HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SELASA, 17 SEPTEMBER 2019
(Suara NTB/ars)
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 156 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
TANTANGAN ZERO WASTE - Seorang warga Gerung, Kabupaten Lombok Barat membuang sampah di aliran sungai setempat belum lama ini. Memprihatinkan. Karena perilaku menjadikan sungai sebagai tong sampah dianggap biasa. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan masih rendah. Kesadaran masyarakat inilah yang menjadi salah satu tantangan berat program NTB Zero Waste.
Kelompok Bank Sampah Diperiksa Inspektorat Orang Tua Ungkapkan Rasa Haru dan Bangga Mataram (Suara NTB) Kelompok penerima bantuan dari PT. Bank Sampah Bintang Sejahtera diklarifikasi Inspektorat Provinsi NTB. Klarifikasi dan pemeriksaan, terkait item bantuan hibah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB senilai Rp1,5 miliar. Salah satu kelompok itu bank sampah Jago, di Lombok Tengah. Jaki, ketua kelompok mengakui sudah diklarifikasi, namun tidak berkomentar soal materi pemeriksaanya. Bersambung ke hal 15
Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, melepas 176 mahasiswa penerima beasiswa tujuan Polandia dan Malaysia di Gedung Graha Bhakti Praja NTB, Senin (16/9). Dari 176 penerima beasiswa tersebut, sebanyak 28 orang akan melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Polandia. Sementara, 148 lainnya akan melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi di Malaysia.
Jangan Jadi Penghambat DANREM 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi lapangan progres rehabilitasi dan rekonstruksi rumah dampak gempa. Demi percepatan, ia meminta kelompok masyarakat (Pokmas) dan fasilitator jangan jadi penghambat proses pencairan, jika Aplikator sudah tuntas mengerjakan rumah sesuai kewajiban. Penegasan Danrem itu setelah melihat masih ada dana yang belum terserap karena mengendap di bank. Jumlah dana di bank yang belum disalurkan ke rekening Pokmas mencapai Rp560 miliar, sementara yang sudah tersalurkan sudah mencapai Rp4, 838 triliun. Bersambung Ahmad Rizal Ramdhani ke hal 15 (Suara NTB/dok)
Pansel Beri Jaminan PANITIA Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah (Sekda) NTB resmi terbentuk setelah keluarnya rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan SK Gubernur. Pansel mulai membuka pendaftaran selama 14 hari kalender, sejak 17 September - 4 November 2019. Dalam melakukan penjaringan Sekda NTB, Pansel menjamin tidak akan ada konflik kepentingan. Pansel menegaskan akan benar-benar melakukan seleksi untuk mencari tiga nama yang akan diserahkan ke gubernur. ‘’Tugas Pansel jelas, mencarikan gubernur calon Sekda yang sesuai rankingnya 1,2 dan 3. Tugas kita sampai di situ. Bersambung ke hal 15 H. Mansur Afifi (Suara NTB/dok)
‘’Teman-teman mahasiswa yang dipilih ini bukan hanya pintar, tapi saya yakin teman-teman punya mental yang kuat untuk berjuang. Meretas jalan baru yang pernah dilakukan oleh para pahlawan,’’ ujar gubernur. Gubernur NTB pada kesempatan itu berharap untuk mahasiswa senantiasa menjaga nama baik daerah di Polandia maupun Malaysia. Sehingga dapat tercipta jembatan pengertian dengan banyak negara dan dapat mengharumkan nama baik NTB di kancah internasional. Gubernur juga berpesan, untuk mem-
perhatikan segala hal yang perlu dipersiapkan untuk keberangkatan. Gubernur Dr.Zul berharap, mereka dapat menjadi inspirasi pemuda lainnya yang ada di NTB. Sehingga semakin banyak mahasiswa yang termotivasi melanjutkan pendidikan ke luar negeri demi tercapainya NTB Gemilang. Sementara itu, Direktur Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP), Irwan Rahadi, M.Sc, berpesan agar mahasiswa selalu menjaga diri dan menjaga nama baik NTB di Polandia dan Malaysia. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/humasntb)
BEASISWA - Para penerima beasiswa foto bersama dengan Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah, Direktur LPP, Irwan Rahadi dan para pejabat lingkup Pemprov NTB, Senin (16/9) kemarin.
400 Anak NTB Dikirim Belajar ke Luar Negeri MENJELANG satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd. ( Zul - Rohmi), lebih dari 400 anak-anak NTB dikirim belajar ke luar negeri. Sesuai target RPJMD, Pemprov menargetkan mengirim 1.000 anak NTB belajar ke luar negeri sampai 2023 mendatang. Direktur Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Irwan Rahadi, M. Sc., mengatakan, dalam waktu dekat akan dikirim 148 anak-anak NTB untuk kuliah ke Malaysia dan Polandia. Ia menjelaskan, semula ada 152 anak-anak NTB yang akan dikirim kuliah dengan tujuan dua negara tersebut. Tetapi ada 4 orang yang menunda keberangkatan untuk tahap berikutnya. ‘’Sampai saat ini, selain pengiriman ke Malaysia dan Polandia. Lebih dari 400 orang anak-anak NTB kita kirim ke luar negeri. Kalau sama rumah bahasa, 1.000 cendekia sudah
tercapai,’’ sebut Irwan saat acara pelepasan ratusan anak NTB yang akan dikirim ke Malaysia dan Polandia, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Senin (16/9) sore. Sebelumnya, LPP NTB sudah memberangkatkan anak-anak NTB melanjutkan kuliah ke Polandia, China dan Taiwan. Dari ratusan awardee yang sudah dikirim ke luar negeri, Irwan menyebut sebaran asal awardee masih belum merata di kabupaten/kota yang ada di NTB. Sehingga ke depan, pihaknya berharap hal ini menjadi perhatian. Dikatakan, ada kabupaten yang sebaran awardee tak sebanyak kabupaten/kota lain di NTB. Namun ia tak menyebutkan kabupaten tersebut. “Mungkin ada kebijakan khusus nanti ke depan memastikan keadilan untuk semua anak NTB,” katanya. Dari seratusan anak-anak NTB yang dikirim ke Malaysia, juga ada 26 anak NTB yang akan dikirim belajar ke Polandia. Bersambung ke hal 15
Kasus Pneumonia pada Bayi dan Balita Meningkat Pascagempa Mataram (Suara NTB) – Meningkatnya angka bayi dan balita penderita pneumonia atau radang paru-paru pascagempa di NTB menjadi antensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Dinas Kesehatan (Dikes) NTB. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bay)
KadiskesNTB,NurhandiniEkaDewi(kiri)bersamaDirekturSurveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kemenkes, R. Vensya.
NTB Siapkan 2.000 Tenaga Konstruksi Kerjakan Proyek Infrastruktur MotoGP Mataram (Suara NTB) NTB telah ditetapkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP tahun 2021 mendatang. Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemkab Lombok Tengah menyukseskan event internasional tersebut. Salah satunya membangun infrastruktur pendukung seperti akses jalan by pass dari Lombok International Airport (LIA) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sepanjang 17 Km. Kemudian perpanjangan landasan pacu (runway) dan perluasan LIA. Di samping itu, di KEK Mandalika juga sedang dibangun sejumlah hotel dan akan dibangun Sirkuit Mandalika Oktober mendatang. Pembangunan infrastruktur MotoGP diperkirakan akan menyerap sekitar 300.000 tenaga konstruksi. Hal ini men-
jadi tantangan Pemprov NTB dan Pem- ment Corporation (ITDC) telah melatih sekitar 200 da kabupaten/kota untuk menyiapkan warga sekitar KEK sumber daya manusia (SDM) yang terMandalika. ampil di bidang konstruksi. ‘’Tukang-tuKepala Bidang Bina Jasa Konkang ini kita latih struksi Dinas Pekerjaan Umum dan keterampilannya Penataan Ruang (PUPR) NTB, H. agar mereka Hasim Musleh Ibrahim, ST, MT mampu bersaing mengatakan, tenaga kerja lokal perdengan tenaga telu bersaing dan terlibat dalam pemrampil yang dabangunan proyek bernilai t a n g triliunan rupiah tersebut. d a r i Hasim mengatakan, luar Bidang Bina Kondaerstruksi Dinas PUPR NTB, Pemkab Lombok Tengah bersama Indonesia Tourism H. Hasim Musleh Ibrahim Develop-
(Suara NTB/nas)
TO K O H
KO M E N TTAA R
Gubernur Lepas 176 Penerima Beasiswa Tujuan Polandia dan Malaysia
ah,’’ kata Hasim dikonfirmasi Suara NTB, Senin (16/9) siang kemarin. Hasim menjelaskan, warga yang diberikan keterampilan pertukangan, kemudian diberikan sertifikat. Sertifikat tersebut bukan saja dapat digunakan di dalam negeri. Tetapi juga dapat digunakan jika mau bekerja ke Malaysia. Karena mereka sudah diakui menjadi tenaga terampil. Untuk proyek pembangunan jalan by pass LIA - KEK Mandalika saja, kata Hasim, nilainya mencapai Rp1,5 triliun. Belum lagi proyek pembangunan sirkuit, proyek perpanjangan runway, pembangunan hotel di KEK Mandalika. Jika nilai proyek pembangunan infrastruktur mendukung pelaksanaan MotoGP 2021 mencapai Rp10 triliun, maka dibutuhkan 300.000 tenaga konstruksi. Bersambung ke hal 15
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Tingkatkan Pengawasan AKSI vandalisme atas perusakan pot bunga di jalan bypass lingkar selatan Kota Mataram menjadi atensi semua pihak. Beberapa hari ke depan, lokasi tersebut mendapat pengawasan ketat dari Pemkot Mataram. Dikonfirmasi Suara NTB, Lurah Jempong Baru, M. Yusuf mengatakan, perusakan pot bunga tersebut merupakan tindakan keji yang merusak keindahan Kota Mataram. “Kita sangat sayangkan vandalisme kayak begini ini. Kita sedang memperbaiki, tibatiba ada oknum(Suara NTB/viq) oknum yang tidak berM. Yusuf tanggungjawab melakukan ini, kita sangat kecewa,” sesal Yusuf sapaannya kepada Suara NTB, Senin (16/9). Saat ini, kelurahan Jempong Baru sudah berkoordinasi dengan Kapolsek Ampenan untuk mengusut tuntas perkara kasus vandalisme perusakan pot bunga tersebut. Ke depan, lokasi tersebut akan diawasi dari pihak kelurahan, camat, Satpol PP dan kepolisian ikut memantau seluruh aktivitas warga yang berkegiatan di sana. “Kita akan tingkatkan patroli di jalan bypass ini, yang biasanya hanya satu kali dalam semalam, sekarang Kapolsek menugaskan tiga kali. Pada jam ramai seperti malam minggu, pukul 20.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Nanti lanjut lagi pada jam 00:00 malam,” jelas Yusuf. Di luar malam Minggu, Yusuf melanjutkan, Pemkot bersama seluruh jajaran akan melakukan patroli sebanyak dua kali saja. “Pada malam-malam biasa selain malam Minggu, kita akan pantau dua kali pemantauan, jam 20:00 dan jam 22:00,” jelasnya. Nanti kata Yusuf, kelurahan Jempong Baru bersama beberapa Linmas akan standby di lokasi tersebut. Bersama jajaran kelurahan, ia akan mengerahkan kepada para PKL yang berjualan di sana untuk ikut pula mengawasi aktivitas warga. “Kita akan arahkan juga para PKL untuk ikut mengawasi. Ketika ada oknum yang melakukan perusakan, gampang nanti ditebak,” tegasnya. Dari sekitar 20 pot bunga yang dijatuhkan, sekitar 15 pot bunga yang rusak parah kemudian diganti. “Untuk penggantian pot yang rusak, kita akan serahkan ke Perkim dan Pertamanan. Intinya, kita akan perkuat pengawasan. Ke depan kita pasang CCTV dari teman-teman SKPD untuk memantau aktivitas di sana, agar jangan ada lagi kasus serupa,” aku Yusuf. (viq)
Jadi Panutan Lembaga Lain TES urine kepada anggota DPRD Kota Mataram yang dilakukan secara mendadak oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Mataram, mendapat apresiasi dari kalangan wakil rakyat di parlemen lingkar selatan. WAKIL Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Herman, AM.d. berharap, apa yang telah dilakukan DPRD Kota Mataram dapat menjadi panutan bagi lembaga lainnya. ‘’Itu sangat bagus. Kita bisa memberikan contoh kepada lembaga lain. Demikian (Suara NTB/dok) pula bagi masyarakat Herman Kota Mataram. Bahwa wakil-wakil mereka yang duduk di DPRD Kota Mataram terbebas dari segala macam penyalahgunaan zat adiktif,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, Senin (16/9). Apalagi semua anggota DPRD Kota Mataram menjalani tes urine tersebut secara sukarela. Herman menyebut tes urine yang dilakukan BNN Kota Mataram pada tanggal 12 September lalu itu, sebagai awal yang baik bagi anggota DPRD Kota Mataram periode 2019 – 2024 untuk mengawali kerja-kerja kedewanan mereka. Setelah tes urine yang dilakukan seluruh anggota DPRD Kota Mataram, politisi Gerindra ini menyarankan agar kegiatan serupa juga dilakukan oleh instansi lainnya yang ada di lingkup Kota Mataram. Baik pejabat di sekretariat daerah, OPD hingga ke tingkat bawah di kelurahan. Herman tidak ingin komitmen pemberantasan narkoba hanya sebatas slogan semata. ‘’Jadi jangan hanya sosialisasi tapi harus dilaksanakan,’’ cetusnya. Karena bagaimanapun, peredaran narkoba kini sudah sangat massif, bahkan sudah menjangkau masyarakat di tingkat terbawah. Narkoba, lanjut anggota Dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini, sangat berbahaya. Karena tidak hanya merusak generasi muda, juga mengganggu kehidupan bangsa dan negara. Orang yang menjadi penyalahguna narkoba akan menurun produktivitasnya. ‘’Itu sebabnya negara melarang penyalahgunaan narkoba,’’ imbuh Herman. Karenanya, dia mendorong BNN Kota Mataram merangkul lembaga lain untuk melakukan tes serupa untuk menjamin bahwa aparat-aparat pelayan masyarakat tidak terjangkit penyalahgunaan narkoba. ‘’Bila perlu kecamatan dan kelurahan juga dilakukan tes urine. Semua unsurlah. Bila perlu sampai kepala lingkungan,’’ sarannya. Narkoba, sambung Herman, bisa menyasar siapa saja. ‘’Makanya kita berharap pemberantasan narkoba ini jangan hanya slogan saja tapi action nyata,’’ demikian Herman. (fit)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Gubernur Kunjungi Mohan di Ruang Kerjanya Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE,,M.Sc, Senin (16/9) menyambangi ruang kerja Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Beragam spekulasi muncul dari awak media yang kebetulan menyaksikan kunjungan Gubernur itu, terlebih menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram. Namun usai pertemuan tertutup tersebut, gubernur mengatakan, tidak ada perbincangan yang merujuk pada pembahasan terkait siapa calon yang bakal mendampingi Mohan sebagai calon Walikota Mataram. “Gak ada pembicaraan politik. Jangan segala sesuatu harus dinilai politik,” kata Gubernur. Tidak banyak yang dibahas dalam pertemuan sekitar 30 menit tersebut. “Santai aja. Kita hanya sebatas sahabat. Jangan direduksi sebatas politik. Jadi kita belum ngomong yang serius-serius. Kita hanya sebatas silaturahmi saja,” ujar politisi PKS itu.
Wawali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana juga mengatakan, perbincangan dengan politisi PKS itu hanya membahas pembicaraan biasa seorang sahabat. “Beliau kebetulan dari ngelayat, tiba-tiba saja beliau mampir ketemu sama kita. Sering saya juga kan ngobrol sama beliau, cerita banyak hal,” terang Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram ini. “Kalau datang kemari secara tiba-tiba saya terkejut sih. Cuma kita kan sering bertemu berbincang. Tidak ada ngomong politik. Gak ada,” katanya. Dalam pertemuan terbatas dengan Gubernur NTB itu, Mohan pun menegaskan bahwa
(Suara NTB/cem)
SILATURAHMI - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengantarkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc ke luar dari ruang kerjanya seusai bersilaturahmi, Senin (16/9). pertemuan itu hanya sebatas mengarah pada isu pilkada cara politik. Hanya bersilaturmembangn komunikasi tanpa Kota Mataram. “Kita tidak bi- ahmi,” tutup Mohan. (viq/cem)
Pemkot Ingin Angkot Kembali Beroperasi OPD Tak Berani Eksekusi Anggaran Perubahan
Mataram (Suara NTB) Untuk mengurangi kemacetan di Kota Mataram, operasional bemo angkutan kota (angkot) akan dihidupkan kembali untuk mengangkut para penumpang. Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M. Saleh, Senin (16/9) menyampaikan, keberadaan bemo kuning di Kota Mataram telah lama tidak beroperasi, dan akan dihidupkan kembali demi mengurangi kemacetan di ruas-ruas jalan di Mataram. “Kalau kita bagaimana bemo kota ini bisa hidup lagi sih. Makanya kita nanti akan ukur dengan ukuran bus sekolah. Di sekolah kalau banyak animo masyarakat yang mau pakai bus sekolah, kita suruh pakai bemo kota. Tapi dia (angkot) harus perbaiki penampilan dulu,” kata Saleh. Di kota Mataram, sebanyak ratusan bemo kota harus mendapat perbaikan. “Kita lihat anggaran pemerintah, di APBDP ini belum karuan pembahasannya. DPRD kita kan baru selesai kemarin
(Suara NTB/viq)
TUNGGU JEMPUTAN - Salah satu halte di jalan Udayana, tepat di depan SMPN 6 Mataram tidak pernah digunakan kembali sejak ditariknya BRT. Halte ini menjadi tempat menunggu bagi para siswa untuk dijemput kerabatnya. ditetapkan,” jelasnya. Nantinya, lanjut Saleh, sebelum menerapkan bemo kota, Dishub akan mengadakan kendaraan bus telebih dahulu untuk mengangkut siswa di Kota Mataram dengan kendaraan jenis Hiace. “Kendaraan yang akan diadakan Pemkot adalah jenis Hiace yang akan disewakan terlebih dahulu. Kita sewa
dulu 2 unit,” tuturnya. “Kita coba untuk landing di jam sekolah, ada rotasi di sana, anak-anak sekolah gratis nanti. Paling tidak mereka bayar pakai sampah plastik,” jelasnya. Dengan menerapkan model tersebut, Dishub akan bekerja sama dengan Dharma Wanita untuk memudahkannya. (viq)
Mutasi Pekan Ini
Pejabat Wajib Serahkan LHKPN Mataram (Suara NTB) – Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Mataram, memastikan mutasi akan dilaksanakan pekan ini. Pejabat yang bakal diambil sumpahnya diwajibkan menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). “Itu sebagai syarat mereka sebagai pejabat harus serahkan LHKPN,” kata Dr. H. Effendi Eko Saswito dikonfirmasi, Senin (16/9). Pergeseran maupun promosi jabatan ini terkesan diulur. Sebelumnya, pejabat pembina kepegawaian menjadwalkan pengisian jabatan kosong digelar setelah lebaran Idul Fitri.
Kenyataanya pelaksanaan mundur hingga saat ini. Eko yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram menegaskan, tidak ada keinginan dari kepala daerah untuk mengulur – ulur pengisian jabatan. Walikota hanya mencari waktu yang tepat dan disesuaikan dengan kesibukannya. “Ndak ada yang ngulur – ngulur,” timpalnya. Dalam rapat Baperjakat, draf mutasi telah diserahkan ke Walikota. Draf pertama kembalikan untuk direvisi kembali oleh Baperjakat. Rupanya, hasil revisi itu telah disetujui oleh Walikota diadakan pembahasan khusus di kediamanan pribadi Sekda di Jalan Dr. Wahidin, Ke-
lurahan Rembiga. Sekda kembali menyampaikan, pelaksanaan mutasi akan digelar Jumat pekan ini. Draf yang diajukan telah disetujui kepala daerah. “Kan tinggal beberapa hari saja. Ini sudah hari Senin. Tinggal empat hari lagi,” cetusnya. Eko mengklaim draf diajukan hanya untuk eselon III dan IV saja. Dia mengelak dalam rapat Baperjakat membahas rotasi pejabat eselon II. Pun, ada pergeseran menjadi kewenangan pejabat pembina kepegawaian. Untuk pelaksanaan pansel tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong menunggu pengisian jabatan pekan ini. (cem)
11 September pekan kemarin. Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyebutkan, anggaran proyek ini berasal dari DID pemerintah pusat senilai Rp7,6 miliar. Estimasi pengerjaan diprediksi sampai akhir Desember mendatang. “Iya ada. Nilainya Rp7,6 miliar,” kata Direktur RSUD, Senin (16/9). Namun pengerjaan gedung terkesan mepet atau hanya tiga bulan saja dikhawatirkan terhadap kual-
ketiga. Bahkan, staf di BKD menggunakan oksigen untuk menyelesaikan laporan. “Ujung – ujungnya akhir Oktober atau awal November sudah diekseksui kayak tahun lalu,” ucapnya. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menjelaskan, evaluasi anggaran perubahan oleh Gubernur telah turun. Tinggal ditandatangani oleh pimpinan sementara dan kepala daerah. Kewenangan ini berdasarkan arahan Kementerian Dalam Negeri dari hasil konsultasi ke pemerintah pusat. “Termasuk juga penegasakan Gubernur begitu,” jawab Eko. Alat Kelengkapan Dewan memang telah terbentuk pekan kemarin. Tetapi belum dilantik. Berdasarkan kewenangan itu, pimpinan sementara boleh menandatangani Perda APBD perubahan. Namun demikian, masing – masing OPD diminta menunggu anggaran perubahan diteken baru boleh mengeksekusi anggaran. “Tunggu dulu ditandatangani baru dieksekusi,” timpalnya. (cem)
(Suara NTB/cem)
MANGKRAK - Rumah kaca atau green house yang terletak di depan Kantor BPK RI Perwakilan NTB diduga mangkrak. Lokasi pengembangan tanaman hortikultura dibangun tahun 2018 lalu dengan anggaran Rp100 juta.
Rumah Kaca Milik Distan Diduga Mangkrak Inspektorat Turun Kumpulkan Dokumen Tunggakan Aset DPRD
Mataram (Suara NTB) – Inspektorat mulai berkoordinasi dengan Sekretariat DPRD, untuk menyelesaikan tunggakan aset diduga dikuasai mantan anggota DPRD Kota Mataram. Tim auditor mulai diturunkan untuk mengumpulkan dokumen. Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menegaskan, sejauh ini belum menerima pembaharuan informasi dari Sekretariat DPRD Kota Mataram, bukti – bukti aset yang telah dikembalikan oleh anggota Dewan telah purnatugas. Dokumen maupun bukti fisik ini harus dilaporkan dengan jelas, supaya aset yang belum dikembalikan bisa dicarikan jalan keluar penyele-
saiannya. “Update datanya belum saya terima sampai sekarang,” kata Alwan dikonfirmasi, Senin (16/9). Hari ini (kemarin, red), auditor diturunkan berkoordinasi dengan pegawai di Setwan untuk mengumpulkan data maupun keterangan. Apapun hasilnya akan ditindaklanjuti oleh tim. Berkaitan dengan mekanisme penagihan yang dilakukan oleh Setwan dengan meminta mantan anggota DPRD Kota Mataram mengembalikan aset dalam kondisi bagus, rusak maupun menyerahkan laporan kehilangan dari kepolisian sebagai bentuk pertanggungjawaban. Alwan menegaskan, pola dilakukan oleh Sekretariat DPRD juga jadi bagian yang
akan dikomunikasikan. Termasuk informasi pengembalian 16 item aset oleh 12 mantan wakil rakyat tersebut. “Makanya nanti kita koordinasikan,” cetusnya. Sebagai tambahan informasi, tunggakan aset diduga dikuasai mantan anggota Dewan terus menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB. Dalam catatan BPK pengadaan dimulai tahun 2006 hingga 2010 berupa laptop, notebook dan handytalky. Usai menjabat para wakil rakyat itu tidak mengembalikan barang milik daerah, sehingga daerah dirugikan dengan perhitungan sesuai item pengadaan mencapai Rp300 juta lebih. (cem)
RSUD Tender Proyek IGD Senilai Rp7,6 Miliar Mataram (Suara NTB) – Setelah proyek Graha Mentaram senilai Rp3,8 miliar rampung, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram kembali melelang atau melakukan tender pengerjaan instalasi gawat darurat (IGD). Anggaran proyek ini berasal dari Dana Intensif Daerah (DID) senilai Rp 7,6 miliar. Rumah sakit plat merah itu baru memulai mengumumkan pekerjaan melalui Layanan Pengadaan Sistem Elektronik
Mataram (Suara NTB) – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Mataram, hingga kini belum berani mengeksekusi anggaran. Pertimbangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan belum disahkan. Program dikhawatirkan akan terganggu. Pejabat salah satu OPD mengeluhkan, anggaran perubahan sampai saat ini belum bisa dieksekusi. Di satu sisi, program mereka harus dilaksanakan sesuai dengan aliran kas yang telah ditentukan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Pihaknya berada pada posisi dilematis. Program tidak berani dieksekusi tanpa ada kepastian. “Mana berani kita kerjakan. Anggaran perubahan belum disahkan,” keluhnya. Dikhawatirkan, program dinas dikebut akhir tahun. Dampaknya, ke pegawai terutama bagian keuangan harus mengentri laporan keuangan hingga larut malam. Kasus tahun 2018 lalu, pihaknya berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan laporan maupun pembayaran ke pihak
itas fisik bangunan. Tetapi ditegaskan dr. Jack, sapaan akrab Direktur RSUD ini, dengan anggaran itu bangunan tidak langsung digunakan. Di awal tahun akan kembali dianggarkan untuk penyempurnaan. Dengan anggaran Rp7,6 miliar ini masih kurang untuk membangun dua lantai. “Yang jelas kita dapat dulu strukturnya yang dua lantai,” jawabnya. Dia meyakini pekerjaan selama tiga bulan pasti bisa selesai tepat waktu. Per-
soalan kualitas jangan menjadi pembicaraan lebih jauh. Karena, pekerjaan fokus pada konstruksi atau struktur bangunan saja dan tidak bisa difungsikan. Sistem struktur yang dibangun ini berbeda. Manajemen RSUD telah membahas perencanaan bangunan tersebut dengan konsultan. Konsultan meyakini pekerjaan bisa selesai. “Yang kita hitung ini adalah pekerjaan sampai Desember,” jelasnya.
Kebutuhan anggaran untuk membangun secara keseluruhan IGD sekitar Rp18 miliar. Akan tetapi, dengan anggaran itu lantai pertama IGD bisa dipakai. Sementara, lantai dua akan dimanfaatkan untuk ruang manajemen. Lahan digunakan membangun IGD adalah lahan parkir di bawah belakang. Ke depan, keseluruhan lahan parkir di bagian belakang akan dimanfaatkan untuk pembangunan IGD dan ruang inap lainnya. (cem)
Mataram (Suara NTB) – Rumah kaca milik Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram diduga mangkrak. Kerusakan bagian atap disinyalir jadi penyebab utama. Pantauan Suara NTB, rumah kaca atau biasa disebut green house terletak persis di depan Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, Kelurahan Monjok Barat. Bagian dalam tersusun paralon yang dipenuhi debu. Bagian atap rusak. Tak ada tanaman apapun dikembangkan di lokasi tersebut. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli mengklarifikasi bahwa bangunan itu tidak mangkrak. Tetapi, ada kerusakan bagian atap akibat angin puting beliung beberapa waktu lalu. Kerusakan ini belum diperbaiki karena terkendala anggaran. Di satu sisi, kelompok yang mengelola tamanan hortikultura di green house tersebut sibuk melayani kelompok tani mengajarkan warga teknologi pertanian yang telah dikembangkan. “Kan yang kelola itu kelompoknya H. Masbuhin. Pengelolanya saat ini sibuk melayani permintaan masyarakat untuk melatih,” kata Mutawalli dikonfirmasi, Senin (16/9). Rumah kaca dibangun tahun 2018 lalu melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Mataram sekitar Rp100 juta. Bangunan itu
sempat berjalan setahun dan menjadi pusat belajar kelompok tani di Kota Mataram. Melihat perkembangan dan tinggi minat tanaman hortikultura, Dinas Pertanian kembali membangun rumah kaca di sebelah selatan dengan anggaran Rp50 juta pada tahun 2019 ini. Hanya saja, varietas sayur khusus kangkung. Mutawalli menambahkan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp50 juta untuk memperbaiki green house tersebut. “Kita tunggu pengesahan APBDP baru kita perbaiki,” ucapnya. Rumah kaca dijadikan sebagai pengembangan teknologi pertanian, diakui belum bisa dimanfaatkan kembali. Ada kolam yang retak, mesin harus diperbesar karena tidak mampu mengairi tanaman yang begitu luas. Untuk pengembangan selanjutnya dikatakan Mutawalli, akan dikoordinasikan kembali dengan pengelolanya. Jika dirasa sibuk dengan rutinitasnya akan diminta penyuluh pertanian untuk memanfaatkan rumah kaca tersebut. “Sudah saya sampaikan ke H. Masbuhin supaya jangan one man show. Saya koordinasikan dulu ke pemilik lahan. Kalau memang diizinkan nanti ada penyuluh yang kita minta kelola di sana,” demikian kata dia. (cem)
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Belum Ada Koordinasi dengan ITDC INDONESIAN Tourism Development Corporation (ITDC) belum berkoordinasi dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) terkait persiapan tenaga kerja konstruksi bersertifikasi yang akan terlibat dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Diketahui ITDC tengah mempesiapkan tenaga kerja bersertifikat dari tenaga – tenaga konstruksi lokal untuk membangun KEK Mandalika. Ketua LPJK Provinsi NTB, Siti Nurul Hijah, ST, MT men(Suara NTB/bul) gatakan pihaknyapun beSiti Nurul Hijah lum mendapatkan informasi terkait kebutuhan tenaga kerja konstruksi dari ITDC. “Saya belum dapat info, pelatihan ranahnya Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, kami hanya sertifikasi,” katanya kepada Suara NTB, Senin (16/9) kemarin. Untuk sertifikasi tenaga ahli konstruksi ini, biasanya Dirjen Bina Konstruksi akan bersurat ke LPJK. Sampai saat ini juga belum ada informasi dari pusat. Sementara dengan ITDC, menurut Nurul Hijah, tahun lalu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pariwisata ini bekerjasama dengan LPJK NTB mensertifikasi sebanyak 70 orang tenaga konstruksi. “Tahun ini, 2019 belum ada,” cetusnya. Untuk persiapan tenaga konstruksi bersertifikat ini, LPJK NTB akan jemput bola ke ITDC. Meskipun, sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian PU PR. Pelatihan – pelatihan dilakukan oleh Kementerian PU PR melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. “Kami hanya mensertifikasi saja. Kita masih tunggu komando kalau ada,” terangnya. (bul)
BLK NTB Belum Terima Peserta Khusus untuk KEK Mandalika Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB melalui Balai Latihan Kerja (BLK) NTB UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrasn) Provinsi belum menerima peserta pelatihan untuk SDM di KEK Mandalika. Diketahui bahwa Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola KEK Mandalika sedang mempersiapkan SDM-SDM lokal untuk mengisi slot kebutuhan kerja di destinasi wisata perioritas nasional ini. Apalagi tahun 2021 mendatang, KEK Mandali(Suara NTB/bul) ka ditetapkan sebagai tuan M. Agus Patria rumah pelaksanaan MotoGP di Indonesia. Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH menyebut, sejauh ini belum ada koordinasi langsung antara ITDC dengan Dinas Nakertrans terkait penyiapan tenaga kerja. Tapi pihaknya mengatensi. Kata Agus Patria, persiapan dapat dilakukan melalui lembaga-lembaga pelatihan yang tersebar di kabupaten/kota. Ada 100 lebih lembaga pelatihan. “Jadi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerjanya Insya Allah bisa kita penuhi untuk pelatihannya,” jelasnya. Pemprov NTB intens mengawal KEK Mandalika terkait kebutuhan tenaga kerjanya. Menurutnya, harus prioritas tenaga kerja lokal, porsinya lebih besar dibanding tenaga luar. Selama masih bisa memenuhi kualifikasi mengisi ruang-ruang kerja yang tersedia di KEK Mandalika. Dengan demikian, masyarakat lokal dapat merasakan langsung manfaat dari investasi yang masuk di daerahnya. “Kita sudah siap. Jenis-jenis pelatihan yang dibutuhkan sudah kita siapkan. Nanti kita akan koordinasi lebih lanjut dengan ITDC,” demikian Agus Patria. Kepala BLK NTB, Hj. Wilujeng menegaskan, sejauh ini belum ada permintaan pelatihan dari ITDC. BLK NTB sebagai institusi yang memfasilitasi pelatihan tenaga-tenaga kerja siap pakai sudah memfasilitasi pelatihan-pelatihan dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI). BLK NTB adalah BLK industri, jurusan-jurusan yang disediakan berkaitan langsung dengan industri. BLK Lombok Timur menyediakan jurusan kepariwisataan. Kendati demikian, BLK NTB juga menyediakan jurusan kepariwisataan. Fasilitas pelatihannyapun belum lengkap. “Kalau kita belum ada permintaan (dari ITDC). Tapi kita sudah siap. Tahun ini kita melatih 1.700 orang,” terangnya. Lulusan BLK NTB ini dapat ditempatkan di mana saja di seluruh perusahaan terkait jurusan alumninya. Jurusan yang tersedia di BLK NTB. Masing-masing untuk sub kejuruan, Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Perawatan dan Perbaikan 10.000 KM Sepeda Motor Injeksi. Audio Video, Office Administrasi, Juru Las SMAW 3, Mekanik Junior Mobil, Junior Administrative Assistant (JAA). Basic Office (computer), Menjahit, Perhotelan, Teknisi AC Spilit, Pembuatan Design Grafis, dan Pemasangan Instalasi Listrik Industri. (bul)
(Suara NTB/bul)
SEMEN - Bongkar semen di pelabuhan Pelindo III Lembar.
Kapal Semen Diprioritaskan Bongkar Giri Menang (Suara NTB) Seluruh pihak sepakat mengurai polemik keterbatasan stok semen di pasaran. Salah satunya dengan memprioritaskan bongkar kapal pengangkut semen di Pelabuhan Lembar. Saat ini proses bongkar semen terlihat masih berlangsung di pelabuhan milik Pelindo III di Lembar, Lombok Barat. Seperti diketahui, belakangan ini stok semen menipis di pasaran. Tiga Roda, semen yang menguasai pasar NTB pasokannya terganggu dari pabrik. Akibatnya terjadi kelangkaan. Untuk semen merek lain juga habis terjual. Pembelian di beberapa toko juga dibatasi. Tak lebih dari satu zak. Harga semen juga mengalami kenaikan. Satgas Pangan intens menelusuri mata rantai persoalan ini. Karena harga semen di pasaran mengalami kenaikan. Terbatasnya semen juga turut menganggu pembangunan ru-
mah tahan gempa. Ketua INSA (Indonesian National Shipowners Association) Cabang Lembar, Sudarta mengatakan, untuk menjawab persoalan terbatasnya pasokan semen di pasaran, baru-baru Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar telah mengumpulkan seluruh stakeholders terkait. Dari Reskrimsus Polda NTB diundang, Pelindo III, DPC INSA Lembar, DPC APBMI Lembar, perwakilan produsen semen, distributor semen, Alfi/Gapeksi Pelabuhan Lembar, perusahaan kapal dan pihak terkait
lainnya. Dari pertemuan ini ditemukan beberapa hal yang menyebabkan terganggunya pasokan semen. Pertama, perbaikan mesin yang dilakukan oleh salah satu produsen semen yang membutuhkan waktu untuk berproduksi optimal kembali. Tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan, gangguan cuaca seminggu lalu yang mengakibatkan kapal-kapal pengangkut menunda pelayaran. Dari pertemuan akhir pekan kemarin, kata Sudarta di Pelabuhan Lembar, Sabtu (14/9), beberapa poin penting
Mataram (Suara NTB) PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk memastikan pemeliharaan mesin telah selesai dilakukan. Suplai dari pabrik di Kalimantan mulai normal kembali. Penegasan ini disampaikan Senior Corporate Communication PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Rizki Dinihari. Beberapa waktu terakhhir, stok semen khususnya merek Tiga Roda sangat terbatas di pasaran. Merek ini menguasai pasar di NTB sampai 55 persen. Akibat terbatasnya pasokan dari pabrik di masa pemeliharaan, terjadi instabilitas yang memicu kenaikan harga semen. “Pabrik yang di Tarjun (Kalimantan Selatan) sudah jalan, sekitar semingguan yang lalu,” kata Rizki menjawab Suara NTB di Mataram, Senin (16/9) kemarin. Proses pengiriman juga sudah dilakukan. Mengisi jadwal antrean kapal yang cukup padat. Jika suplainya masih belum normal seperti sebelum-sebelumnya. Rizki mengatakan harap dimaklumi. “Karena mungkin kelamaan kosong, permintaan membludak. Kapal baru merapat, bongkar langsung jalan lagi,” jelas Rizki.
(Suara NTB/bul)
RSUD Kota Mataram saian tahun 2019 ini, diyakini akan sangat berisiko. Diketahui pengembangan fisik RSUD Kota Mataram nilai proyeknya Rp8 miliar. Rencana pembangunan RSUD Kota Mataram saat ini dalam persiapan lelang. Rencananya yang diketahui tender dilakukan Bulan September ini. “Disini saya berbicara sebagai kontraktor, sebagai pengusaha, se-
gudang-gudang distributor yang belum bersedia 24 jam. Kaitannya dengan jam kerja sesuai ketentuan Kemenaker. Pada prinsipnya di pelabuhan sudah tidak ada masalah. Bongkar lancar, tidak ada satu zak semenpun yang ditahan juga di gudang-gudang di pelabuhan,” ujarnya. Semen-semen yang bongkar, juga diatur tata distribusinya juga sementara ini tidak diperkenankan ke gudang distributor, lalu ke toko-toko bangunan. Distribusinya dipangkas, dari pelabuhan ke toko bangunan. Tetapi secara sistem harus terlapor di distributor. “Infonya pabrik Indocement juga segera pulih dan beroperasi optimal kembali. Dalam waktu dekat persoalan semen bisa tertangani,” jelas Sudarta. (bul)
Suplai Semen dari Pabrik Mulai Normal Semua daerah menjadi prioritas. Hanya sementara ini yang dihadapi adalah masalah distribusi. NTB adalah daerah yang dipasok oleh pabrik Indocement yang ada di Tarjun, Kalimantan Selatan. Sementara pabrik di Bogor, Jawa Barat untuk memasok kebutuhan semen di Jabodetabek. Dan Pabrik di Cirebon untuk menyasar kebutuhan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “NTB pelan-pelan deh, tapi sudah jalan. Pabrik di Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan Sulawesi, NTB sampai Papua yang dipenuhi,” imbuhnya. Bagaimana dengan harga yang saat ini masih liar di tingkat pengecer? Rizki mengatakan, dalam hal ini produsen tak bisa mengintervensi sampai distribusi ujung. H a r g a masih tetap sesuai ketentuan y a n g dibuat pabrik, sampai di distri-
butor. Sementara ini berlaku hukum pasar, karena pasokan terbatas mengakibatkan terjadinya pembentukan harga yang berbeda dari biasanya. “Masalah suplay and demand saja. Tidak bisa kita hindari memang. Tapi dari kita yang jelas tidak pernah ada kenaikan harga,” demikian Rizki. Indocement sedang mengupayakan agar pasar kembali normal. Terutama untuk wilayah NTB dan Sulawesi yang saat ini tengah melakukan recovery p a s cagempa seta h u n l a l u . (bul)
Rizki Dinihari
Gapensi Sarankan Lelang Proyek RSUD Kota Mataram Ditunda
Mataram (Suara NTB) Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Lombok Barat, H. Salman, SH mengingatkan agar lelang proyek pengembangan gedung RSUD Kota Mataram di tunda hingga tahun depan. Jika proses lelang dilaksanakan, lalu dimenangkan dan dikerjakan dengan tempo penyele-
disepakati. Seluruh kapal semen diprioritaskan bongkar untuk menetralisir pasar. Saat ini ada beberapa kapal pengakut semen masuk. Diantaranya kapal pengakut semen kapasitas 7.000 ton, lalu menyusul 1.500 ton. Pada Bulan Agustus ini, laporan bongkar semen di Pelabuhan Lembar 23.706 ton semen curah, dan 23.423 ton semen bags. Selama Bulan Januari hingga Agustus 2019, total semen curah yang dibongkar sebanyak 336.336 ton, dan semen bags sebanyak 246.549 ton. “Beberapa kapal juga sedang dalam perjalanan akan masuk. Bongkar semen di Pelabuhan Lembar juga sudah sepakat dilakukan 24 jam,” kata Darta. Hanya saja, untuk poin bongkar 24 jam ini, masih menyesuaikan dengan
bagai ketua Gapensi. Menurut pendapat saya lebih baik diluncurkan tahun depan,” sarannya. Dihubungi Suara NTB di Mataram, Senin (16/9) kemarin, pengacara ini juga menegaskan, jika dipaksakan dikerjakan tahun ini, akan mempengaruhi kualitas proyek. Dari pengalaman kerjanya, gedung bertingkat tentunya membangun struktur beton.
Dengan target tiga bulan, umur beton yang hanya tujuh hari, kemudian dibebankan lagi untuk mempercepat penyelesaian pembangunan, adalah sesuatu berisiko. Karena tidak mungkin pembangunannya akan menunggu waktu kering beton yang ideal 14, hari atau lebih. “Makanya lebih baik ditunda di 2020. Supaya hasil maksimal,” ujarnya. Apalagi dengan kondisi alam yang belum memungkinkan pembangunan dilakukan. Harga bahan material juga cukup tinggi. Jikapun ada pemenang tender yang siap, dari sisi waktu sangat tidak mencukupi penyelesaian gedungnya. Idealnya, pembangunan gedung seperti pengembangan RSUD Kota Mataram membutuhkan waktu 6 atau 7 bulan. Gedung ini dibangun untuk sarana kesehatan. Di dalamnya akan ditempati oleh alat-alat kesehatan, dokter, perawat, pasien dan keluarga pasien. Jangan sampai peralatan medis dipasang
dalam kondisi gedung belum maksimal kering, tentunya akan sangat berisiko. “Karena itu, seperti yang kita sarankan, kita berikan masukan ke Pemkot Mataram supaya jangan dilaksanakan (lelang) tahun 2019),” demikian H. Salman. Ia juga meragukan proses lelang dilakukan lebih cepat bulan ini. Mengingat pembebasan lahan juga belum tuntas, sedang dinegosiasi. Jikapun negosisiasi tuntas September ini, lelang proyek bisa molor hingga Oktober. Jika dipaksakan tetap lelang dan dilaksanakan pembangunannya, kepada pengusaha akan berisiko terjadi keterlambatan penyelesaian proyek. “Dari sisi waktu, seharusnya pemerintah juga tegas. Tidak layak. Makanya agar kita tidak saling tuding nanti di akhir tahun, saling salahkan setelah proyek ini jalan. Kami berpandangan, dari pengusaha, dari Gapensi, lebih baik diundur tahun 2020,” demikian H. Salman. (bul)
(Suara NTB/ist)
Para cast film Gundala Putra petir Gelar Meet and great di CGV Cinemas Transmart Mataram pada (14/9)
Pemain Film Gundala Sapa Penggemar di Lombok Mataram (Suara NTB) Film Gundala Putra Petir besutan sutradara kenamaan Joko Anwar begitu banyak mendapat apresiasi dan menyita perhatian dari seluruh insan perfilman dan masyarakat luas. Keberhasilan film ini dibuktikan dengan lebih dari 1,5 juta orang sudah menikmati film yang berdurasi hampir 123 menit tersebut dari penayangan perdana, 29 Agustus 2019 lalu. Film Gundala Putra Petir merupakan starting point dari jagat sinema Bumi Langit, superhero-superhero lainnya dalam Jagat Sinema Bumi Langit juga segera digarap.Film Gundala Putra Petir sendiri sudah pernah difilmkan pada tahun 1981 yang diangkat dari komik Gundala Putra Petir. Komik karya Harya Suraminata tersebut pernah populer pada 1969-1995. Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini diperankan oleh beberapa artis papan atas. Yakni Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Muzakki Ramdhan, Tara Basro, Lukman Sardi, dan Ario Bayu. Dengan Antusiasme Penonton yang sangat tinggi para pemain film ini menyapa penggemarnya di berbagai kota, salah satunya adalah Lombok. Saat pers confrence di The Gade Coffee and Gold Ampenan Lombok, Sabtu, 14 September 2019, para cast atau pemain yang hadir adalah Abimana sebagai Sancaka (Gundala), Tara Basro sebagai Wulan (merpati) dan Ario Bayu sebagai Ghani Zulham/Ghazul. Banyak agenda para cast Film Gundala selama di Lombok, salah satunya adalah melakukan meet and great bersama penggemar di CGV
Cinemas Transmart Mataram. Salah seorang pemain yang berperan sebagai Sancaka, Abimana menceritakan proses pembuatan film tersebut. Ia mengatakan proses pembuatan film Gundala Putra Petir ternyata melalui proses yang cukup panjang. “Film ini dari penulisan skenario, reading, syuting, dan sampai pada tahap promosi, saat ini hampir 2 tahun, “tuturnya. Ikut dalam project besar Sinema Jagat Bumi Langit ini Tara Basro. Ia mengaku senang dapat peran pada film Gundala Putra Petir ini. Hal senada juga disampaikan Abimana. “Saya senang dan takut. Bagaimana pun saya merasa mempunyai tanggung jawab besar di film ini, “ ungkapnya. Di sisi lain Ario Bayu yang memerankan sosok antagonis di film ini sangat bangga dapat terlibat. Ia mengatakan suka mencoba peran yang beda. “Nah didapuk menjadi Ghazul di film ini menjadi tantangan sendiri untuk saya, “paparnya. Melihat antusiasme penonton film Gundala Putra Petir yang menembus 1,5 juta penonton. Ario Bayu mengaku tidak mempunyai ekspektasi atau target jumlah penonton untuk film ini. “Kalau kita bicara jumlah penonton kan itu kita bicara bisnis. Kalau saya pribadi setiap bermain film tidak punya ekspektasi penonton harus berapa, karena itu kan ada yang punya urusannya. Tujuan kami bikin film ya bermain sebaik-baiknya. Jadi setiap berperan di setiap film, dipikiran saya adalah “i must make the best film, “ ucapnya. (*)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Halaman 4
Penertiban Masyarakat Jurang Koak
(Suara NTB/ari)
DESA Teniga Kecamatan Tanjung kembali terpilih mewakili Kabupaten Lombok Utara (KLU) di ajang Lomba Cerdas Cermat Desa Sadar Hukum tingkat Provinsi tahun 2019. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Teniga memasang target juara setelah sebelumnya pada tahun 2017 menggondol juara II. Sekretaris Desa Teniga, Lukmanul Hakim, Senin (16/9) mengungkapkan, Lomba Cerdas Cermat akan digelar di MaLukmanul Hakim taram, Selasa - Rabu (17-18/9). Terpilihnya Desa Teniga tidak lepas dari eksistensinya dalam mengedukasi, menjaga dan melihara tingkat kepatuhan dan kesadaran terhadap hukum. “Desa Teniga adalah satu-satunya desa yang tingkat kesadaran hukumnya paling tinggi, sehingga dipercaya mewakili desadesa lain dalam Lomba Cerdas Cermat,” ungkap Lukman. Ia menjelaskan, setidaknya terdapat dua indikator penilaian tingkat kesehatan hukum di tingkat desa. Pertama tingkat kepatuhan warga dalam membayar pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Lukman menyebut, setiap tahunnya persentase kepatuhan warga desa Teniga membayar PBB mencapai 100 persen. Tahun ini saja, PBB di kalangan 1.042 KK warga Teniga sudah hampir 100 persen di sisa waktu 3 bulan sebelum akhir tahun. Kedua kata dia, tingkat kesadaran terhadap hukum dilihat dari rendah bahkan nihilnya angka kasus kejahatan. Di kalangan warga Desa Teniga, tidak ditemukan kasus narkoba, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, maupun penebangan kayu secara liar di wilayah Hutan Kemasyarakatan. “Di sini kami punya awig-awig, pelaku yang menebang pohon di hutan akan diusir. Dulu pernah ada yang ketahuan mencuri, pelakunya digelandang dari kantor desa ke Polsek Tanjung dengan berjalan kaki. Selain itu pelaku juga diusir dari desa,” paparnya. (ari)
Bentuk BUMD, Pemda Buka Lowongan Direksi Tanjung (Suara NTB) Usai disahkannya Perda BUMD beberapa waktu lalu, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya membuka lowongan untuk pengisian jabatan komisaris dan direksi. Para pegawai di dua jabatan itu nantinya akan mengelola BUMD yang diberi nama PT. Tata Tunaq Berkah (TTB). Hal itu dikatakan Kepala Bagian Ekonomi Setda KLU, Wahyu Dharmawan, kepada wartawan, Senin (16/9). Wahyu menyebut, pendaftaran pengisian jabatan Komisaris dan Direksi dibuka selama 1 pekan, dari tanggal 19-25 September. “Sesuai jadwal, tanggal 16 sampai 21 September sudah dilepas pengumuman mengenai seleksi terbuka melalui situs www.lombokutarakab.go.id. Selanjutnya pendaftaran dibuka mulai 19-25 September, disertai penyerahan berkas persyaratan administrasi,” ungkap Wahyu. Pelamar yang mengajukan lamaran ke Pemda KLU, selanjutnya akan diseleksi mulai dari seleksi administrasi akan pada periode 26 sampai 27 September. Pada seleksi administrasi ini, disyaratkan jumlah pelamar minimal 3 orang. Apabila pelamar masih kurang dari jumlah minimal, maka periode penerimaan berkas lamaran akan diperpanjang melalui pengumuman kembali. Menurut mantan Sekdis Pertanian ini, pelamar akan ditunggu berkasnya selama periode yang ditetapkan. Seminggu kemudian akan dievaluasi. “Kita lakukan evaluasi selama satu minggu. Kalau masih kurang, kita tambahkan lagi waktunya. Jadi kalau nanti pelamarnya sudah mencukupi barulah kita lakukan seleksi,” paparnya. Bilamana pelamar lebih dari tiga orang, maka pelamar akan berkompetisi melalui tes yang dilakukan oleh panitia yang dipimpin oleh Sekda Lombok Utara. Pelamar yang melalui seleksi akan dirangking untuk mendapatkan calon Komisaris dan Direksi dengan nilai terbaik. Usai dikerucutkan oleh Tim Seleksi, namanama yang lolos akan diajukan ke Bupati untuk di SKkan dan dilantik. “Target pengambilan sumpah dan jabatan dilakukan Oktober,” imbuhnya. Wahyu mengungkapkan, Komisaris dan Direksi yang terpilih nantinya belum akan menerima gaji. Mereka digaji setelah BUMD berjalan dan mendapatkan penyertaan modal pada 2020 mendatang. Untuk diketahui, proses seleksi Komisaris dan Direksi PT. tata Tunaq Berkah sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah PP 54 tahun 2017 tentang BUMD. Sebagai persyaratan pelamar, mencakup surat lamaran bermaterai Rp 6.000, membuat CV (curriculum vitae), surat pernyataan yang menyatakan tidak pernah menjadi anggota Direksi, Dewan Pengawas, atau Komisaris badan usaha yang pailit, surat pernyataan tidak sedang menjadi pengurus partai politik, Cakada dan Caleg, SKCK, dan lainnya. (ari)
Bupati Minta Dahulukan Pendekatan Kekeluargaan
Selong (Suara NTB) Kasus masyarakat Jurang Koak Desa Bebidas dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali mencuat. Pihak TNGR kembali meminta kepada masyarakat Jurang Koak yang bermukim di lahan milik TNGR ini untuk keluar dari lahan tersebut kembali menuai penolakan. Adanya permintaan pihak TNGR ini, Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, Senin (16/9) meminta supaya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut bupati, penyelesaian suatu masalah harus mengedepankan kekeluargaan dan komunikasi yang baik. Tidak asal dilakukan penertiban paksa tanpa harus memikirkan dampaknya terhadap masyarakat. Bupati mengaku sedih melihat adanya masyarakat yang diseret, dipukul bahkan diproses hingga masuk penjara dalam kasus ini. Sementara lahan tempat masyarakat Jurang Koak bermukim meru-
pakan tanah sendiri, tanah masyarakat Lombok. Selaku kepala daerah, Sukiman mengaku siap untuk meminta kepada pemerintah pusat untuk menyikapi persoalan ini secara bijak, mengingat lahan tersebut sudah digarap oleh masyarakat cukup lama. Sukiman juga mempertanyakan kerugian negara yang dapat ditimbulkan sementara memberikan penghidupan kepada masyarakat agar dapat bercocok tanam di lokasi tersebut. Bupati mempertanyakan kerugian yang ditimbulkan. Apakah pernah dilaporkan ke pemerintah daerah. Aspek-aspek mana yang dirugikan. Un-
tuk itu, bupati meminta supaya diberikan tenggang waktu sekitar satu minggu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Jurang Koak. Apabila setelah dilakukan sosialisasi masyarakat tidak mau keluar, barulah dilakukan penertiban. “Negara tidak akan rugi kok. Kalau negara bersikukuh dengan kondisi begini. Kemana masyarakat bercocok tanam untuk bertahan hidup. Hutan mana lagi yang mau dirambah?,” ujarnya penuh tanda tanya. Maka dari itu, lanjut bupati, penting untuk dilakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan.
H. M. Sukiman Azmy
Pembangunan Spam Sumur Tutuk Sukiman Janji Akomodir Jerowaru Ditargetkan Tuntas Desember Ratusan Pejabat yang Nonjob Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis air bersih yang setiap tahun melanda masyarakat khususnya di wilayah selatan. Salah satu solusi permanen yang dilakukan saat ini berupa pembangunan spam sumur di Dusun Tutuq Kecamatan Jerowaru. Spam atau tower ini akan dibangun dengan ketinggian sekitar 30 meter dan ditarget tuntas pembangunan fisiknya pada bulan Desember mendatang. Dikonfirmasi Suara NTB, Senin (16/9), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Lalu Muliyadi mengatakan, pembangunan spam Sumur Tutuk untuk penampungan mata air di lokasi itu untuk ditampung ke tandon yang sedang dibangun. Air bersih tersebut kemudian air bersih ke wilayah selatan. Sementara untuk pipanisasi akan dianggarkan tahun 2020 dengan melihat kebutuhan anggaran pasca pembangunan tower tuntas. “Ketinggian dari tower itu 30 meter. Saat ini pengerjaan sudah mencapai sekitar 15 persen dan dipastikan tuntas pada bulan Desember,” terangnya. Adapun nilai anggaran pembangunan spam sumur di Tutuk ini sebesar Rp3.987.196.000 dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Dalam proyek ini bertindak selaku konsultan perencanaan, CV. Kekalik Multi Cipta, kontaktor pelaksanaan yakni PT. Annisa Prima Lestari dan konsultan pengawas dari CV. Veros Tekhnik Consultan. Pengerjaan proyek ini dengan nomor kontrak: 908/ KPA/PSPA_MY/PU-CK/01/ 2019. “Pengerjaannya juga dilakukan pendampingan oleh TP4D,” sebut Lalu Muliyadi. Di samping itu, pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dan BPBD akan memanfaatkan sumber-sumber mata air untuk dialirkan ke wilayah selatan. Seperti sumber air di Ijobalit, Dasan Bantek, dan kolam renang Ijo Balit dengan dibangunnya reservoar di wilayah Pijot Kecamatan Keruak. Langkah ini untuk mem-
(Suara NTB/yon)
PENGERJAAN - Inilah spam sumur bor di Tutuk Jerowaru yang masih dalam tahap pengerjaan. Pembangunan tower ini untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah selatan secara permanen. berikan solusi permanen dalam mengatasi krisis air bersih di yang setiap tahun melanda masyarakat di wilayah selatan. Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Purnama Hadi, menjelaskan pemerintah terus berupaya mencarikan solusi permanen dalam menangani krisis air bersih ini. Sejauh ini yang dilakukan berupa memperbanyak pembangunan sumur bor untuk me-
ngatasi kekeringan ini selain memaksimalkan keberadaan sumber-sumber mata air. Diakuinya jika BPBD Lotim sudah mengajukan anggaran khusus untuk perawatan sumur bor, namun ini ke depan lebih intens lagi dibicarakan dengan TAPD mengingat sekitar 40 persen sumur bor yang sudah terbangun di Lotim tidak dapat berfungsi disebabkan oleh berbagai faktor. (yon)
Atasi Pengangguran di Desa Masbagik Selatan
Mahasiswa Prajapati STITNU Al Mahsuni Danger Beri Pelatihan Kerajinan Selong (Suara NTB) Mahasiswa Kelompok II Program Pembelajaran Lapangan Partisipatif Integratif (Prajapati) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan pelatihan kepada masyarakat di Desa Masbagik Selatan. Pelatihan ini untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat khususnya pemuda setempat. Mengawali pelatihan ini, Kelompok II Mahasiswa Prajapati STITNU Al Mahsuni Danger memberikan bantuan mesin kerajinan yang diterima langsung oleh Kepala Desa Masbagik Selatan, H. Wiryawan,SH yang diberikan secara simbolis oleh Kaprodi PIAUD, Sunandar Azmaul Hadi, M.Pd. Pelatihan akan dilakukan selama 3 hari ke depan. Hadir dalam pembukaan pelatihan ini, Dosen Pembinmbing Lapangan (DPL), Mariawati, M.Pd., dengan peserta pelatihan masing-masing dua perwakilan setiap kepala kewilayahan. Ketua Kelompok II Mahasiswa Prajapati STITNU Al Mahsuni Danger, Mansur, mengatakan, pelatihan kerajinan batok kelapa dan limbah kayu dilaksanakan dengan melihat pokok permasalahan yang ada. Dari delapan kepala kewilayahan yang ada di Desa
Diyakininya masih banyak solusisolusi alternatif yang harus dilakukan tanpa melakukan penertiban paksa yang justru menyakiti masyarakat. “Kita memahami bahwa tempat masyarakat kita itu terlarang. Tapi mari kita carikan jalan keluarnya secara baik-baik,”harap bupati. Bupati juga mengapresiasi solusi yang ditawarkan oleh TNGR untuk memberikan bantuan ternak dan menjadi lokasi Jurang Koak kawasan wisata. Namun demikian, tidak menutup peluang bagi masyarakat untuk menggarap lahan tersebut untuk bercocok tanam. “Intinya kita carikan solusi yang terbaik,” tandas bupati. (yon)
(Suara NTB/yon)
Wakili KLU di Tingkat Provinsi
(Suara NTB/yon)
SERAHKAN - Kaprodi PIAUD STIT NUAl Mahsuni Danger, Sunandar Azmaul Hadi, mewakili Kelompok II Mahasiswa Prajapati STITNU menyerahkan bantuan mesin kerajinan batok kelapa dan limbah kayu diterima langsung Kades Masbagik Selatan, H. Wiryawan, Senin (16/9). Masbagik Selatan, permasalahan yang dihadapi salah satunya berupa pengangguran. Sementara dari tinjauan lapangan yang dilakukan mahasiswa, Desa Masbagik Selatan merupakan pusat sawmil, sehingga limbah-limbah kayu tersebut dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis apabila dibentuk berupa gantungan kunci, rak mini dan beberapa jenis kerajinan lainnya. Kaprodi PIAUD, Sunandar Azmaul
Hadi, mengatakan, kegiatan Prajapati merupakan kali kedua dilakukan oleh STITNU Al Mahsuni. Selaku perguruan tinggi yang lahir di Masbagik, STITNU yang berada di bawah naungan Yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni Danger ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dengan harapan kepada masyarakat Masbagik untuk menatap masa depan yang lebih baik. “STITNU yang sedang beranjak usia 6 tahun kita
harapkan dapat memberikan kontirbusi yang nyata dan motivasi bagi masyarakat Masbagik pada khususnya,” harapnya. Melalui pelatihan kerajinan batok kelapa dan limbah ini, ujarnya, kelompok II Prajapati STITNU dapat membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat khususnya di Desa Masbagik Selatan. Terlebih kondisi saat ini ijazah sudah tidak ada lagi artinya tanpa dibarengi dengan skill dan ilmu pengetahuan. Artinya seseorang yang mengantongi ijazah S2, S1 dan SMA masih banyak yang belum mendapat pekerjaan. Kades Masbagik Selatan, H. Wiryawan, SH, mengapresiasi kehadiran mahasiswa STIT NU yang tidak pernah kehabisan ide dan gagasan dalam melaksanakan sejumlah kegiatan dan program yang diyakini sangat bermanfaat kepada masyarakat. Di Desa Masbagik Selatan banyak pemuda yang tidak memiliki pekerjaan, sehingga dari kegiatan ini dapat memberikan keahlian dan keterampilan kepada masyarakat untuk dapat bekerja di dunia usaha maupun industri. “Saya berharap kepada pemuda di Masbagik Selatan untuk tekun dan serius dalam mengikuti pelatihan ini,”harapnya. (yon)
Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy.,MM angkat bicara terkait ratusan pejabat di daerah ini yang masih belum memiliki jabatan alias nonjob. Sukiman berjanji akan mengakomodir mantan pejabat yang sebelumnya tidak diberikan posisi pada penempatan berikutnya. Pada minggu inipun akan dilakukan validasi, konsolidasi, sehingga jabatan-jabatan kosong mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan instansi terkait untuk eselon IV akan segera diisi. Ditegaskan bupati, penempatan pejabat dalam pergantian suatu kepala daerah ibarat banjir bandang. Untuk banjir bandang atau “belabur” yang pertama semua hanyut, kemudian banjir kedua dan ketiga mulai bening. Untuk itu, akan dilakukan rekonsiliasi pada semua pejabat yang ada di Lotim. Apalagi, pejabat-pejabat yang dulunya menduduki jabatan strategis di masa kepemimpinan Bupati, H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati, H. Haerul Warisin merupakan ASN yang memiliki keluarga, memiliki harkat dan martabat yang harus dijunjung tinggi. “Kita tegas, euforia ini cukup satu tahun,” kata bupati, Senin (16/9). Terkait hal inipun, mantan Dandim 1615 Lotim ini mengaku sudah berpesan kepada tim suksesnya pada Pilkada lalu untuk euforia kemenangan pasangan Sukma cukup satu tahun. Menurutnya euforia kemenangan tidak banyak membawa manfaat. Sementara tenaga sekitar 300 pejabat baik dari eselon II, III dan IV dibutuhkan oleh masyarakat maupun pemerintah untuk bersama-sama membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Diketahui, sekitar 300 pe-
jabat yang nonjob tersebut saat ini disebar di sejumlah OPD di Kabupaten Lotim. Keberadaannya di masing-masing OPD tetap masuk kantor, namun tidak memiliki meja untuk bekerja, bahkan tidak ada pekerjaan. Kehadirannya hanya datang untuk menggugurkan absensi dan menghabiskan waktu di kantinkantin OPD. Atas dasar itulah, para ASN nonjob ini menuntut keadilan dan kejelasan statusnya. Sementara Wakil Ketua DPRD Lotim H. Daeng Paelori, meminta agar pejabat yang tidak diberikan posisi diharapkan tidak terkesan ada unsur balas dendam politik. Menurutnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, M. Isa di sejumlah media terkait ratusan pejabat yang dinonjobkan sangat disayangkan, karena menyebut hal serupa sudah pernah dilakukan oleh bupati Sebelumnya. Menurut Daeng, soal kebijakan non job ini semestinya bisa dengan alasan yang baik. “Seperti ketersediaan jabatan itu sudah mencukupi,” sarannya. Alasan kesan dendam politis dalam melakukan non job pejabat dinilai hanya akan menimbulkan keresahan. “Jangan bandingkan-bandingkan dengan pemda yang dulu,” ucapnya. Menurut politisi Golkar ini, Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy sejauh ini sudah cukup bijak. Apapun kebijakan yang dinilai sensitif diharapkan bisa disampaikan dengan caracara normatif. Soal jabatan itu dinilai merupakan hak bupati. Jika alasan dendam politik yang dimunculkan, kata Daeng akan membuat pekerjaan terganggu. Upaya mewujudkan visi dan misi bupati yang adil, sejahtera dan aman jadi tidak lancar. (yon/rus)
Dewan Minta Setop Izin Tambak Udang Tanjung (Suara NTB) DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta kepada eksekutif untuk menghentikan pemberian izin kepada perusahaan tambak. DPRD memandang, penghentian bermuara dari belum jelasnya Perubahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di KLU serta rencana masuknya Global Hub di bawah pemegang Izin Lokasi (Inlok), PT. Diamar Mitra Kayangan (DMK). “Tambak baru potensial akan bertambah, sehingga kita minta Pemda untuk men-stop pemberian izin baru tambak udang,” ujar anggota DPRD KLU, Raden Nyakradi, S.Pd., kepada wartawan, Senin (16/9). Mantan aktivis lingkungan ini menegaskan, ekspansi tambak udang di wilayah Kecamatan Bayan dan Kayangan bisa berdampak baik dan buruk. Dampak baiknya hanya terletak pada terbukanya lapangan kerja baru. Namun ketersediaannya tidak seberapa dibandingkan pemanfaatan lahan yang sangat luas. Sebaliknya, dampak buruknya adalah lingkungan sekitar. Masing-masing perusahaan dituntut untuk melakukan reklamasi setelah pemanfaatan lahan.
Selain itu, secara ekonomi tambak udang tidak memberikan PAD karena tidak ada Perda yang mengatur retribusi dari setiap kilogram udang yang diperjualbelikan. “Lombok Utara ini sempit hanya 800 km. Tambak yang ada ini saja berpotensi menghabiskan tanah di sekitar pantai yang menjadi ruang publik,” tegasnya. Ruang publik menjadi penekanan Nyakradi. Ia mengingat, di banyak tempat aksi protes nelayan muncul lantaran pantai di depan tambak udang tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh warga sebagai tempat tambat perahu. Sedangkan di sisi lain, sebagian warga KLU yang bermukim di pinggir pantai adalah nelayan. Nyakradi menjelaskan, Lombok Utara terkenal dengan dua hal yakni pariwisata dan budaya. Sebagai daerah yang menjadi destinasi wisata, keindahan pantai menjadi daya jual tersendiri. Sehingga ia menyayangkan, apabila tambak udang yang banyak berdiri di KLU justru menghilangkan daya tarik tersebut. “Apa yang mau dijual lagi kalau itu habis jadi tambak, belum lagi kita bicara masuknya Global hub,” tutupnya.(ari)
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Audit Tukar Guling Aset AUDIT investigasi proses tukar guling aset Kantor Dinas Pertanian (Distan) dan agribisnis berlokasi di lahan Lombok City Center (LCC) Desa Gerimak Kecamatan Narmada tengah berlangsung di Inspektorat Lombok Barat. Pihak Inspektorat menuai kendala non teknis dalam proses audit ini, misalnya para pihak yang panggil untuk diklarifikasi persoalan ini banyak yang mangkir atau tidak memenuhi panggilan. Di samping itu, jumlah auditor yang terbatas juga menjadi kendala, sehingga para auditor harus membagi tugas. Plt Inspektur pada Inspe(Suara NTB/dok) ktorat Lobar M. Ilham, menM. Ilham gakui, proses audit sedang berlangsung. Dalam audit ini, pihaknya mendalami semua hal, sehingga harus betul hati-hati. Semua pihak yang dianggap tahu persoalan ini dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Tidak ansih hanya OPD, namun semua pihak di luar OPD yang dianggap terkait dengan hal ini dipanggil oleh Inspektorat. Hal ini yang membuat proses audit menjadi panjang. Pihaknya juga tidak bisa bekerja dalam tekanan-tekanan, Proses audit ini pun sejalan dengan proses hukum yang dilakukan di Kejati. Pihaknya sudah menjawab surat dari Kejati yang meminta inspektorat melakukan audit. Dalam surat balasan itu, pihaknya menyampaikan bahwa hasil audit belum bisa diberikan, karena audit sendiri masih dalam proses. “Kapan kita serahkan hasil auditnya kalau sudah selesai. Kapan selesainya ini kami tidak bisa pastikan sehari atau dua hari, karena kita panggil orang (para pihak) kadang tidak datang, besoknya lagi kita panggil, tidak datang juga. Ini yang jadi kendala bikin lama”jelas dia. Menurut dia kendala non teknis ini banyak dialami dalam proses audit ini. Ketika kata dia, dilakukan pemanggilan, justru auditornya ada tugas audit di tempat lain. Sehingga hal ini pun disesuaikan lagi. Belum lagi urusan-urusan kedinasan yang harus dilaksanakan. Lebih jauh dikatakan, audit ini juga bersamaan dengan audit khusus terhadap lima desa yang dilaporkan oleh masyarakat ke APH. Lima desa yang diadukan masalah dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) ini tersebar di Kecamatan Sekotong, Narmada, Lingsar, Gunungsari. Pihak kejaksaan melibatkan Inspektorat karena sesuai MoU antara Kapolri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bahwa setiap ada masalah ADD dan DD yang dilaporkan ke APH, maka APH harus berkoordinasi dengan Inspektorat. Dijelaskan, pihak kejaksaan meminta Inspektorat melakukan audit investigasi terhadap lima desa ini. Saat ini tim auditor tengah turun ke lima desa ini untuk mengaudit. Hasilnya pun belum diketahui karena audit belum selesai dilakukan. Dalam proses investigasi ini, pihaknya tidak hanya melihat administrasinya saja namun memanggil orang-orang terkait dengan masalah ini. Ada lagi desa yang diminta oleh Kejaksaan untuk diaudit investigasi, hanya saja pihaknya belum menindaklanjuti akibat keterbatasan tenaga auditor. (her)
Warga Tolak Pengerjaan Proyek Bendungan Meninting Giri Menang (Suara NTB) Warga yang terdampak proyek pembangunan Bendungan Meninting Lombok Barat (Lobar) belum mengizinkan pengerjaan mega proyek tersebut. Pasalnya, sampai saat ini belum ada titik terang kapan lahan mereka dibayarkan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS-NT I). Alasan belum dibayarkannya lahan ini karena masih terkendala administrasi. Warga hanya menyepakati sebatas dilakukan groundbreaking mega proyek tersebut yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 19 September mendatang. Akan tetapi kontraktor tidak diizinkan mulai membangun jika lahan warga belum dibayar. Selain masalah lahan yang belum dibayar, warga juga menuntut kejelasan relokasi rumah mereka yang terdampak. Demikian mengemuka saat pihak BWS-NT I bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB serta Pemkab Lobar melakukan sosialisasi persiapan pelaksanaan groundbreaking dan pembangunan Bendungan Meninting di Kantor Camat Gunungsari, Senin (16/9). Sosialisasi ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Lobar, H Fauzan Khalid dan Kepala Satker Pembangunan Bendungan Meninting BWS NT I, I Ketut Kariharta. Warga Dusun Bukit Tinggi, Saptoni mengaku luas lahannya yang terkena untuk rencana groundbreaking mencapai 3,45 hektare. Sejauh ini namanya sudah masuk dalam usulan pembayaran lahan tersebut, akan tetapi lahannya belum dibayar. “Belum dibayar, tapi mintanya pemerintah untuk peletakan batu pertama saja kan. Ya kita kasih, tapi setelah itu tidak usah dilanjutkan (pengerjaan) kalau belum dibayar tanah kami. Itu kemauan masyarakat,” tegas dia. Kadus Bukit Tinggi, Rusman Hafi mengatakan selain belum jelasnya pembayaran lahan warga, relokasi rumah warga yang terdampak juga belum ada titik terang. Sebanyak Sembilan orang warga di dusun setempat yang terkena penggusuran lahan. Sedangkan yang terkena groundbreaking sebanyak tujuh orang. “Soal relokasi ini belum jelas, di mana lahannya. Kami tunggu dari pemerintah saja ini,” kata dia. Sejauh ini, belum ada calon lahan untuk dijadikan lokasi relokasi oleh warga. Warga, kata dia, tengah mencari-cari lahan namun harganya melonjak naik. Kades Bukit Tinggi, M. Mutakkin mengatakan, warga sudah setuju lahannya dipakai untuk groundbreaking. “Tapi diberikan izin untuk groundbreaking saja, pengerjaan selanjutnya tidak boleh kalau lahan warga belum dibayar,”jelas dia. Menurut dia sudah ada 244 nama warga yang diusulkan BWS untuk pencairan pembayaran lahan. 244 orang ini tersebar di tiga desa, yakni Bukit tinggi sebanyak 203 bidang, Dasan Griya 169 bidang dan Gegerung 11 bidang. Khusus di desanya, baru keluar 130 lebih nama warga, masih ada 10 orang yang belum diusulkan, di antaranya 4 orang dari dusun Murpadang dan 6 orang dari Bukit tinggi. Warga ini belum diusulkan lantaran kendala adiministrasi, karena lahannya ada yang berbatasan dengan hutan dan rumah warga belum masuk nilai appraisal. Sementara itu, Bupati Lobar, H Fauzan Khalid mengatakan pihaknya ingin bendungan ini segera dibangun karena masuk program strategis nasional. Di sisi lain, ia sangat memahami kemauan dan tuntutan dari masyarakat pemilik lahan karena hakhak dari pemilik lahan yang belum secara tuntas dipenuhi. (her)
(Suara NTB/her)
RAPAT - BupatiLobar H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas PUPR Made Arthadana dan Camat Gunungsari, Mudasir bersama pihak BWS dan Kepala Dinas PUPR NTB rapat terkait masalah pembebasan lahan untuk Bendungan Meninting.
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
1.500 Usulan Formasi CPNS Loteng Belum Direspons Pusat Praya (Suara NTB) Usulan sebanyak 1.500 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diajukan Pemkab Lombok Tengah (Loteng) hingga kini belum direspons pemerintah pusat. Pemkab Loteng sudah mengajukan usulan sejak beberapa bulan yang lalu sesuai permintaan pemerintah pusat. Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan
M. Nazili
dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Senin (16/9). Dikatakannya, dari jumlah formasi yang diusulkan tersebut tidak seluruhnya diperuntukan untuk formasi CPNS. Ada juga alokasi untuk formasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K). Itu untuk mengakomodir jika ada pelamar yang tidak terakomodir pada penerimaan CPNS. Mengingat, persyaratan untuk melamar sebagai CPNS sedikit berbeda untuk posisi tenaga P3K, terutama soal batas usia maksimal. Di mana untuk CPNS batas usia maksimal pelamarnya, yakni 35 tahun. Sementara untuk tenaga P3K itu bisa di atas 35 tahun.
“Meski demikian, formasi CPNS tetap dapat prioritas,” sebutnya. Untuk besaran formasi, ujarnya, nantinya tergantung alokasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Karena biasanya, pemerintah pusat tidak serta merta memenuhi usulan yang diajukan. Biasanya secara bertahap dalam beberapa kali rekrutmen. Terlebih usulan yang diajukan Pemkab Loteng cukup banyak. Misalnya tahun ini Loteng mendapat alokasi sekitar 500 formasi, maka alokasi untuk CPNS sudah diatur 70 persen, barulah sisanya untuk formasi tenaga P3K. “Nanti pemerintah pusat yang mengatur. Yang jelas pembagian alokasi sudah ditentukan sejak awal,” ujar Nazili. Ia menjelaskan, dari formasi yang diajukan tersebut sebagaian besar untuk formasi
tenaga pendidikan ditambah kemudian formasi untuk tenaga kesehatan, karena Loteng masih sangat kekurangan untuk dua tenaga teknis tersebut. Belum lagi jika bicara pensiun, hampir setiap tahun ratusan tenaga pendidik di Loteng yang memasuki masa purba bakti dan, itu cukup memberatkan pemerintah daerah, karena harus dituntut untuk mencari tenaga pendidik guna menutupi kekurangan yang ada. “Untungnya ada tenaga honor yang bisa menutupi kekurangan yang ada. Tapi kan tenaga honor tidak bisa diharapkan seterusnya. Harus ada CPNS atau pun tenaga P3K yang diangkat,” ujarnya. Mengingat, secara ikatan tenaga honor belum cukup kuat. Bisa saja, ketika tenaga honor ini mendapat pekerjaan yang lebih layak, bakal meninggalkan pekerjaannya sebagai tenaga honor. Tetapi kalau sudah ada ikatan sebagai PNS atau minimal sebagai tenaga P3K, tentu akan sulit untuk meninggalkan posisinya tersebut.
Pada bagian lain, Nazili mengaku, 444 tenaga honor yang dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan P3K belum juga menerima SK pengangkatan. Pasalnya, peraturan teknis berupa Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengangkatan tenaga P3K hingga kini belum juga turun dari pemerintah pusat. Ia menjelaskan, pihaknya sampai saat ini belum bisa mengatur penempatan tenaga P3K yang sudah dinyatakan lolos dalam seleksi tenaga P3K. Karena penetapan dari pemerintah pusat sampai saat ini belum ada. Hal itu dikarenakan Perpres belum turun. “Kalau soal tahapan pengangkatan tenaga P3K semua sudah selesai. Tinggal menunggu Perpres saja,” timpalnya. Sembari menunggu proses pengangkatan, tenaga P3K Loteng yang lolos seleksi tersebut saat ini masih berstatus sebagai tenaga honor. Hanya nilai lebihnya, para tenaga honor tersebut sudah dinyatakan lolos sebagai tenaga P3K, sehingga tidak perlu khawatir lagi. (kir)
(Suara NTB/dok)
Penyiapan Tenaga Kerja di KEK Mandalika Dilakukan Bertahap Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah menyiapkan sejumlah program guna mendukung penyiapan tenaga kerja terampil yang diharapkan bisa terserap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Namun tentu tidak sekaligus, tetapi secara bertahap. Hal ini sesuai dengan tahapan pengembangan kawasan The Mandalika itu sendiri. “Pengembangan kawasan The Mandalika kan bertahap hingga tahun 2030 mendatang. Maka penyiapan tenaga kerja juga kita lakukan bertahap. Disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan serta lapangan pekerjaan yang tersedia,” sebut Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Senin (16/9). Dalam arti, pemerintah daerah tentunya tidak tinggal diam dalam menghadapi pengembangan kawasan The Mandalika. Program pendukung yang terkait penyiapan tenaga kerja terampilan bakal jadi prioritas pemerintah daerah ke depan. Karena bagaimana pun juga, pengembangan kawasan The Mandalika harus bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat di daerah ini. Paling tidak masyarakat di daerah ini, ujarnya, bisa terserap di lapangan pekerjaan yang tersedia di kawasan tersebut.
Tapi tentunya pemerintah daerah tidak bisa sendiri. Masyarakat juga harus ikut mempersiapkan diri dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja begitu kawasan The Mandalika mulai beroperasi. “Pemerintah daerah pasti sudah memikirkan soal program-program pendukung dalam upaya penyiapan tenaga kerja terampil. Di samping itu juga, masyarakat juga diharapkan bisa mempersiapkan diri secara mandiri. Tidak kemudian hanya menunggu program pemerintah daerah saja,” ujar Nursiah. Kepada pemerintah provinsi, pihaknya juga berharap bisa tetap berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif supaya apa yang menjadi kebutuhan pemerintah kabupaten juga bisa diakomodir. Sehingga upaya penyiapan tenaga kerja terampiln untuk mendukung pengembangan kawasan The Mandalika bisa dilakukan secara maksimal. “Prinsipnya pemerintah kabupaten tidak bisa menyiapkan tenaga tenaga terampil sendiri. Butuh dukungan dari masyarakat dan tidak kalah penting dari pemerintah provinsi. Kalau semua bersinergi dengan baik, maka penyiapan tenaga terampil bakalan bisa maksimal,” tandas mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)
Khawatir Pelanggaran RTRW
Fraksi PKS Dorong Pemda Segera Rampungkan RDTR Giri Menang (Suara NTB) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Lombok Barat (Lobar) mendesak pemda segera merampungkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang sudah lama dibuat. Pasalnya RDTR ini begitu penting untuk mendukung pengembangan investasi di Lobar. Adanya RDTR ini bisa memberikan kepastian dan keamanan bagi investor yang mau berinvestasi di Lobar. ‘’Investor tidak lagi was-was atau khawatir berinvestasi di suatu kawasan, karena sudah jelas peruntukannya mengacu RDTR. Di samping itu, RDTR ini untuk mencegah pelanggaran RTRW,’’ ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Lobar, Akhyar Rosyidi dan Bendahara Fraksi PKS DPRD Lobar Abu Bakar Abdullah akhir pekan kemarin. Menurutnya, Fraksi PKS melihat penyusunan RDTR di 10 kecamatan ini harus dipercepat oleh pemda sebab hal ini sangat penting bagi pengembangan investasi. Menurut dia, dengan adanya RDTR ini sangat memudahkan investor berinvetasi, sebab zonasi pembagian wilayah sudah jelas, baik itu titik perumahan, industry, pariwisata, pertambangan dan sektor lainnya. “Sebab jangan sampai investor yang mau membangun di lobar, tapi karena dianggap tidak ramah perizinannya, mereka lari ke tempat lain yang lebih mudah,”jelas dia. Misalnya saja Gili Gede sekotong, kalau sudah ditetapkan menjadi kawasan wisata tidak perlu lagi menunggu lama-lama, tinggal kata dia izin-izin lain
dilengkapi. Menurut dia dengan adanya RDTR ini memperjelas zonasi yang nantinya ingin dikelola oleh investor sehingga mereka semakin mudah berinvestasi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, I Made Arthadana mengatakan pemda hanya baru memiliki RTRW, sedangkan dibutuh 10 RDTR dan 4 RTKSK sebagai turunan untuk RTRW tersebut. Seperti Kecamatan Gerung perlu kajian sendiri, Sekotong dan Agropolitan Lembah Sempaga, tunggal kendali integrasi dengan sebagian dari 6 Kecamatan Batulayar, Gunungsari, Lingsar, Narmada dan Kediri, Labuapi butuh 4 dokumen kajian kawasan strategis. “10 RDTR dan 4 dokumen kajian strategis saat ini kita belum punya, sehingga kami targetkan tahun 2020 itu bisa selesai,” jelas dia. Sementara itu Kadis Perumahan dan Permukiman H. L. Winengan mengakui pengembangan perumahan dan industri untuk mendukung Lobar sebagai kabupaten berkembang, sehingga tidak bisa pengembangan perumahan dan Industri dilarang di wilayah Lobar. Salah satunya kawasan Kota Gerung, kalau pengembangan perumahan dilarang, maka kawasan ini tetap saja akan stagnan. Diakuinya, terkait tata ruang ini yang dimiliki Lobar saat ini hanya mengatur kawasan kawasan yang tidak diatur secara detail. Seperti titik perumahan dan industri. RDTR kata dia yang mengatur secara detail titik - titik kawasan tersebut, sejauh ini belum ada. (her)
(Suara NTB/her)
PROYEK - Proyek gedung DPMPTSP Lobar senilai Rp 6,2 miliar ini tengah dalam proses pengerjaan. Bupati mengingatkan kontraktor untuk menyelesaikan proyek sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Semen Terbatas, Bupati Ingatkan Kontraktor Giri Menang (Suara NTB) Terbatasnya pasokan semen di sejumlah daerah di NTB, termasuk di Lombok Barat (Lobar) dikhawatirkan berdampak terhadap pengerjaan proyek fisik pemerintah daerah (pemda). Pasalnya, pasokan semen ini hampir merata mengalami limit. Guna memastikan pengerjaan proyek tidak molor akibat pasokan semen, Pemda dalam hal ini Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lembar. Bupati mewanti-wanti agar kontraktor mengantisipasi persoalan ini. Ia mengingatkan jangan sampai pengerjaan proyek molor. “Mau limit mau ndak, mau mahal mau ndak mahal harga semen itu kontraktor yang memiliki tanggung jawab. Yang penting harus sesuai kontrak. Saya wanti-wanti
kepada kontraktor agar jangan telat proyeknya, dan itu jadi catatan buruk bagi perusahaan (rekanan),”tegas Bupati. Ia menegaskan ada pengwasan terhadap pengerjan proyek ini, bahkan sudah disiapkan langkah dengan memberikan lampu kuning dan merah bagi rekanan yang terlambat mengerjakan proyek. Menurut dia rekanan harus mengerjakan proyek sesuai dengan kontrak. Semua proyek yang dikerjakan di bawah atensinya, tidak sebatas satu atau dua proyek saja. Sementara Kepala Dinas Pekerajan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Made Arthadana mengakui kondisi semen memang ada gejala limit, sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap pengerjaan proyek. Hal ini, kata dia, tidak bisa diprediksi secara real sejak awal. “Kami ber-
harap ini tidak terjadi dalam waktu lama lah, mudah-mudahan normal kembali, sehingga paket-paket pekerjaan tidak terganggu,” tegas dia. Dikatakan, harga semen saat juga tinggi, ha ini disebabkan hukum pasar. Ketika suplai banyak, permintaan kurang bisa jadi harga turun. Tapi di saat permintaan tinggi, namun suplai kecil (sedikit) maka harganya menjadi mahal. Menurut dia, kondisi limitnya semen ini juga jangan menjadi alasan kontraktor terlambat mengerjakan proyek, sebab tentu hal ini sudah dihitung dan diantisipasi oleh rekanan. Pihaknya sudah mengumpulkan semua rekanan bahwa konsekuensi semua pekerjaan harus selesai sesuai kontrak, apapun kondisinya. “Tidak boleh juga itu nanti berpengaruh terhadap kualitas spek dan volume, kalau itu tidak boleh tawarmenawar,”tegas dia. (her)
Dam Mujur Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan Praya (Suara NTB) Bencana kekeringan yang melanda sebagaian besar lahan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hingga mengakibatkan ribuan hektar lahan pertanian di daerah ini mengalami gagal panen dan harus segera dicarikan solusi. Untuk itu, Dam Mujur bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan yang hampir setiap tahun dialami para petani di daerah ini. “Dam Mujur bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kekeringan yang dialami para petani di daerah ini, khususnya petani di wilayah Loteng bagian selatan,” ujar anggota DPRD Loteng, L. Ramdan, S.Ag, kepada Suara NTB, Senin (16/9). Menurutnya, persoalan air baku bagi lahan pertanian memang sudah lama jadi polemik. Ironisnya, sampai saat ini belum ada solusi kongkrit untuk bisa mengatasi persoalan tersebut. Pembangunan sejumlah embung dan waduk rakyat tak juga menyelesaikan persoalan. Artinya, butuh upaya yang lebih konkrit untuk bisa menuntaskan persoalan yang ada. Diakuinya, untuk bisa mewujudkan pembangunan Dam Mujur memang bukan perkara mudah. Butuh kerja keras serta
keseriusan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di daerah ini tanpa keseriusan pemerintah dan dukungan dari masyarakat Dam Mujur sulit bisa terwujud. “Kuncinya sekarang keseriusan pemerintah dan dukungan dari elemen masyarakat,” tandasnya. Ia menjelaskan, Dam Mujur bisa memberikan banyak manfaat. Bukan hanya dalam membantu mengatasi dampak kekeringan. Tetapi juga dalam mendukung upaya peningkatan produksi pertanian di daerah ini. Karena dengan adanya Dam Mujur, lahan-lahan pertanian yang selama ini dibiarkan mengganggur selama musim kemarau bisa ditanami oleh petani. “Selama ini lahan-lahan pertanian yang di wilayah selatan hanya ditanami selama 6 bulan. Sisanya yang 6 bulan lagi dibiarkan menganggur,” sebutnya. Jadi kalau Dam Mujur sudah terbangun, maka paling tidak selama musim kemarau petani masih bisa bercocok tanam, sehingga lahan pertanian yang ada bisa berproduksi maksimal. Lahan pertanian yang ada pun tidak sia-sia ketika musim kemarau datang. Selain itu, keberadaan Dam Mujur juga bisa membantu pemerintah daerah mengurangi damp-
ak kekeringan berupa kekurangan air bersih bagi masyarakat. Khususnya lagi masyarakat Loteng di bagian Loteng selatan. “Setiap kali musim kemarau, masyarakat Loteng bagian selatan selalu kesulitan memperoleh air bersih. Tapi kalau Dam Mujur ada, itu bisa menjadi sumber air bersih bagi masyarakat,” tegas Sekretaris DPC Partai Gerindra Loteng ini. Disinggung masih adanya persoalan sosial yang menjadi penghambatan pembangunan Dam Mujur, Ramdan menegaskan masyarakat sebenarnya butuh perhatian dan kepastian soal beberapa hal. Misalnya, soal kejelasan lokasi untuk relokasi jika harus harus meninggalkan rumah serta lahan miliknya karena adanya pembangunan Dam Mujur. Tidak kalah penting, masyarakat terdampak pembangunan Dam Mujur butuh kepastian soal jadi tidaknya Dam Mujur dibangun. “Kenapa kemudian masyarakat terkesan menolak pembangunan Dam Mujur, karena ada rasa trauma di tengah masyarakat. Mengingat pembangunan Dam Mujur sudah diwacanakan sejak puluhan tahun yang lalu. Namun sampai sekarang belum juga jadi dibangun. Jadi masyarakat butuh kepastian,” tandasnya. (kir)
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Sekretariat DPRD KSB Serahkan Penagihan Aset ke Tahap Berikutnya Taliwang (Suara NTB) Sekretariat DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai “menyerah” menagih sejumlah aset daerah yang tertahan di tangan beberapa mantan anggota lembaga penyerap aspirasi rakyat itu. Sekretaris DPRD KSB, Agus Hadnan, S.Pd mengatakan, baru-baru ini pihaknya telah melayangkan surat permintaan pengembalian barang daerah kepada sejumlah mantan anggota DPRD yang hingga kini masih mengantonginya. Dalam surat tersebut, Sekretariat DPRD sekaligus menyampaikan, permintaannya
tersebut menjadi langkah terakhir sebelum tindaklanjut proses penagihan dinaikkan ke tahap berikutnya. “Kami kan sudah surati beberapa kali. Tapi ternyata ada beberapa mantan anggota yang sepertinya tidak mengindahkan permintaan kami. Makanya di surat terakhir, kami sampaikan bahwa setelahnya bukan kami
lagi yang menagih,” cetus Agus. Ia menjelaskan, setelah ini Sekretariat DPRD tidak akan lagi menelusuri keberadaan aset daerah yang berada di tangan para anggota DPRD purna tugas itu. Dan sesuai aturan, proses penagihan akan diambil alih oleh Inspektorat Kabupaten (Itkab). “Kita sudah beri waktu, kita tempuh beberapa cara tidak
ada hasil juga kan. Ya sekarang sudah saatnya inspektorat yang tagih langsung,” timpalnya. Sebenarnya tidak banyak jenis barang aset daerah yang masih ada di tangan mantan para anggota DPRD itu. Berdasarkan catatan aset daerah, tersisa beberapa buah gawai hasil pengadaan tahun 2010 yang belum dikembalikan sejumlah anggota yang menjabat kala itu. Meski kemudian telah berakhir masa jabatannya, tetapi mereka tak kunjung mengembalikan gawai berupa iPad keluaran apple itu hingga saat ini.
Menurut Agus, sejak tak menjabat terhitung beberapa kali pihak sekretariat meminta kepada para mantan anggota segera melakukan pengembian. Karena sebagai fasilitas keanggotaan, gawai tersebut diharap bisa digunakan oleh anggota periode berikutnya. Tetapi faktanya, beberapa dari para mantan anggota itu tidak menggubrisnya. “Ada juga yang sempat beralasan rusak atau hilang. Tapi kami bilang kalau rusak harus tunjukkan fisik barangnya. Nah kalau hilang harus ada laporan polisinya dan
barangnya harus tetap diganti pada akhirnya,” urainya. Agus pun menegaskan, proses penagihan oleh inspektorat nanti tentu akan berebeda dengan yang dilakukan sekrtetariat DPRD sebelumnya. Sebab inspektorat punya kewebangan memaksa sehingga tidak ada lagi alasan para mantan anggota DPRD untuk mengelak. “Kalau jumlahnya tidak banyak lagi ya. Tapi namanya barang milik negara ya harus tetap dikembalikan,” tandas mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) KSB ini. (bug)
(Suara NTB/bug)
Agus Hadnan
Belum ada Pelamar untuk PDIP Sumbawa
(Suara NTB/ist)
MELIHAT BONSAI - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah tengah melihat sejumlah bonsai yang dipamerkan di Pameran Bonsai Samawa, rangkaian Festival Pesona Moyo (FPM) 2019, di Lapangan Pahlawan.
Sumbawa Layak Jadi Surga Pecinta Bonsai
ing bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman, sehingga tumbuh kecintaan terhadap lingkungan melalui tanaman bonsai”, pinta Wabup. Dijelaskan pula, pembuatan bonsai dipandang perlu dan penting, sebagai ikhtiar bersama untuk menggerakkan masyarakat agar mencintai lingkungan, mencintai karya Taliwang (Suara NTB) seni bonsai. Sekaligus sebagai Satuan Reserse (Satres) Narkoikhtiar memandirikan masyaba Polres Sumbawa Barat, berharakat secara ekonomi. sil menggagalkan pengiriman “Tanaman bonsai adalah sepuluh paket sabu dengan berat salah satu tanaman bernilai sekitar 19,6 gram dari Pulau Lomekonomi tinggi, dan bahan dasar bok ke Sumbawa, Senin (16/9) dinibonsai banyak terdapat di sepahari. Selain barang bukti (BB) njang bibir pantai dan hutan sabu, Polisi juga mengamankan kita, bahkan kualitas bonsai dua orang diduga kurir barang Sumbawa sudah diakui di haram tersebut yakni MZ (26) dan tingkat nasional,” tutupnya. MSR (18) pada saat turun dari Ketua PPBI Sumbawa, drh. kapal penyeberangan di Poto Tano. H. Zaidun Abdullah, menyebutKapolres KSB, kepada Suara kan pameran ini yang kedua NTB melalui Kasat Narkoba, Iptu kalinya digelar di Pragas sekiWahyu Indrawan S.Sos, Senin (16/ tar tujuh tahun lalu. Kini ang9) membenarkan adanya penangkagota PPBI mencapai ratusan orpan terhadap pengedar narkoba jeang. Bahkan banyak pemula nis sabu di Pelabuhan Poto Tano. yang ikut ambil bagian. SehingKedua orang pelaku yang diketahui ga kedepan, perlu digelar pameberasal dari Lombok Timur terseran skala nasional. (arn) but tidak bisa mengelak dan mengakui semua perbuatannya. Dari pengakuan terduga pelaku, barang tersebut hanya diminta diantarkan saja ke Poto Tano nanti akan datang orang yang mengambilnya dengan diimingi upah Rp1,2 juta ketika barang sudah diterima. Meskipun pengakuan kedua pelaku demikian, petugas tidak langsung percaya begitu saja lantaran modus operandi dengan cara tidak tahu yang
(Suara NTB/ist)
PDIP – Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril bersama Ketua DPC PDIP Sumbawa, A. Rafiq dan Bendahara DPC PDI Sumbawa. figur yang bakal diusung, baik Cabup maupun Cawabup. Beberapa bulan setelah itu nantinya, PDIP Sumbawa akan melaksanakan Rakercabsus yang membahas tentang nama dari DPP. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibrl B.Sc, yang juga kader senior PDIP Sumbawa, juga mengaskan hal yang sama. PDIP sebagai partai terbuka, yang menerima kader maupun non kader. Sebab siapa yang mendaftar, itulah figur yang memiliki peluang mewakili PDIP pada kontestasi Pilkada nanti. “Saya pun sekarang menjabat Bupati, kalau tidak melamar tidak masuk namanya. Makanya, saya tetap akan datang untuk mendaftar, sebelum pendaft-
aran ditutup. Secara lisan pun sudah saya sampaikan ke Ketua DPC PDIP Sumbawa. Bukan karena saya, mentangmentang kader senior, (lalu) bebas dari aturan itu,” tandasnya. Jadi, H. Husni kembali menegaskan, siapa saja, baik itu sendiri atau membawa pasangannya (Cabup/Cawabup) bisa mendaftar ke PDIP. Hanya saja, dirinya memiliki kelebihan, karena sudah diinstruksikan oleh DPP mellaui Ketua DPD PDI NTB untuk maju kembali sebagai Calon Bupati. “Saya sudah diinstruksikan oleh DPP melalui DPD, suruh Husni Maju. DPD juga telah mengingatkan itu. Makanya Saya pasti akan daftar,”pungkasnya. (arn)
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 menitip barang itu merupakan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 modus lama. Bahkan kedua ter12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 duga pelaku saat ini masih di12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 lakukan pemeriksaan secara in12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 tensif untuk pengembangan lebih 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 lanjut terhadap kasus tersebut. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 “Kedua pelaku ini masih kita 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 lakukan pemeriksaan secara in12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 tensif untuk tahap pengemban12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 gan lebih lanjut. Bahkan pen12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 gakuan mereka yang tidak tahu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 akan barang tersebut juga masih 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 terus kita dalami,” ungkapnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Dikatakannya, pengungkapan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 terhadap kasus berawal dari 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 adanya informasi bahwa ada pen12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 giriman barang haram jenis sabu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 melalui kedua orang pelaku menu12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 ju Pulau Sumbawa. Atas informa12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 si itu, Tim opsnal Satres Narko12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 bat bergerak menuju TKP sekali12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 gus berkoordinasi anggota Polsek 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 KP3 Poto Tano untuk melakukan DIAMANKAN - Sejumlah barang bukti sabu dan sejumlah uang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pemeriksaan terhadap para pen- saat diamankan di Mapolres KSB, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 umpang yang turun dari kapal. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 “Keduanya berhasil kita Setelah dilakukan pemerik- yang telah disembunyikan didalam 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 saan, kedua orang ini mengeluar- bungkus rokok. Selain barang tangkap karena ada informasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 kan gelagat yang mencurigakan haram tersebut, petugas juga me- yang menyebutkan akan ada pen12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 sehingga tim langsung melakukan nemukan uang tunai sekitar Rp1,2 giriman sabu ke Sumbawa mela12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 penangkapan. Setelah dilakukan juta, diduga kuat uang tersebut lui kedua pelaku. Tanpa fikir 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pemeriksaan terhadap barang merupakan upah mereka untuk panjang kami langsung bergerak 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 bawaan mereka, Petugas berhasil membawa barang tersebut ke pe- dan kita berhasil menangkap 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 menemukan sepuluh Poket Sabu mesan karena sudah ada yang keduanya pada saat turun dari 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Kapal,” pungkasnya. (ils) dengan berat sekitar 19,6 gram menunggu di Poto Tano. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 wajah alami Poin pentingnya sambung H. Berikutnya desain akan dibuat dan Taliwang (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 tradisionalnya Kisruh proyek renovasi hall site dikoordinasikan dengan MPC, Deden, bangunan yang akan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 yang penuh paralayang Mantar menemui titik Pokdarwis dan pemerintah Desa dibuat sesuai isi kesepaka12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 kearifan penyelesaian. Mantar Paralayang Mantar. Dan point kesepakatan tan tidak lagi didominasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 lokal,” imbuhClub (MPC) selaku pihak yang se- terakhir ditegaskan bahwa ban- dinding tembok. Hall tetap 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 nya. (bug) dibiarkan terbuka seperti belumnya memprotes keras gunan hall tidak bertembok. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 “Pada intinya kesepakatan sedia kala. “Artinya dinas akhirnya bersepakat dengan Peja12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 bat Pembuat Komitmen (PPK) kami bagaimana kehadiran ban- dan kontraktor menerima 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 proyek mengenai perubahan de- gunan itu tetap dapat memper- masukan kita dan dengan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 sain hall yang dibiayai oleh Dinas tahakan sisi tradisional, alami se- begitu bangunan tersebut 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 hingga tetap selaras dengan seman- sesuai keinginan kita,” Pariwisata (Dispar) NTB itu. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Kesepakatan kedua belah pihak gat Manyar sebagai desa budaya,” sambungnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Terakhir, Ketua itu dicapai setelah dimediasi oleh cetus ketua MPC, H. Zaedul Bahri 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 KONI KSB ini Polres KSB melaui Kasat Reskrim, kepada media ini, Senin (16/9). 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Menurut H. Zaedul Bahri, sejak berharap, ke depan AKP Muhaemin. Pada Jumat pe12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 awal pihaknya bukan memprotes kegiatan pembankan lalu, para pihak dipertemu12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 kan di kantor Polres KSB dan tu- ihwal renovasi hall yang dibiayai gunan apa pun di 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 rut dihadiri oleh Kepala Dinas Ke- oleh Dispar NTB itu. Protes pi- desa Mantar agar 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 budayaan dan Pariwisata (Disbud- haknya lebih kepada desain ban- benar-benar selaras 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 par) KSB, Ir. IGB Sumbawanto, gunan yang banyak merubah kon- dengan semangat 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 M.Si konsultan perencana dan kon- disi hall site paralayang Mantar. desa budaya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 traktor pelaksana proyek hall site Dan khususnya tidak lagi menye- “Bukan untuk 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 laraskan dengan semangat desa infrastruktur paralayang Mantar. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Adapun sejumlah poin yang di- budaya seperti selama ini yang te- paralayang saja 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 ya saya kira. capai pihak MPC dan PPK proyek. lah disematkan di Mantar. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 “Sekarang kita sudah sepakati Tapi semuanya. Diantaranya, kolom atau tiang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 bangunan akan dilapisi kayu jati, desainnya, maka tidak ada Karena kita 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 plafon dari bedek kulit bambu, re- masalah lagi terkait pembangunan ingin Mantar 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 aling terbuat dari kayu, ketinggian hall dimaksud,” tandas pria yang tetap bisa 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 mempertahankan atap maksimal tiga meter. akrab disapa Deden ini. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Zaedul Bahri 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123
Pengedar Sabu Lintas Pulau Diringkus
(Suara NTB/ist)
MPC dan PPK Sepakati Perubahan Desain Hall Site Paralayang Mantar
(Suara NTB/bug)
Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, menyatakan Sumbawa, merupakan surga pagi para pecinta bonsai. Sehingga event pameran bonsai skala nasional bahkan internasional layak diselenggarakan di Sumbawa. Hal itu dikawakan Wabup, saat membuka, Pameran Bonsai Samawa, rangkaian Festival Pesona Moyo (FPM) 2019, di Lapangan Pahlawan. Bertajuk ”Pesona Wisata Bonsai Sumbawa 2019", merupakan rangkaian Festival Pesona Moyo 2019, yang memamerkan sekitar 100 buah bonsai dengan berbagi jenis dan model, dan akan berlangsung hingga 22 September 2019. Diharapkan kegiatan Pameran ini dapat menjadi pintu masuk bagi terselenggaranya event-event lain yang lebih besar, berskala nasional bahkan internasional. Agar masyarakat luas mengetahui bahwa Sumbawa merupakan surga bagi para pecinta bonsai. Menurutnya, tahun 2020 mendatang , Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah kontes bonsai tingkat regional. Tentunya ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakatm Sumbawa. Wabup berharap kepada segenap pengurus Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sumbawa, nagar dapat mempersiapkan event tersebut dengan sebaik-baiknya. “Manfaatkan kegiatan pameran seni bonsai ini sebagai ajang silaturrahim, sekaligus sebagai media pembelajaran untuk kita sal-
Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejak dibuka beberapa waktu lalu, hingga saat ini, belum ada figur/tokoh yang mendaftar dan melamar secara resmi sebagai bakal Calon Bupati (Cabup)/Calon Wakil Bupati (Cawabup) ke DPC PDIP Sumbawa. Baru hanya sebatas lisan ingin melamar. PDIP terbuka bagi siapa saja yang ingin mendaftar hingga batas waktu pendaftaran ditutup 22 September mendatang. Sebagaimana disampaikan Ketua DPC PDIP Sumbawa, A. Rafiq, Senin (16/ 9), partainya terbuka bagi siapapun. Baik itu tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi ataupun unsur lainnya untuk melamar ke PDI sebagai Bakal Calon Bupati/Cawabup. Sesuai Peraturan Partai No. 24 tahun 2017. “Silahkan mendaftar, apakah itu Cabup atau Cawabup, kita terbuka,” tegasnya. Diakuinya memang ada sejumlah tokoh diantaranya, Kamaluddin S.T (mantan pimpinan DPRD Sumbawa) yang sudah menyampaikan niatnya secara lisan untuk mendaftar sebagai Cawabup. Namun belum mengisi formulir secara resmi. “Insya Allah Pak Kamal, akan mengambil formulir dan mendaftar secara resmi. Atau bagi tokoh lain, kami persilahkan, menfaftar bagi yang ingin menjadikan PDIP sebagai kendaraan politiknya pada Pilkada 2020 ini. Hingga pendaftaran kami tutup pada 22 September ini,” tukas Rafiq yang juga calon Ketua DPRD Sumbawa ini. Berkas formulir calon yang masuk nantinya, akan dikirim ke DPD PDIP NTB untuk selanjutnya diverifikasi dan diserahkan ke DPP. Lalu DPP membentuk tim yang akan memunculkan nama
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Anggaran Pilkada Dompu Disetujui Rp25 Miliar Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Dompu mengalokasikan anggaran untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 sebesar Rp25 miliar. Alokasi ini terbagi untuk KPU, Bawaslu, Polri, TNI, Pol PP, dan Desk Pilkada Dompu. Kepala BPKAD Dompu, Muhammad, ST, MSI kepada Suara NTB di Dompu, Senin (16/9) mengakui, total anggaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mendatang dianggarkan hanya Rp25 miliar. Untuk KPU dialokasi sebesar Rp15 miliar dari Rp22 miliar yang diajukan, Bawaslu dialokasikan sebesar (Suara NTB/ula) Rp5,75 miliar dari Rp9,5 milMuhammad iar yang diminta, Kepolisian sebesar Rp3 miliar, Pol PP dan Linmas sebesar Rp1 miliar, serta TNI sekitar Rp800 juta dan Desk Pilkada sebesar Rp200 juta. Berdasarkan tahapan Pilkada yang ditetapkan KPU, penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan pada 1 Oktober 2019. NPHD ditandatangani hanya sekali, walaupun proses penganggarannya pada 2 tahun anggaran. Untuk anggaran KPU dan Bawaslu, dialokasikan pada APBD perubahan 2019 dan APBD 2020. Pada 2019, alokasi anggaran untuk Pilkada bagi KPU sebesar Rp500 juta dan Bawaslu hanya Rp75 juta. “Itu tinggal dikurangi untuk 2020. Seperti KPU, pada APBD 2020 dianggarkan tinggal Rp14,5 miliar, Bawaslu Rp5 miliar,” terangnya. Tingginya alokasi anggaran untuk Satuan Pol PP, kata Muhammad, karena membawahi Linmas dan Pemadam kebaran. Setiap TPS dan PPS (Desa/Kelurahan) ada Linmas-nya. Sementara terbatasnya anggaran untuk TNI karena tugasnya membantu pengamanan yang dilakukan Kepolisian. Untuk kesiapan anggaran Pilkada, pekan ini Pemda Dompu diundang Bawaslu RI untuk menghadiri rakor. Sebelumnya, KPU Dompu telah mengajukan anggaran Rp22 miliar anggaran untuk Pilkada serentak tahun 2020. Alokasi itu disiapkan termasuk mengantisipasi pelaksanaan Pilkada dua putaran. Tingginya anggaran Pilkada ini banyak disiapkan untuk mengantisipasi gugatan hukum setiap tahapan. Hal itu memungkinkan terjadi, sehingga harus disiapkan anggarannya. Dengan dialokasikannya Rp15 miliar, pihak KPU Dompu telah merasionalisasi kebutuhan anggarannnya sesuai ketersediaan anggaran daerah. (ula)
SUARA PULAU SUMBAWA
KASN Layangkan Peringatan ke Walikota Bima Kota Bima (Suara NTB) – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melayangkan surat peringatan kepada Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE. Bahkan surat peringatan tersebut dikirim sejak Kamis pekan lalu. Humas KASN, Taufik mengaku, surat peringatan dilayangkan lantaran Walikota Bima belum menindaklanjuti rekomendasi untuk mengembalikan jabatan terhadap sejumlah Pejabat yang dimutasi dan didemosi Bulan Mei lalu. “Surat peringatannya kita
kirim sejak Kamis pekan lalu,” katanya, via telepon, Senin (16/9). Menurut dia, seharusnya surat tersebut telah diterima oleh Walikota Bima. Namun untuk lebih lanjutnya Taufik menyaranka agar tersebut ditanyakan langsung kepada Pemerintah Kota Bima.
“Apakah suratnya telah diterima atau tidak ?. Sebaiknya konfirmasi ke Pemerintah Kota Bima. yang jelas suratnya sudah kita kirim kemarin,” katanya. Selain kepada Walikota Bima, lanjut Taufik, surat peringatan tersebut juga ditembuskan oleh piha KASN kepa-
KASN. Kita sudah cek beberapa kali,” katanya. Terlepas dari itu, Malik menegaskan Walikota Bima dan Pemerintah Kota Bima sama sekali tidak ada niat untuk mengabaikan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KASN hingga diberikan peringatan. “Dalam menindaklanjuti rekomendasi pemerintah Kota bima membutuhkan waktu. Saat ini rekomendasinya masih ditelaah dan dipelajari oleh tim Baperjakat,” pungkansya. (uki)
Pembagian Kuota Diduga Tidak Proporsional
(Suara NTB/M. Alfarisin)
HANGUS – Tampak salah satu rumah warga di Desa Doromelo hangus terbakar, Senin (16/9).
Tiga Rumah Warga di Manggelewa Hangus Terbakar Dompu (Suara NTB) – Musibah kebakaran kembali terjadi di Dompu. Kali ini, Senin (16/9) Pukul 01.00 Wita dini hari menghanguskan tiga unit rumah di Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa. Kuat dugaan api bersumber dari puntung rokok salah seorang pemilik rumah. Warga sekitar, M. Alfarisin dikonfirmasi Suara NTB via telepon menyampaikan, api yang dengan cepat membesar tersebut diduga berasal dari putung rokok yang dibuang sembarangan A. Hamid Yusuf ke bawah kolong rumah panggung miliknya. “Karena kebetulan putung rokok itu mengenai kapas apinya kemudian membesar dan menyambar besin eceran dari pemilik rumah,” ungkapnya.
Meski sumber api tersebut tak lama diketahui. Namun kobarannya tidak berhasil dipadamkan karena sudah mengelilingi pagar kolong rumah korban yang sebagian besar berbahan baku kayu dan bambu. Kondisi tersebut, lanjut M. Alfarisin, membuatnya dan sebagian warga sangat kesulitan melakukan upaya pemadaman. Apalagi dengan mengandalkan peralatan seadanya. Sementara Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dihubungi baru tiba di lokasi setelah api menghanguskan rumah seisinya, serta merembet ke dua dua rumah warga lain yang berada di sekitarnya. “Untuk dua rumah walaupun tidak rata dengan tanah tapi kerusakannya sangat parah. Terutama dibagian
atap,” jelasnya. Tak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Tetapi diperkirakan kerugian materilnya mencapai ratusan juta rupiah. Karenanya, lanjut dia, bersama kalangan muda di desa tersebut pihaknya langsung berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk sedikit meringankan beban para korban. Minimal bantuan itu bisa dipakai membangun tenda darurat dan memenuhi keperluan hidup mereka beberapa hari ke depan sampai ada perhatian khusus dari pemerintah daerah. “Sampai sekarang bantuan logistik dari BPBD maupun Dinsos belum ada yang datang. Makanya kita langsung inisiatif galang dana,” pungkasnya. (jun)
Bima (Suara NTB) – Kelangkaan BBM, khususnya jenis premium di wilayah Kabupaten Bima dalam sebulan terakhir, diduga terjadi karena pembagian kuota yang tidak proporsional. Bahkan ada sejumlah SPBU di Bima yang diduga dianakemaskan oleh Pertamina NTB. Hal tersebut disampaikan Pemilik SPBU Sape, Sudirman dalam pertemuan seluruh pemilik SPBU se-Kabupaten Bima, Pertamina NTB yang diwakili Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina NTB, Sigit Wicaksono dengan Disperindag, Dinas Perizinan dan Perwakilan Polres Bima, di kantor Bupati Bima, Senin (16/9). Sudirman menuding pihak PT. Pertamina NTB tidak merata dan proporsional membagi kuota BBM harian. Bahkan kuota bulanan BBM jenis premium kerap timpang karena ada SPBU yang dianakemaskan. “Dari alokasi BBM premium harian dan bulanan kita mendapatkan jatah sedikit, dibandingkan SPBU lainnya,” katanya. Sudirman menduga, Pertamina NTB yang diwakili Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina NTB, Sigit Wicaksono tidak objektif membagi jatah BBM
jenis premium setiap SPBU di Kabupaten Bima sehingga mengakibatkan kelangkaan. “Kalau pak Sigit tidak mampu mengatasi persoalan ini, lebih baik mengundurkan diri dari SER Pertamina NTB,” harapnya. Sementara Sigit mengatakan kelangkaan BBM di NTB khususnya wilayah Kabupaten Bima karena kuota BBM-nya hampir habis sehingga pihaknya mengurangi kuota BBM tersebut di setiap SPBU. Terkait ada SPBU yang dituding dianakemaskan oleh Pertamina NTB, Sigit enggan memberikan komentarnya. Ia hanya menyarankan agar meminta data tersebut di Depot Pertamina Bima. “Data alokasi penyaluran BBM di setiap SPBU ada semua di sana (Depot Pertamina Bima-red),” katanya. Sementara untuk menanggulangi kelangkaan BBM jenis premium, Sigit mengaku pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) yang mengatur kuota BBM. “Jatah BBM premium dari daerah lain, yakni Lombok yang over kuota akan dialihkan ke Pulau Sumbawa yang mengalami defisit,” pungkasnya. (uki)
(Suara NTB/Uki)
PERTEMUAN - Perwakilan SPBU di Kabupaten Bima bertemu dengan Pertamina NTB yang diwakili Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina NTB, Sigit Wicaksono, Disperindag, Dinas Perizinan dan Perwakilan Polres Bima, di kantor Bupati Bima, Senin (16/9).
Pengurusan Tuntas
Imigrasi Serahkan Paspor Peserta Sail ke Dispopar
Kekeringan Berlanjut, Wilayah Terdampak Meluas Dompu (Suara NTB) – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Bima, sebelumnya memprediksi pucak bencana kekeringan tahun ini pada Agustus 2019. Namun, faktanya di lapangan hingga pertengahan September ini kondisi tersebut masih berlanjut. Akibatnya, wilayah terdampak di Dompu meluas dari 33 menjadi 34 Desa/Kelurahan. Kepala Pelaksana BPBD setempat, Drs. Imran M Hasan kepada Suara NTB di kantornya, Senin (16/9) mengakui terus meluasnya wilayah terdampak bencana tahunan tersebut. Terparah yakni menimpa ribuan kepala keluarga di Kecamatan Pajo dan Huu. “Kenapa di sini sangat menonjol dampak kekeringannya karena memang pemukiman warga itu berada di atas cadas, sehingga sangat sulit untuk memperoleh air bersih,” ungkapnya. Kendati ada penambahan satu desa dari 33 Desa/Kelurahan terdampak sebelumnya, tidak semua dusun dalam desa tersebut mengalami kekuarangan air bersih. Beberapa diantaranya masih bisa mengandalkan sumur-sumur warga dan air permukaan untuk keperluan rumah tangga mereka. Meski demikian, kondisi tersebut cukup menghawatirkan. Apalagi informasi terakhir yang diterima saat rapat koordinasi beberapa waktu lalu bahwa puncak kekeringan tersebut Bulan November mendatang. “Ini yang harus kita waspadai juga meski statusnya sekarang masih siaga,” ujarnya. Upaya antisipasi akan ancaman terus bertambahnya wilayah terdampak kekeringan. Ditegaskan Imran M Hasan, BPBD sudah melayangkan proposal permohonan bantuan anggaran pendistribusian air bersih ke pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Namun, karena tak kunjung ditindaklanjuti pihaknya untuk sementara waktu terpaksa memanfaatkan sisa anggaran yang dimiliki. Itupun hanya diprioritaskan untuk penanganan kekeringan bagi daerah-daerah yang betul kritis. “Sekarang pendistribusian air masih kita lakukan. Tetapi karena anggaran terbatas kita layani wilayah yang sangat membutuhkan saja, sambil menunggu dana bantuan dari pemda maupun provinsi itu,” pungkasnya. (jun)
da Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Presiden RI, Jokowi Widodo. “Kita tembuskan juga Kemendagri dan Presiden,” ujarnya. Sementara Walikota melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, H. Abdul Malik, SP, M.AP, mengaku hingga saat ini belum menerima surat tersebut. Bahkan Ia mengaku telah mengecek ke bagian tata usaha, tapi juga belum ada. “Sampai saat ini belum ada surat yang masuk dari
Kelangkaan Premium
Rumdis di Dompu Dijadikan Tempat Usaha Dompu (Suara NTB) – Sejumlah penghuni Rumah Dinas (Rumdis) di Kabupaten Dompu, tidak saja menempati aset milik pemerintah daerah tersebut melebihi masa jabatannya. Tetapi beberapa diantara mereka justru telah menjadikannya tempat usaha untuk disewakan. Nilainya terbilang fantastis, yakni berkisar Rp30Rp40 juta/tahun. Sedangkan beban retribusi kekayaan daerah yang ditanggung hanya sebesar Rp300 ribu/bulan, itupun banyak yang ditemukan menunggak. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Dompu, Ir. Armansyah mengakui (Suara NTB/jun) adanya pemanfaatan RumArmansyah dis sebagai tempat usaha itu. Hanya saja pihaknya tidak berani menertibkan karena menjadi tanggung jawab Bagian Umum Setda Dompu. Sementara Dispenda berdasarkan ketentuan Peraturan Derah (Perda) hanya berkepentingan menerima retribusi atas pemanfaatan aset tersebut. “Kalau saya tarik retribusi atau pajak ditempat seperti itu sama halnya saya melegalkan mereka punya usaha. Berartikan pemerintah menyetujui. Mestinya itu harus ditertibkan,” kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/9). Menurutnya, penghuni Rumdis yang sudah berakhir masa jabatannya tidak lagi berhak menempati aset pemerintah tersebut. Apalagi menjadikannya sebagai tempat usaha pribadi atau disewakan ke pihak lain. Untuk itu, sebelum langkah tegas diambil instansi terkait diharapkan agar para penghuni Rumdis segera mengosongkan dan menempati rumah pribadi masing-masing. “Mereka kan tidak lagi berdinas, bukan pejabat lagi harusnya sadarlah harus keluar,” tegasnya. Ironisnya, lanjut Armansyah, ketika stafnya datang menagih retribusi kekayaan daerah tiap bulannya, para pengguna Rumdis ini kerap mempertanyakan apa yang telah diberikan pemerintah daerah terhadap mereka. Padahal, tanpa disadari mereka sudah puluhan tahun memanfaatkan aset tersebut, bahkan kini menjadikannya tempat usaha yang sudah jelas-jelas tidak diperbolehkan. Pun tidak sedikit dari pengguna 11 unit Rumdis itu tercatat menunggak retribusi bulanan dengan berbagai alasan. “Mereka sudah mendapat gaji ketika menjabat, bahkan sudah puluhan tahun menempati fasilitas tersebut,” pungkasnya. (jun)
Halaman 7
(Suara NTB/ist)
PASPOR - Serah terima secara resmi paspor peserta Sail dari Kepala Kantor Imigrasi Sumbawa kepada Kepala Dispopar Sumbawa didampingi EO. Sumbawa Besar (Suara NTB) Pengurusan perpanjangan paspor 92 peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 yang berkunjung ke Sumbawa akhirnya tuntas. Ditandai dengan serah terima paspor secara resmi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa, Senin (16/9). Penyerahan paspor ini dilakukan di Kantor Imigrasi setempat. Paspor ini kemudian diserahkan langsung kepada Event Organizer (EO) yacht rally internasional. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar D, M.Ec., Dev menyebutkan pihaknya menerima secara resmi 92 paspor peserta rally yacht dari Imigrasi. Upaya dari Imigrasi dalam mendukung pelaksanaan Wonderful Sail to Indonesia 2019 ini sangat diapresiasi. Karena untuk menyelesaikan
pengurusan, Imigrasi bekerja hingga hari libur. “Ini luar biasa pengurusannya. Teman-teman Imigrasi membuka layanan hingga hari minggu. Karena mereka (peserta Sail) tanggal 18 nanti direncanakan melanjutkan perjalanan. Maka hari ini Imigrasi sudah menuntaskan semua administrasi yang menyangkut perpanjangan paspor dan lain sebagainya. Itulah yang diserahkan secara resmi kepada kami. Dan kami menyerahkan secara resmi ke pihak EO yang memanage mereka (peserta Sail),” ujarnya. Disampaikannya, setelah dicermati dari paspor 92 peserta Sail ini, ternyata semuanya baru pertama kali masuk ke Indonesia bahkan Asia. Selama ini mereka hanya menjelajah di Eropa dan Amerika. Hal ini sangat disyukuri, karena pihaknya bersama Imigrasi telah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan yang
baru masuk ke Indonesia. “Kita merasa bersyukur karena secara tidak sadar kita telah melayani orang yang baru masuk ke Indonesia dengan upaya yang maksimal. Sehingga indikasinya adalah mereka ada yang meminta dua kali perpanjangan masa di Imigrasi ini. Ini pertanda bahwa sesungguhnya mereka betah, contoh baik memberikan pelayanan yang baik kepada peserta rally yacht ini. Bukan salah mereka ingin tetap stay dan menikmati Sumbawa. Tetapi barangkali “salah kita” yang terlalu baik melayani mereka,” candanya. Selain itu, yang membuat para peserta betah dan merasa nyaman di Sumbawa karena masyarakat membangun suasana kekeluargaan. Mereka juga kagum dengan keramah tamahan masyarakat. Seperti halnya pengalaman para peserta di Labuhan Jambu. Beberapa permainan tradisional anak-anak di wilayah setempat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Kemudian saat mengikuti kegiatan Barapan Kebo di Desa Karang Dima. Mereka sangat antusias bahkan mencoba sensasi naik kareng. Berlanjut ke Pernek menikmati Poteng (makanan khas Sumbawa) dan produk lainnya yang disajikan masyarakat. Mereka juga sempat singgah di lokasi rumah terbakar di Batu Alang. Masing-masing mereka memberikan bantuan secara pribadi kepada pemilik rumah. Selain itu juga menyaksikan aktifitas pandai besi di wilayah setempat. Selanjutnya mereka akan ke Batu Dulang untuk mengikuti Festival Tua Kawa. Ternyata
para peserta Sail ini sangat tertarik ketika disajikan dengan kehidupan masyarakat. Kebetulan masyarakat juga ramah dan mudah sekali mengajak berinteraksi. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa mengembangkan pariwisata kedepan harus lebih ditonjolkan nuasan masyarakat. Bukan menjadikan sesuatu yang utama nuansa seremonial yang dilakun oleh pemerintah. “Jadi ada hal yang kita tidak sadari menjadi potensi, tetapi sesungguhnya mereka hargai. Ini luar biasa membuka cakrawala kita untuk menerapkan konsep pengembangan wisata ala masyarakat Sumbawa kedepan,” tambahnya. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Andy Cahyono Bayuadi pihaknya telah berupaya maksimal memberikan pelayanan setelah adanya permintaan perpanjangan paspor terhadap 92 peserta Wonderful Sail to Indonesia. Karena sebelumnya pihaknya sudah mendapatkan surat dari Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memberikan kemudahan pelayanan keimigrasian. “Seharusnya dia datang ke sini foto sama wawancara. Tetapi kami tidak melakukan itu semua. Kita sampai Sabtu, Minggu untuk mempercepat supaya langsung diambil. Alhamdulillah mereka merasa terbantu. Kebetulan kami juga ada surat dari Direktorat Jenderal tanggal 23 Juli lalu. Dalam surat, kita diminta agar memberikan kemudahan pelayanan Keimigrasian untuk mendukung Wonderful Sail to Indonesia 2019,” imbuhnya. Pihaknya juga mengambil kebijakan langsung memberikan dua kali perpajangan
paspor. Hal ini sebagai bentuk dukungan pihak Imigrasi terhadap kegiatan. Selain itu juga untuk membantu pemerintah daerah untuk promosi Sumbawa kedepan. “Ada dua bulan langsung saya kasih (perpanjangan paspor). Seharusnya tidak boleh. Saya membantu pemda juga biar ada nama juga di mata EO Sail. Alhamdulillah itu bagus untuk mengangkat Sumbawa juga,” terangnya. Sementara Organizer Rally Yacht Internasional, Remon J. Tungka mengapresiasi kebijakan dari Imigrasi yang memperpanjang dua kali paspor para peserta. Terlebih sudah bekerja lembur untuk menyelesaikannya. Hal ini sangat mempermudah pihaknya termasuk para peserta. “Langsung diperpanjang dua kali paspor itu kebijakan Kepala Kantor Imigrasi. Secara teknis kita sangat terbantu sekali bagi kami dan bagi mereka (peserta). Saya kira ini pelayanan yang luar biasa,” akunya. Sebelumnya, kata Remon, kebijakan perpanjangan ini sudah pernah dilakukan di Lovina Bali. Namun kelebihan yang dilakukan di Sumbawa ini adalah adanya kerjasama dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Kantor Imigrasi melakukan serah terima secara resmi. Serah terima seperti ini diakuinya belum pernah terjadi. “Kelebihan dari yang dilakukan di Sumbawa adanya satu kerjasama dan prosesi yang memang kita rekam tadi. Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Kantor Imigrasi melakukan serah terima secara resmi. Kita mengangkat itu di Indonesia. Serah terima resmi ini belum pernah terjadi,” pujinya. (ind)
POLHUKAM
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Halaman 8
Pilkada KSB Razia Berpindah Diperbanyak POLRES Mataram mengevaluasi Operasi Patuh Gatarin 2019 yang sudah berakhir pekan lalu. Pelajar dan mahasiswa menjadi pelanggar terbanyak. Bentuk pelanggarannya tidak menggunakan helm dan melawan arus. “Nanti akan ada operasi sambil hunting, pindah-pindah. Begitu ketemu (pelanggaran) di jalan. Langsung dihentikan. Ditegur, ditilang,” ungkap Kasatlantas Polres Mataram AKP Raditya Suharta, Senin (16/9). Serangkaian razia dalam operasi Patuh lalu menemukan sejumlah pelanggar yang mayoritas berusia muda. Total pelanggaran yang terpantau mencapai 1.843 kasus dengan 1.283 kasus diantaranya dijatuhi sanksi tilang. Sementara kecelakaan meningkat hampir 175 persen, dari empat kasus pada tahun 2018 menjadi 11 kasus di tahun 2019. Meski demikian, fatalitas korban kecelakaan menurun dengan satu korban meninggal dunia. Dari tahun sebelumnya yang mencapai empat korban. “Memang kalau dilihat dari angka turun. Tetapi operasi tetap harus kita tingkatkan. Penyuluhan kita utamakan ke sekolah-sekolah,” terangnya. Pengguna jalan, kata Radit, perlu memahami risiko kecelakaan yang dapat timbul apabila melanggar lalu lintas. Kelalaian dalam menaati aturan tidak hanya merugikan pengendara itu sendiri, tetapi juga berpotensi menyeret orang lain menjadi korban. Sejatinya sistem itu sudah disusun melalui proses penerbitan SIM bagi pengendara. Rangkaian tes uji SIM menurutnya untuk menguji keterampilan dan pemahaman aturan lalu lintas. Hal itu untuk menjaga keselamatan di jalan raya. “SIM seleksinya ketat. Kan sekarang sudah ditambah lagi dengan tes psikologi. Tidak hanya untuk yang baru tapi juga untuk yang perpanjaRaditya Suharta ngan,” tutup Radit. (why) (Suara NTB/why)
Pengadaan Alkes Rp15,6 Miliar
Direktur Poltekkes Mataram akan Diklarifikasi Mataram (Suara NTB) Polda NTB melanjutkan proses penyelidikan pengadaan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016. Setelah mengumpulkan dokumen, penyidik mulai mengklarifikasi saksi-saksi. Diantaranya, Direktur Poltekkes Mataram. “Pihak-pihak terkait kita panggil nanti. Siapa-siapa yang terlibat dalam pengadaan itu. Direkturnya juga,” tegas Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin Senin (16/9) kemarin di ruang kerjanya. Dia menambahkan bahwa penyidik mendalami proses pengadaan. Mulai sejak perencanaan sampai pelaksanaan hingga proyek dibayar lunas. Penyelidikan sudah melibatkan lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa serta Inspektorat Kementerian Kesehatan, dan BPKP. “Indikasinya kita telusuri, apakah spesifikasinya, volumenya. Kemudian apakah sudah disalurkan dengan sesuai atau tidak. Ini kan masih penyelidikan. kita lihat apakah ada ASN dengan rekanan yang terlibat bekerjasama,” sebutnya. Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Poltekkes Mataram H Awan Dramawan mengaku belum pernah diklarifikasi penyidik. Namun, dia menyatakan siap karena dia yakin proses pengadaan tersebut sudah sesuai. “Tidak apa-apa polisi mengusut mungkin mereka ada mekanisme sendiri. Kalau dari Itjen ini sudah clear,” jelas Awan. Pengadaan ABBM itu dibiayai dari APBN melalui Kemenkes RI tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp16 miliar. Dari semula Rp27 miliar yang menyusut karena efisiensi anggaran. Salah satu itemnya manekin yang memakai sistem tender. Sementara item lain menggunakan katalog elektronik. Pengadaan itu untuk jurusan keperawatan Mataram, keperawatan Bima, kebidanan, gizi, dan analis kesehatan. (why)
(Suara NTB/rus)
LANTIK - Empat Pimpinan DPRD Lotim, Senin kemarin resmi dilantik.
PKS Resmi Pimpin DPRD Lotim Selong (Suara NTB) Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Murnan, Senin (16/9) kemarin resmi menjadi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Periode 2019-2024. Pelantikan Murnan ini bersama dengan tiga pimpinan lainnya, H. Daeng Paelori dari Partai Golkar, H. Badran Achsyid Partai Gerindra dan H. Ruhaiman dari Partai Persatuan Pembangunan. Prosesi pengambilan sumpah jabatan para pimpinan dewan Lotim dilakukan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Selong, Wari Yuniati. Hadir dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di ruang sidang utama gedung DPRD Lotim, Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim. Bupati H. M Sukiman Azmy dalam sambutannya berharap kepada para anggota dewan Lotim ini dapat tercipta kerjasama yang baik. Menjaga komunikasi dalam segala kegiatan. Kerjasama antara eksekutif dan legislatif harus tetap terjaga. Dituturkan, dalam waktu dekat akan dibahas APBD induk 2020. Pembahasan APBD ini akan diawali dengan pengajuan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS). Harapannya pembahasan APBD induk ini bisa tepat waktu dirampungkan. Sampai batas waktu Desember mendatang, harapannya peraturan daerah tentang APBD 2020 ini sudah rampung. Selanjutnya Bupati berharap, dalam proses pembahasan nantinya seluruh pimpinan OPD bisa kooperatif. Kepada pimpinan OPD yang kurang kooperatif Bupati meminta Sukiman agar pimpinan DPRD Lotim bisa menyampaikan langsung ke Bupati. “Kalau ada OPD yang tidak kooperatif, sampaikan pada kami,” sebut Bupati. Sementara itu, Murnan mengingatkan para wakil rakyat ini memikul amanah dari rakyat. Sebanyak 1,3 juta jiwa penduduk Lotim berharap kepada para wakilnya. Amanah besar ini diharapkan bisa dijalankan dengan baik. Yakni penyelenggara pemerintahan daerah bersama Bupati diharapkan tercipta kerjasama yang baik guna mewujudkan pembangunan yang melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Diperlukan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam melaksanakan pembangunan. Pekerjaan sudah menunggu. Dalam waktu dekat akan dibahas Anggaran Pendapatan dan Delanja Daerah (APBD) 2020. Disebutkannya, kondisi Indeks Pembangunan Manusia Lotim masih sangat rendah. Angka kemiskinan masih tinggi. Kualitas pelayaan kesehatan harus ditingkatkan. Kasus stunting, gizi buruk masih tinggi dan banyak persoalan lainnya. (rus)
Demokrat Buka Peluang Dukung Musyafirin
Mataram (Suara NTB) Dipilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 2020, Partai Demokrat membuka peluang untuk mengusung bakal calon petahana, H.W Musyafirin. Dengan mengusung petahana, Demokrat berencana menyodorkan kadernya menjadi bakal calon wakil Musyafirin. Hal itu disampaikan Ketua DPD partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri yang dikonfirmasi di ruang kerja Fraksi Demokrat di DPRD NTB, Senin (16/9) kemarin. Menurut Mahalli partainya membuka diri untuk memberikan dukungan kepada Musyafirin. “Kita kan mau usung calon yang menang. Sehingga tidak tertutup kemungkinan kita bekerjasama (usung) calon petahana di KSB,” ucap Mahalli. Namun demikian kata Mahalli, Demokrat akan menawarkan kadernya untuk menjadi bakal calon wakil
Musyafirin, yakni Ketua DPC Partai Demokrat KSB, Mustakim Patawari. Menurut penilaian Mahalli, pasangan paket Musyafirin-Mustakim Patawari sangat cocok untuk berduet dalam memenangkan Pilkada KSB 2020. “Tapi yang jelas Mustakim Patawari kita usulkan jadi wakil. Beliau sangat cocok, karena pernah jadi pimpinan DPRD di KSB. Nah sekarang tinggal bagaimana dia tingkatkan eletabilitasnya saja,” katanya. Rencana untuk memberikan dukungan kepada
Musyafirin tersebut disampaikan lebih awal oleh Mahalli, karena Demokrat memang ingin mengambil start lebih awal dalam memberikan dukungannya. Demokrat tidak mau ketinggalan kereta, tidak bisa mengusung kadernya, seperti pada Pilkada serentak 2018 lalu di Kabupaten Lombok Barat, akibat terlambat mengambil keputusan. “Dalam Pilkada kali ini Demokrat tidak mau terlambat, cukup pristiwa Pilkada Lombok Barat jadi pelajaran, akhirnya tidak bisa nyalon. Sekarang kita harus dari awal,
(Suara NTB/ndi)
TGH. Mahalli Fikri karena Demokrat harus cari teman koalisi,” ujar Mahalli. Terakhir disampaikan Mahalli, pada Pilkada seren-
tak 2020 di tujuh Daerah Kabupaten/Kota di NTB. Demokrat memasang target meraih kemenangan minimal 50 persen lebih. Adapun daerah-daerah yang dinilai memilliki kans besar yang bisa dimenangkan oleh Demokrat yakni, di KLU, Mataram, Loteng, Sumbawa dan Bima. Sementara itu ditempat terpisah, Sekretaris DPD PDI-P NTB, Lalu Budi Suryata menyampaikan bahwa partainya sudah pasti bakal kembali mengusung calon petahana, Musyafirin di Pilkada KSB. Terkait pasangan yang akan jadi wakilnya, pihaknya masih melakukan penjajakan dan komunikasi politik dengan berbagai pihak untuk mencari kandidat wakil yang tepat bagi Musyafirin. (ndi)
IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami Mataram (Suara NTB) Melanjutkan bisnis haram suami jadi jalan terakhir Atun (40) menghidupi diri dan tiga anaknya. Setahun belakangan ini, bisnis sabunya lancar. Sampai kemudian dia ditangkap akhir pekan lalu dengan barang bukti 17,58 gram. Kapolres Mataram AKBP H. Syaiful Alam menjelaskan, tersangka meneruskan bisnis suaminya yang meninggal sekira Mei lalu. “Habis biaya untuk berobat suaminya. Jadi dia ngakunya untuk biaya hidup karena dia tidak ada pekerjaan,” jelasnya, Senin (16/9) kemarin. Tersangka Atun memesan barang dari tetangganya yang hanya berselang satu rumah di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara. Setiap minggunya, Atun bisa menjual sekurangnya 10 poket. “Dia ini juga pintar mencomot dari 10 poket itu, ada yang disisihkan sampai bisa dapat dua sampai tiga poket lagi. Itu untuk keuntungan dia sendiri,” terang Kapolres. Atun mulai berjualan sabu sejak satu tahun terakhir. Hal itu setelah suaminya yang mulai sakit-sakitan. Tersangka tidak pernah repot memesan. Sabu kulakan langsung diantarkan dengan cukup lewat panggilan telepon saja. “Jadi dia terima sudah dalam bentuk poket-poket kecil. Dalam seminggu biasanya barang sudah habis. Seminggu dia bisa untung Rp300 ribu. Kita sudah identifikasi siapa penyuplainya “ ucap Alam. Atun digerebek Satresnarkoba Polres Mataram, Jumat (13/5) sore lalu sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu sebanyak 10 poket seberat 3,14 gram baru saja diantarkan. Namun ternyata Atun juga pintar menyembunyikan barang bukti. “Karena kita membawa anjing pelacak K9, jadi ditemukan lagi ada yang di pelapon rumah, di genteng, dan di semak-semak. Itu dalam poket-
(Suara NTB/why)
SABU - Kapolres Mataram H. Syaiful Alam menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Atun, Senin (16/9). an besar,” beber Kapolres. Tersangka selama ini hanya mengedarkan sabu tanpa ikut mengonsumsi apalagi kecanduan. Dari hasil tes urine,
Atun negatif methampetamine. Kasatresnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, Atun dikenai pasal 112
ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. (why)
Jika Ingin Diusung PDI-P, Selly Wajib Ikut Mendaftar Mataram (Suara NTB) Tujuh DPC PDI-P Kabupaten/Kota di NTB yang akan menggelar Pilkada serentak 2020, telah membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah yang akan diusung, secara serentak sejak tanggal 2 September lalu, dan akan ditutup pada tanggal 21 September mendatang. Karena itu, PDI-P mengundang semua figur yang berencana untuk tampil bertarung di Pilkada serentak 2020, dengan mengendarai mesin politik PDI-P, agar segera mendaftarkan diri. Sekretaris DPD PDI-P NTB, Lalu Budi Suryata yang dikonfirmasi, Senin (16/9) menyampaikan bahwa pembukaan pendaftaran calon merupakan salah satu tahapan resmi dalam internal PDI-P, menyambut Pilkada serentak 2020. Dari sejak dibuka, beberapa figur bakal calon kepala daerah terlihat telah melakukan pendaftaran. “Alhamdulillah, semua DPC
kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020 di NTB itu, sudah membuka penjaringan bakal calon kepala daerah. Nanti hasil penjaringan ini akan disampaikan ke DPP, dan DPC Kabupaten/ Kota akan mereferensi DPP untuk memilih figur yang terbaik untuk diusung,” kata Budi yang ditemui di ruang fraksinya, di DPRD NTB. Budi Suryata, menegaskan bahwa pembukaan penjaringan bakal calon kepala daerah tersebut merupakan mekanisme yang sudah diatur dalam internal partai. Sehingga DPCDPC yang daerahnya akan menggelar Pilkada wajib membuka pendaftaran bakal calon. Mekanisme pendaftaran tersebut wajib ditempuh oleh figurfigur yang ingin diusung pada Pilkada serentak 2020, baik kader maupun non kader. Aturan tersebut juga berlaku tak terkecuali kepada Istri dari Ketua DPD PDI-P NTB, H. Rach-
(Suara NTB/ndi)
Lalu Budi Suryata mat Hidayat, yakni Hj. Putu Selly Andayani yang digadanggadang bakal maju pada Pilkada Kota Mataram lewat PDI-P. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB tersebut, tetap wajib ikuti mekanisme partai,
PA Selong Lahirkan Banyak Yurisprudensi Selong (Suara NTB) Pengadilan Agama (PA) Selong telah banyak melahirkan yurisprudensi yang dijadikan acuan hakim di pengadilan lain untuk menyelesaikan perkara. Keputusan-keputusan dari hakim di PA Selong yang terdahulu ini disebut bisa men-
(Suara NTB/rus)
H. Gunawan
jadi pedoman karena belum ada dalam ketentuan perundang-undangan yang mengaturnya. Hal ini dikemukakan Ketua PA Selong, Drs.H. Gunawan, MH saat ditemui di Selong, Senin (16/9) kemarin. Utamanya dalam masalah sengketa waris. Sengketa harta waris di Kabupaten Lotim yang disidangkan di PA Selong ini cukup banyak dan dinilai rumit. Ada kasus waris dengan 170 tergugat. Melihat fakta itu, sengketa waris di PA Selong ini disebut-sebut terbanyak se Indonesia. Hal ini cukup beralasan karena jumlah penduduk di Lotim cukup besar. Sebanyak 1,3 juta jiwa yang tersebar di 21 kecamatan dan 254 desa dan keluarahan. Khusus masalah waris ini sudah diselesaikan sebanyak 143 kasus. Selanjutnya ditegaskan, pandangan masyarakat menyebut PA Selong hanya dijadikan tempat sengketa perceraian harus diluruskan. Pasalnya, di PA saat ini tidak saja persoalan perceraian yang disidangkan. Selain cerai gugat, cerai talak dan waris. Ada juga kasus sengketa ekonomi. Seperti sengketa ekonomi syariah dari bank swasta dan lainnya. Menjadi hakim di PA Selong ini akan memiliki jam terbang yang tidak meragukan lagi. Tidak sedikit hakim dari PA Selong ini dinobatkan menjadi hakim agung. “Orang yang pernah di Selong tak meragukan jadi hakim agung,” demikian. (rus)
jika ingin diusung. “Wajib harus mendaftar, karena itulah pintunya kalau mau diusung PDI-P. Penjaringan itu juga sudah menjadi aturan partai, dan kita pengurus di daerah tegak lurus melaksanakannya. Tidak ada pengecualian, (sekalipun Selly-red), semua sama statusnya, harus mendaftar,” tegaa Budi Suryata. Ditanya lebih lanjut, apakah PDI-P tidak memiliki pengecualian terhadap Selly, mengingat ia adalah seorang ASN? Budi Suryata dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya tidak membeda-bedakan perlakuan antara figur bakal calon yang berasal dari latar belakang politisi, ASN, akademisi maupun kalangan profesinal dan pengusaha. “Jadi begini, aturan Pilkada itu sudah terang benderang, bagaimana kalau mau maju dan masih statusnya sebagai ASN, maka mereka harus mundur. Demikian pula di legislatif (anggota DPRD). Nah sekarang ting-
gal bagaimana kemudian teman-teman yang berkeinginan maju ini, karena kami punya mekanisme penjaringan, bahwa harus daftar, dan tidak ada pilihan,” ujarnya. Disampaikan Budi Suryata, bahwa pihaknya di daerah hanya diberikan kewenangan untuk melakukan menjaringan terhadap bakal calon kepala daerah. Soal keputusan siapa nantinya yang akan diusung, menjadi kewenangan DPP untuk memutuskannya. Pengurus Daerah hanya bisa memberikan masukan-masukan kepada DPP terkait dengan situasi dinamika politik yang terjadi di daerah. “Karena keputusan siapa yang akan dicalonkan itu adalah kewenangan DPP, maka kami hanya akan berikan informasi yang seluas-luasnya kepada DPP. Sehingga DPP dapat memberikan keputusa yang terbaik untuk masing-masing daerah,” pungkasnya. (ndi)
Jemaah Badruttamam Diserukan Pilih Pemimpin Jujur Mataram (Suara NTB) hadis yang diriwayatkan oleh Abu Jemaah Majelis Badruttamam Daud. “Dari Aisyah mudah-mudahmemadati Taman Sangkareang Ju- an Allah SWT meridhoinya. Ia bermat (13/9) malam. Peringatan hari kata telah bersabda Rasulullah jadi yang ke-4 Majelis Badruttamam SAW. Apabila Allah menghendaki ini dihadiri para alim ulama, tokoh pemerintan yang baik dibuatkan dia agama, tokoh pembantu pembantu yang jujur,” masyarakat dan ujarnya. beberapa pejaSementara Pimpinan Mabat pemerintahjelis Badruttamam TGH. an serta tamu Muammar Arafat, SH, MH., khusus dari mengatakan kegiatan majeJakarta yakni lis di Taman Sangkareang Pimpinan Majeini tidak ada kaitannya lis Baitul Musdengan pemilihan apapun. thofa Jakarta Baik di Kota Mataram mauHabib Anis pun di mana saja. Namun Shahab. kenapa dipilih di Pengasuh Taman SangkarePonpes Darul ang karena MajeFalah Pagulis Badruttan TGH. tamam ingin Mustiadi Abhar membantu Muhyiddin menPemkot Matyampaikan nasearam mewuhatnya lewat sebuah judkan visi hadis. Bagaimana maju, redalam memilih seligius dan orang pemimpin. berbuMustiadi medaya. ngutip sebuah (bul/*) TGH. Muammar Arafat (Suara NTB/ist)
SUARA NTB
Selasa, 17 September 2019
Halaman 9
FPM 2019 Dibuka
Gubernur Tekankan Pentingnya Kemudahan Akses dan Penerbangan
123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 tetapi juga atraksi yang ditampilkan. Sumbawa Besar (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890 Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefli- Karena tidak lebih dari dua hari 123456789012345678901234567890121234567890 mansyah, S.E. M.Sc menekankan anak-anak mereka sudah mulai 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 pentingnya akses serta penerbangan mencari binatang. Makanya Guber123456789012345678901234567890121234567890 dalam mendukung kemajuan pari- nur berharap Kabupaten Sumbawa 123456789012345678901234567890121234567890 wisata. Karena sehebat apapun bisa menciptakan aktivitas sehing123456789012345678901234567890121234567890 menyajikan destinasi dan atraksi bu- ga sehingga wisatawan lebih dari dua 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 daya, wisatawan tidak mungkin hari nyaman berada di Sumbawa, 123456789012345678901234567890121234567890 berkunjung jika akses masih minim termasuk memiliki Kebun Binatang. 123456789012345678901234567890121234567890 Gubernur berharap pemerintah dan penerbangan masih susah. 123456789012345678901234567890121234567890 Hal ini disampaikannya saat daerah lebih serius dalam mema123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 membuka secara resmi Festival jukan pariwisata. Salah satunya 123456789012345678901234567890121234567890 Pesona Moyo (FPM) tahun 2019 di dengan mengenal dan mencintai 123456789012345678901234567890121234567890 halaman Kantor Bupati Sumbawa, budaya dan daerah Sumbawa. Se123456789012345678901234567890121234567890 Minggu (15/9). Festival Pesona lain itu juga harus memberikan pe123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 Moyo terpilih sebagai kalender 100 layanan terbaik kepada setiap 123456789012345678901234567890121234567890 of event nasional yang diprioritas- tamu yang berkunjung. 123456789012345678901234567890121234567890 Bupati Sumbawa, H. M. Husni kan Kementerian Pariwisata. Pi123456789012345678901234567890121234567890 haknya berharap pelaksanaan Djibril, B.Sc, menyampaikan, dilak123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 event ini bisa dirasakan manfaat sanakannya Festival Pesona Moyo 123456789012345678901234567890121234567890 KERAJINAN TENUN – Gubernur bersama Bupati tampak melihat hasil dan dinikmati oleh masyarakat. 2019 menjadi major event dari123456789012345678901234567890121234567890 kerajinan tenun produk UMKM Sumbawa di Halaman Kantor Bupati rangkaian kegiatan pariwisata yang “Jangan sampai juga kita melak123456789012345678901234567890121234567890 sanakan satu festival besar tapi dikemas dalam rangka mempro123456789012345678901234567890121234567890 tidak dirasakan dan dinikmati oleh mosikan Kabupaten Sumbawa 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 sebagai salah satu daerah tujuan masyarakat kita,” imbuhnya. 123456789012345678901234567890121234567890 Dijelaskannya, pemerintah pusat wisata unggulan di Indonesia. 123456789012345678901234567890121234567890 Dengan memanfaatkan nama melihat pariwisata adalah satu-sa123456789012345678901234567890121234567890 tunya sektor yang mampu mengak- Pulau Moyo dalam festival ini, di123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 selerasi pertumbuhan ekonomi dan harapkan mampu menggambarkan 123456789012345678901234567890121234567890 perbaikan kesejahteraan dalam kekayaan dan eksotisme tinggi yang 123456789012345678901234567890121234567890 waktu yang cepat. Hanya saja bany- dimiliki daerah Sumbawa. Paling 123456789012345678901234567890121234567890 ak orang sering keliru memahami tidak tercatat ada 231 potensi ob123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 pariwisata. Mencoba menata desti- jek wisata, termasuk 9 desa wisata 123456789012345678901234567890121234567890 nasi, desa-desa dan menyajikan tar- yang ditetapkan oleh pemerintah 123456789012345678901234567890121234567890 ian serta nyanyian untuk menda- Provinsi NTB di Kabupaten Sum123456789012345678901234567890121234567890 bawa, yang membutuhkan interaktangkan para wisatawan. 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 Tetapi dari hasil diskusi yang pal- si cita rasa dalam konteks kepari123456789012345678901234567890121234567890 ing penting, orang berkeinginan datang wisataan dari segenap komponen 123456789012345678901234567890121234567890 ke suatu daerah karena kemudahan baik pemerintah, masyarakat, pel123456789012345678901234567890121234567890 akses. Selain itu yang membuat aku wisata, maupun wisatawan itu 123456789012345678901234567890121234567890 wisatawan tertarik datang juga jika sendiri. Pihaknya merasa bangga 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 adanya direct flight (penerbangan dan semakin termotivasi setelah 123456789012345678901234567890121234567890 langsung). Berdasarkan data yang ditetapkannya Festival Pesona ATRAKSI PEMBUKAAN – Salah satu atraksi tari kesenian daerah 123456789012345678901234567890121234567890 ada, sejak adanya direct flight dari Perth Moyo sebagai salah satu dari 100 123456789012345678901234567890121234567890 wonderful event Indonesia 2019 oleh Australia datang ke Lombok, jumlah 123456789012345678901234567890121234567890 yang ditampilkan dalam opening ceremony FPM 2019 123456789012345678901234567890121234567890 wisatawan Australia yang datang ke Kementerian Pariwisata. 123456789012345678901234567890121234567890 “100 wonderful events ini meruNTB meningkat 400 persen. 123456789012345678901234567890121234567890 “Jadi tidak mungkin Festival Pes- pakan 100 atraksi wisata terbaik 123456789012345678901234567890121234567890 ona Moyo akan ramai dikunjungi ka- yang tersebar di seluruh penjuru 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 lau akses datang ke Sumbawa masih Indonesia. Untuk itu, pada gelaran 123456789012345678901234567890121234567890 minim. Tidak mungkin orang Jakar- Festival Pesona Moyo kali ini, kami 123456789012345678901234567890121234567890 ta, Surabaya semuanya mau datang telah mengerahkan segenap sum123456789012345678901234567890121234567890 ke Sumbawa kalau penerbangan berdaya yang ada untuk menyaji123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 masih susah. Saya kira yang kayak kan dan mengangkat hal-hal unik, 123456789012345678901234567890121234567890 begini penting agar jangan sampai menarik dan bernilai jual se123456789012345678901234567890121234567890 kita mendandani desa, memperbai- bagaimana tema yang diusung 123456789012345678901234567890121234567890 ki objek wisata tapi pimpinan yaitu discover Sumbawa-find the 123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 Dewan, anggota Dewan dan pemda uniqueness,” terangnya. 123456789012345678901234567890121234567890 tidak memberikan subsidi untuk anSementara Tenaga Ahli Kemente123456789012345678901234567890121234567890 gkutan kita,” terangnya. rian Pariwisata RI, Taufik Rahzen 123456789012345678901234567890121234567890 Disebutkannya, hal penting lain- memaparkan proses masuknya Fes123456789012345678901234567890121234567890 nya, pemerintah harus mampu tival Pesona Moyo menjadi 100 kal123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 mengidentifikasi asal wisatawan. ender event nasional. Dijelaskan, ter123456789012345678901234567890121234567890 Karena wisatawan yang paling ban- kait masa depan Festival Pesona 123456789012345678901234567890121234567890 yak berkunjung ke NTB termasuk Moyo, di mana diyakini Sumbawa 123456789012345678901234567890121234567890 Kabupaten Sumbawa berasal dari menjadi pusat kebudayaan di Indone123456789012345678901234567890121234567890 123456789012345678901234567890121234567890 Malaysia, kemudian China dan sia. Untuk itu, pihaknya ingin men123456789012345678901234567890121234567890 Australia. Hal ini karena adanya gusulkan kepada Gubernur dan Bu123456789012345678901234567890121234567890 NUJA RAMAI – Masyarakat Pernek menyambut para peserta Sail denpenerbangan langsung dari ketiga pati tentang pelaksanaan festival di 123456789012345678901234567890121234567890 gan adat Nuja Ramai dan atraksi lainnya. Wisman ikut asyik dan menegara tersebut ke Bandara Inter- NTB agar bisa di-branding kekuatan 123456789012345678901234567890121234567890 lebur dalam acara tersebut, Sabtu. 123456789012345678901234567890121234567890 nasional Lombok (BIL). flora dan fauna. Untuk binatang mu123456789012345678901234567890121234567890 Gubernur juga mengakui bahwa lai dari Bau Nyale hingga Hiu Paus. 123456789012345678901234567890121234567890 turis yang datang ke NTB ini tidak Kemudian Barapan Kebo, Pacuan 123456789012345678901234567890121234567890 hanya ingin melihat gunung dan laut Kuda dan lainnya. (ind/arn/*) 123456789012345678901234567890121234567890
(Suara NTB/ind)
(Suara NTB/ind)
OPENING CEREMONY -Gubernur didampingi Bupati, Ketua DPRD Sumbawa memukul bedug tanda dimulainya Festival Pesona Moyo, Minggu malam
(Suara NTB/ind)
(Suara NTB/ind)
Para pejabat dan tamu undangan pada Opening Ceremony FPM 2019
(Suara NTB/arn/ind)
PASAR POTENGAN – Tampak wisatawan mancanegara peserta Sail Indonesia larut dalam suasana Pasar Potengan di Desa Pernek Moyo Hulu yang menyajikan produk poteng dan ragam kuliner lainnya. Termasuk diperlihatkan proses pembuatan poteng.
(Suara NTB/arn/ind)
(Ist) (Suara NTB/arn/ind)
BATU ALANG – Peserta Sail juga mengunjungi perajin pandai besi di Batu Alang Moyo Hulu, Sabtu lalu
YACHTER – Tampak puluhan kapal layar peserta Sail di sekitar Pantai Labuan Jambu yang menjadi titik labuh para yachter
(Suara NTB/Istimewa)
SENSASI JOKI – Salah satu Wisman mencoba sensasi rasanya menjadi Joki Barapan Kebo di Sumir Payung dalam Saka Buffalo Race FPM 2019
(Ist)
WISMAN - Sekda Sumbawa bersama para wisman dan masyarakat berbaur pada malam penyambutan Sail Indonesia di Labuan Jambu
(Suara NTB/arn/ind)
(Suara NTB/Istimewa)
BANTUAN -Peserta Sail sekaligus memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Dusun Batu Alang
BERBAUR - Para Wisman tampak antusias berbaur dengan masyarakat lainnya saat menonton Barapan Kebo Sabtu lalu
(Ist)
ATRAKSI - Salah satu atraksi yang ditampilkan pada malam penyambutan yachter di Labuan Jambu
(Ist)
PAMERAN BONSAI - Wabup melihat bonsai yang dipamerkan dalam rangkaian FPM 2019
KULINER - Para yachter tampak menikmati suguhan kuliner masyarakat lokal di Labuan Jambu
TEMU USAHA - Wakil Bupati Sumbawa tampak melihat hasil produk UMKM Sumbawa pada acara temu usaha Mice Pesona Moyo 2019 dengan tema perluasan pasar UMKM melalui revolusi industri 4.0 di Kantor Bupati Sumbawa, Senin (16/9).
PENDIDIKAN STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Wisuda Sarjana (S1) ke-XVII dan Pascasarjana (S2) ke-V tahun 2019. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Lombok Raya, Sabtu (14/9) lalu. Tema yang diusung yaitu melalui wisuda tersebut, kita tingkatkan peran perguruan tinggi dalam era disrupsi peradaban. Rincian jumlah peserta wisuda yaitu Prodi Magister Ilmu Komunikasi sebanyak 15 orang, Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu sebanyak 36 orang, Prodi S1 Pendidikan Agama Hindu sebanyak 25 orang, Prodi S1 Penerangan Aga-
ma Hindu sebanyak enam orang, Prodi S1 Hukum Agama Hindu sebanyak enam orang, dan Prodi S1 Filsafat Agama Hindu sebanyak lima orang. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos.,M.Si.,M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, transformasi pendidikan tinggi untuk integrasi keilmuan dalam menyiapkan tenaga kerja berbasis pengetahuan menjadi salah satu tema besar yang menjadi perhatian manajemen STAHN Gde Pudja sejak lama. Baik dari pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. “Dalam upaya mendukung agenda Suistainable Development
Siapkan Siswa Hadapi HOTS SEKOLAH mulai mempersiapkan siswa untuk menghadapi soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) nanti. Salah satu upaya awal yang mulai dilakukan dengan mengadakan pelatihan bagi guru untuk pembuatan soal HOTS. Salah satu sekolah yang melaksanakan pelatihan bagi guru terkait persiapan soal HOTS yaitu SMAN 2 Mataram. Kepala SMAN 2 Mataram, Drs. Sahnan, M.Pd., (Suara NTB/dok) pada Senin (16/9) mengataSahnan kan, saat ini SMAN 2 Mataram sedang mengadakan pelatihan-pelatihan bagi guru, termasuk salah satu materinya mengenai pembuatan soal HOTS. “Tentu akan diteruskan kepada siswa untuk dapat mengenali dan menyelesaikan latihan soal-soal HOTS tersebut,” katanya. Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan pengayaan bagi siswa kelas XII tiga bulan menjelang UNBK. Sahnan berharap siswa siap lahir batin untuk menghadapi ujian dan siswa bisa mendapatkan nilai maksimal. Sementara itu, terkait kesiapan sarana UNBK, SMAN 2 Mataram juga masih kesulitan memenuhi seluruh kebutuhan komputer untuk UNBK. Namun Sahnan menegaskan pihaknya akan tetap melaksanakan UNBK. “Kami jamin 100 persen UNBK di SMAN 2 Mataram, tidak akan terganggu, sesuai pengalaman dua kalai melaksanakan UNBK tahun sebelumnya,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PKPLK) Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., mengatakan, pihaknya meminta sekolah membuat program-program yang bisa memperkuat lagi pelajaran yang akan diujikan di UNBK. “Harapannya nanti agar hasil UNBK lebih baik lagi ke depan,” ujarnya. (ron)
Halaman 10
di sangat penting diintegrasikan dalam ilmu agama, dalam hal ini ilmu agama Hindu,” katanya. Nyoman Wijana juga menyampaikan selamat atas keberhasilan para wisudawan dan wisudawati yang lulus dengan predikat terbaik. Pihaknya berharap besar pada alumni agar mampu berperan positif dalam kehidupan bermasyarakat. “Karena itu maknailah kelulusan ini sebagai sebuah tahap yang akan mengantarkan wisudawan untuk mendharmabaktikan pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh,” ujarnya. Direktur pada Direktorat Pendidikan Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masya-
Goals, STAHN berupaya menyentuh kepetingan masyarakat, khususnya masyarakat Hindu dan generasi mudanya yang memerlukan media pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya masyarakat Hindu,” katanya. Kualitas itu dapat tercapai, kata Nyoman Wijana, dengan diterimanya para lulusan di pasar kerja. Dalam kerangka itulah paradigma literasi kelimuan menjadi sangat penting dan bermakna, karena pengetahuan yang bersifat spiritual saja belum cukup untuk menjawab tantangan dunia kerja. “Karena itu penguasaan terhadap ilmu-ilmu umum menja-
(Suara NTB/ron)
WISUDA - Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos.,M.Si.,M.Pd., saat memindahkan tali toga salah seorang wisudawan pada Wisuda Sarjana (S1) ke-XVII dan Pascasarjana (S2) ke-V tahun 2019.
Akhir September, UNU Targetkan 500 Mahasiswa Baru Mataram (Suara NTB) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB saat ini sudah menerima hampir 400 mahasiswa baru. Mereka masuk dan mendaftar di berbagai program studi dan fakultas yang ada di UNU.
(Suara NTB/dys)
SILATURAHMI - Silaturahmi warga NU NTB dengan PWNU Jatim.
Gelar Seminar Pendidikan
Rektor UNU NTB Baiq Mulianah, menegaskan target mahasiswa baru hingga akhir bulan September berjumlah 500 orang mahasiswa baru. “Sekarang mencapai 400 orang mungkin sampai akhir September bisa 500,” kata Mulianah, di hadapan ratusan Nahdiyin saat silaturrahmi dengan Ketua PWNU Jatim, kemarin. Pihaknya terus bekerja keras agar semakin banyak masyarakat yang mendaftarkan diri ke UNU. “UNU harus diperkuat tidak boleh istirahat setiap saat. Semua prodi sudah terakredi-
tasi. Bulan Desember kami akan wisuda angkatan pertama,” kata Mulianah meyakinkan kualitas kampus UNU. Sementara Ketua PWNU Jatim KH. Mustamar Marzuki menyinggung terkait pengembangan NU dan kampus UNU yang sudah semakin terlihat dan melekat di hati publik NTB. “jamaah NU harus terus berjuang membesarkan NU dan kampus UNU NTB. Ayo majukan NU dan UNU NTB. Ajak teman temannya, perintahkan anaknya, siapa saja untuk kuliah di UNU NTB,” ujarnya. (dys)
Unjuk Kebolehan
Santri Darul Hikmah Diberi Motivasi Smansa Tampilkan Teater Senja ”Malam Jahanam” Agar Terus Belajar Praya (Suara NTB) Yayasan Darul Hikmah bersama Pengurus Ikatan Alumni Darul Hikmah (IKADHA), Desa
Peringati 10 Muharram
SMPN 2 Kuripan Santuni Anak Yatim Giri Menang (Suara NTB) Memperingati tanggal 10 Muharram 1441 Hijriah, SMP Negeri 2 Kuripan menyantuni anak yatim, Jumat (13/9) lalu. Puluhan anak yatim piatu dari wilayah sekitar disantuni pihak sekolah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sejak dini dari siswa. Sekaligus menumbuhkan dan membentuk karakter mereka. Wakil Kepala SMP Negeri 2 Kuripan Hj. Ratna Khoiriyah, S.Ag,., mengatakan kegiatan ini merupakan program sekolah setiap tanggal 10 Muharram . Sebanyak 26 anak yatim piatu yang terdaftar di sekolah ini menerima santunan. Dana yang berhasil terkumpul untuk santunan anak yatim ini sebesar Rp1.440.000 yang berasal dari guru dan siswa. Kegiatan ini juga bersamaan dengan program imtak sekolah,” Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap sesama. Saling bantu dan tolongmenolong,”katanya. Dijelaskannya, anak yatim adalah sebutan bagi orang yang sudah tidak memiliki ayah. Dan dalam definisi lain tidak mempunyai ayah dan ibu sekaligus. Islam menganjurkan kepada umatnya untuk berlaku baik, menyayangi, serta mengkasihi anak yatim, hal demikian dilakukan untuk menghilangkan kesedihan yang mereka rasakan dan membantu meringankan beban penderitaannya. ‘’Siapa yang merawat dan menyantuni anak yatim, maka Allah SWT menawarkan surga dan tempat yang sangat spesial bersamanya. Dengan demikian, sudah seharusnya kita menjaga dan menyayangi anak yatim terutama yang dalam kondisi perekonomiannya yang lemah,’’ terangnya. Selain itu, ujarnya, anak yatim juga merupakan amanah Allah SWT yang harus kita jaga dan pelihara, memberikan perhatian kepada mereka merupakan tanggung jawab dari kita se-
rakat Hindu Kementerian AgamaDrs. I Wayan Budha, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, kepada para wisudawan jangan sampai datang ke kampung tapi tidak bekerja. “Mari kita bikin sesuatu yang terampil di masyarakat, buat lapangan pekerjaan, lulusan STAHN Gde Pudja bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya. Kegiatan wisuda itu juga dihadiri oleh perwakilan organisasi kemasyarakatan Hindu, pimpinan perguruan tinggi, para keluarga wisudawan, dan tamu undangan lainnya. Kegiatan itu juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. Siti Zaenab, S.Ag.,M.Pd. (ron/*)
(Suara NTB/ist)
SANTUNAN - Guru dan siswa SMP Negeri 2 Kuripan memberikan santunan pada anak yatim.
Darek, Lombok Tengah menggelar seminar pendidikan, Sabtu (14/9). Hadir sebagai pembicara pada kesempatan itu Guru Besar FKIP UNRAM, Prof. H. Mahyuni PhD., Kabid Pemuda Dispora NTB Harun Al-Rasyid, dan Staf Khusus Gubernur NTB Astar Hadi. Dalam Seminar Pendidikan yang bertema “Gerakan Pemuda dalam Membangun Peradaban Bangsa” para pemateri lebih banyak menyemangati siswa pentingnya giat dalam belajar dan menuntut ilmu. Prof. Mahyuni meminta agar para santri tetap semangat belajar demi meraih cita-cita. Selain itu yang paling penting ialah santri harus menghormati gurunya karena keberkahan ilmu yang didapat berasal dari penghormatan seorang santri pada gurunya. Selain itu belajar kata dia, adalah kunci utama meraih sukses. Apalagi kini tersedia banyak sekali akses informasi digital yang bisa diakses setiap saat. Pemateri lainnya Astar Hadi dalam kesempatan itu didapuk untuk mengurai subtema Peran Pemuda di Era Revolusi 4.0 dalam Visi NTB Gemilang. “Seperti yang selalu disampaikan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, bahwa sudah saatnya pemuda NTB menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” kata Astar mengingatkan peserta seminar. Dikatakan bahwa banyak program pendidikan seperti beasiswa luar negeri adalah salah satu jalan yang niscaya untuk menghadapi persaingan global di Era Revolusi Industri atau yang akrab disebut era 4.0 ini. Diakui jika program beasiswa luar negeri tidak berarti menafikan perguruan tinggi yang di dalam negeri, melainkan juga dalam rangka memperkuat silaturrahmi global. Apalagi NTB ke depan, dengan hadirnya KEK Mandalika, MotoGP, Pariwisata Global dan Industrialisasi seperti yang termaktub dalam visi NTB Gemilang, maka kiprah pemuda akan menjadi titik sentrum kemajuan daerah kita. ”Dan sekali lagi hanya pendidikan yang mampu menjadi jalan terbaik merealisasikan cita-cita tersebut,” jelasnya. (dys)
Mataram (Suara NTB) Di bulan September ini, SMA Negeri 1 (Smansa) Mataram mengadakan pentas tunggal Teater Senja, tepatnya pada tanggal 14 September 2019 di gedung tertutup Taman Budaya Mataram. Tak heran jika antusias siswa, terutama siswa Smansa tergerak untuk menyaksikan acara ini. Pembina teater Smansa Murni Kurnia menyebut bahkan beberapa sekolah lainnya juga banyak yang ingin menonton, tetapi karena kapasitas gedung maksimal 300 orang, sehingga panitia membatasi penonton. Dikatakan, acara dimulai pada pukul 19.30 diawali dengan pembukaan oleh Kepala Smansa yang pada hal ini diwakilkan oleh Waka Kurikulum Burhanuddin, S.Pd. Acara dilanjutkan dengan persembahan tari dari eksul tari setelah itu pertunjukan perkusi Smansa, kuis dan acara puncak yaitu pementasan teater senja dengan lakon “Malam Jahanam”. Menurutnya, teater sebagai
media berekspresi yang fokus utamanya pada laku dan dialog, di samping itu teater juga sebagai media pendidikan yang tidak dikerjakan secara mandiri melainkan diperlukan kerja TIM. Panggung teater menjadi salah satu ajang ekspresi seni bagi setiap orang yang menyukai seni peran, baik panggung maupun akting. Pementasan ini dihadiri oleh Didi Sumardi, SH., Ketua DPRD Kota Mataram sekaligus Ketua IKA Smansa beserta istri dan turut hadir H. Rosiady H. Sayuti, mantan Sekda NTB. Penonton pun mengapresiasi penampilan grup Teater Senja Smansa ini. Kiki misalnya, sangat bersemangat menonton teater. Siswa kelas X MIPA 2 ini cukup menyukai dunia seni seperti puisi, dan sedikit lakon teater. ”Panggung teater itu unik, menarik, aku sebenarnya pemalu untuk bermain teater aku cukup kesulitan. Makanya aku suka kagum sama teman-teman pelaku teater,” ungkapnya. (dys)
(Suara NTB/ist)
TAMPIL - Suasana pentas teater siswa Smansa Mataram yang menampilkan lakon ‘’Malam Jahanam’’.
Universitas 45 Mataram Siap Gelar Festival Kuliner Ubur-ubur
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN - Wakil Kepala SMP Negeri 2 Kuripan Hj. Ratna Khoiriyah, serahkan santunan kepada anak yatim. mua sebagai manusia dan atas nama sesama. “Maka merugilah bagi orang-orang yang masih enggan menyantuni anak yatim, karena sesunguhnya terdapat kemulian khusus pada diri anak yatim yang dapat melunturkan dosa-dosa bagi yang memuliakannya,” katanya. Menurutnya, rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada
anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan. Dengan demikian kita wajib menyantuni anak yatim dan memperhatikan hak-hak mereka bukan saja aspek material tapi juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, spiritual, dan lain.(her/*)
Mataram (Suara NTB) Universitas 45 Mataram dalam waktu dekat akan menggelar Festival Kuliner Ubur-ubur Teluk Saleh. Kegiatan ini diklaim sebagai satu-satunya yang pernah ada di Indonesia. Rektor Universitas 45 Mataram Dr. Evron Asrial, menyebutkan selama ini masyarakat NTB lebih fokus pada jenis kuliner yang sudah bisa ditemui. Namun belum banyak mencari jenis kuliner baru. “Sekarang akan ada Festival Kuliner Ubur-ubur Teluk Saleh pada akhir Oktober atau awal November,” terangnya. Hasil penelitian yang dia lakukan di perairan Teluk Saleh menemukan ada banyak jenis kuliner yang bisa dikembangkan masyarakat dan bisa jadi ciri khas baru kuliner di NTB. Salah satunya ialah jenis kuliner ubur-ubur konsumsi. “Penelitian dilakukan secara kontinuitas sejak tiga tahun lalu berasal dari dana hibah ribet skema penelitian terapan Kemenristek Dikti,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, Universitas 45 Mataram sejak tiga tahun terakhir secara kontinu melakukan penelitian terhadap potensi perairan Teluk saleh. Salah satunya ialah jenis ubur-ubur konsumsi. Evron menyebut potensi uburubur konsumsi sangat luar biasa besar untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat. Namun demikian perhatian pemerintah pada potensi perairan jenis ini belum digarap. Padahal pangsa pasar ubur-ubur konsumsi bisa diekspor hingga ke Tiongkok. Sedangkan di dalam negeri, Surabaya jadi pangsa pasar yang cukup menjanjikan. “Ubur-ubur konsumsi seluruh produknya diolah dalam bentuk setengah kering seluruhnya adalah produk ekspor. Tidak ada di tempat lain sehingga ini jadi sumber devisa yang bisa menguntungkan buat daerah,” sambungnya. Lebih jauh dikatakan Evron bahwa Teluk Saleh di Laser Sunda Kecil
merupakan satu satunya perairan yang didiami oleh ubur-ubur konsumsi dan itu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Disebut Evron, pendapatan nelayan sebelum ada ubur-ubur konsumsi hanya satu juta rupiah. Tapi sejak ada ubur-ubur konsumsi bisa sampai empat juta setiap bulan. Dengan potensi luar biasa tersebut dia berharap agar pemerintah memperhatikan aspek bisnis ini. Mengingat selama ini pemerintah hanya fokus pada aspek pariwisata Teluk Saleh. Padahal potensi perairan Teluk Saleh juga harus digarap. “Kalau bisa diendorse oleh pemerintah setiap tahun Festival Uburubur Teluk saleh,” kata Evron. Di samping itu rekomendasi lainnya ialah pemerintah agar membantu akses pendidikan pada masyarakat pesisir. Termasuk melakukan penanaman mangrove dan terumbu karang, karena kerusakan terumbu karang di Teluk Saleh semakin meluas akibat illegal fishing. (dys)
SUARA NTB
Selasa, 17 September 2019
Sidak ke DPMD, Bupati Ingatkan Tupoksi ASN Bima (Suara NTB) – Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE memimpin apel pagi sekaligus melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Senin (16/9). Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Umi Dinda ini mengingatkan Tugas Pokok dan Fungsi Aparatur Negeri Sipil (Tupoksi ASN) sesuai peraturan dan regulasi yang berlaku. Menurutnya, seorang ASN sudah diberikan tanggungjawab sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Bisa bekerja memenuhi kewajibanya dengan efektif yang berpedoman pada PP 53 tahun 2010. “ASN harus memahami tupoksinya masing-masing sesuai aturan berlaku. Melayani dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya. Bupati juga berharap ASN terus meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. Sebagai bukti meningkatkan kedisiplinan itu, Ia mengajak para pegawai untuk selalu mengikuti apel pagi setiap hari. Selalu menyadari pentingnya disiplin waktu dan disiplin dalam bekerja. “Menghadiri apel pagi merupakan bagian dari tugas kita sebagai ASN. Para pegawai juga harus dapat menyadari betapa pentingnya apel pagi,” ujarnya. Menurutnya dari apel pagi itu dapat meningkatkan kedisiplinan yang signifikan. Baik ketaatan terhadap jam kerja maupun pelayanan kerja merupakan kebaikan. Baginya kebaikan tidak hanya berasal dari atas, namun muncul dari bawah. “Jangan ragu mari tunjukkan kinerja dan prestasi kita untuk kepentingan masyarakat, Kabupaten Bima,” harapnya. (uki)
(Suara NTB/uki)
SIDAK - Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri, memimpin apel pagi sekaligus Sidak di Kantor DPMD Kabupaten Bima, Senin (16/9).
Imigrasi Deportasi Ibu dan Anak Asal Australia Sumbawa Besar (Suara NTB) Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Australia dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Sumbawa, Minggu (15/9) malam lalu. WNA yang merupakan ibu dan anak tersebut dideportasi lantaran diduga menyalahi izin tinggal di wilayah Kabupataten Sumbawa Barat (KSB). Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Andy Cahyono Bayuadi kepada wartawan membenarkan adanya deportasi tersebut. Keduanya merupakan ibu dan anak yang berasal dari Australia. Masing-masing berinisial NAG (ibu) dan SAJ (anak). “Deportasi tadi malam pukul 20.40 Wita menggunakan pesawat Malindo Air dari Bali ke Perth Australia. Keduanya perempuan, ibu dan anak,” ujarnya, Senin (16/9). Dijelaskannya, yang bersangkutan berada di Pantai Jelengah, Jereweh, KSB sejak 2009 lalu. Keberadaan kedua WNA di wilayah setempat mengelolah hotel dan homestay. Hal ini kemudian dilaporkan masyarakat, sehingga Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) melakukan operasi. Dari pengawasan yang dilakukan, diketahui yang bersangkutan menyalahi izin tinggal. Seharusnya visa yang digunakan untuk wisata, tetapi aktivitas yang dilakukan yakni bisnis. Dari bisnis yang dijalankan juga menimbulkan konflik di masyarakat. Atas dasar itulah dilakukan deportasi terhadap kedua WNA dimaksud. “Mereka menyalahgunakan izin tinggal. Seharusnya dia itu menggunakan visa wisata, tetapi di sini dia bisnis mengelola hotel dan homestay. Dan usahanya itu menimbulkan konflik di masyarakat. Jadi ada sengketa lahan dan lain-lain,” tandasnya. (ind)
Halaman 11
Kejurnas Piala Kapolri
Atlet NTB Persembahkan Enam Medali Emas
Mataram (Suara NTB) Sebanyak tujuh atlet taekwondo NTB sukses menorehkan prestasi di event nasional. Mereka berhasil meraih enam medali emas dan satu perunggu di Kejurnas Terbuka Taekwondo Piala Kapolri yang digelar di GOR Popki Jakarta Timur, 23-15 September 2019. Tim Ofisial Taekwondo NTB, Suhartono yang dihubungi Suara NTB via ponselnya, Senin (16/9) mengatakan, enam medali emas diraih kontingen NTB lewat Harindra Arsandho, Harindra Nouvaldo, Karle Wahyu, I Nyoman Bagus Satriawan, Iga Lintang Sativa dan Baiq Reisha L Anastssya. Se-
mentara satu medali perunggu diraih Aura Marsya Arindi. “Atlet taekwondo NTB berhasil meraih enam medali emas dan satu perunggu di Kejurnas Piala Kapolri,” ucapnya. Dikatakannya, masingmasing atlet tersebut meraih medali emas di enam kelas tanding. Medali emas pertama
di kelas Under-51 Kg putra junior diraih Harindra Arsandho, kemudian Harindra Nouvaldo kelas U 25 pracadet putra, Karle Wahyu kelas U 49 Cadet putra, I Nyoman Bagus Satriawan kelas Under 39 pracadet putra, Iga Lintang Sativa kelas 41 Kg Cadet putri dan Baiq Reisha Anastssya kelas 44 Kg cadet
putri. Sementara satu medali perunggu diraih Aura Marsya Arindi kelas 44 Kg putri. Hartono yang ikut mendampingi keberangkatan atlet mengatakan bahwa prestasi yang diukir atlet pelajar NTB sangat membanggakan. Sebab masing-masing atlet pelajar berhasil mengharumkan nama NTB di kancah nasional dengan kerja keras dan usaha mandiri masing-masing atlet. Menurut Hartono, keberhasilan sejumlah atlet NTB menorehkan prestasi di event nasional tak lepas dari duku-
ngan orang tuan, pengurus klub dan pengurus cabor. Dia berharap prestasi yang diraih atlet-atlet muda itu akan terus berlanjut hingga ke level yang lebih tinggi. Untuk diketahui kontingen NTB memberangkatkan dua tim, yakni tim Polda dan tim pelajar dan remaja. Dari tujuh atlet yang meriah medali di event tersebut, terdapat dua atlet yang dipersiapkan mengikuti Popnas 2019. Diharapkan, kedua atlet itu bisa mempersembahkan medali di Popnas di Jakarta tahun 2019. (fan)
Ribuan Kendaraan Tarung Derajat Terjunkan Tiga Atlet di Pomnas Diusulkan Dihapus dari Potensi Pajak Taliwang (Suara NTB) Ribuan unit kendaraan roda dua dan juga roda empat di Sumbawa Barat, diusulkan dihapus sebagai bagian dari potensi pajak daerah. Penghapusan tersebut dilakukan, karena ribuan unit kendaraan ini tidak kunjung datang melakukan pembayaran pajak selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Selain persoalan tersebut, kendaraan ini juga sudah tidak ditemukan lagi digunakan, apakah karena rusak berat ataupun sudah berpindah tangan ke orang lain. “Memang ada ribuan kendaraan yang diusulkan untuk dihapus dari potensi pajak daerah karena sudah tidak ada lagi digunakan. Tapi ebelum kita hapus, kami akan tetap melakukan pengecekan lapangan untuk mencari kendaraan dimaksud untuk memastikan kondisi terkini di masyarakat. Kami juga akan tetap menggandeng, juru pungut untuk memaksimalkan pengecekan kendaraan ini di lapangan,” ungkap Kepala UPTB-UPPD KSB, Husni, SE, MM, kepada Suara NTB, Senin (16/9). Dikatakannya, berdasarkan data yang tercatat saat ini ada sekitar 60 unit mobil dan sekitar 1.110 unit motor. Penghapusan ini dilakukan karena objek pajak tersebut belum pernah dihapus sejak Dispenda terbentuk di KSB sehingga tahun 2019 harus dilakukan penghapusan. Tentu proses penghapusan ini tidak mudah, karena ada beberapa mekanisme yang harus dilalui dalam, salah satunya yakni persetujuan DPRD dan Gubernur. Hal ini tentu sangat beralasan, karena akan berpengaruh ke pendapatan dari pajak kendaraan nantinya. Bayangkan saja dari jumlah kendaraan yang dihapus tahun 2019 ini ada sekitar 1.170 unit jika dikalkulasikan ada sekitar Rp223 juta pendapatan yang hilang lantaran proses itu. Maka dari itu, sebelum dihapus nanti pihaknya akan tetap turun ke lapangan melakukan pengecekan supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari. Pihaknya juga mengaku bahwa KSB merupakan kabupaten dengan jumlah tunggakan paling kecil dibandingkan Kabupaten/ Kota yang lain di NTB. “Proses penghapusan ini tidaklah mudah, melainkan harus mendapatkan persetujuan dari DPRD dan Gubernur karena akan berpengaruh ke pendapatan nantinya. Kendati demikian, kita tetap akan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kita hapus data tersebut,” pungkasnya. (ils)
Anggaran Rp15 Miliar Air Bersih untuk Ganti Pipa Induk Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu mengalihkan anggaran air bersih untuk program normalisasi sungai Soro dan program strategis lainnya. Dari Rp24 M alokasi anggaran air bersih, kini tinggal Rp15 M untuk pengantian pipa induk dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) hingga reservoar Desa Mangge Asi Dompu. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Ir. A. Muis, M.Si yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan penggeseran anggaran air bersih melalui APBD perubahan 2019 untuk penanganan normalisasi sungai soro dan beberapa program strategis lainnya. Sehingga anggaran untuk fisik air bersih sebesar Rp15 M. Alokasi ini diarahkan untuk penggantian perpipaan induk dari IPA hingga reservoar Mangge Ase sepanjang 2 KM. “Masalah air bersih di perkotaan, bukan semata – mata karena kekurangan debit air, tapi perpipaan dari IPA ke reservoar. Ketika ini sudah ditangani, masalah air bersih akan tertangani,” ungkap A. Muis. Perpipaan dari IPA ke reservoar masih menggunakan perpipaan asbes yang sudah bertahun – tahun usianya. Selain faktor usia, perpipaan ini juga sudah tidak memenuhi standar air bersih dan menjadi penghambat lancarnya penyaluran air bersih ke titik – titik pembagian. Untuk penanganan air bersih berikutnya, A. Muis mengaku, tidak lagi sepenuhnya menggunakan anggaran daerah. Anggaran daerah hanya sebagai pemancing untuk turunnya anggaran pusat. Seperti tahun 2020 mendatang, melalui APBD Dompu dianggarkan Rp11 M. “Dari anggaran Rp11 M ini, nanti akan diganti pusat Rp20 M. Anggaran Rp20 M ini kita gunakan untuk tangani air bersih, nanti tahun berikutnya diganti lagi dengan Rp25 M. Kesepakatan itu yang kita bicarakan dengan pak Bupati ke pusat,” terangnya. Sementara anggaran yang dialihkan dari program air bersih tahun 2019, Muis mengaku, sebagiannya diarahkan untuk program normalisasi sungai Soro yang memicu banjir awal tahun lalu. Selain mengeruk dan memperlebar sungai, jembatan yang menahan laju air di hulu sungai Nae Kempo itu akan dibongkar. “Jembatan belum kita bangun tahun ini. Kita anggarkan tahun (2020) depan,” ungkapnya. (ula)
Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga tarung derajat akan menerjunkan sebanyak tiga atlet mengikuti di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di GOR Remaja Jakarta Timur, 2923 September 2019. Dengan kekuatan tiga atlet itu tarung derajat berharap bisa menyumbangkan medaliuntuk kontingen NTB. Pelatih Tarung Derajat NTB, Dedy Noorcholish yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (15/9) kemarin mengatakan tiga atlet yang akan mewakili NTB adalah Ririn Sulastri, Abdul Malik Akbar dan Dedi Iswari. Ketiga atlet itu akan turun di kelas tarung putra dan kelas tarung putri. “Tarung derajat akan mengirim tiga atlet. Masing-masing atlet akan turun di kelas tarung putra dan kelas tarung putri,” ucapnya. Lanjutnya, Ririn Sulastri akan turun di kelas tarung 49,1 - 53 Kg putri, kemudian, Abdul Malik Akbar di kelas kelas 64,1 - 67 Kg putra serta Dedi Iswari akan berlaga di kelas 67,1 - 70 Kg putra. Ketiga atlet itu adalah Mahasiswa dari perguruan tinggi Universitas Mataram yang diambil dari hasil Selekda di Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) yang di gelar oleh BAPOMI NTB Juli lalu. Dari tiga atlet yang akan diturunkan di event itu, Dedy optimis kontingen tarung derajat NTB akan
LATIHAN - Atlet tarung derajat NTB, Ririn Sulastri menjalani latihan di GOR 17 Desember Turide Mataram belum lama ini. (Suara NTB/fan)
mampu mempersembahkan medali untuk NTB. Pasalnya satu diantara tiga atlet itu merupakan atlet nasional yang selalu memperkuat tim tarung derajat di event nasional. Adalah Ririn Sulastri merupakan atlet nasional. Ririn yang merupakan mahasiswi Unram pernah meraih medali
perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016, selain itu Ririn juga pernah meraih medali perunggu di kejurnas. Dengan beberapa prestasi yang telah diukir atelt NTB di event nasional, Dedy optimis tarung derajat dapat mempersembahkan medali untuk kontingen NTB. (fan)
SUARA NTB
Selasa, 17 September 2019
HILANG
HILANG
HILANG
HLG STNK R2 YAMAHA DR.2175 CF NOKA/NOSIN : MH354P00CDJ861301/ 54P861356 AN. IDA AULIA MAWADDAH HLG D’SKTR JL.KH AHMAD DAHLAN KOTA MATARAM
HLG STNK R2 SUZUKI DR.6433CJ NOKA : MH8CE44DAEJ-152602/ NOSIN : AE52-ID-743970 AN.JOHNY JOHN TAPER NGGEBU HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HLG STNK R2 YAMAHA NOPOL DR.3965 CB NOKA/NOSIN : MH350C002CK416247/50C416346 AN.SAHWAN HLG D’SKTR JLN KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA NOPOL DR.3197 CM NOKA : MH1JFU118FK090071/NOSIN : JFU1E-1089900 AN.M.FIRDIAS ALIA BASKORO W, HLG D’SKTR RUMAH PELAPOR JL.BANGIL VI/13 LINGK.TAMAN BARU
HLG STNK R2 HONDA NOPOL : DR.6766 TU NOKA/ NOSIN : MHIJF2113HK672840/FZ1E1689023 AN. MASNEH HLG DI PRAYA LOMBOK TENGAH
HLG STNK R2 HONDA NOPOL EA 2766 AG NOKA : MHIJF5139CK593370/NOSIN : JF51E-3586712 AN.ADAIYAH HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA NOPOL : EA6722GC NOKA : MH117FK005755/NOSIN : J F X 1 E - 1 0 0 6 1 8 4 AN.JAWAHIR HLG D’SKTR JL.PENDIDIKAN MATARAM
Halaman 12
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697
DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP.4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008
DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
q
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Selasa, 17 September 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 13
OPINI
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Halaman 14
’’Reading Challenge’’ sebagai Alternatif Penumbuhan Budaya Literasi Keluarga Perkuat Koordinasi PEMPROV NTB harus memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota. Penguatan koordinasi ini merupakan kunci sukses program zero waste yang digagas oleh Pemprov NTB. Selama ini, koordinasi antara Pemprov NTB dengan kabupaten/kota masih lemah. Hal ini membuat zero waste ini, belum berjalan maksimal. Sejak diluncurkan 17 Desember 2018 bertepatan dengan momentum HUT Provinsi NTB ke-60, hingga sudah bulan kesembilan, program NTB bebas sampah ini, belum konkret hasilnya. Tidak perlu jauh-jauh. Ketika kita menyusuri Kota Mataram yang luasnya tidak seberapa, pemandangan sampah, masih sangat mudah dijumpai di sejumlah sudut Kota Mataram. Mataram sebagai ibukota Provinsi NTB harusnya tampil dengan wajah bersih dan asri. Nyatanya Mataram yang notabene kota kecil, belum mampu menyelesaikan persoalan sampah. Padahal, dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB, Kota Mataram bisa dikatakan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari armada, fasilitas berikut regulasi. Namun, karena Pemkot Mataram belum serius menangani sampah, sehingga sampah ini menjadi persoalan klasik yang sulit diatasi. Program zero waste yang digagas oleh Pemprov NTB, menjadi gayung bersambut dengan kondisi penanganan sampah di kabupaten/kota. Hanya saja, perlu diperjelas peran antara Pemprov NTB dengan kabupaten/kota dalam program tersebut. Karena, sehebat apapun program yang diciptakan oleh pemerintah, kalau tidak dibarengi dengan koordinasi yang massif dengan kabupaten/kota, maka tidak akan maksimal hasilnya. Ada baiknya masing-masing kabupaten/kota memiliki program tersendiri dalam penanganan sampah. Program di kabupaten/kota ini dikawinkan dengan program zero waste milik Pemprov NTB. Seperti di Kota Mataram. Sebelum munculnya program zero waste, Kota Mataram sebetulnya sudah punya program Lisan (Lingkungan dengan Sampah Nihil). Jika ditarik benang merahnya, program Lisan milik Pemkot Mataram yang dulu pernah popular bisa menjadi cikal bakal program zero waste milik Pemprov NTB. Oleh karena itu, Pemkot Mataram memang harus menghidupkan kembali program Lisan ini. Ini sesuai dengan permintaan Pemprov NTB agar Pemkot Mataram mengaktifkan kembali program Lisan itu. Pemprovpun harus membantu Pemkot Mataram menghidupkan kembali program Lisan ini. Karena seperti diketahui, penyebab ‘’hilangnya’’ program Lisan di Kota Mataram karena bank sampah kebingungan menangani sampah plastik yang ‘’dijual’’ masyarakat kepada bank sampah. Pun ide mengubah sampah platik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh pokja-pokja yang tergabung dalam program Lisan itu. Sayangnya, setelah menjadi produk kerajinan, mereka justru terkendala pemasaran. Kalau sekarang ada komitmen dari bank sampah yang berada di bawah koordinasi Pemprov NTB, untuk menyerap sampah plastik yang sudah dipilah oleh masyarakat, barulah program zero waste itu, bisa berlanjut. Demikian pula dengan sampah organik, harus ada inovasi untuk mengubah sampah organik itu menjadi pupuk dan lain sebagainya. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Mataram bagaimana membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dimulai dari rumah tangga. Kota Mataram bisa menjadi percontohan program zero waste di Kota Mataram. Jika Lisan ini berhasil menjadi alat menuju NTB zero waste, maka program yang sama juga bisa diduplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di NTB. (*)
Oleh : Lalu Mungguh Pembuka Adakah di antara kita (keluarga) yang telah mengapresiasi kegiatan literasi anak-anak kita? Jawabannya pasti ada. Namun bila dilanjutkan dengan pertanyaan ‘Berapakah di antara kita (keluarga) yang telah mengapresiasi kegiatan literasi anak-anak kita? Jawabannya bisa ditebak. Belum banyak. Apalagi bila kita bandingkan dengan jumlah keluarga di nusantara ini. Memang ada banyak sebab atau faktor sehingga pengapresiasian terhadap kegiatan literasi anak-anak masih belum ideal sesuai keinginan. Misalnya faktor budaya, faktor ekonomi atau faktor pendidikan orang tua di dalam keluarga itu sendiri. Kegiatan literasi kita yang belum membudaya baik itu, menjadi semakin memperihatinkan. Kegiatan literasi kita pun sulit bergerak maju untuk bersanding dengan negara-negara maju lainnya. Keluarga merupakan inti fondasi pertama dan utama pembentukan kepribadian anak. Proses pembentukan kepribadian ini yang akan mencerminkan atau menggambarkan budaya dari keluarga itu. Baik proses sebuah pembentukan pendidikan atau kepribadian keluarga, baik pula yang akan tergambar dari perilaku anak-anak. Begitu pula sebaliknya. Perilaku atau kegiatan berliterasi dalam sebuah keluarga, juga akan tergambar dari perilaku anak sehari-hari. Apa dan bagaimana sebuah keluarga berliterasi, kita akan cepat mengetahuinya dari perilaku dan kepribadian berliterasi anak-anak keluarga tersebut. Budaya Literasi Keluarga Kegiatan literasi sebuah keluarga di negera kita masih belum membudaya. Kegiatan literasi dalam sebuah keluarga, belum menjadi kegiatan rutin seperti kegiatan keluarga lainnya. Kegiatan literasi keluarga masih diserahkan dan dibebankan pada sekolah atau pihak-pihak lainnya. Keluarga masih belum mengambil langkah aktif dalam mendorong dan mendukung upaya kegiatan literasi anak. Rendahnya budaya literasi keluarga-masyarakat disebabkan karena masyarakat belum sadar akan manfaat berlietrasi. Mialaret (dalam Aini 2018 hal. 6) mengatakan bahwa membaca (literasi) juga dapat memengaruhi sikap personal, moral, dan kecerdasan. Selain itu, membaca (literasi) dapat meningkatkan keterampilan lainnya.
RADIO
(Orang tua siswa, dan tendik di SMAN 1 Gunungsari-Lombok Barat-NTB) Seperti kecerdasan berkewarganegaraan, karakter bangsa, dan budi pekerti. Hal ini dapat dibuktikan pada masyarakat negara-negara maju yang senang membaca menjadikan mayoritas masyarakatnya cerdas, dan berkarakter. Kegiatan literasi di dalam sebuah keluarga sangat dipengaruhi oleh peranan orang tua. Orang tua menjadi kunci utama yang berperan menyukseskan kegiatan literasi. Orang tua yang peduli dengan literasi akan terus berusaha menggalakkan literasi di dalam keluarganya. Tantangan literasi baca sekaligus terberat adalah berada pada lingkungan keluarga yang kurang atau tidak peduli dengan kegiatan literasi. Akibatnya adalah anak-anak dalam keluarga tersebut akan sulit menjadi literat yang baik. Budaya literasi sejatinya harus memang dimulai dari lingkungan terkecil sebuah masyarakat. Lingkungan itu adalah lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama proses kegiatan berpendidikan anak-anak, termasuk kegiatan literasi. Kegitan literasi sebuah masyarakat-negara akan semakin baik apabila dibina dan didukung dari lingkungan keluarga yang baik pula. Anggaran Literasi dalam Keluarga Kegiatan literasi yang belum menjadi budaya keluarga tersebut berdampak pada pengalokasian anggaran belanja keluarga. Anggaran pembiayaan literasi sebuah keluarga, masih jarang atau bahkan tidak pernah dialokasikan secara khusus. Anggaran bulanan keluarga untuk membeli buku-buku bacaan adalah salah satu contoh anggaran yang belum dialokasikan dalam anaggaran belanja sebuah keluarga. Anggaran khusus seperti ini seringkali luput dari perhatian keluarga kita karena kita belum memandang kegiatan literasi bacatulis sebagai sebuah kebutuhan. Anggaran-anggaran khusus seperti ini, ‘tenggelam hilang’ oleh anggaran-anggaran kebutuhan lainnya dalam sebuah keluarga. Dalam anggaran belanja keluarga, anggaran pendidikan memang rutin bahkan menjadi ang-
garan wajib. Anggaran keluarga untuk pendidikan lebih bersifat anggaran rutin untuk biaya-biaya pendidikan/sekolah. Biaya-biaya tersebut memang telah mencakup anggaran pembelian buku-buku anak-anak. Permasalahannya adalah buku-buku yang dibeli tersebut masih hanya mencakup bukubuku wajib yang dipergunakan anak untuk pegangan sekolah, seperti buku paket, buku LKS, atau buku-buku wajib lainnya. Penganggaran untuk pembelian bukubuku bacaan lainnya yang mendukung kegiatan literasi anak masih belum terencana atau terprogram dengan maksimal. Melihat realita ini, maka sudah sewajarnyalah keluarga kita, mulai menyusun anggaran khusus untuk menunjang kegiatan literasi keluarga. Anggaran pembelian bukubuku bacaan, atau anggaran untuk menunjang kegiatan literasi lainnya, sudah harus mulai kita pikirkan dan mengalokasikannya secara khusus dalam anggaran belanja keluarga. Pengalokasian anggaran untuk kegiatan literasi ini akan menjadi langkah nyata dalam upaya kita mendukung generasi yang melek dan berbudaya literat. Reading Challenge Reading Challenge merupakan salah satu kiat yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi kegiatan literasi. Kiat ini bisa dilakukan oleh semua orang atau semua lembaga. Termasuk juga pada tataran keluarga. Reading Challenge ini merupakan sebuah program untuk menantang orang atau anak dalam membudayakan kegiatan literasi baca. Reading Challenge menantang anak untuk tuntas membaca buku bacaannya. Reading Challenge ini menjadi kegiatan keluarga dalam menciptakan budaya literasi baca. Penerapan Reading Challenge di dalam keluarga, harus memerhatikan banyak aspek pendukung. Aspek pendukung itu misalnya tingkat kemampuan baca anak, jenis bacaan anak, waktu baca anak, kegiatan-kegiatan anak, dan lain-lain. Selain itu Reading Challenge, bisa dikreasikan sendiri oleh keluarga itu sendiri. Misalnya, 1) jenis buku yang harus selesai dibaca, 2) target selesai baca, 3) laporan/ulasan setelah baca buku, dll. Reading Challenge tentu harus dilakukan secara terus menerus. Reading Challenge dalam kegiatan literasi keluarga bisa dijadikan budaya keluarga. Budaya yang juga diharapkan menjadi warisan. Warisan dalam bentuk tradisi kegiatan. warisan yang diwariskan secara turun temurun kepada keturunan-keturunan selanjutnya dalam sebuah keluarga. Warisan yang tidak akan habis dibagi seperti warisan-warisan lainnya. Warisan yang justru akan terus berkembang tanpa akhir. Kesuksesan Reading Challenge juga membutuhkan kreativitas keluarga. Kreativitas ini akan menja-
di daya tarik tambahan agar anakyang tertantang, semakin memacu dirinya dalam menyelesaikan tantangan. Kreativitas ini bisa dalam bentuk penyediaan penghargaan, hadiah, imbalan, ataupun jenis-jenis lainnya yang membuat anak semakin terpacu meningkatkan minat literasi baca. Reading Challenge yang dilakukan secara terus menerus diharapkan akan menjadi budaya yang menumbuhkan kebutuhan literasi baca. Anak-anak pada usia tertentu, Reading Challenge keluarga mungkin saja tidak dibutuhkan lagi karena budaya literasi baca keluarga sudah baik dan membanggakan. Bentuk Reading Challenge pada tahap selanjutnya, juga bisa menyusuaikan dengan keadaan dan perkembangan anak. Penutup Budaya literasi, terutama literasi baca-tulis yang digalakkan oleh pemerintah, harus didukung pula oleh semua lingkungan dan lapisan masyarakat, terutama lingkungan keluarga. Dukungan lingkungan keluarga menjadi titik awal budaya literasi anak. Dukungan keluarga dalam literasi anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah Reading Challenge. Reading Challenge menantang anak-anak untuk terus gemar berliterasi, karena dengan berliterasi akan terbentuk generasi yang cerdas, intelektual, dan mumpuni. Generasi yang mampu membawa nama baik bangsa dan negara untuk setara dengan negara-negara maju lainnya di dunia.
POJOK NTB siapkan 2.000 tenaga konstruksi kerjakan proyek infrastruktur MotoGP Solusi menekan angka pengangguran dan kemiskinan
*** Rumah kaca milik Distan diduga mangkrak Harus diusut tuntas
RADIO
***
RAGAM
SUARA NTB Selasa, 17 September 2019
Gubernur Lepas 176 Penerima Beasiswa Tujuan Polandia dan Malaysia Dari Hal. 1 “Kami mengirim teman-teman semua untuk berprestasi di luar sana. Selalu jaga nama baik daerah NTB dan jangan sampai melupakan darimana kalian berasal,’’ jelasnya di hadapan gubernur dan para orang tua penerima beasiswa. Program pengiriman anakanak NTB ke Luar Negeri merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, SE.M.Sc dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk mewujudkan NTB Gemilang. Seluruh penerima beasiswa tersebut merupakan anak-anak terbaik NTB yang telah diseleksi oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB. Mereka berasal dari 10 kabupaten/kota seNTB. Bahkan, mereka telah mendapatkan pembekalan terkait studi yang akan mereka laksanakan di dua negara tersebut. Orang Tua Bangga Sejumlah orang tua penerima beasiswa tujuan Polandia dan Malaysia mengungkapkan rasa bangganya karena anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan mendapat beasiswa dari Pemprov NTB. Para orang tua menyampaikan rasa bahagianya itu usai Gubernur NTB melepas 176 mahasiswa penerima beasiswa yang akan belajar di Polandia dan Malaysia. Siti Rukaya orang tua dari Lesti Aseliasa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemprov NTB yang memperhatikan masyarakat dengan harapan NTB ke depan akan lebih maju. ‘’Harapan saya, semoga program beasiswa ini terus berlanjut dan saya sangat terharu serta bangga sebagai orangtua,’’ ungkap wanita asal Bima tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Abu Amin, orang tua dari Yadi Satriadi. Pria asal Sumbawa itu menyampaikan program beasiswa ini sangat membantu, apalagi dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu. ‘’Saya harap beasiswa NTB ini berlanjut untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Saya bangga dan bersyukur atas lolosnya anak saya untuk memperoleh beasiswa ini,’’ ujarnya bangga.
Perasaa yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Zubair, orang tua salah satu penerima beasiswa tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTB yang telah menyediakan program beasiswa ke luar negeri kepada masyarakat. ‘’Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan ini merupakan hadiah terbesar bagi kami dan anak-anak kami. Harapan kami ke depannya semoga ditambahkan kuota untuk penerima beasiswa NTB ini dan bukan hanya ke Polandia. Tapi banyak juga masyarakat yang ingin kuliah di wilayah Timur Tengah,’’ harapnya. Sementara itu, Firdaus, salah satu penerima beasiswa mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa melanjutkan pedidikan ke luar negeri. Bahkan dia tidak menyangka bisa lolos setelah bersaing dengan ribuan anak NTB yang berminat belajar ke luar negeri. Apalagi ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. ‘’Saya tidak bisa mengungkapkan dengan katakata karena saya sangat bahagia bisa melanjutkan studi di luar negeri. Apalagi penerima beasiswa seperti saya yang termasuk orang yang ekonominya menengah ke bawah. Harapan saya terhadap beasiswa NTB ini bisa meningkatakan sumber daya pendidikan dan berorientasi membangun NTB,’’ ujarnya. Rasa bangga dan haru juga dirasakan oleh Arini Salsabila Putri, penerima beasiswa S2 tujuan Malaysia. Menurutnya beasiswa ini merupakan program yang bagus dan bermanfaat bagi anak-anak NTB. Apalagi negara tujuan beasiswa ini seluruhnya di luar negeri. ‘’Harapan saya beasiswa ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dari semua kalangan. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih karena ini merupakan salah satu langkah kami untuk membanggakan orang tua dan juga sebagai langkah kita untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,’’ harapnya. (r)
Kasus Pneumonia pada Bayi dan Balita Meningkat Pascagempa Dari Hal. 1 Pasalnya peningkatan itu mencapai angka 30 persen yaitu dari 12.000 anak pada tahun 2017 menjadi 19.000 anak pada tahun 2018-2019. Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH, menerangkan bahwa hal tersebut perlu mendapat perhatian serius. Mengingat radang paru-paru secara umum merupakan penyebab utama kematian bayi dan balita di Indonesia. Diterangkan bahwa radang paru-paru pada bayi dan balita bisa diakibatkan oleh beberapa bakteri. ‘’Yang paling ganas itu streptococcus pneumoniae,’’ ujar Eka, Senin (16/ 9) di Mataram. Bakteri tersebut biasa masuk ke dalam tubuh bayi dan balita yang hidup di lingkungan yang tidak terawat. ‘’Menularnya lewat udara. Kita agak khawatir untuk daerah-daerah pascagempa,’’ sambungnya. Dikes NTB telah melakukan pendataan berdasarkan penanganan kasus, dimana data tersebut menunjukkan peningkatan paling besar terjadi di Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Besar. ‘’Pokoknya daerah gempa yang parahparah itu naik semua,’’ ujar Dewi. Untuk itu, Dikes NTB bersama-asa dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan telah mencanangkan pemberian Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) atau vaksin pneumokokus bagi bayi dan balita di NTB. ‘’Sasaran kita 103.000 anak bayi dan balita setahun,’’ sebut Eka. Selain itu, mengingat komponen pembiayaan untuk pemberian PCV yang tidak kecil. Pemprov NTB sendiri telah mengintegrasikan pemberian vaksin tersebut melalui kegiatan imunisasi di Posyandu yang ada di setiap wilayah di NTB. Diterangkan Eka, setiap bayi dan balita perlu menerima tiga kali penyuntikan vaksin. Untuk setiap penyuntikan, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp800 ribu. ‘’Anggaran untuk Posyandu sudah ada. APBN juga ada bantuan vaksin,’’
ujarnya. Senada dengan itu Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kemenkes, R. Vensya Sitohang, menerangkan bahwa pihaknya telah melaksanakan imunisasi untuk mengentaskan radang paru-paru dengan vaksin PCV sejak tahun 2017. Namun karena terhalang komponen pembiayaan, program tersebut dilaksanakan secara bertahap. Pada 2017, imunisasi hanya dilakukan di Lombok Timur dan Lombok Barat. Pada 2018 program tersebut dilanjutkan di Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Kota Mataram. Untuk 2019 seluruh Kabupaten/Kota di Pulau Lombok mulai diberikan lagi imunisasi berkala ditambah masuknya sosialisasi imunisasi di kabupaten/ kota di Pulau Sumbawa. Untuk Pulau Lombok sasaran imunisasi mencapai 70.000 bayi dan balita, sedangkan di Pulau Sumbawa mencapai 30.000. Vensya sendiri menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap respons dan dukungan yang diberikan Pemprov NTB. Terutama untuk inisiatif yang diambil dalam penyiapan tenaga di Posyandu dan Puskesmas. ‘’Beliau (Gubernur NTB yang diwakili Sekda NTB, Red) akan mengingatkan bagaimana petugas di Posyandu dan petugas di Puskesmas itu siap dan memberikan pelayanan yang baik. Sehingga semua anak-anak bisa tercakup dan mendapatkan pelayanan imunisasi ini,’’ ujarnya, Senin (16/9) di Mataram. Diterangkan Vensya bahwa penurunan angka bayi dan balita yang menderita radang paru-paru sudah dapat dilihat. Walaupun begitu, Kementerian Kesehatan belum dapat merilis data lengkapnya dikarenakan proses imunisasi yang masih berjalan. “Paling tidak data yang sudah ada menunjukkan adanya penurunan,” pungkasnya. (bay)
Halaman 15
Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162 Kunjungi Persit Cabang Lotim Selong (Suara NTB) Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 162 Pengurus Daerah IX/Udayana, Kirana Rizal Ramdhani melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Persit KCK Cabang XXIX Kodim 1615/ Lotim, Senin (16/9). Sejumlah penekanan disampaikannya saat berkunjung bersama para pengurus. Kirana Rizal Ramdhani tatap muka dan dialog langsung dengan Ketua Persit KCK
Cabang XXIX, Ira Agus Prihanto Donny bersama para pengurus dan anggota Persit setempat. Dalam pengarahannya, Ketua Persit KCK Koorcabrem menyampaikan, kunjungan itu selain dalam rangka silaturrahmi dengan keluarga besar Persit jajaran Koorcabrem, juga menyampaikan dukungan pada program dan kegiatan oleh ibu ibu Persit di sana. Dia juga berpesan, agar hati - hati dengan penggunaan
media sosial. Menurut Kirana, media sosial memiliki seribu manfaat bila digunakan dalam hal-hal yang bersifat positif. “Media sosial juga memiliki sejuta mudharat apabila digunakan dalam hal negatif, maka bijaklah dalam bermedsos,” imbaunya. Usai memberikan pengarahan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembagian bingkisan kepada Warakawuri di wilayah Kabupaten lombok Timur. (ars/*)
(Suara NTB/penrem)
KUNKER - Ketua Persit Kirana Rizal Ramdhani saat kunjungan kerja ke Pengurus Persit Lotim Senin (16/9).
Kebakaran Lahan Telan Korban Jiwa Mataram (Suara NTB) Kebakaran lahan di NTB mulai menelan korban jiwa. Seorang warga asal Kelurahan Rontu, Kota Bima, H. Arsyad (60) tewas terbakar, Minggu (16/9). Korban diketahui meninggal setelah berusaha memadamkan kebakaran lahan sekitar pukul 14.30 Wita di Kelurahan Kolo, Kota Bima. Awalnya korban berniat memadamkan api di lahan milik H. Lukman. Saat itu, si api menjalar semak belukar yang tumbuh liar di areal
tersebut. Khawatir api menjalar dan menyebar ke lokasi lain, korban berupaya memadamkan sendiri dengan alat seadanya. Tetapi api yang semakin lama semakin membesar, ditambah asap yang banyak membuat korban pingsan. Korban tidak sadarkan diri dan pingsan di sekitar lokasi kebakaran. Korban meninggal akibat terbakar. Kronologi dari Polres Bima Kota, saksi Mas’ad yang juga adik korban berusaha menolong. Namun usahanya
gagal karena di lokasi saksi hanya seorang diri. Tak lama kemudian, datang anggota Polsek Asakota mengevakuasi jenazah korban dan langsung dibawa ke rumah duka. Kebakaran lahan yang merenggut korban jiwa ini pertama kali terjadi di NTB, setelah dalam dua bulan terakhir ratusan hektar lahan terbakar di Lombok dan Sumbawa. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Purnama, SIK mengaku, Satgas Karhutla Kota Bima sedang menyelidiki kasus tersebut. ‘’Pelaku
400 Anak NTB Dikirim Belajar ke Luar Negeri Dari Hal. 1 Ia memberikan apresiasi kepada Pemprov NTB yang memberikan dukungan selama ini. Irwan mengatakan, studi ke luar negeri merupakan kebijakan yang tidak populis. Namun hasilnya akan kelihatan lima tahun yang akan datang. Kepada para awardee yang akan diberangkatkan ke Malaysia dan Polandia, Irwan berharap mereka menjaga nama baik NTB. Mereka harus memastikan ketika orang luar menyebut NTB, mereka teringat keindahan NTB. Sehingga mereka berkenan berkunjung ke daerah ini. Irwan menjelaskan, alasan dipilihnya Polandia sebagai salah satu tujuan anak-anak NTB. Ia menjelaskan, biaya
pendidikan di sana cukup murah. Jika melalui skema formal, biaya untuk mendaftar kuliah ke sana bisa mencapai Rp50 juta satu orang. Tetapi dengan negosiasi yang dilakukan, biayanya bisa ditekan sampai seperlima. Sehingga banyak anak NTB yang dapat dikirim ke Polandia. Sekarang, ada kampus di Polandia yang menawarkan beasiswa erasmus. Beasiswa erasmus ini, anak-anak NTB yang kuliah ke sana bukan saja di Polandia. Tetapi juga bisa ke Yunani, Perancis dan lainnya. “Itu yang mereka tawarkan kepada kita. Kenapa negara ini kami bidik,” terangnya. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc berpesan kepada para penerima beasiswa untuk memperhatikan segala hal-
hal yang perlu dipersiapkan untuk keberangkatan. Gubernur berharap mereka dapat menjadi inspirasi pemuda lainnya yang ada di NTB. Sehingga semakin banyak anak-anak NTB yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. “Teman-teman mahasiswa yang dipilih ini bukan hanya pintar, tapi saya yakin teman-teman punya mental yang kuat untuk berjuang, meretas jalan baru yang pernah dilakukan oleh para pahlawan,” kata Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini. Ia juga berharap agar anakanak NTB yang dikirim ke Malaysia dan Polandia itu senatiasa menjaga nama baik daerah. Sehingga dapat tercipta jembatan pengertian dengan banyak negara dan dapat mengharumkan nama baik NTB di kancah internasional. (nas)
NTB Siapkan 2.000 Tenaga Konstruksi Kerjakan Proyek Infrastruktur MotoGP Dari Hal. 1 Hasim menjelaskan, dalam proyek senilai Rp1 miliar, menyerap 10 tenaga terdidik dan 2 tenaga ahli. Sehingga dalam proyek senilai Rp1 miliar, menyerap 12 tenaga konstruksi. Belum lagi tenaga kerja tidak terampil, seperti peladen. Sehingga total pekerja yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp1 miliar sekitar 30 orang, terdiri dari tenaga terampil dan tidak terampil. Apabila nilai proyeknya Rp10 triliun, maka tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 300.000 orang. ‘’Sekitar Rp120.000 tenaga terampil dan ahli yang dibutuhkan. Kalau ditambah peladen bisa mencapai 300.000 orang. Ini rencana penyerapan tenaga konstruksi untuk pembangunan infrastruktur MotoGP KEK Mandalika,’’ sebutnya. Untuk tahap awal, kata Hasim, pihaknya bersama Pemkab Lombok Tengah akan berkoordinasi menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan tenaga ahli. Diharapkan ada dana bantuan dari Indonesia Tourism Development Program
(ITDP) sekitar Rp4-5 miliar untuk membantu pembinaan SDM lokal di sekitar KEK Mandalika. Penduduk lokal akan dilatih dan disertifikasi menjadi tenaga pertukangan. Dengan anggaran sebesar itu, diharapkan 1.000 sampai 2.000 tenaga kontruksi lokal yang terampil dapat dilatih. Sehingga, ketika sejumlah proyek mulai dibangun awal 2020 mendatang, tenaga konstruksi lokal tidak menjadi penonton. ‘’Kebutuhannya memang 300.000 tenaga kerja konstruksi. Kesiapan lokal akan kita siapkan. Ini kalau kesiapan tenaga konstruksi lokal lamban, maka terpaksa didatangkan dari luar. Karena sekarang di NTB ada rehab rekon rumah korban gempa, sangat banyak membutuhkan tenaga terampil juga,’’ terangnya. Hasim menyebutkan, NTB masih kekurangan tenaga terampil dan tenaga ahli konstruksi. Namun, ia belum memiliki data yang pasti tentang jumlah tenaga konstruksi di NTB. Saat ini pihaknya sedang melakukan data base, untuk Kota Mataram dan
Lombok Barat. Dijelaskan, kewenangan untuk pembinaan tenaga terampil berada di kabupaten/ kota. Sedangkan provinsi berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap tenaga ahli. Baru-baru ini, sebut Hasim telah dilakukan sertifikasi oleh Inkindo sebanyak 180 orang tenaga ahli muda. Tenaga ahli tersebut terdiri dari ahli jalan, ahli K3 dan ahli dalam bidang sumber daya air. Terkait penyiapan tenaga konstruksi agar masyarakat lokal sekitar kawasan dapat terlibat, Hasim mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Disnakertrans dan Dinas PU Lombok Tengah. Supaya tenaga konstruksi lokal bisa menjadi tuan di rumah sendiri. ‘’Agar tenaga kerja di KEK Mandalika adalah masyarakat lokal. Dengan adanya koordinasi Disnakertrans dan Dinas PUPR Lombok Tengah dan Disnakertrans dan Dinas PUPR NTB, kita bisa sama-sama mendorong masyarakat sekitar KEK Mandalika menjadi tenaga terampil,’’ katanya optimistis. (nas)
Kelompok Bank Sampah Diperiksa Inspektorat Dari Hal. 1 “Saya sudah diklarifikasi Inspektorat. Jadi, kalau mau tanyakan soal apa dan bagaimananya, silakan langsung ke Inspektorat,” kata Jaki kepada Suara NTB Senin (16/9). Selebihnya, ia enggan berkomentar. Uswatun Hasanah, kelompok lainnya yang dihubungi Suara NTB sebelumnya, mengaku diberikan modal untuk pembelian sampah Rp 10 juta. Uang itu kita pakai beli sampah dari warga pengepul. Ia juga menerima bantuan utuh berupa gudang, dua unit gerobak, dua unit timbangan dan karung penampung. PPK proram Zero Waste Sahru Zali juga mengaku sudah diklarifikasi Inspektorat beberapa waktu lalu. Ia memberikan keterangan terkait tugas dan fungsinya. Sahru mengaku hanya memproses proposal yang diajukan PT. Bank Sampah Bintang Sejahtera, kemudian menerbitkan persetujuan penganggaran program senilai Rp1,5 miliar sesuai hasil kajian teknis hibah bansos untuk progam zero waste. Dengan rincian, untuk pelati-
han manajemen usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pendampingan 50 kelompok bank sampah, pembuatan aplikasi online bank sampah. Bantuan untuk 50 kelompok Bank Sampah binaan. Disampaikan juga kepada Inspektorat, ada bantuan sarana dan prasarana untuk 50 kelompok, bantuan ini berupa gudang, gerobak, karung dan timbangan. Inspektorat Provinsi NTB memang sedang melakukan audit penggunaan anggaran yang diberikan ke bank sampah pada tahun 2018. Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M. Si membenarkan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan lapangan. Tim auditor Inspektorat sudah turun melakukan audit ke Dinas LHK NTB khususnya bidang yang mengurus program NTB Zero Waste, Jumat pekan lalu. ‘’Iya (Inspektorat sedang mengaudit),’’ kata Ibnu Salim. Ditanya berapa lama Inspektorat akan melakukan audit. Dan apakah benar terjadi penyimpangan penggunaan anggaran program NTB Zero Waste sesuai dengan apa yang dilaporkan masyarakat ke Kejati NTB? Ibnu mengatakan, masih
belum ada kesimpulan dari audit yang dilakukan. Mantan Penjabat Bupati Lombok Tengah (Loteng) ini mengatakan, pihaknya masih mempelajari data dan informasi yang ada. ‘’Belum ada kesimpulan karena masih dipelajari data dan informasi yang ada. Demikian juga fakta lapangan,’’ terangnya. Disisi lain, pengaduan soal program zero waste yang dikerjakan pihak ketiga dalam proses tindaklanjut di Kejati NTB. Penyidik Pidsus sedang melakukan telaah dokumen yang disodorkan pelapor. ‘’Sekarang masih dalam proses telaah dokumen,’’ kata Aspidsus Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap, SH.,MH, Senin (16/9). Laporan itu berupa data awal terkait pelaksanaan program tahun 2018 dengan nilai anggaran Rp1,5 miliar dan tahun 2019 dengan nilai anggaran Rp2,4 miliar. Dokumen yang sudah diserahkan hanya berupa data awal itu belum bisa disimpulkan akan dapat ditindaklanjuti. ‘’Masih tunggu telaah dulu dari Pak Kajati. Kita masih menunggu, apakah langsung ditangani Pidsus,’’ ujarnya singkat. (ars)
pembakaran lahan dalam proses identifikasi,’’ jelasnya. Pihaknya sangat serius menindak pelaku pembakaran lahan melalui penindakan yang dilakukan Satgas Karhutla. Sementara Direktur Eksekutif Walhi NTB, Murdani meyesalkan meninggalnya warga karena melakukan pemadaman sendiri. Seharusnya Satgas yang dibentuk lebih cepat bertindak. “Ini jadi pembelajaran bagi kita semua dan warga, agar jangan membakar lahan, apalagi kalau itu kawasan hutan,” katanya. Menurutnya, pemerintah khususnya Aparat harus mengambil peran penting
dalam melakukan penyadaran kepada warga agar pembakaran tidak terjadi lagi. Ia mendesak aparat melalui Satgas Karhutla lebih tegas dengan menindak pelaku pembakaran. Regulasi dan ketentuan pidana sudah ada. Disebutnya, sesuai Undang Undang 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d dan Pasal 78 ayat (3) bisa menjerat pelaku pembakaran hutan. Jika aparat kesulitan menjerat dengan aturan itu, maka bisa menggunakan pasal pasal pada Undang Undang 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (ars)
Pansel Beri Jaminan Dari Hal. 1 Jadi tidak akan main-main melakukan itu,’’ tegas Ketua Pansel JPT Madya Sekda NTB, Prof. Dr. H. Mansur Afifi dikonfirmasi usai rapat Pansel di Kantor BKD NTB, Senin (16/9) sore. Ia menegaskan, Pansel akan melakukan tugas sesuai standar etik dan profesionalisme. Ia menegaskan, Pansel yang berjumlah lima orang anggota tersebut tak punya kepentingan apapun dalam seleksi terbuka Sekda NTB ini. ‘’Ndak ada kaitannya dengan orang yang menjabat. Kami tak punya conflict of interest terhadap siapapun yang akan menjadi Sekda,’’ tegasnya. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram) ini mengatakan, aturan mengenai anggota-anggota Pansel sudah jelas. Anggotanya maksimal sembilan orang dan minimal lima orang. Terdiri dari unsur internal dan eksternal pemerintahan. Mansur membeberkan instrumen penilaian calon Sekda NTB. Pertama, penilaian persyaratan administratif dengan bobot 20 persen. Akan dilihat kepangkatannya, jika pembina utama (IV/ e) skornya 30, pembina utama madya (IV/d) skornya 20 dan pembina utama muda (IV/c) skornya 10. Kemudian dalam instrumen penilaian ini juga dilihat pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Untuk yang sudah Diklatpim I skornya 20 persen dan Diklatpim II/Fungsional Utama skornya 15. Sementara jika dilihat pendidikan, untuk doktor skornya 20, magister 15 dan sarjana 10. Pansel juga akan melihat riwayat jabatan calon Sekda. Apabila pernah menduduki 3 jabatan struktural eselon II maka skornya 20, jabatan fungsional tingkat utama 5-9 tahun skornya 15 dan jabatan
fungsional tingkat utama 2-4 tahun, skornya 10. Kedua, instrumen penilaiannya adalah penulisan makalah bobotnya 20 persen. Ketiga, tes kompetensi manajerial/psikologi/assessmen bobotnya 25 persen. Dan terakhir, presentasi dan wawancara bobotnya 35 persen. Sementara itu, Kepala Sekretariat Pansel JPT Madya Sekda NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si menjelaskan pendaftaran akan dibuka mulai Selasa (17/9) pukul 00.00 Wita sampai 4 November mendatang. Pembentukan Pansel sesuai rekomendasi KASN No. 8-015/KASN/9/2019 tanggal 13 September 2019 perihal rekomendasi rencana seleksi terbuka JPT Madya Sekretaris Daerah NTB. Inti rekomendasi mempesilakan Gubernur menugaskan Pansel untuk melaksanakan seleksi terbuka sesuai ketentuan UU ASN, PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajamen PNS dan Permen PANRB No. 15 Tahun 2019 tentang pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka secara kompetitif di instansi pemerintah. Menindaklanjuti rekomendasi KASN, gubernur telah membuat SK nama-nama anggota Pansel yang berjumlah 5 orang. Lima orang anggota Pansel berasal dari unsur internal pemerintahan satu orang dan akademisi 4 orang. Mereka adalah Prof. Dr. H. Mansur Afifi sebagai Ketua Pansel dan Sekretaris, Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA. Sedangkan tiga orang anggota Pansel antara lain Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M. Ag, Dr. Abdullah Acim, MA, Dr. Kaharudin, SH, MH dan Drs. Hamdani, MM, M.Sc, AK. Satu orang anggota Pansel yang terakhir merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan. (nas)
Jangan Jadi Penghambat Dari Hal. 1 Total yang sudah ditransfer ke rekening Pokmas untuk pembangunan RTG mencapai Rp 4,278 triliun. ‘’Terkait dengan dana yang masih belum terserap itu, saya meminta kepada Pokmas dibantu fasilitator untuk segera melakukan pencairan sesuai prosedur yang berlaku. Jangan sampai menghambat jika Aplikator sudah menyelesaikan kewajibannya,’’ tegas Danrem Senin (16/9) usai cek lapangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dimintanya, agar Dana Siap Pakai (DSP) tidak mengendap di bank dalam waktu lama. Sebab dianggap akan merugikan masyarakat penerima bantuan. ‘’Jika tidak segera dicairkan sampai batas waktu yang sudah ditentukan, maka akan balik lagi kepada negara,’’ tegasnya. Menurut Danrem, pascaperpanjangan waktu Satgas Rehab Rekon Terpadu TNI berdasarkan permohonan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc kepada Mabes TNI, pihaknya terus bergerak. Salah satunya dengan melaksanakan peninjauan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG).
Secara khusus ia melihat kinerja aparat TNI yang menjadi fasilitator pendamping. Dalam catatan, ada 626 personel TNI diterjunkan untuk membantu percepatan, ditambah 1000 tenaga bantuan Zeni TNI. Danrem turun bersama Kasi Intelrem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana, Danramil 1606-02/Tanjung dan para Danki Batayon Zeni Satgas Rehab Rekons wilayah KLU. Pada kesempatan tersebut, selain melihat proses pembangunan, Danrem bersama rombongan juga berdialog dengan pemilik RTG. Danrem juga memberikan penekanan kepada Babinsa selaku fasilitator, Danramil setempat dan para Komandan Kompi Batayon Zeni TNI untuk bergerak cepat dalam pembangunan RTG. “Harus lebih cepat, sebelum masa transisi selesai hingga tanggal 31 Desember mendatang,” tegasnya. Sesuai data per 15 September, BPBD NTB mencatat progres menggembirakan pada pembangunan RTG. Rumah yang sudah selesai dikerjakan mencapai 80.547 unit. Dengan kategori rumah rusak berat mencapai 22.267 unit, rumah kategori rusak sedang 13.265 unit, rumah kategori rusak ringan 45.015 unit. (ars)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Selasa, 17 September 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
Revisi UU KPK
Ali BD: Itu Adalah Hukum Alam Selong (Suara NTB) Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR) Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan, SH. MM turut angkat bicara terkait rencana revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pendapat Ali BD, sapaan akrab Bupati Lotim dua periode ini, ia menyetujui rencana revisi UU lembaga antirasuah tersebut. Saya berpendapat setuju dengan revisi undang-undang tentang KPK. Menurutnya, revisi aturan itu adalah hukum alam dalam sejarah hukum di dunia. Undang-undang Dasar (UUD) 1945 saja sebutnya diamandemen. “Di seluruh dunia itu mejadi suatu hal yang biasa melakukan revisi,” paparnya. KPK adalah pengguna dari UU. Sebagai individu yang ada di KPK diperbolehkan menyampaikan pendapat. Akan tetapi, kalau berbicara atas nama institusi, menurut Ali BD kurang relevan. Dalam penegakan hukum di dunia dan khususnya di Indonesia, aspek Hak Asasi Manusia (HAM) itu perlu diperhatikan. Sejak seorang ditetapkan sebagai tersangka, apalagi masih dalam dugaan, maka hak-hak pribadi harus dihormati. Diketahui, salah satu usulan revisi UU KPK ini akan dibentuk pengawas. Presiden Joko Widodo sendiri telah menyatakan di media menyetujui wacana pembentukan Dewan Pengawas. Berbeda dengan Ali BD, Dewan Pengawas tidak perlu ada. Tugas pengawasan adalah rakyat. “Ini pendapat saya, jadi Dewan Pengawas kalau kita berpikir secara subjektif pasti ada plus minusnya,” ucapnya. Sementara soal penyadapan, menurut Ali Dachlan bisa dilakukan KPK setelah melalui proses permohonan persetujuan dulu dari pengadilan. Karena menjadi tugas pengadilan untuk memberikan izin. Rencana revisi UU KPK dikatakan tidak pula langsung disimpulkan hanya akan melemahkan dalam pemberantasan korupsi. Kaitannya dengan pemberantasan korupsi harus tetap jalan terus. “Kan belum terjadi, bagaimana kita bisa katakan demikian (melemahkan-red),” tegas Ali BD. Di mana sisi lemahnya KPK nanti bisa dilihat. Prinsip, tidak boleh ada kekuatan di dalam kekuasaan suatu negara. Tugas pemberantasan korupsi dipersilahkan saja terus dilakukan KPK sesuai koridor UU. Mengenai sosok pimpinan KPK yang baru diketahui adalah mantan Kapolda NTB, kata Ali BD, itu perihal yang berbeda. Tugas dan wewenang DPR sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam memilih. “Karena kita tidak punya wakil di DPR jadi kita tidak punya hak untuk mengkritiknya,” demikian. (rus) Ali BD
SMPN 6 Mataram Kembangkan Program Literasi Mataram (Suara NTB) SMPN 6 Mataram mengembangkan program literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada tahun ajaran 2019/2020. Program tersebut juga sudah dilaksanakan pada tahun ajaran sebelumnya. Pihak sekolah ingin agar kemampuan literasi siswa meningkat sekaligus menguatkan karakter mereka.
direncanakan pada tiga atau empat bulan sebelum UNBK. “Pengayaan saat bulan Januari 2020 nanti,” katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pihaknya akan mencoba berkolaborasi dengan SMA/SMK untuk memenuhi kebutuhan UNBK. Sementara itu, nantinya untuk laptop, pihak sekolah
Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin, S.Pd., M.Pd., pada Senin (16/9) mengatakan, pihaknya mengembangkan literasi dan PPK pada tahun ajaran ini. Siswa diajak membaca buku bersama-sama di halaman sekolah. “Cara ini untuk membiasakan siswa membaca buku bagian dari kegiatan literasi,” ujarnya. Menurutnya pembiasaan
siswa membaca sangat penting, agar siswa bisa memiliki pengetahuan yang lebih luas. Daya pikir mereka juga akan meningkat dengan terbiasa menerima informasi yang lebih banyak. Literasi merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter di SMPN 6 Mataram. Azis menyebutkan ada lima inti dari program
(Suara NTB/her)
SANTUNAN - Pimpinan Ponpes ITB yang juga anggota Dewan, Lobar, TGH Hamdi dan ketua Baznas Lobar saat memberikan Santunan kepada anak yatim.
Yayasan Pendidikan Ponpes ITB Sekotong Santuni Anak Yatim Giri Menang (Suara NTB)Pondok Pesantren Ittihadul Bayan (ITB) Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah, memberikan santunan kepada 350 anak yatim se-Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), Minggu (15/9). Pemberian santunan tersebut dirangkai dengan acara peringatan Tahun Baru Islam, 1441 Hijriyah. Selain sebagai kegiatan rutin Ponpes ITB, santunan anak yatim itu juga bentuk upaya
SMP Berharap Pemkot Bantu Sarana UNBK Mataram (Suara NTB) Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan Kota Mataram menargetkan seluruh SMP di Kota Mataram melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020 nanti. Namun, banyak SMP negeri yang masih kekurangan sarana penunjang UNBK. Oleh karena itu diharapkan terobosan dari Pemerintah Kota Mataram agar sekolah bisa melaksanakan UNBK. Kepala SMPN 21 Mataram, Didik Syamsul Hadi, SPd., ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/ 9) mengatakan, pihaknya belum siap melaksanakan UNBK pada tahun 2020, karena sarana yang masih minim. “Kalau sekolah belum siap, kita punya komputer cuma berapa biji, mungkin cuma dua, belum server lagi yang agak mahal,” katanya. Ia mengharapkan ada terobosan dari pemerintah Kota Mataram untuk membantu ketersediaan sarana UNBK. Terlebih lagi siswa SMPN 21 Mataram berlatar belakang masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang jarang memiliki laptop, sehingga sulit menerapkan opsi meminjam ke siswa. Belum lagi jumlah siswa di SMPN 21 Mataram yang semakin berkurang sehingga dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menurun. Dana BOS itu juga dipakai untuk membayar guru dan pegawai honor. “Kalau memang diharuskan, kalau ada bantuan dari pemerintah kota bisa. Kami harapkan ada terobosan bantuan bagi sekolah yang tidak mampu. Atau menggabung ke SMK, tapi resiko kerusakan, kami harus ganti jika ada kerusakan dan biayanya lebih besar,” katanya. Sebanyak 72 orang siswa kelas IX di SMPN 21 Mataram, menurut Didik setidaknya dibutuhkan 40 komputer. Sarana yang belum ada membuat pihak sekolah kesulitan untuk melaksanakan UNBK, kecuali pemerintah turun tangan membantu. “Kami nunggu kebijakan pusat saja, kalau ditaNya mampu, ya tidak mampu, ditanya siap, ya tidak siap,” imbuhnya. Sementara itu, pihaknya akan melaksanakan pengayaan bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UNBK. Pengayaan
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
akan mengusahakan untuk mengumpulkan atau membeli. Selain itu juga nanti bekerjasama dengan siswa atau orang tua siswa untuk meminjamkan laptop mereka selama pelaksanaan UNBK. Menurutnya, infrastruktur pendukung UNBK seperti komputer atau laptop tidak harus dibeli sekolah. SMP di Kota Mataram bisa meminjam ke SMA dan SMK. (ron)
untuk menanamkan rasa keperluan dan karakter berbagi dengan sesama. Hadir dalam kegiatan ini, sejumlah tuan guru, Camat Sekotong, Lalu Pardita, Kades Sekotong Tengah, Lalu Sarappudin, Polsek, Danramil Sekotong, para kepala dusun, serta ratusan jamaah dari berbagai desa, memadati halaman ponpes yang dibina oleh TGH. Hamdi, S.Pdi tersebut. Sebelum rangkaian acara santunan, para jemaah yang sejak awal memadati tempat acara dihibur oleh penampilan kasidah yang dibawakan oleh para santri Ponpes Ittihadul Bayan. “Kegiatan santunan kepada anak yatim ini sudah kami lakukan sejak tahun 2012. Alhamdulillah, dapat berjalan hingga saat ini,” kata TGH. Hamdi dalam sambutannya. Anggota DPRD Lobar dari PKB ini juga menyebutkan, bahwa dana santunan anak yatim bersumber dari masyarakat yang ada di kecamatan Sekotong, wali santri, para donatur dan juga para santri. “Menyantuni anak yatim merupakan kewajiban kita bersama, itulah yang menjadi alasan kami mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan seikhlasn-
ya,” papar H. Hamdi. “Alhamdulillah, ajakan yang kami sampaikan mendapat tanggapan posistif dari masyarakat. Sehingga dana yang terkumpul dapat menyantuni 350 anak yatim dengan isi amplop tidak kurang dari Rp200 ribu,” ucapnya. Tausiah diisi pengajian umum oleh TGH. Muhlis Ibrahim. Saat pembagian santunan, ratusan anak yatim dengan tertib menerima amplop yang diserahkan oleh salah seorang donatur, yakni Sumardi Ahmad. “Semoga ponpes Ittihadul Bayan semakin maju dan selalu diberkahi Allah,” ucap salah seorang warga asal pemalikan Desa Batu Putih. (her)
penguatan pendidikan karakter itu, yaitu dari sisi religius, nasionalisme, gotong royong, mandiri, dan integritas. Dalam sisi religius, penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan iman dan takwa, kegiatan diniyah, serta menjalankan salat dhuha, serta salat Dzuhur berjamaah. Serta kunjungan ke berbagai tempat ibadah sesuai agama masing-masing. Melalui berbagai kegiatan yang bernuansa religius itu diharapkan juga dapat meningkatkan sisi keimanan siswa. Azis menjelaskan, untuk menumbuhkan semangat nasionalisme para siswa, dilaksanakan upacara bendera setiap hari Senin serta hari besar lainnya. Serta menyanyikan lagu wajib nasional. Ada yang menjadi ciri khas di SMPN 6 Mataram, atau yang dikenal dengan sebutan Spena, yaitu setiap pagi sebelum masuk kelas diputarkan lagu nasional. Dengan
begitu diharapkan menumbuhkan jiwa nasionalisme para siswa. Para siswa juga ditumbuhkan semangat gotong royong mereka, melalui berbagai kegiatan seperti Sepuluh menit untuk kebersihan (Semut) dilaksanakan sebelum belajar. Ada juga olahraga gembira dan kemah bakti dan kerja bakti. Ada juga gerakan ikatan tali kasih. Kemandirian siswa juga diasah melalu kegiatan ekstrakurikuler. Eskul semakin digiatkan, ada pendidikan pramuka yang wajib diikuti. Serta pilihan berbagai ekskul yang dapat diikuti para siswa. Tidak lupa juga integritas harus juga ditekankan melalui optimalisasi proses belajar mengajar. Serta akselerasi kompetensi guru, pegawai, dan siswa. Program pengayaan, uji coba, literasi, dan pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga digiatkan. (ron)