Skip to main content

Edisi 09 Oktober 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

16 HALAMAN NOMOR 174 TAHUN KE 13

Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantbnews@gmail.com

SENIN, 9 OKTOBER 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Proyek Renovasi Gedung Kanwil Kemenag NTB Diduga Bermasalah

Mataram (Suara NTB) Selain gedung serbaguna Asrama Haji Lingkar Selatan Kota Mataram yang masih mangkrak, proyek renovasi Gedung Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB tahun 2016 juga terindikasi bermasalah. Hingga saat ini, renovasi gedung Kanwil Kemenag NTB pada sisi kiri dan kanan bangunan utama belum diserahterimakan. ‘’Iya, itu juga (proyek renovasi gedung Kanwil Kemenag) masih ada tertunggak. Masih ada belum dibayar. Tapi sebentar lagi kita mau bayar. Itu Rp 136 juta utangnya,’’ sebut Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasruddin, S. Sos, M. Pd ketika dikonfirmasi Suara NTB disela-sela penyambutan kepulangan jemaah haji kloter 10 akhir pekan kemarin di Asrama Haji NTB. Seharusnya, proyek bernilai miliaran ini sudah rampung dan diserahterimakan pada 2016 lalu. Namun, hingga menjelang akhir 2017, proyek ini belum diserahterimakan dari kontraktor ke Kanwil Kemenag NTB. Bela-

kangan, Kanwil Kemenag NTB ditagih oleh kontraktor utang senilai Rp 136 juta. Nasruddin mengatakan, proyek tersebut dilaksanakan sebelum dirinya menjabat Kepala Kanwil Kemenag NTB. Sehingga ia tidak mengetahui secara persis berapa jumlah anggaran dan pelaksanaannya. Namun, Nasruddin sudah meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kabag Tata Usaha dan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Bersambung ke hal 15

H. Nasruddin (Suara NTB/nas)

TO K O H Sulit Ditangkap PELAKU penembakan polisi di Bima pertengahan September lalu belum juga tertangkap. Para pelaku yang mempersenjatai diri dengan pistol rakitan masih berkeliaran. Kepolisian pun sudah menerjunkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Namun perburuan sejak kejadian dengan dua korban anggota polisi belum juga membuahkan hasil. Bersambung ke hal 15

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/dinaslhkntb)

DIAMANKAN - Terduga pelaku dan barang bukti diduga hasil illegal logging yang diamankan petugas KPH Rinjani Barat. Aksi illegal logging ini terjadi di Hutan Pakuan.

’’Illegal Logging’’ di Sesaot

Pelaku Gunakan Sepeda Motor Angkut Kayu Mataram (Suara NTB) Aksi illegal logging kembali marak di Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar). Petugas dari Kesatuan

H.Muh. Suruji

gunakan sepeda motor. ‘’Teman-teman KPH Rinjani Barat menangkap pelaku illegal logging menggunakan sepeda motor. Teman-teman

di sana menangkap langsung, diamankan barang buktinya. Ditangkap di sana ketika sedang patroli ,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan

Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si ketika dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (7/10). Bersambung ke hal 15

Prostitusi Oknum Pelajar Masih Kasuistis

Firli (Suara NTB/why)

Dikbud Ajak Investigasi

(Suara NTB/dok)

Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat Resort Sesaot menangkap tiga terduga pelaku illegal logging yang mengangkut puluhan kayu rajumas meng-

DUGAAN adanya prostitusi yang melibatkan oknum pelajar ditanggapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji mau bersikap jika ada data pasti yang diserahkan ke Dinas Dikbud NTB atau instansi terkait lainnya. Jika pun ada, ia akan mengajak semua pihak untuk mencari solusi bersama-sama. Bersambung ke hal 15

WAKIL Ketua Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan perlindungan perempuan dan anak, H.MNS. Kasdiono, SH tidak menampik kasus prostitusi yang melibatkan oknum pelajar terjadi di daerah ini. Namun menurutnya, belum pada tingkat yang kronis seperti di kota besar lain. Apa yang ditemukan, dikatakan-

nya bersifat kasuistis. ‘’Kalaupun ada hasil investigasi itu, saya kira masih kasuistis, kalaupun ada. Jadi belum parah kalaupun itu ada terjadi,’’ ujarnya. Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, salah satu penyebab utama terjadinya dugaan praktik prostitusi pelajar itu, tidak lepas dari persoalan perubahan tren gaya

hidup yang semakin konsumtif. Kondisi itu telah mendorong terjadinya praktik-praktik menyimpang yang dilakukan oknum pelajar. ‘’Jadi masalah ini kenapa

Oknum Pelajar Mataram Diduga Terjebak Prostitusi Prostitusi kalangan pelajar selama ini hanya sebatas cerita. Dibincangkan sebagai fakta dan realitas sosial bahwa prostitusi telah merambah remaja bangku sekolah. Praktik itu diduga memang ada. Mereka terjebak dalam sindikat dan gaya hidup . Berikut hasil penelusuran Suara NTB.

MENGAWALI penelusuran, Suara NTB mencoba berkenalan dengan salah seorang siswi di salah satu sekolah kejuruan di Mataram. Proses komunikasi sudah berjalan tujuh bulan, via salah satu aplikasi media sosial yang sedang digandrungi remaja dan dewasa. Komunikasi awalnya intens via chat. Itupun sebatas menanyakan kabar selayaknya teman biasa. Suara NTB mengetahui DA (inisial) sebagai pelajar pada Juli lalu di SMK itu dari rapornya. Jumat (22/9) pekan lalu, ia kembali menghubungi. Menya-

pa selayaknya kawan lama yang jarang bertemu. Komunikasi berlanjut, ia menawarkan jasanya untuk menemani kencan. ‘’Minat BJ kak, butuh duit buat SPP,’’ tulisnya di pesan singkat. Tawarannya itu memantik rasa penasaran. Untuk tarif BJ (Blowjob) yang dia maksud, mencapai Rp 300 ribu untuk short time. Karena alasan membayar SPP, ia terus meneror agar memenuhi keinginannya. Minggu (24/9), Suara NTB kemudian mengajak bertemu di salah satu hotel di Mataram. Bersambung ke hal 15

bisa terjadi, mungkin karena pengawasan internal kita lemah. Tetapi yang lebih besar itu disebabkan oleh tren perubahan prilaku hidup yang semakin konsumtif. Inilah akar permasalahan yang kita semua harus pa-

hami,’’ katanya. ‘’Jadi gaya hidup berubah, makanya kalau soal ekonomi bukan hal mendasar, karena mungkin berkecukupan, tapi dorongan itu,’’ tambahnya. Mengatasi masalah ini, tidak serta merta dengan jalan edukasi. Tapi juga pengawasan dari keluarga dan penanaman nilainilai agama. ‘’Saya kira kembali lagi bicara penyelesaian jalur sekolah, tapi pendidikan agama itu paling diutamakan, sangat penting,’’ katanya. (ndi)


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Atasi Kesulitan Penguburan PERSOALAN warga yang tinggal di kompleks perumahan yang menjadi perbincangan beberapa waktu lalu adalah tidak tersedianya tempat pekuburan yang disediakan oleh pihak pengembang. Menurut Lurah Jempong, Muh. Yusuf, persoalan ini menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan oleh warga perumahan. “Apalagi di Jempong terdapat banyak kompleks perumahan seperti Royal, Perumahan Elite, Kodya Asri, dan lainnya,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu (Suara NTB/uul) lalu. Ia mengakui jika warMuh Yusuf ga perumahan yang berada di Jempong mengalami kesulitan saat ada warganya yang meninggal. “Tetapi Insya Allah kami, pihak kelurahan, tidak pernah lepas tangan akan masalah itu,” kata Yusuf. Ia mengatakan pihaknya akan mengontak pihak pemakaman di TPU Karang Bedil untuk menguburkan jenazah warga. “Kalau di sana kan sudah disediakan tempat, paling kami hanya menyediakan ambulans saja,” kata Yusuf. Soalnya kemarin pernah kejadian warga mengalami kesulitan saat ingin mencari TPU. “Seharusnya pihak pengembang menyediakan 30% fasilitas umum yang tidak disediakan, salah satunya adalah pekuburan,” jelasnya. Yusuf mengatakan perumahan-perumahan besar yang ada di Jempong tidak memiliki TPU sendiri untuk menguburkan warganya. “Makanya saya selalu menyarankan warga seperti di Mapak Indah agar menyatu dengan warga asli sana,” jelasnya. Warga perumahan disarankannya agar mengikuti banjar atau persatuan warga asli sana. “Agar jangan saat sukanya saja ikut, tetapi juga saat dukanya,” tambahnya. Dengan saran itu, warga Mapak Indah sudah bisa berbaur dengan warga sekitar. “Contohnya saat pensiunan polisi meninggal kemarin, dimakamkannya di pekuburan Mapak Indah,” kata Yusuf. Hal itulah yang membuat kesulitan bagi perumahan seperti Royal karena sudah terlepas dari Mapak Indah dan memiliki lingkungan baru. (uul)

Kemudahan bagi Pemilih WAKIL Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., meminta pihakpihak terkait, baik KPUD Kota Mataram selaku penyelenggara Pemilu maupun Dinas Dukcapil Kota Mataram untuk segera menyikapi masih banyaknya warga yang belum memiliki KTP elektronik. Seperti diketahui, KPU telah menetapkan kepemilikan KTP elektronik maupun surat keterangan sebagai syarat memilih. Sementara kondisi yang terjadi di Mataram adalah, banyak warga yang belum melakukan (Suara NTB/fit) perekaman KTP. Parhan Menyiasati masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman, Parhan menyarankan kepada penyelenggara pemilu untuk memberikan kemudahan bagi warga yang belum melakukan perekaman. Caranya adalah dengan menggunakan kartu keluarga. Toh dalam kartu keluarga tertera nomor induk keluarga. ‘’Asal jangan kelonggaran memilih itu dimanfaatkan untuk memasukkan orang yang bukan orang Kota Mataram,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, kemarin. Jangan sampai peluang itu membuka peluang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. ‘’Hak pilihnya kita berikan tapi harus sesuai dengan regulasi yang ada di Kota Mataram. Entah itu bentuknya perwal atau apa,’’ demikian Parhan. Anggota dewan dari Dapil Sandubaya ini meyakini semua warga terdaftar dalam masing-masing kartu keluarga. Pemerintah, lanjut dia, memang tidak bisa dipaksa mengeluarkan KTP elektronik bagi semua warga yang telah berusia 17 tahun. Apalagi sekarang blanko KTP elektronik sedang kosong. ‘’Apakah ada gebrakan dari Dinas Dukcapil sekarang untuk turun ke bawah,’’ katanya. Politisi PKS ini menyarankan Dinas Dukcapil supaya meminta data dari kelurahan untuk menindaklanjuti masing-masing masyarakat yang belum terekam KTP. Oleh karena itu, Dinas Dukcapil diminta bekerja keras mengejar target selesai perekaman sebelum Pilkada. Sebab, kalau hanya menunggu masyarakat datang ke kantor Dinas Dukcapil, Parhan pesimis perekaman KTP elektronik bisa rampung sebelum Pilkada. Dikatakan Parhan, warga yang belum melakukan perekam KTP elektronik, sebagian besar adalah warga yang baru memasuki usia 17 tahun. ‘’Nah ini bagaimana caranya, apakah jemput bola ke sekolah-sekolah atau bagaimana,’’ katanya. Sejauh ini, antara jumlah warga yang belum terekam KTP elektronik dengan pelayanan yang diberikan Dinas Dukcapil Kota Mataram dianggap masih belum imbang. Ia berharap Pemkot Mataram mengambil kebijakan yang tidak merugikan masyarakat. Misalnya melakukan perekaman secara mobile ke semua kelurahan secara bergilir. (fit)

Halaman 2

Proyek PL di Mataram Diduga Dimonopoli Satu Rekanan Mataram (Suara NTB) Proyek-proyek penunjukan langsung (PL) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram diduga pengerjaannya dimonopoli oleh satu rekanan. Kontraktor itu diduga sejak lama menggerogoti paket yang nilainya di bawah Rp 200 juta. Tak jarang pula, ia mengerjakan paket besar melalui tender. Pekerjaan sering dikerjakan yaitu penataan terotoar, irigasi, sanitasi serta paket lainnya. Rekanan ini dinilai cukup lihai bermain. Menyembunyikan identitasnya di balik puluhan perusahaan yang dimiliki. Nama pemilik perusahaan dicantumkan atas nama istri, saudara, anak, bahkan pekerjanya. Modus itu digunakan untuk memuluskan usahanya. Mudahnya rekanan itu mendapatkan jatah proyek disinyalir ada komunikasi di bawah meja. Komunikasi ini kaitannya dengan fee. “Coba cek di PU itu. Pasti satu orang yang kerjakan paket PL,” kata sumber di interal Pemkot Mataram. Praktik itu

berlangsung sejak lama. Dan, pasti pekerjaan didapatkan tidak satu atau dua paket. Melainkan bisa puluhan paket dikerjakan dalam satu tahun. Sumber menduga ada permainan. Apalagi antara rekanan itu memiliki hubungan dekat dengan salah satu pejabat. Terkait data paket apa saja yang dikerjakan rekanan tersebut? Sumber enggan membeberkan. Tetapi, ia memberikan gambaran jika paket di bawah Rp 200 juta pasti diberikan ke rekanan tersebut. Ir. H. Mahmuddin Tura selaku Kadis PUPR Kota Mataram menjelaskan, perusahaan yang mengerjakan paket di Dinas PUPR rela-

tif banyak. Pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan pemberdayaan ekonomi pengusaha kecil menengah dengan melibatkan mereka dalam pelaksaan proyek. Terutama proyek di bawah Rp 200 juta. ‘’Jumlah paket PL di PUPR ratusan paket, tidak mungkin dikerjakan oleh satu rekanan. Jadi bisa dilihat daftar kegiatan dikerjakan oleh perusahaan itu di kantor,” ucapnya. Kalaupun ada yang konon mengerjakan puluhan paket oleh kroni mereka, itu menjadi urusan rekanan. PUPR kapasitasnya bukan mengurus hal tersebut. Akan tetapi, bagaimana pekerjaan tuntas. Dalam praktiknya pekerjaan

merekam data diri mereka. Bahkan, pelayanan perekaman itu melalui mobil keliling ke masing - masing kelurahan. Sistem jemput bola ini dipastikan akan mampu menyelesaikan, sehingga ditargetkan Desember mendatang telah rampung. “Masih ada waktu,” jawab Sekda pekan kemarin. Perekaman KTP elektronik ini tergantung dari sarana dan prasarana. Termasuk ketersedian blanko KTP dari Pemerintah Pusat khususnya Dirjen Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Selama ini, blanko jadi kendala Dukcapil untuk mencetak KTP elektronik. Sejumlah 7.000 masyarakat

Jumlah paket PL di PUPR ratusan paket, tidak mungkin dikerjakan oleh satu rekanan

dihindari adanya monopoli. Proyek itu diusahkan ada pemerataan sehingga tidak terjadi kecemburuan antarrekanan. Demikian pula, pelibat tenaga konsultan. Berbeda halnya apabila tidak ada anggaran,sehingga digunakan konsultan dari staf. Mahmuddin mengaku, sejauh ini, PUPR masih kekurangan sumber daya manusia. Terkadang, proyek PL jumlahnya

(Suara NTB/dok)

H. Mahmuddin Tura ratusan diawasi lima - enam orang. Satu orang bisa mengawasi minimal 10 paket. “Jadi staf saya tidak bisa standby. Setiap hari disambangai terus,” demikian kata dia. (cem)

(Suara NTB/cem)

PAJAK PARKIR - BKD mendapatkan kewenangan pengelolaan pajak parkir di 73 titik di Kota Mataram. Salah satunya parkir di swalayan di Cakranegara ini.

Pajak Parkir Berpotensi Tak Capai Target Mataram (Suara NTB) Penerimaan pajak parkir hingga triwulan ketiga masih 53 persen. Ini berpotensi tak tercapai karena beberapa titik pajak parkir tidak dipungut lagi. Kewenangan Badan Keuangan Daerah (BKD) Mataram mengelola sebagian dari urusan parkir berdasarkan SK Walikota Mataram, ada 73 titik dikelola sebagai pajak parkir. Sementara, Dishub mengelola 300 titik lebih. Pengambilan sebagian besar titik parkir oleh BKD awalnya menimbulkan selisih paham antara Dishub. Dishub mengklaim bahwa titik diambil merupakan titik potensi diandalkan sebagai retribusi parkir. Meski secara

kuantitas kewenangan menarik retribusi parkir lebih banyak. Tapi tidak sebandingkan dengan target ditentukan oleh Dewan sejumlah Rp 5 miliar. Pola penarikan parkir dengan sistem bruto justru tak berjalan dengan baik. Juru parker (jukir) lebih senang menyetor dengan pola konvensional alias netto. Meskipun di Perwal 9 Tahun 2016 diatur pembagian 70 : 30. Jatah 70 persen diberikan ke jukir dan 30 persen masuk ke kas daerah. Kepala BKD Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi mengungkapkan, meski mendapatkan kewenangan mengelola pajak parkir di 73 titik, akan tetapi 34 pajak parkir justru tidak dipun-

gut. Seperti, rumah makan, rumah sakit swasta di Ampenan serta swalayan di Jalan Bung Hatta Kelurahan Rembiga. Pemerintah tidak memungut karena dalam Perda tidak diatur, sehingga ini bisa dijadikan celah oleh pengusaha. “Bagaimana kami mau memungut kalau di dalam Perda sendiri tidak diatur,” katanya. Perda itu perlu dievaluasi terhadap potensi pajak melihat kondisi kekinian. Sebagai salah satu contoh, daerah Tangerang dikenakan pajak parkir. Sementara, Perda tidak mengatur itu. Kemudian, jadi polemik ketika dilakukan penarikan. Pengusaha melayangkan gugatan di Pengadilan kemudian dimenangkan.

Pemkot Rencanakan Bangun Rusunawa untuk Relokasi Nelayan Bintaro

(Suara NTB/cem)

H.M. Kemal Islam Mataram (Suara NTB) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyarankan ke Pemkot Mataram, agar membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk merelokasi rumah nelayan di Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan. Pemerintah Pusat khususnya Dirjen Perumahan dan Pemukiman memberikan dua alternatif terkait penanganan warga di Bintaro. Perta-

ma, membangun rumah tapak sebagaimana yang telah dibangun di Karang Panas Kelurahan Tanjung Karang Permai. Dengan pola rumah tapak jadi persoalannya membutuhkan lahan yang luas. Alternatif kedua, membangun rumah susun. Rumah susun sendiri akanmenghematlahan.Untuksatu twin blok menghabiskan sekitar 30 are dengan 90 kamar. “Pemerintah pusat menyarankan rumah susun. Kalau saya pribadi lebih setuju rumah susun khusus nelayan,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H.M. Kemal Islam, pekan kemarin. Relokasi nelayan di Bintaro, Pemkot Mataram membutuhkan lahan sekitar satu hektar. Dengan luas lahan satu hektar paling tidak bisa membangun dua - tiga twin blok. Dengan luas lahan rata - rata 30 are paling tidak bisa membangun tiga blok. Karena ini rumah nelayan, kata Kemal, model rumah susunnya berbeda seperti rusunawa di tempat mahasiswa. Nantinya akan disiapkan satu gudang khusus sebagai tempat bekerja dan menaruh alat kerja mereka. Akan tetapi, ini sedang didiskusikan dengan pemerintah pusat. “Ini yang sedang kita dis-

kusikan dengan Kementerian PUPR khususnya Dirjen Perumahan dan Pemukiman,” kata dia. Relokasi nelayan tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Kemungkinan akan terealisasi tahun 2018 mendatang. Saat ini saja, tim appraisal baru turun mengecek dan menghitunghargatanah.Hasildari tim appraisal itu dijadikan patokan untuk membebaskan tanah. Lambannya proses pembangunan padahal wacana itu digulirkan sejak awal tahun 2017. Kemal mengatakan,untukmenyelesaikan itu tidak mudah. Selain itu, ada tanggungjawab berbeda - beda dilaksanakan. Seperti camat, lurah, BKD, dan pihaknya sendiri. “Tugas saya membangun kemudian BKD menyiapkan asetnya,” kata Kemal. Rencana pembangunan rumah nelayan diawali tuntutan masyarakat terancam kehilangan tempat tinggal. Sekitar 55 kepala keluarga (KK) di Pondok Perasi digugat ke pengadilan karena diduga menempati tanah pribadi. Penggugatmemenangkangugatan itu, lantas ingin mengeksekusi lahan tersebut. Beberapa kali eksekusi tertunda. Pemilik lahan memiliki itikad baik dan memberikan kelonggaran ke pemerintah. (cem)

Perekaman E-KTP Ditargetkan Tuntas Bulan Desember Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram akan menindaklanjuti surat dikirim oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi terkait percepatan perekaman KTP. Perekaman ini pun ditargetkan tuntas pada bulan Desember mendatang. Setidaknya terdapat 12 ribu masyarakat di Kota Mataram belum merekam KTP yang berpotensi terhadap hilangnya hak pilih warga pada Pilkada 2018 mendatang. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito mengungkapkan, pemerintah khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk

”

di Mataram kategori waiting list (daftar tunggu) pencetakan KTP. Dirjen Adminduk Kemendagri telah memberikan 4.000 blanko dan bulan Oktober ini dijanjikan tambahan 2.000 blanko. Sekda menambahkan, telah meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Dukcapil, Hj. Baiq Evi Ganevia terus menggunakan mobil keliling melakukan perekaman. Mobil keliling setiap hari dan secara berurutan melayani masyarakat. “Misalnya habis di semua kelurahan, kembali lagi ke kelurahan,” ucap dia. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sejak 2016 lalu telah melakukan proses perekaman secara mobile ke

kelurahan bahkan sekolah sekolah. Sistem jemput bola ini sebagai langkah antisipasi agar pemilih pemula atau anak yang berusia 17 tahun tercover. Meskipun sempat eror pada server perekaman di Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kementerian Dalam Negeri. Kini data daftar tunggu telah masuk database. Hanya saja, kekurangan sarana prasarana di Dukcapil jadi kendala perekaman. Pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan sudah dianggarkan untuk pembelian komputer. Itu nanti akan digunakan turun ke kelurahan bahkan lingkungan melakukan perekaman. (cem)

(Suara NTB/cem)

Effendi Eko Saswito

Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin potensi gugatan hukum timbul karena kesalahan pengambilan keputusan. Maka dari itu kata dia, Perda itu jadi bagian direkomendasikan untuk rencana perubahan terhadap pajak dikelola BKD. “Apakah akan mencoba model daerah lain peraturan pajak parkir tidak melakukan pungutan. Jangan sampai ada sengketa hukum,” ucapnya. Target pajak parkir dikelola BKD tahun ini sejumlah Rp 2 miliar. Pada akhir September, realisasi mencapai 57 persen. Artinya, potensi pajak parkir belum terserap sekitar Rp 800 juta – Rp 900 juta. Sejauh ini, pemerintah belum

menerapkan pola pembayaran parkir dengan sistem bruto. Kalkulasinya bahwa jukir diwajibkan menyetorkan pendapatannya 100 persen ke daerah. Pemerintah kemudian menyerahkan pada akhir bulan sesuai perhitungan 70:30. BKD sendiri telah mensosialisasikan hal itu ke pengelola pajak parkir. Tentu ada proses pemeriksaan dilakukan terhadap penyetoran pajak oleh jukir. Apabila ditemukan tidak sesuai berdasarkan ketentuan akan dikenakan denda sebesar dua persen. “Aturan ini akan tetap berlaku mundur. Misalnya di bulan Januari disetor Rp 10 yang semestinya Rp 20. Kita pasti akan denda,” tegasnya. (cem)

Proyek Fisik di Mataram Harus Segera Dikerjakan Mataram (Suara NTB) Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D) mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Mataram segera mengerjakan proyek fisik mereka. TP4D yang berasal dari Kejaksaan cukup khawatir dengan sejumlah proyek fisik yang belum dilelang, dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan. Ada beberapa pekerjaan fisik nilainya di atas Rp 200 juta baru masuk tahap pengumuman. Sebagian besar program aspirasi anggota Dewan belum dikerjakan. Data pada Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kota Mataram, dua paket pekerjaan pengumuman yaitu penataan bundaran dan pembangunan pintu gerbang di Lingkar Selatan nilai paketnya masing - masing Rp 2 miliar. Puluhan item lain masih belum dikerjakan paket fisik nilainya Rp 25 juta – Rp 200 juta. Ini merupakan program aspirasi anggota Dewan. Peletakan batu pertama bundaran dan pintu gerbang dilaksanakan tanggal 31 Agustus atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram ke 24. Pasca groundbreaking tak ada tanda - tanda dimulainya pekerjaan. PUPR belum menyelesaikan Detail Engineering Design (DED). Bahkan, konsultan pelaksana pertengahan September lalu masih sibuk mendiskusikan desain. Sesuai perencanaan dua proyek itu dianggarkan Rp 5 miliar. Untuk gerbang Rp 2 miliar dan penataan bundaran Rp 3 miliar. Tetapi justru berubah jelang lelang menjadi Rp 4 miliar. Kepala Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan (APP) Setda Kota Mataram, Moh. Suryadi pekan kemarin mengatakan, TP4D terus mendorong agar proyek fisik ini segera dikerjakan.Tim dari unsur Kejaksaan ini tak ingin ada proyek molor, sehingga

SKPD terus diingatkan untuk memproses dokumen pengadaan mereka. “Selain itu, kita juga bersurat bahkan menanyakan langsung ke SKPD apa yang jadi kendalanya,” katanya. Ada dua item pekerjaan nilainya lumayan besar dalam waktu dekat segera diumumkan. Paket itu merupakan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Penataan bundaran dan pembangunan pintu gerbang di Lingkar Selatan. Nilai paket proyek ini masing - masing Rp 2 miliar. Dijelaskan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah berkonsultasi. Dipastikan dalam minggu ini sudah diumumkan. “Insya Allah, segera ditender,” ucapnya. Untuk proses pengumuman, evaluasi dokumen, sangahan hingga penandatanganan kontrak membutuhkan waktu 24 hari. Proyek bundaran dan gerbang pintu itu kemungkinan akan dikerjakan selama dua bulan atau 60 hari kalender. Suryadi menyampaikan, tidak ada lagi proyek yang dilelang. Karena, dua paket milik PUPR adalah terakhir. “Sudah ndak ada lagi. Yang lain sudah kita tender semua,” kata dia. Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan menjelaskan, beberapa proyek yang belum dikerjakan itu harus menunggu disahkannya APBD Perubahan. Perda APBDP baru saja disahkan 25 September lalu, sehingga tentu berpengaruh terhadai pelaksanaan program. Terkait realisasi fisik dan keuangan, belanja tidak langsung di anggaran 2017. Ada 41 daftar penggunaan anggaran dengan 45 kegiatan yang nilainya sejumlah Rp 588 miliar lebih. Sedangkan, belanja langsung dengan jumlah 47 DP dan 1.544 kegiatan nilainya Rp 770 miliar lebih. Ia mengaku, ada deviasi sekitar 20 persen dari target 80 persen di triwulan ketiga. Ini akan dikejar dan terus mendorong SKPD mempercepat pekerjaan mereka. (cem)


SUARA NTB

Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 3

Inovasi DKP NTB

Kawinkan Ketahanan Pangan, Pariwisata dan Kearif an Lokal

Mataram (Suara NTB) Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB sebelumnya telah merilis program unggulan, Tanaman Cabai Terintegrasi Unggas (TanCabGas) sebagai inovasi mendukung pembangunan ketahanan pangan di NTB. TanCabGas ini sudah berjalan dan eksekusinya bekerjasama dengan PKK di NTB. Tak sampai di situ, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB kembali merilis salah satu inovasi dengan perpaduan unsur lebih luas, yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Inovasinya ini dinamai Lumbung Pangan Terintegrasi (BUNGATRI). Ini alternatif dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan potensi baru bagi pendapatan masyarakat (daerah). Inovasi-inovasi tersebut lahir dari gagasan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani. Beberapa alasan kenapa BUNGTARI diprogramkan. Diantaranya, selain penanggulangan kemiskinan, juga berangkat dari kekhawatiran makin punahnya lumbung pangan tradisional yang merupakan kearifan lokal di masyarakat. Baik secara fungsi, mau-

pun fisik. Pertimbangan yang tak kalah penting adalah hasil kajian Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan - FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas) Provinsi NTB tahun 2015 yang memungkinkan masih adanya rentan pangan. Karena itulah, Hj. Budi Septiani melalui program BUNGATRI ini, untuk mencapai tujuan antara lain berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan pangan masyarakat, atau keluarga. Sebagai pusat destinasi wisata baru, terpenuhi konsumsi makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) masyarakat. Bagaimana sebenarnya konsep BUNGATRI dimaksud? Hj. Budi dalam paparan lisan menyebut, inovasi ini awalnya akan dilaksanakan di kawasan rumah adat di Sembalun, Lombok Timur yang saat ini sedang hits pariwisatanya. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB akan memfasilitasi penyediaan 20 lumbung pangan. Dimana, satu lumbung akan dikelola oleh 10 KK dengan melibatkan 6 KK miskin di dalamnya. Jika dalam satu KK rata-rata ada 4 anggota keluarga, maka satu lumbung akan mewakili 40 jiwa atau 24 jiwa masyarakat miskin. Jadi total 20 lumbung akan mengakomodir 200

KK atau 120 KK miskin sama dengan 480 jiwa miskin di Sembalun. Lumbung-lumbung ini selain berfungsi menjadi kekuatan pangan masyarakat, kawasannya akan menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan untuk menikmati seluruh kearifan lokal yang ada di Sembalun. Dibagian atas lumbung didesain untuk menyimpan gabah, bagian tengah akan dijadikan tempat pelatihan, kerajinan seperti menenun, sekaligus tempat belajar anak-anak (sehingga disebutlah ia sebagai lumbung pintar). Dibagian bawah lumbung, akan dibuatkan tempat pemeliharaan unggas yang bersih, selanjutnya di bagian paling bawah, akan digalikan kolam ikan. Dibagian pekarangan, akan dibuat sebagai dapur hidup atau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). “Programnya terintegrasi, dari ketahanan pangan dan stakeholder terkait yang akan mendukung program BUNGATRI,” papar Hj. Budi. Di dalam satu kawasan itu, aktivitas akan terus berjalan, aktivitas menenun terutamanya. Selain itu akan disiapkan tempat atraksi kesenian tradisional lokal (amphytheatre) seperti cupak gerantang, gendang beleq, upacara bije, dll. Sehingga kawasan ini sekaligus akan

menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang datang ke Sembalun. Skenario inilah yang akan menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengenal kearifan lokal mengunjungi kawasan BUNGATRI. Lalu untuk masuk dalam kawasan, akan disedikan karcis yang sekaligus menjadi kupon yang dapat ditukarkan untuk menikmati kopi Sembalun. “Didalam kawasan akan dibuatkan outlet untuk menjual produkproduk lokal seperti olahan pangan, kerajinan tenun, kerajinan ketak, juga hasil-hasil kekayaan alam pertanian dan perkebunan. Karena itulah, kita akan bergandengan tangan di sini dengan semua stakeholders untuk saling menguatkan,” imbuh kepala dinas. Disekitar kawasan BUNGATRI akan ditempatkan model-model yang akan menghidupkan kegiatan misalnya lokasi menenun, lokasi pengolahan pangan, lokasi pemeliharaan unggas, lokasi kuliner, dll. Se-

lanjutnya, bila wisatawan ingin mengenal lebih jauh seluruh aktivitasnya, bisa mendatangi langsung kegiatan yang ada di masyarakat tersebut. Hj. Budi Septiani bersama tim, sampai dengan hari ini telah melakukan sosialisasi FGD dan diskusi dengan elemen terkait, untuk merealisasi-

kan tahapan jangka pendek tahun 2017. Semua kegiatan fisik dan kegiatan lainnya direncanakan di jangka menengah tahun 2018. Dan akan dilakukan pendampingan selama tiga tahun ke depan, hingga ia akan menjadi kawasan yang mandiri. “Maka, ketahanan pangan dapat, B2SA dapat, pariwisata dapat, peningkatan ekonomi dapat dan kearifan lokal tetap lestari. Inilah embrio untuk mengembangkan BUNGATRI di seluruh kawasan NTB,” kata Hj. Budi Septiani. (bul/*)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Budi Septiani (Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Foto bersama usai sosialisasi BUNGATRI di Provinsi NTB dirangkaikan dengan FGD dibuka oleh Asisten I Setda NTB M. Agus Patria. FGD dipimpin Prof. Sarjan selaku tim Pakar BUNGATRI.

(Suara NTB/ist) (Suara NTB/ist)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Budi Septiani membuka sosialisasi di Sembalun yang dihadiri tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan kelompok wanita. Setelah itu dilanjutkan FGD dipandu oleh Prof. Sarjan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Budi Septiani konsultasi dengan Sekda NTB H. Rosiady H. Sayuti terkait proyek perubahan dan meminta tanda tangan persetujuan proyek perubahan.


SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Jalan Lingkar Trawangan Ditata PEMDA Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk menata jalan lingkar Gili Trawangan. Pagu anggaran tersebut sudah diajukan dan masih dalam proses pembahasan di KUA PPAS RAPBD 2018. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Utara, M. Zaldy Rahardian, ST.MT., kepada wartawan, Sabtu (7/10) mengutarakan, penataan jalan Gili (Suara NTB/dok) Trawangan usai penertM. Zaldy Rahadian iban akan dimulai pada 2018 mendatang. Sebagaimana tugas pokok dan fungsinya, Dinas PU telah menyusun Detail Engineering Design (DED) pada kegiatan tersebut. “Penataan jalan Trawangan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 7 miliar, karena panjang jalan keliling Trawangan itu sekitar 6 kilometer,” ungkap Zaldy. Dijelaskan, sebelumnya terdapat dua versi mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menata jalan lingkar Trawangan. Pertama sebesar Rp 7 miliar dan kedua, alokasi antara Rp 9 miliar sampai Rp 10 miliar. Versi kedua mempertimbangkan ada beberapa titik jalan yang putus, dan serta kondisi eksisting jalan yang rentan terhadap abrasi. Mengacu kondisi di lapangan, Dinas PUPR memilih untuk mengusulkan versi alokasi anggaran sebesar Rp 7 miliar. Pasalnya di beberapa titik, ruas jalan untuk sepeda dan pejalan kaki akan digabung karena tidak memungkinkan untuk dipisah. Pertanyaannya, mampukah dana Rp 7 miliar itu mencover penataan seluruh jalan lingkar Trawangan mengingat tingginya harga-harga barang di Gili Trawangan? Menjawab itu, Zaldy mengatakan, satuan harga barang untuk wilayah Gili Trawangan tetap berpedoman pada satuan harga yang ditetapkan pemerintah kabupaten untuk wilayah daratan Lombok Utara. Hanya saja, biaya mobilisasi barang dari daratan Lombok menuju Gili telah disiapkan pada pagu anggaran tersebut. “Analisa kita unutk 3 pulau beda dengan di darat. Harga satuan tetap sama, tapi yang membedakan ada biaya mobilisasi ke Pulau yang disiapkan pada pagu sehingga dananya menjadi Rp 7 miliar,” jelasnya. Konstruksi pengerjaan jalan lingkar Trawangan dipertimbangkan untuk menggunakan material paving block atau conblok. Aspirasi berbagai pihak agar penataan menggunakan aspal hotmix, belum memungkinkan dengan asumsi biaya perawatan yang cukup mahal. Mobilisasi alat berat ke pulau dirasa memerlukan biaya tidak sedikit. Itu pun dengan volume pemeliharaan jalan tidak dilakukan di satu titik dan tidak hanya sekali. (ari)

(Suara NTB/(ist)

SOSIALISASI - Semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada NTB dan pemilihan legislatif dan presiden, KPUD KLU intens melakukan sosialisasi ke beberapa kawasan di KLU beberapa waktu lalu.

KPUD KLU Rekrut PPK/PPS Tanjung (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan membuka rekrutmen PPK/PPS secara terbuka mulai tanggal 12 Oktober hingga 18 Oktober mendatang. Selama pembukaan rekrutmen 3 hari itu, KPUD berharap akan banyak generasi muda KLU yang mengajukan diri sebagai abdi negara dalam rangka mensukseskan gelaran Pilkada NTB 2018 mendatang. Kepastian rekrutmen itu disampaikan Komisioner KPUD KLU, Muzakar, S.Pd. M.Pd., Sabtu (7/10). Dikatakannya, rekrutmen mulai dibuka secara resmi mulai tanggal 12 Oktober hingga 18 Oktober. Sementara penerimaan berkas calon PPK dimulai pada 15 Oktober sampai 21 Oktober. Setelah berkas calon diterima, KPUD akan melakukan penelitian administrasi pada 22-24 Oktober. “Jumlah PPK dan PPS yang direkrut sebanyak 5 orang, nanti saat Pileg dan Pilpres PPK akan dikerucutkan menjadi 3 orang,” ungkap Muzakar. Calon PPK/PPS berhak mengajukan diri sebagai pendaftar dengan ketentuan dan syarat yang telah ditentukan. Misalnya, pendidikan minimal SMA yang dibuktikan dengan ijazah, usia maksimal 30 tahun serta tidak tercatat atau terlibat di partai politik. Dalam proses rekrutmen PPK/PPS kali ini, KPUD KLU mempunyai kewenangan mutlak dalam memverifikasi calon. Sedikit berbeda dengan sebelumnya, pendaftaran PPK/PPS kali ini tidak memerlukan surat rekomendasi dari kepala desa. “Rekrutmen sebelumnya harus menggunakan surat pengantar dari desa, sekarang tidak lagi. Calon bisa langsung mendaftar di KPUD dengan membawa berkas persyaratan,” ungkapnya. Sebelumnya, KPUD KLU juga telah menggelar pembahasan persiapan pembentukan Badan Adhoc pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, akhir September lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tahapan awal pembentukan Badan Adhoc. Dalam rapat tersebut banyak hal yang harus dipersiapkan kaitan dengan Pembentukan Badan Adhoc antara lain membentuk tim pelaksana kegiatan, peraturan tim pelaksana kegiatan dan mekanisme pembentukan Badan Adhoc. Ketua Divisi Sosialisasi dan SDM, Hadi Pranata, SH., mengatakan dalam rekrutmen Adhoc pihaknya berpedoman pada regulasi yang ada. Baik itu mencakup jadwal rekrutmen, mekanisme perekrutan maupun verifikasi administrasi calon. Rekrutmen dan pembentukan badan Adhoc dilaksanakan secara terbuka yang akan diumumkan di website KPUKLU, media sosial dan media masa seperti koran dan radio, serta penempelan pengumuman di tempat-tempat strategis sehingga mudah diketahui oleh seluruh masyarakat KLU. “Dalam rekrutmen ada beberapa hal yang menjadi kriteria calon PPK dan PPS yaitu, Kompetensi calon Adhoc terutama pengetahuan tentang kepemilihan dan demokrasi, Independensi calon harus imparsial, non partisan, dan bukan anggota partai,” katanya. Selain itu, calon PPK juga harus memiliki integritas. Dalam hal ini KPUD akan melibatkan masyarakat, guna mendapatkan gambaran tentang trek record calon PPK/PPS yang akan direkrut. Pihaknya berharap, keberadaan PPK/PPS ke depan akan mampu menlaksanakan tahapan Pemilukada NTB 2018 sehingga melahirkan pemimpin yang bersih dan berkualitas. (ari)

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

DPRD Lotim Kritik Pembangunan Drainase Selong (Suara NTB) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyorot buruknya saluran irigasi di Lotim, terutama saat hujan yang sering tersumbat. ‘’Kondisi itu disebabkan pembangunan drainase yang hanya mengerjakan target tanpa mengutamakan kualitas,” kritik Ketua Komisi IV DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman, pada Suara NTB, Sabtu (7/10). Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan, buruknya drainase di Kabupaten Lotim dikarenakan pengerjaannya hanya mengejar target tanpa mempertimbangkan satuan, kualitas maupun hasil dari proyek itu sendiri. Misalnya, pembangunan saluran irigasi sepanjang 20 kilometer, akan tetapi melihat kualitasnya dan hanya terkesan mengutamakan kuantitas. “Lebih baik beli barang mahal tapi kualitasnya bagus,” sarannya. Apabila suatu proyek dibangun dengan bahan material yang murah, tentunya akan cepat rusak dan tergerus. Selain itu, Hasan Rahman juga mengkritik sistem perencanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lotim yang tidak matang, berapa saluran irigasi yang sudah terbangun, rusak berat, sedang maupun ringan. Menurutnya, itu semua tidak terdata sama sekali dikarenakan pembangunan drainase hanya dilakukan sesuai dengan keinginan pemangku kebijakan dan

menjadi daerah-daerah binaannya. “Jadi perlu perencanaan yang matang, tidak hanya di tempat-tempat tertentu yang menjadi binaannya,” ujarnya. Ditegaskan kembali, pembangunan saluran irigasi sangat penting untuk dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur jalan. Jika itu dilakukan, menurut Hasan Rahman, maka usia dari jalan maupun saluran irigasi itu akan bertahan lama. Termasuk terhindarnya masyarakat dari musibah banjir bandang, penyakit serta sejumlah dampak lainnya. “Ini yang dikejar itu hanya volume, tidak mengejar kualitas. Di samping kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, saluran irigasi ini juga menjadi faktor utamanya,” kritiknya lagi. Sementara, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Lotim, Dedi Irawan, menegaskan persoalan buruknya saluran irigasi di Kabupaten Lotim saat ini sedang dibenahi dan dibicarakan dengan pihak Dinas LHK Lotim terkait batasan-batasan penanganannya. Dijelaskannya, Dinas PUPR Lotim tidak memiliki tenaga harian dan peralatan, termasuk tidak adanya anggaran normalisasi saluran.

(Suara NTB/yon)

BERSIHKAN - Masyarakat membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah. DPRD Lotim mengkritik eksekutif, karena pembangunan drainase hanya mengejar target daripada kualitas. Dedi Irawan menyebutkan, drainase yang dikerjakan oleh Dinas PUPR saat ini, di antaranya ruas jalan Muhdar, ruas jalan samping pendopo bupati dan ruas jalan Kelayu Jorong. Ketika ruas ini, jelasnya, drainasenya dilakukan rehab total karena adanya pelebaran jalan dari lebar aspal 4 meter menjadi 8 meter dengan ditambah 2,5 meter bahu jalan dan 2 meter saluran kiri kanan

Imbas Tambang

Wabup Ingatkan Tidak Rugikan Petani Selong (Suara NTB) Aktivitas penambangan pasir ilegal di hulu sungai aliran irigasi milik petani di tiga kecamatan di Lombok Timur (LOtim), yakni Wanasaba, Pringgabaya dan enam desa masih menyisakan masalah. Pasalnya, air irigasi masih terlihat bercampur materil sisa tambang yang makin meresahkan petani. Wakil Bupati Lotim. H. Haerul Warisin mengingatkan agar imbas penambangan ilegal itu tidak boleh merugikan petani. Menjawab Suara NTB via ponselnya, wabup mengatakan sektor pertanian adalah sumber mata pencaharian sebagian besar penduduk Lotim. Untuk itu, wabup mengatakan segera akan memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera mengecek keberadaan tambang yang menuai protes keras dari petani tersebut. “Kita minta Pol PP untuk melihat legalitas dari penambangan itu,” paparnya. Menurut wabup, aktivitas penambangan memang menjadi salah satu mata pencaharian bagi warga. Akan tetapi, keberadaannya tidak boleh sampai mengganggu apalagi sampai mengancam kerusakan lahanpertanian. “Kita didominasi sektor pertanian, maka lahan-lahan pertanian ini jangan sampai terganggu,” imbuhnya. Juru pengairan di wilayah Wanasaba dan Pringgabaya, Abdul Halik yang dikonfirmasi terpisah megakui adanya

protes keras dari petani terkait masalah air irigasi yang bercampur lumpur dan material batu apung bekas tambang. Protes petani tersebut sudah disampaikan kepada pihak terkait, termasuk dengan kepala desa tempat aktivitas penambangan, yakni di wilayah Kalijaga Timur, Mamben Lauq, Mamben Baru, Tembeng Putik dan Bandok. Akan tetapi, sampai saat ini penambang tersebut tidak merespon. Juru pengairan ini membantah jika tidak merespons keinginan petani. Air yang digunakan para penambang yang kabarnya banyak yang tidak kantongi izin ini peruntukannya untuk irigasi teknis petani dan bukan untuk penambangan. Sudah jelas pula ada larangan keras untuk melakukan penambangan di daerah aliran sungai (DAS), namun tidak digubris penambang. Sementara itu, Jalal salah satu Ketua P3A di Desa Teko Kecamatan Pringgabaya mengajak petani untuk melayangkan protes keras dan demo. Menurutnya, cara halus tidak digubris oleh pemilik tambang yang rata-rata illegal. Senin hari ini, para petani di bawah komando masing-masing kepada desa sudah melayangkan surat ke pimpinan DPRD Lotim. Di sisi lain, Desa Batunampar Selatan merupakan salah satu desa di wilayah Lotim bagian selatan yang memiliki segudang potensi. Salah satunya adalah tambang emas. Meski

potensi besar, namun warga Desa Batunampar Selatan sudah komitmen untuk tidak melakukan penambangan. Kepala Desa Batunampar Selatan Kecamatan Jerowaru Mahnan Rasuli melarang keras warganya untuk melakukan penambangan emas. Mengaca pada kasus Sekotong Lombok Barat beberapa waktu lalu, Batunampar Selatan tidak mau mengalami kasus serupa. Kawasan tambang di wilayah Desa Batunampar Selatan ini dicatat sekitar 60 hektar. Kawasan ini pun sudah dikuasai investor milik putra sulung mantan Presiden Soeharto, Tomi Suharto. Perusahaan keluarga Cendana itu memiliki perusahaan bernama PT Pecatu Indah yang masuk ke Batunampar Selatan sejak tahun 1992 silam. Sampai sekarang, rencana investasi dari PT Pecatu tersebut tidak jelas. Bagi warga sendiri, ditakutkan terjadi longsor jika melakukan penambangan, sehingga sebagian besar warga tetap memilih menjalankan aktivitas mencari ikan di perairan dan mulai juga melakukan kegiatan budidaya perikanan. Batunampar Selatan disebut merupakan daerah yang juga banyak diincar oleh investor. Sejumlah investor asing dari Australia, Jerman dan lainnya sudah mulai melirik pengembangan potensi wisata yang dimiliki desa paling selatan Lombok Timur (Lotim) ini. (rus)

Tiga Unit Eks Randis Pimpinan Dewan Tak Dilelang Tanjung (Suara NTB) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan 3 unit eks kendaraan dinas (randis) pimpinan DPRD KLU tak dilelang. Sebaliknya kendaraan tersebut saat ini dimanfaatkan oleh pejabat di Sekretariat Daerah (Setda) KLU. “Mobil dinas yang sudah ditarik dari Pimpinan DPRD tidak dihapus, tetapi dipergunakan di Sekretariat Daerah. Mengingat dulunya, kendaraan tersebut dibeli dari nomenklatur anggaran yang ada di Sekretariat Daerat DPRD itu hanya pinjam pakai saja,” ungkap Kepala Dinas BPKAD, Drs. H. Raden Nurjati, melalui Kabid Aset BPKAD, Nurasmaun Gunadi, Jumat (6/10). Menurut dia, bekas tunggangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD itu dianggap masih layak pakai. Kalaupun ada perbaikan pada kendaraan, masih dianggap wajar karena kendaraan tersebut diadakan sejak Lombok Utara memiliki lembaga legislatif yak-

ni tahun 2009 lalu. “Kalau dari segi kelayakan masih layak, kalaupun ada perbaikan ya wajarlah, tapi masih layak dimanfaatkan,” imbuhnya. Senada dengan eks mobil dinas pimpinan, motor dinas anggota DPRD yang telah dikembalikan belum dapat dipastikan akan dilelang. BPKAD dalam hal ini masih harus berkoordinasi lebih lanjut dengan Sekretaris Daerah selaku pengelola aset daerah. Motor dinas anggota DPRD yang dominan bermerk Yamaha Vixon itu, saat ini masih parkir di DPRD. Dari pantau media, masih ada anggota dewan yang belum mengembalikan motor hingga pekan kemarin. Gunadi mengatakan, jika seluruh kendaraan sudah dikembalikan, maka pihaknya akan membahas pemanfaatan kendaraan tersebut. Dari rencana awal, kendaraan tersebut akan dialihkan ke SKPD yang membutuhkan untuk mendukung kelancaran pelayanan publik. “Soal apakah akan dilelang motor dinas itu, adanya di SKPD. BPKAD

statusnya hanya tukang catat, ya kita tunggu usulan dari SKPD dulu,” sambungnya. Sebelumnya, Ketua Komisi I Bidang Aset DPRD KLU, Ardianto, SH., meminta agar BPKAD melakukan inventarisasi data aset bergerak yang dianggap tak layak pakai. Jelang usia 10 tahun Lombok Utara, Komisi I mengimbau SKPD terkait segera merencanakan lelang terhadap kendaraan dinas yang dianggap tidak layak. “Mobil lama sudah diatur dalam Undang-Undang dan Perda, masa berlakunya 10 tahun. Sekira pemeliharaan lebih besar, bisa diusulkan untuk dihapus,” katanya. Di samping inventarisasi untuk keperluan rencana lelang, Ardianto juga menekankan inventarisasi atas pemanfaatan aset bergerak. Sebab ia menduga, sejumlah kendaraan dinas khususnya roda di lingkungan SKPD dimanfaatkan oleh non PNS. “Kendaraan dinas yang ada di tangan non PNS sebaiknya ditertibkan, jangan sampai pemanfaatannya justru salah sasaran,” pungkasnya. (ari)

jalan. Adapun untuk tahun 2018, Dinas PUPR akan mengusulkan agar normalisasi saluran irigasi di PUPR. “Tergantung jenis pekerjaannya, kalau pembangunan dan pemeliharaannya di Dinas PUPR, kalau masalah kebersihan di Dinas LHK,” jelasnya. Pantauan Suara NTB, akibat hujan deras yang terjadi pada malam Sabtu akhir pekan lalu, sejumlah saluran iri-

gasi baik di luar maupun di dalam kota mengalami penyumbatan. Seperti di Dusun Bilasundung Kecamatan Masbagik, kondisi saluran irigasi yang sempit membuat sampah-sampah yang terdapat di dalam drainase tersumbat, sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan dan ke pemukiman warga. Sementara di Kecamatan Pringgasela, saluran irigasi ambrol. (yon)

Disos Klaim Kemiskinan di Lotim Tersisa 19 Persen Selong (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengklaim tingkat pengentasan kemiskinan di Lotim saat ini tersisa hanya 19 persen per tahun 2017 ini. Jumlah tersebut akan terus dituntaskan hingga mencapai target secara nasional pengentasan kemiskinan yakni 8,7 persen atau mencapai 6 persen di tahun 2018. Data tersebut, ujar Kepala Disos Lotim Ir. H. Mulyanto Tedjokusumo berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, masalah kemiskinan merupakan sumber permasalahan sosial pertama di antara tujuh masalah sosial yang utama sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009, dalam UU tersebut disebutkan item pertama permasalahan sosial, yakni faktor kemiskinan. “Berdasarkan data lembaga survei yang cukup berkompeten dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS), dari koordinasi yang dilakukan bahwa di tahun 2017 tingkat kemiskinan Lotim tersisa 19 persen,” terangnya. Dalam menyikapi persoalan ini, pemerintah meluncurkan berbgai macam program dalam mengentaskan kemiskinan tersebut, di antaranya KUBE, PKH, UEB dan lainnya yang bertujuan mengurangi dan mengentaskan kemiskinan khususnya di Kabupaten Lotim. “Semua

program yang dilakukan dari Kementerian Sosial (Kemensos) maupun Dinas Sosial dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujarnya. Hanya saja, Mulyanto menyebutkan sejumlah program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), seperti beras yang harusnya diterima oleh rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 15 kg, namun pada kenyataannya di lapangan, beras tersebut dibagi rata. Untuk itu, pada bulan Agustus 2017, secara nasional disalurkan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), artinya dalam penyaluran BPNT ini, bagi masyarakat penerima diberikan kartu, sehingga bantuan lebih terarah dan tepat sasaran. “BPNT itu termuat identitas penerima, serta masyarakat akan terbiasa berhubungan dengan bank,”ujarnya. Mulyanto menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011, tentang penanganan fakir miskin. Dalam pendataan yang dilakukan, pihaknya terus meningkatkan kapasitas para pendamping, baik itu pendamping PKH yang berjumlah sekitar 210 orang termasuk operator, pendamping KUBE, pendamping TKSK di tingkat kecamatan. “Jadi semuanya perlu peningkatan kapasitas, hanya saja untuk saat ini persoalan yang dihadapi masih terkendala masalah pendanaan peningkatan kapasitas itu,”ujarnya. (yon)

Prioritas, Pembangunan Jalan Pringgajurang Utara Selong (Suara NTB) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) angkat bicara menanggapi aksi penanaman pisang di badan jalan yang dilakukan oleh masyarakat di Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading. Kepada Suara NTB, Sabtu (7/10), Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Lotim, Dedi Irawan, menjelaskan, pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Montong Gading khususnya dari Pringgajurang Selatan menuju Pringgajurang Utara menuju objek wisata Joben sudah dianggarkan pada tahun 2017 lalu. Namun, pengerjaan jalan ditunda berdasarkan keputusan bupati dikarenakan adanya rencana pelebaran jalan yakni 14 meter dari Montong Baan menuju objek wisata Joben dengan panjang sekitar 12 kilometer. Untuk itu, katanya, pada tahun 2018 mendatang akan diusulkan kembali untuk dituntas yang saat ini tersisa tinggal 3 kilometer. “Total ruasnya 7,3 kilometer, namun

yang sudah dihotmix 4,3 kilometer. Sehingga sisanya yang belum dihotmix yakni 3 kilometer,” paparnya. Diberitakan sebelumnya, masyarakat di Desa Pringgajurang Utara, melakukan aksi tanam pisang dibadan jalan yang mengarah ke objek wisata pemandian Otak Kokok Joben. Aksi dilakukan masyarakat, lantaran jalan tersebut bertahun-tahun tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. Terakhir diperbaiki sekitar tahun 2014-2015 lalu dengan terlebih dahulu melakukan protes yang sama, termasuk beberapa kali melakukan hearing di kantor DPRD Lotim. Dari keluhan masyarakat, jalan yang dinamakan jalan lingkar menuju objek wisata Joben merupakan akses jalan yang sering dilewati oleh masyarakat setempat dalam mengangkut hasil pertanian. Kondisi jalan semakin parah ketika memasuki musim penghujan, pasalnya, badan jalan seketika berubah menjadi saluran irigasi. Untuk melampiaskan kekecewaannya, masyarakat menanam pisang di sepanjang badan jalan. (yon)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Bupati Perintahkan 50 Persen SPPD Pejabat Lobar Dipangkas

SKPD Terancam Tak Bisa Bayar Pekerjaan Giri Menang (Suara NTB) Dampak pemangkasan anggaran transfer (perimbangan) di tengah jalan membuat SKPD di jajaran Pemkab Lombok Barat (Lobar) kalang kabut. Pasalnya, SKPD sedang dan tengah mengerjakan program namun anggaran untuk pembiayaannya dipangkas, sehingga terancam tak bisa membayar pekerjaan. Seperti di Rumah Sakit Tripat Gerung mengalami pemangkasan anggaran Rp 400 juta. Dirut Rumah Sakit Gerung, Arbain Ishak mengaku tak mempermasalahkan pemotongan anggaran tersebut, karena berlaku nasional. Hanya saja anggaran yang bakal dipangkas Rp 400 juta semua telah dialokasikan untuk program yang sudah dan tengah dikerjakan. Salah satu program yang didanai dari anggaran tersebut, pelatihan bagi perawat . “Program ini kena imbas, karena itu saya minta Kasubag Keuangan untuk membahas ini. Karena ini sedang dikerjakan, kalau dipotong dong bagaimana nanti pembayarannya,” kata Arbain. Ia pun mengajukan agar anggaran untuk program ini jangan dipangkas, namun mencari program lain yang belum dikerjakan. Sebab jangan sampai pihak ruma sakit tidak bisa membayar pekerjaan yang sudah dan tengah dikerjakan tersebut. Karena diakui, pelaksanaan program ada yang sudah selesai akan tetapi terkena pemotongan anggaran juga. Sementara Sekretaris DPRD Lobar Isnanto Kariawan mengaku anggaran di instansinya dipangkas hingga Rp 6 miliar, dari sebelumnya R 26 miliar menjadi Rp 20 miliar pada APBDP ini. Namun perjalanan dinas DPRD sendiri tidak terkena imbas, “tidak terkena (perjalanan dinas), kita sesuaikan, namun tidak terkena. Karena takutnya dari teman dewan dipersoalkan, awalnya sekian namun berkurang jadi sekian,” jelas Sekwan. Menurutnya, anggaran perjalanan dinas DPRD tetap. Pemangkasan Rp 6 miliar, jelasnya, belum final karena ada perubahan-perubahan. Anggaran Rp 6 miliar ini, jelasnya,ada di anggota DPRD dan Sekretariat Dewan. Pihaknya akan mengusulkan agar minimal anggarannya sama seperti tahun lalu yakni Rp 26 miliar. Sebab pihaknya berencana menganggarkan pergantian antar waktu Ketua DPRD yang diketahui bakal maju pada Pilkada nanti. Pihak Setwan memikirkan dari awal hal ini, sehingga lebih awal akan diusulkan agar bisa masuk pada APBD 2018 mendatang. (her)

Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) melakukan pengurangan sejumlah anggaran program yang ada di SKPD, menyusul kebijakan pemangkasan dana transfer oleh pusat sebesar Rp 34 miliar. Imbasnya, anggaran pembebasan lahan jalur Gerung Kuripan menuju jalur Lombok International Airport (LIA) pun terpaksa dikurangi. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama jajaran mengambil kebijakan cepat memangkas perjalanan dinas 50 persen. Selain itu memangkas anggaran lain yang sifatnya kurang penting. “Hasilnya untuk mensiasati pemotongan anggaran tersebut kami melakukan pengurangan anggaran. Seperti pengurangan sisa perjalanan dinas di semua SKPD lingkup Pemkab Lobar sekitar 50 persen. Jadi (perjalanan dinas) yang

betul-betul penting, baru kita kasih berangkat,” tegas bupati saat di temui di ruang kerjanya akhir pekan kemarin. Selain perjalanan dinas, uang lembur bagi pegawai kini ditiadakan, kendati pejabat ataupun ASN melakukan lembur. Pihaknya pun telah mensosialisasikan terkait hal itu kepada para pejabat dan ASN. Dalam hal ini, jelasnya, sekda punya tanggung jawab untuk mensosialisasikan itu ke pejabat. Ia berkeyakinan

mereka memahami hal ini. Orang nomor satu di Lobar ini mengatakan terdapat beberapa anggaran lain yang dikurangi. Seperti pembebasan lahan untuk pelebaran jalan dari Sulin Kecamatan Kuripan menuju simpang empat Gerung yang dianggarkan Rp 30 miliar. Kendati dimikian, Fauzan memastikan tidak ada pemotongan atau pengurangan bagi anggaran program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan

publik. Termasuk juga dengan aspirasi dari para dewan. “Itu (aspirasi dewan) semua, berhubungan dengan kepentingan publik, termasuk juga dengan alat perekam untuk di Dukcapil. Itu tidak kita potong,” klaimnya. Sebelumnya Sekda Lobar, H. Moh Taufiq, mengaku, imbas dari adanya pemotongan DAK sebesar Rp 34 miliar dari pemerintah pusat, membuat pihaknya harus menunda anggaran belanja daerah yang telah muncul untuk tidak dibelanjakan. Pihaknya pun memiliha program mana yang tidak dipotong.” Seperti uang lembur, diklat, kemudian honorarium itu pasti akan kita kurangi, termasuk perjalanan dinas,” ujarnya. (her)

(Suara NTB/her)

H. Fauzan Khalid

Komisi II Soroti Kualitas Proyek Penataan Kawasan Pantai Kuta Praya (Suara NTB) Kualitas pengerjaan proyek penataan kawasan Pantai Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng, mendapat sorotan Komisi II DPRD Loteng. Komisi II menilai kualitas proyek jauh dari yang diharapkan. Bagaimana tidak, belum juga selesai dikerjakan, banyak bagian proyek yang malah sudah rusak. Terutama kualitas batako yang digunakan. Belum lagi penimbunan yang kurang padat. Akibatnya, di sejumlah titik bagian proyek sudah ada yang amblas. “Hal-hal seperti inilah yang harus diperhatikan. Ini proyek negara, maka kualitasnya harus benar-benar dijaga,” ujar Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada Suara NTB, Minggu (8/10). Diakuinya, dalam ini pihaknya tidak menyalahkan pihak ITDC selaku pemilik proyek. Begitu pula pihak rekanan. Hanya saja pihaknya berharap supaya kualitas pengerjaan proyek harus sesuai dengan spesifikasi yang

Tuntaskan Status Penduduk Pemalikan BERLARUT-larutnya persoalan penduduk yang mendiami wilayah Pemalikan Bangko-Bangko Sekotong mengundang kritikan dari kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar). Pemda sejauh ini dinilai belum serius mengatasi persoalan warga Pemalikan, sehingga puluhan tahun lamanya persoalan ini tak kunjung selesai. “Pemda tak serius, bertahun-tahun bahkan puluhan tahun permasalahan warga Pemalikan ini belum juga tuntas. Saya melihat di sini ketidakseriusan pemda terkait kasus Pemalikan ini,” kritik anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong, Adnan akhir pekan kemarin. Penilaiannya ini cukup mendasar, pasalnya kalau memang ada keseriusan Pemda menyelesaikan persoalan ini, maka pemda bisa konsultasi ke kementerian, baik itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN dan kementerian terkait. Jika langkah ini ditempuh pemda, ia meyakini pasti ada solusi dari pihak terkait. Ia mengaku prihatin dengan kondisi di wilayah setempat yang memiliki potensi wisata yang sangat besar. Bahkan, ratusan jiwa yang tinggal di kawasan itu justru terbelenggu atas layanan publik baik kesehatan, pendidikan dan bantuan lain yang seharusnya menjadi haknya. Warga yang ingin mendapatkan pelayanan dasar itu, justru numpang di daerah lain untuk mendapatkan pengakuan. Sehingga tidak salah jika Komnasham menaruh perhatian besar terhadap persoalan ini, bahkan menjadikan persoalan ini isu nasional yang harus menjadi perhatian pemerintah. Kades Batu Putih, Fajrin Nur menyatakan persoalan Pemalikan ini sejak 4-5 tahun lalu telah difasilitasi oleh pemda dengan mengundang tokoh masyarakat, termasuk pimpinan Dukcapil juga hadir. Kesimpulannya, warga setempat dibuatkan KTP . Namun banyak dari luar Lobar, maka diminta membuat surat pindah dari daerah asalnya sebagai dasar untuk membuat KTP, sehingga warga pun dibuatkan KTP dengan syarat memiliki tanah sendiri atau lokasi sendiri di lokasi tersebut sesuai surat Kemenhut bahwa lahan itu adalah tanah konservasi. Sementara pada praktiknya, warga yang dibuatkan KTP bukan atas alamat di sana, namun daerah sekitar seperti Slegong dan Labuan Poh, karena di Pemalikan bukan daerah pemukiman. Sebelumnya Kepala Dinas Dukcapil Lobar, H. Muridun menyatakan, warga tersebut tak diakui sebagai penduduk Lobar, karena sampai saat ini tidak ada permohonan pembuatan dokumen kependudukan dari pihak desa di mana mereka bermukim. Diakui, pernah ada warga setempat mengajukan permohonan, namun tanpa ada rekomendasi dari pihak desa. Warga juga tak memiliki surat keterangan pindah dari daerah asalnya, atas dasar itulah pihaknya tidak berani menerbitkan KTP. Tidak seperti penduduk Nambung (perbatasan Lobar-Loteng), telah lama memegang dokumen kependudukan sebagai warga Lobar. (her)

ada. Jangan sampai kemudian negara dan masyarakat di daerah ini dirugikan, karena kualitas pengerjaan proyek yang tidak sesuai standar. General Affair KEK Mandalika, Lanang Bratasuta, yang dikonfirmasi terpisah, menegaskan kalau proyek penataan kawasan Pantai Kute masih berjalan dan baru akan selesai Bulan Desember mendatang. Untuk itu, jika ada bagian proyek yang rusak adalah hal wajar. Namun, bukan berarti, ujarnya, kerusakan yang terjadi tidak diperhatikan. Pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek. Kalau kemudian ada yang rusak, pihaknya sudah meminta kepada rekanan untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Termasuk meminta rekanan yang mengerjakan melakukan perbaikan. ‘’Di beberapa bagian proyek yang rusak, sudah dibongkar kembali oleh pihak rekanan,’’ ujarnya. Menurutnya, kerusakan di sejumlah bagian proyek lebih

(Suara NTB/kir)

RUSAK - Kondisi kawasan Pantai Kuta yang sudah mulai rusak. Padahal masih dalam proses pengerjaan. dikarenakan faktor luar. Bukan lantaran kualitas material yang digunakan. Mengingat, saat proyek berjalan kawasan Pantai Kuta tetap di-

buka. Di satu sisi, angka kunjungan wisatawan cukup tinggi, sehingga arus lalulintas kendaraan dan orang di kawasan tersebut juga tinggi.

“Secara logika, ini proyek masih berjalan. Tetapi sudah dilewati orang dan kendaraan. Wajar jika kemudian terjadi kerusakan,” terangnya.(kir)

Seribu Kamar Hotel Baru Siap di Akhir 2019 Praya (Suara NTB) Sebanyak 1.200 kamar hotel baru di Kawasan Mandalika ditargetkan sudah selesai dikerjakan dan siap ditempati di akhir tahun 2019 mendatang. Adanya tambahan kamar hotel ini persoalan keterbatasan kamar hotel di kawasan tersebut, bisa segera teratasi. Demikian disampaikan General Affair KEK Mandalika, Lanang Bratasuta, kepada Suara NTB, Sabtu (7/10). Ia menjelaskan, saat ini sudah ada tiga hotel berbintang yang memulai pembangunan, masing-masing Pullman, Club Med serta X2. “Tahun ini hotel-hotel tersebut tengah dalam proses persiapan. Dan, ditargetkan tahun depan sudah mulai proses pembangunannya,” tegasnya. Selain itu, masih ada beberapa hotel lainnya yang juga akan segera membangun dan masih dalam tahap persiapan semuanya. Selain itu, ada yang menunggu proses penataan kawasan Mandalika selesai, baru akan mulai membangun. Intinya, proses pengembangkan kawasan Mandalika sudah berjalan. Dari sisi pembangunan infrastruktur pendukung kawasan, semuanya sudah mulai berjalan. Begitu pula untuk fasilitas penunjang pariwisata, seperti hotel dan restoran secara simultan juga tengah berjalan. Khusus untuk fasilitas kawasan, Brata mengaku tidak akan tuntas seluruhnya tahun ini. Karena tahun depan juga masih akan ada pembangunan fasilitas pendukung lainnya. “Tahun ini kita targetkan 60 persen, fasilitas pendukung kawasan sudah selesai dikerjakan. Sisanya akan dikejar tahun depan,” sebutnya. Di mana yang akan tuntas tahun ini, seperti

Inspektorat Audit Dana BOS SMPN 1 Narmada

(Suara NTB/dok)

Adnan

Halaman 5

Giri Menang (Suara NTB) Inspektorat Lombok Barat (Lobar) turun mengaudit dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Narmada tahun 2015-2016. Pasalnya, penggunaan dana BOS bernilai ratusan juta rupiah ini diduga bermasalah, lantaran belum dilengkapi pertanggungjawaban administrasinya. Selain itu, ada juga BOS ini sesuai hasil audit Inspektorat harus dikembalikan oleh pihak sekolah setempat. Inspektur pada Inspektorat Lobar, H. Rahmad Agus Hidayat mengakui jika pihaknya telah turun mengaudit dana BOS sekolah tersebut. “Sudah kita periksa (audit), sudah kita sampaikan rekomendasi hasil audit itu ke pak bupati. Di situ ada temuan yang harus dilengkapi administrasinya, selain itu ada juga yang harus dikembalikan,” tegasnya akhir pekan kemarin. Secara garis besar, hasil audit tersebut terdapat temuan administrasi terkait penggunaan dana BOS yang belum dilengkapi pertanggungjawaban. Selain itu, jelasnya, ada temuan yang harus dikembalikan. Namun terkait jumlahnya ia tak tahu persis. Hasil temuan ini, jelasnya, telah disampaikan ke pihak sekolah agar ditindaklanjuti paling lambat selama dua bulan. Dalam rekomendasi ini, tegasnya, jika dana BOS tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka harus dikembalikan ke sekolah untuk direncanakan kembali. Meski demikian, pihaknya melihat kasus ini bukan korupsi, karena bukan memperkaya diri sendiri. Sementara itu Kepala SMPN 1 Narmada, Badri, mengaku, pihaknya sudah menindaklanjuti temuan Inspektorat dan tinggal melengkapi sedikit administrasi. Diakuinya, ada temuan senilai Rp 100 juta lebih yang perlu dikembalikan ke kas sekolah. “Ada Rp 100 juta lebih sudah dikembalikan dan sudah ada bukti pengembaliannya,” jelasnya, seraya menambahkan pihaknya sedang melengkapi administrasi sesuai dengan permintaan Inspektorat. (her)

penataan kawasan Pantai Kuta serta pembangunan Masjid Mandalika . ‘’Sisanya akan dikerjakan dan disele-

saikan tahun depan. Seperti pembangunan akses kawasan dan fasilitas pendukung lainnya,’’ ujarnya. (kir)


SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Kerjasama Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Lepas Peserta LPSN dan OLSN, Kadis Dikbud Lecut Semangat Siswa Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H. Sudirman, S. Pd melepas keberangkatan Tim peserta Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) dan peserta Olimpiade Literasi Siswa Nasional (LPSN) tingkat Nasional, Jumat lalu. Yang terdiri dari 9 peserta dan dua guru pendamping. Sambil memberikan motivasi untuk berusaha sebaik baiknya di kedua ajang nasional tersebut. Tim I LPSN terdiri dari Anissa SafiIra Azzahra dan Sita Amira Syarifah, dan Arsyadila Sophia Fidduha. Ketiganya murid dari SMPN 1 Sumbawa. Ke-

mudian tim II LPSN terdiri dari Husniah Azriani dan Kayla Hayla Musfirah. Keduanya juga murid SMPN 1 Sumbawa. Kelima pelajar ini mewakili NTB di Bidang IPA. Selanjutnya yakni Aisyah Putri Rahmadhani, Nadine Vitalsma Manuring murid SMPN 1 Labuhan Badas. Keduanya mewakili NTB pada LPSN tingkat Nasional bidang IPS. Sedangkan untuk guru pendamping, untuk IPA didampingi Aryanti Dwiyani, M.Pd dari SMPN 1 Sumbawa. Sementara pendamping bidang IPS, Nurhayati, S.Pd guru SMPN 1 Labuhan Badas. Di samping peserta LPSN, pada saat yag bersamaan juga dilepas tim OLSN. Pada mata

Sumbawa Siap Jadi Tuan Rumah Sail Indonesia 2018 Sumbawa Besar (Suara NTB) Peluang NTB, khususnya Sumbawa untuk menjadi tuan rumah Sail Indonesia 2018, terbuka lebar. Bahkan boleh dikatakan sudah 99 persen, Sumbawa bakal mendapat penunjukkan dari pusat. Pemkab pun siap menjadi tuan rumah perhelatan wisata bahari nasional tersebut. Sinyal ini diberikan Tim Percepatan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Dr. Aji Sularso saat berkoordinasi dengan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang didampingi sejumlah pimpinan OPD terkait, Sabtu (7/10) malam. “Saya dapat sinyal kuat, Sail Sunda Kecil 2018, NTB khususnya Sumbawa sebagai tuan rumah. Peluangnya 99 persenlah,” tukasnya ketika diwawancarai Suara NTB, usai pertemuan di rumah kediaman Wabup. Lebih jauh Aji yang juga seorang pengusaha nasional ini menjelaskan, event nasional yang lokasinya digilir setiap tahun ini telah mengangkat nama daerah sebagai ikon pariwisata. Mulai dari Sail Bunaken Sulawesi Utara 2009, berlanjut ke Sail Banda Ambon, Sail Komodo, Sail Wakatobi, Sail Motote, hingga Sail Sabang Aceh tahun ini yang puncaknya nanti pada awal Desember. Tahun depan, mengawali agenda Sail Sunda Kecil dengan NTB sebagai tuan rumah, mengambil dua lokasi. Yakni di Lombok khususnya di Pelabuhan Lembar dan di Kabupaten Sumbawa. Bisa diawali dengan perjalanan kapal, rally dari Sumbawa. “Pengalaman Sail Indonesia tahun ini, selama tiga hari di Sumbawa mendapat respons positif dari Wisman yang datang dengan kapal pesiar. Tahun depan, dengan menjadi tuan rumah bisa menjadi starting point promosi pariwisata di Sumbawa,” katanya. Dalam hal ini, tentu saja Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan anggaran dari sisi pengembangan dan promosi wisata hingga jaringan wisatawan dunia. Sementara Kementerian lain terkait akan membantu dari sisi infrastruktur. Sumbawa mulai sekarang harus membuat ikon wisata bahari yang mendunia. Misalnya menggelar event diving internasional dengan spot diving paling bagus di sekitar Pulau Moyo. Artinya untuk pra event Sail perlu dikonsentrasikan di Sumbawa. Mengingat Pulau Lombok sudah duluan terkenal. Jadi begitu nanti diundang rapat oleh Pusat untuk Sail ini, Sumbawa sudah siap. Sebab pada Sail tahun depan, akan banyak kapal pesiar yang berlabuh di Sumbawa. Selain di Lembar yang juga menjadi lokasi Sail 2018. Apalagi nanti Presiden Jokowi akan hadir di kegiatan Puncak Sail. Dengan tak menutup kemungkinan Sumbawa menjadi lokasi puncak yang akan dihadiri Presiden. Semuanya tergantung kesiapan dan kelayakan terutama dari sisi sarana. Wabup pun tak ingin melewatkan kesempatan emas tersebut. Dengan menyatakan kesiapan Pemkab menjadi tuan rumah. Langkah awal dengan membangun forum bersama yang melibatkan OPD terkait termasuk DPRD. Untuk memudahkan koordinasi termasuk dengan Tim Percepatan Pariwisata Bahari yang akan intens melakukan pertemuan di Sumbawa. “Kita nanti akan saling terbuka, termasuk apa kelemahan kita. Kita masih punya waktu satu tahun. Untuk kebutuhan awal menyambut Sail, kita upayakan anggarannya di APBD 2018,”tandas H. Mo, panggilan akrabnya. Anggota Komisi III DPRD Sumbawa, Agus Salim yang hadir di pertemuan pun mendukung Sumbawa sebagai tuan rumah. Sinergisitas eksekutif dan legislatif penting untuk membangun Sumbawa. Makanya dari sisi politik anggaran pihaknya juga akan memberikan dukungannya. Bahkan Agus yang merasa dekat secara emosional dengan Dr. Aji Sularso dapat membantu menyakinkan pusat untuk memastikan Sumbawa sebagai tuan rumah Sail 2018. “Saya optimis, tim ini dapat membantu Sumbawa. Agar agenda pariwisata ini nantinya dapat memberikan manfaat lebih besar bagi Sumbawa. Apalagi kita punya potensi di Pulau Moyo, muai drai wisata diving, snorkeling dan lainnya. Sekitar Teluk Saleh dengan akuarium dunianya. Inilah kekuatan kita,”katanya. Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Iskandar menambahkan, nantinya akan ada survei bersama tim dari pusat untuk penentuan lokasi kegiatan di Sumbawa. Seperti pengalaman tahun sebelumnya, ketika turun tim pusat meninjau Limung sebagai lokasi yang disodorkan Pemkab. Namun kemudian pusat memilih sekitar Saliper Ate. Dengan berbagai perimbangan, seperti kemudahan akses dan sarana. Makanya, pihaknya kini tengah merancang waterpon city dari muara kali Labuan Sumbawa, Saliper Ate hingga Tanjung pengama, menjadi lingkungan yang indah dan menarik. “Jangka panjangnya, infrastruktur yang dbangun tidka mati setelah kegiatan. Artinya bisa terus dimanfaatkan masyarakat. Bahkan kita menginginkan dibangunnya panggung besar di Saliper Ate yang menghadap ke laut,”sebutnya. (arn/*)

(Suara NTB/arn)

TIM PERCEPATAN – Para Anggota Tim Percepatan Pariwisata Bahari Kemenpar dengan Wabup dan sejumlah pimpinan OPD terkait di Sumbawa.

lomba Story Telling diwakili Jane Christy Yongasa dan pada mata lomba Debat Bahasa Indonesia diwakili Kanaya Putri Hardanti. Keduanya dari SMPN 1 Sumbawa. Selain Jane dan Kanaya, Kabupaten Sumbawa juga diwakili oleh dua pelajar lainnya dari SMPN 1 labuhan Badas pada mata lomba yang sama (OLSN), H. Sudirman mengaku bangga atas prestasi pelajar terbaik Sumbawa itu. Kebanggaan tersebut juga dirasakan pemerintah dan masyarakat Sumbawa secara umum. Sebagai pelecut semangat bagis siswa yang berkompetisi di ajang LPSN dan OLSN. Diharapkan mere-

ka dapat memberikan yang terbaik dan meraih prestasi. Agar bisa membawa nama baik sekolah dan daerah ini. “Jadikan kebanggaan itu sebagai motivasi untuk menampilkan yang terbaik di tingkat Nasional,” katanya. Kadis juga mengapresiasi kepala sekolah dan para guru Pembina, yang selama ini telah membina para siswa hingga berprestasi. Berkat tangan dingin merekalah siswa Sumbawa sukses mengukir prestasi membanggakan pada dua mata lomba bergengsi sekaligus. “Jadikan ajang seleksi Nasional ini untuk memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman. Untuk menggali ilmu

pengetahuan baru untuk diperkenalkan kepada siswa di Sumbawa,” pintanya. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sumbawa Sri Irianti, S. Pd., M. Pd yang ikut dalam pelepasan itu mengaku bangga atas prestasi para siswa. Dia berharap prestasi tak terhenti sampai di sini. Melainkan terus berlanjut hingga sukses keluar sebagai juara Nasional nantinya. Tak hanya itu, dia juga berpesan agar para pelajar untuk tidak puas dengan satu bidang prestasi. Melainkan harus merata disemua bidang. Baik bidang akademik maupun non akademik. “Teruslah mengukir prestasi di bidang apa

(Suara NTB/arn)

USAI ARAHAN - H. Sudirman, S. Pd foto bersama usai memberikan arahan dan motivasi kepada peserta LPSN dan OLSN. saja. Baik akademik maupun non akademik. Jangan berhenti sampai di sini. Raih ter-

us semoga bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional,”tukasnya. (arn/*)

Inspektorat Perpanjang Jadwal Riksus Desa Belo Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat memperpanjang jadwal pemeriksaan khusus (Riksus) terhadap Desa Belo Kecamatan Jereweh. Desa ini merupakan 1 dari 3 desa yang sebelumnya menjadi objek riksus terkait dugaan penyalahgunaan anggaran desa tahun 2016 lalu. Inspektur Itkab KSB, Ir. H. Ady Mauluddin, M.Si mengatakan, tambahan waktu riksus terhadap desa Belo tersebut dilakukan karena masih tersisa sejumlah pemeriksaan yang belum dituntaskan tim. “Ada beberapa yang perlu tambahan waktu untuk ditelusuri tim. Makanya kita tambah waktunya,” katanya. Waktu yang dibutuhkan tim untuk menyelesaikan pemeriksaan diperkirakan H. Ady sekitar satu minggu ke depan. Setelah itu pihaknya akan menyelesaikan laporan pemeriksaan dan selanjutnya menyerahkan ke bupati hasilnya untuk tindaklanjut. “Kalau tidak ada

halangan minggu depan itu sudah ada hasilnya untuk pemeriksaan desa Belo. Nanti akan langsung kita laporkan ke bupati,” ujarnya. Untuk dua desa lainnya, yakni Desa Mantun Kecamatan Maluk dan Desa Sekongkang Bawah Kecamatan Sekongkang. Diungkapkan H. Ady telah dituntaskan. Bahkan temuan kerugian dan kekurangan hasil pekerjaan telah diselesaikan oleh pihak desa termasuk oknum terkait yang menyebabkan temuan terjadi. “Yang dua desa ini sudah tuntas. Kita minta mereka melakukan pengembalian yang terbukti terjadi kerugian.

Dan yang hasil pekerjaannya kurang sudah juga mereka selesaikan,” ungkapnya. Menurutnya, Riksus terhadap tiga desa tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi desa lainnya. Agar kemudian dalam menjalankan program tidak melakukan kesalahan terutama penyelewengan anggaran. Sebab Itkab selaku pengawas internal di pemerintah akan tetap memantau bekerja sama aparat penegak hukum. “Untuk Riksus 3 desa ini kita kerja sama dengan polisi. Ini sebagai bentuk komitmen kita guna memastikan setiap program di tingkat desa dijalankan sesuai prosedur dan

ketentuan,” tandasnya. Selanjutnya, H. Ady menambahkan, kepada masyarakat agar turut ambil bagian secara aktif dalam proses pengawasan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa. Jika kemudian menemukan adanya ketidakberesan terhadap pelaksanaan program oleh desa untuk segera melaporkan ke pihaknya. “Jangan sungkan apalagi takut melaporkan. Kami selalu siap menerima laporan dan pasti akan langsung menindaklanjutinya ke lapangan,” cetusnya seraya menambahkan, Riksus terhadap 3 desa yang dijalankan pihaknya berawal dari laporan masyarakat. “Untung kemudian ada yang melaporkan dan kami menindaklanjutinya dengan turun lapangan. Karena kalau tidak pasti terjadi kerugian keuangan daerah dan manfaat dari pro-

(Suara NTB/bug)

Ady Mauluddin gram yang dilaksanakan oleh desa itu tidak bisa dirasakan oleh masyarakat,” pungkas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum KSB ini. (bug)

Sumbawa Berpotensi Jadi Ikon Udang Nasional

(Suara NTB/arn)

NAIKI KERBAU - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Thalifuddin, mencoba menaiki kerbau barapan, dalam kegiatan Barapan Kebo Festival Pesona Moyo (FPM) tahun 2017.

Semarak FPM 2017

400 Pasang Kerbau Berlaga di Orong Dodat Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekitar 400 pasang kerbau berlaga dalam kegiatan Barapan Kebo (Karapan Kerbau) Festival Pesona Moyo (FPM) tahun 2017. Kegiatan yang dilaksanakan di Orong Dodat, Desa Pernak, Kecamatan Moyo Hulu ini berlangsung selama dua hari, 7 sampai 8 Oktober. Selain dari 24 kecamatan di Sumbawa, peserta juga datang dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Ir. Thalifuddin M.Si, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan adat istiadat Tau Samawa yakni Barapan Kebo. Tujuan lainnya untuk menggali, mengembangkan dan memperkenalkan budaya dan adat istiadat Tau dan Tana Samawa. Serta mempromosikan destinasi obyek wisata Sumbawa yang tidak kalah menarik dan mempesona. Melalui kegiatan ini juga diharapkan para penggemar Barapan Kebo mau melestarikan Kerbau Sumbawa. Dimana pada tahun-tahun terakhir ini mengalami penurunan populasi. “Terakhir tahun kemarin berdasarkan registrasi, jumlah populasi ternak kerbau ini sekitar 43 ribu. Ada penurunan sekitar 27 persen,” terangnya. Untuk itu beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah bertemu dengan Kepala LIPI di Balai Pembibibtan di Mataram. Guna menindaklanjuti kemungkinan adanya semacam kerjasama terkait rencana pengembangan kerbau melalui ensiminasi

buatan. Selain itu pihaknya juga berupaya mengembangkan kerbau melalui Balai Pembibitan kerbau di Maronge yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Sekarang jumlah kerbau di balai pembibitan setempat berjumlah sekitar 60 ekor. Termasuk 12 ekor yang baru dilahirkan pada tahun ini. Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, Drs. H. Rasyidi saat membuka kegiatan menyampaikan, Barapan Kebo ini selain dihajatkan untuk menggairahkan sektor pariwisata, juga dimaksudkan untuk melestarikan budaya Tau Samawa, Sebuah warisan leluhur yang dimiliki. Sehingga dapat membangkitkan kembali rasa cinta terhadap budaya daerah yang pada akhirnya akan memberi nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Sumbawa. Dijelaskannya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi wisata cukup besar dan belum tereksploitasi dengan baik. Keindahan alam yang dimiliki sangat banyak dan beragam. Bahkan setiap wilayah kecamatan memiliki keragaman budaya yang khas dan sangat menarik. Namun Sumbawa memilikibeberapa ikon wisata yang sudah dikenal luas, di antaranya adalah Barapan Kebo. Dimana dunia pariwisata telah mengenal tradisi Barapan Kebo dari Pulau Sumbawa. Hal tersebut tidak lepas dari adanya kemajuan teknologi informasi. Sejak adanya internet berbagai informasi dengan mudah diakses oleh masyarakat global. “Tidak dipungkiri bahwa inter-

net adalah salah satu alat promosi yang cukup efektiv dalam menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke suatu wilayah,” ujarnya. Kaitan dengan tradisi Barapan Kebo yang cukup sering dilaksanakan di Tana Samawa, ia memandang fasilitas internet belum maksimal dimanfaatkan para penyelenggara kegiatan. Hal ini kemungkinan disebabkan kurang adanya kolaborasi yang baik antara penyelenggara dengan pihak-pihak pengelola jasa wisata, baik itu hotel maupun travel agent. “Ketika seorang wisatawan baik domestik maupun asing ingin menyaksikan secara langsung atraksi Barapan Kebo ini, masih sangat sedikit informasi mengenai jadwal dan tempat penyelenggaraan atraksi Barapan Kebo secara online. Hal itu tidak lepas karena setiap tahun kita menyelenggarakan kegiatan ini, waktu dan tempatnya belum terjadwal dengan baik untuk dimasukkan ke dalam agenda wisata tahunan,” terangnya. Untuk itu, pihaknya berharap kedepannya agar para pihak terkait dapat saling berkolaborasi. Sehingga informasi agenda-agenda pariwisata Sumbawa dapat terintegrasi dengan baik dan dapat dimuat secara online pada laman-laman wisata yang tersedia. Dengan demikian akan memudahkan para wisatawan mengatur jadwal wisatanya saat mereka ingin menyaksikan secara langsung atraksi Barapan Kebo di Kabupaten Sumbawa ini. (ind/arn/*)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Percepatan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata RI, Aji Sularso, melihat Sumbawa secara diam diam telah mengembangkan udang. Dengan luasan areal tambak yang cukup besar. Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkab untuk menjadikan udang sebagai ikon nasional. “Sumbawa diam-diam punya potensi udang terbesar di Indonesia. Dulu yang terkenal udang windu di Aceh. Tetapi sejak terkena Tsunami habis. Kini Sumbawa yang berpotensi dan saya ingin Sumbawa menjadi ikon udang nasional,”terangnya, saat berbincang dengan Suara NTB, di kediaman Wakil Bupati Sumbawa, Sabtu (7/10) malam. Menurutnya, udang kini telah menjadi komoditas industri dengan pasar global. Pemerintah bersama pengusaha harus menyusun target jangka pendek, menengah

dna jangka panjang untuk usaha udang dari hulu ke hilir. Sebab hilirnya, pasar juga mesti dipikirkan. “Percuma tambak bagus, kalau bibitnya tidak berkualitas. Ada tambak, bibit bagus, tetapi pasar udangnya nanti minim. Makanya perlu dibentuk konsorsium bersama bila perlu menggandeng BUMD. Termasuk bagaimana memobilisasi keterlibatan rakyat dalam tambak udang ini. Sebagai pelaku yang juga harus menikmati perudangan ini.” Anggota DPRD Sumbawa, Agus Salim yang juga Ketua Harian Nasional Udang di Sumbawa juga melihat prospek pengembangan udang di Sumbawa. Bahkan selama ini, pihaknya secara diam diam, juga mendatangkan beberap investor asing untuk menjajaki kemungkinan investasi tambak udang di Sumbawa. Agar kedepan udang Sumbawa bisa menjadi ikon nasional. (arn)

Disnakertrans : Rekrutmen Karyawan MacMahon Sesuai Prosedur Taliwang (Suara NTB) Proes rekrtumen karyawan PT MacMahon Indonesia sebanyak 1.205 dari program Restrukturisasi Tenaga Kerja (RTK) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dinilai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telahsesuaiketentuanyangberlaku. “Kita sudah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari manajemen PT AMNT dan MacMahon. Baik soal RTK maupun rekrutmen yang dilakukan MacMahon. Dan sejauh ini memang kita melihat tidak ada ketentuan ketenagakerjaan yang dilanggar,” terang Kepala Disnakertrans KSB, H. Abdul Hamid, M.Pd. Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan manajemen PT AMNT proses rekrutmen karyawan oleh MacMahon Indonesia yang berasal dari program RTK PT AMNT dilakukan secara terpisah. Di mana karyawan yang kemudian direkrut kembali oleh MacMahon sebagai perusahaanaliansiPTAMNTmengelolapertambanganBatuHijaudilakukan setelah para karyawan lepas dari PT AMNT. “Jadi terpisah antaraRTKdenganrekrutmenMacMahon. Mereka selesaikan RTK dulu baru kemudian direkrut oleh MacMahon,” paparnya. Bagi eks karyawan PT AMNT yang kemudian direkrut oleh PT MacMahon Indonesia, dijelaskan H. Hamid, mereka tetap mendapatkan hak-haknya dari PT AMNT sesuai kesepakatan RTK. Hanya memang diakuinya, bagi mereka yang tetap mendapatkan kesempatan terus bekerja di proyek Batu Hijau itu sistem pembayarannya dilakukan bertahap dengan sistem cicil oleh PT AMNT. “Ini yang memang ada karyawan tidak puas dengan kebijakan perusahaan.

Karena dicicil, tapi itu juga diungkinkan oleh aturan,” klaimnya. Dijelaskannya, sistem cicil penyelesaian kewajiban PT AMNT terhadap karyawan RTK yang kemudian direkrut oleh PT MacMahon Indonesia dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama diselesaikan di tahun 2017 ini sesuai dengan ketetapan pemerintah. Dan sisanya akan dicicil dalam 2 tahun berturut-turut antara 2018 hingga 2019 mendatang. “Nah yang dicicil 2 tahap itu juga bukan yang pokok sesuai ketentuan pemerintah. Tapi plus-nya (tambahan) sesuai kebijakan RTK AMNT,” urainya. Masih berdasarkan penjelasan pihakPTAMNT,H.Hamidmenyebutkan, proses cicilan penyelesaian kewajiban oleh perusahaan tersebut juga tidak berlaku kaku. Jika kemudian kondisi finansial PT AMNT memungkinkan, pembayaran kewajiban terhadap para karyawan dapat dipercepat tanpa melihat jadwal yang ada. “Alasan perusahaan mencicil untuk menjaga cashflow keuangan tetap stabil. Tapi katanya kalau membaik, bisa saja diselesaikan semua di bulan Oktober 2018 tanpa harus mengunggu tahun depannya lagi,” paparnya. Ia pun menyatakan, dalam pelaksanaan RTK PT AMNT tersebut sangat wajar jika ada pihak yang merasa tidak dapat terpuaskan. Karena itu Pemda KSB sendiri terus mengawasi proses pelaksanaan kebijakan PT AMNT itu termasuk juga rekrutmen yang dilakukan PT MacMahon. Hal ini penting untuk memastikan hakhak karyawan terpenuhi. “Terutama karyawan lokal kita. Kami berupaya maksimal melindungi agar tidak dirugikan oleh perusahaan itu,” imbuhnya. (bug)


SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Ketua DPRD Dompu Minta Kerugian Negara Dikembalikan Dompu (Suara NTB) Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos angkat bicara soal temuan inspektorat atas pengelolaan anggaran di Perusda tahun 2014 lalu dengan kerugian negara hingga Rp 500 juta. Kerugian negara itu pasti akan dikembalikan hingga batas waktu yang ditentukan. Bila tidak, ada mekanisme penagihan kerugian negara hingga diproses secara hukum oleh Kejaksaan. “Jangankan kerugian sebesar itu (Rp 500 juta), kerugian Rp 2,5 juta saja akan dikejar oleh Kejaksaan,” tegas Yuliadin saat konfrensi pers di kediaman dinasnya, Minggu (8/10). Setiap kerugian negara, tidak dikenal mekanisme pemutihan. Ketika sudah masuk dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) oleh lembaga auditor, baik itu Inspektorat, BPKP atau BPK, termasuk putusan pengadilan akan tercatat yang harus dikembalikan ke kas negara. Pengembalian kerugian negara ini bersifat personal. “Saat ini tidak ada istilah pemutihan untuk kerugian negara. Harus dikembalikan, berapapun,” jelas Yuliadin. Tidak hanya itu, Yuliadin juga mengungkapkan, hasil evaluasi Komisi 2 yang menjadi mitra Perusda bahwa kinerja Perusda Kapoda Rawi saat ini sangat buruk. Dan itu disebabkan oleh manajemen perusahaan, sehingga tidak heran Persuda tidak pernah memiliki keuntungan dan bisa memberikan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Dompu. Buruknya kinerja dan menajemen Perusda Kapoda Rawi membuat Dewan merekomendasikan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk segera melakukan perombakan manajemen. Pengisian manajemen perusda harus melalui pelelangan secara terbuka kepada pihak swasta profesional. “Masalahnya pada manajemen. Orang – orang (pengelola) harus dirombak,” sarannya. Bila untuk memperbaiki dan menyehatkan Perusda Kapoda Rawi membutuhkan biaya lebih besar dari potensi serta aset, Perusdanya dibubarkan saja. “Kalau untuk memperbaiki lebih besar biayanya, ditenggalamkan saja,” katanya. Perusda Kapoda Rawi Dompu sejak diaktifkan pada kepemimpinan Bupati Dompu, H Syaifurrahman Salman, SE hingga saat ini telah diserahkan beberapa kali penyertaan modal. Diawali penyertaan modal pembangunan SPBU Manggelewa senilai sekitar Rp 12 M dan terakhir Rp 2 M untuk pembelian komoditar pertanian. Perusda sendiri mengelola beberapa kekayaan daerah seperti Wisma Praja Dompu, SPBU Manggelewa, dan sarang burung walet Huu. Sebelumnya juga sempat mengelola gedung Samakai Dompu dan wisma Dompu di Mataram. Karena tidak terurus dan justru semakin menambah pengeluaran daerah sehingga ditarik kembali. (ula)

Yuliadin (Suara NTB/ula)

Dandim Instruksikan Babinsa Kontrol Perambahan Hutan Dompu (Suara NTB) – Komandan Kodim 1614/ Dompu, Letkol CZI. Arif Hadiyanto, S. IP, menginstruksikan babinsa di tiap Desa/Kelurahan untuk mengontrol aktivitas perambahan hutan, terutama menjelang musim tanam jagung tahun ini. Hal itu mengingat kekhawatiran gundulnya semua kawasan hutan akibat perambahan membabibuta ditengah kebijakan pemerintah menambah luas area tanam jagung. “Dari mulut ke mulut, door to door ke masyarakat, kalau masyarakat mau membabat hutan jangan membabibuta,” (Suara NTB/jun) katanya kepada Suara NTB Arif Hadiyanto beberapa waktu lalu. Dalam aturannya pun sudah cukup jelas mana kawasan hutan yang boleh ditebangi dan tidak. Ketika itu diwilayah ijin, minimal pohon besar yang ada tidak ditebang demi menjaga penyerapan air hutan. Diakui Dandim, kondisi hutan saat ini hampir seluruhnya digunduli masyarakat, ini berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan krisis air bersih. “Jangan seperti kejadian di Bima terjadi di Dompu karena memang saya lihat hutan itu hampir seluruhnya digunduli,” ujarnya. Untuk memaksimalkan kerja babinsa di Desa/Kelurahan pihaknya juga berkerjasama dengan KPH dan satgas gabungan intansi lain, sebab dalam hal pengamanan dan pengotrolan aktivitas perambahan kodim tak bisa bertindak sendiri, perlu kerjasama yang kuat antar intansi terutama aparatur dan masyarakat desa setempat. Selain upaya menekan langsung perambahan membabibuta di lapangan, dalam waktu dekat pihaknya bersama tim gabungan berencana melakukan penghijauan, terutama di pusat sumber mata air yang selama ini telah digerogoti penebangan liar. “Saya sudah buat program dengan KPH intinya kita akan lakukan penghijauan dan pemanfaatan hutan,” jelasnya. Disinggung soal barang bukti Kota Bima (Suara NTB) kayu sitaan Kodim 1614/Dompu Satuan Reskrim Polres saat ini, Arif Hadiyanto menyeBima Kota berhasil membutkan, sejauh operasi yang dibongkar sebuah gudang yang lakukanya bersama satgas diduga menyimpan barang, gabungan pihaknya berhasil aneka makanan dan minumengamankan tiga fuso kayu jemam ringan kedaluwarsa nis sonokeling, dua kasus sudah atau expired, di Kelurahan gelar perkara dan satu kasus lainJatiwangi Kecamatan Asaya masih tahap pemeriksaan. kota, Jumat (6/10) sore. Sementara itu, berdasarKasat Reskrim Polres kan hasil temuan di lapangan Bima Kota, AKP Afrijal S.Ik bahwa masih tingginya aktivimengaku, pembongkaran tas penebangan liar tersebut tersebut bermula dari lapmengingat ada oknum penoran masyarakat. Yang gusaha yang mengucurkan mencurigai sering keluar modal utuk pengusaha kecil di masuknya mobil-mobil box, Bima-Dompu, termasuk bagi namun di tempat tersebut para eksekutornya. Pemodal tidak ada papan nama. besar itu kebanyakan dari Ma“Usai menerima laporan taram dan Surabaya. “Mereka ini kami langsung melakuberkutat pada orang-orang di kan pengecekan di lokasi,” katanya kepada Suara NTB. Mataram dan Surabaya. Dan Menurutnya, tiba di lokakebayakan dia beri uang dulusi gudang yang berada dipan pada pengusaha di bima inggiran sawah itu, terjadi kemudian pengusaha ini akan adu mulut antara pihaknya mengganti uang itu dengan kayu,” pungkasnya. (jun)

Halaman 7

Kemendikbud Tetapkan ”Kareku Kandei” Budaya Bima Bima (Suara NTB) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menetapkan “Kareku Kandei” atau memukul lesung, sebagai salahsatu aset kebudayaan asli milik masyarakat Bima. Hal itu dikatakan Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. H. Supratman M.Si kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Menurutnya, penetapan tersebut pada saat acara penepatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), belum lama ini. “Salahsatu yang ditetapkan yakni kareku kandei,” katanya. Menurutnya “Kareku kandei” atau memukul lesung dalam wadah untuk menumbuk padi sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu. Alatnya terbuat dari balok kayu dengan alat kayu bambu yang biasa disebut Aru atau Alu. “Kareku kandei ini sebuah tradisi musik unik masyarakat Bima. Ritme dan suaranya bebas,” katanya. Dikatakannya, proses kareku kandei dilakukan oleh perempuan Bima menggunakan pakaian rimpu tembe nggoli setelah menumbuk padi. Hal itu dilakukan untuk melepaskan kelelahan dan hiburan usai menumbuk padi hingga menjadi beras. “Kareku kandei juga dilakukan pada saat terjadinya gerhana matahari dan Bulan dan penyambutan tamu dari

(Suara NTB/ist)

WARISAN BUDAYA - Atraksi Kareku Kandei yang ditetapkan Kemendikbud RI sebagai warisan budaya Bima tahun 2017. luar Bima,” katanya. Diakuinya, sebelum kareku kandei, Pacoa Jara

atau pacuan kuda juga ditetapkan sebagai warisan budaya Bima pada tahun

2016 lalu, dalam ajang dan festival secara nasional yang serupa. “Dua warisan budaya

ini sudah wajibnya untuk kita jaga dan lestarikan bersama,” harapnya. (uki)

Penggunaan Anggaran Lebih Dulu Tidak Dibolehkan Dompu (Suara NTB) Video kekisruhan saat paripurna pengesahan KUA/PPAS APBD Perubahan 2017 yang berawal dari tudingan Abdul Fakah, anggota DPRD Dompu dari Partai Golkar soal dugaan perampokan anggaran membuat Dewan lebih hati – hati. Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos kepada wartawan, Minggu (8/10) kemarin, menegaskan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi termasuk di lembaga yang dipimpinnya. Ia pun telah mendisposisi surat dari Kepolisian Resort (Polres) Dompu yang meminta dokumen

terkait laporan warga atas dugaan korupsi oknum anggota Dewan. “Saya sudah mendisposisi surat ke Sekwan untuk menyerahkan dokumen yang diminta Kepolisian terkait laporan masyarakat di Polres Dompu,” katanya. Ia kembali menegaskan,

bila ada yang melakukan tindak pidana korupsi, baik itu oknum anggota Dewan, ASN atau pihak manapun untuk dikawal bersama hingga ke KPK. Dirinya pun siap memimpin gerakan pemberantasan korupsi. “Yang maling uang rakyat, saya setuju kita sikat rame –

Disnakertrans Belum Kantongi Data Tenaga Kerja Asing di Dompu Dompu (Suara NTB) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Dompu belum mengantongi data riil jumlah tenaga kerja asing di Dompu. Mereka baru sebatas menerima informasi lisan bahwa terdapat 12 orang WNA, namun sebarannya belum diketahui pasti. Surat permintaan data orang asing yang dilayangkan Disnakertrans pada beberapa perusahaan yang mempekerjakan mereka pun belum mendapat balasan. “Data itu baru secara lisan, makanya kita lewat surat minta data orang asing, sampai hari ini tidak ada lapoaranya,” kata Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrasn, M. Nursalam, kepada Suara NTB di ruang kerjanya belum lama ini. Belum jelasnya jumlah dan sebaran tenaga kerja asing tersebut menutut pihaknya segera mengambil langkah tindak lanjut, salah

satunya dengan kembali menyurati pihak perusahan. Kalau pun tak membuahkan hasil dipastikan pihaknya akan turun langsung ke lapangan. Menurutnya, data WNA ini penting dikantongi untuk memudahkan proses pengontrolan aktivitas mereka, termasuk mengetahui keabsahan dokumen ketenagakerjaannya. “Memang kita harus segera untuk mengirim tindak lanjut lagi, karena saya rasa memang penting supaya kita tahu keberadaan orang asing yang bekerja di Kabupaten Dompu,” ujarnya. Nursalam menjelaskan, prosedur penempatan tenaga kerja asing sebagaimana aturan yang berlaku diantaranya harus mendapat izin tinggal dari kementerian dengan masa berlaku tiga tahun, dan diwajibkan kepada mereka melakukan perpanjangan izin tiap tahunnya. Dari 12 orang WNA yang dikabarkan bekerja di perusahan besar seperti PT. STM dan PT. SMS itu berdasarkan patauan langsung pihak imigrasi sejauh ini belum ada laporan soal WNA

yang melanggar izin tinggal. Namun demikian, hal ini perlu dipastikan kembali. “Tetap kita akan koordinasi dengan intansi terkait terutama imigrasi. Apakah memang sesuai dengan yang mereka lapor secara lisan itu atau ada kelebihan,” ungkapnya. Kalau pun fakta di lapangan menunjukan adanya perbedaan data yang disampaikan secara lisan dengan data real WNA yang dipekerjakan, tentunya Disnakertrans akan menindak yang bersagkutan sebagaimana prosedur yang ada, bahkan mereka terancam dideportasi. Nursalam menambahkan, meski tak ada surat permohonan data WNA harusnya pihak perusahaan memiliki inisiatif sendiri untuk melaporkan keberadaan mereka. “Karena ini menyangkut keberadaan orang asing, di setiap instansi terkait di imigrasi, kepolisian wajib mereka harus melapor,” pungkasnya. (jun)

rame. Bahkan saya pribadi, siap memimpin gerakan-gerakan itu. Kita sama-sama kawal, mau di Kejaksaan, di Kepolisian, atau di KPK siap untuk bersama orang - orang yang merasa bahwa saat ini ada kelalaian yang dilakakan oleh DPRD,” tegasnya. Kendati tidak berdasar, apa yang disampaikan Abdul Fakah dalam video yang beredar, Yuliadin menegaskan, ini menjadi peringatan dan pembelajaran bagi anggota Dewan lainnya. Dalam pem-

bahasan anggaran untuk lebih hati – hati, termasuk setiap program yang diajukan eksekutif untuk dipelajari. Ketika ada program yang diajukan dalam APBD Perubahan 2017 dan ternyata sudah dikerjakan lebih dulu, akan dicoret. Karena hal itu sebuah pelanggaran. “Rekomendasi Inspektorat itu jelas, tidak diperbolehkan. Proyek dikerjakan duluan, uangnya belakangan. Jelas itu melanggar. Kita coret saja nanti (kalau ada),” ungkapnya. (ula)

Dipicu SMS Mesra, Mobil Dinas Dirusak, Kapolsek Dicopot Bima (Suara NTB) – Mobil dinas Mapolsek Sape dirusak oleh sekelompok massa. Perusakan tersebut diduga dipicu SMS mesra antara Kapolsek Sape, AKP Arif, dengan istri pria inisial S, warga Desa Oi Maci Kecamatan Sape. Informasi yang dihimpun Suara NTB, kasus tersebut terjadi usai salat, Jum’at (6/ 10). S yang melihat isi SMS tersebut, langsung mendatangi mapolsek Sape bersama dengan sejumlah massa. Tujuannya untuk mencari Kapolsek. Hanya saja, tidak berhasil ditemukan. Kemudian massa melampiaskan kekesalannya, dengan merusak kaca depan mobil Dinas yang diparkir di kantor. Kasus tersebut juga diakui Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Winarta S.Ik. Menurutnya pada saat kejadian pihaknya, langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk meredam emosi warga. “Beruntung kejadiannya tidak sampai meluas,” katanya. Menurutnya, kasus SMS tersebut sudah dilaporkan secara resmi oleh S, ke Mapolres Bima Kota. Sesaat melapor, S langsung diperiksa dan dim-

(Suara NTB/uki)

Ida Bagus Winarta intai keterangan oleh penyidik bersama dengan istrinya. “S juga diperiksa terkait pengrusakan mobil dinas. Kasusnya masih dalam proses penyidikan. Yang jelas pemeriksaannya masih terus berjalan,” katanya. Kapolres menegaskan kasus tersebut baik terhadap Kapolsek maupun pelaku pengrusakan mobil dinas akan diproses sesuai aturan berlaku. Jika terbukti, akan diproses pidana maupun proses internal profesi Polri. “Jika terbukti akan ditindak tegas. Sembari menambahkan, Kapolsek Sape telah ditunjuk pejabat sementara, Yakni Iptu Hamzah dari Kasubag Dal Ops Bagops Polres Bima Kota. (uki)

Polisi Bongkar Gudang Penyimpanan Barang Kedaluwarsa dengan manajer gudang tersebut. Manajer, kata Kasat meminta agar tidak membongkar serta menanyakan surat tugas. “Sang manajer berasalan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinannya yang berada di Mataram,” kata Kasat. Hanya saja pihaknya menjelaskan sehingga proses pembongkaran dilakukan. Alhasil ditemukan barang-barang yang sudah kadaluarsa atau expired. Seperti yakni makanan ringan, minuman ringan, bedak bayi, mie instant, biskuit dan minyak goreng. “Setelah dicek jumlahnya hampir setengah gudang. Ada yang kadaluarsa sejak tahun 2015, 2016 dan sebelum September 2017 ini,” katanya. Parahnya, lanjut Afrijal, barang, makanan dan minuman ringan kedaluwarsa tersebut justru disatukan kedalam satu tempat atau tidak

dipisahkan dengan barang yang belum kedaluwarsa. Pihaknya menduga barangbarang tersebut telah didistribusikan ke Kota Bima. “Kami berharap masyarakat atau konsumen lebih teliti lagi dalam membeli barang, makanan dan minuman yang beredar,” katanya. Ia menegaskan, barang dan manakan ringan yang diidetinvifikasi kedaluwarsa itu, kemudian langsung dibawah ke Mapolres setempat untuk diproses lebih lanjut. Rencananya pemilik gudang akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat. “Jadwal pemeriksaan pemilik gudang ini usai pemeriksaan pelapor dan para saksi,” ujarnya. Sementara Lurah Jatiwangi Kecamatan Asakota, M. Saleh S.Sos, mengatakan, Gudang tersebut memiliki izin operasional. Hanya saja, selama ini

tidak memasang papan nama. “Kami sudah mendesak untuk memasang papan nama supaya masyarakat tahu. Namun sampai kini belum dilakukan juga,” katanya. Ia mengaku sebelum aparat kepolisian membongkar dan ditemukan barang expired. Gudang setempat melakukan pemusnahan Bulan lalu. Hanya saja proses pemusnahan, pihak kelurahan mendapat informasi dari masyarakat. “Proses pemusnahanan tidak kami ketahui, karena tidak ada surat resmi yang dilayangkan. Tapi informasi yang kami dapat sebagiannya sudah dimusnahkan,” ujarnya. Meski begitu, mewakili masyarakat Jatiwangi, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas persoalan tersebut. Karena dampaknya akan membahayakan masyarakat teru-

(Suara NTB/uki)

GUDANG - Aparat Sat Reskrim Polres Bima Kota menunjukkan surat tugas kepada Manajer Gudang, terkait pembongkaran gudang yang diduga meyimpan barang kedaluwarsa, Jumat (6/10). tama bagi anak-anak. Kabupaten Bima dan Dom“Gudang ini tempat peny- pu. Kami berharap agar ditimpanan barang yang diedar- indak tegas biar ada efek kan di wilayah Kota Bima, jera,” pungkasnya. (uki)


POLHUKAM

SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 8

Pilkada Lotim 2018

Luthfi Tanpa Pesaing di Demokrat

Bekerja Selaras dengan Pimpinan KOMBES Pol Tajuddin resmi menjabat sebagai Wakapolda NTB, Sabtu (8/10) lalu. mantan Wakapolda Sulawesi Barat itu memantapkan diri menuntaskan program pembenahan Polda NTB. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan 55 tahun silam itu menggantikan Kombes Pol Imam Margono yang menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB. Menurutnya, tugas yang bakal diembannya mencakup penanggulangan kerawanan yang ada di NTB, selain tugas administratif kepolisian. (Suara NTB/ist) “Jangan sampai ada konfTajuddin lik sosial dan jangan sampai ada terorisme, itu target Kapolri yang juga menjadi target Kapolda,” sebutnya. Menurutnya, dirinya bertugas sebagai pembantu pimpinan yang dimaknai membantu pelaksanaan perumusan kebijakan Polda NTB serta menuntaskan pelaksanaannya. Ia juga mengaku memahami upaya Polda NTB saat ini yang tengah berbenah untuk kenaikan tipologi menjadi tipe A. “Menyangkut perbaikan, kita tindaklanjuti apa yang sudah digariskan supaya lancar nanti pelaksanaan penilaian di Kemenpan RB,” ujarnya. Secara tegas juga ia menyampaikan mengenai kedisiplinan anggotanya. Pelanggaran baik pidana maupun adiministrasi akan ia beri sanksi menurut aturan yang berlaku. Tajuddin setelah lulus Akabri pada tahun 1988 mulai bertugas sebagai perwira di Polres Kota Samarinda dengan pangkat Inspektur Dua. Ia yang berpengalaman dalam bidang reserse kriminal kemudian menjadi Kapolres Nunukan pada 2005 sampai 2007. Setelah menyelesaikan Diklat Pimpinan Tinggi pada 2013, Tajuddin mengajar sebagai dosen Akpol Lemdikpol. Kemudian menjabat Wakapold Sulbar pada 2016 hingga dilantik sebagai Wakapolda NTB, akhir pekan lalu. (why)

Mataram (Suara NTB) Penjaringan bakal calon kepala daerah Partai Demokrat untuk Kabupaten Lombok Timur, H. M. Samsul Luthfi mencatatkan diri sebagai balon bupati tunggal. Luthfi dipastikan tidak memiliki pesaing untuk mengendarai partai berlambang bintang mercy itu di Pilkada Lotim 2018. Berbeda dengan dua daerah lainnya, Lobar dan Kota Bima, dukungan Partai Demokrat diperebutkan oleh lebih dari satu balon bupati. Pantauan Suara NTB dalam penyampaian visi misi balon Partai Demokrat, Minggu (8/10) siang, terlihat Samsul Luthfi hanya seorang diri sebagai Balon Bupati Lombok Timur yang menyampaikan visi-misinya. Dalam visi-misinya, Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Lombok Timur ini, mengangkat isu utamanya terkait pendidikan. Ia mengaku masih sangat prihatin dengan kondisi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lotim. “Berangkat dari pengalaman saya maka saya akan melaku-

kan untuk mendorong pendidikan, dengan gerakan stop murid putus sekolah. Hal itu bisa dilakukan dengan memaksimalkan pengalokasian anggaran dari APBD dan CSR. Insya Allah kalau itu dimaksimalkan maka pendidikan di Lotim akan cepat bangkit,” ujarnya. Selain soal sumber daya manusia, kesejahteraan juga masih menjadi perkerjaan rumah. Ia melihat tengah terjadi kesenjangan pembangunan yang cukup tajam. Hal itu terjadi karena pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini masih belum merata. “Untuk mengatasi itu dengan mengefektifkan musrembang dan jaring asmara. Nanti

(Suara NTB/ndi)

VISI MISI - Balon Bupati Lotim, H. M. Samsul Luthfi, sedang memaparkan visi misinya di hadapan para panelis. Tampak duduk di belakang, sejumlah kandidat balon dari Kabupaten Lombok Barat dan Kota Bima. di sana akan kita padukan untuk memaksimalkan alokasi anggaran guna mengatasi disparitas pembangunan ini dan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran,” ucapnya. “Sama dengan masyarakat Lombok Selatan yang teriak soal kekeringan. Makanya pemba-

(Suara NTB/why)

SERTIJAB - Serah terima jabatan Wakapolda NTB, dari Imam Margono kepada Tajuddin, Sabtu (8/10) di Gedung Sasana Dharma Polda NTB.

Fokus Polisi Pengamanan Pilkada Serentak 2018 Mataram (Suara NTB) Dua pekerjaan besar Polda NTB menanti, yaitu pengamanan Pilkada serentak 2018, pemilihan gubernur NTB, dua pemilihan bupati/wakil bupati dan satu walikota/wakil walikota. Serta pembenahan internal menuju Polda tipe A. Hal itu ditegaskan Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si usai serah terima jabatan Wakapolda NTB, Kombes Pol Tajuddin, Sabtu (8/10) lalu, yang menggantikan Kombes Pol Imam Margono yang bergeser menjadi Kepala BNNP NTB. “Sekarang mendekati Pilkada, proses menuju Pilkada ini terus berjalan dan sudah muncul beberapa bakal calon guber-

nur,” ujarnya. Pendeklarasian sejumlah bakal calon gubernur/wakil gubernur awal Oktober lalu, disusul pula dukungan masyarakat terhadap masing-masing bakal calon tersebut. Perbedaan dukungan tersebut diantisipasi sejak awal agar tidak ada gesekan antarpendukung. “Ini prioritas pertama Polda NTB,” kata Firli. Hal itu merupakan pekerjaan kepolisian untuk memastikan pelaksanaan pesta demokrasi, sejak pra Pilkada sampai pelaksanaan berjalan lancar serta kondusif. Pekerjaan besar lainnya, yakni pembenahan internal Polda NTB sampai ke jajaran terbawah. Pem-

benahan itu untuk memenuhi kriteria peningkatan tipe polda, dari Polda tipe B menjadi tipe A. Kapolda menyebutkan, pembenahan itu meliputi perbaikan indeks tata kelola kepolisian, pelayanan publik, akuntabilitas instansi pemerintah, serta indeks reformasi birokrasi Polri. “Empat itu yang harus disiapkan supaya Polda NTB bisa naik tipe menjadi tipe A. selain dari beban tugas, serta sejumlah isu strategis yang sedang berkembang di NTB ini,” tegasnya. Pria asal Sumatra Selatan yang kini sedang menempuh sekolah Lemhanas di Jakarta itu memberikan harapan dua pekerjaan besar itu kepada Kombes Pol Tajuddin. (why)

Kodim 1615/Lotim Tanam Kedelai Serentak untuk Dibeli Bulog Mataram (Suara NTB) Poktan Istiqomah Desa Senyiur Kecamatan Keruak Kabupaten Lotim, bekerjasama dengan Kodim setempat, menggelar kegiatan pencanangan gerakan tanam kedelai serentak se Indonesia. Kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan produksi kedelai, mengingat nantinya produk pertanian ini akan dibeli oleh Bulog NTB. Direktur Pembenihan Pangan Kementerian Pertanian RI Bambang Sugiarto mengatakan, tahun 2017 ini pemerintah telah mencanangkan menanam kedelai seluas 500 ribu hektar di wilayah NTB. Untuk itu pemerintah mencanangkan panen di tahun 2017 sebanyak 3 juta ton. “Kami berharap

masyarakat NTB dapat menanam kedelai di lahannya karena saat ini Bulog NTB akan membeli kedelai dari para petani tentunya dengan harga yang pantas,” ajaknya. Hal tersebut juga dipertegas Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Kadistan TPH) Provinsi NTB, Husnul Fauzi. Dia mengatakan bahwa Lotim saat ini mendapatkan lahan untuk penanaman kedelai seluas 1.400 hektar. Nantinya hasil dari para petani ini akan diserap oleh Bulog dengan harga terendah di petani yaitu Rp 8.500. “Namun saya berharap kepada masyarakat petani agar menanam kedelai sesuai jarak yang ditentukan sehingga hasilnya bisa maksimal, dan nantinya Dinas Pertanian dengan BPTP juga akan terus mendampingi

ikut menyampaikan visi dan misi, yakni H. Zulkifli. Hanya saja ia mendaftar sebagai bakal calon wakil. Bahkan Zulkifli telah digadang-gadang akan bergandengan dengan dengan kakak kandung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi itu. (ndi)

Fauzan Khalid Dicoret dari Bursa Balon Demokrat

Sistem Sensus Berpotensi Jegal Balon Independen Mataram (Suara NTB) Bakal calon kepala daerah yang yang maju lewat jalur independen berpeluang besar untuk terjegal di tahap verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, verifikasi yang menggunakan sistem sensus dinilai sangat berat akan dilewati, jika tidak memiliki persiapan yang benar-benar rapi. Demikian pandangan yang disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, H. Agus, M.Si kepada Suara NTB, Minggu (8/10). Dikatakan Agus, sistem verifikasi balon independen dengan sistem sensus bukan dengan sampel, menurutnya cukup berat. Apalagi bila dalam verifikasi faktual ada yang tidak mendukung maka dalam masa perbaikan dukungan harus menyerahkan dua kali jumlah yang tidak mendukung. “Jadi sangat-sangat berat. Lalu bagaimana peluang lulusnya calon perseorangan? Kalau melihat regulasi tadi sangat kecil memang. Makanya lolos dan tidaknya ini sangat ditentukan oleh kerapian kerja tim sukses dari bakal calon itu (independen),” ujarnya. Lebih lanjut disampaikan mantan Komisioner KPU Provinsi NTB itu, bahwa dalam proses pengumpulan KTP, tim sukses harus dilakukan dengan jujur dan rapi. Karena jika tidak, maka hal itu akan bisa menjadi celah bagi calon perseorangan. “Apabila cara mengumpulkan KTP sudah tidak jujur, maka sudah dapat dipastikan orang yang diambil KTP-nya itu akan mengatakan tidak mendukung. Maka harus dilakukan dengan jujur. Jadi ini harus dipahami tuntas. Sebab pengalaman dalam beberapa Pilkada yang ada, perseorangan mendaftar seringkali pengumpulan KTP dilakukan secara serampangan sehingga masyarakat tidak mengetahui dirinya telah mendukung,” jelasnya. “Kalau mereka salah, maka dari 300.000 dukungan yang diserahkan kemudian hasil verifikasi faktual KPU yang menolak memberikan dukungan 200.000 maka dalam masa perbaikan harus menyerahkan dua kali lipatnya, yakni 400.000 KTP,” tambahnya. Dengan beratnya persyaratan untuk maju lewat jalur independen, maka di sinilah menurutnya KPU harus benar-benar memberikan informasi yang lengkap pada pasangan calon dan juga tim sukses. “Dan akan sangat berterima kasih kalau KPU segara melakukan sosialisasi khususnya terkait calon perseorangan ini,” serunya. Terakhir ia sampaikan, yang perlu dipahami oleh calon independen adalah dalam memenuhi persyaratannya, yakni surat pernyataan dukungan yang dilampiri dengan foto kopi E-KTP atau surat keterangan dari kependudukan dari Dukcapil. Sesuai pasal 14 undang-undang nomor 22 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Dimana untuk provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta sampai dengan 6 juta harus di dukung sekurang-kurangnya lima persen. “Maka para bakal calon yang mau masuk lewat independen, harus diingat bahwa syaratnya itu surat pernyataan yang dilampiri foto kopi E-KTP atau surat keterangan dari Dukcapil,” pungkasnya. (ndi)

ngunan itu harus memenuhi kebutuhan dasar rakyat, seperti listrik, irigasi, dan jalan. Dengan demikain, maka Insya Allah, maka soal pendidikan dan kesejahteraan masyarakat akan bisa terwujud,” tambahnya. Selain Luthfi, ada satu lagi balon dari Lombok Timur, yang

(Suara NTB/ist)

Agus Setiandar para petani,” sarannya. Dandim 1615/Lotim Letkol Inf. Agus Setiandar S.I.P., menyampaikan bahwa pihaknya nantinya akan mem-

bantu program dari pemerintah, sehingga swasembada pangan khususnya varietas kedelai dapat berhasil. “Saya berjanji, seluruh jajaran Kodim 1615/Lotim akan terus mengawal dan membantu para petani sampai berhasil. Saat ini kita memanfaatkan lahan bekas tanaman tembakau dan sambil menunggu hujan turun pada Bulan Desember, baru nanti akan kita ganti dengan tanami padi,” tekad Dandim. Dalam kesempatan tersebut Dandim juga menyampaikan bahwa Kodim 1615/Lotim memiliki alat yang dapat digunakan untuk mempermudah para petani dalam pengolahan lahan. Oleh sebab itu, Dandim mempersilahkan para petani untuk memanfaatkan alat pertanian tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tahun 2019 wilayah NTB tidak lagi impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1615/ Lotim Letkol Inf. Agus Setiandar S.I.P., Direktur Perbenihan Pangan Kementerian Pertanian RI Bambang Sugiarto beserta rombongan, Kadis Pertanian Kabupaten Lotim Ir. Zaini, Kasat Pol PP Kabupaten Lotim, Camat Keruak, Danramil 1615-04/ Keruak Kapten Inf. Bimo S, Danramil 1615-07/Sakra Kapten Inf. Abdurrasyid, Kepala UPP Kecamatan Keuak, Kepala UPP Kecamatan Sakra, Kepala UPP Kecamatan Jerowaru, Babinsa, Kades Senyiur, serta Poktan jumlah 100 orang. (ars/*)

Mataram (Suara NTB) DPD Partai Demokrat NTB memastikan akan mencoret nama bakal calon petaha Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dari bursa balon kepala daerah yang diusung partai berlambang mercy itu. Pencoretan nama Fauzan Khalid ini dikarenakan Bupati Lombok Barat tersebut tidak mengikuti pemaparan visi misi balon kepala daerah wakil kepala daerah untuk Pilkada serentak 2018 yang dilaksanakan DPD Demokrat, Minggu (8/10) siang. “Dokumennya tidak kita bawa ke DPP. Jadi dokumennya hanya sampai DPD Demokrat NTB,” tegas Ketua Penjaringan balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah DPD Partai Demokrat NTB, M. Nashib Ikroman. Ia menyebutkan, ketidakhadiran Fauzan Khalid tersebut tanpa ada alasan yang jelas. Selain Fauzan Khalid, sejumlah balon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang tidak hadir diantaranya Nauvar Farinduan, H. Muhammadun dan H. Muhammad Lutfi, juga dipastikan akan ikut dicoret. “Kalau Nauvar Farinduan karena berburu partai di Jakarta, H. Muhammadun

juga sedang di Jakarta, sementara H. Muhammad Luthfi Golkar menemani anaknya yang lagi sakit,” terang Acip. Sementara itu, Wakil Ketua Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah DPD Partai Demokrat NTB Andi Mardan, mengatakan dari informasi yang diterima panitia dari salah satu timnya melalui pesan singkat, ketidakhadiran Fauzan Khalid karena kelelahan usai pulang dari Sekotong. Sebelumnya sejumlah bakal calon kepala daerah dan bakal calon wakil kepala daerah mengikuti pemaparan visi dan misi yang dilaksanakan DPD Demokrat NTB. Di antaranya bakal calon Walikota Bima H. Rahman H Abidin, H Muhammad Rum, H Sutarman, Hj. Fera Amalia. Untuk Wakil Walikota hanya H. Muhammad Irfan yang hadir. Sedangkan untuk Pilkada Lombok Timur yang hadir di antaranya bakal calon bupati H M Syamsul Luthfi, Wakil Bupati H. Zulkifli. Sementara untuk Pilkada Lombok Barat, H. Sajim Sastrawan, TGH Hasanain. Kemudian bakal calon wakil bupati, H. Sulhan Mukhlis, dan Lalu Ahmad Yani. (ndi)

Pemaparan Visi Misi

Sajim dan Sulhan ’’Serang’’ Petahana Mataram (Suara NTB) Dua bakal calon kepala daerah Kabupaten Lombok Barat, kompak menyerang bakal calon petahana, H. Fauzan Khalid di panggung penyampaian visi dan misi Partai Demokrat, Minggu (8/10) siang. Keduanya kompak menyebut pemerintahan Fauzan gagal. Dua bakal calon tersebut adalah Lalu Sajim Satrawan dan Sulhan Mukhlis Ibrahim. Sajim menyoroti kegagalan Fauzan dalam mengurus tata ruang daerah. Menurutnya tata ruang di Lombok Barat secara keseluruhan menyalahi aturan. Dia mencontohkan kawasan Sekotong yang luasnya 50 persen dari kawasan Lombok barat kini sudah rusak parah. Begitu juga kawasan hutan lindung dan hutan penyangga saat ini, sudah menyalahi tata ruang wilayah. Begitu juga dengan sejumlah daerah di Lombok Barat sebut Sajim juga melanggar tata ruang seperti pembangunan pusat perbelanjaan di

Gerimak Narmada. Sajim juga mengatakan pelanggaran tata ruang bisa di kenai pidana. Ia menilai adanya pembiaran dari pemerintah terhadap pelanggaran tata ruang tersebut. Sementara calon kepala daerah lainnya Sulhan Mukhlis Ibrahim menyoroti angka kemiskinan di Lobar yang menurutnya masih sangat tinggi. Sementara itu anggaran untuk pengentasan kemiskinan yang mencapai ratusan miliar hanya tersebar di beberapa SKPD saja. Ia mengatakan saat ini terjadi ego sentris antar SKPD, sehingga tidak terjadinya sinergisitas untuk menekan angka kemiskinan tersebut. “Jadi ini jadi pekerjaan rumah, kemiskinan di Lobar masih mengkhawatirkan, pemerintah saat ini gagal mengentaskan kemiskinan.” paparnya. Sulhan juga menyebut deviasi pembangunan yang tidak mencapai target sesuai dengan Musrenbang menjadi indikator pemerintahan saat ini tidak bekerja maksimal. (ndi)

(Suara NTB/ndi)

FOTO BERSAMA - Foto bersama Balon Bupati dan Balon Wakil Bupati Partai Demokrat usai pemaparan visi misi.


SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

NTB Siap Tampung Wisatawan dari Bali Mataram (Suara NTB) Pemerintah berencana mengalihkan wisatawan yang ada di Bali ke Lombok. Belum lama ini Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menyatakan untuk memindahkan wisatawan di Bali ke Lombok demi keamanan akibat erupsi Gunung Agung. Pemerintah Provinsi NTB menyatakan kesiapannya untuk menampung wisatawan yang akan dialihkan ke Lombok. Bukan itu saja, para pelaku pariwisata juga menyatakan kesiapannya untuk melayani wisatawan yang dialihkan ke Lombok. “Kami tentu saja siap untuk melayani setiap wisatawan yang akan dilimpahkan ke Lombok. Ini

kesempatan untuk lebih memperkenalkan Lombok kepada wisatawan ini,” kata Pelaku Pariwisata asal Lombok

Timur Bery Putra kepada Suara NTB, di Mataram, Minggu (8/10). Sebelum Kepala Bidang

Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi NTB Dra. Hartati, MM., menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menerima limpahan dari Bali. Ia melihat sejumlah destinasi wisata yang ada di Lombok juga sudah siap untuk melayani wisatawan yang akan didatangkan. “Tentu saja kita siap apabila memang betul wisatawan dari Bali akan dialihkan ke NTB,” ujarnya. Sementara itu, Bery Putra

menyatakan dalam sepekan ini sudah menerima wisatawan yang berkunjung dari Bali ke Lombok. Ia melihat sebagian wisatawan merasa khawatir dengan aktivitas Gunung Agung, sehingga memilih Lombok sebagai destinasi berliburnya. Meskipun masih ada pula wisatawan yang memilih untuk tetap bertahan dan berwisata di Bali. “Kalau saya lihat sih tergantung orangnya ya. Ada

Pastikan Keamanan Wisatawan Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB saat ini tengah mengupayakan mendatangkan setidaknya 3,5 juta wisatawan. Banyaknya destinasi wisata baru juga menjadi salah satu nilai jual pariwisata NTB. Sebab tidak sedikit dari wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi baru yang dianggap mampu menambah pengalaman berliburnya. Melihat banyaknya potensi ini, Pemda bersama aparat dan masyarakat harus memastikan destinasi yang akan dikunjungi itu aman dan jauh dari ancaman kekerasan. “Kita juga akan promosikan destinasi wisata yang dianggap sudah siap. Terutama soal keamanan di semua destinasi wisata. Tapi kami melihat keamanan kita di NTB ini sudah cukup bagus,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi NTB H. Afan Ahmad, Sabtu (7/10). Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mempromosikan destinasi yang dianggap belum siap untuk melayani wisatawan. Kendati sebagian besar destinasi wisata yang sudah ditetapkan oleh Pemda dinyatakan sudah siap untuk menerima wisatawan. Salah satu faktor yang paling utama untuk diperhatikan baik oleh Pemda maupun masyarakat adalah keamanan. Sehingga tidak ada lagi cerita soal wisatawan yang mengalami kekerasan atau wisatawan yang dilucuti barangnya. “Tentu saja ini menjadi catatan bersama. Wisatawan juga diharapkan bersama pemandu, karena pemandu ini yang lebih tahu soal kondisi sekitar. Tapi kalau melihat sekarang sudah relatif aman. Masyarakat juga sudah paham tentang pariwisata,” ujarnya. Keamanan menjadi salah satu penentu yang membuat wisatawan merasa nyaman dan senang saat berkunjung. Hal ini juga dapat menggaet lebih banyak wisatawan lainnya untuk datang berwisata. Sebab wisatawan yang sudah lebih dulu datang diharapkan dapat membawa cerita baik ke daerah atau negara asalnya. “Sekarang ini perkembangan media sosial sangat pesat. Banyak wisatawan yang menjadikan media sosial sebagai referensi sebelum berkunjung,” ujarnya. Hubungan antara media sosial dengan keamanan sangat erat. Salah satunya soal menyebarnya informasi tentang suatu destinasi. Sehingga Pemda dan masyarakat harus bisa menciptakan suasana aman dan nyaman. Agar wisatawan dapat menuliskan hal-hal yang baik pada akun media sosial miliknya. “Sebelum kita berpromosi, kita harus terlebih dahulu menetapkan destinasi itu memang layak untuk dikunjungi. Misalnya fasilitanya lengkap, aksesnya bagus dan keamanan menuju destinasi hingga sampai di destinasi juga harus terjamin,” harapnya. (lin)

H. Afan Ahmad (Suara NTB/dok)

yang takut ada yang tidak. Yang takut ini pastinya akan lebih memilih Lombok. Semoga semua dalam keadaan baik dan aman,” ujarnya. Skenario pemindahan wisatawan ke Lombok ini akan dilakukan apabila Gunung Agung mengalami erupsi. Menteri Pariwisata juga telah menyiapkan kapal atau kendaraan untuk mengantar wisatawan dari Bali ke Lombok. Dalam hal ini, Pemerintah

sudah menyiapkan lima unit kapal ferry untuk mengangkut semua wisatawan. “Saya melihat rencana Pak Menteri sudah sangat bagus. Karena bagaimanapun keamanan dan keselamatan wisatawan itu hal yang utama harus diperhatikan. Apalagi Bali saat ini masih menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Indonesia,” ujarnya. (lin)

(Suara NTB/ist)

BUJA KADANDA - Dua orang penari saat memperagakan tarian Buja Kadanda .

Mengenal Buja Kadanda, Tarian Asli Bima Mataram (Suara NTB) Provinsi NTB memiliki banyak warisan budaya tak benda, salah satunya berupa tarian tradisional. Jika Lombok terkenal dengan tarian rudatnya, maka di Bima terdapat tarian Buja Kadanda. Tarian ini menggambarkan dua prajurit yang sedang berperang. Biasanya dibawakan oleh dua orang penari pria berpakaian prajurit bersenjatakan tombak dan perisai. Tarian ini kerapkali disuguhkan pada acaraacara tertentu di Bima. Tarian ini diawali dengan tabuhan dari musik pengiring. Kemudian para penari dengan

membawa senjata memberi salam kepada para penonton. Setelah itu para penari melakukan gerakan tari dengan gaya masing-masing. Gerakan dalam tarian lebih didominasi oleh gerakan bela diri yang dipadukan dengan gerakan tari. Dalam tarian ini kedua penari melakukan gerakan saling menyerang dengan menggunakan tombak atau tongkat. “Memang terlihat mudah tapi saya pikir kalau saya coba pasti sulit. Karena gerakannya lebih kepada gerakan bela diri,” kata warga Kabupaten Bima Muhaemin, Minggu (8/10).

Dalam pertunjukan Tari Buja Kadanda ini diiringi oleh alunan musik tradisional seperti gendang, gong, serunai dan tawa-tawa. Iringan musik tersebut dimainkan dalam dua irama yang berbeda yaitu irama lambat dan irama cepat. Irama lambat untuk mengawali dan mengakhiri pertunjukan dan irama cepat untuk mengiringi penari saat bertarung. Untuk melakukan tarian ini tentunya dibutuhkan keahlian khusus dalam seni bela diri. Karena pada dasarnya gerakan saling serang kedua penari terlihat sangat nat-

ural dan sangat cepat. Sehingga penari yang bertahan harus tahu ke mana arah serangan itu datang. Dalam babak ini musik pengiring memainkan irama bertempo cepat, sehingga membuat pertunjukan terasa lebih hidup. Di akhir pertunjukan alunan musik diperlambat lagi sebagai tanda bahwa pertujukan segera berakhir. Kemudian kedua penari berangkulan dan memberi salam kepada para penonton yang menyaksikan. “Kalau dulu setiap acara di kampung selalu ada pertunjukan Tari Buja Kadanda, sekarang sudah jarang. Mu-

ngkin karena banyak tarian baru. Sehingga jarang digunakan pada acara-acara juga,” ujarnya. Seiring dengan perkembangan zaman, Tari Buja Kadanda terbilang mulai jarang dipertunjukkan. Kurangnya ruang atau kesempatan untuk pertunjukan merupakan salah satu faktor utamanya. Namun kesenian ini masih tetap dilestarikan dan dikembangkan di beberapa sanggar yang ada di Bima. Perlu perhatian pemerintah dan masyarakat agar kesenian tradisional ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. (lin)

Sensasi Berakhir Pekan dan Menyelam di Gili Bedil Mataram (Suara NTB) Pulau Sumbawa seperti surga yang tersembunyi. Berbagai potensi wisata yang dimilikinya semakin membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Meski saat ini masih terkendala oleh akses dan sarana transportasi yang masih kurang. Gili Bedil misalnya, destinasi wisata yang ada di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa ini tidak kalah menarik untuk dijadikan sebagai referensi untuk menghabiskan akhir pekan. Disini, wisatawan juga dapat menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut yang dimiliki gili ini. Gili Bedil merupakan pulau kecil berpasir putih dengan pantai yang landai. Kecantikkan pantai ini sudah bisa dilihat dari kejauhan. Apalagi dengan air laut yang jernih, wisatawan dapat melihat hingga ke dalam permu-

kaan lautnya. Terlebih jika wisatawan melakukan aktivitas menyelam, sehingga dapat menikmati keindahan bawah lautnya. “Kalau ke sana saya sarankan akhir pekan. Jadi bisa berlama-lama, atau bisa membangun tenda di sana,” kata wisatawan asal Kota Mataram Andi Ahmad Hariadi, di Mataram, Minggu (8/10). Luas daratan pulau ini tak lebih dari satu hektar, sehingga wisatawan yang ingin berjalanjalan mengelilingi Gili Bedil, hanya memerlukan waktu 15 menit saja. Di sekitar Gili Bedil ini wisatawan akan ditemani oleh pasir putih yang halus. Selain itu, air laut yang berwarna biru tosca serta pepohonan kelapa dengan embusan angin pantai yang menenangkan. Di sekitar perairan Gili Bedil memang lebih banyak ditemui jenis karang hard coral, namun

tetap menarik karena warna warninya yang cukup beragam. Ikan-ikan kecil juga tampak cukup banyak dan sering menemani wisatawan yang melakukan aktivitas menyelam. Tak hanya menyelam serta menikmati pesona daratan gili, wisatawan juga dapat berenang santai di pinggir pantai. Karena ombak pantai ini tidak keras dan cocok dijadikan sebagai tempat bermain air bersama kerabat. Suasana tenang juga bisa didapatkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Gili Bedil. Karena gili ini juga jarang dikunjungi wisatawan. Bukan karena kurang menarik, tapi kurangnya promosi, sehingga wisatawan banyak belum mengenal gili. Padahal potensinya untuk memanjakan wisatawan tidak kalah jika dibandingkan dengan destinasi lain yang sudah masuk dalam kalender promosi Pemda.

(Suara NTB/ist)

GILI BEDIL - Sejumlah pengunjung tengah menikmati suasana di Gili Bedil yang ada di Kabupaten Sumbawa. “Mungkin kalau sudah banyak yang tahu, akan lebih banyak yang mau datang. Karena pantainya itu cantik sekali,

apalagi di pinggir-pinggirnya kita bisa lihat ikan-ikan kecil berenang. Jadi masih sangat asri,” ujarnya. (lin)

Trawangan Tanpa Polusi Udara Istri Almarhum Uje Terpesona Keindahan Gili di Sekotong Masih Jadi ”Jualan” Mataram (Suara NTB) Gili Trawangan masih menjadi destinasi primadona. Hingga kini Trawangan masih menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke NTB. Tidak sedikit pula wisatawan yang berkunjung ke Trawangan langsung melalui Provinsi Bali. Banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung karena Trawangan disebut sebagai pulau tanpa polusi udara. Sebab tidak ada kendaraan bermotor yang beroperasi di gili ini. “Kita kalau jelaskan ke calon wisatawan itu, pasti tertariknya waktu kita menyebut di Trawangan tidak ada polusi karena tidak ada kendaraan bermotor. Akhirnya mereka mau datang untuk menyaksikan sendiri,” kata pelaku pariwisata asal Lombok Utara Idham Khalik, di

Mataram, Minggu (8/10). Ia mengatakan bahwa selama ini memang sudah banyak wisatawan yang mengetahui tentang Trawangan. Namun wisatawan dari beberapa negara yang baru pertama berkunjung ke Indonesia masih ada yang belum tahu. Sehingga pihaknya harus menjelaskan lebih detail tentang destinasi wisata yang ada di NTB pada khususnya. “Kalau kita bilang pulau kecil berpasir putih, mereka akan bertanya lagi destinasi lain. Karena yang seperti itu sudah banyak. Tapi kalau kita bilang pulau tanpa kendaraan bermotor, mereka langsung tertarik,” ujarnya. Banyak wisatawan, terutama wisatawan yang berasal dari Eropa yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia memilih tempat berlibur di Trawangan. Dengan alasan ingin menikmati suasana dan

keindahan pantai di pulau bebas polusi kendaraan bermotor. Sebab wisata semacam ini terbilang jarang ditemukan. Tidak saja di Indonesia, namun juga di berbagai negara lain yang biasa menjadi tujuan utama wisatawan. “Jadi kita bisa jadikan Trawangan untuk menggaet mereka. Yang penting mereka tahu tentang Lombok dulu, pasti mereka akan penasaran dengan masyarakatnya, budayanya bahkan alamnya,” ujarnya. Ia berharap label Trawangan sebagai pulau tanpa polusi kendaraan bermotor dapat dipertahankan. Sehingga bisa menggaet lebih banyak wisatawan untuk berkunjung. Hal ini juga akan memudahkan para pelaku pariwisata dalam memasarkan Trawangan dan wisata Lombok pada umumnya. (lin)

Giri Menang (Suara NTB) Pipik Dian Irawati Popon atau biasa disapa Umi Pipik, istri mendiang Ustad Jefri AlBukhori bersama keluarga kecil dan rekan-rekanya berkunjung ke sejumlah gili di wilayah Sekotong. Ia menghabiskan waktu akhir pekannya, setelah menghadiri pengajian di Mataram akhir pekan kemarin. Umi Pipik-sapaan akrab ustazah muda ini mengaku sangat terpukau dengan keindahan pantai gili di wilayah paling selatan Lobar tersebut. Wanita yang memutuskan memilih menutup aurat dengan cara bercadar tersebut, datang bersama rombongan didampingi panitia acara dari Mataram. Dalam rombongan itu turut serta anaknya yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Abidzar Al Ghifari, Ayla Azuhro dan Attaya Bilal Rizkillah. Wanita kelahiran Semarang, 26 November 1977 tersebut tiba di Pelabuhan Penyeberangan tradisional Batu Kijuk sekitar pukul 13.00 Wita mengendarai kendaraan dari Mataram. Setelah beristirahat sejenak rombonga Umi

Pipik bertolak ke Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Tangkong. Dipandu tim dari Gili Nanggu, Sudak dan Gili Kedis, Umi Pipik bersama rombongan mengendarai sampan yang biasa melayani penyeberangan ke sejumlah gili tersebut. Ia bersama anak-anaknya sesekali mengabadikan momen saat menyeberang dengan berfoto menggunakan ponselnya. Tak butuh waktu lama rombongan pun tiba di Gili Nanggu. Sesampai di gili dengan garis pantai pasir putih itu, ia pun tertegun kagum akan keindahan alam pantai di gili tersebut. Disini, umi Pipik tak menyia-nyiakan kesempatan. Istri mendiang Uje ini pun mengabadikan momennya dengan berfoto. Sementara anakanaknya juga tak mau kalah, anak laki-lakinya langsung nyebur ke pantai bersama adiknya. Setelah dari Gili Nanggu, rombongan bertolak ke Gili Sudak dan Gili Tangkong. Menurut Majid salah seorang pelaku wisata asal Sekotong, kedatangan Umi Pipik memang diagendakan. Karena selepas hadiri acara ini Mat-

(Suara NTB/ist)

NIKMATI KEINDAHAN GILI - Rombongan Umi Pipik saat menikmati keindahan gili di Sekotong aram, beliau ingin ke Gili di sekotong,” jelas Majid. Menurutnya, kedatangan Umi Pipik ke Sekotong membuktikan daya tarik keindahan wisata Sekotong begitu memikat. Kedatangan orang besar dan terkenal seperti Umi Pipik ini akan sangat berdampak positif terhadap wisata Sekotong. Hal senada disampaikan

pelaku wisata Sahnil. Selama berkunjung ke Sekotong, Umi Pipik dan anak-anaknya tiada henti memuji keindahan pantai di wilayah tersebut. Bahkan, anak-anak dari umi Pipik begitu senang dan riang bermain di pantai. Umi Pipik jelas Sahnil menyempatkan santap siang di salah satu lokasi indah di gili tersebut. (her)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 10

Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB

Cari Formula UNBK DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mencari formula agar sekolah bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), terutama bagi sekolah yang baru pertama kali melaksanakan UNBK di tahun 2018 nanti. Saat ini memang faktor sarana dan prasarana pendukung UNBK menjadi faktor penghambat. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., dikonfirmarsi akhir pekan kemarin, mengatakan, pihaknya mencoba mencari formula (Suara NTB/dok) bagi sekolah yang akan H. L. Mohammad Sidik melaksanakan UNBK. “Terutama bagi teman-teman yang usulan baru untuk mengikuti UNBK, seperti SMPN 13 Mataram yang katanya siap, atau mungkin ada tambahan sekolah yang lain lagi,” kata Sidik. Ia mengakui, sekolah memang sangat kesulitandalam menyiapkan sarana dan prasarana UNBK. Jika hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menurutnya tidak bisa dilakukan. Jika mekanisme meminjam laptop milik siswa atau guru, hal itu bisa dilakukan. Namun perangkat yang cukup mahal yang disiapkan yaitu server. Belum lagi sejumlah sekolah masih kekurangan ruangan untuk laboratorium komputer. “Mekanisme bantuan juga untuk sementara ini belum ada,” katanya. Sebelumnya mantan Kepala SMPN 5 Mataram ini menyampaikan Pemerintah Kota Mataram tidak bisa melaksanakan UNBK di seluruh SMP di Kota Mataram pada ujian nasional 2018 nanti. Ini dikarenakan masih adanya keterbatasan sarana dan prasarana pendukung UNBK di sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan di tahun 2018 sekolah bisa menerapkan 100 persen UNBK. Meskipun kebijakan itu lebih difokuskan kepada SMA/SMK. Sampai saat ini ada juga sekolah yang melaksanakan UNBK di tahun lalu masih belum jelas bisa melaksanakan UNBK di tahun 2018. Seperti SMPN 12 Mataram pada UNBK lalu melaksanakan UNBK dengan bergabung di SMAN 6 Mataram, tapi untuk UNBK mendatang tidak bisa lagi melaksanakannya di sana. Menurut Sidik, jika mengandalkan APBD Kota Mataram, jelas tidak bisa memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung UNBK di 24 SMP Negeri, belum lagi SMP swasta. Itulah yang sangat menyulitkan penerapan UNBK di SMP Kota Mataram. Di tahun lalu SMP Negeri dan Swasta yang melaksanakan UNBK sebanyak 15 sekolah. (ron)

Target Tembus Provinsi dan Nasional

SMPN 5 Lembar Raih Banyak Prestasi SMPN 5 Lembar Lombok Barat berhasil meraih prestasi di berbagai ajang lomba tahun ini, mulai tingkat kecamatan, kabupaten. Tahun depan, sekolah yang dipimpin H. Karnaen ini menargetkan mampu berpestasi di level provinsi dan nasional. Karena itu, pihak sekolah terus mempersiapkan siswanya baik di bidang akademik dan non akademik. Ditemui di kantornya, Sabtu (7/10), Kepala SMPN 5 Lembar H. Karnaen menyatakan berbagai prestasi diperoleh anak didiknya baik juara I,II dan III di semua tingkatan. Bahkan di ajang O2SN dan gala desa, siswanya berhasil unjuk prestasi. “Berbicara untuk ukuran sekolah baru seperti kita ini, banyak prestasi. Artinya kita tidak pernah alfa memperoleh prestasi di berbagai ajang,”kata H. Karnaen didampingi Wakasek Kurikulum, Helmianti dan Koordinator Kegiatan Ekskul Khusnul Chotimah. Beberapa cabang lomba yang dimenangkan, seperti O2SN Cabang Pencak Silat tingkat kabupaten, English Club, Cipta Puisi,Lomba Bercerita. Bahkan pada satu cabang lomba, siswanya berhasil rebut dua juara sekaligus. Termasuk pada gala desa, siswanya meraih juara. Berbagai prestasi yang diraih ini akan terus ditingkatkan, sehingga tahun depan bisa juara di level provinsi dan nasional. Untuk meningkatkan prestasi ini, pihaknya meningkatkan kuantitas dan intensitas kegiatan latihan siswa. Bahkan pihaknya langsung menunjuk koordinator kegiatan ekskul, sehingga perkembangan kegiatan latihan para siswa terus dipantau dan dievaluasi, dibandingkan dulu kegiatan latihan agak longgar. Untuk menjaring bakat siswa di semua bidang pihaknya langsung memantau dari sejak SD. Anak-anak yang sudah mewakili SD-nya di berbagai level, maka akan dilirik untuk dibina lanjutan, sehingga pembinaan berjenjang. “Mereka ini kami perhatikan,” jelasnya. Terkait reward bagi siswa berpestasi, pihak sekolah juga menyiapkan, seperti kebutuhan alat-alat sekolah. Bahkan, anakanak yang berpestasi dikunjungi ke rumahnya (home visit) untuk menemui dan memberikan semangat orang tua agar lebih memperhatikan anaknya. Anak-anak berpestasi juga selama berlatih diantar-jemput ke rumahnya oleh pihak sekolah. Di samping itu, disiapkan dana untuk membiayai selama latihan. Sejauh ini jumlah ekskul di sekolah tersebut jelas koordinator kegiatan ekskul Khusnul Chotimah di bidang olahraga ada futsal, tenis meja, pencak silat kemudian atletik. Bidang seni sastra, terdapat eksul seni bercerita, puisi, English Club. Untuk English Club, jelasnya, ada pembinaan untuk story telling. Tahun ini, ekskul ini akan lebih dieskplore untuk menyalurkan bakat-bakat terpendam para siswa. Selain itu, ada ekskul pramuka UKS dan kesenian, perilaku hidup bersih dan sehat akan dikembangkan di sekolah ini. Termasuk seni suara dan seni tari akan dieksplore juga, sudah beberapa kali latihan dan terjaring beberapa siswa yang memiliki talenta di bidang seni suara. “Mereka ini perlu polesan-polesan agar mampu meraih juara seperti yang kita harapkan nantinya,” jelasnya. Menurutnya, potensi anak-anak di bidang ekskul termasuk tinggi di sekolah ini. Namun perlu diasah mental, hal inilah yang akan terus ditingkatkan. (her)

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - Kepala SMPN 5 Gerung H. Karnaen didampingi Wakasek Kurikulum Helmianti dan Koordinator Ekskul Khusnul Chotimah menunjukkan piala yang diraih siswa.

UIN Gelar Masa Orientasi Akademik Mahasiswa Pascasarjana Mataram (Suara NTB) Ratusan mahasiswa Program Pascasarjana (S2) dan Program Doktor (S3) UIN Mataram mengikuti kegiatan Orientasi Akademik Mahasiswa (OAM), Sabtu (7/10). Kegiatan OAM dihadiri Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawalli, MAg., Wakil Rektor I Dr. H. Masnun Tahir, Wakil Rektor II Dr. H. Ahmad Amir Aziz, Direktur Pascasarjana Dr. H. Nazar Na’amy, dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawalli dalam sambutannya mengingatkan kepada mahasiswa Pascasarjana agar jangan berlama-lama di kampus, karena tidak baik dan meminta mereka sesegera mungkin dapat menyelesaikan akademiknya. Pada kesempatan tersebut, Mutawali juga menjelaskan konsep pendidikan Islam yang dinilai tidak dikotomis, sehingga antara ilmu umum dan ilmu agama dapat dikawinkan, termasuk mengawinkan dua pendekatan berbeda rasional dan rasional, tekstual dan kontekstual. “UIN sedang mengembangkan, mengawinkan ilmu umum dan agama atau poligami intelektual antara pendekatan

nash dan rasional, tekstual dan kontekstual,” ujarnya. Menurut Mutawali, keduanya harus dikawinkan agar tidak berbahaya meski keduaya memiliki argumentasi akademis yang berbeda. Sepanjang yang digunakan merupakan argumentasi akademis hal itu tidak jadi masalah. Lain halnya jika argumentasi yang digunakan merupakan argumentasi ideologis. “Ada proses dialog akademis karena nash terbatas sementara perkembangan sosiologis mengalami perkembangan terus,” imbuhnya. Dijelaskan pula mengawinkan dua ilmu dengan pendekatan berbeda dapat memunculkan pandangan yang terbuka. Namun demikian, syarat utama ialah banyak membaca buku dari literatur berbeda-beda. Di akhir sambutan, dirinya pun meminta agar mahasiswa Pascasarjana tidak terbelenggu dengan satu perspektif saja, melainkan harus berpikir terbuka, progresif sehingga lahir mujtahidmujtahid baru yang tidak saja mampu menemukan masalah, namun juga mampu menyelesaikan persoalan di tengah umat. Sementara Abdul Mujib yang merupakan Guru Besar Psikologi Islam dalam paparannya leb-

ih banyak memberikan semangat kepada para mahasiswa baru Pascasarjana. Menurutnya, hal paling penting diingat mahasiswa sebelum mulai belajar ialah memperhatikan aspek niat dalam belajar. Niat menjadi sangat penting, karena dapat menentukan proses selanjutnya. Selain niat, aspek lainnya ialah meningkatkan motivasi belajar dan memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sebaik mungkin mengingat tidak banyak orang yang punya kesempatan menempuh kuliah Pascasarjana. Untuk itu, kesempatan ini harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Di sesi kedua kegiatan OAM, Wakil Rektor I Dr. H. Masnun Tahir mengungkapkan jika semakin tinggi tingkatan jenjang kuliah di program Pascasarjana berarti juga semakin tinggi dan terbuka pemahaman setiap mahasiswa. Ia pun menegaskan selama kuliah ke depan sekiranya ada persoalan akademik dan lain sebagainya, sebaiknya mahasiswa dapat mengkomunikasikannya dengan prodi masing-masing. Wakil Rektor II Dr. H. Ahmad Amir Aziz, menjelaskan setiap mahasiswa UIN Mataram dapat memiliki sikap dan budi

(Suara NTB/dys)

ORIENTASI - Rektor UIN Mataram H. Mutawalli (tiga dari kiri) menghadiri dan membuka Orientasi Akademik Mahasiswa program pascasarjana, Sabtu (7/10). yang baik sebagaimana filosofi yang terkandung dalam logo baru UIN Mataram. Dirinya pun mulai merinci satu per satu arti setiap bagian dari logo UIN Mataram. Kubah yang ada di logo bermakna jika UIN Mataram sangat kental dengan karakteristik keislamannya. “Bahkan debatnya kuat sekali waktu itu sampai berapa rakaat tahajjud itu. Maka kita tonjolkan nilai kubah menggambar spirit kesilaman, spirit masjid. Sehingga orientasi keislaman kita jelas,” sambungnya. Sedang di bawah kubah ada lafzul jalalah yang bermakna tidak lebih untuk meneguhkan lagi

semangat tauhid di seluruh kehidupan kampus UIN Mataram. Sementara gambar buku terbuka menandakan adanya keterbukaan ilmu pengetahuan di seluruh civitas akademika UIN. Selain itu keterbukaan ilmu pengetahuan juga penanda konsep integrasi ilmu pengetahuan harus dimunculkan. “Buku penting harus kuat, lengkapibukusubstansi,sehinggakerangka buku integratif. Maka referensi tiga kali lipat dari skripsi”. Adapun delapan penjuru mata angin pada logo berarti adanya horizon ilmu. Artinya kemanapun berada, setiap civitas akademika UIN terikat oleh horizon ilmu. (dys/*)

Persyaratan Dinilai Sulit, PTN Kekurangan Guru Besar Mataram (Suara NTB) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menyebut hingga kini Indonesia masih kekurangan tenaga guru besar, yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi. Idealnya, satu Perguruan Tinggi Negeri memiliki 50 persen guru besar dari jumlah dosen di PTN itu. Namun kondisi saat ini jumlah guru besar di Indonesia baru 15 sampai 20 persen di setiap PTN. Anggota Tim Penilai Guru Besar Kemenag RI Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si., menilai salah satu problem minimnya jumlah guru besar di PTN, karena regulasi di Kemenristekdikti berubah-ubah. Sebagai contoh jika dulu para dosen seolaholah hanya untuk mengajar

karena orientasinya teaching center, tapi sekarang orientasinya berubah research center. Riset yang dihasilkan para dosen tidak saja dibaca di dalam negeri, tapi juga hasil riset tersebut jatus dibaca orang luar negeri. Sehingga hasil riset itu pun harus dimasukkan ke dalam jurnal internasional terindeks scopus. “Makanya persyaratan sekarang ketat sebagai guru besar,” ujar Abdul Mujib di UIN Mataram, Sabtu (7/10). Selain persoalan regulasi, persoalan lain, ungkapnya

ialah kemampuan riset dosen kurang berkualitas atau juga penguasaan bahasa yang kurang, termasuk kurangnya relasi untuk bisa terbit di jurnal internasional. “Jurnal bermacam-macam. Ada jurnal bereputasi nasional juga jurnal akreditasi nasional, jurnal internasional terindeks scopus,” ujarnya. Kekurangan-kekurangan tersebut membuat dosen kesulitan dalam mengakses jurnal tersebut. Apalagi untuk dosendosen dari UIN yang melakukan riset berbahasa Arab sangat kesulitan mengakses jurnal internasional terindeks scopus yang rata-rata berbahasa Inggris. “Sangat berat sekali, jadi banyak faktor memang mutu riset bagus tapi kurang ba-

hasanya. Kan ke bahasa Inggris bermasalah, apalagi dosen UIN kan berbahasa Arab, sangat kurang sekali, jarang jurnal yang mengakses bahasa Arab,” jelasnya. Sementara untuk anggaran riset yang disediakan pemerintah cukup besar. Saat ini perguruan tinggi diwajibkan mengakses 30 persen untuk anggaran riset. Di sisi lain, dosen-dosen yang hendak mengajukan diri menjadi guru besar agar tidak tergesagesa dan lebih cermat lagi memperhatikan segala persyaratan. Kerena selama ini banyak dosen yang mengajukan diri belum saatnya dan berakibat pada proses yang lama. “Biasanya kalau tidak ada masalah dalam hal persyaratan cepat. Masalahnya gini syaratnya tidak me-

(Suara NTB/dys)

Abdul Mujib menuhi terus seolah-olah lama, padahal belum saatnya mengajukan,” tutupnya. (dys)

TK IT-KB IT Andalusia Asah Insting Wirausaha Anak Mataram (Suara NTB) TK Islam Terpadu (IT)-Kelompok Bermain (KB) IT Andalusia Islamic Pre School mengasah insting wirausaha anak-anak melaluia kegiatan bertemakan ikan. Selama dua pekan yang lalu, anak-anak belajar tentang ikan dan pengolahan ikan. Hal itu disampaikan Kepala TK IT-KB IT Andalusia, Choirina Dwi Nafisah, S.Pd.I., Sabtu (7/ 10) kemarin. Selama dua pekan, anak-anak TK IT-KB IT Andalusia belajar tentang ikan. Berkaitan dengan bagian tubuh ikan, jenis-jenis ikan, tempat hidup ikan, dan makanannya. “Juga cara berkembang ikan,” kata Choirina. Kegiatan yang melibatkan seluruh peserta didik di TK ITKB IT Andalusia itu ditutup dengan kegiatan praktik membuat abon ikan pada Kamis (5/10) lalu bertempat di TK Andalusia. Anak-anak diajarkan tahapan dalam mengolah abon ikan. Dilanjutkan pada Jumat (5/10), anak-anak diajak berjualan di program market day yang dilaksanakan di pinggir Jalan Arif Rahman Hakim, Karang Bedil Mataram. “Mereka menjual abon ikan yang sudah dibuat bersama-

(Suara NTB/ist)

OLAH IKAN - Peserta didik TK IT-KB IT Andalusia diperkenalkan cara mengolah makanan dari bahan ikan. sama itu,” kata Choirina. Choirina menjelaskan, tujuan dari pembuatan abon ikan itu untuk mengajak anak-anak

mengenal cara mengolah ikan mentah menjadi ikan yang siap disantap. Dengan begitu, anakanak semakin banyak wa-

wasannya terkait dengan pengolahan makanan. Anak-anak juga diajak menjajakan hasil pengolahan ikan itu, agar inst-

ing wirausaha mereka terasah. “Harapannya, anak-anak bisa terasah insting wirausahanya,” harapnya. (ron)

Kunjungi STIE AMM, SMAN 1 Narmada Belajar Model Kewirausahaan Mataram (Suara NTB) Pada Sabtu (7/10) lalu, STIE AMM Mataram menerima kedatangan rombongan dari SMAN 1 Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Adapun rombongan sebanyak 42 orang tersebut diketuai oleh H. Rochmat Basuki, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah beserta delapan perwakilan jajaran akademik lainnya termasuk Sekretaris Hj. Sri F. Kusumawardhani. Para siswa yang turut disertakan juga merupakan gabungan antara jurusan IPA dan IPS. Acara yang digelar di Aula tertutup lantai dasar ini dibuka Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said. Dalam sambutannya, Umar Said menjelaskan singkat profil STIE AMM, selain itu juga dijelaskan tentang sistem pendidikan PTS yang memiliki hak otonom untuk mengajar, kerjasama dengan beberapa pihak terkait dalam mengeluarkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan pencapaian para alumninya. Kerjasama internasional

yang kini sedang dijalankan oleh STIE AMM dengan beberapa PTS luar negeri pun juga tidak luput dari penjelasan singkatnya. Harapan juga disampaikan kepada para siswa SMAN 1 Narmada yang bila ingin meneruskan studinya ke Perguruan Tinggi. “Harapan kami agar para siswa-siswi harus lebih mengedepankan kemampuan berbahasa Inggrisnya, karena STIE AMM ke depannya akan banyak bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. Direncanakan untuk tahun depan kami akan kembali melakukan studi banding dan kerjasama, kali ini negara yang hendak kami tuju adalah India dan Filipina,” ujarnya. Setelah sambutan dari Umar Said, berikutnya perwakilan dari SMAN 1 Mataram oleh Rochmat Basuki. Dalam sambutannya Rochmat menjelaskan agenda kunjungan ini sebenarnya sudah direncanakan sekitar dua minggu yang lalu, namun baru saat inilah waktu yang tersedia untuk pelaksanaannya.

Selain itu di hadapan para peserta, Rochmat juga mengemukakan alasannya untuk berkunjung ke STIE AMM. “Tujuan kami berkunjung ke sini adalah untuk melakukan studi banding agar mengetahui model pengembangan kewirausahaan STIE AMM dan melihat bagaimana cara institusi ini mempersiapkan para lulusannya yang terjun ke dunia usaha,” terangnya. LPK-P2KPN sebagai lembaga yang mewakili divisi kewirausahaan yang berada di STIE AMM Mataram mengisi acara kunjungan tersebut. Sementara Kepala LPKP2KPN Usman TS, menjelaskan singkat profil lembaganya di hadapan para peserta. “LPKP2KPN memiliki empat unit terstruktur yang meliputi Unit Pusat Karir, Unit Kewirausahaan, Unit Tax-Center, dan Unit English Speaking Zone. Dengan unit-unit yang telah dibentuk ini maka tidak ada lagi para lulusan kami yang menjadi pengangguran dan pengemis intelektual. Terlebih unit kewirausahaan,

(Suara NTB/ist)

TUKAR CINDERAMATA - Ketua STIE AMM Mataram H. Umar Said (kanan) bertukar cinderamata dengan Wakasek SMAN 1 Narmada, H. Rochmat Basuki. kami memberikan pelatihan dan bimbingan. Selain itu bantuan modal sebanyak Rp 40 juta juga kami gelontorkan untuk membantu para mahasiswa dalam menjalankan praktik kewirausahaannya,” jelasnya. Setelah pemaparan selesai disampaikan, acara berlanjut ke sesi tanya jawab. Terlihat para siswa peserta antusias untuk mengetahui detail program pen-

didikan kewirausahaan yang ada di STIE AMM Mataram. Setelah sesi tanya jawab selesai, para rombongan SMAN 1 Narmada diajak berkeliling untuk melihat beberapa program yang dijalankan oleh LPK-P2KPN termasuk di antaranya melakukan observasi inkubator bisnis di beberapa ruko tersedia yang dijalankan oleh para mahasiswa STIE AMM Mataram. (ron/*)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Danrem 162/WB Kembangkan Sekolah Tenis di NTB Mataram (Suara NTB) Dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga tenis di NTB, Danrem 162/Wira Bhakti (WB), Kol. Inf. H. Farid Makruf juga ikut berpartisipasi. Komandan Korem itu telah membangun sekolah tenis di Mataram. Pembangunan sekolah tenis di NTB itu telah diresmikan Komandan Korem 162/WB di Lapangan Tenis Gebang Mataram, Sabtu (7/10). Peresmian sekolah tenis itu dihadiri ratusan pelaku, pembina dan pemerhati olahraga. Diantaranya Prajurit TNI, PNS jajaran Korem 162/WB, Keluarga Besar TNI yang berjumlah lebih dari 300 orang. Hadir juga Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Tajuddin, M.H.,Kasrem 162/WB Letkol Inf. Hery Setyanto, S.I.P., Dandim Se-Pulau Lombok, Para KASI dan Pasirem 162/WB, Ketua KONI NTB H. Andy Hadianto, Ketua PELTI NTB, Jamaluddin, Para Dan/Ka Satdisjanrem 162/WB, jajaran Korem 162/WB, Atlit Tenis NTB, Para Pelatih Tenis NTB dan Siswa-

Siswi SD 19 Cakranegara. Dalam sambutannya, Danrem 162/WB mengatakan sekolah “Wirabhakti Tenis Akademi” terbentuk dari kencintaan dirinya dengan beberapa perwira dan didukung langsung oleh pelatih nasional, Erni yang merupakan pelatih berpengalaman dan sudah melanglang buana di event nasional hingga internasional. Lewat sekolah tenis tersebut, Danrem 162/WB berharap akan lahir petenis-petenis muda NTB yang berprestasi di level nasional hingga internasional. Seperti atlet tenis NTB, Panji Untung Setiawan dan Anggi diakuinya merupakan atlet berprestasi nasional. “Kami bangga dengan adikadik yang masih muda yang suka berolahraga dan membuat kegiatan positif, kami akan membuat rekomendasi jika nanti adik-adik punya keterampilan dan keahlian dan kemampuan dalam bidang olahraga tertentu kalian akan masuk dalam organisasi TNI baik menjadi seorang Kowad maupun menjadi praju-

rit. Dan kegiatan ini juga akan menghindarkan kalian dari kenakalan remaja serta nantinya mampu bersaing di tingkat nasional,” ucapnya. Di tempat yang sama, Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto dalam sambutannya mengatakan turut memberikan apresiasi terhadap lahirnya sekolah tenis tersebut. Dia berharap apa yang dilakukan danrem 162/WB dapat menginspirasi cabor lain untuk melakukan hal yang sama guna membangun prestasi olahraga di NTB. “Kami berterimakasih kepada para petinggi di daerah ini, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pak Danrem karena beliau banyak memberikan inspirasi dan membangun kreativitas kaula muda. Anak-anak di NTB adalah anak-anak yang berprestasi, banyak atlet dari NTB berprestasi dunia,” ucapnya. Dikatakan Andy, pada SEA Games di Malaysia tahun 2017, lima atlet NTB juga sukses membawa pulang empat medali, yakni satu emas, dua perak dan satu medali perunggu.

Lewat sekolah tenis itu, Andy berpesan kepada atlet-atlet tenis muda untuk manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berlatih dan mengikuti petunjuk-petunjuk pelatih, sehingga lewat kegiatan itu dapat membawa prestasi tenis kearah yang lebih baik. Sementara itu Ketua Bidang Pendidikan d Pelatihan dan Prasarana Sekolah, Kapten Inf. Jamuhur, S.Sos menambahkan bahwa siswa yang ikut dalam Sekolah “ WIRABHAKTI TENIS AKADEMI” (WTA) sangat antusias. “Kalau saya lihat dari antusias anak-anak ini yang tadinya target pelatih sendiri itu hanya diikuti antara 20 sampai 30 orang namun kami yang di lapangan sudah menerima 88 orang anak yang sudah mendaftar. Itu merupakan jumlah diluar dugaan kami,” ungkapnya. Menurutnya, banyaknya siswa yang mendaftar menandakan antusiasme anak-anak cukup besar untuk belajar tenis. Hal itu dikarenakan juga dukungan orang tua atlet tenis yang relatif besar. (fan)

(Suara NTB/ist)

BERINTERAKSI - Danrem 162WB, Kol. Inf. Farid Makruf ikut berinteraksi dengan atlet usai meresmikan Sekolah Tenis di Lapangan Tenis Gebang Mataram, Sabtu (8/10).

IPSI NTB akan Ajukan Raisin Pengganti Dedi Mataram (Suara NTB) Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB mengatakan telah menyiapkan pelatih baru sebagai pengganti Pelatih Pelatda Mayung 2017, Dedi S. Darere yang telah mengundurkan diri. Demikian disampaikan Sekum Pengprov IPSI NTB, Burhanuddin yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (8/10) kemarin. Dikatakannya, pelatih baru yang akan menggantikan Dedi adalah Raisin.

Penunjukan Raisin sebagai pengganti Dedi itu bedasarkan hasil keputusan rapat internal pengurus silat NTB. “Baru-baru ini kita sudah melaksanakan rapat internal pengurus inti IPSI NTB guna membahas pergantian Dedi yang mengundurkan diri dari Pelatih Pelatda Mayung. Rapat itu memilih Raisin untuk mengganti Dedi,” ucapnya. Dikatakan Baharuddin, pihak IPSI NTB mengambil inisiatif untuk melakukan rapat internal setelah menerima surat tembusan terkait pen-

gunduran Dedi dari Pelatda Mayung. “Atas dasar surat tembusan pengunduran diri Dedi itu kami melaksanakan rapat internal,” jelasnya. Menurut Baharuddin, Pihak IPSI NTB sebenarnya sudah mengajukan beberapa

LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

HILANG

SALON

Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall).

ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

HILANG STNK R2 YAMAHA DR5263CN NOKA/NOSIN : MH3SE8810FJ374376/ E3R2E-0398924 AN. ISMAYANTI HILANG DISEKITAR JL. LANGKO KOTA MATARAM

SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

LOWONGAN

HILANG BPKB R2 HONDA DR4039BG NOKA/NOSIN : MH1MC21158K058918/ MC21E-1059595 AN. I GUSTI NGURAH BUDIARDJA BPKB.0090500.O HILANG DISEKITAR JL. LINGKAR SELATAN KOTA MATARAM

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

serta Merta menggantikan Dedi begitu saja, karena kita harus menunggu surat dari KONI NTB terkait permintaan pengganti Dedi. Dan sampai saat ini kita belum menerima surat dari KONI NTB,” jelasnya. (fan)

nama untuk menggantikan posisi Dedi. Namun Rapat yang dipimpin Ketua IPSI NTB, Wahyudin di Mataram belum lama ini secara tegas memilih Raisin. Raisin dianggap layak menggantikan posisi Dedi karena Raisin merupakan pelatih yang memiliki sertifikat kepelatihan nasional dan cukup berpengalaman melatih. Dimisalkannya atlet-atlet PPLP NTB merupakan atlet binaan Raisin. Lanjutnya, meski sudah menunjuk Raisin sebagai pengganti Dedi, namun pihak IPSI NTB belum bersurat resmi kepada KONI NTB terkait terpilihnya Raisin sebagai pengganti Dedi. Pasalnya saat ini pihak IPSI NTB masih menunggu surat dari KONI NTB terkait usulan pergantian pelatih silat Pelatda Mayung 2017. Bila sudah ada surat permintaan pergantian pelatih Pelatda dari KONI NTB baru pihak IPSI NTB akan mengajukan nama Raisin untuk menggantikan Dedi. “Meski kami sudah menunjuk Raisin sebagai pengganti Dedi. Namun kita tidak bisa

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

SALON

DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP PENGHASILAN TENTUKAN SENDIRI. LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

HILANG STNK R2 HONDA DR4618BI NOKA/NOSIN : MH1JB91128K464041/ JB91E-1462708 AN. ACHMAD JONI HILANG DISEKTAR JL. SELAPARANG CAKRANEGARA

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat.Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836


SUARA NTB

Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB

Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 14

Panitia Pemilihan Rektor Unram Diganti Mataram (Suara NTB) Menyusul disahkannya statuta Universitas Mataram (Unram) yang baru oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, secara praktis merubah komposisi anggota senat Unram. Jika sebelumnya anggota senat berasal dari semua guru besar, maka

sekarang komposisi anggota senat berasal dari utusan tiap fakultas baik berasal dari unsur dosen guru besar maupun dosen non guru besar. Dengan perubahan komposisi senat lama, secara otomatis juga menggugurkan panitia pemilihan, penyaringan, dan penjaringan calon Rektor Unram periode 2017-2021 yang dibentuk berdasarkan

SK Senat Unram. I Gde Pasek Putu Wijaya ST MT, D.Eng., ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pemilihan, Penyaringan, dan Penjaringan calon Rektor Unram yang baru menggantikan Zainuddin Abdullah, ST., MT. Dalam keterangan pers yang digelar Sabtu (7/10), Gde Pasek menegaskan meski

terjadi pergantian panitia, namun tahapan pemilihan tidak banyak berubah. Perubahan hanya terjadi pada jadwal pelaksanaan tiap tahapan mulai dari tahap penjaringan meliputi sosialisasi, pendaftaran bakal calon rektor, seleksi administrasi, penetapan bakal calon rektor, pengumuman nama bakal calon rektor.

Tahapan berikutnya ialah tahap penyaringan meliputi penyampaian visi dan misi, penetapan calon rektor oleh senat Unram, tahapan penetapan pemilihan senat Unram dan Menteri Ristek Dikti. Pihaknya belum memiliki jadwal yang pasti terkait tahapan pelaksanaan pemilihan karena kini masih disusun panitia. Sementara itu, Rektor

Unram Prof. Ir. H. Sunarpi menyebut pemilihan Rektor akan dilakukan oleh senat Universitas Mataram bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui pemungutan suara dengan proporsi 65 persen suara anggota senat Universitas Mataram dan 35 suara Menteri. Pihaknya berharap agar

proses pemilihan akan dilakukan secara transparan, terbuka, akuntabel dan demokratis sehingga dapat terwujud kebersamaan dalam membangun Universitas Mataram menuju pencapaian visinya menjadi lembaga tinggi berbasis riset dan bertaraf internasional pada tahun 2025. (dys/*)

Meriahnya Festival Paralayang

Wabup Loteng dan Puluhan Peserta Ambil Bagian Praya (Suara NTB) Tidak kurang dari 50 peserta ambil bagian pada Festival Paralayang Mandalika Sholah,Sholeh,Sholoh yang gelar pada Sabtu (7/10) hingga Minggu (8/10) kemarin. Peserta tidak hanya berasal dari Lombok Tengah (Loteng) saja. Sejumlah peserta dari kabupaten lain di NTB juga turut ambil bagian. Termasuk beberapa peserta dari mancanegara. Festival Paralayang itu merupakan salah satu event yang digelar untuk menyemarakkan perayaan HUT Loteng ke 72 tahun ini. Mengambil lokasi take off di Gunung Prabu, para peserta kemudian landing di Pantai Seneq, Kuta, Pujut. Wakil Bupati (Wabup)

Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., juga tidak mau ketinggalan menjajal olahraga ini. Kegiatan yang berlangsung meriah menyedot perhatian warga sekitar. Para wisatawan yang tengah berkunjung ke Pantai Kuta juga tampak terhibur dengan sejumlah atraksi yang disuguhkan atlet paralayang tersebut. ‘’Selain untuk menyemarakkan HUT Loteng, festival ini juga bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata yang ada di daerah ini,’’ ungkap Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., saat membuka Festival Paralayang tersebut, Sabtu pagi kemarin. Termasuk diantaranya wisata sport berupa paralay-

Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., saat membuka Festival Paralayang

ang. Mengingat, Loteng memiliki sejumlah lokasi yang sangat ideal sebagai lokasi kegiatan olaharaga tersebut. Sehingga diharapkan ke depan, dengan adanya kegiatan tersebut Loteng bisa semakin dikenal bukan hanya sebagai daerah dengan potensi wisata bahari yang indah. Tetapi juga bisa dikenal sebagai daerah destinasi wisata sport yang layak dikunjungi. Diakuinya, olahraga paralayang sendiri masih baru dikenal oleh masyarakat. Meski demikian, peminat olaraga tersebut cukup besar. Untuk itu, perlu juga disiapkan fasilitas pendukung. Dengan begitu, ke depan wisatawan yang datang ke Loteng tidak hanya untuk berwisata bahari saja. Tetapi juga untuk berwisata paralayang. Nursiah mengatakan, sebelum kegiatan kali ini sudah ada beberapa kegiatan paralayang yang digelar di Loteng. Bahkan pada event paralayang internasional beberapa waktu lalu yang diikuti ratusan peserta dari 15 negara, Loteng ditunjuk sebagai lokasi kegiatan. Ini membuktikan kalau Loteng sudah diakui se-

bagai daerah yang layak sebagai lokasi kegiatan atau event-event paralayang. “Ke depan, sebagai salah satu destinasi wisata paralayang akan terus kita kembangkan,” tandasnya. Dengan begitu, paralayang bisa benar-benar menjadi salah satu wisata andalan didaerah ini. Dalam rangka mengdorong peningkatan kunjungan wisatawan. Sementara itu, Ketua FASI Paralayang NTB, Kol. (Pnb) Dodi Fernando, mengakui kalau perkembangan olahraga paralayang di NTB sendiri cukup pesat. Seiring dengan munculnya spot-spot olahraga tersebut di berbagai daerah. Termasuk Loteng sendiri memiliki spot olahraga paralayangan. ‘’Termasuk atlet-atletnya juga sangat potensial. Tinggal dikembangkan saja,’’ katanya. Dalam hal ini dukungan pemerintah daerah sangat diharapkan. Agar olahraga paralayang bisa semakin berkembang. Karena selain bisa sebagai ajang olahraga, paralayang juga bisa menjadi salah satu media promosi pariwisata di daerah ini. (kir)

Sekda Loteng, Danlanud Rembiga, General Affair KEK Mandalika, Kadisparbud Loteng, foto bersama dengan peserta Festival Paralayang

Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., (lima dari kiri) berfoto bersama usai menjajak paralayang

RADIO

Peserta tengah landing di kawasan Pantai Seneq Kuta


RAGAM

SUARA NTB Senin, 9 Oktober 2017

Halaman 15

Hj. Ermalena dan Kepala Perwakilan BKKBN NTB Hadiri KIE di Kateng Praya (Suara NTB) Keluarga bahagia dan sejahtera menjadi semua impian bagi masyarakat yang sudah berkeluarga maupun belum berkeluarga. Merencanakan keluarga impian perlu rencana yang matang dari kedua belah pihak baik lakilaki maupun perempuan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Pernikahan dini yang terjadi di NTB saat ini masih relatif banyak sehingga perlu adanya terobosan program

dalam mengedukasi masyarakat seperti Gerakan Anti Merarik Kodek (GAMAK) yang ada di kabupaten Lombok Barat. Program keluarga berencana (KB) merupakan salah satu program dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui rencana pernikahan dan rencana mempunyai anak. Dalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera melalui program Keluarga Berencana (KB), BKKBN mengadakan sosialisasi KB

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Baru 61 Persen Proyek PL Dikerjakan OPD Mataram (Suara NTB) Tahun anggaran 2017 tinggal tiga bulan. Namun realisasi proyek non lelang atau penunjukan langsung (PL) baru 61,79 persen. Data e-monev Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda NTB yang dikutip Suara NTB, Minggu (8/10), baru 3.014 paket atau 61,79 persen senilai Rp 275,996 miliar proyek PL yang kontrak atau dikerjakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Total paket proyek PL yang ada dalam APBDP NTB 2017 sebanyak 4.878 paket senilai Rp 414,368 miliar. Masih ada 805 paket atau 16,5 persen proyek PL yang belum dieksekusi OPD senilai Rp 61,069 miliar. Kemudian ada 1.059 paket atau 21,71 persen proyek PL senilai Rp 77,303 miliar yang sedang proses. Beberapa OPD yang belum mengeksekusi proyek PL, di antaranya Disnakeswan 14 paket senilai Rp 443 juta, Diskanlut 32 paket senilai Rp 1,056 miliar, Dinas LHK 37 paket senilai Rp 627 juta, Dinas ESDM 4 paket Rp 379 miliar, Dinas Penanaman Modal dan PTSP 14 paket Rp 645 juta. Selanjutnya, DPMPD dan Dukcapil 33 paket Rp 790 juta, Dinas Pemberdayaan Perempuan, PA,PP dan KB 34 paket senilai Rp 351 juta, Bappeda 7 paket senilai Rp 562 juta, BPKAD 37 paket senilai Rp 2,175 miliar. Kemudian, Bappenda 166 paket senilai Rp 9,741 miliar, Bakesbangpoldagri 6 paket senilai Rp 801 juta, BPSDM 29 paket senilai Rp 2,365 miliar, RSJ Mutiara Sukma 10 paket Rp 866 juta, RS. HL. Manambai Abd Kadir 29 paket senilai Rp 5,773 miliar dan Badan Penghubung Daerah 17 paket senilai Rp 427 juta. Kepala Biro APP dan LPBJP Setda NTB, Ir. Swahip, MT yang dikonfirmasi Suara NTB pekan kemarin menyatakan, ia sudah menginstruksikan salah satu Kabag untuk memantau mana saja OPD yang masih banyak paket non lelang yang belum diproses atau eksekusi. Dari hasil pemantauan, katanya, ternyata masih ada OPD yang keliru menginput datanya. (nas).

Pelaku Gunakan Sepeda Motor Angkut Kayu Dari Hal. 1 Madani menjelaskan, ketiga terduga pelaku bersama barang bukti berupa 27 batang kayu dan tiga sepeda motor diamankan petugas KPH. Ketiga terduga pelaku langsung dilakukan pemeriksaan di KPH Rinjani Barat.. ‘’Mereka diperiksa di KPH. Semua barang bukti disita, pelakunya ditangkap. Yang lainnya lari,” katanya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas LHK terus memeriksa ketiga pelaku untuk pengembangan kasus ini. Madani mengatakan, biasanya kayu hasil illegal logging ini akan dijual kepada pengusaha. ‘’Itu nanti dipengembangan kasusnya untuk menyelidiki pihak lainnya yang diduga terlibat. Lagi dikembangkan,’’ tandasnya. (nas)

Proyek Renovasi Gedung Kanwil Kemenag NTB Diduga Bermasalah Dari Hal. 1 mengurus dan menyelesaikan tunggakan pembayaran proyek renovasi Kanwil Kemenag NTB Tahun 2016 dan proyek gedung serbaguna Asrama Haji Tahun 2015. Ketiganya diminta membuat laporan lengkap dengan melampirkan data pendukung mengenai dua proyek tersebut. Kepala Kabag Tata Usaha dan Kabid PHU diminta agar segera melakukan langkahlangkah proses serahterima bangunan gedung Serbaguna Asrama Haji yang dibiayai dari dana SBSN. Mantan Kepala Kemenag Lombok Timur (Lotim) ini menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi proyek yang seperti ini. Jika proyek dikerjakan tahun

2015 atau 2016, maka harus tuntas pada tahun anggaran tersebut. ‘’Ke depannya tak boleh seperti itu lagi. Saya harus tuntaskan pekerjaan tahun itu, selesai tahun itu. Ndak boleh tertunda untuk tahun depan,’’ katanya. Untuk itu, kata Nasruddin, ia sudah meminta seluruh Satker yang berada di lingkungan Kanwil Kemenag NTB, baik di kabupaten/kota maupun madrasah supaya kejadian seperti itu tak terulang tahun depan. ‘’Jangan ada yang sampai tahun depan. Saya tidak mau seperti itu. Oleh karena itu pada 2018, Desember 2017 ini sudah mulai dilelang. Supaya segera diselesaikan pembangunannya,’’ tandasnya. (nas)

Sulit Ditangkap Dari Hal. 1 ‘’Kita tahu pelakunya ada, tetapi memang belum tertangkap saja. Tapi pasti akan tertangkap,” tegas Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si Sabtu (7/10). Dua korban, Bripka Zainal dan Bripka Gafur sudah dipulangkan dari rumah sakit dan kondisinya sudah membaik. Sementara tim yang dibentuk khusus untuk menangani kasus itu antara lain dari Densus 88, Ditreskrimum dan Ditintelkam Polda NTB. Temuan dari tim tersebut, kata Firli, mengindikasikan penembakan di Jalan Soekarno-Hatta, Penatoi, Mpunda, Kota Bima itu masuk dalam kategori terorisme. ‘’Mengindikasikan ke arah serangan teror maka kasus itu ditangani Densus 88. Masuk ke dalam kategori extraordinary crime terorisme,” sebutnya. Berdasarkan perkembangan penyidikan terkini, pelaku masing-masing berjumlah empat orang. Bergerak dalam dua tim dengan sasaran masingmasing satu polisi. ‘’Dua kejadian pakai motor boncengan. Satu membonceng, satu menembak,’’ urainya. Sepeda motor yang digunakan para pelaku pun sudah disita. ‘’Betul

motor yang disita itu yang digunakan,’’ imbuh dia. Bripka Zainal Senin (11/9) ditembak orang tak dikenal di Kelurahan Sadia, Kota Bima dalam perjalanan pulang dari mengantar anaknya di sebuah SD di Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Korban menderita luka di punggung belakang sebelah kanan. Korban yang merupakan anggota Satsabhara Polres Bima Kota itu dibuntuti para pelaku sejumlah dua orang berboncengan sepeda motor sejak berangkat. Berselang 15 menit kemudian, penembakan yang sama menimpa Bripka Gafur sepulang mengantar anaknya di salah satu SMP di kelurahan Penatoi, Kota Bima. Anggota Polsek Langgudu itu menderita luka tembak di pinggul kanan. Polisi sudah mengidentifikasi tuntas para pelaku, baik ciri-ciri maupun rekam jejak hidupnya. Namun, menangkap mereka tak semudah membalik telapak tangan. Terduga pelaku dan korban saling kenal, lantaran mereka bertetangga. Istri korban Bripka Gafur, berasal dari Kelurahan Penatoi, Mpunda, Kota Bima. (why)

melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di Ponpes Riyadul Anwar Ketangga, Kateng, Lombok Tengah, Sabtu (7/10). Acara sosialisasi yang dikemas dengan talkshow tak hanya menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M. Si. Namun, hadir pula Anggota DPR RI yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IX Hj. Ermalena, M.Hs sebagai pembicara. Hj. Ermalena, M.Hs. Ermale-

na tampil menyampaikan materi ke peserta dengan memberikan ilustrasi dan bahasa yang sederhana sehingga masyarakat lebih mudah paham dengan program Keluarga Berencana (KB). Hj. Ermalena yang merupakan anggota DPR RI yang mewakili NTB konsen memberikan edukasi melalui programprogram yang bermutu di tengah masyarakat NTB. Ibu Hj Ermalena lebih lanjut menyampaikan generasi muda yang siap menikah harus

mempunyai rencana baik jangka pendek maupun jangka panjang melalui program KB. Dalam kesempatan itu hadir pula tokoh agama TGH. L. Nurul Maswa Ibrahim, M.Pd. Dalam pemaparannya, TGH. L. Nurul Maswa Ibrahim sangat mengapresiasi program sosialisasi KB yang di inisiasi oleh BKKBN. Beliau menambahkan, program sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat secara langsung karena langsung mengena ke masyarakat. (*)

Ajang KIE Kreatif BKKBN Berlangsung Meriah

Hadratul Mukkaram KH. A. Hasyim Muzzadi

TGB: Beliau Guru Saya GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Hikam, Depok Jawa Barat, Sabtu, (7/10) menyatakan, selain untuk memenuhi undangan dalam rangka menyampaikan Orasi Ilmiah pada acara wisuda sarjana Angkatan II STKQ Al-Hikam Depok, juga silaturahim itu mengandung nilai Wafa (memenuhi janji) seorang murid kepada gurunya. Sebab bagi TGB, beliau (Hadratul Mukkaram KH.A Hasyim Muzzadi) dipandang sebagai gurunya. Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB yang juga Ahli Tafsir Al Qur’an itu, sebelum menyampaikan orasi ilmiah secara tegas menyatakan bahwa silaturrahim ini dalam rangka menyambung titik-titik kekuatan umat. Di samping itu katanya, semoga silaturahimnya ke Pondok Pesantren ini mengandung nilai Wafa (memenuhi janji). ‘’Wafa saya kepada Hadratul Mukarram, Muassisul Ma’had KH. A. Hasyim Muzadi rahimahullah,’’

(Suara NTB/ist)

ZIARAH - Gubernur TGB melakukan ziarah ke makam KH. A.Hasyim Muzzadi dan mengirimkan doa Alfatihah untuk Abah KH. A. Hasyim Muzadi, yakni doa seorang murid kepada gurunya. ujar Gubernur TGB. Lebih lanjut, TGB menegaskan bahwa beliau dianggap sebagai guru. ‘’Dan memang betul guru saya, beliau adalah guru yang cinta pada murid-muridnya. Beliau sangat ringan langkahnya untuk memenuhi undangan murid-muridnya termasuk diri saya,’’ terangnya. TGB menyadari bahwa kebesaran beliau salah satunya

(Suara NTB/ist)

SAMBUTAN - Kepala Perwakilan BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin memberikan sambutan dalam acara sosialisasi KB melalui KIE Kreatif di Ponpes Riyadul Anwar Ketangga, Kateng, Lombok Tengah, Sabtu (7/10).

adalah karena Keikhlasan beliau untuk terus turun membimbing dan mengayomi umat bahkan hingga akhir hayatnya. Karenanya, dalam kunjungannya itu, Gubernur TGB menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam KH. A.Hasyim Muzzadi dan mengirimkan doa Alfatihah untuk Abah KH. A. Hasyim Muzadi, yakni doa seorang murid kepada gurunya. (r)

Giri Menang (Suara NTB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi NTB menggelar Ajang Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif di Lapangan Kantor Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Acara yang berlangsung Jumat (6/10) siang itu berlangsung meriah. Berdasarkan rilis yang diterima Suara NTB, acara KIE Kreatif Mulai jam 14.00 Wita itu dihadiri oleh Syamsul, Kabid Adpin yang mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M. Si, masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai dari para pelajar SMA, SMK dan MA yang berada di sekitar lokasi, para tokoh agama dan masyarakat serta tokoh perempuan. Acara KIE Kreatif yang digagas BKKBN ini diisi dengan talkshow tentang pentingnya merencanakan untuk berkelu-

arga serta pentingnya mengikuti program KB. Dalam kesempatan ini, salah satu anggota DPR RI Dapil NTB yang kini diamanahi menjadi Wakil Ketua Komisi IX DPRRI Hj. Ermalena M.HS, menyampaikan tentang pentingnya menjadi generasi yang berencana dalam segala hal utamanya dalam merencanakan berumah tangga. Menurutnya, dalam Islam sendiri, tuntunan menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah adalah tuntunan menjadi insan berencana dan merencanakan untuk menggapai kebahagian di dunia dan akhirat. Acara ini juga turut dimeriahkan kesenian lokal berupa Hadrah dan tari rudat dari siswa SMK Kehutanan Qomarul Huda serta hiburan dari penampilan organ tunggal. Di bagian penutup, acara semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize bagi para undangan yang hadir. (*)

Dikbud Ajak Investigasi Dari Hal. 1 “Kalau diniatkan untuk mencari solusi, mestinya data terkait investigasi itu disampaikan ke dinas. Sehingga dinas tahu di mana titik rawannya sehingga jelas titik fokus pembinaannya. Lalu apa yang misalnya menjadi akar masalah itu, sehingga strategi penangannya itu bisa disusun,’’ kata Suruji. Namun jika praktik prostitusi yang melibatkan pelajar benar-benar ada, pihaknya mengajak untuk melakukan investigasi menyeluruh. Sehingga itu bisa menjadi peringatan. Kemudian

pihaknya akan menyusun program untuk pengentasan atau penanggulangannya. Mereka yang sudah terlanjut terjerembab ke dalam praktik itu, bisa memulihkan harkat dan martabatnya. “Kita pulihkan, lanjutkan pendidikannya. Kemudian yang belum, jangan sampai menyusul sebagai korban,” katanya. Pihaknya juga memiliki program Bimbingan Koseling (BK). Di mana setiap sekolah memiliki guru BK. Ia mengakui pihaknya tahu melakukan penanganan. ‘’Anak terlibat narkoba apa yang kita lakukan. Pergaulan bebas apa yang bisa kita per-

buat untuk menghentikan halhal yang tidak baik, tidak berdampak ke sekolah, tapi ke yang bersangkutan, keluarganya dan masyarakat luas,’’ kata Suruji. Ia menegaskan, bagi siapapun yang memiliki data dan informasi diajaknya untuk menemui pihaknya atau dengan instansi yang memiliki tugas dan fungsi menangani persoalan itu. Nantinya dipastikan akan dibuka dan permasalahan itu tidak akan ditutup-tutupi. ‘’Kita ekspose supaya jangan ada pelaku berikutnya, korban berikutnya,’’ pungkasnya. (ron)

(Suara NTB/ist)

BERSAMA MASYARAKAT - Anggota DPR RI Dapil NTB sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPRRI Hj. Ermalena M.HS bersama masyarakat di ajang (KIE) Kreatif di Lapangan Kantor Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Oknum Pelajar Mataram Diduga Terjebak Prostitusi Dari Hal. 1 Di kamar 304, itu kali pertama bertemu sejak tujuh bulan kenal. DA sepintas menceritakan kehidupannya. Ia adalah anak pertama. Orangtuanya bercerai dan memilih menikah dengan pilihan masing - masing. DA tinggal dengan ayah tirinya. Memiliki adik tiri yang baru berusia 5 tahun. Ibunya bekerja di salah satu hotel di Senggigi. DA dengan ibunya sering tak akur. Ketidakharmonisan hubungan mereka jadi alasan DA melakukan praktik tersebut. Selain alasan keluarga, ia juga pernah menuturkan jika hubungan seks pertama kali dilakukan bersama kekasihnya semasa duduk dibangku kelas sembilan. DA rupanya kecewa karena keperawananya telah digadaikan karena alasan cinta. Lantas, kekasihnya memilih berpacaran dengan perempuan lain. ‘’Baru selesai di hotel, dia sempat balas chat selingkuhannya,’’ tuturnya. DA, kini duduk di bangku kelas dua belas di salah satu sekolah kejuruan di Mataram. Ia hanya menerima tawaran kencan saat pulang sekolah dan libur. Itupun harus mencari segudang alasan agar bisa keluar menemani pria yang memesannya. DA patut diduga bukan pemain baru di dunia prostitusi. Dari cara dan tingkah lakunya di hotel terlihat cukup lihai memancing pasangannya. Ia juga tak sembarang mengajak lelaki yang belum dikenal. Masalah Gaya Hidup Menanggapi praktik prostitusi pelajar tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany, prihatin dengan praktik prostitusi yang diduga telah merambah ke kalangan remaja. Menurutnya, penguatan caracter building harus dibangun kembali oleh sekolah. Sekolah sebagai rumah kedua dari pelajar harus memberikan pemahaman meningkatkan moralitas pelajar. ‘’Tentu kami prihatin dengan ini,’’ kata Dewi pekan kemarin. Faktor yang menyebabkan

pelajar melakukan praktik seperti itu karena kendornya ketahanan keluarga. Kemungkinan juga sikap hedonisme dan konsumtif pelajar. Persaingan dari sisi life style bisa jadi pemicu pelajar jual diri. Tetapi mereka tidak memikirkan dampak kedepannya. ‘’Karena melihat temannya hidup wow. Mereka ikut - ikutan,’’ ujarnya. Prostitusi pelajar ini susah diidentifikasi. Kecuali, mereka jelas mengakui akan lebih memudahkan dilakukan pendampingan. Dilacurkan Teman Sendiri Koordinator Bidang Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi memaparkan hasil penelitiannya 2014 - 2015 kaitannya dengan pelajar diduga terlibat prostitusi. Angkanya cukup banyak karena ada titik - titik yang memang disampaikan respons bahwa ada anak dilacurkan. Data itu diperoleh dari sample penilitian di Mataram dan Lobar. ‘’Dari satu narsum yang dilacurkan, kami menanyakan temannya bisa di-booking. Mereka cukup banyak,’’ kata Joko tanpa merinci angkanya. Ada tiga faktor ditemukan anak melacurkan diri. Pertama, kaitannya dengan broken home. Faktor ini tidak semata - mata orangtuanya cerai. Bisa jadi komunikasi tidak baik atau pengasuhan anak yang salah, karena orangtua sibuk bekerja dan tidak mengurus anak. Kedua, pergaulan bebas. Dalam penelitian hampir anak - anak terlibat pelacuran, mereka pernah melakukan hubungan seksual dengan orang lain, baik pernah menikah, korban perkosaan atau berhubungan seks dengan pacar. Meski dalam faktanya kata Joko yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram, ada tarif khusus karena anak masih perawan. Tetapi,anak pernah melakukan hubungan seksual tanpa intercourse. Faktor ketiga sambung dia, yaitu kemiskinan. Kemiskinan bukan lebih pada memenuhi kebutuhan primer, tapi kebutuhan sekunder dan tersier atau life style. ‘’Dari

sample ini yang tiga pasti ada,’’ kata dia. Apakah pelajar ini memiliki jaringan? Kasus ditemukan mereka memiliki jejaring meski terkesan sendiri - sendiri. Anak - anak ini tahu mana temannya yang bisa dipakai. Bahkan, mereka bisa menjual temannya karena akan mendapatkan fee. Modus lainnya, pelajar memiliki jaringan dengan sopir taksi dan petugas hotel. ‘’Pura - pura jadi tamu dan tanyakan pasti mereka akan lihatkan foto mana yang bisa dipakai,’’ ujarnya. Joko menambahkan, prostitusi oknum pelajar itu rata rata mereka menerima ajakan kencan short time atau waktunya dibawah jam 10 malam. Ia menyesalkan penindakan terhadap pelacuran anak di Mataram masih lemah. Satpol PP ketika melakukan operasi dan menemukan anak di hotel, hanya memanggil orangtua. Padahal, persetubuhan anak ancaman 10 tahun penjara. ‘’Prostitusi anak , pelakunya diancam pidana minimal 5 tahun. Tapi jarang sekali diproses,’’ sesalnya. Demikian pula penindakan terhadap pemilik hotel. Prostitusi ini kebanyakan eksekusinya di hotel. Risikonya di hotel melati akan terkena razia, berbeda di hotel bintang. Yang terjadi tidak ada sanksi diberikan ke hotel dijadikan tempat eksekusi itu. Padahal kalau jujur kata Joko, mungkin pendapatan hotel dari short time. Tetapi tidak pernah ada izin hotel dicabut. ‘’Kalau menuju konsep wisata halal harus ada mekanisme deteksi dini/pencegahan eksploitasi seksual. Tapi Dinas Pariwata tidak berbicara dampak pariwisata itu,’’ tandasnya. Ancaman Penyakit Kelamin Psikolog Universitas Mataram, Dr. MA. Muazzar Habibi menjelaskan,dalam mengatasi pelacuran remaja jika ditelusuri. Tampaknya banyak akar-akar masalah yang perlu ditangani. Salah satunya adalah kemiskinan. Faktor kemiskinan tentunya korban-

nya adalah remaja perempuan. Padahal, di usia remaja, banyak remaja yang sedang mencari identitas diri. Dan, biasanya identitas diri ini diperoleh dari lingkungan. Lingkungan remaja memiliki banyak dinamika. Remaja tak mampu membentengi diri akan terseret arus mode remaja metropolitan yang berdampak kehidupan glamour dan hedon. ‘’Hal-hal seperti inilah yang mudah menyeret remaja itu ke kasus pelacuran remaja,’’ kata Muazzar Habibi. Pandangan Muazzar tentang faktor prostitusi remaja tidak jauh berbeda seperti yang diungkapkan sebelumnya oleh Joko Jumadi. Ia menjelaskan detail bahwa faktor para remaja perempuan beralih profesi sebagai PSK yaitu, faktor ekonomi keluarga yang rendah,kenakalan remaja, lingkungan sosial, karakter remaja perempuan yang sering ingin mencoba halhal baru, adat ketimuran yang sudah terkikis. Dalih remaja terjun di dunia prostitusi memiliki risiko tinggi. Tak ayal, mereka harus gonta - ganti pasangan dan berhubungan badan dengan banyak orang. Pelanggan banyak memiliki beragam berisiko. Dari pelanggan yang penipu. ‘’Mungkin saja ia tidak dibayar oleh pelanggan setelah melakukan aktivitas seksual. Apabila tidak menggunakan alat kontrasepsi, pekerja seks juga berisiko mengalami kehamilan yang tidak diinginkan,’’ jelasnya. Selain itu, posisi tawar yang lemah di pihak pekerja seks juga membuat mereka sering tidak berhasil membujuk pelanggannya untuk menggunakan proteksi/kondom. Akibatnya, dari pelanggan yang mengidap penyakit menular seksual (PMS), atau bahkan HIV/AIDS, pekerja seks tadi dapat tertular tanpa mampu melindungi tubuhnya. Apalagi kata dia, ada mitos, karena risiko tertular HIV lebih besar jika berhubungan dengan pekerja seks dewasa, maka kaum pria hidung belang memburu anak-anak. Belum risiko lain yang

seringkali harus dihadapi remaja sebagai pekerja seks adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelanggan yang bisa jadi sampai mengancam nyawanya. Tidak jarang, pelanggan yang datang juga menginginkan bentuk hubungan seks yang tidak wajar. Selain risiko karena karekteristik pekerjaannya sendiri, masih ada risiko lain. Banyak remaja, terutama di kalangan anak sekolah atau kuliah yang terjun ke dunia prostitusi memang tidak berniat untuk menjadikan prostitusi sebagai pekerjaan utamanya. Mereka berpikir hanya akan menjadi pekerja seks sementara saja. Dalam beberapa tahun ke depan mereka akan berhenti dan beralih profesi. ‘’Ternyata masalahnya tidak semudah itu. Apabila aktivitasnya sebagai pekerja seks ini diketahui oleh keluarganya, maka besar kemungkinan mereka tidak mau menerimanya kembali,’’ jelasnya. ‘’Belum lagi teman-teman dan lingkungan masyarakat yang seringkali bersikap menghakimi. Hal ini membuat mereka merasa lebih baik terus bekerja sebagai pekerja seks. Lama kelamaan, pilihan untuk bekerja di bidang lain akan tertutup,’’ tambahnya. Profesi sebagai pekerja seks tidak dipandang sebagai profesi yang terhormat oleh masyarakat. Memang di kalangan masyarakat luas terdapat semacam dualisme dalam menyikapi masalah prostitusi. Di satu pihak, permintaan terhadap pekerja seks remaja juga tetap tinggi dan banyak yang bersedia membayar pekerja seks remaja lebih mahal di banding yang sudah berumur. Namun, di pihak lain, walaupun saat ini sebagian kecil masyarakat sudah mulai melihat para pekerja seks sebagai korban dan berusaha untuk menawarkan programprogram pengentasan untuk menolong mereka. Sebagian besar lain dari masyarakat masih terus mengutuk dan mengucilkan para pekerja seks, menganggap mereka sampah masyarakat. (cem)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 9 Oktober 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

Rumak Dijadikan Desa Siaga Model Giri Menang (Suara NTB) Desa Rumak ditetapkan menjadi Desa siaga model di bidang Kesehatan. Desa ini dinilai mampu melayani semua program kesehatan yang menjadi indikator penilaian tuntas dilaksanakan, termasuk donor darah. Kegiatan yang menghadirkan Bupati Lombok Barat (Lobar) tersebut di laksanakan di aula Kantor Desa Rumak usai salat Jumat bersama di masjid Jami Assasuttaqwa Rumak, Jumat (6/10). Kepala Desa Rumak, Drs.H.Ahmad Suhaimi menjelaskan, terpilihnya Desa Rumak menjadi desa siaga model karena 100% persoalan kesehatan di tuntaskan. Desa Rumak memiliki susunan kepengurusan poros desa yang aktif seperti kader posyandu desa, pelayanan kesehatan desa, pustu dan sarana lainnya. Begitu juga sumber daya posyandu yang aktif, seperti posyandu lansia, remaja, dan balita serta dukungan dan peran aktif masyarakat.”Dengan keberhasilan itulah Desa Rumak menjadi desa siaga model,”cetus suhaimi. Pemerintah Desa akan menjadi pelopor dalam mencontoh sehat selain mampu menuntaskan beberapa indikator penilaian lainnya. “Air bersih sudah 100% tidak ada masalah, cuci tangan pakai sabun sudah terlaksana di masyarakat, angka kematian bayi nol, gizi buruk tidak ada, dan transportasi ambulans desa siaga termasuk lima kendaraan pengangkut sampah,’’ tambahnya. Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid merasa bangga apa yang disampaikan Kepala Desa H.Ahmad Suhaimi yang masuk jadi desa siaga model. Untuk standar-standar desa moderen merupakan program pemda, saat ini masih dalam proses penilaian oleh Lembaga Kesehatan PBB. Ada tiga Kabupaten/ Kota se- Indonesia masuk menjadi penilaian lembaga itu termasuk di dalamnya Lombok Barat, karena Dinas Kesehatan di Lombok Barat 60% tingkat keberhasilannya,” jelas suami dari Hj.Khaeratun itu. “Semoga Lobar menang menjadi pilot projet di bidang standing itu,”harapnya. ‘’T anpa dukungan masyarakat pemda tidak ada keberhasilannya,” pungkasnya. (her)

Seorang Santri Tewas Terseret Arus Sungai Giri Menang (Suara NTB) Setelah sehari lebih hilang terseret arus sungai, remaja bernama Muhamad Sarman Rasyid (13) yang diketahui salah satu santri di Ponpes Yusuf Abdussatar Kediri, akhirnya ditemukan tewas. Korban ditemukan di sungai Banyumulek sekitar pukul 14.15 Wita, Minggu (8/10) oleh tim gabungan SAR. Tubuh Korban yang ditemukan dalam kondisi mengambang di air, berjarak sekitar 6,2 kilometer dari TKP. Mayat korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Kediri dan dibawa pihak keluarga ke kediamannya di Loteng. Korban terseret arus Sungai Kokok Babak, Sabtu (7/10) sekitar pukul 06.30 Wita. Korban asal Mantang Lombok Tengah ini terseret arus saat mandi di sungai tersebut bersama enam rekannya. Korban diketahui tidak bisa berenang. Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, korban mandi di sungai yang berlokasi di belakang Pondok milik Ponpes setempat lantaran enggan antri giliran mandi di pondoknya. Sehingga korban bersama enam rekannya mandi di sungai belakang ponpes. Korban bersama rekan-rekannya mandi sekitar 06.30 Wita, saat itu arus sungai masih kecil. Namun tiba-tiba datang air bah (air sungai membesar) sehingga menyeret korban dan rekan-rekannya. Rekan-rekan korban berhasil naik ke atas sedangkan korban hanyut terbawa air arus sungai. Mengetahui korban hanyut terbawa arus sungai, rekan korban pun melapor ke guru Ponpes setempat. Rekan korban baru melapor sekitar pukul 07.00, setengah jam setelah kejadian tersebut. Barulah pihak

guru di Ponpes tersebut melapor ke pihak kepolisian dan SAR. Tak berselang satu jam kemudian, keluarga korban dari Loteng tiba di lokasi kejadian. Pihak keluarga berdatangan setelah diinformasikan bahwa korba terseret arus. Setiba di lokasi, suara tangis dari pihak keluarga pun pecah. Humas Kantor SAR Mataram I Gusti Agung Wismananda menyatakan informasi yang diterima di lapangan, korban hanyut terbawa arus sungai Kokok Babak pada saat mandi bersama teman-temannya nya pada pagi hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram menerjunkan 1 tim rescue ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR untuk melakukan pencarian. Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim rescue kantor SAR Mataram, Polsek Kediri, BPBD Lombok Barat, Babinsa Kediri dan masyarakat setempat melakukan pencarian dengan penyisiran di sepanjang aliran sungai. “Sekitar pukul 14.15 korban kami temukan di sungai Banyumulek berjarak 6,2 kilometer dari lokasi kejadian,”jelasnya. Pembina sekaligus pendiri Ponpes Yusuf Abdussatar, Dr . H Baehaqi menyatakan pihaknya bersama pengurus pondok lainnya mengaku sangat terharu atas peristiwa yang menimpa anak asuhnya. Terkait fasilitas yang disiapkan di pondok ponpes setempat, menurutnya sama seperi ponpes lain pada umumnya. Khusus asrama yang ditempati korban di Asrama tahfiz dihuni 100 orang santri. Di asrama ini memiliki fasilitas jauh lebih

lengkap, termasuk tempat mandi yang disiapkan 10 kamar mandi dengan rasio jumlah santri tersebut dinilai sudah

memadai. Menurutnya, kejadian anak asuh hanyut yang kali pertama terjadi ini akan menjadi bahan evaluasi. (her)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 09 Oktober 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu