Skip to main content

Edisi Sabtu 13 April 2019 | Suara NTB

Page 1

SUARA NTB

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SABTU, 13 APRIL 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 35 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Minta Doa Yatim Piatu

Partai Berkarya NTB Optimis Loloskan Dua Wakil ke Senayan Mataram (Suara NTB) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi NTB menggelar doa bersama anak yatim piatu, Jumat (12/4) kemarin. Kegiatan berlangsung di Sekretariat Jalan Panji Tilar Negara Nomor 23 Mataram itu, untuk mendoakan para Calon Anggota Legislatif (Caleg) meraih suara terbanyak dan simpati rakyat untuk Partai Berkarya. ‘’Doa ini untuk semua calon anggota DPR RI dari Berkarya. Semoga Allah ijabah doa anak yatim piatu,’’ kata Darmawan kepada Suara NTB. Sedikitnya 400 anak yatim dan piatu

yang diundang dalam doa dan dzikir bersama sore itu. Bukan sekadar untuk kepentingan partainya, namun menurut Darmawan, lebih pada nilai sosial dan pemberdayaan kepada masyarakat. ‘’Dari awal Partai Berkarya, sudah 2000 yatim piatu yang kita undang. Ini merupakan tradisi kami,’’ ujarnya. Dengan doa anak anak tersebut, ia berharap partainya lebih berkah dan dapat mencapai target perolehan suara 65 persen. ‘’Dan intinya bisa mengirim dua wakil DPR RI dari NTB,’’ ujarnya optimis. Bersambung ke hal 11

Pejabat Pemprov dan Polda NTB Datangi Mabes Polri PEJABAT Pemprov NTB, Polda NTB dan BP3TKI Mataram menyambangi Mabes Polri, Jumat (12/4) siang. Kedatangan pejabat Pemprov, Polda NTB dan BP3TKI Mataram ini untuk berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim Polri yang sedang menangani kasus Tindak Pidana Pendagangan Orang (TPPO), di mana korbannya sekitar 500 orang dari NTB. Berdasarkan informasi, dua orang tersangka diduga berasal dari NTB. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui modus operandinya bagaimana. ‘’Kemudian bagaimana pengakuan tersangka, berapa orang yang di sini dan sebagainya,’’ Bersambung ke hal 11

TO K O H Pantau ’’Serangan Fajar’’

(Suara NTB/ars)

KBRI Pulangkan 500 Warga NTB Diduga Korban TPPO Mataram (Suara NTB) Sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timur Tengah memulangkan secara bertahap 1000 lebih korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Indonesia. Dari jumlah itu, sedikitnya 500 orang diantaranya berasal dari NTB.

(Suara NTB/dok)

PRAKTIK ‘’serangan fajar’’ turut masuk dalam kerawanan Pemilu 2019. Polda NTB bersama Bawaslu NTB membentuk tim untuk memantau. Pemberi maupun penerima berpotensi terjerat pidana. ‘’Serangan fajar’’ rentan terjadi pada masa tenang maupun di hari pemungutan suara. Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri mengatakan, kepolisian mengatensi tindak pidana Pemilu melalui sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Selain itu ada juga tim yang diterjunkan untuk patroli. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ars)

Caleg DPR RI Dalil 2 Pulau Lombok Dharwati Pratama Sari terlibat pengajian dengan anak anak yatim piatu. Ketua DPW Partai Berkarya Darmawan hadir saat pengajian dengan yatim piatu, Jumat kemarin (foto kanan).

‘’Sudah. Sebagian besar sudah dipulangkan secara bertahap oleh masing-masing KBRI,’’ ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Lalu Muhammad Iqbal kepada Suara NTB via pesan instan Jumat (12/4). Sejumlah negara yang menampung dan mengidentifikasi korban TPPO diantaranya, Maroko, Turki, Suriah, Yaman dan Arab Saudi. KBRI masing-masing negara itu bertanggung jawab untuk mengurus proses pemulangan ke daerah asal, termasuk 500 orang yang teridentidikasi dari NTB. Iqbal mengatakan, kondisi para korban baik-baik saja dan diupaya-

kan pemulangan dengan aman. Hanya saja, soal data dan proses teknis, Iqbal yang sedang berada di Ankara, Turki tidak tahu persis. Karena kegiatannya di masing-masing KBRI. Lalu Muhammad Iqbal yang juga menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki, memastikan proses yang sama sedang berlangsung. Tidak saja upaya pemulangan dengan selamat, juga pihak Konsulat Jenderal (Konjen) RI di masing-masing negara itu memperjuangkan pemenuhan hak-hak korban yang tercatat

Tiap Bulan, Disos Terima Pemulangan Warga NTB Korban TPPO Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) NTB hampir tiap bulan menerima pemulangan warga NTB yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pada 10 Maret lalu, sebanyak empat warga NTB korban TPPO dipulangkan Kemensos ke NTB setelah sebelumnya ditampung di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) milik Kemensos di Jakarta. ‘’Kita hampir setiap bulan menerima pemulangan TPPO,’’ kata Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (12/4) siang. Empat warga NTB yang menjadi korban TPPO tersebut dipulangkan ke tanah air oleh KBRI Syiria. Keempat korban berusia antara 20 - 27 tahun. Bersambung ke hal 11

sebagai tenaga kerja. ‘’Jadi selain sebagian besar dipulangkan, juga sudah berhasil diupayakan hak-haknya,’’ katanya. Pemenuhan hak seperti biaya hidup selama penampungan, termasuk upah untuk korban yang tercatat sebagai tenaga kerja. Jumlah detail korban yang sudah dipulangkan dan sedang dalam pengurusan, termasuk asal NTB tak dirincinya. Iqbal pada kesempatan itu mengklarifikasi bahwa korban yang teridentifikasi sekitar 500 orang asal NTB tersebut, merupakan akumu-

lasi kasus terjadi sejak beberapa tahun. Mereka tidak hanya terperangkap menjadi korban TPPO untuk modus menjadi TKI, tapi banyak kasus lainnya, seperi modus pelancong. ‘’Jadi status setiap kasus itu berbeda,’’ pungkasnya. Pemprov NTB sebelumnya berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memulangkan warga NTB yang menjadi korban TPPO. Tahapannya, akan dilakukan asessment dan pemulihan bagi para korban, khususnya kesehatan dan psikis. Bersambung ke hal 11

’’

’’Sudah.Sebagian Sebagianbesar besarsudah sudah ’’Sudah. dipulangkansecara secarabertahap bertahap dipulangkan olehmasing masingmasing masingKBRI KBRI oleh Lalu Muhammad Iqbal

Perda Dinilai Hanya Jadi Pajangan, Pemprov Surati OPD Mataram (Suara NTB) Keberadaan Peraturan Daerah (Perda) yang tidak dilaksanakan maksimal mendapat sorotan dari DPRD NTB. Dewan menilai kebanyakan Perda yang telah dibuat eksekutif bersama legislatif hanya menjadi pajangan. Anggota DPRD NTB Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), M. Hadi Sulton, S. Sos mengatakan, setiap penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi, pihaknya selalu menyoroti tentang tidak maksimalnya pelaksanaan Perda. Untuk itu, Pemprov NTB melalui Organisasi Per-

angkat Daerah (OPD) terkait harus segera membuat Peraturan Gubernur (Pergub) agar Perda-Perda yang ada jangan hanya menjadi pajangan atau disimpan di rak. ‘’Perda ini yang paling penting adalah bagaimana kita melaksanakannya. Jangan hanya jadi Perda pajangan, yang disimpan di rak,’’ kritik Sulton ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (12/4) siang. Menurutnya, kewajiban eksekutif melalui OPD terkait untuk melaksanakan Perda yang telah dibuat. Agar dapat dilaksanakan dengan maksimal, maka harus disusun Per-

gub maupun SK Gubernur yang mengatur lebih rinci tentang pelaksanaan suatu Perda. ‘’Jangan Perda dibiarkan. Mestinya, Perda ini diikuti dengan Pergub. Pemerintah daerah harus segera melaksanakan Perda itu dengan menyusun Pergubnya,’’ katanya mengingatkan. Menurut Sekretaris Fraksi PAN DPRD NTB ini, kelemahan eksekutif selama ini abai dalam menyiapkan aturan Pergub dari suatu Perda. Setelah Perda ditetapkan menjadi produk hukum daerah, tidak ada tindaklanjutnya. Bersambung ke hal 11

Achmat Juri (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R

MEGA PROYEK- Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, Sumbawa Besar sedang dalam proses pengerjaan. Pelaksanaan mega proyek ini diharapkan berjalan lancar sampai proyek senilai Rp1,3 triliun ini selesai 2022.

Enam Calon Berebut Jadi Dirut PT. GNE Mujaddid Muhas (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/dok)

BUPATI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH mengirim surat ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Surat dikirim tanggal 5 April lalu, isinya meminta agar jalur pendakian Rinjani, khususnya via Senaru segera dibuka. Alasannya, ada banyak pemandu wisata, trekking organizer, porter yang menganggur. Surat Bupati KLU itu meneruskan surat Asosiasi Tour Operator Senaru (ATOS) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ars)

Buka Pendakian Rinjani

Mataram (Suara NTB) Seleksi terbuka calon Direktur Utama (Dirut) PT. Gerbang NTB Emas (GNE) terus berproses. Sebanyak enam calon yang mendaftar akan berebut menjadi Dirut PT. GNE. Ketua Tim Seleksi (Timsel) Dirut PT. GNE, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH mengatakan, sebanyak enam calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Selanjutnya, enam orang tersebut akan mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK). ‘’Insya Allah H. Wirajaya hari Senin, 6 orKusuma ang akan ikut tes

uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di BKD, setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi,’’ kata Wirajaya dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (12/ 4) siang. Wirajaya tak menyebutkan secara rinci enam calon Dirut PT. GNE yang akan ikut UKK di BKD. Namun ia mengatakan semuanya berasal dari NTB. ‘’Pendaftaran sudah ditutup. Sekarang sudah mau tahap UKK. Semua calon enam orang itu dari NTB saja,’’ ungkapnya. Sesuai ketentuan, Timsel berasal dari unsur Pemda dan akademisi. Nantinya proses seleksi terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari seleksi administrasi, uji kepatutan dan kelayakan (UKK) dan penentuan tiga besar calon Dirut PT. GNE. Wirajaya mengatakan, Direksi PT. GNE ke depan harus membuat perjanjian kinerja. Direksi harus punya

target yang jelas. Sehingga dia sungguh-sungguh untuk mengembangkan usaha bisnis PT. GNE. Indikator sederhananya, kata mantan Penjabat Walikota Bima ini, harus jelas besaran dividen yang disetor ke kas daerah tiap tahun. Diharapkan, Dirut PT. GNE yang baru orang muda yang punya orientasi bisnis dengan melihat potensi yang dimiliki daerah. PT. GNE diharapkan dapat melakukan ekspansi bisnis dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, PT. GNE perlu memperluas bisnisnya. Misalnya ikut mendukung pengembangan industri olahan yang menjadi prioritas Pemprov NTB saat ini. ‘’Kita butuhkan anak muda yang punya pengalaman bisnis. Kalau tidak punya pengalaman bisnis sulit,’’ ujarnya. Bersambung ke hal 11


SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

SUARA MATARAM

Halaman 2

Banjir Masih Mengancam Mataram Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu PEMILIHAN umum (Pemilu), 17 April mendatang hanya akan berhasil apabila suasana tenang, damai dan aman. Karena itu peserta pemilu, simpatisan serta masyarakat diharapkan menjaga kondusivitas jelang pemungutan suara 17 April 2019 pekan depan. Lurah Taman Sari, Arif Satriawan mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan struktur pemerintahan di bawah seperti kepala lingkungan dan ketua rukun tetangga serta babinsa dan bhabinkantibmas untuk sama – sama menjaga kondusivitas menjelang dan pascapemungutan suara berlangsung. Pilpres dan pileg bagaimanapun juga kata dia, adalah pesta rakyat. Perbedaan pilihan dalam kontestasi tidak menjadi penyebab perpecahan. “Justru beda pilihan menyamakan tujuan. Tujuannya adalah memilih presiden dan wakil rakyat dinilai membawa perubahan lebih baik,” kata Arif ditemui Jumat (12/4). Pemerintah kelurahan bekerjasama dengan penyelenggara pemilu telah menyiapkan 25 tempat pemungutan suara (TPS) bagi masyarakat. TPS ini tersebar di semua lingkungan. Persoalan kondusivitas saat penghitungan jadi atensi dengan melibatkan masyarakat. Pemetaan kerawanan marak terjadi mendekati pemilihan yakni politik uang, politik sara serta praktik kecurangan lainnya. Arif menekankan, masyarakat harus memiliki pandangan menjadikan pesta demokrasi yang transparan dan tanpa money politic. Kembali disampaikan, pesta demokrasi merupakan salah satu sarana masyarakat untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang mampu membangun perubahan ke depan. “ Kita libatkan babinsa, bhabinkantibmas sama –sama mendukung pemilu yang aman,” tandasnya. Menurut mantan Lurah Kekalik ini, paling penting dalam kontestasi politik adalah mengantisipasi masyarakat tidak menyalurkan hak pilih mereka atau golput. Oleh karena itu, ia telah mengirim surat edaran ke kepala lingkungan serat pengurus tempat ibadah, agar mengumumkan ke masyarakat untuk menyalurkan hak pilih mereka. Terkait dengan warga yang pindah memilih? Arif menyebutkan, tercatat 150 warga telah menggunakan form A5 untuk memilih pada 17 April 2019 pekan depan. Sementara, mahasiswa yang telah memiliki kartu tanda penduduk Kota Mataram, secara otomatis memiliki hak pilih. “Kita mengimbau masyarakat menyalurkan hak pilih mereka dan tidak golput,” demikian imbaunya. (cem) Arif Satriawan

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram belum mengalokasikan anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan lanjutan kolam retensi atau waduk di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya. Proyek ini terancam gagal. Banjir masih jadi ancaman di Kota Mataram. Di tahun 2016 lalu, Dinas Lingkungan Hidup mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membangun waduk untuk menampung limpahan air dari hulu di atas lahan seluas 1,4 hektar. Waduk ini belum maksimal dimanfaatkan. Selain faktor tinggi dan kapasitas waduk yang tak memungkin menampung limpahan air cukup besar dari daerah luar. Hasil studi kelayakan dibutuhkan lahan 6 hektar untuk membangun waduk. Waduk ini akan menampung debit air sekitar 300 ribu meter kubik. Seperti disampaikan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura ditemui Jumat (12/4), Pemkot Mataram hanya mampu menyiapkan lah-

an sekitar 1,4 hektar. Sementara, Balai Wilayah Sungai kembali meminta Pemkot Mataram membebaskan lahan sekitar 4,6 hektar dan detail engineering design (DED). Permasalahan ini telah disampaikan ke Badan Anggaran DPRD Kota Mataram. Tetapi, Banggar mengembalikan ke eksekutif pada kebijakan prioritas anggaran. “Banyak program yang memang sedang dikerjakan oleh kita (Pemkot Mataram,r ed),” katanya. Program prioritas dimaksud Mahmuddin yakni, pembangunan gedung kantor Walikota membutuhkan anggaran sekitar Rp175 miliar. Pembangunan hutan kota dari gerbang hingga monumen di Kelurahan Jempong Baru. Serta program lahan untuk menunjang proses pemba-

ngunan infrastruktur. Oleh karena itu Pemkot Mataram tidak bisa melanjutkan pembangunan waduk tersebut. Hal ini terkendala oleh keterbatasan anggaran. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ini mengakui, jika program ini tak berlanjut maka banjir sewaktu – waktu jadi ancaman masyarakat. “Iya, masyarakat masih terancam oleh genangan maupun banjir,” tuturnya. Secara akumulasi belum diketahui kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan di Babakan. Pembangunan waduknya jadi tanggungjawab Balai Wilayah Sungai (BWS). Dia menjelaskan, pembangunan waduk ini tidak hanya menampung debit air dari hulu. Tetapi bisa dimanfaat-

kan sebagai destinasi baru bagi masyarakat. Terhadap pembangunan sumur resapan kata dia, tidak terlalu efektif dibandingkan den-

gan debit air yang tinggi dari hulu. Sumur resapan hanya diperuntukkan di lingkungan – lingkungan dengan intensitas debit air yang kecil. (cem)

Pemkot Kembali Verifikasi Rumah Korban Gempa Mataram (Suara NTB) Masa pemulihan pascagempa berakhir 12 April 2019 kemarin. Namun perbaikan rumah rusak akibat gempa belum rampung. Pemkot Mataram diminta kembali melakukan validasi dan verifikasi rumah rusak. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan, hasil rapat koordinasi bersama Deputi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan bahwa masa transisi darurat ke pemulihan diperpanjang tidak melampui tanggal 25 Agustus 2019. Pemerintah daerah bersama TNI segera menyiapkan dan mengusulkan sumberdaya manusia untuk penyelesaian rehab dan rekon. Selain itu lanjut Martawang, pemerintah pusat diminta kembali memvalidasi dan verifikasi rumah rusak dan melakukan revisi terhadap SK. “Revisi SK harus selesai sebelum bulan Ramadhan,” kata Martawang dikonfirmasi, Jumat (12/4). Upaya percepatan sebutnya, pertama Pemkot Mataram diminta melakukan diskresi menetapkan zonasi jenis rumah tahan gempa yang dibangun. Kedua, kembali mengundang fasilitator dan pengusaha yang pernah menyanggupi akan membangun huntap tahan gempa. Ketiga, pemerintah dan TNI kembali mengusulkan data riil kebutuhan fasilitator. Sedang-

(Suara NTB/cem)

Kurangi Sampah Plastik ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta mendorong Pemkot Mataram melalui DLH (Dinas Lingkungan Hidup) melakukan langkah-langkah mengurangi sampah yang masuk ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) hingga 30 persen. Dikatakannya, bahwa produksi sampah terbesar adalah di rumah tangga. Otomatis peran lingkungan dan koordinasi antar OPD pemerintahan harus terus digalakkan. Sehingga di tingkat lingkungan terwujud tertib sampah. Dia menyarankan Pemkot Mataram perlu mengatur lebih teknis melalui Perwal di masing-masing stake holder seperti lembaga pemerintah supaya memilah sampah juga mengurangi plastik. “Sehingga warung warung kecilpun takut,” cetusnya. Seharusnya, lanjut Ketut Sugiarta, DLH sudah mulai melakukan langkah-langkah menuju pengurangan sampah 30 persen tersebut sesuai amanah Perda Kota Mataram. “Menurut saya, Perwalnya ini sudah harus dibikin.” katanya kepada Suara NTB di Mataram kemarin. Sehingga jelas aturan mainnya. Misalnya sekolah harus memilih sampah dan mengurangi penggunaan plastik. Menurut dia, salah satu indikator kota maju adalah bebas sampah. Ketua Fraksi Gerindra ini menyayangkan belum adanya Perwal terkait pengurangan sampah 30 persen ini. Padahal, Perda itu sudah ditetapkan tahun 2018. ‘’Paling tidak awal tahun ini Perwalnya harus sudah ada,’’ katanya. Untuk itu, dia berharap DLH dan Bagian Hukum lebih pro aktif menyusun Perwal. Tidak heran kalau masyarakat masih sangsi kalau Perda ini akan terlaksana, mengingat sampai saat ini, eksekutif belum juga menerbitkan Pewalnya. Hal ini diakui Ketut Sugiarta. Dia menyebutkan masih banyak Perwal yang belum disusun. Tidak saja Perwal terkait pengurangan sampah ini, tapi juga perwal dari perda-perda lainnya yang juga telah ditetapkan lebih dulu. Sementara di dua lembaga, eksekutif dan legislatif terus memproduksi Perda. Sementara, perda yang sudah ada Perwalnya pun, masih ada yang belum dilaksanakan atau pelaksanaannya kurang maksimal. Seperti diketahui, DLH Kota Mataram sedang mensosialisasikan Perda nomor 1 Tahun 2019 terhadap perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Perubahan regulasi ini menargetkan pengurangan sampah 30 p e r s e n hingga tahun 2025 mendaI Ketut Sugiarta tang. (fit)

(Suara NTB/cem)

WADUK BABAKAN - Beberapa warga memancing di waduk atau kolam retensi di Kelurahan Babakan, Jumat (12/4) sore. Waduk yang dibangun tahun 2016 lalu diharapkan dapat menampung limpahan air dari hulu, sehingga kota Mataram terbebas dari Banjir. Namun keterbatasan anggaran untuk pembebasan lahan menyebabkan pembangunan lanjutan terancam batal.

(Suara NTB/038)

ANAK JALANAN – Anak jalanan (anjal) masih menghiasi beberapa simpang empat di Kota Mataram. Seperti di simpang empat Sweta, Jumat (12/4) sore. Dua anjal tampak menengadahkan tangan mungilnya meminta uang kepada pengendara. Kota Mataram yang bebas anjal, gepeng, seperti obsesi Pemkot Mataram, agaknya perlu lebih diaplikasikan dengan menggerakkan Satgas Sosial yang ada.

Bawaslu Identifikasi 115 TPS Rawan di Mataram Mataram (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram mengidentifikasi 115 tempat pemungutan suara (TPS) rawan di Kota Mataram. Politik uang di masa tenang, politik SARA serta petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengarahkan memilih calon tertentu jadi ancaman. TPS rawan ini ditemukan hampir di enam kecamatan. Pemetaan oleh Bawaslu di Kecamatan Ampenan terdapat 56 TPS, Sandubaya 5 TPS, Sekarbela 33 TPS, Mataram, Selaparang dan Cakranegara sekitar 20 TPS. “Temuan di lapangan kita sekitar 115 TPS rawan,” kata Ketua Bawaslu, Hasan Basri dikonfirmasi, Jumat (12/4). Indikator pemetaan kerawanan oleh Bawaslu, terdapat indikasi politik uang pada masa tenang, praktik menghina atau menghasut oleh kelompok atau tim sukses peserta politik, petugas KPPS berkampanye dan mengarahkan pemilih untuk mencoblos peserta pemilu. Selain itu, TPS yang berada dekat dengan kampus, rumah sakit, berada di satu lokasi juga rawan. Hasan menambahkan, gambaran potensi kerawanan tersebut merupakan hasil wawan-

cara Bawaslu terhadap pemilih dan basis data dari pengalaman pemilu 2014 lalu, Pilkada 2015 dan Pilgub 2018. “Kita selama seminggu turun mengumpulkan data,” terangnya. Saat ini, paling disoroti adalah money politic. Bawaslu mengantisipasi dengan membuat patroli pengawasan berbasis TPS. Petugas Bawaslu nantinya akan keliling ke masing – masing TPS memantau indikasi pelanggaran dilakukan oleh peserta pemilu. Untuk TPS yang rawan demikian kata Hasan, telah dikoordinasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terutama TPS yang berdekatan antara TPS satu dengan TPS lain, agar dipisahkan. “Sudah kita rekomendasikan ke teman – teman KPU agar memperhatikan TPS jaraknya berdekatan. Jangan sampai penghitungan suara justru salah catat,” tandasnya. Apel dan patroli pengawas anti politik uang melibatkan pengawas tingkat kecamatan hingga kelurahan, Hasan mengimbau masyarakat untuk menyalurkan hak pilih mereka pada 17 April 2019 pekan depan. Potensi kerawanan pada masa tenang dan di 115 TPS, Ketua KPU M. Husni Abidin tak memberikan respon ketika dikonfirmasi lewat ponselnya. (cem)

(Suara NTB/fit)

(Suara NTB/cem)

PATROLI PENGAWAS - Petugas Pengawas Pemilu berswafoto usai apel dan patroli pengawas anti politik uang di Taman Sangkareang, Jumat (12/4). Bawaslu mengidentifikasi 115 TPS rawan di Kota Mataram. Praktik politik uang dan petugas KPPS tak netral berpeluang mengganggu jalannya proses pemilu.

kan pokmas, PPK dan bank diminta segera melaksanan pendebetan rekening masyarakat kepada rekening pokmas. “ Paling lambat rekening pokmas bulan Mei sudah dicairkan,” kata dia. Ditambahkan Martawang, masa pemulihan yang berakhir hari ini (kemarin) bukan berarti menghentikan pemerintah untuk bekerja. Dalam ketentuannya ini dengan berakhirnya itu maka dana siap pakai (DSP) berhenti. Tapi berhentinya ini dalam konteks masih berada di rekening BPBD. Berbeda halnya bila uang berada di individu masyarakat. Maka seluruh prosesnya tetap berjalan. Masyarakat yang telah terisi dan dalam posisi mentransfer pokmas diminta melanjutkan pekerjaan. “Jangan masa transisi ini menyebabkan tidak melanjutkan,” ucapnya. Progres penanganan rumah di Kota Mataram telah mencapai sekitar 900 lebih. Ini perbaikan rumah rusak berat. Sementara, rumah rusak sedang dan ringan masih berproses pada pembentukan kelompok. Secara keseluruhan dana yang telah ditransfer telah mencapai sekitar Rp276 miliar. Ada pola pengerjaan yakni pekerjaan di atas Rp200 juta dilakukan sistem tender. Martawang mengatakan, kemungkinan itu pola berbeda. Sedangkan, sistem saat ini adalah dengan pola kerja dilakukan oleh pokmas. (cem)

APH Tak Dilibatkan Tagih Tunggakan Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram memilih melakukan pendekatan persuasif ke penunggak kerugian negara. Meski tunggakan telah lama, aparat penegak hukum (APH) tak dilibatkan dalam penagihan. Secara keseluruhan 158 kasus tunggakan kerugian negara dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Tercatat Rp530 juta lebih kerugian sejak 2008 hingga 2018 belum dikembalikan ke kas daerah. Empat perusahaan atau rekanan penunggak tengah ditelusuri. Empat rekanan yang tidak disebutkan identitas perusahaan mengerjakan pengadaan barang dan jasa di Dinas Perikanan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Kecamatan Sekarbela. Sisa kerugian bervariasi mulai Rp3 juta hingga Rp10 juta. Sekretaris Daerah yang juga Ketua Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menegaskan, tunggakan kerugian negara ini tetap menjadi atensi apalagi ini menyangkut keuangan negara. Total tunggakan sekitar Rp530 juta,. Ini akumulasi tunggakan dari tahun 2008 hingga 2018. Dari sidang majelis TPTGR telah dikembalikan Rp55 juta oleh organisasi perangkat daerah. “Ini tidak terlalu besar tapi tetap jadi beban daerah,” kata Eko ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/4). Majelis telah memetakan kelebihan bayar. Di antaranya, kelebihan bayar pekerjaan dan tunjangan. Persoalannya kata dia, tunggakan ini pada pejabat telah purnatugas. Tim TPTGR tetap meminta OPD menghubungi mantan pejabat bersangkutan. Mereka nantinya membuat surat pernyataan untuk menyelesai-

(Suara NTB/cem)

H. Effendi Eko Saswito kan. Pihaknya memberikan kesempatan untuk mencicil. “Sudah ada beberapa kesanggupan mencicil,” tandasnya. Terhadap kontraktor yang tidak dijumpai alamatnya, Inspektorat diminta berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) melacak identitas pemilik perusahaan. Jika masih diketahui akan diminta menandatangani kesanggupan. Kenapa TPTGR tidak melibatkan APH, padahal kasus ini sudah sejak lama? Sekda menegaskan, alasanya tidak melibatkan APH karena tagihan relatif kecil. Disamping itu, OPD memiliki upaya untuk mengembalikan. Pekerjaan lainnya pegawai yang telah meninggal dunia. Keluarga pun dibebankan untuk mengembalikan. Pun, tidak sanggup secara materi diminta menyerahkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Majelis akan menghapus tunggakan tersebut. “Jangan sampai hutang dibawa mati oleh orang,” demikian kata Eko. (cem)


SUARA NTB

Sabtu, 13 April 2019

Halaman 3

Enam Pam Swakarsa di Loteng dan Lotim Dukung

H. Rachmat Hidayat dan Jokowi-Ma’ruf Amin

(Suara NTB/penrem)

Dari kiri ke kanan, Amaq Adi (Pam Swakarsa Lekor), H.Datok L.Lukman NH ( Pam Swakarsa Elang Merah), H.Tah (Pam Swakarsa Tiga Bersatu), Mirno Hartono ( Pam Swakarsa Laskar Lombok Sejati), H.Amin (Pam Swakarsa Beriuk Sadar) dan Amaq Lina (Pam Swakarsa Gunung Tengak). SEBANYAK enam organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pam Swakarsa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Timur (Lotim) telah bulat menentukan pilihannya dan mendukung Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor 01, H.Joko Widodo-Dr (HC) KH.Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf Amin). Selain itu, enam Pam Swakarsa ini juga memastikan dengan kebulatan tekad mendukung dan memenangkan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil NTB-2 nomor urut 1 dari PDIP, H. Rachmat

Hidayat, SH dalam Pemilu 2019. Penyataan dukungan untuk memenangkan satu paket Caleg PDIP Dapil NTB-2 (Pulau Lombok) dan CapresCawapres Jokowi-Ma’ruf dalam Pemilu kali ini disampaikan juru bicara enam Ormas itu. Yakni, H. Datok Lalu Lukman NH di kediamannya di Lombok Timur, Jumat (12/4) kemarin. Enam ormas yang menyatakan dukungannya. Yakni, Pam Swakarsa Tiga Bersatu Lombok Tengah di bawah pimpinan H. Tah. Kemudian Pam Swakarsa Beriuk Sadar, Lombok Tengah di bawah pimpinan H. Amin. Pam Swakarsa Laskar Lombok Sejati,

Lombok Tengah di bawah pimpinan Mirno Hartono. Kemudian, Pam Swakarsa Gunung Tengak, Lombok Tengah yang dipimpin Amaq Lina. Pam Swakarsa Lekor di bawah pimpinan Amaq Adi serta Pam Swakarsa Elang Merah Lotim di bawah pimpinan, H. Datok Lalu Lukman NH. Datok Lukman yang juga Ketua Pam Swakarsa Elang Merah Lotim menyatakan, dukungannya pada Caleg DPR RI Dapil dari PDIP dan JokowiMa’ruf dalam Pemilu kali ini, dengan pertimbangan kinerja Rachmat selama menjabat dua periode sebagai anggota DPR RI telah nyata bagi masyarakat di

Pulau Lombok, khususnya Suku Sasak. ‘’Saya tidak usah menyebutkan apa-apa saja yang beliau (Rachmat) perjuangkan. Karena sudah terlalu banyak program pemerintah yang masuk dan dirasakan warga NTB selama ini. Wajarlah, Pak Rachmat harus kembali menjadianggotaDPRRIuntukmewakili warga Pulau Lombok,’’ ujarnya menjawab wartawan usai menyatakan dukungannya, kemarin. Lalu Lukman menegaskan, warga Pulau Lombok saat ini sudah sadar terkait siapa figur yang layak mereka perjuangkan untuk duduk kembali ke kursi Senayan. ‘’Kami bertekad mulai hari ini bersama lima Pam Swakarsa lainnya akan membela batur mesak (kawan sendiri). Insya Allah, suara kami tidak bisa lagi diperjual belikan untuk mendukung orang yang kami tidak kenal dan entah dari mana asalny,’’ tegasnya. Terkait dukungan pada Jokowi. Menurut Lalu Lukman, dalam pandangannya, selama memimpin Indonesia dirasa berbeda dengan Presiden-presiden sebelumnya. Sebab, salah satu yang menjadi fokus pemerintahan Jokowi adalah menitikberatkan pembangunan di bidang infrastruktur. Kondisi itu, kata Lukman, kini membuat negara Indonesia bisa semakin maju dan mampu bersaing dengan negara luar. Apalagi, pembangunan infra struktur yang dibangun tidak terpusat di Pulau Jawa namun menyasar wilayah lainnya di Indonesia, termasuk di Provinsi NTB. ‘’Jadi, cukup kita bisa melihat apa yang ada di depan kita. Sekali

Danrem 162/WB Periksa Pengerjaan RTG oleh Satgas Terpadu TNI

(Suara NTB/penrem)

CEK HUNTAP - Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat mengecek Huntap Dusun Bagek Nunggal Desa Peteluan Indah Kecamatan Lingsar Lombok Barat, Jumat (12/4).

Mataram (Suara NTB) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH., M.Han mengecek hasil pekerjaan Satgas Terpadu anggota TNI dalam membangun rumah tahan gempa (RTG). Didampingi Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto bersama para Pasi Korem, Danrem turun ke Dusun Bagek Nunggal Desa Peteluan Indah Kecamatan Lingsar Lombok Barat, Jumat (12/4). Ia bersama rombongan mengecek hunian tetap yang dibangun anggota Yonzipur 18/ YKR dan ikut membantu pemasangan pondasi rumah Risha. “Kehadiran kami di sini dalam rangka silaturrahmi dengan warga sekaligus untuk mengecek pekerjaan anggota yang membantu membangun

RTG untuk para korban gempa,” ungkap Danrem di lokasi. Kehadiran Babinsa sebagai Fasilitator untuk membantu proses pencairan dana stimulan, dengan harapan proses percepatan rehab rekon cepat selesai. Sehingga korban bisa kembali ke rumah yang baru. Sebagai informasi, progres pembangunan RTG hingga tanggal 11 April 2019 untuk Rumah Rusak Berat : target 72.292 unit, progres 16.201 unit (21,12 %) dan sudah selesai sebanyak 4.342 unit (5,66 %). Untuk rumah rusak sedang : target 31.701 unit, progres 9.978 unit (29,90 %) dan sudah selesai 2.823 unit (8,46 %), sedangkan untuk rumah rusak ringan : target 109.872 unit, progres 27.090 unit (23,75 %) dan sudah selesai 10.684 unit (9,37 %). (ars/*)

Pelajar Berprestasi dan Duta Agama Jadi Fokus Perhatian Mataram (Suara NTB) Minimnya perhatian terhadap pelajar berprestasi yang mewakili nama daerah di tingkat provinsi menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi Muazzin, calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Daerah Pemilihan Ampenan untuk DPRD Kota Mataram. Begitu juga terhadap duta-duta daerah di bidang agama, seperti qori dan qori’ah yang membela Kota Mataram di tingkat provinsi dan nasional masih belum diperhatikan maksimal. ‘’Insya Allah, jika saya terpilih, para pelajar berprestasi akan kami perjuangkan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Begitu juga dengan para qori dan qori’ah, baik yang sudah berprestasi maupun dalam masa pembinaan, insya Allah akan kami perjuangkan pula,’’ ujar Muazzin, yang juga pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Ampenan ini, Jumat (12/4). Alasan dirinya fokus memperhatikan pelajar berprestasi bukan tanpa alasan. Pengalamannya saat tiga anaknya dan anak-anak Kota Mataram berprestasi lainnya mewakili NTB di level nasional belum begitu diperhatikan oleh pemerintah. Padahal, saat bertanding di level nasional mengikuti olimpiade adalah membawa nama daerah. Hal inilah yang menjadi fokus per-

hatian dirinya, jika terpilih sebagai anggota DPRD pada pemilihan umum, 17 April nanti. Bagaimana pun sebagai duta daerah, tambahnya, anak-anak berprestasi ini mesti dapat perhatian, terutama untuk biaya keberangkatan. Diakuinya, selama ini, pihak sekolah sering dihadapkan dengan keterbatasan dana saat mengirim siswanya mengikuti olimpiade yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan di luar daerah. Padahal dengan mengirim siswa mengikuti olimpiade ke tingkat nasional ingin menunjukkan pada nasional, jika prestasi anak-anak Kota Mataram tidak kalah dengan anak-anak di daerah lain. Akibat keterbatasan dana, ujarnya, pihak sekolah dan orang tua harus urunan dana agar siswa bisa mengikuti olimpiade di luar daerah. ‘’Ya minimal, anak yang bertanding dibelikan tiket perjalanan. Syukur-syukur nanti, kalau orang tua/pendamping bisa juga ditanggung,’’ harapnya. ‘’Insya Allah, kalau terpilih dan diperbolehkan oleh aturan, dana aspirasi juga akan kita siapkan untuk itu,’’ tambahnya. Dirinya juga prihatin terhadap nasib qori dan qori’ah asal Kota Mataram yang masih belum mendapat perhatian maksimal. Dalam hal ini, dirinya tidak ingin para qori dan qori’ah yang akan mewakili Kota Mataram diperhatikan saat akan

(Suara NTB/ist)

Muazzin mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) atau Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) saja. Paling tidak, harapnya, pemerintah bisa memperhatikan qori dan qori’ah atau LPTQ yang menaunginya, agar pembinaan terus dilakukan. Untuk itu, ujarnya, jika terpilih sebagai anggota DPRD, masalah pendidikan dan agama akan kami upayakan. Namun, jika masih belum diberikan amanah, dirinya mengharapkan pada anggota DPRD terpilih nanti fokus memperhatikan masalah pendidikan, khususnya pengiriman siswa berprestasi yang membawa nama Kota Mataram di luar daerah. Selain itu, pihaknya juga tetap memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan warga Kota Mataram sesuai dengan visi yakni, menjadikan Kota Mataram ke arah yang agamis, adil dan bersatu melalui transformasi mental.

Begitu juga dengan misi yang harus dilakukan, yakni menjalin silaturahim yang berkelanjutan kepada seluruh masyarakat, bersama-sama melakukan pembinaan mental masyarakat, terutama generasi muda. Selain itu, ikut menjembatani pembinaan Usaha Kecil dan Menengah, baik dalam pemberian modal maupun pengelolaan manajemen. Termasuk, ikut membantu dan merasakan situasi yang terjadi di masyarakat (suka dan duka). Tidak hanya itu, berupaya membantu pemerintah mengantisipasi dan mengurangi angka kenakalan remaja yang cukup memprihatinkan. Dicontohkannya, masalah remaja yang banyak mengonsumsi minuman keras, pecandu narkoba, perjudian, LGBT dan lainnya perlu didekati agar tidak mengulangi kegiatan berbau negatif. (ham)

’’

Dukungan ke Rachmat untuk kesinambungan program pembangunan. Sedangkan dukungan untuk Pak Jokowi karena terbukti banyak manfaat untuk NTB dan Lombok khususnya yang membawa kemajuan. Saya tidak punya alasan untuk tidak memilih kembali Pak Jokowi. H. Datok Lalu Lukman NH

lagi, jangan kita lihat ke belakang layarnya. Karena, apa-apa bentuk pembangunan yang di depan yang telah dilakukan oleh Pak Jokowi tidak lain demi keutuhan dan kelanjutan NKRI,’’ ucapnya. ‘’Insya Allah, kami rakyat NTB sudah bisa berpikir dan melihat, bahwasanya yang dilakukan Pak Jokowi adalah demi kedaulatan dan kelanjutan Bangsa Indonesia,’’ sambung Lukman. Sementaraitu,CalegDPRIPDIP nomor urut 1, H. Rachmat Hidayat saat menerima dukungan enam Ormas Pam Swakarsa Loteng dan Lotim mengatakan, saat ini, para tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat di wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok sudah mulai cerdas dan mengetahui apa yangharusdilakukanuntukmemilih para pemimpinnya. Menurut Rachmat, dukungan kali ini menandakan serangan berita bohong alias hoaks yang kini marak beredar di media sosial (Medsos) sepanjang perhelatan Pemilu pada Presiden Jokowi dan partainya sudah tidak mempan. ‘’Insya allah, masyarakat sudah mulai cermat dan bisa membedakan mana itu berita hoaks dan

mana itu fakta akan kerja nyata yang dilakukan pemerintah selama ini,’’ ujar Rachmat di kediamannya, Jumat (12/4). Rachmat menilai bahwa masyarakat banyak menentukan pilihan pada Jokowi dalam Pilpres 2019. Hal itu karena banyak faktor keuntungannya. Salah satunya, pembangunan yang digagas Presiden Joko Widodo dari pinggiran Indonesia selama ini, akan bisa bersifat berkesinambungan. Mengingat, konsep pembangunan yang dilakukan Jokowi adalah bersendikan ‘’semesta berencana’’’yang digagas oleh Presiden Bung Karno agar bisa tercapai. ‘’Kita lihat pembangunan oleh Pak Jokowi selama ini, rakyat juga sudah bisa merasakan. Tentunya, tokoh Pam Swakras Elang Merah itu yang nota bene adalah mantan polisi, jelas paham akan konsep pembangunan ‘’semesta berencana’’ itu,’’ kata Rachmat. ‘’Jangan salah, masyarakat pedesaan sudah paham dan mengerti. Seluruh masyarakat itu perlu bukti dan bukan pembangunan yang akan-akan. Termasuk, jika orang Sasak memilih saya sangat tepat. Karena akses saya

dekat dan langsung dengan Presiden selama ini. Sehingga apa-apa yang bisa menjadi kebutuhan masyarakat NTB akan bisa saya omongkan langsung dengan Pak Presiden seperti yang saya lakukan selama ini,’’ sambungnya. Dalam kesempatan itu, Rachmat menuturkan, salah satu pembangunan infrastruktur yang dikehendaki masyarakat di wilayah selatan Pulau Lombok, yakni pembangunan Dam Mujur akan bisa diwujudkannya. ‘’Kalau soal Dam Mujur itu, Insya Allah, nanti akan saya perjungankan dan omongkan langsung ke Presiden. Begitupun soal akses bantuan PKH bagi warga miskin serta tiga kartu sakti Presiden Jokowi. Akan sangat mudah saya perjuangkan, karena memang kedekatan saya selama ini,’’ tandas Rachmat Hidayat. (*)

Perindo Fokus Bangun Masyarakat Produktif Jakarta (Suara NTB) Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo kembali menegaskan dua konsep partai berlambang rajawali biru itu adalah membantu dan membangun masyarakat. Hal itu diungkapkan pada rangkaian kampanye Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat (12/4). Dia merinci, wujud bantuan yang diberikan partainya di antaranya berupa kegiatan fogging atau pengasapan gratis menangkal penyakit demam berdarah dengue, penyediaan armada ambulans yang siaga di setiap daerah, dan kegiatan bazar paket beras berkualitas dengan harga terjangkau. Program bantuan itu sudah berlangsung lama dan hingga kini semakin digiatkan. “Konsep berikutnya dan lebih penting lagi adalah membangun masyarakat, hal ini dipacu karena kesadaran kita bahwa Indonesia harus maju. Perindo berdayakan dan mendorong masyarakat lebih produktif,” kata Hary Tanoe yang didampingi Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan pengurus DPP Perindo lainnya. Langkah konsep kedua ini menyasar pelaku UMKM, petani, nelayan dan koperasi. Khusus untuk usaha kecil, Perindo memberikan gerobak gratis yang desainnya disesuaikan dengan produk yang dijual seperti mi baso, gorengan dan aneka minuman, serta produk kuliner khas daerah. Para penerima gerobak juga mendapat pendampingan dan pembinaan usaha. Begitu pula dengan para petani yang mendapat mesin perontok padi. Peralatan pertanian itu diharapkan mempercepat proses kerja dan sekaligus mendongkrak produktivitas petani padi. Perindo juga memperhatikan banyaknya petani penggarap di Indonesia yang perlu diberdayakan. Keterbatasan kepemilikan lahan dan akses modal bakal disiasati dengan membentuk wadah koperasi yang menjadi payung usaha bagi mereka.

(Suara NTB/ist)

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo hadir pada panen raya di NTT beberapa waktu lalu. “Pemberdayaan ekonomi juga tak lepas dari potensi setempat. Di Semarang, kami membuat percontohan dan memberi pelatihan untuk ibuibu dan istri nelayan bagaimana memproduksi produk olahan dari hasil tangkapan laut seperti kerupuk udang, petis, dan terasi,” ujar HT. Upaya ini digadang-gadang meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan nilai tambah dibandingkan dari hasil laut mentah menjadi produk kuliner yang harganya lebih tinggi. Para keluarga nelayan juga mendapat pendampingan pemasaran, tips mempertahankan kualitas, dan pembukuan atau akuntansi sederhana yang aplikatif. Hary Tanoe juga mengungkapkan, upaya memacu produktivitas dan menyejahterakan masyarakat itu akan semakin efektif jika dikawal dengan kebijakan dan regulasi yang melindungi kalangan masyarakat. Proteksi itu, salah satunya, diwujudkan dengan adanya peraturan berupa UU maupun perda yang dibuat oleh wakil rakyat di setiap tingkatan baik DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Jika Perindo memiliki anggota DPR yang cukup, imbuh HT, maka akan mampu mem-

buat kebijakan yang tepat sasaran dan dibutuhkan masyarakat. “Percayalah, Perindo berjuang untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih mapan, lebih produktif sehingga Indonesia menjadi negara maju. Kami mengabdi mengabdi untuk turut memberi solusi bagi Indonesia,” katanya. Sementara, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa DPP Perindo Arya Mahendra Sinulingga mengungkapkan program populis milik Partai Perindo akan terus berjalan hingga masyarakat bisa tumbuh, mandiri dan sejahtera. Para pengurus dan caleg bahu membahu berinteraksi langsung dengan warga di setiap kegiatan sosial. “Kita juga menerapkan program yang berangkat mencermati potensi, situasi lingkungan dan juga karena ada aspirasi masyarakat. Banyak aksi fogging dilakukan karena warga mengajukan permintaan, begitu pula dengan bazar dan aneka pelatihan usaha kuliner,” ujarnya. Kepekaan ini diakuinya mendapat sambutan positif dari warga yang berharap program Perindo dapat terjadwal dan terus berlanjut. (r/*)


SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Kerjasama Dinas Kesehatan Lombok Timur dengan Harian Suara NTB

Data Kemiskinan Berbasis Teknologi RENCANA Pemkab Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memasang stiker di rumah-rumah warga miskin mendapat tanggapan Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, SE. Ketua DPD II Partai Golkar Lotim itu menilai, pemasangan stiker tidak efektif. Soal kemiskinan itu penyakitnya sejauh ini adalah data. Disarankan, data inilah yang harus diperbaiki dengan sebaik-baiknya, karena menggunakan data by name by address yang berbasis teknologi. Menjawab Suara NTB, Ju(Suara NTB/rus) mat (12/4) H. Daeng Paelori H. Daeng Paelori mengatakan, kemiskinan hendaknya jangan dieksplorasi sedemikian rupa. Stiker itu dimaknai merupakan cap stempel dan stempel itu dinilai akan menimbulkan dampak sosial. “Kasihan warga,” katanya. Pemasangan stiker itu dinilai jelas akan menimbulkan efek. Masyarakat tidak mengaku-ngaku dirinya miskin. Di mana, terkadang banyak warga yang sengaja warga mengaku miskin karena merasa iri dengan bantuan-bantuan pemerintah. “Kalau itu nawaitu-nya wakil bupati, tidak ada masalah, jadi yang miskin ini adalah mereka yang benar-benar miskin,” ucapnya Orang-orang yang sebelumnya mengaku-ngaku miskin itu akan kelihatan. Terlihat nantinya adalah warga yang benar-benar miskin dan butuh bantuan. Warga yang kenyataannya tidak miskin, dikatakan pasti tidak akan mau ditempeli stiker. Saran Daeng, yang perlu dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah melakukan akurasi dan validasi data. Lakukan verifikasi faktual data yang betul-betul di tengah masyarakat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pendataan dengan menyajikan data secara online. Semisal, Desa Tirtanadi berapa orang yang miskin. Siapa namanya, cukup dengan satu klik akan terpapar nama lengkap, jumlah anak, jumlah kambingnya dan data-data riil lainnya. Data kemiskinan itu harus di-update terus menerus. Kemiskinan itu tidak bisa dihitung ketika membahas APBD saja. Kemiskinan tidak bisa juga dengan hanya melihat jumlah warga penerima program Keluarga Harapan (PKH). Basis data secara online ini diharapkan segera dimiliki oleh Pemkab Lotim agar bisa menjawab semua persoalan kemiskinan secara lebih faktual. Mengukur kemiskinan juga tidak bisa dengan hanya melihat kondisi sekarang. Di mana, orang miskin sekarang bisa saja berubah besoknya menjadi kaya. Jika menggunakan analisa itu, maka sudah harus berubah status ekonominya. Karena itulah diperlukan aktualisasi data secara berkesinambungan. Daat ini bisa disajikan di semua OPD terkait. Data yang sudah valid ini akan lebih memudahkan dalam menghadirkan program pengentasan kemiskinannya dan jauh lebih terukur. Data yang sudah tersaji dengan baik secara online, maka akan membuat pemerintah tidak akan kecolongan. Setiap mengambil kebijakan pasti akan terarah. Pemerintah tidak asal-asalan dalam mengambil kebijakan. Sejauh ini banyak bantaun pemerintah untuk alasan pengentasan kemiskinan, akan tetapi pada akhirnya tidak tuntas. Namun, setelah ada data terpadu secara onlie, maka program pengentasan kemiskinan terhadap objek keluarga miskin akan lebih mudah terarah. Warga yang belum tersentuh bisa dicarikan sumber dana yang lain. “Kalau tidak ada anggaran dari provinsi dan pusat, bisa dianggarkan di kabupaten,” imbuhnya. (rus)

Petani Tembakau Harus Perhatikan Kondisi Iklim Selong (Suara NTB) Kalangan petani di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diminta untuk memperhatikan kondisi dan perubahan iklim. Terutama bagi petani tembakau yang saat ini sudah memasuki musim tanam. Pentingnya memahami kondisi iklim ini untuk menghindari kerugian dan hasilnya dapat maksimal. Ditemui Suara NTB, Jumat (12/4), Plt. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lotim, H. Abadi, mengaku sudah menginstrusikan kepada seluruh petani tembakau di Kabupaten Lotim tidak sembarangan melakukan penanaman. Hal tersebut dikarenakan kondisi iklim saat ini tidak menentu. Alangkah baiknya para petani bersabar dan mengikuti arahan baik dari perusahaan mitra maupun dari pemerintah. “Menghadapi musim tanam tembakau, Distan mencoba mencari informasi cuaca dan berkoordinasi dengan perusahaan mitra,” ujarnya. Dikatakan H. Abadi, dengan memperhatikan kondisi iklim secara baik, maka ia memastikan petani tembakau dapat meraup keuntungan yang cukup besar dari budidaya “emas hijau” tersebut. Sebaliknya, apabila petani asal tanam, maka kerugian tidak menutup kemungkinan menghampiri. Terlebih dalam budidaya tembakau ini membutuhkan dana yang cukup fantastis. Upaya dalam mendeteksi iklim ini dengan melakukan upaya antisipasi, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim, sehingga dapat tercapai keberhasilan produksi yang berkualitas. “Yang perlu diperhatikan juga masalah saluran irigasi. Jangan sampai nanti ketika hujan, air meluap ke dalam lahan dan menyebabkan kerusakan pada tanaman tembakau itu sendiri,” ujarnya. Kasi P2HP Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Lotim, Fathullah Said, mengatakan, saat ini seperti biasa pada akhir Maret proses pembibitan untuk penanaman tembakau tahun ini, sehingga sekitar bulan Mei 2019, proses penanaman mulai dilakukan. Dari dinas mengacu pada penyaluran dana bansos DBHCHT. Anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Lotim sebanyak Rp8,4 miliar untuk tembakau baik virginia maupun rajang. Dalam penanaman tembakau, kata dia, petani harus memperhatikan kondisi lingkungan terkait iklim. Pasalnya meskipun tidak terjadi hujan, namun apabila ketersediaan air pada embung sudah ada, maka petani dipersilakan untuk melakukan penanaman dengan ketentuan dan aturan perusahaan mitranya masing-masing. (yon)

Lotim Sediakan Rumah Singgah di Denpasar PEMKAB Lombok Timur (Lotim) di bawah komando H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi Sjamsuddin memiliki komitmen besar dalam bidang kesehatan. Salah satu terobosannya ini adalah menyediakan rumah singgah yang representatif dekat Rumah Sakit Sanglah, Denpasar Bali. Demikian disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Pengembangan dan Penelitian Kesehatan (SDK dan Litbangkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, Dr. H. Pathurrahman, SKM. MPH., Jumat (12/4) Menurutnya, rumah singgah lantai tiga yang disewa setahun oleh Pemkab Lotim senilai Rp 125 juta dan sudah dimulai Januari 2019 lalu. Di rumah singgah ini, ujarnya, ada 9 kamar dan bisa menampung 15 hingga 20 orang. Diakuinya, dari hasil evaluasi pengalaman sebelumnya, banyak warga Lotim yang berobat rujukan ke Rumah Sakit Sanglah di Denpasar Bali yang mengalami kebingungan mencari tempat tinggal. “Kalau yang sakit kan jelas di rumah sakit

tempatnya, ini bagi keluarga yang mengantarkan sering kebingungan mencari tempat tinggal sementara,” urainya. Tujuan disediakannya rumah singgah ini semata untuk menghadirkan kemudahan bagi warga Lotim yang keluarganya ada yang dirujuk berobat ke Denpasar. Para keluarga pasien yang berobat bisa mengirit biaya selama di Denpasar. Rumah yang disewa Pemkab Lotim ini katanya cukup bagus, yakni rumah milik dokter spesialis saraf. Jumlah warga Lotim yang dirujuk berobat ke Rumah Sakit Sanglah di Denpasar Bali ini katanya cukup tinggi. Ratarata dalam sebulan 5-10 orang. Bahkan Jumat kemarin ada 11 orang sedang mendiami rumah singgah untuk menemani keluarganya yang dirawat. ‘’Jenis penyakit yang dirujuk ini beragam, antara lain kanker payudara, kanker mata yang penanganannya tidak bisa dilakukan di rumah sakit yang ada di NTB,’’ ujarnya. Melihat sangat dibutuhkannya rumah singgah tersebut diharapkan bisa dapat

diteruskan sewanya tahuntahun berikutnya. Untuk dijadikan permanen katanya belum dipikirkan oleh Pemkab Lotim. Pasalnya, kalau dibeli harganya pasti sangat mahal. Rumahnya sangat strategis, cukup dengan jalan kaki 10 menit bisa langsung sampai ke rumah sakit. Sebelumnya diakui sudah ada rumah singgah. Akan tetapi, lokasi sebelumnya sempit dan kumuh serta lokasinya cukup jauh dari Rumah Sakit tempat pasien asal Lotim ini dirawat. Dalam ilmu kesehatan, kata Pathurrahman ada istilah infeksi nosokomial, di mana orang yang sehat menjadi sakit karena kondisi lingkungan tempat tinggal tidak baik. Ditegaskan Kabid SDK ini, hampir tidak ada sewa bagi warga Lotim. Warga yang singgah dipersilakan sekadar memberikan sumbangan seikhlasnya untuk biaya kebersihan. Sumbangan sukarela dari warga yang singgah ini digunakan untuk membayar tenaga kebersihan dua orang yang ada di rumah singgah tersebut. “Tidak ada beban

H. H. Pathurrahman Pathurrahman

Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. SukimanAzmy memimpin langsung aksi pungut sampah di Pantai Labuhan Haji, Jumat (12/4). Bupati sengaja mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Lotim bersama dengan kelurahan dan desa bersama pula dengan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sedang praktik di Lotim untuk melakukan gotong royong bersih-bersih pantai yang selalu ramai dikunjungi tiap akhir pekan itu. Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Didit mengatakan, gotongroyong bersih-bersih sepanjang Pantai Labuhan Haji dipimpin langsung Bupati Sukiman. Bupati, katanya, turun langsung membersihkan sampah di sekitar pantai. Aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Terutama pada musim hujan seperti saat ini. Apalagi, Pantai Labuhan Haji selalu menjadi muara sampah-sampah kiriman dari sungai yang berada di hulu. Kegiatan bersih-bersih pantai ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk menigkatkan

kesadaran masyarakat menjaga kebersihan. Apalagi saat ini Pantai Labuhan Haji menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak diminati masyarakat. Jajaran OPD, Kecamatan dan Desa/Kelurahan Labuhan Haji terbagi dalam dua zona. Zona pertama terdiri dari Satpol PP, Bapenda, Setda, Dinas Perkim, Dispora, dan lain-lain dengan lokasi gotong royong mulai dari Pelabuhan Labuhan Haji ke utara sampai ke destinasi wisata Lengkok. Sedangkan zona kedua di antaranya Bappeda, BPKAD, Bakesbangpol, Dinas PMD dengan lokasi dari pelabuhan menuju selatan sampai ke

(Suara NTB/Humas dan Protokol Lotim)

PUNGUT SAMPAH - Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy pimpin aksi pungut sampah di Pantai Labuhan Haji, Jumat (12/4). destinasi wisata sepolong. Masing-masing peserta gotong royong membawa sendiri alat-alat kebersihan sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok

KPU KLU Jamin Distribusi Surat Suara Tak Ada Kendala Tanjung (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuaten Lombok Utara (KLU) memastikan distribusi logistik Pemilu 2019 tidak ada hambatan berarti. Hal ini tidak lepas dari kondisi infrastruktur di KLU yang relatif semakin baik dari tahun ke tahun. “Distribusi surat suara dilakukan paling telat H-1. Untuk Persiapan kita seperti armada, tim pendamping sudah disiapkan,” ujar Ketua KPU KLU, Juraidin, SH., Jumat (12/4). Penjadwalan distribusi logistik mengacu pada petunjuk yang diatur oleh KPU, jika untuk kabupaten, pengiriman perlengkapan pencoblosan dilakukan sehari sebelum hari H (tanggal 17 April). Melihat sebaran TPS di KLU sebanyak 759 TPS yang ada di 33 desa dan 5 kecamatan, Juraidin meyakini pendistribusian akan selesai dalam sehari. KPU KLU sendiri merancang agar dis-

(Suara NTB/dok)

Juraidin tribusi awal pada hari pengiriman menyasar dusun atau TPS/ TPS terjauh dan terdalam. “Di KLU, TPS yang kita anggap terdalam itu ya seperti TPS di 3 Gili, terus Sambil Elen (Bayan), Jangkar, Selelos (Gangga) sama di beberapa

titik di Pemenang,” imbuhnya. Juraidin yang notabene sudah punya pengalaman mengawal distribusi logistik pemilu menilai tidak ada dusun atau TPS yang tidak bisa dijangkau. Berbeda dengan zaman baru berdirinya Lombok Utara, di dusun terpencil, seperti Tebango Bolot, hanya bisa diakses menggunakan bantuan tenaga kuda. “Kita memang mengutamakan kecamatan dan desa terjauh, baru setelah itu desa terdekat. Soal batas waktu pengiriman tidak ada, tapi harus selesai H-1,” katanya. Perihal kekurangan surat suara dan perlengkapan lain, KPU KLU tambah Juraidin sudah mengirimkan usulan tambahan. Tidak disebutkan jumlah pastinya, namun logistik pengganti diklaim sedang dalam perjalanan. “Sudah diajukan penggantinya, dan informasi sudah dalam perjalanan. Besok kita perkirakan sudah tiba di Lombok,” tandasnya. (ari)

Bawaslu KLU Pilih Dihukum Berat but disampaikan oleh salah satu Sekretaris Daerah pada pertemuan rakornas netralitas TNI, Polri dan ASN di Denpasar beberapa waktu lalu. Hadir pada kesempatan itu, 10 sekda dari 10 pemerintahan yang diundang pada rakornas tahap 2. “Jadi bahasan itu adalah rekomendasi yang disampaikan kepada KASN pada saat rakornas yang dilakukan di Bali. Rekomendasi adalah, ASN itu sama dia haknya seperti TNI dan POLRI. Agar ASN tidak punya hak pilih,” katanya. Kedua, selain pencabutan

mah sakit Harapan Kita sekelilingnya agak padat, sehingga sulit mencari rumah singgah. Di samping itu sewanya pasti jauh lebih mahal dibandingkan dengan Bali. Lokasi yang berada dekat dan bisa ditempuh dengan jalan kaki saja ke Rumah Sakit Harapan K i t a Jakarta cukup susah. (rus/*)

Bupati Sukiman Pimpin Aksi Pungut Sampah di Pantai Labuhan Haji

Soal ASN Tak Netral

Tanjung (Suara NTB) Merebaknya usulan ASN agar dicabut hak politiknya pada setiap pemilihan, tidak begitu sejalan dengan pemikiran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sebaliknya Bawaslu lebih menginginkan agar sanksi kepada ASN diberlakukan tegas dengan menggunakan satu regulasi, yakni UU Pemilu. Ketua Bawaslu KLU, Adi Purmanto, SE., Jumat (12/4), mengakui adanya usulan agar hak politik ASN dicabut. Usulan terse-

biaya lagi dari warga, karena operasional ditanggung oleh pemerintah, yakni untuk listrik dan air dibayar Rp 1,5 juta per bulan,” sebutnya. Semua warga Lotim dipersilakan memanfaatkan rumah singgah tersebut. Ada juga sanak saudara dari kabupaten lain yang mau singgah di rumah tersebut juga tidak dipersoalkan. Namun, tetap yang diutamakan adalah warga Lotim. “Pingin menumpang silakan saja, tapi selama ini orang dari Lotim tidak pernah kosong,” imbuhnya. Tidak saja di Rumah Sakit di Denpasar Bali, beberapa tempat seperti di Jakarta pun ada rencana untuk disiapkan. Seperti di Jakarta katanya sedang proses mencari lokasi yang representatif. Diketahui yang banyak di Jakarta adalah ke Rumah Sakit Harapan Kita. Ru-

hak politik, sanksi lain yang diusulkan adalah pidana untuk ASN. Dalam hal ini, Adi Purmanto sepakat dengan Bawaslu daerah lain, agar sanksi untuk ASN yang terbukti berpolitik diatur hanya dengan menggunakan UU Pemilu, dan bukan UU ASN. Sewajarnya, regulasi yang mengatur ASN harus dibuat lebih bagus. Menurut dia, dengan pencabutan hak politik belum menjamin ASN untuk tidak terlibat politik praktis. Sebaliknya, dengan tidak adanya hak politik dikhawatirkan ASN akan lebih bebas bergerak di masyarakat

dalam mempengaruhi dukungan. Sebab ASN, terlebih lagi seorang pejabat eselon II, sudah jelas memiliki program, juga memiliki pengaruh di masyarakat. “UU yang mengatur sanksi ASN harus satu. Karena kalau pakai UU ASN, KASN itu tidak langsung memberikan hukuman, jadi bukan dia yang mengatakan hukumnya ringan dan sebagainya itu. Tetapi KASN merekomendasikan kembali ke pemerintah daerah, nanti PPKnya yang akan mengeksekusi,” jelasnya. “Jadi poinnya itu, ASN agar sama seperti TNI/POL-

RI. Dan hukumnya itu jelas, dipidana. Tapi saya berharap, kalau mereka tidak netral, ya penjarakan saja. Supaya kejadian yang terjadi kaitannya dengan netralitas ASN, TNI dan Polri itu selesai,” tandasnya. Terpisah, Sekda Lombok Utara, Drs. H. Suardi, MH., mengingatkan kembali agar seluruh ASN tidak melakukan hal-hal aneh yang berbau politik. Apalagi ikut terjun dalam politik praktis para kandidat calon legislatif maupun pilpres. (ari)

Timur menyiapkan dua unit armada dump truck pengangkut sampah. Ke depan rencananya kegiatan gotong royong serupa akan dilakukan di wilayah

perkotaan dan sekitarnya sebagai antisipasi banjir yang terjadi pada musim hujan yang diakibatkan tersumbatnya drainase, karena penumpukan sampah. (rus)

Terlibat Politik Uang, Caleg Siap-siap Dicoret Selong (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan melakukan tindakan tegas terhadap calon legislatif (caleg) yang terlibat money politics atau politik uang. Pencoretan akan dilakukan apabila caleg tersebut terindikasi dan terbukti melakukan politik uang berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu. “Kita tentu akan melakukan tindakan tegas. Kita langsung coret caleg yang bersangkutan berdasarkan rekomendasi Bawaslu dengan terlebih dahulu mengikuti prosedur yang ada,” terang Komisioner KPU Lotim, Taharudin. Taharudin menegaskan, apabila dalam penindakan caleg terlibat politik uang itu sudah menjalani segala tahapan yang ada. Maka dari KPU tidak dapat memberikan dispensasi atau keringanan jika terbukti bersalah. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dan aturan yang sudah ditetapkan bahwa politik uang sangat-sangat dilarang dan dapat merusak dunia pesta demokrasi tanah air. Sebagaimana harapan bersama, wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat betul-betul pilihan rakyat, bukan memilih karena uang. “Apapun alasannya, bagi yang terbukti melakukan politik uang. Sanksi tegas akan diterimanya,” tambahnya. Terpisah, Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati, Bawaslu Lotim jauhjauh hari sudah melakukan antisipasi terkait adanya politik uang maupun “serangan fajar” menjelang hari pemilihan pada pemi-

lu 2019 ini. Pasalnya, Bawaslu juga tidak menampik mindset masyarakat terkait ada uang ada suara masih ada. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat. Terkait pengawasan terhadap terjadinya politik uang ini. Retno menegaskan bahwa sudah ada instruksi dari Bawaslu RI untuk melakukan patroli pengawasan anti politik uang. Dalam patroli ini akan mengumpulkan semua pengawas hingga ke tingkat TPS untuk melakukan pergerakan bersama. “Memang politik uang dan “serangan fajar” ini salah satu bagian terpenting untuk diawasi,” terangnya. Bagi yang ditemukan melakukan politik uang maupun “serangan fajar”, kata Retno, maka oknum yang bersangkutan dapat dicoret dari peserta pemilu. Bahkan tidak bisa dilantik apabila terpilih ketika terbukti bersalah ketika sudah inkracht di pengadilan. “Kalau terbukti, tentu oknum yang bersangkutan bisa dicoret,” jelas dia. Pada Jumat, (12/4) siang kemarin. Bawaslu bersama TNI-Polri, dan semua unsur partai politik dan pihak terkait lainnya mengadakan apel siaga patroli pengawasan masa tenang di masing-masing kecamatan, d iantaranya Kecamatan selong, Labuhan Haji, Sukamulia, dan Suralaga. Ditegaskan Retno, bagi caleg yang melakukan kampanye pada masa tenang atau di luar jadwal yang sudah ditentukan, maka caleg tersebut dapat dipidana. (yon)


SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

Harus Ditangkap KEPALA Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lombok Barat (Lobar) H. L. Winengan bereaksi keras terhadap dugaan manipulasi harga material bantuan korban gempa yang tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Bahkan pria berkepala plontos ini meminta agar aparat penegak hukum untuk menangkap oknum kelompok masyarakat (pokmas) atau fasilitator yang terbukti bermain dalam bantuan gempa ini. “Kalau yang gitu-gitu (bermain, red) dan terbukti tangkap saja, entah itu pokmas dan fasilitatornya,” tegasnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (12/4). (Suara NTB/dok) Meski diakui penerimaan H. L. Winengan fasilitator dilakukan oleh daerah, pihaknya tidak bisa mengawasi kinerja dari yang bersangkutan. Terlebih lagi Winengan mengaku tidak pernah dikoordinasikan apa yang dilakukan. Pria yang juga aktif di organisasi PWNU NTB ini tidak menginginkan, ada yang bermain dengan bantuan korban gempa. Sebelumnya dugaan manipulasi harga materilan di RAB korban gempa ditemukan di Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi. Bahkan di RAB tersebut harga cat yang biasanya di pasaran seharga sekitar Rp 70 ribu per kalengnya. Naik menjadi Rp 450 ribu per kaleng dengan berat 5 kilogram. Di samping adanya material yang dinilai tidak layak pakai. Hal itupun sudah sempat diprotes oleh warga setempat. (her)

SUARA PULAU LOMBOK

30 Desa di Loteng Masuk Kategori Tertinggal Praya (Suara NTB) Hingga akhir tahun 2018, sebanyak 30 desa dari 127 desa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat masih masuk kategori desa tertinggal. Sisanya masuk kategori desa berkembang serta cepat berkembang. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng, Drs. Jalaludin, kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (12/4). Jumlah desa tertinggal ini, merupakan hasil pemetaan oleh pemerintah pusat dengan mengukur sejumlah indikator, mulai dari ketersedian sarana dan prasarana desa, infrastruktur dasar, kondisi kesehatan masyarakat serta jumlah keluarga miskin. “Data pusat menyatakan kita masih memiliki sebanyak 30 desa kategori desa tertinggal,” sebutnya. Meski demikian, pihaknya sebenarnya masih sanksi dengan data tersebut. Tapi bukan

berarti data tersebut tidak benar. Karena kalau dilihat secara kasat mata, jumlah desa tertinggal di Loteng tidak sebanyak itu, artinya kurang dari 30 desa. “Jika dilihat lebih mendalam, memang ada desa di Loteng yang masuk ketegori tertinggal. Tapi tidak sebanyak data pusat, seperti Desa Montong Sapah, Montong Ajan, Batujangkih, Seraga serta Desa Teduh, karena dari infrastruktur masih terbatas,” terangnya. Meski begitu pihaknya juga

tidak bisa menyalahkan pemerintah pusat, karena dalam menilai desa itu masuk kategori tertinggal, berkembang, cepat berkembang ataupun desa maju dan mandiri jelas ada indikatornya. Jadi tidak sembarang menentukan status desa desa, apakah masuk kategori tertinggal atau tidak. Nah paling penting sekarang, bagaimana bisa memacu desa-desa yang masuk ketegori tertinggal tersebut agar bisa naik status. Paling tidak

Disnakertrans Loteng Tunggu Data Provinsi Praya (Suara NTB) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hingga kini masih belum mendapat kejelasan informasi soal ada tidaknya warga di daerah ini yang turut jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pihaknya pun sudah berkooordinasi dengan Disnakertrans provinsi, terkait kepastian adanya warga Loteng yang jadi korban. “Kita belum bisa beri keterangan apapun soal kasus TPPO ini. Apakah ada warga Loteng (Suara NTB/dok) yang turut jadi korban atau tidak, H. Masrun masih menunggu data dan informasi dari Disnakertrans NTB,” aku Kepala Disnakertrans Loteng, Drs. H. Masrun, kepada Suara NTB, Jumat (12/4). Pihaknya sebelumnya sudah mengirim stafnya untuk menelusuri identitas para korban TPPO, apakah ada warga Loteng. Namun sampai saat ini belum ada kepastian informasi, sehingga pihaknya hanya pada posisi menunggu saja. Jika memang ada, barulah pihaknya bertindak. Soal dugaan penyaluran pekerja ilegal asal Loteng, Masrun mengaku memang sulit untuk dideteksi. Tapi yang jelas, pihaknya berupaya meminimalisir pengiriman pekerja secara ilegal. Salah satu, upaya yang dilakukan dengan membuat layanan terpadu satu pintu. Hal ini bertujuan memudahkan para calon pekerjadalam mengurus dokumen keberangkatannya. Di mana selama ini salah satu penyebab banyak warga di daerah ini berangkat sebagai pekerja secara ilegal, lantaran sulitnya mengurus dokumen keberangkatan. Namun, adanya layanan satu pintu ini, ujarnya, persoalan tersebut sudah terjawab. Selain itu, pihaknya juga intens melakukan pengawasan dan sosialisasi di bawah agar masyarakat yang berniat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang legal. Jadi kalau pun kemudian masih ada pekerja ilegal, pihaknya juga tidak menutup mata dan tetap memperhatikan keberadaan mereka. (kir)

menjadi desa berkembang. Dan, untuk mewujudkan hal itu bukan perkara mudah, karena butuh intervensi banyak pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan DPMD semata. Apalagi, tidak semua indikator penilaian desa tertinggal menjadi ruang lingkup DPMD. ‘’Misalnya dalam hal penyedian sarana dan prasarana dasar, itu ranahnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kemudian soal peningkatan kualitas kesehatan, itu menjadi tugasnya Dinas Kesehatan (Dikes). Termasuk dalam hal penyiapan jaringan telekomunikasi, kewenangannya ada di tangan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo),’’ ujarnya. (kir)

(Suara NTB/dok)

Jalaludin

Lima Desa di Sekotong Pertanyakan Realisasi Bantuan Pemprov

Kumpulkan Bahan untuk Memori PK Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Bagian Hukum Setda Lobar terus mengumpulkan bukti-bukti dokumen untuk bahan mengajukan memori peninjuan kembali (PK). Termasuk pihak Bagian hukum bersama OPD terkait melakukan penelusuran terhadap bukti-bukti administrasi proses pembelian lahan tersebut. Setelah bahan ini terkumpul barulah pemda melakukan langkah PK. Kabag Hukum Setda Lobar Ahmad Nuralam mengatakan, upaya PK tidak ada batas waktunya. Saat ini pi(Suara NTB/her) haknya tengah mengumpulAhmad Nuralam kan bahan-bahan. Pengumpulan bahan butuh waktu, karena proses administrasi lahan ini telah lama, sehingga pihaknya perlu mencari tahu kejelasan administrasi , “kita cari tahu proses administrasi proses pembelian lahan itu, bagaimana ceritanya. Itu yang kita cari tahu dari para pejabat saat itu masih ada ndak,” jelas Alam. Dijelaskan, pihaknya perlu mencari tahu administrasi proses pembelian tanah. Sebab jika itu diketahui secara jelas, maka bisa ditelusuri bukti-bukti surat terkait dengan proses penjualan tersebut. Termasuk, kata dia, orang yang pada saat itu terlibat. Untuk menelusuri ini, pihaknya perlu memverifikasi lagi dan mencari informasi terkait hal ini dari para pihak yang terlibat proses pada saat itu. Lebih jauh kata dia, proses eksekusi sendiri masih ditunda oleh PN Mataram. Pada proses berjalan ini ia berupaya menemukan alat bukti untuk mengajukan PK. Ia berharap agar eksekusi lahan tak dilakukan, mengingat pertimbangan banyak warga dan anak yang terdampak. Karena itu di masa penundaan ini, pihaknya memaksimalkan untuk mencari bukti-bukti. “Ini kita terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti,”kata dia. Sementara itu, Kabid Pengamanan, Pemindahtanganan dan Penatausahaan pada BPKAD, L Gde Ramadhan Ayub mengatakan, beberapa berkas yang dijadikan bukti-bukti baru ini telah ditemukan oleh pemda, sehingga ini dijadikan novum baru kalau langkah PK ini dilakukan. Berkas yang sudah ditemukan tersebut jelas dia, riwayat kronologis, surat pernyataan peminjaman sertifikat, pendaftaran tanah terhadap bidang itu. Surat peminjaman sertifikat yang dipegang tersebut asli dengan materai. Hanya saja, dalam surat itu bukan bersangkutan (penggugat) yang tanda tangan dalam peminjaman itu. Pihaknya menelusuri apa keterkaitan antara si peminjam ini dengan penggugat. Alasan seseorang warga itu meminjam sertifikat tanah itu untuk menyesuaikan luasan di sertifikat dengan fisik yang ada. “Itu alasannya meminjam,” jelas dia. Beberapa berkas ini sendiri sudah diserahkan ke Bagian Hukum sebagai penyusunan memori PK. (her)

Halaman 5

(Suara NTB/Humas Setda Lobar)

TURUN BERSAMA - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat turun bersama BWS, Kejati NTB dan BPN ke lokasi proyek pembangunan Bendungan Meninting beberapa waktu lalu.

Bupati Lobar Klaim Tak Ada Penolakan Proyek Bendungan Meninting Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menegaskan tidak ada warga yang tak setuju dengan proyek pembangunan Bendungan Meninting. Terkadang, kata dia, warga ini terpancing, sehingga timbul persoalan. Padahal secara umum semua warga yang terdampak proyek ini telah setuju, karena telah lama disosialisasikan oleh pemda. Hanya saja problemnya diakui terletak pada appraisal yang belum bekerja. Dipastikan tanggal 26 April ini sudah ada penetapan pemenang appraisal, selanjutnya tim ini bisa mulai bekerja. Paling cepat, awal bulan Mei bisa dilakukan pembayaran lahan milik warga. “Ndak ada yang ndak setuju proyek ini, karena ini sudah lama disosialisasikan kepada masyarakat. Problemnya ad-

alah masalah appraisal, itu saja problemnya. Insya Allah tanggal 26 April ini sudah ada pemenang appraisal,” jelasnya, Jumat (12/4). Menurut dia, masyarakat sudah paham dengan rencana pembangunan proyek ini, hanya saja terkadang ada yang terpancing bertanya-tanya soal rencana ini, termasuk soal ganti rugi lahan. Soal adanya penolakan warga terhadap rencana BWS mendatangkan alat berat, diakui bupati dulu memang ada rencana BWS untuk menyewa lahan warga.Pihaknya pun mengumpulkan warga untuk mensosialisasikan ke warga terkait lahan siapa mau lebih dulu terkena. Hanya saja problemnya, lanjut dia, warga minta harga sewa cukup tinggi mencapai Rp 2 juta per are selama 3 bulan. Sebagus-bagusnya lahan, kata dia, satu hek-

tar harga sewanya Rp25 juta. “Tapi ini maunya warga sewanya Rp 2 juta per are,” jelas dia. Akhirnya rencana ini ditunda sampai menunggu realisasi pembayaran lahan warga. Lebih lanjut, jelas Fauzan, hasil rapat terakhir bersama BWS, Kejati dengan BPN begitu penetapan pemenang appraisal tanggal 26 April nanti ia bersama pihak terkait akan berkumpul untuk bahas jadwal kerja. Menurut jadwal kerja, mereka bisa menyelesaikan appraisal selama 1 bulan (bulan Mei). Namun pihaknya meminta mendahulukan lahan yang diperlukan seperti lahan untuk jalan dan kantor. Pembayaran tanah yang dibutuhkan ini ditarget bisa terlaksana awal bulan Mei. Namun untuk bisa selesai pembayaran semua tanah warga, ditargetkan awal Juni. (her)

Bupati Loteng Ingatkan Masyarakat Tidak Golput Praya (Suara NTB) Bupati Lombok Tengah (Loteng) H. M. Suhaili FT, menyerukan kepada semua lapisan masyarakat di daerah ini agar menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya atau golput, karena setiap suara rakyat sangat menentukan nasib bangsa hingga lima tahun ke depan. “Mari semua masyarakat Loteng datang ke TPS dan gunakan hak pilih dengan baik,” seru H.M.Suhaili FT, usai olahraga pagi di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (12/4). Menurutnya, memilih pemimpin dan wakil rakyat adalah hak politik setiap warga negara dan hak politik ini tidak boleh disia-siakan. Tidak kalah penting,

ujarnya, masyarakat diharapkan bisa tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang atau setelah gelaran pemilu serentak 17 April, karena bagaimanapun juga, rasa aman dan nyaman sangat dibutuhkan dalam mendukung suksesnya pembangunan. Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, menargetkan angka partisipasi pemilih pada gelaran pemilu serentak tahun ini sebesar 77,5 persen. Untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih, KPU Loteng intens melakukan sosialisasi kepada hampir semua segmen masyarakat. Diakuinya, untuk bisa mencapai target partisipasi pemilih tersebut tentu butuh kerja

keras, sehingga KPU Loteng sudah menggandeng berbagai elemen masyarakat di daerah ini untuk bersama-sama memberikan pendidikan politik yang baik dan bisa mendorong minat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang. Melihat dinamika politik yang berkembang saat ini, pihaknya optimis bisa mencapai target angka partisipasi pemilih, bbahkan bisa jadi lebih tinggi. Karena gelaran pemilu legislatif kali ini digelar bersamaan dengan pemilihan presiden. Di mana gelaran pemilihan presiden menjadi magnet tersendiri yang bisa mendorong minat masyarakat menggunakan hak pilih. (kir)

Giri Menang (Suara NTB) Para kepala desa (kades) di wilayah Sekotong Lombok Barat (Lobar) yang masuk desa binaan provinsi mempertanyakan realisasi bantuan yang diberikan provinsi. Beberapa bentuk bantuan yang akan diberikan berupa dana Rp 100 juta untuk pengembangan BUMDes dan program infrastruktur serta lingkungan. Mekanisme bantuan ini belum jelas, sehingga desa masih bertanya-tanya bagaimana bentuk kegiatan yang akan diintervensi melalui bantuan tersebut. Kades Sekotong Tengah L. Sarappudin mengatakan, ada lima desa di sekotong masuk binaan provinsi di antaranya Sekotong Tengah, Pelangan, Sekotong Barat dan Batuputih. Lima desa ini masuk dalam program 100 desa binaan provinsi sesuai dengan kebijakan Gubernur NTB. “Tapi bentuk dan model bantuan ini belum jelas. Dan sampai saat ini belum ada realisasinya,” kata Ketua Forum Kades Kecamatan Sekotong ini, Jumat (12/4). Sejauh ini, kata dia, belum ada titik kejelasan bantuan kepada desa ini. Apakah bantuan yang diberikan berupa dana ataukah program lain berupa infrastruktur, sanitasi dan sektor wisata. Belum ada penjelasan lebih lanjut tentang hal ini, hanya yang sudah dipastikan bahwa 5 desa ini masuk 100 desa binaan provinsi. “Masalah apa bentuk ban-

tuannya kami belum tahu,” aku dia. Kalau bicara program sanitasi jelas dia, pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari Pemda Lobar. Kades Batu Putih Fajrin Nur mengatakan kalau desanya juga masuk dalam 100 desa binaan provinsi. Namun sejauh ini belum ada kejelasan terkait program ini. “Belum ada kejelasan soal ini,” jelas dia. Sejauh ini ia hanya mendapatkan informasi terkait program ini diberikan ke desa setempat, karena masuk daerah tertinggal namun punya potensi besar. Bentuk program ini jelas dia ada 13 item, di antaranya untuk RTLH, pengembangan daerah wisata, sanitasi lingkungan, air bersih, BUMDes, dan program lainnya. ‘’Khusus BUMDes, ada bantuan dari provinsi Rp100 juta. Semua desa binaan rencananya diberikan masingmasing Rp100 juta,” jelas dia. Di samping itu, pihaknya sudah mendukung BUMDes melalui DD. Terkait kapan program ini diekskekusi belum ada kejelasan. Informasinya tahun ini, namun belum ada. ”Ini masih samar-samar, informasinya tahun ini tapi belum ada kejelasan,” imbuh dia. Khusus program BUMDes di desanya, pihaknya mengarahkan pada sektor wisata, hortikultura berbasis pariwisata. Dan kegiatan lain, BUMDes melakukan pengadaan pupuk bagi petani dan peralatan. “Kita lebih fokuskan ke pariwisata,” jelas dia. (her)

Triwulan Pertama, 50 Warga Loteng Terjangkit DB Praya (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencatat sebanyak 50 warga di daerah ini terjangkit demam berdarah (DB). Namun hanya sebagian kecil saja yang dinyatakan positif DB. Selebihnya masih dinyatakan suspect (dicurigai). Demikian diungkapkan Kepala Dikes Loteng, H. Omdah, S.KM., kepada wartawan, Jumat (12/4). Dikatakannya, dalam tiga bulan pertama tahun ini jumlah kasus DB di Loteng memang fluktuatif, karena sangat tergantung kondisi cuaca. Tapi secara umum, jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama jumlah kasus DB tahun ini lebih kecil dan dipastikan tidak akan korban jiwa. ‘’Seluruh korban DB pun sudah ditangani,” klaimnya. Guna menekan kasus DB di Loteng, jajaran Dikes Loteng terus digerakkan untuk menggalakkan kegiatan pem-

berantasan sarang nyamuk (PSN). Karena cara yang paling ampuh dalam menangkal dan mengantisipasi penyebaran DB ialah dengan PSN. Sementara fogging atau pengasapan tidak direkomendasikan sebagai langkah antisipasi. Fogging hanya untuk penindakan saja. Pasalnya, fogging hanya menyasar nyamuk dewasa saja. Sementara jentik nyamuk tidak bisa dibasmi dengan pola itu, kecuali dengan pola PSN. Omdah mengingatkan, daerah yang terlibat bersih tidak menjamin bebas dari DB, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada. Apalagi nyamuk DB termasuk nyamuk elite yang tidak suka tempat kotor, tapi suka tempat-tempat yang bersih. “Walaupun bersih tapi banyak sarang nyamuk, itu bisa memicu penyebaran nyamuk DB. Justru tempat-tempat yang kotor tidak disukai nyamuk jenis ini,” tandas Omdah. (kir)

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Ditegaskan winengan, dana khususnya dan NTB umumnya Lobar, patut disyukuri oleh Giri Menang (Suara NTB) - pasti apakah bantuan gempa ini 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Ribuan korban gempa bisa dicairkan secepatnya sete- bagi 3 ribu lebih korban gempa sangat tinggi. Bahkan Lobar saja warga. Sebab dibandingkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 ini sudah ada, namun akan diu- semua korban gempa sebanyak 72 daerah yang lain yang mengalyang masuk pengusulan tam- lah pelaksanaan pemilu. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Kepala Dinas Perumahan rus setelah pilpres. Usulan ribu telah diberikan bantu- ami bencana justru daerah bahan dalam SK Bupati 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 susulan sejauh ini belum ada dan Permukiman Lobar H. L. sendiri telah diserahkan pemda an. Bantuan yang telah digelon- Lombok ini mendapatkan pri12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 titik terang kapan menerima Winengan mengatakan, proses langsung ke BNPB sejak sebu- torkan pusat ke Lobar mencapai oritas. Ia menambahkan, den12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 bantuan. Berdasarkan hasil pengurusan pencairan dana lan lalu. Pengurusan pencairan Rp 1,4 triliun, hanya tinggal usu- gan adanya tambahan 3 ribu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 koordinasi dengan pemerin- gempa Rp 75 miliar yang ma- ini, perlu menunggu selesai pil- lan tambahan yang berjumlah 3 usulan korban gempa ini, artin12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 tah pusat, ditargetkan pen- suk usulan tambahan akan di- pres, sebab itu agenda nasional. ribu KK lebih korban gempa yang ya ada jumlah korban gempa 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Menurut Winengan, progres diusulkan pemda baru-baru ini. gurusan proses pencairan pastikan setelah pelaksanaan di Lobar mencapai 76 ribu leb12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Besarnya perhatian pemerin- ih. “76 ribu warga Lobar ini bantuan dana ini setelah pel- pilpres. “Kita tunggu setelah se- penyaluran bantuan gempa dari 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 aksanaan pemilu. Ini belum lesai pilpres,” tegas Winengan. pemerintah pusat ke Lobar tah terhadap korban gempa di dibantu,”jelas dia. (her) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012

Pencairan Tambahan Dana Gempa Rp75 Miliar Ditarget Setelah Pemilu


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

Fokus Pileg, Nasdem Belum Sikapi Pilkada Dompu (Suara NTB) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang digadang – gadang akan mengusung Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, H. Ichtiar, SH pada Pilkada Dompu 2020 mengaku masih fokus pada Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang. Urusan Pilkada menjadi kewenangan DPP dan sejauh ini partai belum pernah membangun komunikasi politik dengan tokoh manapun untuk diusung di Pilkada Dompu mendatang. Sekretaris Partai Nas(Suara NTB/ist) dem Kabupaten Dompu, Sahlan Sahlan kepada Suara NTB, Jumat (12/4/2019) kemarin membantah telah membangun komunikasi politik untuk kepentingan Pilkada 2020 mendatang dengan tokoh tertentu. Saat ini partainya masih fokus mengejar target sebagai partai pemenang Pemilu DPRD Kabupaten Dompu dengan peroleh 5 kursi Dewan. Apalagi hari pencoblosan tinggal beberapa hari. “Kita belum pernah membangun komunikasi dengan siapapun untuk Pilkada mendatang, termasuk dengan H. Ichtiar untuk diusung. Karena kita masih fokus pada Pileg,” katanya. Untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara berjenjang menjadi kewenangan partai. Keputusan partai untuk Pilkada, akan diprioritaskan pada kader partai yang akan diusung menjadi calon Bupati atau wakil Bupati. “Kalau bicara Pilkada Dompu mendatang, kita akan prioritaskan kader partai untuk didukung sebagai calon Bupati atau calon wakil Bupati,” jelasnya. Untuk Pileg 2019 ini, Sahlan mengaku, target partai bisa memperoleh 5 kursi DPRD Kabupaten Dompu dan menjadi partai pemenang pemilu. Target ini cukup realistis dengan 4 daerah pemilihan (Dapil) yang memperebutkan 30 kursi oleh 16 partai. “Dapil Dompu 1 kita targetkan 2 kursi dan dapil lain masing – masing 1 kursi. Kita optimis bisa mencapainya,” ungkap Sahlan. Sebelumnya, H. Ichtiar, SH pada malam anugerah bagi atlet berprestasi pada Porprov NTB tahun 2018 di pendopo Bupati, Selasa (9/4) lalu mengungkapkan kesiapannya untuk maju sebagai calon Bupati Dompu pada Pilkada 2020 mendatang. Kesiapannya ini hanya untuk dicalonkan sebagai calon Bupati dan bukan sebagai calon wakil Bupati. Ia berencana maju melalui jalur partai politik (Parpol) dan sudah mulai dibangun komunikasi. Namun ia enggan menyebutkan partai mana saja yang diajak komunikasi. (ula)

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Bima (Suara NTB) – 12345678901234567890123456789012 Sebanyak 27.718 unit kendaraan bermotor di 12345678901234567890123456789012 wilayah Kabupaten Bima Tidak Melakukan Daftar 12345678901234567890123456789012 Ulang (KTMDU). Data itu terhitung dari 31 Desember 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 2018 sampai dengan 1 April 2019. 12345678901234567890123456789012 Demikian dikatakan Kepala UPTB UPPD Panda 12345678901234567890123456789012 Bima, Noeris Satria Putra, ST, ME pada saat kegiatan 12345678901234567890123456789012 Sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB), di hala12345678901234567890123456789012 man SMAN 1 Woha Kabupaten Bima, Kamis (11/4). 12345678901234567890123456789012 “Nilai pokok pajak KTMDU ini mencapai 12345678901234567890123456789012 Rp23.544.196.935 dan denda sebesar Rp4.995.425.732,” 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 katanya. 12345678901234567890123456789012 Noeris berharap Pemerintah Kabupaten Bima agar 12345678901234567890123456789012 dapat membantu dan bekerjasama mengurangi jumlah 12345678901234567890123456789012 KTMDU tersebut. Tujuannya meningkatkan pendapa12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB). 12345678901234567890123456789012 Ia menyebutkan jumlah atau potensi kendaraan ber12345678901234567890123456789012 motor di Kabupaten Bima, per 1 April 2019 berjumlah 12345678901234567890123456789012 76.557 unit. Jumlah itu terdiri kendaraan roda empat 12345678901234567890123456789012 (mobil) sebanyak 7.710 unit dan kendaraan roda dua 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (sepeda motor) 68.847 unit. 12345678901234567890123456789012 “Yang tercatat telah melakukan daftar ulang 12345678901234567890123456789012 4.994 unit. Sedangkan sisanya 12345678901234567890123456789012 sebanyak 70.543 unit belum 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 melakukan daftar ulang 12345678901234567890123456789012 karena masa berlaku pajak 12345678901234567890123456789012 belum berakhir,” katanya. 12345678901234567890123456789012 Pada kesempatan itu, 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Noeris menyampaikan, 12345678901234567890123456789012 sampai 10 April 2019 12345678901234567890123456789012 berdasarkan potensi yang ada 12345678901234567890123456789012 di Kabupaten Bima, realisasi 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 PKB sebesar 3.757.268.908 12345678901234567890123456789012 atau baru mencapai 31,17 12345678901234567890123456789012 persen dari target 12345678901234567890123456789012 12.054.035.000. 12345678901234567890123456789012 “Sementara 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 BBNKB 12345678901234567890123456789012 Rp3.551.12345678901234567890123456789012 222.091 atau 12345678901234567890123456789012 26,48 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 persen dari 12345678901234567890123456789012 target 12345678901234567890123456789012 sebesar 12345678901234567890123456789012 Rp13.12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 409.12345678901234567890123456789012 881.000,” 12345678901234567890123456789012 pungkas12345678901234567890123456789012 nya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (uki) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Noeris Satria Putra 12345678901234567890123456789012

27.718 Kendaraan Menunggak Pajak Senilai Rp23 Miliar

(Suara NTB/Uki)

Halaman 6

Antisipasi Caleg ”Beli Suara” di Masa Tenang Taliwang (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan meningkatkan pengawasannya dua kali lipat di masa tenang. Peningkatan pengawasan itu terutama terkait tindakan politik uang yang kemungkinan dilakukan oleh para Caleg. Ketua Bawaslu KSB, Karyadi mengakui, politik uang yang dimainkan para Caleg sudah mulai tercium indikasinya. Beberapa informasi yang diperolehnya di tingkat lapangan, modus paling umum digunakan yakni dengan mengumpulkan KTP masyarakat sebagai tanda bukti bagi mereka telah “membeli suara” pemilik KTP. “Memang sejauh

ini kami belum temukan langsung ya. Tapi informasinya sudah banyak kami terima dari anggota di lapangan,” katanya kepada Suara NTB, Jum’at (12/4). Ia menyatakan, sangat sulit membuktikan tindakan politik uang oleg oknum Caleg tak bertanggung jawab itu. Karena mereka saat ini bekerja cenderung rapi. Mereka menghin-

dari pola “serangan fajar” yang biasanya efektif dilancarkan di detik-detik terakhir hari pencoblosan dengan pola transansaksi lebih awal dengan mengumpulkan KTP masyarakat yang akan dibeli suaranya tersebut. “Kalau serangan fajar aksinya sporadis. Tapi ini lebih rapi. Dan memang efektif membuktikannya tangkap tangan saja. Makanya anggo-

ta kami mulai kabupaten sampai TPS kita maksimalkan melakukan pengawasan dengan cara patroli,” tegasnya. Selain tangkap tangan, untuk membongkar modus beli suara Caleg itu menurutnya masyarakat harus melaporkannya jika melihat dan memiliki bukti. Tapi persoalannya kata Karyadi, masyarakat cenderung mendiamkannya karena mereka juga menjadi sasaran iming-iming oknum Caleg. “Harapan kami kalau ada masyarakat yang diiming-imingi laporkan ke kami. Kami pasti akan tindak tegas sesuai aturan,” janjinya. (bug)

(Suara NTB/bug)

Karyadi

Keluarga Kurang Harmonis Picu Bunuh Diri

(Suara NTB/ist)

SK - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, menyerahkan SK CPNS secara simbolis, Jumat (12/4).

Bupati Sumbawa Serahkan 238 SK CPNS Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyerahkan secara simbolis 238 Surat Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 674 Tahun 2019 tentang pengangkatan CPNS di Lingkup Pemkab Sumbawa tahun 2019, Jumat (12/4). Para CPNS diharapkan bisa menjadi aparatur profesional. Bupati menyampaikan, profesi sebagai PNS sampai saat ini tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab pekerjaaan sebagai PNS memberikan kepastian kesejahteraan, dengan mendapat penghasilan yang kontinyu setiap bulan. Bupati berharap para CPNS dapat menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi aparatur profesional, memiliki kompetensi di bidang tugasnya, serta memiliki sikap pengabdian dan kesetiaan kepada bangsa dan negara, yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan. Dijelaskan Bupati, beberapa tuntutan masyarakat yang

harus mampu dipenuhi oleh setiap aparat pemerintah yaitu bekerja dengan jujur, terbuka atau transparan, demokratis, penuh perhatian kepada masyarakat, dan bebas dari KKN. Peran aparat pemerintah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat memiliki konsekuensi logis yaitu netralitas PNS dalam setiap agenda politik. Sebab dengan sikap netral seperti itu PNS dapat bekerja secara profesional, tanpa ada beban kepentingan politik praktis. “Terkait hal tersebut, saya kembali mengingatkan kepada seluruh ASN di Kabupaten Sumbawa untuk senantiasa menjaga netralitas serta tidak ikut terbawa arus politik dalam Pileg dan Pilpres 2019 yang beberapa hari lagi akan kita gelar. Untuk itu kita berharap pesta demokrasi ini bisa berlangsung dengan sukses dan kondusivitas daerah kita tetap terpelihara, baik pra maupun pascakegiatan,” pungkas Bupati. Sebelumnya, Plt Kepala

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Sumbawa, Syahruddin, SH, melaporkan, dari formasi pendaftar setelah seleksi administrasi sebanyak 4.906, yang berhak mengikuti seleksi sebanyak 4.656 orang dan seleksi kompetensi dasar, dan peserta yang lulus dan mengikuti kompetensi bidang sebanyak 437 orang. Yang dinyatakan lulus dan berhak untuk diusulkan sebagai CPNS sebanyak 238 orang yang terdiri dari formasi khusus eks tenaga honor K2 sebanyak 23 orang dari 58 formasi dan sisanya 35 orang, tenaga kesehatan sebanyak 85 orang, tenaga teknis sebanyak 29 orang, tenaga guru SDN dan SMP sebanyak 100 orang. Dilaporkan pula bahwa saat pemberkasan masing-masing CPNS telah membuat dan menandatangani surat pernyataan untuk siap mengabdi pada tempat tugas yang telah dilamar selama 5 tahun dan tidak boleh mengajukan surat pindah ke luar Kabupaten Sumbawa selama 10 tahun. (arn)

Dompu (Suara NTB) – Asisten Deputi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Marwansyio Kani mengaku, banyak memperoleh informasi terkait fenomena bunuh diri di Dompu. Kasus-kasus yang menimpa pelajar itu tidak saja dipicu kemiskinan. Tetapi banyak faktor lain. Beberapa diantaranya, hubungan keluarga yang tidak harmonis dan pengasuhan yang kurang baik dari orang tua dan guru. Sebagai bahan analisa kedepan mendorong ketahanan keluarga penting dilakukan. “Bunuh diri ini ternyata dari laporan-laporan tadi bukan hanya an sich kemiskinan. Tetapi ada faktor lain seperti halnya broken home. Berarti itu bagaimana caranya kita memperkuat ketahanan keluarganya,” kata dia kepada wartawan usai mengisi rapat koordinasi kebijakan perlindungan anak di Aula PKK, Jumat (12/4). Upaya memperkuat ketahanan keluarga itu, menurut dia, tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada satu pihak. Tetapi semua unsur di lingkup pemerintah daerah harus turun tangan. Misalnya, menyangkut kurangnya pengasuhan orang tua lantaran sibuk menjadi TKI ke luar negeri. Ini mesti diatasi dengan melibatkan Disperindag, Dinakertrans, Koperaai UMKM dan sebagainya untuk menekan

pemberangkatan mereka. Caranya memberdayakan mereka dengan potensi yang dimiliki daerah ini. Hal penting lainnya yakni mewujudkan guru sebagai pendidik, bukan sekedar pengajar pada jam pelajaran. “Sehingga perhatian terhadap anak itu bisa dijalani. Kalau bisa guru tidak hanya menjadi pengajar tapi pendidik yang betul-betul mengetahui,” ujarnya. Jika bebeberapa poin diatas bisa dimaksimalkan. Ia menyakini wilayah ini akan bisa menekan angka bunuh diri. Target KLA pun dapat dengan mudah dicapai. Apalagi di NTB belum ada satupun Kabupaten/ Kota berstatus layak anak. Kadis DP3A Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, disela kegiatan tersebut menyebutkan beberapa rekomendasi yang telah diusulkannya dalan penanganan kasus bunuh diri kedepan bersama OPD terkait. Diantaranya, mulai mengaktifkan pusat informasi konseling bagi remaja di sekolah, meningkatkan kapasitas guru BK, memperkuat sosialisai dan pendeteksian dini terhadap anak-anak beresiko bunuh diri. Disamping itu masih banyak rekomendasi lain. Namun perlu dipertajam lagi dengan melakukan beberapa kali pertemuan. “Rekomendasi ini nantinya akan kita pertajam lagi biar maksimal penerapannya di lapangan,” tandasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

POSE BERSAMA - Asisten Deputi Kemeko PMK, Marwansyio Kani saat pose bersama dengan Kadis DP3A Dompu, Daryati Kustilawati beserta jajaran Kementerian PPPA RI, Jumat (12/4).

Disnakertrans Kerahkan Tim Deteksi TKI Ilegal Dompu (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Dompu, menurunkan tim untuk mendeteksi TKI yang berangkat ilegal atau tidak melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI). Langkah itu diambil sebagai bentuk antisipasi munculnya TKI korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah ini. Upaya itu sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan sosialisasi dan meminta aparatur Desa/Kelurahan terlibat aktif dalam proses pemberangkatan TKI diwilayahnya. Ditandai dengan kewajiban mereka menerbitkan rekomendasi untuk setiap TKI yang

hendak bekerja keluar negeri. “Tim ini kita turun untuk mengecek ada tidaknya warga yang diberangkatkan oleh selain PJTKI,” kata Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans setempat, M. Nursalam di ruang kerjanya, Jumat (12/4). Praktik TPPO dengan modus pemberangkatan TKI keluar negeri diakui sangat mungkin terjadi. Di tengah minimnya pengetahuan masyarakat soal mekanisme pemberangkatan saat ini. Aksi para calo TPPO itu pun bisa dengan mulus dilancarkan karena iming-iming gaji besar yang ditawarkan, berikut biaya pemberangkatan TKI yang ditanggung seluruhnya.

Parahnya, lanjut M. Nursalam, dari beberapa kasus yang pernah ditemukan sebelumnya, diketahui bahwa proses pengurusan semua dokumen pemberangkatan TKI dilengkapi sendiri oleh calo. TKI hanya tahu berangkat ke negara tujuan, meski akhirnya harus menjadi korban TPPO. Karenanya, melalui tim serta peran serta pemerintah desa itu diharapkan praktik semacam ini bisa ditekan signifikan. “Calo ini banyak sekali modus yang mereka bawa makanya kita libatkan pemerintah desa dan turun langsung ke lapangan. Kalau dulu desa kurang kita fungsikan tapi sekarang kita persyaratkan

TKI yang berangkat harus ada rekomendasi desa,” tegasnya. Segera Berkoordinasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan segera berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi NTB dan BP3TKI Mataram. Langkah koordinasi itu diambil terkait informasi adanya kasus Tindak Pidana Perdangan Orang (TPPO) bermodus rekrutmen tenaga kerja indonesia (TKI), di mana warga NTB turut menjadi korbannya. “Kami memang belum begitu jelas informasinya. Tapi kalau memang benar, kami akan segera ke provinsi dan BP3TKI

menanyakannya,” kata Kepala Disnakertrans KSB, Ir. H. Muslimin. HMY, M.Si kepada Suara NTB, Jumat (12/4). Menurut H. Muslimin, selama ini rekrutmen TKI di KSB oleh PJTKI sejak moratorium pengiriman ke Timur Tengah paling banyak untuk kebutuhan wilayah Asia. Namun begitu pihaknya merasa tetap perlu mendapat informasi jelas memastikan para TKI korban TTPO yang kasusnya ditangani aparat kepolisian saat ini, tidak ada di antaranya warga KSB. “Kami perlu memastikannya tidak ada orang KSB yang jadi korban karena kan banyak juga TKI atau TKW dari sini,” timpalnya. (jun/bug)

Suara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbawa

Dispussip Gandeng JKPI dan MSI Usulkan Museum dan Rumah Budaya Sumbawa Bersama wa ke dalam JKPI dan telah dibentuknya MSI Sumbawa. Sehingga diperlukan sebuah wadah bersama yang dapat diakses oleh seluruh komunitas kebudayaan yang tumbuh berkembang di daerah ini. “Makanya kita namakan Museum dan Rumah Budaya Bersama Sumbawa,” terangnya. Melakukan rumusan metode penyelamatan melalui penelusuran agar diperolehnya kepercayaan dari masyarakat untuk menitip simpankan arsip perorangan dan kelompok berupa naskah/dokumen pada Bidang Kearsipan arsip bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan berbagai strategi yang efektif, termasuk pelibatan sumber daya beragam kompetensi keahlian dengan pendekatan hobi ini memberikan akses atau jalan masuk ke ribuan dokumen yang belum pernah diteliti terkait sejarah Daerah.

Serta, hubungannya dengan dunia luas selama abad ke-17 dan ke-18. Kedepannya, diharapkan komunitas ini mampu menghantar kepada sejumlah buku terbitan lama milik Arsip Negara di masa lampau (Landsarchief), mulai dari Catatan Harian Kastel Batavia yang telah diterbitkan (1624-1682). Catatan Harian Kastel Batavia (1624-1807) merupakan koleksi yang berisi informasi kaya. Semua 165 jilid terdiri dari 80.000 citra digital. Sudah sepantasnya untuk juga memperlihatkan sejumlah dokumen yang sudah dialih-bahasakan dan diberi pengantar dalam bagian ‘Harta Karun’ atau ‘Khazanah Informasi’. Untuk menciptakan bagian ini, sejumlah sejarawan internasional melakukan alih aksara serta alih bahasa guna menunjukkan keanekaragaman informasi

dalam koleksi bersangkutan. Untuk memperoleh pemahaman lebih baik terkait keberlanjutan serta transformasi kawasan Sumbawa, ada sebuah pilihan yaitu,menemukan kembali dan menekuni sumbersumber arsip baik yang ada di Arsip Nasional Republik Indonesia. Bahkan jika perlu sampai dengan arsip yang dibuat oleh Sekretariat Jenderal VOC di Kastel Batavia yang berada di Belanda. Keseluruhan koleksi tersebut disebut ‘Arsip VOC’. “Harapan kami, semoga banyak ilmuwan, peneliti, pegiat, akademisi dan masyarakat umum akan ikut secara maksimal dalam penelitian mereka tentang peran masa lalu dan masa kini Sumbawa dalam kaitannya dengan sejarah Nasional dan Dunia,” jelas Salman. Berkenaan dengan hal tersebut dan setelah melakukan ko-

munikasi bersama secara intens, Bidang Kearsipan Sumbawa, JKPI dan MSI dengan Taufik Rahzen (Budayawan nasional kelahiran Sumbawa), berharap agar di Kabupaten Sumbawa perlu tersedianya ruang untuk pelestarian dan pengembangan nilai-nilai sejarah budaya Tau ke Tana Samawa yang belum maksimal disentuh secara serius selama ini. Sehingga kedepan wadah ini dapat dijadikan sebagai salah satu obyek penelitian dan pengkajian bagi Mahasiswa, Pelajar serta Masyarakat lokal maupun luar. Dari proses asimilasi multi kultural di Sumbawa, belum tersedia ruang khusus yang dapat menyetarakan seluruh subkultur. Untuk melebur dalam kebersamaan sebagai Tau Tana Samawa. ”Sehingga menurut kami gagasan dan usulan untuk mendirikan Museum

dan Rumah Budaya Bersama Sumbawa amatlah perlu dan hendaknya segera ditindak lanjuti,”urainya lenih lanjut. Tujuannya, tambah Salman, menjadi ruang perjumpaan seluruh stakeholder sub kultur Sumbawa. Wahana pertukaran dialektika kebangsaan untuk kebersamaan. Untuk membaca dan merekam jejak peradaban subkultur Sumbawa. Tempat bertemunya berbagai suku dan duduk secara setara. Tempat merumuskan gagasan kebudayaan Bersama di Sumbawa. Serta ruang mencairkan kebekuan komunikasi antar etnis di Sumbawa. ”

Harapan kami, Usulan ini menjadi bahan pertimbangan Bapak Bupati,” pungkasnya. (arn/*)

Salman

(Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Sumbawa menggandeng Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Kabupaten Sumbawa mengusulkan pendirian Museum dan Rumah Budaya Sumbawa Bersama. Sebagaimana disampaikan Kepala Dispussip Sumbawa melalui Kabid Pembinaan Kearsipan Dispussip Sumbawa, Salman S.Sos, usulan ini berangkat dari semangat UU 43 tahun 2009 tentang Kearsipan terkait dengan penyelenggaraan penyelamatan dan pelestarian naskah sumber arsip sejarah. Dan menjalankan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sekaligus wujud nyata bergabungnya Kabupaten Sumba-


Jendela Sastra

SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

Halaman 7

CERPEN

Daun-Daun Waru di Halaman Tjak S. Parlan

Di suatu sore yang kering, Kayah menikmati secangkir teh di beranda rumahnya. Angin bertiup kencang membuat pintu depan terbuka dengan suara gaduh. Kayah buru-buru menghabiskan tehnya, lalu bangkit dan mengunci pintu. Angin terus bertiup mengusik apa saja: baju-baju di tali jemuran, daun jendela, bunga-bunga kertas, daun-daun waru kering di samping rumah. JIKA musim hujan tiba, daundaun waru itu selalu tampak lebih hijau dari sebelumnya. Ada memang yang kering, satu-dua yang menua dan berwana kuning, tapi itu tak membuat Kayah begitu sibuk membersihkannya setiap pagi dan sore seperti musim meranggas kali itu. Membersihkan daun-daun waru yang berguguran dengan sapu lidi menimbulkan kegembiraan sekaligus kesedihan tersendiri dalam diri Kayah. Kadang-kadang ia melakukannya hanya dengan tangannya. Saat melakukan dengan cara seperti itu, sekilas-kilas ia teringat sebuah kisah yang pernah diceritakan seseorang kepadanya. Seingatnya, kisah itu menceritakan seorang perempuan tua yang setiap hari memunguti daun-daun kering di halaman sebuah rumah ibadah. Dalam setiap helai daun yang dipungutnya, perempuan tua itu melafalkan nama seseorang yang agung dari masa lalu, yang kelak dalam kehidupan berikutnya dipercaya akan mampu menyelamatkannya. “Tentu saja, itu kisah yang penuh hikmah,” gumam Kayah. Kayah tersenyum tipis mengingat kisah itu, mengingat kebiasaannya menyapu berlama-lama di bawah pohon waru itu, mengingat seseorang yang pernah menceritakan kisah itu padanya bertahuntahun lalu. Pohon waru itu begitu tua. Sebatang pohon nangka tua yang dipotong kasar-kasar oleh ayahnya, pernah terpacak di bawahnya. Dalam waktu yang cukup lama bangku kayu itu pernah bertahta di sana. Tahun-tahun berganti dan bangkubangku di bawahnya berganti dari pohon nangka ke pohon nangka lagi, potongan-potongan bambu untuk beberapa waktu, hingga pada suatu sore yang dingin, seorang pengembara yang baru saja pulang, merakitkan sebuah bangku kayu yang baru untuknya. “Ini untukmu. Untuk menemanimu mengaso bersama anak kita. Tentu saja, jika hari begitu terik dan kalian sudah bosan di beranda,” kata pengembara itu kepadanya. Hati Kayah membiru dan matanya terasa perih. Ia menggenggam hangat tangan pengembara itu—lelakinya yang selalu ditunggu. “Jangan bilang seperti itu. Tinggallah lebih lama kali ini,” pinta Kayah dengan air mata yang nyaris tumpah.

(publicdomainpictures.net)

Marjan menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia menatap wajah istrinya dengan mata cekungnya yang penuh kasih. Digerakkan oleh keharuan yang begitu mendalam dan tak biasa—seolah untuk terakhir kalinya—ia menciumi kening istrinya. Ia meraupnya sejenak, segala yang ada dalam wadag dan jiwa istrinya. Hari sudah gelap ketika Marjan menyelesaikan bangku kayu itu. Tak banyak yang terjadi pada

malam itu. Hingga subuh tiba, Marjan membisikkan sesuatu yang menyesakkan dada. “Aku harus pergi dulu. Nanti, jika urusanku sudah selesai aku akan kembali lagi bersama kalian.” Kayah tergugu di tempat tidurnya. Ia merasa bahwa Marjan tak akan pernah kembali setelah subuh yang dingin itu. Nyatanya, sepekan kemudian, di tengah malam buta pintu rumahnya diketuk sekelompok orang berjubah. Salah seor-

ang dari mereka yang terlihat sebagai pemimpinnya menyerahkan sebuah buntalan kecil. “Maaf, Bu. Ini amanat dari ketua, pemimpin kami. Suami Ibu sudah menghadap kepada-Nya sebagai orang suci. Beliau dengan gigih berani mempertahankan dirinya dari fitnah dunia. Kami semua turut berduka.” Kayah menerima buntalan kecil itu dengan lutut gemetar. Ia bergeming meratapi sepasang sandal, pa-

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 seturut asimtut, aku tipis dan menjauh, tidak tertebak wahai, pemapar ikhbar —berkatilah hewan ini dengan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ketika orang berkerumun di bawah matahari yang rusak. hamun dan sifat dayus, sebelum dunia membuatnya kudus. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 keliman pikiranku terurai, ilmu pengetahuan di mata di kandang ia terkinjat, melihat tali-jerat seakan melihat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 seorang buta, lebih terang tinimbang langit siang jalur gunung, dataran anggara, molek-alam dalam 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 lukisan penduduk kota, tempat induk mengasah tanduknya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 gagangmu pijar menampilkan gambar gang-gang terbakar 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di luar ada perang, sebentang daratan digaris ulang. tapi tanduk cuma jimat pintu rumah, setelah upacara dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kelambur mantra melunturkan kutuk di tengah wabah. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 sebelum kelahiranmu, penempa itu sudah buta terlebih dulu tak ada amnesti untuknya, tak ada palu atau pandita. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tapi ia bisa melihat bagaimana laba-laba menutupi goa harga daging berdering dalam tidur juragan, bilamana 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 penjagal itu melihat pagi terayun seperti kapak, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tak ada siapa-siapa di dalamnya, meski seekor reptil berdecak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ke arah kuil. dunia yang tiba-tiba lengang terisap oleh lubang langit berminyak, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di kepalamu. itulah isi pikiranku, jaring yang mirip jalinan tali dan udara bengkak bagai tertimbun lemak. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dan kerap kupakai menjerat bagal bisu yang disebut wahyu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 (2018) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 untuk minum dari rahimmu, untuk bisa buta dan melihat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dunia dengan cara sebuah kurva mendekati tipis garis, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 asimtut itu. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 (2018) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 hutan tidur di dasar tanahmu, tapi daun-daun dilebarkan jadi kapal 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di atas kapal aku berlayar mengarungi kamar-kamar. aku berlayar 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 anggur jahanam, dinaikkannya hamba ke tiang malam 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 sebagai petani yang memungut biji garam, menanamnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tengok sebentar saja, ada yang terperosok di atas sana. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di pekarangan dan berharap nabi-nabi memberkati, tapi tak ada nabi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 itu jiwa hamba, gelombang kecil yang bersinar di bagi petani, ada hanya dinding laut, biru seperti sayap kupu-kupu. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 anak tangga, mata fakir yang menatap bulir kata dalam gelap 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 antariksa. seperti hutan akupun tidur, tidurku tumbuh sebagai pohon kerdil, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 tiap saat sungut matahari membuatnya terpencil. ikan yang jahat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 hamba tak mabuk, tak pula hendak merutuk nasib buruk 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 menyamar undang-undang hingga kapal ditenggelamkan, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 hamba sedang sembahyang ketika kuda jelita terbang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 aku berenang ke pulau jauh, di pulau itu aku terjaga dan sebentang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 di atas padang gelombang, spektrum cahaya meresap ke tanah lapang berpendar, aku tanam tidurku; pohon kerdil itu, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kuntum bunga, tangkai anggur terjulur dari celah-celah dunia pulau pun mengecil ke dalam baganmu, terpencil oleh dinding laut. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 biru sayap kupu-kupu meninggi ke langit yang sedari tadi menghindar 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ampuni, tak tangan ini punya kendali, maka terpetiklah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dari baris-baris ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 bulir demi bulir, tergelincir keluar takdir, menimbun 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 birahi penyair dengan sari apinya yang semurni airmata air 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 (2018) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 anggur jahanam, hamba seru berulang dari tiang malam 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 seakan pelantang menyeru nama tuhan; diletakkan hamba 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 antara kelam dan Omar Khayyam, o, pasangkan sanggurdi, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 pasangkan sebait Li, bakal hamba jerat si kuda jelita Kiki Sulistyo meraih Kusala Sastra Khatulistiwa untuk buku puisi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dalam jelata mimpi hamba. Di Ampenan, Apalagi yang Kau Cari? (Penerbit BasaBasi, 2017) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dan Tokoh Seni TEMPO 2018 bidang puisi untuk buku Rawi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 (2018) Tanah Bakarti (Diva Press, 2018). 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901

PUISI

Kiki Sulistyo

Bejana

Malam Penjagalan

Tabulapot

Anggur

tahan tongkat dan jubah hitam yang berlumuran darah suaminya. Ia ingin mengatakan sesuatu yang meledak-ledak kepada para tamunya, tapi tak bisa. Bahkan ketika mereka mengucapkan pamit dengan takzim di hadapannya, Kayah tetap bergeming; kedua sudut matanya digenangi air mata. Tapi Kayah tak ingin melemahkan hatinya lebih lama. Ia tahu dari dulu, sejak Marjan mulai sering pergi dan membawa tamu-tamu misteriusnya ke rumah, perasaan bahwa ia akan lebih cepat kehilangan, semakin mendekati kenyataan dari hari ke hari. Dirinya telah mencintai dan hidup bersama seseorang yang percaya bahwa sebatang tongkat masih bisa membelah lautan seperti yang dimiliki orang-orang agung di masa lampau. Tapi apa boleh buat, tongkat itu pun tak bisa menyelamatkan hidup Marjan di saat-saat terakhirnya. Seandainya bisa, tentunya tongkat itu akan berubah menjadi ular dan akan melindungi Marjan dari musuhmusuhnya. Pada akhirnya ia tahu, bahwa orang yang paling dicintainya itu dihabisi karena persoalan perbedaan cara mencintai Tuhan semata. “Kenapa kau tidak mengatakannya, Marjan? Kenapa kau tidak mengatakan kepada mereka?” gumam Kayah saat menguburkan buntalan kecil peninggalan suaminya. Kuburan itu berada di bawah pohon waru yang hanya ditandai dengan dua bongkah batu gunung. Kayah sengaja menyamarkannya dengan cara seperti itu. Kayah teringat apa yang pernah dikatakan Marjan, kelak jika ia meninggal ia tak ingin kuburannya dihias dengan batu nisan dan cungkup yang melindunginya. Marjan tak menjelaskan lebih lanjut tentang alasannya. Satu-satunya yang paling sering dikatakannya adalah ia ingin diingatnya dengan doa-doa, bukan dengan batu nisan atau rumah-rumahan yang seolah-olah mampu melindunginya dari panas dan hujan. Kayah menggelung rambutnya yang tergerai. Angin mereda sebentar, lalu bertiup lebih kencang kembali. Debu-debu tipis di halaman rumah beterbangan kemanamana. Kayah meninggalkan beranda, meraih sapu lidi yang teronggok di tembok samping rumah dan mulai menyapu. Daun-daun waru yang berjatuhan sepanjang siang itu dilibasnya. Ia membuat gerakan lurus ke samping hingga ke batas halaman, lalu berputar kembali ke tempat bermulanya tadi. Begitu terus, berulang-ulang, hingga dirinya semakin mendekati pohon waru itu. Ia berhenti sejenak, mengeluhkan

pinggangnya sebentar dan meratakan pangkal sapu lidinya dengan cara memukul-mukulnya dengan tangan kanannya. Lalu ia menunduk, memulainya lagi. Angin bertiup kembali, menerbangkan beberapa helai daun waru yang sudah disapu. Kayah membiarkannya, ia berpikir akan membersihkannya nanti setelah angin benar-benar berhenti. Ia terus melanjutkan perkerjaannya, melewati tiang jemuran yang kosong, hingga tiga kali putaran dan sampailah ia di bawah pohon waru itu. Beberapa helai daun yang kering tampak berserakan di bangku kayu. Kayah tidak menyapunya, tapi memungutnya dengan tangannya. Saat itu ia teringat kembali dengan seseorang yang menceritakan kisah tentang perempuan tua pemungut daun itu. Ia— secara tiba-tiba— sering ingin melakukan hal yang sama. Tapi ia selalu kembali pada sebuah kenyataan, bahwa yang sering dilafalkannya— ketika melakukan hal seperti itu— adalah nama suaminya: Marjan, Marjan, Marjan. Kayah duduk di bangku, menghela napas panjang, menatap ke atas di antara rimbun daun-daun waru. Dulu, sebelum Marjan mulai pergi membawa-bawa tongkat, bersandal kayu dan berjubah hitam, mereka juga sering duduk-duduk bersama di bawah pohon waru itu. Meski tidak di bangku yang sama, ia selalu merasakan kehadirannya. Namun sembilan bulan setelah kelahiran Latifa, hal seperti itu sudah tidak pernah terjadi lagi. Kayah mengedarkan pandangannya ke pintu gerbang di sudut halaman. Ia berpikir tentang Latifa, buah hati satu-satunya yang kini sudah menjadi seorang perempuan dewasa yang matang. Hari itu Latifa berjanji mengenalkan seseorang kepadanya. Seseorang yang akan dimintakan restu agar dijinkan mendampingi hidup Latifa selamanya. Senyum Kayah mengembang, wajahnya sedikit merona mengingat harapan itu, mengingat waktu-waktu sulit yang sudah mereka lalui bersama. “Marjan, seandainya kau tahu anak kita. Sebentar lagi, dia tidak akan sendirian lagi. Hmm, mungkin sudah cukup aku menjaganya. Setelah ini, aku sudah siap jika harus bersamamu,” batin Kayah. Kini pandangannya bertumpu pada dua bongkah batu gunung yang ditata berjarak di depannya. Kayah bangkit dari bangku itu dan berjalan beberapa langkah. Selembar daun waru kering tertelungkup menutupi sebagian dari salah satu batu gunung itu. Kayah menunduk, berjongkok dan memungut daun waru itu. Tiba-tiba ia ingin memperhatikan bentuk dan warna daun waru itu. Ia ingat sesuatu—entah di mana—bentuk dalam gambar seperti itu. Ia memegang daun kering itu dengan tangan kirinya berlama-lama, sementara tangan kanannya mengusap-usap batu nisan yang telah disamarkan di depannya. Ada yang berdesir dalam hatinya, seperti rasa rindu yang jauh dan tidak akan pernah bisa dijangkaunya kembali. “Biar nanti Latifa yang melanjutkan menyapunya, Bu.” Suara itu cukup membuatnya terkesiap. “Ini Mas Efendi, seperti yang kuceritakan itu, Bu,” lanjut Latifa memperkenalkan seorang laki-laki yang bersamanya. Kayah berdiri, antara takjub dan gemetar menjabat tangan yang terulur kepadanya. “Efendi, Bu,” kata sosok di depannya dengan senyum penuh takzim. Kayah bergeming menatap Efendi—laki-laki itu berjubah hitam, bersandal kulit dan menggenggam sebatang tongkat. Mendapati suasana seperti itu, Latifa segera memeluk ibunya sambil membisikkan sesuatu, “Sudahlah, Bu. Ini berbeda, tak seperti yang Ibu bayangkan. Jaman sudah berubah.” “Oh, iya, iya. Tentu, ibu paham. Silakan kalian masuk duluan, biar ibu membereskan yang sedikit ini,” ujar Kayah sedikit gugup. Pada saat itu angin bertiup cukup kencang. Daun-daun waru kering yang sudah disapu Kayah, terbang pendek-pendek terbawa angin kembali. Beberapa menutupi batu nisan yang telah disamarkannya selama bertahun-tahun itu. () Tjak S. Parlan lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Buku kumpulan cerpennya Kota yang Berumur Panjang (Basabasi, 2017).


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

Halaman 8

Berpeluang Bertambah

Delapan Caleg Dicoret dari DCT Mataram (Suara NTB) Selama masa kampanye berlangsung, Bawaslu telah memproses cukup banyak pelanggaran dari peserta pemilu. Diantara pelaku pelanggaran tersebut ada yang sudah selesai diproses dan ada juga yang sedang dalam proses.

(Suara NTB/ndi)

Yan Marly

Diketahui sebelumnya, sebanyak tujuh orang calon anggota legislatif (caleg) yang diproses Bawaslu karena melakukan pelanggaran pemilu, telah dicoret sebagai peserta pemilu oleh KPU. Menjelang hitungan hari pelaksanaan pemilu 2019, tanggal 17 April mendatang, KPU kembali mencoret satu orang caleg dari Partai Berkarya untuk DPRD Provinsi NTB. Sehingga total caleg yang sudah dicoret seban-

yak delapan orang. Anggota KPU Provinsi NTB, Divisi Hukum, Yan Marly yang dikonfirmasi soal pencoretan tersebut, membenarkan. Bahwa pihaknya telah mengeluarkan caleg Partai Berkarya atas nama Agus Karmawan dari DCT karena terbukti melakukan pelanggaran pemilu. “Kita sudah gelar pleno Rabu (10/4), dan Agus Kamarwan sudah resmi kita coret dari DCT,” ujar Yan Marly kepada

wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/4). Disampaikan Yan Marly, dengan dicoret caleg Partai Berkarya Agus Kamarwan dari DCT. Maka caleg dicoret oleh KPU di NTB bertambah menjadi delapan orang. Sebelumnya, sudah ada tiga caleg dicoret oleh KPU NTB sesuai dengan rekomendasi Bawaslu NTB. Karena ketiga caleg tersebut terbukti sudah tidak memenuhi syarat lagi pascaditetapkan di

DCT. Dan empat caleg dicoret oleh KPU kabupaten. “Jadi ada total delapan caleg sudah dicoret,” sebutnya. Sampai dengan proses pemungutan suara tanggal 17 April mendatang, ia memperkirakan caleg yang akan dicoret kepesertaannya karena melakukan pelanggaran pemilu bisa bertambah. Pasalnya sampai saat ini masih banyak caleg bermasalah yang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Bawaslu. “Ya perkiraan kita caleg dicoret bisa bertambah. Karena ada juga sejumlah caleg sedang diproses di Sentra Gakumdu saat ini,” katanya. Dia memastikan Caleg yang

dicoret caleg sudah divonis bersalah oleh Tipilu dan sudah inkrah, sesuai dengan surat edaran dari KPU RI nomor 31 Tahun 2018 menegaskan caleg sudah divonis bersalah pengadilan Tipilu dan sudah ikrah harus dicoret dari DCT. “Dan itu sudah kita lakukan,” tegasnya. Ditempat terpisah, Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi, memberikan apresiasi kepada KPU yang sudah mencoret caleg yang divonis bersalah di Pengadilan Tipilu dari DCT. Caleg sudah divonis bersalah dan sudah inkrah, dipastikan sudah tidak memenuhi syarat lagi pasca ditetapkan di DCT. Sehingga

caleg itu harus dicoret dari DCT. “Karena sudah tidak memenuhi syarat lagi di DCT, iya harus dicoret,” jelasnya. Dia membeberkan, Jika pencoretan caleg di DCT, dilakukan ketika sudah dilakukan proses pencetakan surat suara. Maka nantinya, lanjutnya, Petugas KPPS akan mengumumkan di TPS bahwa caleg tersebut sudah dicoret pada saat pemungutan suara. Jika pun nanti, pada pemungutan suara caleg tersebut ada mencoblos. Maka suara diperoleh itu akan menjadi suara Partai. “Raihan suara diperoleh akan dikembalikan menjadi suara partai,” pungkasnya. (ndi)

Pemilu 2019

Polda NTB Siap Amankan Rangkaian Pencoblosan Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram menyiapkan sekitar 1.500 personel untuk mengamankan 2.115 tempat pemungutan suara sekaligus keamanan wilayah. Tidak ada celah untuk lengah. Selain tindakan pencegahan, penindakan juga bakal dilakukan. Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan sejumlah personel tersebut juga akan mengawal pendistribusian logistik Pemilu mulai Minggu (14/4) mendatang. “Pola yang kita lakukan selain patroli juga kita pengamanan preventif. Kegiatan bersama patroli pengamanan preventif apabila diperlukan akan melakukan tindakan represif. Jika diperlukan kita juga akan melakukan tindakan represif,” ucapnya Jumat (12/4). Alam menyatakan pihaknya siap mengamankan rangkaian Pemilu 2019 sampai ke TPS. Penggelaran pasukan yang akan disebar ke 2.115 TPS di Mataram dan sebagian Lombok Barat dimulai Sabtu (13/4) ini. Terpisah, Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama menyebutkan, sebanyak 4.661 personel dikerahkan untuk pengamanan 15.988 TPS di seluruh NTB. Personel Brimob juga disiagakan. “Ini setara dengan 68,7 persen dari total personel kita atau 2/3,” jelasnya. Skenario penanganan konflik juga sudah disusun seperti pola pengarahan pasukan pengendali massa dan antihuru hara Brimob. Untuk siaga Brimob, kata Purnama, Polda NTB membagi dalam empat rayon dengan dua diantaranya di Pulau Lombok dan dua lainnya di Pulau Sumbawa. “Ini pasukan yang bisa dikerahkan sewaktu-waktu,” terangnya. Pasukan Brimob zona A meliputi Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara dengan 297 personel. Sebanyak 191 personel di zona B mencakup wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur. Kemudian zona C untuk menangani Sumbawa Barat dan Sumbawa sebanyak 172 personel, dan terakhir zona D mencakup Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima sebanyak 200 personel. “Pada prinsipnya untuk pengamanan kami Polri, TNI, dan instansi terkait sudah siap mengamankan pemungutan suara,” tandas Purnama. (why)

Masuki Masa Tenang, Bawaslu Turunkan APK Liar Mataram (Suara NTB) Memasuki masa tenang, Bawaslu mulai menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) calon yang masih terpasang. Sebab dalam masa tenang, ruang-ruang publik sudah harus bersih dari aktivitas kegiatan kampanye. Komisioner Bawaslu Provinsi NTB, Itratif Jumat (12/4) kemarin mulai memimpin penurunan APK. Terutama yang terpasang secara ilegal di sejumlah tempat di Kabupaten Lombok Barat usai mengikuti kegiatan apel siaga patroli pengawasan menjelang pemungutan suara pemilu 2019, tanggal 17 April mendatang. “Memasuki masa tenang, tidak boleh ada lagi aktivitas kempanye dan semua APK harus bersih. Kita akan menurunkan APK-APK yang masih terpasang,” katanya. Masa tenang pemilu 2019 berlangsung selama tiga hari sebelum hari H, yakni mulai dari tanggal 14-16 April. Dalam masa tenang tersebut, semua APK dipastikan harus bersih. Pihaknya juga akan berkerja sama dengan satu pol PP di daerah untuk menurunkan APK. Sementara untuk APK yang difasilitasi KPU, diharapkan peserta Pemilu sendiri menurunkannya sebelum memasuki hari tenang. Memasuki masa tenang, Bawaslu juga kata Itratif akan melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada kegiatan kampanye dari peserta pemilu. Bila ditemukan ada yang berkampanye pada masa tenang tersebut, maka pihak akan langsung menindak yang bersangkutan. Salah satu menjadi atensi Bawaslu dalam masa tenang tersebut yakni mengantisipasi “serangan fajar” dari peserta pemilu. Terkait hal itu ia meminta kepada peserta pemilu untuk tidak melakukan serangan fajar pada masa tenang tersebut. Pasalnya pengawas TPS di lapangan akan melakukan pemantauan secara penuh. “Kita punya pengawas TPS yang akan mengawasi kegiatan politik di masa tenang ini. Kita sudah instruksikan mereka agar menindak tegas kalau menemukan upaya politik uang dari peserta pemili. Karena itu kita mengimbau agar peserta pemilu tidak coba-coba untuk melakukan serangan fajar, begitu juga dengan masyarakat agar menolak politik uang,” pungkasnya. (ndi)

(Suara NTB/ist)

TURUNKAN APK - Memasuki masa tenang, Komisioner Bawaslu NTB, Itratif menurunkan APK liar milik caleg.

(Suara NTB/why)

BARANG BUKTI - Barang bukti sabu dan ekstasi yang disita dari tersangka DS ditunjukkan.

Tersangka Pengedar Sembunyikan Ekstasi dalam Pakan Burung Mataram (Suara NTB) Tersangka pengedar ekstasi, DS (26) menolak kooperatif. Pria pengangguran yang diduga memiliki 246 gram sabu dan 60 butir ekstasi ini ditembak kakinya. Bukannya menyerah, tersangka ini melawan saat ditangkap. Warga Sesela, Gunungsari, Lombok Barat ini sudah lama diintai. Sebagian besar sabu dan ekstasinya dipasok dari Cakranegara, Mataram. “Dia mendapat barang dari

seorang bandar. Identitasnya sudah kita ketahui. Semoga dapat segera kita tangkap dari pengembangan kasus ini,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, Jumat (12/4) kemarin didampingi Kasatresnarkoba, AKP Kadek Adi Budi Astawa. Tersangka DS digerebek di rumahnya di Perumahan Panorama Alam Sesela. Saat ditangkap, DS mencoba kabur dengan melawan. Hasilnya, DS gagal kabur ditambah dengan luka tembak di

betis kanannya. Rumah DS digeledah. Polisi menemukan pipa paralon ukuran 2,5 inchi yang isinya sembilan plastik besar berisi sabu dan satu toples berisi pil ekstasi. Rinciannya, tiga klip masing-masing berisi 20 butir ekstasi, empat klip isi 40 gram sabu; empat klip isi 40 gram sabu; lima klip isi 25 gram sabu; tiga klip isi 25 gram sabu. Lima klip isi 25 gram sabu; tiga klip isi 15 gram sabu; lima klip isi 25 gram

(Suara NTB/why)

PELIMPAHAN - Tersangka Silmi (kiri) mantan Kabag Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB menghadap jaksa penuntut umum dalam rangkaian pelimpahan tahap dua di Kantor Kejari Mataram, Jumat (12/4) kemarin.

Masuk Tahap Penuntutan

Jaksa Tahan Tiga Tersangka Kasus Dana Masjid Mataram (Suara NTB) – Tiga tersangka kasus dugaan pemotongan dana bantuan masjid terdampak gempa Lombok menjalani pelimpahan tahap dua. Jaksa meneruskan penahanan para tersangka. jaksa tengah menuntaskan penyusunan surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan. Para tersangka itu antara lain, mantan Kasi Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB H. Silmi, mantan Kasubbag TU Kemenag Lombok Barat, M. Ikbaludin, dan Staf KUA Gunungsari Lalu Basuki Rahman. Penyidik Polres Mataram menyerahkan para tersangka ke jaksa penuntut umum Kejari Mataram, Jumat (12/4) sekitar pukul 12.00 Wita. Selanjutnya para tersangka dibawa ke Lapas Mataram dengan status sebagai tahanan titipan Kejari Mataram. Kepala Kejari Mataram Dr. Ketut Sumedana menjelaskan, jaksa penuntut umum kini sedang menyusun surat dakwaan. Surat dakwaan tersebut untuk keperluan pelimpahan ke pengadilan.

”Kita sudah terima pelimpahan dari penyidik Polres (Mataram). Kita lanjutkan penahanannya karena sebelumnya tersangka ini ditahan,” ucapnya. Sementara Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam membenarkan pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti kasus pungutan bantuan dana masjid tersebut. “Iya berkasnya sudah dinyatakan lengkap. Penyidikan dinyatakan selesai,” ujarnya singkat. Tersangka Lalu Basuki Rahman tertangkap tangan meminta setoran dana bantuan masjid terdampak gempa. Basuki diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Senin (14/1) di Jalan Dusun Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat. Basuki diduga memungut dana dari Masjid Baiturrahman Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat, sebesar Rp10 juta; Masjid Nurul Huda Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta. Uang hasil pungutan terse-

but kemudian dikumpulkan melalui tersangka Ikbaludin. Ikbaludin juga diduga memungut dengan modus yang sama dari sejumlah masjid di Batulayar dan Lingsar, Lombok Barat. Selanjutnya, tersangka Ikbal menyetor ke Silmi sebanyak dua kali. Yakni pada Sabtu (5/1) sebesar Rp25 juta. Uang diantar langsung ke rumah tersangka Silmi. Selanjutnya pada Senin (7/1) sebesar Rp30 juta dimasukkan lewat setoran tunai langsung. Tersangka Silmi, diduga memerintahkan Ikbaludin untuk memungut sebagian uang dari dana bantuan perbaikan masjid tersebut. Dalam kasus tersebut, penyidik menyita uang sebesar Rp55 juta setoran dari Ikbal kepada Silmi, yang diduga hasil dari pungutan dana perbaikan masjid terdampak gempa. Mereka diduga sekongkol untuk memungut dana bantuan perbaikan masjid. Total masjid yang dipungut sebanyak 13 masjid dengan potongan antara 10 persen sampai 20 persen. (why)

sabu; lima klip isi 25 gram sabu; lima klip isi 25 gram sabu; 26 klip isi masing-masing satu butir ekstasi, dan kaleng pakan burung isi serbuk ekstasi. “Sabu dan ekstasi ini siap edar,” sebut Kapol-

res. Tersangka DS dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI No35/ 2009 tentang narkotika. Tersangka diancam pidana minimal enam tahun dan paling lama 20 tahun. (why)

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram (Suara NTB) mencoba mempengaruhi 1234567890123456789012345678901212 Dalam rangka memini- penyelenggara untuk 1234567890123456789012345678901212 malisir potensi terjadinya melakukan kecurangan. 1234567890123456789012345678901212 pelanggaran pemilu, Ba“Indikasi peserta pemilu 1234567890123456789012345678901212 waslu Provinsi NTB terus mencoba menggoda penye1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 melakukan berbagai upaya lenggara pemilu untuk 1234567890123456789012345678901212 pencegahan. Salah satunya melakukan tindakan-tinda1234567890123456789012345678901212 dengan memotret Tempat kan yang menguntungkan 1234567890123456789012345678901212 Pemungutan Suara (TPS) bagi dirinya sudah mulai 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 yang dinilai memiliki po- terlihat,” katanya. 1234567890123456789012345678901212 tensi kerawanan cukup beTerkait dengan TPS 1234567890123456789012345678901212 sar. Dengan demikian Ba- rawan ini, sebelumnya juga 1234567890123456789012345678901212 waslu akan memberikan pihak Polda NTB telah 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 pengawasan yang ekstra melakukan pemetaan ter1234567890123456789012345678901212 maksimal di lokasi-lokasi hadap TPS yang masuk 1234567890123456789012345678901212 yang diduga memiliki po- dalam potensi kategori 1234567890123456789012345678901212 tensi kerawanan tinggi. rawan. Dari 15.999 total 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 “Kita sudah melakukan jumlah TPS se-NTB, seban1234567890123456789012345678901212 pemetaan terhadap TPS- yak 1.400 TPS masuk cata1234567890123456789012345678901212 TPS rawan. Salah satu in- ta kategori rawan dalam 1234567890123456789012345678901212 dikatornya adalah netrali- catatan pihak kepolisian. 1234567890123456789012345678901212 tas penyelenggara, dan itu 1234567890123456789012345678901212 “Ya jelas kita sudah pe1234567890123456789012345678901212 dilakukan secara nasion- takan memang ada tiga kat1234567890123456789012345678901212 al,” kata Ketua Bawaslu egori, pertama kategori TPS 1234567890123456789012345678901212 Provinsi NTB, M. Khuwail- kurang rawan, rawan dan 1234567890123456789012345678901212 id kepada Suara NTB, Ju- sangat rawan. Dari seluruh 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mat (12/4) kemarin. jumlah TPS, ada sekitar 1234567890123456789012345678901212 Namun demikian, ia tak 1.400 TPS rawan yang sudah 1234567890123456789012345678901212 menyebut jumlah TPS raw- kita petakan yang tersebar 1234567890123456789012345678901212 an berdasarkan hasil pe- di semua Kabupaten/Kota di 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 metaan Bawaslu tersebut NTB secara merata,” sebut 1234567890123456789012345678901212 serta sebaran TPS rawan Wakapolda NTB, Brigjen 1234567890123456789012345678901212 dominan di daerah mana Pol. Tadjuddin. 1234567890123456789012345678901212 saja. “Nanti kita sampaikan, Pemetaan TPS rawan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 karena ada beberapa hal tersebut oleh pihak Polda 1234567890123456789012345678901212 yang masih perlu divalidasi tentu berbeda dari indika1234567890123456789012345678901212 yang jelas sekitar seribuan tor yang digunakan oleh Ba1234567890123456789012345678901212 TPS yang masuk dalam kat- waslu. Polda menilai TPS 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 egori rawan,” jelasnya. rawan dari sisi kondisi ka1234567890123456789012345678901212 Dikatakan Khuwailid, mtibmas di daerah tersebut. 1234567890123456789012345678901212 potensi kerawanan pelang- TPS rawan tersebut menu1234567890123456789012345678901212 garan Pemilu diakuinya rutnya tersebar hampir 1234567890123456789012345678901212 memang paling besar ter- merata di semua daerah di 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 jadi di tingkat TPS pada Provinsi NTB. “Rawannya 1234567890123456789012345678901212 saat proses pemungutan karena kamtibmas yang 1234567890123456789012345678901212 dan penghitungan suara. kita potret dari kejadian 1234567890123456789012345678901212 Kemudian baru ke PPK di yang setiap hari,” ujarnya. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tingkat Kecamatan pada Dalam mengantisipasi 1234567890123456789012345678901212 saat proses rekapitulasi. kemungkinan terjadinya hal 1234567890123456789012345678901212 “Ya level KPPS pada yang tidak diinginkan di TPS1234567890123456789012345678901212 saat proses terjadinya pe- TPS rawan tersebut pada 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mungutan dan penghitu- hari H pemungutan suara 1234567890123456789012345678901212 ngan dan di PPK pada saat tanggal 17 April mendatang. 1234567890123456789012345678901212 rekapitulasi menjadi yang Polda NTB memberikan 1234567890123456789012345678901212 pengamanan berlapis paling rawan,” sebutnya. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sampai sejauh ini, men- khusus pada TPS rawan. 1234567890123456789012345678901212 “Pengamanan khusus jelang hitungan hari pemu1234567890123456789012345678901212 ngutan suara, pihaknya te- TPS rawan, kita antisipa1234567890123456789012345678901212 lah mencium sejumlah in- si dengan mempertebal 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 dikasi potensi kecurangan ploting personel, untuk 1234567890123456789012345678901212 di tingkat TPS, salah satu- satu TPS ada yang dua 1234567890123456789012345678901212 nya terkait dengan upaya personil kita tempatkan,” 1234567890123456789012345678901212 dari peserta pemilu yang pungkasnya. (ndi) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212

Bawaslu Petakan TPS Rawan, Netralitas Penyelenggara Diatensi


SUARA NTB

Sabtu, 13 April 2019

5.354 Peserta Ikuti UNBK Paket C di NTB Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 5.354 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Pendidikan Kesetaraan Program Paket C di NTB akan melaksanakan ujian pada Sabtu (13/4). Mereka akan

melaksanakan ujian di SMA dan SMK yang telah ditentukan. Ketua Panitia UN Provinsi NTB yang juga Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy

Furqon, S.Pd., M.Pd., dihubungi Jumat (12/4) mengatakan, sinkronisasi akhir dilaksanakan pada hari Jumat (12/4). Peserta UNBK Pendidikan Kesetaraan Program Paket C di tahun ini berasal dari 113 lembaga di seluruh kabupaten/kota di NTB. Dari jumlah 5.354 orang itu, kebanyakan memilih program paket C IPS sebanyak 5.346 orang. Sisanya sebanyak delapan orang memilih program paket C IPA. Jadwal UNBK Pendidikan Kesetaraan Program Paket C dimulai pada Sabtu (13/4) dengan mengujikan mata pelajaran ba-

hasa Indonesia dan geografi bagi peserta Paket C IPS. Sedangkan Peserta Paket C IPA akan mengikuti mata ujian bahasa Indonesia dan kimia. Pada hari Minggu (14/4) untuk program Paket C IPS akan mengikuti mata ujian matematika dan sosiologi. Sedangkan peserta program Paket C IPA mengikuti mata ujian matematika dan biologi. Sementara pada hari Senin (15/4) peserta Paket C IPS dan Paket C IPA sama-sama akan mengikuti mata ujian bahasa Inggris dan PPKn. Sedangkan hari terakhir, Selasa (16/4) peserta Paket C IPS mengikuti mata ujian Ekonomi. Sementara peserta Paket C IPA mengikuti mata ujian Fisika.

Halaman 9

Sebelumnya, Aidy menyampaikan bahwa UN bagi pendidikan kesetaraan atau pendidikan non formal diharuskan menggunakan sistem UNBK. UNBK Pendidikan Kesetaraan mengakomodasi Program Paket C dan Program Paket B. Jadwal untuk program Paket B sendiri dijadwalkan pada tanggal 10 sampai dengan 13 Mei 2019. (ron)

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.6059 CR NOKA/NOSIN : M1JFW1114GK056635/JM11E1053913 AN.IDHAM HALID HLG STNK R2 HONDA DR.5842 LI NOKA/NOSIN :MH1JF8117CK460266/JF81E1457587 AN.ABDUL MUGIS HLG D’SKTR JL.BUNG KARNO KOTA MATARAM

RUPA-RUPA DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA

q

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 13 April 2019

RUKO - VILA - KOST

500.000

Halaman 10


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 13 April 2019

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Bima (Suara NTB) – 12345678901234567890123456789012 Sebanyak 20 desa di Kabupaten Bima diperiksa 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 oleh Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan 12345678901234567890123456789012 (BPKP) Provinsi NTB. Pemeriksaan yang dilakukan 12345678901234567890123456789012 belum lama ini diduga terkait penggunaan Dana Desa 12345678901234567890123456789012 (DD) 2018 dan Tunggakan Pajak. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Informasi yang dihimpun Suara NTB, 20 desa 12345678901234567890123456789012 yang tersebar pada 12 Kecamatan tersebut antara 12345678901234567890123456789012 lain, Desa Monta, Baralau, Tangga Baru, Ncera, Ren12345678901234567890123456789012 da, Soki, Madawau, Mpuri, Sanolo, Kara, Kawinda 12345678901234567890123456789012 Nae, Oi Bura, Kawuwu, Waduruka, Bala, Taloko, Sim12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pasai, Poja, Risa, dan Roi. 12345678901234567890123456789012 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 12345678901234567890123456789012 (DPMD) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin, MM dan 12345678901234567890123456789012 Kabid Pemdes, L. Faisal M.Sei enggan memberikan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 komentar saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (12/4). 12345678901234567890123456789012 Keduanya justru saling lempar tanggungjawab. Sira12345678901234567890123456789012 juddin mengaku tidak bisa memberikan keterangan 12345678901234567890123456789012 mengenai 20 Desa yang diperiksa BPKP tersebut kare12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 na baru dinas luar Bima. Namun Ia mengarahkan un12345678901234567890123456789012 tuk konfirmasi kepada Kabid Pemdes, L. Faisal. 12345678901234567890123456789012 “Konfirmasi pak Faisal (Kabid Pemdes, red), saya sendiri 12345678901234567890123456789012 belum dapat laporan karena baru dari luar Kota,” katanya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sementara L. Faisal juga tidak berkomentar bany12345678901234567890123456789012 ak. Hanya saja, Ia membenarkan adanya pemeriksaan 12345678901234567890123456789012 tersebut. Sayangnya tidak dijelaskan secara terperin12345678901234567890123456789012 ci alasan 20 Desa diperiksa oleh BPKP tersebut. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “Kami DPMD hanya menindaklanjuti surat BPKP. 12345678901234567890123456789012 Soal pemeriksaan dan apa masalahnya sebaiknya kon12345678901234567890123456789012 firmasi langgsung ke BPKP saja,” ujarnya. 12345678901234567890123456789012 Terpisah, Sekdes Sanolo Kecamatan Bolo, Arabiah S.Pd.I, 12345678901234567890123456789012 mengaku pihaknya diperiksa oleh BPKP NTB. Kata dia, 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pemeriksaan tersebut hanya melakukan klarifikasi peng12345678901234567890123456789012 gunaan DD 2018 dan kewajiban Desa membayar pajak. 12345678901234567890123456789012 “Iya memang ada pemeriksaan Senin kemarin, di 12345678901234567890123456789012 ruang kantor DPKAD Kabupaten Bima. Tapi hanya 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 para Kades yang diperiksa,” katanya. 12345678901234567890123456789012 Menurut Arabiah, Desa Sanolo masih menunggak 12345678901234567890123456789012 pajak sebesar Rp41 juta. Hal itu menjadi penyebab BPKP 12345678901234567890123456789012 melakukan pemeriksaan. Namun pajak tersebut dilu12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 naskan usai pemeriksaan. “Sudah kita bayarkan. Kita 12345678901234567890123456789012 juga tidak ingin karena menunggak pajak akan berdam12345678901234567890123456789012 pak pada pencairan DD,” pungkas Arabiah. (uki) 12345678901234567890123456789012

Nunggak Pajak, 20 Desa di Bima Diperiksa BPKP

Tiap Bulan, Disos Terima Pemulangan Warga NTB Korban TPPO Dari Hal. 1 Warga NTB yang dipulangkan tersebut setelah menerima pelayanan rehabilitasi psikososial dari RPTC dan proses pemeriksaan oleh pihak Bareskrim Polri. Mantan Kepala Disosnakertrans Kota Mataram ini mengatakan perlunya penguatan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, NGO dan pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jangan sampai menjadi korban TPPO, karena bukan dapat untung malah buntung. Kemudian pengawasan ketenagakerjaan terutama terhadap calo menjadi sangat penting. Pengawasan terhadap keluar masuk TKI bisa dideteksi juga dari penguruasan paspor di Imigrasi. ‘’Kalau banyak orang dari kampung-kampung urus paspor di Imigrasi maka patut dicurigai.

Lalu Imigrasi bisa menginformasikan ke Pemda melalui Disnaker dan juga kepolisian,’’ katanya. Selain itu, kata Khalik para pegiat sosial di bidang buruh migran sebaiknya diajak bertemu dan membahas masalah tersebut oleh Disnaker. Karena para pegiat sosial ini banyak tahu juga pola permainan calo. Sampai pada penguatan pengawasan di tingkat desa dan dusun. Khalik menambahkan, saat ini ada 6 orang warga NTB di RPTC Bambu Apus Jakarta yang menjadi korban TPPO. Senin depan akan dipulangkan ke NTB sebanyak 4 orang. ‘’Jadi kasus yang 1.200 orang yang sedang dibongkar Mabes Polri ini, kita juga belum tahu posisi orangnya. Apakah di negeri tujuan Timur Tengah atau di mana,’’ tandasnya. (nas)

Pantau ’’Serangan Fajar’’ Dari Hal. 1 ‘’Ada tim yang sudah kerjasama sampai ke desa-desa. Dari Bawaslu, dari kita (Polri). Mulai besok bekerja untuk menutup peredaran politik uang,’’ ucapnya Jumat (12/4) kemarin. Pemantauan praktik politik uang dilakukan dengan pola antisipasi. Beberapa yang sudah ditindak diberi sanksi sesuai dengan UU Pemilu. Bawaslu NTB mencatat tujuh kasus tindak pidana Pemilu dengan politik uang mendominasi kasusnya. ‘’Kita serahkan semua pada mekanisme hukum. Kalau itu terbukti dan alat bukti cukup pasti akan diproses. Ada atu-

ran mainnya. Kita harus kembali ke mekanisme hukumnya,’’ ujar Juri. Kapolda meminta masyarakat untuk sadar hukum dan turut serta menjaga marwah demokrasi. Tak terkecuali kepada kontestan peserta Pemilu baik calon legislatif DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, dan Capres/Cawapres maupun tim sukses dan simpatisannya. ‘’Melihat perkembangan ke depan, setidaknya ini kita antisipasi. Bagi masyarakat yang menemukan itu, laporkan saja melalui mekanisme yang ada,’’ pungkasnya. (why)

Buka Pendakian Rinjani Dari Hal. 1 Kabupaten Lombok Utara (KLU). Surat nomor 556/163/ bup/2019 meminta agar jalur pendakian Senaru dibuka kembali. ‘’Perihal permohonan pembukaan jalur pendakian senaru sebagaimana aspirasi atau usulan dari pihak ATOS,’’ kata Kabag Humas KLU, Mujaddid Muhas, M.A kepada Suara NTB, Jumat (12/4) kemarin. Dijelaskan Mujaddid Muhas, permohonan dibukanya kembali jalur pendakian Senaru dengan alasan para pelaku pariwisata terlalu lama menganggur. Tercatat sejak gempa Juli 2018 lalu hingga April 2019. Alasan paling prinsip adalah soal pendapatan yang hilang. ‘’Dalam surat permohonan itu, ATOS menuliskan alasan ekonomi. Mereka tidak memiliki penghasilan setelah ditutupnya kawasan Senaru,’’ katanya. Tidak ingin memaksakan kehendak, pihak ATOS, katanya bersedia mengikuti aturan Balai TNGR sesuai hasil survei. Di mana ada larangan untuk membuat camp di Pelawangan karena permukaan tanah retak dan rawan longsor. Terpisah Kepala Balai TNGR, Sudiyono memaklumi

keinginan organisasi TO tersebut. Soal masyarakat yang menggantungkan harapan penghasilan dari Rinjani, sejak lama menjadi fokus perhatiannya. ‘’Kita sangat memaklumi. Tapi untuk saat ini belum bisa kami penuhi, karena alasan jalur masih berbahaya,’’ kata Sudiyono. Surat tersebut pun sudah ditindaklanjuti dengan rapat bersama, namun keputusannya, tidak dapat dipenuhi sementara. ‘’Kami akan survei jalur lagi. Dari hasil survei itu baru diputuskan waktu pembukaan,’’ jelasnya. Sudiyono mengapresiasi harapan bupati dan ATOS tersebut, karena pertimbangan kemanusiaan. Tapi bagaimana pun juga, faktor keamanan menurutnya tetap yang utama. Jangan sampai terjadi musibah dan memicu timbulnya korban hanya karena kepentingan pariwisata. Untuk itu, ia meminta semua pihak bersabar, sampai survei final untuk kelaikan jalur selesai dilakukan bersama tim gabungan. Soal waktu pengecekan, akan ditentukan setelah koordinasi kondisi cuaca dengan BMKG. (ars)

Halaman 11

Loteng Siapkan Lokasi Pembangunan RS Internasional Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menyiapkan dua alternatif lokasi pembangunan rumah sakit internasional untuk dipilih oleh pemerintah pusat. Masing-masing di depan Lombok International Airport (LIA) serta di Desa Sengkol Pujut. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, H. Omdah, S.Km., kepada wartawan, Jumat (12/4). Ia menjelaskan kedua alternatif lahan tersebut tentu punya kekurangan kelebihan masing-masing. Misalnya soal status kepemilikan lahan, untuk lahan di depan LIA itu memang lahan milik salah satu yayasan di Loteng. Sedangkan untuk lahan di Desa Sengkol, sebagian merupakan lahan milik Pemkab Loteng. “Nanti akan kita sampaikan ke pemerintah pusat soal lahan ini. Biar nanti pemerintah pusat yang menentukan,” jelasnya. Kalau sudah ditentukan lokasinya di mana, barulah pihaknya akan bertindak untuk proses pembebasan lahannya secepatnya, jika memang harus

ada pembebasan lahan. Karena bagaimanapun juga soal kesiapan lahan ini harus segera. Mengingat, tahun depan pembangunan rumah sakit internasional tersebut sudah harus dimulai. “Prinsipnya kita siapkan alternatif lahan dulu. Kalau sudah ditentukan, baru lahan tersebut kita siapkan,” imbuh Omdah. Soal kebutuhan anggaran pembangunan rumah sakit internasional itu, pihaknya sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat melalui pemerintah pusat. Dimana dalam proposal tersebut, kebutuhan anggaran pembangunan rumah sakit internasional tersebut sekitar Rp112 miliar. Tapi karena itu usulan, ada kemungkinan berubah. Tergantung keputusan pemerintah pusat nantinya. Karena kepastian soal besaran anggaran pembangunan ada di tangan pemerintah pusat. Mengingat seluruh anggaran pembangunan akan bersumber dari APBN. “Kita di daerah hanya menyiapkan lahan dan usulan program saja,” tambahnya.

Dengan penyiapan dua alternatif lahan tersebut, maka kecil peluang rumah sakit internasional tersebut di kawasan The

Mandalika. Selain karena terkendala soal lahan, dari hasil analisis juga tidak baik rumah sakit dibangun di dekat ka-

TALKSHOW – Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama, SIK bersama pakar komunikasi Diah Indiyati, S.Sos, M.Si menggelar talkshow di Radio Global FM Lombok, Jumat (12/04) kemarin dengan tema seputar kesiapan pengamanan Pemilu 2019.

Partai Berkarya NTB Optimis Loloskan Dua Wakil ke Senayan

Perda Dinilai Hanya Jadi Pajangan, Pemprov Surati OPD

Dari Hal. 1

Dari Hal. 1

“Mudah mudahan Allah ijabah,” sambungnya. Tidak saja doa untuk caleg DPR RI, namun doa sama kepada Caleg tingkat kabupaten dan kota. Ia optimis, masing-masing daerah bisa megantar wakil ke Gedung DPRD, bahkan menduduki unsur pimpinan dewan. ‘’Target saya, kader kader dari Berkarya bisa menjadi calon bupati dan walikota, karena semua bergerak,’’ ujarnya. Walau tergolong partai baru, namun ia yakin figur Tommy Soeharto bisa menjadi representasi orang tuanya, mantan Presiden ke 2 RI H.M Soeharto dengan keberhasilan program di era orde baru.

‘’Banyak sekali Perda ini yang belum ada Pergubnya. Ini Perda-Perda saja tanpa aturan pelaksanaan. Apakah perlu kita koreksi lagi,’’ katanya. Menurut Sulton, Perda-Perda insiatif yang dibuat Pemda merupakan kebutuhan. Namun, ketika sudah menjadi Perda malah tidak dilaksanakan. ‘’Itu menjadi pertanyaan kita. Kita sayangkan Perda menumpuk tapi tidak ada pelaksanaannya,’’ imbuhnya. Sulton mengatakan, Perda yang ada jangan disimpan di dalam rak. Tetapi harus dilaksanakan. Belum lama ini, Pemprov bersama DPRD telah menetapkan Perda tentang Pengelolaan Sampah. Perda ini jangan sampai hanya menjadi pajangan. Tetapi OPD terkait harus segera menyusun Pergub yang berkaitan dengan pelaksanaan Perda tersebut. Apalagi, salah satu program prioritas Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dalam lima tahun ke depan adalah mewujudkan NTB Bebas Sampah (Zero Waste) 2023. ‘’Kenapa ini tak disegerakan. OPD harus tanggap. Perda yang ditetapkan harus segera dilaksanakan,’’ tandasnya. Sulthon menyebutkan dalam setahun, Pemprov bersama DPRD membuat sekitar 10-15 Perda. Penetapan Perda tersebut tidak sekaligus, tetapi bertahap. Ada yang tiga Perda ditetapkan terlebih dahulu, baru kemudian dibahas Raperda lainnya. Sehingga menurut Sulthon, ada waktu bagi OPD menyusun Pergubnya. Sementara itu, Pemprov NTB telah menyurati OPD agar segera menyusun draf

Optimis Tembus Senayan Sementara Caleg utusan Partai Berkarya, Dharwati Pratama Sari dari Dapil 2 Pulau Lombok mengamini optimisme Ketua DPW tersebut. ‘’Sebab usaha dan ikhtiar kami maksimalkan. Tinggal serahkan kepada Allah, semoga meridhai kami, dapat melenggang ke pentas nasional nanti,’’ ujar Caleg Nomor Urut 1 ini. Sari, sapaannya, sadar bahwa kompetitor Caleg banyak. Namun target suara total 100.000 optimis tercapai oleh partainya. Berbagai upaya pendekatan sudah dilakukan. Kampanye melalui dunia maya hingga door to door,

dari desa, kelurahan, dusun hingga tingkat RT. Sebagai Caleg muda, Sari mendekati basis pemilih kaum milenial. Tentu pendekatannya pun yang mudah diterima, dengan mengusung tema memajukan teknologi informasi demi menyongsong era revolusi industri 4.0. Karena sasarannya generasi milenial, pola pendekatan adaptif dengan hastag #dharwatidihati. ‘’Selain menyasar basis milenial. Sebagai perempuan, saya ingin berkontribusi banyak untuk kesetaraan gender yang masih

terjadi diskriminasi,’’ tegasnya. Kompetisi memang ketat. Dalam kalkulasi Sari, Calon DPR RI seluruh Indonesia mencapai 7.968 orang, merebut 575 kursi di Senayan. Ada 16 partai yang calegnya berjuang dari 80 Dapil. ‘’Dari persentase usia, yang muda 21 sampai 35 di atas itu 19,8 persen. Bisa disimpulkan, Pemilu 2019 ini banyak diisi anak anak muda. Saya sebagai bagian dari itu, harus mampu dengan slogan ‘’saatnya muda yang berkarya’’,’’ tandasnya. (ars/*)

Enam Calon Berebut Jadi Dirut PT. GNE Dari Hal. 1 Anggota DPRD NTB Fraksi PAN, M. Hadi Sulthon berharap pengelolaan PT. GNE lebih profesional. Orang-orang yang mengelola BUMD tersebut harus benar-benar profesional dan tidak partisan. ‘’Artinya dikelola dengan benar secara profesional. Memang orang-orang yang mau bekerja dan sesuai dengan bidangnya. Jangan main comot dari partisan. Ini kita hilangkan yang seperti itu,’’ sarannya. Ia mengatakan, mekanisme rekrutmen calon direksi perusahaan daerah atau BUMD sudah ada aturan yang jelas. Tinggal dilaksanakan sesuai ketentuan yang ada. ‘’Jangan penunjukan direksi dan pimpinan dari BUMD ditabrak. Laksanakan sesuai aturan yang ada,’’ katanya mengingatkan. Sebelumnya, DPRD NTB merekomendasikan agar Pemprov melakukan revitalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perusahaan Daerah (Perusda) dalam meningkatkan keuangan daerah. Dewan menyoroti penurunan capaian dividen BUMD dan Perusda milik Pemprov NTB tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2018 pada Akhir Maret lalu. Juru Bicara Komisi-Komisi DPRD NTB, H. Ahmad Kudsi mengatakan, BUMD dan Perusda sebagai entitas bisnis diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah melalui pemberian dividen atas penyertaan modal. Tetapi dalam kenyataannya selama 2018, setoran dividen Perusda dan BUMD milik Pemprov NTB justru mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2017. Pada tahun 2017, penerimaan dividen BUMD sebesar Rp163,8 miliar. Sedangkan pada 2018 menurun menjadi Rp60,28 miliar atau turun sebesar 63,33 persen. ‘’Hal ini perlu mendapat-

kan perhatian dari pemerintah daerah. Karena ini merupakan indikasi bahwa pengelolaan BUMD belum optimal,’’ katanya. Ke depan, Pemprov diminta perlu melakukan revitalisasi peran BUMD dalam mendukung keuangan daerah dengan meningkatkan manajerial di BUMD yang ada. Ia menyebutkan, pada 2017, dana yang dikeluarkan Pemprov untuk penyertaan modal atau investasi pemerintah daerah sebesar Rp20 miliar. ‘’Hal ini menjadi pertanyaan karena sejatinya untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui peluang mendapatkan laba, bunga atau dividen investasi yang dilakukan,’’ katanya. Dewan juga menyarankan kepada Pemprov agar menyisihkan anggaran untuk penyertaan modal. Atau membangun BUMD baru terutama untuk mendukung program industrialisasi yang sedang digalakkan Pemprov NTB. Data Biro Perekonomian Setda NTB, dividen BUMD dan Perusda pada 2018 memang menurun dibandingkan tahun 2017. Pada 2017, target dividen dari BUMD dan Perusda sebesar Rp90,29 miliar mampu terealisasi sebesar Rp163,84 miliar. Kemudian pada 2018, dividen BUMD dan Perusda ditargetkan sebesar Rp91,49 miliar. Dari target tersebut hanya terealisasi Rp60,3 miliar. Dengan rincian, target dividen dari PT. Bank NTB Syariah sebesar Rp60 miliar, terealisasi sebesar Rp49,32 miliar. Kemudian PT. Gerbang NTB Emas, target dividen sebesar Rp1,1 miliar, terealisasi Rp841 juta. PT. Jamkrida NTB Bersaing, target dividen sebesar Rp692 juta, terealisasi Rp554 juta. PT. Daerah Maju Bersaing dengan target dividen sebesar Rp16 miliar, realisasi nol. PT. Askrida dengan target dividen sebesar Rp100,6 juta, terealisasi Rp96 juta. PD. BPR NTB Mataram dengan target dividen Rp510,8 juta, terealisasi Rp257,4 juta. PD.

wasan pantai. “Kita upayakan tahun ini persoalan lahan sudah tuntas,” timpal mantan Kepala DP3AP2KB Loteng ini. (kir)

BPR NTB Lombok Barat dengan target dividen sebesar Rp2,75 miliar, terealisasi Rp2,37 miliar. PD. BPR NTB Lombok Tengah dengan target dividen Rp2,384 miliar, terealisasi Rp2,02 miliar. PD. BPR NTB Lombok Timur dengan target sebesar Rp2,15 miliar, realisasi nol. PD. BPR NTB Sumbawa Barat dengan target dividen Rp375 juta, terealisasi Rp432,9 juta. PD. BPR NTB Sumbawa dengan target Rp2,331 miliar, terealisasi Rp2,252 miliar. PD. BPR NTB Dompu dengan target dividen Rp1,45 miliar, terealisasi Rp1,139 miliar. Terakhir, PD. BPR NTB Bima dengan target dividen sebesar Rp1,645 miliar, terealisasi Rp1,012 miliar. Secara total, target dividen untuk PD. BPR NTB pada 2018 sebesar Rp13,6 miliar hanya mampu terealisasi Rp9,485 miliar. Pemprov NTB menargetkan setoran dividen semua Perusda dan BUMD tahun 2019 sebesar Rp65,4 miliar lebih. Target ini meningkat dibandingkan capaian dividen BUMD dan Perusda tahun sebelumnya yang terealisasi sebesar Rp60,3 miliar. Target dividen tertinggi di Bank NTB Syariah. Pada 2019 ini, Pemprov menargetkan dividen dari PT. Bank NTB Syariah sebesar Rp55 miliar. Kemudian PD. BPR NTB sebesar Rp9,01 miliar, PT. GNE Rp841 juta, PT. Jamkrida NTB Bersaing Rp500 juta dan PT. Askrida Rp96 juta lebih. Wirajaya merincikan untuk PD. BPR NTB, dividen berasal dari 8 PD. BPR NTB yang berada di kabupaten/kota. Dengan rincian, PD. BPR NTB Mataram ditargetkan menyetor dividen Rp257 juta, PD. BPR NTB Lombok Barat Rp1,9 miliar. Kemudian PD. BPR NTB Lombok Tengah Rp2 miliar lebih, PD. BPR NTB Lombok Timur nol, PD. BPR NTB Sumbawa Barat Rp 432 juta, PD. BPR NTB Sumbawa Rp2,25 miliar, PD. BPR NTB Dompu Rp1,1 miliar lebih dan PD. BPR NTB Bima Rp1,01 miliar lebih. (nas)

Pergub dan Surat Keputusan (SK) Gubernur. Sehingga Perda-Perda yang telah dibuat, dapat dieksekusi di lapangan. ‘’Kita sudah sampaikan kepada OPD-OPD yang belum menindaklanjuti Perdanya untuk segera membuat Pergub maupun SK Gubernurnya. Tadi juga waktu coffee morning, itu juga telah disampaikan,’’ kata Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si dikonfirmasi Suara NTB. Eva mengatakan, OPD terkait diminta menyegerakan membuat draf aturan turunan dari Perda-Perda yang sudah dibuat. Baik itu draf Pergub maupun SK Gubernur. Dikatakan, penyusunan draf Pergub dan SK Gubernur tersebut bukan hanya untuk Perda-Perda yang baru ditetapkan. Tetapi juga Perda-Perda yang sudah lama ditetapkan tetapi belum memiliki aturan turunannya. ‘’Semua Perda, yang lama juga. Yang ada di kita, Perda yang mulai 2016 sampai sekarang. Tapi semuanya harus dibuat aturan turunannya, harus ditindaklanjuti,’’ imbuhnya. Ditanya apakah ada PerdaPerda yang menjadi prioritas agar segera dibuat aturan turunannya? Eva mengatakan semua Perda yang belum memiliki Pergub dan SK Gubernur menjadi prioritas. Pasalnya, suatu Perda tidak mungkin akan dapat dilaksanakan jika tidak ada aturan lanjutannya. “Kepala OPD sudah disurati, juga disampaikan lisan, diingatkan juga di Rapim. Untuk segera menindaklanjuti menyusun Pergub maupun SK Gubernur. Harus segera. Karena berkali-kali disampaikan di DPRD,” katanya. (nas)

Pejabat Pemprov dan Polda NTB Datangi Mabes Polri Dari Hal. 1 kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH yang dikonfirmasi Suara NTB via sambungan telepon, Jumat (12/4) siang. Agus mengatakan pihaknya berangkat bersama pejabat Ditreskrimum Polda NTB dan Kepala BP3TKI Mataram. Mereka ke Jakarta untuk bertemu penyidik Bareskrim Polri yang sedang menangani kasus TPPO tersebut. Agus menolak memberikan informasi rinci mengenai perkembangan kasus TPPO tersebut. Ia mengatakan sepulang dari Jakarta, pihaknya bersama dengan Polda NTB akan memberikan keterangan lebih detail mengenai kasus TPPO tersebut. ‘’Setelah itu kita berikan keterangan pers bersama-sama. Nanti saya beri informasi jumlah korban, setelah kita koordinasi. Semua kita koordinasikan di sini,’’ katanya. Mantan Asisten I Setda NTB ini memastikan, semua korban TPPO asal NTB akan dipulangkan. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Mabes Polri mengenai pemulangan warga NTB korban TPPO. ‘’Kita dalami kasusnya di Mabes Polri. Polda NTB bersama Disnakertrans dan BP3TKI sedang berada di Mabes Polri dalam rangka koordinasi kasus TPPO tersebut. Informasi se-

lengkapnya nanti,’’ imbuhnya. Agus menambahkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lengkap karena masih berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim Polri. Termasuk mengenai informasi dua tersangka yang berasal dari NTB juga sedang dicek kebenarannya. Bareskrim Polri mengungkap empat jaringan pelaku tindak pidana perdagangan orang yang menyalurkan korban ke Maroko, Turki, Suriah dan Arab Saudi. Sebanyak 1.200 orang menjadi korban. Di mana sekitar 500 orang dari NTB. Tersangka jaringan Maroko yang ditangkap di NTB bernama Mutiara dan Farhan merekrut korban dari NTB dan Jakarta. Rute perjalanan dalam menyalurkan korban adalah dari Sumbawa dibawa ke Jakarta, kemudian ke Batam untuk memasuki Malaysia, baru ke Maroko. Pekerja migran Indonesia yang berangkat nonprosedural terungkap saat korban mengalami persoalan, seperti kekerasan, perkosaan, tidak dibayar gaji, baru TKI kabur ke KBRI atau konjen menyampaikan persoalannya. Untuk jaringan Turki, tersangka yang ditangkap di NTB juga dua orang, yakni Erna Rachmawati serta Saleha yang juga merekrut korban dari NTB dan Jakarta. Rute penyaluran korban dari NTB ke Jakarta menuju Oman dan berakhir di Istanbul. (nas)

KBRI Pulangkan 500 Warga NTB Diduga Korban TPPO Dari Hal. 1 Setelah tuntas, lantas dipulangkan ke daerah asalnya secara bertahap. Setelah korban dipulang-

kan ke daerah, biasanya akan ditampung lebih awal di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) NTB di Kota Mataram. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 13 April 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Murid SD Gugus V Cakranegara Peringati Isra Mi’raj

(Suara NTB/dys)

PERINGATAN ISRA MI’RAJ - Murid SD dalam Gugus V Cakranegara, memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Jumat (12/4) dipusatkan di SDN 19 Cakranegara.

Mataram (Suara NTB) Ratusan murid sekolah dasar berbagai SD yang tergabung dalam Gugus V Cakranegara, Jumat (12/4) memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan peringatan Isra Mi’raj dipusatkan di SDN 19 Cakranegara. Pada kesempatan itu, penceramah mengingatkan para murid untuk meneladani sikap Rasulullah dalam aktivitas setiap hari. Bahkan hendaknya semua yang diajarkan rasulullah dipraktikkan.

Kepala SDN 19 Cakranegara, Sri Hartini, mengajak seluruh murid untuk lebih mencintai rasulullah. Cara mencintainya ialah dengan mengerjakan apa yang diperintahkannya. Apa yang disampaikan rasulullah adalah kebenaran yang datang dari sang maha pencipta yang wajib diikuti semua orang. Di samping itu, murid juga diminta agar hendaknya menjadikan nabi Muhammad sebagai teladan dan idola mereka. Mengingat saat ini idola

banyak berasal dari artis. Sehingga memberi dampak buruk bagi mereka. “Semangat Nabi Muhammad SAW bisa menjadi contoh tauladan yang baik bagi para murid untuk menggapai cita-cita,” ungkapnya. Dikatakan, saat ini kebanyakan figur idola berasal dari kalangan luar. Sehingga nilai moral yang dilahirkan berbeda. Padahal tak perlu jauhjauh mengambil idola, Nabi Muhammad SAW merupakan figur yang layak dicontohi murid. (dys)

Ajarkan Anak Hidup Sehat Melalui Senam Mataram (Suara NTB) Sekolah-sekolah mungkin perlu membuat program tambahan senam bersama sebelum pelajaran dimulai. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senam dapat meningkatkan kinerja mental pada anak-anak, seperti halnya pada orang dewasa yang lebih tua. Demikian dikatakan Ahmad Yasin, S.Pd., staf pengajar pada MI Mutaallimin, Karang Genteng. Untuk itu, pihak sekolah rutin mengajak anak didiknya untuk menggelar senam bersama setiap minggu. Sebagaimana yang terlihat pada Jumat (12/4). Masih kata Ahmad Yasin, mengutip hasil sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa para siswa dengan fisik yang

aktif, benar-benar dapat mengerjakan tes matematika dengan baik dan lebih terampil membaca. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di Lincoln Public School dan Creighton University di Nebraska, kemudian dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics. Peneliti mengevaluasi data dari para siswa sekolah dasar dan siswa SMU terhadap nilai ujian Matematika dan kemampuan bahasanya. Dalam penelitian tersebut, peneliti juga memperhitungkan aktivitas fisik, indeks massa tubuh (BMI), apakah anak-anak mendapat makan siang atau tidak, atau faktor-faktor lain yang diketahui dapat merugikan akademisi siswa. Hasilnya diketahui bahwa

para siswa yang terlibat dalam kegiatan senam, 2,4 kali lebih mungkin lulus dalam tes matematika daripada siswa lain yang kurang aktif. Siswa tersebut juga 2,2 kali lebih mungkin lulus dari tes membaca. Selain itu jelasnya, senam dinilai merupakan latihan yang paling pas untuk menjaga agar anak-anak tetap bugar. Senam mendukung peran penting dari aktivitas fisik dalam kesehatan kognitif dan mental, sehingga orang tua atau guru perlu memotivasi para siswa. Ahmad Yasin ingin agar anak didik MI Mutaallimin mempunyai jiwa dan badan yang sehat secara seimbang. Sehingga dengan demikian, sesuai hasil penelitian itu mampu memberi dampak pada prestasi akademik siswa. (dys)

(Suara NTB/dys)

OLAHRAGA - Seorang guru memimpin olahraga senam di halaman sekolah sesaat sebelum pelajaran dimulai di dalam kelas.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 13 April 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu