Skip to main content

Edisi Senin 12 November 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 12 NOVEMBER 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 204 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Gubernur dan Wagub Hadiri Peringatan HKN di Inspiratif Expo

(Suara NTB/ist)

CABUT - Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Diskominfotik NTB mencabut kupon undian di peringatan HKN tahun 2018 di Inspiratif Expo, Minggu (11/11) pagi.

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., dan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., menghadiri Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 di Inspiratif Expo yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB di ajang Car Free Day, Minggu (11/11). Kegiatan ini juga dihadiri Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, MSc., PhD., mantan Sekda NTB H. Muhammad Nur, SH., MH., Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkiefli-

mansyah, SE., MSc. Acara ini juga dirangkai dengan hari ulang tahun Yayasan Jantung Indonesia ke 37 dan peringatan Hari Diabetes Nasional yang jatuh tanggal 14 November. Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah merasa senang dengan kegiatan yang memberikan inspirasi dan membahagiakan masyarakat. Apalagi, kegiatan yang digelar ini memberikan banyak hadiah, seperti kulkas, kompor gas, rice cooker, kipas angin dan hadiah lainnya. Bahkan, pada kesempatan itu, gubernur mengambil kupon

undian bagi peserta dan masyarakat yang hadir. Sementara Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang sebelumnya mengikuti senam sehat bersama Dinamic Studio dan Tim Senam Jantung Sehat, mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesehatan bagi tubuh. ‘’Olahraganya jangan hanya di hari Minggu saja, tapi setiap hari kita sisihkan untuk berolahraga. Jangan hanya seremonial tapi betul - betul kesadaran sendiri untuk kesehatan semua. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

LEPAS BALON - Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sekda NTB H. Rosiady H. Sayuti, mantan Sekda NTB H. Muhammad Nur melepas balon ke udara di peringatan HKN di Inspiratif Expo, Minggu (11/11).

Gubernur Jual KEK Mandalika ke Perwakilan 100 Dubes Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memanfaatkan kedatangan para Duta Besar (Dubes) dan diplomat ke NTB untuk menjual potensi daerah ini. Sebanyak 100 Dubes untuk Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Duta Besar untuk Indonesia ‘’Peduli Recovery Lombok’’ mengunjungi daerah terdampak bencana gempa akhir pekan kemarin.

(Suara NTB/ist)

MEMPRIHATINKAN - Inilah tempat belajar darurat murid di SDN 7 Jenggala, Kabupaten Lombok Utara yang memprihatinkan, rusak karena hujan deras. Pemerintah harus segera memperbaiki bangunan SDN 7 Jenggala agar bisa ditempati belajar. Berita selengkapnya di halaman 4.

TO K O H Inspirasi ’’Mengusir’’ Kemiskinan WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd berharap peringatan Hari Pahlawan bisa menjadi momentum bagi seluruh bangsa Indonesia untuk introspeksi diri. Setiap perjuangan hakekatnya pasti ada hasilnya. Sehingga, tidak ada kata akhir atau berhenti bagi bangsa Indonesia untuk terus berjuang. Melalui peringatan Hari Pahlawan harus bisa melahirkan ide dan gagasan berupa transformasi semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan Hj. Sitti Rohmi Djalilah pembangunan. Bersambung ke hal 11

KO M E N TTAA R Pengorbanan Tak Ternilai PERINGATAN Hari Pahlawan Sabtu (10/11) lalu menjadi refleksi fase perjuangan para Pahlawan. Para pejuang memiliki peran yang sangat menentukan pada masanya. Perjuangan para pahlawan, baik fisik maupun non fisik menurut Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani, titik beratnya pada tujuan utamanya menuju negara yang merdeka. Melepaskan diri dari belenggu penindasan para penjajah, menyusun strategi dengan segala daya upaya. ‘’Mereka bahkan rela mengorbankan harta benda, jiwa bahkan nyawa menjadi taruhan,’’ Bersambung ke hal 11 Ahmad Rizal Ramdhani

(Suara NTB/ist)

Inspektorat NTB Selaraskan Audit dengan Kabupaten/Kota Mataram (Suara NTB) Inspektorat Provinsi NTB menjalin kesepakatan dengan Inspektorat Kabupaten dan Kota dalam rangka audit Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuan utama dalam rangka pengurangan risiko dalam proses pengelolaan keuangan daerah. Salah satu yang ditandatangani dalam kesepakatan antara Inspektorat Provinsi NTB dan Inspektur Kabupaten/Kota adalah perangkat daerah yang menjadi objek audit berkaitan dengan tahun 2019. Kerjasama audit itu diteken dalam kegiatan rapat koordinasi pengawasan daerah (Rakorwasda), Rabu (7/11) di Hotel Aruna, Senggigi, Lombok Barat. Hadir seluruh Kepala Inspektorat se NTB bersama Bupati/walikota. Bersambung ke hal 11 Ibnu Salim

M. Si kepada Suara NTB, Minggu (11/11), menjelaskan salah satu sumber pendapatan pendapatan daerah adalah sektor pajak dan cukai berdasarkan UU No.11 Tahun 1995 tentang Cukai. Salah satu sektor pajak dan cukai yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah NTB adalah hasil tembakau

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan Science Techno and Industrial Park (STIP) Banyumulek mulai berbenah. Dalam jangka panjang, keberadaan STIP Banyumulek untuk menciptakan inovatorinovator di bidang sains dan teknologi mendukung industrialisasi dari hulu sampai hilir di NTB. ‘’Juga untuk mendukung akselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa,’’ kata gubernur, Sabtu (10/11). Keberadaan STIP Banyumulek untuk mendukung percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana itu, misalnya memberikan wadah bagi para aplikator untuk menghasilkan panel-panel Rumah Instan

yang produksinya cukup menjanjikan. Di pasaran, kata Dirjaharta, masih dijumpai peredaran tembakau tanpa cukai/tembakau ilegal maupun rokok ilegal yang dijual atau diedarkan tanpa cukai. ‘’Sehingga berpotensi merugikan daerah dan masyarakat,’’ ujarnya. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

L. Dirjaharta

dan sejumlah diplomat. Doktor Zul mengajak para Dubes tersebut melirik potensi NTB sebagi lokasi berinvestasi. Sebab menurutnya, NTB memiliki banyak lokasi potensial untuk berinvestasi. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pemprov NTB telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung para investor. Termasuk sejumlah infrastruktur, seperti jalan. Gubernur berharap, Bersambung ke hal 11

STIP Banyumulek Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa

Sisir Pasar, Satpol PP NTB Amankan 340 Bungkus Rokok Ilegal Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi yustisi penegakan hukum terkait cukai rokok/tembakau iris kemasan atau cukai ilegal pada sejumlah pasar dan distributor di wilayah Lombok Tengah (Loteng). Kegiatan yang digelar 5 6 November lalu itu berhasil mengamankan 340 bungkus rokok ilegal. Kepala Satpol PP NTB, Drs. L. Dirjaharta,

Dalam acara jamuan makan malam di Pendopo Gubernur, Jumat (9/11) malam, gubernur mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kepada perwakilan 100 Dubes yang hadir. Ia mengajak para Dubes untuk berinvestasi di KEK Mandalika. Para Dubes yang hadir malam itu adalah, Dubes Austria, Helen Steinhausl, Dubes Azerbaijan,Dr. Tamerlan Garayev, Dubes Serbia, Slobodan Marinkovic, Dubes Thailand, SongPhol Sukchan, Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang

SITA - Tim Satpol PP NTB dan Bea Cukai Mataram menyita barang bukti tembakau iris kemasan tanpa cukai yang ditemukan dalam operasi yustisi pada dua pasar di Loteng.

Sehat Sederhana (Risha). Dari mulai tempat, listrik, air sampai pendampingan dalam produksi panel-panel Risha. ‘’Semuanya gratis. Penyediaan fasilitas untuk para aplikator tidak dipungut biaya. Ini adalah awal,’’ kata gubernur. Sehingga, kata gubernur, tidak ada alasan lagi bagi anak-anak muda NTB untuk menjadi pengusaha. Karena pemerintah sudah menyediakan tempat dan segala fasilitasnya. Pemprov NTB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melatih puluhan sampai ratusan aplikator lokal untuk membuat panel-panel Risha di STIP Banyumulek. Triliunan anggaran digelontorkan pemerintah pusat untuk membangun kembali rumah

warga korban gempa harus dapat dinikmati juga oleh para pengusaha lokal. Perlunya melibatkan pengusaha lokal untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) korban gempa. Dana untuk pembangunan huntap korban gempa NTB sudah tersedia. Tetapi ketersedian panel-panel Risha terbatas karena jumlah aplikator yang masih sedikit. Dengan adanya pelatihan kepada aplikator lokal yang dilakukan Kementerian PUPR, kata Gubernur diharapkan persoalan keterbatasan panel-panel Risha segera teratasi. Menurutnya banyak pemain-pemain atau pengusaha lokal yang bisa ikut berpartisipasi menyediakan panel-panel Risha. Bersambung ke hal 11


SUARA NTB Senin, 12 November 2018

Tingkatkan Pengawasan Kos-kosan MASYARAKAT urban di Kota Mataram, relatif meningkat tiap tahunnya. Ini dampak dari tingginya animo masyarakat menempuh pendidikan dan mencari pekerjaan. Agar tak melanggar aturan, Penduduk pendatang itu ditertibkan. Camat Sekarbela, Cahya Samudra mengatakan, penertiban kaum urban permanen difokuskan di satu lingkungan di Kelurahan Kekalik Jaya. Langkah ini sekaligus pendataan sesuai (Suara NTB/dok) Cahya Samudra dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2016. Dan, dipertegas denga Peraturan Walikota Mataram. “Sudah ada Perwalnya,” kata Cahya dikonfirmasi pekan kemarin. Penertiban yang melibatkan Linmas dan Polsek Ampenan, nihil dari tindakan kriminal di kos - kosan. Hanya, penghuni kos menerima tamu di dalam kamar dengan alasan belajar. Pihaknya juga mensosialisasikan sekaligus pembagian kartu identitas sementara (KIS) penduduk non permanen. ‘’ Kita beri peringatan untuk menerima tamu harus di luar kamar,” ucapnya. Temuan petugas lainya masih ditemukan kos - kosan yang gabung antara kos laki - laki dan perempuan. Petugas mengingatkan induk semang agar memisahkan atau tidak menerima lagi penghuni putra dan putri. “Kita minta tidak boleh digabung,” tegasnya. Kontrakan campur jika pengawasan longgar dikhawatirkan terjadi praktik amoral yang mengganggu lingkungan setempat. Cahya menambahkan, pengawasan kos - kosan masif dilaksanakan setiap pekannya. Langkah ini mengantisipasi tindakan kriminalitas dan kejahatan lainnya. (cem)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Penyakit Demam Berdarah Meningkat di Mataram Mataram (Suara NTB) Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat tren penyakit deman berdarah dengue (DBD) meningkat. Kasus ini rentan terjadi karena perubahan musim dari kemarau ke penghujan. Tren peningkatan kasus DBD tidak disebutkan detail oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Usman Hadi. Hanya disebutkan, bulan Oktober ada empat kasus. “Datanya lupa. Pokoknya Oktober ini empat kasus,” sebut Usman pekan kemarin. Peralihan dari musim kemarau panjang ke penghujan

masyarakat rentan terserang gigitan nyamuk aedes aegepty. Demikian pula, 50 kelurahan memiliki kerentanan tinggi. “Semua kelurahan rentan terserang BDB,” sebut dia. Penanganan dilakukan melalui fogging. Pengasapan (fogging) lanjutnya, pernah dilakukan di Kelurahan Rembiga. Ini berdasarkan permintaan

masyarakat setempat. Usman menambahkan, penanganan secara khusus di lokasi pengungsian. Petugas kesehatan disiagakan bagi pengungsi di Kota Mataram. “Tim kesehatan kita siapkan di sana,” katanya. Dia bersyukur pengungsi negatif terserang DBD. Periode Januari hingga Ok-

Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Pemkot Datangkan 100 Tukang Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram telah mendatangkan dan melatih setidaknya 100 orang tukang untuk membantu pembangunan rumah tahan gempa. Semuanya akan dibayar menggunakan dana yang bersumber dari Rp50 juta yang diberikan kepada masing-masing warga korban gempa. “Warga sangat merasa terbantu dengan adanya tukang ini. Tukangnya ada yang dari warga kita sendiri dan ada juga dari luar,” kata Lurah Bertais, Lalu Muksan Jalaludin. Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang juga membenarkan adanya tukang yang didatangkan untuk mempercepat pembangunan rumah warga. Namun tukang-tukang itu tidak dibayar oleh Pemkot, melainkan dibayar oleh warga sendiri menggunakan dana yang termasuk dalam Rp50 juta itu. “Kita hanya bantu dengan datangkan tukang, tapi yang bayar mereka sendiri dengan dana yang sudah masuk ke rekening masing-masing,” ujarnya. Tukang-tukang ini didatangkan untuk membantu fasilitator dan pokmas agar bisa lebih cepat menyelesaikan pengerjaan rumah tahan gempa itu. Namun sebelum bekerja, mereka terlebih dahulu diberikan pelatihan khusus. Sehingga rumah yang dibangun benar-benar tahan gempa. “Mereka dilatih dulu, jadi bisa buat rumah dengan standar rumah tahan gempa,” ujarnya. Meski sudah ada tukang, namun Muksan mengatakan bahwa salah satu kendala pengerjaan rumah itu ialah pada panel. Lambannya panel didatangkan membuat pembangunan rumah tahan gempa itu menjadi lama. Kendati ia memaklumi bahwa hal itu terjadi karena panel harus dibuat dengan menyesuaikan luas lahan warga. “Kendala pokmas tidak bisa cepat kerja karena panelnya belum datang,” ujarnya. (lin)

“

Semua kelurahan rentan terserang BDB H. Usman Hadi (Suara NTB/dok)

Tak Capai Target

RSUD Ancam Putus Kontrak Proyek IGD

Datangkan Tukang dari Luar ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta mengimbau rekanan yang mengerjakan proyek tugu di lingkar selatan agar memperhatikan waktu pengerjaan proyek tersebut. Ini menyusul teguran yang dilayangkan TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) terhadap proyek itu. ‘’Harusnya rekanan konsekuen,’’ cetusnya kepada Suara NTB di Ma(Suara NTB/dok) taram, Minggu (11/11). I Ketut Sugiarta Dalam mengerjakan suatu proyek, konsistensi rekanan sangat dibutuhkan. Mulai dari waktu tender sampai mulai pengerjaan. Melihat waktu yang ada, lanjut Ketut Sugiarta, harus ada upaya konkret yang dilakukan rekanan sebagai bentuk tanggung jawab rekanan terhadap proyek yang dikerjakan itu. ‘’Entah dengan cara lembur atau apa, tapi tentu tetap dengan menjaga kualitas,’’ pintanya. OPD terkait dalam hal ini juga harus melakukan pengawasan secara intens. ‘’Kalau menurut saya, itulah jalan satu-satunya. Apalagi saat ini sudah mulai musim hujan,’’ ujarnya. Oleh karena itu, rekanan harusnya berani mengambil risiko. Misalnya mengerahkan tenaga ekstra untuk mengerjakan proyek tersebut. Kalaupun lembur, katanya, tempat lembur itu masih memungkinkan. Alasan kekurangan tukang yang diungkapkan rekanan, cukup disayangkan oleh politisi Gerindra ini. Pasalnya, pascagempa tenaga tukang memang banyak digunakan di NTB. Salah satunya untuk perbaikan rumah korban gempa. ‘’Kita memahami juga itu,’’ imbuhnya. Oleh karena itu diharapkan adanya inovasi dari pihak rekanan. Misalnya dengan mendatangkan tenaga tukang dari luar daerah. ‘’Saya lihat di daerah kita ini banyak tukang dari luar masuk karena memang keterbatasan tukang,’’ ungkapnya. Sementara itu, tukang lokal banyak dimanfaatkan di NTB untuk melakukan kegiatan pemulihan pascagempa. Kalau sampai batas akhir waktu pengerjaan, pekerjaan rekanan tidak juga rampung, Ketut Sugiarta mempersilakan Pemkot Mataram memberi sanksi administratif. Selain melakukan langkah antisipatif dengan mendatangkan tukang dari luar daerah dan juga lembur untuk mengejar ketertinggalan waktu pengerjaan proyek itu, anggota Dewan dari Dapil Mataram – Sekarbela ini juga menegaskan rekanan harus memiliki alat-alat yang memadai. ‘’Kita sudah tahu NTB dilanda gempa beberapa waktu lalu. Ini kan harus segera diantisipasi dengan mendatangkan tukang dari luar. Ini memang tidak segampang kita ngomong, tapi bagaimana caranya mau ndak mau itu harus dilakukan,’’ pungkasnya. (fit)

tober masyarakat yang positif maupun terjangkit DBD tak disebutkan. Namun diminta masyarakat menjaga pola hidup sehat. Dan, menerapkan tiga 3M di lingkungan masing - masing. “Datanya ndak hafal saya,” kilahnya. (cem)

(Suara NTB/cem)

TERANCAM DIPUTUS - Beberapa pekerja tampak mengerjakan bagian dari proyek IGD, Kamis pekan kemarin. Manajemen RSUD mengancam memutus kontrak pekerjaan jika pekerjaan tak mencapai target.

Rp7 Triliun Investasi di Mataram Tersendat Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh akan jemput bola terkait penyelesaian revisi tata ruang ke Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional. Pasalnya, Rp7 triliun investasi tersendat menunggu kejelasan aturan tersebut. “Bila perlu nanti saya jemput bola,” kata Walikota, pekan kemarin. Persyaratan dan ketentuan - ketentuan telah dipenuhi.

Nantinya beberapa hal yang diperlukan untuk mempercepat perubahan Perda RTRW tersebut disiapkan, dan Walikota akanhadir ke kementerian jika diperlukan. Sebab, satu tahun belum ada yang berinvestasi. Seperti pembangunan hotel di Jalan Udayana dan pengembang perumahan. “Mereka sudah siap. Tapi kan menunggu ini (RTRW), “ tegasnya. Konsekuensi dari perampungan revisi Perda Nomor

12 Tahun 2011 tentang RTRW tidak boleh ada pelanggaran. Walikota menjamin tidak akan ada pelanggaran tata ruang lagi. Pemkot Mataram akan hati - hati mengeluarkan izin. Di satu sisi diakui, kelemahan terjadi selama ini, masyarakat membangun tanpa memiliki izin terlebih dahulu. “Selama ini kelemahan kita, masyarakat bangun dulu tanpa ada izin,” demikian kata Walikota. (cem)

Kotoran Kuda Masih Jadi Soal Mataram (Suara NTB) Cidomo masih menjadi salah satu alat transportasi di Kota Mataram. Kendati tidak banyak, namun keberadaan cidomo ini masih mengganggu wajah kota. Bukan karena keberadaan cidomo itu sendiri, melainkan karena kotoran kuda yang masih tampak berserakan di jalan raya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, H. Khalid mengatakan bahwa kondisi cidomo kurang rapi di beberapa pasar disebabkan karena masih ada revitalisasi. Setelah itu pihaknya berencana untuk melakukan relokasi khusus untuk tempat cidomo. Berikut dengan alat penampung kotoran kuda cidomo itu. “Beberapa pasar sekarang sedang diperbaiki, tunggu dulu selesai perbaikannya,” ujarnya. Salah satu yang akan direlokasi adalah cidomo yang ada di Pasar Kebon Roek. Akan dibuatkan pangkalan khusus cidomo. Sehingga keberadaannya tidak mengganggu pengguna jalan lain. Selain itu, pihaknya juga akan memPerhatikan soal penampung kotoran kuda. Sehingga kotorannya tidak berserakan di jalan raya. “Setiap tahun tetap dianggarkan pengadaan kantong kotoran kuda. Sehingga kotoran kuda itu tidak berserakan di jalan,” ujarnya. Masih banyaknya kotoran kuda yang berserakan di jalan raya menandakan bahwa kantong yang diberikan belum maksimal menampung kotoran kuda itu. Meski demikian, ia berharap para pemilik cidomo atau kusir cidomo harus lebih rutin membersihkan kantong kotoran kudanya. Sehingga tidak menumpuk dan penuh dan akhirnya tumpah ke jalan. “Itu yang kita harapkan. Kan ada juga kita kasih alat untuk bersihkan kotoran kuda itu,” ujarnya. Pihaknya juga mem-

(Suara NTB/lin)

CIDOMO - Salah satu cidomo di pasar Kebon Roek tengah menunggu penumpang pada Minggu (11/11). Kotoran kuda yang berserakan mengganggu wajah Kota Mataram. berikan alat untuk membersihkan kotoran kuda itu, seperti sapu dan sekop. Sehingga tidak ada alasan untuk kusir tidak bisa atau kesulitan membersihkan kotoran kudanya. Meski demikian, ia juga tidak menampik bahwa bantuan yang diberikan juga masih terbatas. “Misalnya jumlah cidomonya ada 100 tapi kita hanya mampu kasih bantuan 50 saja. Mungkin karena ada yang belum dapat,” ujarnya. Sebelumnya, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan bahwa banyak cidomo yang datang dari luar Mataram. Sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi Pemkot untuk mengatur mereka. Ia berharap para kusir cidomo yang dari Mataram maupun luar Mataram dapat mengikuti imbauan agar menggunakan penampung kotoran kuda. “Ini masih menjadi kajian kita. Karena ini cidomo juga banyak yang dari luar (Mataram). Ada beberapa yang dari Lobar (Lombok Barat) juga. Jadi nanti kita lihatlah bagaimana

kita mengatur ini,” ujarnya. Persoalan kotoran kuda di jalan ini memang sudah lama dan sudah banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan. Kotoran kuda yang jatuh di jalan tidak hanya menimbulkan bau kurang sedap, namun juga terlihat sangat kotor. Terlebih Kota Mataram merupakan Ibukota Provinsi NTB. Semestinya terbebas dari kotoran kuda atau sampah yang membuat pemandangan menjadi tidak indah. “Yang jelas kedepannya kita akan atur ini lebih lanjut. Semua cidomo yang beroperasi di Kota Mataram harus dilengkapi dengan kantong kotoran kuda. Ini yang menjadi rencana kami kedepan,” ujarnya. Di Pasar Kebon Roek misalnya, banyak cidomo yant terparkir di pinggir jalan. Banyak kotoran kuda juga berserakan. Bahkan hingga kering dan tidak ada yang membersihkan. Ini juga menambah kesan kumuh terhadap pasar tradisional. Jika terus dibiarkan, maka akan semakin membuat pemandangan jalan kota ini menjadi kurang indah. (lin)

Mataram (Suara NTB) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dr. H. Lalu Herman Mahaputra tak mau tahu dengan keterlambatan pengerjaan proyek lanjutan lantai gedung instalasi gawat darurat (IGD). Bila tak mencapai target, manajemen mengancam akan putus kontrak. “Saya tidak peduli. Kalau memang tak bisa menyelesaikan putus saja kontraknya,” tegasnya dikonfirmasi, pekan kemarin. Bangunan IGD dikerjakan oleh pemenang tender dengan nilai kontrak Rp1,1 miliar lebih dari pagu anggaran Rp1,2 miliar. Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) sebelumnya, mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan. Ada keterlambatan sehingga harus dikejar. dr. Jack, sapaan akrabnya menambahkan, TP4D juga menyarankan jika rekanan tak mengikuti saran atau ma-

sukan, maka pembayaran pekerjaan bisa 80 persen dan diputus kontrak. Dia menilai rekanan tak bonafit, sehingga tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. “Progres sejauh ini belum ada laporan. Saya tidak mau tahu. Kontraktor tidak bonafit,” sesalnya. Alternatif penyelesaian pekerjaan akan dianggarkan kembali. Dan, ini jadi kerugian bagi RSUD. Selain berpengaruh ke serapan anggaran, gedung juga tidak dapat dimanfaatkan. Manajemen RSUD rupanya kesal dengan kontraktor tersebut. Bahkan, Bagian Layanan Pengadaan (Balap) Setda Kota Mataram memasukkan rekanan dalam daftar hitam. Supaya, tidak ikut di kabupaten/kota lain di NTB. “Kalau tidak bisa di-blacklist saja,” ucapnya. Permasalahan ini nantinya diharapkan dicarikan solusi oleh TP4D. Supaya segera ditindaklanjuti. (cem)

7.000 Pelamar CPNS Terpental Mataram (Suara NTB) Jumlah pelamar CPNS Kota Mataram sebanyak 7.216 orang. Yang lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hanya 145 orang saja. Lebih dari tujuh ribu peserta terpental pada tahap ini. “Jangan patah semangat dulu untuk para peserta yang tidak lolos SKD. Hari Senin kita lihat seperti apa keputusan dari Menpan. Karena ini belum memenuhi kuota tiga kali formasi untuk lanjut ke tahap selanjutnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Baiq Ney Kusumawati, Minggu (11/11). SKD CPNS Kota Mataram telah berakhir pada Sabtu (10/ 11) dengan empat sesi. Meski hanya 145 saja yang lolos, namun Nelly melihat ini ada kemajuan dibandingkan daerah lain yang bahkan tidak mencapai 100 orang peserta yang lolos. “Meski begitu, kita akan upayakan agar ada perangkingan. Karena ini kan banyak yang tidak terpenuhi formasinya,” ujarnya. Formasi CPNS untuk Kota Mataram sebanyak 262 orang. Sementara untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan diambil tiga kali formasi. Artinya, harus ada 786 orang yang mengikuti SKB. Na-

mun, jumlah peserta yang lolos SKD hanya 145 saja. “Jumlah itu tentu masih jauh dari formasi yang dibutuhkan. Makanya nanti ini kita lihat seperti apa keputusan dari Menpan. Karena tidak mungkin formasi ini kita biarkan kosong,” ujarnya. Ia belum mengetahui pasti solusi yang akan diberikan oleh Menpan RB. Apakah dengan menurunkan standar passing grade atau dengan merangking peserta dengan nilai tertinggi sesuai dengan formasi. “Ini kita belum tahu seperti apa. Kalau memang belum ada solusi, kami akan pergi ke Jakarta untuk langsung meminta solusi terbaik,” ujarnya. Pihaknya belum dapat mengumumkan hasil dari SKD itu saat ini. Pasalnya, SKD dari daerah lain atau dari Provinsi NTB juga belum selesai dilakukan. Kemungkinan akan menunggu itu juga sebelum Nelly ke Jakarta menanyakan prihal solusi kekurangan jumlah formasi yang lolos. “Kalau tidak bisa dalam waktu dekat ini, ya kita tunggu dulu yang Provinsi selesai. Kan sampai tanggal 17 ini. Pokoknya jangan patah semangat dulu kepada para peserta, kita upayakan solusi yang terbaik,” ujarnya. (lin)

(Suara NTB/lin)

KERJAKAN SOAL - Para peserta CPNS Kota Mataram tengah mengejakan soal SKD di Grand Imperial Ballroom Kota Mataram.


SUARA NTB

Senin, 12 November 2018

Halaman 3

Kasus Buku Madrasah

Ombudsman akan Periksa Pejabat Kanwil Kemenag NTB

Mataram (Suara NTB) Ombudsman NTB bakal memeriksa lagi pejabat Kanwil Kemenag NTB. Pemeriksaan tahap akhir dalam rangka penyusunan laporan hasil akhir pemeriksaan (LHAP), yang selanjutnya tercantum rekomendasi. “Kabid Penmad nanti akan diperiksa untuk tahap terakhir,” ungkap Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Adhar Hakim di ruang kerjanya akhir pekan lalu. Pemeriksaan masih terkait

mekanisme pengadaan buku madrasah, yang anggarannya melalui dana BOS masingmasing. Mulai dari penyusunan daftar kebutuhan buku sampai ke pembelian. Merujuk pada petunjuk teknis dana BOS.

“Setelah pemeriksaan, bukti yang makin clear, nanti kita akan gelar internal untuk tentukan LHAP ini apakah akan disampaikan ke kementerian atau cukup Kanwil sini,” kata Adhar.

Ombudsman NTB mendapat tambahan bukti dugaan maladministrasi pengadaan buku madrasah bersumber dari dana BOS tahun 2018. Mulai dari bukti transfer pembelian buku, sampai rekaman percakapan indikasi pemaksaan ke satu perusahaan tertentu. Investigasi Ombudsman menemukan dugaan penyalahgunaan prosedur dalam bentuk penunjukan satu peru-

sahaan tertentu. Pengadaan buku ke 2.256 madrasah seNTB dengan total anggaran Rp200 miliar. Distribusi pembelian buku seperti buku umum K-13 diduga hanya dilakukan satu rekanan, yakni PT AK yang notabene bukan distributor atau penerbit. Ombudsman juga menemukan indikasi paksaan kepada madrasah untuk mem-

beli buku dari perusahaan tersebut. Bagi sekolah yang tidak berkenan maka pencairan dana BOS termin kedua akan dihambat. Pencairannya mensyaratkan adanya kuitansi pembelian dari rekanan yang ditunjuk itu. Kasus dugaan maladministrasi ini terungkap karena sejumlah madrasah mengeluh, baik yang swasta maupun negeri.

Buku yang dibeli sebagian belum diperlukan. Contohnya buku K-13, karena sebagian juga madrasah pada zonasi tertentu masih ada yang menggunakan buku KTSP. Adhar mengatakan sebelumnya, indikasi maladministrasi berbanding lurus dengan indikasi korupsi. Kasus tersebut kini juga tengah diselidiki Polda NTB, khususnya mengenai pengelolaan dana BOS. (why)

Tes CPNS KPU Ditandai Tinta Segera Tetapkan UMK PEMERINTAH Daerah Provinsi NTB telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar Rp2,1 juta lebih. Namun demikian UMP tersebut mendapat komplain dari sejumlah perusahaan, karena dinilai terlalu tinggi. Menyikapi komplain dari sejumlah perusahaan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan ketenagakerjaan, H. MNS Kasdiono meminta pengusaha untuk menyampaikan keberatan(Suara NTB/dok) nya kepada Gubernur melaH. MNS Kasdiono lui Dinas Ketenagakerjaan. “Masih ada mekanisme keberatan yang bisa ditempuh oleh perusahaan yang merasa keberatan. Tinggal bersurat saja kepada Gubernur,” katanya. Menurut pandangan Kasdiono, besaran UMP yang sudah ditetapkan tersebut, sudah sesuai dengan kondisi pertumbuhan ekonomi di NTB. Namun demikian, dalam temuannya masih banyak perusahaan yang memberikan upah kepada karyawannya jauh di bawah UMP. “Banyak yang kita temui, perusahaan tidak mengikuti aturan pengupahan daerah. Rata-rata yang digunakan itu adalah perjanjian kerja antar perusahaan dengan karyawan. Para karyawan terpaksa menerima pengupahan di bawah UMP karena mereka dalam posisi membutuhkan pekerjaan,” jelasnya. Karena itu, ia meminta agar pemerintah daerah melakukan pengawasan lebih ketat kepada perusahaan dalam menerapkan standar pengupahan tersebut. Lebih-lebih terkait Ketenagakerjaan telah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Selain itu, Kasdiono juga mendorong agar pemerintah kabupaten/kota segera menetapkan UMK. Sebab yang dijadikan rujukan pengupahan tersebut adalah UMK. “Agar UMP ini tidak sekedar hanya menjadi pajangan saja, kita dorong agar pemerintah kabupaten/kota segera menetapkan UMK. Makanya kita minta segera kabupaten mengajukan ke Gubernur kemudian dikaji oleh dewan pengupahan daerah,” tegasnya. “Karena yang berlaku itu UMK, bukan UMP. Kalau ada kabupaten yang tidak punya UMK maka dia ikut UMP, tapi itu jarang sekali pasti kabupaten membentuk UMK. Untuk 2019 segeralah kabupaten menetapkan UMK-nya,” pungkasnya. (ndi)

Cegah Calo, Parade Catam TNI AD Terapkan Sistem Gugur Mataram (Suara NTB) Sebanyak 355 orang Calon Tamtama (Catam) PK TNI AD Gelombang II tahun 2018 mengikuti Sidang Parade di Aula Sudirman Makorem 162/WB Mataram, Kamis (8/11) lalu. Demi mencegah percaloan, seleksi ini merupakan sumber reguler tingkat panitia daerah (Panda) NTB ini menggunakan sistem gugur. Pelaksanaan Sidang Parade Penerimaan Calon Tamtama ini dipimpin Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han. Dalam sambutannya Danrem menyampaikan, pimpinan TNI AD terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit dengan cara memilih secara proporsional dan profesional serta transparan. Proses waktu seleksi yang singkat, sehingga panitia harus bekerja dengan menerapkan sistem gugur. “Pemberlakuan sistem gugur ini bertujuan untuk meminimalisir adanya oknum-oknum yang bermain sebagai calo, baik dari anggota maupun masyarakat umum yang memanfaatkan situasi dan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” ungkapnya. Selain itu, jebolan Akmil 93 itu juga menyampaikan tidak ada lagi istilah titipan, KKN, mafia calo atau pungli dan perilaku tidak terpuji lainnya. “Kita tidak boleh main-main dalam hal ini dan semuanya harus konsisten pada ketentuan dan norma yang berlaku,” tegasnya. Bagi peserta yang dinyatakan lulus, akan mengikuti tahap pemeriksaan dan pengujian tingkat Subpanpus di Rindam IX/Udayana mulai tanggal 13 sampai dengan tanggal 20 Nopember 2018 mendatang. Danrem 162/WB juga memberikan penekanan kepada panitia sidang parade agar benar-benar menjalankan kewajiban dengan penuh rasa tangungjawab, laksanakan tugas secara profesional, proporsional, transparan dan obyektif sesuai aturan yang berlaku. Selanjutnya, dari 355 orang calon Tamtama yang mengikuti sidang parade, yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Rindam IX/Udayana sebanyak 218 orang. Para calon Tamtama ini nanti akan dikumpulkan di Ajenrem 162/WB untuk diberangkatkan menuju Rindam IX/Udayana di daerah Tabanan Bali. (ars/*)

(Suara NTB/penrem)

CEK - Danrem 162/WB Kol.CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat mengecek salah satu peserta seleksi Catam.

Mataram (Suara NTB) KPU menjadi salah satu lembaga yang ikut membuka lowongan formasi pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018. Peminat menjadi pegawai di sekretariat penyelenggara pemilu dari NTB cukup tinggi. Tercatat 250 orang peserta ikut seleksi. Kegiatan seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan sistem Computer Asissted Tes (CAT) dilaksanakan Minggu (11/11) kemarin. Pantauan Suara NTB, proses tes KPU ini berbeda dibandingkan dengan tes di kementerian atau lembaga lain yang juga membuka lowongan CPNS. Khusus peserta seleksi CPNS di KPU, sebelum memasuki ruangan tes, diwajibkan untuk menandai ujung jari kelingkingnya dengan tinta. Sehingga pelaksanaan tes

(Suara NTB/ist

TINTA - Pelaksanaan tes CPNS KPU di NTB cukup unik, Para peserta sebelum memasuki ruangan diharuskan mencelupkan ujung jarinya ke tinta yang disediakan panitia. Pemeriksaan sebelum masuk ruangan tes juga sangat ketat.

CPNS di KPU ini mirip seperti proses pencoblosan kertas suara pada saat pemilihan sebagai tanda seseorang telah menyalurkan hak pilihnya. “Sebelum masuk ruang tes, khusus untuk peserta Test CPNS KPU, peserta harus celupkan ujung jari di botol tinta yang disiapkan,” kata Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya yang dikonfirmasi wartawan. Pelaksanaan tes CPNS KPU, berlangsung cukup ketat. Untuk memasuki ruang tes, peserta harus melewati pemeriksaan sangat ketat. Bahkan katanya lebih ketat dari pemeriksaan ketika masuk ke Bandara. “Test CPNS (KPU) lebih safety daripada masuk Bandara. Karena tas, hp (handphone) cincin, bros, ikat pinggang, semuanya harus dilepas sebelum masuk ruang Test CAT,” jelasnya. (ndi)

Polda NTB Usut Tersangka Lain Kasus Alat Peraga SD KLU Mataram (Suara NTB) Polda NTB mengusut dua rekanan proyek pengadaan alat peraga berbasis IT untuk 33 SD di KLU. Mereka disangka ikut berkongkalikong dalam proyek senilai Rp4,9 miliar tahun 2014. Sementara, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, Astari Tapun sedang menjalani persidangan. “Tidak ada yang berkasnya tidak selesai, masih kok itu dikerjakan sama penyidik,”

kata Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Baharuddin, menjawab soal proses hukum tersangka lain kasus tersebut. Dia mengonfirmasi penyidikan tersangka lain, yakni NS Direktur PT Citra Inti Usaha serta Direktur CV Cahaya Nusa Tenggara, NM. Citra Inti Usaha memasok alat peraga kepada Cahaya Nusa Tenggara yang memenangkan tender dengan kontrak Rp4,9 miliar.

Dua nama itu disebut dan sudah bersaksi di persidangan terdakwa Astari Tapun. “Berkasnya belum dinyatakan lengkap oleh jaksa,” kata Syamsudin. Pihaknya tidak perlu menunggu fakta persidangan sebab tersangka lain itu sudah diproses dalam berkas terpisah. Dalam surat dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, NM yang bekerjasa-

ma dengan NS disebut kongkalikong ketika mengikuti tender di tahun 2014. Yakni mengajukan penawaran dengan tiga perusahaan yang harganya hampir identik. Antara lain, CV Cahaya Nusa Tenggara menawar Rp4,92 miliar; CV Nusa Abadi menawar Rp4,94 miliar; dan CV Bayu Perkasa dengan penawaran Rp4,96 miliar. Tender kemudian dimenangkan PT Cahaya Nusa Tenggara pimpinan Nurmiati.

Proses pendaftaran termasuk penyusunan penawaran tiga perusahaan tersebut tidak dilakukan oleh masing-masing direktur, akan tetapi dilakukan dan dikendalikan sendiri oleh NS. Di persidangan juga terungkap kerugian negara sebesar Rp787,9 juta yang timbul dari HPS yang kemahalan, sehingga menyebabkan keuntungan yang tidak wajar diperoleh rekanan pemenang tender. (why)

Kemenpora Beri Apresiasi

Sepeda Nusantara Fun Bike Senggigi 10 K Dibanjiri Peserta (Suara NTB/ndi)

ANTREAN - Puluhan calon peserta seleksi anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB antre untuk mendapatkan giliran sesuai dengan nomor antrean untuk mendaftar ke Panitia.

Pendaftar Calon Anggota KPU Membeludak di Hari Terakhir Mataram (Suara NTB) Masa pendaftaran calon anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB telah ditutup pukul 20:00 Wita, Minggu (11/11) kemarin. Selanjutnya panitia Tim Seleksi (Timsel) akan melakukan tahapan penelitian administrasi berkas pendaftaran mulai tanggal 6 sampai 14 September. Pantauan Suara NTB hingga pukul 16:00 Wita, jumlah pendaftar ratusan orang. Baik untuk calon anggota KPU Provinsi maupun kabupaten/kota. Pada hari terakhir pendaftaran kemarin, jumlah pendaftar membeludak. Calon peserta seleksi lebih banyak mengambil waktu hari terakhir pendaftaran. Hal ini membuat panitia kewalahan. Guna proses pendaftaran berjalan tertib, panitia terpaksa mengeluarkan nomor antrean bagi para pendaftar. Ketua Timsel anggota KPU Provinsi NTB, Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowo yang dikonfirmasi menerangkan, pendaftaran berjalan lancar. Setelah masa pendaftaran ditutup, Timsel akan melanjutkan ke tahap penelitian administrasi dan diumumkan ke publik untuk ditanggapi masyarakat. Dilanjutkan ke tes tulis dengan sistem Computer Asissted Tes (CAT) yang akan digelar serentak untuk semua peserta seleksi KPU Provinsi dan kabupaten/kota, yang akan dilaksanakan tanggal 19 November. “Setelah seleksi administrasi, kemudian ada ujian tertulis, polanya seperti CAT. Kemudian tes psikologi, kesehatan, wawancara,” terang Gantot. Untuk tes psikologi dan kesehatan, Timsel menggandeng dua instansi sebagi mitra, yakni Kepolisian Daerah untuk tes psikologi dan Pihak RSUP untuk tes kesehatan. “Pilihannya kemarin untuk tes psikologi kita gandeng dari Polri dan kesehatan oleh pihak RSUP. Untuk tes kesehatan ini ada tiga item yakni tes kesehatan Jasmani, Rohani dan bebas narkoba. Tiga jenis tes kesehatan itu bisa ditangani sekaligus,” pungkasnya. (ndi)

Giri Menang (Suara NTB) Sepeda Nusantara “fun bike Senggigi 10 K” digelar Minggu (11/ 11) kemarin di halaman parkir hotel Montana Premier Senggigi. Even tahunan Kemenpora ini menyedot antusiasme masyakarat, buktinya jumlah peserta yang ikut mencapai 4 ribu orang. Bahkan jumlah ini melebihi target sekitar 1.500 peserta. Dengan banyaknya peserta yang membanjiri even olahraga ini membuktikan jika masyakarat Lombok khususnya Lombok Barat sudah bangkit dari bencana gempa. Ini juga bukti bahwa kawasan wisata Senggigi sudah aman dikunjungi oleh wisatawan. Fun bike senggigi ini dihadiri sejumlah petinggi NTB, diantaranya Kapolda NTB, Dandrem. Hadir pula, Kapolres, Dandim, Bupati Lobar, Sekda dan jajaran dan pemimpin Bank NTB Gerung. Sebelum pelepasan peserta, para peserta lebih dulu mengikuti senam Nusantara dan Poco-Poco. Sebelum sambutan Bupati dan asisten deputi Kemenpora, disuguhkan atraksi peresean. Bupati Lobar mengatakan, ramainya peserta sepeda Nusantara

yang digelar di Senggigi membuktikan bahwa masyakarat Lombok umumnya dan Lobar khususnya sudah bangkit untuk melihat masa depan lebih baik dan lebih cerah. “Setelah ditimpa musibah, kita tidak berdiam diri beberapa Minggu setelah itu dilaksanankan festival senggigi, Blibli Marathon dan segera kita laksanakan even budaya perang Topat di Taman Lingsar dan selanjutnya even Senggigi jazz Desember nanti. Dengan banyaknya peserta sepeda Nusantara ini membuktikan masyakarat kita sudah move on dari bencana gempa beberapa waktu lalu,” kata Bupati. Berbagai even yang digelar ini, jelasnya, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Lombok sudah aman dan siap dikunjungi. Bahkan, dalam even Senggigi jazz nanti, dipastikan ada kejuta, sebab banyak artis nasional dan luar negeri bakal tampil. Ia pun menyampaikan terimakasih kepada Kemenpora yang telah menunjuk Lobar sebagai tuan rumah, bahkan ia berharap agar Lobar kembali ditunjuk. Disela-sela acara, dilakukan penyerahan piagam olahraga tradisional oleh Asdep Kemenpora, I

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid

Ribuan peserta yang ikut Sepeda Nusantara

Gusti Putu Pariana kepada bupati. Gusti Putu mengapresiasi kegiatan ini dan ia membandingkan kegiatan sepeda Nusantara di Lobar dengan Singaraja Bali, jauh lebih banyak peserta di Lobar. “Kami Apresiasi kegiatan sepeda Nusantara yang diadakan di Lobar, pesertanya melebihi 4000 orang. Kalah di Singaraja Bali padahal dirangkai dengan even daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, kedepan ia berharap Lobar kembali menjadi lokasi sepeda Nusantara, sebab rencananya tahun depan jumlah titik pelaksanaan ditambah menjadi 150 titik. Sementara itu, PLT kadispora Lobar Maad Adnan mengatakan, sepeda Nusantara ini merupakan program Kemenpora dimana Lobar dua kali dipercayakan menjadi titik pelaksanaan. Pelaksanaan kali ini di Senggigi, karena Lombok dan Lobar ingin bangkit lagi atau move on untuk menghidupkan pariwisata. Sehingga melalui even ini mampu menghidupkan sektor pariwisata. Diakui jumlah peserta yang hadir diluar ekspektasi, sebab awalnya ditarget 1.500 namun yang hadir mencapai 4.000. (her/*)

PLT Kadispora Lobar, Maad Adnan

Pembagian hadiah utama oleh Bupati Lobar didampingi Pemimpin Bank NTB Syariah Gerung, L Purnawan.


SUARA NTB Senin, 12 November 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

SDN 7 Jenggala Kondisinya Kini

Sekolah Satu-satunya yang Belum Diperhatikan Pemerintah Hujanlebat Senin(4/11) danJumat (9/11) lalu, menjadi pemandangan terburuk bagi murid dan penyelenggara pendidikan SDN 7 Jenggala, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung. Letaknya di bawah bukit nun jauh di pedalaman menjadi alibi – bahkan pembenar, betapa sulitnya bantuan logistik sekolah masuk ke wilayahini. “SELAMAT malam Mas, boleh minta tolong lagi Mas?Masukin SDN 7 Jenggala di Koran Suara NTB dan koran lain, karena selama ini ngak dapat bantuan sekolah darurat.” Demikian bunyi pesan WhatsApp tokoh pemuda DusunGrenggeng, Budiartoyo, pada Suara NTB, Sabtu (10/ 11) malam. Tujuan warga tidak lain, meminta bantuan, meminta diperhatikan, meminta keadilan dan pemerataan penanganan pascabencana gempa dari Pemda Lombok Utara, Pemprov NTB bahkan pemerintah pusat khusus, bagi mereka di dusun terisolir. Suara NTB sudah menerbitkan dua edisi tulisan mengenai kondisi warga Dusun Grenggeng. Pertama, DusunTerisolirPascagempa - Butuh Listrik, Tandon dan Bantuan Alat Berat padaRabu (5/9), dan Kamis (6/9) denganjudul, PerjuanganWargaTerisolir - Pasang Listrik Rp 3,7 juta, Ojek Siswa

Rp 500 Ribu. Dari kedua tulisan itu, Budiartoyo kemudian menyampaikan pesan.”Terima kasih Mas, atas bantuan Suara NTB, 3 hari setelahnya dusun kami teraliri listrik.” Terakhir, organisasi masyarakat yang digawangi Iwan Fals, turut menyalurkan bantuan ke dusun itu.Melalui Ormas Orang Indonesia (OI), warga Dusun Grenggeng. Khusus sekolah, anak bangsa yang menimba ilmu di SDN 7 Jenggala berjumlah 88 orang. Inilah yang menjadi keprihatinan tersendiri bagi masyarakat setempat, juga para guru.Sejak gempa 5 Agustus merusak bangunan sekolah, siswa sekolah di sana hanya memperoleh bantuan terpal. Tenda yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba. Penelusuran Koran ini, Selasa (4/9), Dusun Grenggeng terletak pada jangkauan kurang lebih 20-25 km dari ibukota Tan-

jung. Untuk mengakses dusun ini, kendaraan roda empat hanya bisa parkir sampai di pertigaan Dusun Sumur Duyung, Desa Tegal Maja. Dari sana, kendaraan yang bisa masuk hanya roda dua. Itu pun harus menapaki jalan rabat dengan lebar lebih sedikit dari 1 meter.Sampai di SDN 7 Jenggala, akses jalan rabat semakinmengecil, kurang dari 1 meter. Melewati perkebunan warga yang berbelok, menanjak dan menurun dengan kesan ekstrem. “Selama ini ngak dapat bantuan sekolah darurat, karena alasan mobil tidak sampai di lokasi mengantarkan bahan material khusus bantuan dari PUPR,” ujarnya. Guru SDN 7 Jenggala sekaligus warga Grenggeng, Arianto, S.Ag.,menguatkan sejak gempa 5 Agustus, pihaknya berjuang untuk mendapatkan bantuan guna kelancaran belajar siswa. Sejak itu, praktis bantuan yang diperoleh sangat minim. Di luar PLN yang menalangi listrik, dan OI yang membantu perpipaan sejauh 3,5 km, bantuan yang diterima berasal dari Buddha Tzu Chi berupa terpal dan tenda, tas dan buku sebanyak 21 paket

dari Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) NTB, serta dan paket ATK bantuanTim Pramuka Jawa tengah. “Kemarin saat hujan, semua terpal lepas karena terisi air, tempat belajar siswa basah kuyup.Tetap murid datang (Sabtu pagi, red) tapi tidak ada kegiatan belajar mengajar karena tempat belajar rusak, mereka membantu guru-guru gotong royong perbaiki terpal yang berserakan,” papar Arianto. Siswa SDN 7 Jenggala berasal dari Dusun Grenggeng saja.Namun dusun ini terdiri dari 4 kampung, masing-masing Kampung Beriri dan Biloq Guna yang berbatasan langsung dengan Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan dua kampung lain, yakni Kampung Batu Rakit dan Kampung Grenggeng sendiri.Saat ini akses tempuh terjauh para siswa ke sekolah sejauh 3,5 km. “Kami jugabutuh bantuan alat berat untuk merobohkan sekolah dan Vihara Giri Vana Jaya di Kampung Beriri. Sekalian kami minta bantuan pemerintah untuk membukakan kami akses jalan

(Suara NTB/ist)

SEKOLAH DARURAT - Inilah tempat belajar murid di SDN 7 Jenggala yang roboh karena hujan deras. Pemerintah harus segera memperbaiki bangunan SDN 7 Jenggala agar bisa ditempati belajar. agar bisa dilalui roda 4,” sambung alumni STAB Kerta Fajar Batu Malang ini. Lain pula cerita atas kebutuhan dunia pendidikan anakanak Grenggeng. Saat ini tercatat 60-an orang siswa SMP dan SMA dari dusun itu yang sekolah di Kecamatan Tanjung. Akses SMP terdekat berada di Dusun Lendang Bila - SMPN 4

Tanjung berjarak 18 km lebih. Anak-anak setempat masih beruntung bisa sekolah dengan lancar pada musim kemarau ini. Berbeda dengan di musim hujan, anak-anak harus melewati genangan air akibat meluapnya kali Segara. Luapan air sampai 1 meter merendam ujung jembatan sampai ke jalan setapak yang merupakan

akses keluar. Tidak jarang, anak-anak khususnya SMP tidak masuk sekolah karena kondisi tersebut. “Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja harus menunggu air surut dulu baru bisa lewat. Siswa dari dusun ini sampai dijenguk gurunya karena berhari-hari tak masuk sekolah,” tandasnya. (ari)

Terapkan Prinsip Keadilan Huntara Keliru Konsep HUNIAN sementara (huntara) yang banyak dibangun oleh BUMN Pertamina, banyak yang belum bisa dihuni masyarakat. Sebut saja 50 unit di Dusun Terengan Daya dan 22 unit di Dusun Karang Montong Daya - keduanya di Desa Pemenang Barat, di mana sampai saat ini terkesan menganggur. Sementara di dusun lain - Terengan Tengak, warga berharap dibuatkan huntara sebab tenda-tenda terpal di persawahan mulai melapuk dan rusak. (Suara NTB/dok) Melihat kondisi itu, Bupati H. Najmul Akhyar Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dr. H. Najmul Akhyar, mengakui sekitar 20 sampai 30 persen warga terdampak gempa di KLU masih belum kembali dari pengungsian. Mereka belum memiliki huntara. Di sisi lain, bantuan huntara yang dibangun sendiri oleh BUMN -salah satunya Pertamina, belum termanfaatkan optimal, karena beberapa kendala. Letak huntara yang jauh dari pemukiman, prasarana listrik dan air bersih yang belum tersedia menyebabkan warga belum bisa tinggal di huntara BUMN. “Kalau menurut saya, konsepnya yang keliru. Karena saya kan dari awal sudah menelepon pihak Pertamina, kami mohon kalau memang membantu membuat rumah hunian sementara itu, kalau bisa dibangunkan di tempat tinggal masyarakat itu,” kata Najmul Akhyar usai menerima kunjungan Wamenlu dan rombongan Dubes di Tanjung, Jumat (9/11). Dimungkinkan sambung dia, Pertamina memiliki pertimbangan sendiri. Lokasi huntara warga yang harus ada dalam satu kompleks memudahkan BUMN dalam melaporkan pertanggungjawaban anggaran yang dikeluarkannya. Namun bukannya mengatasi masalah, Najmul melihat huntara yang ada justru menimbulkan persoalan baru. “Yah sekarang kita lihat huntara yang mereka bangun itu dimasuki air, sementara tidak ada pondasinya apalah itu, yang penting jadi dan ini jadi persoalan.” “Makanya saat ini menurut saya kawan-kawan yang berkontribusi untuk membangun huntara dan sebagainya ini, haras dipikirkan juga bahwa huntara yang dibangun bisa digunakan dalam jangka, dalam waktu yang lebih panjang,” harapnya. Di sisi lain, dukungan prasarana lampu dan air bersih mutlak harus disediakan. Pemda melalui PDAM dan instansi penyalur air bersih, tetap bekerja memenuhi air bersih. Namun optimalisasi ketersediaan dan pemakaian secara rutin memerlukan upaya lanjutan agar masyarakat terjamin. “Masalah air ini yang menjadi masalah tapi sekarang sudah diatasi, karena selalu di antarkan dari PDAM juga dari Bagian Umum juga, dan air dari tangki itu kita bawa terus kita antarkan ke masyarakat,” imbuhnya. Najmul menyadari, optimalisasi penanganan warga pascabencana dijalankan setiap waktu. Walaupun pelayanannya tidak sempurna, kata dia, namun dengan semangat bangkit dan membangun kembali daerah secara bersama, segala rintangan akan bisa dilalui. Paling penting lagi, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling memahami karena pada saat ini semua masyarakat sedang menghadapi persoalan yang sama. Yaitu, keterbatasan air bersih, kekeringan dan hunian rusak akibat bencana alam. (ari)

Hutan Mangrove Sugian Bisa Jadi Objek Wisata Baru Selong (Suara NTB) Hutan mangrove di Pantai Sugian yang dulu menjadi Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) saat ini terlihat seperti tidak terurus. Pemandangan indah yang tersembunyi di dalam kawasan ini coba akan disentuh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Lotim). “Itu bisa jadi objek wisata baru, wisata mangrove,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Moh Juhad saat dikonfirmasi Suara NTB. Dia menjelaskan, kawasan yang sebelumnya dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim ini saat ini tidak terurus. Pascapelimpahan kewenangan penanganan laut ke provinsi, kawasan ini menjadi sepi tidak ada penunggu dan tidak lagi ada aktivitas pengelolaan. Dinas Pariwisata Lotim kemudian mencoba akan menjadikannya sebagai sebuah kawasan yang ramai dikunjungi wistawan. Diketahui, Desa Sugian Kecamatan Sambelia ini kaya dengan keindahan laut. Tidak jauh dari Pantai Sugian, ada Gili Sulat yang juga menampilkan pemandangan tanaman mangrove di sepanjang bibir pantai. Kawasan yang akan dikelola Dispar Lotim ini pun luasnya katanya sekitar 80 are. Di dalam kawasan ini akan dibuatkan tempat-tempat peristirahatan. Rencana akan ada juga rumah panggung yang diyakini bisa menarik wisatawan asing. Menurutnya, wisatawan mancanegara ini sangat suka dengan hal-hal yang unik dan menarik. Kawasan hutan mangrove Sambelia ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. “Wisatawan asing kan maunya yang unik, dan keunikan yang ada di Pantai Sambelia ini akan dibuat agar wisatawan betah datang ke Pantai Sugian,” paparnya. Beberapa waktu lalu, mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengunjungi lokasi tersebut. Dari hasil penelitian, terdapat 25 jenis mangrove yang tidak ditemukan di lokasi lain. Daya tarik itu, katanya bisa menjadikan tempat tersebut menjadi lokasi wisata studi. “Mangrove-mangrove ini kan perlu dilestarikan,” ungkap Juhad menambahkan. (rus)

Bupati Evaluasi Total Keberadaan Honorer Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy menetapkan kebijakan tegas terhadap keberadaan tenaga honorer daerah (honda). Ditegaskan, ia akan mengevaluasi total keberadaan honorer. Tanggal 31 Desember 2018 mendatang, adalah batas terakhir berlakunya semua jenis surat keputusan terkait keberadaan para honorer. Semua honorer tidak ada lagi perpanjangan. “Apapun alasannya, apakah ada kontrak, perjanjian kerja 2 tahun atau 3 tahun semuanya berhenti dan kita akan evaluasi,” tegas Bupati Sukiman yang disampaikannya saat upacara hari Pahlawan, Sabtu lalu. Begitu juga, ujarnya, semua tenaga honor di semua organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemda Lotim berlaku

ketentuan yang sama. Baik itu di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rumah sakit, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan satuan kerja (satker) lainnya berhenti kontrak kerjanya per 31 Desember 2018. “Kita akan melaksanakan keadilan. Artinya adalah, akan ada evaluasi menyeluruh.Jika masa kerja 1 sampai 5 tahun

(Suara NTB/yon)

TABUR BUNGA - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didamping istri dan Wakil Gubernur NTB,. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati Lotim, Danrem, dan Dandim Lotim melakukan tabur bunga di makam pahlawan nasional, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Sabtu (10/11).

Momentum Hari Pahlawan Diharapkan Jadi Penyemangat Para Santri Selong (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., serta Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy beserta pejabat lingkup Pemprov dan Pemkab Lotim, Sabtu (10/11) melakukan upacara dan ziarah makam di kompeks Makam TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Upacara juga diikuti ratusan santri di YPH-PPD NW Pancor dalam momentum hari pahlawan ke-73 tahun 2018. Cucu pahlawan nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan, dalam momentum hari pahlawan dirinya sangat bersyukur NKRI tetap kokoh yang tidak terlepas dari tanggung jawab pejuang kemerdekaan. Sehingga saat ini tugas dari masyarakat masa kini yakni mengisi hari kemerdekaan dan hari pahlawan dengan kiprah terbaik, bermanfaat bagi bangsa, nusa dan agama. Seperti dicontohkan TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang merupakan pahlawan nasional dari NTB. Di mana, kata Sitti Rohmi, yakni Maulana Syaikh mewakafkan hidupnya untuk berjuang bagi, umat, bangsa dan agama sampai akhir hayatnya. Merupakan tahun kedua dilaksanakan apel hari pahlawan di kompleks makam TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid selaku pahlawan nasional sejak ditetapkan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Dalam momentum hari pahlawan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para santri di mana lahir pahlawan nasional pertama dari NTB yang berlatar belakang santri. Sehingga energi positif, optimisme bagi santri membuktikan bahwa santri bisa berbuat yang terbaik bagi umat, bangsa dan agama. “Santri tidak hanya bicara tentang agama, melainkan juga berbicara pendidikan, kemiskinan dan teknologi serta apapun yang terbaik bagi nusa, bangsa dan agama,” terang Sitti Rohmi kepada Suara NTB. Selain menggelar apel hari pahlawan pahlawan di makam TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang terletak di kompleks Musalla Al Abror NW Pancor. Terlebih dahulu, ribuan santri beserta staf pengajar se-YPH-PPD NW Pancor menggelar upacara bersama yang dipusatkan di MA.Muallimin NW Pancor. (yon)

maka hanya dapat Surat Keputusan (SK), jika masa kerja 510 tahun akan masuk kategori Kelompok Kerja dan kalau sudah mengabdi lebih dari 10 tahun, maka mereka akan dapat perjanjian kerja dan ini yang dikatakan keadilan,” tegas Bupati Sukiman. Evaluasinya selama ini ada yang baru satu tahun bekerja sudah dapat perjanjian kerja.

Sementara yang sudah lebih dari 10 tahun SK pun belum dapat. Bupati meminta agar hal ini diinformasikan kepada seluruh honor. ‘’Inilah kebijakan yang diaambil dan mulai berlaku 1 Januari 2019 mendatang,” imbuhnya. Selanjutnya janji Bupati kepada para PNS 1 Januari 2019 mendatang akan mendapatkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Rp 500 ribu per bulan. Seluruh PNS tidak terkecuali. Dikatakan apakah mendukungnya saat pemilihan kepada daerah atau tidak semua diberlakukan sama. “Ini berkah bagi PNS Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya. (rus)

(Suara NTB/yon)

H. M. Sukiman Azmy


SUARA NTB Senin, 12 November 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

KERJASAMA BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DPRD LOTENG DENGAN HARIAN SUARA NTB

Dua Anggota Baru DPRD Loteng Dilantik

(Suara NTB/kir)

Ketua DPRD Loteng, memimpin pengambilan sumpah jabatan dua anggota DPRD Loteng yang baru.

Praya (Suara NTB) Komposisi keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daetrah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kembali berubah setelah dua anggota DPRD Loteng diambil sumpah jabatannya pada rapat paripurna DPRD Loteng yang dipimpin langsung Ketua DPRD Loteng, H.Achmad Puaddi, FT.SE., Jumat (9/11). Kedua anggota DPRD Loteng yang baru tersebut merupakan anggota DPRD Loteng Pengganti Antarwaktu (PAW). Masingmasing Ferdian Wijaya dari Partai Hanura yang mengantikan posisi Muslihin serta Murdima S.Sos., menggantikan posisi Suratman dari Partai Kesatuan Persatuan Indonesia (PKPI). Itu artinya, total sudah ada tiga anggota DPRD Loteng diganti hingga sejauh ini. Sebelumnya, Isro’KM juga

dilantik sebagai anggota DPRD Loteng menggantikan posisi Legewarman. “Pergantian anggota DPRD hal yang lumrah terjadi. Dalam sistem demokrasi kita saat ini,” ungkap Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., saat memberikan sambutan pada rapat paripurna pengambilan sumpah janji jabatan anggota DPRD Loteng PAW sisa masa jabatan 2014-2019, di Ruang Rapat Utama DPRD Loteng. Namun yang paling penting dari itu semua, meski terjadi perubahan komposisi keanggotaan di tubuh DPRD Loteng, jalinan komunikasi dengan pemerintah daerah tidak boleh terganggu. Justru komunikasi, koordinasi serta kemitraan harus jauh lebih baik demi kemajuan pembangunan di daerah ini, karena pemerintah dan dewan merupakan satu ke-

(Suara NTB/kir)

Ketua DPRD Loteng menandatangani berita acara pelantikan dua anggota DPRD Loteng yang baru.

satuan sebagai pelaksaan pembangunan. “Harmonisasi yang telah terbanguan selama ini antara pemerintah dengan legislatif harus terus terjaga. Meski komposisi keanggotan berubah-ubah,” tegasnya. Menurutnya, harmonisasi yang baik antara pemerintah dengan legislatif merupakan elemen penting untuk bisa mendukung kesukseskan pembangunan itu sendiri. Tanpa harmonisasi yang baik, sulit untuk bisa mensukseskan pembangunan di daerah ini. Kepada anggota DPRD Loteng yang baru, Pathul berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang ada. Mengingat, masih banyak tantangan serta beban tugas yang masih harus diselesaikan ke depan. “Adaptasi dengan tempat tugas yang baru penting. Karena beban tugas kita masih

(Suara NTB/kir)

Ketua DPRD Loteng memimpin rapat paripurna pelantikan dua anggota DPRD Loteng PAW sisa masa jabatan 2014-2019, Jumat (9/11).

(Suara NTB/kir)

Anggota DPRD Loteng.

(Suara NTB/kir)

Tamu undangan yang hadir di acara pelantikan anggota DPRD Loteng.

banyak,” sebutnya. Dengan kehadiran dua anggota DPRD Loteng yang baru tersebut, diharapkan juga bisa memberikan warna baru demi mendukung percepatan pembangunan melalui ide, gagasan serta pemikiran yang baru untuk pembangunan di daerah ini. Di tempat yang sama, Ketua DPRD Loteng, H.Achmad Puaddi FT., SE., juga berharap kepada anggota DPRD Loteng yang baru saja dilantik agar menjalankan tugas dan amanah yang diberikan dengan baik. sesuai sumpa janji yang telah diucapkan. Demi kebaikan masyarakat dan bisa mendukung kesuksesan pembangunan di daerah ini. “Selama bertugas Ferdian Wijaya dan Murdima,” pesannya. (kir/*)

(Suara NTB/kir) (Suara NTB/kir)

Penyematan tanda anggota DPRD.

Suasana rapat paripurna pengambil sumpah jabatan dua anggota DPRD Loteng, PAW sisa masa jabatan 2014-2019.

Bupati Minta OPD Tindaklanjuti Keluhan Korban Gempa (Suara NTB/ist)

PIAGAM - Dirjen Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari, menyerahkan piagam penghargaan bandara sehat kepada GM PT. AP I LIA, di Jakarta, Sabtu (10/11).

LIA Sabet Penghargaan Bandara Sehat Praya (Suara NTB) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan Lombok International Airport (LIA) sebagai bandara tersehat tahun 2018. Bersama dua bandara lainnya di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura (AP) I yakni Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara Adi Soemarmo Solo. Pemberian predikat tersebut serangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 tahun 2018, di Jakarta, Sabtu (10/11). “Predikat bandara sehat diberikan kepada LIA, karena LIA telah mampu memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 tahun 2014, tentang Penyelenggaran Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat,” ungkap General Manager (GM) PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, Minggu (11/11). Ardita menjelaskan, Kemenkes RI setiap tahun memberikan penghargaan kepada pelabuhan dan bandara sehat. Hal ini sebagai wujud apresiasi terhadap pengelola pelabuhan maupun bandara yang dinilai berhasil dalam dalam menjaga lingkungan sehat di wilayah bandar udaranya dan memiliki dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Dengan keberhasilan tersebut, kini LIA telah bisa mensejajarkan diri dengan bandara-bandara sehat lainnya yang telah lebih dulu mencapai prestasi tersebut. Seperti bandara Fisabilillah Tanjung Pinang dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Termasuk dengan Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Ia pun mengaku, keberhasilan tersebut tidak akan bisa diraih tanpa dukungan semua elemen terkait di LIA. Sehingga dukungan dari semua pihaknya untuk bisa terus mempertahankan prediket sebagai bandara sehat bisa terwujud. “Kami tentu tidak akan bisa sendiri mencapai prestasi ini. Untuk dukungan dari semua pihaknya sangat diharapkan di masa yang akan datang,” ujarArdita. (kir)

Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid merespons cepat keluhan korban gempa terkait lokasi pengungsian seperti tenda-tenda dan hunian sementara (huntara) yang terkenang air. Fauzan langsung memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain untuk membahas langkah penanganan yang harus segera dilakukan. Ditemui usai Sepeda Nusantara Fun Bike Senggigi 10 K di Hotel Montana Senggigi, Minggu (11/11) bupati mengaku, dirinya meminta OPD terkait untuk mencari jalan keluar agar pada musim hujan ini tidak menyebabkan tenda pengungsi terendam lagi. “Alhamdulillah sudah ada solusi,di sekitar huntara dan tenda pengungsian dibangunkan parit (saluran). Sehingga sekarang kalau rekan-rekan ke lokasi pengungsian insya Allah tidak lagi terendam,” klaimnya. Terkait kebutuhan huntara

bagi korban gempa yang belum, ujarnya, pihak pemda terus berupaya memenuhi. Termasuk ia menunggu bantuan pihak ketiga, sebanyak 400 unit. Selain itu, pihaknya sudah mengusulkan ke pusat agar diadakan 37 ribu unit. Pihaknya menuntut agar pusat membantu huntara. Tinggal saat ini pihaknya masih menunggu realisasi dari pusat. Ia mengklaim sejauh ini ada hampir 60 persen korban gempa sudah dibangunkan huntara. Tersisa sekitar 3 ribu korban gempa belum dibangunkan huntara.

(Suara NTB/her)

MENGELUH - Korban gempa di Dopang Gunungsari yang mengeluh, karena tenda pengungsian direndam air ketika hujan melanda. Sebelumnya, korban gempa mendesak agar dibangunkan saluran irigasi untuk pembuangan genangan air. Sebab Korban gempa yang masih tinggal di lokasi pengungsian, baik di tenda-tenda darurat dan huntara

terendam air. Hal ini disebabkan lokasi pengungsian khususnya huntara tak dilengkapi saluran irigasi dan pondasi. “Pemda segera mengambil langkah cepat dengan membangunkan saluran irigasi untuk mengurai genangan

air,” harap Kepala Desa Kekait H. Zaini sebelumnya. Meski genangan bersifat sementara, namun kondisi ini menganggu para korban gempa sebab mereka tidak bisa tidur, bahkan logistik ikut hanyut. (her)

Antispasi Gejolak, ’’Scoring’’ Cakades Diubah Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) mengubah tingkat penilaian terkait scoring calon kepala desa (cakades). Perubahan itu dituangkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9 tahun 2018. Perbup baru ini diterbitkan untuk mengantisipasi gejolak di bawah, lantaran scoring untuk pengalaman cakades di pemerintahan desa dirasa tidak adil bagi sejumlah calon petahana. Alasannya, dalam Perbup

yang lama Nomor 9 tahun 2018 menyamaratakan skor untuk pengalaman pekerjaan di pemerintah desa. Seperti mantan kades, BPD, sekretaris desa hingga kadus memiliki skor satu. Sedangkan dalam Perbup yang baru nilai scoring dibagi dalam beberapa kategori. Di antaranya kades skor 4, BPD 3, sekretaris desa 2, serta kepala dusun dan perangkat desa lainnya 1. Bahkan terdapat dua kategori penambahan

bagi pejabat struktural pemerintah dengan skor 4 dan fungsional umum pemerintahan 2. Padahal dalam Perbup yang lama kedua kategori ini tidak terdapat. “Saya sudah panggil kepala DPMD, memang ada kesalahan di sana (peraturan lama) menyangkut peraturan teknis dan surat edaran. Itu yang kemudian saya ambil menjadi perbup (baru),” ungkap Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, yang ditemui

di sela-sela acara di Senggigi, Minggu (11/11). Perubahan perbup itu ditandatangani olehnya pada Kamis (8/11) lalu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerawanan konflik. Sebab ia menilai jika scoring itu tidak adil bagi sebagian calon. “Pertanyaan saya sederhana bagaimana kalau mantan sekdes nyalon kades pas pensiun. Terus ndak punya skor, karena ndak punya pengalaman (di pemdes), itu

juga (tidak adil),” jelasnya. Sementara itu, Asisten I Setda Lobar, H. Ilham menambahkan jika perubahan Perbup itu untuk mengakomodir masukan masyarakat. Termasuk pihak terkait dengan jalannya pilkades. Ia menjelaskan inti dari perbup itu memasukan pengalaman kerja di bidang pemerintahan, baik di desa maupun pemerintahan secara umum dengan tingkat skor berbeda. (her)

Pemda Gandeng Pengusaha Atasi Bencana Banjir di Senggigi Giri Menang (Suara NTB) Pariwisata di Senggigi sudah mulai menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan terisinya sejumlah hotel di kawasan wisata tersebut. Meski tingkat okupansi masih rendah hanya kisaran 20- 30 persen, namun dibandingkan di awal terjadi bencana gempa jauh lebih meningkat saat ini. Apalagi pemda gencar melakukan berbagai event di

kawasan Senggigi melibatkan banyak orang. Selain itu Pemda juga berupaya meminimalisir bencana banjir yang hampir tiap tahun melanda kawasan wisata tersebut. Untuk menangani persoalan ini, Pemda menggandeng seluruh pengusaha melakukan bersih-bersih sampah di sekitar kawasan. Respons dari pengusaha pun cukup besar. Imbasnya di awal musim hujan tidak

terjadi banjir di daerah Senggigi seperti tahun lalu, bahkan ketika dilanda hujan besar beberapa hari lalu. Pelaksana Tugas Camat Batulayar Mahyudin mengatakan, pihaknya mulai melibatkan para pengusaha, hotel, hiburan dan guide untuk menangani persoalan sampah yang menjadi salah satu biang banjir di Senggigi. Pihak pengusaha jelasnya

mau diajak gotong royong membersihkan drainase di sekitar lingkungan kawasan Senggigi. Semua pihak, jelasnya, sangat peduli jika diajak bersama-sama, termasuk TNI dan Polri. Pihak UPT Dikbud bersama sekolah juga diajak melakukan gotong-royong. Kegiatan inipun digelar secara terus menerus, dan rencananya Kamis mendatang kegiatan ini pun digelar kembali. Mela-

lui berbagai upaya inilah pihak kecamatan berupaya membebaskan kawasan Senggigi dari banjir. Dampaknya pun cukup terlihat, sebab hujan lebat beberapa hari terakhir hal menyebabkan terjadi banjir. “Alhamdulillah tidak ada genangan, sebab kami bersihkan dari atas atau hulu,”jelasnya. Hal ini lanjutnya pertanda bagus untuk mencegah bencana banjir ter-

jadi lagi seperti tahun lalu. Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, sejauh ini kondisi di Senggigi dari sisi hunian hotel sudah ada peningkatan, meskipun belum signifikan. Tingkah okupansi bervariasi masing-masing hotel, namun rata-rata mencapai 34 persen lebih. Melalui berbagai even yang dilakukan di Senggigi, ia optimis recovery kawasan

wisata di Lobar cepat. General Manager Hotel Montana Premier Senggigi, Binang Odi Alam, mengatakan recovery pariwisata bukan tugas atau urusan pemerintah saja, namun para pengusaha juga berperan dan terlibat lebih dalam memulihkan pariwisata. Ia mengaku tingkat okupansi sejauh ini mulai meningkat, meski belum signifikan. (her)


SUARA NTB Senin, 12 November 2018

Peringatan Hari Pahlawan

Pemkab Serahkan Penghargaan Lomba Penulisan Sejarah Lokal Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2018 yang mengangkat tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”, pada Sabtu (10/11), di Halaman Kantor Bupati Sumbawa. Upacara yang diawali dengan penyerahan penghargaan kepada enam pemenang lomba penulisan sejarah daerah tahun 2018. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya, membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia menyampaikan peringatan Hari Pahlawan bukan hanya sebagai prosesi. Namun substansi harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilainilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur. Disampaikan bahwa setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemuda yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri, yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan. “Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter local yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan social sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial, pemuda yang mempunyai pandangan global global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri 4.0,” ucapnya. (arn)

(Suara NTB/arn)

TROFI - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dan Camat Lantung, Iwan Sofyan menunjukkan trofi penghargaan Inovasi pelayanan publik yang diserahkan Wapres RI, H. M. Jusuf Kalla.

Inovasi PARIRI SI DESA Lantung Masuk TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik Nasional Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa baru saja menerima penghargaan TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2018 dari Presiden RI. Atas keberhasilan inovasi PARIRI SI DESA. Seperti disampaikan Camat Lantung, Iwan Sofyan, Sabtu (10/11), ajang TOP 40 yang diberikan oleh Presiden RI ini sebagai salah satu ajang pemberian Penghargaan bagi Inovator dalam lingkungan Kementrian, Lembaga – Lembaga Publik lainnya, Pemerintah Provinsi, Kabupaten Kota se-Indonesia juga hadirnya 27 Negara perwakilan yang membawa serta Inovasi Pelayanannya. Dalam event berskala Internasional ini Bupati Sumbawa Bapak H. M. Husni Djibril, B.Sc menerima penghargaan dari Presiden RI yang diwakili Wakil Presiden 7 November lalu. Sekaligus sebagai salah satu dasar Pemerintah Pusat menggelontorkan Dana Iinsentif Daerah (DID) bagi 40 Lembaga, Pemprov dan Pemkab/Kota untuk mendapatkan Dana Replikasi dan Pengembangan Inovasi kedepannya. Tim Inovasi dari Sumbawa juga mengikuti Exhibitor (pameran) terkait Inovasi PARIRI SI DESA dengan menampilkan seluruh informasi Inovasi juga hasil Bumdes Lantung selama 2 hari, 7-8 November di JCC Senayan Jakarta. Serta secara simultan mengikuti Forum seminar dan Ekspose Inovasi. Selanjutnya, kata Camat, untuk pengembangan dan keberlanjutan Inovasi ini akan lebih lanjut dilaksanakan baik Kecamatan Lantung, Pemerintah Desa juga oleh Kabupaten dalam kaitannya dengan berbagai Kebijakan kedepan. Sekarang sedang dirancang polanya oleh Pengelola Inovasi Daerah Bappeda Sumbawa. “Masih ada Top 10 yang akan datang, tapi sangat tergantung pada komitmen dan kebijakan Pemkab kita kedepannya, Bagaimana Jaminan Keberlanjutan PARIRI SI DESA ini terutama di Kecamatan asal Inovasi ini juga bagaimana Jaminan Pemkab kita untuk keberlanjutan dan peplikasinya. Jadi harus Komitmennya kuat, karena inilah salah satu unsur terpenting dalam penetapan ini,”terang Iwan. Sekarang ini, menurut Iwan, kedudukan Bupati sebagai Inovator bukan lagi dirinya sebagai sebagai Camat. Sebab secara prinsip Inovasi ini merupakan Inovasi Pemkab Sumbawa sebagaimana diatur dalam SK Kemenpan Nomor 636 Tahun 2018 tentang Penetapan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. “Reward yang paling fenomenal adalah penghargaan ini sebagai salah satu syarat Pemkab mendapatkan DID tahun 2019 yang ditransfer ke rekening daerah,” jelasnya. Bagi Inovatornya sebagaimana Ketentuan beberapa Kementerian terkait terutama bagi Kemenpan RB, Kemenkeu dan juga Kementerian asal Inovator (kemendagri) bagi jajaran Kecamatan ini, akan mendapatkan hak pengembangan sumber daya berupa hak diklat-diklat, pendidikan, jaringan Investasi terkait pengembangan yang akan terus dikoordinasikan oleh KemenPAN RB. Diketahui, PARIRI SI DESA adalah semangat birokrasi layanan setingkat Kecamatan, Birokrasi layanan setingkat desa, yang akan digunakan oleh semua UPT, Kepala Sekolah dalam menyelaraskan Pelayanan Prima di Kecamatan Lantung. Inovasi ini adalah metodologi Layanan yang ditemukan, konsepnya sederhana, memberikan perhatian secara menyeluruh pada seluruh aspek pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dilayani di semua tingkatan. PARIRI SI DESA bukanlah layanan paripurna oleh Kecamatan. Tapi turut menanamkan konsep pelayanan prima ini untuk pada seluruh UPT setingkat Kecamatan. Melalui sosialisasi, rapat-rapat, koordinasi, pengawasan dan lainnya. Juga usaha usaha peningkatan pelayanan prima yang di lakukan oleh pemerintah desa. PARIRI SI DESA mendorong terus upaya meningkatkan pelayanan Internal Pemerintah itu sendiri dan sekaligus meningkatkan layanan eksternalnya bagi siapapun yang membutuhkan layanannya. Kkemudian berupaya menjawab semua persoalan yang muncul dilapangan oleh Kecamatan, UPT, Kepala Desa, Kepala Sekolah, BPD dan PKK baik untuk kepentingan layanan kesehatan, layanan pendidikan, ekonomi, budaya, sosial Kemasyarakatan lainnya. Kemudian meningkatkan Hospitality Lingkungan Pedesaan seluruh desa, penanaman hijauan bagi pekarangan, berjamban, pengelolaan sampah dan lainnya. Peningkatan peran BUMDes dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga UMK yang berbasis rumah tangga maupun kelompok. Serta upaya upaya lannya. Termasuk menjadikan Lantung sebagai salah satu rujukan study banding Kampung KB nasional maupun internasional. (arn)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Warga Karang Songa Ingin Lokasi Baru Sebelum Direlokasi Taliwang (Suara NTB) Warga Karang Songa, lingkungan Kota Baru Kelurahan Dalam, kecamatan Taliwang meminta Pemerintah Kabupaten untuk mempertimbangkan lebih dulu rencana relokasi masyarakat yang sudah tinggal di lokasi itu. Pasalnya, sampai saat ini belum ada lokasi yang dianggap baik terhadap puluhan warga yang telah menempati daerah bantaran sungai sejak puluhan tahun tersebut. Fahmi, salah seorang masyarakat setempat yang ditemui Suara NTB, Sabtu (10/ 11) mengatakan, memang untuk rencana relokasi terhadap masyarakat di lokasi itu sudah sempat didengar. Hanya saja sampai saat ini belum ada dari Pemkab untuk melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Meskipun demikian, pihaknya tetap akan mendukung upaya Pemkab untuk merelokasi pemukiman di lokasi bantaran sungai. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi oleh Pemkab sebelum merelokasi masyarakat. Salah satunya yakni lokasi baru yang akan ditempati oleh warga karang songa. Lokasi yang baru ini juga diharapkan bisa dekat ke Pemerintahan dan aman dari banjir. Hal tentu sangat beralasan karena rata-rata masyarakat sudah tinggal di lokasi ini sejak 10 tahun silam dan rumah-rumah yang didirikan juga sudah permanen. “Kita sebagai masyarakat sebenarnya tetap mendukung kebijakan yang akan diambil oleh Pemerintah. Tetapi jan-

gan kami dibiarkan terlantar jika relokasi ini benar-benar direalisasikan,” sebutnya. Dikatakannya, sosialisasi terkait upaya relokasi masyarakat diharapkan untuk bisa dilakukan secepat mungkin. Jika sampai molor, dikhawatirkan penduduk yang tinggal di lokasi tersebut semakin banyak dan menumpuk. Jika itu terjadi maka Pemerintah akan kesulitan untuk dilakukan penertiban. Karena bisa jadi dalam beberapa hari kedepan, akan ada penduduk baru yang akan tinggal di lokasi itu. Mumpung saat ini hanya sekitar 25 Kepala Keluarga atau 96 jiwa harus segera dilakukan sosialisasi untuk upaya penertibannya. Jika ratusan jiwa dan KK sudah membuat tempat tinggal di lokasi itu,maka upaya penertibannya juga akan semakin berat. Selain itu, hal lain yang juga harus diperhatikan yakni lokasi penempatan baru bagi mereka yang direlokasi. “Mumpung jumlahnya masih sedikit (warga) kita berharap agar pemerintah segera melaku-

(Suara NTB/ils)

BANTARAN SUNGAI - Bangunan rumah masyarakat di Karang Songa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berada di lokasi bantaran Sungai Taliwang dan hendak direlokasi oleh pemerintah setempat. kan sosialisasi. Jika jumlah jiwa mencapai ratusan atau ribuan, tidak akan mudah lagi dilakukan penertiban,” tukasnya. Sementara itu, Ketua RT 03/05, Ratna mengatakan, saat ini juga masyarakat yang mendiami lokasi itu mencapai angka 25 kepala keluarga dan 96 jiwa. Memang untuk saat ini pihaknya masih belum melakukan sosialisasi ter-

hadap rencana relokasi ini baru hanya sebatas permintaan data saja dari Pemerintah setempat untuk dikumpulkan. Bahkan, dari hasil pendataan sementara, rata- rata masyarakat yang ada di Karang Songa tercatat sebagai penduduk KSB meskipun daerah asalnya dari Pulau Lombok. Mereka juga sudah tinggal di bantaran sungai sudah 10 tahun

lalu dan jumlahnya akan terus bertambah nantinya. Sementara untuk lokasi baru bagi mereka juga belum disiapkan oleh Pemkab sampai dengan saat ini. “Kami hanya diminta mendata saja terhadap masyarakat yang menempati lokasi itu. Sementara untuk kegiatan sosialisasi terkait rencana relokasi belum diterima sampai saat ini,” tandasnya. (ils)

Bupati KSB Minta Setiap Event Pengembangan Harus Dikemas dengan Baik Dermaga Labuhan Lalar Terus Dilakukan

Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengingatkan pentingnya sebuah kemasan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menurut orang nomor satu di KSB ini, apapun bentuk kegiatan pemerintah, terlebih yang bertujuan menarik kunjungan wisata harus memperhatikan cara pengemasannya. Sebuah kegiatan biasa, jika acaranya dikemas dengan baik maka secara otomatis akan mendapatkan perhatian khalayak. “Dan saya apresiasi Festival Taliwang Cullinary Night yang dilaksanakan oleh dinas pariwisata ini, karena saya lihat sudah dikemas dengan baik sekali,” kata bupati saat membuka event tersebut, Sabtu lalu. Ia mengatakan, pentingnya mengemas sebuah acara bukan saja tujuannya agar kegiatan itu terasa meriah dan mendapatkan perhatian banyak orang. Lebih dari itu pengemasan yang baik pastinya dimulai dengan perencanaan yang matang, sehingga jalannya acara dapat dijamin lancar. “Pengemasannya bagus, artinya perencanannya juga matang. Ujungnya kegiatannya lancar dan pasti acaranya juga sukses,” sebutnya. Pada kegiatan Festival Taliwang Cullinary Night ini sendiri, Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) KSB mengadakan berbagai event. Mulai dari sosialisasi gerakan makan ikan, lomba masakan khas sumbawa berbahan ikan hingga lomba mewarnai yang khususkan bagi anak-anak. Bupati secara khusus, bagi

(Suara NTB/bug)

TINJAU STAN - Bupati KSB, H.W. Musyafirin meninjau salah satu stan makanan peserta dalam Festival Taliwang Cullinary Night. pemenang lomba masak khas Sumbawa berbahan ikan, menjanjikan akan dikontrak sebagai penyedia makanan saat kunjungan Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Harlah KSB nanti. “Selain hadiah, yang menang lomba memasak nanti akan menjadi penyaji hidangan untuk ibu menteri (Menko PMK),” janji bupati sesaat sebelum membuka acara. Sementara itu, Kepala Disbudpar KSB, Ir. IGB Sumbawanto, M.Si menyebutkan, acara ini terselenggara atas kerjasama tiga dinas dan Tim Penggerak (TP) PKK KSB. Yakni Disbudpar, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas Ketahanan Pan-

gan. “Kami juga melibatkan event organizer (EO) sehingga pengemasan kegiatan ini lebih baik,” timpalnya. Ia pun berjanji, ke depan berbagai kegiatan di dinas teknisnya akan dikemas sedemikian rupa sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Para pihak pun akan dilibatkan secara aktif mengingat agenda-agenda kegiatan pariwisata tujuannya untuk menarik wisatawan datang berkunjung ke KSB. “Event ini akan menjadi salah satu kegiatan tetap setiap tahunnya. Dan kami juga akan siapkan agenda lainnya yang tujuannya menarik wisatawan datang ke daerah kita tentu dengan semakin memperbaiki pengemasannya,” imbuhnya. (bug)

Nama Kantor Imigrasi Sumbawa Berganti Sumbawa Besar (Suara NTB) Nama Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa berganti menjadi Kantor Imigrasi Kelas II TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Sumbawa. Hal ini setelah adanya perubahan nomenklatur menindaklanjuti peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). “Perubahan nomenklatur ini menindaklanjuti peraturan Menkumham Nomor 19 tahun 2018 tentang organisasi dan tata kerja organisasi. Bahwa kantor Imigrasi itu terdiri dari

TPI dan non TPI. Jadi ada kantor Imigrasi yang membawahi TPI dan tidak membawahi. Di sini membawahi TPI sehingga menjadi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Besar,” kata Kepala Kantor Imigrasi setempat, Andy Cahyono Bayuadi. Dijelaskannya, Kantor Imigrasi Sumbawa membawahi TPI Benete yang ada di Maluk, KSB. TPI ini fungsinya sebagai tempat keluar masuk orang atau alat angkut dari luar negeri. Dimana TPI ini sudah lama terbentuk, tetapi sebelumnya hanya khusus untuk

karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). TPI tersebut juga sudah otomatis menjadi wilayah kerja Imigrasi. Hanya saja saat ini baru ada nomenklatur yang mengatur. “TPI Benete ini sudah lama terbentuk. Tapi khusus untuk yang di Newmont saja. Jadi kalaupun tidak ada perubahan nomenklatur, semenjak dibentuk menjadi TPI sudah otomatis menjadi wilayah kami. Sekarang di tahun 2019 barus ada nomenklatur bahwa kita Kantor Imigrasi Kelas II TPI,” terangnya. (ind)

Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, mengatakan, dengan mulai adanya aktivitas bongkar batu bara di dermaga, Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang maka untuk pengembangan selanjutnya akan terus dilakukan. Bahkan untuk sarana yang masih dianggap kurang akan ditambah sedemikian rupa. Sehingga pelabuhan yang sudah lama mangkrak bisa terus digunakan oleh masyarakat, baik untuk penyeberangan masyarakat maupun peruntukan lainnya. “Kita sangat bersyukur dengan adanya aktivitas bongkar batu bara di dermaga ini. Itu artinya, dermaga yang sudah lama tidak digunakan dianggap sangat layak untuk disandari kapal. Kita juga akan terus menambah fasilitas lainnya sehingga dermaga siap untuk melayani sandarnya kapal jenis lainnya. Bahkan kita akan upayakan dermaga ini akan menjadi dermaga pengumpan nasional dan terpadat di KSB,” ujarnya kepada Suara NTB, saat meninjau bongkar batu bara di dermaga Lalar, Sabtu (10/11). Dia mengatakan, selain untuk bongkar batu bara kedepan dermaga ini juga akan diperuntukkan sebagai stasiun LPG khusus. Jika sudah bisa dilayani secara maksimal dan tidak terkendala lagi, maka kapal-kapal yang lain juga akan diminta untuk merapat. Sehingga aktivitas yang ada di dermaga ini bisa menggeliat. Dampak baik lainnya yakni sektor perekonomian masyarakat akan terus menggeliat. Bahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan meningkat nantinya. Bayangkan

saja, dengan satu kali sandar kapal pendapatannya bisa mencapai ratusan hingga jutaan maka dengan banyaknya kapal akan jauh lebih baik bagi daerah dan masyarakat yang ada di sekitar dermaga. Untuk itu, penambahan sarana lainnya akan terus dilakukan tentu dengan anggaran yang maksimal nantinya. Karena jujur saja, sejak dermaga ini tidak bisa digunakan banyak komentar yang tidak baik dari awal pembangunan dermaga ini. Tetapi dengan dengan mulai beroperasinya dermaga semua isu-isu miring semakin tertepis. “Banyak manfaat dengan beroperasinya dermaga ini selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendapatan daerah juga akan meningkat,” imbuhnya. Ditambahkannya, salah satu sarana yang akan ditambah nantinya yakni jetti sepanjang 300 meter dan kolam labu. Sehingga saat cuaca ekstrem, kapal-kapal bisa tetap merepat dengan menggunakan kolam labu yang sudah dibuat. Bahkan kebutuhan anggaran untuk menangani masalah itu ditaksir mencapai angka Rp 100 miliar dan itu akan tetap di support pembiayaannya. Karena pada prinsipnya, anggaran yang cukup besar itu diibaratkan umpan untuk mendapatkan yang lebih karena potensinya sudah ada. Hanya saja, untuk penambahan fasilitas akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Terlebih lagi, dermaga nasional yang ada di Benete saat ini akan dialihkan ke Lalar maka aktivitasnya juga akan semakin padat. (ils)

(Suara NTB/ils)

MEMANTAU - Bupati KSB, H. W. Musyafirin, saat memantau proses bongkar batu bara di Dermaga Labuhan Lalar.

Percepatan E-KTP, Operator Diminta Proaktif Sumbawa Besar (Suara NTB) Disdukcapil terus berupaya melakukan percepatan dalam rangka penuntasan Kartu Tanda Penduduk-Elektronik (EKTP) di Kabupaten Sumbawa. Salah Satunya memberikan bimbingan teknis (bimtek) terhadap seluruh operator barubaru ini. Dimana operator diminta proaktif dalam melakukan perekaman. Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Zulqifli menyampaikan, untuk menun-

taskan perekaman bagi penduduk yang belum rekaman EKTP dibutuhkan tindakan proaktif petugas atau operator. Baik yang berada di kecamatan maupun kabupaten. Makanya pihaknya mengundang seluruh operator untuk diberikan bimbingan teknis. Karena sampai saat ini masih tersisa penduduk yang belum merekam. “Seluruh operator yang ada di kecamatan dan kabupaten kita undang kemarin (Sabtu red) ke Disdukcapil untuk

bimtek. Saya stressing bahwa masih ada penduduk kita yang belum direkam. Dan mereka diminta supaya proaktif untuk berkoordinasi dan bekerjasama kabupaten,” ujarnya. Dijelaskannya, para operator juga diminta untuk menyisir sisa penduduk yang belum melakukan perekaman. Sehingga wajib pilih yang ada bisa mendapatkan E-KTP. Hal ini tidak lain dalam rangka menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. Dimana baru-baru

ini, pihaknya baru saja mendapatkan tambahan blangko sebanyak 4.000 keping. “Sisa blangko kita terakhir sekitar 1.000 lebih. Kami juga baru mengambil blangko dengan tambahan 4.000 keping. Selain perekaman, kita juga terus mencetak EKTP penduduk yang sudah merekam,” terangnya. Terkait sisa penduduk yang belum merekam, saat ini pihaknya sedang jemput bola melakukan penyisiran di

lapangan. Prosesnya sedang berjalan dan pihaknya sudah mengirim jadwal perekaman. Terutama terhadap kelurahan-kelurahan yang ada di dalam kota. Karena dari sisa yang belum merekam, lebih banyak berada di wilayah kota. “Yang masih banyak sisanya ini di wilayah kota. Kalau di kecamatan-kecamatan sisanya sedikit. Makanya kita bimtekoperator ini supaya siaa yang ada bisa diselesaikan,” tandasnya. (ind)


SUARA NTB Senin, 12 November 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Banyak Formasi CPNS Terancam Lowong

Program Bela Negara PT AMNT dan Aliansi

Strategi Perusahaan Ciptakan Karyawan Berkarakter dan Cinta Tanah Air Taliwang (Suara NTB) Program Bela Negara PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) bagi karyawan lokal non skill yang baru direkrut perlahan menunjukkan hasil. Meski pelatihan cenderung dirasa berat karena kegiatannya dikemas semi militer, para peserta yang sebagian besar karyawan lokal asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu mengaku jika program ini sangat penting bagi pembentukan karakter diri serta untuk memupuk rasa cinta terhadap tanah air. Berada jauh dari rumah, sekitar 100 karyawan non skill PT MacMahon Indonesia, perusahaan aliansi PTAMNT di proyek tambang Batu Hijau diisolasi di Resimen Induk Kodam IX/Udayana (Rindam IX Udayana) Tabanan, Bali. Mereka tengah mengikuti program Bela Negara yang dilaksanakan perusahaan. Namun begitu, keceriaan tidak luntur di rauh wajah mereka. Bersemangat mengikuti setiap instruksi pelatih dan melaksanakan dengan dedikasi penuh tanpa merasa terintimidasi. Seperti itulah selintas kesan yang terlihat saat sejumlah awak media berkesempatan melihat program latihan Bela Negara gelombang pertama bagi karyawan non skill yang dilaksanakan di Rimdam IX/Udayana, Kamis pekan lalu. Kesan ini tak dibuat-buat, baik oleh pelatih yang notabene merupakan pelatih militer maupun para peserta. Bahkan para peserta yang sebelumnya sempat memiliki kesan akan berat mengikuti program ini, setelah hampir tiga minggu berjibaku dengan berbagai latihan akhirnya mulai menikmati dan menyadari manfaatnya. “Pertama datang ke sini ada rasa takut ya. Karena memang sejak awal saya melamar kerja, tahunya begitu lulus langsung dipekerjakan. Itu saja di pikiran saya. Tapi ternyata ya diikutkan program Bela Negara dulu,” kata Ida Indrayanti, seorang tenaga non skill dari kecamatan Sekongkang. Tetapi rasa takut itu perlahan hilang di benak Ida. Ia menyatakan, setelah beberapa minggu mengikuti pelatihan Bela Negara ini justru dirinya banyak mendapatkan pelajaran berharga. Pelajaran-pelajaran yang disalurkan para pelatih melalui berbagai kegiatan lapangan telah banyak merubah sikapnya. Terutama sikap mental, kedisiplinan, tanggung jawab serta kecintaan terhadap tanah air. “Di sini saya mulai menyadari bagaimana kedisiplinan diri dan tanggung jawab itu benar-benar diperlukan. Jadi saya merasa mulai banyak berubah,” timpalnya. Pengakuan senada juga dilontarkan Munawir Alwi. Tenaga non skill asal kecamatan Seteluk ini mengaku, rasa takut sempat berkecamuk dipikirannya setelah diharuskan mengikuti program ini. Terlebih kegiatannya dilaksanakan di Rindam IX/Udayana yang sepengetahuan Munawir adalah tempat penggemblengan calon tentara. “Sampai beberapa hari di sini rasa takut itu masih ada. Saya takut kalau selama ikut akan diperlakukan seperti pendidikan tentara yang saya tahu berat,” sebutnya. Tapi itu hanya di awal, karena saat ini Munawir sangat merasa senang. Beberapa hal yang menjadi catatan Munawir dari keikutsertaannya di program Bela Negara ini, kata dia, telah menumbuhkan rasa solidaritas dan kekompakan sebagai satu keluarga. Rasa kekeluargaan dan peduli antar sesama peserta, menurutnya pribadi akan dijadikan modal dalam bekerja di perusahaan nantinya. Karena rasa kekeluargaan secara otomatis mendorong kekompakan dalam menyelesaikan setiap permasalahan. “Ini salah satu pelajaran yang saya petik di sini. Dan saya siap menerapkan nanti saat bekerja di lapangan,” janjinya. (bug)

(Suara NTB/ist)

SISA BANJIR - Petugas Polindes Desa Songgajah, Kabupaten Dompu membersihkan sendiri lumpur sisa banjir yang terjadi pada Jumat (9/11).

HKm Gagal dan Hutan Gundul Picu Banjir Bandang di Kempo

Dompu (Suara NTB) Banjir bandang yang melanda Desa Songgajah dan Desa Tolokalo Kecamatan Kempo, Jumat (9/11) lalu ditengarai merupakan imbas gundulnya kawasan hutan penyangga. Kawasan pemukiman di lekukan ini menjadi sasaran air bah dari gunung setiap kali hujan dengan intensitas tinggi. Gundulnya kawasan hutan setempat diduga didorong oleh gagalnya program HKm. Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, M.Si yang dikonfirmasi, Sabtu (10/11) mengaku, banjir bandang di Songgajah dan Tolokalo tersebut tidak semata oleh rusaknya kawasan hutan sebagai hutan penyangga di so Kesi. Tapi juga disebabkan oleh daerah tempat banjir berada di lekukan dan saat hujan dengan intensitas tinggi, sehingga memicu air bah cukup besar ke laut melintasi jalan serta pemukiman warga. “Ndak sampai 20 menit, air itu langsung surut,” kata Agus Bukhari. Karena berada di daerah lekukan, Pemda Dompu melalui Dinas PUPR telah merencanakan pembuatan saluran penghantar air ke laut. Tapi warga setempat belum bersedia mengorbankan sebagian lahannya untuk dibuatkan saluran air. “Sehingga kedepan harus dipaksakan warga agar bisa dibuatkan saluran, sehingga tidak terjadi seperti ini lagi,” harapnya. Kawasan hutan so Kesi juga termasuk dalam program hutan kemasyarakatan (HKm) dan pembagiannya memicu ketegangan antara warga sekitar dengan warga yang sudah menguasai

lebih awal kawasan hutan setempat. Pembagian lahan untuk program HKm ini diklaim sudah selesai dengan mengutamakan masyarakat sekitar kawasan hutan dan warga yang lebih awal menggarap lahan setempat juga mendapat pembagian. Namun pengelolaan program ini tidak seperti seharusnya. Tegakan kayu justru dibabat untuk bisa ditanami tanaman semusim seperti jagung. Warga pengelola awal juga sudah beralih ke warga lain dengan imbalan materi. Setelah dijual dan disewakan ke warga lain, warga ini kembali membuka kawasan hutan di daerah lain sehingga memperluas kerusakan hutan. “Saya mengharap kepada masyarakat, daya dukung dan daya tampung terhadap lahan kita ini segini saja yang ada, tidak boleh lagi memperluas area hutan untuk memperluas tanaman jagung,” ingat H. Agus Bukhari. Kepala BPBD Dompu, Drs. Imran M. Hasan yang dihubungi terpisah mengaku, hasil pendataan pihaknya tidak ada korban jiwa dan kerusakan fasilitas akibat banjir bandang di Desa Songgajah dan Desa

Tolokalo. Hanya ada 400 unit rumah warga yang terendam di Desa terdampak. “Kita langsung turun. Ketika sampai, banjir sudah surut. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat banjir,” ungkapnya. Junariah, petugas Polindes Desa Songgajah mengaku, banjir bandang ini cukup besar walaupun hanya lewat. Tapi banjir ini membawa lumpur yang cukup banyak. “Lumpurnya sampai 5 centi di dalam polindes yang kita bersihkan. Kalau peralatan yang rusak, hanya timbangan dewasa dan timbangan anak. Alat – alat lain kita simpan di atas untuk menghindari banjir, karena pengalaman 2 tahun lalu,” akunya. Sementara itu, Novan warga Kesi Desa Tolokalo mengaku, cukup khawatir setiap kali hujan turun. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, pasti akan diikuti dengan banjir bandang dan banjir pada Jumat sore merupakan banjir kedua selama sepekan pertama awal hujan. “Kalau hujan deras saja, kita sudah mulai was – was. Karena hutan di atas sudah gundul. Warga sudah bersihkan untuk ditanami jagung,” ungkapnya. (ula)

Kasus K2 Kota Bima

(Suara NTB/ist)

TURUN TEBING - Seorang peserta melakukan aksi turun tebing. Kegiatan ini salah satu latihan dasar peserta Bela Negara di Rindam Udayana.

Pembakaran Hutan Masif, Kota Bima Upayakan Konservasi SDA Kota Bima (Suara NTB) – Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE mengatakan upaya konservasi sumber daya air menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bima kedepan. Untuk menghadapi kondisi penebangan dan pembakaran hutan semakin masif. Hal itu disampaikan Walikota saat saat mendampingi penilai Lomba Perlindungan Mata Air (Permata Air) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2018, di mata air Wadu Kinda di Kelu(Suara NTB/Uki) rahan Lelamase Kecamatan Muhammad Lutfi Rasanae Timur, belum lama ini. Dikatakannya alih fungsi kawasan hutan yang seharusnya menjadi area konservasi, justru menjadi lahan budidaya tanpa memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan. Akibatnya lanjut dia, sumber air banyak yang mengering, cadangan air tanah menipis, sehingga semakin banyak kawasan yang kesulitan mendapat air bersih. Baik untuk keperluan makan minum, MCK, maupun untuk kegiatan pertanian. “Kondisi semacam ini tidak boleh berlanjut. Kedepan, kita akan melaksanakan berbagai program konservasi khususnya sumber daya air,” katanya. Ia menjelaskan, beberapa program konservasi yang akan oleh pihaknya kedepan. Antara lain berencana membebaskan lahan sekitar mata air untuk dihijaukan kembali dengan radius 5 hektar dari sumber mata air. “Selanjutnya akan dikembangkan program ekowisata. Dimana mata air menjadi lokasi sentral untuk pariwisata,” katanya. Menurutnya langkah tersebut bagian dari upaya pemanfaatan mata air untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Salahsatunya menjadikan mata air sebagai tempat permandian maupun pemancingan air tawar yang mendorong masyarakat untuk datang menikmati alam yang teduh. “Upaya lain yang dilakukan mengembangkan kebun buahbuahan pada kawasan sekitar mata air. Dimana komoditas buah-buahan yang ditanam akan disesuaikan dengan karakteristik lahan setempat,” katanya. Ia menambahkan, dalam mendukung semua itu akan dibangun pula infrastruktur jalan untuk memudahkan akses masyarakat atau pengunjung. Meski begitu rencana program tersebut membutuhkan keterpaduan lintas sektoral termasuk masyarakat. “Khusus bagi masyarakat saya berharap dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (uki)

Halaman 7

Penyidik Agendakan Periksa Mantan Walikota Kota Bima (Suara NTB) – Penyelidikan kasus Kategori dua (K2) Kota Bima oleh Unit Tipikor Sat Reskrim Bima Kota hingga kini masih terus berlanjut. Bahkan, Mantan Walikota Bima diagendakan untuk diperiksa dalam waktu dekat. Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Akmal Novian Reza S.IK kepada Suara NTB, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan para peserta yang lulus serta pihak dan pejabat terkait. “Selain itu kami juga meneliti dokumen para peserta lulus yang diserahkan oleh Pemerintah Kota Bima beberapa waktu lalu,” katanya akhir pekan kemarin. Diakuinya para pejabat

atau pihak terkait akan dilakukan pemeriksaan. Tanpa terkecuali mantan Walikota Bima. Bahkan surat panggilan akan dilayangkan untuk menghadap pada minggu depan. “Untuk Kasus K2 semua pejabat terkait akan kami lakukan pemeriksaan. Cuma tunggu waktunya saja. Insya Allah besok kami layangkan surat ke mantan Walikota,” kata Akmal. Ia menyebutkan, sejak menangani kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa dan memintai keterangan sebanyak 159 orang. Mereka terdiri dari peserta K2 yang lulus dan tidak lulus serta Kepala Sekolah. “Ratusan orang ini kita periksa secara marathon. Selain itu kita juga meneliti dan menelaah dokumen peser-

ta K2 tahun 2005,” katanya. Diakuinya, berdasarkan hasil proses pemeriksaan sementara proses pengajuan K2 tahun 2005 diduga ada indikasi pelanggaran persyaratan karena tidak sedikit peserta yang belum memenuhi persyaratan justru diluluskan. Selain itu, lanjut Kasat dari hasil keterangan sejumlah orang yang diperiksa banyak para peserta K2 yang mengabdi tidak sesuai dengan ketetentuan. Ketentuan seharusnya mengikuti K2 yang mengabdi hingga tanggal 31 Desember 2005. “Tapi ada juga yang mengabdi tahun 2006 dan tahun 2007. Makanya hal ini kita akan telusuri. Termasuk meminta keterangan pejabat lain,” pungkansya. (uki)

Dompu (Suara NTB) Tes kompetensi dasar (TKD) bagi pelamar CPNS di Kabupaten Dompu rampung digelar, Minggu (11/11) kemarin. Sebanyak 24 orang pelamar memenuhi passing grade atau standar kelulusan yang ditetapkan di peraturan MenPAN RB no 37 tahun 2018. Tingginya standar nilai dan sulitnya soal, membuat banyak formasi terancam lowong. Berdasarkan hasil TKD yang berlangsung sejak 3 November lalu dengan 229 formasi untuk Kabupaten Dompu, hanya 24 orang yang memenuhi standar nilai yang ditetapkan melalui Permen PAN RB. Diantaranya guru eks honorer K2 (Nurhidayanti dan Sridodi) dari 42 yang dibutuhkan, guru Agama Islam (Yayang Mega Bulan Sabit) dari 2 dibutuhkan, guru Bahasa Inggris (Nuratul Awalia dan Muhammad Fahmi) dari 3 yang diminta, guru IPA (Wahyu Hidayat) dari 4 diminta, guru Matematika (Iin Dzamiatun Ilfa dan Fidal Irawan) dari 5 diminta. Untuk formasi kesehatan yang memenuhi standar kelulusan, diantaranya analis kesehatan (Rahmat Riskan) dari 1 diminta, apoteker ahli (Heny Rahmawati dan Wasiatul Chaery) dari 2 diminta, asisten apoteker terampil (Dennys Sulistyowati Putri Bintoro) dari 2 diminta, perawat terampil (Nur Muliya Indah Wati) dari 5 diminta. Formasi teknis yang memenuhi standar diantaranya analis hukum (Melisa Andriana) dari 4 diminta, analis industri (Boby Rahmat Hidayat dan Ainun Jariyah) dari 2 diminta, penataan data sumber daya alam (Galih Zikri Firdaus) dari 2 diminta, pengawas bibit ternak ahli (W Surapradya) dari 2 diminta, penyuluh perikanan ahli (Loryanti Faujiah) dari 2 diminta, penyuluh pertanian (Hermansyah dan Annissa Apriyani A Samad) dari 10 diminta, pengelola wajib pajak/ retribusi daerah (Baiq Muliati Sukma Ningsih, Ary Mechi Mantika, dan Ovillyah Rizky) dari 2 diminta, teknisi pemeliharaan sarana dan prasarana (Adib Manggini dan Faturrahman) dari

2 diminta. Pelaksanaan TKD yang bisa langsung diketahui hasilnya ini juga diketahui sejumlah formasi yang pelamarnya tidak memenuhi passing grade. Diantaranya guru PGSD/PGMI (40 formasi), guru Bahasa Indonesia (3), guru Penjas (4), guru BK (3), guru PPKN (4), guru IPS (4), guru Prakarya (2), guru TK (3), dan guru TIK. Untuk formasi kesehatan yang lowong diantaranya Perawat ahli (5), Perawat Gigi ahli (3), Bidan ahli (4), Bidan terampil (5), Sanitarian ahli (2), Deokter umum (6), Dokter gigi (2), Nutrisionis terampil (2), Penyuluh kesehatan masyarakat ahli (1), Analis obat dan makanan (2), Radiografer (2), Perawat gigi terampil (2), Teknisi transfusi darah pemula (1), Fisioterapis terampil (2), dan Fisioterapis ahli (2). Sementara untuk tenaga teknis yang lowong diantaranya Analis perencanaan, evaluasi dan pelaporan (2), Penyuluh kearsipan (1), Analis keuangan (3), Analis bangunan dan perumahan (1), Penyuluh penanganan masalah sosial (3), Analis SDM aparatur (1), Analis laporan keuangan (2), Analis kepegawaian ahli (4), Analis pariwisata (1), Analis pemerintahan daerah (2), Pranat komputer ahli (2), dan Medik veteriner (4). Kepala BKDPSDM Kabupaten Dompu, Ir. Ruslan kepada Suara NTB mengungkapkan, apapun hasil tes diserahkan ke panitia seleksi nasional (Panselnas). Karena keputusan akhirnya ada di pusat, termasuk penentuan mereka yang lulus atau tidak. “Kita panitia daerah hanya menjalankan apa yang sudah menjadi keputusan panselnas,” ungkapnya. Namun pelaksanaan tes di Dompu berlangsung sukses, walaupun hanya beberapa pelamar berdasarkan Permen PAN RB telah dipenuhi standar nilainya. Ini menunjukan bahwa warga Dompu masih banyak yang pintar. Mereka yang belum memenuhi standar nilai, juga memiliki nilai yang cukup baik juga. “Kalau boleh berharap, semua formasi yang kita miliki dapat terisi,” katanya. (ula)

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Taliwang (Suara NTB) – sanakan di Mataram belum 1234567890123456789012345678901212 Inspektur Inspektorat lama ini, menjadi salah 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sumbawa Barat, Ir.H. Ady satu celah agar pengawasan 1234567890123456789012345678901212 Mauluddin M. Si mengata- internal dimaksimalkan di 1234567890123456789012345678901212 kan, ketersediaan tenaga KSB. Meskipun sampai 1234567890123456789012345678901212 pengawas internal pemerin- dengan saat ini penangan1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tah (APIP) yang dimiliki an laporan pengaduan dan 1234567890123456789012345678901212 saat ini masih sangat jauh kasus lain tidak sampai 1234567890123456789012345678901212 dari kata maksimal. Bah- molor, tapi jika kasusnya 1234567890123456789012345678901212 kan jumlah tenaga panga- banyak pasti akan kelaba1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 was yang disyaratkan di kan juga nanti. 1234567890123456789012345678901212 Kabupaten/Kota sekitar 45 Makanya, disamping 1234567890123456789012345678901212 orang di KSB belum seten- harus ada penambahan 1234567890123456789012345678901212 gahnya dipenuhi. Akibat- tenaga baru sebagai penga1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 nya,penanganan kasus ser- was, kualitas pegawai yang 1234567890123456789012345678901212 ta laporan pengaduan ada juga akan terus dimak1234567890123456789012345678901212 masyarakat tidak bisa di- simalkan. Hal ini tentu 1234567890123456789012345678901212 tangani dengan cepat dan sangat beralasan, karena 1234567890123456789012345678901212 tidak ada yang terlewati. kondisi saat ini Inspektor1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 “Harus diakui tenaga APIP at diminta sebagai garda 1234567890123456789012345678901212 kita masih belum belum mak- terdepan penanganan ka1234567890123456789012345678901212 simal dan terbatas. Kendati sus yang ada di Pemerin1234567890123456789012345678901212 demikian, kami tetap beru- tahan sebelum berlanjut ke 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 paya supaya laporan pengadu- APH. Jika APIP sudah se1234567890123456789012345678901212 an yang telah dilayangkan dan lesai, maka APH baru bisa 1234567890123456789012345678901212 kasus lainnya tetap akan masuk itupun harus ada 1234567890123456789012345678901212 kami selesaikan. Karena se- rekomendasi dari APIP. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 bagai pengawas internal pe“Pengawasan Internal 1234567890123456789012345678901212 merintah kita juga dituntut saat ini semakin diperkuat 1234567890123456789012345678901212 untuk menyelesaikan semua perannya dalam penanganan 1234567890123456789012345678901212 perkara yang sebelum ditan- semua masalah di Pemerin1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 gani Aparat Penegak Hukum tahan. Untuk itu, kita minta 1234567890123456789012345678901212 (APH),” ungkapnya kepada SDM yang ada saat ini juga 1234567890123456789012345678901212 Suara NTB, Sabtu (10/11). bisa ditambah supaya kami 1234567890123456789012345678901212 Dikatakannya, penanda- bisa lebih maksimal dalam 1234567890123456789012345678901212 tanganan MoU yang dilak- bekerja,” tandasnya. (ils) 1234567890123456789012345678901212

Inspektorat KSB Masih Kekurangan Auditor

Supa Sena, Minuman Herbal Khas Bima Sejak Masa Kesultanan Bima memiliki minuman tradisional yang berkhasiat untuk mengobati beberapa keluhan. Seperti mengobati penyakit maag kronis, asam lambung, pegal-pegal, asam urat, ambeien hingga memperlancar haid (khusus perempuan). MINUMAN herbal tradisional tersebut adalah Supa Sena yang kini dijual di depan Museum ASI Mbojo. Bahkan, dalam membuat minuman yang dikenal “bunga obat” tersebut dibutuhkan sebanyak 21 bahan herbal alami. Seperti serai, bunga cengkeh, jahe, zintan hitam dan kayu secang (supa). “Resep-resep bunga obat ini saya dapatkan dari naskah Kesultanan Bima,” kata Peracik Supa Sena, Munawar, M.Pd kepada Suara NTB. Berdasarkan naskah tersebut, minuman Supa Sena ada sejak masa Kesultanan Ibrahim yakni Bapak dari Sultan Bima terakhir, M. Salahudin. Hanya saja dalam naskah tersebut tidak tercantum Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatannya. “Dalam

naskah ini hanya tertulis bahan-bahannya saja,” katanya. Bahkan untuk mendapatkan bahan dasar pembuatan Supa Sena tersebut, Munawar mengaku sempat berguru langsung kepada almarhumah, Dr. Hj. Siti Maryam yang juga anak dari Sultan M. Salahuddin Bima kurang lebih selama empat tahun. “Saya berguru tidak hanya ingin mengenal bahan pembuatan Supa Sena ini. Tapi juga belajar aksara mbojo, naskah arab melayu yang berisi filsafat kehidupan Kesultanan Bima dulu tentang keadaan masyarakat, adat, etika, hingga hukum yang berlaku saat itu,” katanya. Mendapat pengetahuan tersebut, Munawar kemudian mengumpulkan bahan-bahan untuk pembuatan minuman tersebu. Bahan utama yang di-

gunakan adalah kayu supa atau secang, kayu tersebut didapat di wilayah Kecamatan Wawo Bolo dan Donggo. “Bahanya 50 persen ada di Bima. sementara 50 persennya kita dapatkan di Lombok,” katanya. Dikatakannya prosedur meracik Supa Sena sendiri dilakukan dengan eksperimen selama satu tahun atau sejak tahun 2017. Pertama yang mencoba minuman tersebut adalah pihak keluarganya sendiri kemudian dibagikan kepada masyarakat Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur. “Satu tahun saya ujicoba hingga saya menjual di tempat terbuka seperti ini dan hingga sampai saat ini sudah berjalan sembilan bulan,” katanya. Mengapa ia menjual di tempat umum ? Menurutnya minuman tersebut mendapat respon positif dari masyarakat terkait khasiatnya. Selain itu juga memberikan edukasi bahwa di Bima pernah memiliki minuman herbal yang berkhasiat. “Selain edukasi, kita mau memperkenalkan minuman ini

(Suara NTB/Uki)

SUPA SENA - Istri Walikota Bima, Hj. Ely bersama kolega minum Supa Sena, minuman herbal khas Bima yang dijual di depan Mesuem ASI Mbojo, Sabtu (10/11) malam. sebagai minuman khas lokal Bima. Kita harapkan Pemerintah mematenkan Supa Sena ini sebagai miniman lokal khas Bima,” ujarnya. Menurutnya, yang memimum Supa Sena sendiri sudah hampir banyak. Bahkan kepala Daerah seperti Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Walikota Bima dan Wawali beserta istri menjadikan Supa Sena sebagai minuman wajib setiap hari.

“Hampir satu kali seminggu Bupati ke sini. Sementara Walikota dan Wakil Walikota beserta istri menjadikan Supa Sena sebagai minuman wajib,” katanya. Diakuinya harga yang dibandrol pun cukup murah meriah, yakni berkisar Rp10 ribu persatu gelas. Dalam sehari penjualan bisa menghabiskan 4 galon. Masing-masing 1 galon berisi 23 botol kapasitan 1500 mili liter. (uki)


Senin, 12 November 2018

SUARA NTB

Halaman 8

(Suara NTB/fan)

SEPATU RODA - Beginilah suasana kejuaraan sepatu roda terbuka di Mataram Mall, Minggu (11/11). Tampak para atlet saling adu cepat untuk menjadi yang terbaik.

Puluhan Atlet Ikuti Kejuaraan Terbuka Sepatu Roda Mataram (Suara NTB) Sebanyak 40 lebih atlet ambil bagian di Kejuaraan Sepatu Roda yang berlangsung di Mataram Maall, Minggu (11/11). Kejuaraan yang digelar Pengprov Perserosi itu melibatkan atlet se-Pulau Lombok. Panitia Pertandingan, Ahmad Atapukan kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (11/11) kemarin mengatakan kejuaraan terbuka sepatu roda yang berlangsung selama satu hari itu merupakan event yang digelar oleh Pengprov Perserosi NTB dalam rangka pembinaan atlet. Lewat event itu diharapkan akan lahir atlet-

atlet muda yang mampu berprestasi di level nasional. Bagi pengurus cabor sepatu roda, kata Ahmad kejuaraan tersebut merupakan pertama kali digelar oleh pengurus sepatu roda yang baru dipimpin oleh Dachlan A. Bandu. Event itu diharapkan dapat menggairahkan kembali komunitas atau klub sepatu roda di NTB agar lebih semangat lagi membina atlet. Sebab, saat ini Pengprov Perserosi NTB akan mempersiapkan atlet menghadapi event-event nasional tahun 2019. Bagi atlet yang berprestasi di event itu kata Ahmad akan dipersiapkan

mewakili NTB di level nasional. Sementara itu kejuraan sepatu roda yang berlangsung selama satu hari itu mempertandingkan kelas speed dengan empat kategori. Yakni dimulai dari kategori usia dini, kemudian kategori cadet, selanjutnya kategori junior dan kategori umum. Pihak panitia menyiapkan hadiah piagam penghargaan dan trofi bagi peserta yang berhasil keluar sebagai juara satu, dua dan tiga. Event itu diikuti puluhan atlet dari kabupaten/ kota di Pulau Lombok, yakni Kota Mataram, Lombok Tengah (Loteng), Lobar dan Lombok Utara. (fan)

Tanamkan Jiwa Kemimpinan, Pelajar SMP se-Lobar Ikuti Kemah Penguatan Karakter Giri Menang (Suara NTB) Jiwa kepemimpinan harus ditumbuhkan, dipupuk, dan dikembangkan sejak dini. Jiwa kepemimpinan akan mudah diasah bila seseorang memiliki karakter yang kuat. Untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lobar pun menggelar kemah penguatan karakter. Kemah yang diadakan tiap tahun ini diharapkan mampu membentuk jiwa kepemimpinan sejak usia dini di kalangan pelajar. Demikian disampaikan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat membuka Kemah Penguatan Karakter bagi siswa SMP se-Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Tahun 2018 di Hutan Wisata Suranadi, Kecamatan Narmada, Jumat (9/11). Ia menilai, kegiatan ini merupakan salah satu program pokok nawacita yakni pembentukan karakter bangsa. “Salah satunya adalah pembentukan karakter untuk anak-anak kita, siswa-siswi kita yang menjadi harapan bagi kita semua untuk bisa membawa bangsa dan negara ini, daerah ini lebih maju dan lebih sejahtera lagi,” kata bupati. “Karakter sebuah pola tindakan dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi juga sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan karakter sehingga harus mampu memilah mana hal baik dan buruk. Tentu, harapannya mereka semakin pandai dalam bersosialisasi, pemberani dan mudah bergaul dengan orang lain di sekitarnya,” tambahnya. Fauzan berharap, para peserta nantinya dapat menularkan pengetahuan yang didapat kepada siswa lain. “Pengaruhi mereka menjadi orang baik, pengaruhi mereka menjadi orang yang sadar akan bahaya narkoba, pengaruhi mereka dengan cara berpikir mereka, cara bertindak mereka,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lobar, M. Hendrayadi menjelaskan, Kemah Penguatan Karakter ini dilaksanakan selama tiga hari dan diisi dengan berbagai materi tentang pembentukan karakter, penanggulangan narkoba, penanggulangan HIV AIDS dan lain-lain. “Dengan diadakannya kegiatan semacam ini bisa memupuk silaturrahim untuk siswa kita. Saling mengenal dengan siswa yang lain, tidak hanya mengenal diri sendiri di

H. Fauzan Khalid

M. Hendrayadi

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid saat membuka kegiatan kemah Penguatan Karakter

Peserta Kemah Penguatan Karakter sekolah masing-masing, tetapi para siswa juga dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang berlatih, menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya,” terangnya. Hendra berharap dengan kegiatan ini bisa menguatkan karakter seluruh siswa sekaligus mengikat seluruh siswa dalam satu ikatan untuk memajukan Kabupaten Lombok Barat. Ditempat yang sama, Wulan salah satu peserta kemah mengakui tidak hanya ilmu pengetahuan saja yang harus dikuasai oleh seorang pelajar, tapi juga pengua-

tan karakter yang kuat untuk melangkah kedepan.”Pendidikan yang baik tidak hanya terlepas dari peran tenaga pendidik, tetapi juga peran serta masyarakat dan warga di lingkungan sekolah. Selain itu, semua pihak juga harus turut mendukung dan ikut mempengaruhi pembentukan karakteristik siswa yang baik,” ungkapnya. Kegiatan ini sendiri diikuti 100 peserta dari seluruh SMP se-Lobar dengan diwakili oleh pengurus OSIS masing-masing dan diikuti oleh 15 guru selaku pendamping sekaligus selaku peserta. (her/*)


SUARA NTB

Senin, 12 November 2018

Halaman 9

DAK 2019 Kota Dikotomi Isu Caleg Impor Tidak Sejalan dengan Nasionalisme Mataram Merosot Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram perlu mengeratkan ikat pinggang. Pasalnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 merosot puluhan miliar. Pengurangan DAK di dua bidang, yakni DAK penugasan dan non fisik. DAK penugasan merosot dari Rp55,7 miliar menjadi Rp22 miliar. Pengurangan pada bidang pembangunan jalan prioritas Rp29 miliar dari Rp39 miliar menjadi Rp10,5 miliar. Bidang pasar turun Rp2,4 miliar. Dari Rp3,8 miliar menjadi Rp1,4 miliar. Demikian pula, bidang irigasi turun Rp 2,5 miliar. Sementara, non fisik dari Rp99,1 miliar menjadi Rp97,8 miliar. Atau, turun Rp1,3 miliar. Pengurangan pada bidang penyelenggaraan PAUD Rp468 juta. Tunjangan guru Rp2,6 miliar, Operasional kesehatan dan operasional KB Rp599 juta. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H. M. Syakirin Hukmi membenarkan adanya pengurangan anggaran dana alokasi khusus. Nilainya mencapai puluhan miliar. Tetapi ada penambahan pada dana alokasi umum (DAU) Rp10 miliar untuk formasi calon pegawai negeri sipil. “Ada beberapa bidang pengurangan,” kata Syakirin pekan kemarin. Selain itu, penambahan anggaran diprioritaskan perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan pascabencana.(cem)

Mataram (Suara NTB) Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono atau HBK menilai adanya dikotomi pemberitaan mengenai caleg impor dan lokal yang belakangan ini berhembus di NTB. Hal ini tidak sejalan dengan semangat nasionalisme dalam konteks bingkai NKRI. “Tidak perlu kita ribut soal dikotomi caleg impor dan lokal. Saya ini bukan Caleg Monster yang membuat takut. Mari lah beradu ide, konsep, gagasan, program dan tidak lagi beradu hal-hal yang memuakkan,” kata HBK, di Mataram saat memberikan orasi politik dalam pembukaan pendidikan dan pelatihan kader yang diadakan DPC Partai Gerindra Kota Mataram , Sabtu (10/11). HBK menyatakan awal mula istilah caleg impor dan lokal tersebut berasal dari internal Partai Gerindra NTB sendiri. Menurut HBK, seharusnya di internal partai dapat menjaga kekompakan dan solidaritas menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu, sehing-

ga Partai Gerindra bisa menjadi pemenang dalam kontestasi Pemilu 2019 khususnya di NTB. “Saya kira tidak perlu dibahas lagi. Kita sesama partai Gerindra harus tahan uji, harus tahan banting, harus memiliki kekuatan untuk tidak diadu domba oleh teman kita sendiri. Sebab kita mempunyai cita-cita besar untuk melakukan perubahan di negeri ini, serta menghantarkan pak Prabowo Subianto menjadi presiden,” tandasnya. Sementara, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat menegaskan kehadiran HBK di NTB yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Dapil 2 Pulau Lombok merupakan permintaan dari kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut. “Tidak ada istilah (Caleg impor) itu. Saya kira itu hanya orang-orang yang takut bersaing dengan pak HBK,” ucapnya. Ia pun meminta polemik Caleg impor dan lokal untuk dihentikan. Pasalnya, dengan adanya polemik tersebut dinilai tidak produktif untuk kepentingan

(Suara NTB/ist)

ORASI POLITIK - H. Bambang Kristiono (HBK) saat orasi politik dalam pembukaan pendidikan dan pelatihan kader yang dilaksanakan DPC Partai Gerindra Kota Mataram , Sabtu (10/11) artinya kader Gerindra mengNTB secara keseluruhan. “Apalagi sekarang jaman inginkan pak HBK maju dari globalisasi, tentunya sudah NTB. Jadi tidak ada Caleg tidak bicara lagi soal siapa itu Monster. Tidak ada Caleg Imdari mana?. Yang jelas sekarang por di NTB,” kata Ridwan Hikader-kader Gerindra yang kita dayat menambahkan. (038/*) tampilkan di Caleg DPR RI itu sudah melalui proses penilaian LOWONGAN yang panjang,” ujarnya. “Jadi kami ada tim seleksi selama enam bulan untuk BIMBEL CHRESSENDO melihat para caleg ini. Dan di BUKA CABANG, Menerima luar dugaan pak HBK ini me- Tenaga Pengajar Syarat miliki skor yang tertinggi. Ini S1,Tamatan :PGSD,MATEMATIKA,IPA/FISIKA,B.I N G G R I S , B.INDONESIA.Alamat JL. TRANSITO NO.10,CAKRANEGARA, HP 081999261444/ 085239922229

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

HLG STNK R2 YAMAHA EA 5415SK NOKA/NOSIN MH 32SV00AEJ189593/2SV189605 NO.BPKB L.04259615.0 AN RUSDY HLG D’SKTR JL.ADI SUCIPTO KOTA MATARAM HLG STNK R2HONDADR4762 CT NOKA/NOSIN MH1JFW11XHK943519/JFW1E-1955540 AN JUNAIDI HLG D’SKTR TAMAN NARMADA

SALON

DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

HLG STNK R2 HONDA DR 4870 AP NOKA/NOSIN MHIJB21153K318958/ JB21E-1313530 AN I NYOMAN ARI GUSIARDI HLG D’SKTR KOTA MATARAM

RUPA-RUPA

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

q

HILANG

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SALON

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAHFULLFURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 12 November 2018

Garuda Indonesia Maskapai Penerbangan dengan Ketepatan Waktu Terbaik Jakarta (Suara NTB) – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menorehkan capaian kinerja On Time Performance (OTP) dengan mencatatkan capaian OTP terbaik maskapai global di Asia Pasific dengan jumlah flight di atas 10 ribu penerbangan Berdasarkan laporan lembaga pemeringkatan OTP independen OAG (Official Airline Guide) Flightview, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan capaian OTP arrivals sebesar 90.4 persen selama bulan Oktober 2018 dengan jumlah penerbangan mencapai lebih dari 15 ribu flight. Pada periode September lalu, Garuda Indonesia juga berhasil masuk dalam jajaran 5 besar maskapai global dengan jumlah fligth diatas 1O ribu melalui capaian OTP arrivals selama September 2018 diatas 90 persen. Adapun secara berkelanjutan, Garuda Indonesia terus mempertahankan kinerja OTP selama semester 2 - 2018 dengan mencatatkan capaian OTP berada dikisaran 90 persen. Secara keseluruhan, Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai di Asia Tenggara yang masuk dalam top 5 maskapai global dengan capaian OTP terbaik di periode Oktober 2018 versi OAG Flight View. Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt Bambang Adisurya Angkasa mengungkapkan bahwa pencapaian tingkat OTP tersebut tentunya tidak terlepas dari upaya Garuda Indonesia untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasanya – khususnya dalam aspek operasional penerbangan. “Garuda Indonesia terus berupaya mempertahankan capaian OTP yang telah menunjukan trend positif “. “Kami tentunya terus melakukan koordinasi intensif dalam me-maintain capaian ini, khususnya dengan optimalisasi lini layanan operasional agar selalu mengedepankan komitmen “Operational Excellence” dalam menyediakan standar layanan penerbangan maskapai global”, jelas Bambang. Bambang menambahkan, “Pada kesempatan ini kami turut menyampaikan apresiasi kepada pelangan setia Garuda Indonesia , yang turut memberikan kontribusi terhadap capaian ini dengan selalu melakukan proses Check in tepat waktu sehingga sangat menunjang kelancaran dan ketepatan jadwal penerbangan”. Sejalan dengan upaya mempertahankan performa capaian OTP, sebagai IOSA Registered Airline, Garuda Indonesia juga terus melakukan upaya berkelanjutan dalam menjaga aspek “operational safety” yang dilakukan melalui komitmen budaya safety dalam seluruh lini operasional Perusahaan. (*)

Halaman 10

Pimpin Perserosi NTB, Dachlan Targetkan Lolos PON Mataram (Suara NTB) Dachlan A. Bandu akhirnya resmi dilantik sebagai ketua umum Pengprov Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) NTB di Mataram Mall, Minggu (11/11) pagi. Pelantikan kepengurusan sepatu roda periode 2018-2023 itu dilantik oleh Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) Perserosi. Dachlan A. Bandu yang diwawancara Suara NTB usai pelantikan mengatakan setelah pelantikan itu pihaknya akan mulai bekerja. Rencana program jangka panjangnya pihaknya akan segera membentuk Pengcab di masing-

masing kabupaten/kota sehingga kedepannya pembinanaan atekt akan berjalan merata di kabupaten/kota. “Kedepannya kita akan membentuk Pengcab Perserosi di kabupaten/kota dulu. Setelah itu baru menyiapkan atlet un-

tuk menghadapi event nasional dan Pra-PON 2019,” ucapnya. Dikatakan Dachlan, keberadaan olahraga sepatu roda di NTB sebenarnya sudah cukup lama. Namun, belum terbentuknya kepengurusan Perserosi di kabupaten/kota membuat

olahraga tersebut kesulitan mencetak atlet di level nasional. Oleh karena itu, program kerja Perserosi NTB kedepan adalah membentuk kepengurusan di kabupaten/kota. Setelah kepengurusan Perserosi di kabupaten/kota terbentuk maka Dachlan yakin dengan sendirinya atlet-atlet nasional akan muncul. Bila semua pengurus terbentuk, pihak Pengprov Perserosi akan menggelar Kejurda sepatu roda setiap tahunnya. Lewat

Kejurda nanti akan dijadikan ajang seleksi atlet daerah yang dipersiapkan menghadapi event-event nasional, seperti singel event dan multi event. Ditambahkannya, selain akan membentuk Pengcab Perserosi di kabupaten/kota. Pengprov Perserosi NTB juga akan menyiapkan atlet untuk persiapan menghadapi PraPON tahun 2019. Target Dachlan pribadi meloloskan atlet mengikuti PON di Papua tahun 2020. (fan)

PB FTI akan Gelar Pelatnas Triathlon di NTB Mataram (Suara NTB) Pengprov Federasi Triathlon Indonesia (FTI) NTB mengatakan pihak Pengurus Baesar (PB) FTI akan menggelar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) atlet Triathlon di Mataram tahun 2019. Rencana Pelatnas atlet triathlon di NTB itu disampaikan pengurus PB FTI kepada atlet dan pengurus cabor triathlon NTB. Atlet Triathlon NTB, Yan Bahtiar yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (11/11) kemarin membenarkan bila pihak PB FTI sedang menggagas rencana Pelatnas triathlon tahun 2019. Informasinya PB FTI akan memilihNTB sebagai lokasi Pelatnas atlet triathlon. “Kemarin pengurus PB FTI mengatakan kepada saya bahwa Pelatnas atlet triathlon tahun 2019 akan di gelar di NTB. Dan saya diminta untuk bersiap-siap,” ucapnya. Yan Bahtiar yang merupakan juara Mandalika Triathlon 2018 ini menjelaskan bahwa pernyataan itu dilontarkan oleh pihak PB FTI kepada dirinya setelah ia berhasil menjuarai triathlon internasional di Mandalika Lombok belum lama ini. Yan yang juga menjabat Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) di PB FTI menjelaskan, keberhasilan dirinya menjuarai Mandalika Triathlon di Lombok belum lama ini menarik simpati PB FTI. Dalam hal ini pihak PB FTI ingin menarik dirinya juga untuk mengikuti Pelatnas triathlon persiapan event internasional tahun 2019. Namun karena Yan menjabat sebagai pelatih atlet PPLP NTB, Yan meminta dirinya untuk menjalani Pelatnas di Mataram saja. Terkait permintaan Yan tersebut pihak PB FTI kata Yan akan melaksanakan Pelatnas di Lombok tahun 2019. Rencananya semua atlet yang ada di Pelatnas nanti akan latihan terpusat di NTB. Selanjutnya, pelatnas triathlon akan dimulai sekitar bulan Januari tahun 2019. Pelatnas tersebut dalam rangka persiapan mengikuti event-event internasional, seperti SEA Games 2019 dan Asian Games. (fan)

Residivis Kepergok Mencuri

Mataram (Suara NTB) Pelaku pencurian kerap memanfaatkan kelengahan korbannya. Beberapa yang terungkap di wilayah Kota Mataram kebanyakan kasus pencurian ponsel. Modusnya, pelaku mencongkel jok motor, merebut saat korban memakai ponselnya di tepi jalan dan atau merogoh laci depan motor. Modus yang disebut terakhir dipakai RA alias RL (23), pria ceking bertato asal Sayang-Sayang, Cakranegara, Mataram, untuk mencuri ponsel pintar di Jalan Pemuda, Gomong, Mataram, 21 Oktober lalu. Tersangka RL bukan pemain baru. Dia langganan menghuni sel Lapas. Sudah tiga kali ke luar masuk penjara. Dua kali mencuri dan satu kali menjambret. “Tersangka ini residivis,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, akhir pekan lalu didampingi Kasatreskrim, AKP Kiki Firmansyah Effendi. RL disangka mencuri ponsel Vivo Y71 setara Rp2,5 juta. Tersangka memergoki barang curian itu ditinggal di laci depan sepeda motor. Korbannya sedang memilah milih barang di toko arloji. Tersangka RL kemudian menuju rumah tersangka TN (22), juga seorang residivis. Maksud kedatangannya menitip ponsel curian untuk dijualkan. TN dijanjikan persenan bila sukses terjual. Selanjutnya, seorang pelajar berinisial SR alias SD (17) membeli ponsel tersebut meski diketahuinya barang curian karena harganya lebih murah. Tersangka TN ditangkap lebih dulu Oktober lalu bersama SR. Menyusul kemudian RL Rabu (8/11) lalu berdasarkan pengakuan tersangka TN. “Dari penangkapan para penadah ini dikembangkan, sehingga didapat lah nama RL. Saat TN ini ditangkap, dia (RL) tahu, makanya dia kabur,” ucap Kapolres. RL yang selama ini menganggur ditangkap di tepi Jalan Airlangga Gomong Selaparang. Dia sedang pesta minuman keras bersama kawannya. RL langsung menyerah. “Dia mengakui dia yang mengambil HP itu kemudian dia jual ke temannya, pelaku penadahan,” imbuh Alam. Kapolres mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian ketika membawa barang berharga ke luar rumah. Baik ponsel, dompet, sampai perhiasan.(why)

(Suara NTB/why)

DITANGKAP - Tersangka RL, residivis kasus pencurian kembali ditangkap Polres Mataram karena disangka mencuri.

(Suara NTB/kir)

DIBERSIHKAN - Kawasan Pantai Selong Belanak dibersihkan, guna mendukung bangkitnya pariwisata Lombok pascagempa.

Kawasan Pantai Selong Belanak Dibersihkan Praya (Suara NTB) Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Minggu (11/11) kemarin, menginisiasi pembersihan kawasan Pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat. Hal itu sebagai salah satu upaya mempercantik kawasan wisata andalan Lombok Tengah (Loteng) tersebut. Sekaligus mendukung upaya percepatan pemulihan pariwisata yang sempat terpuruk pascagempa Pulau Lombok. Sejumlah elemen pun turut terlibat. Diantara Paguyuban Duta Lingkungan Loteng,

paguyuban terune dedare dan Putri Mandalika, kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Selong Belanak. Ditambah Polres Loteng serta PMI Loteng dan dari pelaku wisata setempat. Dari pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup serta pemerintah desa juga ikut terjun. “Memajukan pariwisata butuh keterlibatan dari semua unsur,” aku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restiran Indonesia (PHRI) Loteng, L. Fathurrahman. Menurutnya, tidak bisa tanggung jawab memajukan pariwisata hanya dibebankan kepada pemerin-

tah atau satu pihak saja. Apalagi dalam kondisi saat ini, pariwisata sangat-sangat butuh dukungan dari semua pihak. Supaya upaya recovery pariwisata bisa lebih cepat. Diakuinya, dari sisi dampak kerusakan fisik akibat gempa yang baru lalu, kawasan pariwisata di Loteng bisa dikatakan tidak terdampak sama sekali. Hampir semua fasilitas pariwisata didaerah ini, khusus kawasan wisata Selong Belanak dalam kondisi baik. Dan, siap dikunjungi para wisatawan. “Kami selaku pelaku wisata men-

jamin, kawasan wisatan di Loteng aman dan nyaman untuk dikunjungi,” tegasnya. Terpisah, Sekretaris PWLT Bohari Rahman, mengatakan kegiatan bersih pantai kali ini bukan sekedar aksi bersih-bersih. Tapi lebih kepada gerakan moral. Untuk bagaimana membangun kesadaran masyarakat, terutama masyarakat di kawasan wisata untuk mau menjaga kebersihan. Karena kebersihan merupakan salah satu persyaratan bagi kawasan wisata untuk menarik dikunjungi. “Kalau kawasan wisata kotor dan jorok, siapa yang mau

berkunjung. Jadi kebersihan itu merupakan salah persyaratan bagi majunya satu kawasan wisata. Sehingga penting untuk membangun kesadaran masyarakat. Agar mau menjaga kebersihan,” terangnya. Jika kawasan wisata tersebut sudah bersih, maka wisatawan akan semakin tertarik untuk berkunjung. Kalau wisatawan sudahramaiberkunjungtentuyang akan merasakan dampak positifnya masyarakat itu juga. “Jadi kalau kawasan wisata mau maju, selain keamanan, kebersihannya harus dijaga,” tegasnya. (kir)

Dewan Desak Pengelolaan Yan Turun Pasar oleh Kecamatan Ditarik di 10.000 Meter Praya (Suara NTB) Sejak tiga tahun terakhir, pengelolaan pasar di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sepenuhnya dilimpahkan ke pemerintah kecamatan. Namun hasilnya tak kunjung maksimal. Hal itu bisa dilihat dari capaian pemasukan dari hasil pengelolaan pasar yang tak kunjung mencapai target. Bahkan jauh di bawah capaian saat masih dikelola oleh pemerintah kabupaten. Untuk itu, Komisi II DPRD Loteng, mendesak supaya pelimpahan kewenangan terkait pengelolaan pasar ditarik kembali. Menurut Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, selama sumber daya yang dimiliki pemerintah kecamatan belum memadai dalam mengelola pasar, maka akan sulit untuk bisa berharap pengelolaan pasar di Loteng bakal maksimal. Dalam artian, bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Faktanya, PAD dari hasil pengelolaan pasar menurun saat dikelola kecamatan. Karena memang dari sisi kemampuan serta sumber daya yang dimiliki pemerintah kecamatan belum memadai,” sebutnya.

Sehingga sudah selayaknya kewenangan pengelolaan pasar ditarik lagi ke kabupaten. Yang secara kemampuan dan kesiapan sumber daya jauh lebih mampu. Walaupun nantinya tidak bisa mencapai target. Tapi paling tidak kontribusinya bisa meningkat dari pada saat dikelola oleh pemerintah kecamatan. “Selama ini ketik kontribusi pasar bagi PAD turun, pemerintah kabupaten menyalahkan pemerintah kecamatan. Kemudian pemerintah kecamatan menyalahkan para pedagang. Jadi lebih baik pemerintah kabupaten menarik kembali kewenangan yang sudah dilimpahkan tersebut,” imbuhnya. Istilahnya yang bangun pasar pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Tetapi yang mengelola pemerintah kecamatan. Akibatnya pengawas serta kontrol terhadap pengelolaan pasar menjadi tidak maksimal. Diakuinya, kalau melihat potensi PAD yang ada di pasar pasar, sangat besar. Sayangnya Pemda Loteng tak bisa melakukan memaksimalkan potensi yang ada tersebut. Akibatnya, banyak potensi yang hilang dan bocor. “Kalau mau PAD bagus dan pasar tertata dengan baik ya kembalikan ke dinas terkait yang punya bidang

khusus masalah pasar. Jangan suruh camat kelola pasar,” tandas Qomar. Politisi Partai Demokat ini mengaku, pihaknya sudah sangat sering merekomendasikan agar pengelola pasar dikembalikan ke kabupaten. Namun pemerintah kabupaten tidak merespon. Tapi dengan dengan fakta menurutnya pemasukan dari pasar setelah dikelola pemerintah kecamatan, bisa membuka mata dan pikiran pemerintah kabupaten. “Kita memberikan rekomendasi itu karena masukan dari masyarakat serta sesuai hasil investigasi kita dan fakta-fakta di lapangan. Tidak sekedar memberikan rekomendasi kosong,” ujarnya. Sebelumnya, Camat Praya, H. Ridwan Makruf, mengaku tidak mempersoalkan kalau kewenangan pengelolaan pasar ditarik kembali oleh kabupaten. Bagi pihaknya, selama masih diberi kepercayaan pengelola pasar, pihaknya tetap akan berupaya semaksimal mungkin. “Kita kan hanya menjalankan kebijakan pimpinan. Kalaupun pemerintah kabupaten mau menarik lagi kewenangannya, tidak masalah,” timpalnya. (kir)

Porprov NTB

Mataram (Suara NTB) Atlet triathlon NTB, Yan Bahtiar ternyata tak ingin absen di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018. Atlet kabupaten Bima itu akan turun di nomor 10 ribu meter atletik. “Saya akan turun di Porprov NTB 2018. Rencana saya akan mewakili Kabupaten Bima di nomor lari 10 ribu meter atletik,” ucap Yan Bahtiar kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (11/11). Yang Bahtiar yang merupakan spesialis lari triathlon ini mengaku harus turun di nomor 10 ribu meter atletik karena Porprov NTB tidak mempertandingkan cabor triathlon. “Porprov NTB tidak mempertandingkan triathlon, makanya saya turun di nomor maraton atletik,” jelasnya. Rencana Yan turun di nomor Marton atletik di Porprov NTB tidak main-main. Pasalnya, peraih medali emas di PON di Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2008 itu sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti multi event regional NTB itu.

“Menghadapi Porprov NTB 2018 saya sudah mulai latihan. Sementara ini saya latihan peningkatan daya tahan fisik,” jelasnya. Ditanya soal siap atlet yang bakal bersaing ketat dengan dirinya di Porprov 2018, Yan mengaku masih mewaspadai rekan sesama atlet senior, Ridwan. Diakuinya, Ridwan akan menjadi lawan berat semua peserta yang turun di nomor jarak jauh. Begitu dirinya akan tetap mewaspadai Ridwan. Meski Ridwan dianggap lawan yang sangat kuat, namun Yan tak akan patah semangat. Dalam hal ini Yan tetap optimis dirinya bisa mengalahkan Ridwan di Porprov NTB 2018. Alasannya dia hanya fokus ikut di satu nomor saja, sementara Ridwan yang dianggap pesaing beratnya akan turun lebih dari satu nomor. Kondisi tersebut diakui akan membuka peluang Yan dapat menjuarai nomor 10 ribu Porprov NTB yang akan berlangsung di Mataram, 9-17 Desember 2018. (fan)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 12 November 2018

Perda RPJMD Harus Segera Diketok Mataram (Suara NTB) Eksekutif dan legislatif harus berkejaran dengan waktu untuk mempercepat pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Pasalnya, sesuai peraturan, pembahasan RPJMD diberikan tenggat waktu selama 10 hari sejak diserahkan ke Dewan. Pemprov NTB telah menyerahkan draf Raperda RPJMD 20182023 untuk dibahas bersama Dewan pada 5 November lalu. Sekretaris DPRD NTB, H. Mahdi Muhammad, SH, MH menyatakan ada anggota Dewan yang meminta ada perpanjangan waktu. Saat ini pembahasan di DPRD sudah selesai di tingkat fraksi. “Sedangkan yang di DPRD itu dikasi waktu 10 hari menyelesaikan pembahasan RPJMD. Jadi 10 hari kerja itu sampai tanggal 14 November, harus DPRD mengetok keputusan mengenai Perda RPJMD,” terang Mahdi dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (10/11). Dalam pemandangan fraksi-fraksi, pekan kemarin, banyak anggota Dewan dan pimpinan OPD yang tak hadir dalam rapat paripurna. Eksekutif dan legislatif dituding tak serius membahas RPJMD. Dari pihak eksekutif hanya diwakili Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, H. Chairul Mahsul. Sedangkan di kalangan legislatif, sebanyak dua fraksi tak menghadiri paripurna. Mengenai persoalan ini, Mahdi menyatakan eksekutif dan legislatif sangat serius membahas RPJMD NTB tersebut. Ketidakhadiran beberapa fraksi karena sedang melaksanakan kegiatan partai di Jakarta. Kemudian, ada anggota dewan yang melaksanakan medical check up di RSUP NTB. “Sudah mereka rapat (di fraksi). Cuma efektivitas pembahasan itu, karena waktunya sangat mepet, dirasakan oleh anggota itu perlu ada perpanjangan waktu. Sedangkan kita diberikan UU itu hanya 10 hari, proses pembahasan, mulai diterima sampai diputuskan,” terangnya. Mahdi mengatakan jika dalam 10 hari Perda RPJMD tak diketok Dewan, maka gubernur bisa langsung melanjutkan ke Mendagri untuk pembahasan lebih lanjut. “Makanya tanggal 14 November harus sudah selesai, diketok,” jelasnya. (nas)

STIP Banyumulek Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa Dari Hal. 1 ‘’Karena uang berputar triliunan. Jangan sampai uangnya berputar triliunan ini tidak dimanfaatkan atau tidak netes pada pengusaha lokal. Caranya kita proaktif. Memberikan pelatihan,’’ ujarnya. Menurut gubernur, teknologi yang dibutuhkan untuk membuat panel-panel Risha tidak begitu canggih. Pengusaha lokal cukup memiliki molen saja. Dengan pemberian pelatihan kepada aplikator lokal, kata Gubernur, pengusaha lokal dapat lengsung berpartisipasi. Pemerintah pusat telah mentrasfer dana bantuan stimulan sebesar Rp1,018 tri-

liun. Tahap awal sebesar Rp41,8 milar, tahap I Rp284,950 miliar, Tahap II Rp299,130 miliar dan tahap III Rp392,54 miliar. Untuk tahap IV dan V sedang dalam proses sebesar Rp1,972 triliun. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah rumah yang rusak sebanyak 216.519 unit. Terdiri dari rusak berat 75.138 unit, rusak sedang 33.075 unit dan rusak ringan 108.306 unit. Sementara itu, progres pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risa) sebanyak 433 unit, rumah konvensional 177 unit dan rumah kayu 79 unit. (nas)

Gubernur dan Wagub Hadiri Peringatan HKN di Inspiratif Expo Dari Hal. 1 Biasakan diri setiap hari berolahraga, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,’’ pesannya. Sebelumnya Kepala Dikes NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, mengingatkan masyarakat di daerah ini untuk hidup sehat. ‘’Ayo hidup sehat mulai dari kita,’’ ajaknya memberi semangat. Pesan tersebut selaras dengan tema yang diusung yakni mengajak masyarakat untuk hidup sehat. ‘’Tema ini mengingatkan kita semua untuk hidup sehat,’’ katanya. Diakuinya, dalam memperingati HKN tahun 2018, pihaknya telah melakukan rangkaian kegiatan sekaligus mengkampanyekan ‘’Ayo Hidup Sehat’’ kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut yakni lomba bertema kesehatan, dan bakti sosial berupa operasi katarak bagi 100 orang pasien di Rumah Sakit L. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Pada kesempatan itu juga ditampilkan, accoustic dari Vocousstic Band Bunda Management, Tari Jaran Endot yang dibawakan siswi SMKN 2 Mataram dan sudah mewakili NTB di kancah nasional. Beatbox, Perkusi dari SMPN 3 Mataram, Peragaan Busana Batik Sasambo oleh Gina murni cozzolino juara se-Lombok dari SMPN 3 Mataram. Juga solo singer dari Yonanda mahasiswi kedokteran Unizar Mataram. (r/*)

Inspektorat NTB Selaraskan Audit dengan Kabupaten/Kota Dari Hal. 1 Tujuan kerjasama itu untuk menyelaraskan audit dengan Inspektorat di kabupaten dan kota. Karena pada dasarnya, Pemprov NTB punya kewenangan pembinaan dan pengawasan penyelenggara pemerintah daerah ditingkat kabupaten dan kota. ‘’Penandatanganan kesepakaan itu dalam rangka pembinaan dan pengawasan antara penganggaran dengan urusan pemerintah daerah,’’ kata Inspektur pada Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH.,M.Si, Minggu (11/11). Inspektorat kabupaten dan kota adalah bagian dari binaan Inspekrorat Provinsi NTB dalam rangka memperkuat kapasitas kinerja dalam rangka audit keuangan penyelenggara negara. Dengan harapan, ada persamaan persepsi dalam mengawal pengelolaan keuangan daerah dan berusaha menjamin minim catatan temuan. ‘’Rakorwasda substansinya adalah menyepakati objek audit Inspektorat Provinsi dengan kabupaten dan kota untuk rencana kegiatan tahun 2019,’’ terangnya. Pembinaan ini untuk penilaian risiko atas pengelolaan keuangan. Nanti kabupaten dan kota mengarahkan, menjelaskan di item atau OPD mana dengan penilaian risiko tertentu. Selanjutnya Inspektorat Provinsi melakukan asistensi. Lebih spesifik, ada pola lain dalam penerapan pengawasan yang merupakan hasil kolaborasi antara provinsi dengan kabupaten/kota. ‘’Ini terkait dengan akhir masa jabatan kepala daerah. Jelang

masa jabatan berakhir, dilakukan pendampingan audit,’’ jelasnya. Langkah ini sebelumnya dilakukan untuk proses pendampingan audit akhir masa jabatan Walikota Bima dan Bupati Lombok Timur tahun 2018. ‘’Saat ini sedang berlangsung audit untuk akhir masa jabatan Bupati Lombok Barat April 2019,’’ jelasnya. Kewenangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permedagri) Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Kebijakan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2019. Di mana dalam Pasal 3, kebijakan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah disusun berbasis prioritas dan risiko dengan tema APIP bekerja mencegah korupsi. Dilanjutkan Pasal 4, uraian kegiatan, sasaran dan fokus pengawasan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Permedagri. Penjabaran arti dalam kegiatan pengawasan, meliputi bimbingan teknis pemeriksaan investigatif, bimbingan teknis pendampingan pengadaan barang dan jasa (probity advice) dan bimbingan teknis penerapan sistem manajemen resiko. Sedangkan kegiatan asistensi atau pendampingan, meliputi penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, operasionalisasi sapu bersih pungutan liar dan pengawalan dan pengamanan pemerintahan. (ars/*)

Halaman 11

Danrem dan Kapolda Kompak di Olahraga Penertiban Penyeberangan Lembar - Padangbai Daerah Sepeda Nusantara 2018 Lombok Barat (Suara NTB) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs Achmad Juri meramaikan atraksi olahraga daerah Sepeda Nusantara 2018, Minggu (11/11). Kegiatan dilepas Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di Hotel Montana Senggigi Kecamatan Batulayar Lombok Barat. Mengenakan kaos putih bertuliskan Sepeda Nusantara 2018 dan tampil sporty dengan celana training hitam, Danrem mengayuh sepeda sembari sesekali bercanda dengan Kapolda NTB. Di sela-sela acara, Danrem mengatakan kegiatan semacam itu selain menjaga kebugaran, juga untuk mendongkrak pariwisata NTB khususnya Lombok Barat pasca gempa. “Bersepeda sambil menikmati keindahan alam Senggigi di pagi hari dan menghirup udara segar daerah perbukitan sangat membantu menjaga kesehatan karena udaranya belum terkontaminasi oleh

Dinilai Sia-sia

(Suara NTB/penrem)

KOMPAK - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bersama Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri nampak kompak saat kegiatan olahraga daerah Sepeda Nusantara 2018, Minggu (11/11). apapun,” kata Danrem. Menurutnya, budaya berolahraga seperti itu harus terus digalakan, sehingga masyarakat bisa terbiasa dengan pola hidup sehat, sejalan dengan lingkungan yang sehat. Selain itu, bagi Danrem kegiatan itu merupakan salah satu wujud pembinaan teritorial satuan. Sebab dengan kebersamaan

di setiap momen, baik bersama pemerintah dan masyarakat, maka akan terjalin rasa kebersamaan dan kemanunggalan. “Semoga even –even seperti ini mampu meningkatkan destinasi wisata di NTB khususnya Lombok sebagai salah satu tujuan wisata yang sudah mendunia,” pungkasnya. (ars/*)

Sisir Pasar, Satpol PP NTB Amankan 340 Bungkus Rokok Ilegal Dari Hal. 1 Untuk itu, dalam rangka peningkatan pendapatan daerah dari cukai tembakau, Pemprov telah membentuk tim terpadu pengawasan, pencegahan, dan pemberantasan cukai rokok/tembakau ilegal. Tim melakukan monitoring dan evaluasi, operasi yustisi di pasar lokal dan kegiatan lainnya yang terkait dengan cukai tembakau untuk menekan peredaran gelap terhadap rokok ilegal. Dijelaskan, operasi yustisi yang dilakukan dimaksudkan untuk melakukan penindakan dan penegakan peraturan yang berlaku terkait dengan cukai/rokok ilegal terhadap para pedagang dan distributor. Bagi yang ditemukan mengedarkan rokok atau tembakau ilegal, maka diberikan teguran atau ultimatum agar tak mengulangi mengedarkan tembakau/rokok tanpa cukai. Mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini menjelaskan pada 5 November lalu, Satpol PP bersama Bea Cukai Mataram berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sengkol dan Mandor Pasar Sengkol. Pada kesempatan tersebut dibahas tentang kondisi pasar dan peredaran rokok/tembakau di sekitar pasar tersebut. Tim kemudian melakukan penyisiran sekaligus peman-

tauan langsung ke beberapa pedagang di Pasar Sengkol yang menyediakan tembakau iris kemasan. Tim mengamankan 4 bungkus tembakau tanpa cukai milik Aryadi, Pemilik UD. Sampurna Cap Kembang Tunjung yang diproduksi UD. Barokah Tani. Selain itu, tim juga menyisir pedagang lainnya, Hj.Mulianah pemilik UD. Mulya Jaya. Ia menjual tembakau kasturi, tetapi memiliki cukai tembakau. Selanjutnya, 6 November 2018, Satpol PP NTB bersama Bea Cukai bergerak menuju Pasar Mujur, Kecamatan Praya Timur. Setelah berkoordinasi dengan Camat Praya Timur dan petugas Pasar Mujur, tim kemudian melakukan penyisiran. Di Pasar Mujur, tim Satpol PP NTB dan Bea Cukai mengamankan 336 bungkus tembakau tanpai cukai atau rokok ilegal. Sebanyak 252 bungkus diamankan dari Ibu Mardiana pemilik UD. Lian, tembakau kasturi tanpa cukai dengan merk Tembakau Dua Mawar. Diamankan juga 84 bungkus tembakau tanpa cukai/rokok ilegal milik Hj. Zaenab. ‘’Kemudian tim yustisi juga melaksanakan operasi penertiban di sepanjang pertokoan yang ada di Jalan Mujur. Namun tidak ditemukan pelanggaran terhadap pedagang tembakau iris kemasan tanpa pita cukai,’’ bebernya.

Selanjutnya, tindakan yang diambil adalah mengamankan seluruh barang bukti sekaligus sosialisasi oleh petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea Cukai yang dibuktikan dengan berita acara penindakan. Selain itu, pembinaan oleh Bea Cukai Mataram terhadap para pedagang atau distributor tembakau iris kemasan yang belum memahami dan belum melaksanakan prosedur yang ada sesuai aturan tentang cukai tembakau. Dari kedua pasar tersebut, sebut Dirjaharta, berhasil diamankan 340 bungkus tembakau tanpa cukai atau rokok ilegal. Seluruh barang bukti diamankan Bea Cukai Mataram untuk ditindaklanjuti. ‘’Karena sebelumnya tim sudah melakukan sosialisasi selama beberapa bulan. Namun kenyataannya di lapangan masih banyak ditemukan tembakau kemasan iris tanpa dilekati cukai beredar luas di masyarakat,’’ jelasnya. Bagi pemilik dianjurkan mengurus pita cukainya ke Bea Cukai Mataram. Serta pedagang diimbau tak lagi menjual tembakau iris kemasan tanpa cukai. Dan diperingatkan bahwa petugas akan melakukan penindakan tegas bila perlu mempidanakan oknum atau pedagang/distributor yang tidak mau menaati aturan. (nas/*)

Inspirasi ’’Mengusir’’ Kemiskinan Dari Hal. 1 ‘’Mentransformasikan keberanian melawan penjajah dapat dijadikan inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini, yaitu kemiskinan,’’ tegas Wagub yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2018, Sabtu (10/11). Transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi pun dapat menginspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas. Memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia. Peringatan Hari Pahlawan juga diisi dengan penyerahan 100 paket bingkisan dan dua buah kursi roda dari Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M. Sc kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) NTB. Turut mengikuti upacara, Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE., M. Sc, jajaran FKPD, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, TNI/Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, TGKH.M. Zainuddin Abdul Majid di Komplek Al-Abror Ponpes NW Pancor Lombok Timur. Pada peringatan Hari Pahlawan 2018, cucu Pahlawan Nasional asal NTB itu juga menyampaikan salah satu pesan Maulana Syaikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang merupakan pahlawan nasional dari NTB. Pesan itu tentang perintah menghidupkan iman dan taqwa untuk membangun kecintaan terhadap bangsa dan agama. ‘’Hidupkan iman hidupkan taqwa agar hiduplah semua jiwa, cinta teguh pada agama cinta kokoh pada negara,’’ ucapnya menirukan pesan Maulana Syeikh. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd (Zul - Rohmi) masih memiliki tugas yang berat un-

tuk menurunkan angka kemiskinan yang masih berada di atas rata-rata nasional. Angka kemiskinan di NTB saat ini sebesar 14,75 persen. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2018 mencapai 737.460 orang atau 14,75 persen. Jika dilihat dalam periode September 2017 - Maret 2018, jumlah penduduk miskin di NTB berkurang 10.660 orang atau 0,30 persen. Selama periode September 2017 - Maret 2018, secara absolut penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar 1.830 orang. Dari 368.550 orang pada September 2017 menjadi 370.380 orang pada Maret 2018. Sebaliknya di daerah perdesaan penduduk miskin berkurang sebanyak 12.490 orang. Dari 379.570 orang pada September 2017 menjadi 367.080 orang pada Maret 2018. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 16,23 persen, turun menjadi 15,94 persen pada Maret 2018. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,06 persen pada September 2017 menjadi 13,72 persen pada Maret 2018. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada Maret 2018, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,98 persen untuk perkotaan dan 76,32 persen untuk perdesaan. Pada periode September 2017 - Maret 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan maupun di perdesaan mengalami peningkatan. Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 3,001 pada September 2017 menjadi 3,241 pada Maret 2018. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 2,316 pada Sep-

tember 2017 menjadi 2,448 pada Maret 2018. Hal ini mengindikasikan bahwa ratarata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung menjauh dari Garis Kemiskinan. Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan maupun perdesaan di daerah ini juga mengalami peningkatan. Untuk perkotaan, Indeks Keparahan (P2) meningkat dari 0,762 pada September 2017 menjadi 0,905 pada Maret 2018. Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,522 pada September 2017 menjadi 0,601 pada Maret 2018. Dengan meningkatnya P2 berarti kesenjangan di antara penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan semakin melebar. Perkembangan capaian penurunan angka kemiskinan di NTB dalam kurun waktu 2014-2018. Pada periode Maret 2014, kemiskinan di NTB pada angka 17,24 persen. Dan pada periode Maret 2015, mengalami penurunan menjadi 17,10 persen yakni berkurang sebanyak 0,14 persen. Sedangkan pada periode Maret 2016 kemiskinan di NTB sebesar 16,48 persen, mengalami penurunan sebesar 0,62 persen menjadi 16,48 persen jika dibandingkan dengan periode Maret 2015. Pada periode Maret 2017 kemiskinan di NTB mencapai angka 16,07 persen, mengalami penurunan sebesar 0,41 persen jika dibandingkan dengan periode Maret 2016. Kemudian pada periode Maret 2018 kemiskinan di NTB kembali mengalami penurunan sebesar 1,32 persen menjadi 14,75 persen jika di bandingkan dengan periode Maret 2017.Jika dilihat progres penurunan kemiskinan NTB dari periode Maret 2014 – Maret 2018 yakni sebesar 2,27 persen. Atau sebanyak 83.358 orang miskin yang berhasil dientaskan dari kemiskinan selama kurun waktu tersebut. (nas)

Mataram (Suara NTB) Sekeras apaun upaya perbaikan jadwal trip kapal yang melayani penyeberangan Lembar, Lombok Barat – Padangbai, Bali, dinilai sebagai upaya sia sia. Simpul masalahnya ada pada kekurangan jumlah dermaga di Padangbai. Persoalan itu diungkap para pihak yang memiliki otoritas dan yang menggantungkan wirausaha dari aktivitas di dua pelabuhan itu. Mereka tetap menilai berbagai upaya perbaikan jadwal akan sia sia. Muara masalah tetap akan berpulang pada situasi tidak berimbangnya fasilitas dermaga di Bali dan Lombok Barat yang idealnya tiga unit. “Menurut saya masalahnya ya itu sama, dermaga di Padangbai memang harus ditambah. Kalau ndak, ya akan molor terus,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah Kerja Lembar Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) XII Bali – NTB Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Koda Pahlianus Nelson D kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Sebagai instansi pengawas kegiatan penyeberangan, Nelson mengidentifikasi masalahnya tetap mengerucut pada kendala di Padangbai. Dari dua dermaga yang ada, salah satu masih dalam perbaikan. Praktis hanya satu dermaga bisa digunakan. Soal dorongan agar ada penambahan dermaga? Menurutnya menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Ia mengaku tidak bisa menjelaskan karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. Sebab diketahui, untuk otoritas penanganan Pelabuhan Lembar –Padangbai adalah Kementerian Perhubungan karena menghubungkan antarprovinsi. Terlepas dari kendala itu, Nelson mengaku, tetap fokus pada pekerjaannya sebagai pengawas kapal. Para operator kapal dan ASDP, diminta tetap patuh pada aturan dan durasi waktu bongkar muat. Di mana, sesuai ketentuan maksimal 90

menit. “Kalau ada yang lebih dari satu jam setengah, kita catat, terus catat seperti itu. Nanti tentu kita akan layangkan teguran,” tandasnya. Tugasnya mengecek lalulintas kapal sesuai dengan print out jadwal armada. Jika ada yang tidak sesuai jadwal, molor atau keterlambatan akibat cuaca, tetap akan dimasukkan dalam catatan temuan. Jika ditemukan ada pelanggaran, tetap akan ada penindakan dan bisa berujung diskualifikasi. Mengenai ekstra trip, sejauh ini kebijakan penambahan empat kapal pada situasi tertentu. Seperti peningkatan arus dipengaruhi tingginya jumlah muatan. Maka ekstra trip menurutnya mutlak diperlukan agar masyarakat terlayani maksimal. Membahas kecepatan kapal, ia juga melihat tidak sebagai kendala utama. Sebab rata - rata kecepatan kapal sudah sesuai standar. Kalau pun ada keterlambatan bongkar muat, Nelson akan tetap kembali pada masalah sebelumnya, yakni kekurangan dermaga di Padangbai. Terpisah, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Lembar juga menegaskan muara persoalan sengkarutnya jadwal penyeberangan di Lembar – Padangbai adalah tidak seimbangkan fasilitas. “Mau bagaimana pun pun perbaikan trip kapal, kalau tidak ada penambahan dermaga di Bali, ya menurut saya sia sia,” tegas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Lembar, Hermawan. Selama ini ia mengkaji tidak seimbangnya jumlah dermaga memicu molornya aktivitas bongkar muat di dua pelabuhan. Namun Hermawan tidak ingin membahas lebih jauh soal itu, karena kewenangannya terkait dengan keselamatan penyeberangan. Namun jika kendala itu akan berkaitan dengan keselamatan pelayaran, maka akan jadi atensi pihaknya. (ars)

Pengorbanan Tak Ternilai Dari Hal. 1 kata Danrem ditemui usai upacara peringatan Hari Pahlawan Sabtu (10/11). Pascaproklamasi, kemerdekaan adalah fase di mana perjuangan pahlawan setelah kemerdekaan tidak berhenti. Karena setelah agresi Belanda kedua, bangsa saat itu harus menghadapi berbagai ancaman gangguan,hambatan serta tantangan. Ancaman dari luar maupun dalam negeri. Menurut Danrem, perjalanan panjang sejarah perjuangan pahlawan harus dipahami setiap generasi di masa saat ini agar mereka menyadari bahwa bangsa berdiri di atas pengorbanan yang tak dapat dinilai. ‘’Sehingga tugas kita sekarang adalah berjuang mengisi,menjaga kedaulatan,

mempertahankan serta melindungi NKRI ini dengan berjuang. Dalam arti kata yang luas sesuai profesi kita masing masing,’’ paparnya. TNI/Polri,ASN, berjuang dilini tugasnya. Begitu juga komponen bangsa lainnya, pelajar, mahasiswa, pemuda, juga berjuang di bidangnya. Sehingga menurut dia, perjuangan di era saat ini tetap dengan semangat para pahlawan di masa lampau. Sehingga komponen bangsa tidak sempit memahami istilah perjuangan. Bahkan tantangan pejuang saat ini berbeda dengan masa lampau. “Namun harapan kita, tetap gelorakan semangat pahlawan di dada, sejalan dengan tema Hari Pahlawan tahun ini ‘’Semangat Pahlawan di Dadaku,’’ pungkasnya. (ars)

Gubernur Jual KEK Mandalika ke Perwakilan 100 Dubes Dari Hal. 1 kehadiran Dubes ke NTB itu memberi pesan kuat bahwa daerah ini sudah mulai pulih. Ia merasa optimis, NTB pada saatnya akan kembali berbenah menjadi sebuah daerah yang maju. Wakil Menteri Dalam Negeri, A.M. Fahir menyampaikan bahwa banyak Dubes yang ingin datang ke NTB. Namun, karena sejumlah agenda, para Dubes tersebut menunda kunjungannya. Namun pesan kuat yang ia sampaikan saat itu adalah terkait cerita-cerita selama para Dubes itu berada di Lombok. Yaitu mengajak para Dubes menikmati keindahan Lombok, kemudian mengambil foto dan menyebarkannya melalui media sosial. Ia juga menjelaskan kunjungan para Dubes di samping untuk menyalurkan bantuan. Juga untuk menunjukkan bahwa NTB telah kembali pulih. Hadir juga saat itu Danrem 162/WB, Wakapolda NTB, Kabinda NTB, sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemprov. NTB Sebanyak 100 Dubes untuk Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Duta Besar untuk Indonesia ‘’ Peduli Recovery Lombok’’. Sebagai wujud dari program peduli yang bertajuk Ambassador’s Diplomatic Tour For Lombok Recovery tersebut, sebayak 17 Duta Besar perwakilan yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam, Karang Langu, Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Wamenlu mengatakan,

dipilihnya pembangunan masjid sebagai wujud kepedulian para Dubes karena masjid merupakan salah satu fasilitas umum yang menjadi tumpuan harapan masyarakat sebagai salah satu sarana untuk beribadah Fachir menjelaskan, dana untuk pembangunan masjid tersebut bukan dari APBN atau APBD, namun bersumber dari dana yang dikumpulkan Asosiasi Duta Besar yang ada di Indonesia. Menurutnya kedatangan tamu dari luar negeri ini, merupakan bagian dari rahmat. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk tidak pernah berburuk sangka, sembari mengajak masyarakat selalu sabar dan teguh dalam menghadapi musibah. Selain itu, kepedulian tersebut juga merupakan bagian dari wujud solidaritas muslim, solidaritas sesama manusia, karena banyak saudarasaudara non muslim yang juga ikut menyumbang. Dana sebesar Rp450 juta untuk pembangunan masjid, agar dapat dikawal oleh pemerintah. Selain pemerintah, masyarakat juga diminta untuk ikut menjadi pengawas dalam proses pembangunan masjid. Selain pembangunan masjid, sebagai wujud peduli recovery Lombok, Wamenlu juga akan mengajak para Dubes untuk men-twit melalui akun twitter para Dubes, bahwa Lombok aman untuk dikunjungi. ‘’Ini merupakan wujud kepedulian dalam rangka mempromosikan pariwisata Lombok melalui para Dubes yang ada di Indonesia,’’ pungkasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 12 November 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kampung KB Dusun Pulur Harus Bangkit Selong (Suara NTB) Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. H. Lalu Makrifudin, mengajak kampung KB di Dusun Pulur Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia untuk bangkit setelah diguncang bencana gempa beberapa waktu lalu. Selain bangkit, kampung KB di desa ini juga diharapkan menjadi percontohan bagi kampung KB yang lain sehingga dapat menjadi kampung KB yang luar biasa. Makrifudin mengatakan, kehadirannya di Dusun Pulur Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia untuk melihat perkembangan kampung KB yang sudah didirikan. Ia berpandangan sampai saat ini masyarakat di kampung KB di sana tetap semangat meski sedang menghadapi bencana. Ia berharap meski terjadi gempa, harus tetap semangat dan semua program tetap jalan termasuk kampung KB. Di samping itu, meski berada di tengah terpaan bencana, alat kontrasepsi tetap didistribusikan ke wilayah ini. Artinya kebutuhan

masyarakat akan alat kontrasepsi tetap berlanjut. Ia salut terkait tetap aktifnya kampung KB di Dusun Pulur ini. Maka dari itu, kedepan ia berharap laporan yang disampaikan terkait program dan perkembanga kampung KB dilakukan secara online. “Kita serahkan sebuah laptop untuk mendukung laporan yang disampaikan kampung KB secara online,”ujarnya. Di hadapan penyuluh dan ratusan kampung KB, Makrifudin menyebutkan yang dihadapi saat ini masih banyaknya bayi yang mengalami stunting, gizi buruk, otak tidak cerdas dan pendek. Sehingga ia berharap persoalan itu harus dilawan. Persoalan itu harus dilawan, karena kedepan anak-anak saat ini akan menjadi pemimpin masa depan. “Maka dari itu, anak-anak harus dibebaskan dari stunting. Dibebaskan dari usia pernikahan muda. Apabila dibebaskan dari pernikahan usia muda, kampung KB beserta masyarakatnya menjadi kampung yang maju dan sejahtera. Kampung KB Dusun Pulur harus bangkit dan luar biasa,” harapnya. Ketua Panitia Program Kampung KB, Samsul Anam, MPH,

mengungkapkan tujuan dibentuknya Kampung KB untuk memperkuat desa-desa dari pinggiran dan merupakan program dari Presiden. Di Dusun Pulur Kampung KB berjalan dengan baik. Melalui kampung KB diharapkan sumberdaya manusia dibangun dan diharapkan menjadi masyarakat yang disiplin dan menjadi etos kerja sehingga masyarakat lebih sejahtera. Kegiatan sosialisasi dilakukan supaya masyarakat di Dusun Pulur memahami dan berpartisipasi aktif terhadap segala kegiatan di Kampung KB. Pokja kampung KB memahami kerjanya, dan melakukan koordinasi dengan lintas sektor. Direktur Lini Lapangan BKKBN Pusat, Drs. Wahidin, MKes, mengharapkan kepada masyarakat di Dusun Pulur Desa Labuhan Pandan supaya tetap semangat. Mengharapkan Kampung KB di dusun tersebut untuk satu atau dua tahun kedepan dapat lebih baik dan bangkit. Dalam kampung KB, yang dilaksanakan yakni 8 fungsi, di antaranya fungsi agama kampung KB religius sehinga kampung KB berjalan dengan baik, madrasah, pengajian, fungsi budaya ia men-

Penyampaian materi oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena

jelaskan bahwa usia menikah untuk perempuan 21 tahun dan 25 tahun bagi laki-laki. Fungsi cinta, kasih dan sayang, fungsi reproduksi dan fungsi ekonomi. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, mengapresiasi masyarakat di Dusun Pulur Desa Labuan Pandan yang hebat dan terus melakukan perubahan untuk terus bangkit dengan melupakan bencana dan maju kedepan, bergerak untuk menjadi lebih baik. Selain fungsi keluarga, harus ada fungsi di luar keluarga dan fungsi kampung KB. Ia berharap laptop yang diberikan dapat dimanfaatkan karena memang merupakan suatu kebutuhan di era globalisasi saat ini. Kampung KB merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Yang dapat menjadi contoh dan tauladan bagi Lotim dan NTB. Kampung KB diharapkan memiliki inovasi dari berbagai sumber. “Jadi 8 fungsi keluarga itu harus difahami dan dilaksanakan. Sementara, Kades Labuan Panda, Sahnam, mendukung dan menyambut baik program kampung KB yang dicanangkan oleh BKKBN NTB bersama mitra kerja. Untuk itu, ia berharap ke-

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. H. Lalu Makrifudin memberikan sambutan pada kampung KB untuk melengkapi sarana prasarananya dengan meminta dukungan kepada pemerintah. “Kita bangga di desa ini dibentuk Kampung kB,” akunya. Hadir dalam kegiatan terse-

Para peserta Kampung KB yang hadir

but para penyuluh KB di Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia, Camat, Kapolsek, serta ratusan masyarakat Desa Labuan Pandan. Kegiatan yang berlangsung di pinggir pantai Dusun Pulur Desa Labuan Pan-

dan ini dimeriahkan oleh kesenian tradisional desa setempat yakni Gendang Beleq. Pada kegiatan itu juga dilakukan pengundian kupon untuk mendapatkan hadih terhadap masyarakat. (yon/*)

Paduan suara yang dibentuk dalam kegiatan Kampung KB di Desa Labuan Pandan Sambelia

Penyerahan bantuan berupa laptop, kulkas dan lainnya kepada pemerintah desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia (Suara NTB/yon)

Dua Kubu di BPPD akan Bertemu Mataram (Suara NTB) Kisruh yang terjadi di tubuh BPPD NTB belum juga usai. Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah bahkan memberi ultimatum apabila kedua kubu tak berdamai, maka anggaran untuk BPPD akan dipertimbangkan kembali. Kubu Hadi Faishal mengaku sebelumnya sudah merencanakan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Fauzan Zakaria. “Kita agendakan lagi. Sebelumnya kita sudah agendakan tapi Pak Fauzan ada kesibukan. Begitu juga dengan saya, waktu Pak Fauzan mengagendakan, saya yang ada kesibukan,” ujarnya, pekan kemarin. Ultimatum yang diberikan Gubernur itu berdasarkan aspirasi atau masukan dari Dewan. Menurutnya, jika para penentu kebijakan ini belum juga berd-

amai, maka bisa saja anggarannya disetop. Sehingga BPPD NTB tidak lagi beroperasi menggunakan APBD Provinsi NTB. “Saya kira wajar-wajar saja (setop pemberian anggaran) kalau masih ribut. Aspirasi masyarakat begitu, bukan hanya Dewan,” kata Gubernur. Sementara Hadi Faishal mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengagendakan lagi pertemuan dengan Fauzan Zakaria. Dengan demikian kedua pihak dapat berdiskusi dengan baik untuk program BPPD kedepannya. “Secepatnya kita agendakan lagi. Kemarin kita ndak bisa ketemu karena sama-sama sibuk. Banyak hal yang perlu kita bahas,” ujarnya. Sebelumnya, Fauzan juga membenarkan bahwa pihaknya sudah pernah mengagendakan

pertemuan dengan Hadi Faishal. Namun karena ada kendala yaitu kesibukan masing-masing membuat keduanya belum bertemu hingga berita ini ditulis. “Saya sudah pernah ajak ketemuan beliau (Hadi Faishal), tapi waktu itu Pak Hadi ada kesibukan. Jadinya kita menunda lagi pertemuan,” ujarnya. Hadi sendiri mengatakan bahwa banyak hal yang harus didiskusikan. Baik itu tentang BPPD sendiri maupun tentang program promosi yang akan dijalankan. Sebab pariwisata NTB perlu untuk terus dipromosikan. Apalagi pascabencana gempa ini. “Kita perlu meyakinkan kembali wisatawan untuk datang berkunjung. Kita perlu beri pemahaman kepada mereka bahwa Lombok dan Sumbawa sudah aman,” ujarnya. (lin)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 12 November 2018 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu