HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
SUARA NTB
SELASA, 17 OKTOBER 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 181 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Kedatangan Imam Arab Saudi
Amaq Asrul: Jangan karena Tujuan Politik AMAQ Asrul atau Dr. H. Moch Ali Bin Dachlah angkat bicara soal kedatangan imam Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi ke Lombok Tengah (Loteng). Menghadirkan imam dari Kota Makkah itu dipertanyakan apa tujuannya. Jangan sampai karena tujuan politik. Menurut Amaq Asrul yang juga Bupati Lombok Timur (Lotim) ini, jika tujuannya politis maka akan gugur amal Amaq Asrul ibadahnya. Apakah (Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan) Imam Makkah lebih
baik dari imam-imam dan para tuan guru di Lombok? Menurut Sang Pendobrak ini, imam di Lombok jauh lebih baik. Imam dan para tuan guru yang ada di Lombok ini merupakan orang-orang ikhlas. Pandangan Amaq Asrul ini didasari dari keikhlasan dari para tuan guru di Lombok yang tidak mengharapkan gaji dalam setiap aktivitasnya. Beda dengan imam masjid Makkah yang jelas mendapatkan gaji dari Pemerintah Arab Saudi. Bagi Ali BD, imam Masjidil Haram, Makkah
Arab Saudi itu sama saja dengan karyawan. ‘’Itu karyawan imam, jadi tidak perlu jauh-jauh datangkan imam. Cukup mencari di Lombok, banyak,’’ ucapnya. Soal pengetahuan Bahasa Arab, diyakini juga oleh Bupati Lotim ini para tuan guru Lombok ini banyak yang pandai berbahasa Arab dan mengupas kitab-kitab dengan literasi Arab. Mendatangkan imam dari berbagai negara tidak dipersoalkan Ali BD. Namun katanya harus dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk
meningkatkan pengetahuan. Lombok tidak pernah kekurangan imam. Keikhlasan yang digambarkan penduduk muslim Lombok selalu membangun tempattempat ibadah dengan cara gotong royong. Beda dengan negeri Arab, semua masjidnya dibangun oleh pemerintah. Firman Allah dalam Quran Surah Al Hujurat ayat 13, dikutipkan, “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah orang yang paling bertakwa,’’. Bersambung ke hal 15
Penyaluran KUR di NTB
Data SIKP Dinilai Tidak Valid
573 Proyek PL Belum Dieksekusi
Mataram (Suara NTB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB menilai data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) milik Kementerian Keuangan perihal realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTB tidak valid. Meski ada indikasi data tak valid, OJK masih akan melakukan verifikasi.
TO K O H Harus Tuntas November GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi memerintahkan, peralihan aset dari kabupaten/kota ke provinsi harus tuntas November mendatang. Dalam waktu dekat, Pemprov akan menggelar rapat koordinasi dengan mengundang para bupati/walikota se-NTB. Hal tersebut diungkapkan Sekda NTB,Ir.H.RosiadyH. Sayuti, M.Sc, Ph.D ketika dikonfirmasi di Mataram, Senin (16/10) siang kemarin. Bersambung ke hal 15
terian Keuangan dari data SIKP dengan data perbankan yang ada di NTB. Bersambung ke hal 15
’’
Kemarin kita sudah cek, secara garis besar, data SIKP kurang valid.
Hj. Aprillah, HS
(Suara NTB/bul)
Semua perbankan penyalur diminta menyerahkan laporan penyaluran KUR. Tujuannya, untuk memastikan jumlah kredit yang bunganya disubsidi oleh pemerintah ini. ‘’Baru beberapa bank yang telah diverifikasi,’’ kata Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Provinsi NTB, Hj. Aprillah, HS. ‘’Kemarin kita sudah cek, secara garis besar, data SIKP kurang valid,’’ ujarnya. Sebelumnya, Kanwil Ditjen Perbendaharaan NTB mempertanyakan realisasi penyaluran KUR di NTB. Dimana terjadi perbedaan data, antara Kemen-
DATA e-monev Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB, mencatat sebanyak 573 proyek penunjukan langsung (PL) belum dieksekusi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sampai 16 Oktober 2017 ini. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengharapkan realisasi anggaran pada tahun ini dapat melampaui 94 persen. Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D yang dikonfirmasi diselasela mendampingi gubernur meninjau lokasi perte-
muan ulama dunia di Islamic Center, Senin (16/10) siang kemarin mengaku target tersebut dapat tercapai. Meskipun masih ada 573 paket proyek PL yang belum dieksekusi OPD, namun ia yakin sampai Desember mendatang akan dapat dituntaskan. ‘’Itu kecil-kecil dia (nilainya). Seperti jalan lingkungan, sehari selesai. Kan umumnya PL itu jalan lingkungan, tidak besar nilainya,’’ terang Sekda. Sebanyak 573 proyek PL yang belum dieksekusi itu senilai Rp 46,672 miliar tersebar pada sejumlah OPD. Bersambung ke hal 15
Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Pertemuan 400 Ulama Dunia di IC Mataram (Suara NTB) – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan menghadiri pertemuan 400 ula-
ma dunia di Islamic Center (IC) NTB pada Kamis (19/10) mendatang. Ratusan ulama dari puluhan negara di dunia akan
melakukan konferensi internasional yang membahas mengenai Islam moderat. ‘’Lagi disiapkan. Presiden juga
berkenan (rencananya) hadir hari Kamis,’’ kata Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi ketika dikonfirmasi usai meninjau persiapan lokasi acara di IC NTB, Senin (16/10) siang kemarin. Pada kesempatan tersebut, gubernur didampingi Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Gubernur menjelaskan, pembukaan pendahuluan konferensi internasional ratusan ulama dunia yang merupakan para alumni Universitas Al
Azhar Kairo, Mesir ini akan dilakukan pada Rabu (18/10). ‘’Kemudian untuk konferensi internasionalnya dibuka Kamis,’’ ungkap Tuan Guru Bajang (TGB)— sapaan Gubernur NTB-. Konfeerensi internasional ulama dunia itu membahas tentang Islam moderat. Pengalaman Islam yang moderat selama ini telah mampu menjaga Indonesia yang bhinneka tunggal ika. NTB sebagai bagian dari Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim tetap kondusif. Bersambung ke hal 15
H. Rosiady H. Sayuti (Suara NTB/nas)
KO M E N TTAA R BPK Peringatkan Pemda BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memperingatkan Pemda di NTB terkait dengan peralihan aset dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi. Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, sebanyak tujuh kabupaten/kota belum menyerahkan aset secara final, baru sebatas data saja. Kepala BPKAD NTB, Drs. H. Supran, MM yang dikonfirmasi di Mataram, Senin (16/10) siang kemarin mengaku BPK sudah memperingatkan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Pasalnya, persoalan aset ini akan berpengaruh terhadap opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Bersambung H.Supran ke hal 15 (Suara NTB/dok)
Pledoi Elisa Wartini Tetap Seret Nama Wabup KSB Mataram (Suara NTB) Terdakwa Elisa Wartini menyampaikan pledoi (pembelaan) dalam sidang lanjutan dugaan korupsi Uang Persediaan (UP) pada Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Pengadilan Tipikor, Mataram, Senin (16/10). Isi pledoi masih menyeret nama Wakil Bupati (Wabup) KSB, H. Fud Syaifuddin, ST diduga menerima aliran dana yang dikeluarkan secara tidak sah sebesar Rp 500 juta. Dalam pledoi Elisa Wartini yang disampaikan kuasa hukumnya Surahman MD, SH.,MH, bahwa uang Rp 500 juta dari total Rp 1 miliar UP itu diduga
mengalir ke Wabup yang saat itu menjadi Wakil Ketua DPRD KSB. Uang itu diduga dipakai untuk modal kampanye. ‘’Pengakuan saat pemeriksaan, uang Rp 500 juta itu full diberikan kepada Wakil Bupati (Fud Syaifuddin),’’ kata Surahman. Dia mengaku, memang tidak ada fakta hukum yang menguatkan bukti soal aliran dana tersebut. Sebab jaksa juga tidak memiliki saksi yang bisa menguatkan soal penyerahan uang dari Elisa kepada Wabup KSB. ‘’Tapi dari hasil pemeriksaan terdakwa, diakui bahwa terdakwa memang menyerahkan uang itu kepada Fud,’’ kata Surahman. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
TINJAU IC - Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi saat meninjau lokasi kegiatan konferensi internasional ulama dunia di IC didampingi Wagub, H.Muh.Amin, Sekda NTB, H.Rosiady H.Sayuti dan pimpinan OPD. Rencananya kegiatan ini akan dibuka Presiden Jokowi pada Kamis mendatang.
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
SUARA MATARAM
Halaman 2
Kesadaran Sudah Tinggi SEBAGAI salah satu daerah yang memiliki daerah pemukiman yang cukup padat, Kelurahan Dayan Peken termasuk daerah yang bebas banjir. “Apalagi setelah adanya perbaikan saluran air oleh pemerintah kota di depan kantor kelurahan semakin membuat lancar,” terang Lurah Dayan peken, Haerul Hakim, Senin (16/10). Ia menjelaskan sebelumnya selama musim hujan berlangsung hampir tidak pernah daerahnya mengal(Suara NTB/uul) ami kebanjiran. “Kita berHaerul Hakim harap juga tidak pernah terjadi kecuali jika hujannya lebat dan terus-menerus , mungkin baru bisa banjir,” tukasnya. ia juga bersyukur jika daerahnya tidak dialiri oleh sungai-sungai besar sehingga meminimalisir terjadinya banjir kiriman. Selain itu, kesadaran masyarakat kelurahan Dayan Peken untuk tidak membuang sampah sembarangan juga sudah tinggi. “Setelah ada bantuan kendaraan kuning itu yang membantu kami mengangkut sampah milik masyarakat,” kata Haerul. Sebelumnya hanya ada gerobak sampah yang mengangkut sampah di tiap lingkungan. “Gerobak sampah itu tetap kami fungsikan agar lebih banyak sampah yang terangkut,” jelasnya. Sampah dari Dayan Peken, kata Haerul, dibuang di TPS yang berada di TPS Ampenan Tengah. “Dulu di sini ada TPS yang berada di dekat TPU sana, tetapi sudah beberapa bulan ini ditutup,” ujarnya. Penutupan TPS dilakukan karena menganggu akitivitas warga yang rumahnya berdekatan dengan TPS tersebut. “Apalagi jika sudah menumpuk, menimbulkan bau yang tidak sedap,” jelasnya. Haerul menerangkan penutupan TPS tersebut disambut dengan baik oleh masyarakat apalagi ditambah adanya kendaraan kuning tersebut. “Saat baru-baru ditutup, masih ada masyarakat yang membuang ke sana tetapi sekarang sudah tidak ada lagi,” jelasnya. (uul)
Belum Waktunya Ditarik KELUHAN Lurah Karang Baru ditanggapi oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat. “Sudah beberapa hari ini saya sendiri melihat ada pemandangan tidak mengenakkan (sampah, red),” katanya kepada Suara NTB di Mataram, Senin (16/10). Terhadap kondisi itu, ia mempertanyakan kinerja Satgas TPS yang diketahui telah terbentuk beberapa waktu lalu. “Lalu ke mana mereka, kan itu ada satgasnya,” cetusnya. Se(Suara NTB/fit) harusnya satgas TPS harus Ismul Hidayat aktif manakala ada yang melanggar aturan buang sampah. Seperti warga yang membuang sampah di luar jam yang ditentukan dengan alasan sembari berangkat kerja dan alasan-alasan lainnya. Sehingga wajar kalau pemandangan di TPS Karang Baru sampahnya meluber hingga ke badan jalan. “Jadi ini saya rasa satgasnya tidak maksimal atau memang sudah tidak ada satgas,” ujar anggota Dewan dari dapil Selaparang ini. Ismul menyayangkan kalau misalnya satgas TPS tak lagi bertugas karena memang dilakukan penarikan oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kota Mataram. Seharusnya ketika BLH Kota Mataram ingin melakukan penarikan Satgas harus dilihat apakah hal itu memang sudah perlu dilakukan atau sebaliknya. Kalau dari perhitungan volume sampah yang kemungkinan akan bertambah, sudah jelas kebijakan yang harus diambil Pemkot Mataram. Terlebih dengan hadirnya kendaraan roda tiga di masing-masing lingkungan. Karena ke depan tentu volume sampah akan terus meningkat. Terhadap kondisi ini, yang menjadi persoalan menurut Ismul adalah minimnya TPS. Ketika TPS di masing-masing kelurahan ada, tinggal dilakukan perhitungan berapa kebutuhan TPS yang sesungguhnya. Yang terjadi selama ini, tidak semua kelurahan memiliki TPS. Contohnya TPS yang berada di Kelurahan Karang Baru, juga dimanfaatkan oleh kelurahan lainnya untuk membuang sampah. Seperti Kelurahan Monjok dan Rembiga. Untuk itu, politisi PKS ini berharap BLH Kota Mataram dan Camat Selaparang harus segera memikirkan kehadiran TPS di semua kelurahan. Sebab, tidak mungkin ada masyarakat yang tidak mau ada TPS. Jika kondisi ini tidak segera disikapi, Ismul yakin lambat laun hal ini akan menjadi bom waktu bagi Pemkot Mataram. ‘’Akhirnya kan terbukti bahwa memang belum saatnya masyarakat ini dilepas tanpa satgas,’’ pungkasnya. Apalagi Pemkot Mataram baru memulai proses menyadarkan masyarakat. Keberadaan satgas tidak hanya untuk mencegah masyarakat membuang sampah di luar waktu yang ditentukan, tapi juga mengatur agar jangan sampai meluber ke badan jalan. ‘’Jadi kalau menurut saya, belum waktunya itu (satgas, red) ditarik,’’ katanya. (fit)
Mendagri Belum Setujui Pengisian Jabatan Lowong Mataram (Suara NTB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum memberikan persetujuan terkait pengisian dua jabatan lowong di Kota Mataram. Padahal, surat usulan pengisian jabatan pimpinan tinggi telah dikirim pekan kemarin. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono mengakui belum menerima jawaban atas usulan pengisian jabatan lowong. Kemendagri menjanjikan akan mengirim surat balasan Senin (16/10) siang. Tetapi, hingga kini belum ada surat elektronik yang diterima. “Janjinya sih hari ini. Tapi sampai sekarang belum ada masuk,” aku dia. Berdasarkan aturan Undang - Undang Pilkada tahun 2016 pada pasal 71 menjelaskan daerah yang melaksanakan Pilkada atau petahana mengikuti pemilihan kepala daerah dilarang melakukan pergantian pejabat enam bulan sebelum penetapan sebagai calon. Artinya, sejak bulan Agustus lalu, Pemkot Mataram sudah tidak bisa melakukan pengisian maupun rotasi jabatan. Peluang itu bisa dilakukan kata Yoyok, sapaan akrabnya, bilamana rekomendasi tertulis dari Kementerian Dalam Negeri diperbolehkan. “Kalau dari hasil komunikasi kita, Insya Allah kita dapat rekomendasi itu,” jawabnya. Tim pansel belum bisa bekerja sebelum mendapatkan izin Kemendagri dan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara. Kemungkinan kata dia, waktu pelaksanaan pendaftaran dimajukan, sehingga ditargetkan sebelum akhir Oktober sudah final. Dua jabatan kosong ialah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Sosial. Sementara ini, kewenangan pengurusan administrasi dan pelayanan di Dukcapil diserahkan ke Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia. (cem)
(Suara NTB/ist)
RAZIA JUKIR - Petugas Dishub Kota Mataram merazia jukir di Jalan Airlangga Kelurahan Gomong. Petugas menemukan jukir marak tidak menggunakan rompi, kartu pengenal dan karcis.
Banyak Jukir Tidak Berikan Karcis Parkir di Mataram Mataram (Suara NTB) Dinas Perhubungan Kota Mataram merazia sejumlah juru parkir (jukir) di Jalan Airlangga Kelurahan Gomong, Senin (16/10). Petugas menemukan masih marak jukir tidak menggunakan atribut dan karcis. Penyisiran petugas parkir bersama Sat. Pol PP dalam rangka penegakan aturan. Di hari pertama penertiban, Dishub menyisir di 10 titik parkir. Rata - rata petugas menemukan jukir membandel tidak menggunakan atribut dan karcis. Penggunaan atribut seperti rompi, kartu pengenal ini sebagai bagian dari pelaksanaan Perda. Sebab, pola ini memudahkan untuk mengidentifikasi jukir legal dan ilegal. Karcis parkir salah satu bukti transaksi. Dishub bisa mengidentifikasi atau menghitung pendapatan jukir den-
gan jumlah karcis yang terpakai. “Ada tidak gunakan rompi, ID card dan karcis,” kata Kadis Perhubungan Kota Mataram, Drs. H. Khalid. Dishub secara persuasif mengingatkan jukir agar kembali menggunakan atribut dan memberikan karcis ke pelanggan. Menurutnya, pendistribusian karcis oleh UPTD Perparkiran sejak lama dilakukan. Bahkan, beberapa kali harus mencetak. Fakta di lapangan tidak dilaksanakan oleh jukir. Kendalanya, petugas tidak
memberikan atau sebaliknya masyarakat enggan menanyakan karcis. “Kalau parkir kita minta masyarakat minta karcis. Jangan bayar parkir kalau tidak ada karcis dari jukir,” perintahnya. Khalid menegaskan, implementasi terhadap Perda maupun Perwal retribusi parkir secara bertahap diterapkan. Di satu sisi diakui, penegakan aturan berdasarkan saran atau masukan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, agar me-
nertibkan jukir ilegal yang berpotensi terjadi kebocoran pendapatan asli daerah. “Ini kita jalankan sesuai saran Pak Sekda,” katanya.
‘’
Jangan bayar parkir kalau tidak ada karcis dari jukir H. Khalid
Khalid sedang berusaha melakukan pembenahan. Pembenahan akan dimulai dari internal kemudian secara keseluruhan menata jukir di Kota Mataram. Menurutnya, ini tidak
(Suara NTB/ist)
mudah tetapi harus bertahap dilaksanakan tentu dengan ketersedian personel. (cem)
Aset Diduga Dikuasai Mantan Anggota Dewan
(Suara NTB/cem)
DOKUMEN PERSYARATAN - Hingga batas terakhir pendaftaran Partai Politik, Senin (16/ 10) siang, baru enam Parpol yang menerima tanda terima pendaftaran dari KPU Kota Mataram. Tiga pengurus Partai Golkar Kota Mataram menyerahkan dokumen persyaratan mereka ke petugas KPU.
Baru Enam Parpol Terima Tanda Pendaftaran di KPU Mataram (Suara NTB) Pendaftaran partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga 16 Oktober siang kemarin, dari 19 parpol, baru enam yang telah menerima tanda pendaftaran. Keenam parpol itu yakni Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Nasional Demokrat, Partai Persatuan Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Indonesia. “Yang baru kita berikan tanda terima (TT) pendaftaran ada enam parpol,” kata Komisioner KPU Kota Mataram, Paizah, Senin (16/10). Partai Perindo merupakan partai yang pertama kali menyerahkan persyaratan secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (9/10) lalu. Meski diminta untuk melengkapi berkas. Setelah ditindaklanjuti dan diverifikasi, KPU kemudian memberikan status dokumen lengkap dan sudah diberi tanda terima pendaftaran. Partai Serikat Indonesia (PSI), Selasa (10/10) pekan kemarin telah menyerahkan dokumen bukti KTP elektronik, KTA serta jumlah keanggotaan 419 sebagai syarat minimal. Kekurangan persyaratan kemudian dilengkapi Minggu (15/10).
Namun demikian, KPU belum memberikan tanda terima pendaftaran. Menyusul PDIP, sempat ada kekurangan berkas pada saat pendaftaran, Rabu (11/ 10). Pengurus DPC melengkapi sehingga diberikan dokumen tanda terima. Partai Nasdem justru langsung menerima tanda terima dari KPU. Data diserahkan telah dinyatakan lengkap, Jumat (13/10). ‘’Partai Berkarya, sejauh ini hanya menyerahkan kelengkapan dokumen. Tetapi belum menerima tanda terima pendaftaran,’’ katanya. Sementara Parpol lain kata dia, masih ada kekurangan persyaratan batas minimal keanggotan 419 jiwa dari jumlah penduduk Kota Mataram. Parpol yang masih kurang persyaratan, KPU memberikan batas waktu penyempurnaan kelengkapan dokumen hingga pukul 24.00 Wita. Partai yang tidak bisa melengkapi persyaratan tidak akan ikut penelitian administrasi. Kemungkinan tidak masuk jadi peserta pemilu 2019 diserahkan sepenuhnya ke KPU RI. “Keputusan finalnya nanti di KPU RI. Kalau kami hanya melaksanakan dan menerima pendaftaran saja,” kata dia. Paizah menjelaskan, yang pal-
ing banyak ditemukan mulai pembukaan pendaftaran 3 15 Oktober. Berdasarkan PKPU Nomor 11 Tahun 201, parpol yang menyerahkan dokumen harus sesuai dengan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Kebanyakan kata dia, data diserahkan manual dengan yang didaftarkan di Sipol tidak sesuai. Seperti halnya KTP elektronik tidak sama dengan kartu tanda anggota (KTA), sehingga perlu diperbaiki. Berdasarkan surat KPU RI Nomor 580/PL.01.1-SD/03/ KPU/X/2017. Penyelenggara Pemilu dapat menerima salinan KTA dan KTP elektronik/ surat keterangan yang ada, sepanjang telah melampui jumlah minimum anggota Partai Politik yang wajib dipenuhi. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat 1 huruf 1 PKPU Nomor 11 Tahun 2017 jounto Pasal 177 huruf 1 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. “Jadi kita boleh menerima kekurangan jumlah salinan KTA dan KTP elektronik atau suket sepanjang syarat minimal yang 419 itu terpenuhi,” paparnya. Terkait Parpol yang masih dualisme kepengurusan. KPU hanya menerima pendaftaram berdasarkan keputusan Kemenkumham. (cem)
Mataram (Suara NTB) Tindaklanjut penelusuran aset diduga dikuasai mantan anggota DPRD belum jelas. Para wakil rakyat itu hingga kini belum mengembalikan aset milik pemerintah daerah yang digunakannya saat mereka duduk menjadi anggota legislatif. Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi yang dihubungi Senin (16/10), enggan memberikan komentar apapun terkait tindaklanjut aset dikuasai mantan anggota Dewan tersebut. Syakirin nanti akan meminta gambaran data di Bidang Aset mengetahui seperti apa progresnya. “Nanti saya tanya dulu bidang aset baru bisa saya jawab,” kilahnya. Menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, Pemkot Mataram bersepakat membentuk tim yang dipimpin oleh Sekda Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito. Namun
hingga kini tidak ada progres tindaklanjut hingga batas waktu 60 hari yang diberikan oleh auditor negara tersebut. Nilai aset yang belum dikembalikan oleh 16 wakil rakyat sebagian besar telah purna tugas sejumlah Rp 300 juta lebih. Item pengadaan laptop dan notebook mulai tahun 2006 - 2010. Sekretaris DPRD Kota Mataram, H.Lalu Aria Dharma juga enggan berkomentar apapun. Ia menjelaskan, penelusuran aset dikuasai mantan anggota Dewan telah dibentuk tim. Tim itu terdiri dari Inspektorat, Badan Keuangan Daerah dan Sekretariat DPRD. “Coba tanya Pak Sekda saja karena beliau yang memimpin tim,” pintanya. Jawaban sama juga diperoleh dari Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum. Makbul juga memilih diam ketika disinggung progres tindaklanjut aset Dewan tersebut. (cem)
Dukcapil Kewalahan Kejar Target Perekaman E-KTP di Mataram Mataram (Suara NTB) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) masih kewalahan mengejar target perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik hingga Desember mendatang. Hal ini disebabkan kurangnya sarana yang dimiliki Dukcapil. Dari total penduduk Kota Mataram sekitar 450 ribu jiwa lebih, yang wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik 304.985 orang. Sementara yang telah merekam 293.447 jiwa atau sekitar 11.538 warga yang belum terekam. Perekaman KTP elektronik sejak 2016 lalu, dilakukan percepatan dengan memaksimalkan perekaman secara reguler maupul jemput bola ke lingkungan. Keterbatasan sarana seperti komputer, printer, dan mobil keliling jadi penyebab tidak terjangkaunya secara maksimal. “Yang 4 persen kita masih kurang. Kekurangan ini ibaratnya mencari di kolam keruh,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Dukcapil Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia. Sementara, jumlah anak yang berusia 17 tahun ini terus bertambah setiap hari. Saat
ini, ia bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pengkajian (Lakesdam) untuk pemerhati kependudukan. Kolaborasi itu menyasar terutama lingkungan atau orang orang yang rawan tidak tersentuh pelayanan KTP elektronik. “Jumlah ini tidak stagnan. Artinya, ada anak usia 17+1 ini setiap hari,” ujarnya. Selama ini diakui Evi yang juga Asisten III Setda Kota Mataram, kendala dihadapi selain faktor sulitnya menjangkau sisa penduduk belum merekam, juga kekurangan sarana prasarana seperti mobil, komputer dan alat cetak. Bantuan dana alokasi khusus (DAK) di APBD Perubahan sudah dianggarkan untuk pengadaan peralatan. “Persoalan yang jadi kendala saat ini hanya sarana saja. Tapi sudah dianggarkan,” tuturnya. Untuk data 12 ribu warga belum merekam diragukan oleh Evi. Sebab, data yang selama ini digunakan dari Dirjen Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kementerian Dalam Negeri. Oleh karena itu, percepatan perekaman dilakukan jemput bola ke sekolah dan lingkungan - lingkungan. (cem)
SUARA NTB
Selasa, 17 Oktober 2017
Halaman 3
Peringatan HUT Ke-6 Desa Golong
Gelar Zikir, Pengajian Umum hingga Aneka Lomba
(Suara NTB/ist)
JALAN SEHAT - Jalan Sehat Telkomsel 4G di Taman Tugu Selong Lombok Timur.
Ribuan Peserta Meriahkan Jalan Sehat Telkomsel 4G di Tugu Selong Mataram (Suara NTB) Setelah sukses menyemarakkan Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa dan Bima dengan acara Jalan Sehat Telkomsel 4G, pasca momen hari Kesaktian Pancasila, Telkomsel Bali Nusra kembali menggelar acara serupa dengan lebih meriah di Taman Tugu Selong Lombok Timur. Ribuan peserta ikut ambil bagian memeriahkan kegiatan operator seluler milik negeri ini. Acara ini dibuka oleh Manager Branch, Sandy Adyat Mataram ber-
sama Bupati Lombok Timur, dan dimeriahkan penampilan dari band lokal Amtenar dan artis lokal Risa, disertai grand prize berupa 1 paket umrah, 1 unit Honda Beat, serta hadiah menarik lainnya. Jalan sehat kali ini juga dikemas dengan beragam aktivitas seru dan asyik, seperti senam sehat, bazar device, bazar kuliner, dan lainnya. Kemudian juga tersedia booth keren terkait produk digital Telkomsel, seperti TCash, Tap Rush, Music Max, Games Max dan Video Max
Jumat,13/10/17
yang juga dikemas secara unik dan lengkap dengan berbagai promo untuk pelanggan, serta booth terkait layanan migrasi USIM 4G dengan bonus Gratis kuota 5GB, bundling smartphone 4G, dan TelkomselPOIN. “Kami bekerjasama dengan pemerintah setempat Lombok Timur menggelar Jalan Sehat Telkomsel 4G ini sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat, khususnya pelanggan Telkomsel di wilayah Lombok Timur dan sekitarnya, yang selama ini telah loyal terhadap Telkomsel, sekaligus untuk menyosialisasikan keunggulan jaringan 4G Telkomsel di Lotim. Dengan adanya acara ini, diharapkan juga akan semakin meningkatkan awareness masyarakat Lombok dan sekitarnya mengenai beragam produk digital Telkomsel dan perkembangan teknologi kekinian di era digital lifestyle,” ujarnya. Layanan 4G LTE Telkomsel ini juga telah hadir melayani masyarakat hampir di seluruh Ibukota Kabupaten di wilayah NTB. Demi kenyamanan masyarakat, khususnya bagi pelanggan dalam menikmati layanan data dan layanan digital, Telkomsel Bali Nusra telah menyediakan lebih dari 750 BTS 3G (Node B) dan lebih dari 350 BTS 4G (eNode B) yang tersebar di wilayah NTB dan sekitarnya. (bul)
Giri Menang (Suara NTB) Memasuki usia ke 6 tahun tepat pada tanggal 13 Oktober kemarin, Desa Golong terus berbenah. Peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan kelembagaan serta pembangunan di setiap dusun dilakukan Pemerintah Desa Golong di bawah kepala Desa H.M Zenuddin SE. Terbukti pada semarak peringatan HUT Desa Golong Kecamatan Narmada berlangsung meriah dan diikuti masyarakat setempat. Berbagai kegiatan semarak HUT Desa Golong diadakan sejak Rabu (11/10) hingga Minggu (15/10) kemarin. Selama beberapa hari rangkaian kegiatan HUT yang mengambil tema “HUT Desa Golong ke 6 menuju Desa Membangun” ini diisi berbagai kegiatan mulai dari yang bersifat keagamaan, aneka lomba hingga jalan sehat dirangkai gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Dijelaskan Kades Kepala Desa Golong HM. Zenuddin, SE bahwa rangkaian pelaksanaan HUT Desa Golong selama 5-6 hari berimbang antara kegiatan keagamaan, olahraga, kesehatan dan membangun SDM melalui aneka lomba. Hari pertama dihadiri langsung oleh Bupati, H Fauzan Khalid. Diisi kegiatan yasinan dipimpin oleh TGH. Syahri Ramadan, lalu zikir dan pengajian umum disampaikan TGH. Mahalli Fikri. Lalu digelar aneka lomba mewarnai tingkat TK PAUD diikuti 50 orang peserta. Lomba bercerita diikuti 30 peserta tingkat SD, MI se Desa Golong. Kemudian lomba merias wajah ibu PKK dan kader posyandu pesertanya 30 orang. “Lalu puncaknya hari Jumat tanggal 13 Oktober digelar apel di kantor desa dihadir Camat Narmada, toga, toma,
pemuda,” jelasnya. Lalu ditutup Hari minggu dengan Kegiatan jalan santai dihadiri Kadikes, Kadis PMD dan Camat Narmada. Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan kampanye pola hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan dengan sabun, melakukan Germas. Pada kegiatan ini diadakan pemberian hadiah oleh Bupati dan Kadis. Desa Golong di Kecamatan Narmada seakan tidak mau ketinggalan mensukseskan program Germas dengan mengadakan kegiatan jalan santai. Germas sendiri meliputi kegiatan seperti olahraga, senam dan aktivitas fisik lainnya. Selain itu juga dengan mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban. Bahkan ratusan masyarakat meramaikan acara jalan santai.
Kegiatan ini juga sebagai rangkaian kegiatan HUT Desa Golong yang keenam. Selain masyarakat umum, jalan santai juga diikuti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) H. L. Edy Sadikin, Kepala Dinas Kesehatan H. Rachman Sahnan Putra, Camat, para kepala desa, ketua BPD, LPM tokoh pemuda dan lembaga desa lainnya. Edy Sadikin berharap agar Desa Golong yang sudah banyak menyumbangkan prestasi ini dapat terus maju dan menjaga persatuan dan kekompakan serta kerjasamanya. “Jaga kekompakan dan teruskan membangun,” ucapnya. Jalan santai ini mengambil rute mulai dari Kantor Desa Golong, menuju arah timur ke arah lapangan golf, kemudian masuk di Dusun Bangket Punik, selanjutnya masuk ke Dusun Kebun Nyiuh, Dusun Peninjauan dan terakhir titik kumpul kembali di kantor Desa. (her/*)
Lomba jalan sehat digelart pada peringatan HUt Desa Golong ke 6
Kades Golong M. Zenuddin beserta Toga/Toma foto bersama Bupati usai zikir dan pengajian umum peringatan HUt ke 6 Desa Golong
Sukses, ’’Roadshow’’ HKG-PKK, KB-Kes Provinsi NTB di Lotim Selong (Suara NTB) Pelaksanaan roadshow HKG-PKK, KB-Kes Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berjalan sukses. Bertempat di wilayah Kecamatan Sukamulia, roadshow tersebut dihadiri oleh Bupati Lotim, diwakili Kepala Dinas PMD Kabup a t e n Lotim, Kepala BKKBN Perwakilan NTB,
Kepala Dinas Dukcapil Lotim, Pengurus TP PKK Provinsi NTB, Ketua TP PKK Kabupaten Lotim, Wakil Ketua I TP PKK NTB, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lotim, camat se-Kabupaten Lotim, Kepala Desa se Kabupaten Lotim, serta Ketua TP. PKK Kecamatan Se-Lotim. Dalam sambutan Bupati Lotim yang di sampaikan oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, M.Si menyampaikan bahwa program-program yang telah dilaksanakan oleh PKK Lotim agar terus digalakkan dengan penuh semangat. Tetap bergotong-royong termasuk di PKK desa dan PKK kecamatan. Berkaitan dengan kegiatan ini yang merupakan keg-
Sambutan Asisten I Setda Lotim, H. M. Juani Taofik
iatan rutin, selain memperkokoh silaturahmi, juga guna memperbaharui semangat dan komitmen PKK berkarya untuk untuk pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Dikatakannya, PKK sebagai gerakan representasi perempuan yang diakui melalui Kepmendagri Nomor 53 tahun 2000 memiliki potensi strategis mendukung dan mengakselerasikan pembangunan yang berorientasi dari masyarakat, oleh masyarakat dan kembali kepada masyarakat dalam sebuah negara demokrasi. Keberhasilan program KB di Kabupaten Lotim, lanjutnya, juga tidak lepas dari komitmen, dukungan dan gerakan nyata yang telah dilakukan PKK melalui 10 program pokok PKK, selain keberadaan tak kurang dari 20 kampung KB di daerah ini. Taofik berharap, programprogram pokok PKK ini harus tetap berjalan dan berharap akan lebih baik serta dapat menyentuh ke seluruh masyarakat tanpa terkecuali. “Mari kita saling bahu membahu untuk menyelesaikan setiap program yang akan dilakukan,”pintanya.
Pencanangan Kampung KB Merpati di Lotim secara simbolis
Sementara itu Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah mendukung kegiatan ini dengan baik. Tentunya juga telah dilaksanakan 10 program pokok PKK yaitu dengan mengadakan pelayan KB, pelayanan ibu hamil dan sebagainya. Ditekankan Hj. Syamsiah, PKK merupakan tenaga sukarela yang tidak mengenal lelah, tidak ada gaji, demi melaksanakan program pemerintah. Disampaikan pula bahwa anggaran desa sekarang ini cukup banyak. Untuk itu ia mengimbau camat maupun kepala desa untuk melibatkan Ketua TP. PKK desa dalam kegiatan atau rapat Musrenbang yang sasarannya untuk memberdayakan masyarakat. Selain itu, program pendidikan dan sosial kemasyarakatan, harus tetap digalakkan di desa dan kecamatan. Lakukan sosialisasi tentang kesehatan ibu dan anak terutama bagi kesehatan reproduksi perempuan dengan melakukan tes IVA sebagai pelayanan KB untuk mengetahui tes kesehatan pada wanita seperti kanker serviks. Disampaikan juga tentang bahaya narkoba, karena di NTB
sudah mendekati zona merah. Untuk itu, katanya, peran serta orangtua perlu ditingkatkan. Selain itu, banyaknya kasus angka kematian ibu, kematian anak dikarenakan pernikahan di bawah umur, karena belum adanya pemahaman sebagai seorang ibu dan bahkan tidak ada pengetahuan tentang merawat anak dengan baik. Untuk itu perlu adanya kerjasama ibu-ibu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayah sekitar tentang pernikahan usia dini. “Mari kita bersama-sama melaksanakan kegiatan ini dengan semangat dan mencapai target yang maksimal sesuai harapan bersama,” imbaunya. Sementara, H. Soeroto, S.Kep, M. Kes, Kepala DP3AKB Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menyampaikn bahwa kegiatan HKG-PKK ini untuk sekian kalinya diadakan di Kabupaten Lotim dan untuk tahun ini kecamatan terpilih yaitu Kecamatan Sukamulia. Dikatakannya, hingga saat ini kegiatan yang telah dilakukan PKK sangat luar biasa dalam men-
dukung semua program yang ada di 10 program pokok PKK dan hampir semua program sudah tersentuh dan telah dilaksanakan. Pada kesempatan itu juga Wakil Ketua I TP. PKK Provinsi NTB mencanangkan Kampung KB Merpati Dusun Dasan Tereng Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia yang ditandai dengan penarikan selubung papan nama dan menyerahkan bantuan-bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB dan dari TP. PKK Provinsi NTB berupa alat permainan edukatif untuk kelompok BKB Bunga Tanjung Setanggor Selatan Kecamatan Sukamulia, bantuan
alat perbengkelan 1 set kepada Bengkel Sehati Rempung, bantuan alat pengelasan kepada kelompok bengkel las ilhami Desa Dengen. Selanjutnya, bantuan alat sekolah dan makanan yang diterima oleh Sakti Pekerja Sosial (Peksos), bantuan makanan pendamping ASI, bantuan pemberian makanan tambahan ibu hamil dan bantuan dari TP. PKK Provinsi NTB yang diterima oleh Wakil Ketua II TP. PKK Kabupaten Lotim. (yon/*)
Sambutan Wakil Ketua TP PKK, Hj. Syamsiah M. Amin
Wakil Ketua TP PKK, Hj. Syamsiah M. Amin dan Perwakilan BKKBN foto bersama para penerima bantuan
Penyerahan Bantuan
Kepala Bidang Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi, Drs. Samaan, M.Si, (paling kiri) saat berkunjung ke tempat pelayanan KB di Puskesmas Dasan Lekong Lotim
Kepala Bidang Advokasi Penggerakan Informasi, Drs. Anam, M. Ph, saat mengadakan pertemuan dengan media massa lokal
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Oknum ASN Mangkir, Bulanan Tak Ngantor Tanjung (Suara NTB) Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Lombok Utara, KA, diketahui mangkir dari kewajibannya sebagai abdi negara. Menjabat sebagai Kasi Polhal di Kesatuan Bangsa Politik dalam Negeri (Kesbangpoldagri) KLU, yang bersangkutan diketahui absen selama beberapa bulan terakhir. Hal itu diakui Kepala Kesbangpoldagri KLU, Muldani, Senin (16/10). Dikatakannya KA tidak pernah masuk kantor selama bertugas di Kesbangpol. Bahkan absennya yang bersangkutan diketahui sejak bertugas di Satpol PP
Lombok Utara (di mana Muldani juga menjabat sebagai Sekretaris sekaligus Plt. Kasat Pol PP, red). “Sejak dilantik akhir Agustus sebagai Kasi di Kesbangpol dia tidak pernah masuk kantor. Dari instansi sebelum-
nya di Pol PP juga tidak pernah masuk,” ungkap Muldani. Menyikapi indisipliner KA, Muldani sebagai penanggung jawab instansi mengutarakan telah menindak yang bersangkutan sesuai regulasi PP 53. Berdasarkan mekanisme
regulasi itu, Muldani telah melayangkan surat dan memanggil yang bersangkutan. Surat pertama sampai surat ketiga telah dikirim, namun KA tidak merespon panggilan atasan. Hal yang sama juga dilakukan Muldani di instansi Pol PP. Sebagai Sekretaris/Plt. Kasat Pol PP pada periode Juli sampai Agustus, ia pun menegur KA. Hanya saja, yang bersangkutan tetap vakum. “Sampai kita cari ke rumahnya, apa benar orangnya ada
atau tidak. Tapi di rumahnya juga tidak ketemu,” imbuhnya. Hingga proses telah dijalani, Muldani pun memutuskan mengeluarkan hasil telaah staf. Di mana berkas itu dikirim ke Bupati melalui Badan Kepegawaian Daerah. Di antara hasil telaah staf, Muldani memberi punishment kedinasan antara lain, menahan Tunjangan Kepegawaian Daerah (TKD) serta menunda usulan kenaikan pangkat dan gaji yang bersangkutan.
“Sama, di Pol PP juga tidak pernah masuk sampai kita berikan punishment,” tegasnya. Mengingat mekanisme di Dinas/Badan sudah dijalankan, Muldani pun menyerahkan seluruh persoalan KA ke Bupati Lombok Utara melalui BKD Lombok Utara untuk ditindaklanjuti. Terpisah, Kepala BKD Lombok Utara, H. M. Najib, yang dikonfirmasi mengakui tengah memproses oknum ASN bersangkutan. Hanya
saja, Najib tak menggambarkan sejauhmana proses yang dilakukan. “Kami masih menunggu laporan dari Kesbangpol. Bentuknya tentu tergantung pada tingkat kesalahannya. Sejak di Pol PP sudah mendapat teguran tertulis. Saat di Kesbangpol juga sudah mendapat teguran tertulis, maka tinggal rapat Tim Penegakan Disiplin Penegakan Disiplin PNS untuk menentukan hukuman terhadap yang bersangkutan,” tegasnya. (ari)
(Suara NTB/rus)
BELAJAR – Siswa SMPN 1 Suralaga belajar di musala. Mereka terpaksa belajar di musala, karena bangunan sekolah masih direnovasi.
Pengembangan Belum Maksimal
Tak Optimal, DPC Hanura Ubah Formasi Fraksi Tanjung (Suara NTB) DPC Partai Hanura kembali mengubah formasi Fraksi Hanura di DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pertimbangannya, formasi perubahan fraksi yang lama dianggap “kurang menggigit” dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Kepastian perubahan fraksi itu, diakui Ketua DPC Partai Hanura Lombok Utara, L. Mamad Mujahid, Senin (16/10). Mamad menyatakan, perubahan formasi Hanura kembali dilakukan. Berdasarkan SK Partai yang telah dilayangkan kepada lembaga DPRD KLU, diputuskan Ketua Fraksi Hanura DPRD KLU diserahkan kembali kepada mantan Ketua Fraksi yang lama, Ardianto, SH. Ardianto dalam hal ini menggantikan mantan Ketua Fraksi, Arif Usman. “Perubahan Ketua Fraksi ini tidak ada yang istimewa, hanya rolling biasa. Orientasinya tentu dalam rangka menjalankan visi misi partai di DPRD,” kata Mamad. Fraksi di DPRD, tegasnya, harus berjalan sesuai fungsinya. Selaku perpanjangan partai, Fraksi Hanura diminta untuk mengawal sekaligus mendukung proses pembangunan. Jika memang kebijakan pemerintah daerah dinilai tidak pro kepentingan masyarakat di KLU, Mamad mengimbau untuk dikritisi. Sebaliknya kebijakan yang sudah berada pada rel yang benar, agar didukung, sehingga kemaslahatan masyarakat Lombok Utara tercapai. Terhadap perubahan Ketua Fraksi Hanura, Mamad mengklaim telah menjalin komunikasi dengan unsur parpol lain yang tergabung dalam Fraksi Hanura. Sebagaimana Fraksi Hanura terdiri dari Parpol Hanura, PPP dan PKS, dengan keterwakilan kursi di DPRD masing-masing 3 kursi, 2 kursi dan 1 kursi. Terpisah, Ardianto, SH., yang ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Hanura menanggapi perubahan fraksi secara datar. Namun diakuinya, hingga saat ini ia belum memperoleh surat tembusan dari Ketua Partai Hanura terhadap penunjukannya sebagai Ketua Fraksi. “Saya siap apabila ditunjuk sebagai Ketua Fraksi, tetapi sejauh ini saya belum terima surat. Untuk keabsahannya, nanti akan diumumkan di depan sidang Dewan,” katanya. Pergantian fraksi yang baru diakuinya baru sebatas informasi. Namun baginya semua keputusan menyangkut formasi fraksi merupakan kewenangan Ketua partai. “Sikap saya sama dengan yang dulu-dulu, bahwa fungsi di fraksi sebagai perpanjangan tangan partai, iya. Tetapi fraksi juga punya tupoksi untuk mengontrol kebijakan pemerintah,” tandasnya. Terpisah, Ketua DPRD KLU, Dra. Ni Wayan Sri Pradianti mengakui adanya usulan dari Partai Hanura terhadap pergantian Ketua Fraksi. Meski sampai saat ini, ia belum memegang fisik surat fraksi. “Sampai sekarang ini saya belum lihat tapi informasinya Surat sudah masuk (ke Sekretariat). Nanti akan diumumkan di sidang. Ya, harapan kita semua fraksi memang harus lebih mengawal program pemerintah dengan solid,” demikian Sri. (ari)
Kekurangan Kelas
SMPN 1 Suralaga Gunakan Musala Selong (Suara NTB) SMN 1 Suralaga Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terpaksa menempatkan siswa-siswinya belajar di bangunan mushala dan gedung laboratorium. Musala sekolah yang sejatinya sebagai tempat aktivitas pemerian materi imtaq dan praktikum di laboratorium menjadi beralih fungsi. Kepala SMPN 1 Suralaga,
Mulawarman menyebutkan jumlah siswa sekitar 314. Jumlah rombongan belajar 14. Sementara jumlah ruang kelas yang tersedia tidak bisa menampug semua siswa. Akibatnya, dua kelas terpaksa ditempatkan di musala dan satu kelas di laboratorium. ‘’Sudah ada bantuan ruang untuk renovasi dan belum jadi. Sebatas renovasi. Belum ada ruang tambahan kelas baru,’’ ujarnya.
Untuk sementara, kata Mulawarman, kegiatan imtak ini digelar di lapangan. Terlihat gedung musala diisi bangku belajar para siswa, karena bangunan renovasi belum rampung dikerjakan. Sejumlah siswa terlihat fokus mengikuti pelajaran yang diberikan guru. Aktivitas belajar juga menghadirkan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya
adalah pencak silat. Prestasi siswa di pencak silat ini pun cukup membanggakan bagi sekolah. Hal ini terbukti dengan perolehan juara I pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi beberapa waktu lalu. Adapun jumlah guru di SMPN 1 Suralaga yang berdiri sejak tahun 1985 ini sebanyak 22 orang yang status tetap,
dan 12 orang guru bantu, 7 orang pegawai tetap dan 1 pegawai bantu. Banyaknya guru non Pegawai Negeri Sipil diakui kepala sekolah. Ia tidak bisa menafikan dan sekolah pun masih sangat membutuhkan keberadaan para guru.Termasuk guru-guru yang harus dibayar dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sangat terbatas. (rus)
Harga Tembakau Tembus Rp 50 Ribu Per Kilogram Selong (Suara NTB) Petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada musim tanam tahun ini tampaknya dapat bernafas lega. Pasalnya, saat ini harga tembakau per kilogram menembus Rp 50 ribu. Menurut Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Perta-
nian Lotim, Ashabul Kabir, Senin (16/10), harga ini membuat para petani tembakau di Kabupaten Lotim bisa tersenyum lega, karena dapat harganya cukup mahal. Hal itu, ujarnya, sangat sejalan dengan harapan warga yang menjadi petani tembakau mitra perusahaan.
“Untuk saat ini bisa kita katakan harga tembakau sudah mampu mensejahterakan petani. Di mana harga saat ini tembus Rp 50 ribu per kilogram atau Rp 5 juta per kuintal,” terangnya, Itu artinya, lanjut Ashabul Kabir, apabila asumsi produksi sebanyak 2 ton, petani tembakau
Sambut Hari Sumpah Pemuda
PMII Lotim Gelar Dialog Kebangsaan Tangkal Radikalisme Selong (Suara NTB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur (Lotim) menggelar dialog kebangsaan menanggkal radikalisme di Gedung Arpusda Lotim, Selasa (17/10) ini. Dialog ini digelar untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober mendatang. Dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Senin (16/10), Ketua Cabang PMII Lotim Lalu Jayani Rangga Anom Putra menyebut fenomena radikalismeterorisme telah merambah ke segala lini kehidupan dan mempengaruhi kalangan anak muda di Indonesia. Banyak kaum muda intelektual sekarang telah terlibat dalam gerakan yang dibangun oleh kelompok terlarang ini. PMII sebagai salah satu unsur penting di Indonesia harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengatasi masalah radikalisme. Apalagi, lanjutnya, sekarang tren perekrutannya
(Suara NTB/ist)
Lalu Jayani sudah menyasar kepada kaum muda dan intelektual. Strategi dan program yang tepat dalam rangka meminimalisir penyebaran radikalisme khususnya di Lotim, ujarnya, harus segera dicanangkan. Salah satu usaha yang dapat
ditempuh adalah dengan memberikan sosialisasai dan pemahaman terhadap bahaya dari radikalisme ini. Dengan dasar pemikiran tersebut maka PMII Cabang Lotim mengadakan kegiatan dialog kebangsaan dalam rangka memperingati moment sumpah pemuda yang akan mengambil tema “Momentum Sumpah Pemuda dalam meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan santri/pemuda untuk menjaga keutuhan NKRI dari pengaruh radikalisme – terorisme. Kegiatan ini akan dihadiri oleh beberapa narasumber yaitu dari Kesbangpoldagri, Kodim dan tokoh agama di Lotim serta para peserta dialog yang berasal dari mahasiswa, pemuda, OKP, dan akademisi. Kegiatan ini dihajatkan untuk bisa meningkatkan pengetahuan dan sarana berbagi informasi tentang bahaya dari radikalisme-terorisme di Indonesia. (rus/*)
bisa mendapatkan Rp 100 juta per hektare untuk tahun 2017 ini. Menurutnya, kenaikan maupun terjadinya penurunan harga tembakau disebabkan faktor dinamika. Namun untuk saat ini, petani sudah mulai menyuarakan kenaikan harga terhadap para perusahaan mitra.
Selain itu, kenaikan harga tembakau disebabkan produksi tahun ini sedikit menurun, sehingga pihak perusahaan berebut untuk memenuhi kuotanya “Itulah yang juga mendorong kenaikan harga tembakau sehingga tembus Rp 50 ribu per kilogram,” jelasnya. (yon)
Ungkas Kasus Pungli, Tim Saber Pungli Lotim Dinilai Paling Berhasil Selong (Suara NTB) Keberadaan tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dinilai paling berhasil mengungkap kasus pungli sejak dibentuk bulan November 2016 lalu. Pasalnya, Tim Saber Pungli yang dipimpin Wakapolres Lotim Kompol Nanang Budi Santosa, sejauh ini sudah mengungkap delapan kasus. Menurut anggota Tim Saber Pungli NTB, Kompol. I Gusti Putu Suarnaya di sela-sela menggelar pertemuan tertutup dengan Tim Saber Pungli Lotim di Kantor Bupati Lotim, Senin (16/10), Tim Saber Pungli Lotim cukup bagus dalam memberantas praktik pungli dibandingkan dengan tim kabupaten/kota lainnya. Dari hasil evaluasi pihaknya, Tim Saber Pungli Lotim sudah berbuat maksimal dan mengungkapkan sebanyak 8 kasus, baik yang sudah P21, masuk dalam tahap penyidikan, tahap I maupun yang direkomendasikan untuk dilakukan yustisi. Dalam pelaksanaannya, tidak semua berakhir pada proses pen-
(Suara NTB/yon)
I Gusti Putu Suarnaya indakan, melainkan ada hal-hal yang harus diselesaikan. Saber Pungli Lotim yang berdiri pada bulan November dan kemudian dikukuhkan pada bulan Januari, dijelaskannya terdapat sebanyak empat bidang di antaranya Pokja Pencegahan, Pokja Penindakan, Pokja Intelijen dan Pokja Yustisi. “Semua pokja bergabung dengan instansi lain, seperti Satpol PP, pemerintah daerah maupun dari kepolisian,”pungkasnya. (yon)
M. Khaerurrazak Al Hafizi di Mata Keluarga
Tetap Rendah Hati, Tidak Ada Perlakuan Khusus dari Orang Tua Prestasi yang sangat gemilang kembali ditorehkan M. Khairurrazak Al Hafizi di ajang lomba Tahfidz Qur’an Internasional di Mekkah Arab Saudi. Hafizul Qur’an asal Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini berada di peringkat 7 dan membanggakan negara dan daerah. “ALHAMDULILLAH berhasil masuk 10 besar dengan menduduki peringkat ke-7. Namun terpenting bagi saya dia (Hafizi) dapat tampil dengan baik. Jangankan peringkat tujuh, peringkat 100 saja kami sudah puas. Terpenting sudah maksimal,”ujar Lalu Muhibban, orang tua M. Khairurrazak Al Hafizi, kepada Suara NTB, Senin (16/10). M. Khaerurrazak Al Hafizi merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Di mata keluarga, dia sosok anak yang sangat patuh kepada kedua orang tua serta pandai bergaul dengan teman-temannya di Ponpes Darussomad tempat Hafizi menuntut ilmu. Ponpes yang berdiri pada tahun 2013 itu didirikan Lalu Muhibban berdasarkan permintaan dari Hafizi bersama kakaknya. Ponpes yang terletak
di tengah persawahan Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga ini memiliki sekitar 300 santri. Terkait prestasi yang sangat luar biasa ditoreh Hafizi, Muhibban mengaku tidak ada perlakuan pada empat buah hatinya. Menurut Muhibban, membeda-bedakan perlakuan terhadap anak dapat membuat penyakitpenyakit baru khususnya di dalam suatu bahtera rumah tangga, seperti penyakit iri hati dan lainnya. Untuk itu, ke empat anaknya beserta istri selalu dikumpulkan untuk memberikan penjelasan bahwa di antara mereka tidak ada pembedaan baik yang berprestasi maupun tidak. “Prinsip saya, tidak ada pembedaan di antara mereka, itu hanya membuat penyakit baru apabila membeda-bedakan itu,” ungkapnya.
Lalu Muhibban mengatakan dapat diraihnya juara maupun tidak, bukan menjadi suatu masalah. Terpenting, Hafizi sudah menampilkan yang terbaik dengan secara mulus menjawab segala pertanyaan dari tim juri pada event Tahfidz Qur’an tingkat dunia. Hafizi masuk dalam kategori hafalan 15 juz dan bersaing dengan perwakilan dari masing-masing negara di dunia. Hafizi berhasil menjawab empat soal yang dilontarkan oleh para juri dengan lancar. Soal yang diberikan terhadap Hafidz cilik tersebut, yakni Juz 2, juz 5, juz 9 dan juz 13. Muhibban menuturkan, perasaan yang dirasakan melihat buah hatinya sukses dan lancar pada waktu itu diakuinya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasa sedih, gembira beraduk dengan kekhawatiran membuatnya tidak bisa membendung air mata saat Hafizi tampil. Bahkan, katanya, air matanya tumpah saat putra keduanya itu berhasil tampil dengan begitu sempurna sebagaimana yang diharapkan. Meski selaku orang tua hanya
mendampingi Hafizi sampai di Jakarta, Muhibban mengungkapkan dirinya tetap memantau Hafizi selama di Mekkah untuk mengikuti lomba Tahfidz Qur’an tingkat dunia tersebut. Diketahui, keikutsertaan M. Khaerurrazak mengikuti lomba tahfidz tingkat internasional atau dunia merupakan kali kedua, setelah sebelumnya tingkat Asia Pasifik. “Untuk tingkat nasional sekitar empat kali,”jelasnya. Meski sejumlah prestasi didapatkan, M. Khaerurrazak tetap pada pendiriannya selaku anak yang rendah hati serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Ketika berada di rumah atau madrasah yang didirikan oleh keluarganya. Madrasah tersebut menjadi wadah bagi Hafizi untuk secara rutin mengasah kemampuannya dengan membiasakan tidur jam 22:00 wita dan bangun pada pukul 02:00 wita. Pada waktu itu ia secara
rutin dan terus-terusan melakukan salat malam dan muroja’ah. “Apabila tidak ada hal yang terlalu penting, Hafizi tidak pernah keluar dari lingkungan madrasah,” ujar Muhibban. (yon)
(Suara NTB/dok)
PENGEMBANGAN destinasi wisata Sembalun sebagai salah satu andalan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum bisa berjalan maksimal. Sembalun terkesan selama ini hanya bisa dinikmati kekayaan alamnya. Sedangkan potensi lain seperti kuliner sama sekali belum tersentuh. Hal ini diakui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Moh Juhad. Menjawab Suara NTB, mantan Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Lotim ini, mene(Suara NTB/rus) gaskan, jika di masa menMoh. Juhad datang, pengembangan wisata Sembalun diperlukan sentuhan program. Pengganti H. Haryadi Djowaeni ini menuturkan pihaknya sudah merancang konsep penataan destinasi wisata Sembalun menjadi lebih baik. Di antaranya yang diakui adalah saat kunjugan wisatawan memuncak, jalur menuju Sembalun macet total. Seperti yang tergambar setiap tahun di wilayah Pusuk Sembalun. Tempat swafoto (selfie) ini dijejali pengunjung, sehingga kesulitan mendapatkan lokasi parkir. Menurutnya diperlukan penataan tempat parkir yang lebih luas dan memadai. “Sehingga nantinya tidak lagi macet,” ucapnya. Selain tempat parkir, pedagang kaki lima dan pedagang dadakan yang ada di sepanjang jalan menuju Sembalun juga perlu ditata agar lebih rapi. Dalam hal ini, diperlukan rest area yang representatif, sehingga pengunjung bisa lebih aman dan nyaman berada di Sembalun. Selain di pusuk, lapangan Sembalun sebenarnya juga disulap menjadi salah satu tempat yang bisa jadi tujuan wisatawan dan menjadi tempat untuk menampilkan kekayaan kuliner Sembalun pada khususnya dan Lotim. Sebagai destinasi wisata yang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, Sembalun perlu ada tempat-tempat alternatif wisatawan. Tidak saja menikmati keindahan alam di siang hari. Namun Sembalun juga bisa dinikmati malam hari. Kesejukan angin malam Sembalun, akunya, diyakini bisa menjadi kenangan luar biasa bagi wisatawan. Terlebih Sembalun sebagai destinasi wisata halal honeymoon (bulan madu) dan telah dinobatkan sebagai bagian dari geopark Rinjani. ‘’Peningkatan fasilitas umum di Sembalun ke depan diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesejahteraan bagi masyarakat yang palinng dekat dengan puncak tertinggi Gunung Rinjani ini,’’ harapnya. (rus)
M. Khaerurrazak Al Hafizi
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Realisasi Anggaran Kritis Gagalkan Pengiriman AKAD
(Suara NTB/dok)
UPAYA pengiriman Angkatan Kerja Antar Daerah (AKAD) ilegal digagalkan petugas Lombok International Airport (LIA). Sebanyak 9 orang yang hendak berangkat ke Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) diamankan saat hendak naik pesawat. Namun setelah ditelusuri, ternyata sudah 30 orang di antaranya yang berhasil lolos. “Total ada 39 orang yang hendak berangkat ke Kalbar.Tapi hanya 9 orang yang berhasil diamankan. Sisanya sudah berangkat lebih dulu ke Surabaya melalui LIA,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H. Masrun, kepada Suara NTB, Senin (16/10). Terhadap yang sudah berangkat tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas bandara Surabaya. Termasuk dengan petugas pelabuhan di Surabaya untuk melakukan pencegahan agar tidak sampai ke Kalbar. Ia menjelaskan, petugas bandara mengamankan para AKAD tersebut lantaran diduga berangkat tanpa prosedur. Di mana mereka berangkat tanpa membawa satu pun dokumen pendukung sebagai AKAD. Mulai dari SPP (surat permintaan perekrutan) dari perusahaan pemohon tenaga kerja maupun dokumen lainnya. “Kepada petugas di bandara mereka mengaku akan bekerja di Kalimantan. Tapi setelah diperiksa, tidak ada satupun dokumen pendukung yang dibawa. Sehingga petugas bandara curiga dan langsung mengamankan para AKAD tersebut. Sebelum sempat naik pesawat yang akan membawanya ke Surabaya,’’ terangnya. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak Disnakertrans Loteng, para AKAD langsung dibawa ke kantor Disnakertrans Loteng untuk keperluan pendataan dan indentifikasi lebih lanjut. Setelah itu, mereka dipulangkan ke rumahnya masingmasing setelah sebelumnya diberikan pencerahan tentang tata cara dan prosedur menjadi AKAD yang benar. Masrun menambahkan, dari 9 orang yang berhasil diamankan, 8 orang merupakan warga Lombok Timur (Lotim), sisanya warga Janapria Loteng. sedangkan untuk 30 orang yang berhasil lolos dan sudah sampai di Surabaya, masih menunggu perkembangan dan infomasi lebih lanjut dari petugas bandara setempat. Menurutnya, pengiriman AKAD ke Kalimantan diperketat, khususnya yang menuju Kalbar. Mengingat, daerah tersebut berbatasan langsung dengan Malayasia. Pihaknya khawatir, AKAD hanya dijadikan tameng untuk bisa masuk ke Malaysia dan bekerja secara ilegal di negara tersebut. Diakuinya, pengiriman AKAD belakangan mulai marak terjadi. Pihaknya menduga pengiriman AKAD jadi modus pengiriman TKI ilegal keluar negeri, khususnya ke Malaysia. Apalagi, pengiriman TKI ilegal sekarang ini sudah sangat sulit. (kir)
H. Masrun
Bupati Peringati Kepala SKPD Rapor Merah Giri Menang (Suara NTB) Berdasarkan hasil evaluasi pada rapat pimpinan (rapim) yang dipimpin langsung Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid, realisasi keuangan di Pemkab Lobar hingga per bulan Oktober sangat kritis. Pasalnya memasuki akhir tahun, realisasi keuangan baru 46,50 persen dari target yang harus dicapai 88,25 persen. Artinya terdapat deviasi hampir 42 persen. ‘’Atas capaian ini Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didamping Sekda Lobar H. Moch. Taufiq sangat kecewa. Bahkan, orang nomor satu di Lobar ini memberi peringatan keras terhadap 6 SKPD yang capaiannya kritis,’’ ungkap Kabag Administrasi Pembangunan dan ULP Setda Lobar, Heri Ramadan menjelaskan hasil rapim yang dihadiri segenap jajaran SKPD dan camat, Senin (16/10). Secara umum, jelas Heri, target realisasi yang dicapai sampai bulan Oktober ini dibandingkan tahun lalu ada peningkatan. Namun, ujarnya, ada kekhawatiran dari Bupati Lobar, ketika sampai bulan Oktober capaian belum sesuai harapan, bahkan kritis. ‘’Seperti target belanja (realisasi anggaran) seharusnya diatas 80 persen, namun ca-
paiannya baru 46 persen lebih. Bahkan banyak di bawah itu. Salah satu penyebabnya anyak proyek fisik belum terbayar kemudian juga banyak usulan program kegiatan yang belum terbayar,” tambahnya. Dijelaskannya, realisasi belanja langsung SKPD berdasarkan SP2D dari BPKAD ditambah realisasi BLUD RSUD dan Dikes hingga 12 Oktober dari target 88,25 persen terealisasi baru 56,50 persen. Artinya terdapat deviasi mencapai 41,75 persen. Dari 43 SKPD, jelasnya, tidak ada SKPD yang mencapai di atas 88 persen, termasuk di bawah 88 persen ke bawah hingga 83 persen. 43 SKPD, jelasnya, masuk zona merah, karena realiasasi di bawah 83 persen lebih. Jika lebih dibedah lagi dari 43 SKPD dan kecamatan, terdapat 6 SKPD paling kritis capaian-
nya masing-masing Dinas Dikbud hanya 22,42 persen, Damkar 38,04 persen, BPKAD 40,87 persen, Dinas Kominfo 42,01 persen, Dikes 43,03 persen, Dinas PU TR 44,62 persen, Dinas Penanaman Modal dan PTSP 46,95 persen. Artinya kalau melihat realisasi anggaran 43 SKPD ini, jelasnya, semua SKPD merah, karena tidak mencapai target 80 persen. Menurutnya, jika semua pekerjaan fisik ini dibayarkan, maka capaian keuangan bisa mencapai target. Sebab di lapangan pengerjaan fisik ada yang sudah selesai dan ada yang 90 persen. Selain itu progres realisasi anggaran ini juga dipengaruhi pembayaran program yang belum, seperti bimtek sudah selesai dilaksanakan namun belum dibayar sehingga mem-
(Suara NTB/ist)
RAPIM - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekda H. Moch. Taufiq memimpin rapim di Kantor Bupati Lobar, Senin (16/10). pengaruhi progres anggaran. Terkait realisasi lelang proyek, diakui 76 paket pada APBD murni sudah selesai. Namun ada tambahan 14 paket pada APBDP, sehingga total paket proyek yang dikerjakan tahun ini sebanyak 90 paket. Dari 14 paket pada APBD-P ini sebanyak 11 paket sudah selesai lelang, sedangkan tiga paket masih se-
dang proses. Ia menambahkan, pada kesempatan itu bupati menekankan ke semua jajaran SKPD agar tetap fokus bekerja meskipun jelang Pilkada. Bupati mengingatkan agar aparatur jangan mudah terpengaruh isu politik. Para aparatur harus berkinerja sebaik mungkin, sebab jangan sampai berdampak terhadap kinerja. (her)
Dandim Lobar Dorong Atraksi Peresean Perkuat Bela Negara pala Desa Lembar Selatan serta ratusan warga yang hadir menyaksikan acara. Ditemui usai acara, Dandim menyatakan tradisi seni dan budaya peresean yang dikembangkan di Lombok ada kaitan dengan upaya bela negara. “Jadi seni budaya warisan leluhur berupa peresean ini ada kaitan dengan upaya bela negara, bela negara itu,’’ jelasnya. Menurutnya kegiatan peresean ini merupakan warisan dari para leluhur, sehingga harus tetap dilaksanakan tiap tahun agar budaya ini tetap terjaga. Kalau melihat atraksi peresean ini, Dandim yang baru bertugas di Lobar ini, seperti halnya pencak silat yang dikembangkan serta atraksi lain yang tengah dikembangkan TNI - AD juga salah satu warisan leluhur yang bisa d i k e m lu akan dibuat kesepakatan denbangkan ungan kabupaten/kota, sehingga protuk memgram provinsi dan kabupaten/kota perkuat bela bisa benar-benar bersinergi. negara. (her) “Yang paling dekat dengan masyarakat ialah kabupaten/kota. Jadi sinergisitas program antara provinsi dengan kabupaten/kota sangat menentukan optimalisasi pengentasan kemiskinan,” tandasnya. Disinggung target penurunan angka kemiskinan tahun ini, Amin mengaku pihaknya tetap berupaya maksimal untuk bisa mencapai target. Di mana sesuai hasil revisi RPJMD NTB, target penurunan angka kemiskinan NTB antara 1 sampai 2 persen. “Tahun ini kita optimis capaian penurunan angka kemiskinan bisa di atas 1 persen,” pungkas Ketua DPW Partai NasDem NTB ini. (kir)
Giri Menang (Suara NTB) Kodim 1606/Lombok Barat (Lobar) bersama Koramil Gerung menggelar pagelaran atraksi peresean di Lembar Selatan, Minggu (15/10). Lomba seni dan budaya peresean yang diikuti oleh para pepadu se Pulau Lombok ini salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT TNI Ke 72. Ke depan, pihak Kodim mendorong agar atraksi peresean ini menjadi salah satu upaya memperkuat bela negara yang saat ini diprogramkan TNI. Hadir pada kesempatan itu, Dandim 1606/Lobar, Letkol Czi Djoko Rahmanto, Danramil Gerung Kapten Inf. Marito, Kapolsek Lembar dan Ke-
Capaian Pengentasan Kemiskinan NTB Turun Naik Praya (Suara NTB) Upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan semaksimal mungkin oleh Pemerintah Provinsi NTB, meski capaiannya belum optimal. Terbukti, dari target penurunan angka kemiskinan sebesar 2 persen per tahun, belum sekalipun bisa tercapai. ‘’Paling tinggi di atas 1 persen,’’ ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., MSi., kepada Suara NTB di Praya, Minggu (15/10). Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak hanya dihadapi di NTB, tapi juga jadi persoalan secara nasional. Sementara di NTB capaian pengentasan kemiskinan cenderung fluktuatif, terkadang tinggi, kadang rendah. Hal ini, ujarnya, dipengaruhi banyak faktor. Di mana, berbagai fluktuasi kebijakan nasional secara tidak langsung berpengaruh pada tingkat
capaian pengentasan kemiskinan. Ada kebijakan pusat yang mampu mendorong upaya percepatan pengentasan angka kemiskinan. Ada pula kebijakan pusat yang kadangkadang justru memberikan kontribusi pada peningkatan angka kemiskinan itu sendiri. Namun yang pasti, tekad pemerintah provinsi tetap berupaya maksimal menekan angka kemiskinan dengan dukungan berbagai program dan kebijakan. “Dukungan berbagai kebijakan dan program daerah akan terus kita dorong. Untuk bisa mendukung upaya menekan angka kemiskinan,”ujarnya. Dengan menitikberatkan pada program di kabupaten dan kota. Di mana nantinya, program-program di kabupaten/kota akan terus diintegrasikan dengan program di provinsi. Bila per-
HMI Klaim Tiga Parpol, Fauzan-Sumiatun Belum Kantongi SK Golkar Giri Menang (Suara NTB) Pertarungan sejumlah figur di Lombok Barat (Lobar) untuk merebut dukungan partai politik (parpol) jelang Pilkada Kabupaten Lobar nampaknya semakin menarik. Setelah beberapa partai dipastikan memberikan dukungannya ke H. Fauzan Khalid, SAg., MSi., dan Hj. Sumiatun, giliran kubu H. M. Izzul Islam (HMI) juga tak mau kalah. Kubu HMI mengklaim tiga parpol besar telah positif bergabung. Sekretaris DPW Partai Perindo NTB, Muhammad Juaini yang ditemui di KPU Lobar, Senin (16/10) siang menyatakan posisi tiga partai besar seperti PDIP, PKB dan Hanura sudah positif mengusung HMI. “Seperti yang sudah terdengar di luar, PDIP, PKB dan Hanura. Insya Allah positif, itu SK (Surat
Keputusan), bukan lagi rekomendasi,” katanya. Menurutnya masuknya PDIP, PKB dan Hanura untuk mengusung Ketua DPW Partai Perindo NTB itu sudah melebihi dari syarat dukungan 9 kursi. Jika digabung, maka perolehan kursi di tiga partai itu sebanyak 12 kursi dengan perincian PDIP 4 kursi, PKB 5 kursi dan Hanura sebanyak 3 kursi. “Belum lagi PAN dan PBB yang bisa saja menyusul. Untuk PAN, kami tidak mengklaim. Tapi itu mungkin, bukan tidak mungkin. Karena bisa saja PAN memberi dukungan ke HMI. Kalau merebut kami rasa tidak,” klaimnya. Sementara itu Ketua DPD Golkar Lobar Hj. Sumiatun yang merupakan pasangan dari H. Fauzan Khalid menegaskan SK dukungan dari
Golkar tinggal menunggu waktu. “Tinggal dijemput saja, untuk Golkar sudah selesai, tinggal tunggu waktu dan saatnya,” tegasnya. Terkait kapan SK itu akan turun, Sumiatun memastikan SK akan diberikan bersamaan dengan calon kepala daerah lainnya di NTB saat deklarasi Calon Gubernur NTB H. Suhaili FT. “Sekaligus deklarasinya dengan cagub dan penyerahannya sekalian penyerahan dengan deklarasi,” imbuhnya lagi. Diakuinya, secara pribadi dirinya tidak memberi keputusan terhadap dirinya. Hanya saja, dia mengaku mempunyai rekan di DPP Golkar. “Terkait lamanya, Kami tidak tahu apa pertimbangannya, kalau kami maunya ya secepatnya. Tapi kan ada mekanisme dan segala macam,” sambungnya. (her)
Perbaikan Jembatan di Batu Putih Diduga Dilakukan Seadanya Giri Menang (Suara NTB) Jembatan kecil yang ambrol di jalur utama Desa Batu Putih-Pelangan Kecamatan Sekotong dikeluhkan warga lantaran kerusakannya diperbaiki seadanya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Lombok Barat. Akibat kondisi jalan ini, arus transportasi masih terganggu. Bahkan kendaraan pengangkut barang harus antre. Ihsan mengaku perbaikan jembatan dinilai setengah hati, karena kurang memadai. “Sangat menggganggu pengendara, wisatawan juga terganggu,” keluhnya akhir pekan kemarin. Pihaknya berharap agar jem-
batan jecil itu segera diperbaiki, lantaran satu-satunya akses penghubung bagi warga. Menurutnya, selain warga banyak juga wisatawan yang lalu lalang di jalur ini. Sementara Ketua DPRD Lobar, Hj. Sumiatun kecewa setelah tahu penanganan jembatan ambrol tak serius. Ia mengkritik Pemkab Lobar dan Pemprov NTB kurang peka terhadap persoalan ini. “Sudah kan kami minta diperbiaki, tapi mereka ndak peka,” ujarnya. Ia mendesak pemprov segera bertindak memperbaiki jembatan kecil tersebut. Sebab akses jalan di Batu Putih ini termasuk jalan provinsi, Menurutnya, ak-
ses jalan itu fasilitas utama bagi masyarakat, sehingga harus segera diperbaiki. Sementara Kadis PUTR Lobar Made Artadana mengklaim jembatan yang ambrol telah diperbaiki menggunakan plat sementara, menunggu perbaikan permanen. Hal ini untuk memperlancar arus transportasi di jalur tersebut. Kini jalur tersebut bisa dilalui warga yang beraktivitas di wilayah setempat. “Sudah kita perbaiki, beberapa hari setelah kejadian ambrol. Kami pasang plat sementara dulu, sebelum kita perbaiki permanen agar masyarakat bisa lancar lewat dulu,” ujarnya. (her)
(Suara NTB/ist)
PERESEAN - Dandim Lobar Djoko Rahmanto didampingi Danramil Gerung Marito bersama pepadu saat atraksi peresean, Minggu (15/10) lalu.
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
Puskesmas Batulanteh akan Direlokasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Puskesmas Batulanteh, Kecamatan Batulanteh rencananya akan direlokasi. Relokasi ini dilakukan, selain untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat juga untuk kepentingan akreditasi. Saat ini pihak Dinas Kesehatan (Dikes) tengah berkoordinasi dengan camat setempat untuk mencari persediaan tanah yang tepat sebagai lokasi pembangunan nantinya. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Junaidi, A.Pt., M.Si membenarkan adanya rencana relokasi ini. Relokasi ini akan dilakukan karena akses masyarakat ke puskesmas sulit karena lokasinya berada di lereng bukit dan terlalu tinggi. Selain itu, untuk mengejar akreditasi kondisi tanah yang sempit tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan. Artinya ruangan harus ditambah sesuai dengan standar kebutuhan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar. Sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. “Yang sekarang kan berada di lereng bukit dan agak tinggi. Itu tidak ramah untuk lansia, ibu hamil dan anak-anak. Tanahnya juga sempit untuk perluasan, sementara kita mengejar untuk akreditasi. Kita memang perlu merelokasi untuk memaksimalkan pelayanan sesuai dengan standar,” ujarnya. Terkait rencana relokasi ini, juga muncul dalam Musrenbang kecamatan yang lalu. Selain permintaan dari pihak puskesmas, juga masyarakat dan camat serta Sekcam saat itu. Hal ini kemudian ditindaklanjuti, karena pihaknya ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak Bappeda terkait rencana relokasi ini. Pada prinsipnya Bappeda mendukung rencana relokasi ke lahan yang lebih luas dan rata. Saat ini, pihaknya tengah berupaya bersama pihak kecamatan untuk mencari lokasi pembangunan nantinya. “Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan Camat kira-kira lokasi pembangunan yang pas sambil mencari informasi tentang persediaan tanah,” tukas Junaidi. Pihaknya akan mengusahakan pembangunan nantinya bisa dilakukan di tahun 2018. Karena penilaian terakhir akreditasi puskesmas seluruh Indonesia dilakukan pada tahun 2019. Dimana diharapkan tahun 2019-2020, semua puskesmas di Indonesia sudah terakreditasi. Sementara itu, Camat Batulanteh, Zubaidi menambahkan, pihaknya tengah berusaha mencari tanah yang langsung bisa dimanfaatkan tanpa harus melalui tanah orang lain. Tanah yang diperlukan sekitar satu hektar lebih. Dimana seperti disampaikan sekdis, puskesmas tidak akan bisa maju dan terakreditasi jika tidak memenuhi syarat. “Memang kalau kita lihat Puskesmas yang ada sekarang sudah tidak layak. Lokasinya di lereng bukit dan kecil. Makanya kalau sudah ada tanahnya sebaiknya direlokasi supaya pelayanan lebih dekat dan lokasinya lebih luas. Targetnya kalau sudah ada tanahnya bulan Januari tahun depan sudah bisa dibayar dan diusulkan,” pungkasnya. (ind)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Kerjasama Kegiatan Sub Bagian Tugas Perbantuan Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Persiapan BOS 2017
Sekolah Diminta Segera Susun RKA Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekolah diminta segera menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) untuk penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018. Mengingat saat ini, pencatatan BOS harus masuk melalui APBD Kabupaten. Termasuk nanti dalam SPJ masuk dalam laporan keuangan daerah. Sebagaimana disampaikan Kasubbag Tugas dan Perbantuan Dinas Pendidikan Nasional (Dikbud) Sumbawa, M. Husnul Alwan, kepada Suara NTB, Senin (16/10) kemarin. Saat ini, pihaknya tengah melakukan sosialisasi ke semua kecamatan untuk anggaran BOS 2018. Dengan mengumpulkan pada sekolah di masing masing kecamatan. Yang sudah dilakukan di kecamatan Empang, Pelampang, Lape dan menyusul kecamatan kecamatan lainnya, seperti Lunyuk, Utan, Alas dan seterusnya hingga selesai. Dalam sosialisasi dimaksud, sekolah diharapkan segera menyusun RKA. Untuk selanjutnya disahkan menjadi DPA. Sesuai kebijakan pusat yang diatur
dalam Surat Edaran Mendagri No. 9 dan 10 tahun 2017, pencatatan BOS harus masuk APBD. Sehingga kedepan pembelanjaan BOS oleh setiap sekolah harus sesuai DPA yang ada. “Makanya kita minta sekolah segera menyusun RKA,”terangnya. Meksi pembiyaan BOS dari pemerintah pusat, kata Alwan, namun harus masuk ke kas daerah. Sistem keuangannya harus diinput oleh Dinas. SPJ penggunaan BOS setiap sekolah nantinya juga masuk dalam pelaporan keuangan daerah. Aturan ini sebenarnya sudah mulai berlaku pada tahun ini, sejak dimasukkannya BOS pada APBD Perubahan 2017. Sementara untuk dana PIP yang proses pencairannya saat ini masih tersendat, akan diupayakan dipercepat. Dengan sistem virtual masuk dalam rekening sekolah. Menggandeng pihak BRI mensingkronkan data penerima PIP yang ada di Dinas dengan data di BRI. Untuk segera direkeningkan ke rekening masing-masing siswa. Mengingat sampai saat ini rata
(Suara NTB/arn)
Husnul Alwan rata per kecamatan pencairan PIP baru mencapai 10 persen. “Inilah yang akan kita genjot pencairannya kerjasama dengan pihak Bank,” tukasnya. Alwan juga menjelaskan peserta didik yang tidak memiliki KIP dapat diusulkan serta mendapatkan dana PIP oleh sekolah/SKB/PKBM/LKP atau lembaga pendidikan nonformal
lainnya di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selambat-lambatnya akhir September tahun 2017, dengan mekanisme yang telah ditentukan. Sekolah/SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal lainnya menyeleksi dan menyusun daftar peserta didik yang masih aktif dan tidak memiliki KIP sebagai calon penerima dana PIP dengan prioritas, peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus. Seperti peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam, Kelainan fisik (peserta didik inklusi), korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di LAPAS, memiliki lebih dari tiga saudara yang tinggal serumah. Pe-
serta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya; Peserta didik kelas VI kelas IX kelas XII dan kelas XIII. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman.b. sekolah menandai status kelayakan Peserta Didik sebagai calon penerima dana/manfaat PIP di aplikasi Dapodik mengacu pada hasil seleksi/verifikasi sekolah. Untuk jenjang SD dan SMP, dinas kabupaten/kota mengusulkan melalui aplikasi pengusulan PIP. Berdasarkan status kelayakan Peserta Didik yang tercatat di Dapodik. Aplikasi pengusulan PIP yang dapat di akses di laman data.dikdasmen.kemdikbud.go.id/pipdikdasmen. Peserta Didik yang Diusulkan oleh Pemangku Kepentingan dapat mengusulkan peserta didik calon penerima PIP ke Direktorat teknis setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk keperluan verifikasi/validasi sesuai dengan prioritas sasaran dan persyaratan yang ditetapkan. (arn/*)
Alat Kedokteran RSUD Sumbawa Gagal Lelang Sumbawa Besar (Suara NTB) Pengadaan alat kedokteran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa dipastikan gagal dalam tahun 2017 ini. Paket yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini terjadi gagal lelang dan tidak memungkinkan untuk dilelang ulang. Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos yang dikonfirmasi, Senin (16/10) kemarin membenarkan hal tersebut. Alat kedokteran yang nilainya Rp 425 juta dari DAK ini gagal lelang pada bulan September lalu. Gagal lelang terjadi karena tidak ada yang mengupload dokumen penawaran. “Dari hasil kajian teknis
tentang dokumen, pada saat perencanaan besaran anggarannya berdasarkan ekatalog. Namun tahun ini tidak muncul di ekatalog, sehingga begitu dilelang harganya sangat mepet, tidak ada orang yang mengupload,” ujarnya. Dijelaskannya, dilihat dari segi waktu, paket ini masih memungkinkan jika dilelang ulang. Namun karena ada aturan DAK per tanggal 31 Sep-
tember tidak diperbolehkan lagi melakukan lelang ulang. Sesuai dengan hasil rapat yang dilakukan dengan BPKAD. Dengan tidak bisanya dilakukan lelang ulang, maka DAK ini akan dikembalikan. “Sebetulnya dari sisi waktu masih ada. Tetapi karena aturan DAKnya tidak memungkinkan untuk kita tender ulang,” tukasnya. Selain paket ini, lanjutnya,
ada dua paket lain yang sedang dalam proses lelang. Yakni pengadaan sepeda motor Trail Bagian Umum Setda Sumbawa. Dari hasil konfirmasi, rencananya Senin (16/10) ini akan kembali dilakukan lelang kedua. Dimana sebelumnya terjadi gagal lelang karena tidak ada yang mengupload penawaran. Kemudian paket lain yakni apraisal penilaian tanah Bendungan Beringin Sila, Kecamatan Utan. Dalam waktu dekat paket ini akan segera ditentukan pemenanngnya. Karena banyak yang mengupload penawaran, tinggal dinilai pihak mana yang layak menjadi pemenang. (ind)
(Suara NTB/ind)
Abdul Malik
Penyaluran Bantuan Bariri Nelayan Capai 63 Persen Junaidi (Suara NTB/ind)
Delapan Parpol Baru di KSB Terdaftar di Sipol KPU Taliwang (Suara NTB) Sebanyak delapan partai politik (Parpol) baru terdaftar memiliki kepengurusan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kehadiran kepengurusan Parpol baru itu berdasarkan sistem informasi Parpol (Sipol) yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. Dari data Sipol yang dirilis KPU pusat itu, kedelapan Parpol baru yang tercatat memiliki kepengurusan di KSB di antaranya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Islam Daman Aman (Idaman), Partai Suara Rakyat Indonesia (Pasrindo), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Garuda, Partai Beringin Karya (Berkarya), Partai Indonesia Kerja (PIKA) dan terakhir Partai Republik. “Mereka ini merupakan partai baru yang ada pengurusannya di KSB sesuai data Sipol,” terang ketua KPU Khairuddin, SE kepada wartawan, Senin (16/10). Sementara ini dari kedelapan Parpol baru tersebut, tercatat baru 3 partai yang mendaftarkan diri ke KPU KSB dan menerima tanda pendaftarannya. Mereka adalah Perindo, PSI dan Partai Berkarya. Sementara Parpol lama calon peserta Pemilu 2019 ada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Khairuddin mengatakan, jika tanggal 16 November ini merupakan batas terakhir Parpol untuk mendaftarkan diri ke KPU setempat. “Nanti kita tunggu mereka sampai pukul 24.00 wita di hari terakhir ini,” jelasnya. Ia menyatakan, terhadap Parpol yang belum mendaftar sebelumnya telah melakukan konsultasi dan beberapa diantarnya telah memasukkan persyaratan, tetapi pihak KPU belum bisa memberikan surat tanda pendaftaran. Hal ini dikarenakan Parpol tersebut belum mampu melengkapi seluruh persyaratannya. “Sejak kemarin ada Golkar dan hari ini ada (partai) demokrat. Setelah kita teliti mereka kurang syarat dan mereka janji akan melegkapinya di hari ini juga karena jadwal terakhir,” sebutnya. Ia menjelaskan, syarat yang harus diserahkan Parpol dalam proses pendaftaran berupa salinan kepengurusan dan keanggotaan yang ditandai dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) beserta Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) anggota bersangkutan. Pihak KPU kemudian akan menyesuiakan jumlah anggota yang disetorkan Parpol berdsarkan data tertera dalam Sipol. Diakuinya syarat minimal jumlah keanggotaan yang harus didaftarkan oleh pengurus Parpol di daerah sebanyak 1/1000 jumlah penduduk. Untuk di KSB sendiri syarat minimalnya sebanyak 135 anggota. Tetapi ketentuan validasi oleh KPU akan menyesuaikan dengan data Sipol dari pusat. “Kalau misalnya keanggotaan Parpol di KSB sebanyak 1000 orang di data Sipol, maka partai bersangkutan harus juga menyerahkan sejumlah itu ke kami baru dikatakan lengkap sesuai data,” cetusnya. Sementara itu di hari terakhir pendaftaran kemarin, seluruh Parpol baik yang baru maupun lama memanfaatkan waktu yang tersisa. Sejumlah pengurus Parpol sejak pagi telah mendatangi kantor KPU KSB. Bahkan beberapa Parpol saat mendaftar tampak menggelar iring-iringan menuju kantor KPU setempat. (bug)
Taliwang (Suara NTB) Hingga memasuki bulan Oktober Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menyalurkan sebanyak 594 unit bantuan program Bariri Nelayan atau sekitar 63 persen dari total bantuan yang disediakan yakni 943 unit di tahun 2017 ini. Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) KSB, Ir. H. Mansyur Sofyan mengatakan, para penerima bantuan Bariri Nelayan itu sebelumnya telah dinyatakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Yakni menambung sebesar 10 persen dari nilai bantuan yang diterima. “Jadi begitu 10 persen tabungannya langsung bantuan kita serahkan kepada nelayan bersangkutan,” katanya kepada wartawan, Senin (16/10). Diakuinya, untuk memenuhi peryaratan menabung sebesar 10 persen itu, banyak dari nelayan yang merasa berat. Namun demikian, kini pemerintah telah memiliki strategi untuk menanganinya. Di mana pemerintah akan melibatkan pengusaha membantu para nelayan memenuhi persyaratan tersebut. Mekanismenya sendiri, pengusaha akan meminjamkan dana kepada para nelayan un-
(Suara NTB/bug)
BANTUAN - Sejumlah unit bantuan program Bariri Nelayan yang disiapkan Pemkab Sumbawa Barat. tuk menutupi sementara wak- bayaran pinjamannya,” terang tan. “Pengusahanya sudah ada yang bersedia. Mereka dari tu biaya syarat menambung itu. Mansyur. Ia menyebutkan, sistem luar daerah. Tapi intinya kerSelanjutnya para nelayan akan membayarnya dengan cara me- kerja sama dengan pengusa- ja sama ini akan memudahnyicil dari hasil tangkapannya ha tersebut tidak akan mem- kan nelayan agar cepat mensetiap hari. “Nanti pengelolaan- beratkan para nelayan. Mela- gakses bantuan Bariri Nelaynya melalui koperasi nelayan. lui koperasi nelayan biaya an itu,” klaimnya. Mansyur mengaku, jika Nah nelayan menjual langsung pengembalian pinjaman akan hasil tangkapannya kepada diatur sedemikian rupa seh- pola kerja sama dengan melipengusaha yang meminjamkan ingga tidak membuat beban batkan pengusaha tersebut modal sebagai bentuk pem- baru bagi nelayan bersangku- berjalan lancar maka penyalu-
ran bantuan Bariri Nelayan akan cepat tuntas. DKP sendiri menargetkan, pada awal bulan November mendatang sisa bantuan yang sejauh ini belum disalurkan akan sampai ke tangan nelayan penerima. “Kami yakin sisa yang 349 unit yang itu akan berada di tangan nelayan di bulan November nanti,” paparnya. Selanjutnya ia menjelaskan, semangat dari persyaratan menabung yang ditetapkan pemerintah guna mekakses bantuan program Bariri yakni untuk kemandirian permodalan masyarat. Jika nantinya para penerima bantuan telah berhasil menabung sebesar 150 persen dari nilai bantuan, maka dana tersebut akan dikembalikan ke masyarakat penerima bantuan itu sendiri. “Itu uang mereka. Harapan pemerintah kalau nanti uangnya sudah ada mereka bisa gunakan sebagai modal ke depan tanpa harus lagi meminjam apalagi kepada rentenir,” sebutnya. Untuk diketahui dari 943 unit bantuan program Bariri Nelayan yang disiapkan Pemda KSB tahun ini. Terdiri dari sampan Lebo 382 unit, sampan plus mesin 349 uniti, kasko sampan laut 84 unit dan motorisasi mesin ketinting sebanyak 128 unit bantuan. (bug)
Festival Pesona Raja Kepe 2017, Simbol Sukses Empang Berbudaya
(Suara NTB/arn)
Suasana pembukaan Festival Raja Kepe Sumbawa Besar (Suara NTB) Raja Kepe, sebuah legenda dimensi spiritual salah satu sudut petilasan Samawa Semesta yang berada di bentang selatan Empang sebagai wahana tafakur, tapa brata, kontemplasi menghayati dan mensyukuri karunia Sang Pencipta diangkat menjadi ikon Festival Kecamatan Empang Berbudaya Tahun 2017. Dengan berbagai agenda di dalamnya. Raja Kepe yang berada pada
satu garis dengan Batu Pampang di Lunyuk, sejajar dengan garis maya Gili Dewa dan Pulau Moyo diutara memiliki nilai religius mistis diera kejayaan dinasti Samawa era kuno, sebagai garis filosofis pelindung Tana Samawa atau Kabupaten Sumbawa. Demikian secara singkat diceritakan oleh Syamsu Ardiansyah Direktur Jaringan Kota Pusaka Indonesia – Kabupaten Sumbawa, tentang Festival yang digelar hingga Sabtu mendatang tersebut.
Dijelaskannya, empat sudut petilasan Samawa SEMESTA, garis maya yang membentengi desa darat Samawa. Yakni, Garis bentang utara, Pulau Moyo berada di pintu gerbang akses masuk utama Teluk Sale. Garis lurus Teluk Sale ke wilayah timur berada Gili Dewa sebagai gundukan tanah dan batu tanda pertama Sumbawa di perairan antara Dompu dan Bima-Tambora. Garis bentang selatan, wilayah selatan Ampang Kampaja terdapat petilasan suci Batu Sema (sembah) dan Raja Kepe pertapaan dalam pengasingan diri manusia untuk merenung dan menghayati kebesaran dan peleburan zat Tuhan bersemayam didalam kerahasiaannya di jiwa mahluk. Kemudia selatan Lunyuk terdapat batu Pampang, juga memiliki nilai relegius mistis di era kejayaan dinasty dinasti Samawa era kuno. Camat Empang, Abdul Haris S.Sos, menjelaskan, Gili Raja Kepe yang diajdikan ikon festival bahkan sampai saat ini masih dijadikan wilayah pertapaan oleh masyarakat bahkan dari Luar Sumbawa. Makanya digelar Festival Raja Kepek yang dibuka Sab-
(Suara NTB/arn)
Gili Raka Kepe tu lalu. Acara pembukaan diisi pementasan tari kolosal bala cucuk dan pawai budaya 22 kelompok dari 10 desa ditambah perwakilan guru dan UPT setempat. Beberapa kegiatan lain selama Festival ini, seperti pentas seni malam hari dan lomba memuat kerajian daerah seperti male dan sito serta anyaman tali Tulang Linung. Selama dua dua hari Selasa dan Rabu mendatang digelar Gebyar PAUD hingga malam penutupan pada 21 Ok-
tober. Meski tditutup pada waktu tersebut, pada 28 Oktober akan ada acara malam di pantai Raja Kepe yang diisi dengan bergaia kegiatan rakyat. Seperti Ngayang (berburu rusa) dan Nimung (penganan khas dari beras ketan). Festival ini digelar dalam memacu sekaligus promosi pariwisata khusunsya di wilayah kecamatan Empang. Yang memiliki beberapa obyek dan wisata budaya yang patut dikembangkan. (arn/*)
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Pencurian Tiga Karung BB Tramadol di Kejari Jadi Preseden Buruk
Kota Bima (Suara NTB) – Anggota Komisi I DPRD Kota Bima, Anwar Arman SE menyoroti peristiwa raib atau hilangnya barang bukti (BB) tiga karung tramadol di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima, belum lama ini.
(Suara NTB/uki)
BUKA BLOKADE - Suasana saat aparat kepolisian membuka blokade jalan lintas Kota Bima-Wera tepatnya di desa Nanga Wera Kecamatan Wera. Pembukaan blokade ini dipimpin Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Made Winarta, Senin (16/10).
Aksi Blokade Jalan Terulang Lagi Bima (Suara NTB) Tradisi blokade jalan tampaknya belum bisa dihentikan. Kali ini aksi terjadi di jalan lintas, Kota BimaWera atau tepatnya di desa desa Nanga Wera Kecamatan Wera, Senin (16/10) sekitar pukul 10.00 wita. Reaksi warga itu, dipicu kabar soal pelaku penusukan yang bebas tanpa diproses hukum. Warga memblokade jalan dengan memasukan batu-batu di tengah bahu jalan. Bahkan mereka menebang pohon di sekitar jalan, untuk menutup akses lalu lintas. Tindakan ini membuat arus lalu lintas dari dan menuju Bima-Wera lumpuh total. Aksi blokade jalan tidak berlangsung lama. Aparat Sektor Wera dan dibantu Mapolres Bima Kota, yang dipimpin langsung Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Made Winarta, S.IK membuka secara paksa. Aksi pembukaan jalan tersebut tidak ada perlawanan dari masyarakat. Hanya saja sebagian masyarakat meneriaki agar terduga pelaku penusukan ditangkap untuk diproses hukum.
Informasi yang dihimpun Suara NTB, kasus tersebut terjadi pada (4/ 10) lalu. Remaja desa setempat inisial Is, menjadi korban diduga dilempar dengan batu, dipukul hingga ditusuk oleh tiga orang pelaku, Js, Po dan Pr, yang masih duduk di bangku SMA. Usai menganiaya korban tiga orang pelaku langsung diamankan. Akibatnya korban mengalami luka serius pada wajah dan leher sehingga terpaksa dilarikan ke Puskesmas Wera. Meski saat ini, kondisinya sudah berangsur membaik, namun korban masih dalam keadaan lemas dan belum bisa melakukan aktivitas. Warga setempat yang enggan disebutkan namanya, juga mengakui blokade jalan tersebut, buntut dari dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan yang terjadi di salah satu SMA di Kecamatan Wera, beberapa waktu lalu. “Salah seorang pelajar yang juga warga desa Nanga Wera dianiaya hingga ditusuk rekannya yang berjumlah tiga orang. Hanya saja, salah satu di antaranya dibebaskan,” katanya. Buntut dibebaskannya satu ter-
duga pelaku dan berkeliaran bebas. Membuat warga setempat geram dan sempat mempertanyakan alasan dibebaskannya, apalagi diketahui sebagai pelaku utama tanpa diproses hukum. “Ini yang membuat warga geram. Apalagi kondisi korban hingga saat ini masih belum sembuh total,” katanya. Sementara Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Bima Kota Ipda Suratno mengaku, hanya sekitar satu jam saja warga memblokade jalan. Setelah pihaknya membuka dengan paksa. “Para pengendara bisa kembali melintas seperti biasa. Tadi pembukaan blokadenya dipimpin langsung Kapolres,” katanya. Ia mengimbau agar kasus blokade jalan tidak lagi kembali terjadi, karena akan menggangu aktivitas orang lain. Suratno mengimbau masyarakat agar tetap mempercayakan proses hukum tersebut kepada pihaknya untuk diusut tuntas. “Mari kita selesaikan permasalahan dengan kepala dingin tanpa merugikan orang banyak,” ajaknya. (uki)
“Ini suatu hal konyol yang terjadi di Kota Bima. Kasus ini preseden buruk bagi aparat penegak hukum,” katanya kepada Suara NTB, Senin (16/10). Anwar tidak habis pikir, gudang lembaga penegak hukum, bisa dibobol oleh kawanan pencuri. Anehnya lagi, barang yang dicuri atau yang diambil adalah tramadol, yang saat ini harganya cukup tinggi. “Saya kira kalau pencuri beneran, pasti sasarannya rumah mewah. Ngapain membobol gudang jaksa dan mengambilnya tramadol saja,” kata duta PKS ini. Anwar menduga peristiwa yang baru pertama kali terjadi di Bima itu, dilakukan dengan sengaja. Bahkan sudah direncanakan atau teroganisir dengan baik. Mengingat tempat tersebut jarang diketahui oleh masyarakat banyak. “Bisa saja kita survei, tempat ini ditahu oleh masyarakat atau tidak, kecuali dari orang dalam saja. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas persoalan,” ujarnya. Selain tidak diketahui oleh masyarakat banyak. Indikator dugaan lain, adanya peranan oknum internal Kejari setempat. Yakni upaya menghilangkan barang bukti, mengingat kasus tersebut sedang naik banding. “Oknum Iw yang memiliki barang ini sudah divonis bebas. Sehingga pihak Jaksa melakukan banding atas putusan ini. Makanya sekarang bisa mencari celah untuk menghilangkan BB,” katanya heran. Pihaknya mendesak aparat untuk mengusut tuntas persoalan tersebut. Karena menurutnya hal itu merupakan peristiwa yang cuk-
(Suara NTB/uki)
(Suara NTB/uki)
Anwar Arman
Widagdo Mulyono Petrus
up serius. Dan menyelidiki dugaan adanya keterlibatan orang dalam. “Ini masalah serius harus dituntaskan. Apalagi kita sedang kampayekan bahayanya penggunaan tramadol yang marak,” ujarnya. Sementara Kepala Kejari Raba Bima, Widagdo Mulyono Petrus SH. MH, tidak ingin menanggapi penyataan dari anggota dewan tersebut. Widagdo justru heran adanya kejadian tersebut yang di luar perkiraan pihaknya. “Tapi biarkan polisi yang mengusutnya, karena persoalan ini sudah resmi dilaporkan oleh I Wayan Suryawan, yang juga menjadi korban,” katanya. Menurutnya, berdasarkan keterangan dari Wayan, yang juga merupakan pegawai Kejari setempat, saat itu, tidak bisa berbuat apaapa. Selain tidak berdaya menghadapi jumlah kawanan banyak, yang berjumlah delapan orang menggunakan cadar. “Mereka juga mengancam pak
Wayan menggunakan Sajam dan senjata api jenis air softgun. Kami berharap masyarakat bisa mendoakan agar kasus ini bisa terungkap,” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, salah satu gudang di eks kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima yang juga dijadikan tempat menyimpan Barang Bukti (BB), dibobol kawanan pencuri. Tiga karung BB berisi tramadol serta dua dus berisi rokok raib dibawa kabur. “Kejadiannya terjadi pada Sabtu (14/10), dinihari sekitar pukul 03.00 wita, dan sudah dilaporkan ke Mapolres Bima Kota,” kata Kasubag Humas Polres Bima, Ipda Suratno. Suratno mengaku, kejadian tersebut telah dilaporkan oleh salahseorang pejabat Kejari setempat, I Wayan Suryawan, yang juga menjadi korban pengancaman oleh kawanan pencuri. “Laporannya tentang tindak pencurian dan pengancaman ini akan kami tindaklanjuti,” katanya. (uki)
Miliaran, Nilai Tiga Karung Tramadol yang Dicuri di Kejari KEPALA Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima, Widagdo Mulyono Petrus SH. MH, mengatakan barang bukti (BB), tiga karung tramadol yang dibawa kabur oleh kawanan pencuri, belum lama ini, jumlahnya sekitar ratusan ribu butir. “Jumlah pastinya belum kita hitung. Tapi perkiraannya ada ratusan ribu butir dengan ukuran satu karung masing-masing 50 kilogram,” kata Widagdo kepada Suara NTB, Senin 16/10. Menurut Widagdo, ratusan ribu butir tersebut apabila disesuaikan dengan harga tramadol saat ini. Yang mencapai ratusan ribu per papan atau strip, atau perbutirnya seharga Rp 15.000 hingga 20.000 mencapai miliran rupiah. “Jika diuangkan seluruhnya bisa mencapai angka Rp 2 atau
Rp 3 miliaran rupiah,” sebutnya. Widagdo mengaku, heran aksi kawanan tersebut yang hanya membawa kabur tramadol. Sementara di dalam gudang penyimpan BB tersebut juga terdapat BB lain, seperti narkoba jenis sabu dan ganja. “Saya sendiri masih heran. Kok mereka tahu ada tramadol di gudang ini. Apalagi yang dibawa kabur hanya tramadol,” katanya. Menurutnya, berdasarkan pengakuan korban yang juga menempati rumah dinas di Kejari setempat, I Wayan Suryawan. Para kawanan pencuri berjumlah delapan orang menggunakan cadar. Serta membawa Sajam dan Senjata api jenis air softgun dan gunting baja. “Para pelaku ini menggunakan sepeda motor dan barang hasil pencurian diangkut menggunakan motor,” katanya. Diakuinya, kasus pencurian terse-
but, sudah dilaporkan secara resmi oleh pihaknya ke Mapolres Bima Kota. Dengan harapan agar kasus tersebut secepatnya bisa terungkap secepatnya. “Selain itu, kita juga akan melakukan penyelidikan. Sebab dalam kasus kepemilikan tramadol ini dalam tahap kasasi ke MA,” ujarnya Menurutnya, dalam kasus kepemilikan tramadol itu, pihak Pengadilan memvonis bebas oknum Iw, yang diduga sebagai pemilik barang tersebut. Hanya saja, pihaknya melakukan kasasi karena vonis tersebut terlalu ringan. “Untuk sementara kami belum simpulkan, apakah kasus pencurian ini, ada kaitannya dengan kasasi atau tidak. Tapi yang jelas kita akan melakukan penyelidikan sendiri,” pungkasnya. (uki)
Disnakeswan Minta Dewan Segera Ketok APBD-P Dompu (Suara NTB) Permintaan Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, Sos, agar Disnakeswan mengkaji ulang soal bantuan sapi jenis brahmancross dari pemerintah pusat ditanggapi santai Kadisnakeswan Dompu, Drs. H. Gaziamansyuri di ruang kerjanya, Senin (16/10). Ia mengatakan, kekhawatiran dewan karena belum adanya persediaan hijauan pakan itu mestinya diimbangi niat baik untuk segera mengetok APBDP 2017 ini. Sehingga bisa diketahui berapa luas area lahan yang dibutuhkan, jenis rumput dan jumlah pagar yang akan dipakai serta perlengkapan lain sesuai alokasi anggaran. “Jadi akan kita sesuaikan dengan anggaran (APBDP) itu,” ujarnya. DPRD mestinya tidak mengulurulur waktu untuk mengesahkan APBD perubahan, sebab hal itu akan berimbas pada mandegnya program kerja intansi pemerintahan. Oktober 2017 ini hijauan pakan mestinya sudah mulai ditanam sehingga April 2018 itu dapat dipanen. Dan itu bertepatan langsung dengan kedatangan sapi indukan tersebut. Gaziamansyuri menjelaskan, idealnya untuk satu ekor sapi jenis
(Suara NTB/Jun)
Gaziamansyuri itu membutuhkan pakan setengah hektare. “Kalau 500 ekor ya 250 hektare yang harus dipersiapakan hijauan pakannya,” jelas dia. Selain persiapan lahan, bibit pakan dan pagar pihaknya juga membutuhkan alat traktor untuk menggarap lahan. Diperkirakan harganya mencapai Rp 500 juta untuk satu unit. Sumber anggarannya tengah diupay-
akan melalui dana APBN 2018. UPTD peternakan Doro Ncanga lanjut dia, sudah saatnya diisi pejabat eselon III dan dibantu pegawai sekitar 30 orang untuk memaksimalkan pemeliharaan sapi. Karena tidak mungkin 1000 ekor sapi dapat dipelihara oleh enam orang pegawai. “Pemerintah sendiri sangat siap kalau didukung dengan anggaran. Saya sudah sampaikan proposal 12 miliar anggarannya. Bupati minta dikaji lagi oleh BPKAD,” ungkapnya. Gaziamansyuri mengharapkan, bantuan sapi dari pemerintah pusat ini harus didukung semua pihak, terutama dalam hal penganggaran untuk pengembangannya. Karena bagaimana pun, sapi dengan bobot 150 ton ini cukup menjanjikan, harganya untuk usia di bawah 2 tahun berkisar Rp15 - 18 juta/ekor. Dengan begitu tentunya pertumbuhan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat. “Kita maunya sapi ini kita perlihara dan bisa beranak sehingga bisa berimbas pada kelompok-kelompok masyarakat. Karena sapi brahman ini harga bibitnya saja yang di bawah 2 tahun Rp 15-18 juta,” pungkasnya. (jun)
Polres Sumbawa Bekuk Terduga Pengedar Sabu Sumbawa Besar (Suara NTB) Dalam hari pertama pelaksanaan Operasi Antik Gatarin 2017, Polres Sumbawa berhasil membekuk terduga pengedar narkotika jenis sabusabu. Tersangka berinisial EY alias Jako (28) ditangkap di kediamannya di Dusun Empan, Desa Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Senin (16/ 10) dinihari pukul 01.00 Wita. Kasat Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Mulyadi, SH menyampaikan, Operasi Antik Gatarin 2017 dilaksanakan serentak di wilayah Polda NTB mulai Senin (16/10) dinihari. Dengan sasaran penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam operasi, pihaknya berhasil
mengamankan seorang terduga pengedar berinisial EY alias Jako (28). Dimana Jako sebelumnya sudah menjadi Target Operasi (TO). Dari tangannya, diamankan barang bukti berupa 3 poket narkotika jenis sabusabu dengan berat kotor 1,70 gram. Selain itu, barang bukti lain juga diamankan yakni dua buah bong, tiga korek gas, sebuah gunting, tiga buah sedotan plastik, lima bendel plastik obat warna bening, sebuah tas jinjing dan pipa kaca yang masih ada sisa sabu. “Sebelum penangkapan, tersangka mengkonsumsi sabu tersebut bersama tiga rekannya usai sholat magrib,” ujarnya.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, tersangka mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang rekannya berinisial AN tiga bulan yang lalu. Sebelum transaksi mereka berkomunikasi melalui handphone, kemudian sepakat bertemu di jalan. Setelah itu, barang yang diperoleh kembali dipecah dengan besaran bervariasi yaitu sekitar Rp 250 ribu dan Rp 400 ribu. Untuk sementara tersangka dikategorikan sebagai pengedar. Ia dikenakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman 4 tahun hingga 12 tahun penjara. Kini yang bersangkutan sudah ditahan di Polres Sumbawa. (ind)
POLHUKAM
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
Halaman 8
Bawaslu NTB Tegur Suhaili dan Ahyar Amin Tolak Panggilan Bawaslu NTB Mataram (Suara NTB) Bakal calon Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin, SH, M.Si, menegaskan bahwa Bawaslu NTB tidak punya kewenangan untuk memanggil dirinya terkait dugaan pelanggaran kegiatan pengenalan pasangan bakal calon Gubernur dan balon wakil Gubernur yang dilakukannya bersama Suhaili FT di Praya beberapa waktu lalu. “Kan belum memasuki pelanggaran, karena belum punya pasangan calon, jangankan SK calon, SK partai saja belum. Apa mau panggil saya dalam kapasitas sebagi Wakil Gubernur,” demikian Amin, di ruang kerja Wakil Gubernur, Senin (16/10). Dikatakan Amin, kehadirannya pada kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah itu dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur. Ia juga saat memberikan sambutan menyebut dirinya diundang sebagai Wakil Gubernur. Adapun jika disebutkan sebagai calon wakil Gubernur, menurutnya hal itu wajar-wajar saja. “Saya dipanggil (Bawaslu) tapi ndak hadir. Untuk apa saya hadir, dalam kapasitas apa. Karena saya hadir sebagai Wagub, jadi boleh saya tidak penuhi,” tegasnya. Ketua DPW Partai Nasdem itu pada dasarnya ingin membalas secara tertulis permintaan klarifikasi dari Bawaslu tersebut. Namun karena kesibukannya, sehingga ia belum sempat untuk membuat surat balasan itu. “Karena ini masih ruang hampa dia, jadi mau menegur ndak bisa, karena belum ada SK, tim sukses juga ndak ada. Jadi mau didiskualifikasi juga belum jadi calon. Mau diberikan sanksi juga sama (belum jadi calon). Jadi kami belum masuk ke ruangan pelanggaran itu. Kita juga di sana ndak ada bilang pilih saya,” jelasnya. Namun demikian, ia menghargai sikap Bawaslu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Hanya saja, menurutnya Bawaslu harus bersikap lebih adil. “Kita hargailah, Bawaslu telah mejalankan tugas pokok dan fungsinya. Tapi kalau memang begitu, kegiatan kita kemarin apa bedanya sama yang lain-lain yang juga memperkenalkan diri lewat baliho itu, meskipun ndak ngomong tapi kan memperkenalkan diri. Terus apa Bawaslu mencopot itu juga,” ucapnya. Ia menyarankan pada Bawaslu supaya ia juga aktif dalam memberikan imbauan pada pasangan calon. Dengan tujuan untuk memberikan edukasi. (ndi) (Suara NTB/ndi)
Demokrat Sudah Putuskan Pasangan Calon Mataram (Suara NTB) Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, menyampaikan bahwa partainya telah memutuskan pasangan calon yang akan diusung di Pilkada NTB 2018. Hanya saja pihaknya belum mau terbuka terkait nama pasangan yang akan didukung oleh partai berlambang bintang mercy itu. “Kita sudah ada pasangan calon untuk kita usung. Tapi belum untuk kita umumkan siapa-siapa orangnya. Karena kita masih merampungkan,” ujar Mahalli di ruang kerjanya, Senin (16/10). Ketika didesak untuk menyebutkan kriteria pasangan calon tersebut, Wakil Ketua DPRD NTB itu, menyebutkan bahwa figurnya adalah orang yang cerdas dan memiliki jaringan luas. Sehingga dengan harapan bahwa dapat melanjutkan pembangunan NTB lebih baik ke depan. “Kita mau menang, jadi orang yang jadi Gubernur itu orang yang punya jaringan yang bisa menjaga keberlangsungan pembangunan NTB lebih baik ke depan. Selain itu orang yang berpendidikan tinggi,” jelasnya. Ketika dipertegas, apakah dari kriteria yang disebutkan itu yang dimaksudkam adalah sosok Dr. Zulkieflimansyah, Mahalli berkilah pihaknya tidak mau berandai-andai. Ia memberikan kebebasan pada publik untuk menyebut siapapun yang memenuhi kriteria yang ia sebutkan. “Rohmi jadi NTB 2, silahkan saja ditebak sendiri (Cagubnya) jadi biarkan dulu semuanya bergulir, zig-zag dulu, yang jelas Demokrat sudah punya panggung sendiri. Soal siapa itu nantinya, nanti kita sampaikan ya,” terangnya. Ketika didesak kapan akan mengumumkan pasangan calon. Mahali hanya memastikan bahwa partainya akan mengumumkan pasangan calon bersama dengan partai koalisi, pada Bulan November nanti. “Pokoknya nanti kita sampaikan bulan November, hari pahlawan, kan kita ingin lahirkan pahlawan,” katanya. Mahalli menyampaikan, bahwa Demokrat telah memiliki dua partai Koalisi untuk mengusung pasangan calon. “Kita sudah ada koalisi, ada tiga partai, itu sudah lebih, karena itulah partai yang paling mungkin kita ajak kerjasama,” sebutnya tanpa mau menyebutkan nama partai tersebut. Sementara untuk kabupaten/kota, Partai Demokrat masih belum memutuskan pasangan calon yang akan diusung. Sebab, sampai saat ini masih belum menemukan pasangan calon yang pas. (ndi)
Kasus Sabu Batam Diselidiki BNN RI Mataram (Suara NTB) – Kasus penyelundupan sabu dari Batam ke Lombok dengan tersangka Nurdin (46) dilimpahkan penanganannya ke BNN RI di Jakarta. Hal itu untuk mengungkap jaringannya pemasok serta tujuan peredaran narkoba tersebut. “Penanganan selanjutnya akan kita serahkan ke BNN RI,” ungkap Kepala BNNP NTB, Kombes Pol Imam Margono menanggapi progres penanganan kasus itu. Pelimpahan itu untuk mencari simpul jaringan Nurdin. Sebab, Nurdin hanya berperan mengantarkan barang haram tersebut ke Lombok dari seorang bandar di Batam. Tersangka Nurdin diupah Rp 5 juta per satu kali pengiriman oleh bandar yang masih jadi buruan dimaksud. “Mengenai pengirim dan penerima barang itu terlalu teknis penyelidikan. Tidak bisa kita ungkapkan,” kata Imam. Nurdin ditangkap Selasa (10/10) sekira pukul 15.50 Wita di terminal kedatangan Lombok International Airport (LIA), Praya, Lombok Tengah. Tersangka menumpang pesawat Lion Air JT 970 penerbangan dari Batam-Lombok via Surabaya. Nurdin ditemukan menyimpan sabu sebanyak empat poket besar di dalam anusnya. Berat total barang bukti sabu mencapai 223,95 gram. Masing-masing kemasan serupa kondom yang dimasukkan ke dalam anus tersangka itu beratnya 58,32 gram; 57,95 gram; 56,59 gram; 51,09 gram. Tersangka dijerat dengan pasal 112 dan atau pasal 114 dan atau pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. (why)
Mataram (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB telah melayangkan teguran kepada H. M. Suhaili FT dan H. Ahyar Abduh yang telah melakukan deklarasi bersama pasangannya masing-masing sebagai Balon Gubernur dan Balon Wakil Gubernur pada Pilkada NTB 2018. Teguran itu disampaikan, karena Bawaslu NTB setelah melakukan kajian, menemukan fakta-fakta dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh keduanya pada saat kegiatan deklarasi. “Terkait dengan dua peristiwa politik itu, setelah melakukan kajian, kita mengeluarkan putusan pertama dideklarasi di Masbagik. Disana Bawaslu sudah merekomendasikan kepada Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh selaku pembina kepegawaian, untuk menegur beberapa ASN yang ikut terlibat dalam kegiatan kemarin,” ucap Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid, S.Ag, MH., kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/10) kemarin. Begitu juga dengan kegiatan politik yang dilakukan oleh Suhaili FT di Praya. Bawaslu juga menemukan fak-
ta pelanggaran, yakni memanfaatkan kegiatan pemerintahan untuk kepentingan politik. Namun demikian, karena masih belum ada pasangan calon definitif, maka Bawaslu hanya memberikan teguran yang bersifat peringatan. Dengan harapan, supaya ke depan tidak ada lagi kegiatan politik yang melibatkan ASN dan menggunakan fasilitas negara. “Makanya dia peringatan bentuknya. Karena belum ada calon ini, jadi bukan menentukan salah atau tidak, kami hanya menyampaikan klarifkasi,” tambah komisioner Bawaslu bidang pengawasan, Umar Ahmad Seth. Dijelaskan Umar, beberapa jenis temuan Bawaslu pada kegiatan deklarasi Ahyar - Mori, terdapat fasilitas negara yang digunakan dalam kegia-
(Suara NTB/ndi)
Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid, (tengah) didampingi oleh anggota, Umar Ahmad Seth dan Itratif. tan tersebut, seperti kendaraan dinas. “Prinsipnya sudah ada klarifikasi. Kami telah rekomendasikan, untuk tidak lagi menggunakan fasilitas negara untuk kegiatan politik berikutnya. Jadi ini bentuk pencegahan kita,” terangnya. “Khusus terhadap Suhaili, juga telah terbukti memanfaatkan program
pemerintah untuk kepentingan pencalonannya,” tambahnya. “Maka posisi Bawaslu hanya mengingatkan pada yang bersangkutan untuk tidak lagi mengulangi. Sebab secara etik tidak boleh memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pencalonannya,” sambung Khuwailid. (ndi)
TMMD Perekat Kebersamaan Antara TNI dengan Rakyat Mataram (Suara NTB) Kegiatan TNI Manunggal Membangun (TMMD) ke-100 yang bertempat di wilayah Desa Rempak Kecamatan Gangga Lombok Utara, tidak hanya memberikan manfaat bagi kemajuan pembangunan Desa. Lebih dari itu, kegiatan dapat menjadi perekat kebersamaan bagi TNI dengan seluruh elemen lapisan masyarakat. Hal tersebut terlihat saat pelaksanaan berbagai kegiatan, di mana anggota Satgas TMMD ke-100 yang terdiri dari anggota TNI dan Polri ini bergotong royong dengan masyarakat mengerjakan berbagai kegiatan pembangunan yang menjadi sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD ke-100 tahun 2017. Anggota Satgas TMMD ke-100 tidak hanya dekat dengan masyarakat saat pelaksanaan gotong royong saja, namun kedekatan antar TNI dengan masyarakat juga tercipta saat mereka beristirahat. Mengingat anggota Satgas TMMD ini tinggal langsung di rumah-rumah masyarakat yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Hal tersebut dilakukan, selain untuk membangun kedekatan antar TNI dengan masyarakat, juga untuk mempermudah para anggota Satgas TMMD menuju lokasi sasaran TMMD. Seperti kedekatan yang ditunjukan oleh anggota Satgas TMMD yakni Kapten Inf Yuni Danramil 1606-/Lobar beserta anggotanya. Di sela-sela waktu beristirahat, para anggota Satgas TMMD bersama masyarakat menikmati makan siang bersama di rumah salah seorang warga yang berada di Desa Rempek. “Meskipun dengan menu seadanya, namun dengan kebersamaan terasa sangat nikmat,” kata Kapten Inf Yuni yang merasa sangat senang menikmati makan siang bersama dengan masyarakat itu. Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang warga, Amaq
(Suara NTB/ist)
KEBERSAMAAN - Kebersamaan antara Satgas TMMD dengan warga Desa Rempak Kecamatan Gangga Lombok Utara. Ahmad yang merasa senang dengan kehadiran TNI. Amaq Ahmad menyampaikan bahwa kehadiran TNI selain membawa berkah karena membantu membangun desa, juga membawa kebahagian bagi masyarakat. “Karena bapak-bapak tentara yang awalnya kami pikir galak-galak, tern-
yata baik-baik dan sering becanda gurau dengan kami masyarakat di sini,” kata Amaq Ahmad. Selain itu dia mengaku sering mendapat penyuluhan serta ceramah dari anggota TNI, sehingga banyak mendapat mengetahuan dan informasi mengenai wawasan kebangsaan, pertanian, hukum,
kesehatan dan lain lain. “Kami warga Desa berharap setelah selesai kegiatan TMMD ini, bapak-bapak Tentara ini tetap menjaga tali silaturrahmi dengan kami warga Desa Rempek dan kami akan selalu menyambut kehadiran TNI di wilayah kami,” harapnya. (ars/*)
Kebakaran Gudang PLN
Tim Labfor Temukan Sisa Solar
(Suara NTB/ist)
SOSIALISASI - Sosialisasi 4 pilar kebangsaan Anggota Bansos MPR RI, Baiq Diyah Ratu Ganefi di Lapangan Desa Tratak Batukliang Utara Loteng.
Baiq Diyah Ratu Ganefi Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Loteng Praya (Suara NTB) Anggota Bansos MPR RI, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., kembali menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan di daerah pemilihan. Kali ini, sosialisasi 4 pilar kebangsaan dilaksanakan di Lapangan Desa Tratak Kecamatan Batukliang Utara. Lombok Tengah (Loteng). Sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut dihadiri aparatur Kecamatan Batukliang Utara Loteng dengan jumlah peserta sekitar 150 orang. Pada kesempatan tersebut, Senator asal NTB ini menjelaskan pentingnya menjaga Pancasila. Pancasila merupakan dasar negara, di mana segala peraturan perundangan harus berdasarkan pada ajaran Pancasila. Adanya teknologi mengikis budaya yang ada di masyarakat. Salah satu contoh adalah keberadaan HP. Di mana alat ini di satu sisi membuat jarak yang nyata antara individu dan menimbulkan sikap apatis antar sesama. HP yang memudahkan suatu interaksi di
satu sisi membawa dampak negatif dalam pertumbuhan masyarakat yang berlandaskan Pancasila. Lalu bagaimana cara menjaga Pancasila? Diyah mengatakan dengan menjaga sikap dan menjunjung tinggi budaya leluhur. Sikap yang diajarkan oleh orang tua tentunya sikapsikap yang berdasarkan pada agama, moral dan budaya, karena orang tua di manapun tidak ada yang mengajarkan ank-anaknya sikap-sikap yang tidak terpuji. Kemudian membentengi diri dengan Ilmu agama dan ilmu sains. Sehingga kita bisa menyaring atau memilah budaya asing yang masuk di wilayah sekitar tempat tinggal. Selain itu mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif dan tidak bertentangan dengan ajaran Agama, Moral dan Budaya. Sosialisasi 4 pilar kebangsaan melalui pagelaran seni budaya, kata Diyah sudah beberapa kali dilakukan, dengan jenis kesenian dan budaya yang berbeda. Hal ini dilakukan agar
masyarakat lebih cepat memahami maksud dari kegiatan sosialisasi, karena jika teori saja yang disuguhkan kepada masyarakat, akan sulit dipahami dan kurang mengena. “Seperti saat ini, dengan budaya tarung benang kelambu, ada pesan agar masyarakat menjaga dan melestarikan budaya hingga dengan budaya ini di harapkan agar masyarakat dapat menjaga keutuhan NKRI,” ucapnya. Menurut Diyah, 4 pilar kebangsaan perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Karena penerapan dan pemahaman tentang 4 Pilar Kebangsaan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari bangku sekolah terendah, dengan metode pembelajaran yang mudah dipahami. “Jika ini disetujui oleh kementerian pendidikan, maka ini akan menjadi langkah cerdas dalam menangkal radikal bebas yang sedang mengintip bangsa kita. Untuk itu masyarakat diharapkan untuk memberikan dukungan,” harapnya. (nas)
Mataram (Suara NTB) – Hampir dua bulan penyelidikan, terungkap fakta baru dari kebakaran di gudang PLN akhir Agustus lalu. Ditemukan residu solar di lokasi kebakaran. Penyelidikan kebakaran gudang PLN NTB di Tanjung Karang melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Denpasar. Sejumlah sampel bekas kebakaran diuji forensik. “Hasil sementara adanya kayu dan kabel di lokasi kebakaran yang terdapat residu solar,” ungkap Kasatreskrim Polres Mataram melalui Kasubbaghumas, AKP I Made Arnawa, Senin (16/10). Ia menjelaskan residu atau sisa solar pada bahan-bahan seperti kayu dan kabel tersebut membuat api cepat menyala. “Solar mempercepat nyala api apalagi di lokasi kebakaran ada kayu dan kabel,” sebutnya. Namun, hasil labfor tersebut belum dapat menguak asal mula kebakaran. Arnawa mengatakan, tim Satreskrim masih melakukan penyelidikan.
“Kita masih klarifikasi saksi-saksi petugas gudang PLN yang saat itu bertugas,” ujarnya. Terpisah, Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTB, Fitriah Adriana mengatakan pihaknya masih terus berkordinasi dengan kepolisian. “Kami masih menunggu hasil laporan akhir penyelidikan,” ujarnya singkat menanggapi progres penyelidikan kasus kebakaran tersebut. Gudang PLN NTB di Tanjung Karang, Jalan Sultan Salahudin, Sekarbela terbakar, Rabu (28/8) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Api membakar gulungan kabel berbahan karet dan tembaga di pojok belakang gudang. Bahan tersebut membuat api sempat sulit dipadamkan. Kebakaran baru bisa dipadamkan Kamis (24/8) dini hari dengan bantuan lima unit mobil pemadam kebakaran Kota Mataram, mobil pemadam PLTU Jeranjang, water canon Polda NTB, dan mobil pemadam Dinas Sosial NTB. (why)
(Suara NTB/dok)
UJI FORENSIK - Pengambilan sampel uji forensik di Gudang PLN, Sekarbela, Mataram beberapa waktu lalu.
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
BUDAYA DAN HIBURAN
Halaman 9
Tiga Destinasi di Sumbawa Masuk Nominasi API 2017 Mataram (Suara NTB) Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 telah mengumumkan nominasinominasinya sejak beberapa bulan lalu. Voting dilakukan sejak 1 Juni hingga 31 Oktober 2017. Provinsi NTB telah menempatkan tiga destinasinya masuk dalam daftar nominasi. Dimana tiga nominasi yang masuk merupakan destinasi dan kebudayaan yang berasal dari Pulau Sumbawa.
(Suara NTB/ist)
BERMAIN MUSIK - Sejumlah wisatawan saat bermain musik di Bale Jukung yang ada di Kabupaten Lombok Utara.
Berwisata Sambil Bermain Musik di Bale Jukung Tanjung (Suara NTB) Saat ini masyarakat menjadi semakin kreatif untuk menjadikan tempatnya sebagai destinasi wisata. Hal ini menjadi sangat menarik, karena itu tidak terlepas dari kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini juga akan menambah daftar destinasi yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya Bale Jukung di Kabupaten Lombok Utara yang kini menjadi destinasi wisata alternatif bagi wisatawan yang gemar bermain musik. “Tempatnya sangat menarik dan wisatawan juga bisa menyalurkan hobinya bermain musik,” kata wisatawan asal Kota Mataram Muhammad Nur, Sabtu (14/10). Di lahan seluas enam are, pengunjung bisa bermain musik atau sekadar menyaksikan para musisi lokal yang asyik berlatih dalam suasana penuh kekeluargaan. Berbagai alat musik, mulai dari gitar, jimbe, suling, bass, hingga handrum-alat musik khas Irlandia-bisa dimainkan para pengunjung. Bale Jukung merupakan buah karya kreatifitas Midi. Musisi yang sudah belasan tahun melanglang buana dari satu kafe ke kafe lain di Bali, menginginkan Bale Jukung sebagai wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan hobi bermusik. Selain menjadi sarana orang dewasa bermain musik, Bale Jukung juga menjadi wadah belajar musik bagi anak-anak sekitar setiap dua kali dalam sepekan. Meski belum genap setahun, Bale Jukung tak pernah sepi dari pengunjung, baik warga sekitar maupun wisatawan mancanegara. Terlebih saat jam sesion yang rutin digelar setiap malam minggu. Komunitas Bale Jukung sendiri terbentuk atas kesamaan minat akan mengkombinasikan alat musik, baik tradisional dan modern. Nama Bale Jukung memiliki arti rumah perahu. Tak heran jika pengunjung menemui banyak perahu yang berada di dalam area. Maklum saja, lokasi Bale Jukung sendiri berada hanya sekitar 150 meter dari Pantai Sorong Jukung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Selain bermusik, pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam di Pantai Sorong Jukung. Bale Jukung juga menyiapkan dua kamar homestay yang bisa dimanfaatkan para pengunjung dengan tarif Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per malam. (lin)
Nikmatnya ”Fusion Shashlik” di Golden Palace Mataram (Suara NTB) Golden Palace Hotel Lombok yang saat ini terkenal dengan kenikmatan dan keberagaman makanannya membuat Executive Chef Muchlis Affandi kembali menciptakan menu spesial untuk promo makanan terbaru di Bulan Oktober. Fusion Shashlik merupakan menu sate yang terdiri dari daging ayam dan daging sapi kemudian disajikan dengan 4 (empat) macam bumbu berbeda sehingga menjadikan menu promo di Bulan Oktober ini sangat unik dan tentunya menarik para tamu untuk dapat mencicipinya. Menu yang merupakan hasil kreasi dan inovasi dari tim F&B Product di hotel berbintang empat ini dimasak dengan bumbu rahasia sehingga menghasilkan rasa yang kental dengan rempah - rempah khas Pulau Lombok. Menu sate ini ditemani pula dengan menu Soup Iga yang menggugah selera. Untuk dapat mencicipi menu unik ini cukup dengan Rp 150.000 net/ porsi dan dapat dinikmati mulai dari 2 orang, menu ini juga dilengkapi dengan nasi putih dan minuman spesial hasil racikan Food & Beverage Manager Reza Pahlevie. “Saya optimis menu promo di bulan ini akan kembali menjadi menu favorit tamu seperti menu - menu sebelumnya karena unik dan pastinya memiliki citarasa yang khas” ucap Chef Muchlis. Hotel yang terletak di tengah kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan beberapa pejabat penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok yang ingin beristirahat sembari menikmati makanan khas Lombok. Golden Palace Hotel Lombok memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti Skylounge Lt.11 dan Roof Top Garden Lt. 12 dengan pemandangan Kota Mataram serta Pantai, Pegunungan hingga Sunset yang sangat indah di sore hari juga memiliki areal parkir cukup luas. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www.goldenpalacelombok.com. (*)
(Suara NTB/ist)
Fusion Shashlik, menu spesial untuk promo makanan terbaru di Bulan Oktober.
Tiga kategori nominasi itu adalah Kategori Surga Tersembunyi Populer terpilih Teluk Saleh Sumbawa, Kategori Tempat Menyelam terpopuler terpilih sebagai nominasi nasional, Tanjung Pasir Pulau Moyo. Sementara itu ada pula Kategori Atraksi Budaya Terpopuler yaitu Karaci. Masyarakat NTB dapat melakukan voting mela-
lui layanan pesan singkat ke nomor 99386 sesuai daftar kata kunci nominasi atau melalui laman https://anugerahpesonaindonesia.com. Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sumbawa H. Junaidi telah mengajak semua pihak untuk bersama-sama memenangkan
Sumbawa dalam API 2017. Sehingga pariwisata Sumbawa bisa menjadi lebih dikenal oleh calon wisatawan. Hal ini juga akan berdampak pada kunjungan wisatawan. Sehingga dapat memajukan pariwisata dan sektor ekonomi masyarakat di lingkar destinasi. “Tentu saja kita berharap dukungan dari semua pihak
untuk memenangkan berbagai destinasi ini,” ujarnya. Keindahan Teluk Saleh memang tidak dapat dipungkiri. Bawah laut yang memesona mampu membuat siapa saja betah berlamalama menikmatinya. Sehingga tidak heran Pemkab Sumbawa menjadikan Teluk Saleh sebagai salah satu destinasi prioritas di Sumbawa. Jika melalui selat bagian utara akan melewati Pulau Satonda dan bagian Selatan Pulau Moyo juga terdapat selat kecil yang memisahkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Moyo. Wisatawan dapat melaku-
kan aktivitas menyelam ditemani ikan-ikan kecil di Teluk Saleh. Selain itu, wisatawan juga dapat mengambil gambar di spot-spot yang indah. Sehingga menjadi destinasi yang pas untuk menghabiskan akhir pekan. Selain itu ada pula Atraksi Budaya Populer, yaitu Karaci. Jika beruntung, saat menghadiri acara-acara tertentu, wisatawan dapat menikmati atraksi Karaci ini. Ini juga merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang dimiliki NTB, khususnya Pulau Sumbawa. Sehingga tidak heran jika Karaci masuk dalam nominasi API 2017. (lin) (Suara NTB/ist)
PANTAI SUNGKUN - Pantai Sungkun dengan batu berbentuk kura-kura raksasa di Kabupaten Lotim
Pantai Sungkun dengan Batu Kura-Kura Raksasa Selong (Suara NTB) Pantai Sungkun merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Belakangan semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Karena selain indah, pantai ini juga terbilang unik. Terdapat batu berbentuk kura-kura raksasa. Ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Pantai Sungkun. Akses menuju pantai ini tidak terlalu sulit karena jalan yang ditempuh pun sudah mulus. Di dekat pantai ini juga terdapat Pantai Surga dan Pantai Rawan. Dimana wisatawan lebih banyak berkunjung ke Pantai Surga, karena lokasin-
ya yang lebih strategis dibandingkan dua panti lainnya. Namun saat sudah sampai di Pantai Sungkun, wisatawan dapat menikmati sensasi berlibur yang berbeda. Karena wisatawan juga bisa menikmati keindahan alam serta keunikan pantai ini. “Memang keunikannya di situ, saya sebelumnya penasaran sampai akhirnya saya memutuskan untuk pergi berkunjung. Dan ternyata memang benar ada batu besar berbentuk kura-kura,” kata wisatawan asal Kota Mataram Halimatussadiah, Senin (16/10). Pantai ini lebih tepatnya berada di Dusun Sungkun Desa Ekas Kecama-
tan Jerowaru. Pantai ini berada sekitar 5 kilometer dari jalan utama. Meski demikian, jalan menuju pantai ini sudah bagus. Sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanannya tanpa harus khawatir akan melawati jalan rusak atau berlubang. “Jalannya sudah bagus, jadi menjangkau Pantai Sungkun ini juga terbilang mudah. Meskipun dari jalan utama menuju ke sana itu lumayan jauh,” akunya. Pantai ini cukup diminati yang menyukai olahraga selancar. Kondisi pantai ini memang cocok untuk olahraga air ini dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
Pilihan Berakhir Pekan di Pantai Maluk Mataram (Suara NTB) Sebagai daerah yang masuk dalam gugusan Sunda Kecil, NTB memiliki banyak destinasi pantai yang dapat dikunjungi. Tak hanya Lombok yang terkenal dengan Gili Trawangan atau Gili Air, Pulau Sumbawa pun memiliki pantai yang juga memikat hati yaitu Pantai Maluk. Pancaran cahaya kuning keemasan dari matahari terpantul sempurna di laut. Langit saat itu bersih dari awan yang membuat detik-detik matahari menghilang di horizon menjadi lebih dramatis. Semburat warna jingga yang berpadu dengan ungu memanjakan mata. Sempurna untuk dinikmati sambil duduk beralaskan pasir putih yang lembut dan landai. Semua ini dapat dinikmati saat berkunjung ke Pantai Maluk yang ada di Pulau Sumbawa. Ombak di Pantai Maluk cukup besar sehingga tak jarang para peselancar sengaja datang untuk menjajalnya. Bagi anda yang bukan berselancar, ada kalanya ombak cukup jinak untuk diajak bermain bersama. Sementara airnya sendiri sangat bersih dengan gradasi warnanya yang memesona. “Tidak lengkap rasanya ke Sumbawa kalau beluk ke Pantai Maluk,” kata warga Maluk, Nur Ichsyan, Jumat (13/10). Tidak hanya wisatawan,
(Suara NTB/ist)
PANTAI MALUK - Keindahan Pantai Maluk yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. warga sekitar pun banyak yang menghabiskan sore di pantai ini. Tidak sedikit dari warga yang menjadikan pantai ini sebagai tempat untuk bermain voli pantai, berlatih parkour, atau pun duduk-duduk menikmati matahari tenggelam. Di Pantai Maluk juga terdapat penangkaran Penyu. Sehingga wisatawan dapat menimati suasana pantai sambil melihat penyu-penyu yang lucu. “Memang banyak juga yang datang untuk lihat penangkaran penyu,” ujarnya. Pantai Maluk terletak se-
kitar 30 km dari Taliwang, pusat Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk mencapai Pulau Sumbawa sendiri, wisatawan harus menempuh perjalanan 2 jam menggunakan kapal membelah Selat Alas dari Pulau Lombok. Wisatawan juga tidak perlu khawatir, sebab akses atau jalan menuju Pantai Maluk sudah sangat bagus. Sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanannya. “Jalannya sudah bagus, jadi mudah dijangkau,” ujarnya. (lin)
Tidak sedikit pula wisatawan yang datang dari Bali menggunakan kapal-kapal kecil. Pantai Kura-kura termasuk pantai paling selatan di wilayah Lombok Timur. Membentang dan langsung berhubungan dengan Samundra
Hindia yang terlihat jelas terbentang luas. Karena itu pula yang membuat ombak pantai ini tergolong besar. Gulungan ombak yang panjang menjadikan kawasan ini dicintai para peselancar termasuk peselancar dunia. (lin)
Kunjungan Wisatawan Ditargetkan Meningkat Mataram (Suara NTB) Tahun ini Pemda NTB menargetkan 3,5 juta wisatawan untuk berkunjung ke NTB. Semua asosiasi hotel melakukan berbagai upaya untuk membantu pemda dalam mencapai target. Salah satunya INCCA (Indonesian Congress and Convention Association) NTB yang telah melakukan promosi wisata MICE ke berbagai kota. Targetnya, pada 2018 jumlah kunjungan wisatawan ke NTB bisa meningkat. “Kemarin kita sudah melakukan promosi ke Solo dan Semarang. Responnya cukup bagus dengan transaksi mencapai Rp 3,5 miliar. Dengan harapan tahun berikutnya wisatawan MICE bisa lebih banyak lagi berkunjung,” kata Ketua INCCA NTB M.Nur Haedin kepada Suara NTB, di Mataram, Senin (16/10). Ia mengatakan bahwa promosi yang dilakukan oleh INCCA belum lama ini guna meningkatkan jumlah kunjungan ke NTB. Sebab pada 2018 target kunjungan wisatawan meningkat, menjadi 4 juta wisatawan. Besarnya peluang NTB untuk mengembangkan wisata MICE dirasa perlu untuk dimaksimalkan. Sebab selain melakukan perjalanan bisnis, wisatawan juga dapat berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang ada di NTB, khususnya Lombok. “Katakanlah mereka di sini 3 hari dan 2 malam dengan harga paket Rp 1 juta. Termasuk travel MICE, makan dan minum serta
menginap di hotel. Kalau ada 3.500 orang, sudah Rp 3,5 miliar transaksi yang didapatkan NTB,” ujarnya. Diketahui bahwa jumlah wisatawan MICE yang tertarik untuk berkunjung sebanyak 1.500 orang dari 15 seller yang berasal dari NTB. Sedangkan di Jakarta sebanyak 1.000 orang. Sementara untuk Semarang itu ada 1.000 orang yang membuat rencana untuk melakukan pertemuan sekaligus berwisata di NTB. Ini menjadi angin segar dan menambah potensi wisatawan yang dapat digarap oleh Pemda NTB. “Kalau dicermati, dari 3.500 orang itu bisa saja berpengaruh pada bisnisbisnis lainnya melalui travel MICE, EO atua PCO dan link pemerintah daerah di tiga kota itu. Sehingga kunjungan wisatawan bisa lebih besar,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa tugas utama dari INCCA untuk memengaruhi pasar MICE nasional. Dimana setiap orang bisa melakukan pertemuan atau MICE sembari berwisata di Lombok dan Sumbawa. Ia melihat NTB memiliki banyak keunggulan lainnya. Misalnya kerajinan, keindahan alam, kearifan lokal dan budaya serta didukung dengan aneka wisata kuliner. “Khusus MICE memberikan kontribusi hingga 60 persen lebih kunjungan ke NTB pada tahun 2016. Tahun ini diharapkan bisa naik 20 persen dan 30 persen pada tahun 2018,” harapnya. (lin)
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
PENDIDIKAN
Halaman 10
Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB
Rektor UIN Mataram Siap Presentasi di Oman Sultan Qobus University Mataram (Suara NTB) Perhelatan Akbar Konferensi Internasional yang diprakarsai UPT. Pusat Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang dipusatkan pelaksanaannya di Hotel Jayakarta Senggigi secara resmi dibuka Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawalli, MAg., Sabtu (14/ 10) lalu. Kegiatan ini diikuti 45 peserta dari berbagai negara mengusung tema Bahasa Arab dan Pariwisata Syariah : Peluang dan Tantangan dalam Pembangunan Berkelanjutan. Dalam sambutan yang menggunakan Bahasa Arab, Rektor UIN Mataram sangat tertarik dengan antusias para peserta dari berbagai universitas Islam di Indonesia dan mancanegara yang hadir. Menurutnya, fungsi bahasa dalam kehidupan sehari-hari bagi ke-
hidupan manusia di dalam berinteraksi satu sama lain memiliki posisi yang sangat penting, baik dalam cakupan yang sempit maupun luas. Lebih jauh lagi kancah global, maka peran bahasa dimaksud adalah bahasa komunikasi lintas negara atau yang lebih populer disebut dengan bahasa internasional. Bagi UIN Mataram, sebagaimana juga yang terjadi di semua Perguruan Tinggi Islam di Indonesia, kehadiran Bahasa Arab dan Inggris seolah-olah menjadi bahasa mata kuliah primadona. Hal ini dapat dilihat dari literatur-literatur asing yang masuk ke Indonesia mayoritasnya adalah literatur yang menggunakan bahasa pengantar dari kedua bahasa asing ini. Dalam hal ini, pihaknya tidak hanya bergelut dengan literaturliteratur asing sebatas pada
Perkuat Karakter Siswa SEBAGAI upaya untuk memperkuat karakter siswa, SMAN 4 Mataram memasukkan pramuka ke proses belajar mengajar (PBM). Itu pun diperkuat dengan menghadirkan pengajar dari luar sekolah. Hal itu disampaikan Kepala SMAN 4 Mataram, Hj. Suprapti, S.Pd., dikonfirmasi pekan kemarin. Menurutnya, kegiatan pramuka memang sudah diwajibkan masuk ke PBM di sekolah yang dipimpinnya. “Pramuka wajib sudah include di proses belajar mengajar,” katanya. (Suara NTB/dok) Pihak sekolah mendaHj. Suprapti tangkan narasumber dari Korem, dilaksanakan pada dua jam pelajaran pertama setiap hari Sabtu. Dengan kegiatan itu, diharapkan dapat membentuk karakter siswa sesuai trisatya pramuka dan dasa darma pramuka. “Diharapkan membentuk karakter siswa sesuai trisatya dan dasadarma pramuka,” harapnya. Selain itu, SMAN 4 Mataram membentuk karakter siswa melalui program kewirausahaan, agar setelah lulus, siswa dapat inovatif membuka lapangan kerja baru. Melalui program kewirausahaan ini, diharapkan karakter inovatif dari siswa dapat terbentuk, selain kreativitas siswa juga ikut muncul. Terlebih bagi peningkatan kemandirian siswa, sehingga ketika lulus nanti, siswa tidak berpikir hanya mencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Progam ini untuk membentuk karakter inovatif, kreatif, dan mandiri tadi. Jadi begitu lulus, sudah tidak berpikir mencari kerja tapi menciptakan lapangan kerja,” ujar Suprapti. Pengembangan bakat dan minat juga dilakukan pihaknya melalui penguatan ekstrakurikuler (ekskul). Ekskul juga mampu membuat siswa berprestasi mengharumkan nama sekolah. Ekskul yang dimiliki SMAN 4 Mataram terdiri dari sejumlah bidang, termasuk juga olahraga. Pada bidang olahraga, banyak siswa yang mampu menjadi juara. (ron)
SMK GRL Anjani Siapkan Lulusan Siap Kerja Selong (Suara NTB)Predikat sebagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut setiap sekolah untuk melahirkan lulusan yang memiliki pengetahuan keterampilan lebih dibandingkan sekolah umum. Tuntutan ini membuat komitmen SMK Gunung Rinjani Lombok (GRL), Anjani Kecamatan Suralaga bertekad untuk menjadikan seluruh lulusannya sebagai tenaga yang siap kerja. Menjawab hal tersebut, peningkatan keterampilan siswa di berbagai sektor menjadi kewajiban. Salah satu upaya sekolah di bawah komando Karomi, SPd. MPd sebagai kepala sekolah ini, Sabtu (14/10) lalu, SMK GRL meluncurkan pembentukan Komunitas Siswa Sehat (KSS). Sekolah bekerjasama dengan Dewan Masyarakat Sehat (DMS) yang akan fokus pengembangan kesehatan. Adanya kerjasama ini, DMS Lombok Timur yang mayoritas beranggotakan tenaga kesehatan, baik itu bidan ataupun perawat, akan melakukan pembinaan kesehatan secara rutin bagi siswa-siswi SMK Gunung Rinjani Lombok yang diharapkan mampu menciptakan personel yang memiliki kemampuan di bidang kesehatan. Selain membangun kerjasama dengan DMS Lombok Timur di bidang kesehatan. Dalam kesempatan yang sama, SMK Gunung Rinjani Lombok juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan salah satu media yang nantinya akan memberikan pelatihan jurnalistik. Karomi mengharapkan, para siswanya bisa menguasai ilmu jurnalistik. Lulusan SMK GRL siap terjun di lapangan sebagai awak media yang saat ini semakin berkembang. Jalinan kerjasama dengan banyak pihak tersebut dilakukan agar para lulusan SMK GRL memiliki pengetahuan yang banyak. Sehingga, pada saat keluar dari bangku sekolah, para siswa sudah memiliki modal keterampilan yang cukup dan siap bekerja. Karomi menegaskan bahwa lembaga pendidikan formal maupun nonformal sama-sama pentingnya dalam membangun pendidikan di Indonesia. Terlebih, pendidikan merupakan bagian dari indikator penentu indeks pembangunan manusia (IPM). Bupati Lotim, Dr. H. Moh. Ali BD, SH., mengatakan pembangunan suatu bangsa perlu didukung oleh kebijakan pemerintah daerah. Yaitu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru, yaitu tidak hanya di negeri tetapi juga di swasta. Selain itu Bupati Lombok Timur mengatakan sekolah perlu membandingkan antara konsep kemajuan bangsa di luar dengan konsep pendidikan kita di Indonesia. (rus)
aktivitas perkuliahan, namun lebih luas lagi UIN Mataram telah menjalin kerja sama ‘kemitraan’ dengan negara-negara yang bahasa pengantar negaranya adalah Bahasa Arab dan Inggris. Negara-negara ini adalah Malaysia, Filipina, Cina, Australia, Sudan, Arab Saudi, Turki, Maroko dan lainnya. Di akhir sambutannya, Mutawalli memberikan apresiasi luar biasa kepada panitia konferensi dan Pusat Pengembangan Bahasa UIN Mataram yang telah berhasil menggelar kegiatan ini. “Selamat berkonferensi semoga dapat melahirkan kreativitas dan inovasi yang berkaitan dengan metode, media, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran. Sharing pengalaman dengan peserta konferesi dari berbagai univeritas seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Sin-
gapura, Inggris, Filipina, Australia, Libya, Sudan, Oman, Saudi Arabia, Aljazair, Jordania, Irak, dan Kuwait akan sangat berharga,” terangnya. Sementara Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam sambutannya di gala dinner bersama semua peserta konferensi menyampaikan apresiasi dan menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Lombok Barat. Apalagi Lobar telah didatangi oleh para alim ulama dan pakar dari berbagai universitas Islam dunia. “Terima kasih kepada Bapak Rektor UIN Mataram dan jajarannya yang telah mempercayakan acara ini dilaksanakan di wilayah Lombok Barat, semoga kegiatan ini menjadi pertanda kemajuan dan keberkahan dalam pengembangan dunia pen-
Mataram (Suara NTB) Pendidikan non formal sangat perlu untuk diakreditasi untuk menghindari adanya lembaga palsu atau “bodong”. Terlebih lagi pendidikan non formal juga dapat menekan angka pengangguran. Akreditasi pada pendidikan non formal juga sebagai upaya peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Ketua Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) NTB, Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan, pendidikan non formal seperti kejar paket A,B, dan C adalah solusi untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah. “Kami akreditasi agar tidak
ada jasa bodong,” katanya. Berdasarkan data satuan pendidikan non formal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di NTB ada 982 satuan pendidikan non formal. Satuan ini terdiri dari 473 lembaga kursus, 500 PKBM dan 9 SKB. Pihaknya melakukan akreditasi pada pendidikan non for-
ma Rektor UIN Mataram dan Bupati Lombok Barat akan dijadwalkan presentasi konsep pembangunan pariwisata sya-
riah yang berkelanjutan di Oman Sultan Qobus University dan University of Madinah,” tutupnya. (dys/*)
mal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan melihat bukti autentik. Dengan begitu tidak ada lagi praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saat ini rata-rata lembaga itu sudah terakreditasi, meskipun ada beberapa lembaga yang tidak terakreditasi.
“Butir-butir major yang utama kita perhatikan yaitu kualitas pendidik, yang tidak memenuhi syarat, kita ingin semua lembaga terakreditasi semua. Jika bukti aktual tidak bisa diperlihatkan, maka tidak terakreditasi,” katanya. Selain lembaga PKBM, keberadaan pendidikan non formal seperti kursus juga sangat penting bagi solusi pengangguran di NTB. Akreditasi, kata Fauzan, untuk peningkatan kualitas secara berkelanjutan. “Ini merupakan pertang-
gungjawaban kita kepada publik, bahwa masyarakat harus yakin masuk ke lembaga yang memang terjamin. Penjaminan mutu itu ada di akreditasi, kita ketat, assessor yang melanggar kode etik, tidak kita tugaskan lagi,” ujar Fauzan. BAP PAUD dan PNF memiliki kelompok kerja (pokja) di Kabupaten. Pokja mengidentifikasi lembaga yang layak akreditasi. Pihaknya turun ke daerah melakukan sosialisasi sekaligus bimbingan teknis ke lembaga-lembaga PNF itu. (ron)
Jurusan Brahma Widya STAHN Gde Pudja Gelar Seminar Akademik Mataram (Suara NTB) Jurusan Brahmawidya Program Studi Filsafat Agama Hindu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan Seminar Akademik, pada Senin (16/ 10) di kampus STAHN Gde Pudja. Sementara Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Putu Listiawati, SE.,Ak.,MM., yang diwakili Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Susilo Edi Purwanto, S.Ag. M.Si. Seminar ini mengusung tema melalui seminar akademik jurusan Brahma Widya Prodi Filsafat Agama Hindu Kita Bangun Karakteristik Filsafat Hindu. Ketua Panitia Seminar Akademik, Ni Nyoman Satya Widari, menjelaskan, tujuan seminar ini sebagai upaya mempertajam visi dan misi STAHN Gde Pudja melalui Jurusan Brahma Widya dalam mengembangkan karakteristik filsafat Hindu. “Sehingga nantinya dihasilkan output lulusan Brahma Widya yang punya karakteristik kuat di bidang filsafat Hindu,” katanya. Ia menjelaskan, kegiatan seminar ini juga merupakan aktivitas menyegarkan jalinan kebersamaan yang semakin erat di lingkungan STAHN Gde Pudja Mataram. Termasuk menjalin kebersamaan dengan stakeholders agar eksis di turbulence era yang meminggirkan orang dengan yesterday logic. Selain itu dapat mengikuti perkembangan generasi milennial melalui penguatan karakter umat di dunia pendidikan khususnya bidang filsafat Hindu.
Seminar ini diikuti 100 peserta terdiri dari segenap unsur pimpinan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mahasiswa dengan jumlah panitia sebanyak tujuh orang. Hadir sebagai pembicara, yaitu Prof. Dr. I Wayan Sukayasa, M. Si., dan Ida Pedanda Gede Oka Kenitan dan dimoderatori Dr. Drs. I Wayan Sumerta. Sementara Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Ni Putu Listiawati, diwakili Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Susilo Edi Purwanto, menyampaikan dua narasumber ini merupakan orang yang hebat. Menurutnya, Prof. I Wayan Sukayasa merupakan seorang guru besar, dan Ida Pedanda Gede Oka Kenitan merupakan seorang praktisi. “Peserta bisa belajar banyak tentang keilmuan dan kepraktisan sehari-hari melalui apa yang disampaikan mereka,” katanya. Narasumber pertama, Prof. Dr. I Wayan Sukayasa, M. Si., memaparkan tentang Tattwa Jnana. Berkaitan dengan definisi dan penjelasannya. “Kita harus memahami dulu prinsip yang menjadi filsafat nusantara. Filsafat suci jika dipelajari dan diamalkan akan menjadikan kita ke pembebasan akhir,” katanya. Sementara itu, narasumber kedua, Ida Pedanda Gede Oka Kenitan memaparkan tentang etika dan makna pelaksanaan upacara Agama Hindu. Disebutkan, pengetahuan dan pemahaman tentang pelaksanaan upacara yang berdasarkan pada sastra patut ditingkatkan. Ia juga menerangkan mengenai etika tata upacara. (ron/*)
(Suara NTB/ron)
SEMINAR - Narasumber I Wayan Sukayasa, (paling kiri) dan Ida Pedanda Gede Oka Kenitan (paling kanan) saat memaparkan materi pada Seminar Akademik Jurusan Brahmawidya Program Studi Filsafat Agama Hindu STAHN Gde Pudja Mataram,Senin (16/10) di Gedung Rektorat STAHN Gde Pudja Mataram.
Pengembangan Prestasi Jadi Prioritas Imtaq setiap pada hari Jumat serta pengenalan Bahasa Inggris. Mahuri mengaku, prestasi yang berhasil ditorehkan para peserta didik sudah banyak, baik di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten. Mahuri mencontohkan, seperti pada bidang bakat seni dan kreativitas. Di mana sejak tahun 2004 - 2005 lalu peserta didik sudah mampu bersaing pada tingkat nasional. Meski tidak juara satu, namun sudah sangat membanggakan masuk kategori 10 besar.
(Suara NTB/ist)
BERBINCANG - Rektor UIN Mataram H. Mutawalli berbincang dengan perwakilan delegasi dari beberapa negara yang hadir di Perhelatan Akbar Konferensi Internasional yang diprakarsai UPT. Pusat Pengembangan Bahasa UIN Mataram, Sabtu (14/10).
Penilaian Akreditasi untuk Hindari Lembaga ”Bodong”
TK Pembina Labuhan Haji
Selong (Suara NTB) Taman Kanak-kanak (TK) Pembina Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji berkomitmen mengembangkan prestasi para peserta didiknya di segala disiplin ilmu pengetahuan. Menurut Kepala TK Pembina Kecamatan Labuhan Haji Mahuri, S.Pd, sekolah yang dipimpinnya itu memiliki sejumlah kegiatan utuk meningkatkan pengetahuan peserta didik, yakni menggambar, mewarnai, menyanyi, drum band, membaca Iqro’ dan
didikan, ekonomi dan pariwisata syariah,” sambungnya. Diakuinya, kolaborasi dan kerjasama yang dibangun oleh UIN Mataram dengan berbagai universitas mancanegara adalah sangat positif bagi pengembangan pariwisata di Lombok Barat. Di mana, Lombok Barat memiliki banyak destinasi wisata merasa penting untuk menindaklanjutinya dengan terobosan promosi secara detail ke negara-negara yang menjadi delegasi kegiatan ini. Fauzan berharap agar UIN Mataram terus dapat menjadi mitra pemerintah daerah khususnya Lombok Barat dan Pemerintah Provinsi NTB untuk bersinergi menyapa dunia melalui program pembangunan pariwisata halal yang berkelanjutan. “Insya Allah dalam waktu dekat, Bapak Gubernur bersa-
Prestasi lainnya, ujarnya, mengikuti ajang lomba gugus tingkat nasional tahun 2008 di Yogyakarta. Tingkat provinsi, tambahnya, TK Pembina Labuhan Haji tiap tahun sudah pernah meraih juara pertama di ajang gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB. ‘’Tahun 2016 lalu sekolah TK Pembina juga telah berhasil meraih juara tiga lomba sekolah sehat tingkat provinsi,’’ klaimnya.
TK Pembina Labuhan Haji, tambahnya, telah berubah status menjadi TK Pembina Negeri. Di mana, TK yang didirikan anggota PKK tahun 2006 itu juga sudah terakreditasi. Saat ini TK Pembina sudah memiliki peserta didik sebanyak 116 orang. Laki-Laki 59 orang dan perempuan 53 orang. Jumlah guru negeri 7 orang. Guru honorer 4 orang, dan pegawai administrasi satu orang. Sedangkan jumlah ruang belajar ada 6 unit. (rus)
(Suara NTB/dys)
KUNJUNGI - Peserta didik RA Al Akhyar NW Bagik Polak berkunjung ke Museum Negeri NTB, akhir pekan kemarin.
Peserta Didik RA Al-Akhyar ’’Outing Class’’ ke Museum Mataram (Suara NTB) Puluhan peserta didik Raudhatul Athfal (RA) AlAkhyar NW Bagik Polak Lombok Barat berkunjung ke Museum Negeri NTB. Kegiatan kunjungan merupakan rangkaian kegiatan outing class. Para peserta outing class terlihat sangat antusias saat berkeliling dan tidak lupa mereka bertanya tentang benda-benda yang mereka lihat. Kepada Suara NTB, Pembina RA Al-Akhyar NW Bagik Polak, Maelani, S.Pd , mengatakan pihak sekolah memang memprogramkan kegiatan kunjungan yang bertema rihlah ilmiah. Kegiatan kunjungan tidak hanya bersifat rekreasi tetapi juga mengandung nilai-nilai ilmu pengetahuan. Selain itu juga, pemilihan museum sebagai destinasi wisata atau rihlah ilmiah dirasakan sangat cocok dan sesuai untuk meningkatkan pengetahuan
dan wawasan anak tentang berbagai hal yang berkaitan dengan sejarah dan benda-benda kuno berharga peninggalan sejarah itu sendiri. Bertepatan dengan kegiatan kunjungan museum ini, RA AlAkhyar NW juga ingin berpartisipasi dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober yang telah ditetapkan sejak tahun 2015 silam. Selama di museum, anak anak disambut dan dipandu berkeliling ruangan pameran dan melihat berbagai macam benda peninggalan sejarah seperti alat-alat memasak tradisional, alat musik trasional, alat tenun trasional, naskahnaskah kuno, dan masih banyak lagi. Selain benda bersejarah, anak juga melihat benda-benda hasil seni seperti pedang, keris, dan alat perang. Selain itu terdapat hasil ilmu pengetahuan seperti hewan-
hewan yang diawetkan salah satunya buaya muara, kupukupu dan jenis hewan lainnya. Diakuinya, adanya respons seperti inilah yang diharapkan oleh guru, sehingga kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan anak. Di samping itu, alumnus FKIP Unram ini menyebut kegiatan rihlah ilmiah ke museum ini juga bertujuan untuk membuat suasana sekolah tidak membosankan dan tidak melulu terbatas di dalam ruangan kelas. Para guru dan pihak sekolah juga berharap dengan kunjungan ke museum ini akan semakin menambah kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan dan sejarah, khususnya kecintaan pada museum sebagai tempat menyimpan dan memamerkan benda-benda peninggalan sejarah, seni dan ilmu. (dys)
200 Mahasiswa PTKIN akan Hadiri Kemah Perdamaian Lombok Mataram (Suara NTB) Sebanyak 200 mahasiswa berasal dari Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (PTKIN) seIndonesia akan menghadiri Kemah Perdamaian “Youth Camp Islam and Peace” awal Bulan Desember mendatang. Kegiatan tersebut akan digelar oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri-UIN Jakarta dan Nusatenggara Center (NC) NTB. Koordinator Kegiatan Kemah Perdamaian Drs. H. Lukman Hakim, M. Pd., menyampaikan kegiatan rencananya berlangsung pertengahan Desember 2017 bersamaan dengan pelaksanaan Hari Ulang Tahun Provinsi NTB. “Rencananya dihadiri oleh kurang lebih 200 orang peserta yang merupakan mahasiswa/ mahasiswi Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri se Indonesia,” ujarnya saat workshop penyempurnaan desain Youth Camp 2017, Minggu (15/10). Para peserta, kata Lukman, akan terjaring secara teknis melalui persyaratan umum dan khusus yang ditentukan panitia. Sementara tujuan kegiatan kemah perdamaian ialah mensosialisasi, dan mengkampanyekan praktik-praktik Islam yang damai dan toleran. Di samping itu mengembangkan pengetahuan tentang nilai-nilai toleransi, perdamaian, bahaya konflik dan pencegahan kekerasan, ekstremisme khususnya di kalangan mahasiswa. Termasuk juga membangun kesadaran dan kerjasama lintas organisasi dan komunitas khususnya di kalangan mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Negeri guna melawan paham
serta perilaku yang berorientasi pada radikalisme, kekerasan serta ekstremisme. Kegiatan ini, akan berlangsung selama empat hari dengan lokasi kegiatan di Pantai Klui, Lombok Utara. Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai macam kegiatan mulai dari kegiatan Majelis Harmoni, kunjungan lapangan atau site visit yang menyasar ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan, outbound, serta pentas budaya yang harapannya mengakomodir seni dan tradisi lokal daerah menurut asal para peserta. Sementara itu, Sekretaris Program yang juga perwakilan dari PPIM UIN Jakarta Dita Kirana menyambut baik kerjasama yang terbangun antara PPIM UIN Jakarta dengan NC untuk menggelar kegiatan kemah perdamaian ini. (dys)
Halaman 11
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
Tingkatkan Prestasi, Dispora Fokus Bina Atlet Selong (Suara NTB) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah fokus melakukan pembinaan terhadap para atlet. Dengan demikian, diharapkan ke depan dapat meningkatkan prestasi olahraga Lotim di kancah nasional hingga internasional. Kepala Dispora Lotim, Drs. M. Zaini mengatakan saat ini pihaknya sudah memetakan atlet-atlet potensial di berbagai bidang olahraga. Seperti
M. Zaini
halnya cabang olahraga renang, dikatakannya untuk renang saat ini sudah dipetakan di masing-masing wilayah, seperti di Gili Beleq,
Selong maupun di Masbagik. Dari beberapa wilayah itu, tidak hanya dilihat kemampuan atau skill dari atlet. Melainkan penguasaan
teori juga menjadi perhatian bagi Dispora Lotim terhadap para atlet. “Tidak hanya skill, penguasaan teori juga kita perhatikan untuk bagaimana prestasi kita di bidang olahraga terus berkembang,”ujarnya. Untuk mendukung itu, lanjutnya, Dispora Lotim ke depan akan mendatangkan pelatih-pelatih profesional
di masing-masing cabor, sehingga, para atlet juga memiliki skill yang tidak kalah saing dengan atlet dari daerah lain. “Pembinaan yang kita lakukan tentunya harus kita imbangi dengan mendatangkan pelatih-pelatih yang profesional. Inilah yang akan kita lakukan ke depan,” ujarnya. Selain itu, Zaini juga men-
gungkapkan bahwa untuk terus meningkatkan prestasi atlet di bidang olahraga. Ke depan dalam penyusunan program pembinaan dan berbagai rencana lainnya akan susun secara lebih baik yang mendukung perkembangan atlet dimasing-masing cabor. “Urusan pembinaan nanti akan menjadi prioritas,” ujarnya. (yon)
(Suara NTB/yon)
14 Atlet Siap Berlaga di Piala Panglima TNI Cup Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga atletik siap menurunkan sebanyak 14 atlet di Kejurnas Atletik Piala Panglima TNI Cup yang akan berlangsung di Surabayar, Jawa Timur (Jatim), 1-3 November 2017. Pasalnya event nasional itu akan dijadikan ajang try out untuk atlet-atlet atletik NTB yang telah latihan selama 10 bulan dalam Pelatda Mayung 2017 Ketua Umum Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi SH, yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Senin (16/10) kemarin mengatakan keikutsertaan atlet atletik NTB di ajang singel event nasional itu sangat penting untuk mengukur kemampuan atlet yang sudah menjalani Pelatda Mayung selama tahun 2017. Oleh karena itu pihaknya akan mengupayakan semua atlet bisa berangkat. Selain sebanyak 12 atlet yang telah dibina di Pelatda Mayung 2017, pihak PASI NTB kata Suhaimi juga akan memberangkatkan dua atlet muda potensial di event itu. Mereka adalah Lalu Muhammad Johri dan Lalu Azi. Kedua atlet muda itu, (Johri dan Azi) dinilai pantas untuk ambil bagian di event itu karena kedua atlet itu sudah menunjukan prestasi terbaik di ajang Popnas 2017. Dimana Johri berhasil meraih dua emas di nomor 100 meter dan 200 meter putra, sementara Azi berhasil meraih dua perak di 110 meter gawang dan 400 meter gawang putra. “Kami akan berangkatkan sebanyak 14 atlet, yakni 12 atlet atletik yang dibina di Pelatda Mayung 2017 dan dua atlet muda potensial, Johri dan Azi di event ini. Dan kami ingin event ini jadi ajang try out (uji tanding-red) atlet,” ucapnya. Terkait keikutsertaan atlet Pelatda Mayung di event itu, Suhaimi berharap kepada KONI NTB juga dapat memfasilitasi keberangkatan dua atlet muda, Azi dan Johri. Hal ini penting untuk meningkatkan performa dua atlet muda NTB itu sebagai cikal bakal atlet potensial yang bisa disiapkan di PON 2021. Ditanya soal target, Suhaimi tidak memasang target berlebihan. Dalam hal ini, pihaknya menginginkan ajang itu sebagai ajang untuk melihat perkembangan atlet. Diharapkan para atlet bisa menunjukan peningkatan limit waktu. (fan)
Ketum KONI Janji Perkuat Koordinasi dengan Cabor Dompu (Suara NTB) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu terpilih periode 2017-2020, Putra Taufan, SH., MH., mengatakan KONI masih sangat terbatas dalam hal data atlet, pelatih dan sarana prasarana olahraga. Hal itu mengingat koordinasi KONI dengan cabor masih sangat minim, bahkan hampir tidak ada. Padahal KONI merupakan forum komunikasi yang ruhnya ada pada cabor dan bukan saingan masing-masing cabor tersebut. “KONI sebenarnya tinggal menggerakan mesin cabor ini, sama saja di KNPI tinggal menggerakan OKP. Di KONI tambah mudah karena khusus mengurus olahraga,” katanya kepada wartawan di Gedung KNPI, Senin (16/10). Selain itu menyangkut prestasi atlit, meski pada Porprov beberapa tahun lalu Dompu berada pada peringkat enam dan terjadi peningkatan peringkat, namun nyatanya jumlah cabor makin bertambah sehingga kuncuran anggaran semakin banyak. Terlebih cabor-cabor ini masih kurang diperhitungkan di tingkat provinsi. Persoalan ini menurut dia, disebabkan tidak dipetakannya kemampuan tiap cabor yang semestinya ada skala prioritas dalam pembinaan. “Mungkin ada cabor unggulan dan sebagainya, sehingga pembinaannya terfokus. Kalau sekarang kan dibagi rata, ada uang Rp 100 juta dibagi rata, mau main remi, main bola, panjat tebing dan lari masing-masing Rp 2 juta. Adil itu tidak sebenarnya begitu, tapi disesuaikan dengan porsinya, ka-
(Suara NTB/ist)
TERPILIH - Ketua KONI Dompu terpilih, Putra Taufan usai terpilih dalam suksesi KONI Dompu. lau panjat tebing misalnya menyumbangkan 9 emas di poprov mungkin dia porsinya banyak dibanding remi dan sebagainya yang mungkin hanya butuh kopi,” jelas dia. Pihaknya juga sudah berkomitmen dengan jajaran legislatif dan eksekutif agar dalam pelaksanaan program minimal 0,5 persen dari APBD Dompu diperuntukan untuk olahraga. Sementara itu, disinggung soal penjaringan atlit berpotensi di Desa/Kelurahan, ia
RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
Pengcab Pertina Diminta Menjaring Atlet Muda
GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
mengungkapkan pihaknya berencana membuatn satlak Dompu berlari yang akan mengurus program atlit. “Selama ini kan atlet dikelola oleh cabor, target saya naik satu digit dari lima besar ke empat besar paling tidak kita mendapat 40 emas, atlet yang mendapat emas itulah yang akan kita himpun dari sekarang,” ujarnya. Menurut dia, anggaran yang disalurkan KONI ke cabor selama ini tidak pernah sampai ke atlet, kebanyakan dihabiskan untuk perjalanan dan konsumsi. Karenanya, selama menjabat empat tahun kedepan pihaknya ingin anggaran tersebut dikelola langsung oleh satlak untuk kebutuhan atlet. Sedang untuk kebutuhan cabor akan bersifat administratif untuk perjalanan. “Sehingga jelas kalau kita target 40 emas paling tidak kita butuh 70 atlit yang harus diurus masuk di satlak dompu berlari ini,” pungkasnya. (jun)
LOWONGAN
Mataram (Suara NTB) Ketua Umum Pertina NTB Terpilih, Danrem 162/ Wira Bhakti (WB). Kol. Inf. Farid Makruf mengingatkan sejumlah Pencab Pertina yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota di NTB agar bekerja keras untuk menjaring atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Papua tahun 2020. “Saya minta semua pengurus Pengcab Pertina kabupaten/kota dan pengurus provinsi bekerja keras menjaring atlet. Kemudian mereka juga harus bekerja keras melatih atlet sebaik-baiknya di sasana yang dimiliki masingmasing pengcab,” ujarnya pada Suara NTB usai ditetapkan sebagai ketua terpilih dalam Musprov KONI NTB di Hotel Golden Palace Mataram belum lama ini. Menurutnya, penjaringan atlet muda sebanyak mungkin di masing-masing Pengcab akan menjadi salah satu program Pertina NTB dalam rangka meningkatkan prestasi atlet cabor tinju yang sedang dipimpinnya itu. Sebab dengan melakukan penjaringan atlet sebanyak mungkin di tingkat Pengcab, maka pihak Pertina NTB ke depan tidak akan
RUPA-RUPA ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008
HILANG HILANG SERTIFIKAT TANAH SHM NO.3212 AN. MAHAYANI LT.2 ARE ALAMAT JL. ADE IRMA PANDA 8 NO.66 HILANG DISEKITAR RUMAH
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE
HILANG STNK R2 HONDA DR4577HN NOKA/NOSIN : MH1JFD210DK928394/ JFD2E-1917263 AN. SUPRIYONO SLAMET HILANG DISEKITAR PASAR AMPENAN KOTA MATARAM
DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080)
HILANG STNK R2 HONDA DR5438HQ NOKA/NOSIN : MH1JF8121XEK044700/ JF81E-202036144 AN. SIR AINI HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP PENGHASILAN TENTUKAN SENDIRI. LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.
LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat.Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
kekurangan stok atlet andal yang akan dipersiapkan ke kancah nasional. Meski demikian, sebelum dikirim ke ajang nasional semua atlet yang dibina di masing-masing pengcab akan diseleksi kembali oleh Pertina NTB untuk mencari yang terbaik. Selain meminta kabupaten/ kota untuk menjaring atlet sebanyak mungkin, pihak Pertina NTB juga mengingatkan pelatih Pengcab Pertina untuk meningkatkan kapasitas melatih. Pasalnya dalam rangka menghadapi event nasional hingga internasional, pihak Pertina NTB juga membutuhkan pelatih yang memiliki pengetahuan tinggi dalam hal melatih. Sebab kualitas pelatih sangat menunjang peningkatan prestasi atlet yang dilatih. Dalam hal meningkatkan kualitas pelatih dan pelatihan atlet pihak Pertina NTB akan membantu sejumlah pengcab, karena Pertina NTB akan mendapat dukungan anggaran dari KONI NTB untuk kebutuhan gizi atlet di Pelatnas. Ditambahkannya, saat ini ada satu petinju NTB, yang resmi masuk Pelatnas, yakni Huswatun Hasanah. Selain itu ada dua petinju lagi yang sedang mengikuti seleknas, yakni Putra Samada dan Ainun Azizah. Harapan Farid, ketiga petinju NTB itu bisa mewakili tim Indonesia di pertandingan tinju Asian Games. (fan)
SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081
SALON SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836
Selasa, 17 Oktober 2017
SUARA NTB
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Selasa, 17 Oktober 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
Selasa, 17 Oktober 2017
SUARA NTB
Halaman 14
Karnaval Mandalika Diwarnai Atraksi Budaya Praya (Suara NTB) Karnaval Mandalika “Sholah Sholeh Sholoh” dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) ke 72, Senin (16/10) kemarin, berlangsung meriah. Diikuti belasan ribu peserta dari berbagai elemen, karnaval diwarnai atraksi budaya yang ditampilkan masing-masing peserta
Bupati saksikan karnaval mandalika
Selain diikuti peserta dari semua kecamatan yang ada di Loteng, sejumlah peserta dari luar Loteng turut ambil bagian. Seperti dari Kabupaten Sumbawa, Keluarga Bima-Dompu, Paguyuban Jawa dan beberapa etnis yang ada di Loteng. Bergabung dengan peserta dari Polres Loteng dan Praja Kampus IPDN NTB. Polres Loteng tampil hampir dengan kekuatan penuh. Dipimpin langsung Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK., bersama Ketua TP PKK Loteng, Hj.Bq. Irma Budiani Suhaili. Begitu pula para Praja IPDN Kampus NTB, dengan Gita Praja-nya yang tampil disesi pembuka juga mampu tampil memukau ribuan warga yang tumpah ruah memadati jalur protokol Kota Praya, tempat karnaval berlangsung. Masing-masing peserta dari kecamatan juga tidak mau kalah. Den-
gan menampilkan berbagai jenis atraksi budaya khas dari masingmasing kecamatan setempat. Mulai dari atraksi perang timbung Kecamatan Praya Tengah sampai atraksi Peraje Kikir Kecamatan Jonggat. Para peserta disambut Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., bersama Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., anggota Forkopinda Loteng dan undangan di panggung kehormatan didepan kantor Bupati Loteng. Putri Indonesia Pariwisata juga hadir. Bahkan sempat memimpin parade budaya bersama Terune Dedare Loteng tahun 2017. Peserta dari kelompok masyarakat lainnya, juga turut menampilkan atraksi menarik lainnya. Seperti atraksi Barongsai dan sejumlah tarian tradisional serta atraksi ogoh-ogoh oleh PHDI Loteng. “Semua peserta diupayakan menampilkan atraksi khas yang berbeda-beda,”
ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si. Berbagai atraksi yang ditampilkan para peserta tersebut, membuktikan bahwa Loteng begitu kaya akan budaya. Sekaligus membuktikan begitu kuat dan eratnya toleransi didaerah ini. Hal yang perlu terus dipertahankan dan diperkuat dimasa yang akan datang. “Karnaval ini juga diharapkan sebagai wadah untuk memperkuat toleransi di Loteng yang didiami berbagai kelompok masyarakat, etnis serta agama,” kata Herdan. Banyaknya peserta karnaval yang ambil bagian, membuat kegiatan karnaval berlangsung hingga jelang malam hari. Di barisan terakhir, ditutup dengan parade puluhan cidomo hias dan mobil hias dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Loteng. (kir/*)
Suasana Karnaval Mandalika “Sholah Sholeh Sholoh” dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT Kabupaten Loteng ke 72, Senin (16/10) kemarin, berlangsung meriah.
RADIO
RAGAM
SUARA NTB Selasa, 17 Oktober 2017
Halaman 15
Kendalikan Inflasi
BI Resmikan Rumah Pembibitan Komoditas Hortikultura (Suara NTB/ars)
Aloesius Gonzaga
(Suara NTB/ars)
Feby Maranta Sukatendel
Gugatan Tanah Gili Trawangan Dinilai ’’Error in Persona’’ Mataram (Suara NTB) Gugatan Prajadi Agus Winaktu atas kepemilikan lahan sengketa di Gili Trawangan Kecamatan Pemenang, Lombok Utara dengan Adi Nugroho dinilai error in persona. Untuk itu gugatan diminta ditolak. Namun pihak penggugat tetap berkeyakinan bahwa hubungan hukum yang menjadi alasan gugatan, sangat kuat. Dalam sidang lanjutan sengketa atas lahan seluas 81.686 meter persegi itu, tergugat menghadirkan ahli Prof. Zainal Asikin dari Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) dan Dosen Ilmu Hukum Prof. Dr. Muzakir, Senin (16/10). ‘’Kami ingin ajukan ahli pidana dan perdata, agar jangan sampai ada manipulasi data,’’ kata kuasa hukum tergugat I dan II, Aloesius Gonzaga usai sidang di PN Mataram. Menurut Aloesius, dihadirkannya ahli untuk menerangkan bahwa kedua pihak tidak punya hubungan hukum, sehingga gugatan error in persona atau salah alamat. ‘’Karena kalau pihak yang tidak terkait dengan hubungan hukum, harusnya tidak memenuhi syarat untuk ajukan gugatan. Sehingga gugatan itu error in persona. Seorang yang gugat tidak ada hubungan hukumnya,’’ kata dia. Sehingga konsekwensinya kalau penggugat tidak punya hubungan hukum, maka harus digugurkan. Tim kuasa hukum Prajadi Agus Winaktu membalas pernyataan itu, dengan mengutip penjelasan dari para ahli. Bahwa antara Prajadi Agus Winaktu dengan Adi Nugroho punya hubungan hukum dalam sengketa tersebut. ‘’Objek sengketa ini telah dibeli degan sumber uang dari Prajadi dan Adi Nugroho,’’ kata Feby Maranta Sukatendel, SH , kuasa hukum Prajadi Agus Winaktu. Sehingga seberapa hak antara Agus Winaktu dengan Adi Nugroho, maka harus ada putusan perdata sebagaimana yang diajukan dalam gugatan saat ini. Bahkan dia menegaskan, konteks gugatan perdata ini, sebagai tindaklanjut dari putusan pidana sebelumnya. Dimana Adi Nugroho sebelumnya dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan penipuan atas perjanjian pembelian lahan 8 hektar tersebut. ‘’Nah seperti yang dijelaskan Doktor Muzakir tadi (Ahli), seberapa besar bagian dari Prajadi Agus Winaktu, ini yang harus dibuktikan dalam gugatan,” tegasnya. Mengomentari penjelasan Prof. Zainial Asikin, juga menguatkan pada perjanjian antara kedua pihak. Sehingga dari keterangan ahli itu yang menjadi poin bagi pihaknya, ada kebebasan kontrak. Artinya, para pihak sesuai dengan ketentuan perdata, berhak menentukan isi dari perjanjian. ‘’Bahwa Pak Asikin bilang, kebebasan itu mengacu pada syarat sahnya perjanjian pasal 1320. Jadi sekarang majelis kita minta menguji, apakah perjanjian antara Agus dan Adi ini, sehingga memiliki kekuatan mengikat? Tapi ini kan masuk materi, ahli tidak masuk sampai di sana,’’ jelasnya. Bagaimana menjawab soal tidak adanya hubungan hukum sehingga gugatan dianggap error in persona? Dia mengutip lagi penjelasan Prof. Muzakir, bahwa putusan pidana sebelumnya memiliki dasar pegangan dalam perkara perdata. Jika dalam pidana itu jelas hubungannya, bahwa tanah ini milik PT WAH, kemudian dibeli oleh Adi Nugroho dengan PT SSL dengan modal bersama Prajadi Agus Winaktu. ‘’Di sinilah ada hubungan hukumnya. PT. WAH selaku penjual tanah, PT SSL yang digunakan untuk membeli tanah sengketa, modalnya bersumber dari Prajadi dan Adi,’’ pungkasnya. (ars)
573 Proyek PL Belum Dieksekusi Dari Hal. 1 Antara lain, Biro Hukum 13 paket senilai Rp 406 juta, Biro Humas dan Protokol Rp 501 juta, Biro Kesra 11 paket Rp 566 juta, Dispora 21 paket Rp 1,45 miliar, Dinas Sosial 21 paket senilai Rp 2,483 miliar, Disnakertrans 1 paket senilai Rp 100 juta. Dinas Perhubungan 11 paket senilai Rp 2,017 miliar, Diskominfotik 1 paket senilai Rp 200 juta, Dinas Pariwisata 50 paket senilai Rp 8,944 miliar. Selanjutnya, Dinas PUPR 23 paket senilai Rp 2,672 miliar, Dinas Perdagangan 17 paket senilai Rp 308 juta, Dinas Pertanian dan Perkebunan 4 paket senilai Rp 437 miliar, Disnakeswan 49 paket senilai Rp 2,813 miliar, Dinas Kelautan dan Perikanan 32 paket senilai Rp 2,248 miliar, Dinas LHK 37 paket senilai Rp 627 juta, Dinas ESDM 1 paket senilai Rp 80 juta, DPMPD dan Dukcapil 33 paket senilai Rp 553 juta, DP3AP2KB 5 paket senilai Rp 167 juta. Kemudian, Bappeda 7 paket senilai Rp 562 juta, Bappenda 166 paket senilai Rp 9,741 miliar, Bakesbangpoldagri 6 paket senilai Rp 801 juta, BPSDM 10 paket senilai Rp 2,365 miliar, RSJ Mutiara Sukma 6 paket senilai Rp 431 juta, RS. HL. Manambai Abd. Kadir 29 paket senilai Rp 5,773 miliar dan Badan Penghubung Daerah 17 paket senilai Rp 427 juta. Meskipun ratusan paket proyek PL belum dieksekusi OPD, namun, kata Sekda, nilai proyeknya tidak terlalu besar. Karena nilai proyeknya kecilkecil, maka pengerjaannya
tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, cuma beberapa hari saja. Mengenai 10 OPD yang serapan anggarannya masih jauh di bawah target? Sekda menjelaskan, sesuai dengan keterangan dari pimpinan OPD berangkutan hal tersebut akibat penambahan anggaran dalam APBD Perubahan. Sehingga membuat persentase realisasi keuangannya mengecil. ‘’Yang penting arahan Pak Gubernur, Desember target kita bisa melampaui pencapaian tahun lalu. Tahun lalu kan capaiannya 94 persen.Tahun ini diharapkan bisa lebih dari itu,” katanya. Untuk mengejar target serapan anggaran sebesar itu, lanjut Sekda, kinerja semua OPD sedang digenjot. Dari sisi paket-paket proyek yang dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) juga sudah selesai. Tinggal dilakukan pengerjaan di lapangan. ‘’Tidak ada lagi yang kita khawatirkan. Kecuali kalau ada yang wanprestasi, kan tidak ada. Tidak ada yang dilaporkan. Semua berjalan sesuai dengan jadwal,” tandasnya. Diketahui, sampai 16 Oktober 2017, realisasi keuangan dan fisik APBD NTB sudah mencapai 62,48 persen dan 74,22 persen. Pemprov NTB menargetkan realisasi keuangan dan fisik sampai 31 Oktober masing-masing 84,40 persen dan 88,14 persen. (nas)
Amaq Asrul: Jangan karena Tujuan Politik Dari Hal. 1 Selanjutnya dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW, Ali BD mengutip, ‘’sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling tinggi takwanya. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia’’. Berdasarkan hadits tersebut kata Amaq Asrul, tidak bisa kita lihat orang dari ke-
sukuan, orang Arab atau bukan Arab. Orang kulit putih atau kulit hitam. Bukan pula dari orang barat atau Timur Tengah. Melainkan dari kemuliannya yang dimanifestasikan dalam ketakwaannya kepada Allah. Gambaran ketakwaan ini tergambar pula dari keikhlasannya dalam membangun Agama Allah. Ikhlas semata karena Allah. Bukan karena imbal jasa dari orang lain. (rus/*)
Mataram (Suara NTB) Bank Indonesia (BI) meresmikan rumah pembibitan komoditas hortikultura dalam rangka pengendalian inflasi. Rumah pembibitan ini nantinya akan mendukung pengembangan kluster tanaman organik, khususnya di Lombok Timur. Guna mendukung terjaganya stabilitas harga, BI ikut mengembangkan klaster UMKM yang bergerak di sektor pertanian, khususnya tanaman cabai, yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Provinsi NTB. Pada Senin (16/10) kemarin, BI melakukan panen perdana kluster cabai di Lendang Nangka, Lombok Timur. Hadir dalam kesempatan itu, Asisten III Kabupaten Lombok Timur, pihak BPTP Provinsi NTB, Polres Lombok Timur, Kasdim 1615 Lombok Timur, Babinsa, Bank NTB, serta ratusan masyarakat sekitar. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono menyampaikan, panen raya cabai kemarin sejalan dengan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu menjaga stabilitas harga, atau yang dikenal dengan inflasi. Inflasi dapat terkendali apabila pasokan komoditas pangan terjaga. Hal itulah
yang mendasari langkah BI untuk ikut serta menanam cabai di Lombok Timur, yang merupakan salah satu sentra produksi cabai terbesar di NTB. Tidak hanya sebatas menanam cabai, konsep pengembangan klaster cabai Bank Indonesia tersebut menganut prinsip Halalan Toyiban. Di mana seluruh proses penanaman cabai mulai dari pembibitan hingga penanaman dilakukan dengan konsep total organik. Dengan konsep total organik tersebut, diharapkan produk cabai yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan sehat untuk dikonsumsi. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang sama BI juga meresmikan bangunan Rumah Pembibitan untuk pengembangan bibit-bibit organik khususnya untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayur-sayuran. Rumah pembibitan seluas
PANEN - Prijono bersama istri, dan undangan melakukan panen perdana cabai. 200 meter persegi tersebut diharapkan mampu mendukung konsep total organik yang diterapkan dalam pengembangan klaster cabai di Desa Lendang Nangka, mulai dari hulu hingga hilir. Orang nomor satu di BI Provinsi NTB ini menyampaikan bahwa perhatian BI dalam pengembangan klaster cabai ini tidak ber-
henti sampai fase panen saja. BI bersama Pemkab Lombok Timur turut memfasilitasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Tetu-Tetu untuk mengolah produk turunan (hilirisasi) dari cabai yang telah dipanen. KWT Tetu-Tetu saat ini telah berhasil membuat beragam produk turunan dari cabai seperti sambal, abon cabai,
saus sambal, dan lainnya. Produk-produk tersebut pun telah dipasarkan ke berbagai daerah di NTB. Hilirisasi ini dilakukan guna mendorong peningkatan nilai tambah dari produk pertanian yang dihasilkan. Sekaligus menjawab keresahan yang dialami petani apabila harga komoditas jatuh saat fase panen. (bul)
Upaya Mediasi Tapal Batas Belum Temukan Titik Terang Dompu (Suara NTB) Sengketa wilayah perbatasan Bima-Dompu belum menemukan titik temu. Warga sekitar perbatasan masih terus bersitegang, bahkan Minggu (15/9), warga di dua desa perbatasan ini memanas dan nyaris terlibat aksi saling serang. Kabag Tata Pemerintahan
Setda Dompu, H Yuhasmin, MSI mengakui adanya ketegangan antar 2 kelompok warga di wilayah perbatasan tersebut, karenanya menuntut pihaknya segera mengambil langakh cepat. “Memang menjadi persoalan yang harus segera kita selesaikan, harus kita klarifikasi juga soal batas yang nor-
mal sesuai gambar asli yang dikeluarkan kemendagri,” kata dia kepada wartawan di kantornya, Senin (16/10). Langkah penyelesaian yang akan ditempuh yakni memediasikan persoalan tersebut dengan pemerintah provinsi. Namun demikian, upaya ini akan membutuhkan waktu yang lama, dan kemungkinan
Pledoi Elisa Wartini Tetap Seret Nama Wabup KSB Dari Hal. 1 Penyerahan itu karena menurutnya ada permintaan dari Fud saat itu untuk tambahan biaya dan logistik kampanye Pilkada tahun 2013. Intinya dalam pledoi, pihaknya berharap materi yang disampaikan akan jadi pertimbangan keringanan putusan hakim bagi kliennya. Elisa Wartini, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi UP Dikpora KSB itu sebelumnya dituntut tujuh tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU)
menilai terdakwa terbukti bersalah atas dugaan korupsi dana UP senilai Rp 600 juta lebih. JPU Kejari Sumbawa Fajrin Irwan Nurmansyah, SH dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, Selasa (2/ 10) lalu yang dituangkan dalam materi tuntutan, menyebut terdakwa bersalah dan dituntut tujuh tahun penjara sesuai dakwaan Pasal 2 Jo Pasal 3 Undang – Undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang Undang 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Terdakwa juga harus membayar denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan penjara. Terdakwa menurut JPU dalam dakwaannya, terbukti melakukan pencairan anggaran yang tidak sah pada kas Dikpora KSB senilai total Rp 1 miliar lebih. Dari anggaran itu, jumlah yang diduga dikorup mencapai Rp 600 juta lebih, sesuai dengan kerugian negara temuan penyidik. Sebagian sudah dikembalikan oleh terdakwa sebesar Rp 20 juta lebih. Selebihnya Rp 500 juta diklaim diserahkan ke Fud Syaifuddin. (ars)
Data SIKP Dinilai Tidak Valid Dari Hal. 1 SIKP merekap data penyaluran KUR oleh perbankan, BRI, Mandiri, BNI, BPD NTB, BRI Syariah, BCA, BPD Bali, BPD NTT, Bank Maybank, Bank Arta Graha Int, Bank Sinarmans dan CTBC Bank hingga 6 Oktober 2017, senilai Rp 582 miliar. Sementara versi perbankan, KUR sudah disalurkan senilai Rp 2,3 triliun. Selisihnya Rp 1,8 triliun. SIKP dianggap tidak valid, karena alasan sistemnya yang tidak otomatis. Aprillah memaparkan, jika dalam SIKP, sistem hanya mencatat sekali realisasi nasabah KUR.
Sementara, satu nasabah bisa merealisasikan hingga berkali-kali. ‘’Misalnya realisasi pertama KUR Rp 5 juta, langsung masuk ke SIKP. Selanjutnya, nasabah ini bisa realiasasi lagi Rp 15 juta, SIKP tidak menerima lagi nama nasabah ini. Karena sudah terekam hanya sekali,’’ paparnya. Sementara perbankan setiap penyalurannya selalu menyampaikan laporan, baik secara sistem di SIKP, dan laporan secara manual. ‘’Lihat data SIKP, realisasi perbankan lebih besar. Karena yang terekam di SIKP hanya sekali,’’ imbuhnya.
Kendati begitu, OJK juga tetap meminta kepastian dari perbankan. Salah satunya dengan meminta laporan masing-masing bank penyalur. ‘’Kita cek dulu semua bank, kita samakan datanya,’’ demikian Aprillah pada Suara NTB di Mataram, Senin (16/10) kemarin. Menurutnya, OJK ingin memastikan juga, apakah penyaluran KUR sudah sesuai dengan porsi masing-masing sektor. Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perdagangan dan sektor lainnya. Yang diketahui, biasanya data yang disampaikan oleh perbankan relatif lengkap dan akuntable. (bul)
terhambat ketika warga perbatasan terus berkonflik lantaran saling mengklaim wilayah administrasinya. Dalam proses mediasi di tingkat provinsi ini lanjut Yuhasmin, pihaknya berencana menghadirkan warga dua belah pihak dengan masing-masing pihak yang bertanggung jawab di dua kabupaten tersebut. “Cuma ini tidak serta merta bisa selesai secapatnya, karena kita harus bijaksanai tuntutan masyarakat itu sesuai formula awal,” ujarnya. Sejauh konflik warga perbatasan ini berlangsung pihaknya belum sama sekali mendengar langkah apa yang akan ditempuh pemerintah Kabupaten Bima. Namun secara institusi pemerintah ia berharap sengketa tersebut dapat diselesaikan secara bersama dan tuntas. Hanya memang sulit lantaran kondisi warga saat ini masih bersitegang.
Selain itu tambah Yuhasmin, ketegangan antara warga ini juga disebabkan belum adanya sosialisasi yang utuh pada masyarakat tentang batas realnya wilayah tersebut. Kalaupun ada perbedaan antara fakta lapangan dengan gambaran peta meskinya itu tuntas dengan mediasi. “Itulah perbedaan yang harus kita selesaikan, mungkin minggu besok saya ke provinsi karena ini ada sengketa antara warga beda kabupaten,” jelasnya. Untuk menyosialisasikan peta yang dikeluarkan kemendagri itu diakuinya perlu ada komunikasi awal dengan pemerintah Kabupaten Bima. Karena ketika satu daerah saja yang proaktif dikhawatirkan ada perbedaan yang kemudian memicu munculnya konflik baru. “Jadi kongkretnya memang harus dimediasi kelompok masyarakat ini supaya tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (jun)
Harus Tuntas November Dari Hal. 1 “Itu sudah kita bentuk tim, harus tuntas per November 2017. Supaya betul-betul masuk BPK, ini sudah rapi,” katanya. Sesuai perintah gubernur, kata Sekda, persoalan aset ini harus sudah tuntas paling lambat November mendatang. Jangan sampai, katanya, peralihan aset ini menghalangi Pemprov untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sudah diraih selama enam kali berturut-turut. “Makanya ditargetkan November sudah selesai,” imbuhnya. Sekda mengaku sudah menjadwalkan pelaksanaan rapat koordinasi antara gu-
bernur dengan seluruh bupati/ walikota. Rencananya, pertemuan ini akan dilakukan akhir Oktober atau awal November mendatang. Mengenai ada kabupaten/ kota yang enggan menyerahkan aset, Sekda mengatakan kemungkinan mereka salah persepsi. Ada yang menganggap kemungkinan pemerintah provinsi menghibahkan saja ke Pemda kabupaten/kota. Namun, sesuai UU, aset-aset tersebut harus diserahkan ke provinsi. ‘’Yang jelas sudah kita buat tim percepatan penyelesaian P3D kemarin termasuk mengundang BPKP. Akan ada juga sub tim di masing-masing kabupaten/kota. Ada 10 sub tim bekerja paralel,’’ tandasnya. (nas)
Presiden Jokowi Rencananya akan Hadiri Pertemuan 400 Ulama Dunia di IC Dari Hal. 1 ‘’Jadi, ketika dilaksanakan di NTB ini juga sebagai bagian dari ekspose NTB. Sebagai daerah yang kondusif. Yang di situ ada umat Islam yang mayoritas sangat besar. Tapi saudara-saudara non muslim bisa hidup dengan
nyaman dan kondusif dalam suasana saling menghargai,” kata doktor lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini. TGB mengatakan, tugas umat Islam di NTB dan Indonesia secara umum adalah memperbanyak promosi tentang Islam moderat. Islam
yang rahmatan lil alamin kepada dunia. Negara-negara Islam yang ada di dunia diharapkan dapat belajar mengenai Islam moderat di Indonesia, khususnya NTB. Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP, ME
menyebutkan, sebanyak 400 ulama akan menghadiri konferensi internasional tersebut. Para ulama ini datang dari puluhan negara-negara Islam di dunia. Para ulama tersebut tergabung dalam alumni Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Pertemuan tersebut mem-
bahas mengenai Islam yang moderat. Yakni bagaimana pengamalan Islam yang rahmatan lil alamin. Dalam pertemuan ini juga tentunya akan ada rekomendasi-rekomendasi mengenai penerapan Islam yang moderat di dunia terutama negara-negara Islam. (nas)
BPK Peringatkan Pemda Dari Hal. 1 jika tidak dapat dituntaskan tahun 2017 ini. Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun lalu, baik provinsi dan kabupaten/kota bisa terancam jika persoalan peralihan aset ini tak dapat dituntaskan. ‘’Makanya, itu sudah peringatan dari BPK juga. Agar di 2017 diserahkan apa yang menjadi kewenangan provinsi. Pokoknya di 2017 harus tuntas soal ini. Tapi kita juga mencatatnya nanti per 31 Desember 2017,’’ kata Supran. Beberapa aset yang harus diserahkan ke provinsi sesuai dengan kewenangan yang dia-
lihkan yakni urusan pendidikan menengah, pengawasan ketenagakerjaan, pengelolaan terminal tipe B, pengawasan perikanan dan kehutanan. Jika aset-aset yang berkaitan dengan peralihan kewenangan itu sudah tercatat di provinsi, maka harus dikeluarkan dari aset kabupaten/kota. Pemda kabupaten/kota yang sudah menyerahkan aset secara final yakni Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram. Sementara tujuh kabupaten/kota yang belum final menyerahkan aset yakni Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Bima, Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Dompu.
Untuk mempercepat peralihan aset ini, kata Supran, telah dibentuk tim dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat dan OPD terkait. Tim juga akan dibentuk di masing-masing kabupaten/kota. Tim inilah yang nantinya akan melakukan klarifikasi dan pengecekan di lapangan sesuai dengan dokumen yang diserahkan Pemda kabupaten/kota. Mengenai nilai aset yang belum diserahkan di seluruh kabupaten/kota, Supran mengatakan belum mengetahui nilainya. Nilai aset tersebut baru dapat diketahui setelah dilakukan inventarisir dan pengecekan di lapangan. Sesuai
perintah gubernur, persoalan peralihan aset ini harus tuntas November mendatang. ‘’Kita akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dokumen yang diberikan kita klarifikasi lagi. Kita melibatkan BPKP mendampingi kita dalam rangka mengklarifikasi aset-aset yang dialihkan berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014,’’ jelasnya. Supran menjelaskan, peralihan aset ini merupakan perintah UU No. 23 Tahun 2014. Sehingga peralihan aset tersbeut bukan maunya pemerintah provinsi untuk mengambil aset Pemda kabupaten/kota. Tetapi peralihan aset tersebut adalah amanat UU yang
harus dipatuhi. Ia memperkirakan nilai aset yang belum diserahkan ke provinsi itu mencapai ratusan miliar. Mengenai penyebab Pemda kabupaten/kota belum menyerahkan aset-aset tersebut, Supran mengatakan pada 2016 lalu mereka mengalokasikan belanja modal untuk bangunan pada aset-aset tersebut. Sehingga harus dipertanggungjawabkan pada 2016. Misalnya, ada Pemda kabupaten/kota yang memperbaiki atau merehab SMA/ SMK. Sehingga, Pemda kabupaten/kota menyelesaikan laporan pertanggungjawabannya dulu sebelum diserahkan ke provinsi. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598 suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
(Suara NTB/ist)
Selasa, 17 Oktober 2017
KERJA BAKTI - Murid SDN 2 Terara ikut kerja bakti
SDN 2 Terara Kembangkan Ekstrakurikuler Berbasis Komunitas Selong (Suara NTB) Pendidikan adalah tanggungjawab segenap pihak, sekolah/madrasah melalui tim manajemen dan guru, orang tua/wali murid, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi antarpihak dengan menempatkan sekolah sebagai motor penggerak adalah keniscayaan. Penguatan karakter adalah isu penting dewasa ini di Indonesia. Faktanya, banyak anak didik pintar minus karakter. Kompetisi dengan orientasi hasil masih mendominasi sistem pendidikan. Cara ini abai akan proses, bersabar dengan segenap langkah, menikmatinya, mendialogkan, dan melakukan refleksi Lobar untuk menyiapkan atasnya. Muncullah generasi langkah-langkah untuk menang - kalah. Hal yang menyempurnakan sistem ini miris. dengan cara memastikan Mengacu pada kenyataan seluruh OPD atau BKD di atas, SDN 2 Terara Kabumenyesuaikan sistem dengpaten Lotim terpanggil bergan aplikasi yang dimiliki erak. Berusaha tampil menjaBKN Denpasar. di bagian dari solusi dan lepKepala BKD dan PSDM as dari bagian masalah. Lobar, H Ahdiat Subiantoro Pengembangan karakter menyatakan terkait penerasiswa ditekankan dengan pan sistem KPO ini diterapmendesain program ekstrakan mulai bulan ini setelah kurikuler yang menguatkan dilauncing pada saat Rapim dan dikuatkan komunitas/ kemarin. Otomatis dengan warga sekolah. diterapkan sistem ini mengDengan support dari Samhemat waktu dan biaya serpoerna untuk Indonesia yang ta percepat pelayanan sebab dioperasikan oleh Putera selama ini pihaknya kesanaSampoerna Foundation kemari mengurus kenaikan School Development Outreach pangkat ke BKN. “Kalau (PSF SDO), beragam ekstrasistem ini kan bisa langsung kurikuler sejak 2014 hingga melalui aplikasi secara onsekarang diselenggarakan. line, sepanjang data kepeDiantaranya adalah, pramugawaian valid dan syarat ka, tari tradisional, pencak kenaikan pangkat lengkap,” silat, rebana, tahfidz, tilajelas Ahdiat. (her) wah, kerajinan tangan. Selain itu, diselenggarakan pula tari egrang, gobak sodor, sepak bola mini, bola voli mini, dan lain sebagainya. Semua ekstrakurikuler tersebut dijalankan dengan dukungan orang tua/wali murid dan segenap pihak lain. Untuk kedisiplinan sekolah bekerjasama dengan Polsek dan Koramil setempat. Untuk aspek sosial, anak-anak diajak untuk turut bekerja bakti di fasilitas umum di sekitar sekolah, gerakan pungut sampah, membantu warga membuat/memperbaiki jalan kampung, dan lainnya. “Sebulan sekali perwakilan orang tua/wali murid diundang ke sekolah. Kepada mereka disampaikan laporan perkembangan sekolah,” terang Kepsek SDN 2 Terara, Lalu Kasman Jayadi, Senin (16/10). Alhasil, dengan segenap ikhtiar di atas, sekolah ini selalu kebanjiran murid pada saat PSB (Penerimaan Siswa Baru). Lalu Kasman Jayadi, menyampaikan bahwa pihak sekolah pernah diprotes banyak warga karena menutup kuota penerimaan siswa baru. Ia berterima kasih kepada pihak Sampoerna untuk Indonesia dan PSF SDO yang telah membantu sekolah mengembangkan segenap minat dan bakat siswa. “Melalui ekstrakurikuler sekolah kami menjadi lebih hidup dengan beragamnya kegiatan siswa di sekolah,” papar Lalu Kasman Jayadi. (yon/*).
Pemda Lobar akan Terapkan Sistem Kenaikan Pangkat Otomatis Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) segera menerapkan kenaikan pangkat otomatis (KPO) melalui sistem tanpa kertas, sehingga BKD dan PSDM Lobar tidak perlu mengusulkan berkas dan nama-nama pejabat serta aparatur untuk kenaikan pangkat. Selain itu, aparatur juga tidak perlu ke BKD untuk naik pangkat, namun cukup melalui sistem aplikasi yang langsung terkonek dengan BKN Regional X Denpasar. Pemda Lobar pun menjadi satu-satunya daerah yang menerapkan sistem ini. Demikian disampaikan Ke-
pala Kantor BKN Regional X Denpasar, Ida Ayu Rai Sri Dewi, SH,M.Si pada launching penerapan KPO di Lobar. “Baru Lobar yang memberikan kesempatan ke kami, terkait penerapan kenaikan pangkat otomatis (KPO). Kami akan dampingi Kepala BKD dalam mewujudkan PNS profesional dan berintegritas,” jelasnya. Dijelaskan, melalui sistem ini proses layanan lebih cepat dan sederhana serta efektif, karena Pemda tidak perlu datang ke kantor ke BKN untuk mengusulkan kenaikan pangkat pegawai. Menurutnya, penerapan sistem ini salah satu bentuk
komitmen BKN dalam pelayanan administrasi kepegawaian yang terintegrasi dan memangkas alur pelayanan kepegawaian dalam rangka akselerasi, modernisasi kepegawaian. BKN jelasnya terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan kepegawaian. “Salah satunya penerapan kenaikan pangkat otomatis melalui less paper ini diharapkan proses layanan lebih cepat dan sederhana serta efektif, karena pemda tidak perlu datang ke kantor ke kami untuk urus kenaikan pangkat. Jadi
kami berterimakasih baru Lobar yang komitmen dan siap menerapkan sistem KPO ini,” tegas Kepala BKN Regional X Denpasar ini. Melalui sistem ini jelasnya, tidak perlu pemda menyerahkan berkas dan data pendukung karena cukup melalui aplikasi yang terkonek dengan BKN. Di samping itu berkas di semua OPD harus akurat baik dari sisi pangkat dan golongan ASN. Untuk mendukung sistem ini, telah ditambah fitur sistem layanan Asistem Administrasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK). Hal ini jelasnya berimplikasi bagi instansi untuk re-
konsilisasi data kepegawaian. Karena layanan berbasis less paper ini tersedia data benar dan terkini, antara data di kabupaten Lobar dengan data di BKN. Antara data disetiap OPD dengan Simpeg di kabupaten Lobar dan data SAPK perlu lebih dulu dilakukan rekonsiliasi untuk disinkronkan data SAPK dan Simpeg. “Kami Harapkan Simpeg di Lobar sama dengan yang diterapkan Menpan RB dan BKN,” jelasnya. Menurutnya, KPO ini akan berhasil kalau data SKP (Sasaran kinerja pegawai) tersistem secara online, sehingga nanti atasan bisa mengevaluasi kinerja bawahan. Ia menambahkan, pihak Menpan RB menargetkan Kebijakan ini diterapkan awal bulan November , karena itu dicanangkan gerakan strategi reformasi birokrasi melalui E-Goverment. Ia mengimbau ke Pemda
Rektor Unram Hadiri Forum APPF di Kula Lumpur Mataram (Suara NTB) Rektor Unram Prof. Ir. H. Sunarpi menghadiri Forum APPF (Asian Pacific Phycological Forum), yang merupakan forum pertemuan empat tahunan para ahli Phycology (Algae) se-Asia Pacific. Kegiatan yang memasuki tahun ke 8 ini berlangsung di Kuala Lumpur. Sunarpi menyebut, para pem-
bicara dalam forum ini sangat bagus-bagus. Mereka merupakan para ahli yang mempunyai nama besar dalam bidang Phycology di kawasan Asia Pacifik. Pada kesempatan itu, Sunarpi mengangkat masalah potensi perairan laut NTB yang berada di antara garis Wallace dan garis Weber, dan diantara dua kekuatan arus
besar dan arus kecil lautan Hindia, yang memiliki keanekaragaman biota laut (mega diversity marine biota), dan memiliki biota endemik, termasuk makroalgae (seaweed) yang sangat potensial sebagai sumber alkaloid (karagenan, agar dan alginat), biofertilizer, bahan kosmetik dan anticancer. Selain itu ada 88 spesies mak-
roalgae yang sebagian besar masih tergolong tipe liar (wild), dan belum dibudidayakan ini, sangat potensial sebagai sumber kekayaan ekonomi masyarakat NTB asalkan bisa dikelola dengan sebaik-baiknya. Berdasarkan hasil penelitian yang cukup panjang sejak tahun 2005 kerjasama dengan IOES (Institute if Ocean and Earth Sciences) Universi-
tas Malaya Malaysia, Faculty of Science Melbourne University Australia dan School of Medicine Fukushima University Jepang, telah memberikan hasil yang cukup progresif. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya publikasi ilmiah pada jurnal internasional berimpact factor tinggi seperti journal of applued phycology, dan lain-lain, dan telah
menarik perhatian peserta forum ini yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pacific. “Bila kedepannya hasil riset ini dihilirisasi oleh dunia industri tentu akan menjadi kekayaan ekonomi masyarakat NTB, yang secara khusus dapat menaikkan income masyarakat pesisir, dan masyarakat NTB pada umumnya,” jelas Sunarpi. (dys/*)