Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SABTU, 10 NOVEMBER 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 203 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Raih Anugerah Syariah Republika

NTB Terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terfavorit NTB terpilih sebagai tujuan wisata halal terfavorit dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018. Penghargaan diserahkan Ketua ASR 2018 Elba Damhuri kepada Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dalam puncak penganugerahan ASR 2018, Kamis (8/11) malam di Jakarta. Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut. Seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menpan RB, Syafruddin. Kemudian Mendagri, Tjahjo Kumolo dan Menteri

Pariwisata, Arief Yahya. Wagub NTB mengapresiasi ajang ASR 2018 dan juga kepercayaan masyarakat Indonesia yang sudah mem-vote NTB sebagai destinasi halal terfavorit. Menurut Wagub, penghargaan tersebut bermakna sangat strategis sebagai momentum kebangkitan kembali pariwisata NTB pascabencana gempa bumi. ‘’Bagi NTB, tentu penghargaan ini akan menjadi momentum untuk kembali bangkit (pasca bencana), dan untuk terus berupaya dalam ikhtiar mendorong kepariwisataan NTB yang dikembangkan dengan konsep

moslem friendly atau halal tourism,’’ ujarnya. Menurutnya, konsep wisata halal yang sudah diikhtiarkan oleh NTB sejak 2015 silam memang terbukti mampu mendorong percepatan pembangunan sektor kepariwisataan di daerah ini. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Hj. Rohmi juga menyampaikan bahwa kondisi NTB, Lombok dan Sumbawa saat ini sudah membaik dan sangat aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Ia berharap anugerah sebagai destinasi halal terfavorit dalam ASR

2018 ini juga bisa menjadi upaya promosi agar wisatawan domestik dan mancanegara bisa datang lagi berwisata ke Lombok dan Sumbawa. ‘’NTB sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi. Silakan datang berlibur, berwisata dan menikmati keindahan alam kami,’’ ajak Hj. Rohmi. Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/ist)

ANUGERAH - Wagub NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah menerima Penghargaan Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018. Penghargaan diserahkan Menpar, Arif Yahya.

Rekonstruksi Pascagempa Harus Libatkan Pengusaha Lokal Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melatih ratusan aplikator lokal untuk membuat panel-panel Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Triliunan anggaran digelontorkan pemerintah pusat untuk membangun kembali rumah warga korban gempa, harus melibatkan pengusaha lokal. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Jumat (9/11) kemarin. Dr.Zul menyatakan, perlunya melibatkan pengusaha lokal untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap)

korban gempa. Triliunan dana yang digelontorkan untuk pembangunan huntap korban gempa diharapkan dapat menetes ke pengusaha lokal yang ada di NTB. ‘’Kita akan adakan pelatihan pada

puluhan bahkan ratusan aplikator. Mudah-mudahan dengan pelatihan singkat, mereka siap menjadi aplikator dan dengan jumlah yang cukup banyak,’’ harap gubernur. Dijelaskan, dana untuk pembangunan huntap korban gempa NTB sudah tersedia. Tetapi ketersedian panel-panel Risha terbatas karena jumlah aplikator yang masih sedikit. Dengan adanya pelatihan kepada aplikator lokal yang dilakukan Kementerian PUPR, kata gubernur diharapkan persoalan keterbatasan panelpanel Risha segera teratasi. Menurut-

nya, banyak pemain-pemain atau pengusaha lokal yang bisa ikut berpartisipasi menyediakan panel-panel Risha. ‘’Karena uang berputar triliunan. Jangan sampai uangnya berputar triliunan ini tidak dimanfaatkan atau tidak netes pada pengusaha lokal. Caranya kita proaktif. Memberikan pelatihan,’’ ujarnya. Menurut gubernur, teknologi yang dibutuhkan untuk membuat panel-panel Risha tidak begitu canggih. Pengusaha lokal cukup memiliki molen saja. Bersambung ke hal 11

Retakan Akibat Gempa Jadi Ancaman Bencana Longsor

TO K O H

Ancam Hentikan Anggaran BPPD

Mataram (Suara NTB) Gempa beruntun yang melanda Lombok dan Sumbawa dikhawatirkan memicu ancaman bencana longsor. Retakan tanah akibat gempa akan menampung air pada saat musim hujan dan setiap saat bisa menjadi air bah bercampur lumpur. Kekhawatiran itu disampaikan, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, Jumat (9/11) kemarin. Menurutnya, longsor jadi ancaman bencana baru saat musim hujan. ‘’Makanya kita lihat saat musim hujan ini. Karena rekahan tanah akibat gempa itu bisa jadi ancaman longsor,’’ jelas Sudiyono.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja juga mengkhawatirkan hal yang sama. Perbukitan di daerah-daerah terdampak gempa seperti Lombok Timur dan Lombok Utara terdeteksi retakan dan longsor akibat gempa. ‘’Kami memperkirakan akibat gempa itu terjadi retakan-retakan, selain di Rinjani juga di bukit bukit sekitarnya,’’ kata Agung. Masyarakat yang tinggal di sekitar bukit diminta mewaspadai ancaman longsor akibat rekahan tanah tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten kota,

khususnya di wilayah terdampak gempa di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur sampai di Pulau Sumbawa. Masing- masing BPBD diminta untuk mengimbau langsung masyarakat agar waspada, tidak beraktivitas di sekitar perbukitan yang rawan longsor. Dalam catatan BMKG per 6 November lalu, gempa bumi Lombok – Sumbawa sudah terjadi 2253 kali gempa bumi. Data gempa bumi pendahuluan 601 kali, gempa bumi susulan 5 Agustus 2018 dengan kekuatan paling besar 7,0 SR, setelah itu mencapai 1.013 kali. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist_tngr)

GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc sepakat dengan aspirasi masyarakat dan Dewan untuk menyetop pemberian anggaran untuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Penghentian pemberian anggaran akan dilakukan jika lembaga yang mempromosikan pariwisata NTB tersebut terus berseteru. Gubernur mendapatkan laporan bahwa seluruh anggota penentu kebijakan di BPPD NTB telah kompak. Ia mempertanyakan apalagi masalah yang memicu di internal BPPD sehingga sampai sekarang belum kompak. H. Zulkieflimansyah Bersambung ke hal 11

LONGSOR - Titik longsor di Gunung Rinjani yang dikhawatirkan terus bertambah saat musim hujan.

ASN Pemprov Tuntut Kenaikan Kesejahteraan (Suara NTB/nas)

JUMPA BANG ZUL DAN UMI ROHMI - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi Ketua TP PKK NTB, Hj.Niken Zulkieflimansyah pada acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi di Halaman Kantor Gubernur, Jumat (9/11).

Mataram (Suara NTB) Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB menuntut peningkatan kesejahteraan. Mereka menyampaikan hal tersebut dalam acara ‘’Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’’ di Halaman Kantor Gubernur NTB, Jumat (9/11). Salah seorang ASN Pemprov NTB yang bekerja di Balai Jalan Pulau

Sumbawa, Jamaludin mengutarakan, perlunya peningkatan kesejahteraan. Melihat beban tugas mereka di daerah. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, perlunya ASN lingkup Pemprov NTB bahagia.Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan membuat kegiatan-kegiatan yang dapat Bersambung ke hal 11

Anjlok, Harga Tembakau Virginia Lombok Selong (Suara NTB) Harga tembakau Virginia Lombok anjlok. Petani tembakau Virginia mengaku rugi. Harga turun drastis, yang kualitas rendah biasanya Rp 1520 ribu per Kg, kini dihargakan hanya Rp 8.500 per Kg. Sedangkan yang kualitas atas (grade tinggi) Rp 30-35 ribu per Kg . Sebelumnya grade tertinggi ini bisa terjual Rp 40-45 ribu per Kg. Sementara kualitas sedang di kisaran harga Rp 20-30 ribu per Kg dan yang biasa di kisaran Rp 30 ribu ke atas.

Petani tembakau, A. Ruhel kepada Suara NTB mengatakan bahwa tembakau miliknya sebenarnya kualitasnya terbaik. Namun ia kecewa dihargakan dengan kualitas rendah. Petani asal Rumbuk Kecamatan Sakra, Lombok Timur ini mengaku sangat merugi. Biaya produksi tembakau Virginia katanya sangat besar. Antara Rp 6080 juta per hektar. Jika diberlakukan harga Rp 8.500 per Kg, maka jelas petani tidak bisa menutupi biaya produksi yang telah dikeluarkan. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/rus)

TEMBAKAU - Tumpukan tembakau yang dijual petani ke perusahaan pemasok tembakau di Lotim.


SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

SUARA MATARAM

Halaman 2

Kerjasama Dinas Perdagangan Kota Mataram dengan Harian Suara NTB Pengungsi Minta Terpal Lagi KORBAN gempa di Kelurahan Bertais meminta bantuan terpal. Sebab terpal yang sebelumnya diberikan banyak yang rusak. Sementara pada saat hujan, terpal itu bocor. Sehingga membuat pengungsi menjadi kurang nyaman. “Warga minta bantuan terpal, karena kemarin kan sempat kita pindahkan rusi (rumah singgah). Terus diterpa panas dan hujan, jadi banyak yang rusak terpalnya,” kata Lurah Bertais, Lalu Muksan Jalaludin, Jumat (9/11). Ia juga berharap ada pengecekan kesehatan ke(Suara NTB/lin) pada warga. Pasalnya Lalu Muksan Jalaludin musim hujan ini membuat warga di pengungsian rentan terhadap penyakit-penyakit tertentu. Apalagi rumah mereka juga belum selesai dibangun. “Harapannya ada pemeriksaan kesehatan juga bagi warga di pengungsian. Terutama bagi anak-anak dan balita. Musim hujan membuat mereka rentan terhadap penyakit,” ujarnya. Warga juga mengeluhkan lambannya proses pembuatan rumah mereka. Hal ini tentu saja disebabkan karena sudah memasuki musim hujan. Sementara panel untuk pembuatan rumah tahan gempa itu masih belum juga datang. Hal inilah yang membuat warga semakin resah. “Mereka jadi resah karena panel saja masih sedikit yang datang. Itu yang menjadi keluhan mereka. Banyak sekali keluhan warga. Maklumlah, sudah lama mereka tinggal di tenda pengungsian,” ujarnya. Yang paling mendesak saat ini ialah terpal. Warga membutuhkan lebih banyak terpal, sebab musim hujan ini membuat warga harus ekstra dalam menutupi lubang-lubang pada rumah singgah yang sudah dibuatkan sebelumnya. “Semoga nanti bisa dibantu terpal dulu. Karena kalau melihat progresnya ini kayaknya masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pembangunan rumah warga. Apalagi prosedurnya juga panjang,” ujarnya. (lin)

Kaji Pemangkasan PTT ANGGOTA Komisi I (bidang hukum, pemerintahan dan aparatur) DPRD Kota Mataram, I Nyoman Yogantara, SH., meminta Pemkot Mataram mengkaji ulang rencana pemangkasan PTT (Pegawai Tidak Tetap). Permintaan ini menyusul rencana rasionalisasi PTT lingkup Pemkot Mataram. ‘’Kita minta dulu kebijakan dari kepala daerah. Artinya tidak harus semuanya. Kan ada PTT yang urgen-urgen, saya rasa tidak perlu dikurangi,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (9/11). Misalnya, sebut Yoga, sa(Suara NTB/dok) paan akrabnya, PTT yang ada I Nyoman Yogantara di Satpol PP Kota Mataram dan BLH (Badan Lingkungan Hidup). Keberadaan PTT di dua OPD ini, dinilai sangat vital. Alangkah baiknya Pemkot Mataram, tidak terlalu banyak memangkas PTT. Karena bagaimanapun, pemangkasan PTT jelas bertentangan dengan hajat Pemkot Mataram yang ingin mengurangi angka pengangguran. Pemangkasan PTT dikhawatirkan Yoga, bakal menimbulkan masalah baru, yakni bertambahnya jumlah pengangguran. Pemangkasan PTT, demikian politisi PDI Perjuangan ini, diharapkan menjadi pilihan terakhir yang diambil Pemkot Mataram. ‘’Kalau memang PTT yang direkrut itu tidak kerja, ya saya pikir memang harus dikurangi,’’ imbuhnya. Namun demikian, dia berharap, Pemkot Mataram tidak akan mengambil kebijakan memangkas PTT yang ada. Kalaupun akhirnya Pemkot Mataram harus memangkas PTT, tahapannya harus jelas. Seperti evaluasi, pelatihan dan lain sebagainya. ‘’Dalam hal ini kita harus manusiawi juga,’’ pintanya. Kalau memang ada PTT yang sekiranya dianggap malaspun, masih bisa dibina. Apalagi, Yoga yakin semuia PTT menggantungkan hidup dari penghasilan sebagai PTT. ‘’Ini yang harus sama-sama kita pikirkan. Kalau memang masih sama-sama kita butuhkan, kenapa harus dikurangi,’’ katanya. Anggota Dewan dari dapil Selaparang ini meminta Pemkot Mataram tidak langsung potong kompas memangkas PTT yang ada. Harus ada evaluasi terlebih dahulu. Yoga yakin banyak di antara PTT yang memiliki keahlian yang lebih spesifik. Apalagi, tidak sedikit PTT lingkup Pemkot Mataram yang latar belakang pendidikannya minimal sarjana. Sehingga menurut dia, tidak terlalu sulit untuk membina atau melatih mereka sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan. Harus ada aturan yang baku sebelum Pemkot Mataram memangkas PTT. Apabila memang PTT bersangkutan tidak dapat memenuhi aturan yang dibuat pemerintah, bisa saja mereka diberhentikan. (fit)

Warga Diharap Waspadai Pohon Tumbang Mataram (Suara NTB) Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram tengah melakukan antisipasi terhadap pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin. Bahkan hingga saat ini sudah ada tiga pohon tumbang di beberapa ruas jalan. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan lebat. “Kita sedang lakukan antisipasi dengan melakukan patroli di sejumlah tempat yang rawan pohon tumbang. Petugas kita setiap hari melakukan pengecekan,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram, H. Kemal Islam, Jumat (9/11). Ia mengatakan bahwa beberapa pohon yang terlalu lebat sudah dipangkas untuk mengurangi risiko tumbang. Sebab saat hujan lebat yamg disertai dengan angin, ada kemungkinan pohon-pohon di Kota Mataram terutama di pinggir jalan itu tumbang. “Kemarin ada tumbang di dekat perumahan di Panjitilar dan di beberapa ruas jalan. Ini makanya terus kita pantau, agar hal serupa tidak terjadi. Beruntung pada saat kejadian tidak ada korban,” ujarnya. Ia juga mengimbau kepada warga untuk menjaga anak-anaknya agar tidak bermain di bawah pohon, terutama pada saat hujan atau angin. Pasalnya itu bisa saja membahayakan warga. “Kita imbau kepada semua orang tua agar menjaga anakanaknya agar tidak main di bawah pohon, terutama saat hujan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya. Bukan hanya anak-anak, warga juga diminta untuk tetap berhati-hati. Sebab musim hujan tahun sebelumnya juga terdapat beberapa pohon yang tumbang di tengah jalan. Hal ini tentu saja harus diperhatikan oleh semua pihak, agar tidak ada korban jika terjadi pohon tumbang. “Ini kan jadi pelajaran buat kita semua. Agar tidak ada lagi korban kalau ada pohon tumbang. Tapi kita usahakan agar tidak ada yang tumbang. Itulah kenapa kita lakukan pemotongan ranting kayu, terutama bagi pohon yang lebat daunnya,” ujarnya. (lin)

Revitalisasi Pasar Dibutuhkan Demi Kenyamanan Pelanggan

(Suara NTB/cem)

Malwi Mataram (Suara NTB) Pasar tradisional masih memberi kesan kumuh dan kotor. Perlu pembenahan atau re-

vitalisasi agar menciptakan rasa nyaman bagi pelanggan. Ini akan berdampak pada peningkatan retribusi. Kepala Pasar ACC, Malwi, mengatakan peningkatan sarana dan prasarana di pasar sangat penting. Dibangun tahun 1990 kondisi Pasar ACC tak nyaman bagi pedagang. Sebagian fasilitas rusak dan menjadi keluhan. “Kalau kita narik retribusi selalu ada keluhan bocor,” kata Malwi ditemui, Jumat (9/11). Kondisi pasar telah berusia 28 tahun selayaknya perbaiki. Revitalisasi juga akan berdampak ke peningkatan retribusi. Malwi menyebutkan, target retribusi per hari dari dinas Rp546.000. Dan, setahun sekitar Rp196 juta lebih. Target ini dihitung dari asumsi 332 pedagang. Gempa bumi bulan Juli dan Agustus berdampak pada

pendapatan. Pedagang takut beraktivitas, apalagi kondisi bangunan telah lama. “Sangat berdampak sekali. Yang awalnya dapat Rp546.000, turun drastis. Ndak bisa dipaksakan. Mau nagih siapa,” bebernya. Dia bersyukur pedagang tidak tetap membantu menutupi target. Pedagang dari Gunung Sari eksodus ke Pasar ACC. Masa - masa seperti saat ini, pedagang tidak tetap sedang kritis. Terutama toko - toko kadang enggan berjualan. Pengelolaan pasar diakui, tak ada tantangan dinilai berat. Walaupun memiliki dinamika. Begitu pula masalah kebersihan dan keamanan dapat dikendalikan. Permintaannya Dinas Perdagangan merevitalisasi Pasar ACC, agar pedagang dan pelanggan merasa nyaman. “Kalau tantangan ndak ada

(Suara NTB/cem)

BOCOR - Kepala Pasar ACC Malwi menunjukan kondisi atap yang bocor. Dibutuhkan revitalisasi agar pedagang dan pelanggan merasa nyaman beraktivitas. sih,” ucapnya. Selain revitalisasi, Malwi menginginkan ada peningkatan kesejahteraan bagi pegawainya. Selama ini, mereka bekerja berdasarkan target. Artinya, upah diterima berdasar-

kan besar jumlah penagihan. Ada harapan, dinas menyesuaikan dengan upah minimun kota. Supaya, juru pungut dan petugas kebersihan nyaman bekerja. (cem/*)

Masih Ada 600 Pengungsi Tinggal di Rumah Singgah Mataram (Suara NTB) Sekitar 600 pengungsi masih tinggal di rumah singgah. Mereka mengharapkan pembuatan rumah mereka bisa dipercepat. Namun hingga saat ini progres pembangunan rumah tahan gempa, baik itu Risha maupun Riko terbilang sangat lamban. “Memang ini sudah masuk musim hujan, tapi warga masih tinggal di rumah singgah. Setelah kami cek, tidak ada rumah singgah yang tergenang. Jadi warga aman di rusi itu,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram, H. Kemal Islam, Jumat (9/11). Ia mengatakan bahwa sebagain pengungsi juga ada

yang tinggal di rumah keluarganya. Sehingga mereka tidak khawatir meski hujan turun. Namun tentu saja warga masih sangat berharap pembuatan rumah mereka bisa dilakukan dengan lebih cepat. “Makanya kami bilang, kalau mereka mau cepat jadi, Pokmas harus gesit. Karena kita ini kan hanya dampingi saja. Mereka sendiri yang

membangun rumah mereka,” ujarnya. Ia berharap Pokmas tidak hanya mengandalkan Pemerintah Kota Mataram saja. Sebab Pemkot tidak dapat membantu mereka untuk membangun rumah mereka sendiri. Sehingga mereka harus berusaha untuk membangun sendiri. Namun demikian, Pemkot tetap memberikan pendampingan.

Sehingga mereka bisa lebih mudah dalam pembuatan rumah tahan gempa itu. “Ada kok yang sudah beratap, ya semuanya kan berproses. Pokmas ini yang harus lebih gigih lagi,” ujarnya. Namun demikian, Lurah Bertais, Lalu Muksan Jalaludin mengatakan terdapat berbagai kendala yang dihadapi oleh Pokmas. Salah satunya soal ketersediaan panel yang dinilai masih sangat kurang. Ini menyebabkan Pokmas menjadi lamban dalam membangun rumah mereka. “Persoalannya sekarang kan pada panel. Ini yang belum jadi,

jadinya warga tidak bisa bangun rumahnya. Ya memang agak lama, karena panelnya harus dibuat sesuai dengan ukuran tanah warga,” ujarnya. Baik Kemal maupun Muksan berharap agar warga tetap bersabar. Pemkot saat ini tengah berupaya agar pembangunan rumah warga dapat dilakukan secepat mungkin. Hal ini juga harus dengan dukungan warga itu sendiri, terutama Pokmas yang harus lebih aktif dalam memproses semua yang dibutuhkan guna memperlancar pembangunan rumah warga. (lin)

(Suara NTB/lin)

TERGENANG - Beberapa pengendara melintasi ruas jalan di lingkungan Kekalik, Kota Mataram, Jumat (9/11). Di lingkungan ini selalu terjadi genangan, baik saat hujan sedang, apalagi saat hujan lebat. Sistem drainase di lingkungan ini agaknya perlu diperhatikan pemerintah.

Sebelas Puskesmas di Mataram akan Jadi BLUD Mataram (Suara NTB) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendampingi sebelas puskesmas di Kota Mataram dalam proses menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pendampingan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Usman Hadi, dari sisi pengelolaan administrasi, keuangan dan lainnya. Tim BPKP akan turun tanggal 19 November pekan depan. “Pelatihan dan sosialisasi dari BPKP sudah. Apa yang disiapkan dan cara pembukuan,” kata Usman dikonfirmasi, Jumat (9/11). Persiapan Puskesmas jadi BLUD jika dimungkinkan dimulai awal tahun 2019. Ini tergantung dari penilaian dari auditor pemerintah tersebut. Usman menambahkan, dari sisi pengelolaan Puskesmas bisa mandiri.

Artinya, pengelolaan bisnis berjalan, pengadaan obat bisa dilakukan sendiri. Selain itu, ada keleluasaan mereka. Selama ini, harus menunggu dinas. Meski demikian, Puskesmas dengan kepesertaan jaminan kesehatan kecil akan disubsidi. “Walaupun BLUD tidak dilarang diberi subsidi. Kita lihat saja ke depan,” tambahnya. Pengadaan sumberdaya manusia (SDM) seperti disampaikan BPKP kata dia, dimungkinkan Puskesmas mengontrak pegawai profesional untuk menunjang pelayanan. Bagaimana dengan pengadaan fisik dan non fisik? Pengadaan obat, alkes maupun pekerjaan fisik. Puskesmas mendapatkan dana alokasi khusus dari Kementerian Kesehatan. Penyalurannya melalui DPA Dikes. (cem)

(Suara NTB/cem)

BLUD - Seorang pengendara melintas di depan Puskesmas Cakranegara. Puskesmas ini merupakan satu dari sebelas Puskesmas di Kota Mataram yang dipersiapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

Alat Peraga Kampanye Ditertibkan Mataram (Suara NTB) Tim terpadu Kota Mataram menertibkan 154 alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye calon legislatif (caleg) yang melanggar aturan. Tim yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawasan Pemilu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Camat dan Lurah menertibkan di tiga zona. Yakni, zona Ampenan - Sekarbela, Mataram Selaparang dan Cakranegara – Sandubaya, Jumat (9/11). Ketua Tim Penertiban yang juga Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, penertiban APK dan bahan kampanye berdasarkan surat keputusan KPU. Tim membagi tiga zona penertiban Ampenan Sekarbela, Mataram - Selaparang dan Cakranegara - Sandubaya. “Tim yang jumlahnya 501 terbagi tiga zona,” kata Martawang. Keputusan tim kawasan yang harus zero APK dan bahan kampanye seperti Jalan Udayana, Jalan Malomba sampai Polsek Cakranegara dan bundaran Lingkar Selatan sampai batas kota. Selain itu, berdasarkan PKPU bahan kampanye dan APK tidak boleh dipasang di fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, gedung milik pemerintah serta tempat ibadah. Termasuk yang dipasang di pohon dan aksesoris kota tidak diperbolehkan. “Yang memasang di rumah warga juga harus seizin yang punya rumah,” tambah Martawang.

(Suara NTB/ist)

TURUNKAN APK - Tim terpadu menurunkan APK milik salah satu caleg di Kelurahan Dasan Agung, Jumat (9/11). Total 154 APK dan bahan kampanye yang ditertibkan oleh tim terpadu. Dari hasil penertiban, tim berhasil menurunkan 154 APK dan bahan kampanye. Terdiri baliho 40 buah, spanduk 48 buah dan sisanya bendera dan stiker. Tim mengumpulkan dan diletakan di Kantor Kesbangpol. APK ini bisa diambil kembali dengan syarat tidak me-

masang kembali di tempat yang dilarang. “Kalau diambil jangan dipasang di tempat terlarang,” katanya mengingatkan. Mengingat masa kampanye yang panjang, caleg dan simpatisan diharapkan menjaga kondusivitas. Agar proses demokrasi berjalan dengan aman dan damai. (cem)


SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3 (Suara NTB/bul)

HASIL TANGKAPAN - Transaksi dan hasil tangkapan yang mendarat di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang

Pengusaha Muda Terus Tumbuh JUMLAH pelaku wirausaha kalangan muda secara kasat mata perkembangannya tumbuh cukup menggembirakan. Fenomena ini menjadi tanda positif bagi tumbuh kembangnya daerah ini ke depannya. Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB, I Made Agus Ariana menguatkan pandangan ini. Berwirausaha bagi muda mudi nampaknya telah menjadi trend. Dan terjadi hampir di semua daerah di Indonesia. Dapat kita jumpai, para pengusaha muda ini mulai tampil dengan beragam je(Suara NTB/bul) nis usaha yang digeluti. Dari I Made Agus Ariana usaha pinggiran, hingga yang eksklusif. Berwirausaha telah menjadi mode bagi generasi milenial. Lihat Kota Mataram, hampir di setiap sudut berjejer beragam usaha kecil-kecilan. Dari kuliner, hingga fashion. Lihat juga media sosial, teknologi telah dimanfaatkan untuk membuka jaringan dan pasar seluas-luasnya. Agus Ariana mengatakan, fenomena wirausaha muda ini tumbuh karena melihat banyaknya contoh-contoh sukses. Bahkan yang usahanya level internasional, penjaga gawangnya adalah anak muda. Sebut saja, pemilik facebook, pemiliknya GoJek, Traveloka, adalah anak-anak muda yang kreatif memanfaatkan peluang. “Itulah yang memicu perubahan tren. Kalau dulu orang masih berlomba-lomba jadi pegawai bank atau jadi PNS. Sekarang kelihatannya sudah bergeser,” kata Agus Ariana. Banyak tempat-tempat tongkrongan anak-anak muda. Selain tempat berkumpul dan berhibur, yang dibicarakan adalah bisnis. Tokoh-tokoh pengusaha muda besar menurutnya cukup membuat anak mudah termotivasi. Fenomena ini yang sebetulnya diharapkan oleh pemerintah. Minimal, para generasi muda ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Bila bisnisnya start up, pastinya akan mempekerjakan banyak orang. Dari era yang sangat terbuka ini, banyak hal yang bisa dibisnisnkan. Ada yang online, demikian juga offline. Entitas bisnisnya juga beragam yang baru muncul. Misalnya, bisnis penyewaan kamera, penyewaan drone yang sebelumnya tak pernah didengar. Ada juga bisnis sport tourism, yaitu mendatangkan orang hanya dengan bersepeda menikmati potensi alam yang ada di daerah. Berwirausaha muda trennya muncul dua tahun belakangan. Berjalan secara alamiah kata Ariana. Japnas juga telah memprogramkan penumbuhkembangan wirausaha muda ini. Japnas telah mempesiapkannya ke sana. Menurut pemilik Hotel Arians Mataram ini, berwirausaha sebetulnya susah. Sebab butuh kesiapan mental. Misalnya mental bekerja keras, ulet, siap jatuh bangun. Sebab tak ada cerita pengusaha sukses tanpa ia pernah terjatuh di kedalaman. Sarannya, bagi bisnis pemula. Harus memiliki mentor untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan. Harus ada seorang yang dipercaya untuk memperkuat bimbingan, termasuk terlibat di organisasi-organisasi wirausaha. “Dari organisasi ini kita bisa sharing banyak hal. organisasi wirausaha sudah banyak. Dan organisasi ini butuh juga memperbanyak membernya. Sebetulnya ndak susah bagi wirausaha pemula belajar. Banyak medianya,” ujarnya. Peluang berwirusaha ini menurut Ariana terbuka lebar. Apalagi dengan diperkuat layanan digital yang menjangkau pelosok. Pemerintah juga diharapkan turut terus mengintervensi semangat berwirausaha muda ini. Agar lapangan pekerjaan terbuka lebih luas guna menekan persoalan sosial kekinian. (bul)

Jumat, 9 November 2018

Penjualan Ikan di PP Teluk Awang Tembus Rp11 Miliar Mataram (Suara NTB) Perputaran uang di Pelabuhan Perikanan (PP) Teluk Awang, Pujut, Lombok Tengah menunjukkan geliat signifikan. Belum setahun ini, hasil penjualan ikan di sana telah menembus Rp11 miliar lebih. PPN Teluk Awang perlahanlahan mulai hidup. Pascadibentuknya kantor administrasi oleh Kementerian Kelautan Perikanan RI. Akhir-akhir ini, setiap hari PP Teluk Awang ramai dengan pendaratan ikan dan transaksi jual beli ikan antara nelayan dengan pembeli. Jumlah produksi harian ikan yang mendarat di sana antara 3-5 ton terdiri dari ikan tuna, cakalang marlin, lemadang dan jenis-jenis ikan berkualitas lainnya, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si. Jumlah kapal ikan di PP Teluk Awang 39 unit, dan 17 unit bantuan pemerintah. Setidaknya menurut kepala dinas, jumlah kapal ikan yang mendarat setiap hari antara 2 - 7 unit kapal setelah menangkap ikan selama 4-5 hari ke jarak 12 mil laut. Nelayan sangat bergairah dalam mengembangkan usahanya setelah adanya rumpon (sarang

ikan) yang dibuat dilaut lepas. Rumpon ini, kata L. Hamdi sangat mendukung efisiensi dan efektivitas penangkapan ikan. Karena sasaran lokasi yang dituju lebih jelas tanpa harus berkeliling menangkap ikan yang dapat menghabiskan waktu dan BBM. “Melihat situasi di Teluk Awang, kami saat ini terus bekomunikasi dengan KKP. Pemda Loteng untuk kita lengkapi pembangunan sarana pabrik es, cold storage dan penyediaan air bersih dan BBM. Hal ini vital untuk mendukung logistik kapalkapal dari luar daerah yang akan direlokasi pangkalannya ke Teluk Awang,” ujarnya. Ini semua akan menjadi bagian penting menjadikan teluk awang sebagai basis industri perikanan terpadu dan berkelanjutan yang akan memberikan multiflier efek dalam meningkatkan perekonomian NTB. Sekarang masih dijual lokal. Kepala Sentra Kelautan

BPOM Investigasi Peredaran Obat dan Kosmetik Berjaringan MLM

(Suara NTB/bul)

Ni GAN Suarningsih Mataram (Suara NTB) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram sedang melakukan investigasi terhadap peredaran obat-obatan dan kosmetik, terutama yang dijual dengan sistem jaringan Multi Level Marketing (MLM). Diketahui, masih dijumpai peredaran obat dan kosmetik yang tak dapat dipastikan jaminan keamanannya oleh BPOM. Penjualan dengan sistem MLM ini, biasanya marak dilakukan di daerah-daerah yang tidak termasuk perkotaan. “Kita sedang investigasi. Tidak bisa dilakukan cepat-cepat,” kata Kepala BBPOM di Mataram, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt., MH. Dari hasil pengawasan yang dilakukan, BPOM belum menemukan adanya peredaran obat dan kosmetik dalam jumlah besar. Sejauh yang didapat, Suarningsih mengatakan masih sifatya hasil kecil-kecil. Sehingga belum dapat digeneralisir. “Yang masih dijumpai itu malah tramadol. Untuk obatobatan yang dipasarkan dengan MLM ini, kemarin ada temuan di Seganteng. Tapi masih sifatnya kecil,” jelasnya. Ia juga mendapat kabar soal peredaran obat-obatan dan kosmetik yang ada di Lombok Timur untuk produk-produk tertentu. Timnya masih

melakukan pendalaman. “Kalau ada yang jumlah barangnya besar. Mohon kami juga diinfokan di mana gudang penyimpanannya. Biar kami datangi langsung,” demikian Suarningsih di ruang kerjanya, Jumat (9/11) kemarin. Untuk temuan yang dikategorikan masih relatif kecil, ia katakan BPOM melakukan pembinaan terus menerus kepada jaringan yang dijumpainya ini. Kecuali jika ditemukan dalam jumlah besar dan terbukti ada indikasi pelanggaran terhadap ketentuan peredaran obat dan kosmetik ini, tentu ada rekomendasi untuk penanganan secara hukum. “Di semua daerah tim kita sudah ada. Kita masih awasi yang besar-besar kalau ada,” tegasnya. Seperti diketahui, peredaran obat-obatan dan kosmetik ini cukup masif di Kabpaten Lombok Timur. Penjualan dilakukan sangat terbuka secara online maupun offline. NA nama pemagang merek yang sedang marak ini. Produkproduknya, dari kosmetik, obat untuk berbagai jenis penyakit. Bahkan obat untuk unggas dan pertanian. Produk NA ini gencar dilakukan, terutama melalui jejaring sosial facebook. Mereka yang menjadi agenagen penjualan ini bahkan meyakinkan, produk – produk yang dijualnya menjadi ruang kerja baru untuk menambah pendapatan. Ist, salah seorang agennya mengatakan minimal investasi sebesar Rp200.000 untuk memulai bisnis ini. Dengan investasi senilai itu, ada beberapa produk yang didapat. Sekaligus telah terdaftar sebagai member untuk mendapatkan harga pembelian khusus dan penghasilan penjualan. Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Eka Nurhandini juga menegaskan, bilamana produk tidak memiliki izin edar dari BPOM, masih dianggap ilegal. “Nanti akan kami klarifikasi kembali dengan BPOM, untuk tindak lanjutnya,” demikian Kadikes. (bul)

Perikanan Terpadu (SKPT) Teluk Awang, Akmal menegaskan, Pelabuhan Perikanan Teluk Awang pelan-pelan telah hidup. Ia telah menjadi sentra pendaratan ikan. Sebagai pelaksana kantor administrasi, pencatatan juga dilakukan. Khusus untuk Bulan Oktober, nilai penjualan ikan di Teluk Awang mencapai Rp2 mil-

iar. Dan sepuluh bulan pencatatan di tahun 2018 ini transaksi penjualan ikan telah mencapai lebih dari Rp11 miliar. Pemerintah telah berencana mengalihkan ratusan kapal tangkap nelayan dari Benoa, Bali ke tiga pelabuhan perikanan di nusantara. Pelabuhan Perikanan Teluk Awang, Pujut Lombok Tengah salah satu satunya. Pengelola sedang mempersiapkannya. Sekitar 100 kapal akan dialihkan ke Teluk Awang. Akmal mengatakan saat ini masih dalam proses verifikasi di Kementerian Kelau-

tan Perikanan. Ketika kapalkapal dimaksud telah masuk dan berpangkalan di sana. Otomatis akan mendatangkan PAD bagi daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perputaran uang dari hasil pendaratan ikan. Tak sampai di sana. Nelayan setempat berpeluang menjadi nelayan modern. Yang menangkap ikan tidak lagi dengan cara-cara tradisional. “Alih teknologi akan terjadi kepada nelayan di Awang. Ini menjadi peluang daerah ini lebih hidup,” demikian Akmal. (bul)

Pascagempa, Minim Hasil Transaksi Pasar Lelang Komoditas Agro Mataram (Suara NTB) Kegiatan pasar lelang yang difasilitasi oleh Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang terlaksana kedua kalinya tahun 2018 ini minim transaksi. Penyebabnya karena minim keikutsertaan buyer dari luar NTB. Pascagempa menjadi pengaruh dominan minimnya kehadiran pengusaha luar yang umumnya sebagai pembeli. Kegiatan pasar lelang yang dilaksanakan 8 November di Hotel Lombok Plaza, nilai transaksinya hanya Rp420 juta. Itupun, hanya satu jenis komoditas. Hanya transaksi jual beli jagung pipilan. Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Lalu. Suparno, S.Sos, M.H., mengatakan, minimnya hasil transaksi pasar lelang yang terlaksana untuk kedua kalinya di Mataram ini, karena pengusaha pembeli dari luar daerah yang nampak masih ada keragu-raguan datang ke NTB, pascagempa. “Kita sudah undang semua dari grup buyer. Ternyata antusiasnya datang ke NTB masih kurang,” jelas Lalu Suparno di ruang kerjanya, Jumat (9/11) kemarin. Biasanya hasil transaksi jual dan beli oleh pengusaha lokal dan luar daerah rata-rata miliaran setiap kali pelaksanaan. Pascagempa ini nilai transaksinya turun drastis. Meski demikian, Lalu Suparno mengatakan,

Jumat, 9 November 2018

(Suara NTB/bul)

PASAR LELANG - Transaksi pasar lelang kedua di Mataram. keadaannya akan kembali pu- kaan. Tahu-tahu ada potensinya lih. Hasil transaksi pasar lelang di NTB. Ada pengusahanya dari kedua kalinya ini sangat dimak- Sumbawa yang ikut menawarkan di pasar lelang. Tapi karena penluminya karena keadaan. Bukan soal ketersediaan ko- gusaha pembelinya yang minim moditas. Terbukti, dari komod- datang,” ujarnya. Dinas Perdagangan akan itas yang disiapkan masih sangat variatif. Dari hasil perta- melakukan kegiatan pasar lenian, perkebunan, hortikultura, lang dua kali lagi sebelum tahun termasuk industri olahan. Artin- 2018 ini berakhir. Untuk meyya, dari sisi produksi dan ket- akinkan para peserta pasar lelang, terutama dari luar daerersediaan bukan persoalan. Untuk kegiatan pasar lelang ah. L. Suparno katakan akan kemarin, satu lagi tambahan menyurati buyer untuk meykomoditas yang sebelumnya akinkannya. Bahwa NTB setak pernah ada. Lalu Suparno sungguhnya telah sangat aman. “PR Kita tinggal meyakinkan menyebut kayu manis dari Desa Lantung, Kecamatan Lape, pengusaha-pengusaha luar ini daSumbawa. Komoditas yang tang ke NTB. Saya rasa pelan-pelan para buyer ini akan datang tersedia cukup variatif. “Kayu manis sebelumnya mengikuti pasar lelang seperti bitidak pernah disebut di permu- asa,” demikian Lalu Suparno. (bul)


SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Pulihkan Pariwisata Lombok Penebangan Pohon Terkendali KEGIATAN penebangan pohon yang dilakukan di sepanjang jalan dari Suela sampai Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat pengawasan ketat dari aparat TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Menurut Kepala Balai TNGR, Sudiyono, usulan penebangan telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Proses sehingga dimulainya penebangan itu melalui (Suara NTB/dok) tahapan pembahasan yang cukSudiyono up panjang. Diakuinya, pohonpohon yang ditebang ini merupakan pohon yang berada di kawasan hutan lindung dan hutan kawasan konservasi. Dalam aturan tidak diperkenankan melakukan penebangan. Selama dua tahun itu, beberapa pihak juga belum ada sepakat melakukan penebangan. Dituturkan, terakhir sebulan yang lalu diadakan kembali rapat yang dihadiri unsur dari pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur, camat, lurah/kades setempat serta dari aparat TNI/ Polri serta dari TNGR. “Jadi penebangan ditentukan dan diawasi bersama sehingga penebangannya terkendali,” ucapnya. Adanya kesepakatan bersama melakukan penebangan ini, karena berdasarkan fakta beberapa waktu lalu pohon tumbang di pinggir jalan yang dilalui warga dari Sembalun ke Sambelia. Hal ini menyebabkan istri Camat Sembalun, Usman meninggal. Kesepakatan penebangan sambungnya dilakukan ini untuk menghindari jatuhnya korban saat musim hujan tiba. Apalagi dalam hujan ini, pohon yang ada di sepanjang jalan rawan longsor dan pohon tumbang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lotim, Mulki, SSTP, MM., yang dikonfirmasi terpisah, mengaku pihaknya sudah menebang 66 pohon. Menurutnya, masih banyak lagi yang belum selesai ditebang dan akan dilanjutkan lagi penebangan Senin mendatang. (rus)

Wamenlu Minta Dubes Twit Objek Wisata Tanjung (Suara NTB) Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dr. H. Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir, memimpin rombongan Diplomatic Tour for Lombok, Jumat (9/11). Sebanyak 5 duta besar turut hadir, dan terlibat melakukan peletekan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam, Dusun Karang Langu, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Kelima dubes yang hadir antara lain, Dubes Azerbaijan, Tamerlan Garayev, Dubes Serbia, Slobodan Marinkovic, Dubes Thailand, Songphol Sukchan, Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang dan Dubes Suriname. Di sela-sela peletakan batu pertama, wamenlu menyanjung eksistensi sosial dan kebudayaan masyarakat Lombok. Daerah yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid ini memiliki kultur budaya dan kepekaan sosial yang kuat. “Saya kalau datang ke Lombok serasa pulang kampung,” katanya. Lombok sebagai daerah pariwisata tidak lepas dari perhatian AM. Fachir. Menurut dia, pariwisata Lombok harus cepat dipu-

lihkan untuk mendukung percepatan proses recovery pascabencana gempa. Salah satu konsep yang ia usung adalah melalui promosi gambar via medsos twitter. ”Jadi nanti kita akan minta para duta besar dan perwakilan kedutaan asing di Indonesia untuk ngetwit (memajang di twitter). Jadi umpamanya di kita aja kan, media kita sudah cukup. Tetapi untuk menunjukkan bahwa Lombok itu baik, bagus dikunjungi, aman saja, itu yang perlu kita edukasi adalah publik luar negeri melalui kedutaan besar masingmasing,” paparnya. Recovery pariwisata Lombok Utara, merupakan salah satu tujuan Kementerian Luar Negeri

melalui Diplomatic tour for Lombok. “Jadi ya mudah-mudahan, buat kita sebenarnya lebih kepada publikasi bahwa Lombok sudah aman, bisa dikunjungi dan indah dengan foto-foto itu. Bagaimana mereka menikmati keindahan di sini, itu lebih kuat pesannya ketimbang kita dengan pakai berita,” jelasnya. Sementara, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengklaim proses pemulihan pariwisata Lombok Utara sedang berlangsung. Dalam prosesnya, recovery pariwisata berangsur-angsur pulih dengan indikator angka kunjungan wisata seperti sebelum bencana gempa. “Sektor pariwisata kita alhamdulillah sudah

(Suara NTB/ari)

MENGADU - Tenaga honorer K2 di KLU yang mengadu ke DPRD agar pemerintah menambah honor bagi honorer.

(Suara NTB/ari)

TERGENANG - Wakil Ketua DPRD KLU Sudirsah Sujanto terpaksa melintasi genangan air Sudirsah Sujanto di Kantor Sementara DPRD akibat hujan, Jumat (9/11).

Hujan, Kantor Darurat DPRD KLU Tergenang Tanjung (Suara NTB) Hujan Jumat (9/11) siang cukup mengakibatkan tenda BNPB yang ditempati DPRD Lombok Utara tergenang. Genangan air yang masuk cukup untuk membasahi sol sepatu. Tingginya genangan air hujan yang masuk ke tenda DPRD KLU sekitar 5 cm. Kursi-kursi dan meja DPRD terendam. Dalam suasana itu, Wakil Ketua DPRD KLU, Sudirsah Sujanto, dan beberapa dewan lain terpaksa pindah ke kursi yang belum tergenang. “Tentu ini sangat mengganggu, tetapi inilah kondisi kita pascagempa. Dan kita maklumi bahwa kondisi ini dialami juga oleh hampir semua warga Lombok Utara,” ujar Sudirsah Sujanto. Tidak hanya lantai paving

block di area tenda BNPB yang tergenang, meja pimpinan DPRD juga terpercik tetesan air hujan, karena tenda yang bocor. Hingga salah satu staf terpaksa memindahkan berkas-berkas yang ada di atas meja. Pihaknya berharap, Sekretariat DPRD mengupayakan pencegahan agar air hujan tak menggenangi kantor darurat. Selain itu, sekretariat dipandang perlu berkomunikasi dengan BNPB/BPBD, minimal untuk mengganti tenda BPBD yang bocor. Menyikapi kondisi itu, Sekretaris DPRD KLU, Drs. H. Ahmad Sujanadi, mengakui tenda darurat yang dijadikan kantor sementara DPRD KLU rentan tergenang. Bagian atap tenda juga bocor dan rembesan air hujan membasahi

meja pimpinan DPRD. “Benar kondisinya seperti itu. Kalau bisa, kami minta tolong ke BNPB untuk mengganti tenda BNPB khususnya di tenda anggota DPRD. Karena meja pimpinan basah akibat air hujan,” tutur Sujanadi. Ia menyambung, jajaran Sekretariat DPRD juga telah berkomunikasi dengan instansi terkait di Pemda untuk mengupayakan adanya kantor sementara yang representatif. Eks kantor DPRD yang sudah dirobohkan dapat dibangun kantor sementara. “Kami dapat informasi kantor sementara akan dibangunkan dari donasi Malaysia. Jumlahnya bantuannya kita tidak tahu, tapi harapan kota modelnya representatif untuk ruang sidang,” tandasnya. (ari)

Proyek Pelebaran Jalan di Pusuk Diminta Dilanjutkan Selong (Suara NTB) Keberadaan proyek pelebaran jalan dan pentalutan yang terletak di wilayah Pusuk Sembalun dipermasalahkan. Pasalnya, proyek yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB ini dikhawatirkan memicu rawan longsor pascapengerukan terhadap pangkal atau dasar bukit yang ada di wilayah itu. “Inilah yang menjadi persoalan kita. Sehingga kita berharap proyek itu dibenahi terutama pada musim hujan. Harus berkelanjutan,” harap Camat Sembalun, Usman, Jumat (9/11). Ia mengaku khawatir ketika tiba musim penghujan. Perbukitan yang ada di wilayah Pusuk Sembalun akan longsor, meng-

ingat samping kiri-kanan di wilayah itu rentan terjadi longsor. Kondisi saat ini, lanjut Usman, ketika turun hujan dengan intensitas cukup ringan pun menyebabkan longsor di daerah Pusuk. Apalagi setelah dilakukan pengerukan terhadap dasar atau pangkal bukit untuk pelebaran jalan. Meski sudah dilakukan pentalutan terhadap pangkal bukit yang dikeruk. Usman menilai, proses pentalutan pun memiliki perbedaan antara pada bagian atas dan bawah Pusuk Sembalun. Selain itu, akibat kerukan yang dilakukan membuat kondisi batu yang terdapat dalam bukit terlihat dan rentan jatuh. Apabila hal ini dibiarkan cukup mengancam keselamatan pengendara yang melintas di

normal saat ini ya, bahkan sebulan yang lalu sekitar 2000anlah wisatawan kita yang ada di 3 Gili itu,” sebutnya. Namun demikian, sambung dia, bahwa berbicara pariwisata masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.

Utamanya untuk mendatangkan wisatawan dan mendorong pencitraan bagi objek wisata di Lombok Utara. “Memang masih memerlukan bantuan ya, dari saudara saudara kita untuk melakukan recovery dan pemulihan,” tandasnya. (ari)

Dampak Gempa Sebabkan Kerugian di KLU Capai Rp9,9 Triliun

Ratusan Honorer K2 KLU Datangi DPRD Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 20 tenaga guru honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali melakuian hearing ke DPRD Lombok Utara, Jumat (9/11). Mereka menuntut kejelasan kesejahteraan yang dijanjikan pemerintah sebelumnya. Ketua Forum Honorer K2 KLU, Maridi, di hadapan Wakil Ketua DPRD Lombok Utara dan anggota DPRD, mengatakan kedatangan mereka tidak lain meminta kejelasan dari pemerintah daerah. Dalam prosesnya sebelumnya, sudah disepakati secara lisan dengan pemerintah, bahwa tenaga honorer akan dinaikkan honornya melalui APBD, namun hingga saat ini janji tersebut belum terealisasi. “Kemarin itu kita sudah rapat dengan Pak Sekda, ada BPKAD juga. Hasilnya pemerintah menyetujui kami akan diberikan Rp 1 juta per orang per bulan,” ujarnya. Tenaga honor K2, sambung dia, membandingkan dukungan APBD daerah lain kepada honorer K2 dengan di KLU. Salah satunya Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Pemda setempat kata Maridi, mendukung anggaran honorer melalui regulasi Surat Perintah Kerja (SPK). Regulasi itu bahkan diperbanyak dan dikomunikasikan ke Dikpora untuk diusulkan. “Makanya itu letak salahnya di mana, karena sebenarnya Dikpora tidak perlu repot-repot mencari acuan,” imbuhnya. Saat ini kata dia, jumlah anggota Honorer K2 yang tersisa sebanyak 128 orang. Mereka tersebar di instansi-instansi pemerintah mulai dari pendidikan, kesehatan, dan lainlain. Jumlah tersebut adalah sisa dari tenaga K2 yang lebih dulu mendapat alokasi PNS beberapa tahun lalu. Nasib tenaga honorer K2 ini bergantung dari kebijakan oemerintah. Pasalnya, banyak dari tenaga honorer ini tidak bisa mengakses CPNS, karena faktor usia yang melebihi 35 tahun. Maridi mengaku saat ini, gaji yang diterima per triwulan dengan besaran Rp 300 ribu. Dari besaran itu, pihaknya berharap pemerintah serius menanggulangi anggaran, karena tugas dan tanggung jawab mereka cukup berat dalam mendidik dan membantu pelayanan masyarakat di dinas-dinas. Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara, Sudirsah Sujanto, usai hearing menegaskan pihaknya akan mengawal aspirasi tenaga honorer. Terlebih lagi, dalam hearing tersebut unsur eksekutif hadir dan menyetujui pemberian insentif melalui SPK kepada ratusan honorer K2 di Lombok Utara. “Kami mendorong agar Bagian Hukum segera merumuskan bentuk SPK itu untuk ditindaklanjuti. Apalagi kita masih dalam proses pembahasan KUA PPAS APBD 2019, jadi masih ada waktu,” katanya. Sudirsah mengamini pemberian insentif telah disepakati dan dianggarkan pada APBD Perubahan 2018. Sayangnya penganggaran itu belum fokus karena pembahasan APBDP terkendala oleh penanganan korban pascabencana gempa. Oleh karena sudah disepakati, maka DPRD menginginkan agar anggarannya tercantum pada APBD murni 2019 mendatang. Satu hal yang harus diingat kata dia, mereka tenaga honor ini berjasa dalam mendidik siswa di sekolah-sekolah. Membandingkan dengan tenaga honor SKPD yang rata-rata pekerjaannya membantu PNS, maka sangat wajar beban tugas berat honorer K2 diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai. (ari)

(Suara NTB/ari)

BATU PERTAMA - Wamenlu AM Fachir meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam Tanjung Lombok Utara, Jumat (9/11).

wilayah ini. “Jangankan musim hujan, musim panas pun banyak tanah dan kerikil, bebatuan yang berjatuhan,” sebutnya. Namun di sisi lain, Usman selaku pemilik wilayah juga mengaku sangat bersyukur adanya pelebaran jalan, karena akses jalan raya di sepanjang jalan menuju wilayah Kecamatan Sembalun masih tergolong cukup sempit. Namun adanya pelebaran jalan itu jangan sampai menimbulkan masalah baru berupa terjadinya longsoran dari bukit-bukit yang bagian dasarnya atau pangkalnya dikeruk. “Kita memang berharap akses jalan dilebarkan. Namun bentuk konstruksinya yang perlu dilihat dan berkelanjutan. Apabila tidak dilanjutkan, maka ini

(Suara NTB/yon)

KHAWATIR LONGSOR - Proyek pelebaran jalan di wilayah Pusuk Sembalun. Keberadaan proyek ini dikhawatirkan menyebabkan longsor akibat bagian pangkal atau dasarnya dikeruk. Provinsi NTB dan yang mengerakan berisiko,” ujarnya. Kepala Bidang Kedaruratan jakan langsung proyek tersebut. dan Urusan Logistik pada BPBD Dalam pengerjaan proyek ini, Lotim, Lalu Rusnan membenar- BPBD Lotim hanya dipermakkan jika proyek itu milik BPBD lumkan saja. (yon)

Tanjung (Suara NTB) Nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diperkirakan mencapai Rp 9,9 triliun lebih. Selanjutnya dari hasil analisis yang dilakukan dalam penyusunan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana gempa bumi, diproyeksikan nilai kebutuhan untuk pemulihan (rehabilitasi dan rekonstruksi) tahun 2019 mencapai Rp 5,59 triliun lebih. Demikian dikatakan Kepala Bappeda Lombok Utara, Herianto, SP., Jumat (9/11). Ia menjelaskan, kerugian Rp 9,9 triliun terdiri dari kerusakan pada sektor pemukiman (perumahan dan prasarana lingkungan) mencapai Rp 7,2 triliun lebih, sektor infrastruktur (transportasi darat, laut, energi, sumberdaya air, pos dan telekomunikasi, air bersih dan sanitasi) mencapai Rp 319,62 miliar lebih. Selanjutnya kerusakan dan kerugian pada sektor sosial (kesehatan, pendidikan, keagamaan, seni budaya cagar budaya dan bangunan bersejarah) mencapai Rp 1,33 triliun lebih, kerusakan kerugian pada sektor ekonomi (pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, perdagangan, koperasi, pariwisata, UMKM, warung, kios) mencapai Rp 703,02 miliar lebih. Belum lagi, kerusakan dan kerugian pada lintas sektor (pemerintahan, keamanan dan ketertiban, lingkungan hidup, perbankan, pengurangan risiko bencana) mencapai Rp 401,11 miliar lebih. “Dari hasil analisis yang dilakukan dalam penyusunan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana gempa bumi, diproyeksikan nilai kebutuhan untuk pemulihan (rehabilitasi dan rekonstruksi) tahun 2019 mencapai Rp 5,59 triliun lebih,” katanya. Dalam rencana aksi tersebut, sebut Herianto, dari kebutuhan pendanaan sebesar Rp 5,59 triliun akan dipenuhi dari berbagai sumber. Antara lain, APBD KLU sebesar Rp 192,7 miliar

lebih, APBD Provinsi NTB Rp 19,35 miliar lebih, kementerian/ lembaga Rp 529,66 miliar lebih, Dana Siap Pakai (DSP) BNPB Rp 2,8 triliun lebih, usulan hibah RR sebesar Rp 810,7 miliar lebih dan sumber lainnya Rp 1,18 triliun lebih. Selanjutnya dikatakan, penetapan prioritas kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahun anggaran (sejalan dengan Instruksi Presiden No Tahun 2018), yakni dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019. Pada periode itu, pemulihan sektor permukiman dilaksanakan selama 2 tahun anggaran, yakni tahun anggaran 2018-2019 dengan prioritas pembangunan rumah dilaksanakan pada tahun 2018. “Pemulihan sektor infrastruktur dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana infrastruktur untuk pelayanan transportasi, air minum, sumber daya air dan irigasi, serta kegiatan pengurangan risiko bencana, sebagian besar akan dilaksanakan pada tahun 2019,” paparnya. Pemulihan sektor ekonomi produktif dilaksanakan secara bertahap bersamaan dengan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemulihan sektor ini dilakukan melalui kegiatan penguatan kapasitas dalam rangka pengurangan risiko bencana bagi para pelaku ekonomi. Berikutnya, pemulihan sektor sosial diprioritaskan pada tahun anggaran 2018-2019 bersamaan dengan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pola yang ditempuh melalui penguatan kapasitas dalam rangka pengurangan risiko bencana. “Terakhir, pemulihan lintas sektor diprioritaskan pada tahun anggaran 2018-2019 dalam rangka mengembalikan fungsi pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas dalam pengurangan risiko bencana,” demikian Herianto. (ari)

Resahkan Masyarakat, Tambang Galian C di Desa Gelora Dihentikan Selong (Suara NTB) Tambang galian C yang terletak di Desa Gelora Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhirnya dihentikan. Hal itu menyusul laporan dari masyarakat yang resah akan keberadaan tambang galian C. Pasalnya, selain berdampak terhadap areal persawahan masyarakat. Tambang yang beroperasi sekitar satu tahun lamanya ini juga dinilai mencemari lingkungan air sungai masyarakat yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Dandim Lotim Agus Setiandar, Letkol. Inf. H. Agus Setiandar, SIP, mengungkapkan tiga pilar desa, yakni kepala desa, Babinsa dan Babinkamtibmas sudah mendatangi lokasi dan kedua pemilik tambang. Untuk sementara kegiatan sudah dihentikan sambil menunggu proses lebih lanjut. Tambang galian C ini, katanya, terdapat di dua lokasi, pertama di wiayah Kebon Bongkot Dusun Dasan Tinggi dengan nama pengelola, Sahudi alamat Desa Lendang Nangka atas nama Sadri alamat Desa Lendang Nangka. Selain itu tambang galian C juga dilakukan di lahan H Nasarudin Alamat Desa kilang luas lahan tambang 1,6 hektare yang dibeli

seharga Rp175.000.000. Di wilayah Telaga Daya Dusun Dasan Tinggi, ada tambang galian C yang dikelola Saepudin warga Desa Kotaraja Kecamatan Sikur. Begitu juga lahan seluas 7 are di lahan Amaq Sunah alamat Sangiang Desa Kumbang Kecamatan Masbagik. Setelah bertemu dan bernegosiasi dengan pengelola, ujarnya, aparatur desa memberikan peringatan keras untuk segera menghentikan penambangan, karena limbah yang diakibatkan penyemprotan pasir mencemari air bersih. Termasuk mencemari irigasi pertanian dan merugikan masyarakat Desa Gelora khususnya di Dusun Dasan Tinggi dan Dusun Gerami. Apabila tidak diindahkan, maka akan berurusan dengan hukum. Maka dari itu, pemilik menyetujui penghentian penambangan sampai dengan izin sudah diterbitkan dan tidak ada alasan apapun untuk melakukan aktivitas penambangan lagi. Dandim juga menilai banyak kegiatan yang legal secara hukum, karena mendapatkan perizinan yang valid tapi meresahkan bahkan merugikan rakyat di lapangan. “Hal-hal seperti ini yang membuat kita serba salah di lapangan, “ ujarnya. (yon)


SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Perbaiki Dermaga Senggigi 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 AKIBAT rusaknya der12345678901234567890123456789012 maga di Senggigi akhir 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tahun lalu mengganggu 12345678901234567890123456789012 pelayanan bagi pengun12345678901234567890123456789012 jung yang mau menye12345678901234567890123456789012 berang ke tiga Gili di 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Kabupaten Lombok Ut12345678901234567890123456789012 ara (KLU) dan Bali. Pen12345678901234567890123456789012 gunjung yang naik kapal 12345678901234567890123456789012 dan boat pun terpaksa 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nyandar di pasir. Untuk 12345678901234567890123456789012 memulihkan pelayanan 12345678901234567890123456789012 di dermaga tersebut, Di12345678901234567890123456789012 nas Komunikasi dan In12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 formatika (Kominfo) 12345678901234567890123456789012 Lombok Barat (Lobar) 12345678901234567890123456789012 sudah mengajukan 12345678901234567890123456789012 anggaran Rp 170 juta di 12345678901234567890123456789012 Ahmad Saikhu 12345678901234567890123456789012 tahun 2019 mendatang. 12345678901234567890123456789012 “Dana sekitar Rp 170 juta untuk perbaikan derma12345678901234567890123456789012 ga itupun sudah diajukan,”terang Kepala Dinas Per12345678901234567890123456789012 hubungan (Dishub) Lobar, Ahmad Saikhu. 12345678901234567890123456789012 Saikhu mengaku untuk perbaikan jembatan dan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pemasanganya membutuhkan anggaran sekitar 12345678901234567890123456789012 Rp150-170 juta, lantaran bahan dari jembatan apung 12345678901234567890123456789012 itu yang khusus. Pihaknya pun berencana menga12345678901234567890123456789012 jukan bantuan kepada Kementerian Desa Pemban12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 gunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sebab 12345678901234567890123456789012 selain akan digunakan untuk fast boat, pihaknya me12345678901234567890123456789012 miliki rencana dermaga itu dapat digunakan juga 12345678901234567890123456789012 perahu tradisional. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Seperti diketahui, sudah hampir setahun dermaga 12345678901234567890123456789012 apung itu rusak. Akibat terjang ombak yang disebab12345678901234567890123456789012 kan oleh cuaca buruk akhir tahun 2017 lalu. Hal ini 12345678901234567890123456789012 membuat jembatan apung terputus. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Meski demikian, Saihu memastikan pelayanan penye12345678901234567890123456789012 berangan tetap berjalan. Sementara waktu fast boat san12345678901234567890123456789012 dar langsung ke Pantai Senggigi. Hanya saja dampak 12345678901234567890123456789012 bencana gempa yang terjadi beberapa waktu lalu mem12345678901234567890123456789012 buat penyeberangan masih belum kembali normal. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Ia menuturkan, dana pemeliharaan dermaga sebe12345678901234567890123456789012 sar Rp 80 juta tidak mencukupi. Sementara anggaran 12345678901234567890123456789012 yang dibutuhkan untuk mengangkat tangga dermaga 12345678901234567890123456789012 yang jatuh ke dasar laut sebesar Rp 15 juta.”Meski 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kecil, tapi kami tidak berani eksekusi, karena pertim12345678901234567890123456789012 bangan kondisi tangga cepat rusak,” tambahnya. Pi12345678901234567890123456789012 haknya saat ini sedang berkonsultasi guna meren12345678901234567890123456789012 canakan kembali peralatan dermaga apung yang se12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 suai kualitasnya. (her) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Praya (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Setelah diberikan kesempatan selama satu pekan 12345678901234567890123456789012 untuk menentukan kebijakan, Badan Perwakilan Desa 12345678901234567890123456789012 (BPD) Desa Kateng Praya Barat, akhirnya memutus12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan untuk menyerahkan penyelesaian sengketa pemi12345678901234567890123456789012 lihan kepala desa (pilkades) setempat ke panitia kabu12345678901234567890123456789012 paten. BPD siap menerima apapun keputusan terkait 12345678901234567890123456789012 kelanjutan pelaksanaan pilkades setempat. 12345678901234567890123456789012 “Ada beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 terkait pilkades Kateng,” ujar Sekda Loteng, H.M. 12345678901234567890123456789012 Nursiah, S.Sos. M.Si., Jumat (9/11). 12345678901234567890123456789012 Opsi tersebut, ungkapnya, menghentikan tahapan 12345678901234567890123456789012 pilkades. Artinya, tidak ada pemenang dari gelaran 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pilkades dengan alasan, berkas perolehan suara 12345678901234567890123456789012 tidak lengkap, sehingga jalannya pemerintahan desa 12345678901234567890123456789012 diambil alih oleh pemerintah kabupaten. 12345678901234567890123456789012 Dalam hal ini, pemerintah kabupaten akan menun12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 juk Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa (kades) 12345678901234567890123456789012 sampai terpilihnya kades definitif pada gelaran 12345678901234567890123456789012 pilkades serentak tahun 2020 mendatang. “Atau opsi 12345678901234567890123456789012 kedua, pemungutan ulang digelar di TPS yang ber12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 masalah saja,” terangnya. 12345678901234567890123456789012 Mana yang lebih memungkinkan, Nursiah mene12345678901234567890123456789012 gaskan belum bisa menjawab, karena ranah penye12345678901234567890123456789012 lesaian persoalan Pilkades Kateng sudah diserah12345678901234567890123456789012 kan sepenuhnya kepada Tim Penyelesaian Sengketa 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Pilkades. “Nanti tim penyelesain sengketa pilkades 12345678901234567890123456789012 yang akan mengambil keputusan. Apakah akan men12345678901234567890123456789012 gambil opsi menunjuk Plt. Kades Kateng atau 12345678901234567890123456789012 menggelar pemungutan suara ulang di TPS yang ber12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 masalah,” jelasnya. 12345678901234567890123456789012 Sebelum mengambil keputusan, ujarnya, tim 12345678901234567890123456789012 penyelesaian sengketa pilkades akan melakukan ka12345678901234567890123456789012 jian mendalam terkait persoalan. Tentunya dengan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 memperhatikan aturan serta kondisi di lapangan, 12345678901234567890123456789012 sehingga keputusan yang diambil nanti, ialah kepu12345678901234567890123456789012 tusan yang terbaik bagi desa bersangkutan. 12345678901234567890123456789012 Sebelumnya, pada 24 Oktober kemarin, pelaksan12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 aan Pilkades Kateng terpaksa dihentikan pada saat 12345678901234567890123456789012 proses perhitungan perolehan suara berjalan. Kala itu, 12345678901234567890123456789012 terjadi keributan di sejumlah TPS, akibatnya, empat 12345678901234567890123456789012 TPS kehilangan formulir C1 yang berisikan perolehan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 suara. Sedangkan satu TPS belum melakukan penghi12345678901234567890123456789012 tungan sama sekali. Akibatnya, panitia pilkades tidak 12345678901234567890123456789012 bisa menggelar rapat pleno penetapan peroleh suara, 12345678901234567890123456789012 karena berkas perolehan suara tidak lengkap. Panitia 12345678901234567890123456789012 kabupaten kemudian memberikan kesempatan kepa12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 da BPD setempat untuk menetukan kebijakan, namun 12345678901234567890123456789012 pada akhirnya, BPD justru melimpahkan kembali ke12345678901234567890123456789012 wenangan terkait penyelesaian pilkades ke tim penye12345678901234567890123456789012 lesaian sengketa pilkades. (kir) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (Suara NTB/her)

Kasus Pilkades Kateng Diserahkan ke Panitia Kabupaten

SUARA PULAU LOMBOK Seleksi CPNS Loteng

Hanya 54 Pelamar Penuhi ’’Passing Grade’’ Praya (Suara NTB) Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lombok Tengah (Loteng) gagal memenuhi passing grade yang ditentukan. Dari 3.186 pelamar yang terdaftar. Hanya 54 orang yang berhasil memenuhi passing grade yang ada. Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M.Nazili, S.IP., kepada wartawan, Jumat (9/11). Dari total pelamar CPNS yang memenuhi passing grade, 28 di antaranya merupakan pelamar dari formasi honorer K2 dari 204 pelamar yang ada. Sisanya merupakan pelamar dari formasi umum. “Kita tidak tahu apakah karena standar passing grade yang terlalu tinggi. Sehingga banyak pelamar CPNS yang tidak mampu memenuhi passing grade tersebut,” ujarnya. Kondisi yang dialami Loteng tersebut juga dialami oleh hampir semua daerah yang menggelar rekrutmen CPNS. Bahkan jika dibandingkan dengan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dari 7 ribu lebih pelamar. Hanya sekitar 86 orang saja yang memenuhi passing grade. Atas kondisi tersebut, pihaknya berencana akan mengajukan peninjauan ke pemer-

intah pusat, apakah meminta menurunkan nilai standar passing grade-nya ataukah minta menggunakan sistem perankingan, karena kalau untuk tes ulang, jelas agak sulit. Selain karena butuh biaya yang tidak sedikit. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan tes ulang juga tidak singkat. “Tapi soal peninjauan ulang ini kita masih menunggu kebijakan pusat. Karena memang kondisi yang sama juga dialami oleh hampir semua daerah yang melaksanakan rekrutmen CPNS,” terangnya. Terkait rencana usulan peninjauan ulang tersebut, sudah ada koordinasi juga dengan kabupaten/kota lainya di NTB. Di mana nanti setelah tahapan seleksi selesai, pemerintah provinsi akan mengumpulkan semua kabupaten/kota guna menentukan sikap terkait persoalan ini. Ditegaskannya, mau tidak mau harus ada peninjauan ulang terkait passing grade, ka-

lau tidak, bisa bahaya, karena banyak formasi CPNS Loteng yang tidak terisi. Belum lagi, sebelum ini sudah ada beberapa formasi CPNS yang dipastikan tidak akan terisi, karena tidak ada pelamar. Tidak hanya itu, sesuai aturan yang ada untuk bisa mengelar tes tahap kedua yakni Tes Kemampuan Bidang (TKB), masing-masing formasi peserta tesnya harus 3 kali lipat dari formasi yang ada. Misalnya untuk dokter ada 2 formasi, maka untuk bisa menggelar TKB untuk formasi tersebut minimal ada 6 pelamar yang dinyatakan lolos passing grade. Sementara kondisi sekarang, persyaratan tersebut jelas tidak terpenuh. Bahkan ada beberapa formasi yang seluruh pelamarnya tidak memenuhi passing grade. Salah satunya untuk formasi guru agama SD, ada 40 formasi yang tersedia. Tapi tidak ada satupun pelamar yang memenuhi passing grade. (kir)

Proyek Jembatan di Pelangan Hanyut Giri Menang (Suara NTB) Proyek pembangunan jembatan penghubung daerah terisolir di Dusun Gunung Embit Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) senilai Rp3,6 miliar terganggu akibat rangka jembatan yang akan memasuki tahap pengecoran itu hanyut akibat derasnya arus sungai, Jumat (9/ 11). Proyek yang diklaim memiliki progres 70 persen ini pun dihentikan sementara menunggu kondisi air surut. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, hujan deras mengguyur Desa Pelangan sejak Kamis (8/11) hingga Jumat dini hari. Air sungai yang merupakan kiriman dari gunung dan perbukitan yang ada di Desa Pelangan meluap dan membawa sampah-sampah pepohonan. Tiang-tiang penyangga proyek jembatan yang terbuat dari bambu pun tak kuasa menahan terjangan air dan sampah yang menumpuk, sehingga lengkungan jembatan yang terbilang rendah itu roboh dan sebagian hanyut. Kepala Dusun Gunung Embid, I Komang Semara menginformasikan rendahnya lengkungan jembatan yang menjadi penyebabnya. Selain itu tumpukan sampah yang terbawa arus juga membuat jembatan itu roboh. “Jembatannya roboh, diterjang air sungai yang meluap,” ujarnya. Komang juga mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menginformasikan kepada pihak kontraktor pelaksana terkait rendahnya lengkungan jembatan. Namun nampaknya tak begitu digubris. Begitu juga ketika dia memberanikan diri menghadap ke salah satu Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, namun lagilagi informasi dan masukan yang disampaikan tak ditindaklanjuti. “Kami lebih paham dengan kondisi disana. Namun kami tidak mengerti apa yang menjadi pertimbangan pihak dinas dan kontraktor. Kami hanya bisa mengelus dada,” akunya. Kepala Desa Pelangan, Zu-

(Suara NTB/ist)

HANYUT-Proyek rangka jembatan yang dibangun di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong hanyut dibawa air sungai. lkifli membenarkan hanyutnya rangka jembatan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan mengirimkan laporan berupa foto-foto kondisi proyek tersebut ke petugas pengawas proyek. Sementara itu Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Artadana mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi proyek untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Hasil pantauan lapangan itu

(Suara NTB/kir)

BERTAHAN - Para PKL masih bertahan dan menolak pindah relokasi yang baru, Jumat (11/9). relokasi juga harus jelas. Jan- pencarian, sehingga kalau samgan kemudian, para PKL terke- pai pindah ke lokasi yang besan dipaksa pindah ke tempat lum jelas, para PKL bisa-bisa tidak bisa berjualan lagi. yang masih belum jelas. “Jadi mohon kami dimenger“Dalam beberapa kali pertemuan, pihak PT. AP I LIA selalu ti. Wajar kalau para PKL tetap berjanji akan menyiapkan tem- bertahan. Karena hanya dengan pat relokasi yang baru. Namun berjualanlah menjadi satu-satsampai sekarang tempat yang unya sumber ekonomi. Kalau dijanji belum juga ada,” akunya. sampai tidak berjualan lagi, Sementara bagi para PKL, para PKL tidak akan punya peberjualan di kawasan bandara kerjaan lagi,” imbuhnya. Di tempat yang sama, Kepamenjadi satu-satunya mata

(Suara NTB/her)

LOKASI PENGUNGSIAN - Korban gempa di Gunungsari yang tinggal di lokasi pengungsian mengeluh tempat tinggalnya direndam air. Mereka membutuhkan solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Korban Gempa Desak Dibangunkan Saluran Irigasi Giri Menang (Suara NTB) Korban gempa yang masih tinggal di lokasi pengungsian, baik di tenda-tenda darurat dan hunian sementara (huntara) saat ini dihadapkan persoalan baru. Datangnya musim hujan justru malapetaka bagi mereka, lantaran lokasi pengungsian mereka terendam air. Hal ini disebabkan lokasi pengungsian khususnya huntara tak dilengkapi saluran irigasi dan pondasi. Korban gempa pun mendesak agar pemda segera mengambil langkah cepat dengan membangunkan saluran irigasi untuk mengurai genangan air. Kepala Desa Kekait H. Zaini yang dikonfirmasi terkait kondisi korban gempa di wilayahnya mengakui terendam air ketika hujan melanda. Meski genangan bersifat sementara, kondisi ini mengganggu para korban gempa, sebab mereka tidak bisa tidur, bahkan logistik ikut hanyut. Menurutnya dalam jangka pendek menangani dampak musim hujan ini pihak desa segera koordinasi dengan pemda untuk pembangunan saluran. Sebab bagaimanapun kata dia, saat ini awal musim hujan sudah terjadi seminggu lalu beberapa kali lokasi pengungsian tergenang air. Untuk itu yang perlu segera dibangun adalah saluran, sebab jangan sampai korban gempa terendam berkepanjangan. Dalam hal ini sangat perlu dilakukan kerjasama dengan pemda, mengingat kemampuan dari desa terbatas. Dari Dana Desa (DD) pihaknya sudah mengalokasikan pada saat tanggap darurat. Menyoal logistik yang menipis di lokasi bencana, menurut Zaini kondisi saat ini tanggap darurat sudah lewat. Desa memaklumi kondisi keterbatasan bantuan mengingat kemampuan pemda. Inaq Kiah warga Kekait Gu-

nungsari menceritakan keluh kesah selama tinggal di pengungsian. Ia tinggal di lokasi pengungsian sejak 4 bulan lalu akibat rumahnya yang ambruk. Pada awal bencana, bantuan logistik begitu lancar masuk ke korban gempa. Akan tetapi seiring waktu, pergantian masa tanggap darurat ke transisi pemulihan justru bantuan logistik berkurang drastis. Sementara berharap pemasukan dari mata pencaharian susah, sebab keluarganya tak lagi bekerja. Sejak hujan pekan lalu, lokasi pengungsian nya terpendam. Ia pun tak tahu harus pindah kemana, ia pun terpaksa ikut berendam bersama barang yang disimpan di tenda. Tak banyak yang bisa dilakukan, ia hanya menunggu realisasi bantuan pembangunan rumah dan jadup yang belum ada kabar kapan direalisasikan. Ia pun mempertanyakan kejelasan dari bantuan tersebut, sebab sampai saat ini namanama warga yang memperoleh bantuan belum juga turun. Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib mengatakan mengenai jangka pendek penanganan warga di pengungsian, tentu akan disesuaikan dengan bantuan dalam bentuk alas kayu. Selain itu kebutuhan dasar seperti kebutuhan logistik dalam bentuk sembako mulai dari seminggu yang lalu. “Bantuan logistik ini kita sudah distribusikan ke beberapa desa seperti Desa Guntur Macan, Desa Selat, serta Desa Gerimaks,” jelasnya. Bantuan ini lanjut Najib, pihaknya distribusikan dalam bentuk paket yang berisi beras, minyak, mi instan dan kain selimut. Sesuai arahan sekda, bantuan ligistik itu akan tetap diperuntukan.”Stok logistik kita sebanyak empat 400 paket. Yang sudah disalurkan baru 250 paket. Sisanya akan dihabiskan dalam dua hari ke depan,” akunya. (her)

Pasar Sementara Gunungsari Tergenang nanti dibahas bersama kontraktor untuk mengambil langkah selanjutnya. “Saya rapatkan dulu dengan kontraktor untuk langkah penanganan selanjutnya,” imbuhnya. Terkait rekanan dan pengawas Dinas PUPR yang kurang menindaklanjuti masukan warga terkait proyek itu, menurut Made hal ini akan menjadi bahan evaluasi nantinya. Ia menambahkan poyek ini sendiri sudah hampir selesai pengerjaannya. Bahkan progresnya mencapai 60-70 persen. (her)

Puluhan PKL Bandara Tolak Dipindahkan Praya (Suara NTB) Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menempati lapak-lapak di area Lombok International Aiport (LIA) menolak saat akan direlokasi oleh pihak PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, Jumat (9/11). Pasalnya, tempat relokasi yang dijanjikan oleh pengelola bandara sebelumnya, belum ada. Para PKL pun menegaskan tetap akan bertahan, sampai ada kejelasan tempat relokasi. “Kami bukannya tidak mau pindah dan diatur. Tapi siapkan dulu tempat relokasi seperti yang dulu pernah dijanjikan. Kalau sudah ada itu, biar kami yang pindah sendiri,” ujar Inaq Bani, perwakilan PKL bandara. Menurutnya, pihaknya sangat mendukung rencana pengelola bandara untuk menata yang selama ini ditempati para PKL untuk berjualan. Tapi kalau kemudian harus pindah, tempat

Halaman 5

jika belum disiapkan tempat la Desa (Kades) Ketara, L. Buntara, selaku juru bicara PKL bandara menegaskan para PKL bukannya tidak taat aturan dan hukum. Para PKL siap kapan pun dipindahkan, asalkan tempat relokasi sudah jelas. Diakuinya, ada tempat relokasi yang disiapkan. Tapi itu kapasitasnya hanya cukup bagi 30 PKL. Sedangkan jumlah PKL yang harus direlokasi sebanyak 70 PKL leb-

ih. “Bolehlah yang 30 PKL pindah. Terus sisanya yang 40 PKL mau dikemanakan. Ini belum belum ada kejelasan dari pihak pengelola bandara. Sehingga wajarlah kalau para PKL sampai menolak untuk pindah,” tegasnya. Untuk itu, pihaknya berharap pihak pengelola menunda dulu proses relokasi sampai ada kejelasan tempat relokasi. Jangan PKL disuruh pindah, namun tempat relokasinya belum ada. Terkait penolakan ini, Salahudin, Asisten Manager Avsec PT. AP I LIA, saat menemui PKL bandara mengaku soal pemindahan PKL pihaknya sebenarnya tidak ikut campur, karena urusan pemindahan sudah dilimpahkan ke pengurus koperasi yang menaungi para PKL bandara. “Soal tempat relokasi yang belum memadai, akan kami sampaikan ke pimpinan,” jawabnya. (kir)

Giri Menang (Suara NTB) Para pedagang di pasar sementara Gunungsari mengeluh lantaran kondisi lahan pasar sementara tergenang air. Pasar inipun becek dan berlumpur, sehingga menyulitkan warga berjualan. Lahan pasar ini mudah tergenang, karena posisinya dataran rendah, sementara fasilitas saluran belum ada. Para pedagang pun berharap agar kondisi ini segera ditangani oleh Pemda. Taufiq salah seorang Kadus di wilayah Gunungsari mengatakan, lahan pasar sementara yang berlokasi di belakang Kantor Camat Gunungsari mulai tak nyaman ditempati oleh pedagang. Pasalnya, kondisinya becek, berlumpur akibat digenangi air hujan. “Para pedagang di pasar sementara Gunungsari mengeluh karena terendam. Pasar becek dan berlumpur. Mohon segera ditangani oleh Pemda,”kata Taufiq. Menurutnya, pasar tergenang sejak beberapa hari lalu ketika hujan melanda. Para pedagang dan pembeli di pasar pun kebingungan mau pindah kemana. Sebab di pasar itu, jumlah lapak yang

tersedia tidak sebanding dengan pedagang yang berjualan. Hal senada disampaikan Hisamudin warga setempat. Ia mengaku sejak beberapa hari semenjak hujan melanda pasar sementara becek akibat tergenang. Paling parah di bagian dalam pasar, genangan menyebabkan kondisi tanah becek. “Ini jadi keluhan lagi dari para pedagang,”jelasnya. Sebelumnya, para pedagang mendesak ingin kembali berjualan ke lokasi pasar lama yang ingin dijadikan taman kota. Alasan mereka mau pindah, karena kondisi di pasar sementara sepi pengunjung. Bahkan karena ingin pindah, para pedagang berinisiatif membuat semacam pengumpulan tanda tangan dari para pedagang, sopir, kusir angkutan. Sementara itu, Ketua Forum LLAJ yang juga Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Saikhu mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan ini dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Disperindag dan Bapenda. “Kami akan segera koordinasikan,”ujarnya. (her)

(Suara NTB/ist)

BECEK - Lahan pasar sementara di Gunungsari yang becek akibat terendam air. Kondisi ini menyebabkan pedagang dan pembeli tidak nyaman melakukan aktivitas jual beli.


Pemkab Sumbawa Data Masyarakat yang Kuasai Lahan Pelindo Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim dari Bagian Pertanahan Setda Sumbawa kini sedang mendata berapa luas lahan Pelindo III yang kini ditempati masyarakat. Sekaligus melakukan pengukuran bidang tanah yang mereka kuasai. Seperti dikatakan Kepala Bagian Pertanahan Setda Sumbawa, Abdul Haris, selama pendataan hhampir tidak ditemui adanya kendala di lapangan. Sebab sebelumnya masyarakat telah memberikan izin. Diket(Suara NTB/arn) ahui, lahan milik Pelindo terseAbdul Haris but sebagian telah dikuasai masyarakat. Bahkan informasi dari BPN, ada sekitar 400 rumah telah berdiri di atas lahan Pelindo III dimaksud. Pendataan dan pengkuran ini juga dimaksudkan, agar ada perikatan awal antara warga yang mengusai dengan Pelindo III sebagai pemilik lahan APL total sekitar seluas 46,5 hektar tersebut. Sebagai bentuk kemauan baik dari Pelindo. Agar sewaktu waktu ketika Pelindo sangat membutuhkan lahan tersebut kedepannya, maka masyarakat yang kini menempati lahan Pelindo bisa mendapatkan dana kerohiman. “Apakah aset mereka (masyarakat) berupa bangunan rumah di atas tanah itu yang nantinya akan dinilai atau dalam bentuk lainnya. Inilah perlunya kesepakatan awal, ketika nantinya tanah tersebut dibutuhkan Pelindo,” terang Haris. (arn)

Puskesmas Kota Kesulitan Air Bersih untuk Pelayanan Dompu (Suara NTB) – Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Abubakar Husain mengakui, persediaan air bersih untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota belum memadai, baik yang bersumber dari pengeboran air bawah tanah maupun penyaluran PDAM. Tak heran baru-baru ini muncul keluhan dari pasien yang terhambat pelayanannya karena air tiba-tiba macet. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih itu, seperti pengeboran sedalam 30-40 meter di dua titik hingga memasang instaslasi perpipaan dari PDAM. Namun hasilnya, salah satu puskesmas unggulan ini tetap tidak mendapat pasokan air yang memadai. “Sudah dua kali kita bor itu tapi heran juga saya tetap tidak ada airnya, instalasi pipa PDAM ada tapi yang jelas macet,” ungkap dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/11). Terbatasnya persediaan air bersih ini, lanjut dia, sudah dialami beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Cotoh kecil, barubaru ini pasien yang tengah dalam proses pencabutan gigi batal ditangani lantaran tidak adanya persediaan air bersih. Mendapati keluhan lewat media sosial itu selaku pihak yang membawahi puskesmas di delapan kecamatan, Abubakar Husain meminta maaf dan bernjanji segera mencarikan solusi terbaiknya. “Itu kan air untuk cuci tangan dan lain-lain, nanti setelah HKN saya coba bor yang dekat dengan sungai itu,” ujarnya. Ditegaskan, upaya mencari sumber mata air bawah tanah ini tidak saja dilakukan pihaknya, tetapi PDAM pun sudah beberapa kali turun tangan namun tetap dengan hasil yang tidak memuaskan. “Pas digali ada tapi lama kelamaan tidak ada lagi airnya,” pungkas dia. (jun)

SUARA PULAU SUMBAWA

Pembangunan Dua Proyek Pasar di Sumbawa Molor Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak lima proyek pembangunan pasar di Kabupaten Sumbawa dilakukan dalam tahun 2018 ini. Dari pembangunan yang dilakukan, dua diantaranya terjadi keterlambatan atau molor. Yakni pembangunan los Pasar Langam dan pembangunan 14 unit kios serta satu unit kantor Pasar Plampang. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah kepada wartawan, menyebutkan, dari lima paket pembangunan pasar di tahun 2018 ini dua diantaranya sudah selesai. Yakni pematangan lahan Pasar Karang Dima dan Pasar Brang Biji. Kemudian satu pasar yakni Pasar Utan progresnya cukup bagus sekitar 70 persen. Pasar ini kontraknya berakhir tanggal 22 Desember mendatang dan tersisa waktu selama 43 hari kedepan untuk menyelesaikannya. Kini pihaknya sudah meminta pelaksana melakukan penambahan jumlah pekerja. Sedangkan

dua pasar lainnya yakni Pasar Plampang dan Pasar Langam terjadi keterlambatan. “Memang Pasar Langam dan Plampang terjadi keterlambatan,” ujarnya, Jumat (9/11). Dijelaskannya, Pasar Plampang kontraknya berakhir pada 4 November lalu. Progresnya sudah 80 persen, terdapat keterlambatan 20 persen. Keterlambatan disebabkan lokasi kerja yang sempit, karena pembangunan kios dilakukan di tengah-tengah pasar. Selain itu waktu bekerja juga terbatas, karena sangat ramai pedagang. Hal ini mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan. Pihaknya berencana melakukan perte-

muan bersama kontraktor dengan meminta pendampingan TP4D. Nantinya, dalam pertemuan akan diminta penambahan waktu untuk menuntaskan pekerjaan. Pihaknya pun optimis dalam penambahan waktu nantinya pengerjaan bisa terkejar. “Rencananya dalam pertemuan akan minta penambahan waktu sampai akhir bulan ini. Tentu dengan konsekuensi kontraktor dikenakan denda satu permil perhari dari nilai kontrak. Dalam penambahan waktu ini masih bisa terkejar. Karena bangunan kiosnya sudah selesai. Hanya ada tambahan untuk pekerjaan saluran dan kantornya,” terangnya.

(Suara NTB/ula)

Sedangkan Pasar Langam, kontraknya akan berakhir pada 12 November mendatang. Dari progresnya diakuinya terdapat deviasi sekitar 30 persen. Dimana kendalanya lantaran terjadi keterlambatan pengiriman material baja saat gempa. Begitupula para pekerja juga banyak yang pulang kampung. Hal ini memengaruhi jadwal kerja dari proyek pasar tersebut. Rencananya, untuk menuntaskan pekerjaan, juga akan diminta penambahan waktu selama satu bulan dengan kewajiban kontraktor membayar denda. Pihaknya pun optimis pengerjaan bisa diselesaikan, karena pekerjaan yang ada tidak terlalu rumit, yakni pengerjaan los seperti halnya Pasar Brang Biji. “Bisa terkejar. Karena

volume terbesar ada pada pekerjaan atap dan lantai keramik. Sekarang sudah proses pemasangan atapnya,” pungkasnya. (ind)

Arif Alamsyah

Masyarakat Kembali Pertanyakan Proyek Pengaman Banjir

(Suara NTB/ist)

SOSIALISASI - PPID dan Kepala Diskominfostik se-Pulau Sumbawa saat Sosialisasi Keamanan Informasi dan Pemanfaatan Layanan Persandian, bersama perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara BSSN dan Kabid Persandian dan LPSE Diskominfostik Provinsi NTB, di Kantor Walikota Bima belum lama ini.

Beroperasi, Layanan RS Pratama Saingi Keaslian dan Manipulasi Informasi, Ancaman Bagi Pemerintah RSUD Dompu Dompu (Suara NTB) Rumah Sakit (RS) Pratama mulai dioperasionalkan oleh Pemkab Dompu pasca tersinya pejabat selaku penanggungjawab. Rumah sakit yang akan menjadi rujukan fasilitas layanan dasar di Puskesmas Pekat, Kempo, Kilo dan Manggelewa ini diyakini akan menyamai layanan di RSUD Dompu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Kamis (8/11) malam mengungkapkan komitmen pihaknya untuk menjadikan RS pratama sebagai pusat rujukan kesehatan untuk wilayah Dompu bagian barat. Layanan disiapkan untuk poli maupun ruang perawatan dasar seperti kandungan, penyakit dalam, bedah, dan anak. “Semua spesialisnya ada keempat pelayanan dasar. Tapi karena keberadaan (spesialis) yang terbatas, nanti kita akan ada MoU dengan RSUD,” jelasnya. Di RS Pratama juga sudah dilengkapi dengan kamar operasi untuk mendukung keberadaan dokter spesial. Sementara 8 staf yang ditugaskan ke RS Pratama pasca pelantikan para pejabatnya merupakan ASN senior yang akan ditugaskan sebagai kepala ruangan perawatan. Untuk tenaga pendamping, untuk sementara akan dilakukan perekrutan secara terbuka terhadap apoteker, perawat, bidan dan tenaga lainnya. “Pekan ini kita akan rekrut tenaga kontrak. Mereka akan dilakukan ujian tulis dan demonstrasi,” terangnya. Seleksi bagi tenaga kesehatan untuk RS Pratama ini tidak dilakukan terhadap dokter. Para dokter yang ditempatkan di RS Pratama tanpa melalui seleksi. Ini konsekuensi dari terbatasnya jumlah dokter di Dompu. “Untuk puskesmas saja tidak terpenuhi (kebutuhan dokternya),” ungkapnya. Untuk operasional RS Pratama pasca gagalnya penetapan APBD perubahan 2018, Hj Iris mengaku, November – Desember 2018 ini akan menggunakan anggaran kapitasi BPJS Kesehatan dari Desa Doromelo, Anamina, Banggo, dan Desa Nangatumpu Kecamatan Manggelewa. Namun pada 2019 diharapkan kebutuhan anggaran untuk RS pratama akan tercukupi. “Apalagi di rumah sakit ini banyak pegawai kontraknya,” harapnya. Peresmian beroperasinya RS Pratama ini semula direncanakan pada Kamis (8/11) pagi dan dirangkaikan dengan hari kesehatan nasional. Karena Bupati ada tugas luar, sehingga ditunda. “Peresmian ini penting untuk menyampaikan ke publik dan masyarakat akan beroperasinya rumah sakit,” terangnya. (ula/*) Hj. Iris Juita

Halaman 6

(Suara NTB/ind)

SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

Bima (Suara NTB) Keaslian informasi dan manipulasi informasi ditampilkan pada situs Pemerintah merupakan ancaman yang dapat memantik ketidakpercayaan masyarakat pada integritas dan kebijakan Pemerintah. Demikian disampaikan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Aris Munandar S. ST. MP saat

menjadi narasumber pada Sosialisasi Keamanan Informasi dan Pemanfaatan Layanan Persandian bagi Jajaran Pengelola Informasi Daerah se Pulau Sumbawa di aula kantor Walikota Bima belum lama ini. Aris menjelaskan tren ancaman atau kejahatan siber yang terjadi pada sistem saat ini bukan hanya berupa peretasan pada sistem e-

government. Tetapi bagaimana memanfaatkan platform media sosial dalam mendapatkan informasi. “Serta menggiring atau bahkan memanipulasi opini publik melalui disinformasi, propaganda dan kabar bohong atau hoaks,” katanya di hadapan para Kadis Kominfostik dan Pejabat Pengelolaan Informasi Daerah (PPID) se-Pulau Sumbawa. (uki)

Ratusan ASN Pemkab Ajukan Pindah ke Pemkot Bima Kota Bima (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima mencatat kurang lebih 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengajukan pindah ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Kepala BKPSDM Kota Bima, Drs. H. Supratman M.AP kepada Suara NTB, Jum’at (9/11) mengaku bahkan proses pengajuan pemindahan tersebut sudah berjalan sejak dua tahun terakhir atau mulai tahun 2017 hingga akhir 2018 ini. “Pengajuan pemindahan saat dibawah kepemimpinan Walikota Bima H. M. Qurais. Hingga peralihan Walikota sekarang, H. Muhammad Lutfi SE sudah ada 200 berkas yang kita terima,” katanya. Dikatakannya keinginan ratusan ASN Pemkab Bima untuk pindah tersebut karena alasan jarak. Pasalnya pusat Pemerintah Pemkab Bima sudah berpindah di wilayah Kecamatan Woha yang jarak tempuhnya sekitar belasan kilometer dari Kota Bima. “Selain itu ASN dari Pemkab Bima kebanyakan berdomisili di Kota Bima. Mereka pindah ingin mengabdi untuk daerah asal tinggalnya,” katanya. Supratman mengatakan

Suara NTB/Uki)

(Suara NTB/Uki)

Supratman

Armin Farid

alasan pemindahan ASN tersebut akan dipertimbangkan secara matang sebelum diterima secara resmi. Mengigat ASN di Kota Bima juga banyak dan memiliki kualitas serta SDM yang mumpuni. “Ini semua akan kita pertimbangkan. Kita akan menerima berdasarkan kebutuhan, terutama untuk mengisi kekosongan pada OPD,” katanya. Ia menambahkan berkas permohonan pindah ratusan ASN tersebut sebagian besarnya masih berada BKPSDM setempat. Namun sebagian kecilnya sudah berada di Walikota Bima untuk diproses lebih lanjut. “Berkasnya akan kita telaah dulu apakah bisa diterima atau ditunda. Tapi beberapa berkasnya sudah ada ditangan Walikota,” katanya menambahkan.

Terpisah Sekretaris BKD dan Diklat Kabupaten Bima, Armin Farid S.Sos, tidak membantah adanya ASN yang mengajukan pindah ke Pemkot Bima. Hanya saja, lanjutnya, jumlahnya hanya kisarannya puluhan orang. “Memang ada. Tapi tidak sampai ratusan hanya puluhan orang saja,” katanya. Armin mengatakan alasan ASN mengajukan pindah karena ada sejumlah faktor. Salahsatunya jarak tempat kerja yang jauh dari tempat tinggal. Meski demikian semestinya hal itu bukanlah menjadi alasan dari pemindahan. “Bagi saya ASN itu siap ditempatkan dimana saja. Tapi apapun itu tetap kita hormati keinginannya,” pungkasnya. (uki)

Taliwang (Suara NTB) Masyarakat Kelurahan Dalam, Kabupaten Sumbawa Barat kembali mempertanyakan kelanjutan proyek pengamanan banjir Kota Taliwang yang hingga kini belum rampung. Proyek yang ditaksir menghabiskan anggaran APBN sekitar Rp19,6 miliar tahun 2017 lalu tersebut sampai dengan saat ini masih belum dilanjutkan pekerjaannya. Hasanuddin kepala lingkungan (kaling) Sebok, kelurahan Dalam kepada Suara NTB, Jumat (9/11) mengatakan, sesuai dengan janji yang diterima masyarakat bahwa proyek pengamanan banjir akan dilanjutkan di APBD-P tahun 2017, tapi faktanya sampai dengan saat ini masih nihil (tanpa progres). Bahkan kondisi saat ini sudah semakin parah, dimana di beberapa titik sudah terjadi longsor akibat tergerus air hujan. Di salah satu rumah di RT 01/RW 02 contohnya saat ini sudah berada dalam kondisi kritis. Bahkan pondasi cakar ayam di rumah tersebut, sudah menggantung akibat tergerus air sungai. Jika masalah ini tidak segera ditangani maka dikhawatirkan rumah itu akan jatuh akibat digerus oleh air. “Kita minta galian untuk pembangunan pengaman banjir Taliwang bisa kembali dilanjutkan. Jika tidak dikhawatirkan rumah yang sudah berada didalam kondisi kritis akan terbawa arus nanti,” ungkapnya. Dia mengatakan, pada prinsipnya, keberadan bronjong sudah membantu masyarakat terhindar dari banjir. Hanya saja, di titik-titik yang belum terpasang, diharapkan juga

agar bisa diselesaikan secepatnya sebelum hujan mulai lebat. Hal ini tentu sangat diharapkan terealisasi, karena jika memasuki musim hujan nanti dampaknya akan semakin parah. Hal lainnya yakni, ketinggian bronjong juga sangat diharapkan bisa ditambah. Jika tetap seperti saat ini maka air sungai tetap akan masuk ke rumah- rumah warga. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemilik proyek untuk bisa melanjutkan pembangunannya. Supaya masyarakat tidak lagi merasa was-was saat musim hujan tiba. “Kita minta apa yang menjadi tuntutan masyarakat bisa dipenuhi, sehingga masyarakat tidak lagi was-was saat musim hujan tiba,” tandasnya. Menanggapi masalah ini, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penataan Ruang Pemukiman Perumahan (PRPP) Kabupaten Sumbawa Barat, Novrizal Zain Syah SE mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi terbaru dari BWS untuk melanjutkan program yang ada. Menurutnya, keberadaan pengaman banjir di lokasi tersebut merupakan harapan masyarakat selama ini. Sebab, hampir setiap musim hujan, lokasi ini selalu menjadi langganan banjir. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melayangkan surat ke BWS agar bisa melanjutkan pekerjaan. “Kita belum menerima informasi terbaru terkait kelanjutan proyek untuk pengaman banjir yang ada saat ini. Kendati demikian kita tetap mendesak BWS untuk merampungkan pekerjaan yang ada,” tegasnya. (ils)

Karaoke Keluarga di Sumbawa akan Ditertibkan Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Sat Pol PP akan melakukan razia penertiban tempat hiburan karaoke keluarga dalam bulan ini juga. Agar lebih tertib dalam menjalankan SOP sesuai perizinan yang telah dikeluarkan. Kalau nantinya, ditemukan pelanggaran, maka Lokasi hiburan karaoke keluarga yang telah diberikan izin oleh Pemkab Sumbawa bisa saja dievaluasi keberadaannya. Evaluasi izin menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sumbawa, H. Syahril M.Pd, akan dilakukan, setelah nantinya ada rekomendasi dari Dinas Sat Pol PP. Terkait adanya informasi yang diterimanya soal penyalahgunaan izin operasional hiburan karauke keluarga. Berdasarkan laporan dibuktikan dengan hasil pengecekan di lapangan. “Sat Pol PP mesti lakukan monitoring. Dari laporan resmi baru kita akan

(Suara NTB/arn)

H. Mas’ud

lakukan evaluasi,” terangnya. Setelah itu, pihaknya melakukan upaya pembinaan melalui teguran sesuai SOP. Surat teguran pun diberikan selama tiga kali. Kalau masih membandel baru izinnya dibekukan. “Informasi lisan yang saya terima, ada karaoke keluarga yang buka melewati jam operasional,”sebutnya. Kepala Dinas Satuan Pol PP Sumbawa, H. Mas’ud, yang dikonfirmasi mengaku sejauh ini belum menerima adanya pengaduan secara resmi dari masyarakat sekitar tempat lokasi karaoke keluarga. Pihaknya pun tidak akan memberikan rekomendasi izin kalau memang ada keberatan dari masyarakat sekitar tempat berdirinya karaoke keluarga. Terkait dugaan pelanggaran jam operasional yang melebihi batas waktu, pihaknya akan melakukan operasi gabungan dalam bulan ini juga di seluruh tempat karaoke. (arn)

(Suara NTB/arn)

H. Syahril


Jendela Sastra Edisi Khusus Karya Sastrawan NTB

SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

Halaman 7

Ice

CERPEN

Arianto Adipurwanto

Ice berlari pulang. Duri-duri dadap menembus telapak kakinya yang telanjang. Ia tidak merasakan sakit sedikit pun. Kedua tangannya yang kepek bergerak secara aneh seperti ranting kering yang dihempaskan angin dengan kencang. Membuat terkejut seekor anjing yang tengah meringkuk di jebak. Mengagetkan kedua orang tuanya yang tengah mengobrol di berugak. MAQ Dermat duduk menghadapi kocor yang telah sombeng di bagian paruhnya. Berisi setengah tuak. Di sampingnya ada gelas, berisi penuh, baru saja diisi. Dua ekor lalat terbang rendah, satu hinggap di bibir gelas, satunya lagi di tepian cobek yang berisi beberapa potong asam tua dan setumpuk cabe tumbuk. “Dapat apa?” tanya Maq Dermat. Keras. Ada yang terlontar keluar dari mulutnya. Sepertinya remahan asam, atau remahan ikan yang terselip di giginya dan berhasil selamat setelah terjepit selama beberapa jam. Terjepit di antara gigigigi yang tidak pernah disikat. Gigigigi yang telah berjamur. Ice menggeleng dan langsung masuk ke sebuah rumah gubuk, terletak di belakang ayahnya. Rumah bambu. Miring. Beratap daun kelapa yang telah lapuk. Berlubanglubang karena ayam. Beberapa kecambah jambu mente tumbuh di situ. Juga dipenuhi bunga-bunga dan daun dadap yang telah membusuk. Pintu anyaman bambu yang terikat pada sepotong kayu yang terselip di dinding ia buka dengan tergesa-gesa lalu menutupnya kembali dengan keras. Perlu sedikit usaha. Bagian bawah pintu menempel dengan tanah. Ada beberapa ekor semut di situ tengah berusaha menggotong sepotong singkong. Usaha mereka terhenti begitu saja oleh pintu yang terbuka. Ada sebuah dipan bambu di dalam. Miring. Berkeriat-keriut ketika ada yang menaikinya. Beberapa lembar tikar terhampar di atasnya. Dua buah bantal tanpa sarung. Hitam karena kotoran. Tidak pernah dicuci entah telah berapa lamanya. Tanpa membersihkan pasir yang melekat di kakinya, ia langsung naik ke dipan. Kepalanya dijatuhkan ke atas bantal, dan ia memejamkan mata, berusaha mengabaikan suara kedua orang tuanya yang terus memanggilnya. “Ice!” teriak ayahnya. “Ice!” “Ice, dengar kamu!” “Ice!” “Anjing! Tuli kamu?!” “Mati dia mungkin,” ibunya jengkel. “Biar sudah dia mati mati!” Ia membuka mata, memejamkan, membuka lagi, memejamkan, membuka, lalu bangkit dan melihat keluar dari lubang dinding. Terlihat punggung ayahnya. Penuh panu dan goresan-goresan bekas garukan. Ibunya duduk dengan satu kakinya masih terayun-ayun. “Lagi?” tanya Naq Dermat, kepada suaminya. “Ya lagi sih.” “Kirain sudah!” “Masih, sampai habis!” “Buat besok mana?” “Besok beli!” “Mana uang?” “Besok cari.” “Besok cari besok cari.” Ice merasa pertengkaran sebentar lagi akan terjadi. Ia kembali ke dipan. Merebahkan tubuhnya. Dipan berkeriat-keriut. Bantal keras.

Ia membuka mata, memejamkan, membuka mata, dan sangat terganggu oleh suara kedua orang tuanya di luar yang semakin lama semakin keras; saling membentak. Keringat dingin membasahi pelipisnya. “Kita hidup cuma sekali!” bentak ayahnya. “Ya sekali, kamu mau dua kali juga ndak bisa.” “Makanya!” “Makanya apa?” “Makanya buat apa kita susahsusah!” “Kalau kamu mau kerja ndak sih kita susah!” “Apa saya kerjain?” “Angkut kayu, petik kelapa, kopi, banyak!” “Kamu dah kerja!” “Saya saya saya saya aja!” “Kamu ndak mau?” “Saya lelah!” “Siapa suruh?” “Kalau saya ndak kerja ijo matamu!” “Ajak anakmu kerja sana!” “Ice?” “Siapa lagi anakmu?” “Kalau dia bisa kerja kita ndak perlu susah-susah.” “Bisa. Paksa dia!” “Bawa dirinya aja dia ndak bisa.” “Kamu aja kalau gitu.” “Kamu jadi apa?” “Saya tunggu di rumah.” “Ndak berguna. Mudahan kamu mati!” “Setan!” “Setan kamu!” “Anjing kamu setan kamu!” Ice di dalam sakit kepala. Ia memejamkan mata. Tetapi tidak tahan, ia segera turun, dan kembali mengintip dari lubang dinding. Dadanya bergemuruh. Ia takut pada sesuatu. Ia melihat jebak. Tidak ada tanda-tanda apa yang ia takutkan akan terjadi. Seekor anjing tengah menjilat-jilat kedua kaki depannya bergantian. Lenguhan-lenguhan kecil keluar dari mulutnya. Seperti tengah meratapi sesuatu. “Dulu kamu mau kerja, sekarang kamu duduk-duduk aja.” “Saya kerja kita tetap gini-gini aja.” “Kamu mau tiba-tiba kita kaya gitu?” “Saya ndak mau kaya.” “Ndak usah kita kaya yang penting kita tetap dapat makan.” “Aroh!” “Tagetih tuak itu sampai kamu mati. Nanti kalau kamu mati, pakai tuak orang mandiin kamu.” “Hahaha. Bagus. Taruh tuak dua tiga grijen di kubur saya, ya.” Naq Dermat membuang muka. Memandang bukit yang menjulang di timurnya. “Kalau kamu dikasih tau begitu-begitu aja katamu,” katanya sedih. Maq Dermat diam. Ia menuangkan sendiri tuak dari kocor ke dalam gelasnya. “Punya anak kepek. Punya suami gila. Aroo saya mati sudah!” ratapnya. Gigi Ice gemeretak. Setiap hari ia mendengar perkelahian seperti itu. Juga setiap hari ia mendengar kedua orang tuanya mengungkap-

kan penyesalan karena telah memiliki anak cacat seperti dirinya. Tadi ia tengah duduk-duduk di pintu berusaha menangkap kutu di balik rambut kusutnya. Ayahnya baru pulang dari membeli tuak dan langsung duduk di berugak, meminta gelas kepada istrinya. Ibunya berjalan sambil menggerutu mengambil gelas. Ayahnya mulai menanyakan sedak. Ibunya menjawab ketus bahwa tidak ada sedak disertai umpatan-umpatan kecil yang ditujukan kepada entah siapa. Maq Dermat kesal dan minta kepada istrinya supaya dibuatkan sambal mentah. Naq Dermat tidak beranjak dari tempat duduknya dan mengatakan tidak ada apa pun di dapur. Maq Dermat memaksa. Naq Dermat bangkit sambil menggerutu ke dapur, mengambil cobek, dan hanya membuat sambal dengan cabe dan sedikit garam. Ia membawanya dengan cobek ke berugak. Dua ekor lalat mengikutinya. Maq Dermat mengumpat mereka berdua setelah merasakan sambal itu. Ia lalu meminta diambilkan asam. Tidak enak juga yang ia rasakan. Ia membentak Ice dan memintanya pergi mencari apa pun di kebun, beruntung kalau dapat bangkai ayam sisa musang. Sambil mengatakan ‘anjing’ kepada ayahnya dan mendapat ancaman akan dilempar pakai parang, ia berjalan keluar jebak. Seekor anjing yang tengah meringkuk di dekat jebak hanya melihatnya pergi dengan tatapan sedih. Ia pergi ke kebun kopi, kebun orang paling ganas di Lelenggo. Ia berkeliling, turun naik, melihat di antara semaksemak, di bawah pohon-pohon kopi, namun tidak ada tanda-tanda sesuatu yang bisa dimakan. Ia terus berjalan sampai mendekati sungai Keditan. Di dekat sebuah pohon dadap, ia berhenti, menggarukgaruk kakinya yang terkena jelatang. Ia menggaruk-garuk sambil terus mengatakan ‘anjing’ kepada ayahnya. Ketika ia melihat ke kiri ia tibatiba dikejutkan oleh seekor ayam betina yang tengah mematukmatuk lapukan kayu di depannya. Rupanya ada ratusan rayap di situ. Ia langsung diam, tidak berani bergerak. Jika ia menimbulkan suara ayam itu akan segera menjauhinya. Sebisa mungkin ia membuat keberadaan dirinya tidak diketahui oleh mangsanya. Satu langkah ke depan, mangsanya masih tidak menyadari keberadaannya. Dua langkah lagi juga masih sama. Ketika ia telah dekat dan bersiap untuk menerkam ayam itu, tibatiba ia dikejutkan oleh suara di belakangnya. “Gini caramu! Jadi kamu!” Ia menengok ke belakang dan laki-laki ganas itu tengah berdiri dengan muka merah karena amarah. Tanpa berpikir apa pun ia berlari pulang. Tangannya yang kepek bergerak-gerak seperti sayap yang telah patah. Ia mengintip terus-menerus dari

(Ivan Dochy)

dinding rumah adalah untuk menunggu laki-laki itu datang. Ia tahu ia pasti dicari. Belum lama, anjing yang tengah meringkuk tibatiba menggonggong nyaring. Maq Dermat tengah menenggak segelas tuak sampai tandas. Naq Dermat tengah mengelus-ngelus lutut dan mengomelkan betapa ia hanya memiliki orang-orang yang tidak berguna dalam hidupnya. “Mana Ice?” tanya laki-laki itu, bahkan ketika ia baru masuk jebak. “Ada apa?” “Mana dia?” “Ada apa?” Ia berdiri di halaman. Tangan kanannya memegang parang mengilap. “Saya lelah-lelah pelihara ayam dia enak-enak mau tangkap.” “Ada apa, Man Luh?” tanya Naq

Dermat. “Dia mau curi ayam saya anak kalian itu!” Maq Dermat berteriak memanggil anaknya. “Ice!” berkali-kali. Di dalam, Ice gemetar di tempat duduknya. Ia tidak sanggup menyahut. Berugak berkeriut hebat ketika Maq Dermat yang tengah dalam keadaan mabuk meloncat turun. Ia segera menuju ke pintu, dan menendang pintu itu sekuat tenaga. Naq Dermat berteriak-teriak dan meloncat turun, menyelamatkan anaknya. “Mati kamu sekarang Ice, mati kamu!” teriaknya. Pintu yang ditendang itu terbuka lebar. Beberapa ekor semut yang tengah berusaha kembali untuk menggotong sepotong singkong ke tempat mereka, terinjak persis de-

ngan tumitnya. Singkong itu pecah dan semut-semut itu tergencet. Di dekat dinding Ice duduk dalam keadaan pucat. Di luar laki-laki ganas berdiri menunggu dalam keadaan benar-benar ingin membunuh orang. Seolah berusaha menghentikan semua itu, si anjing terus menyalak keras di jebak.***

Arianto Adipurwanto lahir di Selebung, Lombok Utara, 1 November 1993. Tahun 2017 diundang mengikuti Literature & Ideas Festival (LIFE’s) di Salihara, Jakarta. Kumpulan cerpennya berjudul Bugiali (Pustaka Jaya, 2018).

PUISI

Wahyu Nusantara Aji Ketika Pagi Begitu Dingin angin menikung di pematang matahari memeluk daun ketika pagi begitu dingin dan kita jadi tak ingin bangun

Dusun

dan dari arah kebun tiba-tiba sore bicara pada daun-daun - hanya daun-daun “di sini, tak ada yang tinggal selain dingin semuanya adalah angin hanya menyintuh dan beterbangan sebagai keinginan yang ditunggu kemudian ditanggalkan.”

ketika malam bertandang sebagai bayang daun dan cerita batang-batang aku menjadi begitu gelap dan lengang seperti sebuah gang sebab malam juga memulangkan orang-orang hanya suara-suara dari angin yang melepas daun dari langit yang tak henti mencoba menyapa.. Dusun Dames, 2018

Dusun Dames, 2018

Seperti Baru Pertama pada sore yang reda kita menangkap kabut membuat hujan bersembunyi pada ujung daun lalu kita jatuhkan beberapa rintiknya dengan sengaja untuk membasuh wajah dengan gelak tawa kita menjadi begitu dekat dengan hijau warna ingatan seperti baru pertama dilepas bermain di halaman. Dusun Dames, 2018

Malam Memang Tak Pernah Diam Malam memang tak pernah diam Tapi kita selalu merasa sepi Meski ingatan-ingatan terus saja kembali mendesak ingatan yang tak punya ruang yang dibentuk dari dalam tempurung kepala yang murung. malam memang tak pernah diam ia akan membicarakan kita hingga malu dan akan memuji hingga kita tidur dan lupa begitulah seterusnya. Dusun Dames, 2018

Wahyu Nusantara Aji, lahir dan tinggal di Dusun Dames. Lombok Timur. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Hamzanwadi. Bergiat di Komunitas Rabulangit.


SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

POLHUKAM

Halaman 8

Kasus BOS SMKN 1 Narmada Atensi Kerusakan Hutan KERUSAKAN hutan di Provinsi NTB sudah cukup parah. Namun hal ini masih belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Karena itu, sejumlah fraksi di DPRD NTB mendorong Gubernur NTB agar penanganan kerusakan dimasukkan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Fraksi Bintang Restorasi, salah satu yang menekankan agar penanganan kerusakan hutan tersebut dapat diperhatikan dengan serius. Raihan Anwar, anggota fraksi Bintang (Suara NTB/dok) Restorasi, mengungkapkan Raihan Anwar tingkat kerusakan hutan di Pulau Sumbawa sudah mencapai titik nadir. Hampir 75 persen kawasan hutan di pulau itu sudah dalam kondisi gundul. “Ini akibat pembukaan lahan yang dilakukan secara tidak terkendali. Sehingga menyebabkan terjadinya pembalakan dan penjarahan hutan,” ungkapnya. Dari hasil pantauannya di lapangan, baru-baru ini, kerusakan hutan di Pulau Sumbawa, terjadi merata di lima kabupaten. Dimulai dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Bahkan, kawasan hutan yang berada di Taman Nasional Gunung Tambora yang wilayahnya masuk dalam dua kabupaten, yakni Kabupaten Bima dan Dompu tidak luput dijarah untuk kepentingan pembukaan lahan oleh yang oknum tidak bertanggungjawab. “Saat saya reses pembalakan liar seperti ini juga terjadi di dalam kawasan hutan yang berada di Bendungan Pela Parado, Kabupaten Bima,” ujar politikus partai Nasdem ini. Anggota DPRD NTB dari dapil IV ini melihat tanda-tanda kerusakan hutan di Pulau Sumbawa, mulai massif terjadi setelah pemerintah daerah menggalakkan program penanaman jagung secara massal di wilayah itu. Akibatnya hutan-hutan yang dulunya lebat kini habis dibabat untuk kepentingan pembukaan lahan jagung. “Kita tidak dipungkiri penanaman jagung berdampak positif kepada perekonomian warga, tapi jauh daripada itu dampak negatifnya akibat program itu, adalah kerusakan lingkungan,” katanya. Karena alasan itulah ia mendesak Pemprov NTB memasukkan program pembangunan berkelanjutan dan wawasan lingkungan hutan dalam RPJMD NTB tahun 2018-2023. “Kami berharap Gubernur dan Wagub NTB memasukkan kerusakan hutan ini dalam visi-misinya,” katanya. Hal senada juga disuarakan Fraksi PDI Perjuangan. “Kami menyayangkan dan menyesalkan aksi-aksi pembalakan liar ini masih terus saja terjadi, tanpa ada upaya masif untuk menghentikannya,” kata Ketua Fraksi PDIP, Ruslan Turmudzi. Ia meminta, Pemprov NTB selaku pemilik kewenangan dalam pengelolaan hutan, segera turun tangan melakukan intervensi. Sehingga kerusakan hutan di NTB tidak semakin menjadi-jadi. “Harus ada upaya nyata untuk menghentikan semua ini. Jangan sampai ini terus dibiarkan. Karena ini menyangkut masa depan anak cucu kita ke depan,” pungkasnya di DPRD NTB. (ndi)

Penyidik Lengkapi Berkas Tersangka TPPO Arab Saudi Mataram (Suara NTB) – Berkas kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan tersangka ZN (45) dan SB alias IR (42) dilimpahkan lagi ke jaksa. Sebelumnya, berkas itu dikembalikan ke penyidik dengan alasan belum lengkap. Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati menerangkan, penyidik sudah melengkapi berkas sesuai dengan petunjuk P-19 jaksa. Berkas P-19 menandakan berkas belum lengkap. “Berkas sudah dilengkapi petunjuknya. Kita limpahkan lagi ke jaksa,” ujarnya dikonfirmasi via pesan instan. Dalam kasus itu, tersangka ZN (45) asal Praya, Lombok Tengah, berperan sebagai agen penghubung. Tersangka SB alias IR (42), warga Praya Tengah, Lombok Tengah. SB berperan merekrut korban. Mereka mengimingi korbannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji tinggi, yakni 6.000 Riyal Saudi atau setara Rp24 juta sebulan. Para tersangka meraup Rp2 juta sampai 4 juta dari suksesnya perekrutan korban. Salah satu korbannya, CD (38) asal Kota Mataram terbujuk. Para tersangka modusnya membantu membuatkan dokumen administrasi kependudukan untuk membuat paspor. Beberapa data pengurusannya dimanipulasi. Tersangka ZN mengirim korban ke Jakarta terlebih dahulu dan ditampung di sebuah hotel. Agen di Jakarta berinisial FR lantas mengurus keberangkatan korban ke Arab Saudi. Korban CD pada Mei 2018 lalu dikirim ke Riyadh bersama empat korban lainnya. Dua bulan bekerja, korban CD dipulangkan majikannya. Sebab tidak bisa optimal bekerja lantaran sakit. Selama itu pula dia juga tidak menikmati gaji yang dijanjikan para tersangka. (why)

Berkas Dua Tersangka Diteliti Mataram (Suara NTB) Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram melengkapi berkas dua tersangka dugaan korupsi dana BOS SMKN 1 Narmada tahun 2014/2015. Petunjuk P-19 jaksa dipenuhi. Berkas tersangka MA dan NU akan diteliti lagi kelengkapannya. Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi menyebutkan berkas tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan tambahan saksisaksi. “Sekarang posisi berkasnya masih di jaksa,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (9/11). Berkas dilengkapi dengan tambahan pemeriksaan saksi-saksi dan termasuk pemeriksaan

tambahan tersangka. Keterangan (saksi) itu kita pakai lengkapi berkas. Sudah kita limpahkan lagi ke jaksa,” ucapnya. Berkas tersangka, MA mantan Kepala SMKN 1 Narmada dan NU, mantan Bendaharanya sebelumnya dikembalikan jaksa dengan alasan belum lengkap. “Intinya mengenai unsur

materiil dan formilnya,” sebut dia. Kini pihaknya dalam posisi menunggu jaksa peneliti memeriksa berkas tersebut. “Kalau dinyatakan lengkap maka kita siapkan pelimpahan tahap duanya. Kalau masih dikembalikan lagi, kita akan lengkapi,” papar Kiki. Mantan kepala sekolah dan bendahara diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pengelolaan dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015. Selama penyidikan ini, dua tersangka tidak ditahan atas alasan masih kooperatif. Dua tersangka tersebut

dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Meski sudah menjadi tersangka, kepala sekolah dan bendahara tidak ditahan. Dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/ 2015 mencapai Rp1,9 miliar. Dari hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB, dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp316 juta. (why) Kiki Firmansyah Effendi

Kasus ITE Konten Mesum

Mahkamah Agung Hukum Nuril Bersalah

(Suara NTB/why)

BARANG BUKTI - Barang bukti judi online dari dua tersangka bandar, FD dan LM yang sudah diamankan Polres Mataram.

Bandar Togel Nyambi Buka Warung Mataram (Suara NTB) Bandar judi togel online mengakhiri kiprahnya berdagang ‘nomor’ di kawasan Gegutu Barat, Rembiga, Selaparang, Mataram. Mereka, LM (62) dan YE alias FD (35) menjembatani pejudi togel lainnya dengan bandar Singapura dan Hongkong. “Mereka sudah satu tahun belakangan ini beraksi,” kata Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, Jumat (9/11). Modusnya, sambung dia, tersangka FD membuat akun di salah satu situs judi online. Nomor toto gelap yang dipesan pembeli lalu diinput berikut besaran duit yang dipertaruhkan. Selanjutnya, pembeli yang menang dibayarkan sesuai perkalian jumlah keuntungannya. Tersangka mengelabui

kegiatannya dengan menyaru berjualan kelontong. Tidak hanya jual beli barang, tetapi saban hari rumah FD juga ramai pembeli togel. Hal itu yang membuat masyarakat resah sehingga melapor ke polisi. Tersangka FD yang digerebek Rabu (7/11) sore. Tidak mau masuk penjara sendiri. Dia lantas menginformasikan kawannya yang juga berbuat serupa, yakni LM. Disita barang bukti dari tersangka FD yakni ponsel, kartu ATM dan buku tabungan. Sementara dari tersangka FD, disita laptop, ponsel, buku tabungan, bukti transfer, dan rekapitulasi perhitungan togel, serta uang tunai Rp199 ribu. “Dia melayani orang yang mau pasang Rp5 ribu, Rp10 ribu. Caranya uang dideposit ke akun

dia. Judi online melibatkan beberapa negara,” papar alam. Dua tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. Sebab pola aksesnya yang mudah, dia mensinyalir masih ada bandar serupa di wilayah Kota Mataram. Pemberantasannya pun belum selesai hanya dengan penangkapan dua bandar ini. “Yang masih main agar berhenti. Kalau penyelidikan kami menunjukkan ada indikasi, tidak akan ditolerir. Akan ditangkap juga,” tegas Alam. (why)

Mataram (Suara NTB) Jaksa penuntut umum Kejari Mataram mengajukan kasasi atas vonis bebas terdakwa kasus ITE, Baiq Nuril Maknun. Hasilnya, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa. Nuril, mantan pegawai SMAN 7 Mataram itu dihukum bersalah oleh hakim agung. Dalam putusan majelis hakim yang diketuai Sri Murwahyuni tertanggal 26 September 2018, Nuril divonis dengan penjara enam bulan dan denda Rp500 juta. Apabila denda tidak dibayar maka diganti kurungan selama tiga bulan. Hakim Agung menilai, Nuril tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dapat membuat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan kesusilaan. Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram, Didiek Jatmiko mengonfirmasi putusan MA tersebut. “Ya, MA sudah menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Baiq Nuril Maknun,” ujarnya dihubungi Jumat (9/11). Selanjutnya, PN Mataram akan menyampaikan petikan dan salinan putusan kepada masing-masing, terdakwa melalui penasihat hukum dan jaksa penuntut umum. Dikonfirmasi terpisah, anggota tim penasihat hukum Nuril, Hendro Purbo menyampaikan sudah menerima pemberitahuan putusan tersebut. “Sudah kita terima, pada prinsipnya kami menghormati putusan hakim,” ucapnya. Pihaknya masih perlu membahas langkah hukum selanjutnya dengan seluruh anggota tim. Seperti mengajukan peninjauan kembali apabila ada bukti baru. “Ini kan masih pemberitahuan. Kita menunggu salinan putusannya dulu. Kita lihat apa pertimbangan Hakim Agung sehingga memutus klien kami bersalah,” papar Hendro. Sebelumnya, terdakwa Nuril Maknun divonis bebas Pengadilan Negeri Mataram dalam kasus pendistribusian rekaman percakapan mesum kepala

(Suara NTB/dok)

Didiek Jatmiko sekolah, H. Muslim kepada dirinya di percakapan telepon. Nuril divonis bebas dari jerat pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 UU 11/2008 tentang ITE, Rabu 27 Juli 2017 lalu. Sebelumnya jaksa menuntut Nuril dengan penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta. Hakim meyakini dakwaan jaksa terhadap Nuril tidak memenuhi unsur pidana. Bukti yang dimiliki jaksa dianggap tidak sah oleh pengadilan karena hanya salinan. Dakwaan pendistribusian konten asusila rekaman cabul mantan Kepala SMAN 7 Mataram, H. Muslim menurut hakim tidak terbukti. Hakim juga memerintahkan agar Nuril dibebaskan dari tahanan kota dan pemulihan kedudukan, harkat, dan martabatnya. Dalam menghadapi proses persidangan, Nuril mendapat dukungan masyarakat karena dianggap sebagai simbol perlawanan pegawai terhadap atasan yang dianggap berperilaku asusila. Dukungan Nuril datang dari pejabat Pemprov NTB, Wakil Walikota Mataram, LSM, serta gabungan wanita yang tergabung dalam koalisi #SaveIbuNuril. Koalisi tersebut menggalang dukungan dari masyarakat, selain upaya hukum gratis dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum FH Unram, yang dibidangi Joko Jumadi, serta belasan advokat. (why)


SUARA NTB

Sabtu, 10 November 2018

Halaman 9

MUI dan FKUB Imbau Masyarakat Jaga Harmonisasi dan Waspadai Politisasi Agama

(Suara NTB/dys)

H. Syahdan Ilyas

Mataram (Suara NTB) Eskalasi Politik jelang pelaksanaan Pemilu 2019 sudah mulai terlihat. Beberapa peristiwa “politik” seperti indikasi pemanfaatan aksi bela tauhid untuk kepentingan politis menjadi penanda dimulainya Pilpres 2019. Menanggapi berbagai persoalan politik kebangsaan belakangan ini, Ketua MUI NTB, Prof. H. Saiful Muslim, menyebut bangsa kita sedang diuji sebagai negara secara internal, seberapa kuat kita mengh-

adapi gejolak-gejolak tersebut. Apalagi megingat secara geografis kita memang rawan dan bahaya karena kita negara kepulauan. “Jadi mudah bagi orang luar mengintimidasi”. Adanya kasus pembakaran bendera bertuliskan tauhid, Saiful menilai bahwa hal tersebut merupakan satu rencana pihak-pihak yang ingin membenturkan kita sebagai umat Islam. Untuk itu, kasus tersebut hendaknya jangan dibesar-besarkan, dan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. “Karena ini kan ada rencana membenturkan umat Islam. Ketika terjadi perbenturan mereka ketawa. Maka umat Islam pecah. Untuk itu umat Islam jangan lengah”. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tak terjebak dengan politisasi agama. Dikatakan bahwa bangsa Indone-

sia mempunyai pengalaman panjang pelaksanaan Pemilu sejak 1955. Pelaksanaannya selalu berlangsung dengan aman dan damai. Dengan pengalaman pajang Pemilu tersebut, harusnya kita bisa lebih dewasa melaksanakannya. Jangan karena beda pilihan, kemudian tidak saling tegur sapa. Agama memerintahkan kita untuk saling menjaga. “Tidak perlu terbawa emosional, pendukung tidak perlu berlebihan. Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa”. Saiful Muslim mengajak para elit politik untuk menyampaikan pesan damai kepada para pendukung masing-masing untuk saling menjaga, tidak menghujat, sehingga tidak merusak persatuan dan kesatuan. “Berbeda pilihan tidak dilarang, asal tidak saling menghujat sehingga silaturahim

kita jadi rusak karena beda pilihan. Siapapun yang jadi adalah pemimpin kita,” sambungnya. “Mari jaga negara ini jadi kewajiban bersama. Umat islam harus menjaganya karena kitalah mayoritas. Kita menjaga apa yang diamanatkan pendiri bangsa yakni NKRI. Berbeda tak jadi masalah asal kita tetap NKRI”. Sementara Ketua FKUB, H. Syahdan Ilyas, mengingatkan kepada masyarakat bahwa pada prinsipnya pelaksanaan Pemilu, harus dalam situasi aman, tentram, damai sebagaimana pelaksanaan Pemilu yang sudah-sudah. “Harus ada suasana kondusiflah. Ini kan anak bangsa semua. Oleh karena itu tidak boleh ada berdarahdarah” jelasnya. Apalagi jika terjadi politisasi agama saat Pemilu, hal tersebut tentu tidak boleh terjadi. Menurutnya, penggunaan isu agama saat Pemilu tidak tepat karena akan membahayakan persatuan Bangsa. Yang justeru

harus dilakukan para kandidat ialah bagaimana mereka menjual program kerja ke masyarakat. “Negara ini harus dibangun, apalagi ada bencana banyak persoalan. Kita bertarung ide, gagasan bagaimana mewujudkan kesejahterannya jadi lebih baik dan bisa mengurangi angka kemiskinan. Tidak melakukan fitnah di medsos, apalagi politisasi agama, adu programlah. Itu yang kita kehendaki,” imbuh Syahdan seraya menyebut sukses tidaknya Pemilu terletak pada masyarakat sebagai Pemilih untuk menjaganya agar Pemilu 2019 berjalan dengan aman, damai, tentram, dan tertib. “Karena bagaimana mau membangun negara ini jika dalam kondisi konflik,” ujarnya. (dys/*)

LOWONGAN BIMBEL CHRESSENDO BUKA CABANG, Menerima Tenaga Pengajar Syarat S1,Tamatan :PGSD,MATEMATIKA,IPA/FISIKA,B.I N G G R I S , B.INDONESIA.Alamat JL. TRANSITO NO.10,CAKRANEGARA, HP 081999261444/ 085239922229

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

HLG STNK R2 VESPA 90 CC DR 3990 A NOKA/NOSIN :V9AIT. 132357/V9AIM.129641 AN.dr.AGUS SUTANTO HLG D’SKTR KOTA MATARAM. HLG BPKB R2 HONDA BEAT DR 2057 BJ NOKA/NOSIN MH1JF21128K143158/ JF21E-1143006 NO.BPKB T. 4753766. 0 AN.ISHMAH HLG D’SKTR JL.ADI SUCIPTO KOTA MATARAM. HLG STNK R2 YAMAHA DR 4190 CV NOKA/NOSIN MH31KP00BDJ584876/IKP584894 AN MARULI TUA SITOMPUL HLG D’SKTR KOTA MATARAM

SALON

DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

HILANG

RUPA-RUPA

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

q

(Suara NTB/dys)

H. Saiful Muslim

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SALON

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAHFULLFURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 10 November 2018

Halaman 10

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 10 November 2018

Himikom Unram Gelar Konser Amal Mataram (Suara NTB) Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) Universitas Mataram menggelar konser amal bertajuk “Peduli Sulawesi, Meriri Lombok” akhir pekan lalu. Konser yang dilaksanakan di Area Parkir Gedung Soebiyanto Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram (Fisipol Unram) ini menghadirkan Band Indie asal Semarang, Figura Renata. Dalam konser amal tersebut, Himikom berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp28.552.000. Donasi tersebut akan disalurkan kepada korban gempa bumi yang terjadi di Lombok dan Palu lalu. 75 % donasi akan diserahkan kepada korban gempa Palu dan 25 % lainnya untuk korban gempa Lombok. “Ini adalah bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara yang ada di Sulawesi. Sebelumnya kita sudah merasakan lebih dulu bencana yang terjadi. Untuk itu kita ini mengadakan konser amal yang bertujuan untuk mengumpulkan donasi membantu yang berada di Sulawasi dan tentunya juga yang ada di Pulau sendiri yaitu Lombok,” ungkap Ketua Panitia Konser Refma Gunarsya saat ditemui di Gedung Fisipol Unram. Mahasiswa semester lima itu mengaku tidak menduga konser amal tersebut berhasil mengumpulkan donasi mencapai puluhan juta rupiah. Oleh karena itu, Refma tidak luput mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam menyukseskan konser amal ini. “Semoga saja dana yang terkumpul ini bisa bermanfaat untuk korban bencana gempa bumi yang di Sulawesi dan Lombok,” harapnya. (dys)

Jadwal Pelaksanaan UN Kemungkinan Berubah Mataram (Suara NTB) Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2019 kemungkinan berubah dibandingkan dengan UN tahun 2018. Jika pada tahun 2018 pelaksanaan UN dilaksanakan bulan April, di UN tahun 2019 kemungkinan dimajukan atau diundur. Karena pada rentang waktu UN juga dilaksanakan pemilihan umum. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Moch. Abduh, PhD., mengungkapkan, jika dalam kondisi normal, pelaksanaan UN untuk SMK bisa dilakukan di minggu ke dua bulan April. Namun saat itu banyak kendala, karena bertepatan dengan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Sementara di bulan Mei terbentur dengan bulan puasa. “Kemungkinan dimajukan, tapi tidak terlalu jauh, mungkin di bulan Maret,” ujarnya. Namun, pihaknya di Kemendikbud akan mengikuti apapun yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sementara berkaitan dengan kebijakan kelulusan, kebijakan UN masih sama dengan tahun 2018 di mana hasil UN sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, bukan sebagai penentu kelulusan. “Kalau kebijakannya status quo, yang mungkin berbeda waktu pelaksanaannya,” kata Abduh. Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum SMK bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., MM., dihubungi Jumat (9/11), menyampaikan hasil rapat koordinasi pihaknya dengan BSNP. Hasilnya pelaksanaan UN dimajukan menjadi bulan Maret. Jadwal UNBK SMK pada 25 sampai 28 Maret. Sedangkan SMA pada tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2019. Namun demikian, ia menegaskan semua pihak harus menunggu Prosedur Operasional Standar (POS) UN sebagai legalitas penyelenggaraan UN. “Rancangan ini sudah cukup matang dengan mempertimbangkan libur puasa dan Pilpres,” kata Umar. Terkait dengan pelaksanaan UNBK di sekolah yang mengalami dampak gempa bumi, Umar mengatakan pihaknya mengusahakan tidak ada pengunduran jadwal dan akan tetap melaksanakan UNBK. “Kami usahakan tidak ada kemunduran, tetap gunakan UNBK,” katanya. (ron)

Halaman 11

Formasi Tenaga Kesehatan Berpotensi Banyak Tak Terisi Mataram (Suara NTB) Formasi CPNS untuk tenaga kesehatan di NTB berpotensi banyak tak terisi. Hal ini terlihat dari minimnya pelamar CPNS 2018 yang memenuhi passing grade. Sampai hari ke tiga pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov NTB, baru 13 pelamar yang memenuhi passing grade. Kondisi serupa juga terjadi di kabupaten/kota di NTB. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, MPH mengaku sedih melihat hasil sementara tes CPNS 2018. Pasalnya, formasi

tenaga kesehatan berpotensi akan banyak yang tak terisi. ‘’Tenaga kesehatan akan tetap kurang jika sedikit pelamar memenuhi passing grade. Saya sedih. Ada formasi yang sedemikian besar, kami sebetulnya berharap kekurangan tenaga kesehatan bisa terisi,’’ kata Nurhandini dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (9/11). Formasi CPNS untuk tena-

ga kesehatan di NTB tahun 2018 sebanyak 829 formasi umum. Sementara untuk formasi khusus eks honorer K2 sebanyak 5 formasi. Formasi umum tenaga kesehatan untuk Pemprov NTB sebanyak 107 formasi, Kota Mataram 100 formasi, Lombok Barat 46 formasi. Selanjutnya, Lombok Tengah 48 formasi, Lombok Timur 92 formasi, Lombok

Utara 113 formasi, Sumbawa Barat 70 formasi, Sumbawa 87 formasi, Dompu 54 formasi, kabupaten Bima 79 formasi dan Kota Bima 33 formasi. Sedangkan untuk formasi khusus eks honorer K2 diperoleh tiga kabupaten/kota, yakni Kota Mataram 1 formasi, Kabupaten Bima 1 formasi dan Kota Bima 3 formasi. Pemprov, kata Nurhandini berharap jika ada formasi yang tidak terisi tahun ini, ada pembukaan tahun depan. Sehingga kekurangan tenaga kesehatan di NTB dapat dipenuhi.

Minimnya pelamar yang memenuhi passing grade, kata Nurhandini sempat menjadi bahan diskusi. Namun pihaknya berharap seluruh formasi tenaga kesehatan dapat terisi seluruhnya. Karena pelaksanaan tes CPNS masih berlangsung beberapa hari. ‘’Evaluasi belum selesai. Kita akan evaluasi setelah pelaksanaan tes ini. Di mana kebanyakan mereka jatuhnya. Dari situ kita akan merumuskan siapa yang paling besar menyelesaikan masalahnya,’’ tandasnya. (nas)

Dugaan Penyimpangan Tata Ruang

Pemicu Bencana hingga Potensi Pidana Mataram (Suara NTB)Dugaan penyimpangan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang terindikasi sudah akut berpotensi mengarah ke tindak pidana. Semakin mengkhawatirkan karena indikasi pelanggaran tata ruang yang tidak memperhatikan lingkungan menjadi pemicu bencana alam. Pada peringatan hari tata ruang Kamis (8/ 11) lalu, potret RTRW semakin mengkhawatirkan. Aktivis lingkungan hingga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mengkritisi pemerintah tingkat kabupaten dan kota yang tak kunjung taat dengan konsep pembangunan yang memperhatikan masalah tata ruang. Justru penyimpangan tata ruang merata terjadi diperparah tidak ada itikad membuat Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai pedoman. Sehingga pelanggaran merajalela. PPNS Tata Ruang pada Bidang Tata Ruang Dinas PUPR baru terbentuk dua tahun lalu. Namun tim ini sudah mengidentifikasi banyak dugaan pelanggaran tata ruang, bahkan mengarah ke unsur tindak pidana. Tindak pidana itu sesuai dengan pelanggaran pe-

(Suara NTB/ars)

PENYELIDIKAN - PPNS Tata Ruang mengecek ruas sungai di Jalan Cilinaya Cakranegara yang sedang dalam proses penyelidikan indikasi tindak pidana. manfaatan tata ruang menurut Undang Undang 26 tahun 2007 Pasal 63 dan PP 15 tahun 2010 pasal 182. ‘’Di situ tercantum ada empat poin pelanggaran tata ruang yang mengarah ke pidana. Dan ini sudah umum terjadi di kabupaten dan kota,’’ kata

PPNS Tata Ruang PUPR, Syafrudin, SH.,MH kepada Suara NTB, Jumat (9/11). Hasil identifikasi awal, Kota Mataram sudah ada 11 catatan indikasi pelanggaran tata ruang yang mengarah ke administrasi hingga pidana. Dampaknya, pemerintah pu-

sat tak kunjung menyetujui revisi Perda Tata Ruang sebelum pelanggaran itu dilakukan perbaikan. Berbasis Risiko Bagaimana sudut pandang konteks ancaman bencana? Koordinator WWF Region NTB, M. Ridha Hakim men-

jelaskan soal ancaman itu. Saat ini, luas hutan NTB 1,071 juta hektar atau 53 persen dari luas daratan NTB. Itu menggambarkan bahwa posisi hutan kita sangat penting. Dengan luas hutan tutupan yang sudah jauh berkurang, maka ancaman banjir dan longsor akan selalu menghantui NTB. Saat ini, data menunjukkan bahwa luas lahan kritis di daerah aliran sungai (DAS) NTB sudah tinggi, yaitu: 71.59 persen wilayah DAS di Pulau Lombok dan 70.09 % persen wilayah DAS Pulau Sumbawa. Sedangkan, tingkat bahaya erosi DAS NTB tergolong berat, menyebar pada 85.52 persen wilayah DAS Pulau Lombok dan 80.99 persen wilayah DAS Pulau Sumbawa. ‘’Dengan melihat kondisi di atas, maka tidak bisa lagi main-main dengan kondisi hutan dan DAS di NTB. RTRW NTB dan kabupaten kota harus berbasiskan data dan fakta di lapangan. Daya dukung kawasan atau wilayah menjadi hal yang harus dihasilkan dan dijadikan referensi dalam proses membangun di daerah ini,” papar Ridha Hakim. (ars)

Pertanian Terpadu Perlu Dibudayakan dalam Skala Kecil Mataram (Suara NTB) Membangun kembali kejayaan pertanian Indonesia bukanlah hal mudah, tapi juga bukan hal yang terlalu sulit. Yang dibutuhkan hanyalah keseriusan, keberpihakan dari pemerintahan pusat hingga di tingkat desa, dan juga ketekunan masyarakat untuk mendorong dan memberdayakan sektor ini. “Asal tekun dan serius, (membangun) pertanian itu nggak ribet-ribet amat koq”, kata H. Bambang Kristiono (HBK), Kamis ( 8/11). Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini mengatakan, selain keseriusan pemerintah dan ketekunan masyarakat, mindset dan paradigma masyarakat tentang pertanian juga harus diubah. Sebab, pada saat ini sudah terjadi degradasi makna dalam sektor pertanian kita, di mana ketika orang membicarakan petani pasti langsung terlintas tentang kehidu-

pan yang sulit, prasejahtera, dan kantong-kantong kemiskinan. Petani dan nelayan ditempatkan sebagai masyarakat dengan strata paling bawah. Stigma ini kemudian meracuni pikiran generasi muda kita sekarang ini, sehingga tidak heran kalau lebih banyak para pemuda kita yang kemudian berpikir, lebih baik menganggur daripada menjadi seorang petani. “Ini ironi, karena di negara-negara maju seperti di Belanda, orang-orang kaya itu justeru banyak lahir dari kalangan petani,” katanya. “Kalau bangsa agraris ini, pemuda-pemudanya berpikiran seperti itu, kan parah namanya. Ini yang harus diubah, karena mindset dan paradigma ini sangat keliru,” tambahnya. Kondisi ini, papar HBK, sangat berbeda dengan pemahaman masyarakat yang ada di negara-negara maju dan negara-negara

Rekonstruksi Pascagempa Harus Libatkan Pengusaha Lokal Dari Hal. 1 ‘’Ini (teknnologi membuat panel Risha) bukan suatu teknologi dari dari langit, bukan. Modal molen, bisa,’’ jelasnya. Dengan pemberian pelatihan kepada aplikator lokal, kata Dr.Zul, pengusaha lokal dapat langsung berpartisipasi. Pencairan dana bantuan stimulan, berdasarkan data sampai 2 November lalu, sebanyak 344 Pokmas atau 5.354 KK sudah menerima dana bantuan stimulan. Rekening masyarakat yang sudah terisi sebanyak 33.179 KK. Pemerintah pusat telah men-

trasfer dana bantuan stimulan sebesar Rp1,018 triliun. Tahap awal sebesar Rp41,8 milar, tahap I Rp284,950 miliar, Tahap II Rp299,130 miliar dan tahap III Rp392,54 miliar. Untuk tahap IV dan V sedang dalam proses sebesar Rp1,972 triliun. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah rumah yang rusak sebanyak 216.519 unit. Terdiri dari rusak berat 75.138 unit, rusak sedang 33.075 unit dan rusak ringan 108.306 unit. Sementara itu, progres pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risa) sebanyak 433 unit, rumah konvensional 177 unit dan rumah kayu 79 unit. (nas)

Ancam Hentikan Anggaran BPPD Dari Hal. 1 ‘’Saya kira wajar-wajar saja kalau masih rebut. Aspirasi masyarakat begitu (setop anggaran BPPD), bukan hanya Dewan,’’ kata gubernur dikonfirmasi Jumat (9/11). Menurutnya, adanya desakan dari anggota DPRD NTB agar anggaran untuk BPPD dihentikan, juga merupakan aspirasi masyarakat. Dan masyarakat sudah capek melihat BPPD terus berantem di internalnya. ‘’Masyarakat itu capek lihat orang berantem. Ingin

suatu hal yang konkret terutama dalam keadaan seperti ini,’’ katanya. Sebelumnya sejumlah pengurus BPPD mempersoalkan posisi H.Fauzan Zakaria sebagai Ketua BPPD. Hal ini terkait status Fauzan sebagai Calon Anggota DPRD NTB di Pemilu 2019 mendatang. Mereka mempersoalkan posisi Fauzan secara etika, meski Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menegaskan secara hukum Fauzan dapat menjadi caleg dan Ketua BPPD secara bersamaan. (nas)

berkembang lainnya dalam memandang sektor pertanian. “Banyak negara-negara berkembang yang luasan wilayahnya kecil, tapi pertaniannya sangat maju dan petaninya juga makmur serta sejahtera. Karena mereka berpositive thinking, bahwa sektor ini memiliki multiplier efect yang luar biasa,” katanya. Menurut HBK, untuk mengubah itu semua, Indonesia bisa memulainya dengan hal yang sangat sederhana. Misalnya dengan memperkuat pola pertanian terpadu atau pertanian terintegrasi, di mana pertanian tanaman pangan, hortikultura, bisa dipadu bersama peternakan ataupun perikanan air tawar. Dimulai dari Desa, bahkan di kegiatankegiatan ibu rumah tangga. HBK menekankan, pola pertanian terpadu ini juga bisa dimulai dari skala yang kecil di

pedesaan. Kelompok tani (Poktan) yang sudah ada saat ini, bisa diberdayakan melalui konsep terintegrasi itu. “Sederhananya, sebagai contoh, limbah jagung bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, dan kemudian kotoran ternak bisa dimanfaatkan jadi pupuk organik, dan lain sebagainya,” katanya. Dalam skala lebih kecil, papar dia, pertanian terpadu juga bisa dilakukan kaum perempuan dan ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan mereka. Para ibu bisa memulainya dengan menanam sayur-sayuran seperti cabai, tomat, bawang di pekarangan mereka, dan di saat yang bersamaan, juga beternak ayam kecil-kecilan. “Selain untuk mengisi waktu luang, kegiatan seperti ini juga bisa memberi tambahan penghasilan dalam membantu ekonomi keluarga. Yang ter-

penting pola pertanian terpadu ini harus dibudayakan, sehingga generasi muda kita ke depan tidak lagi berstigma buruk tentang petani dan pertanian”, katanya. Dalam skala menengah, tambah HBK, pertanian terpadu merupakan salah satu upaya untuk saling menghidupi dan memberikan manfaat antarwarga yang melakukan pengolahan lahan pertanian terpadu. Dengan demikian, hal ini akan mendorong pola hidup simbiosis mutualisme antarwarga dalam rangka memperkuat basis ketahanan pangan dalam kawasan tersebut . Produktivitas dan efektivitas pertanian terpadu dapat menggerakkan perputaran roda ekonomi satu kawasan melalui produk yang dihasilkan. “Tapi yang terpenting, pertanian terpadu ini jika dimasifkan dan dijadikan agenda gerakan na-

NTB Terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terfavorit Dari Hal. 1 Ketua ASR 2018 Elba Damhuri menjelaskan, NTB berhasil menyisihkan 13 provinsi lainnya dalam ajang Anugerah ASR untuk kategori destinasi wisata halal terfavorit. Elba mengatakan, dari total suara masuk selama sepekan (30 Oktober-5 November 2018), voting untuk NTB mencapai 38 persen, diikuti Aceh (27 persen), dan Sumatera Barat (23 persen). Selain itu, provinsi lain yang juga tercatat dalam “Vot-

ing Destinasi Halal Terfavorit” adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Riau-Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Selatan. ‘’Kategori tujuan destinasi halal terfavorit baru pertama kali diadakan pada ASR tahun ini,’’ kata Elba Damhuri. Anugerah Syariah Republika (ASR) kali ini merupakan tahun kedua setelah ASR 2017 tahun lalu.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaedi mengatakan Republika berencana menggelar Anugerah Syariah setiap tahunnya. ‘’Kami harap ajang ini bisa berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi syariah di Tanah Air, salah satunya industri halal,’’ katanya. Menurut Irfan, Indonesia memiliki semua potensi untuk memajukan industri halal baik dari sektor pariwisata, makanan, fashion, kosmetik, hingga ekonomi kreatif. (nas)

Anjlok, Harga Tembakau Virginia Lombok Dari Hal. 1 Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Assyairul Kabir yang dikonfirmasi mengakui fakta penurunan harga termbakau Virginia tersebut. Menurutnya, pada musim penjualan ini harga cenderung turun, karena kualitas daun tembakau yang dipetik terakhir beda kualitasnya. Harga untuk tembakau kualitas terakhir itu saat ini dijual dengan kisaran harga Rp 30 ribu sampau Rp 35 ribu per Kg. Untuk musim tanam tahun ini memang cukup banyak produksi sedangkan kemampuan pembelian juga terbatas. Stasiun Manajer PT

Sadhana Arifnusa, Kuswanto Setiabudi yang dikonfirmasi mengatakan, penurunan harga pada akhir musim itu menjadi hal yang biasa terjadi. Di mana yang dipetik petani adalah daun pucuk. Mutu daun pucuk ini kualitasnya kurang dibandingkan daun tengah atau daun dada. Di samping itu sebutnya, kondisi cuaca beberapa bulan terakhir ini cukup panas. Trik matahari yang cukup menyengat berpengaruh pada kualitas daun tembakau. Sehingga pada daerah-daerah tertentu seperti di Lotim bagian selatan tembakau yang dihasilkan ini kelabu atau mengalami slik. Kualitasnya sudah pasti beda dan lebih rendah. Informasi lain yang dihim-

pun Suara NTB terkait tataniaga tembakau Virginia ini masih karut marut. Aktivitas pembelian masih banyak dilakukan para pengepul. Para pengepul ini yang selanjutnya memasukkan ke perusahaan (pembeli). Menurut informasi, ternyata masih banyaknya perusahaan yang tidak bermitra dengan petani. Sementara itu, petani sendiri dalam melakukan penjualan acap kali memburu perusahaan yang sanggup membeli dengan harga lebih tinggi. Meskipun dengan perusahaan tersebut tidak bermitra. Alasan petani, mereka tidak mau merugi dan tetap memburu pembeli yang sanggup membali dengan harga yang menggiurkan. (rus)

sional ketahanan pangan, rakyat akan mengurangi tingkat ketergantungannya kepada impor pangan, sekaligus memperkuat lapangan kerja yang kreatif,” tukas Caleg DPR RI dari Partai Gerindra ini. HBK memang fokus mengangkat isu pertanian dalam setiap kunjungan lapangannya di pulau Lombok, HBK selalu menekankan semangat bangkitnya kembali sektor pertanian di pulau ini. Ia menilai, jika dikelola dengan sungguh-sungguh, sektor pertanian ini bukan saja bisa membawa bangsa Indonesia menjadi lumbung pangan dunia ke depan. (038/*)

(Suara NTB/ist)

H. Bambang Kristiono

ASN Pemprov Tuntut Kenaikan Kesejahteraan Dari Hal. 1 membangkitkan soliditas antarsesama ASN. Mengenai permintaan agar ada peningkatan kesejahteraan, gubernur mengatakan ASN juga harus meningkatkan produktivitasnya ‘’Keluhan ASN di seluruh Indonesia sama. Dirasakan tingkat kesejahteraannya harus perlu ditingkatkan. Mudah-mudahan dengan produktivitas yang bagus. Nggak mungkin peningkatan kesejahteraan tanpa meningkatkan produktivitas,’’ ujar Dr.Zul. ASN diharapkan terus bekerja keras, bekerja lebih baik. Jika sudah bekerja keras, maka ia yakin akan berkorelasi positif dalam peningkatan kesejahteraan.

‘’Kita tak boleh janji muluk-muluk. Takutnya bohong pada masyarakat. Apa yang disampaikan suara hati. Kita dengar, kita carikan jalan keluar, semuanya akan baik,’’ katanya. Gubernur menambahkan bagi ASN yang kreatif dan inovatif, pasti akan diberikan insentif khusus. Diharapkan semua ASN bekerja dengan nyaman bekerja di OPD masing-masing. Pada kesempatan tersebut, gubernur menantang ASN di Dinas Perdagangan agar dapat menciptakan dan mencarikan pasar-pasar baru produk UMKM yang ada di NTB. Bagi ASN yang dapat membuka pasar baru produk lokal di daerah lain maka akan dijanjikan diberikan insentif khusus. (nas)

Retakan Akibat Gempa Jadi Ancaman Bencana Longsor Dari Hal. 1 Kemudian gempa bumi 19 Agustus 2018 6,9 SR mencapai 639 kali gempa susulan. Total gempa bumi yang dirasakan mencapai 150 kali. Retakan yang banyak terjadi di Gunung Rinjani dan sejumlah bukit di Sembalun Lombok Timur. Di banyak titik di Lombok Utara rekahanrekahan sama banyak terdeksi. Gempa pertama yang terjadi 6,4 Skala Richter (SR) memicu retakan dan longsor. Di jalur Sembalun terdapat 14 titik dalam kondisi long-

sor dan 11 titik retak. Juga di sepanjang jalur Senaru Lombok Utara, di jalur Senaru Lombok Utara terdeteksi 14 titik longsor dan rekahan. Terdeksi juga longsor dan retakan tanah 12 titik di jalur Torean Lombok Utara. Gempa susulan yang beruntun terjadi memicu rekahan baru tidak saja di Rinjani, tapi juga di bukit bukit sekitarnya. Sebagaimana gempa susulan 4,6 SR Selasa (6/11) lalu juga memicu kepulan debu di bukit Sembalun. Debu diperkirakan berasal dari rekahan tanah akibat guncangan gempa. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 10 November 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257 (Suara NTB/yon)

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Program Bina Ketahanan Remaja, Asep Sopari, S.Pd, MSc, memberikan materi terhadap santri Ponpes Al-Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba.

Foto bersama Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Makrifudin, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Program Bina Ketahanan Remaja, Asep Sopari, S.Pd, MSc, bersama pimpinan Ponpes Al. Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba, usai memberikan bantuan

Peserta sosialisasi Kegiatan Pembangunan Keluarga Bersama Mitra kerja di Ponpes Al-Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba

BKKBN Perwakilan NTB Sosialisasi Pembangunan Keluarga di Wanasaba

Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. M. Makrifuddin

Selong (Suara NTB) Kegiatan Sosialisasi Pembangunan Keluarga oleh Kantor BKKBN Perwakilan NTB Bersama Mitra Kerja di Ponpes Al Islamiyah Bebidas Wanasaba Kabupaten Lotim, berlangsung semarak, Jumat (9/11). Ratusan santri dan masyarakat hadir sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. M. Makrifuddin, M.Pd, dengan dimeriahkan Hadroh Ponpes Al Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba serta kesenian tradisional yang dikembangkan oleh Ponpes setempat. Ketua Panitia Penyelenggara Sosialisasi Pemban-

gunan Keluarga bersama Mitra kerja, Mika Sandralina menyampaikan, kegiatan sosialisasi program pembangunan keluarga bersama mitra kerja melalui GenRe ceria bertujuan meningkatkan intensitas promosi, kuantitas dan kualitas kegiatan GenRe (Generasi Berencana) dengan mitra kerja dan masyarakat, meningkatkan jumlah pusat informasi dan konseling remaja (PIK Remaja), meningkatkan pengetahuan para pengelola pusat PIK Remaja, dan memfasilitasi sarana dan prasarana di PIK Remaja jalur pendidikan dan jalur masyarakat. Pimpinan Ponpes Al Islamiyah, Ust. Nawawi, QH, mengapresiasi kegiatan sosialisasi pembangunan keluarga yang dilaksanakan oleh BKKBN Perwakilan NTB bersama mitra kerja. Menurutnya, negara akan bagus apabila rumah tangga keluarga bagus. Apabila rumah itu rusak, maka segala persoalan baik terkecil

Wakil Ketua Komisi IX, Dra. Hj. Ermalena memberikan materi terhadap santri Ponpes Al-Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba

IPSI Lotim Matangkan Persiapan ini guna meningkatkan kualitas dan skil dari para atlet sebelum berlaga. Ditarget IPSI Lotim dua medali emas bisa diraih untuk mengharumkan nama baik Gumi Patuh Karya. “Target kita pada Porprov ini bisa menghasilkan dua medali emas,” ucapnya. Harapannya, mudah-mudahan nanti ke depan dengan peningkatan pelatihan ini bisa kita mendapat lebih juga dari target. Jumlah atlet yang akan diikutkan adu tanding ini sebanyak 12 orang. Awalnya 15 orang, tapi karena Komite

onton, dan keempat merupakan kelompok pecundang tidak mau bertindak melakukan apa-apa. Maka dari itu ia mengingatkan kepada para santri supaya menjadi kelompok pemburu masa depan dengan mengejar segala citacita. Mimpi dan cita-cita itu harus dicapai. Untuk mendapatkan itu, syaratnya yakni tidak menikah usia dini. “Kedepan harus menikah pada usia yang ideal, yakni 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki,”ujarnya. Syarat untuk memburu masa depan, yakni katakan tidak pada seks pra nikah, katakan tidak pada pernikahan dini, katakan tidak pada narkoba. Apabila ini mampu dilakukan maka santri menjadi generasi berencana. Pada kesempatan itu, Makrifuddin menjelaskan bahwa saat ini NTB memiliki sejumlah duta GenRe tingkat nasional. Dra. Hj. Ermalena, menegaskan apabila tidak sekolah dan melakukan pernikahan

Tim Hadroh Ponpes Al-Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba, memeriahkan Kegiatan Pembangunan Keluarga Bersama Mitra kerja

Menjelang Porprov

Selong (Suara NTB) Menjelang perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lombok Timur (Lotim) terus mematangkan persiapan. Ritme latihan diperbanyak dan mendatangkan pelatih nasional. Dalam laga Porprov nanti, IPSI Lotim ini tidak mau para pesilatnya hanya jadi macan ompong. Hal ini dikemukakan Ketua IPSi Lotim, Rusman, Jumat (9/11). Dia mengatakan diturunkannya pelatih nasional melatih para pesilat Lotim

hingga besar ikut rusak. Selaku tuan rumah, ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran di Ponpes Al Islamiyah Bebidas. “Ini merupakan program sangat bagus. Kami dari keluarga besar Al Islamiyah Insha Allah senantiasa mendukung dan menjadi wasilah dalam segala kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujarnya. Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Makrifuddin, mengingatkan kepada para santri supaya tidak menjadi generasi-generasi yang lemah. Melainkan harus menjadi generasi-generasi yang kuat. Pada kesempatan itu, ia juga meminta kepada para pemuda dibagi menjadi empat, pertama disebut pemburu masa depan yang didalamnya terdapat kelompok yang aktif, belajar, semangat dan tidak pernah menghabiskan waktuwaktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kedua kelompok tukang protes, ketiga kelompok pen-

Olahraga Nasional Indonesia (KONI) meminta dikurangi sehingga tiga atlet silat terpaksa digugurkan. Padahal tiga atlet itu juga sebenarnya bisa jadi target emas buat Lotim. Para pesilat Lotim kata pengganti Said Thalib ini sebenarnya sangat tangguh. Tergambar saat masih pelajar selalu juara umum dari Lotim. Akan tetapi, terjadi putus pembinaan. “Silat di pelajar hebat-hebat, selalu juara umum. Akan tetapi ketika masuk porprov jadi kurang,” ucapnya. (rus)

usia dini. Maka sangat berdampak buruk terhadap kehidupan kedepannya. Sehingga Fungsi orang tua dan fungsi agama harus ada didalam membentuk karakter anak dan remaja serta di dalam menekan angka pernikahan dini di NTB. Ketika menikah dini dan memiliki anak, jelasnya, maka kecil kemungkinan untuk bisa memberikan pendidikan yang baik terhadap anak. Sehingga pernikahan harus dilakukan sesuai dengan usia yang ideal yakni 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Dalam mewujudkan usia pernikahan yang ideal, fungsi sosial budaya, fungsi lingkungan keluarga, lingkungan di luar keluarga, lingkungan di masyarakat. Fungsi pendidikan, yang diberikan pertama oleh keluarga. Hj. Ermalena, mengungkapkan apabila belum selesai sekolah kemudian menikah, maka kecil untuk

mendapat pekerjaan yang layak untuk menafkahi keluarganya. Sementara apabila sudah menikah, tanggung jawab seorang suami. Sehingga ketika kepala rumah tangga masih usia dini, maka berpotensi tidak mewujudkan dapat membina pernikahan dengan baik. Direktur Direktorat Ketahanan Remaja BKKBN pusat diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Pengembangan Program Bina Ketahana Remaja, Asep Sopari, S.Pd, MSc, menegaskan, apabila perencanaan tidak baik, maka berdampak buruk terhadap kehidupan yang akan datang. Maka dari itu, apabila pembangunan remaja tidak dilakukan baik, bukan hanya gagal dibidang pembangunan melainkan gagal menyiapkan untuk pembanguann SDM dan orang tua berikutnya. (yon/*)

Peserta sosialisasi Kegiatan Pembangunan Keluarga Bersama Mitra kerja di Ponpes Al-Islamiyah Bebidas Kecamatan Wanasaba

Edisi Sabtu 10 November 2018 | Suara NTB  

Headline : Rekonstruksi Pascagempa HarusLibatkan Pengusaha Lokal

Edisi Sabtu 10 November 2018 | Suara NTB  

Headline : Rekonstruksi Pascagempa HarusLibatkan Pengusaha Lokal

Advertisement