Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

SENIN, 12 FEBRUARI 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 278 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Ahyar-Mori Buka Djarum Badminton All Stars dan ’’Coaching Clinic’’ Perdana di Mataram Mataram (Suara NTB) Bakti Olahraga Djarum Foundation melalui Djarum Badminton All Stars dan Coaching Clinic hadir mewadahi semangat pebulutangkis muda NTB untuk pertama kalinya. Rangkaian Djarum Badminton All Stars dan Coaching Clinic dibuka dengan sesi pelatihan. Kegiatan Coaching Clinic diikuti sebanyak 250 anak dan 50 pelatih dari sejumlah klub lokal Mataram, Lombok, serta daerah di NTB. Sejumlah bintang bulu tangkis dan pemain senior dari PB Djarum hadir mengunjungi para

pelatih dan klub lokal di Mataram dan sekitarnya. Mereka adalah Lius Pongoh, Meiliana Jauhari, Sigit Budiarto, Luluk Hadianto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, Hariyanto Arbi, dan Eddy Hartono. Sementara, pembukaan agenda Djarum Badminton All Stars yang digelar di GOR Turida, Mataram pada Sabtu (10/2) berlangsung meriah. Warga Mataram dapat menyaksikan langsung para pebulutangkis muda NTB, para atlet papan atas, dan bahkan para senior bulu tangkis tanah air tanpa dipungut biaya. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

BAKTI OLAHRAGA - TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi dalam ajang Bakti Olahraga Djarum Foundation melalui Djarum Badminton All Stars dan Coaching Clinic, Sabtu (10/2).

(Suara NTB/ist)

MEGA PROYEK - Bekas Dermaga Ketapang, Kecamatan Kayangan Lombok Utara yang dirancang jadi bagian dari mega proyek Global Hub.

Global Hub dan Godaan Broker Tanah Asa masyarakat mulai berlabuh di bandar harapan penghidupan yang lebih baik di Global Hub Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Broker tanah pun mulai mengincar tanah-tanah warga di lokasi yang akan dijadikan pusat kegiatan mega proyek ini. Tapi masyarakat menahan diri untuk investasi lebih menjanjikan ketika menjadi bagian dari pemegang saham di mega proyek itu. Masyarakat setempat tak ingin jadi penonton. Mereka menata sumber daya manusia (SDM).

TO K O H Optimistis Berjalan Damai KAPOLDA NTB, Brigjen Pol Firli yakin Pilkada serentak 2018 di NTB akan berjalan tanpa konflik. Para kontestan Pilkada diyakini akan menjadi panutan Pilkada damai. Pilkada serentak di NTB akan digelar dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur, Bupati-Wakil Bupati Lombok Barat, Bupati-Wakil Bupati Lombok Timur, dan WalikotaWakil-Walikota Bima. Para kontestan sejumlah Pilkada itu hadir dalam bingkai suasana ramah dan hangat di kediaman Kapolda NTB, Jumat (11/2) malam. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/why)

Firli

KO M E N TTAA R Ribuan Penerima PKH Dicoret PEMPROV NTB melalui Dinas Sosial (Sosial) mencatat sebanyak 41.873 Kepala Keluarga (KK) dikeluarkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Berdasarkan verifikasi dan validasi data yang dilakukan, puluhan ribu KK tersebut sudah tidak masuk dalam kriteria penerima bantuan yang berasal dari pemerintah pusat tersebut. ‘’Betul. Pertama itu yang memang dia telah mampu. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/dok)

H. Ahsanul Khalik

DESA Gumantar, Kecamatan Kayangan dengan luas 3.650 hektare masuk daerah pengembangan. Sekitar 1.000 hektare diantaranya akan masuk zona energi Global Hub. Alih-alih tergiur menjual lahan, masyarakat Gumantar memilih untuk bertahan. Sebabnya, mereka tidak ingin disingkirkan. ‘’Saya tidak ada kekhawatiran. Masyarakat di sini pada umumnya biasa saja. Tidak ada menolak, kita malah berharap untuk segera diwujudkan,” kata Basri, warga Dusun Boyotan Asli, Desa Gumantar ditemui Tim Lipsus Suara NTB di rumahnya, Sabtu (10/2) malam. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

Kades Gumantar, Jafarti dan warganya Basri (kanan).

Warga Berharap Bukan Proyek Mimpi WARGA yang berada di areal rencana pembangunan Global Hub Kayangan mengharapkan proyek tersebut segera direalisasikan. Gambaran efek tetes pengembangan ekonomi sudah dapat dibayangkan. Sehingga, mereka berharap mimpi itu segera menjadi kenyataan. ‘’Karena ini dianggapnya masih mimpi kita harapkan supaya segera jadi kenyataan. Itu harapan masyarakat,’’ kata Kepala Desa Gumantar Kecamatan Kayangan, Jafarti ditemui di rumahnya, Sabtu (10/ 2) malam. Bersambung ke hal 15 Son Diamar (Suara NTB/dok)

Perangkat Penyelidikan Puskesmas Asakota Investasi Harus Terkait Temuan BPK Disiapkan

Mataram (Suara NTB) Terungkap, materi penyelidikan terkait pembangunan Puskesmas Asakota, Kota Bima seputar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Temuan BPK, terkait penganggaran proyek puskesmas yang diduga bermasalah tahun 2007. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, dr. Herta Bhumi Riyanto mengakui itu. ‘’Iya, terkait temuan BPK,’’ katanya menjawab Suara NTB via ponsel, Minggu (11/2). Saat temuan itu, ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kota Bima. Namun mantan pejabat eselon II era Walikota Bima almarhum Drs.HM.Nur A. Latif ini enggan membeberkan detail terkait temuan itu. Alasannya, semua sudah dijelaskan saat pemeriksaan di Kejati NTB dua pekan lalu. ‘’Sekitar akhir bulan kemarin (Januari) saya sudah jelaskan semua ke Kejati

NTB. Jadi saya ndak enak mau jelaskan. Kalau mau konfirmasi, sebaiknya ke Kejaksaan saja,’’ sarannya. Selebihnya Herta enggan berkomentar. Aspidsus Kejati NTB Ery

Ariansyah Harahap, SH juga belum bisa menjelaskan hasil penyelidikan sementara, karena menurutnya informasi masih tertutup untuk publikasi media. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

TIPE D - Gedung Pusksesmas Asakota Kota Bima yang naik kelas menjadi rumah sakit tipe D menghabiskan anggaran Rp 20 miliar. Kejati NTB mengusut untuk penganggaran tahun 2007.

GLOBAL Hub Kayangan Lombok Utara, mega proyek yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di NTB. Tapi ukuran kesiapan pemerintah harus didukung perangkat investasi. Pemerhati Ekonomi dari Universitas Mataram (Unram), Dr. Ihsan Rois menyampaikan, proyek Global Hub Kayangan sebagai investasi yang baik untuk NTB, sehingga menurutnya pemerintah harus menyiapkan perangkat investasi dan berbagai regulasi. Dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unram ini mengatakan, peran serta pemerintah sangat penting agar proyek Global Hub bisa terealisasi. Terutama dalam membuat aturan yang jelas, pada aturan itu memberi kemudahan bagi perusahaan. Yang tak kalah pentingnya adalah stabilitas perpolitikan yang ada di daerah, berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan. ‘’Tidak mungkin ada investasi jika tidak ada stabilitas. Harus diberikan rasa nyaman dan aman kepada investor, kalau dilihat daerah itu tidak nyaman, tidak betah investor. Yang penting ada stabilitas,’’ ujar Ihsan. Selain itu, berbagai perangkat investasi lainnya mesti disiapkan, terutama Sumber Daya Manusia (SDM). Pemprov NTB harus menyadari kelemahan ada pada SDM. Jangan sampai proyek itu dibangun di NTB, tapi tidak menguntungkan NTB. “Kita harus akui kelemahan kita di SDM. IPM kita rendah tapi pertumbuhan ekonomi tinggi, ini jadi persoalan juga,” sebutnya. Bersambung ke hal 15


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

KSM Kelola Sampah UNTUK mengelola sampah di kelurahan Dasan Cermen, dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cinta Bersih sejak setahun terakhir. Menurut Lurah Dasan Cermen, Henni Suyasih, KSM bertugas selama tiga kali seminggu mengelola sampah. “Ibaratnya ini merupakan pekerjaan sampingan, jadi bukan tugas pokoknya di sini,” terangnya saat ditemui, pekan kemarin. Ada lima kegiatan yang biasa dilakukan oleh KSM ini yang dibagi menjadi kelompok kerja (Pokja) organ(Suara NTB/uul) ik yang membuat pupuk Henni Suyasih kompos dan Pokja anorganik meliputi penjualan semua bahan yang bersifat anorganik. “Pemanfaatan barang bekas seperti pembuatan bunga dan keranjang juga ada walau tidak di sini tempatnya, tetapi tetap saya masukkan di pokja untuk pengolahan anorganik,” kata Henni. Masyarakat juga bisa menjual sampah ke KSM dan hasilnya bisa ditabung atau cash and carry. “Pengangkutan sampah yang dilakukan oleh roda tiga itu beda tempatnya agar mudah diangkut oleh truk sampah,” terangnya. Kendaraan roda tiga ini juga berfungsi untuk mengambil barang bekas yang dikumpulkan oleh warga dan nantinya akan dimasukkan ke dalam bank sampah. Bank sampah sendiri, diakui Henni, sudah berjalan hampir lima tahun. “Ini sudah kita dijadikan survei untuk suatu program dari tim USDP yang sudah berjalan empat kali yang datang mengecek pergerakan kita,” jelasnya. Dari hasil survei didapatkan hasil jika tiap bulan selalu terjadi perubahan. “Ini kan berkala ya, setahun turun bisa dua kali. Tapi jumlah penabung di Bank Sampah ini meningkat dari 35 orang naik menjadi 60 orang, sedangkan untuk pengangkutan sampah naik dari 800 orang menjadi 1000 orang,” kata Henni. Adanya KSM ini menurutnya sudah mulai direspon dengan baik oleh masyarakat, terutama oleh UKM-UKM di sekitar Dasan Cermen yang sudah bisa memilah sampahnya sendiri. KSM Cinta Bersih ini juga sudah bisa membuat produk kompos sendiri meskipun belum dipasarkan secara luas. “Produk kita sudah banyak digunakan oleh dinas tetapi untuk menempelkan mereknya itu masih belum,” kata Henni. (uul)

Halaman 2

Mantan Anggota DPRD Belum Kembalikan 10 Randis Mataram (Suara NTB) Tidak saja aset berupa laptop dan ipad belum dikembalikan oleh mantan anggota DPRD Kota Mataram. Sepuluh kendaraan dinas (randis) roda dua dan roda empat lainnya, juga belum dikembalikan sebagai aset Pemkot. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi menyampaikan, permasalahan aset di Sekretariat Dewan berupa meubler, laptop dan kendaraan tengah dicarikan solusi. Terhadap beberapa hal kendaraan

sudah ada titik temu dan sudah disampaikan oleh yang bersangkutan. Dari 10 kendaraan jadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, ada dua mekanisme penyelesaiannya. Pertama, aset itu dikembalikan ke

pemerintah. Kedua,jika hilang yang bersangkutan melaporkan ke kepolisian. “Kalau hilang ada mekanisme lanjutan. Kalau rusak barang itu ada, mari diantar ke pemerintah nanti ada penilaian lanjut,” kata Syakirin, pekan kemarin.

Dijelaskan, aset hilang akan ada mekanisme oleh pengelola barang milik daerah setelah pemegang kendaraan bersurat melapor ke organisasi perangkat daerah (OPD). OPD selanjutnya bersurat ke pengelola terhadap kehilangan atau bentuk lainnya. Kemudian kata Syakirin, majelis tim penyelesaian tuntutan ganti rugi (TPTGR) akan menghitung. “Kalau kami di rapat berbicara normatif. Maka harus

disertai surat keterangan hilang. Kami belum melakukan apa - apa. Pintu masuk penyelesaian di majelis TPTGR,” terangnya. Kalau dua mekanisme ini tidak dipenuhi oleh bersangkutan, maka tidak akan selesai masalahnya. Syakirin menyebutkan, aset kendaraan diduga dikuasai mantan Dewan berupa sembilan unit sepeda motor dan satu mobil carry pengadaan tahun 2005 dan 2011. (cem)

Masih Gunakan Pola Lama ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., menyayangkan pola pengelolaan sampah di Mataram, masih saja menggunakan pola lama. Padahal, pihaknya pernah menawarkan kepada Pemkot Mataram agar menggunakan incinerator. ‘’Dulu saya pernah bawa ke ibu penjabat Walikota Mataram. Ini orangnya, sekolahnya di Jepang, ini company profile-nya. Di beberapa daerah dia sudah sukses menggunakan incinerator,’’ terangnya kepada (Suara NTB/fit) Suara NTB di Mataram peSyamsul Bahri kan kemarin. Ditawarkannya incinerator, mengingat harga lahan di Kota Mataram sudah sangat mahal. Selain itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Kota Mataram di Lombok Barat kerap menemui masalah. ‘’Kita sudah mulai ditutup-tutup, sudah dihadang-hadang, ndak enak jadinya,’’ katanya. Berdasarkan hasil perhitungan, lanjut Syamsul, penggunaan incinerator menghasilkan efisiensi yang cukup besar. Harga alat itupun berkisar antara Rp 3 miliar – Rp 4 miliar. ‘’Kalau dikali tiga, kan Rp 12 miliaran. Memang mahal di depan, tapi sekali kita beli. Ketimbang kita masih menggunakan pola lama,’’ sesalnya. Politisi Nasdem ini memberikan gambaran pola angkut buang masih dipelihara oleh Pemkot Mataram. Sampai di TPA, akan dilakukan penimbunan terhadap sampah yang dibawa ke sana. Menurut Syamsul, meskipun belum lama ini Pemkot Mataram sudah memberikan hibah kepada warga yang terdampak aktivitas truk sampah milik Pemkot Mataram yang mengangkut sampah dari Mataram ke TPA, itu tidak akan bertahan lama. Bukan tidak mungkin nantinya akan ada tuntutan lainnya dari warga sekitar TPA Kebon Kongok. Hal itu tidak seharusnya terjadi, mengingat banyak pejabat dari kabupaten tetangga, juga tinggal di Mataram. Mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini juga mengaku heran, Pemkot Mataram terkesan takut mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk melaksanakan program yang diketahui sudah sukses di banyak daerah. ‘’Coba lihat Jakarta, dulu kan setiap kita nonton TV, beritanya selalu banjir. Tapi sekarang karena Pemda DKI berani berinovasi menggunakan tiang pancang di sungai-sungainya. Sehingga tidak ada masalah lagi dengan sungai. Sekalisekali kita harus ‘’tangan besi’’,’’ pungkasnya. (fit)

(Suara NTB/cem)

PASAR BURUNG - Aktivitas pedagang burung di Pasar Panglima, Cakranegara, Kota Mataram, setiap akhir pekan cukup padat. Pedagang berinisiatif menutup dan memindahkan jalur kendaraan agar tidak macet.

Walikota Sayangkan Proyek Embung Babakan Tak Berlanjut Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengkritik Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 yang dinilai tak konsisten terhadap pembangunan proyek embung Babakan yang tak berlanjut. Padahal, embung ini berfungsi menampung air, sumber air baku dan wahana rekreasi masyarakat. “BWS hanya kasi anggaran Rp 1 miliar. Uang segitu apa yang bisa dipakai,” kritik Wa-

likota saat menggelar pertemuan dengan kepala lingkungan (Kaling), pekan kemarin. Dikatakan Walikota, kebutuhan membangun embung Rp 50 miliar. Dan, sudah dibangun di tahun 2016. Tapi, ini tak berlanjut karena kondisi keuangan daerah. Dia melihat bahwa cuaca belakangan ini tak bersahabat. Sejumlah kawasan di Kota Mataram tergenang. Persoalan drainase dan sebagain-

Tim Saber Antisipasi Modus Pungli Baru di Kota Mataram

(Suara NTB/cem)

Lalu Martawang Mataram (Suara NTB) Tim sapu bersih pungutan liar

(Saber Pungli) Kota Mataram, mulai mengantisipasi modus baru praktik pungutan liar di organisasi perangkat daerah ataupun lembaga lainnya. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menegaskan, apapun yang menjadi modus pelanggaran praktik pungli ini akan tetap dilakukan penindakan oleh tim Saber Pungli Kota Mataram. Dikatakan, tim Saber telah mendeteksi modus baru digunakan, dan tentu akan jadi atensi tim untuk bergerak menutup celah tersebut. “ Sampai sekarang ini mereka nampak berhati - hati dengan itu semua. Kalau mereka mencari modus baru, segera kita tangani,” kata Martawang, pekan kemarin. Tim saber tengah menelaah kemungkinan modus baru

Rumdis Wakil Walikota Tujuh Tahun Tak Pernah Ditempati

(Suara NTB/cem)

TAK DITEMPATI – Pengendara motor melintas di ruas jalan depan rumah dinas Wakil Walikota yang terletak di belakang Markas Kodim Lobar 1606 di Kelurahan Pejanggik yang tujuh tahun tak pernah ditempati. Mataram (Suara NTB) Rumah Dinas (rumdis) Wakil Walikota yang berloka-

si persis di belakang Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1606 Lobar di Kelurahan Pejang-

ya dipenuhi sedimentasi serta sampah. “Berbicara drainase tidak bisa selesai kalau hanya urusan pemerintah karena kita juga keterbatasan anggaran,” kata dia. Cuaca ekstrem seperti banjir, pohon tumbang serta gelombang pasang setidak - tidaknya tim siaga bencana tetap siaga mengambil tindakan penanganan bila terjadi banjir hingga masuk ke rumah warga. Pemkot Mataram telah mendi-

gik, hampir tujuh tahun tak pernah ditempati. Pantauan Suara NTB, Sabtu (9/2), tak ada aktivitas apapun di rumah dinas itu. Gerbang tertutup, daun serta ranting pohon mengotori halaman. Rumdis ini sebelumnya jadi Sekretariat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Komisi Perlindungan Aids. Tahun 2017, ada wacana rumah dinas tersebut akan ditempati oleh H. Mohan Roliskana. Namun entah alasan apa hingga kini tak jua ditempati. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito dikonfirmasi pekan kemarin mengatakan bahwa, tahun anggaran sekarang ini telah dialokasikan perbaikan - perbaikan rumah dinas yang direncanakan akan disatukan dengan perbaikan rumah dinas Sekda.

Rumdis belum ditempati karena belum selesai. “Ya, kan belum selesai,” kata Sekda. Selama menjabat Wakil Walikota sejak 2010, H. Mohan Roliskana tidak pernah menikmati fasilitas rumah dinas. Usai jam dinas, ia menempati rumah pribadinya di Lingkungan Karang Sukun Kelurahan Mataram Timur. Sekda menambahkan, bila hari rumdis Wawali digunakan kepentingan organisasi lain. Sekarang ini dikosongkan untuk kepentingan Wawali. Diupayakan rehab rumdis segera selesai. Dengan harapan, dalam waktu dekat ini bisa ditempati. “Mudah - mudahan tahun ini selesai, sehingga tahun ini juga bisa ditempati,” demikian kata Sekda. (cem)

praktik pungli khususnya di pelayanan publik. Prinsip pencegahan kata Martawang akan lebih diutamakan. Di satu sisi, tertangkapnya mantan Kepala SMPN 6 Mataram oleh tim saber pungli, jadi efek jera institusi pendidikan menarik pungutan ke siswa. Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer berkutat di enam sekolah, karena sekolah tak berani menarik sumbangan untuk pengadaan komputer. Martawang menjelaskan, sumbangan itu bukan sesuatu yang tidak diperbolehkan. Masyarakat boleh saja menyumbang untuk memperkuat institusi pendidikan. Prinsip penegakan oleh tim saber pungli sebenarnya pada sesuatu yang menyalahi aturan. Karena, pungut dilakukan untuk tendensi berbeda. ‘’Kalau koridornya menyumbang dengan sukarela, ikhlas, tidak menyebabkan ternyata orangtua wali keberatan. Saya rasa tidak masalah,” katanya. Sumbangan ini idealnya direpresentasikan bilamana wali murid tidak merasa ditekan dan uang tidak disalahgunakan serta dilakukan secara akuntable. Persoalannya, jika sumbangan itu ada wali keberatan dan dikaitkan dengan keberadaan anaknya tersebut. Artinya, menyumbang dan tidak menyumbang perlakukan guru dan stakeholder pendidikan lainnya harus sama pada semua siswanya. “Prinsip dasar education of all. Perlakukan harus sama dengan ke semua siswa didik. Apakah orangtua menyumbang atau tidak menyumbang,” tandasnya. Langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan stagnan terhadap kuantitas peserta UNBK dikatakan Martawang, seharusnya tidak boleh pesimis. Dikbud diminta optimis menambah jumlah sekolah menggunakan sistem UNKB. (cem)

rikan posko induk dan pembantu di Kecamatan Sekarbela dan Ampenan. Posko ini dibangun dalam rangka siaga bencana. Oleh karena itu, camat dan lurah harus berada di tengah tengah warga jika ada cuaca kurang bagus. “Pak Lurah dan Pak Camat harus hadir di tengah masyarakat bilamana terjadi cuaca kurang bagus,” katanya. Pertemuan dengan 325 Kaling se - Kota Mataram, Walikota secara langsung ber-

pamitan karena mulai 15 Februari - 23 Juni menjalani cuti kampanye di luar tanggungan negara. Oleh karena itu, ia berpesan agar masyarakat jangan ada kegaduhan dan kericuhan membuat konflik tidak aman. Dia mengharapkan, masyarakat saling menghargai perbedaan dan kesatuan jadi modal utama di Kota Mataram. “Pemerintah menfasilitasi bukan yang lain,” tandasnya. (cem)

Target PPJU Naik Rp 40 Miliar Setahun Mataram (Suara NTB) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) menaikkan target pajak penerangan jalan umum (PPJU) dari Rp 37 miliar menjadi Rp 40 miliar. Kenaikan akumulasi Rp 3 miliar PPJU ini melihat pertumbuhan ekonomi serta perumahan di Kota Mataram. Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H.M. Kemal Islam bahwa keberaniannya menaikkan target pajak PJU Rp 40 miliar di tahun 2018, karena telah berhitung terhadap pertumbuhan ekonomi, bertambahnya pelanggan ditunjukkan dengan semakin bertambahnya perumahan serta faktor lainnya. Dia meyakini masyarakat memiliki aktivitas membutuhkan listrik dengan membeli token. “Saya yakin masyarakat banyak membeli token listrik. Makanya kita bangun kerjasama dengan keterbukaan dengan PLN,” kata Kemal. Kemal membandingkan dari tahun 2014 PPJU hanya Rp 21 miliar. Ini terjadi kenaikan signifikan menjadi Rp 37,8 miliar di tahun 2017. Sementara itu, pembayaran PPJU ke PLN tiap bulannya bertahanpadaangkaRp2miliar.Pada-

hal, titik PJU di Mataram bertambah dari sebelumnya 8 ribu titik menjadi 11 ribu titik PJU. “Kita bayar Rp 26 miliar per tahun. Coba bisa dibandingkan dengan daerah lain di NTB,” tantangnya. Dinas Perkim sebelumnya menargetkan pembayaran PPJU Rp 1,5 miliar per bulan. Akan tetapi Kemal berdalih, jika secara keseluruhan PJU di Mataram menggunakan meterisasi. Dia mengaku, telah menganggarkan Rp 700 juta mengganti dari kontrak daya menjadi meterisasi. “Dengan penganggaran Rp 700 juta, kita lihat berapa penurunannya,” ujarnya. Bisa dihitung dengan kontrak daya saja harus membayar Rp 12 juta per bulan. Terhadap PJU liar di lingkungan, Perkim sudah mengganti dengan lampu hemat energi. Pemasangan lampu 250 - 500 watt telah diganti dengan harapan mengefisiensikan pembayaran. Disinggung mengenai PJU sering mati sementara di satu sisi pengadaan dilakukan setiap tahun? Kemal mengatakan itu hal yang wajar akibat hujan dan angin kencang. “Hujan angin jadi kendala teknis. Kalau tidak dilapori, kita tidak tahu. Saya turun mengecek,” tandasnya. (cem)

(Suara NTB/cem)

PPJU NAIK - Dinas Perkim menaikkan PPJU di tahun 2018 menjadi Rp 40 miliar. Namun PJU kerap mati, padahal PPJU diambil dari token yang dibeli oleh masyarakat. Seorang warga menunjuk token listrik di rumahnya.


SUARA NTB

Senin, 12 Februari 2018

Halaman 3

Kerjasama Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB

Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) memfokuskan program khusus peningkatan infrastruktur, kesejahteraan untuk perbaikan ekonomi serta sosial masyarakat ke dua lingkungan. Yakni, Lingkungan Monjok Culik Kelurahan Monjok dan Lingkungan Karang Taliwang Kelurahan Karang Taliwang. “Saya minta OPD Kota Mataram memfokuskan program mereka di sini,” tegas Walikota di sela - sela meresmikan

posko terpadu di Monjok, Kamis (8/2). Dia melihat, dua lingkungan ini memiliki potensi pariwisata. Sehingga, ini menjadi satu pertaruhan citra bagi Kota Mataram terhadap tamu - tamu dari luar daerah maupun mancanegara.

Walikota mengingatkan, kondusifitas Mataram perlu dijaga. Jangan hanya ada perbedaan atau warna kemudian menimbulkan kegaduhan dan kericuhan yang menimbulkan konflik. “Jangan sampai ada perbedaan - per-

bedaan kemudian ribut,” katanya mengingatkan. Masyarakat di Monjok dan Karang Taliwang dua pekan lalu menandatangani kesepakatan damai disaksikan Kapolda NTB, Wakil Walikota Mataram, dan Kapolres Mataram. Kesepakatan damai kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan posko terpadu. Posko ini akan diisi oleh Satgas dari dua lingkungan. Dengan harapan terjalin silaturahmi dan saling menjaga satu sama lain. Walikota menambahkan,

akan melihat bagaimana progres pelaksanaan program oleh OPD teknis di Monjok dan Karang Taliwang. Ia akan mengevaluasi terhadap pelaksanaan program di dua lingkungan tersebut. (cem)

(Suara NTB/cem)

SATGAS - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memakaikan jaket Satgas kepada perwakilan warga Monjok, Kamis (8/2).

Roadshow Bulan Peduli Sosialisasi K3S Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram bersama Tim Penggerak PKK menggelar roadshow kegiatan bulan bakti peduli Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) mulai 29 Januari hingga 6 Februari pekan kemarin. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahun yang bertujuan mewujudkan perhatian dan kepedulian lembaga kesejahteraan sosial dalam naungan K3S Kota Mataram. Roadshow digelar di enam kecamatan ini berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Bagian Kesra, camat dan lurah serta TP – PKK Kota Mataram. Ketua K3S Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh, S.Sos., mengatakan, bahwa kegiatan ini dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya khususnya bagi para lansia dan warga kurang mampu. Berbagai kegiatan K3S yang dilaksanakan dalam roadshow lanjutnya, adalah pemberian bingkisan kepada para lansia, pelayanan dan pemeriksaan gratis kesehatan bagi lansia, pelayanan KB bagi akseptor, kunjungan ke rumah korban bencana sosial dan keterlantaran, seperti korban pohon tumbang serta santunan kepada anak-anak yang diterlantarkan oleh ibunya. Kegiatan dilaksanakan di lima kecamatan lainnya dan diakhiri di Kecamatan Ampenan pada 6 Februari 2018. (humas/*)

Walikota Tinjau Banjir di Ampenan Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meninjau lokasi banjir di Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan pekan lalu. Walikota dua periode ini menunjukan aksi heroiknya kepada masyarakat. Ia turun berbasah – basah melihat secara langsung penyebab genangan yang tak surut. Didampingi Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang serta pimpinan OPD teknis serta camat dan lurah. Walikota melihat langsung kondisi saluran dipenuhi sedimentasi. Sebagai seorang pemimpin, Ahyar Abduh tak mau hanya dilayani. Sebagai seorang pemimpin, ia benar

– benar ingin bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Dalam kesempatan itu, Walikota mendengarkan curhatan masyarakat. Persoalan dirasakan masyarakat akan jadi pekerjaan rumah yang segera akan dituntaskan oleh Pemkot Mataram. Disatu sisi, aksi heroik Walikota itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan, seorang nenek mendoakan Ahyar Abduh atas kesiagapan, kesederhaan serta sikap kepemimpinan yang merakyat. Perempuan bermukena itu mendoakan lalu diamini oleh masyarakat lainnya. (cem/*)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Halaman 4

PNS Ditarik Zakat Sentuh Persoalan Kependudukan ANGGARAN yang masuk ke desa-desa yang terus meningkat diharapkan tidak saja menyentuh infrastruktur fisik. Lebih banyak ke non fisik, utamanya menyentuh persoalan kependudukan. Pasalnya, masalah kependudukan ini cukup berat dan perlu atensi serius dari semua pihak tidak terkecuali kalangan pemerintah desa. Menurut Plt Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Drs. Suhendra Anggaranto kepada Suara NTB, Sabtu (10/2) mengatakan pihaknya (Suara NTB/rus) sudah menyurati seluruh desa. Suhendra Anggaranto Diterangkan desa-desa sudah dibuatkan menu oleh pemerintah kabupaten. Hal ini sesuai hasil pertemuan membahas inovasi desa beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, pihaknya, sudah membangun komunikasi dengan sejumlah desa agar lebih intensif menangani masalah-masalah kependudukan. Dalam hal ini, ujarnya, desa harus ada kegiatan pemberdayaan. Mulai dari pemberdayaan dan pelatihan kader-kader di desa. Termasuk mebina keluarga remaja, balita dan lansia. Dana operasionalnya dianggarkan dari desa. Kader-kader yang membantu dalam pembinan peserta KB diberikan tambahan operasional. Perhatian jajaran pemeritahan di lingkup kecamatan juga sudah mulai memperhatikan masalah KB ini. Ada kecamatan yang sudah menganggarkan penanganan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan menganggarkan 50 akseptor. Termasuk ada kegiatan pembinaan kelompok dan membiayai sejumlah pertemuan. Saat ini sesuai dengan ketentuan yang ditegaskan Bupati Lotim H. Moch. Ali Bin Dachlan untuk penggunaan anggaran desa dikedepankan untuk pemberdayaan masyarakat yang semakin meningkat. Fisik semakin berkurang. Desa bisa memilih kegiatan inovatif yang belum dianggarkan di kabupaten anggarkan di desa. Kegiatan yang tidak dianggarkan Organisasi Perangkat Derah (OPD) bisa dianggarkan di desa. Diakuinya sudah banyak desa yang sudah mengunmpulkan anggaran untuk masalah kependudukan ini meski belum maksimal. Ada yang sudah menganggarkan Rp 3-10 juta. (rus)

Bupati Dukung Rencana Pemerintah Pusat

Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan menyambut baik wacana Kementerian Agama untuk menarik zakat 2,5 persen dari kalangan pegawai negeri Sipil (PNS). Apalagi sampai wacana yang disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sangat bagus jika benar-benar diimplementasikan. “Jadi bukan karena dia (Kementerian Agama) baru sadar, tapi bagus itu, bagus sekali ,” jawab Ali Dachlan saat ditanya Suara NTB, Sabtu (10/2). Lotim di bawah pimpinan Ali BD – sapaan akrabnya sudah lama mengimplementasikan aturan penarikan zakat bagi PNS tesebut. Bagi Ali BD tidak lantas ia klaim sebagai satu-satu daerah di Indonesia yang menerapkannya. Bisa saja katanya daeah lain juga sudah menerapkannya tapi tidak diketahui. Adanya pro H. Moch. Ali Bin Dachlan

dan kontra terhadap wacana penarikan zakat itu kata Bupati Lotim adalah hal yang biasa terjadi. Itu ada beberapa pendapat yang menolak dan membolehkan. Ada juga anggapan dari Muhammadiyah yang sudah melakukan lebih dulu dan pemerintah terlambat dianggap juga hal yang biasa. Adapun rencana penarikan zakat yang akan dilakukan oleh negara dianggap bupati menjadi hal yang paling benar. Kalau ada organisasi Islam apapun yang menentang dianggapnya salah. Memang negara yang

harus ambil bagian dalam penerapan zakat. Adanya penafsiran-penafsiran dari sejumlah pihak dianggap hanya mainan politik. Anggapan zakat nanti dipakai bayar utang dan sebagainya. Negara yang baik itu harus menjadi pelopor dalam zakat. “Itu negative thinking namanya ya,” tegasnya. Perolehan zakat yang selama ini diraih oleh pemerintah daerah kabupaten Lotim melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) yang sudah tembus miliaran rupiah belum memuaskan bupati. Dirinya mengaku belum puas dengan perolehan zakat yang sudah masuk. Sejauh ini diakui hanya PNS padahal kewajiban zakat bagi seluruh umat Muslim. “Selama orang lain seperti petani dan pedagang belum membayar zakat, maka kita tidak puas ya,”

Imbuhnya. Jika nanti terpilih menjadi Gubernur NTB, ujarnya, semua harus bayar zakat. Semua umat Muslim dengan profesi apapun seperti pedagang dan petani harus dipotong zakatnya. ‘’Kalau tidak Islam bisa dengan jizya (pajak per kapita yang diberikan oleh penduduk nonMuslim pada suatu negara di bawah peraturan Islam) seperti dilakukan di zaman Nabi Muhammad SAW. Orang-orang di luar Islam saking tertariknya dengan zakat tersebut menyerahkan sama dengan orang Islam dalam bentuk jizya. Di mana umat di luar Islam ini melihat dengan langsung penarikan zakat yang dilakukan Rasulullah ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Jadi orang di luar Islam ikut-ikutan dan itu bagus sekali. (rus)

(Suara NTB/rus)

Diatensi Pemda KLU, TKW Rumiati Akhirnya Dijemput Tanjung (Suara NTB) Hanya berselang sehari setelah kabar calon TKW Rumiati mencuat ke permukaan, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) langsung mengambil sikap. Pemda KLU meminta kepada pihak PT penyalur, agar memulangkan Rumiati dari tempat penampungan dan dikembalikan kepada pihak keluarga. “Ini sudah jadi atensi Pak Bupati, kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak PT. Jadi hari ini, pihak PT sudah berangkat ke Surabaya untuk menjemput dan memulangkan,” ungkap Kepala Disnaker PM PTSP KLU, Vidi Ekakusuma, via telepon, Minggu (11/2). Dikatakannya, pengaduan pihak keluarga calon TKW Rumiati, warga asal Dusun Busur, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, sudah diketahui oleh bupati. Lantas bupati pun meminta agar calon TKW bersangkutan dipulangkan dulu. Umpama ada hal-hal yang secara administratif masih harus dibicarakan, maka mediasinya akan dilakukan nanti setelah TKW berada di Lombok Utara. Menurut Vidi, TKW Rumiati diperkirakan akan tiba di Lombok Utara paling lambat hari Selasa depan. Mengingat masih ada urusan administrasi yang harus diselesaikan oleh PT dengan BLK (Balai Latihan Kerja). Mengingat Rumiati dalam proses ke Malaysia terganjal oleh status blacklist dari pemerintah Malaysia. Sehingga oleh PT pertama, ia kemudian dialihkan ke PT kedua. Hubungan dengan PT kedua, Rumiati sudah melalui proses BLK, sehingga administrasi inilah yang harus diselesaikan. “Tiba di Lombok diperkirakan Selasa (besok, red). Informasinya yang bersangkutan tidak mau balik ke Lombok sehingga dicarikan negara tujuan lain, yaitu Singapura. Materi pelatihan beda Singapura dengan Malaysia, tetapi dalam prosesnya yang bersangkutan memilih kembali, sehingga PT memperhatikan perjanjian kerja. Tetapi kita akan perhatikan lebih lanjut karena peralihan negara tujuan juga perlu ditelusuri lagi,” paparnya. Intinya, sebut Vidi, agar TKW Rumiati dikembalikan dulu kepada pihak keluarga. Mengenai dana yang kabarnya dipersyaratkan oleh pihak PT, Vidi belum memberi kesimpulan. Pasalnya, proses ke Malaysia sudah dilalui TKW, namun kenyataan yang bersangkutan diblacklist tentunya bukan persoalan di TKW sendiri. Terhadap persoalan yang dihadapi saat ini, Vidi menyikapi bahwa ke depan, pihaknya akan lebih selektif lagi dalam merekomendasikan calon TKW atau TKI. Ia tidak ingin, calon TKW/TKI tergiur oleh iming-iming dari PPTKIS yang pada akhirnya hanya akan menjerumuskan calon TKI dari KLU. Kasus yang banyak muncul kerap timbul dari ketidakpahaman calon TKW yang mudah percaya dengan iming-iming petugas PPTKIS. Terpisah, suami TKW Rumiati, Hamidi, mengakui sangat bersyukur mengetahui adanya kebijakan dari Pemda KLU yang akan membantu kepulangan istrinya dari penampungan di Malang. Terlebih lagi, Minggu pagi, ia mengklaim telah bertemu langsung dengan Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH. Hal senada diakui pemerhati masyarakat, Wira Maya, selaku pihak yang mendampingi keluarga mengadukan persoalan Rumiati ke Dinas Tenaga Kerja, Jumat lalu. Selang sehari setelah kabar TKW diketahui bupati, Sabtu pagi ia dan keluarga sudah diminta menghadap oleh bupati. “Saat Rakerda Partai Demokrat di Gedung Serbaguna, Pak Bupati meminta saya dan keluarga TKW untuk datang. Dan di sana, Pak Bupati langsung memberi bantuan memulangkan TKW,” demikian Maya. (ari)

(Suara NTB/yon)

SIMULASI - Simulasi pengamanan pilkada di dermaga Pantai Labuhan Haji Sabtu (10/2).

Antisipasi Kerusuhan

Polres Lotim Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada Selong (Suara NTB) Dalam upaya menjaga konflik dan kerusuhan dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018. TNI/Polri bersama instansi terkait lainnya mulai mempersiapkan pengamanan pilkada. Salah satunya dengan menggelar simulasi pengamanan pilkada di Dermaga Pantai

Labuhan Haji, Sabtu (10/2). Dalam simulasi ini, massa menyerbu kantor KPU Lotim yang kemudian dihadang oleh aparat kepolisian. Namun massa aksi yang berjumlah ratusan orang mendesak supaya dilakukan penghitungan suara ulang berakhir ricuh dengan aparat kepolisian. Hal ini menyebab-

kan aparat kepolisian melakukan tindakan-tindakan tegas terhadap massa. Kapolres Lotim AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, dalam kesempatan ini, menjelaskan, simulasi ini digelar agar aparat mampu mengantisipasi kerawanan dan situasi yang bisa terjadi. Ke

2017, TKI KLU di Luar Negeri Tercatat 1.008 Orang Tanjung (Suara NTB) Minat masyarakat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri tergolong masih tinggi. Dari keberangkatan mereka melalui jalur resmi sepanjang tahun 2017, tercatat warga yang menjadi TKI sebanyak 1.008 orang. Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PM PTSP) Lombok Utara, Vidi Ekakusuma, melalui Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bambang Suhermanto, SH., Jumat (9/2) menyebutkan, negara yang menjadi tujuan TKI masih didominasi oleh negara tetangga Malaysia. Mereka yang ke Malaysia diketahui sebanyak 674 orang. Selain Malaysia, TKI juga menyasar Taiwan sebanyak 96 orang, tujuan Singapura sebanyak 38 orang, Hongkong sebanyak 118 orang dan Brunei Darussalam sebanyak 71 orang. “TKI tujuan Timur Tengah tidak ada, karena pemerintah masih melarang menjadi TKI ke sana,” kata Bambang. Ia merinci, dari 1.008 orang itu, berasal dari 5 Kecamatan. Sepanjang 2017, TKI terbanyak disumbangkan oleh Kecamatan Gangga sebanyak 348 orang, disusul Kecamatan Kayangan sebanyak 323 orang, dan Kecamatan Bayan sebanyak 201 orang. Warga dari Kecamatan Pemenang paling sedikit menjadi TKI dengan

catatan data hanya 16 orang, sedangkan dari Kecamatan Tanjung sebanyak 96 orang. Dari jumlah 1.008 orang itu pula, diketahui masih dominan laki-laki sebanyak 673 orang dan perempuan sebanyak 335 orang. Dalam memberikan rekomendasi kepada para TKI/TKW, Dinas Tenaga Kerja memeriksa kelengkapan berkas yang disodorkan perusahaan penyalur (PPTKIS), memeriksa izin keluarga mengetahui kepala desa setempat, hingga melakukan tes baca dan tulis. Selain itu, Dinas juga mempertanyakan keberadaan anak dari calon TKW. Apabila seorang TKW mempunyai anak balita di bawah 5 tahun, maka Pemerintah KLU tidak akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk meninggalkan anaknya. Anak di bawah 5 tahun dikhawatirkan tidak terurus dan rentan terhadap kekurangan gizi. “Pak Bupati sudah memberi perintah, kalau TKW yang anaknya masih 2 tahun, tidak diberikan izin,” imbuhnya. Hingga saat ini, dinas hanya memperoleh satu laporan keberadaan TKI/TKW bermasalah. Adalah TKW bernama Rumiati, warga asal Dusun Busur, Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Ia berharap, proses pemberangkatan TKI/TKW yang tidak berjalan mulus agar dilaporkan ke Pemda, sehingga dapat ditindaklanjuti. (ari)

depan, Polres Lotim bekerjasama dengan seluruh komponen pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Lotim untuk menjaga situasi wilayah Lotim saat pelaksanaan pilkada serentak 2018. Dalam peserta simulasi itu, personel yang dilibatkan sebanyak dua peleton Brimob

Subden B Labuhan Haji terdiri dari unit Jibom SAA dan PHH, satu peleton anggota Kodim 1615 Lotim, tiga peleton Dalmas Sat Sabhara Polres Lotim yang terdiri dari satu ton Dalmas Humanis. Selain itu, Satu pleton jajaran Polres Lotim dan pihak-pihak terkait lainnya. (yon)

Diduga Edarkan Sabu

Seorang Warga Diciduk Polisi Selong (Suara NTB) Kasus peredaran narkoba di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) seolah tak ada habisnya. Sabtu (10/2) akhir pekan, aparat Satresnarkoba Polres Lotim kembali membekuk pengedar narkoba, SH alias Marcos (25) warga Dusun Penyonggok Desa Tete Batu Selatan Kecamatan Sikur. Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan sekitar pukul 16:30 wita di rumahnya berdasarkan laporan masyarakat. Dari laporan itulah kemudian petugas melakukan pemantauan terhadap pergerakan pelaku. Saat dilakukan penangkapan oleh Tim Opsnal Narkoba Polres Lotim terhadap satu orang pelaku itu tanpa ada perlawanan Selain mengamankan pelaku, lanjut Kapolres, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, yakni dua poket sabu berat 2 gram, satu buah bong, dua buah

handphone dan uang tunai sebesar Rp 712.000 serta sejumlah barang bukti lainnya. “Pelaku kami tangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan,” jelasnya. Kapolres menambahkan, penangkapan terhadap pelaku juga merupakan pengembangan dari penangkapan pelaku narkoba yang sebelumnya terlebih dahulu ditangkap oleh Subdit 2 Narkoba Polda NTB. Dari pengembangan itu kemudian petugas dari Opsnal Narkoba Polres Lotim bergerak menuju rumah pelaku dan langsung melakukan penangkapan. Petugas juga melakukan penggeledahan terhadap rumah dan badan pelaku sehingga ditemukan sejumlah barang bukti tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan di Satresnarkoba Polres Lotim untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan serta dilakukan pengembangan lebih lanjut. “Pelaku sudah kita amankan di Mapolres. Pengembangan terus kita lakukan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba di Lotim,”tegasnya. (yon)

Tuntaskan Rumah Kumuh

Wabup Minta Aparatur di Desa Data Warga Tanjung (Suara NTB) Selaku Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara, Wakil Bupati, Sarifudin, SH. MH., meminta para kepala desa dan kepala dusun di wilayah masing-masing untuk berperan aktif membantu pemerintah. Salah satunya dalam memberikan informasi dan data mengenai keberadaan warga yang berada dalam kondisi kurang mampu dan sarana perumahannya jauh dari kata layak. “Harapan saya kepada kepala desa dan kepala dusun, saya minta supaya warga yang benar-benar layak untuk menerima program Jubah (Jumat Bedah Rumah) dan tidak

masuk program RLTH didata dan dilaporkan supaya bisa dibantu,” pinta Wabup saat menghadiri peletakan batu pertama Jubah di Barong Birak dan Lendang Lokok Re, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Jumat (9/2). Ia menekankan, keberadaan data kondisi real warga yang tidak memilki rumah layak huni penting bagi pemerintah. Setidaknya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, akan berupaya maksimal membantu memperbaiki sarana dan prasarana fisik kebutuhan dasar di masyarakat. Ia berharap agar bantuan dari Pemda KLU dalam bentuk rehab rumah, tidak dilihat berdasarkan volume atau

besarnya rumah. Melainkan perbaikan kondisi fisik perumahan yang telah dilakukan memberi kenyamana dan keamanan bagi pemilik rumah. Sebagaimana diketahui, Jumat pekan lalu, Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah program Jubah Pemda KLU di 2 lokasi sekaligus. Penerima bantuan masingmasing Amaq Jumanem di Dusun Barong Birak, dan Amaq Jogasim di Dusun Lendang Lokok Ree - keduanya Desa Loloan. Peletakan batu pertama itu disaksikan oleh sejumlah pejabat antara lain, Plt. Ka-

dis Dikpora, Asisten III, Camat Bayan, Staf Ahli, perwakilan Baznas KLU, Kepala Desa Loloan, hingga unsur Babinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Bayan. “Selain program Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) Pemda KLU juga membuat program alternatif yaitu Jubah. Program ini tidak masuk dalam APBD tapi menggunakan dana nonbudgeter,” sambungnya. Dalam rangka mensukseskan program Jubah ini, ia mengajak kepada semua pihak untuk terlibat aktif. Kerjasama rehablitasi perumahan warga tidak hanya menggantungkan kolaborasi antara Pemda KLU dan Baznas, teta-

pi bisa berasal dari sumbangan BUMN, BUMD, maupun kontribusi pihak swasta dan masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Loloan, Mahyudin, SH., memanfaatkan pertemuan dengan Wabup itu dengan mengungkap harapan terhadap perbaikan sarana infrastruktur di desanya. Tidak hanya proposal RTLH warga Desa loloan, tetapi juga perbaikan jalan di Dusun Torean mendapat sentuhan APBD. “Supaya usul jalan menuju Dusun Torean kiranya dihotmik dan dibuatkan drainase. Percuma juga bagus jalan, kalau tidak ada drainase maka jalan itu tidak bisa bertahan lama,” demikian Mahyudin. (ari)

(Suara NTB/ist)

BERBINCANG - Wabup KLU Sarifudin saat berbincang salah satu penerima program Jubah di Desa Loloan Kecamatan Bayan, Jumat (9/2).


SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Jaga Produktivitas, DPRD Lobar Tetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah Giri Menang (Suara NTB) DPRD Lombok Barat menetapkan program pembentukan peraturan daerah (perda). Tahun ini sebanyak 7 raperda inisiatif dan 8 raperda usul eksekutif yang bakal digodok. Dua raperda di antaranya telah ditetapkan awal tahun ini. Sedangkan beberapa tengah proses pembahasan secara bertahap. Dengan ditetapkannya Program Pembentukan Perda ini, DPRD Lombok Barat tetap Menjaga Produktivitas Dewan dalam Pembahasan Peraturan Daerah dengan mengajukan 7 raperda. Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Lobar H. Wahid Syahril, LC menyata-

kan untuk tahun ini DPRD bersama eksekutif telah menyepakati Prolegda bahkan sudah dilakukan perubahan Prolegda, karena ada tambahan raperda. Masing-masing dua dari DPRD dan dua dari eksekutif yakni raperda yang belum sempat disahkan tahun 2017. Dua perda yang dimaksud yakni penataan pasar modern dan kerjasama daerah. Sesuai prolegda, jelasnya, dewan mengajukan 7 raperda inisiatif dan eksekutif sebanyak 8 raperda, sehingga total menjadi 15 raperda. Di antara raperda yang diusulkan dewan antara lain Raperda Bantuan Masyarakat Miskin. Kemudian Raperda tentang Pemuda dan Raperda tentang Bantuan Kesehatan untuk Masya-

rakat Miskin. “Prolegda yang telah kita sahkan ini dan telah disepakati dimana legislatif usulkan raperda inisiatif 7 dan eksekutif 8 raperda,’’ jelasnya. Ia menekankan tahun ini lebih banyak pada evaluasi perdaperda yang sudah disahkan beberapa tahun terakhir bagaimana efektivitas, pelaksanaannya dan kendala yang dihadapi. Termasuk perda-perda yang sudah dibuatkan perbup dan mana yang belum dibuatkan perbup. Langkah ini dilakukan sebab jangan sampai banyak perda, namun tidak berfungsi maksimal sehingga mubazir. Dijelaskan di luar perda yang sudah disahkan awal tahun ini, terdapat dua raperda usulan eksekutif yang sudah masuk pem-

bahasan internal yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan dan Raperda Retribusi Pelayanan Tera Ulang. Dua raperda usulan eksekutif ini sudah masuk pembahasan internal. Pengusulan raperda ini, jelasnya, memastikan kebijakan pemda sesuai ketentuan, sebab tugas di DPRD sendiri salah satunya dari sisi legislasi. Menurutnya ke depan yang banyak melahirkan raperda adalah DPRD. Meskipun bagian dari eksekutif juga. Perda ini jelasnya menjadi payung hukum program- program pemda. Misalnya tentang bantuan hukum ke masyarakat miskin, supaya nanti pemda yang mengeksekusi, namun di sisi lain legislatif menyiapkan aturan. Di samping

nanti pemda berwenang untuk penganggaran, sebab telah diatur dalam aturan perda tersebut, sehingga tidak ada lagi alasan Pemda bahwa program tidak ada anggaran atau bukan kewenangannya. Sebab dalam Perda dibuat aturan sesuai ketentuan UU Nomor 23 di mana jelas mana kewenangan kabupaten, provinsi dan pusat. Ia menambahkan, penekanan keberadaan perda ini ke depan harus didorong bagaimana outputnya untuk kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perda ini sarana untuk kesejahteraan tersebut, jangan sampai, jelasnya, sarana ini dijadikan tujuan, sehingga hanya berputar pada sarana tersebut. Ia tak ingin perda yang diang-

garkan dana ratusan juta untuk pembuatan perda, namun outputnya tidak jelas. “Outputnya adalah kesejahteraan masyarakat, perda ini adalah sarana untuk kesejahteraan itu. Jangan sampai sarana ini dijadikan tujuan sehingga muter-muter di sarana, sementara kita anggarkan ratusan untuk pembuatan Perda,”tegas nya. (her/*)

H. Wahid Syahril (Suara NTB/dok)

Gunung Sasak Jadi Ikon Baru Pariwisata Lobar Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid kembali meresmikan kawasan wisata baru di Lobar. Kali ini lokasi wisata yang diresmikan penataan lokasi wisata Gunung Sasak. Gunung Sasak menjadi ikon baru pariwisata Lobar khususnya di wilayah Gerung-kuripan. Peresmian kawasan wisata itu juga dirangkai dengan tasyakuran peresmian gedung baru Kantor Camat Kuripan. Sebelum acara peresmian, bupati dan jajaran menikmati suasana pagi di Gunung Sasak. Selain keindahan alam, Pemkab Lobar menyiapkan beberapa sarana, seperti gardu pandang, gazebo (berugaq) dan lapangan tembak. Pemkab Lobar juga menyiapkan jalur sepeda yang bertujuan menyelaraskan wisata desa berbasis budaya dan pariwisata. Berlokasi di Kecamatan Kuripan, kawasan wisata Gunung Sasak digadang-gadang menjadi salah satu ikon wisata di Gumi Patut Patuh Patju. Di sana juga ada batu besar yang hanya berpijak sekitar

kepalan tangan dewasa seakan-akan batu tersebut melayang di atas tanah yang bernama batu kemeras. Batu ini oleh beberapa pihak diyakini memiliki kekuatan mistis yang kuat dan menjadi salah satu daya tarik kawasan ini. Gunung Sasak merupakan kawasan wisata yang sudah ada sejak era 80-an. Kawasan ini dulunya pernah diresmikan oleh Presiden Soeharto. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan prasasti dan bekas landasan helipad. Kawasan wisata ini kemudian menjadi tersisihkan dengan kemajuan zaman. Untuk itu, Pemkab Lobar secara bertahap melakukan pembenahan guna mengembalikan eksistensi daerah tersebut. “Seiring dengan kemajuan zaman, berbagai kawasan wisata mulai tersisihkan oleh kawasan yang terbarukan dan dekat dengan kota. Bupati sendiri mulai membenahi kawasan pariwisata di Lobar yang dimulai dengan daerah utara seperti Suranadi, di daerah tengah itu di Narmada dan sekarang daerah selatan yaitu Gunung Sasak ini,”

kata Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi. Sementara itu, Bupati H. Fauzan Khalid mengatakan, keterlibatan seluruh instansi terkait sangat penting dalam proses pembenahan kawasan wisata. Fauzan mencontohkan Camat Kuripan yang menggandeng semua pelaku pariwisata yang bertujuan untuk mengangkat peran wisata budaya dan wisata desa khususnya kawasan Gunung sasak dan sekitarnya. “Dinas Kehutanan NTB juga sangat berperan aktif dalam pengembangan wisata. Ada beberapa wilayah di Lobar yang hutannya cukup potensi untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Di antaranya Gunung Sasak, Lembah Sempaga dan Sesaot,” jelas bupati. Khusus pemanfaatan lapangan tembak, bupati meminta Camat Kuripan agar ke depannya bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.”Apakah nanti tetap dijadikan lapangan tembak atau dikembangkan untuk kebutuhan wisata Gunung Sasak,” tutupnya. (her)

Terganjal Rekomendasi Mendagri

Mutasi Pejabat Loteng Ditunda

Praya (Suara NTB) Rencana mutasi pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sebelum masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB dimulai berpotensi ditunda. Hal ini disebabkan belum turunnya rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hingga saat ini. Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (10/ 2), menjelaskan, kalau mutasi pejabat belum bisa digelar sampai sejauh ini. ‘’Dan, kemungkinan besar baru bisa digelar setelah masa cuti kampanyenya selesai bulan Juni mendatang,” ujarnya.

Suhaili akan mulai cuti kampanye pada tanggal 15 Februari mendatang atau saat tahapan kampanye Pilkada NTB dimulai. Menurut Suhaili, pihaknya sebenarnya berharap mutasi pejabat lingkup Pemkab Loteng bisa tetap digelar, meskidirinya sudah cuti. Hanya saja, karena aturan yang

tidak memungkinkan, sehingga mutasi pejabat tidak bisa digelar saat cuti kampanye. Dalam hal ini pihaknya tidak mau main-main dengan aturan. Apa yang diatur sesuai aturan, itulah yang dilaksanakan. Pihaknya mau tidak berpolemik hanya karena aturan. Jadi seperti apa bunyi aturan yang ada, itulah yang

dijalankan. Meski demikian pihaknya sangat berharap mutasi bisa segera digelar. Mengingat, cukup banyak jabatan yang saat ini lowong dan harus segera diisi, baik itu untuk jabatan eselon IV maupun eselon III. Bahkan untuk eselon II ada tiga jabatan yang lowong sejak tahun 2017 lalu, sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu jalannya program pemerintah. “Kita patuh aturan saja. Walaupun untuk itu, dampaknya bagi pemerintah daerah cukup berat,” ujar mantan Ketua DPRD NTB ini. (kir)

Pernikahan Dini Berhasil Ditekan

Perkuat Program Gamak, Lobar Susun Pakem Adat ”Merariq” Giri menang (Suara NTB) – Angka pernikahan dini di Lombok Barat (Lobar) berhasil ditekan. Namun angka pernikahan dini masih dinilai tinggi. Untuk menekan kasus pernikahan dini ini Pemkab Lobar melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) berupaya memperkuat program Gerakan Anti Merariq Kodek (Gamak) yang diluncurkan sejak tahun 2016 lalu. Salah satu upaya memperkuat gerakan ini, dinas terkait workshop Penyusunan Pakem Adat Merariq. Pasalnya, terjadinya perkawinan dini diakibatkan penyimpangan nilai luhur praktik budaya merariq di tengah masyarakat khususnya para perangkat adat di bawah seperti kepala dusun juga memicu pernikahan dini. Hal ini terjadi akibat minimnya

H. Fauzan Khalid

pembinaan dan bimbingan terhadap para perangkat terkait. Di samping, tidak adanya dokumen tertulis tentang pakem merariq. “Untuk itu, pihak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar pun menggelar Workshop Penyusunan Pakem Adat Merariq,’’ jelas Kepala DP2KBP3A Lobar, Ramadan Hariyanto. Hadir pada kesempatan itu, perwakilan Ketua Forum Koalisi Kependudukan, TGH. Nurhayat, Dewan Kesenian Raden Rais, Sekretaris Da’i Kesehatan Ustadz Amrul Jihadi. Hadir pula Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P4), Erni Suryana, MM, Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar H. Saepul Ahkam dan pihak Dikes serta NGO. Perkawinan dari pandangan adat sasak, menurut tokoh adat Raden Rais bahwa pernikahan atau merariq tidak ditentukan umurnya, namun disebutkan yang boleh nikah jika sudah usia dewasa. Hukum adat tentang pernikahan ini tidak boleh bertentangan dengan hukum negara, artinya harus mengikuti apa yang diatur UU Hukum adat juga tidak boleh bertentangan dengan hukum agama. Diakuinya, ketidakpahaman terkait adat ini bukan kesalahan petugas adat, namun pemda juga salah, lantaran kurang memberikan bimbi n g a n khusus bagi para kadus terkait adat merariq. Sebab kadus disebut sebagai pengemban krama yang memiliki otoritas

membolehkan atau menggagalkan pernikahan melalui prosesi sejati. Namun prosesi pernikahan sebagian besar belum diketahui oleh kadus. Ini yang menyebabkan pemahaman keliru, seperti banyak kasus anak di bawah umur yang dilarikan tidak boleh dipisah (dibelas), karena dianggap aib. Sementara itu, TGH. Nurhayat menyatakan persoalan pernikahan ini disebut 25 kali dalam ayat kitab suci. Berbicara tentang nikah dalam Islam khususnya usia pernikahan tidak ditentukan usia berapa harus menikah, namun banyak gambaran umum idealnya mampu dari segala sisi baik usia matang, mampu dari sisi ekonomi. Di tengah masyarakat, ada paham yang tidak bagus seperti ada anak yang bermasalah, umpamanya terlambat pulang ke rumah. Namun dianggap masyarakat bahwa harus dinikahkan padahal di bawah umur.

Ramadan Hariyanto

Erni Suryana

Padahal, jelasnya, ada aturan-aturan yang lebih bijaksana, sehingga tidak harus dinikahkan. Sementara itu, Amrul Jihadi menyatakan pihaknya belum melihat apa program prioritas dari Gamak tersebut, sebab ada indikator yang menjadi pertanyaan. Salah satunya, tentang usia yang belum padu dalam aturan. Hal ini menjadi pertentangan, di satu sisi program Gamaq melarang itu, di sisi lain aturan melegalkan usia di bawah umur menikah. Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar H. Saepul Ahkam menyatakan terkait isu tentang Gamak dan PUP belum ada instrumen yang menjadi alat untuk mencapai itu. Terkait kendala kultur dan aturan, menurutnya justru ia melihat keberanian sejumlah desa membuat Awiq-awiq tidak akan memfasilitasi pasangan menikah jika tidak sesuai yang diatur baik dari sisi kultur,

agama dan aturan hukum. Kabid P4 pada DP2KBP3A Lobar Erni Suryana, MM menyatakan, juknis terkait Gamak belum ada namun sudah ada anggaran tahun ini untuk penyusunan Juknis. Diakuinya dinas bergerak saja tanpa arah yang jelas, namun gerakan ini bukan berarti tidak ada manfaatnya. “Sebab kalau menunggu juknis baru bergerak, kapan kami bergerak,” tukasnya. Menurutnya hasil workshop inilah selanjutnya bakal dilanjutkan menjadi pakem marariq. Pakem inilah selanjutnya menjadi bahan juknis program Gamaq yang dilaksanakan pemda. Sebab dalam workshop ini mengkolaborasikan baik dari sisi agama, adat dan aturan hukum. Sementara itu, kepala Dinas DP2KBP3A, Ramadan Hariyanto menyatakan indicator penetapan Gamak masuk program roadmap didasarkan angka kemiskinan dan gizi buruk diakibatkan pernikahan dini tersebut. “Ternyata itu dampak dari pernikahan dini, ini jadi indikator bagian output kita,” jelasnya. Titik tekannya, jelasnya, pada sosialisasi untuk menekan pernikahan dini. Diakui sejauh ini belum dibentuk pokja Gamak, ke depan ini yang akan disinergikan. Di sisi lain, kasus pernikahan dini di Lobar berhasil ditekan dari angka sebelumnya (tahun 2015) sebesar 56 persen menjadi 22 persen lebih tahun 2017. Terdapat sejumlah kecamatan penyumbang kasus pernikahan dini tertinggi, antara lain Kecamatan Sekotong dengan jumlah kasus 181. Disusul Kecamatan Lingsar 125 kasus dan Gerung sebanyak 122 kasus. Berdasarkan hasil pendataan ke-

luarga yang dilakukan Petugas BKKBN provinsi tahun 2015 jumlah pernikahan dini mencapai 56 persen dari total penduduk Lobar. Angka ini mendekati angka provinsi, meski bukan pada posisi tertinggi, sebab yang tertinggi Lotim dan Loteng. “Pernikahan dini di Lobar menurun 22 persen, sebelum nya 56 persen (tahun 2015), Sekotong termasuk penyumbang tertinggi, katanya. Akibat tingginya pernikahan dini di Lobar, sehingga muncul inovasi Program Gamak yang diluncurkan tahun 2016. Pihaknya pun melihat untuk mengukur indikator keberhasilan, maka perlu dimiliki data. Data ini jelasnya sebagai alat untuk melakukan advokasi baik ke desa, pemerintah kabupaten. Akhirnya, pihaknya berpikir bagaimana mendapatkan data tersebut, pihaknya pun mengumpulkan semua petugas, penyuluh dan kecamatan untuk melakukan pendataan. Pendataan pun dimulai sejak tahun 2017 awal, Petugas bergerak ke dusun dan desa untuk mencari data perkawinan by name by address. Data ini pun diperbarui per bulan, sehingga diperoleh data terakhir bulan Desember. Melihat banyaknya pernikahan dini di Sekotong disebabkan beberapa faktor, di antaranya angka putus sekolah tinggi. Akibat putus sekolah maka mereka memutuskan untuk menikah. Di samping itu, fungsi keluarga juga meluntur, sehingga anggapan orang tua hanya memberikan kebutuhan semata kepada anaknya. (her/*)

Raden Rais

TGH. Nurhayat

H. Saepul Ahkam

(Suara NTB/her)

Workshop penyusunan Pakem Adat Merariq yang digelar DP2KBP3A Lobar.


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Halaman 6

Kebakaran Landa Jorok Utan

KSB Fokus Penanganan Kemiskinan Hasil Data BDT Taliwang (Suara NTB)Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengeluarkan rilis terkait angka kemiskinan di Sumbawa Barat yang mencapai angka sekitar 22. 000 jiwa, Pemkab setempat akan lebih fokus kepada hasil verifikasi Basis Data Terpadu (BDT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) sekitar sekitar 1.589 KK atau sekitar 4.412 jiwa yang dilakukan beberapa bulan lalu. “Meskipun saat ini kita (Suara NTB/ils) punya dua data kemiskiH. Syaifuddin nan, tetapi kita akan lebih fokus kepada hasil verifikasi BDT. Hal ini kita lakukan, karena verifikasi terhadap data BDT Kemensos kita anggap lebih menggambarkan kondisi rill kemiskinan KSB. Apalagi para agen PDPGR juga ikut dilibatkan dalam verifikasi ini,” ujar Kepala Dinas Sosial (Disos) KSB, dr. H. Syaifuddin kepada Suara NTB, Jumat (9/2) kemarin. Dikatakannya, terhadap data riil jumlah penduduk miskin yang ada saat ini, maka program-program akan lebih diarahkan dan bisa dikontrol dengan baik. Tidak ada lagi data warga yang mengaku miskin karena sudah sangat jelas terverifikasi dengan baik. Tentu data hasil BDT ini merupakan data penduduk miskin prioritas yang harus dientaskan. Ketika penduduk miskin hasil BDT sudah menerima program, baru akan disusul oleh masyarakat yang berada pada kondisi rentan miskin. Sehingga upaya menekan mengentaskan kemiskinan berjalan maksimal dan sesuai target yang telah ditetapkan sekitar 2 persen. “Semua program pengentasan kemiskinan akan kita fokuskan kepada para penerima program sesuai hasil BDT. Sehingga ikhtiar untuk menurunkan kemiskinan akan lebih maksimal lagi,” ujarnya. Ia menyebutkan, selain program, penduduk miskin hasil BDT juga akan menerima program kartu perlindungan fakir miskin. Sehingga dengan sistem keroyokan yang dilakukan tersebut, penanganan kemiskinan diharapkan akan jauh lebih maksimal lagi. Tentu program kartu fakir miskin juga akan melibatkan CSR dari perusahaan yang ada di wilayah setempat. Hal tersebut dilakukan, karena jika mengandalkan uang dari APBD saja, dianggap tidak akan bisa maksimal. “Kita akan keroyok warga fakir miskin dengan semua program, sehingga kedepannya angka penurunan angka kemiskinan di Sumbawa Barat akan lebih maksimal lagi,” tandasnya. (ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di dusun Jorok Dalam desa Jorok kecamatan Utan, Minggu (11/2). Penyebab kebakaran rumah milik Abdullah tersebut masih sedang diselidiki. Camat Utan, Syahruddin, yang dihubungi Suara NTB, menceritakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 10.45 Minggu, setelah api terlihat keluar dari ruang tengah rumah yang tepatnya berada di RT 03 RW 01 dusun Jorok Dalam. Pemilik rumah, diketahui sedang berada di kebunnya. “Kata pemilik rumah, semua kompor juga sudah dipadamkan, sebelum ditinggal,”terangnya. Api sempat merembet ke rumah disebelahnya yang sempat

menghanguskan sebagian atap dan dinding. Namun berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dibantu warga setempat, api akhirnya bisa dipadamkan. Sejauh ini belum didata berapa banyak kerugian akibat kejadian ini. “Sumber api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,”ujar Syahruddin. Dengan kejadian ini, Camat meminta warga untuk selalu berhati hati. Sebelum meninggalkan rumah dicek terlebih dahulu kompor dan

listrik. Apalagi saat ini angin cukup kencang sehingga kewaspadaan mesti ditingkatkan. (arn)

PADAMKAN API - Petugas pemadam bersama masyarakat berusaha memadamkan api yang menghanguskan sebuah rumah di dusun Jorok Dalam desa Jorok kecamatan Utan, Minggu (11/2). (Suara NTB/ist)

BERIRINGAN - Tampak pengunjung dan masyarakat umum berjalan beriringan di pematang sawah menuju ke Bukit Ponan, tempat kegiatan Pasaji Ponan.

Taliwang (Suara NTB) Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat berhasil meringkus lima orang terduga pelaku kejahatan konvensional (Kasus Curat dan Curanmor) selama pelaksanaan operasi Jaran tahun 2018. Dalam operasi yang dilaksanakan 10 hari tersebut, sedikitnya dua orang yang merupakan Target Operasi (TO) Polres setempat berhasil ditangkap. Kapolres KSB melalui Kasubag Humas AKP Su(Suara NTB/ils) wardi kepada Suara NTB, Suwardi Sabtu (10/2) mengatakan, kasus-kasus yang berhasil terungkap dalam operasi Jaran 2018 yakni, dua kasus pencurian denngan pemberatan (Curat) dengan empat orang tersangka masing-masing berinisial D alias Lan (58) warga desa Air Suning, Kecamatan Seteluk, H alias Har (59) warga desa Gontar, Alas Barat, dan ME alias Musa (33) warga desa Kalimango, Kecamatan Alas, dan EK (23) alias E (TO kasus curat di tahun 2017). Sementara tiga kasus lainnya yakni kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dengan dua orang tersangka yakni J alias Jon (38) (TO) warga desa Kelanir dan MS alias Alegh (39) warga Meraran, Kecamatan Seteluk. “Alhamdulillah semua TO yang kita usulkan ke Polda berhasil kita tangkap dan tiga orang non TO juga berhasil terjaring. Sementara untuk trend kasusnya mengalami penurunan dari tujuh kasus di 2017 menjadi lima kasus di 2018,” ungkapnya. Dikatakannya, sebelum pelaksanaan operasi Jaran, pihaknya juga berhasil mengungkap tiga kasus curanmor dan empat kasus curat. Terhadap masih maraknya kejahatan konvensional yang terjadi di wilayah hukum Polres KSB, pihaknya akan semakin menggiatkan patroli rutin ke masyarakat. Terutama di jam-jam rawan kasus ini terjadi, seperti jam 01. 00-04. 00 wita (dinihari). Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tim khusus untuk megantensikan kasus ini terjadi. Selain itu, Bhabinkamtibmas yang berada di masing-masing desa juga diminta untuk tetap mengingatkan warganya. Sehingga kasus-kasus ini bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat. “Upaya menekan kasus ini terjadi sudah kita lakukan secara maksimal bahkan kita juga siapkan tim khusus. Mudah-mudahan dengan upaya seperti ini kasus konvensional yang marak terjadi bisa diminimalisir.” (ils)

Pompa PDAM di Brang Bara Segera Terealisasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa akan memasang pompa di wilayah Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa. Pompa yang dihajatkan untuk menambah tekanan volume air yang akan dialirkan di beberapa wilayah tersebut rencananya terealisasi dalam tahun ini. Dirut PDAM Sumbawa, Hasanudin, SE yang dikonfirmasi belum lama ini mengakui di sejumlah cabang sedang berjalan proyek-proyek untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Baik di Kecamatan Empang, Utan dan lainnya. Sehingga sudah terasa normal air yang dirasakan pelanggan. Meskipun demikian, masih ada gangguan-gangguan di sekitar Kecamatan Sumbawa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya berencana memasang pompa di wilayah Brang Bara untuk menambah tekanan air. “Rencananya akan memasang pompa untuk penyesuaian pelanggan kita. Karena jumlahnya semakin meningkat,” ujarnya. Sebenarnya, di Brang Bara sudah lama terpasang Pompa. Tetapi, sejak lima tahun lalu pompa tersebut dicabut. Pihaknya berniat memasang kembali pompa, karena dinilai sangat efektif dan bisa memberikan pelayanan untuk beberapa wilayah di Sumbawa. Diantaranya wilayah BTN Olat Rarang dan Kerato. “Saya melihat sekarang sangat efektif pemasangan pompa di Brang Bara untuk menambah tekanan volume air yang akan dialirkan di beberapa wilayah,” terang Hasanudin. Pengadaan pompa yang diupayakan terealisasi dalam tahun 2018 ini, anggarannya sekitar Rp 100 juta. Kemungkinan pompanya sudah bisa digunakan dalam bulan Maret mendatang. Saat ini pihaknya sedang memesan dan membutuhkan waktu selama tiga minggu untuk proses transaksi. Kemudian setelah barang yang dipesan tiba, akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk menyesuaikannya. “Kemungkinan bulan Maret sudah bisa kita gunakan,” pungkasnya. (ind)

(Suara NTB/ind)

Lima Orang Terjaring Selama Operasi Jaran 2018

(Suara NTB/ind)

DISAJIKAN - Penganan (jajanan) seperti petikal, lepat, dangai dan buras yang diasajikan untuk masyarakat yang berkunjung pada Pasaji Ponan. Penganan tersebut kebanyakan berbahan dasar dari beras dan kelapa.

Perubahan Struktur PT AMNT

Disnakertrans KSB Pantau Sisi Ketenagakerjannya Taliwang (Suara NTB) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) saat ini tengah melakukan perubahan sejumlah struktur departemen internalnya. Perubahan tersebut kemudian berdampak pada karyawan yang secara administrasi turut dialihkan dari struktur lama ke struktur baru. Terhadap perubahan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku terus melakukan pemantauan. Khususnya kepada proses pengalihan karyawannya. “Iya kami pantau terus soal itu. Tapi hanya sisi ketenagakerjaan saja tupoksi kami,” terang Kabid Hubungan Industrial (HI) Disnakertrans KSB, Drs. Zainuddin kepada Suara NTB. I a mengaku,

soal perubahan struktur organisasi di PT AMNT merupakan kebijakan sepenuhnya perusahaan. Sebab alasan perusahaan sendiri sangat rasional karena untuk mempertahankan perusahaan dalam jangka panjang. Tetapi persoalan ketenaga kerjaannya, Disnakertrans memiliki kewenangan untuk pengawasannya. “Saya setuju dengan alasan AMNT soal perubahan strukturnya karena jalan itu ditempuh agar bisa terus bertahan,” katanya. Dari sisi ketenagakerjaan, Zainuddin menjelaskan, peralihan karyawan oleh perusahaan baik dengan cara mempertahankan pada departemen yang sama atau mengalihkan ke bagian lain harus tetap pihaknya awasi. Sebab jangan sampai dalam proses tersebut, hakh a k

Zainuddin (Suara NTB/bug)

karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan tidak terpenuhi secara aturan. “Saya sampaikan ke perusahaan boleh melakukan apa saja. Termasuk mungkin kalau mau buat program RTK lagi atau PHK atau stand by. Tapi jangan buat masalah baru soal ketenagakerjaan,” tegas Zainuddin. Sejauh ini diakuinya dari proses perubahan stuktur yang dilaksanakan oleh PT AMNT belum ada persoalan di sisi ketenagakerjaan. Perusahaan kata Zainuddin, sangat aman dalam melakukan penawaran terhadap para karyawannya. “Sejauh ini juga belum ada laporan masuk ke kami. Dan itu artinya karyawan yang dipertahankan atau dialihkan ke bagian lain setuju dengan penawaran hak-hak, reward, kesejahteraan dan lainnya yang diajukan perusahaan,” paparnya. Ia menyebutkan, menyikapi perubahan strkutur yang ditempuh oleh PT AMNT itu seluruh pihak perlu melihatnya secara cerdas. Karena bagaimana pun kebijakan merupakan kewenangan penuh perusahaan, sementara dampak terhadap karyawan merupakan bagian dari proses itu. “Iya jangan bilang perubahan itu karena ada persoalan. Tapi itu dilakukan perusahaan untuk tujuan lebih baik dalam jangka panjangnya,” pungkasnya. (bug)

Sumbawa Besar (Suara NTB)Pasaji ponan, pesta adat tradisi masyarakat tiga dusun yakni Dusun Poto, Lengas dan Malili dari tahun ke tahun semakin meriah. Antusiasme masyarakat yang mendatangi tempat kegiatan, di Bukit Ponan (di tengah areal persawahan Orong rea), pada Minggu (11/2). Ditambah dengan pentas kesenian selama tiga malam berturut-turut sebelum kegiatan Pasaji Ponan yang dikemas sedemikian rupa. Tradisi turun temurun masyarakat ketiga dusun yang hingga kini tetap lestari dan terjaga. Camat Moyo Hilir, Amiruddin S.H menyebutkan masih ada penafsiran yang salah terhadap pesta ponan. Dimana kedatangan masyarakat tiga dusun yakni Dusun Poto, Lengas dan Malili ke lokasi Ponan untuk silaturrahmi. Guna meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat ketiga dusun dan memperkuat tali persaudaraan. “Mungkin selama dalam pelaksanaan kegiatan tanam padi terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati, pada hari ini kita saling maaf memaafkan,” ujarnya. Selain itu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas berhasilnya penanaman padi khusus wilayah Orong Rea. Kemudian melakukan doa bersama dan tahlilan kepada yang maha kuasa supaya hasil panen padi nantinya dapat meningkat dan berlimpah ruah. “Jangan salah penafsiran. Ini bukan keyakinan, tetapi ini budaya sekaligus untuk melestarikan kepada anak dan cucu kami,” terangnya. Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah mengakui kegiatan pesta ponan ini menggambarkan kegotongroyongan masyarakat sekaligus rasa syukur masyarakat atas keberhasilan tanamnya pada waktu yang lalu. Harapannya hasil panen nantinya juga berlimpah rua. “Kegiatan ini adalah untuk kegiatan silaturrahim sekaligus doa bersama. Karena di pertemuan lain barangkali sulit bisa bertemu dengan jumlah orang seperti ini. Ini yang bisa dipertahankan dan diestarikan budaya ini,” kata Wabup.

Acara Ponan ini, disampaikannya sudah berlangsung sejak lama. Dimana merupakan kegiatan budaya yang harus tetap dipertahankan. Karena dalam acara ponan ini dilihat makanannya tidak ada yang terbuat dari minyak. Seperti Buras, Petikal, dan lainnya yang kebanyakan terbungkus dari daun kelapa dan pisang. Pihaknya pun berharap Ponan ini bisa menjadi ikon event Kabupaten maupun Provinsi. Bahkan paling tidak bisa menjadi event nasional. “Saya sepakat kegiatan ini bisa dipertahankan dan dilestarikan. Bahkan diharapkan bisa menjadi ikon event kabupaten paling tidak event provinsi,” harapnya. Terkait adanya harapan mengenai fasilitas di lokasi Ponan yang perlu dibenahi, pihaknya meminta pihak Bappeda dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata untuk menganggarkannya melalui APBD Perubahan. Bila perlu meminta aspirasi dari anggota DPRD. Karena saat ini, anggaran tahun 2018 sudah berjalan. Sebelumnya Ketua Lembaga Adat Ponan, Drs. H. Amrullah mengakui sudah menyampaikan surat mengenai beberapa harapan terhadap lokasi Ponan. Pemkab pun sangat merespon apa yang menjadi harapan masyarakat. Hanya saja, karena pihaknya terlambat menyampaikannya, hal itu akan diperjuangkan oleh Pemda di APBD Perubahan. “Meskipun itu baru sekedar penyampaian, tetapi kami menyampaikan terima kasih kepada Pemda,” ujarnya. Pihaknya menyampaikan bahwa ada beberapa item yang masih diinginkan untuk pembenahan lokasi Ponan. Pertama empat unit bangunan permanen sebagai tempat jajan yang akan dibagikan saat kegiatan. Karena yang sebelumnya dibuatkan dari kayu namun hanya dua musim digunakan. Kemudian pagar sebagai pengaman lokasi untuk menjaga supaya hewan tidak masuk ke lokasi. Termasuk untuk tahap berikutnya yakni tempat parkir kendaraan para pengunjung. (ind/arn)


SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

BKN Kasasi Putusan Banding Gugatan K2 Dompu Dompu (Suara NTB) Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI mengajukan kasasi atas putusan banding yang memenangkan delapan CPNS K2 Dompu di tingkat banding. Keputusan ini membuat putusan pengadilan tata usaha negara (PTUN) Mataram maupun PTTUN Surabaya belum berkekuatan hukum tetap.

(Suara NTB/uki)

RAZIA - Aparat gabungan Polres Bima kota dan Sat Pol PP Kota melakukan razia kos-kosan di Kota Bima, Sabtu (10/2).

Tiga Pasangan Bukan Suami-Istri Terjaring Razia Kota Bima (Suara NTB) – Tiga pasangan yang bukan pasangan suami istri (Pasutri) dan puluhan warga yang tidak memiliki KTP, terjaring dalam operasi di sejumlah kos-kosan di Kota Bima, Sabtu (10/2) malam sekitar pukul 21.00 wita. Operasi kos-kosan tersebut dilakukan oleh aparat gabungan Polres Bima Kota dengan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bima, dalam rangka cipta kondisi (cipkon) menjelang Pilkada Kota Bima 2018. Tiga bukan pasutri tersebut yang terjaring itu antara lain, Hrt (24 tahun) dengan Hrn (56 tahun). USR, (26 tahun) dengan SY,(24 tahun), salahseorang Bidan warga Desa Desa Banggo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Serta AR, (30 tahun) dengan MR, (29 tahun). “Selain pasangan bukan suami istri juga diamankan 10 warga yang tidak memiliki KTP, kata Kabag Ops Polres Bima Kota, Kompol Kasman Husain. Diakuinya, tiga pasangan tersebut terjaring di kos-kosan yang berada di Kelurahan Santi, Dara dan Kelurahan Sadia. Selain itu, di tempat yang sama juga diamankan puluhan warga yang tidak memiliki KTP. “Di tempat yang sama juga disita belasan botol miras jenis bir,” katanya. Diakuinya barang bukti (BB) miras, tiga bukan pasutri dan puluhan warga yang tidak memiliki KTP yang terjaring tersebut diserahkan ke pihak Sat Pol PP Kota Bima untuk diproses lebih lanjut. “Penanganannya akan disesuaikan dengan Perda. Makanya kita serahkan ke Pol PP,” katanya. Kasman menambahkan, operasi tersebut sebagai upaya menciptakan pilkada yg kondusif. Dengan saranan peredaran narkoba, miras dan penghuni kos yang tidak memiliki identitas kependudukan (KTP.red). “Operasi ini akan terus dilakukan untuk menciptakan suasana pilkada Kota Bima yang kondusif,” pungkasnya. (uki)

Pilkada Kota Bima Dinilai Tak Ramah Anak Bima (Suara NTB) – Pokja Komnas Perlindungan Anak Bima menilai tahapan Pilkada di Kota Bima tak ramah anak. Pasalnya anak kerapkali terlihat dilibatkan dalam kegiatan atau sosialisasi pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota. “Belum ada yang ramah anak, karena banyak anak yang dilibatkan dalam agenda atau kegiatan mengenai Pilkada,” kata Ketua Pokja Komnas Perlindungan Anak Bima, Salmah M. Nur, kepada Suara NTB. Menurutnya, anak (Suara NTB/uki) kerapkali diarahkan keSalmah M. Nur tika parpol atau bakal calon pilkada melakukan kegiatan-kegiatan secara terbuka. Kata dia, jika hal itu terus dilakukan akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. “Anak menerima pola asuh yang salah akan menimbulkan gangguan psikologis terhadap anak sehingga berdampak negatif bagi perkembangannya,” katanya. Bagi Komnas Perlindungan Anak setempat, pola asuh yang salah pada anak merupakan tindakan kekerasan. Sebab kekerasan tidak hanya bentuk fisik. Tapi pola asuh yang salah juga bagian dari kekerasan. “Pola asuh anak yang salah ini banyak kita temukan dalam kegiatan terbuka terkait Pilkada selama ini,” ujarnya. Ia menilai peran orangtua juga masih sangat minim dalam hal pengawasan dan tingkat kepedulian. Karena tidak mampu mengendalikan anaknya yang terlibat dalam kegiatan langsung mengenai Pilkada. “Yang peduli terhadap perkembangan usia anak hanya di lingkungan sekolah,” katanya. Salmah berharap terhadap semua pihak seperti para calon peserta Pilkada, parpol serta penyelenggara Pilkada di Kota Bima agar bisa mengedukasi dan menciptakan Pilkada yang ramah anak. “Kami berharap Pilkada Kota Bima ada ruang atau wadah khusus agar anak tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang mengganggu perkembangannya,” pungkas Salmah. (Uki)

Kuasa hukum 8 orang CPNS K2 Dompu, Muhammad Nukman, SH kepada Suara NTB beberapa waktu lalu mengungkapkan, BKN memutuskan untuk mengambil langkah kasasi atas putusan banding majelis hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya yang menguatkan putusan hakim PTUN Mataram atas gugatan 8 orang CPNS K2 Dompu yang dibatalkan SK CPNS-nya oleh Bupati

Dompu dan pembatalan NIP oleh BKN. “Sebagi penggugat, kita akan ikuti karena itu haknya tergugat,” kata Nukman. Dengan kasasi yang diambil BKN RI maupun BKN regional Denpasar, diakui Nukman, gugatan pihaknya belum berkekuatan hukum tetap. Walaupun Bupati sebagai salah satu tergugat, tidak mengambil langkah hukum pasca putusan PTUN Mataram yang

memenangkan pihaknya. Karena masih ada pihak yang mengambil langkah hukum dan itu dibenarkan oleh undang – undang. “Kita tunggu saja. Kita tetap yakin dengan apa yang kita gugat,” tegasnya. Berdasarkan putusan majelis hakim PTTUN Surabaya yang diterbitkan 20 November 2017 dengan nomor perkara banding 167/B/2017, isi putusannya menguatkan dari pada putusan yang dikeluarkan

PTUN Mataram. Artinya 8 orang CPNS K2 yang dikuasakan ke Muhammad Nukman, SH menang di tingkat banding. Kedepan CPNS Kabupaten Dompu yang dibatalkan SK CPNS-nya oleh Bupati dan NIP-nya oleh BKN yaitu Abubar, Rubiati, SPd., Sukardi, Sumiadin, S.Kom., Kurniawati Rahman, S.Pd., Yuyun Armi Susanti, S.Pd., Nurfinah, S.Pd., dan Hayatun Toibah. Selain 8 orang CPNS K2 Dompu ini, juga terdapa 118 orang CPNS K2 Dompu yang dibatalkan SK CPNS-nya oleh Bupati dan NIP-nya oleh BKN juga mengajukan gugatan ke PTUN Mataram. Dalam gugatannya, 118 orang CPNS K2

Dompu ini hanya menggugat Bupati Dompu. Putusan PTUN Mataram yang memenangkan 118 orang CPNS K2 Dompu telah berkekuatan hukum tetap, karena Bupati selaku pihak tergugat tidak mengambil langkah hukum pasca putusan PTUN Mataram. Kendati telah berkekuatan hukum tetap, putusan mengembalikan status kepegawaian 118 orang CPNS K2 Dompu yang telah dibatalkan SK-nya ini belum juga dieksekusi. Karenanya, para penggugat telah mengajukan eksekusi ke PTUN Mataram. “Kita sedang ajukan eksekusi. Tunggu saja,” kata Ir. Muttakun pendamping 118 CPNS K2 Dompu. (ula)

(Suara NTB/uki)

PERSIAPAN – Suasana rapat persiapan pengamanan rapat pleno penetapan paslon Walikota dan Wakil Walikota Bima, di aula kantor KPU Kota Bima, Minggu (11/2).

Amankan Penetapan Paslon, Polres Bima Kota Kerahkan 185 Personel Kota Bima (Suara NTB) – KPU Kota Bima menggelar rapat persiapan menjelang rapat pleno penetapan pasangan calon Walikota dan Wakil Walitokata Bima yang mengikuti Pilkada Kota Bima tahun 2018, di aula KPU setempat, Minggu (11/2). Rapat tersebut dihadiri Kapolres Bima Kota, Dandim 1608 Bima, Panwaslu, Kasat Pol PP, Dishub, Kesbangpol serta perwakilan tim pemenangan bakal pasangan

calon Walikota dan Wakil Walikota Bima. “Rapat ini membahas persiapan dan kesiapan pengamanan menjelang rapat pleno penetapan paslon Walikota dan Wakil Walikota Bima, Senin (12/2) hari ini,” Ketua KPU Kota Bima Bukhari S.Sos. Selain persiapan pengamanan rapat pleno penetapan. Kata dia, rapat tersebut juga membahas persiapan sehari penetapan. Yakni agenda pengundian nomor urut calon Wa-

likota dan Wakil Walikota Bima. “Sesuai dengan jawdal pengundian nomor urut paslon digelar Selasa (13/2) dan dipusatkan di Paruga Convention Hall,” katanya. Kemudian, lanjutnya pada Rabu (14/2) bersama dengan Panwaslu dan aparat Sat Pol PP Kota Bima akan menertibkan alat peraga kampanye atau bahan-bahan sosialisasi pasangan calon yang masih bertebaran di sejumlah jalan dan gang. “Dengan sejumlah agenda

penting kami berharap pihak terkait dapat mengamankan. Karena pengerahan massa diperkirakan jumlahnya tidak sedikit,” katanya. Sementara, Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Made Winarta S.IK mengatakan, untuk pengamanan penetapan pasangan calon walikota dan wakil Walikota Bima sekitar 185 personel akan diterjunkan dari berbagai satuan. “Selain itu ada 35 personel Brimod Subden A Bima serta

31 personel TNI dari Kodim 1608 Bima,” katanya. Kapolres menambahkan, anggota yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut diarahkan agar tetap memperhatikan serta mengamankan sasaran yang menjadi obyek pengamanan. “Kami berharap juga masyarakat terutama massa pendukung dapat bekerjasama dengan pihak keamanan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (uki)

KPAD Belum Sepenuhnya Aktif Dompu (Suara NTB) – Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Dompu, Rahman, Skm., mengungkapkan, Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD) sebagai corong utama menekan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak belum sepenuhnya aktif. Di hampir semua desa yang memiliki KPAD, baru segelintir yang aktif menunjukan perannya di tengah masyarakat. Tak heran kemudian, kejahatan yang banyak dilakukan orang terdekat korban kerap ditemukan di wilayah ini. “KPAD ini hampir di semua desa itu ada, tapi belum sepenuhnya aktif,” kata dia kepada Suara NTB, Sabtu (10/1). KPAD tidak sepenuhnya aktif mengingat tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah, khususnya pemerintah desa. Karenanya kelompok yang banyak diisi kalan-

gan muda itu tak bisa berbuat banyak untuk membuat agenda dan melakukan upaya preventif di lapangan. Upaya mengkomunikasikan persoalan ini dengan aparatur desa pun diakui belum membuahkan hasil apaapa. “Kemarin waktu sosialisasi P2T2A saya undang semua kepala desa, tetapi yang hadir tidak ada. KPAD memang tidak ada anggaran makanya kita harapkan melalui ADD. Karena mereka ini semacam dari, untuk dan oleh masyarakat,” jelasnya. Menurut Rahman, keberadaan KPAD sangatlah penting untuk menekan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, sebab mereka lebih tahu kondisi sosial masyarakat dan memahami langkah-langkah pencegahannya. Jika kondisi seperti saat ini

terus berlanjut, akan sangat mustahil prilaku menyimpang itu bisa ditekan signifikan, apalagi para pelakunya diketahui rata-rata orang terdekat korban. Selain KPAD, tokoh agama, masyarakat dan pemuda pun harus berani menunjukan peranya. “Tokoh agama, masyarakat ini juga sebenarnya harus andil dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa,” ujarnya. Sembari menunggu evaluasi keberadaan KPAD, Rahman menghimbau para orang tua untuk tetap mengontrol pergaulan anak, dan upayakan agar tidak menitip mereka pada tetangga atau meninggalkanya seorang diri di rumah, terutama anak perempua yang masih di bawah umur. “Karena itu pasti akan menjadi peluang bagi pelaku kejahatan ini untuk beraksi, mencabuli, memperkosa dan sebagainya,” pungkas dia. (jun)

Pemuda di Dompu Diduga Hamili Adik Kandungnya Dompu (Suara NTB) – DP (20) pemuda asal Kempo Kabupaten Dompu tega menyetubuhi adik kandunganya, Fn (18). Aksi Bejatnya pada Agustus 2017 lalu terkuak setelah perubahan perut korban. Fn rupaya telah mengandung janin berusia enam bulan. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengungkapkan, FN tak lagi mampu menyembunyikan aib keluarga lantaran perutnya yang semakin hari terus membesar. Ia terpaksa menceritakan perlakuan bejat kakak kandungnya setelah salah seorang keluarganya mempertanyakan perubahan perutnya. “Tetangga korban inisial D dan R melihat kelainan pada perut korban dan menanyakanya, akhirnya korban menceritakan apa yang dialami,” kata dia kepada Suara NTB, Sabtu (10/2). Aksi bejat itu, kata Suhatta, dilakukan DP pada Agustus 2017 lalu. Saat itu korban tengah tidur siang dan secara tiba-tiba didatangi lalu ditindih serta ditelanjangi pelaku. Fn tak berani berontak karena jiwanya diancam menggunakan sajam. DP pun siang itu dengan leluasa melampiaskan nafsu bejatnya pada saudara kandungnya sendiri. Tak cukup disitu, setelah

(Suara NTB/jun)

TERDUGA PELAKU - DP (20), terduga pelaku pemerkosaan adik kandung, Sabtu (10/2). Akibat perbuatan DP tersebut, adik kandungnya kini mengandung janin berusia enam bulan. berhasil merenggut kehormatan adiknya di hari pertama, selang sehari ia kembali melancarkan aksinya. “Pelaku melakukan aksinya sebanyak dua kali dan akibat perbuatan pelaku saat ini korban telah hamil berumur sekitar enam bulan,” jelasnya. Selama ini, korban yang masih berstatus pelajar tersebut tak berani menceritakan apa yang telah dialami, ia terus dihantui ketakutan karena kerap diancam sang kakak. Kendati begitu, FN harus mengakui tak lagi mampu lari dari kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Informasi yang sampai di

telinga tetangganya itu lantas ditindaklanjuti D dan R dengan memberitahukan kedua orang tuanya, hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke aparat penegak hukum. Tepatnya Sabtu (10/2) Pukul 12.35 Wita anggota Dalmas Ton II bersama Patmor langsung yang menerima laporan langsung melakukan penjemputan terhadap tersangka pemerkosaan untuk kemudian digiring ke Mapolres Dompu guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Pelaku pemerkosaan adik kandung sudah diamankan dan saat ini situasi sementara masih aman,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/ula)

WORKSHOP - KONI Dompu gelar workshop kepelatihan dengan menghadirkan dua trainer dari KONI NTB, Sabtu (10-11/2) kemarin.

Targetkan 40 Medali di Porprov

KONI Dompu Gelar Workshop Kepelatihan Dompu (Suara NTB) KONI Kabupaten Dompu menggelar workshop kepelatihan untuk semua pelatih dari masing – masing cabang olah raga (Cabor) binaan di Dompu. Workshop yang dihajatkan untuk meningkatkan prestasi dalam meraih target 40 medali di pekan olah raga provinsi (Porprov) 2018 mendatang. Ketua Umum KONI Dompu, Putra Taufan, SH, MH saat membuka workshop kepelatihan KONI Dompu, Sabtu (10/2) pagi mengungkapkan, workshop kepelatihan diselenggarakan sebagai ajang untuk sering pengalaman tentang kepelatihan dalam rangka meningkatkan prestasi para atlet cabor. Sebagai forum sering pengalaman, para pelatih senior diharapkan bisa saling berbagi pengalaman. Sehingga target 40 emas yang harus dikejar, dapat dicapai. Langkah awal yang diupayakan KONI dalam meraih target medali berdasarkan target masing – masing Cabor, Putra Taufan mengungkapkan, dengan memperbaiki sistem kepelatihan. Target 40 emas ini cukup realistis, karena pada Porprov 2014 lalu Dompu meraih 29 emas atau naik sekitar 30 persen. Workshop kepelatihan yang dilangsungkan selama 2 hari, tentu tidak cukup untuk berbagi pengalaman dalam kepelatihan. Sehingga setelah kegiatan ini diharapkan terbentuk forum pelatih yang membahas setiap masalah dan solusinya. KONI juga akan men-

gupayakan setiap bulannya menghadirkan pelatih dan tidak perlu di ruang resmi seperti ini. Kita bertemu dilapangan dan langsung membahas apa masalahnya,” terang Putra Taufan. Ia juga mengungkapkan, setelah workshop kepelatihan paling tidak 20 Februari 2018 ini sudah ada penetapan calon atlet dari masing – masing cabor. Sehingga awal Maret, pemusatan latihan mulai dilakukan hingga Oktober 2018 mendatang. Ia pun mengakui, pada Januari – Maret merupakan bulan sulit bagi birokrat untuk mendapatkan anggaran. Kondisi ini tidak harus menghentikan langkah untuk mencapai target yang disepakati. “Kita tidak boleh berhenti mengkah, walau kondisi keuangan pemerintah masih sereg (susah),” katanya. Pada workshop kepelatihan KONI Dompu Sabtu dan Minggu kemarin, 2 orang pelatih dari KONI Cabang NTB dihadirkan sebagai pembicara. Yaitu Drs Wibowo dan Dedi Supriadi. Keduanya menyampaikan materi secara berjenjang dan bergantian. Wibowo dalam pemaparannya mengungkapkan, para pelatih sering kali merasa paling bisa dan mengerti. Padahal dalam pembinaan atlet, membutuhkan banyak ahli. Karena melatih atlet, dilakukan mulai mental, fisik, teknik, dan sebagainya. Dalam melatih juga harus punya target dan dilakukan secara bertahap dan sistematis. (ula)


POLHUKAM

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Halaman 8

Berkas Penyelundup Sabu dari Malaysia Dilimpahkan ke Jaksa Mataram (Suara NTB) Berkas tersangka penyelundup sabu dari Malaysia dilimpahkan ke jaksa Kejati NTB. berkas atas nama inisial MN (45) TKI asal Madura masih dalam masa penelitian jaksa. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, mengatakan, pihaknya menunggu petunjuk kelengkapan berkas dari jaksa. “Sudah kita limpahkan. Kita tinggal menunggu saja apa-apa petunjuk jaksa kalau nanti berkasnya dikembalikan,” terangnya. Tersangka MN yang berasal dari Waru, Pamekasan, Jawa Timur ditangkap di Lombok International Airport (LIA) akhir Desember 2017 lalu. Tersangka yang menumpang pesawat AirAsia rute Kuala Lumpur-Lombok membawa sabu seberat 1,4 kg di dalam kopernya. Dia disangka berperan sebagai kurir dari jaringan internasional yang memiliki penghubung di Malaysia. Kepulangannya ke Indonesia dimanfaatkan untuk membawa masuk barang haram tersebut. Sabu senilai Rp 3 miliar itu dititipkan kepada tersangka oleh sesama TKI asal Madura. Penasihat hukum tersangka, Cleopatra dalam suatu kesempatan menuturkan, kliennya tidak teridentifikasi positif menggunakan narkoba. “Dia pulang dibelikan tiket. Dibelikan koper. Yang dia tahu hanya pulang ke Indonesia saja,” jelasnya. “Dia juga kaget kenapa di bisa sampai ke Lombok. Dia ini tidak bisa membaca jadi menurut saja apa kata temannya di sana,” imbuh Cleo. Cleo mengatakan, pihaknya akan kooperatif dengan pihak kepolisian. Setiap proses hukum akan runut dijalani. Tersangka MN dikenakan pasal 112 ayat 2, pasal 113 ayat 2, pasal 114 ayat 2, dan pasal 115 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup atau hukuman mati. (why)

Pelaku Curanmor Pasok Sabu ke Tambang Sekotong Mataram (Suara NTB) Seorang warga Pejeruk, Ampenan diciduk polisi. Pria berinisial SHL diduga memasok sabu ke pertambangan emas rakyat Sekotong, Lombok Barat. Selain kasus narkoba, dia juga diduga mencuri sepeda motor. Dari pengakuannya, SHL baru tiga bulan belakangan ini terjun ke bisnis. Sebelumnya dia hanya menambang bongkahan tanah mencari bijih emas. “Nambang emas sekalian kirim sabu. modusnya dia seperti itu,” kata Kasubdit I Ditresnarkoba, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, akhir pekan lalu. SHL ditangkap di rumahnya di Pejeruk, Ampenan. Pada awalnya, SHL diburu atas kasus pencurian sepeda motor saat Operasi Jaran berlangsung. “Saat digeledah, tim reskrimum menemukan poket-poket sabu siap diedarkan. Lalu untuk penanganannya terkait kasus narkoba diserahkan ke kami,” ujarnya. Barang bukti yang disita dari tersangka SHL yakni poket sabu seberat 3,2 gram. Poket sabu tersebut disimpan tersangka di dalam botol sampo bekas. Hasil interogasi, tersangka membeli sabu di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara. Sabu yang dibelinya itu kemudian dipasok untuk para penambang emas rakyat di Sekotong, Lombok Barat. (why)

(Suara NTB/ndi)

MEMENUHI SYARAT - Ketua Tim pasangan Ali - Sakti, Basri Mulyani menerima berita acara hasil rapat pleno terbuka KPU NTB terkait hasil verifikasi faktual dukungan perbaikan. Pasangan Ali-Sakti dinyatakan telah memenuhi syarat.

Ali - Sakti Penuhi Syarat Dukungan Calon Independen

Mataram (Suara NTB) Kandidat pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Ali BD -Gede Sakti, dinyatakan telah memenuhi syarat dukungan untuk menjadi peserta Pilkada NTB 2018, lewat jalur independen. Hal itu disampaikan oleh KPU dalam rapat pleno terbuka dukungan perbaikan, Sabtu (10/2) di Hotel Lombok Raya, Mataram. “Bakal pasangan calon H. Moch. Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede M. Ali Wirasakti Amir Murni, dinyatakan memenuhi syarat jumlah minimal dukungan dan sebaran, yaitu 325.968 pendukung yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” ucap Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, SP, dalam rapat pelno terbu-

ka yang diikuti oleh KPU kabupaten/kota, Bawaslu dan Tim penghubung pasangan AliSakti. Dengan total jumlah dukungan 325.968 yang dimiliki, maka Ali-Sakti telah melampui syarat minimal dukungan yang wajib dipenuhi sebesar 303.331 dukungan. Dengan demikian, maka pasangan

Ali-Sakti bersama pasangan calon dari jalur parpol, berhak untuk melaju ke tahap berikutnya, yakni penetapan pasangan calon yang akan dimumkan KPU, Senin (12/2) hari ini. “Syarat sudah terpenuhi, dan setara dengan syarat dukungan partai politik yakni sebesar 20 persen dari

DIGIRING - Pelaku curanmor, SHL (paling kiri) digiring menuju ruang tahanan bersama tersangka peredaran narkoba lainnya.

Golkar Rekomendasikan Empat Nama Pengganti Sumiatun Giri Menang (Suara NTB) Senin (12/2) hari ini tahapan penetapan Paslon yang lolos ikut bertarung di Pilkada Lobar. Pihak KPU pun telah melakukan berbagai tahapan sebelumnya memasuki tahapan penetapan tersebut, baik tahapan verifikasi berkas calon dan pencalonan. Alhasil, tidak ditemukan ada kandidat yang tidak memenuhi syarat yang bisa mengganjal langkah mereka untuk lolos. Sementara itu, pihak Golkar telah menggelar rapat untuk proses penggantian ketua DPRD Lobar, Hj. Sumiatun yang maju mendampingi Petahana H. Fauzan Khalid. Empat nama direkomendasikan yang dinilai memenuhi syarat yang diusulkan ke DPD I NTB. Antara lain Ketua Harian L. Hermayadi, Sekretaris DPD I Golkar HM Zulkarnain, H. Gufron selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Imam Kafali selaku wakil ketua bidang pemuda eks officio Ketua AMPG Golkar. Komisioner KPU Lobar Suhardi mengatakan besok (hari ini) penetapan Paslon yang lolos di Pilkada. Pihaknya sudah mengirim surat ke semua Paslon terkait tahapan penetapan Paslon tersebut. Bahkan dua hari lalu surat sudah disebarkan. Terkait kans mereka lolos, menurutnya semua berpotensi lolos. Sebab tidak ada syarat yang tidak dipenuhi oleh Paslon yang bisa mengganjal mereka lolos. Sementara itu, Ketua harian DPD I Golkar Lobar L. Hermayadi menyatakan sudah diadakan rapat di Kantor DPD I Golkar Lobar guna membahas calon pengganti ketua DPRD. Rapat tersebut menghadirkan semua pengurus harian Golkar Lobar, termasuk Ketua DPD I Hj. Sumiatun. Alasan dirinya tidak ikut diusulkan menjadi bakal calon jelasnya, pertimbangan selaku ketua harian ia fokus untuk melaksanakan tugas parpol sebab ketua DPRD mencalonkan diri. Hal ini menjadi pertimbangan paling prinsip. Kedua, pihaknya fokus untuk pemenangan Suhaili - Amin dan Zaitun sebab dirinya ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Paket Zaitun. Ada juga alasan lain yang tidak disampaikan secara vulgar. Nama-nama kandidat ketua DPRD ini jelasnya sesuai ketentuan partai diajukan ke DPD I. Pihak DPD I nanti yang menentukan siapa yang layak untuk meneruskan estafet kepemimpinan Ketua DPRD Lobar. (her)

ti sudah memenuhi syarat. Setelah tahapan ini dilewati, maka pihaknya pun segera bersiap untuk menghadapi tahapan selanjutnya yakni, penetapan pasangan calon, pengundian nomor urut dan tahapan kampanye. “Tim sudah siap untuk mengikuti tahapn berikutnya dan untuk syarat administrasi lainnya juga sudah kita siapkan semuanya. Intinya sekarang kami sudah siap untuk perang. Pasukan Ali-Sakti sudah siap tempur,” ujar Basri dengan wajah sumringah. (ndi)

Panwaslu Imbau Bakal Paslon Turunkan APK

(Suara NTB/ist) (Suara NTB/why)

jumlah kursi dari 65 kursi DPRD NTB. Selanjutnya Minggu (11/2) kita akan lakukan pleno (tertutup) hasil penelitian administrasi dan faktual syarat pencalonan dan syarat calon untuk seluruh pasangan calon. Kemudian Hari Senin tanggal 12 akan mengikuti penetapkan calon,” jelas Aksar. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ali-Sakti, Basri Mulyani, SH, menyampaikan bahwa pihaknya sudah dapat bernapas lega setelah diumumkan oleh KPU, bahwa dukungan pasangan Ali-Sak-

DUKUNGAN - Lalu Sajim Sastarawan saat memberikan dukungan kepada pasangan Zul-Khair.

Pilkada Lobar

Sajim Sastrawan Dukung Izzul - Khudori Giri Menang (Suara NTB) Mantan Kandidat bakal calon Bupati Lobar yang kandas bertarung, L. Sajim Sastrawan, memberikan dukungannya kepada pasangan HM. Izzul Islam dan TGH. Khudori Ibrahim dalam kontestasi Pilkada Lombok Barat (Lobar) 2018. Dukungan tokoh panutan di Kecamatan Gerung itu dinyatakan secara terbuka dalam silaturahmi ribuan masyarakat se-Kecamatan Gerung di kediaman almarhum ayahnya di Kota Gerung, Sabtu (10/2). “Bismillah, setelah melakukan pengkajian yang mendalam, saya menyatakan diri bergabung memenangkan pasangan Izzul - Khudori di Pilkada Lobar,” ujar Sajim dalam sambutannya. Adapun alasan dirinya mendukung pasangan berjargon Zulkhair itu, lantaran kedua figur ini adalah satu dari tiga paslon yang tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. “Kalau dua figur lainnya ada remote yang mengendalikannya. Wajarlah, kalau saya sebut ada dua paslon boneka di Lobar. Tapi, kalau Zulkhair ini, adalah pasangan ajeg yang bebas dari intervensi siapapun,” tegas Sajim. Ia mengaku, perlu turun gunung mengajak masyarakat Lobar agar memilih menggunakan akal pikiran. Sebab, saat ini, kondisi pemerintahan di Gumi Patut Patuh Patju telah jauh ke luar dari koridor para pendahulunya. Terlebih, dengan dana APBD mencapai Rp 2 triliunan saat ini, sayangnya pengelolaan dana tersebut justru tidak tepat sasaran. “Dengan uang yang cukup besar itu, seharusnya Kabupaten Lobar harus bisa ke luar dari jeratan kemiskinan dan ketertinggalannya. Tapi, yang ada kami pantau, malah pemerintahannya hanya terfokus pada rutinitas tanpa ada program inovasi guna mengurai program dasar masyarakatnya,” jelas Sajim. Ia menjelaskan, sebagai barometer ibukota, Gerung seharusnya ditata supaya mencerminkan kota. Sajim lantas mengaku prihatin dengan banyaknya oknum pejabat yang beru-

rusan dengan hukum lantaran korupsi. “Jadi, Lobar itu harus dipimpin oleh pemimpin yang berani mengambil sikap, tegas dan bekerja sepenuhnya bagi masyarakatnya. Nah, pilihan itu ada di pasangan Pak Izzul dan Khudori,” ungkapnya. Selaku orang yang pernah bertugas di Lobar sebagai Kades, Sekcam, Camat hingga jabatan lain, Sajim menuturkan, jika Lobar jauh tertinggal dari daerah lain dibandingkan 17 tahun silam. Kondisi ini karena daerah ini selalu disibukkan dengan persoalan-persoalan yang semestinya tidak terjadi. Pemerintah kurang memberikan perhatian kepada masyarakat. Baik terkait penyelenggaraan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan yang sama sekali tidak memperhatikan tata ruangnya. Mantan Staf Ahli Gubernur ini lagi-lagi mengilas balik 17 tahun lalu bagaimana Lobar sebagai barometer NTB, namun saat ini kondisinya jauh berbeda bahwa Lobar selalu diurutan buncit terkait beberapa aspek. Sementara itu, Bakal Calon Bupati Lobar HM. Izzul Islam mengaku, dukungan yang diberikan oleh tokoh kharismatik di Kecamatan Gerung. Yakni, HL. Sajim Sastrawan akan makin menambah motivasi pihaknya untuk terus berikhtiar dalam mengarungi kontestasi Pilkada Lobar 2018. Menurutnya, komunikasi antara dirinya dan Sajim telah dijalin selama setahun sebelum pencalonannya pada Pilkada Lobar kali ini. “Orang yang paling pagi dan pertama menghubunginya adalah Miq Sajim. Beliau (Sajim) selalu mengingatkan saya akan pentingnya menghargai pendiri dan pendahulu daerah ini. Maka, dari itu, pesan itu selalu saya ingat. Bahwasanya Lobar memang saat ini sangat jauh ketinggalan dari daerah lainnya. Inilah dasar awal saya maju, karena dorongan dari Miq Sajim untuk menyelamatkan Lobar dari keterpurukan untuk bisa maju dan bangkit ke depannya,” ujar Izzul Islam. (ndi/*)

Giri menang (Suara NTB) Pihak panwaslu Lombok barat mengimbau semua bakal Paslon untuk menurunkan sendiri alat peraga kampanye (APK) pada saat masuk masa kampanye tanggal 15 Februari mendatang. Jika ada bakal Paslon yang bandel maka pihak Panwaslu bersama Satpol PP bakal turun langsung menurunkan secara paksa. Langkah ini diambil sesuai ketentuan berlaku. Disamping itu, Panwaslu juga mengkonsultasikan terkait masa cuti bupati yang habis sebelum masa pencoblosan. Panwaslu perlu mengkombinasikan apakah petahana boleh turun saat masa tenang sebagai bupati ataukah tidak. Termasuk kemungkinan panwaslu mengusulkan apakah bisa masa cuti bupati diperpanjang. Ketua Panwaslu Lobar, L. Arjuna menyatakan pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Pemda dalam hal ini Satpol PP terkait penertiban atribut. “Rencana tanggal 15 kami turun tertibkan atribut, kami juga sudah bersurat ke masing-masing bakal Paslon untuk menurunkan sendiri atribut kampanye yang sudah dipasang,” tegasnya. Pihaknya sudah bersurat ke semua Paslon untuk menertibkan sendiri atribut kampanyenya. Sebab setelah itu akan dipasang atribut Paslon oleh KPU. Jika hingga tanggal 14 Februari ada bakal Paslon yang bandel maka pihak nya bersama Satpol PP turun langsung menertibkan secara paksa. Lebih jauh kata Arjuna, pihak satpol PP perlu melakukan penertiban atribut sebab tugas nya ada di pihak terkait. Selain itu, pihaknya juga bakal mengkonsultasikan terkait masa cuti kampanye bupati yang habis tanggal 23 Juli. Dimana saat itu belum masa pencoblosan. Sebab petahana akan masuk tanggal 25 Juli. Pihaknya perlu mengkonsolidasikan apakah petahana bisa turun ke masyarakat di masa tersebut. Sebab bisa jadi bupati akan turun ke masyarakat. Pihaknya perlu melakukan koordinasi dengan Bawaslu, sebab jabatan petahana sebagai bupati bisa saja turun ke masyarakat. “Ada jeda waktu tiga hari sebelum pencoblosan, coba kita Konsultasikan apakah boleh petahana turun,” imbuhnya. (her)

L. Arjuna


SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

CGV Transmart Mataram Hadirkan Pemain Film Dilan 1990

(Suara NTB/lin)

DIBUKA - Sekda NTB memukul gendang beleq yang menandakan dibukanya Lombok Sumbawa Travel Fair, Sabtu (10/2).

42 Industri Pariwisata Ikuti Lombok Sumbawa Travel Fair Mataram (Suara NTB) – Lombok Sumbawa Travel Fair (LSTF) 2018 diikuti oleh 42 industri pariwisata di NTB. Termasuk perhotelan, biro perjalanan, pusat oleh-oleh, rumah makan dan banyak lainnya. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Lombok Sumbawa Great Sale yang sudah berjalan hampir dua pekan. Tujuannya untuk menggugah minat wisatawan agar mau berkunjung dengan berbagai tawaran diskon dari berbagai pelaku pariwisata dan industri. Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik untuk mendatangkan wisatawan. Sebab dengan harga diskon yang diberikan diharapkan dapat menggugah hati calon wisatawan untuk mau berkunjung. Bukan hanya wisatawan, ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan membeli paket dengan berbagai diskon yang sudah disiapkan oleh para industri pariwisata. “Kabarnya ini menambah okupansi hotel dibandingkan dengan tahun lalu. Ini bagus, karena transaksi bergerak terus. Kita harapkan Lombok Sumbawa Great Sale ini bisa diperpanjang hingga Maret,” ujarnya, di Mataram, Sabtu (10/2). Ia mengatakan jika memungkinkan untuk diperpanjang, ia berharap industri pariwisata bisa tetap memberikan diskon hingga Maret mendatang. Sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan lebih banyak lagi kegiatan MICE yang diselenggarakan di NTB. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa kehadiran LSTF ini diharapkan dapat dinikmati pula oleh masyarakat NTB. Sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan diskon di berbagai industri yang sudah menyatakan kesiapannya untuk memberi diskon. “Ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan pariwisata kita. Tentu saja kita ingin masyarakat juga memaklumi dan ikut merasakan

kehadiran industri pariwisata yang ada di NTB,” ujarnya. Sementara itu, pihaknya

yang sudah bekerjasama dengan berbagai maskapai penerbangan juga sudah meny-

iapkan hadiah umrah bagi masyarakat atau wisatawan yang ikut bertransaksi pada kegiatan Lombok Sumbawa Great Sale. Ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat atau wisatawan yang sudah turut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan ini. (lin)

Mataram (Suara NTB) – Manajemen CGV Transmart Mataram menghadirkan para pemain film Dilan 1990, Sabtu (10/2). Terlihat antusias penggemar saat menyambut Vanesha Prescilla, Debo Andryos dan Brandon Nicholas Salim. Ketiganya merupakan pemeran dalam film Dilan 1990 yang saat ini sudah ditonton oleh lima juta orang. “Kami sangat senang karena diundang ke Lombok dan bertemu dengan pencinta film Dilan 1990 di sini. Antusiasnya sangat luar biasa, apalagi ini pertama kalinya kami bertiga ke Lombok,” kata Vanesha Prescilla yang berperan sebagai Milea dalam film Dilan 1990. CGV Transmart Mataram memang kerapkali mengundang para artis peran yang filmnya sedang tayang di bioskop. Sebelumnya juga manajemen CGV Transmart Mataram telah mendatangkan para pemeran film Ayat-ayat Cinta 2. Sama dengan sebelumnya, sambutan penggemar saat para pemeran film idolanya ini datang sangat luar biasa. “Kami melihat antusiasnya sangat bagus, kami senang bisa bertemu dengan penggemar film Dilan 1990 di sini,” kata Debo Andryos yang berperan sebagai Nandan dalam Film Dilan 1990. Hal yang hampir sama juga diungkapkan oleh Brandon Nicholas Salim yang berperan sebagai Beni. Perannya sebagai pacar Milea di Jakarta ia harapkan bisa memberikan pesan moral kepada para penonton. Karakter Beni yang kasar dan tidak menghargai

(Suara NTB/lin)

PEMERAN FILM DILAN - Para pemeran Film Dilan 1990 saat berada di CGV Transmart Mataram, Sabtu (10/2). pasangannya dianggap sebagai contoh yang kurang baik dan tidak patut untuk ditiru. “Dari karakter Beni aku ingin memberikan pesan bahwa sebagai laki-laki jangan suka berkata kasar dan berperilaku kasar kepada siapapun. Apalagi terhadap wanita,” ujarnya. Sementara itu, Debo saat ditanya tanggapannya terhadap karakter Beni juga memberikan tanggapan yang sama. Ia melihat karakter Beni adalah sosok yang kasar dan kurang pengertian terhadap pasangan. Ia juga melihat Beni sebagai orang yang tidak kuat terhadap pendiriannya. “Kalau ditanya tentang karakter Beni, aku merasa geli aja. Karena dia adalah sosok yang kasar, tidak menghargai pasangan tapi setelah itu memohon-mohon untuk dimaafkan. Sebaiknya jangan ditiru,” ujarnya. Tidak dapat dipungkiri

bahwa demam Dilan melanda banyak ramaja saat ini. Banyak yang berharap bisa memiliki pasangan seperti Dilan. Seorang laki-laki muda yang teguh dengan pendirian, romantis terhadap pasangan, jenaka dan penuh kejutan. “Aku sendiri paling suka karakter Dilan dari semua karakter laki-laki yang ada di film Dilan 1990. Dia orangnya menyenangkan, penuh kejutan dan asyik. Dia juga baik dan sangat pintar membuat orang lain merasa nyaman,” kata Vanesha. Ketiganya tidak mengalami kesulitan selama proses pengambilan gambar film Dilan. Hanya saja, mereka merasa berusaha lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan suasana pada film yang settingnya terjadi pada tahun 1990. “Kami berharap para penonton di Lombok dan di Indonesia tentu saja bisa menikmati film Dilan 1990 ini,” ujarnya. (lin)

Fizz Hotel Beri Pengalaman Berbeda bagi Travelers “COME and find your story” a d a l a h Motto yang dibawa oleh salah satu hotel yang saat ini sedang banyak dibicarakan wisatawan. Fizz Hotel, membawa konsep unique pop-art yang sangat kental akan kesegaran arsitektur yang dibalut dengan lukisan-lukisan mural. Ini menggambarkan bahwa Fizz Hotel memiliki daya tarik tersendiri. Fizz Hotel membuka pengalaman baru bagi para traveler yang merasa bosan dengan suasana hotel yang masih “sangat mainstreme”. Jika pada umumnya travelers yang berkunjung ke Lombok datang ke hotel hanya untuk tidur dan mandi. Fizz Hotel memiliki 43 kamar yang dihiasi lukisan mural yang berbeda satu dengan yang lainnya. Ini membawa pendatang untuk merasakan aura kesegaran yang berbeda dari suasana kamar dan arsitektur hotel yang sangat berwarna. Lukisan itu didesain oleh para mural artis muda yang berasal dari Lombok. Ini menjadikan Fizz Hotel sebagai salah satu hotel yang dapat dipertimbangkan untuk merasakan pengalaman menginap yang berbeda. Dengan konsep yang sangat fresh

dan photo catching menjadikan Fizz Hotel sangat instagramable. Jika ingin melihat beberapa contoh foto yang sangat unik, alamat instgram @fizzhotellombok dapat langsung dikunjungi. Disamping konsep property yang sangat segar, Fizz Hotel tetap terjangkau dari segi harga kamar yang tetap dilengkapi dengan fasilitas yang bersaing seperti IDD telephone service, Room heater & conditioner, free high speed wifi yang menjadi andalan, dan kelengkapan kamar lainnya. Ditambah lagi dengan banyaknya pilihan diskon saat ini yang ditawarkan dari pemerintah, Dinas Pariwisata dan lainnya menjadi ajang wisata besar-besaran bagi para wisatawan dalam maupun luar daerah. Salah satu event diskoun yang saat ini didukung oleh Fizz Hotel adalah Lombok Sumbawa Great Sale 2018. Event Dinas Pariwisata ini memberikan keuntungan besar-besaran bagi para penikmat wisata untuk mendapatkan potongan harga dari resort, hotel, resto, pusat oleh-oleh dan perbelanjaan, transportasi online, dll. Tidak hanya itu. Fizz Hotel berkerja sama dengan Telkomsel, memberikan pilihan diskoun bagi setiap pemilik poin Telkomsel yang dapat ditukarkan dengan diskoun langsung dan masih banyak lagi. (*)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Gunakan Basis Data SMP PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi untuk SMA negeri tahun 2018 akan menggunakan basis data asal SMP siswa. Dengan begitu, diyakini bisa merapikan zonasi calon siswa agar tidak terulang sejumlah permasalahan seperti PPDB tahun 2017 lalu. Hal itu disampaikan Kepala UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PKPLK) Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., pekan kemarin. Ia mengatakan, pihaknya akan (Suara NTB/dok) melaksanakan petunjuk tekAbdurrosyidin R nis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). “Masih akan ada penyempurnaan, yang jelas kekurangan tahun lalu, kita perbaiki di tahun ini. Kita antisipasi supaya tidak terulang,” katanya. Ia menekankan, sistem zonasi yang digunakan akan dirapikan. Basis data yang digunakan untuk melihat zonasi calon siswa SMA menggunakan basis data asal SMP mereka. Dengan begitu bisa diketahui domisili sesungguhnya calon siswa. “Basis data itu yang dilihat, tetap juga lihat domisili mereka,” ujar Rosyidin. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, juga sebelumnya menegaskan, pihaknya akan merapikan zonasi siswa, disesuaikan dengan wilayah sekolah agar tidak ada keluhan seperti tahun lalu. Selain itu, pihaknya juga menegaskan tidak akan ada lagi penggunaan kartu keluarga yang baru terbit ketika mau mendaftar PPDB. Menurutnya, sudah ada data siswa sebelumnya di SMP secara online. Jika data pendaftar itu tidak sesuai atau berbeda dengan data yang ada di SMP atau sekolah sebelumnya, maka tidak siswa itu tidak bisa mendaftar. Kecuali bagi siswa yang berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa, dengan alasan pindah, barulah dikecualikan. Sejak tahun lalu, PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Pendaftar hanya bisa mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zona tempat tinggalnya. (ron)

SMA Saraswati Mataram Gelar Perayaan HUT Ke-40 Mataram (Suara NTB) Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 SMA Saraswati Mataram diselenggarakan Minggu (11/2). Perayaan HUT SMA Saraswati dilaksanakan serentak bersama-sama oleh seluruh sekolah dan perguruan tinggi yang ada di bawah naungan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Mataram. Kepala SMA Saraswati Dra. Ni Komang Sukertiasih, M.M.Pd., menjelaskan tujuan dari acara itu untuk memperkenalkan dan memperlihatkan pada masyarakat bahwa SMA Saraswati masih ada dan eksis sampai sekarang. “Harapan saya dengan perayaan ulang tahun ini masyarakat bisa lebih mempercayai pendidikan anak-anaknya di SMA Saraswati khususnya,” harapnya. Kegiatan HUT SMA Saraswatai sudah dimulai sejak dua minggu yang lalu. Ada berbagai lomba yang memeriahkan kegiatan HUT, antara lain lomba futsal, beleganjur, fashion show, band, lomba penjor dengan 45 peserta, dan lomba beleganjur se Kota Mataram dan Lombok Barat dan Minggu adalah puncaknya yang diawali dengan jalan sehat. Jalan sehat itu dibuka Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh. Komang mengatakan, untuk peserta jalan sehat selain dari keluarga besar Yayasan Saraswati, undangan juga kepada kepala-kepala sekolah, dari dunia industri dan usaha dan dari lembaga-lembaga pemerintahan. Tidak kurang dari 2.200 undangan. “Banyak hadiah juga dari sponsor-sponsor yang membuat peserta semakin semangat mengikuti jalan sehat ini seperti ada voucher menginap di hotel dan hadiah utamanya adalah sepeda motor,” katanya. Ia mengatakan, kelebihan dari SMA Saraswati adalah seni budaya, pihaknya melatih anak-anak untuk mengasah bakat seni mereka. Siswa juga difasilitasi jika akan mengikuti perlombaan-perlombaan. Komang berharap, dengan adanya acara ini pemerintah bisa melihat sekolah-sekolah swasta seperti SMA Saraswati, bahwa sekolah-sekolah swasta juga bisa tampil dan bersaing dengan sekolah -sekolah negeri. “Kami harapkan pemerintah lebih memperhitungan kebijakan yang akan diterapkan agar sekolah-sekolah swasta tidak mati karena keterbatasan siswa,” harapnya. (ron)

(Suara NTB/ist)

PERAYAAN - Suasana Perayaan HUT SMA Saraswati Mataram di halaman SMA Saraswati, Minggu (11/2).

Halaman 10

Dikbud Tegaskan Mutasi Guru Lintas Daerah Tidak Masalah Mataram (Suara NTB) Pada mutasi 300 guru yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB, disebutkan ada juga yang dipindah lintas kabupaten. Namun demikian, hal tersebut tidak menimbulkan masalah. Apalagi, mutasi kali ini atas permintaan guru tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, ditemui pekan kemarin. Ia mengatakan, ada guru yang dipindah antar daer-

ah, menurutnya hal itu tidak menjadi masalah. “Kalau ada yang menjadi semakin tidak bagus, baru masalah. Kalau lintas daerah, ada yang dari Kabupaten

Lombok Utara (KLU) kita pindah ke daerah Tambora juga tidak apa, itu atas permintaan yang bersangkutan, tidak ada yang mengeluh,” ujar Suruji. Mutasi guru yang awalnya

direncanakan secara serentak, akhirnya diputuskan dilakukan secara bertahap. Hal ini terjadi karena adanya formasi guru CPNS untuk NTB. Jika dilakukan mutasi secara serentak, dikhawatirkan akan mengacaukan formasi CPNS itu. Awalnya diskenariokan akan dimutasi sebanyak 1.260 guru secara bersamaan. Suruji menjelaskan, hasil dari klarifikasi pihaknya ke BKD, di NTB akan mendapatkan forma-

si CPNS. Dari formasi itu, sebagian besar merupakan guru. Dengan mutasi bertahap, bertujuan agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Suruji mengatakan mutasi guru dilakukan agar terjadi pemerataan jumlah guru di NTB masih dalam proses. Pemerataan pendidikan menjadi salah satu agenda penting yang harus dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi NTB. (ron)

Guru Harus Kenal Karakteristik Siswa

(Suara NTB/dok)

Muhir Selong (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengharapkan kepada seluruh guruuntuk menguasai kompetensi pedagogik. Dalam kompetensi ini, guru harus mampu memahami dan mengenal karakteristik siswanya. Menurut Kepala Bidan Pembinaan SD pada Dinas Dikbud Lotim, Muhir, S.Pd, salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik, jelasnya, merupakan kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan dengan sifat peserta didik, perkembangan peserta, dan tingkah laku peserta didik. “Dalam kompetensi ini, guru harus mampu memahami dan mengenal karakteristik siswanya. Kalau guru yang profesional, maka dia akan

memahami siapa, apa dan bagaimana siswanya,” ujarnya, Sabtu (10/2). Dengan dikuasainya kompetensi pedagogik oleh guru, Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini meyakini hal-hal yang akan dilakukan oleh siswanya tersebut terlebih dahulu akan diketahuinya. Sehingga guru dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merugikan siswa, guru maupun orang lain. Terkait dengan adanya rumor pelajar SMP yang terlibat dalam kriminalitas, menurutnya hal itu merupakan yang sangat penting untuk diperhatikan dan salah satu dampak dari masih kurang kompetensi pedagogik pada diri guru serta penerapan pendidikan karakter pada siswa. Adapun jika pelajar itu sudah teridentifikasi beserta sekolahnya, tentunya akan diambil tindakan-tindakan yang bersifat edukatif. Hal itu menyusul negara juga menjamin anak-anak untuk mendapatkan hak-haknya dengan adanya undang-undang perlindungan anak. Dengan demikian kesalahan-kesalahan itu yang akan terus dibenahi, karena jika ada suatu persoalan yang melibatkan guru dan siswa. Maka tindakan yang dilakukan tidak lagi berbicara kronologis, melainkan lebih kepada solusi. Termasuk guru harus bisa merancang model kegiatan edukatif yang dapat menyentuh siswa dengan harapkan para peserta didik memiliki karakter yang positif. (yon)

Mahasiswa Dirampok

Unram Pindahkan Posko KKN Mataram (Suara NTB) Kejadiaan naas menimpa mahasiswa-mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram di Desa Setungkep Lingsar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Pada hari Selasa tanggal 30 Januari 2018 lalu, kelompok KKN ini dirampok di posko KKN yang mereka tempati. Kerugian yang dialami akibat perampokan mencapai belasan juta rupiah. Atas kejadian tersebut, pihak Unram kini telah memindahkan posko KKN ke tempat yang lebih aman. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Muhammad Natsir, SH, M.Hum., mengaku telah mengamankan mahasiswa peserta KKN dengan cara memindahkan lokasi KKN ke tempat lain yang diakui lebih aman. “Sudah dipindah lokasinya ke desa lain,” kata Natsir. Berdasarkan laporan, perampok berhasil mengambil satu unit laptop merek Acer, lima unit telepon genggam android merek Samsung, sebuah dompet berisi ATM, SIM, STNK, dengan uang tunai jumlah 500 ribu, sehingga diperkirakan total kerugian mencapai 14 juta rupiah. Hingga kini kata Natsir, apar-

(Suara NTB/dok)

Muhammad Natsir at kepolisian tengah melacak pelaku yang telah diketahui ciricirinya. Termasuk kata Natsir, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan pasca kejadian dan perpindahan lokasi KKN, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa, camat, polsek, dan Babinsa setempat. “Polisi sedang lacak pelakunya karena ada cirinya,” ungkapnya. Adapun jumlah mahasiswa dan mahasiswi Unram yang melaksanakan KKN di Desa Setungkep Lingsar sebanyak 15 orang. Terdiri dari enam mahasiswa dan 9 mahasiswi berasal dari berbagai program studi dan fakultas di Unram. (dys)

(Suara NTB/ist)

KUMPULKAN - Siswa SMKN 2 Mataram mengumpulkan koin untuk suku Asmat di Papua. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam dan SMKN 2 Mataram terhadap warga yang sedang dilanda kesusahan.

Asosiasi Guru PAI NTB Galang Bantuan untuk Suku Asmat Mataram (Suara NTB) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Provinsi NTB bekerjasama dengan SMK Negeri 2 Mataram menggalang bantuan kemanusiaan untuk suku Asmat Papua. Dalam keterangannya, Ketua DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Provinsi NTB, Sulman Haris, S.Pd., mengemukakan apa yang dilakukan AGPAII dan SMKN 2 Mataram sebagai wujud kepedulian terhadap suku Asmat yang kini tengah mengalami kelaparan dan gizi buruk. “Kepedulian terhadap saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang ada di Papua untuk suku Asmat,” ungkap Sulman, Minggu (11/2). Lebih jauh dikatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan serentak oleh GPAI seluruh Indonesia. Tidak ketinggalan juga di NTB. Di samp-

ing itu, kegiatan pengumpulan sejuta koin untuk suku Asmat ini dilakukan sebagai wujud nyata penerapan pendidikan karakter untuk lebih peduli sesama dan sebagai wadah latihan membumikan revolusi mental di kalangan pelajar pada semua jenjang. “Kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan nyata yang bertujuan meringankan beban saudara kita di Papua,” imbuhnya. Hal ini juga, ujarnya, sebagai pesan bahwa umat Islam mencintai Papua sebagai saudara sebangsa. Selanjutnya kegiatan ini akan coba dilanjutkan pelakanaannya secara serentak di NTB pada semua jenjang pendidikan umum. “Kami mulai dari SMK Negeri 2 Mataram,” sambung Sulman. Adanya pengumpulan bantuan bagi suku Asmat, GPAI seluruh Indonesia mencoba untuk tetap membiasakan kegiatan kepekaan berbagi dan peduli sesama sebagai wujud

penanaman dan meletakkan semangat persaudaraan walau dalam keberagaman. Hal ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keberagamaan dalam kemajemukan. Untuk itu, kerjasama saudara-saudara GPAI sangat diharapkan, sehingga akan mampu melahirkan semangat kebersamaan serta kekompakan dapat terus terjaga. Selanjutnya hasil ini akan disatukan dengan hasil yang sudah didapatkan dari beberapa kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia. Hasil Gerakan Sejuta Koin untuk Asmat di Papua ini akan disalurkan langsung ke Papua melalui Dewan Pengurus Pusat AGPAII yang sudah mengumpulkan ratusan juta koin. “Semoga ke depan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama akan tumbuh menjadi pembiasaan yang positif bagi peserta didik kami,” tukasnya. (dys)

Gerakan Pramuka Ponpes Almadani Perbanyak Ikuti Lomba Mataram (Suara NTB) Kegiatan Lomba Senam Santai Pramuka yang diselenggarakan Gerakan Pramuka IKIP Mataram tahun ini menjadi kali ke sekian Gerakan Pramuka Al Madani Kuripan Lobar ikut berpartisipasi. Lomba yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Februari 2018 diikuti dua regu yang digabung dari dua lembaga yaitu MTs dan MA Ponpes Almadani, Kuripan. Kepala MA Almadani, Muhammad Nasir mengaku persiapan mulai dilakukan sejak minggu kedua bulan Januari be-

berapa waktu lalu. Ini menjadi bukti, semangat, dan kekuatan jiwa dan mental agar gerakan pramuka Ponpes Almadani dapat menampilkan yang trbaik. “Hampir setiap hari melakukan latihan setelah kegiatan PKBM rutin madrasah, membuktikan bahwa pramuka luar biasa,” kata Nasir menjelaskan. Lebih jauh Muhammad Nasir mengaku, mengikuti kegiatan lomba seperti ini adalah bagian dari penyegaran jiwa dan mental santri. Di samping itu juga menjadi pengalaman berharga santri di masa menda-

tang. “Keikutsertaan siswa pada lomba bermanfaat memberi pengalaman dan pengetahuan baru bagi siswa,” ungkapnya. Di samping itu secara kelembagaan, MTs dan MA melihat kegiatan ini sebagai satu syi’ar bahwa Ponpes Almadani Pelulan Kuripan sudah maju dan berkembang dari waktu ke waktu. Tentu adanya lomba di luar berefek pada semakin dikenalnya ponpes di tengah masyarakat luas. “Almamater yang dibawa keluar santri melalui kegiatan semacam ini merupakan media jitu zaman now,” tukasnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

LOMBA - Anggota Pramuka Ponpes Almadani saat mengikuti lomba senam santai pramuka yang digelar di IKIP Mataram, Minggu (11/2).


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Empat Petinju NTB Tidak akan Bela Daerah Lain (Suara NTB/yon)

ARAHAN - Para atlet Popda saat mengikuti arahan dari Kadispora Lotim, M. Zaini di gedung juang pemuda dan mahasiswa Lotim, Sabtu (10/2).

Lebih dari 200 Atlet Ikuti Popda 2018 Selong (Suara NTB) Sebanyak lebih dari 200 atlet dari enam cabang olahraga (cabor) ikut serta dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tahun 2018. Melalui event bergengsi ini, Dispora Lotim selaku pelaksana Popda siap melahirkan atlet-atlet professional. Kepada Suara NTB, Sabtu (10/2), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lotim, Drs. M. Zaini, menegaskan, dalam pelaksanaan Popda tahun 2018 diikuti oleh 200 lebih peserta dengan enam cabang olahraga, diantaranya cabor silat, karate, bola volly, bola basket, tenis meja, sepak bola yang dilaksanakan selama lima hari yakni dari tanggal 10 sampai 15 Februari 2018. Banyaknya peserta yang terlibat, menurut M. Zaini menunjukkan bahwa Kabupaten Lotim kaya akan atlet dari berbagai macam cabor. Untuk itu, perlu ada pembinaan khusus yang harus dilakukan untuk melahirkan atlet-atlet professional yang dapat bersaing tidak hanya ditingkat daerah, melainkan ditingkat nasional dan internasional. Seperti peserta dalam Popda yang digelar satu tahun sekali, para atlet yang dijaring nantinya akan dibina dan dilatih untuk kemudian diikutsertakan dalam pelaksanaan Popwil maupun Popnas. Disebutkannya bahwa Kabupaten Lotim sebelumnya meraih juara umum dalam pelaksanaan Popwil tahun 2017. Sehingga diharapkan untuk tahun ini prestasi juara umum tersebut dapat dipertahankan bahwa perolehan medali dari para atlet dari berbagai cabor yang dipertandingkan dapat diraih. “Peminatnya untuk tahun ini semakin banyak dengan persiapan yang cukup matang, sehingga kita optimis bisa mempertahankan gelar juara umum seperti tahun 2017 lalu,” harapnya. Dari hasil seleksi atlet yang khususnya mendapatkan pembinaan atau di karantina. Zaini mengaku sudah melobi untuk melibatkan pelatih yang professional pada masingmasing cabang olahraga. “Jadi setiap event Dispora tidak lepas untuk penjaringan bibit untuk dilatih dan dibina baik di Popda maupun di O2SN,” jelasnya. Dengan adanya pembinaan secara khusus dan dilakukan oleh pelatih-pelatih dari luar serta professional. Mantan Sekretaris Dinas Dikbud Lotim ini meyakini prestasi atlet kedepan akan semakin baik. Adapun, anggaran yang dipersiapkan dalam pelaksanaan Popda sebesar Rp 250 juta. “Anggaran sudah kita masukkan, jadi atlet yang dijaring akan terus digempleng bakatnya. Tidak hanya sebatas juara lalu dilepas. Tapi ada pembinaan berkelanjutan yang kita lakukan,” pungkasnya. (yon)

PRSI NTB Usung Target Satu Emas di PON 2020 Mataram (Suara NTB) Pengurus cabang olahraga renang NTB tak ingin pesimis menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Meski tidak termasuk cabor yang diunggulan NTB mereka siap mengusung target satu medali emas. “Meski bukan cabor unggulan, kami pengurus cabang olahraga renang tetap memasang target satu medali emas di PON 2020,” ujar Ketua Umum Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) NTB, Abdul Rahman kepada Suara NTB di Mataram, Sabtu (10/2) lalu. Saat itu dia bersama Dewan Pembina PRSI NTB, Ahmad Musyofa dan Wakil Ketua I PORSI NTB, Husein. Rahman yang sehari-harinya menjabat sebagai anggota DPRD Kota Mataram itu menjelaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan olahraga renang memiliki visi misi yang jelas dalam memajukan olahraga renang di NTB. Meski renang bukan dari cabor NTB, namun sebagai ketua cabor dia ingin memberikan kontribusi medali emas untuk NTB. Untuk meraih target satu medali emas itu, Rahman yang belum lama ini menggantikan ketua PRSI NTB sebelumnya, Baiq Elok Megawati itu menjelaskan bahwa pihaknya memiliki beberapa stok atlet yang bisa didorong untuk menorehkan prestasi nasional. Diantara beberapa atlet itu adalah Faris Rainor, Ricky Alexander yang saat ini dibina di SMA Ragunan. “Kami punya satu atlet yang saat ini mendapat pembinaan di sekolah olahraga Ragunan Jakarta. Namanya Ricky Alexander. Saya berharap dia bisa bersaing di PON 2020,” ucapnya. Menurut Rahman, prestasi atlet renang muda NTB, Ricky Alexander saat ini sudah menasional. Dengan sisa waktu dua tahun ini pihaknya berharap kepada Ricky agar tetap intens berlatih guna meningkatkan prestasi di multi event nasional. (fan)

Mataram (Suara NTB) Pengprov Pertina NTB mengatakan empat petinju NTB, Huswatun Hasanah, Putra Samada, Endang dan Jubaitul tidak akan membela daerah lain di multi event nasional. Meski berkerja sebagai anggota TNI/AD di Jakarta, keempat petinju andalan NTB itu tidak boleh diklaim daerah lain. “Meski bertugas di Jakarta, mereka (empat petinju NTB) tetap mewakili NTB di PON di Papua 2020. Karena memang kita sudah memegang surat dari kesatuannya mereka bahwa Huswatun, Saputra, Endang

terbaik untuk gol terakhirnya, dengan tembakan sensasional yang mengenai bagian bawah mistar gawang. “Sergio memiliki bakat luar biasa di kotak (penalti), maka kami berusaha untuk menciptakan banyak peluang agar ia dapat mencetak gol, dan ia selalu melakukannya,” kata manajer City Pep Guardiola kepada BBC. “Selamat untuk dia karena tidak mudah untuk mencetak empat gol.” City mendominasi penguasaan bola dari peluit pertama dan maestro kreatif De Bruyne mengirim umpan silang yang mengecoh semua orang sebelum Sterling mencetak gol ke tiang jauh. Untuk semua penguasaan bola mereka, tuan rumah hanya menciptakan sedikit peluang dan Vardy menghukum mereka dengan gol pada pertengahan babak — gol keempatnya dalam empat pertandingan. Aguero mengambil alih panggung pada babak kedua, mencetak empat gol untuk membuat dirinya telah mengoleksi 21 gol di Liga Inggris. Ia bergabung dengan Harry Kane, Thierry Henry, dan Alan Shearer, sebagai pemain keempat yang mencetak lebih dari 20 gol

Haryoto terkait keempat petinju NTB itu masih berdomisi di Jakarta. Pasalnya keempat atlet peraih medali di PON 2016 itu merupakan anggota TNI/AD DKI Jakarta. Untuk diketahui, belum

NTB dengan pihak tertinggi TNI/AD tempat petinju NTB bekerja. Dalam kesepakatan Pengprov Pertina NTB dengan TNI/ AD tempat petinju NTB bertugas telah disepakati bahwa empat atlet asal NTB itu dapat mewakili TNI/AD DKI Jakarta di kejuaraan tinju antar klub. Sementara, untuk event kejurnas resmi dan PON, keempat atlet itu tetap mewakili daerah NTB. (fan)

(Suara NTB/ist)

OWI/BUTET - Penampilan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir alias Owi/Butet dalam Djarum Badminton All Stars di GOR 17 Desember Turide Mataram, 9-10 Februari 2018.

KONI KSB Mulai Persiapan Mantapkan Mental dan Jam Terbang Atlet Jelang Porprov NTB 2018 Djarum Badminton All Stars 2018

RIBUAN masyarkat NTB memadati GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat (9/ 10) hingga Sabtu (10/2) kemarin. Tampaknya, mereka tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyaksikan ratusan atlet dan puluhan pelatih asal kabupaten/kota di NTB saat itu berlatih dengan para legenda bulutangkis nasional dan juara dunia campuran yakni Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir di acara Djarum Badminton All Stars dan Coaching Clinic gelaran Bakti Olahraga Djarum Foundation. Lantas seperti apa jalannya event itu? Para bintang-bintang bulutangkis dan pemain legenda dari PB Djarum di antaranya Lius Pongoh, Meiliana Jauhari, Sigit Budiarto, Luluk Hadianto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, Hariyanto Arbi, Eddy Hartono, Tri Kusharjanto, Rinov Rivaldy, Berry Angriawan, Rehan Naufal Kusharjanto, dan Siti Fadia Silva hadir menyambangi para pelatih dari klub-klub lokal di Mataram dan sekitarnya.

Aguero Bikin Empat Gol, City Terus Melesat London Sergio Aguero mencetak empat gol saat Manchester City memperbesar keunggulan mereka di puncak klasemen Liga Inggris menjadi 16 poin, dengan kemenangan 5-1 atas Leicester City pada Sabtu. Raheem Sterling membuka keunggulan tuan rumah, mengonversi umpan silang Kevin De Bruyne pada menit ketiga sebelum Jamie Vardy menyamakan kedudukan dengan menaklukkan Ederson. City memulai babak kedua dengan tempo cepat, Aguero membukukan dua gol dalam rentang waktu lima menit di mana kedua gol merupakan assist brilian dari De Bruyne. Pemain Argentina itu melengkapi trigolnya pada menit ke-77, memaksimalkan kesalahan Kasper Schmeichel dan menaklukkan kiper Denmark itu untuk menjadi pemain keempat yang mencetak setidaknya 20 gol di Liga Inggris dalam empat musim secara beruntun. Aguero menyimpan yang

dan Jubaitul tetap akan membela NTB di kejurnas resmi dan PON,” ucap Sekum Pertina NTB, H. Haryoto AZ yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (11/2). Pernyataan ini dilontarkan

lama ini berhembus kabar bahwa atlet yang berdomisili di luar NTB berpeluang membela daerah lain di PON. Kabar tersebut langsung dibantah oleh Haryoto. Selaku pengurus harian Pertina NTB, Haryoto memastikan keempat atlet tinju andalan NTB tersebut tidak akan hengkang ke luar NTB. Soal domisili empat atlet itu di Jakarta sudah dibicarakan oleh pihak Pertina

dalam empat musim Liga Inggris secara beruntun. Riyad Mahrez kembali ke tim Leicester setelah permohonan transfernya ke City pada Januari gagal terwujud, namun pemain Aljazair itu hanya memiliki sedikit kesempatan untuk memberikan dampak setelah ia dimasukkan sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Nasehat saya untuk para pemain adalah untuk tidak berpikir berapa banyak pertandingan tersisa, hanya melihat kepada (pertandingan) yang berikutnya,” tambah Guardiola, yang timnya telah mengoleksi 72 poin dari 27 pertandingan. “Setiap kali kami kehilangan poin pada musim ini, pertandingan berikutnya kami menang, yang merupakan hal yang begitu penting. Menjaga konsistensi merupakan hal yang penting untuk kami. Jika kami mampu memenangi gelar itu akan menjadi sesuatu yang istimewa bagi kami,” demikian dikutip dari Reuters. (ant/bali post)

(Suara NTB/fan)

PENONTON - Ribuan penonton menyaksikan penampilan Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad alias Owi/Butet di GOR 17 Desember, Mataram, akhir pekan kemarin. Turut hadir pada event itu para atlet bulutangkis PB Djarum penghuni pelatnas, yakni Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad. Sesi pelatihan fisik bagi para atlet bulutangkis dilakukan oleh pelatih fisik PB Djarum Reny Ardhianingrum. “Dari dua hari terakhir, saya melihat beberapa pemain-pemain muda yang memiliki potensi bermain bulutangkis untuk dikembangkan lebih lanjut. Sudah ada yang kelihatan, tinggal diasah saja terus,” jelas Liliyana Natsir yang akrab disapa Butet di sela-sela event. Hal senada juga dilontarkan tandem Butet, Tontowi Ahmad alias Owi, yang mencontohkan dirinya telah memantapkan diri menjadi atlet bulutangkis nasional sejak usia 10 tahun. “Yang paling mendasar adalah memberanikan mental, dan tentunya dukungan dari orangtua yang saya yakini akan mendorong sang anak untuk bisa lebih maju dalam bulutangkis,” jelas Owi. Di sisi lain, Owi juga berharap jam terbang untuk talenta-talenta muda di daerah, seperti contohnya di NTB ini perlu diperbanyak. Salah satu cara yang menurutnya sangat jitu, yakni dengan melakukan sparring yang lebih sering. Karena untuk sekarang, fasilitas latihan di NTB sudah banyak dan klub-klub pun telah menyediakan pintu yang terbuka. Usai coaching clinic, Sabtu (10/2) petang, kegiatan dilanjutkan dengan laga eksebisi yang melibatkan para legenda dan atlet bulutangkis nasional asal PB Djarum, serta sejumlah atlet PBSI NTB. Sebanyak lima pertandingan digelar yang disambut antusias oleh para

penonton yang memenuhi GOR Turide. Salah satu laga menarik, yakni pasangan bapak-anak Tri Kusharjanto/Rehan Naufal Kusharjanto yang berhadapan dengan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto. Partai ganda putra tersebut membuka pertandingan eksebisi. Penampilan Tri Kusharjanto/Rehan Naufal Kusharjanto semakin menghibur penonton. Pasangan ayah dan anak itu menampilkan trik-trik badminton yang belum tentu bisa lakukan di pertandingan lain. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyatakan, seluruh kegiatan yang dilakukan ini diharapkan semakin memicu potensi para pebulutangkis di Kota Mataram. Diharapkan, olahraga bulutangkis semakin berkembang dan para atletnya pun menunjukkan prestasinya, baik di kancah daerah, nasional, hingga mancanegara. “Menjadi sebuah kebanggan bagi kita bila di masa depan nanti lahir pebulutangkis dunia yang berasal dari Mataram,” harap Yoppy. Sementara itu lima pertandingan eksebisi yang digelar dikesempatan itu, menampilkan Luluk Hadiyanto/ Alvent Yulianto vs. Tri Kusharjanto/Rehan Naufal Kusharjanto. Berry Angriawan/Rinov Rivaldy vs atlet PBSI NTB (Tri Marjun/Doni Hadisaputra). Selanjutnya Berry Angriawan/ Rinov Rivaldy vs atlet PBSI NTB (Donny Trilaga/Doni Dwilaga), Tontowi Ahmad/ Meiliana Jauhari vs Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva, Sigit Budiarto/Eddy Hartono vs. Haryanto Arbi/Tri Kusharjanto. (fan/*)

Taliwang (Suara NTB) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai melaksanakan tahapan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018 ini. Ketua KONI KSB, Zaedul Bahri mengatakan, secara teknis persiapan yang telah dilaksanakan pihaknya telah dimulai sejak awal Januari lalu. Di mana tahap awal dilakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus cabang olahraga (Cabor) yang bernaung di bawah KONI KSB. “Kita sudah mulai Januari untuk persiapannya,” terangnya kepada Suara NTB, Jumat pekan lalu. Dalam pertemuan dengan masing-masing pengurus Cabor itu, dijelaskan Zaedul Bahri, KONI meminta kesiapan masing-masing Cabor untuk mengikuti Porprov. Terutama Cabor yang telah pernah mengikuti ajang yang sama pada tahun sebelumnya. “Kita butuh konfirmasi kesiapan Cabor dan alhamdulillah rata-rata sudah menyatakan siap,” paparnya. Ia mengaku, sementara ini KONI KSB belum menetapkan jumlah Cabor yang akan diikuti nantinya. Sesuai dengan keputusan KONI NTB, sebanyak 32 Cabor akan dipertandingkan dalam pelaksanaan Porprov itu. “Kita masih terus konsolidasi dengan Cabor sekalian juga melihat keseriusan dan kesiapan mereka terutama dari sisi atletnya,” timpalnya. Pria yang akrab disapa Deden ini mengungkapkan, untuk pemelihan Cabor yang akan diikuti di Porprov nanti KONI KSB rencananya akan melihat dari tolok ukur prestasi tiap Cabor. Cabor yang selama ini telah menunjukkan prestasinya baik di tingkat lokal, regional bahkan nasional akan men-

jadi proritas untuk diikutkan. “Kita perlu selektif dengan Cabor, caranya dengan melihat sisi prestasi para atletnya,” cetusnya seraya menyampaikan paling lambat KONI KSB akan mengumumkan pada Mei mendatang soal Cabor berikut atlet yang akan diturunkan di Porprov. “Nanti semuanya final di (bulan) Mei. Berapa Cabor yang akan kita ikuti dan nomor mana saja berikut jumlah atlet akan kita umumkan bulan itu,” sambung Deden. Sementara itu, ia menyatakan mengampresiasi keputusan KONI NTB mengakomodir olahraga Paralayang sebagai salah satu Cabor baru yang akan dipertandingkan di Porprov nanti. KONI KSB sebagai pengusul, menurut Deden, karena olahraga tersebut saat ini di NTB sudah berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan mulai banyaknya atlet dan venue kegiatan olahraga kedirgantaraan tersebut. “Kita punya potensi atlet yang bagus-bagus makanya kami usul Paralayang dipertandingkan juga. Alhamdulillah respon KONI provinsi positif karena memang kita punya peluang mengembangkan olahraga itu untuk mendulang prestasi di tingat nasional dan internasional ke depannya,” klaimnya. Sebagai pengusul, Deden selanjutnya menjelaskan, diperhelatan perdananya pada Porprov NTB ke-X Cabor Paralayang baru akan mempertandingkan satu nomor saja. Nakni nomor ketepatan mendarat (KTM). “Kebetulan kita di KSB yang dipercaya untuk melaksanakan pertandingan Cabor ini karena venue-nya akan di tempatkan di Mantar. Jadi Cabor Paralayang ini akan menjadi satu-satunya Cabor di Porprov yang akan pelaksanaannya di luar kota Mataram,” imbuhnya. (bug)


SUARA NTB

Senin, 12 Februari 2018

Tujuh Tahun DPO

Harlah NU Ke-92

Tersangka Curas di Lotim Ditangkap Selong (Suara NTB) Aparat gabungan dari tim Buser Polres Lotim dan Resmob 701 Mataram menangkap salah satu tersangka anggota komplotan pelaku Curas dengan TKP Kelayu Utara Kecamatan Selong, yakni Skr (35) alamat Dusun Kemalik Jaran Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra. Pelaku ditangkap setelah hampir tujuh tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan polisi nomor, LP/662/VIII/2012/NTB/ Res.Lotim tanggal 29 Agustus 2012 terkait tindak pidana Curas dengan TKP Kelayu Utara Kecamatan Selong sebagaimana tertuang dalam Pasal 365 KUHAPidana. Saat itu, pelaku melakukan aksinya bersama lima orang rekannya pada malam hari dengan cara mendobrak pintu rumah korban. Kemudian menodongkan parang ke leher korban dan mengambil barangbarang berharga milik korban. Di antaranya, uang tunai sebanyak Rp 20 juta, dua unit laptop, dua buah HP, pehiasan emas berupa kalung, cincin dan gelang senilai 25 gram dan sejumlah barang berharga lainnya. “Pelaku ditangkap di Dusun Kemalik Jaran, Desa Sakra Selatan sekitar pukul 21:00 wita, Jumat kemarin,” terang Kapolres Lotim, AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, Sabtu (10/2). Disampaikan, penangkapan terhadap pelaku setelah ter-

Halaman 12

(Suara NTB/ist).

DIAMANKAN - Tersangka curas, Skr (35) dengan kondisi betis diperban lantaran melawan saat ditangkap oleh petugas, diamankan di Mapolres Lotim. lebih dahulu tim gabungan melakukan penangkapan terhadap DPO Polsek Sukawari Polres Gianyar, Polda Bali. Setelah berhasil melakukan penangkapan itu, barulah dilanjutkan penangkapan terhadap pelaku di daerah Kecamatan Sakra. Namun saat dilakukan pengembangan terhadap beberapa TKP lain yang terindikasi dilakukan oleh kompolatannya. Pelaku memberontak melawan untuk melepaskan diri dari tangan petugas. Dari aksinya itu, petuga beberapa kali melepaskan tembakan ke udara. Namun tak diindahkan oleh pelaku, sehingga dilakukan tindakan tegas oleh petugas dengan melepaskan tembakan ke arah kaki pelaku dan menembus betis kanan pelaku. Diungkapkan Kapolres, empat orang teman pelaku sudah ditangkap dan sudah menjalani proses hukum. “Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Lotim untuk dilakukan pengembangan dan

proses hukum lebih lanjut,”ujarnya. (yon)

HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR3249BP NOKA/NOSIN : MH1JBC119AK641896/ JBC1E-1632551 AN. FRUMENSIUS JEHARUNG, SH HILANG DISEKITAR JL. LANGKO KOTA MATARAM HILANG STNK R2 YAMAHA DR6966AZ NOKA/NOSIN : MH32S660059K594929/ 2S6-594907 AN. FAUZI HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM HILANG STNK R2 HONDA DR2611BU NOKA/NOSIN : MH1JF7110BK080856/ JF71E-1D80426 AN. SHANNEN HANA NATALIA DESRIANI HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM

NU Berkontribusi bagi Pembangunan Indonesia Mataram (Suara NTB) Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) wilayah NTB turut memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke 92 di Mataram. Kegiatan berlangsung di Ponpes Nurul Islam, Sekarbela, Kota Mataram, Minggu ( 11/2). Kegiatan dihadiri oleh pengurus inti Fatayat NU NTB serta keluarga besar NU wilayah NTB. Harlah NU yang ke 92 ini mempunyai arti bahwa NU memiliki kontribusi yang nyata bagi pembangunan di Indonesia, khususnya di NTB. Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU NTB Dra. Hj Wartiah, M.Pd mengatakan, NU memiliki kontribusi yang nyata bagi dunia pendidikan di NTB. Hal itu terlihat dengan banyaknya madrasah serta Pondok Pesantren NU di NTB. NU juga selalu berkomitmen untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. “Dan yang paling penting adalah mengingatkan masyarakat NTB bahwa NU adalah garda terdepan penjaga NKRI, karena NU final bahwa tidak ada dasar negara selain Pancasila. Di mana saat ini ada orang yang ingin mengacaukan Indonesia dengan niat mengganti falsafah dan dasar negara kita dengan negara Islam. Padahal Pancasila ini tidak bertentangan dengan Islam,” kata Wartiah. Menurut Wartiah, NU mengajarkan kepada masyarakat bahwa Islam menghargai dan menghormati per-

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

HILANG STNK R2 YAMAHA DR5585BQ NOKA/NOSIN : MH32S6005AK739956/ 2S6-740193 AN. IDA BAGUS WAYAN ALIT HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.

DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

LOWONGAN

bedaan. Hal itu menurutnya yang paling final dan pokok, di mana Islam tidak pernah meremehkan orang lain, namun tetap menghargai perbedaan. “Bagi kami keluarga besar Fatayat NU NTB sangat cinta terhadap Nahdlatul Ulama, maka kami akan terus menyampaikan faham yang diajarkan sampai ke akar rumput,” katanya. Sementara itu salah seorang sesepuh NU NTB, TGH.

Sohimun Faisal mengatakan, Harlah NU ke 92 memiliki arti bahwa NU mengalami kebangkitan yang keempat di NTB sejak TGH Saleh Hambali. Bahkan saat ini dinilai semakin potensial karena sudah terlihat hasilnya. Misalnya kader muda NU sudah mampu membuat Pondok Pesantren seperti Nurul Islam di Sekarbela oleh Hj Wartiah. “Selama ini belum pernah Ponpes dipegang oleh wanita,

kini dipegang oleh wanita. Makanya beliau jadi Srikandi NU,” katanya. Selain membangun pendidikan, NU juga sedang berupaya membangun ekonomi keumatan. Di desa-desa, pembangunan ekonomi itu bisa tumbuh dengan baik. Terlebih dengan gencarnya dorongan pemerintah terhadap koperasi berbasis syariah, tentu hal ini bisa menjadi pemicu ekonomi masyarakat agar lebih baik. (ris)

SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081

(Suara NTB/ris)

HARLAH – Pemotongan kue yang dilakukan Ketua Fatayat NU NTB, Hj. Wartiah saat memperingati Harlah NU di Sekarbela, Mataram, Minggu.

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836 SALON LA DURBIN BY LILIUM Promo sulam alis 1jt,promo msker rambut+scrub free Vit 70RB, Gunting Rmbut : 25RB,promo body bleaching+msker rmbut+body scrub+catok 199RB,smua promo datas Free Voucher20%,inbox/ WA: 082236507224

Allea Galeri, galerifashionmenyediakan Kain Tenun, Kain Songket danmenerimaJahitBusana,Lokasi:JalanSwasembada,Hp:081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

LOWONGAN

LOWONGAN

SALON

DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

AMYRALD SALON membutuhkankaryawanyangprofessional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget.gaji1-2jt/bln.Hp085239056182/ jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHITNO. 31B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTURUMAHTANGGA(PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa, facial, Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 12 Februari 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


OPINI

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Butuh Nyali Benahi Aset POTENSI aset milik pemerintah provinsi maupun kabupaten/ kota di NTB cukup menjanjikan. Namun, pemanfaatannya belum memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi peningkatan pendapatan asli daerah. Ada daftar yang cukup panjang yang memperlihatkan bahwa persoalan aset memang persoalan yang tidak mudah untuk diluruskan. Ada aset yang kepemilikannya belum jelas atau bahkan bersengketa. Ada pula aset yang kepemilikannya sudah jelas, namun tidak dimanfaatkan dan menjadi terbengkalai dan tak bermanfaat. Ada pula aset yang digelapkan. Jika dihitung satu persatu, nilai asetnya memang tidak seberapa. Biasanya, aset yang demikian berupa meubeler seperti meja, kursi, hingga fasilitas seperti laptop, televisi atau barang elektronik lainnya. Biasanya, aset seperti ini masih berada dalam penguasaan pejabat/mantan pejabat. Terkait problematika ini, beberapa aset akhirnya dihilangkan dari daftar inventaris. Namun, ada pula yang masih tercatat sebagai inventaris, tetapi berada di bawah penguasaan oknum pejabat/mantan pejabat. Untuk yang demikian, dibutuhkan ketegasan dan nyali yang cukup besar dari para pemimpin daerah dalam menuntaskan problem ini. Sungguh tidak adil jika melihat besarnya anggaran yang tersedot untuk membeli aset-aset tersebut, namun pada akhirnya jatuh ke tangan para pejabat/mantan pejabat. Padahal, selama menjabat, mereka telah mendapatkan berbagai kemudahan dan fasilitas yang hanya bisa dibayangkan oleh orang-orang tidak mampu. Alangkah baiknya jika aset-aset yang dianggap sudah usang bagi para pejabat, dilelang saja, atau dihibahkan kepada mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Saat ini, aset strategis milik Pemprov NTB juga masih banyak yang menganggur. Saat ini, Pemprov NTB telah memiliki perangkat kelembagaan khusus untuk menangani urusan ini, yaitu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Tahun lalu, BPKAD berencana melakukan “kontes kecantikan” untuk menjaring mitra Pemda untuk memanfaatkan aset-aset yang ada. Sejumlah aset yang pengelolaannya akan dilego melalui kontes ini antara lain, eks Rumah Dinas Sekda NTB di depan Lapangan Sangkareang serta tanah atau lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan hotel syariah dekat Islamic Center. Lalu, ada pula lahan eks rumah dinas pimpinan DPRD NTB di Pajang dan lahan untuk pembangunan NTB Convention Centre (NCC) di Jalan Bung Karno, Kota Mataram. Rencananya, kontes tersebut akan dimulai tahun ini. Saat ini, kondisi aset-aset tersebut memang cukup memprihatinkan. Eks rumah dinas Sekda NTB misalnya, telah menjadi rumah bagi pohon-pohon liar. Aset Pemprov yang merupakan eks rumah Pimpinan DPRD NTB di seberang SPBU Pajang Kota Mataram juga bernasib serupa. Belukar liar tumbuh hingga cukup tinggi, membuat kondisi aset-aset ini tak ubahnya rumah hantu. Aset-aset itu hanya sebagian kecil dari daftar panjang aset yang belum termanfaatkan dengan maksimal. Berdasarkan data, total seluas 17.282.509.860 meter persegi tanah atau barang milik Provinsi NTB dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Namun, kontribusinya dalam bentuk penerimaan asli daerah (PAD) masih sangat minim. Dalam kurun waktu 2014-2016, realisasi penerimaan daerah dari pemakaian kekayaan daerah berkisar antara Rp 3-4 miliar setahun. Sejumlah kalangan telah menyuarakan agar dilakukan audit khusus potensi kerjasama yang dibangun Pemprov NTB. Saat ini, Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota di NTB memang harus terus berupaya agar pengelolaan aset daerah dapat diketahui publik secara transparan adan akuntabel. Dengan demikian, pengelolaan aset daerah bukan hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja setelah memperoleh hasil dokumen audit dari BPK RI. Adanya keterbukaan dalam proses tata kelola aset, bisa membantu pemerintah daerah dalam mengantisipasi terbukanya peluang kebocoran dalam pemanfaatan aset. Kita berharap, aset-aset milik daerah benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, bukan hanya untuk menyenangkan satu atau dua gelintir orang yang memiliki akses dengan penentu kebijakan. (*)

Halaman 14

Meluruskan Pandangan & Tanggung Jawab Kita Terhadap Alam AMPAI saat ini, banyak dari masyarakat kita memandang alam sebagai ‘obyek’ yang menyediakan segala kebutuhan hidup bagi manusia. Pandangan ini sesungguhnya tidak keliru. Tetapi kurang tepat. Lebih-lebih pada konteks saat ini. Memandang alam sebagai obyek dapat mengantarkan seseorang untuk bersikap semaumau. Asal kebutuhan dan keinginan tercapai. Mengenai bagaimana alam? Bukan urusan. Sikap ini merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap dampak perbuatan terhadap alam. Alam, lebih khusus lingkungan merupakan karunia Ilahi. Posisinya sejajar dengan kita (baca: manusia). Sama-sama sebagai mahluk Tuhan. Meski dalam literatur agama mengatakan, bahwa manusia memiliki keistimewaan dibanding dengan makhluk lain. Sumber ini hendak memperjelas mengenai kedudukan manusia yang memang ‘istimewa’ karena dipandang mampu menerima sekaligus menjalankan amanah sebagai hamba dan wakil Tuhan (khalifah). Namun tidak secara otomotis mengharuskan manusia untuk memiliki rasa superior terhadap mahkluk Tuhan yang lain, seperti alam. Status sebagai mahkluk Tuhan yang setara dengan alam perlu dipahami secara komprehensip. Apalagi dengan situasi seperti saat ini. Dimana telah nampak dengan sangat gamblang kerusakan alam akibat perbuatan manusia. Selama ini, banyak yang melihat seolah-olah kerusakan alam dalam bentuk kehancuran akibat persenjataan super canggih, seperti bom atom, nuklir, dll. Padahal kerusakan alam tidak melulu dalam bentuk itu. Eksploitasi alam akibat penambangan merupakan salah satu bentuk pengrusakan alam. Gaya hidup membuang sampah sembarang, juga bagian dari perbuatan merusak alam. Bagaimana tidak, karena membuang sampah sembarang dalam bentuk limbah rumah tangga telah menyebabkan ekosistem rusak. Karena tidak sedikit dari limbah-limbah dan sampah rumah tangga yang dibuat secara sembarang adalah racun bagi makhluk yang lain. Misalnya, belasan tahun yang lalu, masih dengan mudah kita menemukan ikan, belut liar, di saluran-saluran air sekitar rumah pemukiman

Oleh : Abdul Hayyi Akrom (Mahasiswa Program Doktor IAIN Jember, Dewan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur)

Pandangan alam sebagai objek , sebenarnya diarahkan bagi manusia dalam rangka penelitian, pengkajian yang akan semakin mempertambah keyakinan akan kebenaran Sang Maha Pencipta. Tidak seperti yang banyak terjadi saat ini. Dieksploitasi semaksimal mungkin demi keinginan manusia. penduduk, tetapi sekarang telah menjadi pemandangan langka. Makluk-makluk itu punah karena lingkungan mereka tidak sehat, akibat perbuatan manusia membuang sampah dan limbah secara sembarangan dan tanpa perhitungan. Tentu kita tidak ingin hal ini terus berlangsung. Tidak menutup kemungkinan, bahwa dari kebanyakan kita, kadang rindu dengan pemandangan dan permainan masa kecil di selokan sekitar rumah bersama teman-teman kita. Menangkap, menjaring, memancing ikan atau belut. Kisah-kisah itu, masih ada ketika lingkungan terawat. Kini itu semua menjadi langka. Apa yang tersedia di alam kini banyak menghilang. Meski pada saat yang sama, juga banyak muncul hal-hal baru dalam kehidupan kita. Produk-produk teknologi, seperti handphone dengan berbagai model telah tampil menjadi saingan alam, sehingga terkadang kita menjadi tidak peduli dengan alam. Melihat situasi alam yang sudah banyak dikeluhkan, kita perlu berbuat banyak untuk perbaikan alam. Karena alam sesungguhnya sejajar dengan kita. Sama-sama ciptaan Sang Maha Pencipta. Pandangan ini hemat penulis, perlu digalakkan sebagai bagian dari ahlak yang baik terhadap alam. Selama ini, kita kurang sekali memperhatian akhlak kita terhadap alam. Bahkan alam kerap dipandang sebelah mata. Mengambil keuntungan se-

banyak-banyaknya. Namun nihil perbaikan terhadap alam. Pandangan alam sebagai obyek ,sebenarnya diarahkan bagi manusia dalam rangka penelitian, pengkajian yang akan semakin mempertambah keyakinan akan kebenaran Sang Maha Pencipta. Tidak seperti yang banyak terjadi saat ini. Dieksploitasi semaksimal mungkin demi keinginan manusia. Selama ini, masih banyak pandangan yang memandang alam sebagai obyek. Sehingga perbuatan eksploitasi merajalela. Penebangan hutan, pembuatan limbah sembarang, pembuatan sampah masih saja terjadi. Sikap rakus manusia kerap merugikan posisi alam dalam kehidupan manusia. Pandangan kita terhadap alam sangat perlu dirubah. Beberapa bentuk perubahan tersebut bisa dalam bentuk sebagai berikut: Pertama, memandang alam sejajar dengan kita. Pandangan ini penting, agar kita lebih hati-hati dan tidak semena-mena terhadap alam. Segala perilaku dan perbuatan kita perlu diawali dengan pemikiran baik dan buruknya bagi alam. Jika baik, maka lakukan. Jika tidak, maka tinggalkan. Kedua, memandang alam sebagai mitra dalam kehidupan. Melalui alam, Tuhan telah menyiapkan segala hajat hidup manusia. Dalam proses kehidupan ini, secara langsung dan tidak langsung terjadi timbal balik antara kehidupan manu-

RADIO

RADIO

sia dengan alam. Jika manusia merawat alam dengan baik, maka begitu juga sikap alam. Ketiga, berusaha memberikan yang terbaik bagi alam. Kepedulian terhadap alam bisa dilakukan dari lingkungan terdekat kita. Keluarga kita. Mengajak keluarga dan tetangga untuk tidak membuang sampah sembarang adalah di antara upaya memberikan yang terbaik bagi alam. Perubaan pemikiran dalam melihat alam ini sangat penting dan mendesak bagi kehidupan kita saat ini. Mengingat kondisi alam yang sudah sangat parah di berbagai tempat. Pemanasan global (global warming) hanyalah salah satu akibat ulah manusia. Manusia perlu membuat tindakan kongkrit sebagai bentuk keberpihakannya terhadap alam. Semoga.

Global Hub dan godaan broker tanah Antisipasi agar warga tidak jadi korban

*** Penyelidikan Puskesmas Asakota terkait temuan BPK Harus diusut tuntas

***


RAGAM

SUARA NTB Senin, 12 Februari 2018

Halaman 15

Tolak Bagikan Bansos Rastra

Pemprov Ancam Laporkan Oknum Kadus dan Kades Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) NTB mengancam akan melaporkan oknum Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Desa (Kades) yang menolak membagikan bantuan sosial (Bansos) Rastra ke masyarakat miskin penerima manfaat. Pada Januari lalu, ada oknum Kadus dan Kades yang menolak membagikan Rastra, seperti di Lombok Timur (Lotim). Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH mengatakan, pembagian Bansos Rastra kepada masyarakat miskin penerima manfaat tak boleh lewat tanggal 25 tiap bulannya. Sehingga, pihaknya akan mengawal terus pendistribusian rastra ini sesuai jadwal. ‘’Dan saya tekankan betul, kalau ada oknum Kades dan Kadus yang menolak. Pada saatnya saya akan tegas laporkan yang menolak itu ke aparat penegak hukum. Karena itu merugikan masyarakat miskin,’’ tegasnya ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (11/ 2) siang. Meskipun sebelumnya sejumlah Kadus menolak pendistribusian Rastra, namun tetap jalan. Menurutnya, sejumlah oknum menolak pembagian Bansos Rastra ini lantaran sekarang tanpa uang tebusan. Masyarakat miskin penerima manfaat diberikan rastra gratis sebanyak 10 Kg

tiap bulan. Tahun sebelumnya, Rastra yang diterima masyarakat miskin penerima manfaat sebanyak 15 Kg, dengan tebusan Rp 1.600 per Kg. Namun, mulai 2018, pemerintah pusat menggratiskan Rastra. Tetapi, jatah yang diterima masyarakat miskin dikurangi menjadi 10 Kg tiap bulan. ‘’Penolakan ini sifatnya hanya oknum-oknum. Karena Bansos ini tanpa uang tebusan. Kedua, tak perlu lagi Kepala Desa menunggu uang kumpul baru dibagi. Maka proses itu mengakibatkan oknum-oknum tidak mampu berbuat melakukan pemotongan terhadap hak-hak masyarakat. Sehingga tidak ada alasan dia tak menyalurkan,’’ terangnya. Jika sebelumnya ada alasan oknum Kadus maupun Kades tak menyalurkan Rastra karena penerima tak punya uang untuk menebusnya. Atau ada juga yang terpaksa dipinjamkan uang ke orang lain. ‘’Kalau sekarang kan ndak bisa, masyarakat yang sudah memiliki hak itu, dengan sendirinya harus diberikan haknya,’’ kata Khalik. Jika ada yang mengatakan banyak data penerima salah, menurut Khalik hal itu selalu menjadi alasan klasik. Padahal sebenarn-

Ahyar-Mori Buka Djarum Badminton All Stars dan ’’Coaching Clinic’’ Perdana di Mataram Dari Hal. 1 Pembukaan agenda Djarum Badminton All Stars turut hadir Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh. Wakil Ketua DPRD, H. Mori Hanafi, juga turut hadir dalam kegiatan monumental tersebut. Dalam sambutannya, Ahyar Abduh menyampaikan rasa syukur dan bangga kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui olahraga bulu tangkis. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, menyaksikan para atlet berlaga, serta memberikan motivasi kepada mereka untuk semakin mencintai dan menggemari olahraga bulu tangkis. ‘’Kita berharap akan lahir pebulutangkis-pebulutangkis, atlet-atlet yang tidak hanya mengharumkan Nusa Tenggara Barat, tapi juga mengharumkan nama Bangsa Indonesia, lahir dari Nusa Tenggara Barat,’’ ungkap Ahyar Abduh yang disambut riuh tepuk tangan penonton. Ahyar Abduh juga mengajak berbagai elemen masyarakat khususnya pemerintah untuk mendorong dan meningkatkan kualitas dan kuantitas para atlet di NTB. Dengan keduanya hadir dan memberi dukungan, itu artinya TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi kembali menunjukkan diri untuk tetap konsen mendukung peningkatan olahraga. Sebelumnya, di wilayah Kota Bima kedua pasangan mengadakan Turnamen Catur berhadiah fantastis Rp 50.000.000,yang diikuti 120-an pecatur sePulau Sumbawa.

Jalan Sehat Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 40 Perguruan Tinggi Saraswati Kota Mataram. Walikota Mataram Ahyar Abduh secara resmi melepas Jalan sehat HUT yang ke 40. Mataram, 11 Februari 2018. Jalan sehat dalam dalam rangka HUT yang ke 40 Perguruan Tinggi Saraswati ini dihadiri sekitar 800-an peserta yang terdiri dari mahasiswa hingga masyarakat Kota Mataram. Tokoh muda NU, Suaeb Qury menyatakan, Ahyar Abduh adalah mantan atlet taekwondo sangat senang dengan dengan agenda-agenda seperti jalan sehat. Dan Ahyar Abduh juga sosok pemimpin yang cinta akan kebersamaan dan cinta akan perdamaian. ‘’Kita ketahui bersama setiap agenda apapun itu Pak Ahyar Abduh pasti akan menghadiri. Karena kita ketahui bersama bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang merakyat dan cinta akan rakyatnya,’’ ujar Suaeb Qury. Untuk itu tambah Suaeb Qury, sejatinya masyarakat NTB sudah bisa menilai bahwa sosok Ahyar Abduh adalah sosok pemimpin yang toleran. Tidak memandang suku, budaya, bahkan agama. ‘’Beliau (Ahyar Abduh) adalah sosok figur toleran yang di miliki NTB hari ini. Jadi masyarakat harus sadar dari sekarang bahwa sudah bisa menentukan pemimpinnya lima 5 tahun ke depan,’’ pungkasnya. (aan)

Optimistis Berjalan Damai Dari Hal. 1 Paling mencolok yakni para calon peserta Pilgub NTB. Pada bakal calon gubernur antara lain, Dr.H.Zulkieflimansyah, H. Ahyar Abduh, H.Suhaili Fadli Tohir, dan H.Moch.Ali Bin Dahlan. Mereka saling berjabat tangan, saling berpelukan dan dalam satu kepalan tangan dalam komitmen Pilkada damai bersama dengan Kapolda NTB dan Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori. Tak terkecuali juga para bakal calon wakil gubernur turut hadir. Diantaranya, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Mori Hanafi, H.Muh.Amin dan Lalu Gede Sakti. Suasana itu disyukuri Kapolda NTB yang punya tanggung jawab besar pelaksanaan Pilkada yang aman dan damai. ‘’Inimerupakankegembiraankita warga NTB, tergambarkan bahwa tidakadabenihkonflikdiNTB.mereka sudah menyiapkan diri bahwa siapa pun yang terpilih nanti adalah itu yang terbaik,’’ kata Firli. Keakraban, kesantunan, dan kehangatan para kontestan Pilkada NTB itu adalah contoh dan panutan bagi masyarakat demi Pilkada yang damai. ‘’Mari kita semua menjadi satu dalam satu barisan mensukseskan Pilkada yang aman, damai dan demokratis,’’ tegasnya. Dia menyampaikan, konflik pada saat Pilkada hanya akan membawa pembangunan NTB

berjalan mundur. Sebab, keamanan adalah salah satu modal utama kemajuan daerah. ‘’Ini modal NTB untuk lebih maju itu adalah aman. Jangan karena ada Pilkada kita konflik lagi, maka kita akan mundur lagi,’’ jelas Firli. Lebih lanjut Kapolda juga mewanti-wanti mengenai peluang terjadinya politik uang. Tahapan krusial penetapan pasangan calon, masa kampanye dan pemungutan suara semakin dekat. ‘’Saya minta pasangan calon dan tim sukses untuk tidak menggunakan politik uang. Tidak jual beli suara. Saya minta masyarakat juga agar tidak mau menerima politik uang,” kata Firli. Dia sudah berhitung. Uang ajakan mencoblos salah satu calon tertentu yang diterima masyarakat adalah semu. Tidak berarti apa-apa untuk masa jabatan kepala daerah yang lima tahun. Contohnya, Rp 50 ribu hanya setara Rp 27 per hari selama lima tahun. Sementara Rp 100 ribu setara Rp 54 per hari, dan Rp 200 ribu setara Rp 114. “Dibeli dia hak pilihnya, digadaikan suaranya jauh dari UMR (Upah Minimum Regional). Jadi jangan mau memilih pakai politik uang,” tutupnya. (why)

ya tidak. Ia mencontohkan ketika Rastra diberikan dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Mataram. Dimana, ada oknum kepala lingkungan yang menolak dengan alasan data yang banyak salah. Tetapi setelah Rastra dibagi dengan sistem BPNT, tidak ada keributan. “Artinya tak ada keributan apapun di tingkat masyarakat. Yang ribut itu di tingkat petugaspetugas tertentu. Begitu juga Bansos Rastra ini. Oknumoknum yang terbiasa melakukan pemotongan Rastra, itu sebenarnya yang ribut,’’ katanya. Khalik mengatakan, masyarakat yang tidak ada na-

manya dalam data tak pernah mengklaim dirinya untuk mendapatkan hak orang lain. Untuk masyarakat miskin yang belum masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT), kata Khalik, itulah yang dipikirkan oleh provinsi dan kabupaten/kota. Pihaknya melakukan validasi dan verifikasi data masyarakat miskin tiap enam bulan sekali. Sehingga, jika ada masyarakat miskin yang belum masuk data, maka namanya akan masuk pada periode berikutnya. Terhadap oknum kadus maupun kades yang menolak membagikan Bansos Rastra, Khalik mengatakan pihaknya masih mengedepankan upaya persuasif. (nas)

(Suara NTB/why)

SILATURAHMI - Kiri ke kanan, Dr. H. Zulkieflimansyah, H. Ahyar Abduh, Lalu Aksar Ansori, Brigjen Pol. Firli, H. Suhaili Fadli Tohir, dan Moch.Ali bin Dachlan bergandengan tangan dalam Silaturahmi antar elemen masyarakat dalam mewujudkan Pilkada damai di Mapolda NTB, Jumat (11/2) malam.

Ribuan Penerima PKH Dicoret Dari Hal. 1 Artinya dia sudah keluar dari garis kemiskinan. Kedua, orangnya sudah meninggal, ketiga pindah dari NTB. Tiga hal itulah penyebabnya. Sehingga kita keluarkan sebagai penerima PKH,” kata Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH ketika dikonfirmasi Suara

NTB, Minggu (11/2) siang. Dijelaskan, PKH merupakan program pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Namun keluarga penerima harus memenuhi kriteria yang ditetapkan Kementerian Sosial. Persyaratan dapat berupa kehadiran di fasilitas pendidikan. Misalnya, bagi anak usia

sekolah ataupun kehadiran di fasilitasi kesehatan bagi balita atau ibu hamil. Tujuan PKH adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi peserta. Selain itu, meningkatkan taraf pendidikan, status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, balita dan anak prasekolah

kelaurga sangat miskin. Awalnya jatah PKH untuk NTB sebanyak 91.585 KK. Kemudian mendapat tambahan pada 2018 ini sebanyak 179.972 KK. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi, ada 41.873 KK yang tidak masuk kriteria. Menurut Khalik, dikeluarkannya sebanyak 41.873 KK

dari penerima PKH, hampir sama dengan jumlah penurunan angka kemiskinan di NTB beberapa waktu lalu. Dimana, angka kemiskinan di NTB turun di atas satu persen periode Maret - September 2017. “Itu hampir sama dengan penerima PKH yang kita keluarkan. Itu datanya by name by addres,” imbuhnya. (nas)

Global Hub dan Godaan Broker Tanah Dari Hal. 1 Dia yang memiliki lahan pertanian seluas 1 hektare. Broker tanah silih berganti menghampiri menawar pembelian dengan harga beragam. Terutama sejak Global Hub gaungnya mulai menguat setahun belakangan ini. Tetapi dia tetap bergeming. ‘’Dari kemarin itu saja yang dibicarakan, soal tanah. Sudah ada imbauan jangan sampai tanah ini dijual karena saya yakni akan ada solusi agar masyarakat tidak rugi,’’ jelasnya. Gambaran berpikirnya, jika dia menjual tanah, maka keuntungan yang didapat hanya sementara. Uang hasil penjualan tanah tidak bermanfaat berkesinambungan. Basri sudah membayangkan akan seperti apa nantinya kawasan Kayangan apabila Global Hub terwujud. ‘’Mungkin kita-kita ini tidak dapat secara langsung merasakan. Tapi anak cucu kita nanti. Maka dari itu kita siapkan pendidikannya, agamanya,’’ kata dia.

‘’Sambil kita jaga, kita rawat tanah kita ini. Adik-adik kita, kita persiapkan dengan pendidikan yang tinggi agar nanti tidak hanya menjadi penonton.’’ Kades Gumantar, Jafarti mengemukakan, pihak dari Global Hub belakangan ini intens menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah desa. Pengembangan Global Hub, kata dia, akan memberi dampak terhadap 2.022 kepala keluarga yang mendiami Desa Gumantar. Khususnya di Dusun Amor-amor, tempat pelabuhan dengan dermaga besar akan dibangun. Dia berharap warga Gumantar tidak akan jadi terasing apalagi tersingkir. Malah sebaliknya sebagai salah satu penggerak pembangunan dan pengembangan Global Hub. ‘’Ini nanti dipastikan akan menyerap tenaga kerja yang begitu banyak. Jadi sambil menunggu terealisasi, kita siapkan masyarakat kita agar dapat ikut dalam pembangunan sesuai dengan kemampuan-

nya,’’ kata dia. Jafarti melanjutkan, jalan pembangunan sumber daya lebih menjanjikan daripada sekadar keuntungan sesaat dari menjual lahan kepada broker. Apalagi saat ini hanya dihargai Rp 3 juta per are-nya. “Jangan terbawa calo tanah. Karena sepengetahuan kami dari Global Hub nanti akan ada kompensasi dari perusahaan, apalagi ada wacana kepemilikan saham,” terangnya. Dia mengungkapkan, belakangan ini memang banyak orang yang datang dengan niatan membeli tanah. Tetapi dia bersyukur masyarakatnya belum ada yang tergoda. ‘’Dengan upaya ini, setidaknya nanti Pemda, Global Hub, dan masyarakat punya pemahaman yang sama. Global Hub dapat terealisasi dan masyarakat tidak tersingkirkan,’’ tandas Jafarti. Dapat Jaminan Pemda Kebutuhan lahan untuk rencana investasi Global Hub Kay-

angan, KLU masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemda setempat. Maraknya isu pembelian lahan di masyarakat pun disikapi. Sebab sejauh ini Pemda belum mengeluarkan keputusan menyangkut pembebasan lahan di area tersebut. Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin, SH. MH mengatakan, isu pembebasan lahan agar disikapi bijak oleh masyarakat. Pihaknya selaku pemegang kebijakan di daerah, belum mengeluarkan ramburambu terkait kebutuhan lahan di area Global Hub. Ia meminta agar masyarakat tidak gegabah dengan melepas begitu saja asetnya. Orang per orang yang turun ke lapangan dan menawarkan pembelian lahan bisa jadi calo atau makelar tanah yang datang dengan tujuan untuk bertransaksi demi mendapat keuntungan sesaat. “Tapi kalau ada yang tidak bersabar, dan ingin menjual. Saya kira ditahan dulu lah. Saat ini pemerintah sedang melakukan upaya terhadap hak-hak

masyarakat, baik hak pribadi maupun hak ulayat, ini sedang kita lakukan,” katanya. Sarif menginginkan, agar masyarakat nantinya bertindak sebagai pemegang saham di Global Hub Kayangan. Sebab kepemilikan saham akan memberikan keuntungan dari divestasi saham yang digelontorkan perusahaan. Namun demikian, regulasi Perda dan lembaga Perusda yang mendukung komunikasi dengan pihak swasta, sejauh ini belum dibentuk. Dalam waktu dekat Pemda KLU akan berkoordinasi dengan Direktur PT. Global Hub Kayangan di Provinsi guna memastikan hal teknis yang dibutuhkan. Sebagaimana diketahui, Perda (perubahan) Tata Ruang yang diajukan oleh eksekutif pada tahun 2017 lalu belum dibahas oleh DPRD. Demikian pula, Perusahaan Daerah (Perusda) yang akan mewakili Pemda KLU di PT bersama Global Hub belum terlihat ada langkah pembentukan. (why/ari)

Warga Berharap Bukan Proyek Mimpi Dari Hal. 1 Berdasarkan masterplan Global Hub Kayangan, sebanyak lima desa yang akan masuk proyek ini. Yakni Desa Gumantar, Desa Selengen, Desa Akar Akar, Desa Salut dan Mumbul Sari. Jumlah penduduk sekitar 15.000 jiwa atau 3.500 KK. Jafarti mengatakan beberapa kali pelaksana Global Hub Kayangan telah turun ke lapangan. Diharapkan, pelaksana Global Hub Kayangan turun melakukan sosialisasi ke masyarakat. ‘’Minggu yang lalu turun dari pihak pengelola Global Hub, mengukur titik koordinat Global Hub,’’ bebernya. Masyarakat Gumantar menunggu percepatan realisasi proyek Global Hub karena akan membuka lapangan kerja baru. Jumlah masyarakat di Desa Gumantar, kata Japarti sebanyak 2.022 Jiwa. Mengenai rencana pembangunan Global Hub ini, kata Jafarti, masyarakat tidak khawatir. Ia menuturkan keberadaan Global Hub Kayangan malah sudah menjadi dongeng seperti yang diramalkan para pendahulu mereka ratusan tahun lalu. Berdasarkan cerita nenek moy-

ang mereka secara turun temurun, bahwa Tanjung Gumantar, atau Pelabuhan Ketapang yang ada saat ini sudah diprediksi akan menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal besar. Gumantar dulunya merupakan Kepatihan Gumantar. Masyarakat Lombok Utara dulunya sudah biasa berlabuh ke Kalimantan, Jawa dan lainnya lewat Tanjung Gumantar. “Kalau Global Hub ini dibangun maka betul cerita nenek moyang kita. Makanya tanggapan dengan adanya Global Hub ini, masyarakat tak terkejut. Berharap ini segera dibangun,” katanya. Tokoh masyarakat Desa Gumantar, Basri menambahkan reaksi masyarakat dengan adanya rencana pembangunan Global Hub tidak khawatir tersingkir. “Respons masyarakat bagus. Mereka tak khawatir, mereka menerima positif saja. Mudahmudahan segera dibangun supaya anak cucu kita dapat bekerja di sana,” katanya. Ia mengatakan rencana pembangunan Global Hub Kayangan sedang menjadi buah bibir di masyarakat KLU. Bahkan jika dibandingkan dengan isu Pilkada NTB 2018, rencana pemban-

gunan Global Hub lebih banyak dibicarakan masyarakat. Intinya, kata Basri, masyarakat berharap rencana pembangunan Global Hub Kayangan segera terealisasi menjadi kenyataan. Jamin Bukan Khayalan Pihak PT Bandar Kayangan International, memberi jaminan bahwa mega proyek Global Hub bukan khayalan. Ini setelah keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2017. Sebab dengan PP tersebut sesuai penjabarannya, menetapkan Bandar Kayangan Lombok Utara sebagai kawasan andalan nasional untuk kegiatan industri, perdagangan, jasa dan kelautan. Terdiri atas pelabuhan yang dilengkapi kota metropolitan dengan industri dan kilang minyak. PP tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) sebagai turunannya. Mendapati kondisi lokasi yang akan dijadikan mega proyek itu memang masih jauh dari harapan. Pelabuhan Ketapang, tak lebih dari sebuah dermaga mangkrak yang tinggal menunggu waktu untuk roboh diterjang ombak. Dermaga yang menju-

lur sekitar 50 meter ke arah teluk Ketapang itu terlihat hanya menyisakan beberapa lempeng beton yang retak, hanya berpijak pada beton penyangga. Sementara rangkanya lapuk dimakan usia dan siap siap menjadi besi tua. Hanya pemancing yang masih mau memanfaatkan dermaga itu. selebihnya hamparan teluk yang luas dengan kedalaman diperkirakan lebih dari 35 meter. Son Diamar, selaku Direktur PT Bandar Kayangan International memberi jaminan bahwa mega proyek Global Hub bukan khayalan. Dengan PP tersebut, menjadi jalan terang realisasi sebuah kawasan pelabuhan layaknya Dubai. ‘’Bayangkan itu seperti Kota Dubai modern di Indonesia berpenduduk satu juta, seluas 7 ribu hektar. Dengan pelabuhan internasional modern yang bisa merapat kapal-kapal yang panjangnya 500 meter. Yang ndak bisa di manapun sekarang ini di Indonesia,” kata Son Diamar belum lama ini. Selat Lombok yang memiliki luas ribuan meter bisa dirapati kapal dengan lebar 500 meter dan kedalaman menca-

pai 35 meter. Ditambah dengan keberadaan kilang minyak di Bandar Kayangan ini diperkirakan akan menyedot 200-300 ribu tenaga kerja. Sesuai dengan instruksi Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi, Diamar mengatakan pihaknya tengah menggalang investor. Pasalnya, gubernur dan Bupati KLU, Dr.H.Najmul Akhyar telah menyampaikan pada Presiden Jokowi tak akan menggunakan dana APBN maupun APBD dalam pembangunan Global Hub Bandar Kayangan. ‘’Saya sebagai yang dipercayai oleh gubernur dan bupati, saya sudah menggalang investor baik dari Belanda dan Kroasia untuk membangun pelabuhan. Kilang minyak itu Rusia dan Cina, sudah ada calon-calonnya,” lanjutnya. Kisaran anggaran yang diperlukan untuk pembangunan kota dan pelabuhan mencapai Rp 25 triliun – Rp 50 triliun. Untuk kilang minyak sendiri membutuhkan dana fantastis mencapai Rp 130 triliun. Dengan perkiraan pengerjaan bangunan kota dan pelabuhan membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun. (nas/ars)

Perangkat Investasi Harus Disiapkan Dari Hal. 1 Ihsan mengatakan, jika merujuk pada data yang ada, NTB menunjukkan daerah dengan investasi yang besar. NTB sudah diminati oleh investor. Inilah yang harus dijaga jangan sampai menurun. Oleh karena itu, aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat dan daerah harus sinkron dalam mendukung iklim investasi di NTB. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat, karena proyek Global Hub berkaitan dengan investasi internasional. Tidak hanya antara pemerintah pusat dan pemer-

intah provinsi. Namun koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi juga harus terjalin dengan baik. Jangan sampai aturan yang dibuat tumpang tindih. ‘’Jangan aturan menghambat, harus diperjelas koordinasi, harus ada sinkronisasi antara pusat dan daerah,’’ saran Ihsan. Ia menganggap Proyek Global Hub sebagai peluang bagi NTB, paling tidak tenaga kerja terserap, devisa juga akan masuk ke NTB. Nantinya juga akan berdampak pada pembangunan ekonomi yang meningkat, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan kemiskinan bisa dikurangi. ‘’Sehingga per-

lu menjadi perhatian juga dari pemerintah, memperhatikan hal ini agar peluang ini tidak hilang bagi kita di NTB,’’ pungkasnya. PemprovDimintaKoordinasi Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, H. Suharto, ST, MM menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya proses pembangunan mega proyek Global Hub, Kayangan, Lombok Utara. “Kalau untuk Global Hub, inikan inisiatornya dulu dari provinsi, jadi dalam hal ini, kalau ada dukungan yang dibutuhkan yang

terkait dengan kewenangan kami, pasti dewan akan mendukung itu,” tegasnya. Untuk itu, politisi Hanura ini memintapihakeksekutifuntuksegeraberkoordinasidenganKomisiIV DPRDNTBterkaitkebutuhan yang menyangkut dengan kewenangan DPRD. Baik untuk kebutuhan dalam hal peraturan daerah. “Bila perlu segera diajukan kajian teknisnya dan kajian akademiknya kepada kami, agar kita segera bekerja, mungkin kita bentuk Pansus. Jadi tidak ada dewan yangtidaksetujuuntukGlobalHub itu. Kita akan menyambutnya, itu pasti, ketika ada yang terkait den-

gan dukungan pemda,” katanya. Begitu juga dengan yang terkait dengan dukungananggaranuntuk mempercepat proses pelaksanaan pembanguan Global Hub tersebut, terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur yang menjadi tanggujawab pemda. “Jadi kita sangat sambut positif, apalagi yang terkait dengan dukungan infrrastruktur, seperti percepatan pembanguan jalan, kita akan support. Kalau tidak pada tahun anggaran ini, ya tahun berikutnya dewan pasti akan akan menindaklanjutinya. Yang paling penting esensinya adalah dukungan,” jelasnya. (ron/ndi)

Penyelidikan Puskesmas Asakota Terkait Temuan BPK Dari Hal. 1 Sebagai gambaran, setelah mantan Kadikes Kota Bima, Herta Bhumi Riyanto dimintai keterangan, informasinya pemeriksaan lanjutan dilakukan terhadap Kadikes Kota Bima, Drs. Azhari. Pejabat dan mantan pejabat ini diklarifikasi seputar temuan BPK dan hasil cek fisik penyidik beberapa

waktu lalu dipimpin jaksa senior Usman, SH,MH. Dugaan yang diusut, terkait nomenklatur anggaran tidak sesuai peruntukan pembangunan gedung yang dirancang saat Walikota Bima dijabat almarhum Drs. HM Nur A Latif. Azhari sebelumnya juga membenarkan dirinya diperiksa penyidik Kejati NTB. Ia mengaku ditanya seputar

proses pelelangan hingga pencairan anggaran untuk pembangunan gedung Puskesmas Asakota bernilai miliaran rupiah di Jalan Datuk Dibanta, Jatiwangi, Asakota, Kota Bima itu. ‘’Saya memang dipanggil dan diperiksa soal Puskesmas Asakota,’’ kata Azhari, Rabu, 7 Februari 2018. Hanya saja, ia mengaku tidak tahu persis soal pemban-

gunan gedung tersebut, sebab ketika itu ia belum menjabat Kadikes. ‘’Saya tidak tahu bagaimana proses lelangnya dan proses pengerjaannya, saya belum jadi Kadis,’’ katanya. Ada sekitar 15 pertanyaan yang dilayangkan jaksa terkait proyek Puskesmas tersebut. Namun ia lebih banyak menjawab tidak tahu, karena memang kapasitasnya

tidak mengetahui sejak awal. Bahkan soal nilai proyek pun ia tidak mendapat informasi sesuai permintaan penyidik. ‘’Saya lebih banyak ditanya tugas-tugas kepala dinas dan kewenangan lainnya. Pertanyaan seperti itu ya saya jawab semua. Tapi khusus pertanyaan yang berhubungan dengan gedung puskesmas, saya tidak tahu,’’ tandasnya. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 12 Februari 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Hotel Golden Palace Dukung Pemilihan Puteri Indonesia NTB 2018 Mataram (Suara NTB) Hotel Golden Palace menjadi tempat pemilihan Puteri Indonesia NTB tahun 2018. Pemilihan ini didukung penuh oleh Golden Palace untuk me-

munculkan perempuan-perempuan berbakat asal NTB. Ini merupakan pemilihan Puteri Indonesia NTB pertama yang dilakukan di hotel ini. “Hotel Golden Palace sangat

mendukung segala macam kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat NTB. Kita fasilitasi semua kebutuhan selama pemilihan Puteri Indonesia NTB ini,” kata

F&B Manager Hotel Golden Palace, Reza Pahlevie di Mataram, Jumat (9/2) malam. Ia mengatakan bahwa kegiatan semacam ini bisa juga dilakukan oleh pihak lain. Karena

(Suara NTB/lin)

Suasana pemilihan Puteri Indonesia NTB di Hotel Golden Palace, Jumat (9/2) malam. kapasitas ballroom di hotel ini bisa menampung hingga seribu orang. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat

untuk melakukan kegiatan. Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Puteri Indonesia NTB 2018, Lalu Winengan mengata-

kan bahwa pemilihan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat dari perempuan-perempuan cerdas yang ada di NTB. Sebab, tidak hanya cantik, namun juga harus memiliki kecerdasan dan bakat yang baik untuk bisa mewakili NTB pada pemilihan Puteri Indonesia 2018. “Ada 15 orang finalis yang berasal dari semua kabupaten dan kota yang ada di NTB. Mereka harus cerdas dan tentu saja harus cantik dan tingginya harus memenuhi kriteria,” ujarnya. Ia berharap pada pemilihan Puteri Indonesia nantinya, perwakilan NTB bisa menjadi juara. Sehingga nantinya bisa membawa nama baik NTB di luar daerah hingga ke luar negeri. Apalagi salah satu yang harus dimiliki oleh Puteri Indonesia NTB nantinya adalah kemampuan berbahasa daerah yang baik dan benar. “Mereka diwajibkan harus tahu dan bisa menggunakan bahasa daerah dengan baik. Karena pengetahuan tentang daerah itu sangat penting,” ujarnya. Sementara itu, Reza Pahlevie berharap kedepannya pelaksanaan pemilihan Puteri Indonesia NTB ini dapat diselenggarakan kembali di Hotel Golden Palace. Pihaknya siap untuk memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung kegiatan itu berjalan dengan sukses. “Harapan kami tentu saja agar pelaksanaan kegiatan ini di tahun-tahun berikutnya bisa diselenggarakan di Golden Palace. Selain itu kami juga berharap perwakilan NTB nantinya bisa menjadi pemenang,” harapnya. (lin)

Edisi Senin , 12 Februari 2018 | Suara NTB  

Headline : Penyelidikan Puskesmas Asakota Terkait Temuan BPK

Edisi Senin , 12 Februari 2018 | Suara NTB  

Headline : Penyelidikan Puskesmas Asakota Terkait Temuan BPK

Advertisement