Skip to main content

Edisi Kamis 9 Agustus 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

KAMIS, 9 AGUSTUS 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 127 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

TGB dan Dr.Zul Keliling Sambangi Korban Gempa di KLU

(Suara NTB/ist)

MENANGIS - TGB dan Dr. Zul saat berkeliling menyambangi daerah-daerah dan korban gempa di KLU. Menyaksikan rumah warga yang hancur akibat gempa, TGB meneteskan air mata.

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bersama Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah, selama dua hari ini berkeliling menyambangi korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Selasa (7/8), TGB dan Dr. Zul – sapaan akrab Gubernur NTB terpilih, mendatangi kawasan Telaga Wareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, KLU. TGB mengatakan, di Dusun Telaga Wareng, seluruh rumah

penduduk hancur merata. Bahkan, warga yang berada di sana mengalami kesedihan yang luar biasa. “Namun saudara-saudari kita di sini tetap teguh dalam kesabaran dan keikhlasan,” kata orang nomor satu di NTB ini. Melihat kondisi rumah warga yang porak poranda, Gubernur NTB dua periode ini langsung meneteskan air mata. Menghadapi bencana yang terjadi, gubernur mengatakan tak ada yang lebih pantas selain ikhtiar dengan penuh kesungguhan bersama seluruh pihak yang komit membantu.

Pemerintah pusat dengan BNPB, Basarnas, Kementerian/lembaga terkait, TNI-Polri, Lembaga-lembaga sosial, ormas, para relawan dan unsur masyarakat lainnya. “Bekerja bersama, bergandengan tangan untuk menangani tanggap darurat dan selanjutnya rehabilitasi serta rekonstruksi,” katanya. Pascagempa dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang NTB, Minggu (5/8) malam, TGB langsung turun tangan mulai Senin (6/8) dini hari. Sejak dini hari setelah gempa

berkekuatan 7 SR, gubernur langsung menemui para korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung. Di lokasi gempa, khususnya di Lapangan Tanjung dan RSUD, gubernur menyaksikan ratusan korban luka sudah memenuhi halaman rumah sakit. Tidak hanya luka-luka, korban meninggal pun menghiasi pemandangan gubernur dini hari itu. Di Lapangan Tanjung, ratusan masyarakat berkumpul untuk menyelamatkan diri. Bersambung ke hal 15

Diduga Masih Ada Korban Meninggal Luput dari Pendataan Mataram (Suara NTB) Hingga Rabu (8/8), jumlah korban meninggal akibat gempa 7,0 Skala Richter (SR) di NTB dan Bali sebanyak 131 orang. Sementara sebanyak 1.477 orang korban luka berat dan dirawat inap di rumah sakit. Diduga masih banyak korban meninggal yang luput dari pendataan. Penelusuran Suara NTB menemukan situasi itu. Misdi, warga Dusun Penjor, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengaku ayahnya, Amaq Sadat (90) meninggal saat kejadian akibat ter-

(Suara NTB/ars)

timpa reruntuhan. Meninggalnya sang ayah tidak sempat terdata. ‘’Langsung dikuburkan pagi harinya. Saya cuma lapor ke Kadus saja,” katanya ditemui di posko setempat. Bersambung ke hal 15

JAMIN - Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moloek, Kapolri Tito Karnavian, Gubernur NTB TGH. M Zainul Majdi, Danrem 162/WB Ahmad Rizal Ramdhani. Menteri dan petinggi TNI Polri itu menjamin kebutuhan korban bencana tertangani.

TO K O H Siapkan Pasukan Bersenjata

Tito Karnavian (Suara NTB/ars)

RIBUAN wisatawan di tiga gili memutuskan kembali ke daerah asalnya masing-asing akibat terdampak gempa 7 SR. Termasuk juga diantaranya wisatawan asing. Sebanyak satu kompi setara 100 personel Brimob Mabes Polri disiagakan menjaga keamanan tiga gili. Empat kompi sisanya berpatroli di enam kecamatan di Lombok Utara. Hal itu ditegaskan Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian saat memimpin penanganan darurat bencana gempa Lombok di Tanjung, Lombok Utara, Rabu (8/8). ‘’Saya sudah minta Dankobrimob untuk tambah lagi 100 pasukan dari Mabes Polri, Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

JALAN RETAK - Selain rumah penduduk, fasilitas umum lainnya juga rusak akibat gempa 7,0 SR Minggu (5/8) lalu. Seperti halnya ruas Jalan Gangga-Kayangan tampak retak akibat dahsyatnya guncangan gempa.

21 Desa Terisolir Jadi Prioritas Penyaluran Bantuan Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menjadikan 21 desa yang terisolir pascagempa dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR), Minggu (5/ 8) lalu akan menjadi prioritas untuk penyaluran bantuan. Baik penyaluran bantuan makanan, minuman, air minum dan tenaga kesehatan. Telah ditugaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperluas jangkauan penyaluran bantuan. Pada peristiwa gempa pertama dengan kekuatan 6,4 SR, Pemprov sudah membagi tanggung jawab masing-masing OPD berbasis desa di Lombok Timur dan Lombok Utara. Namun, pada peristiwa gempa yang kedua dengan kekuatan 7 SR, daerah yang terdampak bertambah, yakni Kota Mataram dan Lombok Barat. Selain itu, daerah terdampak juga bertambah di Lombok Timur, tepatnya di Kecamatan Pringgabaya. “Semua OPD kita berikan tanggung jawab di kecamatan atau desa yang menjadi binaan mereka. 21 desa yang terisolir itu kita prioritaskan. Sehingga tidak

Pengungsi Gempa di Sambelia Mulai Terserang Muntaber Mataram (Suara NTB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan para pengungsi yang berada di dua desa di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim) mulai diserang penyakit muntaber, demam dan flu. Mereka adalah pengungsi yang berada di Desa Belanting dan Desa Darakunci. Pascagempa bumi dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR), dua desa ini terisolir. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, di Desa Belanting, para pengungsi membutuhkan tenaga medis, obat-obatan dan MCK. Para pengungsi mulai terserang demam, flu termasuk muntaber. Sedangkan di Desa Darakunci, para pengungsi membutuhkan tenaga medis, obat-obatan dan trauma healing. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/humasntb)

RAKOR - Rakor dengan seluruh OPD mengenai penanganan gempa 7 SR di Ruang Rapat Sekda NTB, Rabu (8/8) siang. ada desa yang tidak terlayani,” kata Sekda NTB, Ir. H. Rosiyadi Sayuti, M.Sc., Ph.D dikonfirmasi Suara NTB usai memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Kepala OPD di Kantor Gubernur, Rabu (8/8) siang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 21 desa di tiga kabupaten terisolir dan membutuhkan bantuan pascagempa dengan

kekuatan 7 SR. Puluhan desa terisolir tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Barat (Lobar). Di KLU, sebanyak delapan desa yang terisolir tersebar di empat kecamatan. Di wilayah Kecamatan Bayan tiga desa, yakni Bayan Beleq, Mumbul Sari dan Sambik Elen. Bersambung ke hal 15


SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pascagempa di Mataram

Mengungsi Saat Malam Tiba BESARNYA gempa yang melanda Kota Mataram membuat warga masih dilanda rasa takut untuk kembali ke rumah masingmasing. Hal ini disampaikan lurah Sayang-sayang, Romi Karmin, bahwa warganya memilih untuk mengungsi ke tempat-tempat seperti lapangan atau di depan rumah masingmasing. “Mereka mengungsinya hanya saat malaM saja, kalau di siang hari hanya beberapa orang saja,” terangnya kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Warga membangun (Suara NTB/dok) sendiri tenda secara swaRomi Karmin daya dengan bahan-bahan yang ada. Di kelurahan Sayang-sayang, kerusakan rumah warga tidak sampai rata dengan tanah, hanya tembok rubuh sehingga tidak bisa ditempati lagi. “Bangunan rusak kebanyakan rusak ringan dan sedang, bangunan rusak berat sekitar lima buah,” jelasnya. Romi menceritakan bangunan kantor lurah juga tidak luput terkena gempa, di mana tembok sebelah timur kantor miring akibat gempa. “Temboknya sudah lepas miring, diguncang gempa lagi mungkin akan roboh,” akunya. Warga yang mengungsi, tambahnya, sudah mendapatkan bantuan dari instansi terkait seperti pemda, Nature Residence, serta beberapa pihak yang turun langsung ke masyarakat berupa kebutuhan pangan seperti beras, mie instan, selimut juga terpal. Sedangkan untuk kebutuhan air minum, masyarakat menggunakan air minum kemasan. Di tengah kondisi akibat gempa, masyarakatnya juga dihadapkan akan isu merebaknya isu maling yang menimbulkan keresahan dan ketakutan. “Karena isu itu, warga tidak bisa tidur padahal malingnya juga tidak ada,” kata Romi. Ia pun berusaha menenangkan warga untuk tidak terpengaruh dengan berita hoax karena informasinya hanya simpang-siur. Beberapa hari pascagempa, aktivitas warga di Sayang-sayang sudah mulai ada kegiatan meskipun belum normal sepenuhnya. “Kita berharap aktivitas kembali normal meskipun trauma akan gempa akan lama hilang,” harapnya. (uul)

Pemkot Fokus Tangani Kedaruratan Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, saat ini, masih fokus melakukan penanganan pascagempa. Pasalnya, banyak rumah milik warga dan fasilitas publik rusak akibat gempa. “Sampai saat ini kita masih siaga karena tidak bisa dipastikan sampai kapan gempa ini berhenti,” kata Walikota ditemui Rabu (8/8). Dari data posko penanggulangan bencana Lombok tercatat enam orang meninggal dunia, pengungsi 34.646, 533 rumah rusak berar, 1.408 rusak sedang dan 2.310 rusak ringan. Dikatakan Walikota, seluruh korban dipastikan tertangani dan mendapatkan perawatan dari tim medis di rumah sakit maupun puskesmas. “Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak

panik dan terpengaruh isu - isu yang meresahkan,” imbaunya. Lalu bagaimana penanganan pascagempa? Walikota akan mengambil kebijakan. Sejauh ini, belum bisa dipastikan karena masih menunggu laporan terakhir. Yang jelas kata dia, anggaran disiapkan cukup besar mulai penyiapan logistik oleh Dinas Sosial, perbaikan rumah dan lainnya.

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman tengah mendata kerusakan rumah akibat gempa. Dari identifikasi tim di lapangan ditemukan 209 rumah rusak parah. Inventarisasi ini akan dilaporkan ke kepala daerah dan dikoordinasikan dengan tim penanggulangan bencana. “Tidak saja rumah yang rusak. Tapi bagaimana menangani beban psikologi masyarakat,” kata Kemal. Perbaikan rumah akibat gempa, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo kata Kemal, berjanji memberikan santunan Rp10 juta - Rp50 juta. Tugas Perkim lanjutnya, menghitung kerusakan masing - masing rumah, membuat RAB dan detail en-

” Sampai saat ini kita masih siaga karena tidak bisa dipastikan sampai kapan gempa ini berhenti gennering desain. “Total kebutuhan anggarannya belum bisa diprediksi,” ujarnya. Kemal mengharapkan, camat dan lurah door to door ke lapangan mengecek kerusakan rumah. Selanjutnya, diserahkan ke tim penanggulangan bencana. (cem)

(Suara NTB/cem)

H. Ahyar Abduh

(Suara NTB/lin)

Pulihkan Psikologis Anak-anak PASCAGEMPA yang mengguncang NTB, Minggu (5/8), hingga kini aktivitas pendidikan di Kota Mataram masih lumpuh. Tidak saja banyaknya bangunan gedung sekolah yang rusak, tapi juga psikologis siswa yang masih trauma. ‘’Untuk membantu memulihkan psikologis anak-anak yang terganggu akibat peristiwa ini, Pak Walikota segera ambil tindakan, berkoordinasi dengan Gubernur. Gubernur lantas mengeluarkan instruksi,’’ ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Fuad Sofian Bamasaq, SH., kepa(Suara NTB/dok) da Suara NTB di Mataram, Fuad Sofian Bamasaq Rabu (8/8). Fuad mengatakan Pemkot Mataram, terlebih Walikota, perlu melihat kondisi fisik sekolah-sekolah yang ada di Kota Mataram. Karena, lanjut dia, sejumlah bangunan sekolah di Mataram, tidak hanya retak tapi ada juga yang runtuh. Kenyataan ini, mau tidak mau cukup mempengaruhi psikologis siswa. Untuk itu, dia menekankan perlunya ada trauma healing bagi siswa-siswa yang ada di Mataram. ‘’Jadi itu perlu untuk menguatkan psikologis anak-anak kita di sekolah, apalagi anak-anak yang masih duduk di bangku SD,’’ cetusnya. Tugas pemerintah untuk melakukan recovery pascagempa, sesungguhnya tidaklah ringan. Selain harus mengembalikan percaya diri anak-anak dengan menguatkan psikis mereka, pemerintah juga perlu membantu menenangkan warga. Karena, lanjut anggota Dewan dari Dapil Ampenan ini, pascagempa 7 SR itu, sejumlah isu hoaks beredar di masyarakat. Mulai dari isu air laut akan naik hingga isu pencurian. ‘’Ini juga yang membuat saya prihatin. Saya akhirnya menggunakan media sosial untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa isu air laut naik itu tidak benar,’’ akunya. Sementara itu, lanjut Fuad terkait Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), agar dipercayakan kepada pihak kepolisian. ‘’Saya pantau pihak Kepolisian sangat aktif memantau keadaan, baik menggunakan kendaraan roda dua, maupun jalan kaki,’’ demikian Fuad. Politisi PDI Perjuangan ini mengajak masyarakat untuk mempercayakan masalah keamanan kepada pihak berwajib. Masyarakat, kata dia, tidak perlu khawatir berlebihan. Pada bagian lain, untuk bangunan gedung sekolah Pemkot Mataram diminta segera melakukan pengecekan dengan menggandeng tim ahli guna mengetahui apakah gedung sekolah itu masih aman digunakan atau tidak. Supaya, ketika siswa mulai bersekolah lagi, mereka tidak dihantui kekhawatiran akan tertimpa bangunan dan lain sebagainya. (fit)

PENGUNGSI - Suasana pengungsian warga di lapangan Islamic Center, Rabu (8/8). Pengungsi umumnya merupakan warga sekitar yang rumahnya sudah retak dan takut untuk kembali ke rumahnya itu.

Pengungsi di Mataram Berharap Bantuan Tenda Mataram (Suara NTB) – Sejumlah warga Kota Mataram saat ini masih mengungsi ke tempat yang lebih lapang. Banyak dari mereka yang masih takut dan trauma berada di dalam rumah karena khawatir gempa susulan. Mereka berharap dapat dibantu tenda yang memadai. Sehingga membuat mereka merasa lebih nyaman selama mengungsi. “Ini kita pakai terpal biasa, tidak ada tenda. Karena tidak dikasih bantuan oleh pemerintah. Kalau siang panas sekali,

nya Dinas Perdagangan Kota Mataram yang akan menggelar pasar murah dan menginstruksikan kepada pasar modern untuk memberikan potongan harga khusus pada HUT Kota Mataram. “Semua persiapan HUT Kota Mataram tetap dilakukan, sembari kita juga mendata kantor pemerintahan yang mungkin gedungnya mengalami kerusakan,” ujarnya. Ia berharap peringatan HUT Kota Mataram kali ini dapat berlangsung dengan khidmat. Tentu saja beberapa hal masih menjadi catatan di usia ke-25 Kota Mataram. Pemkot Mataram mengajak warga Kota Mataram untuk bersama-sama memajukan dan menyukseskan sejumlah program yang akan dilakukan di masa mendatang. Sebab semua itu dimaksudkan untuk

lamatkan mereka semua. Makanya saya memilih tinggal di pengungsian. Suami saya pergi bekerja, jadi saya yang menjaga anak-anak,” ujarnya. Ia saat ini tengah mengungsi di lapangan Islamic Center. Bersama ratusan pengungsi lainnya ia berharap dibantu. Apalagi ia juga kekurangan selimut, sehingga saat malam hari ia dan anak-anaknya merasa kedinginan. “Kita kurang selimut juga. Bukan saya saja, tapi pengungsi lainnya juga banyak yang kekurangan selimut. Apalagi kita kan ini pa-

kai tikar biasa, tidak pakai matras. Jadi kalau malam itu dingin, terus angin juga, karena terpalnya tidak tertutup semua,” ujarnya. Sementara itu, Sekda Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan kepada pengungsi. Meski belum semua, namun pihaknya akan segera mendistribusikan bantuan jika barangnya sudah ada. “Kita ini bukan tidak mau bantu, tapi barangnya yang tidak ada. Yang biasa tempat

kita beli tenda dan matras itu kehabisan stok, jadi stoknya kosong. Itu masih kita tunggu, maka dari itu kami minta agar warga Kota Mataram bisa bersabar,” ujarnya. Ia meminta kepada warga Kota Mataram yang belum mendapatkan bantuan agar bersabar. Sebelumnya juga sudah didistribusikan bantuan berupa mie instan, matras dan tenda kepada warga yang mengungsi. Terutama bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat gempa. (lin)

RSUP NTB Rawat Ratusan Pasien Luka Berat

(Suara NTB/lin)

DIPINDAHKAN - Sejumlah pasien RSUDP NTB sudah dipindahkan ke dalam gedung untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik, Rabu (8/8).

Konstruksi Gedung RSUP Masih Aman Mataram (Suara NTB) – Bangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB (RSUDP NTB) dinyatakan aman untuk digunakan kembali setelah dilakukan

Persiapan HUT Kota Mataram Tetap Berlanjut Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram yang ke 25 pada 31 Agustus mendatang. Meski masyarakat saat ini tengah dilanda kecemasan akibat gempa, namun sejumlah persiapan HUT tetap berjalan. “Persiapannya tetap berjalan. Tentu saja kita harapkan gempa ini segera usai dan tidak terjadi lagi. Sehingga kita bisa melaksanakan perayaan HUT Kota Mataram dengan nyaman,” kata Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM. Beberapa kegiatan yang biasa dilakukan untuk memeriahkan HUT Kota Mataram diantaranya parade budaya, berbagai kegiatan di masingmasing OPD hingga melakukan pasar murah. Salah satu-

kalau malam dingin sekali,” kata Inaq Sahnun dari Pejeruk Kota Mataram, Rabu (8/8). Ia bersama tujuh anaknya mengungsi karena takut gempa susulan. Apalagi anaknya masih kecil-kecil dan rumahnya kini sudah dalam keadaan retak. Ia sangat berharap Pemkot Mataram dapat memberikan bantuan berupa tenda dan matras. Sehingga ia dapat beristirahat dengan lebih nyaman bersama anak-anaknya. “Anak saya tujuh orang, saya khawatir kalau gempa terjadi saya tidak bisa menye-

perkembangan dan pembangunan Kota Mataram. Sehingga Kota Mataram dapat menjadi kota yang maju seperti yang tertuang di dalam motto daerah. “Yang jelas beberapa kegiatan kan sudah dilakukan dalam rangka HUT Kota Mataram. Sebagian lagi masih dalam persiapan, kita doakan saja musibah ini segera berlalu dan semua kegiatan yang dipersiapkan dapat dilakukan,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa semua OPD tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Meski ada beberapa pelayanan yang kurang maksimal karena banyak ASN yang masih takut berada di dalam ruangan. Meski demikian, ia tetap memastikan semua OPD tetap bertugas. Sehingga persiapan untuk HUT Kota Mataram tetap dapat dilakukan. (lin)

pemeriksaan. Ahli Teknik Bangunan Gedung dari Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra menjelaskan bahwa semua ruangan di RSUDP NTB dapat digunakan kembali. Ia menyarankan agar pelayanan kesehatan dapat dipindahkan kembali ke dalam gedung rumah sakit. “Saya sudah memeriksa semua ruangan yang ada di rumah sakit ini. Setelah saya periksa dengan teliti, semua ruangannya masih sangat layak dan aman untuk digunakan kembali,” ujarnya, di Mataram, Rabu (8/8). Ia menyarankan agar staf dan tim medis dapat memindahkan pasien yang saat ini berada di luar. Sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik. Terutama bagi pasien yang baru saja selesai menjalani operasi. “Ruang perawatan, ruang operasi dan ruang lainnya bisa kami pastikan aman untuk digunakan kembali. Karena perawatan kesehatan kan harus dilakukan di ruangan yang steril. Kalau di tenda itu kurang maksimal. Maka dari itu kami sarankan untuk masuk saja,” ujarnya.

Direktur RSUDP NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti instruksi dari ahli teknik yang dikirimkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Pihaknya akan kembali merawat pasien di dalam gedung agar perawatan pasien dapat lebih maksimal. “Kami akan mengikuti instruksi dari Pak Ashar, hari ini kami akan memindahkan kembali pasien yang ada di luar untuk dimasukkan ke dalam gedung. Karena masih banyak juga yang dirawat di tenda,” ujarnya. Ia menjelaskan kepada para pasien dan keluarga pasien agar tidak khawatir. Sebab bangunan gedung rumah sakit ini dinyatakan aman. Adapun jika terjadi gempa untuk tidak panik dan berusaha untuk melindungi diri. “Kita berikan penjelasan kepada pasien dan keluarga pasien, agar tidak khawatir meskipun dirawat di dalam ruangan. Sebab kondisi bangunan kita dalam keadaan baik. Apalagi sekarang kan gempanya dalam intensitas kecil. Kita doakan semoga gempa tidak terjadi lagi,” ujarnya. (lin)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 270 korban gempa dengankategorilukaberatdanluka sedang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah ProvinsiNTB. Sebagianjugasudah menjalankan operasi dan kini dalam masa pemulihan. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan evakuasi para korban di Lombok Utara. “Hampir semua korban gempa dengan luka berat itu berasal dari Lombok Utara. Umumnya mereka korban yang tertimpa reruntuhan dan mengalami luka berat,” kata Direktur RSUDP NTB, dr. H. L.Hamzi Fikri, MM, Rabu (8/8). Sebagian besar korban mengalami patah tulang atau orthopedi. Sebagian lagi mengalami luka berat di bagian kepala. Mereka merupakan korban yang umumnya dirujuk dari RSUD Tanjung dan merupakan korban gempa di wilayah dengan korban terbanyak. “Sebagian sudah kita lakukan operasi, karena yang dirujuk ini kan korban dengan luka berat dan ada juga yang luka sedang. Kebetulan ruang operasi kita juga masih sangat aman untuk digunakan,” ujarnya. Ia masih menunggu dan menerima apabila masih ada rujukan pasien korban gempa. Menurutnya, tenaga kesehatan dan ruan-

gan yang tersedia di rumah sakit masih mampu menampung para korban. Bantuan medis dari beberapa rumah sakit juga sudah berdatangan. “Kita ada bantuan juga dari beberapa rumah sakit. Termasuk rumah sakit daerah di Bali, Surabaya hingga Jakarta. Ada juga bantuan berupa obat-obatan. Paling banyak bantuan obat dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopedi Indonesia (PABOI). Karena korban juga banyak yang patah tulang,” ujarnya. Hingga saat ini sudah ada delapan pasien korban gempa yang meninggal dunia di rumah sakit ini. Ada yang meninggal sejak di perjalanan, ada pula yang meninggal setelah mendapatkan perawatan. Umumnya, kondisi mereka memang dalam keadaan kritis saat sudah dirujuk. Beberapa pasien juga sudah ada yang diperbolehkan pulang. Karena kondisi kesehatannya sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan. “Ada juga yang kita terima memang sudah dalam keadaan meninggal, karena kondisinya luka berat. Akhirnya dirujuk ke sini, tapi meninggal di perjalanan. Ada juga yang meninggal sesaat setelah tiba dan mendapatkan perawatan darurat,” ujarnya. (lin)

(Suara NTB/lin)

LUKA BERAT - Nizam (10), salah satu pasien luka berat korban gempa asal Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara tengah mendapatkan perawatan usai melakukan operasi pada bagian kepala. Menyusul akan dilakukan operasi pada bagian kaki yang mengalami patah tulang.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 3

Permintaan Pascagempa Tinggi, Pengusaha Naikkan Harga (Suara NTB/bul)

KETERANGAN - Dari kiri, Farid Faletehan, Teguh Supangkat (tengah) dan Hizbullah memberikan keterangan resmi kemarin.

Rp2 Triliun Dana Perbankan Terdampak Gempa Mataram (Suara NTB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rabu (8/8) kemarin memanggil industri keuangan yang ada di NTB. Otoritas mengumpulkan informasi terkait kredit perbankan di wilayah yang terdampak gempa. Puluhan pimpinan industri keuangan yang beroperasi di NTB dikumpulkan di Kantor OJK NTB di Malomba. Teguh Supangkat, Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan IV hadir langsung didampingi Hizbullah, Kepala Kantor Regional VIII OJK Bali Nusra, dan Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan. Pertemuan berlangsung cukup serius selama setengah hari. Teguh Supangkat usai pertemuan menjelaskan, pertemuan dilakukan dengan industri jasa keuangan bank dan non bank. Dalam pertemuan tersebut, otoritas ingin menyerap informasi yang terdampak gempa. Otoritas telah mendapatkan informasi awal, seluruh operasional perbankan telah kembali berjalan normal. Baik yang terkena gempa, maupun yang tidak terkena gempa. Yang terparah adalah kantor-kantor layanan perbankan yang ada di Tanjung, Lombok Utara. Siasatnya, dilakukan relokasi ke kawasan-kawasan terdekat sehingga operasional tetap dapat dilaksanakan normal. “Hari ini (kemarin) sudah berjalan normal. Dan kami harapkan perbankan, untuk dapat melakukan transaksi secara normal. Kita harapkan semua masyarakat sudah terlayani dengan baik oleh perbankan yang ada,” ujarnya. Memang ada beberapa perbankan yang debiturnya terdampak gempa, nilainya sementara antara Rp1,3 trilun sampai Rp2 triliun yang terdampak langsung maupun yang tak langsung. Inipun terdapat diantaranya perbankan yang belum memberikan laporan pasti. Termasuk nilai kredit dari finance otoritas belum mendapatkannya. “Tadi laporan lisan saja. Kami meminta laporan tertulis perbankan ke OJK. Kita nunggu sampai dengan Jumat, biar data itu dapat kami gunakan untuk membuat kebijakan terkait kredit yang terdampak gempa. Dan kami akan bawa ke kantor pusat untuk diputuskan terkait dengan relaksasi. Tapi nanti akan diputus di rapat dewan komisioner,” kata Supangkat. OJK terus memantau perkembangan dampak dari bencana gempa bumi yang melanda NTB, Minggu (5/8) malam dengan kekuatan 7 SR. OJK terus melakukan komunikasi dan memonitor industri jasa keuangan agar tetap dapat melayani transaksi keuangan masyarakat. OJK berupaya memastikan masyarakat terinformasi kantor bank maupun jaringan ATM yang dapat beroperasi secara terbatas akibat dampak bencana. Informasi tersebut dapat diakses melalui Layanan OJK pada telepon nomor 157 atau kontak layanan konsumen untuk masing-masing lembaga jasa keuangan. Tim assessment yang diturunkan OJK pusat ini telah mulai melakukan tugasnya di lapangan. Tim bertugas melakukan analisa kepada para korban gempa yang memiliki kredit di lembaga keuangan. Sama halnya seperti yang dilakukan saat terjadi musibah banjir bandang yang menyapu Bima. OJK memberikan kelonggaran kepada nasabah industri keuangan untuk melakukan penundaan pembayaran sampai batas waktu tertentu. Kebijakan relaksasi bisa saja berlaku hingga setahun tanpa menurunkan kualitas kreditnya. Setelah seluruh datanya lengkap, Supangkat menegaskan barulah dipastikan kebijakan apa yang akan dikeluarkan otoritas. Gempa yang terjadi di Lombok ini menurutnya cukup parah. Melihat kondisi itu, kemungkinan besar relaksasi bisa diberikan. Kemungkinan dilakukan pemutihan, menurutnya akan diserahkan sepenuhnya ke masing-masing bank. “Nanti bank yang melakukannya,” demikian Subangkit. Sementara Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan menegaskan pihaknya di daerah akan tetap berupaya mendorong OJK pusat untuk memberikan kebijakan keringanan kepada nasabah-nasabah perbankan yang terdampak musibah. (bul)

Belasan Kantor Bank Rusak Akibat Gempa Mataram (Suara NTB) Laporan sementara yang diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat 10 kantor bank yang mengalami kerusakan akibat gempa 7 SR yang mengguncang NTB Minggu (5/ 8). Laporan kerusakan fisik perbankan ini diungkapkan oleh Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan usai melakukan pertemuan dengan pimpinan perbankan di kantornya, Rabu (8/8) kemarin. “Ada yang memang kondisinya sudah rusak parah dan tidak bisa lagi ditempati,” jelas Farid. Terhadap kantor-kantor lay(Suara NTB/dok) anan yang rusak tersebut, Farid Faletehan manajemen kemudian berencana mengajukan pindah tempat. Dalam hal ini, OJK juga tetap akan memberikan kelonggaran. Tentu tanpa mengabaikan semua prosedur yang berlaku. Perbankan dapat mengajukan secara resmi perpindahan layanan. Otoritas nantinya akan menindaklanjuti dengan dan melakukan analisa. Yang pasti, kata Farid, layanan bank tetap harus mengcover seluruh wilayah yang sebelumnya. “Kalaupun ada di antaranya yang mengajukan pindah kantor. Siapkan dulu kantornya. Nanti kami cek sistemsistemnya dapat beroperasi dengan baik. Pada prinsipnya, semua masyarakat harus terlayani,” imbuhnya. Otoritas juga memastikan, tiga hari pascagempa, keadaan berangsur normal. Khususnya untuk layanan perbankan. Otoritas juga telah meminta perbankan agar mulai aktif memberikan pelayanan, sembari dilakukan recovery infrastruktur fisik di daerah terparah terdampak gempa. Seluruh ATM, kata Farid hampir seratus persen telah pulih kembali. Hanya satu diantaranya mesin ATM yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. “Kalaupun ada mesin yang belum beroperasi, sematamata karena terkendala pasokan listrik yang belum sepenuhnya normal,” ujarnya. Selain di Pemenang, demikian juga di tiga gili di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Layanan perbankan kata Farid sepenuhnya berjalan normal. Disinilah fungsi OJK untuk memastikan perannya mendorong perbankan untuk tetap memberikan pelayanan keuangan kepada masyarakat. “Non tunai, juga berjalan tidak ada masalah. Selama jaringannya yang melayani masih tetap bagus,” demikian Farid. (bul)

Mataram (Suara NTB) Saat musibah bencana alam melanda NTB, para pedagang justru menaikkan harga. Terutama logistik bagi korban gempa. Sejumlah pihak melalui pesan berantai menyatakan keberatan atas sikap bertolak belakang yang ditunjukkan oleh para pengusaha, terutama pengusaha sejumlah kebutuhan pendukung. Nampaknya ada spekulasi yang dimainkan oleh spekulan untuk mengambil keuntungan saat permintaan tinggi. “Mohon kiranya memantau lonjakan harga kebutuhan pokok dan yang lain yang menjadi kebutuhan para korban. Kawan kawan Media mungkin bisa menghubungi dinas terkait, untuk segera mengeluarkan imbauan. Alangkah lebih Indahnya bila harga kebutuhan normal atau lebih murah lagi. Saya barusan belanja, stok banyak kosong. Kemudian terpal dari Rp120 ribu naik jadi Rp375 ribu,” demikian

isi pesan berantai tersebut. Kepala Dinas Perdagangan, Hj. Putu Selly Andayani, M. Si melalui Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, L. Suparno, S. Sos, MH dikonfirmasi juga membenarkan kenaikan harga ini. Untuk kebutuhan-kebutuhan pendukung terjadi kenaikan dari di bawah harga Rp100.000 menjadi Rp100.000 lebih. “Terpal misalnya, yang harganya Rp85.000/pcs naik menjadi

Rp100-an ribu/pcs. Kebutuhan seperti air, selimut, terpal memang naik, karena kebutuhannya besar dan stoknya kurang. Termasuk tandon air,” kata L. Suparno. Kebutuhan yang disebut naik di atas, memang kebutuhan pabrikan yang didatangkan dari luar daerah. Mestinya, distributor dapat mempercepat permintaan pendistribusian dari pabrikannya. Diluar kebutuhan tersebut, L. Suparno me-

(Suara NTB/bul)

BANTUAN - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Budi Septiani dan manajemen PT. Charoen Pokhpand memberangkatkan bantuan untuk korban gempa atas koordinasi Kementerian Pertanian senilai Rp10 miliar.

Bantuan Rp10 Miliar Dikoordinir Kementan Mulai Disalurkan Mataram (Suara NTB) Bantuan dari koordinasi Kementerian Pertanian dengan stakeholders senilai Rp10 miliar pada Rabu (8/8) kemarin, mulai disalurkan. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB menjadi leading sektornya di daerah. Atas koordinasi langsung oleh Kementerian Pertanian, nilai bantuan untuk korban gempa di Lombok terkumpul Rp 10 miliar. Pendistribusiannya dibagi dalam bentuk dana tunai Rp5 miliar, dan Rp5 miliar sisasnya diberikan dalam bentuk kebutuhan-kebutuhan strategis korban gempa. Rp5 miliar untuk kebutuhan strategis ini, terkumpul dari kelompok Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) se Indonesia, bersama PT. Charoen Pokphand. “Dana dalam bentuk tunai untuk bantuan korban gempa, nantinya akan diserahkan langsung oleh Sekjen Kementan,” demikian Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Budi Septiani usai menerima bantuan dari manajemen PT. Charoen Pokhpand di kantornya, Rabu (8/8) kemarin di Mataram. GM Human Capital PT. Charoen Pokhpand Indonesia, Baso Alim Bahri dan Mahfud selaku Manajer Marketing Wilayah NTB menyerahkan bantuan tersebut ke Dinas Ketahanan Pangan NTB. Meski tidak seluruhnya, bantuan dari perusahaan yang bergerak di sektor hulu hilir perunggasan ini rencananya akan didistribusikan secara bertahap. Pada tahap awal kemarin, pendistribusian bantuan dari PT. Charoen Pokhpand Indonesia

terdiri dari air mineral, minuman cup, telur, sosis dan beras. “Kami mendatangkannya langsung dari Bali dan Jakarta. Dengan pertimbangan kemungkinan di sini kurang ketersediaan stoknya,” demikian Baso Alim. Selain beras dan telur, perusahaan ini juga rencananya akan mendistribusikan bantuan dalam bentuk daging segar kepada korban gempa. Termasuk melibatkan psikiater untuk memulihkan kembali trauma para korban gempa. Hj. Budi Septiani menyambung, bantuan tahap awal didistribusikan kepada tujuh kecamatan di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Masing-masing ke Kecamatan Gunung Sari, Batu Layar, Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan. Selain bantuan atas koordinasi Kementerian Pertanian ini, pemerintah daerah juga rencananya akan menggelontorkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Saat CPP dalam bentuk beras yang disimpan di Perum Bulog sebanyak 100 ton. Pada gempa pertama 29 Juli 2018 dengan pusat gempa di sekitaran Sambelia, Lombok Timur (6,4 SR) Dinas Ketahanan Pangan telah menggelontorkan sebanyak 5 ton. “Pak Gubernur meminta kami mengeluarkan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang jumlahnya 100 ton. Kalau itu kewenangannya ada di Dinas Sosial. Yang ada di kami CPP. Dan CPP ini dapat didistribusikan pascabencana, atau setelah pemerintah tidak lagi menyatakannya dalam masa tanggap darurat. Tapi CPP ini juga akan kami keluarkan,” demikian Hj. Budi. (bul)

Pulihkan Jaringan

Telkomsel Berikan Paket Telepon Gratis bagi Korban Gempa Mataram (Suara NTB) Seiring dilakukannya pemulihan jaringan pascagempa di wilayah Lombok, NTB, Telkomsel memberikan paket gratis telepon dan SMS ke semua operator selama 24 jam, bagi seluruh pelanggan diLombok.SelainituTelkomseljuga memfasilitasi para pelanggannya untuk berdonasi bagi korban gempa NTB melalui UMB *800*01#, dan aplikasi TCASH Wallet. Paket gratis telepon dan SMS dapat diaktifkan dengan menu UMB *888*20# atau melalui SMS dengan mengetik LOMBOK dan dikirim ke 8999. Pelanggan akan mendapatkan 50 menit dan 200 SMS gratis ke seluruh operator yang berlaku selama seminggu. Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan mengatakan, sesaat terjadinya gempa layanan komunikasi sempat terganggu karena kehilangan pasokan listrik. Dalam waktu kurang dari 24 jam. “Tim kami bergerak cepat untuk memulihkan jaringan dengan

memobilisasi genset untuk bantuan daya serta memasang mobile BTS,” katanya dalam keterangan resmi kemarin. “Kami menyadari bahwa layanan komunikasi sangat penting saat kondisi bencana seperti ini. Khususnya untuk mengabarkan keluarga,koordinasiantarrelawan, tim penolong, maupun update kondisi terkini wilayah bencana bagi pihak-pihak berkepentingan. Untuk itu kami akan terus berupaya mengoptimalkan layanan komunikasi dengan mendatangkan mobile genset serta memastikan pasokan BBM untuk kontinuitas pengoperasian jaringan,” imbuh Bob. Untuk memfasilitasi pelanggan yang ingin membantu korban gempa Lombok, Telkomsel bekerja sama dengan Yayasan Rumah Zakat Indonesia membuka layanan donasi melalui UMB *800*01# dan aplikasi TCASH Wallet. “Jajaran manajemen dan seluruh karyawan Telkomsel menyampaikan rasa prihatin dan be-

(Suara NTB/ist)

GRATIS - Telkomsel memberikan paket gratis telepon dan SMS ke semua operator selama 24 jam bagi seluruh pelanggan di Lombok.

rempati atas apa yang dialami para korban musibah ini. Kami berharap kondisi di Lombok akan segera pulih seperti sediakala,” pungkas Bob. (bul) Sabtu, 048Agustus 20182018 Rabu, Agustus

negaskan belum menemukan adanya kenaikan harga. Misalnya untuk bahan pokok. Sejauh ini relatif normal berdasarkan hasil pantauannya kemarin. “Justru untuk sembako kita minta distributornya untuk memberikan harga khusus. Kita tahu bersama saat ini sedang terjadi musibah,” ujarnya. Terhadap kebutuhan yang haganya naik, Dinas Perdagangan Provinsi NTB mengimbau distributor untuk tidak memanfaatkan kesempatan. Disaat masyarakat sedang kesusahan (tidak menaikkan harga). Secara

khusus, di luar sembako, bukan menjadi kewenangan Dinas Perdagangan untuk pengawasannya. Karena itu, Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan Pemprov NTB langsung. “Seharusnya disurati, tapi itu ranahnya Pemda langsung. Bapak Gubernur yang bisa mengeluarkan surat imbauan langsung,” ujarnya. Sementara Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Nur Aulia sebagai leading sektor justru lempar tangan lagi. “Itu urusannya Dinas Perdagangan, sebentar saya koordinasi,” demikian Nur Aulia. (bul)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 4

Pasca Gempa 7,0 SR

Bantuan Logistik ke Sembalun dan Sambelia Nyaris Terhenti

DD untuk Korban Bencana DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mempersilakan kepada pemerintah desa untuk menggunakan dana desa (DD) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama, kebutuhan masyarakat yang dilanda bencana gempa beberapa waktu lalu. Kepala DPMD Lotim, H. M. Juaini Taofik, Rabu (8/8), menjelaskan, penggunaan DD dapat dilakukan terhadap penanganan benca(Suara NTB/dok) na yang bersifat mendesak H. M. Juaini Taofiq dan nilainya tidak terlalu besar. Penggunaannya pun harus masuk dalam fasilitas umum, misalnya pemenuhan kebutuhan tenda, MCK umum, sehingga akan dilakukan penyesuaian penggunaannya melalui APBDes perubahan. “Silakan saja digunakan DD itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana gempa. Itu diperbolehkan dan sudah ada aturannya. Namun tetap harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Kalau memang untuk penanganan rumah-rumah yang rusak, Dinas PMD mendorong jika penanganan dilakukan oleh BPBD. Terlebih setiap tahun ada program untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sehingga saat ini yang didorong yakni untuk kebutuhan berupa tenda darurat, MCK umum maupun dapur umum terutama ketika masyarakat itu kesulitan memenuhi kebutuhannya pasca terjadinya bencana. Untuk itu, pemerintah desa diminta tidak takut menggunakan DD selama itu untuk kepentingan masyarakat. Maka dari itu, ia berharap terhadap kepala desa yang wilayahnya dilanda bencana harus responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya. Apabila kepala desa melakukan itu, lanjut dia, maka Dinas PMD dan pemerintah kecamatan siap membantu menyelesaikan persoalan administrasinya. Artinya jangan sampai ada istilah bahwa dana desa itu tidak bisa diotak-atik meskipun terjadinya bencana. Selama pengguna anggaran dalam hal ini pemerintah desa kemudian dimusyawarahkan bersama BPD dalam APBDes perubahan, maka pasti ada jalan karena itu diperbolehkan. Dalam Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 dikatakan penggunaan dana tak terduga. Maka penggunaan DD itu juga bisa masuk dalam dana tak terduga. “Kalaupun DD-nya belum keluar, silakan saja kepala desa itu berutang selama masih dalam batas pengendalian,” ungkapnya. Sejauh ini sudah beberapa desa yang sudah melakukan penggunaan DD itu, seperti Desa Toya dan Pringgabaya Utara didorong untuk menggunakan DD di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama dapat dipertanggungjawabkan. (yon)

Selong (Suara NTB) Korban gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Minggu (29/7) pekan lalu yang ada di Kecamatan Sambelia dan Sembalun mengeluhkan bantuan logistik yang nyaris terhenti. Pasalnya, ketersediaan stok ke dua wilayah itu mulai menipis, bahkan terhenti pascaterjadinya gempa susulan berkekuatan 7,0 SR yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kepada Suara NTB, Rabu (8/8), Camat Sembalun, Usman, tidak menampik pendistribusian bantuan logistik maupun air bersih ke Sembalun nyaris terhenti setelah gempa berkekuatan 7,0 SR. Saat ini sudah tidak ada lagi donatur yang mendistribusikan bantuan baik ke posko utama yang ada di kantor Kecamatan Sembalun maupun posko di masing-masing desa. “Iya, bantuan ke sini (Sembalun, red) nyaris terhenti. Itu terjadi pasca gempa kedua 7,0 SR. Bantuan mengarah ke sana (KLU, red),” ujarnya. Dalam hal ini, ia berharap korban gempa khususnya yang ada di Kecamatan Sembalun tidak dilupakan, terlebih kondisi rumah masyarakat di Kecamatan Sembalun semakin

parah akibat gempa 7,0 SR tersebut. “Rumah-rumah semakin rusak parah, logistik di posko menipis,” terangnya. Maka dari itu, selain dibutuhkannya ketersediaan logistik. Masyarakat juga membutuhkan terpal, tenda dan air bersih serta kebutuhan lainnya, karena kerusakan rumah warga mengalami peningkatan. Semua warga mengungsi dan masyarakat trauma. Di mana terjadinya gempa susulan membuat kondisi pemukiman warga di Kecamatan Sembalun semakin parah. Dari dua desa yang sebelumnya mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni Desa Sajang dan Desa Biloq Petung. Saat ini kerusakan terparah berada di Desa Sembalun Bumbung dengan kondisi kerusakan rumah

(Suara NTB/yon)

BERTAHAN - Masyarakat di Desa Sajang Kecamatan Sembalun yang masih bertahan di pengungsian. Ketersediaan logistik saat ini mulai berkurang pasca terjadi gempa 7,0 SR yang terjadi di KLU. sekitar 90 persen rusak berat. “Semua masyarakat tidak berani berada di dalam rumah. Rata-rata semuanya mengungsi di tempat terbuka yang dianggap aman. Namun stok logistik sudah menipis. Persoalan itu sudah kita komunikasi ber-

sama pemerintah daerah untuk bagaimana bantuan tetap didistribusikan,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Camat Sambelia, Zaitul Akmal, bantuan dari masyarakat maupun dari para relawan sudah tidak ada lagi yang datang mend-

istribusikan. Namun dari pemerintah melalui Dinas Sosial, Selasa kemarin mulai diturunkan berupa beras. “Dari pemerintah tetap ada didistribusikan. Dari masyarakat umum yang sama sekali sudah terhenti pasca gempa 7,0 SR itu,” ujarnya. (yon)

Kebun Raya Lemor GP Ansor NTB Peduli Korban Terwujud Setelah Gempa 11 Tahun Menanti

Selong (Suara NTB) Gerakan Pemuda Ansor NTB turut peduli terhadap korban gempa bumi yang melanda warga Lombok. Pimpinan Wilayah GP ANSOR NTB, M. Zamroni Azis, menjelaskan, sudah mengirim langsung bantuan sebanyak 1.000 kardus mi instan, 700 kardus air mineral, pembalut dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan para korban selama di pengungsian. Dalam hal ini, ujarnya, yang paling penting harus dibantu adalah tempat-tempat ibadah. Menurutnya, ada 20 tempat ibadah baik masjid, musala, vihara dan tempat ibadah lainnya akan dibantu secara langsung. Termasuk memberikan langsung uang tunai guna meringankan beban warga. “Banyak lokasi yang belum tersentuh bantuan langsung,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Rabu (8/8). Zamroni Azis ini pun meminta seluruh sahabat GP Ansor di Indonesia untuk turut berpartisipasi dan mendoakan masyarakat NTB, khususnya

(Suara NTB/yon)

PERIKSA - Masyarakat menjalani pemeriksaan medis di posko kesehatan di Kantor Camat Sembalun.

Rumah Warga Korban Gempa Mulai Dibangun Selong (Suara NTB) Rumah warga korban gempa pertama dengan kekuatan 6,4 skala richter (SR) khususnya di Kecamatan Sambelia dan Sembalun, mulai dibangun kembali. Itu dilakukan setelah korban yang rumahnya rusak berat menerima bantuan dari pemerintah sebesar Rp50 juta dari pemerintah pusat. Camat Sambelia, Zaitul Akmal, menyebut, saat ini sudah mulai dilakukan perencanaan pembangunan rumah masyarakat yang terdampak gempa. Material-material bangunan sudah dilepas di masing-masing lahan korban yang menjadi korban gempa. Untuk tahap pertama ini katanya, masyarakat yang direhab rumahnya sebanyak 30 rumah di Kecamatan Sambelia dan 25 rumah di Kecamatan Sembalun. “Pembangunan rumah warga korban gempa kita lakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama ini sebanyak 30 rumah,” sebutnya, kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Disebutkan, kerusakan rumah di Kecamatan Sambelia pada gempa pertama berkekuatan 6,4 SR sekitar 1.365 dari data yang dimilikinya. Sedangkan saat ini, pasca terjadi gempa kedua dengan kekuatan 7,0 SR. Rumah warga yang mengalami rusak berat bertambah lantaran rumah-rumah warga yang sebelumnya rusak ringan ambruk, sehingga rumah yang mengalami rusak berat di Kecamatan Sambelia saat ini mencapai 2.000 unit lebih. “Data kerusakan rumah terus mengalami perubahan, karena gempa terus terjadi dan rumah warga yang rusak terus bertambah,” ujarnya. Terkait kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Sambelia, disebutkan Zaitul Akmal, jika kesehatan masyarakat tidak ada masalah. Puskesmas pembantu maupun Polindes sudah mulai difungsikan. Kesehatan masyarakat ini, lanjut dia, menjadi perhatian serius oleh pemerintah setiap harinya. Salah satu yang dilakukan yakni para petugas medis terjun langsung ke masing-masing tempat pengungsian untuk mengecek kesehatan masyarakat. Sementara, dokter di Puskesmas Kecamatan Sembalun dr. Dedy Muhadi, menjelaskan dari hasil kunjungan dan pasien yang ditangani. Rata-rata korban gempa mengalami penyakit muntaber meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Korban yang mengalami penyakit Muntaber ini, lanjutnya, didominasi oleh anak-anak. “Untuk data validnya belum kita ketahui. Karena kita terbagi tiga posko yang menangani itu,” jelasnya. (yon)

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - GP Ansor NTB saat menyerahkan bantuan bagi korban gempa. Lombok agar tabah menerima cobaan gempa bumi. Bantuan tahap pertama itu dikirim dengan menggunakan 4 armada yang berisi air mineral 45 dus, snack (makanan ringan) 22 dus, mie instan 96 dus, minuman kemasan berenergi (susu UHT) 10 dus, makanan bayi 2 dus, pampers 2 dus, kopi 1 dus, masker 12 kotak, MCK (sabun, tisu, pasta gigi) 1 paket. Pihaknya juga menyerahkan bantuan untuk pengurus Ponpes Malaka Kecamatan Pemenang, berupa sembako dan kebutuhan

lain serta pemberian bantuan dana kerohiman rehabilitasi masjid dan ponpes yang diterima langsung Ustadz M. Sai (Ketua PCNU Lombok Utara) sebesar Rp 10.000.000. Setelah itu, pihaknya menyerahkan bantuan bagi warga yang ada di Posko Dusun Telok Kombal Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang dengan memberikan bantuan sembako dan pemberian santunan rehabilitasi masjid “Raudlatul Iman” sebesar Rp5.000.000 dan diterima Kadus Multazam. (rus/*)

Bupati Lotim Prihatin Kondisi Korban Gempa di KLU Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan prihatin pada korban gempa yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ia pun mengkritik soal penanganan korban gempa di KLU. Banyak warga yang jadi korban belum dapat makan. Hasil pantauannya di lapangan, kondisi KLU cukup parah. Ribuan warga yang terkenda dampak gempa dan dalam pengungsian ini cukup memprihatinkan nasibnya. Sementara penanganan dari pemerintah setempat dianggap kurang cepat. Gempa di Lotim, ujarnya, tidaklah separah yang terjadi di KLU. Selanjutnya menurut Ali BD, guncangan gempa yang dirasakan masyarakat KLU ini 100 kali lebih besar dari yang dirasakan oleh masyarakat Lotim. Meski

(Suara NTB/rus)

SERAHKAN - Bupati Lotim H. Moch. Ali Bin Dachlan bertemu Bupati KLU H. Najmul Akhyar saat menjenguk korban gempa. demikian, sebagai kepala daerah di Lotim tetap mengutamakan masyarakat Lotim. Diakui Lotim sendiri pada gempa susulan dengan kekuatan lebih besar ini sangat tera-

sa. Akan tetapi, Lotim tidak terlalu besar dampaknya. Diketahui, jumlah korban akibat gempa susulan di Lotim ini tiga orang. Sedangkan di KLU sendiri puluhan jiwa hilang. (rus)

Selong (Suara NTB) Kebun Raya Lemor (KRL) akhirnya terwujud dengan ditandai peluncuran yang dilakukan Bupati Lombok Timur (Lotim) Dr. H. Moch. Ali Bin Dachlan, Rabu (8/8). Terhitung sudah 11 tahun, sejak tahun 2007 silam, proses pembangunan kebun raya ini dicanangkan. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan menuturkan tahun 2006 silam ia mengawalinya dengan bersurat ke pemerintah pusat. Disusul kemudian dengan beberapa kali pertemuan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai mitra. Menurutnya, munculnya ide Kebun Raya Lemor ini, karena alasan munculnya keresahan terhadap terjadinya kerusakan hutan. Inilah katanya waktu awal pencanangannya dulu disebut sebagai alasan ekstrem. Banyak terjadi kerusakan hutan justru di dalam kawasan Taman Nasional sendiri. Kebun Raya diharapkan bupati bisa menjadi miniatur hutan. Jikalau semua hutan di Lombok ini rusak, maka ada hutan lain yakni kebun raya yang masih asri dengan beragam flora di dalamnya yang tertata dengan baik. Di samping pelestarian hutan, Bupati Lotim ini juga mengaku dihadirkannya Kebun Raya Lemor dengan harapan bisa melindungi mata air. Mata air di dalam hutan harus dilindungi. Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Prof. Enny Sudarmonowati mengakui proses terwujudnya KRL ini cukup lama, yakni 11 tahun. “Perjuangan kebun raya cukup panjang, ini memcahkan rekor terpanjang perjuangannya. Rekor sebelumnya Kebun Raya Kuningan juga cukup panjang,” tutur Enny Kebub Raya Lemor diharapkan setelah launching ini bisa sebagai etalase ekonomi. Kebun raya dengan luas 124,9 ha ini memiliki banyak fungsi, yakni, fungsi sebagai tempat konservasi, penelitian, edukasi lingkungan, jasa lingkungan dan ecotourism yang bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih banyak.

Kebun Raya Lemor ini sudah dikembangkan beberapa jenis flora yang khas Lombok. Salah satunya Vanda Lombokensis. Selain itu ada juga durian botak yang khas Lombok. Kualitas rasa durian botak ini tidak kalah dengan durian Montong. Prof Enny menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki 35 ribu jenis keanekareagaman hayati. Indonesia terbilang sebagai negara kedua di dunia yang paling beragam jenisnya. Hanya saja Indonesia juga menjadi penyumbang tertinggi kepunahan jenisjenis keanekaragaman hayati yang langka di dunia. Dihadirkannya kebun raya ini diharapkan akan mampu sebagai salah satu strategi untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati tersebut. Dilakukan konservasi insito dan eksito dilaksanakan secara integral di seluruh indonesia. “Kebun raya adalah solusi masalah dan tantangan konservasi,” terangnya Sebelumnya, Kepala Dinas LHK Mulki, menerangkan lahirnya KRL ini diharapkan bisa menjadi tonggak sejarah bagi Lotim. Di mana, KRL ini bisa menjadi pusat destinasi wisata baru, pusat konservasi, pusat penelitian dan bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Penataan KRL ini mulai di bawah komando Dinas LHK Lotim sejak 2017. Sejak diberikan kewenangan tersebut, dirinya terus bekerja. “Kami terus lapar dalam bekerja, dulu kawasan ini merupakan semak belukar, namun kini bisa menjadi permadani hijau. Perjuangan mewujudkan KRL ini cukup panjang. Di mana, harus melalui proses relokasi warga. Disebut ada 13 KK sudah direlokasi,’’ klaimnya. Kini KRL menjadi salah satu tempat alternatif berwisata. Sudah ribuan wisatawan datang berkunjung menikmati keindahan alam dan kesejukan yang disuguhkan oleh KRL. KRL diharap bisa meningkatkan PAD guna makin mesejahterakan masyarakat Lotim. (rus)

Penanganan Bencana

Pemkab Lotim akan Tingkatkan Anggaran Selong (Suara NTB) Lombok Timur (Lotim) diketahui sebagai daerah yang kerap dilanda bencana alam. Mulai dari banjir bandang hingga gempa bumi. Anggaran tak terduga untuk penanganan musibah sejauh ini dianggarkan Rp 10 miliar. Ke depan, siap diusulkan peningkatan anggarannya mencapai Rp 15-20 miliar. “Soal anggaran pasti akan naikkan,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, H. Rohman Farly. Saat ini, ujarnya, Pemkab Lotim terus fokus menangani musibah korban gempa bumi. Selain di Sembalun dan Sam-

belia, gempa susulan yang terjadi Minggu lalu juga telah menimbulkan kerusakan dan trauma yang mendalam bagi warga Lotim. Karenanya, kekuatan penuh penanganan bencana dikerahkan Pemkab Lotim. Mulai dari dana yang ada di Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan dan BPBD sendiri serta dinas-dinas lain turut akan ambil bagiannya masing-masing dalam penanganan bencana. Seperti tenda-tenda darurat yang diminta warga sudah disalurkan semua. Bahkan, ia sudah memerintahkan kepala pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Lotim untuk mencari di mana pun tenda berada untuk dibeli dan diberikan kepada

masyarakat. Mengenai konsumsi, prinsip seluruh korban yang terkena dampak gempa ini tidak boleh kelaparan. Semua bantuan terus digelontorkan dan tidak membiarkan masyarakat korban gempa ini kesusahan. Mengenai kerusakan-kerusakan infrastruktur akibat terjangan gempa segera akan diperbaiki. Termasuk jalur-jalur yang selama ini kurang baik akan diperbaiki agar lebih memudahkan dalam penanganannya. “Prinsip tidak boleh ada yang ditunda-tunda, semua kita distribusikan cepat,” ungkapnya. 9 Orang Meninggal Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim Ahmad Subhan, hingga Rabu sore kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Lotim bertambah menjadi 9 orang. Sembilan orang tersebut dicatat di wilayah Kecamatan Sembalun sebanyak 4 orang. Masing-masing Inaq Satium (50) dari Dusun Batu Jalik Desa Sembalun Bumbung, Hj. Mustinip (70) Lauq Rurung Timuq, Sembalun Bumbung, Siti Rauhun (20) Dusun Bebante Sembalun Bumbung dan Inaq Marinun (76) Dusun Lebak Daya Desa Sembalun Lawang. Kecamatan Pringgabaya sebelumnya dilaporkan satu orang bertambah lagi, yakni

Amaq Naen (70) Batuyang, Inaq Subur (65) Pohgading dan Silpi Aurian (9) Gubuk Tengak Pohgading. Kecamatan Montong Gading ditemukan sebelumnya Inaq Mahnan (60) dari Dusun Pelolat Pringgajurang dan Novi Ramdani (11) Desa Lendang Belo yang merupakan santri di Ponpes Ulil Albab Desa Prian. Sampai saat ini petugas masih mendata jumlah warga yang kena dampak gempa. Utamanya di Sembalun, Sambelia, Suela, Pringgabaya dan wilayah kecamatan lainnya yang turut kena dampak meski tidak sebanyak di Sembalun dan Sambelia. (rus)

(Suara NTB/rus)

KRL - Bupati Lotim H. Moch. Ali Bin Dachlan meluncurkan KRL yang sudah lama tertunda selama 11 tahun, Rabu (8/8).


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 5

Pasokan Obat-obatan Minim

Warga dan Balita Mulai Diserang Penyakit

Giri Menang (Suara NTB) Para korban gempa yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian mulai diserang penyakit, berupa demam, batuk dan pilek. Kondisi ini dipicu akibat mereka tinggal di lokasi pengungsian dengan perlengkapan seadanya. Cuaca panas saat siang hari dan dingin pada malam hari juga memicu warga mudah terserang penyakit. Selain itu, tim medis tidak pernah turun ke lokasi-lokasi pengungsian terutama di persawahan dan perkebunan. Seperti di tenda-tenda pengungsi yang tersebar di Kecamatan Batulayar tidak hanya diisi oleh orang dewasa dan orang tua, tapi juga anak-anak dan balita (bawah lima tahun). Dari data yang dihimpun di Posko Kecamatan Batulayar terdapat 6.918 anak dan balita berada di kamp pengungsian. Dari 9 desa yang ada di Kecamatan Batulayar, Desa Sandik dan Desa Senteluk yang terbanyak pengungsi balitanya.

Dari pantauan di lapangan kondisi para balita tersebut sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di bawah terpal yang suhunya panas dan kekurangan air minum. Sebagian dari balita ini mulai menderita batuk pilek akibat debu-debu yang beterbangan. “Anak saya batu pilek sejak kemarin. Mungkin karena debu,” ujar Siti Maesaroh, ibu dari balita yang tinggal di kamp pengungsi di Dusun Loco

Desa Senggigi. Maskur, salah seorang pengungsi juga menuturkan, selain ancaman debu, pada malam harinya anak-anak mereka sangat kedinginan. Mereka hanya berselimut menggunakan sarung yang biasa dipakai salat oleh orang tuanya. Untuk itu ia berharap agar dapat diberikan bantuan selimut agar anak-anaknya bisa tetap sehat. Hal serupa dialami warga

Dusun Terep Desa Bug-Bug Kecamatan Lingsar. Di wilayah ini terdapat sejumlah tenda-tenda pengungsian yang juga dihuni balita yang baru dilahirkan, anak-anak. Seperti diakui Mujib Ketua RT 2 dusun setempat, saat ini warganya terutama balita dan bayi serta anak-anak butuh makanan bayi dan popok. “Kami butuh obat-obatan, karena sejauh ini minim sekali pasokan obat-obatan dan tim medis turun ke sini,” tutur Mujib. Saat ini kondisi para pengungsi sudah mulai diserang penyakit, kebanyakan mereka mengalami demam dan dingin karena tidur di terpal. Sementara selama hampir lima hari mengungsi belum pernah tim medis dari kese-

hatan turun ke lokasi. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rachman Sahnan Putra mengakui dalam hal penanganan korban gempa ada beberapa kendala, yakni mengunjungi tempat pengungsian, sebab jumlah titik pengungsian warga sangat banyak. Per satu wilayah kerja puskesmas mencapai 30-40 titik dengan jumlah puskesmas di Lobar 19. Sementara jumlah tenaga medis terbatas. Karena itulah pihaknya meminta dari pihak yang membantu agar memperbanyak bantuan dokter dan para medis. Selain itu pihaknya meminta bantuan dari Yayasan Rumah Zakat Nasional yang memiliki tenaga medis untuk membantu korban gempa.(her)

Suhaimi Ismy Imbau Donatur Perhatikan Korban yang Belum Dapat Bantuan

Tingkatkan Kewaspadaan Dini PASCAMUSIBAH gempa 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Minggu (5/8) malam, banyak beredar informasi hoaks alias palsu di tengah masyarakat. Baik itu melalui cerita mulut ke mulut, terutama lagi melalui media sosial. Salah satunya, isu soal rampok dan maling. Untuk itu, masyarakat termasuk di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diharapkan tetap tenang dan tidak cepat terpengaruh informasi hoaks ini. “Waspada itu penting. Tapi tidak kalah penting, kita jangan cepat termakan isuisu yang tidak benar,” ujar Asisten I Sekda Loteng, Ir. H. L. Moh. Amin, kepada Suara (Suara NTB/dok) NTB, Rabu (8/8). H. L. Moh. Amin Masyarakat hendaknya bisa lebih selektif ketika menerima satu informasi. Sebelum mempercayai informasi sebaiknya mengkonfirmasi ke aparat keamanan dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang masuk tanpa pernah dikonfirmasi ke pihak terkait. Adanya informasi ini, ujarnya, membuat masyarakat menjadi resah. Kalau sudah begitu, masyarakat akan dengan sangat cepat terprovokasi jika menemukan sesuai kejadian yang berkaitan dengan isu atau informasi hoaks yang beredar. “Pada situasi seperti sekarang, masyarakat harus lebih cerdas dan selektif menerima informasi. Karena banyak informasi hoaks yang beredar. Dan, itu bisa sangat meresahkan,” imbuh Amin. Yang perlu sekarang bagaimana masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing. Bila perlu ronda malam diintensifkan supaya pelaku kejahatan akan berpikir dua kali kalau mau melakukan aksinya, karena ada masyarakat yang mengelar ronda malam. “Kita, Pemkab Loteng juga sudah menginstruksikan pemerintah desa dan aparat keamanan di bawah untuk mengaktifkan ronda malam di masing-masing wilayahnya. Bukan untuk menyikapi informasi hoaks. Tapi lebih pada upaya kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi di tengah masyarakat,” terangnya. (kir)

Tangani Korban Gempa

Loteng Ajukan Tambahan Dana Tak Terduga Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berencana mengajukan tambahan dana tak terduga pada APBD perubahan tahun 2018 ini. Dana tersebut nantinya akan diarahkan untuk mendukung penanganan korban gempa di sejumlah kecamatan yang terkena dampak di Loteng. Demikian disampaikan Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Rabu (8/8). Ia menjelaskan, saat ini kondisi dana tak terduga pada APBD Loteng 2018 sudah sangat tipis, karena sudah banyak digunakan pada awal tahun kemarin untuk membantu para korban banjir Kecamatan Pujut serta Praya Timur. Untuk itu, dibutuhkan tambahan dana untuk membantu para korban gempa di Loteng. “Untuk alokasi tambahan dana tak terduga kita rencanakan Rp 1 miliar. Tapi bisa saja lebih besar. Tergantung kondisi dan kemampuan anggaran daerah,” imbuhnya, seraya menambahkan, dana ini tidak akan mencukupi untuk bisa menanggulangi dampak gempa di Loteng. Mengingat, banyaknya rumah serta fasilitas umum di daerah ini yang juga rusak akibat gempa. Tapi paling tidak dana yang ada bisa mengurangi beban masyarakat yang rumahnya rusak terkena gempa. “Dana ini kita arahkan sebagai stimulan. Untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa,” ujarnya. Data yang diperoleh dari posko bencana Loteng menyebutkan, total ada 1.961 rumah warga yang rusak akibat gempa dengan rincian 421 rusak berat dan 1.540 rumah mengalam rusak ringan. Tersebar di hampir semua kecamatan, kecuali Kecamatan Praya Timur dengan kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Batukliang sebanyak 44 rumah rusak parah dan 67 rumah ringan. Kecamatan Pringgarata 81 rumah rusak parah dan 639 rumah rusak ringan dan Kecamatan Batukliang Utara, 177 rumah rusak parah dan rusak ringan sebanyak 288 unit. Termasuk Kecamatan Jonggat, sebanyak 92 rumah rusak parah dan 381 rumah rusak ringan. Adapun korban jiwa dipastikan sebanyak dua orang. Dengan korban luka berat dilaporkan sebanyak 3 orang. “Sekarang pemerintah daerah sedang menyusun rencana aksi, untuk menanggulangi dampak gempa di Loteng,” imbuh Nursiah. Aksi akan melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Loteng dan, diharapkan semua instansi swasta di daerah ini bisa mendukung penanganan korban dampak gempa, sehingga bisa maksimal. (kir)

(Suara NTB/kir)

RATA - Salah satu rumah warga di Desa Steling Kecamatan Batukliang Utara nyaris rata dengan tanah akibat gempa yang mengguncang Pulau Lombok, Minggu (5/8) lalu.

(Suara NTB/her)

JENGUK - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat menjenguk anak-anak yang berada di pengungsian. Mereka membutuhkan bantuan obat-obatan dan pemeriksaan kesehatan.

(Suara NTB/kir)

RATA - Kondisi Pasar Renteng Praya dilihat dari udara tampak rata. Untuk membangun kembali pasar ini, Pemkab Loteng butuh sekitar Rp 35 miliar.

Bangun Pasar Renteng

Pemkab Loteng Butuh Rp35 Miliar Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp 35 miliar, untuk membangun ulang Pasar Renteng Praya yang Senin (6/8) malam yang terbakar. Hanya saja, pembangunan Pasar Renteng tidak akan bisa terwujud dalam waktu dekat ini. Mengingat, alokasi anggaran pada APBD Loteng 2019 sudah teralokasi seluruhnya. Hal itu diungkapkan Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Pemkab Loteng bisa saja mengalokasikan anggaran pembangunan Pasar Renteng Praya pada APBD perubahan tahun 2018 ini. Mengingat, rancangan APBD perubahan 2018 saat ini masih dalam proses pembahasan. Namun, karena waktu pelaksanaan APBD perubahan yang

sempit, sulit untuk bisa menuntaskan proyek fisik dengan anggaran sebesar itu. Sehingga sulit untuk mengalokasikan anggaran pembangunan pasar Renteng Praya pada APBD perubahan tahun ini. Meski demikian, Pemkab Loteng merancang pola penganggaran lainnya, supaya Pasar Renteng Praya bisa segera dibangun kembali. “Akibat musibah kebakaran ini, pembangunan pasar Renteng Praya masuk jadi super prioritas Pemkab Loteng. Jadi Pemkab Loteng saat ini tengah mengupayakan pola pembiayaan lainnya. Jika memang tidak bisa diakomodir melalui APBD,’’ ujarnya. Salah satunya, bisa juga melalui pola pinjaman, seperti yang dilakukan untuk membangun pasar Kopang. Terpenting, pasar Renteng bisa segera dibangun kembali, mengingat,

vitalnya keberadaan pasar Renteng Praya sebagai pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Nursiah menjelaskan, besaran kebutuhan anggaran sebesar Rp 35 miliar sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) pasar Renteng yang telah disusun beberapa tahun yang lalu. Pasalnya, sebelum musibah kebakaran terjadi Pemkab Loteng beberapa tahun yang lalu sudah berencana untuk merovasi kembali Pasar Renteng Praya. Hanya saja, karena DED Pasar Renteng tersebut sudah cukup lama, sehingga kemungkinan besar kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Renteng jauh lebih besar lagi. ‘’Jika berpatokan dengan kondisi yang ada sekarang ini. Karena mau tidak mau DED Pasar Renteng harus direvisi kembali. Agar bisa sesuai dengan kondisi sekarang ini,’’ ujarnya. (kir)

Belum Bergerak, Kinerja Baznas Lobar Dikritik Giri Menang (Suara NTB) Minimnya dana tanggap darurat yang dimiliki Pemkab Lombok Barat (Lobar) dan lambannya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lobar dalam menyikapi bencana dikritik anggota DPRD Lobar H. Ahmad Zaenuri. Di mana, anggaran dari pos belanja tidak terduga dalam APBD Lobar 2018 yang bisa dipergunakan untuk tanggap darurat gempa kali ini hanya Rp 500 juta. Jumlah ini dianggap tidak mampu menangani masalah korban gempa yang belum tuntas. “Hanya itu sisanya dana tak terduga, seharusnya Baznas Lobar sigap menyalurkan

dana zakat ASN kepada korban gempa,” kritik Ahmad Zainuri, Rabu (8/8). Bagi Zainuri, Baznas Lobar tidak selayaknya memungut untuk justru menyimpannya di rekening sampai menembus angka Rp4 miliar. Uang tersebut, tambah Zainuri, sangat memiliki arti ketika Lobar mengalami musibah seperti ini. “Itu uang dari PNS dan masyarakat yang harus disalurkan, bukannya disimpan,” tambahnya. Menanggapi hal ini, Pengurus Harian Baznas Lobar, Amrul Jihadi menampik tudingan tersebut. Ia mengaku sudah mengkoordinsikan hal itu dengan Ketua Baznas Lobar TGH. Mukhlis Ibrahim. “Beliau

sudah memerintahkan kami untuk berkonsultasi dengan Baznas Provinsi,” tuturnya. Amrul memastikan, hasil konsultasinya akan dikoordinasikan oleh jajarannya ke Sekretaris Daerah Lobar H. Moh. Taufiq Kamis ini. Nantinya, mereka akan meminta data dan informasi tentang kebutuhan warga saat tanggap darurat. “Perlu koordinsi tentang apa kebutuhan pengungsi, di mana titik-titiknya, dan berapa kebutuhannya,” ujarnya. Pihaknya siap mendonasikan dana Baznas sebesar Rp1 miliar untuk tanggap bencana di Lobar dan akan ditransferlewat rekening dan menyerahkannya ke Pemkab Lobar. (her)

Giri Menang (Suara NTB) Anggota DPD RI, Drs. H. Lalu Suhaimi Ismy, menyerukan imbauan kepada seluruh donatur dari berbagai latar belakang agar mengupayakan bantuan disalurkan ke warga korban gempa yang belum mendapatkan bantuan. Suhaimi menilai, saat ini ada begitu banyak pihak yang menyalurkan bantuan. Namun, upaya ini masih perlu dimaksimalkan dengan penyaluran secara merata. Seruan ini disampaikan Suhaimi Ismy di sela menyalurkan bantuan ke lima titik di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (8/8). Di hari yang sama, Suhaimi Ismy dan para relawan yang dibentuknya secara pribadi juga terlebih dulu menyalurkan bantuan ke sejumlah titik di Dangiang dan Santong, Kabupaten Lombok Utara yang merupakan daerah paling parah dilanda gempa. “Karena saudara-saudara kita di sana juga terus memanggil. Mereka kekurangan bahan makanan, terutama beras dan air bersih,” ujarnya. Dalam perjalanannya melihat kondisi warga di Bengkaung, Suhaimi menyaksikan bagaimana kerusakan yang timbul di daerah ini juga cukup memilukan. Warga yang rumahnya hancur, terpaksa berlindung dan mengungsi ke sejumlah titik pengungsian di dekat rumah mereka. Kepada warga, Suhaimi berpesan untuk bersabar menyikapi cobaan ini. Ia juga meminta warga untuk berbagai dengan adil mengingat bantuan yang diberikan jumlahnya memang terbatas. “Karena kita memang harus berbagai dengan kawan-

kawan lain yang menjadi korban. Jadi sama-sama sedikit. Dan ini adalah bantuan pribadi dari tiang (saya),” ujar Suhaimi. Didampingi tokoh masyarakat setempat, Suhaimi dan rekan-rekannya juga menyusuri jalan ke atas daerah perbukitan di Bengkaung. Di daerah-daerah bagian atas bukit, Suhaimi mendapati warga-warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, namun nyaris tidak tersentuh bantuan. Jumlahnya pun cukup banyak. Karena rumah telah hancur, mereka juga berkumpul di tempat pengungsian sembari mendirikan tenda untuk tempat tidur saat malam. Melihat kondisi ini, mantan Kakanwil Departemen Agama NTB ini mengingatkan kepada berbagai pihak, mulai dari pemerintah, para relawan hingga donatur yang melakukan aksi kemanusiaan untuk tidak hanya fokus ke daerah Lombok Utara. “Ini yang paling penting untuk jadi perhatian. Baik pemerintah dan lembaga penyalur donasi, mohon untuk tidak semua konsentrasi di Lombok Utara. Karena di Lombok Barat ini, Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar misalnya, ternyata tidak kalah kerusakannya. Seperti tadi kita lihat, banyak rumah yang rata dengan tanah,” serunya. Suhaimi berharap, semua elemen memperkuat koordinasi demi memastikan bantuan bisa terdistribusi dengan lebih merata. “Kalau bisa, sebelum menyalurkan bantuan, dipastikan dulu sasaran penyalurannya adalah mereka yang memang belum dapat bantuan. Jadi ada proses yang lebih selektif dalam menyalurkan bantuan,” tandas Senator asal Lombok Tengah ini. (r/*)

(Suara NTB/aan)

BERSAMA WARGA - Anggota DPD RI, Drs. H. Lalu Suhaimi Ismy di tengah ratusan warga yang disambanginya, di perbukitan di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (8/8).

Perekonomian Penduduk di Sejumlah Kecamatan Terdampak Gempa Lumpuh Perekonomian penduduk yang ada di sejumlah kecamatan yang terdampak terparah bencana gempa lumpuh total, lantaran rumah dan barang berharga milik mereka rusak akibat gempa. Tempat usaha mereka seperti toko, warung beserta barang dagangan juga tak luput terkena gempa. AKIBATNYA, mereka pun tak bisa berusaha mencari nafkah. Sementara bagi warga yang berprofesi sebagai petani dan buruh belum berani beraktivitas, lantaran kondisi gempa susulan yang terjadi setiap saat. Sehingga mereka memilih bertahan di tenda-tenda darurat yang ada. Kondisi inilah yang dialami warga di wilayah Gunungsari yang menjadi wilayah terdampak gempa paling parah. Seperti yang dirasakan warga Dusun Wadon dan Kekait Desa Kekait. Wilayah berpenduduk ribuan jiwa yang berbatasan dengan dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini tidak saja berduka lantaran kehilangan tempat tinggal, namun tempat usaha mereka juga hilang. Perdusunan inipun tampak “mati” akibat rumah-

rumah warga yang hampir semua roboh. Tak ada aktivitas di dusun ini karena ditinggal penduduknya mengungsi di tenda-tenda darurat berlokasi tak jauh dari pemukiman mereka. Pantauan koran ini di dusundusun setempat, pemukiman warga yang padat luluh lantak. Tersisa hanya reruntuhan bangunan rumah yang roboh akibat diguncang gempa. Di Dusun Wadon yang berada di pinggir jalan utama Lobar-KLU, rumah-rumah warga ambruk di manamana. Tembok rumah roboh, hanya yang tersisa masih berdiri kerangka beton. Jendela dan pintu rumah terlihat berserakan di mana-mana, bahkan warga yang tak bisa menyelamatkan barang miliknya harus habis tertimpa reruntuhan bangunan. Barang ber-

harga, seperti TV, kulkas juga tak luput tertimpa tembok yang roboh. Ia mengaku, di Dusun Kekait 2 hampir 90 persen rumah warga rusak parah. Rumah-rumah warga roboh, sebagian masih ada yang berdiri, namun kondisi tidak memungkinkan untuk ditinggali. Saat ini warga merasa sedih karena memikirkan rumah yang rusak, mereka susah bagaimana membangun kembali rumahnya yang rusak. Ia mengaku, sejauh ini baru sekali bantuan dari Pemda yang diterima oleh warga setempat. Bantuannya berupa mi instan dan beras serta biskuit. Bantuan yang diterima warga, jelasnya sebagian besar dari donatur. Di wilayah itu sendiri terdapat 7 tenda penampungan korban gempa. Saat ini yang penting diperlukan masyarakat, terpal, selimut bahan pokok, air bersih, Pampers dan makanan serta susu bayi. Hal serupa dialami warga RT 04, sejauh ini masih minim logistik. Akibat kondisi tak bisa mencari nafkah, ratusan warga setempat sementara ini hanya bergantung dari dona-

tur dan Pemda. Sementara itu, Camat Gunungsari H. Rusni mengatakan terkait droping bantuan sudah diupayakan oleh tim di kecamatan langsung ke desa-desa terdampak. Pihak kecamatan berkoordinasi dengan desa untuk menyalurkan ke para korban. Terkait bantuan yang belum merata, tentunya pihaknya

tidak bisa menjangkau dan mendeteksi semua, sebab di sini perlu keaktifan desa untuk melapor. Menyoal perekonomian warga, diakui memang belum pulih akibat dampak gempa. Banyak toko dan tempat usaha warga hancur terkena gempa. “Belum pulih, karena dampak gempa toko tutup, karena banyak yang rusak,” kata Rusni. (her)

(Suara NTB/her)

RUSAK PARAH - Rumah warga di Dusun Kekeri Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari yang rusak parah akibat gempa.


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menyiapkan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk pengananan bencana yang kiranya akan terjadi. Anggaran ini, sengaja disiapkan untuk mengatensi hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus untuk membantu daerah lainnya yang membutuhkan bantuan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Nurdin Rachman SE, kepada Suara NTB, Rabu (8/8) kemarin mengatakan, anggaran yang disiapkan tersebut sifatnya untuk mengantisipasi bencana yang akan terjadi. Dana Rp3 miliar ini, tidak bisa dikeluarkan begitu saja, melainkan ada beberapa aturan yang harus dipenuhi. Misalnya bantuan penanganan bencana gempa bumi, banjir, maupun kebakaran. Hal ini semata-mata disiapkan supaya saat penanganan bencana yang terjadi bisa langsung disikapi dengan baik. Item di penggunaan dana ini termasuk juga untuk meringankan beban daerah lain yang terdampak gempa. “Anggarannya sudah kami siapkan, bahkan di APBD-P juga ada. Sehingga pola penanganan bencana nanti bisa dilakukan dengan cepat dan tetap,” ungkapnya. Dikatakannya, persiapan anggaran ini bukan untuk “meminta” bencana untuk terjadi di KSB. Tetapi pada prinsipnya anggaran ini disiapkan sebagai langkah antisipasi ketika bencana terjadi. Apalagi saat ini, NTB secara keseluruhan masih dalam tahap tanggap darurat bencana. Sehingga persiapan menghadapi bencana sudah harus dilakukan sejak dini. “Kita siapkan anggaran ini, bukan maksud meminta bencana. Tapi anggaran ini sebagai salah satu upaya untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” imbuhnya. (ils)

Bupati Minta Persiapan Sail Moyo-Tambora Dievaluasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menggelar rapat evalusi persiapan dalam rangka Sail Moyo Tambora di Lantai III kantor bupati, Rabu (8/8). Pertemuan tersebut guna mencari solusi dan langkah-langkah dalam mensukseskan Sail yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B,Sc dalam sambutannya menyebutkan, informasi terakhir hampir mendekati seratus persen prsiden Joko Widodo akan hadir dalam kegiatan Sail Moyo. Namun dirinya melihat geliat dari rencana Sail ini biasa-biasa saja. Padahal pelaksanaanya tinggal satu bulan lagi yakni tanggal 9 hingga 23 September mendatang. Untuk itu harus ada langkah-langkah yang dilakukan dalam satu bulan kedepan guna menyongsong Sail tersebut. “Mungkin sudah berbuat banyak, tetapi saya belum melihat geliatnya. Yang saya lihat baru spanduk untuk memberikan informasi. Oleh sebab itu harus ada langkah dalam rangka satu bulan menyongsong Sail Moyo. Harus ada langkah dan kepastian bisa dan tidak bisa menyambut Sail Moyo. Jangan terlihat yang hadir sebuah kekecewaan,” terang Bupati. Seperti halnya Sail Moyo tahun lalu yang gagal salah satunya karena sampah. Makanya digelar rapat evaluasi untuk mencari solusi cara penanganan agar bisa terbebas dari sampah. Dalam pertemuan, Bupati juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian. Pertama terkait kesiapan seksi perlengkapan dan tempat untuk Sail Moyo Tambora. Panitia diminta lebih memfokuskan kegiatan pada venue utama, di Labuhan Badas dan Saliper Ate. Setidaknya ada penanggungjawab terkait masing-masing tempat itu. Kemudian pastikan kesiapan tempat dan perlengkapan mengalami progres yang baik dan selalu diperbarui setiap saat. “Dan tidak kalah penting selalu berkoordinasi dengan panitia provinsi dan pusat agar tidak terjadi miskomunikasi,” pintanya. Kemudian, seksi pagelaran pada pembukaan Sail Moyo Tambora, Bupati meminta dilaporkan konsep pagelaran yang akan ditampilkan. Apa saja jenisnya, siapa yang akan terlibat, berapa personelnya dan hal lain yang menjadi kendala agar dapat dibicarakan dalam rapat ini. Terkait seksi informasi dan media, Bupati ingin mengetahui tentang sejauh mana informasi Sail ini disebarluaskan kepada masyarakat. Karena sangat penting keterlibatan masyarakat untuk mendukung, terutama terkait kebersihan tentang sampah. Minimal bisa memelihara wilayah atau sekitar rumah masing-masing. “Ini juga penting keterlibatan kecamatan dan desa secara keseluruhan. Fokus kepada lintasan yang akan dilalui oleh Sail Moyo, Labuhan Badas, kota, Kecamatan Sumbawa, Moyo Utara dan Unter Iwes,” jelasnya. Selain itu, terkait ketersediaan fasilitas akomodasi, Bupati meminta kepada seksi yang menangani agar melaporkan data kamar hotel yang sudah siap dan tersedia. Kemudian pendataan terhadap homestay. Begitupula terhadap penerimaan tamu, karena tamu yang akan hadir hingga mancanegara. Selanjutnya terkait moda transportasi yang menurut penilaian Bupati masih kurang, baik pribadi maupun umum. Hal ini juga perlu dipikirkan dan menjadi perhatian. (arn/ind)

(Suara NTB/ind)

“Saya sudah minta semua camat untuk turun lapangan menginvetarisir kegiatan PETI di wilayahnya dan jangan sampai ada yang terlewat didata,” tegas Musyafirin, Kamis (8/8). Inventarisasi kata bupati, tidak sekedar pada kegiatan penggaliannya saja. Tetapi seluruh aktivitas masyarakat yang turut mendukung kegiatan PETI, terutama kegiatan pengolahan pemurnian hasil tambang. “Yang punya gelondong juga didata semua. Supaya kita tahu betul ada berapa jumlah pasti aktivitas PETI beserta kegiatan pendukungnya yang beroperasi di daerah kita ini,” timpalnya. Selain menginvetarisir, bu-

pati juga meminta kepada para camat, agar saat turun lapangan tidak lupa terus melakukan sosialisasi terkait rencana pemerintah melakukan penertiban. Karena itu para camat agar tetap melibatkan pihak aparat TNI dan kepolisian. “Harus turun bersama. Ikutkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap kegiatan,” pintanya. Menurutnya, sejumlah hal perlu ditekankan dalam sosialisasi nanti oleh para camat. Pertama bahwa kegiatan penertiban aktivitas PETI ini merupakan agenda pemerintah pusat dalam rangka penyelamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat ter-

hadap dampak negatif kegiatan tersebut. Berikutnya, bahwa kegiatan yang selama ini dilakukan para penambang telah menunjukkan dampaknya secara perlahan tetapi pasti. Dan dalam jangka panjang dampak itu akan merusak tidak saja lingkungan alam tetapi lebih luas kepada masyarakat dari seluruh aspek. “Intinya berikan pemahaman kepada mereka bahwa dampak kerusakan dari yang mereka lakukan itu nyata. Dan harapannya mereka sadar dan segera meninggalkannya,” papar bupati. Bupati mengakui, dalam kegiatan sosialisasi nanti

tidak menutup kemungkinan akan adanya penolakan dari pelaku yang nota bene kebanyakan masyarakat sendiri. Namun demikian, orang nomor satu di KSB ini mengingatkan kepada camat, jika menghadapi kondisi seperti itu tidak mengambil tindakan apapun. “Mereka adalah bagian dari kita. Jadi tetap tempuh cara-cara yang humanis. Dan saya yakin kalau penyampaian kita baik, tentu mereka juga akan mengerti sebab pasti mereka juga sadar apa yang dilakukannya itu merusak lingkungan,” tukas bupati. Kegiatan rencana penertiban PETI oleh Pemda KSB sudah mulai dilaksanakan dalam beberapa minggu ini. Di tahap awal bupati memang meminta terlebih dahulu melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pelaku

H. W. Musyafirin PETI. Hal ini berdasarkan kesepakatan hasil rapat koordinasi seluruh kabupaten/kota di NTB beberapa waktu lalu yang setuju melakukan penertiban tambang ilegal itu di bawah koordinasi pemerintah provinsi (Pemprov) NTB. (bug)

Dinsos Kembali Distribusikan BKN Tolak Pengajuan Pensiun Mantan Kabag Bantuan ke Lombok Taliwang (Suara NTB) Dinas Sosial (Dinsos) Sumbawa Barat, kembali mendistribusikan bantuan ke lokasi yang terdampak gempa di pulau Lombok. Bantuan tersebut merupakan barang kebutuhan pokok hasil donasi dari masyarakat setempat. Kepala Dinas Sosial, dr. H. Syaifuddin kepada Suara NTB, Rabu (8/8) di ruang kerjanya mengatakan, pendistribusian bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Penyaluran bantuan tersebut merupakan sumbangan masyarakat yang dikumpulkan ke dinas untuk bisa diberikan ke masyarakat yang terkena musibah. Bahkan pola penyaluran yang terpusat di Disos, baru bisa diterapkan di tahun 2018. Hal tersebut dilakukan, untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan baik itu penyimpangan maupun hal lainnya. Apalagi kondisinya saat ini banyak sekali masyarakat yang merasa bingung untuk menyalurkan bantuan karena tidak bisa pergi sendiri ke lokasi. “Baru tahun 2018, kita coba terapkan pola penyaluran bantuan terpusat (di Disos) dan tetap akan kita lanjutkan di tahuntahun berikutnya,” sebutnya. Dikatakannya, pola penyaluran sifatnya terpusat ini, bukan hanya dalam bentuk bantuan ketika bencana terjadi saja. Tetapi untuk penyaluran bantuan

Humas KSB

(Suara NTB/ils)

UNTUK LOMBOK - Penyaluran bantuan yang dihimpun dari masyarakat KSB untuk korban gempa 5 Agustus 2018 di Lombok. yang lainnya juga akan diberlakukan sama. Bahkan segala jenis sumbangan tetap akan diterima pihaknya karena bantuan sekecil apapun sangat bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan. Pihaknya juga tidak akan menutup posko untuk penyaluran bantuan ke Lombok, hingga kondisinya pulih. Khusus untuk penyaluran bantuan gempa di Lombok, ter-

catat ada sekitar puluhan karung pakaian yang disumbangkan oleh masyarakat. Selain pakaian, makanan pokok berupaya beras, mie instan dan sejumlah uang juga sudah disalurkan. “Kita sudah bawa bantuan tersebut ke Lombok mudah-mudahan bermanfaat. Kita juga akan tetap membuka posko hingga waktu yang tidak ditentukan,” tukasnya. (ils)

Akselerator Bisnis

Bantu Ekonomi Kreatif UMKM Lokal di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) Peluncuran Akselerator Bisnis, kerjasama Pemkab Sumbawa dengan dunia usaha, BUMN dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dibuka Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Rabu (8/8), di UPT Batik. Sekaligus, penandatanganan MoU para pihak, untuk sama sama membantu tumbuh kembangnya ekonomi kreatif UMKM di Sumbawa. Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Iskandar, menyatakan, pihaknya berperan pada sisi penelitan dan pengembangan program ini. Memberi peluang bagi inovator untuk unjuk konsep dan karya yang berkaitan dengan akselerator bisnis ini. Selama ini, orang banyak berkecimpung dengan bisnis biasa yang hasilnya belum memuaskan. Kedepan, melalui program ini, ekonomi sektor riel lebih kompleks. Dari mulai pengemasan produk, penjenamaan, inovasi teknologi, hingga pada sisi regulasi melalui Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI). “Jadi, dengan akselerator bisnis ini, pendampingan dari hulu ke hilir. Mengingat tuntutan pasar juga demikian. Makanya ini momentum bagus kerjasama antar instansi pemerintah daerah, duania usaha dan akademik,” terangnya. Kepala Dinas Koperasi Perindutrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa, Drs. H. Arif M.Si, menjelaskan, pengembangan UMKM di Sumbawa selama inni terbentur keterbatasan pengetahuan di bidang Iptek, permodalan hingga manajemen. Sehingga melalui momentum ini, bisa memacu geliat usaha ekonomi kreatif yang berujung pada peningkatan pendapatan dan membuka lapangan kerja. “Launching akselerator bis-

(Suara NTB/arn)

PRODUK LOKAL -Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah dan pejabat lainnya saat melihat hasil kemasan baru produk lokal Sumbawa nis yang diberi judul “Kaleng Desa Tawa Sarea” ini, bentuk pendampingan para ahli di UTS untuk pelaku UMKM. Kita hajatkan usaha kreatif ini menyasar UMKM dengan tetap mengedepankan produk dan kekuatan lokal. Akselerator bisnis yang dirancang UTS ini sama dengan Klinik bagi UMKM,” jelasnya. Apalagi seminggu sebelumnya juga ada kunjungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pusat bersama akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) sosialisasi pendaftaran dan pendampingan HAKI bagi UMKM di Sumbawa. Upaya ini, juga berkaitan dengan pembangunan STP dan SIKIM. Rektor UTS, Dr. Andy Tirta, berharap ada banyak produk UMKM di Sumbawa yang dapat dibantu oleh tenaga ahli yang ada di UTS. Sebagai fasiliator dan mentor UMKM. Mellaui perusahaan yang didirikan UTS, yakni, Olat Maras Teknologi (OMT) untuk membantu membina dan memasarkan produk lokal UMKM. Pimpinan Cabang BRI Sumbawa, Raden Pandu Bagja, ber-

harap dapat membantu permodalan para pelaku UMKM ekonomi kreatif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini kredit lunak tersebut khususnya di Sumbawa lebih banyak untuk usaha pertanian dan bisnis biasa, jagung atau sapi. “Saya baru dapat informasi, adanya UMKM ekonomi kreatif di Sumbawa. Makanya kita akan fasilitasi dengan KUR bagi yang layak mendapatkannya. Dalam upaya mendidik mereka untuk maju,”ujarnya. Penanggung Jawab Kegiatan Akselerator Bisnis, Jihan, secara sekilas menjelaskan latar belakang program ini untuk mendukung Sumbawa mandiri ekonomi 2020. Dengan cara pengoptimalan bisnis mikro kecil. Membantu pelaku UMKM, menemukan asar produk dan jalur pengenbangannya. Saat ini saja sudha ada 23 kemasan baru produk lokal yang dikemas ulang. Seperti teh sepang, madu, kopi, permen susu kerbau dan lainnya. “Ini kolaborasi yang bagus, kerjasama Dikoperindag, Bappeda, BUMN, dunia usaha, akademisi, komunitas O Samawa,” pungkasnya. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Permohonan pensiun mantan Kabag Humas Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Yahya Soud sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ditolak Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penolakan permohonan pensiun atas permintaan sendiri (APS) bersangkutan itu, BKN menyatakan regulasi yang memayungi alasan pengajuannya belum terbit. “Bersangkutan mengajukan pensiun dini. Nah PP-nya (peraturan pelaksana) kan belum ada makanya BKN menolak permohonan beliau,” terang kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) KSB, H. Abdul Malik Nurdin, S.Sos. PP yang mengatur terkait pensiun dini sejauh ini masih berlaku PP Nomor 11 Tahun 2014. Dalam ketentuan itu, disebutkan syarat bagi ASN yang akan mengajukan pensiun dini harus memiliki umur setidaknya 50 tahun dengan masa ker-

ja 20 tahun. Sementara Yahya Soud sendiri sejauh ini belum mencapai syarat umur 50 tahun yang diatur dalam PP. “Nah beliau mengajukan berdasar rencana Perka BKN terbaru yang sampai sekarang belum diterbitkan. Dan sebenarnya beliau telah memenuhi syarat masa kerja tapi di sisi umur belum memenuhi PP 11/2014 itu,” papar H. Malik. Dengan ditolaknya oleh BKN penganjuan pensiun Yahya Soud itu, H. Malik menyatakan, bersangkutan sejauh ini tetap tercatat sebagai ASN di lingkungan Pemda KSB. “Otomatis beliau tetap statusnya sebagai pegawai di sini,” cetusnya. Sebelumnya untuk proses pengajuan pensiun Yahya Soud, Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM telah menandatangani persetujuannya. Persetujuan itu kemudian menjadi syarat dilanjutkannya permohonan itu ke BKN pusat oleh BKD setempat. (bug)

Lomba Penulisan Sejarah Lokal

Himpun Kepingan Sejarah Sumbawa yang Berserakan Sumbawa Besar (Suara NTB) - sisi kebenaran sejarah. Dinas Perpustakaan dan “Jadi, akan ada verifikaKearsipan (Arpusda) Sumba- si. Setiap tulisan yang mawa menggelar lomba penulisan suk tidak bisa langsung disejarah lokal Sumbawa tahun percaya, harus diverifikasi 2018. Untuk menggali dan dulu,” sebutnya. menginventarisir sumber seSalah satu dewan juri, jarah. Sekaligus menghimpun Syamsu Ardiansyah, mensejarah masa lampau Sumba- jelaskan, bagi siapa saja yang wa yang berserakan. berminat melakukan riset tenSekretaris Dinas Arpusda tang kesejarahan atau perisSumbawa, Ir. Rembit Patih tiwa sepertinya mereka memadidampingi Kepala Bidang suki kawasan yang tidak mePembinaan Kearsipan dan miliki peta. Karena secara Pengelolaan Kearsipan, Sal- profesional kearsipan itu menman S.Sos, Rabu (8/8) kemar- cakupi apa yang berkaitan in. Masalah penulisan sejarah dengan peristiwa-peristiwa lokal ini, Sumbawa relatif masa lampau yang layak dimasih tertinggal dari daerah arsipkan. lainnya. Melalui lomba ini, “Ini yang baru pertama memindahkan radisi berturut karena ingin mencoba memasyarakat Sumbawa ke ngubah pencapaian pesan-pedalam tulisann sejarah. “Kita san peristiwa Sumbawa menghimpun kepeningan se- masa lampau yang awalnya jarah kita,” terangnya. tersimpan di lisan dan di otak Selain itu, untuk mengga- dan disampaikan melalui lang semangat penulis muda lisan. Ini pun hanya dijadikan Sumbawa untuk menulis se- tutur tidak dijadikan refrenjarah. Membangun kesadaran si dari kesejarahan itu sendiakan potensi sumber sejarah ri. Lomba ini berkaitan deyang ada di masyarakat. Sek- ngan metodologi penilaian, laigus menyajikan tafsiran ada beberapa dewan juri yang dan potensi kekayaan narasi membidangi beberapa hal dan khazanah arsip sejarah yang secara teknis dalam daerah Sumbawa. “Ini tahun memberikan penilaian, apakedua lomba ini kita gelar. kah itu berkaitan dengan Hasil tahun pertama lalu, metodologi penulisan,riset, sudah kita buatkan dalam pola penyusunanbentuk buku. Ini upaya kita nya menyambungkan mata rantai ataukah sejarah kita yang berserakan. berSebab banyak hal hal baru kaitan dari sejarah lokal yang belum dengan kita ketahui,” kata Salman. origiSeksi Pengelolaan Arsip Dinanalitas mis Dinas Arpusda, Mukhlis sumKurniawan S.E, menambahbernya,” kan, lomba ini telah dimulai pungkasdan batas akhir penerimaan nya. (arn) naskah pada 21 September. Batas akhir penilaian oleh dewan jurri pada 5 Oktober dan pada 8 Oktober penetapan 10 nominator calon pemenang lomba. Dewan juri berasal dari pihak pihak terkait. Yang nantinya akan melakukan verifikasi terhadap naskah yang masuk, Rembit Patih terutama dari (Suara NTB/arn)

KSB Siapkan Rp3 Miliar untuk Tangani Bencana

Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menindaklanjuti rencana penertiban penambangan liar tanpa izin (PETI) di wilayahnya. Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM meminta kepada seluruh camat melakukan inventarisasi terhadap kegiatan PETI di wilayah masing-masing.

(Suara NTB/bug)

Camat Diminta Inventarisir Aktivitas Tambang Liar

Diduga Bermasalah, Lelang Proyek Tiu Bulu Dilaporkan ke Jaksa Sumbawa Besar (Suara NTB) Proses lelang proyek pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi Tiu Bulu diduga bermasalah. Dugaan ini sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa baru-baru ini untuk ditelusuri. Kajari Sumbawa, Paryono, SH yang dikonfirmasi, Rabu (8/8) membenarkan adanya laporan tersebut. Dalam proyek tersebut, dilaporkan mengenai proses lelang yang diduga tidak sesuai. “Terkait dengan pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi Tiu Bulu memang ada laporan. Laporannya kami terima kemarin (Selasa red),” kata Kajari. Dijelaskannya, laporannya terkait dengan proses lelang yang diduga tidak sesuai. Diantaranya terkait waktu masa sanggah yang disusun panitia lelang berubah-ubah tanpa sepengetahuan peserta lelang. Kemudian terkait tenaga ahli dan persoalan lainnya. Terhadap laporan ini, pihaknya akan meneliti dan menelaah apakah terjadi kecurangan atau tidak dalam proses lelang seperti yang dilaporkan. “Apapun laporan yang masuk ke Kejaksaan tentu kita terima. Nanti kita teliti dan telaah apakah yang dilaporkan benar atau tidak. Apakah ada pelanggaran adnministrasi atau pidana, akan kami dalami,” pungkasnya. Paryono (ind)

Halaman 6


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 7

Mitan Kembali Langka di Dompu Dompu (Suara NTB) – Minyak Tanah (Mitan) di Dompu kembali mengalami kelangkaan. Pun harganya masih jauh melampaui HET. Kuat dugaan hal ini dipicu aksi penimbunan yang dilakukan oknum distributor nakal.

(Suara NTB/ist)

UANG PENGGANTI - Kajari Dompu, Edhi Nursapto, menyerahkan uang pengganti dan diterima secara simbolis oleh kepala PT Pegadaian Cabang Dompu, Budi Rahmayanto, SE dan dilakukan pemeriksaan bersama BB dan uang penggantinya, Rabu (8/8).

Kejari Eksekusi BB dan Uang Pengganti Kasus Pegadaian Dompu

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, Hj. Sri Suzana dikonfirmasi persoalan ini membenarkan bahwa salah satu kebutuhan pokok masyarakat tersebut tengah mengalami kelangkaan. Selain pengaruh meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki hajatan keluarga persoalan itu diduga kuat akibat penimbunan yang dilakukan oknum distributor nakal. “Sebenarnya minyak tanah

ini tidak terbatas, sengaja mereka simpan-simpan untuk memainkan harga sesuka hati,” kata dia usai menghadiri Peringatan HAN di Gedung Samakai, Rabu (8/8). Masyarakat yang memang menjadikan Mitan sebagai salah satu kebutuhan dasarnya tak bisa berbuat banyak, mereka terpaksa membeli meski harganya membumbung tinggi. Seperti halnya yang terjadi akhir-akhir ini, harga eceran Mitan dibebera-

pa wilayah kini berkisar Rp7Rp10 ribu/liter. Sri Suzana dengan tegas membantah jika kelangkaan tersebut dipicu rendahnya pasokan mitan ke wilayah ini, sebab pasokan yang masuk tiap harinya sudah sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Namun demikian, untuk melakukan intervensi terkait dugaan pelanggaran di lapangan saat ini Disperindag belum menerima laporan atau keluhan dari masyarakat.

Dompu (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu melakukan eksekusi uang pengganti dan barang bukti (BB) kasus korupsi pegadaian Dompu yang telah berkekuatan hukum tetap. Uang sebanyak Rp175 juta dari total kerugian negara sebesar Rp1,060 miliar dibayarkan Roswati selaku terpidana dengan menyerahkan ke Pegadaian Dompu. Proses eksekusi ini dilakukan Kajari Dompu, Edhi Nursapto, SH kepada Kepala Pegadaian Cabang Dompu, Budi Rahmayanto, SE di kantor Kejari Dompu, Rabu (8/8) kemarin. “Sesuai amar putusan, memerintahkan untuk mengembalikan uang pengganti dan barang bukti kepada pegadaian Dompu, makanya hari ini kita lakukan eksekusi,” kata Edhi Nursapto. Roswati warga Kumbe Kota Bima selaku terpidana kasus dugaan korupsi pegadaian Dompu tahun 2015 ini merupakan pegawai pegadaian Dompu yang bertugas sebagai petugas taksiran jaminan. Pelaku pindahan dari pegadaian Bima ini, melakukan aksinya sejak 2015 dengan memalsukan dokumen nasabah dengan memanfaatkan fotokopi KTP nasabah yang tertinggal dan sudah lunas. Roswati kemudian menjadikan emas imitasi (emas palsu) berupa kalung, cincin dan gelang yang dibeli dari pasar Bima dan Mataram sebagai barang jaminan kredit. Kasus yang ditangani Polda NTB dan dituntut di Pengadilan Tipikor Mataram oleh Kejari Dompu ini ditemukan kerugian negara hasil perhitungan BPKP mencapai Rp1,060 M. Namun baru dibayarkan terpidana sebesar Rp175 juta dengan barang bukti emas imitasi serta dokumennya sebanyak 250 buah. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Roswati dipidana penjara 4 tahun dan denda Rp200 juta, subsider 2 bulan. Roswati juga dibebankan uang pengganti sebesar Rp860.358.600,- atau kurungan 1 tahun penjara. “Ini diluar Rp175 juta yang kita eksekusi hari ini,” tegasnya. Uang pengganti Rp860 jutaan tersebut, lanjut Edhi, bila tidak mampu dibayar terpidana akan disita hartanya senilai uang pengganti. Bila tidak ada yang bisa disita, diganti dengan kurungan badan 1 tahun. Roswati juga terlibat kasus serupa saat bertugas di pegadaian Tente Bima dan kasusnya telah diputus pengadilan Tipikor Mataram. (ula)

LUAR RUANGAN - Nampak siswa SDN di dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora belajar di luar ruangan karena gedung retak, Rabu (8/9).

Daftar sebagai Caleg, Pendamping Desa Mundur

Sekolah Rusak Parah, Siswa SDN Tambora Terpaksa Belajar di Halaman

Bima (Suara NTB) – Tidak hanya Kepala Desa (Kades) yang memilih untuk mengundurkan diri karena ikut sebagai Caleg. Ternyata sejumlah Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) di Kabupaten Bima juga melakukan hal serupa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin MM, tidak membantah adanya sejumlah Pendamping Desa yang mengajukan pengunduran diri karena ikur Caleg pada Pileg 2019 mendatang. “Ya memang benar, kalau tidak salah ingat jumlahnya ada 4 atau 5 orang,” kata Sirajuddin kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Menurutnya, sejumlah PDP yang mengundurkan diri tersebut dua orang diantaranya yakni, Jasmin S.Pd, PDP Kecamatan Lambu. Kemudian selanjutnya, Sudarmono M.Pd, PDP Kecamatan Madapangga. Alasannya karena ikut Caleg. “SK pemberhentian Jasmin dan Sudarmono sebagai PDP sudah diproses. Begitupun yang lainnya,” katanya. Diakui Sirajuddin, selain PDP salahseorang Tenaga Ahli (TA) Pendamping Kabupaten Bima yakni Abdul Rauf ST juga dikabarkan telah resmi mengundurkan diri, dengan alasan ikut sebagai Caleg. “Kabarnya sudah resmi mengundurkan diri. SK pengunduran diri TA pendamping dikeluarkan Kemendesa melalui Pemerintah Provinsi,” katanya. Terpisah, Jasmin mengakui akan ikut Caleg DPRD Kabupaten Bima pada Pileg 2019 mendatang. Bahkan namanya masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) belum lama ini. “Sudah mengundurkan diri. Karena hal itu merupakan kewajiban hingga penetapan sebagai Daftar Caleg Tetap (DCT),” katanya singkat. (uki)

KSB Bakal Terapkan Biaya Masuk ke Destinasi Pariwisata Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), akan menerapkan biaya masuk ke sejumlah destinasi wisata di wilayah setempat. Hal tersebut dilakukan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terkesan masih sangat kecil dari sektor unggulan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Ir. IGB Sumbawanto M. Si, kepada Suara NTB, Rabu (8/8) kemarin mengatakan, rencana penerapan biaya parkir di sejumlah destinasi pariwisata sudah (Suara NTB/ils) bergulir sejak lama. Hanya IGB Sumbawanto saja, baru memiliki titik terang, setelah pihak terkait bersama desa maupun Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) sepakat. Bahkan untuk rencana penerapan biaya ini, akan mulai diuji coba sekaligus upaya sosialisasi pada bulan September nanti. Sementara itu, sudah ada tiga titik yakni, di desa Poto Tano (Pulau Kenawa) Mantar, serta Danau Rawa Lebo Taliwang yang akan dicoba untuk penerapan biaya ini. “Kita sudah tetapkan tiga titik dulu untuk kita coba tarik biaya parkir bagi pengunjung. Kita juga akan mulai melakukan pengutan mulai bulan September mendatang,” ungkapnya. Dikatakannya, besaran untuk biaya ini sudah ditetapkan sebesar Rp5000 per orang untuk biaya parkir saja. Jumlah tersebut tentu berbeda jika memiliki keinginan untuk mencoba wahana permainan yang disiapkan di destinasi wisata dimaksud. Biaya tersebut akan dikelola bersama dengan desa, dimana untuk desa akan diberikan jatah 60 persen dan untuk Pemkab 40 persen. Hanya saja hitungan tersebut, masih belum bisa disepakati, karena rata-rata pihaknya desa meminta besarannya sampai dengan 70 persen. Terkait hal ini, pihaknya tetap akan mencari jalan keluar terbaik, sehingga saat biaya ini benar-benar diterapkan tidak terjadi hal -hal yang tidak diinginkan. “Besaran biaya karcis parkirnya sudah kita sepakati bersama. Yang masih menjadi kendala yakni besaran pembagiannya dan saat ini kita tetap komunikasikan dengan pihak desa,” imbuhnya. Ia berharap dengan adanya biaya parkir ini, maka PAD sektor pariwisata akan semakin meningkat. Bahkan di tahun 2018, Disbudpar ditargetkan Rp50 juta. Jumlah yang ditargetkan tersebut dianggap masih sangat tinggi, karena masih dalam tahap penataan. Jika target itu bisa dikurangi ke angka Rp27 maka pihaknya optimis untuk bisa tercapai. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya maksimal untuk membenahi destinasi wisata lainnya. (ils)

“Sebenarnya barang itu ada, apalagi mereka sudah didata masing bagiannya, dia (masyarakat, red) boleh marah kepada distributor, nanti kita cabut izinnya, tapi sekarang ini kan ndak ada yang melapor,” ungkapnya. Selain praktik penimbunan barang bersubsidi itu, diakui pihaknya memang mendapat informasi adanya praktik pengiriman Mitan keluar daerah untuk bisa meraup keuntungan. Namun sayangnya, hal ini sulit dibuktikan karena tidak lagi diaktifkannya palang pemeriksaan barang diwilayah perbatasan. “Itu memang kelemahan kita sekarang tidak ada palang, kalau memang begitu ya baiknya

masyarakat sama-sama pakai LPG saja,” tandasnya. Salah seorang pengecer Mitan, Wati Kepada Suara NTB sebelumnya mengeluh kesulitan memperoleh minyak tanah empat hari terakhir, tak diketahui pasti pemicunya. Yang jelas kelangkaan ini tersebut mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat, terutama pelanggannya yang sebagian besar masih bergantung pada mitan. “Di sini kan jarang ada yang pakai LPG, semua pakai kompor minyak tanah. Kalau tidak barang terpaksa mereka ambil kayu bakar. Kadang ada yang cari sampai ke pasar walaupun tinggi harganya tetap dibeli,” pungkasnya. (jun)

Sekolah Jadi Kandang Ternak

Akademisi dan DPRD Sesalkan Sikap Pemerintah

(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Puluhan siswa kelas 1 sampai 6 SDN Tambora terpaksa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar ruang kelas atau di halaman sekolah. Karena kondisi gedung sekolah rusak parah dan nyaris roboh. Salah seorang guru SDN setempat, Sugeng Purnomo S.Pd, mengatakan proses KBM di luar ruang kelas bahkan sudah berjalan tiga hari ini, lantaran rusaknya bangunan atau gedung sekolah. “Sejak hari Senin kemarin hingga hari ini proses KBM 70 siswa di luar ruangan,” katanya kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Dikatakannya, kerusakan gedung sekolah yang berlokasi di dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora tersebut akibat diguncang gempa bumi yang terjadi pada Minggu (5/8) petang. Diakuinya, kondisi bangunan sekolah tersebut memang sudah mengalami keretakan dua

tahun terakhir. Juga disebabkan guncangan gempa bumi yang terjadi tahun 2016 lalu. Hanya saja tidak begitu parah dan masih bisa digunakan. “Tapi gempa bumi hari minggu kemarin menambah retaknya bangunan sekolah. Kondisinya cukup parah dan nyaris mau roboh,” kata Guru yang mengajar kelas 3 ini. Sugeng menyebutkan, rusaknya bangunan tersebut membuat sebagian siswa enggan untuk masuk sekolah karena takut. Bahkan tercatat sejak hari Senin hingga Rabu ini hanya separuh yang masuk. “Selain itu wali murid juga melarang anaknya untuk sekolah karena melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan,” sebutnya. Sugeng melanjutkan, berdasarkan informasi dari Kepala Sekolah, kerusakan sekolah tersebut sudah dilaporkan secara resmi kepada UPTD Dikpora Kecamatan Tambora, dengan harapan laporan terse-

but ditindaklanjuti ke Dinas. “Harapannya semoga laporan yang disampaikan segera ditindaklanjuti. Untuk sementara kami sangat membutuhkan tenda darurat agar siswa lebih nyaman mengikuti KBM,” katanya. Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbupora) Kabupaten Bima, Drs. H. Lukman M.Si belum mengetahui informasi tersebut karena sedang di luar daerah. “Saya belum tahu informasinya, saya sedang di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tapi saya akan perintahkan UPTD untuk mengecek,” katanya. Kendati demikian Lukman meminta agar pihak sekolah segera melaporkan secara resmi. Laporan daftar kerusakan tersebut dapat dijadikan acuan bagi pihaknya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. “Laporannya bisa disampaikan ke UPT Tambora atau Dinas,” pungkasnya. (uki)

Bima (Suara NTB) – Akademisi dan Komisi IV DPRD Kabupaten Bima menyesalkan sikap Dinas dan Pemerintah Daerah yang terkesan membiarkan SDN Doro Mbolo di dusun SP 2 Desa Oi Panihi Kecamatan Tambora yang diketahui jadi kandang hewan ternak. “Soal kondisi sekolah dan pendidikan di Tambora saya tidak kaget lagi. Karena kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Akademisi, Aidin M.Si kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Bahkan Aidin mengungkapkan, kondisi tersebut tidak hanya ada di wilayah Kecamatan Tambora. Akan tetapi juga terdapat di wilayah terpencil atau pelosok lainnya di wilayah Kabupaten Bima. “Bukan saja di Tambora. Tapi di Kecamatan Lambu dan Langgudu ada juga,” katanya. Dosen pada salahsatu Kampus Keguruan dan Pendidikan di Bima ini menilai, sekolah yang menjadi kandang atau tempat hunian hewan ternak tersebut menunjukan bahwa sekolah didaerah terpencil tidak ada penjaga yang mengurus. “Padahal dimanapun, semua sekolah ada penjaga atau opas. Fungsinya menjaga sekolah baik siang dan malam. Kalaupun tidak ada, tidak heran akan dihuni hewan ternak,” katanya. Aidin mengatakan sekolah yang menjadi tempat hunian hewan ternak tersebut masih mendingan, jika dibandingkan kondisi lainnya di wilayah terpencil. Yakni kurangnya sarana dan prasarana sekolah yang memadai seperti jaringan listrik dan akses internet. “Sekolah di wilayah terpencil harus ada perhatian lebih dari Pemerintah supaya pemerataan pendidikan tepat sasaran dalam meningkatkan mutu pendidikan,” katanya Kendati demikian, Aidin mengusulkan kepada pemerintah daerah membentuk sebuah lembaga pengawas sekolah,

khusus di wilayah-wilayah terpencil. Dengan melibatkan semua unsur di sekolah berada. Mulai tokoh masyarakat, pemuda, agama hingga actor intelektual (akademisi, red). “Sistem pengawasan tidak bisa diterapkan seperti di wilayah di dekat atau pusat ibukota kecamatan dan daerah. Harus ada pihak khusus sehingga persoalan yang terjadi di sekolah dapat dilaporkan langsung ke Dinas atau Bupati agar dilakukan penindakan,” katanya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Aminurlah SE juga menyesalkan masih adanya sekolah di Tambora yang menjadi kandang ternak. Ia menilai hal terjadi karena para guru dan kepala sekolah banyak berada di Bima. “Kebanyakan guru yang ditempatkan di Tambora atau daerah pelosok lebih banyak orang luar bukan asli wilayah setempat sehingga tidak heran sekolah tidak ada yang menjaga,” katanya. Ia menegaskan, seharusnya sekolah yang menjadi tempat harapan dan cita-cita anak bangsa penerus harus bisa dijaga dengan baik. Jika lingkungan sekolah terawat dan terjaga dengan baik akan menciptakan suasana yang baik. “Bagaimana bisa mencerdaskan anak bangsa kalau kondisi sekolah jadi kandang ternak. Saya berharap Dinas dan Pemerintah lebih serius memperhatikan dan mengevaluasi para guru dan kepala sekolah,” terangnya. Bagaimana tanggapan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbupora) Kabupaten Bima ? Sekretaris Dikbupora Drs. H. Lukman M.Si memilih bungkam terkait kondisi tersebut. Hanya saja Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan UPTD Dikpora. “Nanti saya akan koordinasi dengan Kepala Sekola dan UPTD, karena saya lagi diluar daerah,” ujarnya. (uki)

Peringatan Hari Anak Nasional

Momen Wujudkan Generasi Emas dan Pemenuhan Hak Asuh Anak Dompu (Suara NTB) – Jika sebelumnya pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) anak hanya dilibatkan pada agenda puncak berbeda halnya dengan tahun ini. Anak sebagai generasi penerus kini diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengeksplorasi potensi yang dimilikinya dalam mengelola kegiatan. Harapannya, akan tercipta pewaris bangsa yang berkualitas dan mandiri. Kadis DP3A Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE., M. Si dalam sambutannya pada peringatan HAN di Gedung Samakai, Rabu (8/8), mengungkapkan, selain menjadi momen mewujudkan generasi emas yang berkualitas, kegiatan yang diikuti ratusan peserta didik dari berbagai satuan pendidikan ini dirangkai dengan pengukuhan Forum Anak Dompu, serta penandatanganan petisi dukungan Dompu sebagai kabupaten layak anak. Di samping itu, momen ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam mendorong keluarga sebagai lembaga pertama dan utama dalam memberikan hak asuh dan perlindungan anak yang berkualitas, tentunya dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif. “Sehingga nantinya akan bisa melahirkan generasi bangsa yang genius,” kata dia.

(Suara NTB/jun)

PETISI - Wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH., didampingi seluruh FKPD saat menandatangani petisi dukungan Dompu sebagai kabupaten layak anak, Rabu (8/8). Kadis DP3A Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE, M. Si saat memberi sambutan pada peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Samakai Dompu (foto kanan). Memperingati momen tahunan ini, lanjut Daryati Kustilawati, DP3A sengaja mengangkat tema Anak Dompu GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat), dalam pengertiannya anak Indonesia diharap Gesit dan Empati merespon perubahan yang sangat cepat disemua bidang ilmu pengetahuan, kemudian Berani menjaga hak-hak anak serta melaksanakan kewajban anak untuk mewujudkan cita-cita bangsa, terlebih semua anak

Dompu harus Unggul disemua bidang kehidupan serta Sehat jasmani dan rohani. “Inilah yang menjadi tantangan buat kita semua. Hari ini memang puncak hari anak nasional tetapi sebelumnya telah banyak rangkaian kegiatan yang kita lakukan seperti lomba-lomba untuk meningkatkan kreativitas anak,” ungkapnya. Wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH., yang turut mengadiri acara puncak tersebut menyampaikan, peringatan hari anak

nasional tahun ini mesti menjadi motiviasi untuk meningkatkan kepedulian dan memastikan hak pokok anak terpenuhi, seperti hak perwatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan dari tindak kekerasan ekploitasi dan diskriminasi. Hal itu sejalan dengan amant kostitusi yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta terbebas dari kekerasan dan diskriminasi. Dalam peningkatan kualitas

pengasuhan anak ini, lanjut Arifuddin, pemerintah telah menempuh beberapa langkah pendekatan, seperti pengembangan Dompu sebagai kabupaten layak anak, memperluas pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu pendidikan dan perekonmian masyarakat. “Dengan kabupaten layak anak itu diarahkan lingkungan serta sarananya dapat menuanikan fungsinya sebagai sarana pembina dan pengasuhan keluarga,” harapnya. (jun/*)


Kamis, 9 Agustus 2018

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Mataram 12345678901234567890123456789012 (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Kementerian Kese12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hatan RI bersama Di12345678901234567890123456789012 nas Kesehatan 12345678901234567890123456789012 Provinsi NTB telah 12345678901234567890123456789012 menghitung puskes12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mas dan rumah sakit 12345678901234567890123456789012 yang mengalami keru12345678901234567890123456789012 sakan. Setidaknya 12345678901234567890123456789012 ada 34 puskesmas 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dan puskemas pem12345678901234567890123456789012 bantu yang mengala12345678901234567890123456789012 mi kerusakan. Se12345678901234567890123456789012 mentara untuk rumah 12345678901234567890123456789012 sakit yang mengalami 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 rusak berat hanya 12345678901234567890123456789012 RSUD Tanjung. 12345678901234567890123456789012 “Kami bersama 12345678901234567890123456789012 dengan Dinas Keseha12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tan telah melakukan 12345678901234567890123456789012 pendataan rumah sa12345678901234567890123456789012 kit mana saja yang 12345678901234567890123456789012 mengalami kerusa12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan. Termasuk juga 12345678901234567890123456789012 Agus Hadian Rahim puskesmas yang 12345678901234567890123456789012 mengalami rusak berat dan rusak sedang,” kata Sek12345678901234567890123456789012 retaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Ke12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 menkes RI dr. Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid, 12345678901234567890123456789012 MH. Kes, di Mataram, Rabu (8/8). 12345678901234567890123456789012 Ia mengatakan bahwa Kemenkes akan membantu 12345678901234567890123456789012 melakukan pembangunan ulang rumah sakit atau 12345678901234567890123456789012 puskesmas yang mengalami kerusakan akibat gempa. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Ia menjadikan pelayanan kesehatan sebagai tempat 12345678901234567890123456789012 yang vital untuk segera diperbaiki. 12345678901234567890123456789012 “Puskesmas dan rumah sakit ini merupakan hal uta12345678901234567890123456789012 ma yang menjadi perhatian kita. Karena layanan kese12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 hatan ini sangat utama. Apalagi saat ini banyak yang 12345678901234567890123456789012 membutuhkan bantuan medis,” ujarnya. 12345678901234567890123456789012 Ia juga memastikan pasokan obat untuk para korban 12345678901234567890123456789012 dan pasien di rumah sakit maupun puskesmas tercuku12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pi. Sebanyak dua ton obat telah didistribusikan ke beber12345678901234567890123456789012 apa rumah sakit dan pusat layanan kesehatan. Dengan 12345678901234567890123456789012 obat ini dapat dipastikan pasokan obat tercukupi. 12345678901234567890123456789012 “Kami juga datangkan relawan tim medis kurang 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 lebih sebanyak 200 orang relawan. Harapannya dapat 12345678901234567890123456789012 membantu para korban gempa yang mengalami luka12345678901234567890123456789012 luka,” ujarnya 12345678901234567890123456789012 Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Provinsi NTB Marjito, S.Si, SKM, M.Kes akan mela12345678901234567890123456789012 lukan pemeriksaan lebih mendalam terkait puskes12345678901234567890123456789012 mas yang mengalami kerusakan. Dari 34 itu, seban12345678901234567890123456789012 yak 17 puskesmas merupakan yang ada di Lombok 12345678901234567890123456789012 Timur, lima puskesmas di Lombok Barat dan 12 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 puskesmas di Lombok Utara. 12345678901234567890123456789012 “Semuanya akan kita perbaiki bertahap. Ada yang 12345678901234567890123456789012 diperbaiki tahun ini dan ada juga tahun depan. Terma12345678901234567890123456789012 suk RSUD Tanjung juga kita carikan dulu tempatnya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sementara pasien akan dirawat di rumah sakit lapan12345678901234567890123456789012 gan,” ujarnya. 12345678901234567890123456789012 Ia akan memfokuskan perbaikan pada layanan kese12345678901234567890123456789012 hatan, termasuk yang puskesmas pembantu yang ada 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 di beberapa desa. Sebab ini merupakan hal yang pent12345678901234567890123456789012 ing untuk menunjang pelayanan kesehatan warga se12345678901234567890123456789012 kitar terutama yang terdampak gempa. 12345678901234567890123456789012 “Yang jelas kita utamakan untuk perbaiki puske12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mas dulu. Baru yang lain-lain. Kita juga akan bangun 12345678901234567890123456789012 lagi RSUD Tanjung. Nanti anggarannya sharing den12345678901234567890123456789012 gan pusat. Pelan-pelan, sekarang kita fokus dulu pada 12345678901234567890123456789012 penanganan pasien,” ujarnya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Agus Hadian bersama Marjito dan Menteri Kese12345678901234567890123456789012 hatan RI Nila Djuwita F. Moeloek selain melihat 12345678901234567890123456789012 kondisi rumah sakit dan puskesmas juga mengun12345678901234567890123456789012 jungi pasien yang dirawat di RSUDP NTB pada 12345678901234567890123456789012 Rabu (8/8). Ia Menkes juga memastikan bahwa pa12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 sokan obat kepada korban gempa mencukupi dan 12345678901234567890123456789012 para korban mendapatkan pelayanan kesehatan 12345678901234567890123456789012 yang baik selama di rumah sakit. (lin) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Tanjung (Suara NTB) – 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Proses evakuasi korban dan distribusi logistik kor12345678901234567890123456789012 ban gempa Lombok 7 SR di Lombok Utara dan Lom12345678901234567890123456789012 bok Timur dimaksimalkan pekan ini. Tahap rehabili12345678901234567890123456789012 tasi bencana berupa rekonstruksi bangunan terdamp12345678901234567890123456789012 ak gempa dimulai pekan depan. Hal itu diharapkan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dapat mendongkrak psikologis korban. 12345678901234567890123456789012 Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Rabu (8/ 12345678901234567890123456789012 8) di Tanjung, Lombok Utara didampingi Panglima TNI 12345678901234567890123456789012 Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Pol Tito Karnavian mengikuti rapat koordinasi pen12345678901234567890123456789012 anggulangan bencana gempa Lombok. 12345678901234567890123456789012 “Sambil proses tangani pengungsi berjalan, kita 12345678901234567890123456789012 mulai pembersihan. Pada Senin depan kita prarekon12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 struksi dan rehabilitasi,” ucapnya. 12345678901234567890123456789012 Tim gabungan penanggulangan bencana, kata dia, 12345678901234567890123456789012 kini semakin terkonsolidasi berupa perkuatan person12345678901234567890123456789012 el, kelengkapan sarana prasarana posko utama, dan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kelengkapan evakuasi dan rehabilitasi. 12345678901234567890123456789012 “Puing ini segera dibersihkan sehingga psikologis 12345678901234567890123456789012 korban ini tidak terlalu terbenani,” kata TGB. 12345678901234567890123456789012 Tito mengatakan, langkah awal pemerintah menang12345678901234567890123456789012 gapi bencana dengan melakukan mitigasi secepat mu12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 ngkin. Kemudian dilanjutkan rehabilitasi untuk pen12345678901234567890123456789012 anganan jangka panjang. 12345678901234567890123456789012 Kapolri mengatakan gempa 7 SR Minggu (5/8) lalu 12345678901234567890123456789012 menimbulkan efek destruktif yang besar dengan keru12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 gian jiwa dan material. Kebutuhan pada pekan ini yak12345678901234567890123456789012 ni memastikan pengungsi mendapatkan sarana men12345678901234567890123456789012 gungsi yang memadai. 12345678901234567890123456789012 “Yang meninggal dimakamkan dengan layak, dii12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dentifikasi. Yang terluka secepat mungkin diberi pera12345678901234567890123456789012 watan. Masyarakat yang rumahnya rusak, memerlu12345678901234567890123456789012 kan tenda. Kita lakukan yang terbaik,” kata Tito. 12345678901234567890123456789012 Dalam tahap prarekonstruksi, sambung dia, ru12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mah warga yang rusak akan diperbaiki. “Mudahan 12345678901234567890123456789012 bencana sudah lewat maka yang kita lakukan 12345678901234567890123456789012 menangani dampak bencana, kita bisa lakukan per12345678901234567890123456789012 baikan-perbaikan,” ucapnya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek menambah12345678901234567890123456789012 kan, korban gempa mayoritas menderita patah tulang 12345678901234567890123456789012 sehingga pihaknya mendatangkan dokter ortopedi dan 12345678901234567890123456789012 dokter spesialis bedah. Dibantu RS lapangan Kostrad 12345678901234567890123456789012 dan Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso 990. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “Bahwa setelah ini harus rekonstruksi. Trauma heal12345678901234567890123456789012 ing efek psikologis perlu ditangani,” terangnya. 12345678901234567890123456789012 Sementara Hadi menyatakan, proses rekonstruksi 12345678901234567890123456789012 dimulai dengan perbaikan jaringan instalasi air oleh 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Batalyon Zeni Konstruksi. Dilanjutkan dengan pendi12345678901234567890123456789012 rian fasilitas mandi, cuci, kakus. 12345678901234567890123456789012 “Di tiap kecamatan sudah ada petugas dan jaringan 12345678901234567890123456789012 komunikasi. Tinggal melaksanakan,” tegasnya. (why) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012

34 Puskesmas di Lombok Rusak Akibat Gempa

(Suara NTB/lin)

Pekan Depan Mulai Prarekonstruksi Rumah Rusak

SUARA NTB

Halaman 8

Distribusi Logistik Baru Terkoordinasi

Tanjung (Suara NTB) – Warga Lombok Utara tetap bertahan di tenda pengungsian sampai hari ketiga sejak gempa 7 SR mengguncang. Mereka terpaksa mencari sendiri logistik. Sebab, bantuan tak kunjung datang. Bahkan sampai ada yang menghentikan mobil pengangkut bantuan. Para pengungsi bertahan di balik terpal sederhana. selimut, bantal, sarung, dan peralatan masak mereka ambil dari sisa puing rumah mereka yang roboh. Di dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Gangga, Lombok Utara, pengungsi bahkan mencukupi kebutuhan makannya dengan memetik sayuran di pekarangan kebun. Selama tiga hari ini mereka tidur di balik terpal bekas menjemur padi. Mereka yang berjarak 10 Km dari akses jalan Raya Gondang, Gangga belum mendapat bantuan. Syukurnya ada sanak famili dari Mataram yang datang. Itu pun hanya cukup satu hari. “Untuk bantuan kita paling perlu terpal untuk bikin tenda. Karena mau pulang rumah juga sudah rata. Belum ada datang bantuan,” kata perwakilan pengungsi Gitak Demung, Mamiq Said dijumpai, Rabu (8/8). Said bersama 67 orang lainnya tak ambil pusing soal harta benda yang tertinggal di rumah. Toh sudah tertimbun juga. Dia hanya peduli bertahan hidup sampai bisa kembali mendirikan rumah. Kepala Desa Genggelang, Khairul Anwar menyebutkan, sekitar 14.500 orang warga desanya terdampak gempa 7 SR Minggu (5/8) petang. 15 orang diantaranya meninggal dunia. Di luar catatan yang dirilis BNPB. “Pagi hari Senin ditemukan langsung dimakamkan seadanya. Sudah kita buatkan surat keterangan meninggalnya,” kata Anwar yang duduk disangga bantal. Dia selamat meski tertimpa tembok rumah karena menyelamatkan istri dan satu anaknya lebih dulu. Ada tulang yang geser. Bantuan medis tidak ada. Saya pakai tukang urut saja,” ucap

Anwar yang membawahi 20 pemerintahan dusun. “Ada lima sampai enam dusun belum tersentuh,” imbuhnya. Dia mencatat hampir 90 persen rumah warga rusak. Perwakilan pengungsi Desa Rempek, Gangga, Apriandi mengaku harus mengambil sendiri bantuan yang dibutuhkan. Itu pun harus membawa satu anggota pemerintah dusun atau desa. Bantuan seperti obat-obatan, air minum, dan mi instan diambil sekenanya. Maklum, dia hanya pakai dua motor. Itu pun harus diisi bensin dengan harga eceran yang mencapai Rp20 ribu per liternya. “Iya ini saya berdua mengambil sendiri. Ini dibawa ke posko induk. Nanti kita bagi lagi untuk tujuh posko lainnya,” kata dia. Bantuan itu dia ambil dari posko utama di Lapangan Tanjung. Ironis juga bagi pengungsi di Gubuk Baru Sokong, Tanjung, Lombok Utara. Jaraknya tak sampai 1 Km dari posko utama penanggulangan bencana gempa. Namun mereka harus bertebal muka menghentikan mobil pengangkut logistik yang akan dikumpulkan di Lapangan Tanjung. “Ya mau bagaimana sejak hari pertama gempa tidak ada apa-apa sama sekali. Terpaksa kita setop mobil. Kita minta seperlunya,” ungkap Rahman, salah satu perwakilan posko. Untuk kebutuhan terpal, Rahman bersama sekitar 150 kepala keluarga memenuhinya dengan membeli sendiri ke pusat pertokoan di Mataram. Itu pun dengan harga yang sudah menanjak tiga kali lipat. Koordinasi dan Pendataan Mulai Diperbaiki

(Suara NTB/why)

ANGKAT JEMURAN - Ibu-ibu pengungsi korban gempa di Dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Rabu (8/8) mengangkat jemuran di samping rumah mereka yang ambruk diguncang gempa 7 SR. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian memantau penanggulangan bencana gempa Lombok dari Tanjung, Lombok Utara, Rabu (8/8). Masing-masing petinggi TNI Polri itu memerintahkan jajarannya untuk mulai mendata korban yang belum terjangkau bantuan dan evakuasi. Disiapkan tambahan personel dan sarana seperti helikopter dan kapal bantuan rumah sakit KRI dr Soeharso (990). “Saya perintahkan Dansatgas untuk inventarisir daerah terpencil mana yang perlu diberi penanganan. Segera kirim pasukan. Wilayah yang

belum terjamah soren ini paling tidak sudah dapat bantuan,” sebut Hadi dalam konferensi pers usai rapat koordinasi. Pengerahan pasukan itu meliputan cakupan lima kecamatan di Lombok Utara yakni Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Bayan, dan satu kecamatan di Lombok Timur, yaitu Sambelia. Dia mengakui bantuan memang belum tersalurkan ke seluruh daerah terdampak. Kendala utama sejak gempa menghantam yakni saluran komunikasi yang terputus. “Kemungkinan di wilayah itu komunikasi susah. Tidak bisa langsung sentuh,” sebut Hadi. Sementara Tito menyebut-

kan, dua helikopter dari Mabes Polri sudah disiagakan di Mapolres Lombok Utara demi menjangkau daerah terpencil minim bantuan. “Ini efektif mencapai daerah di gunung,” kata Tito. Kemudian Gubernur NTB, DR TGKH M Zainul Majdi menjelaskan, Rabu (8/8) kemarin dimaksimalkan untuk pendistribusian bantuan bagi yang belum terjangkau. Pascagempa Minggu (5/8), tim baru bisa bergerak pukul 10.00 Wita Senin (6/8). Itu pun dengan personel terbatas. “Sekarang semakin terkonsolidasi. Hari ini (kemarin) diupayakan tuntas menjangkau,” kata TGB. (why)

Presiden: Jangan karena Pilpres Kita Retak Bogor (Suara NTB) Presiden Joko Widodo membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa. Presiden yang tiba pukul 08.45 WIB, dijemput Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, dan Bupati Bogor Nurhayanti. Presiden langsung menuju ruang tunggu dan sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ke acara yang bertema “Mencetak Kader Pemimpin Muslim Berparadigma Wasathiyah” tersebut. Dalam pidatonya, Kepala

Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus selalu menjaga kerukunan. “Jangan sampai karena Pilpres, Pilkada, yang setiap lima tahun, kita jadi retak, tidak rukun, ini kekeliruan yang harus kita luruskan,” kata Presiden. Jokowi berharap masyarakat memilih yang terbaik, dan setelah selesai rukun kembali. “Jangan sampai, sekali lagi kita ini retak, menjadi tidak saling sapa antar tetangga, teman karena pilkada dan Pilpres. Salah besar,” katanya. Untuk itu, Presiden meminta kepada para ulama menyampaikan pesan damain kepada masyarakat secara terus menerus. “Saya titip kader ulama yang dikembangkan adalah

(Suara NTB/ant)

MENABUH HADROH - Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Bupati Bogor Nurhayanti (kanan), Ketua MUI Kabupaten Bogor K.H. Ahmad Mukri Aji (kedua kiri) dan Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei (kiri) menabuh hadroh saat meresmikan pembukaan Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) di gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan, jangan sampai mencela, saling menjelekkan,” katanya.(ant/balipost)

Kodim Lotim Gelar Penutupan TMMD Ke-102 Tahun 2018 Mataram (Suara NTB) Pagi tadi, Kodim 1615/ Lotim menggelar Upacara Penutupan Progam TMMD ke 102 tahun 2018 wilayah Kodim 1615/Lotim. Sebagai Irup Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 162/WB Letkol I Wayan Sumitra di lapangan Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur yang diikuti ratusan peserta upacara dari anggota Satgas TMMD, Rabu (8/8). Dalam amanat yang dibacakan Sumitra, Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menyampaikan salah satu peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan tersebut adalah turut serta pada kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018 yang diselenggarakan selama 30 hari mulai tanggal 10 Juli sampai dengan 8 Agustus 2018. “Selain mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta ketahanan nasional guna menjaga keutuhan NKRI kepada masyarakat dan khususnya generasi milenial,’’ ungkap Mulyono. Terkait dengan hal tersebut lanjutnya, tema yang diangkat dalam TMMD ke 102 tahun 2018 ini yakni “Manunggal Membangun Karakter Genera-

(Suara NTB/penrem)

PENUTUPAN TMMD - Suasana penutupan TMMD di Wilayah Kodim Lotim, Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 162/ WB Letkol I Wayan Sumitra si Milenial” sangatlah tepat apabila dihadapkan dengan kondisi generasi muda saat ini yang semakin modern dengan kemajuan teknologi maka moralitas dan karakter generasi muda juga harus dibangun sehingga menjadi pribadi yang kreatif, aktif, inovatif dan berjiwa nasionalis yang kuat. Mengakhiri sambutannya, Jenderal TNI Mulyono menyampaikan pesan dan harapannya agar mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI

Rakyat ditengah-tengah masyarakat, tingkatkan semangat gotong royong sebagai warisan budaya, pelihara hasil program TMMD ke 102 agar manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama, Para Dansatgas lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap terhadap pelaksanaan TMMD dan ucapan terimakasih kepada para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD atas dedikasi dan kerjanya selama TMMD. (ars/*)

Wartiah dan Ermalena akan Bersaing Ketat ke DPR RI Tanjung (Suara NTB) Pada Pemilu 2014 lalu, Dra. Hj. Ermalena dari PPP, mencatatkan diri menjadi satu-satunya calon anggota legislatif (caleg) perempuan yang terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil NTB. Pada Pileg 2019 mendatang, ia kembali mencalonkan diri sebagai caleg petahana dari dapil II Pulau Lombok, Provinsi NTB. Namun demikian, kali ini meskipun dengan status sebagai caleg petahana, ia tetap harus berjuang lebih keras lagi, mengingat kali ini ia memiliki saingan kuat di internal partainya, yakni Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah, yang naik kelas dari DPRD NTB maju ke DPR RI. Ermalena yang dikonfirmasi terkait hal itu, mengaku, tak menganggap Wartiah sebagai lawan dalam merebut kursi wakil rakyat jatah PPP dari dapil NTB. Sehingga menurutnya tak ada persaingan sama sekali antara Wartiah dengan dirinya. “Ndak ada persaingan dan ndak ada yang rasa yang tidak enak. Karena soal siapa yang akan dapat, itu nanti terakhir, yang penting kita sama-sama berjuang,” katanya menjawab Suara NTB, Rabu (8/8) kemarin. Dijelaskan Wakil Ketua Umum yang juga Wakil Ketua Fraksi PPP di DPR RI itu, bahwa ia dan Wartiah telah berkoordinasi dengan baik dalam Pileg mendatang. Sehingga ia memastikan bahwa tak akan ada benturan politik dengan Wartiah dalam memperebutkan kursi wakil rakyat

DPR RI dapil NTB itu. “Ndak ada pertarungan. Kita sudah bagi tugas, semua sudah terkoordinasi dengan baik. Jadi ndak ada masalah apa-apa, tidak ada persaingan,” tegasnya. Ia menuturkan dalam beberapa kali pertemuannya dengan Wartiah, mereka berdua berkomitmen untuk samasama bekerja kerasa memperoleh suara sebanyak-banyaknya. Dengan kalkulasi politik, jika mereka berdua dan caleg PPP lainnya sama-sama mendapatkan suara maksimal, maka dipastikan PPP dapat mengunci dua kursi. “Untuk memperoleh kursi maka harus kerja keras. Kalau maksimal, suara nasional kita akan naik, maka sangat memungkinkan kita berdua dapat naik, apalagi dengan sistem perhitungan kursi sekarang ini, saya yakin PPP bisa dapat dua,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Wartiah mengaku sangat optimis dirinya akan bisa terpilih sebagai anggota DPR RI, meskipun ia menyadari akan berhadapan dengan caleg petahana. “Ia kita selalu optimis, meskipun disana masih ada ibu Emalena,” katanya. Ketua Fraksi PPP di DPRD NTB dan juga Ketua Komisi V itu, sepakat dengan Ermalena, bahwa di partainya tak ada persaingan. Semua caleg PPP bekerja keras. “Karena sekarang kita bersaingnya dengan partai lain dulu, semakin banyak suara kita, semakin berpeluang mendapatkan lebih dari satu kursi,” katanya. (ndi)


SUARA NTB

Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 9

Nelayan Lotim Masih Paceklik Selong (Suara NTB) Nelayan di Lotim masih mengalami musim paceklik. Pasalnya, gelombang besar di perairan Lotim ini membuat sebagian besar nelayan tidak bisa melaut. Pada situasi ini, bukan berarti ikan-ikan di pasar tidak ada.

(Suara NTB/dys)

TRAUMA HEALING - Anak-anak usia sekolah korban gempa di Desa Batuyang membutuhkan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis mereka akibat trauma pascagempa.

“Ada ikannya, tapi memang cukup mahal karenanya jangan tawar menawar karena biaya menangkap ikan ini mahal,” kelakar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim, Muhammad Tasywiruddin. Kondisi angin kencang ini membuat semua nelayan baik yang kecil maupun

yang besar istirahat dulu. Diwawancara Rabu (8/8) kemarin, Tasywiruddin menguraikan saat musim paceklik ini peran strategis ibu-ibu nelayan untuk membantu suaminya membuat usaha-usaha pengolahan ikan, dibutuhkan. Stok ikan pada musim paceklik ini diyakinkan masih tetap ada.

Kurang pas kalau disebut tidak ada sama sekali. Pasalnya, banyak nelayan pinggiran yang masih bisa mensuplai ikan. Hanya saja jumlahnya memang sangat sedikit. Imbauan kepada nelayan sesuai informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga 7 hari ke

depan sejak tanggal 5 Agustus lalu, air laut masih cukup berbahaya. Utamanya di daerah yang sering dikunjungi nelayan, yakni di Selat Alas bagian selatan dan Selat Alas bagian utara. Utara Selat Alas dan selatan Selat Alas memang menjadi lokasi yang diimbau sebagai tempat tangkap ikan. Untuk saat ini, sambil melihat perkembagan cuaca, dimanfaatkan Selat Alas bagian dalam dan pinggiran. Nelayan Lotim juga banyak yang meluas daerah tangkapan-

nya di luar Selat Alas. Tempat menangkap ikan yang lebih jauh itu dipastikan juga cukup berbahaya. “Banyak yang ke luar dari Selat Alas karena ikannya cukup banyak,” tuturnya. Hanya saja lagi-lagi alasan gelombang besar membuat nelayan tidak berani. Mengatasi problem paceklik saat gelombang besar di laut ini, diharapkan Tasywiruddin ada usaha-usaha pengolahan ikan di luar tangkapan ikan segar di laut, bisa membantu perekonomian keluarga. (rus)

Trauma Berat

Siswa di Pringgabaya Butuh ’’Trauma Healing’’ Selong (Suara NTB) Ratusan murid sekolah dasar baik negeri dan swasta yang tersebar di dua desa Kecamatan Pringgabaya mengalami trauma berat. Keduanya adalah Desa Batuyang dan Desa Pohgading. Betapa tidak, kedua desa tersebut merupakan yang paling parah terkena gempa di Kecamatan Pringgabaya pada Minggu malam lalu. Gempa mengakibatkan ratusan rumah rusak parah. Sebagian hancur rata dengan tanah. Pemerintah di dua desa tersebut belum bisa memastikan pasti jumlah rumah rusak akibat gempa. Karena hingga hari ketiga pascagempa berdasarkan pantauan Suara NTB, pendataan kerusakan oleh aparat desa masih berlangsung. Pendataan dilakukan melalui dua model, yakni masyarakat menyerahkan foto kopi KK dan KTP. Setelah itu, petugas melakukan verifikasi dengan turun lapangan memastikan tingkat keparahan tiap rumah. Selain itu, sekolah-sekolah di dua desa ini juga diliburkan. Bahkan hampir di semua sekolah jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) dijadikan lokasi pengungsian di luar posko utama yang disiapkan pemerintah. Kebutuhan mendasar di luar kebutuhan para pengungsi terutama pengungsi anak-anak usia sekolah adalah mendapatkan trauma healing. Mereka membutuhkan penyembuhan mental akibat gempa. Moh Juliawan, warga setempat mengungkapkan jika secepatnya kondisi psikis anak-anak korban gempa harus dipulihkan. Mereka masih trauma dan psikis mereka harus dipulihkan. Gempa dahsyat berkekuatan 7 SR membuat mereka takut baik untuk bermain terlebih masuk rumah. Dikatakan Juliawan, kondisi demikian tentu tidak baik bagi perkembangan anak-anak pengungsi. Apalagi di usia mereka adalah masa perkembangan dan pertumbuhan, sehingga upaya pemulihan mental sangat penting dilakukan. Sementara Hastuti, salah seorang relawan Mata Garuda NTB mengungkapkan Desa Batuyang menjadi salah target yang masuk list untuk dibantu pemulihan. Hanya saja, sementara relawan masih fokus menggalang bantuan material untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan para korban gempa. Pihaknya memastikan akan berupaya melakukan trauma healing bagi para korban gempa. Terutama anak-anak sekolah yang jumlahnya mencapai ratusan di pengungsian. (dys)

SD dan SMP di Mataram Masuk Sekolah Senin Depan Mataram (Suara NTB) SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram dipastikan akan mulai masuk sekolah kembali pada Senin (13/8) pekan depan. Sedangkan jenjang SMA/SMK di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB belum menentukan jadwal masuk sekolah. Namun, yang pasti tenaga kependidikan diminta masuk sekolah Kamis (9/8) untuk persiapan program pembelajaran. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., menyebutkan, sesuai arahan Bapak Wakil Wali Kota Mataram Rabu (8/8) diinfokan bahwa siswa belajar di rumah sampai dengan Sabtu (11/8). Masuk belajar di sekolah akan dilaksanakan Senin (13/ 8). “Masuk belajar di sekolah Insya Allah Senin,” katanya. Diminta juga kepada semua tenaga kependidikan di sekolah masing-masing agar masuk sekolah pada Kamis (9/ 8). Untuk merapikan, memperbaiki sarana dan prasaranan pendidikan sesuai kemampuan yang ada. “Mohon Bapak/Ibu Kepala sekolah dan tenaga pendidikan lainnya untuk menciptakan suasana sekolah seperti tidak pernah terjadi bencana paling lambat Sabtu,11 Agustus 2018,” ujarnya. Dari pantauan Suara NTB, sejumlah sekolah mengalami kerusakan dampak dari bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang terjadi Minggu (5/8) lalu. Tidak sedikit bangunan sekolah yang juga dijadikan tempat pengungsian oleh warga sekitar sekolah seperti di SDN 16 Mataram. Sementara itu, di jenjang SMA dan SMK dijadwalkan masuk sekolah pada Kamis (9/8). Namun jadwal itu ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Dikbud NTB, Sukran mengatakan kepala sekolah, guru, dan pegawai tetap masuk untuk persiapan program pembelajaran. Sukran menegaskan, siswa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak boleh masuk sekolah. Sementara kegiatan belajar di luar KLU diawali dengan kegiatan trauma healing. “Kegiatan belajar dimulai dari permainan atau doa bersama, bukan belajar,” ujar Sukran ditemui di Mataram, Rabu (8/8). Terkait pendataan kerusakan sekolah, Sukran mengatakan pendataan sedang dilakukan masing-masing Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membantu pemerintah provinsi. Mereka membawa tim ahli untuk memeriksa SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. “Ada tim ahli dari kementerian diutus untuk menilai kelayakan bangunan. Kalau luar KLU dan Mataram sudah menyuruh kepala sekolah mendata mana ruangan yang bisa dipakai sehingga ada kemungkinan double shift,” ujarnya. (ron)

(Suara NTB/ron)

TEMPAT PENGUNGSIAN - Warga masih menjadikan bangunan sekolah sebagai tempat pengungsian. Seperti yang terlihat di SDN 16 Mataram, Rabu (8/8).

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Lion Air Group bersama dengan organisasi di bawah naungannya yaitu Lion Air Care menyerahkan bantuan kepada korban gempa di delapan desa di Lombok Barat dan Lombok Utara

Lion Air Group Hadirkan Bantuan Sosial bagi Korban Gempa di Lombok Giri Menang (Suara NTB) Sebagai upaya untuk dapat terus meringankan beban bagi para korban bencana alam yaitu gempa yang menimpa beberapa titik di Pulau Lombok, Lion Air Group bersama dengan organisasi di bawah naungannya yaitu Lion Air Care yang bergerak dalam bidang kepedulian sosial kembali menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang tertimpa musibah tersebut.

“Terhitung ada 8 desa yang dihampiri oleh Tim Lion Air Care yaitu Desa Kekait, Jeringo, Lembah Sari, Sandik, Pusuk, Batu Layar, Bengkaung dan Malaka. Desa – desa tersebut dinilai memiliki tingkat presentase kerusakan yang cukup tinggi hingga 80 %. Sehingga dirasa perlu untuk menghadirkan sedikit bantuan yang dapat meringankan beban bagi para pengungsi korban gempa,” kata Fajar Teguh S,

Manager Area Bali Nusra. Bantuan logistik berupa kebutuhan makanan, minuman dan perlengkapan lainnya yang dapat mendukung kegiatan sehari – hari para korban dikirimkan oleh Lion Air Care yang harapkan dapat menunjang kemudahan dalam mengkonsumsi kebutuhan pokok yang cukup sulit didapatkan pada kondisi dan saat tersebut. Antusiasme para korban

pengungsian begitu besar dengan kehadiran Lion Air Care yang juga memberikan semangat moral bagi para korban dengan kerap ber interaksi kepada keluarga – keluarga serta mensosialisasikan kepada mereka untuk dapat terus menjaga kesehatan dan keamanan lingkungannya. Para Kepala Desa pun sangat mengapresiasi kehadiran Lion Air Care yang dirasa memiliki tingkat kepedulian yang

tinggi dan semangatnya dalam mengunjungi desa – desa yang terbilang cukup jauh jaraknya dari pusat kota. “Selain membantu meringankan beban para korban, Lion Air Care pun berkomitmen untuk dapat memberikan distribusi bantuan yang merata ke beberapa daerah yang berbeda sehingga dapat menjangkau banyak kalangan dari beberapa desa yang terkena dampak, tutup fajar Teguh. (*)

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Giri Menang (Suara NTB) KLU. “Bahkan Lombok Timur 123456789012345678901234567890121 Dampak gempa 7 SR (Lotim) dan Kota Mataram 123456789012345678901234567890121 yang mengguncang NTB, yang dampaknya tidak sebe123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Minggu (5/8), juga dirasa- sar kita, malah mendapat 123456789012345678901234567890121 kan di banyak tempat di perhatian yang cukup besar,” 123456789012345678901234567890121 Kabupaten Lombok Barat. tambah Kepala Dinas Kese123456789012345678901234567890121 Kehancuran yang ditimbul- hatan Lobar, H. Rahman Sah123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 kannya pun sangat massif. nan Putra. Rahman pun men123456789012345678901234567890121 Terutama di empat kecama- ceritakan bagaimana para je123456789012345678901234567890121 tan yang terdekat dengan ep- jaring kerja luar yang dimiliki 123456789012345678901234567890121 icentrum gempa di sebelah instansi yang dipimpinnya 123456789012345678901234567890121 utara wilayah Kabupaten justru awalnya meminta in123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Lombok Utara (KLU). formasi tentang kondisi KLU. 123456789012345678901234567890121 Empat kecamatan itu adDengan melihat fakta di 123456789012345678901234567890121 alah Batulayar, Gunung Sari, lapangan, Rahman mem123456789012345678901234567890121 Lingsar dan Narmada. Si- prediksikan bahwa penangan123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 sanya di kecamatan lain. an bencana di Lobar akan leb123456789012345678901234567890121 Namun dampak jangka pan- ih kecil dari wilayah lain. “Pada123456789012345678901234567890121 jangnya tidak sedahsyat hal kita tidak mungkin sendiri 123456789012345678901234567890121 empat kecamatan tersebut. dalam menghadapi bencana 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Bila gempa 29 Juli dengan ini. Sumber daya yang kita mi123456789012345678901234567890121 6,4 SR mengakibatkan beber- liki tidak cukup,” keluh Rah123456789012345678901234567890121 apa orang di Lobar kehilan- man. Lukmanul Hakim dari 123456789012345678901234567890121 gan nyawa, gempa kali ini me- Badan Nasional Penanggulan123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 renggut puluhan jiwa, ribuan gan Bencana (BNPB) yang 123456789012345678901234567890121 orang luka-luka dan ratusan berkedudukan di Pusat mem123456789012345678901234567890121 ribu orang kehilangan rumah- beri evaluasinya. “Manajemen 123456789012345678901234567890121 nya dan terpaksa mendirikan informasi di sini kurang. Pem123456789012345678901234567890121 beritaan tentang bencana di tenda-tenda pengungsi. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Sayangnya kondisi tersebut Lobar sangat minim dan biasa123456789012345678901234567890121 tidak banyak disadari pihak biasa saja,” ujar Lucky, pang123456789012345678901234567890121 luar. Mereka masih tersedot gilan Lukmanul Hakim. Lucky 123456789012345678901234567890121 perhatiannya dengan masa pun meminta agar di Posko 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 tanggap darurat yang diper- Utama disediakan Media 123456789012345678901234567890121 panjang oleh Gubernur NTB Center untuk merilis berita se123456789012345678901234567890121 atas gempa yang terjadi sebel- tiap saat sambil menunjuk in123456789012345678901234567890121 umnya yang meluluh lantak- stansi Komunikasi dan Infor123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 kan Kecamatan Sambelia di masi mestinya cepat tanggap. 123456789012345678901234567890121 Kepala Dinas Kominfo Lombok Timur dan Kecama123456789012345678901234567890121 tan Bayan di KLU. “Orang-or- Lobar Budi Darmajaya me123456789012345678901234567890121 ang hanya tahu KLU sebagai nambahkan pihaknya akan 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 daerah bencana yang terbesar,” menginstruksikan jajaran123456789012345678901234567890121 papar H. Moh. Taufiq, Sekre- nya untuk memenuhi kebu123456789012345678901234567890121 taris Daerah Kabupaten Lom- tuhan itu. “Staf akan stand 123456789012345678901234567890121 bok Barat (Lobar) yang sekali- by di Posko Utama,” janjin123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 gus merupakan Kepala Badan ya. Kepala Bagian Humas 123456789012345678901234567890121 Penanggulangan Bencana dan Protokol Lobar, Saepul 123456789012345678901234567890121 Daerah (BPBD) Lobar, Selasa Ahkam menambahkan, 123456789012345678901234567890121 (7/8) saat membuka rapat di “Kita kesulitan segera meri123456789012345678901234567890121 Pos Komando Utama (Posko) lis berita karena minimnya 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Tanggap Darurat Bencana di sumber informasi dan data. 123456789012345678901234567890121 Kegiatan di Posko Utama Kantor Camat Lingsar. 123456789012345678901234567890121 Hal itu disampaikan seharusnya terintegrasi den123456789012345678901234567890121 Taufiq menyikapi perhatian gan 3 posko lain, namun itu 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 semua pihak, baik Pemerin- belum ada. Belum lagi lam123456789012345678901234567890121 tah Pusat, Relawan Luar dan bannya data-data baku yang 123456789012345678901234567890121 donatur, bahkan media na- dibutuhkan oleh awak me123456789012345678901234567890121 sional lebih banyak tertuju ke dia,” pungkas Ahkam. (her) 123456789012345678901234567890121

Terdampak Gempa, Sekda Mengeluh Lobar Kurang Diperhatikan

(Suara NTB/ist)

TANDATANGAN - ITDC dan Vinci Construction Grands Projets (VCGP) menandatangani kerjasama investasi senilai Rp 14,5 triliun untuk mengembangkan distrik entertainment & sport. Termasuk sirkuit jalan raya atau Moto GP, tujuh hotel, convention center, mall dan water park.

Bangun Sirkuit Moto GP

Vinci Teken Kerjasama Investasi Rp14,5 Triliun di KEK Mandalika Mataram (Suara NTB) Investor asal Prancis, Vinci menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Perusahaan konstruksi global dari Prancis ini menandatangi kerjasama investasi sebesar USD 1 miliar atau setara Rp14,5 triliun dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Komisaris ITDC yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si mengatakan pada tanggal 7 Agustus 2018, ITDC dan Vinci Construction Grands Projets (VCGP). VCGP merupakan anak usaha Vinci telah menandatangani Master Land Utilization and Development Agreement (LUDA) untuk pengembangan distrik entertainment & sport terpadu seluas 131 hektare di KEK Mandalika. “Masuknya Vinci berupa investasi asing langsung senilai USD 1 Miliar atau setara Rp14,5 triliun secara bertahap selama 15 tahun,” kata Gita

ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu (8/8) siang. Investasi sebesar Rp 14,5 triliun tersebut akan digunakan untuk mengembangkan distrik entertainment & sport. Termasuk sirkuit jalan raya atau Moto GP, tujuh hotel, convention center, mall dan water park yang akan mulai dibangun pada akhir 2018. Gita menjelaskan kerjasama investasi di KEK Mandalika oleh Vinci merupakan bukti Lombok masih menjadi tujuan wisata dan investasi kelas dunia. Dan diharapkan dapat mengundang investasi baru, menyerap tenaga kerja serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB, khususnya Lombok. “Kami berharap pembangunan Sports & Entertainment District di Mandalika akan memberi semangat bagi warga Lombok, membangkitkan usaha pariwisata pasca bencana gempa. Serta membantu pencapaian target kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” harapnya.

Dalam penandatangan kerjasama investasi tersebut hadir Managing Director, Vinci Constructions and Grand Projets (VGCP), Michel Oliveres. Dari ITDC, dihadiri langsung Direktur Utama, Abdulbar Mansoer. Selaku komisaris ITDC, Gita mengatakan menyambut baik penandatanganan perjanjian kerjasama investasi tersebut. Dan mendorong jajaran direksi untuk mengawal dengan baik serta melakukan akselerasi realisasi investasi. Sehingga dampak investasi segera bisa dinikmati bersama. Sedangkan selaku Kepala DPMPTSP, dirinya bersyukur dengan hadirnya investor dari Prancis tersebut. Ia berharap kehadiran Vinci akan mampu menjadi daya tarik hadirnya investor-investor lain di NTB. “Tidak hanya di bidang pariwisata tapi juga melirik sektor agroindustri dalam arti luas. Terkait dukungan perizinan Insya Allah, kita full support PT ITDC sekaligus ingin kita tunjukkan NTB sebagai daerah ramah investasi,” tandasnya. (nas)


PENDIDIKAN Janji Calon Gubernur Terpilih Membelajarkan 1.000 Mahasiswa NTB

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 10

Oleh: Dr. H. Umar Said (Ketua STIE AMM Mataram) DALAM pertemuan seluruh lembaga Pendidikan Tinggi Swasta (PTS) se-NTB yang dikoordinasi oleh APTISI Wilayah VIII B dengan Calon Gubernur NTB Terpilih, Dr. Zulkieflimansyah di Universitas 45 Mataram (1/8) yang lalu, terungkap terdapat beberapa hal yang dimaklumi oleh calon gubernur terpilih bahwa pada umumnya PTS yang ada di NTB masih hidup dari dana SPP mahasiswa. Hal ini, dikarenakan yayasan sebagai badan hukum penyelenggara belum dapat memberikan ‘’air susu’’ kepada lembaga pendidikan yang ada. Bahkan sebaliknya, justru yayasan yang ‘’menyusu’’ pada lembaga pendidikan. Hal aneh inilah yang dirasakan, sehingga menimbulkan keprihatinan bagi lembaga pendidikan tinggi tersebut. Kalau saja kita cermati keluaran dari PTN dan PTS yang begitu banyak setiap tahunnya, nampaknya belum banyak dari mereka yang dapat menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena pada umumnya lulusan perguruan tinggi selalu mengharapkan lapangan pekerjaan pada pemerintah yang sangat terbatas,maka kita sadari bahwa Perguruan Tinggi yang ada di NTB belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Karena disiplin ilmu yang ada diberikan hanya bersifat klasikal serta menyangkut ilmu sosial budaya. Sedangkan kebutuhan yang sangat mendasar adalah ilmu untuk mengungkap dan mengelola kekayaan alam NTB. Untuk itu, jangan heran kalau hasil bumi dan tambang NTB masih dikuasai oleh orang-orang asing dikarenakan ilmu yang belum kita miliki. Kemampuan untuk berilmu

tersebut sedang kita kejar tetapi hambatan yang menghantui masyarakat masih besar, yaitu tingkat kemiskinan. Kita lihat saja setiap daerah dan Provinsi NTB selalu menganggarkan dana di dalam APBD-nya. Dari tahun ke tahun tiada putusnya biaya untuk menanggulangi kemiskinan ini. Beberapa metode telah dilakukan, namun kemiskinan belum juga kunjung selesai. Nampakya kemiskinan ini mengikuti perkembangan pembangunan, sehingga selalu menyita perhatian. Dalam temu kenal pimpinan PTS dengan Dr. Zulkieflimansyah, telah dikemukakan jawaban dari pada tantangan kemiskinan. Penyebabnya tiada lain adalah pendidikan yang dibutuhkan atau sesuai dengan kebutuhan wilayah NTB. Secara tidak langsung beliau menjelaskan tanpa pendidikan, maka kemiskinan di suatu daerah tidak akan tuntas. Oleh karena itu beliau mencanangkan program 1.000 mahasiswa NTB yang nantinya akan ditugas-belajarkan ke berbagai negara di luar negeri. Hal ini tentu disambut gembira oleh seluruh Pimpinan PTS di bawah koordinasi APTISI Wilayah VIII B – NTB. Adanya program pembelajaran para mahasiswa PTS ke luar negeri dalam rangka mencari ilmu, maka harapan dari permasalahan kemiskinan akan terjawab, mengingat kemiskinan terjadi karena terkait dengan kebodohan. Tantangan ini harus ditangkap oleh APTISI Wilayah VIII B, tidak boleh diam dan hanya sekedar membuat euforia. PTS di NTB menuntut agar asosiasi ini harus bergerak dan memiliki peran. Sebab apa yang menjadi pertanyaan pada pertemuan tersebut adalah mengenai masalah pengalokasian

Tak Ambil Bagian PTS ASOSIASI Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah Vlll B Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta agar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak mengambil bagian yang harusnya jadi bagian Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Misalnya, jika PTS membuka program studi Perhotelan atau Pariwisata, maka PTN harusnya tak boleh membuka program studi yang sama dengan PTS. Hal tersebut berimbas pada peminat di PTS. Ketua APTISI NTB, Lalu Darmawan Bakti, mengungkap(Suara NTB/dok) kan pada dasarnya pemerintah Lalu Darmawan Bakti telah mengatur bagian masingmasing perguruan tinggi. Masing-masing harus berjalan sesuai dengan bagian yang telah diatur. Darmawan mengaku, Menteri Ristekdikti sebenarnya telah mengarahkan ke perguruan tinggi negeri agar tidak mengambil atau membuka program studi D 3. Melainkan PTN harusnya diarahkan ke arah penguatan riset dengan fokus membuka program studi S 2 dan S 3. Hanya saja hal demikian tidak diindahkan. Karena dengan demikian berimbas pada adanya persaingan antara PTN dengan PTS. Padahal harusnya keduanya jadi mitra strategis, bukan malah bersaing satu dengan yang lain. “Jangan ambil D 3, vokasi. Kan banyak profesornya di sana. Arahnya ke penelitian. Tapi kawan negeri itu ada yang nyeleneh kayak kapal keruk itu ambil semua,” kritiknya. Dikatakan pula, hal penting yang perlu diketahui masyarakat luas adalah bahwa PTN saat ini jauh lebih mahal di banding PTS. Masyarakat dengan biaya kuliah tinggi, lebih baik kuliah di PTS. Di samping kualitas juga bisa bersaing dengan negeri. “Sekarang negeri itu tidak lagi murah karena dia disuruh bersaing untuk mandiri. Mereka lebih mahal dibandingkan dengan swasta,” tutupnya. (dys)

dana untuk pendidikan di NTB dari APBD yang besarnya 20% setiap tahun namun masih belum memadai, sehingga bapak calon gubernur terpilih memberikan opsi alternatif. Berdasarkan pengalaman beliau membina Universitas Teknologi Sumbawa untuk mendapatkan bantuan dana lainnya yaitu dengan cara pendekatan pribadi kepada para stakeholders seperti pihak swasta dan perusahaan lainnya. Untuk itu dengan program belajar ke luar negeri dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tentu manfaatnya akan besar, terutama bagi kehidupan masyarakat NTB. Metode pembelajaran berkelompok ke luar negeri seperti yang dimaksud oleh beliau ini telah banyak dipakai oleh negara lain seperti halnya negara Singapura sewaktu dipimpin Presiden Lee Kwan Yew yang telah membelajarkan staf dan dosennya dengan jumlah yang besar. Sehingga setelah selesai belajar di luar negeri, keseluruhan mereka sebagai tim dipekerjakan dengan kemampuan ilmu dan pengetahuan yang sama, sehingga negaranya maupun pendidikannya menjadi nomor wahid di ASEAN. Hal ini dikenal juga dengan metode “Lee Kwan Yew” dengan pemerintahannya yang anti korupsi, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karenanya sudah tentu harapan masyarakat adalahagar mereka para keluaran PTS di NTB tidak menjadi pengangguran yang akan menjadi beban. Bayangkan lulusan 54 PTS dan 2 PTN setiap tahun dan tidak segera berbuat berdasarkan pengetahuan yang diperoleh pada masa belajarnya –(dikatakan mereka dapat berpikir ilmiah), apabila para sarjana

menganggur tersebut berkumpul dan membuat suatu ikatan, maka berapa besar jumlah anggotanya setiap tahun? Kalau mereka berpikir dan bertindak positif tentu akan disanjung oleh pemerintah, tetapi sebaliknya apabila kelompok tersebut berpikir dan bertindak negatif, maka akan menjadi beban pemerintah, sehingga kumpulan sarjana menganggur tersebut belum dapat diharapkan untuk mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan adanya kumpulan masyarakat ilmiah hidup di atas negara Indonesia. Kembali mengedepankan harapan semua PTS bahwa dengan telah dilantiknya kepengurusan baru APTISI Wilayah VIII B, maka kini asosiasi harus mampu berpikir cemerlang. Sebab APTISI tidak hanya mengorganisasi lembaga pendidikan tinggi saja, namun sekaligus mengorganisasi badan penyelenggaranya (yayasan). Hal ini dikarenakan lembaga pendid-

gunakan karena sudah berkonsultasi kepada ahli bangunan atau ahli gedung. Kepala sekolah juga diminta segera membuat proposal perbaikan gedung apabila ada kerusakan, karena akan segera diperbaiki. Kepala sekolah juga diminta segera mendata guru, karyawan, siswa atau keluarga yang mengalami korban karena gempa. Rencana upacara Bendera HUT ke-60 Yayasan Insan Mandiri akan dilaksanakan pada 15 Agustus di halaman SDK St. Antonius Ampenan secara sederhana. Ramah tamah dan lomba yel-yel dibatalkan. Sementara itu, dengan kondisi darurat dampak gempa bumi bermagnitudo 7,0, Sekolah Kristen Tunas Daud (SKTD) meliburkan siswa sampai dengan Sabtu (11/8). Direncanakan siswa akan masuk seperti biasa Senin (13/8). Direktur SKTD, Dr. Kristyanto S. Boko, M.Pd., mengakui kerusakan yang dialami SKTD berupa kerusakan minor bukan kerusakan konstruksi. Ia menjelaskan, sehubungan dengan keadaan darurat NTB tanggal 5 sampai dengan 11 Agustus, maka seluruh siswa belajar di rumah sampai dengan tanggal 11 Agustus. Siswa

tidak menentu atau dilanda turbulensi. Di samping itu juga sebagai panutan bagi usahausaha swasta masyarakat NTB. Oleh karena itu apabila seluruh BUMN/ BUMD melaksanakan atau menerapkan good corporate governance, maka sudah barang tentu langsung dapat membantu perekonomian negara. Hal dimaksudkan bahwa sebelum Undang-undang No. 19 Tahun 2003 disahkan, Kementerian BUMN mengeluarkan keputusan Menteri BUMN No. Kep. 117/M-MBU/ 2002 tentang praktik Good Corporate Governance pada BUMN yaitu mewajibkan untuk menerapkan good corporate governance secara konsisten atau menyediakan good corporate governance sebagai landasan operasional. Hal ini dimaksudkan puladalam pelaksanaan UU No. 19 tahun 2003 yang ditetapkan tanggal 19 Juni tahun 2003 yang telah menyematkan prinsip good corporate governance. Dengan demikian badan hukum perusahaan oleh masyarakat dan APTISI dapat berdiri. Sebagai organisasi yayasan tentu yang akan memainkan perannya sebagai badan usaha untuk menghidupkan yayasan yang saat ini masih menyusu kepada lembaga pendidikan tinggi serta tentu akan mempengaruhi sarana dan prasarana anak didiknya di sekolah secara langsung. Berhubungan dengan rencana tugas belajar para mahasiswa keluar negeri, sebelumnya STIE AMM Mataram telah lama memprogramkan hal tersebut. Program ini dilakukan dengan kerjasama antara dua perguruan tinggi di Malaysia yaitu Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK)

dan Kolej-Universiti Politech Mara (KUPTM). Tetapi pada pelaksanaannya masih terdapat kendala dalam hal membelajarkan para mahasiswa ke Malaysia. Mereka harus mempersiapkan nilai TOEFL yang mencapai 550. Sehingga pada akhir tahun 2017 kami masih belum dapat mengirimkan mahasiswa kami. Maka saat ini kami sedang dalam tahap proses persiapan. Tetapi berbeda menurut calon gubernur terpilih, masalah TOEFL tidaklah menjadi kendala.Untuk itu kami memberikan saran kepada APTISI Wilayah VIII B meminta kepada Bapak Calon Gubernur terpilih di kemudian waktu perihal negaranegara mana saja yang tidak mensyaratkan masalah TOEFL tersebut. Sebab negara Malaysia sebagai pihak kerjasama yang telah kami jalin tidak bersedia menerima apabila tanpa disertai nilai standar TOEFL yang ditentukan (nilai sebesar 550). Sekarang telah terasa, setelah berjalan kurang lebih dua tahun kerjasama kami dengan negara tetangga (Malaysia), maka tampak kekurangan pada lembaga pendidikan yang diasuh di Lombok ini. Hingga kami mendengar dari Menteri Keuangan RI dalam pidatonya bahwa kita harus mengejar 58 tahun ketertinggalan kita dengan negara maju. Mendengar hal tersebut, apa yang dapat diperbuat oleh APTISI Wilayah VIII B?Apapun itu, saya yakin dengan semangat Asosiasi di bawah pimpinan Ir. H. Lalu Darmawan Bakti, M.Sc.,M.Kom, bahwa ukuran 58 tahun adalah terlalu lama. Inshaa Allah ketertinggalan dapat kita kejar dalam tempo satu dekade. Aamiin.. aamiin.. aaminn.

Ruang Laboratorium SMPN 1 Pringgabaya Rusak Berat Selong (Suara NTB) Gempa yang melanda Lombok mengakibatkan rusaknya ruang laboratorium milik SMPN 1 Pringgabaya. Selain itu, gempa juga membuat dinding musala sekolah rusak berat dan retak-retak. Akibatnya, sebagian komputer yang digunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) beberapa waktu lalu hancur tertimpa material bangunan yang hancur. Dalam keterangannya, guru SMPN 1 Pringgabaya Zusa’adah, S.Pd., mengungkapkan kejadian gempa berakibat gedung sekolah rusak dan retak. Termasuk ruang laboratorium. Beberapa komputer di dalamnya juga terkena, sehingga rusak. Kejadian gempa dengan kekuatan 7,0 Skala Richter mengakibatkan warga sekitar Kecamatan Pringgabaya trauma. Selain itu, dengan kondisi gedung sekolah yang seperti ini, warga sekolah belum berani masuk sekolah. Belum diketahui pasti sampai kapan aktivitas belajar diliburkan. Belum ada instruksi pemerintah kapan sekolah ber-

henti diliburkan. Setelah sebelumnya Gubernur NTB M. Zainul Majdi menginstruksikan seluruh sekolah meliburkan siswanya mengingat dampak gempa yang dikhawatirkan mengganggu keselamatan siswa. Ludia Adhe Ningrum, salah seorang siswi SMPN 1 Pringgabaya menuturkan, beberapa ruang kelas mengalami rusak. Atap plafon bangunan berjatuhan. Kondisi ini membahayakan keselamatan siswa. Sehingga sebaiknya memang harus diliburkan sementara waktu. Hingga nanti kondisi gempa sudah benarbenar aman dan situasi kondusif. Apalagi di Kecamatan Pringgabaya, banyak rumah hancur terutama di dua desa yaitu Desa Batuyang dan Desa Pohgading, sehingga para siswa yang berasal dari dua sekolah itu masih berada di pengungsian dan masih trauma. (dys)

Sejumlah Yayasan Sekolah Swasta Tetapkan Masuk Sekolah Pekan Depan Mataram (Suara NTB) Sejumlah yayasan yang menaungi sekolah swasta di Pulau Lombok menetapkan masuk sekolah kembali pada Senin (13/8) pekan depan. Keputusan itu diambil mempertimbangkan masa tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 SR di Pulau Lombok sampai dengan 11 Agustus nanti. Yayasan Insan Mandiri dan Sekolah Kristen Tunas Daud memutuskan masuk sekolah dimulai pekan depan. Sekretaris Badan Pelaksana Kegiatan Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok, Urbanus Bate, S.Pd., dihubungi Rabu (8/8), menjelaskan siswa mulai masuk sekolah tanggal 13 Agustus untuk mengikuti trauma healing yang akan disampaikan oleh guru-guru di sekolah masing-masing. Ia mengatakan, keputusakan itu berdasarkan rapat Romo Ketua BPK Cabang Lombok dan para kepala sekolah dengan mempertimbangkan tanggap darurat yang dikeluarkan oleh Gubernur NTB serta masukan dari guru dan kepala sekolah, dan orang tua siswa. Urbanus Bate meyakinkan kepada guru dan siswa bahwa gedung nyaman untuk di-

ikan tinggidengan yayasan tidak bisa dipisahkan, mereka adalah satu jiwa. Dengan wawasan yang luas, cobalah buat suatu badan hukum usaha seperti Perseroan Terbatas (PT) di mana para pendirinya adalah kumpulan yayasan. Jadi yayasan berperan sebagai andilem (pemegang saham). Coba kalau kita hitung bahwa yayasan atau PTS di NTB berjumlah 54 buah. Masingmasing menjadi andilem Rp100.000.000,- maka modal yang telah terkumpul sebesar Rp5.400.000.000,-. Dengan berdirinya badan hukum usaha (PT) ini maka diharapkan yayasan dapat meminta bagian usaha dari PT-nya Provinsi NTB, atau paling tidak sebagai PT Pemerintah. Sebab kita sayangkan kalau pemerintah mengambil lahan swasta dengan membentuk badan usaha swasta. Lahan yang disiapkan oleh undang-undang adalah BUMN atau BUMD, sedangkan Perseroan Terbatas (PT) merupakan lahan swasta.Tetapi tidak ada salahnya kalau PT yang dibentuk oleh APTISI dianggap sebagai kolega dan bukan sebagai kompetisi. Dengan demikian yayasan diharapkan dapat memberikan susu kepada lembaga pendidikannya. Menurut kami sebaiknya Pemerintah Provinsi NTB berusaha melalui BUMN/BUMD. Karena apabila BUMN/ BUMD dikelola dengan baik, maka ia harus menggunakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Sebab efisiensi dan produktivitas sangat dibutuhkan dalam kapasitas global. Hal ini merupakan suatu jawaban dalam menghadapi kompetisi global yang sedang bergejolak di tengah situasi ekonomi keuangan yang

masuk seperti biasa tanggal 13 Agustus pekan depan. Guru dan staf diimbau STKD diimbau

masuk pada Kamis (9/8). “Pelaksanaan AMC ditunda tanggal 13 Agustus,” katanya. (ron)

(Suara NTB/dys)

RUSAK - Kondisi ruang kelas SMPN 1 Pringgabaya yang rusak akibat gempa. Hal ini menyebabkan sekolah harus meliburkan siswanya.


Halaman 11

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Takut Gempa, Atlet Pilih Tidur di Tenda

Dispora NTB Lakukan Pemulihan Trauma untuk Atlet bok Utara. Moga atlet segera pulih,” ucapnya. Untuk kegiatan pemulihan trauma atlet, pihak Dispora NTB melibatkan Psikolog Balai Diklat SDM Pemprov NTB, Syamsul Buchari. Dalam pemulihan trauma itu, pihak psikolog melakukan dialog dengan atlet guna memberikan motivasi kepada atlet agar melupakan ketakutan akibat suara-suara gempa bumi yang melanda Pulau Lombok khususnya Lombok Utara. “Tadi pagi saya dan psikolog Syamsul Buchari di PPLP NTB di bawah pohon duduk santai. Mereka (atlet) ketakutan isu tsunami. Penanganan yang dilakukan dialog dengan pengelola dan datangkan psikolog,” tuturnya. Dalam program tersebut lebih tepat disebut konseling. Lewat konseling tersebut Husnanidyati berharap para atlet bisa melupakan bencana yang ada di benak atlet, dan atlet bisa kembali dengan kehidupan baru. (fan)

Mataram (Suara NTB) Gempa bumi yang melanda Lombok, 5 Agustus 2018 membuat para atlet Pelatda Mayung mengalami trauma. Para atlet mengaku belum berani tidur di dalam kamar asrama karena takut terjadinya gempa susulan. “Atlet tak ada yang berani tidur di kamar. Kami semua tidurnya di tenda,” ucap atlet atletik NTB, Abdul Razak kepada Suara NTB, di Mataram, Rabu (8/8) kemarin. Razak adalah salah satu dari 39 atlet yang merupakan atlet Pelatda Mayung 2018. Selama Pelatda berlangsung, Razak bersama puluhan rekan sesama atlet lainnya tinggal di Asrama Atlet di GOR 17 Desember Turide Mataram. Meski mengalami sedikit trauma akan terjadinya gempa susulan, namun hal itu tak membuat atlet Pelatda Mayung berhenti latihan. Dalam hal ini Razak bersama atlet lainnya mengaku tetap latihan meskipun situasi NTB saat ini masih terjadi gempa. Lanjutnya, selama masih terjadi potensi gempa susulan, atlet Pelatda untuk sementara masih memilih tidur di tenda. Menurut mereka, tidur di tenda lebih aman karena dapat terhindar dari reruntuhan bangunan bila terjadi gempa. Namun demikian, tidur di tenda diakuinya tidak senyaman tidur di kamar. Pasalnya, selama tidur di tenda para atlet merasakan kedinginan berlebihan. Hal itu membuat tidur mereka kurang nyenyak. Razak berharap situasi gempa di NTB secepatnya berlalu agar para atlet dapat kembali tidur di kamar masing-masing dan tidak merasakan kedinginan lagi. (fan)

(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Pascagempa di Pulau Lombok, beberapa atlet binaan PPLP NTB mengalami trauma. Untuk mengatasi trauma atlet berkepanjangan pihak Dispora NTB selaku pengelola PPLP NTB melakukan pemulihan trauma yang melibatkan sejumlah atlet di Asrama PPLP NTB, Rabu (8/8) kemarin. Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Rabu (8/8) kemarin mengatakan pemulihan trauma sangatlah penting, melihat korban dari bencana alam yang mengalami trauma dan ketakutan berlebihan ketika mendengar suarasuara yang merupakan gaung, getaran atau semacamnya. Pemulihan trauma sendiri diutamakan kepada atlet-atlet yang mengalami trauma paling kuat, baik stres maupun depresi. “Trauma healing dilakukan kepada atlet setelah gempa 7,0 skala richter di Lom-

DI TENDA - Sejumlah atlet Pelatda Mayung yang tinggal di Asrama GOR 17 Desember Turide Mataram, menempati tenda darurat, Rabu (8/8). Mereka memilih tidur di tenda karena takut terjadi gempa susulan.

Aktivitas Latihan Atlet Tetap Lancar Mataram (Suara NTB) Pelatih Atletik NTB, H. Muhdar mengatakan gempa yang menghantam pulau Lombok belakangan ini sempat membuat sejumlah atlet atletik panik. Namun demikian aktivitas latihan atlet atletik di Pelatda Mayung masih tetap berjalan lancar. Demikian disampaikan, Pelatih Atletik NTB, H. Muhdar ketika ditemui Suara NTB di Sekretariat KONI

NTB, Rabu (8/8) kemarin. “Para atlet sempat panik saat gempa 7,0 skala richter terjadi. Namun demikian atlet tetap latihan pada pagi harinya,” ucapnya. Dikatakan Muhdar, ketakutan yang terjadi pada atlet memang sangatlah wajar. Pasalnya setelah gempa terjadi pada malam harinya sempat muncul informasi akan terjadi Sunami, namun demikian kepanikan itu hilang setelah isu potensi tsunami dinyatakan berla-

lu oleh BMKG. Setelah merasakan ketakutan akan ada gempa susulan pada malam harinya, kondisi para atlet berangsur pulih. Sehingga pada pagi hari dan sore harinya atlet pun kembali beraktivitas, yakni menjalani latihan seperti biasa. Khususnya atlet atletik kata Muhdar tetap menjalani latihan. “Atlet yang saya latih tetap latihan pagi dan sore hari. Latihan dilakukan

di GOR Turide Mataram,” ungkapnya. Muhdar mengungkapkan bahwa aktivitas latihan atlet di GOR tidak ada pemaksaan dari siapapun. Dan dia sebagai pelatih pun tidak pernah memaksakan atlet agar tetap latihan, namun latihan dilakukan atlet atas kesadaran sendiri. Dalam hal ini pihaknya tidak pernah memaksa atlet harus tetap latihan, namun kegiatan latihan itu tumbuh dari kesadaran atlet sendiri. (fan)

Hadapi West Ham, Klopp Pertimbangkan Mainkan Henderson London Liverpool akan memberi kesempatan kepada kapten Jordan Henderson untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan pembukaan Liga Inggris melawan West Ham United pada Minggu, meski sang gelandang baru kembali menjalani latihan pramusim pada Minggu, kata manajer Juergen Klopp. Henderson, yang membantu Inggris finis di peringkat keempat pada Piala Dunia, memukau manajernya dengan level kebugarannya dan sempat bermain selama 20 menit saat timnya menang 31 atas Torino pada pertandingan pramusim yang dimainkan pada Selasa. “Kami harus melihat bagaimana ia bereaksi. Namun itu adalah Hendo, maka sejujurnya pada sesi pertama ia terlihat telah berlatih selama tiga pekan,” kata Klopp kepada laman resmi klub. “Ia cukup berpengalaman untuk tidak meletakkan dirinya dalam situasi-situasi sulit, di mana ia harus berlari dua atau tiga mil dalam dua menit.” “Saya masih belum memiliki bocoran apa yang akan kami lakukan pada akhir pekan.” (ant/bali post)

Jordan Henderson

(Suara NTB/ist)

LAMBAIKAN TANGAN – Para pesepak bola Timnas Indonesia U-16 bersama tim ofisial melambaikan tangan ke suporter ketika mengalahkan Timor Leste U-16 di laga penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/8) lalu.

Indonesia Siap Buat Sejarah di Piala AFF U-16 Surabaya (Suara NTB) Pelatih timnas Indonesia U-16, Fachry Husaini mengaku anak asuhnya siap membuat sejarah di Turnamen AFF U-16 dengan mengalahkan Malaysia pada partai semifinal yang akan berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, Jatim, Kamis (9/8). “Kami punya cerita yang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan dengan timnas U-19 yang dikalahkan Malaysia di partai Semifinal beberapa waktu lalu. Dan kami adalah tim yang berbeda serta ingin membuat sejarah sendiri,” kata Fachry di Surabaya, Rabu kemarin. Pelatih kelahiran Lhokseumawe Aceh ini, ditemui pada acara santai bersama tim Malaysia mengatakan, pertemuan dengan Malaysia di semifinal AFF U-16 adalah kesempatan untuk membuat sejarah, dan lolos ke partai final. “Ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah, sehingga bisa lolos ke final. Pemain kami sangat antusias dan sangat menunggu menghadapi laga melawan Malaysia ini,” katanya. Terkait kekuatan Malaysia, Fachri mengaku, mereka adalah tim yang sudah terbina sejak lama, sehingga setiap pemainnya perlu diwaspadai karena kerja sama antartim sudah terbiasa baik. “Mereka adalah tim bagus, dan mereka bisa lolos. Dan laga melawan Malaysia ini adalah laga `revans` atau ajang balas dendam Timnas,” katanya. Mantan pemain timnas ini juga mengaku sudah mengantongi beberapa kunci kelemahan tim Malaysia saat memantau laga Malaysia mela-

wan Laos di Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik, Selasa (7/8). “Kami sudah punya gambaran kekuatan Malaysia, bagimana cara mereka bertahan, menyerang serta melakukan kerja sama tim. Artinya, kami sudah mengetahui pola bermain Malaysia,” katanya. Sementara Pelatih Malaysia, Raja Azlan Shah Raja Soib mengaku pertemuan dengan Timnas Indonesia U-16 adalah yang kedua kalinya, sebab sebelumnya pernah bertemu dalam ajang uji coba di Malaysia dan menang dengan skor 4-3. “Indonesia adalah tim yang komplit, dan mereka mempunyai pemain yang sangat berbakat di setiap sisinya. Namun kami datang ke sini adalah siap menghadapi siapa pun lawannya,” katanya. Raja mengaku di laga semifinal menghadapi Indonesia nanti, dirinya kehilangan beberapa pemain andalanya, seperti pemain bertahan Muhammad Fahmi Daniel Mohd Zaaim yang terkena kartu merah pada saat laga

terakhir melawan Laos. “Kami kehilangan beberapa pemain, salah satunya pemain belakang akibat kartu merah. Namun kami tetap optimistis, kare-

na semua pemain yang datang siap diturunkan kapan pun,” katanya. Sementara laga semifinal akan digelar Kamis (9/8) di Stadion Gelora Delta, Kabupaten Si-

doarjo. Di laga semifinal pertama adalah pertandingan antara Thailand melawan Myanmar, sedangkan kedua adalah laga Indonesia melawan Malaysia. (ant/bali post)

Guardiola Prioritaskan Penampilan Ketimbang Rekor Poin London Manchester City akan berupaya meningkatkan penampilan ketimbang memecahkan rekor poin musim lalu yang memecahkan rekor Liga Inggris yakni 100 poin, kata manajer Pep Guardiola. Juara bertahan City menjadi tim pertama yang mencapai 100 poin dalam satu musim Liga Inggris, dan menyelesaikan musim lalu dengan keunggulan 19 poin di atas rival terdekat mereka Manchester United. “Orang-orang bertanya ‘dapatkan Anda melampaui 100 poin’ dan saya katakan tidak karena kami tidak berada di sini untuk itu. Bagaimanapun, secara individual para pemain dapat berkembang,” kata Guardiola saat peluncuran Sky Sports Premier League. “Tentu saja kami dapat berkembang. Jika saya merasa tim tidak dapat berkembang saya akan menemui ketua dan berkata, “Saya pergi.” Namun tetap, kami percaya kami dapat melakukannyadengan lebih baik dan lebih mendominasi. Akankah itu terjadi? Saya tidak tahu namun kami percaya kami dapat melakukannya.” City memulai musim baru dengan lawatan ke markas Arsenal pada Minggu dan Guardiola meyakini tim London itu dapat menjadi penantang serius musim ini di bawah asuhan manajer baru Unai Emery. “Arsenal menurut saya akan lebih konsisten sebagai suatu tim,” tambah Guardiola. “Ini akan seberat itu. Itu bagus karena setiap musim di Liga Inggris semakin berat dan berat.” “Unai adalah orang dengan etos kerja. Ia mengetahui segalanya tentang lawan-lawannya. Ia mencapai sesuatu yang unik di sepak bola Eropa pada tiga (kali menjuarai) Liga Europa secara beruntun dan ia menangani dirinya dengan baik di PSG. Ia adalah manajer papan atas dan (pertandingan) itu akan berat.” (ant/bali post)

Pep Guardiola (Suara NTB/ist)

Sarri Puji Kepa di Tengah Rumor Rekor Transfer

London Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, memuji penjaga gawang Atletico Bilbao, Kepa Arrizabalaga, di tengah merebaknya rumor bahwa kedua tim telah bersepakat atas transfer yang memecahkan rekor tranfer kiper senilai 71 juta poundsterling atau sekitar Rp1,3 triliun. Sementara kiper utama Chelsea, Thibaut Courtois, memilih absen dari sesi latihan dua hari beruntun dengan dugaan berupaya memaksakan kepindahannya ke Real Madrid, The Blues kian santer dihubunghubungkan dengan Kepa yang disebut sebagai calon pengganti. “Saya tidak tahu (apakah Courtois akan pergi), saya ingin berbicara dengan klub dan bersama-sama mengambil keputusan,” kata pelatih berdarah Italia itu kepada Kepa Arrizabalaga wartawan selepas laga persahabatan kontra Olympique Lyon yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Selasa (7/8) waktu setempat. “Saya menyaksikannya (Kepa) langsung setahun lalu, kesan pertama saya ia kiper yang sangat baik, sangat muda tapi sangat baik,” ujarnya menambahkan, demikian dilansir Reuters. Media-media Inggris dan Spanyol melaporkan bahwa Kepa akan terbang dari Madrid ke London pada Rabu untuk merampungkan proses kepindahannya, setelah Chelsea menyepakati untuk memenuhi harga minimum yang tertera dalam klausa kontrak sang kiper di Bilbao, meskipun klub Spanyol itu ditengarai enggan melepas Kepa. Jika Kepa resmi hijrah dengan nilai transfer yang disebut-sebut itu, maka ia akan merebut gelar sebagai kiper termahal di dunia dari tangan Alisson. Sebelumnya, Alisson didatangkan Liverpool dengan mahar 65 juta poundsterling (sekira Rp1,2 triliun) dari AS Roma bulan lalu. (ant/bali post) (Suara NTB/ist)

(ant/bali post)


SUARA NTB

Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 12

Sekolah di Mataram Diliburkan Sampai Sabtu

Penerapan K13

Madrasah di Lotim Terkendala Buku

Selong (Suara NTB) Penerapan kurikulum 2013 (K13) untuk madrasah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hampir 100 persen. Akan tetapi dalam penerapannya di lapangan, sejumlah sekolah masih terkendala buku pelajaran siswa maupun guru yang belum secara merata pengadaannya. Menurut Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin, penerapan kurikulum 2013 untuk semua madrasah di Kabupaten Lotim hampir (Suara NTB/yon) 100 persen mulai dari H. Azharuddin tingkat MI hingga MA. Bahkan berdasarkan pantuannya di lapangan, rata-rata sudah menggunakan K13 dan sangat disambut baik oleh guru maupun siswa. Hanya saja, yang masih menjadi kendala yakni terkait perangkat pembelajaran berupa buku K13 yang menjadi panduan guru dan siswa dalam penerapan K13 itu sendiri. “Sejumlah sekolah masih belum mendapatkan. Itulah yang menjadi kendala kita dalam penerapannya yang maksimal, sehingga itu yang terus kita dilengkapi baik buku umum maupun buku mata pelajaran agama,” ujarnya kepada Suara NTB, Rabu (8/8). Meski demikian, pihak sekolah terutama guru memanfaatkan CD K13 menjadi salah satu bahan dalam mengajar. Keunggulan dari penerapan K13 itu sendiri lebih mengenai sasaran baik terhadap siswa maupun guru. Di mana kedua belah pihak dituntut untuk aktif didalam kelas dan berinovasi untuk memberikan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai dengan petunjuk teknis kurikulum 2013. (yon)

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram masih meliburkan siswa SD dan SMP pascagempa 7.0 skala richter pada Minggu (5/8) pekan kemarin. Tim akan terjunkan untuk mengidentifikasi sekolah yang layak atau tidak untuk ditempati. Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram, Lalu Mahsun menyampaikan, hasil rapat terbatas yang dipimpin oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana bersama Dinas Pendidikan dan PGRI diputuskan untuk meliburkan siswa sampai Sabtu (11/8). Hanya saja, guru diminta tetap masuk untuk membersihkan puing - puing reruntuhan akibat gempa. “Untuk menghi-

langkan trauma siswa, figura yang bengkok supaya diluruskan, bangunan yang retak disiasati ditutup menggunakan poster,” kata Mahsun. Pada hari pertama sekolah, Senin (13/8) nanti, guru diminta tidak memberikan pelajaran. Difokuskan mengajak siswa bermain sembari menghilangkan trauma. “Jadi selama sehari itu tidak ada mata pelajaran. Anak - anak diajak

bermain dan bersenang senang,” tandasnya. Kata dia, tim terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman akan turun melihat sekolah mana yang layak atau tidak. Tim akan mendata dan merekomendasikan apakah bisa ditempati atau tidak. Kepala Dinas PUPR, Ir. H.

Mahmuddin Tura mengaku, timnya telah turun mengecek kondisi sekolah, fasilitas publik dan gedung kantor. Hasil inventaris delapan sekolah yang paling parah di SMPN 6 Mataram. Ruang di lantai III direkomendasikan untuk tidak digunakan karena hancur parah. “Struktur utama bangunan masih bagus. Cuma bagian plafon dan atapnya rusak parah. Kita rekomendasikan untuk tidak digunakan dulu,” ujarnya. Pihaknya mewaspadai terjadinya gempa susulan yang mengakibatkan runtuhnya material bangunan. Sementara gedung lainya lanjut Mah-

muddin, baru dicek bangunan RSUD, kantor Walikota dan kantor Camat Mataram. Pengecekan bersama tim ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Tim ahli kata Mahmuddin, hanya merekomedasikan gedung Graha Mentaram untuk tidak digunakan. Sementara, kantor Camat Mataram miring. Camat Mataram Hariadi mengaku, stafnya tidak berani menempati gedung utama. Pelayanan administrasi dipindah ke aula. Pasalnya, bangunan terlihat miring dan dikhawatirkan roboh akibat gempa susulan. (cem)

Pemkot Distribusikan 20 Ton Beras ke Pengungsi Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram memperoleh bantuan 20 ton beras dari PT. Global Logistik Indonesia untuk korban gempa. Bantuan akan didistribusikan ke 34.646 pengungsi di enam kecamatan pada Rabu (8/8). Selain beras, ada juga satu ton gula pasir dan 150 dus mie instan. Bantuan sama juga diberikan oleh warga Tionghoa Indonesia berupa air mineral, mie instan, terpal dan selimut. Wakil Ketua Warga Tionghoa Indonesia, Budi Santoso mengatakan, sudah jadi tradisi perhimpuan warga Tionghoa memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Pihaknya mengumpulkan donasi untuk kegiatan - kegiatan sosial. Termasuk gempa di Lombok jadi perhatian. “Kebetulan kami juga bekerjasama dengan NU dan ormas lain membuat dapur umum,” kata dia. Dikatakan, penanganan pascagempa juga akan diintervensi melalui perbaikan bangunan yang rusak, fasilitas umum dan lainnya. Musibah ini memupuk solidaritas bersama seluruh

(Suara NTB/cem)

DIDISTRIBUSIKAN - Satpol PP, BPBD dan Tagana menurunkan bantuan 20 ton beras dari PT. Global Logistik Indonesia serta dari warga Tionghoa Indonesia dan akan didistribusikan ke 34.646 pengungsi di enam kecamatan. lapisan masyarakat. “Prinsipnya satu yang merasakan sakit, semua merasakan,” tandasnya. Koordinator warga Tionghoa Mataram, Wijanarko menyerukan, warga Tionghoa di Mat-

HILANG HILANG STNK R2 SUZUKI DR4640CE NOKA/NOSIN : MH8BG41EADJ-102346/ G427D-102237 AN. ALI TOPAN HILANG DISEKITAR CAKRANEGARA HILANG STNK R2 HONDA DR4969CE NOKA/NOSIN : MH1JF8113DK843736/JF1E1837851 AN. NI KETUT SRIMURTINI WATI HILANG DISEKITAR RUMAH

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

aram menyalurkan bantuan mereka ke korban gempa di KLU, Lotim dan Kota Mataram. “Satu yang kena sakit, semua merasakan,” tandasnya. Pemberian bantuan oleh PT. Global Logistik Indonesia dan warga Tionghoa Indonesia diapresiasi oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh. Menurut dia, bantuan tidak hanya

bisa diberikan oleh pemerintah karena keterbatasan anggaran. Perlu juga partisipasi dari pengusaha maupun organisasi lainnya. “Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada perkumpulan warga Tionghoa Indonesia dan PT. Global Logistik Indonesia,” ucap Walikota. Diakui, memang dampak paling parah dari gempa bermagnitude 7.0 di KLU dan Lombok Timur. Secara tidak langsung

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa(setrika wajah):Mngncangkn Kulit,Mngurangi Kriput, flek, Komedo,Mcrhkan Kulit,Mngangkt Klopak Mata,Mulai 100Rb-150Rb,Menerima Treatment k Rmh Anda Min.2org, ,Jl.Lalu Mesir,Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

LOWONGAN

DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAHFULLFURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

dampaknya juga dirasakan oleh masyarakat di Kota Mataram. Masyarakat masih merasa trauma. Sebanyak 34.646 warga mengungsi di tenda - tenda darurat, enam meninggal dunia dan luka berat telah tertangani. “Sekarang ini fokus pelayanan kedaruratan. Masyarakat masih trauma,” ujarnya. (cem)

RUPA-RUPA DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/ 50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257.Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

 Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 9 Agustus 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Tidak Sekadar Tanda Tangan Kerjasama DI TENGAH musibah gempa yang terjadi dengan ratusan korban jiwa meninggal dunia dan ribuan rumah warga dan fasilitas rusak, masih ada kabar baik yang datang. Adalah investor asal Prancis, Vinci menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Perusahaan konstruksi global dari Prancis ini menandatangani kerjasama investasi sebesar USD 1 miliar atau setara Rp14,5 triliun dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Rabu (7/8). Penandatanganan naskah kerjasama ini tentunya merupakan sebuah oase di gurun pasir di tengah musibah gempa yang terjadi di daerah ini. Apalagi melihat nilai kerjasama investasi yang mencapai Rp14,5 triliun mengindikasikan KEK Mandalika mendapat perhatian serius dari investor asal Prancis ini. Bayangkan, jika Vinci melalui anak usahanya Vinci Construction Grand Projects (VCGP) ini merealisasikan sejumlah proyek yang akan dikembangkan, maka bersiap-siaplah KEK akan menjadi tujuan wisata kelas dunia. Di mana, dalam penandatanganan Master Land Utilization and Development Agreement (LUDA) antara ITDC dan VCGP ini menandatangani pengembangan distrik entertainment and sport terpadu seluas 131 hektare di KEK Mandalika. Nantinya di kawasan ini akan dibangun sirkuit jalan raya atau Moto GP, tujuh hotel, convention center, mal dan water park yang akan mulai dibangun pada akhir 2018 dengan total Rp14,5 miliar. Itu artinya, setiap ada event MotoGP, keberadaan sirkuit di KEK Mandalika akan selalu menjadi tuan rumah. Itu artinya juga, kawasan ini akan menjadi sorotan dunia, karena disiarkan secara langsung ke seluruh dunia. Belum lagi keberadaan hotel, convention center, mal akan menjadi pusat perhatian juga, karena pertemuan berskala internasional, pasti akan dipergunakan sebagai kegiatan acara. Untuk itu, seperti disampaikan Komisaris ITDC yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si., jika adanya penandatanganan ini merupakan bukti Lombok masih menjadi tujuan wisata dan investasi kelas dunia. Selain itu, diharapkan dapat mengundang investasi baru dan menyerap tenaga kerja serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB, khususnya Lombok. Namun, untuk menunjang itu semua tidak serta merta hanya penandatanganan naskah kerjasama semata. Tapi bagaimana kita sebagai masyarakat menjaga kondisi keamanan dan kondusivitas wilayah, sehingga investor tetap berkomitmen merealisasikan investasinya. Jangan sampai, pihak ITDC dan Vinci melalui anak usahanya VCGP sudah punya kesepakatan, tapi iklim untuk berinvestasi tidak normal. Kita juga berharap VCGP dalam berinvestasi di KEK lebih banyak melibatkan masyarakat lokal. Kita tidak ingin, VCGP banyak menggunakan sumber daya manusia dari luar, sehingga masyarakat lokal terabaikan. Namun, jika masyarakat lokal ingin bekerja di perusahaan kelas dunia harus menyiapkan diri mulai dari keterampilan yang dibutuhkan, sehingga tidak hanya menjadi penonton semata. Dan yang paling penting, antara ITDC dan VCGP tidak hanya sekadar tanda tangan naskah kerjasama, tapi realisasi investasi yang paling utama. (*)

OPINI

Halaman 14

Potensi Kegempaan di Wilayah NTB Agus Riyanto, SP, MM Kajian Kegempaan di Wilayah Nusa Tenggara Barat ini memuat informasi mengenai kondisi lokal secara geologis di wilayah Nusa Tenggara Barat dan potensi kegempaan dengan memanfaatkan sistem jaringan InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang tersebar di seluruh Indonesia. Kajian ini dilakukan karena beberapa tahun terkakhir wilayah Indonesia kerap kali terjadi kejadian gempabumi dengan kekuatan mikro yang diakibatkan oleh akrtivitas sesar lokal / aktifitas lempeng bumi. NDONESIA merupakan negara kepulauan yang memiliki kondisi geologis berbeda yang banyak mengalami aktivitas tektonik. Indonesia berada di antara beberapa lempeng besar dunia, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Interaksi ketiga lempeng besar tersebut memberikan pengaruh terhadap kondisi seismotektonik wilayah Indonesia. Akibat proses tumbukan ketiga lempeng besar tersebut menjadi awal mula terbentuknya zona penujaman atau zona subduksi (Bock dkk., 2003). Kehadiran zona subduksi di wilayah Indonesia menghasilkan manifestasi energi yang cukup besar, apabila terjadi gempabumi akan memberikan dampak yang merusak di permukaan. Seperti halnya pada wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, keduanya memiliki karakter tektonik yang unik dan menarik untuk diteliti. DeMets dkk. (1994) telah melakukan pengamatan geomagnetik yang hasilnya didapatkan besar kecepatan pergerakan lempeng Indo-Australia yang bergerak menyusup kedalam lempeng Eurasia sekitar 7 cm/tahun. Bali dan Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu deretan kepulauan yang mempunyai kesamaan kondisi tektonik. McCaffrey dan Nabelek (1987) membagi tiga generator gempabumi yang mem-

(Kepala Stasiun Geofisika Mataram)

Dengan adanya gambaran karakteristik kegempaan di wilayah Provinsi NTB ini diharapkan dapat memberikan pelajaran dan pemahaman kepada masyarakat bahwa daerah Provinsi NTB dan sekitarnya merupakan daerah rawan kejadian gempa bumi dan berpotensi tsunami pengaruhi kondisi tektonik di Bali dan Nusa Tenggara Barat (lihat Gambar 1.), pertama pada bagian utara Bali dan Nusa Tenggara Barat terdapat zona patahan sesar naik busur belakang kepulauan (back arc thrust) yang merupakan suatu kesatuan dalam Flores back arc thrust, kedua adalah pengaruh dari zona subduksi yang berada di wilayah selatan Bali dan Nusa Tenggara Barat yang disebut Java Trench, dan terakhir dipengaruhi oleh aktifitas vulkanik, dimana pulau Bali memiliki gunung api yang masih aktif yaitu gunung Agung dan di kepulauan Nusa Tenggara Barat terdapat gunung Rinjani. Hamilton (1979) berpendapat bahwa Flores back arc thrust merupakan suatu patahan yang memanjang dari utara pulau Bali hingga Flores. Busur belakang ini menjadi suatu reaksi akibat tekanan yang ditimbulkan dari proses tumbukan antara busur kepulauan belakang Flores dan dorongan dari lempeng Indo-Australia. Sejarah kegempaan wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat menunjukkan beberapa gempa besar bersifat merusak. Di wilayah Nusa Tenggara Barat pernah terjadi gempabumi merusak tanggal 19 Agustus 1977, lokasi episenter berada di sebelah selatan pulau Sumbawa dengan titik koordinat 11,09° LS dan 118,46° BT dengan magnitudo 7 SR pada kedalaman 33 km, hingga menghasilkan gelombang tsunami yang menewaskan hingga 200 orang dan menjalar hingga ke Australia (Pararas-Carayannis, 1978).

RADIO

Sampai dengan bulan Juni 2018, Stasiun Geofisika Mataram telah mencatat sebanyak 658 kejadian gempabumi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, dimana 15 kejadian diantaranya merupakan gempabumi dirasakan. Lokasi gempabumi dominan terjadi di sebelah selatan dan utara wilayah Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman dangkal dan rentang magnitudo d” 5,5. Tak jarang kejadian gempabumi di wilayah Nusa Tenggara Barat terjadi akibat aktivitas sesar lokal. Berdasarkan data historis kegempaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bagian utara Pulau Lombok pernah terjadi gempabumi tanggal 22 Juni 2013 pukul 13:42:37 WITA pada koordinat 8,44°LS116,04°BT dengan magnitudo 5.4 dan kedalaman 10 km yang diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal (lihat Gambar 2). Dampak terparah akibat dari gempabumi tersebut dirasakan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Utara dimana ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Tim kajian Stasiun Geofisika Mataram menduga gempabumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal yang belum teridentifikasi. Dengan adanya gambaran karakteristik kegempaan di wilayah Provinsi NTB ini diharapkan dapat memberikan pelajaran dan pemahaman kepada masyarakat bahwa daerah Provinsi NTB dan sekitarnya merupakan daerah rawan kejadian gempabumi dan berpotensi tsunami. Meskipun demikian patut disyukuri bahwa

dengan semakin banyaknya gempabumi dengan skala magnitudo kecil yang terjadi menunjukkan sifat batuan di wilayah Pulau Lombok dan sekitarnya adalah batuan yang mudah melepaskan energi gempa. Hal ini lebih baik daripada batuan yang lama menyimpan energi yang pada waktu tertentu tertentu dapat dilepaskan dalam bentuk energi gempa yang besar. Harapan kami kajian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan di daerah serta stakeholder terkait dalam melakukan identifikasi sesar lokal dan juga upaya mitigasi kegempaan khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kepada masyarakat dihimbau jika ada kejadian gempabumi untuk tidak panik apalagi terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Segera hubungi BMKG Stasiun Geofisika Mataram di nomor telpon 0370-7503525/27 atau 081338099295 (wa) untuk mendapatkan informasi selanjutnya.

POJOK Diduga ada korban meninggal luput dari pendataan Pendataan harus dilakukan secara akurat

*** Bantuan Rp10 miliar dikoordinir Kementan mulai disalurkan Yang paling penting tepat sasaran

***


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 9 Agustus 2018

Lagi, Korban Ditemukan Tertimbun Mataram (Suara NTB) Upaya pencarian korban tertimbun di tiga sektor berlanjut. Tim melanjutkan pencarian di dua masjid dan sebuah ruko yang diduga ada korban tertimbun. Hasilnya, ditemukan satu korban meninggal di Masjid Jamilul Jamaah, Dusun Karang Pongsor, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pencarian lanjutan itu berlangsung pukul 09.30 Wita, tim SAR gabungan mengerahkan alat berat ke lokasi untuk melanjutkan evakuasi yang dihentikan sehari sebelumnya. ‘’Berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan dibawa menuju rumah sakit terdekat,’’ kata Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnuwandhana. Namun korban belum berhasil diidentifikasi karena kondisinya sudah sulit dikenali. Kata Lanang, sebelumnya korban ditemukan terhimpit pada beton tiang masjid yang nyaris rata dengan tanah itu. Beratnya beton yang menimpa membuat kondisi tubuh korban mengenaskan, sehingga sulit dikenali. Lanang menambahkan, pencarian masih terus berlangsung hingga berita ini ditulis sore kemarin. Namun hasilnya belum ada tanda tanda korban ditemukan, sehingga identifikasi dilanjutkan Kamis (9/8). Pencarian di sektor lainnya di sebuah ruko di Dusun Cupek Desa Sigar Penjalin. Berhasil dievakuasi korban tertimbun dalam keadaan meninggal. Korban diketahui jenis kelamin laki laki atas nama Abdul Malik (70). Pencarian di desa ini juga masih dilanjutkan karena diduga masih ada korban yang tertimbun. Lanang juga menginformasikan, tim SAR juga membantu merobohkan bangunan yang hancur akibat gempa di Dusun Murmas Kecamatan Gangga. Tidak ada laporan korban tertimbun, tim hanya membantu merobohkan pemukiman warga. Tim SAR berbeda melakukan penyisiran di tiga gili untuk mencari sisa warga negara asing dan wisatawan lokal di sana. Ditemukan tiga orang WNA asal Italia dan Norwegia di Gili Air. Mereka tidak ingin dievakuasi. Pihaknya pun tidak memaksakan meski sudah berusaha dibujuk. (ars)

(Suara NTB/ist SAR)

KORBAN - Tim SAR gabungan saat menemukan korban tertimbun di Masjid Pemenang, Lombok Utara.

Tangani Dampak Gempa

Pemprov akan Rekonstruksi Ulang RAPBD Perubahan Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB kemungkinan akan merekonstruksi ulang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) Perubahan 2018. Rekonstruksi ulang RAPBD Perubahan tersebut akan diarahkan untuk program/kegiatan yang prioritas untuk penanganan pemulihan bencana gempa. “Karena ini bencana alam, semua dana dan kekuatan harus kita arahkan. Termasuk mungkin kita akan merekonstruksi ulang RAPBD Perubahan. Mungkin ada yang lebih emergency, itu yang kita prioritaskan,” kata Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP ketika dikonfirmasi Suara NTB usai rapat kordinasi penanganan bencana gempa di Kantor Gubernur, Rabu (8/8) siang. Ia mencontohkan, pascatanggap darurat penanganan bencana gempa, masyarakat yang rumahnya hancur dan

pasukan bersenjata untuk pengamanan-pengamanan itu,’’ tegas Tito. Sebanyak 75 pasukan Brimob disiagakan di kawasan destinasi wisata tiga gili. Kapolri mengatensi informasi pencurian dan penjarahan di rumah dan toko yang ditinggal pemiliknya akibat terdampak gempa. Dia menganalisa beberapa kemungkinan. Yakni pertama tidak ada pencurian dan hanya sebatas hoaks belaka. Namun dia mengatakan hal itu tidak tertutup kemungkinan ada beberapa pihak yang memanfaatkan situasi untuk mengambil

kesempatan dalam kesempitan. ‘’Tapi dari data Polda justru saat ini kasus pencurian itu berkurang sepertiga dari biasanya,” jelasnya. Kemungkinannya, sambung Tito, bahwa pencurian tidak terjadi atau memang terjadi tetapi korban tidak melapor kepada polisi. Tito memerintahkan Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri untuk memverifikasi keresahan masyarakat tersebut. ‘’Kapolda saya minta proaktif. Ada kejadian lakukan pengungkapan kasus. Tangkap pelaku dan lakukan pengamanan di sana,’’ tegas Tito. (why)

Pengungsi Gempa di Sambelia Mulai Terserang Muntaber Dari Hal. 1 ‘’Selain diserang penyakit demam dan flu, para pengungsi juga masih dilanda rasa ketakutan,’’ katanya. Menyikapi informasi tersebut, Pemprov NTB akan berkoordinasi dengan Pemkab Lotim khususnya Dinas Kesehatan. Pasalnya, dalam rapat penanganan bencana gempa bumi beberapa hari lalu, Dinas Kesehatan Lotim akan menangani masalah kesehatan para pengungsi yang berada di Kecamatan Sembalun dan Sambelia. Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA menjelaskan, penanganan kesehatan korban gempa Lombok dibagi dalam empat kluster. Yakni, kluster Lombok Timur, kluster Lombok Utara, kluster Lombok Barat dan kluster Kota Mataram. “Untuk Kota Mataram, karena sumber dayanya cukup, tidak ada bantuan (tenaga medis) dari luar. Lombok Timur, memutuskan menangani sendiri. Jadi, Dinas Kesehatan Lombok Timur menangani sendiri masalah kesehatan di sana,” kata Eka dikonfirmasi Suara NTB usai rapat koordinasi penanganan gempa bumi di Kantor Gubernur, Rabu (8/8) siang. Pascagempa dengan kekuatan 6,4 SR yang mengguncang Lombok Timur, Minggu (29/7) lalu, telah dibangun rumah sakit lapangan di Sembalun. Saat rapat koordinasi beberapa hari lalu, kata Eka, Dikes Lotim memutuskan akan menangani masalah kesehatan di dua kecamatan yang paling parah kena bencana gempa pertama tersebut. Karena Lotim mampu menangani sendiri masalah kesehatan para korban gempa. Maka relawan kesehatan yang datang ke NTB akan diarahkan membantu di Lombok Utara. Lombok Utara menjadi daerah yang paling parah kena bencana gempa bumi kekuatan 7 SR, Minggu (5/8) malam. Mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini mengatakan, satu minggu pascabencana memang harus waspada terhadap penyakit muntaber, demam dan flu. Pasalnya, para pengungsi berada di daerah pengungsian. Dari sisi obat-obatan, Eka mengatakan Kementerian Kesehatan

(Kemenkes) telah mendrop sebanyak 3,5 ton ke NTB. “Jadi, di Lombok Timur itu, Kepala Dinas Kesehatan menugaskan Puskesmas di dua daerah bencana bergantian piket di daerah bencana. Kalau rumah sakit lapangan ada di Sembalun. Tapi di luar itu mereka mengatur sendiri,” terangnya. Mengenai informasi para pengungsi yang kena muntaber, Eka mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Lotim untuk memastikannya. Apakah perlu diturunkan tim kesehatan dari provinsi ke sana atau tidak. ‘’Karena rapat kemarin, Lombok Timur mengatakan kami tangani sendiri. Karena dia melihat fokus pekerjaan di KLU banyak sekali. Tapi kalau memang ada informasi seperti ini, kita akan cek apakah memerlukan tenaga kesehatan tambahan. Tapi kalau obat-obatan sudah kita drop,’’ imbuhnya. Bagi relawan kesehatan yang akan membantu ke daerah bencana, kata Eka, harus melapor dulu ke posko bencana yang berada di Setda NTB. Para relawan yang berasal dari luar daerah tidak boleh langsung terjun ke lokasi. Bukan berarti, kata Eka, Pemprov menghalangi mereka yang mau mengabdi. Tetapi hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada relawan atau tenaga medis yang menumpuk pada satu lokasi. Sehingga perlu dilakukan pengaturan. Mengenai pengungsi yang diserang penyakit muntaber di Lotim, Eka mengatakan jika pengungsi membutuhkan tenaga medis, maka pihaknya akan menggeser tim kesehatan yang ada sesuai kebutuhan. Ia mengatakan, penyakit muntaber berawal dari ketiadaan air bersih. Untuk MCK, ia mengatakan sudah ada di Lotim. Tetapi memang jumlahnya masih kurang. ‘’Itu juga masih jadi masalah. Tapi kalau memang ada info seperti ini, kita akan cek lagi. Seberapa banyak yang kena muntaber,’’ tandasnya. (nas)

rata dengan tanah di Lombok Utara dan Lombok Timur perlu dibuatkan barak-barak atau tempat sementara. Karena tidak mungkin masyarakat yang rumahnya hancur akan terus hidup di tenda-tenda selama berbulan-bulan. Artinya, mereka perlu dibuatkan tempat tinggal sementara. “Siapa yang menangani? Bisa saja mungkin dari APBD kita. Ini kita sedang koordinasi. Mana-mana yang menjadi kewenangan pusat dalam masa tanggap darurat. Setelah itu nanti ada pemulihan dan rekonstruksi,” jelasnya.

Dalam kondisi seperti ini, kata Ridwan, Pemda harus mengambil langkah-langkah cepat. Termasuk soal penganggaran yang memprioritaskan hal-hal yang menyangkut keselamatan dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kantor-kantor pemerintahan yang rusak dan menjadi tempat pelayanan kepada masyarakat harus segera ditangani. Jika ada uang APBD, maka itu yang akan dipakai. Namun, jika APBD tak mencukupi maka perlu cam-

pur tangan pemerintah pusat. Pemprov akan mengusulkan untuk perbaikan gedung-gedung pemerintahan yang rusak akibat gempa 7 SR beberapa hari lalu. Untuk gedung pemerintahan yang rusak, Dinas PUPR sedang melakukan pemeriksaan mengenai kelayakan gedung. Apakah masih layak atau berbahaya digunakan. Termasuk mengenai jumlah kerugian kerusakan gedung pemerintahan yang ada di lingkup Pemprov NTB. “Kita masih menunggu hitung-hitungan Dinas PU. Dan bagaimana langkah-langkah yang kita ambil. Jadi mumpung kita belum menfinalkan APBD perubahan. Paling tidak, langkah pemulihan saja dulu,” katanya. Pemprov akan mempriori-

taskan perbaikan gedung pemerintahan yang rusak. Karena berkaitan dengan pemberian pelayanan kepada masyarakat. “Jadi pelayanan kepada masyarakat tak boleh terganggu. salah satu unsurnya, bahwa harus terjamin keamanan, keselamatan di kantor-kantor pemrientah termasuk sekolah-sekolah,” tandasnya. Untuk gedung pemerintahan yang rusak akibat gempa, pihaknya akan mengusulkan perbaikan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, usulan itu maish menunggu hasil hitung-hitungan dari Dinas PUPR NTB. “Yang jelas, kita betul akan usulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri,” pungkas Ridwan. (nas)

Negara Sahabat Sampaikan Komitmen Turut Membantu Penanganan Korban Gempa Tanjung (Suara NTB) Sejumlah negara sahabat telah menyampaikan komitmen mereka untuk turut berkontribusi membantu penanganan korban bencana gempa di NTB. Mereka akan terlibat dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Hal tersebut dibenarkan Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi, Rabu (8/8) kemarin. Ia

Siapkan Pasukan Bersenjata Dari Hal. 1

Halaman 15

menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan beberapa perwakilan negara sahabat terkait komitmen mereka untuk terlibat membantu penanganan korban bencana gempa bumi. ‘’Saya sudah berjumpa dengan kepala perwakilan negara sahabat, saya jumpa dengan Duta Besar dari Arab Saudi, mereka menyampaikan

komitmennya untuk membantu,’’ ujar Tuan Guru Bajang (TGB)—sapaan akrab Gubernur NTB. Dengan melihat kondisi keparahan akibat bencana gempa bumi dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok, sangat membutuhkan penanganan cepat. Dan tentu hal itu tak bisa dilakukan sendiri hanya oleh pemerintah

daerah. Oleh karena itu, pemerintah tak menutup diri dari pihak negara sahabat untuk turut serta dalam proses penanganan korban bencana gempa bumi. Namun demikian keterlibatan para negara sahabat untuk membantu para korban bencana gempa Lombok, tentu harus lewat koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab,

pemerintah pusat telah berkomitmen untuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi berada dibawah kedalinya. “Proses rekonstruksi dan rehabilitasi itu ditangani oleh pusat, jadi dana untuk itu dari negara ada untuk itu. Kemudian untuk prosesnya, dan untuk akuntabilitas yang baik, semua dibawah kendali pusat,” pungkasnya. (ndi)

TGB dan Dr.Zul Keliling Sambangi Korban Gempa di KLU Dari Hal. 1 Tidak tinggal diam, gubernur pun memberikan pertolongan kepada masyarakat. Bahkan sejumlah jenazah, diangkat oleh gubernur.

Menyaksikan itu semua, TGB menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan jiwa. Baik yang masih tertimpa bangunan maupun yang ada di rumah sa-

kit. Untuk masyarakat yang mengungsi, pemerintah segara melakukan penyediaan logistik, berupa makanan. Selain makanan, obat-obatan sangat perlu untuk para korban.

Dan yang lebih perlu adalah kebutuhan darah. Sebab, ratarata korban mengalami luka berat, seperti patah tulang. Selain itu, TGB mengimbau masyarakat yang sehat, untuk membantu

masyarakat terkena dampak gempa, baik di lokasi maupun di rumah sakit. Di rumah sakit, untuk mendonorkan darah yang akan dipergunakan untuk menolong para korban. (nas)

Diduga Masih Ada Korban Meninggal Luput dari Pendataan Dari Hal. 1 Pengakuan Kepala Desa Genggelang, Khairul Anwar, sedikitnya ada 14 orang korban meninggal tersebar di beberapa dusun di wilayahnya. Rinciannya di Dusun Gangga 4 orang, Dusun Keruak 4 orang, Dusun Penjor 4 orang, Dusun Kerta 1 orang dan Dusun Munggal Bawah 1 orang. ‘’Tidak ada pendataan dari BPBD, mungin mereka tidak sempat karena jadi korban juga. Tapi kami pastikan belum terdata,’’ ungkapnya kepada Suara NTB. Kades yang juga menjadi korban gempa ini berharap, warganya yang meninggal dunia segera dilakukan pendataan oleh Pemda maupun Pemprov NTB serta BPBD, sehingga segera mendapat santunan. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban per pukul 14.00 Wita kemarin, mencapai 131 orang. Daerah di Kabupaten Lombok Utara paling parah terdampak bencana. Dari 131 orang meninggal akibat gempa terdapat di Kabupaten Lombok Utara 78 orang, Lombok Barat 24 orang, Lombok Timur 19 orang, Kota Mataram 6 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang. Selain itu, 156.003 orang mengungsi, 42.239 unit rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak. ‘’Data ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat pendataan belum semuanya dilakukan. Selain itu, korban belum semua ditemukan oleh Tim SAR gabungan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Rabu

petang. Sementara data dari hasil pertemuan Camat se-Kabupaten Lombok Utara menyebutkan jumlah korban 347 orang meninggal. Terkait angka ini, Posko BNPB dan Pusdalops BPBD NTB masih melakukan verifikasi kebenaran data tersebut. Sebab laporan data korban harus dilampirkan identitas korban yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat asal untuk menyatakan bahwa data korban korban tersebut benar. ‘’Sebab konsekuensi dari adanya korban meninggal dunia maka pemerintah akan memberikan santunan duka cita dan lainnya,’’ jelasnya. Menindaklanjuti itu, BNPB dan BPBD NTB sudah meminta Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar untuk memberikan lampiran identitas korban meninggal untuk dilakukan verifikasi. Perkembangan jumlah korban itu juga dibenarkan Gubernur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi. Per Rabu siang kemarin, gubernur mendapat laporan jumlah korban 255 orang meninggal dunia. ‘’Itu yang terdata data terverifikasi. Kita berharap sampai nanti malam tuntas hitung korban yang wafat,’’ jelas gubernur di Posko Utama Lapangan Tanjung, Rabu sore. Komandan Satgas Penanggulangan Bencana, Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani membenarkan soal terus bertambahnya jumlah korban jiwa. ‘’Sebab kemungkinan yang masih tertimpa reruntuhan itu ada. Evakuasi terhadap korban , baik luka dan meninggal dunia terus dilakukan,’’ katanya. Guna memverifikasi data, pihaknya masih menerjunkan

Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk terus melakukan pendataan yang valid. Pengungsi Bertambah Saat ini data sementara 156.003 orang yang tersebar di Lombok Utara 55.390 orang, Lombok Timur 29.195 orang, Lombok Barat 39.599 orang dan Kota Mataram 31.819 orang. Diperkirakan data pengungsi akan bertambah mengingat belum semua pengungsi terdata dengan baik. Kebutuhan dasar pengungsi terus ditambah. Distribusi bantuan mengerahkan relawan-relawan dengan kendaraan untuk menyalurkan ke daerah-daerah yang terisolir dan belum menerima bantuan. Tanggap Darurat Sementara itu, pemerintah pusat tidak mengambil alih penanganan bencana gempa Lombok. Alasannya Pemprov NTB bersama kabupaten dan kota masih mampu menangani tanggap darurat. Keputusan itu disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers di posko utama alun alun Kantor Bupati KLU, Kecamatan Tanjung, Rabu (8/8). Hadir Menteri Kesehatan RI, Nila F Moloek, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Gubernur NTB, Dr.TGH. M Zainul Majdi, Kapolda NTB Mayjen. Pol. Achmat Juri, Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Danrem 162/WB Kol. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani. ‘’Setelah mendapat laporan dari Dansatgas dan Gubernur NTB, kita dapat info di wilayah bencana ini dari enam kecamatan. Ada tiga kecamatan yang sangat diperlukan ada tiga, yakni air bersih, MCK dan tenda,” jelas

Panglima TNI. Sementara ini apa yang dibutuhkan oleh pengungsi sudah ditindaklanjuti dengan mengirimkan ribuan tenda, sebagian sudah sampai di Pelabuhan Carik Lombok Utara dan sebagian masih di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Kebutuhan air bersih akan didroping tangki bantuan. Pasukan dari Yon Zipur akan diterjunkan untuk membangun MCK yang letaknya ditempatkan sesuai kebutuhan pengungsi. Demikian juga penanganna kesehatan, sudah disiapkan tenaga kesehatan dari Mabes TNI dan Kemenkes, termasuk pemerintah daerah. “Pada prinsipnya kebutuhan oleh masyarakat terdampak bencana, akan ditindaklanjuti,” tandas Panglima TNI. Sementara Kapolri menambahkan, gempa yang mengguncang Minggu (5/8) lalu itu sepenuhnya ditangani Dansatgas Penanggulangan Bencana yang dipimpun Danrem 162/WB. Kapolri menyampaikan, pemerintah pusat mempercayakan penanganan ini ke daerah. “Ini belum menjadi bencana tingkat nasional. Kesepakatan tadi, daerah mampu untuk menangani. Maka semua dipercayakan kepada Dansatgas dalam hal ini adalah Danren. Sehingga Polri, TNI, pihak pihak lain, satu komando dari Danrem,” ujar Kapolri. Meski tanggungjawab penanganan ada di daerah, namun Kapolri menyampaikan pemerintah pusat akan back up penuh semua kebutuhan peraltan sampai kebutuhan logistik. “Pemerintah pusat akan backup, apapun yang diminta, kita penuhi,” kata

Kapolri meyakinkan. Khusus dari Mabes Polri, semua kabutuhan akan dipenuhi. “Apapun juga. Entah itu pasukan, kesehatan, semaksimal mungkin,” sambungnya. Secara institusi melalui Polda NTB sudah dilakukan inventarisir jangka pendek, kebutuhan paling penting korban bencana gempa. Disamping itu rumah rusak perlu waktu untuk tahap rekonstruksi, mengecek kebutuhan dan ketersediaan makanan cepat saji, kebutuhan MCK. Gubernur Sanggup Tangani Sementara Gubernur NTB menambahkan penjelasan Panglima TNI, ada tiga kecamatan paling parah dan belum maksimal terjangkau, adalah Kecamatan Gangga, Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan. Tiga daerah itu paling jauh dari pusat kota di Kecamatan Tanjung dan lebih dekat dengan pusat gempa. Sehingga itu jadi alasan TGB tim sulit menjangkau ke lokasi. “Pasukan sudah ada, komponen bergerak untuk menuntaskan. Target hari ini semua terjangkau,” jelas gubernur. Gubernur juga menerima jika pemerintah pusat tidak mengambil alih penanganan bencana itu untuk diangkat menjadi bencana nasional. “Ini ditetapkan sebagai bencana daerah, penanganan total dari pemerintah daerah. InshaAllah, kita mampu tangani,” jelasnya. Menurut rencana, masa tanggap darurat akan diperpanjang mulai Senin (13/8) pekan depan. Perpanjangan akan diputuskan beberapa hari, untuk ancang- ancang menentukan perpanjangan dalam hitungan pekan. (ars)

21 Desa Terisolir Jadi Prioritas Penyaluran Bantuan Dari Hal. 1 Di wilayah Kecamatan Tanjung sebanyak tiga desa, yakni Desa Teniga, Desa Medana dan Dusun Tempak Desa Tegal Maja. Sedangkan di Kecamatan Kayangan sebanyak dua desa, Desa Salut dan Desa Tukak Bendu Santong. Di Desa Tukak Bendu Santong masyarakat membutuhkan makanan, minuman, pakaian dan logistik. Sementara di Desa Salut, masyarakat butuh air minum, obat-obatan, tenaga medis dan selimut. Di Lombok Barat sebanyak tiga desa terisolir. Semuanya berada di Kecamatan Gunung Sari. Tiga desa tersebut adalah Desa Mekar Sari, Desa Kekait dan Wadon.

Masyarakat membutuhkan tenda, tikar, selimut, obatobatan, genset dan tenaga medis. Di Lombok Timur, 10 desa di Kecamatan Sembalun dan Sambelia terisolir. Masing-masing, lima desa di Kecamatan Sembalun dan lima desa di Kecamatan Sambelia. Lima desa di Kecamatan Sembalun yakni Desa Sajang, Sembalun Lawang, Sembalun Timba Gading, Sembalun Bumbung dan Bilok Petung. Sedangkan lima desa di Kecamatan Sambelia yang terisolir yakni Obel-Obel, Belanting, Darakunci, Madayin dan Bagik Manis. Masyarakat membutuhkan makanan, selimut, air mineral, MCK, tenaga medis, obat-obatan dan trauma healing. Di Desa Be-

lanting dan Darakunci, pengungsi mulai diserang demam, flu, muntaber. Selain diserang penyakit demam dan flu, pengungsi juga masih dilanda rasa ketakutan. Sekda mengatakan, masingmasing OPD diberikan tanggung jawab desa-desa yang akan ditangani sampai dengan pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa. Ia mengatakan, Pemprov NTB membentuk posko di Sekretariat Daerah. Posko ini akan berfungsi memback up posko induk yang berada di Lombok Utara. “Kita mulai bergerak mulai hari ini. Kita mem-back up tim induk yang ada di KLU, di bawah kendali pak Danrem. Kita sifatnya membantu, tidak ada tim baru. Kita mem-

back up tim yang sudah ada,” jelasnya. Semua bentuk bantuan yang diterima di posko bantuan Setda sifatnya transit sebelum dilakukan pengiriman ke posko induk di Tanjung, Lombok Utara. Para petugas yang berada di posko tersebut akan membantu pencatatan secara administratif, agar seluruh laporan bantuan itu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, lebihlebih bantuan dana. ‘’Selain itu juga untuk membantu mengawal distribusi bantuan sehingga betul-betul sampai kepada masyarakat sesuai daerah tujuan. Dengan demikian maka akuntabilitas penyerahan dan penerimaan bantuan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik, kepa-

da para donatur dan masyarakat,” kata Sekda. Selain sebagai pusat penyaluran bantuan, posko tersebut juga berfungsi sebagai pusat pengelolaan Informasi media agar terhindar dari berita hoaks. Karena saat ini informasi media, baik cetak, online telah menjadi konsumsi masyarakat sebagai sumber informasi untuk mengetahui kondisi penanganan korban gempa di KLU, Lobar dan Lotim. Tim Media Center yang berada di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB juga akan membantu memfasilitasi apabila ada tim dokter dari luar daerah dan luar negeri yang ingin bergabung dengan tim kesehatan yang sudah ada di posko induk Tanjung. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 9 Agustus 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Eksodus dari Tiga Gili

Wisatawan Serbu Kawasan Kuta Praya (Suara NTB) Eksodus besar-besaran wisatawan mancanegara (wisman) dari tiga gili (Trawangan, Air serta Meno) pascagempa yang mengguncang Pulau Lombok, Minggu (5/8) malam lalu, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku dan pengelola hotel di Kawasan Pantai Kuta, Mandalika, Lombok Tengah (Loteng). Hotel-hotel di kawasan tersebut, hingga Rabu (8/8) sudah penuh.

(Suara NTB/ist)

LATIHAN - Pembukaan pelatihan Paskibraka Lotim 2018 di aula Gedung Dinas Dispora Lotim, Selasa (7/8).

32 Siswa di Lotim Terpilih sebagai Anggota Paskibraka Selong (Suara NTB) Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah selesai melaksanakan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2018. Seleksi dilaksanakan di sekolah-sekolah tingkat SMA/ sederajat se-Kabupaten Lombok Timur. Hasilnya terpilih 32 orang yang terdiri dari 16 putra dan 16 putri, yang selanjutnya ditempa fisik dan mentalnya melalui pelatihan terpusat yang dimulai Selasa (7/8). Bupati Lotim yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Lotim, Drs. H. Sahabuddin, MM., mengutarakan, calon Paskibraka ini harus mampu mengemban amanah yang diberikan daerah dengan memberikan segenap kemampuan dan berlatih sungguh-sungguh. Sahabudin juga menyinggung kondisi perayaan peringatan HUT RI yang tahun ini di Lotim dilaksanakan dalam suasana duka karena bencana gempa bumi yang menimbulkan korban jiwa maupun material. Karenanya peringatan HUT RI tidak dapat dilaksanakan semeriah tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian pegibaran bendera tetap harus dilaksanakan penuh dengan khidmat. Untuk itu, peran paskibraka sangat penting dalam mewujudkan nilai-nilai nasionalisme dan jiwa pemuda, yang digembleng melalui pelatihan kepemimpinan. Pelatihan ini diharapkan mampu menanamkan pula nilai-nilai positif seperti kebersamaan, disiplin, serta patriotisme. Paskibraka sejatinya adalah generasi yang mampu tampil melanjutkan kepemimpinan bangsa dengan kualitas-kualitas utama. Sementara Ketua Panitia Penyelenggara, Hasanudin, S.Pd yang juga Kasi Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Lotim dalam laporannya menyampaikan, selain 32 pelajar yang terpilih sebagai calon Paskibraka Lombok Timur, dua pelajar Lotim juga terpilih mewakili NTB di tingkat Nasional di Jakarta dan tiga siswa dan siswi lainnya mewakili sebagai anggota paskibraka tingkat Provinsi NTB. (yon)

Wartawan Lobar Turun Bantu Korban Gempa Giri Menang (Suara NTB) Wartawan Lombok Barat (Lobar) menggandeng pihak swasta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk wilayah Jawa Timur Bali Nusra (Alfamart) untuk menggelar aksi kemanusiaan membantu korban gempa yang ada di Lombok, khususnya korban di Lobar. Awak media bersama ritel modern tersebut menyalurkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok seperti mie dan air kemasan. Beberapa titik yang menjadi sasaran pembagian bantuan, antara lain di dusun Kekait dan Wadon yang terkena dampak paling parah. Di sini korban yang tinggal di pengungsian sangat senang diberikan bantuan bahan makanan tersebut. Selanjutnya lokasi pembagian di dusun Puncang. Di sini bantuan disalurkan di 2 titik. Sasaran pembagian selanjutnya di Kekeri dan terakhir dusun Terep desa Bug-bug kecamatan Lingsar. Penyaluran bantuan tahap selanjutnya akan dilaksanakan hari ini dengan sasaran di kecamatan Narmada, sekotong dan Kuripan. Para korban yang menerima bantuan ini pun menyampaikan terimakasih karena dengan bantuan ini Mereka merasa sangat terbantu. Menurutnya kegiatan semacam ini sangat diperlukan warga apalagi ketika kondisi mengalami bencana. “Terimakasih atas bantuan ini,” kata ketua RT dusun Terep desa Bug-bug Lingsar, Mujib. Menurut Ami Dwi Pramesti selaku Corporate Communication Alfamart (Corcom Alfamart), penyaluran bantuan ini bentuk kepedulian Alfamart terhadap korban Gempa Lombok terutama Lobar. Sebelum menyalurkan ke Lobar, pihaknya sudah mengeluarkan bantuan ke korban gempa di Lotim dan KLU. “Sekarang ini mau Loteng untuk berikan bantuan. Ini bentuk program kami menyasar kemanusiaan bukan hanya bisnis semata,” kata Ami. Jenis bantuan yang diberikan jelasnya berupa kebutuhan yang diperlukan korban seperti air mineral, mie instan. Kegiatan ini jelasnya dilaksanakan melakukan program CSR perusahaan yang khusus untuk penanganan bencana. Tidak saja korban gempa yang disasar, namun korban erupsi bahkan ketika bencana angin puting beliung pihaknya menyalurkan bantuan kepada masyakarat. Ia menyampaikan terimakasih kepada rekanrekan wartawan Lobar yang bisa diajak kerjasama satu misi untuk aksi kemanusiaan. (her)

Bahkan banyak di antaranya yang tidak kebagian kamar hotel. Sehingga banyak yang memilih keluar Loteng. Terlebih saat ini memang tengah memasuki sesi kunjungan wisatawan sedang tinggi-tingginya. “Sampaisampai banyak juga yang memi-

lih tetap tinggal dan berwisata di kawasan Pantai Kuta dengan menginap di rumah-rumah warga,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H. Lalu Putrie, Rabu. Novotel, sebagai salah satu hotel berbintang di kawasan

Pantai Kuta seluruh kamarnya sudah penuh. Sehingga bagi yang tidak kebagian kamar di hotel berbintang tersebut, banyak yang memilih tinggal di hotel melati ataupun homestay. Bahkan, homestay yang ada di Desa Setanggor juga

ikut tercipratan wisatawan. Pihaknya berharap kondisi tersebut bisa bertahan. Tidak hanya karena ada dampak eksodus wisatawan dari tiga gili saja. Tetapi juga karena memang wisatawan menjadikan kawasan Pantai Kuta sebagai destinasi wisata, bukan sekadar pelarian saja. Terpisah, Marketing and Purel Novotel Lombok Villa and Resort Kuta, Marti mengaku kalau Novotel Kuta saat ini memang sudah penuh. Semua kamar yang tersedia untuk kelas

bawah hingga mewah sudah terisi. Bahkan sudah banyak wisatawan yang sudah membooking kamar jauh-jauh untuk beberapa hari kedepan. Sehingga banyak wisatawan yang baru eksodus dari Gili Trawangan dan sekitarnya, terpaksa tidak bisa menginap di Novotel Kuta. Karena semua kamar sudah terisi penuh. “Bulan Agustus ini sudah masuk musim liburan. Jadi semua kamar yang ada sejak awal Bulan Agustus kemarin sudah terisi penuh,” timpal Marti. (kir)

Korban Gempa di Lobar Keluhkan Minimnya Bantuan Giri Menang (Suara NTB) Korban gempa di Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan pembagian bantuan logistik yang kurang merata. Bahkan, di antara para korban yang mengungsi di tenda darurat yang dibuat secara swadaya belum tersentuh bantuan. Selain itu, korban juga dilanda ketakutan akibat aksi pencurian yang beraksi ketika kondisi rumah sepi karena ditinggal mengungsi ke tenda-tenda darurat. Mereka juga dihantui rasa takut rumah mereka yang ambruk terbakar lantaran kabel listrik yang masih dialiri setrum yang rawan bergesekan sehingga menyebabkan kebakaran. Warga berharap agar PLN sigap turun mengecek kondisi kabel listrik di lokasi-lokasi bencana terutama di lokasi rumah korban yang roboh. M. Junaidi, warga Lendang Bajur desa Gunungsari kepada wartawan ditemui kemarin menuturkan, rumahnya ambruk ketika gempa skala 7.0 pada Skala Richter melanda Minggu (5/8) lalu. Rumah yang didiami bersama istrinya sejak puluhan tahun ambruk total, sehingga tak bisa ditempati lagi. Ia pun terpaksa tinggal di tenda darurat yang dibuat warga secara swadaya di dalam perkampungan warga. “Kami butuh bantuan logistik, sejauh ini belum ada. Kami juga khawatir rumah kami yang sudah ambruk terbakar karena kabel listrik yang masih aktif. Kami harapkan PLN turun mengecek ke daerah kami,” harap Junaidi diamini warga yang rata-rata rumahnya rusak akibat gempa. Di RT 3 Dusun setempat, tidak hanya dirinya yang rumahnya roboh. Namun terdapat belasan orang. Rata-rata para korban sangat berharap bantuan dari Pemda dan PLN

agar turun mengecek kondisi kabel. Sebab selain dikhawatirkan terjadi arus pendek, juga warga terkena setrum. Apalagi ketika terjadi gempa susulan warga tak sadar ada kabel karena lari ketakutan. Senada dengan warganya, ketua RT 1 M Bagus juga mengaku korban gempa di wilayahnya butuh bantuan logistik seperti tenda, makanan siap saji, air, dan perlengkapan bayi. Sebab di tenda yang ada hanya satu menampung 25 KK atau 143 orang. “Kita harapkan bantuan logistik, bantuan ini kurang merata sehingga kami pun tak dapat ini,” katanya. Hal senada disampaikan seorang warga di Desa Jeringo kecamatan Gunungsari, Nasam Sanjaya bahwa bantuan yang masuk ke desanya hanya ke beberapa titik saja. Ia bersama korban lain belum tersentuh sama sekali. Akibatnya warga pun terpaksa menggalang bantuan dengan memintaminta sumbangan dari pengendara yang lalu lalang di akses jalan setempat. Saat ini jelasnya, warga setempat sangat Butuh bantuan berupa Logistik makanan, minuman, selimut dan terpal. Selain itu banyak anak-anak dan balita yang butuh susu serta makanan bayi. Warga juga dibuat tidak tenang akibat oknum pencuri yang mencari kesempatan melakukan aksi mencuri barang milik warga ketika ditinggal mengungsi ke tenda darurat. Apalagi sebagian besar warga setempat tidak berani menempati rumah mereka karena kondisi yang rusak parah. Sementara itu menanggapi hal ini kepala pelaksana BPBD, H.M. Najib mengakui jika bantuan dari Pemda memang belum maksimal disebabkan keterbatasan anggaran. Namun demikian untuk mengkoordinasikan droping bantuan melalui tim koordinator di kecama-

(Suara NTB/her)

AMBRUK - Warga Lendang, Gunungsari, Lobar, memperlihatkan rumahnya yang ambruk dengan lilitan kabel masih aktif dialiri listrik, Rabu (8/8). tan. Nantinya tim ini akan membagikan bantuan kepada korban bencana di masing-masing wilayah. “Kami harapkan Kades berkoordinasi dengan tim koordinator di kecamatan soal bantuan ini,”ujarnya. Menurutnya kemungkinan Kepala Desa belum memberikan data sehingga belum didroping bantuan oleh tim ke desa setempat. Sementara itu camat Gunungsari, H. Rusni menegaskan pihaknya sudah berkali-kali meminta pemdes Jeringo untuk mengambil bantuan. “Kita akan droping bantuan sore ini (Kemarin) ke desa jeringo,” jelasnya. Pihaknya sudah mengontak pihak desa agar menyerahkan data ke kecamatan. Namun sampai saat ini belum ada satupun pihak

Pascagempa

Penyeberangan Pelabuhan Lembar Sepi Giri Menang (Suara NTB) Penyeberangan Pelabuhan Lembar-Padangbai mengalami penurunan drastic, bahkan sepi penumpang. Hal ini terjadi pascagempa bumi 7,0 Skala Richter yang menguncang Lombok minggu malam lalu. Kendati demikian, pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar memastikan jika penyeberangan LembarPadangbai maupun sebaliknya aman. “Alhamdulillah Pelabuhan Lembar aman. Cuma status kondisi muatan sepi,” ungkap Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Wildan Jazuli, Rabu (8/8). Menurutnya longgarnya penyeberangan ini sudah berlangsung sejak selasa (7/8) lalu hingga kini. Baik itu penumpang pejalan kaki maupun angkutan barang.Bahkan kondisi itu juga terjadi pada penyeberangan Lembar-Surabaya dengan menggunakan KMP Legundi. “Sama saja sepi semua (penyeberangan),” ujarnya. Meski demikian ia memastikan kapal tetap beroperasi dengan normal, walaupun kondisi sepi seperti ini. Dampak gempa itu juga membuat

wisata Pantai Senggigi sepi pengujung. Bahkan dari pantauan terlihat parkiran objek wisata itu sepi tanpa ada satupun kendaraan yang terparkir. Menurut Camat Batulayar, Suparlan, semenjak gempa mengguncang Lobar kawasan wisata Senggigi sepi. Banyak di antara para wisatawan memilih pulang (check out). “Iya sepi memang, karena banyak turis check out,” aku Suparlan. (her)

desa yang datang ke kecamatan. “Jadi berkali-kali kita kon-

tak tapi sampai saat ini belum datang,”jelasnya. (her)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 9 Agustus 2018 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu