Skip to main content

Edisi Senin 8 April 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 8 APRIL 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 30 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

19.596 Korban Gempa Belum Terima Buku Rekening Mataram (Suara NTB) Belasan ribu masyarakat terdampak gempa gagal melanjutkan pembangunan rumah lantaran belum menerima buku rekening. Data fasilitator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sedikitnya 19.596 buku rekening yang belum dibagikan akan diserahkan bertahap.

(Suara NTB/nas)

TINJAU - Wapres Jusuf Kalla didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah meninjau progres pembangunan RTG di Dusun Montong Dao Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Loteng, Sabtu, 6 April 2019.

Optimis Pembangunan RTG Tuntas Empat Bulan

Informasi itu disampaikan Wakil Ketua II Pengendali Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa NTB, Hadi Santoso, ST.,MM melalui Kepala Pelaksana BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT, Minggu (7/3). Dampaknya, masyarakat yang sudah mulai membangun, terpaksa menghentikan kegiatan. Alih alih bisa mencairkan, buku rekening belum dikantongi. Faktor ini disebutnya sebagai penghambat. ‘’Kami sampaikan, buku rekening 19.594 yang belum

dibagi oleh BRI,’’ kata Rum. Hambatan ini disampaikan sebelumnya saat rapat terbatas dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama pihak BRI, BPBD dan sejumlah pihak terkait, Jumat (5/4) lalu. Pihaknya terus membangun koordinasi dengan BRI untuk mempercepat pembagian rekening, sehingga mengurangi hambatan. Sebab aplikator untuk rumah rusak berat sudah siapkan bahan, termasuk toko bangunan untuk rumah rusak se-

dang dan ringan, hanya tinggal tunggu pencairan. Laporan lain diterimanya dari fasilitator di lapangan, BRI di tingkat unit menetapkan overbooking penarikan hanya Rp500 juta. Sehingga proses pengerjaan rumah rusak pun terhambat. Padahal, kata Rum, Pokmas bisa mencairkan sampai Rp2 miliar. ‘’Batas maksimal pencairan Rp500 juta ini bisa kami tunjukkan berita acaranya di Gerung dan Kediri,’’ sebutnya. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

TERTUNDA – Galian pondasi rumah warga di Dusun Ceret Mas, Desa Mantang Kecamatan Batukliang Utara terpaksa dihentikan karena uang belum bisa dicairkan.

KEMENTERIAN PUPR optimis pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) bagi korban gempa yang rumahnya rusak berat akan tuntas dalam waktu tiga sampai empat bulan ke depan. Dengan catatan, jumlah tukang dan bahan bangunan tercukupi. ‘’Kalau misalnya bahan atau tukang ada (cukup), tiga sampai empat bulan lagi selesai (terbangun),’’ ujar Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M.Eng.Sc dikonfirmasi di sela-sela mendampingi Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla meninjau progres pembangunan RTG di Dusun Montong Dao Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Sabtu (6/4) sore. Bersambung ke hal 11

TO K O H Pemerintah Tak Lepas Tangan WAKIL Presiden (Wapres) H.M.Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah baik itu pusat, provinsi dan daerah tidak akan lepas tangan untuk membantu para korban gempa di Pulau Lombok. Semua upaya akan dikerahkan untuk bisa meringankan beban para korban gempa. Terutama yang rumahnya rusak terdampak gempa. Kalaupun ada warga yang belum tertangani, diharapkan bisa bersabar karena memang penanganan dampak gempa butuh waktu dan proses. Penegasan tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla, saat meninjau rehab dan rekon rumah terdampak gempa di Dusun Montong Dao Desa Teratak Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (6/4). Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/rus)

COCO FIBER-Sabut kelapa yang dijadikan coco fiber bahan baku pembuatan jok mobil yang diekspor ke Cina.

Sabut Kelapa, Limbah yang Diekspor ke Cina H.M.Jusuf (Suara NTB/ist)

KO M E N TTAA R Bangun Pabrik di Bima PEMPROV NTB akan membangun pabrik garam di Kabupaten Bima. Dengan pembangunan pabrik ini, maka NTB tak akan lagi mendatangkan pasokan garam konsumsi dari Surabaya. ‘’Pabrik garam akan dibangun di Bima. Pabrik garam akan dibangun Pemprov dengan menggerakkan IKM yang ada di sana,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Sabtu (6/4) Andi tak menyebutkan kapasitas pabrik garam yang akan dibangun di Bima tersebut. Namun, ia menyebut potensinya sekitar 370 ton sebulan. Keberadaan pabrik garam itu dihajatkan untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi masyarakat NTB. Bersambung ke hal 11

ABUT kelapa tampak menumpuk di gudang-gudang pengusaha kelapa di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur. Sabut yang merupakan limbah dari kulit kelapa ini yang diolah menjadi Coco Fiber yang bernilai ekspor. Limbah ini bahkan diekspor hingga ke Cina. Adalah Zaini, salah seorang pengusaha jual beli kelapa di Desa Korleko. Dalam sebulan terakhir ini, ia memulai kegiatan usaha jual sabut kelapa yang

sudah diolahnya. Ditemui Sabtu (6/4), ia menceritakan bahwa sabut kelapa hasil olahannya dikirim ke Cina untuk jadi bahan baku beberapa macam produk industri. ‘’Informasinya untuk bahan baku otomotif, seperti jok mobil, kanvas rem dan sofa,’’ katanya. Zaini mengirim hasil olahannya itu ke Surabaya. Kemudian oleh mitranya yang ada di Surabaya dikirim ke Cina. Pengiriman dari Lombok sejatinya bisa langsung dilakukan. Akan

tetapi tidak ada kontainer sehingga ekspor ke Cina ini dilakukan via Surabaya, Jawa Timur. Produk olahan sabut kelapa yang dihasilkan, Zaini dikirim ke Surabaya sebanyak 10 ton. Ia menjual sabut kelapa ini Rp 3.500 per Kg. Zaini mengaku, awal mula menggeluti usaha ini setelah beberapa kali ke Jawa. Ia melihat di Jawa katanya, banyak aktivitas usaha seperti itu. Sementara di Lombok Timur, sabut kelapa hanya menjadi limbah yang ter-

TNGR Survei Ulang Jalur Pendakian Rinjani Mataram (Suara NTB) Gagal menuntaskan survei pada akhir Maret lalu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengagendakan pengecekan ulang jalur treking Rinjani. Tujuannya untuk memastikan titik longsor dan kerusakan jalur dari empat jalur ke Danau Segara Anak. Kepala BTNGR Sudiyono

akhir pekan kemarin mengatakan, empat jalur yang akan dilakukan survei ulang itu diantaranya, Aik Berik, Timba Nuh, Senaru, dan juga Sembalun. ‘’Untuk waktu pelaksanaannya, kami belum dapat menargetkan. Masih dalam penjadwalan,’’ ujar Sudiyono. Keinginan pihaknya survei ulang ini dilakukan lebih cepat. Namun harus ada pertimban-

gan cuaca dengan koordinasi ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Terlebih saat ini kondisi cuaca sedang berpotensi hujan lebat, sehingga membahayakan bagi tim survei. Terlepas soal waktu, namun dalam perencanaannya, peninjauan ulang jalur pendakian di dalam kawasan taman nasional itu, Bersambung ke hal 11

Andi Pramaria (Suara NTB/nas)

(Suara NTB/ist)

TIM TNGR - Survei jalur oleh tim TNGR gabungan instansi lainnya pada 17 Maret lalu, terpaksa dihentikan akibat gempa susulan. Diputuskan akan dilakukan survei ulang.

buang percuma. Pengusaha pengolah sabut kelapa diakui bukan yang pertama. Kabarnya pernah ada pengusaha di Kayangan, Labuhan Lombok melakukan hal yang sama. Akan tetapi berhenti karena kebakaran. Proses pengolahannya menurut Zaini, sabut kelapa untuk volume satu truk dibutuhkan waktu perontokan selama 4 jam. Bersambung ke hal 11

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ‘’Sesuai keputusan interMataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Rapat internal PT. Ger- nal, kami akan menyerah123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 bang NTB Emas (GNE) kan ke JPN Kejati NTB. Ke123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 akhirnya memutuskan inginan kami lebih kepada 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 tidak menempuh jalur hu- pemulihan kerugian melalui 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kum atas temuan kerugian pendekatan dari JPN,” kata 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 daerah Rp2,6 miliar. Peru- Plt. Dirut PT. GNE Ahmad 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 sahaan daerah milik Pem- Jaelani AP kepada Suara 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 prov NTB ini akan melibat- NTB akhir pekan kemarin. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Penyerahan penagihan kekan Jaksa Pengacara Nega123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ra (JPN) untuk mengembali- pada Kejaksaan akan ditan123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dai dengan Surat Kuasa kan uang tersebut ke kas. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sedianya, ada dua pili- Khusus (SKK) sebagai man123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 han bagi PT. GNE untuk dat penuh kepada JPN un123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 menindaklanjuti hasil au- tuk menagih kerugian daer123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dit investigasi Inspektorat ah ke sejumlah nama yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Provinsi NTB. Pertama diduga terlibat. Menurut ren123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 menyerahkan ke Aparat cana, SKK itu akan diserah123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Penegak Hukum (APH) un- kan Senin (8/4) hari ini. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Selanjutnya, semua dotuk mempidanakan yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kumen akan diserahkan terlibat. Kedua, proses non 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 litigasi atau pendekatan kepada JPN untuk kebutu123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 persuasif untuk pemulihan han proses non litigasi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 11 kerugian perusahaan. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901

GNE Libatkan Kejaksaan Tagih Kerugian Daerah Rp2,6 Miliar


SUARA NTB Senin, 8 April 2019

SUARA MATARAM

Halaman 2

AJAKAN KE TPS - KPU provinsi maupun KPU kabupaten/ kota di NTB terus gencar mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tidak lupa datang ke tempat pemungutan suara (TPS), 17 April 2019 mendatang. Salah satu baliho yang dipasang KPU provinsi NTB di salah satu ruas jalan di Kota Mataram, Minggu (7/4).

Tuan Rumah yang Baik KELURAHAN Selagalas jadi tuan rumah seleksi tilawatil qur’an (STQ) tingkat kecamatan. Kalangan milenial diharapkan menjadi pelopor untuk membumikan Al – qur’an. STQ diharapkan melahirkan para penghafal Al – qur’an. Lurah Selagalas, Yusrin mengaku bangga ditunjuk sebagai tuan rumah. Acara ini dijadikan sebagai metode sosialisasi untuk membumikan al – qur’an di kalangan milenial. Tak dipungkiri di era globalisasi seperti saat ini, generasi muda disibukkan dengan bermain android. Semangat membumikan al – qur’an belum sepenuhnya terbangun dari kesadaran. “Sasaran kita kalangan milenial supaya membumikan al – qur’an,” kata Yusrin pekan kemarin. Rangkaian STQ kecamatan diawali dengan pawai ta’aruf. Kafilah dari seluruh kecamatan akan menyemarakkan pagai ta’ruf tersebut. Sementara, lomba terbagi menjadi tujuh majelis. Tujuh lingkungan di Selagalas menjadi lokasi seleksi. Yusrin menambahkan, tujuan STQ melahirkan generasi yang cinta al – qur’an. Dan, menjadi penghafal kitab suci umat Islam tersebut. Proses seleksi dimulai dari tingkat lingkungan untuk dibawa lomba ke STQ tingkat kelurahan. Penjaringan dilakukan berjenjang dari kelurahan, kecamatan, kota hingga provinsi. “ Ada juga sampai ke tingkat nasional,” tandasnya. Pelaksanaan STQ setiap tahunnya kata dia, Kecamatan Sandubaya selalu menjadi juara umum di tingkat Kota Mataram. Ini tidak terlepas dari sistem perekrutan dari TPQ dan pondok pesantren. Anak – anak dilatih cara membaca dan menghafal al – qur’an yang baik dan benar. Menurut dia, paling penting dari STQ adalah, masyarakat turut berpartisipasi menyukseskan kegaitan tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah kecamatan. Harapannya, tercipta nuansa religi dan melahirkan bibit – bibit penghafal al – qur’an yang nantinya mewakili Kota Mataram di tingkat nasional maupun mancaneYusrin gara. (cem) (Suara NTB/cem)

(Suara NTB/cem)

Pemkot Kesulitan Mendata Warga Buta Huruf

Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram masih kesulitan mendata masyarakat Kota Mataram yang buta huruf. Pemetaan perlu dilakukan di masing – masing kelurahan, agar pengentasan buta aksara tepat sasaran.

Permudah Perizinan ANGGOTA Komisi I DPRD Kota Mataram, Abd. Rachman menyayangkan masih sulitnya mengakses perizinan di Kota Mataram. Hal ini, karena sejumlah perizinan kini dikendalikan oleh pemerintah pusat. ‘’Jadi memang pemerintah pusat dalam hal ini membuat suatu kebijakan untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengurusan izin-izin. Tapi pemerintah rupanya lupa bahwa sistem yang dibuat dengan maksud untuk memudahkan masyarakat tersebut haruslah terkoneksi dengan semua dinas terkait dan persyaratan yang diperlukan,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, kemarin. Selain itu, menurut Rachman, pemerintah pusat harus memangkas atau mempermudah proses perizinan. ‘’Tapi rupanya ini gak seperti itu. Sistem yang dibuat memang mudah dan bisa mengontrol semua perizinan yang diajukan oleh masyarakat. Tapi kan, harus juga membuat persyaratannya mudah. Jangan sistem yang mudah tapi persyaratannya sulit,’’ kritik politisi Partai Gerindra ini. Untuk itu, lanjut Rachman, Pemkot Mataram harus mencarikan solusi atas persoalan ini. Baik dengan memangkas persyaratan yang banyak dan mempermudah persyaratan yang menyulitkan. ‘’Tapi ini tergantung Walikotanya, mau atau tidak membuat suatu kebijakan yang bisa mempermudah masyarakat dalam hal kepengurusan izin-izin tersebut,’’ pungkasnya. Apalagi seperti diketahui, beberapa pengusaha hotel di Mataram mengaku diperiksa polisi atas sangkaan membuka usaha tanpa alas izin yang jelas. Padahal, para pengusaha perhotelan yang tergabung dalam AHM (Asosiasi Hotel Mataram) justru mengeluhkan sulitnya memperpanjang izin. Hingga beberapa izin yang mereka miliki akhirnya mati. ‘’Itulah makanya, Pemkot Mataram harus segera mengambil kebijakan mengenai hal ini. Jangan korbankan pelaku usaha dengan hal-hal administratif,’’ pinta Rachman. Kondisi ini, diyakini membuat para pengusaha tidak tenang. ‘’Bagaimana mereka bisa tenang berusaha kalau izin usaha para pengusahan tersebut expired. Ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak menyejukkan antara pemerintah dan pengusaha,’’ kata anggota Dewan dari Dapil Selaparang ini. Rachman mewanti-wanti Pemkot Mataram, jangan sampai hanya karena hal administratif, banyak masalah baru yang ditimbulkan. Untuk itu, dia mendorong Pemkot Mataram untuk segera mengambil kebijakan membantu para pengusaha memperlancar izin usaha mereka masingmasing. Bisa saja Pemkot Mataram berkonsultasi ke pemerintah pusat untuk mencari jalan keluar atas persoalan ini. ‘’Kalau diperlukan, kenapa tidak. Pemkot harus bisa dan berani memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan ini,’’ pungkasnya. (fit) Abd Rachman

Persentase penduduk Kota Mataram di atas 15 tahun belum mampu membaca dan menulis yakni 5,96 persen.

Kota Mataram berada nomor urut dua paling bawah setelah Kota Bima. Kasus buta aksara paling tinggi di Lombok Barat baru disusul Lombok Tengah dan Lombok Timur. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali membenarkan data tersebut. Permasalahannya, data yang diterima dari Dinas Pendidikan NTB, dalam bentuk utuh. Tidak ada data riil masing – masing lingkungan atau kelurahan, jadi Disdik kesulitan

”

H. Lalu Fatwir Uzali

mengintervensi. “Data by name by addres tidak ada,” kata dia. Menurut dia, Disdik bisa bekerjasama dengan kelurahan maupun kecamatan mengumpulkan warga, untuk memberikan kursus. “Ini cuma dikasih persentasenya saja,” tandasnya. Ketua DPRD, H. Didi Sumardi tidak percaya masih ada masyarakat di Kota Mataram, buta huruf. Setelah mendapatkan penjelasan kronologi di satu sisi dapat dipahami. Di sisi lain, sebenarnya jika sistemnya terban-

Tidak ada data riil masing – masing lingkungan atau kelurahan, jadi Disdik kesulitan mengintervensi

”

Orang tinggal di bawah kolong jembatan saja tidak terdeteksi. Saya ke situ kok lingkungan dan kelurahan tidak tahu

Pemkot Mataram Antisipasi Kerawanan Pemilu Mataram (Suara NTB) Pemilihan umum tinggal menghitung hari. Potensi kerawanan perlu dipetakan agar tak mengganggu ketertiban dan keamanan. Peserta pemilu diminta turut berpartisipasi menciptakan keamanan. Antisipasi kerawanan pemilu dibahas secara tertutup oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Wakil Walikota, H. Mohan Roliskana bersama Ketua DPRD, H. Didi Sumardi, Kapolres Mataram, AKBP Syaiful Alam, Dandim 1606 Lobar Letkol. Djoko Rahmanto, Asisten I Lalu Martawang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik H. Rudi Suryawan. Walikota mengatakan, pembahasan bersama forum komunikasi pimpinan daerah terkait antisipasi terhadap pelaksanaan pemilihan umum. Pihaknya ingin memastikan lokasi pemungutan suara dan kesiapan petugas. Beberapa titik seperti kantor kecamatan sebagai tempat penghitungan suara. “Dan, kita juga antisipasi di TPS. Kalau tidak cukup waktu karena ada lima kertas suara yang dicoblos masyarakat,” kata Walikota. Selain faktor keaman-

an, Pemkot Mataram ingin memastikan bahwa masyarakat menyalurkan hak pilih mereka pada 17 April pekan depan. Sosialisasi akan masif digelar melalui imbauan – imbauan. Pemkot Mataram menginginkan tingkat partisipasi pemilu meningkat dari tahun sebelumnya. Untuk kerawanan sejauh ini kata Walikota, proses pelaksanaan pemilu berjalan kondusif. Kalaupun ada kasus ditemukan jadi kewenangan kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu. Potensi kerawanan telah dipetakan oleh Bawaslu. Di antaranya, tempat pemungutan suara (TPS) rawan dan daerah rawan. Dua hal ini dikonsultasikan bersama aparat keamanan. Selain itu, ada empat variabel lainnya yang menjadi fokus Bawaslu menjelang pemungutan suara. Yakni, money politic, isu SARA, netralitas penyelenggara dan netralitas aparatur sipil Negara (ASN), TNI dan Polri. Untuk politik uang kata Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri, akan disosilisasikan di hadapan jajaran aparatur sipil negara di Lingkup Pemkot Mataram. Dan, program patrol anti politik uang.

gun secara sistemik di tingkat bawah mulai RT dan lingkungan. Tidak mungkin struktur pemerintah di bawah tidak tahu kondisi warganya. Artinya, jika basis data itu tervalidasi serta diidentifikasi, maka tidak akan terjadi kasus masyarakat tidak bisa membaca dan menulis. Politisi Partai Golkar ini menilai perlu pemerintah mendeteksi hal – hal seperti itu. Tidak saja konteksnya pada kasus buta huruf, melainkan anak putus sekolah, pernikahan dini, stunting atau kasus lainnya. “Orang tinggal di bawah kolong jembatan saja tidak terdeteksi. Saya ke situ kok lingkungan dan kelurahan tidak tahu. Kalau sistem terbangun dari

Setiap pergerakan peserta pemilu akan dipantau 24 jam. “Sudah kita petakan TPS rawan dan daerah rawan,” kata Hasan. Keamanan distribusi logistik terutama C6 juga perlu diantisipasi. Kartu panggilan memilih harus dipastikan terdistribusikan ke pemiliknya. Pengalaman selama ini sambungnya, C6 dititipkan ke kepala lingkungan atau ketua RT. Cara ini tidak dibenarkan. Sebab, berpotensi disalahgunakan. Hasan menambahkan, petugas keamanan baik itu TNI dan Polri juga mengantisipasi kerawanan pada proses penghitungan suara. Waktu penghitungan suara yang panjang sangat rawan. Ada jeda penghitungan dilakukan oleh petugas di tingkat kecamatan. “Penghitungan suara sampai pukul 02.00 Wita dini hari. Petugas juga manusia pasti capek. Jeda ini yang perlu diantisipasi,” tandasnya. Kerawanan pada penghitungan suara telah diantisipasi oleh Bawaslu dengan membuat sistem informasi pengawas pemilu berbasi TPS. Selesai rekap C1 akan difoto oleh petugas dan masuk ke sistem yang hasilnya tidak jauh beda dari plano dan hologram. (cem)

(Suara NTB/dok)

bawah tingkat update data pasti cepat tertangani. Sama halnya dengan hal ini,” kritiknya. Dinas Pendidikan perlu membangun sistem agar suplai data dari tingkat kelurahan untuk disampaikan ke kelurahan. Didi berencana akan memanggil pimpinan OPD tidak saja fokus pada buta aksara, tetapi kasus lainnya dipastikan tertangani dengan baik. (cem)

H. Didi Sumardi

Mahasiswa di Mataram Galang Petisi Pemilu Damai Mataram (Suara NTB) Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Mataram yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram, melakukan penggalangan tandatangan petisi mendorong Pemilu damai dan Tanpa Manipulasi. Kegiatan berlangsung di arena CFD, Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (7/4) pagi. Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan mengatakan pemilu merupakan proses suksesi dan sirkulasi kepemimpinan, serta ikhtiar mencari pemimpin terbaik untuk mengabdi pada rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Artinya demokrasi diharapkan dapat memberikan ruang yang sehat bagi masyarakat. “Proses politik harus seideal mungkin, yang tidak mencemaskan warga. Sedapat mungkin peserta pemilu harus memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk bersikap rasional, kritis, dan kebebasan dalam menentukan pilihan, tidak memanfaatkan alat apapun demi nafsu kekuasaan,” ucapnya kepada media ini. Lebih lanjut ia beberkan soal ruang publik Indonesia, khususnya di NTB konstelasi politik penuh dengan riak ketegangan sebut saja caci maki, dan ujaran kebencian demi menghim-

pun dukungan politik dan menundukkan lawan politik. “Kita semua merasakan seolaholah kita kembali pada situasi sebelum, di mana masyarakat diadu, diplintir. Dan rasa saling menghargai antarsatu dengan yang lain itu terkikis, hilangnya nilai kemanusiaan,” ungkapnya. Dikatakannya juga, saat ini kondisi sosial kita sebagai bangsa, khususnya di NTB, perlu perhatian seluruh alat negara untuk menjaga netralitas kelompok tertentu yang coba menghimpun kekuatan sempit yang bisa memudarkan nilai kebhinekaan dan perdamaian bagi seluruh masyarakat. “Penyelenggara Pemilu dan alat kelengkapan negara, baik itu TNI atau Polri harus menjawab isu ketidaknetralan di masyarakat. Sebab kian lama isunya makin memburuk. Dan memojokkan institusi yang harusnya berintegritas,” jelasnya. Pihaknya pun mendorong paritisipasi politik masyarakat dengan menggunakan hak pilihnya pada pemilu tgl 17 April 2019. Selain itu juga mendorong agar pemilu harus terselenggara dengan gembira dan damai, mendorong netralitas alat kelengkapan negara, integritas penyelenggara Pemilu, sehingga menghasilkan Pemilu tanpa manipulasi. (dys)

Serapan Anggaran Pemkot Masih Rendah Mataram (Suara NTB) Target serapan anggaran pada organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot Mataram hingga akhir triwulan pertama masih jauh dari target. Serapan keuangan pada Januari 2,40 persen dari target 6,67 persen. Di bulan Februari serapan fisik naik 2,33 persen atau 4,70 persen dari target 13,33 persen. Dan, posisi bulan Maret 4,73 persen dari target 20 persen. Rendahnya serapan anggaran ini diakui oleh Asisten II

Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura. Ia mengatakan, penyebab anjloknya capaian di triwulan pertama, karena sejumlah proyek besar sedang mempersiapkan dokumen. Secara keseluruhan nilai proyek harus ditender mencapai Rp50 – Rp60 miliar. Dan, ini sangat berpengaruh terhadap capaian fisik maupun keuangan. “ Ada juga yang harus penyesuaian harga,” kata Mahmuddin ditemui pekan kemarin. Namun serapan anggaran di atas seolah menjadi kebiasaan

seperti tahun – tahun sebelumnya. Data dihimpun Suara NTB dari hasil monitoring dan evaluasi LKPP, struktur anggaran Pemkot Mataram di tahun 2019 sejumlah Rp1.446.318.322.600. Belanja tidak langsung Rp587,56 miliar. Dari belanja tidak langsung peruntukan belanja pegawai Rp536,92 miliar dan non pegawai Rp50,64 miliar. Sedangkan, belanja langsung Rp858,76 miliar. Untuk pegawai Rp90,71 miliar dan non pegawai Rp768,04 miliar. Dan belanja modalRp

322,94 miliar dan belanja barang dan jasa Rp445,10 miliar. Ditambahkan Mahmuddin, OPD teknis pada awal tahun membuat dokumen baru seperti SK PPKo, bendahara dan lain sebagainya. Selain itu, SKPD melakukan revisi berjalan program, sehingga ada perubahan. Dia meyakini serapan akan terlihat pada bulan April. Karena, sejumlah proyek fisik mulai berjalan. “Biasanya bulan April ada kelihatan,” tandasnya. Posisi aliran kas juga berpengaruh ke eksekusi program.

OPD tidak bisa melaksanakan program karena perlu penyesuaian dengan kas. Menurut dia, ini akan jadi evaluasi ke depannya, untuk membuat perencanaan di awal tahun. Sehingga, serapan keuangan maupun fisik bisa mencapai target. Terhadap kepastian serapan fisik maupun keuangan di triwulan pertama, Mahmuddin belum mendapatkan laporan dari Bagian Infrastruktur dan Kerjasama. “Biasanya tanggal 10 baru terlihat. Sekarang ini sedang direkap,” tandasnya. (cem)

(Suara NTB/dys)

PETISI – Spanduk petisi yang ditandatangani mahasiswa dan masyarakat yang digelar HMI di acara car free day (CFD) di Jalan Udayana, Mataram, Minggu (7/4).


Senin, 8 April 2019

SUARA NTB Bangun Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Ikhtiar Pemkot Mataram Menjadi Kota Cerdas Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram sedang menata diri menjadi kota cerdas. Pengintegrasian program melalui sistem pemerintah berbasis teknologi. Sistem ini terbangun untuk mempermudah pelayanan dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. Integrasi layanan sudah dimulai oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Ini diawali oleh pusat pengaduan 112, PSC 119 milik Rumah Sakit Umum Daerah, LAPOR, Mataramku Lapor dan NTB care dan area traffic control system Dinas Perhubungan. Semua sistem layanan ini terkoneksi di command center. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. I Nyoman Suandiasa, MH menyampaikan, command center sebagai ruang pengintegrasian

layanan masyarakat. Program telah terintegrasi yakni call center 112, LAPOR dan Mataramku Lapor, PSC 119 dan ATCS. Sistem layanan berbasis teknologi ini telah terintegrasi jadi satu. Tujuan utama pada sistem pemerintah berbasis elektronik utamanya smart city. “Ini yang sedang dioptimalisasikan,” kata Nyoman pekan kemarin. Untuk menjadi kota cerdas kata dia, ada enam variabel yang perlu dipenuhi oleh Pemkot Mataram. Ialah, smart empirotment, smart government, smart mobility, smart people, smart living dan smart economy. Mewujudkan Mataram sebagai kota pintar, Kominfo tidak hanya satu – satunya OPD yang bertanggungjawab terbangunnya smart city. Semua organisasi per-

angkat daerah memiliki tanggungjawab sama. Mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana menambahkan, mempersiapkan diri sebagai kota cerdas perlu mempersiapkan sistem kelembagaan, teknologi informasi, tata kelola serta regulasi. “Instrumen ini sedang kita persiapkan,” tambahnya. Pelaksanaan sistem pemerintah berbasis elektronik tambahnya, Pemkot Mataram mendapatkan penghargaan kategori baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan ini jadi pintu masuk untuk pelayanan berbasis elektronik ke depannya. Perbaikan serta penataan terhadap sistem pemerintahan berbasis elektronik terus disempurnakan. Ke depannya, kualitas pelayanan ke masyarakat bisa lebih baik. (cem/*)

Peringatan Isra’ Mi’raj

Masyarakat Tak Boleh Terpecah Belah akibat Perbedaan Politik Mataram (Suara NTB) – Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif berlangsung 17 April pekan depan. Berita bohong (hoaks) tersebar di media sosial. Perbedaan politik adalah hal biasa. Perbedaan ini tak boleh menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Demikian ditegaskan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pada peringatan isra mi’raj digelar Pemkot Mataram di halaman Kantor Walikota, Jumat (5/4) pekan kemarin. Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran ASN muslim, tokohtokoh agama serta jemaah calon haji (JCH) Kota Mataram yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2019. Walikota mengatakan, suasana politik tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tantangannya adalah perang terhadap berita bohong dan ujaran kebencian. Konteksnya adalah bagaimana oknum tak bertanggungjawab ingin mengganggu sistem demokrasi dan tatanan negara. Oleh karena itu, perbedaan pandangan politik adalah hal biasa dalam tiap kontenstasi. Aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot Mataram, termasuk masyarakat diingatkan tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah oleh isu – isu yang tak bertanggungjawab. Semua pihak diharapkan dapat tetap menahan diri, menjaga silaturahimdanmenjagahubunganbaikdengansesama,meskipun berbeda dalam pilihan politiknya. “Jangan membuat fitnah, jangan berbohong, jangan saling menyebar aib, jangan sampai tidak bertegur sapa hanya karena beda pilihan politik,” ujarnya. Walikota dua periode juga mengingatkan, gempa bumi Juli 2018 lalu, mempengaruhi segala lini kehidupan masyarakat. Pemkot Mataram terus bekerja memperbaiki rumah dan fasilitas lainnya yang rusak akibat bencana. “Teruslah istiqomah, agar kita selalu diberikan keselamatan dunia dan akhirat,’’ pesannya. Peringatan isra’ mi’raj ini dihadiri oleh Dr. TGH. Lalu Ahmad Zainuari. Dosen Universitas Islam Negeri Mataram berpesan, masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji memaksimalkan ibadah serta memperbanyak doa, sekaligus juga tidak lupa untuk mendoakan para pemimpin serta kebaikan untuk semua. (cem/*)

Halaman 3


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 8 April 2019

Halaman 4

Potret Miskin Keluarga Disabilitas di KLU MASYARAKAT di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diingatkan untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 sebagaimana mestinya. Terutama menghindari serta tidak goyah bila adanya politik uang jelang pemilihan. Hal tersebut lebih mulia untuk menghadirkan pemimpin yang amanah dan berkualitas. Kepada Suara NTB, Minggu (7/ 4), Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati, menjelaskan, Bawaslu Lotim jauh-jauh hari sudah melakukan antisipasi terkait adaRetno RetnoSirnopati Sirnopati nya politik uang maupun “serangan fajar” menjelang hari pemilihan pada pemilu 2019 ini. Pasalnya, Bawaslu juga tidak menampik mindset masyarakat terkait ada uang ada suara masih ada. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat. Terkait pengawasan terhadap terjadinya politik uang ini. Retno menegaskan sudah ada instruksi dari Bawaslu RI untuk melakukan patroli pengawasan anti politik uang. Dalam patroli ini akan mengumpulkan semua pengawas hingga ke tingkat TPS untuk melakukan pergerakan bersama. “Memang politik uang dan “serangan fajar” ini salah satu bagian terpenting untuk diawasi,” terangnya. Bagi yang ditemukan melakukan politik uang maupun “serangan fajar”, kata Retno, maka oknum yang bersangkutan dapat dicoret dari peserta pemilu. Bahkan tidak bisa dilantik apabila terpilih ketika terbukti bersalah ketika sudah inkracht di Pengadilan. “Kalau terbukti, tentu oknum yang bersangkutan bisa dicoret,” tegasnya. Ia mengingatkan kepada panwascam dan panwasdes agar maksimal di dalam mengawasi segala tahapan pemilu terutama apabila terjadinya politik uang. “Hati-hati para peserta pemilu apabila ingin melakukan praktik money politics. Ada sanksi tegas yang menantinya,” tegasnya. Disebutkannya, terdapat beberapa TPS yang masuk dalam kategori rawan dengan 4 variabel dan 10 indikator. Untuk variabel pertama dengan indikator, terdapat pemilih DPTb dalam TPS, terdapat DPK dalam TPS, TPS dekat rumah sakit, TPS dekat perguruan tinggi dan TPS dekat lembaga pendidikan pesantren. Untuk variabel kedua yakni kampanye, indikator di dalamnya terdapat praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye di TPS dan terdapat praktik menghina atau menghasut di antara pemilih terkait isu agama, suku, ras, dan golongan di sekitar TPS. Selanjutnya variabel ketiga, yakni netralitas. Indikator di dalamnya berupa petugas KPPS berkampanye untuk peserta pemilu. Sedangkan untuk variabel ke empat yakni pemungutan suara, indikator di dalamnya yakni TPS berada di dekat posko atau rumah tim kampanye peserta pemilu dan logistik/perlengkapan pemungutan suara mengalami kerusakan. (yon)

(Suara NTB/yon)

Tak Goyah Pilihan

Di KLU Posyandu Aktif Kembali Tanjung (Suara NTB) Layanan posyandu dan poskesdes di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diaktifkan pada tahun 2019, setelah ratusan sarana tidak aktif pascagempa tahun 2018 lalu. Dikes optimis, pelayanan posyandu di semua dusun di KLU dapat diakses kembali oleh masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) KLU, H. Khairul Anwar, S.KM., M.Kes., Minggu (7/4) mengakui, jumlah H. Khairul Anwar, posyandu di 33 desa se - KLU (Suara NTB/dok) sebanyak 397 unit. Hanya saja, pascagempa Agustus tahun lalu, jumlah posyandu aktif sebanyak 153 unit atau setara 38,5 persen. “Pascagempa, memang sebagian besar posyandu kita tidak buka. Tetapi pelayanan di 2019 sudah normal kembali,” kata Khaerul. Optimalisasi dan revitalisasi program kesehatan posyandu dan poskesdes, Pemerintah KLU melibatkan partisipasi aktif pemerintah desa. Di mana pemdes diarahkan untuk mengalokasikan 30 persen dari Dana Desa (DD) untuk pemberdayaan kesehatan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk merevitalisasi sarana posyandu maupun dukungan kesejahteraan bagi kader. Sementara Dikes Kabupaten, secara maksimal memprogramkan perbaikan sarana secara bersamaan sekaligus mengganti prasarana yang rusak akibat gempa. Mengingat pentingnya penanganan stunting di masyarakat, Dikes bahkan sudah menyalurkan bantuan peralatan dari pusat tidak lama setelah penanganan darurat gempa berakhir. “Sarana UKBM seperti posyandu dan poskesdes, pembangunannya dari DD. Kita sudah masukkan di Perbup, bahwa peruntukan DD adalah untuk sarana kesehatan termasuk poskesdes dan posyandu,” jelasnya. Khaerul mengakui, beberapa indikator kesehatan pada tahun 2018 lalu tercapai dan ada pula yang belum tercapai. Indikator yang belum tercapai misalnya, persentase ibu hamil kekurangan energi kalori mencapai 9,4 persen dari target 12,5 persen. Sedangkan ibu hamil anemia dapat mencapai target dari 10 persen menjadi 6,8 persen ibu anemia. Cakupan peserta KB aktif meningkat pula dari target tahun 2018 sebesar 65 persen menjadi 66,5 persen. Sementara, untuk angka kesakitan baik malaria, DBD, TB, hipertensi dan diabetes tercatat capaian masing-masing, 0,47/1000, 0,19/1000, 0,35/1000, 27,9/1000 dan 7,6 persen dari target 6 persen. Selain indikator itu, catatan kasus kematian ibu melahirkan di KLU juga dapat diturunkan dari sebelumnya 3 kasus kematian ibu di tahun 2017, menjadi 2 kasus di tahun 2018. Begitu pula kasus kematian bayi mengalami kenaikan walaupun hanya 1 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. “Di tahun 2017 angka kematian bayi sebanyak 86 orang dari target 56 orang, di tahun 2018 angka kematian bayi sebanyak 87 orang dari target 44 orang,” tandasnya. (ari)

Menjalani kehidupan sebagai warga kurang mampu, (mungkin terdengar lumrah). Namun menjadi tidak lumrah, manakala hidup serba kekurangan dihadapi oleh satu keluarga penyandang disabilitas. Kondisi itu dihadapi oleh Amaq Mawardi alias Mursam dan Inaq Sumarni. Seperti apa potretnya? TONGKAT dari potongan ranting kayu menjadi penuntun Inaq Sumarni (58). Selangkah demi selangkah kakinya berjalan, dari berugak menuju pondok tempat suaminya berbaring. Hampir saja, kakinya tersangkut akar pohon mangga – di pekarangan tempatnya tinggal. Warga Dusun Kerurak (Kampung Pelelan), Desa Persiapan Segara Katon, Kecamatan Gangga ini, sudah sejak lama hidup seadanya. Amaq Mawardi (70) - sejak sebelum gempa, tidak lagi normal berjalan kaki. Ditambah lagi, kedua lututnya dan betis tertimpa batako pada malam kejadian gempa, 5 Agustus 2018. Sejak peristiwa itu, praktis ia hanya bisa berbaring. Seminggu sekali saat ibadah Salat Jumat, ia terpaksa menggunakan kursi roda bantuan Yayasan Endri’s Foundation. Bagi Amaq Mawardi, ia hanya bisa pasrah dengan kondisinya kini. Setali tiga uang, Inaq Sumarni, nyaris tak bisa berbuat banyak untuk membantu suami. Sejak 10 tahun lalu (bahkan lebih), kedua matanya buta. Secara fisik, perempuan dengan 5 orang anak ini masih mampu melayani suami. Namun keterbatasan penglihatan memaksanya hanya bisa berdiam berdiri. Satu-satunya pekerjaan yang bisa ia lakukan adalah, memasak nasi. Itu pun dengan

(Suara NTB/ari)

BUTUH PERHATIAN - Keluarga penyandang disabilitas di Dusun Kerurak (Kampung Pelelan), Desa Persiapan Segara Katon, Kecamatan Gangga yang membutuhkan uluran tangan pemerintah. tungku tanah liat berbahan bakar kayu. “Sudah lama, sekitar 10 tahun. Sepulang dari jenguk cucu di Rempek (Kecamatan Gangga), 3 hari kemudian penglihatan saya buram. Sampai akhirnya tidak bisa melihat sama sekali,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (7/4). Pasangan ini memiliki 5 orang anak. Satu-satunya anak lelaki adalah si sulung, Mawardi. Profesinya sebagai penjaga pintu air dengan honor dari Pemda KLU yang tidak seberapa. Selebihnya, Mawardi hanya mengandalkan hasil panen kelapa dari kebun keluarga yang ditungguinya. Luasnya tidak seberapa. Pascagempa, keluarga ini hanya panen sekali. Jumlah yang bisa dijual 300 butir saja. Anak kedua sampai ketiga keturunan Amaq Mawardi sudah menikah. Mereka diboyong suami. Ada yang ber-

domisili di satu desa, lain desa satu kecamatan, hingga diboyong merantau ke Kalimantan oleh suaminya. Tinggallah Nuraniah (29). Putri bungsu ini seorang diri, menemani dan melayani kedua orang tuanya, setiap hari. Untung tak bisa diraih. Nuraniah berstatus disabilitas. Ia bisu, juga tuli. Diceritakan Sumarni, anaknya mulai mengidap tunawicara saat berusia 1 atau 2 tahun. Saat Nur baru mulai belajar merangkak, ia jatuh sakit. Dikutip dari berbagai sumber, Nuraniah diperkirakan mengidap tongue tie atau gangguan bawaan lahir yang dicirikan dengan frenulum linguae yang pendek pada lidah, yang menyebabkan gerakan lidah menjadi terbatas. Frenulum linguae adalah lipatan mukus membran yang membentang dari bagian bawah mulut dan terhubung hingga bagian ten-

gah bawah lidah. “Sebelum sakit, Nur bisa belajar bicara. Ia masih bisa memanggail nama orang tua,” imbuh Sumarni. Tidak hanya bisu, Nur juga mengidap tuli alias tidak bisa mendengar. Kekurangannya ini menyebabkannya tidak bisa mengakses pendidikan sejak kecil. Tidak ada tawaran Sekolah Luar Biasa (SLB) dari pemerintah kepadanya. Saat kedua orang tuanya masih bugar, hari-harinya dihabiskan untuk bermain. Di usia remajanya, ia mulai belajar mencari uang menghidupi kedua orang tuanya. Ia terjun sebagai kuli, buruh pertanian, hingga tukang cuci panggilan. Upah yang ia dapat, ia atur untuk membeli beras dan lauk pauk. Nur dibantu oleh saudara sulungnya, Mawardi. Namun ia lebih berperan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari orang tuanya. “Upah cuci Rp 25 ribu untuk 2

Pemkab Lotim Wajibkan ASN Keluarkan Zakat Profesi Selong (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membuat regulasi baru terkait pengeluaran zakat profesi sebesar 2,5 persen. Semula pengeluaran zakat 2,5 persen ini hanya berdasarkan keikhlasan ASN. Namun saat ini pengeluaran zakat 2,5 persen itu bersifat wajib.

H. M. Sukiman Azmy

Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy., MM menegaskan, pengeluaran zakat sebesar 2,5 persen itu merupakan hal yang wajib untuk dikeluarkan oleh para ASN di Kabupaten Lotim. Zakat 2,5 persen itu wajib, tidak lagi pengeluarannya berdasarkan keikhlasan. “Kewajiban zakat 2,5 persen

itu wajib dipotong setiap bulan. Kita mulai bulan Mei 2019, tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan apalagi komplin,” tegasnya. Dalam pemotongan gaji ASN untuk zakat 2,5 persen ini. Bupati meminta kepada Sekda Lotim untuk membuat formulir untuk masing-masing OPD, se-

hingga pemotongan zakat 2,5 persen dari setiap OPD berdasarkan jumlah pegawainya dapat terhitung dengan baik. Melalui zakat ini, bupati berharap dan meyakini jika harta dan rizki yang didapatkan lebih berkah di hadapan Allah SWT. Diakunya, Kabupaten Lotim memiliki guru cukup banyak, UPTD 21 yang tersebar di semua kecamatan. Maka dari itu, ia meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim untuk membuat surat edaran berdasarkan perintah bupati terkait zakat

(Suara NTB/yon)

Sinergikan Pemahaman

Bawaslu Lotim Minta Parpol Hadirkan Saksi di Bimtek Selong (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta kepada semua partai politik (parpol) untuk menghadirkan saksinya masing-masing pada pemilu 17 April mendatang. Kehadiran saksi yang diberikan mandat itu sangat penting untuk diberikan pemahaman melalui bimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan oleh Bawaslu selama empat hari, mulai dari tanggal 7 sampai 10 April 2019. Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati, mengaku sangat menyayangkan minimnya partai politik yang menghadirkan saksisaksinya pada bimtek yang di-

lakukan oleh Bawaslu. Semestinya, kepada peserta pemilu dalam hal ini parpol untuk dihadirkan di dalam bimtek pelatihan saksi partai politik, termasuk menyampaikan buku panduannya. “Kehadiran para saksi dari masing-masing parpol ini masih minim. Padahal sangat penting laporan dari masing-masing partai politik terkait jumlah saksi untuk diberikan mandat dalam pemilu 2019 ini,” terang Retno, dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (7/3). Bimtek yang difasilitasi oleh Bawaslu ini, dilakukan oleh pengawas Bawaslu dalam hal ini Panwascam mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa.

Pelatihan sangat penting supaya terbangun pemahaman yang sama antara sanksi parpol, saksi pengawas TPS, KPPS terutama memahami regulasi yang sudah ditetapkan. Adapun dalam pemilu 2019 ini, jumlah TPS di Kabupaten Lotim sebanyak 3.893 TPS yang tersebar di 21 kecamatan. Untuk mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk. Diharapkan masyarakat untuk berperan aktif mengawasi segala kegiatan yang dilakukan oleh partai politik atau masing-masing caleg pada Pemilu 2019. Langkah itu diharapkan untuk meminimalisir pelanggaran yang terjadi pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. (yon)

Budidaya Ikan Hias Masih Terbatas di Lotim Selong (Suara NTB) Aktivitas budidaya ikan hias di Lombok Timur (Lotim) dinilai masih sangat terbatas. Padahal, jika digeluti ikan hias ini bisa menjadi salah satu potensi ekonomi yang cukup besar. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) mendorong masyarakat untuk dapat melakukan budidaya ikan hias. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Lomba Ikan Koi dan Cupang yang juga Kepala Seksi Pengembangan Produk Dislutkan, Hj. Hariyanti saat ditemui Suara NTB di sela acara di Lapangan Tugu Selong, Sabtu (6/4). Menurutnya, tergambar dari kegiatan yang digelar yang ikut lomba hanyalah dari para pecinta ikan koi dan cupang. Dari kalangan masyarakat umum

masih sangat terbatas. Dihadirkannya kegiatan-kegiatan lomba ini harapannya bisa memancing minat warga lainnya untuk melakukan budidaya ikan. “Ini adalah langkah kita untuk stimulan pembudidaya di Lotim,” ungkapnya. Harapannya, para pembudidaya secara kuantitas bisa lebih banyak. Bisa berkembang lebih luas lagi, karena diyakini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Karena peminat yang masih terbatas, tidak heran yang kemudian pemasarannya hanya dari kalangan pecinta ikan hias ataupun hanya dari kalangan yang hobi ikan hias guna memasarkan ikan hias lebih luas di Lotim, diharapkan bisa mulai dari instansiinstansi pemerintah.

ember cucian,” akunya dengan bahasa isyarat tangan. Usut punya usut, Amaq Mawardi sejatinya punya pengalaman mengajar. Dulu di tahun 1980-an, ia masuk sebagai jajaran pendiri Diniyyah Islamiyyah, Dusun Kertaraharja. Sayangnya, sekolah itu bangkrut dan ditutup. Mawardi memiliki bekal keilmuan dari menimba ilmu di MTs Nurul Huda, Gondang. Sebuah sekolah di bawah Yayasan Nahdlatul Wathan, sekaligus madrasah tertua di Kabupaten Lombok Utara. Sayangnya, ia tidak menamatkan sekolah apalagi sampai memiliki ijazah. Kini keluarga ini hanya bisa pasrah dan berharap ada sokongan bantuan dari Pemerintah daerah KLU. Sebab sejak lama, mereka tidak memperoleh jatah dari berbagai program, apakah jaminan Lansia atau apapun namanya. (ari)

Semua kantor-kantor dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lotim ini diharapkan bisa turut membantu memasarkan ikan hias dengan menaruh akuarium berisi ikan hias di dalam kantor. Sejauh ini, sambungnya, para peminat dan pecinta ikan banyak membeli ikan hias di Mataram. Penangkar ikan hias di Lotim belum ada. “Ikan koi dan cupang ini adalah ikan hias, bukan ikan konsumsi,” terangnya. Bicara sisi ekonomis ikan hias dipastikan jauh lebih mahal dibandingkan ikan konsumsi atau ikan kolam biasa. Ikan hiasdari kalangan pecinta ini di luar negeri, seperti Jepang ada yang pernah tembus penjualannya sampai Rp 27 miliar. Di Kabupaten Lotim juga ada

(Suara NTB/rus)

IKAN HIAS - Ikan hias yang dipamerkan di Lotim, Sabtu (6/4) lalu. yang harga jualnya tembus Rp 150 juta. Sedangkan yang dipasarkan kemarin, sebutnya kisaran harga Koi tembus Rp 1,5 – Rp 2 juta. Sedangkan untuk cupang tembus Rp 200 ribu per ekor. Dari

gambaran harga itu diyakinkan sisi ekonomi ikan hias ini sangat menjanjikan. Sehingga sangat diharapkan, para pembudidaya ikan hias bisa lebih banyak di Lotim. (rus)

tersebut. Sehingga semua kepala sekolah wajib memotong gaji PNS guru dan tenaga pendidik dan kependidikan itu sebesar 2,5 persen. “Pemda Lotim juga mewajibkan kepada seluruh ASN baik itu guru untuk mengeluarkan zakat profesinya, jika sebelumnya penyerahan zajat sebesar 2,5 persen ke Baznas Lombok Timur berdasarkan keihklasan para ASN, kali ini pemerintah daerah akan mengubah kebijakan dimaksud menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh semua ASN,”tegas bupati belum lama ini. (yon)

Pascagempa, Produksi Ikan Budidaya Menurun Tanjung (Suara NTB) Produksi ikan hasil budidaya di masyarakat sudah diprediksi menurun. Pasalnya, akibat bencana gempa banyak kolam masyarakat mengalami kerusakan dan suplai air juga terganggu. Kepala Dinas Perhubungan Kelautan Dan Perikanan, M. Iwan Maret Asmara, S.Sos., melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan, H. Samsul Rizal, Jumat (5/4) membenarkan, produksi perikanan budidaya kolam masyarakat menurun dari 115,83 ton di tahun 2017 menjadi 96,05 ton di 2018. Berbeda dengan produksi perikanan tangkap, hasilnya meningkat dari 6.425,82 ton menjadi 6.662,30 ton di tahun 2018. “Meskipun produksi ikan hasil budidaya menurun tetapi indeks konsumsi ikan di masyarakat KLU mengalami peningkatan dari 29,23 kg per kapita per tahun menjadi 29,67 kg per kapita per tahun. Hasil perikanan di KLU juga mencatatkan kenaikan kontrobusi terhadap pembentukan PDRB dari Rp131,517 miliar tahun 2017 menjadi Rp147,514 miliar tahun 2018,” ujar Samsul. Pada tahun lalu, Pemkab Lombok Utara sudah mulai merancang modernisasi sarana penangkapan ikan melalui pengadaan perahu pelopor, perahu rumpon, perahu gilnert, erahu longline berikut kelengkapannya masing-masing. “Kita juga mulai menata alat tangkap nelayan dengan mendistribusikan mesin ketinting konversi BBM ke BBG kepada 600-an nelayan,” ujarnya. Samsul Rizal menyambung, mulai tahun 2018 lalu pihaknya juga sudah memulai percontohan budidaya ikan dengan sistem mina padi. Sebagai langkah awal, alokasi program diarahkan kepada 6 kelompok yang relatif aktif dan memiliki dukungan sumber daya air melimpah. Sistem mina padi sejatinya sudah banyak dikembangkan di daerah lain. Hanya saja di petani ikan Lombok Utara, sistem ini belum pernah dilakukan karena kekhawatiran tidak kontinyunya suplai air di persawahan. Mina padi yang merupakan integrasi antara pertanian dan budidaya ikan dalam satu lahan. Sistem ini diyakinidapat meningkatkan omset para petani sampai tiga kali lipat. Tetapi tak banyak petani yang berani memulai cara ini karena cara pengelolaannya relatif sulit, membutuhkan lebih banyak wakttu dan biaya awal yang relatif lebih mahal. (ari)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 8 April 2019

Ancam Copot Pejabat BUPATI Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengancam bakal menjatuhkan sanksi tegas terhadap pejabat yang tak patuh melaporkan LHKPN ke KPK. Orang nomor satu di Lobar ini akan menurunkan jabatan (demosi) atau mencopot pejabat yang sampai tenggat waktu tanggal 31 Maret lalu belum melaporkan harta kekayaannya ke lembaga antirasuah. Di Lobar terdapat 30 pejabat yang belum melaporkan LHKPN terdiri dari 18 sudah pensiun, 1 orang meninggal (Suara NTB/dok) dan 11 orang di antaranya H. Fauzan Khalid masih aktif menjabat. Bupati yang ditemui akhir pekan kemarin mengatakan, problem banyaknya pejabat belum laporkan LHKPN, karena beberapa yang pensiun, namun masih masuk data dan pejabat yang terkena demosi juga masuk dalam daftar tersebut. Di samping itu, kata dia, banyak yang belum tahu cara pengisian laporan. Untuk menindaklanjuti ini, pihaknya akan meminta inspektur untuk memanggil para pejabat yang belum melaporkan LHKPN untuk diberitahu cara pengisiannya. Diakui pengisian LHKPN ini memang agak ribet. Bagi orang yang belum pernah mengisi akan kebingungan, karena ribet. Ia sendiri mengaku sampai pengisian LHKPN ke empat kalinya belum bisa kalau tidak dibimbing oleh inspektorat. Nantinya pihak Inspektur akan mensosialisasikan cara pengisiannya. Sebelumnya, Inspektur pada Inspektorat Lobar HR Agus Hidayat mengatakan dari 224 pejabat yang wajib laporkan harta kekayaan terdapat 194 orang atau 86,6 persen yang sudah melaporkan, sedangkan sisanya 30 orang yang belum menyerahkan LHKPN. Dari 30 orang pejabat yang belum melapor ini terdapat 1 pejabat sudah meninggal, sedangkan 18 orang pensiun. Sisanya 11 pejabat masih aktif. Sementara itu, kalangan dewan hanya 26 orang sudah mengisi LHKP sedangkan sisanya 19 orang belum. Sedangkan untuk data pelaporan dari kalangan DPRD, menurut data yang masuk ke inspektorat baru 26 orang yang sudah mengisi sedangkan sisanya 19 orang belum. (her)

Permintaan Penangguhan Penahanan Tersangka Dana Marbot Ditolak Praya (Suara NTB) Masa tahanan tersangka kasus dugaan korupsi dana insentif marbot masjid, Kamarudin, S.H., resmi diperpanjang oleh Polres Lombok Tengah (Loteng). Setelah masa tahanan tahap pertama selama 20 hari habis. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., kepada Suara NTB, Sabtu (6/4). Camat Praya Barat Daya nonaktif itu ditahan sejak Jumat (15/3) lalu dan sudah mendapat persetujuan dari jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng untuk perpanjangan masa tahanan tahap kedua selama 40 hari ke depan. “Sesuai aturan, masa tahanan bisa diperpanjang selama 40 hari untuk tahap kedua. Setelah masa tahapan tahap pertama habis,” jelasnya. Sebelum masa tahanan diperpanjang, sebut Rafles, pihaknya sudah menerima permintaan penangguhan penahanan dari pihak keluarga dan kuasa hukum tersangka. Namun karena pertimbangan proses hukum, permohonan penangguhan penahanan tersebut sementara belum bisa diterima. Dengan tersangka tetap ditahan, diharapkan bisa mempercepat proses penyelesaian berkas perkara kasus ini. Di mana saat ini, berkas perkara tersangka sedang dalam proses melengkapi rekomendasi dari jaksa. Jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan pun cukup banyak hampir 100 orang. Dan, masih ada kemungkinan bertambah, mengingat masih ada beberapa saksi lagi yang akan dimintai keterangan. Termasuk beberapa pejabat utama di lingkup Pemkab Loteng. Pihaknya pun menargetkan paling tidak Senin besok (hari ini,red) semua saksi sudah selesai dimintai keterangannya, termasuk saksi tambahan, sehingga diharapkan hari Selasa besok berkas sudah bisa disampaikan lagi ke jaksa bersama dengan keterangan tambahan sesuai rekomendasi dari jaksa. (kir)

Pelindo III Lembar Percepat Proyek Pelabuhan Kapal Pesiar Giri Menang (Suara NTB) Pelindo III Lembar melakukan percepatan pengerjaan proyek pelabuhan kapal pesiar Gili Mas untuk bisa melayani bongkar muat material pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika Lombok Tengah. Sejauh ini, progres pembangunan pelabuhan ini mengalami kemajuan sebesar 3 persen dari target triwulan I tahun ini 75 persen, namun progress yang bisa dicapai 80 persen. Pihak Pelindo memastikan bulan Juli ini dermaga bisa dioperasikan, namun atas pertimbangan keamanan (safety) dari sisi usia beton belum memungkinkan untuk pelayanan bongkar muat dan operasional pelabuhan dibuka mulai November 2019. “Untuk melayani bongkar muat material motoGP kami sudah lakukan pecepatan pembangunan pelabuhan kapal pesiar, target di triwulan I ini kita mencapai kemajuan 3 persen dari target 75 persen, namun tercapai 80 persen,” jelas General Manager PT. Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto akhir pekan kemarin. Dermaga yang dibangun jelas dia, yang tadinya hanya panjang 350 meter ditambah menjadi 440 meter untuk mendukung satu kapal pesiar, peti kemas dan bongkar muat motoGP 2021 mendatang. Kapal yang bisa nyandar langsung bisa dengan panjang 300 meter. Bulan November lanjut dia, direncanakan ada satu kapal pesiar yang akan nyandar perdana di sana. “Itu kapal pesiar yang nyandar perdana,” imbuh dia. Selain itu, ada rencana di dermaga ini akan digelar ekspo pariwisata di NTB. Sedangkan untuk operasi terminal secara penuh pihaknya butuh pembangunan fasilitas pendukung seperti terminal penumpang, jalur listrik dan air. “Itu direncanakan tahun 2020,”jelas dia. Sementara pengangkutan material sirkuit MotoGP dilakukan melalui dermaga kapal pesiar ini. Di pelabuhan ini, pihaknya mempersiapkan satu dermaga khusus. Tahun ini kata dia dermaga itu ditargetkan tuntas sehingga tahun depan bisa beroperasi untuk melayani bongkar muat material berat tersebut. Hal inilah, yang menyebabkan pihaknya juga memberikan jaminan usia beton, meskipun bulan Juli sudah selesai dibangun. “Materialnya akan datang tahun 2020, materialnya dalam bentuk container office, itu diangkut ke lokasi,” jelas dia. (her)

(Suara NTB/ist)

DIKERJAKAN - Progres pengerjaan proyek pelabuhan kapal pesiar Gili Mas. Bongkar muat material sirkuit MotoGP akan diangkut melalui dermaga ini.

Halaman 5

Warga Pertanyakan Realisasi Perbaikan Jembatan Kayu Cemara Giri Menang (Suara NTB) Warga Lembar Selatan Kecamatan Lembar mempertanyakan realisasi perbaikan jembatan kayu yang menghubungkan daerah pesisir Dusun Cemara dengan daerah setempat. Warga mempertanyakan tindak lanjut hasil peninjauan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang turun bersama sejumlah kepala OPD beberapa bulan lalu. Padahal saat itu orang nomor satu di Lobar ini meminta jajarannya segera menindaklanjuti keluhan warga terkait jembatan ini. “Saat ini kami menunggu. Kita sudah pertanyakan ke pemda. Secara personal saya ke pak bupati sudah meminta secepatnya penanganan jembatan kayu ini,” kata Kepala Desa Lembar Selatan H. Beny Basuki, Minggu (7/4). Menurutnya kendala yang dihadapi terkait anggaran yang belum ada. Namun karena ini sifatnya mendesak, kalaupun kata dia tidak dianggarkan, seharusnya bisa menggunakan dana darurat untuk menutupi lubang-lubang tersebut. Sejauh ini ada dua opsi penanganan jembatan itu, yakni permanen dengan rencana bangunan jembatan melengkung. Dana yang diperlukan cukup besar mencapai Rp 500 juta. Sedangkan opsi lainnya jembatan kayu diperbaiki untuk sementara sebelum bisa dibangun permanen dengan dana Rp 200 juta. Pihaknya mengaku kondisi jembatan mendesak dibangun atau diperbaiki. Pasalnya ada

sejumlah lubang akibat kayu yang terlepas. Setiap hari, ada ratusan orang yang lalu lalang di jembatan itu, baik itu warga setempat dan pengunjung yang datang berwisata. Belum lagi ketika libur akhir pekan, pengendara yang lewat mencapai ribuan orang. Ia khawatir jika jembatan ini tak diperbaiki, khawatirnya timbulkan korban jiwa karena terjatuh akibat melalui lubang di jembatan itu. Ditambah lagi, lanjut dia lebaran sebentar lagi tiba. Ke depan kalau jembatan sudah dibangun pihaknya akan membatasi kendaraan yang masuk melalui jembatan itu dengan memberlakukan batas maksimal tonase kendaraan yang bisa masuk. Rencananya pihaknya akan memasang fortal (pembatas) sebelum masuk ke jembatan, sehingga tak semua kendaraan besar (truk) bisa masuk.”Kalau ndak dibatasi, seenaknya mengangkut material kan itu menyebabkan

(Suara NTB/her)

BELUM DIPERBAIKI - Jembatan kayu di Cemara Desa Lembar Selatan ini belum diperbaiki. cepat rusak,” jelas dia. Pihaknya berencana akan membuat payung hukum mengenai hal ini. Pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih dulu kepada masyarakat. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar Made Artadana mengatakan sejauh ini

perencanaan jembatan sudah selesai, tinggal pihaknya mencarikan sumber pembiayaan. “Tinggal sumber pembiayaan,” jelas dia. Terkait rencana pembiayaan dari pihak ketiga, menurut Made segala kemungkinan ini akan dikaji, sepanjang itu secara legal bisa dipertanggungjawabkan akan dilaksanakan.

Terkait keluhan warga agar bisa dipercepat menurut dia tergantung anggaran. Ia belum berani memastikan kapan pembangunan jembatan itu, sebab kepastian sumber belum ada. Namun ia memastikan jika sumber anggaran sudah ada, jembatan itu langsung dibangun. (her)

Pokir Dewan Tingkatkan Partisipasi Pemilih Intervensi Masyarakat Milenial Lewat Lomba Giri Menang (Suara NTB) Persentase pemilih mengambang (swing voter) dari kalangan pemilih pemula atau kaum milenial di Lombok Barat (Lobar) terbilang masih tinggi mencapai 17 persen lebih. Belasan persen swing voter ini didominasi oleh kaum muda. Penyebab tingginya swing voter di kalangan milenial ini, karena mereka sangat berhatihati menjatuhkan pilihan. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih khususnya di kalangan milenial ini, pihak KPU menggelar beberapa kegiatan yang bisa menarik minat kaum milenial. Mulai dari kegiatan lomba kreasi hingga konser musik dan kegiatan olahraga Pemilu Run. Berbagai kegiatan ini melibatkan kaum milenial, Sabtu (6/4). Ketua KPU Lobar, Bambang Karyono mengatakan kegiatan ini bentuk upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Di mana pada pemilu kali ini ditargetkan mencapai 80 persen lebih. Pemilu Run yang digelar serentak di Indonesia ini diharapkan menciptakan pemilih yang sehat, sehingga dalam memilih nanti secara sehat dan menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang sehat dan

Fakir Miskin di Lobar

(Suara NTB/her)

BUKA - Satu peserta sedang menunjukkan kemampuannya dalam lomba kreasi yang digelar KPU Lobar. kuat. “Agar nantinya daerah dan bangsa kita tidak dipimpin oleh orang yang lemah-lemah yang hanya tinggal datang, diam, duduk dan duit,” tegas dia. Pihaknya merangkul semua pihak dalam mensosialisasikan dan mensukseskan serta meningkatkan partisipasi pemilih. Sementara itu, Divisi Bidang SDM, Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Lobar Riadi mengatakan target utama dari pelaksanaan berbagai kegiatan KPU ini adalah untuk men-

yasar pemilih pemula. Menurut dia pemilih pemula ini dapat menjadi penentu pada pemilu nanti, sehingga jangan sampai mereka terkontaminasi dengan kepentingan lain. “Lomba kreasi, konser musik dan pemilu run ini wadah bagi KPU untuk menarik perhatian dan empati dari pemilih pemula yang memang masih banyak berada di posisi swing voter, 17 persen pemilih mengambang ini kebanyakan dari pemilih pemula atau kaum milenial,” jelas dia. (her)

123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 masing PPS atau desa. SetPraya (Suara NTB) oleh KPU Loteng. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Hingga saat ini Komisi “Surat pemintaan surat elah itu, PPS melanjutkan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Pemilihan Umum (KPU) suara pengganti yang rusak ke masing-masing TPS. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 “Jadi sembari menunggu Lombok Tengah (Loteng) sudah kita kirim. Tapi mu123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 belum juga menerima surat ngkin sedang diproses dengan surat suara pengganti da123456789012345678901234567890121234567890123456789 suara pengganti surat pihak percetakan. Sehingga tang, logistik yang ada itu 123456789012345678901234567890121234567890123456789 suara yang rusak dari KPU sampai sekarang belum ada yang didahulukan untuk di123456789012345678901234567890121234567890123456789 pusat. Namun hal itu, tidak surat suara pengganti yang packing. Sehingga kalau su123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 rat suara pengganti sudah akan sampai mengganggu kita terima,” sebutnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 rencana distribusi logistik Namun demikian, pihaknya datang, maka logistik pemi123456789012345678901234567890121234567890123456789 pemilu di daerah ini. optimis hal tersebut tidak akan lu yang harus di-packing tidak 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Demikian ditegaskan Ket- sampai mengganggu tahapan terlalu banyak,” tambahnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Ia mengatakan, terkait ua KPU Loteng, Ahmad dan rencana distribusi logistik 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Fuad Fahrudin, kepada pemilu, karena secara umum kelengkapan logistik pemi123456789012345678901234567890121234567890123456789 Suara NTB, Sabtu (6/4). logistik pemilu sudah dinyata- lu tersebut KPU Loteng 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Sebelumnya, KPU Lo- kan lengkap. Dan, saat ini logis- tidak hanya menunggu kir123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 teng menemukan ada seki- tik yang ada sedang dalam pros- iman saja. Ada beberapa 123456789012345678901234567890121234567890123456789 tar 20 ribu lembar lebih es pengepakan ke masing-mas- logistik pemilu yang diam123456789012345678901234567890121234567890123456789 bil langsung oleh KPU Losurat suara yang rusak ing kotak suara. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 pada saat pelipatan surat Pihaknya dalam hal ini ujar teng di Jakarta, seperti tin123456789012345678901234567890121234567890123456789 suara. Atas temuan terse- Fuad masih punya waktu se- ta dan stiker pengamanan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 but KPU Loteng pun sudah kitar 10 hari lagi untuk menun- kotak suara, sehingga pros123456789012345678901234567890121234567890123456789 bersurat ke KPU pusat taskan persiapan logistik es persiapan logistik bisa 123456789012345678901234567890121234567890123456789 melalui KPU provinsi, un- pemilu, karena dalam dua hari lebih cepat. Karena kalau 123456789012345678901234567890121234567890123456789 tuk meminta surat suara sebelum pencoblosan seluruh semua tunggu kiriman, 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 pengganti. Tapi sampai logistik pemilu sudah mulai dikhawatirkan tidak akan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 saat ini belum diterima didistribusikan ke masing- bisa cepat. (kir) 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789

Surat Suara Pengganti Belum Diterima

Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat (Lobar) terus berupaya menekan kemiskinan yang masih tinggi di daerah setempat. Untuk menangani kemiskinan ini, pemda bersinergi dengan semua pihak, termasuk DPRD selaku unsur legislatif. Salah satu bentuk sinergi dewan menekan kemiskinan melalui program pokok pikiran (pokir). Dewan mengarahkan pokir ini untuk menyasar warga fakir miskin yang berada di posisi paling bawah melalui sejumlah program bantuan. Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Lobar H. Zainul Muttaqin menuturkan untuk penanganan fakir miskin dari program usulan DPRD Kabupaten Lobar jumlahnya ada sekitar 56 paket program yang bersumber dari aspirasi DPRD Lobar untuk penanganaan fakir miskin.’’ Program dari aspirasi DPRD Lobar ini cukup banyak untuk penanganan kemiskinan,’’ jelasnya saat ditemui pada peyerahan bantuan alat pertukangan dan bengkel program penanganan fakir miskin di Desa Kebon Ayu pekan kemarin. Pembagian alat pertukangan dan bengkel ini merupakan program aspirasi dari salah satu anggota DPRD Lobar dari wilayah Gerung. Belum lagi di bidang yang lainnya seperti di bidang pemberdayaan masyarakat di Dinas Sosial mungkin jumlahnya bisa lebih besar lagi, ada sekitar 80 paket. Berbagai bentuk program untuk penurunan kemiskinan di antaran-

ya ada program penyaluran alat pertukangan, bengkel, ternak, dan pemberian bantuan kepada nelayan, masyarakat pesisir, serta pemberian bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) yang ada di tengah masyarakat. Sebelumnya, dari bidang penanganan fakir miskin juga sudah menyalurkan beberapa paket bantuan penanganan fakir miskin, seperti bantuan sapi dan kambing. Untuk jumlah data kemiskinan di Lobar, ia mengatakan saat ini pihak Dinas Sosial sedang menunggu selesainya penyusunan Basis Data Terpadu (BDT) yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah pusat.’’ Untuk jumlah angka kemiskinan, masih menunggu selesainya BDT,’’ ujarnya. Sementara itu Anggota DPRD Lobar H. Lalu Muhammad Ismail mengatakan pemberian bantuan alat tukang dan bengkel yang diberikan kepada masyarakat tersebut sebagai bentuk upayanya mengentaskan warga dari kemiskinan, termasuk di wilayah pesisir yang menjadi kantong kemiskinan. “Ini juga bentuk tanggung jawab kami kepada konstituen yang diajukan melalui progres reses yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.’’ Ini sesuai dengan permintaan dan kebutuhan dari warga masyarakat,’’ ujarnya. Ia berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat bisa lebih giat bekerja, ekonomi keluarga meningkat dan mereka keluar dari kemiskinannya. (her)

(Suara NTB/her)

TERIMA - Warga yang tergolong fakir miskin menerima bantuan pokir dari dewan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Lobar.

Pencoretan Baiq Sumarni Sudah Final Praya (Suara NTB) Usaha keras Partai Golkar dan Baiq Sumarni untuk mendesak KPU Lombok Tengah (Loteng) agar mencabut kembali keputusan pencoretan Baiq Sumarni, sebagai caleg DPRD Loteng daerah pemilihan III (Pujut-Praya Timur), menemui jalan buntu. KPU Loteng tetap kukuh dengan sikapnya untuk tetap mencoret Baiq Sumarni sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April mendatang. Dengan demikian Partai Golkar dipastikan kehilangan

salah satu caleg-nya di dapil III. “Keputusan KPU Loteng yang mencoret Baiq Sumarni, sudah final dan tidak bisa dicabut,” tegas Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, kepada Suara NTB, Sabtu (6/4). Namun demikian, pihaknya secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Partai Golkar maupun pihak Baiq Sumarni yang lebih mengedepankan upaya hukum dalam menyikapi persoalan tersebut. Tidak malah kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik, pascakeluarnya keputusan KPU

Loteng tersebut. Untuk itu, apa yang dilakukan Parta Golkar dan Baiq Sumarni tersebut patut menjadi contoh bagi yang lain dalam menyikapi persoalan yang terkait pemilu. “Di balik kasus ini, banyak hikmah yang bisa kita petik. Sebagai pembelajaran di masa-masa yang akan datang,” tegasnya. Fuad menegaskan keputusan yang diambil pihaknya sudah sesuai aturan dan regulasi yang ada, yakni vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya yang menyatakan

bahwa Baiq Sumarni bersalah melanggar aturan kampanye. Dan, dipastikan tidak ada intervensi atau campur tangan pihak lain dalam kasus tersebut. Disinggung soal rekomendasi Bawaslu Loteng, Fuad mengaku memang tidak ada rekomendasi dari Bawaslu Loteng yang diterima pihaknya. Yang mengatakan merekomendasi KPU Loteng untuk mendoret Baiq Sumarni. Namun hal itu tidak mempengaruhi keputusan KPU Loteng. Pasalnya, dasar pengambilan keputusan oleh KPU Loteng dalam kasus bukan rekomenda-

si dari Bawaslu Loteng. Tetapi ada dasar vonis majelis hakim PN Praya. Dalam arti, ada tidaknya rekomendasi Bawaslu Loteng untuk mencoret Baiq Sumarni, tidak berpengaruh. Pencoretan terhadap Baiq Sumarni tetap akan dilakukan. “Bawaslu Loteng memang tidak pernah merekomendasikan pencoretan Baiq Sumarni. Tapi putusan pengadilan mengatakan Baiq Sumarni bersalah melanggar aturan kampanye, itulah yang menjadi dasar KPU Loteng mengambil pencoretan tersebut,” terangnya. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 8 April 2019

Halaman 6

Kerjasama Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Dinas Dikbud Gelar Lomba Penulisan Inovasi Pembelajaran Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa menggelar lomba lomba penulisan inovasi pembelajaran bagi guru SD dan penulisan artikel ilmiah bagi guru SMP/ SMA dan SMK. Dalam memperingati hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2019 mendatang. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, H. Syahril M.Pd, melalui Kabid Pembinaan SD, Junaidi M.Pd, guru perlu melakukan inovasi dalam memfasilitasi peserta didik. Dukungan pemerintah dalam meningkatkan kreatifitas dan inovasi guru diwujudkan melalui lomba karya inovasi pembelajaran (inobel). Sebagai ajang kompetisi inovas pembelajaran bagi guru dalam hal

ovasi sekaligus terpilihnya Juara lomba. Manfaat kegiatan ini, meningkatkan jumlah karya inovasi pembelajaran, sehingga dapat diadopsi, diadaptasi dan diimplementasikan oleh guru lain. Mengembangkan budaya belajar kreatif dan inovastif sehingga dapat meningkatkan kinerja guru. Selanjutnya, meningkatkan karier guru pemenang lomba inovasi pembelajaran. Serta menginspirasi guru mengembangkan pembelajaran inovatif sehingga berdampak terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Prinsip perlombaan yang diterapkan bersifat inovatif, orisinal, edukatif, kompetitif, objektif, transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Persyaratannya, satu guru hanya

pendekatan, model, strategi, metode, teknik, maupun media pembelajaran. Melalui perlombaan ini, inovasi pembelajaran yang terpilih dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi guru dalam peningkatan mutu pembelajaran. Makanya lomba ini digelar Dinas Dikbud Sumbawa dengan tema “Inovasi Pembelajaran untuk Menjawab Tuntutan Abad 21”. Tujuannya, memotivasi guru melakukan inovasi pembelajaran, menghasilkan katya inovas pembelajaran. Sehingga hasil yang diharapkan, terhimpunnya karya inovasi pembelajaran dari seluruh Kabupaten Sumbawa. Terdiseminasikan hasil karya inovasi pembelajaran kepada teman sejawat. Serta terpajangnya hasil karya in-

boleh mengajukan satu karya inobel, orisinal, belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis secara nasional maupun internasional. Serta bukan merupakan karya dalam penyelesaian tugas akhir studi, skripsi, tesis. Karya inovasi pembelajaran yang dikirim berupa naskah atau dokumen tertulis dalam bentuk hard copydan soft copy secara langsung ke Dinas Dikbud Sumbawa. “Peserta yang bisa menembus lima besar diundang untuk mempresentasikan karyanya di depan forum terbuka yang dinilai oleh juri,”terang Junaidi. Aspek yang akan dinilai yakni asli, karya inobel yang dilombakan merupakan hasil karya sendiri bukan plagiat. Spesifik, karya inobel yang

dilombakan memiliki kekhususan yang menarik untuk diaplikasikan dalam pembelajaran. Unik, karya inobel memiliki nilai kekhususan dan kesitimewaan tersendiri. Inovatif, karya inobel yang dilombakan mengandung unsur kebaruan. Sistematis, tata

urut karya inobel yang diusulkan sesuai ketentuan pada pedoman. Aplikatif, karya inobel mudah

diterapkan, digunakan, dan dikembangkan pengguna lain. Inspiratif, karya inobel mampu mengilhami pengguna untuk melakukan pembaruan dalam pebelajaran. Terakhir bermanfaat, karya inobel bermanfaat mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan memberi penguatan pendidikan karakter. Pelaksanaan lomba sosialisasi ke satuan pendidikan 2830 Maret 2019. Pengiriman naskah ke panitia Kabupaten mulai 10 April-20 April 2019di Bagian Pengawas Sekolah. Presentase nomine 5 besar 25-30 April dan pengumuman pemenang pada 2 Mei 2019, tepat pada peringatan Hardiknas. (arn/*) Junaidi

(Suara NTB/arn)

Wiranto Yakinkan Masyarakat Sumbawa Menangkan Jokowi-Amin

(Suara NTB/ils)

PUTUS – Kondisi jembatan putus yang terjadi akibat dihantam banjir di Desa Seloto, Kecamatan Taliwang.

Jembatan di Seloto Putus Disapu Banjir

Taliwang (Suara NTB) Kepala Desa (Kades) Seloto, Lukmanul Hakim SP, menyebutkan hasil inventarisir sementara kerugian materil akibat bencana banjir ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah. Hal ini tentunya sangat berasalan pasalnya, akibat bencana itu satu jembatan penyeberangan putus tersapu air. Tembok pembatas di dua sekolah juga ikut ambruk. bisa digunakan oleh masyarakat. Karena air yang bercampur dengan lumpur sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Akibatnya kini warga terpaksa membeli air galon untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Banjir yang terjadi kemarin sangat parah dan baru tahun ini ada kejadian seperti sekarang. Untuk itu kami berharap supaya Pemerintah bisa turun untuk melakukan penanganan lanjutan terkait dampak kerusakannya,” ungkapngya. Ia menyebutkan, selain rumah terendam hasil pendataan saat ini tercatat ada sekitar 50 hektar lahan pertanian rusak. Padi inipun sudah mulai dipanen oleh masyarakat, tetapi karena terbawa arus dan rusak. Pagar keliling lapangan sepakbola juga ikut hanyut di bagian pinggirnya, panggung hiburan pondasi terkikis dan bronjong yang ambruk. Bahkan ada satu unit rumah dengan tingkat kerusakannya yang sangat parah sehingga butuh penanganan

terjadi hari beberapa hari lalu tersebut merupakan banjir terbesar dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Banjir ini juga tidak diprediksi sebelumnya, karena curah hujannya tidak terlalu lebat. Tapi karena datangnya secara tiba-tiba maka kerusakan yang ditimbulkan juga sangat parah. Meskipun demikian, pihaknya sangat bersyukur tidak ada korban jiwa kendati rumah yang terendamnya mencapai 204 rumah dengan jumlah keluarga terdampak sekitar 519 jiwa. Rumah yang terdampak juga saat ini sudah mulai dilakukan pembersihan oleh masyarakat. Hanya saja pihaknya sangat berharap supaya Pemerintah bisa memberikan bantuan mesin air untuk mengurus air sumur yang ada. Hal ini tentunya sangat beralasan, karena jumlah sumur yang terdampak mencapai 98 sumur dan saat ini tidak

Satgas Pantau Penyaluran Bantuan Gempa Taliwang (Suara NTB) Satuan Tugas Dana Bantuan Sosial (Satgas Bansos) Polres Sumbawa Barat, akan terus memantau serta mengawasi penyaluran Bansos di daerah setempat. Terutama kaitannya dengan penggunaan anggaran untuk penanganan dampak gempa supaya terhindar dari adanya aktivitas penyimpangan. Kendati hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat, tetapi Satgas sudah mulai melakukan pemetaan terhadap lokasi yang dianggap rawan. “Satgas Bansos ini dibentuk untuk mempermudah pengawasan dan pengamanan sehingga penyaluran dana tidak ada penyimpangan. Meskipun laporan pengaduan belum ada yang kita terima, tetapi kami tetap melakukan antisipasi terutama terkait dana gempa. Selain itu, kita juga diminta untuk melakukan pengawasan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tetapi hingga kini belum direalisasikan,” sebut Wakapolres selaku Kasatgas Bansos Kompol Teuku Ardiansyah, SH Kepada Suara NTB, Sabtu (6/4). Dikatakannya, pembentukan Satgas dana Bansos ini merupakan instruksi Kapolri setelah adanya MoU dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Meskipun demikian, pihaknya berharap supaya dinas Sosial (Disos) sebagai leading sektor terkait masalah dana bansos bisa bersinergi dengan pihaknya. Sehingga penyaluran dana ini terlaksana dengan baik sesuai dengan peruntukan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Terutama adanya pemotongan dana bantuan yang tidak bisa disesuaikan dengan peruntukannya. Memang, untuk dana gempa sebelumnya ada yang mengadu terkait adanya pemotongan. Tetapi hasil klarifikasi yang dilakukan pihaknya, ternyata potongan itu untuk biaya administrasi dan pengurusan berkas. Hal ini dianggap belum melanggar, karena di aturan yang ada juga membolehkan adanya potongan untuk itu. Dengan catatan harus ada kesepakatan masing-masing kelompok terkait besaran biaya potongan. Jika tidak ada kesepakatan, baru akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita sempat mendapatkan laporan terkait adanya pemotongan dana bantuan tersebut. Tetapi setelah kita lakukan klarifikasi ternyata itu sudah di sepakati sehingga tidak menjadi masalah,” tandasnya. Meski demikian, pihaknya tetap menghimbau supaya tidak ada lagi potongan yang tanpa dasar, jika ditemukan maka akan tetap di proses. (ils)

rakyat kecil, dia pernah menderita, bukan tiba tiba jadi presiden. Artinya saya tahu hatinya presiden, hatinya rakyat, dia tahu penderitaan rakyat, karena dia pernah mengalami,” terangnya. Dengan pengalamannya menjadi Walikota, Gubernur dan sudah empat tahun menjadi Presiden, Jokowi ahlinya dan terbaik, bukan yang lain. Apalagi program Jokowi membangun dari pinggir kota, daerah terpencil, desa-desa, tempat-tempat yang tidak terjamah angkutan darat, laut, udara, sudah terbangun infrastruktur termasuk di Sumbawa. Pada Pemilu sebelumnya, diakuinya, Jokowi kalah di Sumbawa karena belum terbukti. Tetapi sekarang sudah terbukti dan jelas hasilnya, sehingga cukup meyakinkan bahwa Jokowi adalah pilihan yang tepat. Apalagi masih banyak yang harus dibangun dan diperlukan oleh masyarakat serta diperjuangkan kedepannya. Hal itu memerlukan keberlanjutan dan kesinambungan untuk dilanjutkan. Termasuk terhadap permintaan Bupati untuk melanjutkan pembangunan di Sumbawa, Wiranto menjamin kalau Jokowi kembali menjadi Presiden. “Permintaan bupati untuk melanjutkan pembangunan di Sumbawa, saya akan mohon kepada pak Jokowi turuti keinginan rakyat Sumbawa,” tandasnya. Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin, H. M. Husni Djibril, B.Sc meminta kepada seluruh masyarakat

Sumbawa untuk memilih Jokowi-Amin pada 17 April mendatang. Dengan terpilihnya kembali Jokowi sebagai presiden, ia memastikan kesejahteraan akan terwujud di Kabupaten Sumbawa. Apalagi dirinya masih dua tahun lagi menjabat sebagai Bupati Sumbawa. “Maka hari ini saya janjikan kepada saudara-saudara, saya masih menjabat dua tahun lagi. Saya akan janjikan kepada rakyat, bahwa saya akan mengahadirkan kesejahteraan rakyat Sumbawa di masa jabatan saya. Yakin dan percaya partai-partai besar yang mendukung ini, akan membimbing dan membangun kabupaten Sumbawa ini,” imbuhnya. Nantinya jika Jokowi kembali menjadi presiden, pembangunan di Kabupaten Sumbawa akan terus berlanjut. Seperti Pembangunan Teluk Santong akan terlaksana, Pembangunan Bendungan Beringin Sila lancar, Pembangunan Jalan Samota berlanjut, dan sejumlah pembangunan lainnya. “Saya sudah sampaikan kepada jenderal, kami masih mau Pembangunan Teluk Santong, kami masih mau pembangunan Samota, kami masih mau yang banyak, tapi ada catatannya. Jangan bermimpi masyarakat Sumbawa mendapatkan kesejahteraan manakala Pak Jokowi kalah di Sumbawa. Kalau menang, saya jamin kesejahteraan kita di Sumbawa, bahkan akan dilanjutkan lebih hebat lagi,” tukasnya. (ind/arn/*)

(Suara NTB/arn)

SIMULASI - Wiranto dan H. M. Husni Djibril melakukan simulasi pencoblosan surat suara untuk pasangan Capres dan Cawapres Nomor urut 01 saat Kampanye rapat umum di Stadion Cenderawasih.

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Kerjasama Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan KSB dengan Harian Suara NTB 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012

DPPP KSB Gencar Laksanakan Vaksinasi Terhadap HPR Taliwang (Suara NTB) Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus melaksanakan kegiatan vaksinasi terhadap Hewan Pembawa Rabies (HPR). Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangka

(Suara NTB/bug)

Meskipun kerugian mencapai ratusan juta, tetapi dirinya bersyukur tidak sampai menimbulkan korban jiwa hanya kerusakan infrastruktur saja dan diharapkan untuk bisa ditangani segera. “Hasil inventalisir sementara kerugian akibat banjir ditaksir mencapai ratusan juta dengan total jumlah rumah yang terendam mencapai ratusan unit. Data ini dalam waktu dekat juga akan kita laporkan ke Pemerintah Kabupaten agar ssgera dilakukan penanganan lanjutan. Hanya saja yang paling penting saat ini yakni pembangunan jembatan penyeberangan yang bersifat sementara karena masyarakat kami sangat membutuhkan hal itu demi kelancaran akses,” ungkapnya kepada Suara NTB, Minggu (7/4) kemarin. Dikatakannya, banjir yang

khusus. Dimana tiangnya patah dan ada yang terbawa arus, hal itu bisa terjadi karena tiang itu terbuat dari beton serta kerusakan barang lainnya masih terus dilakukan inventalisir di lapangan. Pihaknya juga sangat berharap supaya BWS dan Pemerintah agar bisa turun melakukan normalisasi sungai yang berada di wilayah setempat dan pemasangan bronjong. Karena kondisi yang ada saat ini sudah sangat mengkhawatirkan jika musim penghujan tiba dengan sedimentasinya. Sementara untuk kebutuhan tanggul pengaman banjir ditaksir mencapai 2 kilometer. Karena akan sangat berpengaruh jika meluapnya air sungai ke pemukiman masyarakat. “Kami berharap agar Pemerintah bisa turun memantau dampak banjir yang terjadi kemarin. Karena ada banyak infrastruktur yang rusak dan harus segera ditangani secara maksimal,” tandasnya. Selain desa Seloto, banjir juga mengakibatkan satu jembatan putus di desa Moteng dan pulahan rumah terendam. Begitu juga di kelurahan Sampir dan Bugis juga ikut terendam. (ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Jend (Purn) H. Wiranto meyakinkan masyarakat Sumbawa untuk memenangkan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ir. H. Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin. Pasalnya selain berpengalaman, juga mengerti hati rakyat kecil. Hal ini disampaikan dalam kampanye rapat umum yang digelar TKD di Stadion Cendrawasih Brang Biji, Sumbawa, Sabtu (6/4) lalu. Kegiatan diikuti seluruh ketua Partai Politik (Parpol) koaliasi, kader parpol dan ribuan pendukung dan simpatisan. Kedatangan Wiranto, mewakili TKN menemui masyarakat Sumbawa. Dimana para pendukung fanatik yang hadir dalam kampanye diharapkan dapat menyampaikan kepada masyarakat lainnya bahwa pasangan nomor urut 01 adalah yang tepat untuk masa depan Indonesia. Menurut Wiranto, memilih JokowiAmin sudah tepat dan ada alasannya. Karena sepanjang kariernya, Wiranto mengaku sudah mendampingi 4 presiden sebagai menteri. Artinya ia mengetahui jalan pikiran presiden, kelakuan, serta perbuatannya. Termasuk Presiden Jokowi juga sangat diketahuinya karena selalu didampingi dalam setiap rapat yang dilakukan. ”Pak jokowi itu berasal dari orang miskin. Dia tahu penderitaan

Drh. Hendra

antisipasi menyebarnya virus rabies yang beberapa bulan terakhir sempat merebak di wilayah pulau Sumbawa. “Untuk kegiatan vaksinasi rabies kita terus laksanakan. Kami fokus pada HPR peliharaan masyarakat,” kata Kepala Seksi Keswan dan Kesmavet, Drh. Hendra. SS. Zakaria, M.Si. Sementara ini dari kegiatan vaksinasi di seluruh kecamatan melalui Puskeswan setempat. Terdata sebanyak 144 ekor HPR peliharaan yang telah mendapatkan vaksinasi. Rinciannya 83 ekor anjing, 61 ekor kucing dan 3 ekor kera. Dikatakan Hendra, pihaknya sudah sangat siap melakukan vaksinasi terhadap HPR di seluruh wilayah kecamatan. Di mana DPP KSB telah menyiapkan sebanyak 4.500 ampul untuk memenuhi kebutuhan vaksin guna mencegah berkembangnya penyakit rabies di daerah. “Memang sebelumnya agak terlambat karena kita kekurangan vaksin.

Tapi sekarang sudah tersedia banyak,” sebutnya. Ia menjelaskan, seluruh fasilitas Puskeswan saat ini membuka layanan vaksin bagi HPR. Karena itu bagi pemilik hewan peliharaan yang masuk kategori HPR agar mendatangi Puskeswan terdekat jika ingin mendapatkan vaksin. “Petugas kami pasti melayani. Karena stok vaksinnya tersedia. Dan harapan kami pemilik hewan aktif supaya peliharaannya benar-benar aman,” timpalnya seraya menambahkan pihaknya akan mengagendakan kegiatan turun langsung melakukan vaksinasi. “Petugas kami akan door to door bila perlu. Supaya semua hewan peliharaan masyarakat klasifikasi HPR mendapatkan vaksin,” sambung Hendra. Bagi HPR peliharaan yang telah diberi vaksin, Hendra menyebutkan akan memberi tanda berupa kartu vaksinasi HPR. Kartu tersebut diharapkan bagi pemilik selalu mengantonginya untuk mengetahui peliharaannya telah mendapatkan tindakan upaya pencegahan. “Kartu itu penting. Jadi mohon juga tetap dipelihara,” pintanya. Ia mengatakan, jenis hewan

(Suara NTB/bug)

Kartu Vaksinasi Rabies peliharaan HPR yang paling nasi anjing liar untuk menutbanyak dimiliki masyarakat up ruang kemungkinan adalah kucing. Sebagai HPR berkembangnya virus penyakkucing memiliki resitensi ting- it anjing gila itu di KSB. Hengi terjangkit rabies. Karena itu dra menjelaskan, total anjing pihaknya akan memastikan liar yang dieliminasi selama seluruh kucing peliharaan kegiatan total sebanyak 167 yang dimiliki masyarakat itu ekor. Dan sampelnya telah mendapatkan vaksin. “Ma- dikirim ke Denpasar untuk kekanya kami sangat berharap butuhan uji laboratorium. “Seyang punya kucing membawa belumnya 18 sampel yang kita peliharaannya ke Puskeswan kirim sudah ada hasilnya. Dan terdekat agar bisa diberi itu negatif. Sekarang kita sevaksin. Ini demi keamanan dang tunggu 21 sampel lagi yang tahap dua. Harapan kami mereka juga,” cetus Hendra. Sementara itu ditanya mudah-mudahan juga negatif mengenai hasil kegiatan elimi- hasilnya,” tukasnya.(bug/*)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 8 April 2019

Halaman 7

Kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Masakan Serba Ikan dan Ikan Bakar Gratis Warnai FPT 2019 dan HUT Dompu Ke 204 Dompu (Suara NTB) Kabupaten Dompu tidak hanya memiliki potensi tanaman pangan seperti jagung di lahan hamparan, tapi juga potensi ikan tangkap. Ikan tuna kualitas ekspor juga banyak ditemukan di perairan Kabupaten Dompu, selain potensi perikanan tangkap lain dan isi laut lainnya yang belum terkelola dengan baik. Momen peringatan Hari Jadi Dompu ke 204 dan untuk memeriahkan Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2019, pemerintah Kabupaten Dompu menggelar lomba masakan serba ikan di gedung Pemuda Dompu, Minggu (7/4/2019). Lomba yang diikuti oleh ibu – ibu Dharma Wanita SKPD serta Camat se Kabupaten Dompu ini menampilkan berbagai kreasi olahan makanan berbahan dasar ikan. Dharma Wanita Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dompu juga tampil percaya diri dengan beragam menu pilihannya seperti Coctal fantasi untuk minumannya, pie aneka rasa untuk jajanannya. Sop sea food, sate kerang, bandeng bunga mawar, dan bandeng isi untuk jenis lauk dari bahan dasar ikan. Kepala Dinas Komin-

fo Kabupaten Dompu, Ir H Fakhruddin, M.Si langsung memberi suport kepada ibu – ibu Dharma Wanita ini. “Ini hasil kreasi ibu – ibu DW Kominfo (Dompu),” kata H Faakhruddin. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin yang keliling mencicipi setiap sajian makanan yang ada di meja peserta memberikan penilaian khusus kepada sop sea food buatan ibu – ibu dharma wanita Dinas Komunikasi dan Informatika. Pada menu ini, ibu – ibu menyajikan sea food dan jagung manis, wortel serta bahan lainnya, sehingga bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi yang lengkap dengan lauknya. “Ini yang luar biasa sajian makanannya,” kata H. Bambang. Tidak hanya lomba makanan berbahan dasar ikan, event ini juga menghadirkan makanan ikan bakar ikan gratis yang langsung disediakan panitia. Ikan tuna dan ikan tangkap lainnya yang menjadi hasil laut Dompu juga disediakan panitia dan dikoordinir Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu. Acara ini semakin seru karena Bupati Dompu langsung membagikan sendiri ikan bakar

yang disediakan panitia ke anak – anak dan warga yang hadir. Bahkan Bupati ikut membakar sendiri daging ikan tuna yang sudah dipisahkan dari tulang dan kepalanya. Terlebih ikan – ikan tersebut masih segar, bahkan beberapa ikan tangkap masih hidup saat dibakar. H. Bambang M. Yasin mengatakan, berdasarkan rilis resmi oleh Asosiasi Perikanan di Amerika menyebutkan sebanyak 30 persen import ikannya dipasok dari Indonesia. Ikan tuna merupakan mayoritas ikannya. Ikan tuna bahkan menjadi ikan termahal di dunia yaitu ikan tuna dari Jepang seharga Rp.32 M. Di Dompu, potensi ikan tunanya cukup besar dan dengan mudah didapat nelayan di perairan Sanggar dan teluk Cempi. Penangkapan ikan tuna membutuhkan keahlian khusus, walaupun tidak menggunakan kapal bertonase tinggi. Bila tidak lihai, tangan nelayan bisa putus oleh tali pancing, bahkan perahu nelayan bisa tenggelam dibawa ikan tuna. Keahlian tangkap ikan tuna ini yang masih terbatas dimiliki nelayan di Dompu dengan alat tangkap yang memadai, sehingga nelayan

(Suara NTB/ula)

CICIPI MASAKAN - Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin didampingi Kadis Kominfo Kabupaten Dompu, Ir H Fakhruddin A Wahab, M.Si saat mencicipi masakan yang disajikan DW Dinas Kominfo Dompu, Minggu (7/4) (foto kiri). Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin membakar ikan untuk dibagikan kepada warga (foto kanan). tidak banyak menangkap ikan tuna. “Ini (keahlian tangkap) yang masih kurang pada nelayan kita,” katanya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Ir Wahidin, M.Si mangatakan, potensi ikan tuna di Dompu masih cukup besar dan bahkan dengan mudah didapat nelayan dengan jarak 4 – 8 mil dari pesisir pantai. Kendati ikan ini ma-

hal karena kualitas ekspor, tidak semua nelayan menangkapnya. Karena dibutuhkan keahlian serta alat tangkap yang memadai untuk menangkap ikan tuna. “Kalau tidak salah – salah, perahu nelayan bisa tenggelam di laut,” ungkapnya. Peningkatan SDM nelayan dan alat tangkap yang memadai akan menjadi target kedepan untuk dipenuhi, sehingga

nelayan di Dompu tidak terus berada di garis kemiskinan. Karena masih banyak nelayan hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. “Ini menjadi tantangan kita depan,” ungkapnya. Terhadap lomba masak serba ikan ini untuk menciptakan olahan yang terus berinovasi dan kreasi tanpa mengesampingkan citi khas daerah. Lomba ini juga bagian dari upaya meningkat-

kan komsumsi ikan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat untuk mencegah stanting. Namun berdasarkan data konsumsi ikan masyarakat Dompu saat ini telah mencapai 41,82 kg/ KAP/tahun atau sudah memenuhi target RPJMD di tahun 2021 sebesar 41 kg/KAP/tahun atau jauh di atas konsumsi Provinsi NTB saat ini 35,49 kg/ KAP/tahun. (ula/*)

Pelayanan Kependudukan Tak Optimal, Warga Kecewa Bima (Suara NTB) Pelayanan dalam pembuatan dokumen kependudukan sehari, seperti Kartu Keluarga (KK) Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta Kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bima belum efektif dan optimal diterapkan. (Suara NTB/ind)

TK - Peresmian TK Pelita Cerdas di Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat, Sabtu (6/4).

Bupati Apresiasi Pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap Sumbawa Besar (Suara NTB)Pemkab Sumbawa mengapresiasi pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap di Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat. Sekolah untuk mewujudkan kesempatan belajar bagi anak-anak yang terkena dampak bencana ini, diresmikan pada Sabtu (6/4). Asisten III Bidang Administrasi Umum, H. Sudirman Malik, S.Pd., membangun kembali prasaran pasca bencana sangat penting sebagai upaya pemulihan kehidupan sehari-hari sebagaimana mestinya. Salah satunya dengan persesmian Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini, untuk mewujudkan kesematan belajar bagi anak-anak yang terkena dampak gempa. Makanya pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam pembangunan sekolah ini. “Membangun kembali sekolah sangat dibutuhkan oleh anak-anak agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk belajar. Salah satunya dengan diresmikan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap. Untuk itu atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa, saya menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam pembangunan sekolah ini,” imbuhnya. Diharapkan, peresmian sekolah ini dapat menghidukan harapan anak-anak dalam mewujudkan cita-citanya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa. Ketua Umum Iluni FTUI, Cindar Hari Prabowo mengungkapkan, pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini sebagai rasa empati Ikatan Alumni Fakultas Tehnik Universitas Indonesia (Iluni FTUI) kepada korban gempa yang ada di Indonesia. Dimana sesuai rencana, ada lima sekolah yang dibangun hingga Agustus mendatang. Dua diantaranya dibangun di Lombok dan satu di Sumbawa yakni TK Pelita Cerdas. Selanjutnya di Palu dan Donggala yang nantinya juga akan diresmikan. Diharapkan sekolah ini dapat difungsikan dengan baik dan berguna bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Sehingga kedepannya dari sekolah ini bisa menghasilkan generasi penerus yang berhasil dan berguna bagi banyak orang. “Itulah pengabdian bagi kami Alumni Fakultas Tehnik Universitas Indonesia, untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat banyak meskipun sedikit. Seperti TK Pelita Cerdas ini kita membangun satu. Tetapi yang memakai pasti akan banyak. Jadi dengan membangun satu sekolah kita bisa membantu semangat anak-anak ini untuk tetap sekolah,” tukasnya. Pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini diperuntukkan bagi TK Pelita Cerdas dibawah bimbingan Yayasan An-Nahl. Pembangunannya dilakukan Fakultas Teknik UI, Iluni FTUI, Iluni Arsitektur FTUI, dan Fusi Foundation bekerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa dan Yayasan An-Nahl. Peresmian sekolah dihadiri Dekan Fakultas Teknik UI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng, Ketua Umum Iluni FTUI, Cindar Hari Prabowo, Rektor UTS, Dr. Andy Tirta, M.Sc dan lainnya. (ind)

Hal itu terlihat saat pelayanan di aula Kantor Camat Sape, Sabtu (6/4/). Ratusan warga yang ingin mengurus KK, KTP, dan Akta kelahiran harus pulang dengan tangan hampa karena tidak mendapatkan layanan. Padahal mereka datang dan antre sejak pagi. Masyarakat dari berbagai desa, seperti Sari, Tanah Putih, Kowo, Buncu, Rai Oi, Parangina, Bajo Pulo dan Poja, yang jarak tempuh cukup jauh dari kantor Camat setempat pulang dengan perasaan kecewa. Bahkan sebanyak 506 lembar fotokopi berupa KK, buku nikah hingga Ijazah, sebagai bahan atau syarat mengurus pembuatan KTP, KK dan Akta Kelahiran berserakan begitu saja di kantor Camat setempat. Salahseorang warga yang ingin mengurus KK, Yuni mengaku kecewa dengan pelayan-

an sehari yang dilakukan Disdukcapil. Ia bersama rombongannya dari Desa Bajo Pulo datang mengantre sejak pukul 08.00 wita, tapi tidak mendapat kesempatan untuk mengurus dokumen kependudukan. “Kami datang dari tadi pagi, tapi hingga penutupan pelayanan tidak kunjung dipanggil. Padahal bahan atau syarat telah diserahkan ke petugas,” katanya. Hal yang sama juga disampaikan, Mak’ruf. Warga Desa Rai Oi yang mendampingi keluarganya mengurus dokumen kependudukan sangat menyayangkan pelayanan para petugas Disdukcapil tersebut. “Sangat saya sayangkan karena proses pelayanan tidak optimal dan tidak teratur. Warga banyak yang pulang dengan perasaan kecewa karena menunggu lama,” katanya.

tahapan kampanye hingga kini, tercatat sudah ada belasan ASN dan aparat Desa yang diproses. Mereka ada yang dilaporkan oleh masyarakat dan juga menjadi temuan Bawaslu. “ASN dan aparat desa yang kita proses ini ada yang dilaporkan dan ada juga menjadi temuan kami,” katanya. Menurutnya belasan ASN dan aparat Desa yang diproses tersebut telah dikeluarkan rekomendasi yang ditujukan ke Bupati maupun Komisi ASN untuk diberikan sanksi administrasi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. “Kita inginkan agar atasan mereka memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

(Suara NTB/Uki)

BERSERAKAN - Dokumen berupa fotokopi KK, buku nikah dan Ijazah sebagai syarat mengurus pembuatan KTP, KK dan Akta kelahiran berserakan di aula kantor Camat Sape, Sabtu (6/4). sung ke kantor Disdukcapil, karena waktu kemarin tidak cukup. Baik yang mengurus akta, KTP dan KK,” katanya. Selain itu, pihaknya juga bisa kembali turun memberikan pelayanan ke kantor Camat setempat untuk melakukan perekaman. Hanya saja harus

ada surat permohonan dari Pemerintah Desa dan Kecamatan. “Bisa saja kita turun jika ada permohonan dari Kecamatan dan Desa. Dalam pelayanan ini juga tidak hanya di satu titik atau dua titik, tapi merata di semua wilayah di Kabupaten Bima,” pungkasnya. (uki)

Usai FPT, Alat Sirkulasi Air Madaprama akan Difungsikan Dompu (Suara NTB) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Dompu, Khairul Insan mengakui, alat sirkulasi kolam pemandian Madaprama memang belum berfungsi. Hal itu disebabkan posisi alat tersebut jauh lebih tinggi dari kolam utama. Tetapi untuk memastikan potensi itu bisa maksimal menyumbang PAD, usai Festival Pesona Tambora (FPT) tahun ini akan mulai dimanfaatkan. “Ternyata alat itu harus lebih rendah dari posisi kolam. Makanya sekarang desainnya sudah final oleh PU tinggal kita ekseskusi selesai FPT ini,” kata dia menjawab Suara NTB, Sabtu (6/4). Untuk memastikan pengerjaannya sesuai harapan. Disbudpar sudah meminta tenaga tehnis khusus dari PDAM. Sehingga tidak lagi ditemukan persoalan seperti sebelumnya. Dan dengan difungsikannya alat tersebut harapan besarnya intensitas pemanfaatan kolam ini bisa ditingkatkan. Apakah itu satu berbanding

enam atau dibuka tota pelayanan setiap hari. Saat ini, ungkap Khairul Insan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini masih rendah, bahkan jauh dibawah targetnya tiap tahun. “Tetapi dengan dioperasionalkannya alat itu nanti kita harapkan PAD bisa meningkat. Kalau sekarang memang rendah sekali,” ujarnya. Disamping faktor intensitas pemanfaatan yang kurang. Juga rendahnya sumbangan PAD ini dikarenakan pengelolaan kolam pemadian masih mengedepankan aspek sosial. Bukan berorientasi pada bisnis seperti yang dilakukan wilayah lain. Contoh kecil, dalam penarikan biaya masuk misalnya. Jika di pemandian lain minimal Rp25 ribu/orang disini hanya dibebankan Rp5000 untuk masyarakat. Itupun diklasifikasi antara anak-anak dan orang dewasa. “Kalau kita mau ini dikelola swasta bisa saja dengan perjanjian-perjanjian, tapi ini kan kita masih mengedepankan aspek sosialnya,” jelas dia. (jun)

Banyak ASN dan Aparatur Desa Diduga Terlibat Kampanye Bima (Suara NTB) – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Aparat Desa di wilayah Kabupaten Bima ditemukan dan dilaporkan oleh masyarakat, karena diduga melibatkan diri selama tahapan kampanye Pemilu 2019. Demikian dikatakan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bima, Abdurrahman SH, kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Kata dia, bentuk keterlibatan ASN dan Aparat Desa yakni mengikuti kegiatan kampanye dan silahturahmi Parpol dan Caleg. “Kebanyakan melibatkan diri. Ada yang mengikuti kegiatan kampanye hingga silahturahmi,” katanya. Diakuinya, sejak masuk

Makruf berharap sistem pelayanan sehari ke Kecamatan tersebut, tidak hanya sehari atau dua hari. Mengingat masyarakat Kecamatan Sape sangat banyak. Belum lagi ada wilayah yang jarak tempuhnya cukup jauh dari kantor Camat. “Saya berharap tidak terjadi seperti ini kedepannya. Kasihan masyarakat yang datang dari jauh dan meninggalkan pekerjaan mereka,” ujarnya. Sementara petugas Disdukcapil Kabupaten Bima, Ahyar yang dikonfirmasi, mengaku pelayanan kependudukan di Kantor Camat Sape tersebut hanya berlaku mulai pukul 08.00 hingga 17.00 wita. Meski begitu warga yang belum berkesempatan untuk direkam bisa mengurus di kantor Disdukcapil. “Kami sarankan warga Sape yang belum direkam agar lang-

Sementara kampanye rapat umum yang masih berjalan saat ini, diakui Abdurrahman belum ditemukan atau laporan adanyamoney politik. Begitupun pemberian berupa barang dan sumbangan. “Sejauh ini belum ada laporan atau temuan money politik, pemberian barang dan sumbangan oleh parpol maupun Caleg. Tapi hal ini akan tetap kita intesifkan pengawasan,” ujarnya. Tidak hanya itu, pengawasan juga akan diperketat saat pendistribusian logistik Pemilu, terutama di tempat-tempat terpencil. Seperti wilayah Kecamatan Langgudu, Tambora dan Lambu. “Kita sudah meminta pengawas dari tingkat Desa dan Kecamatan untuk intesif melakukan

(Suara NTB/Dok)

Abdurrahman pengawasan saat distribusi logistik. Begitupun saat di TPS nantinya,” pungkasnya. (uki)

(Suara NTB/jun)

KICAU MANIA – Puluhan peserta saat menyaksikan burung andalannya berkicau pada agenda kicau mania di Lapangan Beringin Setda Dompu, Sabtu (6/4).

Kicau Mania, Upaya Membangun Kepedulian pada Alam Dompu (Suara NTB) Even Festival Pesona Tambora (FPT) tahun ini memang sedikit berbeda dari sebelumnya. Mengingat ada beberapa hal baru yang disuguhkan penyelenggara. Salah satunya kicau mania di Lapangan Beringin Setda Dompu, Sabtu (6/3) kemarin. Kegiatan itu sengaja digelar sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat pada alam. Kadisbudpar Kabupaten Dompu, Khairul Insan disela perlombaan kepada Suara NTB mengungkapkan, kicau mania sengaja diagendakan untuk memeriahkan FPT dan Hut Dompu Ke-204 tahun ini, sebagai bentuk respon positifnya terhadap keberadaan asosiasi pecinta burung. Karena mereka juga dipercaya cinta terhadap alam. “Kicau mania ini bentuk respon kita terhadap kelompok-

kelompok yang hobi burung. Kalau hobi burung sudah pasti peduli lingkungan,” kata dia. Selain asosiasi pecinta burung dan kuda yang diberikan ruang khusus pada even tahunan tersebut. Masih banyak asosiasi lain yang sebetulnya tumbuh diwilayah ini. Hanya saja mereka belum terlihat berkembang signifikan. Sehingga belum bisa mengambil bagian. Namun, kedepan kelompok seperti ini akan coba diinventarisir untuk juga ikut andil menambah keberagaman hiburan rakyat di momen FPT dan Hut Dompu. Sebagaimana keterangan panitia lomba, lanjut Khairul Insan, kicau mania ini selain untuk membangun kepedulian pada alam. Juga upaya meminimalisir kegiatan merusak, seperti perburuan liar burung atau hewan dengan cara men-

embak dan sejenisnya. Terutama burung-burung yang dilindungi. “Ada beberapa burung memang yang tidak dilindungi tapi kita memerlukannya. Karena suara burung itu seakan membuat kita begitu dekat dengan alam,” ungkapnya. Ditambahkan, melihat atusias peserta dari berbagai daerah saat ini cukup baik besar kemungkinan FPT atau HUT Dompu berikutnya akan kembali dimerisahkan dengan agenda serupa. Termasuk halhal baru lainnya yang bisa mengingatkan masyarakat akan sejarah meletusnya Gunung Tambora 1815 silam. “Bayangkan mereka ini datang dengan anak dan istrinya dari Sumbawa, Bima. Itu artinya masyarakat juga merespon positif kegiatan ini. Makanya kemungkinan akan gelar dif FPT selanjutnya,” pungkas dia. (jun)


SUARA NTB

Senin, 8 April 2019

Halaman 8

Wapres JK Serukan Pemilu 2019 Jangan Retakkan Persatuan Mataram (Suara NTB) Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK) menyerukan agar masyarakat Lombok mengutamakan persatuan di atas perbedaan pilihan dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. Ia menekankan perbedaan pilihan politik agar jangan sampai memutuskan ikatan tali silaturahmi persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal itu diserukan oleh orang nomor dua di Republik Indonesia ini dalam acara silaturahmi kebangsaan yang digelar Jenggala Center di Mataram, Sabtu (6/4). “Persahabatan itu seumur hidup, boleh kita berbeda pilihan tapi jangan putuskan persatuan. Kita dahulukan persatuan bangsa di tengah kontestasi politik ini,” kata JK.

Lebih jauh disampaikan JK, dalam menghadapi kontestasi demokrasi lima tahunan ini, diharapkan tidak saja hanya sekedar bisa melahirkan kepemimpinan yang ditentukan berdasarkan kuantitas suara rakyat. Namun jauh lebih penting Pemilu 2019 ini harus bisa melahirkan kepemimpinan yang kuat dan berkualitas.

“Yang harus kita lihat dari demokrasi ini adalah kualitasnya, sebab demokrasi bukan hanya soal jumlah, meskipun angka-angka itu penting, tapi harus dilihat juga kualitas hasilnya, di mana angka-angka itu menunjukkan kualitas. Karena Itulah ciri demokrasi yang baik,” terang JK. Politikus Partai Golkar itu

kemudian mengajak masyarakat Lombok untuk tidak memandang Pemilu 2019 sebagai sebuah pesat demokrasi lima tahunan. Namun dalam Pemilu 2019 ini menjadi momentum bagi rakyat Indonesia untuk memastikan harapan mereka bisa terjawab dalam lima tahun ke depan. Karena itu, diharapkan masyarakat tidak salah pilih pemimpin. “Pemilu ini bukan sekedar pesta demokrasi, tapi menjadi harapan kita semua. Sisa waktu 12 hari ke depan ini akan menentukan harapan besar kita. Juga memberi

harapan yang besar kita untuk diberikan pemimpin yang baik dan itu ada di tangan kita semua hasilnya,” ujarnya. Pria asal Sulawesi itupun menuturkan pengalamannya selama berada di pemerintahan, sejak menjadi Menteri selama dua periode pada presiden yang berbeda, serta menjadi Wakil Presiden selama dua periode pada presiden yang berbeda juga. Ia mengaku baru kali ini melihat pemerintah yang serius untuk melawan korupsi, yakni pada pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Melawan korupsi itu tidak

mudah, tapi baru kali ini saat saya bersama Jokowi menemukan pemerintah yang total melawan korupsi. Jokowi nyaris bersih dari nepotisme. Anak pertama (Jokowi) jualan martabak, anak kedua jualan pisang goreng. Jadi semua bisnis anaknya tidak ada hubungannya dengan pemerintah. Kan tidak mungkin Pak Jokowi menyuruh menteri beli satu juta pisang goreng,” tuturnya. Kegiatan silaturahmi kebangsaan itu dihadiri oleh seribuan orang dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah kepala daerah juga terlihat turut hadir, seperti Guber-

nur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT, Wakil Walikota Mataram, Mohan Roliskana, dan Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dalam sambutannya menuturkan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Ia mengaku Jusuf Kalla pada saat menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar. Untuk menunjuk ketua Fraksi Golkar di DPR, ia tidak otoriter, namun ia juga melibatkan fraksi lain, untuk menerima masukan, kata Dr. Zul. (ndi)

Sudenom Siap Jalani Eksekusi Putusan Hakim (Suara NTB/ist)

Muazzin

Maju sebagai Caleg Atas Desakan Masyarakat Mataram (Suara NTB) Tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD di Daerah Pemilihan Kota Mataram. Selama ini dirinya tidak terlalu peduli dengan hiruk pikuk politik, baik di tingkat daerah dan nasional. Apalagi ada anggota DPR RI, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota yang tertangkap aparat penegak hukum, karena terlibat korupsi atau tertangkap saat Operasi Tangkap Tangan(OTT) oleh KPK. “Saya tidak terlalu berambisi menjadi anggota DPRD. Saya mau sekarang ini karena desakan masyarakat. Bahkan, saya disiapkan tempat khusus untuk maju di pemilihan ini dan tidak harus membayar partai,” ujar calon anggota DPRD Kota Mataram Daerah Pemilihan Ampenan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Muazzin pada Suara NTB, Minggu (7/4). Menurutnya, dirinya pada Pemilu 2014 banyak menerima tawaran maju sebagai calon anggota legislatif dari beberapa partai. Namun, semua ditolak dengan halus. Alasan belum mau berpolitik dan konsentrasi pada pekerjaan membuat dirinya harus menolak tawaran untuk berpolitik dulu. Meski demikian, pada Pemilihan Umum tahun 2019 ini, dirinya menerima tawaran untuk maju sebagai calon anggota DPRD. Maju sebagai calon anggota DPRD pun tidak diputuskannya sendiri, tapi berdasarkanpertimbangandarikeluargadanwargadilingkungantempat tinggalnya. Setelah mendapat persetujuan, barulah dirinya berani memutuskan untuk maju dan mengurus persyaratan maju sebagai caleg ke KPU Kota Mataram. Termasuk melengkapi sejumlah persyaratan lain, seperti surat keterangan bebas narkoba dan lainnya. Sebagai mantan kepala lingkungan, dirinya memahami apa yang menjadi persoalan dan apa yang dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, ketika dirinya nanti diamanahkan lolos sebagai anggota DPRD, kebutuhan masyarakat harus diprioritaskan. Apalagi apa yang disampaikan di hadapan masyarakat terutama visi dan misi menjadi anggota DPRD merupakan sebuah amanah atau janji yang harus dipenuhi. Menurutnya, amanah dan janji yang disampaikan saat bertemu dengan masyarakat harus dipenuhi. Jika tidak, amanah dan janjijanji ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT di hari kemudian. Untuk itu, sebagai calon anggota DPRD Kota Mataram, melalui visinya bertekad menjadikan Kota Mataram ke arah yang agamis, adil dan bersatu melalui transformasi mental. Dalam menggapai visi ini, ujarnya, ada beberapa misi yang harus dilakukan. Pertama, bagaimana menjalin silaturahim yang berkelanjutan kepada seluruh masyarakat, bersama-sama melakukan pembinaan mental masyarakat, terutama generasi muda. Selain itu, ikut menjembatani pembinaan Usaha Kecil dan Menengah, baik dalam pemberian modal maupun pengelolaan manajemen. Meski demikian, jika terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mataram, membantu dan ikut merasakan situasi yang terjadi di masyarakat (suka dan duka) mesti dilakukan. Dalam arti, saat turun ke masyarakat tidak hanya saat kampanye semata, namun ketika terpilih tidak pernah turun. Hal inilah yang coba dihindari. Selain itu, dirinya juga berupaya membantu pemerintah mengantisipasi dan mengurangi angka kenakalan remaja yang cukup memprihatinkan. Dicontohkannya, masalah remaja yang banyak mengonsumsi minuman keras, pecandu narkoba, perjudian, LGBT dan lainnya perlu didekati agar tidak mengulangi kegiatan berbau negatif. ‘’ Selain itu, Insya Allah kalau terpilih, perhatian pada pelatih qori dan qoriah, guru ngaji, anak berprestasi di bidang pendidikan dan olahraga juga akan kami perhatikan. Termasuk, memberikan bimbingan dan monitoring berkelanjutan pada pelaku UKM ke arah yang lebih maju,’’ ujarnya. (ham)

Kekurangan Surat Suara Tak Ganggu Tahapan Pemilu Mataram (Suara NTB) Kebutuhan surat suara Pemilu 2019 untuk Provinsi NTB, masih mengalami kekurangan sebesar 88.924 atau sekitar 0,4 persen. Kekurangan surat suara yang terjadi hampir merata di semua kabupaten/kota itu, akan dipenuhi KPU paling lambat H-7 pemungutan suara pemilu 2019. Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Minggu (7/4) kemarin mengaku, telah melaporkan kekurangan kebutuhan surat tersebut ke KPU RI. Dan dari informasi yang dia perolehan, percetakan dalam waktu dekat akan segera memenuhi kekurangan tersebut. “Sampai hari ini, kita masih menunggu pemenuhan kekurangan surat suara sekitar 0,4%. Tapi kami yakin kekurangan surat suara itu akan mampu terdistribusi secepatnya karena saat sekarang berdasarkan informasi yang kami terima, pihak percetakan sedang mencetak kembali surat suara yang mengalami kekurangan tersebut,” jelas Suhardi. Ditegaskan Suhardi, kekurangan surat suara tersebut tidak akan sampai menganggu tahapan pemilu. Ia menjamin pendistribusian kekurangan surat suara tersebut akan tuntas pada H7 sebelum pemungutan suara digelar tanggal 17 April 2019. “Apalagi jumlah kekurangannya tidak terlalu banyak,” katanya. Berdasarkan rekap data KPU NTB, surat suara yang menjadi kebutuhan di NTB seluruhnya sebanyak 18.740.745 surat suara. Sementara surat suara untuk kategori PSU sekitar 57.000. Sehingga total kebutuhan surat suaranya adalah sekitar 18.797.745 surat suara. Dari total surat suara yang dibutuhkan itu sebanyak 88.924 surat suara atau sekitar 0,4% mengalami kekurangan, dan secepatnya akan dipenuhi. Kekurangan surat suara tersebut terjadi karena dalam proses penyortiran di tingkat KPU Kabupaten/Kota banyak ditemukan surat suara yang rusak. Adapun jenis kerusakan seperti warna yang tidak terlalu terang, dan hasil percetakan yang buram. (ndi)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kadisdik Kota Mataram, H. Sudenom terpidana korupsi pungli Kepala SD/SMP mengaku siap menjalani proses eksekusi putusan hakim. Jaksa penuntut umum Kejari Mataram bakal segera menjalankan perintah hakim untuk mengeksekusi hukuman pidana penjara H Sudenom. Penasihat hukum Sudenom, Hijrat Prayitno mengaku kliennya kooperatif terhadap rencana eksekusi putusan tersebut. Pihaknya juga sudah legowo dengan menerima putusan sehingga kemudian tidak ada upaya hukum lanjutan. Pada dasarnya kami siap. Sebelumnya juga sudah dipanggil cuma karena ada halangan jadinya diundur. Yang besok ini kita akan hadir,” terangnya. Sementara Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana menyatakan akan memanggil terpidana H Sudenom pada Selasa (9/4) mendatang. “Kita akan eksekusi putusan hakim,” terangnya. Mantan Kepala Dinas Pen-

(Suara NTB/dok)

PUTUSAN - Mantan kadisdik Kota Mataram, H. Sudenom, usai menjalani sidang putusan belum lama ini. didikan Kota Mataram, H Sudenom dihukum bersalah karena terbukti memungut uang dari 37 kepala SD dan 21 kepala SMP di Kota Mataram sejak Juli sampai September 2017. Total

pungutannya Rp117,2 juta. Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis pidana penjara terhadap Sudenom selama dua tahun delapan bulan, serta

pidana denda sebesar Rp50 juta yang apabila tidak dibayar maka wajib diganti dengan kurungan selama dua bulan. Modus korupsinya yakni dengan mengumpulkan uang

memanfaatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Ketua dan Wakil Ketua MKKS, Kepala SMPN 2 Mataram, Lalu Suwarno dan Kepala SMPN 10 Mataram, H Tahir menggelar rapat pada Juli 2017 usai menghadap Sudenom. Dua saksi tersebut menyampaikan adanya permintaan dana dari terdakwa kepada para kepala SMP dengan alasan membantu biaya pengobatan. Disampaikan urunan masing-masing sebesar Rp2 juta. Hasilnya uang terkumpul sebanyak Rp25 juta melalui Tahir. Tahir dan Suwarno kembali menghimpun dana dari rekanrekannya sesame kepala sekolah. Dari urunan kedua ini, terkumpul Rp19,78 juta. Selain itu Sudenom juga meminta Kabid Ketenagaan Disdik Kota Mataram, Hj Sri Winarni dan Kabid Dikdas, H L M Sidik untuk memungut uang dengan alasan yang sama kepada para kepala SD. Uang yang terkumpul dari para kepala SD mencapai Rp72,5 juta. (why)


SUARA NTB

Senin, 8 April 2019

Halaman 9

Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Jalan Praya (Suara NTB) Sesosok mayat perempuan misterius ditemukan warga di pinggir jalan raya Praya - Mantang di Dusun Bubuk Desa Montong Terep Kecamatan Batukliang, Minggu (7/4) pagi kemarin. Penemuan mayat perempuan yang diperkirakan berusia 25 tahun tersebut membuat warga desa setempat geger. Kuat dugaan perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan. Namun demikian pihak kepolisian masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Karena kasus tersebut masih dalam ta-

hap penyelidikan. “Penyebab kematian korban apakah dibunuh atau yang lain, masih diselidiki,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang kepada Suara NTB, Minggu (7/4).

Pihak kepolisian sendiri sudah melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kematian korban. Sejumlah barang bukti dan keterangan warga juga sudah dikumpulkan. Adapun mayat perem-

Rafles Girsang

puan tersebut kini sementara dititip di ruang jenazah RSUD Praya untuk keperluan identitas serta visum. Penemuan mayat itu berlangsung sekitar pukul 06.00 wita, oleh Sukardi, warga desa setempat. Waktu itu saksi sedang melintas di jalan tersebut. Dari kejauhan saksi melihat sesosok tubuh tengah tergelatak dipinggir jalan. Awalnya, saksi mengira itu orang yang tertidur. Namun setelah didekati dan coba dibangunkan, korban tidak bergerak. Saat itulah saksi

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

sadar kalau korban sudah meninggal dunia. Kabar temuan mayat perempuan tanpa identitas tersebut dengan cepat tersebar ke warga lainnya yang kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaos warna biru muda dan celana jeans warna hitam. Ditangannya melingkar gelang warna hitam dengan cincin emas di jari manis kiri dan kanan. Di bagian wajah korban terdapat luka Lecet, seperti bekas goresan. Di kantong celana korban ditemukan HP merek Nokia. Dan, ada maket biru di dekat

mayat korban. “Sementara kasusnya masih kita selidiki,” timpal Rafles. (kir)

HILANG RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

q

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

RUPA-RUPA AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

HLG STNK R2 HONDA DR.5339 CT NOKA/NOSIN : MH1JFZ211HK058609/ J F Z 2 E 1 0 6 3 6 2 5 AN.NURILAH ALFARISY HAMID HLG D’SKTR LOMBOK TIMUR

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 8 April 2019

Halaman 10

Seru, Acara Sosialisasi Kompetensi Bidan Bersama Hj. Ermalena

Kegiatan Sosialisasi Kompetensi Bidan Dalam Program KKBPK Perwakilan BKKBN Provinsi NTBTahun 2019 yang digelar di Selong, Lombok Timur, Minggu (7/4) berlangsung penuh kemeriahan. Selain agenda edukasi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan doorprize untuk ratusan bidan yang menjadi pesertanya.

KEHADIRAN Wakil Ketua Komisi IX yang juga Ketua Panitia Kerja RUU Kebidanan, Dra. Hj. Ermalena MHS, membuat suasana kegiatan menjadi semakin semarak. Dalam kesempatan tersebut, Ermalena memberikan materi edukasi terkait Undang-Undang nomor 4 tahun 2019 tentang Kebidanan yang baru saja disahkan. Undang-undang ini menurutnya sangat penting untuk diketahui oleh para bidan karena menyangkut kompetensi dalam kiprah dan karir mereka sendiri. “Bidan adalah garda terdepan dari pembangunan kesehatan. Coba yang namanya di Puskesmas. Dari A sampai Z, bidan. Pelayanan, bidan. Nggak ada dokter, bidan. Bikin laporan, bidan. Malamnya, diundang ada persalinan,” ujarnya di hadapan tak kurang dari 200 bidan di Lotim. Menurutnya, beratnya tugas yang diemban para bidan menjadi salah satu motivasi yang mendorong pihaknya di Komisi IX DPR RI mendorong agar Undang-undang kebidanan harus dilahirkan. “Di sini ada kompetensi, ada perintahnya, dan ada penjelasan tentang hak bidan, tanggung jawab bidan dan apa tanggung jawab negara terhadap bidan,” tegas Ermalena. Ia pun menegaskan bahwa perjuangan dirinya dan rekan-rekannya mengesahkan RUU Kebidanan tidaklah mudah. Ada rangkaian pembahasan dan proses berliku yang menguras waktu dan energi. Namun, Ermalena menjalaninya dengan niatan untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada nasib para bidan di Indonesia. Kini, Ermalena bersyukur RUU tersebut telah ter-

wujud sebagai UU. Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa awal 2019 ini telah disahkan UU nomor 4 tahun 2019 tentang Kebidanan. “Jadi undang-undang yang sudah 15 tahun diperjuangkan alhamdulillah berhasil dan beliau, Hj. Ermalena salah satu yang berperan menggolkan ini,” tegas Makripuddin. Makripuddin meyakini, permasalahan-permasalahan kesehatan dan kependudukan di NTB dan di Lotim, bisa segera dapat diatasi bersama dengan peningkatan kualitas bidan. “Jadi yang melayani KB terbanyak di Indonesia, NTB maupun Lotim adalah ibu bidan. Jadi sekitar 74 persen pelayanan KB dilakukan oleh ibu bidan. Makanya saya sangat apresiasi dan luar biasa kepada ibu bidan,” tegas Makripuddin. Ia menambahkan, salah satu hal yang mendorong peningkatan IPM NTB adalah meningkatnya jumlah pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). “Tahun 2017 kita naik rangking (IPM). Kenapa? Karena MKJP kita di NTB sudah semakin meningkat. Kalau dulu MKJP kita hanya 17 persen. Sekarang MKJP kita sudah 32 persen,” tegas Makripuddin. Ia meyakini, peningkatan penggunaan MKJP ini salah satunya dikarenakan,parabidanmelakukan konseling yang baik kepada akseptor-akseptornya. “Bahkan ada kabupaten yang sudah 52 persen. Lombok Timur, 27 persen. Luar biasa. Hanya, ada beberapa koreksi, penelitian, ibu-ibu bidan

kurang melakukan konseling dengan baik. Bukan tidak bisa melakukan komunikasi, tetapi ibuibu bidan terlalu dominan dalam konseling,” ujar Makripuddin. Ketua Ikatan Bidan Indonesia Lotim yang hadir dalam kesempatan itu juga mengutarakan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah pagi hari ini disamping mendapatkan materi, teman-teman juga bisa refreshing bertemu dengan teman-teman semua di sini. Dan kita harap kegiatan yang seperti ini juga bisa kita tetap dibantu, kemudian Bapak Asisten dari BKKBN juga,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat buat rekan-rekan bidan di lapangan. “Yang hadir perwakilan dari semua Puskesmas. Ada 33 Puskesmas di Kabupaten Lotim. Jadi ini rata kami bagi perwakilannya. Mulai dari yang senior ada, yang adik yang baru juga ada. Jumlah anggota Bidan kami di Lotim sampai saat ini sudah tercatat sebanyak 1200 orang,” ujarnya. Asisten I Setda Lotim, Lalu Damy Ahyani menegaskan, dengan UU 4/2019, kini para bidan semakin mendapatkan payung hukum yang kuat dalam melaksanakan profesinya. Ia menegaskan, bidan memiliki peranan penting, salah satunya dalam me-

(Suara NTB/aan)

Wakil Ketua Komisi IX, Hj. Ermalena MHS bersama Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lotim, berpose bersama ratusan bidan yang menjadi peserta Sosialisasi Kompetensi Bidan Dalam Program KKBPK Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Tahun 2019 yang digelar di Selong, Lombok Timur, Minggu (7/4). nekan angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir. Dengan perbaikan kualitas bidan, diharapkan tingkat kematian ibu melahirkan dan bayinya bisa ditekan. “Karena Lotim ini 1,3 juta penduduknya, ini bisa berdampak positif maupun negatif. Keberhasilan Lotim, akan menjadi prestasi

yang luar biasa dan kegagalan juga akan menjadi luar biasa. Sehingga bisa mempercepat penyelesaian persoalan di NTB, berawal dari Lotim,” pungkasnya. Selain sambutan dan eduka-

si mengenai persoalan-persoalan seputar UU kebidanan, kegiatan juga disemarakkan dengan pemberian doorprize. Hadiah-hadiah mulai dari setrika, rice cooker, kipas angin,

kompor gas, kulkas, mesin cuci hingga sepeda, dibagikan oleh Hj. Ermalena dkk. Para bidan pun mengikuti secara antusias seluruh tahapan dari awal hingga akhir kegiatan. (*)

(Suara NTB/aan)

Wakil Ketua Komisi IX, Hj. Ermalena MHS bersama Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si menyerahkan bingkisan kepada Ketua IBI Kabupaten Lotim.

(Suara NTB/aan)

Wakil Ketua Komisi IX, Hj. Ermalena MHS bersama Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si dan Ketua IBI Kabupaten Lotim, berpose bersama pemenang hadiah utama peraih doorprize sepeda.

UNBK SMA Diharapkan Tetap Berjalan Lancar Dibantu Anggota DPR RI

Lembaga Pendidikan di Kuripan Gratiskan Biaya Sekolah Anak Yatim dan Tak Mampu Giri Menang (Suara NTB) Lembaga Pendidikan Ijtihadul Mukminin Kuripan Lombok Barat (Lobar) menggratiskan biaya sekolah bagi peserta didiknya. Lembaga pendidikan yang berdiri tahun 2015 ini membuka berbagai pelayanan pendidikan, seperti panti asuhan, PAUD, MTQ hingga madrasah. Untuk pengembangan lembaga pendidikan yang menampung 300 lebih peserta didik ini, pihak pengelola mendapatkan bantuan dari anggota DPR RI asal NTB H. Kurtubi. Bantuan yang diterima berupa gedung MTs yang diperuntukkan bagi anak yatim dan tak mampu. Hal ini diakui Pimpinan Ponpes Ijtihadul Mukminin Kuripan Ustad Sahibudin kepada wartawan di selasela sunatan massal yang digelar di Ponpes Nurul Hakim Kediri akhir pekan kemarin. Selain itu, ujarnya, bentuk bantuan lain di sektor pendidikan adalah berupa bantuan biaya pendidikan bagi lulusan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan, di lembaga pendidikannya, sudah ada beberapa diusulkan agar mendapatkan bantuan pendidikan. Pihaknya mengelola beberapa jenjang pendidikan, yakni PAUD, tahfiz, diniah, TPQ, panti asuhan dan madrasah. Menurut dia, dalam

Ustadz Sahibudin pengembangan lembaga pendidikan itu tak lepas dari tiga hal, yakni pendidikan, sosial dan dakwah. Ketiga hal inilah yang terus disinergikannya dalam pengembangan lembaga pendidikan. Untuk diketahui lembaga pendidikannya baru berdiri 3 tahun, namun sudah berbuat. Bahkan, lembaga pendidikannya memiliki izin lengkap. Dalam menjalankan pendidikan, pihaknya menggratiskan bagi 52 anak di panti asuhan. “Kita siapkan sekolah gratis,”jelas dia. Selain bantuan berupa pemban-

gunan gedung, pihaknya juga menerima bantuan pelayanan kesehatan berupa sunatan massal yang menyasar peserta didik di panti asuhan. Terdapat 200 anak sunatan massal yang ikut dalam kegiatan ini. selain dari lembaga pendidikannya ada juga dari warga sekitar. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim, TGH. Muharrar, menjelaskan, khitan massal adalah salah satu tahapan dari proses mendidik dan membesarkan anak, dengan berkhitan berarti telah melakukan sunah rasul. Pihaknya juga mengapresiasi Dr. Kurtubi dalam penyelenggaraan khitan massal ini. Dan bantuan untuk pengabdian masyarakat seperti ini bukan ini satu-satunya masih banyak yang telah beliau lakukan, salah satunya adalah bantuan jembatan di Nurul Hakim senilai lebih dari Rp700 juta. Sementara itu, anggota DPR RI Dr H Kurtubi, mengungkapkan pihaknya konsen memperjuangkan warga Lombok, termasuk Lobar agar mendapatkan pendidikan gratis. ”Banyak kita berikan beasiswa kepada anakanak yang berprestasi, namun tak mampu,” jelas dia. Terkait kegiatan khitan massal ini diharapkannya menumbuhkan rasa kepedulian pada lingkungan sekitar. (her)

(Suara NTB/her)

BERSAMA - Pimpinan lembaga pendidikan dan anggota DPR RI asal NTB H. Kurtubi bersama peserta didik yang ikut sunatan massal.

Mataram (Suara NTB) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA yang telah dilaksanakan pada tanggal 1, 2, dan 4 April lalu relatif berjalan lancar. Hanya ada sedikit kendala seperti listrik padam selama beberapa saat serta kendala teknis lainnya yang bisa segera diselesaikan. Oleh karena itu, sejumlah SMA juga mengharapkan pelaksanaan UNBK SMA di hari terakhir pada Senin (8/4) juga bisa berjalan dengan lancar. Kepala SMAN 1 Mataram, Drs. H. Muh. Jauhari, MM., mengatakan, pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Mataram berjalan dengan baik. Ia juga berharap tidak ada kendala sampai selesainya pelaksanaan UNBK pada Senin ini. “UNBK di SMAN 1 Mataram berjalan dengan baik, Alhamdulillah. Mudahmudahan tidak ada kendala sampai nanti tanggal 8 April 2019,” harapnya. Pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Mataram yang berjalan relatif lancar juga berkat berabgai persiapan yang sudaH dilakukan sebelumnya. Berbagai persiapan untuk UNBK sudah dilaksanakan pihaknya seperti pengayaan dan uji coba. Selain persiapan teknis, persiapan lainnya juga dilakukan seperti melaksanakan istigosah di Aula SMAN 1 Mataram. Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti, S.Pd., mengatakan pelaksanaan UNBK di SMAN 8 Mataram berjalan dengan lancar. Siswa kelas XII di SMAN 8 Mataram sebanyak 284 siswa “Pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar,” katanya. Terpisah, Kepala SMAN 6 Mataram, Sunoto, juga mengatakan seluruh peserta UNBK hadir saat pelaksanaan UNBK. sebanyak 366 siswa kelas XII mengikuti UNBK, dan tiga orang ABK sebanyak tiga orang. “Sampai saat ini (kemarin, red) lancar tanpa kendala. Seluruh peserta hadir demikian juga pengawas. Listrik juga aman,” ujarnya. UN SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2019. Dengan mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. UN Program Paket C/ Ulya pada tanggal 12-16 April 2019. Pada Senin (8/4) hari ini akan dilaksanakan UNBK dengan mengujikan mata pelajaran jurusan yang dipilih oleh masing-masing siswa. (ron)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 8 April 2019

Halaman 11

Pendaftaran UTBK Ditutup

Sebagian Peserta Asal Sumbawa Pilih Tes di Mataram Mataram (Suara NTB) Pendaftaran UTBK SBMPTN resmi ditutup tanggal 1 April lalu. LTMPT telah menetapkan dua lokasi tes SBMPTN. Untuk peserta berasal dari Pulau Sumbawa dipusatkan di Kabupaten Sumbawa. Sedangkan peserta dari Pulau Lombok dipusatkan di Kota Mataram. Keputusan pemusatan lokasi tes di dua tempat itu setelah LTMPT menolak usulan Unram berdasarkan rekomendasi Dikbud NTB yang akan membaginya menjadi empat lokasi tes. Namun demikian usulan itu ditolak dan dipusatkan di Kota Mataram dan Sumbawa. Namun kemudahan untuk menentukan lokasi tes tidak dimanfaatkan para peserta, terutama peserta berasal dari Pulau Sumbawa. Banyak di antara mereka lebih memilih mengambil lokasi tes di Mataram. Demikian dijelaskan Kepala Pustik Unram, Cahyo

Mustiko, ST, MSc, PhD. Lebih jauh dijelaskan Cahyo Mustiko, pada pendaftaran gelombang pertama UTBK terdapat sebanyak 8.300 pendaftar yang mengambil lokasi tes di Mataram. Sedang peserta yang mengambil lokasi tes di Sumbawa mencapai 400 pendaftar. Sementara untuk pendaftar gelombang kedua, pendaftar yang mengambil lokasi tes di Mataram sebanyam 3.400 orang, dan di Sumbawa mencapai 270 pendaftar. Berdasarkan data yang dihimpun Pustik Unram, banyak peserta dari Pulau Sumbawa lebih memilih lokasi tes di Unram dan tidak memanfaatkan lokasi yang telah disediakan di Sumbawa. ‘’Sebenarnya harapan kami anak-anak di Bima, Dompu tes di Sumbawa, tapi banyakan yang ambil tes di Mataram. Sebenarnya harapannya itu, tapi ternyata tidak dimanfaatkan mungkin lebih senang tes di sini,’’ ujarnya.

Adapun sekolah-sekolah yang akan dijadikan sebagai lokasi tes dengan jumlah komputer sebanyak 1.520 unit komputer tersebar di Sumbawa dan Kota Mataram. Untuk Kota Mataram, ada empat sekolah yang ditetapkan sebagai lokasi tes. Yaitu SMAN 1 Mataram, SMKN 1 Mataram, SMKN 2 Mataram, SMKN 3 Mataram. Sedangkan SMKN 4 Mataram sebelumnya menyatakan mundur dan tidak siap dijadikan lokasi tes. Sedang sekolah-sekolah di SumbawadiantaranyaialahSMKN1SumbawaBesar,SMKN2SumbawaBesar, SMKN 3 Sumbawa Besar, dan SMAN 1 Sumbawa Besar. Semua sekolah itu nantinya akan dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan tes. Sekolah-sekolah yang dipilih merupakan sekolah yang memiliki kelengkapan komputer. Hal demikian mengingat tes penerimaan tahun ini sepenuhnya menggunakan tes komputer. Pustik sebagai panitia tes

UTBK jadi bagian penting pada pelaksanaan tes SBMPTN tahun 2019 ini sudah memberi pelatihan tethadap seluruh admin server UTBK baik di Sumbawa dan Lombok. Pelatihan tidak memerlukan waktu lama mengingat admin server yang digunakan pada dasarnya ialah admin server yang digunakan sekolah saat UNBK. Selain itu kata Cahyo, Unram telah menyurati PLN untuk memastikan pelaksanaan tes SBMPTN yang seluruh proses tesnya menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dapat berjalan tanpa gangguan. Apalagi sejumlah sekolah tidak memiliki back up genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik. “Kita bersurat ke PLN dari pihak sekolah maupun Unram sudah bersurat.LokasitesdiUnramsudah di back up dengan genset. Berbeda dengan Sumbawa tidak di back up dengan genset melainkan murni mengandalkanPLN,”ujarnya.

Sementara Kepala Biro Akademik Perencanaan dan Kerjasama Unram, Drs. Ruspan menyebut, upaya bersurat ke PLN dilalukan untuk memastikan listrik aman saat tes dilakukan. “Kita akan bersurat ke PLN agar Lombok Sumbawa aman saat tes berlangsung,’’ katanya. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap uji coba tes UTBK pada sembilan sekolah yang tersebar di lima sekolah SMA Mataram dan empat sekolah di Sumbawa, hal-hal teknis seperti mati lampu sangat penting diantisipasi dengan matang. ‘’Yang paling penting diperhatikan ialah listrik, meminta bersurat agar tidak ada kendala pemadaman atau hal yang menggangu jaringan listrik,’’ ujarnya. Selain berkirim surat, kesiapan lainnya ialah sekolah juga harus siapkan genset untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Termasuk Unram sendiri juga telah menyediakan genset. (dys)

Peringati Isra’ Mi’raj, STIE AMM Barengi Peresmian Inkubator Bisnis Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM (STIE AMM)menggelar acara peringatan Isra’ Mi’raj di Gedung Kampus II, sekaligus dengan meresmikan lembaga inkubator bisnis wirausaha STIE AMM. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu (6/4) yang lalu ini disusun oleh pengurus Senat Mahasiswa STIE AMM. Selain dihadiri oleh para unsur pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa, acara ini juga turut menghadirkan beberapa perwakilan alumni STIE AMM yang telah sukses menjalankan kegiatan

bisnisnya sendiri, serta TGH. Abdul Manan, MA, sebagai pengisi tausiyah(ceramah) Isra’ Mi’raj. Dalam ceramahnya, Abdul Manan menjelaskan mengenai makna dari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, serta mengingatkan para peserta acara untuk selalu meningkatkan iman dan taqwanya kepada Allah SWT. Perwakilan Direktur Lembaga Inkubator Bisnis STIE AMM, Satriawan, SE., MM, meyambut baik kegiatan ini. Selain untuk memperingati Isra’ Mi’raj, dirinya ikut mengajak kepada seluruh civitas akademik untuk bersa-

Pemerintah Tak Lepas Tangan Dari Hal. 1 Menurutnya, tidak ada yang berharap terjadi musibah atau bencana. Namun ketika bencana itu terjadi, tentu pemerintah tidak akan tinggal diam. Pasti akan membantu sekuat tenaga. Karena bagaimanapun juga pemerintah harus bisa hadir bagi masyarakatnya dalam kondisi apapun. ‘’Terutama ketika terjadi musibah, pemerintah pasti akan sangat memperhatikan kondisi masyarakat dan siap membantu,’’ sebutnya. Terkait penanganan rumah rusak terdampak gempa, Wapres mengatakan sampai saat ini terus berjalan. Pemerintah bersama TNI, kepolisian, relawan terus berjuang. Untuk bagaimana bisa menuntaskan proses perbaikan rumah yang rusak akibat gempa.

Masyarakat yang jadi korban juga hendaknya tidak berpangku tangan. Dengan ikut membantu pemerintah. Paling tidak dengan ikut sama-sama berdoa agar proses perbaikan rumah rusak terdampak gempa bisa berjalan lancar. Sehingga masyarakat para korban gempa bisa segera menemapati rumahnya yang baru. ‘’Tentunya bantuan yang sudahdiberikanhendaknyabisa dijaga dan dipelihara. Supaya bisa bermanfaatnya untuk jangka waktu yang lama,’’ imbuh Jusuf Kalla yang secara khusus memberikanapreasisiterhadap semua pihak yang telah turut membantupenangnandampak gempa.Terutamapadarelawan yang tanpa mengenal lelah membantu masyarakat terkena dampak gempa. (kir)

Bangun Pabrik di Bima Dari Hal. 1 Selain itu, dengan adanya pabrik garam di Bima, NTB dapat memasok kebutuhan luar daerah dan garam industri. ‘’Selama ini memang mendatangkan dari Surabaya. Makanya pabrik ini untuk memenuhi kebutuhan lokal,’’ ujarnya. Sehingga NTB tak lagi mendatangkan kebutuhan garam konsumsi dari Surabaya. Melihat potensi produksi yang cukup besar, Andi mengatakan produksi garam NTB akan dikirim untuk memenuhi kebutuhan nasional. ‘’Ndak mungkin dipakai semua, sisanya dikirim untuk memenuhi kebutuhan nasional,’’ katanya. Selain membangun pabrik garam, Pemprov juga akan memangun pabrik pakan ternak skala kecil di Kecamatan Manggalewa, Dompu. Kemudian mengadakan mesin penetas telur dan standarisasinya. Untuk mesin penetas telur ini kapasitasnya sebesar 2.000 butir sehari. Mesin penetas telur ini akan dibangun di Lombok Tengah. Selanjutnya akan dibuat mesin pengolah sampah dan standarisasi pupuk organik. Pembuatan mesin pengolah sampah ini tujuannya agar sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak menggunung.

Terkait dengan produksi garam di NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyebutkan produksi garam di daerah ini sebesar 170 ribu ton pada 2018 lalu. Ironisnya, kebutuhan garam untuk konsumsi rumah tangga didatangkan dari Surabaya. Sesuai visi dan misi Pemprov NTB lima tahun ke depan, kata Hamdi, menekankan tentang industrialisasi produk-produk unggulan daerah. Ia mengatakan DKP sedang menyusun masterplan dan roadmap tentang industri hasil perikanan dan kelautan NTB. ‘’Nanti akan tergambar potensi dan peran masingmasing stakeholders mulai dari produksi bahan baku sampai pemasaran. Sehingga dalam indusrialisasi terintegrasi,’’ katanya. Bima merupakan daerah sentra garam nasional. Kemudian didukung Sumbawa, Lombok Timur dan Lombok Barat. Pada tahun 2018, produksi garam di NTB sebanyak 170 ribu ton. Tahun 2019, produksi garam NTB ditargetkan 180 ribu ton. Sementara kebutuhan garam untuk konsumsi dalam daerah sekitar 18 ribu ton. (nas)

TNGR Survei Ulang Jalur Pendakian Rinjani Dari Hal. 1 untuk memetakan situasi dan kondisi jalur pascagempa melanda Pulau Lombok Juli dan Agustus 2018 lalu. ‘’Bagaimana kondisi jalur yang lama, apakah rawan atau tidak. Kemudian apakah butuh dibuka jalur baru, lewat mana baiknya, itu semua tujuan dari survei kita, membuat peta jalur,’’ paparnya. Sebelumnya survei BTNGR dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dinas Pariwisata, Basarnas, TNI, Polri, dan juga Trekking Organizer (TO). Agenda yang sama sudah dalam pembahasan. Dari hasil pembahasannya, peninjauan ulang pun telah dijalankan oleh seluruh pemangku

kepentingan. Setiap perwakilan, ikut serta dalam pendakian yang dilaksanakan pada Sabtu 16 Maret lalu. Namun musibah gempa kembali terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019. Gempa dengan kekuatan 5,8 SR, memaksa tim meninjau ulang yang sedang berada di dalam kawasan Gunung Rinjani kembali turun. Meski demikian, tim yang berangkat dari dua jalur pendakian, yakni dari gerbang Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan gerbang Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, sudah mendapatkan gambaran dari kondisi sebagian jalur pendakian. ‘’Untuk tim yang berangkat dari Sembalun, cuma dapat sampai mata air dibawah bukit Pelawangan saja. Jadi memang banyak jalur yang harus diperbaiki,’’kataSudiyono. (ars)

ma-sama meningkatkan daya inovasi dan jiwa wirausaha agar mewujudkan STIE AMM sebagai kampus yang berdaya saing dan berjiwa mandiri. Sebelumnya,KetuaSTIEAMM, Dr. H. Umar Said, SH., MM, dalam sambutannya menyampaikan agar paramahasiswadapatmenyiapkan bekalkemampuannyauntukmenghadapi persaingan. “Setiap perguruan tinggi sekarang harus memiliki inkubator. Karena kita lihat pendidikandiIndonesiabahwailmuituterus berkembang, sehingga bila dihadapi dengan pekerjaan, kita temui bahwailmuyangdimilikiterkadang tidak lagi sesuai. Untuk itu inkubator bisnis memberi peluang kepada mahasiswa untuk dapat menjadi wadah sehingga tercapai link and matchantara dunia pendidikan dan industri,” jelas Umar. Mengakhiri sambutannya, Umar meresmikan Lembaga Inku-

bator Bisnis STIE AMM disaksikan oleh para unsur pejabat pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau pusat inkubasi pengolahan budidaya jamur yang kini menjadi andalan kegiatan Inkubator Bisnis dan Teknologi STIE AMM. Bukan hanya seke-

dar meninjau, namun peserta dipersilakan untuk memetik hasil panen budidaya jamur. Selain itu peserta juga diajak serta untuk melihat lokasi usaha sewa ruang asrama (tempat tinggal) para mahasiswa yang bertempat di lantai atas gedung Kampus II STIE AMM. (ron/*)

(Suara NTB/ist)

PERLIHATKAN - Disaksikan oleh para undangan, Tim P2KPN STIE AMM, WindaAstuti (kiri) dan Faizatul Fajariah, SE., MM (tengah), memperlihatkan hasil panen budidaya jamur hasil Inkubator Bisnis STIE AMM, Kamis(4/6).

(Suara NTB/penrem)

PAPARAN - Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat memberi paparan kepada Wapres RI H. Jusuf Kalla, Sabtu lalu.

Wapres Apresiasi Kinerja Satgas Terpadu Rehab Rekon Mataram (Suara NTB) Wakil Presiden (Wapres) RI H. Jusuf Kalla (JK), memberikan apresiasi kepada Satgas yang bekerja untuk rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) penanganan rumah dampak gempa. Hal itu disampaikan Wapres saat kunjungan kerja ke Lombok Tengah, Sabtu (6/4). Bukan tanpa alasan, sebab dalam tempo tiga bulan sudah mampu membangun rumah tahan gempa, dengan total 14.997 unit rumah dan 50.376 unit rumah dalam progres. ‘’Kondisi ini sangat membanggakan dan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu masyarakat korban gempa di NTB. Hal ini patut dicontoh dan diapresiasi oleh pemerintah,’’ kata Wapres. JK dan rombongan tiba sekitar pukul 13.10 Wita di Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah, Sabtu (6/4) lalu. Disambut Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Sosianto S.IP. Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimasyah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB.

Wapres meninjau langsung sekaligus menerima paparan Danrem 162/WB Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdhani,S,Sos., S.H.M,Han terkait progress percepatan rehab rekon pascagempa di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Tiba di Teratak, Wapres disambut warga dengan antusias . Wapres RI dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi kepada Danrem 162/WB beserta jajaran dalam rangka percepatan rehab rekon di NTB. Sebab telah melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat pascagempa, serta memberikan solusi ketika dihadapkan kendala dinamika di lapangan. ‘’Pemerintah pasti akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Baik pemerintah pusat dan daerah, TNI/ Polri selalu siap sedia untuk membantu masyarakat,’’ tegas JK. Lebih lanjut, JK juga berharap agar warga dapat menjaga dan memelihara rumah yang sudah dibangun susah payah. Ia mengajak, agar dibantu gubernur / bupati/walikota, termasuk TNI/ Polri, PU dan fasilitator. (ars/*)

19.596 Korban Gempa BeLum Terima Buku Rekening Dari Hal. 1 Lombok Barat 362 buku, Lombok Utara 343 buku, Lombok Tengah 9.695 buku, Lombok Timur 668 buku, Sumbawa Besar 1.746 buku dan Kabupaten Sumbawa Barat 8 lembar buku. Sementara soal saldo mengendap, alasannya agar buku rekening bisa digunakan untuk keperluan lain. Namun BRI berjanji akan mencairkan 100 persen. Mengenai overbooking, diakui limit pencairan Rp500 juta.

Jika lebih, harus dilakukan reservasi beberapa hari sebelumnya sebab berkaitan dengan ketersediaan kas. Sementara informasi diperoleh Suara NTB, rekening yang belum dibagi berdampak tertundanya proses pembangunan. Padahal kepala keluarga (KK) penerima bantuan sudah dilakukan validasi. Masalah itu diungkapkan Nanang Ketua Pokmas di Dusun Ceret Mas, Desa Mantang Kecamatan Batukliang

Utara Lombok Tengah. Ada 10 penerima bantuan Rp50 juta per KK, namun ketika diajukan ke BRI, mereka gigit jari. “Kita mau melakukan pendebetan dari rekening masyarakat ke Pokmas, tidak bisa. Lah, kami heran, kan uangnya sudah ada,’’ kata Nanang heran. Sesuai arahan fasilitator BPBD dan Rekompak, syarat sudah dilengkapi sehingga tidak ada lagi celah penolakan. Seperti surat keterangan dari kepala dusun, surat keputusan

dari desa, surat validasi dari Dinas Perkim, surat rekomendasi dari BPBD, rekening pribadi, nomor rekening Pokmas, SK Pokmas dan Korwil Desa. Setelah semua syarat dilengkapi, atas izin dari fasilitator dan Rekompak, material diambil dari toko bangunan. Jenis material pun diambil jenis batu, pasir, bata, besi dan semen. Nilai material untuk 10 KK itu sudah mencapai Rp50 juta. Sejumlah tukang pun dipekerjakan untuk menggali pondasi. ‘’Tapi pas cair-

kan uang, malah uangnya tidak ada. Bagaimana kami ini? Kasihan warga yang dapat bantuan, belum bisa dibangunkan rumahnya. Pemilik toko juga nagih terus,’’ protesnya. Nanang sangat berharap segera ada solusi, terutama soal pencairan. Jangan sampai, kata dia, batas pencairan tanggal 12 April mendatang, uang masyarakat di sana belum juga didebit. ‘’Kami khawatir uang masyarakat itu hangus,’’ ujarnya mengingatkan. (ars)

Optimis Pembangunan RTG Tuntas Empat Bulan Dari Hal. 1 Danis mengatakan, memang banyak kendala yang dihadapi dalam upaya percepatan pembangunan Huntap korban gempa yang rumahnya rusak berat. Mulai dari kekurangan tukang, bahan bangunan hingga kesalahan pendataan kerusakan rumah rusak berat. Untuk mempercepat pembangunan RTG, akan didatangkan sekitar 1.000 tukang dari luar daerah. Dengan demikian diharapkan akan mempercepat pembangunan Huntap bagi korban gempa. ‘’Mau menambah tukang dari luar. Itu kan 1.000 orang untuk membantu mempercepat,’’ sebutnya. Ia mengatakan, jumlah tukang yang ada di Lombok tak sebanding dengan jumlah rumah warga yang rusak berat. Karena semua ingin pembangunan Huntap cepat selesai, maka jumlah tukang perlu ditambah. Ia menyebut dalam satu unit rumah, jumlah pekerja sebany-

ak empat orang. Jika dikalikan dengan puluhan ribu rumah yang rusak berat, maka dibutuhkan banyak tenaga kerja. ‘’Satu rumah yang bekerja empat orang. Di beberapa tempat ada yang bergantian,’’ ujarnya. Danis mengatakan, perlunya dilakukan pendataan kerusakan rumah warga. Ada rumah yang tercatat rusak berat, tetapi setelah dilakukan pengecekan ternyata rusak ringan. Di Desa Teratak data awalnya ada 800 KK terdampak. Sebanyak 500 KK rekeningnya sudah terisi. Dari jumlah tersebut sebanyak 400 KK yang sudah pasti, sementara 100 KK datanya masih perlu perbaikan. Karena seharusnya rusak sedang tetapi tercatat rusak berat. Danis mengatakan, kemungkinan ada ribuan data yang perlu diverifikasi kembali. Semuanya, saat ini sedang diverifikasi kembali oleh Pemda. ‘’Supaya benar-benar, yang rusak berat dapat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, rusak ringan Rp10 juta. Kasihan ka-

lau rusak berat tapi uangnya kurang. Tapi sebaliknya juga rumahnya rusak sedang, jangan disebut rusak berat,’’ katanya. Terkait dengan pendataan kerusakan korban gempa ini, kata Danis merupakan kewenangan Pemda. Kementerian PUPR bertugas memastikan bahwa dengan bantuan stimulan yang ada, masyarakat membangun rumah tahan gempa. Jangan sampai masyarakat membangun rumah tidak tahan gempa. ‘’Sekarang datanya tinggal diperbaiki saja. Nanti SK-nya diperbaiki. Saya belum tahu datanya. Dicek kembali oleh BPBD provinsi dan Satgas yang ada di sini,’’ tandasnya. Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) meninjau progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Dusun Montong Dao, Desa Teratak Lombok Tengah (Loteng). Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Wapres melihat satu persatu rumah korban gempa yang sudah dibangun masyarakat

bersama TNI. Wapres mengatakan pembangunan huntap bagi korban gempa akan selesai atau tuntas.”Insya Allah semuanya selesai pada waktunya, dan bagus sekali (rumah yang sudah terbangun),” kata Wapres dihadapan seratusan warga dan fasilitator Rekompak di Dusun Montong Dao Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Loteng, Sabtu (6/4). Wapres mengharapkan, masyarakat agar dihindarkan dari musibah. Tetapi kalau terjadi musibah, maka pemerintah baik pusat dan daerah termasuk TNI/Polri dan relawan siap akan membantu dan memfasilitasi masyarakat. ‘’Tentu pemerintah sangat memperhatikan apa yang terjadi pada masyarakat. Pemerintah akan selalu membantu apabila ada musibah,’’ katanya. JK mengatakan bantuan hunian tetap (Huntap) yang diberikan pemerintah tujuannya mengurangi beban atau kesulitan masyarakat yang terke-

na bencana. Ia mengajak masyarakat agar merawat dan memelihara rumah yang sudah dibangun tersebut. Pada kesempatan tersebut Wapres mengajak masyarakat agar ikut membantu gubernur, bupati, TNI dan Kementerian PUPR yangmenanganipembangunanrumah rusak berat akibat gempa. Progres pembangunan RTG di NTB sampai 5 April lalu berdasarkan data Pemprov, sebanyak 3.831 Huntap sudah terbangun. Sedangkan yang dalam proses pembangunan 15.678 unit. RTG yang sudah terbangun terdapat di Kota Mataram 342 unit, Lombok Barat 398 unit, Lombok Utara 338 unit, Sumbawa 630 unit, Lombok Timur 955 unit, Lombok Tengah 842 unit, Sumbawa Barat 426 unit. Sedangkan RTG yang sedang proses pembangunan di Kota Mataram 1.456 unit, Lombok Barat 1.970 unit, Lombok Utara 4.409 unit, Sumbawa 1.259 unit, Lombok Timur 4.341 unit, Lombok Tengah 1.231 unit dan Sumbawa Barat 961 unit. (nas)

Sabut Kelapa, Limbah yang Diekspor ke Cina Dari Hal. 1 Kemudian dijemur beberapa hari hingga sisa kadar air 17 persen. Kemudian dikemas dengan mesin pres hidrolik. Usaha Zaini ini makin membuktikan tidak ada bagian yang terbuang dari kelapa. Tidak ada bagian dari kelapa yang menjadi limbah. Semua bernilai, tinggal dibutuhkan kreativitas untuk mengolahnya. Serbuk hasil ayakan itu menjadi media tumbuh tanaman pada proses pembibitan. Bisa juga dijadikan bahan pembuatan batu bata atau tambahan bahan baku pupuk organik. Kapasitas mesin yang digunakan Zaini sehari hanya 1 ton. Atau dengan omset harian

sekitar Rp3 juta. Di luar sana, sebutnya seperti di Sulawesi sebenarnya bisa 6 ton. Zaini pun berharap bisa melakukan pengolahan 6 ton perhari. Pasalnya, jika kemampuan mesin hanya 1 ton perhari, Zaini mengaku masih belum untung. Karena harus membayar karyawan dan biaya operasional mesin perontok dan mesin pres hidrolik. Ditambahkan, pengolahan sabut kelapa di NTB katanya belum ada industrinya. Diketahui ada olahan pembuatan sapu di Dusun Benyer, Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya. Pembuatan produk lain belum bisa dilakukan karena keterbatasan tenaga dan permodalan. Banyaknya limbah sabut ke-

lapa di Desa Korleko ini membuat Zaini sama sekali tidak kewalahan soal bahan baku. Bahkan yang diolah itupun hasil dari sabut kelapa usahanya sendiri. Belum ada yang dibeli dari warga lain. Permintaan sabut kelapa dalam sebulan terakhir ini katanya cukup tinggi. Sebulan pembeli meminta 500 ton koko fiber. Yakni yang masih berupa serat. Ampasnya sendiri yang disebut koko peat juga sangat bernilai. Belanja online saja harganya Rp2.000 per Kg. Koko peat ini sejauh ini dijual di pasar lokal saja. Belum ada permintaan ekspor. Permintaankokofiberyangtinggi ini tidak bisa dipenuhi Zaini. Eksportir koko fiber dari Indonesia terbilang masih sangat terba-

tas. Kabarnya yang banyak mengirim ke Cina itu adalah dari India sampai 50 persen. Ada juga dari Srilanka dan Bangladesh. Kepala Desa Korleko, Wildan yang dikonfirmasi mengatakan sabut kelapa ini memang menjadi limbah yang cukup besar di Desa Korleko. Bahkan dianggap lebih banyak dibandingkan sampah plastik. Dimana, gudanggudang pengusaha kelapa di Desa Korleko ini menggunung serabut kelapanya. Wildan menuturkan, ia sudah berkomunikasi dengan Menteri Tenaga Kerja. Oleh menteri, Desa Korleko ditetapkan menjadi Desa Migran Produktif. Para eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilatih untuk bisa memiliki kegia-

tan usaha sendiri di rumahnya. Salah satunya mengolah sabut kelapa. Upaya pengolahan sudah beberapa kali dilakukan. Akan tetapi, tidak ada pembeli. Selain persoalan modal, persoalan pasar menjadi kendala besar bagi warga yang menggeluti usaha pengolahan sabut kelapa ini. Diakui, sabut kelapa ini konon bisa jadi bahan baku jok mobil kualitas terbaik. Namun ketika bicara pasar menuju produsen itu, belum ada jawaban. Sehingga sampai saat ini persoalan limbah sabut kelapa menjadi persoalan di Desa Korleko. ‘’Pemikiran sekarang ini ada tidak pasarnya. Kalau ada pasarnya banyak yang akan mengusahakannya,’’ katanya. (rus)

GNE Libatkan Kejaksaan Tagih Kerugian Daerah Rp2,6 Miliar Dari Hal. 1 Permintaannya sesuai dengan rekomendasi Inspektorat selama 60 hari, agar uang yang mengendap di mantan pejabat PT. GNE dikembalikan sesuai jumlah temuan. Sebenarnya dalam catatan pihaknya, tidak saja angka Rp2,6 miliar sesuai hasil investigasi Inspektorat. Jumlahnya lebih dari itu, jika direkapitulasi dengan

piutang macet. Angkanya mencapai Rp8 miliar, terhitung sejak tahun 2014 hingga 2017. ‘’Tapi kita fokus ke penagihan yang Rp2,6 miliar dulu. Soal perkembangan ke kerugian lain, akan kita kaji lagi. Terpenting yang Rp2,6 miliar ini lebih cepat selesai,’’ sebutnya. Menanggapi keinginan PT. GNE itu, JPN pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati NTB, Iksan Asri,

SH mengaku siap menerima pelimpahan kewenangan penagihan kerugian daerah itu. Berapa pun jumlahnya, kata dia, akan tetap diterima dan diproses sesuai kewenangan non litigasi. ‘’Kita tunggu SKK dulu. Bagaimana kita bekerja kalau tidak ada SKK,’’ katanya. Menjadi tugasnya membantu menyelamatkan kerugian daerah. Bahkan yang sudah tercatat sebagai kerugian perusa-

haan milik daerah. Semakin kuat kewenangannya, apabila dasar penagihan itu sesuai temuan Inspektorat atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setiap permintaan, tahapannya melalui pengkajian bersama tim JPN dengan instansi yang mengajukan. JPN akan meminta dokumen dan data pendukung konsumen yang menanggung piutang. Paling penting, katanya, soal penyera-

han mandat melalui SKK. ‘’Dengan dasar SKK itu untuk tim JPN bekerja,’’ tandasnya. Sebelumnya, ada wacana pihak GNE untuk melibatkan JPN dalam proses penyelesaian beban piutang, di luar dugaan penggelapan anggaran Rp3,1 miliar yang sudah diserahkan ke Inspektorat. Namun dari hasil audit investigasi, kerugiannya menjadi Rp2,6 miliar. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 8 April 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Meriahkan HUT Ke 61 Lobar

RSUD Tripat Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis Giri Menang (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung menggelar kegiatan sosial operasi bibir sumbing secara gratis. Kegiatan sosial yang rutin digelar ini merupakan rangka-

ian kegiatan memeriahkan HUT Lombok Barat (Lobar) ke 61. Sebelumnya RSUD Tripat menggelar kegiatan sosial operasi katarak juga dalam rangka perayaan HUT Lobar. Pada kegiatan operasi bibir

sumbing kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, karena diramaikan oleh Puteri Indonesia bersama Putri Indonesia NTB 2018. Direktur RSUD Tripat Gerung, drg. Arbain Ishak mengatakan opera-

OPERASI GRATIS - Puluhan warga yang ikut operasi bibir sumbing secara gratis yang digelar RSUD Tripat Gerung dalam rangka memeriahkan HUT Lobar ke 61.

PUTERI - Dirut RSUD bersama puteri Indonesia dan puteri indonesia NTB tahun 2018

H. Arbain Ishak

Warga yang sudah dioperasi bibir sumbing secara gratis

si bibir sumbing yang digelar tiga hari, mulai Jumat sampai Minggu (7/4), menyasar 37 pasien dari berbagai daerah. “Kami gelar operasi bibir sumbing dalam rangka HUT Lobar ke 61,” jelas Arbain. Dalam memeriahkan HUT Lobar kata Arbain, pihaknya menggelar berbagai kegiatan tiap tahun. Termasuk tahun ini pihaknya sudah menggelar kegiatan operasi katarak bekerjasama dengan pihak ketiga. Selanjutnya, mulai Jumat lalu

pihaknya menggelar kegiatan operasi bibir sumbing dengan sasaran warga sebanyak 37 orang. Sasaran warga sendiri jelas dia, umum baik miskin dan mampu. Hanya saja yang prioritas warga tak mampu. Dalam kegiatan operasi ini pihaknya bekerjasama dengan pihak YPPCBL. Setiap tahun pihaknya menggelar operasi bibir sumbing, bahkan diharapkan terus meningkat. Pasalnya, peminat warga yang ingin mendapatkan penanganan op-

erasi gratis ini sangat tinggi. Jumah warga yang ditangani pun disesuaikan dengan yang ada. Dalam kerjasama operasi bibir sumbing ini, pihak rumah sakit menyediakan tempat, fasilitas. Sedangkan biaya dan tenaga medis disiapkan oleh YPPCBL Bandung. Ditambahkan, dari tahun ke tahun diadakan kegiatan ini sudah menyasar hampir ribuan orang. Kedepan kegiatan ini akan terus ditingkatkan, bahkan bisa dilaksana-

kan dua kali dalam setahun. Sementara salah satu warga, Inaq Rahim asal Penarukan Daye Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung mengaku sangat bersyukur dengan adanya program operasi bibir sumbing gratis. Ia sendiri memiliki cucu berusia 6 bulan yang ikut operasi bibir sumbing tersebut. “Bersyukur dapat bantuan operasi ini karena ini secara gratis. Yang tadinya mau berbiaya tapi bisa gratis,” ujarnya bersyukur. (her/*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 8 April 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu