HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SABTU, 14 DESEMBER 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
12 HALAMAN NOMOR 231 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Polda NTB Ungkap Modus Dugaan Korupsi Dana Gempa
Mataram (Suara NTB) Penyidik Polda NTB memberi gambaran terkait modus dugaan korupsi dana gempa. Oknum yang terlibat diantaranya diduga Kelompok Masyarakat (Pokmas), fasilitator dan aplikator atau kontraktor pelaksana. Salah satunya yang ditangani saat ini di Dusun Temas, Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, tahun 2018. Polda NTB men-
emukan modus dugaan tindak pidana pemotongan dana stimulan bantuan yang diterima masyarakat. ‘’Pemotongan dana stimulan
bantuan gempa itu dilakukan oknum pada Pokmas BB, terhadap warga yang terdampak,’’ ujar Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP
Syarif Hidayat, Jumat (13/12). Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan permintaan dokumen pada Ketua Pokmas BB. Selain itu, sudah diperiksa Ketua Pokmas, Su, Sekertaris MR, JB selaku Bendahara,
serta Mar pemilik toko material. Ada tujuh anggota Pokmas juga turut diperiksa. ‘’Tim juga melakukan permintaan keterangan terhadap anggota Pokmas/penerima bantuan, fasilitator dan BPBD Kabupaten Lobar,’’ jelasnya. Bersambung ke hal 11
1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan proyek jem1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 batan Lombok - Sumbawa berpotensi tidak dapat diek1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 sekusi pada 2020 mendatang. Kalaupun dianggarakan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 dalam APBD Perubahan 2020, pelaksanaan FS tidak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 mungkin bisa selesai dalam jangka waktu enam bulan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 FS proyek Jembatan Lombok - Sumbawa akan menelan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 anggaran sekitar Rp12 miliar. Apabila dianggarkan, be1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 lum lagi pelaksanaan tendernya. ‘’Dari segi waktu kapan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 tendernya, kapan dilaksanakan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Bersambung ke hal 11 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012
Berpotensi Tak Bisa Dieksekusi 2020
Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis
Direktif Gubernur Gunakan Tanaman Kayu Putih
TO K O H Kebut Pengerjaan Proyek REKANAN yang mengerjakan proyek fisik mulai dikebut pengerjaannya menjelang akhir masa kontrak. Kendati dikebut, rekanan diingatkan untuk tidak mengurangi kualitas pekerjaan. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku belum mengevaluasi sejauh mana pekerjaan fisik di masing – masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk pengerjaan Monumen Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan memiliki tingkat kesulitan lebih, dibandingkan pekerjaan konstruksi fisik lainnya. ‘’Memang monumen perlu kehati – hatian,’’ kata walikota dikonfirmasi, Jumat (13/12). Material pendukung pekerjaan 100 persen telah siap di lokasi. Kondisi cuaca seperti hujan disertai angin kencang menghambat pekerjaan. Bersambung ke hal 11 H. Ahyar Abduh
(Suara NTB/ist)
PABRIK KAYU PUTIH - Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah meninjau pabrik kayu putih di Kabupaten Bima.
Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc meminta agar dilakukan penanaman kayu putih pada kawasan hutan dan lahan yang kritis, baik di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok. Selain bermanfaat dari sisi ekonomi, pengembangan tanaman kayu putih diyakini akan mampu mengembalikan kawasan hutan dan lahan yang gundul.
‘’Pak Gubernur sudah memberikan direktif, kita perluas tanaman kayu putih dan sebagai tanaman rehabilitasi lahan kritis di Bima,’’ kata Kepala Bidang Pengelolaan Hutan Dinas LHK NTB, Julmansyah, S. Hut, M. AP dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (13/12) siang. Bahkan, kata Julmansyah, Bima akan dijadikan pusat pengembangan tanaman kayu putih di NTB. Bersambung ke hal 11
Bima akan Jadi Pusat Kayu Putih Nasional WILAYAH Kabupaten Bima akan dicanangkan menjadi pusat kayu putih nasional. Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE,M.Sc saat bertemu dengan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, di ruang VIP Bandara Sultan M. Salahuddin Bima, Jumat (13/12). ‘’Januari 2020, Bima akan dicanangkan sebagai pusat kayu putih nasional,’’ katanya. Menurut gubernur, untuk mendukung pencanangan tersebut, pihaknya akan menyiapkan 250 ribu bibit kayu putih untuk ditanam di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. Gubernur menjelaskan, Kabupaten Bima sangat cocok untuk pengembangan kayu putih. Karena saat ini sudah
(Suara NTB/dok)
KO M E N TTAA R
Ditunjuk Plh Sekda NTB JELANG berakhirnya masa jabatan Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Jumat (13/12) kemarin belum ada tanda-tanda terbitnya Keppres tentang penetapan Sekda NTB definitif. Begitu juga SK perpanjangan Penjabat Sekda NTB, hingga sore kemarin belum juga turun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si yang dikonfirmasi Jumat (13/12) sore mengatakan, belum ada informasi terkait dengan perpanjangan masa jabatan Penjabat Sekda NTB. Begitu pula soal Keputusan Presiden (Keppres) penetapan Sekda NTB definitif. Bersambung ke hal 11 H. Fathurrahman
ada pabrik pengolahannya di Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora. ‘’Ini juga sebagai salah satu cara untuk mengurai persoalan hutan di Bima. Selain untuk kepentingan ekonomi,’’ katanya. Sementara Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayati Putri SE, menyambut baik langkah Gubernur NTB tersebut. ‘’Keberadaan pabrik ini akan memberikan dampak luas bagi masyarakat Kabupaten Bima,’’ katanya kepada Suara NTB. Menurutnya, dampak utama yang dirasakan langsung yakni tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hal itu akan meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat. ‘’Ciptakan lapangan kerja baru,’’ katanya. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/uki)
BAHAS HUTAN - Pertemuan Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah dengan Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri membahas soal kondisi hutan dan penanggulangannya, di ruang VIP Bandara Sultan M. Salahuddin Bima, Jumat (13/12).
’’Launching’’ Wisata Medis
RSUD NTB Suguhi Jamu Jadi ’’Welcome Drink’’ MARS saat dikonfirmasi, Jumat (13/12) di Mataram. Sebagai rumah sakit umum daerah pertama yang masuk dalam katalog Kementerian Kesehatan untuk penerapan wisata medis, Hamzi menerangkan pihaknya berusaha mengakomodir keseluruhan konsep wisata tersebut. Dicontohkan seperti upaya RSUD NTB untuk menyediakan minuman selamat datang (welcome drink) sebagai penerapan wellnes tourism. Setiap Jumat, RSUD NTB menyiapkan 60-100 porsi jamu kunyit asem hasil produksi sendiri. Ke depan dalam penerapannya, jenis minuman yang ditawarkan diharapkan bisa lebih varia-
tif lagi. ‘’Bisa teh kelor misaln- sendiri jamu untuk diminum, maka kualitas dan ya, (kayu) secang juga bisa jadi kesegaran jamu didaya tarik positif bagi usahakan terjaga. wisatawan. Madu juga ‘’Ini bagian dari kenapa tidak, bisa kita wisata medis hidangkan sebagai welyang akan ditecome drink (minuman rapkan. selamat datang),’’ ujar Bersambung Hamzi. ke hal 11 Untuk pembuatan jamu di R S U D NTB diambil dari berbagai tempat. Dengan m e m Oxy Tjahyo Wahyuni produksi
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Pengembangan wisata medis di NTB disebut tidak terbatas pada penyiapan alat dan fasilitas serta pelayanan kesehatan yang lebih baik di rumah sakit. Namun, mencakup konsep yang lebih luas yaitu wellnes tourism (wisata kesehatan). ‘’Jadi di sana kita bicara juga soal hal seperti spa, pijat, akupresur. Atau bersepeda yang masuk bagian sport tourism. Saintis tourism juga, orang datang ke sini untuk kegiatan ilmiah sembari berlibur. Ada MICE-nya, orang bisa belanja, beli oleholeh,’’ ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, dr. H. Lalu H. Lalu Hamzi Fikri Hamzi Fikri MM,
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
Harus Tetap Diawasi DITEMUKANNYA pengguna narkoba di Lingkungan Karang Bagu Cakranegara membuat pihak Kecamatan Cakranegara terus melakukan pengawasan semua kos-kosan di semua lingkungan Cakranegara. Pasalnya, peredaran narkotika di Mataram rawan terjadi. Untuk itu pihak kecamatan Cakranegara akan mengimbau kepada semua kepala lingkungan dan lurah untuk ikut memonitoring. Camat Cakranegara, Muhammad Erwan mengatakan, akan terus melakukan pengawasan bersama lurah dan kepala lingkungan se-kecamatan (Suara NTB/viq) Cakranegara terhadap keMuhammad Erwan beradaan kos-kosan di daerahnya. Konsep pengawasan yang akan dilakukan ialah dengan keliling melakukan monitoring. “Nanti kita akan selalu mengingatkan kepada pemilik dan penghuni setiap kos-kosan sebagai penanggungjawab kos-kosannya. Kita juga akan tugaskan ke lurah apa bentuk aktivitas dan tindak tanduk yang dilakukan di dalam koskosan ini,” jelas Erwan kepada Suara NTB, Jumat (13/12). Pengawasan ini kata Erwan bertujuan untuk pemantauan dan monitoring sehingga bisa meminimalisir pelanggaran di dalam kos-kosan. Ada pun untuk pemilik kos-kosan kata Erwan, harus bertanggung jawab dengan tidak asal menerima orang untuk tinggal atau ngekos. “Kemudian jangan sampai tidak pernah diawasi. Pengawasan juga menjadi keharusan camat, lurah, dan kaling,” tegasnya. Dengan jumlah kos-kosan di keluarahan kecamatan Cakranegara yang cukup banyak, ini tidak mungkin diawasi sepenuhnya oleh pihak kecamatan. “Itu makanya imbauan itu tetap diberikan ke masyarakat juga untuk mengurangi kejahatan, terlebih lagi masalah peredaran narkoba ini,” paparnya. Ia akan melakukan sosialisasi kepada semua masyarakat di Cakranegara baik secara formal dan informal terkait masalah peredaran narkoba ini. “Karena kalau sudah masuk wilayah ini tidak bisa dideteksi. Paling tidak semua (lurah dan kaling) melakukan monitoring dan pembinaan di setiap kos-kosan, tempat hiburan, dan tempat perkumpulan para remaja di lingkungan,” imbau Erwan. “Untuk pemilik kos sendiri bagaimana dia itu harus tetap melapor ke kaling, siapa saja penghuni kosnya,” jelasnya. Ke depan kata Erwan, semua pemilik kos-kosan di Kecamatan Cakranegara harus melaporkan semua penghuni kosnya. Pihak kecamatan pun akan melakukan pengkajian bentuk format laporan tersebut. “Laporan itu nanti untuk mendekteksi orang yang kos dan juga palaporannya harus cepat. Mudah-mudahan nanti dalam pelalayan hak paten ini kita tingkatkan pelayanan di masing-masing lurah. Kita juga upayakan diberikan komputer satu unit sehingga pelayanannya secara cepat mendata penduduk kos ini,” imbuhnya. Ia pun menegaskan, kepada pemilik kos yang sering melakukan pelanggaranakan ditegur. “Nanti kita sesuaikan dengan aturan yang ada. Kalau melakukan berbagai pelanggaran, kita akan tutup saja kosnya,” tutup Erwan. (viq)
Prioritaskan Penanganan RTLH
(Suara NTB/fit)
ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Shinta Primasari, ST., meminta Pemkot Mataram memprioritaskan penanganan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Ibukota Provinsi NTB ini. Untuk itu, Komisi III, meminta Dinas Perkim melakukan pendataan terhadap rumah masyarakat yang terkategori RTLH. Validasi data calon penerima manfaat ini, diharapkan dapat mencegah bantuan salah sasaran. ‘’Pemkot Mataram dapat DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk 900 rumah lebih yang akan diperbaiki tahun depan, khusus untuk rumah tidak layak huni,’’ terangnya kepada Suara NTB, Jumat (13/12) kemarin. Pemberian bantuan, kata Shinta sebaiknya diberikan dalam bentuk bantuan material. ‘’Kalau menurut saya sebaiknya dalam material pembangunan. Karena kalau uang biasanya kalau sudah masuk kantong suka lain-lain peruntukannya,’’ imbuhnya. Lebih jauh dijelaskan politisi Demokrat ini, jika mengacu pada data RTLH tahun 2017, jumlah RTLH sebanyak 1.900 unit. Sementara tahun 2018 telah direnovasi sekitar 800 unit dan tahun ini 675 unit. ‘’Sehingga sisanya bisa dituntaskan tahun 2020,” cetus Shinta. Untuk program tahun 2020, anggaran sudah disiapkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk sekitar 900 unit rumah tidak layak huni. Oleh karena itu, sambung anggota dewan dari daerah pemilihan Mataram ini, proses pendataan harus dilakukan sungguh-sungguh supaya bantuan tepat sasaran. Untuk program renovasi RTLH yang anggarannya bersumber dari APBD Kota Mataram, dalam dua tahun terakhir difokuskan untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan rumah layak huni. Pada bagian lain, Shinta mengungkapkan, fenomena yang kerap terjadi di masyarakat. ‘’Seringkali kurang peduli dan kita bisa saksikan sendiri. Rumahnya memang kelihatan sederhana. Bahkan tampak tidak layak. Tapi kadang juga campur dengan ternak peliharaannya mencapai puluhan ekor. Nah pola pikir seperti ini yang perlu kita sama-sama ubah,’’ ajaknya. Shinta berharap masyarakat menyadari pentingnya rumah yang layak dan sehat. Untuk itu, masyarakat yang sudah mendapat bantuan RTLH, wajib menjaga rumahnya dalam kondisi bersih dan layak. ‘’Masyarakat sekarang harus diberikan tanggung jawab. Sebab kita membangun kota ini bersama-sama,’’ pungkasnya. (fit)
Shinta Primasari
SUARA MATARAM
Halaman 2
4.610 Pelamar CPNS Lulus Seleksi Administrasi
Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 4.610 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Mataram, dinyatakan lulus administrasi. Pelamar yang tidak memenuhi syarat diberikan waktu tiga hari menyampaikan masa sanggah. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Baiq Nelly Kusumawati didampingi Kepala Bidang Pengembangan Aparatur, H. Ahmad Mujahiddin dikonfirmasi, Jumat (13/12) menyampaikan, hasil verifikasi tim terhadap dokumen 4.814 pelamar CPNS. Sebanyak 4.610 pelamar dinyatakan lulus administrasi. Dan, 204 tidak memenuhi syarat. Pengumuman tes administrasi di Pemkot Mataram lebih awal dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Sesuai jadwal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) batas terakhir pengumuman administrasi tanggal 16 Desember. “Memang
kita sesuai jadwal dari BKN. Cuma lebih awal,” kata Nelly. Pelamar yang tidak lulus disebabkan ijazah tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dengan formasi yang dilamar, kesalahan tujuan lamaran. Misalnya, harus menuju Walikota Mataram, tetapi tujuan surat ke kementerian dan gubernur. Selanjutnya, ada kesalahan mengunduh dokumen dan tidak mencantumkan surat tanda register. Pasca pengumuman administrasi tambah Muja, banyak pelamar yang memprotes melalui akun media sosial milik BKPSDM. Admin telah menjawab pertanyaan pelamar dan mempersilakan melakukan
(Suara NTB/cem)
HASIL SELEKSI - Keluarga pelamar melihat hasil seleksi administrasi penerimaan calon pegawai negeri sipil di Lingkup Pemkot Mataram, Jumat (13/12). Suandira, pelamar yang lu- tes tahun lalu,” jawabnya. sanggahan. “Kita persilakan pelamar menyanggah. Ada lus administrasi bersyukur Hal senada disampaikan waktu selama tiga hari setelah bisa jadi bagian dari peserta Handa. Meski gagal pada selekyang lulus administrasi. Pas- si CPNS tahun 2018 akan dijadipengumuman,” kata dia. Persyaratan yang sifatnya ca pengumuman tugasnya ad- kan pembelajaran untuk menutprinsip tidak mungkin dilulus- alah belajar dan memperbaiki upi kelemahan pada materi tes kan. Seperti kelengkapan do- kesalahan pada seleksi CPNS kompetensi dasar. Dia akan giat kumen, status perguruan ting- tahun lalu. “Tinggal belajar belajar mencari materi pendukusaja. Sudah ada pengalaman ng bahan seleksi. (cem) gi dan sebagainya.
Jajaki Konsumen di Mataram
MMAS Hadirkan ’’Xpander Cross’’ Mataram (Suara NTB) PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) mengelar acara Mitsubishi Motors Auto Show (MMAS) yang dilaksanakan pada tanggal 12-15 Desember 2019 di Epicentrum Mall Lombok. PT MMKSI kini siap jajaki para konsumennya di Mataram. Peluncuran produk terbaru dari PT MMKSI ini bertajuk Mitsubishi Xpander Cross. Menurut Head of Sales and Dealer Management Region 2 Department, Dessu Herdianto mengatakan, lewat ajang MMAS kali ini, Mitsubishi Motors memperkenalkan kembali Mitsubishi Xpander Cross di Kota Mataram. Kata Dessu, kendaraan crosscover ini memadukan kenyamanan most valube player (MPV) dan ketangguhan sport utillity vehicle (SUV) yang diluncurkan pada 12 November 2019 lalu. Hadir juga pada MMAS kemarin, Promotion Department PT MMKSI Mataram, Erdwin Ruliyanto. Erdwin mengatakan, Mitsubishi jenis Xpander Cross ini juga mengadopsi nilai emosional dari produk Mitsubishi Motors. “Ini merefleksikan pola pikir adventurous dan progressive melalui performa saat berkendara,” katanya kepada Suara NTB, Kamis malam (12/12) kemarin di Mataram. “Ini juga dipadukan dengan suspensi khusus (special tuned suspension), ground clearance yang lebih tinggi. LED headlamp dan foglamp, desain eksterior yang gagah dipadukan dengan kenyamanan serta fungsionalitas interior yang siap menunjang para petualang, bersama keluarga,” ucap Erdwin. Lanjut Erdwin, Mitsubishi Xpander Cross juga hadir dalam tiga varian. Ada varian Premium Package, ada varian Automatic Transmission, dan varian Manual Transmission. “Yang masing-masing memiliki pilihan warna yaitu Quartz White Pearl, Jet Black Mica, Sterling Silver Metallic, Graphite Grey Metalic, dan Sunrise Orange Metallic,” jelas Erdwin. Tidak hanya memperkenalkan Mitsubishi Xpander Cross kata Erdwin, PT MMKSI juga menampilkan lima unit jajaran produk unggulannya yang terdiri dari Xpander Ultimate, Epander Exceed MT, New Triton, Expander Sport MT, dan Pajero Sport Dakar 4x2. “Selama acara MMAS ini, PT MMKSI juga memberikan penawaran menarik kepada pengun-
Pemerintah Pusat Serahkan Pengelolaan Rusunawa Mandalika Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat menyerahkan pengelolaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Mandalika ke Pemkot Mataram. Biaya pemeliharaan jadi pekerjaan rumah pemkot. Tarif sewa sedang dikaji. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram, H. M. Kemal Islam dikonfirmasi di sela – sela menghadiri acara di lingkungan Presak, Kelurahan Ampenan Tengah, Jumat (13/12) membenarkan pemerintah pusat telah menyerahkan aset rusunawa Mandalika. Pihaknya tinggal menunggu penyerahan Rusunawa di Lingkungan Montong Are. Saat ini, Kementerian Keuangan sedang memproses dan segera diajukan ke Presiden untuk ditandatangani penyerahan aset ke daerah. “Iya, sudah kita terima. Tinggal satu rusunawa lagi yang sampai sekarang masih berproses,” kata Kemal. Pasca penyerahan rusunawa, Pemkot Mataram memiliki pekerjaan berat untuk melakukan pemeliharaan dalam jangka waktu panjang. Pemerintah pusat tidak lagi mengintervensi karena aset tersebut telah diserahkan dan menjadi barang milik daerah. Pengelolaan rusunawa telah disepakati bersama Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Bagian Hukum Setda Kota Mataram serta paguyuban mengkaji tarif atau sewa rusunawa Rp100 ribu per bulan. Kajian ini diawali dengan merevisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang aset daerah. Diakui Kemal, pembiayaan rusunawa ini sangat besar. Dengan sewa dikumpulkan oleh masyarakat hanya bisa memperbaiki sifatnya kecil saja. “Seperti perbaikan pipa itu saja,” terangnya. Berbeda halnya dengan rusunawa Montong Are masih jadi tanggungjawab pemerintah pusat. Mantan Kepala Dinas Pertamanan ini menambahkan, rencana Kementerian PUPR kembali membangun satu twin blok di lahan seluas 35 are di Montong Are. Diprediksi anggarannya mencapai mencapai Rp20 miliar – Rp25 miliar. (cem)
jung di Mataram untuk melakukan SPK (sistem pendukung keputusan) pada event ini, yaitu lewat program penjualan Gebyar Undian Akhir Tahun,” jelasnya. “Pengunjung juga akan mendapatkan hadiah langsung berupa voucher di Traveloka Xperience senilai Rp500 ribu untuk setiap SPK selama event berlangsung,” jelas Dessu. Xpander Cross juga lanjut Dessu ini merupakan varian baru yang merupakan kendaraan MPV. Sebagai varian terbaru, PT MMKSI juga mengeluarkan Xpander dengan karakter lebih ke SUV. “Selama ini kan banyak masyarakat yang suka mobil SUV untuk berpetualang ke dataran tinggi. Tidak hanya MPV, ada SUV juga dari keluarga Xpander Cross ini. Xpander Cross ini juga memiliki ground clearance yang lebih dari varian sebelumnya. Juga memberikan kelengkapan yang lebih dari Xpander varian sebelumnya,” tutup Dessu. (viq/*)
(Suara NTB/viq)
PELUNCURAN – Dari kiri, Direktur PT MMKSI, Raymond Djendrono, Head of Sales and Dealer Management Region 2 Department, Dessu Herdianto, Promotion Department, Erdwin Ruliyanto, dan Branch Manager PT MMKSI, Adi Surjawan pada peluncuran Xpander Cross.
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
Tunda Implementasi Permenaker 10/2019 ORGANISASI Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Provinsi NTB mengharapkan implementasi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pemberian Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ditunda hingga ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Seperti diketahui, pemerintah akan memberlakukan Permenaker N0 10 Tahun 2019 efektif pada 2 Januari 2020. Beberapa pasal dalam permenaker ini mengatur tentang perpanjangan izin PPTKIS (Perusahaan Pengerah TKI Swasta) dengan syarat mendepositokan uang jaminan Rp1,5 miliar di bank-bank milik pemerintah. Selain itu, pasal lainnya yang mengatur tentang dinas terkait di kabupaten/kota adalah instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota. PPTKIS tidak lagi boleh merekrut dan memberikan pelatihan kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKI sebelum ditempatkan. “Banyak dampak yang akan muncul. Masa depan PPTKIS dan jasa ikutannya akan menjadi suram,” kata Ketua DPD Aspataki Provinsi NTB, H. Didiek Yuliadi, SE. Ditemui di ruang kerjanya Jumat (13/12) kemarin, L. Didiek menyebut ada 4 anggotanya berkantor pusat di NTB, dan 30 anggotanya adalah PPTKIS kantor cabang. Ke 4 PPTKIS yang berkantor pusat di NTB ini menurutnya diberikan pilihan untuk memenuhi deposito Rp1,5 miliar. L. Didiek menyatakan, anggota Aspataki NTB yakin mampu memenuhinya. Asptaki di tingkat pusat telah mengajukan revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2019. Terutama di pasal-pasal yang cenderung memberatkan. Aspataki ingin memperjuangkan bukan saja anggotanya, tetapi secara menyeluruh kepada kepentingan PPTKIS yang jumlahnya sekitar 400an di Indonesia. Mantan pegawai Bank Indonesia ini mempertanyakan beberapa hal terkait kebijakan baru ini. Misalnya soal deposito Rp1,5 miliar setiap PPTKIS. Jika dikatakan sebagai jaminan bila terjadi wanprestasi PPTKIS, menurutnya selama ini belum pernah ada PPTKIS yang dicairkan jaminan depositonya. “Aturan sebelumnya kan Rp500 juta jaminan. Tapi tidak ada jaminan PPTKIS yang dicairkan karena wanprestasi. Sekarang harus ada deposito Rp1,5 miliar. Mau diapakan uang nganggur sebesar itu, kali 400an PPTKIS,” katanya. Lalu soal kewenangan rekrutmen dan pelatihan kepada calon PMI/TKI yang selama ini dilakukan oleh PPTKIS sudah berjalan cukup baik. Ketika pemerintah yang mengambil alihnya, ia mempertanyakan sudah siapkah pemerintah. Fasilitas dan sarana prasarana pelatihan kepada calon PMI. “Belum tentu yang direkrut, kemudian di berikan pelatihan akan lulus seratus persen diterima majikan. Kan harus tes lagi di majikan. Kalau tidak lolos, bagaimana nasib mereka yang sudah mengeluarkan biaya dan tenaga,” imbuhnya. Yang selama ini, misalnya untuk pengiriman PMI ke Malaysia, kata L. Didiek, majikan/perusahaan pencari kerja yang datang langsung melakukan seleksi. Setelah dinyatakan layak/lulus. PPTKIS kemudian memfasilitasi dokumen-dokumen untuk pemberangkatan. Sementara kebijakan yang akan diberlakukan tahun 2020 justu sebaliknya. Di dalam Permen Nomor 10 Tahun 2019, jika ditegaskan, pemerintah menanggung biaya-biaya rekrutmen hingga pelatihan. (bul) L. Didiek Yuliadi
Belum Berdampak, Pajak ’’E-Commerce’’ Butuh Perhatian Khusus
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Eksportir NTB akan Dipaksa Gunakan Nama Daerah Mataram (Suara NTB) Potensi komoditas ekspor NTB tidaklah kecil. Dari hasil pertanian, kelautan perikanan, kerajinan, hingga kriya. Namun komoditas ini dikirim ke luar negeri tidak menggunakan nama NTB, meskipun daerah ini yang menjadi asalnya. Karena itu, Pemprov NTB tegas kepada para eksportir lokal, harus menggunakan nama daerah sebagai asal komoditas. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti. Konteks memaksa yang dimaksudkannya adalah, memfasilitasi para eksportir NTB kemudahan-kemudahan dokumen untuk pengiriman barang ke luar negeri. “Sekarang harus pakai SKA (Surat Keterangan Asal) NTB. Temanteman langsung jemput bola, dokumen dibantu di entry,” katanya kepada Suara NTB. NTB akan melakukan ekspor perdana pada puncak peringatan HUT NTB tanggal 17 Desember ini. Komoditas yang akan diekspor langsung ad-
alah kopi, ke Korea Selatan. Kemudian Manggis ke Cina. Kata Baiq Nelly, SKA atas nama NTB akan diserahkan secara simbolis di momen HUT NTB 2019. Belum lama ini, Dinas Perdagangan Provinsi NTB melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri telah memberikan pelatihan kepada 30-an calon eksportir. Walaupun sebenarnya, mereka yang dilatih tersebut rata-rata adalah eksportir dari daerah lain. “Sekarang tidak boleh lagi. Harus pakai
nama NTB,” tegasnya. Baiq. Nelly menambahkan, di NTB tidak sedikit jumlah pelaku usaha yang sudah dikategorikan ekspor. Mereka tak menggunakan nama NTB bukan karena ketidakmampuannya. Tetapi lebih kepada minimnya pengetahuan. “Mereka dikasitau soal birokrasi anggapannya sudah sangat sulit, ribet. Padahal, setelah dibimbing, baru tahu sangat mudah,” imbuhnya. Karena itu, pada momentum HUT NTB 2019 ini, ada
kegiatan expo. Rencananya, di kesempatan ini Dinas Perdagangan NTB juga akan melakukan sosialiasi tentang ekspor. Didalamnya edukasi lebih dekat dengan teknologi untuk memudahkan pa-
ra eksportir melengkapi dokumen ekspornya dari sistim digital. “Eksportir harus melek digital. Mereka harus dekat,” demikian Baiq. Nelly. (bul)
Baiq Nelly Yuniarti
(Suara NTB/bul)
MESIN SANGRAI KOPI - IKM logam sudah mampu membuat mesin industry. Salah satunya mesin sangrai kopi untuk menjaga kualitas citarasanya. Mesin ini sedang diuji SNI
Mataram(SuaraNTB) Banyaknya pengusaha yang lebih memilih melakukan perdagangan elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah electronic commerce (e-commerce) disebut memerlukan perhatian khusus. Terlebih untuk mekanisme pembayaran pajak sebagai sumbangsih aktivitas bisnis tersebut untuk Mataram (Suara NTB) pembangunan daerah secara umum. Pendekatan pembinaan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Dra. Hj. Putu yang dilakukan oleh Bank InSelly Andayani, M.Si, menerangkan digitalisasi usaha beladonesia kepada penenun-penekangan memang banyak terjadi, termasuk di NTB. Baik nun binaannya telah menjadimelalui pelantar yang disediakan pemerintah maupun dari kan tenun lokal lebih mendupihak swasta. “Ini sebenarnya masalah pendataan. Dia (kania. Permintaan kain bahkan lau di e-commerce) cukup mendaftar dengan KTP saja bisa,” telah menembus lima benua. ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (13/12) di Mataram. Bank Indonesia melakukan Hal tersebut diakui cukup timpang dengan persyaratan pembinaan tenun dari hulu ke membuka usaha nyata yang memerlukan beberapa jenis hilir. Dilakukan dengan profeperizinan. Untuk itu, mekanisme penarikan pajak bagi pelsional. Karena itu, apa yang aku e-commerce disebut merupakan sebuah usaha pendataan dilakukan oleh Bank Indonesekaligus jaminan terhadap kualitas barang yang diperdasia diharapkan menjadi pilot gangkan. Pajak yang diberlakukan sendiri disebut telah project (percontohan) bagi memiliki aturannya, yaitu sebesar 0,5 persen. stakeholders lainnya. Jumlah tersebut sama seperti pajak bagi usaha kecil Ketua Harian Dewan Keramikro dan menengah (UMKM) pada umumya. “Inti kaitanjinan Nasional Daerah (Dekranya dengan (pajak) e-commerce ini supaya ada rasa keadinasda) Provinsi NTB, Dra. Hj. lan,” ujar Selly. Diterangkan Selly selama ini banyak peruPutu Selly Andayani, M.Si sahaan besar yang berhasil mendulang keuntungan dari akmenyebut, salah satu binaan tivitas e-commerce. Untuk itu, dalam setiap transaksi yang Bank Indonesia yang paling lakukan negara telah mengatur komponen pembayaran pamenonjol adalah Kelompok jak yang dibebankan pada konsumen. Sentosa Sasak Tenun, Pringga“Itu konsumen yang membayar pajaknya. Dari transaksi sela, Kabupaten Lombok pasti ada pajak, dan perantaranya harus Timur. Hasil karya kelompok menyerahkanke negara,” ujar Selly. binaan Bank Indonesia ini teKasus yang dikhawatirkan terjalah diikutsertakan pada Trade di adalah perantara, dalam Expo Indonesia (TEI) yang hal ini pelantar, yang tidak merupakan ajang promosi melaporkan besaran paj a k tahunan berskala internasionyang didapat dan harusal menampilkan produk dan nya diserahkan. Hal itu jasa Indonesia berorientasi diterangkan Selly sepasar ekspor yang digelar oleh bagai pengamatan seKementerian Perdagangan RI. cara umum, dimana penUntuk diikutkan pada event ingkatan ekonomi dari berskala international ini adaktivitas e-commerce telah alah pelaku Usaha Kecil Memenjamur di berbagai temnengah (UKM) memiliki pat dan melingkupi berproduk berkualitas, dan bagai bidang dan komemenuhi standar moditas. Walaupun pasar internasional. begitu, masukan Setelah dilakukan berupa pajak pembinaan oleh yang diterima Bank Indonesia, negara disebut kata Kepala Dinas masih cukup Perdagangan kecil dan beProvinsi NTB lum memini, M. Maliki berikan damtelah mampu pak yang menghasilkan signifikan. tenun dengan (bay) Hj. Putu Selly Andayani lebar hingga
Mendorong Tenun Makin Mendunia
(Suara NTB/ist)
TENUN - Tenun tradisional diperkuat dengan tenun produksi modern dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), lebih lebar dan lebih rapi. 90 cm. Dari yang biasanya dibuat oleh penenun hanya sampai 60 cm. Tenun dengan lebar di atas 60 cm ini yang kebanyakan dicari oleh para desainer-desainer untuk dikombinasikan sebagai hasil karya produk fashion bertaraf international. NTB memiliki kearifan lokal tenun yang sangat beragam. Di setiap kabupaten/kota atau di masing-masing sentra tenun memiliki kekhasan yang berbeda-beda. Kekhasan ini yang telah diangkat oleh Bank Indonesia melalui pembinaannya. Tenun Lombok, NTB telah diminati. Terutama tenun-tenun yang dihasilkan dengan proses pewarnaan alam yang paling diminati pasar internasional. Langkah Bank Indonesia, bekerjasama dengan Dekranasda, dan menggandeng stakeholders terkait dan all out melalukan pembinaan, telah didukung kuat oleh pemerintah daerah. Salah satunya dengan diterbitkannya edaran untuk menggunakan pakaian khas
(tenun) sebagai seragam yang digunakan oleh ASN pada hari-hari tertentu. Edaran ini juga didukung oleh kabupaten/kota yang turut menggunakan seragam ASN dari kain tenun minimal sehari dalam satu pekan. Bank Indonesia telah mengantarkan produk kearifan lokal ke peradaban modern, dengan pendekatan industri fashion di NTB. Ini sinyal positif yang menggairahkan kembali para penenun di tengah minimnya regenerasi penenun. Harapannya, akan lebih banyak Maliki-Maliki lainnya yang tumbuh dan ikut termotivasi. Karena itu, Selly mengharapkan, Bank Indonesia melakukan pembinaan tidak terbatas pada fashion. Yang lainnya diharapkan disentuh adalah craft, juga kuliner yang potensinya tak kalah besar. Stakeholders yang lainnya juga didorong melakukan pembinaan secara profesional, seperti yang dilakukan oleh Bank Indonesia. (bul)
KTNA Lotim akan Didampingi Petani Mandiri Mataram (Suara NTB) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lombok Timur telah dikukuhkan baru-baru ini oleh Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy. Pasca dikukuhkan, KTNA Lombok Timur ingin memandirikan kelompoknya. Kabupaten Lombok Timur, kata Ketua KTNAnya, H. Burhanuddin, potensinya cukup besar. Dari potensi pertanian, peternakan, maupun kelautan perikanan. “Anggota ke depan kita tidak mau tergantung lagi kepada stakeholders. Harus mampu mandiri dari hulu hilir,” kata mantan Anggota DPRD Provinsi NTB ini. H. Burhan menyebut potensi-potensi yang menjadi perhatian KTNA. Misalnya di pertanian, Lombok Timur menghasilkan produksi jagung yang tidak sedikit. Menurutnya, petani jagung dapat ditingkatkan nilai tukar petaninya. Misalnya dengan penerapan teknologi pertanian jagung, panen, hingga pascapanennya, jagung dapat dihasilkan menjadi beragam produk turunan. Diminimalisir menjual jagung dalam bentuk gelondongan untuk mendukung program strategis provinsi dan kabupaten, industrialisasi. Demikian juga potensi peternakan. Ada ternak besar (ruminansia) dan ternak kecil (unggas). Kelompok-kelompok ternak juga akan didampingi menghasilkan peternakan yang unggul. Tidak sampai di tataran produksi, para kelompok ternak juga bisa menghasilkan beragaram produk turunan dari sektor peternakan. Belum lagi di sektor kelautan perikanan. Lombok Timur juga menjadi produsen rumput laut. Kemudian lobster yang
(Suara NTB/bul)
H. Burhanudin nilai jualnya tinggi. Potensi terbesarnya ada di Lombok Timur bagian selatan. Berbagai macam persoalan dihadapi oleh nelayan. KTNA akan berupaya memfasilitasinya. “Pengurus dari kabupaten hingga tingkat kecamatan sudah terbentuk. Lebih mudah melakukan koordinasi. Semua sudah terakomodir. Kita sedang persiapkan PEDA dan PENAS,” demikian H. Burhan. KTNA sendiri merupakan adalah organisasi independen di Indonesia yang berorientasi pada aktivitas sosial di sektor agrikultur, yang berbasiskan agribisnis dan lingkungan hidup di pedesaan. KTNA terdiri dari komunitas petani dan nelayan yang terpilih untuk mewakili daerah yang memiliki kualifikasi dalam kemampuan di bidangnya masing-masing dan mempunyai karakter pionir dan patriotis dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di bidang agribisnis. (bul)
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Penghapusan TKD Guru Sertifikasi Dikhawatirkan Timbulkan Kegaduhan
(Suara NTB/yon)
Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) bersama DPRD Lotim beberapa waktu lalu menyepakati penghapusan tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi guru sertifikasi. Diharapkan, penghapusan TKD tidak menimbulkan kegaduhan di dunia pendidikan Lotim antara guru PNS sertifikasi dan guru honorer.
H. Muhammad Holdi
Terkait penghapusan itu, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Lotim, H. Muhammad Holdi, Jumat (13/ 12), mengaku kurang setuju karena ia melihat dalam regulasi bahwa pemberian TKD seolah-olah tebang pilih. Di mana TKD merupakan
reward dari pemerintah daerah terhadap pegawai negeri sipil. Termasuk ada guru di dalamnya, apakah mendapatkan sertifikasi atau tidak. Sehingga yang dipermasalahkan ada atau tidak hubungan antara TKD dan sertifikasi. Sementara Fraksi Gerindra memandang jika hal tersebut tidak ada hubungannya dan semestinya harus ber-
laku sama seluruh ASN tidak diberikan TKD atau besarannya diturunkan apabila didasarkan ketidakmampuan pemerintah daerah untuk membayar. Untuk itu, Fraksi Gerindra melihat adanya kepincangan dan tebang pilih yang dipandang tidak memiliki hubungan dengan TKD. “Artinya ketika guru-guru sertifikasi tidak diberikan TKD.
Menurut kami kebijakan itu sepihak dan tebang pilih,” ujarnya. Muhammad Holdi mengungkapkan, persoalan ini dikhawatirkan akan membuat gaduh dunia pendidikan di Kabupaten Lotim apabila tidak dikaji lagi dengan pendekatan-pendekatan yang lebih baik. “Seolaholah tidak diberikannya TKD bagi guru sertifikasi dan dialihkan untuk membayar guru honorer,” ujarnya. Padahal legislatif dan eksekutif sudah menetapkan untuk pengkajian guru honor memiliki anggaran tersendiri pada APBD, sehingga tidak ada
hubungannya dengan penghapusan TKD bagi guru sertifikasi. “Kalau tidak diberikan TKD bagi guru sertifikasi. Semestinya seluruh ASN diperlakukan sama supaya jangan muncul kegaduhan dan kecemburuan antara guru honor dan guru sertifikasi,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, H. Moh. Zainuddin, mengatakan menurut sepengetahuannya pemberian TKD hanya berlaku di Lotim, terutama bagi guru sertifikasi. Sementara di daerah lain hanya men-
erima sertifikasi. Adapun alasan pemberian TKD itu untuk menunjang sosial ekonomi guru di Kabupaten Lotim. Zainuddin mengungkapkan, sebagaimana wacana pemerintah pusat bahwa ke depan semua guru non PNS di sekolah negeri akan diberikan tunjangan khusus menyusul akan dilakukan penataan ulang bantuan operasional sekolah (BOS). Di mana tidak akan digunakan untuk membayar guru, melainkan semua guru non PNS akan digaji oleh pemerintah pusat melalui tunjangan khusus dan tidak lagi dibebankan dari APBD. (yon)
Sarana Olahraga Sudah Memadai DINAS Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Timur (Lotim) mengklaim sarana dan prasarana olahraga yang dimiliki sudah memadai. Seperti keberadaan Gelanggang Olahraga (GOR) Selong sudah terdapat Sport Hall, kolam renang, lapangan atletik hingga gelanggang pemuda. Meski demikian menurut Kepala Dispora Lotim, Izzudin kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (13/12), ada sejumlah fasilitas yang perlu pembenahan agar bisa lebih baik. Seperti lapangan atletik sejauh masih perlu dibenahi agar bisa lebih laik sebagai tempat latihan. Selanjutnya kolam renang Rinjani yang dimiliki Lotim ini sebenarnya sudah memenuhi standar nasional. Namun perlu juga pembenahan dan mulai akan dilakukan tahun 2020 mendatang. Sementara GOR dalam konsep Dispora Lotim ini akan coba dijadikan sebagai training centre (pusat pelatihan) seluruh cabang olahraga (cabor). Karenanya dalam kawasan itu pula akan dibangunkan padepokan silat indoor. Dalam menggunakan seluruh fasilitas olahraga di Lotim ini dipastikan tidak ada penetapan besaran sewa. Izzudin mengklarifikasi kembali apa yang disampaikan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lotim, Rusman, jika aset gedung-gedung yang ada di Lotim, termasuk yang dikelola Dispora ada sewa yang harus dikeluarkan. Gedung wanita bayar Rp2,5 juta per hari, gedung pemuda Rp1,5 juta per hari dan sport hall rata-rata disewa Rp100 ribu per jam, Dalam hal ini, Dispora tidak pernah mematok besaran biaya sewa dan dipersilakan bagi pemuda dan cabor untuk membayar sesuai kemampuan. “Bahkan sebenarnya sering gratis,” tegas Izzudin. Sementara itu, bicara target medali emas yang akan coba diraih pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2021 mendatang diakui Izzudin memang bukan perkara gampang, karena membutuhkan proses panjang. Bagi Kadispora Lotim ini, yang perlu dilakukan sekarang ini adalah membudayakan olahraga. Bangun semangat olahraga masyarakat. Memasyarakatkan olahraga. Soal prestasi, diyakini akan linier tercipta saat masyarakat sudah semangat berolahraga. (rus) Izzudin (Suara NTB/dok)
Bangun Kantor Pemerintahan Adopsi Kearifan Lokal Tanjung (Suara NTB) Bangunan Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah dipastikan akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. Anggaran tahap pertama yang disiapkan sejumlah Rp20 miliar. Menurut desain perencanaan, pembangunan kantor pemerintahan KLU mengadopsi rancang bangun budaya lokal. “Pembangunan kantor bupati nanti masih menggunakan konsep yang didesain oleh Bappeda, yaitu mengadopsi kearifan lokal. Terdapat dua gedung kembar yang menjadi icon dan menyerupai masjid kuno Bayan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas PUPR Lombok Utara, Alfian Zubair, belum lama ini. Dari dana yang sudah disetujui pada APBD 2020 itu, Dinas PUPR memprioritaskan pembangunan kantor bupati lebih dulu. Sementara Kantor DPRD KLU, dibangun tahap berikutnya. Namun demikian, Dinas PU sudah merancang perbaikan Kantor BPKAD dan Bappeda sebagai lokasi kantor sementara (ruang sidang) DPRD KLU. Alfian menyebut, pembangunan kantor pemerintahan mengacu pada masterplan yang disusun oleh Bappeda. Di kompleks kantor pemerintahan itu nantinya akan berdiri kantor-kantor OPD. Sehingga secara total, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kompleks pemerintahan senilai Rp360 miliar. Khusus untuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, bangunan kantornya akan berada di area RSUD dengan mengambil tempat di pojok depan sebelah timur. Lokasi tersebut diplot mengingat anggaran dari DAK pusat sudah disetujui sebesar Rp10 miliar. Sementara RSUD nantinya diproyeksikan akan dipindah ke Lendang Bagian dengan mengambil area Dinas PUPR dan Dinas P2KB PMD saat ini. Sebelum membangun kantor bupati, Dinas PUPR lebih dulu akan menyusun konsep Detail Engineering Design (DED), setelah itu dilakukan tender proyek. “Kita harapkan pemenang tendernya nanti betulbetul kontraktor yang bonafit,” tandasnya. (ari)
(Suara NTB/ist)
TINJAU - Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy saat meninjau jalan kabupaten yang sudah selesai dihotmik beberapa waktu lalu.
Dinas PUPR Tuntas Hotmik 118 Km Jalan Kabupaten Selong (Suara NTB) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur (Lotim) tuntas memantapkan jalan (hotmix) sepanjang 118 km dari dana percepatan. Tahun pertama pelaksanaan program unggulan Pemkab Lotim ini diyakini mampu menambah ruas jalan mantap. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas
PUPR Lotim, Rozikin di Selong, Jumat (13/12). Disebut panjang ruas jalan kabupaten Lotim ini 1.018 km. Dari program percepatan ditambah dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler dan penugasan membuat panjang jalan yang baik di Lotim saat ini dicatat sudah 53 persen. Masih ada sisa 47 persen lagi yang belum bisa tuntas. “Dari percepatan dan DAK
ini bisa kita bertambah 11 persen panjang jalan yang mantap,” terang Rozikin. Menurutnya, dari DAK reguler saja bisa dimantapkan jalan sepanjang 23 km. DAK ini tidak saja untuk jalan, tapi juga untuk jembatan. Dari keseluruhan DAK 2019 diklaim sudah tercapai 98,89 persen. Semua proyek DAK jalan sudah rampung 100 persen. Tersisa tinggal pembangunan
Jembatan Ketapang Raya yang diyakini akhir tahun 2019 ini sudah bisa dituntaskan., “Jembatan Ketapang Raya ini sedang dalam tahap akhir,” sebutnya. Anggaran Jembatan Ketapang Raya Rp 8,5 miliar dan sudah terealisasi fisik 90 persen dengan realisasi keuangan Rp 4,1 miliar. Masih menjadi problem di PUPR Lotim ini, kemampuan
membangun tidak diimbangi dengan pemeliharaan. Sebelumnya ada dana pemeliharaan jalan Rp 1 miliar tahun depan diberikan hanya Rp 700 juta. Dengan anggaran yang sangat terbatas itu PUPR ini mengaku hanya bisa menangani yang emergensi saja. Tidak bisa melakukan pemeliharaan secara masif. Keterbatasan anggaran daerah selalu jadi alasan. (rus)
Turun, Kunjungan Wisatawan Tahun 2019 Tanjung (Suara NTB) Arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum dapat dikatakan pulih pascagempa 2018 lalu. Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung domestik dan mancanegara, di mana progres kunjungan sejumlah 588.699 orang. Kepala Bidang Promosi Pariwisata, Disbudpar KLU, Setiadi, Jumat (13/12), mengungkapkan target kunjungan tahun ini sebanyak 800 ribu orang. Target ini dinaikkan dari target dan capaian kunjungan tahun 2018 masing-masing 700.000 orang dan (capaian) 570.000 orang. Kendati sisa waktu masih setengah bulan lagi, pihaknya optimis target kunjungan tercapai. “Harapan kita, memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru, bisa mendatangkan sampai 6 ribu wisatawan setiap hari,” ujarnya. Setiadi mencatat, jumlah kunjungan yang disebutkan itu masih sementara. Pasalnya data bulan Desember belum masuk. Dari 588.699 orang itu, didominasi oleh pengunjung luar
negeri sebanyak 547.364 orang dan pengunjung dalam negeri 41.334 orang. Dari angka itu pula, kunjungan ke 3 gili masih dominan. Adapun sebarannya, pengunjung Gili Trawangan 330.384 wisman dan 24.535 orang wisdom. Pengunjung Gili Meno 80.884 orang wisman dan 6.007 orang wisdom, serta pengunjung Gili Air 116.675 orang wisman dan 8.664 wisdom. Sementara sisanya tersebar di 3 kecamatan yakni Tanjung, Bayan dan Pemenang. Ia menyebut, pemda bersinergi dengan instansi non pemerintah untuk meningkatkan angka kunjungan. Antara lain Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) KLU, maupun pihak travel. Menurut dia, angka kunjungan ke KLU tidak lepas dari persaingan di tempat lain. Sebut saja Mandalika Resort. Bahkan ke depannya, persaingan akan semakin meningkat seiring adanya promosi wisata dari kabupaten/kota lain di NTB. (ari)
(Suara NTB/yon)
DIRAWAT - Tina, bayi berusia 26 hari yang mengidap penyakit aneh saat mendapat perawatan medis di RSUD R. Soedjono Selong, Jumat (13/12).
Bayi Asal Ijobalit Alami Penyakit Aneh Selong (Suara NTB) Nasib malang menimpa Tina, bayi perempuan yang baru berusia 26 hari asal Kelurahan Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soedjono Selong, Jumat (13/12) pagi. Bayi mungil ini dirujuk karena mengalami penyakit aneh di sekujur tubuhnya. Penyakit yang diderita oleh Tina saat berusia 3 hari pasca dilahirkan. Tiba-tiba kulit Tina mengelupas dan sebagian mengeluarkan cairan beru-
pa nanah. Awalnya dari diagnosa dokter di puskesmas setempat, Tina mengalami auto imun. Sedangkan dari hasil pemeriksaan awal di RSUD R. Soedjono Selong Jumat, Tina diduga menderita penyakit sepsis. Sepsis adalah kondisi medis serius di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi. Di mana penyebab penyakit ini diduga karena faktor lingkungan yang tidak sehat. Adapun kasus ini diketahui setelah petugas kesehatan
melakukan kunjungan ke rumah orang tua Tina di Kelurahan Ijobalit. Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke RSUD Selong untuk mendapatkan medis secara intensif. Wahyu Kurnia Sari, selaku bidan yang mendampingi Tina dari Puskesmas ke RSUD R. Soedjono Selong, menjelaskan jika Tina mengidap penyakit sepsis dari diagnosa dokter di RSUD R. Soedjono Selong. Dengan diberikannya perawatan intensif diharapkan dapat memberikan kesembuhan kepada Tina. (yon)
Lotim Kewalahan Tangani Sampah Pasar
(Suara NTB/ari)
WISATAWAN - Wisatawan saat berwisata di Gili Trawangan. Pada tahun 2019 ini, kunjungan wisatawan ke KLU cenderung menurun.
Selong (Suara NTB) Lombok Timur (Lotim) kewalahan menangani sampah pasar. Ratusan ton sampah ini setiap hari harus diangkut dari 39 unit pasar se Kabupaten Lotim. Sementara itu, jumlah armada yang digunakan mengangkut sampah pun masih sangat terbatas. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Slamet Alimin menjawab Suara NTB, Kamis (12/12). Menurutnya, banyaknya sampah di pasar ini tidak saja bersumber dari pasar. Masyarakat di sekitar pasar juga banyak mengangkut sampahnya ke pasar. Kebiasaan
masyarakat ini pun tidak bisa dilarang. Dalam melakukan pengangkutan, saat ini Bapenda Lotim memiliki enam unit armada mobil. Tembahan tahun 2019 ini dua unit. Sebelumnya hanya empat unit. Idealnya kata Slamet Alimin, Bapenda Lotim memiliki 10 unit yang khusus untuk menangani sampah pasar. Banyaknya sampah yang akan diangkut ini membuat aktivitas penangkutan sampah berlangsung cukup lama. Satu pasar tidak bisa didatangi setiap hari. Alasan keterbatasan armada ini membuat petugas pengangkut sampah ini bergiliran untuk menda-
tangi pasar-pasar. Pengaturan waktu pengangkutan sampah pasar ini diakui membuat sampah kerap menumpuk. Kondisi ini diakui jelas tidak bisa mewujudkan program NTB zero waste. Harapannya, dalam upaya mewujudkan program zero waste pemerintah provinsi bisa memberikan bantuan infrastruktur untuk menangani sampah. “Kita berharap ada kontribusi dari pemerintah privinsi untuk kita wujudkan program zero waste, karena sejauh ini belum ada yang kongkrit infrastruktur yang diberikan,” imbuhnya. (rus)
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
Berhentikan Sementara Oknum Kades BUPATI Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid resmi memberhentikan sementara kepala desa (Kades)Tempos ES yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Bupati menandatangani surat pemberhentian kades tanggal 11 Desember dan menunjuk Sekretaris Camat Gerung sebagai Penjabat Kades. Proses pemberhentian kades ini sendiri terbilang lamban, karena Pemda sendiri butuh Surat penetapan tersangka bersangkutan dari kepolisian sebagai dasar memproses pemberhentian sementara ber(Suara NTB/dok) sangkutan dari jabatannya. H. Fauzan Khalid Kepada wartawan ditemui usai Salat Jumat, Jumat (13/12), Bupati Lobar mengakui telah menandatangani surat pemberhentian Kades Tempos ES. “Saya sudah tandatangani surat pemberhentian sementara Kades Tempos,”jelas Bupati. Menurutnya, pemberhentian sementara Kades Tempos berdasarkan surat resmi dari Polres Lobar terkait status tersangka kades. Sedangkan untuk pemberhentian permanen menunggu keputusan tetap (inkracht) dari pengadilan. Diakuinya, pemberhentian kades ini sedikit memakan waktu, karena pihak pemda cukup berhati-hati. Pemda menunggu surat resmi dari Polres tentang status tersangka bersangkutan. Barulah atas dasar hukum itu pemda memproses pemberhentiannya. “Kami menunggu surat dari Polres itu,”tegas dia. Berdasarkan surat keputusan Bupati nomor 529/114/DPMD/ 2019 tentang Pemberhentian Sementara Kades Tempos dan pengangkatan Penjabat Kades Tempos Kecamatan Gerung. Dalam surat itu diterangkan pertimbangan pemberhentian Kades Tempos, di antaranya karena melanggar larangan dan tidak melaksanakan kewajiban sebagai kades. Maka untuk kelancaran tugas-tugas di desa perlu memberhentikan sementara Kades Tempos dan perlu mengangkat penjabat kades. Dalam surat itu juga, Bupati memutuskan mengangkat Sekcam Gerung, Ida Wayan SH sebagai Penjabat Kades Tempos. Masa jabatan penjabat kades ini sampai adanya penetapan Kades Tempos terpilih. (her)
SUARA PULAU LOMBOK
Nasib Pelamar CPNS TMS Ditentukan Hasil Sanggahan Giri Menang (Suara NTB) Nasib ratusan pelamar CPNS yang dinyatakan gugur alias tidak memenuhi syarat (TMS) tahap admimistrasi ditentukan dari hasil sanggahan atau keberatan yang mereka ajukan ke Badan Kepegawaian Daerah dan PSDM Lobar mulai tanggal 18-19 Desember mendatang. Mereka berpeluang lolos kalau membawa berkas, seperti dipersyaratkan berupa seperti izin pendirian atau pembukaan program studi dari perguruan tinggi (PT). ”Kalau pada masa sanggah mereka (yang TMS karena akreditasi) menyanggah dan bisa menyediakan dokumen alternatif yang diminta, kami di daerah akan memverifikasi ulang dan meloloskan atau meng-MS-kan,” jelas Kasubid Pengadaan Pegawai H. Rizky Bani Adam, Jumat (13/12). Dijelaskan ratusan pelamar CPNS di Lobar yang tadinya dinyatakan gugur alias Tidak Memenuhi Syarat (TMS) akibat persyaratan administrasi akreditasi tidak sesuai dengan tahun kelulusan. Hal ini menyusul ha-
sil konsultasi dengan BKN Regional Bali bahwa pelamar yang meng-upload sertifikat akreditasi tidak sesuai dengan tahun kelulusan bisa diluluskan, namun dengan catatan melakukan sanggahan. Pada saat melakukan sanggah pelamar membawa kelengkapan, seperti izin pendirian atau pembukaan program studi dari PT. Kebijakan serupa juga diterapkan Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Namun sebelum itu, Pemkab Loteng masih akan menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi terlebih
dahulu, kriteria seperti apa yang bisa dan boleh dibijaksanai. Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., ketika dikonfirmasi wartawan soal persiapan seleksi CPNS, di kantornya, Jumat (13/12), mengaku, jumlah pelamar CPNS di Loteng menembus angka hingga 17.443 pelamar dengan formasi yang tersedia sebanyak 479 formasi. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di NTB dan mengalahkan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang formasi CPNSnya lebih banyak dari Loteng.
Dari total pelamar yang masuk, sekitar 2 ribuan pelamar di antaranya dinyatakan TMS setelah dilakukan verifikasi oleh panitia seleksi lokal dengan beberapa kriteria. “Namun ada rencana untuk beberapa kriteria, pelamar yang dinyatakan TMS akan diloloskan,” sebutnya. Hanya saja, Pemkab Loteng sampai saat ini belum memutuskan kriteria mana saja yang akan diloloskan, sehingga Pemkab Loteng masih akan menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait kriteria-kriteria pelamar CPNS yang mana saja yang bisa diloloskan supaya Pemkab Loteng tidak salah mengambil kebijaksanaan. Yang jelas, sebelum tanggal 21 Desember mendatang persoalan tersebut sudah harus tuntas, karena pada tanggal
ini akan dilakukan pengumuman hasil seleksi administrasi pelamar CPNS secara serentak seluruh kabupaten/kota di NTB. Termasuk formasi CPNS Provinsi NTB. Lebih lanjut Nursiah, menjelaskan, sebagai daerah dengan jumlah pelamar terbanyak tentunya persaingan untuk memperebutkan formasi CPNS jauh lebih ketat, sehingga para pelamar CPNS di Loteng diharapkan bisa mempersiapkan diri dengan baik agar bisa memenangkan persaingan dalam memperebutkan formasi CPNS yang ada. ”Pesan saya bagi para pelamar CPNS, siapkan diri dengan baik. Karena persaingan di Loteng jauh lebih ketat. Mengingat, pelamar yang masuk cukup tinggi. Bahkan tertinggi di NTB,” pungkas Nursiah. (her/kir)
Darurat Sampah
ASN, TNI dan Polri Turun Bersih-bersih
Kasus Aset Diduga Libatkan Oknum Anggota Dewan Giri Menang (Suara NTB) Aset daerah berupa lahan di eks Pasar Tanak Beak Narmada Lombok Barat (Lobar) seluas 13 are disewakan senilai Rp 3 juta kepada warga setempat. Namun proses sewa kontrak aset ini diduga ilegal, sebab tidak tercatat di desa dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar. Isu yang beredar, sewa kontrak aset ini diduga melibatkan oknum anggota DPRD. Menanggapi kabar itu Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah akan mengecek kebenaran informasi tersebut. Ia akan meminta anggota DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar untuk mengeceknya. Pihaknya tidak ingin citra lembaga DPRD rusak oleh oknum anggota ini. Jika nantinya benar isu itu, ujarnya, menjadi perbuatan ilegal, karena tidak ada izin dari Pemkab Lobar. Bahkan ia akan sangat tegas menindak oknum anggota DPRD ini, jika terbukti bersalah. “Kami akan meminta BK bertindak,” tegasnya kembali. Dalam hal ini, politisi Partai Gerindra mengingatkan agar masalah aset ditangani Bagian Aset pada BPKAD untuk menyewakannya kepada masyarakat, bukan anggota DPRD. Sementara itu, Kepala Desa Batu Kuta Misrapudin mengatakan, pihaknya tidak tahu proses sewa kontrak aset tersebut. Namun ia mendapatkan informasi bahwa aset itu disewakan Rp 3 juta kepada warga inisial S. Akan tetapi pihaknya tidak tahu, siapa oknum yang menyewakan aset tersebut. Ditanya soal dugaan dalam sewa kontrak lahan itu diduga ada keterlibatan oknum dewan, pihaknya mengaku tidak tahu soal ini. “Ndak ada saya dapat info (kalau lahan itu diduga disewakan oknum dewan), biar kita ndak salah kan. Karena yang sewa ndak mau kasih tahu siapa tempatnya sewa. Yang jelas saya hanya tanyakan berapa disewa, itu disewa Rp 3 juta,” ujar dia. Kabid Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengadaan pada BPKAD Lobar, Kartono Haryoto mengaku pihaknya tidak pernah memberikan izin penyewaan aset. Apalagi sampai menerima adanya pembayaran atas sewa itu. Sebab sejauh ini pihaknya mengetahui baru pihak desa setempat yang mengajukan pengunaan aset itu untuk pembuatan Balai Serba Guna. “ (her)
Halaman 5
(Suara NTB/kir)
TERIMA - Sekda Loteng, H.M. Nursiah, menerima bendera Pataka NTB, di halaman kantor Bupati Loteng, Jumat (13/12).
Bendera Pataka NTB Singgah di Loteng Praya (Suara NTB) Rombongan kirab bendera Pataka NTB, Jumat (13/12) singgah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Setelah sebelumnya singgah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Rombongan disambut langsung Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si. Rombongan disambut dengan upacara khusus di halaman kantor Bupati Loteng. Sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng turut hadir menyambut rombongan kirab pataka NTB yang merupakan rangkaian perayaan HUT NTB yang ke 61 tahun 2019. Nantinya, setelah singgah di Loteng, rombongan Kirab Pataka kemudian akan menuju Kabu-
paten Lombok Barat (Lobar). Pada kesempatan itu Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., berharap kirab pataka tidak hanya sekadar seremoni, tapi bagaimana bisa menjadi wahana sosialisasi bahwa NTB akan berulang tahun sekaligus wahana edukasi terkait NTB secara lebih luas. Ke depan, melalui momen HUT NTB tahun ini komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah bisa lebih baik lagi, karena bagaimanapun juga, membangun NTB tidak hanya menjadi beban pemerintah provinsi semata. Tapi ada andil pemerintah kabupaten/kota. Untuk itu, sebagai perpanjang tangan pemerintah pusat,
pemerintah provinsi diharapkan bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya menjadi pembina bagi kabupaten/ kota yang ada, sehingga komunikasi dan koordinasi penting untuk terus diintensifkan. Jika memang ada persoalan di daerah, ada baiknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga kebijakan ataupun keputusan yang diambil pemerintah provinsi terkait daerah bersangkutan tidak sampai memicu polemik. “Komunikasi dan koordinasi itu yang penting dan menjadi harapan kita di daerah, agar terus ditingkatkan serta diintensifkan di masa-masa yang akan datang,” sarannya. (kir)
Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mulai menyikapi persoalan sampah yang dialami dengan menerjunkan hampir semua Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di semua wilayah, Jumat (13/12). Aparat TNI dan Polri juga terlibat bersama masyarakat umum dalam kegiatan yang direncanakan menjadi agenda rutin pemerintah daerah ke depan. “Kegiatan bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut atas instruksi kepala daerah, guna menyikapi persoalan sampah di daerah ini,” aku Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada wartawan, Jumat siang. Diakuinya, persoalan sampah di Loteng akhir-akhirnya ini memang jadi sorotan, mengingat banyaknya sampah yang berserakan, terutama di pinggir jalan. Bahkan di jalur-jalur yang menuju kawasan pariwisata di daerah, sampah banyak ditemukan. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkab Loteng memutuskan untuk melakukan kegiatan bersih-bersih serentak di semua wilayah dengan melibatkan ASN lingkup Pemkab Loteng, dibantu aparat TNI dan Polri. Termasuk keterlibatan masyarakat umum dalam hal ini sangat diharapkan. Kegiatan bersih-bersih tersebut kedepan diharapkan juga bisa dijadikan agenda
rutin oleh pemerintah desa dengan menyiapkan paling tidak satu hari untuk kegiatan bersih-bersih di desanya. Apakah itu satu bulan sekali. Nantinya, pemerintah daerah nantinya akan membantu dengan menerjunkan ASN yang ada sesuai dengan pembagian zona wilayah yang ada. “Nanti kalau pemerintah desa membutuhkan bantuan fasilitas pengangkut sampah dan pendukung lainnya, pemerintah daerah siap membantu. Asalkan, ada koordinasi terlebih dahulu terkait kegiatan bersih-bersih itu nantinya,” imbuhnya. Pada saat yang sama, jajaran PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) juga menggelar kegiatan bersih-bersih. Dimulai dari kawasan masjid bandara hingga jalur by pass di depan LIA dengan hampir semua karyawan PT. AP I LIA. Kegiatan tersebut diharapkan bisa mendukung gerakkan Loteng bersih dengan sasaran sampah-sampah plastik. “Kegiatan ini memang rutin kita gelar. Harapannya untuk mewujudkan kawasan sekitar bandara bebas sampah. Karena bagaimanapun juga bandara adalah pintu masuk sekaligus perwajahan dari daerah ini,” sebut Communication Legal Section Head PT. AP I LIA, Nyoman Siang. (kir)
Disos dan Polres Lobar Warga Sesaot Narmada Dihebohkan Salurkan Bantuan pada Lagi, Warga di Loteng Fenomena Hujan Es Meninggal Disambar Petir Korban Puting Beliung
Praya (Suara NTB) Seorang pria paruh baya asal Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), Lasre alias Amaq Pawal, Jumat (13/12), meninggal disambar petir. Korban meninggal saat hendak pergi ke kamar mandi saat hujan lebat turun di desanya. Kasus warga yang meninggal disambar petir menjadi yang kedua setelah sebelumnya, salah seorang warga Desa Teduh Kecamatan Praya Barat Daya juga mengalami nasib serupa. Musibah itu sendiri berlangsung sekitar pukul 15:30 wita pada saat hujan turun disertai petir turun mengguyur Desa Ungga dan sekitarnya. Tidak lama berselang, korban bermaksud pergi ke kamar mandi yang berada di luar rumah, untuk buang air besar. Namun apes, begitu keluar rumah tiba-tiba petir menyambar. Seketika itu juga, korban terkapar. Awalnya, keluarga korban tidak tahu kalau korban disambar petir. Korban pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi terkapar di tanah oleh Herni, menantunya. Di mana saksi rencananya juga mau ke kamar mandi yang sama. Namun kaget, saat melihat korban terkapar di tanah di bawah guyuran hujan lebat. “Korban pertama kali dilihat saksi sudah terkapar di depan kamar mandi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., membenarkan kejadian tersebut, Jumat sore. Seketika itu juga, tambahnya, saksi langsung berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga kemudian berusaha mengevakuasi korban masuk ke dalam rumah. Namun saat ini warga sempat khawatir, lantaran hujan disertai petir masih berlangsung. “Pada saat diangkat, korban sudah dalam keadaan meninggal dengan sejumlah luka bakar di bagian dada,’’ ujarnya. Mendapat informasi tersebut polisi kemudian datang melakukan olah TKP. Namun pihak keluarga korban menolak permintaan visum pihak kepolisian dan menerima musibah yang dialami korban. “Pihak keluarga menyatakan menerima serta mengikhlaskan kematian korban karena musibah serta pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap mayat korban,” tutup Rafles. (kir)
(Suara NTB/ist)
MENINGGAL - Salah satu warga di Desa Ungga yang meninggal disambar petir, Jumat (13/12).
Giri Menang (Suara NTB) Warga di daerah Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) dihebohkan dengan fenomena hujan es yang melanda sebagian wilayah setempat, Kamis (12/12). Fenomena yang tumben terjadi wilayah setempat ini mengundang perhatian warga, sebagian warga pun mengabadikan di media sosial. Namun ada juga warga yang mengaitkan fenomena ini dengan situasi iklim yang tak menentu yang terjadi saat ini. Andy warga Dusun Sambik Baru Desa Sesaot menuturkan kejadian fenomena hujan es ini terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir, Kamis lalu. Akibat angin kencang itu juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di kawasan pemandian Sesaot. Termasuk di Desa Suranadi satu warga kena petir dan korban dibawa ke rumah sakit. “Tumben ada fenomena hujan es ini, warga pada heboh dan heran kok bisa hujan es,” ujarnya. Prakirawan BMKG Lobar Budi Setyawan membenarkan adanya fenomena hujan es tersebut. Dijelaskan, Kamis sekitar pukul 13.30 WITA terjadi kejadian hujan lebat disertai badai petir dan angin kencang di wilayah Pulau Lombok, NTB. “Menyebabkan terjadinya hujan es di wilayah Narmada, Lombok Barat,” terang dia. Selain itu, akibat sapuan angin ini atap rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa pohon tumbang dan menutupi jalan di wilayah Mataram dan Lombok Barat. Bahkan dilaporkan satu orang meninggal dunia tersambar petir di wilayah Tanjung Lombok Utara. Berdasarkan analisa sementara hujan lebat disertai dengan angin kencang adalah akibat adanya pola pertemuan angin di
(Suara NTB/ist)
HUJAN ES - Warga dihebohkan dengan fenomena hujan es di wilayah Sesaot Kecamatan Narmada, Kamis (12/12) lalu. wilayah utara dekat Pulau Lombok NTB mendukung pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Sedangkan hujan es, jelas dia, disebabkan oleh awan konvektif dan suhu di udara hingga daratan mencapai suhu rendah yang memungkinkan hujannya pada saat sampai ke tanah tidak mencair sebagaimana mana hujan yang biasa. “Kemungkinan terjadinya itu bisa di tempat yang suhu lingkungannya dingin, seperti Narmada dan sekitarnya,” jelas dia. Dan kondisi ekstrem seperti ini selalu ada pada saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan juga sebaliknya. Atas kondisi cuaca buruk ini lanjut dia, pihak BMKG pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Warga diminta menghindari daerah yang memiliki pohon besar dan tinggi, sebab musim pancaroba (masa peralihan) seperti saat ini memang kejadian ini biasa terjadi. Fenomena hujan es juga diklaim terjadi di Jenggik Kecamatan Terara Lombok Timur
(Lotim), Jumat (13/12). Fenomena langka ini langsung diabadikan masyarakat dengan kamera ponselnya, termasuk oleh Hilmi Yulapi Alayubi, S.Pd, warga Dusun Wates Desa Jenggik. Kepada Suara NTB, Hilmi menuturkan sebelum terjadi hujan es didahului hujan cukup deras disertai angin kencang sekitar pukul 13:40 wita. Kemudian hujan es tiba-tiba terjadi sekitar lima menit kemudian sekitar pukul 13:45 wita. Selanjutnya butiran-butiran es semakin banyak turun bersama air hujan. Hanya saja, kata Hilmi, gumpalan hujan es tersebut tidak bertahan lama, baru dipegang sebentar kemudian mencair. Kepala Pelaksana BPBD Lotim melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik, Lalu Rusnan, membenarkan jika curah hujan di wilayah Kecamatan Terara khususnya di Desa Jenggik cukup tinggi. Bahkan dari informasi yang diterimanya sempat terjadi hujan es yang menggegerkan masyarakat setempat. Adapun untuk adanya kerusakan rumah warga masih dalam proses peninjauan dan pendataan ke TKP. (her/yon)
Giri Menang (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) Lombok Barat (Lobar) mulai menyalurkan bantuan kepada ratusan korban terdampak angin puting beliung di sejumlah wilayah di Lobar. Bantuan yang diberikan berupa paket lauk pauk, makanan siap saji, mie dan paket peralatan dapur. Bantuan yang diserahkan tersebut dari provinsi. Selain pihak pemda, aparat Polsek Senggigi juga ikut turun membantu warga. Anggota kepolisian memberikan bantuan logistik dan membantu memperbaiki serta membereskan rumah warga yang roboh akibat sapuan angin puting beliung. Kabid Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinas Sosial Lobar, Baiq Aprina Rohmawiyati, S.KM., mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak angin puting beliung. Di antaranya di Desa Ombe Baru, Suranadi, Tempos, Montong Are, Langko, Krama Jaya, Badrain, Sesaot dan Buwun Sejati termasuk di Sesela serta Kediri selatan. Ia mengaku ada cadangan Disos sebanyak 100 ton, namun untuk mengeluarkan ini agak lama
prosesnya sebab butuh SK tanggap darutat dan pengajuan ke Bulog. “Lebih cepat mengeluarkan cadangan beras di Ketahanan Pangan itu,” jelas dia. Menyoal perbaikan rumah warga tambah dia, nanti dikoordinasikan anatara BPBD dengan Dinas Perumahan dan Permukiman. Sementara itu, jajaran Polsek Senggigi dipimpin langsung Waka Polsek Senggigi Iptu I Made Darma Yulia Putra melakukan kegiatan “Jumat Berkah” dengan turun langsung membantu korban terdampak angin putting beliung di Bunian Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar. Kapolsek Senggigi AKP Arjuna Wijaya, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah dilakukan dengan memberikan bantuan terhadap masyarakat di daerah terdampak angin puting beliung. “Angin puting beliung ini mengakibatkan dua rumah warga atas nama Abas dan M. Turmuzi mengalami atap rumahnya rusak,” jelas dia. Selain itu, anggota Polsek Senggigi dan Babinsa setempat dan warga bergotong royong membantu warga untuk membersihkan rumah warga yang porak poranda akibat musibah ini. (her)
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN - Wakapolsek Senggigi I Made Darma Yulia Putra bersama jajaran menyerahkan bantuan kepada korban angin puting beliung di Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar, Jumat (13/12).
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Rp877 Juta Temuan BPK di Dinas PUPRPP Terus Ditagih Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten (Itkab) Sumbawa Barat, mencatat masih ada temuan dugaan kerugian negara sekitar Rp877 juta yang belum dikembalikan. Temuan hasil audit di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Pemukiman Perumahan (PUPRPP) tersebut terus ditagih dan diingatkan supaya tidak ada masalah yang timbul di kemudian hari. Bahkan, bersurat secara resmi untuk segera menuntaskan masalah itu juga sudah mulai dilakukan dan mereka sudah berjanji akan segera mengembalikan temuan tersebut. “Kita sudah layangkan surat kepada mereka untuk bisa segera menyelesaikan temuan tersebut, tetapi mereka berjan-
ji akan mulai mengembalikan temuan itu di APBD-P tahun 2020. Kami tentu akan tetap mengikuti proses realisasi jan-
ji tersebut, jika mereka ingkar maka prosesnya akan berbeda nantinya. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini kami akan seg-
era melayangkan surat untuk kesekian kalinya untuk mengingatkan agar mereka tidak lalai akan kewajiban, jika tidak maka masalah ini akan kita naikan ke tahap selanjutnya,” ungkap Plt Inspektur Inspektorat, Supiarno SP., M.Si kepada Suara NTB, Jumat (13/12). Dikatakannya, temuan kerugian negara di Dinas selalu terjadi tiap tahun anggaran dan dinas PUPRPP yang menjadi penyumbang terbesar jika
dibandingkan dengan SKPD lainnya. Terkait dengan hal ini, pihaknya meminta semua SKPD untuk bisa menaati kaidah penganggarannya, sehingga tidak selalu muncul pengembalian di setiap hasil audit BPK diterima. Selain itu, pihaknya juga berharap supaya apa yang menjadi temuan tersebut segera dikembalikan ke negara. Jika tidak, maka akan ada proses selanjutnya yang akan dilalui baik itu TPTGR maupun Kejaksaan
sebagai pengacara negara. Tentu jika kasus ini sampai ke Kejaksaan maka prosesnya sudah berbeda, bukan lagi pembinaan yang dikedepankan tetapi lebih kepada penegakan hukum. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh SKPD untuk tidak main-main dengan LHP BPK, karena jika disepelekan akan berakibat fatal. Selain temuan yang baru, pihaknya juga akan terus berupaya menagih tunggakan kerugian negara
sejak tahun 2007 yang hingga saat ini masih belum dikembalikan dengan total kerugian mencapai angka Rp369 juta. “Kita tetap akan tagih mereka supaya segera menyelesaikan apa yang menjadi temuan tersebut agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Karena jika tidak ada pengembalian, maka masalah itu akan kita serahkan ke Kejaksaan untuk melakukan penagihan,” pungkasnya. (ils)
Fasilitas Umum Harus Ramah Bagi Penyandang Disabilitas
Setahun Buron, Terduga Perampok di Unter Katimis Diringkus Sumbawa Besar (Suara NTB) Terduga pelaku kasus perampokan di lokasi Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa akhirnya diringkus polisi. Terduga berinisial SR (29) tersebut ditangkap di pinggir jalan saat hendak kembali ke kampung halamannya di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Terduga diketahui sudah setahun menjadi buronan pihak Polres Sumbawa. Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi, S.H membenarkan penangkapan tersebut. Terduga ditangkap pada Kamis (12/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Awalnya pihaknya mendapatkan informasi bahwa terduga sudah pulang ke Sumbawa, setelah sebelumnya kabur ke Kalimantan. Selanjutnya anggota Opsnal mencari tahu keberadaan terduga. Dari penyelidikan yang dilakukan, Terduga berhasil diamankan saat hendak menuju Desa Poto. “Setelah mengetahui keberadaan pelaku tim opsnal mengamankan pelaku dan barang bukti di pinggir jalan menuju Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir,” ujarnya. Diungkapkannya, SR sebelumnya melakukan aksi perampokan pada 8 November 2018 lalu terhadap Rizki (24). Sebelum kejadian, korban berada di dalam sebuah mobil box, di wilayah Unter Katimis bersama AS alias Bendot. Bendot kemudian menghubungi SR untuk datang ke lokasi tersebut. Setibanya di lokasi, SR yang menggunakan sepeda motor langsung mengancam korban menggunakan sebilah pisau. Sementara itu Bendot memukul korban. Bahkan kedua terduga juga mengikat korban di dalam mobil box, lalu meninggalkannya. Dari kejadian, korban mengalami kerugian sekitar Rp 46 juta. “Kasus perampokannya sudah terjadi sekitar satu tahun lebih,” jelasnya. Berdasarkan pemeriksaan sementara, terang Faisal, SR membagi hasil perampokan dengan Bendot. SR sendiri mendapatkan bagian sekitar Rp15 juta. Namun ia tidak mengetahui berapa jatah yang didapatkan Bendot. Dari uang tersebut, SR membangun sebuah bengkel di Lombok (kediaman mertuanya) dan membeli alat-alat berupa las listrik, gerinda dan mesin kompresor. Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Termasuk mencari keberadaan terduga pelaku yang masih DPO. (ind)
Dongkrak Partisipasi Pemilih di Pilkada Sumbawa 2020
Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa melalui program sosialisasi dan pendidikan pemilih mengajak masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2020 mendatang. Ketua Devisi SDM dan Parmas KPU Sumbawa, Muhammad Ali, S.IP, menyatakan pentingnya pembentukan paradigma kepemiluan bagi generasi muda di Sumbawa. Agar seluruh masyarakat Sumbawa mendukung KPU Sumbawa. “Kita bersama-sama memecahkan angka sakral 80% partisipasi pemilih pada Pilkada Sumbawa dari Juni 2005 yang belum terpecahkan hingga Pilgub 2018 yang lalu,” tegasnya, pada acara pendidikan pemilih di IISBUD Samawa Rea. Hal ini kata Ali, bukan hanya kewajiban KPU Sumbawa tetapi juga kewajiban seluruh masyarakat Sumbawa. Maka menggunakan hak pilih pada 23 September 2020 nanti adalah langkah keberlangsungan (sustainable) dan cara mudah mengabdi pada daerah dan negara. Pilkada 2020 bagi masyarakat Sumbawa sebagai media dan cara rakyat menggunakan kedaulatannya dalam memilih yang akan memimpin untuk menyelesaikan masalah dan menyerap aspirasi mereka 5 tahun ke depan. “Tentu kita tidak ingin karena 1 orang tidak gunakan hak pilih merugikan semua orang yang memilih baik prosesnya maupun hasilnya pada Pilkada 2020,”katanya. Ali menambahkan, bagi yang berminat partisipasi, pada tanggal 15 Januari 2020 nanti ada perekrutan PPK, pada tanggal 15 Februari perekrutan PPS dengan syarat miliki kemampuan IT, dan perekrutan KPPS pada tanggal 21 Juni - 21 Agustus 2020. Sebelumnya KPU Sumbawa sudah meluncurkan Pilkada, Sayembara Jingle, Maskot dan Lomba Cipta Baca Puisi dan KPU Sumbawa ke depan akan melakukan Deklarasi damai bagi peserta dan masyarakat, Kemah Pemilu bagi pemilih pemula, dan Pembentukan Relawan Demokrasi. “Upaya ini merupakan bentuk keseriusan kami agar angka sakral partisipasi 80% mampu dicapai sebagaimana pemilu 2019. Kami juga berharap pengabdian masyarakat Sumbawa untuk aktif sosialisasi diberbagai kegiatan sosial budaya terkait pilkada 2020,” lanjutnya. Slogan Pilkada Sumbawa “Pandai” (Partisipatif, AmaN, Damai dan ber-Integritas) tahun 2020, bukan sekedar Slogan tapi spirit, visi dan misi KPU Sumbawa untuk sukseskan Pilkada Sumbawa yang aman, damai, adil dan bebas dari politik Amoral Money politic, informasi Hoaks, dan Isu SARA. Politik Amoral ini rentan terjadi di saat Kampanye dan hari tenang selama tiga hari. “Jadi harapan kami “Ayo Nyoblos 23 September 2020 dan Tolak segala bentuk Politik Amoral,” jelas Ali. (arn)
(Suara NTB/ist)
BANTUAN - Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri menyerahkan bantuan bagi penyandang disabilitas saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat Kabuapten Sumbawa tahun 2019. ingatan ini menjadi momentum sejarah dan muhasabah. Sekaligus ikhtiar penguatan semangat kolektif bersama dalam kesatuan gerak langkah dalam menjawab dan mengim-
plementasikan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tercantum dalam pancasila dan pembukaan UUD 1945. Kadis Sosial juga mengapungkan catatan-catatan
tahun 2019, Sumbawa melalui program Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) menjadi Role Model Nasional, Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Tentunya memili-
ki komitmen tinggi secara nasional sebagai hasil penelitian Kementerian Sosial RI, Indeks DAK fisik sosial tertinggi di NTB dan PSM teladan tingkat nasional mewakili NTB. (arn)
Progres IPAL Kombinasi MCK Timsel Kantongi Tiga Nama Calon Dirut Perusda KSB di Selante Capai 80 Persen Sumbawa Besar (Suara NTB) Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dusun Batu Rasak, Desa Selante, Kecamatan Plampang sudah mencapai 80 persen. Menjelang pertengahan Desember ini, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat tengah mengejar sisa pekerjaan. Harapannya, proyek ini dapat selesai akhir tahun dan segera dirasakan manfaatnya sesuai dengan yang dihajatkan. “Kalau progres pekerjaan fisiknya perkiraan kami sudah 80 persen. Soalnya sudah hampir semua pekerjaan ini kita pegang,” kata Ketua KSM Desa Selante, Samidin, kepada Suara NTB. Diungkapkannya, IPAL Kombinasi MCK ini kontraknya sejak bulan Juli lalu. Pihaknya mulai melakukan pengerjaan pada akhir Agustus. Dari progres yang ada, beberapa item pekerjaan sudah selesai, dan ada yang masih dalam proses. “Dari pekerjaan, bak penampung sudah selesai. pemagaran dan baruga sudah selesai. Sekarang kita sedang mengerjakan buis. Tinggal MCK dengan pengerjaan pipa yang kita kejar. Pokoknya mau kita kejar akhir Desember harus selesai,” ujarnya. Sementara ini, kata Samidin, pipa sedang dalam proses pengiriman. Diperkirakan dalam minggu ini pipa akan tiba di lokasi. Nantinya pe-
(Suara NTB/ist)
IPAL – Pengerjaan Proyek IPAL kombinasi MCK di Dusun Batu Rasak, Desa Selante, Kecamatan Plampang. masangan diperkirakan akan meminta dibayar dulu baru memakan waktu paling lama mau bekerja,” jelasnya. Adapun IPAL kombinasi dua minggu. “Galian itu memakan waktu sekitar dua MCK di wilayah setempat minggu dengan pemasangan anggarannya Rp 570 juta. Penerima manfaat sebanyak 25 pipa,” terangnya. Dengan progres yang ada, KK untuk Sambungan Rumah pihaknya optimis pekerjaan (SR). Dengan terbangunnya dapat diselesaikan. Namun di- IPAL ini nantinya, akan sanharapkan pencairan uang un- gat bermanfaat terutama tertuk pemasangan pipa dan hadap lingkungan. Karena saMCK dapat segera dilakukan. luran air limbah menjadi terKarena pihaknya juga membu- atur. “Alhamdulillah kita bertuhkan anggaran untuk melak- syukur dengan adanya prosanakan pekerjaan dimaksud. gram ini. Dengan terbangun“Kita optimis bisa disele- nya IPAL ini nantinya saluran saikan. Untuk mempercepat pembuangan air limbah menpekerjaan, kita mengharapkan jadi teratur. Harapan saya ke bisa segera dicairkan untuk depan mau menambah untuk uang pengerjaan pipa dan sambungan rumah. Karena di MCK. Karena untuk menger- sini ada 150 KK,” tukas Sajakan galian pipa, masyarakat midin. (ind/arn/*)
Taliwang (Suara NTB) Rangkaian seleksi calon Dirut Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah rampung. Kini tiga dari empat nama calon bos perusahaan plat merah itu telah berada di kantong Tim Seleksi (Timsel) yang diketuai Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. “Tahapan seleksinya sudah selesai. Nama-nama calon yang masuk tiga besar juga sudah ada,” terangnya, saat dihubungi Suara NTB, Jumat (13/12). Sesuai tahapan, tiga nama yang telah ditetapkan Pansel itu akan diumumkan ke publik. Namun H. Amry mengaku, pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan ke bupati apakah perlu menggelar publikasi sebelum menyerahkan tiga besar calon Dirut Perusda itu. “Memang akan kita umumkan. Tapi saya akan lapor dulu
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
BURON - Terduga pelaku perampokan di lokasi Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa saat diamankan aparat kepolisian setelah setahun lebih buron.
Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa melalui Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM, menjelaskan fasilitas umum harus ramah terhadap penyandang disabilitas. Mengingat pentingnya pemenuhan perliindungan dan penegakan hak penyandang disabilitas di berbagai sektor kehidupan. Sebagaimana disampaikan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat Kabuapten Sumbawa tahun 2019, sebagai momentum dalam mengapresiasi sekaligus yang tinggi kepada pekerja-pekerja sosial dan pilar-pilar sosial lainnya dalam membawa amanah pembangunan kesejahteraan sosial. Melalui momentum peringatan ini, Bupati mengajak seluruh Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa/Lurah dan mitra kerja serta seluruh masyarakat untuk bersinergi dalam gerakan pembangunan kesejahteraan sosial di Sumbawa. ”Mari terus kita bangun daerah ini dengan semangat kesetiakawanan sosial dan menjadikan para penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat sumbawa yang perlu dilindungi hakhaknya,” tutup Bupati. Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Ir. A. Yani, menyampaikan per-
H. Amry Rakhman
ke bupati perlu sekarang atau nanti setelah beliau terima tiga nama itu,” sebutnya. Ia mengatakan, kewenangan menetapkan satu nama yang akan dipilih memimpin Perusda nantinua berada di tangan bupati. Karena itu tiga nama dengan hasil penilaian terbaik oleh Pansel akan diserahkan ke bupati. Dan mekanisme penetapannya menyesuaikan dengan strategi bupati. “Nanti apakah akan dipanggil satu per satu lagi oleh pak bupati untuk di tes. Ya tergantung beliau. Yang jelas tugas kami Timsel selesai dengan menyerahkan nama calon yang masuk 3 besar itu,” sambung Asisten Perekonomian Pembangunan Setda KSB ini. Meski keputusan finalnya berada di tangan bupati, H. Amry memastikan, proses penetapan nama satu nama calon yang akan mengisi jabatan Dirut Peruda KSB tidak akan keluar di bulan Desember ini. Menurut dia, sebelummya bupati telah berpesan ke Timsel agar tidak ada penundaan dalam proses tahapan seleksi, sebab bupati menargetkan pada awal bulan Januari 2020 mendatang Perusda sudah harus memiliki nahkoda baru. “Harapannya direktur baru sudah bisa mulai kerja terhitung Januari, karena memang banyak PR (pekerjaan rumah) yang menunggu,” pungkas mangan kepala Bappeda Litbang KSB ini.(bug)
Tekan Kebocoran Retribusi, Dishub Bakal Tertibkan Jukir Liar Taliwang (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbawa Barat, berencana untuk melakukan penertiban terhadap puluhan Juru Parkir (Jukir) liar di sejumlah pasar yang berada di wilayah setempat. Upaya tersebut dilakukan, lantaran aktivitas penarikan retribusi parkir secara ilegal itu ditengarai sebagai salah satu indikator belum tercapainya target retribusi parkir yang ditetapkan sebesar Rp50 juta di tahun 2019. Kepala UPTD pengelolaan parkir Dishub KSB, Sahabuddin kepada Suara NTB, Jumat (13/12) tidak menampik
adanya aktivitas Jukir liar yang berakibat terjadinya kebocoran pendapatan dari retribusi parkir tersebut. Dimana untuk tahun 2019 target retribusi parkir yang ditetapkan sebesar Rp50 juta yang sudah terealisasi hingga saat ini baru sekitar Rp15 juta saja. Masih rendahnya pendapatan dari sektor tersebut tentu sangat disayangkan karena potensinya sudah terukur sesuai target. Maka dari itu, penertiban terhadap Jukir liar harus segera dilakukan, jika tidak dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Selain persoalan itu, masya-
rakat juga sangat mengeluhkan aktivitas pungutan tersebut karena tidak dibarengi dengan pemberian karcis dan besaran biaya yang diperbolehkan untuk ditarik. Hanya saja saja untuk proses penertiban Jukir ini, pihaknya berlebih dahulu akan melakukan pembinaan dengan harapan bisa bekerja sama dengan Pemerintah sehingga uang yang ditarik tidak sepenuhnya masuk ke kantong pribadi. “Memang harus kita tertibkan Jukir liar yang berkeliaran di sejumlah kantong parkir jika tidak maka setiap tahun pendapatan dari retribusi tidak akan pernah tercapai,” ungkapnya.
Diakuinya, memang selama KSB terbentuk hingga sekarang ini, retribusi parkir belum mampu tercapai, bahkan hanya 5-10 persen saja yang bisa dihasilkan setiap tahunnya dari sejumlah lokasi yang ada. Bahkan untuk tahun 2019 retribusi parkir yang sudah terkumpul sampai dengan saat ini masih sangat minim bahkan belum setengahnya tercapai yakni Rp15 juta dari target sebesar Rp50 juta. Sehingga butuh penataan termasuk penertiban terkait aktivitas Jukir liar terlebih dahulu baru bisa dilakukan penarikan retribusi secara maksimal.
Selain persoalan dimaksud, penetapan lokasi parkir yang berbayar juga harus dilakukan agar tidak menjadi lokasi Pungutan Liar (Pungli) nantinya. Baik itu dari segi petugasnya, maupun dari lokasi yang diperbolehkan untuk dilakukan penarikan retribusi parkirnya. “Memang untuk tahun 2019 merupakan tahun uji coba karena masih perlu kita lakukan penataan. Kami menargetkan pendapatan dari retribusi Parkir di tahun 2020 bisa jauh lebih baik seiring penetapan lokasi serta penertiban terhadap juru pungutnya,” pungkasnya. (ils)
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Pahlawan SEA Games Disambut Meriah Warga Dompu APEL – Suasana apel persiapan PAM Pilkades serentak di Mapolres Bima Kota, Jumat (13/12).
Amankan Pilkades, Polres Bima Kota Kerahkan 450 Personel Kota Bima (Suara NTB) – Mapolres Bima Kota mengerahkan sebanyak 450 personel untuk mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah hukum Polres setempat, Senin 16 Desember 2019. “Amankan Pilkades, ada sekitar 450 personel yang dikerahkan,” kata Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Bima Kota, Iptu Hasnun, usai Apel persiapan PAM Pilkades serentak, Jumat (13/12). Menurutnya, 450 personel tersebut merupakan aparat gabungan dari Polres Bima Kota ditambah personel dari tujuh Polsek wilayah hukum Polresta setempat, yang menggelar Pilkades serentak. “Selain itu juga ada dari personel Brimob,” katanya. Hasnun mengatakan, personel Brimob akan dikerahkan atau ditempatkan pada empat Kecamatan yang yang dianggap rawan. Seperti Kecamatan Sape, Lambu, Wera dan Langgudu. “Sementara tiga wilayah lainnya seperti Kecamatan Wawo, Lambitu dan Ambalawi hanya ditempatkan Dalmas karena tidak terlalu dianggap rawan,” katanya. Menurutnya di wilayah hukum Polres setempat, sedikitnya ada 34 desa menggelar Pilkades. Setiap TPS akan ditempatkan anggota berjumlah lima, tujuh hingga sepuluh orang. “Jumlah anggota juga tergantung potensi wilayah kerawanan. Untuk wilayah Sape Lambu, Wera dan Langgudu, ada yang tujuh, ada juga 10 personel yang kita tempatkan,” katanya. Hasnum menambahkan, 450 personel yang dikerahkan untuk mengamankan Pilkades serentak tersebut akan dilepas satu hari sebelum pemilihan atau tepatnya pada Minggu (15/12). “Sebelumnya juga kita mengawal distribusi logistik. Kita harapkan pelaksanaan Pilkades berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (uki)
Dompu (Suara NTB) Dua atlet asal Dompu, Danangsyah Yudistira Putra dan Hairil Anwar alias Oney Anwar yang tampil di SEA Games Filipina yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia disambut antusias masyarakat Dompu saat pulang ke kampung halamannya, Jumat (13/12). Keduanya langsung disambut Bupati Dompu bersama anggota Forkopimda Dompu dan diapresiasi dengan bonus masing-masing Rp50 juta. Penyambutan kedua atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia ini dilakukan mulai dari bandara Sultan Salahuddin Bima dan diterima secara resmi oleh Bupati di lapangan halaman kantor Bupati Dompu usai Jumatan. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya memberikan apresiasinya kepada Danangsyah dan Oney Anwar yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di event SEA Games Filipina 2019. Danangsyah telah menjadi ikon bagi atlet voli Dompu bahkan Indonesia, begitu juga dengan Oney Anwar menjadi ikon bagi pese-
lancar profesional. “Kita berharap akan lahir Danangsyah dan Oney Anwar lainnya di cabor-cabor lain, sehingga bisa mengharumkan nama daerah,” katanya. H. Bambang juga menyampaikan, prestasi yang ditorehkan Danangsyah dan Oney menjadi bukti bahwa Dompu bekerja untuk Indonesia. Prestasi ini harus terus dijaga dan terus dipelihara dengan cara berlatih. Ketika tidak berlatih, maka akan ada atlet lain yang menyalipnya. “Jangan cepat puas diri, teruslah berlatih,” harapnya. Pada kesempatan itu, H. Bambang juga menyampaikan bonus secara simbolis kepada
Danangsyah dan Oney Anwar berupa uang tunai masing-masing Rp.50 juta. Bonus itu dialokasikan melalui dana pembinaan atlet di KONI Dompu. “Bonus ini hanya sebagai motifasi untuk terus berlatih dan mengharumkan nama daerah dan negara di kancah yang lebih tinggi,” katanya. Ketua Umum KONI Dompu, Putra Taufan, SH, MH menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah (Pemda) bisa terus memberikan perhatian bagi kemajuan olah raga prestasi. Karena cabor-cabor yang dibina KONI rata-rata dilombakan di event yang lebih tinggi. “Kita berharap dana pembi-
Marak Korupsi di Desa, Integritas Penyelenggara Dipertanyakan
(Suara NTB/jun)
Dompu (Suara NTB) – Kasus tindak pidana korupsi yang menjerat aparatur desa masih lebih dominan jumlahnya jika dibanding pejabat di instansi Pemerintah Daerah (Pemda) di Dompu. Kondisi itu bukan karena lemahnya pencegahan, melainkan rendahnya integritas. “Sosialisasi tidak cukup tanpa adanya integritas dan moral dari penyelenggara. Sebaik apapun aturan dibuat kalau sudah ada niat tidak baik atau integeritasnya kurang pasti dicari celah untuk itu (korupsi),” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)
Edi Nursapto Dompu, Edi Nursapto, SH. Upaya pencegahan dengan menggelar sosialisasi baik oleh pihaknya maupun aparat penegak hukum lain, menurut dia, sudah intens dilakukan. Namun, tindak pidana korupsi DD/ ADD ini bukannya berkurang melainkan bertambah. Parahnya, tak sedikit dari oknum pemerintah desa yang terjerat seolah beranggapan bahwa kucuran DD/ADD tiap tahunnya merupakan uang milik pribadi. Sehingga bebas dikelola dan diselewengkan sesuai keinginan. “Padahal untuk penggunaannya itu sudah ada aturan dan ketentuan. Makanya dalam setiap sosialisasi itu paling saya tekankan yakni masalah perencanaan,” jelasnya. Perencanaan jadi poin mendasar dalam pengelolaan keuangan desa untuk memastikan alokasi anggaran dan program tepat sasaran. Baru kemudian disusul administrasi dan penatausahaan yang baik sebagai bahan laporan pertanggungjawaban. Jika beberapa hal tersebut mampu dilaksanakan dengan dukung moral dan integritas yang tinggi, Edi Nursapto menyakini, tidak akan ada celah bagi pihak atau lawan politik sebelumnya untuk melaporkan penyalahgunaan anggaran ke APH. (jun)
naan atlet ditambah, sehingga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya. “Daripada anggaran besar diberikan untuk pacuan kuda, lebih baik diarahkan untuk atlet berprestasi,” tambah Putra Taufan. Danangsyah juga menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih memperhatikan cabor-cabor berprestasi
dengan menggelar event berskala nasional hingga internasional. Apalagi voli pantai dan surving ini terlah menjadi ikon cabor berprestasi dari Dompu. kedua cabor ini juga saling terkait sebagai pendukung kemajuan pariwisata Lakey. “Kedepan kita berharap akan ada event-event internasional yang diselenggarakan di Dompu,” harapanya. (ula)
Jelang Nataru, Antisipasi Bentrok dan Aksi Terorisme
Jelang Akhir Tahun, Kades Diingatkan Soal Pengelolaan Anggaran Taliwang (Suara NTB) Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat, mengingatkan Kepala Desa (Kades) untuk berhati-hati dalam mengelola anggarannya. Hal ini diatensikan, pasalnya sampai dengan saat ini sudah tujuh kasus dugaan penyimpangan anggaran yang dilaporkan, baik itu ke Aparat Penegak Hukum (APH) maupun ke Inspektorat apalagi jelang akhir tahun anggaran. Sehingga potensi terjadinya aktifitas yang menyimpang sangat memungkinkan terjadi seiring dengan mepetnya waktu pelaksanaan program. “ Saya ingatkan kembali kepada masing-masing desa untuk bisa mengelola anggarannya dengan baik dan tepat sasaran apalagi jelang akhir tahun seperti sekarang ini. Jangan pernah jadikan jabatan Kades sebagai jabatan untuk memperkaya diri pribadi, karena pasti akan berhadapan dengan hukum. Bahkan untuk pelaksanaan program di akhir tahun juga kita minta supaya bisa dilaksanakan dengan baik supaya tidak menjadi masalah baru di kemudian hari,” ujar Wakapolres KSB Kompol Teuku Ardiansyah SH, Kepada Suara NTB. Dikatakannya, persoalan yang terjadi di masing-masing desa yang beribat munculnya kerugian negara karena mereka menganggap bahwa penyimpangan yang akan dilakukan tidak akan ketahuan. Selain masalah tersebut keinginan untuk memperkaya diri secara instan (menggunakan uang anggaran desa) menjadi fenomena lain yang banyak ditemukan di desa. Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepada masingmasing desa untuk bisa menggunakan anggaran dengan sebaik-baiknya dan tepat sasaran. Karena jika masih ditemukan oknum kades yang melakukan penyimpangan penggunaan anggaran, maka sanksinya sangat jelas yakni 20 tahun penjara. Maka dari itu, jadikanlah jabatan Kades ini sebagai sarana untuk beribadah dan tidak untuk memperkaya diri sendiri karena pasti akan ketahuan nantinya. Apalagi untuk saat ini pihak terkait tengah memberikan atensi serius terhadap pengelolaan anggaran di desa, karena sudah banyak laporan yang masuk dan dalam penanganan intensif. “Kami tetap ingatkan para kades untuk bisa berhati-hati mengelola anggaran, jika ada yang perlu ditanyakan silahkan karena kami tetap akan terbuka. Tentu jelang akhir tahun tetap akan menjadi atensi khusus kami supaya tidak ada masalah yang timbul di kemudian hari,” pungkasnya. (ils)
(Suara NTB/ist)
PENYAMBUTAN - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin bersama anggota Forkopimda Dompu bersama Danangsyah dan Oney Anwar saat penyambutan mereka di halaman kantor Bupati, Jumat (13/12).
(Suara NTB/jun)
MENARIK GEROBAK - Hamdan (10) bocah Kelas IV SD asal Lingkungan Dorotoi, tampak bersemangat menarik gerobak sampah di Lapangan Beringin Setda Dompu. Mengumpulkan sampah jadi rutinitas tambahannya untuk membantu sang kakek menabung di Bank Sampah Temba Nggela Kelurahan Dorotangga, Jumat (13/12).
Berantas Narkoba Perlu Upaya Bersama Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menegaskan pemerintah sudah memiliki perangkat dan upaya untuk memberantas peredaran narkoba di daerah. “Kita baru saja tetapkan Perda P4GN yang baru diketok. Dan sebelum-sebelumnya juga kita sudah ada upaya lainnya dalam mendukung penegak hukum,” tegas bupati kepada wartawan, Jumat (13/12). Diakui bupati, ke depan perlu langkah bersama seluruh elemen masyarakat memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Tidak cukup penegak hukum dan pemerintah tetapi juga elemen masyarakat hingga ke tingkat bawah. “Tadi kita sudah tetapkan desa Pasir Putih di Maluk sebagai desa Bersinar (bersih dari narkoba) ini juga langkah kita menstimulasi kesaradaran masyarakat,” cetusnya. Orang nomor satu di KSB ini memang tidak main-main untuk menutup ruang gerak barang ‘pembunuh generasi’ itu. Buktinya bupati sudah
(Suara NTB/ist)
H. W. Musyafirin berkomitmen mensterilisasi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemda KSB. Tak tanggung-tanggung ia telah menginstruksikan seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) melakukan tes uji bebas narkoba. “Saya sudah perintah SKPD melakukan tes urin pegawainya. Mau
dia ASN, honorer semua harus menjalani,” tandasnya seraya menambahkan dirinya telah menjalani tes serupa. “Saya saja sudah tes. Ini komitmen saya. Dan bagi ASN kalau ada yang tidak mau di tes siap-siap saja akan kita beri sanksi berupa pencopotan jabatan,” sambung bupati. Selanjutnya bupati menambahkan, pemerintah akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) melakukan penyisiran tidak saja spesifik pada jenis barang narkoba. Tetapi juga barang-barang yang terindikasi mengandung zat adiktif sejenis narkoba. Hal ini akan dilakukan pemerintah segera, menyusul laopran yang diterima bupati, terkait paparan barang haram tersebut sudah merambah sekolah. “Ya katanya kan ada anak sekolah yang dites ternyata positif (narkoba). Mungkin tidak langsung karena narkoba, bisa ada sumber lain seperti di berita-berita kan ada dari permen misalnya. Nah barang-barang seperti itu akan kita sisir dan berantas,” imbuhnya. (bug)
Dompu (Suara NTB) – Kepolisian Resor (Polres) Dompu, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral, Jumat (14/12). Agenda yang menghadirkan jajaran pemerintah daerah dan instansi vertikal terkait itu, bertujuan membangun kesepahaman dalam rangka mengantisipasi kerawanan malam pergantian tahun 2019. Konflik sosial dan aksi terorisme masih jadi atensi utamanya. Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK, MIK., kepada Suara NTB menyampaikan, setidaknya ada tiga kerawanan yang akan jadi perhatian serius tim gabungan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Seperti misalnya tidak pidana terorisme dari kelompok radikal, konflik sosial antara warga dan bencana alam banjir, angin puting beliung sejenisnya. “Cuma dari tiga kerawanan itu konflik sosial dan terorisme ini yang paling kita antisipasi saat natal dan tahun baru nanti,” ungkapnya. Upaya antisipasi terhadap beberapa kerawanan tersebut, lanjut dia, tidak jauh berbeda sebagaimana yang pernah dilakukan pada tahuntahun sebelumnya. Yakni membuat pos pantau dan pelayanan khusus di titik-titik tertentu. Seperti kawasan wisata Lakey, taman kota serta ruang publik lain yang akan menjadi pusat keramaian. Sementara di tempat ibadah pun tak luput dari penjagaan ketat personil kepolisian dan TNI bersenjata lengkap. “Pos khususnya ada di setiap tempat ibadah
juga, kemudian di kota dan pusat keramaian,” jelasnya. Disinggung hasil pantauan sementara intelegennya di lapangan terkait ancaman aksi terorisme, Erwin Suwondo menegaskan, sampai saat ini masih terpantau aman. Dalam artian belum ada gerakan yang mencurigakan dari beberapa kelompok yang selama ini berpotensi melakukan kejahatan luar biasa tersebut. Kendati begitu, warga diimbau terus menaruh kewaspadaan serta proaktif melaporkan ke APH jika mendapati gerak gerik kelompok tertentu yang mencurigakan. Disamping itu ditekankan untuk ikut membantu kepolisian menekan ancaman konflik sosial dengan mengontrol keberadaan anak, terutama pada saat malam puncak pergantian tahun. “Sejauh ini pantauan intel Insa Allah masih aman-aman saja di lapangan,” pungkasnya. (jun)
Erwin Suwondo
(Suara NTB/jun)
(Suara NTB/Uki)
Jelang HUT NTB 2019
Bupati dan Wabup Sumbawa Berharap Investasi Tumbuh, Pembangunan Lebih Merata Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibrl B.Sc, mengapresiasi gerak langkah Gubernur NTB dalam melaksanakan program pembangunan termasuk di Sumbawa sebagai bagian dari NTB. Pemkab Sumbawa pun bergerak cepat menyambut program yang ada. Selain upaya Pemkab sendiri untuk terus bergerak. Termasuk menarik minat investasi yang kini mulai tumbuh di Sumbawa dengan dukungan provinsi. Untuk membangkitkan gairah ekonomi daerah ini. Menurut Bupati, Sumbawa juga tidak tinggal diam terus bergerak dan berbenah. Pembangunan daerah terus digenjot. Gubernur pun, kata Bupati, memberikan apresiasi atas pembangunanan di Sumbawa. Tentu dengan perencanaan program kerja yang baik, hal itu akan terus bangkit. Didukung oleh program program dari Provinsi dalam membantu program di daerah. Salah satunya, akses transportasi pelayanan laut dengan adanya kapal rute SumbawaSurabaya melalui Pelabuhan Badas. “Kita juga harapkan program Pemprov dapat disin-
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
H. M. Husni Djibril
H. Mahmud Abdullah
ergikan dengan program di Kabupaten,” terangnya. Dari sisi investasi, Sumbawa juga sudah mulai menggeliat. Terakhir, peluang investasi dari BIMP EAGA Business Council (Brunei Indonesia Malaysia Philippine East Asia Growth Area Business Councill), Datuk Roselan Johar Bin Johar Muhammad. Yang melakukan penjajakan terhadap beberapa peluang bisnis terkait dengan potensi hasil
pertanian, peternakan, perikanan/kemaritiman dan sektor pariwisata di kabupaten sumbawa. Adapun peluang investasi yang ditawarkan untuk bidang pertanian tanaman pangan antara lain pembenihan padi dan jagung, kemitraan budidaya padi dan jagung, perdagangan antar pulau, pengolahan tepung beras dan jagung, dan pembangunan rice milling unit. Kemudian untuk sektor peternakan meliputi kemitraan pe-
meliharaan ternak lar dan kandang kolektif, pembibitan sapi dan penggemukan sapi, pabrik pembuatan pakan ruminansia dan unggas, industri daging sapi /Sumbawa Beef, dan pengolahan bahan asal ternak. Selanjutnya untuk sektor perikanan dan kemaritiman, antara lain hatchery udang, kerapu dan bandeng, pembuatan dan perdagangan saprodi perikanan, budidaya tambak, keramba jaring apung, budidaya mutiara, kemitraan budidaya rumput laut, pengolahan rumput laut, penangkapan dan pengolahan ikan, penangkapan dan pengolahan ubur-ubur, pabrik es dan coolstorage, dan tambak garam dan iodisasi garam. Adapun untuk sektor kepariwisataan meliputi pengembangan destinasi wisata, kemitraan desa wisata, akomodasi kepariwisataan (hotel, villa, resort, dll), wisata bahari, biro wisata dan traveling, dan tempat hiburan dan rekreasi. “Terakhir dari Malaysia Datuk Sri. Bayangkan beliau akan menata seluruh wilayah Teluk Santong dengan Pulaupulaunya. Kemudian ada membawa lagi program lain,
RPH (Rumah Potong Sapi) akan terbangun. Kemudian menuju Sumbawa Beff. Ini luar biasa, salah satu investor yang saya tahu dan kemudian saya lakukan pendampingan, dan lain-lain,” terangnya. Ia berharap, HUT NTB 2019 akan membawa angin segar bagi Kabupaten/Kota di NTB, termasuk Sumbawa. Tentunya Gubernur juga mencanangkan rencana besar kedepan untuk satu tahun berikutnya. “Di ulang tahun inilah kita merasa bangga menyuarakan hal positif hal yang sudah kita lakukan dan keberhasilan kita. Yang jelas, Insya Allah, Bupati Sumbawa akan mendukung program menuju NTB Gemilang,” tukasnya. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, juga berharap kedepannya, Provinsi dan Kabupaten bisa semakin kompak. Meski diakui, masih ada kesenjangan Pulau Lombok dan Sumbawa, namun, pemerataan pembangunan harus terus diupayakan. Seperti sejumlah upaya yang telah dilakukan Gubernur selama ini. “Kita berharap terus adanya pemerataan pembangunan dan investasi,”singkat H. Mo. (arn/ind/*)
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
Pengaruhi Kualitas Proyek KOMISI III DPRD Provinsi NTB yang membidangi urusan keuangan memberikan perhatian terhadap realisasi belanja pemerintah pada akhir tahun 2019 ini. Ia melihat tren belanja pada semester terakhir ini mengalami peningkatan, karena akan memasuki tahapan akhir belanja di tahun 2019 ini. “Selama ini memang penyerapan terhadap keuangan itu, biasanya maksimal di semester akhir. Oleh karana itu semua program tentunya diharapkan (Suara NTB/dok) untuk berpacu bisa tepat Lalu Satriawandi waktu yang selesai sesuai dengan waktu yang tersisa,” ujar Sekretaris Komisi III, Lalu Satriawandi kepada Suara NTB, Jumat (13/12). Namun demikian Santriwandi mengingat bahwa meskipun di akhir tahun, ia berharap agar pelaksanaan program dan kegiatan tidak kejar tayang hanya untuk diselesaikan tepat waktu. Karana dia khawatir jika terlalu dikebut, kegiatan dan program seperti proyek fisik bisa berpengaruh pada kualitas proyek. “Jangan sampai progam itu tidak terlaksana dengan baik, secara kuantitas maupun kualitas, hanya karena kita kejar tayang. Kita tidak mau masyarakat dirugikan, karena ini ada uang masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Ia meminta OPD agar memperhatikan progres realisasi belanja keuangan maupun fisik. Menurutnya jika ada pihak ketiga yang melaksanakan kegiatan dan program namun penyerapan baru sampai 50 persen. Ia meminta agar segera diputus kontraknya. “Kalau posisinya dipandang cukup parah, maka itu harus cepat putus kontraknya. Karena kalau dipaksakan kualitas proyek kita diragukan. Itu sudah jadi resiko pihak ketiga, soal kelalaian sudah diatur dalam kontrak. Jangan dipaksakan dengan limitasi waktu yang terbatas,” katanya. Disampaikan politisi Golkar itu, pihaknya juga berencana akan memanggil OPD terkait untuk melakukan pengawasa terkait realisasi keuangan dan fisik. Selain itu, Komisi III juga berencana akan turun langsung memantau ke lapangan terkait progres pengerjaan proyek. “Dewan pasti akan awasi itu, kita akan panggil OPD terkait dengan penyerapan anggaran, pasti kita koordinasikan dan evaluasi, soal penyerapan itu. Cuma kapan waktu, kita akan tunggu dulu, sehingga penyerapan pada akhir semester ini kita tahu posisi, dan tahu realisasi program dan kegiatan,” jelasnya. (ndi)
POLHUKAM
Halaman 8
Usung Kader, PBB Putuskan Tak Buka Penjaringan di Pilkada Loteng Mataram (Suara NTB) – Tarik ulur terkait dibuka atau tidaknya penjaringan bakal calon kepala daerah di Partai Bulan Bintang (PBB) untuk Pilkada Loteng mewarnai parpol tersebut. Awalnya pada awal Desember ini mulai akan membuka penjaringan. Tetapi belakangan, PBB Loteng urung membuka penjaringan. PBB Loteng memutuskan tidak membuka pendaftaran sebagai bentuk sikap politik yang konsisten untuk mengusung kadernya maju bertarung yakni Ketua DPC PBB Loteng, Lalu Arif Rahman Hakim yang akan maju di Pilkada Loteng sebagai balon Bupati atau balon wakil Bupati. “Denganmencermatisituasipolitikyang ada di Pilkada Loteng, PBB kemungkinan tidak buka penjaringan,” ujar ketua DPW PBB NTB, Junai-
di Arif, saat ditemui di kantor DPRD Provinsi NTB. Keputusan terkait tidak dibukanya penjaringan di Pilkada Loteng bukan tanpa alasan. PBB memastikan tidak ingin memberikan harapan kosong kepada balon kepala daerah yang mendaftar terkait kemungkinan diusung di Pilkada. Pasalnya, Ketua DPC PBB Loteng, Lalu Arif Rahman Hakim sudah menyampaikan secara resmi kepada DPP
dan DPW terkait komitmen dan kesungguhan dirinya untuk mencalonkan diri di Pilkada Loteng. PBB memang lebih berkeinginan mendorong dan mendukung kader internal terbaik untuk tampil di Pilkada Loteng. Lalu Arif Rahman Hakim jadi satusatunya kader internal PBB siap berkompetisi di Pilkada 2020. “Tentu kita tak mau PHP orang. Karena PBB mau usung kader,” tegas Arfi, anggota DPRD NTB
dari dapil Lobar- KLU tersebut. Sesuai rapat konsultasi dan arahan DPP, pengurus di daerah diperbolehkan tidak membuka penjaringan balon kepala daerah, jika memang ada kader internal menyatakan kesiapan dan kesediaan maju bertarung di Pilkada. Kader internal itu juga dari sisi elektoral dan dukungan finansial, cukup memadai, dan punya potensi diprioritaskan PBB sebagai balon kepala daerah. Raihan empat kursi dimiliki PBB di DPRD Loteng, jadi modal cukup memadai bagi PBB prioritaskan kader dan jalin koalisi. “Jika kami buka penjaringan, dan ujung-ujungnya dukung kader internal. Tentu kami bakal PHP orang. Itu tidak kami
kehendaki,” tandasnya. Karena itu PBB Loteng juga fokus dan konsentrasi dalam melakukan penjajakan dan komunikasi politik dengan parpol yang lain terkait bangunan koalisi. PBB masih butuh tambahan enam kursi lagi, dari persyaratan minimal 10 kursi untuk mengusung paslon di Pilkada Tentu, lanjutnya, PBB dalam menjalin koalisi dengan parpol mempertimbangkan kesamaan dan keselarasan visi-misi dan program partai dalam membangun dan memajukan Loteng kedepan. “Kami bisa apa tanpa koalisi. Sehingga PBB di Pilkada Loteng lebih fokus menjajaki koalisi,” pungkasnya. (ndi)
Cipta Kondisi Nataru
Polisi Razia Miras Kafe Remang-remang Mataram (Suara NTB) – Antisipasi kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru mulai ditingkatkan. Salah satunya dengan merazia kafe-kafe yang diduga menyediakan minuman keras atau bahkan terindikasi tempat peredaran narkoba. Hari pertama razia menemukan kafe menjual bebas miras. Razia itu dipimpin langsung Kabagops Polresta Mataram Kompol Taufik, Kamis (12/12) petang sampai Jumat (13/13) dini hari. yang menjadi sasaran yakni kafe remang-remang di Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara, Mataram. Saat tim datang, seketika di warung Cahaya 99 menjadi sepi. Hanya tersisa beberapa orang yang tidak menyadari kedatangan polisi. Buntutnya mereka kalang kabut dan berusaha menghindar. “Makanya kalau dikasi tahu nurut. Jangan suka mempersulit diri,” kata Taufik menegur salah satu pengunjung yang mau berkelit kabur. Akhirnya pria itu tunduk. Meski sudah diperiksa, tidak ada ditemukan pengunjung yang membawa narkoba. Namun dari warung di Jalan Sandubaya, Bertais, Sandubaya itu, belasan botol bir dan tuak diamankan. Di Kota Mataram, penjual miras harus memiliki izin. Tim kemudian bergeser ke kafe yang diberi nama warung Kenanga di Cakranegara Timur, Cakranegara. Di warung yang juga menjual miras tanpa izin itu tampak pengunjungnya lebih ramai. Suasannya persis sama dengan kafe sebelumnya, remang-remang. Hasilnya, belasan botol bir dan brem diamankan. Total miras bermerek dan tradisional yang diamankan yakni 25 botol. “Razia ini dalam rangka cipta kondisi jelang Natal dan Tahu Baru. Kita akan razia juga kafe-kafe lainnya agar selama perayaan nanti dapat kita cegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Taufik. (why)
Baehaqi akan Sulap RTH Mataram Jadi Wahana Keluarga Mataram (Suara NTB) – Mengenai pembangunan wilayah, Kota Mataram tidak diragukan lagi. Hanya saja, ada pembangunan yang kemudian tidak dikawal peruntukannya. Seperti yang terjadi di ruang terbuka hijau (RTH) Pagutan Timur. Kondisinya terkesan tak terawat. “Sepintas kalau kita ke sana, seperti tidak ada aktivitas,” ungkap Bakal Calon Wakil Walikota Mataram H. Baehaqi, Jumat (13/12) kemarin. Dijelaskannya, RTH Pagutan menyimpan potensi sebagai wahana keluarga. Di lahan tersebut ada beragam tanaman hortikultura seperti bunga-bunga, cabai, dan beragam sayuran. “Bangunan di sana sepertinya jugabelumdioptimalkan,”katanya.Baehaqiyangmemilikilatarbelakang arsitektur ini menjelaskan, kehidupan di Kota Mataram cukup dinamis, sementara wahana berkumpul keluarga ataupun wisata terbatas. Hal ini membuat ruang hiburan di kota terpusat di pusat perbelanjaan. “Kalau wahana keluarga harus dekat dengan alam sekaligus menjadi media belajar anak,” bebernya. Disebutkan, bila menyisir sudut-sudut di Kota Mataram sejatinya sudah dibangun ruang-ruang terbuka. Mulai dari RTH Selagalas, Taman Udayana, Taman Sangkareang, ataupun Pantai Ampenan. Namun, belum dibarengi sentuhan wahana tematik. “Kalau ahli-ahli itu paham. Di ruang terbuka apa saja yang menarik, atau bila perlu meminta masukan publik,” urainya. Pria ramah ini menyebutkan, jika konsep-konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram tidak memikirkan ruang-ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme antara pemerintah dan warga berjalan masing-masing. “Warga jenuh, mikirnya pemerintah ini beginibegini saja. Tidak ada hal baru,” tandasnya. Ketika hal itu terjadi, tambahnya, penduduk a n kota mengabaikan daerahnya. Cuek dengan urusan kebersihan, khususnya sampah. Tidak peduli dengan kondisi sungai dan drainase. Sampai merusak fasilitas umum yang dimiliki pemerintah. “Ya, bagaimana lagi kalau sudah tak sejalan dan merasa diabaikan. Itu pentingnya merangkul warga kota,” pungkasnya. (ndi/*) H. Baehaqi
(Suara NTB/ars)
PEMUSNAHAN BARANG BUKTI - Proses pemusnahan barang bukti hasil sitaan Kantor Bea Cukai Mataram Jumat (13/12).
Produk Ilegal Dimusnahkan, Kerugian Negara Ratusan Juta Mataram (Suara NTB) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram Jumat (13/12) memusnahkan puluhan ribu barang bukti hasil sitaan. Barang bukti itu dipastikan ilegal karena diselundupkan dari luar negeri, sebagian produk lokal yang termasuk dalam barang tanpa label pajak atau cukai. Pemusnahan dipimpin Kepala KPPBC Mataram, M. Budi Iswantoro dihadiri perwakilan Polri, Kejaksaan, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Barang bukti yang disita diantaranya berupa HP jenis gadget dan Tablet sebanyak 215 unit, tembakau iris 7.971, rokok 4.052, liquid vape 789 botol, pakaian bekas 18 bundel. Barang barang tersebut hasil operasi selama Februari 2017 sampai Juni 2019.
Pemusnahan dengan cara berbeda. Untuk barang bukti rokok dimusnahkan dengan dibakar. Pembakaran dilakukan simbolis oleh Kepala Bea Cukai bersama utusan perwakilan instansi lainnya. Sementara liquid vape dimusnahkan dengan dituangkan dalam cairan deterjen. Barang bukti hape dihancurkan dengan mesin potong. Dalam keterangannya, Kepala Bea Cukai menjelaskan, pemusnahan itu merupakan hasil operasi dari sejumlah kegiatan. Diantaranya di Bandara Lombok International Airport (LIA). Barang elektronik seperti HP dan Tablet disita karena tidak disertai dokumen pengiriman barang dari luar negeri, termasuk liquid vape. Ada juga yang disita dari pelabuhan pelabuhan. Sebagian pengiriman dari jasa paket, termasuk Kantor POS. Bahkan ada yang disita
dari pasar pasar tradisional, seperti tembakau yang tidak dicantumkan label cukai. “Barang bukti ini kami sita dari kegiatan di bandara, kantor pos pelabuhan, operasi pasar, bersama Instansi lain,” jelas Budi Iswantoro. Jika dikalkulasikan, nilai barang barang sitaan tersebut mencapai Rp 170 juta. Negara harusnya mendapat pemasukan dari produk itu jika sudah terdaftar sebagai barang barang berlabel cukai untuk pemasukan kepada negara. “Tapi barang barang ini kita sita karena dikategorikan ilegal. Seperti rokok yang belum cukai, tembakau iris. Kenapa lakukan ini?, karena ini sangat merugikan negara,” jelasnya. Dia mengingatkan kepada pelaku usaha, agar menyelesaikan administrasi produk produk yang dijual, khususnya soal cukai. Karena dengan begitu, barang barang
Kasus SNVT PP NTB
dagangan itu akan jadi legal setelah terdaftar. Ia yakin usaha itu tidak akan maju jika terus memproduksi barang ilegal demi menghindari kewajiban kepada negara. “Teman teman yang punya usaha cukai, kami harap penuhi persyaratan, peraturan, biar bisa melakukan kegiatan usahanya secara legal,” ujarnya mengingatkan. Imbauan ke TKI Pada kesempatan itu, selain kepada pengusaha, secara khusus imbauan disampaikan kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membawa barang barang elektronik saat pulang ke NTB. Diingatkan, agar tidak membawa barang lebih dari batasan. Seperti HP, maksimal dua unit dan barang elektronik lainnya seharga 1.000 USD. “HP dan barang elektronik ini termasuk dalam pem-
batasan. Jika melewati batas sesuai ketentuan, maka akan disita,” ujarnya. Termasuk proses pengiriman melalui jasa pengiriman POS, ditemukan juga barang bukti HP melebihi izin. Barang barang yang disita akan diamankan sementara sambil menunggu izin diurus atau dilakukan restore ke asal pembelian. “Jika dalam batas waktu cukup lama tidak dikukan pengurusan izin atau restore, maka akan jadi barang milik negara. Setelah itu akan diproses KPKNL, apakah dimusnahkan atau dilelang,” jelasnya. Produk baru yang disita itu salah satunya liquid untuk cairan rokok elektrik vape. Disita lantaran barang tersebut masuk kategori wajib cukai. “Karena liquid itu kan mengandung nikotin, jadi wajib masuk kategori wajib bayar cukai,” jelasnya. (ars)
Pembunuhan Ayah Kandung
Fokus Konstruksi Hukum Hasil OTT Tersangka Gangguan Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan (SNVT PP) Provinsi NTB Bulera menanti persidangan. Berkas perkaranya sudah dikembalikan lagi ke jaksa peneliti. Penyidik fokus pada hanya satu tersangka dalam kasus fee proyek Rp100 juta itu. “Yakin berkasnya lengkap. Satu tersangka saja yang Bulera itu. Sebentar lagi P-21,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo, Jumat (13/12) kemarin. Dia menyebut, tidak ada pengembangan kasus dalam kasus tersebut. Sebabnya, tersangka berbuat untuk dirinya sendiri. Duit fee proyek diambil untuk keuntungan pribadi. “Untuk pasal 55 (KUHP tentang penyertaan perbuatan pidana) tidak ada. Dia main sendiri. Kontraktornya ini kan sebagai korban. Sebagai pihak yang diperas, yang merasa tertekan karena harus menyetor fee proyek itu,” paparnya. Penyidik unit Tipikor, imbuh Joko, sudah memeriksa tambahan saksi dari kontraktor dari lima proyek Rusun di Lombok dan Sumbawa. “Kontraktor malahan senang karena sudah tertangkap jadinya mereka tidak perlu menyetor untuk bisa
Jiwa, Kasus di-SP3
(Suara NTB/why)
PENGGELEDEHAN - Suasana penggeledahan ruang kerja Kepala SNVT PP terkait kasus fee proyek Rusun beberapa waktu lalu. cairkan termin,” ucapnya. Terpisah, Kepala Kejari Mataram Yusuf sebelumnya menerangkan bahwa berkas kasus itu perlu perbaikan. Perkara itu dianggap jaksa peneliti tidak jelas rumusan konstruksi pidananya terhadap tersangka Bulera. “Penyidik hanya perlu fokus pada satu materi perkara saja. Tidak usah melebar. Fokus pada materi yang OTT itu berkasnya lengkap sudah,” terangnya. Dalam kasus itu Kepala SNVT PP NTB Bulera ditetapkan sebagai tersangka. Bulera ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/
9) lalu. tersangka ditangkap di ruang kerjanya usai menerima uang tunai Rp100 juta. Uang itu diberikan kontraktor, CV JU yang sedang mengerjakan proyek Rusun Ponpes AlKahfi di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa dengan kontrak senilai Rp3,49 miliar. Tersangka diduga memeras kontraktor Tersangka meminta uang sebagai dalih syarat administrasi tak resmi pencairan termin. Modusnya, kontraktor harus menyetor dulu agar termin pembayaran proyek dicairkan. (why)
Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menutup kasus dugaan pembunuhan Nurahmad (64) dengan tersangka Hilda alias Ani (30). Dari penyidikan, unsur pidana tidak terpenuhi lantaran Ani tidak dapat dikenai pertanggungjawaban perbuatannya. Ani diidentifikasi mengalami gangguan jiwa. Tim penyidik lalu menerbitkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3). Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo mengatakan pihaknya sudah menerima ‘kartu kuning’ atas nama tersangka dari Rumah Sakit Jiwa Mataram. “Unsur setiap orangnya tidak terpenuhi. Tersangka gangguan jiwa. Kalau gangguan jiwa kan tidak bisa dia dikenai pertanggungjawaban pidana,” ujarnya Jumat (13/12) kemarin ketika ditanyai soal tindak lanjut kasus yang mengemuka Juni lalu itu. Joko mengatakan, Ani dilepaskan dari status tersangka. Selanjutnya penanganan medis gangguan jiwanya diserahkan ke RSJ. “Dilanjutkan penanganan sakitnya. Kasusnya kita hentikan,” terangnya. Ani sebelumnya disangka menghilangkan nyawa ayah kandungnya sendiri
pada Sabtu (1/6) sore. Wanita lulusan perawat salah satu kampus di Jakarta ini menusuk korban dengan pisau dapur. Kala itu korban sedang mengajak pelaku menunaikan Salat Ashar. Kejadiannya berlangsung cepat. Sebelum menusuk korban, pelaku awalnya bertengkar dengan ibunya. Perkaranya, pelaku ingin dibuatkan gerobak kaki lima. Pelaku ingin berwiraswasta. Keinginannya ditolak. Ibunya tidak menghendaki karena pelaku menyandang gelar master keperawatan. Pekerjaan berwiraswasta berdagang pop ice menurut ibunya tidak tepat. Pelaku naik pitam dan lalu melempari ibunya dengan botol pengharum ruangan. Ayahnya saat itu sedang mengambil air wudhu. Mendengar adanya keributan, ayah pelaku yang menjadi korban masuk ke rumah untuk melerai. Namun pelaku sudah masuk kamar. Korban mengetuk pintu seraya mengajak pelaku salat. Pelaku yang masih emosi membukakan pintu. Tetapi langsung menghujani korban dengan pisau di tangan, dada, dan kepala. Korban meninggal dunia meski sempat mendapat perawatan di rumah sakit. (why)
Sabtu, 14 Desember 2019
SUARA NTB
Halaman 9
HILANG HLG STNK R2 YAMAHA DR. 4650 CY NOKA/NOSIN : MH3RG4710JK050506/G3J6E0092993 AN.SUPRI YADIN HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 VESPA DR.6741 CG NOKA/NOSIN : RP8M66600DV006301/ M66AM5011082 AN.TJATUR TOTO HARDYANTO HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.3887 LF NOKA/NOSIN : MHIJF8113BK189728/ JF81E-1188289 AN.SALIHIN HLG DIPERJALANAN MATARAM – LABUAPI HLG STNK R2 HONDA DR.4640 EC NOKA/NOSIN : MHIJFZ215KK479191/ JFZ2E1479150 AN.YULI VIVI ULANDARI HLG D’SKTR KOTA MATARAM
DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 TANAH KEBUN LUAS 1850 M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/ MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
q
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999-085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 14 Desember 2019
Halaman 10
KAJIAN PERLUNYA PERATURAN DAERAH TENTANG PENATAAN PULAU-PULAU KECIL DI WILAYAH KECAMATAN SEKOTONG 1. Pendahuluan Secara umum Kecamatan Sekotong merupakan salah satu kecamatan yang mempunyai sumberdaya wilayah yang sangat potensial di wilayah Kabupaten Lombok Barat, hal ini terlihat dari banyaknya potensi sumberdaya yang tersedia di wilayah tersebut. Secara geomorfologi umum, Kecamatan Sekotong didominasi oleh wilayah daratan (perbukitan), wilayah pesisir, dan wilayah laut yang memiliki kandungan sumberdaya alam bernilai ekonomis tinggi. Kondisi ini mempengaruhi sebaran potensi sumberdaya alam potensial yang tersedia. Sumberdaya alam ini meliputi potensi pariwisata, pertambangan, kehutanan dan perkebunan, serta perikanan. Kawasan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa lingkungan yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai modal dasar pelaksanaan pembangunan Indonesia di masa yang akan datang. Kawasan ini menyediakan sumberdaya alam yang produktif seperti terumbu karang, padang lamun (seagrass), hutan mangrove, perikanan dan kawasan konservasi. Pulau-pulau kecil ini juga memberikan jasa lingkungan yang besar karena keindahan alam yang dimilikinya yang dapat menggerakkan industri pariwisata bahari. Dilain pihak, pemanfaatan potensi pulau-pulau kecil masih belum optimal akibat perhatian dan kebijakan Pemerintah Daerah selama ini yang lebih berorientasi ke darat. Pengembangan kawasan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong merupakan suatu proses yang akan membawa suatu perubahan pada ekosistemnya. Perubahan-perubahan tersebut akan membawa pengaruh pada lingkungan. Semakin tinggi intensitas pengelolaan dan pembangunan yang dilaksanakan berarti semakin tinggi tingkat pemanfaatan sumberdaya, maka semakin tinggi pula perubahan-perubahan lingkungan yang akan terjadi di kawasan pulau- pulau kecil. Kegiatan pengelolaan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong kedepan menghadapi berbagai ancaman baik dari aspek ekologi yaitu terjadinya penurunan kualitas lingkungan, seperti pencemaran, perusakan ekosistem dan penangkapan ikan yang berlebihan (overfishing) maupun dari aspek sosial yaitu rendahnya aksesibilitas dan kurangnya penerimaan masyarakat lokal. Oleh karena itu, di dalam mengantisipasi perubahan-perubahan dan ancaman-ancaman tersebut, pengelolaan pulaupulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Kebijakan dan Strategi pengelolaan pulau-pulau kecil diharapkan dapat berfungsi sebagai pedoman bagi kegiatan lintas sektor dalam mengembangkan dan memanfaatkan pulau-pulau kecil, serta penyusunan rencana strategis, rencana tata ruang dan zona, rencana pengelolaan, rencana aksi dan rencana bisnis. 2. Ruang Lingkup Dalam rangka pengelolaan pulau-pulau kecil maka diperlukan suatu landasan yang kuat dan terpadu sebagai pedoman atau panduan bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan pulaupulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong. Landasan tersebut haruslah merupakan kebijakan dan strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat mengingat peraturan daerah yang khusus tentang pengelolaan pulau-pulau kecil belum tersedia. Pada dasarnya kebijakan dan strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat diarahkan untuk dapat menjawab berbagai isu dan permasalahan dalam pengelolaan pulau-pulau kecil khususnya di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat seperti keterbatasan sarana dan prasarana wilayah, keterbatasan ketersediaan dana pembangunan, konflik antarpihak dan lain lain. Peraturan Daerah tentang penataan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat ini menyajikan penataan pulau-pulau kecil yang spesifik termasuk rincian kegiatannya. Hal ini dimaksudkan agar pemegang kebijakan dapat menata pulau-pulau kecil wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat sesuai dengan peruntukannya dengan memperhatikan kepentingan daerah, regional dan nasional sehingga pengelolaannya berkelanjutan dan menimbulkan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan. 3. Pembahasan Tujuan dan sasaran penyusunan Peraturan Daerah penataan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat adalah menyediakan pedoman/panduan dan acuan/referensi bagi pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu : pemerintah, masyarakat, dan swasta/dunia usaha dalam penyusunan rencana strategis, rencana tata ruang dan zona, rencana pengelolaan, rencana aksi dan rencana bisnis untuk mencapai tujuan dalam pengelolaan pulau-pulau kecil, serta pedoman terwujudnya efektifiast dan efisiensi dalam penataan ruang yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan keterpaduan antarsektor. Hal ini dimaksudkan mengisi kekosongan Peraturan Daerah tentang Rencana Datail Tata Ruang di Wilayah Kecamatan Sekotong yang sampai dengan saat ini belum dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dengan juga hal dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten 2011 – 2031 yang sudah harus dilakukan review mengingat pesatnya perkembangan pembangunan yang sudah tidak sesuai dengan amanat Peraturan Daerah tersebut. Secara tujuan khusus penyusunan Peraturan Daerah penataan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong adalah: 1) menjaga konsistensi pelaksanaan pembangunan dan keserasian perkembangan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong; 2) mewujudkan perkembangan wilayah secara terpadu yang dapat menjamin integrasi antarkegiatan dan antarkawasan di pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong secara selaras, serasi dan efisien, lestari, seimbang, dan berkelanjutan; 3) menciptakan lingkungan yang sehat, teratur, aman, serta efisien dengan memberikan prasarana dan sarana yang lengkap, sesuai dengan rencana tata ruang, serta memperhatikan kondisi dan potensi yang ada; 4) menyediakan pedoman bagi para stakeholders, seperti pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat di pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong dalam memanfaatkan ruang secara terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan dalam rangka pembangunan wilayah; 5) memberikan arahan lokasi pembangunan bagi berbagai pihak sumber dana dalam melaksanakan program pembangunan di pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong yang telah direncanakan. Sasaran yang ingin dicapai untuk adalah: 1) teridentifikasinya rumusan potensi dan permasalahan peman-
2) 3) 4) 5)
faatan ruang di pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong; terumuskannya strategi pemanfaatan dan pengembangan pulaupulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong; terciptanya struktur dan pola pemanfaatan ruang pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong; terciptanya keserasian dan keterpaduan pemanfaatan ruang antar sektor-sektor pembangunan; terumuskannya perkiraan kebutuhan prasarana dan sarana wilayah ruang mendukung pengembangan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong;
Seiring dengan terbitnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan pengelolaan wilayah laut yang semula 0 – 4 Mil menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten dan selebihnya sampai dengan 12 Mil kewenangan Pemerintah Provinsi, dengan terbitnya UU tersebut pengelolaan ruang laut 0-12 mil di luar minyak dan gas bumi menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, sedangkan daerah Kabupaten/Kota tidak memiliki kewenangan dalam sub urusan kelautan. Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk menyusun Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil (RZWP-3-K) Provinsi dan Kabupaten. Dalam penyusunan RZWP-3-K harus mempertimbangkan: keserasian, keselarasan dan keseimbangan dengan daya dukung, ekosistem, fungsi pemanfaatan dan fungsi perlindungan, dimensi ruang dan waktu, dimensi teknologi dan sosial budaya, serta fungsi pertahanan dan keamanan; keterpaduan pemanfaatan berbagai jenis sumber daya, fungsi, estetika lingkungan, dan kualitas lahan pesisir; serta wajib mengalokasikan ruang dan akses masyarakat dalam pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang mempunyai fungsi sosial dan ekonomi. Sama halnya dengan RTRW Daerah, RZWP-3-K ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan berlaku selama 20 tahun dan dapat ditinjau kembali dalam 5 tahun. Dokumen RZWP-3-K memuat: pengalokasian ruang dalam kawasan pemanfaatan umum, kawasan konservasi, kawasan strategis nasional tertentu dan alur laut; keterkaitan antara ekosistem darat dan ekosistem laut dalam suatu bioekoregion; penetapan pemanfaatan ruang laut; dan penetapan prioritas kawasan laut untuk tujuan konservasi sosial budaya, ekonomi, transportasi laut, industri stategis, serta pertahanan dan keamanan. Pasal 17 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, mengatur bahwa RZWP-3-K menjadi dasar pemberian izin lokasi bagi pemanfaatan ruang di wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil. Peraturan Pemerintah yang mengatur izin lokasi dan izin pengelolaan sebagaimana diamanatkan dalam UU tersebut saat ini sedang dalam proses pembahasan. Pertumbuhan dan perkembangan suatu wilayah dilatarbelakangi oleh berbagai aspek kehidupan seperti perkembangan penduduk, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kegiatan ekonomi yang semakin meningkat, perkembangan/perluasan jaringan komunikasitransportasi dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut akan membawa perubahan terhadap bentuk keruangan di wilayah yang bersangkutan baik secara fisik maupun non fisik melalui kegiatan manusia didalamnya. Perubahan tersebut apabila tidak ditata dengan sebaikbaiknya akan mengakibatkan perkembangan yang ada menjadi tidak terarah dan kualitas ruang juga semakin menurun. Untuk menghindari adanya pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang tidak terkendali, maka pemerintah bersama dengan swasta dan masyarakat membuat perencanaan terhadap ruang/ wilayah serta perencanaan sektoral. Perencanaan terhadap satu wilayah dimaksudkan untuk menghasilkan tatanan ruang yang optimal, serasi, selaras dan seimbang sesuai dengan potensi dan kendala yang ada. Berdasarkan hal tersebut di atas, penyusunan Peraturan Daerah penataan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan ruang bagi kegiatan ekonomi yang berbasis sumberdaya lokal dan berorientasi ekspor secara global. Hal ini mengingat potensi pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong yang terdiri dari beberapa sektor dominan yang cukup besar, seperti kelautan, perikanan dan pariwisata. Sektor perikanan misalnya, potensi wilayah ini terletak pada kekuatan ekosistem perairan dan sumberdaya perikanan dengan optimasi produksi yang cukup tinggi. Kemudian pada sektor pariwisata, wilayah Sekotong merupakan destinasi wisata yang mempunyai daya tarik yang sangat kuat pada keindahan alam yang sangat eksotis. Semua potensi sumberdaya alam ini merupakan kekuatan yang akan dikembangkan pada wilayah Sekotong. Dalam rangka penyusunan Peraturan Daerah penataan pulaupulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat yang selaras, serasi, efisien, lestari, seimbang, dan berkelanjutan, maka perlu diawali dengan identifikasi kondisi di lapangan sehingga dapat dirumuskan potensi dan permasalahan wilayah perencanaan. Selanjutnya data-data tersebut dianalisis untuk merumuskan konsep rencana pengembangan kawasan sebelum masuk ke dalam rencana rinci hingga pada kedalaman peraturan yang menjadi dasar operasional dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah yang lebih luas. Pada akhirnya penyusunan Peraturan Daerah penataan pulaupulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat secara optimal memberikan kontribusi yang besar bagi keseimbangan pemanfaatan ruang dan lingkungan sehingga dapat memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah yang secara multiplier akan berdampak pada pemerataan dan pemenuhan kesejahteraan masyarakat dengan tetap mengacu pada stabilitas soaial dan keseimbangan lingkungan. Beberapa program prioritas yang lokasi kegiatan berada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti swasembada garam, peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya rumput laut, pengembangan pariwisata bahari, serta pembangunan-pembangunan prasarana bawah laut seperti pembangunan pipa dan kabel bawah laut membutuhkan kepastian alokasi ruang. Dengan adanya Peraturan Daerah penataan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat akan memberikan kepastian baik secara ruang maupun hukum untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam program-program prioritas tersebut. Misalnya ketika suatu lokasi ditetapkan sebagai kawasan pelabuhan dalam perencanaan dilokasi tersebut akan didukung oleh infrastruktur konektivitas antar moda, atau misalnya pelabuhan perikanan terpadu maka akan didukung pula alokasi ruang untuk industri pengolahan hasil perikanan, demikian pula untuk koridor kabel/pipa bawah laut tentu dilokasi tersebut tidak dapat diberikan izin lokasi untuk pembangunan pelabuhan karena kegiatannya dapat mengganggu fungsi kabel/pipa. Tidak hanya untuk kawasan pemanfaa-
tan umum, daya dukung untuk suatu kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi juga diperhatikan, seperti taman nasional laut atau situs budaya, tentu dalam lokasi tersebut tidak akan diperkenankan melakukan kegiatan- kegiatan yang mengganggu fungsi lindung seperti kegiatan pertambangan ataupun kepelabuhan. Disamping memberikan arahan pemanfaatan ruang bagi optimalisasi pendayagunaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil secara ekonomi, Peraturan Daerah penataan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat diharapkan juga akan memberikan kepastian ruang terhadap luasan kawasan di pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Pengelolaan pulau-pulau kecil terutama bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penghuninya. Oleh karena itu keterlibatan aktif masyarakat sejak tahap perencanaan sampai dengan tahap monitoring dan evaluasi sangat diperlukan sehingga kegiatan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi sumberdaya lokal yang selanjutnya akan terbangun rasa memiliki terhadap sumberdaya yang ada. Dalam pengelolaan pulau-pulau kecil, keterlibatan/partisipasi masyarakat sejak proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan serta evaluasi sangat diperlukan. Hal ini dilakukan agar pengelolaan pulau-kecil lebih akuntabel dan sesuai dengan proses demokratisasi. Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat pulau-pulau kecil adalah terisolasinya kawasan tersebut dari akses informasi dan teknologi yang disebabkan belum tersedianya fasilitas transportasi dan komunikasi. Oleh karena itu perlu dibangun sarana dan prasarana yang memadai sehingga perkembangan informasi dan teknologi dapat dinikmati masyarakat. Yang pada gilirannya akan meningkatkan arus modal dan pemasaran. Dengan demikian akan merangsang minat para investor untuk berinvestasi di pulau-pulau kecil. Pengembangan investasi di pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat diharapkan mampu memberikan terobosan dalam meningkatkan kontribusi sektor kelautan bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi makro, peranan investasi ditentukan oleh kebijakan yang mengatur tingkat investasi dan pengembalian sosial serta penyerapan tenaga kerja. Dalam kerangka otonomi daerah, adanya pedoman dan peraturan investasi mutlak diperlukan untuk menjaga kesalahan dalam pengelolaan pulau-pulau kecil. Pembangunan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat sesungguhnya merupakan upaya membangun ekonomi lokal maka komoditas yang akan dikembangkan harus berbasis pada permintaan pasar lokal, nasional dan regional. Hal ini perlu didukung dengan pemberian kemudahan dalam berinvestasi, penyediaan sarana dan prasarana, kemudahan administrasi, adanya kejelasan peraturan dan kepastian hukum, sampai pada tersedianya jaminan kelayakan investasi. Guna menghindari terjadinya ketimpangan dan konflik kepentingan serta optimalisasi pelaksanaan kebijakan dan strategi dalam pengelolaan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, maka perlu adanya peraturan hukumnya. Dengan adanya perangkat hukum yang memadai dan penegakan hukum yang tegas, maka akan membawa dampak yang positif secara ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Sebagai penjabaran dari kebijakan pengelolaan pulau-pulau kecil maka dilaksanakan strategi khusus yang bervariasi berdasarkan pada tipologi, pembentukan dan pengelolaan pulau-pulau kecil yaitu : (1) kawasan pengembangan ekonomi; (2) kawasan perbatasan; (3) kawasan rawan bencana; dan (4) kawasan konservasi. Secara substansi dalam Peraturan Daerah tentang Penataan Pulau-Pulau Kecil di Wilayah Kecamatan Sekotong, sekurangkurangnya memuat: 1) Rencana Pembagian Zonasi, terdiri dari: a. zona lindung; b. zona budidaya; c. dan seterusnya 2) Rencana Peruntukan, terdiri dari: a. pengembangan pariwisata; b. pengembangan kegiatan perikanan dan hasil-hasil laut lainnya; c. pengembangan konservasi sumber daya alam hayati dan eko sistemnya; d. dan seterusnya 3) Rencana Jaringan Prasarana, terdiri dari: a. rencana pengembangan jaringan pergerakan; b. rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan; c. rencana pengembangan jaringan telekomunikasi; d. rencana pengembangan jaringan air minum; e. rencana pengembangan jaringan drainase; f. rencana pengembangan jaringan air limbah; dan g. rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya. 4) Tertib Pembangunan, Lingkungan Dan Bangunan 5) Perlindungan Lingkungan 6) Pengawasan dan Pengendalian 4. Saran dan Kesimpulan Pengelolaan pulau-pulau kecil di wilayah Kecamatan Sekotong membutuhkan kebijakan yang komprehensif, integral dan tepat, sesuai dengan keberadaannya sebagai kawasan yang memiliki permasalahan, potensi dan karakteristik yang khas. Kebijakan tersebut tentunya harus didukung dengan pemahaman yang utuh terhadap konsepsi kebijakan, program, strategi yang sinergis, koordinasi yang efektif dan sistem informasi yang terpadu dari berbagai pihak/pelaku program pengelolaan pulau-pulau kecil. Untuk merespon persoalan dan kebutuhan tersebut, diperlukan upaya peningkatan kapasitas (capacity building) berbagai pihak yang terkait dengan program pengelolaan pulau-pulau kecil. Dengan capacity building ini, diharapkan dapat dihindari terjadinya bias, baik dalam pemahaman terhadap kebijakan dan strategi maupun dalam penyusunan program yang didukung antara lain oleh suatu piranti kelembagaan (institutional arrangement) yang mencakup struktur organisasi pemerintah dan non pemerintah termasuk mekanisme untuk menjembatani antar organisasi dan instansi yang bertanggung jawab; kumpulan hukum, aturan, konvensi, keputusan dan standar mutu; dan kumpulan norma sosial dan tradisi seperti hukum adat dan hak ulayat. Keberadaan Peraturan Daerah tentang Penataan pulau-pulau kecil ini menjadi sangat penting. Di samping itu, dengan adanya Peraturan ini diharapkan pembangunan dan pengelolaan pulaupulau kecil di Wilayah Kecmatan Sekotong akan lebih terarah dan lebih optimal untuk tujuan pertahanan keamanan, pengembangan ekonomi dan konservasi lingkungan terwujud.
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 14 Desember 2019
Sektor Swasta Perlu Didorong untuk ’’Beyond Compliance’’ PEMERINTAH harus terus mendorong sektor swasta untuk melakukan kegiatan perusahaan secara lebih baik dan melampaui standar aturan yang ada(beyond compliance) dalam menanggulangi perubahan iklim. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral), Rachmat Makkasau saat menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Perubahan Iklim, United Nation Framework Convention on Climate Change(UNFCCC/COP 25) di Madrid, Spanyol, yang berlangsung 2-13 Desember yang bertema Kontribusi Sektor Swasta dalam Menanggulangi Perubahan Iklim. Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga mengatakan bahwa Indonesia sudah menerapkan instrumen yang baik dalam memacu sektor swasta memberi kontribusi nyata terhadap upaya perubahan iklim. Instrumen tersebut adalah system evaluasi Proper atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Beberapa kriteria penilaian dari Proper yang diterapkan di dunia industri khususnya tambang sejalan dengan upaya global dalam menghadapi perubahan iklim seperti efisiensi energi, pengurangan emisi, pengendalian kerusakan lahan dan reklamasi. Pemerintah menyambut positif kontribusi yang diberikan oleh sektor swasta. Peningkatan kontribusi sektor swasta di Indonesia pada tahun 2019, jika dinilai sekitar 3,5 miliar dolar Amerika. Tentang COP 25 UNFCCC yang juga dikenal dengan COP 25 (Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim ke-25) tahun ini diselenggarakandi Madrid, Spanyol atas kerjasama antara Pemerintah Spanyol dan Chile. COP 25 ini merupakan konferensi iklim terakhir untuk mempersiapkan pelaksanaan Kesepakatan Paris hasil COP 21 di Paris tahun 2015. Kesepakatan iklim yang telah diratifikasi oleh 195 negara disepakati mulai 2020 hingga 2030 dengan target menurunkan emisi gas rumah kaca untuk menekan kenaikan suhu bumi dibawah 1.5 derajat celcius. (r)
(Suara NTB/ist)
NARASUMBER - Presiden Direktur Amman Mineral saat menjadi narasumber dalam UNFCCC COP 25 di Madrid Spanyol, 9 Desember 2019 lalu yang bertema Kontribusi Sektor Swasta dalam Menanggulangi Perubahan Iklim.
Polda NTB Ungkap Modus Dugaan Korupsi Dana Gempa Dari Hal. 1 Modus lain ditemukan di Sumbawa Besar. Ada indikasi dugaan tindak korupsi penyalahgunaan dana gempa pada tiga kelompok masyarakat di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa senilai Rp45.818.000. Kasus ini sedang ditangani Polres Sumbawa. Modus lainnya, kali ini melibatkan oknum Aplikator PT. PBG, yang diduga melakukan pemotongan dana bantuan gempa senilai Rp179.648.000 kepada lima Pokmas di Dusun Pancor Dao, Desa Aik Darek, Lombok Tengah. Hal sama yang ditangani Polres Lombok Timur. Terkait dugaan korupsi rumah korban gempa yang sampai saat ini belum diselesaikan bangunannya oleh aplikator sesuai perjanjian. Nilainya Rp413.788.870. Di Polres Lombok Barat, saat ini sedang ditangani dugaan penyimpangan penyaluran dana pascagempa di Dusun Adeng Daye, Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Kasus lainnya, terkait adanya indikasi penyelewengan dana bantuan gempa di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. ‘’Dua kasus ini sedang ditangani Polres Lombok Barat,’’ ujar Syarif. Kasus lainnya di Lombok Utara, terkait dugaan mark up dana dan tidak sesuai spek pada pembangunan RTG
Dusun Teluk Kodek , Desa Malaka, Pemenang, KLU. Selain itu, dugaan tindak pidana penipuan yang diduga dilakukan oleh Aplikator PT. PTJ. Perusahaan ini mengerjakan pembangunan RTG jenis Riko, namun pada saat pelaksanaan banyak yang belum selesai. Selain itu, dugaan penyimpangan bantuan rumah gempa oleh oknum Aplikator. Sesuai laporan LSM Amati, perusahaan ini meninggalkan pekerjaannya, namun uang sudah cair. Pada 3 September 2019 lalu, ada juga laporan pengadaan barang untuk rumah Riko yang diduga tidak sesuai spek. ‘’Diduga pengerjaan pemasangan atau dengan bahan berupa kanal “C” tidak sesuai dengan spek pada RAB,’’ sebutnya. Kasus lainnya, pengaduan tanggal 5 Agustus 2019 tentang dugaan terjadinya penyimpangan dana rehab rekon rumah tahan gempa. Pada saat penerima bantuan yang seharusnya pada SK Bupati diberikan kepada Ahmad, namun di lapangan yang menerima bantuan adalah Ahmad Tanwir. Menurut Kasubdit, masing masing kasus ini sedang dalam proses penyelidikan untuk mendalami modus- modus korupsi tersebut. Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan BPBD NTB dalam proses penyelidikan. (ars)
Ditunjuk Plh Sekda NTB Dari Hal. 1 ‘’Belum ada info (perpanjangan Penjabat Sekda). Kita koordinasi dengan Kemendagri. Kita pakai Plh (Pelaksana Harian) Sekda sesuai Perpres, untuk masa transisi,’’ terang Fathurrahman. Ia mengatakan, Plh Sekda yang ditunjuk adalah Iswandi. Plh Sekda akan menjabat sampai terbitnya Keppres penetapan Sekda NTB definitif atau penunjukan Penjabat Sekda NTB. “Untuk mengisi kekosongan administratif. Biar tak terjadi kevakuman,” jelasnya. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB itu genap enam bulan menjadi Penjabat Sekda. Ia ditunjuk kembali menjadi Penjabat Sekda NTB periode kedua, 13 September lalu. Sesuai ketentuan, masa jabatan Penjabat Sekda maksimal tiga bulan. Menjelang berakhirnya masa jabatan periode kedua, Keppres soal penetapan Sekda NTB definitif belum juga terbit. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc telah mengajukan tiga nama calon Sekda NTB ke Kemendagri sesuai hasil seleksi terbuka yang dilakukan beber-
apa waktu lalu. Informasi yang dihimpun, tiga nama yang diajukan Gubernur adalah Kepala Bappenda NTB yang saat ini menjadi Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, MTP dan Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si. Soal ketentuan penunjukan Penjabat Sekda Provinsi maupun Sekda kabupaten/kota telah terbit aturan terbaru. Yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 91 Tahun 2019. Dalam pasal 9 dikatakan bahwa Penjabat Sekda Provinsi ditunjuk oleh menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 2 huruf a, menjabat paling lama tiga bulan atau berhenti pada saat dilantiknya Sekda provinsi definitif. Permendagri No. 91 Tahun 2019 terbit pada 18 Oktober lalu. Kemudian diundangkan pada 29 Oktober 2019. Fathurrahman mengatakan penetapan Sekda definitif sekarang ranahnya di Kemendagri. (nas)
Halaman 11
Corcomm Alfamart Meraih Gelar ’’Corcomm Team of The Year 2019’’ Jakarta (Suara NTB) Tahun ini, tim Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya tbk (Alfamart) mendapat penghargaan sebagai Corcomm Team of the Year 2019 kategori Trade, Service and Investment Industry yang diselenggarakan majalah MIX-Marcomm. Penghargaan diterima oleh Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, di Jakarta, Kamis (12/12). “Kami bangga menjadi salah satu pemenang Indonesia’s PR of the Year 2019. Membuktikan bahwa kinerja kami mendapatkan pengakuan dari para praktisi media. Pencapaian ini tentu saja akan memicu semangat untuk
memberikan yang terbaik sesuai tugas dan fungsi utama tim PR Alfamart dalam membentuk dan meningkatkan reputasi serta cira baik perusahaan,” jelas Solihin. Departemen Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya tbk (Alfamart) berada di bawah Divisi Corporate Affairs. Tim terdiri dari 25 orang yang bertugas baik di Head Office maupun di kantor cabang yang menjangkau lebih 280 kota/ kabupaten mulai Aceh hingga Sulawesi Utara. Secara spesifik, menjalankan fungsinya sebagai sumber informasi perusahaan kepada eksternal dan program CSR
perusahaan. Setiap tahun, Departemen Corporate Communication merancang dan melaksanakan project CSR yang sesuai dengan core business Alfamart yang memberikan nilai manfaat lebih bagi masyarakat luas. Indonesia’s PR of the Year adalah agenda tahunan para praktisi, akademisi, agensi komunikasi, jurnalis media dan seluruh pemangku kepentingan dunia PR di Indonesia. 2019 menjadi tahun ke 12 terselenggaranya agenda ini dan menjadi barometer keberhasilan korporasi dalam membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingannya. (r)
Atlet Menembak NTB Optimis Raih Emas di PON Mataram (Suara NTB) Sukses atlet menembak NTB, Ahmad Rifqi Mukhlisin mendulang medali emas di SEA Games 2019 membuat pengurus cabang olahraga menembak semakin optimis menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Atlet menembak NTB siap mengamankan target dua emas di pesta puncak multi event olahraga nasional. “Saya selaku pelatih menembak tetap akan mengamankan target dari Pengprov Perbakin NTB yaitu meraih dua medali emas,” ucap Pelatih Menembak NTB, Andik Budi Hariono yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Jumat (13/12).
Andik Budi Hariono yang juga merupakan Pelatih Pelatnas Menembak asal NTB mengatakan bahwa rasa optimis cabor menembak untuk mengamankan dua emas di PON semakin kuat setelah melihat prestasi salah satu atlet menembak NTB, Ahmad Rifqi Mukhlisin yang sukses mendulang medali emas di SEA Games 2019. Sebagimana diketahui petembak NTB, Ahmad Rifqi Mukhlisin meraih medali emas pada pertandingan cabang olahraga menembak nomor Metalic Silhoutte perorangan putra SEA Games XXX yang digelar di Philipines Mariner Shooting Ranger, Manila, Filipina, 2 Desember 2019. Rifqi meraih hasil terbaik dalam empat seri tembakan dengan meraih 350 poin
(90,90,70, 100) mengalahkan rekan setim asal Indonesia, Aubrey Rasendriya yang menempati posisi kedua dengan 350 poin ( 80,90,100, 80). Kemudian medali perunggu direbut petembak tuan rumah, Filipina, Diogenes Avila dengan 300 poin (80,80, 70,70). “Poin kedua petembak Indonesia itu sama. Hanya saja, Rifqi unggul pada sasaran kambing sehingga emas jatuh ke tangannya,” kata jelasnya. Selanjutnya, terkait menghadapi PON 2020, cabor menembak telah meloloskan sebanyak 13 atlet menembak di PON Papua 2020. Dengan diperkuat 13 atlet Andik optimis atlet menembak akan mengamankan target dua emas di PON. (fan)
RSUD NTB Suguhi Jamu Jadi ’’Welcome Drink’’ Dari Hal. 1 Ke depan apa yang kita punya ini, tidak bisa kita (kelola) sendiri,’’ ujar Hamzi. Kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya pelaku industri pariwisata merupakan salah satu hal penting kedepan. Terutama untuk mempromosikan pelayanan dan fasilitas yang telah disiapkan RSUD NTB saat ini. Pihaknya mengharapkan persiapan yang dilakukan oleh RSUD NTB untuk melaksanakan wisata medis dapat mendorong rumah sakit lainnya, terutama yang berada di wilayah Kota Mataram, untuk menyiapkan hal yang sama. ‘’Harapan kita rumah sakit lainnya juga bisa mengikuti,’’ ujarnya. ‘’Launching’’ Wisata Medis RSUD NTB sendiri melaksanakan peluncuran penerapan wisata medis tepat hari ini, Sabtu (14/11). Hal tersebut salah satunya untuk memantapkan seluruh usaha
yang telah dilakukan untuk mewujudkan penerapan konsep wisata tersebut di NTB. Wakil Direktur Diklit RSUD NTB, dr. Oxy Tjahyo Wahyuni, Sp.EM, menerangkan bahwa dalam rangkaian kegiatan peluncuran akan diberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar Umum bagi 50 orang pemandu wisata. ‘’Jadi pemandu wisata kita punya pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama jika ada satu dan lain hal yang tidak diinginkan. Seperti serangan jantung dan lainnya yang dialami wisatawan, itu bisa saja terjadi,’’ ujar Oxy kepada Suara NTB, Jumat (13/12). Selain itu, akan digelar juga bincang-bincang dengan tema West Nusa Tenggara, Where Health and Happiness Find You yang diisi oleh perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, dan pejabat RSUD NTB sendiri. Melalui bincang-bincang tersebut, seluruh pertanyaan yang mungkin masih
muncul terkait wisata medis akan dikupas habis. ‘’Jadi masyarakat yang masih punya pertanyaan soal wisata medis, kita sediakan talk show (bincang-bincang) ini dengan durasi 1 sampai 1,5 jam,” ujar Oxy. Dalam peluncuran tersebut diadakan juga pameran khusus terkait fasilitas unggulan yang ditawarkan RSUD NTB serta fasilitas-fasilitas lainnya yang ditawarkan rumah sakit lain di NTB yang juga ingin ikut menyukseskan program wisata medis. Dalam kegiatan peluncuran tersebut sekaligus akan diresmikan Grha Mandalika di RSUD NTB sebagai pusat pelaksanaan wisata medis di NTB. Dijadwalkan hadir meresmikan langsung adalah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc yang sekaligus akan melakukan kunjungan langsung untuk melihat kesiapan RSUD NTB sebagai rumah sakit milik daerah pertama yang akan menerapkan wisata medis di Indonesia. (bay)
Bima akan Jadi Pusat Kayu Putih Nasional Dari Hal. 1 Tidak hanya itu, bupati mengaku keberadaan pabrik yang mengolah kayu putih tersebut sebagai bukti bahwa Kabupaten Bima memiliki potensi yang belum dikembangkan dengan baik. ‘’Ini sebagai bukti tanah kita sangat subur untuk ditanami apa saja,’’ katanya. Lepas dari itu, bupati berharap keberadaan pabrik
tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama yang berada di Kecamatan Sanggar dan Tambora. ‘’Bisa dimanfaatkan dengan baik, ini adalah kesempatan kita untuk meningkatkan pendapatan,’’ harapnya. Selain penanaman kayu putih, Kabupaten Bima juga telah mengalokasikan anggaran untuk penghijauan 2020 mendatang. ‘’Kita sudah alokasikan anggaran untuk
penanaman pohon kemiri di Kecamatan Parado tahun 2020,’’ katanya. Pilihan penghijauan dengan menanam pohon kemiri tersebut, sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi hutan kritis di wilayah setempat yang banyak dibabat untuk menanam jagung. ‘’Kami berharap langkah ini didukung semua pihak. Termasuk Pemerintah Provinsi NTB,’’ harapnya. (uki)
Direktif Gubernur Gunakan Tanaman Kayu Putih Dari Hal. 1 Bukan hanya Bima, tetapi juga kawasan hutan dan lahan yang kritis di NTB akan dikembangkan tanaman kayu putih. ‘’Seluas-luasnya akan kita kembangkan. Di KPH-KPH akan didorong menggunakan kayu putih di lokasi-lokasi eks lahan jagung,’’ katanya. Julmansyah menyebutkan, dalam satu hektare lahan minimal 5.000 batang pohon kayu putih yang ditanam. Dalam setahun, petani mendapatkan manfaat ekonomi atau pendapatan sekitar Rp50 juta per hektare. ‘’Dengan catatan, harus benih unggul ditanam yang dikeluarkan oleh Balai Besar Litbang Bioteknologi Tanaman Hutan. Pendapatan petani bisa Rp50 juta per hektare dengan asumsi 5.000 batang pohon per hektare,’’ sebutnya. Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, luas lahan kritis mencapai 680.620 hektare. Di mana, 230 ribu hektare lahan kritis tersebut berada di dalam kawasan hutan.
Dari jumlah tersebut, seluas 96.238 hektare kawasan hutan yang benar-benar gundul seperti lapangan bola. Puluhan hektare kawasan hutan yang menjadi lahan terbuka itu akibat alih fungsi lahan atau perambahan yang dilakukan masyarakat untuk tanaman semusim, seperti jagung, padi, pisang dan lainnya. Julmansyah menjelaskan, Dinas Kehutanan sudah mengembangkan tanaman minyak kayu putih sejak 2015 lalu dalam skala kecil. Data Dinas LHK NTB, sudah ada tiga pabrik minyak kayu putih yang dibangun Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTB. Yakni, dua pabrik di KPH Rinjani Barat masing-masing di Klui dan Bentek dan satu pabrik di KPH Batulanteh Sumbawa berada di Lenangguar.Kapasitas pabrik minyak kayu putih tersebut masing-masing 600 - 900 kg per hari. Selain pabrik yang dibangun oleh KPH, sekarang sudah berdiri pabrik minyak kayu putih skala besar di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pabrik ini dibangun oleh PT. Anggar Agro pada la-
han Hak Guna Usaha (HGU) seluas 5.000 hektare. ‘’Sekarang dengan kebijakan industrialisasi, maka ini serius dikembangkan. Untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis pascajagung. Tanaman kayu putih sangat cocok pada lahan-lahan marginal, lahan kritis pada daerah-daerah yang curah hujannya rendah dan hujannya tak lebih dari tiga bulan setahun,’’ terangnya. Julmansyah mengatakan, tanaman kayu putih merupakan solusi untuk menghijaukan kembali hutan di Pulau Sumbawa yang kondisinya sudah kritis. Kelebihan tanaman kayu putih, tidak dimakan ternak. Sementara, secara sosiologis masyarakat di Pulau Sumbawa ternak lepas. ‘’Kalau masih menggunakan tanaman jati, mahoni, sengon itu untuk lahan yang tidak dipagari pasti dimakan ternak,’’ katanya. Pabrik minyak kayu putih yang dibangun PT. Sanggar Agro berkapasitas 60 ton sehari daun kayu putih yang diolah. Sedangkan minyak kayu putih yang dihasilkan sebesar 1 ton sehari. (nas)
Kepsek Bisa Diberhentikan Jika Hasil Evakin Tidak Baik Mataram (Suara NTB) – Evaluasi Kinerja (Evakin) Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK, dan SLB sudah dilaksanakan pada akhir November dan awal Desember lalu. Saat ini hasil penilaian prestasi kerja kepala sekolah yang dilakukan pengawas internal kabupaten/ kota sedang dilakukan. Berdasarkan amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, bagi Kepsek yang tidak mencapai penyebutan baik, maka tidak dapat meneruskan menjadi Kepsek. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd. Menurutnya apabila dalam hal penilaian prestasi kerja kepala sekolah tidak mencapai penyebutan sekurang-kurangnya baik, maka mereka tidak dapat meneruskam mejadi kepala sekolah. “Hal ini yang kita minta petunjuk lebih lanjut kepada Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya. Pihaknya akan menyerahkan hasil evaluasi kinerja ke gubernur pada minggu depan. Namun sebelumnya akan dirapatkan dahulu bersama dengan pimpinan di internal Dinas Dik-
bud NTB. “Kami rapatkan dengan pimpinan, lalu kami akan diskusikan untuk menyampaikan hasilanya ke gubernur, pak gubernur yang akan menetukan sikap,” ujar Aidy. Evaluasi kinerja dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada akhir November, selama dua hari. Angkatan kedua dilaksanakan pada tanggal 2, 3, dan 4 Desember lalu. Tim penilai berasal dari pengawas internal kabupaten/kota, tapi bukan pengawas Pembina. Saat ini, kata Aidy pihaknya sedang menerima pengiriman hasil dari pengawas. Pihaknya menggunakan aplikasi analisis untuk menyatukan hasil evaluasi kinerja angkatan satu dan angkatan dua untuk menemukan nilai titik tengah, sehingga bisa memadukan hasil secara maksimal. “Tim penilai kami bekali dengan instrumen yang sudah disahkan oleh Dirjen Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Instrumen kamia buat secara aplikatif berbasis komputer untuk memudahkan saat mensinkronkan dengan rumus dan bobot, jadi dari pusat sudah diputuskan bobotnya sekian, kami tentukan dengan rumus, muncul grafik capaian individu kepala sekolah,” katanya. (ron)
Berpotensi Tak Bisa Dieksekusi 2020 Dari Hal. 1 Kalau FS sampai Rp12 miliar, tidak mungkin 6 bulan selesai. Paling tidak butuh waktu 8 bulan,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir.Wedha Magma Ardhi, MT dikonfirmasi di Mataram, Jumat (13/12) kemarin. Apakah bisa tender dimajukan mulai awal tahun 2020, sedangkan anggarannya dialokasikan di APBD Perubahan 2020? Mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini mengatakan tender tidak bisa dimajukan. Karena dasar untuk melakukan tender belum ada. Pasalnya, anggaran FS belum ada di APBD murni 2020. Akibatnya, belum masuk dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sehingga tidak bisa masuk dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup). ‘’Paling mungkin FS dilakukan 2021,’’ katanya. Pemprov NTB akan menyiapkan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk FS rencana pembangunan Jembatan Lombok - Sumbawa. Dari sisi bisnis, pembangunan Jembatan Lombok - Sumbawa cukup menjanjikan, karena investasi balik modal diperkirakan kurang dari 10 tahun. Hal ini melihat potensi pendapatan dari penyeberangan Kayangan - Poto Tano yang mencapai Rp30 miliar sebulan. ‘’Komitmen Pemprov, jem-
batan itu strategis. Untuk memastikan dia layak, itu harus FS dulu. Study itu penting karena itu akan kita tawarkan ke investor. Investor pasti membutuhkan hitung-hitungannya,’’ kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah. Pemprov akan mengundang konsultan yang akan melakukan FS asal Korea tersebut untuk memaparkan ke gubernur. Dengan anggaran sebesar Rp12 miliar tersebut, konsultan akan melakukan FS dari sisi teknis. Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan investor tidak akan rugi jika membangun Jembatan Lombok - Sumbawa. Hasil hitunghitungan secara kasar, pendapatan penyeberangan Kayangan - Poto Tano saja sekitar Rp30 miliar sebulan. Apalagi jika ada jembatan tersebut, secara ekonomi akan sangat menguntungkan. Dengan penyeberangan yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja, pendapatan bisa mencapai Rp30 miliar sebulan. Apalagi dengan adanya jembatan tersebut, jarak tempuhnya hanya 15 menit. ‘’Cepat balik modal investasi itu. Ndak sampai 10 tahun sudah balik pokok investasinya. Ini perhitungan kasar saja. Cuma kelayakan teknis yang kita minta. Apakah dia jembatan full, atau jembatan dan terowongan,’’ katanya. (nas)
Kebut Pengerjaan Proyek Dari Hal. 1 Walikota menegaskan, rekanan boleh saja kebut pekerjaan. Namun diingatkan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. ‘’Silakan dikebut asalkan tidak mengurangi kualitas,’’ katanya mengingatkan. Proyek monumen yang dikerjakan dengan nilai kontrak Rp10,5 miliar lebih dari pagu anggaran Rp11 miliar berpotensi tidak selesai tepat waktu. Walikota menegaskan, jika pekerjaan terlambat maka rekanan dikenakan denda sesuai ketentuan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Miftahurrahman memprediksi pekerjaan fisik berpotensi molor adalah proyek monumen di Jalan Dr. Soedjono, Kelurahan Jempong Baru, Sekarbela. Diperkirakan hingga akhir kontrak 26 Desember sisa pekerjaan
mencapai 7 – 10 persen. Kecuali, rekanan dapat mengejar dengan bekerja over time. “Kalau rekanan bisa mengejar, paling sisa pekerjaan sampai lima persen,” kata Miftah. Dia memahami bahwa tingkat kesulitan pengerjaan monumen tersebut sangat tinggi. Rekanan harus berhati – hati mengerjakan terutama bagian pengelasan. Tantangannya adalah kondisi cuaca. Belakangan ini hujan lebat dan angin kencang terjadi di Mataram. Sebagian pekerjaan adalah konstruksi baja, sehingga pekerja takut terjadi arus pendek aliran listrik. Namun demikian, material seperti mutiara telah tersedia di lokasi. “Materi sudah ada. Tinggal dipasang saja,” tandasnya. Kalaupun terjadi keterlambatan kata dia, rekanan tetap dikenakan sanksi berupa denda sesuai sisa pekerjaan. (cem)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 14 Desember 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
SDN 2 Cakranegara Dikunjungi LPMP Yogyakarta Pohon di Mataram akan Diremajakan
Mataram (Suara NTB) SDN 2 Cakranegara kerap mendapatkan kunjungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada Rabu (11/12) lalu, sejumlah utusan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta mengunjungi SDN 2 Cakranegara untuk melihat kemajuan SDN 2 Cakranegara sebagai salah satu sekolah model. Kepala SDN 2 Cakranegara, Hj. Hadijah, S.Pd., mengatakan, sebanyak empat orang perwakilan LPMP Yogyakarta mengunjungi SDN 2 Cakranegara, yaitu Dra. Singgih Trihastuti, M.Pd., Dra. Pratiwi, M.Pd., Dwi Atmanta, S.Pd., M.Pd., dan Agus Dwi Budiarto. Menurut Hadijah, mereka datang untuk melihat kemajuan SDN 2 Cakranegara sebagai sekolah model dari LPMP. Selain itu berbicara juga tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), karena di situ ada perencanaan, pelaksanaan, ada evaluasi, dan ada penentuan untuk pemenuhan mutu,” katanya. Hadijah mengatakan, pihaknya memberikan informasi tentang sekolah dengan menayangkan kegiatan siswa, juga memberikan informasi bersama komite sekolah. Berkaitan dengan apa saja yang dilakukan oleh komite sekolah, parti-
(Suara NTB/ist)
KUNJUNGAN - Kepala SDN 2 Cakranegara, Hj. Hadijah berfoto bersama perwakilan LPMP Yogyakarta saat melakukan kunjungan ke SDN 2 Cakranegara, Rabu (11/12) lalu. sipasi orang tua terhadap sekolah sehingga prestasiprestasi sekolah bisa dicapai. Perwakilan LPMP Yogyakarta, kata Hadijah memberikan tanggapan yang baik. Mereka mendukung apa saja yang dilaksanakan di SDN 2 Cakranegara. Mereka juga
meminta data terkait pengembanga sekolah untuk nantinya ditularkan ke sekolah di Yogyakarta. “Pengalaman yang di SDN 2 Cakranegara bisa dibagikan ke sekolah lain,” katanya. Hadijah menjelaskan, SDN 2 Cakranegara merupaka
sekolah induk model dari LPMP NTB. Sekolah induk model membawahi dua sekolah model. Setiap sekolah model memiliki sekolah imbas. Terkait sekolah model, SDN 2 Cakranegara mengerapkan SPMI, yang diawali dengan pemenuhan standar
nasional pendidikan. “Kami memulai dari rapor mutu sekolah dilihat dari pemenuhan delapan standar pendidikan, apa kekurangan dari masing-masing standar itu lah permasalahan, itulah yang diberikan pemenuhan untuk SPMI,” katanya. (ron)
Bantuan Fisik untuk Madrasah Swasta Masih Terbatas Mataram (Suara NTB) – Jumlah madrasah swasta di Provinsi NTB jauh lebih banyak daripada madrasah negeri. Prosentase madrasah
swasta mencapai 97 persen dari keseluruhan madrasah di NTB. Namun, banyak ditemukan sarana madrasah swasta masih belum baik. Meski
demikian pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama masih terbatas dalam memberikan bantuan fisik kepada madrasah swasta. Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provins NTB, H. Jalaludin, mengatakan pihaknya sangat terbatas dalam memberikan bantuan. Menurutnya madrasah di NTB lebih banyak didirikan oleh swasta atau masyarakat, oleh karena itu pihak yayasan yang berkewajiban memenuhi sarana agar terpenuhinya standar nasional pendidikan. Namun, pemerintah tetap memberikan bantuan berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunjangan profesional, tunjangan fungsional, dan lainnya. “Untuk fisik memang sangat terbatas, karena anggaran juga diarahkan u n t u k tunja-
ngan kepada guru. Banyak anggaran mengarah ke sana. Bantuan secara fisik memang terbatas,” ujar Jalaludin mengakuinya. Tercatat sebanyak 2.100 madrasah negeri dan swasta di NTB, dengan rincian Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 804 yang terdiri dari 25 MI negeri dan 779 MI swasta. Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 815 terdiri dari 24 MTs negeri dan 791 MTs swasta. Dan, M a drasah Aliyah (MA) berjumlah 491 terdiri dari
H. Jalaludin
17 MA negeri dan 474 MA swasta. Total jumlah madrasah swasta di NTB sebanyak 2.044, sedangkan madrasah negeri hanya 66 madrasah. “Berbeda dengan Provinsi Aceh yang berbanding terbalik dengan NTB, di sana lebih banyak negeri dibandingkan swasta,” katanya. Terkait kondisi tersebut, Jalaludin mengatakan pihaknya melakukan opsi membuat madrasah swasta menjadi madrasah negeri atau penegerian madrasah swasta. Meski demikian, penegerian madrasah swasta sangat selektif dilakukan pihaknya. Umumnya penegerian madrasah swasta diutamakan di daerah yang belum ada madrasah negeri, terutama di daerah terluar, terpencil, perbatasan, atau sejenisnya. “Umumnya tidak banyak madrasah swasta yang menginginkan penegerian, karena dikhawatirkan donasi dari luar terputus. Banyak mereka (pengelola madrasah swasta, red) tetap mengelola madrasah,” pungkas Jalaludin. (ron)
(Suara NTB/ron)
Unram Kejar Mimpi Jadi Kampus Berbasis Riset Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) terus berusaha mengejar mimpi. Mimpi terbesar kampus ini ialah ingin menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional. Wakil Rektor bidang Akademik Agusdin, SE., MBA., DBA., mengungkapkan bahwa visi Unram adalah menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis riset berdaya saing internasional tahun 2025. Upaya mengejar mimpi itu terus dilakukan pihak kampus. Di antaranya ialah dengan memperbanyak kegiatan seminar, workshop bertaraf internasional melibatkan banyak akademisi baik dalam dan luar negeri. Seperti seminar Internasional Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Era Industri 4.0 yang ke-4 Tahun 2019 (Integration of Science and Technology for Sustainable Development in Industrial 4.0 Era / 4th ICST 2019) yang digelar awal pekan kemarin. “Kami berharap dengan terselenggaranya acara ini kita bisa berkolaborasi dalam riset, mengikuti seminar, mengikuti publikasi dan bisa melakukan pertukaran pelajar,” ujarnya. Lebih jauh Agusdin mengatakan bahwa acara-acara seperti ini bisa menjadi acara kuliah umum di mana pemateri yang berasal dari berbagai Negara itu memberikan materi perkuliahan yang lebih luas kepada para peserta yang hadir termasuk di dalamnya adalah mahasiswa. Adanya acara semacam ini tentu saja memberikan peluang yang besar bagi dosen unram untuk sama sama belajar. Terutama tentang bagaimana riset yang baik. “Ini adalah peluang yang besar dan bagus untuk
mendapatkan materi perkuliahan dari pembicara di antaranya berasal dari empat
negara untuk memberikan materi yang tidak didapatkan di Prodi,” katanya. (dys)
Mataram (Suara NTB) Mengantisipasi tumbangnya sejumlah pohon di Mataram akibat cuaca buruk, Pemerintah Kota Mataram akan melakukan peremajaan pohon yang dinilai membahayakan. Pasalnya, keberadaan pohon-pohon di sekitar kota Mataram rawan tumbang. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, selama musim hujan turun yang disertai angin kencang di Mataram, sebanyak 35 lebih pohon tumbang. Kondisi mengharuskan pemkot melakukan peremajaan terhadap pohon-pohon tersebut. “Kemarin saja pas ujan angin itu sekitar 23 pohon tumbang. Itu juga menyebar se-kota Mataram. Ada yang patah rantingnya dan tumbang. Untuk itu Pemkot berencana akan melakukan peremajaan di semua pohon yang rawan tumbang,” kata Kemal kepada Suara NTB, Jumat (13/12). Seperti di kota Surabaya kata Kemal, hampir semua pohon di daerah jalan protokolnya sudah dilakukan peremajaan. Di Mataram sendiri, sampai saat ini masih terkendala alat untuk memotong. “Pemkot sangat kekurangan untuk alat potong ini,” tandasnya.
Pada tahun 2020 mendatang, untuk peremajaan pohon akan coba dianggarkan Disperkim. “Kita akan coba siapkan anggarannya. Kita akan pihakketigakan juga nanti untuk melakukan penebangan,” ujarnya. Sebelum melakukan penebangan, Disperkim Kota Mataram akan memilih terlebih dahulu mana pohon-pohon yang kiranya akan ditebang. “Seperti pohon Asam di jalan Selaparang, itu sudah cukup tua dan mengkhawatirkan. Cuma kan beberapa pohon di sana masih aman. Makanya nanti kita juga akan mengikuti strategi rehab di kawasan bisnis Cakranegara. Kita coba tanam tanaman baru agar semua pohon-pohon tua diganti saja,” jelasnya. Untuk kawasan jalan Pejanggik ujar Kemal, pohon Kenari di sana akan coba dipertahankan. Kalau pun sudah tua dan lapuk, Disperkim kota Mataram akan berupaya menggantinya dengan pohon baru. “Beda dengan peremajaan, itu tidak diganti. Tapi ini kita akan ganti dengan yang lebih muda,” ujar Kemal. “Semenjak musim hujan ini kan ada sekitar 40 lebih sudah pohon yang tumbang dan patah rantingnya. Tapi itu sudah kita bersihkan. Kita juga sudah bekerjasama dengan Satgas di BPBD kota Mataram untuk membersihkan bekas pohon ini,” tutup Kemal. (viq)