Skip to main content

Edisi Sabtu 08 Desember 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SABTU, 8 DESEMBER 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 228 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Lotim, Gudang Desa Wisata di NTB LOMBOK TIMUR (Lotim) sebagai gudang desa wisata seperti yang disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah sangat berasalan. Pasalnya, Lotim memang kaya dengan khasanah wisata dengan tampilan desa sebagai destinasinya. Tetebatu adalah salah satu dari 254 desa dan kelurahan yang ada di Lotim yang masuk dalam daftar 25 desa wisata yang sudah ditetapkan Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Terbilang memang sudah cukup lama, Desa Tetabatu dan desa-desa sekitarnya sepetri Tetebatu Selatan, Kembang Kuning dan Jeruk Manis menyuguhkan sajian wisata. Wisatawan yang berkunjung ke Desa Tetebatu ini akan disuguhkan menu berwisata yang unik. ‘’Wisatawan kami ajak menjadi ‘’orang Sasak’’,’’ ujar Ketua Asosiasi Homestay Lotim,

Bram Ramli kepada Suara NTB, Jumat (7/12) kemarin. Di desa-desa di sekitar Tetebatu sudah banyak bermunculan tempat-tempat penginapan untuk wisatawan. Tempat menginap tidak seperti layaknya hotel. Tapi wisatawan langsung menginap di rumah-rumah penduduk. Bram Ramli bersama teman-temannya ini sudah mencoba membuat produk jualan kepada wisatawan dengan istilah Kampung Homestay Cummunity. Kampung Homestay ini katanya, dibentuk dengan jaringan homestay berbasis komunitas yang menghubungkan wisatawan global. Sesuai namanya, kampung, pelaku wisata ini menampilkan wajah asli Lombok kepada para wisatawan. Sudah ada situs resmi yang dijual kepada para wisatawan. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/rus)

NGERAMPEK - Salah satu aktivitas wisatawan saat berkunjung ke Desa Tetebatu adalah ngerampek (panen) bersama warga setempat.

Bobot Nilai 60 Persen

Hasil SKB Menentukan Kelulusan Pelamar CPNS

Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemprov NTB akan berlangsung selama dua hari, 8 - 9 Desember 2018 di Aula Makorem. Hasil tes SKB sangat menentukan kelulusan pelamar CPNS, karena bobot nilainya 60 persen. ‘’Kalau tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) bobot nilainya 40 persen. Kalau SKB soalnya sesuai bidang kompe-

tensi formasi yang dilamar. Itu bobotnya 60 persen,’’ sebut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Kepegawaian Daerah

(BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S.STP dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (7/12) siang. Yus mengatakan lewat tes

SKB, akan diketahui kemampuan teknis pelamar sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar. Dari tes SKB akan diuji pengetahuan dan kemampuan teknis pelamar. ‘’Ini sangat menentukan karena bobotnya besar, 60 persen,’’ sebutnya. Apakah tes SKB lebih sulit dari SKD? Yus mengatakan,

kesulitan tersebut relatif. Namun ia optimis para pelamar akan mampu menjawab soalsoal yang ada dalam tes SKB. ‘’Karena ini menukik langsung formasi yang dilamar. Kami optimis, karena ini sesuai latar belakang pendidikannya. Bersambung ke hal 11

TO K O H Rp1,2 Triliun Benahi Pendidikan

H. Muh. Suruji (Suara NTB/dok)

TAHUN 2019 mendatang, Pemprov menggelontorkan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk membenahi sektor pendidikan. Dana sebesar itu akan diprioritaskan untuk peningkatan mutu dan sarana prasarana pendidikan di NTB. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram kemarin menegaskan, anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBD sudah berada di atas angka 20 persen. ‘’Di Dinas Dikbud saja Rp1,2 triliun dari Rp5,4 triliun APBD. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

GOTONG ROYONG - Warga gotong royong dibantu KPH Empang membersihkan sisa sisa banjir di Empang Atas.

(Suara NTB/ist)

DAMPAK - Dampak banjir di salah satu desa di Tarano.

Empang Diterjang Banjir

Tiga Hanyut, Belasan Rusak dan Ribuan Rumah Terendam Sumbawa Besar (Suara NTB) Intensitas hujan yang tinggi di bagian timur Sumbawa pada Kamis (6/12) malam lalu, mengakibatkan banjir di Kecamatan Empang dan Tarano. Dampaknya, ribuan rumah terendam, belasan rusak berat dan tiga hanyut. Banjir yang menerjang tujuh desa itu, juga merendam tambak garam serta tambak bandeng di wilayah setempat. Informasi sementara yang dihimpun Suara NTB, di Kecamatan Empang terdapat belasan dusun yang tersebar di lima desa terdampak

banjir. Air tidak hanya menggenangi rumah warga, namun juga kantor kecamatan, masjid dan juga sekolah ikut terendam. Bahkan juga terdapat rumah yang hanyut dan rusak. Sedangkan di Kecamatan Tarano, terdapat empat dusun tersebar di dua desa yang terdampak. Selain itu sekitar puluhan hektar tambak garam dan belasan hektar tambak bandeng juga terendam. Sehingga para petani setempat merugi, diperkirakan totalnya mencapai ratusan juta rupiah. Bersambung ke hal 11

Tinggi, Jumlah Anak Berisiko Kena Campak di NTB Mataram (Suara NTB) Hampir setengah juta atau 457.122 anak di NTB berisiko tinggi kena penyakit campak. Pasalnya, mereka belum mendapatkan imunisasi campak dan rubella. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, L. Budarja, SKM, M.Kes menyebutkan, dari 1.398.929 anak usia 5 bulan sampai 15 tahun yang wajib diimunisasi. Baru sebanyak 941.807 anak yang sudah diimunisasi campak dan rubella. Artinya, sebanyak 457.122 anak di NTB yang belum divaksin. Budarja mengatakan ratusan ribu anak-anak yang

belum diimunisasi tersebut berisiko tinggi kena penyakit campak. ‘’Yang tidak melakukan imunisasi ini berisiko tinggi kena campak dan rubella. Satu-satunya jalan, dia harus divaksinasi untuk mencegah campak dan rubella,’’ kata Budarja dikonfirmasi usai pertemuan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Jumat (7/12). Berdasarkan data Dikes NTB, sebanyak empat kabupaten/kota yang masih merah capaian imunisasi campak dan rubella. Antara lain, Lombok Barat, dari target 187.156 anak yang harus diimunisasi, baru tercapai 99.588 anak atau 53,21 persen. Bersambung ke hal 11

Pengacara Nuril Ungkap Kejanggalan Putusan MA Mataram (Suara NTB) Setelah menerima salinan putusan, tim pengacara Baiq Nuril Maknun (36) membeberkan kejanggalan putusan Mahkamah Agung (MA). Salah satunya, hakim tidak mempertimbangkan fakta persidangan di pengadilan tingkat pertama dalam memutus Baiq Nuril melalui putusan kasasi. Sebelumnya, setelah menerima salinan putusan MA awal pekan kemarin, tim pengacara langsung gelar perkara membedah isi putusan. Satu per satu dikaji untuk menelisik kemungkinan kesalahan hakim sehingga menjatuhkan putusan enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta kepada ibu

dua anak itu. Koordinator tim pengacara Baiq Nuril, Joko Dumadi, SH.,MH menilai, dalam putusan MA tidak mempertimbangkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Dimana, kata dia, Nuril tidak terbukti mendistribusikan atau mentransmisikan rekaman yang mengandung asusila. ‘’Namun putusan kasasi justru membenarkan Nuril mentransmisikan rekaman tersebut. Laptop itu milik saksi IM (Imam Mudawin), termasuk kabel data. Putusan ini jauh dari ekspektasi kita,’’ bebernya, Jumat (7/12). Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ars)

SALINAN - Koordinator tim pengacara Nuril Joko Dumadi menunjukkan salinan putusan MA, Jumat kemarin.


SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

SUARA MATARAM

Halaman 2

Mulai Tak Nyaman KETERLAMBATAN panel dan material lainnya dari aplikator belum teratasi. Keluhan dari masyarakat mulai mengalir. Mereka mulai tak nyaman tinggal tenda pengungsian saat musim penghujan. Lurah Bertais, Lalu Mukhsan dikonfirmasi, Jumat (7/12) menjelaskan, pemerintah melalui bank milik negara telah menyalurkan 300 buku tabungan dari 681 warga. Penyaluran tahap pertama nilainya Rp 25 juta khusus korban gempa kategori rumah rusak parah. “Ini penyaluran tahap pertama,” kata Lalu Mukhsan. Pembagian buku rekening tersebut diharapkan diikuti cepatnya realisasi pembangunan baik rumah instans sederhana sehat maupun rumah instans konvensional. Mukhsan menambahkan, sebenarnya percepatan dilakukan oleh kelurahan dengan membentuk kelompok masyarakat (Pokmas), termasuk pendamping. “Aturannya yang masih belum bisa rill dilaksanakan,” ujarnya. Pembangunan Riko menunggu pendamping memberikan gambar di dua wilayah. Khusus Riko di Lingkungan Gontoran yang belum menyerahkan detail engineering design. Disatu sisi diakui Mukhsan, keluhan masyarakat mulai mengalir. Rumah singgah yang ditempati warga mulai lapuk. Permasalahan akar rumput tersebut disampaikan ke kecamatan. Nantinya kecamatan menyampaikan pada rapat evaluasi mingguan digelar di Pemkot Mataram. “Kelurahan hanya sifatnya menyuplai data. Apa permasalahan di lapangan disampaikan Pak Camat,” cetusnya. Panel, baut serta material lainnya yang menjadi permasalahan diharapkan segera teratasi. Sehingga, masyarakat segera dapat menikmati rumah Lalu Muksan mereka. (cem) (Suara NTB/dok)

P3K Harus Jadi Solusi ANGGOTA Komisi I DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., menyambut baik lahirnya kebijakan P3K (Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja). Setidaknya, P3K ini membawa angin segar bagi tenaga honorer K2 lingkup Pemkot Mataram. ‘’Mengenai P3K sendiri saya belum terlalu paham. Tetapi sekilas saya baca P3K ini bedanya dengan honorer apa ya? Kan sama-sama pegawai kontrak. Gaji honorer dan P3K sama. Setiap tahun juga bisa diperpanjang atau bisa diganti kontraknya. Terus bedanya dimana,’’ tanyanya. Rachman menduga P3K ini, hanya ganti istilah saja. Namun demikian, dia berpendapat yang diperlukan adalah mencari pegawai yang memang benar-benar bisa bekerja sesuai job description masing-masing. Pemerintah diminta memperhatikan kesejahteraan tenaga honorer. ‘’Kalau maksud dan tujuannya sama, ngapain hanya ganti istilah dari honor ke P3K? Kalau misalnya tenaga honorer payung hukumnya belum ada, sedangkan payung hukum untuk P3K ada atau sudah jadi, kenapa gak dibuat aja peraturan mengenai honorer, kenapa harus ganti istilah ke P3K? Jadi menurut saya yang perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk para honorer atau kontrak, adalah kesejahteraan mereka,’’ terang politisi Gerindra ini. Perekrutan P3K melalui tes, diapresiasinya. ‘’Bagus itu kalau melalui tes. Karena tentunya ini akan menyaring caloncalon pegawai yang memenuhi kompetensi di bidangnya masing-masing,’’ demikian Rachman. Yang penting, lanjutnya, semua melalui prosedur dan aturan yang sudah ditetapkan. Dia mengingatkan, jangan sampai tes tersebut hanya sekedar formalitas. Sehingga tidak akan membuat banyak perbedaan. Dengan dilakukannya tes, tentu akan ada risiko yang harus mereka terima. Karena untuk mendapatkan pekerjaan, mereka harus mampu bersaing. Di sisi lain, Pemkot Mataram juga harus bisa memikirkan bagaimana mengatasi honorer yang tidak lulus. ‘’Mereka juga harus diberdayakan, apalagi yang sudah honorer lama,’’ pintanya. Mengenai permintaan Forum K2 Kota Mataram yang menginginkan agar semua honorer K2 dapat diakomodir, menurut anggota Dewan dari Dapil Selaparang ini, tidak semua permintaan itu harus dituruti. Pemerintah, katanya, tentu punya batasan-batasan tertentu untuk bisa merealisasikan permintaan tersebut. Pemkot selama ini sudah berupaya melakukan mediasi kepada pemerintah pusat melalui kementerian untuk bisa memberikan kelonggaran kepada honorer k2. ‘’Tapi kan belum ada jawaban yang pasti mengenai semua hal tersebut,’’ imbuhnya. Hadirnya kebijakan P3K seharusnya bisa menjadi solusi. ‘’Jangan sampe proses P3K ini tidak menyelesaikan masalah honorer dan jangan sampai para honorer yang s u d a h l a m a mengabdi diabaik a n , ’ ’ demikian RachAbd Rachman man. (fit) (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/cem)

LAYANI PEMBELI - Pedagang sayur di Pasar Cemara sedang melayani pembeli, Jumat (7/ 12). Penarikan retribusi dengan sistem elektronik di pasar tradisional batal dilakukan. Dinas Perdagangan maupun bank tak memiliki SDM untuk mengelola.

Realisasi Keuangan Pemkot Mataram Masih 50 Persen

Mataram (Suara NTB) Serapan keuangan rendah seolah menjadi masalah klasik di Kota Mataram. Kasus ini terus berulang setiap tahun. Akhir anggaran 2018, serapan keuangan Pemkot Mataram masih 50 persen lebih.

Data monitoring dan evaluasi LKPP Kota Mataram dari triwulan I,II,III serapan keuangan maupun fisik tak pernah sesuai target. Triwulan I target serapan keuangan 18,61 persen realisasi 8,81 persen. Triwulan II target 43,74 persen serapan 31,39 persen. Dan, di triwulan III dari target 74,46 persen terealisasi 52,27 persen. Postur anggaran Pemkot Mataram di 2018 sekitar Rp1,5 triliun. Dengan rincian belanja tidak langsung Rp585 miliar. Untuk belanja pegawai Rp520 miliar lebih dan non pegawai Rp64,59 miliar. Sedangkan belanja langsung Rp954 miliar. Belanja pegawai Rp120 miliar dan belanja non pegawai Rp833,63 miliar. Dari belanja non pegawai alokasi belanja jasa Rp481 miliar dan belanja modal Rp352,39 miliar. Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., mengakui hal tersebut. Akan

mencapai 90 persen. Selain itu, ada pembayaran fisik termasuk pengadaan tanah yang belum selesai. Anggaran pembebasan tanah ini memiliki anggaran besar. “Yang paling banyak itu anggaran pembebasan lahan,” ucapnya. Eko berdalih bahwa tren rendahnya serapan keuangan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, tak bisa dipungkiri bahwa gempa bumi Bulan Juli - Agustus lalu menyebabkan sejumlah program OPD tertunda. Oleh karena itu, Sekda mendesak OPD tidak berleha - leha. Mereka diminta mengimbangi antara kegiatan fisik maupun administrasi. “Kalau pencairan memungkinkan bisa. Kecuali, administrasinya harus masuk batalnya tanggal 15 Desember,” demikian Sekda. (cem) H. Effendi Eko Saswito

tetapi, beberapa organisasi perangkat daerah memiliki serapan keuangan 90 persen. Persoalan ini telah dibahas bersama pimpinan OPD penyebab mengapa anggaran keuangan rendah. “Ini sudah kita bahas bersama pimpinan OPD,” kata Eko Kamis (6/12). Sekda menjelaskan, rendahnya serapan anggaran keuangan kaitannya dengan penetapan APBDP lama. Tetapi, pimpinan O P D berkomitmen rata rata serapan keuangan

E - Retribusi Pasar Tradisional Batal Diterapkan Mataram (Suara NTB) Dinas Perdagangan Kota Mataram, sebelumnya mewacanakan penerapan elektronik retribusi atau e - retribusi terhadap penagihan retribusi ke pedagang di pasar tradisional. Rencana tersebut batal direalisasikan. Untuk penerapan e - retribusi Dinas Perdagangan mengajak beberapa kepala pasar untuk studi banding ke Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah. Gagasan awal pilot project pasar tradisional Mandalika. Lalu Alwan Basri, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram dikonfirmasi Jumat (7/12) tak ingin konsepnya tersebut dianggap batal. Pihaknya hanya mengubah konsep dari e retribusi menjadi e - debeting. “Saya kira bukan batal. Cuma kita ubah polanya,” kilahnya. Konsep e - retribusi ditawarkan ke bank badan usaha milik negara maupun bank milik daerah supaya e - retribusi ini bisa terealisasi. Namun, pihak bank harus berkonsultasi dengan pusat dan berkoordinasi dengan daerah lainnya yang telah bekerjasama dengan konsep itu. Oleh karena itu, kata Alwan, ia sedang mencoba sistem lain dengan e -debeting pada penyewaan toko di pasar. Penarikan retribusi melalui e - debeting telah dikerjasamakan dengan bank daerah. “Tahun 2019 kita mencoba bekerjasama dengan bank dibidang pasar,” tambahnya. Untuk mewujudkan konsep itu harus dipersiapkan perangkatnya dan menggali kerjasama yang saling menguntungkan. Alwan tak memungkiri ken-

(Suara NTB/dok)

Lalu alwan Basri dala e - retribusi, pertama, keterbatasan sumber daya manusia dimiliki Dinas Perdagangan maupun bank. Kedua, karena ini sistem baru jadi dibutuhkan pembiayaan perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. Dia beranggapan e - retribusi ataupun e - debeting sama saja. Sistem ini mempermudah pedagang baik dari alur pembayaran singkat dan praktis. Juga, ada transparansi dari pembayaran dari pedagang. “Saya kira bisa kita mencoba di pedagang. Ini akan lebih mudah. Syaratnya pedagang harus membuka rekening di bank itu,” jelasnya. Konsep penarikan sistem elektronik nantinya harus memiliki payung hukum. Oleh karena itu, akan dilibatkan Inspektorat maupun Bagian Hukum untuk mengkaji hal itu. “Kita tidak mau gegabah,” demikian Alwan. (cem)

Peserta UNBK 617 Pelamar CPNS akan Jalani di Mataram Tunggu SKB Pekan Depan Kepastian Bantuan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Sebanyak 617 pelamar calon pegawai negeri sipil di Pemkot Mataram, akan menjalani SKB (seleksi kompetensi bidang). Seleksi akan dilaksanakan Selasa (11/12) pekan depan. Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram Ahmad Mujahiddin menjelaskan, Badan Kepegawaian Negara telah menentukan pelaksanaan seleksi kompetensi bidang. Untuk Kota Mataram sebanyak 617 pelamar baik yang lolos passing grade dan perangkingan akan mengikuti seleksi lanjutan Selasa (11/ 12) pekan depan. “Jadwalnya sudah ada. Lokasinya BKN yang tunjuk di Korem,” kata Muja ditemui, Jumat (7/12). Formasi 262 yang dibutuhkan telah terisi semua. Sebelumnya, ada satu formasi yakni teknisi elektro medis yang kosong. Saat seleksikompetensi dasar hanya empat yang memenuhi ambang batas. Sedangkan, dibutuh-

kan 12 formasi. Kemudian, pengisian lainnya melalui sistem pemeringkatan. Setelah diintegrasikan dari SKB dan SKD formasi itu terisi. “Itu enaknya setelah diintegrasikan SKB dan SKD kemudian disebar dengan penyesuaian formasi,” jelasnya. Secara teknis disampaikan, SKB itu tidak saja berkaitan dengan formasi yang dilamar. Pelamar akan menjawab pertanyaan secara umum. Salah satu contoh formasi guru akan lebih luas ditanya mengenai sistem pendidikan nasional, bidang yang dilamar, kurikulum dan lain sebagainya. Pelaksanaan seleksi akan dibagi menjadi empat s e s i . Satu

sesi terdapat 180 peserta. “Sehingga, pelaksanaannya nanti satu hari saja,” sebutnya. Muja menambahkan, pelamar yang dinyatakan lolos SKB akan langsung diminta menyiapkan administrasi pemberkasan. Seperti ijazah telah dilegalisir, surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, surat keterangan catatan kepolisian, surat keterangan bebas narkoba dan lain sebagainya. Setelah itu, baru kemudian penetapan nomor induk pegawai yang dikeluarkan oleh KemenpanRB. “Jika prosesnya cepat kemungkinan bisa cepat selesai,” demikian Muja. (cem)

Ahmad Mujahiddin (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) Kepastian jumlah SMP peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Mataram masih menunggu kepastian bantuan sarana penunjang dari pemerintah pusat. Pendataan dari pemerintah Kota Mataram juga masih dilakukan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., Jumat (7/12) mengatakan, jumlah peserta kemungkinan masih sama seperti tahun lalu. “Ada sekolah yang masih minta bantuan ke pemerintah pusat, tapi belum ada jawab dari pemerintah pusat,” katanya. Berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN, UN SMP/MTs akan dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 25 April 2019, sedangkan UN Program Paket B/Wustha pada tanggal 10-13 Mei 2019. Sebelumnya, Sidik mengatakan pelaksanaan UNBK di seluruh SMP di Kota Mataram sulit dilakukan, karena sumber pendanaan untuk membeli peralatan UNBK masih minim. “Sulit untuk semua sekolah UNBK, karena sumber pendanaannya dari mana? Teruta-

ma sekolah kita yang berada di pinggiran kota,” katanya. Bantuan peralatan UNBK dari pemerintah Kota Mataram juga menurutnya tidak ada, karena memang tidak dianggarkan. Sementara dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga sangat minim, karena hanya memperbolehkan membeli lima komputer selama satu tahun. Belum lagi untuk membeli server penunjang jaringan UNBK. “Dari BOS juga tidak boleh,” katanya. Sekolah yang mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat tidak hanya sekolah yang belum melaksanakan UNBK. Sekolah yang sudah mengikuti UNBK, tapi mengalami kerusakan karena gempa bumi juga mengusulkan bantuan. “Ada beberapa sekolah yang rusak jaringannya juga mengusulkan, ada yang belum ikut UNBK tahun ini juga mengusulkan,” jelas Sidik. Sidik berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, sekolah yang sebelumnya sudah melaksanakan UNBK, bisa tetap melaksanakan UNBK. Seperti SMPN 6 Mataram yang mengalami kerusakan jaringan dan sejumlah peralatan UNBK akibat gempa bumi. (ron)


SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Pengusaha akan Bangun 20 SPBU di Daerah Tertinggal Mataram (Suara NTB) Pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) merencanakan akan membangun 20 SPBU Kompak di NTB dalam rangka mendukung BBM satu harga. SPBU Kompak ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan BBM di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Terpencil). Empat di antara 20 SPBU yang akan dibangun di NTB ini, kata Ketua Hiswana Migas Provinsi NTB, I Komang Gandhi telah dibangun tahun ini. “Empat SPBU Kompak ini sudah dibangun. Satu di Pulau Lombok dan tiga di Pulau Sumbawa,” jelas Gandhi. Sebarannya di Praya Timur Barat Daya di Lombok Tengah dan telah beroperasi di Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, di Labuan Sumbawa Besar, dan di Wera Bima. SPBU-SPBU ini seluruhnya

dibangun oleh pengusaha Migas secara bertahap hingga terpenuhi sebanyak yang direncanakan. Ketua DPP Hiswana Migas, Eri Purnomo Adi mengatakan, BBM satu harga ini sebetulnya telah lama menjadi keinginan pemerintah. Agar masyarakat tak lagi mendapatkan selisih harga yang jauh dari harga yang berlaku di SPBU. “Misalnya, di PSBU sudah ditetapkan harga Pertalite Rp7.800 perliter. Sementara masyarakat yang berada di tempat yang jauh harga yang didapat jauh di atas itu. Karena dihitung ongkos angkut,” kata Eri dalam kunjungannya

ke Lombok. Dengan BBM satu harga ini, pengusaha oleh pemerintah disubsidi untuk ongkos angkutnya. Dengan begitu, rakyat Indonesia dimanapun, akan mendapatkan harga yang sama. Hiswana Migas menurutnya sangat mendukung program BBM satu harga ini. Tidak ada pihak yang dirugikan. Katakan saja di Papua. Harga salah satu jenis BBM dapat menembus Rp40.000/liter. Sementara di tempat lain umumnya di Indonesia harga berkisar di bawah Rp15.000/ liter. Jarak harganya terpaut jauh. Dengan BBM satu harga

(Suara NTB/bul)

Eri Purnomo Adi ini, setidaknya mengikir gab harga yang terlalu tinggi. Menghindari spekulasi dan ketidakpastian suplai. (bul)

Ekspor Bahan Mentah Masih Jadi Pilihan

(Suara NTB/dok)

Ekspor Jagung Mataram (Suara NTB) Pemerintah pusat mengupay-

akan hilirisasi bahan mentah di dalam negeri. Semangat pemer-

intah pusat ini tak bisa dilakukan serta merta. Bila mana industri tidak dilakukan merata di seluruh Indonesia. Dalam sebuah forum, Presiden Jokowi juga mengingatkan para pengusaha di dalam negeri untuk meminimalisir pengiriman bahan baku ke luar negeri. Lantas bagaimana dengan NTB. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si menjelaskan soal industri olahan. Pusat-pusat industri saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Bagi provinsi-provinsi penghasil bahan baku di Indonesia Timur tentu tak dapat memenuhi sepenuhnya keinginan besar pemerintah pusat ini. Selama industrinya tak di eser ke daerahdaerah di luar Pulau Jawa. “Ya, untuk jangka panjang memangarahnyasepertiitu,membangun olahan industri. Tapi yang harus dipikirkan juga nasib petani jagung NTB yang saat ini sedang bergairah menanam jagung untuk diekspor,” kata kepala dinas. Keinginan kuat pemerintah pusat untuk memaksimalkan hilirisasi di dalam negeri, terutama di NTB harus diakselerasikan dengan pembangunan infrastruktur pendukung yang memungkikan di Indonesia Timur. Taruh saja NTB sebagai ring II setelah Jawa. “Secaraproduksi,contohnyaNTBpeng-

hasil tembakau virginia terbaik. Mana ada pabrik rokok yang membangun pabriknya di NTB. Katanya high cost lah,” imbuhnya. Berbicara kewenangan Dinas Perdagangan, Hj. Selly menambahkan dapat berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian sebagai leading sektornya. Dinas Perdagangan sesuai tupoksinya melakukan promosi semaksimal mungkin untuk menggenjot nilai perdagangan. Terutama perdagangan ke luar negeri. “Salah satu jendela promosinya sudah ada di i-shop NTB,” imbuhnya. Terutama untuk bahan-bahan hasil industri rumahan dan olahan,i-shopNTBmenyediakanruang promosi seluas-luasnya menjangkau dunia. Hasil promosi UMKM yang difasilitasi Ikut Trade Export Indonesia (TEI) di BSD Tangerang. DinasPerdaganganmenghadirkan tenun Pringgasela yang langsung mendapat buyer dari 5 benua. Kontrak telah dilaksanakan. Lalu dengan komoditas pertanian,perkebunan,perikanankelautan yang masih banyak dikirim dalam bentuk bahan mentah, Hj. Selly menegaskan sementara ini polanya masih tetap aman, menjual dalam bentuk mentah dan terbukti masih aman untuk kesejahteraan petani. Khusus untuk jagung, harga jualnya diketahui Rp4700/Kg. (bul)

Berikan Kabar Positif KALANGAN pengusaha mengharapkan peran serta masyarakat. Terutama pengguna media sosial untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi dalam menyebarluaskan informasi. Terutama soal status gempa, diharapkan tak justru informasinya semakin dimasifkan. Sebab dampaknya kerugian bagi diri sendiri. Melihat respon pengguna media sosial saat terjadi gempa dengan kekuatan 5,7 skala richter pada Kamis (6/12) pagi, sontak informasi tentang gempa menghiasi media sosial. Pengguna media sosial berlombalomba membuat status yang (Suara NTB/bul) seolah-olah memamerkan gemL. Heri Prihatin pa Lombok ke seantero jagad. Meskipun sifatnya individual dan tak bisa dikendalikan. Tetapi seharusnya yang dilakukan adalah berlomba-lomba memberikan kabar positif melalui media sosial, agar publik di luar sana tetap merasa Lombok-Sumbawa, aman dan nyaman untuk didatangi dan berinvestasi. Update status gempa di media sosial justru mendatangkan kerugian. Masyarakat harus menyadarinya. Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB, L. Heri Prihatin IR menyebut, gempa bukanlah pekerjaan manusia. Hal ini bisa terjadi di manapun, dan kapanpun. Publik harus menyikapinya dengan baik. Gempa yang melanda NTB menurutnya harus dikemas dengan baik. Tidak dengan membuatnya menjadi hal yang menakutkan bagi orang datang ke daerah ini. Apalagi NTB sedang dalam proses pemulihan pascagempa besar yang terjadi awal Bulan Agustus lalu. “Jangan malah semakin membuat orang kabur,” ujarnya. L. Heri mengatakan, bagi mereka yang cerdas, pastinya akan menyikapi fenomena alam ini sebagai sebuah siklus alam dalam rangka mencari kembali titik keseimbanganya. Status-status tentang gempa menurutnya tak mesti harus dihebohkan di media sosial. “life must go on. Masak kita bersedih terus, ayo dong bergerak sesuai tugas masing-masing profesi, buat hal yang positif. Informasikan yang positif,” imbuhnya. Kemiskinan NTB berdasarkan data BPS di angka 15 persen. belum termasuk dampak setelah gempa. Untuk mengatasi kemiskinan ini, butuh kreativitas untuk memancing orang berkunjung ke NTB dan membelanjakan uangnya sebanyak mungkin di berbagai entitas bisnis. “Dibuat status tentang gempa terus, kapan mau datang orang berbelanja. Akhirnya yang rugi kita sendiri,” imbuhnya. (bul)


SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Tidak Terlambat

Minta Proyek Lagi PROYEK di tujuh pasar senilai Rp15 miliar yang gagal tender tahun 2018 ini kembali diperjuangkan untuk bisa dikembalikan lagi oleh pemerintah pusat tahun 2019 mendatang. Usulan sudah disampaikan dengan surat bupati langsung ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Menteri Keuangan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim, H. Teguh Sutrisman dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (7/12) mengatakan, Kabupaten Lotim memang menjadi daerah yang tetap dipercaya melaksanakan Tugas Pembantuan (TP) untuk pembangunan pasar. (Suara NTB/rus) Setiap tahun, Lotim dapat H. Teguh Sutrisman alokasi Rp6 miliar. Untuk proyek tambahan Rp 15 miliar itu terjadi gagal tender dikarenakan keterlambatan juga dalam proses lelangnya. Keterlambatan terjadi karena Pemerintah Pusat juga memberikannya selang beberapa bulan di akhir tahun 2018. “Dipanya pusat itu akhir Oktober 2018,” tuturnya. Proyek pembangunan los pasar di tujuh pasar itu diterima Lotim, karena memang menjadi kebutuhan pedagang-pedagang di pasar-pasar yang dipilih. Seperti pasar Apitaik, Pasar Suela, Pasar Montong Beter dan Pasar Kotaraja. Daya tampung pasar masih sangat terbatas, sehingga diperlukan ada penambahan los, sehingga bisa menampung semua pedagang. “Karena daya tampung tidak mencukupi, sehingga kita usulkan lagi agar bisa diberikan,” ungkapnya. Lotim, disebut menjadi satu-satunya daerah yang berhasil melelang proyek tersebut dari enam kabupaten lainnya yang diberikan TP tambahan. Meskipun memang gagal. Akan tetapi sudah ada ikhtiar dari pemerintah daerah dan kabarnya hal ini diapresiasi oleh pemerintah pusat. Saat ini, Disperindag Lotim menunggu jawaban pusat. Komitmen pusat sudah jelas ingin membantu Lombok sebagai daerah yang terkena gempa. Sementara itu, mengenai pembangunan pasar yang diakukan tahun 2018 ini dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah dirampungkan, yakni Pasar Kotaraja, Suela dan Montong Baik, masing-masing Rp1,2 miliar. Sedangkan TP Rp 6 miliar di Apitaik sudah siap tuntas akhir 2018 ini. “Apitaik progresnya sudah 90 persen,” ucapnya. Tahun 2019 mendatang, sambungnya ada DAK sebesar Rp 4,4 miliar untuk tiga lokasi pasar. Rencananya untuk Jineng, Suralaga dan Sajang Sembalun. Sedangkan untuk tugas pembantuan rencana akan membangun pasar bersih di Paok Motong. “Itu rencananya di tempat yang baru, karena sudah diberikan oleh provinsi untuk pemanfaatannya,” demikian. (rus)

Kajari Ingatkan OPD Kerjakan Proyek di Awal Tahun Selong (Suara NTB) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Timur (Lotim), Tri Cahyo Hananto, SH mengingatkan kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lotim supaya mengerjakan proyek pada awal tahun. Langkah itu diharapkan supaya tidak terjadi keterlambatan dalam pengerjaan suatu proyek.

(Suara NTB/yon)

Tri Cahyo Hananto

Menurut Hananto, apabila anggaran sudah diketok, pemerintah daerah khususnya masing-masing OPD memanfaatkan waktu di awal tahun mengerjakan proyeknya masing-masing, terutama yang berbentuk pembangunan infrastruktur. Hal itu penting dilakukan mengingat kondisi cuaca saat ini yang kerap tidak

menentu. Bila suatu proyek dikerjakan di awal tahun, maka berdampak terhadap kualitas hasil yang cukup baik. “Kalau di akhir tahun, biasanya pekerjaan dilakukan secara terburu-buru. Maka kualitas yang dihasilkan pun buruk,” ungkapnya, Jumat (7/12). Pengerjaan proyek supaya dikerjakan di awal tahun,

ujarnya, sudah berkali-kali disampaikan ke pemerintah daerah. Itupun disambut baik oleh pemerintah daerah untuk mengerjakan proyek di awal tahun mulai dari tahap lelang dan pengerjaan ketika sudah ada anggaran yang jelas. Selain itu, Kajari mengungkapkan jika kesadaran Pemkab Lotim untuk melibat-

kan TP4D sudah cukup baik. Pada tahun 2017 dan 2018, terdapat sejumlah proyek yang didampingi TP4D seperti pembangunan tiga tambatan perahu dari Dinas Dishub, revitalisasi Taman Rinjani Selong dari Dinas LHK, serta pembangunan sejumlah fasilitas gedung pemerintahan di Kabupaten Lotim. “Kita berharap pengerjaan proyek itu selalu melibatkan TP4D. Itu penting supaya di dalam pengerjaan suatu proyek itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” pungkas Kajari. (yon)

Terjunkan 9 Petarung

Muay Thai Lotim Siap Berikan Kejutan di Porprov Selong (Suara NTB) Atlet Muathay Lombok Timur diyakini sangat diperhitungkan oleh lawan-lawannya. Dalam laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke X di Mataram yang mulai digelar Minggu besok, petarung dari Lotim siap memberikan kejutan. Ketua Pembina Muay Thai Lotim, Lalu Gempar kepada Suara NTB, Jumat (7/12), menjelaskan, pada laga Porprov ini Muay Thai ditarget bisa menyuguhkan tiga emas untuk Lotim. Target tersebut diyakini bisa diwujudkan bahkan bisa lebih banyak dari yang ditargetkan. Muay Thai Lotim menerjunkan 9 orang petarung terbaiknya. Masing-masing 6 petarung laki-laki dan 3 perempuan. Semuanya diyakini bisa meraih juara. Keyakinannya mendasar melihat petarung-petarung dari Lotim ini memiliki kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Muay Thai sambung Gempar merupakan anggota baru di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Keikutsertaan Muay Thai dalam ajang Porprov ini merupakan kali pertama. Sebelumnya tidak pernah ikut ambil bagian dalam memeriahkan Porprov. Muay Thai masuk menjadi bagian yang dibina KONI Lotim sejak tahun 2014. Dibandingkan cabang olahraga lain, Muay Thai ini diakui tergolong baru. Sebenarnya kata Gempar sudah cukup lama terbentuk di Lotim. Akan tetapi komitmen pengurus Muay Thai Lotim tidak ingin menjadi beban buat KONI. Komitmen pengurus Muay Thai ini ingin menyuguhkan prestasi membanggakan dulu bagi Lotim. Alhasil, MuayThai sudah memiliki segudang prestasi di ajang-ajang olahraga tingkat provinsi dan nasional. Selanjutnya disampaikan Gempar, ada satu atlet Muay Thai Lotim yang memilih membela daerah lain. Sedangkan untuk atlet yang dipersiapkan Muay Thai akan berlaga di Porprov sudah diingatkan untuk tetap membela Lotim. “Kalau yang sembilan orang sudah saya baiat tidak boleh membela daerah lain, harus tetap cinta pada Lotim,” ungkapnya. (rus)

Kemenag Akui Masih Ada Siswa Belajar di Kelas Darurat Selong (Suara NTB) Musibah gempa yang mengguncang NTB beberapa waktu lalu tidak hanya meluluhlantahkan rumah-rumah warga. Melainkan, fasilitas umum berupa lembaga pendidikan/ sekolah tak luput mengalami kerusakan yang cukup parah. Di Kabupaten Lotim, kerusakan cukup parah terjadi di Kecamatan Sembalun dan Sambelia yang menyebabkan siswa masih belajar di ruang kelas darurat. “Sampai sekarang madrasah yang mengalami rusak berat sudah membangun ruang kelas sementara. Sudah tidak ada yang di bawah tenda,” ujar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, H. Azharudin, belum lama ini. Melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah ruang kelas sementara, kata Azharudin, diharapkan tidak memberikan dampak buruk terhadap psikologi dan nilai siswa saat ujian semester ganjil tahun 2018. Kendati demikian, pihaknya akan mengevaluasi nilai hasil ujian semester tahun ini dengan tahun sebelumnya. Apabila nilai semester tahun ini lebih buruk dari tahun sebelumnya, maka itu dimungkinkan dampak dari kondisi KBM pasca gempa lantaran siswa belajar di bawah kelas darurat atau sementara. “Kalau hasil semester nanti nilai siswa datar atau lebih tinggi. Berarti tidak ada pengaruhnya. Begitupun sebaliknya,”terangnya. Akan tetapi dampak dari bencana gempa terhadap KBM sudah diantisipasi jauh sebelumnya. Artinya, madrasah/sekolah diimbau untuk memberikan waktu tambahan kepada siswa agar target kurikulum yang sudah ditetapkan dapat tercapai dengan daya serap yang maksimal. “Intinya, kita berharap semua target kurikulum dapat tercapai dan nilai siswa tidak amH. Azharudin buradul,”harapnya. (yon)

(Suara NTB/yon)

REGISTRASI - Pelamar CPNS yang lulus SKD saat melakukan registrasi ulang di kantor BKPSDM Lotim belum lama ini.

Sekda Harapkan Semua Jatah Formasi Terisi Selong (Suara NTB) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), H. Rohman Farly mengharapkan semua jatah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lotim pada seleksi penerimaan terisi. Pasalnya, dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) beberapa waktu lalu tercatat ribuan pelamar gugur dari berbagai formasi. Sekda menegaskan akan terus memperjuangkan supaya jatah yang didapatkan Lotim sebanyak 225 formasi terisi semua. Sehingga kekurangan pegawai berstatus CPNS

lingkup Pemkab Lotim dapat sedikit terisi mengingat Lotim kekurangan ribuan PNS. “Intinya jangan sampai 225 formasi yang kita dapatkan itu kosong. Formasi itu harus terisi semua. Apabila dibiarkan kosong, tentu kita sangat rugi,” terang Sekda, Jumat (7/12). Disinggung terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Sekda belum mengetahui pasti kelanjutannya dan menurutnya informasi atau kebijakan dari pemerintah pusat belum bersifat final. Sementara Pemkab Lotim saat ini lebih fokus untuk me-

nertibkan tenaga-tenaga honorer yang ada di Kabupaten Lotim sesuai dengan masa kerjanya. Dengan begitu, maka dapat diberikan gaji/ honor yang berkeadilan. Sebelumnya, Kabid Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, menyebut sebanyak 371 pelamar CPNS tahun 2018 di Kabupaten Lotim dinyatakan berhak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebanyak 104 orang berasal dari yang lulus SKD dan 267 orang merupakan hasil perangkingan total.

Pengerukan Kolam Labuh

TP4D Optimis Tuntas Sesuai Kontrak Selong (Suara NTB) Pengerukan kolam labuh Labuhan Haji saat ini masih berjalan. Kapal keruk yang didatangkan masih melakukan proses pengerukan. Terkait pengerukan kolam labuh yang menelan anggaran sebesar Rp 40 miliar dari APBD Induk 2018 ini. TP4D yang mendampingi pengerukan ini mengaku optimis. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lotim, Tri Cahyo Hananto, SH, mengaku jika Kejaksaan dalam hal ini TP4D akan mengikuti mekanisme yang ada. Misalnya ketika pengerukan mundur dilakukan dari batas kontrak yang ditentukan. Maka itu bisa disikapi dengan addendum dan permohonan perpanjangan masa kerja. “Ketika pekerjaan mundur, itu bisa diketahui sebelumnya. Sehingga itu bisa kita sikapi dengan addendum. Tapi dengan saya melihat pengerjaan yang dilakukan, optimis bisa selesai,”ungkap Kajari,

Jumat (7/12). Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim), H. Lalu Hasan Rahman, SPt, MSi., mengaku pesimis pengerukan kolam labuh Labuhan Haji dapat tuntas sesuai kontrak per tanggal 21 Desember 2018. Hal tersebut menyusul pengerjaan pengerukan masih banyak, sementara jumlah kapal keruk hanya satu. Pengerukan dapat tuntas sesuai kontrak, apabila jumlah kapal keruk ditambah. Politisi Partai Golkar ini menyebut, jika Komisi IV sekitar dua minggu yang lalu sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerukan kolam labuh yang terletak di dalam dermaga Pantai Labuhan Haji, Lotim. Dalam sidak itu, ditemukan pengerukan sedang berjalan. Namun dalam hitungannya bahwa apabila kapal tidak ditambah, maka proses pengerukan tidak dapat tun-

tas sampai tanggal 21 Desember 2018 berdasarkan kontrak. Idealnya proses pengerukan memakan waktu 4 bulan lebih. Sementara pengerukan saat ini baru satu bulan. “Kita sangat pesimis pengerukan dapat tuntas kecuali kapal dan alat-alat pengerukan lainnya ditambah. Jika mengejar waktu yang kurang dari 20 hari. Mestinya kapal dan alat keruk lainnya ditambah oleh perusahaan, tidak bisa hanya satu kapal,” jelasnya. Hasan Rahman berpandangan, apabila pengerukan dipaksakan dengan menggunakan satu kapal. Maka dikhawatirkan adanya titik pengerukan yang terlewatkan. Bahkan sebelumnya, komisi IV meminta supaya pengerukan kolam labuh Labuhan Haji dikaji ulang sebelum dimulainya pengerukan, permintaan itu disampaikan daripada menimbulkan permasalahan lagi. (yon)

Dari 109 pelamar yang lulus passing grade, sebanyak 104 orang yang bisa mengikuti SKB, lima orang dinyatakan gugur. Dinyatakan lima orang gugur, karena bersama-sama bersaing di lokasi dan tempat yang sama, di mana passing grade berlaku sesama passing grade. Dicontohkannya, pada

formasi bidan untuk di RSUD R. Soedjono Selong yang memenuhi passing grade delapan orang, sementara formasinya hanya dua. Maka jumlah yang diambil enam untuk memperebutkan dua formasi itu. Sedangkan yang dua itu tidak dapat ikut SKB meskipun lulus passing grade tes SKD. (yon)

Sertifikasi Aset, Terkendala Minimnya SDM BPN Tanjung (Suara NTB) Sejak berdiri tahun 2008 silam, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berbenah. Tidak hanya pembangunan, tetapi kelengkapan legalitas atas aset-aset daerah juga dimaksimalkan. Sayangnya tidak semua usulan legalisasi aset yang diusulkan ke instansi teknis terselesaikan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Utara, Drs. H. Raden Nurjati, melalui Kabid Aset, Asmaun Gunadi, Jumat (7/12), mengakui setiap tahunnya Pemda KLU ratarata mengusulkan 70 sampai 80 legalisasi aset (sertifikat) kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) KLU. Namun tidak seluruh aset yang diajukan dapat disertifikatkan. “Pengajuan sertifikasi aset, tetep jalan kita, dan sekarang yang sudah jadi di tahun ini sebanyak 50 yang diserahkan, dan itu campur, ada sekolah, fasilitas umum dan kantor,” kata Gunadi. Tahun 218 ini, pihaknya di BPKAD mengajukan 70 usulan sertifikat aset. Ditargetkan sisa 20 sertifikat lainnya, dapat terselesaikan sampai akhir Desember nanti. BPKAD memaklumi, banyak kendala dalam proses percepatan sertifikasi aset milik daerah di BPN. Di antaranya jumlah tenaga lapan-

gan yang mengukur aset terbatas. BPN di sisi lain, disibukkan dengan usulan sertifikasi aset masyarakat baik melalui program PTSL (PRONA) maupun aset pribadi masyarakat. Untuk program PTSL saja, cukup menyedot energi dan waktu BPN KLU, karena target sertifikat masyarakat cukur besar. “Dan masalahnya di BPN kota akui komplit. Kalau saya menginginkan secepatnya selesai, cuma kewenangan inikan ada di BPN,” ujarnya. Kendati demikian, ujarnya, realisasi sertifikasi aset secara umum dari tahun-tahun sebelumnya, capaian BPKAD dalam legalisasi aset cukup tinggi. Gunadi membandingkan dengan realisasi daerah lain, angka capaian tidak sampai puluhan lembar. “Kalau saya bandingkan dengan daerah lain, KLU sangat bagus bisa sampai 70 lembar. Pernah saya bandingkan dengan kota Solo, dalam sebulan hanya bisa 4 sampai 5 sertifikat saja. Di Lombok Barat dan Kota Mataram kurang lebih seperti itu,” sebutnya. Ia menambahkan selama proses pengajuan legalisasi aset, pihaknya tidak mengalami kendala. Dukungan anggaran settifikasi aset dari TAPD dan DPRD KLU cukup bagus. Setiap tahunnya pagi yang disiapkan memenuhi ekspektasi. (ari)

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 Gili dapat menarik kesan positif yang diadakan secara swadaya oleh Tanjung (Suara NTB) gan Gili Hotel Association (GHA) dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 bagi para pelancong yang ada para pengusaha menggabungkan lari Sektor pariwisata pasGili Eco Trust, APGT menggelar even 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 maupun yang akan datang. marathon, renang dan bersepeda. cabencana gempa belum Gili Strong Triathlon 2018. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 “Event ini merupakan kiat temanPara peserta akan berkompetisi lari sepenuhnya normal. Ketua APGT, Acok Zaini Baso, ke123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 teman pelaku wisata di sini untuk maraton sejauh 7 km, estafet dengan Butuh upaya kerjasapada wartawan Jumat (7/12), men123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 Lombok Bangkit. Selain itu juga unrenang 600 meter, dan bersepeda 5 km. ma semua pihak ungungkapkan event wisata Gili Triath123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 tuk mendongkrak tingkat hunian, oc“Rute lintasannya di Pulau Gili Trawantuk meningkatkan lon akan digelar pada tanggal 22 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 cupancy di Trawangan,” imbuhnya. gan, dengan posisi start dan finishing yang jumlah wisatawan Desember mendatang di Gili Trawan123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 Ia menambahkan promosi wisasudah dirancang. Selain berkompetisi seperti sebelumnya. gan. Para peserta yang diharapkan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 ta melalui Gili Strong Triathlon olahraga, peserta juga bisa menikmati Asosiasi Penberpartisipasi tidak hanya wisatawan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 sedang dimatangkan oleh panitia keindahan Gili Trawangan,” katanya. gusaha Gili Trawanmancanegara tetapi juga domestik 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 acara. Pasalnya acara yang akan Acok menyebut momen keramaian gan (APGT) mempudan warga lokal Lombok Utara yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 digelar tidak hanya menarik tetayang melibatkan wisatawan nantinnyai satu inisiatif bermukim di 3 pulau. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 pi juga berkesan. Bagi peserta yang ya akan dipublikasikan oleh seluruh untuk mendorong “Kita menggagas event tourism Gili 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 akan ikut di kejuaraan ini, panitia hotel di Gili Trawangan melalui mebertambahnya kunStrong Triathlon 2018 untuk menduku123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 sudah menentukan biaya pendaftdia sosial, media online maupun kojungan wisatawan ng NTB Bangkit, Lombok Bangkit. Kita 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 aran. Untuk peserta lari triathlon munikasi bisnis yang sudah dibanke Lombok Utara berharap sebanyak-banyaknya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 dikenakan biaya, individu Rp200 gun oleh para pengusaha. Diharapkan khususnya 3 Gili. wisatawan ikut berpartisipasi,” ujarnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 ribu dan tim Rp300 ribu. (ari) pula, image dan citra pariwisata 3 Bekerjasama denAcok menyebut event sport tourism 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123

Bangkitkan Pariwisata, APGT Inisiatif Gelar Gili Triathlon

(Suara NTB/dok)


SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Salahi Aturan Program Penyetaraan Pendidikan PULUHAN ribu warga di Lombok Barat (Lobar) yang berusia di atas 21 tahun berstatus putus sekolah di usia SD. Banyaknya warga yang putus sekolah ini pun menjadi salah satu penyebab kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM) Lobar lamban. Untuk menangani masalah ini, pihak Pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pun memprogramkan penyesuaian atau penyetaraan pendidikan melalui kejar paket A, B dan C bagi warga yang putus sekolah SD, SMP serta SMA. Hal ini diakui oleh Kabid Paud dan PNF Dikbud Lobar Hj. Rosdiana di kantornya, Jumat (7/12). Disebutkan, hasil pendataan yang dilakukan melibatkan desa terdapat 37 ribu warga Lobar yang putus sekolah tingkat SD. Jumlah ini, jelasnya, di luar usia di bawah 21 tahun. Pihaknya belum mendata warga yang putus sekolah pada usia tersebut. Untuk menangani warga putus sekolah pada usia di atas 21 tahun, pihaknya baru menangani 8100 orang melalui kejar paket A yang didanai dari Pemda. Sedangkan sisanya sekitar puluhan ribu belum tertangani. “Hasil pendataan kami melalui desa ada 37 ribu lebih warga putus sekolah pada usia di atas 21 tahun. Kami tangani melalui kejar paket A,” jelasnya. Tahun lalu, kata dia, warga yang mampu dibelajarkan dan ikut ujian sebanyak 5.000 lebih. Ijazah warga ini sendiri belum keluar, kemungkinan tahun depan ijazah akan keluar. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang ikut program penyesuaian pendidikan ini sangat tinggi. Total warga belajar yang sudah ditangani melalui kejar paket sebanyak 8.100 dari total 37 ribu warga putus sekolah di Lobar. Bagiamana dengan penanganan warga putus sekolah pada usia di bawah 21 tahun, menurutnya penanganan warga yang putus sekolah ini kewenangan dari pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Para remaja di bawah 21 tahun mengikuti program pendidikan formal di sekolah secara langsung. Mereka bisa saja menjadi sasaran Dikbud, namun mekanisme nya langsung ke anak. Sedangkan untuk progam keaksaraan fungsional (KF) untuk menyasar warga yang buta aksara mencapai 1100 orang. Di samping itu, ada program keaksaraan usaha mandiri setara kelas 4 SD sebanyak 500 orang, sehingga total untuk program keaksaraan sebanyak 1.600 orang. Sejauh ini belum ada data jumlah warga yang masih buta aksara. Pihak BPS yang berwenang dalam hal p e n dataan. (her) Hj. Rosdiana

Pemkab Loteng Janji Segera Tutup Tambang Prabu

Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) akhirnya bereaksi terkait masih adanya aktivitas tambang emas di wilayah Gunung Prabu Desa Prabu Pujut. Pemkab Loteng berkomitmen segera melakukan tindakan tegas dengan menutup tambang emas ilegal, karena menyalahi aturan yang ada. “Tidak ada jalan untuk membolehkan aktivitas ini (tambang emas Prabu). Dan, memang tidak pernah izin. Jadi harus ditutup segera,” tegas Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, kepada wartawan usai melepas kontingen Loteng yang bertanding di Porprov NTB, Jumat (7/12). Bupati menjelaskan, jika dampak tambang emas ilegal menyangkut kepentingan orang banyak, sehingga pihaknya berjanji untuk lebih komprehensif

lagi melakukan penanganan, terlepas dari kewenangan yang ada. Apalagi, persoalan tambang kewenangannya ada di tangan pemerintah provinsi. Namun sebagai penguasa wilayah, Pemkab Loteng juga berkepentingan untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan tidak sampai dibiarkan berlarut-larut, karena masyarakat dan daerah yang bakal menanggung dampaknya. “Soal tambang emas ilegal di gunung Prabu ini segera

akan kita sikapi. Dan, mungkin tanpa harus menunggu sikap dari provinsi,” tegasnya. Sampai sejauh ini, lanjut Suhaili, memang belum ada koordinasi khusus dengan pemerintah provinsi terkait soal tambang tersebut. Tapi yang jelas diminta atau tidak, soal tambang emas ilegal harus ditindak tegas demi kebaikan semua pihak, sekarang dan masa yang akan datang. Disinggung sola potensi konflik yang bisa saja muncul jika

kemudian pemerintah daerah mengambil sikap tegas, Suhaili mengatakan di semua kebijakan pasti ada risikonya. Termasuk soal rencana menutup paksa tambang emas tersebut. Tapi bagaimana juga itu harus dilakukan. Jika tidak, persoalannya tidak bisa selesai. Dalam hal ini, pihaknya tidak ingin dampak yang jauh lebih besar dirasakan jika tambang emas tersebut tidak ditutup. Sementara tambang emas ilegal ini, ujarnya, hanya segelintir orang saja yang merasakan manfaatnya. “Kan dampaknya akan lebih besar kalau tidak ditutup. Sehingga lebih baik kita tutup. Kendati harus mengorban kepentingan beberapa pihak saja,” tegasnya.

Diakuinya, upaya penutupan agak dilematis, karena di satu sisi, tambang tersebut menjadi salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat sekitar. Tapi di sisi lain, aktivitas tambang bisa memberikan efek buruk bagi sektor lainnya, terutama sektor pariwisata. Sementara banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata. Bahkan pemerintah daerah menempatkan sektor pariwisata, sebagai program unggulan dan diharapkan bisa mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. “Harus ada pilihan. Dengan memprioritaskan kepentingan yang jauh lebih besar. Di atas kepentingan kelompok tertentu saja,” terangnya. (kir)

(Suara NTB/her)

Bupati Pertanyakan Dana Bantuan Jadup Korban Gempa Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid mempertanyakan dana bantuan jaminan hidup (jadup) bagi korban gempa di Lobar. Pasalnya, sejauh ini dana bantuan ini belum jelas dari pemerintah pusat. Ia menduga anggaran ini belum ada, sehingga pemerintah pusat memasukkan anggaran tahun 2019. Jika ketentuan pusat bantuan jadup dicairkan 6 bukan pascatanggap darurat, ia lantas mempertanyakan kenapa pihak pusat menagih data dari dulu. Bupati menegaskan, berbicara terkait usulan data jadup sudah lama dilakukan pihaknya. Bahkan diserahkan kepada pemerintah pusat. Seseuai ketentuan dana Jadup itu baru akan diberikan setelah korban gempa menempati hunian tetap atau sementara. “Problemnya ada uangnya ndak (jadup), jangan-jangan ini bagian semacam cara pemerintah pusat. Karena uang tidak ada dimasukkan dalam 2019,” ujarnya. Menurut bupati anggaran bantuan ini tidak ada, sehingga pusat menganggarkan tahun depan. Ditanya soal ketentuan 6 bulan bantuan ini akan dicairkan, bupati mengaku belum tahu persis. Akan tetapi ia mempertanyakan, jika anggaran dicairkan tahun depan kenapa justru pihak pusat mendesak bahkan menagih data sejak pascagempa lalu. Justru dengan kondisi ini, ia khawatir Pemda malah dianggap tidak jujur alias bohong oleh masyakarat terutama korban gempa. Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lobar, Hj. Ni Made Ambaryati mengaku jika pihaknya baru mengusulkan 1000 kepala keluarga (KK) lebih penerima jadup ke Kementerian Sosial. Namun sejauh ini belum ada realisasi. Karena sesuai ketentuan, jadup baru akan dicairkan enam bulan pascagempa. “Bulan Februari, mungkin nanti kita diberitahu pencairannya. Tapi kan aturannya enam bulan pascatanggap darurat bencana baru dicairkan,” beber H. Fauzan Khalid Ambar. (her) (Suara NTB/ist)

(Suara NTB/kir)

OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan di Desa Rembitan, Jumat (7/12).

Diduga Bermotif Dendam, Tetangga Dibunuh Praya (Suara NTB) Warga Desa Rembitan Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Jumat (7/12), digegerkan kasus pembunuhan yang menimpa Nurjenah Susanto, warga Dusun Selemang Desa Rembitan. Korban 37 tahun tersebut, diduga dibunuh oleh Senap alias Amaq Budiono (37) yang tidak lain tetangganya satu kampung. Kasus pembunuhan tersebut terjadi diduga karena dendam lama. Adapun terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Loteng untuk keperluan penyelidikan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kasusnya sudah kita tangani. Pelaku juga sudah diamankan untuk keperluan penyelidikan,” aku Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK. Kejadiannya bermula saat pelaku pergi ke sawah untuk bekerja, sekitar pukul 08.00 wita. Setelah bekerja sekitar tiga jam, pelaku kembali pulang untuk melaksanakan Salat Jumat. Di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Pendong Endong Dusun Selemang Desa Rembitan, pelaku bertemu dengan korban yang saat itu mengendarai sepeda motor. Setelah berpapasan dengan korban, pelaku kemudian ingat

dendam lamanya terhadap korban. Di mana beberapa tahun yang lalu, saat pelaku menjadi TKI di Malaysia, korban diduga mengganggu istri pelaku hingga akhirnya pelaku bercerai dengan istrinya. Seketika emosi pelaku pun memuncak begitu melihat korban. Pasalnya, pelaku memang sudah sejak lama tidak bertemu dengan korban. Pelaku yang saat itu membawa sabit langsung menebas korban dari arah belakang. Hingga korban terjatuh dari sepeda motornya. Belum puas, begitu melihat korban terjatuh pelaku terus

artis yang akan mendukung sudah siap mengisi acara tersebut. “Beberapa artis akan ada di Lombok besok. Mereka tidak sabar untuk menghibur masyarakat Lombok,” ujarnya saat ditemui ketika menghadiri rapat koordinasi dengan Pemkab Lobar, Jumat (7/12). Di Senggigi Sunset Jazz 2018, ujarnya, para artis yang memastikan diri untuk menghibur penonton adalah para artis nasional lintas generasi. Indra Lesmana akan berduet dengan putrinya Eva Celia. Berikutnya ada Vina Panduwinata yang dijadwalkan akan memungkasi pagelaran tersebut. Selain mereka ada RAN, Pusakata, Brigitta, dan artis Jazz muda ternama, Andien.

warga desa setempat. Setelah dua orang warga menemukan korban tergeletak sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian. “Dari hasil olah TKP, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka tebas akibat benda tajam,” jelas Rafles. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sengkol untuk menjalani visum oleh petugas. Setelah itu diserahkan ke pihak keluarga. “Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sementara pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Untuk mengetahui lebih dalam motif pembunuhan tersebut,” pungkasnya. (kir)

Pemkab Target Pembebasan Lahan Loteng dan Lobar Siapkan Bendungan Rampung April 2019 Bonus Atlet Peraih Medali Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) menargetkan pembebasan lahan proyek Bendungan Meninting rampung April 2019 mendatang. Pengurusan proses pembebasan itu pun terus berjalan. Saat ini tengah berlangsung tahapan pengukuran lahan untuk dasar penerbitan peta bidang sebagai dasar penghitungan nilai tanah oleh tim appraisal nanti. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Kauangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno usai Salat Jumat di Masjid Pemda, Jumat (7/12). Ia mengaku pihaknya masih menunggu peta bidang lahan yang tengah dikerjakan oleh provinsi, baik Badan Pertanahan Negara (BPN), maupun Dinas

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Menurut Joko, dari pengerjaan peta bidang terdapat tiga komponen penilaian, seperti luas lahan, jumlah pohon yang berada di atas lahan itu dan bangunan.”Setelah ketiga komponen disatukan, itu menjadi bahan kita untuk lelang, untuk appraisal. Baru lembaga appraisalnya dilelang, yang menang itu yang menilainya,” jelasnya. Proses lelang itupun diperkirakan akan memakan waktu sekitar sebulan lamanya. Nantinya selepas pelelangan dan penafsiran harga, barulah dilakukan pembayaran ganti rugi lahan oleh pemerintah pusat. “Kalau prosedurnya ada hitung-hidunganya dari waktu ke waktu. Semua tidak ada masalah, begitu cair appraisal kita harap-

kan bulan April 2019 sudah mulai fisik,” sambungnya. Terkait permintaan warga untuk disediakannya lahan relokasi baru. Joko menilai hal itu bisa saja dilakukan. Hanya saja akan sulit menyesuaikan dengan keinginan masyarakat. Untuk lokasi relokasi yang ingin ditempati masyarakat. Misal akan ada ketidakpuasan masyarakat dengan luas lahan diperoleh atau lokasi yang akan ditempati. Selain itu jika direlokasi, pihaknya harus kembali melakukan appraisal yang akan dibelikan. “Itu akan dua kali kerja dan akan lama,” imbuhnya, seraya menambahkan, pemkab lebih memilih untuk menganti rugi lahan kepada masyarakat agar masyarakat bisa mencari sendiri lokasi baru mereka. (her)

Senggigi Sunset Jazz Siap Digelar Giri Menang (Suara NTB) Pagelaran Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 tinggal 2 hari lagi. Pihak event organizer, Archipelago Strategic Solution (ArchiSS) mempercepat menuntaskan persiapan, baik di lokasi maupun hal-hal teknis lainnya. Pihak panitia pun memastikan Senggigi jazz siap digelar Minggu (9/12) nanti dengan menampilkan para artis papan atas. Dari pantauan di lapangan, area Pantai Hotel Kila Senggigi sudah mulai dibenahi. Pihak penyelenggara sejak tadi malam mulai menata panggung dan area utama. Demikian juga dengan para artis yang akan mendukung acara tersebut. CEO ArchiSS Nety Rusi menegaskan hampir seluruh

menyerang korban dengan parang secara membabi buta hingga membuat korban tak berdaya. Usai melampiaskan amarahnya, pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang terluka parah dan langsung menyerahkan diri ke Polsek Pujut. Mendapat kabar tersebut, ini, aparat Polsek Pujut mengamankan pelaku ke Polres Loteng untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara beberapa personel kepolisian diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Kabar pembunuhan dalam waktu singkat menyebar ke

Selain artis ibu kota, artis lokal pun tidak kalah ingin ikut berpartisipasi. Ada Lombok Blues Community, K-One, dan The Maiq Kane feat Suradipa. Mereka akan menggebrak panggung di sore hari menjelang sunset. Selain persiapan panggung dan arena utama, penyelenggara dan Pemkab erintah Kabupaten Lombok Barat akan fokus menangani masalah keamanan, parkir, dan cuaca yang dalam tiga hari ini selalu hujan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi, masalah-masalah tersebut telah dikoordinasikan. Kabag Operasional Polres Lobar, Kompol Nyoman Adi menegaskan, tidak ada masalah bagi pihak keamanan. Demiki-

(Suara NTB/ist)

PANGGUNG - Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembuatan panggung untuk pelaksanaan Senggigi Sunset Jazz yang bakal digelar, Minggu (9/12) besok. an juga dengan kesehatan, Ispan Meninting menjadi langkah anJunaidi pun berharap dukungan tisipasi bila ada hal yang tidak ambulans dan Puskesmas terduga terjadi. (her)

Praya (Suara NTB) Sebanyak 320 atlet dan ofisial Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lombok Tengah (Loteng) dilepas Bupati Loteng H. M. Suhaili FT, Jumat (7/12). Mereka akan bertanding di 23 cabang olahraga (cabor) dari 26 cabor yang dipertandingkan. Kendati tidak dibebankan target tinggi, para atlet diharapkan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi meraih prestasi tertinggi pada ajang olahraga tertinggi di NTB tersebut. Sebagai tambahan motivasi kepada para atlet yang akan bertanding, Pemkab Loteng berjanji akan menyiapkan bonus bagi atlet yang mampu mengharumkan nama baik daerah. D imana untuk peraih medali emas disiapkan bonus sebesar Rp 25 juta, peraih medali perak 15 juta serta perunggu akan mendapat bonus Rp10 juta. Ditambah para pelatih dan ofisial juga akan mendapat bonus dengan jumlah tertentu. “Bonus ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap para atlet yang telah berjuang demi nama baik daerah,” ujar Suhaili. Dari total 26 cabor yang bakal dipertandingkan, Loteng tidak akan berpartisipasi didua cabor. Yakni cabor senam dan menembak, karena tidak ada atlet di dua cabor tersebut. Dari cabor-cabor yang diikuti, para atlet Loteng diharapkan bisa mendulang medali sebanyak-banyaknya dan melampaui raihan medali pada porprov sebelumnya sebanyak 11 emas. Di Lombok Barat (Lobar), Bupati Lobar H. Fauzan Khalid juga melepas kontingen Lobar yang berlaga di Porprov Bupati memberikan motivasi kepada segenap atlet, pelatih dan ofisial semua cabor agar memberikan yang terbaik pada ajang

Porprov nanti. Sebab jika sudah memberikan penampilan terbaik, maka otomatis para atlet mampu menyumbangkan medali, sehingga Lobar bisa mempertahankan predikat juara umum yang diraih pada Porprov 2014 silam. Tidak hanya memberi motivasi, Orang nomor satu di Lobar itu juga menjanjikan bonus kepada atlet yang mampu meriah medali. Bupati Lobar mengatakan terkait target di Porprov pihaknya berharap bisa juara umum dipertahankan. Sesuai dengan target yang dipasang oleh KONI Lobar, menurut bupati melalui perhitungan yang matang. Sebab tidak mungkin KONI memasang target itu tanpa melihat potensi yang ada. Menurutnya kalau saja 75 persen dari target itu bisa dicapai sudah sangat luar biasa. Mengenai bonus kepada atlet peraih medali, bupati memastikan sudah ada anggaran yang disiapkan untuk bonus atlet peraih medali. Ditanya berapa nominal bonus tersebut? Bupati mengaku jumlah minimal sama dengan Porprov 2014 silam. Beberapa cabor yang ditargetkan mampu meraih medali, kata dia, seperti renang, voli, sepeda, atlet dan karate bahkan menembak. Sementara itu Ketua Umum KONI Lobar H. Suharman mengatakan, jumlah atlet beserta pelatih dan ofisial yang dikirim pada Porprov sebanyak 372 orang. Terdiri dari atlet sebanyak 297 atlet dan 75 ofisial. Menurut Suherman, pada Porprov 2014 Lobar memperoleh 108 medali, terdiri dari 45 emas, 28 perak dan 35 perunggu, sehingga mengantarkan Lobar meraih predikat juara umum. “Tentu ini jadi pemicu dan semangat untuk mempertahankan pada Porprov 2018 ini,” ujarnya. (kir/her)


SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

(Suara NTB/bug)

2019, Dinas Arpus KSB Siapkan Agenda Peningkatan Minat Baca

Ajad Sajadah Amir

Taliwang (Suara NTB) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menyiapkan tiga agenda pada tahun 2019 mendatang dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Dinas Arpus KSB, Ajad Sajadah Amir mengatakan, pihaknya selaku penanggung jawab bidang perspustakaan telah menganggarkan untuk pelaksanaan tiga agenda tersebut. Adapun kegiatannya berupa, forum group discussion (FGD) tingkat desa, workshop dengan melibatkan pihak swas-

ta, dan terakhir kegiatan book fair (pameran buku). “Kita sudah merancangnya demikian pula anggarannya di tahun depan,” katanya. Dengan tiga agenda kegiatan itu, menurut Ajad, pihaknya memiliki target-target tersendiri dalam kaitannya untuk upaya peningkatan minat baca masyarakat. Pada kegiatan FGD tingkat desa, Dinas Arpus nantinya akan melibatkan para kepala desa/ lurah se-KSB. Tujuannya memberikan pemahaman kepada pemerintah desa dan kelurahan sekaligus mengajak mereka menyamakan persepsi bagaimana menyusun

Catatan Kejari Raba Bima 2018

Selamatkan Rp476 Juta dari Empat Kasus Korupsi Kota Bima (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima sepanjang tahun 2018 mengklaim telah menyelamatkan keuangan negara hingga mencapai ratusan juta rupiah dari sejumlah kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Kurang lebih ada Rp476 juta uang negara dari kasus korupsi selama 2018,” kata Kasi Pidsus Kejari Bima, I Wayan Suryawan, SH kepada Suara NTB, Jum’at (7/12). Wayan mengaku, uang tersebut dari sejumlah tervonis kasus korupsi yang ditangani selama 2018. Bahkan Rp100 juta diantaranya telah dikembalikan ke kas keuangan Negara beberapa waktu lalu. “Rp100 juta ini dari Edy Darmawan, tervonis kasus korupsi APBD Sat Pol PP Kabupaten Bima tahun 2014 lalu,” katanya. Selain itu lanjutnya, juga dari Rosidi, terdakwa kasus pengadaan kaos BBGRM Kabupaten Bima tahun 2014 kurang lebih Rp166 juta. Uang tersebut rencananya akan dikembalikan ke kas negara dalam waktu dekat. “Sementara sisanya akan menyusul. Yang jelas total seluruhnya keuangan negara yang diselamatkan tahun ini kurang lebih Rp476 juta,” katanya. Selain mengamankan ratusan uang negara, Wayan mengaku pihaknya memproses tujuh orang yang terlibat ataup pihak yang bertanggungjawab dari 4 kasus korupsi sepanjang tahun 2018. “Bahkan dua orang telah divonis dan inkrah dari Pengadilan. Sementara lima orangnya masih dalam tahap persidangan. Ratarata sidang tuntutan,” ujarnya. Ia menambahkan empat kasus korupsi tersebut antara lain pengadaan kaos BBRGM, Korupsi Sat Pol PP Kabupaten Bima. Penggelapan dana BOS pada salahsatu SMP di Kecamatan Tambora. “Serta pengadaan bibit kedelai kelompok fiktif pada UPTD Pertanian Kecamatan Tambora,” pungkasnya. (uki) Wayan Suryawan (Suara NTB/Uki)

hian pemuda , dan dalam kondisi bau minuman (mabuk). Langsung kita lakukan tindakan di tempat dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” terangnya. Dijelaskannya, lokasi yang disasar seperti Jalan Samota yang notabene setiap malam minggu terjadi balap liar. Kemudian di sejumlah tempat lainnya yang kerap dijadikan tempat perkumpulan para pemuda dan pelajar. Menganti-

ta menjadi salah satu sararan Dinas Arpus KSB yang perlu dilibatkan karena mereka punya potensi dukungan yang lebih luas. “Misalnya kita libatkan perbankan. Nanti kita bisa kerja sama untuk mungkin bantu pembiayaan program yang akan kami jalankan dalam upaya peningkatan minat baca itu,” urainya. Selanjutnya program pameran buku. Ajad mengaku, salah satu yang menyebabkan masih minimnya minat baca masyarakat karena keterbatasan akses mereka terhadap buku. Karenanya dengan pameran buku nanti, harapannya masyarakat dapat memiliki tambah-

an akses mendapatkan bukubuku yang digemarinya. “Kita akan undang penerbit buku dalam acara itu sehingga masyarakat bisa mendapatkan buku-buku yang diinginkannya. Karena kalau sepenuhnya mengandalkan perpustakaan jujur stok buku kami masih terbatas,” sebutnya. Pada bagian lain, Ajad mengatakan, pada tahun depan pihaknya juga berencana melibatkan agen Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR). Agen yang selama ini bertugas mengawal program pemenuhan hak dasar masyarakat KSB ini, menurut dia, dapat menjadi

solusi efektif lainnya membumikan minat baca di bumi Pariri Lema Bariri ini. Agen PDPGR dalam menjadi agen pelaksana program perpustakaan di tengah masyarakat. Karena para agen PDPGR ini memliki daya jangkau paling luas sampai ke tingkat dusun di setiap desa.. “Bayangkan saja kalau agen PDPGR terlibat membantu kami. Program kami akan bisa sampai ke tingkat kelembagaan terkecil masyarakat. Dan kami sudah punya segudang kegiatan yang siap dilaksanakan bersama para agen (PDPGR) ini nantinya,” imbuhnya. (bug/*)

Banjir di Kabupaten Sumbawa dan KSB

Rumah Terendam, Tambak dan Ternak Warga Ludes Taliwang (Suara NTB) Bencana banjir kembali menimpa Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, Jumat (7/12) setelah diguyur hujan sejak hari Kamis malam. Banjir yang diakibatkan oleh meluapnya air Sungai Erat Puja di Sejorong, merendam puluhan rumah warga dan menghanyutkan beberapa hewan ternak masyarakat. Camat Sekongkang, Syafruddin kepada Suara NTB, Jumat (7/12) menjelaskan, saat ini tim dari BPBD sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan serta menginventalisir total kerusakan akibat bencana tersebut. Adapun rumah yang terdampak banjir tersebut berada di RT 10 dusun Sejorong sekitar delapan unit rumah dan dusun kampung baru Tongo sekitar 10 unit rumah yang terendam. Selain rumah yang terandam, sejumlah hewan ternak milik warga juga hanyut terbawa arus sungai. Sehingga untuk sementara ini total kerugiannya ditaksir mencapai angka puluhan juta. Pihaknya saat juga terus melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian yang diakibatkan oleh banjir tersebut. “Kami masih mendata jumlah kerugian akibat bencana banjir tersebut. Kalau data untuk sementara, sekitar puluhan juta sudah ada,” ungkapnya.

Polisi Tingkatkan Kegiatan Antisipasi Kejahatan Jalanan Sumbawa Besar (Suara NTB) Polres Sumbawa meningkatkan kegiatan dalam mengantisipasi kejahatan jalanan, seperti balap liar, premanisme dan perkelahian. Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) tersebut sudah mulai dilakukan dan akan berlangsung hingga menjelang Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. “Untuk sementara kegiatan tersebut sudah kita laksanakan untuk mengantidipasi kejahatan jalanan. Juga dalam rangka menjelang pemilu 2019 mendatang,” kata Kasat Sabhara Polres Sumbawa, Iptu Mulyadi S.H kepada wartawan. Dijelaskannya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan kegiatan di Taman Mangga. Dimana saat itu ada perkelahian antar pemuda yang berada di lokasi setempat. Pihaknya langsung mengambil tindakan dengan memberikan pembinaan. “Ada perkela-

rencana membumikan kegiatan membaca ke seluruh lapisan masyarakat. “Pertanyaannya mengapa kepala desa dan lurah yang kita libatkan? Ya karena mereka perpanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah. Harapan kami mereka juga terlibat aktif dalam misi kita meningkatkan minat baca masyarakat. Dan syukur kemudian kalau mereka bisa punya program sendiri akhirnya,” cetus Ajad. Demikian pulau dengan program worksop melibatkan pihak swasta dan lembaga lainnya. Ia menyatakan, semua lini di masyarakat perlu dilibatkan secara akhif. Dan pihak swas-

sipasi adanya pengunjung yang membawa sajam dan narkoba. Mengingat saat ini juga menjelang natal dan tahun baru. “Kita menyasar tempat keramaian, mengantisipasi pengunjung bawa sajam dan juga narkoba. Karena menjelang tahun natal dan tahun baru. Kita antisipasi juga kenakalan remaja, makanya menyasar tempat nongkrong,” jelasnya. (ind)

(Suara NTB/ist)

PENINDAKAN – Jajaran Polres Sumbawa saat melakukan aksi penindakan dan pembinaan terhadap pemuda yang melakukan perkelahian.

Dikatakannya, bencana banjir di Tongo hampir setiap musim penghujan pasti terjadi. Hal tersebut terjadi karena desa ini sangat rendah dan berada di pinggir sungai. Selain itu, terjadi penyempitan aliran sungai karena pembangunan di lokasi tersebut juga menjadi faktor lain. Kendati demikian tidak ada korban jiwa saat banjir tersebut terjadi, karena rata-rata masyarakat sudah terbiasa dan sudah faham ketika musim penghujan terjadi. Banjir dengan tinggi 1 meter itu, kondisinya sudah berangsur reda dan rumah yang terdampak juga sudah mulai dibersihkan. Hanya saja sampai dengan saat ini masyarakat masih was was karena hujan masih terus terjadi di wilayah setempat. Sehingga sangat besar kemungkinan banjir juga kembali terjadi. Terhadap masalah ini, pihaknya mengmbau masyarakat untuk tetap waspada untuk menekan terjadinya hal -hal yang

(Suara NTB/ist)

BERSIHKAN PUING - Tim Pamhut Ampang Plampang saat bersama masyarakat membersihkan puing-puing yang tersisa setelah banjir di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. tidak diinginkan. Sedangkan penyebab terjadinya banjir, pihaknya sangat berharap agar Pemerintah bisa segera mengambil sikap. Sehingga kejadian yang hampir terjadi di setiap musim hujan tersebut bisa ditekan dan diminimalisir. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terkait bencana banjir ini. Karena selalu terjadi setiap tahun, kami minta agar Pemkab bisa menyikapi penyebab dari banjir ini terjadi,” tandasnya.

Di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, warga di empat dusun juga ikut menjadi korban banjir. Sekitar puluhan hektar tambak garam dan belasan hektar tambak bandeng juga terendam. Sehingga para petani setempat diperkirakan merugi ratusan juta rupiah. Camat Empang, Surianto yang dihubungi Jumat (7/12) kemarin menjelaskan, dari data sementara yang terhimpun terdapat 1.670 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dengan

jumlah sebanyak 6.780 jiwa. Jumlah ini tersebar di lima desa yang ada, yakni lima dusun di Desa Pamanto, lima dusun di Desa Empang Bawah, tiga dusun di Desa Bunga Eja, empat dusun di Desa Empang Atas, dan satu dusun di Desa Jotang Lama. Banjir juga mengakibatkan dua rumah hanyut dan sekitar 18 rumah temboknya jebol, yakni di Dusun Stoe Berang. “Jadi di Empang Atas ada 2 rumah hanyut dan 18 yang jebol temboknya,” jelasnya. (ils/arn)

Bupati Lepas 406 Kontingen Sumbawa ke Porprov NTB Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc melepas secara resmi keberangkatan 406 kontingen Pekan Olahraga Provinsi NTB ke-X Tahun 2018, Jumat (7/12) di Halaman Kantor Bupati Sumbawa. Bupati mendoakan jerih payah para atlet sekalian dapat mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di tingkat Provinsi NTB atau bahkan di tingkat Nasional, agar “Sumbawa Hebat dan Bermartabat” benar-benar mewujud nyata dalam segala aspek pembangunan di daerah ini. Bupati yakin, pada saat pemusatan latihan yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, para atlet telah dilatih secara sungguh-sungguh dengan semangat pantang menyerah untuk meraih prestasi yang membanggakan. Terkait hal tersebut, Bupati berpesan kepada para atlet sekalian agar kebiasaan hidup teratur dan berdisiplin selama mengikuti pemusatan latihan, hendaknya benar-benar dapat diterapkan

pada arena Porprov nanti, karena di pundak para atlet sekalian terpikul tugas dan tanggungjawab yang harus dapat diwujudkan, khususnya dalam meraih prestasi. Disampaikan, pada Porprov ke- IX Tahun 2014 yang lalu, Kabupaten Sumbawa berhasil meraih peringkat ke-3, dengan perolehan medali sebanyak 101 medali di antaranya : 40 emas, 27 perak, dan 34 perunggu. Kabupaten Sumbawa berada di bawah Kabupaten Lombok Barat yang berhasil meraih juara umum dan Mataram yang meraih peringkat kedua. Diharapkan pada tahun ini Kabupaten Sumbawa mampu menjadi yang terbaik, termasuk juga semakin banyak atlet-atlet yang terpilih mewakili Provinsi NTB pada pekan olahraga Nasional ke-XX yang akan diselenggarakan di jayapura, Papua pada Tahun 2020 mendatang. Kepada Ketua Kontingen Porprov Kabupaten Sumbawa, Bupati berharap agar tetap bekerja keras membimbing

(Suara NTB/arn)

SERAHKAN LAMBANG - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, menyerahkan bendera lambang Kabupaten kepada Ketua KONI Sumbawa, H. Mustami H. Hamzah. dan menyiapkan mental dan fisik para peserta agar mampu meraih prestasi terbaik, dan kepada seluruh ofisial,

pelatih dan para pembina cabang olahraga, agar dapat menjalin kerjasama dalam suatu tim yang kompak. (arn)

Dua Dosen Universiti Teknologi Petronas (UTP) Ngajar di UTS Sumbawa Besar (Suara NTB) Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Universiti Technologi Petronas (UTP), Agustus 2018 di Malaysia beberapa waktu lalu bukan sekedar isapan jempol. Dua dosen dari universitas ternama di Malaysia tersebut hadir mengisi mata kuliah di UTS. Saat ditemui, Jumat (7/12) kemarin, Assoc. Prof. Dr. Suriati Sufian, AMIChemE dan Dr. Nonni Soraya Sambudi masing-masing mengisi mata kuliah Mekanika Fluida di Prodi Teknik Mesin dan Termodinamika di Prodi Teknik Metalurgi. Keduanya mengajar selama 3 hari yang terbagi menjadi 6 sesi. Keduanya akan berada di Sumbawa selama 5 hari sejak kedatangannya Selasa hingga Sabtu mendatang. Dr. Nonni mengungkapkan keberadaan keduanya merupakan salah satu bentuk-

tindaklanjut dari MoU yang ditandatangani. Dari beberapa poin yang disepakati, untuk saat ini kerja sama masih di bidang akademik seperti kuliah umum dan pertukaran pelajar. Ke depannya, kerja sama juga akan mengarah kepada kegiatan-kegiatan riset antar kedua belah pihak. Salah satunya dengan penawaran mahasiswa S1 yang bisa mengerjakan skripsi di UTP. Selain penawaran untuk mahasiswa, Ia juga mengungkapkan sangat tertarik jika ada dosen-dosen UTS melanjutkan studi di UTP. “Kami terbuka sekali jika ada mahasiswa tingkat akhir yang mau melakukan penelitian skripsi di UTP. Itu sangat diterima. Kita ingin kerja samanya berkelanjutan. Jadi, setiap tahun kita ada program-program yang dilaksanakan. Kita tertarik sekali kalau ada dosen-dosen yang mau melanjutkan studi di UTP S2 atau S3 kita akan menolong

untuk mencarikan supervisor,” ungkapnya. Perihal peluang beasiswa, Prof. Dr. Suriati Sufian dari Department Teknik Kimia menambahkan peluang beasiswa di UTP terbuka luas untuk dosen-dosen muda di UTS yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3-nya. Sebagai ganti, penerima beasiswa hanya perlu bekerja selama 1 jam setiap harinya di UTP. “Untuk peluang beasiswa Master sebanyak 1.300 ringgit, dan Phd 1.800 sebulan. Jadi sebagai gantinya mereka hanya perlu bekerja di UTP selama 20 jam untuk satu bulan. Yakni hanya selama 5 jam untuk satu minggu. Master lebih kurang 2 tahun dan Phd dalam 3,5 tahun,” ungkapnya. Prof. Suriati juga berharap kerja sama kedua belah pihak dapat terus terjalin dalam segala lini. UTS menurutnya merupakan bentuk lain dari UTP di masa 20 tahun silam.

Dengan kolaborasi dan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak, Ia yakin UTS akan menjadi kampus ternama. “Semoga kerja sama antara UTS dan UTP ini berkekalan. Apabila saya melihat UTS, saya melihat UTP pada 20 tahun yang lalu. Di mana kelengkapan masih kurang, pelajarnya sedikit. Tapi, perlahan-lahan kami mencari kolaborasi, MoU, di mana-mana university, dalam masa 10--20 this is we are now,” tutupnya dalam logat Malayu. Dekan Fakultas Teknik, Huhammad Hidayat, S.T., M.T yang ditemui di tempat berbeda mengungkapkan MoU itu selain pertukaran mahasiswa salah satunya adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat Tridaharma perguruan tinggi. Untuk pengiriman mahasiswa ke UTP tengah dilakukan seleksi dan akan didaftarkan hingga akhir Mei mendatang untuk mengikuti

kegiatan UTP di bulan September selama 4 bulan. “Pak Rektor sendiri, menarget untuk langkah akan mengirimkan 4 orang dan maksimun 8 orang yang akan diseleksi di fakultas-fakultas yang ada hubungannya dengan program studi yang ada di sana. Karena mereka akan kuliah penuh di sana. Untuk biaya riset sendiri ada tapi kami belum menawarkan kepada mahasiswa untuk riset tugas akhir di UTP. Sebenarnya jadwalnya sudah disediakan Januari, Mei, dan September.,” jelasnya. Salah satu hal penting, menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya dilihat dari segi kegiatan pengajaran yang dilakukan dua dosen UTP di UTS tapi juga merupakan langkah menjaga hubungan antar dua universitas . “Banyak yang kita harapkan sebenarnya, bukan hanya sekedar sampai pengajaran selesai, tapi kegiatan-

(Suara NTB/arn)

DOSEN - Dua dosen UTP Assoc. Prof. Dr. Suriati Sufian, AMIChemE dan Dr. Nonni Soraya Sambudi bersama Rektor UTS, Dr. Andi Tirta. Keduanya akan tinggal selama lima hari dan mengajar di UTS. kegiatan lain terutama mahasiswa mereka untuk mamasalah penelitian, join-join gang di sini. Karena mereka penelitian, dosen-dosen UTS punya program magang bukan melanjutkan sekolah, maha- hanya satu dua bulan tapi 6 busiswa yang ingin melanjutkan lan. Dan mahasiswanya bisa kuliah. Atau mungkin nanti milih di mana saja di ASEAN,” mereka juga akan mengirimkan jelasnya. (arn/*)


Jendela Sastra Edisi Khusus Karya Sastrawan NTB

SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

Halaman 7

CERPEN

Cerita Burung Bayu Pratama Setelah bolak-balik kamar mandi untuk kesepuluh kali, Benjor mulai menangisi burungnya sendiri. Betapa perasaan sia-sia menguasai dirinya setiap kali burung itu harus dikeluarkannya. Terbit perlahan-lahan dalam pikiran Benjor khayalan tentang Yeti, berlari-lari cantik di tengah hamparan padang rumput. Dirinya sendiri dibayangkannya menunggangi kuda putih, menjemput Yeti. SELAIN kepala Yeti yang sering bergedek sendiri, sebenarnyalah Benjor tidak tahu apa-apa. Kecuali mungkin tarif dasar sewa yang ditawarkan Engkoh Acong ke setiap laki-laki untuk setiap kesempatan bersama Yeti. Tapi hal itu mungkin telah jadi rahasia umum, maka tidak dapat dimasukkan ke dalam hal-hal-yang-diketahui-tentangYeti-oleh-Benjor. Benjor baru bertemu Yeti di tempat Engkoh Acong hari ini. Sebelum cerita ini berlanjut, ada baiknya kita mengenal Engkoh Acong terlebih dahulu: hanya karena mata sipitnya saja Engkoh Acong dipanggil Engkoh Acong. Padahal sebenarnyalah, Engkoh Acong tak lebih dari sekadar Gusrok yang bahkan tak punya silsilah mata sipit –mata sipitnya ia dapat dari kecerobohan seorang kawan yang tidak sengaja menggores mata Engkoh Acong dengan paku– perantau dari masa-lalu-EngkohAcong-yang-tidak-boleh-diketahui-siapapun, yang membuka tempat pelesir bagi bujang kepalang lapuk atau akiaki yang burungnya dikawin silang dengan bandot, juga salah seorang pengadu burung kawakan di kalangan para pengadu burung di sekitar Jangkuk. Benjor merasa telah siap untuk apa saja. Dirasanya dalam dirinya mengalir perasaan-perasaan perkasa. Terngiang kicau pleci peliharaannya, dan bagaimana Engkoh Acong mengatakan pada Benjor, “punya pleci tangguh belum apaapa. Yang paling penting tetap saja burung yang aslinya. Bawa ke tempat saya baru ketahuan palsunya.” Sesungguhnyalah Benjor tidak mengerti Engkoh Acong ingin berkata apa waktu itu. Benjor mengunjugi tempat Engkoh Acong dengan satu niat: membuktikan kalau pleci aduannya memang tiada tanding. Tapi niatan itu berubah menjadi niatan menguji seberapa perkasa burungnya. Tentang mengapa niatan itu muncul dalam diri Benjor, setelah satu-dua obrolan dengan Engkoh Acong, sebenarnyalah telah menjadi rahasia-Benjor-tentang-pengalaman-burungnya-sendiri. Tapi siapapun yang memperhatikan Benjor dengan sedikit lebih saksama ketika mengunjungi tempat Engkoh Acong, pastilah tahu betapa bersemangatnya burung Benjor tepat ketika melihat Yeti. Terbit perlahan-lahan dalam pikiran Benjor khayalan tentang Yeti, berlari-lari cantik di tengah hamparan padang rumput. Dirinya sendiri dibayangkannya berlari-lari gagah, menghampiri Yeti. Dalam setiap adu burung, di tempat adu burung manapun, pleci benjor selalu jadi juara, entah bagaimana caranya. Maka, tak ubahnya tiga uang yang ditali jadi satu, Benjor merasa burungnya adalah saudara kembar pleci aduannya, yang selalu siap untuk apa saja. Maka didatanginyalah tempat pelesir Engkoh Acong. Benjor takjub kepada Engkoh Acong: matanya yang sipit ternyata menyimpan kejelian tertentu. “Yang itu,” kata Benjor pada Engkoh Acong. “Itu stok lama. Yakin mau? Saya punya stok yang bagus punya.” “Kenapa kepalanya?” tanya Benjor sambil melihat serampangan ke segala arah. “Siapa?” Benjor menunjuk ke arah Yeti kemudian cepat-cepat menurunkan tangannya. Takut-takut kalau nanti yang ditunjuk sadar kalau dirinya sedang ditunjuk. “Urat lehernya terjepit atau apalah. Beneran mau yang itu? Ya sudah.” Bukan main burung Benjor berkelinjatan ketika mendengar En-

(Bayu Pratama)

gkoh Acong mengatakan ‘ya sudah’. Terbit perlahan-lahan dalam pikiran Benjor khayalan tentang Yeti, terbaring cantik di tengah hamparan padang rumput. Dirinya sendiri dibayangkannya merangkak perlahan, mendekati tubuh Yeti. Benjor merasakan pembuluh darahnya membesar sebesar kali Jangkuk. Engkoh Acong mendekati Yeti kemudian membisikkan sesuatu. Sebenarnyalah Benjor tidak tahu apa yang dibisikkan Engkoh Acong kepada Yeti. Tapi sungguh Benjor tidak ingin tahu dan merasa tidak perlu tahu. Dirinya sibuk mengkhayalkan tentang Yeti sambil memandang serampangan ke segala arah. Berharap Yeti, yang sedari tadi telah diketahui Benjor melihat ke arahnya, mengira Benjor tidak terlalu mengambil pikiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi, jika dikatakan sejujur-jujurnya, sebenarnyalah Benjor hanya takut khayalannya diketahui. Yeti menghampiri Benjor. Tanpa ingat sejak kapan, Benjor merasa tengkuknya telah begitu basah. “Hallo. Masnya mabuk, ya?” “Ha?” “M-a-s-n-y-a-m-a-b-u-k-y-a?” Yeti tertawa-tawa kemudian beranjak. Yeti berjalan kemudian Benjor mengikuti di belakangnya. Kepala Yeti terus bergedek sendiri. Benjor menelan ludah. Terbit dalam khayalannya mereka berdua berbaring di tengah hamparan padang rumput. Dirinya sendiri dibayangkannya menciumi Yeti, dan kepala Yeti terus bergedek. Terus bergedek – Benjor semakin bersemangat. Sambil terus membayangkan ciuman-gedek-liar-yang-membuatkali-jangkuk-pindah-tempat itu, tanpa sadar Benjor telah memper-

hatikan pinggul Yeti yang disadarinya memiliki ukuran yang agak besar, padat berisi dan menggiurkan. Benjor menelan ludah. Entah suara ludah yang tertelan oleh Benjor terdengar atau bagaimana, Yeti bertanya, “Baru pertama ya Mas? Santai saja.” Kepala Yeti bergedek sendiri. “Ha? Tidak! Sudah sering kok!” “Ha? Haha. Iya. Jangan teriakteriak juga dong, Mas, ah,” Yeti tertawa dan Benjor merasa akalnya seketika menguap jadi bulir-bulir air di atas kepalanya. Benjor mengutuk-ngutuk dirinya untuk tiga hal: pertama untuk terlalu sering menelan ludah, kedua untuk mengatakan bahwa dirinya sudah sering berkunjung ke tempat pelesiran, ketiga untuk menggunakan kata ‘kok’ untuk mengakhiri ucapannya. Sebenarnyalah Benjor tidak terlalu pintar. Tapi, selain urusan burung-burung, untuk urusan harga diri, Benjor tidak bisa juga disebut dungu. Otaknya cukup encer untuk mengerti bahwa sebenarnyalah mengatakan bahwa dirinya sudah sering ke tempat pelesiran sambil berteriak, adalah pernyataan paling jahanam yang membuktikan dirinya setara dengan bujang kepalang lapuk yang burungnya dikawin silang dengan bandot. Ditambah kata ‘kok’, aduh! Seketika lutut Benjor bergetar hebat. Getaran itu berusaha ditahannya. Walaupun tetap saja cara jalannya jadi terlihat seperti Benjor-yang-gugup-kemudianberjalan-seperti-bebek. Sampai di satu kamar, Benjor dan Yeti masuk. Karena Yeti masuk lebih dulu, Benjor yang menutup pintu. Lututnya yang masih bergetar membuatnya merasa tersik-

sa oleh rasa malu, dan jeda yang diberikan daun pintu sampai menemui kusennya membuat Benjor kesal. Walaupun telah dipercepatnya supaya pintu itu tertutup, Benjor masih merasa Yeti memiliki waktu yang cukup untuk mengamat-amati lututnya. Campuran dari rasa malu, rasa kesal, dan dugaan itu menghasilkan suara-pintusialan-yang-malah-mengagetkan. Yeti terkesiap, dan bertanya “Ada apa? Mas marah ya?” “Tidak. Anu, terpeleset. Lantainya licin betul.” Benjor menggerakgerakkan kakinya. Berpura-pura terpeleset. Berharap Yeti percaya orang bisa saja terpeleset di tempatnya berdiri. Walaupun sebenarnyalah Benjor tahu, hanya orang dungu yang akan terpeleset macam begitu. Melihat Yeti telah siap menanggalkan pakaiannya, Benjor terus-terusan menelan ludah yang jumlahnya dirasanya lebih banyak dari kepakan kolibri. Terbit dalam bayangan Benjor dua buah gunung dan matahari terbit tepat di tengah-tengahnya, sawahsawah, anak-anak kecil berlari. Yeti berlari-lari cantik di tengah hamparan padang rumput. Kupu-kupu terbang. Awan bergerak in… “Tunggu!” Benjor tiba-tiba saja berteriak. “Lo, ada apa Mas? Dari tadi ada apa sih! Saya cuma punya tiga puluh menit, jangan buang-buang waktu.” Sergah Yeti dengan nada setengah-kesal-setengah-bingung-tidaktahu-apa-yang-sebenarnya-dipikirkan-pelanggan-sialan-yang-hampir-terpeleset. Yeti duduk sembarang di atas tempat tidur. Kepalanya terus bergedek sendiri. “Saya mau ke kamar mandi dulu. Anu, siap-siap saja. Di mana kamar mandinya?”

“Itu. Di sebelah kanan.” Yeti berniat menunjuk posisi kamar mandi dengan kepalanya. Tapi apa hendak dikata, kepalanya bergedek ke arah kiri. Yeti menunduk perlahan, berharap Benjor tidak mengetahui rasa-maluYeti-yang-urat-lehernya-terjepit. Benjor yang berjalan-kemudianterlihat-seperti-bebek melangkah tergesa ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, sebenarnyalah Benjor tidak tahu ingin melakukan apa. Dibukanya tutup kloset duduk untuk sekadar meyakinkan kalau dirinya benar-benar punya alasan masuk kamar mandi. Tapi apa hendak dikata, belum ada hajat yang hendak keluar. Tepat di sebelah kanan Benjor ada cermin. Benjor bercermin. Dilihatnya jauh ke dalam matanya sendiri. Kemudian entah bagaimana Benjor mulai menampar-nampar diri. Dalam benaknya terngiang kicau pleci aduannya, dan apa-apa yang telah dikatakan Engkoh Acong di tempat adu burung. Benjor meyakinkan dirinya, sambil menarik napas dalam kemudian menghembuskannya cepat-cepat, kalau dirinya, pleci peliharannya, juga burungnya adalah tiga keping uang dalam satu tali. Keperkasaan plecinya untuk setiap sen uang di kantongnya adalah keperkasaan yang sama soal dirinya. Didengarnya kepakan kolibri di telinganya. Terbit perlahan-lahan dalam pikiran Benjor khayalan tentang Yeti, berbaring dan bungkusnya-sempurna-

dibuka. Burung Bejor berkelinjatan macam kuda-jantan-bertemu-kudabetina. Segera Benjor membuka pintu kamar mandi, bersiap keluar. Baru membuka sedikit pintu kamar mandi, Benjor melihat Yeti di atas ranjang, telah siap untuk apa saja. Burungnya yang tadi bersemangat mendadak beringsut surut. Dirasanya tengkuknya banjir keringat. Dirasanya ada sejuta kepak kolibri berwujud ludah yang memaksa masuk ke kerongkongannya. Benjor memberanikan diri keluar. Tak sampai sepenghisapan pipa, “tunggu. tunggu,” kata Benjor, kemudian bergegas masuk kamar mandi lagi. Setelah bolak-balik kamar mandi untuk kesepuluh kali, Benjor mulai menangisi burungnya sendiri. Betapa perasaan sia-sia menguasai dirinya setiap kali burung itu harus dikeluarkannya. Walaupun sebenarnyalah hal itu dilakukannya sekadar untuk meyakinkan dirinya, bahwa masuk ke kamar mandir untuk kesekian kalinya bukanlah tanpa alasan. Sambil sesenggukan, terbit perlahan-lahan dalam pikiran Benjor khayalan tentang Yeti, berlari-lari cantik di tengah hamparan padang rumput. Kepala Yeti terus bergedek sendiri. Dirinya sendiri dibayangkannya menunggangi kuda putih, menjemput Yeti. Berlari. Didengarnya suara burung pleci. Didengarnya kepak kolibri. Di atas kuda putihnya, Benjor berubah jadi burung yang terbang ke sembarang arah. (*)

Bayu Pratama lahir di Aiq Dewa, Lombok Timur, 2 Mei 1994. Buku kumpulan cerpennya berjudul Benjor, Opera Sabun dan Cerita-cerita (2015).

PUISI M. Wahyu Ramdani

Mamak Memamah di tanganmu putih pudi dibalut hijau lembar sirih pada kunyahan gigi pahit memerah, seperti sore dan matamu tenggelam oleh kernyut dahi mata yang bicara tentang leluhur-leluhur juga musim subur yang kian lengang dihantam waktu 2018

Belian

Kecupan Capung

Tanding Gasing

setelah petaka menghujam kami masih berdoa sebab muncul telapak tangan yang membuat rasa takut

bilamana Ia bermimpi banjir di ranjang pastinya Ia sadar malapetaka datang tangan yang meraba-rambat ke sela-sela lembab.

Rambas bateq rubuh batang kayu jati pilihan jorong yang lurus sempurna

kami dengar suara leluhur ye aran selak beteq, ye pade takut siq lindur dan seorang belian merapal mantra bagi kami yang keder

saat malam berganti subuh Ia tergesa-gesa ke parit menghampiri kawanan capung beterbangan menangkap perlahan di bantaran jerami

di kepalanya sapuk , di pinggangnya belati jadi sesajen jimat penangkal jim untuk tubuh kami jadi sereat

dijadikan sereat dengan mantram di lubang pusar bundar

bebatang dipahati dengan gerinda atau belati agar kemenangan dikekalkan ketika tanding di mulai tali gasing dililit ke leher seperti sorban kiyai sebelum dihempas ke tanah lapang beradu tangkas dengan lawan ngandang untuk yang menang

2018 2018

2017-2018

M. Wahyu Ramdani lahir di Mataram, Februari 1996. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram. Selain menulis juga bergiat sebagai aktor di Mime in Lombok.


Bukan Tukang Stempel SAMPAI saat ini DPRD NTB masih belum memberikan persetujuan terkait pembubaran PT Daerah Maju Bersaing (DMB). DPRD akan melakukan pengkajian terlebih dahulu secara mendalam sebelum memberikan persetujuan. Para wakil rakyat mengaku membutuhkan bahan sebagai landasan untuk mereka dapat memberikan persetujuan membubarkan atau tidak. Selama ini, dari sisi dokumen administrasi terkait operasional PT. DMB, sebagian besar ang(Suara NTB/dok) gota masih “buta”. Sikap kehati- Burhanuddin Jafar Salam hatian tersebut juga untuk menunjukkan bahwa para wakil rakyat di Udayana tidak sekedar hanya sebagai tukang stempel. “Kami butuh bahan-bahan, tanpa ada pemahaman pada dokumen, apa yang menjadi dasar kita untuk setuju dan tidak. Kita perlu mengkajinya. Sehingga bisa keluarlah persetujuan atau tidak setuju,” kata anggota Fraksi PAN, DPRD NTB, Burhanuddin Jafar Salam atau yang lebih akrab disapa dengan BJS. Menurut BJS, sudah menjadi kebiasaan eksekutif dalam mengambil keputusan strategis, sering kali tak melibatkan DPRD. Namun ketika keputusan tersebut bermasalah di kemudian hari, baru melibatkan DPRD. Hal itu kembali dilakukan eksekutif dalam pembubaran PT. DMB. Padahal sudah jelas berdasarkan Perda, wajib mendapatkan persetujuan DPRD. Sebelumnya, pihak eksekutif telah mengusulkan pembubaran PT. DMB kepada Kementerian Hukum dan HAM, tanpa persetujuan dari DPRD. Namun kemudian ditolak, karena pembubarannya dinilai belum memenuhi syarat. Salah satunya yakni syarat persetujuan dari DPRD. Karena itulah kemudian Eksekutif meminta persetujuan dari DPRD. “Inikan BUMD, ada dana rakyat di sana. Kalau mau dibubarkan, lantas bagaimana dengan keuangan dan aset sebagainya. Samalah dengan orang becerai, harta gono gininya bagaimana,” katanya. Ditegaskan BJS, dewan belum bisa memberikan persetujuannya, murni karena sikap kehati-hatian. Sehingga ia menepis jika ada isu yang menyebutkan pihak Dewan sengaja mengulur, lantaran ada kepentingan politik pragmatis dalam proses pembubarannya. “Jangan nanti kita dibilang ketika ada perdebatan dikira kita tidak harmonis. Kalau disetujui dengan mudah dan buru-buru, nanti kita dikatakan tukang stempel. Kita hanya tidak mau terjebak. Sehingga kami harus hati-hati. Bagaimana nanti kalau ini bermasalah, kemudian kita dipanggil jadi saksi, apa enak. Nah hal seperti itulah yang kita hindari,” pungkasnya. (ndi)

POLHUKAM

Halaman 8

Dugaan Pungli SD/SMP, Sudenom Mulai Diadili Mataram (Suara NTB) Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Sudenom menjalani sidang perdana Jumat (7/12). Jaksa penuntut umum mendakwa Sudenom memungut uang dari 37 kepala SD dan 21 kepala SMP di Kota Mataram sejak Juli sampai September 2017. Jaksa Oktavia Ading dalam surat dakwaannya, menjerat Sudenom dengan pasal 11 dan atau pasal 12 huruf e UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Terdakwa menyalahgunakan kewenangan secara melawan hukum menguntungkan diri sendiri berupa sejumlah uang Rp117,2 juta,” ujarnya di hadapan majelis hakim dengan ketua, Suradi. Sudenom mengumpulkan uang dengan memanfaatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Sudenom

meminta Kepala SMPN 2 Mataram, Lalu Suwarno dan Kepala SMPN 10 Mataram, H Tahir untuk menggelar rapat pada Juli 2017. Keduanya masing-masing ketua dan sekretaris MKKS. “Saksi Suwarno dan saksi Tahir menyampaikan adanya permintaan uang dari terdakwa kepada para kepala SMP untuk membantu biaya pengobatan terdakwa,” kata jaksa. Setiap kepala sekolah diminta mengumpulkan uang paling sedikit Rp500 ribu sampai yang paling banyak Rp2 juta. Sesuai kemampuan masingmasing kepala sekolah.

Permintaan dituruti. Sehari setelah rapat, uang sebesar Rp25 juta sudah terkumpul melalui Tahir. Namun pada kesempatan pertama di rumah terdakwa, Tahir hanya menyerahkan Rp5 juta. Sudenom meradang. Jaksa Via lantas menirukan ucapan Sudenom kepada Tahir. “Untuk apa uang lima juta ini? Kapan lagi mereka bisa bantu saya. Coba bilang di sekolahsekolah besar,” ucapnya. Tahir pun menyerahkan ke Sudenomo sisa Rp20 juta yang sebelumnya disimpan di rumahnya. Via kembali mengutip ucapan terdakwa kepada para saksi.

Tak habis akal, Sudenom memberi titah yang sama ke Kabid Dikdas Disdik Kota Mataram, H. LM Sidik. Ditindaklanjuti dengan menghubungi para kepala SD untuk mengumpulkan uang masing-masing Rp2 juta. Belakangan, Winarni juga yang menerima uang hasil pengumpulan para kepala SD yang jumlahnya Rp32 juta. Belum juga cukup, Sudenom kembali minta uang ke kepala SD yang belum berpartisipasi. Kali ini melalui Kepala SDN 41 Mataram, Maraeni. Uang yang terkumpul lebih besar, yakni Rp40,5 juta. Total duit urunan kepala SD menjadi Rp72,5 juta. “Bahwa terdakwa menerima uang sejumlah Rp117,28 juta dari 37 kepala SD dan 21 kepala SMP di Kota Mataram karena jabatan terdakwa sebagai kepala dinas,” tutup Via. (why)

KPU Sasar Pemilih Pemula

Kasus Korupsi DD/ADD

Kades Sukamulia akan Masuk DPO Mataram (Suara NTB) – Tersangka korupsi DD/ADD Sukamulia, AZ berkali-kali mangkir panggilan untuk pelimpahan ke jaksa penuntut umum. Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB mengambil langkah tegas. Mengeluarkan perintah penangkapan dilengkapi ancaman masuk Daftar Pencairan Orang (DPO). Tersangka AZ mangkir dari panggilan pertama pada pertengahan November lalu. Berselang dua pekan, AZ dipanggil lagi. Kelakukannya tetap sama. Mangkir dari panggilan. “Sudah kita keluarkan surat perintah penangkapan sesuai ketentuan hukum acara pidana. Dari Senin sudah kita lakukan pengejaran,” kata Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Baharudin, dikonfirmasi kemarin. Dia mengatakan, penyidik Subdit III Tipikor sudah dikirim ke Sumbawa untuk mengintip keberadaan tersangka AZ. Penyidik mewanti-wanti AZ agar tidak kabur. “Kalau tidak ketemu nanti dilanjutkan dengan kita masukkan dia ke DPO. Sampai kapan pun kalau dia kabur akan kita buru,” tegasnya. Penyidik memanggil tersangka AZ untuk keperluan pelimpahan tahap dua kasus DD/ADD Sukamulia. Yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB ke jaksa penuntut umum Kejati NTB. Jaksa peneliti Kejati NTB sudah menyatakan lengkap berkas tersangka AZ. Kini posisi kasus pada agenda pelimpahan tahap dua yang selanjutnya pengajuan berkas ke persidangan. Kades Sukamulia, Kecamatan Labangka, Sumbawa berinisial AZ ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengelolaan ADD/ DD Sukamulia tahun 2016 sebesar Rp600 juta. Kerugian negara tersebut sesuai hasil perhitungan auditor BPKP Perwakilan NTB. Dugaannya, penyimpangan pengerjaan proyek fisik pembuatan Poskamling, tiga jalan poros, proyek paving blok, dan pembuatan sumur bor. Desa Sukamulia pada tahun 2016 mengelola ADD/DD senilai total Rp1,1 miliar. Dalam berkas, tersangka dikenai pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (why)

“Untuk cuci otak sekali suntik biayanya Rp50 juta,” kata Via mengulang pengakuan Sudenom perihal kebutuhan berobatnya. Ucapan Sudenom itu lantas memantik rasa iba Tahir dan Suwarno. Dua pengurus MKKS kemudian menaikkan batas setoran, dari yang semula Rp500 ribu menjadi Rp1 juta, yang awalnya Rp1 juta menjadi Rp2 juta. Begitu seterusnya sampai tertinggi Rp3 juta. Urunan periode kedua sukses menghimpun Rp19,78 juta sehingga totalnya menjadi Rp44,7 juta. Sebab kurang, terdakwa mencoba mencari tambahan dari kepala SD. Kabid Ketenagaan Disdik Kota Mataram, Hj. Sri Winarni mendapat titah dari Sudenom. “Saksi Sri Winarni menolak dengan mengatakan tidak berani dan tidak sanggup,” kata Via.

(Suara NTB/ndi)

KOSONG - Suasana rapat paripurna DPRD NTB beberapa waktu lalu. Nampak kursi para wakil rakyat banyak yang kosong karena tingkat kehadiran anggota sanggat rendah sejak memasuki masa kampanye.

Tak Kourum, Paripurna DPRD NTB Kembali Diskor

Mataram (Suara NTB) Rapat paripurna DPRD NTB dengan agenda penyampaian jawaban pengusul atas pemandangan umum fraksifraksi terhadap empat buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa DPRD dan persetujuan serta penyampaian kesimpulan hasil reses, Jumat (7/12) kemarin, terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan lantaran jumlah anggota DPRD NTB yang menghadiri rapat paripurna, tidak memenuhi kuorom, yakni kurang dari 40 orang anggota. Tren kehadiran anggota DPRD NTB untuk mengikuti kegiatan resmi kedewanan belakang ini semenjak memasuki masa kampanye pemilu 2019. Para wakil rakyat

memang menunjukkan mayoritas jarang bisa hadir. Lantaran mereka disibukkan dengan berbagai aktivitas politik. Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan bahwa rapat paripurna yang sedianya dilaksanakan Jumat kemarin, batal diselenggarakan, karena jumlah anggota yang hadir tidak memenuhi kuorum. “Ya, rapat diskor sampai hari Senin (10/12) besok, karena jumlah anggota tidak memenuhi kuorum,” Kata Mahdi Muhammad kepada Suara NTB, Jumat (7/12). Mahdi menampik jika paripurna tidak memenuhi kourom, lantaran anggota DPRD NTB sibuk dengan kegiatan politik menjelang pemilu 2019. Menurut Mahdi,

ketidakhadiran anggota tersebut karena ada tugas konsultasi pimpinan komisi ke pemerintah pusat. “Kebetulan pimpinan komisi dan fraksi sedang pergi ke Jakarta untuk konsultasi terkait pembubaran PT DMB. Mereka berangkat hari Kamis kemarin. Jadi itulah sidang ditunda sampai Senin depan,” jelasnya. Jika dikaitkan dengan kesibukan karena aktivitas kampanye, Mahdi menjelaskan bahwa sampai sejauh ini setelah memasuki masa kampanye, tidak pernah sampai kegiatan kedewanan yang terbengkalai. “Tidak ada, semua berjalan sesuai dengan jadwal Banmus. Meskipun anggota juga ada kesibukan kampanye, tapi belum sampai menganggu kegiatan di dewan,” pungkasnya. (ndi)

Mataram (Suara NTB) Menjelang pelaksanaan pemilu serentak 2019, keberadaan pemilih pemula belum mendapatkan perhatian serius. Padahal selain jumlah pemilih pemula cukup tinggi, pemilih pemula juga merupakan pemilih rasional yang dapat berkontribusi meningkatkan kualitas demokrasi. Namun demikian sejauh ini stakeholder pemilu, masih belum memberikan perhatian serius terhadap keberadaan pemilih pemula ini. Mereka hanya sekedar menjadi komoditas politik peserta pemilu untuk menarik perhatiannya saja. Disinilah dibutuhkan, para penyelenggara pemilu agar memaksimalkan pelibatan pemilih pemula dalam kontestasi politik pemilu 2019 mendatang. Diharapkan mereka dapat menjadi agen pemilih cerdas di tengah-tengah masyarakat. “Terkait dengan pemilih pemula, kalau dinilai memang belum maksimal kita libatkan. Kita akui betul baru hanya sebagian,” ujar anggota KPU NTB bidang partisipasi masyarakat, Yan Marli. Namun demikian, dikatakan Yan Marli, pihaknya sudah merancang program kerja sosialisasi pemilih pemilu 2019 dengan menggandeng pihak universitas. KPU bekerjasama dengan hampir semua universitas yang ada di NTB. “Kami bekerjasama dengan Universitas, sekolah-sekolah juga. Kita berikan sosialisasi menjadi pemilih yang baik, dan kita akan terus tingkatkan. Pengalaman k a m i p a d a Pilgub k e marin,

kami juga gandeng kalangan mahasiswa, tapi masih terbatas,” katanya. Kata Yan Marli, KPU terus akan memperluas jangkauan sosialisasi, sehingga dapat menyentuh semua simpul masyarakat. Diantaranya semua stakeholder pemilu, kelompok LSM, dan tokoh masyarakat. “Dan Alhamdulillah dampaknya di NTB pada Pilkada serentak 2018 lalu, tingkat partisipasi kita yang tertinggi di Indonesia dengan 75,12, persen. Itu lompatan luar biasa peningkatan lima persen,” katanya. “Dan itu akan kita tingkatkan pada pemilu 2019 ini, menjadi 77 persen, tinggal sedikit kami naikkan. Tetapi tentu semuanya itu bisa terwujud kalau kita semua sama mewujudkan itu. Sekarang ini kita ada sosialisasi goes to campus, dan goes to school, dan itu dilakukan disemua kabupaten/ kota,” pungkasnya. (ndi)

Yan Marli

(Suara NTB/dok)

SUARA NTB Sabtu, 8 Desember 2018

Keterangan Dokter, Syarat Tuna Grahita Mental Salurkan Hak Pilihnya Mataram (Suara NTB) Orang yang mengalami gangguan jiwa, masih menjadi pro-kontra di tengah masyarakat terkait hak pilihnya di Pemilu 2019 mendatang. Pro-kontra tersebut muncul lantaran belum ada pemahaman yang utuh di tengah masyarakat terkait ketentuan hak suara bagi orang yang mengidap gangguan kejiwaan. Anggota KPU NTB bidang partisipasi masyarakat, Yan Marli menjelaskan, bahwa tidak semua orang yang mengidap gangguan kejiwaan atau mental, lantas tidak memiliki hak pilih. Karena tidak semua orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu otomatis gila. “Yang perlu dipahami adalah, orang cacat mental itu belum tentu gila. Jadi KPU tidak bisa menyimpulkan bahwa semua orang yang ada di RSJ (Rumah Sakit Jiwa) itu orang gila,” kata Yan Marli. Namun demikian untuk bisa diberikan hak pilihnya, wajib dengan keterangan dari Dokter. Keterangan dokterlah yang menjadi rujukan KPU untuk memberikan seseorang dengan gangguan kejiwaan hak pilihnya atau tidak. Sementara itu, Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, memastikan pihaknya sudah memiliki data jumlah Pemilih mengalami keterbelakangan mental atau gangguan kejiwaan, yang dikategorikan Pemilih Tuna Grahita Mental di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. “Jumlah mereka dikategorikan Pemilih Tuna Grahita Men-

tal secara keseluruhan se NTB sebanyak 933 orang,” sebut Aksar. Namun demikian. Mereka dimasukkan dalam DPT di Pemilu 2019, asalkan sudah memenuhi persyaratan sebagai Pemilih. Misalnya, mereka sudah memiliki e - KTP. Pasalnya, mereka bisa memberikan hak pilihnya di Pemilu, adalah mereka sudah memiliki e - KTP. Akan Tetapi. Dalam Pendataan dilakukan KPU NTB, ada sejumlah Pemilih dengan gangguan jiwa dicoret KPU dari DPT. Mereka dicoret dari DPT tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai Pemilih untuk dimasukkan di DPT. “Ada 96 pemilih dicoret karena mengalami gangguan jiwa atau gila. Pencoretan dilakukan terhadap pemilih yang sudah dinyatakan atau diputuskan mengidap gangguan jiwa atau hilang ingatan oleh dokter,” ujarnya. Jika sudah dinyatakan mengalami gangguan jiwa oleh dokter maka syarat pemilih itu tidak terpenuhi. Hal itu sudah diatur dalam PKPU Nomor 11 Tahun 2018. PKPU ini tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilu, Pasal 4 ayat 2 huruf b menegaskan syarat untuk menjadi pemilih dinyatakan tidak sedang terganggu jiwa atau ingatannya. Untuk membuktikan jiwanya atau ingatannya sedang tidak terganggu sehingga tidak bisa memenuhi syarat sebagai seorang pemilih harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter. (ndi)


SUARA NTB

Sabtu, 8 Desember 2018

Siswa SMPN 7 Mataram Terima Uang Pembinaan Sekolah Mataram (Suara NTB) Siswa siswi para pemain drumband SMPN 7 Mataram menerima uang pembinaan dari pihak sekolah, Jumat (7/ 12) pagi. Para siswa siswi ini telah berhasil mengharumkan nama SMPN 7 Mataram dengan terus menorehkan prestasi gemilang di bidang seni drumband. Ahmad Saehu, Wakasek SMPN 7 Mataram mengatakan, uang pembinaan ini bagian apresiasi atas prestasi para

siswa. Apresiasi ini untuk memotivasi para siswa agar terus berprestasi. Dikatakan Saehu, pada berbagai lomba yang diikutinya, drumband SMPN 7 Mataram selalu berjaya. Prestasi tiga tahun terakhir dengan tiga kali berturut-turut menjadi runner up atau juara II pada Lomba Drumband Tingkat Provinsi NTB. Semuanya tidak terlepas dari kiprah para siswa pemain drumband.

‘’Drumband juara II berturut turut tiga kali pada lomba memperingati HUT NTB di tingkat provinsi. Ini acara tahunan,’’ kata Ahmad Saehu. Saehu berharap dengan uang pembinaan ini dapat memacu prestasi para siswanya di bidang seni musik drumband. (dys)

Halaman 9

Unram Bantah Kurir Ganja Tertangkap Polisi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram), membantah salah seorang mahasiswanya tertangkap dalam Operasi Antik 2018. HS (24) yang tertangkap ini sebelumnya diduga sebagai oknum mahasiswa Fakultas Kedokteran Unram. HS diduga ikut serta

dalam peredaran narkoba jenis ganja. Mahasiswa yang mengaku semester tujuh itu menjembatani pembelian 9,75 ganja. HS diduga sebagai kurir ganja. Namun pihak Unram membantah keras perihal ada mahasiswanya yang tertangkap sebagai kurir ganja. Mengklarifikasi pemberitaan yang dimuat

sejumlah media online itu, Wakil Rektor III Unram, Muhammad Natsir, pada Jumat pagi mendatangi Polda NTB. ‘’Dia bohong sama sekali. Sudah dikonfirmasi ke Polda bahkan kami ketemu dengan tahanannya tadi,’’ kata Natsir, usai dari Polda. Natsir menjelaskan bahwa kedatangannya untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bukan mahasiswa Unram. Sebelumnya pihak Fakultas Kedokteran telah melakukan kroscek akademik terhadap yang bersangkutan. Tidak ditemukan mahasiswa Fakultas Kedokteran maupun fakultas lainnya di Unram atas nama bersangkutan. Oleh sebab itu, pihak kam-

pus mendatangi Polda NTB memastikan yang bersangkutan bukanlah mahasiswa Unram. Hasil pertemuan dengan bersangkutan juga menguatkan bahwa pengakuan yang bersangkutan bohong. ‘’Anak yang mengaku kuliah di Unram adalah tidak henar sama sekali karena kami cek di Prodi Kedokteran dan Farmasi tidak ada, itukan kebohongan,’’ ungkapnya. Pihak Unram pun melakukan protes keras terhadap aparat kepolisian yang dinilainya ceroboh dan gegabah karena tanpa data yang akurat telah merugikan Unram secara institusi. ‘’Kami sudah ke Polda. Harusnya kan pengakuan dia tidak hanya pengakuan tapi disertai bukti juga bukti surat, NIM KTM. Saya tidak tahu dia siapa. Saya minta kartu mahasiswa nggak punya, NIM nggak punya. Saya ada rencana mau reskrimkan dia,’’ jelas Natsir. (dys)

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR 2319 CS NOKA/NOSIN : MHIJFD225DK685349/JFD2E2686015 AN.SURYADI HLG D’SKTR JL.ADI SUCIPTO KOTA MATARAM

RUPA-RUPA

SALON

DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 q

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA

SALON

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 8 Desember 2018

Halaman 10

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB

Sabtu, 8 Desember 2018

Halaman 11

Garuda Indonesia Mulai Operasikan Layanan Penerbangan ’’Garuda Indonesia Vintage Flight Experience’’ MASKAPAI nasional Garuda Indonesia resmi melayani penerbangan “Vintage” berta-

juk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” yang ditandai dengan pengoperasian

Rp1,2 Triliun Benahi Pendidikan Dari Hal. 1 Prioritasnya ke depan peningkatan mutu pendidikan, sarana prasarana, mutu pembelajaran,’’ kata Suruji. Suruji tak merinci peruntukan anggaran sebesar Rp1,2 triliun tersebut. Namun, ia mengatakan anggaran akan diprioritaskan untuk peningkatan mutu pendidikan, penambahan ruang kelas baru dan lainnya. ‘’Makanya besok (tahun 2019) tak ada lagi revitalisasi MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), pelatihan calon kepala sekolah, pelatihan pengawas, selesai sudah. Tinggal sekarang bagaimana melaksanakan tugas, bagaimana mutu pembelajaran dan lainnya,’’ imbuhnya. Selain untuk peningkatan mutu pendidikan, Suruji mengatakan perbaikan sarana prasarana pendidikan masih tetap dilakukan 2019. Ia mengatakan, Pemprov menginginkan semakin banyak siswa SMK dan SMA. Sehingga perlu adanya tambahan ruang kelas baru. ‘’Kita ingin siswa SMK semakin banyak. Kita ingin SMA tambah banyak. Supaya bisa angka partisipasi murni terus naik. Maka ruang kelas baru terus bertambah,’’ ujarnya. Ditanya mengenai lulusan SMK yang menjadi penyumbang pengangguran di NTB, Suruji mengatakan ke depan pemban-

gunan SMK harus sesuai potensi lapangan kerja. Lulusan SMK harus terampil, sehingga perlu penyiapan sarana dan prasarana untuk mendukung keterampilan siswa SMK. Sektor pendidikan NTB masih dihadapkan pada permasalahan rata-rata lama sekolah yang belum mencapai target RPJMD. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, pada 2016, Pemprov menargetkan ratarata lama sekolah sebesar 7,40 tahun. Namun baru terealisasi sebesar 6,79 tahun. Capaian indikator ratarata lama sekolah selama 2012 - 2016 bergerak lambat. Pada 2012, rata-rata lama sekolah sebesar 6,33 tahun, 2013 sebesar 6,54 tahun, 2014 sebesar 6,67 tahun dan 2015 sebesar 6,71 tahun. Suruji mengatakan, dalam menghitung rata-rata lama sekolah yang dihitung penduduk yang berusia 21 tahun ke atas. Sementara, penduduk yangberusia21tahunkebawah tidak dihitung. ‘’Rata-rata lama sekolah itu akan berubah dalam jangka waktu tidak pendek. Tidak tiga tahun, lima tahun, enam tahun. Tapi dalam jangka waktu 10 tahunkeatasdalamsuatudaerah. Ketika pemerintah itu memulai gerakan lama sekolah,’’ kata Suruji. (nas)

Tiga Hanyut, Belasan Rusak dan Ribuan Rumah Terendam Dari Hal. 1 Camat Empang, Surianto yang dihubungi Jumat (7/12) kemarin menjelaskan, dari data sementara yang terhimpun terdapat 1.670 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dengan jumlah sebanyak 6.780 jiwa. Jumlah ini tersebar di lima desa yang ada, yakni lima dusun di Desa Pamanto, lima dusun di Desa Empang Bawah, tiga dusun di Desa Bunga Eja, empat dusun di Desa Empang Atas, dan satu dusun di Desa Jotang Lama. Banjir juga mengakibatkan dua rumah hanyut dan sekitar 18 rumah temboknya jebol, yakni di Dusun Stoe Berang. ‘’Jadi di Empang Atas ada dua rumah hanyut dan 18 yang jebol temboknya,’’ jelasnya. Adanya banjir ini, karena curah hujan yang tinggi terjadi malam hari. Mengkibatkan sungai Brang Buas meluap hingga menggenangi rumah penduduk. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, banjir kali ini lebih besar dari banjir yang terjadi sebelumnya di wilayah setempat. Dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter. ‘’Informasi dari Kades dan masyarakat, katanya banjir kali ini lebih besar dari pada banjir tahun sebelumnya. Artinya ketinggiannya lebih kurang 1,5 meter,’’ jelas Surianto. Disampaikannya, data yang ada masih bersifat sementara. Karena sampai saat ini, pihaknya juga terus melakukan pendataan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk pihak kabupaten. Bahkan warga juga sudah bergotong-royong membersihkan masjid termasuk membersihkan rumah-masing-masing akibat banjir. Dalam hal ini warga sudah ada yang masuk ke rumahnya, ada juga yang masih dalam proses pembersihan. ‘’Tim dari kabupaten sudah datang. Tadi sudah datang pihak BPBD, Kadis Sosial, Kabag Humas dan Kabag Pemerintahan. Sudah ada rapat pertama untuk menghimpun data sementara dan upaya penanganan sementara. Masjid yang sempat terendam juga sudah dibersihkan supaya bisa dipergunakan kembali. Makanya tadi ada bantuan mobil Damkar yang meluncur dari Kecamatan Plampang. Warga juga mulai membersihkan rumahnya,’’ tandasnya. Sementara Camat Tarano, M. Tahqik, S.H mengatakan, di wilayahnya banjir berdampak pada empat dusun di dua desa. Yakni Dusun Parang A, Dusun Parang B, dan Dusun Bontong Kecamatan Bontong. Banjir kiriman dari Empang tersebut menyebabkan sekitar 100 rumah di tiga dusun setempat terendam. Akibat intensitas hujan tinggi sejak pukul 16.00 Wita, ketinggian air di atas lutut orang dewasa. Selain itu lahan tambak garam warga sekitar 80 hektar dan tambak bandeng sekitar 15 hektar terendam. Sedangkan di Dusun Malalo, Desa Bantulante terdapat satu rumah hanyut diterjang banjir. ‘’Jadi satu rumah hanyut di satu dusun dan terendam di tiga dusun. Kondisi warga sekarang aman-aman saja karena airnya sudah surut sejak pukul 05.00 Wita. Cuma terdapat kerugian garam dan bandeng warga,’’

jelasnya. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Mengenai barangbarang warga yang rusak akibat rendaman air juga masih dalam pendataan. Dimana saat ini masyarakat tengah membersihkan rumahnya. Pihaknya bersama masyarakat juga melakukan gotong royong melakukan pembersihan. Kebetulan pihak kabupaten juga sudah datang ke lokasi. Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Tajuddin S.H, yang dari malam kejadian banjirsudhaberadadiEmpang, menjelaskan, korban banjir telah mendapatkan penanganan darurat. Dari dana APBDes, desa terdampak banjir juga menyiapkan anggaran dana tak terduga, salah satunya untuk penanganan tanggap darurat bencana. Dengan membagi bagikan makanan kepada warga sejak malam hingga pagi hari. ‘’Pagi hari tadi, kami langsungmengundangsemuakepala desa di wilayah Empang dan Tarano yang terdampak banjir menggelar rapat penanganan darurat dan langkah selanjutnya,’’terangnya. Setiap desa sudah diberikan terpal untuk membangun dapur umum darurat. Pendataan juga terus dilakukan. Sedangkan bantuan logistik dari Pemkab Sumbawa juga tengah bergerak ke wilayah terdampak banjir. Termasuk mobil dapur umum kabupaten. Serta mobil tangki bantuan air bersih. Mengingat jaringan pipa induk PDAM putus dan lumpuh total setelah terbarus arus banjir. ‘’Air bersih kita drop dari Sumbawa. Sebagian kita ambil di wilayah wilayah terdekat,’’ tukas Tajuddin. Kini masyarakat bergotong royong membersihkan sisasisa banjir. Baik itu dalam rumah maupun wilayah permukiman. Sedangkan Wakil Bupati Sumbawa dan pimpinan OPD terkait lainnya juga tengah bergerak melihat kondisi sekaligus membantu penanganan pasca banjir di dua kecamatan paling timur Sumbawa ini. Hutan Makin Rusak Camat Empang, Surianto menduga kejadian banjir kali ini,diperkirakankarenaperambahan hutan dan perladangan liar. Hal ini juga banyak keluhan dari masyarakat yang datang. Perkiraan ini disampaikan sejumlah masyarakat, karena dilihat dari pengalaman 10 tahun ke belakang, banjir baru terjadi jika hujan deras sudah berlangsung dua sampai tiga bulan. Itupun tidak sampai masuk ke pemukiman warga. Namun kali ini baru datang hujan deras pertama langsung terjadi banjir. ‘’Ada masyarakat yang bilang diperkirakan karena perambahan hutan dan perladangan liar. Itu kata masyarakat, ada tadi malam masyarakat datang marahmarah. Terus terang hujan besar ini baru pertama, tapi langsung banjir besar,’’pungkasnya. (ind/arn)

penerbangan pertama vintage flight tersebut pada nomor penerbangan GA 304 rute Jakarta – Surabaya, Jumat (7/12). Layanan perdana “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” pada penerbangan GA 304 rute Jakarta - Surabaya catatkan tingkat keterisian penumpang hingga 100 persen. Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt Bambang Adisurya Angkasa yang ikut serta pada penerbangan tersebut mengungkapkan bahwa sejalan dengan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan layanan, khususnya pengalaman penerbangan pengguna jasa, maskapai nasional Garuda Indonesia terus melakukan terobosan terbaru yang salah satunya dilakukan dengan menghadirkan nuansa ”Vintage” pada layanan penerbangan bertajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”.

Melalui layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” tersebut, pengguna jasa dapat merasakan pengalaman penerbangan yang berbeda melalui kehadiran atribut seperti seragam pramugari tempo dulu dan brand livery yang mengadaptasi tema “Garuda Indonesia Classic Brand”. Capt Adisurya mengungkapkan, pada pengoperasian perdana layanan “Vintage Flight” ini, Garuda Indonesia mencatatkan tingkat keterisian penumpang hingga 100 persen. Hal tersebut turut menandakan respons masyarakat yang sangat baik atas konsep “New Flight Experience” yang saat ini diperkenalkan Garuda Indonesia melalui kehadiran vintage flight tersebut”. ‘’Pada vintage flight hari ini kami juga menghadirkan nuansa vintage pada inflight meals

dengan menghadirkan pilihan snack tempo dulu berupa “Roti Bluder” yang telah dikenal sebagai kudapan khas Madiun tempo dulu,’’ papar Capt. Bambang Mengangkat tema “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, pengguna jasa dapat merasakan nuansa penerbangan di ditahun 1970-1980an melalui kehadiran awak kabin dengan seragam klasik ciptaan perancang terkenal dari Jepang - Hanae Mori - yang digunakan pada era tersebut. Tidak hanya itu, atribut klasik diterjemahkan melalui pengoperasian armada Boeing 737-800NG yang menggunakan classic livery. Adapun layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” tersebut mulai dapat dinikmati pengguna jasa pada periode 7 - 17 Desember 2018 pada jam tertentu di sejumlah rute penerbangan

yang dilayani Garuda Indonesia seperti rute : 1. Jakarta - Balikpapan pp I GA566 & GA569 2 . Jakarta - Surabaya pp I GA304 & GA309 3 . Jakarta - Singapura pp I GA846 & GA847

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan penerbangan tersebut pengguna jasa dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 0212351 9999 dan 0804 1 807 807. www.garuda-indonesia.com dan Twitter @IndonesiaGaruda. (*)

KPU Sasar Forum Keluarga Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Giri Menang (Suara NTB) Demi terselenggaranya pemilih umum (Pemilu) serentak 2019, dapat berjalan dengan baik, aman, damai dan berkualitas. Peran aktif dari masyarakat memegang posisi penting. Sebab, baik buruknya kualitas pemimpin yang dihasilkan lewat Pemilu, ditentukan oleh sikap politiknya dari masyarakat sendiri. Karena itu, KPU selaku institusi penyelenggara yang berkepentingan menciptakan penyelenggara Pemilu yang berkualitas, terus melakukan upaya-upaya peningkatan kesadaran politik masyarakat selaku pemilik suara, agar menggunakan hak suaranya dengan baik, melalui berbagai kegiatan-kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih. Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori, menyampaikan dalam melakukan sosialisasi pendidikan pemilih, KPU telah melakukan pemetaan kelompok masyarakat yang akan

disasar menjadi target sosialisasi. Setidaknya ada lima kelompok masyarakat yang menjadi prioritas sosialisasi pendidikan pemilih. Pertama kelompok masyarakat dari kalangan agama yang melingkupi tokoh agama tiaptiap agama. Selanjutnya kelompok kedua adalah perempuan. “Kenapa segmen perempuan juga jadi sasaran, karena perempuan adalah penduduk mayoritas, yang juga jumlah pemilih perempuan lebih tinggi dari pemilih laki-laki,” kata Aksar. Segmen ketiga yakni pemilih pemula, mereka yang baru berumur 17 tahun atau sudah menikah. Kemudian segmen keempat adalah kelompok marginal dari sisi geografis dan akses. “Siapa kelompok marginal dari sisi geografi, mereka yang tinggal dan berdomisili di daerah terpencil, seperti di pulau dan Gili, atau daerah yang sulit diakses. Seperti di pulau Sumbawa, ada daerah yang harus pakai kuda untuk kirim logistik,

bahkan kita menempuh jalan kaki untuk sepanjang 20 km,” ucapnya. “Selain itu ada juga kelompok marginal dari sisi akses, misalnya penyadang disabilitas. Karena keterbatasan dia, sehingga harus diberikan kemudahan akses untuk menyalurkan hak pilihnya,” sambungnya. Kelompok kelima yang didasasar yakni sosialisasi berbasis keluarga. Menurut Aksar, peran keluarga dalam membangun kesadaran pemilih cukup besar. “Karena pendidikan itu dimulai dari keluarga,” katanya. Jumat, (7/12) kemarin, pada saat KPU melakukan sosialisasi pendidikan pemilih di Ponpes Al-Hamidi, Kebon Talo, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Ia menekankan kepada para santri di ponpes tersebut, agar menjadi agen dalam masyarakat dan keluarga untuk menjadi pemilih yang cerdas. Salah satu materi yang dis-

(Suara NTB/ndi)

Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori saat memberikan sosialisasi pendidikan pemilih warga berbasis forum keluarga, Jumat (7/12). ampaikan Aksar dalam sosialisasi tersebut yakni dampak dari politik uang. Dituturkan Aksar, banyak sekali pejabat politik, mulai dari kepala daerah, anggota DPR/DPRD yang tersandung kasus korupsi belakang ini. ‘’Kenapa mereka banyak yang ditangkap, karena dia menggunakan segala cara untuk memenangkan pemilihan. Nah

setelah terpilih, dengan gajinya tidak cukup untuk mengembalikan uang yang dia keluarkan pada saat pemilu. Maka caranya mereka merampok uang negara,’’ jelasnya. ‘’Oleh karena itu tolong mulai dari sendiri, dari keluarga agar masyarakat tidak lagi menganggap biasa jual beli suara itu,’’ pungkasnya. (ndi/*)

Ummat Pamerkan Alat Pendeteksi Gempa di NTB Expo Mataram (Suara NTB) Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) memamerkan sejumlah produk unggulan dalam NTB Expo 2018. Salah satunya alat pendeteksi gempa yang jadi temuan penting di tengah fenomena gempa melanda NTB. Alat ini merupakan produk temuan program studi Fisika FKIP yang jadi temuan dalam penugasan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemenristek Dikti. Ummat masuk dalam

deretan stan ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari segala penjuru NTB dalam ajang NTB Expo 2018 di Science Techno Park (STP) Banyumulek, Lombok Barat, Rabu (5/12). Menurut Wakil Rektor III Ummat, Hafsah, S.Pd, M.Pd, mekanisme kerja deteksi gempa secara umum dijelaskan, alat ini akan memberi isyarat bunyi lima detik sebelum gempa terjadi. ‘’Itu cara kerjanya, jadi deteksi lebih awal dari kejadian sebenarnya,’’ jelasnya.

Alat ini sempat diujicoba pertama kali sejak tuntas dikerjakan, namun sempat gagal. Setelah ujicoba kedua akhirnya sukses. Dia berharap, alat ini juga sukses jika saatnya nanti diadopsi pemerintah atau pihak lain dalam membantu memberi peringatan dini kepada masyarakat. ‘’Alat ini jadi salah satu unggulan dalam pameran kami,’’ jelasnya. Alat kedua, berfungsi untuk melakukan klasifikasi ketersediaan cadangan logam di bumi. Alat ini bermanfaat un-

Hasil SKB Menentukan Kelulusan Pelamar CPNS Dari Hal. 1 Hasil SKB nanti akan dikomparasi dengan hasil SKD. Baru nanti diolah Panselnas, untuk menentukan siapa yang lulus jadi PNS,’’ terangnya. Jumlah pelamar yang ikut SKB untuk CPNS Pemprov sebanyak

823 orang. Dari 114 pelamar yang lulus passing grade, sebanyak 108 orang yang berhak ikut SKB. Sedangkan enam orang gagal ikut karena gugur diperankingan. Tambahan pelamar yang berhak ikut SKB berasal dari hasil perangkingan dengan skor nilai minimal SKD 255 ke atas.

Meskipun 823 pelamar berhak mengikuti tes SKB, namun puluhan formasi Pemprov tetap lowong. Seperti formasi dokter spesialis dan tenaga guru. Terhadap formasi yang lowong, Pemprov mengharapkan tetap diperuntukkan pada rekrutmen CPNS tahun depan. (nas)

Lotim, Gudang Desa Wisata di NTB Dari Hal. 1 Kampung Homestay ini disebut bisa menjadi pengalaman unik para wisatawan yang datang berwisata ke Desa Tetebatu. Terhadap semua turis yang datang dijadikan teman. Wisatawan bergaul langsung dengan warga sekitar. Seperti tidak ada jarak pembatas. ‘’Wisatawan itu tak sekadar jadi turis, tetapi sebagai tamu dan teman,’’ ungkap Bram Ramli. Selama wisatawan tinggal di homestay, langsung membaur dengan keluarga. Mereka menjadi keluarga angkat. Ada beberapa suguhan kegiatan menarik yang ditampilkan pelaku wisata desa ini kepada semua tamu. Diantaranya, wisatawan bisa turut berpartisipasi dalam

festival lokal, perayaan dan pekerjaan sehari-hari warga desa. ‘’Ini adalah kesempatan luar biasa untuk mendapatkan pengalaman cara hidup yang benarbenar berbeda, jauh dari kesibukan gila dunia,’’ katanya. Diterangkan, sebagian besar pemilik homestay adalah wanita dan ibu rumah tangga. Salah satu tujuan mendasar utama dibentuk komunitas tersebut adalah untuk menginspirasi masyarakat lokal dan pribumi untuk berinteraksi dengan dunia luar melalui media pariwisata. Komunitas homestay diharapkan bisa menjadi platform bagi perempuan dan komunitas lokal Tetebatu untuk menghasilkan peluang ekonomi berkelanjutan. Ini sebagai bagian dari pariwisata yang bertanggung jawab. Komu-

nitas tersebut juga bisa sebagai media yang bagus untuk menukar ide dan keterampilan wisatawan dengan komunitas lokal. ‘’Banyak dari homestay kami mendukung sekolah desa dan pusat pembelajaran mereka sendiri dari surplus yang mereka hasilkan dari proyek homestay,’’ katanya. Kesempatan wisatawan datang ke kampung homestay juga bisa melakukan interaksi pendidikan. Wisatawan bisa menjadi sukarelawan untuk mengajar di salah satu sekolah. Wisatawan diajak membantu pembangunan kembali ruang kelas rusak akibat gempa bumi. Atau bantuan hanya dengan berbagi ide-ide tentang kesehatan, pendidikan, dan kesehatan kepada masyarakat setempat. (rus)

Pengacara Nuril Ungkap Kejanggalan Putusan MA Dari Hal. 1 Joko Dumadi menyayangkan putusan MA itu tidak mempertimbangkan moralitas dan keadilan bagi Baiq Nuril. Padahal sesuai ekspektasi awal, pihaknya sangat berharap akan diawali dengan pertimbangan argumentasi hukum dan pertimbangan moril. ‘’Ternyata dalam putusan hanya satu halaman yang berkaitan dengan tujuan pemidanaan saja,’’ sesalnya. Senada dengan Joko, Yan Mangandar Putra, SH.,MHjuga sangat menyesalkan putusan MA yang tidak mempertimbangkan esensi moral. Di mana, HM atasan Nuril pada saat itu berkomunikasi melalui ponsel dan

menceritakan hubungan seks dengan orang lain. ‘’Ada tidak di antara kita yang ikhlas saat orang lain menelepon pasangan kita tengah malam dan membicarakan asusila,’’ tanyanya, mengulas tentang materi yang harusnya jadi pertimbangan hakim. Dia menegaskan, Baiq Nuril merekam untuk melindungi diri, namun justru hakim MA tidak mempertimbangkan esensi moralitas pada percakapan HM pada Baiq Nuril. ‘’Dan kami sayangkan dengan putusan MA begitu mudahnya menyalahkan Nuril karena merekam. Kenapa tidak melihat esensi bahwa Nuril ini korban dari percakapan pencabulan kepala sekolahnya,’’ ungkapnya.

Yan berharap putusan Peninjauan Kembali nanti dapat membebaskan Baiq Nuril. Anggota tim pengacara lainnya, Ida Made Santi Adnya, SH.,MHmenyinggung sikap Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ia menegaskandalam pasal 244 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menjelaskan, terhadap putusan bebas murni pada Nuril tidak dapat diajukan kasasi. ‘’Namun justru jaksa penuntut mengajukan kasasi,’’ sesalnya. Bebas murni, kata dia, artinya tidak terbukti bersalah. ‘’Kecuali putusan bebas tidak murni, seperti dia terbukti bersalah tapi bukan tindak pidana. Contohnya itu kasus perdata,’’ urainya. (ars)

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - WR III Ummat foto bersama civitas dan mahasiswi di stan NTB expo 2018. tuk industri pertambangan. ‘’Alat ini bisa mengklasifikasi bantuan di alam. Temuan Prodi Pertambangan. Bisa mendeteksi disitu ada emas, tembaga, atau logam lainnya,” papar Hafsah. Selain dua unggulan tadi, stand Ummat juga menampilkan promosi untuk tujuh fakultas dengan 23 prodi, seperti produk hasil PKM 5 bidang hasil inovasi dan kreativitas mahasiswa. Alat

dan produk berupa jamu obat herbal, teknologi hasil pertanian, alat pengaksesan abon. ‘’Dan masih banyak produk dan alat hasil kreatifitas mahasiswa,” ujarnya. Sejumlah produk lainnya dipamerkan Hafsah bersama tim dari Ummat. Semua merupakan hasil riset mahasiswa bersama civitas. Bagi pihak yang ingin detail, dapat langsung mengunjungi stan Ummat. (ars/*)

Tinggi, Jumlah Anak Berisiko Kena Campak di NTB Dari Hal. 1 Kemudian Kabupaten Sumbawa Barat, dari target 41.201 anak yang harus diimunisasi, baru tercapai 24.198 anak atau 58,73 persen. Selanjutnya, Lombok Utara, targetnya sebanyak 61.717 anak yang harus diimunisasi, baru tercapai 25.136 anak atau 40,73 persen. Serta Kota Mataram, dari target 117.007 anak, baru tercapai 69.862 anak yang sudah diimunisasi campak dan rubella. Sedangkan Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Bima dan Kota Bima capaian imunisasi campak di atas 60 - 86 persen. Untuk Lombok Tengah, ditargetkan 255.179 anak diimunisasi campak, baru tercapai 157.880 anak atau 61,87 persen, Lombok Timut ditargetkan sebanyak 339.514 anak, baru tercapai 232.269 anak atau 68,41 persen. Kemudian Sumbawa dengan target 123.401 anak, baru terealisasi 92.566 anak atau 75,01 persen, Bima dengan target 148.676 anak, baru tercapai 129.033 anak atau 86,79 persen dan Kota Bima, dengan target 44.900 anak, baru tercapai 34.605 anak atau 77,07 persen. Satu-satunya kabupaten yang capaiannya tinggi adalah Dompu sebesar 95,62 persen. Dari target 80.178 anak yang harus diimunisasi, telah tercapai 76.670 anak. Secara keseluruhan, kata

Budarja, capaian imunisasi campak di NTB baru 67,32 persen. Masih jauh di bawah target nasional sebesar 95 persen. ‘’Pada prinsipnya kami di Dikes dianggap belum banyak berkomunikasi dengan sekolahsekolah. Sehingga guru-guru juga belum paham dengan vaksin ini. Kita diminta lebih banyak menjelaskan bagaimana vaksin ini,’’ katanya. Karena capaiannya masih rendah, Budarja mengatakan pelaksanaan imunisasi ini akan diperpanjang sampai 31 Desember mendatang. Diharapkan sampai akir Desember, capaiannya 95 persen. ‘’Sosialisasi secara berjenjang kita melakukan semua, dari provinsi sampai kecamatan. Hanya saja banyak sekali kelompok yang tak ingin imunisasi ini tak jalan,’’ katanya. Ia mengatakan, Pemda kabupaten/kota mendukung pelaksanaan imunisasi campak dan rubella ini. Namun di level paling bawah, masih belum berjalan dengan baik. Karena ada juga tokoh masyarakat yang memprovokasi agar tak dilakukan imunisasi campak. ‘’Imunisasi campak itu terutama di daerah bencana sangat penting. Kalaupun tak ada program vaksin ini dia wajib agar tak terjadi kejadian luar biasa. Kalau sudah ada wabah, bahaya sekali, cepat menjalar,’’ tandasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 8 Desember 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bimtek Keamanan Pangan Siap Saji

(Suara NTB/why)

BBPOM Mataram Ajari Penjaja Kuliner Buat Pangan Aman Konsumsi

Kepala BBPOM di Mataram, Ni GAN Suarningsih memberi pemaparan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji.

Mataram (Suara NTB) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mengumpulkan 100 pengusaha Ayam Taliwang dan tahu dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji, Jumat (7/12). Praktik keamanan produksi dan penyediaan pangan kuliner mendukung upaya pembangunan pariwisata NTB.

Kepala BBPOM di Mataram, I Gusti Ayu Nengah Suarningsih menjelaskan, produk makanan yang dihasilkan wajib bebas dari cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologi. “Hasilnya nanti para pengusaha Ayam Taliwang dan tahu ini bisa menerapkan praktik keamanan pangan dengan benar. Produk yang dihasilkan jangan sampai tercemar,” jelasnya. Dia merinci, cemaran fisik dapat berupa guguran helai rambut, potongan staples, atau kerikil. Kemudian cemaran kimia dapat berupa penambahan bahan dilarang seperti formalin atau boraks. Pengolahan Ayam Taliwang, sambung dia, akrab dengan penggunaan terasi. Menilik waktu ke belakang, BBPOM pernah menemukan poten-

si cemaran kimia pada terasi. “Di sini kan pelaku usaha buat Ayam Taliwang pakai terasi. Bahan baku terasi itu yang kami wanti-wanti karena pernah ada yang pakai pewarna kertas. Mereka kita imbau agar menghindari terasi yang pakai pewarna itu,” jelas Suarningsih. Penyuluhan dalam bentuk bimtek tersebut, lanjut dia, juga merupakan proteksi kuliner NTB yang menjadi primadona pelancong. Kuliner yang sehat membantu upaya memajukan pariwisata. “Ayam Taliwang ini kan branding-nya sudah mendunia, karena itu kita harus punya komitmen untuk menjaga itu,” tegasnya. Senada dengan Suarningsih, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi

NTB, H. Lalu Moh. Faozal mengatakan, pariwisata NTB didukung dengan ciri khas makanan NTB yang salah satunya Ayam Taliwang. Upaya BBPOM untuk menjaga standar kelayakan konsumsi panganan khas tersebut perlu didukung dengan pola penataan pariwisata NTB. “Kuliner kita harus higienis, standar kesehatannya cukup,” ujarnya saat menjadi pembicara pada kegiatan tersebut. Dinas Pariwisata dengan BBPOM, sambung dia, akan membuat celemek sebagai penanda bahwa warung atau rumah makan sudah memenuhi standar pariwisata sekaligus keamanan pangan. “Jadi wisatawan itu yakin dengan makanan yang mereka konsumsi,” pungkas Faozal. (why/*)

Kepala BBPOM di Mataram, Ni GAN Suarningsih memberi pemaparan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji.

Petugas laboratorium BBPOM di Mataram menguji sampel makanan peserta Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji.

Peserta Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji BBPOM di Mataram memerhatikan penjelasan pemateri.

Peserta Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji BBPOM di Mataram berfoto bersama.

Petugas laboratorium BBPOM di Mataram menguji sampel makanan peserta Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal (kiri) memberi pemaparan dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Siap Saji.

Ekonomi Belum Pulih Pascagempa

Kementerian PPPA Waspadai Perdagangan Orang di Dunia Maya Tanjung (Suara NTB) Pemulihan fisik dan ekonomi pascagempa diwanti-wanti oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Dikhawatirkan, lambannya pemulihan di semua sektor memicu munculnya kasus-kasus perdagangan orang melalui dunia maya. Kabid Pencegahan TPPO pada Deputi PHP Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Dinno Ardiana, Jumat (7/12) mengungkapkan sejak tahun 2007 di mana UU TPPO disah-

kan, kasus-kasus tindak perdagangan orang tidak berkurang. Sebaliknya semakin meningkat dengan berbagai modus yang lebih canggih. Kini oknum pelaku sudah mulai menyasar motode kemajuan teknologi

dengan membujuk calon korban melalui WA, FB dan lain sebagainya. “Kalau kami dari Kementrian PPPA, lebih intens melakukan semacam advokasi juga sosialisasi terhadap

pemangku kebijakan yang ada di daerah,” ujar Dinno. Ia menyebut, upaya pencegahan dilakukan dengan membuat model-model kelompok komunitas dan pencegahan TPPO. Di Lombok Utara, Kementerian dan Pemda telah me-launching anggota dari TPPO itu di Kecamatan Pemenang. Tujuannya dalam rangka agar tidak ada tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh

masyarakat itu sendiri. “Kita ajak-ajak orang terdekat ini untuk mengajarkan agar bisa jauh dari tindak perdagangan orang itu. Memang pengawasan terhadap media elektronik orang ini sangat sulit,” sebutnya. Dinno melanjutkan, pemerintah pusat sudah membentuk Gugus Tugas pencegahan TPPO tingkat pusat. Di mana gugus itu dikomandoi Bareskrim Polri. Selanjutnya Bareskrim Polri membentuk Tim Khusus Cybernet, menggandeng Kementerian Kominfo. Gugus tugas yang terdiri dari 19 kementerian/lembaga itu sudah bekerja meminimalisir TPPO seluruh Indonesia. Diharapkannya, kebijakan pusat itu dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah

dengan membentuk gugus tugas TPPO di daerah. “Lombok Utara karena kabupaten baru yah, ini mereka sedang menyusun gugus untuk tingkat kabupaten. Nanti anggota nya adalah OPD terkait yang berkenaan dengan TPPO , misalnya di kepolisian nya ke atau kehakimannya juga kejaksaan nya, juga OPD sosial, OPD informasi, juga perhubungan dan lainnya,” sambung Dinno. (ari) Dinno Ardiana (Suara NTB/ari)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook