Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SABTU, 13 JULI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 102 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kejati NTB Tetapkan Lima Orang DPO Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menetapkan lima orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam berbagai kasus. Lima buron itu tersebar di sejumlah Kejari di NTB. Pemburuan bertahun tahun dilakukan tim penyidik untuk menemukan para tersangka. Tim gabungan dibentuk antara Kejaksaan Negeri masing masing daerah dengan Kejati NTB, termasuk melibatkan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung. Salah satu DPO itu dari Kejari Mataram bernama Ruslan. Warga Lombok Utara ini terlibat dugaan korupsi Bantuan Subsidi Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp 3,1 miliar. Bersambung ke hal 11

19.099 Korban Gempa NTB Telah Terima Jadup

Mataram (Suara NTB) Kementerian Sosial (Kemensos) telah mencairkan bantuan jaminan hidup (Jadup) tahap I kepada 19.099 korban gempa di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sisanya sebanyak 815.708 korban gempa akan diusulkan menerima Jadup tahap II yang berasal dari tujuh kabupaten/kota terdampak gempa di NTB.

TO K O H Masyarakat Harus Bersabar

H. Zulkieflimansyah

(Suara NTB/nas)

JADUP - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima bantuan Jadup tahap I dari Kemensos untuk selanjutnya disalurkan ke korban gempa di Kota Mataram dan KSB.

GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, sudah menerima surat Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri yang meminta Pemprov segera memperbaiki jalan provinsi ruas Tawali - Sape Kabupaten Bima. Gubernur menyatakan, perbaikan jalan sepanjang 16 Km tersebut akan dialokasikan dalam APBD 2020. Masyarakat Kecamatan Wera Kabupaten Bima diminta bersabar. Perbaikan jalan tersebut tidak mungkin bisa dilaksanakan tahun 2019 ini karena perlu dialokasikan dalam APBD 2020. Selain itu, perbaikan jalan yang dialokasikan dalam APBD juga perlu ditender. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

KO M E N TTAA R

Menolak Divaksin Rabies DINAS Kesehatan (Dikes) NTB mencatat sembilan korban gigitan anjing rabies di Kabupaten Dompu meninggal. Dua korban gigitan anjing rabies meninggal karena menolak divaksin. ‘’Memang dua orang meninggal yang terakhir menolak diimunisasi. Pemahamannya masih ndak paham kalau imunisasi itu melindungi dia. Sembilan yang meninggal di Dompu semua,’’ jelas Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat (12/7) siang. Ia menjelaskan, masyarakat belum memahami bahwa akibat gigitan anjing rabies sangat dahsyat dibandingkan penyakit-penyakit lainnya. Bersambung ke hal 11 Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, Margo Wiyono mengatakan, penyaluran Jadup tahap I sebesar Rp11,4

miliar lebih untuk empat daerah. Dua daerah sudah dilakukan pencairan lebih awal yaitu Lombok Barat sebanyak 3.380 jiwa dengan anggaran Rp2,02

miliar lebih dan Lombok Tengah sebanyak 650 jiwa, sebesar Rp390 juta. Sedangkan Kota Mataram dan KSB baru bisa dicairkan

Ada Pihak Diduga Halangi Penyidikan Kasus Balai Nikah Mataram (Suara NTB) Kontraktor proyek Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Labangka, Kabupaten Sumbawa mangkir dari panggilan jaksa. Selain itu, sejumlah saksi dari Kemenag NTB juga tidak hadir tanpa penjelasan. Pihak Kejari Sumbawa mengancam akan menjemput paksa jika panggilan tidak diindahkan. Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH.,M.Hum kepada Suara NTB Kamis (11/7) malam mengaku menerima laporan dari jajarannya di Pidsus, ada sejumlah saksi yang mangkir. Mereka sudah dilayangkan panggilan, seperti pejabat Kemenag NTB dan kontraktor pelaksana PT. STR, namun tak hadir tanpa alasan. ‘’Namun jika terus mangkir akan dilakukan pemanggilan paksa,’’ ancam Kajari. Pihak – pihak terkait yang dilayangkan panggilan itu diimbau agar kooperatif, baik

(Suara NTB/ist)

Iwan Setiawan pelaksana proyek, pengawas, instansi pembina, hingga rekanan pelaksana. Imbauan

itu disampaikan, karena Kajari mengindikasikan ada yang terkesan memperlambat proses penyidikan timnya di Pidsus. Dari penyidikan kasus dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar itu, sudah dipanggil Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Saksi lainnya dari Kemenag Provinsi NTB sebagai instansi atas dari Kemenag Sumbawa, namun baru hanya Kabid Bimas Islam dan seorang Kasi yang hadir, Rabu (9/7) lalu. ‘’Mereka bertindak kurang bekerjasama dengan tim penyidik. Jika ternyata ada tindakan nyata menghalangi penyidikan ini, maka kami tidak segan-segan untuk menindak upaya tersebut dengan pasal menghalang halangi penyidikan tipikor,’’ tegasnya. Bersambung ke hal 11

pada Jumat (12/7). Dengan rincian, Kota Mataram sebanyak 7.642 jiwa (Rp4,58 miliar lebih) dan KSB sebanyak 7.427 jiwa (Rp4,45 miliar lebih). Sehingga total Jadup tahap I yang sudah dicairkan sebesar Rp11,4 miliar untuk 19.099 jiwa. ‘’Baru cair Rp11 miliar. Yang disalurkan bagi korban yang sudah memiliki buku rekening,’’ kata Margo dikon-

firmasi usai penyerahan Jadup secara simbolis oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd di acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Jumat (12/7). Sebenarnya, kata Margo, pencairan Jadup tidak dilakukan bertahap. Bersambung ke hal 11

NTB Pikirkan Manajemen Transportasi Sambut MotoGP 2021 Mataram (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) NTB sedang memikirkan manajemen traffic transportasi menyongsong gelaran MotoGP Mandalika 2021 mendatang. Pasalnya, diperkirakan 150 ribu penonton atau tamu dari luar negeri akan datang ke NTB pada gelaran MotoGP 2021. ‘’Ini 150 ribu orang, belum termasuk penonton dari dalam. Namun demikian, kita menyiapkan manajemen traffic yang baik menyongsong Moto GP tersebut,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M. Si di Kantor Gubernur, Jumat (12/7). Bayu mengatakan, selama ini NTB hanya punya pengalaman menangani tamu sebanyak 15.000 orang pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) beberapa tahun lalu. H. L. Bayu Windya Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/dok)

Dari Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi

Etos Kerja dan Jiwa Wirausaha Masih Jadi PR Etos kerja dan semangat wirausaha masyarakat, khususnya orientasi bisnis generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintahan Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah. Karenanya, cita-cita besar Bang Zul-Umi Rohmi untuk membawa NTB Gemilang, dapat berkiprah dikancah nasional dan global harus didukung penuh. PELAKSANAAN program-program unggulan yang luar biasa itu, seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa wisata serta 1000 cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, harus dibumikan. Dalam acara Jumpa Bung Zul-Umi Rohmi di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat pagi (12/7), sejumlah tokoh dan

ratusan masyarakat hadir ikut urun rembug. Pada kesempatan itu, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan. Mulai dari masalah sampah dari komunitas zero waste, redahnya etos kerja dan semangat wirausaha, Koperasi dan UMKM. Kemudian permohonan bantuan modal, bantuan operasional untuk koperasi syariah dan lain-lain. Hingga keluhan sulitnya mencari angkutan publik di Kota Mataram. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

ASPIRASI - H. Lalu Mudjitahid, mantan Bupati Lombok Barat mengawali menyampaikan aspirasinya kepada pasangan Bang Zul- Umi Rohmi, Jumat (12/7) kemarin.


SUARA MATARAM

Belum Pengalihan Status STATUS kepemilikan aset Sekolah Dasar Negeri 20 Gerimax Indah, Kelurahan Mandalika belum clean and clear. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) belum mengalihkan mengalihkan kepemilikan ke Pemkot Mataram. Belum adanya peralihan hak tersebut menimbulkan persoalan di tengah masyarakat, terutama bagi calon peserta didik baru. Penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara otomatis menghalangi akses bagi warga setempat untuk menempuh pendidikan. Permasalahan (Suara NTB/cem) demikian kata Lurah ManNasruddin dalika, Nasruddin telah bergulir sejak lama. Setelah Kota Mataram berdiri sejak tahun 1993 silam, secara otomatis ada pengalihan aset dari Pemkab Lombok Barat. Faktanya, SDN 20 Gerimax Indah belum diserahkan. “Ini sudah 20 tahun lebih belum ada pengalihan,” kata Nasruddin. Mediasi berulangkali difasilitasi oleh Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram dan Bagian Pemerintahan Setda Lombok Barat. Namun demikian, belum ada kepastian hukum terhadap status sekolah yang masuk wilayah Lingkungan Montong Are tersebut. Gejolak timbul di masyarakat adalah, anak mereka tidak dapat mengakses pendidikan dengan penerapan zonasi oleh pemerintah pusat. Padahal, sekolah tersebut masuk Kota Mataram. “Orang tua protes karena anaknya tidak bisa masuk ke sekolah terdekat,” sesalnya. Terpaksa kata Nas, sapaan akrabnya, calon siswa yang memiliki prestasi menempuh pendidikan ke sekolah lain melalui jalur prestasi. Dikhawatirkan aturan yang ketat terhadap penerimaan siswa baru oleh pemerintah pusat menghalangi anak – anak untuk mendapatkan haknya untuk sekolah. Apalagi ada pembatasan rombongan belajar (rombel) di masing – masing sekolah dasar harus membuka empat rombel dengan kapasitas 28 siswa. Peluang bagi siswa yang seharusnya masuk zonasi dari sekolah itu akan hilang akibat status aset belum tercatat jadi milik Pemkot Mataram. “Dikbud sudah mengetahui masalah ini. Tapi belum ada penyelesaiannya,” demikian kata Lurah Mandalika. (cem)

Halaman 2

Hotel Penunggak Pajak akan Ditagih Jaksa Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah memberikan surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejaksaan untuk menagih tunggakan pajak hotel yang mencapai Rp1 miliar lebih. Penyitaan aset hotel akan dilakukan bila pengusaha tak kooperatif. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H. M. Syakirin Hukmi menyampaikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan progres pembayaran tunggakan pajak hotel dan restoran sebagai bagian optimalisasi pendapatan daerah. Tindaklanjut telah dilakukan dengan memasang alat terhadap hotel maupun restoran yang memiliki sistem. “Kalau yang tidak ada system, kita pakai manual,” kata Syakirin dikonfirmasi, Kamis (11/7). Syakirin hanya menyebutkan

tunggakan pajak hotel belum disetor oleh pengusaha ke kas daerah sebagai potensi pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1 miliar lebih, tidak termasuk tunggakan pajak restoran. BKD telah melakukan penagihan sesuai dengan prosedur. Pemkot Mataram juga mengeluarkan surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejaksaan untuk membantu menagih. “SKK sudah kita kasih ke Kejaksaan,” tandasnya. Setelah melalui prosedur demikian, wajib pajak tetap membandel tidak menyetor pa-

jak ke daerah. Tak menutup kemungkinan Pemkot Mataram akan mengambil tindakan tegas dengan menyita aset milik pengusaha. “Kalau itu nanti ada mekanismenya,” pungkasnya. Salah satu yang didorong oleh Komisi Antirasuah dari delapan komponen pengawasan adalah optimalisasi PAD. KPK kata Kasatgas Korsupga KPK Kunto Aprianto, mendapatkan laporan wajib pajak khusus hotel dan restoran banyak menunggak pajak. Pengusaha didorong segera melunasi tunggakan pajak mereka.

123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 JARANG DIFUNGSIKAN - Dua orang Satgas Dinas Perumahan dan Kawasan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Permukiman Kota Mataram berteduh di taman baca di Taman Sangkareang, di saat 123456789012345678901234567890121234567890123456789 jeda melaksanakan tugasnya, Rabu (10/7). Taman baca ini jarang difungsikan sejak 123456789012345678901234567890121234567890123456789 dibangun tahun 2016 lalu. Pemkot Mataram semestinya mengoptimalkan sebagai 123456789012345678901234567890121234567890123456789 upaya mengembangkan budaya literasi di tengah gempuran teknologi informasi saat 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 ini. Sementara, Kota Mataram sedang menghadapi evaluasi penilaian Kota Layak 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 (Suara NTB/cem)

Persentase RTH Menyusut KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SP.t., menyarankan Pemkot Mataram mencari solusi terbaik terkait lahan pengganti PLTGU Lombok Peaker. “Kalau bisa jangan sampai masuk ke ranah tuntut menuntutlah,” katanya kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (12/7) kemarin. Eksekusi lahan pengganti ini, menjadi ranah eksekutif. Dan, eksekutif diyakini mengetahui caranya. Seperti diketahui, lahan pengganti pembangunan PLTGU Lombok Peaker menjadi sorotan berbagai kalangan. Penyebabnya karena lahan pengganti itu tidak kunjung dilaksanakan oleh PLN. Dikatakan Wiska, bahwa MoU adalah sebuah janji. “Tentu ketika berjanji itu, paling tidak sebelumnya harus dilihat dulu, dipikirkan dulu untuk menuangkan dalam bentuk MoU,” imbuhnya. Tidak hanya Pemkot, politisi PDI Perjuangan ini yakin PLN juga sudah punya kajian sebelum melakukan MoU dengan Pemkot Mataram. “Ketika mereka minta kajian hukum dari kejaksaan, kita bertanya-tanya ada apa,” cetusnya. Dewan sebagai pihak yang memberikan rekomendasi, sangat menyayangkan ini seolah olah terkesan ada pengingkaran. Untuk mengclearkan persoalan ini, mantan wakil ketua pansus RTRW ini mendorong pimpinan DPRD Kota Mataram untuk mengundang eksekutif dan PLN guna duduk bersama mencari jalan keluar atas persoalan lahan pengganti tersebut. Toh, sambung Wiska, lahan pengganti itu, tetap menjadi milik PLN, hanya membangun RTH (Ruang Terbuka Hijau) di tempat yang lain sebagai pengganti atas dibangunnya PLTGU Lombok Peaker di atas lahan yang menurut RTRW adalah RTH atau lahan yang tidak boleh dialihfungsikan, apalagi untuk pembangunan fisik. “Kan memang itu hajat kita. Bukan PLN memberi hibah lahan kepada Pemkot, tidak seperti itu,” tegasnya. Di lahan pengganti itu, kata Wiska, PLN silahkan berinovasi. Tinggal Pemkot Mataram sebagai eksekutor, misalnya mendesain taman sesuai keinginan PLN selaku pemilik lahan. Dia khawatir dari pihak PLN ada salah persepsi soal lahan pengganti, sehingga persoalan itu, tidak kunjung ada titik terang. Oleh karena itu, pimpinan diharapkan segera mengundang para pihak, agar janji lahan pengganti ini segera terpenuhi. Karena bagaimanapun, pembangunan PLTGU Lombok Peaker membuat persentase RTH di Kota Mataram semakin menyusut. “Nah ini juga yang perlu dipikirkan oleh PLN,” pungkasnya. (fit) I Gede Wiska (Suara NTB/fit)

Penagihan pajak akan ada dengan memberi surat kuasa kerjasama Pemkot Mataram khusus. (cem) dengan bank daerah. Kerjasama ini dalam bentuk pemasangan alat pemantauan pendapatan. “Nanti ada kerjasama dengan bank daerah pemasangan alat,” ujarnya. Semestinya kata Kunto, pengusaha menyetorkan pajak yang dititipkan oleh konsumen. Setiap transaksi pajak 10 persen menjadi hak pemerintah daerah. Pun ada kendala di lapangan, penagihan bisa melibatkan kejaksaan H. M. Syakirin Hukmi

APBD 2020 Terancam Tak Bisa Dibahas Mataram (Suara NTB) – Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemkot Mataram tahun 2020 terancam tak bisa dibahas. Ini disebabkan keanggotaan DPRD Kota Mataram memasuki masa transisi. Kerangka Umum Anggaran – Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA – PPAS) hingga kini belum diserahkan. Pertengahan Agustus mendatang keanggotan DPRD resmi terjadi peralihan masa jabatan antara anggota lama periode 2014 – 2019 ke anggota baru periode 2019 – 2024 pada pemilu serentak 2019. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Mataram hingga kini masih belum menyerahkan rancangan KUA – PPAS, sehingga menyebabkan proses pembahasan oleh Dewan lama molor. Terancam tak bisa dieksekusinya APBD 2020 mendatang disebabkan alat kelengkapan Dewan yakni pimp-

Mutasi Pejabat Pemkot Molor Mataram (Suara NTB) – Pengisian jabatan eselon III dan IV di Lingkup Pemkot Mataram, molor. Pejabat pembina kepegawaian (PPK) hingga kini masih mengkaji hasil analisis yang diserahkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Posisi lowong yakni Sekretaris Dinas Perhubungan ditempati Cukup Wibowo, yang ditinggalkannya karena Cukup memilih menjadi pejabat fungsional di Pemprov NTB sebagai widyaiswara, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta beberapa kepa-

la bidang di organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Untuk jabatan strategis lainnya di eselon IV adalah Lurah Banjar sebelumnya dijabat Muzakir Walad kosong setelah mendapat promosi sebagai camat Ampenan, Lurah Ampenan Utara juga lowong karena Saharuddin sebelumnya menjabat lurah mendapat promosi sebagai Camat Sandubaya, lurah Sapta Marga serta posisi kepala seksi lainnya. Rencana pengisian jabatan lowong sempat dilontarkan oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh sekitar April lalu. Pelaksanaannya tertunda dikarenakan fokus menyukseskan pemilihan umum presiden dan wakil

presiden. Demikian pula rencana pengisian usai lebaran hingga kini masih molor. Analisis jabatan dan analisis beban kerja telah rampung dikerjakan oleh Baperjakat. Nama – nama pejabat yang bakal mengisi jabatan tertentu telah diserahkan ke Walikota pekan kemarin. Kemungkinan kata Pelaksana Harian Sekda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia ditemui, Jumat (12/7) pejabat pembina kepegawaian mengkaji beberapa nama yang disodorkan tersebut. Hasil ini pun bisa juga dikembalikan lagi ke Baperjakat untuk direvisi. “Mungkin Pak Wali masih mempelajari,” kata Evi.

Siapa yang bakal mengisi posisi apa tambahnya, telah final di tingkat Baperjakat. Hasilnya diserahkan pekan kemarin ke PPK. Evi tidak mengetahui penyebab molornya pengisian jabatan tersebut. Tetapi dia menyampaikan, posisi jabatan lowong di eselon III yakni Sekretaris Dinas Perhubungan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Sekretaris Bakesbangpol. Paling banyak lowong di eselon IV terutama kepala seksi di kelurahan dan organisasi perangkat teknis. “Sebagian ada lurah juga yang kosong,” demikian katanya. (cem)

inan dewan dan pimpinan Komisi – komisi belum terbentuk. Belum lagi adanya dinamika politik yang menghambat pembahasan oleh anggota Dewan baru. Selain itu, anggota dewan baru harus mengikuti diklat cukup lama. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Ir. H. Amiruddin, Jumat (12/7) mengatakan, persoalan demikian hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia karena transisi jabatan dari anggota dewan lama dengan anggota dewan baru. Kondisi ini telah diantisipasi dengan lebih awal menyusun rancangan KUA-PPAS 2020. “Ini bukan di Mataram saja, tapi hampir di seluruh Indonesia terjadi,” kata Amir ditemui, Kamis (11/7). Kemungkinan yang bisa dilakukan adalah mengajukan anggaran kondisi tahun sebelumnya. Konsekuensinya adalah porsi anggaran diterima organisasi perangkat daerah (OPD) akan sama seperti tahun sebelumnya. “Kita pakai kondisi APBD sebelumnya,” ucapnya. Akan tetapi, Amir meyakini pemerintah pusat akan memberikan kebijakan penetapan APBD 2020. Tidak mungkin anggaran tidak dapat dieksekusi dengan alasan masa transisi di internal legislatif. Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia menambahkan, TAPD mengupayakan segera memasukkan KUA – PPAS 2020 ke Dewan untuk segera dilakukan pembahasan. Sama seperti disampaikan Amir, pemerintah pusat memahami kondisi di daerah di masa transisi jabatan anggota dewan lama ke anggota dewan baru. “Minimal kita sudah ajukan KUA – PPAS dulu,” tambahnya. (cem)

Dies Natalis Ke-XVIII

STAHN Gde Pudja Mataram Wujudkan SDM Hindu yang Unggul Mataram (Suara NTB) – Rangkaian Dies Natalis keXVIII STAHN Gde Pudja Mataram yang digelar sejak Selasa (9/7) sampai dengan Kamis (11/ 7) berlangsung semarak. Ada yang berbeda pada peringatan Dies Natalis tahun 2019 ini, karena STAHN Gde Pudja juga merangkaikannya dengan sidang senat terbuka. Tema yang diangkat pada perayaan tersebut, yaitu melalui Dies Natalis ke-XVIII, kita wujudkan sumberdaya manusia Hindu yang unggul dan berkarakter. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos.,M.Si.,M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian acara Dies Natalis didedikasikan untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 2019. Inti dari peringatan Dies Natalis adalah introspeksi diri sekaligus perenungan. “Agar kita mampu menilai diri kita berkaitan dengan perjalanan kita, sehingga dapat menjelaskan dengan parameter yang pas, dalam bidang apa kinerja kita menurun, dalam bidang apa kinerja kita standar, serta dalam bidang apa kinerja kita meningkat,” ujarnya. Nyoman Wijana juga mengatakan, dalam tahun berjalan ini STAHN Gde Pudja memprioritaskan peningkatan mutu, de-

(Suara NTB/ist)

Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, I Nyoman Wijana (ketiga dari kanan) bersama pimpinan STAHN Gde Pudja Mataram saat acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-XVIII STAHN Gde Pudja ngan cara memberdayakan pu- ma Hindu Negeri Gde Pudja. sat penjaminan mutu melalui Sudah mendapatkan dukungan kegiatan-kegiatan yang terus dari gubernur dan menteri agamenerus setiap tahun. “Tahun ini ma. Saat ini masih dalam prostelah disiapkan instrumen untuk es persetujuan dari Menpan RB,” pengukuran mutu internal. kata Nyoman Wijana. Nyoman Wijana juga meDalam waktu dekat kita akan melakukan audit mutu internal, nyampaikan terima kasih atas dengan pendampingan dari tim dukungan PHDI Pusat, PHDI Kemenristekdikti yang ada di NTB, tokoh agama dan tokoh Universitas Udayana,” jelasnya. masyarakat hususnya masyaPihaknya juga terus menerus rakat Hindu di NTB. Selain itu, meningkatkan mutu sesuai den- ia juga mengatakan, ada pradiggan indikator-indikator akredi- ma yang berubah, paradigma tasi nasional. Hampir semua keilmuan tidak hanya kajian Program Studi (Prodi) di STAHN ilmu agama tapi juga sekuler. “Dalam periode periode 2017Gde Pudja sudah terkakreditasi. “Dalam grand design pengem- 2021 kami juga merespon visi bangana STAHN Gde Pudja STAHN Gde Pudja Mataram 2017-2021, STAHN mencanang- yaitu menjadi pusat kajian Hinkan untuk menjadi Institut Aga- du yang unggul dan berdaya sa-

(Suara NTB/ist)

Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, I Nyoman Wijana memotong tumpeng pada malam puncak Dies Natalis keXVIII STAHN Gde Pudja Mataram. ing, dengan mencanangkan mot- lis. Dalam sidang senat terbuka to building excellent character de- itu, diisi juga oleh orasi ilmiah dari ngan dilandasi dua nilai univer- Dr. Ir. I Wayan Wirata, SE., M.Si., sal terutama dalam agama Hin- dengan tema tantangan pendididu yaitu nilai Tri Hita Karana dan kan Hindu di era multikultural. Pada Kamis malam dilaksanTri Kaya Pairisudha,” ujarnya. Ketua Panitia Dies Natalis ke- akan puncak peringatan Dies XVIII STAHN Gde Pudja, Natalis, ditandai dengan pemoNengah Sukendri, SE.,M.Pd,.H., tongan tumpeng dan penyerahan mengatakan rangkaian Dies Na- hadiah berbagai lomba yang tetalis antara lain pembukaan Or- lah diselenggarakan sebelumnya, mawa Expo dan hiburan pada Se- serta berbagai hiburan. Nengah lasa (9/7). Sementara pada Rabu Sukendri menyebutkan, lomba (10/7) dilaksanakan jalan santai, yang diselenggarakan yaitu lompembagian door prize, donor ba taekwondo, mewarnai patung, darah, dan hiburan Ormawa Expo. lomba tari, lomba tarik tambang, Pada Kamis (11/7) pagi dilak- lomba penjor, lomba yoga, lomba sanakan Sidang Senat Terbuka. kidung, lomba ormawa terbaik, Sidang senat terbuka kali ini per- lomba dharma wacana, dan lomtama kali dilaksanakan sebagai ba nasional UKMPR yang dilakrangkaian peringatan Dies Nata- sanakan secara online. (ron/*)

(Suara NTB/dok)

SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019


SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

Harga Garam Sesuai Kualitas BELAKANGAN harga garam rakyat menjadi sorotan. Petani garam yang ada di Bima sangat mengeluhkannya. Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M.Si mengatakan, rendahnya harga akibat rendahnya kualitas produksi. L. Hamdi melakukan kunjungan langsung ke sentra produksi garam di Bima. Guna memastikan fakta yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Dari hasil pemantauan lapangan, garam yang dikeluh(Suara NTB/dok) kan harganya rendah L. Hamdi tersebut adalah hasil produksi kelas paling rendah. “Garam yang kualitasnya bagus tidak ada masalah. Harganya cukup bagus. Yang rendah harganya ini garam yang kualitasnya paling rendah,” kata kepala dinas menyampaikan fakta lapangan. Garam yang kualitasnya rendah ini, dinilai dari struktur kristalnya, warnanya, NaCLnya, tingkat kebesihannya. Serta tingkat tingkat kadar airnya. Kondisi garam yang dihasilkan di NTB, dibagi dalam dua kelas. Yaitu, kelas yang diidentifikasi sebagai garam kelas I dan II. Untuk kelas ini, menurut kepala dinas tak ada persoalan penjualannya. Harganya juga tak dikeluhkan oleh petani. Harga dari dulu, hingga saat ini dinyatakan tidak turun. “Dan selalu habis terserap oleh pasar. Yang masalah, yaitu yang di bawah standar kualitas. Dari kelas III ke bawah. Ini memang dari dulu ndak bisa dijual, tidak laku. Walaupun murah,” ujarnya. Kelas ini, hanya bisa disalurkan untuk kebutuhan pakan ternak, lalu untuk pengolahan ikan. Kenapa kualitasnya rendah? Pertama karena air yang digunakan masih belum standar. Seharusnya pembuat garam terlebih dahulu harus ditampung melalui reservoir yang ada di tambak, untuk dituakan airnya. Agar kadar garam yang dihasilkan tinggi. “Sebagian petambak tidak melakukan itu. Dari laut langsung taruh di lahan tambaknya,” jelas kepala dinas. Selain itu, masa panennya juga cepat. Sekitar tujuh hari, maksimal 14 hari. ini yang ingin didorong oleh pemerintah daerah agar sasarannya adalah kualitas, bukan volume produksi. Inilah yang diprogramkan selama tiga tahun ini, integrasi lahan. Bagaimana mekanisme memproduksi garam yang berkualitas. Mulai dari air laut diambil, lalu ditampung sampai tingkat kadar garamnya tinggi. Baru dimasukkan ke tambak produksi. Dari 2.300-an hektar lahan yang dioptimalkan produksi saat ini, menurut L. Hamdi, tidak bisa seluruhnya langsung diarahkan teknologi sederhana ini yang mampu dijangkau selama tiga tahun sebanyak 250 hektar. “Baru 10 persen. Masih banyak yang belum,” ungkapnya. Masalah lainnya adalah ketika program ini dilaksanakan, anggarannya juga tersedia, program integrasi lahan minimal 15 hektar. Artinya 15 hektar ini adalah milik banyak orang. Karena umumnya kepemilikan lahan tambak garam ini luasanya kurang dari 0,5 hektar. Jika dilakukan integrasi lahan tambak ini, minimal 20 orang sampai 30 orang yang harus disatukan misinya untuk menerapkan pola integrasi lahan ini. barulah tambak akan diratakan, kemudian didesain. “Ini hal sulit, masyarakat belum tentu tiba tiba mau bergabung dengan banyak orang untuk dijadikan satu tambaknya,” sebut kepada dinas. Karena dengan pola ini sulit dilaksanakan, Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB memiliki inovasi untuk membuat tandon tempat penyimpanan air. Walaupun miliknya satu orang. Misalnya ada kepemilikan 2 atau 3 hektar, itu akan dijadikan tandon untuk menyimpan air. Dari Februari, Maret sehingga air yang disimpan akan meningkat keasinannya (air yang disebut tua). Air yang dikumpulkan di tandon inilah yang kemudian dialirkan ke tambak-tambak tetangga menggunakan instalasi paralon. Untuk disuplai airnya. Sehingga petani tambak tak lagi langsung mengambil air dari laut, melainkan diambil dari tandon. Tandon ini juga akan di rancang cukup bagus, tersedia pompa airnya, di konstruksi sesuai dengan anjuran. Tapi dikelola oleh satu orang pemilik lahan. Bisa milik perorangan, koperasi, kelompok, atau lahan milik dinas. Nantinya, pemilik tandon itulah yang akan menjual air garam kepada petambak lainnya. Jika tandonnya di lahan milik pemerintah, tinggal petani mengganti biaya operasional mesin untuk mengalirkan air garam ke tambak produksi. Garam di NTB, diarahkan pada dua hal. Satu untuk kebutuhan rumah tangga. Dipenuhi oleh industri kecil menengah (IKM) rumahan. Permesinan dan tata kelolanya akan diperbaiki. Seluruh kegiatan, dari penggilingan, iodionisasi, hingga kemasan. Sehingga garam yang dihasilkan adalah yang memenuhi standar kualitas. Dengan demikian bisa bersaing dengan garam produksi dari luar. Produksi garam di NTB mencapai 296.000 ton. Sementara itu, kebutuhan garam dalam setahun mencapai 20.000 ton. Itulah yang ingin didorong untuk di industrialisasi agar nilai tambahnya lebih tinggi. Lalu tahun 2020 di NTB akan dibangun pusat pembelajaran incubasi bisnis garam di Bima. Bangun laboratorium uji garam, dan dibangun lembaga keuangan non bank. Serta dibangun gudang sekaligus permesinan. Dibantu oleh pemerintah pusat melalui APBN. Daerah menyiapkan lahan 2 hektar. Dengan terobosan-terobosan tersebut. Hamdi berharap ke depan tak ada lagi keluhan harga garam di NTB. (bul)

Kembangkan ’’Skill’’Wirausaha, Mahasiswa Dilatih Membuat Sabun dan Softener Mataram (Suara NTB) Untuk mengembangkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa, belum lama ini Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia FPMIPA IKIP Mataram menggelar kegiatan pelatihan pembuatan sabun dan softener di Aula Handayani IKIP Mataram. Peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa dari setiap program studi, karena panitia membuka pendaftaran secara terbuka. Ketua HMPS Pendidikan Kimia, M. Zaenudin, pelatihan disambut antusias hal ini terlihat dari membeludaknya peserta. Mereka semangat untuk ikut berlatih membuat sabun dan softener. “Adapaun fasilitas yang didapat oleh peserta antara lain sertifikat, produk pelatihan, scack dan tentunya ilmu yang bermanfaat,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Laboratorium Kimia, Ahmadi Adam, M.Kim., mengapresiasi inisiatif mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia dalam menggelar kegiatan pelatihan. “Ini sebagai bentuk dari cara kami di prodi Kimia berbagi ilmu dalam pembuatan sabun dan softener dengan harapan dapat membawa manfaat bagi semua peserta,” ujarnya. Dekan FPMIPA, Dr. Syaiful Prayogi, M.Pd., juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa sebagai bagian dari upaya penyiapan skill tambahan tidak hanya untuk mahasiswa kimia tetapi juga mahasiswa dari program studi lainnya. “Pelatihan-pelatihan produktif semacam ini harus terus digalakkan dan diagendakan untuk menjadi kegiatan rutin karena memberikan manfaat luar biasa tidak hanya untuk mahasiswa namun juga untuk dosen,” jelasnya. (dys)

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Puluhan Hektar ”Green House” di Sembalun Terbengkalai Mataram (Suara NTB) Puluhan hektar lahan green house di Sembalun, Lombok Timur tak berfungsi optimal. Padahal, jika dimanfaatkan, Sembalun akan mempertahankan statusnya sebagai penghasil komoditas hortikultura terbaik. Luas green house yang dibangun oleh investor sekitar 50 hektar untuk memanfaatkan lahan super subur di Kaki Rinjani. Kondisi umumnya polos. Hanya rangka-rangkanya saja yang masih berdiri. Sebagian kecil dari 50 hektar green house ini yang dimafaatkan oleh petani setempat, dengan cara sewa. H. Minardi, salah satu ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sembalun mengatakan, pemanfaatannya yang sedikit itupun untuk mengem-

bangkan benih melon, bawang putih, dan kentang dan jagung. Harapannya, pada musim hujan mendatang petani dapat memanfaatkan lahan green house yang Hak Guna Usaha (HGU) masih menjadi kewenangan Agrindo Nusantara sekitar tahun 2003 silam. Harapannya, lahan puluhan hektar ini dapat dimanfaatkan petani setempat, ketimbang nganggur untuk menghasilkan komoditas pertanian dan hortikultura. Green house adalah sebuah

bangunan kontruksi yang berfungsi untuk menghindari dan memanipulasi kondisi lingkungan agar tercipta kondisi lingkungan yang dikehendaki dalam pemeliharaan tanaman. Green House disebut juga “Rumah Kaca”, karena kebanyakan green house dibuat dari bahan yang tembus cahaya seperti kaca, achrilic, plastik dan sejenisnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si juga mengharap-

(Suara NTB/ist)

GREEN HOUSE - Green house milik Agrindo Nusantara yang terbengkalai di Sembalun. kan lahan GHU milik Agrindo Nusantara ini dapat dimanfaatkan semaksimal untuk untuk mengembangkan Sembalun. Ia juga berharap jika pemerintah pusat memfasili-

tasi pemanfaatannya. “Kalau ada lampu hijau dari Kementerian Pertanian, kita akan kejar. Bagus itu kalau lahan ini bisa dimanfaatkan,” demikian H. Husnul Fauzi. (bul)

(Suara NTB/bul)

SORTIR CABAI - Para petani cabai sedang melakukan penyortiran cabai sebelum dipasarkan. Harga cabai di tingkat petani mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Harga Cabai di Tingkat Petani Rp45.000/Kg Mataram (Suara NTB) Harga cabai kembali melambung. Ditingkat petani, harganya mencapai Rp45.000/ Kg. Tingginya harga akibat rendahnya produksi. Tingginya harga cabai ini ditengarai akibat dampak dari kerugian petani beberapa waktu lalu. Produksi membludak, harga penjulan di bawah Rp5.000/Kg di tingkat petani. Sementara untuk pengiriman ke luar daerah saat itu terganjal tingginya harga kar-

go pesawat. Asosiasi petani cabai bahkan saat itu melakukan hearing ke Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Bahkan ke DPRD Provinsi NTB untuk mencari solusi agar cabai hasil produksi petani dapat dikirim ke luar daerah. Tidak ada reaksi dari pemerintah daerah. Tak ada solusi efektif yang ditawarkan. Akibatnya, satu petani mengalami kerugian hingga Rp100-an juta perhektar. Ketua

Asosiasi Cabai Indonesia Provinsi NTB, H. Subhan mengatakan, akibat kerugian yang didera oleh petani beberapa waktu lalu, dampaknya dirasakan sekarang. Di Lombok Timur, sebagai sentra penghasil cabai, 60 persen petani beralih menanam tomat, jagung, terong, kacang panjang dan komoditas hortikultura lainnya. Yang panen saat inipun, hasilnya tak maksimal karena memasuki musim kemarau. Diper-

Hipmi Pertanyakan Capaian Pembangunan Ekonomi Mataram (Suara NTB) Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB mempertanyakan capaian pembangunan ekonomi yang terjadi di tahun 2019 ini. Seperti diketahui, AsianPost dan Infobank memberikan penghargaan kepada tiga provinsi dengan perekonomian terbaik di Indonesia. Tiga provinsi ini DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Ketua Himpi Provinsi NTB, Sawaludin mempertanyakan indikator penilaian yang dilakukan lembaga tersebut. Karena, di NTB, tingkat perekonomian masih di angka 3 % setelah bencana gempa tahun 2018. Pada saat dua periode kepemimpinan TGB sebelumnya sebagai gubernur, pertumbuhan ekonomi berada pada angka 7%. Pertanyaannya adalah capaian-capaian program tahun 2019 ini.

Sawaluddin

Sawaludin memaparkan, kurang lebih 16 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTB kolaps pascagempa. Para pelaku UMKM inipun sampai saat ini banyak diintervensi. “Sepertinya belum bisa kita bicara pertumbuhan ekonomi yang baik saat ini,” ujarnya. Lebih-lebih, penanganan rumah tahan gempa hingga saat ini masih banyak menyisakan persoalan di lapangan. HIPMI NTB menyarankan, pemerintah menata dan membangun kembali UMKM yang telah terbukti sebagai benteng terahir kedaulatan ekonomi Indonesia. Reschdule utang kredit UMKM , perbanyak modal bergulir untuk pengembangan UMKM, hapus sementara pajak UMKM sampai masa normal setelah pemulihan pascabencana. Bank NTB Syariah, sebagai bank milik daerah menurut Sawaludin harus mengatur skema permodalan bagi pengembangan UMKM dan wirausaha baru dengan bunga rendah. Kembangkan serta perkuat sektor agropolitan sebagai salah satu sumber perekonomian masyarakat NTB. Selain itu, pemerintah daerah dapat memperbanyak pencetakan wirausaha baru untuk mengembangkan 1 juta wirausaha baru. Bangun keyakinan pada investor dan seluruh

steakholder pembangunan NTB, bahwa NTB aman dan kita siap untuk tampil lebih baik di tengah keterpurukan pasca bencana yang menimpa masyakat NTB. “Minat wirausaha masyarakat kita sekarang sangat bagus, masyarakat kita sudah mulai sadar dengan era digitalisasi yang sedang kita lalui sekarang, revolusi industri kita lalui dan hari ini kita berada pada industrialisasi 4.0,” ujarnya. Masyarakat menurutnya sudah diangka 80 % menggunakan dunia digital untuk menunjang kebutuhan bisnisnya. Dan ini adalah kemajuan. Jumlah wirausaha di NTB dinilai tidaklah kecil. Angkanya kecil jika pendataannya menggunakan data perizinan. “Tentu tidak terlalu besar ini karena njelimet dan ruwetnya administrasi perizinan.Tapi kalau di data secara menyeluruh, bisnis itu sudah sampai ke rumah rumah bahkan sampai ke kos kosan,” paparnya. Mahasiswa sudah mulai memanfaatkan gedgetnya untuk bisnis online. Begitu juga ibu ibu rumah tangga , turut memanfaatkan gedgetnya untuk jual masakan dan extra kuliner. Inilah fakta, kata Sawaludin, bahwa masyarakat NTB sudah mulai sadar tentang sumber income yang lebih dan berkembang pesatnya wirausaha. “Jangan katakan bahwa wirausaha itu hanya orang yang punya perusahaan atau korporasi besar saja. Inilah mengapa kita mendorong pemerintah bangkitkan ekonomi NTB dengan membangkitkan serta mengembangkan program wirausaha,” demikian Sawaludin. (bul)

kirakan hanya 10 persen saja produksi cabai petani yang bisa dikirim ke pasaran. H. Subhan memproyeksikan, dalam dua bulan ke depan harga masih tinggi. Ia juga meyakinkan, kendati terbatasnya produksi, harga diperkirakan tak akan menembus Rp100.000/Kg. “Mentoknya sekitar Rp60.000 sekilo, paling tinggi di pasaran,” sebut H. Subhan. Untuk menjaga agar harga ini tak jauh melambung, para pen-

gusaha cabai juga telah mengimbau kepada petani untuk memberikan harga sewajarnya. Sebatas kewajaran petani mengembalikan kerugiannya pada panen beberapa bulan lalu. Dengan situasi ini, otomatis pengiriman cabai ke luar daerah juga belum dapat dilakukan. Produksi saat ini khusus untuk memenuhi kebutuhan lokal. Menurut H. Subhan, tingginya harga cabai ini patut menjadi pelajaran. Agar tata kelolanya terus diperbaiki. (bul)

Pasar Gunungsari Segera Dibangun Giri Menang (Suara NTB) Para pedagang Pasar Gunungsari mengeluhkan kondisi di lokasi pasar sementara. Alasannya, di samping tak layak juga pascadirelokasi dari pasar lama kondisi pasar tidak ramai lagi. Hal ini menyebabkan penghasilan pedagang menurun drastis. Warga pun mendesak agar bisa kembali lagi ke lokasi pasar lama. Menanggapi keluhan warga ini, Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tidak bisa mengikuti kemauan pedagang untuk pindah. Sebab Pemda segera membangun Pasar Gunungsari di lokasi relokasi saat ini. Untuk pembangunan pasar ini sudah ada dana Rp4 miliar dari dana tugas perbantuan pascagempa (APBN, red). Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan, Jumat (12/7), mengatakan informasi yang diperoleh dari 400 pedagang hanya segelintir yang mau pindah lagi ke depan (pasar lama, red). Seperti pedagang konveksi dan pedagang kios. Namun secara teknis, pascagempa Pemda tidak berani merekomendasikan pedagang kembali pindah berjualan ke pasar lama. Termasuk tuntutan pedagang agar Pemda merenovasi pasar lama tersebut, tidak bisa dilakukan. Sebab dari sisi struktur bangunan tak memungkinkan lagi untuk ditempati walaupun di halaman depan. Sebab, kalau ada gempa lagi lalu roboh justru warga akan menyalahkan Pemda. Karena itulah, Pemda melakukan langkah antisipasi. “Tapi kan pedagang ndak sabaran. Solusinya kita sudah dapat paket pembangunan pasar di lokasi relokasi dari dana tugas perbantuan (APBN, red), cuma bertahap. Kita bangun 1

(Suara NTB/her)

Agus Gunawan unit dulu, nilainya kurang lebih Rp4 miliar,” jelas Agus. Pihaknya membangun pasar itu secara bertahap, tidak bisa sekaligus. Pengerjaan pembangunan Pasar Gunungsari ini pekan depan mulai ditender (lelang) melalui ULP Lobar. Lelang ini, kata dia, ditarget tuntas sebulan ke depan. Sehingga bulan depan sudah masuk kontrak. Menurut dia, dana TP ini baru tahap I, namun, ke depan pihaknya akan mengupayakan lagi dana optimalisasi dari pusat. “Ini murni dana pusat, tidak ada dana dari APBD,” tegas dia. Pasar ini kata dia akan dibangun di relokasi sementara yang ditempati pedagang. Di sana nanti, dibuat semacam grand desain melibatkan ada beberapa OPD, seperti Dinas PUPR untuk membangun akses jalan, lalu terminal melibatkan Dinas Perhubungan. Sebelumnya, Kamis (11/7) sejumlahpedagangPasarGunungsari mendatangi kantor DPRD Lobar. Mereka mengadu karena kondisi Pasar Gunungsari yang dianggap tidak layak sebagai tempat mereka berjualan setelah dipindah pasca gempa beberapakali. (her)


SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

JCH Diminta Waspadai Penipuan di Tanah Suci Selong (Suara NTB) Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur (Lotim) mengingatkan kepada Jemaah Calon Haji (JCH) agar mewaspadai orang yang tidak dikenal selama berada di Tanah Suci, Mekkah. Pasalnya, banyak penipu yang menyasar JCH dengan menggunakan modus tertentu. Salah satunya berupa penggunaan pakaian petugas haji yang kemudian meminta paspor, berkas, termasuk living cost atau uang saku jemaah. Seperti kejadian belum lama ini, salah satu JCH asal NTB tertipu oleh orang tidak dikenal. Pelaku menggunakan pakaian seragam layaknya petugas kemudian meminta paspor, berkas, termasuk living cost, padahal itu bukan petugas. ‘’Akibatnya, JCH asal Loteng (Lombok Tengah) yang tergabung dalam kloter 2 itu mengalami kerugian sebesar 1.500 Riyal atau Rp5,5 juta,’’ungkap Kepala Urusan Haji dan Umroh pada Kemenag Lotim, Makinuddin, dikonfirmasi usai memberikan pengarahan pada pem-

berangkatan JCH kloter 6 di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Jumat (12/7). Untuk itu, ia menekankan supaya pada JCH Lotim agar hati-hati dan tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal. Apabila ada yang dibutuhkan, kata Makinuddin, JCH harus menyampaikannya ke ketua rombongan masingmasing, pembimbing haji dan ketua rombongan kelompok terbang (kloter). Termasuk apapun arahan dan penyampaian dari pembimbing haji agar dituruti dan menghindari perdebatan.

Untuk satu kloter sebanyak 450 JCH itu terdapat lima pendamping yang siap menjaga dan memenuhi segala kebutuhan JCH mulai dari awal pemberangkatan, ketika berada di tanah suci hingga pulang ke kampung halamannya. Untuk pengambilan paspor akan diambil oleh PPIH atau panitia haji di Arab Saudi di masingmasing bus sesuai rombongan. “Intinya bagaimana JCH kita tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal,”ujar Makinuddin yang juga Ketua Kloter 6 JCH Lotim. Selain penipuan, JCH juga

diingatkan supaya mewaspadai kondisi cuaca selama berada di Tanah Suci. Diungkapkannya bahwa cuaca ekstrem sewaktu-waktu dapat terjadi, terkadang cuaca cukup panas, sehingga mulai dari Madinah, JCH tidak menggunakan kekuatan kaki tanpa menggunakan sandal. Termasuk tidak meninggalkan rombongan tanpa sepengetahuan pembimbing haji atau ketua rombongan. Kloter 6 berangkat dari Lotim pukul 10:00 wita menuju Asrama Haji Mataram, setelah menginap satu malam kemudian terbang ke Madinah dari LIA pada pukul 13:00 wita Sabtu ini. Sementara Asisten II Setdakab Lotim, H. Sahabuddin, mewakil bupati, menyampaikan ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia. Untuk itu ia mengimbau kepada

JCH untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaikbaiknya dengan fokus untuk beribadah. “Jaga selalu kesehatan, semoga menjadi haji yang mabrur,”ungkapnya sekaligus melepas pemberangkatan JCH kloter 6 Lotim. Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin, menyebutkan jumlah JCH asal Lotim yang berangkat tahun ini sebanyak 1.253 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun lalu sekitar 832 kursi. Pemberangkatan JCH Lotim terbagi dalam 2 kloter utuh dan 2 kloter campuran. Kloter campuran pertama Lotim bergabung dengan Kabupaten Sumbawa Besar dan Kabupaten Sumbawa Barat, sementara untuk kloter campuran kedua Kabupaten Lotim bergabung bersama JCH asal Kabupaten Loteng. (yon)

(Suara NTB/yon)

JALAN - JCH asal Lotim berjalan menuju bus yang sudah disediakan untuk menuju Asrama Haji Mataram, Jumat (12/7). JCH asal Lotim ini akan diberangkatkan Sabtu ini.

Tinggi, Permintaan Benih Sangga Sembalun Intensif Sosialisasi PTSL SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Drs. H. Suardi, MH., meminta pejabat terkait di legislatif maupun instansi vertikal ikut mendorong sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pasalnya, selain tahun ini adalah tahun terakhir program PTSL digratiskan, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman terkait program tersebut. “Perlu kita duduk bersama dengan DPRD, BPN, kita bisa tanya kejelasan (Suara NTB/dok) program PTSL ini,” ujar SekH. Suardi da, Jumat (12/7). Menurut dia, program PTSL belum banyak dipahami oleh masyarakat bahkan pejabat di legislatif dan eksekutif. Persoalan yang mendapat atensi masyarakat misalnya menyangkut biaya pembuatan sertifikat tanah gratis. Sebagai bentuk dukungan program pemerintah pusat, Pemda KLU kata dia, harus ikut memberi ruang agar persoalan biaya menjadi lebih jelas. Biaya apa saja yang harus disiapkan masyarakat, dan biaya apa pula yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. “Itu nanti, kita minta supaya didalami oleh bapak-bapak di Dewan, sehingga masyarakat tidak bingung,” ujarnya. Sekda menilai, respons masyarakat membuat sertifikat gratis cukup tinggi. Namun demikian, jumlah masyarakat yang belum membuat sertifikat tanah diindikasi masih cukup tinggi. PTSL dalam hal ini, tidak hanya membantu masyarakat semata. Di sisi lain, hak atas tanah mempertegas kedudukan hak milik serta mempermudah pemerintah untuk menagih pajak kepada masyarakat. Sementara itu, Ketua DPRD KLU, H. Burhan M. Nur, SH , mengamini perlunya tindak lanjut dari legislatif. Sebagai pimpinan, ia akan mengundang BPN/ATR KLU untuk hadir di Dewan guna memberi pemahaman kepada publik. (ari)

Selong (Suara NTB) Benih bawah putih varietas Sangga Sembalun cukup diminati. Banyak permintaan dari luar daerah ingin menanam bibit bawang putih yang ditanam petani Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. M. Abadi, menyebut permintaan dari luar yang ingin menanam bawang putih varietas Sangga Sembalun di atas lahan seluas 3.070 hektar. Meski demikian, ujarnya, Lotim sejauh ini bukannya tidak mampu untuk memenu-

hi keinginan dari pihak luar, tapi Lotim sedang menyiapkan diri dari sisi tenaga penangkar benih, sehingga mampu memproduksi benih berkualitas. Menurutnya, penangkar butuh pembiayaan juga pastinya untuk membeli dari petani. Apalagi, pihaknya, bersama dengan penangkar sudah dilakukan penandatanganan nota kerjasama agar membuat benih sesuai standar. Disebut jumlah penangkar di Sembalun yang sudah siap 6-7 orang. Inilah yang akan dipersiapkan untuk memenuhi per-

mintaan dari luar daerah. Lotim, khususnya Sembalun sangat siap sebagai daerah penyangga benih bawang putih nasional. Pihanya yakin pada tahun 2021 mendatang bisa terwujud swasembada bawang putih secara nasional. Untuk mendukung itu, Pemkab Lotim siap melakukan penanaman, karena Lotim memiliki wilayah yang potensial untuk budidaya bawang putih. ‘’Tidak saja Sembalun yang bisa dijadikan lokasi budidaya bawang putih. Sembalun yang saat ini bisa 1.600

hektar, di luarnya bisa jauh lebih banyak lagi. Beberapa wilayah potensial seperti Kecamatan Suela, Montong Gading, Wanasaba, Masbagik dan Sikur juga bisa ditanami bawang putih,’’ terangnya. Pada panen di musim tanam awal 2019 ini, pihaknya yakin bisa memenuhi sebanyak 5 ribu ton benih. Benih inilah yang terus diperluas lokasi penanamannya, sehingga semakin besar produksi bawang putih yang dihasilkan di Gumi Selaparang. Apalagi, pada tahun 2020 ada program pemantapan

budidaya bawang putih. Mengenai soal harga yang berlaku saat musim tanam saat ini tidak ditampik, karena hukum ekonomi. Di mana saat terjadi panen banyak, barang di pasar banyak maka berlaku hukum pasar. Bersama dengan para penangkar pembelian kepada petani ini bisa lebih layak. Harga yang berlaku saat ini dinilai pun masih cukup layak dan bisa memberikan keuntungan bagi petani. “Mudah-mudahan ke depan ini bisa lebih baik,” demikian asanya. (rus)

Zonasi PPDB, Hapus Sistem Sekolah Favorit Selong (Suara NTB)Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim mengaku ikut mengimplementasikan zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 5 tahun 2018. “Sekarang ini semua sekolah harus sama, tidak ada sekolah difavoritkan,” terang Kepala Dinas Dikbud Lotim, H. M. Zainuddin, Jumat (12/7). Dia menjelaskan, zonasi juga bertujuan untuk pemerataan sistem pembelaja(Suara NTB/rus) ran yang diterapkan di H. M. Zainuddin tingkat satuan pendidikan. Sebenarnya, kata dia, jika dilakukan telaah lebih mendalam kebijakan zonasi ini sangat bermanfaat. Tujuannya sangat bagus. Akan tetapi terkadang pemahaman orang, semua siswa calon peserta didik di sekolah harus diterima. Penerimaan berdasarkan ketersediaan sarana, ujarnya, meski sistem zonasi ini berlaku, maka tidak akan juga membuat sekolahsekolah swasta menjadi sepi. Sekarang ini, berlakunya sistem zonasi akan membuat sekolah-sekolah juga bersaing untuk meningkatkan mutu pendidikan. ‘’Mutu di satuan pendidikan ketika dilihat bagus, maka akan menjadi buruan,’’ terangnya. Tujuannya utamanya juga agar tidak ada sekolah kosong. Semisal satu sekolah terpencil masyarakatnya selalu menyerbu sekolah yang ada di perkotaan yang dinilai sekolah favorit. Hal ini berdampak pada banyak sekolah yang akan kosong. Ada kasus akuinya, satu sekolah pendaftarnya membeludak, sehingga banyak tuntutan untuk menambah ruangan kelas baru. Sedangkan kebijakan menambah ruang kelas baru belum diperbolehkan. (rus)

(Suara NTB/rus)

BAWANG PUTIH - Bawang putih Sangga Sembalun sedang dikeringkan oleh petani di wilayah Sembalun Lawang beberapa hari lalu.

Desa Diminta Lebih Inovatif Selong (Suara NTB) Desa-desa di Lombok Timur (Lotim) diminta lebih inovatif dalam mengisi pembangunan. Banyak kegiatan pembangunan yang dilakukan di tingkat desa. Namun, sejauh ini belum banyak dipahami secara integratif dari seluruh jajajaran yang ada di tingkat desa. Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Sukamulia, Junaidi Khalid, menjelaskan, dalam membangun di desa, pemerintah desa cenderung seadanya. Padahal, dalam membangun desa, terutama yang berasal dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus ada inovasi. Artinya, pemerintah desa tidak asal membangun seadanya. Dalam hal ini, ujarnya, membangun harus terukur dan terstruktur, sehingga pembangunan sesuai dengan yang diharapkan. ‘’Inovasi dimaksudkan tidak saja dalam pembangunan Infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat desa. Namun ada juga inovasi

dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa,’’ terangnya. Dalam bidang pengembangan usaha ini, tambahnya, salah satu yang direkomendasikan pemerintah pusat adalah wirausaha di bidang wisata. Paling tidak, desa-desa wisata ini ditawarkan jadi inovasi terkait percepatan pembangunan. Anggota TPID Sukamulia, Juki Suprayadi menambahkan, inovasi itu bisa dilakukan dengan memunculkan potensi yang ada di desa. Dalam pengembangan ekonomi misalnya diharapkan ada usaha-usaha kreatif. Bicara potensi di masingmasing desa ini disebut sangatlah banyak dan beragam. Juki mencontohkan masalah penanganan sampah. Penanganan sampah ini bisa mengawalinya dengan memfasilitasi pelatihan. ‘’Bangun komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat desa untuk sama-sama menangani masalah sampah,’’ sarannya. (rus)

Danrem Cup, Dandim Lepas Delapan Petinju Selong (Suara NTB) Kodim 1615/Lombok Timur (Lotim), Jumat (12/7) delapan atlet Pertina untuk mengikuti kejuaraan Danrem 162/ WB Cup 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Besar (KSB). Pelepasan dilakukan langsung oleh Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. Agus Prihanto Donny Pamungkas, yang juga Ketua Pertina Lotim. Dalam pelepasan itu, Dandim mengharapkan supaya para peserta bertarung dengan baik dan juga meningkatkan prestasi, sehingga mendapat hasil yang terbaik dalam Kejurnas Tinju Amatir Danrem 162/WB Cup yang diadakan di KSB tersebut. “Junjung tinggi sportivitas dalam bertanding. Jaga kesehatan dan berusaha yang keras, karena usaha tidak akan mem-

buahkan hasil,”pesannya. Delapan atlet yang dikirim, di antaranya elite putri atas nama, Yossa Ibrhanora, 50 kg umur 21 tahun, youth putri atas nama, Baiq Titian Putri, 40 kg umur 15 tahun, selanjutnya youth putra atas nama, Sofiyanto 48 kg 16 tahun, Gempa Sartia 50 kg 16 tahun dan Yuandi 52 kg 17 tahun. Sementara untuk di kursi cadangan, Yudi Setara 54 kg dan Gozali 50 Kg. Pada kejuaraan di Danrem Cup ini, semua atlet berjuang keras agar mendapatkan medali, karena pertarungan ini juga sebagai upaya mengharumkan nama Kabupaten Lotim dan Kodim 1615 Lotim. Dengan semangat yang tinggi dan disiplin latihan yang sudah dilakukan, serta hasil gemilang pada ajang Porprov

(Suara NTB/yon)

FOTO BERSAMA - Dandim 1615 Lotim, Agus Prihanto Donny Pamungkas foto bersama atlet pertina Lotim yang dikirim dalam Danrem Cup 2019 di Sumbawa Besar, Jumat (12/7). Bali ditambah lagi saat kejuaraan di NTB. Saya yakin. “Kerja keras tim pengurus Pertina Lotim serta latihan yang disi-

plin dari para petinju kami. Kami optimistis semua dapat medali pada Danrem Cup ini,” pungkas Dandim. (yon)

Ditolak Warga, Aplikator Ganti RTG Tanjung (Suara NTB) Usai menjadi polemik lantaran kualitas rumah tahan gempa (RTG) mendapat penolakan warga, pihak Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU), turun tangan. Sejumlah warga yang menolak kualitas rumah, akhirnya mendapat kompensasi di mana bangunan yang rusak diganti oleh aplikator. Hal itu berlaku di beberapa anggota Pokmas di Dusun Bale Dana Desa. Warga dusun yang notabene pemekaran dari Dusun Telaga Wareng itu, mendapat pengganti material lantaran kualitas bangunan pondasi rumahnya meragukan. “Persoalan yang di Telaga Wareng, sudah bisa diatasi. Kami bersama BPBD dan pihak terkait, sudah rapat dengan aplikator. Dan pada pertemuan itu, aplikator siap bertanggung jawab,” ujar Camat Pemenang, Suhadman, S.Sos., Jumat (12/7).

Camat Pemenang mengklaim, kompensasi yang diberikan sebagai bentuk tanggung jawab aplikator rumah Riko, berlaku untuk fisik yang terbangun. Dari pondasi dan tiang konstruksi, akan dibangun yang baru. Aplikator, kata dia, akan menyerahkan material kepada anggota Pokmas yang kualitas bangunannya buruk. Sedangkan pengerjaannya diserahkan kepada anggota Pokmas. “Aplikator menyerahkan material ke pemilik rumah, nanti pemilik rumah yang mencari tukang sendiri,” imbuhnya. Ia menyebut, anggota Pokmas yang memperoleh penggantian material tidak banyak. Di Dusun Bale Dana Desa, setidaknya hanya ada dua pokmas. Sedangkan anggota lain tidak memperoleh penggantian karena kualitas bangunan sudah bagus. Camat Pemenang menegaskan, selama proses pengerjaan

RTG di masyarakat pihaknya akan memfasilitasi setiap persoalan. Termasuk kualitas bangunan yang tersebar melalui video dan menjadi konsumsi media, pihaknya pun sudah memanggil. “Sejak video itu viral, kami langsung bertindak. Malam apa itu, kami panggil aplikator, fasilitator dan pokmas. Malam itu juga ada solusi,” tandasnya. Pihaknya berharap, ke depan masyarakat lebih informatif terhadap kondisi percepatan RTG di pokmas masing-masing. Dalam hal ini, pokmas yang merasa kualitas bangunan meragukan atau tidak sesuai spesifikasi agar melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah, baik melalui kepala dusun, pemerintah desa, camat bahkan BPBD. Sebab dengan adanya informasi itu, pemerintah akan dapat mengambil sikap membantu menyelesaikan persoalan warga. (ari)

Dikes Reakreditasi Dua Puskesmas Tanjung (Suara NTB) Kerusakan pada sarana prasarana puskesmas akibat gempa Agustus 2018 lalu, berakibat pada status akreditasi puskesmas. Setidaknya dua puskesmas, yakni Puskesmas Gangga dan Puskesmas Pemenang, mengalami kerusakan bangunan dan peralatan, sehingga status akreditasinya harus ditinjau kembali. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara, H. Khaerul Anwar, melalui Sekdis Kesehatan, dr. H. Lalu Bahrudin, Jumat (12/7). Dijelaskan, kedua puskesmas itu sejatinya lebih dulu memperoleh status akreditasi. Namun karena dampak gempa, kerusakan pada sarana dan prasarana mempengaruhi standar dan kualitas pelayanan di puskesmas tersebut. “Sekarang ini memang kita mau adakan akreditasi dan reakreditasi. Yang akreditasi itu dua puskesmas yakni Puskes-

mas Nipah dan Kayangan. Sedangkan yang Reakreditasi, Gangga dan Pemenang,” ujarnya. Diungkapkannya, kedua puskesmas yang akan diikutkan akreditasi itu merupakan prioritas Dikes, mengingat sarana dan prasarana yang dimiliki keduanya sudah cukup mendukung. Sedangkan untuk puskesmas reakreditasi, akan diajukan kembali pascarenovasi dan penambahan prasarana yang rusak akibat gempa. “Reakreditasi ini dilakukan untuk menaikkan status puskesmas tersebut. Keduanya akan dievaluasi kembali,” imbuhnya. Mantan Direktur RSUD KLU yang diisukan untuk maju menjadi bakal calon wakil Bupati KLU ini menyambung, status akreditasi maupun reakreditasi ini tetap mengacu pada poin penilaian telah diatur. Misalnya disebutkan, sarana, prasarana dan kondisi terkini di daerah. Diakuinya, status akreditasi di Puskesmas cukup sulit un-

tuk diraih. Mengingat banyaknya poin penilaian yang mana mensyaratkan syarat pelayanan minimal (SPM). “Tahun 2018 lalu, proposal akreditasi untuk Puskesmas Nipah dan Puskesmas Kayangan sebenarnya sudah diajukan, tetapi karena gempa, prosesnya tertunda,” sebutnya. Ia menambahkan, sebisa mungkin semua puskesmas harus menyandang akreditasi. Hal ini berhubungan dengan rencana regulasi baru di mana pelayanan BPJS tidak bisa dilakukan di fasilitas kesehatan non akreditasi. Rencana itu sendiri masih ditolerir untuk tahun 2019. Pertimbangannya, puskesmas di Lombok Utara masih dalam proses recovery usai dilanda gempa. “Ada 714 elemen penelitian yang terdiri dari 9 BAB. Untuk memudahkan persiapan ya, ada tim pendamping yg sudah dilatih pusat untuk melayani puskesmas mempersiapkan segalanya,” tandasnya. (ari)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

Halaman 5

Serius Benahi Aset KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Lombok Barat (Lobar), Selasa (9/7) lalu. Tim dari Lembaga Antirasuah ini turun ke Lobar dalam rangka sejumlah agenda, di antaranya supervisi tindaklanjut Monitoring Center for Prevention (MCP) atau program pencegahan korupsi di Lobar. Selain itu, tim KPK juga mengevaluasi pembenahan penatakelolaan aset di wilayah setempat. “Salah satu yang dibahas tim KPK itu terkait pembenahan aset, pemda di sini terus membenahi penatakelolaan aset ini,” tegas Plt Inspektur pada Inspektorat Lobar, M. Ilham yang dikonfirmasi via ponsel, Jumat (12/7). Asisten I Setda Lobar ini menerangkan KPK memberi perhatian terhadap segala hal yang menyangkut pencegahan korupsi, salah satunya dalam pengelolaan aset. Karena itulah kata dia, pemda juga sangat menyambut baik pendampingan dan evaluasi yang dilakukan. Dalam hal penataan aset, lanjut Ilham, semua aset diminta harus tersertifikasi. Dalam upaya mensertifikasi aset daerah ini sendiri, Pemda diminta untuk berkoordinasi dengan BPN provinsi dan kabupaten untuk memanfaatkan program sertifikasi untuk aset pemerintah yang ada di BPN. Sejauh ini kata sertifikasi aset kaih lebih progresif di mana tahun lalu ada 200 persil aset disertifikasi, tahun ini bertambah menjadi 300 persil. “Kita terus upayakan sertifikasi aset ini,”tegas mantan Kadis Dikbud ini. (her) M. Ilham (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/kir)

KANTOR BUPATI - Pembangunan Kantor Bupati Lombok Tengah kini sudah masuk tahap akhir. Pembangunan gedung dengan biaya hampir Rp 213 miliar ditargetkan rampung akhir tahun ini. Jika ini selesai, akan menjadi kado HUT Loteng tahun 2019, bulan Oktober mendatang.

Pencegahan Korupsi di Loteng

Sekda Akui Masih Belum Optimal Praya (Suara NTB) Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jumat (12/7), menyambangi kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng). Kedatangan tim lembaga anti rasuah ini untuk mengevaluasi upaya pencegahan tindak pidana korupsi di daerah ini sesuai rencana aksi pencegahan korupsi yang telah sepakati sebelumnya.

Sekolah di Lotim Diingatkan Fokus pada Peningkatan Karakter Selong (Suara NTB) Sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah melangsungkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada peserta didik baru khususnya di tingkat SMP dan MTs. Kegiatan pra dimulainya hari efektif kegiatan belajar mengajar (KBM) ini, sekolah di Lotim diingatkan supaya fokus pada peningkatan karakter. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, H. Zainuddin, Jumat (12/7), menjelaskan, peningkatan karakter ini diharapkan tidak hanya kepada siswa. Namun pihak pelaksana dalam hal ini tenaga pendidik atau guru memiliki mindset dapat mengayomi dan terpenuhinya standar kualifikasi guru. Misalnya standar kepribadian yang minimal ditiru dan diikuti oleh peserta didik. Dalam dunia pendidikan, katanya, guru harus memiliki kualifikasi standar sosial, bagaimana hubungan sesama guru, guru dengan peserta didik dan hubungan guru dengan masyarakat. Selain itu, guru harus memiliki profesionalisme, guru selaku profesi harus memiliki keterampilan dan keahlian di samping memiliki pedagogik atau kemampuan untuk mengajar. Termasuk, empat standar yang harus dimiliki oleh guru ini dan fokus dalam standar pendidik serta kependidikan. “Guru itu beda dengan non guru. Sehingga guru harus benar-benar memiliki karakter yang bisa ditiru oleh peserta didik,” ungkapnya. Ditegaskannya, masa pengenalan lingkungan sekolah ini tidak lagi dikatakan masa orientasi. Artinya, kata Zainuddin, tindakan-tindakan yang berupa perpeloncoan sangat tidak diperbolehkan. Namun selama MPLS ini berlangsung, para peserta didik baru bagaimana diajak mengenal wisatamandala untuk betul-betul adanya suasana kekeluargaan, keakraban dan rasa memiliki oleh peserta didik terhadap lingkungan sekolahnya. Dikenalnya lingkungan sekolah oleh peserta didik ini juga menjadi penentu dan awal dari terwujudnya daya saing dan prestasi yang gemilang bagi peserta didik itu sendiri. “Kita dari Dikbud juga tetap mengawasi kegiatan MPLS ini. Kita sudah ingatkan untuk menghindari perpeloncoan dan lebih kepada pendidikan karakter,” pungkas Zainuddin. (yon)

H. M. Nursiah

“Tim dari KPK RI hari ini (Jumat kemarin,red) datang ke Loteng dalam rangka evaluasi upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Loteng. Bukan karena ada temuan atau indikasi tindak pidana korupsi,” aku Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada wartawan. Ia mengatakan, evaluasi yang dilakukan oleh KPK RI merupakan

si yang masih harus dibenahi dan dipersiapkan lagi. “Ambil contoh pada penerapan e-kinerja di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Aplikasinya sudah ada dan tersedia, tetapi belum bisa terkoneksi secara maksimal. Begitu pula terkait beberapa aplikasi elekronik lainnya, masih belum bisa terintegrasi dengan sistem di pusat. Seperti yang diharapkan oleh KPK RI,” jelasnya. Catatan dan rekomendasi itulah yang akan menjadi dasar bagi Pemkab Loteng dalam melakukan pembenahan dalam rangka optimalisasi capaian rencana aksi pencegahan tindak pidana korupsi setahun ke depan. “Prinsipnya, pencegahan korupsi harus maksimal. Itulah yang menjadi komitmen Pemkab Loteng,” ujar Nursiah. (kir)

(Suara NTB/dok)

Loteng Tetapkan Status Siaga Kekeringan Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah menetapkan status siaga kekeringan di daerah ini. Semua elemen pun digandeng untuk membantu menangani dampak kekeringan yang kemungkinan bisa timbul. Tidak itu, tim khusus penanganan dampak kekeringan juga sudah dibentuk. Di mana, BPBD Loteng sebagai lokasi Posko Terpadu Penanganan Dampak Kekeringan. Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada wartawan, Jumat (12/7), mengatakan, dengan peneta-

pan status siaga ini semua pihaknya bisa ikut terlibat dalam upaya penanganan dampak kekeringan yang terjadi. Menurutnya, tidak akan bisa maksimal upaya penanganan dampak kekeringan kalau kemudian hanya mengandalkan pemerintah daerah saja. “Keterlibatan pihak-pihak lainnya sangat diharapkan dan bakal menentukan keberhasilan dalam upaya penanganan dampak kekeringan tersebut,” ujar Nursiah. Pemkab Loteng, ujarnya, sudah mengumpulkan semua elemen terkait mulai intansi terkait pemerintah sampai dengan

KPU Loteng Hormati Langkah Peserta Pemilu Praya (Suara NTB) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng), Ahmad Fuad Fahrudin, mengaku menghargai apa yang dilakukan salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, M. Samsul Qomar, dengan melaporkan dugaan kecurangan pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP). Menurutnya, sebagai bagian dari peserta pemilu, apa yang dilakukan oleh Ketua Komisi II DPRD Loteng tersebut sah-sah saja. “Sebagai peserta pemilu itu adalah hak Pak Samsul Qomar,” ujarnya, Jumat (12/7). Hanya saja, ujarnya sampai saat ini pihaknya belum mengetahui adanya laporan ini. Namun, kalau pun benar, tambahnya, pihaknya mempersilakan peserta pemilu melaporkannya. ‘’Langkah yang diambil oleh setiap peserta pemilu harus dihormati,’’ terangnya. Tapi yang jelas, tegas Komisioner KPU Loteng, L. Darmawan yang dikonfirmasi sebelumnya, KPU Loteng dalam bekerja sudah maksimal dalam menjalankan semua aturan dan regulasi yang ada. Kalaupun kemudian ada pihak-pihak yang menilai ada kecurangan, itu hal yang wajar. ‘’Nanti ada proses yang akan menjawab,’’ tambahnya. Sebelumnya, pada Rabu (10/7), M. Samsul Qomar, salah seorang caleg DPRD provinsi asal Partai Demokrat resmi melaporkan komisioner KPU Loteng ke DKPP. Laporan dilayangkan terkait dugaan kecurangan dan pelanggaran kode etik

evaluasi tahunan terkait program capaian rencana aksi pencegahan tindak pidana korupsi. Di mana setidaknya ada 10 item kegiatan dalam rencana aksi yang dievaluasi. “Beberapa tahun yang lalu Pemkab Loteng bersama KPK RI sudah menyepakati rencana aksi pencegahan korupsi. Inilah yang dievaluasi,” terangnya. Di antaranya item yang dievaluasi, ujarnya, terkait penerapan e-budgeting dan e-planning serta e-kinerja. Kemudian terkait program pengurusan izin online serta beberapa

aspek yang terkait upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Hasilnya, tim dari KPK RI mengapresiasi upaya keras yang dilakukan oleh Pemkab Loteng untuk mewujudkan rencana aksi tersebut. Bahkan tim KPK RI mengaku kalau proggres capaian rencana aksi pencegahan korupsi yang dilakukan oleh Pemkab Loteng termasuk cepat. “Dari sepuluh kabupaten/ kota di NTB, progres capaian rencana aksi pencegahan korupsi oleh Pemkab Loteng terbaik kedua,” terangnya. Kendati demikian, bukan berarti Pemkab Loteng lantas berpuas diri, karena upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Loteng sesungguhnya diakui masih belum maksimal. Artinya, masih banyak instrumen-instrumen yang ada dalam rencana aksi pencegahan korup-

(Suara NTB/kir)

LIHAT - Seorang warga tengah melihat foto calon anggota DPRD provinsi pada pemilu di Loteng, April lalu. KPU Loteng selaku penyelenggara kini sudah dilaporkan ke DKPP terkait dugaan kecurangan yang terjadi. yang dilakukan oleh KPU Loteng dan PPK Pujut, pada saat rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten bulan Mei lalu. Di antaranya, KPU Loteng tidak mengindahkan rekomendari dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Loteng, untuk menghentikan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan di Kecamatan Pujut, sehingga pada rapat pleno tersebut hanya dihadiri PPK saja tanpa ada saksi serta Panwascam setempat. Adanya juga dugaan penggelembungan suara di beberpaa TPS, termasuk di Kecamatan Pujut. Form

DAA1 yang berisikan rekapitulasi perolehan suara oleh PPK tidak diberikan kepada saksi parpol tanpa dengan alasan yang mengada ada. Termasuk dugaan kelalaian yang dilakukan oleh KPU dan PPK Pujut, sehingga mengakibatkan hilangnya dokumen negara. “Terakhir KPU Loteng tanpa perintah hakim Mahkamah Agung (MA) dengan alasan pembuktian PHPU telah membuka kotak suara beberapa desa dan sampai saat ini belum mengembalikan dokumen yang diambil untuk digandakan tersebut serta tidak memiliki berita acara,” terangnya. (kir)

BUMD dan BUMN yang ada di daerah ini dan semua sepakat untuk bersama-sama mendukung upaya penanganan dampak kekeringan di daerah ini. “Kemarin semua elemen sudah kita kumpulkan. Dan, sepakat akan membantu penanganan kekeringan di daerah ini,” sebutnya. Dengan begitu Pemkab Loteng kini fokus untuk melakukan up date data daerah terdampak kekeringan. Adanya data ini bisa menjadi acuan bagi daerah dalam melakukan penanganan dampak kekeringan. “Untuk up date data daerah kekeringan ini, ditugaskan kepa-

da BPBD. Namun sebagai data awal, total desa yang terdampak kekeriangan di Loteng sebanyak 80 desa. Tersebar di 8 kecamatan. Dengan beberapa kecamatan diprediksikan mengalami kekeringan paling parah, yakni Kecamatan Pujut, Praya Barat serta Praya Barat Daya dan Praya Timur,’’ ujarnya. Meski demikian, ada kemungkinan jumlah daerah yang terdampak kekeringan bertambah, sehingga up date data daerah terdampak kekeringan diupayakan tidak sekali, tapi secara berkala. Terkait penanganan dampak kekeringan, lanjut Nursiah ada

yang bersifat jangka pendek. Ada juga yang bersifat jangka panjang. Nah, untuk saat ini fokus penanganan pada penanganan jangka pendek dengan melakukan droping air bersih ke kantong-kantong kekeringan sembari itu program-program penanganan jangka panjang akan diupayakan melalui program pemerintah. “Yang menarik informasi dari pihak BMKG, musim kemarau hanya sampai bulan Agustus. Kita berharap prediksi ini benar,” ujar mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)

Bupati Lobar Terima Penghargaan dari Menkop dan UKM Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menjadi satu-satunya bupati/ walikota di NTB dan salah satu dalam 17 bupati/ walikota di Indonesia yang mendapat penghargaan Bakti Utama Koperasi Tahun 2019. Penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Hotel Java Heritage Purwokerto, Kamis (11/7) malam tersebut, karena Bupati Lobar dianggap serius dan berhasil melakukan pembinaan terhadap koperasi. Kegiatan malam penganugerahan itu pun menjadi launching Pembangunan Tugu Koperasi Tasikmalaya dan dijadikan rangkaian perayaan puncak Hari Koperasi Nasional ke 72 yang berlangsung Jumat (12/7) di Gedung Olah Raga Satria Purwokerto. “Penghargaan ini diberikan karena komitmen daerah yang memberikan nomenklatur tunggal untuk koperasi dan UKM. Selain itu adalah alokasi anggaran untuk koperasi yang memadai dan pembinaan yang intensif kepada koperasi, “ terang Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Ruli Indrawan. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid usai penganugerahan tersebut mengaku bangga dengan capaian jajarannya di Dinas Koperasi UKM setahun terakhir ini. “Penghargaan ini menjadi pemacu bagi Dinas Koperasi dan UKM di Lobar untuk terus mengaktifkan perkoperasian. Apalagi saat ini kita sedang menggalakkan sinergi dan integrasi

(Suara NTB/humas Lobar)

PENGHARGAAN - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menerima penghargaan dari Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Purwokerto, Kamis (12/7) malam. antar SKPD agar saling melengkapi dalam upaya mengentaskan kemiskinan,” papar Fauzan. Fauzan menambahkan, paling tidak sebanyak 2,7 persen dari total APBD Lobar tahun 2019 diperuntukkan untuk menggeliatkan koperasi dan usaha kecil dan mikro. Fauzan menegaskan harapannya agar koperasi dan UKM di Lobar banyak bergerak di sektor jasa dan produksi. Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lobar H. Fadjar Taufik menjabarkan tentang upaya pihaknya dalam menggeliatkan perkoperasian di Lobar. “Fokus

pembinaan kita tahun ini adalah membina aspek kelembagaannya terlebih dahulu. Kita mendorong semua koperasi agar aktif dan bisa menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota Tahunan, red) secara kontinyu setiap tahun,” terang Taufik. Koperasi di Lobar, menurut Taufik, saat ini harus dikembangkan keaktifannya lagi. Dari 502 jumlah koperasi, baru 150 koperasi yang dalam kondisi aktif dan sehat. Namun dari jumlah tersebut, baru 126 atau 84 persen koperasi yang telah melaksanakan RAT Tahun 2019 untuk tahun buku 2018. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

Halaman 6

Kerjasama Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Gelar Bakti Sosial

Dikes Sumbawa Ikuti LSS Nasional, Kadis Dikbud Sumbawa Gandeng Kejari dan RS Pantau Kesiapan SDN Kerato Universitas Airlangga Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa akan menggelar kegiatan bakti sosial dari dua sumber berbeda dengan menggandeng lembaga lain. Rapat koordinasi lintas sektor juga telah digelar terkait persiapan kegiatan tersebut. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa, Abdul Malik S.Sos, menjelaskan, rangkaian kegiatan bakti sosial yakni, pertama dalam rangka khitanan massal yang akan dilaksanakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa. Rencananya kegiatan dilaksanakan pada 18 Juli mendatang di kantor Kejari setempat. “Kejari dan Puskesmas sudah mengumumkan kegiatan itu. Harapan kami kepada masyarakat yang sudah mengetahui agar datang mendaftar diri. Atau datang pada saat khitanan massalnya,” harapnya. Pihaknya juga mempunyai kegiatan bakti sosial lainnya bekerja sama dengan RS Universitas Airlangga (UNAIR) yang akan dilaksanakan pada 19- 23 Juli mendatang. Bakti sosial tersebut yakni Operasi Katarak dan operasi bedah minor. Kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat yang tidak mampu, tetapi masyarakat secara umum. “Memang kita utamakan untuk masyarakat tidak mampu. Tapi masyarakat yang punya keluhan dengan kondisi yang harus dibedah silahkan datang mengikuti bakti sosial,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, Malik juga menerangkan program fisik, diantaranya, akan membangun enam puskesmas tahun 2019 ini. Pembangunan puskesmas di enam kecamatan tersebut, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi. Puskesmas akan dibangun di Kecamatan Lantung, Ropang, Lenangguar, Lunyuk, Orong Telu dan Batulanteh. Khusus dua puskesmas yakni Lenangguar dan Lunyuk akan direlokasi. Sedangkan empat puskesmas lainnya akan dibangun di tempat semula. “Yang mendapatkan tahun ini dari DAK Afirmasi ada enam puskesmas. Puskesmas Lenangguar dan Lunyuk pindah lokasi. Sedangkan Puskesmas Lantung, Ropang, Orong Telu dan Batulanteh tetap dibangun di tempat semula,”sebutnya. Dijelaskannya, keenam puskesmas ini masing-masing anggarannya diatas Rp. 5 miliar. Dari dana tersebut, selain bangunan juga untuk alat kesehatan dan ambulan. “Bantuannya satu paket dari bangunan sampai dengan alat kesehatannya,” terangnya. Sementara ini, kelima paket puskesmas sudah ditentukan pemenang tender dan sudah dilakukan PCM. Saat ini progresnya sedang dalam proses pendantanganan kontrak. Terkait paket ini, pihaknya menggandeng TP4D untuk melakukan pendampingan. “Kami juga didampingi oleh TP4D,” tukasnya. Menurut Malik, pembangunan keenam puskesmas ini rata-rata pelaksanaannya selama lima bulan. Pihaknya berharap kepada masyarakat agar ikut memantau pembangunannya. Adapun kepada pihak pelaksana ditekankan supaya dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ada. Karena lokasi proyek merupakan daerah sulit. Kemudian memperhatikan spesifikasi pekerjaan, karena materialnya 80 persen pabrikasi. Pihak pelaksana juga diminta agar tidak menunjuk kuasa direktur. Selain itu rekeningnya juga harus menggunakan rekening perusahaan. (ind/arn/*) (Suara NTB/ind)

Dewan Minta Jaminan Keamanan Masyarakat Kertasari Taliwang (Suara NTB) Rencana pengalihan aktivitas bongkar kapal batubara PLTU Tambora - Kertasari ke terminal khusus (dermaga) PT Bumi Pasir Mandiri (BPM) mendapat sorotan dari Komisi III DPRD setempat. Komisi yang salah satunya membidangi persoalan lingkungan ini menilai, kebijakan pengalihan tersebut harus benarbenar dapat memberikan jaminan kepada masyarakat Kertasari terkait keamanan lingkungannya. “Ini titik tekan kami. Soal lingkungan. Harus ada jaminan jelas dari pemerintah bahwa aktivitas (kapal) batubara di dermaga BPM tidak merusak lingkungan perairan Kertasari,” tandas anggota Komisi III DPRD KSB, Andi Laweng, SH kepada Suara NTB, Jum’at (12/7). Ia menjelaskan, kegiatan bongkar batubara di dermaga PTBPM yang berada di lingkungan perairan Kertasari sangat berpotensi mengancam penghidupan masyarakat. Mengingat warga desa Kertasari memanfaatkan perairan pesisir sebagai lahan budidaya rumput laut. “Kalau tercemar karena aktivitas bongkar batubara masyarakat Kertasari yang dirugikan di sini,” cetusnya. Warga desa Kertasari selama ini kata Laweng, hanya mengandalkan penghidupannya dari budidaya rumput laut. Hampir 95 persen kepala keluarga (KK) di salah satu desa pesisir kecamatan Taliwang itu, kegiatan ekonominya ditopang dari sumber tanaman laut tersebut. “Pencemaran batubara di pantai Kertasari kalau dermaga PTBPM jadi digunakan saya pastikan terjadi. Karena tidak ada yang bisa menjamin saat pembongkaran nanti ada materialnya jatuh ke laut,” katanya. Selain potensi mencemari perairan laut yang menjadi ladang budidaya rumput laut warga, Laweng juga memaparkan, ada dampak di sisi kesehatan yang bisa merugikan warga dari aktivitas bongkar batubara. Yakni polusi pencemaran udara, karena sifat partikelnya yang mudah terbang terbawa angin. “Debu batubara itu berbahaya bagi kesehatan terutama kesehatan pernafasan. Dan jarak dermaga BPM dengan pemukiman sangat dekat,” urainya. Laweng yang juga merupakan tokoh masyarakat desa Kertasari ini menyatakan, saat ini penolakan terkait rencana pemanfaatan dermaga PTBPM untuk aktivitas bongkar batubara PLTU Tambora - Kertasari sangat kuat. Masyarakat beranggapan, kebijakan itu secara nyata akan merugikan mereka. “Kemarin sudah ada sosialisasi dari Dishub. Masyarakat kami tegas menolak,” ungkapnya. Karena itu lanjut politisi PKPI ini, sebelum pemerintah melanjutkan kebijakannya tersebut harus mampu meyakinkan dan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Berikut juga kompensasi yang diperoleh masyarakat dengan pemindan bongkar batubara PLTU dari dermaga Labuhan Lalar ke dermaga PTBPM itu. “Pada prinsipnya kami dari Komisi III bisa memahami kepentingan pemerintah karena dermaga Labuhan Lalar sementara ini tidak bisa digunakan oleh PLTU. Tapi yang lebih penting tentu jangan korbankan masyarakat di sisi lain,” tukasnya.(bug)

(Suara NTB/bug)

PANTAI KERTASARI - Tampak dari kejauhan terminal khusus milik PTBPM yang akan dimanfaatkan kegiatan bongkar batubara PLTU Tambora – Kertasari.

Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, H. Sahril S.PD, M.Pd, mengunjungi SDN Kerato, Jumat (12/7). Kunjungan ini untuk memastikan persiapan SDN Kerato Kecamatan Unter Iwes mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan 24 Juli 2019 mendatang. Dalam kunjungan tersebut, Kadis Dikbud yang didampingi Kabid Pembinaan SD, Junaidi S.Pd, M.Pd, meninjau seluruh persiapan. Mulai dari persiapan lingkungan sampai memastikan kultur sekolah sesuai standar sekolah sehat. “Untuk melihat kultur sekolah, Saya melihat dampak di lingkungan sekolah terutama tata kelola sampah,” kata H. Sharil. Berkaitan dengan hal tersebut, di beberapa titik bukan hanya sebatas mengelola sampah. Tetapi sudah pada pemanfaatan untuk menata lingkungan sekolah dengan memanfaatkan ecobrick untuk atap gerbang dan gapura kebun sekolah. Beberapa hal yang

(Suara NTB/ist)

KESAN PESAN - Kadis Dikbud Sumbawa, H. Sahril menulis kesan dan pesan di SDN Kerato yang akan mengikuti LSS tingkat Nasional. Salah satu spot pemanfaatan sampah untuk penataan lingkungan di SDN Kerato (foto kanan). disampaikan dalam kunjungan tersebut diantaranya agar memperkuat kultur belajar siswa, penguatan kerjasama dengan stakeholders terkait dan perjelas SOP sekolah pada setiap spot aktivitas sekolah. Selain itu, kerjasama yang

sudah berjalan harus terus dilakukan. Terutama optimalisasi peran komite sekolah. Disadari peran masyarakat akan menjadi faktor kunci maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan. Salah satu implementasinya adalah sekolah

harus membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan pihak pihak potensial yang dapat memberi dukungan penguatan visi dan misi sekolah. Pada kesempatan tersebut Kadis Dikbud berkesempatan untuk menulis kesan dan pe-

san sebagai bentuk motivasi perubahan yang secara terus menerus di SDN Kerato. Seraya berharap agar resonansi perubahan berimbas ke sekolah lain yang berada dibawah binaan Dinas Dikbud Sumbawa. (arn/*)

Kabupaten Bima Siaga Darurat Kekeringan 90 Hari

Bima (Suara NTB) – Kabupaten Bima menetapkan status siaga darurat kekeringan selama tiga bulan atau 90 hari ke depan. Saat ini Surat Keputusan (SK) penetapan telah dikeluarkan dan tinggal menunggu tandatangan Kepala Daerah. Demikian disampaikan Kasubid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Sos kepada Suara NTB, Jumat (12/7). Bambang mengatakan, dalam status siaga tersebut pihaknya selama 90 hari akan mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak. Serta berkoordinasi dengan OPD teknis untuk penanggulangannya. Sayangnya dalam penanggulangan bencana kekeringan di Kabupaten Bima tidak tersedia anggaran, salahsatunya anggaran untuk pendistribusian air bersih. Namun saat ini sedang diusulkan menggunakan dana tidak terduga. “Tinggal menung-

gu keputusan Kepala Daerah. Surat-surat dan RABnya sudah ada,” katanya. Anggaran yang digunakan BPBD setempat untuk distribusi air bersih selama ini menggunakan anggaran yang disisipkan dari kegiatan atau program lain. Terkadang dari honorer pegawai BPBD yang dikumpulkan. “Karena kebutuhan air mendadak. Persoalan air bersih harus ada dan sampai ke masyarakat,” katanya. Ke depan pihjaknya meminta agar anggaran pendistribusian air bersih dimasukkan dalam DIPA. Yang diperlukan hanya Rp100 hingga Rp200 juta. Anggaran tersebut sudah termasuk biaya BBM dan operasional pegawai. “Miminal

anggarannya distribusi air bersih setiap tahun Rp100 juta,” katanya. Selain itu, dalam menangani krisis air bersih, belum ada OPD lain yang membantu. Selama ini BPBD setempat hanya bergerak sendiri. Mengingat sifatnya hanya koordinasi, komando dan pelaksana. “Kami membutuhkan ada OPD lain yang membantu. Mungkin menyisipkan anggaran atau agar tenaga. Jangan sampai masyarakat kekurangan air bersih,” katanya. Di sisi lain, permintaan kebutuhan air bersih terus meningkat dari hari ke hari. Banyaknya permintaan terutama di wilayah Kecamatan Woha. Salahsatunya desa Kalampa yang menjadi langganan ke-

(Suara NTB/uki)

AIR BERSIH - BPBD Kabupaten mendistribusikan air bersih untuk warga Dusun Ndano Ndere Desa Bajo Kecamatan Soromandi belum lama ini. rata-rata tiga mobil tangki. keringan setiap tahun. “Setiap hari air bersih yang Jumlah ini maksimal untuk disalurkan antara 15.000 sam- kebutuhan satu desa saja,” pai dengan 20.000 liter atau pungkasnya. (uki)

Kadis PU Dompu akan Ramaikan Pilkada Dompu

Dompu (Suara NTB) Kepala Dinas PU Kabupaten Dompu, Ir. A. Muis, M.Si dikabarkan akan meramaikan kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Dompu tahun 2020 mendatang. Kemunculan Muis menambah deratan nama birokrat dan tokoh Dompu yang bakal maju di Pilkada Dompu. Nama Muis mulai muncul dari beberapa tokoh masyarakat yang juga mantan birokrat di Dompu dan politisi. Bahkan namanya juga dikaitkan dengan tokoh Dompu yang juga pengusaha rest area Jabodetabek, H. Lukmanul Hakim, SE. Muis, yang dikonfirmasi Suara NTB beberapa hari lalu di Dompu, belum mau memberikan tanggapan soal kemunculan namanya di bursa bakal calon Bupati tahun 2020. “Soal (Calon Bupati) itu, saya belum mau berkomentar,” katanya singkat. Muis yang menjabat sebagai kepala Dinas PU Dompu menggantikan Ir H Rusdin yang dimutasi pada jabatan lain. Sebelum dipromosi sebagai kepala Dinas PU, Muis menjabat sebagai eselon III di Bappeda Dompu di era kepemimpinan Bupati Dompu, H Abubakar Ahmad, SH. Sebagai ASN, Muis masih cukup lama untuk pensiun. Karena Muis tercatat kelahiran 1966 atau masih 7 tahun sebagai eselon II. (ula)

(Suara NTB/jun)

MELONJAK – Harga cabai keriting di Pasar Induk Dompu sebulan terakhir tembus Rp80/Kg. Lonjakan itu diduga akibat hasil panen petani di daerah pemasok (Lombok) menurun, Jumat (12/7).

Pasokan Normal, Tapi Harga Cabai Tetap Melonjak Dompu (Suara NTB) – Seperti halnya kabupaten/ kota lain di NTB, masyarakat Kabupaten Dompu juga mengalami lonjakan harga cabai keriting di tingkat pasaran. Bahkan, lonjakannya terbilang signifikan dengan harga per kilogram saat ini tembus Rp80 ribu. Padahal, pasokan cabai tetap normal. Rahmi, salah seorang pedagang di Pasar Induk, Jumat (12/7) mengungkapkan, kenaikan harga cabai kerinting dari normalnya Rp30-Rp40 ribu/ Kg itu sudah terjadi sebulan terakhir ini. Diduga akibat hasil panen petani di daerah pemasok berkurang di awal musim kemarau tahun ini. “Kemungkinan akibat musim panas ini petani tidak punya hasil. Bahkan cabai yang datang juga banyak yang busuk,” kata dia menjawab

Suara NTB. Lonjakan harga itu disinyalir akibat hasil panen petani di Pulau Lombok berkurang. Namun, yang mengherankan pihaknya yakni pasokan stok ke daerah tetap normal. Ia masih bisa membeli cabai keriting 500-100 Kg untuk dijual dalam beberapa hari. Tetapi sebagai pedagang, lanjut Rahmi, pihaknya tak mau mempersoalkan terjadi tidaknya lonjakan harga bahan pokok. Karena ketika modal pengambilan pada pemasok tinggi tentunya harga jualpun akan demikian. “Cabai keriting ini saja kita ambil Rp65 ribu per kilogram kemudian kita jual lagi Rp80 ribu. Keuntungan sudah pasti walaupun sedikit,” jelasnya. Disinggung harga beberapa jenis bumbu dapur lain. Ia mengaku sebagian besar be-

lum sepenuhnya stabil. Cabai rawit misalnya, dari Rp40 ribu/Kg kini naik menjadi Rp50 ribu/Kg. Sementara bawang putih masih tetap bertahan pada harga Rp40 ribu/ Kg. Kondisi berbeda rupanya terjadi pada bawang merah, dari lonjakan harga sebelumnya Rp30 ribu/Kg sekarang turun Rp20 ribu/Kg. Pun demikian halnya dengan tomat yang dianggap mengalami penurunan cukup drasti hingga Rp8000/Kg. “Kalau sebelumnya tomat inikan naik sampai Rp25 ribu, sekarang cuma Rp8000/Kg,” tandasnya. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Dompu, H. Iskandar yang berusaha ditemui untuk memastikan penyebab terjadinya lonjakan harga cabai kerinting ini, tidak berhasil ditemui Suara NTB di kantornya siang kemarin. (jun)

Bupati Sumbawa Lepas Kontingen Tinju ke Kejurnas Danrem Cup Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa melalui Penjabat Sekda Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd melepas keberangkatan kontingen tinju Kabupaten Sumbawa, Jumat (12/7) kemarin, di Halaman Kantor Bupati Sumbawa. Untuk mengikuti Kejurnas Tinju Amatir Danrem 162/WB Cup dan Bupati KSB Cup di Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Ketahuilah bahwa seluruh lapisan masyarakat tana Samawa sangat mengharapkan agar atlet tinju Kabupaten Sumbawa dapat mengharumkan nama Kabupaten,”kata Penjabat Sekda. Disampaikan berangkatlah bukan hanya untuk bertanding tetapi dengan tekad harus menang. ”Saya datang , saya bertanding dan saya harus menang. Seluruh masyarakat tana sumbawa sangat mengharapakan, karena anda-anda mengikuti pertandingan bukan hanya membawa nama diri sendiri tetapi juga membawa nama keluarga, nama seluruh masyarakat dan pemerintah Kab. Sumbawa yang sangat mengharapakakan para atlet dapat meraih yang terbaik diturnamen tersebut,”pungkasnya. (arn)

(Suara NTB/arn)

KONTINGEN - Penjabat Sekda Sumbawa, H. Muhammad Ikhsan, bersama Pengurus Pertina dan kontingen tinju Kabupaten Sumbawa, di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (12/7).


SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

Jendela Sastra

Halaman 7

CERPEN

Kenapa Kamu Masih Di Sini? Bagus Prasetyo

Saat itu musim kemarau, seorang lelaki duduk di teras rumahnya. Dia sedang berbicara dengan dirinya sendiri sambil menatap tajam ke arah pekarangan rumah yang sesak dengan tanaman hias. Tiba-tiba dia melangkah -ke tempat yang tadi dia pandang- dengan perlahan seperti seorang jompo, kemudian menjulurkan tangannya yang gemetar untuk menyentuh setangkai bunga putih kecil.. IA merasa ada yang janggal dan berusaha mencari tahu apa yang menyembabkan perasaan yang tidak biasa itu. Belum sempat ia menemukan jawabannya, ia dikejutkan oleh tangan seseorang yang menepuk pundaknya “Kenapa kamu masih di sini? Sekarang giliranmu”. Ia bangkit, sekilas ia melihat bayangannya di cermin seperti setan yang sedang terkurung. Segera ia berjalan ke sisi panggung untuk melanjutkan pertunjukan. Taman bunga dengan sebuah kursi panjang diletakkan di bagian tengah. Lampu menyala. Perlahan ia berjalan ke panggung sebagai seorang veteran perang. Di langkah ke-enam, darah terasa mengalir dengan cepat, seketika tubuhnya dingin kemudian berubah hangat hanya dalam hitungan detik. Setangkai bunga putih kecil itu berada di depannya. Perlahan, tangannya terjulur dan menyentuh setangkai bunga putih kecil itu.. Perasaan janggal muncul lagi. Dia menoleh ke beranda rumah. Istrinya sedang memperhatikan dari serambi di balik gorden kusam tembus pandang. Dia memalingkan pandangannya kembali, bunga putih kecil yang disentuhnya sudah jatuh ke tanah yang basah. Dia terkenang bayi merah yang mati itu. Anaknya, anak satu-satunya. Kematiannya menyisakan rasa sakit teramat sangat. Terutama pada istrinya. Istrinya berharap anak itu hidup. Setelah penantian yang berulang, perempuan itu tetap menunggunya pulang dari perang yang panjang. Perempuan itu menolak tawaran dari banyak lelaki yang ingin menikahinya. Ketika dia akhirnya pulang, usia perempuan itu sudah cukup tua. Mereka menikah. Tetapi masa penantian kembali datang. Bertahun-tahun menikah mereka belum mendapat keturunan. Tetapi dengan doa yang terus diulang dan usaha yang dilakukan, benih suaminya pun tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya pohon bunga putih kecil di halaman rumah. Dengan penuh kasih sayang bayi itu dirawat sampai menuju hari lahirnya. Saat kuncup pertama bunga putih itu merekah, bayi merah itu lahir bersama tangis dan amarah. Ia melihat tangannya yang gemetar. “Kami diserbu pasukan Belanda dengan persenjataan penuh. Separuh pasukan sudah mati ketika kami memberikan perlawanan. Aku yang

(Richard Revel/publicdomainpictures)

ditugaskan memberi informasi ke markas pusat harus menembus hutan. Aku harus membuka jalan lain yang penuh semak, karena jalur utama sudah dikepung. Perjalanan akan lebih panjang, paling tidak sekitar satu hari melewati hutan menuju markas pusat. Dalam perjalanan seringkali aku hampir tertangkap. Sampai aku bertemu dua prajurit Belanda yang sedang beristirahat di dekat perapian yang masih menyala. Karena lapar aku memberanikan diri untuk mencuri makan-

an, dan kemudian senjata. Aku berhasil membunuh satu orang dari mereka. Kesialan datang padaku, yang satunya lagi menerjang dengan pisau. Kuhalau pisau itu dengan tanganku. Luka di tangan inilah saksinya, sekaligus penyelamat sebelum kutembak setan itu dengan senapan tepat di mata kirinya. Perjalanan aku lanjutkan. Kesadaranku sudah tidak bisa lagi kujaga. Kupikir aku akan mati kehabisan darah karena luka di tanganku. Tubuhku sudah tak mampu lagi berdiri, rasanya tu-

buhku melayang entah ke mana. Semuanya gelap tanpa ada cahaya sedikitpun. Sampai akhirnya aku menyadari ada sesuatu yang jatuh di wajahku. Ketika kubuka mata, aku sedang terbaring di tengah hutan. Aku harus sampai di markas pusat secepatnya.” Ia melangkah ke kursi panjang, lalu duduk dan menghela napas. “Andai saja aku tidak ingat pada Melati mungkin aku sudah mati. Rasanya Melati benar-benar hadir menemaniku di perjalanan menuju markas pusat, ya,

meskipun aku sesungguhnya ragu, adakah Melati masih menantiku atau tidak.” Seorang aktor perempuan masuk. Sekarang Melati sedang menatapnya dari serambi di balik gorden kusam tembus pandang. Tatapan itu terasa seperti menepuk pundaknya, dia berusaha menahan untuk tidak menoleh, untuk tidak melihat mata istrinya yang kering oleh kesedihan. Lalu, apa yang harus dia lakukan?

Apakah dia akan memungut bunga itu? atau dia akan mengabaikan pandangan istrinya? Situasi itu berputarputar di pikirannya. Dia melangkah ke kursi panjang di dekatnya, lalu duduk dan menghela napas. “Sini, duduk di sini,” katanya dengan suara lirih. Perempuan itu berjalan pelan tanpa melepas tatapannya, lalu duduk dan tetap melihat lelaki itu dengan memegang seberkas bunga kecil putih di tangannya yang pucat. Lampu

perlahan meredup, menyisakan sedikit cahaya yang menerangi kursi panjang, sebelum kemudian padam seluruhnya. Suara riuh tepuk tangan penonton, bergemuruh seperti seruan kemerdekaan. Kekalik, 2019 Bagus Prasetyo, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram. Aktor dan Sutradara di SFNlabs, Mataram.

PUISI BJ. Akid

12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Di Tubuh Hujan Di Kota Asing 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Barangkali sunyi yang kita punya Dingin terasa bersemayam 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Telah lama tiada, tepat pada paragraf Ketika tubuhmu mulai terbayang 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Ketiga puisiku yang kau puja, engkaupun 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Terlupa, bahwa di setiap cinta, sebuah sunyi tercipta Betapa rentan angin perkotaan 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Membentur kelopak ingatan 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 Di situlah hujan turun Dengan rindu 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789012123 123456789012345678901234567890121234 Menerpa kelopak mawar Dari warna waktu yang singgah di tubuhku 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Yang menyimpan rahasia diam 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Lalu kau genggam rahasia kematianku Di Tubuh Fajar 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Sementara malam mabuk di jendela Seperti memetik mawar di halaman rumah ibu 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Dikutuk cahaya purnama Sementara hujan baru saja berlalu /1/ 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Dengan perjumpaan di ladang diam Untuk menghapus jejak harap di ruang bisu 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Terlalu lama, dingin menyiksaku begitu sempurna Matamu luruh, tersangkut pada cahaya ketujuh 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Dari riak hujan awal subuh, yang menjebakku dalam Teluh, 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Lalu di antara kita hanya berteman seruh. Kembalikan langkahku Rindu ini seperti seruh, berdesir di sepanjang tubuh. 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Langkah yang semula sering bertanya 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Lubtara,2019 Tentang separuh purnama 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123 Takkan lagi kau temukan, perihal musim hujan Akankah? Kembali dengan sempurna 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 Sebab fajar masih berkumandang, di antara selat awan 1234567890123456789012345678901212345678 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 Melingkar di jari-jarimu yang kusam, sebagai tanda kepergian, 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Pertanyaan itu terpaksa aku kembalikan Di perantauan pekat sesal. 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Sebagaimana hidup indah berakhir pada sesal 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Risalah Pernikahan I Tapi tetap selalu kuperlihatkan 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 /2/ 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Lentik perasaan yang sering berkilau Maka kukembalikan batang rasa, di kedalaman 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Ia melemparkan melati dari pelaminannya sendiri Matamu yang menyala. Agar kesempurnaan sepenuhnya 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Menimang langkah-langkah yang terurai pasrah, dan Sampang, 2019 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Bertanya, tentang segala susah di tubuh suasana Menimbulkan goresan pada warna kesucian 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Seketika nasib bagi mereka saling adu pandang, 12345678901234567890123456789 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Betapa lengkung nasibku. Berbatas tahir rindu, padalah 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Engkau sudah tentu. Hanya berbincangan di tanya bisu. 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 “rupanya benar-benar indah baju pengantin itu,” 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Kata beberapa orang yang terlalu resah memikirkan kedukaan. 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Lubtara,2019 Perempuan berasal malu itu, rupanya telah merendam nama palsu, 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 Nama dari bekas langkahnya sendiri, 123456789012345678901234567890121234 1234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678 Sesudah janji ditanggalkan oleh arti: 1234567890123456789012345678901212345678 arti bagi perempuan selepas larut jiwanya 1234567890123456789012345678901212345678 Dirantau godaan. 1234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678 Lalu ia dekap kekasih mayangnya 1234567890123456789012345678901212345678 Dari belaian angin tenggara yang berasal dari masalalunya, 1234567890123456789012345678901212345678 waktu itu sunyi dinyalakan seperti pelayat 1234567890123456789012345678 1234567890123456789012345678901212345678 yang asing di mata jalang, tapi ada yang pernah tahu 1234567890123456789012345678 1234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678 1234567890123456789012345678901212345678 di atas kesunyian itu, berisi masalalu. BJ. Akid, santri Pondok Pesantren Annuqayah. 1234567890123456789012345678 1234567890123456789012345678901212345678 Ketua Komunitas Laskar Pena PPA Lubtara. 1234567890123456789012345678 1234567890123456789012345678901212345678 Roma lalang, 2018 1234567890123456789012345678901212345678


SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

Nasdem akan Usung Figur Elektablitas Tinggi di Pilkada Bima Bima (Suara NTB) – DPD Partai Nasdem Kabupaten Bima mengisyaratkan akan mengusung figur yang memiliki elektablitas tinggi pada Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020 mendatang. Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bima, Raihan Anwar SE, M.Si mengatakan, Partai Nasdem selalu berpedemoan pada hasil survei dan rekam jejak. Namun biasanya DPP akan memberikan kesempatan DPD untuk membuka pendaftaran dan melakukan fit and proper test. “Kemudian hasilnya dilaporkan ke (Suara NTB/dok) DPW dan DPP. Hasil ini Raihan Anwar akan menjadi informasi DPP untuk mengusung figur. Tapi prinsipnya yang memiliki elektablitas tinggi,” katanya kepada Suara NTB, Jumat (12/7) Raihan mengatakan semua figur berpeluang untuk diusung. Selain kader sendiri (internal), Nasdem juga membuka pintu bagi figur di luar partai. Namun pimpinan partai tidak akan asal mendorong figur atau kadernya untuk maju. “Jika maju tentunya harus menang. Sedangkan ada syarat-syarat untuk menang. Salah satunya elektablitas tinggi,” katanya. Meski sebagai pimpinan partai, pencalonan Raihan tetap harus melalui proses. Itupun kalau memang masyarakat yang menghendakinya untuk maju. Namun dirinya akan mendorong para tokoh yang lebih senior di internal partai. “Kita proses dulu sambil mencermati dinamika saat ini,” katanya. Ia mengaku, hingga saat ini belum ada petinggi parpol lain yang serius membicarakan atau komunikasi terkait Pilkada 2020 mendatang. Namun diskusi biasa bersama dengan tokoh, akademisi dan masyarakat sering. Terlepas dari itu, Raihan menyarankan kepada para figur atau tokoh yang ingin serius maju dalam Pilkada 2020 mendatang, baik jalur independen dan parpol agar mulai silahturahmi dengan masyarakat. Sebab waktunya tidak lama lagi. “Tahapan Pilkada mulai September ini dan Pelaksanaannya September 2020. Tinggal 1 tahun lagi waktunya. Harus mulai jalan dari sekarang,” katanya. Raihan meyakini Pilkada 2020 mendatang akan bermunculan figur atau tokoh yang melawan petahana. Mengingat karakter orang Bima tidak ada yang takut bertarung dalam politik. Menang dan kalah tidak menjadi soal. “Saya yakin ada yang serius, tapi mereka hanya terlambat start saja,” katanya. Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada hasil survei independen yang menyatakan elektablitas petanaha tinggi. Sehingga Pilkada 2020 mendatang belum bisa disimpulkan petahana akan melawan kotak kosong. “Saya kira itu terlalu dini untuk menyimpulkan petahana melawan kotak kosong seperti yang diklaim pendukung petahana,” pungkasnya. (uki)

POLHUKAM

Halaman 8

Lanjutkan Kepemimpinan Suhaili

Kadis Pariwisata Loteng Deklarasikan Diri Maju di Pilkada Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, HL. Muhammad Putria merupakan salah satu figur yang secara terang-terangan berani menyatakan dirinya bakal ikut maju di pilkada serentak 2020. Meski masih berstatus sebagai ASN aktif, ia dengan tegas mendeklarasikan dirinya bakal maju di Pilkada Loteng. Keputusan Putria maju mencalonkan diri di kontestasi Pilkada, dengan membawa visi untuk melanjutkan pondasi pembangunan Loteng yang sudah diletakkan oleh Bupati dua periode H. M. Suhaili FT. “Pondasi dasar pembangunan di Loteng, sudah diletakkan di kepemimpinan Pak Suhaili dan ini mau saya lanjutkan,” katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat kemarin. Baginya, sudah banyak capaian dan keberhasilan sudah ditorehkan di bawah kepe-

mimpinan Suhaili selama dua periode menakhodai kabupaten yang dikenal dengan semboyan tastura tersebut. Salah satunya di bidang pariwisata. Ia menyebutkan beberapa keberhasilan tersebut seperti, keberadaan Bandara Internasional Lombok, KEK Mandalika Resort, Poltkepar dan berbagai capaian lainnya. Hal itu menurutnya menjadi modal dasar bagi kabupaten Loteng untuk terus berkembang dan maju, serta berikan kontribusi bagi pen-

ingkatan kesejahteran masyarakat. Sebab itu, dengan keputusan mencalonkan diri di Pilkada Loteng, ingin lebih optimalkan dan memaksimalkan berbagai potensi dan sumber daya dimiliki Loteng bagi kemajuan daerah. Terutama di pariwisata. “Saya memahami betul apa jadi kebutuhan di Loteng,” ucapnya. Lebih lanjut dipaparkannya, urat nadi Loteng di sektor pariwisata dan pertanian. Dengan potensi dan sumber daya dimiliki di bidang tersebut. Ia meyaki-

ni bakal mampu membuat Loteng berdaulat secara ekonomi dan kokoh secara politik. Dan itu hanya butuh kemauan politik yang tepat untuk membuat daerah ini makin maju pesat. “Pariwisata Loteng sudah sangat siap mendunia,” imbuhnya. Selain dengan alasan tersebut, ia juga mengaku, keputusannya untuk maju mencalonkan diri di Pilkada Loteng, tak terlepas dari banyak tokoh dan kelompok masyarakat yang mendatangi dirinya. Ia menyebut dorongan dukungan begitu kuat. Terutama dari masyarakat bagian Selatan. Dirinya pun tak bisa mengabaikan hal tersebut. Sebagai tindak lanjut dari itu, Ia pun sudah bentuk tim pemenangan yang akan meningkatkan elektablitasnya. Sebab, ia sadar,

sebagi figur dari kalangan non parpol, untuk mendapatkan dukungan parpol, posisi elektablitas sangat penting untuk bisa meyakinkan partai. “Saya juga sudah ada komunikasi dengan beberapa parpol. Dan parpol akan melakukan survei untuk mengukur tingkat elektabilitas para kandidat,” ucapnya. Terkait figur akan mendamping dirinya di Pilkada Loteng. Dia mengaku, sudah menyerahkan itu kepada tim pemenanganya. Tim pemenangan itulah nantinya yang akan menyeleksi dan melakukan komunikasi politik dengan berbagai kandidat untuk kemungkinan jadi pasangan dirinya. “Untuk pendamping, saya serahkan kepada tim untuk mencari figur tepat,” pungkasnya. (ndi)

Saksi Penyaluran Dana CSR PDAM Giri Menang Diperiksa Kejaksaan Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik Kejari Mataram memeriksa saksi-saksi terkait penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM Giri Menang. Dana sebesar Rp165 juta ke Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat ini diduga dikorupsi. Dana tersebut habis tak sesuai peruntukan. Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana mengatakan, pada tahap awal sudah delapan saksi dimintai keterangan. Salah satunya Kepala Desa Lingsar. “Indikasinya uang dipakai untuk keperluan yang tidak sesuai pe(Suara NTB/dok) runtukan dana CSR tersebut. Ketut Sumedana Dari penyaluran ke rekening pribadi itu saja sudah salah,” jelasnya, kemarin Jumat (12/7). Indikasi pidana yang sudah ditemukan jaksa penyidik, sambung dia, yakni dugaan pelanggaran pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No. 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Kepala Desa diperiksa terkait proses penyaluran dana CSR pada awal 2019 lalu ini. Kemudian, laporan penggunaannya dikaitkan dengan kesepakatan. Dana sebesar Rp165 juta ludes. Sisa di rekening Rp2 juta. Selain dipakai untuk pribadi, uang itu juga ada dibagikan sebagai THR ke pegawai kantor desa,” terang Sumedana. Dana CSR PDAM Giri Menang ini diduga tidak sampai ke rekening desa sehingga jaksa menghitungnya sebagai total loss alias kehilangan total. Sumedana menambahkan, kasus yang sudah pada tahap penyidikan tersebut bakal dikebut untuk diselesaikan sekurangnya satu bulan ke depan. Agenda terdekat yakni memeriksa saksi-saksi penerima THR, pegawai Kantor Desa Lingsar, serta pejabat PDAM Giri Menang yang diduga mengetahui dana CSR tersebut. “Sudah kita agendakan. Dalam waktu dekat akan kita panggil,” pungkasnya. (why)

Pilkada Serentak

Eskalasi Politik Kota Mataram Paling Dinamis Mataram (Suara NTB) Pilkada serentak 2020 bakal digelar di tujuh daerah kabupaten/kota di NTB. Eskalasi politik jelang satu tahunan Pilkada akan digelar sudah mulai menghangat di tujuh daerah tersebut. Hal itu ditandai dengan kemunculan sejumlah figur yang digadang-gadang bakal tampil maju bertarung. Namun demikian, dari tujuh daerah yang akan menggelar Pilkada serentak 2020 tersebut. Pilkada Kota Mataram merupakan daerah yang eskalasi politiknya paling dinamis. Karena sejumlah figur yang digadanggadang maju sudah mulai memainkan manuver politiknya. Hal itu diakui juga oleh sejumlah elit politisi partai politik, bahwa konstelasi politik di Kota Mataram sudah sangat dinamis, dibadingkan dengan daerah-daerah lainnya yang akan menggelar pilkada. Kondisi tersebut pun telah mempengaruhi partai politik untuk mulai melakukan tahapan internal, dalam rangka menghadapi Pilkada. PKS merupakan salah satu parpol yang sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan persiapan dalam menghadapi pilkada di Kota Mataram, yakni dengan menggelar Pemilihan Raya (Pemira) internal, untuk memilih kader-kadernya yang potensial untuk dicalonkan. “Insya Allah akan segera kita mulai Pemira untuk Mataram, karena Mataram ini sudah mulai cukup hangat. Insya Allah kita akan mengusung kader kita,” kata Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi. Hangatnya eskalasi Politik di Kota Mataram tersebut diakui oleh Hadi. Menurutnya, dibadingkan dengan daerah lainnya. Partainya masih meraba-raba. Akan tetapi di Mataram, partainya sudah memiliki gambaran peta politik Pilkada serentak 2020. “Kalau Loteng, KLU, Sumbawa dan daerah-daerah lainnya yang akan menggelar Pilkada, kondisinya masih sama, masih melihat perkembangan. Kalau di Mataram sudah hampir pasti, kita sudah punya gambaran figur-figur yang akan maju, termasuk kader kita,” katanya. Diketahui, PKS bakal menurunkan kader perempuannya di Kota Mataram. Tidak tanggung-tanggung, partai ini sudah mengenalkan lima kandidat kader perempuannya yang digadanggadang bakal maju. Menurut Hadi, untuk Mataram, kader perempuannya memiliki potensi yang besar untuk ikut bertarung. (ndi)

(Suara NTB/why)

BARANG BUKTI - Kapolres Mataram Saiful Alam (kiri) menunjukkan barang bukti alat elektronik yang diduga dicuri kawanan enam pelaku pembobolan kantor, dengan salah satu tersangka Jon (depan).

Eksekutor Bobol Kantor Ditangkap Mataram (Suara NTB) – Satu lagi pelaku pencurian bobol kantor di wilayah Jempong, Sekarbela, Mataram dibawa ke sel tahanan Polres Mataram. Yakni, Jon (22) yang diduga mencuri di Kantor Sunlife Financial. Kawannya, Irah alias Yadi (24) sudah diciduk lebih dulu. Jon kawan sekampung Irah di Jempong Timur, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram ini ditangkap di rumahnya, Rabu

lalu. Penangkapan itu setelah Jon kabur selama dua bulan belakangan ini. Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menerangkan, Jon merupakan kawanan pencuri bobol kantor sebanyak enam orang yang beraksi pada Mei lalu. Kawanan itu totalnya sebanyak enam pelaku. “Masih ada satu lagi yang masih buron berinisial P diduga ikut beraksi bersama J yang sudah kita tangkap ini,” sebut

dia Jumat (12/7) kemarin. Jon menyusul Irah dan Herman yang sudah lebih dulu ditangkap pada akhir Juni lalu. Berdasarkan keterangan dua tersangka itu, Jon akhirnya ditangkap. Sejumlah kawanan itu membobol kantor yang berada di kompleks ruko dengan menjebol pintu harmonika. Aksi mereka berenam membuat kerugian sampai Rp20 juta. Barang yang mereka ambil

Kasus Marching Band Dikbud NTB

KPK Bantu Cari Pendapat Pembanding untuk Kerugian Negara Mataram (Suara NTB) – Kerugian negara masih perlu diperkuat dalam kasus pengadaan alat kesenian marching band tahun 2017 pada Dinas Dikbud Provinsi NTB. KPK menengahi dengan membackup Polda NTB dalam menemunkan harga pembanding. Yakni menggunakan auditor akuntan publik. Berkas dua tersangka, Muhammad Irwin dan Lalu Buntaran masih mondar-mandir antara penyidik dengan jaksa peneliti. Sebabnya, jaksa meminta harga pembanding dari harga perkiraan sendiri (HPS) yang diduga kemahalan. Auditor pada BPKP, kata Korwil V Bidang Pencegahan KPK Dzakiyul Fikri menyebut tidak diperlukan adanya harga pembanding. Namun, jaksa berpendapat lain demi kepentingan penuntutan di persidangan. “Ada perbedaan pendapat antara penyidik dengan jaksa peneliti terkait kerugian negara. Jaksa tetap meminta harga pembanding. Kita (KPK) dalam posisi menengahi. Soal itu kita kembalikan ke jaksa karena nanti mereka yang sidang,” jelasnya ditemui kemarin di Mataram. Fikri mengakui adanya

permintaan dari Polda NTB untuk membantu dalam hal tersebut. Meski hal itu sudah dijabarkan dalam koordinasi dan supervisi di Mataram pada Mei lalu. “Untuk itu kita masih carikan akuntan publik untuk second opinion,” sebutnya. Lebih lanjut, imbuh dia, KPK tidak dalam posisi menentukan solusi. Tetapi lebih kepada memberi masukan agar kasus tersebut bisa tuntas dan segera diajukan ke persidangan. Untuk menengahi persoalan itu, KPK akan mencarikan second opinion. Agar kasus tersebut segera tuntas. “Kita masih carikan akuntan publik,” kata dia. Menurutnya, posisi kasus tersebut sudah sangat terang. Baik dari indikasi pidana korupsi maupun kerugian negaranya. Dalam hal, dia mencontohkan, bahwa harga item barang jauh lebih murah dibandingkan dengan yang disusun dalam HPS. “Menurut saya ini pembuktiannya sudah kuat. Ini ada HPS yang dikondisikan,” jelas Fikri. Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin menerangkan bahwa penyidik dalam hal ini hanya berupaya memenuhi petunjuk P19 jaksa atas berkas yang dikembalikan lagi ke penyidik. “Itu bukan untuk hitung kerugian negara ulang. Itu

kerugian negara Rp700 jutaan ya. Ini hanya mencari pembanding. Itu kan ada HPS yang kemahalan. Supplier barang kita periksa,” terangnya. Pengadaan alat kesenian marching band tahun 2017 menelan anggaran Rp3,38 miliar. Dinas Dikbud Provinsi NTB membagi penyalurannya itu lima SMA/SMK negeri dan empat swasta. Tersangka Muhammad Irwin, mantan Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Pembinaan SMA Muhammad Irwin, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), membagi proyek itu dalam bentuk belanja modal dan belanja hibah. Penyidik menemukan indikasi, Irwin berkongsi dengan Lalu Buntaran, Direktur CV Embun Emas dalam menyusun HPS pada saat perencanaan proyek tersebut. Katalog barang disetor Buntaran dan dijadikan dasar bagi Irwin untuk menyusun HPS. Tak ayal, CV Embun Emas memenangi dua tender proyek tersebut. Masing-masing paket pertama senilai RP1,57 miliar dan paket kedua Rp982,43 juta. Dalma kasus tersebut, kerugian negara yang timbul mencapai Rp702 juta. (why)

antara lain LCD proyektor, gawai, pemanas air elektrik, alat pengeras suara, monitor komputer, dan mesin printer. Barang curian itu kemudian dijual ke tersangka penadah, Hakim (28) warga Gegerung, Lingsar, Lombok Barat, dan Gatan alias Ibang (25) warga Jempong, Sekarbela, Mataram. Alam mengungkap bahwa para pelaku ini menjual kembali barang tersebut melalui media sosial Facebook.

Barang-barang tersebut terutama ponsel pintar sudah diatur ulang lebih dulu untuk menghapus jejak kepemilikan aslinya. “Barang yang dijual itu cocok ketika kita tanya ke pemiliknya,” ucapnya. Para pelaku ini memakai uang dari hasil mencuri untuk membeli minuman keras narkoba. Selain itu, uang juga habis dipakai untuk membayar biaya hidup mereka yang tidak punya pekerjaan tetap. (why)

Nurdin Siap Hadapi Petahana di Pilkada Sumbawa Mataram (Suara NTB) PPP bakal memprioritaskan mengusung kadernya untuk bertarung di Pilkada serentak 2020 di tujuh Kabupaten/Kota di NTB. Hal tersebut sudah menjadi kebijkan politik dari DPP PPP yang menginstruksikan pengurus daerah untuk mengusung kadernya. PPP NTB pun kini tengah menyiapkan kaderkader potensialnya untuk diturunkan bertarung. Salah satu kader PPP yang sudah dipastikan bakal maju yakni, Nurdin Ranggabarani. Ia akan diturunkan bertarung oleh partainya di Pilkada Kabupaten Sumbawa. Nurdin pascagagal melenggang ke Senayan pada Pileg 2019 kemarin, juga bertekad melanjutkan karir politiknya di Pilkada Sumbawa. “Ya, kita akan jalan maju, tidak ada kata mundur di politik itu,” ujar Nurdin saat dikonfirmasi wartawan di DPRD Provinsi NTB. Di Pilkada Sumbawa, Nurdin dipastikan bakal tampil sebagai bakal calon penantang bagi kandidat balon petahana, Husni Jibril. Diketahui saat ini, Husni Jibril masih menjadi kandidat yang dianggap sangat tangguh, karena posisinya yang masih aktif sebagai Bupati Sumbawa. Nurdin dengan penuh percaya diri mengaku siap berhadapan dengan petahana. Saat ini, Nurdin tengah bergerilya untuk membangun komunikasi politik dengan sejumlah elit parpol untuk membuka peluang koalisi bersama PPP untuk mengusung dirinya. Selain itu, ia juga aktif membangun komunikasi dengan sejumlah figur untuk menjajaki

(Suara NTB/dok)

Nurdin Ranggabarani peluang menjadi pasangan calon. Ditempat terpisah, Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah, juga menyampaikan bahwa partainya akan mengupayakan sekuat tenaga untuk Nurdin bisa tampil bertarung dan memenangkan perebutan menjadi orang nomor satu di Sumbawa. “Di Sumbawa kita akan dorong Nurdin, dia harus maju untuk bertarung di sana apapun alasannya. Saya lihat dia punya potensi besar di Sumbawa,” ujar Wartiah. Ia melihat Nurdin memiliki kans untuk bisa memenangkan pertarungan di Pilkada sumbawa. Hal itu bisa dilihat dari perolehan suara yang diraih Nurdin pada Pileg 2019 yang cukup signifikan, khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Kalau kita lihat suara pribadi Nurdin pada Pileg itu besar, nah itu bisa jadi gambaran kita bahwa Nurdin punya kans untuk bisa menang,” katanya. (ndi)


SUARA NTB

Sabtu, 13 Juli 2019

Halaman 9

Jangan Sembarangan Pilih Pejabat Sementara Kades Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengingatkan para Camat dalam memilih pejabat sementara (Pjs) Kades harus menekankan komitmennya menuntaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang kini tengah jadi fokus pemerintah. “Ada 22 desa yang masa jabatannya Kadesnya akan berakhir. Saya ingatkan para camat

jangan sembarangan pilih Pjs. Mereka harus punya komitmen menyelesaikan STBM,” tegas bupati saat acara Forum Yasinan, Kamis (11/7) malam. Menurut bupati, kegiatan penuntasan 4 pilar STBM yang tersisa saat ini merupakan agenda terpenting Pemda KSB. Karena itu seluruh elemen pemerintah, m u l a i tingkat kabupaten, keca(Suara NTB/dok)

matan hingga desa harus memiliki semangat yang sama mewujudkan percepatannya. “Jangan sampai karena ada satu orang yang meleceng upaya kita terbengkalai,” tandasnya. Dijelaskannya, dalam penuntasan pilar STBM pemerintah desa dan kelurahan punya peranan penting. Mereka merupakan garda terdepan pemerintah di tingkat lapangan memastikan seluruh agenda berjalan sesuai harapan. “Yang paling tahu bahwa lingkungannya sudah tuntas STBM ya desa. Maka dari itu Kades-nya yang harus sigap, apa yang kurang diselesaikan nanti dibantu para agen (PDGR),” katanya. Tersisa 4 pilar yang harus dikejar penyelesaiannya jika KSB benar-benar ingin ditetapkan sebagai kabupaten tuntas STBM. Bagi bupati, kendati 4 pilar tersebut cenderung terlihat mudah diselesaikan di atas kertas, tetapi di tingkat lapangan banyak tantangan yang harus dihadapi. Di mana tantangan terbesarnya adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait perilaku menjaga 4 pilar STBM dimak-

sud. Diantaranya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pengelolaan air minum, kegiatan pengolahan sampah dan pengolahan limbah cair rumah tangga. “Keempat pilar itu lebih kepada mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Tapi itu berat. Makanya selalu saya katakan hanya orang-orang yang punya kesungguhan dan komitmen kuat menyelesaikan 4 pilar itu,” sitir bupati. Terakhir bupati mengingatkan, target penuntasan pilar STBM telah ditetapkan selesai pada tahun 2019 ini. Dan untuk itu keseriusan semua pihak terkait termasuk partisipasi aktif masyarakat di dalamnya sangat dibutuhkan. “Kembali dari Yasinan ini, pak Kadis, camat para agen PDPGR harus semakin menguatkan tekadnya bahwa kita bisa selesaikan tahun ini,” tandasnya. (bug)

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

DIJUAL TANAH

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

q

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 13 Juli 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 10


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 13 Juli 2019

Halaman 11

Tim Kemensos akan YBM PLN Gelar Operasi Katarak Kiper Timnas Italia Gratis di Bima dan Dompu Cek Lapangan Calon Kangen Pantai Pahlawan Nasional Selong Belanak Sultan Bima Bima (Suara NTB) – Tim Kepahlawanan, Keperintisan Kesetiawakawan dan Restorasi Sosial Kementrian Sosial (Kemensos) berencana akan berkunjung ke Kabupaten Bima pada 17 hingga 20 Juli mendatang. Kedatangan tim tersebut untuk melakukan pengujian dan pengecekan lapangan terhadap Calon Pahlawan Nasional (CPN) terhadap, Sultan Bima yang ke XIII Muhammad Salahuddin. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin MM, mengatakan harapan dan impian masyarakat Bima yang menginginkan agar Muhammad Salahuddin sebagai pahlawan nasional tinggal selangkah lagi. “Harapan dan impian ini karena adanya sinyal dari pihak Kemensos yang akan melakukan pengujian dan pengecekan lapangan dalam waktu dekat ini,” katanya,” katanya, Jum’at (12/7). Terkait dengan kunjungan tersebut, Sirajuddin mengaku pihaknya akan bersinergi dengan Dikbudpora, DMPD, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa untuk mendinamisir dukungan. “Kita juga akan menjaring partisipasi masyarakat untuk memfasilitasi proses pengujian dan pengecekan lapangan nantinya,” katanya. Untuk itu, Ia berharap partisipasi dan sinergi semua pihak. Terutama memasang spanduk sebagai bentuk dukungan atas harapan penetapan Muhammad Salahudin sebagai Pahlawan Nasional. “Di setiap sekolah dan Kantor Desa juga harapkan bisa memasang spanduk dukungan,” ujarnya. Dalam cataran Suara NTB, Pemerintah Kabupaten Bima mengusulkan Muhammad Salahuddin menjadi pahlawan nasional sejak tahun 2008 silam. Namun baru tahun 2016 hingga sekarang baru diproses. Pengusulan itu tidak terlepas dari jasa-jasanya memerdekan Repulik Indonesia. Semasa hidupnya Ia memimpin dan berjuang menggerakan rakyat untuk merebut kekuasaan dari Pemerintah Hindia Belanda. Serta menyatakan diri bergabung dengan NKRI yang saat itu Indoenesia dipimpin Presiden Soekarno. Selain memperjuangkan dan menyatakan setia kepada NKRI, Muhammad Salahuddin juga telah berjasa memajukan rakyatnya dengan mendukung organisasi-organisasi pergerakan. Mendirikan sekolah umum dan agama sehingga Ia diberi gelar Ma Kakidi Agama (yang mendirikan agama) serta memberikan beasiswa kepada masyarakat Bima dengan menggunakan uang pribadinya. (uki)

19.099 Korban Gempa NTB Telah Terima Jadup Dari Hal. 1 Karena pencairan Jadup ini tergantung usulan dari Pemda kabupaten/kota terdampak gempa. Dimana, data penerima Jadup harus benar-benar dipastikan sudah clear, dengan melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Berdasarkan data Kemensos, sebanyak 815.708 jiwa korban gempa yang akan menerima Jadup tahap II di tujuh kabupaten/kota. Yakni Kota Mataram 1.249 KK dengan kebutuhan anggaran Rp749 juta lebih, Lombok Tengah sebanyak 149.392 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp89,6 miliar lebih. Kemudian Lombok Barat sebanyak 285.508 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp171,3 miliar lebih. KSB sebanyak 66.420 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp39,8 miliar, Sumbawa sebanyak 46.919 jiwa dengan kebutuhan Rp28,1 miliar, Lombok Utara sebanyak 233.541 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp140,1 miliar lebih dan Lombok Timur sebanyak 32.684 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp19,6 miliar lebih. Namun, data-data ini masih perlu dilakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Margo mengatakan, pihaknya belum menerima semua usulan dari Pemda kabupaten/kota. Artinya, Pemda masih melakukan pendataan di lapangan. ‘’Jadi banyak proses yang harus dilalui terutama terkait dengan pendataan, verifikasi dan validasi. Jadup tahap I saja, baru sekarang bisa disalurkan. Karena harus didata NIK, ibu kandungnya. Jangan sampai datanya asal-asalan. Kalau salah sasaran satu saja, maka itu akan jadi problem,’’ katanya. Dalam melakukan verifikasi dan validasi harus dilakukan secara hati-hati. Jangan

sampai nanti masyarakat yang berhak menerima Jadup malah tidak terdata sebagai penerima. Untuk itu, Kemensos bersama Pemda menerjunkan Tagana dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, petugas juga dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas. ‘’Harus pendataan itu betul dan kami verifikasi kembali. Tidak serta merta langsung diusulkan. Pendataan itu sangat penting. Jangan sampai salah sasaran dan terjadi protes. Kami minta tolong BPKP ikut mereview,’’ ujarnya. Sementara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, pencairan Jadup tahap I ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa 2018 lalu. Keterlambatan pencairan Jadup lantaran harus sesuai prosedur dan administrasinya tidak mudah. ‘’Tapi kita menjadi saksi, betapa pemerintah menunaikan janjinya. Dan saya kira masyarakat senang. Kemudian masingmasing korban dapat Rp600 ribu,’’ sebutnya. Masyarakat yang telah menerima Jadup diharapkan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai bantuan Jadup digunakan membeli rokok, pulsa apalagi handphone. Gubernur berharap bantuan Jadup digunakan untuk kegiatan produktif. ‘’Memang tak seberapa. Kita memang harus kontrol diri. Jangan sampai buat beli HP. Tapi mudah-mudahan untuk kebutuhan sehari-hari dan kegiatan produktif,’’ harapnya. (nas)

Kejati NTB Tetapkan Lima Orang DPO Dari Hal. 1 “Yang namanya DPO, sampai di mana pun akan kita kejar,” kata Kajati NTB, Arif, SH.,M.Hum kemarin. Ia memerintahkan seluruh Kepala Kejaksaan Negeri di NTB untuk bergerak melalui tim intelijen, termasuk timnya di Seksi DPO yang punya tugas memburu para tersangka. ‘’Jadi sedikit lebih bekerja keras untuk mencari mereka. Bagaimana pun juga tanggung jawab hukumnya tidak bisa lepas semasa dia hidup,’’ kata Kajati. Disebutkan Kajati, lima orang ini tercatat sebagai DPO sejak beberapa tahun lalu. Diantaranya terkait kasus korupsi dan tindak pidana umum. Awalnya ada enam kasus, namun berkurang set-

elah tertangkapnya Nanang Fauzi, bos apotek yang tersandung kasus pemalsuan surat. Ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi penanganan perkara agar tidak sampai tersangka kabur, apalagi sampai di tingkat penyidikan. Sebagaimana dalam penanganan kasus BSPS, tersangka Ruslan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Pada kesempatan itu Kajati mengimbau agar para buron kooperatif menyerahkan diri. Itu akan jadi pertimbangan hukuman di Pengadilan saat proses hukum. Namun jika tetap buron kemudian ditangkap, dipastikan akan semakin memberatkan hukuman. (ars)

Mataram (Suara NTB) Sebanyak 293 warga Kabupaten Bima dan Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjalani operasi katarak dan pterygium di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia, Kabupaten Bima. Operasi gratis ini digelar Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima, berkerja sama dengan RS Metro Medika Mataram. Ketua YBM PLN UP3 Bima, Wiwied Putra Perdana mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari jadi Bima ke 379. “Untuk di Kabupaten Bima, selain memang sebagai kegiatan Bakti Sosial kami, juga dalam dukungan hari jadi Bima ke 379,” terang Wiwied pekan kemarin. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian PLN UP3 Bima bagi warga di wilayah kerja PLN UP3 Bima. Untuk di Kabupaten Bima, operasi dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Saat dilakukan screening, tercatat ada 500 warga Kabupaten Bima yang dinyatakan menderita katarak, hanya 190 yang diperbolehkan menjalani operasi katarak, sisanya tidak bisa menjalani operasi karena memiliki

resiko tinggi. Sementara di Kabupaten Dompu operasi dilakukan di RSUD Dompu. Sebanyak 103 orang dari 217 penderita telah menjalani operasi. Sebelumnya, screening untuk menetukan apakah penderita katarak dan pterygium ini bisa dilakukan operasi dilakukan di masing-masing daerah yang dimulai sejak tanggal 10 Juli lalu. Selanjutnya, kegiatan ini akan dilaksanakan untuk warga Kota Bima. Operasi akan digelar di RSUD Bima dengan menyasar 80 penderita dari 107 yang berhasil dilakukan screening. “Kami mengucapkan rasa terima kasih kepada tiga wilayah yakni Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” tambahnya. YBM PLN sendiri merupakan lembaga amil zakat yang mengumpulkan zakat, infaq, dan sedekah dari para pegawai PLN. Kedepan harapannya kegiatan bakti sosial seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun dan tidak hanya melakukan operasi katarak namun juga kegiatan-kegiatan yang lain. (bul)

Mataram (Suara NTB) Penjaga gawang tim nasional (timnas) U-21 Italia Emil Audero Mulyadi berlibur di kampung keluarganya di Lombok Tengah (Loteng), 2 Juli -11 Juli lalu. Kiper Sampdoria itu memilih liburan di Lombok karena rindu keluarganya. “Emil cuman datang liburan selama sepuluh hari di Lombok. Katanya dia kangen sama keluarganya,” ucap Budi Utami Dewi yang merupakan bibi dari Emil Audero Mulyadi ketika dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Jumat (12/7). Budi Utami Dewi yang sehari-harinya bekerja sebagai Kasubag Program Dispora BTB ini mengatakan bahwa mantan penjaga gawang tim Juventus-Italia itu sebenarnya lahir di salah satu Rumah Sakit di Kota Mataram. Namun demikian Emil Audero Mulyadi yang bisa disapa Emil berlibur di Loteng karena daerah tersebut tempat tinggal Ayahnya, dan kakek/neneknya. Selain kangen sama keluarganya, Emil juga sangat suka tempat wisata pantai dan laut yang ada di Lombok. Salah satu pantaiyangsangatdisukaiEmil kata Budi (Tante Emil) adalah

pantai Selong Belanak di Lombok. “Pantai Selong Belanak memang dia suka. Dia suka mainsurfingdiSelongBelanak,” jelasnya. Menurut Budi, selama sepuluh hari di Lombok, Emil lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat wisata di Selong Belanak. Hal itu dikarena Emil suka dengan olahraga surfing, selain itu Emil menyukai pasir pantainya yang putih bagaikan butiran mutiara. Pasalnya Emil sudah kembali ke Italia sejak, Kamis (11/7) malam lalu. Kata Budi, Emil terbang ke Italia melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) pada malam hari. Sebelum tiba di Italia, Emil rencananya akan mampir di Singapore, selanjutnya ke Italia persiapan Piala Eropa tahun ini, maklum Emil sudah bergabung dalam timnas Italia U-21. “Saya tidak sempat antar EmilkeBandaramalamitu,soalnya saat itu saya ada tugas kantor. Tapi setau saya Emil akan ke Singapore dulu baru ke Italia,” jelas Budi yang biasa disapa oleh Emil dengan nama “Bia” yang artinya tante. (fan)

NTB Pikirkan Manajemen Transportasi Sambut MotoGP 2021 Dari Hal. 1 (Suara NTB/ist)

OPERASI - Sebagian warga yang menjali operasi katarak secara gratis yang diinisiasi YBM PLN.

Ada Pihak Diduga Halangi Penyidikan Kasus Balai Nikah Dari Hal. 1 Upaya meghalangi tidak hadir secara terbuka. Upaya upaya seperti menyembunyikan data terkait pengadaan proyek Balai Nikah dan Ma-

nasik Haji KUA juga bagian dari upaya menghambat penyidikan. Ini dicermati Kajari dari sikap tidak kooperatif sejumlah saksi dengan tidak memberikan data yang dibutuhkan penyidik. Termasuk

kontraktor pelaksana yang sudah dilayangkan panggilan, namun tak kunjung hadir. “Saya pastikan kami akan jemput paksa kalau tidak kooperatif dan upaya sita geledah,” ancamnya lagi. (ars)

Masyarakat Harus Bersabar Dari Hal. 1 Pemprov NTB melalui Dinas PUPR NTB telah memasukkan rencana perbaikan jalan ruas Tawali - Sape pada 2020 mendatang. Untuk perbaikan jalan tersebut akan dialokasikan anggaran Rp30 - 40 miliar dan diharapkan awal 2020 sudah mulai dikerjakan. ‘’Mudah-mudahan masyarakat bersabar sedikit. Karena jalan yang lebih parah dari situ banyak juga di tempat kita yang lain,’’ kata gubernur dikonfirmasi Jumat (12/7). Orang nomor satu di NTB ini berharap masyarakat Bima bersabar. Pasalnya, banyak juga jalan yang kondisinya rusak bahkan lebih parah dari ruas Tawali - Sape. Masyarakat diminta tak menutup akses jalan ketika menyampaikan aspirasi. Pasalnya, hal itu akan berdampak terhadap daerah Bima sendiri. ‘’Ndak harus setiap minta sesuatu harus demo menutup jalan. Kasihan Bima, nanti dipersepsikan oleh investor tidak aman,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas

PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan, sudah disiapkan anggaran sebesar Rp30 - 40 miliar tahun 2020 mendatang untuk memperbaiki jalan sepanjang 16,5 Km yang berada di ruas Tawali Sape. Perbaikan ruas jalan Tawali - Sape akan ditangani lewat program percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022. Perdanya sudah ditetapkan pada 12 Juni 2019 lalu. Azhar juga berharap masyarakat bersabar. Karena tidak mungkin program yang sudah direncanakan diubah-ubah atau dimajukan tahun 2019 ini. Dijelaskan, dalam melaksanakan program atau kegiatan, pihaknya bekerja sesuai anggaran yang sudah ada atau anggaran yang sudah ditetapkan. Dikatakan, mulai 2020-2022, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa dan Lombok. Anggaran sebesar itu, sebesar 70 persen diarahkan untuk memperbaiki

jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa. Sedangkan sisanya 30 persen untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Lombok. Dengan adanya anggaran tersebut, bukan hanya ruas jalan Tawali - Sape yang akan ditangani. Tetapi ruas-ruas jalan provinsi lainnya termasuk jembatan yang putus akibat bencana alam akan ditangani selama tiga tahun mendatang. Perbaikan jalan di Pulau Sumbawa diskenariokan lewat tiga skema pembiayaan. Pertama, melalui Perda Percepatan Jalan. Kedua, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan ketiga dana program hibah jalan daerah (PHJD). Beberapa paket proyek DAK fisik untuk perbaikan jalan di NTB tahun ini antara lain Pembangunan jalan Huu - Parado Rp19,1 miliar lebih, Pembangunan jalan Bajo-Sampungu Rp13 miliar, pembangunan jalan Kiwu-Sampungu Rp13 miliar lebih, Pembangunan/peningkatan jalan Tumpang Sari (Mataram), Jalan Soekarno Hatta Gerung Rp9 miliar. (nas)

Jumlah tamu sebanyak 15.000 orang tersebut dilayani selama 10 hari. Menurut Bayu, NTB perlu melakukan studi banding ke negara yang bagus dalam manajemen traffic transportasinya. Ia mencontohkan seperti Malaysia yang menjadi tuan rumah MotoGP di Sirkuit Sepang. Masalah parkir dan kemacetan masih menjadi persoalan. Selain itu, Bayu mengatakan pihaknya sesuai perintah Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sedang menata angkutan publik perkotaan dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Untuk angkutan publik di perkotaan, Bus Rapid

Transit (BRT) akan kembali dihidupkan akhir tahun ini. Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mengatakan, pengoperasian BRT di Kota Mataram sudah didiskusikan. Pemprov NTB dan Dinas Perhubungan Kota Mataram duduk bersama untuk menghidupkan kembali BRT. ‘’Dan kita mulai anggarkan nanti. BRT bisa beroperasi dan mudahan ke depan semakin bagus lagi,’’ harapnya. Menurut Wagub, tantangan transportasi publik ke depan semakin besar. Namun, angkutan publik harus tersedia di Ibukota Provinsi NTB. Sebagai wajah NTB, angkutan publik di Kota Mataram harus tersedia bagi masyarakat. (nas)

Menolak Divaksin Rabies Dari Hal. 1 Sehingga mereka menolak untuk divaksin. Secara umum, kata Nurhandini kasus gigitan anjing masih ditemukan di Kabupaten Dompu dan Bima. Di Kabupaten Dompu, kasus gigitan anjing rabies bergeser ke Kecamatan Pekat. Dulu, kasus gigitan anjing rabies banyak di Kecamatan Kempo. Setelah dilakukan eliminasi dan vaksinasi, jumlah kasus gigitan di Kecamatan Kempo berkurang. Tetapi sekarang justru bergeser ke Kecamatan Pekat. Hampir setiap minggu ditemukan ada kasus gigitan anjing rabies. Disebutkan, jumlah kasus gigitan anjing di NTB sudah mencapai 1.321 kasus. Terban-

yak di Kabupaten Dompu dan Bima. Dari jumlah korban gigitan sebanyak itu, baru sembilan orang yang positif rabies. Semua korban positif rabies sudah meninggal dunia. Nurhandini menambahkan, sedang dilakukan penghitungan ulang jumlah populasi anjing di Dompu. Semula, jumlah anjing di Dompu diperkirakan sebanyak 11.000 ekor. Sebanyak 5.450 ekor anjing sudah divaksinasi. Sedangkan 4.600 ekor anjing liar sudah dieliminasi. Namun populasi anjing terus meningkat karena setiap bulan beranak 3-8 ekor. ‘’Makanya kita sama-sama dengan Dompu kita hitung ulang lagi populasi anjing di sana. Karena ini menangkut vaksinasi. Kita harus tahu berapa kita beresin,” terangnya. (nas)

Etos Kerja dan Jiwa Wirausaha Masih Jadi PR Dari Hal. 1 Drs.H. Lalu Mudjitahid, mantan Bupati Lombok Barat mengawali menyampaikan masukan kepada pasangan Bang Zul- Umi Rohmi. Beliau yang ikut merancang RPJMD NTB, memuji gagasan dan program-program unggulan NTB Gemilang, yang menurutnya sungguh luar biasa. Namun dalam perjalanan awal ini, Miq Muji sapaannya menyayangkan bahwa programprogram itu belum membumi. Menurutnya, hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih sangat rendah. Contoh kecil katanya, para pedagang kuliner dan asongan dari Cakranegara hingga Terminal Mandalika. Kalau kita data, para pedagang yang sangat laris itu, sangat sedikit penduduk lokal. ‘’Bahkan hanya hitungan jari saja jumlahnya. Itupun hanya jualan Ayam Taliwang dan Nasi Puyung,’’ ungkap Ketua Penasihat Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB ini. Selebihnya adalah pedagang dari luar NTB. ‘’Hal tersebut merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian,’’ tegasnya. Dari dulu hingga kini, hanya persoalan itu yang membuat IPM kita di NTB masih tertinggal. ‘’Hanya berada pada urutan ke lima dari bawah. Bahkan kita berada di bawah IPM Provinsi NTT,’’ katanya. Karena itu perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang. Seh-

ingga bisa bersaing di kancah nasional maupun global. Miq Muji mengusulkan kepada Gubernur NTB agar koperasi dan UMKM, terus diperkuat sebagai pioner dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB. Kemudian Firman, anggota komunitas surving dari Lakey Dompu. Ia mengatakan bahwa pariwisata NTB merupakan surga bagi wisatawan mancanegara, khususnya para penggemar surving. Karena keindahan pantainya serta gelombang laut yang sangat mendukung. Untuk mengembangkan usaha di sektor pariwisata yang sedang digelutinya bersama warga lainnya di Lakey, Firman meminta agar komunitas surving ini diberi dukungan modal untuk membentuk koperasi. Menanggapi beragam keluhan tersebut, Gubernur Dr. Zul menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi beragam masukan tersebut. Menurutnya, tugas pemerintah sebenarnya lebih kepada menfasilitasi, mendorong dan mengarahkan atau mengatur secara regulasi. Sedangkan terkait permodalan, pengembangan ekonomi dan bisnis, merupakan porsi tugas dari dunia usaha. Dikatakan bahwa dunia usaha tidak tumbuh dalam kevakuman. Untuk itu, perlu peran anak-anak muda untuk menggerakkan perekonomian NTB. Jangan sampai anakanak muda NTB hanya bercita-cita sebagai PNS. Padahal lapangan kerja yang lain masih sangat luas. Gubernur menceritakan per-

nah bertanya ke pedagang soto Lamongan. Bahwa pendapatan mereka bisa mencapai Rp1 - 4 juta semalam. Namun anak-anak muda di NTB masih gengsi menjadi pedagang meskipun pendapatannya Rp5 juta semalam. Karena mereka menganggap menjadi PNS jauh lebih bergengsi dibandingkan yang lain. ‘’Kalau generasi muda kita masih berorientasi hanya ingin menjadi PNS, menjadi dokter dan pegawai pemerintah saja, maka etos kerja dan semangat wirausaha sulit diwujudkan. Bakal tidak mungkin mau jadi pengusaha,’’ kata gubernur. Padahal katanya, pedagang soto saja penghasilannya setiap hari bisa mencapai jutaan rupiah. Orientasi inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk membangunnya. Itulah sebabnya, NTB secara bertahap mengirim anak- anak muda yang hebat-hebat ke sejumlah negara, seperti Polandia, sehingga ke depan akan lahir generasi yang memiliki semangat wirausaha yang hebat. Gubernur menambahkan, dalam waktu dekat ini akan banyak event internasional di NTB. Seperti perhelatan MotorGP tahun 2021 yang akan menghadirkan banyak tamu. ‘’Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kita. Diisi oleh anak-anak muda kita dan koperasi UMKM untuk menggairahkan usaha bisnis di daerah ini,’’ ujar Bang Zul didampingi Wagub, Umi Rohmi. Selain MotorGP tahun 2021,

juga mulai tahun ini, NTB akan dikunjungi banyak tamu. Misalnya bulan Agustus-September ini, NTB menjadi tuan rumah Asian Pasifik Geopark Network (APGN) yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai belahan negara di dunia. Momentum ini katanya, sangat baik dimanfaatkan oleh masyarakat dan para pengusaha maupun koperasi dan UMKM untuk membangkitkan usaha bisnisnya. Terkait pengembangan sektor pariwisata, gubernur mengatakan, bahwa sektor itu menyangkut berbagai aspek yang perlu mendapatkan perhatian. ‘’Sesungguhnya bukan hanya pantai dan objek wisata saja. Tetapi juga akses jalan, hotel dan fasilitas pendukung lainnya harus disediakan,’’ katanya. Bank NTB Syariah diharapkan gubernur, bisa membantu menyediakan permodalan dan mengasistensi bagi terwujudnya 1000 anak muda menjadi pengusaha dan wirausahawan. Juga, membangun etos kerja dan semangat wirausaha di kalangan pemuda. Pada acara yang dirangkai dengan penyerahan jaminan hidup (Jadup) untuk para korban gempa, Wagub Umi Rohmi menambahkan bahwa berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, baik terkait transportasi dan pariwisata maupun akses permodalan dan pembangunan sosial lainnya, tentu juga telah menjadi pemikiran pemerintah dan seluruh stakehold-

er untuk tangani bersamasama. Terkait semangat wirausaha yang masih rendah, kata Umi Rohmi memang menjadi tantangan kita bersama untuk diatasi secara bertahap. Pengiriman anak-anak muda NTB yang luar biasa, ke luar negeri untuk mengikuti pendidikan ke jenjang S2 dan S3, kata Umi Rohmi adalah bagian yang terpisahkan dari upaya menyeluruh Pemda NTB untuk membangun wawasan dan etos kerja SDM agar memiliki semangat wirausaha yang baik. Di samping beasiswa luar negeri, semua aspek pembangunan di daerah, baik pendidikan menengah dan pendidikan tinggi maupun kesehatan dan penguatan karakter budaya mendapatkan porsi perhatian yang sama. ‘’Semua kita perhatikan, diedukasi dan ditangani secara komprehensif dari hulu ke hilir,’’ ujarnya. Termasuk mengedukasi masyarakat di desa, melalui revitalisasi Posyandu. Kegiatan Posyandu di setiap desa/ dusun sebulan sekali, akan digunakan untuk mengedukasi masyarakat, serta meningkatkan peran semua pihak untuk mewujudkan NTB Gemilang. Wagub juga berharap apabila ada aspirasi dan keluhan warga yang belum sempat disampaikan pada forum silahturahmi seperti ini, agar disalurkan melalui aplikasi NTB Care. ‘’Insya Allah akan kita tindaklanjuti dan carikan jalan penyelesainnya,’’ pungkas Umi Rohmi. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 13 Juli 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Selong (Suara NTB) Masih perlunya pembenahan pada infrastruktur di sejumlah destinasi wisata membuat Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim) merasa tak enak atau sungkan untuk memasarkan destinasi wisata yang ada di Gumi Selaparang ini. Padahal Kabupaten Lotim merupakan daerah yang kaya akan destinasi wisata. Menurut Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Muhir, S.Pd, mengaku kurang enak memasarkan destinasi wisata terutama destinasi wisata yang sarana prasarana perlu dilakukan pembena-

han. Akan tetapi, kata dia, dari segi pemasaran sama sekali tidak terbentur dengan kondisi jalan. “Kita memang merasa kurang enak memasarkan destinasi yang infrastruktur perlu pembenahan,” katanya kepada Suara NTB, Jumat (12/7).

Disebutkan bahwa pengembangan pariwisata merupakan kerja multi pihak, misalnya untuk urusan kebersihan di objek wisata merupakan kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) sehingga terdapat sarana yang dapat

menunjang kebersihan itu, keamanan dari unsur kepolisian, serta dalam menginventarisir event-event bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) supaya pemerintah desa mengirim data terkait event masing-masing untuk diagendakan dan menfasilitasinya serta instansi terkait lainnya. “Koordinasi, sinergitas multi pihak ini sedang kita bangun dan kedepan terus dilakukan,” ungkapnya. Muhir

mengapresiasi pengembangan destinasi wisata dengan partisipasi masyarakat,. Artinya banyak desa-desa yang membuat destinasi rekayasa atau buatan yang cukup baik, seperti di Tanjung Luar, Ketapang Raya, Seruni Mumbul dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Lotim. Kendati demikian, ia mengharapkan supaya pengembangan destinasi rekayasa itu tetap memperhatikan lingkungan, keamanan, dan aspek-aspek lainnya sehing-

ga pengembangannya dapat lebih maksimal. Sebelumnya, sejumlah wisatawan mengeluhkan kondisi jalan menuju Sembalun yang merupakan destinasi wisata unggulan bahkan ikon NTB. Kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah menjadi faktor yang cukup mengancam keselamatan dari wisatawan. Apabila kondisi demikian dibiarkan berlarut-larut, maka dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. (yon)

(Suara NTB/yon)

Lotim Tak Enak Pasarkan Destinasi Wisata

Muhir

Pelayanan Pelabuhan Lembar Dikeluhkan Penumpang

Unram Gelar PKKMB Jalur SNMPTN Mataram (Suara NTB) Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram (Unram) Tahun 2019 yang lulus melalui jalur SNMPTN dilaksanakan di Gedung Auditorium M. Yusuf Abubakar. Kegiatan PKKMB ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan Unram mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Biro dan pejabat Struktural di Lingkungan Unram. Satu persatu pimpinan Unram diperkenalkan kepada mahasiswa baru, dengan tujuan mahasiswa dapat mengenal dan lebih dekat dengan pimpinan-pimpinan di Unram terutama Rektor dan Dekan masing-masing fakultas. Wakil Rektor III Unram, Dr. M. Natsir, menyebut peserta PKKMB dari jalur SNMPTN diikuti sebanyak 923 mahasiswa baru. Mereka berasal dari seluruh fakultas di Unran dengan rincian 257 orang dari FKIP, 141 orang dari Fakultas Ekonomi, 123 orang dari Fakultas Pertanian, 99 orang dari Fakultas Teknik, 74 orang dari Fakultas Hukum, 56 orang dari Fakultas MIPA, 49 orang dari Fakultas Peternakan, 33 orang dari FATEPA. “34 orang dari Fakultas Kedokteran, 21 orang dari Program Studi Hubungan Internasional, 18 orang dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan 18 orang dari Program Studi Sosiologi,” kata Muhammad Natsir, Jumat.

Dengan diselenggarakannya acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) ini, mahasiswa baru Unram diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, cinta tanah air, disiplin serta taat hukum dalam diri mahasiswa. “Selain itu mahasiswa diharapkan dapat memahami dan mengerti lingkungan barunya,” tegasnya. Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M,Hum., saat membuka acara PKKMB berpesan kepada mahasiswa baru agar jangan terpengaruh dengan paham-paham radikalisme, ekstremisme yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. “Jangan terpengaruh dengan paham-paham radikalisme, ekstremisme yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mempunyai pandangan yang kritis, rasional, logis sehingga mereka diharapkan menjadi agent of change (agen perubahan) untuk kebaikan bangsa.” tuturnya. Kegiatan PKKMB ini diisi dengan berbagai kegiatan antara lain penyampaian materi tentang radikalisme, terorisme, dan komunisme oleh Kabinda NTB, Kamtibmas dan Narkoba dengan narasumber dari Polda NTB, selain itu materi tentang Ketahanan Nasional dan Bela Negara yang disampaikan oleh Danrem. (dys)

Sekolah Penerima Sesalkan Calon Siswa Pindah Zonasi Mataram (Suara NTB) – Adanya calon siswa yang hendak pindah ke SMP tertentu di Kota Mataram di luar zonasinya, disesalkan pengelola SMP negeri. Padahal calon siswa tersebut sudah diumumkan diterima di sekolah sesuai zonasi pada sistem Online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri. Pengelola SMP menyerahkan keputusan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman, S.Pd., M.Pd., mengatakan ada sebagian masyarakat mau melanggar zona dan ingin mendaftar ke sekolah lain, padahal bukan zona tempat tinggalnya. Calon siswa itu pun sudah diumumkan diterima di SMPN 3 Mataram dari hasil seleksi sistem online PPDB. “Ada yang mau pindah ke sekolah lain,” katanya. Pihaknya belum mengizinkan calon siswa mencabut berkas atau pindah ke SMP negeri lain. Ia menyarankan agar calon siswa datang langsung ke Dinas Pendidikan Kota Mataram, karena anak tersebut sudah secara resmi lulus di SMPN 3 Mataram. “Kami belum mengizinkan, kami silakan calon siswa itu ke Dinas Pendidikan bagian pengaduan karena anak tersebut sudah secara resmi lulus online. Kami tidak mau mengambil keputusan yang salah kami berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis),” katanya. Siswa yang diterima di SMPN 3 Mataram pada PPDB zonasi di tahun ini sudah sesuai kuota yang ditetapkan

pada Juknis PPDB SMP. Ia mengkhawatirkan dengan adanya calon siswa yang meminta pindah pendaftaran, akan mengurangi jumlah siswa di SMPN 3 Mataram. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengakui ada beberapa orang tua calon siswa yang memaksa anaknya bersekolah di sekolah tertentu. Pihaknya berupaya mencegah siswa tersebut untuk pindah. Fatwir menyampaikan kepada sekolah agar tidak memberikan kesempatan untuk pindah kepada calon siswa tersebut. Cara ini dilakukan agar sekolah lain jangan kosong atau berkurang siswanya. (ron)

Padangbai ke Lembar sekitar 4-5 jam. Kapal pun tiba di pelabuhan Lembar sekitar pukul 09.00 wita. Setiba di pelabuhan lembar, pihak kapal menginformasikan bahwa untuk bongkar muat kapal harus menunggu 2-3 jam. “Diinformasi kan kepada penumpang, untuk bongkar muat antre sekitar 2-3 jam. Kapal ini masuk antrean ke lima,” jelas pihak kapal. Selanjutnya, pihak kapal menyarankan bagi penumpang pejalan kaki yang mau turun lebih dulu bisa naik perahu untuk turun dari pelabuhan. Karena diperkirakan kapal akan antre sampai pukul 12. 00 siang. Mendapatkan informasi seperti itu, penumpang pun kecewa. Ada yang memilih turun menggunakan perahu ke dermaga. Namun sebagian besar memilih menunggu di kapal untuk bongkar muat. Beberapa penumpang yang terbiasa menyeberang dari Padangbai - Lembar atau sebaliknya dari Lembar Padangbai menganggap kondisi ini sudah kerap terjadi. Apalagi sejak beberapa wak-

tu terakhir, antrean bongkar muat kapal seperti ini terjadi sejak sepekan terakhir. Menurut penumpang kondisi ini merugikan mereka, sebab banyak yang memiliki keperluan terpaksa tertunda akibat lama bongkar muat. “Bahkan kami yang binis jadi terlambat gara-gara ini,” kata salah seorang penumpang. Menurut dia, seharusnya hal ini tidak terjadi di pelabuhan sekelas Lembar-Padangbai yang ramai penumpang. Persoalan semacam ini kata dia, harusnya diatasi. “Seharusnya tidak begini (antre lama), apalagi pelabuhan penyeberangan ini selalu ramai,” jelas dia. Menanggapi hal ini Kepala BPTD XII wilayah Bali - NTB, Agung Hartono mengklaim kalau antrean kapal yang bongkar muat bersifat situasional saja. Kebetulan kata dia, Kamis malam kemarin ada lonjakan atau peningkatan kendaraan dari Bali (Padangbai) hingga melimpah di luar pelabuhan. Sehingga dari Padangbai ditambah jadwal (extra trip) 7 kapal dan yang reguler 8 trip (8

(Suara NTB/her)

(Suara NTB/dys)

BERSAMA – Foto bersama mahasiswa baru dan jajaran pejabat kampus Unram dalam Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unram tahun 2019 yang lulus melalui jalur SNMPTN dilaksanakan di Gedung Auditorium M. Yusuf Abubakar.

Giri Menang (Suara NTB) Pelayanan Pelabuhan penyeberangan Lembar Padangbai dikeluhkan penumpang. Lagi-lagi masalahnya terkait lamanya kapal antre untuk nyandar bongkar - muat di dermaga mengakibatkan kapal mengapung hingga 2-3 jam di laut. Tidak ada pula semacam konpensasi kepada mereka akibat keterlambatan nyandar ini. Pantauan koran ini di pelabuhan Padangbai, Jumat (12/ 7) dini hari kemarin terjadi antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Antrean terjadi karena menunggu pemberangkatan penyeberangan ke Lembar. Bebrapa kapal pun berangkat mengangkut penumpang ke pelabuhan Lembar. Kapal berangkat dari pelabuhan Padangbai sekitar pukul 04.30-05.00 wita. Di tengah perjalanan, gelombang cukup tinggi menghantam kapal. Ditambah lagi, angin yang cukup kencang menyebabkan kapal goyang. Waktu perjalanan yang ditempuh dari pelabuhan

ANTRE BONGKAR - Beberapa kapal penumpang yang antre bongkar di perairan pelabuhan Lembar, Jumat (12/7) .

kapal), “Sehingga terjadi antrean sandar di Pelabuhan Lembar,” jelas dia. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi antrean telah dioperasikan 1 dermaga untuk bongkaran dan 1 dermaga un-

tuk pelayanan jadwal regulernya. Sedangkan peningkatan infrastruktur telah dikoordinasikan dengan Direksi PT ASDP untuk menambah dermaga di Pelabuhan Padangbai. (her)

Profile for e-Paper KMB

Edisi Sabtu 13 Juli 2019 | Suara NTB  

Headline : 19.099 Korban Gempa NTB Telah Terima Jadup

Edisi Sabtu 13 Juli 2019 | Suara NTB  

Headline : 19.099 Korban Gempa NTB Telah Terima Jadup

Advertisement