HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 153 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
NTB Mengalami Kekeringan Ekstrem
Mataram (Suara NTB) Bulan September, NTB masih dalam fase kekeringan ekstrem. Daerah Timur Indonesia ini masuk dalam 10 besar provinsi terdampak kemarau terpanjang. Terdata ada 11 provinsi dengan 109 kabupaten dan kota, 844 kecamatan dan 2.945 desa terpapar kekeringan. Sesuai data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sembilan kabupaten dan kota di NTB terdampak kekeringan. Dengan rincian, 69 kecamatan dan 302 desa alami kekeringan. ‘’Di NTB ada tujuh kabupaten yang dinyatakan siaga darurat,’’ kata Plt. Kepala Pu-
sat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo Kamis (12/9) kemarin. Ditambahkan Agus, sejumlah daerah di NTB juga masuk dalam 31 kabupaten dan kota siaga darurat dan empat kabupaten yang tanggap darurat. Sementara 10 provinsi lainnya terdampak kekeringan,
Sumatera Barat, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Sulawesi Selatan dan Maluku. Sementara update terbaru dari BMKG, September masih fase kekeringan ekstrem. Soal turunnya hujan di Mataram, Kamis siang kemarin, hanya
sifatnya lokal dan sesaat. ‘’Hujannya hanya bertahan sebentar biasanya dan intensitasnya tidak besar,’’ ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Dewo Sulistio. Dijelaskannya, monitoring dari Dinamika Atmosfer sampai September ini, masih menunjukkan bahwa di Indonesia masih berada pada musim kemarau. Di mana, kata dia, dari monitoring arah angin sampai akhir Septembar masih dominan yang terjadi adalah
angin timuran, suhu muka laut juga masih didominasi kondisi dingin. Ini menurutnya, memengaruhi berkurangnya pembentukan awanawan hujan di wilayah NTB. ‘’Soal adanya hujan di beberapa daerah, untuk saat ini faktor lokal yang lebih dominan, hanya bertahan sementara 1 sampai 5 hari. Sesuai prakiraan curah hujan, bahwa September - Oktober hanya berkisar 0 - 50 mm per bulan, dengan sifat hujan bawah normal (BN),’’ pungkasnya. (ars)
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Harta kekayaan pejabat NTB sudah diumumkan Ko123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 misi Pemberantasan Korupsi (KPK) awal Agustus 2019 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dengan nilai bervariasi. Nilai kekayaan yang terdata tidak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 menjamin bebas dari tindak pidana korupsi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Menurut Direktur LHKPN KPK, Isnain, pendataan itu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 hanya sifatnya administratif untuk mengetahui 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 perkembangan harta pejabat negara. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 15 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Tak Dijamin Bebas Korupsi
TO K O H Ditenggat KPK September
Ibnu Salim
KPK memberi tenggat waktu kepada Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota menginventarisir aset-aset bermasalah sampai September ini. Dalam penyelesaian aset-aset bermasalah, yang selama ini tidak produktif, KPK akan masuk dari sisi pencegahan dan penindakan. ‘’Aset-aset yang belum produktif pemanfaatan dan pengelolaannya itu diatensi oleh KPK. Makanya KPK akan memfasilitasi, penyelesaian, penuntasan aset-aset yang dinilai atau berpotensi bermasalah untuk dibantu penyelesaiannya,’’ kata Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis (12/9). Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
KO M E N TTAA R
Tertarik Kerjasama DPIM DINAS Kesehatan (Dikes) NTB menjaga keberlanjutan dari komitmen kerjasama yang dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) oleh Pemprov NTB dan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM). Kerjasama tersebut dinilai dapat meningkatkan hasil pemasaran obat produksi serta kinerja rumah sakit di NTB. Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH, menerangkan, pihaknya juga telah melakukan pembicaraan dengan DPIM selaku pihak yang akan berinvestasi. ‘’Sudah kita ajak ke (Laboratorium) Hepatika, produsen reagen cepat kita,’’ ujarnya dikonfirmasi di Mataram, Kamis (12/9). Selain itu, produk obat yang ada di Malaysia dan NTB cukup berbeda. Bersambung ke hal 15 Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)
(sumber : BNPB)
TERDAMPAK - Infografis update bencana kekeringan nasional. Provinsi NTB masuk dalam 10 besar terdampak paling parah.
Aset Bermasalah, Mendagri Perpanjang Masa Datun Kejaksaan Jabatan Penjabat Sekda NTB Tunggu Respons Pemprov Mataram (Suara NTB) Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati NTB sedang menunggu respons Pemprov NTB untuk menindaklanjuti persoalan aset. Jika data-data diserahkan, akan diproses untuk pemulihan pada pengelolaan yang benar. Pendampingan penyelesaian masalah aset harus diawali dengan Surat Kuasa Khusus (SKK) untuk permintaan. ‘’Kita sifatnya menunggu dari Pemprov soal pelimpahan penanganan aset ini. Kalau ada SKK, tentu akan ditindaklanjuti,’’ kata Jaksa Pengacara Negara (JPN) Datun Ikhsan Ashri, SH melalui juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH Kamis (12/9).
Pihaknya sudah mendapat informasi awal soal masalah aset di Jalan Langko berupa lahan eks rumah dinas Pimpinan DPRD NTB. Tahun 2013 terjadi perjanjian sama dengan PT Varindo Lombok Inti (VLI) untuk rencana pembangunan rumah kantor (Rukan), yang kemudian diganti dengan rencana pembangunan hotel pada lahan eks rumah dinas Pimpinan DPRD NTB. Tahun yang sama, Pemprov NTB juga menandatangani MoU dengan PT. Lombok Plaza untuk rencana pembangunan NTB Convention Center (NCC) di lahan Jalan Bung Karno Mataram. lahan di dua lokasi ini berstatus wanprestasi akibat tak kunjung dikelola. Bersambung ke hal 15
Mataram (Suara NTB) Jabatan Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si yang akan berakhir, Jumat (13/ 9) diperpanjang oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menunjuk H. Iswandi menjadi Penjabat Sekda NTB untuk tiga bulan ke depan sesuai SK No. 821/9279/SJ tertanggal 11 September 2019. Sementara itu, pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Mandya Sekda NTB terus berproses. Saat ini, prosesnya sudah masuk ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ditargetkan, hasil seleksi Sekda definitif akan tuntas dilakukan akhir Oktober mendatang. ‘’Surat sudah keluar dari Kemendagri untuk penunjukan Penjabat Sekda untuk periode berikutnya. Rencana, besok akan dilantik pukul 15.00 Wita,’’ kata Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Kamis (12/9) siang. Dijelaskan, penunjukan Penjabat Sekda NTB, H. Iswandi tersebut untuk kesinambungan tugas-tugas pemerintahan. Penunjukan itu juga dilakukan sesuai dengan evaluasi oleh Kemendagri. ‘’Ada hal-hal yang menyangkut substansi dari tugas-tugas yang diberikan oleh pimpi-
nan dalam hal ini Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,’’ terangnya. Apakah penunjukan Kepala Bappenda NTB menjadi Penjabat Sekda berdasarkan usulan gubernur? Fathurrahman mengatakan bahwa memang di dalam Perpres No. 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah tidak ada ketentuan yang mengatur hal itu. Tetapi, Pemprov dalam hal ini gubernur dapat mengusulkan nama Penjabat Sekda ke Kemendagri. Tetapi tentunya, Kemendagri juga akan melihat pertimbangan-pertimbangan sebelum menunjuk dan menetapk a n Penjab a t Sekda. Bersambung H. Fathurrahman ke hal 15 (Suara NTB/nas)
Pemprov Bahas Peluang Kerjasama NTB dengan Dubes Rusia Jakarta (Suara NTB) Tim Beasiswa Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, YM Lyudmila Georgievna Vorobieva dan jajarannya di Wisma Kedubes Rusia, Jalan Karet Pedurenan 1 Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (12/9). Tim Beasiswa LPP ditemani istri Gubernur NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE.M.Sc. Dalam brunch meeting tersebut, LPP NTB dan Hj. Niken dalam kapasitasnya sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda NTB, juga turut serta mendiskusikan beragam potensi kerjasama antara Provinsi NTB dengan Rusia. Mulai dari kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, hingga peluang kerjasama kota kembar (sister city). ‘’Kami saat ini punya program beasiswa pendidikan anak-anak NTB ke banyak negara di dunia. Kami sudah mengirimkan 237 mahasiswa-mahasiswi S1 hing-
ga S3 ke sejumlah negara seperti Polandia, China dan Malaysia per September ini. Dan akan terus menyusul lebih banyak ke depannya. Oleh karenanya dari pertemuan ini, saya pikir sebuah peluang besar untuk bisa menjajaki potensi beasiswa ke Rusia,’’ ujar Hj. Niken, mengawali perbincangan dengan Dubes Rusia. Katanya, kuantitas dan kualitas universitas di Rusia yang tinggi, menjadi alasan mengapa tim beasiswa LPP NTB tertarik untuk mengirim anak-anak NTB ke Negeri Beruang Putih itu. ‘’Banyaknya kampus berkualitas di Rusia dikenal telah melahirkan inventor-inventor di berbagai bidang teknologi kelas dunia, menjadi daya tarik bagi kami. Selain itu juga terkait disiplin ilmu pertanian dan kebudayaan yang cukup maju dan bagus di sejumlah kampus ternama di Rusia, membuat kami semakin yakin untuk membuka jalan kerjasama di banyak bidang, selain pendidikan,’’ ujar Hj. Niken. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, YM Lyudmila Georgievna Vorobieva dan jajarannya foto bersama dengan istri Gubernur NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti N.A.S dan rombongan LPP lainnya.
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
SUARA MATARAM
Halaman 2
Pemberlakuan E-Risalah Optimalkan Pengolahan Limbah KELURAHAN Kekalik Jaya saat ini tengah mengoptimalkan pengelolaan limbah masyarakat. Baik limbah lumpur tinja, sampah, dan limbah bekas pabrik tahu di lingkungan Kekalik Gerisak. Untuk pengelolaan limbah lumpur tinja sendiri, di Kelurahan Kekalik Jaya, hampir seluruh masyarakat sudah memiliki septic tank untuk menampung limbah lumpur tinja. Dikonfirmasi Suara NTB, lurah Kekalik Jaya , Fathurrahman menyebutkan, untuk limbah lumpur tinja sendiri saat ini belum ada yang ditemukan (Suara NTB/dok) membuang ke sungai. KareFathurrahman na, hampir semua rumah masyarakat pada tiap lingkungan di Kekalik Jaya, sudah memasang septic tank untuk menampung limbah lumpur tinjanya. “Kalau di Kekalik Jaya, kita pastikan hampir seratus persen masyarakat sudah memiliki septic tank, MCK (mandi, cuci, kakus) sudah banyak. Akan tetapi selokan yang ada, hanya limbah rumah tangga seperti air bekas mandi cuci saja yang dibuang ke sungai,” tuturnya kepada Suara NTB, Kamis (12/9). Permasalahan limbah sampah, jelas Fathur sapaannya, kelurahan sedang berupaya memaksimalkan urusan limbah yang dibuang ke sungai. Soalnya, ada beberapa warga yang masih membuang sampah ke bantar sungai. “Cuma yang masih jadi problem adalah tingkat penyadaran masyarakatnya sangat rendah. Insha Allah ke depan ada upaya kita naikkan menuju zero waste ini dan sudah bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan LDII (lembaga dakwah islam Indonesia),” jelas Fathur. Fathur pun berpandangan, dengan bekerjasama dengan Provinsi dan LDII tersebut, nanti masyarakat akan dibina untuk proses pemilahan sampah dari organik dan anorganik. Bekerjasama dengan LDII lanjut Fathur, kelurahan akan membuat pilot projek di empat lingkungan yaitu di Kekalik Gerisak, Kekalik Barat, Kekalik Kijang dan Kekalik Timur. “Insha Allah hari minggu pelatihannya bersama LDII, di mana nanti sampah itu akan dibayar oleh mereka, masing-masing sampah yang sudah dipilah,” jelasnya. Untuk limbah tahu sendiri kata Fathur, sampai saat ini memang masih dibuang ke sungai. Kelurahan sendiri, belum dapat berbuat apa-apa terkait kondisi limbah tahu tersebut. “Memang kita kesulitan untuk membuangnya kemana. Ya masih sampai sekarang produksi tahu itu membuang limbahnya ke sungai,” tutur Fathur. Ke depan, kelurahan akan berusha agar pabrik tahu konvensional segera beralih ke teknologi. Sehingga, masyarakat yang memproduksi tahu di Kekalik Gerisak bisa seperti pabrik pembuat tahu di Sumedang Jabar (Jawa Barat). “Itu kan tahu beda tempat dan limbah, semoga bisa, sehingga kita bisa mengurangi jumlah limbah tahu ke sungai,” tutup Fathur. (viq)
Perpanjang Jatuh Tempo ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., menyarankan kepada BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Mataram agar memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Saran ini setelah melihat bahwa target PBB hingga tanggal jatuh tempo, tidak juga tercapai. Seperti diketahui, realisasi PBB baru mencapai sekitar 73 persen. Sementara jatuh tempo pembayaran PBB tanggal 6 September. (suara NTB/fit) Menurut Misban masih ada Misban Ratmaji kesempatan pada Bulan September hingga Desember untuk mengejar target PBB tahun 2019 ini. ‘’Jangan sampai mandek di 73 persen ini,’’ cetusnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Kamis (12/9). Dia menyarankan supaya BKD bekerjasama dengan kepala lingkungan untuk melakukan penagihan PBB. BKD juga diminta melakukan cek lapangan, apakah benar wajib pajak belum membayar kewajibannya. Tahun berikutnya, lanjut politisi PKPI ini, objek PBB harus diteliti kembali. Apakah alamat wajib pajak masih relevan atau malah sebaliknya. ‘’Jangan hanya mendata dan SPT (Surat Pemberitahuan Pajak) numpuk tidak dilakukan penagihan dan validasi,’’ ujarnya mengingatkan. Karena, kata Misban, pemilik tanah dan bangunan yang menjadi wajib pajak di Mataram, tidak selalu tinggal di Mataram. ‘’Banyak yang tinggal di luar daerah. Ya mungkin saja mereka membeli tanah atau bangunan hanya untuk investasi,’’ imbuhnya. Untuk itu, kata Misaban, penting bagi BKD untuk memastikan alamat penagihan pajak. ‘’Pastikan alamat penagihan ini jelas. Objek pajak dan alamat penagihan harus pasti. Bila perlu dilengkapi dengan nomor telepon,’’ terang anggota dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini. Misban menduga, belum tercapainya target PBB Kota Mataram karena saat dilakukan penagihan, wajib pajak tidak berada di tempat. ‘’Bisa jadi karena tidak ketemu alamatnya. Bisa jadi juga masyarakat menunggu sampai Desember,’’ katanya. Dia tidak menyangkal, diantara wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya membayar pajak, adalah dari kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara). ‘’Kalau ASN ini belum membayar sampai tanggal jatuh tempo 6 September kemungkinan karena mereka banyak kebutuhan. Karena Agustus dan September ini adalah bulannya anak sekolah dan anak kuliah. Sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit,’’ sebutnya. Oleh karena itu, BKD disarankan untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo pembayaran PBB. Misalnya Desember. Tapi kalau sudah ketemu wajib pajaknya lantas tidak mau bayar. Itu harus diberikan sanksi,’’ demikian Misban. (fit)
Staf Sekretariat Tak Siap Berkompetisi Diminta ’’Minggir’’ Mataram (Suara NTB) Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menegaskan, tidak ada istilah pesimis terkait rencana pemberlakuan e-risalah di DPRD Kota Mataram. ‘’Harus optimis dan harus bisa karena di awal periode sudah dimulai dan awal 2020 harus full sistem e-risalah,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram kemarin. Kalau soal kualitas SDM, lanjut Didi, persoalannya adalah mau tidak mau, itu kuncinya ada pada Sekwan. ‘’Itu tidak masuk pada kualifikasi masalah berat, tapi sifatnya tantangan. Masih ada 1001 jalan asal bersungguh-sungguh dan berkomitmen tinggi untuk bagaimana menghadirkan kinerja yang berkualitas dan inovatif,’’ terang politisi Partai Golkar ini. Pimpinan dewan, kata Didi, akan serius meminta evaluasi tenaga Sekretariat DPRD Kota Mataram, progresnya seperti apa. ‘’Kalau tidak siap berkompetisi dan hijrah, ya pilihannya harus minggir dan kita harus ambil opsi yang lain,’’ tegas orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini. Penerapan e-risalah, merupakan upaya
dewan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas dengan basis transparan, efektif, efesien dan akuntabel. Ini paralel dengan arah pembenahan sistem politik dan demokrasi perwakilan dengan bagaimana menciptakan akses terbuka antara anggota dewan sebagai pemegang amanah dengan masyarakat/ konstituen yang memilih. ‘’E-Risalah juga akan diberlakukan paralel dengan e -pokir, e-aspirasi, e-planning, e-publication dan e-budgating yang kesemuanya nanti dipayungi oleh smart city,’’ sebutnya. Untuk meningkatkan kualitas, kompetensi dan keterampilan bagi ASN di Sekretariat DPRD Kota Mataram, sehingga memenuhi kualifikasi yang diharapkan, upaya upgrade dan pembinaan harus
DPPKB Gelar Lokakarya Mini di Kampung KB Monjok Culik Mataram (Suara NTB) Kampung Keluarga Berencana mulai dirasakan oleh masyarakat. Selain sebagai wadah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, juga diharapkan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram H. Turmuji, S.Sos mengungkapkan, sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2016 lalu, kampung KB menjadi ikon pembangunan nasional di tingkat paling rendah yakni lingkungan/dusun. Pembentukan Kampung KB selaras dengan nawacita Presiden yang ingin membangun dari wilayah pinggiran, terisolir dan tertinggal. Di Kota Mataram, telah terbentuk 19 kampung KB. Salah satu di antaranya, kampung KB mandiri di Lingkungan Arya Banjar Getas, Ampenan. Munculnya kampung KB mandiri sambungnya, tidak terlepas dari kemanfaatan dari kampung KB dalam pemenuhan harapan masyarakat. “Dengan adanya wadah Kampung KB, pola pembangunan di wilayah yang kategori padat, kumuh dan miskin dapat lebih holistik terintegratif,” kata Turmuji. Lokakarya mini dilaksanakan bertahap di enam kecamatan. Rabu (11/9) kegiatan digelar di Lingkungan Monjok Culik, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang. Turmuji menambahkan, kampung KB saat ini menjadi sasaran
program dinas terkait untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Dengan lokakarya mini ini, harapan masyarakat langsung diserap dinas terkait untuk dimasukkan dalam rencana kerja maupun program kerja dinas masing masing. Camat Selaparang, Sudirman menyebutkan, setelah terbentuknya kampung KB, telah terjadi perubahan paradigma di tengah tengah masyarakat. Dahulunya, masyarakat hanya berpikir bahwa program KB hanya berkaitan dengan alat kontrasepsi. Pemerintah melalui DPPKB berupaya mengadvokasi dan mensosialisasikan program ke masyarakat. Upaya telah mampu menggeser cara pandang masyarakat akan program KB. “Program KB tidak hanya tentang persoalan alat kontrasepsi dalam arti sempit. Namun dalam arti yang lebih luas yakni melalui program Keluarga Berencana, masyarakat diajak untuk memahami perencanaan keluarga mulai dari sisi kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, dan tentunya dalam pembinaan keluarga,” jelasnya. Dalam program KB juga diharapkan mampu menjawab permasalahan di tengah masyarakat yang kian beragam seperti pernikahan di bawah umur, bahaya seks di luar nikah, narkoba serta beragam permasalahan yang timbul dari keluarga kemudian menjadi permasalahan sosial. (cem/*)
(Suara NTB/ist)
LOKAKARYA MINI - Sekretaris DPPKB, H.Turmuji memberikan sambutan pada lokakarya mini di Lingkungan Monjok Culik, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Rabu (11/9). Keberadaan kampung KB mulai dirasakan untuk peningkatan ekonomi, kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Rencana Mutasi Pejabat
Baperjakat Diminta Lebih Teliti Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) lebih teliti mengusulkan pejabat yang bakal dirotasi mau-
pun promosi. Rekam jejak harus diperhatikan. “Saya minta Baperjakat lebih teliti lagi,” kata Walikota ditemui Rabu (11/9). Pertimbangan meminta Baperjakat melihat rekam jejak pejabat
karena diharapkan pejabat yang bakal mengisi posisi tertentu betul – betul maksimal dalam melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya. Draf mutasi dua kali telah diserahkan oleh Baperjakat ke pejabat pembina kepegawaian. Hal ini juga diakui oleh Walikota. Beberapa nama yang diusulkan untuk dirotasi maupun promosi belum difinalkan. Draf itu akan kembali dibahas bersama Ketua Baperjakat yang juga Sekda Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito. “Saya tunggu Pak Sekda balik dari Jakarta dulu,” ucapnya. Tiga jabatan yang lowong yakni Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, demikian kata Walikota, akan
dilelang secara terbuka. Ahyar akan memastikan usai pengisian jabatan. Karena bisa saja ada pejabat yang bakal digeser. “Jelas yang kosong – kosong eselon II ini kita pansel. Silakan, siapa yang merasa punya kompetensi ikut saja. Nanti saya akan lihat,” pintanya. Jadwal mutasi sambungnya, bisa secepatnya, tergantung dari pembahasan bersama Baperjakat. Sementara informasi dihimpun Suara NTB, draf mutasi telah dibahas di rumah pribadi Sekda di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Rembiga, Rabu (11/9) malam. Terhadap permintaan pejabat pembina kepegawaian agar Baperjakat lebih teliti kembali disampaikan Eko, pihaknya akan tetap bekerja sampai detik – detik pelaksanaan mutasi. Sepanjang itu diminta oleh kepala daerah. (cem)
terus dilakukan. ‘’Dan ini menjadi bagian dari penerapan sistem akuntabilitas kinerjanya yang secara langsung memiliki pengaruh atau konsekuensi dengan penghasilan-
nya,’’ demikian Didi. Dikonfirmasi terpisah, Lalu Aria Dharma BS, SH., mengajak staf Sekretariat untuk berhijrah. ‘’Itu kan tidak berarti kita pindah. Kita hijrah terhadap perbuatan kita. Jadi harus dimulai dari diri saya sebagai pimpinan tertinggi di Sekretariat Dewan,’’ ujarnya. Pantauan Suara NTB, perubahan cukup signifikan terlihat di Sekretariat DPRD Kota Mataram.
Semua staf dikumpulkan setiap hari kerja untuk melakukan apel pagi pada pukul 07.30 Wita. ‘’Setiap Jumat kita juga ada kegiatan senam. Kita mulai dari hal-hal itu dulu. Saya kira itu yang sulit,’’ cetusnya. Setelah itu, kata Aria, pihaknya tentu akan mengarah pada hal-hal teknis. ‘’Tapi kita mulai dulu dari kedisiplinan. Itu saya pantau terus,’’ pungkasnya. Terkait e-risalah, Aria mengaku, SDM sudah mulai disiapkan. (fit)
(Suara NTB/viq)
SERAHKAN URINE - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menyerahkan urine kepada petugas BNN dalam tes urine seluruh anggota Dewan, Kamis (12/9).
Anggota DPRD Mataram Tes Urine Mataram (Suara NTB) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram melakukan tes urine kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Mataram. Tercatat dua dari 40 anggota DPRD Kota Mataram tidak hadir saat pemeriksaan, yaitu H. M. Zaini dari Partai Demokrat dan I Nengah Sugiarta dari partai Nasdem. Ditemui Suara NTB usai pemeriksaan di Kantor DPRD Koota Mataram, Kepala BNN Kota Mataram, Ivanto Aritonang mengatakan, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui status anggota DPRD Kota Mataram, apakah bersih dari narkoba atau tidak. “Sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2018 sesuai dengan P4GN (pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika), ini contoh yang bagus di Kota Mataram,” katanya, Kamis (12/9). Di kota Mataram, lanjut Ivanto, penyalahgunaan narkoba itu prevalensinya sebesar 1,8 persen. Jumlah yang sama secara
umum di NTB 1,8 persen. Untuk itu, dengan kegiatan seperti ini, lanjut Ivanto, mudah-mudahan menjadi contoh yang lain yang bisa menekan angka penggunaan narkoba di Mataram. UntukduaanggotaDPRDyang belum diperiksa, Kepala BNN menyerahkan sepenuhnya kepada ketua DPRD. “Mungkin nanti pak ketua menyuruh mereka datang ke kantor kami untuk diperiksa,” lanjutnya. Nantinya, hasil dari pemeriksaan ini, BNN akan menyampaikan secara tertutup kepada ketua DPRD langsung. Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi mengatakan, dua orang yang tidak ikut dalam pemeriksaan BNN tersebut, mereka tidak datang ke kantor bukan karena takut akan adanya pemeriksaan. Didi menjelaskan, dua orang anggota Dewan tersebut sedang dalam kondisi tidak sehat. “Mereka sudah izin ke saya karena tidak enak badan. Untuk pemeriksaan, mereka menyusul, kalau tidak bisa besok, ya lusa,” kata Didi usai diperiksa BNN.
Pemeriksaann ini lanjut Didi, merupakan bentuk dari komitmen anggota DPRD Kota Mataram untuk memastikan bahwa, seluruh pimpinan anggota DPRD Kota Mataram terbebas dari jeratan narkoba. “Sebagai modal kami, untuk bagaimana memberikan dukungan dan dorongan kepada BNN untuk terus cek semua stakeholder terkait tindaklanjut Pemkot dalam membangun sinergitas yang sama untuk menanggulangi masalah narkoba,” jelas Didi. Dari hasil tes urine ini, Didi berharap, jangan ada satu orang pun dari anggota DPRD Kota Mataram yang terkena kasus narkoba. Ia yakin semua anggota Dewan bersih dari narkoba. “Mudah-mudahan saja tidak ada. Kalau ada, tentu nanti akan kami tindaklanjuti dan akan berkomunikasi dengan kepala BNN tentang apa yang akan kita lakukan nanti. Jika ada, hemat kami langkah rehabilitasi itu sesuatu hal yang lumrah,” tutup Didi. (viq)
Pot Bunga di Jalan Lingkar Selatan Dirusak Mataram (Suara NTB) Kasus perusakan pot bunga di ruas jalan bebas hambatan menuju Lombok Barat (Lobar) akan diusut tuntas oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram. Perkim juga telah melaporkan hal itu kepada Polsek, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Camat Sekarbela Kota Mataram. Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H. M Kemal Islam mengatakan, perusakan pot bunga tersebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01:00 wita. Ia mengatakan, apa pun alasannya, perbuatan tersebut merupakan bentuk orang yang tidak bertanggungjawab dan menghina Pemkot Mataram. “Kita kutuk saja pelakunya, mudah-mudahan dia dan keluarganya akan lebih parah mendapatkan masalah,” kata Kemal, sapaannya saat dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (12/9). Saat ini Disperkim akan meminta kepada pihak kecamatan setempat (Sekarbela) dan Kapolsek, Satpol PP Mataram untuk mengusut tuntas siapa pelaku dari perusakan pot bunga tersebut. “Kalau ketemu pelakunya, kita serahkan ke pihak kepolisian, karena itu tindakan kriminal. Jelas itu, di samping tindakan kriminal, itu termasuk penghinaan kepada Pemkot dan masyarakat kota Mataram. Siapa pun pelakunya, nanti kita akan lakukan penindakan secara tegas,” tegasnya. Menanggapi kasus perusakan pot bunga tersebut, Kepala Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati menjelaskan, selama ini Satpol PP sudah memberikan batasan waktu kepada para PKL (pedagang kaki lima) terkait sampai kapan bisa menggelar dagangannya di jalan bypass tersebut. “Kita sudah terapkan batasan waktu tapi masih ada saja yang melanggar, masih ada yang buka. Kalau ditindak, macam-macam lagi laporannya. Kita tegaskan semua APKLI (asosiasi pedagang kaki lima) jangan lagi ada yang berjualan lewat dari jam 11:00 malam di areal itu,” terang Bayu. Bayu menilai, selama ini Satpol PP bukan hanya memantau keamanan, kerap juga memantau para PKL untuk melakukan pengawasan. “Kita kan tugasnya memantau untuk keamanan saja, bukan mengawasi apa yang mereka lakukan (PKL) dan para pengunjung di sana,” jelas Bayu. Selama ini, pada ruas jalan bypass yang menuju ke Lombok Barat tersebut, kerap dipenuhi dengan remaja yang kumpul-kumpul. Menurut Bayu, hal ini sangat rentan terjadi keributan. Selama melakukan pemantauan, Kasat Pol PP ini pun tak memungkiri, jalan bypass tersebut kerap juga dijadikan area balap liar dari remaja yang datang dari berbagai penjuru. “Mungkin karena dia kalah taruhan (balap liar), makanya ditendanglah pot itu. Saya kadangkadang jengkel melihat kenakalan anak muda kita sekarang ini, mereka kerap merusak. Itu biaya mahal yang dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.
(Suara NTB/viq)
DIRUSAK - Pot bunga di ruas jalan bebas hambatan di Sekarbela menuju Lobar, yang dirusak oknum tak bertanggung jawab. Camat Sekarbela, Cahya Samudra sangat menyayangkan hal itu terjadi. Untuk kedua kalinya, tindakan serupa kembali terjadi dengan model perusakan yang sama. “Iya, sangat menyayangkan kejadian ini, artinya semua pihak harus menjaga keindahan, menjaga barang barang milik negara,” kata Cahya. Untuk jumlah pot yang rusak, Cahya belum mengetahui jumlah pasti berapa yang dirusak. “Yang jelas lebih dari 6 pot bunga. Tapi jumlah pasti kami belum mengetahui, datanya ada di Disperkim, ada sebagian yang tidak rusak dan bisa dinaikkan kembali (ke atas trotoar),” terangnya. Saat ini, pihak kecamatan dan Kapolsek Mataram tengah memburu pelaku perusakan pot bunga tersebut bersama semua Kepala Lingkungan (Kaling) Kepala Kelurahan dan masyarakat di Sekarbela. Cahya pun sudah menginstruksikan kepada seluruh Kaling untuk mencari tahu siapa dalang dibalik kejadian tersebut. “Kita sudah himbau kepada semua Kaling, Kelurahan dan masyarakat. Kita sedang mecari pelakukan ini, Jika ditemukan, kita akan proses hukum,” tegasnya. “Jangan sampai melebar masalah ini. Kami sangat menyayangkan atas perusakan ini,” katanya. Nantinya, pihak kecamatan Sekarbela bersama ketua APKLI akan meminta kepedulian dari PKL-PKL yang berjualan di area tersebut untuk ikut menjaga kondisi pot bunga dan taman. “Itulah bentuk kontribusi mereka PKL ini. Sementara boleh berjualan di malam hari, kami minta tolong untuk ikut patroli, kita himbau PKLnya. Kita dengan polsek juga sering periksa, untuk kita sisir ke jalan. Kita harap jangan ada lagi yang trek-trekan (balap liar, red). Kita akan pantau terus,” tutup Cahya. (viq)
SUARA NTB
Jumat, 13 September 2019
Halaman 3
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB
Unsur Pimpinan dan Fraksi di DPRD Loteng Terbentuk Praya (Suara NTB) Sejumlah kelengkapan di DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang baru telah selesai dibentuk. DPRD Loteng kini tinggal menuntaskan beberapa agenda lagi, sebelumnya seluruh alat kelengkapan dinyatakan lengkap. Terakhir, DPRD Loteng sudah menyelesaikan pembentukan fraksi-fraksi serta penunjukkan unsur pimpinan. Untuk jumlah fraksi sama dengan jumlah fraksi pada periode 2014-2019 lalu. Dimana ada 9 fraksi yang dibentuk. Dengan komposisi tujuh fraksi utuh serta dua fraksi gabungan. Yakni Fraksi Partai Gerindra, Fraksi
Partai Golkar, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Fraksi Partai Demokrat serta Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) Kemudian dua fraksi gabungan lainnya yakni Fraksi Amanat Nurani Berkarya yang merupakan gabungan tiga partai sekaligus. Yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura serta Partai Berkarya. Satu fraksi lagi yakni Fraksi Nasdem Perjuangan yang merupakan gabungan antara Partai Nasdem serta PDI Perjuangan. “Untuk pembentukan fraksi yang pertama kita selesaikan,” tegas Ketua sementara DPRD Loteng M. Tauhid, S.IP. Sesuai
mekanisme, pembentukan fraksi tersebut dilakukan pada rapat paripurna DPRD Loteng. Setelah fraksi-fraksi terbentuk, DPRD Loteng juga sudah menerima usulan unsur pimpinan dari partai politik yang menduduki empat besar perolehan kursi di DPRD Loteng. Masingmasing Ketua DPRD Loteng diisi oleh M. Tauhid, S.IP., dari Partai Gerindra, Wakil Ketua I, H.L. Ahmad Rumiawan, S.Sos., dari Partai Golkar, Wakil Ketua II, H.L. Sarjana dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta H.M.Mayuki, S.Ag., dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai Golkar menjadi partai politik yang paling terakhir mengusulkan nama unsur pimpinan di DPRD Loteng. Kalau Partai
Unsur Pimpinan DPRD Loteng 1. Ketua 2. Wakil Ketua I 3. Wakil Ketua II 4. Wakil Ketua III
Gerindra, PKB dan PPP sudah jauh hari sebelumnya. “Usulan unsur pimpinan sudah lengkap. Tinggal kita tindaklanjuti dengan menyampaikan ke Gubernur NTB untuk diterbitkan SK pengangkatan pimpinan DPRD Loteng yang baru,” tegas Sekretaris DPRD Loteng, R. Mulyatno Junaidi, Selasa (10/9) kemarin. Dengan telah dibentuknya fraksi-fraksi serta unsur pimpinan DPRD Loteng yang baru, pihaknya kini tinggal menunggu pengesahan tata tertib (tatib) DPRD Loteng yang baru. Baru kemudian dibentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang baru. “Untuk tatib DPRD Loteng, saat ini tengah dibahas oleh Pansus dan ditargetkan selesai pada 19 September mendatang,” tambahnya. (kir/*)
Fraksi Persatuan Pembangunan (PPP)
: M. Tauhid, S.IP (Partai Gerindra) : H.L. Ahmad Rumiawan, S.Sos (Partai Golkar) : H.L. Sarjana, S.H (Partai Kebangkitan Bangsa) : H.M. Mayuki, S.Ag (Partai Persatuan Pembangunan)
1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Fraksi-Fraksi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012
Fraksi Partai Gerindra
Ketua : Lalu Sunting Mentas Wakil Ketua : Sukatmi Sekretaris : Lalu Moh. Syarif Hidayatullah Angggota : 1. Lalu Nursai 2. Muslihin, S.H 3. H.M. Mayuki S.Ag
Rapat paripurna pembentukan fraksi-fraksi di DPRD Loteng
Fraksi Partai Demokrat Ketua : Ahmad Ziadi, S.IP Wakil Ketua : Andi Mardan Sekretaris : Roman Adji Kurniawan Angggota : 1. M. Eka Harya Putra 2. Jumrah, S.H 3. Adi Bagus Karya Putra
Ketua : H. Muhdan Rum, S.Pdi Wakil Ketua : Muhalip Sekretaris : L. Ramdan, S.Ag Angggota : 1. M. Tauhid, S.IP 2. Lalu Muhibban 3. Rusman 4. Muhamad Nasib, SP
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Fraksi Partai Golkar Ketua : H. L. Ahmad Rumiawan, S.Sos. Wakil Ketua : Lalu Muhammad Akhyar, S.H Sekretaris : H.L. Sarbini Angggota : 1. H.L. Kelan, SPd 2. Lalu Erlan, S.H 3. Syarifudin, S.Ag 4. Lalu Muhammad Iqbal, S.Kom Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ketua : H. Ahkam, S.IP Wakil Ketua : Dra. Nurul Adha HMZ Sekretaris : Tarip Angggota : 1. H. Ihsan, S.HI 2. H.Lalu Sarjana 3. Prayatna Wirahadi Saputra, S.H
Ketua : H. Ahmad Supli, S.H Wakil Ketua : Ahmat Rifai, S.Pdi Sekretaris : Mahrup Angggota : 1. Sri Retnowati, S.Sos 2. H. Muhamad Bintang 3. H. M.Sidik Maulana Fraksi Partai Bulan Bintang Ketua Wakil Ketua Sekretaris Angggota
: H.L. Arif Rahman Hakim, S.E : Zulfan Azhari, S.Ag : Didik Ariesta, S.Ag.S.Pdi : Legewarman, S.IP
Fraksi Amanat Nurani Berkarya
Fraksi Nasdem Perjuangan
Ketua Wakil Ketua Sekretaris Angggota
Ketua Wakil Ketua Sekretaris Angggota
: H. Ikhwan Sutrisno, S.Pd : Yasir Amrillah, S.Pdi : TGH. Sunaryawan, S.Pdi : Lalu Firmansyah
: H.Lalu Arabiah : Majrun, S.Pd : Suhaimi, S.H : Tohri, S.Pdi
Ketua sementara DPRD Loteng, M.Tauhid, S.IP., dari fraksi Partai Gerindra memimpin rapat paripurna pembentukan fraksi-fraksi di DPRD Loteng.
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram (Suara NTB) – 1234567890123456789012345678901212 19. Misban Ratmaji, S.E 7. Misban Ratmaji, S.E 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 DPRD Kota Mataram, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 F. BADAN MUSYAWARAH DPRD KOTA MATARAM C. KOMISI III DPRD KOTA MATARAM Kamis (12/9) menggelar ra- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Ketua : H. Didi Sumardi, S.H Ketua : Abd. Rachman, S.H pat paripuran dengan dua 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Wakil Ketua : I Gde Sudiarta Wakil Ketua : I Gst Nyoman Agung Sugantha, S.T agenda penting. Masing- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Wakil Ketua : I Wayan Sugiartha Sekretaris : Irawan Aprianto 1234567890123456789012345678901212 masing penetapan pimpi- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sekretaris : Lalu Aria Dharma BS., S.H. (Sekretaris/bukan Anggota-anggota : 1. Abdul Malik, S.Sos 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 nan DPRD Kota Mataram 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 anggota) 2. Indra Sutiadi masa jabatan 2019 – 2024 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Anggota-anggota : 1. TGH. Mujiburrahman 3. Drs. H. M. Husni Thamrin, M.Pd 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 serta pembentukan dan 2. Baiq Ika Febriyanti, S.H.M.H 4. I Nyoman Yogantara 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 penetapan komposisi pimp- 1234567890123456789012345678901212 Ketua Sementara DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., 3. Indra Sutiadi 5. Shinta Primasari, S.T 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 inan dan anggota komisi, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 memimpin rapat paripurna penetapan pimpinan DPRD Kota 4. Hj. Finalia, S.H.M.Kn 6. Ahmad Azhari Gufron, S.Si Badan Anggaran, Badan 1234567890123456789012345678901212 Mataram masa jabatan 2019 – 2024 serta pembentukan dan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 5. H. Saiful Wardi, S.P 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 penetapan komposisi pimpinan dan anggota komisi, Badan 6. Herman, A.Md D. KOMISI IV DPRD KOTA MATARAM Musyawarah, Badan Pem- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Pembentukan 7. Diella Angela Dwi Handayani, S.H Ketua : TGH. Mujiburrahman 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 bentukan Peraturan daerah 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Peraturan daerah dan Badan Kehormatan. Didi didampingi 8. I Wayan Wardana, S.H Wakil Ketua : H. Muhtar, S.H dan Badan Kehormatan. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Mataram, I Gde Sudiarta. 9. I Nyoman Yogantara Sekretaris : Nyayu Ernawati, S.Sos Paripurna dipimpin 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Paripurna ini dihadiri Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. 10. Irawan Aprianto Anggota-anggota : 1. Baiq Ika Febriyanti, S.H.M.H 1234567890123456789012345678901212 Ketua Sementara DPRD 1234567890123456789012345678901212 11. H. Syamsul Bahri 2. H. Ibrahim Azhar. MZ 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Kota Mataram, H. Didi 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 12. Drs. Salim Bamasaq 3. Hj. Istiningsih, S.Ag KOMPOSISI PIMPINAN DAN ANGGOTA Sumardi, SH., didampingi 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 13. Hj. Dian Rachmawati, S.Sos 4. I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, S.E 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Wakil Ketua Sementara, I KOMISI, BADAN ANGGARAN, BADAN 14. Shinta Primasari, S.T 5. Muhibit Tobirin, S.P 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Gde Sudiarta. Paripurna 1234567890123456789012345678901212 15. Mita Dian Listiawati 6. Sang Ketut Deresta, S.H 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 MUSYAWARAH, BADAN PEMBENTUKAN yang dihadiri oleh hampir 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 16. Muhibit Tobirin, S.P 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 PERATURAN DAERAH, DAN BADAN semua anggota DPRD Kota 1234567890123456789012345678901212 17. Ir. I Nengah Sugiartha E. BADAN ANGGARAN DPRD KOTA MATARAM 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 18. Sang Ketut Deresta, S.H Ketua : H. Didi Sumardi, S.H Mataram ini dihadiri lang- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 KEHORMATAN DPRD KOTA MATARAM Wakil Ketua : I Gde Sudiarta sung oleh Walikota Mat- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 G. BADAN PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH Wakil Ketua : I Wayan Sugiartha A. KOMISI I DPRD KOTA MATARAM 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 aram, H. Ahyar Abduh. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 DPRD KOTA MATARAM Sekretaris : Lalu Aria Dharma BS, S.H. (Sekretaris/bukan Ketua : Ismul Hidayat Berdasarkan SK DPRD 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Ketua : Drs. H. Muhamad Zaini anggota) Wakil Ketua : Herman, A.Md Kota Mataram nomor 10 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Wakil Ketua : Drs. H. M. Husni Thamrin, M.Pd Anggota-anggota : 1. Abdul Malik, S.Sos Sekretaris : Ali Aswandi 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tahun 2019 tentang penetaSekretaris : Lalu Aria Dharma BS., S.H. (Sekretaris/ 2. Zaitun, S.H Anggota-anggota :1. Rino Rinaldi, S.H 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 pan Pimpinan Dewan Per- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 bukan anggota) 3. Ali Aswandi 2. I Wayan Wardana, S.H 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 wakilan Rakyat Daerah 1234567890123456789012345678901212 Anggota-anggota : 1. Ali Aswandi 4. Rino Rinaldi, S.H 3. Drs. Salim Bamasaq 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Kota Mataram masa 1234567890123456789012345678901212 2. Baiq Ika Febriyanti, S.H.M.H 5. Drs. H. M. Husni Thamrin, M.Pd 4. Hj. Dian Rachmawati, S.Sos 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 jabatan 2019-2024 yang di- 1234567890123456789012345678901212 6. H. Ibrahim Azhar. MZ 5. Mita Dian Listiawati 3. H. Muhtar, S.H 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 7. Hj. Baiq Mirdiati 6. Ir. I Nengah Sugiartha 4. Herman, A.Md bacakan oleh Sekretaris 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 8. Abd. Rachman, S.H 5. I Wayan Wardana, S.H DPRD Kota Mataram, Lalu 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 9. H. Muhtar, S.H B. KOMISI II DPRD KOTA MATARAM 6. Hj. Istiningsih, S.Ag Aria Dharma BS, SH., men- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 10. Nyayu Ernawati, S.Sos Ketua : I Gde Wiska, S.Pt 7. Muhibit Tobirin, S.P 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 yatakan bahwa Pimpinan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 11. I Gde Wiska, S.Pt Wakil Ketua : Zaitun, S.H 8. Misban Ratmaji, S.E Dewan Perwakilan Rakyat 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 12. Ismul Hidayat Sekretaris : Muhammad Luhur Pribadi, S.H Daerah Kota Mataram 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 13. Hj. Istiningsih, S.Ag Anggota-anggota : 1. Hj. Finalia, S.H.M.Kn H. BADAN KEHORMATAN DPRD KOTA MATARAM 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Masa Jabatan 2019-2024, 1234567890123456789012345678901212 14. Drs. H. Muhamad Zaini 2. H. Saiful Wardi, S.P Ketua : Abdul Malik, S.Sos 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 terdiri dari: Ketua H. Didi 1234567890123456789012345678901212 15. I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, S.E 3. Hj. Baiq Mirdiati Wakil Ketua : I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, S.E 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sumardi, S.H., Wakil Ket- 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 16. Ahmad Azhari Gufron, S.Si 4. Diella Angela Dwi Handayani, S.H Anggota-anggota : 1. Hj. Baiq Mirdiati 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ua I Gde Sudiarta, Wakil 1234567890123456789012345678901212 17. Muhammad Luhur Pribadi, S.H 5. H. Syamsul Bahri 2. I Nyoman Yogantara 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Ketua I Wayan Sugiartha 18. I Gst Nyoman Agung Sugantha, S.T 6. Drs. H. Muhamad Zaini 3. Ismul Hidayat. (fit/*) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212
Pimpinan DPRD Kota Mataram dan AKD Ditetapkan
(Suara NTB/ist)
Lombok Astoria Hotel dan Poltekpar Lombok Dukung Peningkatan Kualitas SDM
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
Mahasiswa Poltekpar Lombok berpose bersama usai mengikuti kegiatan table manner di Lombok Astoria Hotel. Kegiatan ini merupakan kerjasama Poltekpar Lombok dengan Lombok Astoria Hotel.
General Manager Lombok Astoria Hotel Moch Ikhsan RF membuka kegiatan table manner yang dihadiri 100 mahasiswa Poltekpar Lombok.
Mataram (Suara NTB) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok bekerja sama dengan Lombok Astoria Hotel mengadakan kegiatan Table Manner Kamis (12/ 9) di Lombok Astoria Hotel. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM dalam bidang pariwisata. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh General Manager Lombok Astoria Hotel Moch Ikhsan RF. Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa Poltekpar Lombok. Mereka didampingi Iswaya Adhi Putra S.E.,
selaku Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan Poltekpar dan Moh Sultan Hali, S.Pd., MM. Par yang merupakan Dosen Poltekpar Lombok. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari seluruh program studi yang ada di Politeknik Pariwisata Lombok, program studi tersebut antara lain Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Program Studi Devisi Kamar, Program Studi Tata Hidang, dan Program Studi Kuliner. Kegiatan ini bertujuan un-
tuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa mengenai dunia pariwisata, yang nantinya dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa sebelum para mahasiswa tersebut akan terjun langsung untuk menggeluti dunia pariwisata di Pulau Lombok. Lombok Astoria Hotel beserta Poltekpar Lombok berkomitmen untuk mendukung dalam menghasilkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berkualitas di NTB khususnya di Pulau Lombok dalam
bidang pariwisata khususnya bidang perhotelan. (*)
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Atasi Gempa dan Kekeringan
Dana Kedaruratan Lotim Tersisa Rp1,3 Miliar Selong (Suara NTB) Keberadaan dana kedaruratan yang dititip melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) tersisa Rp1,3 miliar dari yang dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar. Tersisa Rp1,3 miliar setelah dipergunakan untuk pengadaan material saat terjadinya bencana gempa pada bulan Maret 2019. ‘’Dana Rp2,5 miliar secara keseluruhan pagu dana di APBD sebesar Rp10 miliar. Semuanya bencana masuk, kekeringan, gempa bumi, longsor dan banjir dan bencanabencana lainnya,’’ ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Purnama Hadi, Kamis (12/9).
Jumlah yang terdampak bencana gempa bumi pada 17 Maret 2019 lalu, ujarnya, sebanyak 7 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Montong Gading, Sikur, Masbagik, Pringgasela, Lenek, Pringgabaya, dan Aikmel. Sejak terjadinya gempa, Purnama Hadi
mengaku bahwa pemerintah daerah sudah melakukan pendistribusian material, berupa spandek, kayu, terpal dan logistik. Sehingga dalam memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini menelan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Sementara sisa Rp1,3 mil-
iar dana kedaruratan ini rencananya akan dialokasikan untuk penanganan kirisis air. Penanganan yang dilakukan berupa suplai air bersih menggunakan mobil tangki sepanjang permintaan yang dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya sampai saat ini sudah terdapat enam kecamatan yang menyerahkan nama-nama lokasi yang terdampak kekeringan dan meminta pendistribusian air bersih, di antaranya Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, Sambe-
lia, Sembalun, dan Terara. Di samping itu, Purnama Hadi menyebut jika pemerintah terus berupaya mencarikan solusi permanen dalam menangani krisis air bersih ini. Sejauh ini yang dilakukan berupa memperbanyak pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan ini selain memaksimalkan keberadaan sumber-sumber mata air. Diakuinya jika BPBD Lotim sudah mengajukan anggaran khusus untuk perawatan sumur bor, namun ini ke depan lebih intens lagi dibicarakan dengan
Ruang Pasar Hotel Belum Terbuka, Kesenian Gamelan Butuh Difasilitasi Tanjung (Suara NTB) Kesenian tradisional berupa gamelan dan tari masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hanya saja, kesenian ini masih belum banyak diminta oleh pasar khususnya pasar wisata (perhotelan). Kondisi itu menarik atensi pelaku seni gamelan asal Dusun Prawira, Gamelan Joget Gandrung. Ketua Gamelan, Raden Kertajaya Wangsa, Rabu (11/9) malam lalu, mengakui permintaan hotel terhadap kesenian tradisional masih relatif sedikit. Ia membayangkan, apabila setiap hotel memberi ruang kepada pelaku seni untuk tampil, maka kesenian diperkirakan akan terakomodir. “Dampak (tampil) sangat besar sekali, akan menarik minat generasi muda untuk berlatih gandrung,” kata Kertajaya, usai tampil di Hotel Wilson. Menurut dia, pola regenerasi di masing-masing kelompok gamelan berbeda. Ada yang fokus melestarikan dengan menciptakan regenerasi. Tetapi kondisi itu bisa saja tidak ditemukan di kelompok lain karena kurangnya minat dan kesadaran anak muda setempat. Di Gamelan Gandrung Prawira, pihaknya sudah melibatkan anak-anak muda dari usia SMP dan SMA. Setiap Sabtu malam, anak-anak dilatih. Pada malam libur sekolah dan ada kontrak dengan hotel, mereka dilibatkan. “Kami tampil tergantung permintaan hotel. Malam Minggu besok kami diminta oleh Sira Beach, pernah juga di Oberoi dan Lombok Lodge,” sambungnya. Namun diyakini Kertajaya, tidak semua gamelan punya akses yang sama untuk disewa oleh perhotelan. Kontrak kepada pelaku seni sangat bergantung pada relasi. Kertajaya sendiri menginginkan, agar seluruh gamelan di KLU ini dihimpun dalam satu wadah Asosiasi Gamelan. Asosiasi inilah yang nantinya menghubungkan anggota kelompok seni dengan hotel. “Harapan ke depan, supaya di KLU ini ada wadah asosiasi kesenian gamelan. Asosiasi itu punya wadah yang membawa aspirasi dan menghubungkan ke pasar hotel, karena belum semua punya kesempatan yang sama untuk tampil,” paparnya. Gamelan Gandrung Prawira diyakini Kertajaya adalah gamelan tertua di Lombok Utara. Usia gamelan diperkirakan lebih dari 100 tahun. Sebelum ia lahir, gamelan sudah ada dan diwariskan secara turun temurun. Baginya, menciptakan regenerasi dan kelestarian kesenian tradisional harus diimbangi dengan aspek ekonomi para penabuh gamelan. “Secara umum, anak muda kita harap bisa bangkit dengan kesadaran sendiri, asalkan kesempatan tampil ada, dan mendukung ekonomi keluarga. Apalagi tiap malam Minggu bisa tampil di KLU, maka akan menarik minat anak muda,” tandasnya. (ari)
(Suara NTB/ari)
BUTUH REGENERASI - Penabuh gamelan di KLU sudah uzur. Pelaku seni ini butuh regenerasi dan diharap diberikan kesempatan tampil di setiap event, sehingga menumbuhkan minat generasi muda untuk ikut melestarikannya.
(Suara NTB/rus)
Purnama Hadi (Suara NTB/yon)
Progres Pembangunan RTG di Lotim Capai 75 Persen
Infrastruktur Jadi Prioritas PEMKAB Lombok Timur (Lotim) di era kepemimpinan H. M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya ke objek-objek wisata. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Rozikin, menegaskan, infrastruktur jalan di wilayah Lotim bagian selatan, termasuk sangat diperhatikan, karena sudah lama belum tersentuh. Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan wisata yang ada di Lotim bagian selatan ini juga menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Lotim melalui program multiyears dalam percepatan pembangunan. Di mana, jalan-jalan tersebut dihotmic. Di antara yang sudah dibangun adalah, ruas jalan yang berada di Kecamatan Jerowaru, yakni ke Pantai Sungkun, Pantai Kura Kura, Pantai Kaliantan dan jalan ke Pantai Surga. Jalan di wilayah Lotim selatan ini, ujarnya, cepat sekali mengalami kerusakan. Hal ini akibat kontur tanahnya yang berbeda dengan Lotim bagian tengah dan utara. Menyikapi hal itu, sudah ada cara yang dilakukan agar kondisi jalan tetap mantap dan bisa bertahan lama. Menurut Rozikin, tekstur tanah di Lotim bagian selatan ini sama dengan Kabupaten Gresik di Jawa Timur. “Musuhnya aspal itu air, karena air ini yang mudah sekali mengikis aspal,” urainya. Teknik yang dilakukan PUPR Lotim ini agar usia jalan lebih lama adalah dengan memasangkan rabat beton di pinggir aspal. Minimal sepanjang 50 cm rabat di pinggir jalan. Rabat ini diharapkan bisa sebagai pengikat. Selanjutnya, Rozikin menegaskan tidak sekadar membangun jalan. Namun tidak kalah penting adalah bagaimana berpikir untuk memelihara. Pemeliharaan ini sangat diutamakan. Saat ini pemeliharaan jalan hanya Rp 1 miliar. Harapannya ke depan ada tambahan dana pemeliharan jalan Rozikin Rp 10 miliar. (rus)
TAPD mengingat sekitar 40 persen sumur bor yang sudah terbangun di Lotim tidak dapat berfungsi disebabkan oleh berbagai faktor. “40 persen sumur bor yang belum berfungsi dimungkinkan disebabkan debit air yang kedalamannya kurang. Bisa jadi saat dilakukan survei geolistrik kedalaman air cukup baik, sementara kondisi sekarang cuaca tidak menentu, sehingga harus dilakukan pendalaman terhadap sumur bor itu,” terang Purnama Hadi. (yon)
(Suara NTB/yon)
SETENGAH TIANG - Untuk memberikan penghormatan terakhir pada Presiden ketiga Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibie yang meninggal, Rabu (11/9) dan dimakamkan Kamis (12/9), instansi pemerintah dan swasta mengibarkan bendera setengah tiang. Termasuk salah satunya di Kantor Bupati Lombok Timur yang mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati jasa-jasa Bapak Demokrasi Indonesia ini.
“Ngibing” dan Prasmanan
Cara Wilson’s Gili Trawangan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tanjung (Suara NTB) Pelestarian dan pengenalan budaya, linier dengan peningkatan angka kunjungan wisatawan masih menjadi pekerjaan rumah. Terlebih di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang kultur budaya dan agamanya belum menyatu layaknya Bali. Namun bagi sebagian hotel, integrasi dua upaya sekaligus itu mulai dilakukan secara bertahap. Hotel Wilson’s Retreat Gili Trawangan misalnya, secara konsisten melakukan promosi budaya. Kali ini melalui Promosi bertajuk “Food and Culture Night” yang digelar Rabu (11/9) sore hingga malam. Sebelumnya Wilson bersama pelaku usaha lain, telah menggelar “Gili Begibung” atau makan bersama menurut budaya masyarakat Lombok. Di setiap acaranya, Wilson’s tidak sendiri. Wilson’s didukung antara lain oleh Sari Buana, Sarah, Bir Bintang, Jaya Kartha Solusindo, UCWM, Bank Mandiri, Dejavu, Eka Jaya, Vibe, Bintang Prima, Bagus Laundry, Nurul Spa, Jaya Karya Abadi, Global Arifa, serta sejumlah instagramer. Gelaran Food and Culture Night, dimulai sejak sunset di depan Hotel Wilson’s – Gili Trawangan Utara. Sejumlah wisatawan yang menikmati sunset disuguhi tarian yang diiringi oleh gamelan khas Lombok. Menginjak pada malam harinya, wisatawan diajak menikmati makanan yang disuguhkan secara budaya. Menu makanan yang disuguhkan antara Local Food dan Western Food. Penyajiannya sedikit unik, yakni menggunakan nampan. Satu meja panjang digelar untuk prasmanan. Wisatawan dengan bebas mengambil menu menurut seleranya. Cara ini terlihat unik, sehingga menarik minat sejumlah wisatawan yang melintas untuk menikmati makanan ala prasmanan. Menurut penggagas acara, sekaligus GM Wilson’s Retreat, Lalu Kusnawan, tujuan awal acara tersebut adalah untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal. Di samping itu, edukasi dan promosi budaya agar lebih menarik perhatian wisatawan dan berimbas recovery angka kunjungan wisatawan. Sementara bagi pelaku seni, pentas di hotelhotel dianggap ruang pasar sekaligus apresiasi dan kompensasi atas kepedulian mereka dalam melestarikan budaya Lombok. Betapa tidak, kesenian tradisional (tari dan gamelan) masih kesulitan menembus pasar perhotelan. “Saat ini, kesenian tidak menjadi mata pencaharian kecuali hobi. Tidak ada regenerasi
Selong (Suara NTB) Sejumlah bahan bangunan berupa semen saat ini mengalami kenaikan. Kondisi ini pun dikhawatirkan berdampak pada kelancaran pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Kenaikan semen dari Rp60 per sak menjadi di atas Rp70 per sak. Terkait kenaikan harga semen ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim menegaskan jika hal tersebut menjadi tanggung jawab aplikator. ‘’Artinya kelebihan harga bahan bangunan di luar RAB merupakan tanggung jawab aplikator. Dari pemerintah tidak mungkin melakukan perubahan RAB terkait kondisi lapangan dengan naiknya harga semen,’’ ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Purnama Hadi, dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (12/9). Diakuinya, di Kabupaten Lotim setok cukup banyak, hanya saja keluhan masalah harga di atas Rp70 ribu per sak. Kenaikan ini menjadi tanggung jawab aplikator berdasarkan RAB dan kontrak yang dilakukan bersaman pokmas. Kendati demikian, Purnama Hadi meyakini keberadaan semen dengan harga yang mengalami kenaikan tersebut masih bisa dijangkau oleh aplikator, sehingga tidak mengganggu progres dalam pembangunan RTG. Adapun untuk progres pembangunan RTG di Kabupaten Lotim, dari 10.000 unit
rumah rusak berat, yang sudah ditangani sebanyak 8.000 unit dan yang sudah jadi hampir 4.839 unit. Sehingga yang sedang berproses sekitar 3.000 unit baik dalam pembangunan pondasi, penembokan maupun pemasangan atap. “Yang jelas dari 10.000 unit rumah rusak berat. Kami sudah tangani 75 persen dari semua jenis RTG yang dibangun,” jelasnya. Untuk rusak sedang dan ringan juga tetap ditangani sesuai kondisi pendanaannya. Hanya saja dari kondisi di lapangan didahulukan rusak berat supaya masyarakat korban gempa memiliki tempat tinggal dan tidak terserang penyakit. Untuk rusak ringan masih dapat ditempati namun tetap ditangani. Adapun untuk perbaikan data anomali sudah selesai dikerjakan dan sudah masuk ke pemerintah pusat. Artinya dari 28.498 terdampak gempa secara keseluruhan, setelah dikeluarkan data anomali sisanya sebanyak 27.619. Artinya di atas 500 korban terdampak gempa yang masuk dalam data ganda sudah dikeluarkan. Sehingga data saat ini sudah valid dan pencairan dana yang sebelumnya tertunda sekitar Rp311 miliar masih ditunggu. “Kita sudah rapat di provinsi terkait sisa anggaran ini. Insya Allah paling lambat awal Oktober ini data sudah bisa kita terima,”harapnya. (yon)
Alunan V Budaya Pringgasela
Upaya Mengokohkan Nilai Budaya Lotim
(Suara NTB/ari)
PRASMANAN - Prasmanan, menarik minat wisatawan mancanegara terhadap budaya Lombok di Gili Trawangan. (penabuh gamelan) dan ini yang patut dikhawatirkan. Sehingga kami dan kawan-kawan pengusaha menggalang kerjasama satu sama lain untuk lebih sering menampilkan kesenian dan budaya di Gili Trawangan,” ungkap Kusnawan. Pemandangan dan pengalaman wisatawan terhadap tampilan kesenian dan budaya makanan lokal, ia harapkan melekat di image wisatawan asing. Sehingga sekembalinya ia ke negaranya, pengalaman tersebut diceritakan untuk keberlangsung pariwisata KLU ke depannya. Bahwa Gili pascagempa sudah normal. Makanan dengan cita rasa lokal juga dapat dinikmati. “Di sini kami kombinasikan menu makan, ada barbeque, sate Tanjung, sate Pusut, bahkan cerorot yang hanya bisa dijumpai di Lombok. Sehingga ketika wisatawan berpikir makanan yang unik, ternyata ada kalau mereka mau,” jelasnya. Seluruh makanan lokal yang dinikmati di Gili Trawangan tidak dibuat di Gili. Tetapi hotel mendatangkannya dari pelaku usaha UMKM di wilayah Pemenang, Tanjung dan sekitarnya. Menu makanan tradisional itu dibuat tidak pedas, menyesuaikan dengan taste lidah wisatawan. Pola ini secara langsung memberi dampak bagi keberlangsungan UMKM di wilayah darat. Kusnawan menyambung, wilayah Gili bagian Utara identik sebagai rest area bagi pengunjung. Berbeda dengan bagian selatan (pintu masuk) yang rata-rata menyuguhkan suasana party dan keramaian. Menghangatkan suasana istirahat dan bersantai inilah, wisatawan dihibur oleh tarian dan gamelan asal KLU. “Harapan kami, pola ini bisa dilanjutkan secara kontinyu oleh Pemda baik Pemprov NTB maupun KLU, bisa 3 bulanan atau 6 bulanan melalui Kalender Event Pariwisata,” harapnya.
Pola yang dilakukan Wilson’s dan seluruh mitra swasta ini mendapat respons positif dari wisatawan. Sicilia, wisatawan asing asal Prancis, mengakui sangat tertarik. Ia dan pacarnya asal Italia, bahkan turun gelanggang mendampingi dua orang penari. Beberapa wisatawan lain juga tidak mau kalah. Mereka ikut ngibing (menari) secara bergiliran. Usai ngibing, wisatawan dengan senang hati memberi saweran uang sejumlah Rp 50 ribu kepada para penari. “Sangat bagus, ini beda dengan di Prancis. Harapan saya, kalau nanti kembali saya bisa melihat seperti ini lagi,” Sicilia menunjuk tarian. Ia juga tidak ragu, pengalaman pertama kali datang ke Gili Trawangan ini akan ia ceritakan kepada teman dan kerabat yang ada di Prancis. Sementara, Owner Evolution Bar and Japanes Gili Trawangan, Mazhar Ang, menguatkan perlunya kolaborasi kuat antara program Pemda dengan pengusaha dalam melestarikan budaya dan kesenian daerah. Sebab di objek destinasi wisata manapun, kesenian tradisional sangat mendukung keberlangsungan pariwisata. “Bali sudah memiliki daya pikat luar biasa secara budaya. Sedangkan kita di Trawangan masih mengandalkan live music dan party. Setidaknya ada daya dukung kesenian agar kesan wisata tidak jenuh,” kata Ang. Ia melihat, pola promosi dan pengembangan wisata di KLU belum satu visi antara pemerintah dan pengusaha. Hal ini terlihat dari belum berakarnya karakter budaya Lombok Utara di mata masyarakat, baik domestik dan dunia. “Rencana Pemda membangun Open Stage bagus, tapi tidak melulu soal anggaran, melainkan kebersamaan semua unit untuk langsung berbuat,” pungkasnya. (ari/*)
Selong (Suara NTB) Alunan ke V Budaya Desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Suguhan budaya pada kegiatan Alunan Budaya di Desa Wisata Pringgasela ini bisa menjadi salah satu branding promosi wisata Gumi Selaparang. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Dr. H. Mugni alias Amaq Ega kepada Suara NTB, Kamis (12/ 9), Lotim memiliki tiga branding pariwsiata. Pariwisata melestarikan alam, mengokohkan budaya dan menggairahkan agama. “Pariwisata alam lestari, budaya kokoh dan agama bergairah,” terangnya. Kegiatan Alunan Budaya Pringgasela disebut sebagai salah satu upaya mengokohkan nilai-nilai budaya. Amaq Ega yang juga kala itu mengenakan tenun khas Pringgasela mengatakan, bertenun menjadi salah satu budaya turun temurun masyarakat Sasak. Kreasi masyarakat Pringgasela ditujukan mempertahankan budaya menenun. Pemkab Lotim 100 persen mendukung kegiatan Alunan Budaya Pringgasela tersebut. Tahun depan dijanjikan akan memberikan anggaran lebih besar lagi sebagai bagian dari branding pariwisata Lotim, Pesona Gumi Selaparang (PGS). Digelarnya kembali Alunan Budaya ini diharapkan mam-
pu bangkitkan kembali wisata Lotim. Dispar Lotim menyebut perlu mengangkat kegiatan-kegiatan tradisional yang ada di desa-desa wisata. “Kita bersyukur sudah punya branding PGS sebagai legalitas untuk memberikan dukungan anggaran,” ucapnya. Ke depan diharapkan Alunan Budaya Pringgasela ini bisa lebih dikenal, sehingga orang semakin mengenal. Pringgasela sebagai daerah yang dikenal sebagai desa penghasil tenun songket ini coba akan dikuatkan oleh Pemkab Lotim. Dalam hal ini, ujarnya, Pemkab Lotim sudah bekerjasama dengan Universitas 11 Maret Solo merancang peraturan daerah menjadikan Pringgasela sebagai desa wisata edukasi tenun. Para wisatawan yang datang nantinya bisa belajar menenun. Dengan ditetapkan sebagai desa pendidikan tenun, maka tidak saja Dispar yang akan mengintervensi pengembangannya, tapi juga instansi terkait. Termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bisa menjadi bagian dari kegiatan pendidikan luar sekolah. Selama ini, kegiatan pembinaan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) dan Dinas Koperasi dan UKM, kemudian dipasarkan oleh Dispar. Dikbud diharapkan bisa masuk ambil bagian dalam pengembangan nilainilai pendidikan budaya. (rus)
(Suara NTB/rus)
KAIN TENUN - Wisatawan Amerika, Jeremy tampak dipasangkan kain tenun oleh pemilik toko di Pringgasela disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Lotim dalam alunan Budaya Pringgasela, Kamis (12/9).
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
Usulkan ke Pusat BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengusulkan sebanyak 10.118 data korban gempa baru untuk mendapat bantuan dana rehab rekon serta pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) ke pemerintah pusat. Data korban gempa tersebut sudah melalui validasi dan saat ini kini tinggal dibuatkan SK penetapan dari Bupati Loteng. “Dari 11 ribu lebih data usulan baru yang masuk ke BPBD Loteng, yang lolos dari proses validasi sebanyak 10.118 rumah,” aku Kepala Pelaksana BPBD Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada (Suara NTB/dok) Suara NTB, Kamis (12/9). H. Muhammad Ia menjelaskan, untuk menangani data susulan ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 180 miliar lebih. Namun anggaran yang diusulkan ke pemerintah pusat tidak sebanyak itu, yakni hanya sekitar Rp27 miliar. Alasannya, di rekening BPBD Loteng sudah ada dana sekitar Rp162 miliar yang merupakan hasil penarikan dana dari data korban gempa anomali sebelumnya. Meski demikian, dana yang ada tersebut tidak bisa langsung digunakan begitu saja, karena harus menunggu proses verifikasi terlebih dahulu oleh BNPB. “Jadi usulan yang baru ini begitu ditetapkan berdasarkan SK Bupati Loteng, kemudian diusulkan ke pemerintah pusat, baru dilakukan verifikasi. Setelah selesai barulah dananya bisa disalurkan ke para korban gempa,” terangnya. Pihaknya pun berharap saat dilakukan verifikasi oleh BNPB nantinya terhadap data usulan baru tersebut, tidak banyak berubah. Kalau ada perubahan, tidak terlalu banyak. Karena data tersebut sudah melalui proses validasi oleh fasilitator yang ada di bawah. “Yang diantisipasi kemudian ada verifikasi oleh BNPB ialah terkait data ganda atau salah sasaran. Tapi jika melihat proses validasi yang dilakukan, kami optimis data usulan yang baru tersebut tidak akan banyak berubah,” imbuh Muhammad. Lebih lanjut Muhammad mengatakan, usulan data susulan baru tersebut terdiri dari sekitar 1.700 rumah rusak berat ditambah 6 ribu lebih rumah rusak ringan dan sisanya rumah rusak sedang. Disinggung progres rehab rekon untuk tahap pertama, mantan Kabag. Aset Setda Loteng ini mengatakan secara total sudah di atas 65 persen. Dengan rincian untuk pembangunan RTG bagi korban gempa yang rumahnya rusak berat sebanyak 2.849 rumah. Rehab rekon rumah rusak sedang 1.660 lebih dan sekitar 10.174 untuk rumah rusak ringan. “Prinsipnya kita terus bekerja. Ini hanya soal waktu saja. Karena untuk persiapana sudah selesai. Tinggal pengerjaan saja,” tandasnya seraya berharap penanganan rumah terdampak gempa bisa berjalan lancar tanpa kendala apapun. Apalagi proses penanganan dampak gempa ini sudah berjalan satu tahun lebih. Sementara masyarakat korban gempa sangat berharap rumahnya bisa segera ditempati supaya bisa fokus untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. (kir)
Kerjakan Proyek Pemda
Bupati Ingatkan Kontraktor Giri Menang (Suara NTB) Progres pengerjaan proyek kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang berlokasi di Labuapi telah dimulai dikerjakan. Progres proyek ini diklaim telah melampaui target dari time schedule yang dibuat rekanan. Dari target 18-20 persen bulan ini, namun dicapai 30 persen, sehingga terdapat deviasi positif dari target tersebut. Namun demikian, Bupati Lobar H Fauzan Khalid tetap mengingatkan kontraktor agar pengerjaan proyek ini jangan sampai terlambat dari kontrak bulan Desember mendatang. Jika tidak selesai sesuai kontrak, sesuai ketentuan pihak pemda akan memberikan sanksi berupa denda. “Yang buat time schedule kan mereka (kontraktor, red) sesuai dengan batas kontrak tanggal 25 November. Kalau saya, melihat yang batas akhirnya itu. Kalau ndak jadi sesuai dengan kontrak kan tinggal denda,” tegas Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, kemarin. Bupati mengaku yakin pengerjaan proyek ini selesai sesuai kontrak, sebab melihat perkembangan pengerjaannya di lapangan. Menurut dia, rekanan pasti punya hitungan terkait pengerjaan proyek ini. Rekanan tentu ahli dalam hal ini, sehingga tidak mungkin membiarkan pekerjaannya molor. Yang jelas, kata dia, ia menggariskan ke rekanan pengerjaan proyek ini selesai akhir November (awal Desember) sesuai dengan kontraknya. Tentunya, target penuntasan waktu selesai proyek ini sudah dihitung betul oleh rekanan. Ia tak ingin ada proyek molor tahun ini, seperti tahun lalu, karena ada penyebabnya. Diakui proyek tahun lalu terlambat karena ada penyebab yang menjadi kendala, sehingga bisa ditoleransi. Berbeda dengan pengerjaan proyek saat ini, tidak ada penyebab yang bisa berdampak terhadap molornya pengerjaan proyek. “Kalau ini kan ndak ada sebab, tapi kalau ini terlambat pasti saya marahi, karena ndak ada sebab,” tegas dia. Sementara Pelaksana Proyek, Eman Kadarusman membantah progres pengerjaan proyek gedung DPMPTSP yang menyebut terdapat deviasi negatif alias tak mencapai target. Namun sebaliknya ia mengklaim pengerjaan proyek yang baru dimulai beberapa bulan sudah hampir menyelesaikan lantai II. Bahkan menurutnya, pengerjaanya (lembur) sehingga kalau progres sudah plus 12 persen. ‘’Dari target 18-20 persen, namun sudah dicapai 30 persen lebih,” jelasnya, seraya menambahkan, pihaknya berupaya mengejar target penyelesaian pengerjaan proyek ini bulan Desember mendatang. Sesuai dengan papan informasi tentang proyek ini, proyek bernilai Rp 6,2 miliar tersebut mulai dikontrak tanggal 24 Juni 2019 dengan nomor kontrak 027/06/PKK-GDNG DPMPTSP/PU-TR-LB/2019. Masa pelaksanaan proyek ini 165 hari. Sesuai dengan kontraknya, masa pelaksanaan pengerjaan proyek ini berakhir awal Desember mendatang. (her)
(Suara NTB/her)
PROYEK - Pengerjaan proyek DPMPTSP ini di Lobar yang mendapat perhatian serius bupati. Bupati mengingatkan, kontraktor mengerjakan proyek sesuai waktu yang sudah ditentukan.
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Naik Status, Loteng Darurat Kekeringan Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah menaikkan status bencana kekeringan dari siaga kekeringan ke darurat kekeringan. Peningkatan status ini salah satu pertimbangannya karena dampak kekeringan kini sudah meluas. Sebelumnya, kekeringan terjadi di 8 kecamatan, kini sudah melanda kecamatan yang sebelumnya tidak termasuk daerah terdampak kekeringan. Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada Suara NTB, Kamis (12/9). “Pertengahan bulan Agustus kemarin, kita sudah naikkan status kekeringan dari siaga ke darurat kekeringan,” tegasnya. Peningkatan status ini, lanjut Muhammad untuk memudahkan proses penanganan dampak kekeriangan. Di mana nantinya BPBD Loteng bisa mengakses anggaran tanggap darurat ataupun dana siap pakai yang ada di kabupaten, provinsi maupun pusat dalam menangani dampak kekeringan. Mengingat, anggaran penanganan kekeringan di BPBD Loteng sudah habis sebulan yang lalu. Sementara saat ini penanganan kekeringan berupa droping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan hanya mengandalkan bantuan pihak ketiga saja. Terutama dari pihak perbankan ataupun dari BUMN yang ada di daerah ini. “Kalau dari anggaran BPBD Loteng, sudah habis sejak sebulan yang lalu. Yang ada sekarang, hanya dukungan dari pihak ketiga,” terangnya. Itupun diperkirakan tidak akan berlangsung lama, karena dukungan dari pihak ketiga jumlahnya juga terbatas. Untuk itu, ujarnya, harus ada dukungan dari pemerintah daerah, provinsi ataupun pemerintah pusat, berupa tambahan anggaran penanganan kekeringan melalui
dana tak terduga maupun dari dana siap pakai. Dan, untuk bisa mengakses anggaran tersebut status sudah masuk kategori tanggap darurat kekeringan. “Ke pemerintah provinsi kita sudah ajukan usulan bantuan anggaran penanganan dampak kekeringan. Dan, saat ini masih berproses. Begitu pula ke pemerintah pusat juga akan kita ajukan,” tandasnya. Sampai saat ini total pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 343 tangki air bersih dengan kapasitas 4 ribu liter per tangki. Penyaluran air bersih sendiri sudah dilakukan sejak bulan Juni yang lalu. Dan, diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan November mendatang. Pasalnya, pihak BMKG memprediksikan hujan baru akan turun pada bulan November. Prediksi tersebut mundur dari perkiraan awal di bulan Oktober. “Awalnya BMKG memperkirakan hujan turun mulai turun Bulan Oktober. Tetapi rupanya prediksi tersebut mundur ke Bulan November. Itu artinya,droping air bersih bakal berlangsung lebih lama lagi,” pungkasnya. (kir)
KEKERINGAN - Kondisi lahan pertanian yang dilanda kekeringan di Loteng. Sekarang ini, status kekeringan di Loteng sudah ditetapkan darurat kekeringan.
(Suara NTB/dok)
Delegasi Bank Dunia Apresiasi Lobar Tangani Stunting Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah delegasi World Bank (Bank Dunia) dari berbagai negara kembali mengunjungi Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Empat negara delegasi di antaranya Bhutan, India, Nepal, dan Sri Langka berkunjung untuk mempelajari proses penanganan stunting di Lobar. Alasannya mereka menganggap capaian Lobar menurunkan kasus stunting sangat memuaskan. Kedatangan ke 24 orang delegasi disambut Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Ketua TP-PKK Lobar Hj. Khairatun serta Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rachman Sahnan Putra di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (11/9). “Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kami ucapan selamat datang kepada para delegasi World Bank yang memilih Kabupaten Lombok Barat sebagai tempat belajar penanganan stunting,” kata Fauzan. Dikatakan Fauzan, dari data Riset Kesehatan Dasar 2007, angka stunting balita di Lobar mencapai 49,8%. Setahun kemudian angka itu turun menjadi 33,6%. Untuk saat ini berdasarkan sensus bayi dan anthropometri yang menjadi metode untuk mengukur kondisi terkini, dari 60-an ribu balita, proporsi stunting mampu diturunkan menjadi 25,4%. Capaian tersebut dirasa Fauzan belum optimal. Saat ini Pemkab Lobar terus berjuang menurunkan kasus stunting seperti proporsi yang distandarisasikan oleh WHO. Fauzan mengaku, sangat menyadari betul pembangunan di bidang kesehatan masih harus dioptimalkan lagi. Saat ini indikator makro kesehatan di Lobar pada Angka Usia Harapan Hidup mencapai 65,78 tahun. Meningkat sedikit dari capaian tahun lalu yang mencapai 65,44 tahun. Lombok Barat secara infrastruktur sudah memiliki 2 unit RSUD, 19 unit Puskesmas, dan 58 Puskesmas Pembantu. Hampir seluruh desa dan kelurahan yang jumlahnya 119 desa dan 3 kelurahan memiliki po-
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Foto bersama Bupati H Fauzan Khalid didampingi Kadis Kesehatan H Rachman Sahnan Putra bersama delegasi world bank dari empat negara yang belajar penanganan stunting di Lobar. syandu di setiap dusun dan lingkungan. Paling sedikit jumlahnya 800 posyandu dengan total kader hampir lima ribu kader kesehatan. “Semua itu, baik infrastruktur maupun kelembagaannya, kita jadikan bagian dari instrumen utama pembangunan kesehatan. Saat ini kita berusaha mewujudkan Lombok Barat Sehat dalam visi lima tahun ke depan. Indikatornya adalah meningkatnya Usia Harapan Hidup, menurunnya Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Balita, tidak adanya gizi buruk, tertanganinya aneka penyakit endemis,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rachman Sahnan Putra dalam kesempatan itu menjabarkan upaya Pemkab Lobar dalam menekan kasus stunting. Mulai dari Rembug Daerah, Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penguatan sistem melalui e-Puskesmas, e-Pustu, ePoskesdes, e-Posyandu, dan Deklarasi Bebas Stunting 2024. Bersama UNICEF, ujarnya, Dikes Lobar melaksanakan program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), edukasi dan advokasi gizi. Tujuannya untuk mempersiapkan para calon ibu sejak usia remaja agar menghasilkan kualitas bayi yang baik. Sementara Rembug Daerah tentang penanganan stunting, ujarnya, juga telah menghasilkan
banyak rumusan. Tidak hanya kesadaran agar pemerintah desa juga terlibat aktif, namun keterlibatannya bisa diaplikasikan dalam bentuk program kegiatan. Saat ini, melalui pendamping desa, pemerintah desa didorong untuk memanfaatkan sebagian APBDes dari ADD dan DD untuk ikut membiayai program pemberantasan stunting. “Insya Allah hal tersebut kita akan pastikan melalui Peraturan Bupati untuk tahun 2020, walaupun praktiknya sudah kita mulai dari tahun 2019 ini,” pungkasnya. Di tempat yang sama Ketua Rombongan Delegasi World Bank, Ajay Tandon menyampaikan apresiasinya atas penerimaan Pemkab Lobar. Ia mengucapkan terima kasih sudah menerima rombongan untuk belajar bagaimana program stunting diimplementasikan di Kabupaten Lobar. Dikatakannya, Indonesia khususnya Kabupaten Lobar sangat maju dalam proses penanganan stunting dibandingkan negara lain. Terutama bagaimana mengintegrasikan kegiatan yang berkaitan dengan stunting dari berbagai macam sektor.”Kita dari Bhutan, India, Nepal dan Sri Langka juga dalam rangka belajar apa yang dilakukan indonesia dalam menerapkan untuk menurunkan stunting dan bagaimana program stunting di negara kami kedepan bisa mencontoh Indonesia,” terang dia. (her)
Disos Keluhkan Pemangkasan Anggaran Giri Menang (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan anggaran belanja untuk keperluan turun ke masyarakat justru dipangkas. Di samping anggaran dipangkas, kendaraan dinas untuk operasional turun ke lapangan juga minim sekali, hanya dua unit yang dimiliki dinas terkait untuk menyasar semua desa di Lobar. ‘’Persoalan ini pun menjadi kendala ketika melakukan sosialisasi dan pendataan basis data terpadu (BDT) yang menjadi dasar untuk mengusulkan warga mendapatkan semua bentuk bantuan. Ditambah lagi kurangnya perhatian dari kepala desa dan dusun terhadap persoalan data BDT ini,’’ ungkap Kepala Disos Lobar Hj. Made Ambaryati pada Suara NTB, Rabu (11/9). Diakuinya, untuk kegiatan turun sosialisasi dan pendataan ke desa-desa dilakukan dengan anggaran terbatas. Itupun bantuan dari provinsi. Pihaknya tidak bisa turun ke semua desa, karena anggaran yang diberikan terbatas untuk sosialisasi di satu kecamatan tiga desa. Sebelumnya ia sudah tinggal ke Narmada, selanjutnya hari ini pihaknya turun ke Kecamatan Lingsar. “Saya juga turun operasional, masak punya kendaraan hanya dua. Selalu kalau mau turun ke lapangan berebut pakai mobil,”keluh dia. Bahkan kendaraan Ranger yang seharusnya dipakai di saat penanganan bencana justru dipakai untuk turun sosialisasi ke masyarakat. Namun pihaknya menekankan kepada jajaran agar tidak terlalu menuntut dulu. Pihaknya meminta agar jajaran tetap bekerja dengan kondisi keterbatasan. Sebab pihaknya berkomitmen membantu warga kurang beruntung yang butuh batuan. Selain masalah minimnya randis, pihaknya juga terkendala dana operasional untuk turun ke lapangan. Bahkan, kata dia, anggaran di dinasnya dipangkas hingga
Rp 430 juta lebih. Dana yang dipangkas ini, jelas dia perjalanan dinas dalam daerah untuk keperluan turun ke desa-desa. Termasuk anggaran BBM dipangkas.” Kami sudah berusaha, walaupun dana kami minim. Anak-anak (jajaran) ngomel, anggaran dipangkas tidak boleh lagi perjalanan dalam daerah dan BBM dipangkas,”jelas dia. Pihaknya tidak bisa berbuat dengan pemangkasan anggaran tersebut, sebab ia menyadari kondisi keuangan daerah. Di tengah kondisi ini, ia tetap menekankan kepada jajaran agar bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan. “Karena kita kan ada gaji, itu saya bilang ke jajaran,”ujar dia. Di sini ia meminta perhatian dari kalangan dewan juga agar mengerti kondisi OPD. Tak hanya kendala itu yang dihadapi, pihaknya juga terkendala di lapangan sebab tidak semua warga mau mengurus administrasi kependudukannya. Warga kebanyakan akan mengurus administrasi kependudukan kalau ada perlunya saja, seperti ketika sakit, daftarkan anak sekolah. Untuk mempercepat penyelesaian masalah data usulan bantuan ini, pihaknya turun jemput bola ke desa-desa. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dukcapil . Namun lagi-lagi Dukcapil juga terkendala dari sisi peralatan, sehingga butuh tambahan agar bisa melakukan perekaman lebih cepat. “Di sini juga butuh peran legislatif untuk membantu percepatan,” imbuh dia. Di samping itu, kendala yang dihadapi di lapangan tidak semua dusun dan desa mau melakukan musyawarah desa. Padahal pihaknya sudah turun sosialisasi sejak tahun lalu ke desa-desa. Bahkan ia menekankan kepada desa, bahwa bansos yang bersumber dari APBN tidak bisa diberikan kalau tidak masuk BDT. Artinya kalau tidak dilakukan musdes maka warga bisa tidak dapat bantuan akibat belum masuk BDT. (her)
Dukung Gerakan ’’Zero Waste’’
Otoritas Pelabuhan Bersihkan Sampah di Pantai Cemara Giri Menang (Suara NTB) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama segenap otoritas Pelabuhan Lembar menggelar gerakan bersih pantai dan laut kawasan wisata Cemara, Kamis (12/9). Gerakan bersih pantai dan laut untuk mendukung program zero wate ini melibatkan jajaran terkait baik di Pemda, Gapasdap dan perusahaan pelayaran serta para siswa. Ratusan peserta dalam kegiatan itu turun membersihkan sampah di sejumlah lokasi berbeda, yakni areal pelabuhan penyeberangan, masjid, kantor PT Pelindo III, areal terminal umum. Dari kegiatan bersihbersih pantai ini, banyak sampah plastik dan non plastik yang berhasil dipungut. Kepala KSOP Lembar M Juniadin,mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan sampah-sampah di areal pelabuhan hingga kawasan Pantai Cemara. Sebab, sampah ini meru-
sak lingkungan, terutama sampah plastik, karena penguraiannya butuh waktu lama, bahkan tidak cukup 1-2 tahun. Namun butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun baru bisa hancur. “Ini sangat mengganggu lingkungan kita. Karena itu saya mengajak, bersihkan sampah,”ajak dia. Bentuk komitmennya dalam mengurangi sampah plastik, pihaknya mengajak jajarannya dan semua pihak agar tidak lagi menggunakan tas kresek dan kemasan plastik di rumah dan kantor. Botol minuman kemasan bisa diganti menggunakan botol yang bisa dipakai berulang-ulang, bukan sekali pakai. Komitmen ini, kata dia, harus dilaksanakan oleh semua pihak agar lingkungan setempat bersih dari sampah, apalagi kawasan tersebut termasuk wisata yang banyak dikunjungi. GM PT ASDP Lembar Yulianto mengatakan kegiatan bersih pantai dan laut ini sangat bagus untuk mendorong masyarakat
sekitar agar sadar kebersihan. Terutama sampah plastik sangat tidak baik bagi ikan dan biota laut lainnya. Bahkan, kata dia, ada 100 ribu hewan laut yang mati, karena sampah plastik ini. Dalam rangka mendukung gerakan zero waste pihaknya memulai dari internalnya, terutama para karyawan dan lingkungan kantor. Pihaknya rutin mengadakan bersih-bersih kantor dan lingkungan setiap hari Jumat. “Setiap hari Jumat kami rutin bersih-bersih lingkungan perkantoran dan kami sudah tidak lagi mengkonsumsi air dari plastik kemasan,”kata dia. Pada kegiatan rapat-rapat pun pihaknya membuat kebijakan agar menggunakan gelas. Sementara itu, GM PT Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto mengatakan semua harus peduli kebersihan. Apalagi selaku jajaran maritim yang akan mewujudkan nawacita Indonesia sebagai poros maritim.”Komitmen kami mendukung zero wate, dim-
(Suara NTB/her)
BERSIHKAN SAMPAH - Segenap KSOP bersama otoritas Pelabuhan Lembar dan unsur pemda, desa dan para pelajar membersihkan sampah di Pantai Cemara, Kamis (12/9). ulai dari internal kami sendiri yakni mengurangi penggunaan bahan plastik, terutama air kemasan dan juga bungkus makanan,” jelas dia Di tempat yang sama, Ketua DPD Asosiasi Gapasdap NTB, Listiono mengatakan terkait tata
kelola pembuangan sampah di kapal pelayaran sudah diatur secara internasional yang disebut ISMFood. “Tidak hanya safety saja yang kami terapkan di kapal selama pelayaran, namun perlindungan terhadap lingkungan,”jelas dia. (her)
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Blangko E-KTP
Suara Dispussip Sumbawa
Sumbawa Kosong, KSB Menipis Sumbawa Besar (Suara NTB) Ketersediaan blangko KTP Elektronik (E-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumbawa kosong. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Sebanyak 8.000 warga setempat diberikan surat keterangan (suket) sebagai pengganti sementara. Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Zulqifli mengakui ketersediaan blangko E-KTP terbatas. Bahkan di Sumbawa blangko sudah kosong sejak pertengahan Mei lalu. Meskipun demikian, kondisi ini tidak mengganggu proses pelayanan. Karena pihaknya mengeluarkan suket yang fungsinya sama dengan EKTP. “Blangko E-KTP kosong dari pertengahan Mei. Tidak terganggu pelayanan. Karena suket itu sama dengan EKTP. Kita sudah mengeluarkan 8.000 suket,” ujarnya. Dijelaskannya, sebelumnya pihaknya sudah mengirimkan orang untuk permintaan blangko ke pusat. Namun belum ada blangko yang diberikan. Rencananya dalam minggu ini pihaknya akan kembali meminta blangko ini. Guna mengganti suket yang sebelumnya sudah dikeluarkan. “Insya Allah minggu ini kita kirim lagi orang ke Jakarta. Kalau misalnya ada 500, tentu akan kita berikan kepada yang belum mendapatkan KTP dan sudah PRR (Print Ready Record),” terang H. Zul. Diakuinya tahun ini, terbatas jumlah blangko yang diberikan. Kemungkinan di tahun depan akan kembali dilakukan pengadaan, karena kekosongan blangko di daerah sudah cukup lama. Adapun terkait perekaman yang dilakukan, pihaknya belum mendapat data terbaru dari pusat. Hanya saja dalam rakor yang dilaksanakan belum lama ini, disebutkan bahwa NTB sudah 98 persen angka perekaman. “Disampaikan oleh pemerintah pusat dalam rakor, secara nasional atau secara NTB-nya, kita
sudah 98 persen merekam. Jadi kita masih ada 1 sampai 2 persen yang belum. Dan kami setiap hari ke lapangan (melakukan perekaman),” pungkasnya. Stok Menipis Sementara itu, stok blangko E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang ada di dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) semakin menipis. Berdasarkan data saat ini, jumlah bahan baku untuk pembuatan EKTP yang tersisa hanya puluhan keping saja dan jumlah tersebut diprediksi hanya mampu bertahan selama beberapa hari kedepan. Kepala Dinas Dukcapil KSB, H. Ibrahim S. Sos., MM kepada Suara NTB, Kamis (12/9) mengatakan, memang untuk saat ini bahan baku pembuatan KTP elektronik sudah menipis dan hal ini juga berlaku secara nasional. Meskipun beberapa minggu kemarin, pihaknya sudah mendapatkan blangko sebanyak 500 keping, tapi sekarang sudah menipis hanya puluhan saja yang tersisa. Hal ini tentu dianggap tidak sebanding dengan sangat tingginya animo masyarakat mengurus data kependudukannya. Bahkan dalam sehari saja, pihaknya bisa menghabiskan blangko sampai 100 keping sementara untuk Suket dalam sehari bisa mencapai angka 800 lembar yang dikeluarkan. Tentu terkait dengan stok blangko yang menipis tersebut, pihaknya sudah mengusulkan kebutuhan blangko ke Kemendagri sebanyak 10 ribu keping tetapi yang bisa direalisasikan baru-baru ini han-
ya 500 keping saja. Kondisi masih menipisnya bahan baku untuk pembuatan KTP elektronik bukan hanya di KSB melainkan di seluruh Indonesia juga mengalami hal yang sama. “Kita memang sudah diberikan 500 keping blangko beberapa minggu yang lalu dan saat ini tersisa tinggal puluhan saja. Sehingga mau tidak mau perhari kita harus mengeluarkan 800 suket, karena banyaknya masyarakat yang mengurus EKTP,” ungkapnya. Dikatakannya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab masih tingginya jumlah permintaan blangko E-KTP di KSB yakni proses pemekaran RT dan Dusun serta berpindah tempat tinggal yang ada di masingmasing desa. Selain masalah tersebut tidak sedikit juga masyarakat yang datang membuat KTP baru dengan alasan KTP yang lamanya hilang dan rusak. Belum lagi anak-anak yang menginjak 17 tahun di bulan September tahun ini juga sangat banyak, sehingga stok yang tersedia saat ini tidak akan bertahan lama. Meski demikian, pihaknya mengaku sudah membuat langkah strategis untuk menyikapi masalah dengan dengan mengeluarkan surat keterangan (Suket). Karena pada dasarnya Suket ini sama dengan KTP hanya bentuknya saja yang berbeda dan penggunaannya juga sama. Tentu jika masyarakat sudah memegang Suket maka datanya sudah terekam tinggal nanti dilakukan penggantian saja jika blangko tersedia. Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk tidak berkecil hati jika hanya menerima Suket, karena peruntukannya sama dengan KTP. “Kita tetap upayakan supaya stok blangko selalu tersedia tetapi jika tidak, kami menyikapinya dengan menerbitkan Suket. Karena peruntukan dan kegunaannya juga sama tidak ada yang beda,” pungkasnya. (ind/ils)
Pemkab Sumbawa
Atur Strategi Tangani Karhutla Sumbawa Besar (Suara NTB) Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian marak terjadi di Kabupaten Sumbawa. Pemkab Sumbawa bersama semua pihak terkait bahumembahu melakukan pemadaman. Bahkan kini pemkab tengah mengatur strategi dan langkah-langkah dan menanggulangi hal tersebut. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah kepada wartawan menyampaikan, pihaknya terus membangun koordinasi dengan kepolisian dan sejumlah pihak terkait, guna memikirkan langkah-langkah menangani Kar-
hutla. Mengingat kejadiannya sudah sangat massive dan tim sudah kelabakan di lapangan. “Ini kayaknya massive sekali. Kalau ini sudah beberapa kasus yang terjadi. Sementara di lapangan sudah kelabakan juga. Terutama dari polsek, koramil dan camat semua turun tangan,” imbuhnya. Diakuinya, pihaknya sudah berupaya meminimalisir Karhutla. Saat ini sudah dibentuk tim satgas Karhutla dan satgas illegal mining. Tim ini sebelumnya juga sudah bergerak sebelum adanya penetapan SK. Hanya saja pihaknya belum melakukan upaya penindakan.
Halaman 6
Karena untuk melakukan penyidikan, pihak kepolisian membutuhkan tenaga ahli. “Belum ke arah penindakan. Karena kesulitan kami di tenaga ahlinya itu. Karena kebakaran ini bukan hanya di hutan tetapi juga lahan. Sementara polres ingin menyidik ini mereka butuh tenaga ahli. Ini sedang kita koordinasikan juga dengan provinsi, bagaimana langkah kita untuk mencari siapa tenaga ahli,” terangnya. Pihaknya berharap kepada masyarakat agar pembakaran lahan ini tidak lagi terjadi. Karena bisa merusak dan merambat ke lokasi lainnya. (ind)
Puluhan Tulisan Sejarah Lokal Sumbawa Dinilai Tim Juri
(Suara NTB/ist)
Irin Wahyu Indarni SumbawaBesar(SuaraNTB)– Animo masyarakat untuk mengikuti lomba penulisan sejarah lokal yang kembali digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispussip) Sumbawa pada tahun ini cukup tinggi. Terbukti, sedikitnya 48 tulisan yang masuk dan kini tengah dinilai oleh Tim Juri. Kepala Dispussip Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni didampingi Kasi Pengelolaan Arsip Dinamis, Mukhlis Kurniawan S.E, menyebutkan, tulisan yang masuk tekait sejarah lokal mengambil sisi yang cukup beragam. Dengan judul tulisan diantaranya, Sejarah
Kearifan Lokal Tanah Samawa, Kerajaan Islam di Sumbawa, Menggali Kembali Peradaban Istana Dalam Loka. Ada pula tulisan tentang sejarah desa wisata Pamulung, Biografi sejumlah tokoh Sumbawa, hingga tulisan yang mengulik tentang keberadaan masyarakat adat Sumbawa. Baik itu ditulis dan digali oleh perseorangan maupun kelompok. Salah satunya, Kelompok Lala Bulan, yang terdiri dari beberapa penulis tentang Mas Intan Lala Bulan. Bahkan ada kelompok penulis dar pelajar SMA Negeri 1 Sumbawa, SMA Negeri 3 Sumbawa, SMA Negeri 1 Alas dengan tulisan kelompok masing masing. Bahkan pelajar dari SMA Negeri 1, menulis tentang sejarah sekolahnya sebagai pusat pendidikan pertama di tanah Samawa. Semua tulisan tersebut, tambah Mukhlis, dinilai oleh tim Juri, yang berasal dari beragam unsur. Meliputi budayawan, pegiat literasi/penulis, akademisi dan pemerhati sejarah. Setiap karya tulis yang masuk dinilai berdasarkan kriteria, Orisinalitas sumber/fakta dan narasi, Bobot dan ketajaman analisis, Bahasa dan Teknik Penulisan. Tulisan disajikan dalam bentuk ilmiah populer dengan memperhati-
kan kesesuaian tema, penyajian sumber dan upaya validasi data, konsistensi penulisan, sistematika dan format naskah sesuai dengan aturan yang ditentukan. Tulisan/naskah disajikan dengan memperhatikan dan mempedomani kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulis harus mampu menggunakan metode penelitian sejarah dalam mengumpulan data dan observasi lapangan. Tahapan metode ini antara lain penelusuran sumber berupa arsip, wawancara pelaku/saksi sejarah dan menjelaskan metode tersebut dalam bentuk tulisannya. Batas akhir penilaian oleh Tim Juri sejak naskah diterima dari Panitia sampai 25 September 2019. Kemudian penetapan pemenang pada 27 September nanti. Dilanjutkan pengumuman pemenang lomba pada 30 September. Serta penyerahan hadiah pada 28 Oktober. Penulis yang tulisannya memperoleh nilai tertinggi dalam penilaian akan memperoleh Piagam Penghargaan dan hadiah dalam bentuk uang yaitu, Peringkat I sebesar Rp4.000.000, Peringkat II sebesar Rp3.000.000, Peringkat III sebesar Rp2.000.000, Peringkat IV sebesar Rp1.000.000, dan Setiap peserta akan mendapat piagam perhargaan (sertifikat).
(Suara NTB/ist)
Mukhlis Irin menambahkan, lomba ini penting terutama diikuti generasi muda, sebab bertujuan menggali dan menginventarisir sumber sejarah daerah Sumbawa. Mengumpulkan potensi penafsir sejarah daerah Sumbawa. Menyajikan tafsiran dan potensi kekayaan narasi dan khazanah arsip sejarah daerah Sumbawa. Dengan maksud membangun kesadaran akan potensi sumber sejarah yang ada dalam masyarakat Sumbawa. Serta mendorong tumbuhnya budaya tulis di kalangan masyarakat dalam penafsiran dan penuturan sejarah daerah. (arn/*)
Pintu Kebangkitan Ekonomi
KSOP Badas Bersih Pantai dan Sambut Jatra SumbawaBesar(SuaraNTB)– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas Kabupaten Sumbawa, melakukan gerakan bersih laut dan pantai, Kamis (12/9). Dalam memperingati Hari Perhubungan Laut Nasional Tahun 2019, yang dipusatkan di Pantai Batu Gong, Labuhan Badas, Sumbawa. Sekaligus menyambut beroperasinya kapal Jatra (Surabaya Sumbawa) pada 19 September mendatang. Dalam menjadikan Pelabuhan Badas sebagai pintu kebangkitan ekonomi dan transportasi laut daerah ini. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, yang turun langsung membersihkan pantai, menyampaikan kegiatan yang diinisiasi oleh KSOP Badas ini sekaligus mendukung program Pemprov NTB, Zero Waste. Harapannya, kedepan kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan indah. “Kita berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan,” terangnya, pada kegiatan yang juga diikuti Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK M.H dan perwakilan dan jajaran Kodim 1607/Sumbawa. Pada kegiatan yang sama juga dilakukan deklarasi untuk Papua Damai bersama Kapolres Sumbawa. Kepala Kantor KSOP Badas, H. Anwar M mengatakan, Selain di Sumbawa, gerakan bersih laut dan pantai juga dilaksanakan secara serempak di 260 titik seIndonesia dan telah didaftarkan didalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Sekaligus dirangkaikan dengan ‘Deklarasi Cinta
(Suara NTB/ist)
BERSIH PANTAI - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah bersama Kapolres Sumbawa, Kepala KSOP Badas dan pejabat lainnya bersama masyarakat dalam gerakan bersih pantai dan laut di Batu Gong yang diinisiasi KSOP Badas. Papua’. Puncak dari seluruh rangkaian Hari Perhubungan Laut Nasional di NTB akan dipusatkan di Pelabuhan Badas, pada 19 September mendatang. Yang bertepatan dengan satu tahunnya kepemimpinan Zul-Rohmi dan adanya penandatanganan MoU antara Kementerian Perhubungan bersama Kementerian PDTT, Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa terkait beroperasinya Kapal Jatra (Surabaya-Sumbawa). Kapal Jatra merupakan bantuan dari Kemeneterian PDTT, yang dioperasikan ASDP. Dilaunching perairan perdananya pada 19 September dari Tanjung Perak ke Pelabuan
Cultural Parade FPM 2019
Tumbuhkan Nilai Kearifan Budaya Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa menggelar Culture Parade dalam rangka menyemarakkan Festival Pesona Moyo (FPM) 2019, Kamis (12/9). Kegiatan tersebut juga dihajatkan untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat setempat terhadap nilai-nilai kearifan budaya. Supaya nilai positif dari tradisi dan budaya Tau Samawa semakin dikenal luas. Peserta Culture Parade ini dilepas Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr. H. M. Ikhsan, M.Pd. Start depan Kantor Bupati dan finish di Lapangan Pahlawan. Para peserta dari OPD, organisasi dan berbagai etnis ini menampilkan berbagai budaya dan tradisi Sumbawa yang ada. Kabupaten lain juga ikut menyemarakkan culture parade ini yakni dari Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr. H. M. Ikhsan, M.Pd mengaku sangat gembira, karena seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa tumpah ruah untuk berpartisipasi menyemarakkan Festival Pesona Moyo 2019 sebagai peserta parade budaya dari instansi dan komunitas masing-masing. Pihaknya juga bangga karena turut hadir rombongan kabupaten/kota lain di Provinsi NTB
menyemarakkan kegiatan. “Atas nama pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan, kebersmaaan dan kesempatan kita dalam kegiatan Parade budaya ini,” ujarnya. Dijelaskannya, Parade Budaya ini selain dihajatkan untuk menyemarakkan FPM 2019, juga untuk menumbuh kembangkan kecintaan dan kebanggaan terhadap nilainilai kearifan budaya Tau Samawa. Agar nilai positif dari tradisi dan budaya Tau Samawa semakin dikenal oleh masyarakat luas. Adapun FPM tahun 2019 telah masuk dalam 100 kalender of wonderful event Indonesia 2019, yang telah dirilis oleh Kementerian Pariwisata RI. “Dalam FPM tahun ini kita mencoba mengangkat hal-hal yang unik dan bernilai jual. Sehingga diharapkan memiliki pengaruh langsung kepada sosial ekonomi masyarakat kita dan dapat meningkatkan nilai media terhadap indeks daerah. Pelaksanaan FPM tahun 2019 ini juga menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk mendorong pariwisata Sumbawa menjadi lebih maju lagi. Parade budaya yang dilaksanakan hari ini juga sebagai upaya mendorong dan membangun wisata secara bersamasama,” pungkasnya. (ind/arn)
Badas. Dengan beroperasinya Kapal ini, ada enam titik pelabuhan yang dipotong. Jatra tidak akan melewati Ketapang Gilimanuk, Lembar Padang Bai dan Poto Tano-Kayangan. “Jadi dari Tanjung Perak langsung ke Pelabuhan Badas Sumbawa. Saya yakin kehadirannya sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Sumbawa dan kawasan sekitarnya. Karena kalau aktivitas di pelabuhan itu tinggi maka akan dipastikan berkembang secara signifikan, dinamikannya maju,”ujar Anwar. Kedepan, Anwar berharap mendapat dukungan dari semua pihak terutama Pemkab Sumbawa, dalam menjadikan Badas
sebagai pintu perkembangan ekonomi kawasan. Mengingat Badas sebagai pintu keluar masuknya barang. Apalagi didukung posisi segitiga emas kawasan timur, khususnya NTB. Kenapa, kalau Badas diapit oleh Pulau Moyo, Satonda, Sailus ada wisata dunia yang mengapitnya. Kemudian di utara ada Tana Toraja, Timur ada Taman Nasional. “Kalau Badas ada di tengah, maka transit utama manusia itu di badas. Tinggal Pemkab memanggil investor, menyodorkan fasilitas untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Badas dan kawasan wisata agar dunia bisa datang,”pungkasnya. (arn)
Kantongi Hasil Audit
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus APBDes Taliwang (Suara NTB) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat, sudah mengantongi hasil audit Inspektorat Provinsi NTB dalam kasus dugaan penyimpangan APBDes Desa Belo, Kecamatan Jereweh tahun 2017. Hasil audit tersebut meningkat dari temuan awalnya yang hanya Rp400 juta menjadi Rp500 juta. Sementara, untuk penetapan tersangka dalam kasus tersebut, pihaknya mengaku akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Berdasarkan hasil gelar ekspose yang kita lakukan belum lama ini di Inspektorat Provinsi diketahui bahwa kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai angka Rp500 juta meningkat Rp100 juta dari temuan awal. Atas dasar penghitungan tersebut dalam waktu dekat ini akan segera kita tetapkan tersangka sehingga bisa tuntas di tahun 2019. Setelah desa Belo tuntas, kita akan kembali menangani tiga desa lain yang sudah masuk tahap penyelidikan,” ungkap Kapolres KSB kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim AKP Muhaemin SH., S.IK, Kamis (12/9). Dikatakannya, berdasarkan hasil pemeriksaan terkait desa Belo tersebut yakni bermasalah dengan pelaksanaan proyek fisik serta adanya indikasi dugaan penggelapan pajak. Sementara sampai dengan saat ini, sudah ada sekitar puluhan orang yang dimintai keterangan ter-
masuk kades Desa bersangkutan. Setelah desa ini selesai ditangani, maka kasus desa Dasan Anyar akan langsung dinaikan ke tahap penyidikan, sehingga di awal tahun 2020 kasus tersebut bisa rampung. Pihaknya juga tetap akan memberikan atensi serius terhadap kasus pidana Korupsi karena dampaknya sangat besar bagi daerah dan negara. Apalagi untuk saat ini sudah ada satu kasus Korupsi yang berhasil terungkap yakni kasus desa Kemuning dengan kerugian ditaksir mencapai angka Rp935 juta. Dengan makin gencarnya para aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus Korupsi, harusnya dijadikan pelajaran bagi desa yang lain dan tidak boleh diulangi lagi karena hukuman maksimalnya sampai 20 tahun kurungan penjara. Oleh karena itu, pihaknya tetap menghimbau kepada seluruh perangkat kerja yang berada di desa untuk bisa berhati-hati mengelola anggarannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kasus korupsi tetap menjadi atensi kami untuk dituntaskan, karena mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya. Kami juga menghimbau kepada semua desa untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran, karena jika tidak sesuai aturan, maka kasusnya tetap akan kita proses,” tegasnya. (ils)
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345
Kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB
Taliwang (Suara NTB) Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku, menemukan adanya praktik penjualan gas 3 kilogram (kg) bersubsidi tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan. Berdasarkan SK Gubernur NTB, HET penjualan tabung gas isi 3 kg untuk wilayah KSB ditetapkan senilai Rp 16.500. Namun fakta di lapangan, harRahardian ga yang diberlakukan sejumlah pengecer lebih mahal dari nilai tersebut. “Iya kami memang menemukan adanya pengecer yang jual di atas HET,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan, Diskoperindag KSB, Rahardian, S.Pd kepada sejumlah wartawan, Kamis (12/9). Temuan sementara Diskoperindag itu masih di dalam wilayah kota Taliwang. Sejumlah pengecer dikatakan Rahardian, menjual tabung gas 3 kg subsidi kepada masyarakat seharga Rp 18.000 atau lebih mahal Rp 1.500 dari HET. “Harusnya kan masyarakat terimanya sesuai HET. Tapi ternyata masih ada yang naikkan harga,” ujarnya. Terhadap para pengecer yang menaikkan harga di atas ketentuan HET itu. Rahardian menyatakan, pihaknya untuk sementara belum menindaknya. Diskoperindag hanya memberikan peringatan agar tidak mengulangi kembali perbuatannya tersebut. “Kami sampaikan ke mereka kalau mengulangi lagi maka akan kita coret dari daftar pengecer,” tegasnya. Permainan sejumlah oknum pengecer yang menaikkan harga jual tabung gas 3 kg bersubsidi ini sebenarnya kurang disadari masyarakat. Sebabnya karena pertama, peredaran tabung gas program konversi itu masih baru di KSB sehingga masyarakat belum tahu HET penjualannya. Dan kedua karena selama ini masyarakat telah lama mengkonsumsi gas 3 kg yang beredar secara ilegal dengan harga yang lebih tinggi lagi. Rahardian mengakui kondisi tersebut. Namun demikian, pihaknya harus memastikan penjualan gas subsidi itu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. “Kami punya tugas memastikan harganya sesuai HET karena ini program subsidi pemerintah,” tukasnya. Selanjutnya ia menyatakan, pemerintah KSB pada dasarnya sangat bersyukur dengan telah dimulainya pendistribusian tabung gas 3 kg bersubsidi. Sebab selama ini konsumsi gas melon itu oleh masyarakat hanya bisa didapatkan secara ilegal dengan konsekuensi harga tinggi. “Nah kalau sekarang yang jual gas yang didatangkan dari Lombok kan tidak berani lagi. Karena sejak konversi masuk mereka kalah harga,” timpalnya seraya menambahkan, kesulitan pihaknya mengawasi sebenarnya pada penerima manfaat program konversi tersebut. “Kalau ada permainan harga bisa cepat kita tahu. Yang sulit itu tepat sasaran atau tidak untuk masyarakat miskin program ini. Karena sifatnya subsidi terbuka, sehingga siapa saja bisa membeli tabung gas 3 kg ini. Mau orang kaya atau miskin bisa beli,” imbuh Rahardian. (bug)
(Suara NTB/jun)
Kasus Pencurian Meteran Listrik Sumur Warga, Polisi Terkendala Saksi Dompu (Suara NTB) – Kasus pencurian meteran listrik sumur warga di Dusun Buncu Utara Desa Matua, belum berhasil diungkap jajaran Polsek Woja. Tak adanya saksi kunci yang melihat langsung kejadian itu jadi kendala utama. Sementara, ratusan warga penerima manfaat bantuan sumur bor dari dana reses anggota dewan tersebut, kini dihadapkan pencabutan kembali meteran oleh PLN. Karena tidak sanggup membayar Rusdi denda penyambungan langsung aliran sebesar Rp10 juta. Kapolsek Woja, Iptu Rusdi, SH., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (12/9) menjelaskan, sebelum upaya pemutusan paksa arus listrik untuk sumur bor tersebut dilakukan. Antara warga dan PLN sudah membuat kesepakatan, di mana beban denda senilai Rp10 juta atas penyambungan langsung tanpa pemberitahuan awal dibebankan sepenuhnya pada warga. Karena penjanjian tersebut tak diindahkan hingga batas waktu yang telah disepakati. Oleh PLN kemudian terpaksa mengambil langkah pemutusan aliran. “Warga itukan sudah sepakat untuk urunan membayar denda dari PLN. Tapi nyatanya tidak dibayar,” ungkapnya. Jika denda tersebut dibebankan untuk pelaku pencurian meteran dirasa mustahil. Karena keberadaan mereka saja belum berhasil diungkap polisi. Meski sejumlah saksi sudah dihadirkan dan memberi keterangan, tidak lantas membuatnya mudah mengungkap kasus tersebut. Apalagi saksi kunci yang melihat langsung kejadian ini tidak ada. Bahkan semestinya, lanjut Rusdi, bukan warga melainkan pihak PLN yang harus melaporkan kasus kehilangan meteran tersebut ke polisi. Sebab merekalah yang mengalami kerugian. “Kalau dilihat dari kasusnya harusnya PLN yang melaporkan karena mereka yang dirugikan,” ujarnya. Ditambahkan, sebagaimana keterangan pihak PLN bahwa aksi pencurian meteran listrik sumur bor sebetulnya tidak berdampak signifikan. Karena mereka bisa langsung menggantinya dengan meteran baru. Akan tetapi menjadi persoalan saat ini ialah penyambungan langsung oleh warga tanpa pemberitahuan awal. Sehingga membuat PLN kini mengalami kerugian cukup besar. “Setelah kejadian harusnya melapor ke PLN supaya diganti, tapi entah kenapa warga mengambil aliran itu secara langsung. Untuk kasus tetap kami selidiki,” pungkasnya. (jun)
Hj. Iris Juita Kastianti hatan yang kurang baik. Di dalam pelayanan kesehatan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu telah melaksan-
akan hingga Pustu dan Poskesdes. “Itu dimulai dari ibu hamil sampai pada pelayanan terhadap bayi balita sampai umur 5 tahun,” katanya. Dinas Kesehatan juga terus melakukan pembagian pil penambah darah bagi anak perempuan pra nikah atau anak usia SMA sederajat. Karena mereka ini akan menjadi ibu dan melahirkan anak. Karena sering kali ibu hamil di Dompu mengalami kurang darah dan itu akan berdampak pada kesehatan anak yang dikandungnya. Pemberian vitamin penambah darah sedini mungkin akan membantu penyiapan kesehatan ibu. Untuk pola asuh dan sanitasi, kata Hj. Iris, melibatkan 18
SKPD terkait di Dompu. diantaranya Dinas PUPR, Dinas Ketahanan Pangnan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas P3A, dan BKKBN. “18 SKPD ini yang akan memberikan pelayanan terpadunya di dalam penanganan stanting ini,” ungkapnya. Bagaimanapun lanjut Iris, untuk mencegah stunting memerlukan fasilitas yang memadai. Seperti keberadaan jamban sehat, lingkungan sehat. Untuk pola asuh antara lain, kebiasaan orang tua mengasuh anaknya. “Jangan sampai anaknya diberikan kepada mertua atau keluarga terdekat. Bagaimana pun, ibu mulai dari ASI ekslusif, sampai dengan pemberian ASI hingga usia 2 tahun,” terangnya. (ula/*)
RSUD Dompu Dipulihkan ke Tipe C Dompu (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu akhirnya dipulihkan menjadi pusat pelayanan kesehatan tipe C setelah sebelumnya turun kelas ke tipe D akibat laporan perkembangan SDM dan alat kesehatan yang lemah. Pemulihan tersebut diraih karena mampu melengkapi indikator penilaian yang dibutuhkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, Skm, MMKes kepada wartawan, Kamis (12/9) menyampaikan, dipulikannya tipe RSUD Dompu dari D ke C itu berkad upaya perbaikan yang telah dilakukan, baik dalam hal pemenuhan data ketenagaan maupun alat dan fasilitas kesehatan. “Kita sudah melengkapi data ketenagaan dan alat-alat kesehatan di rumah sakit. Alhamdulillah kami sudah dipulihkan kembali menjadi tipe C,” ungkapnya.
Kendati berhasil melengkapi indikator penilaian yang dibutuhkan. Ada beberapa catatan khusus yang diberikan Kemenkes untuk dibenahi kedepan. Diantaranya rumah sakit harus memperlancar pelaporan data SDM dan peralatan kesehatan mereka baik tiap bulan maupun tahunan. Catatan tersebut, lanjut Iris Juita Kastianti, akan menjadi perhatian seriusnya dan para pihak agar tidak kembali mendapatkan sanksi penurunan kelas. “Ini memang harus diperhatikan serius
karena menjadi indikator dari penilai untuk predikat rumah sakit. Masalah krusial kita terutama soal tenaga dan alat kesehatan,” jelasnya. Dalam aturan Permenkes nomor 56 tahun 2015 memang disyaratkan rumah sakit dengan tipe C harus memiliki empat dokter spesialis. Dan RSUD Dompu saat ini sudah memenuhinya, seperti misalnya dokter spesialis kandung sudah terdapat dua orang, kemudian spesialis anak, bedah dan penyakit dalam. Bahkan sebagai penunjang sudah ada dokter spesialis
saraf, mata dan sebagainya. “Termasuk itu ada spesialis anastesi,” pungkasnya. Direktur RSUD Dompu, dr H Syafuruddin yang dihubungi terpisah mengaku ada ketetapan baru dari Kementrian Kesehatan RI terhadap tipe kelas RSUD Dompu sesuai surat yang diterima tertanggal 11 September 2019 nomor YR.05.01/IX/ 4072/2019. Dalam surat itu disampaikan hasil penilaian ulang oleh tim reviu kelas rumah sakit. Dimana SDM RSUD Dompu mencapai indikator penilaian 86.07 poin untuk SDM, dan 88,69 poin untuk sarana, prasarana dan alat kesehatan. Sehingga hasil ini telah memenuhi klasifikasi RSU kelas C. “Rekomendasi ini sebagai dasar perjanjian kerjasama BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit untuk pembayaran
tarif INA-CBG’s,” sebut surat yang ditandatangani Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Dr Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS yang ditunjukan dr H Syafruddin. Tidak hanya itu, dr H Syafruddin juga mengaku telah menerima surat dari BPJS Kesehatan terkait hasil survei atas layanan kesehatan untuk peserta JKN – KIS yang mendapat rawat jalan dan rawat inap di RSUD Dompu periode Januari – Juli 2019. “Berdasarkan survei kepuasaan peserta JKN – KIS di RSUD Dompu pada pelayanan rawat jalan dan rawat inap memperoleh hasil yang baik. Rata – rata nilainya 89,2 untuk rawat jalan, dan 89,5 untuk rawat inap,” aku dr H Syafruddin seraya menunjukan bukti surat penilaiannya. (jun/ula)
Iuran BPJS Naik
Pemkot Bima Tetap Talangi Warga Kurang Mampu
(Suara NTB/jun)
HARU - Suasana haru di Makodim saat pelepasan Dandim 1614/Dompu, Arif Hadiyanto, Kamis (12/9).
Suasana Haru Warnai Pisah Sambut Dandim 1614/Dompu Dompu (Suara NTB) – Suasana haru mewarnai pisah sambut Dandim 1614/ Dompu, Letkol CZI. Arief Hadiyanto, S. IP. Bagaimana tidak, di daerah ini, Arief menemukan banyak pengalaman berarti. Bahkan menjadikannya Dandim satu-satunya yang dikenal akrab Presiden berkat dukungan terhadap program jagung yang dikembangkan pemerintah daerah. Keberhasilan ini akan jadi tugas berat penggatinya, Letkol Inf. Ali Cahyono, S. Kom. Di hadapan Forkopimda, pimpinan SKPD, Gabungan Oganisasi Wanita (GOW) dan ratusan tamu undangan pisah sambut di Makodim 1614/ Dompu, Kamis (12/9). Arif Hadiyanto mengenang perjalananya selama hampir tiga tahun bertugas di wilayah ini.
Salah satunya ketika diminta khusus Presiden RI Ir. H. Joko Widodo untuk berdiri di tengah forum rapat ketahanan pangan nasional. Di mana saat Presiden memuji keberhasilan Dompu dalam mengembangkan program jagung. “Begitu terkenalnya Dompu ini, bahkan Presiden setiap ada kata Dompu pasti jagung yang terucap. Jadi bukan saja Bupati yang terkenal saya dan Kapolres pun ikut terkenal karena jagung,” ungkapnya. Sebagai insan biasa, disadari tidak semua orang bisa sejalan dengan pemikirannya. Terutama ketika di awal-awal bertugas di daerah dengan semboyan Nggahi Rawi Pahu ini. Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maafnya. Tak terkecuali titipan harapan kedepan agar program jagung bisa
terus dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Karena saya yakin ketika masyarakat sejahtera situasi kamtibmas akan semakin aman,” jelasnya. Sementara Dandim 1614/ Dompu, Letkol Inf. Ali Cahyono, S. Kom., dalam pengenalan awalnya tak menyita banyak waktu lantaran belum mengetahui jelas kondisi sosial dan geografis wilayah ini. Tetapi yang pasti, capaian yang sudah berhasil diraih komandan sebelumnya akan menjadi tugas berat untuk tetap dipertahankan dan ditingkatkannya. “Ini tugas berat kami untuk melanjutkan, mudah-mudah kami bisa malanjutkan dan mohon bimbingan dari Bupati dan Forkopimda agar dapat menjalankan tugas ini dengan baik,” harapnya. (jun)
Bima Berusaha Mandiri Tanpa Bantuan Pusat Bima (Suara NTB) – Kabupaten Bima keluar dari status daerah tertinggal. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 79 Tahun 2019 tertanggal 31 Juli 2019. Dalam SK tentang penetapan Kabupaten Daerah tertinggal yang terentaskan tahun 2019 tersebut, Mendes PDTT menetapkan 62 Kabupaten secara nasional, 7 Daerah di Provinsi NTB salahsatunya Kabupaten Bima. Menanggapi hal itu, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, mengaku penetapan status tersebut oleh Pemerintah Pusat. Bukan berdasarkan atas keinginan Pemerintah setempat. “SK penetapannya langsung dikeluarkan oleh Lembaga dari Pusat beserta Kementrian. Bukan Pemerintah Daerah,” kepa-
Indah Dhamayanti Putri
da Suara NTB, Kamis (12/9). Dikatakannya, penetapan status tersebut karena Pemerintah Pusat melihat adanya kemajuan dalam suatu daerah. Seperti proses pembangunan yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. “Tapi status ini akan tetap
dievaluasi. Apakah kita mampu mandiri dengan berkurangnya dukungan atau pendampingan dari Pemerintah Pusat,” ujarnya. Sebagai daerah yang ingin maju, Bupati mengaku pihaknya akan tetap survive. Berusaha agar Kabupaten Bima betul-betul keluar dari daerah tertinggal dan statusnya kedepan tetap bisa dipertahankan. “Harus survive dan berusaha agar bisa mandiri,” katanya. Keluarnya dari status daerah tertinggal apakah juga berdampak pada pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat ? Bupati mengakuinya ada. Namun Ia tidak menyebutkan jumlahnya. “Yang jelas bagi daerah yang tidak masuk dalam daerah tertinggal ada beberapa bantuan dari Pemerintah Pusat yang ditiadakan lagi. Termasuk di Kabupaten Bima,” pungkansya. (uki)
Kota Bima (Suara NTB) Pemerintah Kota (Pemkot) Bima tetap menjamin 35.856 jiwa yang terakomodir dalam BPJS Kesehatan untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Walaupun iurannya yang tengah diwacanakan akan mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Walikota melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, H. Abdul Malik, SP, M.AP, Kamis (12/9). Kata dia, Pemerintah berkewajiban untuk membantu warga yang kurang mampu. Malik mengatakan dalam memberikan jaminan kesehatan dan membantu masyarakat yang kurang mampu, Pemerintah Kota Bima telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah pertahun dalam APBD. “Alokasi anggaran ini khusus untuk menangani masalah Kesehatan masyarakat, kondisi social dan iuran BPJS,” katanya. Diakuinya, Pemerintah Kota Bima mengalokasikan dana sebesar Rp23.000 perbulan dari APBD untuk jaminan kesehatan masyarakat. Hingga saat ini ada sebanyak 35.856 jiwa yang terkover. “Jika dikalikan Rp23 ribu perbulan totalnya mencapai Rp9,6 miliar pertahun yang dibayarkan. Ada juga Rp8,8 miliar yang dihibahkan ke BPJS untuk menangani kesehatan warga yang kurang mampu,” katanya. Menurut Malik pada tahun 2019 ini, Walikota Bima telah memerintahkan dan menginstruksikan OPD teknis untuk mendata semua warga yang
Abdul Malik
(Suara NTB/uki)
(Suara NTB/ist)
Diskoperindag KSB Temukan Penjualan Gas Subsidi Lampaui HET
H. Bambang M. Yasin up tinggi. Kehilangan uang ini bisa berarti kehilangan peluar pekerjaan dan lainnya. “Volume konsumsi ikan lebih ba-
nyak supaya stunting berkurang,” kata H. Bambang. Pada event For Ikan yang digelar di Pandopo Bupati dan dirangkaikan dengan hari anak, kata H. Bambang, pihaknya menyingkirkan nasi dari meja yang disiapkan panitia dan mempersilahkan anak – anak yang hadir untuk memperbanyak makan ikan. “Justru kalau kita perbanyak makan nasi, itu bahaya bagi kesehatan. Karena bisa kena penyakit gula (diabetes),” ungkap H. Bambang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes mengungkapkan, kasus stunting terjadi pada anak disebabkan oleh pola asuh, sanitasi, dan pelayanan kese-
(Suara NTB/ula)
mpleks dan paling sedikit efek negatifnya bagi kesehatan, sehingga dapat menyehatkan dan meningkatkan pertumbuhan generasi. “Jika dulu kita suap nasi cubit ikan (saat makan). Sekarang kita balik. Suap ikan, cubit nasi. Ikan laut itu memiliki kandungan gizi yang tinggi dan kompleks. Efek butuk ikan juga cukup kecil, makanya bagus dikonsumsi untuk pertumbuhan anak – anak,” kata H. Bambang. Kampanye memperbanyak ikan, kata H. Bambang, akan terus digalakkan. Terlebih berdasar data yang dirilis Bank Dunia bahwa penderita stunting berpotensi kehilangan uang selama hidupnya dan di Indonesia, kasus stuntingnya cuk-
(Suara NTB/uki)
Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin terus mengkampanyekan agar warga Dompu memperbanyak konsumsi ikan untuk mencegah kasus stunting. Berdasarkan data yang dirilis Bank Dunia, penderita stunting berpotensi kehilangan penghasilan hingga 47 persen dan Kabupaten Dompu termasuk 100 daerah yang tinggi kasus stuntingnya. Pada acara pisah sambut Dandim 1614/Dompu, Kamis (12/9) menyampaikan, saat ini pihaknya akan terus menkampanyekan agar warga masyarakat Dompu memperbanyak konsumsi ikan laut dari makanan lainnya. Ikan laut memiliki kandungan gizi yang ko-
(Suara NTB/ula)
Cegah Stunting, Bupati Kampanyekan Perbanyak Konsumsi Ikan
kurang mampu agar bisa tercover dalam BPJS. “Walikota sudah perintahkan tahun ini seluruh warga Kota Bima harus tercover dalam BPJS,” katanya. Ia menambahkan, masih ada warga Kota Bima yang kurang mampu, yang belum mengurus dan memiliki BPJS, diluar warga yang memiliki BPJS dari tempatnya bekerja dan ASN. “Misalnya jumlah warga 100 orang. Namun ada 10 orang memiliki BJPS dari kantornya bekerja dan 10 ASN. Sisanya ini yang akan menjadi tanggungan Pemerintah,” katanya. Kalaupun iuran BPJS naik, pihaknya juga akan tetap membayar. Mengingat kebijakan kenaikannya secara nasional yang dilakukan oleh Pemerintah pusat. Suka tidak suka akan tetap mengikuti. “Yang jelas akan dihitung terlebih dahulu, kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” pungkansya. (uki)
IDP Enggan Beberkan Calon Pendampingnya Bima (Suara NTB) – Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP), SE enggan membeberkan siapa sosok calon yang akan mendampinginya dalam Pilkada Kabupaten Bima 2020 mendatang. Apakah masih berpasangan dengan Dahlan M. Noer M.Pd, Wakil Bupati Bima saat ini atau ada calon pendamping yang lain dari kalangan Politisi dan birokrat ? IDP juga masih enggan mengomentarinya. “Saya tidak ingin diklasifikasi secepat itu. Semuanya akan tetap kembali pada keputusan partai (Golkar.red),” katanya, Kamis (12/9). IDP menegaskan, tidak ingin mendahului keputusan partai soal siapa nama figur pendampingnya. Apalagi masih saat ini masih bekerja menyelesaikan amanat rakyat lima tahun periode kepemimpinannya bersama Drs. Dahlan M. Noer M.Pd. “Tidak elok menyebutkan siapa calon pendamping semasa menyelesaikan tugas yang masih dipikul ini,” tegasnya. Mengenai kriteria sosok yang akan mendampinginya dalam
Pilkada 2020 mendatang, Perempuan yang merupakan Bupati Bima aktif saat ini mengaku juga tidak terlalu memilih-milih. “Pastinya saya tidak terlalu milih-milih karena semua figur yang ramai diperbincangkan saat ini, sama-sama bagus dan memiliki kriteria yang saya harapkan,” katanya. Ia mengaku, dari sekian figur yang bermunculan serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima tidak menutup kemungkinan akan menjadi pendampingnya sebagai Calon Wakil Bupati Bima. Hal itu tergantung komunikasi lintas partai. “Dan soal ini saya serahkan sepenuhnya keputusan Partai, walaupun secara pribadi saya memiliki hak prerogatif menentukan pilihan sesuai yang diinginkan,” ujanya. Terkait hal itu, Ia mengaku akan mengikuti Rapat di Jakarta Oktober 2019 mendatang. Pertemuan itu membahas Pilkada serentak 2020. “Kami semua dari Daerah dipanggil, termasuk membicarakan persiapan Pilkada 2020 mendatang,” pungkasnya. (uki)
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
POLHUKAM
Halaman 8
Pilkada KLU
PETANI tembakau virginia Lombok tengah menjerit, lantaran anjloknya harga yang disebabkan oleh menurunnya target pembelian tembakau petani oleh perusahaan. Hal tersebut kemudian menjadi sorotan para wakil rakyat di DPRD NTB. Pasalnya mereka juga mendapatkan aduan soal tembakau tersebut dari konstituennya. Atas kondisi tersebut, petani tembakau, khususnya di Kabupaten Lombok Timur tengah berada diambang kebangkrutan. Pasalnya biaya produksi yang telah dikeluarkan petani, tidak berbanding lurus dengan perolehan hasil penjualan tembakau. Karena itu, para wakil rakyat Udayana kemudian mendorong pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam rangka menyelamatkan nasib para petani. “Kondisi petani tembakau kita harus segera disikapi oleh pemerintah. Ini menyangkut nasib petani. Gubernur harus segera pro aktif menjembatani petani dengan perusahaan, untuk mencari tahu mengapa pembeliannya diturunkan, kasian petani,” ujar anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PAN, Najamuddin Mustafa saat ditemui di ruang kerja fraksinya. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah-tengah petani tembakau saat ini sangat penting. Jika tidak maka petani tembakau Lombok terancam bangkrut. Najamuddin menilai, jika hal itu sampai terjadi maka akan memberikan dampak yang sangat luas terhadap kehidupan masyarakat. “Kehadiran pemerintah sangat penting, ini sangat urgen, karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat kita. Pembelian perusahaan tidak sesuai,” katanya. Lebih jauh diungkapkan wakil rakyat Udayana dari dapil Lombok Timur selatan itu, bahwa kehadiran pemerintah kepada petani tembakau masih sangat minim sekali. Hal itu terlihat dari minimnya kebijakan pemerintah daerah dalam membantu petani tembakau menurunkan biaya produksi yang dikeluarkan. Pasalnya, salah satu problem petani tembakau Lombok yakni masih tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan. “Daerah belum hadir membantu petani tembakau menurunkan biaya produksi. Bayangkan pupuk sulit, mahal, biaya pengomprongan mahal, petani semuanya angkat hutang. Sehingga otomatis dampaknya adalah hasil produksi itu jadi mahal. Nah kenapa menjadi mahal karena keterlibatan pemerintah dalam menurunkan biaya produksi tidak masuk di sana. Apakah selama ini APBD kita sudah masuk apa tidak dalam tembakau ini,” katanya. Najamuddin pun kemudian mewacanakan ke depan, pihaknya akan berusaha mendorong pemerintah provinsi agar ikut terlihat langsung ikut mengintervensi petani tembakau dalam menurunkan biaya produsinya, lewat program yang akan dianggarkan dalam APBD. Hal itu sangat penting karena dengan tembakau inilah satusatunya komuditas di petani yang mampu mengangkat prekonomian dan kesejahteraan petani. “Daerah saja mendapatkan banyak uang dari cukai tembakau, masak kita tidak mau mengalokasian anggaran kepada petani kita. Ke depan ini akan jadi fokus kita,” pungkasnya. (ndi)
H. Najamuddin Mustafa (Suara NTB/ndi)
Rivalitas Golkar dan Gerindra Diprediksi Berlanjut di Pilkada Loteng Praya (Suara NTB) Menduduki posisi dua besar partai politik dengan perolehan suara tertinggi di Pemilu legilatif Lombok Tengah (Loteng) yang baru lalu, rivalitas antara Partai Gerindra dan Partai Golkar tampaknya bakal berlanjut di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng mendatang. Peluang berkoalisi antara kedua partai politik tersebut bisa dikatakan sudah tertutup. Mengingat, keduanya menegaskan sama-sama mengincar kursi calon Bupati Loteng. Aura rivalitas antara partai besutan Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto ini pun sudah nampak. Pengurus di kedua partai politik sudah menegaskan bargaining dan sikap politik di masing-masing pihak. Partai Gerindra kemungkinan besar bakal mengusung Ketua DPC Partai Gerindra Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.Ip., yang juga Wabup Loteng saat ini. Sementara Partai Golkar tampaknya sudah mulai mengerucut ke satu nama, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Loteng saat ini, H. Humaidi. Meski masih terbuka peluang kedua partai politik tersebut mengusung kandidat lainnya di luar kedua nama tersebut. “Kalau di internal pengurus Partai Gerindra Loteng, sebagian besar sudah setuju jika mengusung Ketua DPC Partai Gerindra di Pilkada Loteng mendatang,” sebut Bendaraha DPC Partai Gerindra Loteng, M. Tauhid, beberapa waktu lalu. Walaupun diakuinya, keputusan akhir soal siapa kandidat calon kepala daerah yang akan diusung Partai Gerindra nantinya tergantung keputusan akhir. Namun dalam mengambil keputusan, pengurus pusat juga akan memperhatikan usulan dan pertimbangan dari pengurus daerah, karena yang lebih tahu kondisi serta peta kekuatan politik ialah pengurus daerah itu sendiri. Terpisah, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar, H.L. Ahmad Rumiawan, S.Sos., Rabu (11/9), menegaskan, Partai Golkar dipastikan akan mengusung calon bupati. Beberapa nama kader Partai Golkar kini tengah dipertimbangkan untuk diusung. Selain Ketua DPD II Partai Golkar Loteng, H. Humaidi, ada juga nama anggota DPRD NTB, H. Ahmad Puaddi. Selain itu ada nama H. Azis S Idrus, H. Yusuf Saleh serta beberapa kader Partai Golkar lainnya. “Yang jelas Partai Golkar tidak kekurangan kader untuk diusung di Pilkada Loteng mendatang. Dan, bisa dipastikan Partai Golkar akan mengusung calon bupati,” tegasnya. Hal senada juga ditegaskan, Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng, H.L. Kelan, S.Pd. Menurutnya, Partai Golkar tidak mau membuat catatan sejarah baru mengusung calon wakil bupati. Partai Golkar ingin tetap mengusung calon bupati. Meskipun bukan sebagai partai politik pemenang pemilu. “Kalau di pemilu kemarin, kami boleh kalah. Tapi di Pilkada Loteng mendatang, kami tidak mau kalah lagi. Kami tetap akan mengusung calon bupati,” ujarnya. Dengan demikian, ia pun menegaskan peluang berkoalisi dengan Partai Gerindra terbilang sangat kecil, walau dalam politik semua serba mungkin. Termasuk dalam hal koalisi. “Soal peluang koalisi (dengan Partai Gerindra)? Ya bisa dibaca sendirilah. Kecuali kalau Partai Gerindra mau posisi calon wakil bupati, semua masih terbuka,” sebut Kelan. (kir)
Mataram (Suara NTB) – Partai Nasdem memberikan sinyal peluang kembali mengusung kandidat bakal calon Petahana Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Akhyar pada Pilkada serentak 2020 mendatang. Pasalnya, saat ini hanya Najmul Akhyar yang cukup serius dan intens bangun komunikasi politik dan pendekatan kepada Nasdem. Ketua DPW Partai NasDem NTB, H. Muh. Amin, yang dikonfirmasi terkait peluang figur yang akan diusung Nasdem pada Pilkada serentak KLU, juga tidak menampik soal keaktifan Najmul membangun komunikasi politik dengan Nasdem, dibandingkan dengan figurfigur lain yang juga digadanggadang bakal maju meramaikan bursa pertarungan di Pilkada KLU 2020. “Sampai saat ini, hanya pak Najmul sudah aktif berkomunikasi dengan NasDem,” ujar Amin, Kamis (12/9) kemarin. Bukan tanpa alasan Najmul intens membangun komunikasi ke NasDem. Kare-
na dalam kontestasi Pilkada 2015 lalu, Partai NasDem jadi salah satu parpol utama pengusung duet Najmul Ahyar – Syarifuddin. Najmul pun, kata Amin, sudah mengutarakan niat dan keinginannya kepada Partai NasDem untuk kembali maju mencalonkan diri di Pilkada 2020 nanti. Partai NasDem pun diminta dukungan kembali oleh Najmul sebagai kendaraan politik untuk mengusung dirinya di Pilkada. “Beliau sudah meminta dukungan ke NasDem,” ucapnya. Dengan raihan dua kursi di DPRD KLU pada Pemilu 2019, Partai NasDem berhak menjadi parpol pengusung di Pilka-
da. Walau begitu, dalam komunikasi politik antara Partai NasDem dan Najmul belum ada kesepakatan politik apapun di antara kedua belah pihak. Diakui, Partai NasDem merasa cukup nyaman membangun komunikasi politik dengan Najmul. Begitu pula sebaliknya. Sehingga sangat terbuka lebar Partai NasDem akan kembali mendukung dan usung Najmul Ahyar di Pilkada 2020. “Meski belum ada kesepakatan apapun. Tetapi kita cukup nyaman saling berkomunikasi,” terangnya. Bagi Amin, mutlak diperlukan ada pendekatan dan komunikasi di antara kedua belah pihak. Dengan begitu, kedua
belah pihaknya bisa saling menyatukan pandangannya. Partai NasDem pun sangat perlu mengetahui apa jadi program kerja dan prioritas dari Najmul Ahyar di periode kedua kepemimpinannya tersebut. Partai NasDem pun menilai, jalan roda pemerintahan pasangan Najmul Ahyar – Syarifuddin sudah benar. Berbagai keberhasilan dan capaian pembangunan sudah terlaksana di periode pertama. Sebagai parpol pengusung Najmul – Syarif di Pilkada 2015 lalu, Partai NasDem memiliki kewajiban dan tanggung jawab mengamankan berbagai program kerja dari pasangan tersebut. “NasDem menilai pasangan itu cukup berhasil memimpin KLU,’’ terangnya. Namun demikian. Partai NasDem tak akan terburuburu menetapkan arah dukungan di Pilkada. Karena hing-
ga saat ini Partai NasDem masih akan menunggu petunjuk organisasi dari DPP terkait Pilkada. Pasalnya nanti Partai NasDem akan membuka penjaringan balon kada di Pilkada KLU dan Pilkada daerah lainnya. Amin memastikan proses pencalonan kepala daerah di Partai NasDem tanpa ada biaya atau mahar politik. “Pak Najmul tetap nanti harus mendaftar di penjaringan,” ucapnya. Terkait apakah ada keinginan NasDem mendorong kadernya berpasangan dengan Najmul di Pilkada KLU 2020. Amin mengungkapkan, hal itu sangat mungkin dilakukan. Mengingat, dinamika politik di Pilkada masih cair. Kendati, hingga saat ini belum ada kader internal NasDem sudah menyatakan kesiapan maju di Pilkada 2020. “Iya. Kita lihat saja nanti dinamika politik seperti apa,” pungkasnya. (ndi)
Pilkada Mataram
Muchlis Kejar Elektabilitas Capai 40 Persen
(Suara NTB/ist_penrem)
PUKUL KENTONGAN - Danrem Kol. CZI Ahmad Rizal Ramadhani memukul kentongan penanda mitigasi bencana.
Mitigasi Bencana, Danrem 162/WB Ajak Hidupkan Tradisi Lokal Mataram (Suara NTB) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han mengajak masyarakat menghidupkan tradisi lokal dalam mitigasi bencana. Seperti, menghidupkan kentongan ketika terjadi bencana. Hal itu disampaikan Danrem saat jadi narasumber interaktif RRI Mataram, Kamis (12/9). Hadir Kalak BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos., Kepala RRI Mataram Drs. Aep Karman Djajasasmita, MM., Kepala SAR Mataram I Nyoman Sidakarya, perwakilan Polda NTB dan BMKG Mataram, dan Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi NTB di Aula Tri Prastya Kantor RRI Mataram.
Dengan tema program “Pencegahan dini dan penanggulangan bencana melalui Program kentongan RRI”, menurut Danrem, pada dasarnya sudah berlaku di lingkungan TNI AD sebagai program latihan. Bahkan saat ini tetap dilakukan, dengan tujuan jika terjadi bencana, baik perorangan maupun satuan sudah siap untuk digerakkan dalam proses penanggulangan bencana. “Dalam tahap rehab rekon ini, personel TNI bersatu padu membantu masyarakat terdampak gempa menuju tahap pemulihan,” terang Danrem. Sebagai bentuk dukungan, lanjut Alumni Akmil 1993 tersebut, agar program kentongan bisa terealisasi, pi-
haknya akan melakukan sinkronisasi dan aktualisasi ke kodim-Kodim jajaran Korem 162/WB. Melalui para Babinsa, mengajak dan mengimbau masyarakat menghidupkan kembali ronda malam dengan memasang kentongan di setiap pos ronda sebagai alat komunikasi yang memiliki historis bagi bangsa Indonesia. “Untuk ketukan kentongan nanti disesuaikan dengan jenis bencana termasuk interval ketukannya,” paparnya. Selain itu, kata Danrem, para Babinsa bersama unsur di desa agar memiliki titik kumpul yang aman dan membuat jalur evakuasi apabila suatu saat terjadi bencana. (ars/*)
Kompol TM Dituntut Tiga Tahun Penjara Mataram (Suara NTB) – Oknum anggota Polda NTB Kompol TM terbukti bersalah menurut jaksa penuntut umum. Mantan Kasubdit Pengamanan Tahanan Dittahti ini dituntut penjara tiga tahun. Selain itu, terdakwa dibebani denda Rp50 juta. Namun jaksa belum menimbang tuntas fakta persidangan. Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Fathurauzi mengatakan pembacaan tuntutan itu digelar dalam sidang Kamis (12/9) kemarin. “Jaksa menuntut terdakwa dihukum tiga tahun penjara,” ujarnya ditemui usai persidangan. Dalam berkas tuntutan jaksa Kejati NTB yang dibacakan Hasan Basri, jaksa menilai terdakwa Tuti terbukti bersalah melanggar pasal 12 e juncto pasal 12A ayat 1 dan 2 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pemberasan dalam jabatan,” kata Hasan dalam pertimbangan amar tuntutannya yang dibacakan di hadapan ketua majelis hakim Sri Sulastri. Hal yang memberatkan terdakwa antara lain keterangan yang berubah dan berbelit, dan terdakwa adalah anggota Polda NTB yang merupakan pengayom masyarakat. Meski demikian, catatan belum pernah dihukum jadi meringankan TM. Pasal 12A itu mengatur ancaman hukuman pidana badan paling ringan satu tahun dan paling berat tiga tahun. Dengan ketentuan nilai
(Suara NTB/why)
BERJALAN - Terdakwa pungli tahanan Rutan Polda NTB Kompol TM berjalan ke luar ruang persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram beberapa waktu lalu. korupsi kurang dari Rp5 juta. Berdasarkan fakta hukum di persidangan, kata Hasan, bahwa uang yang diterima terdakwa dari para tahanan sebesar Rp4,35 juta. Rinciannya, dari Ansari Rp500 ribu, Firman Ramdani Rp250 ribu; Sulfikri Rp250 ribu; Icin Rp100 ribu; Kemudian dari tahanan kabur WNA asal Perancis, Dorfin Felix Rp2,5 juta. Uang itu sebagai upah untuk TM karena sudah membantu membelikan Dorfin ponsel pintar, televisi, dan alas tidur. Lalu, dari Saifudin alias Abu Rp750 ribu yang merupakan janji tidak sempat diserahkan. Kemudian terungkap pula bahwa ada ongkos sebesar Rp150 ribu bagi tahanan yang akan menggunakan bilik asmara. “Bahwa terdakwa telah me-
maksa para tahanan untuk dapat menggunakan HP di sel dan apabila tidak membayar akan disita dan yang bersangkutan dimasukkan ke dalam sel khusus,” terangnya. Hal itu dialami Ansari, Firman, dan Saiman yang dimasukkan ke sel khusus di lantai dua karena kedapatan punya HP. Pada akhirnya bisa kembali ke sel semula setelah menyerahkan uang Rp500 ribu ke TM. “Penyerahan sejumlah uang dari tahanan kepada terdakwa sebagai keterpaksaan mengingat jabatan terdakwa yang memiliki kekuasaan atas tahanan,” tegas Hasan. Sidang ditunda untuk dibuka kembali Selasa pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan terdakwa. (why)
Mataram (Suara NTB) – Semua kandidat calon internal PKS yang ditawarkan sebagai bakal calon Walikota/ Wakil Walikota di Pilkada Mataram 2020 diminta untuk intensif melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan elektabilitasnya di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya modal elektabilitas itulah menjadi ukuran bagi PKS untuk mengambil keputusan mengusung kadernya di Pilkada Mataram 2020. Salah satu kandidat calon internal PKS, TGH. Ahmad Muchlis yang ditemui Suara NTB, menyampaikan bahwa dirinya saat ini masih fokus untuk sosialisasi sebagaimana amanat partainya. Namun demikian, ia menyadari sampai saat ini belum terlalu gencar untuk turun melakukan sosialisasi. “Sosialisasi ya kita sedang sosialisasi, meskipun sosialisasinya belum terlalu spesifik yang memperkenal diri sebagai bakal calon itu. Masih sambilan saja, kita lakukan dalam setiap kesempatan yang ada,” ujarnya. Muchlis mengaku pihaknya masih memiliki waktu yang cukup untuk melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan eletabilitasnya. Sehingga sosialisasi yang lebih intensif akan dilakukan menjelang partai akan melakukan survei elektabilitas terhadap calon-calon internal PKS. Ketika ditanya berapa persentase target elektabilitas yang harus dikejar oleh dirinya sehingga dapat mengantarkannya menjadi calon dari PKS? Muchlis menjawab bahwa ia minimal harus mencapai elektabilitas sampai 40 persen. Jika itu tercapai maka ia bisa cukup percaya diri untuk maju bertarung. Sebaliknya jika masih di bawah itu,
maka dirinya akan mempertimbangkan ulang keinginan untuk maju. “Sebab saya tidak mau memaksakan diri untuk maju kalau survei kita kira-kira masih berat. Saya tidak mau seperti orang lain yang sangat PD (Percaya Diri) maju meski elektabilitasnya rendah. Kalau kita harus, minimal kita punya elektabilitas 35-40 persen, maka berani kita melangkah bertarung,” katanya. Dalam survei yang akan dilakukan, tidak hanya dilakukan untuk calon internal saja. Namun survei juga akan dilakukan kepada kandidatkandidat lain. Sehingga PKS tidak saja memiliki data kekuatan calon internalnya. PKS juga harus mengetahui peta kekuatan figur calon lain. Dengan demikian, PKS bisa melakukan simulasi Pilkada terkait dengan peta pertarungan yang akan terjadi di Pilwakot Mataram. “Hasil survei itulah yang menjadi landasan kita bergerak. Kita tahu kekuatan diri, tahu juga kekuatan yang lain, tahu di mana kekuatannya, dan tahu di mana kelemahannya. Sehingga nanti kita akan simulasi survei pasangan, bagaimana kalau kita berpasangan dengan figur yang ini. Apakah elektabilitasnya naik atau turun. Kalau turun berarti pasangan kita yang tidak bagus, dan begitu sebaliknya,” paparnya. Terkait penjajakan komunikasi politik yang sudah dilakukan, baik dengan figur maupun partai politik lain, anggota DPRD Provinsi NTB dari dapil Kota Mataram ini mengaku belum ada komunikasi politik yang serius. “Ada beberapa kita sudah ketemu, tapi baru sebatas berdiskusi saja,” pungkasnya. (ndi)
Penyidik Kaji Hasil Cek Fisik RSUD Dompu Mataram (Suara NTB) – Ahli konstruksi Unram menyelesaikan pengecekan fisik gedung RSUD Dompu. Keterangan ahli itu kini sedang dikaji penyidik Polda NTB. Indikasi penyimpangan proyek senilai Rp9,46 miliar itu masih diselidiki. Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat menjelaskan bahwa hasil fisik sudah selesai. “Hasil laporannya sudah kita terima dari ahli. Ahlinya dari Unram,” ujarnya Kamis (12/9) kemarin. Cek fisik itu memberi gambaran penyidik mengenai indikasi penyimpangan. Selanjutnya dipakai untuk mengklarifikasi pihak-pihak yang terkait proyek tahun 2016 itu. “Ini masih penyelidikan. Kita masih kumpulkan buktibukti,” jelasnya. Pihaknya juga berkoordinasi dengan auditor BPKP Perwakilan NTB. Keperluannya, untuk mencari apakah ada
Syarif Hidayat
indikasi kerugian negara dari penyimpangan proyek itu atau tidak. Penyidik menyiapkan undangan klarifikasi kepada kuasa penguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, pejabat unit layanan pengadaan, rekanan pelaksana proyek, serta konsultan pengawas. “Apakah pekerjaannya sudah sesuai atau tidak spesifikasinya. Dari cek fisik itu kan nanti dihitung,” tandas Syarif. Polda NTB mengusut proyek pembangunan gedung RSUD Dompu. Proyek itu dibiayai APBD Dompu senilai Rp9,46 miliar. Proyek pembangunan itu dikerjakan PT Telaga Pasir Kuta. Proyek yang pengerjaannya molor itu meliputi gedung pelayanan medis dan penunjang medis. Antara lain instalasi gawat darurat (IGD), instalasi rawat jalan (IRJ), dapur, instalasi pemeliharaan sarana prasarana, ruang laundry, dan ruang isolasi. (why)
(Suara NTB/dok)
Intervensi Petani Tembakau
NasDem Beri Sinyal Dukung Najmul
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
2020, Sapi Kirim Wajib Berbobot 300 Kg Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnakeswan) Provinsi NTB, Dra. Hj. Budi Septiani menegaskan tahun 2020 mendatang sapi yang dikirim ke luar daerah wajib berbobot 300 Kg. Sementara ini pemerintah daerah masih memberikan kelonggaran, pengiriman sapi dengan bobot di bawah standar tersebut. Sebelumnya dari Dinas Nakeswan Kabupaten Dompu meminta Pemprov NTB meninjau kembali Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 tahun 2005 tentang pedoman (Suara NTB/bul) pengiriman ternak antar puHj. Budi Septiani lau yang mengharuskan bobot sapi yang dikirim minimal 300 Kg hidup. Disnakeswan Dompu mengaku peternak setempat tak sanggup memenuhi bobot sesuai pergub. Disatu sisi, pengiriman ternak harus dilakukan. Hj. Budi Septiani mengatakan, meski Pergubnya telah mengatur bobot minimal ternak yang dikirim, Pemprov NTB meringankan kebijakan pengiriman dapat dilakukan untuk sapi-sapi di bawah bobot 300 Kg. “250 Kg masih bisa kirim. Sambil peternak pebaiki manajemen pemeliharaan. 2020 tidak boleh lagi 250 Kg, harus sesuai Pergub, 300 Kg,” kata Hj. Budi. Kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (12/9) kemarin, Hj. Budi menegaskan, Pergub yang mengatur tentang bobot minimal pengiriman sapi ke luar daerah ini sebetulnya dimaksudkan untuk kesejahteraan peternak. Pemotongan sapi dengan bobot di bawah 300 sebetulnya merugikan peternak. Persoalan yang dihadapi, peternak di Dompu, dan Sumbawa, cenderung tidak memperhatikan manajemen pemeliharaan ternak. Sapi-sapi miliknya dilepas begitu saja tanpa diperhatikan asupan pakannya. Padahal, alam tempat melepasliarkannya belum tentu menyediakan pakan yang cukup. “Dilepas begitu saja, tidak dikasi makan ternaknya. Dia kena UU 18 tentang kesrawan, ada sanksinya itu. Harusnya ternaknya diperhatikan. Karena ternak ini sama seperti manusia,” ujarnya. Terkait dorongan untuk meninjau kembali Pergub, Hj. Budi mengatakan telah melakukan konsultasi ke Kemenko Perekonomian terkait kemungkinan revisi. Tetapi aturannya membatasi minimal bobot 300 Kg. Sebetulnya kata kepala dinas, Pergub bukan persoalan. Justru para peternak yang seharusnya memperbaiki manajemen budidaya. Untuk memenuhi bobot standar, bisa dilakukan dengan cara penggemukan. Peternak-peternak bima melakukannya. Sehingga sapi-sapi yang dikirim dari Bima ke Jakarta rata-rata berbobot besar. “Kalau di Dompu dan Sumbawa agak malas. Ternaknya dilepas begitu saja, pas butuh nanti dicari. Bagaimana bisa gemuk sapinya,” kata Hj. Budi. Karena itu, alternatif lainnya, bagi peternak yang bobot sapinya tidak memenuhi standar untuk dikirim, disarankan agar melakukan pemotongan di dalam daerah. Menghidupkan rumahrumah potong. Mengembangkan industrialisasi sektor peternakan. Atau dapat mengirim ke luar daerah dalam bentuk daging. (bul)
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 9
22 Rencana Investasi Diusulkan Dicabut Mataram (Suara NTB) -
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si., telah menurunkan tim untuk menelusuri seluruh investasi yang ada di NTB. DPM-PTSP mencatat dari Januari hingga Juni ada 139 perizinan yang masuk. Dari data ini, 22 rencana investasi diusulkan untuk dicabut izinnya. Tim ini juga bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal di kabupaten/kota, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa/kelurahan. “Ada 22 investasi yang tidak kita ketahui keberadaannya. Ada juga yang mengundurkan diri,” katanya. Kepala dinas mengurai hasil penelusuran timnya ke lapangan. Dari 139 investasi yang ada, seluruhnya investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang diterbitkan rekomenda-
si investasinya oleh BKPM RI. Sampai Bulan Juni, sebanyak 116 perusahaan yang telah didatangi untuk memastikan proyeksi investasi di NTB. berdasarkan fakta lapangan, ada 54 investasi yang dikategorikan hijau. Artinya, kegiatan investasinya tetap berjalan. Demikian juga laporan-laporan investasinya. Lalu ada 40 investasi yang dinyatakan kuning. Dan 22 merah, serta 5 investasi yang
berhenti beroperasi lantaran gempa. Tetapi sangat berpeluang untuk dilanjutkan investasinya. Sebanyak 22 investasi rapor merah ini tidak ditemukan jejaknya. Tidak diketahui siapa yang akan berinvestasi, kantor perwakilannya, termasuk pekerjanya. “Juga ditelusuri sampai desa dan lingkungan. Apakah sudah mengajukan izin-izin atau rekomendasi terkait. Tapi tidak ditemukan,” jelas L. Gita. Dengan fakta itu,
daerah merekomendasikan kepada BKPM RI untuk mencabut izin-izin investasi yang telah diberikan kepada perusahaan terkait. Umumnya, rencana investasi di sektor pariwisata. Kepada investasi-investasi yang diberi rapor kuning, adalah PR bagi DPM-PTSP untuk terus mendorongnya lebih progresif melanjutkan investasinya. “Yang kuning misalnya ada investasi tetap jalan, tetapi tidak melakukan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal). Ini kita dorong terus untuk melanjutkan seluruh rencana investasinya,” kata kepala dinas. Tahun ini, BKPM RI memberikan target realiasasi investasi kepada NTB sebesar
Rp16 triliun. Target ini, kemudian disesuaikan kembali menjadi Rp14 triliun karena NTB mengalami perlambatan investasi pascagempa. Meski demikian, L. Gita Ariadi mengatakan tetap akan menggunakan target awal, Rp16 triliun nilai investasi yang harus terkejar tahun ini. Apakah akan terwujud? Mengingat capaian realisasi investasi sampai triwulan II 2019 baru mencapai Rp5 triliun. Ia menyatakan tetap optimis. Apalagi 23 perusahaan yang masih dikroscek di lapangan. Selain itu, sejumlah kawasan investasi di NTB terlihat mulai bergerak sejalan dengan kunjungan wisatawan luar negeri yang mulai pulih, setahun setelah gempa. (bul)
Persaingan Tak Sehat
Japnas Minta Izin Pembangunan Hotel Dipertimbangkan Mataram (Suara NTB) Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB mendorong moratorium perhotelan di tengah persaingan usaha perhotelan yang tak sehat. Jumlah tamu yang menginap di hotel belum sebanding dengan jumlah ketersediaan kamar hotel yang mencapai 13.000 kamar. Baik hotel berbintang, maupun non bintang. Ketua Japnas Provinsi NTB, I Made Agus Ariana menyebut keadaan saat ini sangat berbeda dibandingkan sebelum gempa pada Agustus 2018 lalu. Okupan(Suara NTB/bul) si hotel rata-rata mencapai I Made Agus Ariana 70 persen. Sementara saat ini hanya mencapai 30 persen okupansi hotel di Kota Mataram. Seperti data yang dikemukakan. Jumlah kunjungan yang masuk melalui penerbangan mencapai 4.000 orang. Dalam situasi ini, turun 50 persen. Menjadi 2.000 orang. Dari 2.000 ini, dihitung 50 persen atau 1.000 orang adalah masyarakat NTB sendiri. Baik yang pulang merantau atau pulang berdinas. Sisanya adalah tamu yang tidak sepenuhnya menginap di hotel. “Bayangkan, jumlah kamar hotel mencapai 13.000 kamar. Sangat jauh dibandingkan jumlah tamu yang datang. Akibatnya, persaingan menjadi tak sehat,” ujarnya. Ariana yang juga pengusaha hotel di Kota Mataram ini mengatakan, akibat kondisi tersebut pengusaha harus menjual kamar hotel dengan harga rendah. Dari pada kamar tidak terisi dan sirkulasi udara tidak terbuka. Harus jual murah. Penurunan harga kamar hotel mencapai 30 persen. DariyangsebelumnyahargakamarhotelbintangIVmencapaiRp500 ribu/malam. Turun menjadi Rp300.000, sampai Rp350.000/malam. Dengan menjual harga hotel sedemikian rendah, tentu sangat berat bagi pengusaha bertahan. Sebab biaya operasional juga tak kecil. Disisi lain, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga vakum. Disinilah menurutnya pengurus-pengurus yang benar-benar pengusaha perhotelan. Sehingga sangat memahami persoalan yang terjadi. Serta mencari rumusan yang tepat untuk menyelesaikan persoalan. “Sehingga tidak terjadi gontok-gontokan harga yang dapat merugikan sesame pengusaha,” imbuhnya. Dalam setiap kesempatan, menurut Ariana juga tetap disampaikan persoalan persaingan yang tidak sehat usaha perhotelan. Pemerintah harus mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan terkait izin-izin pembangunan hotel. “Lebih baik izin tidak dikeluarkan,” demikian Ariana. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Bulan Juli 2019 tercatat 65.858 orang yang terdiri dari 46.384 orang tamu dalam negeri (70,43 %) dan 19.474 orang tamu luar negeri (29,57 %). Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Juli2019 sebesar 1,79 hari, mengalami penurunan 0,04 hari dibandingkan dengan RLM bulan Juni 2019 sebesar 1,83 hari. (bul)
(Suara NTB/bul)
ELPIJI - Tabung elpiji yang didistribusikan di salah satu pangkalan elpiji
Elpiji 3 Kg Sulit
Pertamina Pastikan Tak Ada Pengurangan Alokasi Mataram (Suara NTB) PT. Pertamina (Persero) memastikan tidak melakukan pengurangan alokasi elpiji subsidi di Pulau Lombok. Meski belakangan ketersediaan elpiji subsidi mengusik masyarakat. Untuk mendapatkan tabung isi ulang di pengecer-pengecer, masyarakat mulai merasa kesulitan. Menjawab hal ini, Aria Aditia, Sales Executive LPG IX NTB menerangkan, Pertamina tidak mengurangi alokasi. Stok di depotpun disebut masih cukup aman. Pangkalan juga tetap diimbau untuk melayani masyarakat dengan baik. “Dari SPBE ke agen, semua lancar. Tidak ada kendala. Alokasi semua disalurkan ke SPBE,” demikian Aria. Kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (11/9) kemarin, Aria mengatakan, setiap hari, 92.000
sampai 93.000 tabung terdistribusi. Jumlah tersebut terdistribusi dari SPBE ke agen dan pengkalan. Hanya saja, persoalan yang dihadapi, masih perlunya masyarakat mampu disadarkan untuk berempati kepada masyarakat yang tidak mampu. Lalu pengepul yang mengambil keuntungan yang juga turut menggunakan elpiji subsidi untuk masyarakat miskin. “Akibatnya bikin kestabilan stok di lapangan menjadi kacau. Kita lakukan pengawasan, tapi kewenangannya sampai ke agen dan pangkalan. Dan regulasinya yang masih abu-abu,” kata Aria. Regulasi yang dimaksudkan, tidak ada ketentuan sanksi bagi orang mampu yang menjadi penikmat elpiji subsidi. Dalam hal ini, menurutnya perlu campur tangan pemerin-
tah daerah untuk mengeluarkan surat imbauan kepada PNS/ ASN, Pegawai, TNI/Polri, Pegawai BUMN, BUMD, usaha non mikro, peternak ayam, oven tembakau agar tidak menggunakan elpiji subsidi dan beralih ke elpiji non subsidi. Untuk masyarakat mampu yang masih menggunakan elpiji subsidi 3 Kg, Pertamina mengimbau untuk beralih ke Bright Gas 5,5 Kg berwarna pink, harganya sangat terjangkau, ringan dan juga mudah didapatkan. Untuk masyarakat yang mau beralih dapat menukarkan (trade in) 2 tabung LPG 3 Kg kosongnya ke BrightGas5.5Kg+isi,cukuphanya membayar isi/refill Bright Gas 5.5 Kg nya saja di Agen resmi Pertamina. Tidak bisa dipungkiri saat ini masih banyak dijumpai kata Aria, masyarakat mampu
(indikatornya memiliki mobil) yang masih membeli elpiji 3 Kg. “Kami menawarkan mereka untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas melalui sosialisasi,” imbuhnya. Karena itulah, Pertamina sangat berharap adanya juga dukungan dari Penerintah Daerah/Gubernur untuk mengeluarkan surat yang bersifat imbauan agar seluruh masyarakat NTB yang mampu, ASN, pegawai BUMN, BUMD, TNI, Polri untuk beralih menggunakan LPG NPSO Bright Gas. Surat imbauan seperti ini, menurutnya cukup banyak telah dikeluarkan oleh Provinsi (Gubernur) maupun kabupaten/kota (Walikota/Bupati) di wilayah selain NTB. Jika dipersentasekan, sudah 70-80% provinsi yang mengeluarkan imbauan dimaksud. “Besar harapan kami dalam
waktu dekat juga dapat didukung dan direalisasikan di NTB. Seperti di Kalimantan Tengah. Surat imbauan tersebut dikeluarkan oleh gubernur dan masing-masing walikota dan bupatinya meneruskan surat imbauan serupa,” jelas Aria. Ketika surat imbauan tersebut ke luar, dideklarasikan pada acara upacara/apel pagi dan selanjutnya para ASN berbondongbondong penukaran tabung elpiji 3 Kg mereka ke Bright Gas 5.5 Kg. “Kami pikir hal ini juga sangat dapat diaplikasikan di NTB. Outputnya, masyarakat mampu akan mencontoh dari apa yang sudah dilakukan oleh ASN dan pemerintah daerahnya yaitu gerakan #sadarsubsidi dengan beralih dari LPG 3 Kg subsidi ke Bright Gas 5.5 Kg nonsubsidi,” demikian Aria. (bul)
Hipmi NTB Belajar Peternakan ke Australia dan Belanda Mataram (Suara NTB) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB ingin mendorong pengembangan sektor unggulan, peternakan dan pertanian di NTB. Hipmi bahkan akan mengirim perwakilannya untuk belajar ke Australia dan Belanda. Ketua Hipmi Provinsi NTB, Sawaludin menyebut besarnya potensi unggulan di NTB, peternakan dan pertanian yang perlu didorong investasinya masuk ke sektor-sektor ini. Sampai saat ini, investasi di sektor pertanian disorot Hipmi karena terkesan mati suri.
Disebut, Sampoerna Agro yang memanfaatkan lahan pertanian di Sembalun, Lombok Timur. Sampoerna Agro mengembangkan komoditas hortikultura yang dikirim hingga keluar daerah. investasi ini kini hilang. Menurut Sawaludin, perlu difasilitasi perusahaan dan petani membangun kemitraan yang lebih baik. Petani harus diedukasi menjadi petani yang baik, sistem produksi pertanian yang lebih modern. Sehingga investor kebutuhannya terpenuhi. “Saya masih melihat pemerintah sampai hari ini
kurang begitu peduli terhadap investasi di sektor pertanian. Harapan saya, pemerintah buka keran selebar-lebarnya investasi di sektor pertanian ini dan berikan kemudahan fasilitas perizinan yang dapat mempermudah masuknya investasi,” sarannya. Selain pertanian, sektor peternakan juga sangat berpeluang dikembangkan. Himpi NTB sedang mencoba membidik pengembangan sektor peternakan di Pulau Sumbawa. Akhir Bulan September ini, Hipmi NTB mewakilkan dua orang belajar tata kelola
peternakan di Belanda dan Australia. Disana, perwakilan NTB ini akan belajar bagaimana manajemen ternak dan berbagai usaha turunannya. Misalnya di Belanda, yang mengembangkan susu ternak. Inisiatif Hipmi NTB ini untuk rencana ke depan pengembangan ternak di NTB. Dari hasil belajar di luar negeri ini, nantinya Hipmi akan membuat kajian, telaahan bagaimana mengembangkan potensi industri peternakan di NTB. “Terutama di Pulau Sumbawa ini adalah sumber bibit
sapi di seluruh Indonesia. Kita sumber bibit, tapi kenapa bibitnya justru lari ke luar, tidak kita kembangkan sendiri. Kan ini potensi yang sangat besar,” imbuhnya. Lahan peternakan di Pulau Sumbawa juga cukup besar. Karena itu Hipmi tertarik ingin mengembangkan penggemukan dan susu sapi. Inginnya, tidak hanya penggemukan yang dilakukan di NTB. perlu diwujudkan NTB mengirim daging dalam bentuk olahan. Tidak lagi mengirim ternak hidup. “Kita bisa seperti negara Australia yang mengirim daging dalam
bentuk kemasan,” imbuhnya. Hasil kajian potensi pengembangan ternak di NTB ini selanjutnya akan dijual ke investor-investor diluar negeri. Terutama kepada pengusahapengusaha di dalam negeri. “Bidikan kami ya kawankawan kami yang main di dunia tambang dan mengalihkan bisnisnya ke sektor peternakan,” ujarnya. Dalam Munas Hipmi di Jakarta tanggal 15-18 September ini, Sawaludin mengatakan Hipmi NTB akan menyuarakan NTB siap menjadi daerah pengembangan industri peternakan. (bul)
Sawaludin
PENDIDIKAN
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
Halaman 10
DPK Lotim Maksimalkan Pengelolaan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berupaya memaksimal pengelolaan arsip di daerah. Pengelolaan arsip secara baik sangat penting dilakukan karena menyangkut keamanan arsip dan dokumentasi Kabupaten Lotim kedepannya. “SAAT ini DPK Lotim terus membenahi tata kelola kearsipan. Arsip merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga dan dikelola dengan baik,”terang Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim, H. Marwan, Kamis (12/9). Dijelaskannya, arsip merupakan hal yang sangat penting untuk dikelola dengan baik. Sehingga beberapa waktu lalu DPK Lotim meluncurkan aplikasi yang dinamakan aplikasi Asitra. Dalam aplikasi Asitra ini dihajatkan untuk memudahkan masyarakat maupun pemerintah dalam mencari arsip yang dibutuhkan. Misalnya, ketika arsip tersebut sudah muncul
dalam aplikasi tersebut barulah dicari pada tempat penyimpanan dan diyakini cepat ditemukan di ruang arsip yang terdapat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim. Menurut pandangan H. Marwan, saat ini masih banyak arsip yang tercecer di beberapa tempat, karena tidak dikelola dan disimpan dengan baik. Kondisi tersebut berdampak terhadap kesulitan dalam pencarian jika sewaktu-waktu dibutuhkan, baik arsip yang berusia hitungan bulan maupun berusia bertahun-tahun. Untuk itu, ia mengimbau kepada semua OPD lingkup Setda Kabupaten Lotim agar memberikan
perhatian serius terhadap penyimpanan secara baik dan benar arsip-arsip tersebut. Sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman penyimpanan arsip, disebutkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Arsip Lotim beberapa waktu lalu sudah melakukan bimtek arsip terhadap semua OPD. Untuk itu, ke depan ia berharap supaya masingmasing OPD menunjuk satu orang petugas arsip yang tugasnya khususnya mengelola arsip. Dengan demikian, arsip yang dimiliki oleh masingmasing OPD khususnya yang berusia 10 tahun ke atas diserahkan ke DPK Lotim dapat tertata rapi. Dikatakan, H. Marwan, untuk penyimpanan arsip ini dibutuhkan tambahan ruangan minimal lantai dua, sehingga untuk tahun 2020 mendatang direncanakan penganggarannya dari DAK
APBD. DPK Lotim juga meminta kembali petugas arsip supaya pengelola maksimal lebih maksimal. “Saat ini hanya empat orang kearsipan di Lotim. Namun semuanya tersebar di beberapa OPD. Satu pun tidak ada yang ditempatkan di perpustakaan,” pungkasnya. (yon/*)
H. Marwan
(Suara NTB/yon).
Arsip yang disimpan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim.
(Suara NTB/yon)
Kembangkan Prestasi Non Akademik SMPN 3 Mataram terus mengembangkan prestasi di bidang non akademik. Salah satunya dengan terus mengembangkan ekstrakurikuler baru dan mengembangkan lumbung prestasi. Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman, S.Pd., M.Pd., Kamis (12/9) mengatakan, pihaknya tetap mengupayakan raihan prestasi di bidang non akademik dengan terus mengembangkan ekstrakurikuler. Pihaknya juga terus mengembangkan lumbung prestasi dengan raihan medali di bidang atletik, sepakbola, LKBB, dan lainnya. “Kami juga terus mengembangkan ekstrakurikuler baru dan satu satunya yaitu barongsai yang menjadi ikon multikultural di Ampenan lokasi sekolah kami,” katanya. Pihaknya juga membuat wadah untuk pengembangan kreativitas guru dan prestasi siswa. Wadah ini dibuat untuk mendidik siswa sebelum lomba, maupun saat mengikuti lomba. Menurutnya, harapan besar dengan adanya wadah ini yaitu bisa terjadi peningkatan prestasi siswa secara signifikan dibandingkan tahun lalu. Baik prestasi di akademis seperti pada berbagai bidang mata pelajaran, maupun kegiatan ekstrakurikuler. Disampaikannya, beberapa waktu lalu juga SMPN 3 Mataram meraih juara dua dalam lomba basket, dan juara dua Lomba Keterampilan Baris Berbaris se-Pulau Lombok. Nantinya, sumber daya manusia (SDM) guru juga akan ditingkatkan oleh SMPN 3 Mataram. Herman, sapaannya, mengatakan akan dilakukan lokakarya bagi guru berkaitan dengan penilaian kurikulum 2013, sosialiasi e-rapor, dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). “Juga untuk penajaman tentang literasi.” Kata Suherman. Wadah pengembangan kreativitas itu terus berlanjut karena adanya dukungan siswa dan guru. Guru senior dan yang sudah menyelesaikan studi magister menjadi pembimbing di wadah itu. Diharapkan akan ada kemajuan prestasi akademis maupun non akademis dibandingkan tahun lalu. Selain itu, penguatan literasi terus dilakukan melalui kegiatan membaca sebelum jam belajar. Selama masa orientasi siswa juga akan diarahkan untuk memilih ekstrakurikuler sesuai minat mereka. (ron) Suherman (Suara NTB/dok)
Juara 1 Lomba Nyanyi Solo Mataram (Suara NTB) Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) Joy Fernando Masang Uaktukan berhasil meraih juara 1 kategori penyanyi solo putera dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Indonesia di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII tahun 2019 bertempat di Aula Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar Bali, pada akhir Agustus lalu. Joy menceritakan Lomba Pekan Seni Mahasiswa Indonesia di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII tahun 2019 tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat, bakat dan kemampuan mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaan khususnya di bidang seni serta meningkatkan dan mengembangkan apresiasi seni di kalangan mahasiswa. Ajang perlombaan ini juga diharapkan dapat memperkaya khasanah seni bangsa Indonesia yang dapat memperkuat daya saing bangsa, menjalin kerja sama antara mahasiswa dari berbagai daerah khususnya dari Bali Nusra untuk mempererat rasa persaudaraan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. Joy yang saat ini sudah memasuki semester 3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram, berhasil menyabet juara 1 setelah melalui serangkaian tahap seleksi ketat dan menyisihkan sekian banyak peserta terpilih yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Bali, NTB dan NTT. Ini merupakan capaian yang membanggakan di mana Joy tetap bisa mengasah dan mengembangkan bakatnya melalui kompetisi di tengah-tengah kesibukannya menimba ilmu di bangku perguruan tinggi. (dys)
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Mahasiswa Unram Joy Fernando Masang Uaktukan berpose bersama dengan pemenang Lomba Pekan Seni Mahasiswa Indonesia di Denpasar Bali beberapa waktu lalu.
Pemprov Diminta Segera Isi Jabatan Kepsek Kosong Mataram (Suara NTB) Sebanyak 24 jabatan kepala SMA/SMK di NTB masih kosong dalam waktu yang relatif lama. Jabatan tersebut saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt.) kepala sekolah. Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB diminta segera mengisi jabatan kepala sekolah yang masih kosong tersebut.
H. Kutjip Anwar
Pemerhati pendidikan yang juga mantan pengurus Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Kutjip Anwar, Kamis (12/9) mengatakan, seharusnya sudah ada tersedia calon kepala sekolah (cakep) yang dipilih melalui seleksi dan diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat). Dengan
begitu, ketika ada kepala sekolah yang pensiun atau berhenti, calon kepala sekolah yang sudah tersedia itu ditetapkan menjadi kepala sekolah baru. “Pemerintah daerah dalam hal ini, tdak perlu ada lowong, pemerintah daerah setiap saat harus memiliki calon kepala sekolah, sehingga setiap ada yang pensiun atau berhenti, tidak perlu lama-lama, langsung tarik
menjadi kepala sekolah,” ujar Kutjip yang juga mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini. Menurutnya, saat ini jabatan kepala sekolah yang diisi oleh pelaksana tugas kepala sekolah itu tidak terlalu baik untuk pengembangan sekolah. Karena mereka memiliki kewenangan yang terbatas. “Plt kepala sekolah baik, sama saja dengan kepala sekolah. Namun, namanya Plt, kewenangan terbatas, tidak boleh mengambil kebijakan penting,” kata Kutjip. Ia menyarankan, pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi NTB yang memiliki kewenangan terhadap SMA/ SMK harus cepat mengambil langkah menetapkan kepala sekolah definitif. “Artinya jan-
gan terlalu lama, kalau ada stok (kepala sekolah), kenapa harus ada pelaksana tugas,” katanya. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., pada Rabu (11/9) mengatakan, sampai saat ini masih dalam proses dan belum bisa menjawab waktu pasti pengisian kepala sekolah tersebut. Aidy mengatakan, beragam alasan yang menyebabkan sejumlah jabatan Kepsek SMA/SMK itu masih kosong. Menurutnya, antara lain karena pejabat kepsek sebelumnya pensiun, atau meninggal dunia. Selain itu juga ada pejabat kepsek yang mengundurkan diri. (ron)
(Suara NTB/dok)
KKM MTs-MA YPH Kampus UNU PPD NW Pancor Bantu Wujudkan Tingkatkan Kualitas Anggota ’’Zero Waste’’ Miliki Bank Sampah
Mataram (Suara NTB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah yang bermasalah dengan sampah. Tidak heran pemerintah setempat membuat program NTB Zero Waste atau tanpa sampah di NTB. Namun program tersebut nampaknya belum maksimal. Masih banyak sungai maupun selokan di NTB yang menjadi tempat pembuangan sampah, sehingga diperlukan dukungan banyak pihak untuk mensukseskan program tersebut. Salah satunya datang dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mengeluarkan terobosan baru agar NTB bebas sampah. Mahasiswa UNU NTB dapat membayar uang kuliah atau SPP menggunakan sampah. Kampus itu pun kini telah memiliki bank sampah menampung sampah yang disetor mahasiswa. Rektor UNU NTB, Baiq Muliana, mengatakan sampah yang terkumpul nantinya akan diolah di Bank Sampah UNU NTB, kemudian sampah tersebut akan dijadikan bernilai ekonomis.
Sebelumnya beberapa waktu lalu telah dilakukan grand launching Bank Sampah UNU NTB. Kegiatan ini juga dapat membantu mahasiswa membayar kuliah sekaligus mengedukasi soal sampah yang juga memiliki nilai ekonomis. Uniknya, bank sampah tersebut memiliki sistem online. Layaknya perbankan, mahasiswa juga dapat mengetahui saldo sampah yang mereka miliki. Selain itu nasabah Bank Sampah UNU NTB dapat mengetahui saldo sampah yang ditabung melalui aplikasi itu yang telah dikonversi dalam nilai uang. Pada bank sampah tersebut memiliki kriteria sampah, ada organik dan non organik, sehingga mahasiswa didorong untuk memilih dan menentukan sampah yang disetorkan. Namun demikian kata Mulianah, keberadaan bank sampah tersebut bukan saja untuk menghasilkan nilai ekonomi, melainkan lebih kepada upaya penyadaran betapa pentingnya mahasiswa menjaga lingkungan sekitar agar terbebas dari sampah. (dys)
Selong (Suara NTB) Jajaran kepala sekolah dan guru di bawah lingkungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NW Pancor dilakukan pembinaan dalam penerapan sebagaimana hajatan kurikulum. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menguatkan kualitas dan kuantitas pelayanan ASN dan KKM terhadap anggota madrasah. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lotim,
H. Azharuddin, MSy, Rabu lalu. Kepada Suara NTB, Kamis (12/9), Ketua MKKS MTs dan MA YPH-PPD NW Pancor, H. Munawar, M.Pd, mengatakan kegiatan ini diinisiasi oleh ketua KKM MTs & MA, pada kegiatan ini disosialisasi perubahan kurikulum berdasarkan Permendikbud Nomor 37 2018 disampaikan oleh tim pengawas yang dalam hal ini dikoordinir oleh ketua Pokjawas. Adanya sosialisasi ini sinergitas substansi materi yang disampaikan di kelas dengan ujian yang akan dih-
adapi oleh peserta didik baik saat penilaian semester maupun ujian akhir nasional dapat sesuai dengan regulasi dan hajat kurikulum yang sebenarnya. “Pembinaan dan sosialisasi bagi kepala-kepala madrasah dan guru PNS/DBK di lingkungan KKM MTs-MA YPH PPD NW Pancor ini diinisiasi oleh Ketua KKM MTs & MA. Diharapkan dari kegiatan ini para kepala sekolah maupun guru dapat memahami dan menerapkan kurikulum secara baik,”ujarnya. (yon)
(Suara NTB/ist)
SAMBUTAN - Ketua MKKS MTs dan MA YPH-PPD NW Pancor, H. Munawar, menyampaikan sambutan dalam sosialisasi peningkatan anggota MKKS lingkup YPHPPD NW Pancor, Rabu lalu.
Tingkatkan Mutu Pendidikan dengan Libatkan Seluruh Komponen Mataram (Suara NTB) Peningkatan mutu sekolah sangat diperlukan untuk menghasilkan lulusan yang baik. Untuk meningkatkan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan yang melibatkan seluruh komponen satuan pendidikan. Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Drs. I Made Murta Astawa, M.Pd., mengatakan, untuk peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pelibatan seluruh komponen satuan pendidikan atau whole school approach untuk bersama
sama mewujudkan sekolah memiliki budaya mutu. Ia menyebutkan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan penjaminan mutu pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah. “Tujuannya adalah untuk memastikan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah oleh satuan pendid-
ikan di Indonesia berjalan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan,” katanya. Sistem Penjaminan Mutu yang dikembangkan oleh Kemendikbud terdiri atas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Ekternal (SPME). SPMI dilaksanakan oleh satuan pendidikan, sedangkan SPME dilaksanakan oleh institusi di luar satuan pendidikan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). Selain itu, di konteks Kota
Mataram, penjaminan mutu diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Mataram Nomor 3 Tahun 2019 BAB XI Penjaminan Mutu Pasal 50 berbunyi setiap satuan pendidikan wajib melakukan Penjaminan Mutu pendidikan, Penjaminan Mutu Pendidikan sebagaimana dimaksud dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Dan, penjaminan mutu dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada Pasal 51 disebutkan
Pemerintah Daerah melakukan pembinaan penjaminan mutu satuan pendidikan bekerjasama dengan Lembaga PenjaminanMutu Pendidikan (LPMP) dan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. “Atas dasar ini perlu ada kerjasama antara Pemerintah Daerah Kota Mataram dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat (LPMP NTB) dalam mengawal Penjaminan Mutu Pendidikan, sehingga budaya mutu dan hasil pembelajaran bisa meningkat,” katanya. (ron)
SUARA NTB
Jumat, 13 September 2019
Tiga Petinju NTB Dianugerahi Tiket PON Mataram (Suara NTB) Sukses mengukir prestasi di event internasional, tiga petinju asal NTB, Huswatun Hasanah, Endang dan Saputra Samada dianugerahi tiket mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Itu artinya ketiga atlet andalan NTB tak perlu tampil di Pra-PON tinju di Ternate, Maluku Utara, 20-26 September 2019. Sekretaris Umum (Sekum) Pertina NTB, H. Haryoto AZ yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Kamis (12/9) mengatakan, Endang, Huswatun Hasanah dan Saputra Samada tidak terdaftar dalam tim tinju Pra-PON NTB 2019. Sebab ketiga atlet itu sudah dianugerahi tiket mengikuti PON XX di Papua 2020. “Huswatun Hasanah, Endang dan Saputra Samada sudah dianugerahi tiket PON. Mereka tidak perlu capek-capek ikut Pra-PON di Ternate 20 September 2019 karena mereka sudah dinyatakan lolos PON,” ucapnya. Haryoto yang biasa disapa Dae Har ini menjelaskan bahwa ketiga petinju andalan NTB itu dianugerahi oleh PP Pertina tiket PON karena telah sukses meraih prestasi di Kejuaraan Internasional Tinju di Labuhan Bajo, NTT belum lama ini. Saputra Samada meraih medali emas di kelas 69 Kg putra, kemudian Endang meraih perak di kelas 48 Kg putri dan Huswatun Hasanah medali perak kelas 60 Kg putri. Selain berprestasi di event internasional, alasan lain tidak terlibatnya tiga atlet NTB di ajang prakualifikasi PON tahun 2019 karena akan fokus menjalani persiapan menghadapi beberapa event internasional yang akan berlangsung bersamaan dengan Pra-PON Tinju di Ternate tahun 2019. “Huswatun, Endang dan Samada saat ini difokuskan mengikuti Pelatnas persiapan event internasional dan SEA Games 2019,” jelasnya. Selanjutnya terkait keikutsertaan kontingen NTB di PraPON 2019, pihak Pertina NTB sudah mencatat 15 atlet untuk memperkuat tim tinju NTB. Belasan atlet itu dicaplok lewat hasil Kejurnas Tinju Terbuka Gubernur NTB dan Bupati Cup di Taliwang beberapa bulan lalu. (fan)
Halaman 11
Rebut Perak, Tiga Pebalap NTB Lolos PON Mataram (Suara NTB) Tim balap motor NTB yang diperkuat, Aldias Aqsa, Madiasta dan Sujendra Shanti tampil impresif di Pra-PON Balap Motor yang berlangsung di Sirkuit Karting, Sentul Bogor, Kamis (12/9). Ketiga pebalap muda unggulan NTB itu merebut tiga tiket mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di ajang nasional itu. Selain berhasil merebut tiket PON, tim balap motor NTB juga berhasil mempersembahkan satu medali perak. “Medali perak NTB diraih oleh Aldias Aqsa di kelas perorangan putra kelas bebek 4 tak 150 CC putra,” ucap Ketua Umum Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, M. Nur Haedin yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Kamis (12/9). M. Nur Haedin yang biasa Edo mengatakan medali perak yang diraih Aldias menjadi satu-satunya medali yang dipersembahkan tim balap motor NTB di event tersebut. Sementara dua pebalap NTB lain, Madiasta dan Sujendra meraih peringkat lima besar di kelas 150 CC beregu putra. Meski meraih peringkat lima besar Madiasta dan Sujendra berhasil menyabet Tike PON XX/2020. Pasalnya di kelas beregu diambil 12 regu yang lolos ke ajang multi event nasional. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim balap motor yang diperkuat sebanyak tiga atlet bertanding di dua kelas yang berbeda. Aldias dan Madiasta turun di kelas 150 CC perorangan putra dan berhasil merebut tiket PON. Medali perak diraih Aldias, sementara Madiasta meraih peringkat 16 dari 24 atlet dari 30 provinsi yang ambil bagian di event itu. Selanjutnya di kelas beregu
Tim Cricket NTB Berambisi Rebut Medali di Pomnas Mataram (Suara NTB) Atlet Cricket NTB akan ikut serta di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) yang akan berlangsung di Jakarta, 18-22 Sepetember mendatang. Dengan diperkuat 12 atlet tim Cricket NTB berambisi meraih medali perunggu. “Target kami di Pomnas hanya meraih medali perunggu. Kami tidak berani target medali emas soalnya di Pomnas nanti tim NTB akan bertemu dengan Bali dan DKI Jakarta yang diperkuat sejumlah atlet nasional,” ucap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB, Hari Gunawan yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Kamis (12/9). Hari Gunawan yang juga berperan sebagai Manajer tim Cricket NTB mengatakan cabang olahraga Cricket akan dipertandingkan secara eksebisi di Pomnas 2019, sehingga tak mempengaruhi perolehan medali kontingen NTB. Meski tampil dipertandingan eksebisi namun Cricket NTB punya ambisi untuk menorehkan prestasi. Lanjutnya, di pertandingan Pomnas nanti, tim NTB akan bertemu dengan semua tim terbaik dari sejumlah provinsi di Indonesia. Namun demikian NTB hanya patut mewaspadai Bali dan DKI Jakarta, sebab kedua provinsi itu memiliki atlet nasional. Sementara selain Bali dan DKI Jakarta, NTB akan bisa melibasnya. “Cricket NTB berusaha menghindari Bali dan DKI Jakarta, soalnya mereka diperkuat beberapa pemain nasional,” jelasnya seraya menambahkan bahwa tim Cricket NTB akan berangkat ke Pomnas tanggal 17 karena tanggal 18 sudah bertanding. Hari menambahkan bahwa Pomnas 2019 merupakan pertama kali diikuti tim Cricket NTB. Sebab cabor Cricket baru dipertandingkan secara eksebisi di ajang multi event olahraga tingkat mahasiswa nasional itu. Meski baru pertama kali tampil, namun NTB siap merebut medali perunggu mengingat persiapan tim Cricket NTB sudah cukup panjang. “Anak-anak sudah persiapan tiga bulan menghadapi Pomnas, saya yakin mereka bisa meraih medali perunggu,” terangnya.(fan) Hari Gunawan
putra diperkuat oleh Madiasta dan Sujendra. Alhasil kedua pembalap unggulan NTB itu berhasil menempati peringkat lima besar dan lolos mengikuti PONXX/2020. Selaku Manajer tim dan pimpinan cabang olahraga bermotor NTB, Edo mengungkapkan rasa bangganya yang sangat besar atas prestasi atletnya. Sebab prestasi yang diukir oleh atlet NTB merupakan sejarah baru dari lima kali Pra-PON yang diikuti pebalap NTB. “Baru kali ini tim balap motor IMI NTB bisa naik podium di Pra PON dan lolos ke PON degan posisi 3 besar nasional”ujarnya dengan penuh rasa bangga. Yang membuat Edo bangga adalah atlet peraih medali perak, masih remaja namun mampu mempersembahkan medali perak. “Mereka gigih dan solid berlatih dan bertarung. Kami sangat bangga karena kami datang dengan kontingen kecil dan dana minim, namun atlet kami bisa persembahkan medali untuk NTB,” ungkapnya. Diharapkan Edo, dengan sisa waktu kurang dari satu tahun menuju PON XX di Papua tahun 2020, ia dan timnya akan bekerja maksimal lagi mempersiapkan atlet untuk mengejar target medali emas di PONXX/2020.(fan) (Suara NTB/fan)
PENYERAHAN MEDALI - Ketua Umum Pengprov IMI NTB, M. Nur Haedin (satu dari kiri) bersama dengan atlet NTB peraih medali perak, Aldias Aqsa (kiri) saat penyerahan medali di Kejurnas Pra-PON Balap Motor di Sirkuit Karting Sentul Bogor, Kamis (12/9). Sementara medali emas diraih atlet Jatim dan perunggu atlet Jakarta.
Penanganan Mesin Desalinasi Belum Bisa Dilakukan Taliwang (Suara NTB) Dinas Kelautan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku masih belum memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan terhadap mesin Desalinasi (penyulingan air laut menjadi air tawar) di desa Poto Tano yang sudah lama mangkrak. Adapun perbaikan yang harus dilakukan oleh Pemerintah yakni filter air dan juga panel tenaga suryanya yang sudah tidak lagi berfungsi. Kedua item tersebut diprediksi menghabiskan anggaran hingga ratusan juta dan di APBD 2020 belum dianggarkan untuk perbaikannya. “Memang mesin tersebut sudah lama rusak, tetapi kita belum bisa tangani karena anggaran kita juga terbatas. Terlebih lagi mesin ini diberikan ke Pokmaswas yang berada di Poto Tano, sehingga tidak ada sangkut
pautnya dengan Pemerintah. Kendari demikian, kami tetap akan mengupayakan supaya mesin tersebut bisa beroperasi kembali sehingga masyarakat tidak lagi merasa kesulitan air. Kita juga akan segera turun lapangan untuk melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi terkini,” ungkap Kepala Dinas Lutkan KSB, kepada Suara NTB melalui Kabid Kabid Sumber Daya Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PSDKP) Iwan Irawan S.Pt., M.Si, Kamis (12/9). Dikatakannya, mesin ini memang dihajatkan untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di desa Poto Tano. Bahkan di priode awal, pihaknya sudah
membantu untuk menyiapkan galon sekitar 200 buah untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan air bersih. Tetapi setelah beroperasi selama satu tahun, mesin tersebut rusak dan hingga saat ini belum ada penanganan lanjutan. Pihaknya juga sudah mencoba melakukan perbaikan dengan mengganti listrik yang bersumber dari tenaga surya ke PLN sekitar 2200 watt.
na untuk membuat air kemasan yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat. Air yang akan diberikan label Gili Balu tersebut, diharapkan bisa menjadi maskot Poto Tano dalam memproduksi air bersihnya secara mandiri. “Kita tetap akan berupaya maksimal supaya mesin tersebut bisa beroperasi lagi, hanya saja untuk saat ini belum bisa kita lakukan karena tidak ada anggaran. Kami juga berharap supaya masyarakat bisa bersabar, karena kita pasti akan menangani masalah ini,” pungkasnya. (ils)
123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Taliwang (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121 Naskah akademik tiga Rencana Tata Ruang Kawasan 123456789012345678901234567890121 Strategis Kabupaten (RTRKSK) milik Kabupaten Sum123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 bawa Barat (KSB) ditargetkan selesai tahun ini. 123456789012345678901234567890121 “Anggarannya sudah disiapkan di APBD Perubah123456789012345678901234567890121 an. Makanya kami menargetkan selesai tahun ini juga,” 123456789012345678901234567890121 terang Kepala Bidang Penataan Ruang, Dinas Peker123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 jaan Umum Penataan Ruang Perumahan Permukiman 123456789012345678901234567890121 (PUPRPP) KSB, Mujiburrahman, ST kepada wartawan, 123456789012345678901234567890121 Kamis (12/9). 123456789012345678901234567890121 Mujib menjelaskan, RTRKSK yang 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 terdiri dari wilayah kecamatan Sekong123456789012345678901234567890121 kang, Kemutar Telu (kecamatan 123456789012345678901234567890121 Jereweh, Seteluk dan Brang Rea), serta 123456789012345678901234567890121 RTRKSK Labuhan Lalar penyusunan123456789012345678901234567890121 nya telah dibahas sejak 2 tahun tera123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 khir. Namun kemudian pemerintah 123456789012345678901234567890121 melakukan penundaan karena belum 123456789012345678901234567890121 dilengkapi naskah akademik sebagai 123456789012345678901234567890121 syarat djajukan menjadi rancangan per123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 aturan daerah (Ranperda). 123456789012345678901234567890121 “Materi teknisnya sudah lengkap. Tapi 123456789012345678901234567890121 waktu kita konsultasikan ke provinsi di123456789012345678901234567890121 minta harus ada naskah akademiknya. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Nah baru sekarang punya anggaran un123456789012345678901234567890121 tuk membuatnya,” urainya. 123456789012345678901234567890121 Selaku pihak yang kini ditugasi me123456789012345678901234567890121 lengkapi seluruh dokumen tiga RTRKSK 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 itu. Dikatakan Mujib, pihaknya akan me123456789012345678901234567890121 mastikan penyusunan naskah akademik 123456789012345678901234567890121 RTRKSK itu selesai sebelum akhir tahun 123456789012345678901234567890121 2019 ini. Bahkan paling lambat Januari 123456789012345678901234567890121 tahun depan proses asistensi untuk 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 penyesuaian mulai tingkat provinsi hing123456789012345678901234567890121 ga pusat telah selesai. 123456789012345678901234567890121 “Kan tidak cukup selesai naskah ak123456789012345678901234567890121 ademiknya harus juga dilakukan penye123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 suaian RTRKSK provinsi bahkan pu123456789012345678901234567890121 sat. Karena tidak boleh berbeda fungsi 123456789012345678901234567890121 pemanfaatan ruang yang sudah diteta123456789012345678901234567890121 pkan pusat, provinsi dengan yang kita 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 buat,” cetusnya. 123456789012345678901234567890121 Selanjutnya, ia menyampaikan, sete123456789012345678901234567890121 lah semuanya lengkap pada tahun 2020 123456789012345678901234567890121 ketiga RTRKSK itu akan diajukan untuk 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 ke DPRD untuk ditetapkan dalam ben123456789012345678901234567890121 tuk Perda RTRKSK. “Kalau tahun depan 123456789012345678901234567890121 benar bisa disahkan Perdanya, maka kita 123456789012345678901234567890121 akan punya 4 wilayah yang memiliki 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 RTRKSK. Sebelumnya sudah ada kota 123456789012345678901234567890121 Taliwang yang lebuh dulu telah kita sus123456789012345678901234567890121 un,” imbuhnya.(bug) 123456789012345678901234567890121
Naskah Akademik Tiga Kawasan Strategis Segera Dirampungkan
(Suara NTB/ils)
(Suara NTB/fan)
Iwan Irawan
Tapi upaya tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal, lantaran mesin dimaksud membutuhkan tenaga listrik sampai dengan 5500 watt dan hingga saat ini belum bisa ditangani. Minimnya anggaran jadi alasan dinas terkait sehingga belum bisa memperbaiki mesin tersebut. Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar mesin Desalinasi kembali beroperasi karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat Poto Tano. Jika mesin sudah beroperasi secara maksimal, pihaknya berenca-
SUARA NTB
Jumat, 13 September 2019
Halaman 12
Pembangunan RTG Harus Dipercepat Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempercepat pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Perpanjangan masa transisi hingga 25 Desember mendatang harus dipastikan semua telah selesai. Demikian dikatakan Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang dikonfirmasi usai rapat evaluasi pembangunan RTG, Kamis (12/9). Data diterima Suara NTB, progres pembangunan rumah rusak kategori berat yang telah tertangani 1.137 unit.
Dengan estimasi anggaran Rp56.850.000.000. Tersisa 230 unit rumah kategori rusak berat belum tertangani. Dari sisa rumah rusak berat tersisa anggaran belum dieksekusi Rp11.550.000.000. Rumah rusak sedang telah tertangani 2.740 unit. Dan, sisanya masih proses menunggu instruksi terhadap perubahan SK VII,IX dan X sebanyak 977 unit. Anggaran yang telah disalurkan ke rekening warga Rp68.500.000.000. Sedangkan, rusak ringan telah tertangani 7.314 unit rumah. Dan, sisanya belum tertangani 2.208. Dana
telah tersalurkan ke rekening warga Rp73.140.000.000. Sementara itu, komposisi rumah rusak dari hasil validasi berjumlah 14.605. Dengan total kebutuhan anggaran Rp236.483.000.000. Dari hasil validasi tersebut, tersisa anggaran Rp15 juta lebih. Walikota tambah Martawang, meminta semua permasalahan supaya diselesaikan. Permasalahan teknis di lapangan jangan sampai menjadi penghambat selesainya
pembangunan rumah warga. Camat dan lurah juga diperintahkan membantu secara maksimal kerja – kerja kelompok masyarakat, fasilitator dan BPBD. Selain itu, PPK BPBD diminta untuk membuatkan laporan mingguan terhadap progres pembangunan RTG. “Progres dilaporkan perminggu kepada Walikota melalui Sekda untuk bisa memantau langsung progresnya setiap minggu,” tandasnya. (cem)
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697
DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP.4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008
DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
q
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Jumat, 13 September 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 13
OPINI
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
Halaman 14
Menguatkan Patriotisme Siswa SD Cepat Atasi Limbah Lumpur Tinja MASALAH sampah masih membutuhkan perjuangan panjang untuk bisa diatasi. Pemerintah tidak hanya bisa membuat program bebas sampah, tapi kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih sangat minim. Percuma miliaran dana digelontorkan untuk menjadikan daerah atau wilayah bebas sampah, kalau pemerintah tidak memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah. Jika berbicara sampah tidak hanya melulu tentang sampah plastik atau kertas. Sampah berupa kotoran manusia yang disedot oleh jasa kuras water closet (WC) juga membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. NTB yang memiliki banyak sungai yang melintasi perkotaan terkadang dijadikan sebagai lokasi pembuangan kotoran oleh oknum-oknum pengusaha jasa kuras WC. Termasuk dijadikan sebagai ‘’jamban’’ oleh oknum masyarakat yang banyak tinggal di pinggir sungai. Tidak heran kemudian, sungai-sungai di NTB, khususnya di Kota Mataram tercemar bakteri Escherichia coli (E.coli). E.coli adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya menyebabkan diare ringan dan beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut dan demam. Meski demikian, jika tidak dilakukan pengobatan dengan serius akan berdampak pada kesehatan orang yang terjangkit E.coli. Fakta yang terjadi sekarang ini adalah saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram masih kesulitan mengatasi limbah lumpur tinja yang dibuang ke sungai di Mataram. Hal ini menjadi salah satu sebab aliran sungai tercemar. Sementara di satu sisi, jumlah armada pelayanan sedot lumpur tinja di DLH Kota Mataram terbatas. Di sisi lain, kondisi di lapangan, masyarakat yang dilayani untuk pelayanan sedot lumpur tinja cukup banyak. Dibutuhkan satu tempat khusus untuk mengelola limbah lumpur tinja ini di Kota Mataram, sehingga kesehatan masyarakat tidak terganggu. Memang, seperti disampaikan Kepala DLH Kota Mataram, Irwan Rahadi, untuk limbah lumpur tinja, nantinya DLH akan diolah di tempat pembuangan akhir (TPA) di Kebon Kongok Lombok Barat. Namun, tidak semua pihak swasta yang bergerak di sektor jasa ini membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan. Apalagi sejumlah usaha yang bergerak di jasa ini, terutama yang ada di Sweta justru membuang limbah lumpur tinja ke sungai. Kalau sudah begini, lagi-lagi masyarakat yang ada di hilir menjadi korban. Dalam mengatasi masalah ini, tentunya Pemkot Mataram harus terus mengoptimalkan penanganan masalah limbah lumpur tinja ini, sehingga tidak ada lagi kasus pihak swasta yang harus membuang limbah sembarangan. Tidak hanya itu, pemerintah jangan sampai menutup mata dengan pembuangan limbah lumpur tinja yang dilakukan oknum pengusaha di Sweta. Tindakan tegas terhadap oknum-oknum pengusaha ini harus dilakukan dan mampu memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tindakan tegas penting diberikan, karena apa yang dilakukan oknum pengusaha ini seolah tidak peduli dengan kondisi kesehatan masyarakat yang ada di hilir. Mereka seolah tidak pernah memikirkan, apa jadinya kalau limbah lumpur tinja dibuang ke sungai bagi kesehatan manusia. Untuk itu, kita berharap Pemkot Mataram betul-betul memperhatikan masalah lingkungan, terutama dari sampah yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Jangan sampai, pengambilan kebijakan yang dilakukan lamban berpengaruh besar terhadap masalah lingkungan. Mengumpulkan pihak swasta yang bergerak di bidang usaha limbah lumpur tinja ini harus cepat dilakukan. Jangan sampai, kondisi lingkungan sudah parah baru bertindak. Dalam hal ini, tindakan cepat harus dilakukan, sehingga tidak ada lagi pihak yang membuang limbah lumpur tinja sembarangan. (*)
AKIKAT kebanggaan manusia terhadap bangsa sendiri tidak akan pernah terjadi tanpa pendidikan yang tepat. Pendidikan dapat diperoleh dari orangtua, sekolah maupun lingkungannya. Pendidikan dari orangtua akan menjadi fondasi kuat karena anak pertama kali mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, dan waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah daripada di sekolah. Pendidikan di sekolah pastinya memberikan manfaat cukup besar. Di sekolah, anak bukan hanya belajar mendapatkan ilmu pengetahuan. Tapi di sekolah anak juga melakukan sosialisasi dan mempelajari hal lain yang tidak diperoleh di rumah maupun di lingkungan pergaulannya. Lingkungan tentunya memberikan dampak pendidikan yang besar bagi seorang anak. Sama halnya manusia dewasa, umumnya anak akan belajar bermasyarakat, bersosialisasi dan melakukan segala sesuatu bersama teman sebayanya. Melihat betapa pentingnya pendidikan di tiga lingkungan itu, antara pendidikan di rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat haruslah sejalan. Begitu pula pendidikan patriotisme, atau bisa dikatakan sikap berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara, bagi anak harus ditumbuhkan sejak dini. Ini tentu harus ada kerjasama antara orangtua, guru di sekolah, dan masyarakat agar semuanya dapat berjalan baik dan mendapatkan hasil yang diinginkan. Di sisi lain, seperti kita rasakan kini, nampaknya terjadi penurunan nilai patriotisme. Ini bisa jadi akibat kurangnya kesadaran pihak-pihak terkait mengenai pentingnya penanaman nilai-nilai patriotisme. Anak yang kurang ditanamkan nilainilai patriotisme akan berdampak terhadap apa yang akan dirasakan pada saat dia dewasa. Yaitu hilangnya rasa kepekaan dan kurangnya perhatian terhadap berbagai permasalahan yang muncul pada bangsa ini. Bahkan, anak juga kurang memperhatikan berbagai peristiwa di lingkungan tempat tinggalnya. Padahal, kualitas dan keutuhan bangsa di masa depan tergantung dari kualitas dan kesadaran kita dalam memberikan dukungan pendidikan, baik secara keilmuan maupun dalam penanaman nilai-nilai patriotisme pada anak. Sebab, anak-anak itu tentunya yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin kita di masa datang. Masalahnya, kapan patriotisme
RADIO
Oleh : AISYAH ANGGRAENI (Peneliti Fresh/Civitas Akademika PGSD FIP Universitas Negeri Padang (UNP)) itu sebaiknya ditumbuhkan dan dikembangkan? Tentu jawabannya sejak anak usia dini, karena inilah waktu paling tepat. Anak adalah investasi bangsa. Di sini dibutuhkan juga peran guru yang hendaknya bisa menguatkan nilai patriotisme dan menumbuhkan kebanggaan untuk bisa mencintai negerinya sendiri. Kegiatan pembelajaran di kelas yang cenderung terfokus pada indikator yang ada pada kurikulum, terkadang membuat guru lupa mengembangkan kreasinya mengolah tema pembelajaran. Pada saat menimba ilmu di sekolah dasar (SD), anak sangat mudah menyerap informasi dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Segala hal yang terekam pertama kali oleh anak akan tertanam dalam otaknya hingga beranjak dewasa. Itulah sebabnya mengapa pada pendidikan SD sangat perlu ditekankan pengembangan sikap dan perilaku yang mengandung nilai patriotisme. Itu agar pada usia ini anak sudah memiliki dasar pendidikan yang kuat untuk dapat menerapkan dan mempertahankan nilai-nilai patriotisme. Sekolah sebagai wahana pembelajaran kedua setelah keluarga diharapkan mampu berperan aktif dan maksimal mewujudkan penanaman nilai-nilai patriotisme. Kepala sekolah, guru dan pihak lain yang terlibat langsung dalam pendidikan pertama-tama dituntut kesadarannya tentang arti penting penanaman nilai patriotisme. Kemudian, baru dapat dirumuskan bagaimana upaya yang tepat memberikan masukan kepada siswa tentang nilai patriotisme. Salah satu bentuk kegiatan menanamkan nilai patriotisme dapat melalui efektivitas dalam pembelajaran. Ini dapat dilakukan melalui muatan penanaman nilai patriotisme dengan berbagai metode dan bisa juga dengan memanfaatkan alat bantu yang menarik. Sehingga diharapkan siswa tidak hanya memperoleh teoriteori namun mereka dapat berinteraksi dan mempraktikkan langsung aktualisasi nilai-nilai patriotisme. Guru juga memiliki peran utama dalam menjalankan penguatan nilai-nilai patriotisme kepada peserta didik. Sebab, guru merupakan orang yang berhadapan langsung dengan siswa dan harus mampu memainkan perannya dalam menanamkan nilai patriotisme kepada siswa. Di samping itu, guru mendapatkan peran yang sangat strategis untuk memberikan bimbingan kepa-
da siswanya dalam menguatkan nilai-nilai patriotisme. Maka, rencana dan strategi pembelajaran yang menarik dan kreatif perlu terus dievaluasi dan dikembangkan agar mencapai hasil maksimal dalam penguatan nilai-nilai patriotisme. Berbagai langkah konkret di lapangan dalam lingkup pembelajaran di sekolah dapat dipraktikkan antara lain dengan cara mengadakan upacara bendera setiap hari Senin. Memang untuk membuktikan kecintaan siswa terhadap Tanah Air memang tidak hanya dengan mengikuti upacara bendera. Namun dengan upacara bendera kita telah mengajarkan kepada siswa untuk menghormati bendera Indonesia dan para pahlawan yang telah gugur. Sebagai guru, kita juga dapat mengintegrasikan penjelasan mengenai nilai patriotisme pada materi pelajaran di kelas, misalnya pada mata pelajaran PKn dan IPS. Siswa nantinya juga akan mengerti bahwa untuk mencapai kemerdekaan tidaklah mudah, namun harus melalui perjuangan yang sangat sulit, bahkan sampai titik darah penghabisan. Penayangan film-film perjuangan maupun pagelaran drama tentang cerita kepahlawanan juga bisa menjadi rekomendasi menguatkan nilainilai patriotisme pada siswa SD. Cerita kemerdekaan yang telah diperjuangkan pahlawan bangsa Indonesia memiliki nilai patriotisme kuat. Maka, penayangan film perjuangan dan melakukan drama perlu dilakukan. Bila sejak dini perasaan bangga akan bangsanya sudah kuat ditanamkan, maka semangat patriotisme akan melekat dalam diri siswa. Apalagi mengingat teori Jean Piaget (1896-1980) bahwa perkembangan kognitif anak usia SD sedang berada di tahap operasional konkret. Cara lain yang bisa dilakukan dan mudah dipraktikkan di SD untuk menguatkan nilai-nilai patriotisme adalah mengajarkan lagu-lagu daerah dan wajib nasional. Dengan mengajarkan dan memperkenalkan beragam lagu daerah, siswa akan mengerti bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan adat dan budaya yang berbeda pula. Indonesia ini negara yang kaya akan budaya, mulai bahasa, tarian, pakaian adat, maupun lagu daerah, yang bisa melahirkan rasa bangga siswa akan bangsanya. Dengan mengajarkan lagu-lagu daerah, siswa akan memahami bahwa setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri. Pengenalan lagu-lagu daerah dirasa sangat penting lagi mengingat dewasa ini sudah jarang generasi penerus bangsa mengerti dan dapat menyanyikan lagu-lagu daerah. Lagu-lagu daerah yang diajarkan dan dinyanyikan membuktikan bahwa Indonesia memang merupakan negara yang ber-bhineka. Yakni negara dengan aspek yang berbedabeda, namun kebhinekaan itu tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam NKRI karena bagaimanapun kita tetaplah satu jua. Di samping lagu-lagu daerah, siswa juga perlu dikenalkan dan diajarkan untuk dapat menyanyikan lagu wajib nasional. Lagu wajib nasional juga berarti kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia.
Sekalipun setiap daerah mempunyai lagu khas masing-masing, namun setiap warga negara harus mampu menyanyikan lagu kebangsaan. Sungguh ironi sekali jika siswa SD zaman now mampu menghapal puluhan lagu Barat dengan musik yang lebih variatif, tapi tidak hapal bahkan tidak tahu menahu lagu wajib nasional bangsanya. Selain di lingkungan keluarga dan sekolah, upaya lain yang dapat menguatkan rasa patriotisme adalah di lingkungan masyarakat. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, misalnya gotong royong. Anak mungkin masih belum banyak membantu suksesnya kegiatan kerja bakti, mengingat tenaga mereka belum cukup kuat. Namun anak bisa melakukan pekerjaan ringan misalnya membuang sampah dan semacamnya. Yang didapatkan anak tentunya semangat gotong royong. Ini sangat sesuai dengan implementasi Pancasila, khususnya sila ketiga. Upaya lainnya dengan mengajarkan siswa SD mencintai lingkungan sekitarnya. Mencintai lingkungan dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, dan merawat tanaman dengan baik di mana saja berada. Jika lingkungan bersih dan sehat, akan tercipta lingkungan yang nyaman ditempati. Mengikutsertakan anak dalam kegiatan seperti lomba-lomba tujuh belasan juga dapat menjadi solusi. Selain dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan anggota masyarakat lainnya, anak juga dapat memahami semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam lingkungan masyarakat. Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menguatkan nilai patriotisme, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Kita harus terus berupaya menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada anak, khususnya saat usia SD. Sebab, pada usia ini anak mudah menyerap informasi. Penanaman cinta Tanah Air sejak dini membuat rasa nasionalisme akan bangsa Indonesia pada anak makin melekat hingga dewasa nantinya. Semoga!
POJOK Aset bermasalah, Datun Kejaksaan tunggu respons Pemprov Harus ada solusi cepat agar tak mubazir
***
Elpiji 3 Kg sulit, Pertamina pastikan tak ada pengurangan alokasi Antisipasi indikasi penimbunan
RADIO
***
RAGAM
SUARA NTB Jumat, 13 September 2019
Halaman 15
Dewan Pers Beri Pelatihan Awak Media Kawal Demokrasi Mataram (Suara NTB) Pesta demokrasi setiap lima tahun sekali merupakan hal yang memerlukan pengawasan dan pengawalan serius. Terutama dari media massa yang berperan dalam mempublikasi apapun yang terjadi, baik dalam pemilihan PresidenWakil Presiden, Gubernur-Wakil Gubernur, anggota legislatif, dan lain-lain. Terkait dengan itu, Dewan Pers selaku lembaga yang melindungi kegiatan pers di Indonesia menyelenggarakan pelatihan bagi awak media dengan tema “Peliputan Pasca Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Oleh Media di NTB”. Pelatihan tersebut ditujukan untuk memberikan wawasan bahwa peran media sangat besar untuk memberikan informasi yang proporsional terkait Pemilihan Umum (Pemilu). Sekretaris Dewan Pers, Syaefudin, menerangkan bahwa semangat dari pelatihan tersebut mengikuti pesta demokrasi, terutama pemilihan serentak anggota dewan dan Presiden-Wakil Presiden pada April 2019 lalu. “Tahun 2019 ini kita memasuki tahun politik. Ada Pileg dan Pilpres di mana kami dari Dewan Pers melakukan kegiatan workshop (pelatihan, Red) terkait dengan peliputan Pileg dan Pilpres itu,” ujarnya saat dikonfirmasi seusia kegiatan pelatihan di Mataram, Kamis (12/9). Diterangkan Syaefudin kegiatan serupa diadakan di 34 Provinsi. NTB sendiri menjadi penyelenggara ke 30 dari kegiatan tersebut. “Masih ada 4 Provinsi yang belum kita lakukan, dan itu akan kita akhiri nanti pas menjelang pelaksanaan bulan Oktober,” ujarnya. Pelatihan sendiri dihadiri oleh pembicara baik dari Dewan Pers maupun perwakilan Bawaslu atau KPU masingmasing daerah. Sebagai peserta, dihadirkan awak media dari berbagai perusahaan. “Ini menjadi bagian dari pelaksanaan proses pemberitaan. Baik dari pra pemilu dan sekarang masuk ke pascapemilu,” pungkasnya. Salah satu pembicara dalam pelatihan tersebut, Hendry Chairudin Bangun, dalam pemaparannya menegaskan bahwa fungsi media dalam mengawal pesta demokrasi adalah melakukan verifikasi dan konfirmasi untuk memberikan informasi yang paling aktual dan benar ke masyarakat. Dicontohkan Hendry yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pers seperti pemberitaan yang kerap disebarkan melalui media sosial. “Media itu tidak boleh menjadikan media sosial sebagai satu-satunya sumber untuk bahan bertia. Itu hanya bahan, tetap harus diverifikasi kebenarannya, akurasinya, baru kemudian dikonfirmasi,” ujarnya. Diterangkan Hendry sampai saat ini Dewan Pers telah menerima puluhan pengaduan terkait pemberitaan Pemilu, baik prosesnya maupun kontestan politisnya. “Media sosial itu berbahaya. Kita boleh menjadikannya referensi, tapi itu hanya bahan awal,” sambungnya. Hal yang paling sering terjadi adalah pelaporan perusahaan media maupaun awak media dengan jeratan UU ITE. Terkait puluhan kasus yang masuk ke Dewan Pers, Hendry menerangkan bahwa pihaknya telah berusaha memberikan solusi dengan menerbitkan surat yang diberikan ke pelapor dan media terlapor. Jenis pelanggaran yang paling sering menjadi aduan adalah pelanggaran waktu kampanye yang melibatkan media, penerbitan iklan politis sebelum waktunya, membuat berita negatif tanpa konfirmasi, dan membuat berita yang cenderung partisan mendukung seseorang. “Boleh kita menonjolkan seseorang asal jelas prestasinya. Tapi kalau kita mengangkat seseorang tanpa alasan yang jelas atau tidak faktual, nah, ini bukan cara kerja pers yang profesional,” pungkasnya. (bay)
Amman Mineral dan KUPP Benete Lakukan Gerakan Bersih Laut dan Pantai
(Suara NTB/ist)
SILATURAHMI - Anggota Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun (ke dua dari kanan), Kamis (12/ 9) kemarin bersilaturahmi ke Harian Suara NTB. Didampingi mantan Ketua PWI NTB, H.Sukisman Asmy (paling kiri), Anggota Dewan Pers dari unsur Wartawan ini diterima Penanggung Jawab Suara NTB, H.Agus Talino (ke tiga dari kanan).
Harga Elpiji di Lombok Disamakan dengan Pulau Sumbawa Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menerapkan satu harga elpiji 3 kg di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Harga elpiji subsidi yang ada di Pulau Lombok disamakan dengan yang ada di Pulau Sumbawa. Namun, jumlah agen elpiji di Pulau Sumbawa masih terbatas. Di beberapa kabupaten seperti Bima, jumlah pangkalan masih belum sebanding dengan luasnya wilayah tersebut. Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH mengatakan konversi bahan bakar dari minyak tanah (mitan) ke elpiji 3 kg di Pulau Sumbawa sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Pertamina sudah membagikan paket perdana elpiji 3 kg kepada masyarakat kurang mampu yang menjadi sasaran. “Sekarang Pertamina sudah mendrop tabung ke Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu. Di Sumbawa sudah ndak masalah, tabung elpiji sudah didistribusikan ke pangkalan. Bima dan Dompu yang kemarin belum,” kata Wirajaya dikonfirmasi usai rapat koordinasi dengan Kabag Ekonomi kabupaten/kota dan stakeholders terkait di Kantor Gubernur, Kamis (12/9). Pemprov meminta Pemda
memfasilitasi agar pangkalan elpiji di Dompu dan Bima segera dibentuk. Sehingga, tabung gas elpiji yang dibutuhkan masyarakat segera didrop Pertamina ke Bima dan Dompu. Disebutkan jumlah agen elpiji di Pulau Sumbawa memang masih terbatas. Paling banyak berada di Kabupaten Sumbawa sebanyak 5 agen. Kemudian Sumbawa Barat dan Dompu masing-masing dua agen. Sedangkan Bima dan Kota Bima masing-masing baru satu agen. Melihat luasnya wilayah di Pulau Sumbawa, Wirajaya mengatakan dari masukan Kabag Ekonomi kabupaten/kota di Pulau Sumbawa agar jumlah agen diperbanyak. Namun, penambahan agen ini ditentukan oleh Pertamina. Penambahannya juga melihat perhitungan bisnis. “Kalau soal harga sudah sama semua di Lombok dan Sumbawa. Sudah ada SK gubernur tentang penentuan harga elpiji subsidi 3 kg, sama harganya, baik di Pulau Lombok dan Sumbawa,” terang mantan Penjabat Walikota Bima ini. Berdasarkan Keputusan Gubernur NTB Nomor 541-668 tentangHargaEceranTertinggiLiquid Pertroleum Gas Tabung 3 Kg, HET elpiji pada jarak 0-60 km dari agen sebesar Rp15 ribu, kemudian pada
jarak 60 – 120 km harganya Rp15.750 dan dengan jarak di atas 120 km harganya Rp16.500. Harga ini sudah disepakati dengan agen dan Pertamina. Untuk kelancaran pasokan elpiji di Pulau Sumbawa, Pemprov NTB sudah mendesak Pertamina agar membangun dua SPBE di Pulau Sumbawa. Satu di wilayah Bima dan satu di wilayah Sumbawa. Dengan adanya SPBE di Pulau Sumbawa, maka tidak akan terjadi gejolak ketersediaan elpiji. Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 18 K/15/MEM/ 2018 tentang Penugasan kepada PT. Pertamina (Persero) Dalam Penyediaan dan Pendistribusian Paket Perdana Elpiji Tabung 3 Kg Tahun Anggaran 2018. Jumlah masyarakat di Pulau Sumbawa yang menerima program konversi elpiji sebanyak 254.324 penerima. Terbagi dalam dua kelompok, yakni rumah tangga sebanyak 249.025 penerima dan usaha mikro 5.299 penerima. Rinciannya, Kabupaten Sumbawa sebanyak 4.667 metrik ton, Dompu, 2.492 metrik ton, Kabupaten Bima sebesar 4.941 metrik ton, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 1.351 metrik ton dan Kota Bima sebanyak 1423 metrik ton. (nas)
AMMAN Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) dan Kepala Kantor Unit Pengelola Pelabuhan (KUPP) Benete beserta segenap jajaran melakukan gerakan bersih laut dan pantai bersama, sekaligus menikmati wisata keindahan bawah laut perairan Benete. Kegiatan pemantauan bersama dilakukan Kamis (12/9) sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2019. “Peringatan Hari Perhubungan Nasional juga merupakan hal yang penting bagi Amman Mineral. Oleh karena itu kami senang bisa terlibat langsung dan mendukung kegiatan bersama KUPP Benete. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa sinergitas antara Amman Mineral dan KUPP Benete terus dilakukan dan dijaga dalam upaya memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia Unggul,’’ kata Anita Avianty Head of Corporate Communications, Amman Mineral. Sementara itu Sentot Ismudiyanto, Kepala KUPP
Benete menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 yang serempak dilakukan di seluruh Indonesia. Kegiatan Gerakan Bersih Laut dan Pantai ini merupakan program utama yang diselenggarakan KUPP Benete dengan melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk Amman Mineral dan masyarakat yang ada di sekitar Perairan Benete. Selain kegiatan ini, KUPP Benete juga melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, lomba mewarnai, pendidikan dan pelatihan keselamatan, sertifikasi SKK 30 mil untuk nelayan, serta program edukasi wawasan kebaharian untuk para pelajar melalui kegiatan “Joy Sailing”. Melalui kegiatan ini, melihat kondisi Terminal Khusus PTAMNT dan Pelabuhan Umum Benete yang relatif bersih dari sampah akan menginspirasi para pemangku kepentingan lain untuk melakukan hal serupa di lingkungan masing-masing sehingga pada akhirnya perairan laut Sumbawa dapat terus terjaga. (r)
(Suara NTB/ist)
GERAKAN - Penyelam karyawan Amman Mineral dalam Kegiatan Gerakan Bersih Laut dan Pantai dalam rangka peringatan hari Perhubungan Nasional.
Mendagri Perpanjang Masa Jabatan Penjabat Sekda NTB Dari Hal. 1 Terkait dengan Pansel Sekda NTB, Fathurrahman mengatakan akan berjalan sesuai tahapan. Saat ini, nama-nama Pansel sudah dikonsultasikan ke KASN. Selanjutnya, Pemprov masih menunggu jawaban atau rekomendasi KASN. Proses seleksi calon Sekda
NTB rencananya akan dilakukan selama sebulan. Termasuk di dalamnya masa pendaftaran calon Sekda NTB selama 15 hari kalender. ‘’Dari tahapan seleksi yang sudah kita buat. Kita bisa melakukan itu satu bulan. Kalau tak ada kendala berarti. Akhir Oktober kita sudah dapat menghasilkan Sekda definitif,’’ pungkasnya. (nas)
Aset Bermasalah, Datun Kejaksaan Tunggu Respons Pemprov Dari Hal. 1
(Suara NTB/bay)
FOTO BERSAMA - Para peserta pelatihan peliputan pascapemilu foto bersama anggota Dewan Pers dan Pemateri.
Pemprov Bahas Peluang Kerjasama NTB dengan Dubes Rusia Dari Hal. 1 Duta Besar Rusia untuk Indonesia, YM Lyudmila mengaku merasa tersanjung setelah mendengar begitu banyak hal tentang Rusia yang diketahui rombongan LPP, terutama terkait pendidikan, pertanian dan kebudayaannya. ‘’Saya merasa terkejut sekaligus tersanjung bahwa Rusia begitu dikenal di NTB, terutama di bidang pendidikan,’’ katanya. Lyudmila mengatakan, memang banyak universitas di Rusia yang menerima mahasiswa-mahasiswi dari berbagai negara lain, termasuk dari Asia. Contohnya pelajar dari Malaysia ada sekitar 3000 orang yang sedang belajar di berbagai kampus di Rusia, berbasis skema komersial. Sementara untuk Indonesia, sejauh ini, terdapat kuota sekitar 100 mahasiswa berbasis beasiswa yang belajar di Rusia. “Dalam konteks program beasiswa NTB, peluang dan kesempatan untuk NTB sangat terbuka lebar,” ujar Dubes Lyudmila. Bahkan, tambah Dubes Lyudmila, kerja sama tidak hanya terbatas mengirimkan mahasiswa NTB belajar di Rusia. Bisa saja melalui pertukaran belajar mengajar antara pelajar, dosen, hingga profesor Rusia dan NTB, maupun kerja sama bidang penelitian antar kampus. Potensi kerjasama di multisektor mulai dari bidang akademik, kebudayaan hingga pertanian. ‘’Bahkan ada mahasiswamahasiswi dari Kuba yang belajar pertanian di banyak kampus di Rusia. Dari sana, potensi pertukaran kebudayaan pun terjadi sehingga turunan dari bidang pendidikan begitu banyak. Kesempatan-kesempatan seperti itu sangat realistis untuk kita
buka juga dengan NTB. Tidak ada yang tak mungkin,’’ kata Glinkin Vitaly, Counsellor Kedubes Rusia sekaligus Direktur Pusat Ilmu dan Kebudayaan Rusia di Jakarta yang juga hadir dalam pertemuan. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti N.A.S mengatakan, dari pertemuan awal itu akan ditindaklanjuti secepatnya. LPP NTB akan segera berkoordinasi dengan Pusat Ilmu dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, untuk menentukan mekanisme kerja sama dan juga seleksi kampus-kampus di Rusia, yang memiliki potensi menjadi tujuan belajar para penerima beasiswa NTB. ‘’Kami berharap melalui sistem, skema dan mekanisme yang tepat, resmi dan ideal dapat segera merealisasikan peluang kerja sama ini secepat mungkin. Ibu Dubes Rusia dan jajarannya sangat terbuka terhadap niat dan rencana kami. Kampus-kampus di Rusia juga banyak yang menyediakan kuota beasiswa untuk pelajar asing, sebagaimana tadi disebutkan. Apalagi biaya hidup di Rusia termasuk relatif terjangkau. Kami optimis akan segera ada pelajar NTB yang kuliah mengambil tingkat S1 hingga doktoral (S3) di Rusia,’’ terang Sri Hastuti. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini sudah ada 89 mahasiswa-mahasiswi NTB yang berburu gelar S1 hingga S3 di Polandia dan China. Per September 2019, akan bertambah lagi 148 anak-anak muda NTB yang belajar di 18 kampus di Malaysia. (r)
Paling jadi perhatiannya, lahan 65 hektar di Gili Trawangan yang dikelola PT. Gili Trawangan Indah (GTI). Jaksa sepakat, masa kontrak 70 tahun dianggap wanprestasi karena tak kunjung dikelola. Pihaknya melalui Bidang Datun pernah membahas itu dengan Pemprov NTB beberapa waktu
lalu. Pembahasan seputar kemungkinan pelibatan Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk pemulihan masalah aset tersebut. ‘’Kita sudah bertemu dengan Pemprov NTB untuk membahas ini. Sedang kami kaji untuk proses pendampingan penyelesaian masalah aset ini,’’ kata Dedi. Diakuinya, masalah aset Pemprov NTB ini beberapa wak-
tu lalu menjadi pembahasan bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa rekomendasi sudah dikeluarkan melalui tim Koordinasi dan Supervisi (Korsup), salah satunya dengan segera melakukan inventaris aset agar tidak menjadi temuan berlanjut. Terpisah, Inspektur Provinsi NTB Ibnu Salim mengaku masih koordinasi dengan Badan Pen-
gelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mengecek list aset bermasalah. Dengan dasar itu, akan dilakukan quality assurance atau monitoring dengan pemeriksaan khusus. Ibnu Salim, SH menambahkan, inventarisasi aset bermasalah itu sudah dilakukan, bahkan saat ini sedang dalam proses update data. “Update data untuk jika
ada penyusutan dan lain lain, sehingga terus dilakukan inventaris,” tandasnya. Sebagai APIP, katanya, tentu akan dilakukan audit jika terdapat indikasi munculnya potensi kerugian negara atau kerugian daerah dalam macetnya proses pengelolaan aset. Terlebih, saat ini tata kelola aset bagian dari rencana aksi KPK untuk pembenahan. (ars)
Tertarik Kerjasama DPIM Dari Hal. 1 Yaitu NTB memproduksi obat untuk penyakit tidak menular sementara Malaysia memproduksi obat untuk penyakit menular. Untuk itu, kemungkinan menjadikan DPIM sebagai agen pemasaran produk Laboratorium Hepatika ke luar negeri dinilai cukup besar. ‘’Ada beberapa hal yang mau kita seriusi,’’ ujar Dewi. Salah satunya adalah kerjasama den-
gan KPJ Healthcare Bhd yang merencanakan investasi di NTB. Dimana perusahaan bidang kesehatan tersebut merupakan perusahaan yang menaungi 30 rumah sakit di berbagai negara, seperti Kuala Lumpur, Indonesia, Bangladesh, dan Arab Saudi. ‘’Kenapa tidak kita ada beberapa rumah sakit yang bisa dikerjasamakan,’’ tambahnya. Menurut Dewi, Malaysia selama ini terkenal dengan sistem
pemasarannya, termasuk untuk bidang kesehatan. Mengingat KPJ Healthcare Bhd merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang tersebut, maka kerjasama menguntungkan diharapkan bisa terjalin. ‘’Kita akan membangun rumah sakit dan membenahi rumah sakit kita. Mungkin bisa ditransfer (pengetahuan) tentang pengelolaan rumah sakit,’’ ujarnya. Selain itu, pembangunan pabrik farmasi juga dirasa mu-
ngkin dilakukan jika kerjasama benar-benar terjalin. Salah satunya untuk pembuatan ekstrak rempah-rempah dan tanaman obat yang berasal dari Sumber Daya Alam (SDA) NTB. ‘’Kita lihat sisi farmatikalnya. Kita mau lihat mereka punya rencana bisnis seperti apa di NTB ini,’’ kata Dewi. Sebelumnya, beberapa perwakilan perusahaan besar Malaysia yang tergabung dalam DPIM mengunjungi NTB sejak 8 September lalu. Kunjungan tersebut
ditujukan untuk mengelaborasi kemungkinan kerjasama dalam 23 bidang yang dinaungi OPD lingkup Pemprov NTB. Pemprov NTB kemudian melakukan penandatanganan LoI, Rabu (11/9). Pada hari pertama kunjungan, telah dilakukan juga diskusi mendalam serta kunjungan lapangan yang melahirkan LoI tersebut untuk kerjasama dalam beberapa bidang seperti pariwisata, lingkungan hidup, perdangangan,industri,dankesehatan.(bay)
Tak Dijamin Bebas Korupsi Dari Hal. 1 ‘’Jadi tidak dapat dijadikan dasar oleh pejabat negara yang bersangkutan bahwa harta kekayaan itu tidak terkait tindak pidana korupsi,’’ kata Isnain kepada Suara NTB melalui pesan instan, Kamis (12/9). Pihakya membuka ruang partisipasi publik untuk melaporkan ke pihaknya, jika ada indikasi tindak pidana korupsi dari kekayaan yang didapat pejabat tersebut. Digambarkannya, kekayaan itu sesuai dengan data yang diser-
ahkan sendiri oleh pejabat negara. ‘’Sebelumnya, pejabat negara tersebut menyerahkan sendiri laporan harta kekayaannya,’’ katanya. Namun untuk memastikan sesuai dengan laporan, tim KPK melakukan verifikasi harta kekayaan yang dilaporkan. Dalam catatan LHKPN, terdapat perubahan jumlah harta kekayaan masing masing pejabat. Sebagian ada yang tetap, seperti Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang ada di urutan 12 terkaya, tetap pada angka Rp 5 miliar lebih. Sementara Bupati Dompu H. Bambang
M. Yasin harta kekayaannya terjadi penurunan. Tahun 2010 mencapai Rp 37 miliar, tahun 2015 mencapai Rp 71 miliar dan tahun 2019 mencapai Rp 64 miliar. Kekayaan pejabat lain yang terdata dalam LHKPN itu pun terjadi perubahan, baik penurunan maupun kenaikan. Menurut Isnain, pihaknya tidak dapat memberikan kesimpulan soal penurunan dan kenaikan harta kekayaan tersebut. Dalam catatan 10 besar LHKPN, KPK menerima laporan antara 1 sampai 4 lembar dokumen terkait jumlah kekayaan
pejabat dari tingkat Provinsi NTB sampai kabupaten dan kota. Urutan kedua, Wakil Bupati Lombok Barat Sumiatun dengan kekayaan mencapai Rp 53.440 miliar. Urutan ketiga Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dengan kekayaan Rp 25.753 miliar, Murni Suciyanti menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bima dengan kekayaan mencapai 24.890 miliar. Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dengan kekayaan Rp 20.298 miliar. Selanjutnya urutan ke enam, Wakil Ketua DPRD Sumbawa A. Rachman Alamudy dengan
kekayaan Rp 18.772 miliar. Urutan ke tujuh Bupati Bima Indah Damayanti Putri dengan kekayaan Rp 13.519 miliar, berikutnya Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi SJ senilai Rp 12.663 miliar. Kemudian Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri senilai Rp 10.618 miliar. Urutan ke 10, H. Husni Djibril yang menjabat Bupati Sumbawa, dengan kekayaan mencapai Rp 9.445 miliar. Urutan ke 11, H. Sukiman Azmy yang menjabat sebagai Bupati Lombok Timur dengan kekayaan mencapai Rp 6.109 miliar. (ars)
Ditenggat KPK September Dari Hal. 1 Aset-aset daerah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Kemudian tidak produktif atau tak kunjung dilakukan pembangunan atau pemanfaatan, maka KPK akan masuk. Mereka akan membantu Pemda supaya aset-aset yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga menjadi produktif. Dan penerimaan daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin meningkat. Ibnu memberikan contoh pengelolaan aset yang menjadi atensi KPK. Seperti pengelolaan aset Pemprov di Gili Trawangan yang dikerjasamakan dengan PT. Gili Trawangan Indah (GTI). Aset tersebut sudah lama dikuasai pihak ke tiga, namun belum ada pembangunan yang dilakukan in-
vestor selama 24 tahun. ‘’Sekarang BPKAD Provinsi dan kabupaten/kota sedang diminta menginventarisir asetaset yang mereka miliki. Yang masih ada persoalan atau dalam pelaksanaannya belum optimal,’’ ujar Ibnu. Mantan Penjabat Bupati Lombok Tengah ini mengatakan, KPK meminta inventarisir aset-aset milik daerah yang bermasalah tersebut harus tuntas September ini. Setelah diinventarisir aset-aset tersebut, KPK akan membantu memfasilitasi agar pemanfaatannya lebih maksimal dan berdampak terhadap peningkatan PAD. Dalam fasilitasi tersebut, pihak ketiga juga akan dipanggil oleh KPK. Apabila setelah fasilitasi, pihak ketiga tak kunjung melakukan pembangunan,
maka aparat penegak hukum (APH) akan melakukan kajian. ‘’KPK ini sekarang hadir Deputi Pencegahan sama-sama dengan penindakan. Aspek administrasi diselesaikan. Kalau ada unsur pidananya, bisa ditindaklanjuti (ranah pidana),’’ katanya. Apakah Inspektorat akan melakukan audit aset-aset yang bermasalah? Ibnu mengatakan, hal itu tergantung rekomendasi dari KPK. Setelah Pemda menginventarisir aset-aset bermasalah yang dimiliki, nantinya akan ada rekomendasi-rekomendasi yang perlu dilakukan Pemda. Untuk itu, inventarisasi aset ini sedang dipercepat untuk selanjutnya disampaikan ke KPK. ‘’Bulan ini sudah harus selesai (inventarisir aset). Kemarin dari Deputi Pencegahan meminta dipercepat penyelesaian. Pemda
juga diminta bersurat ke KPK untuk minta fasilitasi penyelesaiannya,’’ tandasnya. Mantan Kepala Satpol PP NTB ini menjelaskan, pada tahap ini pihaknya melakukan pemantauan inventarisasi aset yang dilakukan BPKAD. ‘’Setelah disampaikan ke KPK. Seperti apa kesimpulannya. Ada rekomendasi KPK nanti yang akan ditindaklanjuti Pemda,’’ pungkasnya. Diketahui, ada sejumlah aset Pemprov yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, hingga saat ini belum dimanfaatkan oleh investor. Seperti aset di Gili Trawangan yang dikerjasamakan dengan PT. GTI seluas 65 hektare. Selain itu, ada dua aset yang dikerjasamakan Pemprov dengan investor di Kota Mataram pada 2013 lalu. Yakni, aset di
Karang Jangkong yang dikerjasamakan dengan PT. Varindo Lombok Inti untuk pembangunan rumah kantor (rukan) / perhotelan. Kemudian aset milik Pemprov di Jalan Bung Karno Kota Mataram yang dikerjasamakan dengan PT. Lombok Plaza untuk pembangunan NTB Convention Center (NCC). Investor yang menjadi mitra Pemprov untuk memanfaatkan aset tersebut hingga saat ini belum melakukan pembangunan di lapangan sesuai dengan rencana awal yang mereka sampaikan ketika ikut beauty contest pada 2013 lalu. Terhadap kondisi ini, Pemprov berencana akan memutus kerja sama dengan dua investor mitra Pemda tersebut. Karena realisasi investasinya kemungkinan akan sulit berlanjut. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Jumat, 13 September 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Masyarakat Harus Kawal Kinerja DPRD Loteng Praya (Suara NTB) Kinerja anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng) diakui tidak akan bisa optimal tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa ikut mendukung dan mengawal kerja anggota legislatif kedepan. Terlebih tantangan kedepan jelas tidak akan semakin mudah. “Masyarakat harus ikut mengawal kinerja anggota DPRD Loteng yang baru. Karena dengan cara itulah, kinerja para wakil rakyat ini akan bisa maksimal,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar Loteng, H. Lalu Ahmad Rumiawan, S.Sos., Rabu (11/9). Apalagi dengan komposisi keanggotaan di DPRD Loteng yang kebanyakan merupakan wajah baru, tentu harus dikawal. Supaya bisa memberikan kinerja terbaiknya. Sehingga pada akhirnya, anggota DPRD Loteng bisa memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan di daerah ini. Tentunya sesuai tugas dan fungsinya
sebagai wakil rakyat. Menyinggungg soal keputusan Partai Golkar yang menunjukkan sebagai Wakil Ketua DPRD Loteng yang baru, Rumiawan mengaku itu mutlak keputusan partai. Dirinya hanya sebagai pihak yang diberi mandat. Dan, sebagai kader partai tentunya sebuah tanggung jawab besar yang harus bisa dijawab dengan kinerja terbaik. “Saya sebenarnya cukup kaget dan tidak menyangka akan ditunjuk oleh partai. Tapi terlepas dari itu semua, itu adalah amanah partai. Jadi kita tidak boleh mundur. Justru harus bisa dijawab dengan memberikan
kinerja terbaik,” timpalnya. Ia menegaskan, kalau proses penunjukkan unsur pimpinan DPRD Loteng oleh Partai Golkar sudah sesuai mekanisme yang berjalan di tubuh Partai Golkar. Mulai dari proses pengusulan oleh DPD II Partai Golkar Loteng. Sampai ke pengambilan keputusan oleh pengurus pusat. Jadi pengurus pusat juga tidak serta merta mengambil keputusan. Semua sudah melalui mekanisme partai. “Dalam menentukan siapa yang diusulkan sebagai unsur pimpinan di DPRD Loteng, ada pansel yang dibentuk oleh pengurus pusat. Pansel inilah yang menyeleksi,” tandasnya. (kir)
Sewa Rusunawa akan Diturunkan Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat dijadwalkan Oktober mendatang menyerahkan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Kelurahan Mandalika ke Pemkot Mataram. Sewa fasilitas kamar akan diturunkan. Anggaran pembiayaan dibebankan ke kas daerah. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menyampaikan, penyerahan aset oleh pemerintah pusat ke Pemkot Mataram pada Selasa (10/9), rusunawa bukan jadi bagian yang diserahkan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadwalkan penyerahan aset itu bulan depan. Setelah diserahkan ke daerah otomatis biaya pemeliharaan dibebankan ke kas daerah. Karena, tidak mungkin biaya pemeliharaan diserahkan ke penghuni. Pemanfaatan rusunawa itu harus mengedepankan fungsi kemanusian dan sosialnya. “Jika berbicara pembebanan ke penghuni tidak logis. Karena, penghuni rusunawa masyarakat menengah ke bawah yang tidak mungkin akan dibebani,” kata Kemal dikonfirmasi, Kamis (12/9). Bila perlu swadaya dikeluarkan penghuni serendah - rendahnya. Jika memungkinan tidak dipungut dinilai tidak masalah. Pembebanan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sambung Kemal, merupakan resiko pengelolaan
Ribuan Warga Lobar Dilanda Krisis Air Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah desa di wilayah Gerung, Lombok Barat (Lobar), antara lain Desa Giri Tembesi dan Banyu Urip menjadi langganan kekeringan tiap tahunnya. Kondisi ini
menyebabkan ribuan warga yang terdampak mengalami krisis air berkepanjangan. Kali ini, kekeringan dirasakan sangat panjang melanda warga di sejumlah desa setempat. Sekdes Banyu Urip dikonfir-
(Suara NTB/her)
DROPING AIR - Tim BPBD Lobar saat mendroping air ke wilayah yang dilanda kekeringan. masi di kantornya, Kamis (12/9) mengatakan, ada empat dusun di wilayahnya terkena kekeringan, masing-masing Dusun Sambik Ratik, Bentenu, Bantir dan Kondak. Empat dusun ini dihuni oleh sekitar 2.000 jiwa lebih yang saat ini mengalami kesulitan air bersih. “Ada ribuan jiwa penduduk kami yang terdampak krisis air, di samping itu ada 330 hektar lahan pertanian terkena dampak kekeringan ini. Kami mengalami kekeringan tiap tahun, ”kata dia. Menurut dia, kekeringan tiap tahun melanda wilayahnya begitu ironis lantaran daerahnya ada di sekitar wilayah kota Gerung. Sejak beberapa tahun warga mengalami krisis air. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga selama ini disuplay oleh pemda dan Polres. Tak hanya berdampak krisis air bersih, lahan pertanian milik warga juga mengalami gagal panen tiap tahunnya. Salah satu solusi yang bisa dilakukan Pemda, menurutnya, irigasi bendungan Pengge bisa dialirkan ke wilayah Sub-
ag Bantir. Kalau solusi melalui embung dan sumur bor dinilainya kurang tepat, karena wilayahnya termasuk tadah hujan, sehingga embung ini hanya sebatas menampung air hujan. Di desa itu sudah dibangum Pamsimas tahun 2017 namun debet airnya kering karena musim kemarau. “Tapi musim kemarau ini Pamsimas ini tidak ada airnya. Solusi yang tepat menurut kami ada suplay air dari Dam Pengge ke wilayah Bantir,” jelas dia. Ia berharap agar pemprov dan pemda turun segera mengatasi persoalan ini, dengan mengupayakan suplay air dari dam Pengge tersebut. Menurut dia, kalau dibangun saluran ini akan jauh lebih dekat dibandingkan saluran dari irigasi Loteng yang saat ini sudah ada. Irigasi ini tidak hanya bisa mengairi wilayah Lobar, namun bisa juga menyuplai sebagian wilayah Loteng. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, H.M. Najib mengatakan, sejauh ini ada 26 desa di tujuh kecamatan yang terkena kekeringan. Pihaknya sudah melakukan penanganan melalui droping air bersih, berkoodinasi dengan OPD terkait seperti Damkar, Dinsos. Selain itu, pihaknya dibantu oleh Polres, PDAM dan Bank NTB. “Kita terus droping air ke wilayah yang kekeringan,” tegas dia. Menyangkut keluhan warga di sekitar wilayah kota Gerung yang menjadi langganan kekeringan, pihaknya akan menindaklanjutinya berkoordinasi dengan instansi terkait. Ia membantah jika usulan desa Giri Tembesi tidak direspon. “Asalkan ada permohonan, kami selalu penuhi. Kami koordinasikan dengan OPD dan pihak terkait,”ujar dia. (her)
(Suara NTB/cem)
SEWA TURUN Pengendara sepeda motor melintas di ruas jalan samping Rusunawa Mandalika, Kamis (12/9). Pemkot Mataram berencana akan menurunkan tarif sewa fasilitas kamar rusunawa. Biaya pemeliharaan akan dibebankan ke kas daerah. diserahkan ke daerah. “Kalau aturanya memperbolehkan, kenapa tidak. Namanya orang tidak mampu, kenapa harus dibebani lagi,” tegasnya. Biaya dibayarkan penghuni rusunawa mulai dari Rp100 ribu – Rp115 ribu sebenarnya bukan sewa. Penghuni hanya dikenakan biaya pemeliharaan yang dibebankan kepada paguyuban. Sejauh ini, rusunawa bukan aset daerah. Pemkot Mataram tidak pernah memasang tarif apapun. Biaya dikeluarkan pun berdasarkan kesepakatan dari penghuni. “Kita tidak pernah pasang tarif karena tidak boleh. Itu bukan aset kita,” ujarnya. Setelah diserahkan oleh pemerintah pusat ada keingian Kemal,
untuk menurunkan biaya yang dibebankan ke penghuni rusunawa. Pemkot Mataram hanya menginginkan penghuni menjaga dan memelihara aset tersebut, sehingga beban yang ditanggung oleh pemerintah tidak semakin besar. Secara logika, semakin lama biaya pemeliharaan semakin tinggi. Warga di rusunawa harus memanfaatkan fasilitas itu sebaik – baiknya. “Paling berat jika keran rusak. Terpaksa kita harus membobol tembok. Untuk memperbaiki tembok ini lagi butuh biaya besar. Makanya, kita minta penghuni rusunawa gunakan fasilitas dengan baik,” pesannya. (cem)