Skip to main content

Edisi Selasa 17 Maret 2020 | Suara NTB

Page 1

SUARA NTB

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SELASA, 17 MARET 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 14 TAHUN KE 16 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pastikan Pelayanan Publik Aman

Ketua DPRD Cek Kesiapan Penanganan Corona di Mataram

(Suara NTB/ist) (Suara NTB/ist)

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., memantau kegiatan pengukuran suhu tubuh di Lombok Epicentum Mall.

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., bertemu dengan jajaran Dikes dan seluruh pimpinan puskesmas/ pustu se Kota Mataram, juga para da’i kesehatan.

Mataram (Suara NTB) Penetapan status siaga bencana darurat non alam Covid-19 (Corona) direspons cepat oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH. Senin (16/3) kemarin, orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini melakukan rapat bersama Dinas Kesehatan dan seluruh puskemas/ pustu yang secara langsung mengkonfirmasi berbagai hal terkait upaya antisipatif dan pemantapan kesiapan jajaran Pemkot khususnya melalui OPD terkait dengan telah

ditetapkannya Kota Mataram dalam status siaga bencana darurat non alam Covid-19 (Corona). ‘’Beberapa hal yang menjadi catatan adalah bagaimana seluruh perangkat Pemkot memiliki kesamaan pikiran dan tindakan terkait penanganan virus Corona,’’ terangnya kepada Suara NTB di Mataram kemarin. Dari pertemuan itu, Didi mengonfirmasi Dikes dan seluruh puskesmas/pustu serta jajarannya pada posisi siap siaga dan sudah terkonsolidasi

dengan baik. Kebijakan meliburkan TK, SD, SMP dan SMA sederajat kecuali yang sedang melaksanakan ujian semester, telah berjalan. Oleh karena itu, menurut Didi, harus dipastikan bagaimana para siswa supaya memanfaatkan waktu belajar di rumah dan tidak keluyuran atau berkumpul di tempat-tempat umum. Untuk itu diharapkan Dinas Pendidikan Kota Mataram berikut sekolah-sekolah membangun pola pengawasan. Bersambung ke hal 15

Tiga Gili Ditutup, Wisatawan Eksodus ke Bali Tanjung (Suara NTB) Destinasi wisata dunia tiga gili (Gili Air, Meno dan Gili Trawangan), Desa Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai lengang. Sejak Senin (16/3), wisatawan mancanegara dan domestik mulai meninggalkan pulau kecil bebas polusi itu, menyusul keputusan penutupan tiga gili mencegah merebaknya virus Corona (Covid-19). Informasi yang dihimpun Suara NTB, wisatawan mulai panik usai keluarnya kebijakan penutupan akses masuk tiga gili. Wisatawan langsung merespons dengan memesan tiket keluar gili. Wisatawan ada yang eksodus ke Lombok via Bangsal, dan ada pula yang direct ke Bali dari gili. Ada dua kesan yang muncul dari fenomena ini. Pertama, wisatawan salah kaprah.

Penutupan masuk gili seolah diartikan semua wisatawan yang sudah tinggal di pulau harus keluar. Kedua, akses keluar dari NTB diduga tidak sesuai SOP. Dimana wisatawan langsung direct gili - Bali tanpa melewati screening di pintu keluar/masuk baik di BIL dan Pelabuhan Lembar. ‘’Mereka panik, beli tiket semalam (Minggu malam). Balik ke Bali, ada yang direct

Bali, ada yang ke Bangsal,’’ ujar warga, Andre. Sementara, Ketua Gili Hotels Asociation (GHA), Lalu Kusnawan, menyayangkan tidak jelasnya prosedur penutupan gili. Keluarnya wisatawan yang sudah berada berhari-hari di gili secara otomatis mematikan usaha hotel dan restoran seketika. ‘’Saya mau menghadap Pak Gubernur terkait penutupan tiga gili. Kita perlu petunjuk

teknis yang jelas,’’ tegas Kusnawan, sembari mengaku Senin siang sudah mengarah ke Kantor Gubernur. Menurut Kusnawan, pelaku wisata masih kebingungan antara pengumuman dengan pelaksanaan. Tamu juga demikian, sehingga seketika mereka memilih eksodus dari gili. ‘’Ini tamu-tamu sudah eksodus keluar gili. Habis keluar semua hari ini (kemarin), karena pengumuman besok (hari ini) tutup,’’ sebutnya. Dengan penutupan 14 hari dan eksodus, Kusnawan memastikan seluruh hotel di bawah asosiasi GHA akan merumahkan karyawan. ‘’Pasti akan seperti itu (rumahkan karyawan). Harusnya sebelum diumumkan harus diperhitungkan teknis pelaksanaan di lapangan, sehingga tidak menimbulkan kepanikan,’’ tandasnya. Bersambung ke hal 15

TO K O H Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi PERTUMBUHAN ekonomi NTB diproyeksikan tahun ini 5% sampai 6% tahun 2020. Proyeksi ini direvisi, menyusul dampak penyebaran virus Corona yang mengganggu berbagai bidang, salah satunya sektor pariwisata. ‘’Kita masih menghitung. Direvisi proyeksinya menjadi berapa, belum bisa kita keluarkan sebelum kantor pusat (Bank Indonesia pusat) mengeluarkan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini,’’ Bersambung ke hal 15

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/ist)

TINGGALKAN GILI - Wisatawan yang mulai meninggalkan Gili Trawangan, Senin (16/3) menyusul penutupan akses menuju tiga gili. Akibat eksodus itu, Gili Trawangan langsung lengang.

Penutupan Gili, Kesempatan Emas Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Achris Sarwani (Suara NTB/bul)

Jadi Penilaian Dorna PEMBENAHAN akses jalan menuju dan dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi perhatian Pemprov NTB. Pasalnya, sampai saat ini masih ada beberapa akses jalan yang belum memenuhi standar kebutuhan kawasan tersebut. Kepala Dinas PUPR NTB, H. Azhar, untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP 2021 mendatang beberapa akses jalan masih harus dibenahi. Antara lain akses jalan dari Lombok International Airport menuju KEK Mandalika. Bersambung ke hal 15

KEPUTUSAN Pemprov NTB untuk menutup sementara akses menuju kawasan tiga gili (Gili Trawangan, Air, Meno) disebut dapat menjadi titik balik pariwisata NTB menuju peningkatan positif. Pasalnya, dalam penutupan akses tersebut banyak hal yang bisa disiapkan. Pakar Pemasaran sekaligus pendiri MarkPlus Tourism, Hermawan Kertajaya, menerangkan hal paling penting yang perlu dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah melakukan persiapanpersiapan terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pembenahan database pariwisata serta persiapan menghadapi situasi pasca-Corona. ‘’Ini wake up call (panggilan untuk bangkit). Kalau dulu kita

kurang apa, harus diperkencang riset, konsep-konsep supaya kita will serve you better (akan melayani lebih baik),’’ ujar Hermawan kepada Suara NTB, Senin (16/ 3). Untuk itu, pemerintah disebut perlu memberikan penawaran khusus terkait fasilitasi dengan harga yang tidak terlalu tinggi sebagai daya tarik. D i t e r a n g k a n Hermawan dalam situasi saat ini wisatawan di seluruh dunia tidak mungkin melawan keputusan dari negara. Bersambung ke hal 15 Hermawan Kertajaya (Suara NTB/dok)

Pengangkatan P3K Tinggal Menunggu Peraturan Penggajian

H.Azhar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Pemerintah Pusat sudah menerbitkan Perpres No. 38 Tahun 2020 tentang Jenis Jabatan Yang Dapat Diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dalam Perpres tersebut ada 147 jenis jabatan yang dapat diisi oleh P3K. Meskipun Perpres tersebut telah terbit, namun tak lantas eks honorer K2 yang lolos seleksi P3K setahun yang lalu dapat langsung diangkat menjadi P3K. Pemprov NTB tinggal menunggu peraturan soal penggajian P3K. ‘’Peraturan tentang gaji yang penting sebagai dasar pembayaran gaji dan penerbitan SK pengangkatan (P3K),’’ kata Kepala Bidang Mutasi BKD NTB, Raisah, SE, MM dikonfirmasi Suara NTB, Senin (16/3) kemarin. Raisah menjelaskan, Perpres No.38 Tahun 2020 berisi tentang jenis-jenis jabatan yang bisa diduduki oleh P3K. Perpres itu menjadi acuan untuk mengusulkan formasi P3K. Sedangkan untuk pembayaran gaji dan pengangkatan P3K masih menunggu payung hukumnya. Sesuai Perpres No. 38 Tahun 2020, ada 147

jenis jabatan yang dapat diduduki oleh P3K. Antara lain, administrator data kependudukan, administrator kesehatan, analis anggaran pendapatan dan belanja negara, analis investasi dan pengamanan perdagangan. Analis kebijakan, analis kepegawaian, analis ketahanan pangan. Analis pasar hasil perikanan, analis pasar hasil pertanian, analis perkarantinaan tumbuhan. Analis perkebunrayaan, apoteker, arsiparis, dokter, dokter gigi, asesor manajemen mutu industri. Asisten apoteker, asisten inspektur angkutan udara, asisten inspektur bandar udara. Asisten inspektur keamanan penerbangan, asisten inspektur mutu hasil perikanan, asisten koselor adiksi, asisten pelatih olahraga. Kemudian, asisten pembimbing kemasyarakatan, asisten pembina mutu hasil kelautan dan perikanan. Asisten penata anestesi, asisten pengelola produksi perikanan tangkap, asisten penguji perangkat telekomunikasi. Asisten perisalah legislatif, asisten pranata siaran, asisten teknisi siaran. Bersambung ke hal 15

Gubernur Ajak Pelaku Pariwisata Bersinergi Lawan Corona Mataram (Suara NTB) Sejumlah pelaku usaha pariwisata di NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan dampak virus Corona terhadap kepariwisataan di NTB. Rakor yang diiniasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini berlangsung di Mataram, Senin (16/3). Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc yang hadir pada Rakor tersebut memberikan sejumlah arahannya kepada para pemilik dan pengelola hotel serta para pelaku usaha yang hadir. Gubernur mengimbau agar seluruh elemen masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi virus Corona. Penutupan destinasi tiga gili, antara lain Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno diminta supaya tidak disikapi dengan berlebihan. Hal ini dikarenakan penutupan yang

dilakukan demi mengantisipasi penularan virus Corona dari wisatawan asing yang berpotensi membawanya dari luar NTB. ‘’Teman-teman ini jangan mamaknai ini sebagai penutupan, tapi ini upaya kita memperbaiki sehingga betulbetul provinsi kita ke depan aman, nyaman dan bebas Corona dan lain sebagainya,’’ ujar Dr.Zul. Gubernur berharap dengan adanya langkah antisipasi seperti meliburkan sekolah dan sejumlah tempat umum ditutup akan meredam kepanikan dan kecemasan yang ada di tengah masyarakat. Tak lupa pula Dr.Zul mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan. Proses penularannya yang cukup mudah membuat wabah ini harus diwaspadai oleh semua pihak. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/humasntb)

RAKOR - Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah memimpin Rakor terkait penanganan dampak virus Corona terhadap kepariwisataan di NTB, Senin (16/3) kemarin.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 2

Pembelian Bahan Pokok Dibatasi (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mulai Selasa (17/3) hari ini akan membatasi pembelian bahan pokok di retail modern, swalayan serta operasi pasar. Kebijakan ini mengantispasi penimbunan akibat panic buying oleh masyarakat yang dipicu oleh virus corona. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin dikonfirmasi usai apel, Senin (16/3) mengatakan, penyebaran virus corono atau covid-19 berdampak luas terhadap perekono-

H. Ahyar Abduh

mian. Masyarakat membeli barang – barang secara berlebihan yang disebabkan oleh kepanikan mereka. Mengantisipasi kepanikan itu, pihaknya akan mensosialisasikan ke masyarakat dan bersama pengusaha retail modern dan swalayan mengatur sistem belanja. “Karena panik warga kita borong semua kebutuhan,” kata Amran. Pembatasan pembelian bahan seperti gula hanya dibolehkan 3 kilogram, minyak goreng 2 liter dan lainnya. Pola seperti ini telah diter-

apkan saat operasi pasar (OP) bersama Dinas Perdagangan NTB. Perlu diantisipasi kata Amran, kadang masyarakat dengan caranya sendiri meminta dalam satu rumah tangga belanja, sehingga terjadi penumpukan sembako. Menurut Amran, peran camat dan lurah dibutuhkan mengawasi dan atau memantau kondisi di lapangan. Jangan sampai orang yang memiliki uang memborong bahan pokok. “Justru yang banyak uang ini belanja semua.

Masyarakat yang lain tidak kebagian,” tandasnya. Pengawasan stok rutin dilakukan oleh tim Satgas Pangan. Mereka memantau secara langsung turun ke pasar. Jika stok berkurang disampaikan melalui aplikasi pesan grup media sosial. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menambahkan, secara psikologi ada pengaruhnya kepada masyarakat terhadap penyebaran covid-19 tersebut. Kepanikan warga menyebabkan mereka memborong kebutuhan pokok.

Organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Dinas Perdagangan diminta melakukan pemantauan terhadap distributor. Apakah ada yang nakal atau tidak dengan menimbun barangnya. “Secara psikologi terganggu. Tapi kalau ada yang menimbun akan kita tindak,” tegasnya. Ahyar mengingatkan, jangan sampai oknum tertentu mengambil kepentingan di tengah situasi seperti saat ini. Kepanikan warga justru dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan. (cem)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Pemkot Perketat Pengawasan Pembuatan Ogoh-ogoh Tetap Jalan KELURAHAN Cakranegara Utara tetap melangsungkan pembuatan patung Ogoh-ogoh di masing-masing lingkungan. Hingga saat ini belum ada instruksi pembatalan parade Ogoh-ogoh dari ketua panitia penyelenggara dan Parisada di kecamatan Cakranegara. Lurah Cakranegara Utara, I Gde Sweca mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menerima imbauan Walikota Mataram dan Gubernur NTB terkait antisipasi pesebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di tempat keramaian. Akan tetapi, belum ada informasi terkait pembatalan parade (Suara NTB/viq) Ogoh-ogoh dari ketua panI Gde Sweca itia penyelenggara dan Parisade Di Kecamatan Cakranegara. “Jadi kita di bawah belum ada surat edaran untuk penundaan parade Ogoh-ogoh pada tanggal 24 Maret mendatang. Untuk sementara masyarakat tetap langsungkan pembuatan Ogoh-ogoh,” katanya, Senin (16/3). Dijelaskan Sweca, pihaknya sudah mendistribusikan anggaran dana pembuatan Ogoh-ogoh di semua lingkungan Cakra Utara. Sementara, pembuatan Ogoh-Ogoh di masing-masing lingkungan sudah ada yang capai 60 persen proses pengerjaan. “Ada juga yang sampai 80 persen pembuatan,” katanya. Selaku Ketua panitia dari Anak Agung sendiri belum memberikan instruksi ke bawah untuk lakukan penundaan. Sweca pun berharap, jika parade Ogoh-ogoh ditunda, agar Pemkot Mataram, Ketua Panitia penyelenggara dan Parisada menginformasikan ke bawah. “Apakah ditunda atau tidak kami butuh informasi dari semua pihak yang bersangkutan. Agar kami tidak berkelanjutan membuat Ogoh-ogoh,” tegasnya. “Artinya dalam dua hari kita akan tunggu instruksi ini. Kalau memang ditunda, agar kami di kelurahan segera infokan ke bawah,” tutupnya. (viq)

Lakukan Langkah Antisipasi WAKIL Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., berinisiatif mengundang Dikes (Dinas Kesehatan) Kota Mataram. Undangan ini menyusul boomingnya kasus corona di Indonesia. ‘’Kita ingin lihat perkembangan Covid-19 ini di Mataram seperti apa,’’ katanya kepada Suara NTB di ruang kerja Komisi IV DPRD Kota Mataram, Senin (16/3) kemarin. Selain itu, lanjut Muhtar, komisi yang membidangi masalah kesehatan ini juga ingin melihat bagaimana kesiapan alat-alat kaitannya dengan langkah deteksi dini virus corona. ‘’Kesiapannya apa, kita (Suara NTB/fit) juga ingin tahu itu,’’ cetusH. Muhtar nya. Pihaknya, tidak ingin hanya menerima berita di media sosial saja. Komisi IV ingin mendapatkan penjelasan secara rinci. ‘’Supaya masyarakat juga bisa kita imbau untuk melakukan langkah antisipasi juga,’’ imbuhnya. Meskipun pencegahan virus corona ini menjadi ranah Dikes, namun sebagai wakil rakyat yang duduk di parlemen, Muhtar bersama rekan-rekannya di Komisi IV berkepentingan untuk mengetahui hal tersebut. ‘’Kita juga tidak ingin dikatakan Dewan hanya diam saja,’’ katanya. Mantan Wakil Ketua DPD Kota Mataram ini mengapresiasi langkah Pemkot Mataram yang mengikuti jejak Pemprov NTB, meliburkan siswa selama dua pekan. Namun, demikian, masih ada siswa yang belum mengetahui bahwa sekolah diliburkan sejak Senin kemarin, hingga dua pekan mendatang. ‘’Ya karena kemarin kan rapatnya di provinsi itu hari libur, ya jadi masih ada yang belum tahu,’’ katanya. Namun Dinas Pendidikan diyakini telah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan hal ini kepada para siswa. Karena libur yang terbilang mendadak ini, tentu banyak pihak yang mempertanyakannya. Untuk itu mereka harus diberi pengertian. Yang tidak kalah pentingnya, kata anggota dewan dari dapil Ampenan ini, para siswa harus diberi pemahaman pula. Bahwa libur dua pekan ini, jangan sampai disalahgunakan. ‘’Libur dua minggu ini siswa tetap belajar di rumah. Jangan nanti malah ke mana-mana, ke mall, ke pasar,’’ katanya mewanti-wanti. Mencegah adanya siswa yang keluyuran ke pusat-pusat keramaian, Muhtar mengimbau kepada orang tua siswa agar melakukan pengawasan kepada anak-anak. (fit)

Mataram (Suara NTB) – Penyebaran virus corona merambah ke seluruh negara, termasuk Indonesia menimbulkan kepanikan. Pemkot Mataram dan manajemen rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Mataram, memperketat pengawasan. Setiap tamu dan pengunjung akan dicek menggunakan pemindai suhu tubuh. Direktur Utama RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menegaskan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di Kota Mataram akan diberlakukan pengawasan ketat terhadap pengunjung. Pintu masuk sekitar sebagai tempat interaksi akan ditutup. Pengunjung dibatasi dengan cara memberikan kartu serta disiapkan hand sanitizer atau pembersih tangan. “Setiap pintu masuk akan kita tutup. Ini sebagai antisipasi penyebaran virus corona,” tegasnya, Senin (16/3). Selain kebijakan terhadap pengunjung maupun keluarga pasien, manajemen rumah sakit plat merah ini, juga menerapkan tidak memberlakukan apel pagi bagi karyawan maupun petugas kesehatan. Kebjakan itu sebagai bagian mengurangi interaksi mengatisipasi penyebaran corona. Paling penting menurut dr.

Jack, sapaan akrabnya, masyarakat tidak panik. Diminta penanganan pasien terindikasi terjangkit covid-19 dipercayakan ke tim medis. “Kalau ada masyarakat yang menemukan ciri – ciri covid 19 bisa langsung menghubungi call center 119. Kita langsung jemput ke lapangan,” tandasnya. RSUD Kota Mataram diakui, bukanlah rumah sakit rujukan untuk menangani pasien corona. Tetapi pihaknya akan menyiapkan segala kebutuhan sebagai syarat menjadi rumah sakit rujukan. “Kita siap menjadi rumah sakit rujukan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Efffendi Eko Saswito menambahkan, pengawasan dilakukan secara ketat di pintu masuk sekretariat daerah. Petugas akan disiagakan dilengkapi dengan alat pemindai suhu serta hand sanitizer. “Tamu yang datang akan dicek satu persatu menggunakan alat pemindai suhu tubuh,” jawab Sekda. Kebijakan lainnya adalah, mulai Selasa (17/3) meniadakan pinger print bagi pegawai berstatus pegawai negeri sipil maupun non pegawai negeri sipil. Sebab, tidak menutup kemungkinan bakteri menempel sehingga rentan terjadinya penularan. Selain itu tambah Sekda,

(Suara NTB/cem)

PEMBERSIH TANGAN - Soni Bastian, staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer sebelum memasuki ruangan. Pengawasan terhadap tamu maupun pengunjung akan diperketat mulai Selasa (17/3) hari ini. pejabat dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah jika dianggap tidak terlalu penting. Demikian pula, menerima kunjungan kerja dari luar daerah akan dilihat kepentingannya untuk apa. Prosedur pengawasan juga diperketat. “Saya juga ada agenda di Jakarta, Bandung dan Riau tapi dibatalkan,”t ambahnya. Sementara dokter spesialis paru, dr. Rizky menambahkan, covid-19 merupakan pandemic yang penyebarannya di seluruh negara dan menjadi bencana nasional. Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu takut,

Cegah Sebaran Virus Corona

Pemkot Lakukan Screening di Pusat Perbelanjaan Mataram (Suara NTB) Mengantisipasi sebaran virus corona (Covid-19) di Mataram, Pemkot Mataram melakukan pengecekan suhu tubuh dan Thermal Scanner (screening) ke semua pengunjung di pusat perbelanjaan. Ada pun pengecekan suhu tubuh dan screening mulai dilakukan di Lombok Episentrum Mall (LEM), Senin (16/3). Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, pengecekan suhu tubuh dan screening untuk memastikan semua pengunjung LEM bebas dari suspect Covid-19. Mobilitas warga di pusat perbelanjaan seperti LEM memang perlu dilakukan eliminasi pencegahan penularan Covid-19. Untuk itu, screening berfungsi untuk mencegah pengunjung suspect Covid-19. “Kita cek melalui suhu tubuhnya,” jelasnya, Senin (16/3). Pengecekan suhu tuhuh dan screening ini semata-mata membuat masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkujung ke pusat perbelanjaan di Mataram. Agar, potensi sebaran Covid-19 bisa dieliminasi. “Pada dasarnya kita tidak menggangu mobilisasi warga. Yang jelas tujuan kita adalah memastikan tidak ada warga suspect Covid-19. Mudah-mudahan saja tidak ada potensi sebaran itu di semua pusat perbelanjaan di Mataram,” harapnya. Dikatakan Jack, pengecekan suhu tubuh dan screening ini dilakukan selama tiga hari ke depan. Jika ada potensi sebaran Covid-19 di pusat perbelanjaan di Mataram, pihaknya akan lakukan obserbasi dan perawatan langsung di ruang isolasi khusus yang sudah disediakan Pemkot Mataram. “Jadi gini, (pengecekan suhu tubuh dan screening, red) bukan hanya LEM saja. Nanti kita lakukan juga di Transmart, Niaga, Mall lama dan pusat perbelanjaan lainnya. Tujuannya untuk mengeliminasi sebaran Covid-19,” sebutnya. Karena, potensi sebaran Covid-19 ada di pusat keramaian.

(Suara NTB/viq)

PERIKSA SUHU TUBUH - Salah satu warga asing dicek kondisi suhu tubuh dan screening di Lombok Epicentrum Mall, Senin (16/3). Pengecekan ini dilakukan Pemkot Mataram untuk mengeliminasi sebaran Covid-19 di pusat keramaian di Mataram. Selain pengecekan suhu tuPengecekan suhu tubuh pengunjung dan screening ini buh dan screening jelas Didi, dilakukan dari pukul 07:30 Pemkot Mataram juga harus Wita hingga pukul 21:00 siaga dalam melakukan pengamalam. Ada pun, usaha anti- wasan di tempat umum lainsipasi sebaran Covid-19 ini, nya. Bukan hanya itu, pemkot pihaknya mengerahkan 12 or- Mataram juga semestinya ang petugas dari RSUD kota menyediakan hand sanitizer dan Mataram. “Di mana kita laku- alat screening lebih lengkap di kan pengecekan suhu tubuh tempat-tempat keramian laindan screening untuk pengun- nya. “Kalau bisa Pemkot juga jung baru di empat pintu ma- menyediakan masker. Kita juga suk LEM. Karena keter- imbau agar Pemkot Mataram batasan peraonel belum bisa menyiagakan tenaga medisnya kita lakukan di dua pintu ma- di tempat-tempat keramaian suk LEM lainnya,” tandasnya. lainnya,” jelasnya. Juga, pengecekan suhu tuKetua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menga- buh dan screening bagi warga takan, standar operasional di pusat keramaian bukan hanprosedur (SOP) pengecekan ya dilakukan pada hari-hari tersuhu tubuh dan screening bagi tentu. Kalau bisa jelas Didi, sepengunjung harus ditingkatkan. lama 14 hari Pemkot Mataram Mengingat, mobilitas warga di gencarkan lakukan eliminasi pusat perbelanjaan sangat ting- sebaran Covid-19. “Masalah gi. “Kita juga akan memastikan keterbatasan Sarpras (sarana bahwa di semua tempat fasili- dan prasarana) saya kira bukan tas publik harus dinyatakan alasan. Apalagi ada yang menaman. Untuk itu, SOP ini yang gatakan keterbatasan petugas harus diperhatikan,” jelas ang- medis. Saya kira itu bisa dikondisikan,” katanya. gota Dewan dua periode ini. Pun masalah kesiapan angDijelaskan Didi, Pemkot Mataram harus memastikan garan jelas Didi, seharusnya eliminasi sebaran Covid-19 di Pemkot segera lakukan penyetempat keramaian perlu dit- suaian di lapangan. Kata dia, ingkatkan. Baik di pusat per- kondisi ini tidak lagi bicara fakbelanjaan modern seperti su- tor seperti demikian. Kalau permarket dan pasar tradis- pun Pemkot kekurangan alat ional. “Nah di pasar tradision- dan anggaran, hal itu jelas dia, al juga harus diperhatikan. bisa dicarikan solusinya. “KaAkan lebih berat tantangan- lau anggaran tidak ada, harus nya di sana. Karena pola di segera cari langkah. Saya kira pasar modern dan tradisional kita bisa mengantisipasi itu,” sangat berbeda,” pungkasnya. tutupnya. (viq)

tapi tetap waspada. Dia menjelaskan, virus corona penyebarannya cepat dan siapapun bisa terjangkit. Penularan bisa dari makanan, hewan serta sentuhan. Selama tiga hari tidak bisa dideteksi gejala yang timbul. Setelah 5 – 6 hari, akan muncul gejala seperti deman tinggi, tenggorakan sakit dan lainnya. “Ketika suhu tinggi seperti ini harus waspada. Kita langsung cek apakah terkena infeksi atau tidak,” jelasnya. Rizky menambahkan, virus corona akan mati secara otomatis selama 14 hari. Makanya pasien terjangkit di-

isolasi dua pekan. Dia menyarankan masyarakat banyak beristirahat serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Bagi dokter spesialis THT, dr. Arif memberikan tips pencegahan covid-19. Pertama, meningkatkan daya tahan tubuh dengan banyak mengkonsumsi vitamin C dan minum air putih. Kedua, menghindari berjalan ke tempat ramai atau area pariwisata menjadi lokasi pandemi. Ketiga, cuci tangan. Terakhir, gunakan masker bagi orang yang sakit. Penggunaan masker harus simultan. (cem)

Pejabat Kota Mataram Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh melarang seluruh pejabatnya untuk melakukan perjalanan dinas. Terutama perjalanan ke daerah pandemis dikhawatirkan terjadi penularan. Pejabat baru pulang diminta mengecek kesehatan. “Perjalanan dinas sudah tidak saya izinkan. Kecuali, yang sifatnya urgen,” kata Walikota ditemui usai apel, Senin (16/3). Selain peringatan kepada pejabat, Pemkot Mataram juga telah mengeluarkan imbauan ke masyarakat supaya tetap tenang dan waspada. Kewaspadaan terhadap covid 19 itu mengantisipasi kemungkinan terjangkitnya virus corona. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menghindari pertemuan – pertemuan dalam jumlah skala besar. Juga masyarakat sedapat mungkin mengurangi aktivitas luar rumah jika tidak penting. Selain itu, menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. “Masyarakat yang memiliki gejala batuk, pilek, sakit tenggorakan serta suhu tu-

buh panas agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit maupun puskesmas. Semua sudah disediakan di sana,” tandasnya. Kebijakan lain ditetapkan mulai kemarin adalah, tidak ada lagi apel untuk dua kali hari Senin. Hari bebas kendaraan bermotor (car free day) juga ditiadakan. Kebijakan ini berlaku sampai benar – benar virus corona dinyatakan bebas dari kemungkinan penyebaran. Menurut Ahyar, penyebaran covid 19 memiliki dampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, banyak kegiatan skala besar ditunda. Tetapi belum dilihat sejauh mana dampak terhadap kunjungan wisatawan maupun aktivitas perekonomian di tengah masyarakat. “Jelas secara psikologi terasa. Masyarakat diimbau tidak banyak keluar dan akan mengurangi aktivitas ke mall dan pusat perbelanjaan,” ucapnya. Soal rencana pembangunan kata dia, kaitan perencanaan tetap berjalan. Aparatur sipil negara tetap diminta bekerja menyelesaikan program. (cem)

Pemkot Tiadakan CFD Selama Dua Pekan Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram melarang warga Mataram untuk melakukan acara Car Free Day (CFD) di ruas Jalan Udayana selama dua pekan ke depan. Larangan ini untuk meminimalkan sebaran Covid-19 di pusat keramaian di Mataram. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, Pemkot Mataram telah sepakat untuk menunda gelaran event-event yang akan dilakukan di Mataram. Hal itu dilakuan untuk mengindari warga berkontak langsung di pusat keramaian. “Kita cancel semuanya untuk mengindari sebaran Covid-19 di Mataram. Bagaimana mengeliminasi sebaran Covid-19 ini harus kompak semua. Berasama dalam satu gerakan bersama untuk semua pihak,” katanya, Senin (16/3). Dalam meminimalkan penyebaran Covid-19, Pemkot Mataram mengimbau, warga Mataram untuk tidak melaku-

kan CFD pada hari Minggu di jajan Udayana Mataram. “Sebisa mungkin kita menghindari keramaian,” katanya. Kemudian, setiap kantor di Mataram harus menyediakan disinfektan dan hand sanitizer untuk menjaga penyebaran Covid-19. Juga, bagi kalangan siswa yang diliburkan, agar Satpol PP kota Mataram untuk merazia di space publik. “Diliburkan bukan berarti tidak belajar. Harus stay di rumah untuk meminimalkan sebaran Covid-19,” jelasnya. Nanti, Pemkot Matatam akan memproyeksikan, mobil Humas Kota Mataram untuk berkeliling memberikan pengumuman di seluruah lokasi keramaian. Beberapa event yang ditunda Pemkot Mataram antara lain pertemuan Kaling semua Kecamatan ditunda. “Acara Lemhanas juga ditunda. Hari Bumi di Mataram juga ditunda. Bahkan sampai Imlek Night Fun Run kita cancel,” tutupnya. (viq)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

Wisatawan ke Lotim Menurun Drastis

(Suara NTB/bul)

Komoditas Pertanian Belum Terserap LOMBOK Tengah akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MotoGP di Indonesia pada tahun 2021. Namun ada hal yang masih menjadi catanan, potensi pemicu konflik sosial. Yaitu, komoditas pertanian belum menjadi tuan di rumahnya sendiri. Komoditas pertanian dalam arti yang luas mencakup Pertanian Tananam Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, serta Kelautan dan Perikanan. Politisi Partai Golkar, L. Muhammad Iqbal menarik Lalu Muhammad Iqbal benang merah untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Lombok Tengah. Sektor pertanian masih dominan. Jumlah KK yang terlibat di sektor unggulan ini juga tidak sedikit. Disisi lain, sektor ini memiliki pasar potensial sendiri, di rumahnya sendiri. sejalan dengan berkembangnya investasi, hotel, restoran, perumahan, rumah makan dan industri ataupun usaha lainnya. “Sayangnya, komoditas lokal kita belum sepenuhnya terserap oleh pasar lokal. Hasil-hasil pertanian belum terserap di hotel, usaha dan perkantoran. Pasar lokal justru memanfaatkan komoditas dari luar, ini harus dipikirkan. Memicu potensi konflik sosial,” katanya dalam diskusi dengan Suara NTB di Mataram, Senin (16/3) kemarin. Salah satu yang menjadi alasan, tidak konsisten pada produksi. Berbicara kualitas, Lalu Iqbal mengatakan tak kalah saing dengan komoditas luar. Jika persoalannya pada inkonsisten produksi pertanian, anggota Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Kabupaten Lombok Tengah ini menegaskan, adalah tugas dari Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan Perikanan dan stakeholders lainnya untuk melakukan pembinaan kepada petani. “Jangan sampai, hanya karena alasan inkonsistensi produksi. Komoditas lokal kita ditolak oleh pasar. Kenyataannya begitu, hotel masih senang gunakan komoditas luar, demikian juga yang lainnya,” ujarnya. Karena itu, selain mendorong dinas terkait untuk mengintervensi dari hulu, ia juga berencana akan melibatkan para pakar pertanian untuk mencarikan solusi peningkatan kualitas produksi pertanian, dan kontinyuitasnya. Tidak sedikit lahan pertanian, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah yang setengah mengaggur. Tidak optimalnya produksi lahan ini, akibat dari serapan pasar lokal yang masih minim. “Coba lihat, semangka kita. Saat panen membanjir, dan harganya rendah. Disatu sisi, hotel dan restoran di Lombok, NTB masih mendatangkan dari luar. Bagaimana petani bisa bersemangat berproduksi kalau hasil produksinya tidak terserap pasar,” imbuhnya. Karena itu, investasi besar yang ada di Lombok Tengah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang lokal. Lalu Iqbal menginisiasi akan mengawinkan seluruh stakeholder, dari pemerintah daerah, pengusaha, akademisi dan para pakar. Menyatukan suara agar komoditas lokal menjadi tuan di rumahnya sendiri. “Masyarakat petani lokal harus diberdayakan. kalau mereka sudah sejahtera, potensi konflik sosial bisa diminimalisir. Apalagi kita akan menjadi tuan rumah gawe besar, MotoGP. Target saya tahun ini kita semua sudah satu suara untuk pemberdayaan petani lokal,” demikian Lalu Iqbal. (bul)

Halaman 3

Selong (Suara NTB) Akibat merebaknya virus corona Covid 19 di seluruh belahan dunia ini berimbas pada kunjungan wisatawan Kunjungan wisatawan mancanegara utamanya ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menurun drastis.

(Suara NTB/bul)

APLIKASI MOTORKU X - Made Deasy Natalia, Corporate Communication Astra Motor NTB menunjukkan cara memanfaatkan aplikasi Motorku X

Aplikasi Motorku X Sasar Mahasiswa Mataram (Suara NTB) Aplikasi Motorku X mulai sasar kaum milenial. Minggu (15/3), Astra Motor NTB melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi Motorku X kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Dalam kesempatan tersebut terlihat antusias mahasiswa yang sangat tertarik dengan aplikasi modern ini. Motorku X merupakan aplikasi yang dapat memudahkan konsumen untuk melakukan service tanpa harus repot mengantre di bengkel. Aplikasi service booking ini sudah di download lebih dari 100ribu pengguna ponsel android. Terbukti dengan menggunakan aplikasi Motorku X, konsumen tidak perlu repot datang dan menunggu giliran motornya untuk diservice. Made Deasy Natalia, Corporate Communication Astra Motor NTB mengatakan sangat merasakan sambutan positif ratusan mahasiswa yang mengikuti sosialisasi aplikasi pada seminar di gedung aula STAHN Gde Pudja Mataram. Terutama mahasiswa yang baru mengetahui adanya aplikasi ini. “Keuntungan dalam penggunaan aplikasi ini sangat beragam. Dengan melakukan

download Motorku X, pengguna bisa melakukan service motor tanpa harus mengantre. Setiap transaksi menggunakan Motorku X konsumen akan mendapatkan poin. Nantinya poin tersebut bisa ditukarkan untuk pembayaran service berikutnya. Bisa juga ditukarkan dengan produk tenant yang telah bekerjasama dengan kami atau menukarkan dengan voucher belanja Indomaret,” terang Deasy. Penggunaan aplikasi ini juga dijelaskan. Tahapannya melakukan download dan login menggunakan nomer handphone, konsumen harus menyiapkan STNK untuk mencantumkan nomer mesin kendaraan. Pada menu service, konsumen bisa mendaftarkan terlebih dahulu tipe motornya. Tahap selanjutnya pilih lokasi Ahass yang ingin dikunjungi, pilih jenis service dan pilih jadwal (hari dan jam) yang diinginkan. Aplikasi akan melakukan reminder H-1 sebelum jadwal service motormu tiba. “Aplikasi ini sangat membantu saya yang setiap hari menggunakan kendaraan bermotor untuk melakukan aktifitas ke kampus dan lainnya. Sekarang saya tidak perlu repot datang ke bengkel lalu menunggu giliran motor saya diservice. Dengan aplikasi Motorku X waktu saya menjadi lebih efisien. Nanti akan saya beritahu keluarga dan tetangga di rumah untuk menggunakan Motorku X saat service berkala. Terimakasih Honda,” demikian Wayan, salah satu mahasiswa yang aktif berinteraksi pada sosialiasasi ini. (bul)

Investor Merasa Tak Nyaman Berinvestasi di Lotim Selong (Suara NTB) Investor pariwisata yang sudah menanamkan investasi dengan membangun sejumlah hotel di wilayah Lombok Timur (Lotim) bagian selatan saat ini merasa terusik. Investor merasa tidak nyaman berinvestasi. Hal ini diutarakan Manajer Ekas Breaks Hotel and Resort di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim, Eka Busran kepada Suara NTB, Senin (16/3) kemarin. Aktivitas razia miras yang dilakukan aparat beberapa waktu lalu katanya cukup merugikan hotel. Padahal, soal izin sudah dilengkapi sesuai aturan yang berlaku di pemerintah. Aktivitas razia aparat yang dilakukan aparat ke sejumlah hotel di wilayah Lotim bagian selatan beberapa waktu lalu dinilai cukup berpengaruh. Pemilik sudah mengambil kebijakan menutup sebagian operasional. Sebagian besar karyawan pun terpaksa dirumahkan sementara. “85 persen karyawan terpaksa di rumahkan,” ungkap Eka. Pemilik hotel katanya kecewa dengan aturan pemerintah. Kondisi ini diperparah dengan makin merosotnya kunjungan wisatawan. Investor-investor pemilik hotel di Selatan ini pun katanya sudah pusing. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. H. Mugni yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya saat ini sedang koordinasi dengan aparat kepolisian daerah (Polda) NTB. Kadispar Lotim ini mengaku mendukung sebenarnya apa yang dilakukan pelaku wisata di wilayah selatan yang membutuhkan ketegasan soal penjualan minuman keras. Izin penjualan miras yang sudah dikantongi dipersilahkan berjalan. Akan tetapi, harus secara tertutup penjualannya. Yakni dijual kepada tamu-tamu asing yang sudah terbiasa dengan minuman keras. Bukan diperuntukkan untuk umum dan wisatawan lokal. Batasan mengenai penjualan ini katanya harus dipertegas. Dimana satu sisi, Lotim juga mencoba mengembangkan pariwisata tanpa maksiat (PTM). Batasan dimaksudkan adalah, miras bukan diperuntukkan untuk wisatawan lokal. “Kalau wisatawan asing tidaklah masalah,” paparnya. Pembatasan penjualan miras ini katanya juga bukan berarti memangkas kenyamanan berinvestasi di Lotim. Izin yang dikantongi tetap harus melihat apa yang menjadi kebijakan di daerah. Dilain pihak, diakui Kadispar Lotim, miras bagi orang asing merupakan kebutuhan. “Intinya, miras ini hanya untuk orang asing, bukan untuk orang lokal,” imbuhnya. (rus)

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lotim, Saprudin kepada Suara NTB, Senin (16/3) kemarin mengatakan penurunan kunjungan wisatawan ke Lotim menurun 80 persen. Pengaruh corona ini dinilai sangat besar. Saprudin yang juga penggagas Agrowisata Ekas ini berharap tamu tamu lokal yang datang berkunjung nikmatin pantai ke selatan. “Wisatawan bisa mampir ke agrowisata ecogarden di ekas, wisatawan bisa petik buah jeruk, klengkeng, labu dan anggur, adanya kunjungan wisata ini harapannya bisa menutup operasional penginapan,” asanya. Hal senada diutarakan Jumaedy, ketua Asosiasi Homestay Lotim. Wisatawan ke Lotim katanya sedang sepi. Hanya beberapa homestay di Desa Tetebatu katanya yang masih terisi tamu. “Ini juga kan

low season,” paparnya. Manajer Hotel Ekas Break Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru, Eka Busran menyebut juga menyebut penurunan wisatawan mencapai 70-80 persen. Pengaruh corona yang sudah mendunia ini jelas sangat berpengaruh besar pada kunjungan wisatawan ke Lombok. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. H. Mugni tidak menampik besarnya dampak kunjungan wisatawan pasca merebaknya kasus virus corona Covid 19. “Iya pasti sih, karena wisatawan dari luar negeri ini kan banyak yang dilarang oleh negaranya ke luar,” terang Mugni. Ditengah situasi sepi saat ini, Kadispar Lotim berharap dapat digenjot kehadiran wisatawan domestik. Meluasnya virus corona ini sempat ditawarkan untuk dilakukan penutupan terhadap sejumlah

objek wisata di Lotim. Akan tetapi, hal ini dinilai tidak perlu karena banyak wisatawan nusantara yang juga berdatangan ke Lotim. Aktivitas berwisata di objek wisata yang ada di Lotim tetap berjalan seperti biasanya. Sebagai langkah waspada dan antisipasi, seluruh pelaku wisata di Lotim ini diingatkan agar menjaga kebersihan. Menjaga prilaku hidup bersih dan sehat. Ketika ada tamu yang datang hendaknya dipersiapkan alat-alat yang mendukung menjaga kesehatan tubuh wisatawan. Mengenai berapa jumlah hotel yang mengalami penurunan drastis kata Mugni belum ada laporan tertulis dari pemilik hotel. Bidang kapasitas katanya belum menerima laporan dari pemilik hotel. “Laporan dari pemilik hotel ini sekali dalam sebulan,” katanya. (rus)

Teluk Santong Diusulkan Jadi KEK

Ekonom Sarankan Fokus Kembangkan KEK yang Ada

Mataram (Suara NTB) – Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Dr. Ibrahim Abdullah, SE., MM., menyarankan pemerintah sebaiknya fokus mensukseskan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah ada, yaitu KEK Mandalika di Lombok Tengah. Dorongan ini disampaikan, menyusul adanya keinginan pemerintah daerah untuk pengusulan KEK baru di NTB, yaitu Teluk Santong di Sumbawa. Adanya perencanaan agar kawasan Teluk Santong dijadikan sebagai KEK, setelah KEK Mandalika, kata Dr. Ibrahim perlu dilakukan kajian yang mendalam dari berbagai aspek. Misalnya, pertama, seberapa besar dampak ekonominya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Terhadap penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lingkar kawasan. Kedua, apakah masyarakat sudah siap menerima perubahan perilaku sosial. “Sebab kalau proyek sudah jalan, banyak pekerja dari seluruh wilayah In-

Ibrahim Abdullah

(Suara NTB/bul)

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

donesia akan mencari pekerjaan yang membawa budaya suku dan daerah masing sehingga akan terjadi asimilasi dan akulturasi budaya,” katanya. Ketiga, pemerintah pusat sepertinya terlalu berbaik hati kepada NTB dengan ditetapkannya geo park Rinjani dan geo park Tambora. “Sebaiknya kedua geo park ini dikeloka secara baik dan profesional dulu. Tunjukkan pada pemerintah pusat, kita mampu melaksanakan amanah terse-

but untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat NTB,” katanya. Keempat, NTB tentu seperti yang sudah familiar diberikan mega proyek, yaitu KEK Mandalika dengan investasi hitungan triliunan. Menurutnya, setelah melihat fakta lapangan, fasilitas belum rampung sepenuhnya. Seperti masjid, jalan raya, dan sarana MotoGP untuk 2021. “Menurut saya tidak perlu menambah kawasan khusus lagi kalau pembangunan yang ada belum selesai,” katanya. Kalaupun NTB meminta tambahan pembangunan, sebaiknya fokus menagih janji Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu. Yaitu membangun jalan tol atau bypass dari Pelabuhan Lembar Lombok Barat menuju Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Jika pemerintah pusat menyetujui dibangunnya jembatan penyeberangan ke dari Kayangan ke Poto Tano Sumbawa, dipastikan akan membawa dampak ekonomi yang luar biasa. (bul)

Belajar Bebas Kuota di Ruangguru Mataram (Suara NTB) Ruangguru, sebagai aplikasi belajar terbesar di Asia Tenggara mengumumkan kerjasama dengan Telkomsel pada Senin (16/3) kemarin. Para pelajar, orang tua, maupun guru yang menggunakan Telkomsel di ponselnya kini bisa mengakses seluruh materi belajar di aplikasi Ruangguru bebas kuota hingga 30Gb. Hal ini merupakan bentuk dan upaya bersama Ruangguru dan Telkomsel dalam menjawab tantangan belajar yang dihadapi siswa-siswi di Indonesia, akibat maraknya penutupan aktivitas belajar di sekolah selama situasi darurat kesehatan penyakit COVID-19. Untuk memanfaatkan kesempatan ini, pengguna nomor prabayar dan pasca bayar Telkomsel dapat mengaktifkan paket data Rp0 melalui aplikasi My Telkomsel. Setelah pengguna memasukkan nomor Telkomsel yang aktif, pengguna akan mendapatkan akses data sebesar 30GB untuk akses Ruangguru selama 30 hari sejak tanggal aktivasi. Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19, dengan berperan sebagai penghubung atau connectivity enabler. Oleh karena itu dalam masa yang penuh tantangan ini, Telkomsel mempererat sinergi dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan untuk terus bergerak maju bersamasama membantu seluruh elemen masyarakat untuk tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan. Setyanto melanjutkan, pada sektor pendidikan, menyusul langkah Kemendikbud untuk mendorong pembelajaran siswa secara daring, Telkomsel bersama dengan Ruangguru menghadirkan inisiatif solidaritas bersama untuk memberikan kebebasan bagi para siswa untuk mengakses platform pembelajaran online Ruangguru. “Upaya ini merupakan bentuk kontribusi Telkomel untuk memastikan proses belajar para siswa tetap

RUANGGURU Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 dengan mengambil peran sebagai penghubung atau connectivity enabler agar semua elemen masyarakat dapat tetap menjaga produktivitasnya. Pada sektor pendidikan, Telkomsel bekerja sama dengan Ruangguru memberikan akses bebas kuota hingga 30GB untuk belajar di aplikasi Ruangguru. dapat dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah,” ujarnya. Sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya lonjakan trafik data sebagai dampak pemanfaatan internet untuk mendukung aktivitas pembelajaran jarak jauh, Telkomsel sendiri telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Selain itu, Telkomsel juga telah melakukan pengamanan jaringan di wilayah residensial dan titik posko penanggulangan COVID-19, seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan terkait. Informasi lengkap mengenai langkah

penanganan Telkomsel terkait COVID-19 dapat diakses di https://www.telkomsel.com/ telkomsel-tanggap-covid19. Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara mengatakan sangat menyadari, bahwa kegiatan belajar siswa tidak dapat terganggu di tengah - tengah situasi sekolah diliburkan untuk mencegah penyebaran virus Corona. “Meskipun kami sudah menyediakan berbagai layanan belajar alternatif, namun kami menyadari bahwa terkadang koneksi internet bisa menjadi penghalang. Oleh karena itu, kami sangat menyambut positif niat baik dari Telkomsel untuk ikut serta membantu akses belajar bagi anak-anak Indonesia,” demikian Belva. (bul)


SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Antisipasi Corona Tunda Kunker Luar Daerah JAJARAN DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) merespon kebijakan pusat untuk menunda keberangkatan ke luar daerah sebagai antisipasi penyebaran virus Corona. Selama 14 hari ke depan, DPRD memprioritaskan kunjungan kerja (kunker) dalam daerah. “Jadwal luar daerah kita putuskan untuk ditunda. Itu berlaku selama dua pekan mulai besok (Selasa),” ujar Ketua DPRD KLU, Nasrudin, S.HI., Senin (16/3). (Suara NTB/ist) Ia menjelaskan, DPRD Nasrudin KLU merespon arahan pusat dengan menggelar rapat Senin pagi. Seluruh anggota sepakat tidak boleh ada anggota dewan, baik kunker, pansus, ataupun alat kelengkapan dewan lain yang keluar daerah selama masa “isolasi” 14 hari. Selanjutnya kata Nasrudin, waktu selama 14 hari akan dimanfaatkan untuk agenda dalam daerah. Dewan menetapkan pada kurun waktu 14-24 Maret dijadwalkan untuk berkunjung ke masyarakat melihat efektivitas program pemerintah. “Pada periode itu juga akan ada rapat LKPJ. Kita masih akan bahas seperti apa sistem pengamanan agar saat rapat menghadirkan banyak orang tidak terjadi kemungkinan penyebaran virus,” paparnya. Selain membahas internal DPRD, Politisi Partai Gerindra ini juga menyarankan kepada eksekutif untuk mengindahkan arahan pusat. Bupati diminta segera mengeluarkan edaran larangan kunjungan kerja ke luar daerah bagi semua OPD. Begitu pula pertemuan eksekutif yang menghadirkan orang banyak, pengawasan antisipasi penyebaran virus harus dijalankan sesuai SOP. “Kita pada posisi terancam. Harus ada keselarasan kebijakan antara pusat, provinsi dan kabupaten,” ujarnya. (ari)

Pemda KLU Batasi Rapat dan Liburkan Siswa Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengambil sejumlah kebijakan strategis menyikapi ancaman dampak virus Corona. ASN lingkup pemerintah diberikan keringanan dalam koordinasi dan tatap muka, akses wisata dibatasi, serta siswa sekolah diliburkan pada periode 17 - 30 Maret.

H. Najmul Akhyar

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, usai memimpin rapat Senin (16/3) mengatakan, Pemda melanjutkan kebijakan pusat dan provinsi guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Kebijakan yang diambil hanya disesuaikan dengan kondisi lokal, di mana ASN tetap harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti pelayanan kesehatan, adminduk dan sebagainya.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti. ASN tetap masuk, khususnya perawat. Rapatrapat juga dikurangi,” ungkap Najmul. Dalam waktu dekat, KLU akan menggelar Musrenbang tingkat Kabupaten. Pada bagian ini, Najmul menganggap penting dan bagian dari pelayanan. Hanya saja, ia menekankan jumlah peserta musrenbang terbatas, pertemuan dilaksanakan di bawah SOP, serta rapat klinis harus menghadirkan sumber inti.

“Lockdown Gili kita dukung, karena kita daerah wisata. KLU harus hindari ada kesan kasus, karena susah nanti memperbaikinya,” tambahnya. Selaku Sekretaris APKASI, Najmul mengklaim akan mengajak sejumlah bupati untuk menghadap Menteri Keuangan. Hal itu ditujukan untuk mendapat solusi atas kesulitan daerah dampak dari lockdown aktivitas daerah. “Beberapa kabupaten dapat dispensasi wisata, kita ingin supaya KLU juga dapat kebijaksaan yang sama,” imbuhnya. Terpisah, Dinas Dikpora KLU mengambil sejumlah kebijakan terkait murid SD, SMP, TK/PAUD dan yang sederajat. Dikpora menetapkan libur belajar kepada siswa yang tidak mengikuti ujian nasional/ujian sekolah. Libur ber-

laku dari tanggal 17 sampai 30 Maret 2020. Tidak hanya libur belajar, kegiatan ekstrakurikuler dan/atau aktivitas berkumpul yang menggunakan fasilitas sekolah maupun luar sekolah ditiadakan. “Kepala sekolah diminta untuk memerintahkan kepada wali kelas dan guru untuk memberikan tugas kepada siswa melalui media online (email, Whatshapp, atau SMS) dan bahan ajar cetak (fotokopi) agar siswa tetap belajar di rumah masing-masing,” ungkap Sekdis Dikpora, Putradi, S.Sos. Begitu juga dengan kontak langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya), ujarnya, pada saat menyambut/melepas siswa tidak diperkenankan sampai waktu yang memungkinkan untuk normalisasi. (ari)

(Suara NTB/dok)

Tangani Pasien ’’Suspect’’ Corona Bukan Kapasitas FKTP Selong (Suara NTB) Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dr. H. Hasbi Santosa mengingatkan penanganan terhadap pasien terjangkit virus Corona bukanlah menjadi kapasitas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu) serta klinik-klinik praktek yang ada di Lotim ini wajib merujuk pasien yang terduga terpapar virus Corona. Saat ini, katanya, Lotim sudah membentuk tim (Suara NTB/dok) khusus yang beranggotakan H. Hasbi Santosa tim medis dan ada aparat kepolisian dan TNI di dalamnya. ‘’Jika ditemukan ada pasien terduga terjangkit virus Covid-19 dan tidak mau dirujuk, maka aparat TNI-Polri siap melakukan penjemputan paksa,’’ ujarnya Senin (16/3). Tidak adanya kewenangan puskesmas, katanya, karena sudah ada rumah sakit rujukan. Di mana, penanganan terhadap terpapar virus Corona ini dilakukan dengan cara mengisolasi pasien. Tindakan isolasi dilakukan semata untuk meminimalisir penyebaran virus lebih luas. Ruangan yang tersedia di RSUD Dr. Soedjono Selong sudah siap. Bersama dengan tim medis di dalamnya dinilai mantan Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut sudah sangat lengkap. Bicara soal peralatan dan alat medis di Lotim sudah sudah mencukupi dan dibutuhkan hanya ruangan khusus. ‘’Alat-alat medis yang ada dinyatakan sudah memadai. Begitupun tim medis. Cara pengobatan, apa yang sakit itulah yang diobati,’’ terangnya. Mengisolasi pasien penyakit virus Corona katanya tidaklah sama dengan orang yang kena tetanus atau penyakit menular lainnya. “Kita isolasi pasien itu tidak sama dengan isolasi orang penyakit TBC dan tetanus,” terangnya. Orang yang terjangkit virus diakui sulit disembuhkan. Menurut dr. Hasbi, sejauh ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit, karena virus. Seperti kasus virus HIV-AIDS yang sudah 30 tahun belum ada obatnya. Orang sakit dari serangan virus Corona ini tergantung sistem kekebalan pada tubuhnya. “Jadi tergantung imunitas tubuh,” urainya. Mengenai Corona, negara sudah memutuskan menetapkan kejadian luar biasa. Meski disebut sudah ada yang meninggal di Indonesia, akan tetapi belum masuk kategori mewabah. (rus)

(Suara NTB/ist)

BERSIHKAN KAPAL - Proses pembersihan kapal menggunakan desinfektan di Pelabuhan Kayangan untuk mencegah virus Corona, Senin (16/3).

ASDP Kayangan Perketat Pemeriksaan Penumpang Selong (Suara NTB) Mewabahnya virus Corona membuat pihak PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan mengambil tindakan tegas. Salah satunya dengan memperketat jalur penumpang baik dari arah Kayangan, Lombok Timur (Lotim) menuju Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) maupun sebaliknya. Termasuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap para penumpang, terutama Warga Negara Asing (WNA). Dikonfirmasi Suara NTB, Senin (16/3), Manajer Usaha dan

Operasional pada PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Zainal Abidin, menyampaikan jika pelayanan penyeberangan normal meskipun untuk penyeberangan kendaraan menurun khususnya golongan IV PNP dan motor. Akan tetapi, katanya, penurunan jumlah penumpang ini bukan disebabkan virus Corona, melainkan hal ini rutin terjadi ketika triwulan pertama. Zainal Abidin, mengungkapkan jika pihaknya saat ini sudah melakukan pembersihan kapal secara rutin di samping memperketat jalur

’’Job Fair’’ Lotim Tetap Dilanjutkan Selong (Suara NTB) Pelaksanaan job fair atau bursa kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur (Lotim) tetap berjalan sebagaimana jadwal yang sudah ditentukan. Artinya, kegiatan ini tidak terpengaruh, meski merebaknya virus Corona (Covid-19) yang membuat pemerintah mengambil tindakan tegas dalam menyikapinya. Salah satunya tidak melaksanakan suatu kegiatan yang mengharuskan massa cukup besar. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari hari Senin hingga Rabu besok. Pasalnya, jumlah pelamar dalam job fair 2020 sebanyak 1.148 pelamar dengan jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 800 pekerja untuk 43 perusahaan. Artinya, jumlah masyarakat yang terdapat dalam satu event tersebut cukup besar dan berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19. Menurut Kepala Disnakertrans Lotim, Supardi, larangan pengumpulan massa jumlah banyak berdampak terhadap kegiatan job fair yang dilaksanakannya. Salah satunya pemangkasan kegiatan dengan ditiadakannya kegiatan

(Suara NTB/yon)

JOB FAIR - Ribuan pelamar atau pencari kerja di Lotim saat mengikuti seleksi pada job fair 2020 yang diikuti 43 perusahaan di Kabupaten Lotim, Senin (16/3). seremonial pada kegiatan tersebut. Sementara untuk perekrutan tetap berlanjut sebagaimana jadwal yang sudah ditentukan. “Pelaksanaan job fair atau bursa kerja yang diselenggarakan Disnakertrans Lotim tetap berjalan. Hanya seremonial saja yang kita tiadakan,” terangnya, Senin (16/3). Hal tersebut dikarenakan menyangkut jumlah besar yang apabila ditunda atau dibatalkan. Maka menimbulkan masalah baru di tengahtengah masyarakat serta di 43 perusahaan yang masingmasing sudah mendirikan stan yang bertempat di halaman kantor Disnakertrans Lotim. “Kalau ditunda, tentu

masalah baru dan cukup besar akan timbul. Kita sudah siap baru larangan itu keluar,” terangnya. Ia menambahkan, pelaksanaan job fair ini dihajatkan untuk mengatasi pengangguran di daerah ini dengan terserapnya masyarakat ke dunia kerja. Misalnya dalam job fair ini, terdapat 800 lowongan pekerjaan yang dibuka atau diterima dalam satu kali pelaksanaan. Tentunya ini merupakan angin segar bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Lotim dalam memperbaiki roda perekonomiannya dengan bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki legalitas yang jelas. Sementara, Kepala Bidang PPTK pada Disnakertrans

Lotim, M. Hirsan menjelaskan, pelaksanaan job fair ini ditujukan untuk untuk mengatasi persoalan pengangguran di Kabupaten Lotim yang menjadi salah satu atensi pemerintah setempat. Dapat dilihat dari jumlah pelamar yang mencapai ribuan, menunjukkan jika pencari kerja di Lotim cukup tinggi. Adapun dalam job fair ini diikuti 43 perusahaan yang sebagian besar bergerak di niaga. Diharapkan dari 1.148 pelamar itu dapat meyakinkan pihak perusahaan sehingga dapat diterima bekerja. Meskipun untuk pelamar didominasi oleh pelamar tamatan SMA. Hal tersebut dikarenakan 43 perusahaan yang ikut serta dalam job fair tersebut bergerak di bidang niaga. Hirsan menambahkan, tujuan pelaksanaan job fair dalam rangka mengurangi angka pengangguran di daerah ini. Pasalnya, Kabupaten Lotim merupakan angka yang cukup besar angka penganggurannya yakni sebesar 3,8 persen dari standar 2,0 persen. “Intinya job fair ini kita laksanakan untuk memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat kita, sehingga angka pengangguran berkurang,” ujarnya. (yon)

penumpang. Bahkan pihaknya akan melakukan deteksi panas suhu tubuh untuk antiseptik di kapal dan di pelabuhan. “Intinya kita juga perketat pengawasan,”terangnya. Pihak ASDP Kayangan juga bersedia untuk memberhentikan penyeberangan apabila nantinya atas permintaan pemerintah untuk mencegah semakin mewabahnya virus Corona di NTB. Hanya saja, Zainal Abidin mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana masyarakat di Pulau Sumbawa yang akan menyetok kepu-

tuhan pokoknya, karena selama ini berasal dari Pulau Lombok. Sementara dalam surat edaran Dinas Perhubungan NTB, untuk akses masuk wisatawan yang menggunakan transportasi laut menuju NTB, bahwa untuk pelabuhan yang tetap beroperasi dengan pengawasan ketat berlaku mulai 16 Maret 2020, di antaranya Pelabuhan Penyeberangan Lembar-Padangbai, Pelabuhan Penyeberangan Kayangan-Pototano, Pelabuhan Penyeberangan Sape-Labuhan Bajo, Long Dsitance Ferry (LDF) Lembar-Surabaya, dan Pelabuhan Laut yang

melayani penumpang umum. Sedangkan untuk pelabuhan yang ditutup berlaku mulai 17 Maret 2020, yaitu Pelabuhan Pemenang dan Pelabuhan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air Kabupaten Lombok Utara, Pelabuhan Senggigi di Kabupaten Lombok Barat dan terminal khusus yang melayani wisatawan di wilayah NTB. Untuk masa berlaku pengawasan ketat dan penutupan pelabuhan ini dilakukan selama 14 hari sejak ditetapkan dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. (yon)

APH Antisipasi Penimbunan Bahan Pokok Selong (Suara NTB) Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menaruh perhatian serius terhadap segala dampak yang timbul akibat virus Corona (Covid-19). Salah satu yang diatensi yaitu melakukan pengawasan terhadap penimbunan kebutuhan bahan pokok yang tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh sejumlah oknum. Wakapolres Lotim, Kompol. Bayu Eko Panduwinoto, SIK, mengungkapkan, pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung ketersediaan bahan pokok, baik di supermarket maupun di pasar. Pihaknya juga akan menelusuri apabila adanya oknum yang melakukan penimbunan kebutuhan bahan pokok yang mencoba memanfaatkan situasi seperti saat ini. “Ketika sekolah diliburkan selama dua minggu. Aktivitas warga dibatasi, tentu hal-hal seperti ini berdampak terhadap mobilitas di lapangan, maka perlu kita akan melakukan pengecekan terutama di pasar untuk menghindari adanya penimbunan sembako,” terangnya, Senin (16/3). Dicontohkannya, kelangkaan nyata yang dihadapi saat ini tidak tersedianya masker yang hampir terjadi seluruh apotek di NTB bahkan di Indonesia. Termasuk sejumlah masyarakat yang mulai membeli sembako dengan jumlah yang cukup besar yang disinyalir untuk memenuhi kebutuhan selama dua

(Suara NTB/yon)

NORMAL - Aktivitas para pedagang dan pembeli di Pasar Pancor yang masih berjalan normal sebagimana mestinya. pekan. Untuk itu, ia berharap persoalan-persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama baik eksekutif maupun legislatif. “Yang jelas, apabila ada masyarakat yang melakukan penimbunan bahan pokok. Akan kita amankan dan akan kami tindak sesuai aturan hukum yang ada,” jelasnya. Di samping itu, Bayu juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyikapi virus Corona ini secara berlebihan dan tidak panik. Namun untuk kewaspadaan penting dengan menjaga kesehatan atau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menggunakan masker setiap beraktivitas. “Kalau besar ketersediaan masker ini perlu menjadi perhatian,” terangnya. Hal senada disampaikan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lotim, Irwan Soehendra, bahwa penanganan virus Corona ini

harus disikapi secara bijak. Secara hukum, pihaknya juga berkoodinasi dengan kepolisian dan Kodim 1615 Lotim untuk memantau perilaku-perilaku masyarakat yang mencoba memanfaatkan ketakutan masyarakat dengan menimbun dan menjual kebutuhan pokok dengan harga yang tidak wajar. Sementara, Kepala Dinas Perindag Lotim, Hj. Masnan, mengimbau masyarakat supaya tidak panik terkait masuknya virus Corona ke Indonesia. Hal tersebut dikarenakan sampai saat ini harga maupun ketersediaan kebutuhan pokok di Kabupaten Lotim masih tersedia dengan baik dan stabil. Diakuinya, penjualan beberapa pokok pada umumnya mengalami kenaikan. Akan tetapi kondisi tersebut masih pada batas normal dan aktivitas di pasar di Lotim rata-rata berjalan sebagaimana mestinya. (yon)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 5

Tutup Sejumlah Tempat Pelayanan Publik

Pemda Lobar Utamakan Keselamatan Rakyat Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) memutuskan untuk menutup sementara atau lockdown beberapa tempat untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 atau Corona. Beberapa tempat pelayanan publik yang ditutup seperti sekolah dan Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil). Meski penutupan sementara sekolah dan kantor yang dilakukan mulai Selasa ini akan melumpuhkan sejumlah pelayanan publik di Lobar. Namun langkah ini untuk menyelamatkan rakyat Lobar dari wabah virus Corona. Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi ditemui usai rapat bersama semua kepala OPD untuk membahas rencana aksi penanganan Corona, menegaskan, menindaklanjuti rapat Forkopimda dipimpin Bupati, Minggu (15/3) lalu pemda tidak tawar-menawar bagi seluruh OPD harus menyelesaikan renaksi penanganan Corona. Pihaknya menyelesaikan SK tentang Satgas dan Tim Pelaksana Penanganan Corona. Termasuk, membahas pelayanan yang ditutup sementara. “Mulai terhitung besok pagi (hari ini, red) sekolah diliburkan sampai 14 hari ke depan,

kecuali yang ujian dan rangkaian ujian. Kedua pelayanan di Dukcapil selama 14 hari kita tiadakan, kecuali yang penting,” jelas sekda. Selain pelayanan sekolah dan Kantor Dukcapil, beberapa kegiatan yang mengundang banyak orang juga ditiadakan, seperti apel paripurna ditiadakan dan rapat musrenbang yang sedianya dilaksanakan tanggal 23 Maret ditunda. Selama14 hari penutupan sementara, pihaknya akan melakukan evaluasi. Bahkan, Selasa ini pihaknya akan turun ke semua OPD terkait kesiapan masing-masing OPD.

Kesiapan yang dimaksud daalam hal penanganan Corona. Seperti penyiapan Call Center dan Satgas. Termasuk OPD menyiapkan hand sanitizer. Surat edaran ini juga harus dipastikan dikirim ke semua desa oleh Dinas PMD untuk aktif melakukan sosialisasi pencegahan penanganan. Pihak pemda, tambahnya, menutup sementara lokasi wisata di mana orang banyak berkumpul. Seperti Gili-gili di Sekotong. Selain itu, pelabuhan kapal pesiar ditutup sementara, sehingga tidak boleh menerima kunjungan kapal pesiar. Menurutnya penutu-

pan sementara ini kemungkinan diperpanjang tergantung kondisi, sebab sesuai masa darurat yang ditetapkan pusat selama 169 hari, yakni sampai bulan Agustus. Menurutnya, kondisi penutupan sementara ini tentunya akan berdampak terhadap pelayanan dan penerimaan daerah dari sektor pariwisata. “Kalau bicara dampak tentu berdampak terhadap pelayanan dan pendapatan daerah, tapi yang lebih pikirkan adalah keselamatan rakyat,” tegas dia. Menyoal ketersediaan pangan selama 14 hari tersebut, OPD sudah menyusun renaksi bagaimana penanganannya. Kepala Dinas Dukcapil Lobar Muridun mengatakan pelayanan reguler kepada masyarakat di Dukcapil mulai besok ditutup sementara sampai dengan 14 hari ke depan. “Kalau sifatnya emergency tetap prioritas, seperti ada warga tak mampu, punya

(Suara NTB/her)

RAPAT - Sekda Lobar H. Baehaqi memimpin rapat penanganan virus Corona dihadiri semua kepala OPD, Senin (16/3). keluarga opname, perlu urus BPJS, maka harus ada KTP segala macam, itu baru kita layani,”jelas dia. Sementara itu Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar, Hairuddin menambahkan, untuk sekolah disepakati mulai libur Selasa ini, kecuali

untuk pelaksanaan UN dan rangkaian UN ,seperti pra UN, ujian praktek anak-anak boleh masuk sekolah. Terkait hal ini pihaknya akan mengirim SE ke semua sekolah. Tanggal 23 Maret ini lanjut dia sudah masuk pra-UN, setelah itu ada ujian praktek. Jumlah anak-anak yang

ikut UN sebanyak 11 ribu tingkat SMP/MTs dan SD sebanyak 10.300 lebih. Selama diliburkan, anak-anak akan diberikan tugas yang dipersyaratkan. Artinya tidak boleh melibatkan anak-anak secara berkelompok. Anakanak tidak boleh mencari materi di luar rumah. (her)

Otoritas Pelabuhan Lembar Siapkan Alat Pendeteksi Suhu Tubuh Perayaan HUT Lobar Ditunda RANGKAIAN peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lombok Barat (Lobar) ke 62 ditunda akibat wabah virus Corona. Event yang menyedot banyak massa tersebut terpaksa ditunda demi kewaspadaan dan langkah pencegahan penyebaran virus ini. Penundaan sejumlah event ini akan dilakukan selama 14 hari ke depan. “Event-event perayaan HUT Lobar yang menghadirkan banyak orang ditunda, termasuk perjalanan dinas kita tiadakan sementara untuk mencegah Corona,” tegas Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi, Senin (16/3). Diakuinya, banyak event yang (Suara NTB/her) djadwalkan akan dilaksanakan H. Baehaqi dalam kurun waktu beberapa hari ke depan. Jumlahnya sekitar 8-10 kegiatan, salah satunya trail dan colour run. Menurutnya, event-event ini ditunda sampai 14 hari ke depan. Selanjutnya dilihat seperti apa perkembangannya. Kalau memang memungkinkan dilanjutkan penutupan, maka langkah itu akan dilakukan. Lantas bagaimana dengan perjalanan dinas, seperti mengambil blangko E-KTP, menurutnya tetap dilakukan, sebab itu termasuk pelayanan penting. Menurutnya kebijakan pembatasan perjalann dinas ini bukan bicara soal hemat anggaran, namun bagaimana upaya menyelamatkan kepala OPD dari wabah virus. Pemda, kata dia mengedepankan keselamatan warganya. Sebelumnya Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menginstruksikan semua perjalanan keluar daerah juga ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan untuk kegiatan perkantoran, pemda perlu menunggu, seperti apa perkembangan berikutnya. (her)

Hama Serang Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Loteng Praya (Suara NTB) Puluhan hektar lahan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai terserang hama, berupa blass, hama tikus serta wereng coklat. Di mana, serangan terparah di 30 hektar lebih ini terjadi di tiga kecamatan, masing Kecamatan Pujut, Praya Barat serta Praya Barat Daya. Sekretaris Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN, kepada Suara NTB, Senin (16/3), mengatakan, serangan hama wereng coklat yang paling parah tingkat serangannya dengan luas serangan hampir 20 hektar diikuti kemudian dengan hama tikus serta blass. “Lebih dari 60 persen lahan pertanian yang terserang hama, didominasi serangan hama wereng coklat,” jelasnya. Wilayah serangannya pun hampir di semua kecamatan. Tetapi sifatnya masih sporadis di beberapa titik dan tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja. Tapi memang yang paling parah terkena serangan hama ini di Kecamatan Pujut, Praya Barat serta Praya Barat Daya. Terhadap serangan hama ini, sejak akhir pekan kemarin pihaknya sudah menerjunkan tim pengendali hama. Selain membagikan pestisida secara gratis, bersama petani tim juga melakukan penyemprotan guna mengendalikan dan melokalisir serangan hama agar tidak meluas dan menjalar ke lahan pertanian lainnya. “Rata-rata lahan pertanian yang terserang hama ini, terutama wereng coklat memang hampir setiap tahun menjadi langganan serangan hama. Seperti di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat, hampir setiap musim tanam selalu terserang hama wereng. Karena termasuk daerah endemik wereng coklat,” tambahnya. Lebih lanjut, Taufikurahman menjelaskan, sembari melakukan pengendalian pihaknya juga melakukan pendataan petani yang lahan pertanian terserang hama. Hasil pendataan ini nantinya akan dijadikan dasar usulan untuk penyaluran bantuan berupa benih. Pada musim tanam selanjutnya. Tapi bagi petani yang ikut sebagai peserta asuransi pertanian, kerugian yang ditimbulkan akibat serangan hama tersebut menjadi tanggung jawab pihak asuransi. “Kalau yang ikut asuransi petani, kerugian akibat serangan hama ditanggung pihak asuransi. Sedangkan bagi petani yang tidak ikut asuransi, hanya bisa dibantu benih oleh pemerintah daerah di musim tanam mendatang. Sehingga saat ini, kami sedang lakukan pendataan,” ujarnya. Terpisah, Sahabudin, warga Desa Bonder mengatakan, serangan hama wereng di wilayahnya sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Sayangnya, upaya antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah terkesan lamban, sehingga menyebabkan serangan hama tersebut begitu luas. Para petani pun berharap pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pertanian bisa bergerak cepat, melokalisir serangan hama wereng coklat supaya tidak semakin luas, sehingga petani tidak semakin merugi. “Kami petani berharap pemerintah daerah bisa melakukan upaya-upaya pengendalian hama. Agar petani tidak semakin merugi,” ujarnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

HAMA WERENG - Petani di Desa Bonder mengawasi lahan pertanian yang terserang hama wereng coklat, Senin (16/3). Sampai saat ini data Dinas Pertanian Loteng menyebutkan sudah sekitar 20 hektar lahan pertanian yang terserang hama tersebut.

Giri Menang (Suara NTB) – Dampak adanya wabah virus Corona, berimbas terhadap penyeberangan di Pelabuhan Lembar. Pelabuhan terbesar di NTB ini terlihat sepi. Beberapa truk terlihat parkir di pelataran pelabuhan menunggu pemberangkatan. Hanya saja, penumpang dari wisatawan asing masih leluasa keluar masuk di pelabuhan itu. Untuk mencegah adanya penularan virus Corona, pihak otoritas pelabuhan menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh di pelabuhan. Pihak otoritas pelabuhan juga meminta semua kapal menyiapkan peralatan yang serupa. Bahkan pihak kapal diminta menyiapkan ruang khusus di kapal bagi penumpang sakit. Koordinator Satuan Pelayanan Penyeberangan BPTD Wilayah Lembar Nelson Dalo mengatakan pelayanan penyeberangan tetap berjalan, namun tetap di bawah pengawasan ketat terhadap penumpang. Sebagai langkah pencegahan, di pelabuhan disiapkan alat pendeteksi suhu tubuh di pintu masuk kedatangan. Termasuk hand sanitizer di ruan-

(Suara NTB/her)

CEK KESEHATAN - Petugas pelabuhan mengecek suhu tubuh sopir truk yang baru bongkar muat di Pelabuhan Lembar. gan tunggu penumpang. Tidak hanya itu, kata dia, kepala KSOP sudah meminta kepada semua kapal agar menyiapkan ruangan khusus bagi penumpang yang sakit untuk isolasi. Pihak KSOP sudah membuat semacam surat edaran kepada semua manajemen kapal. “Semua pengelola kapal dimita menyiapkan ruangan

khusus bagi penumpang kalau ada yang terindikasi sakit,”jelas dia. “Kalau ada terindikasi gejala Corona kita langsung koordinasi dengan KKP untuk penanganan selanjutnya,” tambahnya. Ditegaskannya, pemeriksaan dilakukan terhadap semua penumpang, baik pejalan kaki , penumpang kendaraan dan ekspe-

disi. Terkait adanya wisatawan yang bebas keluar masuk pelabuhan, Nelson menegaskan tetap ada pengawasan. Diakui memang sesuai keputusan rapat pemda, bahwa tidak lagi menerima warga dari luar. Pihaknya akan berupaya memberlakukan. Ia menambahkan terjadi penurunan setelah dampak Corona. Sejauh

Penderita DBD di Lobar dan Loteng Meningkat Giri Menang (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Lombok Barat (Lobar) terbilang tinggi. Pasalnya selama dua bulan (Januari-Februari) ada 158 kasus. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan kasus DBD tahun lalu sebanyak 73 kasus. Tingginya kasus DBD ini belum membuat Pemda menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). “Kasus DBD di Lobar tumben meledak, dua bulan ini sebanyak 158 orang. Dua kali lipat dibanding tahun lalu,” jelas Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Lobar Ahmad Taufiq Fathoni, Senin (16/3). Diakuinya, kasus DBD memang meledak di Lobar, namun pemda belum berani menetapkan KLB. Sebab kata dia, DBD ini bisa dikontrol dan ditangani. Lebih-lebih saat ini pemda juga fokus pada penanganan virus Corona. Untuk penanganan kasus DBD ini, pihaknya hampir setiap hari turun melakukan fogging, terakhir pihaknya melakukan fogging di daerah Sekotong dan Lembar. Dalam melakukan fogging ini, pihaknya dibantu melalui CSRritelmodern.Pihaknyamenggandeng swasta, karena kalau tidak demikian maka anggaran tidak mencukupi. Pihaknya juga terus turun melakukan sosialisasi kepada

(Suara NTB/her)

Ahmad Taufiq Fathoni masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan meminta semua kepala UPT Puskesmas untuk mengimbau desa-desa menggalakkan gotong royong. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Memasuki awal tahun 2020, kasus DBD mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal itu dipicu salah satunya karena tingginya curah hujan di wilayah ini yang diselingi dengan cuaca panas. Dan, diperparah dengan buruknya kualitas kesehatan lingkungan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, H. Omdah, SKM.,

kepada Suara NTB, Senin (16/3), mengatakan, hingga bulan Maret ini total sudah ada 55 kasus DB yang dilaporkan. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 40-an kasus. “Jadi memang ada tren peningkatan kasus DB di awal tahun ini,” ujarnya. Kendati mengalami peningkatan, namun tidak sampai memakan korban jiwa. Semua penderita DB terutama yang dinyatakan positif, DB sudah mendapat penanganan medis. Dan, semua sudah dinyatakan sehat. “Walau meningkat, untungnya kasus DB tidak sampai makan korban jiwa,” tandas Omdah. Wilayah Kota Praya lanjutnya, masih menjadi daerah yang paling banyak dilaporkan kasus DB. Kemudian Kecamatan Jonggat serta Kecamatan Praya Barat Daya. “Kasus DB ditemukan merata di semua kecamatan. Namun yang paling banyak diwilayah Kota Praya. Ditambah Kecamatan Jonggat serta Praya Barat Daya,” terangnya. Untuk itu, guna menekan kasus DBD pihaknya sudah mengintruksikan jajaran di bawah agar menggalakkan kegiatan bersih-bersih. Dengan fokus pada aksi pemberantasan sarang nyamuk, dan dinilai sebagai langkah antisipasi yang paling efektif dalam menekan kasus DBD. (her/kir)

Kasus Kematian Ibu Melahirkan

Loteng Tertinggi Kedua di NTB Praya (Suara NTB) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masih tercatat sebagai kabupaten dengan kasus kematian ibu melahirkan tertinggi kedua di NTB. Setelah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Di mana hingga bulan Maret ini, total sudah ada empat kasus kematian ibu melahirkan yang dilaporkan terjadi di Loteng. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, H. Omdah, SKM., kepada Suara NTB, Senin (16/3). Dikatakannya, tahun 2019 lalu total kasus kematian ibu melahirkan di Loteng sebanyak 26 kasus. Jumlah tersebut menempatkan Loteng menjadi kabupaten dengan kasus kematian ibu melahirkan tertinggi kedua di NTB. “Tahun ini kita upayakan kasus kematian ibu melahirkan tidak lebih dari 20 kasus. Bahkan, kalau bisa tidak ada kasus kematian ibu melahirkan,” terangnya. Menurutnya, untuk bisa menge-

jar target tersebut bukan perkara mudah. Mengingat, banyak indikator yang mempengaruhi kasus kematian ibu melahirkan dan yang paling dominan terjadi di Loteng ialah soal perilaku sehat dari masyarakat. Di mana masyarakat terutama ibu hamil kurang mengindahkan, pola hidup sehat yang diarahkan oleh petugas kesehatan. “Ibu-ibu hamil kita kurang memperhatikan pola hidup selama masa kehamilan. Padahal oleh petugas kesehatan selalu diingatkan untuk menjaga pola hidup sehat. Baik itu yang terkait asupan gizi serta aktivitas keseharianya,” terang Omdah. Kalau dari sisi dukungan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, sejauh ini sudah cukup memadai. Secara kualitas dan kemampuan, SDM tenaga kesehatan di daerah ini sudah cukup baik. Bahkan, daya dukung fasilitas kesehatan juga perlahan terus ditingkatkan. Artinya, kalau bicara aspek daya

dukungan fasilitas kesehatan dan SDM tenaga kesehatan, tidak perlu diragukan lagi. Tinggal sekarang yang menjadi pekerjaan berat ialah bagaimana bisa membangun kesadaran akan pola hidup sehat bagi para ibu hamil di daerah. “Kalau ini sudah bisa maksimal, kasus kematian ibu melahirkan bisa kita tekan semaksimal mungkin,” ujarnya. Untuk itu, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan dan sama-sama mengajak dan mengingatkan para ibu hamil benar-benar menjaga kesehatannya dan tidak kalah penting meningkatkan asupan gizi selama masa kehamilan. Kalau memang ada keluhan selama masa kehamilan supaya tidak ragu-ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang ada. “Intinya harus sering-sering cek kondisi kesehatan. Jika memang ada keluhan, segera lapor diri. Jangan lapor diri setelah kondisi sudah parah. Karena langkah antisipasi merupakan langkah yang paling baik,” tegasnya. (kir)

ini pelayanan di Pelabuhan Padangbai juga tetap dibuka untuk penyeberangan. Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid meminta agar pihak ASDP lebih ketat dalam mengecek suhu tubuh para penumpang. “Nanti kita minta Dinas Kesehatan membantu personel,” terang Fauzan dalam rapat Minggu (15/3). (her)

Antisipasi Virus Corona

ASN Loteng Dilarang Keluar Daerah Praya (Suara NTB) Pasca penetapan status siaga darurat bencana non alam Corona (Covid-19) oleh Pemkab Lombok Tengah (Loteng), aktivitas para Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini mulai dibatasi. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang kini ditiadakan, baik itu rapat-rapat lintas instansi maupun kegiatan yang bisa mendatangkan konsentrasi masa dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, para ASN di daerah ini juga dilarang keluar daerah. Apakah itu untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan dinas. “Selama masa siaga darurat virus Corona ini, aktivitas ASN dibatasi. Termasuk untuk kegiatan keluar daerah, kita tiadakan sementara,” ungkap Sekda Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., kepada Suara NTB, Senin (16/3). Tetapi kalau untuk kegiatan rutin tetap dibolehkan. Pemkab Loteng dalam hal ini tidak meliburkan ASN, hanya aktivitas sekolah saja yang diliburkan sampai 14 hari ke depan. Pemkab Loteng khawatir pelayanan publik terganggu kalau sampai melibatkan ASN, sehingga ASN tetap beraktivitas seperti biasa, meski tidak seperti hari-hari sebelumnya. Pelayanan-pelayanan publik seperti di Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Dukcapil) juga tetap berlangsung seperti biasa dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan. “Selain tidak ada kegiatan-kegiatan rapat lintas instansi ataupun kegiatan luar daerah, kita juga meniadakan penerimaan kunjungan dari luar daerah. Sampai kondisi dinyatakan normal,” tandas Nursiah. Akibat dari kebijakan tersebut, beberapa agenda pemerintah daerah yang sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu juga diundur. Salah satunya gelaran STQ tingkat kabupaten yang sedianya akan digelar pada tanggal 23 Maret mendatang. Langkah serupa juga dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng. Saat memberikan keterangan pers, Senin siang Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., mengatakan selama masa siaga darurat Corona, DPRD Loteng meniadakan kunjungan luar daerah, termasuk tidak menerima kunjungan dari luar daerah. “Keputusan ini sudah diambil bersama dengan unsur pimpinan DPRD Loteng lainnya,” terang Tauhid. Terpisah, pasca penetapan status siaga darurat virus Corona, Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng juga langsung menyiapkan tim reaksi cepat dan membuka pusat informasi serta pengaduan virus Corona. Pusat informasi tersebut sebagai sumber informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan penyebaran virus corona didaerah ini. “Masyarakat juga bisa melaporkan kalau ada menemukan indikasi warga yang terkena virus corona ke pusat informasi ini,” ungkap Kepala Dikes Loteng, H. Omdah, SKM., yang dikonfirmasi terpisah. Berdasar laporan itulah tim reaksi cepat kemudian akan langsung turun ke lokasi yang dilaporkan masyarakat. Omdah menegaskan, sampai saat ini belum ada kasus virus corona yang ditemukan. Dengan kata lain, Loteng masih aman dari penyebaran virus mematikan tersebut. Walaupun memang ada tujuh Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sudah ditetapkan oleh Dikes Loteng dengan satu orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Untuk yang PDP sudah ditangani RSUP NTB. Sementara yang masuk ODP, masih terus dipantau kondisinya oleh petugas kita yang di puskemas terdekat,” ujarnya seraya menambahkan, jumlah ODP masih ada kemungkinan bertambah lima orang lagi. (kir)


SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Kebijakan KSB Tak Liburkan Sekolah Disambut Pro-Kontra Taliwang (Suara NTB) Kebijakan Pemkab Sumbawa Barat, yang tidak meliburkan para siswa mulai dari tingkat TK sampai dengan SMP karena covid-19 direspon beragam oleh masyarakat setempat. Bahkan tidak sedikit juga dari warga yang mendukung program tersebut di tengah daerah lainnya meliburkan para siswa dan sebagian yang lain menginginkan anak-anak diliburkan lantaran khawatir akan virus tersebut. “Kalau saya pribadi, berharap supaya Pemkab bisa meliburkan para siswa karena sebagai orang tua kami sangat was-was. Kebijakan untuk meliburkan siswa sudah menjadi instruksi presiden untuk bisa dilaksanakan di daerah. Tetapi justru kita di KSB, tidak libur kan ini menambah kekhawatiran kami sebagai orang tua,” ungkap Firman kepada Suara NTB, Senin (16/3). Ditambahkannya, kebijakan dengan tidak meliburkan para siswa ini justru menimbulkan pertanyaan besar di benaknya. Apakah KSB masih aman atas virus tersebut atau ada alasan lain. Teta-

pi pada intinya kebijakan tersebut hanya bagian kecil saja dalam upaya agar bisa menekan penyebaran virus itu. Yang paling utama saat ini, yakni menyikapi masyarakat yang berasal dari luar KSB dan para TKI/TKW yang kembali ke tanah kelahirannya. Karena jika TKI luput dari pantauan petugas medis dikhawatirkan bisa menjadi awal penyebaran virus dimaksud. Apalagi di KSB juga sudah ada beberapa orang yang dilakukan pemantauan khusus atas kasus ini dan masih dalam penanganan secara intensif. Tetapi harapan terbesar masyarakat terutama orang tua saat ini yakni kondisi

ini pengawasan secara intensif di pintu masuk dan warga KSB yang kembali dari luar negeri harus menjadi poin utama dalam menekan penyebaran virus itu,” tukasnya. Sebelumnya, Pemkab Sumbawa Barat melalui Rapat terbatas yang dipimpin langsung Bupati Dr. Ir. H. W Musyafirin MM menegaskan tidak akan meliburkan siswa mulai dari tingkat TK sampai SMP selama 14 hari kedepan. Kebijakan di tengah daerah lain meliburkan siswanya selama 14 hari tersebut dilakukan lantaran KSB diklaim masih aman dan belum ditemukan adanya masyarakat yang terpapar virus itu. Kendati demikian, Pemkab mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan terjadinya penyebaran covid-19 di wilayah setempat. “Kebijakan untuk tidak meliburkan siswa merupakan hasil rapat bersama dengan mendengarkan penjelasan dari leading sector terkait

masalah penyakit (Dikes). Kami juga tetap akan memantau kondisi terkini di lapangan jika kondisinya sudah menghawatirkan baru akan kami kebijakan lainnya. Tetapi yang jelas kami sudah siapkan langkah antisipasi untuk menekan kasus itu menyebar di KSB,” terangnya saat memimpin rapat, Minggu (15/3). Dikatakannya, langkah antisipasi yang akan dilakukan saat ini yakni dengan mengintensifkan pemeriksaan terutama bagi para pendatang yang bekerja di KSB. Dirinya juga sudah meminta agar dinas Nakertrans untuk melakukan pemantauan terhadap pekerja yang bekerja di wilayah setempat. Terutama di wilayah Maluk agar bisa dilakukan pemeriksaan secara khusus terutama bagi para pendatang. Maluk diatensi, lantaran di wilayah itu nasyarakatnya sangat beragam dan akses masuknya sangat bebas sehingga harus diberikan pengawasan

khusus. Selain itu, bagi para TKI yang akan keluar negeri juga akan dilakukan pemeriksaan khusus agar tidak terpapar virus tersebut nantinya. Tentu sebagai langkah lain yang akan diambil oleh Pemerintah yakni dengan memaksimalkan program STBM yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Hal ini dianggap salah satu langkah jitu untuk menekan penyebaran virus dimaksud. Bahkan di sekolah-sekolah juga diinstruksikan untuk menyediakan sabun dan tempat cuci tangan, sehingga anak-anak sebelum masuk kelas sudah dalam keadaan steril dan aman dari virus. “Kami sudah siapkan langkah antisipasi untuk menyikapi penyebaran virus covid19 di KSB. Kami juga akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan instensif di gerbang masuk KSB untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (ils)

Satgas Saber Pungli Optimalkan Pencegahan

KSB Kembali Usulkan 50 Koperasi Dibubarkan

Taliwang (Suara NTB) Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Sumbawa Barat, semakin mengoptimalkan upaya pencegahan terhadap adanya praktek ini terjadi di masyarakat. Hal tersebut akan dilakukan melalui sosialisasi dengan turun langsung ke masyarakat, maupun penyebaran informasi melalui selebaran dan media. Ketua Satgas Saber Pungli Polres Sumbawa Barat Kompol Teuku Ardiansyah, SH kepada Suara NTB mengatakan, dalam program kerja yang akan dicanangkan, pihaknya lebih memberikan atensi terhadap upaya pencegahan praktek pungli. Bahkan tiap kelompok kerja tim saber ini diharapkan bisa lebih mengambil peran dalam pencegahan dengan turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi. Hanya saja untuk sementara ini pihaknya belum bisa melakukan sosialisasi secara langsung dan pemberian himbauan lantaran masih belum ada rapat untuk membahas kelanjutan dari satgas tersebut. “Kita lebih kepada upaya pencegahan terhadap praktek pungli terjadi. Ketika ada yang melapor kita tetap akan usut dan tetap akan ditindak tegas,” ungkapnya. Dikatakannya, kehadiran satgas saber pungli ini bukan untuk menghalangi para pemangku kebijakan untuk tidak menjalankan tugas. Tetapi kehadiran tim ini, diharapkan bisa menjadi alat bagi semua pihak untuk bisa menjalankan tugas dengan baik serta menjauhi praktek pungli, gratifikasi, maupun korupsi. Ketika nantinya kehadiran satgas ini bisa dipahami dengan baik maka pemerintahan yang bersih akan terwujud di Sumbawa Barat. “Kehadiran tim ini untuk membuat kita waspada terhadap praktek ini. Sehingga didalam pelaksanaan nanti tidak ada yang terjerat kasus,” ujarnya. Disinggung mengenai lokasi yang dianggap rawan terjadinya praktek tersebut, dia menyebutkan, hampir semua sektor pelayanan dianggap rawan. Seperti sektor pelayanan dirumah sakit, pelayanan pengurusan izin, maupun sektor pendidikan. Hal tersebut terjadi karena sektor-sektor ini langsung berkaitan dengan masyarakat banyak. Sehingga sangat rawan terjadi praktek pungli. Bahkan dari laporan yang masuk, rata-rata di dominasi oleh sektor pelayanan dan pendidikan. “Sampai dengan saat ini kita sudah menerima puluhan laporan terkait dengan praktek ini yang didominasi oleh sektor pendidikan dan pelayanan yang ada di Sumbawa Barat,” tukasnya. (ils)

Taliwang (Suara NTB) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa Barat, kembali mengusulkan 50 Koperasi di tahun 2020 untuk dibubarkan. 50 Koperasi tersebut dibubarkan lantaran sudah tidak ada aktivitas dan hanya muncul pada saat diberikan bantuan sosial (Bansos). Kepala Dinas Koperindag melalui Kabid Koperasi Firmansyah S. Ip kepada Suara NTB, Senin (16/3) mengatakan, jumlah koperasi yang sudah disusulkan untuk dibubarkan sampai dengan saat ini berjumlah 100 Koperasi. Dimana ada 50 Koperasi yang diusulkan di tahun 2019 dan tambahan 50 koperasi lagi di tahun 2020. Hanya saja yang menjadi masalah saat ini yakni belum adanya tindak lanjut atas usulan pembubaran tersebut. Bahkan 127 Koperasi yang sudah ada Surat Keputusan (SK) pembubaran sejak tahun 2017 sampai dengan saat ini belum bisa dieksekusi. Hal tersebut terjadi karena sampai dengan saat ini belum ada tim penyelesai yang terbentuk sehingga angka 127 Koperasi tersebut belum dikeluarkan dari peragaan. Pihaknya juga tidak bisa sendiri membubarkan koperasi yang bermasalah tersebut, melainkan tetap menunggu keputusan dari Kementerian terkait. “Sudah ada 227 Koperasi yang sudah kita usulkan untuk dibubarkan lantaran tidak kita temukan adanya aktivitas yang mereka lakukan. Kami juga sudah melakukan pengecekan dan penelusuran di lapangan, ternyata koperasi-koperasi tidak melakukan aktivitas apapun karena hanya muncul pada saat mendapatkan bantuan saja dari Pemerintah,” ungkapnya. Dikatakannya, total koperasi yang tersisa saat ini di KSB mencapai angka 279 koperasi dari jumlah awal mencapai angka 506 unit. Dari jumlah tersebut hasil inventalisir pihak terkait di lapangan menyebutkan, 80 persen merupakan koperasi KBRT dan yang akan dibekukan tersebut didominasi oleh KBRT. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena amanat Undang-Undang berupa Rapat Akhir Tahun (RAT) yang se-

Diperketat, Mobilitas Pekerja di Areal Tambang

(Suara NTB/ist)

anak selama berada di sekolah bisa tetap aman tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan. Karena jujur saja, dengan kebijakan meliburkan siswa selama 14 hari di seluruh Indonesia menjadi kekhawatiran para orang tua saat ini karena Pemkab KSB justru tidak memberlakukan hal tersebut. “Kami tidak mengetahui dasar pertimbangan Pemerintah (KSB) sehingga tidak meliburkan anak-anak kami selama 14 hari kedepan. Tetapi besar harapan kami agar anakanak kami selama di sekolah bisa tetap aman karena kami sangat merasa was-was untuk saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif mengaku mendukung dengan tidak adanya kebijakan untuk meliburkan peserta didik selama 14 hari kedepan dengan catatan anak-anak selama di sekolah bisa diawasi secara maksimal. Karena yang paling penting saat ini bukan di sekolahnya yang harus diwaspadai melainkan masyarakat dari luar daerah ke KSB itu yang harus diantipasi. Bila perlu, ujarnya, Dikes KSB menempatkan personel dengan alat yang canggih di pintu masuk KSB (Poto Tano dan Maluk). Jika tidak ada sarana yang maksimal minimal alat pengukur suhu harus bisa disiapkan di pintu-pintu masuk tersebut. Sehingga rasa waswas yang berlebihan saat ini bisa diminimalisir dengan kesigapan dan kesiapan Pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini. “Rasa was-was pasti ada apalagi anak tidak kita pantau secara maksimal di sekolah. Tetapi yang kami inginkan saat

Taliwang (Suara NTB) Langkah antisipasi penyebaran virus corona di areal proyek tambang Batu Hijau di kecamatan Sekongkang turut diberlakukan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Setelah sebelumnya menerapkan protokol khusus bagi pekerja asingnya, kini seiring dengan resminya masuk virus tersebut ke Indonesia, PTAMNT memberlakukan kepada seluruh karyawannya tanpa terkecuali. Manager Head Of Corporate Comunication PTAMNT, Kartika Octaviana mengaku, aktivitas keluar masuk pekerja di areal tambang saat ini semakin diperketat. Di mana pemberlakuan izin keluar masuk melingkupi seluruh level karyawan, mulai dari pekerja lapangan, staf hingga level manajemen. “Jadi kalau mau masuk atau keluar dari site (tambang) harus mendapat persetujuan manajemen dulu sekarang ini. Itu berlaku kepada semua karyawan tanpa terkecuali,” terangnya saat dihubungi wartawan, Senin (16/3). Ia mengaku, prosedur aproval (persetujuan) manajemen bagi pekerja dan tamu perusahaan itu sebenarnya sudah berlaku sejak awal. Namun melihat perkembangan saat ini dengan upaya antisipasi penyebaran virus corona, PTAMNT meningkatkan prosedur pengamanannya. Bahkan untuk seluruh karyawan yang saat ini berada di luar tambang diinstruksikan untuk tidak berkunjung sementara waktu. “Saya Kamis lalu baru pulang dari site. Biasanya saya selalu ada tugas ke site setiap minggu. Tapi sekarang saya dan semua karyawan yang di Jakarta tidak diperbolehkan balik ke sana sementara waktu,” ungkap Octaviana. Menurut dia, larangan sementara waktu masuk ke areal tambang itu telah ditetapkan perusahaan berlaku hingga 2 bulan ke depan. Dan selama itu, karyawan yang berada di site tetap bekerja di areal tambang. “Kami yang sudah di luar ini ya tetap kerja dan disuruh stay di Jakarta dulu sampai dua bulan ke depan,” sambungnya seraya menambahkan kebijakan di luar kondisi normal tentu akan dibuat pengecualian oleh manajemen. “Prinsipnya begini ya. Semua aproval keluar masuk sampai level manajemen sekarang ini sangat kami perketat. Tapi kalau ada emergency itu mungkin ada pengecualian. Tapi ya sejauh ini kondisi force majeure (kondisi genting) itu belum terjadi sejauh ini,” sambung Vina sapaan akrabnya. Selanjutnya Vina menambahkan, kebijakan pengetatan keluar masuk pekerja ke areal tambang itu mengikuti arahan pemerintah. Di mana ssat ini pemerintah telah membuat sejumlah langkah startegis dalam upaya menangkal laju persebaran virus bernama resmi Covid-19 tersebut. “Kami inline (mengikuti) saja apa yang sudah diatur pemerintah ya,” pungkasnya. Kartika Octaviana (bug)

(Suara NTB/ist)

NORMAL - Kegiatan belajar di SDN 1 Taliwang tetap berjalan normal meski para orang tua siswa khawatir dengan kemungkinan penyebaran virus corona.

SDN 1 Taliwang Ubah Tata Cara Siswa Masuk Kelas Taliwang (Suara NTB) Dalam rangka antisipasi penyeberan virus corona di sekolah, SDN 1 Taliwang membuat kebijakan internal. SD favorit di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini merubah tata cara siswanya saat masuk ke ruang kelas. Kepala Sekolah SDN 1 Taliwang, Rahmatullah, S.Pd.SD menjelaskan, selama ini sebelum masuk kelas setiap siswa melakukan tradisi salaman dengan guru kelas. Namun terhitung hari ini (kemarin) aktivitas itu ditiadakan dan digantikan dengan sejumlah bentuk salam hormat tanpa harus bersentuhan. “Jadi tadi pagi sudah saya sampaikan ke siswa dan para guru. Untuk sementara dihentikan dulu kegiatan samalam sebelum masuk kelas,” terangnya kepada wartawan, Senin (16/3). Selain tidak bersalaman, pihak sekolah menambah fasilitas cuci tangan bagi siswa.

Diungkapkan Rahmatullah, tempat cuci tangan pihaknya sediakan di depan ruang kelas masing-masing. Setiap siswa sebelum masuk kelas diarahkan membersihkan tangan dengan cara mencucinya menggunakan sabun dan air bersih. Demikian pula selama berada dalam kelas, para siswa dianjurkan tidak banyak bersentuhan dan saling meminjam peralatan sekolah. “Kami juga sudah sampaikan ke pihak kantin agar tidak memasukkan jajanan sembarangan ke sekolah” tegas Rahma akrabnya. Kepada tiap guru, Rahma menyatakan, sekolah sudah membekali kiat-kiat tanggap jika menemukan siswanya mengalami sakit yang mengarah pada gejala kemungkinan terpapar virus corona ketika berada di dalam kelas. “Kami arahkan guru segera lapor dan kami akan mengevakuasi siswa langsung ke Puskesmas atau rumah sakit untuk dicek kondisinya,” urainya. (bug)

Libur 14 Hari, Siswa di Sumbawa Diminta Tetap Belajar di Rumah Sumbawa Besar (Suara NTB)Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melaksanakan rapat khusus menyikapi bencana nasional terkait penyebaran virus corona (Covid 19), Senin (16/ 3) kemarin. Rapat tersebut memutuskan, selama 14 hari seluruh jenjang pendidikan sekolah baik PAUD, SD, SMP atau sederajat dirumahkan selama 14 hari. Para siswa pun diminta untuk tetap belajar di rumah masing-masing. Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sahril, S.Pd., M.Pd, dalam jumpa persnya membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengambil langkah-langkah dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Rencananya, siswa dirumahkan mulai Selasa (17/3). “Hari ini kami memutuskan rapat, dengan sejumlah pertimbangan-pertimbangan kepada pimpinan daerah, kepada bupati apa yang harus kita lakukan ke depan. Hasil keputusan rapat, memutuskan bahwa selama 14 hari seluruh jenjang pendidikan sekolah, baik PAUD, SD SMP dan pendidikan kesetaraan pada semua jalur baik pendidikan formal maupun non formal diliburkan seluruhnya. Baik kelas 6 maupun kelas 9. Kita rencanakan mulai besok (Selasa red), karena kita berikan juga ruang kepada teman teman kepala sekolah dan para guru untuk muridnya dirumahkan,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar rapat khusus di dinas setempat. Dijelaskannya, keputusan tersebut diambil berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertama karena tidak ada jadwal pembelajaran yang penting selama 14 hari ke depan. Kemudian dalam rangka sosialisasi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Namun, siswa

diminta tetap melaksanakan kegiatan belajar di rumah masing-masing. “Bukan kita liburkan, karena konotasi kata libur itu tidak ada kegiatan belajar mengajar. Tetapi 14 hari kedepan ini adalah kegiatan perpindahan proses belajar mengajar yang terjadi secara biasa di sekolah dialihkan di rumah,” sebut Sahril. Dengan dialihkan proses belajar mengajar ini, Dinas Dikbud Sumbawa telah menyiapkan juklak dan juknis bagi guru dan orang tua terhadap aktifitas belajar siswa di rumah. Hal ini supaya pencapaian kurikulum berjalan efektif. Pihaknya juga tidak menginginkan karena dirumahkan, mempengaruhi pencapaian siswa baik secara kualitas maupun kuantitas. Terkait kelas 6 dan 9 yang akan mengikuti ujian nasional, pihaknya juga memastikan tidak ada kegiatan yang tereliminasi. Hal ini penting disosialisasikan supaya supaya tidak ada kekhawatiran di tengah masyarakat. “Dikbud ingin memastikan

agar orang tua terhadap siswa itu tidak panik, tidak resah. Sehingga menimbulkan tindakantindakan yang panik untuk kemudin hari, yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat. Ini yang harus kita lakukan,” jelasnya. Guna mengontrol siswa di rumah, para guru tidak harus mendatangi kediaman siswa. Tetapi bisa memanfaatkan dunia maya. Sedangkan untuk pengawasan siswa supaya tidak bermain di luar, juga ada dalam surat edaran yang akan disampaikan nantinya. “Insya Allah kita akan mengusulkan kepada bupati untuk menyampaikan hasil rapat kita untuk diambil keputusan oleh beliau. Hari ini juga kita akan mengedarkan SE bupati tentang proses pembelajaran selama 14 hari kedepan. Kepada siswa yang lain kita akan mengedarkan petunjuk teknis pelaksanaan pembelajaran di rumah. Baik secara tradisional maupun dengan memanfaatkan tenologi informasi yang berjalan sekarang ini,” pungkasnya. (ind)

(Suara NTB/ind)

LIBUR - Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sahril didampingi sejumlah pejabat Dinas Dikbud Sumbawa saat melakukan jumpa pers terkait libur sekolah di Sumbawa, Senin (16/3).

harusnya dilaporkan tidak kunjung dilakukan oleh pengurus. Parahnya lagi hasil penelusuran di lapangan, koperasi-koperasi dimaksud sudah tidak ada lagi pengurus dan kantornya juga sudah tidak ada. Maka dari itu, pihak terkait mengusulkan untuk dibubarkan saja, karena prospek untuk kemajuan tidak memberikan hasil yang maksimal. Tentu sebelum tahapan pembubaran koperasi, pihak terkait juga akan membentuk tim khusus yang akan mengeksekusi. Tim ini juga berperan untuk memantau serta melakukan proses pembinaan kepada koperasi-koperasi yang bermasalah. Pihaknya juga tetap akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya koperasi ini tidak hanya muncul saat menerima bantuan saja, tetapi ditekankan untuk peran lain dari koperasi itu sendiri. “80 persen koperasi yang akan dibekukan merupakan KBRT. Hal ini terjadi karena unsur dari pengurusnya juga tidak jelas dan hanya muncul saat menerima bantuan saja,” sebutnya. Disinggung mengenai hutanghutang dari Koperasi yang akan dibekukan itu, dia mengatakan, koperasi ini rata-rata memiliki utang yang cukup bervariasi mulai dari Rp5-10 juta. Dari jumlah tersebut, ada beberapa koperasi yang juga sudah melakukan pengembalian meskipun hanya hitungan jari. Tetapi sisanya hingga saat ini, tidak kunjung memberikan progres pengembalian terkait hutang-hutangnya. Terhadap masalah ini, pihaknya juga sudah mengusulkan ke Kementerian terkait untuk bisa disikapi masalah hutang-hutangnya. Sehingga tidak menimbulkan masalah saat ratusan koperasi tersebut dibubarkan oleh Pemerintah. Karena pada hakikatnya, koperasi yang saat ini sudah terbentuk memiliki peran yang cukup baik untuk membangun ekonomi di masyarakat. “Koperasi yang akan kita bubarkan, tidak hanya koperasi swasta, tapi ada juga koperasi yang berada di bawah kendali pemerintah. Karena sudah sangat jelas tidak ada aktivitas sama sekali di lapangan begitu juga dengan pengurus koperasinya,” tandasnya. (ils)

Program Tumpang Sari, Jaksa Lakukan Pemeriksaan Maraton Dompu (Suara NTB) – Kasus dugaan penyelewengan bibit jagung dan kedelai untuk program tumpang sari pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) tahun 2019, terus bergulir di meja penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu. Setelah ratusan Kelompok Tani (Poktan) di enam kecamatan rampung diklarifikasi, pekan ini diagendakan untuk 70 orang dari Kecamatan Kilo. Kasi Intel Kejari Dompu, Indra Zulkarnain, SH., dikonfirmasi Suara NTB, Senin (16/3) menjelaskan, pemeriksaan maraton puluhan Poktan yang terdaftar sebagai Calon Penerima Calon Lahan (CPCL) itu, dimaksudkan untuk mengidentifikasi berapa sebetulnya yang telah menerima dan tidak bantuan bibit dari Distanbun. “Kita ndak ambil sampling, semuanya dipanggil. Kita mau tahu dulu berapa yang terima dan tidak biar terarah,” ungkapnya. Keputusan memeriksa semua pengurus dari total 371 Poktan di delapan kecamatan ini, lanjut dia, menjadi salah satu upaya penyidik dalam memastikan jumlah penerima. Sehingga mudah diidentifikasi berapa sebetulnya petani yang tidak menerima hak merekaakanbibitjagungdankedelai di tahun 2019. Jika rampung sepekan ini dengan pemeriksaan rata-rata 20 orang perhari, maka sudah

(Suara NTB/jun)

Indra Zulkarnain 150 Poktan diklarifikasi semenjak dimulainya tahap pengumpulan data dan bahan keterangan pada awal Februari 2020. “Untuk langkah selanjutnya setelah pemeriksaan ini, nanti akan kita sampaikan,” ujarnya. Dari total Poktan yang tersebar disemua kecamatan, tambah Indra Zulkarnain, baru Poktan di enam kecamatan rampung diklarifikasi penyidik kejaksaan. Tersisa dua kecamatan lagi, salah satunya Kilo yang sebelumnya dikabarkan tidak menerima batuan dalam bentuk bibit melainkan uang tunai. “Kita habiskan dulu (pemeriksaan) satu kecamatan ini, baru beralih ke kecamatan lain. Jadi tidak ngacak tapi secara keseluruhan,” pungkasnya. (jun)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 7

Saksi Kasus Rababaka Mangkir dari Panggilan Penyidik

(Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima mengaku lebih menitikberatkan atensi terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberculosis (TBC) ketimbang wabah virus Corona. Pengakuan itu disampaikan Kepala Dikes Kota Bima, Drs. Azhari M.Si, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota Komisi I DPRD Kota Bima, terkait persoalan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan, di aula utama DPRD setempat, Senin (16/3). “Yang kami takutkan meningkatnya kasus DBD dan TBC ketimbang wabah Corona,” katanya.

M. Isa Ansyori

Warga Dompu yang Dirujuk ke RSUD Bima Berstatus PDP

Menurutnya kasus DBD dan TBC sangat rawan terjadi di Kota Bima. Bahkan tahun ini, kasus DBD terjadi paling terburuk sepanjang dirinya menjadi Kepala Dikes selama belasan tahun terakhir. “Saat ini kasus DBD terjadi hampir seluruh wilayah Kota Bima. Ini perlu penanganan serius semua sektor,” ujarnya. Sementara soal corona atau

Dompu Tetapkan Status Sekolah di Kota Bima Ditutup 14 Hari Siaga Darurat Corona

(Suara NTB/jun)

M. Jufri

Senin (16/3). Mengingat tim siaga ini baru terbentuk dan belum memiliki susunan pengurus, pihaknya tak berani memastikan kebutuhan yang mesti segera dipersiapkan. Apakah itu ambulan khusus, ruang isolasi, Alat Pengaman Diri (APD) dan sebagainya. Termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penangan setiap warga yang terindikasi terjangkit virus Corona. Beberapa hal penting diatas, lanjut M. Jufri, akan disimpulkan setelah rapat teknis bersama pihak rumah sakit dan OPD terkait dalam waktu dekat. “Nanti kita tunggu apa saja kebutuhan-kebutuhan mereka, perlindungan diri itu berapa dan ada lagi ambulan khusus. Apakah nanti kita akan menggunakan ambulan di Dikes atau rumah sakit, ini yang akan kita pelajari,” jelasnya. Ditambahkan, di Dompu memang terdapat satu warga yang teridikasi terjangkit virus berbahaya tersebut. Ia Rt (27) eks TKW asal Manggelewa yang saat ini telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bima dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP). Identitas perempuan tersebut sesuai dengan yang tertuang pada edaran Gubernur NTB beberapa waktu lalu. “Statusnya masih orang dalam pengawasan,” pungkasnya. (jun)

Beny Akbar (Suara NTB/uki)

ra,” katanya. Selain hama ulat, tanaman jagung juga terancam akibat

kekeringan. Pasalnya selama beberapa bulan terakhir tidak turun hujan. Seperti laporan yang diterima dari petugas lapangan di Kecamatan Soromandi. Tidak hanya itu, lanjut Beny, banyak tanaman jagung rusak lantaran diterjang banjir gunung beberapa waktu lalu. Seperti di wilayah Kecamatan Sanggar, Parado dan Tambora. “Kita sudah terima laporan, akibat kekeringan tanaman jagung petani Soromandi banyak yang mati. Begitupun dampak banjir,” ujarnya. Untuk mengantisipasi gagal panen, pihaknya telah melakukan semprot massal

pada Bulan Januari dan Februari kemarin serta melakukan Pengamatan Hama Penyakit (PHP). “Hasilnya juga cukup signifikan. Untuk masa panen tanaman jagung akan diprakirakan bulan April akhir mendatang,” katanya. Sementara terkait jumlah lahan yang diserang hama dan kerugian yang dialami petani, Beny mengaku pihaknya di lapangan masih melakukan pendataan dan dalam waktu dekat akan dirampungkan. “Masih kita lakukan pendataan terkait lahan tanaman jagung yang diserang hama dan kerugian yang dialami oleh petani,” ujarnya. (uki)

Kota Bima (Suara NTB) Sekolah-sekolah di ruang lingkup Pemerintah Kota Bima mulai dari TK, PAUD sampai SMP ditutup selama 14 hari kedepan, dari tanggal 16 sampai dengan 29 Maret mendatang. Kepala Dinas Pendidikan (Dikbud) Kota Bima melalui Kabid Dikdas, Gufran AH. SP,d M.Si mengatakan ditutupnya aktvitas KBM tersebut berdasarkan hasil rapat lintas sektor dipimpin Walikota Bima, H. M. Lutfi SE, terkait antisipasi Covid-19 di Kantor Walikota Bima, Senin (16/3). “Hasil rapat ini aktivitas KBM diliburkan selama dua pekan kedepan,” katanya kepada Suara NTB, Senin (16/3). Menurutnya, seluruh kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan sementara. Hanya saja siswa yang diliburkan tetap diarahkan untuk melakukan kegiatan belajar secara online. “Akan tetapi aktivitas dan kegiatan KBM tetap berjalan bagi siswa yang sedang melaksanakan ujian,” katanya. Adanya liburan selama dua minggu itu, Gufran berharap para guru, wali murid dan or-

H. M. Lutfi ang tua agar tetap memantau siswa dan anaknya agar tidak melakukan aktivitas diluar rumah. “Kita harapkan selama siswa diliburkan ini tetap dipantau,” ujarnya. Terpisah Walikota Bima, H. M. Lutfi SE meminta semua pihak menghindari kegiatan yang memungkinkan terjadi kontak fisik secara massal di tempat kerumunan untuk antisipasi wabah covid19. “Selain itu Pemkot juga akan menghentikan kegiatan Pemerintah yang melibatkan

Gufran masyarakat banyak,” katanya. Lutfi juga mengaku telah menghimbau untuk menyediakan antiseptik dan disinfektan di fasilitas pemerintah, umum dan tempat ibadah. Serta melarang pejabat melakukan perjalanan dinas luar daerah dan luar negeri, kecuali sangat penting dan mendesak. “Kami harapkan juga seluruh masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” pungkasnya. (uki)

Dompu Liburkan Sekolah dan Minimalisir Konsentrasi Massa Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Dompu akhirnya meliburkan sekolah TK, SD dan SMP selama 14 hari dan menunda kegiatan pemerintah yang melibatkan orang banyak. Keputusan ini diambil sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Kita berharap dengan gerakan bersama-sama ini. Tujuan utamanya, memotong siklus, memotong rantai penyebaran. Karena kita ndak bisa mengetahui siapa diantara anggota kelompok, populasi yang ada ini, sudah tertapar virus,” kata Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada Suara NTB di Dompu, Senin (16/3). Meliburkan anak-anak dari aktifitas sekolah seperti biasa, kata H Bambang, bukan berarti anak-anak bisa memanfaatkan waktu untuk mengunjungi keluarga dan rekreasi. Tapi waktu itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk aktifitas dalam rumah, menghindari dari kegiatan yang mengumpulkan orang banyak serta

menerapkan pola hidup sehat. Karena 14 hari menjadi masa inkubasinya virus. Ketika tidak membatasi diri, dikhawatirkan akan terpapar Covid 19 dan akan terjangkit ke guru dan sesama siswanya saat masuk sekolah. “Itu sebenarnya yang kita hindari, karena penyakit ini sebarannya (menyebar) melalui sentuhan,” katanya. Selain sekolah, rencana meluncurkan kegiatan FPT tahun 2020 pada 1 April mendatang juga akan ditunda sebagai bagian dari upaya pencegahan Covid 19. Penundaan ini tidak tertutup kemungkinan untuk kegiatan Festival Pesona Tambora (FPT) 2020 juga akan ditiadakan pelaksanaannya. “Kalau perlu ndak apa-apalah, 2020 tanpa festival Tambora,” katanya seraya menambahkan, rencana meniadakan FPT 2020 ini belum diputuskan. Sementara untuk rencana STQ tingkat

Provinsi tahun 2020 yang juga dipusatkan di Kabupaten Dompu, H Bambang mengaku, akan tetap dipersiapkan pelaksanaannya. Sesuai tahapan jadwal, pelaksanaannya akan dilangsungkan September 2020 mendatang. “STQ kita masih on track (Sesuai jalur),” katanya. (ula)

H. Bambang M. Yasin

(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, akhirnya menetapkan status siaga darurat bencana non alam Corona. Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 360. Atas dasar itu, mulai hari ini (kemarin) satuan pendidikan TK, SD/SMP sederajat diliburkan hingga 14 hari kedepan. Pun terbentuk tim kerja siaga yang diketuai langsung Kalak BPBD Dompu, M. Jufri, ST, M.Si. Dengan status siaga darurat Corona yang disandang saat ini, pemerintah daerah telah bersedia menggelotorkan dana tak terduga untuk pencegahan serta penanggulangannya. “Secara prosedur keuangan walaupun tim ini sudah terbentuk, tetap akan kembali kepada kepala BPBD,” cetus Ketua Tim Kerja Siaga Corona, M. Jufri usai menggelar rapat koordinasi di Aula Pendopo,

Tanaman Jagung Diserang Ulat, Kekeringan dan Banjir Bima (Suara NTB) – Tanaman jagung di wilayah Kabupaten Bima mendapat ancaman hama ulat grayak. Bahkan ulat yang berasal dari negara Brazil tersebut sudah menyerang dan menyebar di semua wilayah daerah setempat. Hal itu disampaikan Kabid Rehablitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman (RPLPT), Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, Ir. Beny Akbar, kepada Suara NTB, Senin (16/3). “Tanaman jagung diserang hama dari Brazil. Hampir semua wilayah, seperti di Kecamatan Tambora, Sanggar, Donggo dan Tambo-

covid-19 yang menjadi pusat perhatian dunia, Azhari menegaskan di NTB khususnya di Kota Bima belum ditemukan pasien suscpet atau positif terkena wabah dari Kota Wuhan Tiongkok tersebut. “Belum ada yang terkena. Sekarang yang justru kami takutkan beredarnya informasi-informasi hoax di sosial media,” katanya. Untuk mengetahui

2 mil tidak boleh mendarat ke pelabuhan. Jika tidak ada persoalan diperbolehkan mendarat. Begitupun di bandara akan diperiksa dengan alat termogram,” ujarnya. Sementara Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Irfan M.Si meminta Dikes untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, di RSUD dan Puskesmas terhadap warga. Terutama warga yang kategori tidak mampu. “Obat-obatan juga harus dipastikan stoknya ada termasuk mengantisipasi DBD dan wabah corona,” pungkasnya. (uki)

perkembangan terkait wabah covid-19, Ia mengaku pihaknya telah membentuk grup posko waspada dan antisipasi corona. Selama 24 jam persoalan covid-19 akan tetap diperbarui. “Soal corona tetap kita pantau dan menjadi perhatian kami sebagai leading sektor,” katanya. Bahkan Ia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memperketat pintu pelabuhan. Salahsatunya mengecek penumpang yang masuk ke Kota Bima. “Jadi kapal laut dari jarak

(Suara NTB/Uki)

Dompu (Suara NTB) Warga Manggelewa Dompu berinisial Rn yang dirujuk ke RSUD Dompu karena dicurigai terjangkit Covid 19 setelah pulang dari menjadi TKW di Singapura masih dalam pengawasan. Berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), Rn dirujuk ke RSUD Bima setelah beberapa jam diamati di ruang Isolasi RSU Dompu. Humas RSU Dompu, Ida Fitriyani, S.Keb yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (16/3) siang mengatakan, pasien berinisial Rn yang dirujuk dari puskesmas Soriutu Manggelewa sudah diruIda Fitriyani juk lagi ke RSU Bima. Di NTB, hanya ada 4 RSU yang menjadi rujukan untuk kasus-kasus seperti Covid 19 dan Rn dirujuk sekitar pukul 00.30 wita. Ia dirujuk setelah dilakukan pemeriksaan oleh RSUD Dompu yang melibatkan spesialis dalam dan lainnya. “Karena dia ini masuk dalam kriteria Pasien Dalam Pengawasan, jadi jawabannya dirujuk ke rumah sakit yang khusus melakukan pengawasan buat kasus ini,” katanya. Ida Fitriyani juga membantah rumor yang beredar bahwa Rn positif Covid 19. Untuk sampai pada kesimpulan seorang pasien positif Covid 19 atau tidak, harus melalui proses pemeriksaan yang panjang. “Kalau rumor di masayarakat yang menyebut positif Corona, belum. Karena proses pemeriksaannya masih panjang,” terangnya. Dalam pemeriksaan dan observasi di ruang Isolasi sebelum dirujuk ke RSU Bima, pasien menderita batuk pilek, dan demam. Tapi setelah diberi terapi, demamnya turun sampai 37 °C ke suhu normal. “Pasiennya langsung masuk ke ruang Isolasi, tidak melalui IGD untuk menghindari kericuhan pasien lain,” ungkap Yani sapaan akrab Ida Fitriyani. Terkait pelayanan di RSUD Dompu pasca menerima Rn, Ida Fitriyani mengatakan, pihak RS Dompu kini mulai membatasi jumlah pengunjung pasien, mencuci tangan pasca melayani pasien dan meminta kepada masyarakat untuk tidak membawa anak di bawah 12 tahun ke IGD. Sementara untuk masyarakat, didorong melakukan gerakan masyarakat hidup sehat dengan melakukan cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Program ini dikenal dengan istilah Germas Cerdik. “Tambah jangan panik berlebihan,” katanya. (ula)

RDP - RDP Komisi I DPRD dengan Dikes Kota Bima, membahas persoalan pelayanan kesehatan, ketersediaan obat dan antisipasi DBD dan corona di Kota Bima, di aula utama DPRD setempat, Senin (16/3).

Dikes Kota Bima Lebih Waspadai DBD dan TBC Ketimbang Corona

(Suara NTB/ula)

(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Salah seorang saksi kasus dugaan korupsi DD/ADD Desa Rababaka, mangkir dari panggilan penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Senin (16/2). Ia Heriansyah, Kasi Pemerintahan sekaligus tim pengelola keuangan desa. Belum diketahui pasti alasan tak dipenuhinya agenda pemeriksaan lanjutan pada tahap penyidikan kasus tersebut. Kasi Pidsus Kejari Dompu, M. Isa Ansyori, SH., kepada Suara NTB di kantornya menyampaikan, agenda pemeriksaan hari ini (kemarin) di khususkan bagi Heriansyah. Namun, rupanya surat panggilan tersebut tak diindahkan tanpa keterangan. “Hari ini jadwalnya jam 9.30, cuma sampai sekarang (10.30 Wita) belum juga datang,” ungkapnya. Pemeriksaan Heriansyah selaku Kasi Pemerintah Desa tersebut, untuk pendalaman informasi terkait beberapa hal. Salah satunya pembayaran gaji seluruh staf yang diduga bermasalah dan menjadi sumber munculnya kerugian keuangan negara. Namun karena tidak dipenuhi, tegas M. Isa Ansyori, penyidik akan membuatkan surat panggilan lanjutan. Sementara untuk saksi-saksi lain segera menyusul termasuk berdahara desa yang sebelumnya dikabarkan sakit. “Posisi bendahara memang sudah di rumah, tapi belum stabil. Nanti kita cek lagi, kalau sudah mampu untuk memberikan keterangan kita panggil,” jelasnya. Dari beberapa saksi yang sudah dihadirkan pada tahap penyidikan kasus yang telah merugikan keuangan negara Rp400 juta itu. Diakui M. Isa Ansyori, sudah ada gambaran umum siapa sebetulnya aktor intelektual dibalik kejahatan ini. Hanya saja, untuk langsung menyimpulkan masih terlalu dini. Apalagi ada banyak pihak yang belum dihadirkan. Jika mengacu pada LHP Inspektorat, aktor tersebut lebih dari satu orang karena memilki peranan dalam beberapa program yang diduga bermasalah. “Nanti kita cek dalam penyidikan ini, apakah peran itu disengaja karena ada niat bersamasama atau bagaimana. Itu yang belum kita tahu,” pungkasnya. (jun)


POLHUKAM

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 8

Pilkada 2020 Berpotensi Ditunda

(Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Pilkada serentak 2020 yang dijadwalkan akan digelar pada pertengahan September mendatang, dinilai berpotensi ditunda pelaksanaannya. Menyusul situasi penyebaran virus corona yang sudah masuk di sejumlah daerah di Indonesia.

Suhardi

“Sangat besar potensi penundaan itu, artinya tahapan Pilkada ini distop dulu, kalau situasinya terus meningkat. Nanti setelah recovery, baru tahapannya dilanjutkan sesuai mulainya dihentikan tahapannya,” ujar komisioner Bawaslu Provinsi NTB, divisi Hukum, data dan informasi, Suhardi, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (16/3) kemarin. Dikatakan Suhardi, untuk saat ini saja, sejumlah agenda

tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di tujuh daerah Kabupaten/ Kota di NTB mulai terganggu akibat imbas dari kebijakan upaya antisipasi penyebaran virus Corona menyebar lebih luas. Sejumlah tahapan banyak yang diputuskan ditunda sementara waktu untuk dilaksanakan, seperti rapat-rapat koordinasi dan konsultasi. “Kita kemarin ada beberapa agenda di Jakarta dan beberapa daerah yang kemudian harus ditunda. Misalnya sudah beli tiket dicancel, karena kita harus utamakan keselamatan jiwa dulu,” katanya. Disebutkan Suhardi jika

dipresentasekan, sekitar 30 persen agenda Bawaslu dalam mengawal tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 terganggu karena virus corona ini. Beberapa agenda pengawasan, sosialisasi dan rapatrapat koordinasi ditunda. “Karena ada hal yang memang harus kita prioritaskan. Sangat banyak di semua kabupaten/kota sosialisasi yang tercancel, sementara kita melakukan pengawasan tiap hari. Karena itu implikasi virus corona ini sudah terasa sekali di kita sebagai penyelengara,” ungkapnya. “Saat ini kita hanya berinteraksi via grup WhatsApp

dengan Bawaslu RI, karena memang beberapa agenda itu ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Menunggu perkembangan. Artinya tidak ada kepastian hukum kita, karena memang seperti itu situasinya,” sambungnya. Lebih lanjut dijelaskan Suhardi, bahwa untuk penundaan Pilkada serentak 2020 sudah diatur dalam undangundang nomor 10 tahun 2016. Dimana undang-undang sudah memberikan jalan ke luar terkait situasi apapun yang terjadi yang menyangkut pelaksanaan kontestasi Pilkada. “Pada pasal 120 sampai pasal 122 itu sudah jelas diatur terkait Pemilu susulan. Itu bisa dilakukan mana kala terjadi gangguan keamanan, bencana alam, atau situasi lainnya. Nah kalau kita lihat per-

kembangan virus Corona ini, kalau dalam istilah Pilkada itu dia sudah TSM, terstruktur, sistemik dan masif,” katanya. Karena itu pihaknya berharap situasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara Pemilu, baik Bawaslu maupun KPU untuk melanjutkan pelaksanaan Pilkada 2020. Karena hal itu menjadi kewenangan dari penyelenggara di tingkat pusat, tentunya dengan dasar dan hasil kajian. “Bisa kita bayangkan kalau terjadi lockdown di NTB, pegawai negeri tidak masuk, artinya infra dan suprastruktur untuk penyelenggaraan Pilkada ini tidak akan bisa jalan. Sehingga suka tidak suka klausul dalam undang-undang nomor 10/2016 pasal 120-122 sudah terpenuhi,” katanya. “Tapi ini kemudian kan

alurnya harus ditetapkan oleh pusat, situasi bencana ini seperti apa. Sehingga itu nanti jadi konsideran dari penyelenggara pemilu untuk menentukan apakah Pilkada ini dilanjutkan atau di stop. Tapi kita tunggu arahan dari Bawaslu RI, sudah sejauh mana kajiannya,” ujarnya. Sementara itu di tempat terpisah, komisioner KPU NTB, divisi partisipasi masyarakat, Agus Hilman menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan rapat koordinasi dengan KPU RI untuk melakukan pembahasan terkait dengan tahapan pelaksanaan Pilkada yang mulai terganggu akibat virus Corona. Sampai berita ini diturunkan, dirapat tersebut belum ada keputusan dari KPU apakah Pilkada akan ditunda atau dilanjutkan. (ndi)

Status Pengamanan Naik Jadi Waspada Mataram (Suara NTB) – Polda NTB ikut bersiaga menghadapi pandemi Coronavirus Desease COVID-19 seiring penetapan siaga darurat di Provinsi NTB. RS Bhayangkara menyiapkan ruang isolasi Status pengamanan naik menjadi waspada. Brimob dengan alat disinfektan disiagakan. Satgas pangan turun tangan. Izin keramaian dievaluasi. “RS Bhayangkara siap menampung kalaupun ada yg terdampak dan harus dirawat inap,” tegas Wakapolda NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza Senin (16/3) kemarin. Dia menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi pandemi. Namun, kewaspadaan tidak melulu harus diikuti dengan panik dan rasa khawatir berlebihan. “Kesiapan RS Bhayangkara ini menunjukkan bahwa pemerintah siap,” imbuhnya. Asby meminta masyarakat untuk mengikuti setiap imbauan pemerintah. Langkah penanganan yang disusun pemerintah, imbuh dia, perlu didukung masyarakat NTB agar kondisi wilayah tetap kondusif. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menambahkan, Polda NTB turut serta dalam upaya pencegahan. Mulai Senin (16/3) kemarin, status pengamanan anggota naik jadi waspada. Belum sampai pada taraf siaga satu. “Kita masih waspada. Operasi penanganan Corona dengan meningkatkan antisipasi. Petunjuk pelayanan masyarakat sesuai SOP dan protokol kesehatan,” terangnya. Pelayanan publik kepolisian seperti pelayanan SIM dan SKCK wajib menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya, penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun, alat penyanitasi tangan, dan menerapkan etika batuk. “Faktor kehati-hatian. Pelayanan tetap jalan,” ucapnya. Brimob Disinfeksi Fasilitas Umum Polda NTB mengerahkan 22 alat penyemprot disinfektan. Brimob dapat tugas mendisinfeksi sejumlah fasilitas umum, utamanya jalur keluar masuk orang dan barang, seperti bandara, terminal, dan pelabuhan. “Kita sudah menyemprot mako, asrama, dan instalasi pelayanan umum. kita juga akan ke masjid, sekolah, terminal, hotel. Kita masimalkan. Semua akan di-cover. Kita usahakan secepat mungkin,” kata Artanto. Artanto melanjutkan imbauan pengurangan konsentrasi masyarakat di keramaian umum. caranya dengan mengevaluasi izin keramaian. “Yang meminta izin keramaian kita informasikan dulu bahwa ada imbuan ini,” sebutnya. Sampai saat ini, imbuh dia, belum ada pembatalan kegiatan yang sudah terbit izin keramaiannya. Termasuk penangguhan pemberian izin keramaian yang sedang diajukan. Satgas Pangan Turun Tangan Ancaman penimbunan masih membayangi sebagai dampak pandemi Corona. Bahan meski demikian harga dan stok bahan pokok masih terkendali. Masyarakat belum punya alasan untuk membeli dalam jumlah besar. Begitu juga dengan penyedia dan distributor barang tidak boleh menghambat distribusi. “Masyarakat jangan panic buying. Belum ada pembatasan pembelian. Semua masih normal. Kecuali memang masker dan hand sanitizer yang langka karena tingginya permintaan,” terangnya. Kota Mataram merasakan kelangkaan masker dan hand sanitizer sepekan belakangan ini. stok masker mulai terbatas sejak Januari lalu. Satgas Pangan Polresta Mataram memantau pergerakan barang di tingkat distributor dan penjual grosir. Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo mengatakan, harga bahan pokok belum terpantau naik. Hanya bahan tambahan seperti gula. Ancaman terhadap para pelaku penimbun yang membuat stok menipis dan harga melangit terus diselidiki. “Yang menimbun kategori memanfaatkan situasi, dia salah. Termasuk pedagang, supplier, distributor. Kita siapkan UU Monopoli. Ini masih penyelidikan,” terangnya. Dia mengakui ketersediaan masker dan hand sanitizer sudah sangat terbatas. Namun, pihaknya belum menemukan indikasi pidananya. “Kalau memang ada yang membeli untuk dijual lagi dengan harga tinggi, kita tindak,” tandas Joko. (why)

(Suara NTB/why)

SEMPROT DESINFEKTAN - Tim Kimia, Biologi, Radioaktif (KRB) Gegana Brimob Polda NTB Polda NTB menyemprot disinfektan ke sudut Gedung Ditreskrimsus Polda NTB, Senin (16/3) kemarin.

(Suara NTB/ist_Polresta Mataram)

GEREBEK SALON - Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kanan) memimpin penggerebekan salon kecantikan diduga menyediakan kosmetik bodong.

Polisi Bongkar Salon Suntik Pemutih Diduga Bodong Mataram (Suara NTB) – Salon kecantikan di Karang Bedil, Mataram diduga buka praktik suntik pemutih bodong. Salon milik NG (31) ini digerebek karena diduga mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar. “Dari hasil pengecekan awal, salon ini tidak bisa menunjukkan ijin usaha. Pengakuannya baru

mengeurus izin. Sekarang belum legal,” beber Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (16/3). Salon kecantikan itu menawarkan serum pemutih kulit, sulam alis, dan pasang kawat gigi. Pemilik salin, NG diduga mendatangkan obat-obatan kecantikan dari luar NTB.

celakanya, obat yang diduga tanpa izin edar. “Sediaan farmasinya seperti serum, alat kosmetik tidak memiliki izin edar, alat kesehatannya untuk praktik dia itu tidak ada izin edar. Pemilik usahanya sudah kami amankan,” terang Adi. Bukan cuma obatnya, petugas salonnya pun diduga tidak punya bukti keahlian.

wajah, krim perawatan kulit, plester, infus, pelembab kulit, jarum, alat suntik, tabung plasma darah, tinta sulam, dan jel. “Pada barang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, atan mutu. Labelnya juga tidak ada bahasa Indonesianya padahal ini barang impor,” tutup Adi. (why)

Hindari Terjangkit Corona

DPRD NTB Batalkan Kunker Luar Daerah (Suara NTB/why)

TUNTUTAN - Terdakwa pungli pencairan ADD Kecamatan Sekotong Ramang (kanan) menjalani sidang tuntutan, Senin (16/3).

Pungli Setoran ADD

Ramang Dituntut Empat Tahun Penjara Mataram (Suara NTB) – Mantan Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Sekotong, Lombok Barat Ramang dituntut bersalah menarik pungutan pencairan ADD 10 desa sebesar Rp76,4 juta. Jaksa penuntut umum meminta hakim menjatuhi Ramang pidana penjara selama empat tahun. Jaksa penuntut umum Ida Ayu Camundi Dewi, Senin (16/3) membacakan putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Anak Agung Putu Ngurah Rajendra. “Menuntut majelis hakim supaya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ramang dengan penjara selama empat tahun,” ucapnya membacakan surat tuntutan. Jaksa yakin Ramang terbukti bersalah melanggar pasal 11 UU Tipikor. Selain itu, Ramang juga dituntut untuk membayar denda Rp50 juta dengan ketentuan

apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama empat bulan. Sementara uang tunai Rp3 juta setoran pungli dikembalikan ke Desa Gili Gede melalui bendahara desa. Menurut Camundi, fakta persidangan menunjukkan Ramang memungut pungli pencairan ADD delapan desa. Sepanjang tahun 2017-2019, Ramang mengumpulkan uang pungli sebesar Rp76,4 juta. Dana desa tidak dapat dicairkan apabila pejabat desa tidak menyetorkan uang. “Uang tersebut merupakan yang diterima terdakwa sebagai biaya pengurusan administrasi pencairan anggaran desa,” sebut Camundi. Ramang dipergoki dalam sebuah operasi tangkap tangan Polres Lombok Barat, 21 Oktober 2019. Ramang ditangkap usai menerima uang tunai Rp3 juta dari petugas Desa Gili Gede. Uang baru selesai dicairkan di Kantor Bank

NTB Cabang Gerung, Lombok Barat. Rupanya, setoran dari Desa Gili Gede itu hanya yang ketahuan. Padahal, Ramang menerima setoran sejak tahun 2017. “Modusnya, pungutan itu diminta saat desa meminta surat rekomendasi dari kecamatan untuk pencairan dana. Surat baru dibuat setelah desa menyetorkan uang,” beber Camundi. Sejak tahun 2017 sampai 2019, Desa Gili Gede sudah dipungut total Rp21 juta. Desa Sekotong Tengah Rp5 juta setiap pencairan. Desa Kedaro dipungut Rp9 juta. Desa Buwun Mas Rp3,2 juta. Desa Batu Putih Rp500 ribu. Desa Pelangan memberikan antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Desa Sekotong Barat Rp2 juta pada tahun 2018 dan Rp4 juta tahun 2019. Desa Cendi Manik Rp4 juta. Serta dari beberapa desa berkisar antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. (why)

Parpol Tunda Agenda Persiapan Pilkada ke DPP Mataram (Suara NTB) – Sejumlah agenda partai politik terkait dengan persiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 juga ikut tertunda, karena harus menghindari penularan dari penyebaran virus Corona. Beberapa agenda yang terkait urusannya ke DPP ditunda pelaksanaannya. Seperti yang dilakukan oleh PPP, yang menunda pelaksanaan fit and propertest bakal calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada seren-

Praktik kecantikan disinyalir tidak memenuhi standar kesehatan. “Jasa suntik pemutih ini, tenaga kesehatannya tidak memiliki legalitas,” ungkapnya. Praktik kecantikan salon berinisial GLB ini ditutup sementara aktivitasnya. Dari dalam salon, polisi menyita masker wajah, alat sulam alis, alat kawat gigi, pembersih

tak 2020 ke DPP. Fit and propertest yang harusnya digelar di DPP, Jakarta, mereka tunda karena khawatir terjangkit Corona di Jakarta. “Jadwalnya kita akan fit and propertest di DPP itu hari Rabu (18/3) besok ini, tapi kemungkinan besar kita tunda dulu, untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terjangkit virus corona,” ujar politisi PPP, Syrajuddin, Senin (16/3) kemarin. Dikatakan Syrajuddin, untuk

Pilkada Dompu, PPP sudah menetapkan mengusulkan pasangan Saifurrahman - Ika Veriani. Pihaknya sudah mengusulkan pasangan tersebut ke DPW dan juga ke DPP. “Untuk koalisi sudah ada partai Golkar dan PAN, itu sudah cukup. Apalagi Demokrat juga sudah akan merapat,” sebutnya. Ditempat terpisah, Musda Partai Golkar juga berpotensi kembali tertunda untuk ketiga kalinya pada tanggal 22 Maret mendatang. Tidak lain karena ala-

san pertimbangan corona. Namun hal itu masih belum dipastikan, karena sampai saat ini belum ada arahan dari DPP lagi. “Barang kali, secara teknis itu penyebabnya musda di tunda. Tapi saya kira tidak mau bicara itu karena kewenangan DPP, apakah DPP akan datang tanggal 22 atau tidak, tergantung DPP, yang jelas kami siap laksanakan tugas dengan baik, persiapkan Musda, soal kapan DPP yang tentukan, kami orang taat kepada DPP,” ujarnya. (ndi)

Mataram (Suara NTB) – DPRD Provinsi NTB memutuskan untuk membatalkan sejumlah agenda kunjungan kerja (Kunker) mereka ke luar daerah. Selama jangka waktu 14 hari, Dewan memastikan tidak ada kegiatan anggota yang melaksanakan Kunker ke luar daerah. Keputusan itu diambil dalam rapat pimpinan DPRD NTB pada Senin (16/3) kemarin. Pembatalan kegiatan Kunker ke luar daerah tersebut dilakukan untuk menghindari potensi anggota dewan terjangkit virus Corona di daerah tujuan kunker. “Hasil rapat konsultasi pimpinan tadi menyetujui perjalanan kita ke luar daerah, sementara kita ditunda sampai dengan kondisi penyebran virus Corona menurun di Indonesia. Nanti kita akan evaluasi 14 hari dulu, setelah itu baru kita akan lihat keadaan,” ujar Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (16/3). Tidak hanya kegiatan kunker luar daerah yang dibatalkan. Sejumlah kegiatan rapat-rapat seperti rapat paripurna juga ikut ditunda dalam jangka waktu 14 hari ke depan. Hal itu dilakukan untuk menghindari upaya perkumpulan-perkumpulan orang yang dimana dinilai rawan terjadi penyebran virus corona. “Rapat paripurna juga ikut ditunda, saya kira sementara waktu ini anggota bisa kerja di rumah. Kalau mau Konsultasi bisa lewat online untuk memastikan upaya pansus tatap bekerja,. Kalau kita bilang terganggu, ya terganggu, tapi meskipun terganggu, prioritas kita ingin aman, nyaman, ingin sehat semua. Nah persoalan sekarang bisa ndak bekerja dengan pola seperti itu,” tandasnya. Tidak hanya untuk DPRD, kebijakan pelarangan tugas

dinas ke luar daerah juga diberlakukan kepada para pejabat ASN lingkup Pemprov NTB. Hal itu sudah menjadi keputusan Gubernur dalam rapat pimpinan pada hari Minggu (15/3) kemarin. “Kebijakan itu kita putuskan bersama, Gubernur minta persetujuan DPRD, dan kita dukung kebijakan Gubernur, karena kita ndak tahu nanti mereka bertemu dengan orang yang terkena corona dari Jakarta, lalu dibawa pulang. Tapi kalau lockdown belum lah, masih berikan proteksi kepada warga NTB,” ujar Isvie. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD NTB, bidang pemerintahan, hukum dan keamanan, Syrajuddin menyampaikan bahwa kebijakan pelarangan pelaksanaan tugas ke keluar daerah tersebut patut didukung sebagai upaya langkah antisipasi penyebaran virus corona masuk ke NTB. “Itu sudah bagus, artinya ada upaya pencegahan dini, walaupun kita di NTB ini tidak masuk dalam delapan daerah yang terjangkit virus corona. Tapi sebagai upaya untuk melindungi masyarakat, harus keluarkan kebijakan seperti itu, selama 14 hari diimbau kepada ASN untuk tidak ke luar daerah, termasuk kami di DPRD terkait masalah pansus itu,” katanya. Semula DPRD NTB akan melaksanakan kunker ke luar daerah pada Rabu (18/3) besok ini. Namun karena kebijakan itu pihaknya pun membatalkannya. “Kunker pansus ada yang ke Jakarta dan Surabaya, tapi ditunda. Ini pencegahan dini, siapapun dia. Paripurna juga ditunda, artinya semua kegiatan yang mengundang keramaian dan kerumunan, kita hindari. Tapi kerja-kerja publik tetap jalan, pelayanan publik tetap,” pungkasnya. (ndi)


Warga Pertanyakan Kejelasan Penanganan Dugaan Kasus Pungli Prona Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar mempertanyakan penanganan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pembuatan sertifikat tanah gratis melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona). Kasus ini sudah diaudit oleh Inspektorat dan hasilnya diserahkan ke Kejasaan negeri. Sebulan lalu sudah ada pemanggilan terhadap warga, hanya saja sampai saat ini belum ada kelanjutan dari pihak terkait. “Tindaklanjut (penanganan kasus) belum jelas sampai saat ini,” tanya Inda Kusmawan kemarin. Dijelaskan, kasus ini sudah dilaporkan warga sejak tahun lalu namun belum ada penyelesaian. Padahal dalam persoalan ini warga dirugikan karena dipungut satu persil Rp300 ribu - Rp500 ribu. Sementara di daerahnya, Dusun Puni-

kan Utara Desa Batu Mekar ada 170 warga yang dipungut oleh oknum dusun. Bahkan informasi yang ia peroleh, ada rencana perdamaian. Akan tetapi warga menolak karena sudah jelas warga dirugikan. Kalaupun mau kembalikan uang warga, namun tidak menguggurkan pidana. Warga berharap ada kejelasan soal penanganan kasus ini, sebab hampir setahun persoalan ini dilaporkan warga. Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Lombok Barat Bagus Dwipayana mengatakan pihaknya diminta melakukan audit khusus terhadap persoalan dugaan pungutan liar (Pungli) program prona di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Inspektorat pun sudah menindaklanjuti permintaan kejaksaan ini dengan menurunkan tim melakukan audit

ke desa setempat. Hasil audit khusus ini sudah diserahkan Inspektorat ke Kejaksaan untuk diproses lebih lanjut oleh lembaga Adhiyaksa tersebut. “Kami sudah serahkan hasil pemeriksaan (audit, red) masalah Dugaan pungli prona di Desa Batu mekar,” aku Bagus. Pihaknya sudah menyerahkan hasil audit ini ke Kejari Desember 2019 lalu. Hasil pemeriksaan ini, jelas dia, secara umum ada indikasi kerugian negara. Namun ia lupa berapa jumlah kerugian tersebut. Selain masalah audit prona, pihaknya juga sudah memutuskan pemeriksaan tukar guling Kantor Dinas Pertanian dengan eks agribisnis pertanian yang digusur untuk pembangunan LCC. Setelah penyerahan hasil audit ini tentu diproses lebih lanjut oleh pihak kejaksaan. (her)

(Suara NTB/ist)

RESMIKAN -Bupati Lobar H. Fauzan Khalid meresmikan SLBM di Tempos, Senin (16/3).

Bupati Target Bangun 60 SLBM Senilai Rp38 Miliar Lebih

Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 36 titik pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di 10 kecamatan di Lombok Barat (Lobar) yang dibangun tahun 2019 lalu diresmikan Bupati Lobar Fauzan Khalid. Pusat peresmian SLBN ini di Pondok Pesantren As-Sa’idiah Tempos Gerung, Senin, (16/3). Tahun depan, Bupati Lobar menargetkan pembangunan 60 titik lebih SLBM Dr dengan anggaran Rp 38 miliar. SLBM ini meliputi pembangunan MCK, tangki septik, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baik yang kombinasi MCK maupun IPAL Komunal dengan nilai total Rp 15,7 miliar dan menggunakan anggaran tahun 2019. Bupati, dalam sambutannya mengingatkan pembangunan SLBM ini adalah untuk mendukung program strategis nasional yang telah ditetapkan dengan skema “Gerakan 100-0-100”.”Semua ini kita lakukan untuk memenuhi target “100-0-100”,

100 persen akses air bersih, 0 persen rumah kumuh dan 100 persen sanitasi,” terang bupati. Bupati juga berharap sampai akhir masa jabatannya yaitu pada tahun 2024, target 100-0-100 ini bisa terpenuhi.Untuk tahun 2020, pemerintah daerah (pemda) Lobar berencana akan membangun SLBM dengan nilai dua kali lipat dari tahun 2019.”Insya Allah di tahun 2020 ini akan menjadi 2 kali lipat lebih, nilainya sekitar Rp 38 miliar di 60 titik lebih,” paparnya. Di kesempatan yang sama bupati juga mensosialisasikan tema HUT Lobar yang ke-62 yakni “Ijo, Nol Dedoro”.”’Ijo’ maksudnya adalah mengajak masyarakat secara personal peduli terhadap kebutuhan oksigen masyarakat kita, bahkan dunia, untuk itu saya mengajak semua masyarakat untuk secara personal mau menanam pohon di rumah masing-masing atau dimana saja,” jelas mantan ketua KPU NTB ini.

“Nol Dedoro” sendiri dijelaskan Fauzan berarti Zero Waste yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Sasak. Hal ini tentu erat kaitannya dengan sanitasi. Bupati berharap persoalan sampah ini bisa seperti SLBM, yakni dimulai dari masyarakat sehingga hasil positifnya juga bisa dinikmati masyarakat itu sendiri.Tak dilewatkan pula oleh bupati untuk megimbau masyarakat tanggap dengan isu global yang sedang merebak saat ini yaitu isu virus corona (COVID-19). “Kemarin pak gubernur sudah rapat di provinsi, bersamaan dengan kami di Forkopimda di Lombok Barat dan pihak-pihak terkait juga rapat untuk menentukan kebijakan terkait dengan bagaimana mengatasi penyebaran virus corona ini,” turtunya. Dengan kondisi seperti sekarang ini ia menganjurkan masyarakat untuk sementara membatasi berhubungan sosial terlebih dengan orang luar, menghindari keramaian dan menjaga kebersihan lingkungan. (her)

(Suara NTB/ron)

UJIAN SEKOLAH - Siswa kelas XII SMAN 3 Mataram saat mengikuti ujian sekolah pada hari Senin (16/3). Sejumlah sekolah memberikan tugas mandiri di rumah kepada siswa selama libur untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Ujian Sekolah Tetap Berjalan, Siswa Lainnya Diberikan Tugas Rumah Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Ujian Sekolah bagi siswa kelas XII di SMA tetap berjalan pada hari Senin (16/3) menyusul adanya edaran dari pemerintah daerah untuk meliburkan siswa. Sementara siswa lainnya termasuk pada jenjang TK, SD, dan SMP diliburkan. Pihak sekolah memberikan tugas rumah kepada para siswa secara dalam jaringan (daring) atau online. Pelaksanaan ujian sekolah di SMAN 3 Mataram tetap berjalan mulai Senin (16/3) sampai dengan Selasa (24/3) mendatang. Kepala SMAN 3 Mataram, Sunoto yang didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 3 Mataram, Faizin mengatakan, 425 siswa kelas XII mengikuti ujian sekolah pada hari pertama tersebut. Pihaknya juga menjalankan protokol kebersihan selama pelaksanan ujian sekolah, seperti menggunakan alat tulis pribadi saat mengisi absensi, mencuci tangan dengan sabun dan lainnya. “Pada prinsipnya arahan dari pak gubernur, arahan dari Kadis Dikbud, rasanya kita sudah lakukan,” kata Sunoto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/3). Sementara itu bagi siswa kelas X dan X di SMAN 3 Mataram diliburkan. Kegiatan ekstrakurikuler juga dihentikan sementara waktu.

Faizin menambahkan sudah ada grup perpesanan instan yang dibuat oleh wali kelas untuk pemberian tugas kepada siswa. “Pihak sekolah pada prinsipnya waspada, dengan meningkatkan pola hidup sehat. Apalagi SMAN 3 Mataram ini sekolah sehat, kami lebih awal mempersiapkan itu dan terus kita tingkatkan,” kata Sunoto. Sementara itu, di jenjang SMP, siswa juga diliburkan. Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman, ditemui di ruang kerjanya, guru memberikan tugas melalui grup whatssapp orang tua siswa. Tugas akan diberikan selama dua pekan ke depan, dan dikumpulkan saat masuk sekolah lagi. “Siswa sempat masuk, saya kumpulkan siswa, dan menjelaskan secara rinci. Bukan diliburkan tapi belajar mandiri di rumah. Eskul juga ditunda. Berbagai kegiatan lomba tetap ikut. Kami mengikuti kebijakan dari pusat, dan tidak bisa kita hindari. Dan ini wujud kita untuk memutus rantai penyebaran Corona,” ujar Suherman. Kepala SMPN 12 Mataram, Mustajib mengatakan, bentuk tugas yang diberikan kepada siswa diserahkan kepada masing-masing guru mata pelajaran sesuai karakter mata pelajaran, tuntutan kurikulum, dan kondisi yang ada . Juga disarankan mengak-

ses laman pembelajaran yang disediakan Kemendikbud. “Seluruh siswa diliburkan atau dibelajarkan di rumah selama dua pekan, tidak ada kegiatan ekstra maupun kegiatan lain yang menuntut siswa berkumpul,” ujarnya. Di jenjang SD juga diberlakukan hal yang serupa. Kepala SDIT Fauziah Yarsi Mataram, Muhammad Syamsul Bahri, S.Sos.I., M.H., mengatakan siswa diliburkan selama dua pekan dan mengupayakan siswa tetap belajar di rumah. Khusus di SDIT Fauziah, seluruh guru, murid, dan wali murid diminta untuk meningkatkan taqorruf, munajat, dan tawakkal serta memohon perlindungan kepada Allah Subhanahuwa Ta’ala. “Kepada seluruh siswa diimbau untuk tetap menegakkan sholat berjamaah di masjid serta aktif melakukan aktivitas ibadah sunnah sebagaimana biasanya selama libur, seperti sholat dhuha dan tilawah AlQur’an. Juga melakukan pencegahan-pencegahan antisipatif sesuai petunjuk medis,” kata Syamsul. Kepala TK Yarsi Mataram, Rosdiana, S.Pd., juga mengatakan siswa diliburkan selama dua pekan. Proses pembelajaran tetap dilakukan di rumah, guru memberikan tugas hafalan ayat-ayat pendek dan hadits. “Guru kelas akan tetap memberikan pembelajaran di grup whatsapp orang tua peserta didik,” katanya. (ron)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

SUARA NTB

Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 9

(Suara NTB/bul)

PERIKSA ALAT - Pemeriksaan alat pengukur dan pembatas untuk mendukung kelancaran UNBK 2020

Waspada Covid-19, PLN NTB Tetap Siaga Sukseskan UNBK 2020

Mataram (Suara NTB) Di tengah kewaspadaan penyebaran Covid-19, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) tetap mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020. Senior Manager Transmisi dan Distribusi PLN Unit Induk Wilayah NTB, Anton Sugiarto menegaskan, meski saat ini NTB sedang dalam kondisi waspada. Seluruh petugas pelayanan, baik yang di lapangan maupun yang berada di front liner dibekali dengan perlengkapan K3 untuk melindungi diri dari penyebaran virus, tanpa mengurangi kesiaagaan dari petugas. Sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir padam di sekolah penyelenggara UNBK, pemeliharaan jaringan telah dilakukan oleh PLN sebelum pelaksanaan UNBK. Selain itu, PLN juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, serta dengan sekolah di mana UNBK akan diselenggarakan. “Koordinasi dan persiapan telah kami lakukan. Namun, terkadang ada hal-hal yang tidak kita duga, misalnya cuaca ekstrem,

atau pohon tumbang yang menyebabkan padam listrik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita siapkan personel supaya masalah itu dapat tertangani dengan cepat,” kata Anton di Mataram, Senin (16/3). Sebagai salah satu bentuk dukungan untuk kelancaran penyelenggaraan UNBK, PLN melakukan pemeriksaan alat pengukur dan pembatas yang terpasang di SMK 1 Tarano, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Dalam pelaksanaan UNBK kali ini, PLN menyiagakan 926 personel,

72 posko, 134 unit kendaraan, yang terdiri dari 88 unit mobil dan 46 unit motor, 4 mobile ups, 15 mobile trafo dan 20 mobile genset yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dari sisi pasokan daya, saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 313 Megawatt (MW), dengan beban puncak siang sebesar 202 MW. Untuk sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu sebesar 129 MW, dengan beban puncak siang sebesar 76 MW. (bul)

SUARA PARLEMENTARIA Sekotong Masa Depan Lobar

Kebijakan Penataan Destinasi Kawasan Wisata Jangan Timpang Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat memiliki sektor basis pariwisata. Sektor ini menjadi tulang punggung mendongkrak perekonomian dan pendapatan daerah ke depan. Menyadari sektor pariwisata sebagai sektor basis, maka Pemda harus serius menangani destinasi yang ada. Bicara destinasi, tidak bisa lepas dari kawasan Sekotong dan Senggigi. Tahun ini Pemda akan menyentuh penataan destinasi Senggigi dengan anggaran Rp45 miliar, sementara kebijakan anggaran penataan kawasan Sekotong sejauh ini minim. Pemda diharapkan mengarahkan anggaran pinjaman daerah yang masih ditunda di Senggigi untuk kawasan Sekotong. Sebab jangan sampai kebijakan antara penataan kawasan destitasi tersebut timpang. Karena bagaimanapun bicara Sekotong memiliki potensi berlimpah sehingga tak salah menjadi masa depan Lobar ke depan. Abu Bakar, Anggota Komisi II DPRD Lobar menegaskan, mengacu RPJMD bahwa pariwisata menjadi basis dan dalam visi misi Bupati serta Wabup sudah jelas tertuang bagaimana menjadikan Lobar yang mantap dengan salah satu sektor unggulan wisata. “Potensi masa depan Lobar adalah parwisata, salah satunya pariwisata Sekotong adalah masa depan Lobar,” tegas dewan yang juga pelaku wisata ini. Politisi PKS ini menegaskan, untuk pengembangan parwisata jelas dia tak lepas dari konektifitas antar wilayah dan sektor. Sejauh ini pariwisata ini timpang, karena tidak meratanya dari sisi penataan destinasi kawasan wisata selatan dan utara. Padahal khusus di selatan kaya akan potensi, seperti 23 gili. Ambil contoh di Trawangan dengan tiga gili mampu berkembang pesat. 80 persen tamu ke NTB kata dia datang ke tiga gili tersebut sehingga mampu mendongkrak ekonomi daerah. Sementara mereka belum tahu keunikan dan keindahan wilayah Sekotong yang luar biasa. Kalaupun Pemda tidak bisa menggarap 23 gili di Sekotong, paling tidak harus ada satu gili yang menjadi pilot

(Suara NTB/Ist)

Pemandangan alam terasering di Desa Cendimanik, Sekotong

(Suara NTB/her)

Anggota Dewan komisi II Abu Bakar project. “Pemda buang uang untuk potensi SDA Sekotong ini dan kedatangkan uang lebih besar, dis- saahan dalam mengambil keputuamping supaya jangan timpang san menaruh anggaran untuk pepenataan kawasan ini,” ujar dia. nataan destinasi ini menjadi Pemda kata dia, harus berpikir mubazir. “Lebih baik cari destinabagaimana mengembangkan des- si baru, seperti arahkan ke Sekotinasi baru selain Senggigi yang tong,” ujar dia. Dengan adanya master plane kawasan Gili gede sudah terkenal. Termasuk kebijakan porsi ang- kata dia bisa menjadi dasar garan untuk parwisata, lanjut dia pengembangan gili, tentunya tidak bisa setengah-setengah sebab dikoneksikan dengan kawasan harus disadari ke depan bagaima- wisata lain. Seperti Mekaki, Buna potensi sekotong. Dari sisi wun mas dan lokasi lain. Selain itu, geografis, luas Sekotong separuh harus tekoneksi dengan KEK manwilayah Lobar harus digarap, ka- dalika. “Kalau Gili Gede ditata, itu wasan ini diapit oleh dua potensi akan sangat nyambung dengan kapariwisata besar, seperti kawasan wasan lain dan KEK, dan mampu menghasilkan pendapatan yang Bali dan KEK Mandalika. Termasuk pemda jangan lupa pe- sangat besar,” jelas dia. Hanya saja, nataan kawasan Lembar sebagai po- penataan dan pembukaan poros ros maritim dunia. Pemda tegas dia jalan saja tidak dianggarkan, sehharus serius. Sebab jangan sampai ingga mandek. (her/*)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 10

Sementara Waktu

Kegiatan Kelas Luar di Lingkup Lembaga Pendidikan NW Ditiadakan Mataram (Suara NTB) Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) mengeluarkan Instruksi yang ditujukan kepada seluruh pengurus NW se Indonesia, lembaga pendidikan dari tingkat Raudlatul Athfal (RA) sampai dengan perguruan tinggi. Dalam instruksinya, PB NW menyebutkan untuk meniadakan kegiatan outing class (kelas luar) di manapun, baik berupa perkemahan, studi wisata, outbound dan kegiatan lainnya yang sejenis sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Kegiatan belajar di Madrasah/Sekolah NW bagi siswa dengan menggantikan pembelajarannya secara on-line di rumah. Madrasah/Sekolah NW diminta menyiapkan konsep belajar secara on-line atau belajar dengan cara alternatif yang lain di rumah,” tegas Ketua Umum PBNW RTGB. KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc, M.Pd.I., dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Senin (16/3). Instruksi yang dikeluarkan PB NW mengingat setelah Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Virus Covid -19 atau Corona menjadi wabah Nasional Non Alam, kemudian diperjelas dengan Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3/2020 dan hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Pemprov NTB. Selain itu, ujarnya, para pimpinan madrasah/sekolah NW menciptakan suasana kondusif dan melaksanakan budaya hidup sehat dengan cara rajin mencuci tangan. Sedang bagi guru dan karyawan menjalankan aktivitas di madrasah/sekolah NW sebagaimana biasa. “Bagi madrasah/sekolah NW yang sedang melaksanakan ujian Nasional/UASBN/US/UM tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pemerintah,” imbuhnya. Sementara Pimpinan Perguruan Tinggi NW, ujarnya, untuk melakukan kegiatan akademik dan non akademik sebagaimana yang ditetapkan oleh pimpinan masing-masing dengan mengedepankan asas kemaslahatan dan kesehatan. Pihaknya pun meminta sebagai umat Muslim, terutama warga NW memperbanyak doa kepada Allah SWT agar wabah yang sedang terjadi segera hilang. “Oleh sebab itu kepada warga Nahdlatul Wathan di seluruh Indonesia dan di mana saja berada agar memperbanyak membaca Hizib Nahdlatul Wathan yang di dalamnya banyak doadoa yang disusunkan oleh Maha Guru Kita Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,” pungkasnya. (dys)

PT Tiadakan Kegiatan Tatap Muka

Mahasiswa PKL Ditarik Kembali Mataram (Suara NTB) Sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di Kota Mataram meniadakan sementara kegiatan perkuliahan dan kegiatan akademik secara tatap muka. Termasuk kegiatan pengabdian dan penelitian lapangan, juga menarik mahasiswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dalam dan luar daerah mulai Senin (16/3) sampai dengan dua pekan ke depan. Langkah itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Perguruan Tinggi negeri maupun swasta mulai mengeluarkan surat edaran mengenai pencegahan virus Corona sesuai dengan edaran dari pemerintah daerah. Salah satunya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram mengeluarkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Virus Corona Covid-19 di Lingkungan dan Keluarga Besar STIE AMM Mataram. Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, SH., MM., pada Senin (16/3) menyampaikan pihaknya mengambil langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan sejak Senin sampai dengan Sabtu (28/3). Umar menyampaikan kegiatan perkuliahan, asistensi/ pembimbingan tatap muka di STIE AMM ditiadakan dan diganti dengan perkuliahan, asistensi/pembimbingan dalam jaringan (daring) atau online melalui berbagai platform komunikasi. Atau dengan tugas mandiri. Sementara itu kegiatan praktikum, baik laboratorium atau lapangan agar dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain. “Dosen dan karyawan untuk tetap masuk mengisi absensi manual setiap hari. Dosen, karyawan, dan mahasiswa agar menunda atau menjadwal ulang berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang,” ujar Umar. Pihak Kampus STIE AMM juga mengingatkan semua dosen, karyawan, dan mahasiswa untuk membudayan hidup bersih dan sehat. Bagi yang mengalami sakit dengan gejala mirip virus Corona diminta segera memeriksakan diri dan berobat ke rumah sakit, dan diimbau untuk mengisolasi diri di rumah. Imbauan serupa juga dikeluarkan oleh STAHN/Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram. Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, I Nyoman Witana, S.Ag., M.Si., melalui Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Dewi Rahayu Aryaningsih, S.Ag., M.Ag., kegiatan perkuliahan, asistensi/pembimbingan tatap muka di STAHN Gde Pudja ditiadakan dan diganti dengan perkuliahan, asistensi/pembimbingan dalam jaringan (daring) atau online melalui berbagai platform komunikasi. Atau dengan tugas mandiri. Imbauan lainnya juga disampaikan melalui Surat Edaran. Semua unit kerja di STAHN Gde Pudja juga diminta melengkapi fasilitas sarana dan prasarana kantor dan perkulihan dengan perlengkapan perlindungan diri dari dampak penularan Covid-19, seperti fasilitas hand sanitizer, disinfektan, dan lain-lain yang dibutuhkan. Tarik Mahasiswa PKL Sementara itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram mengambil keputusan menarik semua mahasiswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL). Ketua STIKES Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep. NS., M.Kes., dihubungi pada Senin (16/3) sore menyampaikan, pihaknya menarik semua mahasiswa PKL termasuk mahasiswa Program Profesi Ners yang baru saja mulai mengikuti praktik di Rumah Sakit dr. Saeful Anwar (RSSA) Malang. “Kami menarik semua mahasiswa PKL. Di samping itu kami meniadakan kegiatan tatap muka, pembelajaran dilakukan secara daring/online,” ujarnya. (ron)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ron)

BERSIHKAN TANGAN - Siswa SMKN 8 Mataram membersihkan tangan BERSIHKAN - Siswa SMKN 3 Mataram membersihkan peralatan UNBK sebelum memasuki ruang ujian. sebelum meninggalkan ruangan ujian.

Listrik Padam

UNBK SMK di Sejumlah Sekolah Terganggu

Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK di NTB pada hari pertama, Senin (16/3) relatif berjalan lancar. Namun di sejumlah SMK mengalami gangguan listrik padam yang mengakibatkan kerusakan pada Virtual Harddisk Drive (VHD), sehingga mengakibatkan pelaksanaan UNBK di sesi pertama terganggu dan tidak bisa terlaksana. Penambahan sesi dan opsi ikut UNBK susulan jadi jalan keluar yang diambil. Koordinator UNBK pada Tim Helpdesk UN Provinsi NTB, Susanto kepada Suara NTB, mengungkapkan, ada dua SMK yang terganggu, karena terjadi listrik padam, yaitu SMKN 1 Batulayar, Lombok Barat dan SMK Beringin Jaya, Dompu. Di SMKN 1 Batulayar sempat terjadi listrik padam dan tidak ada suplai daya bebas gangguan atau uninterruptible power supply (UPS). Hal itu mengakibatkan siswa tidak bisa login kembali akibat VHD rusak. “Penanganan dilakukan dengan mengusulkan penambahan sesi setelah sesi tiga berakhir,” katanya. Susanto juga menyampaikan, SMK Beringin Jaya mengalami hal serupa yaitu terjadi listrik padam. Sudah dilakukan penambahan sesi setelah sesi tiga, tapi karena

terjadi listrik padam lagi, maka diusulkan untuk ikut UNBK susulan. Di samping itu, Susanto juga mengatakan, bahwa permasalahan UNBK yang terjadi secara jumlah lebih kecil dibanding tahun lalu. Beberapa masalah yang muncul antara lain masalah setting internet menggunakan mikrotik, kerusakan VHD akibat gangguan server, permintaan Unlock akibat server bermasalah dan tidak melakukan Backup VHD. “Alhamdulillah semua permasalahan teknis sudah dapat ditangani oleh Tim Helpdesk Provinsi NTB,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris I Panitia UN Provinsi NTB, Umar, S.Sos., MM., mengakui ada sejumlah masalah yang terjadi pada pelaksanaan UNBK hari pertama yang men-

gakibatkan penambahan sesi. Di samping itu, menurutnya secara umum pelaksanaan UNBK hari pertama yang mengujikan mata ujian Bahasa Indonesia berjalan dengan lancar. UNBK SMK akan dilanjutkan pada Selasa (17/3) hari ini sampai dengan Kamis (19/3) dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Protokol Pencegahan Corona Sejumlah SMK di Kota Mataram juga menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus Corona saat UNBK seperti yang diminta oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Sebelum masuk ke ruang

(Suara NTB/ist)

ti UNBK tahun ini. Pihak sekolah menyiapkan tujuh ruang laboratorium komputer untuk pelaksanaan UNBK. Mereka dibagi ke dalam tiga sesi. Ruju mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sarana dan penguatan dalam bentuk pengayaan sebelum pelaksanaan UNBK. Protokol kebersihan itu juga dilaksanakan di SMKN 8 Mataram. Kepala SMKN 8 Mataram, Nengah Istiqomah, M.Pd., melalui Wakil Kepala SMKN 8 Mataram Bidang Humas, Munezarah, S.Kep., Ners., menyampaikan pihaknya melakukan sosialisasi kebersihan tangan standar WHO dan pelaksanaan UNBK sesuai standar yang diminta oleh BSNP. Siswa juga membersihkan tangan sebelum masuk ke ruang ujian. Demikian juga di SMKN 5 Mataram. Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd., MM., mengatakan protokol pelaksanaan UNBK untuk pencegahan virus Corona tetap dilakukan hingga sesi terakhir. “Allhamdulillah tidak ada kendala, protokol kami laksanakan sampai sesi terakhir,” katanya. (ron)

KB -TK Putra 1 Mataram Galakkan GCT di Sekolah (Suara NTB/ist)

YUDISIUM - Unram memutuskan menunda pelaksanaan wisuda. Tampak mahasiswa Unram dari Fakultas Peternakan saat mengikuti acara yudisium belum lama ini.

Unram Tunda Jadwal Wisuda Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) mengambil langkah pencegahan virus Corona dengan meniadakan aktivitas perkuliahan. Juga menunda wisuda periode I yang dijadwalkan Maret 2020. Wisuda periode I yang rencananya digelar Kamis (26/3) ditunda pelaksanaannya sampai dengan waktu yang belum ditentukan. “Wisuda akan dilaksanakan setelah semuanya stabil, sembari menunggu pengumuman berikutnya. Sementara ijazah dan transkrip nilai serta sertifikat dapat diambil di masing-masing fakultas mulai Senin 30 Maret,” jelas Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni. SH., M.Hum, usai rapat, Senin (16/3). Selain itu, aktivitas

perkuliahan tatap muka ditiadakan sementara terhitung sejak Senin (16/3) sampai Jumat (27/3). Kebijakan itu menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Virus Corona serta hasil rapat terbatas di Pemprov NTB, Minggu (15/3). Kegiatan ini, ujarnya, diganti dengan perkuliahan asistensi dalam jaringan (daring online), berbagai platform komunikasi lewat email, medsos dan tugas mandiri yang akan dibebankan kepada mahasiswa. Kegiatan praktikum dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain. Termasuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang melibatkan pengumpulan

data dan aktivitas bersama masyarakat agar dilakukan penjadwalan ulang. “Untuk dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan, sementara bisa menunda atau menjadwalkan ulang berbagai kegiatan yang melibatkan dan menimbulkan kerumunan banyak orang,” kata rektor. Dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan bagi yang berkepentingan ke dalam dan keluar negeri juga diminta ditunda demi kebaikan bersama. “Asal tetap melakukan koordinasi dengan pimpinan fakultas atau lembaga perguruan tinggi mitra untuk mencari penyelesaian yang sebaikbaiknya atas segala konsekuensi akademik dan administrasi dari penundaan tersebut,” terangnya. (dys)

UIN Mataram Kembali Berlakukan Absen Manual

RAPAT - Civitas akademika UIN Mataram menggelar rapat terkait dampak virus Corona di NTB, Senin (16/3).

ujian, siswa mengenakan pembersih tangan atau hand sanitizer. Peralatan UNBK juga selalu dibersihkan sebelum dan setelah digunakan. Seperti yang dilaksanakan di SMKN 3 Mataram, siswa dibariskan di depan ruang ujian, pengawas memanggil mereka satu per satu untuk memasuki ruang ujian. Sebelum memasuki ruang ujian petugas yang merupakan siswa PMR, menyemprotkan hand sanitizer di tangan peserta ujian. Kepala SMKN 3 Mataram, Ruju Rachmad, S.Pd., M.T., ditemui di sela-sela UNBK mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, pihaknya menempatkan hand sanitizer di depan ruang ujian dan ruang panitia. “Kami juga siapkan tisu basah, ketika selesai menggunakan alat, siswa membersihkan alat itu dengan tisu. Kami juga menyiapkan siswa PMR dan Unit Kesehatan Sekolah untuk melayani anak cuci tangan, atau jika ada yang kurang sehat,” kata Ruju Rachmad. Sebanyak 540 siswa kelas XII di SMKN 3 Mataram mengiku-

Mataram (Suara NTB) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof. Dr. H. Mutawali beserta seluruh jajaran pimpinan lainnya melakukan rapat koordinasi terkait dengan sikap konkrit untuk pencegahan penyebaran virus Corona. Rapat dipimpin oleh wakil rektor satu selama satu jam setengah yang berlangsung di ruang rapat Rektor, Senin (16/3). Pada kesempatan ini, Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali menjelaskan berdasarkan hasil rapat untuk kegiatan akademik perkuliahan di lingkungan UIN Mataram terhitung sejak 16 hingga 28 Maret 2020 dilakukan secara online (daring) atau menggunakan metode perkuliahan

lainnya yang tidak menggunakan tatap muka langsung. Selain itu juga seluruh dosen, tenaga kependidikan, cleaning service dan satpam tetap beraktivitas sebagaimana mestinya, dengan mencatat sendiri bukti kehadiran tersendiri yang dibuat secara manual oleh bagian kepegawaian, absen manual diberlakukan sejak tanggal 16 sampai dengan 28 Maret 2020. Sementara untuk praktik laboratorium, praktik lapangan, KKP, dan sejenisnya dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain yang sesuai dengan perkembangan keadaan. Kegiatan ujian seminar dan munaqosah tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan membatasi jumlah peserta dan audiensnya.

UIN juga meminta kegiatan akademik atau nonakademik yang melibatkan banyak peserta, baik di dalam maupun di luar kampus, diimbau untuk ditunda pelaksanaannya. Termasuk juga segala jenis perjalanan dinas dalam dan luar negeri agar ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Civitas akademika UIN Mataram diimbau untuk tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menyediakan hand wash serta hand sanitizer pada kamar mandi dan WC di tempat-tempat tertentu. ‘’Dan selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi situasi dan kondisi akhir-akhir ini,’’ ujarnya mengingatkan. (dys)

Mataram (Suara NTB) KB-TK Putra 1 Mataram menggalakkan kembali dengan lebih rutin Gerakan Cuci Tangan (GCT) melalui kegiatan belajar mengajar dan bermain sambil belajar di sekolah. Terlebih lagi dengan merebaknya virus Corona (Covid19), pihak KB-TK Putra 1 Mataram mengutamakan sanitasi sekolah, terutama kebutuhan peserta didik untuk cuci tangan memakai sabun. Kepala KB-TK Putra 1 Mataram, Hj.Yuniarti menyampaikan, kegiatan GCT ini juga menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., saat melakukan kunjungan secara mendadak ke KB-TK Putra 1 pada Sabtu (14/3) lalu. Saat itu KB-TK Putra 1 Mataram sedang melakukan kegiatan Pramuka rutin setiap bulannya. Juga bertepatan dengan sosialisasi GCT enam langkah oleh pembina dari Pramuka Unram. “Lantas kami selaku Guru mengajak Bapak Lalu Fatwir untuk melakukan kegiatan GCT di KB-TK Putra 1 Mataram,” katanya. Kegiatan GCT itu menekankan kepada siswa untuk mencuci tangan saat datang ke sekolah, sebelum makan, setelah bermain, bahkan saat sebelum pulang ke rumah masing-masing. Menurut Yuniarti, Kadis Pendidikan, Lalu Fatwir sangat bangga dan bahagia melihat anak-anak KB-TK Pu-

tra 1 Mataram telah mendukung program pemerintah khussusnya program Dinas Pendidikan untuk melakukan kegiatan cuci tangan di sekolah dan kegiatan Pramuka. GCT juga telah menjadi program unggulan KB -TK Putra 1 Mataram sejak dahulu. “Hingga sekolah kami mendapat perhatian dari program OASE kabinet kerja yang digalakkan oleh Ibu Iriana Jokowi. Tahun 2019 lalu kami telah melaksanakan Program GCT mewakili Provinsi NTB. Saat ini tinggal melanjutkan kembali kegiatan GCT ini, apalagi saat ini pemerintah menginstruksikan setiap sekolah menyediakan tempat cuci tangan yang memadai dan hand sanitizer,” jelas Yuniarti. KB-TK Putra 1 Mataram berada di bawah binaan Dharma Wanita Persatuan PUPR Provinsi NTB yang dipimpin Dima Ferawati Azhar, yang selalu mendukung segala kegiatan positif di KB-TK Putra 1. Yuniarti berharap melalui kegiatan positif sejak usia ini, anak-anak dapat merekam dan mengaplikasikan kegiatan dan pembiasaan berbuat kebaikan ini hingga dewasa. “Semoga dengan lebih menggalakkan GCT ini anak-anak terhindar dari segala penyakit. Selain itu, kami tetap mengajak anak-anak untuk tetap melakukan doa bersama demi kesehatan, keselamatan umat manusia di dunia,” pungkas Yuniarti. (ron)

(Suara NTB/ist)

CUCI TANGAN - Peserta didik KB-TK Putra 1 Mataram saat melakukan praktik Gerakan Cuci Tangan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali melalui kegiatan Pramuka, Sabtu (14/3).


SUARA NTB

Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 11

Zigi akan Tampil di Kejuaraan Dunia

Popda NTB Diundur hingga Agustus Mataram (Suara NTB) Menghindari penyebaran wabah virus Corona di kalangan pelaku olahraga mengakibatkan sejumlah kegiatan olahraga di NTB di undur. Bahkan sebagian cabor harus membatalkan sejumlah event di tahun 2020 dengan alasan pencegahan penyebaran wabah Corona Covid-19 di NTB. Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Senin (16/3) kemarin mengatakan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) NTB yang semula akan di gelar tanggal 3-9 April akan diundur hingga Agustus 2020. “Demi pencegahan penyebaran virus Corona untuk semua kita tunda pelaksanaan Polda NTB, termasuk final kompetisi sepak bola Usia 14 tahun,” ucapnya. Terkait penundaan event Popda NTB tahun 2020 pihak Dispora NTB juga sudah mengeluarkan surat himbauan ynag ditujukan kepada Dispora kabupaten/kota. Dalam hal ini beberapa event yang akan di gelar dalam waktu dekat ini akan di undur hingga Agustus 2020. Selain Dispora NTB, pihak Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) NTB juga mengeluarkan himbauan penundaan turnamen futsal yang akan di helat dalam waktu dekat ini. “Menindaklanjuti Keputusan Pemerintah dan Pemerintah Daerah terkait Prosedur Penanganan Covid 19, maka dengan ini disampaikan bahwa seluruh pertandingan Futsal di wilayah NTB ditunda selama 2 minggu mulai tgl 16 s.d 29 Maret 2020. Demikian untuk disebarluaskan dan menjadi perhatian kita semua,” ucap Sekretaris AFP NTB, Agus Sukmayadi. Di tempat terpisah, Ketua Umum Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, M. Nur Haedin juga mengatakan hal yang senada. Bahwa beberapa event balap motor di NTB seperti Kejurnas Regional III Wilayah Bali, NTB dan NTT akan diundur. “Beberapa event balap motor tahun ini akan kita undur, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona,” tegasnya. (fan)

Mataram (Suara NTB) Atlet karate andalan NTB Ahmad Zigi Zaresta Yuda kembali mendapat kepercayaan mewakili Indonesia di kejuaraan karate level dunia. Menghadapi event internasional itu, atlet asal Lombok Barat (Lobar) itu kembali dipanggil mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) persiapan mengikuti World Karate Federation (WKF) selama tahun 2020. Ketua Harian Pengprov Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) NTB, Purn. AKBP Muksin yang diwawancara Suara NTB di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Senin (16/3) kemarin mengatakan, selain Zigi pihak Pengurus Besar (PB) FORKI memanggil sebanyak 24 dan 7 pelatih mengikuti Peletnas. Para atlet itu berasal dari 7 provinsi, yakni DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumut, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Dalam surat keputusan PB FORKI, ada 24 atlet yang di-

panggil mengikuti Pelatnas karate tahun ini. Salah satunya atlet asal NTB, Zigi,” ucapnya. Terkait surat pemanggilan Pelatnas persiapan mengikuti kejuaraan internasional WKF, Zigi harus masuk Pelatnas di Cilangkap Jakarta Timur, 19 Maret 2020. Keputusan itu berdasarkan SK PB FORKI terkait sejumlah atlet karate yang dipanggil mengikuti Pelatnas tahun. Bagi Zigi, Pelatnas kali ini merupakan pelatnas tahun kedua, pasalnya sebelumnya di tahun 2019 Zigi juga mengikuti Pelatnas yang sama persiapan SEA Games sekaligus persia-

pan mengikuti kejuaraan dunia karate. Zigi mendapatkan kehormatan mewakili Indonesia di beberapa kejuaraan dunia untuk mengejar poin supaya dapat lolos mengikuti olimpiade Tokyo tahun 2020. Zigi yang sebelumny sukses meraih medali emas di SEA Games 2019 memiliki target lolos Olimpiade Tokyo tahun 2020. Zigi harus selalu tampil di kejuaraan dunia (WKF) supaya bisa meraih poin untuk bisa tampil di Olimpiade tahun 2020. Zigi ditargetkan masuk peringkat 20 besar dunia supaya bisa tampil di Olimpiade 2020. (fan)

Ahmad Zigi Zaresta Yuda (Suara NTB/ist)

Antisipasi Corona, Atlet Pelatda Dirumahkan Mataram (Suara NTB) KONI NTB mengeluarkan keputusan menghentikan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) atlet PON untuk pencegahan virus Corona (Covid-19) mulai hari ini. Pemberhentian Pelatda PON akan berlangsung selama 14 hari, dihitung mulai 17 Maret hingga awal April 2020. “Menindaklanjuti terkait kebijakan Pemprov NTB soal pencegahan penyebaran virus Corona, kita akan meminta atlet melaksanakan pemusatan latihan mandiri selama RAPAT - Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto memimpin rapat bersama pelatih dan pengurus cabor di Sekretariat KONI NTB, Senin (16/3). Rapat itu memutuskan Pelatda PON dihentikan selama 14 hari guna pencegahan mewabahnya virus Corona. (Suara NTB/fan)

14 hari di rumah masih-masing,” ucap Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto kepada Suara NTB usai memimpin rapat dengan pelatih Pelatda dan pengurus cabor di Sekretariat KONI NTB, Senin (16/3). Pemusatan latihan mandiri yang dimaksud pimpinan KONI NTB adalah meminta atlet untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Dimana selama dikampung para atlet diminta tetap latihan secara mandiri supaya tetap menjaga kebugaran fisik dan jasmani. Selama 14 hari para atlet diminta untuk tidak bepergian ke luar daerah atau ke tempat keramaian seperti Mall dan lain sebagainya. Dalam hal ini atlet tetap latihan di Rumah masing-masing untuk menjaga kebugaran fisik. Keputusan meliburkan Pelatda selama 14 hari diambil oleh KONI NTB setelah

melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB dan melakukan rapat dengan pelatih bersama pengurus cabor. Selain itu adanya himbauan Gubernur NTB terkait peningkatan kewaspadaan terhadap menyebarnya virus Corona di NTB. Andy menjelaskan mulai, Selasa (17/3) hari ini para atlet diminta meninggalkan asrama pemondokan atlet yang berlokasi di Rusunawa Batu Layar Senggigi Lombok Barat (Lobar). Pasalnya pihak KONI NTB akan melakukan sterilisasi penginapan atlet agar steril dari virus Corona. “Mulai besok kita akan meminta atlet meninggalkan tempat penginapan, karena tempat itu akan kita semprot dengan anti virus sehingga tempat itu menjadi steril dan pada hari ke 15 para atlet akan kembali ke penginapan untuk melanjutkan Pelatda,” tuturnya. (fan)

SUARA PARLEMENTARIA Komisi IV DPRD Lobar Sidak ke Sekolah

Jamin Lokasi Pembangunan dan Persiapan UN Giri Menang (Suara NTB) Untuk memastikan persiapan Ujian nasional (UN) berjalan lancar, Komisi IV DPRD Lombok Barat (Lobar) dipimpin langsung koordinator komisi, Hj. Nurul Adha melakukan sidak beberapa hari lalu ke lokasi sementara SMP 2 Gunungsari. Pihak dewan ingin melihat kondisi sekolah pascabanjir. Di samping itu, komisi IV juga ingin memastikan apakah lokasi ini layak untuk pembangunan gedung baru SMP yang rencananya akan dimulai bulan Maret ini. Dewan mengingatkan kepada Pemda agar lokasi ini harus bebas dari banjir. Sebelumnya, Ketua DPRD Lobar, Hj. Nur Hidayah juga turun ke lokasi dalam rangka penanganan dampak bencana banjir. Wakil Ketua bersama Anggota Komisi IV yang turun didampingi oleh Plt Kepala Dikbud Lobar, H. Nasrun bersama jajaran mengatakan sebagai tempat pembangunan SMP posisinya agak rendah, sehingga kalau terjadi hujan besar maka air akan naik. Air berasal dari sungai dan jalan turun ke lokasi tersebut. Namun hasil dialog dengan para guru dan komite, lokasi ini sudah menjadi pilihan terakhir untuk lokasi pembangunan. Kalau nanti harus dicari lahan lain, maka akan tertunda pembangunan sekolah sehingga yang merasakan dampak adalah murid dan guru. Sehingga pihaknya pun tidak serta merta bisa meminta pemda memindahkan lokasi pembangunan, sebab butuh waktu dan tambahan anggaran. “Tapi catatan dari kami adalah bagaimana dilibatkan OPD terkait untuk melakukan kajian lokasi ini bagaimana drainasenya, talud dan pengurukan di halaman sekolah. Dikbud juga sudah buat perencanaan pondasi yang akan dibangun setinggi 1,2 meter agar layak,” jelas Nurul Adha. Pihaknya memberi catatan agar pembangunan sekolah ini dilengkapi talud

sungai, saluran drainse dan penimbunan halaman agar ketinggiannya dengan jalan. Pembangunan sekolah ini juga harus memperhatikan lingkungan. Akan tetapi persoalannya pada anggara pembangunan tidak ada untuk talud dan pengurukan (penimbunan), karena alokasi dananya hanya untuk fisik saja. Hal ini kata dia menjadi masalah. Pihaknya pun mendorong agar dianggarkan pada APBDP untuk penimbunan dan talud serta penataan sungai agar sehat dan layak. Kadis Dikbud H Nasrun mengatakan terkait rencana pembangunan gedung sekolag ini dianggarkan Rp1,4 Miliar. Rencana pembangunan dimulai April dan selesai dibangun bulan Agustus. Dua opsi rencana pembangunan sekolah ini, kalau dibangun enam ruang tidak bertingkat. Kalau bertingkat maka ruangan yang bisa dibangun empat lokal. Namun itupun dibangun lantai bawah dulu. “Ketinggian pondasi 1,2 meter jadi tidak akan tersentuh banjir,”tegas dia. Tahap awal ini pihaknya membangun dulu gedung RKB, sedangkan halaman dan talud bertahap akan dibangun karena kondisi anggaran. Diakui memang belum ada anggaran pembangunan talud dan penimbunan. Solusinya nanti bertahap dengan konsultasi ke Bupati dan melibatkan semua OPD terkait. Termasuk meminta pendampingan dewan. Penetapan lokasi ini jelas dia atas aspirasi dan keinginan wali murid. Sementara itu, Kepala SMPN 2 Gunungsari, Sahrullah mengatakan terkait lokasi yang dinilai tak layak, Pihaknya juga sudah konsultasi dengan konsultan pembangunan Gedung SMP tersebut agar pembangunannya juga memikirkan aspek bencana banjir. Meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah SMPN 2 Gunung Sari. Bahkan kondisi sekolah yang kebanjiran dan tidak bada laboratorium komputer, simulasi UNBK tetap digelar, karena sudah dua tahun sekolah sudah menggunakan UNBK. “Kita

(Suara NTB/her)

H. Adnan tetap gelar simulasi UNBK dengan apa adanya,” ujarnya. Simulasi dibagi menjadi dua sesi, sesuai dengan jumlah siswa 52 orang dengan keberadaan komputer dengan jumlah komputer sebanyak 26 komputer sesi pertama 26 orang dan sesi kedua 26 orang siswa. “Mudahan tidak ada kendala sampai hari terakhir,” harapnya. Anggota Komisi IV DPRD Lobar, H. Adnan menegaskan, pihaknya akan tetap mengawal pembangunan SMP 2 tersebut. Di samping itu, sekolahsekolah yang lain juga tetap menjadi atensi. “Pemda harus jamin SMP 2 terbangun baik, bagus, bebas banjir. Begitulah pula semua sekolah yang laim,” ujar Politisi PAN ini. Sementara itu, di SMPN 2 Kuripan Siswa sebanyak 142 siswa kelas IX SMPN 2 Kuripan, mengikuti simulasi UNBK. Simulasi berlangsung di ruangan lab, Senin (2/03). Kepala SMPN 2 Kuripan Darsiah menjelaskan, simulasi merupakan hal yang penting untuk bekal pelajar sebelum melaksanakan UNBK. Ketika simulasi inilah siswa diajarkan bagaimana cara untuk masuk web dan mengerjakan soal ujian. “Untuk pelaksanaan simulasi sebenarnya hanya dilakukan tiga hari. Sedangkan untuk tata cara yang diajarkan dari hari pertama hingga terakhir,” katanya. Untuk menunjang pelak-

(Suara NTB/her)

Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha bersama Ketua Komisi IV DPRD Lobar, dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar, bersama anggota, didampingi Plt Kadis Dikbud Lobar dan jajaran saat sidak di SMP 2 Gunungsari, Senin (16/3).

(Suara NTB/her)

Ketua DPRD Lobar, Hj. Nur Hidayah bersama Anggota DPRD Lobar dari Gunungsari, Saeun, saat turun ke lokasi mengecek kondisi sekolah. sanaan simulasi, pihak sekolah membutuhkan sebanyak 50 unit komputer yang dibagi menjadi dua ruangan. Namun, sekolah hanya memiliki 29 unit komputer, sisanya sebanyak 21 unit komputer, pihak sekolah meminjam

kepada guru dan siswa. “Untuk pelaksanaan hari pertama ini berjalan dengan baik. Namun, ada empat orang siswa yang tidak ada, sekolah terpaksa menjemputnya. Selain itu kita juga sudah punya pengalaman ditahun sebelum-

(Suara NTB/her)

Sidak komisi IV ke sekolah. nya jadi kendala-kendala yang mungkin akan terjadi sudah kita antisipasi. Namun, untuk antisipasi listrik mati, sekolah tidak menyiapkan genset. Sebelum simulasi UNBK berlangsung, server pusat sempat bermasalah, tapi sudah normal

seperti biasa, sehingga simulasi UNBK berjalan sesuai harapan. “Ada 67 sekolah di Lobar atau sekitar 95 persen yang sudah sinkron dan setting untuk gladi UNBK hari pertama,” katanya. (her/*)


SUARA NTB

Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 12

(Suara NTB/pusdalops)

\PELAJAR NONGKRONG - TRC BPBD NTB saat menyisir dan mendata pelajar yang nongkrong selesai ujian di sejumlah titik Kota Mataram, Senin (16/3).

Pelajar Dilarang Nongkrong

Mataram (Suara NTB) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD NTB hingga kabupaten/kota terjun ke lapangan. Biasanya mereka sigap untuk tangani bencana, kali ini menyisir para pelajar yang nongkrong di sejumlah titik. Padahal sudah ada himbauan agar menghindari kegiatan tidak penting demi pencegahan wabah virus Corona. Tim menyisir sejumlah tempat di Jalan Pendidikan, Jalan Pemuda hingga Jalan Langko Mataram. Mereka mencari para pelajar yang kongkow di tempat umum. Padahal sebelumnya sudah dikeluarkan edaran Gubernur NTB agar tidak melakukan kegiatan tidak perlu, seperti berkumpul dan nongkrong untuk antisipasi

penyebaran virus Covid – 19. “TRC BPBD Provinsi NTB mendapati beberapa siswa nongkrong di beberapa titik di Kota Mataram. Mereka diberikan teguran dan pendataan,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, Senin (16/3). Selain mereka yang kongkow, ditemukan juga pelajar kelas 12 yang baru selesai

ujian. Mereka hanya duduk sesaat di luar sekolah sembari menunggu waktu untuk mulai kembali jam ujian. Meski demikian, tetap diberikan imbauan agar mengurangi interaksi dalam jumlah banyak. Selain di jalan yang menjadi pusat pendidikan itu, tim juga menyisir di sekitar Jalan Udayana Mataram. Mereka berusaha diberi pengertian

agar mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting di luar sekolah. Untuk kegiatan belajar, disarankan dilakukan di rumah, karena sekolah sudah diliburkan. “Ini sebagai upaya mencegah penyebaran covid19. Kami pun sampaikan kepada TRC agar saat melakukan pendekatan santun kepada para pelajar,” ujarnya. Penyisiran dan pendataan dipastikannya akan berlanjut Selasa (17/3) hari ini. “Data siswa yang nongkrong atau tidak memanfaatkan waktu belajar pada libur sekolah ini akan kami informasikan ke pihak sekolah,” jelasnya. (ars)

Sekolah di Mataram Diliburkan Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan mulai meliburkan murid SD dan siswa SMP selama 14 hari kedepan. Kebijakan itu berdasarkan rapat bersama dewan pendidikan dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona. Pantauan Suara NTB, Senin (16/3), sejumlah siswa SD maupun SMP terlihat masuk sekolah. Bahkan, SD di Jalan Brawijaya, Kelurahan Turida melaksanakan apel pagi. Demikian pula di SDN 2 Cakranegara, siswa masih terlihat beraktivitas di sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menjelaskan, pemerintah telah bersepakat meliburkan anak selama 14 hari kedepan, tapi bukan berarti liburan. Diliburkan dalam arti bahwa untuk mencegah penyebaran covid 19. Saat ini, tidak ada kegiatan penting seperti ujian nasional bagi murid SD dan siswa SMP. Hanya ada beberapa

(Suara NTB/cem)

DILIBURKAN - Siswa di SDN 2 Cakranegara terlihat masih beraktivitas, Senin (16/3). Dinas Pendidikan telah meliburkan siswa SD – SMP sampai 14 hari kedepan. Hal ini mengantispasi penyebaran virus corona. sekolah yang sedang melaksan- dikonfirmasi, Senin (16/3). Fatwir mengingatkan, jangan akan ujian sementer. Dan, hari ini terakhir pelaksanaan ujian. ada anak – anak berkeliaran di Selain itu, Dikbud juga me- luar rumah. Orangtua menjaga minta kegiatan berkaitan den- anak – anaknya di rumah. Asumgan evaluasi yang diselenggar- si pemerintah memberikan libur akan oleh Wakasek kurikulum selama 14 hari bahwa virus comaupun sejenisnya ditunda rona sudah hilang. Sebagai bagian antisipasi, ia sampai 14 hari kedepannya. “Anak – anak istilahnya bukan telah meminta Satuan Polisi diliburkan melainkan mengiso- Pamong Praja merazia anak – lasi diri di rumah sampai 14 anak yang kumpul di ruang terhari ke depan,” kata Fatwir buka. Sedangkan, di mall mau-

pun pusat keramaian lainnya sudah ada petugas kesehatan mengecek menggunakan pemindai suhu badan. “Guru tetap bekerja seperti biasa,” ucapnya. Persiapan ujian nasional SMP, peralatan komputer akan disemprot menggunakan disinfektan. Fatwir menegaskan, selama dua pekan, guru diminta tetap berkomunikasi dengan siswa melalui grup media sosial termasuk materi yang disampaikan dengan sistem online. Adapun siswa yang masih masuk sekolah Senin kemarin, Fatwir mengaku, surat keputusan baru disetujui dan ditandatangani oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pukul 22.00 Wita. Pengumuman telat disampaikan karena Pemkot Mataram harus melihat dinamika seperti sosiokultural, ekonomi dan lainnya. (cem)

HILANG HLG STNK R2 YAMAHA DR.3403 CL NOKA/NOSIN :MH31PA004FK835579/1PA – 834237 AN.MULYADI HLG DSKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA NOPOL EA 4763 AH NOKA/ NOSIN : MHIJFK118EK274106/ JFK1E-1274176 AN.RUNA HLG SKTR UDAYANA KOTA MATARAM

RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti.

RUPA-RUPA Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON

RUPA-RUPA

SALON

RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999-085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809


SUARA NTB

Selasa, 17 Maret 2020

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST RUPA-RUPA DJL RMH H.290 JT LB ± 60 M2,LT.180 M2 PAM,SUMUR,LISTRIK 2 KM TIDUR 2 KM MANDI DAPUR,GARASI LOK.BTN KR.BONGKOT LABUAPI LOBAR HUB.081917561442 TANPA PERANTARA DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

DIJUAL SHM NO. 1110 ATAS URUS LAPORAN PAJAK NAMA HAJJAH MUSLIHATI SPT TAHUNAN, PPN, HP.087881754089 PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 TANAH KEBUN LUAS 1850 AGATAR PIZZA, Kami dr M2 PINGGIR JL.AHMAD Agatar Pizza mengeluarkan YANI - SELAGALAS HUB. Produk pizza yg berkualitas 087840252288 dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan DIJUAL TANAH LOK.KR melayani Pemesanan Pizza PULE SEKARBELA MTR Via Delivery,Lokasi :KekeriL T . 3 3 5 M 2 ,Kec.Gunung Sari.WA:08133HUB:087755533273 8661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033


SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Titik Balik Pariwisata NTB VIRUS corona atau Covid-19 yang mewabah ke puluhan negara memengaruhi industri pariwisata termasuk di Indonesia. Sejumlah langkah sudah disiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengantisipasi wabah corona yang berawal dari Wuhan, China dan sudah terjadi di banyak negara. Salah satunya dengan menggandeng influencer luar negeri yang merupakan strategi untuk menarik wisatawan asing untuk liburan ke Indonesia. Namun tak lama setelah itu, di awal Maret 2020, pemerintah mengumumkan sudah ada dua orang WNI yang terkena virus corona. Sontak saja kejadian dan fakta tersebut membuat dunia pariwisata terguncang dan sejumlah kebijakan pun harus diambil untuk menyelamatkan dunia pariwisata Indonesia. Salah satu daerah yang mulai merasakan dampak corona ini adalah NTB. Destinasi kenamaan di Lombok Utara yakni tiga gili (Gili Meno, Gili Trawangan dan Gili Air) ditutup. Alhasil, tiga gili mulai lengang. Wisatawan mancanegara dan domestik mulai meninggalkan pulau kecil bebas polusi itu, menyusul keputusan penutupan tiga gili mencegah merebaknya virus Corona (Covid19). Wisatawan mulai panik usai keluarnya kebijakan penutupan akses masuk tiga gili. Wisatawan langsung merespons dengan memesan tiket keluar gili. Wisatawan ada yang eksodus ke Lombok via Bangsal, dan ada pula yang direct ke Bali dari gili. Ada dua kesan yang muncul dari fenomena ini. Pertama, wisatawan salah kaprah. Penutupan masuk gili seolah diartikan semua wisatawan yang sudah tinggal di pulau harus keluar. Kedua, akses keluar dari NTB diduga tidak sesuai SOP. Dimana wisatawan langsung direct gili - Bali tanpa melewati screening di pintu keluar/masuk baik di BIL dan Pelabuhan Lembar. Namun, keputusan Pemprov NTB untuk menutup sementara akses menuju kawasan tiga gili (Gili Trawangan, Air, Meno) pengamat pariwisata disebut dapat menjadi titik balik pariwisata NTB menuju peningkatan positif. Pasalnya, dalam penutupan akses tersebut banyak hal yang bisa disiapkan. Hal paling penting yang perlu dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah melakukan persiapan-persiapan terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pembenahan database pariwisata serta persiapan menghadapi situasi pasca-Corona. Untuk itu, pemerintah disebut perlu memberikan penawaran khusus terkait fasilitasi dengan harga yang tidak terlalu tinggi sebagai daya tarik. Dalam situasi saat ini wisatawan di seluruh dunia tidak mungkin melawan keputusan dari negara. Namun hal tersebut harus disiasati untuk meminimalisir dampak sekaligus memaksimaklan potensi pascapenutupan akses berakhir. Hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan penambahan fasilitas, salah satunya berupa diskon paket wisata. Pemerintah dan pelaku pariwisata sangat mungkin memanfaatkan situasi penutupan akses untuk mengembangkan beberapa target pariwisata. Di mana dengan penurunan kunjungan wisatawan, pemerintah dan pelaku pariwisata disebut akan memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dengan melakukan persiapan yang dibutuhkan, NTB diharapkan dapat lebih siap dari kompetitornya yang lain saat penyebaran virus Corona (Covid-19) mulai mereda. Dengan melakukan persiapan tersebut maka NTB dapat menunjukan diri sebagai salah satu destinasi dengan pelayanan terbaik pasca-Covid-19. Hal tersebut berlaku untuk pariwisata Pulau Lombok dan Sumbawa, di mana pengembangan pariwisata berkelanjutan tengah diupayakan oleh Pemprov NTB. (*)

RADIO

OPINI

Halaman 14

Pandemik Corona dan Jebakan Hoaks di NTB RGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya resmi menyatakan wabah virus corona atau penyakit Covid-19 sebagai sebuah pandemik pada Rabu (11/3/2020) lalu. Penetapan ini lebih dari dua bulan sejak wabah ini mulai terdeteksi di Tiongkok. Pandemik lebih terkait pada geografis penyebarannya. Secara sederhana, makna pandemik adalah wabah suatu penyakit baru yang menyebar di berbagai negara dalam waktu yang sama. Menurut WHO, status pandemik ditetapkan jika sebuah penyakit baru yang belum ada penangkal kekebalannya menyebar ke berbagai wilayah dunia tanpa diduga. Saat ini tercatat ada lebih dari 118.000 kasus Covid-19 di sedikitnya 114 negara, dan menewaskan lebih dari 4.000 orang. Cepatnya penyebaran virus corona diikuti oleh cepatnya informasi terkait dengannya. Banjir informasi terjadi khususnya di dunia digital. Bisa ditebak muncul beberapa kasus informasi hoaks. Hal ini mengindikasikan ke depan hoaks akan terus menjadi ancaman, termasuk di NTB. Jebakan Hoaks Selain untuk kepentingan golongan, hoaks juga bisa dimanfaatkan untuk adu domba. Era revolusi industri 4.0 menjadikan modus operansi adu domba semakin kompleks dan halus. Modus terkuat dan paling sering terjadi adalah dengan operasi penyebaran konten hoaks. Penyebaran hoaks jarang yang terjadi secara alamiah, namun direkayasa sedemikian rupa dengan target politik terukur. Hoaks atau berita palsu paling dominan tersebar melalui media sosial. Van der Linden (2018) memaparkan ada lima indikator yang biasa terdapat dalam berita ‘palsu. Pertama, terdengar konyol untuk menjadi kenyataan. Judul berita kerap dirancang khusus agar kita mengkliknya. Jadi, kita tidak boleh terjebak clickbait. Kedua, berhati-hati dengan konten berita politik. Berita palsu memang dibingkai untuk mewakili

Oleh: RIBUT LUPIYANTO Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA) kepentingan kelompok tertentu. Banyak riset menunjukkan bahwa manusia lebih memperhatikan dan memproses informasi yang sepaham dengan pemikirannya. Ketiga, berita hoaks lebih cepat viral daripada fakta. Viral tidak selalu menjadi indikator yang baik tentang hal-hal penting. Konten viral yang dibagikan berulang kali sering didasarkan pada hal-hal tidak akurat. Keempat, verifikasi sumber dan konteks. Ciri paling mencolok dari berita palsu adalah ketiadaan sumber. Berita palsu mampu bertahan di tengah masyarakat karena kita terus-menerus dihujani informasi tersebut. Kelima, jangan terlalu percaya dengan berita yang beredar di media sosial. Media sosial bukan situs berita yang terjamin kebenarannya. Media sosial memungkinkan semua orang menyampaikan informasi yang terlihat seperti nyata. Kementerian Kominfo (2017) menyatakan bahwa bicara hoaks itu ada dua hal. Pertama, berita bohong harus punya nilai subjekobjek yang dirugikan. Kedua, melanggar Pasal 28 ayat 2 UndangUndang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal tersebut berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)�. Sanksinya hukuman (pidana penjara) selama enam tahun dan/atau denda Rp1 miliar. Literasi Digital Serangan hoaks mesti disikapi dengan tanggap dan sigap, bukan malah gagap. Kesadaran sekaligus kecakapan virtual mesti ditingkatkan melalui literasi digital kepada semua warganet. Dalam dunia maya, semua warganet dapat memposting atau mewartakan setiap hal yang di-

RADIO

inginkan. Untuk itu, pemahaman tentang netizen journalism mulai dari yang paling sederhana mesti diberikan. Warganet mesti berperan aktif dalam pengumpulan, pelaporan, analisis, dan penyebaraan berita dan informasi melalui dunia maya. Pada prinsipnya jurnalisme dunia maya sama dengan jurnalisme arus utama. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) memaparkan beberapa elemen jurnalisme yang dapat diadopsi warganet. Pertama, kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran. Kedua, loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga. Ketiga, esensi jurnalisme adalah disiplin dalam verifikasi. Keempat, jurnalis harus menjaga independensi dari pihak yang mereka liput (sumber berita). Kelima, jurnalis harus melayani sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan. Keenam, jurnalisme harus menyediakan forum publik bagi kritik maupun dukungan warga. Ketujuh, jurnalisme harus berupaya membuat hal yang penting itu menarik dan relevan. Kedelapan, jurnalis harus menjaga agar beritanya komprehensif dan proporsional. Kesembilan, jurnalis menulis dengan suara hati nurani mereka. Kode etik juga mesti dijunjung dalam berdinamika di dunia maya. Positivisme mesti dikembangkan di dunia maya. Prinsip bad news is good news harus diubah menjadi good news is good news. Warganet mesti berperan memberikan pencerahan serta mengajak warganet lain agar dapat lebih optimistis dan lebih baik. Warganet juga penting memperhatikan balance information dalam memposting informasi. Cek dan ricek dapat dilakukan agar terhindar dari budidaya hoaks. Kabar yang tidak jelas, janggal, tidak valid, dan tidak kredibel sumbernya mesti disikapi hati-hati. Warganet penting tidak mudah

melakukan share informasi sebelum membaca utuh dan mempertimbangkan validasi serta menilai potensi undur hoaksnya. Hal yang tidak bertanggung jawab adalah ketika hoaks dan benih konflik yang mengusik iklim damai justru diproduksi oleh jurnalisme digital. Dilema finansial dapat mendorong perbuatan memalukan tersebut. Era kini santer terdengar adanya bisnis jual beli buzzer, intelijen digital, dan sejenisnya. Warganet mesti cerdas dan diimbangi regulasi yang tegas. Kemampuan jurnalisme warganet yang sederhana bagi semua warganet dapat menjadi jalan mitigasi strategis dalam merawat dunia maya.

POJOK Tiga gili ditutup, wisatawan eksodus ke Bali Dampak minimnya sosialisasi

*** Pembelian bahan pokok dibatasi Cegah panic buying

RADIO

***


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 17 Maret 2020

Tiga Gili Ditutup, Wisatawan Eksodus ke Bali Dari Hal. 1 Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU, Vidi Ekakusuma, mengamini kebijakan directif Presiden RI, Joko Widodo lanjut ke Gubernur NTB dan Bupati KLU, tidak dipahami dengan baik. Penutupan akses masuk dimaksudkan untuk memutus rantai inkubasi virus Corona yang berpotensi muncul dari wisatawan yang masuk. ‘’Kalau yang sudah ada di gili bisa kita pantau bersama oleh

Dikes, Syahbandar, Kepolisian dan instansi lain yang terlibat. Jadi mereka tidak harus keluar,’’ katanya. Vidi menambahkan, kebijakan larangan masuk gili berlaku mulai Selasa (17/4) hari ini. Sementara dari jumlah wisatawan yang masih berada di tiga gili, terpantau sekitar 1.738 orang. ‘’Dengan informasi penutupan, mungkin mereka pikir tidak bisa keluar gili selama 14 hari. Padahal tidak demikian,’’ tandasnya. (ari)

Penutupan Gili, Kesempatan Emas Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan Dari Hal. 1 Namun hal tersebut harus disiasati untuk meminimalisir dampak sekaligus memaksimaklan potensi pascapenutupan akses berakhir. Hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan penambahan fasilitas, salah satunya berupa diskon paket wisata. ‘’Nasehat saya bagi para stakeholder. Selain yang penting selama ditutup tiga gili harus dilakukan pelatihan supaya SDM lebih bagus, basis data diperbaiki, dan ini saatnya untuk preparation (persiapan) pasca-Corona,’’ ujar Penasihat Pariwisata NTB tersebut. Ditekankan Hermawan, pemerintah dan pelaku pariwisata sangat mungkin memanfaatkan situasi penutupan akses untuk mengembangkan beberapa target pariwisata. Di mana dengan penurunan kunjungan wisatawan, pemerintah dan pelaku pariwisata disebut akan memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dengan melakukan persiapan yang dibutuhkan, NTB diharapkan dapat lebih siap dari kompetitornya yang lain saat penyebaran virus Corona (Covid-19) mulai mereda. ‘’Kita lakukan riset, persiapan basis data, sehingga semester dua itu kita bisa lebih siap dari kompetitor dan itu harus kita ceritakan ke client (pasar

wisatawan, red),’’ ujarnya. Dengan melakukan persiapan tersebut maka NTB dapat menunjukan diri sebagai salah satu destinasi dengan pelayanan terbaik pasca-Covid-19. Menurut Hermawan, hal tersebut berlaku untuk pariwisata Pulau Lombok dan Sumbawa, di mana pengembangan pariwisata berkelanjutan tengah diupayakan oleh Pemprov NTB. Di sisi lain, kemungkinan perusahaan untuk merumahkan karyawan disebut harus dibarengi dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM. ‘’Work from home itu bukan berarti tidak bekerja. Justru kita harus lebih produktif, komitmen, dan (menunjukkan) disiplin yang tinggi,’’ ujar pendiri MarkPlus Tourism tersebut. Selain itu, untuk memaksimalkan potensi yang ada, Hermawan memproyeksikan strategi kerjasama antara Bali – NTB – NTT yang dapat disusun dan diwujudkan selama penutupan akses berlangsung. Dicontohkannya seperti Bali yang sampai saat ini menyumbang 80-90 persen akses penerbangan wisatawan menuju NTB. ‘’Ini pasti akan lebih cepat ke sustainable tourism. Ini saatnya persiapan SDM, jangan ditunda,’’ pungkasnya. (bay)

Gubernur Ajak Pelaku Pariwisata Bersinergi Lawan Corona Dari Hal. 1 ‘’Kita tidak perlu panik berlebihan, tidak perlu takut berkepanjangan. Tapi pada saat yang sama kita tidak menyepelekan. Waspada dan hati-hati sambil terus mengkampanyekan hidup yang bersih dan sehat,’’ pesannya. Gubernur berjanji akan tetap membantu para pelaku usaha pariwisata agar tetap stabil dan bersemangat dalam mengelola usahanya di NTB. Masalah terkait pajak dan lain sebagainya akan segera dibahas dengan para kepala daerah masing-masing. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm pada kesempatan itu mengajak pihak hotel, restoran dan bar di kawasan wisata untuk bekerja sama dalam melawan pandemic Corona. Selain itu, Mori juga turut memberikan apresiasi kepada AirAsia yang telah meningkatkan sektor pariwisata di NTB. AirAsia disebutnya telah mendukung penuh penerbangan domestik dan internasional. ‘’Kita bersatu bersama hotel, menunjukan support para owner hotel ini untuk kesinambungan penerbangan AirAsia,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas

Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S. Sos, M. Si dalam laporannya mengungkapkan, Rakor ini adalah untuk mendiskusikan langkah dan penanganan terkait wabah Corona. Faozal juga menegaskan kembali bahwa ke tiga gili akan ditutup selama dua pekan. ‘’Penutupan ini menunjukkan bahwa Pemprov serius akan hal itu dan selama penutupan kita akan melakukan penyemprotan desinvektan dan berbagai aktivitas di tiga gili, di bandara dan juga tempat lainnya,’’ ujarnya. Terhitung hari ini, pihaknya akan menempatkan petugas di ke tiga gili tersebut. Petugas-petugas ini tergabung dari Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan juga Pokja setempat. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan dilakukan secara berkala. ‘’Kami akan melakukan sosialisasi dampak virus Corona secara periodik kepada semua tamu yang ada di tiga Gili termasuk langkah antisipasi kita bersama teman-teman di kawasan itu. Termasuk juga kawasan yang lain, di Kuta dan juga di daerah Sekotong,’’ tandasnya. (*)

Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dari Hal. 1 ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani. Didampingi Deputy Bidang Pembayaran, Iwan Kurniawa, Achris Sarwani memaparkan sejumlah persoalan sejak virus Corona dari Wuhan, China mewabah ke lebih dari 100 negara di dunia. Termasuk Indonesia. Dampak Covid-19 ini diprediksi mengakibatkan transaksi ekonomi akan menurun. Paling utama adalah persoalan psikologis, masyarakat menjadi hati-hati. Semua kegiatan di luar rumah ditunda, bahkan keinginan berinvestasi juga tertunda. Prilaku seperti ini sangat manusiawi. Apalagi Corona adalah persoalan global. Paling penting adalah waspada, keselamatan paling penting dibandingkan bisnis. ‘’Karena keselamatan lebih penting, prioritas masyarakat ke situ. Jangan sampai banyak yang sakit, efek psikologisnya makin berat. Dampaknya juga makin besar,’’ kata Achris. Bersyukurnya, NTB masih lebih aman dibandingkan tempat-tempat lain yang telah terpapar Corona. Tatkala rantai ekonomi terganggu, pengaruhnya secara otomatis adalah per-

tumbuhan ekonomi. Saat ini sektor pariwisata telah terpengaruh. Jasa-jasa ikutan lainnya otomatis terganggu. Penyedia jasa makan minum, jasa transportasi, dan usaha-usaha lainnya langsung terdampak. Investasi juga demikian, wait and see. ‘’Saya berharap, kalau dari lokal, produksi pertanian seharusnya tidak terganggu. Kebutuhan lokal harus dipenuhi sendiri. Demikian juga bahan-bahan tahan lama. Industrialisasi yang digalakkan oleh gubernur, harus tetap jalan,’’ ujarnya. Jika sektor pertanian dan industri ini terpengaruh. Dampaknya, produksi berkurang. Pengurangan tenaga kerja. ‘’Volume produksi boleh saja turun, tetapi harus tetap survive,’’ kata Achris. Apalagi sektor pertanian ini berkontribusi cukup besar terhadap PDRB NTB. ‘’Jaga sektor pertanian ini, kalau ekspor sebagai yang ikut terdampak langsung kontribusinya memang kecil. Kalau nasional, pastinya ekspor akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,’’ demikian Ahcris. (bul)

Halaman 15

Bukan ’’Lockdown’’, Akses Keluar Tiga Gili Masih Dibuka Mataram (Suara NTB) Keputusan pemerintah daerah untuk menutup sementara akses kapal cepat dari Bali menuju kawasan tiga gili (Gili Trawangan, Air, Meno) diharapkan tidak menimbulkan kepanikan. Pasalnya, penutupan tersebut hanya bersifat sementara dengan akses keluar yang masih terbuka. “Kitainibukanlockdown(menutup akses masuk dan keluar). Yang kita tutup itu akses masuk fast boat dari Bali ke tiga gili untuk sementara. Kalau wisatawan yang sudah ada di sana mau keluar ya bisa kapan saja,’’ ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos,MH, selaku penanggungjawabinformasiPoskoKewaspadaan Virus Corona di NTB, Senin (16/3). Diterangkan Aryadi, pihaknya mengatensi kepanikan yang terjadi di Pelabuhan Gili Trawangan, Senin (16/3) sebagai kesalahan informasi yang diterima oleh wisatawan. ‘’Di sana riuh karena ada informasi yang salah awalnya. Ada orang-orang yang memang membuat isu bahwa semua bandara dan pelabuhan ditutup. Itu yang membuat resah, ini harus diluruskan,’’ ujarnya. Mengatasi kesimpang-siuran informasi tersebut Diskominfotik NTB telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB untuk mengeluarkan surat edaran resmi. ‘’Kita sudah minta Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dan langsung menyampaikan surat edaran itu,’’ ujarnya.

Ditegaskan Aryadi bahwa akses keluar wisatawan masih terbuka selama penutupan sementara akses masuk berlangsung. ‘’Jadi tidak perlu panik harus keluar hari ini. Besok juga masih dibuka dan masih bisa. Yang kita batasi itu akses masuknya,’’ ujarnya. Dalam surat edaran yang dikeluarkan Dishub NTB tersebut telah mengatur prosedur di tingkat KSOP/KKP untuk melakukan beberapa hal. Terutama terkait tindak lanjut hasil rapat khusus pimpinan daerah pada Minggu (15/3) lalu. Di mana Pemprov NTB menutup sementara akses masuk wisatawan yang menggunakan moda transportasi laut menuju NTB. Kepala Dishub NTB, Lalu Bayu Windya, dalam surat edaran tersebut menerangkan ada beberapa pelabuhan yang masih akan beroperasi dengan pengawasan ketat mulai Senin (16/3). Diantaranya Pelabuhan Penyeberangan Lembar – Padangbai, Pelabuhan Penyeberangan Kayangan – Pototano, Pelabuhan Penyeberangan Sape – Labuhan Bajo, Long Distance Ferry (LDF) Lembar – Surabaya, dan pelabuhan laut yang melayani penumpang umum. Di sisi lain, pelabuhan yang di-

tutup sementara mulai Selasa (17/ 3) diantaranya Pelabuhan Pemenang dan Pelabuhan di tiga gili, Pelabuhan Senggigi, dan terminal khusus yang melayani akses masuk wisatawan ke wilayah NTB. ‘’Masa berlaku pengawasan ketat dan penutupan pelabuhan dilakukan selama 14 hari sejak ditetapkan dan akan dievaluasi lebih lanjut,’’ ujar Bayu. Sementara, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos,MH, meminta agar para pelaku wisata di tiga gili memberikan informasi yang tepat pada wisatawan. Sehingga wisatawan yang dominan mancanegara tidak panik dan meninggalkan Lombok. ‘’Tidak benar tiga gili lockdown. Karena kami Pemerintah Daerah hanya melakukan pembatasan untuk dua pekan ke depan,” kata Ahsanul Khalik Senin (16/3) sore kemarin. Ditegaskannya, bisa jadi isu yang tidak benar tersebut dikeluarkan oleh orang yang tidak mengerti dan bahkan motif persaingan dalam pengembangan dan bisnis pariwisata. Dia menegaskan, kebijakan penutupan arus ke tiga gili hanya dilakukan untuk wisatawan menggunakan fastboat dari Bali. Para wisatawan tetap bisa masuk ke tiga gili eksotik tersebut,namun dengan rute berbeda. Yakni Lombok International Airport dan Pelabuhan Lembar. Tujuannya, agar para wisatawan yang masuk men-

(Suara NTB/ist)

PANIK - Wisatawan yang sedang berwisata di Gili Trawangan, eksodus Senin (16/3) kemarin. Mereka panik menyusul keputusan penutupan akses menuju tiga gili yang diberlakukan Pemprov NTB untuk mencegah penyebaran Covid-19. jalani pemeriksaan berlapis khususnya untuk suhu tubuh. Menurut Ahsanul Khalik, situasi terakhir wisatawan yang berkunjung ke tiga gili tetap normal. Bahkan sebelum Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah menetapkan gili ditutup sementara bagi wisatawan asing. “Penutupanitupundalamrangka dilakukan pembersihan tiga gili danakandilakukanpenyemprotan desinvektan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB,’’ ujarnya. Kepada para wisatawan yang sudah terlanjur masuk ke tiga gili, agar tetap bisa menikmati aktivitas berwisatanya.”Sebaiknya mereka menikmati wisatanya dengan tenang dan tidak perlu panik dan tidak perlu meninggalkan Lombok. Kami hanya menutup penyeberangan sementara

hingga 14 hari menuju Gili Trawangan,’’ katanya Ditegaskan mantan Kadis Sosial NTB ini, WNA yang berada di tiga gili tidak perlu panik jika ingin meninggalkan Lombok. Sebab penyeberangan dan bandara untuk wisatawan dan siapapun yang mau keluar Pulau Lombok tidak ditutup. “Yang ditutup hanya penyeberangan masuk menuju kawasan tiga gili untuk sementara waktu,’’ jelasnya. Kepala BPBD juga mengingatkan agar wisatawan maupun para pelaku wisata menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing. Hal ini menjadi perhatian khusus, karena sekecil apapun dampaknya pada tubuh, maka sebaiknya mereka segera memeriksakan diri. (bay/ars)

Ruang Kerja Gubernur dan Wagub Disterilisasi Mataram (Suara NTB) Seluruh tempat yang biasa dikunjungi pegawai dan masyarakat di areal Kantor Gubernur NTB disemprot menggunakan desinfektan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Termasuk juga ruang kerja Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda NTB disterilisasi menggunakan desinfektan. Kepala Biro Umum Setda NTB, Drs. H. Fathul Gani, M. Si disela-sela pelaksanaan sterilisasi di Kantor Gubernur, Senin (16/3) siang menjelaskan, Pemerintah Pusat telah menetapkan pandemi Corona sebagai bencana nasional. Begitu juga NTB telah menetapkan siaga darurat bencana non alam virus Corona hingga 31 Agustus mendatang. Dengan adanya penetapan itu, maka di daerah melaksanakan hal-hal yang sifatnya teknis. Yakni melakukan sterilisasi pada tempat-tempat yang biasa dikunjungi pegawai dan masyarakat umum di lingkungan Kantor Gubernur atau Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTB. ‘’Prioritas kita adalah tempat-tempat di mana karyawan atau masyarakat berkumpul. Kemudian ruangan-ruangan pimpinan dalam hal ini ruangan gubernur, wakil gubernur, Sekda dan seluruh ruangan yang

ada di Sekretariat Daerah kami pastikan disterilisasi. Karena untuk mengantisipasi virus Corona ini,’’ jelas Fathul Gani. Pantauan Suara NTB, petugas menyemprotkan desinfektan di Masjid Kantor Gubernur. Setelah itu mereka menuju Ruang Rapat Utama (RRU) yang biasa digunakan gubernur sebagai tempat rapat pimpinan bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, petugas juga melakukan sterilisasi di ruang kerja gubernur, ruang kerja wakil gubernur dan ruang kerja Sekda NTB. Juga areal Pendopo Gubernur, Pendopo Wakil Gubernur dan rumah dinas Sekda NTB, akan dilakukan penyemprotan desinfektan untuk mencegah persebaran virus Corona. ‘’Target kita satu sampai dua hari ini (semua sudah disterilisasi). Dan beberapa titik yang biasa digunakan pimpinan untuk rapat seperti Pendopo Tengah, Pendopo Timur, Ruang Graha Bhakti Praja, Ruang Rapat Utama,’’ katanya. Fathul Gani menambahkan, pada titik-titik tertentu di areal Kantor Gubernur juga disiapkan hand sanitizer atau pembersih tangan berbentuk gel. Ia juga mengatakan telah memin-

ta bagian Poliklinik Kantor Gubernur menyiapkan masker untuk seluruh pegawai yang ada di Setda NTB. Namun, kata Fathul Gani, ketersediaan masker di apotek sangat langka. Sehingga pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait. Ia menyebutkan kebutuhan masker di Setda NTB atau Kantor Gubernur dengan melihat jumlah pegawai baik PNS dan Tenaga Harian Lepas (THL) sekitar 900 orang. Sehingga jumlah masker yang dibutuhkan sekitar 900 lembar. Kepada seluruh pegawai lingkup Pemprov NTB telah diinstruksikan untuk menjaga kesehatan. Mereka diminta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Supaya terhindar dari virus Corona. Sebagaimana diketahui, Pemprov NTB telah melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bepergian keluar daerah sesuai hasil keputusan Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) yang digelar Minggu (15/3). Selain itu, Pemprov juga meliburkan siswa SMA/SMK dan SLB kelas X dan XI selama dua pekan sejak Senin (16(3) kemarin. Sedangkan untuk siswa kelas XII masih tetap masuk sekolah karena sedang melaksanakan ujian nasional. (nas)

Ketua DPRD Cek Kesiapan Penanganan Corona di Mataram Dari Hal. 1 Hal yang sama juga ditekankan kepada seluruh perangkat pemerintahan. Seperti OPD, Camat, Lurah sampai lingkungan membangun tim kerja yang sinergis dengan para medis di bawah rumah sakit, Dikes dan Puskesmas satu garis langkah secara terpadu. ‘’Khususnya dalam melakukan upaya pencegahan bila ada kasus, supaya langsung secara sistemik SOP nya berjalan,’’ ujar Didi. Demikian juga sarana prasarana pendukung supaya pada posisi siap. Berbagai pembatasan kegiatan yg bersifat massal atau melibatkan orang banyak agar dilakukan sosialisasi dan membuat SOP tersendiri. Sehingga masyarakat dan pihak terkait memahami masalah tersebut secara benar. Sehingga kegiatan tersebut bisa ditunda. Termasuk agenda bepergian atau dinas ke luar daerah. Khususnya daerah yang masuk kategori zona potensial terkena Corona. Politisi Golkar ini mengajak

Pemkot Mataram menggencarkan sosialisasi antisipasi Covid19 melalui media sosial, radio, TV dan space baliho. Di samping juga terus melakukan pengawasan atau pemantauan terhadap instruksi/imbauan Walikota Mataram oleh masyarakat dan pihakpihak terkait. Melakukan penyemprotan desinfektan pada ruang-ruang publik. Seperti masjid, pura dan tempat ibadah lainnya serta tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul, agar terlaksana. Oleh karena itu, Ketua DPRD Kota Mataram ini berpandangan, perlu memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pihak-pihak terkait. Didi berharap semua pihak mengindahkan imbauan untuk tetap di rumah dan tidak ke luar rumah jika tidak sangat penting serta bagaimana fasilitas umum seperti hotel, mall, perkantoran, tempat layanan publik dan lain-lain supaya menyediakan hand sanitaizer dan tempat cuci tangan. ‘’Ini juga harus terus diawasi,’’ pintanya.

Sebab, lanjut Didi, dari pantauan yang dilakukan pihaknya belum semua pada posisi siap siaga. Kedepan bagaimana pihak pengelola usaha dan fasilitas umum menyediakan alat sekaligus melakukan pengecekan suhu tubuh tehadap pengujung supaya bisa diantisipasi lebih dini. Hal penting juga selalu ditekankan pada masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada. Artinya, masyarakat mengerti apa yang harus dilakukan. Baik dalam pencegahan ataupun tindakan apabila ada indikasi suspect corona. Selain bertemu jajaran Dikes dan seluruh pimpinan puskesmas/pustu se Kota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram juga bertemu dengan para da’i kesehatan. Didi meminta agar mereka berperan melalui jalur dakwah atau pengajian. Didi juga berkesempatan meninjau RSUD Kota Mataram dan rapat dengan direktur dan seluruh, juga meninjau kegiatan pengukuran suhu tubuh di Lombok Epicentrum Mall. (fit/*)

(Suara NTB/nas)

Petugas sedang menyemprotkan desinfektan di RRU dan ruang kerja Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Senin (16/ 3) siang. Selain itu, petugas juga menyemprotkan desinfektan di sekitar areal Kantor Gubernuran.

Jadi Penilaian Dorna Dari Hal. 1 “Kementerian PU dan Balai Jalan (sudah) membangun (jalan sepanjang) 17,3 Km. Ternyata belum bisa sampai sirkuit itu, jadi dari ujung jalan ke arah sirkuit itu ada yang masih kurang sekitar 6 Km di jalur Kuta - Keruak,” ujar Azhar saat dikonfirmasi, Senin (16/3). Menurutnya, jalan tersebut berstatus jalan provinsi namun berada di dalam kawasan nasional. Untuk itu, Dinas PUPR NTB mensinkronkan pembangunan jalan yang dibutuhkan dengan pihak Balai Jalan, ITDC, dan stakeholder terkait. ‘’Pak Gubernur juga sudah meminta dan bersurat secara resmi ke Pak Menteri untuk segera ditangani juga, karena itu kawasan nasional,’’ ujar Azhar. Diterangkan Azhar, seluruh pengerjaan jalan di KEK Mandalika diharapkan selesai sebelum gelaran MotoGP pad Oktober 2021 mendatang. “Kita berharap sebelum itu sudah tertangani,” ujarnya. Dalam rencananya, pengerjaan jalan sepanjang 6 Km tersebut membutuhkan 11,1 hektare dan akan dibuat untuk dua jalur. Di sisi lain, dalam pengerjaan jalan tersebut masih ada beberapa tanah masyarakat yang enclave sehingga harus dikoordinasikan terlebih dahulu bersama Pemda Lombok Tengah. ‘’Di sana sebenarnya sudah ada jalan, lebarnya 6 meter, aspal masih bagus. Hanya saja kapasitasnya tidak cukup dari situ ke arah sirkuit memerlukan 30 meter,’’ ujar Azhar. Terpisah Kepala Divisi Op-

erasional ITDC, I Made Pari Wijaya, menerangkan pengerjaan jalan di dalam KEK Mandalika terbilang cukup penting. Terutama untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan MotoGP 2021. “Semua jalan (menuju dan di dalam kawasan) perlu ditingkatkan kualitasnya sama seperti jalan nasional yang lain, sehingga tidak terjadi bottle neck (hambatan) kehadiran 150 ribu orang (penonton MotoGP) tersebut,” ujar Pari, Senin (16/3). Terkait jalur Kuta – Keruak sepanjang 6 Km yang akan dibenahi, disebut Pari sangat penting perannya. Mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses menuju Teluk Awang. “Kedua jalan itu juga menghubungkan akses dari LIA menuju ke sirkuit. Akses dari dan menuju KEK (sebagai) kawasan strategis pariwisata nasional memang harus selancar mungkin. Standarnya harus nasional,” ujarnya. Di sisi lain, infrastruktur seperti jalan juga disebut menjadi penilaian Dorna Sports sebagai pemegang hak siar MotoGP untuk mengizinkan perhelatan balap motor internasional tersebut berlangsung di NTB. Hal itu menyangkut kelancaran pendistribusian logistik MotoGP, akses pengunjung, serta akses sarana-prasarana pendukung yang dibutuhkan. “Dorna melihat secara menyeluruh. Datang dari udara, pesawat yang ngangkut harus siap bandaranya. Harus siap dari bandara jalan menuju ke kawasan sirkuit juga harus mendukung, jalur logistiknya juga,’’ pungkas Pari. (bay)

Pengangkatan P3K Tinggal Menunggu Peraturan Penggajian Dari Hal. 1 Asesor sumber daya manusia aparatur, auditor kepegawaian, bidan, dokter hewan karantina. Kemudian dokter pendidik klinis, dosen, entomologi kesehatan, epidemolog kesehatan. Fisikawan medis, fisioterapi, guru, inspektur angkutan udara. Inspektur bandar udara, inspektur keamanan penerbangan, inspektur ketenagalistrikan, inspektur minyak dan gas bumi. Inspektur mutu hasil perikanan, inspektur tambang, instruktur, konselor adiksi, medik veteriner. Nutrisionis, okupasi terapis, operator sistem informasi administrasi kependudukan, ortotis prostetis, pamong belajar. Selanjutnya, pamong budaya, paramedik karantina

hewan, paramedik veteriner, pengawas mutu hasil pertanian, pekerja sosial, pelatih olahraga. Pembimbing kemasyarakatan, pembimbing kesehatan kerja, pembina jasa konstruksi. Pembina mutu hasil kelautan dan perikanan, pemeriksa desain industri, pemeriksa karantina tumbuhan. Pemeriksa perlindungan varietas tanaman, penata anastesi, penata kelola pemilihan umum. Penata ruang, peneliti, penera, penerjemah, pengamat gunung api, pengamat meteorologi dan geofisika. Pengamat tera, pengantar kerja, pengawas alat dan mesin pertanian, pengawas benih tanaman. Pengawas benih ternak, pengawas farmasi dan makanan, pengawas kemetrologian.

Pengawas keselamatan pelayaran, pengawas koperasi, pengawas mutu pakan, pengawas perikanan. Pengelola ekosisten laut dan pesisir, pengelola kesehatan ikan. Selain itu, pengelola pengaduan barang/jasa, pengelola produksi perikanan tangkap, pengembang teknologi pembalajaran, pengendali frekuensi radio. Pengendali hama dan penyakit tanaman, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, penggerak swadaya masyarakat. Penghulu, penguji kendaraan bermotor, penguji keselamatan dan kesehatan kerja, penguji mutu barang. Penguji perangkat telekomunikasi, penyelidik bumi, penyuluh agama, penyuluh hukum, penyuluh kehutanan, penyuluh keluarga berencana.

Penyuluh kesehatan masyarakat, penyuluh narkoba, pernyuluh pertanian, penyuluh perikanan. Penyuluh sosial, perawat, perawat gigi, perekam medis, perekayasa, perencana, perisalah legislative. Pranata hubungan masyarakat, pranata komputer, pranata laboratorium kemetrologian. Pranata laboratorium kesehatan, pranata laboratorium pendidikan, pranata nuklir. Pranata siaran, psikolog klinis, pustakawan, radiografer, refraksionis optisien, rescuer, sanitarian, statistisi, surveyor pemetaan. Teknik jalan dan jembatan, teknik pengairan, teknik penyehatan lingkungan, teknik tata bangunan dan perumahan. Teknisi elektromedis, teknisi gigi, teknisi peneli-

tian dan perekayasaan. Teknisi penerbangan, teknisi perkebunrayaan, teknisi siaran, teknisi transfusi darah, terapis wicara dan wisyaiswara. Diketahui, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menetapkan sebanyak 223 eks honorer K2 Pemprov NTB lolos menjadi P3K. Dari 379 eks honorer K2 yang ikut seleksi, sebanyak 156 orang dinyatakan tidak lolos menjadi P3K Pemprov NTB. Mereka yang lolos menjadi P3K tersebut karena memenuhi passing grade dalam seleksi yang dilakukan akhir Februari 2019. Sebanyak 223 eks honorer K2 yang lolos jadi P3K Pemprov NTB tersebut terdiri dari tenaga guru 205 orang dan penyuluh pertanian 18 orang. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Selasa, 17 Maret 2020

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Sebaran Virus Corona

Masyarakat Diminta Tak ”Panic Buying”

(Suara NTB/bay)

Pengurus Laskar Sasak seusai memberikan pernyataan sikap terkait pengawalan investasi di NTB

Laskar Sasak Siap Kawal Kelancaran Investasi di NTB Mataram (Suara NTB) – Perkembangan pembangunan NTB dengan aktivitas investasi yang berjalan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari DPD Laskar Sasak NTB yang menyatakan sikap mendukung untuk mengawal seluruh program pemerintah yang berkaitan dengan kelancaran investasi tersebut. Sekjen DPD Laskar Sasak NTB, Lalu Wahyudi Zakaria, menerangkan pihaknya sebagai salah satu elemen kemasyarakatan di NTB akan mengerahkan seluruh sumberdaya yang dimiliki untuk mengawal program pemerintah. Khususnya terkait keamanan untuk mewujudkan stabilitas dan kondusivitas. “Kami dari Laskar Sasak menggaris-bawahi masalah investasi di daerah ini. Investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kami lihat Lombok ini sebagai daerah yang sangat berpotensi, khususnya di bidang pariwisata,” ujar Zakaria, Senin (16/3). Dengan potensi NTB, khususnya Lombok, untuk menjadi daerah pariwisata yang diperhitungkan, Zakaria menyebut pihaknya akan mengambil peran. “Kami Laskar Sasak siap mengawal,” ujarnya. Dicontohkannya seperti pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP 2021 mendatang. Dengan investasi besar yang berjalan di kawasan tersebut, maka dibutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat untuk mengawal. Laskar Sasak mengambil peran untuk menjaga iklim investasi tersebut tetap terjaga. “Laskar Sasak akan mengerahkan seluruh potensi dan sumber dayanya. Kami merasa terpanggil untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah,” ujar Zakaria. Menurutnya, salah satu tujuan utama dalam pengawalan investasi tersebut adalah untuk mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sendiri. Khususnya dengan potensi yang dibawa gelaran MotoGP sebagai event besar internasional yang akan segera terlaksana di NTB. Dalam prosesnya, Zakaria menyebut pemerintah perlu menjamin keamanan dan kenyamanan bagi investor yang ingin masuk ke NTB. Laskar Sasak sendiri mengambil posisi unduk mendukung pemerintah mewujudkan hal tersebut. “Sektor keamanan menjadi sangat penting untuk kita kawal, agar kita meminimalisir, seperti di berita-berita, tindak kejahatan yang hampir setiap hari terjadi,” ujarnya. Selain itu, dengan kelancaran investasi daerah diharapkan bisa mendapat tambahan APBD selain dari sektor pertanian. “Potensi kita itu ada di pariwisata. Kita ingin menggali lagi potensi pariwisata kita lebih kuat. Kita patut bersyukur Lombok bsia menjadi tuan rumah sirkuit MotoGP,” ujar Zakaria. Terpisah Dewan Pakar Laskar Sasak, Dr. Maharani, menerangkan salah satu kekuatan perekonomian NTB juga terletak pada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada. “Di NTB UMKM kita sampai 2019 itu ada 664 ribu,” ujarnya. Dengan jumlah sebanyak itu, maka diperlukan juga peningkatan kualitas SDM. Khususnya untuk memanfaatkan teknologi dan terbukanya akses permodalan yang saat ini masih menjadi kendala. Diterangkan Maharani, dengan menjaga kondusivitas investasi maka beberapa masalah terkait pengembangan tersebut diharapkan dapat teratasi. “Kita buat iklim investasi bisa aman dan nyaman sehingga perputaran ekonomi bisa meningkat,” pungkasnya. (bay)

Selong (Suara NTB) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, menegaskan Lotim dalam kasus penyebaran Covid19 tidak mengunci rapat diri. Ia memastikan semua upaya yang dilakukan bertumpu pada hasil rapat tingkat pimpinan di Kantor Gubernur NTB, Minggu (15/3). Karenanya pada rapat koordinasi yang berlangsung Senin, (16/3) di rupatama I Kantor Bupati Lotim, ia mengajak semua pihak bersinergi dalam upaya pencegahan meluasnya kasus Covid19 dan tidak panic buying atau memborong bahan kebutuhan pokok secara berlebihan. Kendati belum ada masyarakat yang terpapar, Taofik mengingatkan agar seluruh pihak tidak panik menghadapi situasi saat ini, sebab pemerintah telah mempertimbangkan sejumlah hal dalam upaya pencegahan. Mulai dari pengetatan di seluruh pintu masuk wilayah, kesiapan RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai salah satu rumah sakit rujukan, merumahkan siswa sekolah, kecuali yang tengah melaksanakan ujian, serta menunda pelaksanaan seluruh kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Kendati akses masuk diperketat, Taofik mengingatkan bahwa arus lalu lintas barang untuk kebutuhan pokok tetap dijamin kelancarannya. Dukungan OPD dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan kebutuhan pokok melalui operasi pasar (OP) akan digelar. Langkah ini juga menjadi bagian upaya menjaga psikologis masyarakat. Kaitannya dengan itu, Sekda juga mengajak media sebagai sumber informasi mendukung upaya pemerintah untuk menjaga kondusivitas, utamanya psikologis masyarakat melalui pemberitaan. Dalam pemberian informasi kepada masyarakat pun, Pemda Lotim membentuk Tim Media Centre sebagai upaya memberikan informasi, sosial-

isasi dan edukasi kepada masyarakat atas Covid-19. Setiap informasi terkait perkembangan kasus Covid19 hanya boleh keluar dari tim ini. Dengan demikian masyarakat memperoleh informasi terpercaya. “Keberadaan tim ini diharapkan menangkal hoaks yang kerap muncul berujung pada kesalahpahaman dan kepanikan,” harapnya. Pada rapat yang dihadiri Forkopimda, Asisten dan Kabag lingkup Sekretariat Daerah, serta Kepala OPD tersebut, ditegaskan upaya pencegahan menjadi penting mengingat belum ditemukannya obat untuk Covid-19. Namun demikian Pemerintah memastikan tertanganinya masyarakat yang terduga (suspect) Covid-19 di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Dari sisi pendanaan, BPKAD memastikan siap melakukan perubahan anggaran pada masing-masing OPD yang terkait upaya pencegahan Covid-19. Berdasarkan Keputusan Menteri Keungan Nomor 6/ KM.7/2020 Tentang Penyaluran DAK fisik Bidang Kesehatan dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan dalam Rangka Pencegahan Dan/Atau Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-2019), penggunaan DAK fisik dapat dilakukan melalui revisi rencana kegiatan. Apabila belum terdapat menu

Mataram (Suara NTB) Pasli Royati, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) keberadaannya mulai terlacak setelah satu tahun hilang. Sapar, suami korban, mendapat informasi istrinya akan dikirim ke Malaysia. Pada pemberitaan Suara NTB sebelumnya, TKW asal Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim) ini menjadi korban TPPO ke Arab Saudi. Ia dikabarkan dibawa kabur oknum tekong ke Jakarta. Keberadaan korban pun tak terlacak, hingga akhirnya ditemukan di Batam. Diceritakan Sapar, istrinya hilang jejak dan tiba-tiba muncul kabarnya di Batam setelah dibawa kabur tekong. “Menurut informasi, istri saya

TKW korban dugaan TPPO, Pasli Royati akan dibawa menyeberang ke Malaysia sore ini ke Stulang Laut dari Batam,” tutur Sapar.

(Suara NTB/yon)

PAKAI MASKER - Rakor pencegahan penyebaran virus Corona si Kabupaten Lotim, Senin (16/3), semua pejabat mengenakan masker. kegiatan untuk pencegahan Lotim, dr. H.M. Hasbi Santoso, Malaysia dan sampai saat ini dan/ atau penanganan Covid- menyebut kondisi sampai tang- masih dalam observasi dan per19, pemda dapat menambah ga 15 Maret 2020, pasien dalam awatan di RSUD R. Soedjono menu tersebut secara lang- pengawasan (PDP) sebanyak 2 Selong. Sedangkan untuk orang sung. Seluruh yang hadir pada orang, 1 orang WNA asal India, dalam pemantauan (ODP), serapat ini mendapat edukasi di mana hasil laboratorium banyak 8 orang, 3 orang masih penggunaan masker, pengece- negatif dan saat ini sudah se- dalam pemantauan dan 5 orang kan suhu tubuh, dan teknik cuci hat, dan 1 orang WNA asal sudah dinyatakan sehat. (yon) tangan yang benar. Ketua DPRD Lotim, Murnan, S.Pd, menyampaikan bahwa pengawasan dan pencegahan penting juga dilakukan di pasar-pasar mengingat di tempat ini mobilitas masyarakat cukup tinggi. Meningkatkan sosialisasi ke- Mataram (Suara NTB) – akan berpengaruh pada perekopada masyarakat melalui coroSejumlah destinasi wisata nomian masyarakat. ng-corong masjid. di Kota Mataram tidak ditutJika destinasi ditutup Wakapolres Lotim, Kompol up. Pengawasan ketat dikhu- proses recovery akan lama. Bayu Eko Panduwinoto, mem- suskan bagi tamu hotel. Keg- Kasusnya ini serupa dengan inta supaya salah satu yang iatan skala besar ditunda un- kejadian gempa 2018 silam. penting dilakukan dengan tidak tuk mengantisipasi penyeba- “Tiga gili akan ditutup jelas menciptakan kepanikan kepa- ran virus covid-19. berdampak dan recovery-nya da masyarakat. Maka dari itu, Terhadap upaya pencegah- akan lama,” tandasnya. sangat penting pemberian in- an penyebaran virus corona, Rapat terbatas dengan orformasi kepada masyarakat Dispar akan mengeluarkan ganisasi perangkat daerah akan melalui satu pintu. surat edaran ke hotel dan res- ada penyemprotan disinfektan Sementara Kepala Dikes tauran untuk menyiapkan be- secara menyeluruh di tempat berapa item yang menjadi stan- wisata, tempat ibadah serta dar pencegahan. Seperti meny- pusat keramaian. Alat akan iapkan hand sanitizer serta disediakan oleh Dinas Pertanian menggunakan alat pengaman dan Dinas Kesehatan. bagi karyawan. Sementara, Untuk penyediaan fasilitas penutupan destinasi wisata tambahan di objek wisata diakui kata Kepala Dinas Pariwisata belum ada. Tidak menutup keKota Mataram, H. Nizar Den- mungkinan sambung Denny, Dia sangat berharap dari ny Cahyadi belum dilakukan. akan disediakan tempat cuci tanotoritas pemerintah melaku- Penutupan akan dikoordinasi- gan, sabun dan lain sebagainya. Sementara waktu, ia belum kan pencegahan dan upaya kan ke kepala daerah. “Penutupan sementara ini melihat apakah okupansi homenggagalkan keberangkatan istrinya. Karena selain Pasli, belum. Nanti kita koordinasi- tel terpengaruh terhadap covdi dalam kelompok yang sama, kan dengan Pak Wali, Pak Wak- id-19 atau tidak. Pastinya kata ada 13 orang korban TPPO lain- il dan Pak Sekda,” kata Denny Denny, beberapa acara mendanya di bawa ke rute serupa. ditemui, Senin (16/3). Pemkot tangkan tamu dalam jumlah “Saya minta tolong agar ditah- Mataram belum memutuskan banyak ditunda. “Seperti araan. Karena dia akan masuk se- menutup destinasi wisata no- han Pak Walikota semua kegcara ilegal memakai paspor tabene sebagai tempat kerumu- iatan yang melibatkan kerunan warga. Denny menegaskan, munan massa ditunda dulu,” pelancong,” ungkap Sapar. Masih menurut informasi penutupan destinasi wisata demikian kata dia. (cem) yang didapatnya, istrinya memegang paspor sebagai pelancong ke Arab Saudi. Paspor yang sama akan dipakai ke Malaysia. Sementara 13 TKW korban TPPO lainnya diketahui belum mengantongi paspor. Sapar mengaku kesulitan berkomunikasi dengan istrinya via whatsapp, karena diduganya dibatasi oknum tekong. “Dia tidak mau kasi tahu di mana lokasinya, siapa nama tekongnya,” ungkapnya. Sementara anggota Satgas TPPO NTB, H. Taher yang dihubungi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satgas di Batam untuk upaya pencegahan. “Masih dilacak keberadaan mereka di Batam oleh tim di sana,” ujarnya. Informasi didapatnya, Pasli adalah TKW yang jadi korban TPPO berulang. Sebelumnya dibawa kabur tekongnya ke Arab Saudi. Namun setahun kemudian pulang ke Indonesia dan akan diberangkatkan lagi ke Malaysia dengan paspor pelancong. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. Agus Patria dikonfirmasi soal korban TPPO asal NTB ini hingga sore kemarin belum merespon. (ars)

TKW Lotim Korban Dugaan TPPO Terlacak di Batam

(Suara NTB/ist)

Destinasi Wisata di Mataram Tidak Ditutup


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 17 Maret 2020 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu