Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 16 APRIL 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 38 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(Suara NTB/rus)

Ama Elo: Kita Harus Saling Menghargai DOKTOR H. Moch Ali Bin Dachlan, pada Jumat (13/4) lalu memenuhi undangan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wafa Desa Godo Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Ali BD yang makin akrab disapa Ama Elo oleh Warga Mbojo setelah dinobatkan langsung oleh mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, H. Maskur beberapa waktu lalu

ini kembali menyapa warga Bima dengan penuh suasana keabraban. Saat datang di Ponpes, Ama Elo didampingi istri, Hj. Supinah. Jemaah Ponpes Al Wafa menyambut hangat Sang Pendobrak yang diketahui sebagai calon Gubernur Independen, Non Partai dan Blok. Bersambung ke hal 15

CALON INDEPENDEN, NON PARTAI DAN NON BLOK Ama Elo bersama Aba Uma saat silaturahmi di Bima beberapa waktu lalu.

Mantan Wakil Walikota Bima Dukung Ama Elo CALON Gubernur Independen, Non Partai dan Non Blok, Dr. H. Moch Ali BIn Dachlan Jumat (13/4) lalu bersilaturahmi dengan sejumlah sahabat dan tokoh di Bima. Salah satu orang beken didatangi adalah mantan Wakil Wali (Wawali) Kota Bima, H. Umar H Abubakar. Mantan Wawali ini menyambut riang dan penuh kearaban kehadiran Ama Elo ini di kediamannya, Paruga, Kota Bima. Bersambung ke hal 15

Ali BD saat hadir di Ponpes Al Wafa Desa Godo.

Mangkrak, Proyek Penyulingan Air di Langgudu

Bima (Suara NTB) Dari sejumlah alat penyulingan air bantuan pemerintah pusat di NTB terindikasi bermasalah. Salah satunya di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Instalasi penyulingan air yang dibangun dengan anggaran Rp 1 miliar lebih, sejak tahun 2013 lalu mangkrak sampai sekarang. Alat penyulingan air laut menjadi air tawar itu dibangun di atas satu petak lahan sekitar kawasan pesisir Pusu.

Dilengkapi sebuah sumur dan panel tenaga surya untuk sumber listrik. Menurut Kades Pusu, Abdul Hamid,

nilainya secara rinci ia tidak tahun. Perangkat penyuling air ini, merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang hanya sempat dioperasikan tahun 2012. ‘’Waktu mesin air ini ada, bisa (memproduksi air tawar) sampai 10 galon air dalam satu jam,’’ kata Abdul Hamid di lokasi instalasi, Kamis (12/4) lalu. Saat warga sedang menikmati air

bersih, salah satu komponen di dalam instalasi rusak. Kerusakan terjadi pada alat pemurnian air atau yang berfungsi sebagai filtrasi air laut ke air tawar. ‘’Sejak alat itu rusak, penyulingan air sudah tidak ada lagi. Jadi cuma bisa dipakai satu tahun saja,’’ ungkap Abdul Hamid. Bersambung ke hal 15

TO K O H Uang Adalah Kedaulatan

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ars)

BANK Indonesia (BI) menggandeng TNI AL untuk mengedukasi masyarakat pelosok atau yang tinggal di pulau terluar NTB. Daerah yang minim pengetahuan tentang keuangan, agar tidak terjebak melakukan transaksi uang palsu dan disisi lain mendapat kesempatan menukarkan uang layak edar. Sekaligus diedukasi agar bijak menggunakan uang tanpa merusak. Tim yang disebut tim ekspedisi Laskar Nusa 2018 beranggotakan 20 orang, Bersambung ke hal 15

12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 MANGKRAK - Selain ditemu12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 kan mesin penyulingan air laut 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 menjadi air tawar mangkrak di 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Kabupaten Bima. Bantuan 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 pemerintah pusat, berupa 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Pembangkit Listrik Tenaga 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Surya (PLTS) di Desa Pusu, 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Kecamatan Langgudu, Kabu12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 paten Bima juga mangkrak. 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Proyek ini hanya berfungsi 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 tahun 2014, setelah itu hingga 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 sekarang telantar.

Achris Sarwani

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/dok)

Pantau Pembagian Rastra

Tajuddin

POLDA NTB mengancam akan menindak Badan Urusan Logistik (Bulog) jika membagikan beras sejahtera (Rastra) kualitas buruk alias tak layak konsumsi kepada masyarakat miskin penerima manfaat. Selain itu, Polda bersama dengan jajarannya di bawah akan menindak aparat desa yang mengurangi jatah rastra warga miskin. ‘’Kalau ada laporan seperti itu (Rastra kualitas buruk) kita tindak. Bersambung ke hal 15

Musrenbang 2018, NTB Fokus Percepat Penurunan Kemiskinan Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2018 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019, Senin (16/4) hari ini. Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun depan akan tetap fokus dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, MTP menjelaskan sebelum pelaksanaan Musrenbang telah dilakukan sejumlah kegiatan. Antara

lain, pada Januari lalu rapat dengan seluruh Bappeda kabupaten/kota yang ada di NTB. Selain itu, kegiatan Forum Perangkat Daerah yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB. Forum Perangkat Daerah ini dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) masing-masing OPD tahun 2019. Ridwan menyebutkan, RKPD yang disusun berasal dari tiga sumber. Pertama, Renja OPD. Kedua, Musrenbang dengan kabupaten/kota. Ketiga, pokok pikiran (Pokir) DPRD yang berasal dari hasil reses. Bersambung ke hal 15 H. Ridwan Syah

BERSALAMAN - Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, bersalaman dengan Cagub NTB, TGH. Ahyar Abduh dan Cawagub NTB, H. Mori Hanafi, dalam Rakerwil III DPW PAN NTB, di Mataram, Sabtu (14/4).

Zulkifli Hasan: Kader PAN Harus Kerja Keras untuk Ahyar-Mori Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengingatkan seluruh kader PAN di NTB untuk komitmen mendukung dan membantu dengan kerja keras memenangkan Ahyar - Mori menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, 2018 - 2023. Bersambung ke hal 15


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

SUARA MATARAM

Halaman 2

Diduga Pungli Marak Verifikasi Pemohon Sertifikat PROGRAM nasional (Prona) bagi masyarakat yang belum memiliki sertifikt tanah direncanakan akan segera diselesaikan. Seperti di kelurahan Rembiga yang menargetkan akhir April ini, warga sudah bisa menerima sertifikat tanah miliknya. “Informasinya akhir April ini akan diterima, artinya ada satu lingkungan yang akan segera menerimanya,” jelas lurah Rembiga, Sunardi kepada Suara NTB. Ia menjelaskan di kelurahan Rembiga, kurang lebih (Suara NTB/uul) ada 500 warga yang Sunardi mendaftar untuk program Prona ini. Kebanyakan merupakan penduduk asli Rembiga yang belum memiliki sertifikat sejak dulu. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di kawasan BTN yang rata-rata sudah punya. “Terutama untuk tanah warisan yang paling banyak, di mana tanah warisan sedikit dibagi banyak,” terangnya. Dari semua lingkungan, warga di lingkungan Rembiga Timur dan Gegutu Timur yang paling banyak mendaftar. “Di Gegutu Timur yang mendaftar ada 157 orang tetapi yang lolos 154 orang karena ada beberapa masalah,” kata Sunardi. Berkas yang diajukan oleh masyarakat sudah diverifikasi oleh kelurahan di lapangan nantinya akan diverifikasi ulang oleh BPN. Hal ini karena pihak lingkungan sangat paham dengan tanah yang dimiliki oleh warga. Sekarang ini yang belum diverifikasi yaitu lingkungan Rembiga Utara yang merupakan kawasan perumahan. “Sedangkan yang sudah diverifikasi yaitu Gegutu Timur, Gegutu Barat, Rembiga Timur, dan Rembiga Barat,” jelasnya. Sunardi menambahkan jika masyarakat yang memiliki masalah tanah dengan pihak lain saat dilakukan verifikasi, pihaknya tidak ikut campur. “Kami suruh mereka selesaikan dulu baru ditangani lagi. Tapi alhamdulillah itu sudah bisa diatasi,” katanya. Ia berharap verifikasi bisa segera dilakukan di lingkungan yang belum agar masyarakat segera mendapatkan sertifikat tanahnya. (uul)

Dishub Rombak Pegawai di PKB Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. H. Khalid merombak pegawai di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), menyusul instruksi Plt. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Maraknya dugaan pungli dilakukan oleh oknum pegawai di internal UPT PKB tersebut merupakan sebab utama perombakan pegawai di situ. “Mulai hari Senin (hari ini, red) seluruh pegawainya saya rombak,” ungkap Khalid ditemui pekan kemarin. Dikatakan, sebelum ditelepon pimpinan, ia sudah membenahi di internal PKB. Perubahan di internal ditargetkan rampung dua pekan sebelum menempatkan Plt Kepala UPT PKB. Diakui, sudah mulai terlihat perubahan dari segi pelayanan serta praktik pungli terminimalisir. “Celah - celah pungli sudah saya tutup. Awalnya ada

ruangan dijadikan tempat transaksi, tapi sekarang saya ubah. Tidak ada lagi pegawai duduk duduk melayani masyarakat di warung kopi,” kata dia. Pegawai yang disinyalir sebagai aktor akan ditarik. Dan, tinggal membuat surat perintah perubahan struktur pegawai di PKB. Perubahan struktur pegawai kata Khalid, jadi salah satu strategi mencegah praktik pungli. Selain itu juga, ia menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Ins-

pektorat dan tim saber pungli untuk memberikan pencerahan di internal pegawai PKB. “Kita akan berikan peringatan menghadirkan tim pencegahan. Kalau sudah diperingati kemudian ada praktik pungli. Tim penindakan yang mengambil sikap,” tandasnya. Pasca perubahan tersebut, ia menekankan seluruh staf jangan sampai ada pungli. Celah atau lubang praktik haram ditutup. Dan, bekerja maksimal memberikan pelayanan publik prima kepada masyarakat. (cem)

(Suara NTB/cem)

PEMBANGUNAN HOTEL - Perbedaan pandangan soal ketersediaan lahan pangan berkelanjutan, berikut belum rampungnya revisi RTRW Kota Mataram menyebabkan tersendatnya investasi di kota ini. Namun terhadap investasi yang telah lama mengantongi izin membangun, maka mereka terus merealisasikan izin tersebut, seperti halnya pembangunan hotel di Jalan Catur Warga, Kelurahan Mataram, Kota Mataram ini.

Subsidi Angkutan Pengumpan Belum Bisa Dieksekusi Mataram (Suara NTB) Organisasi Angkutan Darat (Organda) menagih janji Dinas Perhubungan Kota Mataram. Subsidi Rp 500 juta dijanjikan keluar bersamaan dengan beroperasinya BRT (bus rapid transit) 2 April belum bisa dieksekusi. Sekretaris Organda, H. Sukana menyesalkan uang dijanjikan Rp 500 juta belum bisa dieksekusi. Pihaknya sudah menyerahkan tiga perusahaan berbadan hukum, tapi tidak ada kabar pencairan. “Awalnya diminta koperasi, tapi mental. Kita disuruh ganti CV. Sekarang tidak ada kabar,” kata Sukana pekan kemarin. Selain ketidakjelasan pencairan subsidi, Sukana juga mengkritisi penilaian kelayakan angkutan hasil kajian tim akademisi. Angkot miliknya dengan fasilitas TV, radio dan kursi yang nyaman tidak masuk kategori. Angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) disiapkan 32 unit. Transportasi belum berani disiapkan Organda sebelum ada kejelasan anggaran. “Berkali - kali dijanjikan belum terealisasi. Jangan sampai dikatakan kita lekaq (bohong) lagi sama teman sopir,” Kepastian feeder beroperasi sudah dikomunikasikan dengan Dishub. Dikatakan bahwa feeder akan beroperasi seiring

dengan beroperasinya BRT. Kenyataannya hingga pertengahan bulan April belum ada kepastian. Dia mengkhawatirkan sopir angkot kembali bereaksi. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H. Khalid menegaskan bahwa anggaran feeder sudah disiapkan. Hanya saja, butuh perusahaan transportasi yang memiliki badan hukum sebagai tempat penyaluran subsidi tersebut. Penyaluran butuh proses, tidak bisa instan begitu saja. “Koperasi yang disodorkan perlu kita cek dan verifikasi dulu. Jangan sampai kita mau bantu, justru jadi masalah

karena tidak sesuai,” kata Khalid. Spesifikasi angkutan dibutuhkan diserahkan ke sepenuhnya ke Organda untuk menyeleksi. Tetapi harus sesuai yang direkomendasikan oleh tim akademisi. Artinya, Organda memilih angkot layak, nyaman dan dari segi surat kendaraan lengkap. “Yang pilih kan mereka. Di situ kewenangan Organda,” tegasnya. Terhadap perubahan rute, Pemkot Mataram akan memperkuat dengan merubah Peraturan Walikota (Perwal). Perwal ini sebagai acuan angkutan pengumpan beroperasi di Mataram. (cem)

(Suara NTB/cem)

ANGKUTAN PENGUMPAN - Sejumlah angkot di Terminal Mandalika tengah menunggu penumpang. Bemo kuning dijadikan angkutan feeder (pengumpan) oleh Pemkot Mataram. Subsidi Rp 500 juta belum bisa dieksekusi karena menunggu verifikasi badan usaha yang diajukan Organda.

Operasional Rumah Sakit Terganggu Ibu satu anak ini mengatakan, jika mengharapkan gaji pokok Rp 800 ribu per bulan tidak cukup. Di satu sisi, ia harus memberikan pelayanan prima ke pasien. “Yang kita andalkan Jaspel. Kalau gaji ndak seberapa,” tuturnya. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali mengklaim jika pembayaran klaim rumah sakit telah membaik. Diakui, memang ada beberapa tunggakan pada akhir tahun 2017, tapi seiring waktu sudah membaik. Kalaupun ada tunggakan lain berkaitan dengan pengajuan klaim perlu proses verifikasi. “Belakangan ini klaim pembayaran sudah normal,” dalih Ali. Keterlambatan pembayaran tersebut dipengaruhi defisit anggaran dialami oleh BPJS Kesehatan. Secara oto-

H. Khalid

Dana Hibah untuk Pedagang Miras Tradisional Tak Berdampak

BPJS Nunggak

Mataram (Suara NTB) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan banyak menunggak klaim pengajuan pembayaran. Keterlambatan pembayaran mengakibatkan operasional rumah sakit terganggu. Bukti keterlambatan pembayaran dirasakan oleh tim medis rumah sakit. Tidak saja keterpenuhan pengobatan, tapi keterlambatan itu menyebabkan jasa pelayanan tak bisa dirasakan. Perawat di rumah sakit di Mataram berulangkali mengeluhkan jika jaspelnya belum dibayarkan. Ini disebabkan, klaim pengajuan pembayaran di BPJS Kesehatan belum cair. “Dua bulan ini belum keluar. Kalau ditambah sekarang jadi tiga bulan,” keluh perawat berbadan gempal yang enggan dikorankan identitasnya.

Celah - celah pungli sudah saya tutup. Awalnya ada ruangan dijadikan tempat transaksi, tapi sekarang saya ubah

(Suara NTB/dok)

Ajukan Lebih Awal WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha angkat bicara terkait mogoknya operator kendaraan roda tiga mengangkut sampah. Ini menyusul tidak dibayarkannya gaji operator kendaraan roda tiga pengangkut sampah tersebut. ‘’Kenapa hanya Kecamatan Cakranegara saja,’’ tanyanya saat menjawab Suara NTB di Kantor DPC PDI Perjuangan, Sabtu (14/4). Ini, katanya, menjadi suatu keanehan mengingat kejadian itu hanya menimpa operator kendaraan roda tiga yang ada di Kecamatan Cakranegara saja. Padahal, pengajuan ang(Suara NTB/fit) garan untuk membayar gaji I Wayan Sugiartha operator kendaraan roda tiga itu, dilakukan secara bersamaan. Sebelum mencuatnya masalah operator kendaraan roda tiga pengangkut sampah ini, Wayan mengaku sempat mendengar keluhan serupa dari Kecamatan Sandubaya. ‘’Tapi sempat saya kontak pihak terkait dan itu bisa diatasi,’’ katanya. Wayan Sugiartha mengaku prihatin dengan persoalan ini. Pasalnya, di tengah upaya Pemkot Mataram Mewujudkan kota yang bersih, operator sampah dituntut bekerja maksimal. Nyatanya, kinerja operator yang maksimal tidak sebanding dengan kesejahteraan mereka. Seperti yang terjadi pada operator kendaraan roda tiga di Kecamatan Cakranegara. ‘’Sarana sudah lengkap, kok ada lagi kendalanya. Kasihan juga mereka,’’ kata Anggota Dewan dari Dapil Cakranegara ini. Pada bagian lain, Wayan Sugiartha mengapresiasi keberadaan kendaraan roda tiga. Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram ini, bahwa hadirnya kendaraan roda tiga ini cukup efektif menunjang program persampahan di Kota Mataram. ‘’Cuma kan, harus diperhatikan juga hak-hak mereka itu,’’ cetusnya. Wayan Sugiartha mengingatkan Pemkot Mataram, jangan hanya menuntut bagaimana sampah itu terangkut. ‘’Tapi di satu sisi, hak mereka tidak dipenuhi,’’ sesalnya. Oleh karena itu, dia mendesak Pemkot Mataram segera memenuhi hak-hak operator kendaraan roda tiga pengangkut sampah. Walaupun nantinya gaji operator sampah akan dirapel, namun bukan hal itu yang diharapkan. ‘’Ndak bisa seperti itu, masak makan orang mau dirapel. Seandainya PNS seperti itu, apa mereka mau,’’ tanyanya. Ditegaskan Wayan Sugiartha bahwa untuk urusan perut tidak boleh ditunda-tunda. Wayan Sugiartha mengatakan bahwa halhal seperti itu tidak seharusnya terjadi. Idealnya, kata dia, operator kendaraan roda tiga harus digaji setiap bulan. Oleh karena itu, Wayan Sugiartha mendesak Pemkot Mataram menyelesaikan persoalan gaji operator kendaraan roda tiga pengangkut sampah tersebut. Dia berharap ke depan, Pemkot Mataram melakukan antisipasi agar hal itu tidak terulang kembali. Caranya, dengan melakukan pengajuan anggaran lebih awal. ‘’Jangan sampai mereka nunggu, kan kasian. Jangan kita hanya menuntut mereka bekerja, sementara apa yang menjadi hak mereka tidak dipenuhi,’’ tandasnya. Ia berharap pencairan gaji operator kendaraan roda tiga dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. (fit)

(Suara NTB/cem)

Muhammad Ali matis ini berpengaruh juga terhadap cashflow rumah sakit. Ketua Perhimpunan Ru-

mah Sakit Indonesia (Persi) NTB yang juga Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, saat ini klaim pembayaran BPJS Kesehatan akan ditata lagi. Dia sudah berkoordinasi dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram. Bahkan, rumah sakit swasta sudah ada Memorandum of Understanding (MoU), agar dana yang turun untuk klaim pembayaran dibagi dengan rumah sakit. “Saya sebagai ketua Persi meminta Kepala BPJS membagi sesuai porsinya. Kita tetap positif thinking masalahnya cepat terselesaikan,” kata dia. Diskusi bersama BPJS Kesehatan Cabang Mataram tidak ada masalah mengenai klaim pembayaran rumah sakit. Titik persoalan

ada di BPJS Pusat. Herman juga mendorong manajemen rumah sakit untuk cepat menyelesaikan administrasinya sesuai waktu ditentukan oleh BPJS Kesehatan. Persi mencarikan solusi terkait keterlambatan pembayaran itu dengan menggandeng perbankan. Tetapi kalaupun keterlambatan pembayaran jadi tanggungjawab BPJS Kesehatan. “Terkait klaim pembayaran itu otoritas di BPJS Pusat,” imbuhnya. Bagaimana dengan klaim pembayaran BPJS Kesehatan di RSUD Mataram? Sejauh ini kata dia, tidak ada masalah. Walaupun ada keterlambatan, ia memberikan edukasi ke petugas medis. Meskipun disatu sisi, berpengaruh terhadap operasi rumah sakit. (cem)

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram memberikan bantuan dana hibah ke pedagang minuman keras (miras) tradisional. Ini diharapkan agar pedagang mengalihkan usaha mereka. Nyatanya, bantuan tersebut tak berdampak. Justru, keberadaan mereka semakin bertambah. Menanggapi hal itu, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang meminta lurah dan camat memberikan masukan kepada tim terhadap efektivitas pemberian modal usaha sebagai kompensasi atas berhentinya usaha miras tradisional warga mereka. Sebab, itu akan jadi catatan dan evaluasi. Berbeda halnya, jika pedagang masih demonstratif maka diambil tindakan tegas. “Konteks razia dan pembinaan dilakukan oleh lurah dan camat,” kata Martawang pekan kemarin. Diakui Martawang, tidak mudah mengubah paradigma masyarakat. Usaha dilakoni selama ini dan banyak mendatangkan keuntungan secara tiba - tiba diminta mengalih-

kan. Tentunya butuh proses dan waktu panjang, agar secara bertahap meninggalkan usaha itu. Pemkot Mataram secara tegas melarang warga berjualan secara demonstratif. “Perlu saling memahami,” tandasnya. Pedagang miras disinyalir kambuh ditegaskan Martawang, bukan berarti pemerintah diam. Pemerintah melakukan akselarasi sebagai upaya agar masyarakat mengikuti komitmen yang menjadi keharusan bersama. Artinya, pedagang secara sepihak menunjukkan ketidakpatuhan yang dibangun. Maka langkah pemerintah lebih ditingkatkan. “Kita akan tindak lagi,” tandasnya. Terhadap kembalinya masyarakat membuka usaha pasca menerima kompensasi dari pemerintah. Dikatakan, perlu dipetakan kembali dan melakukan kajian secara komprehensif. Di tahun 2016 , pedagang miras tradisional mendapatkan bantuan dari Pemkot Mataram. Totalnya mencapai Rp 300 juta lebih. Kompensasi dimaksudkan agar pedagang mengalihkan profesi mereka. (cem)

49 Proyek Fisik di Mataram Belum Dilelang Mataram (Suara NTB) Percepatan pengerjaan proyek fisik milik Pemkot Mataram hingga memasuki triwulan kedua belum dilelang. Dari 53 paket, baru dua yang telah penentuan pemenang. 13 paket masih berproses dan sisanya tahap penyelesaian administrasi. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito dikonfirmasi pekan kemarin mengatakan, paket proyek yang paling banyak belum dilelang milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Dari 13 paket proses dilelang hanya satu milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. “Paling banyak di PUPR,” sebut Eko. Dirincikan bahwa 53 paket proyek 13 paket masih proses. Dua paket penentuan pemenang. Sekda menambahkan, sejak awal dicanangkan percepatan pengerjaan proyek fisik. Namun demikian, ada saja kendala teknis. Seperti menunggu penghapusan aset, penyedian lahan dan lain sebagainya. Direktur RSUD, dr. H.L. Herman Mahaputra menyampaikan, pengerjaan gedung rehabilitasi medik senilai Rp 18 miliar dilakukan pendampingan oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D). Pihaknya terus berkoordinasi dan diharapkan pekan depan bisa dilelang. “Targetnya final pekan ini,” kata dia. Dokter Jack, sapaan akrab Direktur RSUD ini, sebelumnya menargetkan tender bisa dimulai Maret lalu. Tetapi, ada perbedaan pandangan dengan Kejaksaan. Bahwa, lelang boleh dilakukan baru menyusul penghapusan aset. Kejaksaan beranggapan harus penghapusan aset dulu baru lelang. “Kita sudah ajukan penghapusan aset ke KPKNL,” ujarnya. Berbeda halnya dengan Kepa-

la Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura. Dia menyebutkan, delapan paket dikerjakan tahun ini didampingi TP4D. TP4D meminta menyelesaikan persoalan pendukung. Dari hasil ekspose proyek sudah bisa dilelang yakni proyek jalan bersumber dari dana alokasi khusus senilai Rp 39,8 miliar. Dan, jembatan Dasan Agung senilai Rp 1,9 miliar. Sedangkan, lanjutan proyek Monumen Mataram Metro di Lingkar Selatan senilai Rp 1,5 miliar sudah bisa dilelang. “Dokumen sudah kita serahkan dan tinggal dilelang saja,” tambahnya. Khusus pembangunan lanjutan gerbang kata Mahmuddin, masih menunggu persetujuan Balai Jalan Nasional. Disamping, ada hal lain mengenai rencana anggaran biaya (RAB). Pihaknya perlu menyesuaikan harga. Bahan digunakan untuk gerbang ini merupakan bahan pabrikan, sehingga diminta standar analisis harga. Terjadi tarik ulur dari pabrik mengeluarkan analisa. Mereka hanya mengeluarkan analisa kalau membeli barang di mereka. “Tetapi kita melakukan upaya lain. Banyak pabrik lain,” imbuhnya. Persoalan RAB menurut dia, tidak begitu masalah. Yang paling krusial adalah, persetujuan dari BJN. Pekerjaan selanjutnya adalah harus membongkar aset milik Balai Jalan Nasional. Pihaknya tidak merusak jalan, karena cukup penguatan struktur pondasi. Kepastian rekomendasi itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan BJN. “Tinggal menunggu izin tertulis dari Pemerintah Pusat saja. Kalau di sini tidak ada masalah,” tandasnya. Jika secara administrasi rampung, dia memastikan seluruh paket proyek miliknya bisa dilelang Mei. (cem)

(Suara NTB/cem)

TUNGGU REKOMENDASI - Proyek gerbang di Lingkar Selatan senilai Rp 5 miliar belum bisa ditender. Dinas PUPR masih menunggu rekomendasi dari Balai Jalan Nasional (BJN).


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

BUDAYA DAN HIBURAN

Rinjani Resmi Jadi Unesco Global Geopark Mataram (Suara NTB) – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan salah satu destinasi wisata andalan di NTB. Tahun ini, Rinjani sudah resmi ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) oleh Unesco. Tentu saja ini menjadi salah satu bagian dari promosi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB. Sebelumnya, Kepala TNGR Sudiyono mengatakan bahwa pihaknya sudah melengkapi sejumlah fasilitas di Rinjani. Ia berharap setiap pengunjung maupun pemandu wisata dapat menjaga fasilitas tersebut. Ia juga berharap fasilitas itu dapat digunakan sebagaimana mestinya. “Kita sudah lengkapi fasilitas di beberapa pos pendakian Rinjani. Yang paling utama adalah menjaga kebersihan, jangan tinggalkan sampah di Rinjani,” ujarnya. Sementara itu, berkaitan dengan penetapan Rinjani sebagai UGG, General Manager Geopark Rinjani, H. Chairul Mahsul, SH, MM mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat kabar bahwa pada sidang Unesco Executive Board Kamis (12/4) di Paris, telah ditetapkan Geopark Rinjani sebagai anggota baru Unesco Global Geopark.

“Alhamdulillah saya sudah mendapat kabar bahwa pada sidang Unesco Executive Board di Paris, telah menetapkan Geopark Rinjani sebagai anggota baru Unesco Global Geopark,” ujarnya. Hal ini memang telah lama diperjuangkan oleh TNGR dan Pemda NTB. Dengan harapan, ini bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan ke Rinjani. Selain itu, masyarakat di sekitar Rinjani juga diharapkan dapat mengambil keuntungan dari kedatangan wisatawan itu. Bukan hanya itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos., M.Si juga sebelumnya mengatakan bahwa ini merupakan hasil dari upaya yang dilakukan oleh semua pihak. Termasuk warga di sekitar Rinjani. Ia berharap keberadaan Rinjani sebagai geopark dunia dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Sehingga bisa meng-

(Suara NTB/lin)

GEOPARK RINJANI - Keindahan Rinjani yang sudah ditetapkan sebagai salah satu Unesco Global Geopark. hasilkan nilai lebih bagi perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini juga mendapatkan sambutan yang baik dari para pemandu wisata Rinjani dan porter. Salah satunya, Ishak yang bekerja sebagai porter di Rinjani. Ia sangat bersyukur bahwa Rinjani sudah mendapatkan pengakuan dunia sebagai salah satu gunung yang layak untuk dikunjungi wisatawan dunia. Ia berharap dengan demikian ia bisa terus bekerja sebagai porter dan bisa mengantar lebih banyak lagi wisatawan.

“Saya sangat senang mendengar berita ini, saya berharap akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang. Terutama wisatawan mancanegara. Jadi penghasilan kita bisa tetap stabil dari mengantar wisatawan ke Rinjani,” ujarnya. Ia juga berterima kasih kepada Pemda yang telah melengkapi sejumlah fasilitas di Rinjani. Ia mengaku bahwa ini sangat membantu dalam segi pelayanan. Ia berharap dengan adanya fasilitas itu nantinya bisa membuat wisatawan menjadi lebih nyaman dan ia bisa lebih mudah dalam melayani tamunya. (lin)

Wisata Berbasis Warga di Pasar Pancingan Bilebante Praya (Suara NTB) – Saat ini Lombok tengah menggeliat dengan berbagai destinasi wisata baru. Baik wisata alam maupun wisata buatan berbasis warga. Salah satunya Pasar Pancingan yang ada di Desa Wisata Bilibante. Ini merupakan salah satu atraksi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. “Saya ke sini karena penasaran seperti apa Pasar Pancingan itu. Karena sudah banyak yang memperlihatkan keseruannya di media sosial,” kata pengunjung Pasar Pancingan di Desa Bilebante, Feni. Pasar Pancingan Bilebante ini diinisiasi oleh Komunitas Gerakan Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa. Pasar ini memang bertujuan untuk menunjukkan potensi wisata baru di Lombok, tepatnya di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Pasar Pancingan ini meurpakan sebuah atraksi wisata. Dimana konsepnya diambil dari Pasar Karetan yang dikreasikan oleh GenPI Jawa Tengah. Diberikannya nama Pasar Pancingan karena memang atraksi utamanya adalah me-

Pusu h a b m e L

mancing. Hasil pancingan wisatawan itu nantinya akan diolah menjadi kuliner yang nikmat dan menarik. Dalam kegiatan ini disediakan setidaknya lebih dari 30 jenis makanan yang dihidangkan dan dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang. Sebelumnya Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Hariyanto juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang hingga saat ini masih antusias memperkenalkan potensi pariwisata di desanya. Ini merupakan contoh yang baik bagi masyarakat yang ingin mengembangkan desanya sebagai desa wisata. “Kita tentu saja akan terus mendukung Desa Bilebante sebagai salah satu desa wisata di NTB. Apalagi di desa ini punya potensi yang bisa dikembangkan,” ujarnya. Ia berharap ke depan semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Sehingga wisatawan lebih banyak yang tahu tentang potensi yang dimiliki Bilebante sebagai salah satu destinasi wisata desa favorit di NTB. Apalagi selama ini sudah banyak wisatawan

Jakarta (Suara NTB) – Setelah sebelumnya membuka rute penerbangan Jakarta – Mumbai pada tahun 2016 lalu, mulai tanggal 23 April ini Garuda Indonesia juga akan melayani penerbangan ke Mumbai melalui Denpasar. Pembukaan rute tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna jasa untuk menuju dari Mumbai dan sebaliknya juga dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan India untuk mengunjungi Indonesia. Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono yang juga membawahi pengembangan rute-rute internasional mengatakan bahwa pembukaan rute Denpasar – Mumbai tersebut merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk memperluas jaringan internasionalnya khususnya di kawasan Asia Selatan – terlebih mengingat bahwa jumlah wisatawan India sepanjang tahun 2017 tumbuh sebesar sebesar 28,8% secara nasional. “Pembukaan rute baru ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk mendukung program Kementerian Pariwisata meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan India. Dibukanya rute penerbangan Jakarta – Mumbai tersebut juga diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan India melalui pengembangan basis konektivitas kedua negara yang dapat mendukung peningkatkan aktivitas perekonomian, pariwisata, serta sosial budaya – terlebih mengingat bahwa Bali memiliki kesamaan latar belakang budaya dan keagamaan. “Pembukaan rute tersebut juga menjadi salah satu upaya kami untuk menjangkau India sebagai pangsa pasar baru, setelah China, serta sekaligus untuk mendukung program pemerintah dalam mendatangkan 20 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2019 mendatang. India merupakan negara kedua yang memiliki populasi terbanyak di dunia saat ini dan merupakan salah satu penyumbang wisatawan asing terbanyak ke Bali,’’ tutup Sigit. Penerbangan Denpasar – Mumbai akan dilayani dua kali per minggunya (Senin dan Kamis) dan akan ditingkatkan menjadi tiga kali per minggu mulai Mei 2018 (Senin, Kamis dan Sabtu). Penerbangan Denpasar Mumbai akan dilayani dengan GA 814, berangkat dari Denpasar pada pukul 15.40 Wita dan tiba di Mumbai pada pukul 20.25 LT. Sementara itu penerbangan Mumbai – Denpasar dilayani dengan GA815 berangkat dari Mumbai pada pukul 21.50 LT dan tiba di Denpasar keesokan harinya pada pukul 07.55 Wita. Penerbangan tersebut akan dilayani dengan armada A330-200 dengan kapasitas kursi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi. Dengan dilayaninya penerbangan Denpasar – Mumbai ini, maka nantinya penerbangan ke Mumbai akan dilayani 6 kali setiap minggunya melalui Jakarta dan Denpasar. (*)

Tim Penentu Kebijakan Tunggu Undangan Gubernur

(Suara NTB/ist)

PASAR PANCINGAN - Suasana di Pasar Pancingan yang ada di Desa Bilebante setiap hari Minggu. mancanegara yang berkunjung dan menikmati suasana dan keindahan Desa Bilebante. “Kita akan terus dukung, ini merupakan salah satu kreativitas masyarakat yang harus kita dorong terus agar bisa mendatangkan sebanyak-ban-

tai itu untuk jadi objek wisata andalan di Kabupaten Bima. “Apalagi ombaknya kelas dunia, karena sudah mulai banyak bule datang tanpa kita ketahui, karena mereka datang lewat laut,” sebutnya. Jika ombaknya kelas dunia, garis pantainya menurut Iskandar tidak kalah eksotik untuk tujuan wisata. Meski berhadapan dengan Samudera, namun keberadaan karang di lepas pantai menjadi pemecah arus sehingga ombak yang sampai ke tepi pantai lebih tenang. Wisatawan asing diketahuinya sudah melirik lahan lahan di sana untuk dimiliki dan direncanakan untuk membangun villa dan hotel. “Di daerah dataran dekat pantai, sampai ke bukit bukit, sudah ada bule yang datang survei,” ungkapnya. Hanya saja, diakui pantai belum terawat dengan baik, masih tertutupi ampas rumput laut yang digerus ombak ke pantai. Jika sudah dikelola menjadi objek wisata, ia meyakini akan menopang kesejahteraan masyarakat setempat yang masih menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan dan pertanian. Kepala Desa Pusu, Abdul Hamid juga mengakui keindahan pantai itu sudah banyak dilirik wisatawan. Terbukti, lahan lahan di sana sudah dilirik wisatawan asing. Namun ia meyakinkan kepada warga, agar tidak menjual lahannya, kecuali disewakan kepada pelaku wisata atau pelaku usaha bidang wisata. Kendala untuk pengembangan objek wisata di sana diakuinya akses jalan. Selama ini, belum ada wisatawan yang melalui jalur darat karena kondisi jalannya rusak parah karena hanya berupa pangerasan. “Jalannya baru dibuka 2013 lalu, itu pun baru pengerasan saja, belum aspal. Makanya jarak tempuh bisa sampai tiga jam dari pusat Kecamatan Langgudu,” jelasnya. Sehingga ia sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bima untuk membangun akses jalan tersebut. (ars)

PANTAI PUSU - Pemandangan di Pantai Pusu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Objek wisata baru ini belum terjamah pengelolaan, baik oleh Pokdarwis maupun Dinas Pariwisata setempat.

(Suara NTB/ars)

Garuda Layani Penerbangan Denpasar – Mumbai

Soal BPPD NTB

yaknya wisatawan,” ujarnya. Pasar Pancingan ini dibuka setiap hari Minggu. Sejumlah warga berjualan aneka kudapan khas Lombok. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati sensasi memancing di kolam yang telah disediakan

Pantai Pelosok, Ombak Kelas Dunia

Bima (Suara NTB) Wilayah Selatan Kabupaten Bima punya gugus pantai yang eksotik. Pasir putih meliuk mengikuti garis pantai dan dibatasi perbukitan hijau. Pemandangan indah itu ada di Lembah Pusu, Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Lembah Pusu terletak di Desa Pusu, sebuah perkampungan terpencil yang diapit pegunungan dan perbukitan. Daerah dataran terhubung langsung ke pantai yang menjorok Samudera Hindia. Pantai ini memang terdengar masing sangat asing, apalagi di sejajarkan dengan sejumlah objek wisata tetangga, seperti Teluk Waworada, Pantai Lariti dan Pantai Pink di Sape. Namun soal panorama, pendapat sebagian pengunjung bersaing dengan sederet nama pantai yang sudah tenar lainnya, seperti Tanjung Aan atau Mandalika Lombok Tengah. bulir pasir benar benar putih di sepanjang garis pantai sejauh sekitar 10 kilometer, dibatasi perbukitan hijau dengan hutan yang masih asri. Bukit seolah menjadi sekat untuk garis pantai lainnya yang juga berpasir putih. Sementara di lepas pantai, ombak bergulung dengan ketinggian dua sampai tiga meter. Sangat ideal untuk memacu adrenaline olahraga selancar atau surfing. Menurut tokoh pemuda Desa Pusu, Iskandar, pantai itu belum digarap maksimal untuk jadi destinasi wisata. Namun pamornya sebenarnya sudah sampai ke telinga wisatawan asing. “Kalau masuk pertengahan April, biasanya ombaknya bagus untuk surfing. Wisatawan dari Pantai Lakey Dompu biasanya banyak ke sini pakai Speed boat,” kata Iskandar kepada Suara NTB akhir pekan lalu. Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram yang mengajar di SMP di Desa Pusu ini mengaku sedang berpikir dengan para pemuda setempat untuk membentuk kelompok sadar wisata. Ia merasa berkepentingan untuk mengelola keindahan pan-

Halaman 3

(Suara NTB/ist)

LEMBAH HIJAU - Destinasi wisata Lembah Hijau yang ada di Kabupaten LombokTimur.

Kurang Promosi, Wisata Lembah Hijau Mulai Ditinggalkan Wisatawan Mataram (Suara NTB) Destinasi wisata Lembah Hijau di Kabupaten Lombok Timur sempat menjadi destinasi populer di kalangan wisatawan lokal pada tahun 2005. Destinasi wisata ini menawarkan wisata alam yang menarik dan menyegarkan. Hanya saja, belakangan destinasi ini semakin sepi pengunjung. Salah satunya disebabkan karena minimnya promosi dan semakin banyak destinasi wisata baru bermunculan. Destinasi wisata yang ada di Desa Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji ini seperti kalah pamor dari destinasi lain di Lotim. Bukan karena tidak indah lagi, namun karena kurangnya promosi dan semakin populernya destinasi wisata lainnya di daerah ini. Saat ini, hanya beberapa saja wisatawan lokal yang datang berkunjung. “Saya rasa karena tempatnya tidak ada perubahan. Dari dulu seperti itu pemandangannya, memang bagus tapi kurang kekinian,” kata wisatawan di Lombok Timur, Nuriantari, Minggu (15/4). Ia mengatakan bahwa sejak dulu pemandangan di Lembah Hijau tidak banyak yang berubah. Pemandangan utama yang dinikmati adalah danau yang lebih tepatnya merupakan bekas galian C sekitar tahun 2000-an. “Kalau dulu memang banyak yang datang, apalagi hari minggu itu banyak yang berkunjung. Karena saya juga sering berkunjung. Tapi belakangan semakin sedikit saja yang datang, mungkin merasa bosan dengan suasana di Lembah Hijau,” ujarnya. Lembah Hijau memiliki luas kurang lebih 16 hektare, namun yang digunakan saat ini masih 10 hektare saja. Meski pernah berada pada puncak kejayaannya, namun kini wisatawan mulai bergeser dan lebih memilih pantai dan dataran tinggi sebagai destinasi di akhir pekan. Ini juga karena Pemda lebih banyak melakukan promosi terhadap destinasi yang diindikasikan bisa mendatangkan banyak wisatawan dari luar. (lin)

oleh pengelola. Destinasi ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi bersama kerabat atau keluarga. Sebab, selain menikmati suasana, wisatawan juga dapat menikmati aneka kuliner yang dijual warga setempat. (lin)

Mataram (Suara NTB) – Persoalan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB belum ada titik temu. Hingga saat ini, kedua belah pihak yang mengaku sudah terpilih menjadi ketua BPPD NTB belum mengambil sikap lebih lanjut. Menyikapi hal ini, anggota tim penentu kebijakan BPPD NTB sedang menunggu undangan dari Gubernur NTB untuk mendiskusikan hal itu lebih lanjut. “Hari Senin (16/4) ini para penentu kebijakan akan berkumpul, sudah kita bicarakan dan kita harapkan Pak Fauzan sebagai salah satu penentu kebijakan juga hadir. Ini langkah yang kita lakukan sembari menunggu undangan dari Pak Gubernur untuk membicarakan hal ini,” kata salah satu dari sembilan Tim Penentu Kebijakan BPPD NTB Lalu Abdul Hadi Faishal, di Mataram, Minggu (15/4). Ia mengatakan bahwa pihaknya harus mengambil tindakan dengan melaksanakan sejumlah program yang sudah direncanakan jauh hari oleh BPPD NTB. Hal ini dianggap penting, sebab sudah banyak agenda promosi yang harus dilakukan BPPD NTB tahun ini. “Pada dasarnya, ini harus jalan. Karena kalau tidak jalan, ini sudah terprogram satu tahun tidak bisa tiba-tiba kita mandek hanya karena per-

soalan perbedaan pendapat,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan konsultasi dan diskusi terlebih dahulu dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Sebab Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk berbagai program BPPD NTB ada pada Dispar NTB. Sehingga pihaknya akan terus berkomunikasi demi kelancaran promosi yang akan dilakukan oleh BPPD. “Sebentar lagi ada Pahang Travel Fair, ada Bussan Travel Fair dan banyak lagi. Kita ingin memaksimalkan promosi kita agar pariwisata kita ini semakin maju. Kami pikir tidak ada gunanya berselisih pendapat, mari kita satukan suara untuk memajukan pariwisata kita ini,” ujarnya. Ia yang terpilih sebagai ketua berdasarkan hasil voting tim penentu kebijakan BPPD NTB ini berharap semua pihak bisa mengikuti aturan yang sudah ada. Sehingga semua menjadi jelas dan sejumlah program BPPD bisa berjalan dengan lancar. “Jangan sampai sejumlah program ini menjadi tertunda karena ketidakjelasan sikap diantara kita. Yang jelas kita tetap akan jalankan programprogram BPPD, sembari menunggu undangan dari Pak Gubernur,” ujarnya. (lin)


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Kades Tersangkut Kasus Meningkat

Inspektorat Akui Masih Terjadi Penyelewengan DD Giri Menang (Suara NTB) Berdasarkan data BPK RI, jumlah kepala desa (kades) maupun perangkat desa di Indonesia, termasuk di Lombok Barat (Lobar) yang terjerat kasus terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebanyak 15 kepala desa pada 2015, 32 kades pada 2016, dan 65 kades pada 2017 terjerat kasus korupsi. Selain kades juga terdapat 32 perangkat desa dan 3 orang yang merupakan keluarga kades ikut terjerat. Hal ini mengemuka pada seminar yang diadakan BPK RI bertajuk “Peran, Tugas, dan Fungsi BPK dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa” yang diikuti para kepala daerah, camat dan kepala desa se-NTB, Kamis (12/4) lalu di Mataram. Inspektur pada Inspektor-

at Lobar H. Rachmat Agus Hidayat mengakui tidak sedikit desa di Lobar yang masih melakukan penyimpangan. Ada temuan administrasi di mana desa tersebut belum bisa mengelola administrasi dengan baik, mulai dari data pendukung, kuitansi hingga

pembukuan yang masih belum tertib. “Ada juga temuan kerugian negara, namun bukan merupakan pelanggaran pidana, melainkan akibat kekurangan volume pada pekerjaan seperti pekerjaan irigasi, penembokan dan lain sebagainya. Tapi

itu sudah banyak yang ditindak lanjuti. Kita sarankan untuk dikembalikan ke kas desa kembali dan direncanakan kembali tahun depan,’’ ungkapnya. Sedangkan untuk temuan administrasi pihak desa melakukan tindak lanjut perbaikan dengan cara mengundang Inspektorat sebagai narasumber. Pihaknya pun keliling ke desa-desa untuk memberikan pencerahan bagaimana membuat perencanaan keuangan yang baik agar tepat dalam peren-

canaan. Selain itu, tepat dalam pelaksanaan dan tepat dalam pertanggungjawaban. Jika ketiga hal ini dilaksanakan, menurutnya tidak ada yang bermasalah. Lebih lanjut kata Agus, sesuai ketentuan Pasal 112 dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengawasan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, pengawasan Dana Desa dilakukan oleh Aparat Pengawas Inter-

nal Pemerintah (APIP). Pelaksanaan pengawasan Dana Desa yang dilakukan oleh APIP, sangat strategis dan bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa pengelolaan DD telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada, khususnya terkait dengan ketepatan lokasi, ketepatan syarat, ketepatan salur, ketepatan jumlah dan ketepatan penggunaan. Selain itu, pengawasan tersebut juga dilakukan agar pelaksanaan DD memiliki sistem pengendalian internal yang

memadai. Menurut Anggota BPK RI Harry Azhar Aziz, keterlibatan BPK dalam proses audit DD dinilai sangat diperlukan. Korupsi di desa, terutama menyangkut anggaran desa, merupakan salah satu masalah mendasar. Permasalahan ini lahir, karena pengelolaan anggaran yang besar, namun implementasinya di level desa tidak diiringi prinsip transparansi, partisipasi dan akuntabilitas dalam tata kelola politik, pembangunan, dan keuangan desa. (her)

Pengusaha Hotel di KLU Dukung Program Jubah Menuju Generasi Qur’ani SELEKSI Tilawatil Quran (STQ) XXV tingkat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai digelar dari tanggal 16 -22 April (29 Rajab – 5 Sya’ban). Dalam momentum tahun ini, STQ tingkat kabupaten mengangkat tema “Menuju Generasi Qurani”. Pelaksanaan STQ bertempat di Lapangan Umum Aikmel dan akan dibuka Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lotim, H.Ahsanul Halik, S.Sos, MH., Senin, (16/4) ini. Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten (Suara NTB/ist) Ahmad Subhan Lotim, Ahmad Subhan, SH, sebelum dibuka secara resmi pada Senin malam, kegiatan STQ akan diawali dengan pawai Ta‘aruf pada sore harinya, yang diikuti kafilah STQ dari seluruh kecamatan. Tidak hanya itu, peserta dari pelajar SMP, SMA sederajat, stakeholders lingkup Kecamatan Aikmel. Seleksi dimulai dengan lima kecamatan pada Selasa, 17 April, yaitu Kecamatan Keruak, Jerowaru, Sambelia, Sembalun, dan Sakra Barat dengan 67 peserta. Hari berikutnya dijadwalkan untuk lima kecamatan lainnya, yaitu Masbagik, Pringgasela, Sakra, Labuhan Haji, dan Sakra Timur yang diikuti 58 peserta. Selanjutnya pada Kamis, 19 April giliran Kecamatan Selong, Sukamulia, Pringgabaya, Sikur, dan Wanasaba dengan 65 peserta. Sementara itu lima kecamatan lainnya, yaitu Aikmel, Montong Gading, Suralaga, Terara, dan Suela akan mengikuti seleksi pada Jumat 20 April. Seleksi akan memasuki final pada Sabtu, 21 April. Sementara itu untuk lokasi pelaksanaan dibagi dalam tiga majelis, yaitu majelis pertama di arena utama Lapangan Umum Aikmel dengan waktu pelaksanaan pagi dan malam hari, majelis kedua bertempat di Masjid Jami‘ Al-Mujahidin Aikmel dan majelis ketiga di Masjid Jami‘ At-Taqwa Batu Belek. ‘’Untuk majelis kedua dan ketiga seleksi berlangsung pada pagi hari,’’ ujarnya. (yon)

Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara konsisten menggalang perbaikan rumah warga yang tidak layak huni. Selain melalui APBD, peran serta SKPD dan Baznas Lombok Utara tetap dilakukan melalui program Jumat Bedah Rumah (Jubah). Jumat (13/4) lalu, Bupati bersama Wakil Bupati melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni yang menyasar 3 warga sekaligus. Warga yang mendapat giliran bedah rumah pekan lalu meliputi, Inaq Muslimah, warga Dusun Rangsot, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Amaq Kersi alamat Dusun Lendang Bila, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung dan Amaq Hamdi alamat Dusun Pakmayong, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., dan Wabup, Sarifudin, SH. MH., melakukan peletakan batu pertama pembangun tiga rumah warga secara bersama. Keduanya didampingi Asisten III Bidang Administrasi, Kepala OPD, serta unsur Muspika. “Alhamdulillah, banyak pihak baik perorangan maupun lembaga yang terketuk hatinya untuk bersama bergotongroyong membangun KLU melalui program Jubah,” ujar

Bupati memberi apresiasi keterlibatan stakeholder pada gerakan sosial Jubah. Tanpa sungkan, Bupati menyebut beberapa perhotelan sudah mulai menyumbang dana untuk program Jubah. Di antaranya, dana kepedulian sosial (CSR) Hotel Pandawa yang mana mengalokasikan dana untuk pembangunan 10 unit rumah sekaligus. Dua dari tiga unit rumah yang dibangun Jumat lalu pun berasal dari CSR Hotel Pandawa, masing-masing rumah Amaq Kersi dan Amaq Hamdi. Sedangkan rumah yang dibangun di Dusun Rangsot Desa Sigar Penjalin kerja sama dari Disperindagkop dan Baznaz KLU. “Siapapun yang mau berkontribusi untuk kebaikan dipersilakan. Mari kita gotong-royong membantu sesama. Insya Allah, kalau kita yakin pasti ada jalan,” ajak Najmul. Program Jubah mulai diintegrasikan dengan program dari dinas lainnya. Pada program Jubah, Dinas Kesehatan turun langsung menyambangi warga guna memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada warga setempat. Demikian pula, Dukcapil turun langsung untuk melayani pembuatan KTP, Akta Kelahiran, serta Dikpora yang menginventaris anak-anak usia sekolah yang putus bersekolah.

(Suara NTB/ist)

DIALOG - Bupati KLU H. Najmul Akhyar berdialog dengan warga penerima bantuan Jubah di KLU, Jumat (13/4). Kolaborasi program tersebut sebagai bentuk layanan terintegrasi dari Program Jubah. “Kini ketika ada kunjungan Program Jubah ada pemeriksaan kesehatan bagi warga sekitar. Kalau ada yang belum punya KTP atau KK silakan lapor sehingga besok petugas Dukcapil membawakan berkasnya. Begitu pula bagi anak-anak yang putus sekolah sampaikan segera ke Dikpora. Tak boleh lagi ada anak KLU

yang tak bersekolah,” tandas bupati. Untuk diketahui, program Jubah (non APBD) di KLU telah dimulai pada April 2017 lalu. Dalam perkembangannya, kian banyak yang berpartisipasi dari stakeholder dan donatur. Baik donasi perorangan maupun kelembagaan. Respons warga yang mendapatkan program merasa terbantu, lantaran keadaan rumah warga rata-rata mem-

prihatinkan dan tinggal di pelosok dusun. Asisten III Setda KLU, Ir. Lalu Mustain, MM., mencatat pada tahun 2017 lalu program Jubah telah membangun 59 unit rumah. Sedangkan pada tahun 2018 ini, jumlah yang terbangun sebanyak 18 unit. “Kita berharap tahun ini, bisa lebih banyak lagi pihakpihak yang peduli, sehingga makin banyak pula warga yang bisa dibantu,” imbuhnya. (ari)

Jaga Tali Persaudaraan di Tahun Pilkada

Pjs Bupati Lotim: Perbedaan Itu Sunnatullah Selong (Suara NTB) Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Ahsanul Khalik, mengingatkan, seluruh warga Lotim bersama-sama menciptakan suasana pilkada yang kondusif. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam memilih siapa yang menjadi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati adalah sunnatullah. “Terkait masalah pilkada, seluruh masyarakat saya harapkan harus memprioritaskan diri sebagai umat yang sehat, yang mampu menyimbangkan antara dunia dan akherat,” singgung Khalik saat menggelar Sijumrah di Masjid Nurul Ihsan Dusun Dasan Bagek Desa Rarang Selatan, Jumat (13/4) lalu. Selain itu, ujarnya, perbedaan di antara jamaah itu dipandang sebagai sesuatu yang biasa, karena perbedaan itu adalah sunatullah. Tetapi di tengah-tengah perbedaan itu jadikan sebagai wujud kebanggaan kepada Allah SWT dengan cara tetap menjaga tali persaudaraan, jangan bercerai berai,. Melainkan harus tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan janganlah di antara sesama melakukan kerusakan di muka bumi, karena orang yang memfitnah dan memecah belahkan persaudaraan adalah inti dari orang yang melakukan kerusakan. Pada bagian lain, Ahsanul juga

(Suara NTB/ist)

SIJUMRAH - Pjs Bupati Lotim H. Ahsanul Khalik saat menghadiri Sijumrah di Masjid Nurul Ihsan Dusun Dasan Bagek Desa Rarang Selatan, Jumat, (13/4). mengajak untuk meningkatkan kadar ketakwaan kepada Allah SWT, karena umat manusia di sisi Allah bukan dilihat dari pangkat, jabatan dan harta. Akan tetapi yang membedakan manusia di sisi Allah SWT adalah ketakwaan. ‘’Umat yang baik, yang paling mulia dan utama adalah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, Allah menjadikan umat Islam umat tengah, maka Allah memberikan secara Khusus syariat yang lebih sempurna, yaitu tengah dalam pemikiran dan benar dalam perkataan,’’ ujarnya.

Sijumrah itu, merupakan agenda rutin Pjs. Bupati Lotim bersama Kapolres dan Dandim 1615/Lombok Timur. Kabupaten Lotim merupakan salah satu daerah yang mengikuti pilkada serentak 2018. Dalam pilkada ini, diikuti oleh empat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lotim, yakni H. Haerul Warisin-H.Machsun Ridwainny (Harum), Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al-Habib), H.Sukiman Azmy-H.Rumaksi (Sukma) dan H.M.Syamsul Luthfi-H.Najamuddin Moestafa (Fiddin). (yon)

Anggaran Tenaga Kesehatan dan Guru

Dewan Sebut Pemda Butuh Rp15 Miliar Per Tahun Selong (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyebut bahwa Pemkab Lotim membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar per tahun untuk pemberian honor tenaga kesehatan dan guru di Lotim. Jika itu dilakukan, katanya, maka seluruh tenaga honor akan terpenuhi haknya. Menurut Ketua Pansus Tenaga Honor Kesehatan dan Guru DPRD Lotim, H.Lalu Hasan Rahman, perhatian tenaga honor kesehatan dan guru mesti jadi prioritas. Seandainya, kata dia, jika honor diberikan terhadap tenaga kesehatan dengan nominal Rp500 per bulan dengan SK bupati, pendapatan puskesmas diharapkan tidak lagi tercecer. Sementara pendapatan puskesmas harus dimasukkan ke Dinas Pendapatan (Bapenda) sebagai laporan pendapatan puskesmas. Itu artinya, Pemda harus mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,5 miliar setahun untuk membiayai honor tenaga kesehatan di Lotim yang berjumlah 850 orang di luar magang. Bila jumlah ini digabung dengan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) khususnya untuk tenaga guru sebanyak 1.500 orang, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar untuk satu tahun. Pengalokasian anggaran ini, menurut Hasan Rahman, Pemda Lotim sangat mampu untuk menganggarkannya. “Kenapa Pemda bisa bangun pasar, bangun gedung hingga menghabiskan anggaran Rp25 miliar hingga Rp40 miliar lebih. Maka dari itu menganggarkan untuk honor saya yakin Pemda mampu,” ujarnya. Dengan konsepnya demikian, lanjut Hasan Rahman, maka ke depan tidak perlu lagi Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim membuat SK, melainkan cukup dengan SK bupati yang setiap tahun akan direview. Selain itu tetap dilakukan evaluasi apakah ada tenaga kesehatan atau guru yang tidak aktif maupun memundurkan diri. Apabila ditemukan tenaga honor yang tidak bekerja sesuai dengan yang seharusnya, maka Pemda melalui instansi terkait melakukan tindakan tegas. Adapun dari temuan Pansus Tenaga Honor yang sudah turun

ke lapangan, ditemukan banyak tenaga kesehatan yang sudah lama mengabdi, namun tidak tercover mendapatkan SK bupati. Sementara yang tercover ada ditemukan tenaga kesehatan yang berstatus magang, termasuk yang baru. Sehingga itulah yang menjadi persoalan. Bahkan ada juga ditemukan yang melanggar aturan keuangan yakni ditemukan SK lebih dari 22. Sementara Dinas Kesehatan Lotim mengaku tidak mau tahu terkait lebihnya SK itu dan menegaskan jika itu urusan dari BKPSDM. Sementara dari 22 tenaga kesehatan yang memegang SK itu, apabila tidak dianggarkan di APBD perubahan. Tentu akan menjadi persoalan kembali dan siapa yang akan bertanggung jawab, karena sekitar 147 memegang SK bupati, kemudian ada lagi dari Dikes Lotim dalam bentuk kelompok kerja dan magang dari Puskesmas. Apabila SK dari bupati dan Dikes disatukan jumlah sekitar 850 orang. Kemudian pendapatan menggunakan satu jalur yakni masuk ke Bapenda, maka diyakini akan lebih teratur dan terarah. (yon)


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Jadi Ketua DPRD Termuda Wakili NTB Lomba LBS dan PHBS DESA Terong Tawah Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) mewakili Provinsi NTB pada Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) dan Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat nasional. Desa yang dipimpin Sahirpan ini mewakili NTB setelah sebelumnya Juara I pada lomba yang sama di level kabupaten dan provinsi. Keberhasilan Desa Terong Tawah menembus level nasional menjadi prestasi tersendiri bagi kades Sahirpan yang beberapa waktu lalu dirundung permasalahan. Prestasi (Suara NTB/her) ini sekaligus menunjukkan Sahirpan prestasi membanggakan Desa Terong Tawah di bawah kepemimpinan Sahirpan. Kepala Desa (Kades) Terong Tawah Sahirpan yang dikonfirmasi akhir pekan kemarin menyatakan, penilaian lomba LBS ini bersamaan dengan PHBS tahun lalu. Lomba di tingkat kabupaten sendiri dinilai lebih dulu, alhasil Desa Terong Tawah pum meraih juara I mampu menyisihkan desa di Lobar yang ikut lomba tersebut. Setelah melalui penilaian ketat, bersaing dengan desa lain se NTB akhirnya Desa Terong Tawah yang berbatasan langsung dengan kota Mataram ini kembali meraih juara I. “Desa kami juara I pada Lomba LBS tingkat provinsi, kami pun mewakili NTB pada lomba LBS dan PHBS di level nasional. Saat ini tengah proses, kami tengah persiapan beberapa indikator yang masuk penilaian,” terangnya. Dikatakan, lomba LBS dan PHBS tingkat kabupaten serta provinsi dilaksanakan tahun lalu, pada dua level itu desanya berhasil juara I, sehingga berhak mewakili di level nasional. Untuk persoalan lomba tingkat nasional tengah proses persiapan, beberapa indikator penilaian sudah dinyatakan lolos termasuk profil desa, pembuatan profil desa sendiri sudah selesai. Lomba ini sendiri jelasnya mencakup beberapa penilaian, baik jadi, lingkungan yang bersih dan sehat sehat partisipasi masyarakat. Desanya sendiri dinilai menonjol dalam hal kondisi keamanan, kondusivitas desa didukung oleh masyarakat yang sadar. Sehingga berkat kondusivitas ini, terbukti banyak investor yang menanamkan investasi di desanya. Menurutnya, prestasi ini diraih di bawah kepemimpinan khususnya terjadi perubahan yang signifikan di masyarakat. Meskipun beberapa waktu lalu berbagai terpaan persoalan melanda desanya, namun ia berupaya menjawab semua itu dengan prestasi. “Kami jawab berbagai terpaan masalah dengan prestasi yang kami raih, persoalan itu ada hikmahnya,” ujarnya. Untuk diketahui, Jumlah dusun di desanya sebanyak 10 dusun dengan total penduduk mencapai 6800 jiwa. Sementara itu, Asisten III Setda Lobar H. Fathurrahim mengatakan, Pemda sangat mendukung Desa Terong Tawah ikut lomba level nasional. “Lomba ini, bisa memotivasi masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih,”imbuhnya. (her)

Penanganan Sampah Loteng Belum Paripurna Denpasar (Suara NTB) Persoalan sampah diakui masih menjadi masalah serius yang hingga kini belum cukup maksimal tertanggani di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Penanganan sampah masih sebatas mengumpulkan dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja. ‘’ Belum paripurna, sampai pada tahap proses pengoalahan sampah itu sendiri,’’ ujar Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., saat berkunjung ke kantor ITDC di Nusa Dua Bali, Jumat (13/4). Ia mengatakan persoalan sampah di Loteng masih menjadi persoalan yang cukup pelik. Di satu sisi, penanganannya belum begitu maksimal. Di sisi lain, volume sampah i terus bertambah. Kondisi tersebut membuat persoalan sampah semakin sulit ditangani. “Loteng tampaknya masih perlu belajar banyak ke ITDC, cara menangani sampah,” ujarnya. Karena ITDC dinilai cukup berhasil menangani sampah yang ada di kawasan Nusa Dua Bali. Dengan begitu, diharapkan, persoalan sampah di Loteng perlahan bisa tertangani. Ia menjelaskan, saat ini penanganan sampah di Loteng baru sampai pada tahap hilir saja. Yakni sampah dikumpulkan untuk selanjutnya dibuang ke pembuangan sampah. Belum ada pola pengolahan sampah yang optimal, sehingga sampah yang dihasilkan bisa kembali menjadi barang yang berharga dan bernilai ekonomis tinggi. Pola penanganan di hulu itulah yang saat ini tengah diupayakan Pemkab Loteng, sehingga butuh untuk terus belajar terkait pola pengolahan sampah yang baik. “Fokus kita saat ini bagaimana menemupakan pola atau sistem pengolahan sampah yang maksimal. Guna mengimbangi pertumbuhan volume sampah di daerah ini,” imbuh Nursiah. Dengan perkembangan daerah yang cukup pesat, pihaknya memang dituntut untuk bisa menangani persoalan sampah dengan maksimal, karena baik buruknya penanganan sampah, bisa berdampak pada banyak sektor, terutama sektor pariwisata, karena sampah sangat menentukan kenyamanan para wisatawan. “Kalau destinasi wisata yang ada, kondisi kotor maka wisatawan akan enggan datang. Tapi kalau bersih, maka itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke objek-objek wisata yang ada di daerah ini,” tegasnya. (kir)

Imam Kafali Tegaskan Disiplin Anggota Jadi Prioritas Giri Menang (Suara NTB) Imam Kafali, S.Pd., anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) dari Partai Golkar resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Lobar menggantikan posisi Hj. Sumiatun yang maju menjadi Calon Wakil Bupati pada Pilkada Lobar. Ketua DPD II Partai Golkar Lobar ini mendampingi H. Fauzan Khalid maju di Pilkada Lobar. Dengan dilantiknya Imam Kafali menasbihkan dirinya sebagai Ketua DPRD termuda se Indonesia, karena ia dilantik pada usia 28 tahun. Tugas berat pun menanti Ketua DPRD termuda ini, salah satunya masalah klasik, rendahnya disiplin anggota DPRD yang malas menghadiri sidang paripurna. Kondisi ini kerap kali dikeluhkan, baik oleh eksekutif, dan tamu undangan dari kalangan instansi lain baik aparat dan yudikatif. Untuk menunjang tiga tugas utama ini, menurut Imam Kafali, perlu adanya pembenahan manajemen di Sekretariat DPRD. Terutama dalam hal pelayanan ke anggota, karena menurutnya ketika kenyamanan anggota dijamin, maka anggota akan konsisten melaksanakan tugasnya. “Terkait penyakit malas (kurang disiplin) itu mungkin oknum namun itu perhatian kita ke depannya, karena itu perbaikan manajemen internal perlu dilakukan,” ujarnya. Tiga perbaikan manajemen yang bakal dilakukan antara lain manajemen dan pelayanan kepada anggota. Melalui perbaikan ini tentu akan bisa perbaiki anggota yang memiliki kebiasaan malas. Untuk langkah selanjutnya pembenahan ini pihaknya segera melakukan konsolidasi dan koordinasi ke dalam dengan Sekretariat DPRD. “Untuk menyatukan itu, maka tiga hal permasalahan itu harus terca-

pai tiga hal baik pelayanan ke dewan perbaikan manajemen,”ujarnya. Menurutnya sejauh ini pelayanan ke anggota dewan belum maksimal, ia sendiri tak menyalahkan anggota dan Sekretariat Dewan. Namun hal inilah yang perlu diperbaiki ke depan, sesuai pesan yang disampaikan mantan Ketua DPRD Hj. Sumiatun agar dirinya memperbaiki dan membenahi beberapa hal tersebut. Sementara Pjs Bupati Lobar H. L. Saswadi menyatakan sejumlah tantangan kompleks jangka pendek yang harus dijawab bersama-sama yakni bagaimana dapat menghadirkan pilkada serentak yang bermartabat. Dengan posisi sebagai duta dari semua partai politik di DPRD, pihaknya berkewajiban bersama-sama dalam memberikam pendidikan politik yang sehat, santun, berkeadilan, dan menekan seminimal mungkin seluruh potensi konflik yang ada. Selain ke depan legislatif dan eksekutif ditantang untuk menghadirkan pembahasanpembahasan yang lebih substantif terhadap seluruh Rancangan Perda dalam Prolegda tahun ini. Sebagai lembaga perwakilan bersama pemerintah, ditunggu untuk menghadirkan regulasi yang teruji secara publik dan partisipatif terhadap seluruh masukan dari stakeholders. Saswadi juga mengakui pe-

(Suara NTB/her)

LANTIK - Anggota DPRD Lobar Imam Kafali resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Lobar menggantikan Hj. Sumiatun, Jumat (13/4). merintah ditantang oleh tingkat keterbukaan publik terhadap aneka informasi yang menjadi hak publik, sehingga harus disebar luaskan secara proporsional. Sebagai contoh tentang informasi bagaimana regulasi, proses dan prosedur, serta besaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. “Jangan sampai terjadi kesimpang siuran informasi sehingga membingungkan dan memberi pemahaman yang keliru kepada masyarakat,” tukasnya. Tantangan lain kata Saswadi, bahwa kalangan eksekutif dan legislatif ditantang untuk membuka mata dan telinga atas seluruh masukan, usulan, dan aspirasi masyarakat sambil membelajarkan masyarakat tentang prioritas kebutuhan

Dugaan Pencemaran Nama Baik

Tim Kuasa Hukum Fauzan Khalid Lapor Polisi Giri Menang (Suara NTB) Calon Bupati Lombok Barat (Lobar) nomor urut 3 H. Fauzan Khalid melalui tim Kuasa Hukum melapor oknum Ketua LSM inisial EI atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE, Jumat (13/4), Tim melapor ke Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB. Laporan tim kuasa hukum Fauzan Khalid pun langsung diterima Tim Khusus yang menangani pelanggaran ITE (penyidik) di Polda NTB. Tanda bukti penerimaan laporan pengaduan telah diterima oleh Tim Hukum Fauzan Khalid dari Bripka Rifai tertuang dalam bukti tanda laporan Nomor : TBLP/19/IV/2018/ Dit Reskrimsus, tertanggal 13 April 2018. Tim kuasa hukum Fauzan Khalid tiba di Polda NTB sekitar pukul 11.00 Wita, Tim langsung masuk ke ru-

ang Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB. Kepada tim khusus di Polda, Tim Hukum yang terdiri dari Sahrul Mustofa, DA Malik, dan Amri Nuryadin memberikan sejumlah alat bukti awal serta sejumlah saksi yang diajukan untuk mendukung laporannya. Menurut Ketua Tim Kuasa Hukum Fauzan Khalid Sahrul Mustofa, tuduhan EI yang menuduh H. Fauzan Khalid menggunakan dana APBD untuk kampanye merupakan sebuah fitnah. Pun demikian dengan isu tentang adanya pengelembungan dana APBD yang dituduhkan merupakan isu yang tidak benar. Pasalnya, dana APBD 2018 sebesar Rp73 milliar itu tidak pernah digunakan untuk kampanye, apalagi penggelembungan dana APBD. Sahrul menambahkan, laporan pengaduan yang dilakukan pihak Fauzan Khalid merupakan sebagai “warning” kepada semua pihak, agar dalam kampanye untuk tidak

menyebarkan fitnah, atau menyampaikan black campaign. Materi kampanye haruslah penyampaian visi, misi serta profil calon. Pihaknya berharap ke depan, para pendukung sekaligus pengguna media sosial dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk penyampaian visi, misi dan profile calon, tanpa harus menjelek-jelekkan calon lain, apalagi menyebarkan fitnah. Sementara itu, pihak terlapor yang juga Ketua LSM LPKP Erwin Ibrahim sangat menghargai langkah tim kuasa hukum Fauzan Khalid atas laporan balik, namun yang perlu diingatkan pihaknya bahwa Laporan Polisi lembaga LPKP NTB atas dugaan tindak pidana korupsi APBD Lobar tahun 2018 oleh Pemda Lobar sesuai atau mengacu pada UU Tindak Pidana Korupsi No 31 Tahun 1999. (her)

Pagar Proyek ITDC Diduga Dirusak Warga Praya (Suara NTB) Pagar proyek milik Indonesia Tourism Developmnt Corpoartion (ITDC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Sabtu (14/4) diduga dirusak warga. Akibatnya, pagar proyek di lokasi eks bangunan hotel Lombok Baru Kuta rusak. Kasus tersebut pun kini tengah diselidiki aparat Polres Lombok Tengah (Loteng). “Sudah ada laporan yang masuk dari pihak ITDC. Dan, kini kasusnya sedang kita selidiki,” aku Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., membenarkan kejadian tersebut, Minggu (15/4). Ia mengungkapkan, kasus pengerusakan pagar proyek milik ITDC tersebut terjadi sebanyak dua kali. Kasus pertama berlangsung pada Jumat (13/4) kemarin. Saat ini, salah satu truk yang dikemudikan oleh warga tiba-tiba menabrak pagar proyek sampai rusak. Kejadian kedua berlangsung pada Sabtu siang kemarin. Saat ini, beberapa warga merusak pagar proyek ITDC. Sejumlah petugas keamanan ITDC sempat berusaha men-

ghalangi aksi warga ini. Namun warga tetap bersikeras melakukan pengerusakan. Ketegangan antara warga dengan petugas keamanan ITDC pun sempat berlangsung. Namun karena tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan ITDC akhirnya memilih untuk mengalah. Pasca kejadian tersebut, pihak ITDC kemudian melayangkan laporan resmi ke Polres Loteng. “Warga dilaporkan oleh pihak ITDC atas dugaan pengerusakan,” jelas Rafles. Sebanyak tiga petugas keamanan ITDC sudah dimintai keterangan pasca laporan tersebut. Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan untuk keperluan penyelidikan. Terkait warga pelaku perusakan, Rafles mengaku masih diidentifikasi. Jumlah yang terlibat pengerusakan sejauh ini belum bisa dipastikan. “Identitas para pelaku perusakan masih kita indetifikasi, berdasarkan alat bukti yang ada,” ujarnya. Rafles menambahkan, dugaan awal pengerusakan pagar proyek terjadi karena ada klaim atas kepemilikan lah-

(Suara NTB/ist)

RUSAK - Inilah pagar ITDC yang dirusak oknum warga. Kasus perusakan ini dalam penanganan Polres Loteng. an di atas lokasi proyek yang sudah di pagar tersebut. Di mana pihak Minarni bersama warga mengklaim kalau lah-

an tersebut merupakan lahan miliknya. Berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) yang dipegangnya.

Sementara pihak ITDC selaku pengelola lahan menegaskan kalau lahan tersebut sudah masuk dalam Hak Pengelolaan Lahan (HPL) KEK Mandalika. “Fokus penyelidikan kita selain, terkait pengerusakan pagar proyek juga terkait keabsahan SHM lahan milik warga pengklaim lahan,” tandasnya. Terpisah, General Affair KEK Mandalika ITDC, I Gusti Lanang Bratasuta, mengaku sangat menyayangkan kejadian. Ia pun menegaskan, kalau memang warga merasa sebagai pemilik lahan sebaiknya melakukan gugatan hukum tidak malah melakukan perusakan seperti itu. Kalau ada kasus seperti itu, ujarnya, akan memberikan kesan kawasan Mandalika tidak kondusif. Untuk itu, pihaknya mempersilakan warga menempuh jalur hukum. “Silakan tempuh proses hukum jika memang merasa sebagai pemilik lahan. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang merusak dan meninggalkan kesan kurang baik terhadap kondisi kawasan,” ujarnya. (kir)

pembangunan. Menurutnya untuk melaksanakan berbagai hal tersebut perlu penguatan fungsi kelembagaan baik Ketua DPRD dan anggota. Hal ini penting baginya karena akan menguatkan kerja efektif dalam menjalankan proses pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks kemitraan, penguatan kapasitas lembaga secara parsial di DPRD dan pemerintah selaku eksekutif, akan menguatkan juga tolak ukur kapasitas kerja. Pada pelantikan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H. M. Nursaid ini, dua anggota DPRD dari Golkar masingmasing H. Zulkarnain dan Ahmad Gufron tidak hadir. Nama dua anggota dewan ini termasuk diusulkan menjadi calon ketua DPRD bersaing dengan

Imam Kafali, namun pilihan DPP Golkar ternyata lebih condong ke Imam Kafali. Terkait ketidakhadiran dua anggota DPRD ini, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi DPD II Golkar Lobar Adi Subardi menyatakan Ahmad Gufron tidak hadir, karena kegiatan kunjungan kerja konsultasi ke luar daerah, sehingga bersangkutan tidak tahu ada agenda pelantikan. Sedangkan Zulkarnain turun bersama tim kampanye Suhaili-Amin ke beberapa daerah di Lobar. “Golkar solid kok, tidak ada yang pecah. Siapapun jadi ketua DPRD itulah pilihan yang terbaik partai Golkar menerima,” tukasnya, seraya menambahkan, adanya riak-riak politik hal biasa dalam politik, namun Golkar tetap solid. (her)

Punya Potensi Besar

KEK Mandalika Bisa Lebih Maju dari Nusa Dua Denpasar (Suara NTB) -Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diakui memiliki potensi yang luar biasa besar sebagai destinasi pariwisata. Karena potensi itulah kawasan Mandalika diprediksikan bisa lebih maju dari kawasan Nusa Dua Bali yang merupakan kawasan pariwisata andalan pulau Dewata dan nasional tersebut. Demikian diungkapkan Manager Director Indonesia Tourism Development Corporatin (ITDC), Wayan Karioka saat menerima kunjungan Sekda Lombok Tengah (Loteng), H.M. Nursiah, bersama rombongan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Paguyuban Duta Lingkungan Lombok Tengah di kantor ITDC Nusa Dua Bali, Jumat (13/4). Selain itu, pemerintah pusat nyatakan sangat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan KEK Mandalika, sehingga tidak akan butuh waktu lama bagi KEK Mandalika untuk bisa berkembang menjadi kawasan pariwisata andalan nasional. “Progres perkembangan kawasan Mandalika luar biasa cepat dari empat KEK yang menjadi prioritas pusat,” terangnya. Bagaimana tidak, sejak pembangunan fisik sarana pendukung kawasan mulai dikerjakan tiga tahun yang lalu, sudah ada hotel yang kini sedang dibangun. Bandingkan dengan Nusa Dua, mulai digarap tahun 1973, hotel pertama baru dibangun 10 tahun kemudian. Itupun hanya satu hotel saja. Kemudian dari sisi investor yang masuk, rata-rata investor kelas internasional. Ada yang dari Timur Tengah, Eropa hingga Amerika. Artinya, peluang bagi KEK Mandalika untuk berkembang menjadi destinasi pariwisata nasional melebihi

kawasan lainya, termasuk Nusa Dua terbuka lebar. Karena dari sisi lokasi sendiri, potensinya luar biasa. Investor yang masuk juga, terbukti jelas kualitasnya. “Dan, ini salah satu anugerah bagi masyarakat Loteng khususnya dan NTB pada umum. Karena punya kawasan yang luas biasa, seperti KEK Mandalika ini,” ujarnya. Meski demikian, tentu bukan berarti KEK Mandalika dan Nusa Dua nantinya bakal bersaing. Justru KEK Mandalika akan saling mengisi dengan Nusa Dua. Apa yang mungkin belum dimiliki kawasan Nusa Dua, itu ada di KEK Mandalika. Begitu pula sebaliknya, karena baik KEK Mandalika maupun Nusa Dua, dikelola oleh BUMN yang sama yakni ITDC. Tinggal sekarang, bagaimana masyarakat setempat mendukung penuh proses pengembangan KEK Mandalika dan mengambil peluang yang ada. Karena kalau KEK Mandalika sudah berkembang, ekonomi masyarakat akan terdongkrak dan pada akhirnya masyarakat juga akan sejahtera. “KEK Mandalika ini dikembangkan demi masyarakat. Jadi kita sebagai bagian dari masyarakat harus menjaga kawasan Mandalika. sesuai fungsi dan tugas masingmasing,” timpal Kareoka. Di tempat yang sama, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., menegaskan pemerintah dan masyarakat Loteng sangat mendukung pengembangan KEK Mandalika dan siap berkontribusi sesuai tugas dan fungsi yang ada guna memajukan kawasan Mandalika. “KEK Mandalika ada milik kita semua. Jadi semua elemen harus mendukung pengembangan KEK Mandalika demi kemajuan kita bersama,” ujar mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)

(Suara NTB/kir)

BERTEMU - Sekda Loteng HM Nursiah (dua kanan) saat bertemu manajemen ITDC di Nusa Dua Bali, Jumat (13/4).


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 16 April 2018

Halaman 6

Kerjasama Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPP KSB dengan Harian Suara NTB

Bidang Cipta Karya Garap Tiga Item Program di Tahun 2018 Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai melaksanakan program kerja tahun 2018. Berdasarkan data bidang, setidaknya ada tiga item program yang dikelola dengan pembiayaan mencapai puluhan miliar rupiah. KEPALA Bidang Cipta Karya, Abdul Azis menjelaskan, program kerja bidangnya tahun ini masih hampir sama pada tahun 2017 lalu. Di antaranya pembangunan gedung dan pelaksanaan program hibah dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Secara garis besar masih

sama. Kita ada bangun gedung dan melanjutkan program hibah pusat,” terangnya kepada wartawan. Item program pertama yang digarap Cipta Karya tahun ini, dijelaskan Azis ada pembangunan 10 gedung kantor di lingkungan Kemutar Telu Center (KTC). Gedung kantor itu dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan bangunan Satuan Kerja Perangkat

Daerah(SKPD).Berikutnyaditambah lagi pembangunan gedung untuk kantor kejaksaan dan kegiatan rehab barak Polres KSB. “Jadi untuk item gedung ada sekitar 12 bangunan yang akan kita buat tahun ini,” paparnya. Untuk 10 gedung yang akan dibangun di lingkungan KTC, terdiri dari kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), kantor Dinas Lingkungan Hidup, Unit Layanan Penganan Barang/ Jasa (ULP), Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD), Dinas Pariwisata, kantor Dinas Kominfo, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kantor Dinas Satpol-PP, kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak dan gedung Stasiun CAT. “Dana yang dibutuhkan untuk membangun 10 kantor ini hampir Rp 50 miliar. Dan sudah disiapkan di APBD dibagi dalam 2 tahap pembiayaan,” jelas Azis. Item kedua dan ketiga, Azis menyampaikan program yang dilaksanakannya pada tahun ini berupa hibah dari pemerintah pusat. Pertama program pembangunan fasilitas pengelolaan air limbah bagi masyarakat dalam bentuk bantuan septic tank fabrikasi dankeduaprogramPenyediaanAir Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 2018. “Kedua program ini masih lanjutan dari tahun sebelum-

nya. Dan sekarang sudah mulai kita jalankan untuk tahap awalnya,” urainya. Pada program bantuan fasilitas pengelolaan air limbah, terdiri dari dua jenis kegiatan. Pertama pembangunan air limbah komunal (bersama) sebanyak 5 lokasi dan 6.850 sambungan rumah dalam bentuk bantuan individu. Sementara untuk program Pamsimas 2018, sebanyak 15 desa akan disentuh. Di mana pembiayaannya 3 desa bersumber dari APBD KSB dan 12 desa bantuan dari pemerintah pusat dan sisanya dibantu melalui pembiayaan APBDes tiap desa. “Program juga sudah jalan untuk yang APBD, kalau pusat sedang tunggu DIPA-

nya. Tapi yang jelas kegiatan ini menyentuh desa yang masuk dalam kategori sulit jaringan air bersih,” papar Azis. Disampaikannya, ketiga item program yang dijalankan pihaknya ini secara teknis mulai berjalan di lapangan. Pada tahap awal untuk program pengelolaan air limbah, proses pendataan calon penerima manfaat tengah dilaksanakan. Sementara, untuk pembangunan 10 gedung kantor di lingkungan KTC telah diajukan ke ULP untuk proses tender mencari rekanan pelaksana. “Target kita eksekusi lapangan semua program kerja kami efektif setelah lebaran. Dan kami

yakin sampai akhir tahun tiap item bisa diselesaikan tepat waktu,” pungkasnya. (bug/*)

Abdul Azis (Suara NTB/bug)

Diduga Langgar Etika, Oknum Kades Diberhentikan Sumbawa Besar (Suara NTB) Oknum kepala desa (Kades) Perung, Kecamatan Lunyuk dipastikan akan diberhentikan. Pasalnya, oknum yang berinisial Zn tersebut diduga telah melanggar norma dan etika di wilayah setempat. Inspektur Inspektorat Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri yang dikonfirmasi menyampaikan, sebelumnya ada surat dari BPD setempat yang mengajukan surat ke Camat Lunyuk yang intinya meminta kades untuk diberhentikan. Kemudian surat tersebut disampaikan ke Bupati Sumbawa dan didisposisi ke Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus (riksus). “Ada surat dari BPD yang ditujukan kepada Bupati. Dalam pernyataan sikap, BPD meminta kades diberhentikan,” kata H. Bas sapaan akrab Inspektur. Dijelaskannya, BPD setempat melaporkan bahwa Zn diduga telah melanggar etika di tengah masyarakat. Dimana Zn bertamu ke rumah seorang wanita yang sudah memiliki suami pada waktu yang kurang tepat. Saat itu suami wanita tersebut tidak ada dan rumah dalam keadaan terkunci. Hal ini dianggap melanggar etika. Sehingga, hal inilah yang dipermasalahkan oleh masyarakat dan meminta kades setempat diberhentikan. “Jadi dia berada di ruang dan waktu yang tidak tepat. Walaupun tidak berbuat apa-apa tetapi melanggar etika,” terangnya. Pihaknya pun sudah menurunkan tim ke Desa Perung untuk melakukan pemeriksaan. Di desa setempat tim mencari data, informasi dan melakukan klarifikasi kepada masyarakat. Hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya merekomendasikan supaya Zn diberhentikan sebagai kepala desa. Karena melanggar etika dan norma. Dalam waktu yang bersamaan oknum kades setempat juga sudah mengajukan pengunduran diri. “Sekarang kita sudah penuhi tuntutan masyarakat untuk memberhentikan kades tersebut. Dan kades juga sudah mengajukan pengunduran diri. Yang paling penting bagaimana pemerintah respek terhadap persoalan yang ada di masyarakat. Inilah yang kami kedepankan, supaya kondusifitas dapat terjaga dan pelayanan terhadap masyarakat lancar,” tandasnya. Diakuinya, rekomendasi pemberhentian kades setempat sudah disampaikan ke Bupati dan didisposisikan ke Dinas PMD untuk ditindaklanjuti. Untuk SK pemberhentian kades setempat masih berproses di Dinas PMD. Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sumbawa, Dr. H. Ikhsan Safitri yang diwawancarai terpisah mengakui sudah menerima disposisi dari Bupati dan Sekda serta LHP dari Inspektorat. Untuk SK pemberhentian saat ini sedang dalam proses. “Yang jelas kita sedang siapkan proses pemberhentian kades sambil menunggu usulan dari BPD untuk penjabatnya. Insya Allah hari Senin atau Selasa mendatang sudah keluar SKnya,” terangnya. Saat ini sudah tidak ada persoalan mengenai pemberhentian kades setempat. Dimana oknum kades setempat juga sudah mengajukan surat pengunduran diri. Dalam suratnya, yang bersangkutan mengaku pengunduran dirinya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Tetapi dengan kesadaran diri untuk menjaga dan menjamin kondusifitas wilayah setempat. (ind)

Proyek Jalan 2017 ”Tambal Sulam” Taliwang (Suara NTB) Beberapa ruas jalan yang diperbaiki di tahun 2017, saat ini kondisinya “tambal sulam”. Bahkan saat ini tercatat sudah ada tiga ruas jalan yang mengalami hal yang sama (tambal sulam). Ruas jalan di desa Seminar Salit-Batu Melik, ruas Jalan Seloto-Taliwang, serta ruas jalan Taliwang-Fajar. Kondisi ini tidak sebanding dengan besaran anggaran yang telah dikucurkan Pemkab Sumbawa sekitar Rp20 miliar. Hal ini harus segera ditangani, jika tidak dikhawatirkan kerusakannya akan semakin parah. “Harus kami akui bahwa beberaparuasjalanyangrampungdiperbaiki akhir tahun 2017 kini ada yang mengalami kerusakan berdasarkan hasil laporan dari masyarakat. Mulai dari aspal jalan yang terangkat dan retak, hingga jalan yang mulai ditambal sulam. Kendati demikian, kami tetap meminta kepada pihak kontraktor untukmemperbaikiruasjalanyang rusak ini,” ungkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penataan Ruang Pemukiman dan Perumahan (PRPP) Novrizal Zain Syah SE, belum lama ini. Dikatakannya, ada beberapa alasan terkait kondisi jalan yang

cepat rusak ini, salah satunya yakni faktor cuaca. Hal tersebut terjadi, karena perbaikan jalan di sejumlah ruas tersebut terjadi ketika musim penghujan. Sehingga pada saat penghamparan agregat lapis pondasi jalan, kadar air masih cukup tinggi dan membuat pengasapalannya tidak maksimal. Sementara, terkait ruas jalan yang rusak tersebut, pihaknya tetap meminta kepada pihak kontraktor pelaksana untuk bisa memperbaikinya. Apalagi saat ini ruas jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor hingga delapan bulan kedepan. “Kami tetap akan meminta rekanan memperbaiki jalan yang rusak ini. Sehingga tidak ada lagi jalan yang rusak di Sumbawa Barat,” imbuhnya. Ia menambahkan, selain masalah cuaca, hilir mudik ken-

(Suara NTB/ils)

SUDAH RUSAK - Ruas jalan Seloto-Taliwang yang dibangun tahun lalu namun sudah mulai mengalami kerusakan di sana-sini. daraan melebihi kapasitas jalan juga menjadi faktor lain. Artinya, banyak kendaraan-kendaraan yang tonasenya itu lebih daripada kemampuan jalan yang ada. Untuk itu, pihak terkait juga meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk bisa melakukan pengawasan

bahkan bila perlu dilakukan razia jika ada kendaraan yang melebihi kapasitas. Hal ini menjadi atensi karena anggaran yang dibutuhkan tidaklah sedikit untuk bisa memperbaiki ruas jalan yang terbangun. Bayangkan saja, jika setiap tahunnya puluhan miliar di gelontorkan untuk

jalan, maka untuk program yang lain tidak mendapatkan tempat untuk dilaksanakan. “Kami meminta kepada semua pihak untuk bisa sama-sama menjaga jalan ini terutama Dishub untuk bisa melakukan razia terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas jalan,” tandasnya. (ils)

Isra’ Mi’raj, Sarana Wujudkan Sifat Tawadhu’ Sumbawa Besar (Suara NTB) Salah satu hikmah peringatan Isra’ Mi’raj yaitu Nabi Muhammad menerima perintah salat lima waktu, yang mana melalui pengamalan salat, seorang hamba dapat menerapkan sifat tawadhu’, disiplin, sabar, dan jujur dalam kehidupan sehari hari. Hal ini disampaikan Bupati Sumbawa saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H, Kamis (12/4) malam lalu, di Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar. Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc, menyampaikan, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari gerakan dan bacaan salat, yang kemudian perlu ditransfer dalam kehidupan sehari-hari. “Manakala nilai nilai salat itu telah mampu kita implementasikan, maka

saya yakin perasaan sombong, ujub, takabbur, arogan, congkak dan berbagai sifat negatif lainnya mampu kita hindari, sehingga terbentuklah sifat tawadhu, disiplin, sabar, dan jujur dalam kehidupan sehari hari. Bahkan dengan prinsip disiplin dan kepatuhan yang diajarkan dalam salat,dapatmenunjangikhtiarmewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, bahagia, dan harmonis,” jelas Bupati. Disampaikan pula, kualitas salat perlu ditingkatkan sehingga setiap muslim merasakan salat sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pada kesempatan itu, Bupati juga menghimbau sebagai daerah dengan beragam suku, etnis, budaya dan agama, masyarakat Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan hubungan secara horizontal, tetap menjaga kedamaian dalam kehidupan beragama, agar Kabupaten Sumbawa

dapat menjadi daerah yang kuat, hebat dan bermartabat. Sementara itu, Dea Guru H. Ahmad Nahid, M.Pd, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, dalam taushiyahnya menjelaskan Isra’ Mi’raj tidak hanya merupakan bagian dari transformasi spiritual, tetapi juga transformasi sosial. Transformasi spiritual mengajarkan manusia untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada segala ketentuan yang digariskan oleh Allah SWT, dengan suatu keyakinan bahwa perbuatan benar mendatangkan pahala dan perbuatan salah mengakibatkan dosa. Adapun transformasi sosial, mengajak manusia untuk senantiasa melakukan perubahan, melakukan hijrah dari kesalahan menuju kesalehan, dari jalan gelap menuju terang, dan dari keterbelakangan menuju kemajuan. (arn)

(Suara NTB/arn)

PESAN MORAL - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, sedang menyampaikan pesan moral Isra’ Mi’raj, di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Kamis (12/4) lalu.

Mangkrak, Mesin Bantuan Jepang Senilai Rp2,41 Miliar Taliwang (Suara NTB) Mesin penyulingan air bersih di desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, kini menjadi barang mangkrak. Bahkan kondisi tersebut, sudah terjadi sejak tiga bulan lalu, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut dari Pemerintah guna memperbaiki aset yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat tersebut. Kondisi saat ini sangat disayangkan masyarakat, lantaran bantuan hibah Pemerintahan Jepang yang ditaksir bernilai

Rp2,41 miliar tersebut, tidak lagi bermanfaat karena mengalami kerusakan. “Selama ini kami selalu mengandalkan keberadaan mesin tersebut untuk bisa memunuhi kebutuhan air bersih. Tetapi karena kondisinya sudah rusak, maka kami terpaksa mengonsumsi air sungai dan sumur yang kami miliki. Kondisi ini terpaksa kami dengan sekolah resiko yang ada, karena untuk perbaikan terhadap mesin penyulingan belum ada titik terang dari Pemerintah,” un-

gkap Pjs Kades Rarak Ronges, Hardianto, kepada Suara NTB, Jumat (13/3) lalu. Dikatakannya, keberadaan mesin ini di desa Rarak Ronges sangat diharapkan kembali beroperasi. Dimana selama ini sekitar 300 kepala keluarga (KK) yakni di dusun Rarak dan Gong Datu sangat menggantungkan hidup dari mesin ini. Sementara untuk dusun Ronges, pihak desa juga sangat berharap supaya ada kebijakan daerah untuk bisa kembali mengintervensi masalah air bersih ini. Sehingga secara kesuluruhan war-

ga di desa Rarak Ronges, tidak mengalami kekurangan air bersih. Kalaupun mesin yang ada saat ini tidak bisa diperbaiki, minimal ada upaya lain dari Pemkab supaya ketersedian air bersih tetap di desa Rarak Ronges tetap ada. “Kami sangat berharap pemerintah bisa memperbaiki mesin ini. Kalaupun jika tidak bisa diperbaiki, harus ada upaya lain supaya masyarakat di desa ini, tidak kesulitan air bersih,” harapnya. Menanggapi masalah ini, Sekda KSB H Abdul Azis SH, MH

menyebutkan bahwa status mesin, belum diserahkan ke Daerah. Sehingga pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan perbaikan. Kendati demikian, pihak terkait dalam waktu dekat akan segera mengundang Direktur dari Yayasan Serikat Tani Pembangunan (YSTP) untuk bisa membicarakan masalah tersebut. Hal ini dilakukan, karena pembangunan mesin penyulingan air bersih hibah dari pemerintah Jepang atas lobi-lobi yang dilakukan direktur YSTP. Pihaknya juga menganggap bahwa YSTP

yang bisa mengintervensi masalah mesin yang rusak ini. “Kita tidak bisa berbuat lebih banyak terkait mesin ini, tetapi yang jelas kita akan panggil Direktur YSTP untuk membicarakan masalah ini lebih lanjut untuk bisa diperbaiki,” ujarnya. Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Penataan Ruang Pemukiman dan Perumahan (PRPP) Novrizal Zain Syah SE mengaku sudah menyiapkan program Pamsimas di desa tersebut. Selain Pamsimas, pihak ter-

kait juga menggelontarkan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Sehingga masalah krisis air bersih yang terjadi di Rarak Ronges bisa terentaskan dengan baik. Selain itu, kondisi jalan yang rusak di tahun 2018 juga akan diperbaiki, sehingga jarak tempuh dan akses transportasi yang rusak bisa terentaskan. “Kita sudah siapkan program untuk desa ini, dan mulai tahun 2018 yang menjadi masalah kendala bisa terentaskan,” tukasnya. (ils)

Kerjasama Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir (RSMA) dengan Harian Suara NTB

RSMA Miliki Dokter Spesialis Patologi Anatomi Sumbawa Besar (Suara NTB)Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir (RSMA) kini sudah memiliki dokter spesialis Patologi Anatomi (PA). Keberadaan dokter spesialis tersebut akan menunjang pelayanan di rumah sakit setempat dan akan mulai melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat. Direktur RSMA melalui Kabid Pelayanan, dr. Arindra Kurniawan membenarkan hal tersebut. Keberadaan dokter spesialis PA ini di RSMA sudah sejak Maret lalu. Hanya saja, pihaknya terlebih dahulu mendukung dengan beberapa peralatan. Meskipun peralatan terbatas, namun dokter spesialis PA sudah meyakinkan bahwa sudah bisa melakukan segala bentuk pemeriksaan. “Baru bulan Maret tahun ini ada. Tetapi kita butuh peralatan untuk mendukung itu. Minggu depan sudah bisa melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

RSMA Sumbawa Diakuinya, dokter spesialis PA ini belum ada di seluruh rumah sakit seluruh Pulau Sumbawa kecuali di RSMA. Harapannya dari seluruh rumah sakit yang ada di Pulau Sumbawa ini merujuk ke RSMA. Supaya selain tidak jauh biaya juga bisa ditekan.

“Selama ini kita kalau pemeriksaan kanker, tumor, pap smear, itu masih dikirim ke pihak ketiga kemudian akan dikirim ke Mataram atau Surabaya untuk menentukan penyakitnya. Sekarang kita sudah punya spesialis PA, namanya dr. Hendro.

Kita bisa menentukan jenis penyakit sesuai dengan kemampuan spesialisnya. Misalnya pemeriksaan pap smear, kanker, tumornya jenisnya ganas atau jinak. Kemudian bisa pemeriksaan cairancairan tubuh misalnya. Jenisnya apa, itu bisa dilakukan di sini. Dan ini di seluruh Pulau Sumbawa belum ada, hanya di RSMA,” paparnya. Selain dokter spesialis PA, RSMA juga sudah ada dokter spesialis rehab medik sejak tahun lalu. Dokter spesialis tersebut adalah PNS yang penempatannya di Kota Bima. Hanya saja karena rumah sakit setempat belum memiliki sarana dan prasarana pendukung, sehingga diperbantukan di RSMA. Saat ini untuk ketersediaan dokter spesialis sesuai dengan tipe RSMA rumah sakit tipe C sudah cukup. Untuk empat spesialis dasar seperti penyakit dalam, bedah, anak, dan opgin sudah ada. Kemu-

dian sudah ada spesialis emergency, radiologi, jiwa, anastesi, patologi klinik, jantung dan mata. Hanya saja karena pihak RSMA menargetkan tipe B, untuk empat spesialis dasar masing-masing minimal 3. Tetapi yang ada sekarang ada yang dua dan ada yang satu. Kemudian untuk spesialis penunjang masing-masing minimal dua. Selain itu juga spesialis lainnya cukup delapan dengan masing-masing dua orang. Serta didukung oleh sub spesialis masing-masing dua. “Sebenarnya kalau untuk memenuhi kalau untuk standar tipe C sudah cukup. Tetapi karena kita targetnya menjadi tipe B, kami terus berupaya mengejar kekurangan,” tukas dr. Arindra. Tentunya dalam memenuhi dokter spesialis, pihaknya berharap kepada pemprov supaya adanya formasi CPNS untuk spesialis tahun 2018 ini. Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan

RSUD Provinsi di Mataram sebagai Sister Hospital. Pihaknya juga berharap melalui program Kemenkes yakni Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), pihaknya bisa mendapatkan bantuan dokter spesialis lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu ada empat WKDS yang dikirim Kementrian ke kita. Tahun ini harapannya mendapat lagi lebih banyak dari sebelumnya,” harapnya. Untuk diketahui, lanjutnya, RSMA saat ini masih tipe C. Sehingga pihaknya berharap kepada masyaakat untuk memaklumi berbagai macam kekurangan terkait sarana pendukung dokter spesialis. Kemudian terkait kerjasama RSMA dengan BPJS, juga ada spesialis-spesialis yang tidak diakomodir klaim BPJS karena belum masuk ke tipe B. Makanya tetap ada pasien yang dirujuk.

Tetapi pelayanan yang dilakukan seperti pelayanan untuk tipe B. Untuk menjadi tipe B ini pihaknya terus berbenah, demi meningkatkan pelayanan kep a d a masyarakat. (ind/ arn/*)

Kabid Pelayanan RSMA, Arindra Kurniawan


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 16 April 2018

Diduga Sering Dimarahi, Gadis Kempo Gantung Diri Dompu (Suara NTB) Lisa (19) gadis Padamara Kempo ditemukan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kediamannya. Ada dugaan, Lisa nekad bunuh diri lantaran sering dimarahi saat keluar rumah. Kasus bunuh diri ini merupakan kasus kelima di Dompu selama 2018 dan 3 diantaranya terjadi di Huu awal tahun lalu. Maraknya kasus bunuh diri yang menimpa anak muda di Dompu patut menjadi perhatian semua pihak. Karena jalan pintas mengakhiri hidup merupakan tindakan yang dilarang dalam agama dan bentuk keputusasaan dalam menghadapi cobaan hidup. Sementara Kabupaten Dompu memiliki visi daerah yang religius. Paur Humas Polres Dompu, Aipda Saihul kepada Suara NTB, Minggu (15/4) kemarin membenarkan kasus bunuh diri yang menimpa Lisa warga Dusun Padamara Desa Kempo Kecamatan Kempo, Minggu pagi di kediamannya. Ia ditemukan bunuh diri dengan menggantung diri. Sebelumnya, Lisa sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri termasuk dengan meminum racun serangga, namun cepat ditangani secara medis di Puskesmas Kempo. “Dia sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri dengan minum racun serangga. Beberapa kali keluar masuk rumah sakit untuk mengobatinya,” kata Saihul. Namun Saihul mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebab bunuh diri yang dilakukan Lisa. Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab bunuh diri yang dilakukan Lisa. Namun arahnya, ia melakukan bunuh diri karena tidak tahan lantaran sering dimarahi karena keluar rumah. “Arahnya memang ke situ (akibat sering dimarahi), tapi untuk kepastiannya kami masih melakukan penyelidikan penyebabnya,” kata Saihul. Saihul juga mengaku, tidak tahu penyebab banyak anak – anak muda di Dompu yang mengambil jalan pintas mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Sehingga belum menyimpulkan saran untuk menjadi perhatian pemangku kepentingan di daerah sebagai langkah antisipasi. “Saya ndak tahu juga, apa masalahnya sehingga banyak yang bunuh diri,” katanya. Ia pun membenarkan, sudah 5 kasus bunuh diri yang terjadi di Dompu selama 2018. Sebanyak 3 kasus diantaranya terjadi di Huu, 1 kasus di Manggelewa, dan 1 kasus di Kempo. Dari 5 kasus tersebut, hanya 1 remaja di Huu yang berhasil diselamatkan nyawanya dan 4 orang lainnya hingga merenggat nyawa. Kasus bunuh diri yang menimpa Lisa warga Kempo, diduga akibat tidak tahan dimarahi oleh keluarganya. Namun pada unggahan statuf FB dan komentar – komentarnya di akun FB pribadinya, ada kegalauan. Ia pun sempat memberikan penjelasan di kolom komentar Facebooknya pada 7 April lalu saat dirinya keluar rumah dan pulang menumpang sepeda motor teman lakinya. Namun kasus yang menimpa Lisa menimbulkan luka bagi keluarga dan rekan – rekannya. Tangis histeris dari keluarga dan rekannya memenuhi rumah duka sejak ditemukan gantung diri. Ia pun sempat dibawa ke Puskmesmas Kempo pada Minggu menjelang siang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum disemayamkan dan dimakamkan di pemakaman umum Kempo. (ula)

Jelang Akhir Jabatan, Qurais Isyaratkan Rotasi dan Mutasi Kota Bima (Suara NTB) – Sebelum mengakhiri masa jabatannya dua periode sebagai Walikota Bima. M. Qurais H. Abidin, memberikan isyarat akan melakukan rotasi dan mutasi pejabat pada lingkungan Pemerintah Kota Bima. Qurais mengatakan pergeseran atau penempatan pejabat tersebut untuk mengisi beberapa jabatan yang masih lowong sampai saat ini. Hingga jabatan yang masih ditempati Pelaksana tugas (Plt). “Agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Jabatan-jabatan yang masih kosong dan lowong perlu diisi secepatnya,” katanya akhir pekan kemarin. Mengenai waktu pelaksanaan belum dibeberkannya dengan pasti. Karena mengenai itu, Ia menyerahkan sepenuhnya dan memberikan kesempatan bagi Sekretaris Daerah, Drs. H. Mukhtar Landa, MH yang baru saja dilantiknya untuk bekerja. “Yang jelas dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Bisa akhir bulan ini atau bulan depan. Tunggu saja, kita berikan waktu Sekda menelusuri jabatan-jabatan yang perlu diisi,” ujarnya. Apakah mutasi dan rotasi tidak terkait dengan Pilkada Kota Bima ? Qurais memastikan penempatan dan pergeseran pejabat yang diisyarakatkannya tidak terkait dengan Politik Pilkada, karena proses mutasi dan rotasi demi optimalnya pelayanan. “Tidak ada urusannya dengan politik Pilkda Kota Bima saat ini. Agenda Rotasi dan mutasi murni pengisian jabatan,” katanya. Apalagi lanjutnya, kategori pejabat-pejabat yang nanti akan dimutasi dan rotasi belum diketahui pasti. Apakah pejabat eselon atau golongan II, III atau IV, hal itu tentu akan dipertimbangkan dengan matang. “Intinya pengisian jabatan yang lowong dan jabatan yang masih diisi Plt. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pergeseran Kepala Sekolah juga,” pungkasnya. (uki) M. Qurais H. Abidin (Suara NTB/Uki)

Halaman 7

Orang Gila Lukai Empat Warga Bima (Suara NTB) – Warga desa Kalampa Kecamatan Woha mendadak heboh. Pasalnya orang gila bernama Ahyar (35) tibatiba mengamuk dengan menikam warga yang sedang salat magrib di Mesjid Raudatul Abrar, desa setempat, pada Jumat (13/2) sekitar pukul 18.15 wita. Tercatat ada empat warga yang terluka masing-masing bernama, Andi (38) mengalami luka sobek pada bagian kepala, Jaya (38) luka sobek bagian kepala belakang sebelah kanan, M. Tasrim (17) mengalami luka pada bagian jari, dan M. Irfan (18) luka pergelangan tangan. Informasi yang dihimpun Suara NTB, peristiwa itu bermula saat pelaku diganggu seorang anak kecil. Tidak terima diganggu, pelaku kemudian mengejar anak itu hingga ke masjid. Saat itu didalam masjid puluhan warga melaksanakan shalat magrib berjama’ah. Pada saat tahiyat pertama pelaku yang diketahui masuk masjid lewat pintu belakang itu menikam, M. Tasrim dan kemudian tiga orang lainnya. Kejadian tersebut sontak mem-

buat jama’ah lainnya panik dan berhamburan keluar. Sebagian warga berupaya menyelamatkan diri dan sebagian menolong korban dengan membawa ke rumah masing-masing. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri menuju kediamannya di Dusun ndora Desa Kalampa. Peristiwa tersebut menyulut emosi pihak keluarga korban dengan mendatangi rumah pelaku. Beruntungnya cepat diatasi oleh aparat kepolisian Polsek Woha. Pelaku dievakuasi dan dibawa ke Polres Bima untuk diproses hukum. Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo S.Ik dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut. Kata dia, pelaku telah diamankan dan barang bukti (Bb) sebilah senjata

(Suara NTB/Ist)

GANGGUAN JIWA - Ahyar (tengah), penderita gangguan jiwa yang melakukan aksi pembacokan warga di dalam masjid, Jumat (13/4). tajam jenis parang. Selain itu, Kapolres juga membenarkan kondisi pelaku memiliki kelainan jiwa. “Ya betul. Pelakunya sudah diamankan dan korban dilarikan ke puskesmas Woha dan RSUD Bima,” katanya.

Dua Bandar Judi Togel Diciduk Dompu (Suara NTB) – Dua terduga Bandar judi togel online diciduk tim opsnal Satreskrim Polres Dompu, Sabtu (14/4). Mereka AH (43) dan Sd (52), keduanya diamankan berikut barang bukti di lokasi terpisah. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengatakan, sekitar Pukul 16.30 Wita salah seorang tersangka yakni AH kedapatan tengah memasang nomor togel online di salah satu warnet. “Pelaku tertangkap tangan sedang memasang togel online pada salah satu situs judi online di warnet GM.net,” kata dia saat dikonfimasi Suara NTB. Nomor-nomor yang dipasang tersebut, kata Suhatta, merupakan pesanan dari pelanggannya via telefon dan pesan singkat untuk kemudian dipasang ke situs togel online melalui akun pribadinya. Namun sebelum itu ia telah mendoposit uang ke akun pribadinya melalui kartu ATM BRI. Selain mendapati perbuatan tersangka yang melawan hukum tersebut polisi juga menemukan barang bukti yang menguatkan dugaan bahwa AH merupakan bandar judi togel online, seperti uang tunai dari pemesan, 4 lembar slip transak-

(Suara NTB/Jun)

DICIDUK – AH (43) saat diciduk tengah memasang nomor togel online di GM.net, Sabtu (14/4). si pengiriman uang ke rekening Dompu untuk proses lebih lanBRI, 12 lembar kertas rekapan jut. “Pelaku dan barang bukti bertuliskan angka-angka pasan- sekarang sudah kita tahan di gan, 1 buah kartu ATM BRI, 1 Mapolres Dompu,” ujarnya. Selain AH warga Lingkunbuah buku tabungan BRI, 1 buah kartu ATM BRI dan 1 buah HP. gan VI Kelurahan Monta Baru Atas temuan barang bukti inisial Sd (52) juga diringkus tim ini warga Dusun Woko Desa opsnal sore itu. Sd diciduk saat Woko Kecamatan Huu itu lang- merekap pemesanan togel onsung digiring ke Mapolres line di depan rumahnya. (jun)

Kasus Kades Doropeti Dilimpahkan ke PN Tipikor Mataram Dompu (Suara NTB) Mantan Kepala Desa Doropeti berinisial AmA yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ADPBDes tahun 2015-2016 telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram untuk disidangkan. AmA dilimpahkan Selasa (10/4) lalu atau beberapa hari setelah ditahan oleh Kejaksaan pasca pelimpahan tahap kedua dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut. Kasi Pidana Khusus Kejari Dompu, Deddi Diliyanto, SH yang dikonfirmasi terkait kasus mantan Kades Doropeti, Minggu (15/4) kemarin mengakui bahwa kasus tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram untuk disidangkan. Tersangka bersama berkasnya telah dilimpahkan ke pengadilan tipikor, Selasa (10/4) lalu sebelum puncak festival Pesona Tambora 2018 di padang savana Doro Ncanga Pekat. “Kita limpahkan Sela-

sa lalu,” katanya. Pelimpahan tersangka ke pengadilan Tipikor untuk disidangkan ini dilakukan 5 hari setelah tersangka resmi ditahan jaksa untuk 20 hari pertama. Hal itu dilakukan karena sudah tidak ada lagi yang ditunggu dan berkasnya sudah siap untuk disidangkan. Karena penahanan dilakukan setelah berkasnya dinyatakan lengkap oleh jaksa pemeriksa, sehingga dilimpahkan tahap kedua. Penahanan tersangka 5 April lalu dilakukan sebagai bagian dari pelimpahan berkas tahap kedua dari jaksa penyidik ke jaksa pemeriksa untuk dilimpahkan ke persidangan. “Karena semua berkas sudah siap dan lengkap, makanya kita langsung limpahkan,” ungkapnya. Setelah dilimpahkan 10 April lalu, Deddi mengaku, pihaknya telah mendapatkan jadwal sidang untuk kasus dugaan korupsi APBDes yang diduga merugikan keuangan negara ini.

Sesuai jadwal yang diterima, AmA akan memulai sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut, Selasa (17/4) ini. Kasus dugaan korupsi APBDes Doropeti ini sempat menjadi perhatian dan mendapat reaksi dari keluarga serta para pendukungnya. Bahkan sesaat setelah ditahan dan dititipkan di Lapas Dompu, Ilham Yahyu, S.Pd, Ketua Partai Berkarya Dompu melakukan aksi pendudukan kantor Kejari Dompu dan mempertanyakan penahanan AmA yang bakal menjadi calon anggota DPRD Dompu dari Partai Berkarya untuk Dapil Kempo dan Pekat. (ula)

Menurutnya, berdasarkan hasil pengumpulan bukti dan keterangan (Pulbaket), pelaku dikenal mengidap kelainan jiwa atau gangguan jiwa. Pasalnya tindakan yang mengancam keselamatan nyawa itu juga pernah dilakukannya terhadap

ayahnya pada lima tahun silam. “Pelaku juga memiliki dua orang sudara yang diduga mengalami gangguan jiwa. Namun kasus ini tetap kita proses. Kita akan mintai keterangan para saksi serta memeriksa kejiwaan pelaku,” pungkasnya. (uki)

Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 177 botol Minuman Keras (Miras) jenis Sofi, brem dan tuaq disita jajaran Polres Dompu, Sabtu (14/4). Barang haram itu terjaring di empat rumah warga saat operasi pekat gatarin 2018. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengatakan, dalam rangka ops pekat gatarin 2018 ini pihaknya telah menggeledah rumah warga yang diduga kuat mengedarkan miras. Alhasil, di kediaman Farmi alias Aca di Desa Saka Kecamatan Dompu berhasil diamankan 30 botol miras jenis sofi. “Kami melakukan penyitaan 30 botol miras di rumah Farmi alias Aca,” kata dia saat dikonfirmasi Suara NTB. Penggeledahan rumah penjaja miras tersebut buah tindak lanjut laporan masyarakat, yang mana kediaman Farmi alias Aca diduga kerap didatangi oknum warga yang hendak mengkonsumsi barang berbahaya ini. Dan profesi ini, tegas Suhatta, sebagaimana hasil pemeriksaan awal diketahui sudah lama dilakoni ibu rumah tangga tersebut. Karenanya Farmi alias Aca kini digiring ke Mapolres Dompu guna proses hukum lebih lanjut.

“Pembelinya datang dari berbagai tempat dan sudah berlangsung lama. Sekarang Aca sudah kita amankan di Satresnarkoba untuk proses lebih lanjut,” jelasnya. Diwaktu yang bersamaan diwilayah hukum Polsek Pekat pun dilakukan penggeledahan ke rumah warga, hingga didapati ratusan botol miras di Dusun Oi Ua Desa Beringin Jaya milik Kamaraudin dan Nengah Mitra serta Ketut Ariatu asal Suka Maju Desa Kandidi. Rata-rata miras tersebut jenis oplosan, yakni brem 125 botol dan tuaq 22 botol. Atas temuan peredaran barang bukti melanggar hukum ini ketiganya langsung diamankan. Suhatta menegaskan, Ops Pekat tersebut akan terus digecarkan untuk memberantas peredaran miras diwilayah ini. Sebab dampak yang timbul atas penggunaan barang ini sangat berbahaya, seperti penganiayaan, konflik kelompok dan kejahatan konvensional lainnya. “Dengan beredarnya miras ini akan menimbulkan kerawanan tindak pidana, oleh sebab itu kami akan selalu melakukan tindakan terhadap pelaku,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

MIRAS – Polisi saat menggeledah dus berisi miras di kediaman Farmi alias Aca, Sabtu (14/4).

HBY Harap Alumni Sadom Masuk PTN Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) yang juga Ketua Alumni SMAN 1 Dompu (Sadom) ketika memberi arahan dan nasihat pada acara perpisahan siswa Kelas XII, Sabtu (14/4) berharap, 99 persen calon alumni sadom tahun ini harus masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Terutama PTN unggulan yang berada di luar daerah. Harapan itu semata-mata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di wilayah ini. “Kalau kamu SMA di Dompu kuliah di Dompu kamu tidak punya bahan pembanding, peribahasa mengatakan seperti katak dalam tempurung. Akhirnya kita selalu berpendirian bahwa kita yang paling pintar, kita yang paling hebat, paling benar dan tidak ada yang lain,” ungkap dia di hadapan ratusan peserta didik dan orang tua wali. Menurutnya, pendirian semacam itu menjadi pengacau dalam hidup, pun tak sedikit orang-orang tersebut ada di wilayah ini. Karenanya, bagi calon alumni yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar daerah harus

terus berjuang dengan penuh keyakinan, dan tentunya dengan cara belajar yang giat. Selain itu, lanjut Bupati sekaligus ketua alumni sadom tersebut, jika tahun-tahun sebelumnya anak-anak diwilayah ini bangga berkenalan dengan mengatakan berasal dari Bima maka mulai hari ini harus diubah. “Kamu kenalan sekarang tidak perlu bilang orang Bima, kenalan sekarang kami orang Dompu yang sekarang terkenal dengan jagung dan tambora-nya.” “Dulu memang kita malu mengaku orang Dompu, kenapa? di NTB yang paling miskin itu

orang Dompu itu cerita 10 tahun lalu. Sekarang statistik menunjukan di NTB orang paling kaya saat ini orang Dompu,” imbuhnya. Dan untuk para orang tua wali, lanjut Bupati, agar memiliki komitmen dan tidak mengorbankan masa depan anak-anak hanya untuk menghemat uang. Apalagi dikuliahkan namun menumpang di rumah keluarga atau kerabat. Anak harus dipastikan hidup mandiri dan mengambil jurusan yang memang jarang dipilih generasi sebelumnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

NASIHAT - Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat memberi arahan dan nasihat pada acara perpisahan di SMAN 1 Dompu, Sabtu (14/4).


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

POLHUKAM

Halaman 8

Jelang Pilkada dan Pemilu

DPP Golkar Solidkan Mesin Partai di NTB Mataram (Suara NTB) Menjelang menghadapi Pilkada serentak NTB 2018 yang sudah semakin dekat dan juga sekaligus menjelang Pemilu 2019. Partai Golkar mulai merapikan mesin politiknya. Golkar tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi pada kadernya yang tidak taat pada keputusan partai.

(Suara NTB/fit)

RAPAT - DPC PDI Perjuangan Kota Mataram meminta saran dan masukkan dari PAC Se-Kota Mataram terkait rekrutmen Bacaleg Pemilu 2019 dalam rapat yang berlangsung Sabtu (14/4) siang. Rapat dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, I Wayan Sugiartha didampingi Sekretaris DPC, Nyayu Ernawati, S.Sos

DPC PDI-P Kota Mataram Buka Pendaftaran Bacaleg Mataram (Suara NTB) DPC PDI Perjuangan Kota Mataram membuka pendaftaran Bacaleg (Bakal Calon Legislatif) untuk Pemilu 2019. Pendaftaran resmi dibuka Jumat (13/4) dan akan berakhir tanggal 19 April 2018. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, I Wayan Sugiartha kepada Suara NTB di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mataram Jalan Banteng nomor 32 Mataram, Sabtu (14/4) mengaku bahwa DPD menerima SK DPP nomor 25A tahun 2018 tentang rekrutmen dan seleksi calon anggota DPR, DPD/ DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota tanggal 4 April 2018. Kemudian DPD menindaklanjuti dengan melakukan rapat internal bersama seluruh DPC se-NTB, Minggu lalu. ‘’Sekarang DPC menindaklanjuti juga hasil rapat kemarin dengan mengadakan rapat koordinasi dengan PAC (Pimpinan Anak Cabang) Kota Mataram,’’ katanya. Selain rekrutmen atau penjaringan dilakukan di internal partai, DPC PDI perjuangan juga memberi kesempatan kepada masyarakat umum yang ingin mendaftar melalui partai dengan nomor urut 3 ini. Wayan Sugiartha menegaskan, DPC PDI Perjuangan Kota Mataram tidak membatasi kuota pendaftar yang berasal dari luar partai atau masyarakat umum. ‘’Kita tidak melihat jumlah kuota. Manakala dilihat ada ketokohan terhadap figur bersangkutan, pasti kita akan ajukan mereka,’’ ungkapnya. Sedangkan mengenai kuota perempuan, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini memastikan hal itu dapat terpenuhi. Dalam rapat kemarin, DPC PDI perjuangan juga meminta masukkan dari PAC. Mengenai persyaratan, DPC PDI Perjuangan Kota Mataram mengikuti aturan berdasarkan UU Pemilu. ‘’Yang jelas, Bacaleg ini kita ingin lihat bagaimana komitmennya terhadap empat pilar kebangsaan,’’ ucap orang nomor satu di DPC PDI perjuangan Kota Mataram ini. Wayan Sugirtha menyadari bahwa waktu pendaftaran Bacaleg PDI perjuangan ini cukup singkat. Oleh karena itu, lanjutnya, DPC PDI Perjuangan Kota Mataram akan memaksimalkan sosialisasi rekrutmen bacaleg ini. Selain melalui media massa, kabar rekrutmen ini juga akan disampaikan kepada struktur partai. Seperti PAC, ranting maupun anak ranting. ‘’Karena ini SK nya juga baru tanggal 4 April ditandatangani oleh Ketua Umum,’’ cetusnya. Sedangkan, tanggal 20 April nama-nama bacaleg yang diajukan DPC PDI perjuangan Kota Mataram harus sudah diterima oleh DPD PDI perjuangan Provinsi NTB. Dikatakan Wayan Sugiartha, selain seleksi administrasi, DPC PDI Perjuangan Kota Mataram juga akan memberlakukan psikotes bagi Bacaleg. ‘’Karena di sana menyangkut bagaimana kepemimpinan seseorang, di sana akan nampak. Dari periode sebelum, hal tersebut sudah kita lakukan,’’ pungkasnya. Terkait penambahan satu dapil, dia mengatakan bahwa pdi p akan semaksimal mungkin berjuang di Dapil Mataram – Sekarbela. ‘’Dengan terpecah ini mudah-mudahan kita bisa dapat dua kursi sehingga masing-masing dapil terwakili,’’ harapnya. Ditempat yang sama, Sekretaris dpc pdi Perjuangan Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., mengapresiasi sistem pemilu 2019. ‘’Jadi nanti kalau ada kelebihan suara, bisa diakumulasikan, kalau jumlahnya tercukupi kan kita bisa dapat tambahan kursi,’’ kata mantan anggota DPRD Kota Mataram ini. (fit)

Ketua Bidang Kelembagaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham, saat memberikan arahan di hadapan pengurus dan kader Golkar NTB, Sabtu (14/4), meminta Ketua DPD Golkar NTB tegas menegakkan aturan partai di NTB. Permintaan tersebut disampaikan Idrus menyikapi apabila ada kader yang mencoba melawan keputusan partai berlambang pohon beringin, menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. “Atas nama Sekjen DPP Partai Golkar meminta kepada DPD Golkar NTB agar menegakkan aturan partai kita. Jangan hanya karena ada (kader) yang keinginannya tidak terpenuhi lalu kemudian mendegradasi kebijakan-kebijakan partai,” katanya. Menurutnya, Partai Golkar ini adalah partai yang

Demokratis, seluruh kader bebas berwacana, bebas mencalonkan diri bebas mengusulkan apa saja. Namun apabila keputusan sudah diambil termasuk keputusan saat menentukan pasangan calon dengan calon yang ada, maka hanya satu kata amankan dan perjuangankan untuk kemenangan itu. “Apabila ada yang tidak melaksanakan kebijakan partai yang diambil secara demokratis, sudah mendapatkan keputusan dari DPP, maka tentu ditegakkan disiplin partai,” tegasnya. Oleh karena itu ia meminta menertibkan pengurus dan kader yang tidak melaksanakan kebijakan partai. Siapa pun itu harus ditertibkan. “Kekuatan kita ada pada sistem, kalau itu tidak dipenuhi, saya kira susah kita mencapai target partai,”

ucapnya. Ia menyebutkan, Golkar butuh kader-kader militan, sekaligus loyal, disiplin taat azaz sesuai dengan sistim partai. Golkar ingin kedepannya kader yang betul-betul berkarakter, konsisten pada kebijakan, kader-kader yang menjadi contoh teladan masyarakat, bukan orang-orang yang penghianat. “Pengurus yang tidak memperhatikan kebijakan partai harus dikembalikan kepada sistem. Sistem ini yang akan memutuskan apa sanksinya bagi kader yang melawan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPD Golkar NTB Moh Suhaili FT mengatakan sampai saat ini kader Golkar NTB tidak ada yang tidak loyal terhadap keputusan partai. Menurutnya suatu organisasi sudah dibangun susah payah dan

masih terlena dengan beberapa kesibukan dan kegiatan mungkin maka kita ingatkan. Ini tugas kita dalam berpartai atau berorganisasi,” cetusnya. Pria yang juga calon gubernur NTB nomor urut satu ini juga mengingatkan apa yang dilakukan ini bukan sematamata karena personal tetapi karena kepentingan organisasi atau Partai Golkar. (ndi)

Dua Paslon Beberkan Bukti Dugaan Usaha Penggandaan Pemilih

(Suara NTB/ist)

MIRAS - Barang bukti miras jenis brem yang diamankan Polsek Narmada.

Polsek Narmada Bersihkan Miras Mataram (Suara NTB) Kepolisian ‘bersih-bersih’ minuman keras. Hal itu dalam rangka operasi penyakit masyarakat (Pekat) 2018 untuk menjaga kondusivitas menjelang bulan ramadhan. Berdasarkan hal tersebut, Polsek Narmada menyapu bersih miras tradisional sepanjang pekan lalu. Hasilnya, 490 liter miras jenis brem diamankan. Dua pengusaha pembuatnya ikut digiring ke kantor polisi. Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia menyebutkan, penyitaan miras itu dilakukan di dua wilayah yakni Desa Keru dan Desa Suranadi. “Penyitaan ini dalam rang-

ka operasi Pekat untuk menjaga keamanan menjelang bulan puasa,” kata dia dikonfirmasi Sabtu (14/4) lalu. Tim reskrim yang diterjunkan menyasar rumah NK (61) warga Eyat Kandel, Suranadi, Narmada, Lombok Barat. Rumah tersebut menurut informasi masyarakat merupakan pembuat miras brem. Tim yang turun menemukan 320 liter brem yang disimpan di dalam delapan ember masing-masing berkapasitas 40 liter. Miras tersebut sedianya diambil pengepul untuk dijual kepada pelanggan. “Barang bukti ditemukan di

dalam gudang. Saat diinterogasi pelaku juga mengakui, itu adalah hasil produksi yang sudah lama disimpan,” jelasnya. Pada hari yang sama, tim kemudian bergerak ke Desa Keru, Narmada, Lombok Barat. Tim mengamankan WS (60) yang memproduksi 170 liter brem. Miras tersebut disimpan dalam tiga jeriken besar kapasitas masing-masing 30 liter. Dan dua ember berkapasitas masing-masing 40 liter. “Barang buktinya kita amankan untuk kita musnahkan. Sementara pelakunya akan kita kenai dengan tipiring,” tutup Bagia. (why)

Zulkifli Hasan : Bangun Solidaritas, Ikhlas dan Bertarunglah sunnatullah. Kemenangan diukur dari sejauhmana usaha kita. Dan jangan lupa, Pilgub itu bukan kerja sendiri, namun ini adalah kerja bersama,” tegasnya. Zulkifli mengingatkan pasangan calon gubernur, bupati dan walikota yang diusung oleh PAN bahwa mereka masih memiliki waktu sekitar dua bulan lagi untuk melakukan sosialisasi. Menurutnya, pilkada adalah pertarungan kekuasan. Karena itu tak ada ruang untuk pesimis. Karena yang terpenting adalah kerja keras dan keyakinan untuk menang. “ Mari bekerja keras. Tidak ada ruginya kerja-kerja kemasyarakatan. Ada atau tidak ada duit, yang penting tetap bergerak,” sarannya. Menurut Zulkifli, pihaknya memberikan dukungan kepada kandidat kepala daerah karena track record serta kapasitas yang dimilikinya. Namun dalam kesempatan itu dia berjanji tidak akan menuntut apapun dari para kandidat tersebut jika sudah memenangkan kontestasi Pilkada. “Saya tidak akan minta proyek kepada pak gubernur, bupati atau walikota. Yang terpenting adalah letakkan fondasi yang kokoh untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat NTB,” tegasnya. Selanjutnya, Zulkifli Hasan juga membangun motivasi untuk para caleg PAN yang akan bertarung di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun di tingkat pusat agar tetap fokus

membesarkannya kemudian untuk tempat bernaung, danmenjadikannya sebagai wadah perjuangan meraih apa yang menjadi harapan, dambaan, cita-cita keinginan kebutuhan dalam berorganisasi. Maka jika tidak taat marwah aturan itu maka itu bukan kader yang bertanggung jawab. “Insya Allah sampai saat ini tidak ada kader yang begitu, tapi mungkin mereka ada yang

Pilkada Lobar

Rakerwil PAN NTB

DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) NTB menggelar kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke III yang berlangsung di Grand Legi Mataram dari tanggal 14-16 April 2018. Pada saat pembukaan Rakerwil, Ketua Umum PAN H. Zulkifli Hasan, SE, MM., langsung membuka kegiatan tersebut. Sekjen PAN M Eddy Soeparno juga hadir dalam agenda yang dihadiri ratusan kader se NTB itu. Pembukaan Rakerwil juga diramaikan oleh kehadiran pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB TGH Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang didukung oleh PAN. Begitu pula Calon Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dan Calon Wakil Walikota Bima Ferry Sofyan hadir dalam acara itu. Ketua Umum PAN H Zulkifli Hasan dalam orasi politiknya memberikan dorongan yang sangat kuat kepada kandidat kepala daerah yang diusung oleh PAN serta kepada para caleg yang akan bertarung di pemilu legislatif tahun 2019 mendatang. Ketua MPR RI itu memberikan rumus sederhana untuk meraih kemenangan baik di pilkada maupun di pileg. Rumus itu adalah bekerja lebih keras dan berbuat lebih banyak daripada apa yang dilakukan oleh kandidat lain. Namun kerja keras itu tak hanya dilakukan oleh perorangan, melainkan dilakukan secara kolektif. “Yang bekerja lebih banyak itulah yang akan menang. Itu

(Suara NTB/ist)

ARAHAN - Ketua Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar, Idrus Marham, saat memberikan arahan kepada kader DPD Golkar NTB untuk taat dan patuh pada kebijakan partai.

dengan kerja-kerja kemasyarakan. Ia pun memberi jurus ampuh secara terperinci sebagai rumus memenangkan kontestasi di dalam event demokrasi ini. “Mulai sekarang calon DPRD kabupaten/kota tiap hari kunjungi lima ranting partai. Itu gampang, tinggal ngobrol-ngobrol santai. Sementara calon DPRD provinsi ketemu lima cabang (tingkat kecamatan-red) setiap hari. Nah mulai Bulan Oktober nanti tingkatkan volume silaturahmi dengan mengunjungi warga di 10 TPS setiap hari,” sarannya. Jurus yang lainnya yaitu caleg harus bekerjasama dengan caleg di bawahnya. Misalnya caleg DPR RI menggandeng caleg DPRD provinsi dalam berkampanye. Sementara caleg DPRD provinsi melakukan kerjasama dengan caleg kabupaten/kota.” Nanti saling melengkapi. Mesti tak punya uang, tapi harus kerja keras. Jangan sampai tak punya uang, terus tidak kerja juga, tak mungkin menang,” tegasnya. Ia memandang, proses pilgub 2018 menjadi momentum yang sangat tepat bagi caleg untuk melakukan pendekatan kepada calon pemilih. Mereka bisa melakukan kunjungan ke pemilih sambil mengenalkan diri dalam rangka Pileg 2019. Artinya mereka memiliki alasan untuk bertemu dengan masyarakat sejak awal. “Bangun solidaritas, ikhlas dan bertarunglah,” pesannya. Sementara itu Ketua DPW

PAN NTB H.M Muazzim Akbar memberi instruksi kepada seluruh kader untuk mengikuti Rakerwil sampai tuntas, mengingat pentingnya kegiatan tersebut sebagai bekal setiap kader merebut kemenangan di tahun politik. Adapun tema Rakerwil kali ini adalah “ Sukses Pilkada, Sukses Pileg, Sukses Pilpres” memberi pesan bahwa semua agenda politik harus mampu direbut parpol berlambang matahari ini. Ia memberi instruksi kepada seluruh kader untuk bertanggung jawab memenangkan pasangan cagub dan pasangan bupati serta walikota yang diusung PAN. Muazzim meminta agar setiap orang yang mbalelo atau mengingkari keputusan partai dalam pilkada agar melapor-

kannya kepada pimpinan partai untuk selanjutnya diberikan sanksi tegas. “Laporkan jika ada kader yang mbalelo, tidak dukung Ahyar-Mori atau tidak dukung pasangan calon bupati dan walikota yang diusung PAN,” katanya. Di ruangan Balroom Grand Legi Mataram juga bergemuruh dengan yel-yel Zulkifli Hasan for Presiden. Muazzim Akbar bersama pengurus, jajaran kader serta simpatisan PAN di NTB memberi amanat kepada Zulkifli Hasan untuk menjadi capres tahun 2019 mendatang. Dukungan dari PAN NTB ditanggapi oleh Zulkifli Hasan dengan mengatakan “ menjadi capres – cawapres itu berat, biar Zulkifli Hasan saja,” katanya. (ris)

(Suara NTB/ris)

Suasana Rakerwil PAN di Mataram.

Mataram (Suara NTB) -. Kinerja Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan KPU Lombok Barat (Lobar) disorot dua tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang bertarung dalam Pilkada setempat. Pasalnya, temuan 43 ribu pemilih potensial dan pemilih baru yang belum memiliki KTP elektronik di sejumlah wilayah di Lobar dan terancam tidak memiliki hak Pilih dalam Pilkada 2018 ini, tak kunjung direspon hingga kini. “Bagaimana kita bisa mewujudkan Pilkada yang berintegitas, jika temuan kami belum sama sekali dilakukan verifikasi faktual dan perbaikan dari sisi administrasi kependudukannya,” ujar Ketua tim pemenangan paslon nomor urut satu (Izzul-Khudari), H. Sardian kepada wartawan, pekan kemarin. Ketua DPC PDIP Lobar itu mengaku, langkah pihaknya mengadukan hal itu, lantaran ingin membantu kinerja Dukcapil Lobar dan penyelenggaran Pemilu agar tidak ada persoalan hukum di kemudian hari terkait data pemilih. Sebab problem data pemilih, sering kali menjadi celah persoalan dalam perkara Pilkada. Jika praktik kecurangan dibiarkan, maka pelaksanaan Pilkada akan tercoreng. “Kami ingin memastikan hak-hak warga negara itu tidak hilang, karena UU telah mengatur hal itu. Jadi, kami selaku tim pemenangan berkeinginan seluruh aspirasi dan temuan itu agar direspon dan bukannya didiamkan seperti sekarang ini,” tegas Sardian. Sardian mengaku, praktik pembiaran pelanggaran Pilkada yang dilakukan penyelenggara Pemilu kali ini, diduga karena ada upaya dari calon tertentu untuk memaksakan kehendaknya. “Penambahan dana desa diduga kuat berafiliasi pada adanya pesan sponsor. Yakni, sosialiasi ke warga tidak dilakukan. Ini jelas menguntungkan, calon tertentu,” jelas Sardian. Ia menambahkan, penggalangan pihaknya bersama tim pemenangan paslon lainnya tidak lain bukan dalam koalisi melawan satu calon tertentu. Namun lebih pada upaya perbaikan kinerja

Dukcapil dan KPU Lobar agar dapat melaksanakan Pilkada yang berintegritas dan tidak melakukan kecurangan apapun. Halserupajugadilontarkan,tim pemenanganpaslonnomorurutdua (Farin-Muamar), Muhazzam SP. Menurutnya, jumlah warga yang terancam tidak bisa menggunakan hakpilihnyabakalbertambahmenjadi4ribuorang.Sehingga,angkanya mencapai 47 ribu orang pemilih. “Kami telah lakukan verifikasi melalui tim kami, ternyata ada penambahan 4 ribu dari total 43 ribu yang dilaporkan oleh tim Izzul-Khudari. Jadi, angka 47 ribu ini terdata dari adanya NIK dobel alias ganda yang mengarah pada pelanggaran Pilkada 2018,” jelas Muhazzam. Sementara itu, dari data pemilih potensial yang bakal kehilangan hak pilihnya di Lobar sesuai verifikasi tim Izzul-Khudari mencapai 43.210 orang itu, sejatinya tersebar merata di semua kecamatan di Lobar. KepalaDinasDukcapilLobarH. Muridun mengaku, jika pihaknya memperoleh jatah 6 ribu blangko eKTPtiapbulannya.Hanyasaja,agar masyarakat tidak terancam hak pilihnya, mereka perlu pro aktif menanyakan hal itu pada aparat desadandusunnyamasing-masing. “Kami sudah berupaya turun jemput bola ke pelosok-pelosok soal perekaman e-KTP ini, jika ada perbedaan data, maka itu artinya ada legalitas warga yang belum terdaftar oleh pemerintah desa dan dusunya,” kata Muridun. Adanya data pemilih potensi non pemilih e-KTP mencapai 43.210 orang akan kehilangan hak pilihnya di Lobar. Menurutnya, hal itu merupakan data lama merujuk pada basis data DP-4. Sehingga, ini yang akan dibersihkan pihaknya melalui kegiatan coklit yang telah dilakukan oleh pihak KPU Lobar beberapa waktu lalu. “Kami ingin kawinkan data dari KPU dan yang kita punya melalui kegiatan Coklit oleh KPU itu. Insya Allah, kami akan bekerja tidak memihak dan menguntungkan pihak manapun dalam Pilkada kali ini,” ujarnya. Muridun juga berterima kasih atas masukan dari paslon di Pilkada Lobar yang pro aktif mengawal data kependudukan. (ndi)

Kunjungan Staf Ahli KSP

Pelayanan Publik Inklusif Ruang Ramah HAM Mataram (Suara NTB) Staf Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Kedeputian V Urusan Polhukam Strategis, Sunarman Sukamto mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram. Dalam kesempatan itu dia meninjau ruang pelayanan paspor ramah HAM dan kesiapan paspor emergency paspor. “Pelayanan inklusif ruang khusus, layanan khusus dengan SOP khusus. Ini sebuah langkah maju dan bisa menjadi pilot project instansi lain,” kata Sunarman. Turut mendampingi Manajer Difabel Endri Foundation, Lalu Wisnu Pradipta, Kasi Infokom Kantor Imigrasi Mataram, Azhan Miraza, Kasi Lantaskim, Ngurah Nanik Widayani. Dalam kunjungan pada Jumat (13/4) lalu itu Sunarman menam-

bahkan, ruang ramah HAM memperhatikan sampai aspek detail, diantaranya jalur prioritas, meja foto untuk tuna daksa, dan buku petunjuk pelayanan huruf braille untuk tuna netra. Ruang ramah HAM memberikan pelayanan khusus kepada lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, serta penyandang disabilitas. Sementara Azhan menjelaskan, pelayanan lainnya yang kini dilahirkan di masa kepemimpinan Dudi Iskandar yakni emergency service. Pelayanan kepada pasien yang tidak sanggup mengurus paspor ke kantor imigrasi. Utamanya bagi pasien yang hendak dibawa berobat ke luar negeri. Petugas imigrasi akan mendatangi pasien pemohon paspor untuk tes wawancara dan pengambilan sidik jari serta foto. (why)


SUARA NTB

Senin, 16 April 2018

Halaman 9

Kemiskinan di NTB Tinggi Mataram (Suara NTB) Menteri Sosial (Mensos), Dr. Drs. H. Idrus Marham, M.Sc mengakui bahwa angka kemiskinan di NTB masih tinggi, masih berada di atas rata-rata nasional. Saat ini angka kemiskinan di NTB sebesar 15,05 persen, sedangkan nasional sebesar 10,12 persen. Idrus mengatakan NTB merupakan salah satu provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun lebih untuk program pengentasan kemiskinan di NTB. “Kalau bantuan sosial dari

Kementerian Sosial (untuk NTB) itu kurang lebih Rp 1,2 triliun lebih, secara keseluruhan setiap tahun,” ujar Idrus ketika dikonfirmasi usai penyerahan bansos PKH dan Rastra di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Paramita Labuapi Lombok Barat, Minggu (15/4) siang. Bantuan sosial dari Kemen-

Gerindra Tunjuk Wirajaya Jadi Wakil Ketua DPRD NTB Mataram (Suara NTB) Kursi Wakil Ketua DPRD NTB yang ditinggalkan oleh Mori Hanafi, yang mengundurkan diri karena maju sebagai Calon Wakil Gubernur di Pilkada NTB 2018, dipastikan akan segera terisi. Karena partai Gerindra sebagai pemilik jatah satu kursi pimpinan dewan, telah menunjuk salah satu kadernya untuk duduk di kursi pimpinan tersebut. Anggota DPRD NTB Fraksi Gerindra asal Dapil Lombok Tengah Utara, (Suara NTB/dok) Lalu Wirajaya, SH disebutLalu Wirajaya sebut sebagai kandidat yang akan duduk di kursi pimpinan DPRD NTB. Karena Wirajaya lah yang mendapat kepercayaan dari DPP. Wirajaya yang dikonfirmasi Suara NTB terkait hal itu, membenarkannya, bahwa dirinya telah menerima pemberitahuan dan juga surat keputusan dari DPP, bahwa dirinya diutus untuk mengganti posisi Wakil Ketua DPRD NTB yang ditinggalkan oleh Mori Hanafi. “Ya benar, saya juga tidak menyangka dan membayangkan akan mendapatkan kepercayaan dan amanah dari partai untuk duduk sebagai pimpinan dewan,” tuturnya. SK DPP tersebut telah ditindaklanjuti oleh DPP Gerindra NTB, untuk diteruskan ke DPRD NTB, agar segera diproses ke Mendagri. “Ya sedang berproses, sudah di dewan, tinggal tunggu penetapan dari Mendagri dulu, baru dilantik,” jelasnya. Penunjukan Wirajaya sebagai pimpinan DPRD NTB oleh partainya, di luar prediksi. Karena Wirajaya merupakan orang baru di DPRD NTB. Sebab, ia menjabat sebagai anggota dewan hasil PWA, dari Lalu Fathul Bahri yang mengudurkan diri karena terpilih sebagai Wakil Bupati Lombok Tengah pada Pilkada serentak 2015 lalu. Selain dianggap sebagai pendatang baru, di panggang politik Udayana sebelumnya cukup kuat mencuat isu bahwa Sekretaris DPD Gerindra NTB, H. M. Sakdudin akan menduduki kursi wakil Ketua DPRD NTB. Sebab, Sakdudin dianggap sebagai kader yang paling senior dan berpengalaman. Tidak heran kemudian, penunjukan Wirajaya ini menimbulkan gejolak di internal Gerindra. Informasinya, Sakdudin menolak Wirajaya duduk di kursi pimpinan dewan. Sebab, informasi yang diperoleh Suara NTB dari internal Gerindra, sikap penolakan itu ditunjukkan oleh Sakdudin, ketika ia sebagai sekretaris enggan menandatangani surat pengatar ke DPRD NTB. Sementara itu, Sekretariat DPRD NTB yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan prihal surat masuk dari Gerindra soal penunjukan Lalu Wirajaya sebagai pimpinan dewan tersebut. (ndi)

sos itu, kata Idrus dalam bentuk bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras sejahterta (Rastra). Jumlah penerima bansos PKH dan Rastra di NTB mencapai ratusan ribu KK. “Bahkan lebih dari itu, ada juga program-program yang kita berikan,” imbuhnya. Mensos mengharapkan bansos yang diberikan itu dapat

memotivasi masyarakat miskin penerima manfaat. Supaya bisa mengembangkan usahausaha kecil. Agar bisa naik kelas dan tidak miskin lagi. “Bantuan itu kita harapkan betul-betul digunakan untuk bantuan anak-anak untuk sekolah. Sehingga bisa tamat sekolah bahkan sampai perguruan tinggi. Kalau sudah tamat anaknya, bisa membiayai keluarga. Sehingga bisa naik kelas. Tadinya tidak mampu menjadi mampu secara mandiri,” harapnya. Terpisah, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos,

Andi Z.A Dulung menyebutkan penerima manfaat program PKH dan Rastra di NTB. Untuk PKH sudah mencapai 321.727 KK, sedangkan penerima Rastra mencapai 473.000 KK. “Total anggaran dari bansos ini ke NTB mencapai Rp 1,239 triliun,” sebutnya. Ia mengatakan besaran anggaran yang digelontorkan Kemensos ke NTB untuk penanganan kemiskinan ini kurang lebih mendekati PAD NTB yang mencapai Rp 1,7 triliun. Dari total APBD NTB sebesar Rp 5,3 triliun, sekitar Rp 1,7 triliun PAD.

H. Idrus Marham (Suara NTB/ist)

GILI KONDO - Seorang wisatawan tengah menikmati waktu berliburnya di Gili Kondo yang ada di Lombok Timur.

Gili Kondo Masih Menunggu Investor Selong (Suara NTB) – Gili Kondo di Lombok Timur merupakan salah satu destinasi wisata andalan. Hanya saja, di destinasi ini masih minim fasilitas. Pemda Lombok Timur masih menunggu investor yang kiranya mau menanamkan modal dan membenahi destinasi wisata ini. Sebab hingga saat ini banyak wisatawan yang mengeluh, karena kurangnya fasilitas pendukung di Gili Kondo. Sebelumnya Pjs Bupati Lombok Timur H. Ahsanul Khalik mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus pada penataan destinasi wisa-

ta yang ada di bagian selatan. Namun demikian, ia juga tengah berupaya untuk melengkapi fasilitas di destinasi wisata yang ada di gili-gili sembari menunggu investor menanamkan modalnya. “Kita saat ini tengah fokus dengan destinasi wisata yang ada di bagian selatan. Tapi kita juga berupaya untuk melengkapi fasilitas di destinasi wisata yang sudah ada, termasuk Sembalun dan gili-gili,” ujarnya. Sementara itu, saat ini sudah banyak wisatawan yang mengeluhkan kurangnya fasilitas pendukung di GIli Kondo. Ini sangat memengaruhi ken-

yamanan wisatawan. Sebab salah satu hal yang membuat wisatawan merasa nyaman adalah kelengkapan fasilitas di destinasi wisata. “Saya minggu ini berkunjung ke Gili Kondo. Tidak ada toilet maupun musala di gili ini. Padahal pantainya bagus, bawah lautnya juga bagus,” kata wisatawan asal Kota Mataram, Indra. Ia menyayangkan dengan destinasi wisata seindah itu, tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Ia sangat yakin bahwa Gili Kondo mampu seperti tiga gili yang ada di Kawasan Lombok Utara.

Sebab keindahan alamnya tidak kalah dibandingkan Gili Trawangan. Hanya saja perlu pembenahan dan penataan yang serius dari semua pihak. “Kalau itu diperhatikan dan digarap serius, saya rasa Gili Kondo mampu menyaingi popularitas Gili Trawangan,” ujarnya. Diketahui Gili Kondo adalah salah satu dari 35 gugusan pulau gili yang berada di sebelah timur Pulau Lombok dan berada di Selat Alas yang menghubungkan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Gili Kondo merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Gili ini juga sebagai tempat kon-

servasi pemeliharan terumbu karang. Sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tujuan wisatawan yang gemar melakukan snorkeling atau diving. Pemda Lotim berharap akan adanya investor yang menanamkan modalnya di Gili Kondo. Sehingga gili ini menjadi terawat dan fasilitas destinasinya bisa dilengkapi. Selain itu, pengelolaannya juga dapat dilakukan secara profesional. Terlebih, banyak warga yang berharap Gili Kondo bisa mendatangkan banyak wisatawan. Sehingga kehidupan mereka bisa semakin membaik. (lin)

Dibutuhkan Kepedulian dan Keberpihakan Kelola Sekolah Inklusi

Pemda KLU Targetkan Retribusi Sampah Rp 500 Juta Tanjung (Suara NTB) Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jasa pengelolaan sampah kembali dibebankan meningkat. Tahun ini target PAD sampah dinaikkan menjadi Rp 500 juta, dari sebelumnya sebesar Rp 300 juta. Demikian dikatakan Kepala DLHPKP KLU, H. Rusdi, ST., Minggu (15/4). Beban target retribusi sampah sangat wajar dinaikkan mengingat belum maksimalnya penarikan di masyarakat. PAD sampah selama ini ia anggap belum sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan setiap bulan oleh perhotelan dan rumah tangga. “Pendapatan sampah di Gili Trawangan dalam sebulan hanya Rp 30 juta, sementara di Gili Air Rp 25 juta. Kalau di Meno kan belum ada, karena Kadus di sana punya program penanganan sampah,” ujarnya. Menurutnya, PAD sampah tiap bulan di Gili Trawangan dan Gili Air yang masih di bawah Rp50 juta per bulan tidak akan mencukupi untuk menutup biaya operasional yang dikeluarkan oleh Pemda KLU. Di mana setiap bulannya, Dinas LH harus mengeluarkan ratusan juta untuk membiayai operasional boat, gaji tenaga pengelola sampah dan biaya pengangkutan ke TPA. Target penarikan retribusi sejauh ini masih dihadapkan pada persoalan enggannya warga membayar retrubisi sampah dengan berbagai alasan. Oleh karena itu, ke depan pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dari pengusaha, masyarakat dan juga kantor-kantor pemerintah dapat menyumbang retribusi sampah sesuai yang tertuang dalam Perda. Hingga saat ini, pengusaha hotel masih tetap berperan besar dalam menghasilkan PAD sampah. Potensi lain yang akan digali adalah keberadaan pedagang kaki lima dan para pedagang di pasar-pasar. “Kita sudah mulai data semua, termasuk pedagang yang di Nipah dan PKL tiga gili. Karena ini adalah jasa, nah jasa itu yang dibayar oleh masyarakat,” imbuhnya. Selain itu, Dinas LH belakangan ini juga sudah membentuk sejumlah kelompok pengelola sampah di sejumlah desa. Sampah yang dikelola oleh kelompok tersebut dianggap telah dapat menghasilkan retribusi untuk pembangunan Lombok Utara. Selain mengurangi dampak lingkungan terhadap sampah, diharapkan hal ini bisa menjadi pencetus pola hidup masyarakat yang bersih dan peduli dengan lingkungan. Beragam produk dari pengelolaan sampah dapat dilihat dari dihasilkannya sejumlah produk termasuk pupuk organik, plastik, dan daur ulang sampah menjadi kerajinan. Sementara sebagaimana yang dituangkan dalam LKPJ APBD 2017 lalu, angka partisipasi aktif dusun untuk mengelola penanganan sampah juga ditargetkan lebih banyak. Tahun lalu, persentase dusun di perkotaan yang terlibat menangani sampaj dari sumbernya sebesar 20 persen dari target 27 persen dusun. Rusdi berharap ke depan lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat aktif sebagai wujud kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan. (ari)

“Pemda tak menyadari angka dari pusat ini Rp 1,239 triliun tak melalui DIPA. Tapi langsung ke rekening penerima manfaat,” ujarnya. Ia menambahkan, sejak 2017, penerima PKH juga menerima Rastra. Bedanya, jika tahun lalu masyarakat miskin mendapatkan rastra 15 Kg per bulan dengan membayar uang tebusan. Tetapi mulai tahun ini, masyarakat penerima manfaat mendapatkan jatah 10 Kg rastra, tanpa uang tebusan alias gratis. (nas)

(Suara NTB/ist)

GELEDAH - Aparat kepolisian menggeledah salah satu penjual miras di Lotim. Dari tempat ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa miras siap edar.

Polisi Amankan Sejumlah Penjual Miras di Lotim Selong (Suara NTNB) Aparat Polres Lombok Timur (Lotim) kembali melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat). Dalam operasi ini, petugas menyisir tempat-tempat penjualan minuman keras (miras). Selain mengamankan miras, para penjual miras juga turut digelandang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Seperti di Dusun Batu Cangku Desa Sapit Kecamatan Suela, petugas mengamankan Rus (60) yang diduga menjadi penjual barang haram tersebut. Penggerebe-

kan dilakukan berawal dari informasi masyarakat, jika pelaku menjual miras tradisional jenis brem. “Disana berhasil diamankan satu buah jeriken warna merah dengan ukuran 10 liter yang berisi miras jenis brem, lima botol sirup yang berukuran 600 ml yang berisi miras tradisional jenis brem,” ujar Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu I Made Tista, Sabtu (14/4). Dijelaskannya, penangkapan terhadap penjual miras itu tanpa perlawanan. Saat ini pelaku dan barang bukti tersebut sudah diamankan ke

Polsek Suela untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Selain di wilayah Kecamatan Suela, pengamanan ratusan liter miras dalam rangka operasi pekat ini juga dilakukan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Lotim. Barang bukti beserta penjual miras itu rata-rata sudah diamankan. Operasi pekat ini, katanya, juga mengantisipasi tindakan masyarakat supaya tidak menjadi korban akibat menenggak minuman keras seperti yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia setelah meminum miras oplosan. (yon)

Mataram (Suara NTB) – SMAN 6 Mataram melaksanakan program sekolah inklusi sejak tahun ajaran 2004/2005. Dibutuhkan kepedulian dan keberihakan seluruh warga sekolah untuk mendukung program sekolah inklusi itu. Kepala SMAN 6 Mataram, Kepala SMAN 6 Mataram, Sunoto, di ruang kerjanya, pekan kemarin, mengatakan, sejak tahun ajaran 2004/2005 SMAN 6 sudah menerima siswa inklusi khususnya siswa tunanetra. “Ratarata prestasi mereka bagus semua,” katanya. Ia mengatakan, dalam mengelola sekolah inklusi dibutuhkan kepedulian dan keberpihakan dari seluruh warga sekolah kepada siswa berkebutuhan khusus itu. Jika tidak ada kepedulian dan keberpihakan, program itu tidak bisa berjalan. “Nantinya yang ada hanya ada mengeluh. Memang butuh kesabaran,” ujarnya. Siswa inklusi sendiri belajar bersama dengan siswa normal lainnya. Metode yang digunakan di SMAN 6 Mataram yaitu metode duplikasi, di mana tuntutannya sama persis dengan siswa reguler. Hal ini dilakukan karena siswa inklusi di SMAN 6 Mataram memang anak-anak yang memiliki kemampuan akademik baik. Menurut Sunoto, siswa inklusi di SMAN 6 Mataram merupakan siswa yang meraih peringkat tinggi di kelasnya. Bahkan pada tahun 2016 lalu, seorang siswa inklusi meraih peringkat III umum di sekolah.

“Kita sengaja ambil yang nilai tinggi, karena kita sudah memetakan bahwa dari akademiknya siswa itu bagus, tapi membutuhkan layanan khusus,” ujar Sunoto. Hal itu juga karena adanya komitmen dari SLB. Pihak SLB melihat siswa yang memiliki prestasi yang baik akan direkomendasikan ke sekolah reguler, agar siswa berkembang. “Kalau memang tidak ada, tidak direkomendasikan. Yang paling tahu SLB asal. Penjamin untuk tes masuk yaitu kepala sekolah asal siswa inklusi itu,” katanya. Sunoto mengakui kesulitan yang dialami mengajar siswa inklusi pada saat mata pelajaran yang menggunakan grafik atau tabel. Siswa inklusi memiliki keterbatasan. Namun, untuk mata pelajaran yang sifatnya hafalan, siswa inklusi sangat menguasai. “Untuk pokok bahasan tertentu untuk mata pelajaran tertentu ada kendala. Namun mereka punya cara sendiri,” katanya. Dalam memudahkan proses belajar, siswa juga dibekali dengan tape perekam atau memori HP untuk merekam saat guru mengajar. Jika ada tugas, temannya yang akan membacakan. Sementara ketika ada evaluasi, guru harus membacakan. “Di situlah dibutuhkan keberpihakan. Jadi semua kita harus memahami. Alhamdulillah karena sudah cukup lama, semua pihak sudah maklum,” pungkas Sunoto. (ron)

(Suara NTB/nas)

Kemensos Gelontorkan Anggaran Rp 1,2 Triliun


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

Revisi Zonasi dan Kuota DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menegaskan memperketat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi SMA negeri pada tahun ajaran 2018/2019 nanti. Ada dua hal yang saat ini tengah direvisi, yaitu berkaitan dengan zonasi dan kuota setiap sekolah. “PPDB sistem zonasi itu sedang direvisi pada dua hal, yaitu berkaitan dengan zonasinya dan kuota setiap sekolah,” ujar Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji ditemui di kantornya pada pekan kemarin. Suruji menjelaskan, pihaknya akan merapikan (Suara NTB/dok) zonasi siswa, disesuaikan H. Muh. Suruji dengan wilayah sekolah, agar tidak ada keluhan seperti tahun lalu. Selain itu, pihaknya juga menegaskan tidak akan ada lagi penggunaan kartu keluarga yang baru terbit ketika mau mendaftar PPDB. Menurutnya, sudah ada data siswa sebelumnya di SMP secara online. Jika data pendaftar itu tidak sesuai atau berbeda dengan data yang ada di SMP atau sekolah sebelumnya, maka tidak siswa itu tidak bisa mendaftar. Kecuali bagi siswa yang berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa, dengan alasan pindah, barulah dikecualikan. Sejak tahun lalu, PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Pendaftar hanya bisa mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zona tempat tinggalnya. Selain itu, sebelumnya Suruji menjelaskan, kuota lintas zonasi seperti di tahun lalu untuk jalur prestasi bakal dikurangi. Saat ini pihak Dikbud NTB masih membahas kuota itu. Jika di tahun 2017 lalu, kuota sebanyak 20 persen di satu sekolah bisa menerima siswa berprestasi. Namun di tahun ini, akan dikurangi menjadi sekitar 10 persen saja. Sementara itu, salah satu anggota Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram, Drs. H. Muh. Jauhari, MM., ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan pihak MKKS sudah diminta oleh Dinas Dikbud NTB untuk membuat zonasi sekolah. Termasuk memasukkan SMAN 9 Mataram dan SMAN 10 Mataram. Menurut Jauhari yang juga Kepala SMAN 1 Mataram, dengan adanya PPDB zonasi malah akan terlihat sistem pembinaan di sekolah, apakah betul berjalan dengan baik atau pembinaan dilakukan secara asal-asalan. “Sistem pembinaan kita ndak ada yang dikhawatirkan, sistem proses pembelajaran sudah baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, malah di situ akan kelihatan sistem pembinaan betul berjalan dengan baik, atau asal pembinaan, akan kelihatan,” katanya. (ron)

PENDIDIKAN

Halaman 10

Unram Dorong Demokrasi Berkualitas Mataram (Suara NTB) Pilkada serentak 2018 harus jadi momentum untuk mengubah situasi yang ada saat ini. Semua pihak diharapkan dapat terlibat dalam proses demokrasi lima tahunan ini. Ini sangat penting sebagai tolak ukur meningkatkan kualitas demokrasi. Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., memiliki perhatian khusus terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Mantan Dekan Fakultas Hukum Unram itu berharap semua pihak ikut mengawal pelaksanaan Pilkada yang bersih dan bermartabat. Sebagai wujud perhatian

Unram terhadap proses demokrasi yang sedang berlangsung, Unram juga telah menggelar seminar nasional untuk mewujudkan Pilkada bersih dan bermartabat. Prof. Husni menegaskan para pihak sebagai penyelenggara pemilu harus mampu bekerja secara profesional. Di samping itu, para penyeleng-

gara juga harus bekerja jujur, dan bertanggung jawab untuk mengawal Pilkada yang bersih dan bermartabat. “Para pihak penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu, serta penegak hukum MK dan KPK harus bekerja secara profesional,” ujarnya. Lebih jauh Prof. Husni menjelaskan pilkada yang

Mataram (Suara NTB) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Badan Kebijakan Fiskal mendatangi kampus STIE AMM Mataram Kamis (12/4) lalu. Adapun tujuan dari kunjungan tim Kementrian Keuangan RI yang dipimpin langsung perwakilan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Ali Moechtar, SE., MA., adalah untuk memberikan sosialisasi dan kuliah umum mengenai perkembangan ekonomi terkini dan APBN 2018. Kuliah umum dengan materi “Menjaga Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Perbaikan Kesejahteraan Melalui Kebijakan Fiskal” tersebut dibuka Ketua STIE AMM, Dr. H. Umar Said, SH., MM., dan disampaikan langsung di hadapan ratusan sivitas akademik STIE AMM yang terdiri mahasiswa dan puluhan perwakilan dosen yang telah memadati ruang auditorium sejak pagi hari. Dalam pemaparannya Ali Moechtar yang menjadi narasumber kuliah umum ini menjelaskan empat topik yang cukup penting untuk diketahui oleh publik saat ini. Ke empat topik tersebut meliputi: kondisi global dan domestik, tantangan pembangunan, kebijakan fiskal 2018, serta pengelolaan utang pemerintah. “Didukung dengan stabilnya konsumsi dan tingginya pertumbuhan investasi dan perdagangan maka pertumbuhan

(Suara NTB/ist)

KULIAH UMUM - Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Ali Moechtar, memberikan sosialisasi dan kuliah umum mengenai perkembangan ekonomi terkini dan APBN 2018 di STIE AMM Mataram, Kamis (12/4) lalu. ekonomi dinilai masih cukup baik,” jelasnya di hadapan para peserta kuliah umum. Selain itu dirinya juga menjelaskan realisasi tingkat pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya terus meningkat, hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan domestik dan juga perbaikan sektor internal. Ali Moechtar juga menjelas-

kan beberapa poin penting lainnya mengenai kebijakan strategis 2018, optimalisasi penerimaan perpajakan, peningkatan kualitas belanja negara melalui penguatan fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi, hingga alokasi APBN untuk penanggulangan kemiskinan dan dukungan pada masyarakat berpendapatan rendah.

STIE AMM Gelar Pengajian dan Serah Terima Gedung Baru Nizar Hamdi, SE., MM. Selain sivitas akademik STIE AMM, beberapa tamu juga turut hadir seperti L. Husni Bardin (Lurah Gomong Barat, Kecamatan Selaparang), perwakilan Babinsa, Kepala Lingkungan Bambang, beberapa perwakilan warga, dan juga sivitas akademik PTS lainnya. Setelahnya dilakukan penandatanganan surat serah terima pekerjaan pembangunan gedung baru STIE AMM oleh Direktur PT Mustika Cendanamas, Mawan Riyatno kepada Ketua STIE AMM Mataram Dr. H. Umar Said, SH., MM. Dalam sambutannya, Umar Said menjelaskan peran penting STIE AMM sebagai lembaga pendidikan yang akan mema-

(Suara NTB/dok)

H. Lalu Husni

Gelar Kuliah Umum, Kementerian Keuangan RI Sambangi STIE AMM

Rayakan Isra’ Mi’raj

Mataram (Suara NTB) Peringatan Isra’ Mir’aj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab 1439 pekan lalu juga turut dirayakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram. Pada hari Jumat (13/4) telah diselenggarakan pengajian di pelataran lantai dasar gedung baru berlantai empat, yang digunakan sebagai bangunan parkir dan perpustakaan. Acara ini sekaligus sebagai rangkaian syukuran dan serah terima gedung dari pihak pemborong yang kini telah rampung pengerjaannya. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WITA ini dipandu langsung Ustadz Baehaki Syakbani, SH., MH., dan dibuka dengan pembacaan surat Yasin oleh Wakil Ketua II STIE AMM H.

baik adalah pilkada yang memiliki unsur-unsur fundamental. Termasuk kata dia, adanya regulasi yang baik, penyelenggara, peserta, partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum yang baik. Dengan demikian, maka akan menghasilkan hasil demokrasi yang berkualitas. Tidak saja bagi penyelenggara, dibutuhkan partisipasi masyarakat luas. Adanya keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menghadirkan kontestasi politik yang bersih, jujur dan bermartabat. (dys)

jukan sumber daya manusia khususnya di Provinsi NTB. Untuk itu pembangunan fasilitas dan infrastruktur harus diupayakan sebagai alat penunjang pendidikan. “Kita lihat sekarang ekonomi masyarakat sudah membaik, semakin banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan bermotor bisa menjadi salah satu indikatornya.Tentuhalinijugaharus diimbangi dengan fasilitas pendidikan yang memadai, untuk itu kami mengupayakan pengadaan lahan parkir untuk kendaraan para mahasiswa,” ujarnya. Selain itu, beberapa sambutan juga turut disampaikan oleh perwakilan warga yang berharap agar ke depannya STIE AMM dapat memberikan kontribusi positif untuk dunia pendidikan. Selain itu mampu menciptakan lingkungan pendidikan

(Suara NTB/ist)

TANDA TANGAN - Ketua STIE AMM Mataram, H. Umar Said (paling kanan) menandatangani surat serah terima pekerjaan pembangunan gedung baru STIE AMM, Jumat (13/4) lalu. yang harmonis dan kondusif, sebagaimana yang tercantum pada salah satu misi lembaga pendidikan tinggi ini. Rangkaian acara berikutnya yang juga sekaligus sebagai penutup, diisi dengan ceramah keagamaan tentang hikmah Isra Miraj dan pembacaan doa oleh Wakil Direktur Pasca Sarjana UIN Mataram, TGH. Dr. Adi Fadli, MA.

Dalam ceramahnya Adi Fadli menjelaskan pentingnya mengingat perjalanan sakral Rasululullah SAW pada momen Isra Miraj dan hikmahnya. Dirinya juga menjelaskan kepada para mahasiswa mengenai pentingnya peran pendidikan sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam kitab Al‘Quran dan AlHadits. (ron/*)

(Suara NTB/ist)

POSE BERSAMA - Kapolda NTB Firli pose bersama dengan pemenang lomba film pendek yang diadakan Dirlantas Polda NTB beberapa hari lalu.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Harumkan Unram Melalui Film Pendek Mataram (Suara NTB) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi berhasil mengharumkan nama Universitas Mataram (Unram) melalui film pendek. Hal itu terjadi setelah film berjudul Kapten berhasil menjadi juara favorit dalam lomba film pendek yang diadakan oleh Dirlantas Polda NTB beberapa hari lalu. Film garapan mahasiswa Ilmu Komunikasi Unram ini menyisihkan 44 film dari para sineas yang berpartisipasi pada lomba ini. Hasil lomba ini diumumkan di Lombok Epicentrum Mall, Minggu 9 April 2018 lalu. Penilaian kategori film favorit didasarkan pada jumlah viewer dan liker terbanyak di YouTube, mulai 7-14 Maret 2014. Sementara penilaian kualitas dilaksanakan pada Selasa 6 Maret 2018. Film berjudul Pengabdian keluar sebagai juara umum, disusul Helm Pink juara dua, dan Bapak juara tiga. Sutradara Kapten, Naufal Fitriady Insan Abdul Hamid, mengaku bangga kare-

na karya nya bisa menjuarai lomba ini. Terlebih menurutnya, film Kapten merupakan proyek pertamanya. Lomba film pendek yang diinisiasi oleh Dirlantas Polda NTB ini merupakan bagian dari kampanye dalam keselamatan berlalu lintas. “Kita bisa menjadi andil dalam keselamatan lalu lintas karena memang ada program di dalam resolusi NTB yang dikatakan bahwa harus dilakukan aksi nyata untuk keselamatan lalu lintas itu sendiri,” ujar Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si., di Lombok Epicentrum Mall, belum lama ini. “Polantas sudah melaksanakan tujuh program, hari ini kita melakukan pendekatan kampanye di Epicentrum Mallkarena banyak masyarakatnya sekaligus kita juga membangun kesadaran lalu lintas melalui pendekatan budaya,” ungkap perwira tinggi polisi yang baru saja dilantik menjadi Deputi Penindakan KPK itu. (dys)

Setelah pemaparan materi oleh narasumber, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa perwakilan dosen dan mahasiswa tampak antusias memberikan pertanyaan terkait dengan materi. Acara akhirnya ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama. Ditemui di tempat terpisah,

Kabag. Humas STIE AMM, Ahmad Bairizki, SE., MM., memberikan keterangannya mengenai jalannya acara ini. Dirinya menilai acara ini cukup menarik, karena selama ini masyarakat kerap mendapatkan informasi yang tidak benar (bersifat hoaks) mengenai keadaan keuangan negara, seperti utang di era pemerintahan sekarang yang dianggap semakin membengkak tidak terkendali. “Seperti yang kita lihat bersama, berdasarkan data yang telah disajikan oleh Kementrian Keuangan RI diketahui utang negara kita masih di bawah 30% PDB. Sedangkan batas maksimal yang ditetapkan oleh Undang-undang (UU) No. 17 tahun 2003 sebesar 60%,” ujarnya. Terkait kelangsungan acara, dirinya juga menyampaikan beberapa harapan, “tentu besar harapan saya agar kuliah umum seperti ini dapat sering diselenggarakan oleh pemerintah keberbagai perguruan tinggi. Selain bentuk sosialisasi dan informasi mengenai kebijakan dan pencapaian prestasi penyelenggaraan negara, hal ini juga sebagai bentuk peningkatan edukasi kepada seluruh akademisi agar dalam bersikap kritis tidak hanya berdasarkan informasi yang mengarah kepada opini sepihak, namun harus berdasarkankajian literasi dan informasi yang valid berdasarkan data,” harapnya. (ron)

Alumni LPDP NTB Inspirasi Siswa Agar Berani Bermimpi Mataram (Suara NTB) Sejumlah alumni penerima beasiswa LPDP NTB yang tergabung dalam organisasi Mata Garuda bersiap menggelar kegiatan Massive Action tanggal 19 April mendatang. Massive action yaitu gerakan pembuatan peta mimpi serentak oleh siswasiswi SMA di seluruh Indonesia (26 provinsi) yang diselingi dengan kegiatan inspirasi dari Awardee/Alumni LPDP untuk menuliskan mimpinya dan bersiap untuk mewujudkannya. Ketua Mata Garuda NTB Soni Ariawan, menyebut kegiatan ini memiliki tujuan untuk membangkitkan semangat para siswa agar berani bermimpi meraih cita-cita mereka. Mengambil tema Toreh Cita 1000 Anak Bangsa, kegiatan Massive Action merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Mata Garuda Pusat dengan Mata Garuda Daerah untuk mengabdi pada masyarakat. Dalam kesempatan ini, sasaran kegiatan adalah siswa-siswi SMA dengan membantu menuliskan peta mimpi dan memberikan inspirasi meraih mimpi. Dijelaskannya, pada kegiatan ini, Mata Garuda Daerah menjadi panitia pelaksana di daerahnya dengan menjaring 1.000 siswa di sekolah-sekolah yang menjadi target. Di samping itu, kegiatan ini merupakan kelas inspirasi. Di masing-masing kelas terdapat 3 inspirator yang merupakan alumni LPDP yang siap berbagi ilmu dan pengalamannya kepada sekitar 1.000 siswa-siswi di daerah target. Kegiatan ini ditargetkan bisa mencakup 1.000 siswa di setiap daerah yang mampu menuliskan mimpinya berupa mimpi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Torehan 1000 mimpi tersebut ditulis sendiri oleh siswa secara bebas dan siswa yang bersangkutan diharapkan mampu mendeskripsikan serta merencanakan bagaimana caranya nanti untuk meraih mimpi tersebut.

“Peran Alumni/Awardee LPDP di daerahlah yang membimbing anak-anak untuk menuliskan mimpinya tersebut,” ungkapnya. Lebih jauh dikatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak di 26 provinsi di Indonesia dalam satu hari. Adapun provinsi yang terpilih sebagai target wilayah antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua. “Sasaran dari kegiatan ini ditujukan kepada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di 26 provinsi. Target jumlah siswa dari tiaptiap provinsi adalah berjumlah 1000 siswa,” ungkapnya. Dia menilai, kesuksesan seseorang juga tidak terlepas dari hadirnya orang-orang yang memberikan inspirasi dan menunjukkan arah pada mimpi-mimpi yang masih gelap dalam pandangan mata. Awardee dan Alumni LPDP yang merupakan penerima beasiswa LPDP berasal dari berbagai daerah dan beragam profesi, telah menerima kesempatan untuk studi di berbagai kampus di dunia mencoba untuk hadir di tengah masyarakat dengan berbagi inspirasi dan pengalaman dalam merencakan masa depan. Tidak lain bertujuan agar para siswa berbagai sekolah di NTB dapat untuk berani bermimpi setinggi-tingginya, menanamkan mimpi sejak dini, dan membuat strategi untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut. “Alumni LPDP sebagai fasilitator dan inspirator akan hadir ke berbagai daerah untuk berbagi cerita, pengalaman, dan inspirasi pada lebih dari seribu siswa–siswi,” tukasnya. (dys)

(Suara NTB/ist)

PENERIMA - Alumni penerima beasiswa LPDP NTB berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri pose bersama dalam sebuah kesempatan.


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 16 April 2018

Kadispora Berharap Ada Turnamen Futsal Wanita (Suara NTB/epa)

SEMAKIN DEKAT – Para pemain Manchester City merayakan gol kemenangan yang membuat mereka semakin dekat dengan gelar juara Liga Inggris, setelah menang 3-1 atas Tottenham Hotspur, akhir pekan kemarin.

City di Ambang Gelar Juara London Manchester City menang 3-1 atas Tottenham Hotspur dan mendekat tiga poin untuk mengamankan gelar Liga Inggris di Wembley pada Sabtu. Setelah mereka dikalahkan rival sekota Manchester United sepekan sebelumnya setelah unggul dua gol ketika kemenangan akan membuat mereka dimahkotai gelar raja Inggris, kemudian disingkirkan oleh Liverpool di Eropa, beberapa pihak mengatakan City mulai mengendur. Namun, pasukan Pep Guardiola menepis dugaan seperti itu dengan menundukkan Spurs yang tidak terkalahkan di liga sejak Desember. Kemenangan, yang dikunci melalui golgol Gabriel Jesus, Ilkay Gundogan, dan Raheem Sterling, membawa mereka mengoleksi 87 poin dari 33 pertandingan. Kekalahan bagi Manchester United saat berhadapan dengan tim juru kunci West Bromwich Albion pada Minggu akan mengamankan gelar ketiga City dalam tujuh musim, namun kemenangan saat melawan Swansea City pada pekan depan akan cukup untuk membuat mereka tidak terkejar lagi. “Setelah 15 menit saya berkata kami akan menjadi juara, setelah apa yang terjadi dan kami bereaksi,” kata Guardiola, yang akan berada di lapangan golf bersama putranya ketika United bermain pada Minggu kemarin. “Orang-orang ini fantastis dan luar biasa. Apa yang terjadi pada pekan lalu begitu tidak adil. Hal yang penting adalah kami sekarang tahu kami bergantung kepada diri sendiri. Kami harus memenanginya di kandang. Saya gembira untuk menjadi juara dengan para penggemar kami.” Tim peringkat ketiga Liverpool menang 3-0 atas Bournemouth di kandang sendiri, di mana Mohamed Salah membuat dirinya telah mengoleksi 40 gol di semua kompetisi - membuat ia menjadi pemain ketiga Liverpool yang mengukir pencapaian itu dalam satu musim. Sadio Mane dan Roberto Firmino juga menyumbang gol ketika Liverpool unggul tiga poin atas Tottenham. Liverpool unggul sepuluh poin atas tim peringkat kelima Chelsea, yang bangkit dari tertinggal dua gol di markas Southampton yang terancam degradasi untuk kemudian menang 3-2, dan menjaga harapan mereka untuk nis di empat besar. Tim peringkat ketiga dari bawah Southampton unggul lima poin dari zona aman setelah rivalnya untuk bersaing lolos dari ancaman degradasi Crystal Palace menaklukkan Brighton & Hove Albion dengan skor yang sama di Selhurst Park, dan Hudderseld Town menang 1-0 atas Watford. Swansea City berada di atas Southampton setelah bermain imbang 1-1 saat melawan Everton. (ant/bali post)

Salah Cetak Gol ke-40 Liverpool Mohamed Salah mencetak gol ke-30nya di Liga Inggris musim ini, ketika Liverpool menaklukkan Bournemouth dengan skor 30 untuk semakin mendekati nis di empat besar pada Sabtu. Tim peringkat ketiga Liverpool hanya memerlukan tujuh menit untuk membuka keunggulan, ketika Sadio Mane menaklukkan Asmir Begovic dari bola pantul setelah tandukan awalnya dapat ditahan oleh kiper tim tamu. Bournemouth mampu mencegah gawangnya tidak kemasukan lebih banyak lagi meski Liverpool mendominasi, namun Salah memastikan raihan tiga poin pada menit ke-69 ketika, dengan punggungnya menghadap ke gawang, ia menyundul bola operan panjang Trent Alexander-Arnold untuk masuk ke gawang. Dengan melakukan hal itu, Salah menjadi pemain ketiga Liverpool yang mencetak 40 gol di semua kompetisi dalam satu musim - bergabung dengan Ian Rush, yang dua musim melakukannya, dan Roger Hunt. Masih ada waktu bagi Roberto Firmino untuk menambahi keunggulan Liverpool dengan gol ketiga, bergerak memotong dari kiri dan melepaskan tembakan kaki kanan mendatar melewati Begovic. Kemenangan ini membawa Liverpool unggul tiga poin atas Tottenham Hotspur, yang akan bermain melawan Manchester City pada Sabtu malam, demikian Reuters. (ant/bali post)

Taklukkan Valencia, Barca Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan Barcelona Barcelona membayar kekalahan mengejutkan mereka di Liga Champions oleh AS Roma dengan menaklukkan Valencia 2-1 pada Sabtu dalam suasana tenang di Nou Camp, menciptakan rekor La Liga dengan 32 pertandingan tak terkalahkan sekaligus membawa mereka semakin dekat dengan gelar juara. Luis Suarez memberi Barca keunggulan setelah seperempat jam berlangsungnya laga dengan menyambut umpan luar biasa dari mantan rekan setim di Liverpool Philippe Coutinho, mencetak gol dengan satu sentuhan dari jarak dekat. Pemain dengan rekor penandatanganan kontrak klub Coutinho kemudian melambungkan bola ke sudut luar dimana Samuel Umtiti menanduk bola dan menjadikannya gol kedua Barca di menit ke-51, tak lama setelah Gerard Pique menyelamatkan blunder Umtiti dengan menghalau tembakan pemain depan Valencia Santi Mina menyusul kesalah pahaman oleh bek asal Perancis itu. Kapten Dani Parejo membalaskan satu gol untuk Valencia, yang ada di tempat ketiga klasemen, dengan penalti di menit 87 menaklukkan kiper Barca Marc-Andre ter Stegen. Tim Catalan bertahan dengan keunggulannya itu hingga pertandingan berakhir untuk bergerak secara efektif mendekati tujuh poin untuk gelar liga ke-25 mereka. Tim asuhan Ernesto Valverde mengungguli tim terdekat Atletico Madrid dengan selisih 14 poin di klasemen, dengan Atletico akan menjamu Levante dan klub Real yang berada di tempat keempat mengunjungi Malaga pada Minggu, demikian Reuters. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

CETAK GOL – Gelandang serang Barcelona, Philippe Coutinho, mencetak gol ke gawang Valencia, dalam lanjutan La Liga, akhir pekan kemarin.

Mataram (Suara NTB) Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin terus mendorong penyelenggaraan event olahraga tingkat pelajar. Tidak mesti dari cabor unggulan, maupun dari cabor non unggulan juga tetap menjadi atensi pihaknya. Salah satu olahraga yang akan menjadi usulan untuk diselenggarakan pihak Dispora NTB bersama Bapopsi NTB tahun mendatang adalah turnamen futsal tingkat pelajar wanita. Alasan ingin menyelenggarakan event pelajar futsal wanita saat ini karena AFP NTB telah memiliki Pengcab di masing-masing kabupaten/kota di NTB.

“Saya ingin kedepan ada turnmen futsal untuk wanita juga. Karena kita melihat sudah banyak wanita menekuni olahraga futsal. Bahkan di NTB sudah terbentuk beberpa klub futsal wanita”ucap Husnanidiaty Nurdin yang diwawancara Suara NTB usai membuka Turnamen Futsal di Gelanggang Pemuda Mataram,Sabtu (15/4).

Lanjutnya Eni, bermunculan tim futsal putri sudah mulai terlihat. Hal itu dapat dilihat dari penampilan tim futsal putri pada laga eksebisi pembukaan turnamen futsal pelajar Bapopsi NTB Cup, Minggu (15/4). Dimana pada acara pembukaan turnamen futsal tersebut mempertandingan eksebisi antara tim futsal putri Quin

45 Vs tim SMP Negeri 13 Mataram. Hasilnya tim Quin 45 unggul 3-1. Melihat telah bermunculannya bibit atlet futsal putri yang telah berkembang pesat di NTB. Kedepan Eni berharap pihak Bapopsi NTB dapat menggelar turnamen futsal yang sama dengan menambah kelas putri. (fan)

Hj. Husnanidiaty Nurdin

(Suara NTB/lin)

MEMACU SEPEDA - Para peserta TdLM tengah memacu sepeda mereka saat pelepasan di Taman Sangkareang, Minggu (15/4).

Tour de Lombok Mandalika, Ajang Pamer Wisata Olahraga Lombok Mataram (Suara NTB) – Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018 telah selesai diselenggarakan. Sebanyak tiga etape yang diikuti oleh 18 tim dari 24 negara berhasil dijajal dan mendapatkan berbagai nama sebagai juara. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ajang promosi wisata olahraga yang dimiliki NTB. “Ini merupakan salah satu event yang peminatnya cukup banyak. Karena rute yang dilewati merupakan destinasi wisata. Ini juga sekaligus sebagai ajang untuk mempromosikan potensi wisata olahraga yang kita miliki,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos., M.Si, di Mataram, Minggu (15/4). Pada etape pertama pembalap asal Negara Eritrea, Metkel Eyob menjadi yang paling cepat mencapai garis finish dengan catatan waktu 1:52:14. Disus-

ul ousif Mohammed Ahmed Mirza Al Hamadi dengan catatan waktu 1:52:15. Ketiga Choon Huat Goh dari tim Trengganu Cycling Club di peringkat ketiga dengan waktu 1:52:20. Etape pertama ini mengambil start di Pantai Kuta Lombok Tengah dan berakhir di Kantor Gubernur NTB. Pembalap asal Indonesia juga turut ambil bagian. Indonesia menempatkan tiga pembalapnya di 10 besar. Robin Manulang dari PGN Road Cycling Team berada di posisi kelima dengan catatan waktu 1:52:24, disusul Aiman Cahyadi dari Team Sapura Cycling di peringkat keenam dengan catatan 1:52:27. Sementara, Abdul Gani dari KFC Cycling Team menempati posisi 10 dengan catatan 1.53.44. Sedangkan pada etapa kedua, Muhammad Zawawi Azman pebalap yang mem-

perkuat Tim Sapura Cycling asal Malaysia menjadi yang tercepat. Ia menyentuh garis finish (akhir) setelah melakukan start (mulai) di Islamic Center hingga Sembalun dengan catatan waktu 5:11:49. Sedangkan di posisi kedua ada Alvaro Raul Duerte Sandoval dengan waktu tempuh 5:12:13 dari Tim Forca Amskins Cycling. Disusul pada posisi ketiga Wilman Zahir Perez Munoz dengan catatan waktu 5:12:16 berasal dari tim yang sama dengan Zawawi yaitu Tim Sapura Cycling. Sedangkan pada etape ketiga Shiki Kuroeda asal Jepang yang memperkuat Asian Racing Team menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 2:39:39. Disusul Anuar Manan dari Forca Amskin asal Malaysia dan ketiga Aiman Cahyadi asal Indonesia yang memperkuat Sapura Cycling Team.

Sementara itu, Race Director Tour de Lombok 2018, Sondi Sampurno mengatakan bahwa Lombok memiliki daya tarik tersendiri bagi peserta. Bahkan beberapa peserta juga merupakan pesepeda yang sudah memiliki nama dan pernah menjadi juara di beberapa kejuaraan dunia. “Bahkan ada yang dari Dubai juga yang pernah menjadi juara Asia yang ikut di sini. Kita harapkan semua berjalan dengan baik dan promosi sport tourism kita berjalan juga dengan baik,” harapnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Tour De Lombok Mandalika kali ini lebih menampilkan berbagai destinasi wisata yang dimiliki. Sehingga, selain menikmati perjalanannya menggunakan sepeda, para peserta juga bisa lebih banyak bertemu dengan destinasi wisata dan dapat menikmati sua-

sana di sekitarnya. Pembalap dari BRCC Zein Habibi mengaku sengaja ikut serta dalam TdLM 2018 untuk merasakan sensasi rute alam di Pulau Seribu Masjid ini. Zein mengatakan penasaran dengan rute TdLM 2018 yang cukup menantang dan menghadirkan medan tidak biasa karena melintasi sejumlah tanjakan, areal perbukitan, perkotaan, dan persawahan hijau di Lombok. “Ini baru pertama kali kita ikut, karena rutenya menantang dan banyak tanjakan,” ujar Zein. Zein dan seluruh peserta TdLM 2018 telah berhasil mengikuti etape pertama rute Pantai Kuta Mandalika-Mataram sejauh 84,4 Km. Etape kedua, MataramSembalun sejauh 172,4 Km akan dilaksanakan pada Sabtu (14/4), dan etape mengelilingi dalam Kota Mataram sejauh 121 Km pada Minggu (15/4). (lin)

Cetak Gol Terbanyak

(Suara NTB/fan)

BEREBUT BOLA - Pemain Eightien DCS berebut bola dengan pemain SMA 2 Narmada di Turnamen Futsal Bapopsi NTB Cup di Gelanggang Pemuda Mataram, Minggu (15/4).

Futsal Bapopsi NTB Cup

Eighteen DCS Sukses Taklukan SMA 2 Narmada Mataram (Suara NTB) Tim futsal pelajar Eighteen DCS tampil memuskan di laga perdana Turnamen Futsal Pelajar “Bapopsi NTB Cup” yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Minggu (15/4). Tim eighteen DCS yang tampil menggunakan kostum warna merah muda itu unggul 6-2 atas SMA 2 Narmada Lobar. Keberhasilan tim Eighteen memenangkan laga penyisihan itu tidak lepas dari penampilan terbaik yang ditunjukan beberapa pemain andalannya. Khususnya sebanyak enam pe-

main Eightien sukses mencetak masing-masing satu gol. Enam gol kemenangan tim Eighteen DCS dicetak oleh Ahmad, Muhammad Husen, Habiburrahman, M. Indra, Mawar dan Obik. Sementara dua gol balasan dari tim SMA 2 Narmada dicetak oleh Febri dan Muhajir. Hasil kemenangan tersebut membawa tim Eightien DCS melaju ke babak selanjutnya. Sementara itu dipertandingan lain tim SMK Negeri 2 Mataram berhasil mengalahkan tim SJ.FC 3-0. Atas kemenangan tersebut tim SMK N 3 Mataram akan melaju ke babak berikutnya.

Sementara itu Panitia Pertandingan, Anang Zulkarnain melaporkan pertandingan Futsal Bapopsi Cup NTB melibatkan sebanyak 22 tim futsal tingkat pelajar se Pulau Lombok. Selain mempertandingan futsal, event yang memperebutkan total hadiah itu lebih kurang 20 juta itu akan melombakan kompetensi dance dan majalah dinding (Mading). Kemudian untuk hari pertama turnamen kemarin, telah dipertandingan sebanyak 10 partai, yakni 6 partai dari tingkat SMA dan 4 partai tingkat SMP. (fan)

NAMA Muhammad Syaban Soeryono terpilih sebagai pemain cilik terbaik di Turnamen Futsal Mini Tingkat TK se-Kota Mataram yang digelar IGTKI TK Cabang Kecamatan Mataram dan Selaparang, di lapangan Futsal TK Al-Iqra Mataram, 9-10 April lalu. Selain memiliki bakat bermain bola yang apik, Murid TK Angkasa Rembiga ini juga dinobatkan sebagai pemain cilik yang sukses menyarangkan gol terbanyak (sembilan gol) di turnamen futsal yang melibatkan puluhan atlet cilik asal Kota Mataram itu. Sembilan gol itu dicetak saat tampil laga awal penyisihan hingga laga final. Di pertandingan final saat menaklukan tim TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Mataram, atlet cilik asal Kota Mataram memberikan kontribusi dua gol untuk kemenangan timnya. Dua gol tersebut sekaligus menggenapkan sembilan gol yang dicetaknya. Diwawancara Suara NTB usai pertandingan, pemain cilik kelahiran 15 Juli 2011 ini mengaku sangat senang bisa memberikan kontribusi gol untuk kemenangan timnya. Dia berharap kelak bisa menjadi pemain handal yang bisa mengangkat prestasi olahraga sepak bola NTB di kancah nasional. “Perasaan saya senang sekali bisa membawa tim juara dan terpilih sebagai pencetak gol terbanyak,” ucapnya. Pemain cilik yang mengidolakan Ronaldo ini mengatakan bahwa kemampuan dirinya bermain bola mengalir begitu saja. Diusianya yang masih sangat dini itu dia belajar sepak bola secara otodidak saja alias latihan sendiri tanpa dibantu oleh pelatih. Tak disangka diusianya yang masih belia dirinya mampu menjadi bintang lapangan setelah menyarangkan gol terbanyak di event itu. Harapannya kelak dia bisa menjadi pemain hebat seperti pemain Portugal d a n R e a l Madrid, Cristiano Ronaldo. Muhammad Syaban Soeryono (fan)


SUARA NTB

Senin, 16 April 2018

Halaman 12

Kampanye Dialogis BARU

LOWONGAN

SALON

FIDDIN akan Gratiskan Pendidikan dan Kesehatan

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

Selong (Suara NTB) Kampanye dialogis pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Syamsul Luthfi dan H. Najamuddin Mustofa (FIDDIN), Jumat lalu, antara lain menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu yang paling menonjol yakni masyarakat miskin masih membayar pengobatan di Puskesmas. ‘’Kami membayar di Puskesmas, tidak gratis,’’ kata masyarakat di hampir seluruh titik yang dikunjungi paslon FIDDIN di Lotim. Hingga Jumat lalu, paslon FIDDIN telah turun ke 334 titik di Lotim. Rata-rata masyarakat menyuarakan bahwa mereka masih membayar di Puskesmas, sedang pendidikan mereka di tingkat desa rata-rata cukup sampai SMP/sederajat. Menurut H.M. Syamsul Luthfi yang memiliki jargon Berdayasaing Aman Religius dan Unggul (BARU) tersebut,

jika dia diamanahkan oleh rakyat dan diridhoi Allah untuk memimpin Lotim ke depan, persoalan pendidikan dan kesehatan itu harus tuntas. ‘’Tidak akan ada seorang pun rakyat miskin yang akan membayar lagi ke Puskesmas,’’ katanya. Pendataan yang akurat bagi penduduk miskin menjadi keharusan. ‘’Kalau sampai ada masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), maka akan kami rekomendasikan untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),’’ katanya. Soal nanti fasilitas kesehatan (Faskes) tersebut meminta pembayaran, maka pemkab Lotim akan mengalokasikannya lewat APBD. ‘’APBD itu uang rakyat, dan karena itu APBD haruslah untuk rakyat,’’ lanjutnya disambut takbir warga di Renco, Dasan Belo, dan Dasan Tinggang, kecamatan Selong.

Berkas Kasus ADD Langko Segera Dilimpahkan Praya (Suara NTB) Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) memastikan akan segera melimpahkan berkas perkara, termasuk tersangka kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Langko Kecamatan Janapria. Berkas perkara tersebut dinyatakan tuntas oleh jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., kepada Suara NTB, Minggu (15/4) menyebutkan, pihaknya sudah mendapat kepastikan dari jaksa kalau berkas perkara kasus ADD Desa Langko sudah lengkap. ‘’Untuk itu, pekan depan berkas bersama tersangkanya akan kita limpahkan ke jaksa,” ungkapnya. Dengan telah lengkapnya berkas perkara ADD Desa Langko tersebut, maka tahun ini Polres Loteng sudah bisa menuntaskan satu kasus dugaan korupsi dari dua target yang diberikan. Dan, mengingat ada beberapa kasus lagi yang sedang ditangani, pihaknya optimis bisa melampaui target penyelesaian kasus dugaan korupsi tahun ini. “Tahun ini kita upayakan paling tidak tiga atau empat kasus dugaan korupsi bisa kita selesaikan. Dan, bulan ini kasus ADD Langko sudah dinyatakan lengkap. Tinggal menyelesaikan beberapa kasus lainnya,” imbuhnya. Ia menjelaskan, selaian ADD Desa Langko, saat ini pihaknya juga tengah menanganani kasus dugaan korupsi ADD Desa Braim. Kasus tersebut sudah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan. Dan, diharapkan dalam waktu yang tidak lama lagi, sudah ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ADD Desa Braim ini. Khusus untuk kasus ADD Desa Braim sendiri, tim dari BPK RI perwakilan NTB sudah turun melakukan audit. Guna menghitung besaran kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus tersebut. Karena yang punya kewenangan untuk mengaudit kerugian negera hanya lembaga negara resmi. Dalam hal ini BPK RI. Tim audit BPK RI katanya sudah selesai melakukan audit. Tapi berapa hasil audit, kita belum mendapat laporan resmi dari tim audit. “Hasil audit masih kita tunggu dari BPK RI. Nanti kalau sudah hasil, baru kita akan menenRUPA-RUPA tukan sikap,” terangnya. (kir) PT.KEUANGANMENGELUARKAN DANA CEPAT 1HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUC/TRONTON,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA OVER KREDIT/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)

HILANG H LG STNK R4 DR9167AC CHEVROLET LUV NOKA/ NOSIN:KBD216567293/ 767536 AN. INDAH HLG DSKTR JL. RAYA TANJUNG GUNUNG SARI.

Terhadap mereka yang putus sekolah pun, kata Syamsul Luthfi yang bernomor urut 4 itu, pihaknya juga telah menyiapkan program. ‘’Oleh relawan nantinya akan mendata, berkeliling ke penduduk untuk mencari tahu siapa yang putus sekolah. Mereka akan diajak sekolah lagi. Soal pembayaran di sekolah, nanti pemkab yang akan membayarkannya di sekolah tersebut,’’ ujarnya. Persoalan kesehatan dan pendidikan itu, bagi kakak kandung gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi itu, merupakan prioritas utama, di samping prioritas lainnya. Dalam hal kemandirian ekonomi, kata cucu pahlawan nasional almagfurulahu Maulanasyeikh TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid ini, FIDDIN juga telah menyiapkan program Kelompok Pemuda Mandiri (KPM). ‘’Kelompok pemuda di seluruh desa ini akan diberi-

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 (Suara NTB/zul)

DIALOGIS – Calon Bupati Lotim nomor urut 4, H.M. Syamsul Luthfi saat kampanye dialogis di Renco, Kelurahan Jorong, Kecamatan Selong. kan modal kerja untuk mereka mandiri secara ekonomi,’’ lanjutnya. Dengan program itu, maka praktis laju pertumbuhan pengangguran akan tertekan dari tahun ke tahun. Masalah rendahnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi itulah, kata H.M. Syamsul Luthfi,

yang merupakan persoalan serius yang menyebabkan kemiskinan. ‘’Kalau persoalan itu tertangani secara baik, maka kemiskinan Insya Allah pasti dapat ditekan,’’ katanya, sehingga cita-cita bersama menuju masyarakat yang sejahtera akan terwujud. (038)

Peserta Lintas Alam di Gunung Sasak Banyak Pingsan Giri Menang (Suara NTB) Dalam agenda menyambut HUT Lobar ke 60, Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan lintas alam (forest tracking) menyusuri wisata alam Gunung Sasak di Kecamatan Kuripan, Kamis (12/4). Mengusung tema “Lestarikan Lingkungan untuk Generasi Mendatang”, kegiatan lintas alam ini juga dirangkai dengan penanaman pohon di sekitar Gunung Sasak saat dilalui oleh seluruh peserta mulai dari unsur TNI/Polri, dinas/instansi se-Lobar, LSM, pelajar/mahasiswa dan masyarakat umum. Lomba lintas alam kali ini banyak peserta yang mengalami pingsan diduga disebabkan kelelahan dan cuaca panas. Pasalnya, para peserta mem(Suara NTB/ist) ulai perjalanan dari lapangan Kuripan menuju wisata alam Gunung Sasak dengan jarak tem- PINGSAN - Tim Sibat dari Sekotong Tengah puh sekitar 5 kilometer dengan jalur lintasan menolong peserta lintas alam Gunung yang lumayan ekstrem karena menanjak. “Bany- Sasak yang pingsan. ak peserta yang pingsan Karena kelelahan. Jalur kategori TNI/Polri/Instansi diraih oleh nomor yang dilalui cukup ekstrem karena menanjak. dada 579 sebagai juara 3. Juara 2 jatuh pada Tidak seperti di Sekotong tahun lalu,” kata salah nomor dada 665 dan juara 1 diraih oleh regu seorang peserta dari sekretariat DPRD Lobar. nomor dada 489. Untuk juara 3 kategori umum Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SI- diraih oleh nomor dada 350, juara 2 oleh 660 BAT) Desa Sekotong Tengah, salah satu kelom- dan juara 1 diraih oleh regu nomor 164. Kategori pok masyarakat yang dilibatkan menangani pe- pelajar/mahasiswa diraih oleh juara 3 nomor serta yang pingsan. Menurut Mardiansyah, tim 191, juara 2, nomor 186 dan juara 1 nomor dada SIBAT banyak menolong pe212. “Juara umum jatuh pada serta yang pingsan karena konnomor dada 489” sebut paniRUPA-RUPA disi kelelahan dan cuaca panas. tia di atas pentas. (her) Sementara itu, pihak panitia menyatakan, sampai kegiatan Toyota Lombok,dptkn proRUPA-RUPA akan dimulai pendaftaran pe- gram khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuranPT.KEUANGAN MENGELUARserta mencapai 1.656 regu atau 12x,grts kaca film,Grts jasa KAN DANA CEPAT 1 HARI 8.292 orang. th Di tempat yang sama, Sekda service smpai 4 /50rb km,ayo CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOLobar, H. Moh.Taufiq sebelum buruan,info pmsanan :0819- BIL/SEGALAJENISMOBIL(TRUmelepas peserta berharap agar 07921999 (HERY),Beli Toyota K/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEseluruh peserta dapat mengiku- Ingat Hery,mlyani dgn pasti. PAT,DAN BISATAKEOVER/PINti perjalanan dari start sampai finish.”Ada banyak hadiah me- Lesehan Taman Bangket,- DAH BANK, HUB (085100026narik bagi peserta. Ada kulkas, promo dr tgl 17maret-17april 0 1 0 ) ( 0 8 1 9 9 9 2 9 0 3 8 7 ) sepeda, sepeda motor, kipas an- (disc 15% utk semua menu) da- (081239956609) gin dan banyaklah,” katanya. tang ke lesehan kami JL.Saleh BOUTIQUPada akhir kegiatan, panitia Sungkar 77xx Bintaro,Info peme- KAMORRY menyebut pemenang terdiri dari sanan hubungi : 081917937773/ E&MAKE OVER, hrga mulai 081907815697 dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja RUPA-RUPA DJL TNH KEBUN L.174 datas 300RB free makeup,LOK.DS.PENGONONGLINGSAR m j u a l & m y e w a k a n DIJUAL OPER KREDIT TATA H.30JT/A HUB.082147897778 kebaya,buka setiap hari pukul SUPER ACE TH2016 TURBO 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 DIESEL PANJANG BAK 260CM KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Kekalik(Samping electra diaPrgram Khusus bln Agsts,Diskon mond store)/081916887677 HUB. BU ELI 085333587700 Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP DIJUAL TOKO ATAU KIOS murah,Gratis Jasa Service s/d DUJUAL REVO ABSOLUT UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLE- 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&- CW’09 WARNA HITAM/MERKS PERTOKOAN LONCENG Pmesanan Hub Hery Toyota AH DR HP7JT 0818543688 TP MAS BERTAIS BERMINAT 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. HUB. 081907815224 DIJUAL RUMAH FULL FURNITURELOKASISTRATEGIS,3KALORE SPA : Refresing Body, DAPUR BU’ANI mnydiakan MARTIDUR,2KAMARMANDI,3 Mind and Spirit, melayani Lore ayam rumpak,ceker balado,pkt AC,DAN GARASI MOBIL, HAREssential energy, Javanese Sig- mkan siang mulai 12rb,aneka GA590JT NEGODIKIT.JL.WARU nature, Lore Aromatherapy (Re- mcam sambal,u/delivery free BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR laxation), Boreh Treatment ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid PRATAMA MATARAM.HUB:08(healing), Head, Neck & Shoul- Al-Muttaqien no.26 Dasan 1349684919 der Massage, Relaxing Foot Agung,tlp.087864657127 Massage, HERB & Spice Scrub, JAMINKAN BPKB anda diaHarmony Healing package, Aura DIJUAL RUMAH DI BTN tas tahun 2000, Pick up 2005 Package, Royal Javanese Ritu- LINGKAR PRATAMA BLOK Y bisa hub : Wayan Pardha al almt: jl. Selaparang no. 37 ma- NO. 5 BERMINAT SEGERA 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), HUBUNGI: 087865991696 taram HP. 081907294126 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus makeup & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaM t r , 0 8 7 8 5 5 3 1 1 441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257.Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

 Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 16 April 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Senin, 16 April 2018

Tindak Tegas Pelaku Pungli PUNGUTAN liar (pungli) masih sering kita temukan di lapangan. Hampir seluruh layanan publik di instansi pemerintah sangat rawan pungli dan merugikan masyarakat. Gebrakan pemerintah pusat yang membentuk Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) dari pusat ke daerah merupakan satu langkah bagus dalam memberantas pungli. Adanya tim ini diharapkan mampu mengakomodir berbagai macam laporan atau tindakan pungli yang dilakukan oknum aparat pemerintah atau institusi vertikal untuk ditindaklanjuti. Jika kita melihat, pada awal pembentukan tim satgas saber pungli, kinerjanya sudah sangat bagus. Tim mampu mengungkap berbagai macam kasus pungli yang melibatkan aparatur pemerintah hingga aparat penegak hukum. Namun, belakangan peranan tim ini dalam memberantas pungli menjadi pertanyaan banyak pihak. Terlepas dari itu, kasus laporan pungli yang masuk ke instansi penegak hukum juga sangat besar. Termasuk ke ketua tim saber pungli yang dipimpin langsung wakil kepala daerah. Sebagai contoh, kasus dugaan pungli yang melibatkan staf di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, khususnya di Unit Pengelola Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB). Sejumlah oknum staf yang ada di UPT PKB ini diduga terlibat pungli dalam kasus pengujian kendaraan bermotor. Bahkan, kasus yang terjadi di UPT PKB ini membuat Plt Kepala UPT PKB Drs. Cukup Wibowo lempar handuk sebelum dua bulan menjabat di posisi ini. Melihat kondisi ini, tentu saja Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana harus memberikan ancaman terhadap pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Tentunya tindakan tegas menjadi sebuah keputusan yang harus diambil, jika di lapangan ditemukan bukti adanya keterlibatan dari pihak-pihak yang melakukan pungli. Tindakan tegas ini setidaknya menjadi shock therapy bagi pejabat atau pegawai lain untuk tidak melakukan hal serupa. Tidaklah salah apa yang disampaikan Plt. Walikota Mataram, jika Pemkot Mataram mampu meraih prestasi tingkat nasional dalam bidang penanganan pungli seakan tidak ada artinya, jika masih ada praktik pungli dan percaloan di pelayanan publik. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Plt. Walikota Mataram dan aparatur di bawahnya dalam menuntaskan kasus pungli yang terjadi. Di sinilah dibutuhkan ketegasan dari jajaran aparatur dalam menindaklanjuti berbagai persoalan di masyarakat. Jika ada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tak mampu mengatasi masalah pungli di institusi yang dipimpinnya, maka kepala daerah berhak untuk mengevaluasi kinerja dari pimpinan OPD itu sendiri. Itu artinya, pimpinan OPD tidak mampu mengelola organisasi yang dipimpinnya, termasuk staf yang bertugas di dalamnya. Untuk itu, kepala daerah atau pelaksana tugas kepala daerah yang ditunjuk harus mengevaluasi kinerja jajarannya. Jika tidak mampu mengatasi masalah yang ada di OPD yang dipimpinnya, maka pimpinan OPD itu harus diganti. Begitu juga, ketika ada dugaan keterlibatan oknum pejabat di kasus pungli, maka harus diserahkan ke aparat penegak hukum dan diproses sesuai peraturan yang berlaku. Jangan sampai kasus pungli dibiarkan dan mendarah daging dan merusak kredibilitas pemerintah di mata masyarakat. (*)

RADIO

OPINI

Halaman 14

Bila Bali-NTB Tuan Rumah Bersama PON 2024 EINGINAN pemerintah dan berbagai elemen masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk menjadi tuan rumah PON 2024 bersama Provinsi Bali kian membuncah. Selain telah membangun komitmen kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Bali, lobyloby politikpun dimulai. Dengan analogi Papua bisa jadi tuan rumah PON 2020 tidak lepas dari perspektif dan intervensi politik nasional ( secara fisik objektif mungkin belum memadai), maka pendekatan politik dengan memanfaatkan jalurjalur politikpun penting dilakukan. Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, KONI NTB kini bergandengan tangan dengan para wakil rakyat NTB yang duduk di DPRRI dan DPD-RI memperjuangkan agar PON XXI terselenggara di NTB. Sesungguhnya seberapa besarkah peluang Bali-NTB menjadi tuan rumah bersama tersebut jika dibandingkan kompetitor Provinsi Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh yang juga ingin menjadi tuan rumah bersama ? Medan Sumatera Utara pernah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah PON tahun 1953, lalu apa modal kita menjadi tuan rumah ? Mampu dan siapkah kita menjadi tuan rumah multi event pertandingan olahraga berskala nasional yang nantinya bila mengacu PON XX di Papua akan mempertandingkan tidak kurang dari 49 cabang olahraga tersebut ? Tiga Keunggulan Hasrat besar menjadi tuan rumah bersama PON XXI-2024 bukanlah tanpa alasan. Bali-NTB memiliki keunggulan di banding kompetitor lainnya. Setidaknya Bali-NTB memiliki tiga keunggulan yang bisa menjadi modal dan argumentasi dalam penyampaian proposal sebagai tuan rumah. Pertama, secara politis demi keutuhan NKRI kini saatnya Indonesia Tengah (Tenggara Nusantara) diberikan kesempatan untuk menunjukkan potensi dan kemampuannya sebagai tuan rumah. Dalam sejarahnya, PON telah terselenggara 14 kali di Pulau Jawa, dan baru 6 kali di luar Jawa yaitu di Medan Sumatera Utara (1953), Makassar Sulsel (1957), Palembang Sumsel (2004), Samarinda Kaltim (2008), Pekanbaru Riau (2012) dan nanti di Papua (2020). Indonesia Bagian Tengah khususnya kawasan tenggara Nusantara yaitu Bali-NTB belum pernah menjadi tuan rumah. Inilah saatnya (2024) Bali-NTB diberikan kesempatan emas sebagai tuan rumah untuk selanjutnya pada PON XXII – 2028 diberikan kepada Provinsi Sumatera Utara dan DI Aceh untuk menjadi tuan rumah bersama PON berikutnya. Dalam pelaksanaan penunjukan sebagai tuan rumah, pasti akan diikuti affirmative action pemerintah berupa penggelontoran dana dukungan APBN kepada tuan rumah untuk melengkapi sarana prasarana pertandingan olahraga dan infrastruk-

Oleh: H. Lalu Gita Ariadi (Mantan Ketum Cabor Kempo) tur yang dibutuhkan daerah melalui Kementerian/Lembaga terkait. Menyebar lokasi penyelenggaraan PON tentu sangat strategis baik dalam perspektif wawasan nusantara juga untuk pemerataan sarana prasarana keolahragaan secara nasional serta untuk menggali potensi seluruh anak bangsa agar bisa berkontribusi memberikan prestasi yang membanggakan bagi bangsa dan negara melalui bidang olahraga di tingkat dunia. Kedua, Secara geografis BALINTB berada di tengah-tengahnya Indonesia sehingga mudah di akses dari timur dan barat Indonesia baik dengan menggunakan moda transportasi udara, laut dan darat. Keberadaan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dan Lombok Internasional Airport yang kini oleh PT. Angkasa Pura I terus di upgrade tak perlu disangsikan merupakan pintu gerbang utama yang siap menampung berapapun kontingen atlet, official juga suporter yang datang dan pergi menyaksikan PON. Aksesibilitas Bali-NTB dengan menggunakan moda transportasi lautpun tak perlu di sangsikan. Pelabuhan Teluk Benoa Bali dan Pelabuhan Lembar siap disinggahi kapal PT PELNI berukuran besar yang membawa atlit, official maupun supporter yang datang baik dari pelabuhanpelabuhan utama di kawasan timur maupun barat Indonesia. Tahun 2019 yang akan datang Pelabuhan Gilimas Lembar yang di desain untuk persinggahan cruise dan container di rencanakan mulai bisa dioperasikan sehingga tahun 2024 tidak ada kesulitan bagi kapal besar PT PELNI untuk berlabuh di Pelabuhan Gilimas Lembar. Demikian juga yang ingin menggunakan moda transportasi darat. Tidak ada kendala untuk mengakses BALI-NTB. Ratusan bus-bus suporter dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang ingin overland dapat melintas aman melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk untuk selanjutnya menyeberang ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bae-Lembar. Dengan akan beroperasinya Pelabuhan Gilimas Lembar tahun 2019, sudah antri beberapa investor yang siap menambah armada kapal laut yang akan melayani route LembarTanjung Perak Surabaya yang selama ini baru dilayani KMP. Legundi. Dengan posisi ditengahtengah Indonesia didukung ketersediaan moda transportasi udara, laut dan darat yang secara kuantitas dan kualitas tak perlu di sangsikan lagi ini maka tentu sangat nyaman dan menguntungkan bagi atlet, official dan juga supporter datang ke Bali-NTB di banding ke Sumatera Utara-DI Aceh misalnya. Ketiga, Secara empiris, data dan fakta menunjukkan bahwa Bali-NTB adalah destinasi wisata nasional berkelas dunia yang dari aspek keamanan, ketertiban, Kebersihan, kenyamanan,

RADIO

keindahan, keramahan dan pesona kenangan juga tak perlu di ragukan lagi. Berbagai event internasional telah, sedang dan akan tergelar di Bali-NTB dengan dukungan sarana prasarana akomodasi yang tersedia lengkap mulai dari homestay kelas melati, kelas hotel berbintang sampai premium luxury tersedia baik di kawasan Nusa Dua Bali maupun di Kawasan KEK Mandalika yang oleh PT ITDC sedang dikebut siap hadirkan 2000-3000 kamar hotel baru pada tahun 2024 nanti. InsyaALLAH selama PON XXI tidak akan ada supporter yang akan menggelandang karena keterbatasan akomodasi ini. Gedung Asrama Haji, aulaaula/wisma pemerintah, rumah penduduk bahkan “Hotel Ikhlas� nginap gratis di masjid pun tersedia ruang bila sangat kepepet. Tiga Kesuksesan Andai Bali-NTB dipercaya sebagai tuan rumah PON XXI-2024, apa yang harus dilakukan dan ingin dicapai ? Setidaknya sebagai tuan rumah bersama harus mampu meraih tri sukses yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses promosi ekonomi. Pertama, sukses penyelenggaraan, tuan rumah dengan dukungan pemerintah dan investasi swasta di tuntut mampu menyiapkan sarana prasarana pertandingan baik indoor maupun outdoor sesuai cabang olahraga yang ditangani, konektivitas menuju venue pertandingan, akomodasi atlet, panitia dan wasit, information centre dan lain-lain. Lima tahun adalah waktu yang cukup memadai untuk menyiapkan dan mengintegrasikan berbagai rencana pembangunan daerah dengan agenda sebagai tuan rumah PON 2024. Semisal ketika di kawasan KEK Mandalika akan segera membangun sirkuit motor GP dengan investor VINCI Prancis, maka venue ini bisa dimanfaatkan juga sebagai arena triathlon, sepatu roda, balap sepeda dan lain-lain. Demikian pula ketika investor Qatar ingin membangun lapangan golf berstandar internasional maka setidaknya fasilitas ini bisa juga dimanfaatkan untuk venue pertandingan golf PON. Bendungan Batujai, Pengga, Pandan Duri, Dam mujur atau Bendungan Meninting yang segera akan dibangun bisa direvitalisasi dan disiapkan untuk venue pertandingan dayung, kano, ski air. GOR 17 Desember Turide harus di sulap menjadi venue utama tempat berbagai pertandingan atletik, silat, kempo, karate dan lain-lain. Untuk cabor sepakbola, bowling atau yang lainnya bisa di musyawarahkan bisa di laksanakan di BALI ataukah di NTB tentunya atas persetujuan induk organisasi olahraga, KONI dan panitia pusat. Terkait Sumber Daya Manusia yang akan mempersiapkan, mengawal dan melaksanakan perhelatan pesta olahraga ini tentu nanti nya harus segera dibentuk kepanitiaan yang handal dan komprehensif. Pemprop dan pemerintah Kab/kota se NTB harus bersinergi utuh bersama komunitas olahraga dan juga event organizer yang ada di daerah mensukseskan PON. INCCA NTB selaku induk asosiasi event organizer di daerah sudah saatnya terlibat aktif dan mempersembahkan penyelenggaraan acara yang berkualitas dan memuaskan semua pihak. Kedua, sukses prestasi. Perbaikan peringkat dalam klasemen peraihan medali tentu menjadi indikator kesuksesan prestasi PON. Hasil PON XX di Papua tahun 2020 men-

jadi tolok ukur menentukan target PON XXI-2024. Bila di PON Papua NTB mampu masuk peringkat 10 besar maka sebagai tuan rumah tentu harus jibaku berikhtiar bisa masuk 5 besar. Untuk mampu mencapai target yang prestius tersebut memang tidaklah mudah namun bukan berati mustahil. Semua pihak harus kerja keras. Pengurus cabor harus sedini mungkin menggali potensi dengan mencari bibit atlet yang bertalenta untuk di godok dalam sebuah pusat pelatihan (training centre) yang efektif dan ketat. Permasalahan klasik berupa konflik pengurus cabor, hengkangnya atlet berprestasi ke luar daerah karena merasa kurang terjamin di NTB, kurangnya dukungan anggaran dan lain sebagainya harus ada solusinya yang cerdas dan tuntas. Intinya antara pemerintah cq. Dinas Pemuda Olahraga, Pengurus KONI dan Pengurus Cabor harus seia sekata dalam melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menuju prestasi prima. Ketiga, Sukses promosi ekonomi. Ribuan orang dalam waktu cukup lama datang berkunjung menyaksikan berbagai pertandingan PON, merupakan pasar potensial yang akan menyerap berbagai produk unggulan yang mampu di hasilkan masyarakat. Hotel penuh terisi, restoran hingga lesehan dan warungwarung kopi akan kebanjiran pengunjung. Jasa transportasi bergerak. Telur, daging, ikan, sayur, buah dan aneka cindera mata harus disiapkan dan ini jelas membuka lapangan kerja dan lapangan usaha masyarakat. Secara ekonomi, benefit penyelenggaraan PON bisa di kalkulasi dengan baik dan pasti menguntungkan masyarakat dan daerah. Dengan kualitas pelayanan yang baik merupakan promosi langsung bahwa daerah kita memang nyaman dan pantas untuk di kunjungi sehingga pasca PON pun orang akhirnya akan kembali berbondong-bondong datang ke NTB. Kini, no point to return, ikhtiar menjadi tuan rumah bersama PON XXI-2024 harus terus diperjuangkan..........vini vidi vici.......salam olahraga !

Mangkrak, proyek penyulingan air di Langgudu Mendesak ditelisik penyebabnya oleh penegak hukum

*** Musrenbang 2018, NTB fokus percepat penurunan kemiskinan Yang paling penting realisasinya

RADIO

***


SUARA NTB

Senin, 16 April 2018

Poyek Gagal Konstruksi Berpotensi Terjadi Penyimpangan Mataram (Suara NTB) Sejumlah proyek konstruksi yang hasilnya tidak sesuai dengan perencanaan awal dan harapan, maka penyimpangan berpotensi terjadi di proyek itu. Diperlukan investigasi untuk mengetahui permasalahannya. Pemerhati bendungan dari Fakultas Teknik Universitas Mataram, Yusron Saadi, ST., MSc., PhD., mengatakan, jika ada keraguan pada proyek konstruksi bendungan dan saluran irigasi, harus dilihat seperti apa desainnya, juga seperti apa harapan pada proyek itu.

‘’Kalau pada tahun anggaran yang direncanakan tidak terpenuhi, mungkin ada “sesuatu”, apakah itu penyimpangan sifatnya dalam hal penggunaan anggaran atau lainlain. Harus dilihat, karena tentu kita tidak menafikan banyak proyek seperti itu, sudah direncanakan baik, anggaran sudah ada, tapi tidak memenuhi harapan yang sudah direncanakan,” ujar pemerhati dari Pusat Kajian Pengurangan Risiko Bencana Universitas Mataram (Unram) ini. Pengajar di Magister

Komisi I Tegaskan Tidak Boleh Ada Orang Kebal Hukum Mataram (Suara NTB) Lambannya proses penanganan perkara kasus korupsi yang diduga melibatkan orang-orang besar dan berpengaruh di Provinsi NTB. Ini juga menjadi sorotan para wakil rakyat di DPRD NTB, khususnya di Komisi I yang membidangi urusan hukum. Sekretaris Komisi I DPRD NTB, Lalu Wirajaya, SH, kepada Suara NTB, menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, yang memegang prinsip persamaan kedudukan di hadapan hukum. dengan demikian, ia mangatakan bahwa tidak ada satupun warganegara yang merasa kuat dan kebal terhadap hukum. “Kita ini adalah negara hukum, oleh karena itu saya kira tidak boleh ada yang kebal atas hukum. Siapapun itu, yang tersandung kasus hukum, harus diproses dengan seadil-adilnya. Tidak boleh ada kesan pandang bulu pada penegak hukum kita,” katanya. Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan, bagaimana Ketua DPR RI, Setya Novanto, yang juga merupakan ketua salah satu partai politik terbesar. Ketika berurusan dengan proses hukum, harus tunduk dan patuh. Jikapun ada proses hukum yang dinilai oleh masyarakat berjalan dengan lamban, dan kebetulan melibatkan orang berpengaruh. Menurutnya tidak bisa serta merta dijastifikasi orang tersebut kemudian akan “kebal” dan “sakti” terhadap hukum. Karena bagaimanapun menurutnya, dalam menangani proses hukum, tidak seperti semudah membalikkan telapak tangan. “Kalau ada kasus yang dinilai lamban, mungkin saja karena ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Karena setiap kasus punya tingkat kesulitannya dan kemudahan yang berbeda-beda. Kan proses hukum itu ada aturan mainnya, ada SOP (Standar Operasional Prosedur), tidak bisa langsung-langsung begitu,” jelasnya. Namun demikian pihaknya juga meminta pada APH yang menangani kasus hukum, juga harus bisa menunjukkan pada publik secara taransparan terhadap satu kasus hukum yang sedang ditangani. Jikapun ada kesulitan, harus dijelaskan, sehingga tidak menimbulkan prasangka yang justru menurunkan kepercayaan masyarakat kepada APH sendiri. “Saya kira APH juga sudah bekerja dengan baik, profesional. Nah kita perlu memberikan dukungan moril kepada APH supaya penanganan perkara bisa cepat selesai. Maka dengan begitu, apa yang menjadi harapan kita bersama bisa terwujud,” pungkasnya. (ndi)

Uang Adalah Kedaulatan Dari Hal. 1 berangkat menggunakan KRI HIU 634 sejak Senin (9/4) berakhir Sabtu (14/4). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani menjelaskan, TNI AL tidak hanya mengantar tim ekspedisi ke empat pulau terpencil, tapi juga mendapat manfaat setidaknya berupa informasi. ‘’Mereka (TNI AL) mendapat manfaat. Mereka akhirnya tahu daerah terpencil yang mungkin selama ini mereka lewati. Dengan begitu, TNI AL bisa tahu kondisi informasi untuk menjaga keamanan NKRI,’’ kata Achris Sarwani akhir pekan kemarin. Data yang diperolehnya, ada 280 pulau terluar di NTB dan hanya 32 yang berpenghuni. Pulau berpenghuni ini menurutnya penting untuk diberi sentuhan edukasi tentang transaksi keuangan. Sebab uang menurutnya simbol kedaulatan negara dan TNI AL juga bagain dari skuad yang bertugas menjaga keutuhan NKRI melalui kawasan perairan. Achris yang ikut dalam rombongan pada Jumat (13/4) lalu, mendapat pengalaman menarik. Di Pulau Medang Kecamatan Badas Sumbawa, masyarakat kesulitan untuk menukarkan uang. Sementara pendapatan mereka dari sektor perikanan dan perdagangan cukup tinggi. ‘’Ini memang tidak berbeda dengan pekiraan kami. Ini kejadian di Pulau Medang, warga sudah menyimpan uangnya sampai setahun, ada yang

sudah rusak. Mereka sangat menunggu kesempatan didatangi bank,’’ jelasnya. Situasi ini memberi pelajaran penting bagi pihaknya bersama TNI AL untuk sama sama menjaga kedaulatan negara melalui uang. ‘’Tidak saja melalui misi ini, kami harus cover desa- desa, kita kerjasama dengan perbankan daerah. Sekarang kan kita sudah tahu kondisi di lapangan. Ini ternyata memberi manfaat bagi TNI AL. Kita bisa melakukan dua hal sekaligus bersama TNI AL,’’ jelasnya. Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari hingga 14 April 2018. Kapal akan bergerak menuju Pulau Moyo, dan Pulau Medang, di Kabupaten Sumbawa. Selanjutnya, menuju Pulau Bajopulo Kabupaten Bima, dan berakhir di Desa Pusu, Kabupaten Bima. Dengan menggunakan KRI HIU-631 yang dipimpin Letkol Laut (P) Ahmad Ahsan, SE.MT,r, ekspedisi kas keliling kepulauan ini diharapkan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kedaulatan rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. ‘’Dengan demikian, masyarakat di pulau-pulau terpencil yang belum terdapat kantor perbankan, dapat memperoleh akses layanan penukaran uang rupiah yang layak edar untuk kebutuhan transaksi sehari-hari,’’ ujarnya. (ars)

Pantau Pembagian Rastra Dari Hal. 1 Masyarakat kadang-kadang tak mengerti dilaporkan ke mana. Sudah jelas tadi oleh menteri, kalau ada penyimpangan harus dilaporkan. Supaya polisi tindak tegas,’’ kata Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Tajuddin, MH ketika dikonfirmasi usai penyerahan bansos PKH dan Rastra di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Paramita Labuapi Lombok Barat, Minggu (15/4) siang. Tajuddin mengharapkan, masyarakat melapor ke polisi jika ada Rastra yang diterima kualitasnya buruk atau tidak layak konsumsi. Ia menyebut, Polda memberikan atensi terhadap pemberian bansos pangan ini. ‘’Ini jadi atensi. Karena itu masyarakat kecil dan ini diperhatikan,’’ ujarnya. Wakapolda menambahkan, pihaknya memberikan atensi terhadap adanya Rastra yang dibagi rata oleh oknum aparat desa. Ia menegaskan, Rastra

sebanyak 10 Kg telah diperuntukkan bagi satu penerima manfaat. Sehingga tidak boleh dibagi rata. Jika ada aparat desa yang membagi rata, maka pihaknya akan menelusuri siapa yang berinisiatif demikian. ‘’Itu nggak boleh. Siapa yang inisiatif, kita akan tindak,’’ imbuhnya. Wakapolda meminta kepada Kapolres se NTB untuk menjadikan atensi pembagian Rastra ini. Jika ada yang melakukan penyimpangan, dengan membagikan rastra kualitas buruk dan mengurangi jatah warga miskin maka harus ditindak tegas. ‘’Itu hak-hak masyarakat, harus diperhatikan. Kalau ada laporan seperti itu ditindak tegas. Kalau Polres ndak mampu kita Polda (tangani). Kalau jatah 10 Kg, harus sebanyak itu diberikan. Jangan sampai kurang,’’ tandasnya. (nas)

Teknik Sipil Fakultas Teknik Unram ini menegaskan, perlu dilakukan investigasi. Dalam beberapa hal, ketika ada proyek sedang berjalan, kemudian terjadi bencana alam atau force majeur. Jika tidak ada kebencanaan seperti itu, lalu proyek terganggu, ia memastikan ada suatu masalah. Pihaknya dari Fakultas Teknik Unram kerap dilibatkan pihak Kejaksaan jika terjadi masalah pada proyek konstruksi. “Harus dilakukan investigasi. Namun itu asumsi paling buruk, maksudnya ada proyek mangkrak, ada beberpaa kemungkinan, tidak diselesaikan pada tahun aggaran

yang dihajatkan, biasanya ada adendum, tapi kalau tidak terjadi adendum, maka ada apa? Perlu melakukan investigasi,” jelas Yusron. Menurutnya, jika mekanisme pengerjaan proyek dilakukan dengan tepat, mestinnya tidak terjadi permasalahan pada proyek konstruksi itu. Prosedur normalnya ada tender perencanaan, kemudian tender para kontraktor, dalam beberapa hal akademisi dilibatkan dalam pendampingan untuk antisipasi agar tidak ada hal yang tidak baik. “Taapi sebenarnya, kalau mekanisme yang ditempuh apa adanya mestinya tidak terjadi hal-hal

itu (masalah),” ujar Yusron. Ia juga menyoroti adanya penunjukan langsung pada proyek konstruksi. Semestinya penunjukan langsung tidak boleh dilakukan, harus ada tender. Selain itu, harus dilihat anggaran untuk proyek konstruksi yang bermasalah itu, instansi terkait harus bertanggungjawab. Apalagi proyek konstruksi seperti saluran irigasi sangat berpengaruh bagi masyarakat. “Misalnya bendung bermasalah, saluran irigasi terhambat, sawah tidak bisa terairi dengan optimal. Akan berpengaruh juga pada pola tanamnya,” katanya. (ron)

Mantan Wakil Walikota Bima Dukung Ama Elo Dari Hal. 1 Bagi mantan Wawali Kota Bima ini, kinerja Ali Bin Dachlan selama memimpin Lombok Timur cukup memikat hati bukan hanya masyarakat NTB. Dia pun mengajak masyarakat untuk mencoblos calon Gubernur nomor urut 4. Menurutnya, Ali BD ini layak memimpin NTB. Sehingga ia meminta masyarakat menyebarluaskan ajakan serta mencoblos Ali Bin Dachlan untuk mengganti gubernur sebelumnya. Sosok Ali Bin Dachlan mempunyai pengalaman bekerja yang sudah terbukti di Lotim. Ai BD menjabat sebagai Bupati Lotim dua periode. “Lombok Timur menjadi buktinya dan ini sudah menjadi contoh yang baik buat NTB,” terang Aba Uma, panggilan akrab H. Umar Abubakar. Ali Bin Dachlan dikenal lu-

gas dan tegas. Apa yang ada dihatinya itulah yang dikeluarkan. Berbeda dengan pemimpin yang lainnya di mana nampak di hati tapi yang dibicarakan berbeda. Aba Uma ini menambahkan sosok seperti Ali Bin Dachlan yang dicari masyarakat untuk membawa NTB menjadi lebih baik. Ia berpandangan, sudah banyak masyarakat mengenal Ali BD. Sedangkan calon lain belum tentu bisa melakukan seperti apa yang telah dilakukan Ama Elo. Di kalangan sebagian besar warga NTB, calon gubernur yang maju bersama rakyat ini sudah banyak berbuat. Kedekatannya dengan masyarakat karena sifat kedermawanannya tidak saja dilakukan bagi masyarakat Lotim. Tapi juga di Bima, Dompu hingga Sumbawa. Bukan karena ada atau tidak

adanya kegiatan Pilkada. Lebih lanjut Aba Uma ini mengutarakan dari hati nuraninya mendukung penuh Ama Elo sebagai Gubernur NTB 2018-2023. Dia mengatakan, dari nama saja sudah bisa menjadi pertanda. Satusatunya calon yang mempunyai arti nama Khalifah adalah Ali Bin Dachlan. “Ali itu adalah khalifah keempat, khulafaurrasyidin pasca Rasulullah SAW,” ucapnya. Inilah kata Aba Uma yang menjadi tanda kemenangan. Pasangan Ali-Sakti nomor urut 4. Doanya, mudah-mudahan Ali BD bisa menjadi khalifah untuk menghantarkan NTB lebih maju. Dengan terpilihnya Ali Bin Dachlan menjadi Gubernur, maka ini artinya masyarakat rindu dengan pemimpin yang tidak hanya perkataan melainkan nyata apa yang telah dikerjakan. (rus)

Ama Elo: Kita Harus Saling Menghargai Dari Hal. 1 Sebagai calon gubernur, Ali Dachlan tidak lantas kemudian begitu saja mengampanyekan dirinya. Ama Elo tetap menjaga dunia pendidikan harus tetap terjaga marwarhnya. Sebagai tempat yang suci untuk menimba ilmu pengetahuan. Dalam acara silaturahmi tersebut, Ali Bin Dachlan hanya meminta kepada masyarakat menjunjung toleransi beragama. Di tengah perbedaan, kita katanya harus saling menghargai. Saling menghargai perbedaan satu sama yang lain. Diketahui, banyak perbedaan pandangan dalam memahami nilai agama. Hal inilah yang memunculkan terjadinya perbedaan jika satu sama lain memaksakan pendapat dan pandangannya. Ketika saling menghargai perbedaan, maka tidak akan terjadi perpecahan. ‘’Oleh karenanya hargailah perbedaan,’’ pesan Ama Elo. Masyarakat harus bisa menangani sebuah wilayah dengan mempunyai pemimpin yang berjiwa adil, terlebih di zaman sekarang ini paling mudah menyalahkan orang lain. Agar bisa menjadi lebih baik, Ali BD sarankan agar ber-

henti mengkritik orang lain. Belajarlah mengkritik diri sendiri, serta lakukan sifat adil pada siapapun. Sang Pendobrak ini menambahkan menjadi seorang pemimpin harus memperjuangkan hak masyarakat. Menjadi pemimpin harus bisa berbuat adil. Tidak melihat golongan satu dengan golongan lainnya. Pemimpin harus bisa melindungi masyarakat. Sebagai pemimpin di Lotim, hal ini sudah coba dilakukan Ali Dachlan. Bupati Independen ini mencoba berbuat adil dan hanya bicara kepentingan rakyat. Ali Bin Dachlan menambahkan, semua kita harus terus belajar agar jauh dari kebodohan. Pendidikan sangat penting. Tidak sedikit lembaga-lembaga pendidikan seperti madrasah di pondok pesantren bisa membawa masyarakat menjadi pintar. Tidak hanya cerdas dari sisi pengetahuan umum namun mempunyai lebih dalam dari sisi pengetahuan agama. Perhatian pemerintah selama ini terhadap pendidikan swasta, pendidikan di pondok pesantren diingatkan tidak menimbulkan kemarahan. Semakin kecil bantuan pemerintah maka itu bagus, karena

amal jariah masyarakat akan semakin besar. Niat membangun lembaga pendidikan, tempat-tempat ibadah mempunyai hati yang tulus dari masyarakat. Meski demikian, namanya tempat ibadah tetap menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membangunnya. Menjadi wajib hukumnya pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat. “Jangan pernah mencela siapapun termasuk pemerintah jika tidak membantu sedikit pun,” ajaknya. Bicara pemilihan kepala daerah (Pilkada) ungkap calon Gubernur Independen, Non Partai dan Non Blok ini menekankan kepada masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan untuk menciptakan keamanan dan kedamaian pada masyarakat. Keamanan adalah induk dari pembangunan. Kegiatan pembangunan tidak akan bisa dilakukan tanpa rasa aman dan nyaman. Diminta, masyarakat jangan membuat kerusuhan hanya karena Pilkada. Jangan memiliki dendam. Buatlah NTB, khususnya di Bima ber jiwa besar. Siapapun yang terpilih harus menciptakan suasana kedamaian. (rus)

Mangkrak, Proyek Penyulingan Air di Langgudu Dari Hal. 1 Upaya memperbaiki mustahil dilakukan. Karena tidak ada yang paham soal mesin dan instalasi penyulingan. Apalagi komponen utama berupa alat filtrasi asing bagi warga. Belum ada upaya menghubungi teknisi Kementerian Kelautan, karena mereka sama sekali tidak punya akses ke pemerintah pusat. Akhirnya instalasi dibiarkan mangkrak begitu saja. Sejumlah komponen seperti mesin pompa air diduga dipreteli warga. Tempat penyimpanan mesin itu kini hanya jadi sarang tawon. Sekitar bangunam nyaris tak terlihat karena ditutup semak belukar. Sejak alat itu tak berfungsi, warga 175 KK dan jiwa 656 jiwa di sana kembali memanfaatkan air sumur bor yang terbatas. Beruntung penduduk setempat mendapat bantuan pipanisasi dari Dinas PU Kabupaten Bima. Sampai saat ini, sumber air yang disalurkan melalui pipa pipa itu bisa dimanfaatkan warga. Proyek penyulingan air mangkrak bukan cerita baru di NTB. Jauh sebelumnya, sejumlah instalasi yang sama nasibnya tak jauh berbeda. Seperti di Gili Gede, Lombok Barat, Pulau Maringkik Lombok Timur, Pulau Bungin Sumbawa, juga tak bisa difungsikan. Instalasi di Bungin dan Maringkik sebenarnya pernah diusut Kejaksaan Agung. Namun kasusnya hingga kini sudah raib. Kerusakan Dianggap Wajar Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan telah melakukan evaluasi terhadap kebermanfaatan mesin-mesin penyuling air yang digelontorkan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di beberapa wilayah di NTB. Jika melihat

usia sejak dikucurkan bantuan tersebut oleh pemerintah pusat. Dapat dikatakan wajar, bila mesin-mesin tersebut mengalami kerusakan. Sehingga terdapat diantaranya tak lagi dapat difungsikan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si telah mengetahui keberadaan mesin –mesin penyulingan air untuk masyarakat pesisir yang tersebar di beberapa titik. Mesin penyulingan yang dihajatkan untuk memudahkan masyarakat pesisir mendapatkan air tawar itu diturunkan ke NTB diatas tahun 2010 hingga 2015. Beberapa mesin tersebut di tempatkan di Gili Gede, Lombok Barat. Lombok Utara. Gerupuk, Lombok Tengah. Seriwe dan Maringkik, Lombok Timur. Di Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Di Pulo Medang Kabupaten Sumbawa. Di Pusu dan Baju Pulo, Kabupaten Bima. L. Hamdi belum lama menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB. Karenanya, secara detail, mesin penyulingan air dimaksud keberadaannya diketahui hanya gambaran umum. Kepala dinas sekaligus mengkonfirmasi salah Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Bima. Guna memperjelas keberadaan dan fungsi mesin penyulingan air tersebut saat ini. Dari hasil komunikasinya. Diketahui, bahwa mesin penyulingan air di kabupaten itu kondisinya saat ini benar tak dapat difungsikan. Disebabkan, adanya kerusakan komponen mesin. Sejak diturunkan oleh KKP, mesin-mesin tersebut sebetulnya telah beroperasi beberapa tahun. Bahkan air laut hasil sulingannya, telah dijual kepada masyarakat sekitar. Dalam perjalanannya, terjadi kerusakan komponen mesin.

Petugas teknis yang telah dilatih oleh petugas teknis dari KKP, setelah mesin diturunkan, mengalami kendala kesulitan mencari onderdil mesin. Karena sifatnya spesifik dan tidak dijual sembarangan. Karena sebab itulah, mesin tak bisa dioperasikan. Sebagai gambaran, rata-rata persoalannya hanya karena kesulitan mendapatkan onderdilnya. Hamdi menjelaskan, informasi yang diterimanya dari daerah. Beberapa diantaranya mesin tersebut berusia lebih dari enam tahun. Sehingga, berdasarkan informasi yang diterimanya lagi, wajar saja mesin-meisn tersebut mengalami kerusakan. Setelah dilakukan pemakaian non stop bertahun-tahun. ‘’Laporan yang saya dapat dari daerah. Wajar saja mesin itu rusak, usianya sudah enam tahun berjalan. Temanteman di kabupaten juga telah menganggarkan. Tapi alatnya ini yang susah di cari,’’ jelasnya. Keberadaan mesin-mesin penyulingan air laut ini, oleh Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, diketahui sebatas koordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten. Mesin penyulingan air ini merupakan program KKP, yang kemudian diterima oleh kabupaten. ‘’Ada program dari pusat, kabupaten mengajukan. Kita hanya sebatas koordinasi saja. Tetapi kita juga telah melakukan evaluasi tahun 2015 dan 2016. Hasil evaluasi kita telah sampaikan ke pusat. Daerah (kabupaten) bilang, karena belum ada konfirmasi dari pusat, mungkin karena sudah mempertimbangkan juga usia efektif mesin. Tetapi kita tetap meminta daerah (kabupaten) menganggarkan untuk perbaikannya,” demikian L. Hamdi.(ars/bul)

Halaman 15

Zulkifli Hasan: Kader PAN Harus Kerja Keras untuk Ahyar-Mori Dari Hal. 1 Hal tersebut disampaikan oleh Zulkifli Hasan dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah III DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Hotel Grand Legi, Sabtu (14/4). “Kerja Keras. Tidak ada ruginya Anda (Kader PAN) kerja keras untuk pak Ahyar (memenangkan pilgub). Kerja kemasyarakatan tidak ada ruginya. Niatkan untuk ibadah,” ujar tokoh nasional yang digadanggadang maju sebagai capres atau cawapres pada pemilihan presiden mendatang ini. Zulkifli Hasan juga mewanti-wanti seluruh kader PAN agar bekerja keras, dan tidak hanya membantu dengan SK (Surat Ketetapan) saja. “Kalau kita bantu orang, jangan cuma bantu dengan kertas (SK), tapi dengan kerja keras. Kalau kertas, itu cuma syarat saja. Kalau kita cuma bantu dengan kertas, orang juga hormat dengan kita hanya sebagai syarat saja. Maka, bantulah dengan kerja keras,” tegas Zulkifli Hasan di hadapan ratusan kader PAN yang hadir di ruangan. “Kalau Anda kerja keras untuk pak Ahyar, gak mungkin gak diingat sama pak Ahyar kalau menang,” lanjut Zulkifli Hasan kemudian. Sontak, arahan dari Ketua DPP PAN ini langsung disambut riuh tepuk tangan dan teriakan, “nomor dua,” dari kaderkader PAN yang hadir. Sebelum menutup sambutannya, Zulkifli Hasan memberi pesan dan wejangan untuk pasangan calon gubernur nomor urut 2, TGA dan pak Mori Hanafi dalam upaya memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. “Pak Ahyar, kalau mau menang, harus rela berkorban.

Seperti halnya Khadijah, saat mendampingi Rasulullah Muhammad SAW. Kalau mau tarung, tarung! Ikhlas, tawakkal. Kerahkan semuanya untuk pertarungan,” tegas orang nomor 1 di partai berlambang matahari ini. Acara Rakerwil ke-III DPW PAN Provinsi Nusa Tenggara Barat ini berlangsung di Hotel Grand Legi, mulai tanggal 15 April 2018, hingga tanggal 17 April 2018. Acara ini dihadiri hampir 1000-an kader, pengurus, serta calon-calon anggota legislatif dari Partai yang didirikan oleh tokoh reformasi, Amien Rais ini. Acara juga dihadiri oleh beberapa calon kepala daerah di NTB, seperti TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, serta beberapa calon bupati dan walikota yang diusung oleh Partai Amanat Nasional. Komitmen yang disampaikan Ketua Umum PAN ini merupakan kelanjutan dari serangkaian komitmen yang sudah disampaikan sejumlah ketua umum parpol pengusung pasangan Ahyar-Mori lainnya. Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDIP, Hj. Megawati Soekarnoputri juga telah menegaskan kepada kadernya bahwa memenangkan AhyarMori adalah target yang harus didukung penuh. “Karena soliditas partai adalah setengah dari kemenangan, begitu juga kalau tidak solid, maka itu setengah dari kekalahan. Maka dari itu, beliau menekankan seluruh jajaran partai, dari DPD sampai ranting untuk membangun soliditas yang utuh untuk merebut kemenangan di NTB,” ujar Wakil Ketua DPP PDIP yang juga Kordinator Pemenangan Pilkada NTB, Prof. Hamka Haq, menirukan ucapan Megawati saat memberikan arahan pada Rakerdasus PDIP NTB, belum lama ini. (tim)

Musrenbang 2018, NTB Fokus Percepat Penurunan Kemiskinan Dari Hal. 1 ‘’Kita juga sudah melakukan Pra Musrenbang. Sebagai langkah awal sebelum Musrenbang yang menghadirkan seluruh kabupaten/kota,’’ kata Ridwan, Sabtu (14/4) di Mataram. Musrebang tahun ini mengambil tema ‘’Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi untuk Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan’’. Tema ini dipilih setelah didiskusikan dengan seluruh stakeholders termasuk kabupaten/kota. ‘’Dengan pertimbangan bahwa setelah mengevaluasi RPJMD 2013-2018, ke depan kita mulai tahun anggaran 2019. Persoalan utama kita adalah bagaimana melakukan percepatan untuk menurunkan angka kemiskinan,’’ ujarnya. Dalam rangka mempercepat penurunan angka kemiskinan yang saat ini angkanya sebesar 15,05 persen, kata Ridwan, telah ditetapkan lima prioritas daerah. Pertama, percepatan penurunan angka kemiskinan berbasis desa. Kedua, peningkatan pelayanan dasar. Ketiga, peningkatan nilai tambah ekonomi. Keempat, pemantapan infrastruktur strategis. Dan kelima, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. ‘’Lima prioritas daerah inilah, dalam Forum Perangkat Daerah maupun sarasehan pembangunan serta Pra Musrenbang kita bahas secara detail. Kita jabarkan lima prioritas daerah ini dalam 24 program-program prioritas provinsi. Inilah yang kita diskusikan bersamasama,’’ ujarnya. Dalam Musrenbang ini akan dibahas bagaimana sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mencapaianya. ‘’Makna Musrenbang ini melakukan sinergi atau penyelarasan antara prioritas nasional, prioritas provinsi dan prioritas kabupaten/kota,’’ imbuhnya. Untuk menyeleraskan program, pendekatan yang digunakan money follow program. Artinya, anggaran akan mengikuti program, karena anggaran daerah terbatas. Anggaran untuk APBD diarahkan pada program-program yang menjadi prioritas daerah. ‘’Intinya, bagaimana melakukan efisiensi, efektivitas untuk mencapai program yang disepakati,’’ katanya. Untuk mencapai target, dilakukan penajaman prioritas pemerintah provinsi dengan menetapkan lima prioritas daerah. Kedua, memastikan pelaksanaan kegiatannya. ‘’Kita rinci apa saja kegiatannya untuk mewujudkan program yang sudah ditetapkan,’’ imbuhnya. Ketiga, mengintegrasikan dan mensinergikan anggaran kegiatan tersebut di APBD provinsi, APBD kabupaten/kota dan APBDes, NGO dan swasta. Dalam penyusunan RKPD 2019, kata Ridwan memang beda dengan tahun sebelumnya. Sekarang digunakan prinsip

money follow program. Saat membahasnya dengan OPD terkait berdasarkan tema. Sehingga diskusi yang ada dibagi dalam dalam lima desk berdasarkan lima prioritas daerah. ‘’Misalnya membahas tentang kemiskinan, semua OPD ada termasuk kabupaten/ kota. Ketika ingin menurunkan kemiskinan dari 15 persen menjadi 13,5 persen. Apa program/kegiatannya di provinsi. Di mana lokasinya. Siapa penerimanya. Kehadiran kabupaten penting untuk mencocokkan lokasi kegiatan. Untuk memastikan kabupaten terhadap program prioritas provinsi,’’ terang Ridwan. Ia mengatakan, anggaran yang dimiliki provinsi tidak mungkin digunakan untuk membiayai program pengentasan kemiskinan. Di samping adanya kewenangan yang terbatas. Sehingga perlu peran pemerintah kabupaten/kota. Karena merekalah sesungguhnya berada di garis terdepan dalam pengentasan kemiskinan. ‘’Sehingga kata kuncinya, kita mensinergikan program dan mensinergikan penganggaran,’’ ujarnya. Ia mencontohkan, untuk perbaikan rumah tidak layak huni di NTB yang jumlah sekitar 230 ribu unit. Kemampuan pemerintah provinsi dalam setahun sekitar 2.500 unit. Untuk mempercepat warga miskin mendapatkan tempat tinggal yang layak maka pemerintah kabupaten/ kota dan desa juga ikut. Di NTB, ada sebanyak 995 desa. Masing-masing desa memperoleh Dana Desa (DD) sekitar Rp 700 juta sampai Rp 1 miliar setahun. Jika masingmasing desa mengalokasikan DD untuk memperbaiki 10 unit rumah tidak layak huni, maka sekitar 9.950 rumah yang dapat diperbaiki. Begitu juga Pemda kabupaten/kota, menganggarkan lewat APBD masing-masing. ‘’Artinya, kami optimis dengan mensinergikan program dari provinsi hingga desa. Kami optimis pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan bisa kita lakukan lebih cepat,’’ ucapnya yakin. Ridwan menambahkan, Pemda sudah memiliki Basis Data Terpadu (BDT) kemiskinan di masing-masing daerah hingga tingkat desa. Dalam RKPD 2019, OPD provinsi “dipaksa” untuk mendetailkan program/kegiatan supaya lebih mendalam sampai dengan target. Misalnya, jika ingin menurunkan kemiskinan 1,5 persen, berarti ada 18.000 jiwa yang harus dientaskan. ‘’Maka Dinas Sosial apa programnya, bisa menjangkau berapa KK, itu ditulis detail. Begitu juga OPD yang lain. Ndak bisa bikin gelondongan sekarang. Ketika bikin program, dimana lokasinya. Karena tak mungkin ditangani satu OPD. Ketika programnya pas, dibahas baru ditetapkan. Kita juga lihat isi dalamnya. Jangan sampai penuh perjalanan dinas,’’ tandasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 16 April 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kata Brigjen Pol Firli tentang NTB

Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tapi Timpang

(Suara NTB/ist)

DERMAGA SEBOTOK - Dermaga Sebotok, Sumbawa, yang telah rampung pengerjaannya beberapa waktu lalu. Pemkab sedang mengkoordinasikan untuk pemanfaatan dermaga ini ke pemprov dan pusat.

Pemda Sumbawa akan Koordinasikan Pemanfaatan Dermaga Sebotok

Sumbawa Besar (Suara NTB) Dermaga Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dihajatkan untuk mempermudah akses transportasi laut masyarakat setempat. Dermaga yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perhubungantahun2017ini,kinisudahrampungdikerjakan.Unukpemanfaatannya, Pemerintah daerah (Pemda) akan melakukan langkah-langkah koordinasi, baik dengan Pemprov maupun pusat. Plt Kepala Dinas Perhubungan

(Dishub) Kabupaten Sumbawa, Ir. Ahmad Yani yang dikonfirmasi baru-baru ini mengakui pembangunan dermaga setempat sudah dituntaskan. Untuk sementara ini tentunya ada regulasi yang harus dilakukan untuk pemanfaatannya. Dalam hal ini pihaknya akan berkoordinasi baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat. “Fisiknya sudah oke. Tinggal kita bersama teman-teman melakukan koordinasi untuk pemanfaatannya. Sehingga semua arus lalu lintas semua perahu yang akan ke Sebotok bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskannya, pembangunan dermaga Sebotok ini anggarannya bersumber dari DAK. Tentunya harus dimanfaatkan dengan baik, karena keberadaanya dapat mempermudah arus lalu lintas laut bagi masyarakat setempat. Dalam waku dekat pun, pihaknya berencana melakukan pengecekan ke lokasi..” Yang jelas kita akan memanfaatkan dengan secepatnya. Yang penting arus lalu lintas laut masyarakat dari Pulau Moyo ke Sumbawa bisa lebih muda,” pungkasnya. (ind)

Mataram (Suara NTB) – Dalam waktu dekat, Brigjen Pol Firli akan segera mengakhiri jabatannya sebagai Kapolda NTB. Dia yang kini sudah dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK itu punya masukan bagi pembangunan NTB. Firli yang dilantik pada 14 Februari 2017 itu menjabat selama satu tahun dua bulan sebagai Kapolda NTB. Perjalanan kedinasannya di NTB menemukan sejumlah simpulan. Firli mengidentifikasi sektor-sektor unggulan pembangunan NTB. Di antaranya sektor pertanian, peternakan, pariwisata, kelautan, dan pertambangan. Sejumlah sektor itu menyumbang pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan bagi NTB beberapa tahun belakangan ini. Contohnya pada tahun 2017 yang mencapai 7,10 persen. Sementara Firli menjelaskan pertumbuhan ekonomi tersebut tak akan berarti banyak apabila tidak menyentuh setiap lapisanmasyarakat.Pertumbuhanekonomi

bukanhanyamiliksegelintirelemen.“Jadi walaupun pertumbuhan ekonomi NTB tinggi tetapi belum merata. Ketimpangan jugamasihtinggi,”kataFirlidalamwawancara di Mataram, Sabtu (15/4). Hitung-hitungannya dengan indeks Gini yang mengukur kesenjangan pendapatan dan kekayaan. Semakin mendekati nol maka menunjukkan pemerataan, sementara mendekati angka satu menunjukkan ketimpangan. Gini Ratio NTB menurut data BPS NTB per Maret 2017 adalah 0,371. “Semakin kecil semakin merata, itu yang harus kita bangun,” sebutnya. Menanggapi kondisi itu, Firli menawarkan sejumlah solusi. Untuk sektor pertambangan, dia melihat

perlu dipertahankan. Contohnya di Sumbawa Barat yang merupakan daerah tambang emas menunjang gini ratio gini yang semakin kecil. Dalam pandangannya, solusi yang paling utama adalah perbaikan pendidikan dan peningkatan sumberdaya manusia NTB. Berikut ketersediaan lapangan kerja bagi rakyat NTB di daerahnya sendiri. “Kebutuhan pekerja di sektor pariwisata mencapai 20.000. Nah kita ini cuma bisa menyediakan 200 sampai 300 orang per tahun,” kata dia. Pariwisata NTB yang tengah menanjak dipandang sebagai solusi pemerataan dan peningkatan kesejahteraan. Pendidikan yang terkait dengan pariwisata dibangun. Meskipun dampaknya baru dirasakan dalam jangka panjang. Sembari kepolisian menjaga kondusivitas, Firli mengatakan pemerintah perlu fokus pada hal-hal tersebut untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta kesejahteraan warga NTB. (why)

Belum Ada RPJMD Baru

Bappeda Jamin RKPD NTB 2019 Tak Bodong

Mataram (Suara NTB) Meskipun Pemprov belum memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2018 - 2023, Bappeda menjamin Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019 tak bodong. Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, MTP menjelaskan berdasarkan Permendagri, bagi daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada, sementara belum punya RPJMD karena gubernur baru belum terpilih. “Itu bisa menyusun RKPD dengan mengacu kepada evaluasi RPJMD yang lama. Dari hasil evaluasi itu lahirlah isu-isu strategis. Ada lima prioritas daerah,” kata Ridwan ketika dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (14/4).

Selain itu, penyusunan RKPD 2019 mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan RPJMN. “Karena sesungguhnya pembangunan ini siapapun gubernurnya kan harus selaras antara provinsi dan pusat harus sejalan. Ukurannya, ada dalam RPJMN,” terangnya. Di dalam RPJMN, lanjut Ridwan sudah ditetapkan target pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan lainnya di masing-masing daerah. “Karena belum memiliki RPJMD, acuan kita itu. Supaya ini tidak menjadi RKPD yang bodong,” jelasnya. Supaya tidak menjadi RKPD yang bodong, kata Ridwan, Pemprov sudah membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pro-

gram Indikatif 2019. Ridwan mengatakan, tahun 2019 merupakan APBD transisi. Dari RPJMD yang lama ke RPJMD yang baru. Apakah RKPD 2019 akan mengakomodir visi dan misi empat calon gubernur NTB? Ridwan menjelaskan di dalam Musrenbang, tidak ada kewajiban mengakomodir visi misi calon kepala daerah. Namun, dalam APBD 2019, harus mengakomodir visi dan misi gubernur terpilih. “Ini kan masih panjang. Ketika gubernur terpilih, barulah proses, kita memulai mengawinkan perencanaan teknokratik ini dengan perencanaan politik atau visi misi gubernur terpilih,” terangnya. Ia menjelaskan, APBD murni 2019 akan diketok pada November men-

datang. Sementara gubernur dan wakil gubernur NTB terpilih akan dilantik 17 September mendatang. “Itu memang bagian yang akan menjadi menarik. Kami sekarang ini membaca visi misi calon gubernur yang ada. Hasil bacaan kami, masih link and match. Masih seputar kemiskinan, infrastruktur, lingkungan hidup, peningkatan nilai t a m b a h ekonomi sektor pertanian,” katanya. Ridwan

KSB Terapkan Program Hibah ’’Online’’ Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berencana menerapkan program hibah Bantuan Sosial berbasis online (e-Bansos) di tahun 2018. Penerapan sistem ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan penyaluran Bansos dari setiap program yang telah dicanangkan Pemkab setempat. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) KSB, Nurdin

Rachman,SE,kepadaSuaraNTB,belumlamainimengatakan, untuk penerapan sistem ini, saat ini pihaknya tengah membuat password (kata kunci) bagi masingmasing SKPD untuk bisa memasukkan Bansos yang dimiliki ke sistem. Dari sistem ini nantinya, semua proposal dari masyarakat bisa terpantau dengan maksimal.BahkandiSKPDprosesdaripengusulanBansosini hanyamemilikiwaktu14hariuntukdiverifikasiapakah layak mendapatkan program. Setelah diverifikasi akan langsung diserahkan ke BPKD untuk diberikan anggaran. “Kita sudah siapkan password-nya dan akan langsung diserahkan ke operator di SKPD untuk penginputan Bansos yang ada,” ungkapnya. Dikatakannya, program ini merupakan program adopsi dari Pemerintah kota Bandung untuk diterapkan di KSB. Hal ini dilakukan karena program tersebut di Kota Bandung dianggap sukses untuk menekan terjadi penyimpangan anggaran. Pola yang mengedepankan proses transparansi tersebut, menjadi salah satu ikhtiar Pemkab setempat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih (good goverment). Tentu tidak hanya Bansos, program yang ada di APBD juga bisa dipantau langsung oleh masyarakat. Bahkan statistik di APBD juga sudah disebar untuk bisa dipantau dan dipelajari masyarakat. “Kita lebih utamakan transparansi dari penerapan sistem ini, sehingga warga bisa memantau postur APBD serta hibah yang kita miliki,” terangnya. Seraya menyebutkan, penerapan sistem transparansi juga diatensi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terjadi karena kebanyakan dari kasus yang saat ditangani KPK terjadi minimnyatransparansi.Selainitu,penerapan sistem ini juga dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hibahBansosyangmuncultiba-tiba tanpa melalui proses dan tidak sesuai dengan program pemerintah. Untuk itu, sistem ini juga berfungsi sebagai filter program untuk dilaksanakan. Harapannya, dengan adanya program ini tidak ada lagi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. “Sengaja kita lakukan satu pintu, supaya tidak ada lagi yang tidak terpantau. Karena dari tahun-tahun sebelumnya masalah hibah Bansos selalu menjadi masalah,” tandasnya. (ils)

menyatakanjikamembacavisidan misi empat calon gubernur NTB saat ini, semuanya punya keterkaitan yang erat, cuma beda penekanan saja. Dari sisi perencanaan, Bappeda sedang menyiapkan “ru-

mah”yangdinamakanRKPD2019. Untuk mencegah adanya perombakan RKPD yang ekstrem akibat perubahan kepemimpinan kepala daerah, kata Ridwan, Mendagri telah membuat atu-

ran main. “Bisa saja ada perubahan program nanti. Karena masing-masing kepala daerah beda fokusnya. Misalnya ada yang fokus infrastruktur, industri dan lain-lain,” pungkasnya. (nas)

Edisi 16 April 2018 | Suara NTB  

Headline : Mangkrak, Proyek Penyulingan Air di Langgudu

Edisi 16 April 2018 | Suara NTB  

Headline : Mangkrak, Proyek Penyulingan Air di Langgudu

Advertisement