HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 10 DESEMBER 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 229TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 Catatan: Agus Talino 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890
NTB, Eropa dan Mereka yang Menata Mimpi
UHU Kota Warsawa, Polandia, Rabu (5/12) lalu sangat dingin. Telapak kaki dan tangan saya seperti keram. Padahal saya sudah menggunakan mantel yang cukup tebal. Kaos kaki dan sarung tangan saya juga tebal. Saya juga menggunakan penutup kepala dan telinga. Tetapi hawa dingin masih juga menusuk hingga terasa ke tulang. Badan
saya menggigil kecil. Namun salah satu ruangan di Vistula University “mengubah” hawa dingin menjadi sebuah kehangatan. Kehangatan pertemuan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah –akrab disapa Doktor Zul— dengan 18 mahasiswa NTB yang sekitar dua bulan ini sudah kuliah di dua perguruan tinggi di sana. Vistula Univer-
sity dan Collegium Civitas. Mendengar pengalaman dan mimpi mereka setelah kuliah di Eropa, saya merasa haru dan bangga. Mereka bukan generasi “kaleng-kaleng”. Mereka adalah generasi yang memiliki kualitas yang sedang menata mimpi tentang masa depannya yang sukses. Tugas kita semua adalah mendoakan dan mendorong agar generasi baru NTB
bisa menjadi contoh yang baik dan menginspirasi dunia. Seperti cerita salah seorang mahasiswa NTB di sana, kehadiran mereka di Polandia bukan sebatas belajar di dalam kelas. Banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka peroleh di sana. Mereka juga berupaya “menjelaskan” siapa mereka kepada dunia. Bersambung ke hal 11
NTB Darurat Banjir dan Tanah Longsor
Mataram (Suara NTB) Dalam beberapa hari terakhir NTB diguyur hujan lebat disertai petir. Bencana lain yang menyertainya berupa banjir dan tanah longsor, terjadi di beberapa wilayah di NTB. Hujan sebelumnya tak kunjung reda sejak Jumat (7/12) sekitar pukul 17.00 Wita hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Hujan deras mengakibatkan beberapa titik di Kota Mataram dan Lombok Barat terendam banjir. Sungai sungai meluap. Bahkan banjir menelan korban jiwa. Seperti yang dilaporkan di Dusun Medas Kecamatan Gunung Sari, dua orang dikabarkan hilang terseret arus. Korban Rosidi (40) dan Lukman Karianto (14) berstatus ayah dan anak diduga terseret arus saat banjir Jumat (7/12) lalu dan hingga kini masih dalam pencarian Basarnas. Tak hanya korban jiwa, sejumlah rumah hanyut
terseret air bah yang menerjang. Banjir juga menerjang Dusun Guntur Macan, masih di kawasan Gunung Sari. Selain di Lombok, banjir bandang juga menerjang Sumbawa Besar. Luapan air berasal dari Sungai Karang Lagenti yang melintas di Empang. Sejumlah desa terendam, seperti Desa Jotang Beru, Jotang, Empang Atas, Empang Bawah, Pemanto, dan Bunga Eja menjadi wilayah terdampak. Hanya jarak sehari sebelumnya atau Kamis lalu, banjir juga terjadi di Bima dan Dompu. Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah termasuk di Dompu, menyebabkan banjir di beberapa titik. Di Kabupaten Dompu salah satunya, ban-
jir terjadi di Desa Soro, Kecamatan Kempo. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Imran Hasan, mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Soro tak lepas dari hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (6/12) sejak pukul 13.35 Wita hingga 16.05 Wita. Banjir menggenangi permukiman masyarakat di Desa Soro. ‘’Akibat peristiwat tersebut sejumlah material (sampah) tertahan di dua jembatan, air meluap di sejumlah ruas jalan dan menggenangi rumah serta merusak sejumlah titik jalan,’’ ujar Imran, Jumat (7/12). Imran menambahkan, terdapat dua rumah panggung yang
nyaris hanyut dan satu rumah permanen terancam ambruk karena longsoran tanah tebing. Sementara 50 rumah dilaporkan terendam banjir. BPBD Dompu, lanjutnya, telah memberikan bantuan berupa selimut hingga mie instan. Kondisi serupa juga dialami Kota Bima. Kepala BPBD Kota Bima Syarafuddin mengatakan, banjir menggenangi puluhan rumah di RT 2 dan RT 3 Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, pada Kamis (6/12). Hujan dengan intensitas tinggi memang melanda Kota Bima sejak pukul 13.05 Wita. ‘’Material batu dan lumpur menutupi jalan raya dan saluran air,’’ ucap Syarafuddin. Pihaknya telah melakukan pembersihan material batu dan lumpur yang dibantu masyarakat dan Satpol PP Kota Bima.
Selain bajir bandang, dikabarkan terjadi longsor di beberapa titik. Terutam titik akses menuju Lombok Utara. Yakni di jalur Pusuk Gunung Sari-Pemenang, dan jalur Senggigi. ‘’Karena curah hujan tinggi, kami prediksikan, banjir dan longsor masih akan terjadi,” kata juru bicara Aksi Cepat Tanggap (ACT), Muhammad Iqbal kepada Suara NTB, Minggu (9/12). Dikhawatirkan korban akan bertambah, baik untuk kejatian banjir maupun tanah longsor. Sehingga pihaknya meminta semua tim ACT di kabupaten dan kota di NTB siaga. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja mendapat laporan dari daerah, hampir seluruh wilayah terjadi banjir dan sebagian longsor. Bersambung ke hal 11
Serahkan Bantuan, Gubernur Turun Langsung ke Lokasi Banjir
TO K O H Lanjutkan Kajian FS KAJIAN feasilibility study (FS) rencana pembangunan jalan layang port to port dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar) - Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim) belum bisa tuntas tahun 2018. Kementerian PUPR akan melanjutkan kajian FS jalan layang Lembar - Kayangan tersebut pada 2019 mendatang. ‘’Jalan port to port masih FS. Belum selesai FS-nya, masih proses. FS-nya mullti years,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, MTP dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (9/12) siang. Ardi menjelaskan, kajian FS rencana pembangunan jalan layang sepanjang 103 Km tersebut dilakukan selama dua tahun anggaran. Yakni tahun anggaran 2018 dan 2019. Bersambung ke hal 11 Wedha Magma Ardi
KO M E N TTAA R
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/dok)
Baru Cair 6.442 KK
Tri Budiprayitno
SAMPAI minggu pertama Desember 2018, baru 6.442 KK atau 435 kelompok masyarakat (Pokmas) yang telah mendapatkan pencairan dana bantuan stimulan perbaikan rumah. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah rumah masyarakat yang rusak akibat gempa sebanyak 216.519 unit. Dengan rincian, rusak berat 75.138 unit, rusak sedang 33.075 unit dan rusak ringan 108.306 unit. Dengan melihat total jumlah yang rusak, artinya sebanyak 210.077 KK masih belum menerima pencairan dana bantuan stimulan untuk perbaikan rumah. Bersambung ke hal 11
Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tiada hari libur bagi Gubernur NTB. Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc. Baru saja mendarat dari kunjungannya di Polandia untuk melakukan berbagai kerja sama di berbagai bidang, Minggu (9/12) gubernur meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Didampingi sejumlah Pimpinan OPD Pemprov NTB, pejabat Kabupaten Sumbawa serta perwakilan masyarakat, Dr. Zul langsung turun melihat kondisi di lokasi terdampak bencana. Terlihat sisa banjir seperti beberapa kayu yang melintang di badan jalan, sudah mulai dievakuasi. Petugas kecamatan dan warga nampak mulai membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir. Setelah menyasar pemukiman penduduk di Desa Empang Atas, gubernur melanjutkan perjalanan ke Desa Labuhan Bontong. Bersama para korban dan warga di Desa Labuhan Bontong, gubernur menyerahkan bantuan berupa logistik pangan seperti air mineral, mi instan dan makanan siap saji. Bersambung ke hal 11 BANTUAN - Gubernur NTB. H. Zulkieflimansyah, meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Minggu (9/12)
Akhiri Kegiatan Respons Bencana
MDMC Muhammadiyah Hadir Mengurai Derita Korban Gempa Lombok – Sumbawa Mataram (Suara NTB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengakhiri rangkaian kemanusiaan untuk penanganan gempa Lombok – Sumbawa. Penutupan berlangsung Minggu (9/12) diawali sejak gempa pertama tanggal 29 Juli 2018 lalu, untuk berbagai kegiatan penanganan logistik, kesehatan, pendidikan, hunian hingga pemulihan perekonomian. Kegiatan penutupan berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), dihadiri ratusan relawan dari kabupaten dan kota se NTB, termasuk dari berbagai daerah di luar NTB. Rektor Ummat diwakili WR I Dr. Hari Irawan Johari, M.Si, Dekan Fakultas Teknik Ummat Isfanari, ST.,MT yang juga Koordinator Klaster Hunian MDMC, Pemda KLU diwakili Kalak BPBD dan Kadis Kesehatan, Pemda Lotim diwakili sekretaris BPBD, PWM NTB, Pimpinan Pusat MDMC, Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, MDMC Ketua PW MDMC daerah dan cabang terdampak, perwakilan warga Muhammadiyah NTB Muslimin terdampak bencana. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Keluarga besar PW MDMC Muhammadiyah NTB dan anak anak korban gempa Lombok foto bersama usai kegiatan penutupan pos respons bencana.
Menlu RI Beri Apresiasi Polda NTB Mataram (Suara NTB) Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi, menganugerahkan Penghargaan Hassan Wirajuda untuk Perlindungan WNI kepada Direktorat Reserse dan Kriminal Umum, Polda NTB. Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Direktur Reskrimum, Ko-
mbes Kristiaji didampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Achmat Juri pada malam penganugerahan yang berlangsung Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri. “Polda NTB mendapatkan penghargaan tersebut karena selama setahun terakhir dipandang secara konsisten Bersambung ke hal 11
SUARA NTB Senin, 10 Desember 2018
SUARA MATARAM
Halaman 2
Kerjasama Dinas Perdagangan Kota Mataram dengan Harian Suara NTB
Pemkot Mataram Terima Penghargaan sebagai Daerah Tertib Ukur Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram dalam hal ini Dinas Perdagangan mendapat penghargaan sebagai salah satu daerah tertib ukur dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan itu diterima oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh diserahkan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Bandung pekan kemarin. Kepala Dinas Perdagangan Lalu Alwan Basri menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan komitmen tinggi Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Mataram dalam rangka meningkatkan pelayanan kemeteorologian di Kota Mataram. Sebagai daerah yang mendapatkan penghargaan tertib ukur tambah Alwan, tak terlepas dari kerjasama dan sinergitas antara Pemkot Mat-
aram dengan Pemprov NTB, pemerintah pusat, BUMN dan BUMD serta asosiasi. “Ini tidak terlepas kerjasama antara semua pihak,” kata Alwan pekan kemarin. Menurut dia, penghargaan itu akan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pelayanan ke masyarakat semua bidang yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan di Dinas Perdagangan. Saat ini tambah mantan Kabag Humas dan Protokoler, Pemkot Mataram telah menjalin kerjasama dengan Pemkab Sumbawa Barat di bidang kemeteorologian. “Kedepan menyusul kabupaten lainnya,” harapnya. Alwan mengulas, sebelum ditentukan sebagai daerah tertib ukur. Kementerian Perdagangam memiliki kriteria penilaian. Tak dirincikan apa
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menerima penghargaan dari Ment- Walikota Mataram H. Ahyar Abduh (keempat dari kiri) berfoto bersama dengan eri Perdagangan Enggartiasto Lukita pekan kemarin di Bandung. Pemkot Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan kepala daerah lainnya usai menMataram mendapatkan penghargaan sebagai daerah tertib ukur. erima penghargaan sebagai daerah tertib ukur pekan kemarin. saja kriteria tersebut. Akan tetapi, semua pelayanan tera ulang dilayani masyarakat,
perusahaan maupun asosiasi. Dia menyadari tantangan ke depan tera ulang di peru-
mahan - perumahan. Karena, pelayanan lebih sulit mengumpulkan masyarakat.
Permasalahan itu tak akan jadi kendala untuk memberikan kepastian takar dan timbangan
yang sesuai. “Kami siap melakukan pengawasan dan penertiban,” demikian Alwan. (cem/*)
Pokmas Belum Terbentuk Pengalihan Anggaran KELURAHAN sampai saat ini, belum mengetahui berapa dana kelurahan yang diterima dari pemerintah pusat. Anggaran dialokasikan hanya pengalihan dari kecamatan dan organisasi perangkat daerah. Pengalihan pengelolaan anggaran ke kelurahan seperti dana lingkungan Rp50 juta sebelumnya dititip ke kecamatan. Honor Linmas, kader dan pekasih sebelumnya jadi kewenangan OPD teknis. Itu sebabnya, kata Lurah Monjok Timur Muhammad Nur, Minggu (9/12), dana yang dikelola kelurahan ter(Suara NTB/dok) lihat besar. Porsi anggaran Muhammad Nur lingkungan Rp50 juta dikali jumlah lingkungan dan honor lainnya. “Kalau dilihat sih besar, tapi semua sudah jelas peruntukannya,” jawab Nur. Sedangkan, dana dari pusat belum diketahui besarannya. Sosialisasi dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah hanya menyampaikan pengalihan pengelolaan anggaran saja. “Gambaran berapa dari pusat itu belum ada,” akunya. Kalaupun ada, kata mantan Lurah Karang Baru ini, diprioritaskan perbaikan fasilitas umum, kebutuhan lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan serta pembinaan generasi muda. Selama ini, perbaikan infrastruktur kelurahan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Tak dipungkiri, permasalahan fisik sering mencuat di musyawarah pembangunan bermitra masyarakat. “Ndak ada lain setiap tahun itu pasti drainase dan jalan,” sebutnya. Dana kelurahan diharapkan dapat mengoptimalisasi peran kelurahan secara mandiri menangani kebutuhan masyarakat. Paling penting menurut dia, pembuatan MCK. Ini menghindari masyarakat buang air besar sembarangan. Sehingga, tidak menjadi penyakit. Dana kelurahan diharapkan dapat terealisasi, supaya kelurahan mandiri mengelola sesuai kepentingan masyarakat. (cem)
Harus Asesmen Ulang ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta menyarankan Dinas PUPR melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan milik Pemkot Mataram pascagempa yang terjadi Kamis (6/12). ‘’Kalau secara persentase kerusakannya berat, otomatis harus diasesmen. Sebaliknya, kalau kerusakannya ndak terlalu berat, saya berpikir ndak perlu dilakukan asesmen. Tetapi dalam proses perbaikan itu, sekalian diakomodir,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (9/12). Namun demikian, Ketut Sugiarta mengaku pas(Suara NTB/dok) cagempa itu dirinya sempat I Ketut Sugiarta berkeliling Kota Mataram untuk melihat keadaan bangunan-bangunan di Mataram. ‘’Rata-rata kembali normal setelah gempa itu,’’ akunya. Ketua Fraksi Gerindra ini mengapresiasi langkah yang dilakukan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura yang langsung melakukan pengecekan terhadap bangunan Kantor Walikota Mataram. Kalau memang mendesak dilakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi, hal itu, lanjut Ketut Sugiarta harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. ‘’Kalau anggarannya tidak mencukupi, bisa dilakukan secara bertahap,’’ ungkapnya. Ketut Sugiarta menyadari bahwa saat ini, sejumlah bangunan milik pemerintah dalam hal ini Pemkot Mataram, sedang dalam masa perbaikan. Ketika dalam masa perbaikan ini, kembali terjadi kerusakan akibat gempa, anggota Dewan dari Dapil Mataram – Sekarbela ini menyarankan OPD teknis melakukan penyesuaian. ‘’Karena situasional. Saya pikir bisa itu,’’ imbuhnya. Oleh karena itu, Ketut Sugiarta menyarankan semua OPD melakukan pengecekan bangunan kantor mereka secara kasat mata terlebih dahulu. ‘’Kalau memang terlihat lebih parah, otomatis harus asasmen ulang,’’ cetusnya. Pada bagian lain, Ketut Sugiarta juga menyinggung masih adanya warga yang tinggal di pengungsian. Terlebih saat ini, sudah memasuki musim hujan dan rumah bantuan yang dijanjikan kepada masyarakat. Baik Risha (Rumah Instan Sederhana Sewa) maupun Riko (Rumah Instan Konvensional) realisasinya masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. ‘’Risha dan Riko ini kan memang program pusat. Ya memang ini kondisional pemerintah pusat. Ya kita di daerah tidak bisa apaapa,’’ katanya. Seperti kekurangan panel, pendamping dan minimnya Pokmas yang sudah terbentuk. ‘’Hal-hal inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat,’’ pungkasnya. (fit)
Anggaran Perbaikan Rumah Terancam Ditarik Mataram (Suara NTB) Pemerintah pusat mendesak kabupaten/ kota terdampak gempa segera membentuk kelompok masyarakat. Jika di masa transisi Bulan Februari belum terbentuk Pokmas. Anggaran perbaikan rumah terancam ditarik. Di Kota Mataram telah terbentuk 98 Pokmas dengan anggota 1.324 kepala keluarga. Dari data masuk berdasarkan surat keputusan walikota jumlah warga rumahnya rusak kategori berat 2.396 KK. Idealnya, kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H.M.Kemal Islam, Pokmas seharusnya terbentuk 180 lebih. “Iya, ada sekitar 90 Pokmas belum terbentuk. Kalau yang rusak ringan dan sedang sudah demikian bentuknya,” kata Kemal ditemui pekan kemarin. Kemal tak mengetahui informasi anggaran perbaikan rumah akan ditarik oleh pemerintah pusat jika di masa transisi Pokmas belum terbentuk. Kota Mataram tetap akan membentuk Pokmas. Penyelesaian rehab rumah ditargetkan tuntas bulan Juni 2019 mendatang. “Kalau itu belum tahu saya. Tapi ditargetkan semuanya tuntas Bulan Juni,” ucapnya. Kemal mengungkapkan, permasalahan dihadapi di lapangan masyarakat yang rumah rusak berat enggan dibongkar rumahnya. Padahal, persyaratan mendapatkan
(Suara NTB/cem)
PANTAU MATERIAL - Salah satu Ketua Pokmas di Lingkungan Pengempel memantau distribusi material oleh distributor belum lama ini. Di Kota Mataram baru terbentuk 90 Pokmas dari target 180 lebih. Jika Pokmas belum terbentuk hingga Februari bantuan rehab rumah terancam ditarik bantuan Rp50 juta harus dibangun dari nol. Jika bersikukuh tidak membongkar maka dilakukan verifikasi kembali oleh dari Pemprov NTB. “Kalau misalkan tetap
1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Pemkot Mataram mendukung lang1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 kah Pemprov NTB, melakukan OTT (op1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 erasi tangkap tangan) pelaku pembuan1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 gan sampah sembarang. Pelaksanaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 teknisnya kata Kepala Dinas Lingkun1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 gan Hidup Kota Mataram Irwan Raha1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 di, Pemprov NTB akan dibantu pelak1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 sanaannya di lapangan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Diantaranya, cara menangkap or1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 ang. Sebab, menangkap orang ini tak 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 sembarangan. “Saya pikir ini bagus,” 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 kata Irwan Rahadi pekan kemarin. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Operasi Tangkap Tangan akan meli1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 batkan stakeholder terkait. DLH tidak 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 terlibat dalam hal itu. Pemprov NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 juga harus memiliki pegawai dengan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 spesifikasi khusus sebagai penyidik 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 lingkungan hidup. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Penjatuhan sanksi ini umumnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 pada tindak pidana ringan. Berapa 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 besaranya ditentukan berdasarkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 keputusan. “Kemudian bagaimana 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 mengeksekusinya melalui proses pen1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 gadilan,” ucapnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Pemerintah boleh - boleh saja 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 melakukan OTT tetapi harus dipersiap1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 kan sarana prasarana. Pemkot Mat1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 aram, kata mantan Camat Selaparang 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 ini, bahwa LH telah menyediakan itu. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Roda tiga juga telah disiapkan se1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 bagai sarana oleh pemerintah. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Masyarakat tidak bisa ada alasan 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 lagi. Karena semua lingkungan telah 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 disediakan roda tiga. “Lembaga 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 masyarakat setempat kan telah siap1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 kan semua,” ujarnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Lalu bagaimana dengan Perda Kota 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Mataram? Regulasi ini tetap berjalan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 Pihaknya akan membantu teknis pel1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 aksanaan di lapangan. (cem) 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567 1234567890123456789012345678901212345678901234567
Pemkot Dukung Pemprov Lakukan OTT Sampah
tidak mau dibongkar akan diturunkan statusnya. Dari rusak berat ke rusak sedang atau ringan,” tegasnya. Permasalahan lainnya, terjadi kesalahan data yang terletak pada pengetikan. Rumah
tidak masuk kategori rusak ringan tapi tercatat rusak berat. Setelah divalidasi kembali totalnya mencapai 160 kesalahan pengetikan. Ini kata Kemal, harus divalidasi kembali sambil
membentuk Pokmas. “Yang salah pendataan ini cukup banyak,” aku Kemal. Mantan Kepala Dinas Pertamanan ini terus mendorong masyarakat segera membentuk Pokmas. (cem)
Pimpinan OPD Diingatkan Tak Lengah Selesaikan Proyek Khusus proyek PL kata Sekda, tak memungkiri keterlambatan Mataram (Suara NTB) Sekretaris Daerah mengingat- sudah dikomunikasi dengan SKPD penyelesaian proyek tersebut akibat kan pimpinan organisasi per- menangani pekerjaaan fisik. Kecua- faktor gempa bumi Juli lalu. “Ini tidak terlepas dari kejadian angkat daerah, tidak lengah ter- li, tender yang berpotensi tidak selegempa itu,” kata Eko. Apa yang hadap penyelesaian proyek fisik sai tahun penganggaran. Diantaranya, pembangunan ger- menyebabkan pekerjaan fisik di mereka. Pimpinan OPD harus fokus dan didorong mempercepat bang ada persoalan balai jalan na- Kota Mataram setiap tahun ada sional. ”Karena di sana arus ken- saja terlambat. Di tahun 2017 lalu, pekerjaan mereka. “Kita ingatkan OPD tidak len- daraan tinggi makanya ada kekha- jembatan Dasan Agung gagal? Eko gah,” kata Sekda pekan kemarin. watiran terlambat. Semua peker- berdalih, keterlambatan itu sifatnya kasuistis saja. Artinya, tidak setiap Pekerjaan fisik banyak yang belum jaan pabrikan,” tandasnya. Sedangkan, pekerjaan gedung tahun terjadi. Oleh karena itu, pimprampung. Terutama pekerjaan dengan sistem penunjukan langsung Badan Keuangan Daerah telah ber- inan OPD segera menyelesaikan senilainya miliar rupiah. Khusus di jalan pengenaan dendanya. Sekda belum akhir tahun anggaran. (cem) Dinas PUPR tak hanya pekerjaan PL yang nilainya Rp4 miliar. Pekerjaan sifatnya tender nilainya ratusan juta bahkan miliar juga belum rampung. Antara lain, proyek gerbang Lingkar Selatan dan gedung Badan Keuangan Daerah. Proyek gedung Kantor BKD dikerjakan oleh CV. Kurnia Jaya dengan nilai kontrak Rp1,3 miliar lebih. Sesuai jadwal pekerjaan fisik harus tuntas tanggal 30 November. Terlihat di lapangan para pekerja masih memasang keramik. Bagian atas seperti pondasi belum rampung. Sementara, pengerjaan gerbang di Lingkar Selatan nilai pagunya Rp 6 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Tunggal Ika Kon dengan nilai kontrak Rp5,9 miliar lebih. Rekanan hanya (Suara NTB/cem) menyelesaikan bagian KENA DENDA - Gedung BKD Kota Mataram merupakan salah satu proyek tiang. Konstruksi baja untuk yang tidak selesai tepat waktu. Rekanan telah dikenakan sanksi keterlambatan dihitung dari persentase pekerjaan. gerbang belum terlihat.
SUARA NTB
Senin, 10 Desember 2018
Halaman 3
Repnas Angkat Keberhasilan Pembangunan Era Presiden Jokowi di NTB Mataram (Suara NTB) Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) wilayah NTB siap mengawal dan menyampaikan capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada masyarakat luas, khususnya di NTB. Ketua PD Repnas NTB, Lalu Martoyo mengatakan Repnas NTB kedepan akan menyampaikan hasil kerja pemerintah. “Kerja pemerintahan Jokowi khususnya di NTB sudah sangat dirasakan dan dinikmati mulai dari KEK, Pelindo dan irigasi bahkan infrastruktur jalan,” katanya diacara Rakorda Repnas NTB, Sabtu (9/12) lalu. Sedangkan terkait pemenangan Jokowi di NTB, pihak Repnas tidak tinggal diam, sebagai pengusaha muda tentu untuk mendulang suara akan menyasar kaum milenial dengan berbagai program yang telah dirancang. Sementara itu, Ketua umum Pimpinan Pusat Repnas, Eka Sastra menegaskan, bahwa Repnas merupakan relawan dan tidak memiliki agenda dalam jangka pendek akan tetapi punya agenda jangka panjang agar indonesia menjadi tempat yang lebih baik untuk generasi muda ke
(Suara NTB/ndi)
Ketua Repnas Pusat, Eka Sastra saat membuka Rakorda Repnas NTB depan. Karena itu, untuk membangun indonesia lebih maju lagi dengan pembangunan infrastrukturnya dan hal itu hanya dilakukan oleh Jokowi. “Kita tidak pernah melihat seorang kepala negara seperti pak Jokowi yang melakukan pembangunan secara masif dan membuat indonesia lebih baik,” ujarnya saat membuka Rakorda Repnas NTB. Karena itu, dia menginstruksikan kepada seluruh relawan Repnas NTB agar bisa menyampaikan terkait pro-
gram apa yang telah dilakukan Jokowi kepada masyarakat dan juga menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari masyarakat. Baginya, akan memperjuangkan agar pembangunan yang sangat gencar sekarang harus dapat dilanjutkan di periode kedua Jokowi. Pembangunan infrastruktur di periode pertama harus dilanjutkan dengan pembangunan kualitas manusianya agar Indonesia dapat lebih kuat dan mampu berkolaborasi serta berkompetisi
di tingkat internasional. Namun begitu, ia mengakui, tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana melawan kebohongan-kebohongan yang diarahkan ke Jokowi, memecah belah bangsa dan tidak produktif. Repnas sebagai bagian dari pengusaha nasional akan berjuang, menjadi garda terdepan dalam mengabarkan kebenaran, menjelaskan pesatnya pembangunan di masa Jokowi. “Karena para pengusahalah yang lebih tahu kondisi perekonomian Indonesia,” tandasnya. Ia menambahkan, Repnas akan melaksanakan kampanye darat dan udara. Mendatangi komunitas, kampus, sekolah, pesantren dan tempat umum lainnya serta bergerak dari rumah ke rumah. Mengabarkan kebenaran, mengabarkan optimisme Indonesia di periode Jokowi ini. Repnas bergerak tanpa kepentingan jangka pendek, tanpa mengharapkan apapun dan dengan prinsip kemandirian. “Repnas berjuang untuk masa depan, bahwa Indonesia akan jauh lebih baik di masa pemerintahan kedua Bapak Jokowi dan akan menjadi tempat yang lebih baik bagi anak cucu kita kelak,” pungkasnya. (ndi/*)
Upaya Selamatkan Hutan, Korem 162/WB Gelar Penghijauan Mataram (Suara NTB) Dalam rangka menyambut Hari Juang Kartika ke 73 tahun 2018, seluruh Kodim jajaran Korem 162/WB melaksanakan program reboisasi. Sasarannya daerah tandus dan gundul akibat penebangan liar oknum yang tidak bertanggung jawab. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., Jumat (7/12) mengajak seluruh stakeholders yang ada di Kabupaten/Kota dan masyarakat NTB untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama hutan. ‘’Karena di beberapa titikh hutan kita sudah mulai gundul dan ini akan rawan tanah longsor dan banjir,” kata orang nomor satu di jajaran Korem tersebut. Dia berharap, tidak ada lagi yang melakukan penebangan hutan secara liar dan semaunya. Kemarin, Kodim 1606/Lobar dan
Kodim 1608/Bima melaksanakan penghijauan bersama pemerintah daerah, Kepolisian, anak-anak sekolah dan masyarakat secara bersama-sama melaksanakan penanaman pohon sengon, kemiri, pinang dan lain-lain. Sementara Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan penanaman pohon ini selain dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika ke 73 tanggal 15 Desember 2018 mendatang juga untuk membantu pemerintah daerah menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. “Tadi pagi juga dari Kodim 1607/ Sumbawa menggelar karya bhakti pembersihan pantai sebagai salah satu upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” jelasnya. Pria kelahiran Sumbawa Barat itu juga menyebutkan, pada Rabu (5/12/2018) kemarin Korem 162/WB juga melaksanakan kegiatan penanaman 5.000 pohon di
(Suara NTB/Penrem)
PENGHIJAUAN - Kegiatan penghijauan Korem 162/WB dan jajaran. daerah Kuripan Lombok Barat dalam rangka mengurangi pemanasan global, polusi
udara dan melindungi hutan dari banjir dan tanah longsor. (ars/*)
Kurtubi : Pelajaran dari Industri Energi Nuklir Jepang Giri Menang (Suara NTB) Dr. Kurtubi, Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR RI sekaligus Ketua Kaukus Nuklir Parlemen bersama rombongan diundang oleh Pemerintah Jepang (METI) bersama Rektor UI, ITB, UGM, ITS, UNDIP, IPB, ahli-ahli nuklir dan Tokoh Masyarakat. Dalam kunjungan itu, politisi Nasdem ini memberikan gambaran beberapa pelajaran yang diperoleh dari industri energi nuklir Jepang. Kurtubi mengatakan, ke depan ada opsi kilang minyak, smelter tambang dan industri hilir, industri pariwisata, industri berbasis SDA dan industri manufaktur bisa memakai listrik dari PLTN. Kini teknologi PLTN terus berkembang menghadapi tantangan alam berupa gempa dan tsunami serta tuntutan efisiensi dan biaya serta keinginan dunia akan energi yang bersih. Disana, Kurtubi mengunjungi PLTN Fukushima Daiichi yang rusak akibat tsuna-
menunjukkan, meski Jepang pernah merasakan betapa menderitanya akibat bom atom sewaktu PD II dan musibah Fukushima 2011 serta meski Jepang terletak di atas ring of fire, data menunjukkan pertumbuhan atau kemakmuran ekonomi Jepang sangat dipengaruhi oleh keberadaan seluruh PLTN nya.
(Suara NTB/ist)
Anggota DPR RI, Kurtubi saat berkunjung ke Jepang. mi jelas dia, PLTN Fukushima Daini dan berapa PLTN yang lain, termasuk Mitsubishi Heavy Industries di Kobe dan lain-lain. Beberapa pelajaran dari kunjungan ini antara lain musibah PLTN Fukushima tahun 2011 bukan karena gempa tapi karena tsunami. Sebab PLTN didesain mampu bertahan dari guncangan gempa di atas 9 SR. PLTN yang dekat dengan
PLTN Fukushima tapi dengan serangan tsunami yang tidak sebesar Fukushima, mampu bertahan beroperasi. Akibat musibah Fukushima Pemerintah Jepang menutup 42 PLTNnya termasuk yang tidak terkena gempa dan tsunami. Pemerintah membuat aturan baru dengan mewajibkan membangun infrastruktur pengaman yang menjamin zero accident. Data
“Kini satu demi satu, PLTN yang dihentikan pengoperasiannya mulai beroperasi kembali,” katanya. METI menjelaskan, kini Hitachi dan GE sedang mengembangkan PLTN SMR ukuran 300 MW yang sangat aman dan dengan cost hanya US$0.35/Kwh, jauh jauh lebih murah dari PLTU Batubara, PLTDiesel, PLTGas. (her)
(penrem)
HADIAH - Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani menyerahkan hadiah kepada juara lomba menembak eksklusif dalam rangka Hari Juang Kartika dan Porprov 2018.
Gubernur Sebut Menembak dapat Melatih Konsentrasi Pemimpin Mataram (Suara NTB) Memperingati Hari Juang Kartika ke 73 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018, Korem 162/WB menggelar lomba tembak Ekskutif Piala Danrem 162/WB. Diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai kalangan dan instansi, baik Provinsi maupun kabupaten/kota di lapangan tembak Yonif 742/SWY Gebang Mataram, Minggu (9/12). Acara yang digelar sederhana namun penuh keakraban itu dibuka Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah, SE., M.Sc yang baru mengakhiri lawatannya ke Polandia. Dalam sambutannya, Gubernur NTB memberikan apresiasi kepada Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,S.Han. “Lomba menembak ini akan melatih kita untuk menjadi pemimpin yang fokus, konsentrasi dan berintegritas,” ucapnya. Integritas yang dimaksud Gubernur NTB, menyatukan antara fisik dan jiwa dalam sebuah konsentrasi untuk mencapai hasil yang baik. “Jadi sangat baik untuk para pemimpin melatih diri berkonsentrasi melalui menembak,” sebut Gubernur. Sementara Danrem 162/WB dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika, juga dalam rangka memeriahkan pekan olahraga Porprov NTB tahun 2018. “Tujuan digelarnya lomba ini untuk menjalin silaturahmi antara para pejabat di NTB dengan rekan-rekan pengusaha sehingga ada koordinasi dan komunikasi dengan baik,” jelasnya. Selain itu sambungnya, untuk mencari bibit-bibit atlet tembak NTB yang berprestasi. Kedepan, diharapkan, dapat menyumbangkan medali bagi NTB. “Sebab sebelumnya atlet kita pada Kejuaraan menembak level nasional meraih satu emas,” ungkap Danrem. Menurutnya, NTB sebenarnya mempunyai atlet berbakat pada bidang olahraga menembak yang tersebar di kabupaten/kota. “Kita berharap pada PON 2020 nanti kita bisa mengirim Atlet tembak NTB dengan perolehan medali sesuai target,” pungkasnya. Adapun yang keluar sebagai juara pada lomba tembak Ekskutif Piala Danrem 162/WB secara berturut, juara pertama Kabulog NTB dengan nilai 90, Pimpinan BI NTB dengan nilai 78 dan pimpinan Bea Cukai dengan 72, sedangkan untuk juara harapan satu HDCL, KPPN Mataram dan Telkomsel. (ars/*)
SUARA NTB Senin, 10 Desember 2018
Dorong Dilaporkan ke APH PEMKAB Lombok Barat (Lobar) mendorong temuan kerugian negara yang masih mengendap agar dilanjutkan atau dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH). Saat ini, pihak pemda masih menunggu proses tindaklanjut oleh BPK. Pihak Pemda menunggu keputusan dari BPK terkait temuan ini, apakah dilanjutkan ke APH atau tidak. Namun Pemda mendorong agar temuan itu dilanjutkan ke APH. Inspektur pada Inspektorat Lobar HR Agus Hidayat (Suara NTB/dok) HR Agus Hidayat ditemui akhir pekan kemarin mengatakan, terkait temuan kerugian akan dilakukan proses tindak lanjut oleh BPK. Ia membantah temuan ini berlarut-larut sebab prosesnya tetap berlanjut, apapun rekomendasi BPK ditindaklanjuti. Ketika tindaklanjuti rekomendasi tidak bisa, apakah dilanjutkan ke ranah hokum atau dikembalikan ke BPK. “Dari sisi Inspektorat kalau hak dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan maka kami mendorong ke APH,” kata dia. Mengenai regulasi, pihak pemda tidak bisa mencampuri urusan BPK dan kejaksaan sebab pihak terkait memiliki tugas masing-masing. Pihaknya melakukan konsultasi ke BPK, selanjutnya dari hasil konsultasi ada rekomendasi yang dikeluarkan BPK untuk ditindaklanjuti oleh Pemda. Diakuinya, tindak lanjut temuan BPK sejauh ini belum tuntas, terutama temuan kerugian negara mencapai miliaran rupiah belum tertagih. Di antaranya, temuan LHP BPK masih tersisa pada dana purna bakti mantan DPRD tahun 1999-mencapai Rp3,9 miliar tersisa sekitar Rp2,7 miliar. Selain itu, temuan kerugian pengadaan cadangan besar pemerintah (CBP) senilai Rp 108 juta. Pihaknya sudah menyerahkan semua dokumen temuan itu ke BPK, namun belum ada keputusan akhir dari lembaga pengawas tersebut. Pihak terkait, jelasnya, masih mempelajari lagi, “Itu masih dipelajari lagi oleh BPK, jadi belum ada keputusan hasil akhir mereka. Kita masih tunggu keputusan akhir mereka, karena semua temuan kerugian sudah kita serahkan ke BPK. Apakah mau diserahkan ke kejaksaan oleh mereka atau bagiamana kan tergantung keputusan dari BPK,” tegasnya. Dikatakan, temuan kerugian yang diserahkan ke BPK jelasnya bukan hanya CBP, namun semua temuan kerugian negara yang ada di Lobar. Pihaknya menyerahkan ke BPK untuk meminta petunjuk bagaimana langkah Pemda selanjutnya. Apakah ada temuan yang perlu penanganan lebih lanjut, pihaknya menyerahkan ke BPK. Akan tetapi sejauh ini belum ada jawaban dari BPK. Termasuk pihaknya meminta kajian terkait tindak lanjut temuan yang tidak bisa ditindaklanjuti supaya item ini masuk kolom 4. (her)
Provinsi Pertanyakan Kenaikan Belanja Bansos Membengkak Giri Menang (Suara NTB) APBD Lombok Barat tahun anggaran 2019 yang sudah disahkan beberapa pekan lalu sudah dievaluasi provinsi. Hasil evaluasi tersebut, secara umum tidak ada masalah yang krusial. Hanya saja pihak provinsi mempertanyakan beberapa item penganggaran yang dinilai janggal, sehingga perlu klarifikasi oleh Pemda Lobar. Beberapa item penganggaran tersebut, nilai belanja hibah naik signifikan hingga Rp4 miliar. ‘’Selain itu, bantuan hibah berturut-turut ke cikal bakal perguruan tinggi Akademi Komunitas Negeri (AKN) Lobar. Pasalnya, tahun ini AKN sudah dibantu Pemda akan tetapi tahun depan kembali dialokasi hibah ke perguruan tinggi yang berada di Kuripan tersebut.,’’ aku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Joko Wiratno kepada Suara NTB, Jumat (7/12). Menurutnya, pihak TAPD kabupaten bersama Ketua DPRD Imam Kafali dan Wakil Ketua DPRD H. Sulhan Mukhlis sudah diundang TAPD provinsi untuk diklarifikasi perihal hasil evaluasi tersebut. Rapat evaluasi dihadiri langsung oleh TAPD provinsi sekaligus Kepala BPKAD H. Supran dan Inspektorat serta Biro Hukum Setda NTB. Pihaknya sudah memberikan jawaban kepada provinsi terkait hasil evaluasi tersebut. Selanjutnya tinggal dilakukan penajaman, baru Biro Hukum mengecek dan memberikan nomor registrasi terhadap SK dari provinsi. Beberapa item penganggaran yang dipertanyakan kata dia, bansos yang naik signifikan mencapai Rp4 miliar. Pihak Pemkab pun memberikan jawaban, kenaikan bansos tersebut hanya berasal dari pemindahan anggaran bantuan pembangunan rumah kumuh yang sebelumnya di Dinas Perumahan dan Permukiman dialihkan menjadi bansos ke BPKAD. Kenapa dipindahkan? Menurutnya mengacu pada aturan PP bantuan rumah kumuh ini tidak boleh ada pemotongan sedikit pun. Sebab jika dilakukan di Dinas Perumahan dan Permukiman melalui tender, sehingga ada pemotongan untuk keuntungan dan pajak. “Sehingga dipindahkan menjadi bansos di BPKAD, sebab bantuan rumah tak layak huni tidak boleh ada pemotongan sedikit pun,”kata Joko. Meski demikian, mekanisme eksekusi bansos ini tetap melalui Dinas Perumahan dan Permukiman. Artinya, pihak dinas terkait mengeluarkan rekomendasi ke warga untuk eksekusi bantuan tersebut. Pihak BPKAD tidak akan mencairkan bantuan ini jika tidak ada rekomendasi dari dinas bersangkutan. (her)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
18 Formasi CPNS di Lobar Dipastikan Lowong Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bakal digelar tanggal 13 Desember di Aula Makorem 162 Wira Bhakti Mataram. Peserta yang ikut dalam tes SKB ini sebanyak 429 orang, dari peserta yang lolos SKD dan perangkingan 450 dikurangi 21 peserta yang ikut melalui jalur K2. Sedangkan sebanyak 18 formasi dipastikan lowong, lantaran tak ada yang mendaftar dan formasi khusus K2 yang kurang dari kuota formasi. Kasubid Pengadaan Pegawai pada BKD dan PSDM Lobar Deny Satriawan, menjelaskan, pelaksanaan tes SKB sama, seperti SKD menggunakan CAT dengan jumlah soal 100 dalam waktu 90 menit. Hanya saja yang berbeda pada tes SKB ini, tidak menggunakan passing grade
seperti tes SKD. Perolehan nilai SKB ini langsung dirangking sesuai perolehan peserta. Setelah selesai SKB, tahapan tes CPNS sudah selesai dan tinggal diintegrasikan nilai SKD dan SKB dengan komposisi 40:60 persen. “60 persen nilai dari SKB. Dua-duanya (SKD dan SKB)
menentukan kelulusan, tapi SKB lebih besar,” jelas Deny akhir pekan kemarin. Setelah diintegrasikan dua nilai ini peserta yang terbanyak akan lulus. Jika ada peserta yang nilainya sama, maka dilihat usia dengan mengutamakan yang lebih tua. Dikatakan, pada tes SKB
ini ada ketentuan khusus bagi guru yang ikut tes dan memiliki serifikat pendidik. Ketika sertifikatnya linier dan diakui atau valid, maka nilai SKB nya 100 atau penuh. Berbeda dengan guru yang tak punya sertifikat pendidik, maka tidak ada ketentuan khusus tersebut. Lebih jauh disebutkan, dari formasi 219 dipastikan tidak terisi semua kalaupun dari hasil tes SKD dan SKB para peserta lolos. Menurutnya, dari 2019 Formasi itu hanya 201 akan terisi, sebab formasi khusus K2 saja dari 37 formasi yang bisa mendaftar 32 orang. Sedang-
kan yang lolos SKD dan perangkingan sebanyak 21 orang. Masing-masing 5 peserta lolos passing grade dan 16 orang yang dirangking mengacu Permenpan Nomor 61, sehingga totalnya sebanyak 21 peserta. Artinya terdapat lowong sekitar 16 formasi. Ditambah lagi dua formasi tak ada pendaftar, yakni formasi Arsiparis dan tenaga transfusi darah lowong, karena tidak ada pelamar. “18 Formasi dipastikan lowong,”tegasnya. Ada beberapa formasi yang tak ada pendaftar, seperti formasi disabilitas guru BK, namun nanti bisa diambil dari formasi umum. (her)
Produksi Risha Lamban, Warga Beralih ke Riko Praya (Suara NTB) Rumah Instans Konvensional (Riko) kini menjadi pilihan utama dan banyak dipilih oleh warga korban gempa untuk dibangun di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) daripada Rumah Instans Sederhana Sehat (Risha) yang direkomendasikan oleh pemerintah. Minimnya ketersediaan panel Risha akibat proses produksi yang lamban, jadi penyebab utama warga korban gempa di Loteng banyak yang memilih Riko. Bahkan, beberapa kelompok masyarakat (pokmas) yang sebelumnya sudah akan berkontrak pembangunan rumah Risha, justru mundur. Mereka memiliih untuk berkontrak membangun rumah Riko. “Ada beberapa pokmas yang sebelumnya sudah akan berkontrak membangu rumah Risha, namun akhirnya tidak jadi membuat kontrak. Lantaran menilai pembangunan rumah Risha yang lamban,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada Suara NTB, Sabtu (8/12). Mulanya, warga berharap bisa dibangunkan rumah Risha, karena proses pembangunannya dikatakan cukup cepat. Jika dibandingkan dengan rumah jenis yang lain. Mengingat, warga para korban gempa sudah dikejar waktu harus segera menempati rumah baru, karena datangnya musim hujan. “Awalnya warga sangat semangat dengan rencana pemban-
(Suara NTB/kir)
PRODUKSI - Proses produksi panel Risha di pabrik pambuatan panel di Desa Batunyala Praya Tengah. gunan rumah Risha. Tapi setelah melihat kenyataan yang ada, warga akhirnya kembali memilih rumah Riko,” tambahnya. Muhammad menjelaskan, untuk membangun satu rumah Risha type 36 itu paling tidak butuh sekitar 138 panel
ditambah asesoris yang lain. Belum lagi soal aplikator yang memasang panel tersebut, itu juga butuh tenaga khusus. Itu artinya, kata dia, butuh waktu cukup lama untuk membangun satu unit Risha. Menurutnya, ada rencana
untuk mendatangkan panel rumah Risha dari luar NTB dengan harapan proses pembangunan rumah Risha bisa lebih cepat. Tapi terkendala soal biaya pengiriman yang tidak sedikit, termasuk potensi kerusakan saat pengiriman. “Namun
sekarang beberapa BUMN sudah ikut membuat panel rumah Risha. Bahkan pelaku UKM juga didorong untuk memproduksi panel rumah Risha. Supaya bisa memenuhi permintaan panel rumah Risha di daerah ini,” imbuhnya. (kir)
Dewan Soroti Sewa Kontrak Aset Warga Loteng ”di Bawah Tangan” Diminta Waspada Tiga Jenis Bencana
Giri Menang (Suara NTB) Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sewa kontrak aset baik berupa lahan dan bangunan yang tak pernah mencapai target selama beberapa tahun terakhir. Hal ini diduga disebabkan PAD dari sewa kontrak aset hilang akibat banyak aset daerah yang dipindahtangankan diam-diam atau “dijual “oleh penggarap pertama ke orang kedua, bahkan ke orang ketiga. Sementara sewa kontrak yang ditarik Pemda kecil dibandingkan sewa sewa kontrak di bawah tangan yang diperoleh oknum. Wakil Ketua Komisi I DPRD Lobar H. L. Muhammad Ismail mengatakan temuannya pihak pertama ini diduga memindahtangankan dengan nilai duatiga kali lipat dari harga sewa sesuai perda. Sementara sewa yang dibayarkan ke daerah hanya berkisar ratusan ribu saja per tahunnya.”Sewa kontrak ini rendah sekali pemasukan ke PAD bahkan tak pernah capai target, ini akan terus evaluasi. Kondisi ini karena banyak aset berupa tanah dan bangunan pasar dipindahtangankan diam-diam, pihak pertama “menjual” dua-tiga kali lipat, se-
mentara yang disetor ke daerah hanya ratusan ribu per tahun,” ungkap kemarin. Dijelaskan, sewa toko ini tengah jadi sorotan baik pasar kuliner yang dibangun di sejumlah kecamatan dan pasar yang dibangun, pemda seperti di Gerung, Narmada dan Gunungsari serta Kediri. Ia membeberkan temuan di Pasar Narmada, disewakan Rp 6 juta oleh pihak pertama ke kedua, lalu disewakan diamdiam lagi hingga Rp 20 juta per tahun. Bahkan hasil temuannya, ada oknum-oknum tertentu yang mengelola toko ini. Oknum ini, jelasnya, biasa keluar masuk di pemda. Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Joko Wiratno tak menampik hal tersebut. Diakui, di bawah penyewa aset pertama menyewakan lagi ke orang kedua bahkan ke orang ketiga dengan harga lebih tinggi. Artinya, kata dia, standar harga yang ditetapkan pemda masih rendah, sehingga perlu ditinjau kembali untuk dinaikkan. Ia mencontohkan sewa pasar kuliner dan kios pasar dari orang pertama bisa
menyewa dua sampai tiga kali dengan harga berkali lipat. Akan tetapi giliran Pemda mencoba menaikkan justru warga protes, karena menolak. “Yang terjadi saat ini Aset disewakan lagi ke orang kedua bahkan ketiga, tanpa sepengetahuan pemda dengan nilai tinggi, giliran Pemda mau naikkan justru warga ribut. Kami akan upayakan agar nilai kontrak betul-betul objektif,” katanya. Ia mengaku posisi Pemda dilematis, sebab di satu sisi ingin menaikkan nilai kontrak, namun berhadapan dengan protes warga. Padahal mereka menyewakan lagi dengan harga tinggi. Ia menambahkan perihal capaian PAD dari sewa kontrak aset selama dua tahun terakhir (2017-2018) belum mencapai target 100 persen. Tahun 2017 sebesar Rp 1,3 miliar hanya tercapai 70 persen lebih, sedangkan tahun ini pun kemungkinan tak tercapai mengingat dari target Rp 2,5 miliar baru tercapai Rp 1,7 miliar. Diakui target yang diberikan ini tak sesuai dengan kondisi aset yang ada, sebab sejauh ini terus terjadi pengurangan aset untuk keperluan publik seperti lapangan sepak bola dan perkantoran. (her)
Praya (Suara NTB) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini telah menetapkan status siaga bencana menyusul masuknya musim penghujan. Di mana, potensi ancaman terjadi di hampir semua wilayah. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs.H.Muhammad, ada tiga jenis bencana yang bisa mengancam dan harus diwaspadai oleh masyarakat. ‘’Selain potensi longsor di wilayah Loteng bagian utara, di wilayah tengah potensial diterjang angin puting beliung. Sementara di wilayah selatan, potensi banjir patut diwaspadai. Dari catatan bencana yang sebelumsebelumnya pernah terjadi, kita sudah petakan wilayah potensi bencana sesuai ancaman bencananya,” jelasnya kepada Suara NTB, Sabtu (8/12),. Untuk itu, warga didaerahdaerah potensial bencana sudah diberi peringatan, agar tetap waspada akan potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk kelompok-kelompok masyarakat dan desa siaga
bencana di beberapa wilayah sesuai dengan potensi ancamanna. Kelompok-kelompok siaga bencana itulah yang nantinya diharapkan bisa sebagai garda terdepan dalam menanggani bencana ketika bencana terjadi sebelum aparat dari BPBD Loteng turun. “Sebelum petugas turun, masyarakat sudah bersiaga terlebih dahulu. Dengan begitu, potensi terjadinya kerugian bisa diminimalisir sedini mungkin,” ujarnya. Sejauh ini, potensi bencana yang sudah terjadi baru longsor di wilayah Batukliang Utara. Longsor ini membuat jaringan pipa milik PDAM Praya rusak diterjang longsor. Untungnya, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, karena terjadi jauh dari perkampungan. “Musibah longsor di beberapa lokasi di wilayah Batukliang Utara beberapa waktu lalu, membuktikan kalau potensi ancaman bencana itu memang ada. Jadi warga kita harap bisa meningkatkan kewaspadaannya. Supaya benar-benar siap ketika bencana terjadi,” tandas mantan Kabag Aset Setda Loteng ini. (kir)
SUARA NTB Senin, 10 Desember 2018
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Kerjasama Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPP Sumbawa Barat dengan Harian Suara NTB
Dinas PUPRPP KSB Siapkan Data Tiga Zona Jaringan Distribusi Air Bersih Bendungan Bintang Bano Janji Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun jaringan distribusi air bersih bendungan Bintang Bano pada tahun 2019 mendatang siap didukung penuh oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). MELALUI Bidang Cipta Karya, salah satu persiapan yang saat ini telah dirampungkan oleh Dinas PUPRPP KSB berupa data 3 zona jaringan distribusi air bersih bendungan terbesar yang terletak di kecamatan Brang Rea tersebut. “Iya kita sudah disampaikan soal lobi pak wabup (wakil bupati) ke Ditjen Cipta Karya itu sebelumnya. Dan kami pun sudah menyiapkan data-datanya agar program itu bisa dimulai tahun depan,” terang Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PURPPP KSB, Abdul Azis, ST., M.Eng kepada Suara NTB. Ia mengatakan, untuk pe-
menuhan infrastruktur jaringan air bersih Bidang Cipta Karya memiliki kewenangan membangun Water Treatmen Plant (WTP), jaringan distribusi dan jaringan layanan. Di mana hingga saat ini ketiga fasilitas itu memang belum dimiliki oleh bendungan Bintang Bano. “Nah karena pak Wabup sudah melobi Dirjen Cipta Karya, kami pun sudah berikan suplai data-data apa saja yang sudah kita punya di Bintang Bano,” katanya. Ada 3 zona besar jaringan distribusi air bersih bendungan Bintang Bano. Ketiga zona itu terdi-
ri dari, zona Brang Rea - Taliwang, zona Senayan - Poto Tano meliputi kecamatan Seteluk dan Poto Tano, dan ketiga zona jaringan distribusi Jereweh yang melayani kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang. Dijelaskan Azis, sejauh ini dari ketiga zona itu pihaknya telah menyusun Detail Design Engineering (DED) untuk dua zona, masing-masing zona Brang Rea - Taliwang dan zona Senayan - Poto Tano. Data DED di kedua zona yang telah diselesaikan Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPP KSB itu, terdiri dari desain
jaringan idstribusi dan fasilitas WTP. “ Artinya suplai data sudah siap yang dua zona itu dan kita sudah komunikasi dengan satker-nya yang ada di NTB ini (Satker Pengembangan Air Minum),” sebutnya. Sementara untuk zona Jereweh, Bidang Cipta Karya baru akan menyiapkan pada tahun 2019 mendatang. Azis mengatakan, pihaknya telah menganggarkan penyusunan DED zona bagian selatan itu melalui APBD 2019. “Nanti sekalian juga kita susun dokumen lingkungannya. Dengan begitu data-data yang diperlukan untuk pembangunan infrastruktur di tiga zona jaringan distribusi air bersih Bintang Bano ini sudah lengkap dan bisa digunakan kapan saja,” cetusnya. Selanjutnya ia mengungkapkan, untuk pemenuhan infrastruktur penunjang
jaringan air bersih di seluruh wilayah KSB. Pihaknya dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai upaya. Selain menyusun data awal tiga zona jaringan bendungan Bintang Bano, Bidang Cipta Karya juga intens mengupayakan jaringan Brang Ene yang memiliki sistemnya sendiri. Disampaikan Azis, jaringan Brang Ene memiliki potensi produksi yang sangat besar dan sejauh ini belum mampu secara maksimal dimanfaatkan. Di sumber mata air Brang Ene ini produksinya bisa mencapai 20 liter/detik, sementara yang baru bisa dimanfaatkan hanya sekitar 10 sampai 12 liter/detik dengan jangkuan layanan di dua kecamatan. Yakni kecamatan Brang Ene dan kecamatan Jereweh. “Kalau nanti zona Jereweh sepenuhnya disuplai dari Bintang Bano, maka sistem Brang
Ene ini hanya melayani sekitarnya dan itu lebih dari cukup,” paparnya. Pada tahun 2019 mendatang, lanjut Azis, jaringan sistem Brang Ene akan dioptimalkan produksinya. Di mana untuk pembiayaannya Dinas PUPRPP KSB telah mendapatkan komitmen Kementerian PUPR Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang telah bersedia mengalokasikan dananya melalui APBN tahun depan. “Hanya sedikit saja yang perlu diperbaiki karena kapasitas sistem Brang Ene ini, seperti IPA (instanlasi pengelolaan air) dan WTP-nya sudah 20 liter/detik. Jadi jaringannya saja yang perlu diperbaiki,” sebutnya seraya menambahkan, jika sistem Brang Ene memiliki unit air baku dengan kualitas bagus.
(Suara NTB/bug)
Abdul Azis “Produksi air sistem Brang Ene ini sangat bagus. Air bakunya tidak perlu perlakukan khusus karena kualitasnya bagus. Jadi sistem ini memang harus kita maksimalkan sehingga masyarakat bisa mendapatkan suplai air bersih terbaik,” klaim Azis. (bug/*)
Kecamatan di Wilayah Selatan Kembali Diterjang Longsor Informasi yang berhasil diserap Suara NTB di lapangan menyebutkan, jalan yang menuju ke desa Talonang dan dua desa lainnya sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Hal tersebut terjadi setelah hujan terus mengguyur wilayah setempat yang membuat longsoran baru. Material untuk perbaikan jalan itu juga terbawa longsoran. Bahkan saat ini ruas jalan ke arah Talonang semakin kritis dan amblas. Penanganan yang dilakukan terhadap jalan tersebut juga belum membuahkan hasil. Hal tersebut terjadi karena lokasinya yang sangat rawan longsoran susulan serta hujan yang terus menerus terjadi. Camat Sekongkang, Syafruddin ‘Roni’ kepada Suara NTB, Sabtu (8/12) tidak menampik semakin parahnya kondisi jalan menuju ke arah Talonang. Hal ini terjadi karena hujan terus
mengguyur wilayah setempat. Kondisi itu kembali diperparah dengan kondisi tanah yang labil serta air yang turun dari gunung. Akibat kondisi tersebut, tiga desa di wilayah setempat, Talonang, Lemar Lempo, dan Tatar Loka terisolir akibat dua jembatan yang putus dan material longsoran yang menutupi bahu jalan. Meskipun kondisi saat ini sudah ada penanganan, tapi tidak bisa maksimal. Karena kerusakannya bukan hanya di satu titik saja melainkan menyebar. Bantuan PT AMNT berupa beronjong dan pipa pembuangan air gunung di lokasi yang kritis juga tidak maksimal dan sudah mulai jebol. Karena tidak mampu menahan hantaman air yang berasal dari gunung. “Kami tidak tahu harus berbuat apalagi, karena segala upaya sudah kita lakukan tetapi masih nihil. Hal terse-
but terjadi karena curah hujan yang tinggi masih terus terjadi di wilayah kami,” sebutnya. Ditambahkan, Kepala pelaksana BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan logistik (Darlogs) Hendra Adiwinata S. Pd, juga menyebutkan bahwa wilayah selatan sudah harus waspada bencana tanah longsor dan banjir. Apalagi untuk saat pihaknya mencatat sudah ada empat kejadian akibat curah hujan yang terus mengguyur wilayah setempat. Sebut saja banjir desa Kertasari awal musim penghujan yang merendam ratusan hektar lahan pertanian jagung milik masyarakat. Setelah banjir di desa Kertasari, tanah longsor kembali terjadi di jalan utama menuju desa Talonang dan kondisi saat ini sudah semakin parah. Banjir juga terjadi di desa Tongo tidak berselang lama dari kejadian di desa Talonang. Bahkan baru-baru ini, tanah longsor kembali terjadi di
jalur utama dari Maluk-Sekongkang. Akibat kejadian itu akses menuju kecamatan Sekongkang sedikit terhambat. Karena material dari sisa longsoran menutupi sebagian bahu jalan. “Memang khusus untuk wilayah selatan sangat rawan terjadi bencana tanah longsor. Hal itu terjadi karena kondisi tanah yang tidak stabil. Apalagi pembangunannya juga dilakukan dengan tidak melihat kondisi alam, asal bangun saja,” terangnya. Dikatakannya, khusus untuk bencana yang terjadi di Maluk, saat ini tim TRC sudah mulai membuka jalan yang tertutup oleh material longsoran tanah dan pohon tumbang. Penanganan jalan ini juga terkendala minimnya sarana, sehingga prosesnya berlangsung lama. Bahkan saat ini tercatat ada dua lokasi yang mengalami longsoran cukup parah dengan panjang sekitar 20 meter dan ketinggian tumpukan material dari longsoran mencapai 3 meter. Terkait kondisi tersebut, pihaknya meminta ke dinas PUPRPP untuk menurunkan alat
Pendataan dan Distribusi Bantuan ke Empang Terus Dilakukan Sumbawa Besar (Suara NTB) Bantuan logistik untuk korban banjir di Empang terus mengalir. Pemkab Sumbawa juga berusaha mendekatkan kebutuhan masyarakat korban. Sambil terus melakukan pendataaan. Untuk korban yang rumahnya hanyut dan rusak berat akan ditangani melalui permukiman sementara. Seperti disampaikan Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi, Sabtu (8/12) kemarin, sekitar Rp80 Juta lebih dari dana tak terduga, anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah disalurkan bagi korban banjir. Untuk pemenuhan kebutuhan logisitik makan minum. Pelayanan air bersih, tarpal dan dapur umum. “Walaupun masih banyak keluhan, kita terus berusaha mendekatkan kebutuhan korban banjir. PMI juga sudah turun bawa selimut, terpal dan lainnya,”terangnya. Selain itu, warga dibantu sejumlah elemen TNI/Polri, KPH, PMI dan lainnya masih bergotong royong membersihkan sisa sisa sampah akibat banjir. Sumur sumur warga yang terendam lumpur mulai dilakukan penyedotan. Agar bisa difungsi-
kan kembali. Untuk kerugian material termasuk rumah rusak masih terus dilakukan pendataan di lapangan. Mungkin ada rumah rumah penduduk yang berpotensi rusak di sepanjang garis pinggir kali atau sungai, yang terlewatkan akan kembali disisir. Bagi warga yang rumahnya hanyut dan rusak berat, akan dibangun pemukiman sementara. “Kita juga akan bantu biaya hidupnya untuk sementara ini. Pokonya apa yang bisa kita (pemerintah) biayai sepanjang sesuai aturan akan kita bantu secara optimal. Asalkan masyarakat juga transparan menyampaikan kesulitannya kepada pemerintah, agar Pemkab bisa mem-back up. Jangan ada yang saling menyalahkan,” tukas Sekda. Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT atas musibah ini. Sambil berusaha mawas diri terhindar dari penyakit akibat terendam banjir. Kemudian menggugah kesadaran kolektif agar jangan sampai gara-gara tangan kita (merusak hutan) lantas menghancurkan masyarakat lainya.
(Suara NTB/arn)
BERSIHKAN SAMPAH - Tampak sejumlah elemen di Empang menggelar gotong royong guna membersihkan sampah sisa-sisa banjir beberapa waktu lalu. “Kita waspada. Karena bencana selalu mengintai kita, tidak hanya banjir, tetapi juga longsor dan lainnya. Agar jangan sampai ada timbul korban jiwa. Kabag Humas Setda Sumbawa, Tajuddin S.H, yang dikonfirmasi Minggu (9/12) kemarin, juga menyebutkan, masyarakat masih terus bergotong royong membersihkan sampah sisa sisa banjir di dalam pemukiman warga. Tanggap darurat juga berakhir hari ini. Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa saat turun ke lokasi, juga telah
berpesan ke warga, untuk tetap bersabar dan waspada. Mengingat ini hujan pertama langsung banjir. Dalam hal ini, Pemkab mendukung penuh apa yang menjadi kebutuhan korban banjir. Terutama air bersih dan pembersihan sampah. Demikian pula dengan sedimentasi yang terjadi di saluran induk DAM Lagenti. Serta kerusakan pipa PDAM Empang yang rusak akibat banjir akan segera dibenahi. (arn)
Disdukcapil Terapkan Pelayanan Malam untuk KTP Elektronik Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumbawa terus berkhtiar menuntaskan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Selain pelayanan di Kabupaten dan di kecamatan, pihak dinas juga mencoba melakukan pelayanan di malam hari melakukan perekaman dan menerbitkan KTP bagi masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Zulqifli kepada Suara NTB menyampaikan, pihaknya mencoba berinovasi melakukan Racik (Rekam langsung cetak KTP Elektronik). Pelayanan ini dilakukan setiap malam Kamis dan malam Minggu. “Ini bentuk ikhtiar kami dalam penuntasan perekaman sekaligus penertiban KTP Elektronik masyarakat,” jelasnya.
Dilakukannya malam hari, karena selain suasananya sejuk juga masyarakat bisa sambil bersantai. Seperti halnya yang dilakukan di Taman Mangga pada Sabtu (8/12) malam lalu. “Mungkin masih ada masyarakat yang malas datang ke Kantor Disdukcapil. Kepingin dilayani sambil ngopi di Taman Kota. Seperti di Taman Mangga, kami coba siapkan wahana itu setiap malam Minggu dan
Kamis,” kata H. Zul. Dari pelayanan yang dilakukan, diakuinya sebanyak 54 KTP Elektronik berhasil tercetak. Guna melihat respon masyarakat, untuk tahap pertama akan dilakukan hingga akhir Desember mendatang. Tahap berikutnya akan dilakukan sampai menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) DAN Pemilihan Presiden (Pilpres). (ind)
(Suara NTB/ist)
LONGSOR - Tanah longsor di jalur utama Maluk ke Sekongkang. Akibat longsor, jalan yang menuju ke desa Talonang dan dua desa lainnya nyaris tidak bisa dilalui kendaraan. berat ke lokasi longsoran. Sehingga upaya penanganan terhadap jalan ini bisa segera. Karena jika tidak segera dilakukan dengan cepat, maka
sisa material dikhawatirkan akan semakin menumpuk. “Kita sudah minta agar dinas PU-PRPP segera menurunkan alat berat yang dimili-
ki. Jika tidak segera dikhawatirkan material sisa longsoran akan semakin menumpuk di lokasi dan akan sangat sulit ditangani,” tandasnya. (ils)
Program Air Bersih dan Sanitasi Dinas PRKP Sumbawa
Dinas PRKP Minta Pengerjaan IPAL Komunal Segera Dituntaskan Sumbawa Besar (Suara NTB) Pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal pada 40 titik lokasi di Sumbawa harus tuntas paling lambat akhir tahun ini. Sebagian besar IPAL bisa diselesaikan dalam waktu dekat, karena tinggal mengejar penyelesaian akhir. Namun, ada beberapa lokasi yang berpotensi terlambat, sehingga diminta digenjot pengerjannya. Agar bisa tuntas 100 persen sesuai waktu yang tersedia. Demikian ditegaskan Kabid Air Bersih dan Sanitasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa, Hardianto, S.T, kepada Suara NTB, Minggu (9/12). Secara umum, sampai saat ini progres pengerjaan cukup baik. Bahan material hampir semuanya sudah ada di lokasi. Rata rata tinggal mengejar finishing seperti pagar, baruga hingga taman. Tetapi, ada beberapa IPAL yang pekerjaannya sedikit terlambat. Yakni, IPAL di Pemasar Kecamatan Maronge dan IPAL di Pemangong Kecamatan Lenangguar. Sehingga pengerjaannya mesti digenjot lagi. “Kita minta digenjot siang dan malam. Agar bisa tuntas paling lambat 25 Desember,”cetus Anto panggilan akrabnya. Data lapangan berdasarkan hasi wawancara Suara NTB dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di sejumlah lokasi IPAL, seperti Penyaring, Senampar (Sebewe), Lengas (Poto), Brang Pelat (Pelat) menunjukkan progres positif. Rata-rata tinggal menuntaskan beberapa item pekerjaan finishing. Namun mesti terus dipercepat, agar IPAL komunal untuk masyarakat tersebut dapat segara digunakan.
Diketahui, program sanitasi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Sumbawa pada tahun ini tersebar di 40 lokasi, yang menyasar hampir semua kecamatan. Kegiatan pemberdayaan yang direncanakan dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Lokasi IPAL dimaksud, diantaranya, yakni pembangunan IPAL komunal desa Labuan Sangoro, desa Ai Mual Kecamatan Lantung, desa Jotang Beru, desa Lekong Atas, desa Lopok Beru, dusun Seseng desa Sampe Rhee, dusun Seseng desa Ongko, dusun Rate Tatebal, dusun Jompong Muer, dusun Ledang desa Ledang, desa Hijrah, desa Rhee Luar, dusun Muer desa Muer, dusun Lamurung desa Ledang, dusun Pemangong desa Lenangguar, desa Empang Atas kecamatan Empang, desa Sebeok kecamatan Orong Telu, desa Kelawis kecamatan Orong Telu, desa Bantulante kecamatan Tarano, desa Lamenta kecamatan Empang, desa Mapin Beru kecamatan Alas Barat, desa Lito kecamatan Moyo Hulu, desa Penyaring kecamatan Moyo Utara. Kemudian pembangunan IPAL komunal desa Pungka, desa Pemasar dan desa Pelat kecamatan Unter Iwes. Ditambah pembangunan tangki septic skala komunal desa Sebewe kecam a t a n Moyo Uta r a .
Sedangkan dari DAK Penugasan, berupa penambahan SR IPAL komunal desa Orong Bawa, pembangunan IPAL komunal dusun Karang Rea desa Rhee Loka dan desa Brora. Penambahan SR IPAL komunal desa Baru Tahan dan penambahan SR desa Sepayung. Penambahan SR IAPL dusun Lengas desa Poto, desa Gontar, desa Batudulang, desa Sampe kecamatan Moyo Hulu. Pembangunan IPAL komunal desa Bale Brang kecamatan Utan, desa Sebedo kecamatan Utan, desa Kerekeh Unter Iwes dan dusun Marga Damai desa Lamenta. Program ini total anggarannya mencapai Rp20,6 miliar. (arn/*)
Hardianto
(Suara NTB/arn)
Taliwang (Suara NTB) Dua kecamatan di wilayah Selatan, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali diterjang longsor. Setelah kecamatan Sekongkang, khususnya di wilayah Talonang dengan kondisi yang semakin parah, longsor juga terjadi di wilayah Maluk. Hanya saja, longsor yang terjadi di Maluk tidak membuat akses jalan terputus.
SUARA NTB Senin, 10 Desember 2018
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Kerjasama Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB
Empat Wirausaha Pemula Dompu Dapat Bantuan Hibah Kemenkop UKM RI Dompu (Suara NTB) Empat wirausaha pemula di Kabupaten Dompu mendapat bantuan hibah dari Kementrian Koperasi UKM RI. Bantuan berupa dana tunai masing – masing Rp.13 juta ini menjadi modal untuk pengembangan usahanya. Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs H Rifaid, M.Pd melalui kepala bidang UKM, Ir Hj Serim, M.Si mengungkap, keempat wirausaha pemula yang mendapat bantuan hibah dari Kementrian setelah mengajukan proposal. Penerima bantuan hibah dari Kabupaten Dompu cukup besar bila dibandingkan daerah lain. Karena hanya 11 wirausaha pemula yang mengajukan proposal dan 4 orang disetujui. “Uangnya langsung masuk ke rekening
pelaku UKM,” katanya. Keempat pelaku UKM penerima bantuan hibah Kementrian ini diantaranya Arif Priyono (UKM Ami Kik) Bada, Ali Ramzi (UKM Reza) Bada, Novisusanti (UKM NS Gel) Kandai Dua, Nur Hasanah (UKM Istana Angin Laut) Desa Marada Huu. Kendati bantuan hibah bagi wirausaha pemula ini langsung masuk ke rekening masing – masing, dikatakan Hj Serim, tetap dilakukan pendampingan dan evaluasi sesuai proposal yang diajukan. Pendampingan dan evaluasi akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi UKM. “Kita ingin bantuan itu manfaatkan sesuai peruntukan, sehingga usahanya semakin maju dan berkembang,” jelas Hj Serim.
Perda Penertiban Ternak Dianggap Kurang Tegas Dompu (Suara NTB) Pelepasliaran ternak di wilayah kota masih jadi pemdangan tak mengenakan di Dompu. Bahkan, tak sedikit yang masuk dan merusak fasilitas di instansi pemerintah. Juga mengganggu lalu lalang pengguna jalan. Kasat Pol PP Kabupaten Dompu, Agus Salim kepada Suara NTB di ruang kerjanya menjelaskan, langkah persuasif ke para peternak sudah sangat sering dilakukan, baik secara langsung maupun melalui aparatur desa, lurah dan camat setempat. Tetapi nyatanya, upaya itu tidak membuahkan hasil yang signifikan. Tidak adanya ketegasan sanksi dalam perda ketertiban umum terkait larangan pelepas liaran ternak di wilayah kota diakui membuatnya sulit untuk mengatasi persoalan tersebut. “Ternaknya tidak saja masuk ke Kantor Bupati, ke instansi lain pun banyak. Cuma memang kita masih mengharapkan adanya ketegasan sanksi untuk pemilik ternak dalam perda itu,” kata dia. Upaya penertiban ternak yang ditemukan berkeliaran bebas diwilayah kota memang pernah dilakukan, tetapi konsekuensinya ketika ternak-ternak itu hilang atau tewas maka pihaknya dituntut untuk mengganti rugi. Besarannya jauh dari nilai denda penebusan yang dibebankan pada para peternak. Hal itulah yang membuatnya khawatir melakukan penertiban atau mengandangkan ternak tersebut. Akan berbeda halnya ketika dalam perda ketertiban umum tersebut dituangkan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi peternak yang melanggar. “Jangan cuma denda sekian setelah ditebus lepas lagi, jadi tidak ada efek jera bagi para peternak ini. Itu yang masih kurang perda itu setelah saya pelajari,” jelasnya. Di samping tidak adanya sanksi tegas, lanjut Agus Salim, rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengandang ternaknya membuat persoalan ini sulit diatasi, tak heran hewan seperti sapi, kambing masih ditemukan berkeliaran bebas bahkan masuk dan merusak fasilitas di instansi pemerintah. Pun tidak sedikit yang juga memicu terjadi lakalantas di wilayah ini. “Petenak ini tidak merasa ternaknya mengganggu makanya tetap dibiarkan lepas begitu saja, dan sanksi dari kita juga lemah hanya berupa denda saja sehingga tidak ada memberikan efek jera,” pungkasnya. (jun)
Saling Tatap, Tiga Pemuda Todongkan Senjata Dompu (Suara NTB) Tiga terduga pelaku pengancaman dengan panah dan senjata rakitan berhasil diringkus polisi, Jumat (7/12) Pukul 20.00 Wita. Mereka Rm, Sl dan Hr warga Lingkungan Simpasai Kelurahan Simpasai. Dari tangannya berhasil diamankan sepucuk senjata rakitan, satu buah ketapel dan beberapa anak panah. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Sabri, SH., kepada Suara NTB, Sabtu (8/12) kemarin mengungkapkan, pengancaman dengan cara menodong dua korban asal Lingkungan Potu tersebut terjadi di depan Masjid Raya Baiturrahman Dompu. Awalnya, mereka terlibat aksi saling tatap yang kemudian memicu amarah para tersangka. “Merasa ditantang, para pelaku berhenti kemudian menanyakan sambil mengeluarkan panah dan senjata rakitan,” kata dia. Belum sempat menjawab pertanyaan dua korban yang merasa jiwanya terancam spontan lari menyelamatkan diri. Sementara, tersangka yang aksi jahatnya dijumpai salah seorang anggota langsung dikejar, namun tak berhasil ditangkap. Kendati sempat gagal, lanjut Sabri, polisi akhirnya berhasil menciduk dua dari empat tersangka saat melintas di depan Kantor Bupati yang ketika itu tengah dipadati rombongan peserta pelepasan obor Porprov dari Kabupaten Bima. “Baru satu tersangka lagi diamankan dan satu lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya. Selain terduga pelaku, polisi juga mendapati barang bukti yang digunakan hari sebelumnya untuk menodong korban antas nama One dan Muhammad Rizal, yakni sepucuk senjata rakitan, satu buah ketapel dan beberapa butir anak panah. Berbekal temuan tersebut mereka langsung digiring ke Mapolres Dompu untuk diproses lebih lanjut, dan tak menutup kemungkinan keduanya merupakan biang pemanah misterius yang akhir-akhir meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Potu. Dugaan tersebut pun didukung keterangan beberapa orang warga dan korban. “Menurut keterangan dari korban dan warga setempat bahwa empat pelaku ini sering melakukan aksi yang sama di Potu,” pungkasnya. (jun)
Harus diakui, kata Hj Serim, persoalan modal dan jejaring masih menjadi kendala pelaku UKM di daerah. Kondisi ini menyebabkan produk UKM Dompu gagal masuk di supermarket, karena sistemnya dropsip dan harus kontinyu. Pelaku UKM yang keterbatasan modal, sulit memenuhi. Karena hasil penjualan produk tersebut dijadikan modal untuk membeli bahan untuk produk berikutnya. Namun Hj Serim mengaku akan melakukan pendekatan ulang ke supermarket di Mataram agar bisa menerima pasokan produk UKM Dompu. Paling tidak sistemnya bayar setengah, sehingga dapat menutupi keterbatasan modal pelaku UKM. “Kita akan coba usahakan lagi ke Ruby (Mataram). Kita minta agar
dibayar setengahnya dulu saat barang masuk,” terangnya. Hj Serim juga mengungkapkan, pendampingan terhadap pelaku UKM terus menjadi komitmen pihaknya. Keikutsertaan pada NTB Expo 2018 juga menjadi bagian dari pendampingan terhadap pelaku UKM dalam memasarkan produk usahanya. Selain kegiatan NTB Expo, berbagai event lain juga difasilitasi. Pada kegiatan NTB Expo tahun 2018, beberapa produk unggulan daerah asal Dompu yang cukup diminati pengunjung seperti madu, mete, krepek ikan, kopi, marning jagung, kahangga, ikan kering, abon, termasuk tenunan. “Di hari pertama dan kedua, banyak pengunjung langsung membeli itu,” terangnya. (ula/*)
(Suara NTB/ula)
UKM DOMPU - Produk UKM Dompu yang ditampilkan di stan milik Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu pada event NTB Expo tahun 2018 yang berlangsung, 5 – 9 Desember 2018 di Banyumulek Lombok Barat (foto kiri). Hj. Serim (foto kanan).
Pemerintah Gagal Penuhi Fasilitas Sumber Air Baku PDAM Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Dompu gagal memenuhi janji untuk segera membangun bak penangkap air di sumber air baku Dusun Kamudi Desa Rababaka. Bak ini direncanakan sebagai pengganti bendungan Kamudi yang kembali jebol diterjang banjir akhir 2017 lalu. Akibatnya, pihak PDAM harus terseok – seok menyambung pipa pengambilan air baku kendati putus dibawa arus banjir. Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Drs. Imran M. Hasan yang dikonfirmasi membenarkan, bahwa rencana pembangunan bak penangkap air baku di daerah aliran sungai (DAS) Kamudi sekitar bendungan sumber air baku PDAM lalu gagal dibangun tahun 2018. Karena tahun anggaran yang menyisakan sekitar 20 hari, tidak memungkinkan untuk pembangunan bak penangkap tersebut. “Kelihatannya ndak mungkin dikerjakan 2018 ini, mungkin tahun depan,” katanya. Imran pun mengaku, sudah mengupayakan agar bak penangkap air baku tersebut segera dibangun. Bahkan, RAB dan desain gambar bak sudah diajukan ke atasan. Namun hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB menyebutkan, rencana pembangunan bak penangkap air baku PDAM di Kamudi untuk memenuhi instalasi pengolahan air (IPA) Selaparang gagal dikerjakan tahun
(Suara NTB/ist)
DIBAWA BANJIR - Pipa pengambilan air baku PDAM di Kamudi untuk IPA Selaparang yang hanyut dibawa banjir, Rabu (5/12) lalu. 2018 karena anggarannya tidak tersedia. Terlebih APBD Perubahan 2018 gagal disahkan, sehingga pemerintah daerah (Pemda) hanya bisa menggeser APBD murni untuk memenuhi kebutuhan belanjanya. Konsekuensinya, tidak ada tambahan belanja dalam penggeseran anggaran kecuali dana transfer pusat yang sudah ada peruntukannya. Selain itu, dalam struktur APBD Dompu tahun 2019 yang diparipurnakan bersama DPRD Dompu pada pos belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp3 Miliar. Informasinya, alokasi ini direncanakan
untuk pembangunan bak penangkap air di Kamudi sebesar Rp1 Miliar dan normalisasi sungai Silo sebesar Rp2 Miliar. Karena dianggarkan di belanja tidak terduga, sehingga penggunaannya bisa lebih awal pasca disahkan APBD 2019. Pipa penangkap air di DAS Kamudi untuk memenuhi air baku IPA Selaparang kembali hanyut dibawa banjir, Rabu (5/ 12) sore lalu. Akibatnya, pasokan air ke IPA maupun ke pelanggan di Kecamatan Woja kembali macet. Upaya penyambungan kembali pipa pengambilan air baku akhir pekan, Sabtu (8/12) belum berhasil
Porprov NTB
Bupati KSB Minta Kontingen Jaga Nama Baik Daerah Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (SKB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyampaikan pesan khusus kepada kontingen atlet KSB yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB X. Saat pelepasan rombongan kontingen KSB, Sabtu lalu, Bupati dalam sambutannya menyatakan, seluruh atlet dan ofisial yang tergabung dalam kontingen KSB harus mampu menjaga nama baik daerah dalam berbagai hal. “Kepada semua personel kontingen, baik atlet maupun ofisial. Jaga nama baik daerah selama di Porprov,” cetusnya. Bagi para atlet, kata bupati, target pencapaian prestasi terbaik tetap menjadi prioritas. Namun demikian, sportivitas harus tetap menjadi acuan utama dalam mencapai target-target tersebut. “Demikian pula dengan para ofisial menjaga para atlet bertanding dengan mengedepankan sportivitasnya,” pintanya. Terkait target yang ingin dicapai kontingen di Porprov NTB ke-X nanti. Bupati menyatakan, selain sportivitas hal lain yangperludiperhatikanadalahkondisiprima para atlet. Sebab tanpa kondisi terbaik, mustahil atlet akan berlaga dengan baik dan maksimal dalam setiap pertandingan. “Saya ingatkan atlet harus menjaga kesehatan, stamina dan emosionalnya karena itu akan berpengaruh dalam pertandingan,” cetusnya. Selanjutnya orang nomor satu di KSB ini, juga mengingatkan pentingnya kekompakan seluruh anggota kontingen. Baginya, suasana kebersamaan harus terus dipupuk selama pelaksanaan Porprov.
Baik itu oleh sesama atlet maupun ofisial masing-masing cabang olahraga (Cabor). “Jalin komunikasi dengan baik dengan semua pihak. Kita ini adalah satu tim dengan target yang sama untuk mengharumkan nama daerah di kancah olahraga provinsi nanti,” tandasnya. Keberangkatan kontingen KSB sendiri, dilakukan secara bertahap. Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KSB, menyusun pemberangkatan para atlet menyesuaikan dengan jadwal mulai bertandingnya. Di mana untuk tahap pertama pemberangkatan, Sabtu lalu, kepanitiaan KONI dan sejumlah atlet Cabor yang akan bertanding di hari pertama diberangkatkan.
“Kita sudah susun jadwalnya. Dan yang berangkat hari ini, kami kepanitiaan KONI dan sejumlah ofisial serta atlet yang akan bertanding di hari Senin. Selanjutnya menyusul sesuai jadwal,” kata ketua KONI KSB, H. Zaedul Bahri, SH. Di ajang Porprov kali ini, kontingen KSB menyiapkan target yang cukup tinggi. Mengikuti sebanyak 21 Cabor dari 26 Cabor yang dipertandingkan, KSB menargetkan sekitar 70 medali emas dari sejumlah nomor Cabor yang dipertandingkan. Bahkan target utama daerah motto Pariri Lema Bariri ini, masuk dalam jajaran 3 besar peraih medali Porprov NTB 2018. (bug)
(Suara NTB/bug)
SERAHKAN PATAKA - Bupati KSB, HW. Musyafirin menyerahkan pataka KSB kepada Ketua KONI KSB, H. Zaedul Bahri saat melepas kontingen KSB untuk berlaga di Porprov NTB ke-X.
menyalurkan air ke pelanggan. “Pipa kita kembali hanyut dibawa banjir Rabu kemarin. Sekarang kita sambung kembali pipa pengambilan air bakunya. Hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini untuk pengambilan air baku,” terang Agus Supendi, SE direktur PDAM Dompu. Ia pun berharap, janji Pemda untuk segera membangunbakpenangkapairdisekitarbendungan Kamudi yang jebol dulu hingga saat ini belum terealisasi. Pembangunan bak penangkap air itupun diharapkan bisa segera dilakukan. “Kalau tidak, pipanya akan tetap hanyut ketika ada banjir,” harapnya. (ula)
453 Peserta CPNS akan Ikuti Tes SKB Bima (Suara NTB) Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negari Sipil (CPNS) ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Bima mulai digelar awal pekan ini. Tercatat tes ini akan diikuti sebanyak 453 peserta. Demikian Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Bima, Drs. Syahrul akhir pekan kemarin. Kata dia, ratusan peserta tersebut merupakan peserta jalur formasi umum. “Tes SKB akan dimulai awal pekan ini. Ada 453 peserta formasi umum yang mengikuti tes ini,” katanya. Dikatakannya, tes SKB ratusan peserta tersebut akan mulai digelar pada Senin (10/ 12) sampai dengan Selasa (11/12). Yang dipusatkan di kampus Vokasi Unram, di Sondosia Kecamatan Bolo. “Akan digelar selama dua hari,” katanya. Diakuinya tes SKB tersebut hanya khusus formasi umum. Sementara tenaga honorer Kategori dua (K2) dipastikan tidak mengikuti tes SKB, karena dianggap sudah memenuhi kompetensi bidang. “Hanya saja hasil akhirnya akan dinilai oleh Badan Kepagawaian Nasional (BKN),” katanya. Menurutnya selama pelaksanaan tes SKB akan diawasi tim BKN dan dibantu anggota Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Dalam tes SKB akan tetap menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). “Dalam sehari dilaksanakan tiga season dengan jumlah 80 orang peserta dalam satu season,” katanya. Ia menambahkan proses pelaksanaan tes SKB sama seperti test SKD. Namun yang berbeda waktu pelaksanaanya hanya dua hari, karena jumlah pesertanya tidak banyak seperti tes SKD. “Nama-nama peserta yang ikut tes SKB ini bisa membuka Website BKD.Bimacup.go.id,” pungkasnya. (uki)
Baru Tuntaskan Satu Kasus Tipikor
(Suara NTB/ist)
DIAMANKAN - Salah seorang tersangka penodongan dengan panah dan senjata rakitan saat diamankan di Mapolres Dompu, Minggu (9/12).
Dompu (Suara NTB) Dari dua kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangani jajaran Polres Dompu tahun 2018 ini, baru satu kasus yang mampu dituntaskan, yakni kasus dugaan penyelewengan dalam penyaluran pembiayaan dana debitur pada Bank NTB Syariah Cabang Dompu tahun 2016. Itupun kasus tunggakan 2017 lalu. Sementara kasus lain yang juga tunggakan tahun sebelumnya seperti penyimpangan ADD baru akan memasuki
tahap penetapan tersangka. Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK, MIK., kepada Suara NTB mengungkapkan, sepanjang tahun 2018 ini jajarannya hanya menangani dua perkara tidak pidana korupsi yang sama-sama dilaporkan 2017 kemarin, satu kasus sudah penetapan tersangka dan dilimpahkan ke kejaksaan, sedangkan satu kasus lainnya segera ditetapkan tersangkanya. “Kemarin sudah P21 satu, sisa lagi calon tersangka satu untuk
Bank itu, kalau ADD sudah keluar auditnya tinggal kita tingkatkan ke penetapan tersangka,” kata dia, Sabtu (8/12). Selain dua kasus yang disidik tersebut, masih terdapat beberapa kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat 2018 ini. Hanya saja, kasus-kasus tersebut tidak bisa dirincinya karena statusnya masih tahap lidik dan dipastikan menjadi tunggakan untuk diproses 2019 mendatang. Dari sekian kasus yang diusut, lanjut Erwin Suwondo, belum ada
satupun ASN atau pejabat di instansi pemerintahan yang dijerat, terkecuali dugaan penyimpangan ADD yang berpotensi menjerat kepala desa. “Untuk kasus Bank NTB yang terjerat itu pegawai Bank, sedangkan ADD kepala desa. Kalau ASN atau pejabat sampai sekarang belum ada dari dua LP itu,” ungkapnya. Diakui, kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dompu memang banyak dilaporkan masyarakat, terutama menyangkut penyimpangan ADD dan DD.
Namun demikian, karena penanganan kasus ini masih memakai sistim tipikor murni maka prosesnya dirasa cukup lama, sehingga mengakibatkan banyak tunggakan kasus. Harusnya, saran Erwin Suwondo, pola tersebut khususnya dalam penanganan kasus korupsi di desa dirubah dengan sistim pidana umum. “Kalau ADD semua pakai tipikor murni nanti agak lama prosesnya, kalau bisa pakai pidum biar cepat,” pungkasnya. (jun)
SUARA NTB
Senin, 10 Desember 2018
Halaman 8
Kerjasama Universitas Mataram dengan Harian Suara NTB
Unram Perbarui MoU dengan Massey University Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram dan Massey University telah menandatangani pembaruan MoU dalam berbagai bidang seperti pendidikan, pengembangan masyarakat, join riset dan publikasi internasiomal. Penandatangan MoU dilakukan di University House nya Massey University New Zealand antara Rektor Unram Prof. H. Lalu Husni dengan Vice Chancellor dan President Massey University Prof. Jan Thomas yang disaksikan oleh Sekda Provinsi NTB dan Ketua Senat Universitas Mataram. Rektor Unram Prof. Hus-
ni, menyebut selama kunjungan dia dan rombongan juga berkunjung ke areal pertanian hortikultura yang dapat dikembangkan di Lombok Utara dan mengunjungi areal peternakan yang dapat dikembangkan di Pulau Sumbawa. Selain itu, Rektor Unram dan rombongan bersama dengan Direktur International Relation Massey University berkunjung ke kedutaan besar Republik Indonesia di New Zealand. Dalam kesempatan ini, Direktur International Relation Massey University menyampaikan keberhasilan program IFSCA (Innovative Farm-
ing System and Capability in Agribussiness activity) yang merupakan kerjasama Unram dengan Massey University yang didanai oleh Ministry of Foreign Affairs and Trade - NZAid Programme sejak 2016 sampai dengan tahun 2020. Keberhasilan program IFSCA ini menginspirasi Massey University untuk mengembangkan program sejenis di Afrika. (dys/*)
(Suara NTB/ist)
Rektor Unram bersama rombongan saat berkunjung ke New Zealend memperbarui MoU dengan Massey University
Kado HUT NTB Ke - 60
Dinas PUPR NTB Raih Penghargaan Terbaik I Nasional Mataram (Suara NTB) Alhamdulillah, Provinsi NTB berhasil meraih penghargaan sebagai terbaik I nasional untuk kategori Inovasi Penerapan Teknologi Penyelenggaraan Infrastruktur PUPR. Provinsi NTB mengungguli Provinsi Jawa Tengah (Peringkat II) dan Provinsi Riau (Peringkat III). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono kepada Gubernur NTB yang diwakili oleh H. Chairul Mahsul, Assisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB dalam acara malam Penganugerahan Penghargaan PUPR Tahun 2018 pada Jumat (7/ 12) bertempat di Gedung Auditorium Kementerian PUPR RI di Jakarta. Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. Wedha
Magma Ardhi, MTP bersama Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ir. H. Akhmad Makchul, M.Si., Kepala Bidang Bina Marga, H. Sahdan ST, MT dan Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB Wilayah Pulau Lombok, H. Syarifuddin ST, MT. Penghargaan ini diberikan kepada NTB karena dinilai berhasil dalam melakukan inovasi penyelenggaraan tata kelola penanganan jalan di NTB. Sehingga NTB dijadikan sebagai pusat rujukan nasional dalam pengelolaan infrastruktur jalan. Salah satu keunggulan dari tata kelola penanganan jalan yang dilaksanakan oleh Pemprov NTB adalah penerapan PRMS (Provincial Road Management System) yang dampaknya antara lain mampu menekan laju kerusakan jalan dalam 5 tahun terakhir dari 12 persen menjadi sekitar 5 persen pertahun. Dengan menekan tingkat kerusakan
akan mampu terus mempertahankan bahkan menaikkan tingkat layanan jalan provinsi. Hal ini juga berdampak pada minat investor untuk berusaha maupun perhatian lembaga2 internasional untuk menjadikan NTB sebagai tempat yang layak dan menyenangkan bagi penyelenggaraan event-event nasional maupun internasional khususnya sport tourism, seperti Grand Fondo New York (GFNY), Tour d’Lombok, Sembalun Challange dan event-event lainnya Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari peran serta berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya pertumbuhan pembangunan infrastruktur yang merata di NTB. Penghargaan Terbaik I Nasional yang berhasil diraih oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB sekaligus sebagai persembahan kado ulang tahun NTB yang ke-60.
(Suara NTB/ist)
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP bersama Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ir. H. Akhmad Makchul, M.Si., Kepala Bidang Bina Marga, H. Sahdan ST, MT dan Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB Wilayah Pulau Lombok, H. Syarifuddin ST, MT foto bersama dengan Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono.
Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, MTP yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (9/12) siang menjelaskan NTB meraih penghargaan peringkat I nasional dalam kategori inovasi penerapan teknologi pengelolaan infrastruktur jalan. Inovasi pengelolaan infrastruktur jalan partisipatif melibatkan semua stakeholders di samping mitra kerja seperti rekanan, kontraktor dan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ). “Yang menonjol tata kelola jalan partisipatif kita melibatkan FLLAJ dan PRMS (Provincial Road Management System) atau Sistem Manajemen Pengelolaan Jalan Provinsi,” ujarnya. Dengan inovasi PRMS diketahui apa saja kebutuhan penanganan jalan di lapangan. Mulai dari penanganan yang sifatnya rutin sampai rehabilitasi dan lainnya. Sehingga penanganan jalan menjadi lebih efisien. “Poin pentingnya kita bisa menurunkan laju kerusakan jalan dari 12 persen menjadi 5 persen,” sebutnya. Ardi menambahkan hal yang menarik dari inovasi PRMS ini, sudah bisa direplikasi di kabupaten dan provinsi lain di Indonesia. Termasuk juga diterapkan di jalan nasional. Dengan penerarpan teknologi PRMS, NTB menjadi daerah yang menarik sebagai tempat pelaksanaan sport tourism. Sejumlah event skala internasional dan nasional beberapa kali dilaksanakan di NTB karena kondisi jalannya yang cukup bagus untuk event sport tourism. Berkat keberhasilan tersebut, Provinsi NTB akan mendapatkan hadiah dari Kementerian PUPR sebesar Rp20 miliar. Hadiah tersebut dalam bentuk program bidang ke - PU- an yang akan diajukan Pemprov dalam satu sampai dua minggu ke depan. Program yang diusulkan Pemprov ke Kementerian PUPR tersebut dieksekusi pada 2019 mendatang. (nas/*)
Piagam penghargaan terbaik I nasional kategori Inovasi Penerapan Teknologi Penyelenggaraan Infrastruktur PUPR yang diraih Provinsi NTB. (Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
Gubernur NTB yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Chairul Mahsul menerima piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono dalam acara malam Penganugerahan Penghargaan PUPR Tahun 2018 pada Jumat (7/12) bertempat di Gedung Auditorium Kementerian PUPR RI di Jakarta.
SUARA NTB Senin, 10 Desember 2018
Dilanjutkan Tahun 2019 PERBAIKAN sekolah di Kota Mataram yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi beberapa bulan lalu sedang dikerjakan. Ditargetkan akan selesai pada bulan Desember tahun ini. Namun jika, anggaran yang dipakai belum sepenuhnya memperbaiki kerusakan, maka akan sekolah itu akan diprioritaskan di anggaran tahun 2019. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd. Menurutnya, saat ini perbaikan sekolah rusak (Suara NTB/dok) sedang dikerjakan. “Yang jelas H. Lalu Muhammad Sidik bulan Desember ini harus sudah tuntas. Mungkin yang dananya tidak cukup kita tunggu anggaran tahun depan,” ujarnya pekan kemarin. Mantan Kepala SMPN 5 Mataram ini mengatakan, nantinya mungkin ada sekolah yang perbaikannya belum selesai, karena dananya tidak cukup. Jika seperti itu, maka harus menunggu anggaran tahun depan. “Ada sekolah yang mungkin belum terkover semuanya, karena rusak cukup parah, karena dana yang diberikan kemarin mungkin masih kurang, kita prioritaskan untuk anggaran tahun 2019,” katanya. Sementara itu terkait adanya sekolah yang melaksanakan ulangan semester di luar kelas, seperti di teras dan tenda, menurut Sidik hal itu terjadi karena proses rehabilitasi bangunan sekolah belum selesai. Sebelumnya ia menyebutkan perbaikan sebanyak 27 sekolah yang terdiri dari SD dan SMP akan dibiayai dari dana APBD. Sementara dari APBN juga akan membiayai 27 sekolah dasar (SD). Mantan Kepala SMPN 5 Mataram ini menyebutkan, sebanyak Rp3,5 miliar ABT tahun 2018 dianggarkan untuk 27 sekolah. Dengan rincian, anggaran itu untuk memperbaiki sebanyak 22 SD dan lima SMP. Terkait dengan masuknya musim hujan, menurut Sidik tidak terlalu mengganggu pembelajaran di sekolah yang masih menggunakan tenda. Karena selama ini hujan turun saat sore hari. “Mungkin sekolah yang masih di tenda tidak terlalalu berdampak, karena hujannya juga turun sore saja,” katanya. (ron)
SUARA NTB
Halaman 9
Mahasiswa Keguruan Wajib Miliki Karakter Pendidik
Mataram (Suara NTB) Setiap mahasiswa jurusan keguruan hendaklah memiliki karakter sebagai seorang pendidik. Mengingat dengan karakter pendidik, mereka akan mampu menjadi guru profesional nantinya. Demikian disampaikan Kasubid Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama (Kemenag), Dr. H. Muhammad Zain, M. Ag.saat menjadi narasumber studium general “Menjadi Pendidik Berkarakter untuk Meneguhkan NKRI” yang digelar Fakultas Tarbiah dan Ke-
guruan (FTK) UIN Mataram, belum lama ini. Selaku narasumber, ia menekankan proses perkuliahan di UIN Mataram khususnya di FTK UIN Mataram, haruslah melahirkan generasi otentik yang punya harapan cerah. “Tugas Dekan adalah bagaimana merawat mahasiswa UIN
menjadi generasi yang asli karena sejatinya mahasiswa merupakan komponen bangsa yang otentik,” tegasnya. Dirinya juga menyakini Indonesia merupakan kebangkitan Islam yang menjunjung tinggi tradisi akademik. FTK sebagai pencetak generasi pendidik diharapkan bisa
LPPM Unram Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Bereputasi Mataram (Suara NTB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar Workshop Pengelolaan Jurnal dengan tema “Jalan Menuju Jurnal Terakreditasi dan Terindeks Scopus”. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, 7-8 Desember 2018 lalu, di Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Informasi (Pustik). Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si. dalam sambutannya mengungkapkan tantangan yang harus dihadapi untuk memajukan Universitas Mataram. Salah satunya ialah terkait dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Tantangan terbesar untuk memajukan Unram saat ini memang terkait SDM yang mau menekuni aspek-aspek yang bernuansa sistem informasi. Maka dari itu, kepada teman-teman dibutuhkan juga dedikasi dan komitmen yang tinggi,” ungkapnya. Prof. Karyadi berharap sistem pengelolaan jurnal ini dapat dilembagakan. Sebab, menurutnya, sistem pengelolaan jurnal sudah menjadi bagian penting untuk kemajuan Unram. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada jurnal-jurnal yang telah terakreditasi Science and Technology Index (SINTA) oleh Prof. Wiresapta Karyadi dan Ketua LPPM Muhammad Ali, Ph.D. Beberapa jurnal yang mendapatkan penghargaan antara lain jurnal IUS Fakultas Hukum terakreditasi SINTA 2, jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB) Fatepa terakreditasi SINTA 3, jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Magister MIPA terakreditasi SINTA 4, JMME FEB terakreditasi SINTA 5, Jurnal Biologi Tropis FKIP Jurusan Biologi terakreditasi SINTA 5, dan Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) FKIP masuk pada SINTA 5. (dys)
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Wakil Rektor I Unram Lalu Wiresapta Karyadi bersama peserta workshop pengelolaan jurnal di Gedung Pustik Unram belum lama ini.
“UIN Mataram akan maju jika setiap fakultas bisa saling mengisi, mendukung dan saling memahami perbedaan antara fakultas yang satu dengan yang lainnya,” tuturnya. “Mengaktualisasi hal tersebut di atas, sangat diperlukan pendidik yang berwawasan kebangsaan dan anti-radikal, dan FTK sebagai salah satu garda terdepan di Nusa Tenggara Barat ini untuk mencetak pendidik yang bisa melahirkan generasi yang bisa menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya. (dys)
Hilo School Gelar Grand Final ’’Draw and Play Competition’’ 2018
PAS SMK Diundur Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) SMK yang awalnya akan dilaksanakan pada 5 Desember, diundur menjadi 12 Desember sampai dengan 22 Desember. Pengunduran itu agar semua materi pada semester ini bisa tersampaikan ke siswa, mengingat adanya bencana gempa bumi yang sempat mengganggu pembelajaran di sekolah. Kepala Seksi Kurikulum SMK, Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., MM., mengatakan, pelaksanaan PAS diundur agar pemberian materi bisa tersampaikan. “Agar seluruh materi bisa tersampaikan ke siswa,” katanya. Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran mengenai PAS SMK. Dalam surat edaran itu, menurut Umar disampaikan juga mengenai penilaian akhir semester ganjil akan dilaksanakan dengan menggunakan Computer Based Test (CBT) atau berbasis komputer dan Paper Based Test (PBT) atau berbasis kertas. Pengunduran ini berdasarkan kesepakatan dengan Kepala SMK se-Pulau Lombok, Sumbawa Barat, dan Kepala SMKN 1 Alas dan Kepala SMKN 1 Buer. Penilaian akhir semester ganjil dilaksanakan dengan menggunakan jadwal sistem shift dengan mempertimbangkan sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar pasca bencana gempa bumi, sekolah diminta mengoptimalkan penggunaan modul pembelajaran, penugasan resume buku paket dan buku materi lainnya, pemberian materi tambahan atau les, dan menugaskan siswa untuk belajar kelompok di luar jam sekolah. Terkait dengan pemberian materi ke siswa, USBN akan dilaksanakan seusai Ujian Nasional (UN). Hal itu dilakukan karena pelaksanaan UN tahun 2019 dimajukan menjadi bulan Maret 2019. Jika USBN dilaksanakan sebelum UN, dikhawatirkan semua materi pelajaran tidak bisa tersampaikan ke siswa. Pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK) SMK pada 25 Maret sampai dengan 28 Maret 2019. Dengan mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Menurut Umar, jika USBN dilaksanakan sebelum tanggal itu maka banyak materi yang belum tersampaikan dan akan merugikan siswa. (ron)
merawat Islam Indonesia yang berkarakter sufi yang bermakna harmonis, manusiawi, tidak kasar, serta tidak radikal, sehingga keutuhan NKRI bisa terealisasi. Sedang Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Mutawalli, M. Ag., sebelumnya mengatakan substansi Alquran ada di Indonesia. Keberagaman agama, etnis, dan semacamnya sebagai ikon Indonesia juga diharap dapat terealisasi bisa membawa kemajuan dalam lingkup UIN Mataram.
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Mahasiswa Politeknik MFH Mataram yang berhasil meraih juara dalam Olimipiade Farmasi tahun 2018 se-Pulau Lombok berfoto bersama.
Olimpiade Farmasi, Mahasiswa Politeknik MFH Raih Lima Piala Mataram (Suara NTB) Mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram berhasil menyabet lima piala di ajang Olimipiade Farmasi tahun 2018 sePulau Lombok yang dilaksanakan pekan kemarin. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Politeknik MFH Mataram memiliki talenta unggul dan dapat bersaing. Ketua Program Studi (Prodi) DIII Farmasi Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm. Apt., dihubungi Minggu (9/12) mengatakan, Politeknik MFH berhasil meraih lima piala yaitu juara 1 lomba paduan suara, juara 2 lomba cerdas cermat, juara 2 lomba futsal, juara 2 lomba orasi ilmiah, dan juara 2 senam gema cermat. Dengan raihan ini menandakan kesuksesan Politeknik MFH Mataram. “Bahwa banyak mahasiswa kita yang dapat meraih kemenangan di ajang olimpiade farmasi dan merupakan kebanggaan tersendiri, itu penanda bahwa mahasiswa kita mempunya talenta dan
bisa bersaing dengan peserta lain,” katanya. Ajeng menjelaskan, persiapan yang dilakukan pihaknya antara lain mendampingi mahasiswa di setiap mata lomba. Olimpiade ini sendiri selain khusus olimpiade farmasi juga melombakan mata lomba olahraga. Dalam setiap mata lomba didampingi oleh dosen pembimbing. “Persiapan kurang lebih selama dua minggu,” katanya. Olimpiade itu dimulai pada Senin (3/13). Kemudian pengumuman pemenang dan penutupan dilaksanakan Sabtu (8/12), dan Politeknik MFH Mataram berhasil meraih lima piala. Ajeng mengatakan, olimpiade ini merupakan suatu hal yang positif. Dengan keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi mahasiswa. “Mereka sangat antusias dapat menyabet lima piala,” katanya. Ia berharap ke depan bisa meraih prestasi yang melebihi keberhasilan tahun ini. Nantinya juga mahasiswa yang mengikuti olimpiade akan bergiliran. “ Mahasiswa yang ikut memang kita rolling,
sekarang yang ikut mahasiswa semester III dan V. Tahun depan adik tingkatnya. Sehingga persiapan dalam mengikuti lomba akan lebih maksimal dan setiap angkatan dapat ikut menunjukkan bakatnya. Harapan kami di tahun depan bisa meraih lebih banyak prestasi dibandingkan dari tahun ini,” katanya. Ajeng menjelaskan, Olimpiade Farmasi pada tahun 2018 ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat). Sebelumnya pada tahun 2016 awal mula pelaksanaan olimpiade ini dilaksanakan di Politeknik MFH Mataram, dan di tahun 2017 dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Wathan (UNW). Olimpiade ini diikuti empat perguruan tinggi yaitu Politeknik MFH Mataram, UNW, Ummat, dan Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu. “Harapan ke depan, olimpiade ini tetap selalu diadakan untuk merekatkan silahturahmai dan kerja sama antar Prodi DIII Farmasi se-Pulau Lombok,” harapnya. (ron)
Putra NTB Pimpin DPN Mataram (Suara NTB) Masyarakat Konstruksi di Provinsi NTB seperti mendapat angin segar setelah putra daerah, Ir. H. Peter Frans menjadi orang nomor satu di Ikatan Nasional Konsultan di negeri ini. Terpilihnya putra daerah ini di kancah nasional, diharapkan akan lahir “kawin silang” kebijakan pusat dan daerah pada keberpihakan konsultan-konsultan kecil dan menengah. H. Peter adalah putra asli Mataram yang melejit di ibukota. Menjadi pemimpin seluruh perusahaan konsultan yang ada di Indonesia. Dewan Pengurus Provinsi (DPN) Inkindo Provinsi NTB bergembira menyambut terpilihnya pria kelahiran Mataram 04 Desember 1963 itu. Ketua DPP Inkindo Provinsi NTB, Ir. H. Hasmudin mengatakan, tidak mudah bagi orang daerah menjadi nomor satu di nasional. H. Peter nyatanya di percaya menjadi Ketua DPN Inkindo setelah meraup suara paling gendut dari empat calon lainnya. Dia mengusung delapan pilar dalam visi-misi kepemimpinannya di periode yang berakhir hingga 2022 mendatang. Delapan pilar itu adalah melindungi konsultan kecil dan menengah sesuai dengan undang-undang yang berlaku, memperjuangkan konsultan besar dapat KSO dengan menengah dan kecil, memperjuangkan konsultan besar jadi lead firm proyek strategis dan go international, menjadikan Inkindo modern dan terkoneksi dengan anggotanya,
mewujudkan UU jasa konsultan dan regulasi yang melindungi dan menyejahterakan anggota, memperjuangkan sanksi billing rate minimum bagi penyedia dan pengguna jasa yang dilanggar, meningkatkan peran manager eksekutif di daerah sebagai aset utama Inkindo dan terakhir mewujudkan wajah profesi Inkindo dalam Inkindo Center of Study. Menurut H. Hasmudin, dengan keinginan kuat memajukan konsultan daerah, menuju konsultan modern, sangat diharapkan pelaksanaan delapan pilar tersebut berpihak pada konsultan kecil dan menengah kepada daerah. Harapan yang paling diinginkan, ada sinergi dari pusat dan daerah dalam menelurkan kebijakan turunan undang-undang. Misalnya, Pergub untuk perlindungan konsultan kecil. Khususnya proyek-proyek yang menggunakan anggaran daerah, agar sepenuhnya diberikan kewenangan oleh gubernur. “ini yang kita harapkan pengurus pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk samasama mengkaji, dan memungkinkan diterbitkan Pergubnya,” kata H. Hasmudin di temui di sekretariatnya Inkindo NTB di Jalan Panji Tilar Mataram. Khusus tenaga ahli (lulusan teknik di perguruan tinggi), H. Peter Frans dianggap sangat memahami kondisi tenaga ahli yang ada di NTB masih cukup kekurangan. Sebagai ketua DPN yang baru, diharapkan Peter akan mampu mencari solusi.
“Pengurus DPN baru rencananya akan membuat data base untuk dikerjasamakan dengan konsultan daerah. Misalnya di NTB tidak punya tenaga ahli apa, kita bisa mencari di DPN. Rasanya sebagai putra NTB, pak Peter akan cepat merespon. Karena beliau juga tau betul kondisi NTB,” imbuhnya. Banyaknya anggaran daerah yang masih belum bisa dikelola. Salah satunya, faktor ketersediaan tenaga ahli. Konsultan lokal dihadapkan pada persaingan yang sangat bebas. Inilah yang diharapkannya kedepan Ketua DPN bersama Pemda NTB agar dana APBD diberikan kewenangannya dikelola oleh konsultan lokal. Saat ini sebagian besar proyekproyek di NTB dikelola oleh pengusaha luar. Inkindo berencana akan melakukan pertemuan khusus dengan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah bagaimana solusi untuk memberikan kebijaksanaan. Termasuk Inkindo NTB akan mengundang Ketua DPN terpilih, H. Peter Frans. “Supaya pak gubernur mendapat informasi yang lebih lengkap. Situasi konsultan nasional dan daerah,” jelas H. Hasmudin. Selama ini, DPP Inkindo NTB mengupayakan kerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Dinas PU untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi tenaga konsultan. Tetapi belum mendapat prioritas.Akibatnya, konsultan lokal masih menjadi penonton pembangunan di daerahnya.(bul)
GRAND Final Draw and Play Competition 2018 yang digelar oleh Hilo School, Minggu (9/12) di Transmart Mataram dibanjiri ratusan peserta. Peserta yang hadir berasal dari lembaga pendidikan yang ada di Lombok Tengah dan Kota Mataram. Ditemui di sela-sela kegiatan Marketing Promotion Coordinator Nutrifood Dionisius Novan menjelaskan, peserta yang bertanding sebelumnya telah lolos penyisihan di sekolahnya masing-masing. ‘’Yang terbaik dari masing-masing sekolah kita kumpulkan di sini untuk mengikuti acara grand final ini, jelasnya Novan menambahkan dalam acara tersebut ada kategori yang dilombakan, yakni kategori peserta tingkat TK dan SD. Sementara untuk TKnya ada 2 kategori, yaitu kategori mewarnai biasa dan ada kategori parenting, yaitu mewarnai yang didampingi orang tua. Khusus untuk kategori SD dari kelas 1-6 lebih diarahkan ke bermain sambil belajar. ‘’Jadi ada permainan yang kita beri nama Rangking 1. Di mana nanti anak-anak dari masingmasing kelas akan diberikan pertanyaan seputar pelajaran mereka disekolah, dan nantinya pada setiap pertanyaan ada anakanak yang akan tersisih, dan akan ada 1 orang yang tersisa
dan otomatis menjadi juaranya, tetapi nanti tidak hanya ada 1 juara saja, akan ada juara 1,2,3 dari masing-masing kelas dan di akhir acara akan kita pilih juara umum,” paparnya Menurutnya, tujuan digelar acara ini untuk menumbuh kembangkan kreativitas dari anak. Dalam arti, anak-anak tidak hanya belajar akademik di sekolahnya, mengasah bakat yang lain, seperti lomba mewarnai. Selain ada Draw Competition, ujarnya, pihaknya juga mengadakan Play Competition yang diberi nama Rangking 1. ‘’Belajar sambil bermain jadi belajarnya dapat bermainnya juga dapat jadi anak-anak bisa senangsenang di sini,”ungkapnya Novan mengharapkan penyelenggarakan kegiatan ini dapat diselenggarakan tiap tahun. Bahkan, ke depan, pihaknya tidak hanya akan menggelar lomba mewarnai dan game Rangking 1 ini, tetapi akan ada inovasi-inovasi baru lagi mungkin yang akan kami kembangkan di tahuntahun berikutnya. ‘’Hilo tidak ingin hanya berperan untuk tumbuh kembang fisik mereka juga berperan dalam perkembangan kreativitasnya,serta dapat selalu menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah dan orang tua,” harapnya. (r)
(Suara NTB/ist)
GRAND FINAL - Grand final Draw and Play Competition 2018 yang digelar oleh Hilo School di Transmart Mataram, Minggu (9/12).
Olimpiade Diploma Farmasi dan Kebidanan Se-Pulau Lombok Ditutup Mataram (Suara NTB) Olimpiade Diploma Farmasi dan Kebidanan se Pulau Lombok yang digelar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Sabtu (8/12) resmi ditutup. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 3 Desember lalu. Kegiatan ini diikuti peserta dari Universitas Nahdlatul Wathan, Politeknik Medica Farma Husada, Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu dan Ummat sebagai tuan rumah. Sedangkan Olimpiade Diploma Kebidanan, selain Ummat, juga Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram (STIKMA), Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu, Akademi Kebidanan Bhakti Kencana Mataram. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ummat, Nurul Qiyaam, M.Farm Klin., Apt., berharap, dengan bertambahnya usia
Fakultas Ilmu kesehatan ini sebagai konstiribusi untuk daerah NTB, khususnya bidang pendidikan kesehatan. Ia menekan kepada peserta olimpiade agar ke depan bisa mengekspoitasi diri dan selama mengikuti kegiatan agar menjadikan modal ketika bekerja di waktu mendatang. “Agar mahasiswa lebih mengeksploitasi diri berkaitan dengan bakat minat dan kemampuannya baik secara akademik dan non akademik yang menjadi bekal mereka pada saat terjun di dunia kerja,” harapnya. Selanjutnya, penutupan olimpiade dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Hari Irawan Johari, M.Si., menilai atas terselenggaranya olimpiade merupakan sesuatu kompetisi yang baik juga salah satu meningkatkan kualitas mahasiswa. (ars/*)
(Suara NTB/ist)
DITUTUP - Penutupan rangkaian kegiatan Olimpiade Diploma Farmasi dan Kebidanan se Pulau Lombok, Sabtu (8/12).
SUARA NTB Senggigi Sunset Jazz Tunjukkan ke Dunia Lombok Sudah Bangkit Halaman 10
Senin, 10 Desember 2018
Giri Menang (Suara NTB) Mandiri Senggigi Sunset Jazz yang digelar Minggu (9/ 12) sore berlangsung begitu
semarak. Pengunjung tumpah ruah menyaksikan even tahunan Pemkab Lobar tersebut. Pengunjung tak hanya dari lokal, namun para wisatawan asing juga turut ambil bagian menyaksikan musik jazz tersebut. Penampilan sejumlah artis menambah semarak pelaksanaan even yang dihajatkan untuk mempercepat recovery pariwisata Lobar pascagempa. Pantauan koran ini sejak pukul 15.00 WITA, para pengunjung sudah membeludak di kawasan Senggigi. Bahkan akibat membeludaknya pengunjung mengakibatkan arus lalu lintas macet total. Lahan parkir
yang ada pun tak mampu menampung para pengunjung yang datang menggunakan kendaraan. Akses jalan sepanjang kawasan Killa senggigi pun dipakai untuk lahan parkir. Aparat kepolisian pun berjaga-jaga mengurai kemacetan. Di dalam lokasi acara, pengunjung menyemut menyaksikan penampilan sejumlah artis. Penampilan pertama, artis Andien membuat para pengunjung semakin histeris. Andien menyanyikan salah
satu lagi andalannya, para pengunjung pun semakin berjubel. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang diwawancarai di sela-sela acara mengatakan, melalui even yang diadakan Pemkab Lobar mulai dari Pesona Senggigi, dilanjutkan Mekaki Marathon dan sepeda Nusantara sudah mampu membangkitkan pariwisata Lobar. “Ditambah lagi even Senggigi jazz ini kami yakin lebih cepat pemulihan. Kami targetkan paling tidak bulan ini (Desember, red) sudah re-
ANDIEN - Penampilan Andien di Mandiri Senggigi Sunset Jazz, Minggu (9/12).
(Suara NTB/her)
covery, tapi maksimal bukan April tahun depan pulih total,”kata bupati. Bupati mengatakan, pasca ditimpa gempa beberapa bulan lalu Lombok Barat khususnya dan Lombok serta NTB umumnya menunjukkan kepada Indonesia dan dunia usaha aman dan pulih kemba-
li. “Salah satunya pelaksanaan event Mandiri Senggigi Sunset Jazz ini, menunjukkan ke dunia bahwa lobar khusus-
nya dan Lombok serta NTB umumnya sudah pulih,” katanya. (her)
HILANG HILANG BPKB R2 HONDA BEAT DR 2057 BJ N O K A / N O S I N MHIJF21128K143158/ JF21E-1143006 NO.BPKB F.4753766.0 AN ISHMAH HLG D’SKTR JL.ADI SUCIPTO KOTA MATARAM. HLG STNK R2 SUZUKI FU DR.2677 CI NOKA/NOSIN : MH8BG41EAE320783/G4271D320250 AN. HAMID HLG D’SKTR KOTA MATARAM.
RUPA-RUPA
SALON
DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273
RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848
Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 q
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
RUPA-RUPA
SALON
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 10 Desember 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Wagub Buka Porprov NTB
Perebutkan 351 Medali Emas
di 26 Cabor
(Suara NTB/fan)
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto melepas balon di acara Pembuatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB X di Mataram, Minggu (9/ 12). Pelepasan balon itu menandakan Porprov NTB resmi digelar.
(Suara NTB/fan)
Lalu Muhammad Zohri bersama komunitas sepeda balap membawa api Porprov NTB untuk dinyalakan di Acara Pembukaan Porprov NTB. Api Porprov itu diambil oleh komunitas balap sepeda dari Gunung Sangiang Kabupaten Bima melewati kabupaten/kota di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok selama tiga hari, yakni mulai tanggal 7 hingga 9 Desember 2018.
Loteng (Suara NTB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke-10 resmi dibuka di Kawasan Wisata Mandalika Lombok Tengah (Loteng), Minggu (9/12). Ajang multi event yang mempertandingkan 26 cabor dan memperebutkan 351 medali emas itu dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Kegiatan pembukaan Porprov NTB itu berjalan sukses dan meriah. Pagelaran kesenian gendang belek, drum band dari mahasiswa/mahasiswi IPDN dan nyanyian lagu Porprov NTB yang dipersembahkan penyanyi lokal NTB membuat suasana pembukaan Porprov NTB semakin bersemangat. Sebanyak 4.035 kontingen dari 10 kabupaten/kota ikut dalam barisan rangkaian acara tersebut. Selain itu, tak kalah pentingnya, event itu juga dihari Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin. Hadir juga Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto, Ketua KONI Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, Ketua KONI Kabupaten Bima, Hj. Indah Damayanti, Ketua KONI Lobar, H. Herman dan sejumlah pimpinan KONI kabupaten/kota. Pada kesempatan itu, Wagub NTB, Sitti Rohmi Djalilah membuka Porprov NTB dengan melepaskan balon ke udara didampingi Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto. Selain itu pembukaan Porprov NTB juga ditandai dengan penyalaan api obor Porprov NTB yang dilakukan oleh juara dunia atletik usia 21 tahun di Finlandia 2018, Lalu Muhammad Zohri. Dalam sambutannya, Sitti Rohmi Djalilah mengatakan penyelenggaraan multi event itu diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet muda yang berprestasi di kancah nasional hingga dunia. Sebagaimana sebelumnya NTB sudah melahirkan sedikitnya delapan atlet berprestasi dunia, seperti Lalu Muhammad Zohri, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, Mariati dan lainnya.
Dijelaskan Rohmi Porprov NTB bukan sekedar mencari atlet juara, namun olahraga adalah sebuah ajang yang dapat menjadi fasilitator terbaik meningkatkan sportivitas bangsa. Sebab olahraga mengajarkan sportivitas, semangat persaudaraan serta dapat menjadi alat untuk pemersatu bangsa. “Olahraga adalah salah satu fasilitator terbaik meningkatkan sportivitas bangsa. Karakter pembangunan bangsa dapat dimulai dari semangat sportivitas. Sehingga pemuda pemudi kita tertanam jiwa yang sehat dan semangat sportivitas yang kuat dalam membangun bangsa,” ujarnya. Di tempat yang sama, Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto mengatakan, Porprov NTB adalah ajang seleksi atlet nasional. Hasil Porprov NTB tersebut, para atlet juara akan dipersiapkan mewakili NTB di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020. Andy terus berkomitmen melaksanakan event empat tahunan itu. Pasalnya, lewat ajang multi event tersebut, akan lahir atlet-atlet baru yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa di level dunia. Dijelaskannya, sudah terdapat delapan atlet NTB yang sukses mengangkat marwah bangsa Indonesia lewat prestasi dunia, mereka adalah atlet karate, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, atlet atletik, Lalu Muhammad Zohri, Mariati (pencak silat), Yuliana (pencak silat), Faqih Karomi (karate), I Gusti Bagus Saputra (BMX), Putu Dini Jasita dan Dhita Juliana di voli pasir. Selanjutnya Danangsyah (voli pasir) serta masih ada beberapa atlet yang tak bisa disebutkan satu persatu. “Sudah delapan atlet asal NTB yang mengukir prestasi di kancah internasional,” jelasnya. Untuk diketahui Porprov NTB akan melibatkan 4.035 atlet, wasit/juri, pelatih dan ofisial. Mereka akan bertanding di sebanyak 351 nomor untuk menjadi yang terhebat.(fan/*)
(Suara NTB/fan)
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto beserta 10 pimpinan KONI kabupaten/kota di NTB menyaksikan Lalu Muhammad Zohri menyalakan api obor di acara Pembukaan Porprov NTB, Minggu (9/12).
(Suara NTB/fan)
Ketua KONI Kota Mataram, H. Mohan Roliskana bersama pimpinan KONI kabupaten/kota di NTB ikut menyaksikan pembukaan Porprov NTB yang digelar di Mandalika Kute, Loteng, Minggu (9/12).
Terpilih Aklamasi di Musdalub
H. Nurdin Marjuni Bertekad Bawa Golkar Sumbawa Bangkit dan Menang H. Nurdin Marjuni terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD II Partai Golkar Sumbawa, Sabtu (8/12) di Hotel Cendrawasih. Yang sekaligus menyudahi masalah internal Partai Golkar Sumbawa. Sehingga H. Nurdin pun bertekad membawa partai ini untuk bangkit, maju, bersih dan menang. PARA pemilik hak suara dalam Musdalub Partai Golkar, dari PK, DPD I NTB, Plt. Ketua DPD II partai Golkar Sumbawa serta dukungan DPP kompak satu suara memberikan amanah kepada politisi senior Partai Golkar Sumbawa, H. Nurdin Marjuni untuk menjadi nakhoda baru Partai Golkar Sumbawa. “Terima kasih kepada kader, yang memberikan kepercayaan kepada saya. Musdalub berjalan sukses dan tanpa cacat. Kita bersyukur ada rasa persaudaraan dan kebersamaan. Menelurkan pimpian DPD II Partai Golkar Sumbawa yang definitif,” terang H. Nurdin dalam sambutan pertamanya usai terpilih secara aklamasi.
Kini, sudah saatnya Partai Golkar Sumbawa bangkit menyukseskan Pemilu 2019 dan Pilkada Sumbawa di tahun berikutnya. Tak ada gunanya lagi berdebat persoalan internal. Semua kader mesti turun ke desa desa meraih simpati masyarakat. Agar bisa menjadi partai pemenang Pemilu di Sumbawa. Cukuplah mengambil hikmah dari problem yang pernah terjadi di masa lalu. Walaupun telah diberikan mandat, H. Nurdin tidak akan bongkar pasang pengurus. Hanya melengkapi kekurangan kepengurusan yang sudah ada. Justru, kader yang sempat menjauh akan dirangkul kembali. Sekjen DPD II Partai Golkar
Sumbawa, Berlian Rayes, menambahkan, dengan terpilihnya H. Nurdin Marjuni secara aklamasi menunjukkan kekompakan seluruh komponen partai untuk memperbaiki citra partai guna menyongsong kemenangan partai Golkar pada Pemilu 2019. “Kami atas nama pengurus DPD II Partai Golkar Sumbawa dan Fraksi Golkar DPRD Sumbawa, menyampaikan terimakasih kepada DPP Parta Golkar dan DPD I Golkar NTB yang telah mendukung sepenuhnya pelaksanaan Musdalub ini,”ujarnya. Dengan terpilihnya ketua definitif, akan mengakhiri polemik Ketua DPD II Partai Golkar Sumbawa. Terpilih-
(Suara NTB/arn)
Sari Yuliati menyerahkan bendera Partai Golkar sekaligus tampuk pimpinan kepada Ketua DPD II Partai Golkar Sumbawa terpilih, H. Nurdin Marjuni didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumbawa, Berlian Rayes dan tokoh senior Partai Golkar Sumbawa, Arahman Alamudy.
(Suara NTB/arn)
Para Pengurus Partai Golkar Sumbawa dan peserta Musdalub.
nya H. Nurdin juga merupakan bentuk kompromi dari para bakal calon yang sebelumnya di gadang gadang akan maju untuk merebut Ketua Golkar Sumbawa. “Saya juga sebut kemenangan yang tertunda dari Mus-
da Partai Golkar dulu dan kepemimpinan beliau akan melanjutkan sisa masa jabatan sebelumnya,” tukasnya. Pejabat Plt. Ketua DPD Partai Golkar Sumbawa, sebelumnya, Sari Yuliati M.T, juga berharap dibawah pimpinan
Ketua Definitif, Partai Golkar Sumbawa bisa bangkit dan lebih maju. Sebab tujuan Musdalub untuk menkonsolidasikan partai. Dalam memenangkan PIleg 2019. Semua kader mesti dirangkul termasuk Ketua DPD II Partai Golkar
Sumbawa sebelumnya. Musdalub Partai Golkar Sumbawa berjalan lancar dan sukses. Dalam pembukaannya juga dihadiri Sekda Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, pimpinan DPRD dan para pimpinan Parpol di Sumbawa. (arn/*)