih. Pembiayaan daerah yang merupakan transaksi keuangan untuk menutupi defisit
atau memanfaatkan surplus sebelum perubahan dianggarkan Rp 11.003.000.000 lebih, setelah perubahan naik menjadi Rp21.503.000.000 lebih. Sedangkan pengeluaran daerah setelah perubahan menjadi sebesar Rp20.808.000.000 lebih atau mengalami penurunan Rp 6.841.000.000 lebih. Wakil Ketua DPRD Lobar H. Sulhan Mukhlis mengatakan dalam KUA PPAS itu disepakati beberapa program yang dinilai tak penting menyentuh terkait penanganan bencana dicoret dengan nilai mencapai Rp 50 miliar lebih. Selain itu, dana penyertaan mod-
H. Sadli al untuk BUMD dipangkas senilai Rp 2 miliar lebih. Anggaran pokok pikiran DPRD pun ikut dipangkas. Pemangkasan anggaran ini untuk menutupi defisit anggaran daerah senilai Rp 69 miliar dampak gempa. “Beberapa belanja program yang dirasionalisasi karena faktor pendapatan yang berkurang tersebut. Termasuk di dalamnya ada penyertaan modal bagi BUMD dan
dana pokir DPRD,” jelasnya. Menurutnya, beberapa belanja program yang dirasionalisasi di antaranya belanja pengadaan tanah untuk GOR di Gunungsari ditunda tahun depan, pengadaan tanah untuk Islamic Center dihapus. Sedangkan yang dianggap penting dimasukkan dalam KUA PPAS yakni anggaran pilkades dan appraisal anggaran Bendungan Meninting. Sementara itu Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengakui beberapa program tersebut memang penting seperti dana pelaksanaan pilkades serentak dan anggaran appraisal lahan Bendungan Meninting yang akan dikerjakan tahun depan. “Proyek sudah disiapkan anggarannya dan akan dilaksanakan tahun depan,” jelasnya. Diakui, kondisi fiskal daerah memang mengalami defisit, sehingga perlu dilakukan rasionalisasi anggaran. (her)
RSUD Praya Kantongi SK Rumah Sakit Pariwisata
(Suara NTB/her)
KERING - Warga Kuripan yang dilanda kekeringan sejak beberapa bulan terakhir. Mereka mendambakan ada solusi tetap dari pemerintah mengatasi kekeringan yang selalu terjadi tiap tahun.
Kekeringan Makin Meluas di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Kekeringan di Lombok Barat (Lobar) semakin meluas, bahkan saat ini sudah merambah ke 14 desa di sejumlah kecamatan. Sementara Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) sudah kehabisan anggaran untuk distribusi air. Anggaran yang disiapkan per tahun cukup minim hanya Rp 75 juta untuk distribusi air. Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib melalui Kasi Logistik Tohri, mengaku, pihaknya sudah mendistribusikan air ke Sekotong, Pelangan, Giri Tembesi dan Guntur Macan serta Kuripan Timur. Diakuinya, penanganan kekeringan belum maksimal sebab terkendala armada, anggaran pun sudah habis sebab hanya dianggarkan Rp 17 juta per tahun.
Ia mengaku dana ini hanya dipakai untuk beli air, belum lagi untuk biaya distribusi air itu ke lokasi kekeringan. Terkait tambahan anggaran di APBD perubahan ia belum tahu. Sejauh ini pihaknya mensiasati kekurangan dana ini dengan koordinasi dengan Dinas Sosial, PMI dan PDAM. Sementara itu dari laporan beberapa desa yang terkena dampak kekeringan, warga mulai defisit air seperti di daerah Batulayar, daerah Gerung, Lembar dan Sekotong. Daerah ini termasuk langganan kekeringan, karena hampir tiap tahun dilanda kekeringan. Anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong - Lembar H. Sadli mengkritisi penanganan kekeringan yang hanya jangka pendek dengan distribusi air.
Seharusnya pemda menangani kekeringan secara jangka panjang dengan membuat sumur bor. Saat ini daerah di dataran tinggi di Lembar seperti Desa Labuan Tereng mengalami kekeringan cukup parah, termasuk Desa Mareje. Bahkan, jelasnya, daerah di bawah pun mulai dilanda kekeringan. Meskipun ada PDAM, namun airnya sedikit yang mengalir. Ia memiliki program jika terpilih lagi menjadi dewan ke depan bagaimana membangun sumur bor di lokasi rawan kekeringan baik di Sekotong dan Lembar. Untuk tahun depan, ia akan mengupayakan membantu warga untuk alat dan perlengkapan banjar, wireless untuk keperluan masyarakat. “Kami upayakan juga sumur bor,” janjinya. (her)
Kasus Gizi Buruk Kembali Ditemukan di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Lombok Barat (Lobar). Kali ini ditemukan gizi buruk pada balita atas nama Merin (3) asal Dusun Tendaun Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar. Kondisi balita ini cukup memprihatinkan, pasalnya mengalami penyakit ikutan sesak napas. Kondisi balita ini semakin parah lantaran kurang mendapatkan penanganan dari pihak keluarga dan instansi terkait. Padahal dari sisi keuangan keluarga cukup mampu untuk menangani balita ini dari hasil orang tuanya menjadi TKI. Saat ini balita tersebut tengah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Tripat Gerung. Kepada wartawan, orang tua Merin, Sukardi menuturkan saat lahir tiga tahun lalu persisnya tahun 2015 lalu balitanya normal. Pada usia 1 bulan lebih, balitanya sempat masuk ke rumah sakit, karena mengalami sakit, namun kondisi balitanya pun kembali sehat. Karena desakan ekonomi yang menghimpit, iapun terpaksa pergi merantau ke Malaysia. Ia pergi merantau saat balitanya berusia 1 tahun. Selama merantau hampir 2 tahun balitanya diurus oleh istrinya sendiri. Ia tak mengetahui jika anaknya mengalami gizi buruk, sebab tak pernah diberitahu oleh istrinya. Meskipun ia mendengar selentingan informasi dari tetangga jika anaknya kurang diurus oleh istrinya. Namun ia tak mempercayai informasi tersebut. Selama dua tahun di negeri rantauan, ia sering mengirimkan uang kepada isteri dan anaknya. Nominalnya pun cukup besar berkisar Rp 11-12 juta sekali kirim. Ia meminta istrinya agar uang itu dipakai untuk membiayai pembangunan rumah dan memenuhi kebutuhan anaknya. “Sering saya telepon istri (sekarang mantan istri) saya, saat saya tanya keadaan anak saya dijawab mantan istri saya bahwa anak saya baik-baik saja, ya saya sih percaya sama istri saya,” kata Sukardi. Sepulang dari Malaysia dua bulan lalu ia sangat kaget melihat kondisi anaknya yang memperihatinkan. Begitu melihat kondisi anaknya, ia pun langsung menceraikan istrinya, karena sangat terpukul dengan keadaan anaknya. Ia sendiri tak tahu kenapa mantan istirnya tak memperhatikan balitanya. “Padahal ia yang mengurus saat saya di Malaysia,” ujarnya. Saat ini ia bingung, karena tak punya uang untuk membiayai berobat anaknya, sebab hasil kirimannya dari Malaysia habis. Kendaraan pun sudah dijual yang tersisa hanya bahan bangunan untuk membangun rumah. Saat ini balitanya dirawat di Rumah Sakit Gerung. Ia membawa balitanya ke rumah sakit karena kondisinya parah.
(Suara NTB/her)
DIRAWAT - Merin, balita penderita gizi buruk asal Desa Mareje menjalani perawatan di RSUD Tripat Gerung. Dirut RSUD Tripat Gerung drg Arbain Ishak mengatakan, bahwa pihaknya sudah menangani kegawatan dari balita gizi buruk tersebut. Balita ini pun sudah masuk ke ruang perawatan Irna anak. Menyoal administrasi pembiayaan balita ini sendiri ada pembiayaan dari pemda. Namun yang lebih paham soal ini dari Dinas Kesehatan. Pihak rumah sakit, jelasnya, begitu masuk rumah sakit langsung ditangani. Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rachman Sahnan Putra mengaku belum mengecek balita tersebut. Pihaknya segera turun melakukan survei terhadap balita tersebut. Terkait kasus gizi buruk diklaimnya terus menurun dari tahun ke tahun. Kalaupun masih ditemukan pihaknya melihat kenapa terjadi kasus ini, menyangkut beberapa faktor penyebab seperti penyakit atau cacat bawaan dari lahir. Karena itu pihaknya mengecek penyebab balita ini mengalami gizi buruk. (her)
Praya (Suara NTB) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat sebagai rumah sakit pariwisata. Pemberian SK rumah sakit pariwisata tersebut guna mendukung pengembangan pariwisata di daerah ini. Hal itu diakui Direktur RSUD Praya, dr. Muzakir Langkir, kepada Suara NTB, Senin (15/10). Sebagai konsekuensi, maka manajemen RSUD Praya kini dituntut untuk berbenah, mulai dari fasilitas kesehatan yang ada sampai kualitas pelayanan serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. “Dan, kita sudah siap dengan segala konsekuensinya,” ujar Langkir. Ia pun menegaskan, pembenahan sudah dimulai dari pembenahan internal rumah sakit untuk bisa mewujudkan pelayanan yang maksimal bagi pasien RSUD Praya. Karena tentu dengan status sebagai rumah sakit pariwisata, bukan hanya pasien lokal saja yang akan dilayani, tapi wisatawan mancanegara juga. Untuk itu, secara bertahap pihaknya memberikan pendidikan dan pelatihan bagi petugas kesehatan yang ada. Mulai dari yang terdepan di Unit Gawat Darurat (UGD) sampai petugas laboratorium. Termasuk para satpam juga diberikan pembinaan tata
cara memberikan pelayanan yang baik sesuai bidang tugas dan fungsi masing-masing. “Tahun ini fokus kita pada pembenahan. Dan, diharapkan tahun depan hasil pembinaan sudah bisa diterapkan dalam proses pelayanan rumah sakit,” tambahnya. Tidak cukup pembinaan kualitas SDM, tata cara berpakaian para petugas kesehatan di RSUD Praya ke depan juga akan disesuaikan. Misalnya, untuk bagian administrasi dan layanan pasien akan menggunakan pakaian adat, begitu juga untuk bagian-bagian lainnya juga akan menyesuaikan. Diakuinya, memperbaiki kualitas SDM bukanlah perkara mudah. Butuh proses yang terkadang tidak cepat. Beda kalau konteks pembenahannya pada aspek fisik. Semisalnya, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan. “Yang jelas komitmen kita, dengan penetapan status sebagai rumah sakit pariwisata kualitas layanan di RSUD Praya bisa semakin baik,” tegas Langkir. Terlebih dari aspek fisik bangunan rumah sakit, tahun ini ada tambahan gedung baru dan diharapkan bisa mendukung peningkatan kualitas pelayanan dalam hal daya tampung ruang inap. Mengingat, sampai sejauh ini RSUD Praya kerap kesulitan melayani pasien, karena persoalan over kapasitas. (kir)
PPP Siapkan Kompensasi bagi Caleg Gagal Praya (Suara NTB) Rivalitas untuk memperebutkan kursi anggota legislatif pada gelaran Pemilu tahun 2019 mendatang diyakini akan sangat ketat. Tidak hanya antara calon anggota legislatif (caleg) antar partai politik (parpol), tapi juga antara caleg di internal parpol itu sendiri. Untuk itu, guna meredam kemungkinan munculnya konflik di internal parpol pascapemilu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah menyiapkan kompensasi bagi para caleg yang gagal lolos menjadi anggota legislatif. Kompensasi dimaksud berupa uang pengganti suara untuk masing-masing satu suara khusus yang tusuk nama. “Besaran kompensasi berbeda untuk masing-masing tingkatan. Kalau kita di tingkat kabupaten/kota besaran kompensasinya yakni Rp 15 ribu untuk satu suara tusuk nama,” ungkap Ketua DPC PPP Loteng, H. Mayuki, S.Ag., kepada Suara NTB, Senin (15/10). Menurutnya, kompensasi itu nantinya menjadi tanggung jawab caleg yang terpilih. Berapa pun besaran kompensasinya harus dibayar cash dan tidak boleh diangsur. “Jadi bagi caleg PPP yang tidak lolos, tinggal mengajukan daftar perolehan suara sah dari KPU miliknya. Untuk kemudian itu akan diganti oleh caleg yang terpilih sebagai anggota legislatif,” terangnya. Kesepakatan tersebut sudah dibuat dan ditandatangani oleh semua caleg PPP jelang pendaftaran peserta pemilu lalu. Bagi caleg yang terpilih, namun mengingkari atau tidak melaksanakan kesepakatan tersebut, maka pengurus bisa menjatuhkan sanksi, bisa berupa pengusulan untuk
diganti. “Kalau ada caleg yang tidak melaksanakan kesepakatan, konsekuensinya jelas akan diPAW (pergantian antar waktu). Dan, itu jelas sudah tertuang dalam kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh seluruh caleg PPP,” tegasnya. Menurutnya, kesepakatan tersebut dibuat sebagai bentuk komitmen kebersamaan antara para caleg PPP. Jangan sampai, hanya caleg yang terpilih saja yang senang. Sementara para caleg gagal paling tidak, tidak terlalu rugi, karena mungkin telah mengeluarkan biaya besar selama proses pemilu berlangsung. Karena bagaimana pun jika ada caleg PPP yang berhasil terpilih sebagai anggota legislatif, itu juga tidak lepas dari andil caleg-caleg yang lain. “Kalau pada pemilu sebelumnya besaran kompensasinya sebesar Rp10 ribu per suara. Kali ini bertambah menjadi Rp15 ribu per suara tusuk nama. Kalau tusuk partai tidak masuk hitungan dalam kompensasi,” tegas Ketua Komisi III DPRD Loteng ini. (kir)
H. Mayuki
(Suara NTB/kir)
(Suara NTB/her)
Periksa Ibu Hamil dan Catin
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
SUARA PULAU SUMBAWA
MoU Tiga Lembaga, Jadikan Pulau Moyo Laboratorium Alam Sumbawa Besar (Suara NTB) Program SIAP Turun Tangan, kembali turun ke masyarakat. Setelah Pesta Anak Langit di Kecamatan Batulante, kini menyasar wilayah pesisir Pulau Moyo. Sekaligus penandatanganan tiga lembaga, Universitas Teknologi Sumbawa, BKSDA dan World Parrot Trust (WPT) untuk menjadikan Pulau Moyo sebagai laboratorium alam. Sebagaimana disampaikan Direktur Sambava Network sekaligus founder Program SIAP Turun Tangan, M. Iqbal Sanggo, Selasa (16/ 10), kegiatan yang dilaksanakan Sabtu dan Minggu lalu di Pulau Moyo tersebut didukung penuh Birding Indonesia, WPT oase Sumbawa. Kemudian difasilitasi Sumbawa Biodiversity dan BKSDA NTB, termasuk dukungan dari Suara NTB, sebagai media partner. Program kali ini bertemakan Senandung Kakatua At Pulau Moyo, sebagai upaya merespon keindahan Pulau Moyo yang penuh dengan potensi alam dan keanekaragaman hayati. Salah satunya, lanjut Iqbal, burung Kakatua Jambul Kuning yang dikenal oleh masyarakat Sumbawa dengan sebutan Pekat. Berangkat
Sekda Serukan Perawat Honorer Berhenti Mogok Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi meminta perawat honorer/ sukarela untuk menghentikan aksi mogok kerja. Sebab saat ini, Pemkab tidak memiliki kewenangan mengangkat tenaga honorer, sesuai PP 48 tahun 2005. Jika nanti ada peluang dan aturan memungkinkan maka tentu bisa diikuti bersama lainnya.
(Suara NTB
KAKATUA - Kegiatan kampanye Kakatua di Pulau Moyo bagi anak anak SD setempat. dari ketakutannya akan keberlangsungan populasi hewan cantik ini. Iqbal takut kelak anak- anaknya nanti hanya dapat menyaksikan keindahan burun Kakatua hanya melalui gambar,cerita-cerita atau dari nyanyian lagu tanpa pernah melihanya secara langsung hewan tersebut.
Untuk itu salah satu konten pada kegiatan ini, kampanye Kakatua kepada siswa- siswi SD Labuhan Aji. Melalui kampanye tersebut, siswa SD diharapkan mengenal dan paham akan aset keindahan yang ada di sekitar mereka, seperti burung Kakatua ini. Kemudian mencintainya dan mampu menjaga keberadaannya. (arn)
Rp14,8 Miliar PKB Tertunggak di Pemilik Kendaraan Taliwang (Suara NTB) Kepala Unit Pelayanan Teknis Badan Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Husni, SE, MM, mencatat sedikitnya ada sekitar Rp14,8 miliar pajak kendaraan bermotor (PKB) yang masih tertunggak di Sumbawa Barat. Jumlah yang cukup besar tersebut, didominasi kendaraan roda dua (R2) dan lokasi terbesarnya di kecamatan Taliwang. Akibat kondisi ini, pihaknya saat ini harus bekerja ekstra untuk bisa memaksimalkan potensi ini sehingga target di tahun 2018 tercapai. “Memang jumlah pajak PKB kita yang tertunggak masih sangat besar, tetapi kita tetap akan berupaya mencari jalan keluar untuk menyikapinya. Hanya saja kita sangat kesulitan mengidentifikasi kendaraan nunggak pajak ini, karena rata-rata sudah berpindah tangan dan hilang. Untuk itu kita juga akan bekerja sama dengan pihak lainnya untuk bisa memungut pajak dari kendaraan ini,” ungkapnya kepada Suara NTB, Selasa (16/10). Dikatakannya, potensi kendaraan yang ada saat ini tercatat mencapai 49.059 objek dan yang
Halaman 6
sudah daftar sampai saat ini baru sekitar 20. 117 objek saja. Terkait masalah ini, pihak terkait tetap berupaya maksimal untuk memenuhi target tersebut. Salah satu cara yakni menggiatkan operasi gabungan untuk menjaring kendaraan wajib pajak yang masih menunggak. Selain itu, pihaknya juga sudah mengirimkan surat taguran kepada wajib pajak agar melakukan pembayaran. Karena jika pajak ini tidak dibayarkan, maka pembangunan yang ada di daerah juga akan terhenti nanti. Masyarakat juga yang akan dirugikan, karena jalan rusak dan tidak diperbaiki maupun masalah lainnya. “Kita sudah kirim teguran ke masing-masing wajib pajak untuk segera membayar. Kita juga akan semakin mengefektifkan Operasi gabungan,” ungkapnya. Ditambahkannya, selain upaya operasi gabungan, pihak terkait juga meminta agar masyarakat bisa memanfaatkan pekan keringanan pajak karena setiap tahunnya pasti ada kegiatan. Hal ini sangat diharapkan peran
masyarakat untuk bisa membayar pajak kendaraan yang dimiliki. Bahkan di dalam pekan keringanan pajak, semua denda yang ada akan dihapus, hanya pajak pokok saja yang dibayar. Sehingga target PKB yang ditetapkan bisa terealisasi dan masyarakat juga akan merasakan manfaat keringanan lain nanti. Tentu pihaknya juga akan tetap melakukan sosialisasi terkait program itu untuk meningkatkan animo masyarakat. “Kita berharap pekan keringanan pajak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum. Sehingga target yang telah kita tetapkan bisa tercapai meskipun sangat berat,” tandasnya. (ils)
“Terkait aksi mogok, imbauan kita tentu janganlah melakukan hal itu (mogok). Hanya ingin menekan pemerintah agar dipenuhi harapannya karena sampai kapanpun kalau kita digiring untuk melakukan penyimpangan tidak akan pernah bisa untuk pak Bupati (penuhi),” terang Sekda ketika dikonfirmasi, terkait mogok kerja perawat honorer, Selasa (16/10) kemarin, di ruang kerjanya. Meurut Sekda, kalau memang niat awalnya ingin mengabdi kepada daerah tanpa ada gaji dan lainnya sesuai pernyataan yang mereka tanda tangani saat awal mengabdi, maka tolong bersabar. Kembalilah bekerja, kalaupun nanti ada peluan, maka bisa mengikuti peluang itu bersama dengan yang lainnya. “Silahkan bersabar dulu. Pak Bupati juga sudah berinisiatif dan berkomitmen untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar parwat honorer ini diperhatikan,” kata Sekda. Pihaknya berterima kasih kepada mereka (para perawat honorer) yang mau membantu di beberapa unit pelayanan kesehatan maupun di bidang lainnya. Tetapi di sisi lain mesti dipahami juga pemerintah bekerja ada dasar hukum aturan. Sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal yang merugikan negara. “Marilah sama-sama kita berjuang kare-
na kita punya hati nurani. Kita pahami jasa jasa mereka, yang sangat besar untuk memberikan pelayanan. Tetapi disisi lain, tidak ada kewenangan terhadap itu. Sehingga diharapkan sambil kita berjuang secara resmi satu-satunya jalan kita kembali bekerja seperti semula manakala mereka masih punya niat yang baik untuk tetap mengabdi,” ujar Rasyidi. Apalagi, APBD Sumbawa juga punya keterbatasan. Jadi, tidak mungkin APBD semuanya diperuntukan untuk pembayaran gaji. Sementara di sisi lain masyarakat juga membutuhkan kesejahteraan. Begitu pula dengan demo para Guru Tidak tetap (GTT)/PTTguru, yang sudah beberapa kali bertemu Bupati, harapannya sudah dtindaklanjuti ke pemerintah pusat.
“Kemarin sudah ditandatangani oleh Pak Bupati dan sudah di sampaikan ke pusat. Kemudian untuk perawat juga begitu, kenapa kita harus mengusulkan ke pusat karena kewenangan pengisian pegawai di negeri ini masih menjadi kewenangan pusat. kita hanya mengusulkan saja foramasinya, tentu diturunkan oleh kementrian PAN-RB setelah itu diseleksi seperti seleksi CPNS sebentar lagi ini,” jelasnya. Bupati, kata Sekda, juga sudah berbuat banyak. Sejak 2016 dilantik, ribuan tenaga guru dan medis sudah juga diusulkan ke pusat. Kemungkinan dalam waktu dekat, menjelang akhir tahun, infomasi dari BKPP, sudah ada petunjuk pelaksanaan pegawai P3K. Dalam UU Nomor 5 tahun 2014 ada dua jenis pegawai yakni ASN (PNS). Kemudian P3K ini juga harus diseleksi. “Ini berlaku untuk keseluruhan. Namun dengan system tanda tangan kontrak, Honornya diatur secara resmi oleh UU Nomor 5 tahun 2014,” pungkasnya. (arn)
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
Disnakertrans KSB Terima Laporan Kecelakaan Kerja di PTAMNT Taliwang (Suara NTB) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengungkapkan, barubaru ini pihaknya telah menerima laporan kecelakaan kerja di areal tambang proyek Batu Hijau, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Dalam laporan yang diterima itu, kecelakaan kerja yang terjadi berupa tabrakan alat berat haultruck 793 pengangkut material tambang. Di mana melibatkan 3 orang karyawan yang mengoperatori masing-masing alat berat. “Iya laporannya ada yang masuk ke kami dan dan sedang diproses. Kasusnya accident (kecelakaan) kendaraan 793 dan melibatkan 3 karyawan,” terang Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans KSB, Drs. Zainuddin kepada wartawan, Selasa (16/10). Ia menjelaskan, kecelakaan kerja itu terjadi pekan lalu. Disnakertrans KSB sendiri telah meminta konfirmasi kepada manajemen PTAMNT dan membenarkan kejadiannya. “Mereka (AMNT) sudah proses juga ketiga karyawan yang terlibat kecelakaan itu termasuk memberikan sanksi kepada mereka,” ungkapnya. Dari keterangan PT AMNT, Zainuddin memaparkan, penyebab terjadinya kecelakaan dikarenakan human errror (kesalahan manusia). Di mana salah satu operator truk pengangkut super besar itu melebihi ambang minimal jarak antar kendaraan yang ditentukan. “Katanya yang paling belakang itu jaraknya terlalu dekat, kurang dari 10 meter dari ambang minimal jarak yang ditentukan,” paparnya. Dari ketiga operator yang terlibat kecelakaan kerja itu, pihak perusahaan lanjut Zainuddin telah memberikan sanksi. Sanksi masing-masing pun berbeda, dua diantaranya dijatuhi skorsing dan satu lagi dijatuhi pemutusan hubungan kerja (PHK). “Nah yang kena PHK ini sudah mengadu juga ke kami agar difasilitasi supaya tidak disanksi seberat itu,” urainya. Meski pihak PTAMNT telah memberikan keterangan perihal kecelakaan kerja itu, Zainuddin menyatakan, pihaknya memiliki asumsi lainnya terkait penyebab kecelakaan itu. Menurutnya, selain human error, kemungkinan penyebab lainnya dikarenakan faktor kelelahan karena jadwal kerja yang dijalani karyawan sangat berat dan berikutnya operator alat berat yang terlibat kecelakaan belum mendapatkan pelatihan secara optimal. “Itu analisa kami karena yang terlibat accident itu ada yang rekrutment WL (waiting list). Tapi kan perlu pendalaman lagi untuk memastikannya,” bebernya. Khusus soal jadwal kerja, ia menyampaikan, roster 4 - 2 (4 minggu kerja dan 2 minggu libur) hingga kini masih sangat berat dijalani karyawan tambang Batu Hijau. Karenanya Pemda KSB secara khusus telah membahas hal tersebut termasuk meminta PTAMNT merubah kebijakan jadwal kerja yang diberlakukannya itu. “Dulu sudah sampai ke provinsi kita bahas ini, mereka (AMNT) memang akan mengubahnya. Tapi nyatanya sampai sekarang belum dilakukan,” tukasnya. Ia pun berharap, PTAMNT melakukan evaluasi terhadap jadwal kerja yang diberlakukannya tersebut. Sebab dengan durasi kerja yang diterapkan saat ini sangat memberatkan pekerjanya. “Ini tidak saja untuk karyawan tapi perusahaan juga. Karena kalau banyak kecelakaan kan perusahaan juga yang rugi,” imbuhnya. (bug)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Enam Tahun Kesulitan Air Bersih, Warga Renda Demo PDAM Dompu (Suara NTB) Lingkungan Renda di Kelurahan Simpasai satu dari sekian wilayah di Dompu yang masih mengalami kesulitan air bersih. Bahkan, masalah kebutuhan dasar tersebut dialami enam tahun terakhir. Upaya penyelesaian dengan PDAM sudah beberapa kali dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Atas persoalan itu, puluhan warga Renda yang tergabung dalam Forum Rakyat Menggugat (FRM) menggelar demonstrasi, Selasa (16/10). Korlap aksi, Rio Sulistiyo mengatakan, memang tidak semua wilayah di Lingkungan Renda yang mengalami kesulitan air bersih, tetapi ada keberpihakan pelayanan yang diberikan oleh PDAM. Dimana terdapat beberapa wilayah seperti halnya RT 09 yang tidak sama sekali mendapat pasokan air bersih, sedangkan wilayah lain lancar hingga 24 jam. “Ini kan sudah enam tahun kenapa terus didiamkan, parahnya wilayah ini dekat dengan kantor PDAM,” keluhnya. Upaya mengkomunikasi per-
soalan ini, tegas dia, sudah beberapa kali dilakukan warga setempat baik secara pribadi maupun kelompok, tetapi ujungujungnya setelah beberapa hari diairi, masyarakat tetap kembali kesulitan air bersih. Untuk itu, ia mendesak agar persoalan ini sesegera mungkin diselesaikan secara permanen oleh pihak pengelola, apalagi ditengah musim kemarau saat ini. “Intinya besok air harus masuk ke wilayah kami, kenapa wilayah lain lancar-lancar saja sementara kita sedikitpun tidak ada, kita juga kan pelang-
gan PDAM,” ungkapnya. Direktur PDAM Dompu, Edi Supandi, SE., saat dikonfirmasi terkait persoalan ini menganggap tudingan FRM soal enam tahun tidak pernah mendapat pasokan air bersih terlalu berlebihan. Yang benar, pihaknya menerapkan sistem bergilir antara satu lingkungan dengan lingkungan lainnya. Pun ia membantah bahwa titik tertentu mendapat pasokan air hingga 24 jam. “Ndak ada yang 24 jam kita tetap giliran, jadi ketika giliran kesana otomatis diwlayah lain mati,” jelasnya.
(Suara NTB/jun)
DI PDAM – Suasana saat Forum Rakyat Menggugat (FRM) menggelar demonstrasi di kantor PDAM Dompu, Selasa (16/10). Kendati upaya yang dilakukan menurutnya sudah cukup adil namun ia tetap akan menindaklanjuti tuntutan massa aksi. Hari ini, ia bersama petugas akan turun lapangan untuk melihat langsung kendala yang
dihadapi, apakah itu dipengaruhi penyumbatan atau kerusakan instalasi perpipaan. “Dan untuk kebutuhan air masyarakat saat ini kita penuhi dulu mendistribusikan air menggunakan mobil tangki,” pungkasnya. (jun)
Diduga Bermasalah, BPKP Diminta Periksa Pembangunan Delapan Puskesmas di Bima (Suara NTB/uki)
RAMAI - Suasana aktivitas di Bandara SMS Bima yang terlihat masih ramai, di tengah peningkatan aktivitas Gunung Sangeang Api, Selasa (16/10).
Sangeang Api Berstatus Waspada, Aktivitas Penerbangan Masih Normal Bima (Suara NTB) Aktivitas gunung Sangeang Api meningkat dari level I atau kondisi normal ke level II atau status waspada. Warga dan pendaki dilarang mendekati tersebut. Meningkatnya level terse-
but berdasarkan hasil laporan aktivitas gunung yang dikeluarkan oleh pihak Pos Pengamatan gunung Sangeang Api, Senin (15/ 10) pukul 00.00 wita. Dalam laporan yang disusun oleh Nur Huda, A.Md tersebut, peningkatan terjadi dalam satu hari terakhir. Selain warga dan pendaki menaiki puncak gunung yang berada di tengah laut Flores tersebut, pihaknya juga juga melarang warga untuk beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari pusat aktivitas gunung. “Tapi sejauh ini tidak ada warga beraktivitas karena lokasi gunung sangat jauh dari pemukiman warga,” kata Nur Huda dalam laporan. Menurutnya sejauh ini hasil pemantauan menunjukkan aktivitas gunung setinggi 1949 mdpl tersebut berlangsung turun kembali normal. Hanya saja warga tetap diminta untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius yang ditetapkan. “Semakin turun normal ke level 1, tapi warga tetap harus wasapada,” katanya. Di lain tempat, meski adanya peningkatan aktivitas gunung Sangeang Api. Kondisi tersebut tidak mempengaruhi aktivitas penerbangan (airline) di Bandara Sultan Muhammad Salahudin (SMS) Bima. “Untuk sementara masih beroperasi normal,” kata Kepala melalui Kasi Teknik dan Operasi Bandara SMS Bima kepada Suara NTB, Selasa (16/10). Hanya saja, Tarmin tidak menampik penerbangan Garuda dari BIL ke Bima pada pagi hari sempat dibatalkan. Pembatalan tersebut, lanjutnya dilakukan karena erupsi gunung Sangeang Api. “SOP Garuda memang seperti itu. Tapi yang jelas penerbangan di Bandara SMS masih normal,” katanya. (uki)
Bima (Suara NTB) Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bima, Edy Muklis, S.Sos meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turun tangan mengecek pembangunan delapan unit Puskesmas di Kabupaten Bima. Permintaan itu lantaran kualitas bangunan diduga banyak bermasalah. Selain itu, pembangunannya juga baru mencapai kisaran 10 persen. Sementara waktu memasuki akhir tahun. “Seperti di Woha dan Belo progresnya baru 10 persen. Hampir semua delapan Puskesmas yang dibangun rata-rata progresnya 10 persen,” katanya kepada Suara NTB, Selasa (16/10). Edy meminta BPKP harus turun tangan memeriksa pembangunan Puskesmas tersebut. Apakah sisa dari 90 persen yang belum dikerjakan itu bisa diselesaikan atau tidak sampai Bulan November mendatang. “Ini sudah Bulan Oktober apa iya bisa diselesaikan Bulan November ? BPKP harus turun tangan,” katanya. Ia mengaku persoalan itu telah disampaikan kepada Forum Banggar APBD Perubahan beberapa waktu lalu. Edy juga mempertanyakan kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dinilai kurang melakukan pengawasan. “Saya meminta PPK untuk bertanggungjawab. Jangan memberikan ruang pelaksana bek-
erja seenaknya,” katanya. Selain itu Ia mengaku juga mendesak khusus kepada Kepala Daerah yakni Bupati Bima untuk mengevaluasi hasil temuan fisik bangunan di lapangan. Bila perlu lanjutnya pada akhir bulan 10 pembangunanya harus segera selesai. “Ini harus dievaluasi karena jika tidak akan mempengaruhi atau berdampak pada kualitas bangunan tersebut. karena anggarannya tidak sedikit, satu item pekerjaan lebih dari Rp1 miliar,” katanya. Sementara Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Bima, M. Ihkwanul Fiaturahman, SH tidak menampik sejumlah fisik bangunan Puskesmas bermasalah, salah satunya di Puskesmas Woha. “Masalahnya, mulai dari kemiringan balok bangunan, temuan ini di Puskesmas Woha. Tapi kami usulkan diganti,” katanya. Selain itu, Kasi Intel Kejari Bima ini juga tidak membantah realisasi pekerjaan masih di bawah 50 persen. Misalnya, di Puskesmas Woha yang menelan anggaran Rp 7 miliar progress pekerjaannya baru mencapai 40 persen. “Kami terus ingatkan agar menyelesaikan tepat waktu. Ada delapan Puskesmas yang dibangunan di Kabupaten Bima, sementara kontrak kerjanya dimulai 9 Juli hingga 5 Desember 2018 mendatang,” pungkasnya. (uki)
Jokowi Kembali Dijadwalkan ke KSB Taliwang (Suara NTB) Sempat tertunda kedatangangannya pekan lalu, Presiden RI H. Joko Widodo kembali dijadwalkan akan datang berkunjung ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Terkait rencana kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini, pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pun langsung melakukan rapat persiapan penyambutannya, Selasa (16/10). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST dan dihadiri hampir seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pihak TNI dan kepolisian serta Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Yolak Dalimunthe. Dalam kesempatan itu, Yolak menyampaikan, kedatangan presiden ke NTB yang dijadwalkan pada, Kamis, 18 Oktober mendatang hampir dipastikannya akan sampai ke KSB. “Tadi pak kepala (BNPB) sudah memastikan ke saya kalau beliau, pak presiden akan berkunjung ke Sumbawa Barat ini,” timpalnya dalam rapat. Yolak mengaku, untuk kepastian finalnya tetap harus menunggu konfirmasi resmi dari protokol kepresidenan hingga malam hari nanti. Namun demikian persiapan untuk penyambutan kedatangannya perlu dibicarakan sejak sekarang mengingat waktunya yang sangat mepet. “Saya berterima kasih kepada pak Wabup cepat menggelar rapat ini sambil menunggu kepastiannya nanti malam karena beliau (persiden) ke NTB hari Kamis ini,” paparnya. Mendengar pemaparan Yolak, Wabup Fud Syaifuddin langsung
(Suara NTB/bug)
PERSIAPAN – Suasana rapat persiapan penyambutan kunjungan Presiden Jokowi ke KSB yang digelar di gedung Graha Fitrah kantor bupati KSB, Selasa kemarin. mengkoordinir seluruh kepala SKPD yang hadir dalam rapat. Wabup menginstruksikan tiap SKPD mulai bergerak sekarang mempersiapkan segala sesuatunya guna menyambut kedatangan presiden Jokowi. “Dinas pehubungan siapakan transportasi dan koordinasi dengan polisi untuk jalur kunjungannya, dan yang lain kerjakan sesuai tupoksinya,” perintahnya. Wabup mengatakan, kegiatan penyambutan kedatangan presiden akan dupsatkan di areal Kemutar Telu Center (KTC) pusat perkantoran Pemda KSB. Selanjutnya beberapa titik di kecamatan Seteluk dan Poto Tano akan menjadi lokasi peninjauan presiden yang terdampak gempa paling parah di KSB. “Kita sudah punya gambaran besarnya ke mana saja nanti presiden akan berkunjung. Tapi kita sambil tunggu kepastian dari pro-
tokoler dulu sampai nanti malam. Kalau sudah pasti jalur peninjauannya kami akan sampaikan ke protokoler persiden untuk dikonsultasikan,” sebutnya. Wabup pun berharap, kedatangan presiden nantinya akan mempercepat realisasi program rehabilitasi rumah masyarakat korban gempa di KSB. “Terutama pencairan dana bantuannya. Kita kan sudah mulai tapi anggarannya belum cair juga,” tukasnya. Untuk diketahui, kedatangan presiden Jokowi ke KSB untuk melihat langsung percepatan pembangunan rehabilitasi rumah warga korban gempa 19 Agustus lalu. Menurut pihak BNPB, presiden terkesan dengan upaya Pemda KSB karena sudah lebih dulu melaksanakan pembangunan di banding daerah-daerah lainnya di NTB yang terdampak gempa.(bug)
POLHUKAM
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
Halaman 8
Memasuki Masa Kampanye
Tren Kunker Anggota Dewan Meningkat (Suara NTB/why)
DAKWAAN - Politisi Golkar, H. Muhir duduk di kursi persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa (16/10). Anggota DPRD Kota Mataram itu menjalani sidang perdana perkara korupsi pemerasan fee proyek pascabencana rehabilitasi SD/SMP di Kota Mataram.
Kasus Dugaan Korupsi Dana Rehabilitasi Pascabencana Mulai Disidangkan Mataram (Suara NTB) – Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir mulai diadili, Selasa (16/10). Terdakwa perkara fee proyek rehabilitasi pascabencana SD/SMP Kota Mataram 2018 didakwa dengan tiga lapis pasal korupsi. Politisi Golkar itu didakwa memeras Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram sebesar Rp31 juta. Terkait proyek pascabencana gempa Lombok pada APBD-P 2018 sebesar Rp4,29 miliar. H. Muhir yang juga anggota Banggar DPRD Kota Mataram diadili majelis hakim yang diketuai Isnurul Syamsul Arif serta hakim anggota,FerdinandMLeander,dan Abadi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Ketua tim jaksa penuntut umum, Anak Agung Gde Putra mendakwa H. Muhir dengan pasal 12 huruf e dan atau pasal 12 huruf b dan atau pasal 11 UU RI No 20/ 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Putra menyebutkan, terdakwa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri memaksa Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H Sudenom –sudah dicopot dari jabatannya tersebut, menyetor duit Rp31 juta. Setoran duit itu bagian dari fee proyek anggaran penanganan pascagempa pada Disdik Kota Mataram pembahasan APBD-P Kota Mataram tahun 2018. Disdik Kota Mataram
mengajukan Rp4,292 miliar pembelian tenda, rehabilitasi gedung, dan trauma healing. Peruntukannya bagi 21 SD Negeri, 5 SMP Negeri, dan tiga PAUD/TK Negeri yang terdampak rangkaian gempa M=6,4 pada 29 Juli, M=7,0 pada 5 Agustus, dan M=6,9 pada 19 Agustus lalu. Terdakwa kemudian dengan gagahnya seolah berjasa meloloskan proyek tersebut. Hal itu terungkap dari percakapan telepon terdakwa dengan saksi Sudenom. Kala itu, Rabu (12/9) Sudenom sedang menghadap jaksa penyidik Kejari Mataram. Sudenom kala itu sedang diperiksa sebagai tersangka kasus pungli kepala SD/SMP Mataram –kasus berbeda. Muhir pada intinya mengatakan sudah menyetujui dana rehabilitasi bencana gempa untuk SD/ SMP yang diajukan Sudenom. “Benar sudah disetujui, Pak Kadis aturkan buat saya,” kata JPU mengutip perkataan Muhir di telepon. Sudenom kemudian menjawab, “Nanti kontraktor lah itu,”. “Gak usah lah kontraktor itu,” timpal Muhir lagi. Usai percakapan telepon yang turut didengar penasihat hukum Sudenom dan jaksa penyidik, Muhir lantas mengatur pertemuan untuk penyerahan uang bagian fee proyek dimaksud. “Setelah itu saksi Sudenom selalu merasa takut dan tertekan setiap terdakwa menelepon memberitahukan pembahasan angga-
ran di dewan, karena dapat dipastikan terdakwa akan meminta sejumlah uang,” paparnya. Tak hanya itu, Sudenom juga merasa apabila terdakwa tidak diberi uang maka Disdik bakal kena getahnya di setiap rapat Komisi IV yang notabene membidangi Pendidikan. Secara terpaksa, Sudenom menyiapkan uang yang diminta terdakwa. Sampai pada waktu penyerahan pada Kamis (13/9) petang, Muhir meminta Rp1 juta. Selanjutnya, pada Jumat (14/9) pagi, di sebuah warung di Cakranegara Barat, Cakranegara, Mataram, ada penyerahan uang lagi sebesar Rp30 juta. Saat itu serah terima uang dilakukan PNS bawahan Sudenom, Tjatur Totok Hadianto dengan Muhir. Bersamaan pula jaksa Kejari Mataram melakukan operasi tangkap tangan. Ketua majelis hakim Isnurul kemudian menunda sidang hingga Selasa (23/10) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Usai persidangan, penasihat hukum terdakwa, Burhanudin menjelaskan pihaknya yang tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. “Ada beberapa hal yang menurut kami itu menggelikan. Makanya kami minta langsung pemeriksaan saksi. Kami tidak sabar untuk segera ke agenda pembuktian,” ucapnya. (why)
Enam Kapolres Dirotasi Mataram (Suara NTB) – Sejumlah Kapolres di jajaran Polda NTB dirotasi. Penggantian dan pengisian jabatan pimpinan kepolisian kewilayahan tingkat Kabupaten/ Kota itu berdasarkan surat telegram rahasia Mabes Polri. Sebanyak enam Polres bakal berganti pimpinan. “Ada enam Kapolres yang akan pindah dan diganti pejabat baru,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP I Komang Suartana, dikonfirmasi Selasa (16/10) kemarin. Pergantian enam Kapolres di wilayah hukum Polda NTB berdasarkan surat telegaram rahasia Kapolri tertanggal 14 Oktober 2018, yang ditandatangani Asisten SDM, Irjen Pol Dr Eko Indra Heri. Mereka antara lain, Kapolres Mataram, AKBP Muham-
mad yang akan menduduki jabatan baru sebagai Kabag Binkar Biro Operasi Polda NTB. Muhammad akan digantikan AKBP Saiful Alam yang kini menjabat Kasubdit IV Ditintelkam Polda Bali. Kapolres Lombok Utara, AKBP Afriadi Lesmana bakal promosi menjadi Wakil Dirbinmas Polda NTB, posisi yang ditinggalkannya akan diisi AKBP Herman Suriyono –kini masih bertugas sebagai Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB. Selanjutnya, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilurrochman akan bertugas menjaga wilayah sebagai Kapolres Purbalingga Polda Jawa Tengah. Penggantinya, AKBP Budi Santosa, pemeriksa madya Roprovos Divpropam Mabes Polri. Polres Lombok Timur yang kini dijabat AKBP M. Eka Fathurrahman akan digantikan
AKBP Ida Bagus Made Winarta. Eka bakal bertugas di Polda Jatim sebagai Irbidbin Itwasda. Kapolres Bima Kota Posisi yang ditinggalkan Winarta akan diisi AKBP Erwin Ardiansyah yang sekarang masih dinas sebagai Kasubdit Gakkum DItpolair Polda NTB. Kemudian Kapolres Sumbawa akan dijabat AKBPTunggulSinatrioyang ini masih tugas di Kabagbinopsnal Ditlantas Polda NTB. Dia akan menggantikan AKBP Yusuf Sutejo yang promosi menjadi Wakil Dirbinmas Polda NTB. “Pelantikan dan serah terima jabatannya paling lambat 14 hari setelah surat telegram ini ditetapkan,” tutup Suartana. (why)
Mataram (Suara NTB) Memasuki masa kampanye Pemilu 2019, sejumlah anggota Dewan yang kembali maju, tengah berupaya mengumpulkan pundi-pundi dana kampanye. Caranya dengan mengumpulkan sisa uang saku perjalanan dinas kunjungan kerja (kunker) keluar daerah maupun dalam daerah. Karena dorongan motivasi itu, menyebabkan terjadi tren peningkatan intensitas perjalanan dinas anggota dewan dari biasanya. Fenomena tersebut juga terjadi di DPRD NTB. Anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP, Ir. Made Slamet yang dikonfirmasi tak menampik jika motivasi kunker sebagian besar anggota DPRD NTB, untuk mengumpulkan sisa uang perjalanan dinas untuk kebutuhan kampanye. “Kalau kita lihat, memang kenyataan seperti itu, kita tidak boleh munafik,” aku Made Slamet, yang ditemui Suara NTB, di ruang kerjanya Senin (16/10). Diketahui dalam satu kali kunker ke luar daerah, berdasarkan kwitansi perjalanan kunker, memperli-
Bima (Suara NTB) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 tahun 2018 resmi berlangsung di Kabupaten Bima. Kegiatan dimulai Senin (15/10) lalu, dibuka Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Nor, M.Pd di lapangan Desa Lambu Kecamatan Lambu. TMMD kali ini diyakini mampu hidupkan semangat gotong royong masyarakat. Wakil Bupati Bima menjelaskan, TMMD sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Pemda serta masyarakat Kabupaten Bima khususnya dalam pembangunan fisik maupun non fisik dalam bentuk gotong royong bersama masyarakat. “Sesuai jadwal, pelaksanaan TMMD ke 102 tahun 2018 akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan mulai hari ini tanggal 15 Oktober hingga 13 November mendatang”, sebut Dahlan. Dilanjutkannya, kegiatan TMMD ke 103 ini nantinya akan melibatkan dinas dan
Mataram (Suara NTB) – Ditpolair menangani 10 kasus perairan selama periode Januari-Oktober 2018 ini. Mayoritas yang ditangani tindak pidana perikanan, yang mana diantaranya kapal tanpa surat izin berlayar. Sisanya penggagalan upaya penyelundupan hasil perikanan. Kasubdit Gakkum Ditpo-
(Suara NTB/ist)
BERKUNJUNG - Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi didampingi Wakil Ketua Komisi V, MNS. Kasdiono, saat berkunjung ke BNP2TKI, untuk menyampaikan persoalan TKI di NTB yang masih tinggi. ran tidak semata-mata karena masyarakat tidak memahami penempatan yang benar. Tapi menurut, Hendro memang karena niat masyarakat yang besar ingin bekerja mencari nafkah, masih belum sadar untuk menggunakan jalur resmi. “Misalnya mereka berangkat dengan legal, tapi sampai sana, mereka jadi ilegal, karena pindah tempat kerja, dengan iming-iming gaji lebih besar,” jelasnya. Hendro menyadari bahwa secara umum masalah yang dihadapi TKI saat ini soal pelayanan yang rumit, panjang, berikutnya soal akses informasi yang masih kurang, dan biaya yang kurang trasnparan dan mahal. Atas dasar
instansi terkait serta seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu sambungnya, ia berharap semangat dan kebersamaan serta jiwa gotong-royongnya agar dibangkitkan kembali. “Kesempatan ini sangat bagus untuk menghidupkan kembali jiwa gotong royong yang sudah hampir punah bahkan hilang,” ungkapnya. Upacara pembukaan TMMD ke 103 ini dihadiri Danrem 162/ WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han bersama jajaran. Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra dalam laporannya menyampaikan, selama satu bulan Satgas TMMD ke 103 akan melaksanakan berbagai kegiatan baik fisik dan non fisik. Diantaranya pembangunan Masjid Ar-Rahman, pembangunan 2 unit Poskamling, peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.500 meter dengan lebar 4 meter dan peningkatan jalan alternatif yang menghubungkan Desa Lambu dengan Desa Nggelu sepan-
(Suara NTB/penrem)
TMMD - Kegiatan pembukaan TMMD ke 103 di Kabupaten Bima oleh Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bersama Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer. jang 3200 meter dan lebar 5 meter. Sedangkan untuk Desa Soro sambungnya, kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain pembangunan tempat pembuangan sampah (TPA), perbaikan Musala dan pembangunan 1 unit Poskamling. Adapun sasaran non fisik lanjutnya, ada 13 item dengan berbagai macam penyuluhan diantaranya penyuluhan Was-
bang, penyuluhan bahaya Narkoba, penyuluhan perbankan, penyuluhan budaya rumput laut, penyuluhan KB, penyuluhan kesehatan, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan kebudayaan dan pariwisata, penyuluhan penyuluhan hukum dan Ham, penyuluhan sosial masyarakat, kemah bela negara dan hiburan pemutaran film perjuangan. (ars/*)
Kapal Nelayan Banyak Ditangkap Tanpa Surat Izin Berlayar
Dewan Minta BNP2TKI Lebih Maksimal Perhatikan NTB maka tidak heran muncul oknum (calo) yang memposisikan mereka sebagai petugas pengantar tenaga kerja. Di NTB tidak ada satupun petugas fungsional pengantar tenaga kerja,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Kasdiono kemudian menekan kepada BNP2TKI agar memaksa pihak imigrasi untuk menerbitkan paspor sesuai dengan rekomendasi dari Disnakertrans. Sebab, menurutnya banyak modus pemberangkatan TKI ilegal, seperti menggunakan paspor pelancong. “Keluarkan paspor berkode khususuntukTKI,karenadisinilah kerannya, yang harus kita tutup. Karena bagaimanapun sistemnya, tapi kalau keran ini masih terbuka,persoalanTKIilegalbelumakan bisa selesai,” tegasnya. Berdasarkan catatan dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB, tahun ini saja hingga 31 September lalu, sudah menerima 679 TKI yang dideportasi dari luar negeri karena bermasalah dan 41 meninggal dunia. Menanggapi hal itu, Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, saat menerima rombongan kunjungan kerja komisi V DPRD NTB yang melibatkan kalangan jurnalis, Disnakertrans NTB, dan BP3TKI NTB. Menjelaskan bahwa TKI yang dideportasi lanta-
moral hal itu dapat melukai perasaan masyarakat, jika tidak diimbangi dengan hasil kinerja. “Itu sah-sah saja, karena memangtidakadaaturanyangdilanggar, anggarannya sudah jelas. Hanya saja mungkin soal perasaan. Tetapi ketimbang dengan cara korupsi, ketimbang dia malak, kunker itu jalan yang benar,” ucap anggota pansus Raperda Irigasi itu. Diketahui agenda DPRD NTB yang telah diputuskan lewat Badan Musyawarah (Banmus) menujukkan di Bukan Oktober ini saja, diagendakan tiga kali kunker anggota pansus-pansus. Kunker pertama dilakukan pada tanggal 4-6, kemudian kunker kedua berlangsung tanggal 10-13. Seminggu setelahnya pada tanggal 2123, kembali diagendakan melaku-
TMMD Ke-103 Hidupkan Semangat Gotong Royong Masyarakat Bima
Belum Maksimal Atasi TKI Ilegal
Jakarta (Suara NTB) Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan ketenagakerjaan, melaporkan masih tingginya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari NTB ke luar negeri. Hal itu dikatakan tidak lepas dari masih lemahnya kinerja pemerintah dalam mengurus TKI. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono, kepada Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Jakarta, (12/10) lalu. Pada kesempatan itu, Kasdiono menuntut peran pemerintah pusat, dalam hal ini, BNP2TKI, lebih maksimal di NTB. Dijelaskan Kasdiono, peran BNP2TKI belum maksimal dalam memberikan pelayanan kepada para calon TKI untuk melalui prosedur yang resmi. Hal itu bisa dilihat dari perbedaan data rekomendasi dari Disnaker di kabupaten/kota dengan angka penempatan. “Dimana paspor yang diterbitkan ada selisih puluhan ribu, ternyata tidak ada rekomendasi dari Disnaker kabupaten,” paparnya. Kondisi itu, lanjut Kasdiono, tidak lepas dari peran para calo tenaga kerja, yang melakukan rekrutmen calon TKI. Kemudian diberangkatkan lewat jalur tidak resmi. “Bursa kerja di kabupaten/ kota tidak berfungsi dengan baik,
hatkan masing-masing anggota dewan mendapatkan uang harian perjalanan sampai belasan juta rupiah. Lumsum uang harian itulah yang dikejar, dan dikumpulkan untuk menambah pundi-pundi dana kampanye. “Paling yang bisa kita kantongi untuk sekali kunker bisa Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Dan memang begitu, mengirit untuk mencicil (biaya kampanye) kan bisa untuk nambah buat cetak stiker,” kata Made Slamet. Namun demikian, ditegaskan oleh wakil rakyat dari dapil Kota Mataram yang sudah menjabat dua periode ini, pengumpulan uang sisa perjalanan dinas tersebut untuk menambah dana kampanye, tidak menyalahi aturan. Hanya saja ia menyadari dari sisi
kan kunker pansus-pansus. Ditempat terpisah, menanggapi hal itu, Sekretaris Pansus Raperda Pelayanan Publik, Hadi Sulthon, mengaku tidak setuju jika kunker anggota dewan dikatakan hanya bertujuan untuk mengejar uang sakunya dan dikumpulkan untuk kebutuhan biaya kampanye. Menurutnya Kunker tersebut merupakan bagian dari kebutuhan dari tugas dan fungsi anggota dewan. Misalnya dalam pembahasan rancangan peraturan daerah, tentu membutuhkan penyempurnaan, sehingga penting melakukan konsultasi dan studi banding ke daerah lain. Dari hasil konsultasinya ke Kemenpan RB, pada kunker tanggal 10-13 lalu, pansus disarankan untuk studi banding lagi ke Banyuwangi. “Kunker itu kan ndak bisa dibuat-buat, tapi itu kebutuhan kerja. Jika terkait dengan pembahasan Perda, kita wajib untuk studi banding dan konsultasi,” katanya. (ndi)
itu, BNP2TKI melakukan berbagai program yaitu mengintegrasikan 6 fungsi dalam 1 kantor yaitu kependudukan, ketenagakerjaan meliputi rekomendasi Paspo, PP, PK, PAP dan KTKLN. Kemudian kesehatan, Keimigrasian, Kepolisian dan Jaminan Sosial dengan mengedepankan prinsip layanan terintegritas, non tunai dan berbasis sistem online. “Manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, bisa lebih cepat, mudah, murah dalam pelayanan dokumen TKI. Sehingga dengan demikian dapat menghapus citra negatif layanan TKI, menghapus calo proses layanan dokumentasi dan rekrutmen KTI tersistem,” katanya. (ndi/*)
lair Polda NTB, AKBP Erwin Ardiansyah menyebutkan, dari 10 kasus tersebut, lima kasus diantaranya sudah tuntas penyidikannya. Empat kasus masih dalam proses penyidikan. Satu kasus lainnya yakni narkoba dilimpahkan ke Ditresnarkoba Polda NTB. “Kasus kapal mendominasi dengan tiga kasus. Sisanya masih kita tangani karena baru-baru ini terungkap,” ujarnya, dikonfirmasi Selasa (16/10) kemarin. Satu kasus yang masih dalam penyidikannya yakni
penangkapan kapal penangkap ikan Minggu (14/10) lalu sekitar pukul 01.30 Wita dini hari. Kapal Polisi XXI-1002 mengamankan Kapal Motor Nelayan (KMN) Putri Kapoposan di perairan Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Kapal berbobot mati 14 gross ton tersebut diduga berlayar tanpa dilengkapi dengan surat persetujuan berlayar dari Syahbandar Pelabuhan Kayangan. “Kapal ini dari Sulawesi Selatan. Mereka mencari ikan di sini. Kita amankan saat mereka mau kemba-
li,” terang Erwin. Nahkodanya, SD (21) mengemudikan kapal hendak berlayar pulang ke Pulau Sailus, Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Kapal dengan tiga mesin penggerak berkekuatan masingmasing 24 PK itu kemudian diamankan ke Pos Polair Pelabuhan Kayangan. Erwin mengatakan, nahkoda kapal diduga melanggar pasal 98 Jo pasal 42 ayat 3 UU RI No 31/2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 45/2009. (why)
Kepala Imigrasi Kelas I TPI Mataram Dilantik Mataram (Suara NTB) – Jajaran Kanwil Kemenkumham NTB meliputi Kantor Imigrasi punya tugas memberi pelayanan publik. Namun tidak hanya sekedar melayani, melainkan punya dimensi ramah HAM. Serta turut menjaga kondusivitas NTB sesuai bidang kewenangannya dalam hal penindakan warga negara asing melanggar aturan keimigrasian. Hal itu diucapkan Plt Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Faisol Ali dalam upacara pelantikan jajaran Kantor Imigrasi lingkup NTB, Selasa (16/10). “Saya harap mereka mengedepankan tata nilai profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif supaya pelaksanaan tugas maksimal,” ujarnya. Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Kurniadie; Kabid Lantaskim pada Kanwil Kemenkumham NTB, Armand Armada Yoga Surya; Kasi Lantaskim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, I Gede Semarajaya. Kasi TI Kom Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Andrey Sofyan Isak; Kasi Inteldak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Yusriansyah Fazrin; dan sejumlah pejabat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Besar. Faisol mengatakan, tan-
(Suara NTB/why)
LANTIK - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie (kedua kiri) mengambil sumpah jabatan dalam pelantikan di Mataram, Selasa (16/10) dipimpin Plt Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Faisol Ali. tangan pelayanan publik kekinian membutuhkan pejabat yang punya inovasi dan punya integritas. NTB secara umum pada bidang keimigrasian menghadapi problem TKI nonprosedural, dan pelanggaran warga negara asing. “Saya harap mereka mentransformasikan pengalaman dari tempat kerja sebelumnya. Apalagi NTB baru terdampak bencana, kinerja mereka harus membantu daerah ini bangkit,” paparnya. Dalam bertugas, sambung Faisol, jajarannya wajib menaati petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta prosedur standar operasional yang telah ditetapkan. Dia mencontohkan dalam hal pelayanan publik.
Permenkumham RI No 27/ 2018, kata dia, mengamanatkan pelayanan yang berlandaskan dengan prinsip-prinsip HAM. “Itu yang kita kedepankan. Kantor Imigrasi Mataram kan sudah punya ruang khusus ramah HAM, itu contohnya,” sebut dia. Pun juga demikian dalam hal menindak warga negara asing yang berkegiatan di NTB. Baik itu wisatawan ataupun yang punya kepentingan bisnis. Penindakan WNA sebaliknya akan membuat daerah NTB kondusif. “Wisatawan atau siapa pun warga negara asing yang melanggar aturan keimigrasian di Indonesia akan tetap kita tindak,” ujarnya. (why)
SUARA NTB
Rabu, 17 Oktober 2018
Halaman 9
Tak Miliki Izin Operasional Radioterapi
5.000 Pasien Kanker Harus Berobat ke Luar Daerah Mataram (Suara NTB) Hanya karena belum memiliki izin operasional Radioterapi, 5.000 pasien kanker di NTB harus rela berobat ke luar daerah. RSUP NTB pun hingga kini masih berusaha sekuat tenaga memperoleh izin operasional Radioterapi dari berbagai pihak seperti Kemenkes dan Badan Pengawas Teknologi Nuklir. Direktur RSUP NTB H. L. Hamzi Fikri, menjelaskan bahwa pasien penyakit kanker di RSUP NTB seringkali harus dirujuk berobat atau kemoterapi ke luar daerah seperti Surabaya atau Denpasar. Hal tersebut lantaran fasilitas Radioterapi yang ada di RSU Provinsi NTB belum miliki izin operasi. “Ada 5.000 untuk kasus raw-
at jalan pasien kanker dan untuk indikasi yang harus di radioterapi mereka harus dikirim ke luar,” ungkapnya saat acara diseminasi Iptek oleh Bapeten di Unram Senin kemarin. Tentu kondisi demikian tak diinginkan mengingat akan sangat memberatkan pasien dan keluarganya. Karena bagaimanapun berobat ke luar daerah
Durasi Dikurangi, Pembelajaran Tidak Efektif Mataram (Suara NTB) – Durasi pembelajaran di sejumlah sekolah yang terdampak gempa bumi di Kota Mataram masih belum kembali normal. Seperti di SMPN 14 Mataram yang masih menerapkan satu jam pelajaran hanya 25 menit, padahal satu jam pelajaran yang normal adalah 40 menit. Kondisi itu mengakibatkan pembelajaran tidak berjalan efektif. Kepala SMPN 14 Mataram, Drs. Mukh. Nazuhi, ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/10) mengatakan, durasi satu jam pelajaran sampai saat ini masih 25 menit sehingga siswa dipulangkan pada pukul 11:00 Wita. Hal itu dilakukan karena ada enam kelas yang mengalami kerusakan dan tidak bisa ditempati, sebagian siswa belajar di tenda. Jika belajar sampai siang hari, kondisi di dalam tenda menjadi panas dan tidak bisa berjalan dengan kondusif. “Karena di tenda itu dia panas, kita masih 25 menit per jam pelajaran, harusnya 40 menit. Memang belum efektif,” ujar Nazuhi. Di SMPN 14 Mataram memiliki 24 rombongan belajar. Namun kelas yang tersedia hanya sebanyak 16 ruangan. Di mana saat ini ada enam ruangan yang tidak bisa dipakai karena terdampak gempa dan dua ruangan lagi sedang direnovasi, maka hanya tersedia delapan ruangan yang bisa digunakan. Bahkan sebelum gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok dengan guncangan terbesar pada Minggu (5/8) berkekuatan 7,0 SR, SMPN 14 Mataram masih melaksanakan double shift atau masuk pagi dan siang hari. Kondisi itu, menurut Nazuhi terjadi karena ada sekitar 13 ruangan masih dipinjam oleh TK dan SD Negeri Model Mataram. Nazuhi menjelaskan, saat ini kelas VII dan IX masuk pagi dengan sebagian belajar di tenda. mereka dipulangkan pada pukul 11:00 Wita karena kondisi tenda yang panas membuat pembelajaran tidak kondusif. Sementara itu kelas VIII masuk siang pukul 11:00 Wita dan pulang pada pukul 14:00 Wita. Diakuinya dengan kondisi itu pembelajaran menjadi tidak efektif. Terlebih lagi sekolah sudah menerapkan Kurikulum 2013. Kondisi itu diperparah lagi dengan tidak adanya ruang laboratorium karena digunakan menjadi ruang kelas. Ruang perpustakaan juga tidak luput dijadikan ruang kelas, dengan memindahkan buku ke ruang multimedia. “Ndak bisa belajar efektif, jangankan setelah gempa, sebelum gempa ketika ruangan dipinjam susah juga, dari efektivitas kegiatan belajar mengajar khususnya IPA tidak efektif, karena laboratorium jadi kelas,” ujarnya. Solusi yang dilakukan pihaknya untuk mengatasi kurangnya jam mengajar, yaitu dengan cara memberikan bahan pelajaran secara cetak kepada siswa. Siswa juga diberikan pekerjaan rumah agar memperdalam pelajaran di rumah. Nazuhi berharap pemerintah bisa segera merehabilitasi ruangan kelas yang rusak, agar siswa tidak lebih lama lagi belajar di tenda. “Harapannya supaya ini cepat direhabilitasi,” katanya. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohamad Sidik, M.MPd., dihubungi terpisah Senin (15/10), mengaku tidak bisa berbuat banyak. Kondisi ini merupakan kondisi darurat. Menurutnya salah satu jalan terbaik adalah mengurangi jam belajar. “Apa yang bisa kita lakukan, kalau ruangan tidak ada, tempat tidak ada, ini emergency (keadaan darurat) saja. Salah satu jalan terbaik adalah mengurangi jam belajar,” katanya. Menurutnya, jika dipaksakan belajar di tenda dengan durasi yang ideal maka anak-anak menjadi tidak nyaman. Pengurangan jam pelajaran dianggap sebagai strategi terbaik yang dilakukan oleh kepala sekolah. “Jalan terbaik supaya semua bisa melaksanakan pembelajaran. Ndak bisa kita paksakan,” ujarnya. Kondisi ini menurutnya hanya terjadi di beberapa sekolah yang terdampak gempa bumi. Bagi sekolah yang tidak terdampak, pembelajaran dilaksanakan secara normal. Disinggung terkait kemungkinan pembelajaran yang tidak efektif menjelan ujian semester dan ujian nasional, Sidik mengatakan di situlah diperlukan kepintaran dan strategi guru. “Begitulah pintar-pintarnya guru memberikan pelajaran. Bisa memberikan bahan pelajaran atau tugas dikerjakan di rumah,” katanya. (ron)
membutuhkan living cost yang tinggi dan mahal. Beda halnya jika RSUP sudah memiliki izin operasional Radioterapi, tentu pasien kanker dapat melakukan kemoterapi di RSUP. Dikatakan bahwa banyak persyaratan yang harus dipenuhi agar izin operasional Radioterapi ke luar. Seperti syarat teknis dan syarat dokumen. Untuk
kan seleksi,” katanya. Suhardi menjelaskan, rekomendasi lelang jabatan Kadis Dikpora diperoleh tanggal 9 Oktober lalu. Rekomendasi seleksi jabatan sendiri, langsung ditindaklanjuti dengan diserahkan ke kepala daerah guna mendapat arahan dan persetujuan untuk membentuk panitia seleksi (Pansel). Dalam proses seleksi, BKD PSDM akan mengusulkan pembentukan Pansel yang terdiri dari 5 orang yang berasal dari unsur eksternal dan internal. Mereka kelima orang yang direkomendasikan, antara lain Prof. Galang Asmara (akademisi), Dr. Muhsin Efendy (akademisi), Sekda KLU, Kepala BKD PSDM KLU, dan unsur pejabat Provinsi. “Sekarang ranahnya pak bu-
lama menunda ini akan semakin memberatkan masyarakat. Sementara itu, Dani salah satu keluarga pasien kanker RSUP NTB meminta agar pihak yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin untuk mempercepat seluruh proses perizinan. Dia menuturkan bagaimana dia kesulitan saat membawa orang tuanya berobat ke Semarang untuk melakukan kemoterapi. “Saya keluarga pasien kanker. Banyak kendala. Larangan terbang saat mau bawa ibu kemo ke Semarang. Padahal sudah dapat izin penerbangan, tapi sudah di atas pesawat pi-
lot tidak berani ambil resiko setelah melihat riwayat penyakit ibu. Kecewa,” tuturnya. Dia menuturkan jika kemoterapi ke luar, paling tidak pasien akan menetap di sana selama dua bulan. Tidak mungkin proses itu dilakukan bolak balik. “Dari dulu kita dengar ada rencana kemo atau penyinaran di sini bukan di luar daerah. Tapi sampai kemo keenam belum juga beroperasi. Ada kemo lanjutan, mau tidak mau kami minta rujukan ke luar daerah. Kami minta kejelasan kapan mulai beroperasi di RSUP? Sementara Ruli Handay-
ani Biro Hukum dan Organisasi Bapeten menjelaskan segala proses perizinan ada tahapnya. Atas lambannya ke luar izin operasional Radioterapi RSUP NTB, pihaknya siap menyampaikan hal tersebut ke pimpinan. Dia pun sepakat jika proses kemoterapi atau layanan kesehatan harus merata dan tidak terpusat di Pulau Jawa. “Memang seharusnya semua alat kesehatan tidak semua terpusat di Jawa harusnya merata. Sehingga tidak jauh jauh harus ke luar daerah,” tukasnya. (dys)
Seleksi Terune Dedare
Dispar Cari Duta Wisata Lotim Selong (Suara NTB) Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Selasa (16/ 10) kemarin mulai melakukan seleksi Terune Dedare. Ajang adu bakat dan prestasi anak muda Lotim ini digelar Dispar Lotim setelah beberapa tahun lamanya vakum. Kepala Dinas Pariwisata melalui Kepala Bidang Pemasaran, Hasbi menjelaskan seleksi terune dedare ini digelar guna mencari duta-duta wisata Lotim. Pemudi-pemudi cantik dan cerdas dan pemuda gagah siap berebut menjadi bagian dari promosi pariwisata Lotim. “Ada sekitar 80 orang yang mendaftar,” ucap Hasbi. Diterangkan, ada empat katagori penilaian. Antara lain menguasai Bahasa Inggris dan memahami budaya Sasak. Pengetahuan berbahasa asing ini sengaja ditekankan. Pasalnya, tidak mungkin bisa berpromosi ke luar jika duta wisata tidak bisa Berbahasa Inggris. Selanjutnya soal budaya Sasak. Setidaknya, peserta ini memahami tentang kearifan lokal. Khususnya mengenai adat istiadat masyarakat Sasak. Budaya sebutnya menjadi bagian dari yang disuguhkan kepada para wisatawan asing. Soal adat ini, sambungnya selaku duta wisata sudah pasti harus mengenal secara men-
(Suara NTB/rus)
SELEKSI - Kegiatan Seleksi Terune Dedare Sasak yang digelar Dinas Pariwisata Lotim, Selasa kemarin. dalam. Bagaimana adat dan etika Sasak ketika menyapa dan menyambut tamu yang datang. Selanjutnya, Dispar Lotim meyakinkan pascaseleksi tidak akan melepas begitu
saja para finalis. Semua siap akan dilibatkan terus sebagai mitra promosi wisata. Disamping itu, upaya-upaya pembinaan terus akan dilakukan. “Kan perlu pembinaan juga
Warga Desak Segel Kantor Desa Dibuka
kepada para terune dedare, jadi terus akan dilibatkan. Kita Dispar tidak akan selesai sampai di sini,” imbuhnya. Sesuai apa yang disampaikan Bupati, pariwisata ad-
alah masa depan bagi Lombok Timur. Sehingga pembangunan sektor pariwisata terus akan digenjot menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (rus)
1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Pemilu 2019 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ifikasi sebelum hari H. NaSelong (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212 Komisi Pemilihan mun apabila data didapat1234567890123456789012345678901212 Umum (KPU) Kabupaten kan sekarang, maka bisa 1234567890123456789012345678901212 Lotim melakukan atensi ter- dilakukan pengecekan dan 1234567890123456789012345678901212 hadap peredn KTP palsu bisa keluarkan dari DPT 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 pada Pemilu 2019. Hal terse- dan dinyatakan Tidak Me1234567890123456789012345678901212 but menyusul penggerebe- menuhi Syarat (TMS). 1234567890123456789012345678901212 “Kalau sudah hari H, kan lokasi pembuatan KTP 1234567890123456789012345678901212 palsu di Kelurahan Pancor, kami tak bisa berbuat apa1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Kecamatan Selong beberapa apa. Orang membawa KTP 1234567890123456789012345678901212 waktu lalu yang mencapai ra- el, iya kewajiban kami un1234567890123456789012345678901212 tusan bahkan ribuan keping tuk melayaninya. Kita juga 1234567890123456789012345678901212 tidak punya alat untuk KTP yang diduga palsu. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Ketua KPU Lotim, M. mendeteksinya,” terangnya. 1234567890123456789012345678901212 Maka dari itu, berdasarSaleh, mengakui kelemah1234567890123456789012345678901212 an KPU, tidak bisa mende- kan temuan kepolisian itu 1234567890123456789012345678901212 teksi apakah KTP itu pal- nantinya akan dilihat apa1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 su atau asli pada saat kah sudah masuk di DPT 1234567890123456789012345678901212 dipergunakan dalam meng- atau tidak. Apabila belum 1234567890123456789012345678901212 gunakan hak pilih. Kemu- masuk, maka NIK dari KTP 1234567890123456789012345678901212 ngkinan yang bisa didetek- itu akan sebar ke PPK dan 1234567890123456789012345678901212 si hanya ketika pemilih PPS secara lebih massif. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 menggunakan NIK atau KK Maka dari itu, akan ket1234567890123456789012345678901212 yang tidak sesuai aturan. “ ahuan dan menjadi atensi 1234567890123456789012345678901212 Saleh mengaku sejauh ini ketika sudah disebar ke mas1234567890123456789012345678901212 belum mendapatkan data ing-masing TPS atau KPPS. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sementara, terkait pengKTP palsu dari hasil peng1234567890123456789012345678901212 gerebekan di salah satu stu- gerebekan lokasi pembua1234567890123456789012345678901212 dio foto yang merupakan tan Adminduk palsu oleh 1234567890123456789012345678901212 lokasi pembuatan Admind- aparat kepolisian. Sekretar1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 uk palsu di Pancor Kecama- is Dukcapil Lotim, Azis, 1234567890123456789012345678901212 tan Selong tersebut. Kendati mengaku belum ada laporan 1234567890123456789012345678901212 demikian, apabila KPU dari aparat kepolisian Pol1234567890123456789012345678901212 mendapatkan data dari ke- res Lotim yang diteriman1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 polisian yang diduga palsu, ya. Sehingga Dukcapil be1234567890123456789012345678901212 maka selanjutnya KPU akan lum berani memastikan 1234567890123456789012345678901212 menurunkan data itu kepa- adanya pencetakan Admin1234567890123456789012345678901212 da PPK maupun PPS untuk duk selain di Dukcapil 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 dilakukan verifikasi. Itupun Lotim yang digerebek oleh 1234567890123456789012345678901212 berupa masukan dari stake- aparat kepolisian di wilayah 1234567890123456789012345678901212 holder yang lain karena KPU Pancor Lauq Masjid Kelu1234567890123456789012345678901212 masih membuka hingga Bu- rahan Pancor Kecamatan 1234567890123456789012345678901212 Selong beberapa waktu lalu. lan Oktober. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Azis mengaku belum perPada Pemilu 2019, teru1234567890123456789012345678901212 nah melihat seperti apa fisik tama pada hari H pemili1234567890123456789012345678901212 blanko Adminduk hasil penghan. M. Saleh mengaku 1234567890123456789012345678901212 tidak bisa mendeteksi apa- gerebekan yang dilakukan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 kah KTP tersebut merupa- oleh aparat kepolisian. Seh1234567890123456789012345678901212 kan palsu atau tidak. Keti- ingga Dukcapil tidak berani 1234567890123456789012345678901212 ka masyarakat datang ke memastikan apakah blanko 1234567890123456789012345678901212 TPS untuk menggunakan Adminduk itu palsu atau 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 hak suaranya dan menun- tidak. Dukcapil sangat men1234567890123456789012345678901212 jukkan KTP elektronik, dukung pengungkapan 1234567890123456789012345678901212 maka petugas melayani sindikat pembuatan Admin1234567890123456789012345678901212 tanpa memeriksa apakah duk palsu yang dilakukan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 KTP itu palsu atau tidak. oleh aparat kepolisian supaya 1234567890123456789012345678901212 Yang bisa dilakukan oleh masyarakat tidak terus-ter1234567890123456789012345678901212 KPU yakni melakukan ver- usan menjadi korban. (yon) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212
Bupati Keluarkan SK KPU Lotim Waspadai Pemberhentian Kades Ombe Baru Peredaran KTP Palsu
Giri Menang (Suara NTB) Perwakilan warga empat dusun di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri mendesak agar segel kantor desa itu dibuka, kemarin. Pascapenyegelan yang dilakukan warga Dusun Ombe Dese Senin (15/ 10). Penyegelan kantor dinilai merugikan warga, sebab pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Sementara itu, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menegaskan tak akan melantik penggugat dalam hal ini H. Mazni yang oleh putusan MA diminta dilantik menggantikan posisi kades aktif Prasino Ilman. Sejak pukul 10.00 Wita perwakilan warga empat dusun itu langsung datang ke kantor desa untuk membuka segel. Sayangnya pihak kepolisian belum mengizinkan untuk membuka segel itu. Lantaran
Lama Lowong, Jabatan Kadis Dikpora KLU Dipansel Tanjung (Suara NTB) Jabatan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU), sudah lama lowong. Sejak awal 2018, Sekdis Dikpora, Dr. Fausan Fuad, dipercaya merangkap jabatan sebagai Plt. Kadis. Kini kekosongan itu akan diisi setelah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memberikan lampu hijau untuk dipanselkan. Kepala BKD PSDM Lombok Utara, Drs. H. M. Najib, M.Pd., melalui Kabid Mutasi, Suhardi, kepada wartawan Selasa (16/10), mengungkapkan pemerintah Lombok Utara telah memperoleh kejelasan dari pemerintah pusat untuk melelang jabatan Kadis Dikpora. “Kita sudah ada lampu hijau dari KASN untuk melaku-
syarat teknis beberapa waktu lalu pihak Bapeten telah melakukan kunjungan ke RSUP NTB untuk dilakukan uji coba. Sementara syarat yang lain belum terpenuhi. Menurutnya, lambannya ke luar izin operasional karena adanya perbedaan pandangan dan penafsiran terkait persyaratan yang harus dilengkapi. “Kami minta didukung untuk proses syarat perizinannya. Kalau syarat teknisnya sudah ujicoba. Tinggal syarat dokumen karena adanya perbedaan pandangan dengan pihak Bapeten,” imbuhnya. Dia menambahkan semakin
pati untuk menandatangani SK Pansel. Disetujui atau tidak (tim pansel) tergantung beliau,” imbuhnya. Suhardi menyambung, setelah tim Pansel ditandatangani maka Panitia akan bergerak membuka keran pendaftaran. Pansel akan dimulai dari tahapan pembukaan pendaftaran, seleksi adminiatrasi, asesmen dan sebagainya. “Jika tidak ada halangan, Pansel akan mulai rapat hari ini (kemarin), namun jika tidak bisa hari ini pelaksanaan dalam waktu dekat,” katanya. Ia memperkirakan, pelaksanaan Pansel sudah bisa dimulai bulan ini juga. Diperkirakan bulan November mendatang seluruh proses sudah tuntas.(ari)
(Suara NTB/her)
DESAK - Warga mendesak segel Kantor Desa Ombe dibuka karena menggangu pelayanan publik dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Permintaan pembukaan segel ini tidak ada kaitanya dengan sengketa kepala desa yang masih berproses. Baik pemberhentian kepala desa yang lama atau permintaan diangkatkan kades baru sesuai dengan hasil putusan PTUN. Pihaknya hanya menuntut pelayanan masyarakat bisa kembali dibuka. Warga mengancam jika segel itu tidak segera dibuka, mereka akan datang dengan jumlah lebih banyak. Sebelumnya, warga empat dusun di Desa Ombe Baru itu sudah membuat surat pernyataan bersama. Surat itu ditandatangani empat kepala dusun sebagai perwakilan warga. Sementara itu Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid yang dikonfirmasi terkait sengketa Pilkades itu mengaku tetap akan menjalankan putusan PTUN itu. Bahkan segera menandatangani Surat Keputusan (SK) pengangkatan pajabat pelaksana tugas (Plt) kades. Artinya otomatis sudah juga menandatangani SK pemberhentian Kades sebelumnya Prasino Ilman, sebagai dasar penerbitan SK Plt itu. “Kita menunggu usulan dari camat untuk siapa nama Pltnya, prosedurnya seperti itu. Saya minta
paling lambat hari ini (kemarin) menandatangani Plt kades Ombe Baru,” ungkap Fauzan. Terkait isi putusan yang meminta mengangkat pihak Penggugat menjadi Kades yang baru, nampaknya Fauzan tidak mau sembarangan mengambil langkah. “Saya agak sedikit heran juga dengan keputusan, kok bisa pengadilan PTUN menetapkan pemenang (Pilkades) dan ikut menghitung suara,” tanyanya. Pihaknya lebih memilih berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan mengangkat Plt selama 6 bulan. Namun setelah 6 bulan itu, pihaknya belum akan memutuskan apakah akan mengangkat penggugat atau justru melakukan pemilihan ulang. “Saya ikut menjalankan keputusan PTUN tetapi saya tidak boleh juga menyimpang dari Permendagri. Karena pemerintahan ini di bawah kementerian dalam negeri,” pungkasnya. Kuasa Hukum Penggugat (H. Mazni), Agus Kamarwan menilai Bupati tidak memiliki pemahaman hukum secara subtantif. Sebab mencampurbaurkan Permendagri tentang pemberhentian dan pengangkatan kepala desa dengan ketentuan UU nomor 6 tahun 2004. Termasuk dengan Perda nomor 1 tahun 2016. (her)
PENDIDIKAN
SUARA NT Rabu, 17 Oktober 2018
Halaman 10
Durasi Belajar Dipersingkat
Termotivasi Almarhumah Ibu SETIAP anak untuk dapat memperoleh prestasi membutuhkan dukungan keluarga dan teman terdekat, namun bagaimana rasanya jika harus meraih mimpi tanpa adanya dukungan, perhatian dan kasih sayang orang tua. Hal ini yang dirasakan oleh Adelia Aisyah Rafi’i yang merupakan salah satu siswi kelas XII Pembangunan Pariwisata I SMKN 2 Mataram yang sukses meraih mimpi menjadi Duta Pariwisata Kota Mataram. Dimulai dari motivator terbesar Adel yakni sang bunda Hj. Baiq Sri Mardiani yang selalu memberikan semangat, motivasi dan perhatian kepada Adel, namun bunda telah tiada, beliau meninggal dunia pada tanggal 18 September 2012 saat itu Adel duduk di bangku Sekolah Dasar. Adel yang merupakan anak tunggal merasakan kesedihan yang mendalam kehilangan sang bunda yang paling dicintai, seiring berjalannya waktu Adel belajar untuk mengikhlaskan kepergian bunda dan menjadikan motivasi untuk dirinya agar terus berusaha menggapai cita - cita, sang ayah H. Muhammad Rifa’i tetap ada bersamanya meski tidak dalam satu rumah, ayahnya selalu menjadi orang yang akan terus mendukung apapun keputusan Adel. Usahanya membuahkan hasil, Adel terpilih dari sekolah untuk mengikuti Pemilihan Duta Pariwisata Kota Mataram 2018. Pemilihan ini melalui berbagai seleksi yang begitu ketat dan harus memiliki wawasan yang luas mengenai pengembangan pariwisata Kota Mataram, kebudayaan, kesenian, etika dan kepribadian. Rezeki tidak kemana, tepat di tanggal 15 September 2018 Adel terpilih sebagai Duta Pariwisata Kota Mataram. Sebagai Duta Pariwisata Adel bertujuan untuk memajukan pariwisata yang ada di Kota Mataram.”Kami ke depannya akan membuat pariwisata Kota Mataram lebih maju, lebih dikenal, tidak punah, tidak kalah bagus dengan wisata - wisata yang di luar” tuturnya. Adel juga akan melakukan promosi pariwisata Kota Mataram melalui jejaring sosial media yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. “Pemanfaatan teknologi khususnya sosial media sangat bagus dijadikan sebagai media sosialisasi pariwisata di Kota Mataram,” jelasnya. Setelah lulus dari SMKN 2 Mataram Adel berniat untuk melanjutkan pendidikan di bidang Manajemen Pariwisata.”Saya mau lanjut ke manajemen pariwisata agar dapat lanjut mendalami pariwisata, tetapi kalau tidak ada rezeki saya akan mencari kerja terlebih dahulu,” jelasnya. (ham) Adelia Aisyah Rafi’i
(Suara NTB/ist)
Sekolah Sulit Mengejar Ketercapaian Target Kurikulum Mataram (Suara NTB) Durasi jam pelajaran yang masih dipersingkat di sejumlah sekolah terdampak gempa bumi dianggap membuat ketercapaian target kurikulum sulit dicapai. Kurikulum sekolah yang sudah dirancang memiliki target tertentu. Hal itu disampaikan Pemerhati Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Syafril, S.Pd., M.Pd., dihubungi Senin (15/10). Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran yang dipersingkat tentu saja perlu dianalisa secara kritis. Jika faktornya karena siswa masih traum, maka perlu dilakukan program psiko sosial atau trauma healing. Namun jika siswa sudah normal, sebaiknya pelaksananaan pembelajaran dilakukan seperti biasa. Syafril menjelaskan, kurikulum sekolah yang sudah dirancang sesungguhnya memiliki
target tertentu. Berdasarkan perhitungan ketercapaian target, maka muncullah jumlah jam pelajaran per harinnya. “Tentu saja sulit bagi sekolah atau guru mengejar ketercapaian targetnya. Guru yang memperoleh sertifikat sebagai pengajar melalui program sertifikasi guru juga dibebankan tugas yang lebih banyak agar mereka lebih maksimal melaksanakan tugas mengajar, mendidik, dan membina,” urainya. Selain itu, dengan durasi yang dipersempit, biasanya guru akan memberikan tugas yang lebih banyak. Syafril
menekankan, diharapkan guru tidak membebani siswa dengan tugas yang banyak, karena pemberian tugas yang banyak bukan ciri pembelajaran kontemporer yang baik. “Siswa dituntut untuk memiliki skill (kemampuan). Dan skill tersebut diobservasi langsung oleh guru di sekolah. Kalau di rumah, guru tidak langsung dapat melihat skill siswanya, sehingga guru kesulitan untuk menemukan cara tepat untuk mengatasi problem skill siswanya,” jelas Syafril. Terkait dengan ruang kelas yang mengalami kerusakan,
Syafril menyampaikan bahwa teori pembelajaran tidak mesti dilaksanakan di dalam kelas atau indoor study. Ada juga teori out door study yang dapat dimaksimalkan oleh guru. Pembelajaran out door dengan berbagai metode dan strateginnya bahkan ada yang lebih disenangi oleh siswa daripada indoor study,” jelasnya. Namun demikian, Syafril menegaskan, ruangan juga tetap dibutuhkan. Pemerintah daerah dapat mengupayakan pembangunan sekolah dengan memprioritaskan pada sekolah-sekolah yang terkena dampak gempa. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Ermawanti, mengatakan dengan durasi yang dipersempit membuat pembelajaran menjadi tidak efektif.
Oleh karena itu, guru harus pandai mengkondisikan materi dan waktu agar materi yang tertinggal bisa terkejar. “Semua kembali ke gurunya. Bisa diberikan pengayaan di luar jam belajar efektif,” katanya. Menurutnya, saat ini kondisi belajar mengajar harus diciptakan senyaman mungkin oleh guru. Dengan kondisi saat ini, ia melihat trauma akibat gempa bumi sudah mulai hilang, anak-anak sudah mulai nyaman dengan suasana sekolah yang sebenarnya. Ia menyarankan agar semua sekolah mulai mengefektifkan pembelajaran. “Saran saya agar anak-anak tidak dirugikan dari waktu belajar, semua sekolah mulai mengefektifkan pembelajaran dan mengejar ketertinggalan materi,” ujar Ermawanti. (ron)
TK Green Yard School Meriahkan Gebyar PAUD Mataram (Suara NTB) – TK Green Yard School (GYS) ikut andil pada kegiatan Gebyar PAUD yang diselenggarakan di Taman Sangkareang, Selasa (16/10). Kegiatan itu mengusung tema PAUD bangkit untuk Kota Mataram kuat semangat dan ceria Kepala TK Green Yard School Mataram, Hamdi Rahman di sela-sela kegiatan itu mengatakan, anak-anak TK GYS berpartisipasi menyukseskan acara Gebyar PAUD se-Kota Mataram. Mereka ikut andil membuat sain di stan, mengikuti senam tongkat, dan karnaval dengan memakai baju adat. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh TK dan PAUD se-Kota Mataram. “Kami berpartisipasi dalam kegiatan Gebyar PAUD Kota Mataram,” katanya. Ia mengatakan, tujuan mengirimkan anak-anak TK Green Yard School mengikuti kegiatan ini untuk melatih semangat mereka, serta keberanian agar terbiasa menghadapi keramaian. Dengan begitu keper-
cayaan diri anak-anak TK Green Yard School bisa tumbuh. Tak kurang dari 30 peserta diri dari TK Green Yard School mengikuti kegiatan ini. “Harapan agar peserta didik bisa melatih keberanian dan kepercayaan diri mereka,” katanya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram dan mengundang Walikota Mataram dan pejabat se-Kota Mataram. Hamdi berharap dengan acara ini dapat menjalin persatuan antara PAUD se-Kota Mataram dan menjadi kebangkitan untuk PAUD di Pulau Lombok. “Menjalin persatuan dan kesatuan dengan bapak/ ibu guru-guru TK dan PAUD se Kota Mataram,” harapnya. Bunda PAUD Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh dalam sambutannya mengatakan Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat penting dan sangat menentukan masa depan. Melalui kegiatan ini sudah menunjukkan semangat seluruh PAUD.
(Suara NTB/ist)
GEBYAR PAUD - Peserta Didik TK Green Yard School yang terlibat pada kegiatan Gebyar PAUD Kota Mataram, di Taman Sangkareang, Selasa (16/10). Sementara itu Walikota Ma- trauma healing. Ia memberikan penyelenggara PAUD. “Dan saya taram, H. Ahyar Abduh, dalam apresiasi yang tinggi dan rasa bangga kepada anak-anak kita sambutannya mengatakan keg- bangga kepada Bunda PAUD yang penuh semangat dan keceiatan ini merupakan bagian dari Kota Mataram dan seluruh riaan,” katanya. (ron)
Unram Buka Peluang Bentuk Prodi Teknik Nuklir Dikbud Lobar Gelar Pelatihan Penyiapan Calon Asesor Akreditasi Sekolah dan Madrasah Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) menggelar pelatihan penyiapan calon asesor akreditasi sekolah dan madrasah. Pelatihan ini bertujuan menyiapkan calon asesor yang profesional dan bermutu dalam melaksanakan akreditasi sekolah. Dengan semakin banyak asesor yang dimiliki Lobar, memudahkan kegiatan akreditasi sekolah sehingga sekolah yang ada di Lobar baik SD dan SMP bisa memiliki nilai akreditasi di atas rata-rata. Dengan demikian program kegiatan dan pembangunan yang dilakukan sekolah bisa ditanggung oleh pusat dan provinsi. Pelatihan yang diadakan senin lalu itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dikbud Lobar M. Hendrayadi, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Haeruddin. Ketua panitia Ahmad Adil, menjelaskan, latar belakang kegiatan pelatihan bagi para calon asesor yang nanti melakukan akreditasi sekolah guna menyiapkan asesor yang bermutu dalam melaksanakan tugas secara profesional. “Sehingga Lobar memilliki tim asesor yang bermutu dan memadai,”jelasnya. Sasaran kegiatan jelasnya, peserta pengetahuan yang cukup dalam akreditasi, terampil dalam menyusun laporkan visitasi dan rekomendasi. Diharapkan para peserta bisa menjadi WTS (writer, trainer, speakers). Sementara Kepala Dinas Dikbud Lobar M. Hendrayadi mengatakan kegiatan pelatihan ini termasuk pertama diinisiasi oleh pihak kabupaten/kota di NTB. Dijelaskan kegiatan ini sebenarnya sebagai pancingan bagi para pengawas agar berkegiatan. “Kita juga menekankan agar mereka bisa mendampingi sekolah pada saat melaksanakan akreditasi oleh Kementerian dan BAN, sehingga sekolah-sekolah di Lobar memiliki nilai akreditasi di atas rata-rata,” kata Hendra. Ia menekankan kepada para calon asesor yang ikut pelatihan mengikuti kegiatan ini agar nantinya mereka bisa menjadi pendamping bagi sekolah, sehingga sekolah di Lobar tidak ada yang memiliki nilai akreditasi C. Dengan Diklat ini juga mereka
(Suara NTB/ist)
BUKA - Kadis Dikbud Lobar M. Hendrayadi saat membuka pelatihan Penyiapan Calon Assesor.
Mataram (Suara NTB) Pemanfaatan tenaga nuklir tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Dibutuhkan upaya pengawasan terhadap pemanfaatan tenaga nuklir agar tak jadi musibah. Untuk itu, dibutuhkan banyak SDM sebagai upaya berkelanjutan agar penggunaan tenaga nuklir tepat sesuai aturan. Melihat pentingnya hal tersebut serta kebutuhan akan SDM di masa mendatang, Universitas Mataram sebagai kampus besar di NTB mulai membuka opsi dibukanya Program Studi Keteknikan Nuklir. Hal ini terungkap saat berlangsung kegiatan diseminasi IPTEK pemanfaatan tenaga nuklir bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Senin (15/10). Wakil Rektor IV Unram Prof. Suwardji, menilai dengan kebutuhan terhadap SDM bidang keteknikan nuklir, maka sewajarnya Unram berani membuka Prodi Keteknikan Nuklir. “Harus ada Prodi Keteknikan Nuklir karena yang lebih penting banyak sekali metodologi atau riset yang menggunakan teknologi nuklir,” kata Suwardji. Dikatakan Suwardji, banyak teknologi saat ini yang bermakna
dan bermanfaat di kehidupan kita. Aspeknya pun sangat luas sekali dalam berbagai bidang, terutama di bidang kedokteran. “Kebutuhan kita karena riset menggunakan teknologi nuklir mulai berkembang seperti di teknik, pertanian, perternakan, kedokteran,” sambungnya. Sebagai upaya serius menjawab keinginan tersebut, saat ini jelas Suwardji, sudah ada tiga orang dosen Unram di bidang keteknikan nuklir. Untuk membuka sebuah Prodi Keteknikan Nuklir, dibutuhkan tambahan tiga orang dosen lagi. Unram pun siap mengirim dosendosen yang ingin belajar keteknikan nuklir agar syarat membuka sebuah prodi dapat terealisasi. “Kita butuh tiga orang lagi yang perlu kita sekolahkan di Cina atau Perancis. Cina juga sudah menawarkan ke kita siapa yang akan belajar,” ungkapnya. Melihat hal demikian, Suwardji menilai pada dasarnya tak ada yang berat, apalagi sudah ada tiga dosen yang basisnya keteknikan nuklir. “Kalau kita tidak belajar dan tidak kembangkan itu kita ketinggalan jauh. Sekarang baru ada di Jogja, Serpong yang kembangkan nuklir”. SelainituSuwardjijugamenyinggung pentingnya NTB mengembangkan lis-
Jepang Buka Seleksi Pertukaran dengan Mahasiswa NTB (Suara NTB/ist)
PELATIHAN - Kegiatan pelatihan penyiapan calon asesor akreditasi sekolah dan madrasah. bisa mengubah kesejahteraannya sebab dengan diangkat asesor mereka bisa diangkat menjadi asesor provinsi dan ditugaskan di kabupaten lain. Sejauh ini diakui, asesor yang dimiliki Lobar terbatas hanya ada 4 orang. Mereka ini yang bertugas menilai sekolah yang diakreditasi, sehingga dengan semakin banyak asesor, maka percepatan untuk menjadi sekolah baik bisa cepat dicapai. Menurutnya, dampak positif jika sekolah berakreditasi A dan B berpengaruh terhadap kegiatan lain, sebab semua kegiatan dan program sekolah serta bantuan diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Termasuk pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi diambil dari sekolah Akreditasi A dan B. Sebaliknya jika sekolah Akreditasi C maka semua kegiatan dan program serta bantuan di tanggung oleh Pemkab. “Tiap bulan itu ada 10 guru yang dipanggil oleh Kementerian Pendidikan,
kalau dipanggil tentu ada nilai lebih bagi guru,” jelasnya. Sejauh ini lanjut dia, sekolah yang memilki nilai akreditasi di bawah B dan C cukup banyak di Lobar. Masa akreditasi ini sendiri ada masa berlakunya, sehingga pembiayaan untuk akreditasi bisa didanai oleh Pemda. Sehingga akreditasi bisa dilaksanakan di sekolah, sebab sejauh ini ada sekolah yang belum dinilai akreditasi. Ditanya minimnya asesor di Lobar, Hendrayadi mengaku, untuk menjadi asesor tidak gampang. Pada pelatihan ini saja dari 100 lebih pengawas hanya 29 yang memenuhi syarat. Mereka ini nantinya menjadi asesor yang nantinya mendampingi sekolah, sehingga para guru tahu apa yang disiapkan untuk akreditasi sekolah. Ia menambahkan setelah pelatihan ini calon asesor ini bisa menjadi asesor, sehingga dalam pelatihan yang diadakan tiga hari ini diundang pembicara dari pihak BAN Jakarta. (her)
Mataram (Suara NTB) Kedutaan Besar Jepang di Indonesia melalui Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan melakukan seleksi calon peserta program “JENESYS 2018 Inbound Program 16th Batch Country: Indonesia (5) Society Peace Building Exchange”. Selanjutnya, UIN Jakarta yang dipercaya Kedubes Jepang melakukan seleksi melalui kampus UIN seluruh Indonesia akan mulai melakukan seleksi dalam waktu dekat. Di NTB, salah satu kampus yang ditunjuk melakukan seleksi adalah UIN Mataram. Direktur Pascasarjana UIN Mataram Prof. Suprapto, menjelaskan, program ini dimaksudkan sebagai pertukaran pelajar atau pemuda untuk mempromosikan saling kesepahaman antara penduduk Jepang dan Asia Pasifik. Tujuan lain program ini ialah sebagai upaya membangun pondasi pertemanan dan kerjasama antar keduanya. Sebelumnya, program ini membidik para pengelola Ponpes di NTB. Namun tahun ini difokuskan pada pelajar dan pemuda yang sedang belajar di jenjang S1, S2, dan S3. Dikatakan bahwa para peserta yang berhasil lulus nantinya akan mengikuti seluruh rangkaian pada 11-18 Desember. (dys)
(Suara NTB/dok)
Suwardji trik tenaga nuklir sebagai sebuah kebutuhan mendesak. Adapun soal bahaya dan tidak berbahaya, dia memastikan pemanfaatan listrik tenaga nuklir aman sepanjang diawasi dengan baik. “Agar NTB dapat maju memang paling NTB butuh listrik tenaga nuklir masalah bahaya atau tidak pasti ada yang penting ada pengawasan. Kalau NTB mau maju memang tidak mudah harus dikaji,”. (dys)
Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Diberikan Pendampingan Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 65 SD dan 13 SMP di Kota Mataram yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 sebelumnya, saat ini sudah melaksanakan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru ini. Pihak Dinas Pendidikan Kota Mataram melakukan pendampingan sebagai tahap terakhir proses penerapan Kurikulum 2013. “Kurikulum 2013 sudah jalan semua di seluruh sekolah di Kota Mataram. Sekarang tahap terakhir sedang pendampingan Kurikulum 2013,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohamad Sidik, M.MPd., ditemui pekan kemarin. Sebanyak 65 SD dan 13 SMP itu merupakan sekolah negeri dan swasta. Pihaknya sudah memberikan pelatihan untuk guru terutama bagi guru yang sebelumnya masih menerapkan pembelajaran kurikulum 2006. Di Kota Mataram semua sekolah jenjang pendidikan
dasar sudah menerapkan kurikulum 2013. Sebelum memasuki tahun ajaran baru ini, 13 SMP dan 65 SD di Kota Mataram belum menerapkan Kurikulum 2013. Saat ini semua sekolah sudah menerapkannya. Sidik sebelumnya menjelaskan terhitung pada 1 Juli lalu semua sekolah harus menerapkan kurikulum 2013. Ia menegaskan, memang berdasarkan program pemerintah di tahun ajaran 2018/2019 semua sekolah menerapkan kurikulum 2013. “Tahun ajaran baru semua sekolah menerapkan kurikulum 2013,” kata mantan Kepala SMPN 5 Mataram ini. Sebelumnya ia mengatakan, secara prinsip tidak ada kendala berarti dari penerapan Kurikulum 2013. Hanya perlu penguatan dan pemantapan. Selain itu juga perlu penambahan waktu untuk Kurikulum 2013. Di mana jam belajar kurikulum 2013 lebih banyak dibanding Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. (ron)
SUARA NTB
Rabu, 17 Oktober 2018
Tim Sepak Takraw NTB Tak Berani Sesumbar Mataram (Suara NTB) Tim cabang olahraga sepak takraw NTB tak berani sesumbar mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) IV yang akan berlangsung di Mataram, 22-27 Desember 2018. Mereka tak berani pasang target medali emas, hanya berharap meraih tiket menuju Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) di Papua tahun 2019 sudah bagus. “Kami tak ingin memasang target medali emas. Harapan atlet kami bisa lolos Popnas sudah bagus”ucap Ketua Bidang Organisasi Pengprov Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) NTB, M.Jufri kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (16/10) kemarin. Dikatakannya, alasan Pengprov PSTI NTB tak berani memasang medali emas untuk timnya karena tim sepak takraw NTB belum pernah menorehkan prestasi sepanjang mengikuti Popwil. Terkahir tampil di Popwil di Malang, Jawa Timur (Jatim) tahun 2016, tim sepak takraw NTB meraih peringkat empat besar nasional dari delapan provinsi yang ambil bagian. Sementara itu Popwil yang akan berlangsung di Mataram tanggal 22-28 Oktober 2018 diapastikan akan melibatkan tujuh tim. Tim sepak takraw tuan rumah NTB bertekad meraih tiket Popnas alias target medali perak. Jufri merasa optimis tim NTB berpeluang meraih medali perak, pasalnya dengan menjadi tuan rumah tim sepak takraw NTB akan sangat diuntungkan. Pasalnya akan didukung langsung oleh masyarakat NTB. “Karena Popwilnya di NTB kami rasa tim NTB berpeluang merebut medali perak. Soalnya NTB akan diuntungkan karena didukung suporter mayoritas masyarakat NTB,” jelasnya. Ditanya soal nama-nama atlet yang akan perkuat tim sepak takraw NTB di Popwil, Jufri tidak hafal. Meski demikian Jufri mengungkapkan bahwa terdapat sembilan atlet yang akan mewakili NTB di Popwil. Sembilan atlet yang dijaring melalui Popda NTB bulan Juli lalu itu akan turun di kelas beregu putra. Masingmasing atlet dibagi tiga tim, yakni tim satu, dua dan tiga. (fan)
Konversi Mitan Belum Jelas Dompu (Suara NTB) – Konversi mitan ke gas LPG 3 Kg masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah daerah. Pasalnya, sejak dirampungkan persyaratan ke kementerian tahun 2014 lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda akan direalisasikan. Disperindag sebagai instansi teknis tak berani mengintervensi, melainkan hanya bisa menunggu keputusan pusat. Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Dompu, H. Iskandar kepada Suara NTB tak menampik rencana peralihan mitan ke gas LPG bersubsidi tersebut belum sama sekali ada kejelasan. Padahal, syarat berupa data calon penerima bantuannya sudah rampung empat tahun lalu. “Sampai sekarang belum ada kabar karena dari pusat belum ada pelimpahan,” kata dia di ruang kerjanya, Selasa (16/10). Belum diketahui pasti alasan pemerintah pusat tak kunjung merealisasikan program tersebut. Jika dilihat dari gejolak di lapangan terkait tingginya harga mitan saat ini maka sudah saatnya dikonversi. Untuk mendesak, lanjut Iskandar, Disperindag tak memiliki kewenangan penuh karena peralihan itu merupakan kebijakan pusat. Karena alasan itu juga Disperindag hanya bisa menunggu pelimpahan sambil mempersiapkan calon-calon agen LPG di wilayah ini. “Kalau kita intervensi hanya sekedar saja, jadi sampai sekarang ini kita hanya bisa menunggu,” ujarnya. Ditegaskan, dari total jumlah penduduk yang ada Kementerian ESDM hanya meminta 80 persen atau 46000 orang calon penerimanya, itupun dikhususkan bagi masyarakat kalangan manapun yang masih mengandalkan subsidi mintan untuk keperluan rumah tangganya. Sementara mereka yang selama ini memanfaatkan LPG 12 Kg tidak akan mendapat jatah bantuan tersebut. “Jadi tidak dilihat bagaimana tingkat ekonomi orang, kalau dia pakai minyak tanah wajib konversi,” jelasnya. Diakui, rencana konversi mitan ke gas LPG tersebut disambut antusias oleh masyarakat, itu ditandai beberapa calon agen sudah mulai mengurus izinnya. Pun demikian dengan Disperindag yang menginginkan agar program tersebut segera terealisasi dengan alasan sulitnya mengendalikan permainan harga mitan oleh oknum-oknum pangkalan. Parahnya, ungkap Iskandar, meski di papan informasi para pangkalan mitan sudah tertera Harga Eceran Tertinggi (Het) barang subsidi tersebut mereka tetap saja mematok harga penjualannya jauh melampaui Het. “Makanya saya senang dengan rencana konversi ini biar nanti kita bisa selekstif memilih calon agen-agen,” pungkasnya. (jun)
Nurul Bakal Absen di Porprov NTB 2018 Mataram (Suara NTB) Pengurus KONI Kota Bima kemungkinan akan kecolongan satu medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, di Mataram, 9-17 Desember 2018. Pasalnya, atlet nasionalnya, Nurul Iqamah yang merupakan atlet unggulan NTB bakal absen di Porprov NTB 2018. Alasannya, atlet peraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) itu akan fokus mengikuti Pelatnas. “Nurul Iqomah kemungkinan tidak bisa tampil di Porprov NTB 2018, soalnya dia harus fokus ikut Pelatnas persiapan SEA Games 2019,” ucap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) NTB, Adi Hendra Susanto kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (16/10). Selain fokus menjalani Pelatnas, Nurul Iqomah juga tengah fokus mempersiapkan diri
mengikuti event-event internasional pada di akhir tahun ini. Sehingga besar kemungkinan pihak Pengurus Besar (PB) FPTI melarang Nurul tampil di event regional NTB. “Kemungkinan pihak Pelatnas melarang Nurul ikut Porprov NTB, karena Nurul akan dipersiapkan mengikuti eventecent internasional,” jelasnya. Menurut Adi, absennya Nurul Iqomah di Porprov NTB 2018 bakal merugikan KONI
bawa, Drs. H. Arif M.Si, Selasa (16/10) kemarin. Potensi di wilayah perbatasan Sumbawa dengan Dompu perlu dimaksimalkan. Masyarakat mengusulkan agar dibangun lapak di Labuan Jambu yang kemudian kita tindaklanjuti saat ini. “Kita akan bangun delapan unit untuk lapak kuliner,”terangnya. Kebetulan Labuan Jambu, merupakan daerah pesisir
Taliwang (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), akan melakukan eveluasi menyeluruh aktivitas bongkar batu bara di dermaga Labuhan Lalar. Hal ini sengaja dilakukan, pasalnya dari awal aktivitas pengangkutan dilakukan masyarakat di desa setempat sudah menolak karena alasan kesehatan. Kepala Dishub KSB, Ir. H. Muslimin HMY M. Si kepada Suara NTB, Selasa (16/10) tidak menampik kondisi tersebut, untuk itu pihaknya dalam waktu akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aktivitas bongkar batu bara di dermaga tersebut. Salah satunya yakni masalah debu dari batu bara pada saat dipindahkan ke dalam truk pengangkut dari kapal tongkang. Selain masalah itu, sisa bongkar dari batu bara juga telah menjadikan air laut di sekitar dermaga sempat menghitam. Untuk itu perlu ada evaluasi, sehingga saat pelaksanaan pembongkaran tahap kedua nanti tidak terjadi lagi penolakan oleh masyarakat. “Harus kita akui memang aktivitas pembongkaran batu bara tahap pertama menimbulkan masalah bagi masyarakat. Makanya kita akan mencari solusi terbaik untuk itu sehingga tidak menjadi masalah lagi ,” ungkapnya. Dikatakannya, memang tahap uji coba pembongkaran banyak masalah yang ditimbulkan. Karena pada hakikatnya dermaga ini (Labuhan Lalar) baru akan disandarkan oleh kapal tongkang yang ukuranya lebih besar. Hasil evaluasi ini nantinya, akan diupayakan sebagai dasar per-
baikan pelayanan di tahapan pembongkaran batu bara selanjutnya. Apalagi Pemerintah secara tegas tidak akan memindahkan proses bongkar batu bara dari dermaga Labuhan Lalar. Hal ini dilakukan, karena jika bongkar batu bara tidak di Lalar, maka dermaga ini akan kembali mangkrak. Tentu hal itu sangat tidak diinginkan terjadi karena dampaknya akan tidak baik terhadap pemanfaatannya. “Kita tidak akan pindahkan proses bongkar batu bara ke lokasi lain karena jika itu terjadi maka dermaga ini akan kembali mangkrak. Kita juga akan berupaya mencari jalan keluar terhadap persoalan yang ada saat ini,” ungkapnya. Ditambahkannya, bisa jadi dengan hasil evaluasi yang akan dilakukan nantinya, akan ada sarana yang perlu ditambah dan harus diperbaiki. Karena informasi terbaru, minggu depan batu bara untuk PLTU Kertasari akan kembali sandar di dermaga Labuhan Lalar. Hanya saja pihaknya meminta agar dilakukan penundaan sementara waktu karena harus ada evaluasi hasil uji coba tahap pertama. Jika tetap akan dipaksakan sandar di minggu depan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru dan keresahan di masyarakat. Akibat kondisi itu, aktivitas pembongkaran juga akan terganggu dan tidak akan maksimal. “Sebenarnya tongkang yang membawa batu baru sudah mulai sandar minggu depan. Tetapi kami sengaja menunda dulu supaya sarana yang masih belum maksimal bisa kita lengkapi dan tidak ada lagi penolakan dari masyarakat,” tukasnya. (ils)
pantai dengan potensi ikan dan keindahan lautnya. Sehingga masyarakat yang melewati wilayah tersebut bisa sekalian beristirahat makan ikan bakar atau kuliner lainnya sambil menikmati pantai. “Ini juga bisa menciptakan wirausahawan baru sekaligus mengurangi pengangguran,” kata Arif. Untuk masyarakat penerima bantuan Lapak ini sepenu-
hnya menjadi kewenangan desa setempat. Sebab merekalah yang lebih menegtahui kondisi desanya. Apalagi saat ini untuk Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) sudah menjadi kewenangan Camat di wilayah setempat. Lapak ini hanya sebagai contoh dan stimulan dari Pemkab. Kalau bisa berkembang, maka tentu akan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk bergerak secara swadaya. (arn)
HUT KONI Ke-80, Momentum Perkuat Kinerja
(Suara NTB/fan)
H. Andy Hadianto
Kota Bima. Pasalnya dengan absennya Nurul KONI Kota Bima akan kecolongan medali emas yang pernah direbut Nurul di Porprov NTB tahun 2014. Untuk diketahui Nurul merupakan atlet terbaik NTB, dia selalu menjadi kebanggaan NTB karena Nurul selalu berprestasi di event nasional hingga internasional. Belum lama ini, Nurul berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Internasional
(Suara NTB/ist)
Nurul Iqamah Panjat Bebing di Cina. Selain itu, Nurul juga berhasil mendulang medali emas di kejurnas panjat tebing di Jawa Timur
(Jatim) 2017 dan mendulang medali emas di Kejuarnas PraPON 2015 serta medali perunggu di PON 2016. (fan)
KSB akan Evaluasi Proses Bongkar Batu Bara
Diskoperindag Bangun Lapak di Wilayah Timur Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Akhir tahun ini, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa, membangun delapan unit lapak di Labuan Jambu, ujung timur Sumbawa. Untuk membentuk wirausahawan baru. Sekaligus untuk pertumbuhan kawasan tersebut. Demikian disampaikan Kepala Diskoperindag Sum-
Halaman 11
Mataram (Suara NTB) – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) KONI ke-80 tahun 2018 dengan melakukan ziarah ke Makam Pahlawan di Majeluk Mataram, pukul 09.00 Wita, Senin (15/ 10/2018). Melalui momentum hari jadi KONI itu, KONI NTB berharap dapat memperkokoh kinerja KONI NTB dalam memajukan prestasi olahraga di NTB. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto kepada Suara NTB, usai menggelar Upacara di Makam Pahlawan Majeluk. “Kita harapkan kinerja KONI NTB dalam membina dan meningkatkan prestasi olahraga semakin kuat dan kokoh. Ajang PORPROV ini akan menjadi gelaran penting untuk menyongsong PON Papua tahun 2020,” ucapnya. Sebelum menggelar upacara, seluruh pengurus KONI NTB berkumpul di kantor sekretariat KONI. Selanjutnya mereka berjalan ke Makam Pahlawan yang berjarak sekitar 600 meter dari Kantor Sekretariat KONI NTB Jln. Bung Hatta Nomor 3 Pejanggik Mataram. Di Makam Pahlawan, Ket-
ua Umum KONI NTB, H Andy Hadianto, memimpin upacara yang diniatkan untuk penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan negeri ini dalam membangun kemerdekaan. Seusai upacara, pimpinan KONI NTB bersama pengurus KONI lainnya melakukan tabur bunga. Andy berharap dari momentum HUT KONI itu dapat menjadikan pengurus KONI semakin padu dan kinerja KONI NTB semakin ditingkatkan. Lebih-lebih dalam dua bulan mendatang, yakni Desember 2018, KONI akan disibukkan dengan penyelenggaran Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke X di Mataram. KONI NTB sendiri telah meluncurkan secara logo Porprov NTB di Kawasan Wisata Madalika Kute Loteng belum lama ini. Peluncuran logo Porprov NTB itu sebagai bukti keseriusan KONI NTB untuk menyelenggaraan event empat tahunan itu. Hasil Porprov NTB 2018 diharapkan mampu melahirkan para atlet-atlet berprestasi, sehingga KONI NTB mampu meloloskan atlet sebanyak-banyaknya di Pra-PON dan meraih target 17 medali emas di PON tahun 2020. (fan/*)
(Suara NTB/fan)
TAK LAYAK - Inilah fasilitas di arena panjat tebing untuk pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Gelanggang Pemuda Mataram, 9-17 Desember 2018. Peralatan di arena ini tak layak untuk Porprov NTB 2018.
Peralatan Tanding Panjat Tebing Tak Layak Digunakan di Porprov Mataram (Suara NTB) Panjat tebing merupakan salah satu dari 27 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, 9-17 Desember 2018. Menjelang ajang multi event regional itu, pengurus panjat tebing mengungkapkan soal kelayakan peralatan tanding panjat tebing yang tak layak lagi digunakan untuk event Porprov. Ketua Bidang Pembinanaan Prestasi (Binpres) Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia (FPTI) NTB, Adi Hendra Susanto yang ditemui Suara NTB, Minggu (14/10) mengatakan sarana olahraga panjat tebing Gelanggang Pemuda Mataram masih bisa digunakan untuk pertandingan Porprov NTB. Hanya saja peralatan olahraga yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB itu masih terdapat kekurangan. Terutama untuk peralatan pertandingan sudah tidak layak digunakan dipertandingan Porprov NTB. Terkait kondisi peralatan yang tak layak digunakan di Porprov NTB 2018, pihak-
nya menyarankan Panitia Porprov NTB untuk menyediakan peralatan tanding yang baru. Hal itu penting untuk kelancaran penyelenggaraan Porprov NTB 2018. Menurutnya, peralatan panjat tebing yang tak layak digunakan untuk pertandingan Porprov itu adalah tali, runner, matras, point panjat, dan masih ada lagi yang tak bisa disebutkan satu-persatu. Peralatan yang tak layak dipakai itu kata Adi sudah lama dipakai, yakni digunakan sejak Porprov NTB 2014. “Hampir semua peralatan pertandingan tak layak lagi
dipakai. Pasalnya peralatan tersebut pengadaan terakhir tahun 2014,” ucapnya. Mengingat peralatan tanding sudah tak layak digunakan, pihak FPTI NTB mengajukan peralatan baru untuk mendukung pertandingan panjat tebing di Porprov 2018. “Kami sudah mengusulkan di panitia Porprov NTB terkait peralatan tanding yang sudah tak layak dipakai Porprov NTB 2018. Kami ingin panitia Porprov NTB menganggarkan pembelian peralatan yang baru,” harapnya. (fan)
SUARA NTB
Rabu, 17 Oktober 2018
Pemkot Tolak Tes CPNS Sistem UNBK Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram menolak pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) seperti halnya pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas (UNBK). Penolakan ini setelah adanya peraturan Badan Kepegawaian Nasional mengeluarkan kebijakan 81 kabupaten/kota menggunakan sistem UNBK. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menegaskan, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengundang 81 kabupaten/kota, termasuk Kota Mataram untuk menjelaskan penolakan terhadap pelaksanaan tes CPNS menggunakan UNBK. Pihaknya menjelaskan, sistem Computer Asisted Test
(CAT) telah dipersiapkan. Bahkan, dianggarkan melalui APBD. “Akhirnya kita diundang. Dan, sudah kami jelaskan. Saat dinterview kembali ke sistem CAT,” kata Nelly dikonfirmasi, Selasa (16/10). Pemkot Mataram sejak jauh hari mempersiapkan pelaksanaan ujian kompetensi dasar
menggunakan sistem CAT. Pihaknya, berkoordinasi dengan UPT Kantor Regional BKN X Denpasar untuk meminjam komputer. “Sudah siap semua,” ujarnya. Dia bersyukur BKN menyetujui pelaksanaan tes tulis menggunakan sistem komputer. Terkait pelaksanaan tes, disepakati pelaksaan tes dimulai tanggal 5 November mendatang. Khusus pelamar CPNS di Kota Mataram akan dilakukan penyesuaian. Penyesuaian ini berkaitan dengan penggunaan fasilitas komputer. “Mungkin didahului instansi vertikal. Baru kemudian Kota Mataram,” tambahnya. Sampai penutupan pendaftaran pukul 23.59 Wita pada Senin (15/10), pelamar mencapai 7.216 orang. Belum diketahui berapa jumlah pelamar yang memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS). Tim sedang bekerja memverifikasi berkas pelamar. “Insya Allah, hari Jumat sudah bisa kita sampaikan hasilnya,” demikian kata dia. (cem)
Halaman 12
Barisan KH. Ma’ruf Amin Terbentuk di NTB Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum Barisan Kyai Ma’ruf Amin, Lalu Winengan mengatakan dirinya bersama sejumlah tokoh dan elemen mempelopori terbentuknya Barisan Kyai Ma’ruf Amin sebagai tanda bakti cinta kepada kyai dan ulama di NTB. Organisasi ini tidak bersifat partisan yang terkait dengan momentum pilpres 2019 . “Barisan Kyai Ma’ruf Amin sebagai wahana memperkuat tali silaturahmi antara ulama dan umara .Sekaligus sebagai wadah untuk menangkal isu yang memojokkan ulama atau Hoax,” ujar Lalu Winengan dalam acara jumpa pers , Selasa (16/10) di Mataram . Tampak hadir sejumlah tokoh di antaranya H.M. Syamsul Luthfi, caleg DPR RI partai Nasdem, Sami Tariq, mantan Ketua Partai Nasdem NTB, Lalu Fatahillah, Irfan, dan lainnya. Lalu Winengan menambahkan, Barisan Kyai Ma’ruf hanya ada di Lombok, tidak membentuk cabang di luar NTB. Ini murni gerakan
(Suara NTB/ist)
MENANGKAL HOAX - Barisan Kyai Ma’ruf Amin yang terbentuk untuk memperkuat silaturahmi antara ulama dan umara, sekaligus sebagai wadah untuk menangkal isu yang memojokkan ulama atau Hoax. swadaya para umara yang mencintai Kyai dan Ulama yang selama ini memiliki peran penting menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah maupun menjaga toleransi antar umat beragama. “Tidak ada agenda politik berupa kampanye, tidak ada pilih memilih dalam Pilpres. Barisan Kyai Ma’ruf Amin murni untuk silaturahmi antar umat,” lanjut Lalu Winengan didampingi Syamsul Luthfi yang juga kakak kandung TGB.
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.5502 BQ NOKA/NOSIN MH1JBC111AK823513/ JBC1E182703 AN.A.RUSLAN VIRLANDA HLG DSKTR JL.LINGKAR SELATAN KOTA MATARAM. HLG STNK R2 HONDA DR.4505HH NOKA/NOSIN MHIJF9118BK497895/JF91E1493527 AN.LALU RUSMAYADI HLG D’SKTR JL.RAYA TANJUNG GUNUNG SARI.
Selain itu Lalu Winengan mengajak semua ummat di NTB untuk menyambut dan memeriahkan kunjungan Kyai Ma’ruf Amin ke Lombok tanggal 26 Oktober 2018 mendatang. Salah satu jadwal kunjungan Kyai Ma’ruf selama di Lombok adalah mengunjungi makam Maulana Syeikh TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid serta acara silaturahmi khusus dengan PBNW di Pancor. “Kyai Ma’ruf akan ke Pancor untuk bersilaturahmi dan mengadakan pengajian bersama dengan jemaah NW maupun Tuan Guru,” bebernya. Selama di Lombok, Kyai Ma’ruf Amin melaksanakan shalat Jumat berjamaah di
masjid Pancor lalu berlanjut silaturahmi ke Ponpes NW. Hari berikutnya tanggal 27 Oktober 2018 menuju Kota Mataram bertemu dengan jemaah barisan cinta KH. Ma’ruf. Berikutnya dijadwalkan akan ada pertemuan di kediaman Saudara H. Farid karena beliau selaku Pembina barisan KH. Ma’ruf NTB atau pertemuan dilaksanakan di hotel Santika Mataram. Setelah itu menuju Ponpes Haramaian menemui Ketua Ponpes, untuk selanjutnya menuju Ponpes Bonder dengan agenda memberikan santunan anak yatim piatu di mana seluruh bantuan berasal dari Barisan Kyai Ma’ruf. (038/*)
RUPA-RUPA
SALON
DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273
RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848
Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
q
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa(setrika waja h ) : M n g n c a n g k n Kulit,Mngurangi Kriput, flek, Komedo,Mcrhkan Kulit,Mngangkt Klopak Mata,Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment k Rmh Anda Min.2org, ,Jl.Lalu Mesir,Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
SALON
PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAHFULLFURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Rabu, 17 Oktober 2018
Halaman 13
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
SUARA NTB
Rabu, 17 Oktober 2018
RADIO
Halaman 14
RADIO
RAGAM
SUARA NTB Rabu, 17 Oktober 2018
MRI NTB Kirim Relawan ke Palu Mataram (Suara NTB) Meski Lombok salah satu daerah yang tedampak gempa, namun aksi kemanusiaan tak akan berhenti di Lombok. Itulah yang diungkapkan komandan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) NTB, Romi Saefudin saat melepas lima relawan Lombok untuk membantu aksi kemanusiaan di Palu pada Senin (15/10). Romi mengatakan, keberangkatan Relawan MRI ini merupakan salah satu bentuk dari respons cepat ACT terkait bencana Palu. Karena saat ini palu masih dalam kondisi tanggap darurat, sementara Lombok sudah berada dalam tahap recovery. “Jadi Lombok yang sedang masa pemulihan, tidak akan kita lupakan. Meski begitu, ACT tidak bisa mengabaikan Palu. Jadi keduanya harus dibantu,” paparnya. MRI yang merupakan bagian dari ACT saat ini sudah mengerahkan begitu banyak relawan. Baik relawan yang berada di sekitar Palu, hingga relawan yang selama ini berada di Lombok dalam masa tanggap darurat beberapa waktu yang lalu. Keberangkatan relawan ini, diharapkan Romi dapat menjadi tambahan tenaga bagi relawan yang sudah sejak awal di Palu. Karena ada beberapa relawan yang tidak sempat istirahat. “Sudah berbulan-bulan di Lombok, langsung ditugaskan ke Palu. Itu yang buat kami bangga dengan mereka. Ketenangan serta tenaga yang kuat, seolah tak habis di dalam diri mereka,” paparnya. Selain itu, MRI NTB juga rencananya akan terus menambah relawan untuk diberangkatkan ke Palu. Namun dengan kondisi Lombok yang masih dalam masa pemulihan, relawan lokal sangat dibutuhkan perannya. Sehingga, timnya saat ini akan berupaya untuk menggerakkan relawan lokal yang ada di Lombok. Terlebih beberapa relawan dari luar daerah sudah ditugaskan fokus untuk Palu. “Jadi relawan yang berangkat ini sudah memiliki keahlian dalam rescue dan sudah terlatih. Jadi tak sembarang relawan kita kirimkan. Sedangkan untuk recovery, kita butuh relawan yang paham pembangunan ekonomi, dan Alhamdulillah saat ini sedang bekerja di posko-posko ACT di setiap wilayah,” ungkapnya. Sementara itu, Branch Manager ACT NTB yang sekaligus menjadi Pembina MRI NTB, Lalu Muhammad Alfian yang turut melepas keberangkatan relawan, berpesan agar para relawan dapat menjaga diri dengan baik. Karena berada di medan bencana bukanlah sesuatu hal yang mudah. Karena pasokan bahan makanan pokok, kondisi lingkungan yang sudah tak stabil, hingga kemungkinan adanya gempa susulan, menjadi hal yang harus terus diantisipasi. “Oleh karena itu, cara mengatasinya hanya dengan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Sehingga kejadian-kejadian yang tak diinginkan di lapangan, segera diatasi,” pesannya. (act/*)
Halaman 15
Rajawali Foundation Salurkan Bantuan, Ajak Murid SD di Lobar Bercerita Giri Menang (Suara NTB) Rajawali Foundation kembali menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Lombok Barat (Lobar). Kali ini Rajawali Foundation menyerahkan bantuan kepada sekolah-sekolah di Lobar yang terkena dampak bencana. Selain bantuan menyalurkan bantuan, pihak Rajawali juga mengajak ratusan murid dari dua Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kawasan Kabupaten Lombok Barat bercerita dengan tema “Kita Bercerita”. Kegiatan ini digelar di SDN 1 Mekar Sari dan SDN 1 Penimbung Kecamatan Gunung Sari, Lobar, Selasa (16/10). “Dalam kegiatan ini, sukarelawan akan menghibur anak-anak korban gempa, di antaranya dengan membawakan cerita tentang keragaman Indonesia menggunakan boneka tangan dan buku cerita,”
ungkap Managing Director Corporate Affairs and Business Development Rajawali Corporate, Satrio Tjai. Selain bercerita, anak-anak yang hadir diajak melakukan yel-yel dan bernyanyi. Kita bercerita juga memberikan hadiah hiburan kepada sebagian adik-adik yang hadir. Menurut Satrio, metode penanganan berdasarkan kebutuhan korban dan pemulihan bencana terdiri dari tiga aspek penting dalam korban, yaitu emosional, intelektual, dan spiritual, yang diharapkan mampu memulihkan kondisi korban bencana secara menyeluruh. Untuk pemulihan trauma sendiri ada dua cara, yaitu pemberian obat dan terapi psikis.”Kita Bercerita lebih masuk kepada pemulihan dengan aspek emosional dan intelektual dengan metode terapi psikis melalui terapi
(Suara NTB/her)
BERCERITA - Rajawali Foundation melaksanakan kegiatan Kita Bercerita bagi ratusan murid sekolah di Lobar, Selasa (16/10). bermain, yaitu memanfaatkan medium permainan dan tarian guna mengekspresikan emosi si anak,” terangnya.
Realisasi Transfer Rp1 Triliun Dari Hal. 1 Ir. Harmensyah, MM dikonfirmasi usai rapat percepatan pencairan bantuan stimulan korban gempa di Kantor Gubernur, Selasa (16/10) sore. Ia menegaskan, perbaikan rumah korban gempa NTB sudah ada dananya. Untuk pencairan dana bantuan tersebut memang ada proses yang harus dilalui. Mulai dari proses verifikasi rumah yang rusak, pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) hingga pencairannya. Untuk pencairan dana bantuan stimulan tersebut, kata Harmensyah sudah disederhanakan. Dari semula 17 lembar menjadi satu lembar. Pencairan dana bantuan stimulan tersebut tinggal ada tandatangan Ketua Pokmas dan
pejabat. Pembuat Komitmen (PPK) BPBD kabupaten/kota, uang sudah dapat dicairkan. ‘’Itu sudah punya dananya, tinggal dibentuk kelompok masyarakat supaya segera dicairkan oleh BRI. Ndak ada yang sulit. Sekarang, tinggal kabupaten/kota percepat verifikasi. Presiden sudah instruksikan enam bulan selesai. Kita minta segera selesaikan verifikasi,’’ ujarnya. Terhadap Pemda yang sudah selesai melakukan verifikasi, kata Harmensyah, BNPB sedang mengusulkan ke Kementerian Keuangan untuk proses transfer dananya. Ia menyebutkan, BNPB sudah menstransfer dana stimulan sampai tahap III mencapai Rp1 triliun. ‘’Tahap pertama harus segera dicairkan dalam satu sampai dua hari ini. Kita
BNPB, berapa yang diusulkan daerah kita proses ke Kementerian Keuangan. Tahap V dalam proses. Selesai verifikasi kabupaten/kota kita proses lagi,’’ terangnya. Tiga kabupaten/kota yang diminta segera menuntaskan proses verifikasi adalah Lombok Utara, Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat. Jika proses verifikasi sudah selesai, ia memastikan dana bantuan stimulan perbaikan rumah korban gempa di NTB segera ditransfer. ‘’Kita sedang usulkan lagi ke Kementerian Keuangan tahap IV sebanyak 26.000 unit lagi. Kemudian sedang kita proses lagi 74.000 unit untuk segera kita ajukan. Kesiapan pendanaan, pemerintah pusat ada dananya. Tinggal kecepatan kita di daerah,’’ ucapnya. (nas)
Pencairan Dana Bencana untuk 10.791 Unit Harus Beres Dari Hal. 1
(Suara NTB/Humas ACT NTB)
BERANGKAT - Relawan ACT NTB diberangkatkan dari Bandara Internasional Lombok Senin (15/10) kemarin.
Praktik ’’Fee’’ Proyek Diduga Terjadi di DPRD Lobar dan KLU Dari Hal. 1 Kasus Muhir membuka tabir dugaan perilaku yang sama oleh oknum anggota DPRD lainnya. ‘’Selain laporan masyarakat dan temuan di DPRD Kota Mataram, kami juga punya temuan indikasi praktik yang sama di Lombok Utara dan Lombok Barat. Itu ada data dan informasinya di kami,’’ ungkap Kajari Mataram, Dr. I Ketut Sumedana, SH.,MH, Senin (15/ 10). Hanya saja tidak dirinci siapa saja oknum di maksud, baik di DPRD Kota Mataram, KLU maupun Lobar. ‘’Apapun yang disampaikannya, bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dengan cara diproses lebih lanjut ke pidana.’’ Praktik lazim namun mengandung unsur pidana permintaan fee proyek itu, menurut Kajari sasarannya eksekutif atau OPD pemilik proyek. Dengan kewenangannya, oknum anggota dewan yang merasa berjasa atas golnya proyek, menagih dan bahkan ada kesepakatan soal fee dengan eksekutif maupun rekanan. Ini jelas menurutnya tindak pidana mengarah ke dugaan pemerasan, suap dan atau gratifikasi. Praktik lain yang ditemukannya, meminta jatah persentase dari pagu dana proyek. Mantan jaksa KPK ini dengan gamblang mengungkap praktik ini. Oknum dewan bisa meminta jatah yang dipotong dari total pagu anggaran proyek fisik maupun non fisik. ‘’Jadi bukan minta success fee saja, tapi persentase dari pagu anggaran proyek. Bisa dibayangkan, proyek yang tadinya 100 persen anggarannya, bisa jadi yang turun hanya 60 persen. Lha, 40 persennya dibagi ke oknum, termasuk keuntungan kontraktor. Kontraktor mana ada yang mau rugi,’’ tegasnya soal praktik bancakan anggaran negara itu. Pihaknya yang juga punya kewenangan pendampingan proyek melalui TP4D, bisa melihat dampak secara fisik, baik mutu dan kualitas dari proyek yang turun ke masyarakat. ‘’Jelas hasilnya buruk. Cepat rusak. Iya lah, karena sebagian anggarannya dipotong,’’ katanya. Tidak saja instansi pemilik proyek, juga masyarakat yang harusnya menikmati pembangunan dari dana pajak turut menjadi korban. Kualitas pelayanan akan buruk dipengaruhi oleh kualitas bangunan yang buruk. Karena jika dikerjakan dengan main main, maka menurut Kajari, secara struktur
fisik akan mudah rusak. Apakah temuan jaksa ini bisa diproses ke pidana? Menurutnya bisa saja dilakukan proses hukum. ‘’Tapi tunggu momentum dulu. Kita masih fokus kasus Muhir,’’ jelasnya. Kajari sementara ini hanya mengingatkan para politisi dengan berbagai latarbelakang partai itu agar menghentikan praktik tersebut. Karena tujuannyahanyamenguntungkansecara personal, tapi dampaknya merugikan masyarakat. ‘’Saya ingatkan itu, jangan main maindenganproyek.Sudahada contohnya (kasus Muhir),’’ tegasnya mengingatkan. Terkait temuan Kejari Mataram ini saat dikonfirmasi, Sudirsah Sujanto, Wakil Ketua II DPRD KLU hanya pasif, sambil menunggu materi penjelasan Kajari. ‘’Iya. Kita tunggu berita turun dulu. Biar tidak salah komentar,” jawabnya singkat. Sementara itu unsur pimpinan DRPD Lobar H Sulhan Mukhlis mengatakan terkait permasalahan anggaran tak dipungkiri banyak isu dan kecurigaan-kecurigaan. Tentu Kejaksaan yang memiliki kewenangan, otomatis melakukan pendalaman yang dinilainya wajar. Sebab hal itu menjadi tugas APH. ‘’Tinggal lihat indikasinya seperti apa, memang tugas APH itu seperti itu. Wajar. Jangan sampai kita menghalangi proses itu sebab itu bagian tugas dari bapak-bapak APH,’’tegasnya. Dari sisi pembahasan anggaran jelasnya legislatif dan eksekutif jelas mekanisme yang dilaksanakan. Dalam proses ini pihak dewan dan Pemda tak berani keluar dari rel regulasi yang ada. Perkara ada keterlambatan pembahasan anggaran (APBD-P), diakui karena ada faktor seperti bencana alam. Kalau di luar dari mekanisme anggaran, apalagi ada bicara masalah komitmen fee untuk kepentingan peronsal pihaknya tidak berani. Kecuali komitmen untuk kepentingan masyakarat. Komitmen ke personal menurutnya susah dibuktikan juga. ‘’Tapi kalau APH menjadi tugasnya mengawasi jalannya penegakan hukum baik di legislatif dan eksekutif, itu wajar memang tugas beliau,’’ pungkas Sulhan. (ars/ari/her)
Sedangkan buku tabungan yang belum terbit sebanyak 83.453 buah. Dari 10.791 unit rumah yang sudah siap dananya di BRI, jumlah Pokmas yang terbentuk baru 472 dengan jumlah 3.665 KK. Dengan rincian Kota Mataram 9 Pokmas, Lombok Barat 11 Pokmas, Lombok Utara 5 Pokmas, Lombok Tengah 43 Pokmas, Lombok Timur 176 Pokmas, Sumbawa 35 Pokmas dan Sumbawa Barat 193 Pokmas. ‘’Sekarang 10.791 penerima, dananya sudah masuk ke rek-
ening. Ini dikejar dulu supaya segera cair,’’ ujar gubernur. Untuk pencairan dana bantuan stimulan tersebut, kata gubernur tinggal tandatangan Ketua Pokmas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPBD kabupaten/kota. Untuk mengejar pencairan dana sebanyak itu, sekarang sudah ada desk di BRI. Di mana PPK sudah ada di sana. Begitu Pokmas datang, maka dananya sudah dapat dicairkan. ‘’Sehingga tak ada proses ribet. Mulai hari ini sudah bisa dicairkan. Tinggal tandatangan Ketua Pokmas dan PPK. PPK sekarang ada di BRI,’’
ujarnya. Menurut Dr. Zul, jika dana tahap pertama sudah cair maka akan mempermudah pencairan tahap berikutnya. Ia mengatakan, proses pencairan tahap berikutnya tak akan dapat dilakukan jika tahap pertama saja belum selesai. ‘’Hari Kamis Presiden (rencananya) datang, tadinya hari Rabu besok. Kita diberi kesempatan bereskan pencairan tahap pertama. Dari rapat kemarin (di Jakarta) saya lihat betul-betul bukan retorika. Betul-betul supaya ini (dana bantuan stimulan) segera cair,’’ pungkasnya. (nas)
Satrio berharap, kegiatan Kita Bercerita untuk anak usia dini diharapkan dapat membawa banyak manfaat, khususnya dalam mempererat hubungan dalam keluarga, serta membangun karakter dan meningkatkan kompetensi anak untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Direktur Rajawali Foundation Agung Binantoro mengungkapkan, target utama kegiatan Kita Bercerita atau Keluarga Indonesia Teman Anak Bercerita adalah orang tua yang memiliki buah hati pada usia dini. Kegiatan ini merupakan
aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan budaya bercerita kepada anak. Dalam program ini, Rajawali Foundation juga juga menyalurkan bantuan komputer di dua sekolah yang dikunjunginya pada hari tersebut.” Kami berharap, kegiatan ini dapat mampu memulihkan kondisi korban bencana,khususnya anakanak,” ujarnya. Agung menambahkan, penyaluran bantuan untuk korban bencana gempabumi di NTB ini merupakan implementasi program Peduli Bencana dari Rajawali Foundation. (her)
Awasi Ketat Dana Bencana Dari Hal. 1 Pihaknya menerapkan pengawasan ketat pada proses penyaluran. Yang dipahami, ada mekanisme pencairan harus melalui proses verifikasi tingkat kerusakan, penyaluran melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk di masing masing desa. Sejumlah warga pun sebelumnya sudah menunjukkan rekening BRI-nya yang berisi Rp 50 juta. Bantuan diberikan kepada 5.293 KK yang rumahnya rusak berat sebesar Rp 264 miliar dari DSP BNPB. Meski sudah ada di rekening warga, namun bantuan uang itu belum bisa dicairkan. “Ini yang kita perketat pengawasannya. Agar tepat sasaran sesuai dengan instruksi pemerintah pusat,” jelasnya. Mengenai mekanisme, diterapkan pemeriksaan atau audit asistensi. Tiap tahapan akan dicek tim auditor yang dibentuk bersama Inspektorat Provinsi NTB. Disebutnya, semua tahapan itu sudah dituangkan dalam SOP pengawasan. Sejauh ini apakah ada
temuan? Menurutnya belum ada, karena proses pencairan masih berlangsung. Mekanisme yang pernah disebutkan sebelumnya, seperti pendekatan konsultasi dengan instansi pengelola anggaran. Selain itu dengan mekanisme pengawasan. Sebelumnya Inspektur pada Inspektorat NTB, Ibnu Salim SH.,M.Si mengungkapkan, pihaknya menjadi bagian dari tim audit dana bencana. Pos-pos anggaran yang turun dari pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah lainnya, dilakukan pengecekan. ‘’Semua pos kita lakukan pengawasan seketat mungkin. Karena ini kan berkaitan dengan bantuan,’’ ujarnya. Timnya sedang melakukan rekapitulasi total dana digelontorkan pemerintah pusat dan sumber anggaran lainnya, baik dari unsur pemerintah, personal dan swasta. Bagaimana pun juga menurut Ibnu Salim, harus ada transparansi dari semua OPD yang membuka pos penerimaan bantuan, termasuk posko lainnya. (ars)
Jaksa Panggil Saksi Kasus TPPU untuk Tetapkan Tersangka Dari Hal. 1 Rp 1,5 miliar, Rp 1 miliar, Rp 500 juta dan Rp 200 juta. ‘’Untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan di tahap penyidikan dan penentuan tersangka, saksi ini akan dipanggil lagi. Soal jadwal, itu nanti penyidik yang tentukan,’’ kata Dedi Irawan. Selain kreditor, pihak debitor BUMD tersebut juga akan dipanggil sebagai saksi. Pemeriksaan diperkirakan akan maraton. ‘’Karena ada beberapa orang dari dua pihak itu
yang akan dipanggil lagi di tingkat penyidikan,’’ jelasnya. Kapan penetapan tersangka? Keputusan itu menurutnya akan ditentukan melalui gelar perkara. Kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov NTB ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Hanya saja, sejauh ini belum ditetapkan tersangka karena masih proses pendalaman penyidikan. Peningkatan status kasus TPPU BUMD menjadi peny-
idikan diawali gelar perkara Kamis (11/10) lalu. Pertimbangan peningkatan status setelah cukup bukti ditahap penyelidikan, setelah dalam kasus tersebut serangkaian pemeriksaan dilakukan. Posisi kasus ini masih penyidikan umum, sehingga belum bisa ditetapkan siapa saja pihak yang paling bertanggung jawab. Dalam lanjutan pemeriksaan nanti, akan diperkuat lagi bukti dan keterangan saksi, dilanjutkan dengan gelar perkara untuk menetapkan siapa tersangkanya.
Kejaksaan memberi gambaran, calon tersangka memungkinkan dari berbagai kalangan. Mengingat kasus itu juga terdapat tindak pidana awal, terkait kasus korupsi pemberian kredit senilai Rp10 miliar. Terbuka peluang, tersangka dalam kasus pemberian kredit bermasalah itu juga jadi tersangka dalam kasus yang sama. Selanjutnya yang dilakukan adalah fokus mengejar aliran dana TPPU tersebut. Sejauh ini Kejati belum membuka apa saja aset dan alur aliran dana hasil dugaan pen-
cucian uang salah satu BUMD NTB tersebut. Alasannya masih dalam pengembangan di tingkat penyidikan. Aset yang ditemukan berupa tanah dan bangunan adalah agunan untuk jaminan kredit dalam tindak pidana awal. Rencananya akan dilakukan penyitaan barang bukti. Sementara untuk tindak pidana pencucian uang, konteksnya fokus pada pencairan bertahap Rp6,2 miliar. Uang itu tidak sesuai peruntukan dan diduga digunakan untuk kepentingan lain. (ars)
Zul - Rohmi Wujudkan Pengiriman Mahasiswa ke Luar Negeri dan ’’NTB Care’’ Dari Hal. 1 Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan, NTB Care merupakan sistem yang dapat mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat. Melalui NTB Care, masyarakat NTB dapat menyampaikan keluhan-keluhan terkait dengan pelayanan pemerintah di lapangan. ‘’Konsepnya sederhana, bagaimana supaya masyarakat itu bisa bicara sama pemimpinnya,’’ kata Wagub dikonfirmasi usai membuka bimbingan teknis admin ‘’NTB Care’’ di Mataram, Selasa (16/10) siang. Wagub mengharapkan sistem aplikasi ‘’NTB Care’’ dapat menjadi media yang bisa menghadirkan seolah-olah Pemerintah daerah ada di manamana atau di tengah masyarakat. Jangan sampai sudah ada pemerintah yang baik tetapi masyarakat masih merasa tidak ada tempat mengadu. Rohmi juga berpesan agar program ini tidak hanya berakhir secara simbolis saja. ‘’NTB Care’’ harus teraplikasi dengan baik dan menjadi wadah bagi masyarakat dan pemerintah. Dan nantinya pemerintah kabupaten/kota di NTB akan terbantu, serta setiap masalah dapat diatasi dengan tepat sasaran. Pemda kabupaten/kota bisa saling support dalam melayani masyarakat. Dalam suatu kegiatan yang dilaksan-
akan dengan prinsip gotong royong dan saling bersinergi, maka hasilnya akan lebih baik. Tindaklanjut dari berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat lewat aplikasi ‘’NTB Care’’, nantinya didistribusikan ke masing-masing OPD dan Pemda kabupaten/kota sesuai kewenangan. Tindaklanjut dari keluhan masyarakat itu juga punya jangka waktu sesuai tingkat urgensinya. ‘’Sistem itu nanti ada jangka waktu untuk menindaklanjuti, tergantung bobot masalahnya. Itulah sistem yang membuat agar kita tak ruwet,’’ jelas Wagub. Terkait dengan pengiriman mahasiswa ke luar negeri, Wagub memastikan tidak menggunakan APBD. Program pemberian beasiswa kepada 19 mahasiswa NTB ke luar negeri yang sudah dimulai tahun ini murni tanpa menggunakan APBD. ‘’Beasiswa ke luar negeri itu murni dari APBD. Mungkin ada yang salah pengertian, dari APBD. Kita tak pakai APBD,’’ tegas orang nomor dua di NTB ini. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Tri Budiprayitno, SIP, M.Si menjelaskan bahwa proses hadirnya aplikasi ini begitu cepat. Lahir langsung dari buah pikiran Wakil Gubernur pada bulan Juli 2018 lalu. Untuk saat ini, aplikasi ‘’NTB Care’’ tersedia di Handphone berbasis Android saja
dan mulai hari ini ‘’NTB Care’’ akan mulai diuji coba, ‘’Jangan sampai ada hoaks dan harapan kita bersama adalah menghadirkan pemerintah di tengah masyarakat bisa terwujud,’’ kata Tri. Ketua Panitia Bimtek, Yasrul S. Kom., M. Ing mengatakan bahwa saat ini aplikasi ‘’NTB Care’’ sudah siap untuk dipakai. Kehadiran perwakilan setiap perangkat daerah dan perwakilan dinas komunikasi dan informatika kabupaten/kota se-NTB, nantinya bertugas sebagai admin yang akan menerima terusan pengaduan masyarakat dan harus secepat mungkin merespon aduan masyarakat. ‘’Terdapat dua komponen dari aplikasi ‘’NTB Care’’, yaitu admin sistem dan admin OPD. Tak hanya itu, ada komponen lain yakni ‘volunteer’ yang tugasnya mengecek kebenaran pengaduan tersebut,” jelas Yasrul. Mengenai pengiriman mahasiswa ke luar negeri, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan ide besar mengirim 1.000 anak muda NTB ke luar negeri setiap tahun tak bertumpu pada APBN maupun APBD. Menurut gubernur, potensi sumbersumber pembiayaan di luar anggaran pemerintah masih banyak. “Saya diawal-awal ini tak mau berpolemik tentang anggaran. Mendingan kita jawab sesuatu dengan kerja nyata.
Ketimbang banyak bicara tetapi tak melakukan apaapa,” kata Dr. Zul. Sebanyak 19 anak muda NTB akan dikirim belajar ke Polandia. Biaya yang dikeluarkan untuk memberangkatkan 19 mahasiswa NTB ini tak menggunakan APBD. Tetapi atas dukungan dari pengusaha-pengusaha. Dr. Zul mengatakan ide besar mengirim 1.000 anak muda NTB belajar ke luar negeri bukan sesuatu yang sulit. Bahkan ia yakin dapat lebih dari 1.000 orang per tahun. Karena ia punya pengalaman di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), sudah dapat mengirim mahasiswa studi magister dan doktor ke luar negeri dalam jumlah yang cukup besar tiap tahun. “Mencari beasiswanya tak susah-susah amat. Sepanjang persyaratan dan kualifikasinya memenuhi. Beasiswa tahun depan di Kemenristek Dikti 5.000 beasiswa. Kadang banyak tak terserap. Karena tak berani mengetes TOEFL dan IELTS,” katanya. Gubernur menjelaskan ide besar mengirim anak-anak muda NTB ke luar negeri niatnya supaya NTB ke depan harus welcome terhadap keberagaman. Karena suatu daerah tidak mungkin maju kalau tidak fleksibel atau membuka ruang menerima perbedaan. “Kalau dengan sistem yang sekarang, jika tak hati-hati maka seperti katak dalam
tempurung. Kita tidak mungkin akan menerima banyak kemajuan kalau sinyal perubahan tidak ada dalam benak kita,” ujarnya. Menurutnya, anak-anak muda NTB harus punya wawasan besar di luar negeri. Supaya primordialisme tidak memenuhi seluruh dada anak muda NTB. Karena pengalamannya bertemu dengan anakanak muda NTB yang ada di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Malang. Yang tumbuh justru sikap kedaerahannya. “Bahkan sampai akan ketua mahasiswa tingkat kecamatannya. Menurut saya ini bagus saja. Tapi lebih bagus lagi kalau yang memenuhi dada kita, rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Sehingga mereka siap menjadi pemimpin nasional di republik ini,” ucapnya. Salah satu cara mempercepatnya, dengan mengirim anak-anak muda NTB belajar ke luar negeri. Karena nanti, mereka punya pengalaman menjadi ketua mahasiswa di luar negeri. Dalam benaknya, mereka akan merasa pernah menjadi pemimpin di level bangsa Indonesia. “Kalau ide mengirimkan sekedar sedikit. tidak jadi berita, tidak menjadi sesuatu hal yang besar. Saya kira sudah saatnya anak-anak muda di NTB diajar untuk bermimpi yang besar dengan cara yang tak biasa,” kata mantan Anggota DPR RI ini. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Rabu, 17 Oktober 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
BKKBN dan Mitra Kerja Sosialisasikan Promosi Pelayanan KB dan KR Selong (Suara NTB) Perwakilan BKKBN Provinsi NTB bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, menggelar sosialisasi promosi pelayanan KB dan KR berkualitas, dalam sistem jaminan sosial nasional (SJSN) bidang kesehatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Irsyadul Mujahidin, Desa Sakra kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur, Minggu (14/10). Acara yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut diisi dengan acara pelayanan KB gratis. Adapun pemateri pada kegiatan tersebut yakni Deputi KBKR BKKBN Pusat, Direktur KB Jalur Pemerintahan, Komari, SH. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripudin, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj Ermalena. Kemudian Kepala OPD KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Timur, H. Suroto, S. KM, M.Kes. Kepala BPJS Cabang Selong, dr. Gery Adikusuma. Serta Ketua Yayasan Ponpes Irsyadul Mujahidin, TGH. Ahyar Rosyidi. Menurut Komari, jika ingin hidup berkualitas, masyarakat kita harus sehat, pintar sehingga ekonomi pun membaik. Seperti halnya KB, tidak hanya sebatas alat kontrasepsi melainkan juga tentang konseling kesehatan reproduksi. “Karena pada akhirnya dengan KB dan pendidikan akan mengantarkan anak-anak kita menjadi cerdas dan berkualitas,” ujarnya. Selain itu menurut Makripudin, angka stunting atau anak yang bertubuh pendek di NTB itu mencapai angka sebanyak 39 persen. Hal ini disebabkan oleh pernikahan usia dini, sehingga hamil di usia yang masih tergolong muda. Akibatnya, anak tidak terlahir normal bahkan belum sampai melahirkan atau keguguran. “Karena kalau masih kecil mereka belum terlalu mengerti mengurus kehamilannya, belum mengerti asupan gizi apa yang baik untuk anaknya. Kita jan-
Deputi KBKR BKKBN Pusat, Direktur KB Jalur Pemerintahan, Komari, SH.
gan sampai tega melihat anak menggendong anak, anak menyusui anak,” jelasnya. Hal ini juga ditegaskan oleh Suroto. Menurutnya Lotim setiap tahunnya tercatat 13 ribu pasangan usia subur (PUS) yang menikah, yang 7 ribu usianya masih 16 dan 17 tahun dan 1.000 di antaranya gugat cerai. ‘’Artinya, jika anak tidak sekolah maka akan cepat menikah,” ujarnya. Bahkan menurut Ermalena, negara ini berhutang kepada madrasah dan pondok pesantren. Karena 100 persen itu dibangun oleh tuan guru bersama masyarakat. Tidak ada ponpes yang negeri semua swasta. Artinya, jika tidak ada ponpes, berapa banyak anak yang tidak akan sekolah, karena sekolah negeri tentu tidak akan mampu menampung. “Anak kita harus tuntas pendidikannya, supaya bisa menjadi pemimpin di daerah sendiri. Jangan mau anak-anak kita menjadi penonton di daerah sendiri”, ujarnya. Pada kesempatan itu, dr, Gery juga hadir memberi kemudahan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pelayanan BPJS kesehatan. Menurutnya, kita yang hidup di era JKN ini, masyarakt harus memiliki kartu jaminan sosial seperti BPJS kesehatan. Karena dengan gotong royong semua tertolong. Kita yang sehat bisa menolong yang sakit, dan yang sakit bisa tertolong karena berobatnya menjadi mudah. Bahkan menurutnya jika ada masyarakat yang belum mampu membayar iuran bulanannya, maka akan ditanggulangi oleh penerima bantuan iuran (PBI). Sebelumnya di Indonesia ada sebanyak 92,4 juta jiwa PBI Jamkesmas dibayar oleh APBN. Sekarang bertambah menjadi 96,8 juta jiwa. Kepengurusannya mudah cukup melapor ke pemerintahan desa atau datang ke kami agar disampaikan. “Lotim pada bulan November peserta JKN baru bertambah sekitar 616 ribu penduduk. Dengan JKN mari kita ubah pola pikir, kalau Puskesmas itu adalah pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat kesakitan masyarakat. Artinya, datanglah ke Puskesmas untuk memeriksa kesehatan kita dikala sehat, tidak disaat sakit saja,” tandasnya. (*)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr, Lalu Makripudin saat menyampaikan materi sekaligus membuka acara
Mobil pelayanan KB disiapkan oleh BKKBN di lokasi untuk melayani masyarakat melakukan pemasangan alat kontrasepsi secara gratis
Ratusan peserta sosialisasi sangat antusis mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber
Pembangunan Rusunawa pada Tahap Pembebasan Lahan Mataram (Suara NTB) Pemerintah Kota Mataram akan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi nelayan. Lahan yang akan dibebaskan sebagai tempat pembangunan seluas 1,6 hektare. Namun pembangunan ini tidak dapat dilakukan pada tahun ini. “Tidak bisa tahun ini karena terlalu mepet waktunya. Tapi semua tetap dalam progress, kita sudah ketemu dengan pemilik lahan untuk proses pembebasan lahan terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram, H. Kemal Islam, Selasa (16/10). Ia meminta kepada Kementerian PUPR agar program ini dapat direalisasikan pada tahun 2019. Namun demikian, pihaknya sudah membicarakan soal pembebasan lahan dan semua pemilik lahan sudah setuju untuk membebaskan lahannya. “Mereka sudah setuju, mengenai harga itu nanti urusannya tim appraisal. Jadi kita tunggu saja, setelah dibebaskan lahan itu, baru kita ajukan DED,” ujarnya. Ia memastikan pembebasan lahan itu dapat dilakukan hingga akhir tahun ini. Sehingga tahun depan pembangunannya sudah dapat dimulai. Bentuk rumah yang akan dibangun pun belum ditentukan. Sebab detail engineering design (DED) nya belum disetujui. “Kita sudah ada dua DED yang nanti bisa diajukan. Tapi kita tunggu dulu proses pembebasan lahan ini. Setelah itu, nanti kita diskusi dan minta masukan dari warga juga,” ujarnya. Sebelumnya ia juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun rusunawa di masing-masing kecamatan. Mengingat masih banyak warga Kota Mataram yang masih belum memiliki rumah atau tempat tinggal. Ia mencatat setidaknya ada 12 ribu lebih warga Kota Mataram yang belum memiliki rumah. “Rusunawa ini kan penting, mengingat masih banyak warga kita yang belum punya rumah. Kalau sudah ada, nanti mereka bisa tinggal di situ sambil mereka memikirkan atau berusaha sampai bisa bangun rumah sendiri,” ujarnya. (lin)
Suasana pembacaan pemenang doorprize oleh TGH. Ahyar Rosyidi (tiga dari kanan)
Dr, Lalu Makripudin bersama TGH. Ahyar Rosyidi